<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>http://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Meyrinchann</id>
	<title>Baka-Tsuki - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Meyrinchann"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Special:Contributions/Meyrinchann"/>
	<updated>2026-05-03T15:25:57Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Meyrinchann&amp;diff=309903</id>
		<title>User talk:Meyrinchann</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Meyrinchann&amp;diff=309903"/>
		<updated>2013-12-11T14:03:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Selamat datang di proyek Oregairu Indonesia... Kok akun yang didaftarkan di proyek beda dengan akun yang dipakai untuk nge-post, gan...? Sebelumnya, ane salut sama kecepatan terjemahan agan, tapi sepertinya terlihat buru-buru, ya...? Ada lumayan banyak yang kalimat dengan tata bahasa yang agak sulit dicerna... Untuk penerjemah pemula sih bukan masalah, tapi nanti setelah selesai disunting penuh, pasti hasilnya bakal banyak yang berbeda (karena itu ane pakai tambahan &amp;quot;Belum disunting&amp;quot; di depan bab yang agan kerjakan)... Jadi biar gak kaget ke depannya, ane beri tahu agan terlebih dulu... Saran sih... Karena ane lihat, khususnya di bagian dialog, agan pakai tata bahasa dengan [http://kbbi.web.id/dialek dialek], sekalian saja monolog dan narasinya ikut ditulis dengan tata bahasa dialek...&lt;br /&gt;
Sekali lagi ane ucapkan selamat datang di proyek Oregairu Indonesia...&lt;br /&gt;
Terima kasih atas kerja kerasnya...&lt;br /&gt;
Betewe, halaman untuk Bab 4 dan selanjutnya sudah ane tambahkan di halaman utama...&lt;br /&gt;
[[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] ([[User talk:Cucundoweh|talk]]) 17:05, 10 December 2013 (CST)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tengkyu gan, ngeri dikira cewek sih kalo pake nama ini .sebenerya satu akun jg cm namanya dibedain.untuk typo typo nanti ane cek ulang deh, oh iya buat dialog mending pakai bahasa sehari hari atau bahasa resmi?soalnya ane biasanya pakai bhs sehari&amp;quot;,kalau emg ketentuannya pk bahasa resmi nanti ane ganti deh&lt;br /&gt;
Silakan edit sesukanyaa :D biar jadi bahan pelajaran juga.&lt;br /&gt;
Doumo ♪&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ooo... Tenang saja, gan... Sudah hal umum kalau di dunia per-otaku-an jarang ada yang namanya &#039;perempuan&#039; sungguhan... Hkhkhk...&lt;br /&gt;
Sebenarnya gaya terjemahan ane malah gaya terjemahan bebas, jarang sekali pakai kata-kata formal (tapi tetap pakai pakem yang berlaku, minimal memakai kata-kata yang terdaftar di KBBI), terkecuali pada narasi yang menggambarkan situasi, tempat, maupun keadaan karakter, baru ane pakai bahasa formal...&lt;br /&gt;
Kalau untuk dialog, ane sesuaikan dengan watak masing-masing karakter... Dan kalau untuk pembicaraan formal, pembicaraan terhadap orang yang dituakan, dan pembicaraan dengan status yang lebih tinggi, baru ane kenakan bahasa yang kaku (formal)...&lt;br /&gt;
Karena ane niatnya ingin penerjemahan Oregairu ini agar dibuat seperti novel-novel remaja yang pernah beredar di Indonesia, makanya ane sering pakai pelokalan istilah dan penerapan dialek dalam dialog...&lt;br /&gt;
Jadi gaya terjemahan agan sebenarnya sudah sesuai dengan gaya para penerjemah di proyek terjemahan ini...&lt;br /&gt;
Kalau menurut ane, yang paling penting adalah terjemahan itu bisa mengalir sesuai cerita, gan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat ya, gan...&lt;br /&gt;
[[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] ([[User talk:Cucundoweh|talk]]) 22:22, 10 December 2013 (CST)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yokatta...buat edit ntar ane coba buat edit lagi, ada bbrp kat yang errr...kadang gw males cari padanannya di indo *dgn alasan jadi aneh cem service jd pelayanan,kesannya jd ky pembokat* lgian sbenernya oregairu ini trjemahan novel prtamax krn biasanya ane di buku biasa, yoroshiku onegaishimasu ya senpaai&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Meyrinchann&amp;diff=309749</id>
		<title>User talk:Meyrinchann</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Meyrinchann&amp;diff=309749"/>
		<updated>2013-12-11T01:24:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Selamat datang di proyek Oregairu Indonesia... Kok akun yang didaftarkan di proyek beda dengan akun yang dipakai untuk nge-post, gan...? Sebelumnya, ane salut sama kecepatan terjemahan agan, tapi sepertinya terlihat buru-buru, ya...? Ada lumayan banyak yang kalimat dengan tata bahasa yang agak sulit dicerna... Untuk penerjemah pemula sih bukan masalah, tapi nanti setelah selesai disunting penuh, pasti hasilnya bakal banyak yang berbeda (karena itu ane pakai tambahan &amp;quot;Belum disunting&amp;quot; di depan bab yang agan kerjakan)... Jadi biar gak kaget ke depannya, ane beri tahu agan terlebih dulu... Saran sih... Karena ane lihat, khususnya di bagian dialog, agan pakai tata bahasa dengan [http://kbbi.web.id/dialek dialek], sekalian saja monolog dan narasinya ikut ditulis dengan tata bahasa dialek...&lt;br /&gt;
Sekali lagi ane ucapkan selamat datang di proyek Oregairu Indonesia...&lt;br /&gt;
Terima kasih atas kerja kerasnya...&lt;br /&gt;
Betewe, halaman untuk Bab 4 dan selanjutnya sudah ane tambahkan di halaman utama...&lt;br /&gt;
[[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] ([[User talk:Cucundoweh|talk]]) 17:05, 10 December 2013 (CST)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tengkyu gan, ngeri dikira cewek sih kalo pake nama ini .sebenerya satu akun jg cm namanya dibedain.untuk typo typo nanti ane cek ulang deh, oh iya buat dialog mending pakai bahasa sehari hari atau bahasa resmi?soalnya ane biasanya pakai bhs sehari&amp;quot;,kalau emg ketentuannya pk bahasa resmi nanti ane ganti deh&lt;br /&gt;
Silakan edit sesukanyaa :D biar jadi bahan pelajaran juga.&lt;br /&gt;
Doumo ♪&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Oregairu_(Indonesia):Jilid_7_Bab_3&amp;diff=309604</id>
		<title>Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Bab 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Oregairu_(Indonesia):Jilid_7_Bab_3&amp;diff=309604"/>
		<updated>2013-12-10T10:43:48Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: Created page with &amp;quot;Bab 3 : Tobe Kakeru benar benar rendahan di semua hal  Di hari setelah menerima permintaan Tobe, kami berencana untuk menganalisis detail permintaan dan mengembangkan sebuah r...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Bab 3 : Tobe Kakeru benar benar rendahan di semua hal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hari setelah menerima permintaan Tobe, kami berencana untuk menganalisis detail permintaan dan mengembangkan sebuah rencana untuk hari ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup kasarnya, permintaan itu penuh dengan hal hal yang ingin membuatku menghentikannya disana sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, kekhawatiran dan cerita cinta dari orang orang yang benar benar asing adalah sesuatu yang bias ditertawakan dan orang yang dating untuk saran adalah Tobe. Mengeluarkan usaha mungkin jadi lebih sulit daripada yang kuduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari rangkum isi dari permintaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tobe akan menyatakan pada Ebina dan kami akan bertindak sebagai pendukung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sialannya ini... Isi dari permintaan benar benar terdengar seperti slogan yang empuk dan enerjik ketika coklat baru mulai dijual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti saat ini, setelah menerima permintaan kemarin, apa yang akan kami lakukan bergantung dari apa yang kami pikirkan hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita mengocok setumpuk kertas di tangannya dan menghadapi kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang kemudian, mari pastikan pendirian dari situasi saat ini. sekali kita mengumpulkan informasi yang kita butuhkan, kita bisa mulai memikirkan solusi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoho, benar benar hal Yukinoshita-banget yang dilakukan. Tapi, seperti diatur oleh manga olahraga, karakter pengumpulan data biasanya dipastikan sebagai orang yang ditakdirkan untuk kalah sehingga hal itu sedikit mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama, kita mulai dengan beberapa informasi dari Tobe.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, benar. dasarnya apa yang orang masa lalu biasanya katakan, ‘kenali musuhmu, kenali dirimu sendiri, dan menyerah  di ratusan perang’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah menyerah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah kita harus menyerah di titik ini...maksudku, seperti, cowok ini gak bagus sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendesah sebagian dan memandang pada orang yang duduk di pinggir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, perkenalan yang jelas jika anda berkenan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita menunjuk pada cowok yang kemudian tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. Aku Tobe Kakeru dari kelas 2F. Anggota klub sepak bola.” Setelah sekolah, Tobe datang ke klub Service dalam sikap yang bersemangat, duduk, dan ikut serta dalam diskusi kai. Ya, karena kami mennyakan pada orang itu sendiri, kepercayaan diri itu akan membuat percakapan jadi lebih cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa klub sepak bolamu akan baik baik saja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua baik, semua baik. Semua senior kami sudah pensiun, jadi saat ini, Hayato adalah ketua club jadi benar benar oke.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau benar benar meremehkan banyak hal kan, ufufu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kita lihat aspek menarik dari Tobe. Jika kita bisa menyampaikannya pada Ebina dalam cara yang efektif. Aku yakin dia akan memikirkannya dengan serius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beep beep beep beep boooop&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu berfikir masing-masing berlanjut dalam kesunyian hingga Tobe tiba tiba mengucapkan “ah” dan mengacurngkan tangannya. Ya, Tobe, silakan dan katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Temannya Hayato.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepat sekali bergantung pada orang lain...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorah olah dia ada di ujung dari menyerah, Yuigahama bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, jika kau diminta untuk menuliskan poin poin baikmu, kurasa mencoba untuk mendaftar mereka mungkin akan sulit kecuali kau adalah aku; aku punya segudang poin bagus dan aku juga seseorang yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kasus appaun, akan paling baik mendengar pemikiran dari orang yang memperhatikannya dari dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yuigahama. Apa kau dapat sesuatu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ditanya, Yuigahama mengambil gerakan mempertimbangkan dengan tangan yang dilipat. Seolah olah dia memikirkan sesuatu, dia menepuk tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, dia cemerlang, kurasa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau untuk populer Cuma cemerlang, orang botak akan jadi puncak rantai makanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan aneh juga untuk bola lampu disukai dengan baik. Tapi, jika kupikirkan mengeai hal itu, karena Pikachu amat populer, maka bukankah memiliki kepala yang berbentuk seperti Pikachu menjaring kepopuleran untukmu? Kurasa tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan hal itu dikatakan, fakta bahwa dia begitu dekat dan tidak bisa menunjuk satu hal bisa berarti bahwa ada sesuatu yang lain. Dalam kasus itu, mungkin lebih baik untuk melihat jika kita bisa mendapatkan ptunjuk apapun dari sifat yang menguntungkan dari kesannya sejauh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yukinoshita?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari lihat....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita mengangguk dalam pemikiran dan meletakkan tangannya di dagu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berisik....tidak, cerewet...mungkin bersemangat, kurasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tersenyum pada akhirnya, namun semuanya hingga titik membuka bagaimana proses pemikirannya bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Baik baik, aku ngerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku benar benar mengerti bahwa orang ini sepenuhnya tidak pantas dipuji. Yukinoshita terlihat seperti dia tidak puas dengan reaksiku sehingga dia menusukku.*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau tidak berfikir sesuatu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, berfikir mengenai sesuatu yang tidak ada itu, kau tahulah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang tidak ada itu motivasimu, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku amat yakin apa yang tidak ada adalah ketertarikanku pada Tobe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, aku memutuskan untuk tetap diam karena aku merasa menyesal untuknya. Aku lebih dari percaya diri bahwa aku sama sekali tidak berminat, jadi ini mungkin akan jadi lebih dari masalah daripada yang patut diperbincangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, ya, kita tidak akan mendapatkan apa apa jika kita tetap bicara tidak ada yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi aku berfikir sedikit lebih keras. Di dalam kasusku, pemikiranku disini tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama tama, aku benar benar hampir tidak tahu mengenai Tobe. Maksudku, aku baru saja tahu nama pertamanya adalah Kakeru beberapa saat yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun demikian, spesifikasi Tobe adalah, apa yang ingin kukatakan, dasarnya ya adalah yang dimiliki cowok cowok di sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejauh yang Hayama perhatikan, Tobe memberikan kesan buruk dari penampilannya, namun sebenarnya dia adalah yang terbaik dalam menyetel mood dan cowok yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dalam kasus Yukinoshita, dia menggolongkannya sebagai tidak kompeten, berisik,dan orang yang pamer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, penilaianku kurang lebih sama. Khususnya, jika ini bukan untuk kecerewetannya yang kadang muncul, dia sama sekali tidak punya keberadaan dan, tanpa keraguan, dia akan dimasukkan ke dalam kumpulan ekstra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesan lebih jauh dari orang yang dipanggil Tobe nampaknya akan jadi akar dari penampilan luarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, saat ini, aku tahu lebih mengenai Tobe daripada yang kutahu dulu di awal tahun kedua kami dimana aku Cuma bisa melihat Tobe sebagai salah satu pengikut Hayama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau begitu, kami melalui malam musim panas yang panas bersama dibawah satu atap. Hal itu tentu saja mengundang kesalah pahaman yang tidak menyenangkan, namun bagaimanapun juga, kami benar benar pergi ke kemping bersama. Jadi biarkan kami  membuat beberapa perkiraan dari pengalaman itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin populer jadi jadi dia mencoba untuk memamerhak dirinya dan ketika dia ingin pacar, dia bertindak sesuati itu dan akhirnya, jika teman temannya akhirnya jatuh cinta dengan seseorang, kemudian dia akan cemburu padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah orang seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan rujukan yang bagus sama sekali. Dia adalah orang yang akan kau panggil cowok A, ditemukan dimanapun dan kapanpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paling tidak, aku berfiir bahwa Tobe adalah orang yang paling normal, umum, biasa disekitar sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin berfikir bahwa aku adalah orang yang amat peka dan atas nama hati nurani dari Chiba (diakui sendiri), aku juga ingin berfikir bahwa aku adalah seorang siswa SMU yang normal dengan sense yang bagus, namun bahkan sekilas penyebutan dari kenormalan Tobe akan membuatku mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, keberadaan Tobe amat dekat dengan tidak berharha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan analisis menyeluruh ini aku tidak bisa memikirkan satu hal yang baik mengenai Tobe. Aku tidak bisa berfikir mengenai apapun, namun Yukinoshita dan Yui memberiku pelototan yang mengatakan padaku untuk cepat sementara Tobe memandangku penuh pengharapan berkata “kau akan mengatakan sesuatu yang baik kali ini, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Poin baik Tobe...atau mungkin, mengapa kita tidak coba membandingkannya dengan pilihan Ebina karena itu akan lebih cepat. Kau tahu, seperti, mungkin jenis cowok yang dia tidak tahan; aku yakin dia punya sesuatu seperti itu, mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk seseorang yang tidak benar benar dalam posisi untuk mendiskusikan keuntungan dari seseorang dari atas (kerendahan hati), aku menyarankan untuk merubah percakapan dalam arah yang berbeda. Hal itu pasti lebih membangun untuk berfikir dari sudut pandang realistis daripada memikirkan sesuatu yang tidak ada, benar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ooh aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun dikatakan dalam cara yang tidak menyenangkan, Yuigahama mengangguk setuju. Bagus bagu, aku tidak benci cewek yang sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita juga mengangguk dengan persetujuan, nampak percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kita harus menyerang pada titik kelemahannya. Seperti biasa, tidak ada yang bisa mengalahkanmu ketika berurusan dengan cara licik.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pujin itu agak terlalu aneh....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sama sekali tidak membuatku senang, sekarang. Hanya dengan kau memujiku itu sudah mencurigakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, bagaimana dia? Ebina, maksudku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ebina adalah gadis cantik dan jika kita bicara mengenai gadis kemudian dia berada di usia dimana dia lemah dalam urusan cinta. Jika aku menggunakan analogi disini, dia akan jadi gadis super seperti bunga. Sudah alami untuk para gadis menghibur diri mereka sendiri dengan cerita cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memanang pada Yuigahama dengan pengharapan itu dan mengangkat wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uum...ya kalo kasus Hina sih...dia kayaknya lebih ke cowok yang sling menyukai daripada suka cowok macem gini...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Ya, kau tahu, setangkai Rafflesia juga bunga. Bahkan jika dia membusuk, kualitas itu masih disana. sebenarnya, tepat karena busuknya itu jadi kita membicarakan mengenai Ebina disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, kau tahu, bagian itu darinya kayaak, kau tahu? Kayak satu sifat pribadi atau eksentrisme yang sudah ditentukan dan sebagainya, kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh Tobe kau mengagumkan, kau mengikuti dengan pas. Cinta itu buta atau begitu yang mereka katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, karena dia mengikuti dengan pas, ini mungkin maksudnya dia benar benar menyimpan beberapa tingkat tertentu ketertarikan kepadanya. Maksudku, dalam kasusku, jika seseorang mengatakan hal buruk mngenai Totsuka atau Komachi, aku mungkin akan lepas kendali, jadi kurasa aku merasakan sesuatu yang dekat pada hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nampaknya Yukinoshita sudah menebak perasaan itu juga ketika melihat dari sisi dan mengangguk dengan sekilas kekaguman. Tapi, dia mengalihkan kepalanya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesampingkan sentimen Tobe...apa yang Ebina pikirkan mengenai Tobe?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A...apa ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama terentak oleh pertanyaan sederhana Yukinoshita. Hey disana, kita sudah punya jawabannya. Karena itu masalah yang terlalu mudah, jauh dalam hati, aku mempertaruhkan Super Hitoshiku diam diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh itu gak bagus, lbih baik aku memompa diriku sendiri unruk ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tob tiba tiba bersemangat dan melakukan posisi bersandar ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kau yakin? Ini dasarnya, kau tahu, penghakiman akhir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, kalau kita gak nanya, kita gak akan kemana mana, tahu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A...aku ngerti...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah lalu, tolong tunjukkan jawaban anda nona Yuigahama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama melihat ke arah kami dan suara “ugu” menghalangi kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kau orang baik, mungkin itu yang dia pikirkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dia bicara seperti itu, Yuigahama memalingkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guh...air mata itu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama tama, untuk cewek, “orang baik” maksudnya, dengan 100% kemungkinan, “Aku tidak peduli pada orang itu”, dan paling bagus adalah “orang yang nyaman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ini benar benar tidak ada harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, Tobe adalah satu satunya dan hanya orang kesepian yang menggumamkan tawa dengan kepercayaan diri dalam kemenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ini, benar benar nilai plus kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu satunya nilai plus adalah proses pemikiranmu...atau mungkin adalah baut di kepalamu terbang ke suatu tempat yang mendapatkan nilai plus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin sekali menjatuhkannya dari kegeerannya dengan beberapa kata, tapi sayangnya, aku tidak bisa memikirkan apapun untuk dikatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cowok bernama Tobe ini sudah melewati diatas yang suah kupikirkan dan luar biasa rendahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi hey, itu hal bagus kalau dia tidak dibenci, kurasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama bermaksud untukmencoba mengikuti Tobe, tapi Yukinoshita dan aku sudah diatur ke dalam mode menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa ada batasan sampai dimana kita bisa lakukan disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, ada terlalu banyak jurang pemisah diantara Tobe dan Ebina.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang bisa kau lihat, Tobe jadi orang yang pamer, dia tipe yang tidak berfikir dan suka bercanda. Sebalinya, Ebina itu busuk walaupun dia imut dan rapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 Tapi dalam kasus ini Ebina mungkin jadi yang tidak biasa disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang disebut “fujoshi jelas” berdiri tinggi di hierarki sosial itu amat langka. Dalam kasus “fujoshi tersembunyi”, mereka tanpa disangka menempatkan diri mereka sendiri dalam hierarki itu. Kejadian untuk tipe tipe ini adalah tipe fujoshi itu akan berisi cewek cewek yang bersemangat dan cantik. *sumber: manga. Au membaca 801-chan dan Genshiken, jadi tidak diragukan lagi mengenai ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aslinya, Tobe dan Ebina seharusnya berada di tempat berbeda di hierarki. Tob akan scara rutin berdiri menjadi menyolok dalam kelompoknya. Sama seperti Ebina, penampilannya terlihat paling pasti rapi dan dia imu juga, tapi ketika dibandingkan pada Miura, arti “keimutan”jadi tertutupi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pemikiran populer, Ebina adalah tipe cewek yang memegang posisi bahwa kumpulan pemikiran seperti “Cuma inilah cewek super imut yang kutahu&amp;quot; dan karena dia ada di kelompok bahwa dari kelompok tingkat tinggi, ini memicu cowok cowok di strata tengah dan bawah di hierarki berfikir,”mungkin aku bisa pacaran dengan dia kan?. Uh kalau itu aku di SMP, mungkin saja aku sudah naksir dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, orang yang menghancurkan opini populer itu adalah Kakak perempuan kita sendiri, Miura Yumiko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli dimana Miura berada, dengan kepribadiannya yang flamboyan dan cool, dia akan membuat kelompok dengan cewek cewek imut di sekitarnya. Dia mengacuhkan perbedaan dalam mengartikan “keimutan” dan memilih kesukaannya. Hm, jika itu maalahnya, agak misterius kenapa Kawasaki tidak termasuk kelompok itu. Dia juga cantik. Akan lebih baik jika dia memperbaiki kecnderungan brother complex nya dan juga antisosial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi dengan ide bahwa Miuralah yang menciptakan lingkungan yang meruntuhkan dugaan,  mungkin dia jadi faktor kunci kaoli ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pemikiran itu sebagai pilihan yang mungkin, Yuigahama menyebutkan nama Miura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kita bisa dapat bantuan dari orang lain, seprti Yumiko atau apa gitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, mereka biasa mengucapkan itu dulu. ‘kalau kau ingin menjatuhkan jendral, menyerahkan pertama atau kemudian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu nyerah lagi!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, Yuigahama menjawab kaget, tapi ya, aku benar benar punya alasan untuk menyerah kali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mning kita nyerah...selain itu, aku ragu Miura bakal bantu kita juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U, uhmm....Tapi Yumiko suka banget cerita kaya gitu sih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“....Menyerahlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku mengatakan itu, Yuigahama memberiku pandangan kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu berakhir terdengar lebih dingin daripada yang seharusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kursa kesempatan untuk permintaan ini berjalan baik cukup rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ketika hal ini tidak berjalan baik, akan sulit untuk membayangkan Ebina mengetahui bagaimana Yuigahama dan Miura sudah menghasutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengabaikan kebenaran, itulah bagiamana semua hal akan dipandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika hanya Yuigahama sendiri, dia akan punya alasan “klub service”. Sebagai orang luar, aku percaya Yukinoshita dan aku bisa bertindak sebagai penengah dan tentu saja melindungi Yuigahama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, jika kita memasukkan miura, pengaruh Yuigahama akan jadi lebih elas. Jika bena benar terjadi, tidak mungkin Ebina akan memiliki perasaan positif pada Yuigahama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak ingin sepeti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang bisa didapatkan diperberat dengan jumlah resikoya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, untuk sekarang, santailah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya...Oke, aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama tidak meminta penjelasan. Itu melegakan, aku tidak berfikir bisa membuat penjelasan yang masuk akal juga. adalah sebuah alasan emosional dan harus menggunakan beberapa tori di belakang itu akan jadi bodoh dan menyusahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika begitu jadinya, kurasa kita terjebak disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat agak kelelahan, Yukinoshita agak mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, data yang kami miliki sekarang menyarakan kekalahan yang nampak. Tidak ada hal positif yang bisa ditemukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kau menyerah sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kukatakan pada Tobe dengan cuek, Tobe menepuk dahinya dan menjatuhkan bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haah. Hikitani, kau benar benar keeeeras. Hayato benar benar tepat mengenai mulut kasarmu... Tapi kau tahu, itu kan? Karakter yang mengatakan hal itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku serius disini...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, dia sama sekali tidak mendengarkanku. Tobe bergerak berlebihan dan memandang ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kau tahu, seperti apa yang mereka katakan? Kebalikan dari suka itu mengacuhkan. Jadi dasarnya, kau benar benar memperhatikanku, kaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O, orang ini....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong ngomong soal menyebalkan... tingkat menyebalkan dia kasarnya sama dengan panah yang menunjuk tepat pada Zaimokuza.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, lawan dari suka itu benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ide dari pengacuhan itu adalah dengan mengabaikan, kau bisa menghindari penilaian bersama. Kalau kau mlukai dengan mengetahui sesuatu, kau tidak bisa tidak menggolongkannya ke dalam sesuatu yang kau suka atau benci. Ketika kau menggolongkan hal hal ke dalam kelompok hal hal yang kau benci, kau akan berakhir dalam putaran mmbencinya. Kemudian, kebalikan dari suka adalah kebencian, keinginan untuk membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tobe tidak memahami apa yang kupikirkan dan melihat ke luar dan mulai bicara sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku cukup serius disini...Yamato dan Ooka mendukungku dan yang lainnya tapi itu karena mereka pikir itu menyenangkan, kau tahu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tobe berhenti bicara sejenak dan terlihat malu, menjentikkan hidungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itulah kenapa, kurasakan cukup baik ketika kau dengan serius mencoba untuk menghentikanku Hikitani.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan itu. Jangan membuat penjelasan tidak masuk akal untukku, hey. Seperti benar, aku benar benar serius. Bisakah kau tolong berhenti?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ebina juga, dia juga punya sesuatu seperti itu. Kadang aku suka, meliriknya dan sepertinya, dia tidak suka bagaimana dia terlihat atau lainnya? Itu benar benar keren. Aaah, menjijikkan sekali aku ngomongin hal hal memalukan gini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah olah berusaha memolesnya, Tobe mengibaskan rambut di belakang kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih untuk menjelaskan dengan riang hal hal yang aku tidak mendengarkannya. Berhenti bicara dengan menyegarkan sambil memutar rambut panjangmu. Potong rambutmu. Tapi...bagaimana harus kukatakan, dia sebenarnya memperhatikan Ebina dengan cukup dekat, cowok ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku adalah orang yang menjalani hidupnya melalui hanya mengamati untuk waktu yang lama. Itulah kenapa aku, lebih kurang, memperhatikan bahwa ebina bukan hanya cewek imut biasamu dari penampilannya semata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dia punya sesuatu yang dia sembunyikan jauh di dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tobe mungkin belum benar benar mmahami masalah intinya, namun setelah mengamati dan bersimpati pada Ebina, dia mungkin punya petunjuk mengenai hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan hanya seperti itu, hal itu sudah menepuk di belakang pemikirannya. Sebelum dia mengetahui, matanya mulai mengikutinya dan akhirnya, dia mengetahui sisi baru mengenainya dan hatinya bersemangat. Itu adalah perkembangan yang jelas untuk siapapun...itu sama untukku sama seperti untuk Tobe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertanya-tanya mengapa cowok adalah makhluk bodoh? Bahkan jika hal itu benar benar jadi buruk, hal itu bukan jadi alasan untuk menyerah. Cowok adalah makhluk yang benar benar bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal yang sama denganku dulu, Tobe adalah cowok yang sedang jatuh cinta. Apakah dia sama atau bagian dari kasta atas, dia hanyalah cowok  yang bersungguh-sungguh di hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kau hanya tidak baik dari awalnya sih....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kau mau berusaha, maka aku akan membantumu. Itulah ideologi yang dilakukan klub ini sih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Naah, toong akuu keluar dari siniii jadi ini gak terjadiii..!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tobe dengan ringan mendekap tangannya bersama. Dengan gerakan tubuh mengatakan padanya aku mengerti, ketika dia memisahkan tangannya, suara telepon bergetar bisa didengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, buatku. Yoo apa?...eh, nak, maaf banget deeeeh! Aku kesana sekarang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tobe menutup teleponnya dengan terburu buru dan mengambil barang baranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Yuigahama menyuarakan pertanyaannya, Tobe sudah berlari ke pintu depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Klub! Senior nyuruh aku kesana atau gawat kalau aku gak nongol. Yo, sampe nantii!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tobe bicara dengan cepat dan berlari keluar ruangan meninggalkan pintu terbuka lebar. Yukinoshita berdiri disana dan setelah dia melihatnya pergi, dia bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia benar benar berisik...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan Tobe pergi, ruangan jadi sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang dengan semuanya jadi tenang lagi, kebosanan mulai mengisi. Masing masing dari kami meraih sesuatu yang dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita mulai mengisi teh dan aku mengambil bukuku. Yuigahama menggerayangi majalah yang ada di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Yuigahama berhenti. Dan seolah olah dia akan memakannya, dia melihat ke halaman dengan lekat lekat. Tidak biasanya dia terlihat serius adi aku mengintip untuk melihat kenapa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk sesaat, kau sedang mencari sesuatu... Ooh, perjodohan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku memikirkan apa ada jimat yang bagus, um, buat Tobecchi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama menjawab tanpa mengalihkan fokusnya dari majalah. Dan kemudian yukinoshita datang setelah selesai menyiapkan tehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di Kyouo, ada banyak kuil Buddha yang memajang jimat dan kebanyakan tur berputar disana. tapi, berdoa pada Tuhan itu cara yang cukup aneh...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar, seperti kata pepatah tua, “Berikan pada Tuhan saat dalam kesulitan atau seenisnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberikan pada tuhan dan apa yang akan kau sebut menyerah memberikan pada tuhan. Menyerah lagi, kan...rasanya sepi sekali ketika tidak ada yang menjawab pedas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan saat aku berfikir, aku melihat pada Yuigahama yang, untuk beberapa alasan, matanya bersinar sinar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Itu dia!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberikan pada Tuhan? Kau oke dengan itu? Buatku sih, frase itu terdengar benar benar menyedihkan sampai aku tidak tahu makna dari ide itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu. Akan jadi hawa yang baik saat kita berjalan mengelilingi Kyoto, seperti kita bisa melempar potongan kacang. Hina bilang dia suka Kyoto juga, kupikir,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potongan kacang. Ini dasarnya potongan pengetahuan remeh. Ini benar benar penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, karena kehidupan sekolah normal tidak perlu dipertanyakan, kita Cuma bisa mengharapkan sesuatu dari karya wisata dimana lingkungannya berbeda, sesuatu yang sejenis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rencana untuk karya wisata adalah tiga hari dan empat malam. “Bagaimana membuat pacar dalam tiga hari dan empat malam” atau sesuatu seperti itu jelas di film barat, tapi tokoh utamanya akan berisi Cameron Diaz dan Hugh Grant.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kasus manapun, dalam waktu sempit yang tersedia, kami perlu menciptakan situasi dimana Ebina akan mendapati bahwa Tob itu menarik, katakanlah, apakah ini sebuah Permainan yang Mustahil?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi untuk itu, kita harus membuatnya sehingga Tob dan Ebina bersama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Yukinoshita mengatakan itu, dia menuangkan beberapa sajian teh. Yuigahama mengambil mug nya, meminum dalam tegukan pertama, dan menaikkan wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak akan ada masalah pada hari pertama karena kita akan bergerak sebagai kelas. Dan kurasa kelompok mungkin akan berisi aku, Hina, dan Yumiko.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar betul. Karena mereka sudah klop, mereka tidak perlu satu orang lagi untuk mengisi tempat. Aku tidak berfikir perlu untuk mempertimbangkan pengaruh yang akan didapatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, kalau kita mempertimbangkan Tobe, atau sejenisnya aku sedang berfikit hingga Yuigahama memotong kereta pemikiranku dengan kata kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, jadi untuk cowok, bakal bagus kalau Hikki satu kelompok sama Tobecchi. Dan kalau kita milih tempat yang sama, kita bisa muter bersama di hari kedua.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Eh? gak, aku sudah sekelompok sama Totsuka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melambaikan tangan dengan tidak dan tidak  dan kemudian datang Yukinoshita dengan dukungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tobe sudah di kelompok empat. Tidak ada untungnya untuk Hikigaya masuk ke dalam kelompok dan tidak akan ada yang senang juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bantuan Yukishota adalah sesuatu yang seharusnya kusyukuri. Tapi, mengapa? Aku sama sekali tidak merasakan perasaan berterima kasih sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, tapi kaua kita mikir mengenai rencanaku dan hikki, di hari kedua, kita bakal keliling sih dan kayaknya bakal lebih bagus kalau ada dua dari kita yang mendukung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama melanjutkan percakapan dengan teorinya. Memandangnya dengan kaget kerena pemandangan yang amat langka ini. akibatnya, aku kehilangan timing untuk menyuarakan penolakanku pada idenya.... Sementara aku terdiam, Yukinoshita mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Ya, karena Ooka dan yamato menyempatkan datang ke ruangan ini, jika kita bisa menjelaskan pada mereka, mereka seharusnya bekerja sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, waktu kita menentukan kelompok, aku nanti bicara sama mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak bagus, pembicaraan ini jauh makin menjauh dan menjauh. Kalau seperti ini, aku akan terjebak dengan hayama dan kelompok temannya. Paling tidak aku harus menghindari itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, dengar apa yang ku....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku mengatakannya, Yuigahama menepukkan tangannya dengan tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke untuk pmbagian kelompok, bisa gak kita pecah empat orang itu jadi kelompok dua orang dan Hikki juga Sai-chan di kelompok yang sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Oh itu hebat. Itu amat hebat. Ayo lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
x x x&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kelas 2-F jauh lebih berisik daripada biasanya. Alasan utama nampaknya adalah karena tahun kami memiliki kelompok Hayama Hayato dan Miura Yumiko yang jadi pusat kelas. Ketika orang orang gaduh itu berkumpul, sudah wajar untuk tenggelam dalam tawa dan menunjukkan senyum cerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas kami satu tingkat lebih berisik daripada biasanya hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya adalah karena formasi kelompok untuk karya wisata. Satu jam sudah diberikan dari LHR, tapi sebenarnya, pmbentukan kelompok tidak benar benar selama itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang orang yang biasanya akrab satu sama lain bisa tiba tiba saling mengunci dalam satu kelompok. Sekarang, seperti mengapa jam ini dibutuhkan, hal ini berlaku sebagai kebaikan dan siksaan buat para penyendiri. Jam ini adalah jam yang diberikan untuk mereka yang tidak bisa memutuskan akan berkelompok denga siapa dan menjelajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan Yuigahama bicara dengan Ookaa dan yamato, kelompok mereka berempat dipecah jadi dua kelompok, dan kelompok aku, Totsuka, hayama, dan Tobe dibntuk. Itu adalah anggota asli dari musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang sebagian besar kelompok sudah selesai menentukan, waktu untuk obrolan santai dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dekatnya adalah kelompok Yuigahama yang berada dalam penyesuaian akhi,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita Cuma butuh satu lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Yuigahama bicara, Miura memutar rambut keritingnya dan menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gak bisa kita bertiga aja ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pasti lelah mencoba membuat kelompok berempat. Ebina menepuk bahu Miura dari belakang yang lazimnya ingin melanggar peraturan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heyloo~!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Hina. Gimana dengan kelompok berempat...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama dan aku saling memutar kepala sebagai jawaban dari suara Ebina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kami lakukan, Ebina membawa orang yang di luar perkiraan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gimana kalau Sakisaki masuk kita?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa itu nama yang seperti mahjong dengan penuh kekuaran? Ketika Ebina memanggilnya Sakisaki, Kawasaki menggeliat dalam rasa mali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-aku gak gitu...Berhenti memanggilku Sakisaki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau gak apa apa Kawasaki, kenapa gak gabung kita aja? Ah, kita kan bakal pergi sama cowok cowok disana jadi kalau kau gak keberatan juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang dijelaskan Yuigahama, dia melihat ke arah kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, aku ngerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang menjawab bukan Kawasaki tapi Ebina. Dia mengarahkan pandangannya ke arah kami. Kelap kelip di matanya begitu tajam. Dia dengan cerdas mengamati kelompok kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau yakin pergi dengan cowok cowok itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kawasaki bertanya, Ebina menjawab. Pandangan yang dia arahkan pada kami  sudah hilang dan Ebina dalam keadaan bersemangat, mengeluarkan rintihan bahagia, memandang pada Ebina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hi-Hikitani benar benar? G-ga, ga mungkin, ga mungkin!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohoo, gak apa apa, pertama, gak akan ada yang membayangkan pasangan seperti itu ada, tapi waktu kau melihat, Cuma itulah yang trjadi! Atau bagaimana yang sejenisnya terjadi. Sebetulnya, kapanpun Hayato sadar, dia akan memberikannya pemandangan yang hebat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli dengan Hayato!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat Kawasaki mengatakan itu, tiba tiba di belakangnya adalah suara kursi yang jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha? Kau bilang apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba tiba hawa jadi menggetarkan. Nampaknya dia sudah menyentuh murka Ratu Miura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memukul bangkunya dengan sikap yang menantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Kawasaki dnegan caranya sendiri masuk ke dalam mode pertempuran dan sementara menyapu rambutnya ke samping, dia memutar kepalanya dan melotot pada Miura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang yang pertama menembakkan senapannya, dengan cara yang sama yang dia lakukan pada Yukinoshita, adalah Kawasaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubilang aku tidak peduli dengannya. Mungkin kau harus membersihkan telingamu kapan kapan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertempuran akhir, pertempuran akhir, pertempuran akhir yang luar biasa! Mengerikan sekali, seperti...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se-sekarang, sekarang.A-ayo pergi dengan kelompok ini...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama masuk ke tengah dan mencoba sebisanya untuk ikut campur di salakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aah, aku mengerti. Walaupun wajah Kawasaki amat imut, aku mengerti kenapa dia tidak di dalam kelompok Miura. Kepribadian mereka yang sensitif akan berakhir berbenturan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku benar benar tidak ingin pergi dengan orang orang ini di karya wisata.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Anohana_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=309300</id>
		<title>Anohana (Indonesia):Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Anohana_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=309300"/>
		<updated>2013-12-09T11:53:54Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: /* Pendaftaran Serial Anohana : Bunga yang Kita Lihat Hari Itu */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk melengkapi prosedur pendaftaran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Pendaftaran Serial &#039;&#039;Anohana : Bunga yang Kita Lihat Hari Itu&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
::*Bagian 1 Bab 1 : Kenangan Pertama- [[User:Colozha|Colozha]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Bagian 1 Bab 2 : Binatang Buas Musim Panas- [[User:Colozha|Colozha]] - &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Bagian 1 Bab 4 : [[User:Uqi|Uqi]] - &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Anohana (Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Yahari_Ore_no_Seishun_Rabu_Kome_wa_Machigatteru_(Indonesia)&amp;diff=309292</id>
		<title>Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteru (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Yahari_Ore_no_Seishun_Rabu_Kome_wa_Machigatteru_(Indonesia)&amp;diff=309292"/>
		<updated>2013-12-09T11:43:55Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: /* Jilid 7 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:YahariLoveCom v0625 thumb cover.jpg|286px|thumb|Sampul Jilid 6,25]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteiru&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; (やはり俺の青春ラブコメはまちがっている。 Secara harfiah bisa diterjemahkan menjadi &amp;quot;Sudah Kuduga, Kisah Komedi Romantis Masa Remajaku Memang Salah Kaprah.&amp;quot;) yang juga dikenal dengan singkatan &#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Oregairu&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; (俺ガイル), adalah sebuah seri Light Novel yang ditulis oleh &#039;&#039;&#039;Wataru Watari&#039;&#039;&#039; dan diilustrasikan oleh &#039;&#039;&#039;Ponkan8&#039;&#039;&#039;. Seri ini telah terbit sebanyak 7 Jilid dan telah diadaptasi ke dalam Anime dan Manga. Seri ini juga mendapat peringkat ke-6 pada &#039;&#039;&#039;&amp;quot;Kono Light Novel ga Sugoi! 2013&amp;quot;&#039;&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteiru&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa:&lt;br /&gt;
:*[[My Youth Romantic Comedy Is Wrong As I Expected|English]]&lt;br /&gt;
:*[[Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigateiru ~Brazilian Portuguese~|Português Brasileiro (Brazilian Portuguese)]]&lt;br /&gt;
:*[[Yahari ore no seishun rabu kome wa machigatte iru PL|Polish]]&lt;br /&gt;
:*[[Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigateiru Español|Spanish]]&lt;br /&gt;
:*[[Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigateiru ~ Русский|Russian]]&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah ini bercerita mengenai kehidupan orang-orang penyendiri, Hachiman Hikigaya yang berpikiran pragmatis dan Yukino Yukinoshita yang berparas jelita. Keduanya mengenyampingkan perbedaan prinsip serta idealisme mereka demi membantu dan memberi saran pada orang lain sebagai bentuk kegiatan Klub Layanan Sosial. Kisah ini sedikit banyak menggambarkan berbagai kondisi sosial yang dihadapi para remaja di kehidupan SMA-nya, di mana keadaan psikologis ikut mengendalikan cara mereka berinteraksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap Bab (sesudah disunting) harus mengikuti aturan format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]] (Bahasa Inggris)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Yahari Ore no Seishun Robu Kome wa Machigatteru (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Yahari Ore no Seishun Robu Kome wa Machigatteru (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab yang mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Umpan Balik===&lt;br /&gt;
Jika kalian menyukai terjemahan ini, silakan beri komentar di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=67&amp;amp;t=5915 &#039;&#039;&#039;sini&#039;&#039;&#039;.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri &#039;&#039;Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteiru&#039;&#039; karya Wataru Watari==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v01 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 1|Bab 1: Biar Bagaimanapun, Hachiman Hikigaya Memang Sudah Busuk]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2: Sampai Kapan pun, Yukino Yukinoshita Tetap Keras Kepala]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 3|Bab 3: Berulang Kali, Yui Yuigahama Bersikap Gelisah]] (4/9)&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 6|Bab 6]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 7|Bab 7: Terkadang, Dewa Komedi Romantis Bisa Berbuat Hal Baik]] (Bagian Akhir)&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 8|Bab 8]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v02 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 6|Bab 6]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v03 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 6|Bab 6]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v04 thumb cover (less version).jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 6|Bab 6]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 7|Bab 7]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 8|Bab 8]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v05 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 5 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v06 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 6 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 7===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v07 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 8===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom_v08_thumb_cover_(less_version).jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 8 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 8 Bab 1|Bab 1]] (50%)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Administrator Proyek: &lt;br /&gt;
*Pengawas Proyek: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
:*[[User:Cucundoweh|Cucundoweh]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Sky flame|Sky flame]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Maddox|Maddox]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Derryindera|Derryindera]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Fronttide|Fronttide]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Uqi|Uqi]]&lt;br /&gt;
Semua Penerjemah yang dapat berbahasa Inggris-Indonesia, Jepang-Indonesia kami persilakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Semua penyunting yang dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar kami persilakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Pihak Yang Turut Membantu===&lt;br /&gt;
:*[https://www.facebook.com/Kemslei Kemslei] (Tata Letak Teks)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Ikhtisar Seri Buku==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 1 (23 Maret 2011, tanggal terbit yang asli adalah 18 Maret, mundur karena gempa di Jepang) - ISBN 978-4-09-451262-5&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 2 (25 Juli 2011) - ISBN 978-4-09-451286-1&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 3 (23 Nopember 2011) - ISBN 978-4-09-451304-2&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 4 (21 Maret 2012) - ISBN 978-4-09-451332-5 &lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 5 (23 juli 2012) - ISBN 978-4-09-451356-1&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 6 (20 Nopember 2012) - ISBN 978-4-09-451380-6&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 7 (19 Maret 2013) - ISBN 978-4-09-451402-5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category: GaGaGa Bunko]] [[Category:Indonesian]] [[Category:Alternative Languages]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Yahari_Ore_no_Seishun_Robu_Kome_wa_Machigatteru_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=309289</id>
		<title>Yahari Ore no Seishun Robu Kome wa Machigatteru (Indonesia):Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Yahari_Ore_no_Seishun_Robu_Kome_wa_Machigatteru_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=309289"/>
		<updated>2013-12-09T11:40:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: /* Jilid 7 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk memperjelas prosedur pendaftaran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan Bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping Bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu Bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum Bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar Bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Daftar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
::*Prolog - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Bab 1 - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Bab 2 - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Bab 3 - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - Pengerjaan (4/9)&lt;br /&gt;
::*Bab 4 - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - Persiapan&lt;br /&gt;
::*Bab 5 -&lt;br /&gt;
::*Bab 6 - &lt;br /&gt;
::*Bab 7 - [[User:Maddox|Maddox]] - [[User:Derryindera|Derryindera]] - Pengerjaan &lt;br /&gt;
::*Bab 8  &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2=== &lt;br /&gt;
::*Prolog - [[User:Maddox|Maddox]] - [[User:Derryindera|Derryindera]] - Pengerjaan &lt;br /&gt;
::*Bab 1&lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
::*Prolog&lt;br /&gt;
::*Bab 1&lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 &lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Bab 8   &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 &lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Bab 8 &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 7===&lt;br /&gt;
::*Prolog - [[User:Sky flame|Sky flame]] - selesai&lt;br /&gt;
::*Bab 1 - [[User:Sky flame|Sky flame]] - proses&lt;br /&gt;
::*Bab 2 - [[User:Uqi|Uqi]]- selesai (silakan diedit)&lt;br /&gt;
::*Bab 3 - [[User:Uqi|Uqi]] - proses&lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Bab 8&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 8===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 - [[User:Fronttide|Fronttide]] - Pengerjaan (50%)&lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Bab 8 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteru (Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Anohana_(Indonesia)&amp;diff=309286</id>
		<title>Anohana (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Anohana_(Indonesia)&amp;diff=309286"/>
		<updated>2013-12-09T11:36:10Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: /* Staf Proyek */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Warning:ATP}}&lt;br /&gt;
[[Image:Anohana part1 cover.jpg|300px|thumb|Part 1 cover]]&lt;br /&gt;
Anohana: Bunga yang Kita Lihat Hari Itu Day (あの日見た花の名前を僕達はまだ知らない。 Ano Hi Mita Hana no Namae o Bokutachi wa Mada Shiranai ,“Kita Masih Belum Tahu Nama Bunga yang Kita Lihat Hari Itu”) adalah sebuah serial animasi televisi Jepang yang diproduksi oleh A-1 Pictures dan disutradarai oleh Tatsuyuki Nagai. Anime ini tayang di Fuji TV blok NOITAMINA antara April dan Juni 2011. Adaptasi novel anime ini ditulis oleh Mari Okada yang diserialkan di majalah Media Factory’s Da Vincy dari Maret hingga Juli 2011.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial Anohana juga tersedia dalam pilihan bahasa berikut :&lt;br /&gt;
*[[Anohana:  The Flower We Saw That Day|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
*[[AnoHana: Kwiat, który widzieliśmy tamtego dnia|Polish (polski)]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Seorang gadis muda muncul pada akhir musim panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami adalah teman masa kecil yang sangat dekat, terlepas dari waktu. Bagaimanapun, saat kami menjadi siswa SMA, jarak dektat yang pernah kita miliki ketikan kami bermain sebagai sahabat secara bertahap terus bertambah, membuat kami terpisah jauh. Jintan menjadi seorang hikikomori. Anaru berusaha untuk memenuhi harapan teman-teman perempuannya. Yukiatsu dan Tsuruko masuk ke sebuah SMA elit. Poppo berhenti belajar dan memutuskan untuk bepergian mengelilingi dunia. Akhirnya, satu-satunya yang tidak berubah, seorang gadis bernama Menma, tiba-tiba muncul di hadapan Jintan, berharap dia dapat membantunya untuk mencari tahu dan mengabulkan keinginannya. Dengan titik balik yang disebabkan olehnya, keenam sahabat ini berkumpul sekali lagi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Pengenalan Karakter== &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meiko “Menma” Honma : seorang gadis muda dengan kulit putih yang terlihat sangat menerawang. Dia memiliki kepribadian yang lugu dan suci dan merupakan maskot dari enam dari mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jinta “Jintan” Yadomi : merupakan pemimpin keenam dari mereka ketika dia masih kecil, namun secara bertahap dia menjadi seorang hikikomori setelah masuk SMA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naruko “Anaru” Anjo : seorang gadis muda yang trendi, tetapi tidak sampai SMA. Dia juga di kelas yang sama dengan Jintan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atsumu “Yukiatsu” Matsuyuki : dia tidak melakukan pekerjaan yang berat, karena penampilannya dan status sosial ekonomi keluarganya yang baik. Selain itu kecerdasannya memungkinkan dia untuk masuk ke SMA dengan tingkat promosi yang tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chiriko “Tsuruko” Tsurumi : seorang murid kelas atas yang berkepribadian serius. Dia sangat senang belajar dan sedang bersekolah di sekolah yang sama dengan Yukiatsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetsudo “Poppo” Hikasawa : adalah yang terkecil pada saat itu, seperti seorang adik, tetapi sekarang adalah yang terkuat. Dia tidak melanjutkan ke SMA dan bepergian mengelilingi dunia demi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan dari bahasa Inggris. Bagi yang ingin meninjau ulang terjemahan dari bahasa Jepang akan sangat kami hargai.&lt;br /&gt;
=== [[Anohana (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
Penerjemah diminta [[Anohana (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab yang ingin dikerjakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap bab setelah disunting harus mengikuti&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
*[[Anohana:Names and Terminology Guideline|Project specific Guidelines: Names and Terminology]] (might contain spoilers)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Diskusi/Feedback==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Pembaharuan==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Serial ”Anohana : Bunga yang Kita Lihat Hari itu” oleh Mari Okada==&lt;br /&gt;
===Jiid 1 ([[Anohana (Indonesia):Jilid 1 |Teks Penuh]])===&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 1|Bab 1 - Kenangan Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2 - Binatang Buas Musim Panas]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 3|Bab 3 - Malam Kari]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 4|Bab 4 - Kenangan Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 5|Bab 5 - Harapan Menma]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 6|Bab 6 - Kentang Goreng Dewa]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 7|Bab 7 - Malam Meiko]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 8|Bab 8 - Menma Tersayang]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 9|Bab 9 - Dia Muncul]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 10|Bab 10 - BBQ]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 11|Bab 11 - Labirin di Hutan yang Gelap]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 12|Bab 12 - Trauma Umum]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 13|Bab 13 - Pertapa Musim Panas]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 14|Bab 14 - Panggil Namaku]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 15|Bab 15 - Binatang Buas Liar Musim Panas]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 16|Bab 16 - Hukuman]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 17|Bab 17 - Menma dan Aku]]&lt;br /&gt;
::*[[Anohana (Indonesia):Jilid 1 Bab 18|Bab 18 - Kenangan Ketiga]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staf Proyek==&lt;br /&gt;
*Pengurus Proyek:&lt;br /&gt;
:*[[User:Colozha|Colozha]]&lt;br /&gt;
*Pengawas Proyek: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
:*[[User:Colozha|Colozha]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Uqi|Uqi]]&lt;br /&gt;
Semua penerjemah yang dapat berbahasa Inggris-Indonesia, maupun Jepang-Indonesia dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Semua penyunting yang dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Tinjauan Serial===&lt;br /&gt;
*Anohana: The Flower We Saw That Day Part 1 - あの日見た花の名前を僕達はまだ知らない。（上） (MF文庫ダ・ヴィンチ) (July 22 2011) ISBN 978-4840139571 (4840139571)&lt;br /&gt;
*Anohana: The Flower We Saw That Day Part 2 - あの日見た花の名前を僕達はまだ知らない。(下) (文庫ダ・ヴィンチ) 	(August 10 2012) ISBN 978-4840146890 (4840146896)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Status Proyek==&lt;br /&gt;
Status Proyek: &#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Meyrinchann&amp;diff=309285</id>
		<title>User:Meyrinchann</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Meyrinchann&amp;diff=309285"/>
		<updated>2013-12-09T11:33:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: Created page with &amp;quot;Ashita mo onaji kinoo doushite da?  Aho da&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Ashita mo onaji kinoo doushite da?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aho da&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Uqi&amp;diff=309277</id>
		<title>User:Uqi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Uqi&amp;diff=309277"/>
		<updated>2013-12-09T10:07:54Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;@caramelliciouz_&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ukichann.tumblr.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
stalkerofseiyuu.wordpress.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sorede?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
nandemo nai yo, hottoitekure&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Uqi&amp;diff=309276</id>
		<title>User:Uqi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Uqi&amp;diff=309276"/>
		<updated>2013-12-09T10:06:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: Created page with &amp;quot;@caramelliciouz_ ukichann.tumblr.com stalkerofseiyuu.wordpress.com sorede? nandemo nai yo&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;@caramelliciouz_&lt;br /&gt;
ukichann.tumblr.com&lt;br /&gt;
stalkerofseiyuu.wordpress.com&lt;br /&gt;
sorede? nandemo nai yo&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Yahari_Ore_no_Seishun_Rabu_Kome_wa_Machigatteru_(Indonesia)&amp;diff=309275</id>
		<title>Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteru (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Yahari_Ore_no_Seishun_Rabu_Kome_wa_Machigatteru_(Indonesia)&amp;diff=309275"/>
		<updated>2013-12-09T10:05:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: /* Penerjemah */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:YahariLoveCom v0625 thumb cover.jpg|286px|thumb|Sampul Jilid 6,25]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteiru&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; (やはり俺の青春ラブコメはまちがっている。 Secara harfiah bisa diterjemahkan menjadi &amp;quot;Sudah Kuduga, Kisah Komedi Romantis Masa Remajaku Memang Salah Kaprah.&amp;quot;) yang juga dikenal dengan singkatan &#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Oregairu&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; (俺ガイル), adalah sebuah seri Light Novel yang ditulis oleh &#039;&#039;&#039;Wataru Watari&#039;&#039;&#039; dan diilustrasikan oleh &#039;&#039;&#039;Ponkan8&#039;&#039;&#039;. Seri ini telah terbit sebanyak 7 Jilid dan telah diadaptasi ke dalam Anime dan Manga. Seri ini juga mendapat peringkat ke-6 pada &#039;&#039;&#039;&amp;quot;Kono Light Novel ga Sugoi! 2013&amp;quot;&#039;&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteiru&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa:&lt;br /&gt;
:*[[My Youth Romantic Comedy Is Wrong As I Expected|English]]&lt;br /&gt;
:*[[Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigateiru ~Brazilian Portuguese~|Português Brasileiro (Brazilian Portuguese)]]&lt;br /&gt;
:*[[Yahari ore no seishun rabu kome wa machigatte iru PL|Polish]]&lt;br /&gt;
:*[[Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigateiru Español|Spanish]]&lt;br /&gt;
:*[[Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigateiru ~ Русский|Russian]]&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah ini bercerita mengenai kehidupan orang-orang penyendiri, Hachiman Hikigaya yang berpikiran pragmatis dan Yukino Yukinoshita yang berparas jelita. Keduanya mengenyampingkan perbedaan prinsip serta idealisme mereka demi membantu dan memberi saran pada orang lain sebagai bentuk kegiatan Klub Layanan Sosial. Kisah ini sedikit banyak menggambarkan berbagai kondisi sosial yang dihadapi para remaja di kehidupan SMA-nya, di mana keadaan psikologis ikut mengendalikan cara mereka berinteraksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap Bab (sesudah disunting) harus mengikuti aturan format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]] (Bahasa Inggris)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Yahari Ore no Seishun Robu Kome wa Machigatteru (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Yahari Ore no Seishun Robu Kome wa Machigatteru (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab yang mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Umpan Balik===&lt;br /&gt;
Jika kalian menyukai terjemahan ini, silakan beri komentar di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=67&amp;amp;t=5915 &#039;&#039;&#039;sini&#039;&#039;&#039;.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri &#039;&#039;Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteiru&#039;&#039; karya Wataru Watari==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v01 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 1|Bab 1: Biar Bagaimanapun, Hachiman Hikigaya Memang Sudah Busuk]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2: Sampai Kapan pun, Yukino Yukinoshita Tetap Keras Kepala]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 3|Bab 3: Berulang Kali, Yui Yuigahama Bersikap Gelisah]] (4/9)&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 6|Bab 6]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 7|Bab 7: Terkadang, Dewa Komedi Romantis Bisa Berbuat Hal Baik]] (Bagian Akhir)&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 8|Bab 8]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v02 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 6|Bab 6]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v03 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 6|Bab 6]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v04 thumb cover (less version).jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 6|Bab 6]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 7|Bab 7]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 8|Bab 8]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v05 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 5 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v06 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 6 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 7===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v07 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 8===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom_v08_thumb_cover_(less_version).jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 8 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 8 Bab 1|Bab 1]] (50%)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Administrator Proyek: &lt;br /&gt;
*Pengawas Proyek: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
:*[[User:Cucundoweh|Cucundoweh]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Sky flame|Sky flame]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Maddox|Maddox]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Derryindera|Derryindera]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Fronttide|Fronttide]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Uqi|Uqi]]&lt;br /&gt;
Semua Penerjemah yang dapat berbahasa Inggris-Indonesia, Jepang-Indonesia kami persilakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Semua penyunting yang dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar kami persilakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Pihak Yang Turut Membantu===&lt;br /&gt;
:*[https://www.facebook.com/Kemslei Kemslei] (Tata Letak Teks)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Ikhtisar Seri Buku==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 1 (23 Maret 2011, tanggal terbit yang asli adalah 18 Maret, mundur karena gempa di Jepang) - ISBN 978-4-09-451262-5&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 2 (25 Juli 2011) - ISBN 978-4-09-451286-1&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 3 (23 Nopember 2011) - ISBN 978-4-09-451304-2&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 4 (21 Maret 2012) - ISBN 978-4-09-451332-5 &lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 5 (23 juli 2012) - ISBN 978-4-09-451356-1&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 6 (20 Nopember 2012) - ISBN 978-4-09-451380-6&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 7 (19 Maret 2013) - ISBN 978-4-09-451402-5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category: GaGaGa Bunko]] [[Category:Indonesian]] [[Category:Alternative Languages]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Oregairu_(Indonesia):Jilid_7_Bab_2&amp;diff=309274</id>
		<title>Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Bab 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Oregairu_(Indonesia):Jilid_7_Bab_2&amp;diff=309274"/>
		<updated>2013-12-09T09:57:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Tidak Ada Yang Tahu Mengapa Mereka Datang ke Klub Service&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara mendesis bisa didengar dari sebuah katel teh yang dibawa ke dalam ruangan ini beberapa saat yang lalu. Yukinoshita, yang menyadari bahwa air sudah mendidih, dengan rapi melipat sisi majalahnya. Inilah yang akan kau sebut ‘telinga anjing’. Yukinoshita si penyuka kucing mungkin akan berkata “mereka bukan telinga anjing, tapi telinga dari Lipatan Scottish”. Untuk informasi, lipatan Scottish adalah satu jenis langka dari kucing dan salah satu dari karakter yang membuat mereka terkenal adalah telinga mereka yang terlipat seperti anjing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita meletakkan majalahnya di atas bangku, berdiri, dan berjalan ke katel teh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama, yang sedang bermain dengan ponselnya sementara itu, memanggil Yukinoshita dengan mata penuh harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hore! Cemilan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat yang sama Yukinoshita menyiapkan cangkir dan daun teh, Yuigahama mengaduk aduk tasnya dan mengeluarkan cake untuk teh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cangkir dan pisin yang mewah disiapkan di atas bangku. Ada juga sebuah mug dengan anjing yang terlihat lesu dicetak disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat musim gugur akan berakhir, kau akan mulai melihat tanda tanda musim dingin akan datang. Saat aku membaca buku, penampakan dari Yukinoshita menuangkan teh hitam masuk dari sisi pandanganku.&lt;br /&gt;
Saat dia mengisi cerek teh kaca dengan air yang mendidih, dedaunan sekilas terlihat menari di sekitarnya. Gerakan yang seperti memutar dan seperti salju yang turun perlahan di bola salju, dedaunan perlahan tenggelam ke dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Yukinoshita mengisi cangkir yang diikuti dengan mug, dia berhenti dengan cerek teh di satu tanga. Dia menempelkan tangan satunya lagi di dagunya dan setelah berfikir dengan hati hati, dia meraih sebuah gelas kertas di dekatnya dan mengisinya juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ada sesuatu yang tidak meyakinkannya walaupun dia mengisinya sendiri, dia memandang gelas kertas dengan ekspresi dingin. Dia mengganti daun teh di cerek porselen dan menutupnya dengan penutup supaya tetap hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita mengambil baik cangkir dan pisin dan kembali ke kursinya. Di sebelahnya adalah Yuigahama, yang mengambil cangkirnya sambil memijit mijit ponselnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang meraih gelas kertas yang kesepian itu. Uap naik seolah olah dia adalah anak kesepian yang terabaikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teh...nanti dingin tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku punya lidah kucing”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataan bahwa dia sudah menyiapkannya untukku tidak terlihat olehku selama beberapa saat. Tapi aku tidak sejahat itu untuk menolak seseorang yang sudah repot repot menyiapkan sesuatu untukku.&lt;br /&gt;
Aku meraih ke cangkir memberikan kesan bahwa tehnya mungkin sudah lebih dingin sekarang.&lt;br /&gt;
Saat aku meniup dan menyeruput tehnya, Yuigahama memegang mugnya dengan kedua tangan saat meniupnya dan bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh iya, sudah hampir saatnya untuk karya wisata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alis Yukinoshita bereaksi  merespon kata-kata itu. Hal itu sudah jadi keribuan di kelas akhir akhir ini. Nampaknya tren itu sudah sampai ke klub service, dimana aku bergabung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau sudah memutuskan akan kemana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan segera memikirkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tergantung anak anak di kelompokku ingin kemana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karya wisata buatku, pendeknya, tidak lebih daripada perpindahan tempat yang diwajibkan. &lt;br /&gt;
Anak-anak di kelompokku akan dengan terang-terangan mengabaikan pendapatku dan membuat rencana apapun yang kukatakan dan memperlakukanku seperti udara; aku akan mengikuti mereka dengan sunyi.&lt;br /&gt;
Aku tidak benar benar kecewa karena hal seperti itu akan lebih mudah bagiku, tapi entah kenapa hal itu berbeda dari kesenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketidak biasaan adalah ketidakbiasaan dan untuk kelompok dengan sifat baik dengan anak anak yang ramah, ada kesempatan bahwa mereka akan mendengarkan pendapatmu. Namun mereka nantinya akan mencoba untuk menyingkirkanmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk orang sepertiku yang punya sejarah panjang menjadi ketidakbiasaan, hal itu adalah hal yang jelas. Itu seharusnya sama untuk Yukinoshita yang diperlakukan sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong Yukinoshita. Apa yang kau lakukan selama acara acara dan karya wisata?”&lt;br /&gt;
Ketika aku menanyakan hal itu dengan rasa ingin tahu, Yukinoshita memiringkan kepalanya dengan cangkirnya di tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Apa yang kau maksud?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak punya teman di kelas kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sudut pandang orang ketiga, kau akan berfikir bahwa itu adalah pertanyaan yang amat menyebalkan, namun Yukinoshita tidak menunjukkan rasa terganggu. Dia menjawab dengan tidak berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Jadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, aku penasaran apa yang kau lakukan mengenai kelompok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dikatakan seperti itu, terlihat bahwa Yukinoshita mengerti apa yang sebenarnya kutanyakan saat dia meletakkan cangkirnya dan membuka mulutnya dengan pandangan dari pendiriannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aah, kalau kau ngomongin itu, aku sudah diajak dan belum menjawab.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah, k-kau diajak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku menjawab kmbali dengan pertanyaan dalam rasa kaget, Yukinoshita membuat ekspresi yang agak cemberut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu imej apa yang kau punya tentangku, tapi kalau soal memutuskan kelompok, aku biasanya tidak punya masalah. Biasanya cewek dari salah satu kelompok datang untuk bicara denganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukino menyeka rambutnya yang ada di bahunya saat dia bicara dan Yuigahama, yang sedang mendengarkan di dekat, menempelkan mug di bibirnya dan menaikkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, aku bener bener ngerti. Paling enggak untuk kelas J, karena kelas itu penuh sama cewek, mereka pasti suka cewek kayak Yukinon yang ngasih getaran yang dingin banget.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaa, ngerti...paling enggak untuk kelas J, ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita adalah penghuni kelas J, seseorang yang bernilai dari budaya internasional. Kelas  diisi 90% perempuan dan tidak seperti kelas biasa, hal hal yang diajari agak berbeda yang memberikan mereka hawa dari SMA khusus perempuan dari suatu tempat. Faktanya, ketika aku melewati kelas, ada bau yang enak, sebenarnya, ada begitu banyak bau bauan yang berbda bersatu, membuatku merasa pusing. Juga, selama musim dingin, ada kemungkinan bahwa para cewek akan menggunakan kaus di dalam rok mereka dn bersenang senang dengan saling menyingkapkan rok. Melihat dari jauh sebenarnya cukup menyenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kelas Yukinoshita diisi sebagian besar oleh jenis kelamin yang sama, mungkin hal itu menenangkan, nyaman, dan mudah untuk melakukan hal hal yang kau inginkan. Aku juga bisa bilang kalau hal itu memudahkan juga untuk kelompok kelompok terbentuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah salah satu keuntungan ketika ada kekurangan jenis kelamin yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kasus para cowok, mereka mencoba untuk memamerkan keeksentrikan mereka pada para cewek. Seperti bagaimana Tobe dan teman temannya memukul mukul di kelas beberapa saat yang lalu, atua mereka yang bertingkah seperti berandalam, atau bahkan kelompok cowok cowok yang menderita dari penyakit anak SMP, mereka semua bisa dimasukkan ke dalam kelompok itu. Ah, tentu saja, aku bukan pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan jadi, cewek cewek mungkin menunjukkan tipe sikap yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya, aku yakin Yukinoshita juga punya jumlah yang cukup dari pengalaman di hidupnya hingga saat ini. jika kita mengumpulkan cowok dan cewek dalam satu kelas, seharusnya ada hal hal yang terjadi. Jika ada banyak hal terjadi dalam ruang diantara cowok dan cewek, kemudian banyak juga yang terjadi di kelompok cewek dan cowok. Ada banyak hal yang terjadi dalam hidup dan ada banyak hal terjadi dalam masa tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaaaa~. Kayaknya, aku pingin banget kita pergi ke Okinawa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama duduk dengan rendah dan bicara saat memandang ke atap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Agak dipertanyakan pergi kesana selama musim ini....aku tidak akan merekomendasikannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mengatakan hal itu, Yukinoshita memandang ke luar jendela. Angin dingin berhembus di luar. Okinawa mungkin ada di bagian selatan negara ini, namun dengan musim seperti ini, tidak mungkin kau bisa melihat ke depan dan teriak “Samudra!”, “Laut”,  “Kapal!” untuk bersenang senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eeeh? Tapi, kalau kita ke Kyoto, gak ada yang bisa dilakuin tahu? Cuma kuil dan kelenteng Buddha tahu? Aku mau kalau, aku baru ngecek tetanggaku...aku bisa ke kuil Asama di Inage kapanpun aku ingin jadi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betul, luar biasa, kata-kata yang Yuigahama-sekali. Hanya mendengarkan saja membuat kepalaku sakit. Yukinoshita mungkin merasakan hal yang sama sejak dia agak menekankan kuilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau Cuma tidak melihat pentingnya sejarah dan niai budaya sama sekali, kan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai jawaban dari kata-kata yang bercampur dengan desahan dan gumaman, Yuigahama mengambil posisi melihat ke objek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku, aku gak tahu apa yang bisa kamu lakukan di kuil setelah sampai disana...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, bukannya aku tidak mengerti apa yang sedang dia katakan. Untuk para cowok yang tidak tertarik pada kuil dan kelenteng Buddha, aku yakin mereka gak akan peduli. kayaknya sebagian besar snak SMA gak mau repot menabung untuk datang pertama ke kuil waktu tahun baru dan acara keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada banyak hal untuk dilakukan. Pertama, tujuan untuk pergi bukan untuk bersenang senang, namun untuk belajar. Tentu saja, tidak hanya untuk searah, namun untuk melihat dan mengalami budaya negara ini langsung...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku gak mikir itu masalahnya disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memotong pendapat Yukinoshita yang agung pendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh. Kalau begitu, menurutmu untuk apa itu karya wisata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah olah dia risih dipotong, Yukinoshita memandangku dengan mata yang menantang. Itu sedikit &lt;br /&gt;
mengerikan, nona. Namun, aku tidak mundur disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini yang kupikirkan...itu yang mereka bilang imitasi kehidupan di masyarakat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku ngerti. Itu benar, ada Kereta Peluru, transportasi publik, dan menginap...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita menyilangkan angannya tertarik dan memandang ke bagian kanan atas. Namun, pembicaraanku belum selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau pergi ke perjalanan bisnis yang kau tidak ingin pergi, bertemu atasan yang tidak ingin kau temui, dan kau harus tampil kemanapun kau pergi. Kamu juga tidak bisa memilih dimana bisa tinggal atau juga apa yang kau makan. Dan nomor satu adalah, bahkan karya wisata adalah dimana pendapatmu dikesampingkan ketika kau bertukan ide dan kau mesti menyesuaikan, menyesuaikan, DAN menyesuaikan. Dan dengan uang yang kau punya, kau harus berfikir tentang berbagai hal seperti ‘kado ini harusnya bagus buat dia, dan baik buat dia, harusnya sih ga apa apa kalau dia gak dapat’. Itu mungkin untuk mempelajari jenis jenis hal seperti itu. Dasarnya adalah latihan untuk ketika hal hal tidak terjadi seperti yang kau inginkan, tapi dengan membuat beberapa kompromi, kau bisa bersenang senang dengan biaya menipu dirimu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku selesai, Yuigahama melihatku dengan mata yang kasihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Woow. Karya wisata Hikki gak terdengar menyenangkan sama sekali...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau sepesimis itu, kuras akau gak akan bisa membuat rencana apapun...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita bicara dengan perasaan tercengang dan Yuigahama berkata “ah” seolah olah ada sesuatu yang terpikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, biarpun itu seperti yang Hikki bilang, gimana kita menikmati itu terserah kita kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, kurasa...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, terlepas dari kurikulum atau tugas apa yang diberikan padamu, bagimana kau merasakan mengenai hal itu bergantung sepenuhnya mengenai apa yang akan kau lakukan mengenai hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa terduga Yukinoshita tersenyum, memberikan persetujuannya pada sanggahan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuanggap...bahkan Hikigaya punya satu dua hal yang dia rasa menyenangkan, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu ruangan dengan Totsuka atau mandi dengan Totsuka atau makan dengan Totsuka; kurasa aku cukup menantikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hikki, jadi kau punya hal hal yang kau nikmati?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ya, paling tidak, aku cukup suka Kyoto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku menjawab, Yukinoshita melotot padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu mengeutkan...kupikir kau tipe yang menganggap tradisi dan formalitas sosial sebagai sampah.”&lt;br /&gt;
Oh pernyataan yang benar benar kejam yang kau katakan tadi. Tapi, kurasa aku sudah terbiasa dengan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk sekolah seni bebas yang berpusat pada sejarah Jepang dan bahasa Jepang, tempat itu adalah salah satu dari tempat sakral.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bicara mengenai novel sejarah, Shiba Ryotaro khususnya tertarik pada novel “Galaksi Tatami”, dan begitu juga kota Kyoto bahwa aku punya ketertarikan adalah sesuatu yang bisa menggairahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, itulah karya wisata, kau tidak bisa pergi ke tempat yang ingin kau datangi. Aku akan pergi sendiri di suatu titik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya sepi banget pergi wisata sendirian...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama bergumam. Nah, kupikir itu cukup menyenangkan. Wisata satu orang. kenyataan bahwa kamu tidak akan bertemu dengan siapapun adalah hal yang membuanya luar biasa. Satu satunya oang yang berfikir sama sepertiku, Yukinoshita, mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar sama sekali. Pergi wisata sendiri bisa dinikmati dimana kau bisa melihat sekeliling dengan langkahmu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul, betul, gak usah disebutkan kamu menenggelamkan dirimu sendiri di keadaan. Kalau aku lihat sekelompok anak punk SMU yang berisik di taman Ryoanji Ani, aku mungkin Cuma akan ngambil batu dari taman dan memukul kepala mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan melakukannya...itu tempat dalam UNESCO.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita tidak terlihat terlalu senang dengan apa yang kukatkan. Namun alasanmu sedikit akademis, ya. Kemanusiaanmu sudah terbelah sih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana dengan kalian? Ada tempat yang ingin kau datangi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku belum lihat tempat tempat sih...Ah, tapi aku ingin lihat Kiyomiza-dera. Tempat itu kan terkenal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kecenderunganmu ngikutin tren keluar...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab tanpa berfikir pada jawaban yang Yuigahama-banget dan dia merengut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayolah, apapun. Menara Kyoto juga pasti bagus juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiba juga punya yang kaya gitu tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“itu bukannya menara pelabuhan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya benar benar sama, bener. Kemudian lagi, Cuma namanya yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kursa masuk akal untuk menyambungkan hal hal dari daerah asalku. Aku suka, menara pelabuhan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku belum punya kesempatan kesana sejak pertunjukan kembang api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita menusuk cinta pada daerah asalku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau bicara mengenai menara pelabuhan, menara Kobe lebih populer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gak apa apa, menara Chiba jelas lebih tinggi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku gak tahu apa yang benar benar bagus soal itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita terlihat seperti dia sedang mencoba untuk menghindari sakit kepala sejak dia menekankan pada kuilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi Yukinoshita. Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah ditanya, dia berfikir beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“aku...ada taman batu Ryoan-ji dan Kiyomizu-ji seperti yang kau dan Yuigahama sebutkan tapi, aku ingin lihat Rakuon-i dan Jishou0ji yang sama terkenalnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu mungkin karena dia belum pernah mendengar nama nama itu sebelumnya karena dia tidak bisa menahan berkedip dengan mata yang kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rakuonjishouji...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menggabungkan mereka...itu terdengar seperti nama yang benar benar keren, kan?”&lt;br /&gt;
Rakuonjishouji. Dia nampaknya seperti tipe dasar biarawan yang kuat, paling tidak dari namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa seharusnya aku mengatakan nama yang lebih umum, Ginkaku dan Kinkaku contohnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K...kau seharusnya bilang itu pertama tama! Ah, tapi aku akan pergi ke Kinkaku-ji. Yumiko juga ingin lihat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terlalu cocok dengan imejnya..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu terlalu cocok dengan imejnya yang indah. Saat aku membayangkan ornamen keemasan bergemerincing pada Miura, Yukinoshita terus bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Juga ada Jalan Filosof. Pada saatnya sakura bermekaran, walaupun musim gugur juga datang. Aku ingin melihat pemadndangan spesial di berbagai kuil dan kelenteng waktu malam jika kita bisa menyesuaikan ke dalam jadwal...tapi sekalinya keluar malam, mungkin akan sulit selama karya wisata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama melihat dengan ekspresi yang bingung pada Yukinoshita, yang lanjut bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Detail sekali...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah, apa kau lihat di Jalan**?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang orang ini, bukannya mereka terlalu semangat soal ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gak juga...itu kan pengetahuan umum soal Kyoto yang semua orang harus tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba merengut, Yukinoshita mengalihkan pandangan dan meraih majalahnya. Menunggu sejenak, &lt;br /&gt;
pada pemeriksaan yang lebih dekat, bahwa majalah yang sedang dia baca benar benar “Jalan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, amat langka untuk Yukinoshita menantikan wisata dengan begitu lugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membalik badan sementara menahan hasratku untuk meledakkan tawa. Mataku bertemu dengan Yuigahama yang merasakan hal yang sama dan karena hal itu terasa bahkan lebih lucu, kami tidak bisa menahan ekspresi kami keluar sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“G-Gak ada! Gak ada apa apa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita menusuk kami dengan pandangan dingin, namun Yuigahama yang panik bergusaha untuk menyekanya dengan melambaikan tangannya. Namun hal itu tidak berefek saat Yukinoshita terus memelototi kami dengan rasa dingin  yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, hahaha...Ah benar, Yukinon, ayo berkeliling sama sama di hari ketiga!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama tertawa dengan ekspresi yang menyedihkan dari sedang dipelototi namun membuat ajakan. Yukinoshita memiringkan kepalanya sebagai jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bersama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, bersama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita balik bertanya dan Yuigahama menunjukkannya senyum yang cerah. Namun Yukinoshita terlihat seperti dia masih berfikir. Pelan pelan, dia membuka mulutnya. Aku sudah menebak apa yang akan dia katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yukinoshita di kelas lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku mengatakan hal itu duluan, Yuigahama mengangguk tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Tapi kita bisa ngapain aja di hari ketiga, jadi nanti kuhubungi dan kita bersenang senang di Kyoto.!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berfikir kita diijinkan melakukan sejauh itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Gak apa apa kan? Aku juga gak tahu sih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak ini, benar benar tidak karuan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, kalau kami bebas melakukan apa yang kami inginkan, kurasa aku Cuma akan berkeliling. Aku selalu ingin kesana, markas Shinsengumi dan Ikedaya. Sudah elas, Ikedaya berubah jadi bar sekarang. Aku merasa aku akan tertarik jika aku pergi ke sekitar tempat kejadian bersejarah sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pemikiranku balapan di sekitar pemikiran yang berbeda, Yuigahama melanjutkan pembicaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kumaksud, selama pas dengan jadwal. Bagaimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku tidak keberatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah! Sudah diatur ya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita dengan lembut mengalihkan pandangan sementara Yuigahama yang tersenyum memindahkan kursinya agak lebih dekat pada Yukinoshita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertanya tanya jika kedekatan ini adalah hal yang sama sekali indah. Tentu saja, walaupun berbeda kelas, jika mereka akan bersenang senang di karya wisata bersama, mungkin itu hal baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau juga Hikki, ayo pergi keliling.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Mm, ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan Yuigahama menemukan jalannya dalam arahku selama momen terpisah dari mata besarnya. Jawaban pad kata kata itu yang datang dari arah kiri terhambat di tenggorokanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berfikir bagaimana menjawab, ada sebuah ketukan di pintu yang mengganggu keheningan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Yukinoshita menawab, pintu terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di pintu adalah orang orang yang tidak terduga. Sebenarnyamsemua orang orang mengejutkan yang datang kemari adalah orang orang yang tidak seharusnya datang kemari sama sekali.***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, saat ini, di depan dari kelompok ini adalah orang orang yang tidak disangka yang datang untuk berkunjung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama dan di belakang mereka adalah Tobe, Yamato, dan Ooka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh, empat orang itu. Aku tidak tahu apakah mereka benar benar dalam keadaan yang baik atau tidak, namun untuk orang luar, mereka nampak seperti sebuah kelompok yang dekat dari empat orang.&lt;br /&gt;
Mungkin karena dia sudah pernah datang ke ruangan ini beberapa kali Hayama masuk ke dalam ruangan tanpa ragu-ragu, namun tiga orang lain memasuki ruangan dengan bertanya tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, pandangan mereka berhenti padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu dikatakan apa yang mereka pikirkan. Semuanya membuat ekspresi asing bersamaan. Mereka kemudian saling bertukar pandangan sementara yang lain mengintipku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, aku tidak bisa menyalahkan mereka untuk pandangan tidak sopan mereka. itu karena aku juga melakukan hal yang sama pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa mereka disini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, bukan Cuma aku dengan pertanyaan itu sat Yukinoshita dan Yuigahama juga berfikir hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ada hal yang kau butuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita bertanya dengan nada dingin dimana Yuigahama mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ditanya, Hayama memandang pada Tobe seolah olah meyakinkan sesuatu. Orang yang bertanya, Tobe, sedang menarik rambutnya berulang kali sambil gelisah dan anehnya hal ini memuakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aah, dia butuh saran untuk sesuatu, jadi kubawa dia kesini, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama bicara dengan nada yang begitu jauh dan sejenisnya, nampaknya bahwa konsultasi tidak berkaitan dengan Hayama sendiri, tapi dengan salah satu rekan yang mengelilinginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayolah Tobe.”&lt;br /&gt;
“Ceritakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Denan dua orang di sisi memaksanya, baru saat Tobe membuka mulutnya, dia menutupnya dan mulai berfikir dengan sedikit erangan. Apa yang terjadi, apa ni sebuah majalah gaib?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah saatnya berada dalam pemikiran mendalam, dia menggelengkan kepalanya. Rambut panjangnya menggeleng seiring dengan kepalanya sama seperti bagaimana anjing liat mengeringkan dirinya sendiri saat mereka benar benar kebasahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, bener bener gak bisa. Mana bisa aku bicara dengan Hikitani disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hah? Apa urusannya, apa ada penawaran diskon untuk pertengkaran disini? Oh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan yang kurasa sudah membangunkan hatiku yang diisi dengan perasaan kasihan, namun setelah menarik nafas panjang, aku berkelahi dengan kegusaranku dengan tenang. Setelah aku tenang, kupandang sekelilingku. Yamato dan Ooka terkikik, bicara “gak banyak yang bisa kau lakukan, ya” sementara Yamato mendesah. Yuigahama membuka mulutnya kaget sementara bibir Yukinoshita tertutup rapat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pantatku terasa sedikit gatal dan satu satunya yang memecah kesunyian adalah Hayama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tobe. Kita yang kesini untuk bantuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya sih, tapi, gak mungkin aku ngomongin ini dengan Hikitani ya kau tahulah kaya, dia gak bisa diandalkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sudah mengakui keberadaanku di kelas dan dalam kasusku, nampaknya aku cukup dibenci, tapi aku tidak berfikir aku akan menemukan kenyataan ini disini dari semua tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang orang yang datang kesini untuk sebuah permintaan tetap diam, melahirkan kesunyian. Terima kasih untuk hal itu, aku bisa mendengar suara suara dengan cukup baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“menyebalkan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih untuk menyuarakan perasaan dalam hatiku. Tapi, Yuigahama, kenapa kau jadi tidak nyaman setelah mengatakan hal itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tobecchi, kammu ga perlu ngomong gitu, kan? Ada cara yang lebih baik buat ngomongin itu.”&lt;br /&gt;
“Yaaa, tapi sepertiiii...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berterima kasih mreka mengatakan padanya untuk berhati hati dengan apa yang dia katakan, tapi kami tidak bisa membuat lebih banyak masalah dengan Yuigahama disini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti apa yang kupikir akan kulakukan, Yukinoshita sudah siap menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Ya, gak ada yang bisa kita lakukan jika itu salahnya Hikigaya. Sudah kuduga...Lalu, maaf, bisa kau tolong pergi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, itu terdengar bagus. Jika mereka tidak bisa bicara karena aku, maka akan lebih baik untukku pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, panggil aku kalau kau perlu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku siap untuk pergi, Yukinoshita memberhentikanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu. Kemana kau pergi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah. Pergi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kulihat Yukinoshita, dia perlahan memindahkan fokus dirinya dariku pada Tobe dan kawan kawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang pergi adalah mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya aku membeku, tapi begitu juga Tobe dan kawan kawannya. Namun, Yukinoshita lanjut bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurangnya sopan santun dan juga ketidak sopanan yang jelas; kita tidak punya alasan untuk mendengarkan permintaan dari tipe orang seperti ini. sudah cukup jika mereka bisa pergi secepat mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nadanya tidak berbeda dari yang biasa dan nampaknya dia memang yakin. Hanya ekspresinya yang nampaknya lebih dingin. Dengan pandangan yang membeku, Tobe kaku di tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hawanya buruk...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata kata Yuigama mengiringi kata-kata Yukinoshita yang nampaknya menyeret situasi ini keluar.&lt;br /&gt;
Aku tidak yakin kalau waktu sudah berhenti, namun punggungku sudah mulai membunuhku sejak aku masih berada dalam posisi setengah berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini waktu yang bagus untuk menentukan siapa yang harus keluar sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa tidak kita selesaikan dan keluar dari sini? Apa tidak bisa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm, kami yang salah disini. Tobe ayo diskusikan lagi. Ada sesuatu yang harus kita tahu diantara kita sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama mengatakan itu dengan desau kelegaan, nampak seperti dia sudah menyerah. Ya ya, tolong keluar dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, nampak terlihat bahwa kata kata Hayama memicu Tobe dari kekakuannya. Sekalinya dia kembali bergerak, dia mulai menarik rambutnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, aku tidak bisa mundur sekarang...lagipula, aku ngobrol sama Hikitani musim panas lalu jadi gak apa apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menilah tekad Tobe yang kuat, Hayama mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agakmengejutkan karena dia tidak mendengarkan Hayama setelah dia mencoba untuk menyetopnya, tapi inilah Hayama yang baik hati, luhur, dan adil.  Dia mungkin menghalanginya hanya untuk melihat seberapa serius Tobe. Aslinya, dia adalah tipe yang mendorong dan menyemangati teman temannya, jadi melakukan hal ini tidak aneh sama sekali. Bah, aku tidak mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak yakin apakah dia sedang berkompromi atau tidak, tapi nampaknya hal itu tidak samapai pada Tobe sama sekali. Tobe memasang wajah seolah olah dia sedang mencoba untuk mengatakan sesuatu yang sulit. Uuuuh, jika kau tidak ingin bicara, bisakah aku pulang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Tobe bersuara. Walaupun dia tidak benar benar tertarik pada apa yang kita harus katakan, kami semua mendengarkan dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ummm...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih tidak akan mengatakannya? Berhentilah merepotkan kami temah. Apa, ini dari program acara selingan atau sesuatu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa kau memainkan iklan ini begitu banyak? Dan baru waktu akan berakhir, kau mulai dari awal lagi. Apa kau ada dalam lompatan waktu? Terima kasih padamu, aku tidak bisa nonton apapun selain anime.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ym, sebenarnya, aku...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah jeda yang teramat panjang, dia akhirnya mulai bicara.&lt;br /&gt;
“Mengenai Ebina, kurasa dia cukup baik, kau tahu? Jadi, di karya wisata, ada sesuatu yang ingin kulakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mulai bicara dengan beberapa kesan yang dikodekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serius?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Yuigahama bersinar. Apa yang kupikirkan sama dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, aku menngerti, selama musim panas, dia sama sekali tidak becanda ketika dia mengatakan hal itu waktu wisata di Desa Chiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku punya informasi itu duluan, paling tidak aku mengerti dampak dari pembicaraa ini, namun Yukinoshita memiringkan kepalanya dengan pandangan bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dia  nampaknya tidak mengerti apa yang terjadi, Yuigahama membisikkan padanya di telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasarnya itu bahwa, kamu mau nyatain dan pacaran sama Ebina, gitu kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku mengatakan kata kata itu yang normalnya agak memalukan bagi para cowok di masa pubertas, Tobe menyeka rambutnya sambil berbalik padaku dan menunjuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, ya, tepat. Ditolak kan buruk sekali. Kau benar benar membantu mendapatkan poin utamanya, Hikitani!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar benar perubahan sikap yang tiba tiba...Ya, kurasa masuk akal untuk cowok macam ini. dia mulai bicara padaku secara acak selama wisata musim panas juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haa, kamu gak mau ditolak...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhentilah bicara hal hal naif itu. Jadi sekali aku mulai kerja sia sia ini, kau akan ditolak; kau bilang itu kerjaanku? *&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu aku lanjut dengan pemikiran bodohku, kupakai tangan kananku sebagai bantal dan bersandar di meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita memasuki pandanganku dan agak dibingungkan, dia menutup mulutnya dengan tangan dan berfikir mengenai sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu orang lagi yang memahami cerita itu dan dia adalah Yuigahama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membuat keributan saat ia berdiri dari kursinya dan nampaknya seperti dia siap untuk menempatkan dirinya di dalam percakapan dengan hawa ketertarikan. Matanya bersinar karena penyebutan cerita cinta yang tiba tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu kan gak apa apa, seperti, hal kaya gitu kan ga apa apa! Aku mendukungmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, Yukinoshita tenggelam dalam pemikiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tepatnya apa yang kau lakukan untuk pacaran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu dari dapet-pergi kan...itu apa yang kupikirkan, tapi aku, juga, tidak mengerti. Mungkin, bermain anggar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kduanya terlihat seperti mereka siap untuk mengabulkan permintaannya, namun aku sepertinya tidak sependapat dengan hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah dicelakakan dari awal untuk meminta orang lain bekerja sama dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kelas atas SD, jenis topik seperti ini cenderung jadi subjek gosip utama. Tapi aku belum melihat saat saat dimana bekreja sama dengan orang orang membantu keberhasilan. Hal itu biasanya jadi suatu minat dan itulah. Ada juga kasus dimana meminta saran malah menghasilkan lelucon terhadapmu. Yang lainnya adalah dimana mereka tidak pernah berencana membantu, hanya untuk menggunakannya sebagai ancaman saat mereka bertengkar denganmu atau sebagai bahan pertukaran untuk belajar mengenai siapa menyukai siapa. Tuhan, seseorang tidak boleh meremehkan infromasi perang di SD.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, aku tidak ingin menolong atau mendukungnya. Hal itu, hanya mengingatkan terhadap kenangan buruk dan hal hal semacamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kupasang wajah masam, Hayama, dengan senyum yang sama dan pahit, beralih padaku dan bicara.&lt;br /&gt;
“Kurasa gak akan semudah itu ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, ya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak menyangka jawaban itu dan mengalihkan mataku. Ketika kulakukan, mataku bertemu dengan mata Yukinoshita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm?’ itulah yang dia katakan padaku dengan kepala yang condong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Tidak, tidak akan...’ adalah makna yang aku kumpulkan dalam menyampaikan dan dengan mataku membusuk setingkat lebih tinggi, aku sedikit menggelengkan kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Okay...’ adalah apa yang nampaknya dia katakan dan dengan anggukan kecil, dia mmbuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, tapi aku tidak merasa kami akan jadi bantuan disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, kami selesai disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti. Ya, nampaknya tidak salah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama mengangguk seolah olah dia diyakinkan dan dia berdiri dengan tenang memandang pada kakinya. Nampaknya bahwa orang orang yang datang kesini untuk saran dan orang orang yang posisinya sedikit berubah, dan bahkan mungkin Hayama, berfikir bahwa kita bisa menyelesaikan setiap masalah kecil.&lt;br /&gt;
Di dunia ini, hal hal yang mungkin dilakukan jumlahnya lebih sedikit daripada hal hal yang tidak mungkin dilakukan dan ini adalah hukumnya. Sayangnya dan disesalkan, aku tidak akan bisa berguna disini. Um, maksudku, sayang sekali, okay. Aku tidak punya pacar jadi, ya, mungkin juga, um...masalah yang sulit, aku percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ada seseorang yang tidak diyakinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eeeh, ayolah, ayo tolong mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama memegang blazer Yukinoshita dan menariknya, Yukinoshita yang terjebak sekilas memandangku dan ketika dia melihat Yuigahama, dia berbalik untuk memandangku.&lt;br /&gt;
Hey, tunggu, jangan membuatku jadi hakim disini...aku juga barusan Cuma menjawab dengan negatif, sialan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah olah dia mengerti makna pandangan itu, dia mengambil langkah ke depan. Dengan senyum lebar, dia memandangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hikitani, oh tidak...Tuan Hikitani, saya menanti panduanmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, tidak tidak, kau mungkin terlihat sopan berubah seperti ini, tapi ini sebenarnya cukup kasar. Kau bahkan salah menyebut namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yaaaaaa, tobe terus saja menyebut hal ini dan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami mohon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ooka dan Yamato menyemangatinya sambil tertawa. Setiap saat, aku terjebak dalam minoritas.&lt;br /&gt;
“Yukinon, Tobecchi kelihatan kayak dia butuh bantuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, kalau kau keras kepala mengenai hal itu kemudian, mari kita sedikit berfikir.”&lt;br /&gt;
Dengan bujukan mata berkaca kaca Yuigahama, Yukinoshita menyerah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hey disana, Nona Yukinoshita, bukannya kau terlalu baik pada Yuigahama akhir-akhir ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan apa yang sudah dikatakan, protes dan menangis “Gaaaak, aku gak mau” tidak akan membawaku kemanapun. Tidak peduli dimana dan kapan, aku akan selalu ada dalam minoritas yang kalah. Saat pendapat minoritas mungkin dihormati, hal itu tidak akan lebih dari Cuma sekedar itu. Aku belajar hal itu dalam kelas studi sosial di SD. Kuasa aku harus mundur disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, ayo lakukan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bener deh, makasih sobat. Nona Yukinoshita dan Yui, makasih banyak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hey, aku. Aku, sobat. ...Bagaimana dengan aku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, apapun itu. Ini tidak seperti aku melakukan Ini untuk rasa terima kasihmu. Aku melakukan ini karena hal ini adalah pekerjaanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga, karena aku akan melakukannya, aku hanya akan melakukannya dengan baik, tidak lebih, tidak kurang; itu mottoku. Aku tidak akan berusaha sekuat tenaha, namun aku akan paling tidak mencoba sediki untuk membuatnya sebuah usaha pengalihan. Ini tepatnya apa yang kudapatkan dari Komite Tindakan Festival Budaya baru baru ini. aku akan melakukan cukup sehingga aku tidak akan dipenggal oleh massa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apapun lah, oke...Jadi, tepatnya kau ingin kami ngapain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu lah, seperti yang kubilang. Aku mau nyatain yaaa? Mungkin sejenis dukungan?”&lt;br /&gt;
Momen ketika Yuigahama mendengar “Menyatakan”, dia ber’eeh’ dalam respon dengan tangannya menutup bibir yang diikuti dengan nafas yang panjang. Tentu saja, tertarik sendiri namun aku ragu ini benar benar akan lancar. Namun, aku bertanya khususnya untuk beberapa detail.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk sekarang, aku ngerti apa yang kau rasakan. Di sisi lain, aku juga bisa bilang bahwa Cuma ini yang aku dapatkan. Tapi, kau tahu Tobe, kau akan melakukannya, tapi apa kau tahu kalau itu gerakan yang beresiko di pihakmu, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku bicara, Tobe berhenti menarik rambut di belakang kepalanya. “Beresiko? Aah, ya ya, beresiko, benar. beresiko.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak berfikir orang ini memahami apa maksudnya...aku tidak bicara mengenai kucing yang meloncat ke makanannya, kau mndengarku? Atau aku bicara mengenai binatang peliharaan  dari Littbarski yang berada dalam tim JEF dulu sekali, oke?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Level pemahaman Tobe amat meragukan, namun mengesampingkan hal itu, Yuigahama meragukan dan tiba tiba berbalik padaku dan bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang beresiko?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Resiko. Kemungkinan ketahuan dan bahaya atau kehilangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita menjelaskan seperti Pokedex.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu maksudnya! Aku bertanya apa resikonya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita melihat pada Yuigahama dengan ekspresi yang menyegarkan. Aku benar benar mengaggap ini cara kecil untuk mengejeknya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, setelah mendengar apa yang perlu didengar, aku memberkatinya dengan simpati masyarakat. &lt;br /&gt;
Inilah dimana aku harus menjelaskan dari atas ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, pertama kamu bakal nyatain? Kemudian kamu bakal dicampakkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah diputuskan kalau dia bakal dicampakkan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh, bukan Cuma itu. Semua diluar itu akan diputuskan juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama agak terlalu cepat dengan kekagetannya. Itu hanyalah awalannya. Untuk semua yang ditolak, ada kebohongan yang bahkan lebih dari itu. Tidak peruli serendah apa kau pikir dirimu, ada dasar di dalam dasar itu dan itulah kehidupan. Tentu saja, aku bisa terus tenggelam ke dasar tidak peduli sejauh apa aku pergi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di kmudian hari setelah pernyataanmu, semua orang di kelas pasti tahu. Gak apa apa kalau mereka Cuma tahu. Tapi...kau juga bakal bisa mendengarnya saat itu dan kemudian hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 ˹Kemarin, kalo gak salah Hikigaya nyatain ke Kaori.˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Uuuh, si sialan itu buat kaori...˼ Apa yang kau maksud ‘si sialan’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Kudengar dia nyatain lewat sms juga˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Tuh kan, itu yang nyeremin banget. Terus, bukannya itu Cuma, kayak, Gak masuk akal banget nyatain lewat sms?˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Ya Kaaaaan?˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Untung aku gak ngasih dia nomorku˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Dia gak akan nyatain ke kamu kok, gak usah khawatir (ketawa)˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Hey, itu jahat banget tau (ketawa)˼ atau sejahat apa candaan di obrolan akan terjadi dan itu terjadi begitu saja bahwa aku tidak sengaja mendengarkan dan itu sedikit menyakitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini benar benar pukulan terakhir. Ketika kau diserang dengan kesedihan terhadap patah hatimu, masyarakat mencoba membunuhmu sebagai bonus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cerita Hikki yang lain...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama mengeluarkan suara kecil. Apa ada maknanya berkata seperti itu? Tidak mungkin aku tahu mengenai orang lain dan karena hal itu, kebanyakan dari ceritaku berputar di sekelilingku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, gak, gak baik. Sekali aku mulai,aku berakhir dengan memakan waktu lama. Fiuh, melelahkan sekali haha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua benar benar terdiam seolah olah tergerak oleh pidatoku yang berapi api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kuingatkan semua orang, Yukinoshita menepuk dahinya dan mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Bukannya itu Cuma karena itu adalah kamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, aku bisa bilang kalau aku orang yang penuh dengan pengalaman waktu SMP, kurasa....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, nampaknya Tobe tidak punya pengalaman seperti itu.  Penjelasanku nampaknya tidak mempan saat dia nampaknya baru menyerap makna dari apa yang kukatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, oke, aku seharusnya baik baik saja selama aku gak nyatain lewat sms. Selain itu, aku suka tipe yang mengambil apapun dalam langkahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tobe menunjuk dirinya sendiri dengan jempolnya dan Ooka dan Yamato di dekatnya yang berada dalam aliran Tobe menyemangatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nyatain langsung, Tuan Tobe, kau keren banget!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cowok sejati...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah jadi cowok berarti melakukan ini yo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka terus lanjut, tapi aku suka kalau kau berhenti bersemu...aku tidak ingin menendang Tobe dari angan angannya yang tinggi, tapi resiko itu tidak hanya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm, masalahnya bukan Cuma itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masih ada...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama diselipkan oleh sikap gusar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jelas, ada banyak yang tersisa. Contohnya, hubungan baik antara kalian setelah kamu nyatain.”&lt;br /&gt;
“Sekarang, sekarang, kita udah ngerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah olah mencoba menyenangkanku, Hayama menepuk bahuku dan memotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kami ngerti jadi nanti kita coba atur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dia mengucapkan itu, satu satunya hal yang bisa kulakukan Cuma menganggup diam. Tidak seperti aku, Hayama seharusnya bisa mengarahkan hal ini dalam arah yang pantas. Kurasa aku tidak perlu khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, ketika dia menaikkan matanya, ekspresinya berbeda dari Hayama yang biasa. Dia melihat ke arah ketiga idiot itu dengan senyum yang pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, aku ada klub, jadi sisanya terserah kalian...jangan disini terlalu lama, Tobe.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama meninggalkan ruangan saat dia mengatakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah kurasa aku juga pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga ada klub.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ooka dan Yamato mengikuti. Napaknya mereka Cuma memutuskan untuk menemani mereka dan tidak ada maksud untuk mendiskusikan apa yang harus dilakukan dengan kami bersama. Inilah yang mereka bilang membuang bebanmu pada orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya ya, aku nyusul kalian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah gerakan yang sepenuh hati pada mereka, Tobe berbalik pada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadiiii ya, salam hormat ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Salah hormat’ apanya. Kalau kau ingin memberikan salam hormatmu, satu satunya hal yang kuingat adalah duka dan dokter mekanik. Atau mungkin itu adalah air mata perpisahan! Semangat salam hormat!&lt;br /&gt;
“Dengan semua yang sudah dikatakan, apa yang harus kita lakukan....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nampkah bingung, Yukinoshita menggumam dengan desahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, untuk jenis pembicaraan romantis, kami tidak tahu –bagaimana untuk menyelesaikan. Mungkin kau berkonsultasi dengan orang yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tobe, kenapa kau datang pada kami untuk permintaan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Kau tahu, itu. Hayato menyarankan dan mendorongku kesini, kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku bukan...bukannya hal ini mudah buat Hayama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku bilang seperti itu, Tobe sekilas memandang kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, kau lihat, gimana aku mesti bilang ya, itu. Hayato bener bener cowok keren. Dia kelihatan hebat juga, kau tahu? Jadi dia kelihatan seperti cowok yang gak punya masalah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tobe tidak pelu mengatakan itu untuk kupahami. Walaupun kita mengaduk aduk dalam keluguan cowok cantik itu, adalah fakta bahwa orang orang akan mendapatkan kesan bahwa dia tidak terlalu banyak khawatir mengenai hal hal dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin mencoba sekuatku untuk jadi super populer!” atau sesuatu pada efek itu ditanamkan dala hawa dimana mereka yang mengagumi orang yang cantik dan saling berbagi masalah masing masing mungkin membuktikan kesulitannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama menerima semua orang, orang baik yang tidak bisa menolak mereka. Dia adalah oang baik hingga pada titik dimana aku akan jadi “hooh”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melatih fitur wajah yang sederhana dan punya kualitas yang menyegarkan, tidak hanya dalam penampilan, tapi dalam tingkah laku sebagai seseorang juga, adi hal itu membuatku berfikir bahwa tidak ada orang yang bisa membenci orang semacam ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, inilah tepatnya kenapa. Karena tidak ada yang bisa dibenci mengenai disinya orang orang berakhir menjauhkan diri mereka sendiri darinya. Tanpa ruang untuk menolak, kesempurnaannya sebagai manusia itu sudah jadi senjata dalam dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkaitan dengan Yukinoshita Yukino, dia intinya sama pada Hayama. Namun, untung atau buntung, Yukinoshita punya kepribadian seperti itu. Dia adalah pemilik dari spesifikasi sempurna yang terbuang dalam kata kata dan tingkah lakunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, bahkan jika kau memasukkan itu, Hayama masih sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya penampilannya, tapi juga sopan santun di sekitar orang lain, kemampuannya berfikir di sisinya, emosinya yang berlimpah. Ada terlalu banyak hal untuk dikatakan jika kau memintaku mendaftar kualitas yang bisa  diidolakan darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itu tepatnya karena hal ini bahwa berada di dekatnya adalah bentuk dari siksaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika membandingkan dirimu dengannya, bagian darimu yang jadi sadar mengenai kualitasnya yang melampaui dirimu, tidak peduli apakah kau setuju atau tidak, tersakiti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa, jika aku memberimu daftar kesalahan Hayama Hayato, itu akan jadi orang itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa memahami ini sebagai orang luar. Aku membayangkan mereka yang lebih dekat padanya memiliki tingkat pemahaman yang lebih tinggi daripada aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi, Yuigahama menunjukkan senyum yang sekilas nampak pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya...Hayato tentu saja tidak terlihat seperti dia punya banyak masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Tobe membuat respon yang setuju, Yukinoshita mengangguk. Dan kemudian, dengan senyum cerah yang mendadak, dia memandangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ngerti, jadi itu kenapa kamu datang ke Hikigaya untuk bantuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, kau membuatnya terdengar seperti aku korban masalah cinta yang berpengalaman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita membuat ekpresi yang luar biasa seperti itu yang aku gak bisa cegah untuk menjawab.&lt;br /&gt;
Namun, Yukinoshima dan Yuigahama dengan pelan mengalihkan mata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hm.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita mengeluarkan sebuah desahan pendek, bersimpati sementara Yuigahama menghembuskan nafas seolah olah dia yakin. Dengan itu, keduanya diam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisa gak kalian berhenti tenang waktu mengalihkan pandangan.. atau hal hal bakal jadi lebih serius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah tekananku yang mereda, Tobe menepuk bahuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, kayak gitu ya. Aku ngandelin kamu, Hikitani.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Seperti yang kukatakan, kau salah tahu namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
**Jalan: Agen travel di Jepang&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Oregairu_(Indonesia):Jilid_7_Bab_2&amp;diff=309273</id>
		<title>Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Bab 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Oregairu_(Indonesia):Jilid_7_Bab_2&amp;diff=309273"/>
		<updated>2013-12-09T09:57:22Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Tidak Ada Yang Tahu Mengapa Mereka Datang ke Klub Service&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara mendesis bisa didengar dari sebuah katel teh yang dibawa ke dalam ruangan ini beberapa saat yang lalu. Yukinoshita, yang menyadari bahwa air sudah mendidih, dengan rapi melipat sisi maalahnya. Inilah yang akan kau sebut ‘telinga anjing’. Yukinoshita si penyuka kucing mungkin akan berkata “mereka bukan telinga anjing, tapi telinga dari Lipatan Scottish”. Untuk informasi, lipatan Scottish adalah satu jenis langka dari kucing dan salah satu dari karakter yang membuat mereka terkenal adalah telinga mereka yang terlipat seperti anjing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita meletakkan majalahnya di atas bangku, berdiri, dan berjalan ke katel teh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama, yang sedang bermain dengan ponselnya sementara itu, memanggil Yukinoshita dengan mata penuh harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hore! Cemilan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat yang sama Yukinoshita menyiapkan cangkir dan daun teh, Yuigahama mengaduk aduk tasnya dan mengeluarkan cake untuk teh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cangkir dan pisin yang mewah disiapkan di atas bangku. Ada juga sebuah mug dengan anjing yang terlihat lesu dicetak disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat musim gugur akan berakhir, kau akan mulai melihat tanda tanda musim dingin akan datang. Saat aku membaca buku, penampakan dari Yukinoshita menuangkan teh hitam masuk dari sisi pandanganku.&lt;br /&gt;
Saat dia mengisi cerek teh kaca dengan air yang mendidih, dedaunan sekilas terlihat menari di sekitarnya. Gerakan yang seperti memutar dan seperti salju yang turun perlahan di bola salju, dedaunan perlahan tenggelam ke dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Yukinoshita mengisi cangkir yang diikuti dengan mug, dia berhenti dengan cerek teh di satu tanga. Dia menempelkan tangan satunya lagi di dagunya dan setelah berfikir dengan hati hati, dia meraih sebuah gelas kertas di dekatnya dan mengisinya juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ada sesuatu yang tidak meyakinkannya walaupun dia mengisinya sendiri, dia memandang gelas kertas dengan ekspresi dingin. Dia mengganti daun teh di cerek porselen dan menutupnya dengan penutup supaya tetap hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita mengambil baik cangkir dan pisin dan kembali ke kursinya. Di sebelahnya adalah Yuigahama, yang mengambil cangkirnya sambil memijit mijit ponselnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang meraih gelas kertas yang kesepian itu. Uap naik seolah olah dia adalah anak kesepian yang terabaikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teh...nanti dingin tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku punya lidah kucing”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataan bahwa dia sudah menyiapkannya untukku tidak terlihat olehku selama beberapa saat. Tapi aku tidak sejahat itu untuk menolak seseorang yang sudah repot repot menyiapkan sesuatu untukku.&lt;br /&gt;
Aku meraih ke cangkir memberikan kesan bahwa tehnya mungkin sudah lebih dingin sekarang.&lt;br /&gt;
Saat aku meniup dan menyeruput tehnya, Yuigahama memegang mugnya dengan kedua tangan saat meniupnya dan bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh iya, sudah hampir saatnya untuk karya wisata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alis Yukinoshita bereaksi  merespon kata-kata itu. Hal itu sudah jadi keribuan di kelas akhir akhir ini. Nampaknya tren itu sudah sampai ke klub service, dimana aku bergabung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau sudah memutuskan akan kemana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan segera memikirkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tergantung anak anak di kelompokku ingin kemana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karya wisata buatku, pendeknya, tidak lebih daripada perpindahan tempat yang diwajibkan. &lt;br /&gt;
Anak-anak di kelompokku akan dengan terang-terangan mengabaikan pendapatku dan membuat rencana apapun yang kukatakan dan memperlakukanku seperti udara; aku akan mengikuti mereka dengan sunyi.&lt;br /&gt;
Aku tidak benar benar kecewa karena hal seperti itu akan lebih mudah bagiku, tapi entah kenapa hal itu berbeda dari kesenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketidak biasaan adalah ketidakbiasaan dan untuk kelompok dengan sifat baik dengan anak anak yang ramah, ada kesempatan bahwa mereka akan mendengarkan pendapatmu. Namun mereka nantinya akan mencoba untuk menyingkirkanmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk orang sepertiku yang punya sejarah panjang menjadi ketidakbiasaan, hal itu adalah hal yang jelas. Itu seharusnya sama untuk Yukinoshita yang diperlakukan sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong Yukinoshita. Apa yang kau lakukan selama acara acara dan karya wisata?”&lt;br /&gt;
Ketika aku menanyakan hal itu dengan rasa ingin tahu, Yukinoshita memiringkan kepalanya dengan cangkirnya di tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Apa yang kau maksud?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak punya teman di kelas kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sudut pandang orang ketiga, kau akan berfikir bahwa itu adalah pertanyaan yang amat menyebalkan, namun Yukinoshita tidak menunjukkan rasa terganggu. Dia menjawab dengan tidak berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Jadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, aku penasaran apa yang kau lakukan mengenai kelompok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dikatakan seperti itu, terlihat bahwa Yukinoshita mengerti apa yang sebenarnya kutanyakan saat dia meletakkan cangkirnya dan membuka mulutnya dengan pandangan dari pendiriannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aah, kalau kau ngomongin itu, aku sudah diajak dan belum menjawab.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah, k-kau diajak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku menjawab kmbali dengan pertanyaan dalam rasa kaget, Yukinoshita membuat ekspresi yang agak cemberut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu imej apa yang kau punya tentangku, tapi kalau soal memutuskan kelompok, aku biasanya tidak punya masalah. Biasanya cewek dari salah satu kelompok datang untuk bicara denganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukino menyeka rambutnya yang ada di bahunya saat dia bicara dan Yuigahama, yang sedang mendengarkan di dekat, menempelkan mug di bibirnya dan menaikkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, aku bener bener ngerti. Paling enggak untuk kelas J, karena kelas itu penuh sama cewek, mereka pasti suka cewek kayak Yukinon yang ngasih getaran yang dingin banget.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaa, ngerti...paling enggak untuk kelas J, ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita adalah penghuni kelas J, seseorang yang bernilai dari budaya internasional. Kelas  diisi 90% perempuan dan tidak seperti kelas biasa, hal hal yang diajari agak berbeda yang memberikan mereka hawa dari SMA khusus perempuan dari suatu tempat. Faktanya, ketika aku melewati kelas, ada bau yang enak, sebenarnya, ada begitu banyak bau bauan yang berbda bersatu, membuatku merasa pusing. Juga, selama musim dingin, ada kemungkinan bahwa para cewek akan menggunakan kaus di dalam rok mereka dn bersenang senang dengan saling menyingkapkan rok. Melihat dari jauh sebenarnya cukup menyenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kelas Yukinoshita diisi sebagian besar oleh jenis kelamin yang sama, mungkin hal itu menenangkan, nyaman, dan mudah untuk melakukan hal hal yang kau inginkan. Aku juga bisa bilang kalau hal itu memudahkan juga untuk kelompok kelompok terbentuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah salah satu keuntungan ketika ada kekurangan jenis kelamin yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kasus para cowok, mereka mencoba untuk memamerkan keeksentrikan mereka pada para cewek. Seperti bagaimana Tobe dan teman temannya memukul mukul di kelas beberapa saat yang lalu, atua mereka yang bertingkah seperti berandalam, atau bahkan kelompok cowok cowok yang menderita dari penyakit anak SMP, mereka semua bisa dimasukkan ke dalam kelompok itu. Ah, tentu saja, aku bukan pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan jadi, cewek cewek mungkin menunjukkan tipe sikap yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya, aku yakin Yukinoshita juga punya jumlah yang cukup dari pengalaman di hidupnya hingga saat ini. jika kita mengumpulkan cowok dan cewek dalam satu kelas, seharusnya ada hal hal yang terjadi. Jika ada banyak hal terjadi dalam ruang diantara cowok dan cewek, kemudian banyak juga yang terjadi di kelompok cewek dan cowok. Ada banyak hal yang terjadi dalam hidup dan ada banyak hal terjadi dalam masa tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaaaa~. Kayaknya, aku pingin banget kita pergi ke Okinawa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama duduk dengan rendah dan bicara saat memandang ke atap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Agak dipertanyakan pergi kesana selama musim ini....aku tidak akan merekomendasikannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mengatakan hal itu, Yukinoshita memandang ke luar jendela. Angin dingin berhembus di luar. Okinawa mungkin ada di bagian selatan negara ini, namun dengan musim seperti ini, tidak mungkin kau bisa melihat ke depan dan teriak “Samudra!”, “Laut”,  “Kapal!” untuk bersenang senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eeeh? Tapi, kalau kita ke Kyoto, gak ada yang bisa dilakuin tahu? Cuma kuil dan kelenteng Buddha tahu? Aku mau kalau, aku baru ngecek tetanggaku...aku bisa ke kuil Asama di Inage kapanpun aku ingin jadi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betul, luar biasa, kata-kata yang Yuigahama-sekali. Hanya mendengarkan saja membuat kepalaku sakit. Yukinoshita mungkin merasakan hal yang sama sejak dia agak menekankan kuilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau Cuma tidak melihat pentingnya sejarah dan niai budaya sama sekali, kan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai jawaban dari kata-kata yang bercampur dengan desahan dan gumaman, Yuigahama mengambil posisi melihat ke objek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku, aku gak tahu apa yang bisa kamu lakukan di kuil setelah sampai disana...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, bukannya aku tidak mengerti apa yang sedang dia katakan. Untuk para cowok yang tidak tertarik pada kuil dan kelenteng Buddha, aku yakin mereka gak akan peduli. kayaknya sebagian besar snak SMA gak mau repot menabung untuk datang pertama ke kuil waktu tahun baru dan acara keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada banyak hal untuk dilakukan. Pertama, tujuan untuk pergi bukan untuk bersenang senang, namun untuk belajar. Tentu saja, tidak hanya untuk searah, namun untuk melihat dan mengalami budaya negara ini langsung...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku gak mikir itu masalahnya disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memotong pendapat Yukinoshita yang agung pendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh. Kalau begitu, menurutmu untuk apa itu karya wisata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah olah dia risih dipotong, Yukinoshita memandangku dengan mata yang menantang. Itu sedikit &lt;br /&gt;
mengerikan, nona. Namun, aku tidak mundur disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini yang kupikirkan...itu yang mereka bilang imitasi kehidupan di masyarakat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku ngerti. Itu benar, ada Kereta Peluru, transportasi publik, dan menginap...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita menyilangkan angannya tertarik dan memandang ke bagian kanan atas. Namun, pembicaraanku belum selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau pergi ke perjalanan bisnis yang kau tidak ingin pergi, bertemu atasan yang tidak ingin kau temui, dan kau harus tampil kemanapun kau pergi. Kamu juga tidak bisa memilih dimana bisa tinggal atau juga apa yang kau makan. Dan nomor satu adalah, bahkan karya wisata adalah dimana pendapatmu dikesampingkan ketika kau bertukan ide dan kau mesti menyesuaikan, menyesuaikan, DAN menyesuaikan. Dan dengan uang yang kau punya, kau harus berfikir tentang berbagai hal seperti ‘kado ini harusnya bagus buat dia, dan baik buat dia, harusnya sih ga apa apa kalau dia gak dapat’. Itu mungkin untuk mempelajari jenis jenis hal seperti itu. Dasarnya adalah latihan untuk ketika hal hal tidak terjadi seperti yang kau inginkan, tapi dengan membuat beberapa kompromi, kau bisa bersenang senang dengan biaya menipu dirimu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku selesai, Yuigahama melihatku dengan mata yang kasihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Woow. Karya wisata Hikki gak terdengar menyenangkan sama sekali...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau sepesimis itu, kuras akau gak akan bisa membuat rencana apapun...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita bicara dengan perasaan tercengang dan Yuigahama berkata “ah” seolah olah ada sesuatu yang terpikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, biarpun itu seperti yang Hikki bilang, gimana kita menikmati itu terserah kita kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, kurasa...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, terlepas dari kurikulum atau tugas apa yang diberikan padamu, bagimana kau merasakan mengenai hal itu bergantung sepenuhnya mengenai apa yang akan kau lakukan mengenai hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa terduga Yukinoshita tersenyum, memberikan persetujuannya pada sanggahan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuanggap...bahkan Hikigaya punya satu dua hal yang dia rasa menyenangkan, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu ruangan dengan Totsuka atau mandi dengan Totsuka atau makan dengan Totsuka; kurasa aku cukup menantikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hikki, jadi kau punya hal hal yang kau nikmati?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ya, paling tidak, aku cukup suka Kyoto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku menjawab, Yukinoshita melotot padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu mengeutkan...kupikir kau tipe yang menganggap tradisi dan formalitas sosial sebagai sampah.”&lt;br /&gt;
Oh pernyataan yang benar benar kejam yang kau katakan tadi. Tapi, kurasa aku sudah terbiasa dengan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk sekolah seni bebas yang berpusat pada sejarah Jepang dan bahasa Jepang, tempat itu adalah salah satu dari tempat sakral.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bicara mengenai novel sejarah, Shiba Ryotaro khususnya tertarik pada novel “Galaksi Tatami”, dan begitu juga kota Kyoto bahwa aku punya ketertarikan adalah sesuatu yang bisa menggairahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, itulah karya wisata, kau tidak bisa pergi ke tempat yang ingin kau datangi. Aku akan pergi sendiri di suatu titik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya sepi banget pergi wisata sendirian...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama bergumam. Nah, kupikir itu cukup menyenangkan. Wisata satu orang. kenyataan bahwa kamu tidak akan bertemu dengan siapapun adalah hal yang membuanya luar biasa. Satu satunya oang yang berfikir sama sepertiku, Yukinoshita, mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar sama sekali. Pergi wisata sendiri bisa dinikmati dimana kau bisa melihat sekeliling dengan langkahmu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul, betul, gak usah disebutkan kamu menenggelamkan dirimu sendiri di keadaan. Kalau aku lihat sekelompok anak punk SMU yang berisik di taman Ryoanji Ani, aku mungkin Cuma akan ngambil batu dari taman dan memukul kepala mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan melakukannya...itu tempat dalam UNESCO.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita tidak terlihat terlalu senang dengan apa yang kukatkan. Namun alasanmu sedikit akademis, ya. Kemanusiaanmu sudah terbelah sih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana dengan kalian? Ada tempat yang ingin kau datangi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku belum lihat tempat tempat sih...Ah, tapi aku ingin lihat Kiyomiza-dera. Tempat itu kan terkenal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kecenderunganmu ngikutin tren keluar...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab tanpa berfikir pada jawaban yang Yuigahama-banget dan dia merengut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayolah, apapun. Menara Kyoto juga pasti bagus juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiba juga punya yang kaya gitu tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“itu bukannya menara pelabuhan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya benar benar sama, bener. Kemudian lagi, Cuma namanya yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kursa masuk akal untuk menyambungkan hal hal dari daerah asalku. Aku suka, menara pelabuhan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku belum punya kesempatan kesana sejak pertunjukan kembang api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita menusuk cinta pada daerah asalku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau bicara mengenai menara pelabuhan, menara Kobe lebih populer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gak apa apa, menara Chiba jelas lebih tinggi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku gak tahu apa yang benar benar bagus soal itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita terlihat seperti dia sedang mencoba untuk menghindari sakit kepala sejak dia menekankan pada kuilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi Yukinoshita. Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah ditanya, dia berfikir beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“aku...ada taman batu Ryoan-ji dan Kiyomizu-ji seperti yang kau dan Yuigahama sebutkan tapi, aku ingin lihat Rakuon-i dan Jishou0ji yang sama terkenalnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu mungkin karena dia belum pernah mendengar nama nama itu sebelumnya karena dia tidak bisa menahan berkedip dengan mata yang kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rakuonjishouji...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menggabungkan mereka...itu terdengar seperti nama yang benar benar keren, kan?”&lt;br /&gt;
Rakuonjishouji. Dia nampaknya seperti tipe dasar biarawan yang kuat, paling tidak dari namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa seharusnya aku mengatakan nama yang lebih umum, Ginkaku dan Kinkaku contohnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K...kau seharusnya bilang itu pertama tama! Ah, tapi aku akan pergi ke Kinkaku-ji. Yumiko juga ingin lihat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terlalu cocok dengan imejnya..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu terlalu cocok dengan imejnya yang indah. Saat aku membayangkan ornamen keemasan bergemerincing pada Miura, Yukinoshita terus bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Juga ada Jalan Filosof. Pada saatnya sakura bermekaran, walaupun musim gugur juga datang. Aku ingin melihat pemadndangan spesial di berbagai kuil dan kelenteng waktu malam jika kita bisa menyesuaikan ke dalam jadwal...tapi sekalinya keluar malam, mungkin akan sulit selama karya wisata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama melihat dengan ekspresi yang bingung pada Yukinoshita, yang lanjut bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Detail sekali...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah, apa kau lihat di Jalan**?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang orang ini, bukannya mereka terlalu semangat soal ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gak juga...itu kan pengetahuan umum soal Kyoto yang semua orang harus tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba merengut, Yukinoshita mengalihkan pandangan dan meraih majalahnya. Menunggu sejenak, &lt;br /&gt;
pada pemeriksaan yang lebih dekat, bahwa majalah yang sedang dia baca benar benar “Jalan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, amat langka untuk Yukinoshita menantikan wisata dengan begitu lugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membalik badan sementara menahan hasratku untuk meledakkan tawa. Mataku bertemu dengan Yuigahama yang merasakan hal yang sama dan karena hal itu terasa bahkan lebih lucu, kami tidak bisa menahan ekspresi kami keluar sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“G-Gak ada! Gak ada apa apa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita menusuk kami dengan pandangan dingin, namun Yuigahama yang panik bergusaha untuk menyekanya dengan melambaikan tangannya. Namun hal itu tidak berefek saat Yukinoshita terus memelototi kami dengan rasa dingin  yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, hahaha...Ah benar, Yukinon, ayo berkeliling sama sama di hari ketiga!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama tertawa dengan ekspresi yang menyedihkan dari sedang dipelototi namun membuat ajakan. Yukinoshita memiringkan kepalanya sebagai jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bersama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, bersama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita balik bertanya dan Yuigahama menunjukkannya senyum yang cerah. Namun Yukinoshita terlihat seperti dia masih berfikir. Pelan pelan, dia membuka mulutnya. Aku sudah menebak apa yang akan dia katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yukinoshita di kelas lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku mengatakan hal itu duluan, Yuigahama mengangguk tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Tapi kita bisa ngapain aja di hari ketiga, jadi nanti kuhubungi dan kita bersenang senang di Kyoto.!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berfikir kita diijinkan melakukan sejauh itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Gak apa apa kan? Aku juga gak tahu sih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak ini, benar benar tidak karuan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, kalau kami bebas melakukan apa yang kami inginkan, kurasa aku Cuma akan berkeliling. Aku selalu ingin kesana, markas Shinsengumi dan Ikedaya. Sudah elas, Ikedaya berubah jadi bar sekarang. Aku merasa aku akan tertarik jika aku pergi ke sekitar tempat kejadian bersejarah sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pemikiranku balapan di sekitar pemikiran yang berbeda, Yuigahama melanjutkan pembicaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kumaksud, selama pas dengan jadwal. Bagaimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku tidak keberatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah! Sudah diatur ya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita dengan lembut mengalihkan pandangan sementara Yuigahama yang tersenyum memindahkan kursinya agak lebih dekat pada Yukinoshita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertanya tanya jika kedekatan ini adalah hal yang sama sekali indah. Tentu saja, walaupun berbeda kelas, jika mereka akan bersenang senang di karya wisata bersama, mungkin itu hal baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau juga Hikki, ayo pergi keliling.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Mm, ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan Yuigahama menemukan jalannya dalam arahku selama momen terpisah dari mata besarnya. Jawaban pad kata kata itu yang datang dari arah kiri terhambat di tenggorokanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berfikir bagaimana menjawab, ada sebuah ketukan di pintu yang mengganggu keheningan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Yukinoshita menawab, pintu terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di pintu adalah orang orang yang tidak terduga. Sebenarnyamsemua orang orang mengejutkan yang datang kemari adalah orang orang yang tidak seharusnya datang kemari sama sekali.***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, saat ini, di depan dari kelompok ini adalah orang orang yang tidak disangka yang datang untuk berkunjung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama dan di belakang mereka adalah Tobe, Yamato, dan Ooka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh, empat orang itu. Aku tidak tahu apakah mereka benar benar dalam keadaan yang baik atau tidak, namun untuk orang luar, mereka nampak seperti sebuah kelompok yang dekat dari empat orang.&lt;br /&gt;
Mungkin karena dia sudah pernah datang ke ruangan ini beberapa kali Hayama masuk ke dalam ruangan tanpa ragu-ragu, namun tiga orang lain memasuki ruangan dengan bertanya tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, pandangan mereka berhenti padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu dikatakan apa yang mereka pikirkan. Semuanya membuat ekspresi asing bersamaan. Mereka kemudian saling bertukar pandangan sementara yang lain mengintipku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, aku tidak bisa menyalahkan mereka untuk pandangan tidak sopan mereka. itu karena aku juga melakukan hal yang sama pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa mereka disini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, bukan Cuma aku dengan pertanyaan itu sat Yukinoshita dan Yuigahama juga berfikir hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ada hal yang kau butuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita bertanya dengan nada dingin dimana Yuigahama mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ditanya, Hayama memandang pada Tobe seolah olah meyakinkan sesuatu. Orang yang bertanya, Tobe, sedang menarik rambutnya berulang kali sambil gelisah dan anehnya hal ini memuakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aah, dia butuh saran untuk sesuatu, jadi kubawa dia kesini, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama bicara dengan nada yang begitu jauh dan sejenisnya, nampaknya bahwa konsultasi tidak berkaitan dengan Hayama sendiri, tapi dengan salah satu rekan yang mengelilinginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayolah Tobe.”&lt;br /&gt;
“Ceritakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Denan dua orang di sisi memaksanya, baru saat Tobe membuka mulutnya, dia menutupnya dan mulai berfikir dengan sedikit erangan. Apa yang terjadi, apa ni sebuah majalah gaib?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah saatnya berada dalam pemikiran mendalam, dia menggelengkan kepalanya. Rambut panjangnya menggeleng seiring dengan kepalanya sama seperti bagaimana anjing liat mengeringkan dirinya sendiri saat mereka benar benar kebasahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, bener bener gak bisa. Mana bisa aku bicara dengan Hikitani disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hah? Apa urusannya, apa ada penawaran diskon untuk pertengkaran disini? Oh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan yang kurasa sudah membangunkan hatiku yang diisi dengan perasaan kasihan, namun setelah menarik nafas panjang, aku berkelahi dengan kegusaranku dengan tenang. Setelah aku tenang, kupandang sekelilingku. Yamato dan Ooka terkikik, bicara “gak banyak yang bisa kau lakukan, ya” sementara Yamato mendesah. Yuigahama membuka mulutnya kaget sementara bibir Yukinoshita tertutup rapat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pantatku terasa sedikit gatal dan satu satunya yang memecah kesunyian adalah Hayama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tobe. Kita yang kesini untuk bantuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya sih, tapi, gak mungkin aku ngomongin ini dengan Hikitani ya kau tahulah kaya, dia gak bisa diandalkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sudah mengakui keberadaanku di kelas dan dalam kasusku, nampaknya aku cukup dibenci, tapi aku tidak berfikir aku akan menemukan kenyataan ini disini dari semua tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang orang yang datang kesini untuk sebuah permintaan tetap diam, melahirkan kesunyian. Terima kasih untuk hal itu, aku bisa mendengar suara suara dengan cukup baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“menyebalkan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih untuk menyuarakan perasaan dalam hatiku. Tapi, Yuigahama, kenapa kau jadi tidak nyaman setelah mengatakan hal itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tobecchi, kammu ga perlu ngomong gitu, kan? Ada cara yang lebih baik buat ngomongin itu.”&lt;br /&gt;
“Yaaa, tapi sepertiiii...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berterima kasih mreka mengatakan padanya untuk berhati hati dengan apa yang dia katakan, tapi kami tidak bisa membuat lebih banyak masalah dengan Yuigahama disini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti apa yang kupikir akan kulakukan, Yukinoshita sudah siap menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Ya, gak ada yang bisa kita lakukan jika itu salahnya Hikigaya. Sudah kuduga...Lalu, maaf, bisa kau tolong pergi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, itu terdengar bagus. Jika mereka tidak bisa bicara karena aku, maka akan lebih baik untukku pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, panggil aku kalau kau perlu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku siap untuk pergi, Yukinoshita memberhentikanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu. Kemana kau pergi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah. Pergi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kulihat Yukinoshita, dia perlahan memindahkan fokus dirinya dariku pada Tobe dan kawan kawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang pergi adalah mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya aku membeku, tapi begitu juga Tobe dan kawan kawannya. Namun, Yukinoshita lanjut bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurangnya sopan santun dan juga ketidak sopanan yang jelas; kita tidak punya alasan untuk mendengarkan permintaan dari tipe orang seperti ini. sudah cukup jika mereka bisa pergi secepat mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nadanya tidak berbeda dari yang biasa dan nampaknya dia memang yakin. Hanya ekspresinya yang nampaknya lebih dingin. Dengan pandangan yang membeku, Tobe kaku di tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hawanya buruk...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata kata Yuigama mengiringi kata-kata Yukinoshita yang nampaknya menyeret situasi ini keluar.&lt;br /&gt;
Aku tidak yakin kalau waktu sudah berhenti, namun punggungku sudah mulai membunuhku sejak aku masih berada dalam posisi setengah berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini waktu yang bagus untuk menentukan siapa yang harus keluar sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa tidak kita selesaikan dan keluar dari sini? Apa tidak bisa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm, kami yang salah disini. Tobe ayo diskusikan lagi. Ada sesuatu yang harus kita tahu diantara kita sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama mengatakan itu dengan desau kelegaan, nampak seperti dia sudah menyerah. Ya ya, tolong keluar dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, nampak terlihat bahwa kata kata Hayama memicu Tobe dari kekakuannya. Sekalinya dia kembali bergerak, dia mulai menarik rambutnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, aku tidak bisa mundur sekarang...lagipula, aku ngobrol sama Hikitani musim panas lalu jadi gak apa apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menilah tekad Tobe yang kuat, Hayama mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agakmengejutkan karena dia tidak mendengarkan Hayama setelah dia mencoba untuk menyetopnya, tapi inilah Hayama yang baik hati, luhur, dan adil.  Dia mungkin menghalanginya hanya untuk melihat seberapa serius Tobe. Aslinya, dia adalah tipe yang mendorong dan menyemangati teman temannya, jadi melakukan hal ini tidak aneh sama sekali. Bah, aku tidak mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak yakin apakah dia sedang berkompromi atau tidak, tapi nampaknya hal itu tidak samapai pada Tobe sama sekali. Tobe memasang wajah seolah olah dia sedang mencoba untuk mengatakan sesuatu yang sulit. Uuuuh, jika kau tidak ingin bicara, bisakah aku pulang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Tobe bersuara. Walaupun dia tidak benar benar tertarik pada apa yang kita harus katakan, kami semua mendengarkan dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ummm...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih tidak akan mengatakannya? Berhentilah merepotkan kami temah. Apa, ini dari program acara selingan atau sesuatu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa kau memainkan iklan ini begitu banyak? Dan baru waktu akan berakhir, kau mulai dari awal lagi. Apa kau ada dalam lompatan waktu? Terima kasih padamu, aku tidak bisa nonton apapun selain anime.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ym, sebenarnya, aku...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah jeda yang teramat panjang, dia akhirnya mulai bicara.&lt;br /&gt;
“Mengenai Ebina, kurasa dia cukup baik, kau tahu? Jadi, di karya wisata, ada sesuatu yang ingin kulakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mulai bicara dengan beberapa kesan yang dikodekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serius?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Yuigahama bersinar. Apa yang kupikirkan sama dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, aku menngerti, selama musim panas, dia sama sekali tidak becanda ketika dia mengatakan hal itu waktu wisata di Desa Chiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku punya informasi itu duluan, paling tidak aku mengerti dampak dari pembicaraa ini, namun Yukinoshita memiringkan kepalanya dengan pandangan bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dia  nampaknya tidak mengerti apa yang terjadi, Yuigahama membisikkan padanya di telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasarnya itu bahwa, kamu mau nyatain dan pacaran sama Ebina, gitu kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku mengatakan kata kata itu yang normalnya agak memalukan bagi para cowok di masa pubertas, Tobe menyeka rambutnya sambil berbalik padaku dan menunjuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, ya, tepat. Ditolak kan buruk sekali. Kau benar benar membantu mendapatkan poin utamanya, Hikitani!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar benar perubahan sikap yang tiba tiba...Ya, kurasa masuk akal untuk cowok macam ini. dia mulai bicara padaku secara acak selama wisata musim panas juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haa, kamu gak mau ditolak...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhentilah bicara hal hal naif itu. Jadi sekali aku mulai kerja sia sia ini, kau akan ditolak; kau bilang itu kerjaanku? *&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu aku lanjut dengan pemikiran bodohku, kupakai tangan kananku sebagai bantal dan bersandar di meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita memasuki pandanganku dan agak dibingungkan, dia menutup mulutnya dengan tangan dan berfikir mengenai sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu orang lagi yang memahami cerita itu dan dia adalah Yuigahama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membuat keributan saat ia berdiri dari kursinya dan nampaknya seperti dia siap untuk menempatkan dirinya di dalam percakapan dengan hawa ketertarikan. Matanya bersinar karena penyebutan cerita cinta yang tiba tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu kan gak apa apa, seperti, hal kaya gitu kan ga apa apa! Aku mendukungmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, Yukinoshita tenggelam dalam pemikiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tepatnya apa yang kau lakukan untuk pacaran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu dari dapet-pergi kan...itu apa yang kupikirkan, tapi aku, juga, tidak mengerti. Mungkin, bermain anggar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kduanya terlihat seperti mereka siap untuk mengabulkan permintaannya, namun aku sepertinya tidak sependapat dengan hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah dicelakakan dari awal untuk meminta orang lain bekerja sama dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kelas atas SD, jenis topik seperti ini cenderung jadi subjek gosip utama. Tapi aku belum melihat saat saat dimana bekreja sama dengan orang orang membantu keberhasilan. Hal itu biasanya jadi suatu minat dan itulah. Ada juga kasus dimana meminta saran malah menghasilkan lelucon terhadapmu. Yang lainnya adalah dimana mereka tidak pernah berencana membantu, hanya untuk menggunakannya sebagai ancaman saat mereka bertengkar denganmu atau sebagai bahan pertukaran untuk belajar mengenai siapa menyukai siapa. Tuhan, seseorang tidak boleh meremehkan infromasi perang di SD.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, aku tidak ingin menolong atau mendukungnya. Hal itu, hanya mengingatkan terhadap kenangan buruk dan hal hal semacamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kupasang wajah masam, Hayama, dengan senyum yang sama dan pahit, beralih padaku dan bicara.&lt;br /&gt;
“Kurasa gak akan semudah itu ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, ya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak menyangka jawaban itu dan mengalihkan mataku. Ketika kulakukan, mataku bertemu dengan mata Yukinoshita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm?’ itulah yang dia katakan padaku dengan kepala yang condong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Tidak, tidak akan...’ adalah makna yang aku kumpulkan dalam menyampaikan dan dengan mataku membusuk setingkat lebih tinggi, aku sedikit menggelengkan kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Okay...’ adalah apa yang nampaknya dia katakan dan dengan anggukan kecil, dia mmbuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, tapi aku tidak merasa kami akan jadi bantuan disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, kami selesai disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti. Ya, nampaknya tidak salah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama mengangguk seolah olah dia diyakinkan dan dia berdiri dengan tenang memandang pada kakinya. Nampaknya bahwa orang orang yang datang kesini untuk saran dan orang orang yang posisinya sedikit berubah, dan bahkan mungkin Hayama, berfikir bahwa kita bisa menyelesaikan setiap masalah kecil.&lt;br /&gt;
Di dunia ini, hal hal yang mungkin dilakukan jumlahnya lebih sedikit daripada hal hal yang tidak mungkin dilakukan dan ini adalah hukumnya. Sayangnya dan disesalkan, aku tidak akan bisa berguna disini. Um, maksudku, sayang sekali, okay. Aku tidak punya pacar jadi, ya, mungkin juga, um...masalah yang sulit, aku percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ada seseorang yang tidak diyakinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eeeh, ayolah, ayo tolong mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama memegang blazer Yukinoshita dan menariknya, Yukinoshita yang terjebak sekilas memandangku dan ketika dia melihat Yuigahama, dia berbalik untuk memandangku.&lt;br /&gt;
Hey, tunggu, jangan membuatku jadi hakim disini...aku juga barusan Cuma menjawab dengan negatif, sialan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah olah dia mengerti makna pandangan itu, dia mengambil langkah ke depan. Dengan senyum lebar, dia memandangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hikitani, oh tidak...Tuan Hikitani, saya menanti panduanmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, tidak tidak, kau mungkin terlihat sopan berubah seperti ini, tapi ini sebenarnya cukup kasar. Kau bahkan salah menyebut namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yaaaaaa, tobe terus saja menyebut hal ini dan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami mohon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ooka dan Yamato menyemangatinya sambil tertawa. Setiap saat, aku terjebak dalam minoritas.&lt;br /&gt;
“Yukinon, Tobecchi kelihatan kayak dia butuh bantuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, kalau kau keras kepala mengenai hal itu kemudian, mari kita sedikit berfikir.”&lt;br /&gt;
Dengan bujukan mata berkaca kaca Yuigahama, Yukinoshita menyerah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hey disana, Nona Yukinoshita, bukannya kau terlalu baik pada Yuigahama akhir-akhir ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan apa yang sudah dikatakan, protes dan menangis “Gaaaak, aku gak mau” tidak akan membawaku kemanapun. Tidak peduli dimana dan kapan, aku akan selalu ada dalam minoritas yang kalah. Saat pendapat minoritas mungkin dihormati, hal itu tidak akan lebih dari Cuma sekedar itu. Aku belajar hal itu dalam kelas studi sosial di SD. Kuasa aku harus mundur disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, ayo lakukan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bener deh, makasih sobat. Nona Yukinoshita dan Yui, makasih banyak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hey, aku. Aku, sobat. ...Bagaimana dengan aku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, apapun itu. Ini tidak seperti aku melakukan Ini untuk rasa terima kasihmu. Aku melakukan ini karena hal ini adalah pekerjaanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga, karena aku akan melakukannya, aku hanya akan melakukannya dengan baik, tidak lebih, tidak kurang; itu mottoku. Aku tidak akan berusaha sekuat tenaha, namun aku akan paling tidak mencoba sediki untuk membuatnya sebuah usaha pengalihan. Ini tepatnya apa yang kudapatkan dari Komite Tindakan Festival Budaya baru baru ini. aku akan melakukan cukup sehingga aku tidak akan dipenggal oleh massa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apapun lah, oke...Jadi, tepatnya kau ingin kami ngapain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu lah, seperti yang kubilang. Aku mau nyatain yaaa? Mungkin sejenis dukungan?”&lt;br /&gt;
Momen ketika Yuigahama mendengar “Menyatakan”, dia ber’eeh’ dalam respon dengan tangannya menutup bibir yang diikuti dengan nafas yang panjang. Tentu saja, tertarik sendiri namun aku ragu ini benar benar akan lancar. Namun, aku bertanya khususnya untuk beberapa detail.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk sekarang, aku ngerti apa yang kau rasakan. Di sisi lain, aku juga bisa bilang bahwa Cuma ini yang aku dapatkan. Tapi, kau tahu Tobe, kau akan melakukannya, tapi apa kau tahu kalau itu gerakan yang beresiko di pihakmu, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku bicara, Tobe berhenti menarik rambut di belakang kepalanya. “Beresiko? Aah, ya ya, beresiko, benar. beresiko.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak berfikir orang ini memahami apa maksudnya...aku tidak bicara mengenai kucing yang meloncat ke makanannya, kau mndengarku? Atau aku bicara mengenai binatang peliharaan  dari Littbarski yang berada dalam tim JEF dulu sekali, oke?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Level pemahaman Tobe amat meragukan, namun mengesampingkan hal itu, Yuigahama meragukan dan tiba tiba berbalik padaku dan bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang beresiko?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Resiko. Kemungkinan ketahuan dan bahaya atau kehilangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita menjelaskan seperti Pokedex.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu maksudnya! Aku bertanya apa resikonya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita melihat pada Yuigahama dengan ekspresi yang menyegarkan. Aku benar benar mengaggap ini cara kecil untuk mengejeknya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, setelah mendengar apa yang perlu didengar, aku memberkatinya dengan simpati masyarakat. &lt;br /&gt;
Inilah dimana aku harus menjelaskan dari atas ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, pertama kamu bakal nyatain? Kemudian kamu bakal dicampakkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah diputuskan kalau dia bakal dicampakkan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bodoh, bukan Cuma itu. Semua diluar itu akan diputuskan juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama agak terlalu cepat dengan kekagetannya. Itu hanyalah awalannya. Untuk semua yang ditolak, ada kebohongan yang bahkan lebih dari itu. Tidak peruli serendah apa kau pikir dirimu, ada dasar di dalam dasar itu dan itulah kehidupan. Tentu saja, aku bisa terus tenggelam ke dasar tidak peduli sejauh apa aku pergi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Di kmudian hari setelah pernyataanmu, semua orang di kelas pasti tahu. Gak apa apa kalau mereka Cuma tahu. Tapi...kau juga bakal bisa mendengarnya saat itu dan kemudian hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 ˹Kemarin, kalo gak salah Hikigaya nyatain ke Kaori.˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Uuuh, si sialan itu buat kaori...˼ Apa yang kau maksud ‘si sialan’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Kudengar dia nyatain lewat sms juga˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Tuh kan, itu yang nyeremin banget. Terus, bukannya itu Cuma, kayak, Gak masuk akal banget nyatain lewat sms?˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Ya Kaaaaan?˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Untung aku gak ngasih dia nomorku˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Dia gak akan nyatain ke kamu kok, gak usah khawatir (ketawa)˼&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
˹Hey, itu jahat banget tau (ketawa)˼ atau sejahat apa candaan di obrolan akan terjadi dan itu terjadi begitu saja bahwa aku tidak sengaja mendengarkan dan itu sedikit menyakitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini benar benar pukulan terakhir. Ketika kau diserang dengan kesedihan terhadap patah hatimu, masyarakat mencoba membunuhmu sebagai bonus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cerita Hikki yang lain...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama mengeluarkan suara kecil. Apa ada maknanya berkata seperti itu? Tidak mungkin aku tahu mengenai orang lain dan karena hal itu, kebanyakan dari ceritaku berputar di sekelilingku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, gak, gak baik. Sekali aku mulai,aku berakhir dengan memakan waktu lama. Fiuh, melelahkan sekali haha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua benar benar terdiam seolah olah tergerak oleh pidatoku yang berapi api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kuingatkan semua orang, Yukinoshita menepuk dahinya dan mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Bukannya itu Cuma karena itu adalah kamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, aku bisa bilang kalau aku orang yang penuh dengan pengalaman waktu SMP, kurasa....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, nampaknya Tobe tidak punya pengalaman seperti itu.  Penjelasanku nampaknya tidak mempan saat dia nampaknya baru menyerap makna dari apa yang kukatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, oke, aku seharusnya baik baik saja selama aku gak nyatain lewat sms. Selain itu, aku suka tipe yang mengambil apapun dalam langkahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tobe menunjuk dirinya sendiri dengan jempolnya dan Ooka dan Yamato di dekatnya yang berada dalam aliran Tobe menyemangatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nyatain langsung, Tuan Tobe, kau keren banget!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cowok sejati...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah jadi cowok berarti melakukan ini yo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka terus lanjut, tapi aku suka kalau kau berhenti bersemu...aku tidak ingin menendang Tobe dari angan angannya yang tinggi, tapi resiko itu tidak hanya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm, masalahnya bukan Cuma itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masih ada...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama diselipkan oleh sikap gusar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jelas, ada banyak yang tersisa. Contohnya, hubungan baik antara kalian setelah kamu nyatain.”&lt;br /&gt;
“Sekarang, sekarang, kita udah ngerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah olah mencoba menyenangkanku, Hayama menepuk bahuku dan memotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kami ngerti jadi nanti kita coba atur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dia mengucapkan itu, satu satunya hal yang bisa kulakukan Cuma menganggup diam. Tidak seperti aku, Hayama seharusnya bisa mengarahkan hal ini dalam arah yang pantas. Kurasa aku tidak perlu khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, ketika dia menaikkan matanya, ekspresinya berbeda dari Hayama yang biasa. Dia melihat ke arah ketiga idiot itu dengan senyum yang pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, aku ada klub, jadi sisanya terserah kalian...jangan disini terlalu lama, Tobe.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama meninggalkan ruangan saat dia mengatakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah kurasa aku juga pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga ada klub.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ooka dan Yamato mengikuti. Napaknya mereka Cuma memutuskan untuk menemani mereka dan tidak ada maksud untuk mendiskusikan apa yang harus dilakukan dengan kami bersama. Inilah yang mereka bilang membuang bebanmu pada orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya ya, aku nyusul kalian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah gerakan yang sepenuh hati pada mereka, Tobe berbalik pada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadiiii ya, salam hormat ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Salah hormat’ apanya. Kalau kau ingin memberikan salam hormatmu, satu satunya hal yang kuingat adalah duka dan dokter mekanik. Atau mungkin itu adalah air mata perpisahan! Semangat salam hormat!&lt;br /&gt;
“Dengan semua yang sudah dikatakan, apa yang harus kita lakukan....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nampkah bingung, Yukinoshita menggumam dengan desahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, untuk jenis pembicaraan romantis, kami tidak tahu –bagaimana untuk menyelesaikan. Mungkin kau berkonsultasi dengan orang yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tobe, kenapa kau datang pada kami untuk permintaan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Kau tahu, itu. Hayato menyarankan dan mendorongku kesini, kau tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku bukan...bukannya hal ini mudah buat Hayama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku bilang seperti itu, Tobe sekilas memandang kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, kau lihat, gimana aku mesti bilang ya, itu. Hayato bener bener cowok keren. Dia kelihatan hebat juga, kau tahu? Jadi dia kelihatan seperti cowok yang gak punya masalah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tobe tidak pelu mengatakan itu untuk kupahami. Walaupun kita mengaduk aduk dalam keluguan cowok cantik itu, adalah fakta bahwa orang orang akan mendapatkan kesan bahwa dia tidak terlalu banyak khawatir mengenai hal hal dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin mencoba sekuatku untuk jadi super populer!” atau sesuatu pada efek itu ditanamkan dala hawa dimana mereka yang mengagumi orang yang cantik dan saling berbagi masalah masing masing mungkin membuktikan kesulitannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama menerima semua orang, orang baik yang tidak bisa menolak mereka. Dia adalah oang baik hingga pada titik dimana aku akan jadi “hooh”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melatih fitur wajah yang sederhana dan punya kualitas yang menyegarkan, tidak hanya dalam penampilan, tapi dalam tingkah laku sebagai seseorang juga, adi hal itu membuatku berfikir bahwa tidak ada orang yang bisa membenci orang semacam ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, inilah tepatnya kenapa. Karena tidak ada yang bisa dibenci mengenai disinya orang orang berakhir menjauhkan diri mereka sendiri darinya. Tanpa ruang untuk menolak, kesempurnaannya sebagai manusia itu sudah jadi senjata dalam dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkaitan dengan Yukinoshita Yukino, dia intinya sama pada Hayama. Namun, untung atau buntung, Yukinoshita punya kepribadian seperti itu. Dia adalah pemilik dari spesifikasi sempurna yang terbuang dalam kata kata dan tingkah lakunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, bahkan jika kau memasukkan itu, Hayama masih sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya penampilannya, tapi juga sopan santun di sekitar orang lain, kemampuannya berfikir di sisinya, emosinya yang berlimpah. Ada terlalu banyak hal untuk dikatakan jika kau memintaku mendaftar kualitas yang bisa  diidolakan darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan itu tepatnya karena hal ini bahwa berada di dekatnya adalah bentuk dari siksaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika membandingkan dirimu dengannya, bagian darimu yang jadi sadar mengenai kualitasnya yang melampaui dirimu, tidak peduli apakah kau setuju atau tidak, tersakiti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa, jika aku memberimu daftar kesalahan Hayama Hayato, itu akan jadi orang itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa memahami ini sebagai orang luar. Aku membayangkan mereka yang lebih dekat padanya memiliki tingkat pemahaman yang lebih tinggi daripada aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi, Yuigahama menunjukkan senyum yang sekilas nampak pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya...Hayato tentu saja tidak terlihat seperti dia punya banyak masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Tobe membuat respon yang setuju, Yukinoshita mengangguk. Dan kemudian, dengan senyum cerah yang mendadak, dia memandangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ngerti, jadi itu kenapa kamu datang ke Hikigaya untuk bantuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, kau membuatnya terdengar seperti aku korban masalah cinta yang berpengalaman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita membuat ekpresi yang luar biasa seperti itu yang aku gak bisa cegah untuk menjawab.&lt;br /&gt;
Namun, Yukinoshima dan Yuigahama dengan pelan mengalihkan mata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hm.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aah...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita mengeluarkan sebuah desahan pendek, bersimpati sementara Yuigahama menghembuskan nafas seolah olah dia yakin. Dengan itu, keduanya diam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisa gak kalian berhenti tenang waktu mengalihkan pandangan.. atau hal hal bakal jadi lebih serius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah tekananku yang mereda, Tobe menepuk bahuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, kayak gitu ya. Aku ngandelin kamu, Hikitani.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Seperti yang kukatakan, kau salah tahu namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
**Jalan: Agen travel di Jepang&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Oregairu_(Indonesia):Jilid_7_Bab_2&amp;diff=309272</id>
		<title>Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Bab 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Oregairu_(Indonesia):Jilid_7_Bab_2&amp;diff=309272"/>
		<updated>2013-12-09T09:53:24Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Tidak Ada Yang Tahu Mengapa Mereka Datang ke Klub Service&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara mendesis bisa didengar dari sebuah katel teh yang dibawa ke dalam ruangan ini beberapa saat yang lalu. Yukinoshita, yang menyadari bahwa air sudah mendidih, dengan rapi melipat sisi maalahnya. Inilah yang akan kau sebut ‘telinga anjing’. Yukinoshita si penyuka kucing mungkin akan berkata “mereka bukan telinga anjing, tapi telinga dari Lipatan Scottish”. Untuk informasi, lipatan Scottish adalah satu jenis langka dari kucing dan salah satu dari karakter yang membuat mereka terkenal adalah telinga mereka yang terlipat seperti anjing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita meletakkan majalahnya di atas bangku, berdiri, dan berjalan ke katel teh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama, yang sedang bermain dengan ponselnya sementara itu, memanggil Yukinoshita dengan mata penuh harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hore! Cemilan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat yang sama Yukinoshita menyiapkan cangkir dan daun teh, Yuigahama mengaduk aduk tasnya dan mengeluarkan cake untuk teh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cangkir dan pisin yang mewah disiapkan di atas bangku. Ada juga sebuah mug dengan anjing yang terlihat lesu dicetak disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat musim gugur akan berakhir, kau akan mulai melihat tanda tanda musim dingin akan datang. Saat aku membaca buku, penampakan dari Yukinoshita menuangkan teh hitam masuk dari sisi pandanganku.&lt;br /&gt;
Saat dia mengisi cerek teh kaca dengan air yang mendidih, dedaunan sekilas terlihat menari di sekitarnya. Gerakan yang seperti memutar dan seperti salju yang turun perlahan di bola salju, dedaunan perlahan tenggelam ke dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Yukinoshita mengisi cangkir yang diikuti dengan mug, dia berhenti dengan cerek teh di satu tanga. Dia menempelkan tangan satunya lagi di dagunya dan setelah berfikir dengan hati hati, dia meraih sebuah gelas kertas di dekatnya dan mengisinya juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ada sesuatu yang tidak meyakinkannya walaupun dia mengisinya sendiri, dia memandang gelas kertas dengan ekspresi dingin. Dia mengganti daun teh di cerek porselen dan menutupnya dengan penutup supaya tetap hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita mengambil baik cangkir dan pisin dan kembali ke kursinya. Di sebelahnya adalah Yuigahama, yang mengambil cangkirnya sambil memijit mijit ponselnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang meraih gelas kertas yang kesepian itu. Uap naik seolah olah dia adalah anak kesepian yang terabaikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teh...nanti dingin tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku punya lidah kucing”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataan bahwa dia sudah menyiapkannya untukku tidak terlihat olehku selama beberapa saat. Tapi aku tidak sejahat itu untuk menolak seseorang yang sudah repot repot menyiapkan sesuatu untukku.&lt;br /&gt;
Aku meraih ke cangkir memberikan kesan bahwa tehnya mungkin sudah lebih dingin sekarang.&lt;br /&gt;
Saat aku meniup dan menyeruput tehnya, Yuigahama memegang mugnya dengan kedua tangan saat meniupnya dan bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh iya, sudah hampir saatnya untuk karya wisata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alis Yukinoshita bereaksi  merespon kata-kata itu. Hal itu sudah jadi keribuan di kelas akhir akhir ini. Nampaknya tren itu sudah sampai ke klub service, dimana aku bergabung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau sudah memutuskan akan kemana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan segera memikirkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tergantung anak anak di kelompokku ingin kemana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karya wisata buatku, pendeknya, tidak lebih daripada perpindahan tempat yang diwajibkan. &lt;br /&gt;
Anak-anak di kelompokku akan dengan terang-terangan mengabaikan pendapatku dan membuat rencana apapun yang kukatakan dan memperlakukanku seperti udara; aku akan mengikuti mereka dengan sunyi.&lt;br /&gt;
Aku tidak benar benar kecewa karena hal seperti itu akan lebih mudah bagiku, tapi entah kenapa hal itu berbeda dari kesenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketidak biasaan adalah ketidakbiasaan dan untuk kelompok dengan sifat baik dengan anak anak yang ramah, ada kesempatan bahwa mereka akan mendengarkan pendapatmu. Namun mereka nantinya akan mencoba untuk menyingkirkanmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk orang sepertiku yang punya sejarah panjang menjadi ketidakbiasaan, hal itu adalah hal yang jelas. Itu seharusnya sama untuk Yukinoshita yang diperlakukan sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong Yukinoshita. Apa yang kau lakukan selama acara acara dan karya wisata?”&lt;br /&gt;
Ketika aku menanyakan hal itu dengan rasa ingin tahu, Yukinoshita memiringkan kepalanya dengan cangkirnya di tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Apa yang kau maksud?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak punya teman di kelas kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sudut pandang orang ketiga, kau akan berfikir bahwa itu adalah pertanyaan yang amat menyebalkan, namun Yukinoshita tidak menunjukkan rasa terganggu. Dia menjawab dengan tidak berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Jadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, aku penasaran apa yang kau lakukan mengenai kelompok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dikatakan seperti itu, terlihat bahwa Yukinoshita mengerti apa yang sebenarnya kutanyakan saat dia meletakkan cangkirnya dan membuka mulutnya dengan pandangan dari pendiriannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aah, kalau kau ngomongin itu, aku sudah diajak dan belum menjawab.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah, k-kau diajak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku menjawab kmbali dengan pertanyaan dalam rasa kaget, Yukinoshita membuat ekspresi yang agak cemberut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu imej apa yang kau punya tentangku, tapi kalau soal memutuskan kelompok, aku biasanya tidak punya masalah. Biasanya cewek dari salah satu kelompok datang untuk bicara denganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukino menyeka rambutnya yang ada di bahunya saat dia bicara dan Yuigahama, yang sedang mendengarkan di dekat, menempelkan mug di bibirnya dan menaikkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, aku bener bener ngerti. Paling enggak untuk kelas J, karena kelas itu penuh sama cewek, mereka pasti suka cewek kayak Yukinon yang ngasih getaran yang dingin banget.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaa, ngerti...paling enggak untuk kelas J, ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita adalah penghuni kelas J, seseorang yang bernilai dari budaya internasional. Kelas  diisi 90% perempuan dan tidak seperti kelas biasa, hal hal yang diajari agak berbeda yang memberikan mereka hawa dari SMA khusus perempuan dari suatu tempat. Faktanya, ketika aku melewati kelas, ada bau yang enak, sebenarnya, ada begitu banyak bau bauan yang berbda bersatu, membuatku merasa pusing. Juga, selama musim dingin, ada kemungkinan bahwa para cewek akan menggunakan kaus di dalam rok mereka dn bersenang senang dengan saling menyingkapkan rok. Melihat dari jauh sebenarnya cukup menyenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kelas Yukinoshita diisi sebagian besar oleh jenis kelamin yang sama, mungkin hal itu menenangkan, nyaman, dan mudah untuk melakukan hal hal yang kau inginkan. Aku juga bisa bilang kalau hal itu memudahkan juga untuk kelompok kelompok terbentuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah salah satu keuntungan ketika ada kekurangan jenis kelamin yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kasus para cowok, mereka mencoba untuk memamerkan keeksentrikan mereka pada para cewek. Seperti bagaimana Tobe dan teman temannya memukul mukul di kelas beberapa saat yang lalu, atua mereka yang bertingkah seperti berandalam, atau bahkan kelompok cowok cowok yang menderita dari penyakit anak SMP, mereka semua bisa dimasukkan ke dalam kelompok itu. Ah, tentu saja, aku bukan pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan jadi, cewek cewek mungkin menunjukkan tipe sikap yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya, aku yakin Yukinoshita juga punya jumlah yang cukup dari pengalaman di hidupnya hingga saat ini. jika kita mengumpulkan cowok dan cewek dalam satu kelas, seharusnya ada hal hal yang terjadi. Jika ada banyak hal terjadi dalam ruang diantara cowok dan cewek, kemudian banyak juga yang terjadi di kelompok cewek dan cowok. Ada banyak hal yang terjadi dalam hidup dan ada banyak hal terjadi dalam masa tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haaaaaa~. Kayaknya, aku pingin banget kita pergi ke Okinawa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama duduk dengan rendah dan bicara saat memandang ke atap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Agak dipertanyakan pergi kesana selama musim ini....aku tidak akan merekomendasikannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mengatakan hal itu, Yukinoshita memandang ke luar jendela. Angin dingin berhembus di luar. Okinawa mungkin ada di bagian selatan negara ini, namun dengan musim seperti ini, tidak mungkin kau bisa melihat ke depan dan teriak “Samudra!”, “Laut”,  “Kapal!” untuk bersenang senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eeeh? Tapi, kalau kita ke Kyoto, gak ada yang bisa dilakuin tahu? Cuma kuil dan kelenteng Buddha tahu? Aku mau kalau, aku baru ngecek tetanggaku...aku bisa ke kuil Asama di Inage kapanpun aku ingin jadi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betul, luar biasa, kata-kata yang Yuigahama-sekali. Hanya mendengarkan saja membuat kepalaku sakit. Yukinoshita mungkin merasakan hal yang sama sejak dia agak menekankan kuilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau Cuma tidak melihat pentingnya sejarah dan niai budaya sama sekali, kan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai jawaban dari kata-kata yang bercampur dengan desahan dan gumaman, Yuigahama mengambil posisi melihat ke objek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku, aku gak tahu apa yang bisa kamu lakukan di kuil setelah sampai disana...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, bukannya aku tidak mengerti apa yang sedang dia katakan. Untuk para cowok yang tidak tertarik pada kuil dan kelenteng Buddha, aku yakin mereka gak akan peduli. kayaknya sebagian besar snak SMA gak mau repot menabung untuk datang pertama ke kuil waktu tahun baru dan acara keluarga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada banyak hal untuk dilakukan. Pertama, tujuan untuk pergi bukan untuk bersenang senang, namun untuk belajar. Tentu saja, tidak hanya untuk searah, namun untuk melihat dan mengalami budaya negara ini langsung...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku gak mikir itu masalahnya disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memotong pendapat Yukinoshita yang agung pendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh. Kalau begitu, menurutmu untuk apa itu karya wisata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah olah dia risih dipotong, Yukinoshita memandangku dengan mata yang menantang. Itu sedikit &lt;br /&gt;
mengerikan, nona. Namun, aku tidak mundur disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini yang kupikirkan...itu yang mereka bilang imitasi kehidupan di masyarakat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku ngerti. Itu benar, ada Kereta Peluru, transportasi publik, dan menginap...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita menyilangkan angannya tertarik dan memandang ke bagian kanan atas. Namun, pembicaraanku belum selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau pergi ke perjalanan bisnis yang kau tidak ingin pergi, bertemu atasan yang tidak ingin kau temui, dan kau harus tampil kemanapun kau pergi. Kamu juga tidak bisa memilih dimana bisa tinggal atau juga apa yang kau makan. Dan nomor satu adalah, bahkan karya wisata adalah dimana pendapatmu dikesampingkan ketika kau bertukan ide dan kau mesti menyesuaikan, menyesuaikan, DAN menyesuaikan. Dan dengan uang yang kau punya, kau harus berfikir tentang berbagai hal seperti ‘kado ini harusnya bagus buat dia, dan baik buat dia, harusnya sih ga apa apa kalau dia gak dapat’. Itu mungkin untuk mempelajari jenis jenis hal seperti itu. Dasarnya adalah latihan untuk ketika hal hal tidak terjadi seperti yang kau inginkan, tapi dengan membuat beberapa kompromi, kau bisa bersenang senang dengan biaya menipu dirimu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku selesai, Yuigahama melihatku dengan mata yang kasihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Woow. Karya wisata Hikki gak terdengar menyenangkan sama sekali...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau sepesimis itu, kuras akau gak akan bisa membuat rencana apapun...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita bicara dengan perasaan tercengang dan Yuigahama berkata “ah” seolah olah ada sesuatu yang terpikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, biarpun itu seperti yang Hikki bilang, gimana kita menikmati itu terserah kita kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, kurasa...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, terlepas dari kurikulum atau tugas apa yang diberikan padamu, bagimana kau merasakan mengenai hal itu bergantung sepenuhnya mengenai apa yang akan kau lakukan mengenai hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa terduga Yukinoshita tersenyum, memberikan persetujuannya pada sanggahan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuanggap...bahkan Hikigaya punya satu dua hal yang dia rasa menyenangkan, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu ruangan dengan Totsuka atau mandi dengan Totsuka atau makan dengan Totsuka; kurasa aku cukup menantikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hikki, jadi kau punya hal hal yang kau nikmati?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ya, paling tidak, aku cukup suka Kyoto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku menjawab, Yukinoshita melotot padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu mengeutkan...kupikir kau tipe yang menganggap tradisi dan formalitas sosial sebagai sampah.”&lt;br /&gt;
Oh pernyataan yang benar benar kejam yang kau katakan tadi. Tapi, kurasa aku sudah terbiasa dengan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk sekolah seni bebas yang berpusat pada sejarah Jepang dan bahasa Jepang, tempat itu adalah salah satu dari tempat sakral.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bicara mengenai novel sejarah, Shiba Ryotaro khususnya tertarik pada novel “Galaksi Tatami”, dan begitu juga kota Kyoto bahwa aku punya ketertarikan adalah sesuatu yang bisa menggairahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, itulah karya wisata, kau tidak bisa pergi ke tempat yang ingin kau datangi. Aku akan pergi sendiri di suatu titik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya sepi banget pergi wisata sendirian...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama bergumam. Nah, kupikir itu cukup menyenangkan. Wisata satu orang. kenyataan bahwa kamu tidak akan bertemu dengan siapapun adalah hal yang membuanya luar biasa. Satu satunya oang yang berfikir sama sepertiku, Yukinoshita, mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar sama sekali. Pergi wisata sendiri bisa dinikmati dimana kau bisa melihat sekeliling dengan langkahmu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Betul, betul, gak usah disebutkan kamu menenggelamkan dirimu sendiri di keadaan. Kalau aku lihat sekelompok anak punk SMU yang berisik di taman Ryoanji Ani, aku mungkin Cuma akan ngambil batu dari taman dan memukul kepala mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan melakukannya...itu tempat dalam UNESCO.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita tidak terlihat terlalu senang dengan apa yang kukatkan. Namun alasanmu sedikit akademis, ya. Kemanusiaanmu sudah terbelah sih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana dengan kalian? Ada tempat yang ingin kau datangi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku belum lihat tempat tempat sih...Ah, tapi aku ingin lihat Kiyomiza-dera. Tempat itu kan terkenal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kecenderunganmu ngikutin tren keluar...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab tanpa berfikir pada jawaban yang Yuigahama-banget dan dia merengut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayolah, apapun. Menara Kyoto juga pasti bagus juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiba juga punya yang kaya gitu tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“itu bukannya menara pelabuhan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya benar benar sama, bener. Kemudian lagi, Cuma namanya yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kursa masuk akal untuk menyambungkan hal hal dari daerah asalku. Aku suka, menara pelabuhan itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku belum punya kesempatan kesana sejak pertunjukan kembang api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita menusuk cinta pada daerah asalku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kau bicara mengenai menara pelabuhan, menara Kobe lebih populer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gak apa apa, menara Chiba jelas lebih tinggi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku gak tahu apa yang benar benar bagus soal itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita terlihat seperti dia sedang mencoba untuk menghindari sakit kepala sejak dia menekankan pada kuilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi Yukinoshita. Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah ditanya, dia berfikir beberapa saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“aku...ada taman batu Ryoan-ji dan Kiyomizu-ji seperti yang kau dan Yuigahama sebutkan tapi, aku ingin lihat Rakuon-i dan Jishou0ji yang sama terkenalnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu mungkin karena dia belum pernah mendengar nama nama itu sebelumnya karena dia tidak bisa menahan berkedip dengan mata yang kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rakuonjishouji...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menggabungkan mereka...itu terdengar seperti nama yang benar benar keren, kan?”&lt;br /&gt;
Rakuonjishouji. Dia nampaknya seperti tipe dasar biarawan yang kuat, paling tidak dari namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa seharusnya aku mengatakan nama yang lebih umum, Ginkaku dan Kinkaku contohnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K...kau seharusnya bilang itu pertama tama! Ah, tapi aku akan pergi ke Kinkaku-ji. Yumiko juga ingin lihat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terlalu cocok dengan imejnya..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu terlalu cocok dengan imejnya yang indah. Saat aku membayangkan ornamen keemasan bergemerincing pada Miura, Yukinoshita terus bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Juga ada Jalan Filosof. Pada saatnya sakura bermekaran, walaupun musim gugur juga datang. Aku ingin melihat pemadndangan spesial di berbagai kuil dan kelenteng waktu malam jika kita bisa menyesuaikan ke dalam jadwal...tapi sekalinya keluar malam, mungkin akan sulit selama karya wisata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama melihat dengan ekspresi yang bingung pada Yukinoshita, yang lanjut bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Detail sekali...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah, apa kau lihat di Jalan**?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang orang ini, bukannya mereka terlalu semangat soal ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gak juga...itu kan pengetahuan umum soal Kyoto yang semua orang harus tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba merengut, Yukinoshita mengalihkan pandangan dan meraih majalahnya. Menunggu sejenak, &lt;br /&gt;
pada pemeriksaan yang lebih dekat, bahwa majalah yang sedang dia baca benar benar “Jalan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, amat langka untuk Yukinoshita menantikan wisata dengan begitu lugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membalik badan sementara menahan hasratku untuk meledakkan tawa. Mataku bertemu dengan Yuigahama yang merasakan hal yang sama dan karena hal itu terasa bahkan lebih lucu, kami tidak bisa menahan ekspresi kami keluar sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“G-Gak ada! Gak ada apa apa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita menusuk kami dengan pandangan dingin, namun Yuigahama yang panik bergusaha untuk menyekanya dengan melambaikan tangannya. Namun hal itu tidak berefek saat Yukinoshita terus memelototi kami dengan rasa dingin  yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, hahaha...Ah benar, Yukinon, ayo berkeliling sama sama di hari ketiga!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama tertawa dengan ekspresi yang menyedihkan dari sedang dipelototi namun membuat ajakan. Yukinoshita memiringkan kepalanya sebagai jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bersama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, bersama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita balik bertanya dan Yuigahama menunjukkannya senyum yang cerah. Namun Yukinoshita terlihat seperti dia masih berfikir. Pelan pelan, dia membuka mulutnya. Aku sudah menebak apa yang akan dia katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yukinoshita di kelas lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku mengatakan hal itu duluan, Yuigahama mengangguk tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Tapi kita bisa ngapain aja di hari ketiga, jadi nanti kuhubungi dan kita bersenang senang di Kyoto.!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak berfikir kita diijinkan melakukan sejauh itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Gak apa apa kan? Aku juga gak tahu sih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak ini, benar benar tidak karuan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, kalau kami bebas melakukan apa yang kami inginkan, kurasa aku Cuma akan berkeliling. Aku selalu ingin kesana, markas Shinsengumi dan Ikedaya. Sudah elas, Ikedaya berubah jadi bar sekarang. Aku merasa aku akan tertarik jika aku pergi ke sekitar tempat kejadian bersejarah sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pemikiranku balapan di sekitar pemikiran yang berbeda, Yuigahama melanjutkan pembicaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kumaksud, selama pas dengan jadwal. Bagaimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku tidak keberatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah! Sudah diatur ya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita dengan lembut mengalihkan pandangan sementara Yuigahama yang tersenyum memindahkan kursinya agak lebih dekat pada Yukinoshita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertanya tanya jika kedekatan ini adalah hal yang sama sekali indah. Tentu saja, walaupun berbeda kelas, jika mereka akan bersenang senang di karya wisata bersama, mungkin itu hal baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau juga Hikki, ayo pergi keliling.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”Mm, ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan Yuigahama menemukan jalannya dalam arahku selama momen terpisah dari mata besarnya. Jawaban pad kata kata itu yang datang dari arah kiri terhambat di tenggorokanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berfikir bagaimana menjawab, ada sebuah ketukan di pintu yang mengganggu keheningan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Yukinoshita menawab, pintu terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di pintu adalah orang orang yang tidak terduga. Sebenarnyamsemua orang orang mengejutkan yang datang kemari adalah orang orang yang tidak seharusnya datang kemari sama sekali.***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, saat ini, di depan dari kelompok ini adalah orang orang yang tidak disangka yang datang untuk berkunjung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama dan di belakang mereka adalah Tobe, Yamato, dan Ooka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh, empat orang itu. Aku tidak tahu apakah mereka benar benar dalam keadaan yang baik atau tidak, namun untuk orang luar, mereka nampak seperti sebuah kelompok yang dekat dari empat orang.&lt;br /&gt;
Mungkin karena dia sudah pernah datang ke ruangan ini beberapa kali Hayama masuk ke dalam ruangan tanpa ragu-ragu, namun tiga orang lain memasuki ruangan dengan bertanya tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, pandangan mereka berhenti padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu dikatakan apa yang mereka pikirkan. Semuanya membuat ekspresi asing bersamaan. Mereka kemudian saling bertukar pandangan sementara yang lain mengintipku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, aku tidak bisa menyalahkan mereka untuk pandangan tidak sopan mereka. itu karena aku juga melakukan hal yang sama pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa mereka disini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, bukan Cuma aku dengan pertanyaan itu sat Yukinoshita dan Yuigahama juga berfikir hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ada hal yang kau butuhkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita bertanya dengan nada dingin dimana Yuigahama mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ditanya, Hayama memandang pada Tobe seolah olah meyakinkan sesuatu. Orang yang bertanya, Tobe, sedang menarik rambutnya berulang kali sambil gelisah dan anehnya hal ini memuakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aah, dia butuh saran untuk sesuatu, jadi kubawa dia kesini, tapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama bicara dengan nada yang begitu jauh dan sejenisnya, nampaknya bahwa konsultasi tidak berkaitan dengan Hayama sendiri, tapi dengan salah satu rekan yang mengelilinginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayolah Tobe.”&lt;br /&gt;
“Ceritakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Denan dua orang di sisi memaksanya, baru saat Tobe membuka mulutnya, dia menutupnya dan mulai berfikir dengan sedikit erangan. Apa yang terjadi, apa ni sebuah majalah gaib?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah saatnya berada dalam pemikiran mendalam, dia menggelengkan kepalanya. Rambut panjangnya menggeleng seiring dengan kepalanya sama seperti bagaimana anjing liat mengeringkan dirinya sendiri saat mereka benar benar kebasahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, bener bener gak bisa. Mana bisa aku bicara dengan Hikitani disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hah? Apa urusannya, apa ada penawaran diskon untuk pertengkaran disini? Oh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan yang kurasa sudah membangunkan hatiku yang diisi dengan perasaan kasihan, namun setelah menarik nafas panjang, aku berkelahi dengan kegusaranku dengan tenang. Setelah aku tenang, kupandang sekelilingku. Yamato dan Ooka terkikik, bicara “gak banyak yang bisa kau lakukan, ya” sementara Yamato mendesah. Yuigahama membuka mulutnya kaget sementara bibir Yukinoshita tertutup rapat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pantatku terasa sedikit gatal dan satu satunya yang memecah kesunyian adalah Hayama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tobe. Kita yang kesini untuk bantuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya sih, tapi, gak mungkin aku ngomongin ini dengan Hikitani ya kau tahulah kaya, dia gak bisa diandalkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sudah mengakui keberadaanku di kelas dan dalam kasusku, nampaknya aku cukup dibenci, tapi aku tidak berfikir aku akan menemukan kenyataan ini disini dari semua tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang orang yang datang kesini untuk sebuah permintaan tetap diam, melahirkan kesunyian. Terima kasih untuk hal itu, aku bisa mendengar suara suara dengan cukup baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“menyebalkan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih untuk menyuarakan perasaan dalam hatiku. Tapi, Yuigahama, kenapa kau jadi tidak nyaman setelah mengatakan hal itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tobecchi, kammu ga perlu ngomong gitu, kan? Ada cara yang lebih baik buat ngomongin itu.”&lt;br /&gt;
“Yaaa, tapi sepertiiii...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berterima kasih mreka mengatakan padanya untuk berhati hati dengan apa yang dia katakan, tapi kami tidak bisa membuat lebih banyak masalah dengan Yuigahama disini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti apa yang kupikir akan kulakukan, Yukinoshita sudah siap menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Ya, gak ada yang bisa kita lakukan jika itu salahnya Hikigaya. Sudah kuduga...Lalu, maaf, bisa kau tolong pergi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, itu terdengar bagus. Jika mereka tidak bisa bicara karena aku, maka akan lebih baik untukku pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, panggil aku kalau kau perlu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku siap untuk pergi, Yukinoshita memberhentikanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu. Kemana kau pergi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah. Pergi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kulihat Yukinoshita, dia perlahan memindahkan fokus dirinya dariku pada Tobe dan kawan kawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang pergi adalah mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak hanya aku membeku, tapi begitu juga Tobe dan kawan kawannya. Namun, Yukinoshita lanjut bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurangnya sopan santun dan juga ketidak sopanan yang jelas; kita tidak punya alasan untuk mendengarkan permintaan dari tipe orang seperti ini. sudah cukup jika mereka bisa pergi secepat mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nadanya tidak berbeda dari yang biasa dan nampaknya dia memang yakin. Hanya ekspresinya yang nampaknya lebih dingin. Dengan pandangan yang membeku, Tobe kaku di tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hawanya buruk...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata kata Yuigama mengiringi kata-kata Yukinoshita yang nampaknya menyeret situasi ini keluar.&lt;br /&gt;
Aku tidak yakin kalau waktu sudah berhenti, namun punggungku sudah mulai membunuhku sejak aku masih berada dalam posisi setengah berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini waktu yang bagus untuk menentukan siapa yang harus keluar sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa tidak kita selesaikan dan keluar dari sini? Apa tidak bisa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Hmm, kami yang salah disini. Tobe ayo diskusikan lagi. Ada sesuatu yang harus kita tahu diantara kita sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama mengatakan itu dengan desau kelegaan, nampak seperti dia sudah menyerah. Ya ya, tolong keluar dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, nampak terlihat bahwa kata kata Hayama memicu Tobe dari kekakuannya. Sekalinya dia kembali bergerak, dia mulai menarik rambutnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, aku tidak bisa mundur sekarang...lagipula, aku ngobrol sama Hikitani musim panas lalu jadi gak apa apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menilah tekad Tobe yang kuat, Hayama mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agakmengejutkan karena dia tidak mendengarkan Hayama setelah dia mencoba untuk menyetopnya, tapi inilah Hayama yang baik hati, luhur, dan adil.  Dia mungkin menghalanginya hanya untuk melihat seberapa serius Tobe. Aslinya, dia adalah tipe yang mendorong dan menyemangati teman temannya, jadi melakukan hal ini tidak aneh sama sekali. Bah, aku tidak mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak yakin apakah dia sedang berkompromi atau tidak, tapi nampaknya hal itu tidak samapai pada Tobe sama sekali. Tobe memasang wajah seolah olah dia sedang mencoba untuk mengatakan sesuatu yang sulit. Uuuuh, jika kau tidak ingin bicara, bisakah aku pulang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Tobe bersuara. Walaupun dia tidak benar benar tertarik pada apa yang kita harus katakan, kami semua mendengarkan dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ummm...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih tidak akan mengatakannya? Berhentilah merepotkan kami temah. Apa, ini dari program acara selingan atau sesuatu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa kau memainkan iklan ini begitu banyak? Dan baru waktu akan berakhir, kau mulai dari awal lagi. Apa kau ada dalam lompatan waktu? Terima kasih padamu, aku tidak bisa nonton apapun selain anime.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ym, sebenarnya, aku...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah jeda yang teramat panjang, dia akhirnya mulai bicara.&lt;br /&gt;
“Mengenai Ebina, kurasa dia cukup baik, kau tahu? Jadi, di karya wisata, ada sesuatu yang ingin kulakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mulai bicara dengan beberapa kesan yang dikodekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serius?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Yuigahama bersinar. Apa yang kupikirkan sama dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, aku menngerti, selama musim panas, dia sama sekali tidak becanda ketika dia mengatakan hal itu waktu wisata di Desa Chiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku punya informasi itu duluan, paling tidak aku mengerti dampak dari pembicaraa ini, namun Yukinoshita memiringkan kepalanya dengan pandangan bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dia  nampaknya tidak mengerti apa yang terjadi, Yuigahama membisikkan padanya di telinga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasarnya itu bahwa, kamu mau nyatain dan pacaran sama Ebina, gitu kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku mengatakan kata kata itu yang normalnya agak memalukan bagi para cowok di masa pubertas, Tobe menyeka rambutnya sambil berbalik padaku dan menunjuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, ya, tepat. Ditolak kan buruk sekali. Kau benar benar membantu mendapatkan poin utamanya, Hikitani!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar benar perubahan sikap yang tiba tiba...Ya, kurasa masuk akal untuk cowok macam ini. dia mulai bicara padaku secara acak selama wisata musim panas juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haa, kamu gak mau ditolak...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhentilah bicara hal hal naif itu. Jadi sekali aku mulai kerja sia sia ini, kau akan ditolak; kau bilang itu kerjaanku? *&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu aku lanjut dengan pemikiran bodohku, kupakai tangan kananku sebagai bantal dan bersandar di meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita memasuki pandanganku dan agak dibingungkan, dia menutup mulutnya dengan tangan dan berfikir mengenai sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada satu orang lagi yang memahami cerita itu dan dia adalah Yuigahama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membuat keributan saat ia berdiri dari kursinya dan nampaknya seperti dia siap untuk menempatkan dirinya di dalam percakapan dengan hawa ketertarikan. Matanya bersinar karena penyebutan cerita cinta yang tiba tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu kan gak apa apa, seperti, hal kaya gitu kan ga apa apa! Aku mendukungmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, Yukinoshita tenggelam dalam pemikiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tepatnya apa yang kau lakukan untuk pacaran?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu dari dapet-pergi kan...itu apa yang kupikirkan, tapi aku, juga, tidak mengerti. Mungkin, bermain anggar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kduanya terlihat seperti mereka siap untuk mengabulkan permintaannya, namun aku sepertinya tidak sependapat dengan hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah dicelakakan dari awal untuk meminta orang lain bekerja sama dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kelas atas SD, jenis topik seperti ini cenderung jadi subjek gosip utama. Tapi aku belum melihat saat saat dimana bekreja sama dengan orang orang membantu keberhasilan. Hal itu biasanya jadi suatu minat dan itulah. Ada juga kasus dimana meminta saran malah menghasilkan lelucon terhadapmu. Yang lainnya adalah dimana mereka tidak pernah berencana membantu, hanya untuk menggunakannya sebagai ancaman saat mereka bertengkar denganmu atau sebagai bahan pertukaran untuk belajar mengenai siapa menyukai siapa. Tuhan, seseorang tidak boleh meremehkan infromasi perang di SD.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, aku tidak ingin menolong atau mendukungnya. Hal itu, hanya mengingatkan terhadap kenangan buruk dan hal hal semacamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kupasang wajah masam, Hayama, dengan senyum yang sama dan pahit, beralih padaku dan bicara.&lt;br /&gt;
“Kurasa gak akan semudah itu ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, ya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak menyangka jawaban itu dan mengalihkan mataku. Ketika kulakukan, mataku bertemu dengan mata Yukinoshita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm?’ itulah yang dia katakan padaku dengan kepala yang condong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Tidak, tidak akan...’ adalah makna yang aku kumpulkan dalam menyampaikan dan dengan mataku membusuk setingkat lebih tinggi, aku sedikit menggelengkan kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Okay...’ adalah apa yang nampaknya dia katakan dan dengan anggukan kecil, dia mmbuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, tapi aku tidak merasa kami akan jadi bantuan disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, kami selesai disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti. Ya, nampaknya tidak salah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hayama mengangguk seolah olah dia diyakinkan dan dia berdiri dengan tenang memandang pada kakinya. Nampaknya bahwa orang orang yang datang kesini untuk saran dan orang orang yang posisinya sedikit berubah, dan bahkan mungkin Hayama, berfikir bahwa kita bisa menyelesaikan setiap masalah kecil.&lt;br /&gt;
Di dunia ini, hal hal yang mungkin dilakukan jumlahnya lebih sedikit daripada hal hal yang tidak mungkin dilakukan dan ini adalah hukumnya. Sayangnya dan disesalkan, aku tidak akan bisa berguna disini. Um, maksudku, sayang sekali, okay. Aku tidak punya pacar jadi, ya, mungkin juga, um...masalah yang sulit, aku percaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ada seseorang yang tidak diyakinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eeeh, ayolah, ayo tolong mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuigahama memegang blazer Yukinoshita dan menariknya, Yukinoshita yang terjebak sekilas memandangku dan ketika dia melihat Yuigahama, dia berbalik untuk memandangku.&lt;br /&gt;
Hey, tunggu, jangan membuatku jadi hakim disini...aku juga barusan Cuma menjawab dengan negatif, sialan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah olah dia mengerti makna pandangan itu, dia mengambil langkah ke depan. Dengan senyum lebar, dia memandangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hikitani, oh tidak...Tuan Hikitani, saya menanti panduanmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, tidak tidak, kau mungkin terlihat sopan berubah seperti ini, tapi ini sebenarnya cukup kasar. Kau bahkan salah menyebut namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yaaaaaa, tobe terus saja menyebut hal ini dan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami mohon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ooka dan Yamato menyemangatinya sambil tertawa. Setiap saat, aku terjebak dalam minoritas.&lt;br /&gt;
“Yukinon, Tobecchi kelihatan kayak dia butuh bantuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, kalau kau keras kepala mengenai hal itu kemudian, mari kita sedikit berfikir.”&lt;br /&gt;
Dengan bujukan mata berkaca kaca Yuigahama, Yukinoshita menyerah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hey disana, Nona Yukinoshita, bukannya kau terlalu baik pada Yuigahama akhir-akhir ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan apa yang sudah dikatakan, protes dan menangis “Gaaaak, aku gak mau” tidak akan membawaku kemanapun. Tidak peduli dimana dan kapan, aku akan selalu ada dalam minoritas yang kalah. Saat pendapat minoritas mungkin dihormati, hal itu tidak akan lebih dari Cuma sekedar itu. Aku belajar hal itu dalam kelas studi sosial di SD. Kuasa aku harus mundur disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, ayo lakukan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bener deh, makasih sobat. Nona Yukinoshita dan Yui, makasih banyak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hey, aku. Aku, sobat. ...Bagaimana dengan aku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, apapun itu. Ini tidak seperti aku melakukan Ini untuk rasa terima kasihmu. Aku melakukan ini karena hal ini adalah pekerjaanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga, karena aku akan melakukannya, aku hanya akan melakukannya dengan baik, tidak lebih, tidak kurang; itu mottoku. Aku tidak akan berusaha sekuat tenaha, namun aku akan paling tidak mencoba sediki untuk membuatnya sebuah usaha pengalihan. Ini tepatnya apa yang kudapatkan dari Komite Tindakan Festival Budaya baru baru ini. aku akan melakukan cukup sehingga aku tidak akan dipenggal oleh massa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apapun lah, oke...Jadi, tepatnya kau ingin kami ngapain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tahu lah, seperti yang kubilang. Aku mau nyatain yaaa? Mungkin sejenis dukungan?”&lt;br /&gt;
Momen ketika Yuigahama mendengar “Menyatakan”, dia ber’eeh’ dalam respon dengan tangannya menutup bibir yang diikuti dengan nafas yang panjang. Tentu saja, tertarik sendiri namun aku ragu ini benar benar akan lancar. Namun, aku bertanya khususnya untuk beberapa detail.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk sekarang, aku ngerti apa yang kau rasakan. Di sisi lain, aku juga bisa bilang bahwa Cuma ini yang aku dapatkan. Tapi, kau tahu Tobe, kau akan melakukannya, tapi apa kau tahu kalau itu gerakan yang beresiko di pihakmu, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku bicara, Tobe berhenti menarik rambut di belakang kepalanya. “Beresiko? Aah, ya ya, beresiko, benar. beresiko.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak berfikir orang ini memahami apa maksudnya...aku tidak bicara mengenai kucing yang meloncat ke makanannya, kau mndengarku? Atau aku bicara mengenai binatang peliharaan  dari Littbarski yang berada dalam tim JEF dulu sekali, oke?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Level pemahaman Tobe amat meragukan, namun mengesampingkan hal itu, Yuigahama meragukan dan tiba tiba berbalik padaku dan bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang beresiko?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Resiko. Kemungkinan ketahuan dan bahaya atau kehilangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita menjelaskan seperti Pokedex.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu maksudnya! Aku bertanya apa resikonya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukinoshita melihat pada Yuigahama dengan ekspresi yang menyegarkan. Aku benar benar mengaggap ini cara kecil untuk mengejeknya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, setelah mendengar apa yang perlu didengar, aku memberkatinya dengan simpati masyarakat. &lt;br /&gt;
Inilah dimana aku harus menjelaskan dari atas ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, pertama kamu bakal nyatain? Kemudian kamu bakal dicampakkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah diputuskan kalau dia bakal dicampakkan?!”&lt;br /&gt;
“Bodoh, bukan Cuma itu. Semua diluar itu akan diputuskan juga.”&lt;br /&gt;
Yuigahama agak terlalu cepat dengan kekagetannya. Itu hanyalah awalannya. Untuk semua yang ditolak, ada kebohongan yang bahkan lebih dari itu. Tidak peruli serendah apa kau pikir dirimu, ada dasar di dalam dasar itu dan itulah kehidupan. Tentu saja, aku bisa terus tenggelam ke dasar tidak peduli sejauh apa aku pergi...&lt;br /&gt;
“Di kmudian hari setelah pernyataanmu, semua orang di kelas pasti tahu. Gak apa apa kalau mereka Cuma tahu. Tapi...kau juga bakal bisa mendengarnya saat itu dan kemudian hari.”&lt;br /&gt;
 ˹Kemarin, kalo gak salah Hikigaya nyatain ke Kaori.˼&lt;br /&gt;
˹Uuuh, si sialan itu buat kaori...˼ Apa yang kau maksud ‘si sialan’&lt;br /&gt;
˹Kudengar dia nyatain lewat sms juga˼&lt;br /&gt;
˹Tuh kan, itu yang nyeremin banget. Terus, bukannya itu Cuma, kayak, Gak masuk akal banget nyatain lewat sms?˼&lt;br /&gt;
˹Ya Kaaaaan?˼&lt;br /&gt;
˹Untung aku gak ngasih dia nomorku˼&lt;br /&gt;
˹Dia gak akan nyatain ke kamu kok, gak usah khawatir (ketawa)˼&lt;br /&gt;
˹Hey, itu jahat banget tau (ketawa)˼ atau sejahat apa candaan di obrolan akan terjadi dan itu terjadi begitu saja bahwa aku tidak sengaja mendengarkan dan itu sedikit menyakitkan.”&lt;br /&gt;
Ini benar benar pukulan terakhir. Ketika kau diserang dengan kesedihan terhadap patah hatimu, masyarakat mencoba membunuhmu sebagai bonus.&lt;br /&gt;
“Cerita Hikki yang lain...”&lt;br /&gt;
Yuigahama mengeluarkan suara kecil. Apa ada maknanya berkata seperti itu? Tidak mungkin aku tahu mengenai orang lain dan karena hal itu, kebanyakan dari ceritaku berputar di sekelilingku.&lt;br /&gt;
Ahh, gak, gak baik. Sekali aku mulai,aku berakhir dengan memakan waktu lama. Fiuh, melelahkan sekali haha.&lt;br /&gt;
Semua benar benar terdiam seolah olah tergerak oleh pidatoku yang berapi api.&lt;br /&gt;
“...mengerti?”&lt;br /&gt;
Ketika kuingatkan semua orang, Yukinoshita menepuk dahinya dan mendesah.&lt;br /&gt;
“...Bukannya itu Cuma karena itu adalah kamu?”&lt;br /&gt;
“Nah, aku bisa bilang kalau aku orang yang penuh dengan pengalaman waktu SMP, kurasa....”&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, nampaknya Tobe tidak punya pengalaman seperti itu.  Penjelasanku nampaknya tidak mempan saat dia nampaknya baru menyerap makna dari apa yang kukatakan.&lt;br /&gt;
“Oke, oke, aku seharusnya baik baik saja selama aku gak nyatain lewat sms. Selain itu, aku suka tipe yang mengambil apapun dalam langkahnya.”&lt;br /&gt;
Tobe menunjuk dirinya sendiri dengan empolnya dan Ooka dan Yamato di dekatnya yang berada dalam aliran Tobe menyemangatinya.&lt;br /&gt;
“Nyatain langsung, Tuan Tobe, kau keren banget!”&lt;br /&gt;
“Cowok sejati...”&lt;br /&gt;
“Nah jadi cowok berarti melakukan ini yo.”&lt;br /&gt;
Mereka terus lanjut, tapi aku suka kalau kau berhenti bersemu...aku tidak ingin menendang Tobe dari angan angannya yang tinggi, tapi resiko itu tidak hanya itu.&lt;br /&gt;
“...Hmm, masalahnya bukan Cuma itu.”&lt;br /&gt;
“Masih ada...”&lt;br /&gt;
Yuigahama diselipkan oleh sikap gusar.&lt;br /&gt;
“Jelas, ada banyak yang tersisa. Contohnya, hubungan baik antara kalian setelah kamu nyatain.”&lt;br /&gt;
“Sekarang, sekarang, kita udah ngerti.”&lt;br /&gt;
Seolah olah mencoba menyenangkanku, Hayama menepuk bahuku dan memotong.&lt;br /&gt;
“...Kami ngerti jadi nanti kita coba aur.”&lt;br /&gt;
Setelah dia mengucapkan itu, satu satunya hal yang bisa kulakukan Cuma menganggup diam. Tidak seperti aku, Hayama seharusnya bisa mengarahkan hal ini dalam arah yang pantas. Kurasa aku tidak perlu khawatir.&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, ketika dia menaikkan matanya, ekspresinya berbeda dari Hayama yang biasa. Dia melihat ke arah ketiga idiot itu dengan senyum yang pahit.&lt;br /&gt;
“Well, aku ada klub, jadi sisanya terserah kalian...jangan disini terlalu lama, Tobe.”&lt;br /&gt;
Hayama meninggalkan ruangan saat dia mengatakan itu.&lt;br /&gt;
“Ah kurasa aku juga pergi.”&lt;br /&gt;
“Aku juga ada klub.”&lt;br /&gt;
Ooka dan Yamato mengikuti. Napaknya mereka Cuma memutuskan untuk menemani mereka dan tidak ada maksud untuk mendiskusikan apa yang harus dilakukan dengan kami bersama. Inilah yang mereka bilang membuang bebanmu pada orang lain.&lt;br /&gt;
“Ya ya, aku nyusul kalian.&lt;br /&gt;
Setelah gerakan yang sepenuh hati pada mereka, Tobe berbalik pada kami.&lt;br /&gt;
“Jadiiii ya, salam hormat ya.”&lt;br /&gt;
‘Salah hormat’ apanya. Kalau kau ingin memberikan salam hormatmu, satu satunya hal yang kuingat adalah duka dan dokter mekanik. Atau mungkin itu adalah air mata perpisahan! Semangat salam hormat!&lt;br /&gt;
“Dengan semua yang sudah dikatakan, apa yang harus kita lkukan....”&lt;br /&gt;
Nampkah bingung, Yukinoshita menggumam dengan desahan.&lt;br /&gt;
Tentu saja, untuk jenis pembicaraan romantis, kami tidak tahu –bagaimana untuk menyelesaikan. Mungkin kau berkonsultasi dengan orang yang salah.&lt;br /&gt;
“Tobe, kenapa kau datang pada kami untuk permintaan ini?”&lt;br /&gt;
“Hm? Kau tahu, itu. Hayato menyarankan dan mendorongku kesini, kau tahu?”&lt;br /&gt;
“Maksudku bukan...bukannya hal ini mudah buat hayama?”&lt;br /&gt;
Ketika aku bilang seperti itu, Tobe sekilas memandang kebawah.&lt;br /&gt;
“Nah, kau lihat, gimana aku mesti bilang ya, itu. Hayato bener bener cowok keren. Dia kelihatan hebat juga, kau tahu? Jadi dia kelihatan seperti cowok yang gak punya masalah...”&lt;br /&gt;
“Tobe tidak pelu mengatakan itu untuk kupahami. Walaupun kita mengaduk adukdalam keluguan cowok cantik itu, adalah fakta bahwa orang orang akan mendapatkan kesan bahwa dia tidak terlalu banyak khawatir mengenai hal hal dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
“Aku ingin mencoba sekuatku untuk jadi super populer!” atau sesuatu pada efek itu ditanamkan dala hawa dimana mereka yang mengagumi orang yang cantik dan saling berbagi masalah masing masing mungkin membuktikan kesulitannya.&lt;br /&gt;
Hayama menerima semua orang, orang baik yang tidak bisa menolak mereka. Dia adalah oang baik hingga pada titik dimana aku akan jadi “hooh”.&lt;br /&gt;
Dia melatih fitur wajah yang sederhana dan punya kualitas yang menyegarkan, tidak hanya dalam penampilan, tapi dalam tingkah laku sebagai seseorang juga, adi hal itu membuatku berfikir bahwa tidak ada orang yang bisa membenci orang semacam ini.&lt;br /&gt;
Tapi, inilah tepatnya kenapa. Karena tidak ada yang bisa dibenci mengenai disinya orang orang berakhir menjauhkan diri mereka sendiri darinya. Tanpa ruang untuk menolak, kesempurnaannya sebagai manusia itu sudah jadi senjata dalam dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
Berkaitan dengan Yukinoshita Yukino, dia intinya sama pada Hayama. Namun, untung atau buntung, Yukinoshita punya kepribadian seperti itu. Dia adalah pemilik dari spesifikasi sempurna yang terbuang dalam kata kata dan tingkah lakunya.&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, bahkan jika kau memasukkan itu, Hayama masih sempurna.&lt;br /&gt;
Tidak hanya penampilannya, tapi juga sopan santun di sekitar orang lain, kemampuannya berfikir di sisinya, emosinya yang berlimpah. Ada terlalu banyak hal untuk dikatakan jika kau memintaku mendaftar kualitas yang bisa  diidolakan darinya.&lt;br /&gt;
Dan itu tepatnya karena hal ini bahwa berada di dekatnya adalah bentuk dari siksaan.&lt;br /&gt;
Ketika membandingkan dirimu dengannya, bagian darimu yang jadi sadar mengenai kualitasnya yang melampaui dirimu, tidak peduli apakah kau setuju atau tidak, tersakiti.&lt;br /&gt;
Itulah mengapa, jika aku memberimu daftar kesalahan Hayama Hayato, itu akan jadi orang itu sendiri.&lt;br /&gt;
Aku bisa memahami ini sebagai orang luar. Aku membayangkan mereka yang lebih dekat padanya memiliki tingkat pemahaman yang lebih tinggi daripada aku.&lt;br /&gt;
Lagi, Yuigahama menunjukkan senyum yang sekilas nampak pahit.&lt;br /&gt;
“Ya...Hayato tentu saja tidak terlihat seperti dia punya banyak masalah.”&lt;br /&gt;
“Aku tahu kan?”&lt;br /&gt;
Ketika Tobe membuat respon yang setuju, Yukinoshita mengangguk. Dan kemudian, dengan senyum cerah yang mendadak, dia memandangku.&lt;br /&gt;
“Aku ngerti, jadi itu kenapa kamu datang ke Hikigaya untuk bantuan.”&lt;br /&gt;
“Hey, kau membuatnya terdengar seperti aku korban masalah cinta yang berpengalaman.”&lt;br /&gt;
Yukinoshita membuat ekpresi yang luar biasa seperti itu yang aku gak bisa cegah untuk menjawab.&lt;br /&gt;
Namun, Yukinoshima dan Yuigahama dengan pelan mengalihkan mata mereka.&lt;br /&gt;
“...Hm.”&lt;br /&gt;
“Aah...”&lt;br /&gt;
Yukinoshita mengeluarkan sebuah desahan pendek, bersimpati sementara Yuigahama menghembuskan nafas seolah olah dia yakin. Dengan itu, keduanya diam. &lt;br /&gt;
“Bisa gak kalian berhenti tenang waktu mengalihkan pandangan.. atau hal hal bakal jadi lebih serius.”&lt;br /&gt;
Di tengah tekananku yang mereda, Tobe menepuk bahuku.&lt;br /&gt;
“Jadi, kayak gitu ya. Aku ngandelin kamu, Hikitani.”&lt;br /&gt;
...Seperti yang kukatakan, kau salah tahu namaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Oregairu_(Indonesia):Jilid_7_Bab_2&amp;diff=309264</id>
		<title>Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Bab 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Oregairu_(Indonesia):Jilid_7_Bab_2&amp;diff=309264"/>
		<updated>2013-12-09T09:32:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: Created page with &amp;quot;Tidak Ada Yang Tahu Mengapa Mereka Datang ke Klub Service  Suara mendesis bisa didengar dari sebuah katel teh yang dibawa ke dalam ruangan ini beberapa saat yang lalu. Yukinos...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Tidak Ada Yang Tahu Mengapa Mereka Datang ke Klub Service&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara mendesis bisa didengar dari sebuah katel teh yang dibawa ke dalam ruangan ini beberapa saat yang lalu. Yukinoshita, yang menyadari bahwa air sudah mendidih, dengan rapi melipat sisi maalahnya. Inilah yang akan kau sebut ‘telinga anjing’. Yukinoshita si penyuka kucing mungkin akan berkata “mereka bukan telinga anjing, tapi telinga dari Lipatan Scottish”. Untuk informasi, lipatan Scottish adalah satu jenis langka dari kucing dan salah satu dari karakter yang membuat mereka terkenal adalah telinga mereka yang terlipat seperti anjing.&lt;br /&gt;
Yukinoshita meletakkan majalahnya di atas bangku, berdiri, dan berjalan ke katel teh.&lt;br /&gt;
Yuigahama, yang sedang bermain dengan ponselnya sementara itu, memanggil Yukinoshita dengan mata penuh harapan.&lt;br /&gt;
“Hore! Cemilan!”&lt;br /&gt;
Di saat yang sama Yukinoshita menyiapkan cangkir dan daun teh, Yuigahama mengaduk aduk tasnya dan mengeluarkan cake untuk teh.&lt;br /&gt;
Sebuah cangkir dan pisin yang mewah disiapkan di atas bangku. Ada juga sebuah mug dengan anjing yang terlihat lesu dicetak disana.&lt;br /&gt;
Saat musim gugur akan berakhir, kau akan mulai melihat tanda tanda musim dingin akan datang. Saat aku membaca buku, penampakan dari Yukinoshita menuangkan teh hitam masuk dari sisi pandanganku.&lt;br /&gt;
Saat dia mengisi cerek teh kaca dengan air yang mendidih, dedaunan sekilas terlihat menari di sekitarnya. Gerakan yang seperti memutar dan seperti salju yang turun perlahan di bola salju, dedaunan perlahan tenggelam ke dasar.&lt;br /&gt;
Setelah Yukinoshita mengisi cangkir yang diikuti dengan mug, dia berhenti dengan cerek teh di satu tanga. Dia menempelkan tangan satunya lagi di dagunya dan setelah berfikir dengan hati hati, dia meraih sebuah gelas kertas di dekatnya dan mengisinya juga.&lt;br /&gt;
Seperti ada sesuatu yang tidak meyakinkannya walaupun dia mengisinya sendiri, dia memandang gelas kertas dengan ekspresi dingin. Dia mengganti daun teh di cerek porselen dan menutupnya dengan penutup supaya tetap hangat.&lt;br /&gt;
Yukinoshita mengambil baik cangkir dan pisin dan kembali ke kursinya. Di sebelahnya adalah Yuigahama, yang mengambil cangkirnya sambil memijit mijit ponselnya.&lt;br /&gt;
Tidak ada yang meraih gelas kertas yang kesepian itu. Uap naik seolah olah dia adalah anak kesepian yang terabaikan. &lt;br /&gt;
“Teh...nanti dingin tahu.”&lt;br /&gt;
“...Aku punya lidah kucing”&lt;br /&gt;
Kenyataan bahwa dia sudah menyiapkannya untukku tidak terlihat olehku selama beberapa saat. Tapi aku tidak sejahat itu untuk menolak seseorang yang sudah repot repot menyiapkan sesuatu untukku.&lt;br /&gt;
Aku meraih ke cangkir memberikan kesan bahwa tehnya mungkin sudah lebih dingin sekarang.&lt;br /&gt;
Saat aku meniup dan menyeruput tehnya, Yuigahama memegang mugnya dengan kedua tangan saat meniupnya dan bicara.&lt;br /&gt;
“Oh iya, sudah hampir saatnya untuk karya wisata.”&lt;br /&gt;
Alis Yukinoshita bereaksi  merespon kata-kata itu. Hal itu sudah jadi keribuan di kelas akhir akhir ini. Nampaknya tren itu sudah sampai ke klub service, dimana aku bergabung.&lt;br /&gt;
“Apa kau sudah memutuskan akan kemana?”&lt;br /&gt;
“Kami akan segera memikirkannya.”&lt;br /&gt;
“Tergantung anak anak di kelompokku ingin kemana.”&lt;br /&gt;
Karya wisata buatku, pendeknya, tidak lebih daripada perpindahan tempat yang diwajibkan. &lt;br /&gt;
Anak-anak di kelompokku akan dengan terang-terangan mengabaikan pendapatku dan membuat rencana apapun yang kukatakan dan memperlakukanku seperti udara; aku akan mengikuti mereka dengan sunyi.&lt;br /&gt;
Aku tidak benar benar kecewa karena hal seperti itu akan lebih mudah bagiku, tapi entah kenapa hal itu berbeda dari kesenangan.&lt;br /&gt;
Ketidak biasaan adalah ketidakbiasaan dan untuk kelompok dengan sifat baik dengan anak anak yang ramah, ada kesempatan bahwa mereka akan mendengarkan pendapatmu. Namun mereka nantinya akan mencoba untuk menyingkirkanmu.&lt;br /&gt;
Untuk orang sepertiku yang punya sejarah panjang menjadi ketidakbiasaan, hal itu adalah hal yang jelas. Itu seharusnya sama untuk Yukinoshita yang diperlakukan sama.&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong Yukinoshita. Apa yang kau lakukan selama acara acara dan karya wisata?”&lt;br /&gt;
Ketika aku menanyakan hal itu dengan rasa ingin tahu, Yukinoshita memiringkan kepalanya dengan cangkirnya di tangan.&lt;br /&gt;
“? Apa yang kau maksud?”&lt;br /&gt;
“Kau tidak punya teman di kelasn kan?”&lt;br /&gt;
Dari sudut pandang orang ketiga, kau akan berfikir bahwa itu adalah pertanyaan yang amat menyebalkan, namun Yukinoshita tidak menunjukkan rasa terganggu. Dia menjawab dengan tidak berbeda.&lt;br /&gt;
“Ya. Jadi?”&lt;br /&gt;
“Nah, aku penasaran apa yang kau lakukan mengenai kelompok.”&lt;br /&gt;
Setelah dikatakan seperti itu, terlihat bahwa Yukinoshita mengerti apa yang sebenarnya kutanyakan saat dia meletakkan cangkirnya dan membuka mulutnya dengan pandangan dari pendiriannya.&lt;br /&gt;
“...Aah, kalau kau ngomongin itu, aku sudah diajak dan belum menjawab.”&lt;br /&gt;
“Hah, k-kau diajak?”&lt;br /&gt;
Ketika aku menjawab kmbali dengan pertanyaan dalam rasa kaget, Yukinoshita membuat ekspresi yang agak cemberut.&lt;br /&gt;
“Aku tidak tahu imej apa yang kau punya tentangku, tapi kalau soal memutuskan kelompok, aku biasanya tidak punya masalah. Biasanya cewek dari salah satu kelompok datang untuk bicara denganku.”&lt;br /&gt;
Yukino menyeka rambutnya yang ada di bahunya saat dia bicara dan Yuigahama, yang sedang mendengarkan di dekat, menempelkan mug di bibirnya dan menaikkan kepalanya.&lt;br /&gt;
“Ah, aku bener bener ngerti. Paling enggak untuk kelas J, karena kelas itu penuh sama cewek, mereka pasti suka cewek kayak Yukinon yang ngasih getaran yang dingin banget.”&lt;br /&gt;
“Haaaa, ngerti...paling enggak untuk kelas J, ya.”&lt;br /&gt;
Yukinoshita adalah penghuni kelas J, seseorang yang bernilai dari budaya internasional. Kelas  diisi 90% perempuan dan tidak seperti kelas biasa, hal hal yang diajari agak berbeda yang memberikan mereka hawa dari SMA khusus perempuan dari suatu tempat. Faktanya, ketika aku melewati kelas, ada bau yang enak, sebenarnya, ada begitu banyak bau bauan yang berbda bersatu, membuatku merasa pusing. Juga, selama musim dingin, ada kemungkinan bahwa para cewek akan menggunakan kaus di dalam rok mereka dn bersenang senang dengan saling menyingkapkan rok. Melihat dari jauh sebenarnya cukup menyenangkan.&lt;br /&gt;
Karena kelas Yukinoshita diisi sebagian besar oleh jenis kelamin yang sama, mungkin hal itu menenangkan, nyaman, dan mudah untuk melakukan hal hal yang kau inginkan. Aku juga bisa bilang kalau hal itu memudahkan juga untuk kelompok kelompok terbentuk.&lt;br /&gt;
Itulah salah satu keuntungan ketika ada kekurangan jenis kelamin yang berbeda.&lt;br /&gt;
Pada kasus para cowok, mereka mencoba untuk memamerkan keeksentrikan mereka pada para cewek. Seperti bagaimana Tobe dan teman temannya memukul mukul di kelas beberapa saat yang lalu, atua mereka yang bertingkah seperti berandalam, atau bahkan kelompok cowok cowok yang menderita dari penyakit anak SMP, mereka semua bisa dimasukkan ke dalam kelompok itu. Ah, tentu saja, aku bukan pengecualian.&lt;br /&gt;
Dan adi, cewek cewek mungkin menunjukkan tipe sikap yang sama.&lt;br /&gt;
Faktanya, aku yakin Yukinoshita juga punya jumlah yang cukup dari pengalaman di hidupnya hingga saat ini. jika kita mengumpulkan cowok dan cewek dalam satu kelas, seharusnya ada hal hal yang terjadi. Jika ada banyak hal terjadi dalam ruang diantara cowok dan cewek, kemudian banyak juga yang terjadi di kelompok cewek dan cowok. Ada banyak hal yang terjadi dalam hidup dan ada banyak hal terjadi dalam masa tua.&lt;br /&gt;
“Haaaaaa~. Kayaknya, aku pingin banget kita pergi ke Okinawa.”&lt;br /&gt;
Yuigahama duduk dengan rendah dan bicara saat memandang ke atap.&lt;br /&gt;
“Agak dipertanyakan pergi kesana selama musim ini....aku tidak akan merekomendasikannya.”&lt;br /&gt;
Saat dia mengatakan hal itu, Yukinoshita memandang ke luar jendela. Angin dingin berhembus di luar. Okinawa mungkin ada di bagian selatan negara ini, namun dengan musim seperti ini, tidak mungkin kau bisa melihat ke depan dan teriak “Samudra!”, “Laut”,  “Kapal!” untuk bersenang senang.&lt;br /&gt;
“Eeeh? Tapi, kalau kita ke Kyoto, gak ada yang bisa dilakuin tahu? Cuma kuil dan kelenteng Buddha tahu? Aku mau kalau, aku baru ngecek tetanggaku...aku bisa ke kuil Asama di Inage kapanpun aku ingin jadi...”&lt;br /&gt;
Betul, luar biasa, kata-kata yang Yuigahama-sekali. Hanya mendengarkan saja membuat kepalaku sakit. Yukinoshita mungkin merasakan hal yang sama sejak dia agak menekan kuilnya.&lt;br /&gt;
“Kau Cuma tidak melihat pentingnya sejarah dan niai budaya sama sekali, kan...”&lt;br /&gt;
Sebagai jawaban dari kata-kata yang bercampur dengan desahan dan gumaman, Yuigahama mengambil posisi melihat ke obek.&lt;br /&gt;
“Maksudku, aku gak tahu apa yang bisa kamu lakukan di kuil setelah sampai disana...”&lt;br /&gt;
Ya, bukannya aku tidak mengerti apa yang sedang dia katakan. Untuk para cowok yang tidak tertarik pada kuil dan kelenteng Buddha, aku yakin mereka gak akan peduli. kayaknya sebagian besar snak SMA gak mau repot menabung untuk datang pertama ke kuil waktu tahun baru dan acara keluarga.&lt;br /&gt;
“Ada banyak hal untuk dilakukan. Pertama, tujuan untuk pergi bukan untuk bersenang senang, namun untuk belajar. Tentu saja, tidak hanya untuk searah, namun untuk melihat dan mengalami budaya negara ini langsung...”&lt;br /&gt;
“Aku gak mikir itu masalahnya disini.”&lt;br /&gt;
Aku memotong pendapat Yukinoshita yang agung pendek.&lt;br /&gt;
“Oh. Kalau begitu, menurutmu untuk apa itu karya wisata?”&lt;br /&gt;
Seolah olah dia risih dipotong, Yukinoshita memandangku dengan mata yang menantang. Itu sedikit mengerikan, nona. Namun, aku tidak mundur disini.&lt;br /&gt;
“Ini yang kupikirkan...itu yang mereka bilang imitasi kehidupan di masyarakat.”&lt;br /&gt;
“...Aku ngerti. Itu benar, ada Kereta Peluru, transportasi publik, dan menginap...”&lt;br /&gt;
Yukinoshita menyilangkan angannya tertarik dan memandang ke bagian kanan atas. Namun, pembicaraanku belum selesai.&lt;br /&gt;
“Kau pergi ke perjalanan bisnis yang kau tidak ingin pergi, bertemu atasan yang tidak ingin kau temui, dan kau harus tampil kemanapun kau pergi. Kamu juga tidak bisa memilih dimana bisa tinggal atau juga apa yang kau makan. Dan nomor satu adalah, bahkan karya wisata adalah dimana pendapatmu dikesampingkan ketika kau bertukan ide dan kau mesti menyesuaikan, menyesuaikan, DAN menyesuaikan. Dan dengan uang yang kau punya, kau harus berfikir tentang berbagai hal seperti ‘kado ini harusnya bagus buat dia, dan baik buat dia, harusnya sih ga apa apa kalau dia gak dapat’. Itu mungkin untuk mempelajari jenis jenis hal seperti itu. Dasarnya adalah latihan untuk ketika hal hal tidak terjadi seperti yang kau inginkan, tapi dengan membuat beberapa kompromi, kau bisa bersenang senang dengan biaya menipu dirimu sendiri.”&lt;br /&gt;
Setelah aku selesai, Yuigahama melihatku dengan mata yang kasihan.&lt;br /&gt;
“Woow. Karya wisata Hikki gak terdengar menyenangkan sama sekali...”&lt;br /&gt;
“Kalau kau sepesimis itu, kuras akau gak akan bisa membuat rencana apapun...”&lt;br /&gt;
Yukinoshita bicara dengan perasaan tercengang dan Yuigahama berkata “ah” seolah olah ada sesuatu yang terpikirkan.&lt;br /&gt;
“Ta-tapi, biarpun itu seperti yang Hikki bilang, gimana kita menikmati itu terserah kita kan?”&lt;br /&gt;
“Hm, kurasa...”&lt;br /&gt;
Tentu saja, terlepas dari kurikulum atau tugas apa yang diberikan padamu, bagimana kau merasakan mengenai hal itu bergantung sepenuhnya mengenai apa yang akan kau lakukan mengenai hal itu.&lt;br /&gt;
Tanpa terduga Yukinoshita tersenyum, memberikan persetujuannya pada sanggahan itu.&lt;br /&gt;
“Kuanggap...bahkan Hikigaya punya satu dua hal yang dia rasa menyenangkan, kan?”&lt;br /&gt;
“Ya...”&lt;br /&gt;
Satu ruangan dengan Totsuka atau mandi dengan Totsuka atau makan dengan Totsuka; kurasa aku cukup menantikannya.&lt;br /&gt;
“Hikki, jadi kau punya hal hal yang kau nikmati?”&lt;br /&gt;
“Nah, ya, paling tidak, aku cukup suka Kyoto.”&lt;br /&gt;
Ketika aku menjawab, Yukinoshita melotot padaku.&lt;br /&gt;
“Itu mengeutkan...kupikir kau tipe yang menganggap tradisi dan formalitas sosial sebagai sampah.”&lt;br /&gt;
Oh pernyataan yang benar benar kejam yang kau katakan tadi. Tapi, kurasa aku sudah terbiasa dengan ini.&lt;br /&gt;
“Untuk sekolah seni bebas yang berpusat pada sejarah Jepang dan bahasa Jepang, tempat itu adalah salah satu dari tempat sakral.”&lt;br /&gt;
Bicara mengenai novel sejarah, Shiba Ryotaro khususnya tertarik pada novel “Galaksi Tatami”, dan begitu juga kota Kyoto bahwa aku punya ketertarikan adalah sesuatu yang bisa menggairahkan.&lt;br /&gt;
“Well, itulah karya wisata, kau tidak bisa pergi ke tempat yang ingin kau datangi. Aku akan pergi sendiri di suatu titik.”&lt;br /&gt;
“Bukannya sepi banget pergi wisata sendirian...”&lt;br /&gt;
Yuigahama bergumam. Nah, kupikir itu cukup menyenangkan. Wisata satu orang. kenyataan bahwa kamu tidak akan bertemu dengan siapapun adalah hal yang membuanya luar biasa. Satu satunya oang yang berfikir sama sepertiku, Yukinoshita, mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
“Itu tidak benar sama sekali. Pergi wisata sendiri bisa dinikmati dimana kau bisa melihat sekeliling dengan langkahmu sendiri.”&lt;br /&gt;
“Betul, betul, gak usah disebutkan kamu menenggelamkan dirimu sendiri di keadaan. Kalau aku lihat sekelompok anak punk SMU yang berisik di taman Ryoanji Ani, aku mungkin Cuma akan ngambil batu dari taman dan memukul kepala mereka.”&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan melakukannya...itu tempat dalam UNESCO.”&lt;br /&gt;
Yukinoshita tidak terlihat terlalu senang dengan apa yang kukatkan. Namun alasanmu sedikit akademis, ya. Kemanusiaanmu sudah terbelah sih.&lt;br /&gt;
“Bagaimana dengan kalian? Ada tempat yang ingin kau datangi?”&lt;br /&gt;
“Aku belum lihat tempat tempat sih...Ah, tapi aku ingin lihat Kiyomiza-dera. Tempat itu kan terkenal.”&lt;br /&gt;
“Kecenderunganmu ngikutin tren keluar...”&lt;br /&gt;
Aku menjawab tanpa berfikir pada jawaban yang Yuigahama-banget dan dia merengut.&lt;br /&gt;
“Ayolah, apapun. Menara Kyoto juga pasti bagus juga.”&lt;br /&gt;
“Chiba juga punya yang kaya gitu tahu.”&lt;br /&gt;
“itu bukannya menara pelabuhan?!”&lt;br /&gt;
Namanya benar benar sama, bener. Kemudian lagi, Cuma namanya yang sama.&lt;br /&gt;
Kursa masuk akal untuk menyambungkan hal hal dari daerah asalku. Aku suka, menara pelabuhan itu. Aku belum punya kesempatan kesana sejak pertunjukan kembang api.&lt;br /&gt;
Yukinoshita menusuk cintaku pada daerah asalku.&lt;br /&gt;
“Kalau kau bicara mengenai menara pelabuhan, menara Kobe lebih populer.”&lt;br /&gt;
“Gak apa apa, menara Chiba jelas lebih tinggi.”&lt;br /&gt;
“Aku gak tahu apa yang benar benar bagus soal itu.”&lt;br /&gt;
Yukinoshita terlihat seperti dia sedang mencoba untuk menghindari sakit kepala sejak dia menekankan pada kuilnya.&lt;br /&gt;
“Jadi Yukinoshita. Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
Sudah ditanya, dia berfikir beberapa saat.&lt;br /&gt;
“aku...ada taman batu Ryoan-ji dan Kiyomizu-ji seperti yang kau dan Yuigahama sebutkan tapi, aku ingin lihat Rakuon-i dan Jishou0ji yang sama terkenalnya.”&lt;br /&gt;
Itu mungkin karena dia belum pernah mendengar nama nama itu sebelumnya karena dia tidak bisa menahan berkedip dengan mata yang kosong.&lt;br /&gt;
“Rakuonjishouji...”&lt;br /&gt;
“Jangan menggabungkan mereka...itu terdengar seperti nama yang benar benar keren, kan?”&lt;br /&gt;
Rakuonjishouji. Dia nampaknya seperti tipe dasar biarawan yang kuat, paling tidak dari namanya.&lt;br /&gt;
“Apa seharusnya aku mengatakan nama yang lebih umum, Ginkaku dan Kinkaku contohnya?”&lt;br /&gt;
“K...kau seharusnya bilang itu pertama tama! Ah, tapi aku akan pergi ke Kinkaku-ji. Yumiko juga ingin lihat itu.”&lt;br /&gt;
“Terlalu cocok dengan imejnya..”&lt;br /&gt;
Hal itu terlalu cocok dengan imejnya yang indah. Saat aku membayangkan ornamen keemasan bergemerincing pada Miura, Yukinoshita terus bicara.&lt;br /&gt;
“Juga ada Jalan Filosof. Pada saatnya sakura bermekaran, walaupun musim gugur juga datang. Aku ingin melihat pemadndangan spesial di berbagai kuil dan kelenteng waktu malam jika kita bisa menyesuaikan ke dalam jadwal...tapi sekalinya keluar malam, mungkin akan sulit selama karya wisata.”&lt;br /&gt;
Yuigahama melihat dengan ekspresi yang bingung pada Yukinoshita, yang lanjut bicara.&lt;br /&gt;
“Detail sekali...”&lt;br /&gt;
“Hah, apa kau lihat di Jalan**?”&lt;br /&gt;
Orang orang ini, bukannya mereka terlalu semangat soal ini?&lt;br /&gt;
“Gak juga...itu kan pengetahuan umum soal Kyoto yang semua orang harus tahu.”&lt;br /&gt;
Tiba-tiba merengut, Yukinoshita mengalihkan pandangan dan meraih majalahnya. Menunggu sejenak, pada pemeriksaan yang lebih dekat, bahwa majalah yang sedang dia baca benar benar “Jalan”.&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, amat langka untuk Yukinoshita menantikan wisata dengan begitu lugu.&lt;br /&gt;
Aku membalik badan sementara menahan hasratku untuk meledakkan tawa. Mataku bertemu dengan Yuigahama yang merasakan hal yang sama dan karena hal itu terasa bahkan lebih lucu, kami tidak bisa menahan ekspresi kami keluar sedikit.&lt;br /&gt;
“...Apa?”&lt;br /&gt;
“G-Gak ada! Gak ada apa apa!”&lt;br /&gt;
Yukinoshita menusuk kami dengan pandangan dingin, namun Yuigahama yang panik bergusaha untuk menyekanya dengan melambaikan tangannya. Namun hal itu tidak berefek saat Yukinoshita terus memelototi kami dengan rasa dingin  yang sama.&lt;br /&gt;
“A, hahaha...Ah benar, Yukinon, ayo berkeliling sama sama di hari ketiga!”&lt;br /&gt;
Yuigahama tertawa dengan ekspresi yang menyedihkan dari sedang dipelototi namun membuat ajakan. Yukinoshita memiringkan kepalanya sebagai jawaban.&lt;br /&gt;
“Bersama?”&lt;br /&gt;
“Ya, bersama!”&lt;br /&gt;
Yukinoshita balik bertanya dan Yuigahama menunjukkannya senyum yang cerah. Namun Yukinoshita terlihat seperti dia masih berfikir. Pelan pelan, dia membuka mulutnya. Aku sudah menebak apa yang akan dia katakan.&lt;br /&gt;
“Tapi...”&lt;br /&gt;
“Yukinoshita di kelas lain.”&lt;br /&gt;
Saat aku mengatakan hal itu duluan, Yuigahama mengangguk tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
“Iya. Tapi kita bisa ngapain aja di hari ketiga, jadi nanti kuhubungi dan kita bersenang senang di Kyoto.!”&lt;br /&gt;
“Aku tidak berfikir kita diijinkan melakukan sejauh itu...”&lt;br /&gt;
“Eh? Gak apa apa kan? Aku juga gak tahu sih.”&lt;br /&gt;
Anak ini, benar benar tidak karuan...&lt;br /&gt;
Tapi, kalau kami bebas melakukan apa yang kami inginkan, kurasa aku Cuma akan berkeliling. Aku selalu ingin kesana, markas Shinsengumi dan Ikedaya. Sudah elas, Ikedaya berubah jadi bar sekarang. Aku merasa aku akan tertarik jika aku pergi ke sekitar tempat kejadian bersejarah sendiri.&lt;br /&gt;
Saat pemikiranku balapan di sekitar pemikiran yang berbeda, Yuigahama melanjutkan pembicaraan.&lt;br /&gt;
“Kumksud, selama pas dengan jadwal. Bagaimana?”&lt;br /&gt;
“...Aku tidak keberatan.”&lt;br /&gt;
“Yeah! Sudah diatur ya!”&lt;br /&gt;
Yukinoshita dengan lembut mengalihkan pandangan sementara Yuigahama yang tersenyum memindahkan kursinya agak lebih dekat pada Yukinoshita.&lt;br /&gt;
Aku bertanya tanya jika kedekatan ini adalah hal yang sama sekali indah. Tentu saja, walaupun berbeda kelas, jika mereka akan bersenang senang di karya wisata bersama, mungkin itu hal baik.&lt;br /&gt;
“Kau juga Hikki, ayo pergi keliling.”&lt;br /&gt;
”Mm, ah.”&lt;br /&gt;
Pandangan Yuigahama menemukan jalannya dalam arahku selama momen terpisah dari mata besarnya. Jawaban pad kata kata itu yang datang dari arah kiri terhambat di tenggorokanku.&lt;br /&gt;
Saat aku berfikir bagaimana menjawab, ada sebuah ketukan di pintu yang mengganggu keheningan.&lt;br /&gt;
“Masuk.”&lt;br /&gt;
Ketika Yukinoshita menawab, pintu terbuka.&lt;br /&gt;
Di pintu adalah orang orang yang tidak terduga. Sebenarnyamsemua orang orang mengejutkan yang datang kemari adalah orang orang yang tidak seharusnya datang kemari sama sekali.***&lt;br /&gt;
Tapi, saat ini, di depan dari kelompok ini adalah orang orang yang tidak disangka yang datang untuk berkunjung.&lt;br /&gt;
Hayama dan di belakang mereka adalah Tobe, Yamato, dan Ooka.&lt;br /&gt;
Sungguh, empat orang itu. Aku tidak tahu apakah mereka benar benar dalam keadaan yang baik atau tidak, namun untuk orang luar, mereka nampak seperti sebuah kelompok yang dekat dari empat orang.&lt;br /&gt;
Mungkin karena dia sudah pernah datang ke ruangan ini beberapa kali Hayama masuk ke dalam ruangan tanpa ragu-ragu, namun tiga orang lain memasuki ruangan dengan bertanya tanya.&lt;br /&gt;
Dan kemudian, pandangan mereka berhenti padaku.&lt;br /&gt;
Tidak perlu dikatakan apa yang mereka pikirkan. Semuanya membuat ekspresi asing bersamaan. Mereka kemudian saling bertukar pandangan sementara yang lain mengintipku.&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, aku tidak bisa menyalahkan mereka untuk pandangan tidak sopan mereka. itu karena aku juga melakukan hal yang sama pada mereka.&lt;br /&gt;
Kenapa mereka disini?&lt;br /&gt;
Tentu saja, bukan Cuma aku dengan pertanyaan itu sat Yukinoshita dan Yuigahama juga berfikir hal yang sama.&lt;br /&gt;
“Apa ada hal yang kau butuhkan?”&lt;br /&gt;
Yukinoshita bertanya dengan nada dingin dimana Yuigahama mengangguk.&lt;br /&gt;
Saat ditanya, Hayama memandang pada Tobe seolah olah meyakinkan sesuatu. Orang yang bertanya, Tobe, sedang menarik rambutnya berulang kali sambil gelisah dan anehnya hal ini memuakkan.&lt;br /&gt;
“Aah, dia butuh saran untuk sesuatu, jadi kubawa dia kesini, tapi...”&lt;br /&gt;
Hayama bicara dengan nada yang begitu jauh dan sejenisnya, nampaknya bahwa konsultasi tidak berkaitan dengan Hayama sendiri, tapi dengan salah satu rekan yang mengelilinginya.&lt;br /&gt;
“Ayolah Tobe.”&lt;br /&gt;
“Ceritakan.”&lt;br /&gt;
Denan dua orang di sisi memaksanya, baru saat Tobe membuka mulutnya, dia menutupnya dan mulai berfikir dengan sedikit erangan. Apa yang terjadi, apa ni sebuah majalah gaib?&lt;br /&gt;
Setelah saatnya berada dalam pemikiran mendalam, dia menggelengkan kepalanya. Rambut panjangnya menggeleng seiring dengan kepalanya sama seperti bagaimana anjing liat mengeringkan dirinya sendiri saat mereka benar benar kebasahan.&lt;br /&gt;
“Nah, bener bener gak bisa. Mana bisa aku bicara dengan Hikitani disini.”&lt;br /&gt;
Hah? Apa urusannya, apa ada penawaran diskon untuk pertengkaran disini? Oh?&lt;br /&gt;
Kemarahan yang kurasa sudah membangunkan hatiku yang diisi dengan perasaan kasihan, namun setelah menarik nafas panjang, aku berkelahi dengan kegusaranku dengan tenang. Setelah aku tenang, kupandang sekelilingku. Yamato dan Ooka terkikik, bicara “gak banyak yang bisa kau lakukan, ya” sementara Yamato mendesah. Yuigahama membuka mulutnya kaget sementara bibir Yukinoshita tertutup rapat.&lt;br /&gt;
Sejenak kesunyian.&lt;br /&gt;
Pantatku terasa sedikit gatal dan satu satunya yang memecah kesunyian adalah Hayama.&lt;br /&gt;
“Tobe. Kita yang kesini untuk bantuan.”&lt;br /&gt;
“Ya sih, tapi, gak mungkin aku ngomongin ini dengan Hikitani ya kau tahulah kaya, dia gak bisa diandalkan.”&lt;br /&gt;
Mereka sudah mengakui keberadaanku di kelas dan dalam kasusku, nampaknya aku cukup dibenci, tapi aku tidak berfikir aku akan menemukan kenyataan ini disini dari semua tempat.&lt;br /&gt;
Orang orang yang datang kesini untuk sebuah permintaan tetap diam, melahirkan kesunyian. Terima kasih untuk hal itu, aku bisa mendengar suara suara dengan cukup baik.&lt;br /&gt;
“menyebalkan...”&lt;br /&gt;
Terima kasih untuk menyuarakan perasaan dalam hatiku. Tapi, Yuigahama, kenapa kau jadi tidak nyaman setelah mengatakan hal itu?&lt;br /&gt;
“Tobecchi, kammu ga perlu ngomong gitu, kan? Ada cara yang lebih baik buat ngomongin itu.”&lt;br /&gt;
“Yaaa, tapi sepertiiii...”&lt;br /&gt;
Aku berterima kasih mreka mengatakan padanya untuk berhati hati dengan apa yang dia katakan, tapi kami tidak bisa membuat lebih banyak masalah dengan Yuigahama disini. &lt;br /&gt;
Sama seperti apa yang kupikir akan kulakukan, Yukinoshita sudah siap menjawab.&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Ya, gak ada yang bisa kita lakukan jika itu salahnya Hikigaya. Sudah kuduga...Lalu, maaf, bisa kau tolong pergi?”&lt;br /&gt;
Ya, itu terdengar bagus. Jika mereka tidak bisa bicara karena aku, maka akan lebih baik untukku pergi.&lt;br /&gt;
“Baiklah, panggil aku kalau kau perlu.”&lt;br /&gt;
Saat aku siap untuk pergi, Yukinoshita memberhentikanku.&lt;br /&gt;
“Tunggu. Kemana kau pergi?”&lt;br /&gt;
“Hah. Pergi...”&lt;br /&gt;
Ketika kulihat Yukinoshita, dia perlahan memindahkan fokus dirinya dariku pada Tobe dan kawan kawannya.&lt;br /&gt;
“Yang pergi adalah mereka.”&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
Tidak hanya aku membeku, tapi begitu juga Tobe dan kawan kawannya. Namun, Yukinoshita lanjut bicara.&lt;br /&gt;
“Kurangnya sopan santun dan juga ketidak sopanan yang jelas; kita tidak punya alasan untuk mendengarkan permintaan dari tipe orang seperti ini. sudah cukup jika mereka bisa pergi secepat mungkin.”&lt;br /&gt;
Nadanya tidak berbeda dari yang biasa dan nampaknya dia memang yakin. Hanya ekspresinya yang nampaknya lebih dingin. Dengan pandangan yang membeku, Tobe kaku di tempat.&lt;br /&gt;
“Hawanya buruk...”&lt;br /&gt;
Kata kata Yuigama mengiringi kata-kata Yukinoshita yang nampaknya menyeret situasi ini keluar.&lt;br /&gt;
Aku tidak yakin kalau waktu sudah berhenti, namun punggungku sudah mulai membunuhku sejak aku masih berada dalam posisi setengah berdiri.&lt;br /&gt;
Ini waktu yang bagus untuk menentukan siapa yang harus keluar sekarang.&lt;br /&gt;
Kenapa tidak kita selesaikan dan keluar dari sini? Apa tidak bisa?&lt;br /&gt;
“...Hmm, kami yang salah disini. Tobe ayo diskusikan lagi. Ada sesuatu yang harus kita tahu diantara kita sendiri.”&lt;br /&gt;
Hayama mengatakan itu dengan desau kelegaan, nampak seperti dia sudah menyerah. Ya ya, tolong keluar dengan tenang.&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, nampak terlihat bahwa kata kata Hayama memicu Tobe dari kekakuannya. Sekalinya dia kembali bergerak, dia mulai menarik rambutnya lagi.&lt;br /&gt;
“Nah, aku tidak bisa mundur sekarang...lagipula, aku ngobrol sama Hikitani musim panas lalu jadi gak apa apa.”&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti.”&lt;br /&gt;
Setelah menilah tekad Tobe yang kuat, Hayama mundur.&lt;br /&gt;
Agakmengejutkan karena dia tidak mendengarkan Hayama setelah dia mencoba untuk menyetopnya, tapi inilah Hayama yang baik hati, luhur, dan adil.  Dia mungkin menghalanginya hanya untuk melihat seberapa serius Tobe. Aslinya, dia adalah tipe yang mendorong dan menyemangati teman temannya, jadi melakukan hal ini tidak aneh sama sekali. Bah, aku tidak mengerti.&lt;br /&gt;
Aku tidak yakin apakah dia sedang berkompromi atau tidak, tapi nampaknya hal itu tidak samapai pada Tobe sama sekali. Tobe memasang wajah seolah olah dia sedang mencoba untuk mengatakan sesuatu yang sulit. Uuuuh, jika kau tidak ingin bicara, bisakah aku pulang?&lt;br /&gt;
“Um...”&lt;br /&gt;
Akhirnya Tobe bersuara. Walaupun dia tidak benar benar tertarik pada apa yang kita harus katakan, kami semua mendengarkan dengan tenang.&lt;br /&gt;
“Ummm...”&lt;br /&gt;
Masih tidak akan mengatakannya? Berhentilah merepotkan kami temah. Apa, ini dari program acara selingan atau sesuatu?&lt;br /&gt;
Kenapa kau memainkan iklan ini begitu banyak? Dan baru waktu akan berakhir, kau mulai dari awal lagi. Apa kau ada dalam lompatan waktu? Terima kasih padamu, aku tidak bisa nonton apapun selain anime.&lt;br /&gt;
“Ym, sebenarnya, aku...”&lt;br /&gt;
Setelah jeda yang teramat panjang, dia akhirnya mulai bicara.&lt;br /&gt;
“Mengenai Ebina, kurasa dia cukup baik, kau tahu? Jadi, di karya wisata, ada sesuatu yang ingin kulakukan.”&lt;br /&gt;
Dia mulai bicara dengan beberapa kesan yang dikodekan.&lt;br /&gt;
“Serius?!”&lt;br /&gt;
Mata Yuigahama bersinar. Apa yang kupikirkan sama dengan itu.&lt;br /&gt;
Oh, aku menngerti, selama musim panas, dia sama sekali tidak becanda ketika dia mengatakan hal itu waktu wisata di Desa Chiba.&lt;br /&gt;
Karena aku punya informasi itu duluan, paling tidak aku mengerti dampak dari pembicaraa ini, namun Yukinoshita memiringka kepalanya dengan pandangan yang bingung.&lt;br /&gt;
Karena dia  nampaknya tidak mengerti apa yang terjadi, Yuigahama membisikkan padanya di telinga.&lt;br /&gt;
“Dasarnya itu bahwa, kamu mau nyatain dan pacaran sama Ebina, gitu kan?&lt;br /&gt;
Ketika aku mengatakan kata kata itu yang normalnya agak memalukan bagi para cowok di masa pubertas, Tobe menyeka rambutnya sambil berbalik padaku dan menunjuk.&lt;br /&gt;
“Ya, ya, tepat. Ditolak kan buruk sekali. Kau benar benar membantu mendapatkan poin utamanya, Hikitani!”&lt;br /&gt;
Benar benar perubahan sikap yang tiba tiba...Ya, kurasa masuk akal untuk cowok macam ini. dia mulai bicara padaku secara acak selama wisata musim panas juga.&lt;br /&gt;
Tapi...&lt;br /&gt;
“Haa, kamu gak mau ditolak...”&lt;br /&gt;
Berhentilah bicara hal hal naif itu. Jadi sekali aku mulai kerja sia sia ini, kau akan ditolak; kau bilang itu kerjaanku? *&lt;br /&gt;
Waktu aku lanjut dengan pemikiran bodohku, kupakai tangan kananku sebagai bantal dan bersandar di meja.&lt;br /&gt;
Yukinoshita memasuki pandanganku dan agak dibingungkan, dia menutup mulutnya dengan tangan dan berfikir mengenai sesuatu.&lt;br /&gt;
Ada satu orang lagi yang memahami cerita itu dan dia adalah Yuigahama.&lt;br /&gt;
Dia membuat keributan saat ia berdiri dari kursinya dan nampaknya seperti dia siap untuk menempatkan dirinya di dalam percakapan dengan hawa ketertarikan. Matanya bersinar karena penyebutan cerita cinta yang tiba tiba.&lt;br /&gt;
“Itu kan gak apa apa, seperti, hal kaya gitu kan ga apa apa! Aku mendukungmu!”&lt;br /&gt;
Di sisi lain, Yukinoshita tenggelam dalam pemikiran.&lt;br /&gt;
“Tepatnya apa yang kau lakukan untuk pacaran?”&lt;br /&gt;
Itu dari dapet-pergi kan...itu apa yang kupikirkan, tapi aku, juga, tidak mengerti. Mungkin, bermain anggar?&lt;br /&gt;
Kduanya terlihat seperti mereka siap untuk mengabulkan permintaannya, namun aku sepertinya tidak sependapat dengan hal itu.&lt;br /&gt;
Dia sudah dicelakakan dari awal untuk meminta orang lain bekerja sama dengannya.&lt;br /&gt;
Di kelas atas SD, jenis topik seperti ini cenderung jadi subjek gosip utama. Tapi aku belum melihat saat saat dimana bekreja sama dengan orang orang membantu keberhasilan. Hal itu biasanya jadi suatu minat dan itulah. Ada juga kasus dimana meminta saran malah menghasilkan lelucon terhadapmu. Yang lainnya adalah dimana mereka tidak pernah berencana membantu, hanya untuk menggunakannya sebagai ancaman saat mereka bertengkar denganmu atau sebagai bahan pertukaran untuk belajar mengenai siapa menyukai siapa. Tuhan, seseorang tidak boleh meremehkan infromasi perang di SD.&lt;br /&gt;
Namun, aku tidak ingin menolong atau mendukungnya. Hal itu, hanya mengingatkan terhadap kenangan buruk dan hal hal semacamnya.&lt;br /&gt;
Ketika kupasang wajah masam, Hayama, dengan senyum yang sama dan pahit, beralih padaku dan bicara.&lt;br /&gt;
“Kurasa gak akan semudah itu ya.”&lt;br /&gt;
“Hmm, ya...”&lt;br /&gt;
Aku tidak menyangka jawaban itu dan mengalihkan mataku. Ketika kulakukan, mataku bertemu dengan mata Yukinoshita.&lt;br /&gt;
“Hmm?’ itulah yang dia katakan padaku dengan kepala yang condong.&lt;br /&gt;
‘Tidak, tidak akan...’ adalah makna yang aku kumpulkan dalam menyampaikan dan dengan mataku membusuk setingkat lebih tinggi, aku sedikit menggelengkan kepalaku.&lt;br /&gt;
‘Okay...’ adalah apa yang nampaknya dia katakan dan dengan anggukan kecil, dia mmbuka mulutnya.&lt;br /&gt;
“Maaf, tapi aku tidak merasa kami akan jadi bantuan disini.”&lt;br /&gt;
“Ya.”&lt;br /&gt;
Ya, kami selesai disini.&lt;br /&gt;
“...Aku mengerti. Ya, nampaknya tidak salah.”&lt;br /&gt;
Hayama mengangguk seolah olah dia diyakinkan dan dia berdiri dengan tenang memandang pada kakinya. Nampaknya bahwa orang orang yang datang kesini untuk saran dan orang orang yang posisinya sedikit berubah, dan bahkan mungkin Hayama, berfikir bahwa kita bisa menyelesaikan setiap masalah kecil.&lt;br /&gt;
Di dunia ini, hal hal yang mungkin dilakukan jumlahnya lebih sedikit daripada hal hal yang tidak mungkin dilakukan dan ini adalah hukumnya. Sayangnya dan disesalkan, aku tidak akan bisa berguna disini. Um, maksudku, sayang sekali, okay. Aku tidak punya pacar jadi, ya, mungkin juga, um...masalah yang sulit, aku percaya.&lt;br /&gt;
Namun, ada seseorang yang tidak diyakinkan.&lt;br /&gt;
“Eeeh, ayolah, ayo tolong mereka.”&lt;br /&gt;
Yuigahama memegang blazer Yukinoshita dan menariknya, Yukinoshita yang terjebak sekilas memandangku dan ketika dia melihat Yuigahama, dia berbalik untuk memandangku.&lt;br /&gt;
Hey, tunggu, jangan membuatku jadi hakim disini...aku juga barusan Cuma menjawab dengan negatif, sialan.&lt;br /&gt;
Seolah olah dia mengerti makna pandangan itu, dia mengambil langkah ke depan. Dengan senyum lebar, dia memandangku.&lt;br /&gt;
“Hikitani, oh tidak...Tuan Hikitani, saya menanti panduanmu!”&lt;br /&gt;
Tidak, tidak tidak, kau mungkin terlihat sopan berubah seperti ini, tapi ini sebenarnya cukup kasar. Kau bahkan salah menyebut namaku.&lt;br /&gt;
“Yaaaaaa, tobe terus saja menyebut hal ini dan itu.”&lt;br /&gt;
“Kami mohon.”&lt;br /&gt;
Ooka dan Yamato menyemangatinya sambil tertawa. Setiap saat, aku terjebak dalam minoritas.&lt;br /&gt;
“Yukinon, Tobecc kelihatan kayak dia butuh bantuan.”&lt;br /&gt;
“Hmm, kalau kau keras kepala mengenai hal itu kemudian, mari kita sedikit berfikir.”&lt;br /&gt;
Dengan bujukan mata berkaca kaca Yuigahama, Yukinoshita menyerah. &lt;br /&gt;
Hey disana, Nona Yukinoshita, bukannya kau terlalu baik pada Yuigahama akhir-akhir ini?&lt;br /&gt;
Dengan apa yang sudah dikatakan, protes dan menangis “Gaaaak, aku gak mau” tidak akan membawaku kemanapun. Tidak peduli dimana dan kapan, aku akan selalu ada dalam minoritas yang kalah. Saat pendapat minoritas mungkin dihormati, hal itu tidak akan lebih dari Cuma sekedar itu. Aku belajar hal itu dalam kelas studi sosial di SD. Kuasa aku harus mundur disini.&lt;br /&gt;
“Lalu, ayo lakukan...”&lt;br /&gt;
“Bener deh, makasih sobat. Nona Yukinoshita dan Yui, makasih banyak!”&lt;br /&gt;
Hey, aku. Aku, sobat. ...Bagaimana mengenai aku?&lt;br /&gt;
Ya, apapun itu. Ini tidak seperti aku melakukan ini untuk rasa terima kasihmu. Aku melakukan ini karena hal ini adalah pekerjaanku.&lt;br /&gt;
Dan juga, karena aku akan melakukannya, aku hanya akan melakukannya dengan baik, tidak lebih, tidak kurang; itu mottoku. Aku tidak akan berusaha sekuat tenaha, namun aku akan paling tidak mencoba sediki untuk membuatnya sebuah usaha pengalihan. Ini tepatnya apa yang kudapatkan dari Komite Tindakan Festival Budaya baru baru ini. aku akan melakukan cukup sehingga aku tidak akan dipenggal oleh massa.&lt;br /&gt;
“Apapun lah, oke...Jadi, tepatnya kau ingin kami ngapain?”&lt;br /&gt;
“Kau tahu lah, seperti yang kubilang. Aku mau nyatain yaaa? Mungkin sejenis dukungan?”&lt;br /&gt;
Momen ketika Yuigahama mendengar “Menyatakan”, dia ber’eeh’ dalam respon dengan tangannya menutup bibir yang diikuti dengan nafas yang panjang. Tentu saja, tertarik sendiri namun aku ragu ini benar benar akan lancar. Namun, aku bertanya khususnya untuk beberapa detail.&lt;br /&gt;
“Untuk sekarang, aku ngerti apa yang kau rasakan. Di sisi lain, aku juga bisa bilang bahwa Cuma ini yang aku dapatkan. Tapi, kau tahu Tobe, kau akan melakukannya, tapi apa kau tahu kalau itu gerakan yang beresiko di pihakmu, kan?”&lt;br /&gt;
Setelah aku bicara, Tobe berhenti menarik rambut di belakang kepalanya. “Beresiko? Aah, ya ya, beresiko, benar. beresiko.”&lt;br /&gt;
Aku tidak berfikir orang ini memahami apa maksudnya...aku tidak bicara mengenai kucing yang meloncat ke makanannya, kau mndengarku? Atau aku bicara mengenai binatang peliharaan  dari Littbarski yang berada dalam tim JEF dulu sekali, oke?&lt;br /&gt;
Level pemahaman Tobe amat meragukan, namun mengesampingkan hal itu, Yuigahama meragukan dan tiba tiba berbalik padaku dan bertanya.&lt;br /&gt;
“Apa yang beresiko?”&lt;br /&gt;
“Resiko. Kemungkinan ketahuan dan bahaya atau kehilangan.&lt;br /&gt;
Yukinoshita menjelaskan seperti Pokedex.&lt;br /&gt;
“Aku tahu maksudnya! Aku bertanya apa resikonya!”&lt;br /&gt;
Yukinoshita melihat pada Yuigahama dengan ekspresi yang menyegarkan. Aku benar benar mengaggap ini cara kecil untuk mengejeknya...&lt;br /&gt;
Namun, setelah mendengar apa yang perlu didengar, aku memberkatinya dengan simpati masyarakat. Inilah dimana aku harus menjelaskan dari atas ke bawah.&lt;br /&gt;
“Oke, pertama kamu bakal nyatain? Kemudian kamu bakal dicampakkan?”&lt;br /&gt;
“Sudah diputuskan kalau dia bakal dicampakkan?!”&lt;br /&gt;
“Bodoh, bukan Cuma itu. Semua diluar itu akan diputuskan juga.”&lt;br /&gt;
Yuigahama agak terlalu cepat dengan kekagetannya. Itu hanyalah awalannya. Untuk semua yang ditolak, ada kebohongan yang bahkan lebih dari itu. Tidak peruli serendah apa kau pikir dirimu, ada dasar di dalam dasar itu dan itulah kehidupan. Tentu saja, aku bisa terus tenggelam ke dasar tidak peduli sejauh apa aku pergi...&lt;br /&gt;
“Di kmudian hari setelah pernyataanmu, semua orang di kelas pasti tahu. Gak apa apa kalau mereka Cuma tahu. Tapi...kau juga bakal bisa mendengarnya saat itu dan kemudian hari.”&lt;br /&gt;
 ˹Kemarin, kalo gak salah Hikigaya nyatain ke Kaori.˼&lt;br /&gt;
˹Uuuh, si sialan itu buat kaori...˼ Apa yang kau maksud ‘si sialan’&lt;br /&gt;
˹Kudengar dia nyatain lewat sms juga˼&lt;br /&gt;
˹Tuh kan, itu yang nyeremin banget. Terus, bukannya itu Cuma, kayak, Gak masuk akal banget nyatain lewat sms?˼&lt;br /&gt;
˹Ya Kaaaaan?˼&lt;br /&gt;
˹Untung aku gak ngasih dia nomorku˼&lt;br /&gt;
˹Dia gak akan nyatain ke kamu kok, gak usah khawatir (ketawa)˼&lt;br /&gt;
˹Hey, itu jahat banget tau (ketawa)˼ atau sejahat apa candaan di obrolan akan terjadi dan itu terjadi begitu saja bahwa aku tidak sengaja mendengarkan dan itu sedikit menyakitkan.”&lt;br /&gt;
Ini benar benar pukulan terakhir. Ketika kau diserang dengan kesedihan terhadap patah hatimu, masyarakat mencoba membunuhmu sebagai bonus.&lt;br /&gt;
“Cerita Hikki yang lain...”&lt;br /&gt;
Yuigahama mengeluarkan suara kecil. Apa ada maknanya berkata seperti itu? Tidak mungkin aku tahu mengenai orang lain dan karena hal itu, kebanyakan dari ceritaku berputar di sekelilingku.&lt;br /&gt;
Ahh, gak, gak baik. Sekali aku mulai,aku berakhir dengan memakan waktu lama. Fiuh, melelahkan sekali haha.&lt;br /&gt;
Semua benar benar terdiam seolah olah tergerak oleh pidatoku yang berapi api.&lt;br /&gt;
“...mengerti?”&lt;br /&gt;
Ketika kuingatkan semua orang, Yukinoshita menepuk dahinya dan mendesah.&lt;br /&gt;
“...Bukannya itu Cuma karena itu adalah kamu?”&lt;br /&gt;
“Nah, aku bisa bilang kalau aku orang yang penuh dengan pengalaman waktu SMP, kurasa....”&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, nampaknya Tobe tidak punya pengalaman seperti itu.  Penjelasanku nampaknya tidak mempan saat dia nampaknya baru menyerap makna dari apa yang kukatakan.&lt;br /&gt;
“Oke, oke, aku seharusnya baik baik saja selama aku gak nyatain lewat sms. Selain itu, aku suka tipe yang mengambil apapun dalam langkahnya.”&lt;br /&gt;
Tobe menunjuk dirinya sendiri dengan empolnya dan Ooka dan Yamato di dekatnya yang berada dalam aliran Tobe menyemangatinya.&lt;br /&gt;
“Nyatain langsung, Tuan Tobe, kau keren banget!”&lt;br /&gt;
“Cowok sejati...”&lt;br /&gt;
“Nah jadi cowok berarti melakukan ini yo.”&lt;br /&gt;
Mereka terus lanjut, tapi aku suka kalau kau berhenti bersemu...aku tidak ingin menendang Tobe dari angan angannya yang tinggi, tapi resiko itu tidak hanya itu.&lt;br /&gt;
“...Hmm, masalahnya bukan Cuma itu.”&lt;br /&gt;
“Masih ada...”&lt;br /&gt;
Yuigahama diselipkan oleh sikap gusar.&lt;br /&gt;
“Jelas, ada banyak yang tersisa. Contohnya, hubungan baik antara kalian setelah kamu nyatain.”&lt;br /&gt;
“Sekarang, sekarang, kita udah ngerti.”&lt;br /&gt;
Seolah olah mencoba menyenangkanku, Hayama menepuk bahuku dan memotong.&lt;br /&gt;
“...Kami ngerti jadi nanti kita coba aur.”&lt;br /&gt;
Setelah dia mengucapkan itu, satu satunya hal yang bisa kulakukan Cuma menganggup diam. Tidak seperti aku, Hayama seharusnya bisa mengarahkan hal ini dalam arah yang pantas. Kurasa aku tidak perlu khawatir.&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, ketika dia menaikkan matanya, ekspresinya berbeda dari Hayama yang biasa. Dia melihat ke arah ketiga idiot itu dengan senyum yang pahit.&lt;br /&gt;
“Well, aku ada klub, jadi sisanya terserah kalian...jangan disini terlalu lama, Tobe.”&lt;br /&gt;
Hayama meninggalkan ruangan saat dia mengatakan itu.&lt;br /&gt;
“Ah kurasa aku juga pergi.”&lt;br /&gt;
“Aku juga ada klub.”&lt;br /&gt;
Ooka dan Yamato mengikuti. Napaknya mereka Cuma memutuskan untuk menemani mereka dan tidak ada maksud untuk mendiskusikan apa yang harus dilakukan dengan kami bersama. Inilah yang mereka bilang membuang bebanmu pada orang lain.&lt;br /&gt;
“Ya ya, aku nyusul kalian.&lt;br /&gt;
Setelah gerakan yang sepenuh hati pada mereka, Tobe berbalik pada kami.&lt;br /&gt;
“Jadiiii ya, salam hormat ya.”&lt;br /&gt;
‘Salah hormat’ apanya. Kalau kau ingin memberikan salam hormatmu, satu satunya hal yang kuingat adalah duka dan dokter mekanik. Atau mungkin itu adalah air mata perpisahan! Semangat salam hormat!&lt;br /&gt;
“Dengan semua yang sudah dikatakan, apa yang harus kita lkukan....”&lt;br /&gt;
Nampkah bingung, Yukinoshita menggumam dengan desahan.&lt;br /&gt;
Tentu saja, untuk jenis pembicaraan romantis, kami tidak tahu –bagaimana untuk menyelesaikan. Mungkin kau berkonsultasi dengan orang yang salah.&lt;br /&gt;
“Tobe, kenapa kau datang pada kami untuk permintaan ini?”&lt;br /&gt;
“Hm? Kau tahu, itu. Hayato menyarankan dan mendorongku kesini, kau tahu?”&lt;br /&gt;
“Maksudku bukan...bukannya hal ini mudah buat hayama?”&lt;br /&gt;
Ketika aku bilang seperti itu, Tobe sekilas memandang kebawah.&lt;br /&gt;
“Nah, kau lihat, gimana aku mesti bilang ya, itu. Hayato bener bener cowok keren. Dia kelihatan hebat juga, kau tahu? Jadi dia kelihatan seperti cowok yang gak punya masalah...”&lt;br /&gt;
“Tobe tidak pelu mengatakan itu untuk kupahami. Walaupun kita mengaduk adukdalam keluguan cowok cantik itu, adalah fakta bahwa orang orang akan mendapatkan kesan bahwa dia tidak terlalu banyak khawatir mengenai hal hal dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
“Aku ingin mencoba sekuatku untuk jadi super populer!” atau sesuatu pada efek itu ditanamkan dala hawa dimana mereka yang mengagumi orang yang cantik dan saling berbagi masalah masing masing mungkin membuktikan kesulitannya.&lt;br /&gt;
Hayama menerima semua orang, orang baik yang tidak bisa menolak mereka. Dia adalah oang baik hingga pada titik dimana aku akan jadi “hooh”.&lt;br /&gt;
Dia melatih fitur wajah yang sederhana dan punya kualitas yang menyegarkan, tidak hanya dalam penampilan, tapi dalam tingkah laku sebagai seseorang juga, adi hal itu membuatku berfikir bahwa tidak ada orang yang bisa membenci orang semacam ini.&lt;br /&gt;
Tapi, inilah tepatnya kenapa. Karena tidak ada yang bisa dibenci mengenai disinya orang orang berakhir menjauhkan diri mereka sendiri darinya. Tanpa ruang untuk menolak, kesempurnaannya sebagai manusia itu sudah jadi senjata dalam dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
Berkaitan dengan Yukinoshita Yukino, dia intinya sama pada Hayama. Namun, untung atau buntung, Yukinoshita punya kepribadian seperti itu. Dia adalah pemilik dari spesifikasi sempurna yang terbuang dalam kata kata dan tingkah lakunya.&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, bahkan jika kau memasukkan itu, Hayama masih sempurna.&lt;br /&gt;
Tidak hanya penampilannya, tapi juga sopan santun di sekitar orang lain, kemampuannya berfikir di sisinya, emosinya yang berlimpah. Ada terlalu banyak hal untuk dikatakan jika kau memintaku mendaftar kualitas yang bisa  diidolakan darinya.&lt;br /&gt;
Dan itu tepatnya karena hal ini bahwa berada di dekatnya adalah bentuk dari siksaan.&lt;br /&gt;
Ketika membandingkan dirimu dengannya, bagian darimu yang jadi sadar mengenai kualitasnya yang melampaui dirimu, tidak peduli apakah kau setuju atau tidak, tersakiti.&lt;br /&gt;
Itulah mengapa, jika aku memberimu daftar kesalahan Hayama Hayato, itu akan jadi orang itu sendiri.&lt;br /&gt;
Aku bisa memahami ini sebagai orang luar. Aku membayangkan mereka yang lebih dekat padanya memiliki tingkat pemahaman yang lebih tinggi daripada aku.&lt;br /&gt;
Lagi, Yuigahama menunjukkan senyum yang sekilas nampak pahit.&lt;br /&gt;
“Ya...Hayato tentu saja tidak terlihat seperti dia punya banyak masalah.”&lt;br /&gt;
“Aku tahu kan?”&lt;br /&gt;
Ketika Tobe membuat respon yang setuju, Yukinoshita mengangguk. Dan kemudian, dengan senyum cerah yang mendadak, dia memandangku.&lt;br /&gt;
“Aku ngerti, jadi itu kenapa kamu datang ke Hikigaya untuk bantuan.”&lt;br /&gt;
“Hey, kau membuatnya terdengar seperti aku korban masalah cinta yang berpengalaman.”&lt;br /&gt;
Yukinoshita membuat ekpresi yang luar biasa seperti itu yang aku gak bisa cegah untuk menjawab.&lt;br /&gt;
Namun, Yukinoshima dan Yuigahama dengan pelan mengalihkan mata mereka.&lt;br /&gt;
“...Hm.”&lt;br /&gt;
“Aah...”&lt;br /&gt;
Yukinoshita mengeluarkan sebuah desahan pendek, bersimpati sementara Yuigahama menghembuskan nafas seolah olah dia yakin. Dengan itu, keduanya diam. &lt;br /&gt;
“Bisa gak kalian berhenti tenang waktu mengalihkan pandangan.. atau hal hal bakal jadi lebih serius.”&lt;br /&gt;
Di tengah tekananku yang mereda, Tobe menepuk bahuku.&lt;br /&gt;
“Jadi, kayak gitu ya. Aku ngandelin kamu, Hikitani.”&lt;br /&gt;
...Seperti yang kukatakan, kau salah tahu namaku.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Yahari_Ore_no_Seishun_Rabu_Kome_wa_Machigatteru_(Indonesia)&amp;diff=309262</id>
		<title>Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteru (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Yahari_Ore_no_Seishun_Rabu_Kome_wa_Machigatteru_(Indonesia)&amp;diff=309262"/>
		<updated>2013-12-09T09:30:58Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: /* Jilid 7 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:YahariLoveCom v0625 thumb cover.jpg|286px|thumb|Sampul Jilid 6,25]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteiru&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; (やはり俺の青春ラブコメはまちがっている。 Secara harfiah bisa diterjemahkan menjadi &amp;quot;Sudah Kuduga, Kisah Komedi Romantis Masa Remajaku Memang Salah Kaprah.&amp;quot;) yang juga dikenal dengan singkatan &#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Oregairu&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; (俺ガイル), adalah sebuah seri Light Novel yang ditulis oleh &#039;&#039;&#039;Wataru Watari&#039;&#039;&#039; dan diilustrasikan oleh &#039;&#039;&#039;Ponkan8&#039;&#039;&#039;. Seri ini telah terbit sebanyak 7 Jilid dan telah diadaptasi ke dalam Anime dan Manga. Seri ini juga mendapat peringkat ke-6 pada &#039;&#039;&#039;&amp;quot;Kono Light Novel ga Sugoi! 2013&amp;quot;&#039;&#039;&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteiru&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa:&lt;br /&gt;
:*[[My Youth Romantic Comedy Is Wrong As I Expected|English]]&lt;br /&gt;
:*[[Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigateiru ~Brazilian Portuguese~|Português Brasileiro (Brazilian Portuguese)]]&lt;br /&gt;
:*[[Yahari ore no seishun rabu kome wa machigatte iru PL|Polish]]&lt;br /&gt;
:*[[Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigateiru Español|Spanish]]&lt;br /&gt;
:*[[Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigateiru ~ Русский|Russian]]&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah ini bercerita mengenai kehidupan orang-orang penyendiri, Hachiman Hikigaya yang berpikiran pragmatis dan Yukino Yukinoshita yang berparas jelita. Keduanya mengenyampingkan perbedaan prinsip serta idealisme mereka demi membantu dan memberi saran pada orang lain sebagai bentuk kegiatan Klub Layanan Sosial. Kisah ini sedikit banyak menggambarkan berbagai kondisi sosial yang dihadapi para remaja di kehidupan SMA-nya, di mana keadaan psikologis ikut mengendalikan cara mereka berinteraksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap Bab (sesudah disunting) harus mengikuti aturan format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]] (Bahasa Inggris)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Yahari Ore no Seishun Robu Kome wa Machigatteru (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Yahari Ore no Seishun Robu Kome wa Machigatteru (Indonesia):Halaman Pendaftaran|mendaftarkan]] bab yang mereka kerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Umpan Balik===&lt;br /&gt;
Jika kalian menyukai terjemahan ini, silakan beri komentar di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=67&amp;amp;t=5915 &#039;&#039;&#039;sini&#039;&#039;&#039;.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri &#039;&#039;Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteiru&#039;&#039; karya Wataru Watari==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v01 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 1|Bab 1: Biar Bagaimanapun, Hachiman Hikigaya Memang Sudah Busuk]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 2|Bab 2: Sampai Kapan pun, Yukino Yukinoshita Tetap Keras Kepala]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 3|Bab 3: Berulang Kali, Yui Yuigahama Bersikap Gelisah]] (4/9)&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 6|Bab 6]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 7|Bab 7: Terkadang, Dewa Komedi Romantis Bisa Berbuat Hal Baik]] (Bagian Akhir)&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Bab 8|Bab 8]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 1 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v02 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Bab 6|Bab 6]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 2 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v03 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Bab 6|Bab 6]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 3 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v04 thumb cover (less version).jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 3|Bab 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 4|Bab 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 5|Bab 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 6|Bab 6]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 7|Bab 7]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Bab 8|Bab 8]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 4 Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v05 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 5 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v06 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 6 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 7===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom v07 thumb cover.jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Bab 1|Bab 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 7 Bab 2|Bab 2]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 8===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:YahariLoveCom_v08_thumb_cover_(less_version).jpg|thumb|x200px]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 8 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Oregairu (Indonesia):Jilid 8 Bab 1|Bab 1]] (50%)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear:both&amp;quot;/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Administrator Proyek: &lt;br /&gt;
*Pengawas Proyek: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
:*[[User:Cucundoweh|Cucundoweh]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Sky flame|Sky flame]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Maddox|Maddox]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Derryindera|Derryindera]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Fronttide|Fronttide]]&lt;br /&gt;
Semua Penerjemah yang dapat berbahasa Inggris-Indonesia, Jepang-Indonesia kami persilakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
Semua penyunting yang dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar kami persilakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Pihak Yang Turut Membantu===&lt;br /&gt;
:*[https://www.facebook.com/Kemslei Kemslei] (Tata Letak Teks)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Ikhtisar Seri Buku==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 1 (23 Maret 2011, tanggal terbit yang asli adalah 18 Maret, mundur karena gempa di Jepang) - ISBN 978-4-09-451262-5&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 2 (25 Juli 2011) - ISBN 978-4-09-451286-1&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 3 (23 Nopember 2011) - ISBN 978-4-09-451304-2&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 4 (21 Maret 2012) - ISBN 978-4-09-451332-5 &lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 5 (23 juli 2012) - ISBN 978-4-09-451356-1&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 6 (20 Nopember 2012) - ISBN 978-4-09-451380-6&lt;br /&gt;
#やはり俺の青春ラブコメはまちがっている 7 (19 Maret 2013) - ISBN 978-4-09-451402-5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category: GaGaGa Bunko]] [[Category:Indonesian]] [[Category:Alternative Languages]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Yahari_Ore_no_Seishun_Robu_Kome_wa_Machigatteru_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=309053</id>
		<title>Yahari Ore no Seishun Robu Kome wa Machigatteru (Indonesia):Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Yahari_Ore_no_Seishun_Robu_Kome_wa_Machigatteru_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=309053"/>
		<updated>2013-12-08T12:39:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: /* Jilid 7 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk memperjelas prosedur pendaftaran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan Bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping Bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu Bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum Bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar Bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Daftar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
::*Prolog - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Bab 1 - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Bab 2 - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Bab 3 - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - Pengerjaan (4/9)&lt;br /&gt;
::*Bab 4 - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - Persiapan&lt;br /&gt;
::*Bab 5 -&lt;br /&gt;
::*Bab 6 - &lt;br /&gt;
::*Bab 7 - [[User:Maddox|Maddox]] - [[User:Derryindera|Derryindera]] - Pengerjaan &lt;br /&gt;
::*Bab 8  &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2=== &lt;br /&gt;
::*Prolog - [[User:Maddox|Maddox]] - [[User:Derryindera|Derryindera]] - Pengerjaan &lt;br /&gt;
::*Bab 1&lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
::*Prolog&lt;br /&gt;
::*Bab 1&lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 &lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Bab 8   &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 &lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Bab 8 &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 7===&lt;br /&gt;
::*Prolog - [[User:Sky flame|Sky flame]] - selesai&lt;br /&gt;
::*Bab 1 - [[User:Sky flame|Sky flame]] - proses&lt;br /&gt;
::*Bab 2 - [[User:Uqi|Uqi]]- proses&lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Bab 8&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 8===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 - [[User:Fronttide|Fronttide]] - Pengerjaan (50%)&lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Bab 8 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteru (Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Yahari_Ore_no_Seishun_Robu_Kome_wa_Machigatteru_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=309052</id>
		<title>Yahari Ore no Seishun Robu Kome wa Machigatteru (Indonesia):Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Yahari_Ore_no_Seishun_Robu_Kome_wa_Machigatteru_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=309052"/>
		<updated>2013-12-08T12:38:03Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: /* Jilid 7 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk memperjelas prosedur pendaftaran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan Bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping Bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu Bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum Bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar Bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Daftar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
::*Prolog - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Bab 1 - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Bab 2 - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Bab 3 - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - Pengerjaan (4/9)&lt;br /&gt;
::*Bab 4 - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - Persiapan&lt;br /&gt;
::*Bab 5 -&lt;br /&gt;
::*Bab 6 - &lt;br /&gt;
::*Bab 7 - [[User:Maddox|Maddox]] - [[User:Derryindera|Derryindera]] - Pengerjaan &lt;br /&gt;
::*Bab 8  &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2=== &lt;br /&gt;
::*Prolog - [[User:Maddox|Maddox]] - [[User:Derryindera|Derryindera]] - Pengerjaan &lt;br /&gt;
::*Bab 1&lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
::*Prolog&lt;br /&gt;
::*Bab 1&lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 &lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Bab 8   &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 &lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Bab 8 &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 7===&lt;br /&gt;
::*Prolog - [[User:Sky flame|Sky flame]] - selesai&lt;br /&gt;
::*Bab 1 - [[User:Sky flame|Sky flame]] - proses&lt;br /&gt;
::*Bab 2 - [User:Uqi|Uqi]]- proses&lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Bab 8&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 8===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 - [[User:Fronttide|Fronttide]] - Pengerjaan (50%)&lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Bab 8 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteru (Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Yahari_Ore_no_Seishun_Robu_Kome_wa_Machigatteru_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=309051</id>
		<title>Yahari Ore no Seishun Robu Kome wa Machigatteru (Indonesia):Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Yahari_Ore_no_Seishun_Robu_Kome_wa_Machigatteru_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=309051"/>
		<updated>2013-12-08T12:36:38Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Meyrinchann: /* Jilid 7 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk memperjelas prosedur pendaftaran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan Bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping Bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu Bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum Bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar Bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Daftar==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
::*Prolog - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Bab 1 - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Bab 2 - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Bab 3 - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - Pengerjaan (4/9)&lt;br /&gt;
::*Bab 4 - [[User:Cucundoweh|Cucundoweh]] - Persiapan&lt;br /&gt;
::*Bab 5 -&lt;br /&gt;
::*Bab 6 - &lt;br /&gt;
::*Bab 7 - [[User:Maddox|Maddox]] - [[User:Derryindera|Derryindera]] - Pengerjaan &lt;br /&gt;
::*Bab 8  &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2=== &lt;br /&gt;
::*Prolog - [[User:Maddox|Maddox]] - [[User:Derryindera|Derryindera]] - Pengerjaan &lt;br /&gt;
::*Bab 1&lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
::*Prolog&lt;br /&gt;
::*Bab 1&lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 &lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Bab 8   &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 &lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Bab 8 &lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 7===&lt;br /&gt;
::*Prolog - [[User:Sky flame|Sky flame]] - selesai&lt;br /&gt;
::*Bab 1 - [[User:Sky flame|Sky flame]] - proses&lt;br /&gt;
::*Bab 2 - [User: Uqi | Uqi]- proses&lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Bab 8&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 8===&lt;br /&gt;
::*Bab 1 - [[User:Fronttide|Fronttide]] - Pengerjaan (50%)&lt;br /&gt;
::*Bab 2 &lt;br /&gt;
::*Bab 3 &lt;br /&gt;
::*Bab 4 &lt;br /&gt;
::*Bab 5 &lt;br /&gt;
::*Bab 6 &lt;br /&gt;
::*Bab 7 &lt;br /&gt;
::*Bab 8 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Yahari Ore no Seishun Rabu Kome wa Machigatteru (Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Meyrinchann</name></author>
	</entry>
</feed>