Sword Art Online Bahasa Indonesia:Aria in the Starless Night

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Aria di Malam Tanpa Bintang[edit]

44905.jpg

Bagian 1[edit]

Hanya sekali, aku melihat bintang jatuh yang sebenarnya.

Aku melihatnya bukan dalam liburan; aku melihatnya melalui jendela rumahku. Untuk orang yang tinggal di dalam kota kecil dengan udara yang segar dan kering dan kegelapan malam yang sebenarnya, bintang jatuh bukanlah sesuatu yang jarang terjadi. Tetapi sayangnya, Kota Kawagoe dari prefektur Saitama, dimana aku telah menghabiskan seluruh empat belas tahun dari hidupku di sana, tidak memiliki satupun dari kualitas-kualitas itu. Pada malam yang cerah, bahkan bintang-bintang terbesar kedua hampir tidak dapat terlihat dengan mata telanjang.

Tetapi, pada larut malam pertengahan musim dingin, ketika aku kebetulan melirik keluar jendelaku karena ingin, aku melihatnya. Pada malam gelap tanpa banyak bintang, cahaya lampu-lampu kota membentuk sebuah kanopi berwarna keputih-putihan yang menutupi langit. Dan seketika itu juga, kanopi itu terpotong oleh sebuah kilasan cahaya yang melaju cepat. Diriku yang segera-akan-naik-kelas-lima dengan kekanak-kanakan berpikir, “aku harus membuat semacam permohonan...”. Hingga pada saat itu semuanya baik-baik saja, tetapi permohonan yang muncul dalam pikiranku adalah, “aku berharap monster drop-ku berikutnya adalah sebuah item langka.” Hal itu adalah macam dari permohonan yang tidak akan pernah dibuat oleh orang yang berpikiran sehat. Aku rasa permohonan itu muncul dari sebuah fakta bahwa aku sedang bermain MMORPG yang aku suka pada waktu itu. Bintang jatuh yang aku lihat sekilas pada waktu itu, aku melihatnya sekali lagi tiga (atau apakah itu empat) tahun kemudian— bersinar dengan warna yang sama, bergerak pada kecepatan yang sama.

Akan tetapi, kali ini, aku tidak melihatnya dengan mata telanjangku, tidak juga aku berada dibawah kelamnya langit malam.

Aku melihatnya melalui Nerve Gear, sebuah full sensory VR interface pertama di dunia, di dasar dari sebuah ruang bawah tanah virtual,yang suram.


* * *

Seseorang dapat menjelaskan pertarungan ini sebagai pertarungan yang mengerikan.

Sebuah monster humanoid level 6, «Ruin Kobold Trooper», sedang mengayunkan sebuah kapak tangan kasar, dan orang yang melawan Kobold tersebut hampir tidak dapat menghindarinya. Aku merasakan udara dingin menerpa punggungku sementara aku mengamati pertempuran ini. Tetapi setelah pemain itu menghindari tiga serangan beruntun, Kobold itu kehilangan keseimbangan sepenuhnya dan, daripada menggunakan kesempatan ini untuk melarikan diri, orang itu menggunakan sebuah teknik serangan pedang dengan kekuatan penuh.

Teknik itu adalah teknik pertama yang dipelajari oleh pengguna rapier: serangan satu tusukan «Linear». Teknik pedang ini diaktifkan dengan cara memegang sebuah pedang di depan tubuh dengan tangan utama, berkonsentrasi dalam memegangnya, dan kemudian menusukkan pedangnya lurus ke depan; hal ini adalah teknik dasar, yang mudah, tetapi kecepatan serangannya luar biasa. Jelas, kecepatannya tidak hanya diatur oleh system motion assist saja, tetapi teknik ini juga didorong oleh movement command milik pemain itu sendiri.

Selama beta test, aku melihat dengan kedua mataku sendiri banyak anggota kelompok dan monster musuh menggunakan teknik pedang yang sama ini berkali-kali, tetapi aku tidak dapat melihat rapier miliknya sendiri sekarang, hanya jalur yang tergambar oleh special light effect dari teknik pedang itu. Cahaya putih murni yang memotong kegelapan dari ruang bawah tanah yang redup itu mengingatkanku kepada bintang jatuh dari hari itu.

Pengguna rapier itu terus menghindari tiga kali serangan beruntun dari Kobold itu dan kemudian menyerang balik dengan «Linear». Setelah menggunakan pola menyerang dan bertahan ini, pemain itu menghabisi salah satu dari monster yang lebih kuat dalam ruang bawah tanah ini, seorang beastman bersenjata, tanpa terluka sedikitpun. Walaupun begitu, pertarungan ini kelihatannya bukanlah sebuah pertarungan yang mudah. Setelah teknik pedang pembunuh itu menembus tengah dada Kobold itu, monster itu jatuh ke belakang dan berpencar menjadi pertikel-partikel. Pengguna rapier itu tergoyah seakan-akan terdorong oleh pecahan-pecahan poligon yang tidak berbentuk itu , dan bersandar ke belakang pada dinding koridor, lalu perlahan-lahan bergelincir turun dari dinding untuk duduk, dan mulai bernafas berat.

Orang itu kelihatannya tidak menyadari aku berdiri sekitar 15 meter jauhnya pada ujung persimpangan.

Bergerak menjauh tanpa mengatakan apapun dan menemukan mangasaku sendiri adalah caraku biasanya melakukan sesuatu. Sebulan yang lalu, pada hari yang bersejarah itu, aku memutuskan untuk dengan egois hidup sebagai seorang pemain solo. Dan hari demi hari, aku tidak pernah mendekati orang lain yang sedang sendirian. Satu-satunya pengecualian adalah bila aku melihat seorang pemain di dalam pertarungan yang jelas-jelas berada dalam bahaya, akan tetapi HP dari pengguna rapier ini masih sedikit di bawah penuh. Setidak-tidaknya, orang ini kelihatannya tidak memerlukan bantuan dari seorang yang suka ikut campur.

Walaupun begitu...

Setelah sekitar lima detik pertimbangan dalam, aku meninggalkan bayang-bayang dari persimpangan dan berjalan ke arah pengguna rapier yang tetap duduk itu. Berbadan kurus, sedikit langsing. Bagian atas tubuhnya terbalut dengan tunik[1] merah tua dari kulit dengan pelindung dada ringan dari tembaga, sementara bagian bawah tubuhnya terbalut dengan celana dari kulit yang bagus, dengan sepatu bot setinggi lutut. Sebuah mantel tak berlengan bertudung menutupi tubuhnya dari kepala hingga dekat pinggang, sehingga wajahnya tidak dapat dilihat. Selain mantel itu, perlengkapannya kelihatannya adalah perlengkaan seorang pemain anggar, sangat mirip dengan perlengkapanku sebagai seorang pendekar pedang. Pedang kesayanganku «Anneal Blade», sebuah hadiah dari sebuah quest yang sulit, adalah sangat berat. Jadi, untuk memanfaatkan ketajaman teknikku, aku menggunakan pelindung logam yang sangat sedikit—hanya sebuah pelindung dada kecil dengan mantel berwarna abu-abu gelap yang menutupinya.

Mendengar suara langkah kakiku yang datang mendekat, bahunya tiba-tiba bergerak, tetapi tidak bergerak lebih jauh. Bukti bahwa aku bukanlah sebuah monster harusnya telah muncul sebagai kursor berwarna hijau dari sudut pandangnya. Dengan wajahnya terbenam dalam di antara kedua lututnya, menunjukkan perasaan ‘segera lewat sajalah seperti itu dan pergilah ke tempat lain’ yang terasa sangat kuat—Aku berhenti sekitar dua meter dari pengguna rapier itu dan membuka mulutku.

"...Tadi itu adalah sebuah overkill.”

Bahu kecil yang tertutupi dengan kain tebal dari mantel itu kembali bergerak pelan. Tudungnya tersentak, hanya bergerak sekitar 5cm ke atas, dan dari kegelapan di dalamnya, dua biji mata menatap tajam ke arahku. Satu-satunya hal yang dapat aku lihat jelas adalah dua selaput pelangi berwarna cokelat muda , bentuk dari wajahnya tidak dapat terlihat sama sekali.

Pengguna rapier itu terus melihat dengan tatapan tajam yang digunakan dalam pertarungan sebelumnya selama beberapa detik, lalu memiringkan kepalanya sedikit ke kanan—sebuah sikap semacam ‘aku tidak tahu apa yang kamu maksud’.

Melihat hal itu, aku berpikir ‘jadi begitu rupanya’.

Untuk seseorang yang tampak seperti pemain solo bagiku, ada satu hal yang aneh .

«Linear» yang digunakan oleh pengguna rapier itu sangat sempurna sehinggan akupun tanpa sadar merinding. Jeda sebelum dan sesudah teknik itu sangat pendek, dan diatas semua itu adalah kecepatannya yang tidak membuatnya tidak dapat dilihat. Aku belum pernah melihat teknik pedang yang seindah dan semenakutkan itu sebelumnya.

Jadi pada awalnya, aku berpikir bahwa dia pastinya adalah sesama beta tester. Sebelum dunia ini menjadi sebuah permainan kematian; pengaalaman bertarung yang panjang pastilah telah dialaminya untuk mendapatkan kecepatan seperti ini.

Akan tetapi, melihat «Linear» untuk kedua kalinya, aku mempunyai keragu-raguan mengenai tebakanku. Tekniknya sempurna, tetapi laju pertarungannya berbahaya. Satu hal yang pasti, «Step Defense yang menggunakan sesedikit mungkin gerakan » mempunyai kecepatan serangan balik dibandingkan menangkis ataupun menghalanginya, dan durabilitas senjata/baju pelindung tidak akan menurun. Sebagai gantinya, saat pertahanan itu gagal, resikonya adalah yang terbesar. Dalam keadaan paling buruk, luka dari serangan balik akan dikenakan dan stun dapat terjadi. Pada pertarungan solo, sebuah stun fatal akibatnya.

Teknik pedang yang sempurna dan taktik bertahan yang berbahaya sangat tidak seimbang. Untuk alasan tertentu, aku ingin tahu kenapa, tidak peduli apa yang terjadi. Karena itulah aku bergerak mendekat dan bertanya. Bertanya mengenai apakah penggunaan berulang dari taktik itu adalah sebuah overkill.

Akan tetapi lawan bicaraku kelihatannya tidak mengerti istilah net game yang sangat populer ini. Hal ini berarti pengguna rapier di depanku bukanlah seorang beta tester yang asli. Tidak hanya itu, mereka bahkan mungkin pernah menjadi pemain MMO sebelum datang kesini.

Aku menarik napas pendek, dan menjelaskan dari awal.

"Overkill berarti... dibandingkan dengan sisa HP dari monster, luka yang disebabkan jauh lebih besar. Kobold yang tadi sudah hampir mati setelah penggunaan «Linear» yang kedua ... tidak, bisa dibilang monster itu secara praktis sudah mati. HP gauge miliknya hanya memiliki sekitar dua atau tiga titik yang tersisa. Daripada menyelesaikannya dengan sebuah teknik pedang, sebuah serangan ringan biasa sudah lebih dari cukup.”

Di dalam dunia ini, sudah berapa hari semenjak aku berkata sebanyak ini... sudah berapa minggu. Sementara aku memikirkan mengenai hal itu, aku berhenti berbicara.

Setelah mendengarkan perkataanku, buah dari kerja keras dan keterampilan berbicaraku yang buruk, pengguna rapier itu tidak bereaksi apa-apa selama lebih dari sepuluh detik. Ketika aku hampir berpikir bahwa aku tidak berhasil menyampaikan maksudku, sebuah suara kecil menyelinap keluar dari tudung yang diturunkan tersebut.

"...Overkill, apakah ada masalah dengan hal itu?”

Pada saat itu, aku dengan terlambat menyadari bahwa pengguna rapier yang meringkuk di depanku adalah salah satu dari «Pemain Wanita» yang sangat langka di dunia ini.

Bagian 2[edit]

Sudah lebih dari satu bulan semenjak peluncuran perdana dari VRMMORPG pertama di dunia «Sword Art Online».

Untuk kebanyakan MMO, pada waktu ini para pemain yang telah mencapai level cap harusnya telah muncul dan peta dunianya seharusnya telah terjelajahi dari awal hingga akhir. Akan tetapi untuk SAO, kelompok teratas yang sekarang baru saja mencapai level 10—Aku tidak tahu apakah ini adalah level cap-nya, tetapi tidak mungkin ini benar. Panggung permainan ini, kastil yang melayang bernama Aincrad, baru saja ditaklukan sebanyak beberapa persen dalam keseluruhannya.

Alasannya adalah, SAO yang sekarang ini adalah sebuah permainan tetapi bukan sekedar permainan; pada dasarnya, permainan ini telah menjadi sebuah «Penjara» . log out secara manual tidak dimungkinkan dan kematian avatar adalah sama dengan kematian pemainnya di dunia nyata. Dalam kondisi seperti ini, tidak banyak orang yang memasuki ruang bawah tanah yang dipenuhi dengan monster-monster dan jebakan-jebakan berbahaya.

Selain itu, setelah Game master dengan tegas membuat avatar memiliki gender yang sama denga pemain di dunia nyata, pemain wanita sangat jarang. Aku rasa hampir semua dari mereka masih tinggal didalam «Starting City», bahkan setelah sebulan. Pada ruang bawah tanah besar yang pertama, «First Floor Maze», aku telah melihat pemain-pemain wanita dua atau tiga kali, dan mereka semua adalah anggota dari kelompok-kelompok yang besar.

Karena itulah aku tidak mungkin membayangkan bahwa pengguna rapier solo yang aku temui di dalam area yang belum terjelajahi dari ruang bawah tanah ini adalah seorang pemain wanita.


* * *

Untuk sesaat, aku berpikir untuk menggumamkan permintaan maaf dan kemudian meninggalkan area ini. Aku tidak berkata bahwa aku adalah seorang pria yang selalu berbicara dengan semua pemain wanita yang dia lihat aku dengan sungguh-sungguh tidak ingin dianggap seperti itu.

Tetapi di sisi lain, bila lawan bicaraku telah mengatakan sesuatu seperti, ‘Ini adalah pilihanku’ atau ‘Tinggalkan aku sendiri‘, aku akan berkata ‘Begitu rupanya’ dan segera pergi meninggalkannya. Akan tetapi, balasan pendek dari pengguna rapier adalah sebuah pertanyaan. Jadi, aku sekali lagi dengan hati-hati dan jujur menjawab.

"...Overkill tidak mempunyai kekurangan atapun hukuman apapun dari sitem, tetapi... hal itu sangat buruk dalam hal efensiensi. Teknik pedang memerlukan konsentrasi; menggunakannya secara terus menerus akan menguras pikiran. Selain itu ada juga jalan kembali, jadi lebih baik tidak bertarung dengan cara yang akan membuatmu kelelahan.”

"...Jalan kembali?”

Sekali lagi, dari dalam tudung itu sebuah suara yang bertanya berbunyi. Kelelahan membuat suaranya sangat samar-samar dan intonasinya juga tipis, tetapi walaupun begitu aku berpikir suaranya sangat indah. Tentu saja aku tidak akan mengatakannya dengan suara lantang.

Jadi, aku menjelaskan sekali lagi.

"Ya. Dibutuhkan sekitar satu jam untuk bergerak dari sini menuju pintu keluar dari ruang bawah tanah, dan dari sana menuju kota terdekat adalah sekitar tiga puluh menit perjalanan walaupun dengan berjalan cepat. Kelelahan akan meningkatkan frekuensi kesalahan. Kamu kelihatannya adalah seorang pemain solo, dan untuk satu orang, kesalahan sekecil apapun dapat mengancam nyawamu.”

Sementara mulutku bergerak, aku bertanya kepada diriku sendiri, ‘Mengapa aku berkata dengan segenap kekuatanku?’ Lawan bicaraku adalah seorang wanita—tetapi itu tidak mungkin sebuah alasan untuk itu, karena aku telah berbicara panjang lebar sebelum itu.

Bila situasi ini dibalik, dan seseorang dengan peringkat yang lebih tinggi mennguliahiku seperti ini, aku pasti akan berkata, ‘Ini adalah pilihanku, jadi tinggalkan aku sendiri,’ atau sesuatu seperti itu. Dengan kepribadianku dan tindakanku yang tidak cocok, aku baru saja akan gelisah ketika pengguna rapier itu akhirnya menjawab.

"...Lalu, tidak ada masalah kalau begitu. Aku... tidak kembali.”

"Apa?... Tidak kembali ke kota? Tetapi, mengisi kembali potions, memperbaiki perlengkapan... dan tidur...”

Setelah aku bertanya dengan tercengang, bahu dari pengguna rapier itu bergerak sedikit.

"Aku tidak memerlukan obat-obatan ketika aku tidak terluka, dan aku membeli lima dari pedang yang sama... Sementara untuk beristirahat, aku menggunakan safe area terdekat ”

Ketika dia berhenti bergumam, aku tidak dapat berkata-kata untuk sementara waktu.

Safe area adalah beberapa ruangan di dalam ruangan bawah tanah dimana monster tidak muncul. Kamu dapat mengenalinya denga obor yang berwarna lain yang diletakkan di ke empat ujung dari dindingnya. Untuk berburu dan memetakan tempat, tempat itu adalah tempat yang baik; tetapi walaupun begitu tempat itu hanya dapat digunakan untuk istirahat singkat selama sekitar satu jam. Lantainya terbuat dari batu yang dingin dan tentu saja tidak ada tempat tidur, dan langkah kaki dari monster-monster terdekat ataupun geraman sering terdengar. Tidak peduli seberapa berani seorang pemain, tidur nyenyak sangatlah tidak mungkin.

Tetapi, dari apa yang baru saja aku dengar, pengguna rapier ini telah menggunakan safe area sebagai pengganti dari penginapan di kota, untuk dapat terus berada di dalam ruang bawah tanah ini...apakah itu, apa maksud dari semua itu?

"...Sudah berapa jam?”

Aku dengan takut bertanya.

Pengguna rapier itu bertanya setelah menarik napas panjang.

"Tiga hari... atau empat hari... apakah hanya itu? Monster-monster di sekitar sini akan hidup lagi sebentar lagi. Aku akan pergi.”

Dengan tangan kirinya yang halus terbungkus di dalam sebuah sarung tangan kulit, dia dengan goyah berdiri.

Pedang yang ramping yang masih terhunus terseret dengan berat seakan-akan dia sedang membawa sebuah two-handed sword dengan satu-tangan, dan pengguna rapier itu berjalan menjauh di belakangku.

Mantelnya yang bergerak menjauh dengan langkah terseret tersobek dimana-mana, menunjukkan bahwa banyak durabilitasnya yang telah hilang. Tidak, untuk perlengkapan pakaian yang telah digunakan untuk ekspedisi berburu selama empat hari, hanya dengan masih mempertahankan bentuknya adalah sebuah keajaiban. Komentar ‘Selama aku belum terluka’ sebelumnya mungkin saja bukanlah sebuah ungkapan yang berlebihan...

Setelah menyadari hal itu, aku mengucapkan sebuah kata-kata yang tidak mengenakkan kepada punggungnya yang ramping itu.

"...Jika kamu bertarung seperti itu, kamu akan mati.”

Pengguna rapier itu berhenti, menyandarkan bahunya ke dinding di sebelah kanan dan berbalik secara perlahan. Dari dalam tudungnya, kedua matanya yang seperti kemiri menatap tajam kepadaku dengan latar belakang merah yang tipis.

"...Lagipula semua orang akan mati pada akhirnya.”

Suara yang serak, dan nyaring membuat hawa ruang bawah tanah yang dingin menjadi semakin dingin.

"Dalam hanya satu bulan, 2000 orang meninggal. Walaupun begitu, bahkan lantai pertamapun belum terselesaikan. Tidak mungkin untuk menyelesaikan permainan ini. Dimana dan bagaimana kamu mati, segera... ataupun nantinya, adalah satu-satunya perbedaan...”

Perkataan yang terpanjang, dan paling emosional hingga sekarang mengambang di bagian tengahnya dan terpotong.

Di depanku yang melangkah ke depan sebagai reaksi dari hal ini, pengguna rapier itu terserang oleh serangan melumpuhkan yang tak terlihat dan secara perlahan terjatuh ke lantai.

Bagian 3[edit]

Ketika dia terjatuh ke lantai ruang bawah tanah itu, dia merasakan sebuah pemikiran yang membosankan melayang lewat. ‘Bagaimana mungkin seseorang dapat pingsan di dalam ruangan virtual?’

Kehilangan kesadaran berarti aliran darah yang normal berhenti sementara. Penyebab dari hal ini dapat karena masalah di jantung atau aliran darah, anemia atau tekanan darah rendah, hiperventilasi ataupun penyebab-penyebab lainnya; tetapi di dalam dunia VR dalam FullDive, tubuh fisik dari pemain sedang beristirahat di atas tempat tidur atau kursi baring. Tubuh fisik dari para pemain yang terpenjara di dalam permainan kematian «SAO» ini kemungkinan besar sedang berada di dalam rumah sakit; dengan kesehatan mereka pastinya di periksa dan mereka akan secara terus-menerus dimonitor. Bila diperlukan, obat-obatan akan digunakan. Sulit dipercaya bahwa kehilangan kesadaran itu disebabkan oleh tubuh fisik pemain.

Hal ini adalah apa yang dia pikirkan hingga saat ketika kesadarannya menghilang, dan pada akhirnya dia berpikir, ‘Apapun yang terjadi tidak masalah bagiku.’

Ya, apapun yang terjadi sekarang tidak masalah bagiku.

Karena, dia akan mati disini. Pingsan di dalam sebuah maze yang penuh dengan monster-monster yang ganas, tidak mungkin dia tidak akan terluka. Ada seorang pemain di dekatnya, tetapi dia tidak berpikir bahwa pemain itu akan membahayakan nyawanya untuk membantu orang lain yang telah jatuh.

Lagipula, bagaimana dia dapat membantu? Di dalam dunia ini, berat maksimum yang dapat di bawa seorang pemain sangat dibatasi oleh sistem. Jauh di dalam ruang bawah tanah, semuanya membawa obat-obatan dan perlengkapan cadangan hingga batas berat maksimum mereka, dengan hanya menyisakan ruang untuk monster drop seperti emas ataupun item. Dengan gabungan dari semuanya itu, kegiatan membawa sesorang itu pasti tidak mungkin.

—Setelah berpikir sejauh itu, dia akhirnya menyadari sesuatu.

Dia terserang oleh semacam vertigo yang kuat, dan apa yang dia pikirkan sementara dia terjatuh ke tanah adalah, ‘Akhirnya, aku dapat beristirahat untuk waktu yang lama’. Apa yang berada di bawah tubuhnya harusnya adalah batu dari ruang bawah tanah yang keras. Tetapi, entah bagaimana apa yang ada pada punggungnya secara aneh terasa halus dan lembut. Tubuhnya terasa hangat, dan sebuah hembusan angin sepoi-sepoi lembut membelai pipinya...

Dia membuka kedua matanya dengan sangat cepat sehingga menimbulkan suara.

Dia tidak lagi berada di dalam maze yang dibatasi dengan dinding-dinding tebal. Terdapat pepohonan tua dengan lumut yang berwarna keemasan dan semak-semak berduri dengan bunga-bunga kecil, sebuah tanah terbuka di dalam hutan. Di tengah dari ruangan yang melingkar sekitar 7 hingga 8 meter ini, terdapat helaian rerumputan yang lembut, dia telah kehilangan kesadarannya... tidak, telah tertidur.

Tetapi—mengapa? Bagaimana dia, yang telah jatuh jauh di dalam ruang bawah tanah, berpindah ke tanah lapang yang begitu jauh letaknya?

Jawaban dari pertanyaan itu ditemukan ketika dia mengarahkan pandangannya 90 derajat ke kanan.

Di ujung dari tanah terbuka ini, menempel di sebelah akar dari sebuah pohon yang sangat besar, terdapat sebuah bayangan berwarna abu-abu. Sebuah pedang satu tangan yang lumayan besar sedang dipegang dengan kedua tangan, dan sarung pedangya terbaring di bawah kepalanya. Rambut hitam panjang menutupi wajahnya sehingga wajahnya tidak dapat terlihat, tetapi dari perlengkapan dan bentuk tubuhnya, tidak mungkin salah bahwa dia adalah pemain pria yang berbicara dengannya sebelum dia jatuh pingsan di dalam ruang bawah tanah.

Mungkin pria itu menggunakan semacam cara untuk memindahkannya keluar dari maze menuju hutan ini setelah dia jatuh. Dia melihat jauh ke dalam hutan. Di sisi kiri, sebuah menara yang raksasa menjulang tinggi ke langit— maze dari lantai pertama berdiri mengancam di sana.

Dia kembali memandang ke kanan. Menyadari adanya gerakan, mantel kulit abu-abu gelap milik pria itu bergerak perlahan dan dia sedikit mengangkat kepalanya. Walau dalam hutan di tengah hari, kedua mata pria itu berwarna hitam sehitam malam tak berbintang.

Saat ketika kedua matanya bertemu dengan mata pria yang berwarna gelap itu, dia merasa kembang api-kembang api kecil meledak di dalam kepalanya.

Sementara menggemertakkan giginya, Asuna—Yuuki Asuna, memaksakan keluar suara yang rendah, dan serak.

"Usaha yang... tidak perlu.”


* * *

Setelah terpenjara di dalam dunia ini, Asuna bertanya kepada dirinya sendiri ratusan ribu kali.

Pada saat itu, mengapa dia menyentuh mesin permainan baru yang bahkan bukan miliknya? Mengapa dia mengenakan mesin itu pada kepalanya, bersandar kepada kursi jala bersandaran tinggi, dan mengatakan perintah mulainya?

Dream VR interface yang mana adalah mesin pembunuh terkutuk itu «Nerve Gear», dan penjara untuk jiwanya yang besar, disk permainan «Sword Art Online» tidak dibeli oleh Asuna, tetapi oleh kakak laki-lakinya Koichiro. Akan tetapi untuk kakak laki-lakinya, bermain MMORPG bukanlah sesuatu yang biasa dia lakukan. Hidupnya berpusat kepada hal-hal lainnya dan dia tidak pernah bermain ‘permainan’ apapun semenjak masa mudanya. Terlahir sebagai anak laki-laki pertama dari acting president dari perusahaan pembuatan mesin elektronik raksasa «Recto», sebagai penerus ayahnya dia mendapatkan banyak pelatihan dalam hal-hal yang penting dan terpaksa memutuskan hubungan dengan hal-hal yang tidak penting sementara dia tumbuh dewasa. Kenapa kakak laki-lakinya menjadi tertarik dengan Nerve Gear... tidak, menjadi tertarik dengan SAO, adalah sesuatu yang bahkan tidak Asuna mengerti.

Akan tetapi, ironisnya, Koichiro tidak akan dapat bermain permainan pertama yang dia beli dalam hidupnya. Pada hari pertama dari peluncuran resmi permainan ini, dia dikirim dalam urusan bisnis ke luar negeri. Pada hari sebelum keberangkatannya, pada saat makan malam ketika wajah mereka berdua bertemu, dia secara bercanda mengeluh mengenai hal itu, tetapi Asuna merasa bahwa dia benar-benar menyesalkan hal itu.

Tidak se-ekstrim Koichiro, karena Asuna yang adalah siswi SMP kelas 3, satu-satunya pengalamannya bermain sebuah permainan yang pernah dia mainkan adalah permainan-permainan gratis di dalam hp-nya yang dia mainkan sesekali. Dia tahu mengenai keberadaan net game, tetapi dengan ujian masuk SMA yang datang mendekat, tidak ada ketertarikan ataupun motivasi untuk bermain permainan-permainan ini—seharusnya tidak ada.

Jadi, mengapa pada hari itu satu bulan yang lalu, pada tanggan 6 November, 2022, dia mendatangi kamar kakak laki-lakinya yang kosong, mengambil Nerve Gear yang telah selesai di setup dari atas mejanya dan mengenakannya di kepalanya, dan mengatakan «Link Start»?, dia masih belum dapat mengerti alasan dibalik mengapa dia melakukan hal-hal itu hingga hari ini.

Hanya dari satu kata yang dia katakan, semuanya berubah pada hari itu... tidak, bisa dibilang semuanya baru akan berakhir.

Pada awalnya Asuna mengunci dirinya di dalam sebuah ruangan penginapan di Starting City untuk menunggu insiden ini untuk berakhir, tetapi setelah dua minggu dengan tanpa pesan dari dunia nyata, dia menyerahkan harapan untuk diselamatkan dari luar. Dan pada saat yang sama, sekitar lebih dari seratus pemain telah meninggal, dan dia menemukan bahwa bahkan maze pertama belum di tembus, dia menyadari bahwa menunggu di dalam untuk penyelesaian permainan ini tidak berguna.

Satu-satunya pilihan yang tersisa, adalah hanya «Kematian macam apa».

Hanya tinggal di dalam satu-satunya kota yang aman selama berbulan-bulan, tidak mungkin saja bertahun-tahun. Akan tetapi, tidak ada yang yakin bahwa aturan «Monster tidak dapat memasuki kota-kota» akan terus ada selamanya.

Daripada meringkuk di dalam sebuah ruangan yang kecil dan gelap takut akan masa depan, lebih baik pergi keluar. Menggunakan semua kemampuannya untuk belajar, berlatih, dan bertarung. Bila pada akhirnya dia mati setelah menggunakan semua kekuatannya, setidaknya dia tidak akan mengkhawatirkan masa lalu dan menyesali masa depan yang hilang.

Lari. Maju ke depan. Lalu menghilang. Seperti sebuah meteor yang terbakar ketika memasuki atmosfer.

Memegang pemikiran itu, Asuna meninggalkan penginapan, dan melangkah keluar menuju padang belantara dari dunia MMORPG yang istilah-istilah umumnya tidak dia ketahui satupun. Dia memilih senjatanya sendiri, dan mengandalkan hanya satu teknik yang dia pelajari, mencapai dasar dari maze yang belum pernah dijelajahi seorangpun.

Lalu hari ini, hari Jumat, tanggal 2 Desember, jam empat pagi. Mungkin karena kelelahan setelah bertarung terus menerus, dia jatuh pingsan karena refleks syaraf, dan perjalanannya seharusnya berakhir. Pada «Life Monument», dekat dengan sisi kiri dari «Black Iron Palace» dari Starting City, nama Asuna seharusnya tercoret dengan halus dengan garis horisontal, dan semuanya seharusnya sudah—seharusnya. Akan tetapi.


* * *

"Tidak perlu...”

Asuna sekali lagi mengeluarkan kata-kata itu, sekitar empat meter jauhnya pengguna pedang satu tangan, ber-rambut gelap itu menurunkan pandangan mata sehitam malamnya. Perkiraan usianya sepertinya dia lebih tua dari Asuna, tetapi sikapnya yang naif membuat Asuna mengerutkan alisnya.

Akan tetapi beberapa detik kemudian, mulut pria itu menunjukkan senyum sinis yang menghapus kesan Asuna sebelumnya terhadapnya.

"Aku tidak menyelamatkanmu.”

Sebuah suara yang hening dan pelan. Yang terdengar seperti suara seorang remaja, tetapi sesuatu di dalamnya juga menyamarkan usianya.

"...Lalu, mengapa kamu tidak meninggalkanku di sana.”

"Apa yang aku selamatkan adalah data peta yang kamu miliki. Menetap selama empat hari di garis depan, berarti kamu sudah memetakan banyak sekali dari ruang bawah tanah yang belum dijelajahi. Data itu sedikit terlalu penting untuk menghilang bersamamu.”

Dengan logika dan efisiensi yang ditunjukkan kepadanya, Asuna menarik napas dalam-dalam. Hingga sekarang, seberapa penting hidup itu, dan bagaimana semua orang seharusnya bekerja sama, ketika orang-orang memberitahukan hal-hal itu di kota kepadanya Asuna hanya menolaknya—tentu saja hanya dengan kata-kata—dia berpikir untuk melakukan hal itu, tetapi tidak dapat berpikir mengenai balasan yang masuk akal apapun.

"...Lalu, ambil saja.”

Dengan menggumam pelan, dia membuka sebuah window. Setelah menavigasi tab-tab yang baru -baru ini, sekarang di kenalinya, dia mengakses data petanya dan menyalin semuanya ke dalam item kulit domba. Dia membuat gulungan itu menjadi sebuah obyek dan melemparkannya ke dekat kaki pria itu.

"Dengan ini, tujuanmu sudah tercapai kan. Lalu akan pergi.”

Mendorong rerumputan dengan tangannya, dia berdiri tetapi terhuyung sedikit. Dari waktu yang ditunjukkan di window, dia menghitung bahwa dia telah tertidur selama tujuh jam semenjak dia jatuh, tetapi dia belum pulih benar dari kelelahannya. Akan tetapi, dia masih mempunyai tiga rapier tersisa yang sudah dia siapkan. Dia memutuskan sebelumnya bahwa dia tidak akan meninggalkan menara hingga rapier terakhirnya hanya memiliki setengah durabilitas yang tersisa.

Dia mempunyai banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Pengguna pedang satu tangan bermantel abu-abu tersebut, metode macam apa yang dia gunakan untuk memindahkan Asuna dari kedalaman maze menuju ke tanah terbuka di hutan? Bahkan bila dia dipindahkan, kenapa tidak ke dalam safe area di dalam maze, dibandingkan dengan susah payah memindahkannya keluar dari ruang bawah tanah?

Walaupun begitu, dia tidak berpikir bahwa ini adalah sesuatu yang perlu baginya untuk berbalik dan bertanya. Untuk kembali ke dalam maze gelap yang tinggi itu, dia mengambil satu langkah ke arah kiri dari hutan—tetapi, sebelum itu.

"Tunggu, Fencer-san."

"..."

Dia menghiraukannya dan melangkah beberapa langkah ke depan, tetapi kata-kata yang terdengar kemudian membuatnya secara tidak sadar terhenti.

"Kamu juga, pada dasarnya bekerja keras untuk menyelesaikan permainan ini bukan? Tidak hanya untuk mati di dalam maze. Lalu, bukankah lebih baik bila kamu ikut dalam «Pertemuan»?”

"...Pertemuan?"

Setelah menggumamkan hal itu dengan punggungnya yang masih menghadap pemain itu, dia mendengar pendekar pedang itu merubah nada suaranya yang berubah terbawa oleh angin sepoi-sepoi ringan di hutan.

"Siang hari ini, di dalam kota «Tolbana», yang berada paling dekat dengan maze, «Konferensi strategi melawan bos lantai pertama» akan diadakan.”

Bagian 4[edit]

Karena kastil yang melayang Aincrad ini dibuat dengan detail yang sangat banyak, tetntu saja lantai pertama adalah yang terluas. Lantai pertama hampir sepenuhnya berbentuk lingkaran, dengan diameter sepanjang 10 kilometer—yaitu, sebuah area seluas 80 kilometer persegi. Untuk referensi kota Kawagoe, prefektur Saitama [2] memiliki area seluas 110 kilometer persegi, dengan populasi lebih dari 300,000 orang.

Untuk ukurannya yang raksasa, lantai pertama sebenarnya memiliki banyak varieatas geografis.

Pada ujung sebelah selatan, dengan diameter sepanjang satu kilometer dan dikelilingi oleh tembok-tembok yang membentuk setengah lingkaran adalah «Starting City». Di padang rumput yang mengelilingi kota itu, terutama monster tipe babi hutan dan serigala selain itu juga tipe cacing, kumbang, dan tawon tinggal di dalamnya.

Di bagian barat laut dari padang rumput adalah hutan lebat yang luas, dan di bagian timur laut adalah daerah danau. Setelah melewati salah satu dari keduanya terdapat pegunungan, lembah-lembah, dan reruntuhan-reruntuhan yang berisi monster yang menunggu untuk pemain untuk melewatinya, dan jauh di ujung utara dari lantai ini, terdapat sebuah menara persegi selebar 300-meter, dan setinggi 100-meter. Di sini, berdiri maze dari lantai pertama.

Di banyak tempat di dalam lantai pertama selain dari Starting City, banyak terdapat kota-kota kecil dan sedang dan juga terdapat desa-desa. Yang terbesar diantara mereka—walaupun begitu, hanyalah selebar 200 meter dari ujung ke ujung— adalah kota yang terletak di dalam lembah yang paling dekat dengan maze adalah «Tolbana».

Kali pertama para pemain tiba di dalam kota ini yang dipenuhi dengan kincir air-kincir air besar adalah tiga minggu yang lalu setelah peluncuran resmi dari SAO dimulai.

Pada titik ini, jumlah total pemain yang meninggal sebenarnya telah mencapai 1800.


* * *

Pemain anggar wanita misterius dan aku berangkat pergi; sementara menjaga sebuah jarak tertentu diantara kami, kami meninggalkan hutan dan tiba di dalam gerbang utara Tolbana.

Kata [INNER AREA] yang berwarna ungu mengalir ke arahku, menunjukkan bahwa aku telah memasuki area kota yang aman. Pada saat itu, kedua bahuku berelaksasi, dan aku secara tidak sadar menghela napas.

Aku sangat kelelahan setelah berangkat awal di pagi hari. Sembari membalikkan badan, aku membayangkan bahwa pengguna rapier di belakangku pasti merasa lebih buruk, tetapi kedua kakinya yang tertutupi oleh sepatu bot setinggi lutut tidak terlihat terhuyung-huyung. Bahkan dengan tidur selama beberapa jam, seseorang tidak dapat pulih sepenuhnya dari kelelahan berburu selama tiga hari, jadi dia pasti sedang bersikap keras kepala. Ketika kembali ke kota, tubuh dan pikiran (karena, di dalam dunia virtual, keduanya pada dasarnya adalah sama) seharusnya sedang berelaksasi. Aku berpikir untuk menyuarakan pikiranku, tetapi keadaannya sepertinya terlalu tenang untuk percakapan ringan.

Sebagai gantinya, aku berbalik menghadap pengguna rapier itu, dan berkata, dalam nada pebisnis.

"Pertemuannya akan dimulai di pusat kota, pada jam 4 sore.”

"..."

Wajah yang tersembunyikan oleh kain tudung itu, sedikit bergerak ke atas dan ke bawah. Akan tetapi kedua kakinya tidak berhenti, dan tubuh langsingnya lewat ke depanku.

Angin sepoi-sepoi yang bertiup di kota perbukitan ini, membuat mantel tak berlengannya berkelebat sementara dia bergerak menjauh. Aku membuka mulutku sedikit, tetapi karena tidak menemukan apapun untuk dikatakan, kemudian menutupnya lagi. Bila aku berpikir mengenai hal ini, aku, yang telah berusaha keras sebagai seorang pemain solo selama tiga minggu, tidak memiliki hak untuk berinteraksi dengan orang lain. Hingga sekarang, aku hanya menghabiskan hariku melindungi diriku sendiri...

"Seorang gadis yang aneh.”

Tiba-tiba aku mendengar seseorang bergumam hal itu di belakangku, dan aku berbalik dari punggung pengguna rapier itu dan melihat sekeliling.

"...Aku pikir dia akan segera mati, tetapi dia tidak. Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, dia adalah seorang pemula dalam net game, tetapi tekniknya menakutkan. Orang macam apa dia itu.”

Suara bernada tinggi itu berlanjut, dan mengakhiri kalimatnya dengan sebuah perubahan nada yang sengau. Orang ini tidak memiliki bentuk tubuh yang besar dan sebaliknya adalah seseorang yang satu kepala atau lebih lebih pendek dariku, tetapi tetap seorang pemain yang hebat. Pelindung tubuhnya, sepertiku, adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh dan kulit. Senjata yang terpasang pada pinggang kirinya adalah sebuah cakar kecil dan, pada pinggang kanannya, adalah pisau lempar. Ini bukanlah senjata-senjata yang biasanya digunakan oleh mereka yang mencapai garis depan, tetapi senjata terhebat orang ini adalah sesuatu yang lain.

"Apa yang kamu ketahui mengenai pemain anggar itu?”

Aku tanpa sadar bertanya, tetapi mengetahui jawaban lawan bicaraku, aku mengerutkan wajahku. Pengguna cakar itu tidak melanggar ekspektasiku, karena dia menunjukkan lima jarinya dan berkata.

"Aku akan menjualnya dengan murah. 500 coll.”

Wajahnya yang menyeringai lebar mempunyai satu ciri khas besar yang berbeda. Pada masing-masing pipinya terdapat tiga helai kumis seperti hewan yang tergambar dengan item tipe make-up. Sepadan dengan rambut pirangnya yang ikal itu, penampilannya mengingatkanku akan suatu hewan pengerat tertentu.

Suatu hari di masa lalu, aku bertanya mengapa dia menggunakan penanda seperti itu. Akan tetapi, aku hanya menerima ‘Jangan pernah bertanya alasan mengapa seorang gadis mengenakan makeup’ sebagai jawabannya, yang kemudian di ikuti dengan sebuah semburan kemarahan, ‘Aku akan mengatakannya untuk 100,000 coll!’ Jadi, aku mundur dengan terburu-buru.

Suatu hari, ketika aku menemukan item yang teramat sangat langka, aku akan benar-benar membayar 100,000 coll itu—karena janji yang rahasia ini terus melekat di pikiranku, aku menjawab dengan masam.

"Aku merasa aneh mengenai membeli informasi tentang seorang gadis, jadi aku akan menahan diri untuk melakukannya.”

"Nihihi, kamu memiliki hati yang baik.”

Orang yang mengatakan hal itu di dalam batas ke tidak tahu malu-an adalah mungkin informan pertama di Aincrad; seseorang yang dikenal sebagai «Argo the Rat» tertawa.


* * *

'—Bila kamu bercakap-cakap dengan sang «Tikus» untuk lima menit, kamu pada akhirnya akan membayar 100 coll untuk cerita-cerita itu. Berhati-hatilah.’

Hal itu adalah sebuah peringatan dari orang lain. Akan tetapi, Argo yang sesungguhnya menjawab bahwa dia tidak akan menjual informasi yang bebas di dapat untuk mendapatkan uang. Ketika sebuah cerita telah ditentukan sebagai cerita yang berharga, cerita itu pasti akan memiliki sebuah harga, karena cerita itu akan menjadi «merchandise» yang-sulit-di dapat. Bila aku berpikir mengenai itu, bila sebuah informasi yang salah di jual, kemudian realibilitas dari informan tersebut akan menurun. Untuk seorang pedagang, pengumpulan informasi adalah jenis bahaya dan masalah yang berbeda bila dibandingkan dengan mengumpulkan item material di dalam ruang bawah tanah dan menjualnya kepada para NPC di kota-kota.

Aku mempertimbangkan untuk bertanya sebuah pertanyaan yang menyangkut gender, ‘Mengapa seorang pemain wanita memilih pekerjaan macam ini’— tetapi setelah melihat wajah Argo, aku berpikir dua kali untuk menanyakan pertanyaan macam itu. Bahkan bila aku bertanya, dia akan meminta ‘100,000 coll’ yang lain untuk jawabannya, jadi sebagai gantinya aku bertanya pertanyaan yang lain.

"Jadi, hari ini juga, benar tidak? Kamu tidak berada di sini untuk percakapan bisnis yang biasanya, tetapi sebagai seorang negosiator untuk orang misterius itu?”

Mendengar hal itu, Argo cemberut dan dengan cepat melirik ke kiri dan ke kanan jalan. Dia lalu menunjuk sebuah tempat di belakangku dan kami berpindah ke lorong di dekat kami. «Konferensi strategi melawan bos» masih sekitar dua jam lagi, jadi tidak banyak pemain yang ada disini, tetapi untuk berjaga-jaga, hal ini adalah sesuatu yang dia pikir tidak boleh ada orang lain yang menguping. Alasannya adalah mungkin ini berhubungan dengan reputasi orang yang misterius itu.

Argo berhenti ketika kami berada jauh di dalam lorong kecil, menyandarkan punggungnya ke rumah di belakangnya—yang hanya dihuni oleh NPC, tentunya—dan mengangguk.

"Jadi, yah. Harganya sekarang dinaikkan menjadi 29,800 coll.”

"Tawarannya sekarang sudah menjadi 29.8k coll sekarang, huh.”

Aku tersenyum kecut, lalu menurunkan kedua bahuku.

"...Maaf, tetapi tidak peduli sebanyak apapun coll yang ditawarkan, jawabanku tetap sama. Aku tidak ingin menjualnya.

"Aku telah memberitahukan klien itu hal yang sama terakhir kali.”

Bisnis utama Argo adalah sebagai informan, tetapi dengan menggunakan dexterity stat-nya yang sangat tinggi untuk pergerakan, dia juga memiliki bisnis sampingan sebagai «Messenger». Biasanya pesan yang dibawanya hanya pesan mulut atau pesan pendek dalam gulungan, tetapi setelah sekitar satu minggu semenjak negoisasi dengan kliennya, hal ini menjadi rumit... atau bisa dibilang, kliennya merepotkan.

Dia adalah pria—atau wanita —yang ingin membeli one-handed longsword «Anneal Blade +6 (3S3D)» milikku.

Bagian 5[edit]

Sistem peningkatan senjata di SAO lebih mudah dibandingkan MMORPG belakangan ini. Parameter dari peningkatan itu adalah Ketajaman (S), Kecepatan (Q), Akurasi (A), Berat (H), dan Durabilitas (D), lima bonus yang dapat diberikan kepada sebuah senjata dengan meminta NPC atau pemain penempa untuk mengerjakannya. Material yang berhubungan dengan parameter yang dibutuhkan dan beberapa persen kemungkinan gagal adalah serupa dengan MMORPG yang lain.

Tidak peduli parameter yang mana yang diberikan dengan peningkatan, name item di dalam equipment window hanya akan terdapat +1 atau +2 yang ditambahkan. Akan tetapi jumlah «breakdown» yang telah ditambahkan hanya dapat dilihat ketika senjata itu dipilih, dengan membuka property window-nya. Untuk penjualan dari pemain-ke-pemain, mengatakan bahwa item tersebut memiliki ‘Akurasi +1, Berat +2’ ataupun tipe stat yang lain dengan cepat menjadi membosankan. Sebagai gantinya, pemain menggunakan cara penamaan yang lebih pendek: sebagai contoh, sebuah tambahan +4 dari Akurasi +1, Berat +2, dan Durabilitas +1 akan ditunjukkan dengan istilah «1A2H1D». Cara penamaan ini sudah menjadi lumayan umum.

Hal ini berarti, «Anneal Blade +6 (3S3D)» milikku ditingkatkan dengan memiliki Ketajaman +3 dan Durabilitas +3. Memiliki sebuah item dengan kualitas seperti ini di lantai pertama sebenarnya membutuhkan banyak kesabaran dan keberuntungan. Karena dalam keadaan ini, tidak banyak pemain yang melatih teknik menempa mereka yang tidak berhubungan langsung dengan tingkat kelangsungan hidup mereka. Tetapi, aku khawatir akan tingkat teknik dari toko penempa milik NPC, walaupun para NPC penempa itu memang terlihat seperti dwarf.

Sebelum aku meningkatkannya, senjataku, «Anneal Blade», adalah hadiah dari sebuah quest yang sangat sulit. Mempertimbangkan spesifikasinya saat ini, pedang ini bisa jadi adalah item paling dicari dari lantai satu— akan tetapi, walaupun dikatakan begitu, pedang ini hanyalah sebuah «Beginner’s equipment». Aku hanya dapat meningkatkannya paling banyak beberapa kali, dan, sekitar lantai ketiga atau keempat, aku perlu berganti ke pedang yang baru juga, jadi aku tidak perlu terus meningkatkan yang ini.

Untuk alasan-alasan di atas, aku heran kenapa klien dari Argo sangat ingin membayar coll sebanyak itu—29.8k—untuk pedang ini. Bila ini adalah transaksi normal dari muka-ke-muka, aku dapat menanyakan alasannya secara langsung, tetapi hal itu tidak berguna ketika aku bahkan tidak tahu nama dari kliennya.

"...Uang tutup mulut yang dibayar orang itu adalah 1000 coll, bukan?

Kepada pertanyaanku, Argo dengan tenang mengangguk dan berkata.

"Benar. Apakah kamu ingin menaikkannya?”

"Hmm... 1k huh... hm—m!"

Uang tutup mulut adalah sejumlah coll yang oleh Mister X, yang ingin membeli pedangku, bayar kepada Argo untuk tetap merahasiakan namanya dariku. Bila aku memutuskan untuk membayar 1000 coll, Argo akan segera mengirim pesan kepada kliennya untuk memberitahukannya bahwa biaya tutup mulutnya telah dinaikkan menjadi 1200 coll, dan bertanya apakah mereka ingin membayarnya. Bila YA adalah jawabannya, lalu kali ini aku akan terpaksa memutuskan untuk membayar 1300 coll atau tidak. Bila aku menang pertarungan tawar-menawar ini, lalu aku akan mengetahui nama dari lawan transaksiku, tetapi aku mungkin akan kehilangan uang di dalam «Transaksi pedang» ini, sebagai hasilnya. Tidak peduli bagaimana kamu memikirkan mengenai hal ini, ini adalah suatu perbuatan bodoh yang sangat luar biasa.

"...Ya ampun, kamu tidak perlu hanya menjual informasi, karena bahkan ketika kamu tidak menjual sesuatu itu tetaplah bisnis bagimu... itu adalah jiwa pedagang yang luar biasa.”

Sementara aku mengeluh, kedua pipi Argo yang berkumis mengendur menjadi sebuah kekehan.

"Itu adalah kesenangan sesungguhnya dari perdagangan. Ketika aku menjual sebuah informasi, pada saat yang sama cerita mengenai «Seseorang membeli sesuatu dan informasi tentang informasi itu» terlahir.”

"...Katakan kepadaku ketika seorang pemain wanita menginginkan informasi pribadiku. Aku akan membeli informasi mengenai dia.”

Sembari menarik napas saat aku mengatakan itu, Argo sekali lagi tertawa riang, lalu merubah ekspresinya.

"Lalu, aku akan memberitahukan klienku bahwa tawarannya kali ini juga ditolak. Dan, bahwa penawaran ini juga tidak mungkin. Sampai bertemu lagi kalau begitu, Ki-bou.”

Dengan melambaikan tangannya, dia berbalik dan, dengan kelincahannya yang seperti gelar «Tikus»-nya, meninggalkan lorong ini. Sementara aku melihat rambut pirangnya menghilang di keramaian, aku dengan santainya berpikir, ‘Orang itu pasti tidak akan mati’.

Setelah terperangkap di dalam permainan kematian SAO selama satu bulan, aku telah mempelajari beberapa hal.

Perbedaan antara hidup dan mati dari para pemain itu dipisahkan oleh beberapa faktor kunci. Beberapa dari elemen penentunya adalah membawa sangat banyak potion dan untuk tahu kapan berhenti menjelajahi dungeon; tetapi, satu faktor kunci antara hidup dan mati adalah kepercayaan yang mutlak dalam memiliki «kebenaran mereka sendiri». Dengan kata lain, itu adalah «senjata terhebat» mereka untuk bertahan hidup.

Kalau Argo, kemungkinan besar adalah «Informasi». Lokasi monster yang berbahaya atau, dengan kata lain, lokasi berburu yang paling efisien, orang ini mengetahuinya semua. Kepercayaannya dalam mengetahui hal itu menciptakan ketenangannya, dan meningkatkan kemampannya untuk bertahan hidup.

Lalu kemudian, untukku, «Kebenaran»-ku adalah pedang yang ada di punggungku. Untuk lebih tepatnya, itu adalah ketika tubuh dan pedangku menjadi satu, dalam keadaan zen [3]. Aku tidak selalu berada pada keadaan itu setiap saat, tetapi satu-satunya pemikiran dari “Aku ingin dunia ini menjadi milikku, dan aku tidak ingin mati sebelum itu” yang menjagaku tetap hidup sampai sekarang. Alasan kenapa peningkatan Anneal Blade adalah Ketajaman +3 dan Durabilitas +3, tidak menghiraukan Kecepatan dan Akurasi, adalah karena dua hal yang sebelumnya hanyalah peningkatan angka dari spesifikasi, sementara dua hal yang berikutnya adalah peningkatan yang dibantu-sistem yang akan merubah perasaan dari ayunan pedang.

Akan tetapi, itu berarti...

Pengguna rapier itu yang aku temui di garis depan dari maze. Apakah «Kebenaran» miliknya? Aku memang memindahkan tubuhnya yang pingsan keluar dari maze (aku sendiri tidak dapat mengatakan bagaimana aku dapat melakukannya.) Tetapi, dengan kata lain, bahkan bila aku tidak ada di sana, aku percaya pada saat kobold berikutnya muncul, dia akan tanpa sadar berdiri dan menggunakan «Linear» berkecepatan tinggi yang seperti bintang jatuh itu untuk membunuh musuhnya... aku harus berpikir seperti itu.

Apa yang membuatnya bertarung pertarungan yang berdarah itu, dan bagaimana dia berhasil hidup hingga sekarang? Itu mungkin adalah «Kekuatan» yang tidak aku tahu.

"...Aku seharusnya membayar Argo 500 coll itu...”

Aku menggumamkan hal itu dengan sedikit menggelengkan kepalaku.

Tembok luar dari kincir-kincir angin yang bercat-kan putih yang mengelilingi kota Tolbana terwarnai dengan sedikit warna oranye dari cahaya siang. Waktunya sekarang seharusnya sekitar jam 3 sore lebih. Untuk mempersiapkan diri untuk konferensi strategi menghadapi bos yang panjang, aku perlu pergi mengisi perutku di suatu tempat.

Pertemuannya pada jam 4 sore nanti, pastinya, akan kacau.

Alasannya adalah, untuk pertama kalinya hari ini, satu tipe dari pemain yang biasanya tersembunyi di dalam dunia SAO akan muncul di depan banyak sekali pemain biasa. Benar sekali—«New Type Players» dan «Experienced Beta Testers», sebuah kegelapan yang sulit dijembatanni terbentang diantara mereka...

Untuk «Argo sang Tikus» yang menjual apapun yang dapat dijual, hanya ada satu tipe dari informasi yang tidak ada di dalam dagangannya. Hal itu adalah, siapa yang sebelumnya adalah beta tester. Argo dan aku sangat yakin bahwa kami berdua adalah beta tester, tetapi kami tidak pernah membicarakan mengenai topik ini dalam percakapan, tidak peduli berapa tahun cahaya kami harus berkelana.

Alasannya mudah. Ketika identitas seorang beta tester telah diketahui, hidup mereka dapat berada dalam bahaya.

Tidak karena dibunuh oleh para monster di dalam ruang bawah tanah. Tetapi ketika mereka sedang berjalan di luar area aman, pemain baru dapat meng-«Eksekusi» kamu. Karena mereka percaya bahwa yang bertanggung jawab atas kematian dari 2000 orang di dalam bulan pertama adalah tanggung jawab para beta tester.

Dan untukku, aku tidak dapat benar-benar menghindari peluru ini.

Bagian 6[edit]

Pilihan makanan Asuna selama tiga—ataukah itu empat—hari terakhir terdiri dari roti hitam termurah dari NPC pembuat roti, dan sebotol air dari salah satu air mancur di kota.

Dia tidak suka makan terlalu banyak bahkan di dunia nyata, dan makanan di dunia virtual ini terasa sangat kosong sehingga tidak dapat di katakan. Tidak peduli seberapa banyak kamu makan, tidak satu butirpun gula yang akan mencapai tubuhmu di dunia nyata. Dia berpikir bahwa akan lebih baik bila sistem makanan, mengenai lapar dan kenyang, tidak ada sama sekali. Tetapi, ketika perutmu kosong untuk beberapa lama, perasaan virtual dari kelaparan tidak akan menghilang hingga kamu memakan sesuatu.

Waktu dia berada di dalam ruang bawah tanah, dia dapat menggunakan menggunakan tekadnya untuk menghentikan rasa kosong di dalam perutnya, tetapi setelah kembali ke kota, dia perlu makan. Untuk mengkompensasi kekurangan tekadnya, dia membeli sebuah makanan yang paling murah dari menu: sebuah roti hitam yang kering dan keras. Dia merasakan rasa frustasi yang aneh dari rasa yang lumayan enak dari mengunyah roti itu sedikit demi sedikit.

Di tengah kota Tolbana, Asuna duduk diatas bangku kayu sederhana di sebelah air mancur dan terus mengunyah secara diam-diam potongan roti yang ada di mulutnya, yang tersembunyi di balik tudungnya. Walaupun ukuran rotinya lumayan besar, roti itu hanya berharga 1 col. Dia akhirnya menyelesaikan setengahnya sebelum—

"Roti itu kelihatannya lumayan enak.”

Suara yang tidak asing itu datang dari arah kanannya. Dia menghentikan tangannya yang baru saja akan merobek satu potong dari roti itu, dan melirik tajam kearah suara itu.

Orang yang berdiri di sana adalah pria yang baru saja dia tinggalkan di pintu masuk kota sekitar beberapa menit yang lalu. Pengguna pedang satu tangan berambut hitam dan bermantel abu-abu itu. Dia menggunakan suatu cara sebelumnya untuk memindahkannya, yang telah pingsan jauh di dalam ruang bawah tanah, ke luar. Orang yang merepotkan ini adalah seseorang yang mengganggu jalannya yang seharusnya ‘terpotong’ .

Ketika dia menyadari hal itu, kedua pipinya menjadi panas. Setelah dia mengatakan bahwa ambisinya adalah untuk mati, dia sedang terlihat memakan makanan yang dimaksudkan agar seseorang dapat terus hidup. Rasa malu yang kuat menyerang seluruh tubuhnya, dan dia tidak tahu apa yang harus dilakukan pada saat itu.

Sementara dia terdiam, dan membawa roti hitam berbentuk setengah bulan purnama di kedua tangannya, pria itu terbatuk, dan berbisik pelan.

"Bolehkah aku duduk di sampingmu?”

Biasanya, dia pasti akan meninggalkan bangku itu tanpa mengatakan sepatah katapun, dan bergerak menjauh tanpa berbalik di dalam situasi seperti ini. Akan tetapi, sekarang ini, dia sedang diserang oleh semacam gangguan yang jarang dia alami di dunia nyata, jadi dia tidak dapat bereaksi. Melihat terdiamnya Asuna sebagai sebuah tanda persetujuan, pria itu duduk di sebelah kanan Asuna pada sisi terjauh yang mungkin, dan mulai mencari-cari kantong mantelnya. Apa yang dia ambil adalah sebuah obyek bulat berwarna hitam—sebuah roti hitam yang berharga 1 col.

Pada saat itu juga, Asuna melupakan rasa malu dan bingungnya sementara, dan sebagai gantinya melihat pria itu dengan takjub.

Untuk seseorang yang memiliki kemampuan untuk pergi sejauh itu di dalam maze, dan tingkat dari pelindung seluruh tubuh dan perlengkapannya, pendekar pedang ini seharusnya memiliki cukup uang untuk dengan mudah membeli menu masakan lengkap di dalam restoran. Bila keadaannya seperti ini, entah dia itu adalah orang yang sangat pelit, atau—

"...Sungguh, kamu pikir roti itu sangat enak, bukan?”

Tanpa dia sadari, dia benar-benar menanyakan pertanyaan yang dipikirkannya itu dengan suara pelan. Mendengar hal ini, pria itu mengangkat alisnya secara berlebihan, dan mengangguk dalam.

"Tentu saja. Setelah aku datang ke kota ini, aku memakannya sekali sehari...Sebenarnya, aku memberi sedikit tambahan.”

"Tambahan...?”

Tidak mengerti maksudnya, dia menggelengkan kepalanya di balik tudungnya. Bukannya menjawab, pendekar pedang itu menaruh tangannya di dalam kantong yang berada di sisi lain dari kantong yang sebelumnya, dan mengambil sebuah teko yang tidak terbuat dari kaca. Dia menaruhnya di tengah bangku, dan berkata.

"Coba gunakan itu pada rotinya.”

Istilah ‘gunakan itu pada rotinya’ untuk sementara membuat Asuna bingung, tetapi kemudian dia menyadari bahwa itu adalah istilah net game, mirip dengan «Gunakan kunci pada pintu» atau «Gunakan botol pada air mancur». Dia dengan ragu-ragu mengulurkan tangan kanannya, dan menyentuh tutup dari teko itu dengan jarinya. Dari pop-up menu yang muncul dia memilih «Use», dan kemudian ujung jarinya mulai berkilau dengan warna ungu yang redup. Kondisi ini disebut «Target Selection Mode», yang kemudian dia menyentuhkannya pada roti hitam yang setengah-termakan di tangan kirinya.

Dengan melakukan hal itu jarinya terwarnai dengan warna putih. Banyak sekali, atau bisa dibilang dioleskan dengan tebal, tidak peduli bagaimana kamu melihatnya—

"...Krim? Dari mana kamu dapat mendapatkan benda semacam ini...?”

"Ini berasal dari hadiah quest «Cow’s Counterattack» yang aku terima di desa sebelumnya. Tetapi, karena itu membutuhkan waktu yang agak lama untuk diselesaikan, tidak banyak orang melakukannya.”

Setelah memberikan jawabannya dengan serius, pendekar pedang itu meniru gerakan «Menggunakan teko pada roti» juga. Mungkin karena isinya telah habis, tetapi teko itu tiba-tiba pecah dengan suara lemah efek cahaya. Pendekar pedang itu membuka lebar mulutnya, dan menggigit roti itu yang sekarang juga terolesi dengan timbunan krim. Mendengar sound effect dari suara kunyahan, perut Asuna sendiri yang telah merasakan sakit yang tidak nyaman untuk waktu yang lama, sekarang memiliki rasa perut kosong yang normal.

Dia dengan ragu-ragu mengigit roti hitam yang terolesi krim yang di pegang di tangan kirinya.

Pada saat itu, tekstur dari roti yang biasanya kering dan kadar beruban banyak. Rasa dari kue sederhana menyebar di dalam mulutnya; krimnya terasa manis dan licin, dengan rasa kecut yogurt yang menyegarkan. Bagian dalam pipinya terkena dengan sentakan-sentakan dari rasa penuh yang menggemparkan. Asuna dengan melamun mengisi mulutnya dengan dua, tiga gigitan.

Ketika dia tersadar, roti yang berada di tangannya, seperti arti dari kata ini, benar-benar habis. Ketika dia melihat di sebelahnya, sepertinya dia selesai sekitar dua detik lebih cepat daripada pendekar pedang itu. Sekali lagi, rasa malu yang kuat timbul di dalam dirinya. Dia ingin melarikan diri dari tempat ini, tetapi etalah di traktir makanan, akan sangat buruk dalam hal kesopanan.

Setelah bernapas beberapa kali dan kembali tenang, Asuna mengatakan dengan suara lemah.

"...Terima kasih atas makanannya.”

"Terima kasih kembali.”

Pendekar pedang itu menyelesaikan makanannya sendiri, menepuk kedua tangannya untuk menjatuhkan remahan-remahan roti dari tangannya yang memakai sarung tangan, lalu kembali berkata.

"Quest sapi yang aku sebutkan sebelumnya, bila kamu ingin melakukannya aku dapat memberika beberapa tips. Bila kamu melakukannya dengan efisien, kamu dapat menyelesaikannya dalam dua jam.”

"..."

Sejujurnya, hatinya tergerak. Dengan krim yogurt itu, bahkan roti hitam berharga 1 col dapat menjadi sebuah makanan yang nikmat. Itu adalah rasa penuh yang palsu dari taste recreation engine, tetapi untuk merasakannya sekali kagi... tidak, bila mungkin, aku ingin memakannya setiap hari, pikirnya.

Akan tetapi—

Asuna menurunkan pandangan matanya, dan menggelengkan kepalanya di balik tudungnya.

"...Tidak apa-apa. Aku tidak datang jauh-jauh ke kota ini hanya untuk makan makanan yang enak.”

"Hum. Lalu, untuk alasan apa?”

Suara dari pendekar pedang itu, bisa dikatakan adalah sebuah suara yang indah, tetapi tidak ada satu bagianpun dari suara itu yang tidak enak di dengar: suaranya bergema seperti suara seorang pemuda. Mungkin karena itu, emosi yang tersembunyi jauh di dalam hatinya—sebuah emosi yang belum pernah dia katakan kepada siapapun sebelumnya setelah datang ke dunia ini—menyelinap keluar tanpa dia sadari.

"Aku... ingin membuktikan bahwa aku ada. Pada awalnya, aku mengunci diriku sendiri di dalam sebuah ruangan di dalam penginapan kota. Tetapi kemudian aku memutuskan, bila aku akan secara perlahan-lahan membusuk, lalu aku ingin menjadi diriku sendiri hingga saat-saat terakhir. Bahkan bila aku kalah dengan sebuah monster dan mati, permainan ini... dunia ini, aku juga tidak ingin kalah. Tidak peduli apa yang terjadi.”

Asuna –hidup Yuuki Asuna selama 15 tahun, adalah sebuah pertarungan terus menerus. Pertarungan ini dimulai sejak ujian masuk TK, lalu dengan banyak ujian baik besar maupun kecil sesudahnya; Asuna berhasil mengatasi mereka semua. Hidupnya diatur sehingga bahkan satu kegagalan akan membuat dirinya menjadi orang yang tidak berguna, jadi dia terus menolak beban itu.

Tantangan baru datang setelah 15 tahun pertarungannya: «Sword Art Online». Akan tetapi dia mungkin tidak dapat menang dari ujian ini. Bertarung melawan yang tidak diketahui, dengan aturan dan budaya yang berbeda, ini adalah tipe pertarungan yang tidak dapat diatasi hanya dengan kekuatan satu orang.

Ini adalah kondisi untuk menang yang diberikan: capai lantai atas dari kastil melayang berlantai 100 ini, dan bunuh musuh terakhirnya. Akan tetapi, satu bulan setelah permainan dimulai, sekitar seperlima pemain berhenti—selain itu, sebagian besar dari mereka adalah para veteran yang berpengalaman. Pasukan yang dapat bertarung yang tersisa hanya sedikit, dan jalan ke depan masih panjang...

Setelah semua itu, aliran kata-kata dari hati Asuna melemah dan menguat, karena dia berkata sepatah-patah. Bagian-bagian yang terucap adalah sebuah monolog yang tidak konsisten dimana pendekar pedang berambut hitam itu dengarkan dalam diam— pada akhirnya suara Asuna terpotong oleh angin sepoi-sepoi di sore hari, dan pendekar itu membisikkan sebuah kata kecil.

"...Maaf.”

Setelah beberapa detik, Asuna bertanya-tanya, ‘Mengapa dia mengatakan itu?’

Dia bertemu pendekar pedang itu untuk pertama kalinya hari ini, seharusnya tidak ada alasan baginya untuk meminta maaf. Dia melirik dari balik tudungnya kepada orang di sebelahnya; pria bermantel abu-abu itu masih sedikit terduduk di bangku, menyandar ke depan dan mengistirahatkan kedua sikunya pada lututnya. Mulutnya bergerak sedikit, dan dia mendengar kata-katanya lagi.

"Maaf...—Keadaan saat ini sekarang... atau, dengan kata lain, apa yang mendorongmu hingga sejauh itu, bisa dibilang, mungkin adalah apa yang aku...”

Akan tetapi, dia tidak dapat mendengar kelanjutannya. Berdiri tegak di tengah kota, di atas sebuah kincir angin besar, adalah sebuah jam bertenaga angin yang bersuara keras dan nyaring.

Sekarang adalah jam 4 sore. Waktu dimulainya «Pertemuan». Dengan melihat sekeliling, Asuna melihat bahwa para pemain telah berkumpul di air mancur di dekat mereka, tidak tahu sejak kapan.

"...Mari pergi. Ini adalah konferensi yang kamu undangkan kepadaku.”

Sementara Asuna mengucapkan hal itu dan berdiri, pendekar pedang itu mengangguk, dan secara perlahan bangkit berdiri. Apa yang akan dia katakan sebelumnya— Asuna mungkin tidak akan dapat berbicara dengannya lagi, jadi itu tidak penting. Tetapi di dalam perasaan itu, terdapat sebuah emosi yang seperti duri yang menusuk.

Aku ingin tahu. Aku tidak ingin tahu. Pilihan apa yang berada paling atas, bahkan Asuna sendiri tidak mengerti.

Bagian 7[edit]

44 orang.

Itu adalah jumlah total pemain yang berkumpul di tanah lapang dekat mata air di Tolbana.

Dibandingkan dengan perkiraanku—itu adalah, harapanku, apa yang dapat aku katakan hanyalah bahwa jumlahnya terlalu sedikit. Di dalam SAO, ukuran maksimal dari sebuah grup adalah 6 orang, dan delapan kali jumlah itu, dengan jumlah total 48 orang untuk membentuk sebuah grup penyerbu. Agar tidak ada yang mati saat membunuh bos dari sebuah lantai, akan sulit tanpa setidaknya dua grup penyerbu untuk melakukan pertukaran selama bertarung, tetapi jumlah ini bahkan tidak dapat memenuhi jumlah untuk sebuah grup penyerbu.

Aku menarik napas untuk menghelanya, tetapi aku kehilangan kesempatanku untuk melakukannya.

"...Sebanyak ini...”

Dari sebelah kiri belakangku, pengguna rapier di dalam mantel bertudung itu berbisik. Aku tanpa sadar berbalik dan bertanya.

"Banyak...? Dengan orang sejumlah ini?”

"Ya. Karena... mereka berkumpul di sini untuk tantangan pertama melawan monster bos dari lantai ini, bukan? Walaupun ada kemungkinan untuk penghancuran total...”

"...Begitu.”

Aku mengangguk, dan kemudian melihat wajah-wajah dari para pejuang yang berkumpul dalam grup tiga atau lima orang di sekitar tanah lapang lagi.

Untuk sekitar lima atau enam orang, aku mengetahui nama dan level mereka, dan begitu pula sebaliknya. Hal itu termasuk dengan «Argo si Tikus», yang sedang bersandar kepada tembok tinggi di sisi lain dari tanah lapang. Sebagai tambahan, sekitar lima belas dari orang-orang ini, aku baru melihat kebanyakan dari mereka untuk pertama kalinya. Tentu saja, perbandingan antara pemain pria dan wanita sangat besar. Untuk pemain wanita, dengan melihat sekilas, mungkin hanya pengguna rapier itu dan Argo, mungkin hanya mereka berdua.

Tentu saja, tidak ada orang yang pernah melihat—yaitu untuk Aincrad yang ini—tantangan melawan bos lantai pertama. Hingga sekarang di lantai ini, kemungkinan untuk HP gauge turun menjadi nol—untuk resiko kematian—pastinya adalah yang tertinggi di dalam pertempuran skala besar ini. Seperti yang dikatakan oleh pengguna rapier itu, semua yang berkumpul di alun-alun telah bersiap untuk kematian mereka sendiri, dan dengan berada di sini telah menerima untuk menjadi sebuah batu loncatan untuk para pemain berikutnya... itu adalah apa yang dimaksudkannya, akan tetapi...”

"...Tidak, tidak juga...”

Aku secara tidak sadar berbisik. Pengguna rapier memberiku sebuah pandangan bertanya-tanya dari balik tudungnya. Terhadap hal itu, aku menjawab sementara dengan hati-hati memilih kata-kataku.

"Aku tidak dapat mengatakan hal ini untuk semua orang, tetapi bukannya «Menunjukkan semangat pengorbanan-diri», banyak juga orang yang datang kemari karena «Tidak nyaman karena ditinggalkan»,. Yang untukku, mungkin adalah yang kedua...”

"...Ditinggalkan? Dari apa?”

"Dari garis depan. Penghancuran total itu menakutkan, tetapi dikalahkan oleh bos yang tidak diketahui, juga menakutkan.”

Kain dari tudung itu termiringkan sedikit. Karena dia adalah pemain net game yang benar-benar baru, dia akan sulit mengerti apa yang baru saja aku katakan - itu adalah apa yang pertama aku pikirkan.

"...Hal itu seperti, tidak ingin jatuh di bawah ranking kesepuluh dalam sekolahmu, atau setidaknya ingin untuk menjaga z-score [4] tetap 2. Motivasi yang serupa dengan itu?”

"..."

Kali ini, adalah giliranku untuk tidak dapat berkata-kata. Bila aku berpikir sedikit mengenai hal itu, aku mengangguk dari sudut yang aneh.

"Yea... yah, mungkin... Mungkin seperti itu...”

Lalu—

Terlihat dari balik tudungnya, bibirnya yang terbentuk indah tersebut sedikit tersungging ke atas. Fu, fu—sebuah suara samar dapat terdengar. Tawa... apakah itu adalah suara tadi? Dari pengguna «Linear» yang amat sangat sempurna yang telah menyebut tindakanku sebagai “Usaha yang tidak perlu” ketika aku memindahkannya keluar dari maze?

Aku tanpa sadar ingin melihat secara langsung ke dalam tudungnya, tetapi untungnya situasinya berubah sebelum itu. Dengan suara *Pan, Pan* dari tepuk tangan, sebuah teriakan yang dibawakan dengan baik bergerak melewati alun-alun.

"O—K! Sekarang, ini sudah lima menit terlambat, tetapi mari kita mulai! Semuanya, maju sedikit ke depan... ya, maju tiga langkah lebih dekat!”

Pemilik dari suara yang megah itu adalah seseorang pengguna pedang satu tangan, yang bertubuh tinggi dengan baju pelindung dari logam yang mengkilat untuk setiap anggota tubuhnya. Dengan berlari sebelum meloncat, dia melompat ke pinggiran dari air mancur di alun-alun kota tersebut. Melompat setinggi itu dengan pelindung tubuhnya, dia mpasti memiliki strength dan dexterity stat yang sangat tinggi.

Ketika mereka melihat pendekar pedang yang membalikkan punggungnya itu, beberapa orang dari keempat puluh orang yang ada disini mulai membuat keributan. Aku mengerti apa yang mereka rasakan. Aku juga, bertanya-tanya: orang yang berdiri di pinggir air mancur tersebut, bagaimana dia bisa setampan itu, hingga tampaknya tidak mungkin ada di VRMMO? Sebagai tambahan, rambut panjangnya yang bergelombang turun pada sisi wajahnya berwarna biru cerah. Karena item pewarna rambut tidak dijual di toko pada lantai pertama, dia pasti telah berburu drop dari sebuah monster langka atau membelinya.

Bila dia berbuat sejauh itu untuk mengkustomisasi gaya dan warna rambutnya untuk pertemuan ini, dengan hanya ada dua pemain wanita —walaupun salah satunya memakai mantel bertudung sehingga tidak ada yang dapat mengetahuinya dari luar, sementara yang satunya adalah «Tikus»—Aku rasa dia pasti merasa sedikit enggan, tetapi pria itu benar-benar menampik kecurigaanku dengan senyum yang santai dan berkata.

"Hari ini, terima kasih karena telah datang menjawab panggilanku! Beberapa orang di sini mengenalku, tetapi aku akan mengenalkan diriku sendiri! Aku adalah «Diavel», dan profesiku adalah «Kesatria»!”

Dengan itu, orang-orang di sekitar air mata bersiul dan bertepuk tangan, yang bercampur dengan kata-kata semacam ‘Kamu benar-benar ingin berkata «Pahlawan» bukan!’ diarahkan kepadanya.

Untuk SAO, kelas profesi tidak ada di dalam sistemnya. Setiap pemain diberikan sejumlah «Skill Slot», dan dapat dengan bebas memilih dari bermacam-macam teknik dan mengaturnya untuk dilatih. Sebagai contohnya, orang-orang dengan keahlian membuat barang atau berdagang sebagai keahlian utamanya dapat dipanggil sebagai «Penempa», «Penjahit Wanita», «Koki», atau gelar pekerjaan lainnya—akan tetapi, aku memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai kelas «Kesatria» dan «Pahlawan», belum pernah mendengarnya sebelumnya.

Tetapi, tidak peduli kelas macam apa seseorang memanggil dirinya sendiri, itu adalah pilihannya. Dengan itu, pria bernama Diavel ini sedang mengenakan pelindung perunggu di dada, bahu, tangan dan tulang keringnya, dengan sebuah longsword [5] besar di pinggang kirinya, dan sebuah kite shield [6] di punggungnya. Kamu dapat mengatakan bahwa itu adalah perlengkapan yang cocok untuk seorang Kesatria.

Penampilan yang gagah itu... sementara aku memandangnya dari belakang kerumunan, aku mencari dari daftar isi di otakku. Perlengkapan dan gaya rambutnya berbeda jadi sulit untuk menghubungkannya, tetapi satu bulan ini aku ingat sering melihatnya di desa-desa dan kota-kota kecil di garis depan. Lalu kemudian, bagaimana dengan sebelum itu—«Aincrad yang lain», bagaimana dengan di sana. Setidaknya, aku tidak ingat pernah mendengar namanya sebelumnya...

"Kalau begitu, mengenai alasan aku mengumpulkan kalian para pemain tingkat atas yang sangat aktif di ujung terdepan dari garis depan, aku rasa aku tidak perlu mengatakannya...”

Sementara pidato Diavel berlanjut, aku menghentikan pikiranku dan berkonsentrasi kepadanya. Kesatria berambut biru itu menaikkan tangan kanannya, menunjuk menara raksasa yang secara samar terlihat menjulang di atas tepi langit kota ini- maze lantai pertama—dan melanjutkan pidatonya.

"...Hari ini, grupku menemukan tangga yang mengarah ke lantai paling atas dari menara itu. Yaitu, besok—atau, setidaknya, lusa—kita akan sampai ke sana: ruang bos... lantai pertama!”

Para pemain membuat sebuah keributan besar. Aku juga agak terkejut. Maze lantai pertama memiliki 20 lantai; aku (dan pengguna rapier di sebelahku), pergi ke lantai 18 hari ini, di sekitar area tangga menuju lantai 19. Aku tidak tahu bahwa lantai 19 sudah dipetakan begitu menyeluruh.

"Satu bulan. Datang sejauh ini membutuhkan waktu satu bulan... Walaupun begitu, kita telah membuat sebuah contoh. Bunuh bosnya, dan capai lantai kedua! Kita perlu menunjukkan bahwa permainan kematian ini bisa diselesaikan kepada semua orang yang menunggu di Starting City. Ini adalah kewajiban bagi kita para pemain tingkat atas disini! Bukankah itu benar, semuanya!”

Sekali lagi, sorakan-sorakan terdengar. Kali ini, ada orang-orang yang ikut bertepuk tangan yang bukan teman-teman Diavel. Sebenarnya apa yang dikatakan nya adalah sesuatu yang terhormat dan tidak ada yang disembunyikan. Tidak, aneh rasanya bahkan untuk berpikir bahwa ada yang tersembunyi dibalik kata-kata itu. Sekarang ini, aku seharusnya menjadi seperti para pemain yang-terpecah-sebelumnya di garis depan dan membeli cerita Kesatria itu, memberinya tepuk tangan—

"Tunggu sebentar , Knight-san."

Pada saat itu, sebuah suara yang pelan mengalir keluar.

Sorak-sorainya segera berhenti, dan bagian depan dari kerumunan terbelah menjadi dua. Di tengah dari ruang yang dikosongkan itu ada seseorang yang bisa dibilang pendek dan kekar. Dari posisiku, aku dapat melihat sebuah pedang satu-tangan di punggungnya yang lumayan besar, dan semacam rambut, berwarna coklat yang runcing seperti kaktus.

Mengambil sebuah langkah ke depan, kepala kaktus itu menggeram dengan suara yang serak , dan dalam yang berlawanan dengan suara indah Diavel.

"Sebelum itu, ada satu hal yang perlu diselesaikan; bila tidak aku tidak dapat bergabung dengan kalian.”

Kedua mata Diavel mengecil saat itu juga, tetapi kemudian kembali tersenyum penuh dan mengatakan sesuatu sambil memberi isyarat.

"Pendapat sangat diterima di sini. Tetapi, bila kamu akan berbicara, kamu perlu memberitahukan kami namamu.”

"...Hum."

Kepala kaktus itu mendengus keras, lalu melangkah ke depan. Ketika dia mencapai air mancur itu, dia berbalik dan menghadap kami.

"Aku adalah «Kibaou»."

Bagian 8[edit]

44906.jpg

Pendekar berkepala kaktus yang memperkenalkan dirinya itu dengan nama karakter yang lumayan berani melihat semua pemain di alun-alun dengan kedua matanya yang kecil, tetapi tajam dan terang.

Pandangan matanya yang bergerak secara horisontal berhenti untuk sesaat pada wajahku—atau setidaknya aku pikir dia lakukan. Aku tidak pernah mengingat namanya, ataupun juga dimana kami pernah bertemu sebelumnya. Setelah melihat cukup lama untuk melihat semua orang sekali, Kibau akhirnya berkata dengan nada suara yang mengancam.

"Di sana, sekitar 5 atau 10 orang perlu meminta maaf.”

"Meminta maaf? Kepada siapa?”

Kesatria yang masih berdiri dibelakangnya di ujung air mancur, Diavel, mengangkat kedua tangannya untuk bertanya. Tanpa melihatnya, Kibaou berkata dengan penuh kebencian.

"Ha, bukankah itu jelas. Kepada 2000 orang yang sekarang meninggal. Orang-orang itu telah memonopoli semuanya, dan 2000 orang meninggal dalam satu bulan! Bukankah benar?!”

Pada saat itu, suara dengungan rendah di dalam empat puluh orang pendengar itu terpotongl semuanya terdiam. Apa yang Kibaou ingin katakan, semuanya pada akhirnya mengerti. Aku tentu saja, juga termasuk.

Di dalam keheningan yang mencekam ini, hanya BGM dari orkestra NPC yang bermain diam-diam. Tidak ada yang berkata apapun. Bila sesuatu dikatakan, kemudian pada saat itu juga kamu akan dilabeli sebagai salah satu dari «mereka»—ketakutan seperti itu mungkin ada di sana. Tidak, bukan sebuah kemungkinan. Setidak-tidaknya, aku jelas-jelas terperangkap oleh ketakutan itu...

"—Kibaou-san. Apa yang kamu maksud dengan «mereka» itu adalah... para original beta tester, bukan?”

Diavel dengan kedua tangannya bersila, menunjukkan tampang yang paling galak hingga sekarang sementara dia bertanya untuk mengkonfirmasi.

"Jelas saja.”

Dengan potongan-potongan logam tebal dari scale mail miliknya berdentingan diatas pakaian kulit yang dia pakai [7] , Kibaou melirik kepada kesatria dibelakangnya dan meneruskan kata-katanya.

"Para beta tester itu, pada hari permainan yang menyebalkan ini dimulai, berlari keluar dari Starting City dan menghilang. Mereka meninggalkan lebih dari 9000 orang yang tidak tahu kiri dari kanan. Mereka memonopoli daerah-daerah berburu yang baik dan quest-quest yang menguntungkan, menjadi lebih kuat tanpa memperdulikan mereka yang tertinggal... Seharusnya ada beberapa di dalam kelompok ini, menyembunyikan status mereka sebagai beta tester, beberapa orang yang licik yang berpikir untuk bergabung dengan pertarungan dengan bos. Aku ingin mereka berlutut sekali, yang hidupnya bergantung kepada anggota grup mereka. Itu adalah apa yang ingin aku katakan!”

Seperti namanya [8], dia memotong kecamannya dengan gigitan dari giginya. Tetap saja, tidak ada yang berkata apa-apa. Sebagai anggota dari kelompok original beta tester, aku mengatupkan gigiku, menahan napasku, dan terus terdiam.

Itu bukan karena aku tidak ingin berteriak balik sebuah bantahan seperti, ‘Para original beta tster, apakah kamu pikir tidak ada dari mereka yang mati?’

Sekitar satu minggu yang lalu, aku membeli informasi dari Argo—lebih tepatnya, aku bertanya kepadanya untuk memeriksa sesuatu. Untuk mengetahui jumlah kematian dari original beta tester.

Close beta dari SAO yang diadakan selama liburan musim panas hanya menerima 1000 orang. Semua diberikan hak untuk membeli permainan yang diluncurkan terlebih dahulu, tetapi karena waktu loginnya mendekati masa ujian, tebakanku adalah bahwa tidak semua dari 1000 tester itu berpindah ke permainan resmi. Mungkin, sekitar 700 atau 800 orang—itu, adalah jumlah keseluruhan dari original beta tester pada awal permainan.

Akan tetapi, menemukan «Siapa yang merupakan seorang original beta tester» tidak semudah itu. Bila kursor warna pemain memiliki tanda [β], maka tentu saja akan menjadi lebih mudah—setelah mengatakan mengenai hal itu, bisa dibilang kami cukup beruntung bahwa tanda semacam itu tidak ada. Sedangkan mengenai penampilan avatar kami Kayaba Akihiko, GM dari permainan ini telah mengatur penampilan semua orang sehingga sama dengan di dunia nyata. Satu-satunya hal yang dapat kami pegang adalah nama, tetapi mungkin banyak yang diubah setelah berpindah dari beta menuju permainan resmi. Secara kebetulan, alasan mengapa Argo dan aku yakin mengenai status masing-masing sebagai original beta tester berhubungan dengan bagaimana kami pertama bertemu, tetapi itu adalah cerita yang lain.

Jadi, karena alasan-alasan itulah, pencarian Argo seharusnya sangat sulit. Akan tetapi, hanya dibutuhkan 3 hari baginya untuk memberiku sebuah angka.

Sekitar 300 orang. Itu, adalah perkiraan Argo mengenai kematian para original beta tester.

Bila nomor itu benar, hal itu berarti, dengan jumlah kematian sekarang adalah 2000, 1700 di antaranya adalah pemain baru. Sebagai persentase, tingkat kematian pemain baru adalah 18%. Di lain pihak, tingkat kematian original tester adalah - mendekati 40%.

Pengetahuan sebelumnya dan pengalaman tidak selalu berarti keamanan. Sebaliknya, mereka bisa menjadi jebakan. Untukku, yang menerima quest pada hari pertama dari hari pertama dari permainan kematian ini, aku hampir saja mati. Selain itu, ada juga faktor-faktor eksternal. Pada permainan resmi SAO, geografi, monster-monster, dan item yang ada kebanyakan sama dengan yang ada dalam beta test, tetapi terkadang, perbedaan yang tipis, seperti jarum beracun mematikan yang kecil...

"Bolehkah aku berbicara?”

Pada saat itu, sebuah suara bariton yang kuat dan keras terdengar di alun-alun kota di sore hari. Aku kembali dari pemikiranku dan menaikkan kepalaku. Dari sisi kiri dari kerumunan, sebuah siluet bergerak ke depan.

Besar sekali. Tingginya bisa melebihi 180cm, mungkin. Ukuran dari sebuah avatar dikatakan tidak memiliki efek apapun pada stat orang tersebut, tetapi battle-axe[9] dua tangan yang terselempang di punggungnya kelihatannya ringan baginya.

Penampilannya juga, megesankan dan tidak kalah dengan senjatanya. Sebuah kepala yang benar-benar botak, dan kulit berwarna coklat. Akan tetapi, wajahnya yang seperti di pahat terasa sangat cocok sehingga kamu mungkin berpikir bahwa wajahnya dirubah. Bukan orang Jepang... daripada mengatakan itu, mungkin saja dia bahkan bukan manusia.

Raksasa berotot itu bergerak ke depan ke arah air mancur. Menunduk sedikit ke arah para pemain lain, dan kemudian berbalik dengan tingkat yang secara dramatis berbeda dengan Kibaou.

"Namaku adalah Agil. Kibaou-san, apa yang ingin kamu katakan adalah banyak pemula yang mati karena original beta tester tidak peduli kepada mereka, dan kamu ingin mereka menerima tanggung jawab itu dan meminta maaf, apakah benar?”

"Be... Benar.”

Kibaou, kewalahan untuk sesaat, mundur selangkah, tetapi kemudian segera kembali maju. Dengan matanya yang kecil dan berkilau menatap tajam kepada pengguna kapak bernama Agil, dia berteriak.

"Bila mereka tidak meninggalkan kita, 2000 orang tersebut tidak akan mati! Akan tetapi, mereka bukan hanya 2000 orang biasa, kebanyakan dari mereka adalah veteran tingkat atas dari MMO lain! Bila para tester menyebalkan itu berbagi informasi, item dan uang dengan baik, lalu akan ada 10 kali lipat orang-orang yang berkumpul di sini... tidak, sekarang kita seharusnya sudah selesai menembus lantai 2 atau 3!!”

—300 dari 2000 orang tersebut, adalah apa yang kamu panggil ‘tester yang menyebalkan’!

Aku dengan mati-matian berusaha menahan diriku untuk meneriakkan hal itu. Aku belum dapat menunjukkan dasar dari angka 300 itu, dan menakutkan untuk digantung; alasan-alasan remeh seperti itu menahanku dari berteriak. Akan tetapi, sebelum itu, aku rasa tidak akan bijaksana untuk menunjukkan statusku sebagai original beta tester sebagai bantahanku dalam situasi ini.

Sekarang ini, sekitar empat hingga lima ratus original tester yang tersisa sedang tergabung secara berbahaya tergabung dengan peserta-peserta batu. Bila dilihat secara level ataupun perlengkapan, mereka tidak lagi mencolok. Di dalam situasi ini, bila aku menunjukkan diriku sebagai original tester, hal berbahaya seperti pemfitnahan atau pencemaran nama baik besar-besaran mungkin terjadi dibandingkan perbaikan komunikasi antar pemain. Kemungkinan buruknya, pemain garis depan, pemain pemula baru, dan original tester mungkin berpisah dan memulai sebuah perang. Hal itu perlu dihindari tidak peduli apapun yang terjadi. Alasannya adalah, untuk SAO, serangan dari pemain diperbolehkan di medan dan ruang bawah tanah, yang disebut «Area luar»...

"Itu adalah apa yang kamu katakan, Kibaou-san. Aku tidak tahu mengenai uang dan item, tetapi aku rasa mengenai informasi ada yang dibagikan.”

Sementara aku secara menyedihkan menurunkan pandangan mataku, Agil si pendekar kapak itu menjawab dengan suara bariton yang kuat. Dari kantong besar di pinggangnya, yang berotot dan ditutupi pakaian pelindung dari kulit, dia mengeluarkan item buku sederhana yang dijilid dengan kulit domba. Sampul bukunya memiliki telinga bulat dan tiga kumis yang digayakan dengan «Tanda Tikus».

"Buku petunkuk ini, kamu juga dapat bukan. Dibagika secara gratis dari item shop di Hornuka dan Medai.”

"...Di- Dibagikan secara gratis?”

Aku tanpa sadar mengeluarkan sebuah suara kecil. Buku itu, dari penanda di sampulnya, adalah barang dagang Argo si Tikus, «Panduan Strategi berdasarkan Area». Buku itu memiliki penjelasan yang mendetil tentang banyak area mengenai penampilan monster-monster, drop item, dan bahkan penjelasan yang berhubungan dengan quest. Pada dasar dari sampulnya tertulis, [Tidak apa-apa. Ini adalah panduan strategi yang dibuat oleh Argo.] Slogan itu bukanlah sesuatu yang berlebihan. Agak sedikit memalukan tetapi aku membeli seluruh set-nya untuk melengkapi ingatanku— lalu, bila aku mengingatnya dengan benar, setiap buku seharusnya berharga 500 col, harga yang cukup pantas...

"...Aku juga memilikinya.”

Disampingku, pengguna rapier [10] yang-terdiam-hingga-sekarang berbisik. Aku bertanya kepadanya “Secara gratis?”, dan dia mengangguk.

"Ada sebuah komisi untuk pemilik item shop, tetapi karena harganya 0 col, semua orang memilikinya. Buku itu segera menjadi berguna.”

"A... Apa yang terjadi...”

«Tikus» itu—dia adalah seorang pedagang yang kejam dimana dia akan menjual stat-nya sendiri bila itu akan mendatangkan uang. Tetapi, menyebarkan informasi secara gratis? Tidak mungkin terjadi! Aku memindahkan pandanganku; tembok batu dimana Argo terduduk diam beberapa menit yang lalu sudah kosong. Ketika aku betemu dengannya lagi, aku ingin bertanya alasan kenapa, tetapi entah bagaimana aku sudah dapat membayangkan jawabannya: “Informasi itu berharga 1000 col”.

"—Iya. Kenapa dengan buku itu?”

Suara Kibaou yang tajam memotong pemikiranku. Agil menaruh buku panduannya kembali ke kantongnya, dan kemudian mengatakan dengan tangan bersila.

"Panduan ini, setiap kali aku mencapai desa atau kota baru, selalu ditemukan di dalam item shop. Hal itu juga sama denganmu bukan. Penyebaran informasinya terlalu cepat, tidakkah kamu berpikir mengenai hal yang sama?”

"Jadi, ada apa dengan terlalu cepat atau semacamnya!”

"Orang-orang yang menyediakan informasi dari para monster dan data peta di dalamnya, tidak mungkin orang lain selain para original beta tester.”

Semua pemain kembali ribut. Kibaou menutup mulutnya dengan tajam, dan si kesatria Diavel dibelakangnya mengangguk dengan berkata ‘Oh, begitu’.

Ketika semua pandangan diarahkan kepada Agil, dia berkata dengan suara baritonnya yang dikatakan dengan baik.

"Kamu tahu, disini terdapat informasi. Walaupun begitu, masih banyak pemain yang mati. Alasannya adalah karena mereka adalah para pemain veteran MMO, aku rasa. Mereka mengukur kesamaan SAO dengan permainan lain, dan kehilangan titik perbedaannya. Tetapi, sekarang bukanlah waktunya untuk mencari siapa yang bertanggung jawab. Apakah kita akan menjadi orang-orang itu atau tidak, dan bagaimana hal itu mempengaruhi pertemuan ini, adalah apa yang aku pikirkan.”

Bagian 9[edit]

Pengguna kapak dua-tangan bernama Agil itu memiliki sikap yang mengesankan, dan pendapatnya juga sangat berterus terang, sehingga Kibaou hanya dapat berdiri di dalam bayangan dalam diam. Bila orang lain selain Agil mengatakan hal yang sama, lalu Kibaou mungkin akan membalas dengan ‘Mengatakan hal itu berarti kamu adalah seorang original beta tester’, aku rasa begitu. Tetapi, saat ini, apa yang dapat dia lakukan adalah menatap tajam raksasa itu di dalam kebencian.

Di belakang dua orang yang saling berhadapan dalam diam. Diavel, yang masih berdiri di pinggiran air mancur, rambutnya terwarnai ungu dari cahaya mentari di sore hari, melambaikan tangan sementara dia mengangguk sekali lagi.

"Kibaou-san, aku dapat mengerti pendapatmu. Aku juga pergi ke medan-medan yang tidak diketahui, dan akhirnya sampai di sini setelah hampir mati beberapa kali. Tetapi, seperti yang dikatakan oleh Agil-san disini, bukannya sekarang adalah waktu untuk maju ke depan? Bahkan para original beta tester... tidak, terutama original beta tester, kita memerlukan kekuatan bertarung mereka untuk strategi menghadapi bos ini. Bila kita tidak menggunakan tenaga mereka, dan hal itu menyebabkan kegagalan serangan ini, apa gunanya?”

Ini adalah benar-benar orang yang menyatakan dirinya sendiri sebagai kesatria, aku ingat; dia juga telah memberikan pidato yang santai. Banyak diantara orang-orang yang berkumpul di sini mengangguk dalam. Aku merasakan atmosfirnya berubah dari ‘Menyalahkan original tester,’ dan aku tanpa sadar menghembuskan napas lega. Aku sadar itu adalah sebuah perbuatan yang memalukan untukku, tetapi aku kemudian mendengarkan kelanjutan dari pidato Diavel.

"Semuanya, setiap dari kalian memiliku preferensi masing-masing, tetapi saat ini aku ingin kalian semua bekerja sama untuk menembus lantai pertama. Bila ada orang-orang yang tidak ingin bertarung bersama dengan original beta tester tidak peduli apa yang terjadi, walaupun sangat disayangkan, tetapi kamu bebas untuk pergi. Untuk pertarungan melawan bos, kerjasama tim adalah yang terpenting.”

Pandangan mata kesatria itu menyapu ke arah semua orang, dan pada akhirnya berhenti ke arah Kibaou. Pendekar pedang berkepala kaktus itu mendengus keras lalu memuntahkan kata-kata.

"...Baiklah, aku akan mendengarkanmu untuk sekarang. Tetapi, setelah pertarungan dengan bos ini selesai, aku ingin hal ini deselesaikan dengan hitam-putih.”

Dengan scale mail miliknya bergemerincing, Kibaou kembali dari depan kelompok. Agil si pengguna kapak itu juga, melebarkan kedua tangannya menunjukkan bahwa dia tidak memiliki sesuatu lain untuk dikatakan, dan kembali kemana dia berada sebelumnya.

Pada akhirnya, itu adalah garis besar dari pertemuan pertama. Karena, bahkan bila kita ingin mendiskusikan detil dari strategi menghadapi bos-nya, kita hanya sampai di lantai teratas dari maze ini. Di dalam situasi dimana tidak ada orang yang telah melihat wajah dari bos-nya, sebuah strategi tidak dapat dibuat...

—Tidak, kenyataannya sedikit berbeda. Karena aku tahu bos dari lantai pertama adalah Kobold yang berukuran sangat besar, senjatanya adalah sebuah Talwar [11] yang besar, dan begitu dihadapi 12 penjaga kerajaan berpelindung berat akan muncul.

Dalam satu sisi, bila aku menunjukkan statusku sebagai orginal tester dan menyediakan informasi dari bos itu, kemungkinan kami untuk sukses mungkin akan sedikit meningkat. Akan tetapi, kemudian mereka akan bertanya ‘Mengapa kamu tetap diam hingga sekarang’ dan kemungkinan untuk atmosfir dari ‘menggantung para original tester’ akan muncul kembali.

Selain itu, pengetahuanku berada dari Aincrad lama. Ketika permainan resmi dimulai, kemungkinan bahwa bos itu benar-benar, atau hanya dalam detil-detil kecil, berubah. Bila kita mendasarkan strategi kita dari informasi selama beta, ketika kita benar-benar melawan bos itu, bila penampilan atau pola serangannya berubah... atau ketika hal-hal lain terjadi, maka para penyerbu dapat dihancurkan oleh karena terlalu banyak kebingungan. Apa yang terjadi berikutnya adalah, hingga pintu dari ruangan bos terbuka dan pemiliknya muncul, tidak ada yang dapat dimulai.

Setengah dari alasanku adalah untuk meyakinkan diriku sendiri, sementara aku terus menutup mulut.

Pada akhir pertemuan, si kesatria Diavel menaikkan suaranya yang tegas, dan meraung keras kepada para peserta. Aku hanya menaikkan tangan kananku untuk menunjukkan dukunganku. Sementara untuk pengguna rapier disampingku, jangankan berteriak; dia bahkan tidak menggerakkan tangannya dari mantelnya. Sebelum kata “Bubar” selesai diucapkan, dia telah berbalik. Sebelum dia pergi, aku hanya mendengar bisikan pelannya.

"Sebelum pertemuan dimulai, kamu mengatakan sesuatu... bila kita berdua masih hidup setelah pertarungan dengan bos, katakan kepadaku apa yang kamu katakan sebelumnya.”

Kepada punggung yang menghilang dibalik jalan yang redup itu, aku menjawab tanpa suara.

—Tentu saja, pada saat itu, aku akan mengatakannya padamu. Bahwa untuk keselamatanku sendiri, aku membuang semuanya.”


* * *

Walaupun pertemuannya berakhir tanpa diskusi apapun, walaupun itu sepertinya meningkatkan moral dari para pemain, dan lantai 20 dari maze pertama telah dipetakan dengan kecepatan yang belum pernah dilihat sebelumnya. Siang hari setelah pertemuan itu—Sabtu, tanggal 3 Desember—grup pertama (kali ini juga adalah grup Diavel yang beranggotakan enam orang), menemukan sebuah pintu ganda raksasa jauh di dalam maze. Sorak-sorai mereka mencapai diriku yang bertarung secara solo di dekat mereka.

Grup dari Diavel dengan berani membuka pintu ruangan bos, dan melihat wajah dari penghuninya. Pada sore harinya, pada pertemuan lain di air mancur alun-alun Tolbana, kesatria berambut biru itu melaporkannya kembali.

Bos-nya adalah sebuah Kobold berukuran sangat besar, setinggi 20 meter. Namanya adalah «Illfang the Kobold Lord», dan senjatanya termasuk dalam golongan scimitar [12] . Ketika dihadapi, tiga «Ruin Kobold Sentinels» berpelindung logam, yang membawa halberd [13] muncul—

Informasinya sampai sekarang masih sama persis denga di beta. Bila aku mengingatnya dengan benar, «Sentinel» akan kembali muncul ketika bos-nya kehilangan salah satu dari keempat HP bar-nya, dengan total sejumlah 12 sentinel yang harus dibunuh, tetapi seperti biasa aku tidak mempunyai keberanian untuk mengatakan hal itu di dalam pertemuan. Bagaimanapun juga, pertempuran sebenarnya tidak akan terjadi terlalu segera, dengan banyak pertempuran untuk pengintaian dimana ini akan segera menjadi informasi yang akan segera diketahui—itu adalah apa yang ingin aku katakan kepada diriku sendiri, tetapi sesuatu yang membuat kekhawatiranku tidak beralasan ditemukan pada pertengahan pertemuan.

Entah bagaimana, pada kedai NPC terbuka di dekat alun-alun, «Benda itu» sudah dijual semenjak entah kapan. Dibuat dari tiga kulit domba yang dijahit, bukan sebagai buku, tetapi itu adalah sebuah pamflet. Panduan Strategi Argo: Edisi bos lantai pertama—adalah judul pamfletnya. Harganya adalah 0 col sejak awal penjualannya.

Tentu saja pertemuannya dihentikan untuk sementara sementara semua orang membeli (atau lebih tepatnya mendapatkan) panduan itu dari NPC, dan mulai membaca.

Sama seperti biasanya, terdapat sejumlah informasi yang mengesankan banyaknya. Dari nama bos yang baru saja diketahui hingga perkiraan HP-nya, senjata utamanya yang adalah sebuah Talwar dan kecepatan pedangnya, jumlah damage, hingga teknik-teknik pedangnya, informasi ini memenuhi tiga halaman panduan ini. Halaman keempat menjelaskan tentang para «Sentinel»; disana, tertulis dengan jelas bahwa mereka akan muncul empat kali, hingga berjumlah 12 sentinel secara keseluruhan.

Dan juga, pada sampul dari panduan itu, sebaris kata-kata yang tidak ada pada «Panduan Strategi Argo» hingga sekarang, dalam tulisan merah terang, berkata—

[Informasi ini berasal dari beta test SAO. Mungkin terdapat perbedaan dengan versi yang sekarang.]

Ketika aku melihatnya, aku menaikkan kepalaku sebagai reaksinya, dan melihat di sekeliling alun-alun mencari Argo. Akan tetapi, aku tidak dapat menemukan «Tikus» yang memakai pelindung kulit kusam itu. Aku menurunkan kepalaku lagi, dan menggumam.

“...Terbongkar...”

Garis peringatan merah ini mungkin telah menghancurkan status Argo yang sekarang—«Hanyalah seorang informan yang menjual informasi yang diperoleh dari para beta tester yang tidak diketahui seorangpun». Hampir semua yang membaca ini, akan mulai bertanya-tanya apakah Argo sendiri adalah seorang original tester atau bukan. Tentu saja tidak ada bukti apapun, tetapi nanti, bila permusuhan antara para pemain baru dan original tester membesar melebihi yang sekarang, tanpa ragu bahaya dari dia digantung akan meningkat.

Di lain pihak, panduan strategi ini, tentunya akan menghindarkan beberapa pertarungan pengintaian yang merepotkan dan berbahaya. Keempat puluh orang yang membaca ini, seakan-akan membiarkan pemimpin mereka memutuskan bagaimana menyikapinya, melihat ke arah kesatria berambut biru yang berdiri di pinggiran air mancur seperti kemarin.

Diavel kelihatannya menurunkan kepalanya karena berpikir secara dalam untuk puluhan detik, dan kemudian akhirnya berdiri tegak dan berteriak.

"—Semuanya, sekarang, mari kita berterima kasih atas informasi ini!”

Para peserta kembali riuh. Pidato itu, bukannya memilih konfontrasi dengan original tester, memilih perdamaian. Aku pikir Kibaou akan sekali lagi melompat dan menggeram, tetapi kepala kaktus coklat didekat bagian depan kerumunan itu sekarang masih berdiri.

"Mengesampingkan sumbernya, tetapi terima kasih atas panduan ini, kita dapat melewatkan dua hingga tiga hari pertempuran pengintaian. Sebenarnya, hal ini sangat disyukuri, aku rasa. Karena kebanyakan kematiannya mungkin berasal dari pertempuran pengintaian tersebut.”

Di mana-mana di alun-alun, kepala-kepala yang berbeda warna mengangguk.

"...Bila ini benar, stat numeris dari bos ini tidak seburuk itu. Bila SAO adalah MMO yang normal, lalu semua orang dengan rata-rata tiga... tidak, dibawah level lima akan dapat membunuhnya, aku rasa. Jadi, bila kita mengasah taktik kita dengan benar, membawa banyak POT [14] ke dalam pertarungan, mungkin kita dapat membunuhnya tanpa korban satupun. Tidak, maaf, bukan itu. Benar-benar tanpa korban. Itu, aku berjanji kepadamu atas nama kesatria!”

'Yo, knight-sama!' dan suara lain datang beterbangan, tepuk tangan keras berlanjut. Diavel adalah seseorang dengan kepemimpinan yang baik, bahkan pemain solo sepertiku perlu menerimanya. Guild tidak dapat dibuat hingga para pemain mencapai lantai ketiga, tetapi pada saat itu sebuah guild penaklukan yang menakjubkan mungkin dapat dibuat...

Aku merasakan beberapa derajat kekaguman, tetapi dengan kelanjutan pidato kesatria itu, aku sedikit tersedak.

"—Lalu, ini agak terlalu cepat, tetapi aku berpikir untuk memulai pertemuan strategi yang sebenarnya sekarang! Lagipula, bila kita tidak membuat kelompok penyerbuan, kita tidak dapat membagi tugas kita. Semuanya, pertama-tama mari membuat grup-grup dengan teman-teman atau orang di sekitarmu!”

...Apa yang dia katakan?

Dengan sebuah kekakuan yang mengingatkanku pada kelas olahraga saat SD, aku dengan terburu-buru menghitung di dalam kepalaku. Di dalam SAO, sebuah grup terdiri dari 6 orang, ada 44 orang disini jadi... 7 grup ditambah 2 orang yang tersisa. Bila tujuannya adalah kerataan jumlah, lalu 4 grup beranggotakan 6-orang, dan 4 grup beranggotakan 5-orang adalah yang terbaik? Tetapi jika begitu, tanpa perintah dari pemimpin tidak akan bisa semudah itu...

Untuk pemikiranku yang menyeluruh dan berkecepatan tinggi, hasilnya membuat pemikiran itu tidak berguna. Karena, dibawah satu menit setelah arahan Diavel, tujuh grup beranggotakan 6-orang dengan cepat dibentuk. Mereka mengerti kesatria itu ingin membuat grup beranggotakan 6-orang. Lalu, tidak-peduli-bagaimana-kamu-melihatnya-dia-adalah-si penyendiri Kibaou, dan raksasa yang terlihat mulia Agil juga segera menemukan 5 orang. Mungkin orang yang tidak berkata ‘Mari bertarung bersama-sama’ hanyalah aku seorang—

Tidak, itu tidak benar.

Ketika aku melirik sekeliling, aku menemukan pengguna rapier yang mengenakan mantel bertudung itu berdiri sendirian, dan aku segera mendekatinya.

"...Kamu juga diabaikan?”

Untuk pertanyaanku yang pelan, sebuah tatapan mata yang tajam, dan marah datang dari tudungnya, dan pada saat yang sama sebuah suara yang tertekan menjawab.

"...Bukan diabaikan. Orang-orang di sekitarku sepertinya berteman, jadi aku menahan diri.”

Itu adalah apa yang dimaksudkan dengan diabaikan—

Aku ingin mengkoreksi dia, tetapi karena bijak dengan kehati-hatian, dan sebaliknya hanya mengangguk secara serius dan berkata.

"Lalu, bagaimana bila membentuk grup denganku? Sebuah kelompok penyerbu bisa menampung delapan grup; bila kita tidak melakukannya kita tidak dapat bergabung.”

Kelihatannya melakukannya secara sistematik adalah benar, karena pengguna rapier itu kelihatan ragu-ragu untuk sesaat, lalu mendengus dan berkata.

"Karena kamu mengundangku, aku harus menerimanya.”

Di sini, dia memberiku semacam ekspresi ‘kamu mengajakku terlebih dahulu jadi kamu yang mengundang’ yang kekanak-kanakan, yang telah aku tinggalkan sebulan yang lalu. Jadi, aku mengangguk dan menyentuh kursor warnanya di dalam pandanganku untuk mengirim undangan grup. Pengguna rapier itu menyentuh OK dengan sikap yang kaku, dan kemudian di sisi kiri dari pandanganku, sebuah HP gauge kecil kedua muncul.

Dibawahnya menunjukkan sebuah kombinasi dari huruf, dimana aku menatapnya.

[ASUNA]. Itu, adalah nama dari pemain anggar misterius yang memiliki «Linear» yang teramat sangat cepat.

Bagian 10[edit]

Kemampuan mengomandani dari Diavel si kesatria itu, tidak hanya pidatonya, juga lumayan baik dalam aspek-aspek kecilnya.

Dia memeriksa ulang ketujuh grup beranggotakan 6 orang ini, dan dengan jumlah tersedikit dari pengubahan, membuat tujuh grup dengan tujuan yang berbeda-beda. Dua grup Tanker berpelindung berat. Tiga grup Penyerang berkecepatan dan berkekuatan serang tinggi. Dua grup Pendukung yang memakai senjata panjang.

Kedua grup tanker akan menjaga dan bertukar untuk menjadi target dari bos-nya. Dua grup penyerang berkonsentrasi kepada bos-nya, dan yang satunya untuk membunuh para penjaganya dahulu. Kedua grup pendukung yang kebanyakan menggunakan senjata panjang akan menggunakan teknik Delay sebagai teknik utama mereka, dan bila mungkin mengganggu serangan dari bos atau penjaganya.

Sederhana, tetapi dengan ini tidak banyak terdapat celah, aku rasa ini adalah taktik yang baik. Sementara aku terkagum, kesatria itu akhirnya pergi ke arah grup berisi dua orang yang tidak-ada-gunanya (tentu saja, itu adalah aku dan pengguna rapier itu) itu, setelah berpikir untuk beberapa lama, dia berkata dengan santai.

"Kalian berdua, pastikan tidak ada Kobold penjaga yang tersisa, tolong bantu grup E.”

Dengan kata lain, ‘Jangan mengganggu pertarungan dengan bos dan berdiamlah di belakang’, Aku rasa kata-katanya itu dapat berarti hal ini. Ketika aku menyadari bahwa pengguna rapier «Asuna» di sampingku akan memberikan sebuah respon yang tidak menyenangkan. Aku menghentikannya dengan satu tangan dan menjawab.

"Dimengerti. Itu adalah peran yang penting, serahkan kepada kami.”

"Ya, aku bergantung kepadamu.”

Dengan kilauan putih dari gigi depannya, kesatria itu kembali ke air mancur. Pada saat itu, di dekat telinga kiriku, sebuah suara yang tajam terdengar.

"...Tugas penting apa. Pertempuran akan berakhir tanpa kita menyerang satu kalipun kepada bos-nya.”

"Kita tidak dapat melakukan apapun mengenai hal ini, kita hanya berdua. Tidak ada cukup waktu untuk rotasi Switch dan Pot [14]."

"...Switch? Pot...?"

Mendengar bisikan yang bertanya itu, aku sekali lagi berpikir. Pengguna rapier ini, sungguh-sungguh meninggalkan Starting City sebagai pemula tanpa pengetahuan apapun, dan datang jauh ke sini seorang diri. Mungkin dengan lima rapier yang tidak ditingkatkan yang dibeli dari toko, dan mengandalkan hanya kepada satu teknik pedang «Linear»—

"...Nanti, aku akan menjelaskan secara deril. Bila kita berbicara di sini penjelasannya tidak akan pernah selesai.”

'Tidak perlu’, aku menebak dengan kemungkinan di atas 50% untuk respon semacam ini, setelah pengguna rapier itu terdiam untuk beberapa detik, dia mengangguk ringan.


* * *

Konferensi strategi menghadapi bos kedua ini berakhir setelah percakapan singkat antara para pemimpin grup yang diberi label huruf dari A hingga G, dan mengatur bagaimana membagi col dan item dari boss drop. Agil si pengguna kapak itu adalah pemimpin dari kelompok tanker B, dan Kibou yang memiliki kebencian yang membara terhadap para original beta tester adalah pemimpin dari grup penyerang E. Karena grup E adalah grup untuk membunuh para Kobold penjaga, pengguna rapier dan aku, kombinasi dari sisa pemain yang ada, akan membantu Kibaou. Sejujurnya, dia adalah seorang musuh yang aku tidak ingin berada terlalu dekat, tetapi dia tidak tahu bahwa aku adalah original tester—seharusnya. Sebagai tambahan, sang «Tikus» tidak ikut di dalam penyerbuan. Tentu saja aku tidak bermaksud untuk menyalahkan dia. Dengan «Panduan Strategi» itu, tugasnya sudah bisa dibilang selesai.

Untuk pembagian drop, col akan dibagi secara otomatis secara merata diantara ke 44 anggota penyerbuan, item akan menjadi milik orang yang mendapatkannya, aturan sederhana itu adalah yang digunakan. Pada MMO akhir-akhir ini, biasanya sebuah sistem dimana seorang anggota menginginkan sebuah item dapat menggulirkan dadu untuk mendapatkannya, tetapi entah mengapa SAO menggunakan metode dari era sebelumnya seperti secara acak memberikan item ke dalam penyimpanan milik pemain, tanpa orang lain yang mengetahuinya juga. Itu berarti bila aturan «Item dari boss drop akan diambil dengan guliran dadu» yang dipakai, maka orang dengan item yang sebenarnya harus melaporkannya. Aku telah sering mengalami hal ini selama beta test, bahwa ini adalah sebuah ujian tekad. Kenyataannya, setelah pertempuran dengan bos tidak ada yang akan mengatakan sesuatu (yaitu seseorang tetap memegang drop-nya), terdapat banyak kejadian pembubaran penyerbuan yang terasa sangat canggung.

Diavel, mungkin untuk mencegah perkembangan semacam itu, menggunakan aturan «Drop kepada orang yang menerimanya». Itu adalah seorang kesatria yang sangat perhatian.

Pada jam 5:30 sore, sama dengan pesan ‘Mari bekerja keras!’ dan 'Yea—!' yang serupa dengan pertemuan kemarin menyelesaikan pertemuan, dan kelompoknya berpisah kedalam grup berisi tiga tau lima orang lalu menghilang ke dalam bar atau restoran. Sementara aku menggerakkan bahuku yang tegang, aku bertanya-tanya apakah ketegangan ini adalah sebuah ilusi, atau apakah tubuh di dunia nyata yang sebenarnya tegang, itu tidak penting—

"...Jadi, penjelasannya, di mana kita melakukannya?”

...'Apa yang kamu katakan’,aku terbingung untuk sementara waktu, lalu aku dengan terburu-buru menghadap pengguna rapier itu.

"Ah, ah... Aku tidak masalah di manapun. Bagaimana dengan bar itu?”

"...Tidak. Aku tidak ingin terlihat.”

Kata-kata itu hampir menusukku, lalu aku menambahkannya sebagai bukannya «bersama denganku», tetapi sebagai «bersama dengan pemain pria manapun» dan menghidupkan kembali semangatku, aku entah bagaimana berhasil mengangguk dengan tenang.

"Lalu, bagaimana dengan rumah NPC... tetapi seseorang mungkin masuk. Ruangan penginapan dapat dikunci, tetapi itu juga tidak baik.”

"Tentu saja.”

Suara yang seperti sayatan pisau, kali ini aku terkena serangan tusukan ringan. Karena ini adalah dunia virtual, aku dapat entah bagaimana berhasil berbicara dengan para pemain wanita, tetapi hingga sebulan yang lalu, aku yang adalah siswa SMP kelas 2 dengan kemampuan interpersonalnya sedemikian rendahnya sehingga aku bahkan kesulitan berkomunikasi dengan saudara perempuanku. Lagipula, diantara semua pemain solo, bagaimana hanya aku yang menghadapi situasi seperti ini. Itu adalah karena tidak ada yang dapat dilakukan tanpa bergabung dengan kelompok untuk bertempur dengan bos, bila aku berpikir mengenai hal ini, ketujuh grup yang lain adalah grup pria, bila aku telah masuk salah satu dari grup-grup itu maka keadaannya akan berakhir tanpa begitu kekhawatiran...

Sementara aku sedang berpikir mengenai banyak hal, pengguna rapier itu menghela napasnya dan melanjutkan kata-katanya.

"...Lagipula, ruangan-ruangan pribadi pada penginapan-penginapan di dunia ini, kebanyakan bahkan tidak dapat disebut sebuah ruangan. Sebuah ruangan berukuran di bawah 6 mat dengan hanya sebuah tempat tidur dan meja, yang berharga 100 col semalam. Aku tidak terlalu memikirkan makanan, tetapi aku ingin tidurku benar-benar nyata, dan untuk tidur di dalam ruangan yang sedikit lebih baik.”

"Eh... Be- Benarkah?

Aku menjulurkan leherku tanpa berpikir.

"Bila kamu mencarinya, kamu dapat menemukan kondisi yang lebih baik bukan? Hal itu, tentu akan berharga sedikit lebih mahal...”

"Bahkan bila kamu bilang mencari, hanya terdapat tiga penginapan di dalam kota ini. Ruangannya sama dimana-mana.”

Mendengar jawaban itu, aku akhirnya mengerti.

"Ah... Aku mengerti. Kamu hanya memeriksa tempat-tempat dengan papan bertanda [INN]?”

"Karena... INN berarti penginapan.”

"Benar, di dalam lantai bawah dari dunia ini, itu berarti sebuah tempat termurah yang dapat kamu gunakan untuk tidur. Ruangan-ruangan yang dapat kamu sewa dengan col, masih ada banyak selain dengan di dalam penginapan.”

Setelah aku mengatakan hingga titik itu, bibir dari pengguna rapier itu menjadi bulat.

"Ap... Kamu seharusnya telah mengatakan hal itu sebelumnya...”

Setelah akhirnya mendapatkan balasan semacam ini, aku menyeringai dan mulai membanggakan ruangan yang aku sewa sekarang.

"Apa yang aku sewa di kota ini adalah, lantai 2 dari rumah petani yang berharga 120 col semalam, tetapi lantai itu memiliki dua ruangan dengan semua susu yang dapat kamu minum, tempat tidurnya besar dan pemandangannya indah, di lantai dua itu juga terdapat kamar mandi...”

Aku terbawa suasana dan berkata hingga titik itu, pada saat itu...

Tangan kanan dari pengguna rapier yang bergerak dengan «Linear» yang amat sangat cepat itu menggenggam kerah dari mantel abu-abuku dengan kekuatan yang hampir mengaktivasi kode pencegahan kekerasan. Berikutnya, dengan suara serak yang rendah, yang terdengar dengan begitu banyak tenaga.

"...Apa yang baru saja kamu katakan?”


Bagian 11[edit]

Kata-kata di bawah ini adalah sesuatu yang sebelumnya dikatakan oleh dirinya sendiri: Mengenai semua kejadian yang ada di dunia ini, hanya ada satu yang benar, dan itu adalah “tidur”.

Dan ini adalah apa yang Asuna pikirkan.

Yang lainnya adalah virtual –berjalan, berlari, berbicara, makan, dan bertarung, bukanlah sebuah kebohongan untuk mengatakan bahwa semua tindakan ini hanyalah angka-angka yang dikeluarkan dari hasil perhitungan algoritma-algoritma dari SAO. Tidak peduli apa yang dilakukan oleh tubuh virtual, tubuh yang berada di dunia nyata yang terbaring entah dimana tidak akan bergerak sedikitpun. Satu-satunya pengecualian adalah, ketika tubuh virtual berbaring di atas sebuah tempat tidur dan memasuki dunia mimpi, otak dari tubuh yang nyata mungkin melakukan hal yang sama. Jadi ketika tidur di dalam penginapan yang terletak di area tepi jalan, perlu untuk membiarkan diri sendiri memasuki keadaan tertidur, tetapi hal ini terkadang adalah suatu pekerjaan yang sulit.

Di dalam area dengan monster-monster atau di dalam area ruang bawah tanah, pikiran dan tubuh akan terperangkap dalam sengitnya pertempuran, jadi tidak akan ada waktu sama sekali untuk duduk diam dan merefleksikan diri. Tetapi pada saat dia kembali ke area tepi jalan dan berbaring di atas tempat tidur dari kamar tunggal yang disewa dari sebuah penginapan, semua yang telah terjadi selama satu bulan ini akan kembali berputar ulang di dalam pikirannya. Mengapa pada saat itu, dia memikirkan pikiran-pikiran yang menyakitkan semacam itu di dalam pikirannya? Mengapa dia tidak puas setelah menyentuh Nerve Gear itu? Mengapa dia mengambil helm GEAR itu dan memakaikannya di atas kepalanya, dan mengatakan “Link Start”—

Membawa penyesalan semacam ini ke dalam tidur bersamanya tentunya adalah sebuah resep untuk mimpi buruk. Pada saat teman-teman sekelasnya pastinya akan setengah-bercanda mengenai pentingnya musim dingin dari kelas tiga SMP, dia yang telah berlari ke depan tiba-tiba sudah dihentikkan oleh sebuah permainan. Di dalam beberapa tahun berikutnya, para sanak saudara akan mengasihani gadis ini yang mundur dari perlombaan kehidupan. Dan—memandangi tubuhnya yang tertidur di dalam rumah sakit tertentu, dengan ekspresi wajah yang tidak dapat dia lihat, adalah kedua orang tuanya.

Dengan tubuh yang gemetar, dia tiba-tiba terduduk, melihat kepada waktu yang ditunjukkan di ujung kiri bawah dari penglihatannya. Walaupun waktu yang lama telah berlalu, jumlah waktu yang sebenarnya telah dia gunakan untuk tidur hanyalah sekitar tiga jam. Setelah itu, walaupun dia tetap memejamkan matanya, dia tidak dapat kembali tertidur. Kemudian juga, bila dia tidak tidur sedikitpun tiap malam, tidak mungkin dia dapat bertarung dengan sengit secara terus menerus selama tiga hari di dalam ruang bawah tanah.

Karena semua ini, Asuna selalu menginginkan untuk menghabiskan uang yang ditabungnya untuk sebuah kamar tidur berkelas-tinggi dengan tempat tidur yang nyaman. Mengenai kamar-kamar di dalam penginapan-penginapan, semuanya sempit dan gelap, dengan tempat tidur yang dibuat dari bahan yang tidak diketahui yang terlalu keras untuk ditiduri. Bila bahannya adalah busa urethane [15] berdaya pegas tinggi yang dibuat di Italia... atau bahkan kapas biasa, waktu tidurnya akan meningkat dari tiga jam menjadi empat jam. Poin lainnya adalah, seharusnya ada sebuah pancuran di dalam kamar. Walaupun mandi tidak lebih dari pengalaman virtual dan tubuh nyata akan dijaga agar tetap higienis oleh pihak rumah sakit, ini adalah masalah suasana hati. Setelah hampir mati karena kehilangan kesadaran sementara bertarung secara solo di lantai paling dasar, bahkan bila ini hanyalah hal virtual, dia benar-benar ingin mencelupkan kedua kakinya ke dalam air panas...

—Ini pastinya karena keinginan-keinginan ini yang semakin menguat, sehingga Asuna mengatakan kata-kata ini kepada pengguna pedang satu-tangan berambut hitam itu.

"...............Apa katamu?”

Asuna bertanya dengan suara serak, sementara secara tidak sadar menggenggam kerah baju pihak satunya. Apa yang baru saja dia dengar tidak mungkin karena halusinasi pendengaran, bukan? Pendekar pedang itu benar-benar mengatakan...

"A—Ada susu untuk diminum......?"

"Setelah itu.”

"D—dari tempat tidur, kamu dapat melihat pemandangan yang indah......?"

"Jauh setelah itu!”

"A—Ada kamar mandi......?"

Kelihatannya ini memang bukan hanya sekedar halusinasi pendengaran. Asuna melepaskan kerah baju pendekar itu, lalu segera bertanya:

"Kamu bilang bahwa kamarmu, untuk menginap selama semalam adalah 120 col?”

"Ya... Ya aku memang bilang begitu.”

"Kamar itu, berapa dari kamar seperti itu yang masih ada? Dimana lokasinya? Aku juga ingin menyewa satu, tolong tunjukkan kepadaku jalan kesitu.”

Pendekar pedang itu akhirnya menyadari situasinya. Dia terbatuk sekali, memasang ekspresi wajah tenang, dan berkata:

"Baru saja, tidakkah aku baru berkata bahwa aku menyewa lantai dua dari sebuah rumah petani?”

"......Kamu memang bilang begitu.”

"Maksudku adalah aku menyewa seluruh lantai dua tersebut. Tidak ada kamar yang tidak terpakai. Kebetulan, tidak ada kamar yang disewakan di lantai pertama.”

"Appaa—......"

Pada saat itu, kedua lututnya menjadi lemas dan dia hampir tidak bisa berdiri.

"...............itu, kamar itu........."

Walaupun dia hanya berkata begitu, pihak yang satunya mungkin menyadari mengenai apa yang tidak dikatakan. Matanya yang hitam melirik kesana-kemari, dan dengan ekspresi wajah meminta maaf dia berkata:

"Mengenai itu, sebenarnya, aku sudah sangat puas dengan seminggu tinggal di dalam kamar itu, jadi aku tidak keberatan memberikannya kepadamu... Akan tetapi kenyataannya, aku telah membayar sistem penyewaannya untuk waktu terlama penyewaan... sepuluh hari lamanya. Jadi, tidak ada cara untuk membatalkannya.”

"..."

Asuna berusaha keras untuk tetap tegak, kelihatannya tidak yakin mengenai apa yang harus dilakukan.

Selain penginapan, ada tempat lain untuk menyewa kamar, dan bahkan kamar mewah juga ada. Itu adalah apa yang baru saja dikatakan oleh pendekar pedang itu kepadanya. Bila seperti itu, lalu selama dia berusaha mencari, mungkin masih ada kamar yang belum terpakai di dalam desa Tolbana yang dapat dia temukan. Tetapi, di dalam desa satu ini, puluhan pemain tingkat atas telah berkumpul di sini untuk berkelompok untuk menyelesaikan lantai ini. Kamar-kamar yang bagus mungkin telah diambil semua, dan itu adalah mengapa pendekar pedang berambut hitam ini telah membayar jumlah hari sewa maksimum.

Bila seperti itu, lalu bagaimana jika dia pergi ke desa sebelumnya? Tetapi setelah matahari teerbenam akan terdapat monster-monster yang kuat dan agresif berkeliaran, dan besok pagi dia harus bertemu dengan kelompok penyerbuan tepat waktu di alun-alun air mancur. Walaupun dia tidak terlalu tertarik dalam kelompok penyerbuan bos ini, ini bukanlah sifatnya untuk mengabaikan tugasnya dan sampai terlambat—untuk alasan yang remeh juga.

Jadi, hanya ada satu pilihan yang tersisa.

Untuk beberapa detik, Asuna merasa hatinya terbelenggu. Bila ini adalah dunia nyata, bahkan bila langit dan bumi terbalik dia tidak akan melakukan hal seperti ini. Tetapi, ini hanyalah dunia virtual yang dibuat dari angka dan data, dan tubuhnya tidak berbeda. Lagipula, orang di depan matanya tidak bisa lagi dianggap sebagai orang yang benar-benar asing. Mereka telah makan roti bersama, dan membentuk grup untuk pertempuran melawan bos, dan, betul juga, pria ini juga telah berjanji untuk mengajarinya mengenai quest itu. Bila dia ingin mendengarkannya, lalu itu akan menjadi alasan yang layak... dia pasti bisa. Mungkin.

Dia melihat pendekar pedang itu yang dengan mengkhawatirkannya tetap perhatian, lalu tiba-tiba menurunkan kepalanya—menggunakan suara yang hanya mungkin didengar oleh pendekar pedang itu, dan berkata:

".........ijinkan aku pergi ke tempat kamu tinggal. Dan kamar mandimu, ijinkan aku meminjamnya.”


* * *

Rumah petani yang disewa pendekar pedang berambut hitam itu berada dekat padang rumput kecil di bagian timur dari Tolbana. Rumah itu lebih besar dari yang dia bayangkan. Bila dia memasukkan bagian untuk menaruh bajak di dalam perhitungannya, tempat ini akan sebesar rumah Asuna di dunia nyata.

Tersembunyi di samping tempat tinggal adalah sungai yang indah, dan sungai itu akan mengalir melalui kincir air membuat suara *pitter-patter *. Sampai di teras dari bangunan berlantai-dua itu, dimana keluarga petani NPC itu tinggal di lantai pertama, di lorong Asuna disambut oleh wajah tersenyum dari nyonya petani itu. Wanita tua yang tertidur di kursi goyang di dekat perapian lalu tiba-tiba mengangkat kepalanya. Sebuah simbol «!» keemasan ―― Tanda permulaan sebuah quest ―― mengapung diatas kepala nyonya itu, tetapi dia mengabaikannya untuk sekarang.

Asuna mengikuti pendekar pedang itu hingga di lantai kedua, dimana hanya ada satu pintu di ujung koridor pendek itu. Pendekar pedang itu menyentuh pintu itu dan, secara otomatis, terdengar suara kunci yang dibuka. Bila itu adalah Asuna yang menyentuh pintu itu, pintu itu pasti tidak akan terbuka. Tidak mungkin untuk membuka kunci kamar yang disewakan kepada pemain bahkan bila seseorang memiliki keahlian «Lock Picking».

"......J... Jadi, silahkan masuk.”

Pendekar pedang itu mendorong pintu itu hingga terbuka, dan melakukan sikap penyambutan yang canggung.

"......Terima kasih.”

Menunjukkan rasa terima kasihnya dengan suara kecil, Asuna lalu memasuki ruangan ―― dan pada saat itu, dia tanpa sadar berteriak.

"A... Apa ini? Besar sekali............ K... Kamar ini dan kamarku hanya berbeda dua puluh col!? T... tidakkah itu terlalu murah............?"

"Untuk bisa menemukan kamar seperti ini dengan cepat adalah keahlian penting yang tidak dimasukkan di dalam sistem. ......Yah, untuk situasiku......"

Asuna melirik pendekar pedang itu yang secara tidak wajar memotong pembicaraannya sebelum sedikit menggelengkan kepalanya. Asuna lalu melihat ke dalam kamar itu lagi dan menghembuskan napas besar.

Kamar ini setidaknya sebesar dua-puluh tatami. [16] Pintu menuju kamar tidur dapat dilihat di dinding sebelah timur, kamar itu pastinya berukuran sama. Lalu dinding sebelah barat memiliki sebuah pintu dengan papan bertuliskan [Kamar Mandi]. Asuna dapat merasakan tenaga sihir yang menariknya dari alfabet typeface[17] yang eksentrik itu. Memanfaatkan suasana yang tenang ini, pendekar pedang itu dengan cepat melepaskan pedang, sarung tangan, dan sepatunya, dan membenamkan dirinya keatas sofa yang terlihat empuk tersebut.

Setelah melihat Asuna, yang sedang terpaku itu, pendekar pedang itu berdehem dan berkata,

"Erm, yah, kamu mungkin dapat mengetahui hanya dari melihat, kamar mandinya ada disana...... S..Silahkan digunakan.”

"Ah...... o-oke."

Asuna tidak dapat percaya bahwa dia akan tiba-tiba berlari masuk ke dalam kamar mandi segera sesudah memasuki kamar seseorang, tetapi ini bukanlah waktu untuk membatasi diri . “Yah, lau...”, dia mengguman sementara dia bergerak ke arah pintu, dan suara pendeka pedang itu terdengar di belakangnya,

"Oh iya, aku perlu untuk memberitahukanmu untuk berjaga-jaga, mandi disini tidak sama dengan di dunia nyata. Nerve Gear kelihatannya belum bisa membuat suasana berair...... Jadi, jangan terlalu berharap.”

"......Air panas saja cukup, aku tidak berharap lebih dari itu.”

Menjawab dengan perasaannya yang sebenarnya, Asuna membuka pintu kamar mandi itu.


Bagian 12[edit]

......Selain air panas, hal lain yang dipikirkannya adalah kunci dari kamar mandi itu.

Sementara dia memandang pintu yang tertutup itu, walaupun dia ingin bergantung kepada dirinya sendiri untuk merasa tenang, hal ini mustahil. Dia tidak dapat menemukan benda apapun seperti slot atau tombol di sekitar pegangan pintu. Karena ruangan ini tidak disewa oleh Asuna, menu untuk mengoperasikan kamar ini tidak dapat dipanggil.

Dengan begitu, tidak adanya kunci adalah sesuatu yang remeh dalam situasi ini. Mengapa? Setelah berlari masuk ke dalam kamar dari pria yang baru saja dia temui kemarin, karena dia berkata bahwa dia akan meminjamkan kamar mandinya kepadanya. Pendekar pedang satu-tangan berambut hitam itu —— bila dipikirkan, dia masih belum tahu namanya —— usia dan karakternya juga tidak diketahui, tetapi bukanlah tipe orang yang akan masuk ke dalam kamar mandi yang terpakai, mungkin. Yah, bahkan bila dia masuk, karena ini masih di dalam «Batas kota», «Kode pencegahan kejahatan» akan diaktifkan, jadi dia juga tidak dapat melakukan apa-apa.

Setelah berpikir sampai sini, Asuna berbalik dari pintu, dan menghadap ke arah selatan.

"............Aah............"

Dia tanpa sadar mengeluarkan sebuah suara rendah.

Kamar ini terlalu luas. Bagian sebelah utara adalah tempat untuk melepaskan pakaian. Lantainya ditutupi dengan karpet tebal. Terpasang di dinding adalah sebuah lemari padat yang terbuat dari kayu. Setengah dari sebelah selatan ditutupi oleh ubin batu yang terpoles, sementara sebagian besar bagian lainnya dipakai oleh sebuah bak mandi yang seperti perahu.

Di atas dinding batu bata sebelah selatan, sebuah keran air panas yang terlihat seperti kepala monster terpasang, yang menyemburkan banyak cairan transparan dari mulutnya. Bak mandinya secara perlahan terisi dengan air dan uap putih, hingga airnya mencapai pinggirannya dan meluap, dan dibuang melalui sebuah ubin di pinggir.

——berdasarkan cara berpikir pada umumnya, model arsitektur dari rumah ini seharusnya berasal dari Eropa abad pertengahan. Bila tidak, peralatan untuk mengeluarkan air panas tidak akan sebesar ini.” Tetapi Asuna tidak memiliki suasana hati untuk mengeluh mengenai penelitian yang belum selesai dari dunia virtual. Dia membuka jendela Main Menu dan bergerak ke arah penunjuk di sebelah kanan dari layar «perawakan perlengkapan» dan menekan tombol untuk melepaskan semua pelindung dan senjatanya.

Mantel tak berlengan bertudung yang dia gunakan sekarang, pelindung tembaga yang menutupi dadanya, kedua sarung tangan panjang dan sepatu bot panjangnya, dan rapier yang bergantung di pinggangnya, semua menghilang. Rambut panjang lurus berwarna kemerah-merahan melambai di belakang tubuhnya. Satu-satunya pakaian yang tersisa adalah atasan dari wol berlengan tiga-perempat dan celana kulit ketat. Tombol yang barusan berubah menjadi «Lepaskan semua pakaian», dan dia menekan tombol itu lagi. Tunic dan celana itu menghilang, meninggalkan dua bagian sederhana dari pakaian dalam katun.

Asuna melihat ke arah pintu lagi, lalu menekan tombol yang telah berubah menjadi «Lepaskan semua pakaian dalam». Dengan ketiga operasi ini, tubuh virtualnya menjadi benar-benar telanjang. Sebuah rasa dingin virtual menyentuh kulitnya. Di dalam Aincrad yang dinamai dengan aneh, pergantian musim di sinkronisasikan dengan kenyataan, dan karena dunia nyata sekarang berada di awal bulan Desember, terasa sangat dingin di dalam ruangan.

Dengan segera berlari di dalam kamar mandi, dia mencapai bak mandi dari keramik itu, dan membenamkan kaki kirinya ke dalam air panas, menyebabkan sinyal sensoris yang rumit terbuat di dalam otaknya. Menahan keinginan untuk memercikkan seluruh tubuhnya dengan air, dia pertama menggerakkan kepalanya untuk mandi di bawah mulut dari kepala monster itu, dan sementara sensasi kehangatan menyelimuti sekujur tubuhnya, dan perbedaan temperatur antara tubuhnya dan atmosfir sekitar berkurang ――

*Byur*.

Seluruh punggungnya terbenam.

"............Uaaa............"

Asuna tidak dapat menahan keluarnya suara itu lagi.

Benar, seperti apa yang dikatakan pendekar pedang berambut hitam itu, kamar mandi di dunia nyata tidak dapat dibuat ulang. Perasaan dari air panas menyentuh kulit, tekanan air terhadap tubuh, cahaya yang terpantul di permukaan air, semuanya secara samar meninggalkan perasaan aneh.

Hingga tahap tertentu, makan juga sama, operasi program standar dari «perasaan saat mandi», selama kamu menutup matamu dan mengulurkan kedua tangan dan kakimu, perasaan aneh yang samar-samar itu tidak dapat lagi dirasakan. Ini adalah mandi. Terlebih lagi, air panas yang terbuang masih mengalir keluar dari bak mandi edisi mewah yang hampir mencapai dua meter itu.

Dengan kedua matanya tertutup, mulut terendam di dalam air, dan seluruh tubuhnya berelaksasi, dia mulai berpikir.

————Sekarang ini, tidak masalah bila aku mati. Aku tidak memiliki penyesalan apapun.”

Sebuah pemikiran tetap berada di dalam pikirannya sejak dia meninggalkan Starting City dua minggu lalu. Menyelesaikan permainan kematian ini adalah sebuah tugas yang tidak mungkin, semua dari sepuluh ribu orang yang terpenjara di dalam sini akan mati pada akhirnya. Masalahnya apakah segera atau tidaknya, jadi segala yang ada di dalam dunia virtual yang palsu ini tidak berguna. Lebih baik lagi, daripada terus menerus bergerak maju, akan lebih baik untuk berhenti saja dan mati.

Melihat kebelakang dalam «pertemuan strategi» yang diadakan kemarin dan hari ini, Asuna menjadi tidak tertarik. Dia tidak peduli siapa para beta tester itu (dimana dia masih tidak tahu arti dari kata itu) atau bagaimana item seharusnya dibagikan. Besok adalah hari Minggu, hari dimana mereka akan menantang penghalang terbesar, lantai yang telah menelan dua ribu orang, lantai pertama dari Aincrad. Hal seperti itu, menggantungkan diri hanya kepada empat puluh orang yang berpengalaman, seharusnya tidak mungkin, dan ada kemungkinan tinggi untuk pemusnahan, jadi kekalahan tidak dapat dihindarkan.

Asuna meninggalkan kelakuannya yang biasanya, membiarkan bak mandi itu menyerap semuanya. Karena keinginan «Mari lakukan ini sekali sebelum aku mati» ini, sekarang sudah terpenuhi, bahkan bila dia menghilang di dalam pertempuran dengan bos besok, dia tidak akan memiliki penyesalan apapun.........

————Itu, roti hitam yang dilapisi krim itu.”

————Sebelum mati, aku ingin makan itu sekali lagi.”

Keinginan yang keluar dari dadanya ini, membuat Asuna kembali bingung. Dia membuka kedua matanya, dan menggerakkan tubuhnya di dalam air panas ini.

Rasanya memang enak. Tetapi hal ini terasa semu. Penampilannya terbuat dari berbagai poligon. Sinyal perasanya juga telah ditentukan sebelumnya. Untuk hal itu, tempat mandi ini juga sama. Apa yang kelihatannya seperti air panas, adalah tidak lebih dari sebuah batasan yang dibuat dari formula matematis yang mengatur pemancaran dan pemantulannya. Temperatur di sekitar yang menyelubungi tubuh juga adalah sinyal-sinyal elektronis yang dikeluarkan dari Nerve Gear.

Tetapi............, akan tetapi.

Satu bulan yang lalu ketika dia tinggal di dunia nyata, apakah dia memiliki nafsu makan sekuat ini? Apakah dirinya di masa lalu juga memiliki keinginan yang kuat untuk mandi?

Jelas-jelas tidak ingin makan, akan tetapi memasukkan satu set menu yang terbuat dari bahan-bahan organik ke dalam mulutnya secara mekanis di depan kedua orang tuanya, dibandingkan dengan krim virtual yang membuatnya berliur, manakah yang perlu dianggap «Nyata»............?

Asuna yang sekarang, memikirkan mengenai masalah ini yang dia anggap sangat penting, mengnarik napas dalam-dalam.


* * *

Aku tidak tahu bahwa berusaha keras untuk tidak melihat pintu kamar mandi memerlukan Will saving throw setinggi ini.” [18]

Sementara tubuhku terbenam jauh di atas sofa, aku menggunakan seluruh energi mentalku untuk terus melihat «Panduan Strategi Argo: Edisi Bos Lantai Pertama» yang aku dapatkan hari ini. Akan tetapi, walaupun membaca kata-kata yang dituliskan dengan huruf yang sederhana beberapa kali, isi di dalamnya tidak benar-benar mencapai otakku.

――Yah, setidaknya, hal ini membuktikan bahwa kita tidak berada di dunia nyata.

Bila, sebagai contoh, karena suatu kemungkinan, ini adalah rumahku di daerah Kawagoe, Prefektur Saitama, dengan ibu dan saudara perempuanku pergi, tetapi ada teman sekelas wanita berada di dalam kamar mandi di dalam rumahku. Apa yang aku lakukan bila itu terjadi? Tentu saja, aku akan keluar dari kamarku diam-diam. Lalu mengendarai MTB[19] tercintaku pada jalan prefektural nomor 51 kearah Arakawa dengan kecepatan penuh.

Untungnya, ini adalah lantai kedua dari bangunan berlantai dua yang berada di pinggiran Tolbana di lantai pertama dari kastil Aincrad yang melayang, dan aku bukanlah murid SMP yang adalah seorang maniak permainan, tetapi pendekar pedang satu-tangan bernama Kirito. Sebagai seorang avatar di dunia virtual, tidak akan ada yang terjadi bahkan bila aku melihat pemain anggar wanita bernama Asuna berjalan keluar dari kamar mandi. Tidak, ini mungkin adalah sebuah perangkap yang rumit. Bila aku pergi ke kamar mandi, dia mungkin memeriksa kamarku, dan semua yang berada dalam petiku akan menghilang. Akan tetapi, peti yang ada di dalam kamar ini hanyalah berisi monster drop dengan level yang rendah, dan aku tidak memiliki alasan untuk pergi ke kamar mandi. Aku akan menunggu dia keluar, lalu berkata "Mari bekerja keras besok" dan menemaninya kembali. Hanya itu.

Sementara aku mengangguk berulang kali, sementara menaruh buku panduan itu di meja kecil, pada saat itu,

Pintunya ―― bukan pintu dari kamar mandi, tetapi pintu yang mengarah ke koridor di luar ―― mengeluarkan suara ketukan, sebuah suara tok-tok-tok.

Suara ketukan. Tetapi orang yang mengetuk itu bukanlah nyonya petani itu. Ritme ini adalah sebuah sinyal yang telah disetujui antara aku dan seseorang tertentu.

Terkejut, aku dengan gemetar berdiri, dan dengan takut-takut berbalik, menghadap ke arah pintu dari kayu oak yang tebal itu ―― berdiri di sis lain pintu, seharusnya adalah Argo si tikus.

Bagian 13[edit]

Dengan cepat kabur melalui jendela sebelah selatan menuju halaman depan, melompat ke atas seekor keledai yang terikat di kandang, dan bergerak lurus ke hutan untuk mencapai zona labirin.

Pilihan in tiba-tiba muncul tanpa aku memikirkannya. Tetapi, untuk dapat menunggangi hewan, keahlian «mount» tidak terlalu sulit di SAO. Bila kamu berlatih menaiki kuda, lalu kamu dapat menguasainya secara bertahap. Walaupun aku telah mendengar mengenai hal ii, aku tidak memiliki slot keahlian berlebih untuk menaruh ketertarikan ini pada saat ini.

Karena itu, aku turun dari sofa dan dengan cepat berdiri. Aku melirik kamar mandi untuk memeriksa situasinya. Saat ini, di sisi lain dari pintu ini, pengguna rapier bernama Asuna-san pasti sedang menikmati mandinya. Bila Argo mengetahuinya, dia pasti akan mengambil buku catatannya dan menambahkan «Kirito adalah tipe pria yang akan menarik seorang wanita yang dia temui untuk pertama kali ke dalam kamarnya» ke dalam bukunya. Bila informasi ini disebarkan, reputasiku sebagai seorang pemain solo akan benar-benar hancur.

Untungnya ―― Bisa dikatakan semua pintu di dunia ini benar-benar kedap suara. Sejauh yang kutahu, tiga suara yang dapat diteruskan dari pintu adalah ① Sebuah panggilan keras «teriakan», ② ketukan, ③ suara pertarungan. Untuk suara seperti pembicaraan normal dan air di kamar mandi, kamu tidak akan dapat mendengarnya bahkan bila kamu menempelkan telingamu di pintu.

Karena itu, bahkan bila aku membiarkannya masuk, dia seharusnya tidak menyadari bahwa kamar mandinya sedang dipakai oleh Asuna. Bila, ketika Argo masuk, pengguna rapier itu berjalan keluar ―― Aku akan segera melompat keluar dari jendela dan pergi dengan keledai.

Setelah menyelesaikan pertarungan di dalam pikiranku dengan cepat, aku mencapai pintu, dan dengan penuh keyakinan membukanya. Setelah aku melihat wajah dari orang yang berada di balik pintu, aku berkata,

"Sungguh langka, untuk kamu mengunjungi kamarku."

Ungkapan yang telah aku siapkan di dalam pikiranku sebelumnya keluar dari mulutku. Penjual informasi «Argo sang Tikus», kumis di wajah yang menjadi ciri khas-nya mengejang sesaat dengan sikap yang menunjukkan sebuah kecurigaan, tetapi dia segera mengangkat bahu dan menjawab,

"Ya. Kliennya ingin mendengar jawabanmu hari ini."

Hanya dengan itu, Argo berjalan masuk ke dalam kamar dengan santai dan duduk di sofa yang baru saja aku tinggalkan. Aku dengan serius menahan diri untuk melihat ke dalam kamar mandi, dan berjalan ke arah kereta dorong di pinggir ruangan, mengambil sekendi susu segar dan menuangnya ke dua gelas, dan membawa kedua gelas itu ke arah set sofa, menaruhnya di meja kecil. «Tikus» itu mengangkat sebelah alisnya, lalu tertawa.

"Ki-bou sungguh penuh perhatian. Mungkinkah secara kebetulan, kamu menaruh obat tidur di situ?"

"......Hal seperti itu akan melanggar prinsip dari sebagian besar pemain, bukan? Lagipula, aku juga tidak dapat melakukan apapun selama kamu tidur di dalam batas kota."

Mendengarku berkata hal ini, Argo menepukkan kedua tangannya dan berkata "Benar juga.", dan mengangguk. Mengangkat gelasnya, dia menghabiskan isinya dalam satu teguk.

"Terima kasih untuk minumannya. Minuman tanpa batas ini sungguh terasa enak. Mengapa kamu tidak mebotolkannya untuk menjualnya kepada pemain lain?"

"Sayangnya, setelah memindahkannya dari daerah rumah petani susu ini hanya bertahan selama lima menit, dan cairan yang tersisa bukannya menghilang tetapi akan menjadi kental yang menjijikkan ..."

"Ho, aku tidak tahu tentang itu. Kelihatannya tidak ada yang lebih menakutkan dibandingkan hal-hal yang gratis."

......Sementara dia berbicara, hatiku berkata "Cepatlah berbicara langsung ke masalah". Bila dia menemukan rahasia dari kamar ini aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku memasang ekspresi wajah tidak berdosa, mengambil «Panduan strategi Argo: Edisi Bos Lantai Pertama», dan mengetuknya dengan ringan.

"Berbicara mengenai gratis, mengingatkanku akan benda ini. Aku selalu merepotkanmu, tetapi aku selalu menggunakan lima ratus col untuk membeli benda-benda ini...... dan pada pertemuan kemarin, aku mendengar pengguna kapak bernama Agil berkata, bahwa buku-buku ini dibagikan secara cuma-cuma?"

Mendengar nadaku yang sedikit marah, tikus itu tertawa "nishishi".

"Ini, yang aku jual kepada Ki-bou dan pelari garis depan lainnya adalah cetakan edisi pertama. Edisi kedua adalah yang dibagikan secara gratis. Tetapi jangan khawatir, hanya cetakan pertama yang memiliki tanda tangan Argo-sama."

"............Begitu, lalu di masa depan aku tidak akan membelinya."

――Hal ini berarti, versi gratis, adalah cara dari Argo sendiri untuk bertanggung jawab sebagai seorang beta tester. Walaupun aku ingin mendengar lebih banyak mengenai hal itu, tetapi kata beta tidak akan pernah keluar dari mulut kami karena hal itu adalah sebuah tabu diantara kami. Tidak, karena aku tidak berkontribusi sebelumnya sebagai seorang tester, aku tidak memiliki hak apapun untuk meperbincangkannya.

Suasananya menjadi berat. Argo melambaikan rambut ikal coklat keemasannya dan mengganti topik pembicaraan.

"Jadi, aku rasa sekarang adalah waktunya untuk berpindah ke topik utama."

Silahkan-silahkan-silahkan! meneriakkan hal itu dalam kebisuan, aku mengangguk dengan lembut.

"Maa [20], Kali ini kliennya merasa beruntung dan bijaksana, subyek pembicaraannya adalah pedang milik Ki-bou...... Bila kamu ingin menjualnya hari ini, kliennya akan membelinya seharga tiga puluh sembilan ribu delapan ratus col."

"............Ti............"

Tiga sembilan delapan? Aku hampir berteriak keras. Setelah menarik napas, dan berpikir untuk beberapa detik, aku membuka mulutku,

"......Aku tidak mengatakan hal ini untuk menghinamu......, tetapi, bukankah itu adalah penipuan atau semacamnya? Pedang itu tidaklah berharga empat puluh ribu col. Bagaimanapun juga, harga pasar untuk «Anneal Blade» yang baru seharusnya berkisar sekitar lima belas ribu col, bukan? Menambah dua puluh ribu col kepada harga itu, kamu pada dasarnya dapat membeli material-materialnya dan meningkatkan pedang itu hingga +6 dengan aman. Walaupun itu membutuhkan beberapa waktu, tiga puluh lima ribu dapat digunakan untuk membuat sebuah pedang yang sama sepertiku."

"Aku juga, telah memberitahukan kliennya mengenai hal itu tiga kali.

Wajah Argo, yang tertutupi oleh kedua tangannya yang terbuka lebar, memiliki ekspresi "Aku tidak mengerti" yang langka tertulis di wajahnya.

Aku menyilangkan kedua lenganku, dan dengan bantalan sofa di punggungku, masalah yang merepotkan mengenai kamar mandi dan sebagainya semua meninggalkan pikiranku untuk sesaat. Dalam masalah ini, aku benar-benar menolak mengurangi uangku. Tetapi, meninggalkan pertanyaannya tidak terjawab terasa lebih menjijikkan. Aku telah memutuskan, jadi aku menghadap penyedia informasi paling baik di Aincrad.

"......Argo, aku ingin tahu nama dari klienmu untuk seribu lima ratus col. Apakah harganya telah naik, atau kamu perlu memeriksanya dengan kliennya?"

"......Aku mengerti."

Tikus itu mengangguk, membuka window miliknya, dan mengetik dengan kecepatan yang sangat tinggi sebelum mengirim pesan instan tersebut.

Setelah satu menit, bagian pinggir dari alisnya mengejang sesaat karena refleks sementara dia membaca balasannya, lalu dia mengangkat bahu.

"Aku tidak keberatan."

".................."

Aku tidak lagi peduli, membuka window milikku dalam keadaan mental itu, dan seribu lima ratus col terbentuk. Aku menaruh enam koin yang mewakili uang itu ke depan Argo.

Menjepit koin-koin itu dengan santai dengan keujung jari-jemarinya, tikus itu memasukkan koin-koin itu ke dalam inventory miliknya dengan main-main. "Sungguh", dia berkata sembari mengangguk.

"......Ki-bou, kamu sudah mengetahui namanya. Dia adalah orang yang berdiri di depan selama kekacauan di dalam pertemuan kemarin."

"..................Mungkinkah.................. Kibaou? "

Mendengar bisikanku, tikus itu mengangguk.

――Kibaou. Orang yang memulai permusuhan dengan beta tester di dalam pertemuan. Orang itu, ingin membeli pedangku dengan empat puluh ribu col?"

Memang, orang itu memiliki senjata yang mirip denganku di punggungnya, juga menggunakan «Longsword[21] Satu-Tangan». Tetapi kemarin seharusnya adalah kali pertama kami bertemu. Akan tetapi Argo berkata bahwa perjanjiannya awalnya ditawarkan seminggu yang lalu......

Menggunakan seribu lima ratus col untuk mengetahui identitasnya, hanya membuatku lebih bingung. Argo, duduk di atas sofa, menghadapku sementara aku berpikir keras, dan mengingatkan,

"......Kali ini, perjanjian mengenai pedangnya kelihatannya gagal?"

"Emm............"

Tentu saja, aku tidak ingin menjual pedang tercintaku tidak peduli harganya sejak awal. Aku setengah mengangguk, dan tikus itu berdiri diam-diam.

"Kalau begitu, maaf mengganggumu. Aku harap panduan strategi itu akan menjadi bermanfaat untukmu."

"Emm............"

"Sebelum aku pergi, aku ingin meminjam kamar sebelah. Aku ingin memakai pakaian malamku."

"Emm............"

――Memikirkan hal itu, dalam pertemuan kemarin, aku merasa bahwa Kibaou sedang memeriksa semua orang, dan kedua matanya tetap menatapku untuk beberapa waktu. Jadi, pandangannya kemarin bukanlah karena dia mencurigaiku sebagai seorang beta tester, tetapi untuk melihat pedangku ...... mungkin? Tidak, mungkin untuk keduanya......

――Tunggu sebentar. Apa yang baru saja Argo katakan?

Memikirkan mengenai Kibaou telah benar-benar memakai delapan puluh persen dari pikiranku, aku menatap ke atas dengan pandangan kosong.

Di sudut kedua mataku, aku melihat Argo memutar kenop pintu. Dan itu bukanlah pintu yang mengarah ke koridor di luar, maupun pintu di sebelah timur, yang mengarah kamar tidurku ―― tergantung di pintu adalah sebuah pelat yang bertuliskan kamar mandi.

Aku melihat dengan tertegun dari sudut kedua mataku, sementara tubuh mungil dari tikus itu menyelinap masuk ke dalam kamar mandi dan menghilang.

Tiga detik kemudian ――

"Woaa!?"

Sebuah suara kaget,

"............Kyaaaaaaaaaaaa!!"

Sebuah teriakkan yang memekakkan telinga yang menggetarkan seluruh ruangan. Kemudian, yang terbang keluar dari kamar itu, bukanlah seorang pemain bernama Argo.

Aku tidak punya ingatan mengenai apa yang terjadi setelah itu.

Bagian 14[edit]

Minggu, empat Desember, jam 10 pagi.

Permainan kematian yang dimulai pada jam satu siang di hari Minggu, pada tanggal enam November. Dalam tiga jam, ini akan menjadi empat minggu semenjak ini semua dimulai.

Saat aku pertama kali menemukan bahwa tombol Logout menghilang, aku mengira itu adalah kesalahan dari sistem, dan berpikir bila aku menunggu cukup lama, aku akan dapat logout. Lalu, GM tak berwajah Kayaba Akihiko memberitahukan kondisi untuk dapat logout, yaitu untuk menyelesaikan keseluruhan seratus lantai dari Aincrad. Aku mengira bahwa dalam perhitungan kasar kami akan terpenjara selama seratus hari, berdasarkan dari perhitungan bahwa kami dapat menyelesaikan rata-rata satu lantai sehari.

Tetapi hingga sekarang—— Sudah empat minggu semenjak saat itu, dan kami bahkan belum mencapai lantai kedua.

Aku hanya dapat tertawa kepada diriku sendiri karena terlalu naif, tetapi berdasarkan serangan hari ini terhadap bos lantai ini, kami dapat memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk kebebasan kami. Empat puluh empat pemain sekarang berkumpul di alun-alun air mancur di Tolbana. Bisa dibilang ini adalah kekuatan bertempur paling kuat yang dapat kami harapkan pada titik ini. Bila karena suatu kebetulan, kelompok penyerbuan ini dihancurkan, tidak, bahkan dengan kehancuran sebagian, rumor akan dengan cepat tersebar ke Starting City. Penyerahan diri karena «SAO itu tidak mungkin diselesaikan» akan tersebar keseluruh lantai pertama. Mengatur pasukan kedua akan memakan waktu yang sangat lama —— atau, bisa menjadi mustahil untuk menghadapi bosnya untuk kedua kalinya. Bahkan bila kami ingin meningkatkan level kami untuk melawan bos lagi, kami telah mencapai batas atas dari efisiensi untuk mendapatkan experience dari para monster di lantai pertama.

Segalanya bergantung kepada apakah kekuatan monster bos «Illfang the Kobold Lord»'s telah berubah dari Versi Beta Test. Raja Kobold di dalam ingatanku dapat dengan mudah dikalahkan dengan sekumpulan orang seperti ini, dengan keahlian, level, dan perlengkapan mereka, tanpa ada kematian. Setelah itu adalah, karena keadaannya menyangkut nyawa kita, dapatkah kita tetap tenang hingga akhir......

Sementara aku berpikir hingga otakku kepanasan, aku tiba-tiba menyadari pemain yang ada di sebelahku, yang mengambil napas pendek, dan memberi senyum kecut.

Pengguna rapier «Asuna», identitasnya terembunyi di balik tudungnya, terlihat seperti saat aku pertama bertemu dengannya di area ruang bawah tanah pagi kemarin. Melesat secepat bintang jatuh dan setajam baja. Dibandingkan dengannya, aku terlihat sangat gelisah.

Sementara aku terus melihat ke arahnya. Dia tiba-tiba berbalik dan melotot kepadaku.

"............Apa yang kamu lihat?"

Bisikan yang samar-samar, tetapi kuat ini, membuatku menggelengkan kepalaku. Alasan dari suasana hatinya yang buruk semenjak pagi tadi adalah, menurutnya, meminum seember susu basi yang ditawarkan kepadanya, tetapi aku tidak dapat mengingatnya sendiri.

"T- tidak ada."

Aku segera menjawab tanpa berpikir, Asuna sekali lagi memperhatikanku setajam ujung rapiernya, sebelum dia berbalik membelakangiku. Aku bertanya-tanya apakah pertemuan strategi hari ini akan baik-baik saja, Bagaimanapun juga, kami berdua berada bersama dalam satu grup, hanya karena kami adalah pemain tambahan, dan sementara aku memikirkan hal-hal seperti itu——

"Hei."

Sebuah suara yang tidak dapat dianggap ramah datang dari belakang, jadi aku berbalik dan menghadapinya.

Berdiri di sana, adalah sebuah pemain dengan rambut berwarna coklat pendek, yang tajam, dan seperti kaktus. Aku mau tidak mau mundur. Hari ini, walaupun adalah hari dimana banyak pemain berkumpul, dia adalah wajah yang paling tidak ingin aku lihat—— Yaitu wajah Kibaou.

Di depanku yang tertegun, Kibaou dengan berbahaya mengerling kepadaku sementara dia berdiri di lantai yang lebih rendah, dan berkata dalam nada rendah,

"Dengarkan, hari ini kalian harus tetap di belakang. Kalian berdua hanyalan sebagai pendukung di sini."

"............"

Aku mungkin bukanlah orang yang halus, tetapi aku tahu bahwa aku tidak boleh bereaksi terhadapnya di sini. Baru kemarin, aku telah menolak permintaan empat puluh ribu col miliknya, yang adalah sejumlah uang yang besar. Sebagai tambahan, dia telah berusaha untuk menyembunyikan namanya, jadi situasi ini lumayan canggung untuk orang-orang yang berpikiran normal. Bila situasinya dibalik, aku tidak akan mau mendekatinya dalam radius dua puluh meter.

Walaupun begitu, sikap Kiabou sangat tidak menyenangkan sehingga hal itu menggugurkan keinginanku untuk berkata "tentu saja". Kedua pipi yang tersenyum memuakkan menonjol ke depan, lalu dia meludah.

"Patuh sajalah, kalian berdua dapat mengambil kobold murahan itu yang berhasil menyelinap dari grupku sebagai musuhmu."

Kibaou meludah lebih banyak air ludah virtual ke tanah sebagai penekanan, sebelum berbalik dan pergi. Aku melihat punggungnya sementara dia kembali ke anggota lain dari grup E. Aku kembali terlihat tertegun seperti biasa, tetapi terkaget oleh suara yang berasal dari tepat di sebelahku.

"......Apa, yang barusan itu?"

Tentu saja, kata «kalian berdua» yang diucapkan juga termasuk Asuna. Untukku, pandangan yang diberikannya memberikan 30 persen lebih banyak rasa teror daripada kerlingan mata barusan.

"Y-yah...... Mungkin dia tidak ingin para pemain solo untuk menjadi terlalu sombong......"

Aku berbicara tanpa berpikir terlalu dalam, tetapi sebuah pemikiran datang, dan aku berkata kepada diriku sendiri.

——Atau bisa juga, jangan terlalu sombong, original beta tester, mungkin saja."

Bila itu benar, lalu berdasarkan sikapnya, Kibaou telah yakin bahwa aku adalah seorang beta tester. Tetapi —— apa dasar dari penuduhannya? Bahkan Argo sang Tikus tidak akan menjual informasi apapun mengenai apakah pemain lain adalah seorang original tester. Dan hingga sekarang, aku bahkan tidak pernah mengatakan kata Beta kepada siapapun.

Sekali lagi tersiksa oleh perasaan tidak menyenangkan yang sama dengan kemarin, aku terus memandangi punggung Kibaou.

"............Eeh............?"

Lalu, aku menyadari sesuatu, yang membuatku mengeluarkan suara itu.

Kemarin, pria itu menawariku empat puluh ribu col, jumlah uang yang abnyak, untuk membeli Anneal Blade +6 milikku. Hal ini adalah sebuah kenyataan. Tentu saja, itu dimaksudkan untuk digunakkan dalam pertempuran melawan bos hari ini. Ditingkatkan sebanyak tiga kali dari «Durabilitas»,yang meningkatkan berat dari pedangnya. Menghiraukan masalah mengenai bagaimana dia secara tiba-tiba bisa mengayunkan pedang yang berat, dia sebelumnya ingin mendapatkan senjata yang kuat di medan pertempuran untuk meningkatkan pengaruh dan kemampuan kemimpinannya. Motif penyebabnya tidak mengejutkan.

Akan tetapi, bila begitu, berarti sekarang, dia seharusnya sudah menghabiskan empat puluh ribu col itu untuk meningkatkan perlengkapannya.

Seharusnya begitu, tetapi scale mail[22] yang dipakainya, dan pedang satu tangan di punggungnya, sama dengan apa yang dipakainya kemarin. Sebenarnya itu tidak terlalu buruk, tetapi dengan empat puluh ribu col, seharusnya mungkin untuk mengganti perlengkapannya dengan yang lebih kuat, karena masih ada cukup waktu. Kenyataanya, rapier yang ada di pinggang Asuna di sebelahku, karena saranku tadi malam, mengganti senjatanya dari «Iron rapier» yang dibeli dari toko menjadi «Wind fleuret+4»[23] yang dia dapatkan dari hasil drop. Lagipula, hari ini mungkin kita semua mati, jadi apa gunanya menyimpan empat puluh ribu col............

―― Tetapi, pemikiranku hanya mencapai titik ini.

Sebelum aku menyadarinya, kesatria berambut hijau Diavel berdiri di depan di ujung dari air mancur, menaikkan suara indahnya yang terdengar akrab dan berkata,

"Semuanya, walaupun ini mungkin mendadak ―― Terima kasih semua, aku benar-benar bersyukur bahwa ke semua empat puluh empat anggota kelompok sudah berkumpul, tanpa ada seorangpun yang menghilang."

Setelah berbicara, sebuah sorakan *OH* menggetarkan seluruh alun-alun. Yang kemudian diikuti oleh tepuk tangan yang seperti air terjun. Aku berhenti menebak dan menaikkan tanganku untuk bertepuk tangan.

Setelah tersenyum kepada semua orang, kesatria itu mengepalkan tangan kanannya ke atas, dan terus berteriak keras,

"Sekarang aku akan mengatakan, bahwa aku sebenarnya berpikir untuk menggagalkan misi ini bila ada satu orang yang tidak muncul! Tetapi...... kekhawatiran macam ini, adalah penghinaan untuk semuanya. Aku sangat senang bahwa...... kelompok penyerbu terbaik...... yah, walaupun jumlah orangnya tidak cukup!"

Beberapa orang tertawa dan bersiul, dan beberapa orang mengepalkan tangannya ke atas menirunya.

Aku tidak ingin menemukan kesalahan dalam kepemimpinan Diavel. Akan tetapi, dari sudut pandangku, terdapat terlalu banyak semangat. Ketegangan berlebihan dapat mengarah ke arah ketakutan-seperti racun, tetapi terlalu bersemangat juga mempunyai pengaruh yang buruk, seperti menjadi ceroboh. Selama masa beta test, dikalahkan karena terlalu bersemangat adalah sebuah hiburan, tetapi di sini, kegagalan dapat mengarah kepada kematian dari seorang pemain. Dalam situasi seperti ini, akan lebih baik bagi para pemain untuk tidak terlalu bersemangat.

Sementara aku memikirkan mengenai hal-hal ini. Aku melihat grup lain dari belakang. Pemimpin grup B Agil, si pengguna kapak dua-tangan dan beberapa orang lainnya, semuanya memiliki ekspresi wajah yang serius dan lengan mereka terlipat di depan mereka. Pada masa-masa kritis, mereka akan dapat diandalkan. Kiabou dari grup E punggungnya menghadapku, jadi aku tidak dapat membaca ekspresi wajahnya.

Sementara semua orang berteriak, Diavel menaikkan kedua tangannya untuk menenangkan sorak-sorai yang ada.

"Semuanya...... Apa yang ingin aku katakan sekarang adalah ini!"

Tangan kanannya bergerak ke panggul kirinya, dan menarik pedangnya yang keperakan dengan suara yang keras ――

"............Mari menang!!"

Teriakan yang keras keluar, hal ini mengingatkanku akan empat minggu yang lalu, di alun-alun pusat dari Starting City, ketika sepuluh ribu pemain berteriak.

Bagian 15[edit]

Kelompok besar ini berjalan dari kota Tolbana menuju daerah menara labirin, dan pemandangan ini sepertinya memancing sesuatu di dalam ingatan Asuna. Setelah beberapa menit berpikir, dia akhirnya mengingatnya.

Itu adalah pada saat wisata sekolah yang dia ikuti pada bulan Januari tahun ini. Tujuannya adalah Queensland, Australia. Ketegangan dari para murid yang berpindah dari Tokyo di tengah musim dingin menuju ke Gold Coast di tengah musim panas benar-benar melebihi puncaknya, itu terasa seperti festival tidak peduli kemanapun dia pergi.

Hampir semua yang ada dalam situasi ini sama hingga hampir tidak ada perbedaan, suasana dari berjalan di bawah dedaunan dengan empat puluh atau lebih orang, adalah sama dengan berjalan bersama teman sekelasnya pada saat itu. Perbincangan tanpa henti dan seringnya gelak tawa. Satu-satunya perbedaan adalah, monster-monster kadang-kadang menyerang mereka dari dalam hutan. Akan tetapi, semua monster yang mendekat dibantai dalam sekejap oleh teknik-teknik yang dibanggakan semua orang.

Asuna, bergerak mendekat ke belakang di samping seorang pendekar pedang, lupa mengenai kejadian tadi malam dan mulai berbicara.

"......Hei, kamu, sebelum datang kesini, apakah kamu bermain M...... permainan MMO yang lain? Apakah itu namanya?"

"Emm...... ah, ya, ya itu benar."

Pendekar pedang itu masih terlihat sedikit malu-malu, sementara rambutnya yang hitam bergerak naik-turun.

"Di dalam permainan lain, apakah biasanya ada keadaaan dengan perasaan seperti ini? Bagaimana aku mengatakannya...... seperti pergi dalam perjalanan wisata......"

"......Ha ha, perjalanan wisata akan lebih indah."

Tertawa pendek, pendekar pedang itu kemudian mengangkat bahu.

"Sayangnya, permainan lain yang aku mainkan tidak mempunyai perasaan seperti ini. Karena bagaimanapun juga, permainan-permainan itu tidak menggunakan teknologi FullDive, jadi kami perlu menggunakan mouse dan keyboard untuk mengendalikan gerakan avatarnya, jadi tidak ada banyak waktu untuk memeriksa chat window."

"...Ah, begitu......"

"Yah, ada permainan-permainan lain yang menggunakan voice chat, tetapi aku belum pernah bermain permainan-permainan itu."

"Hmm."

Sementara karakter permainan lari yang diam terus bergerak di layar monitor di dalam imaginasinya, Asuna berkata lembut,

"......Hal sebenarnya, bagaimana rasanya?"

"Eh? H-hal sebenarnya?"

Pendekar pedang itu memberikan pandangan bertanya-tanya, jadi Asuna mencoba menjelaskan gambaran yang ada dalam pikirannya.

"Seperti yang aku katakan...... dunia fantasi semacam ini... berada di dalam kelompok dengan para pendekar pedang dan penyihir, di dalam perjalanan kita untuk melawan pimpinan para monster yang kejam. Sepanjang perjalanan, apa yang akan kita katakan...... ataukah mereka akan berjalan dalam diam. Topik pembicaraan semacam ini."

".................."

Pendekar pedang itu anehnya tetap diam, dan ketika Asuna melirik dan melihatnya terlihat seperti ini, Asuna sadar bahwa dia telah bertanya pertanyaan yang kekanak-kanakkan. Ketika dia akan secara refleks berbalik, dan baru saja akan mengatakan "Aku rasa hal itu tidak penting,"

"Berjalan di jalan yang mengarah entah kepada kematian atau kemegahan, huh."

Kata-kata yang tenang itu mencapai telinga kanan Asuna.

"Bila kita membandingkannya dengan orang-orang yang menjalani kehidupan normal... mungkin, itu seperti pergi ke sebuah restoran untuk makan malam. Bila ada sesuatu yang dapat diperbincangkan, aku akan berbicara, bila tidak aku akan tetap diam. Aku rasa penyerbuan bos ini pada akhirnya berubah menjadi seperti itu. Bila mungkin, aku harap kita dapat menantang bos setiap hari."

"...... hu hu, hu"

Kata-kata jujur dari pendekar pedang itu terdengar lucu oleh Asuna, yang tertawa kecil. Dia segera menjelaskan, hampir sebagai alasan.

"Maaf tertawa, tetapi...... hal ini sangat aneh. Dunia ini adalah bentuk paling jauh dari kehidupan sehari-hari, tetapi kamu ingin aktivitas seperti ini menjadi rutinitas harian kita."

"Ha ha...... Aku rasa itu benar."

Pendekar pedang itu tertawa dengan cara yang sama, lalu dengan diam-diam berkata,

"Akan tetapi, dibutuhkan empat minggu untuk mencapai titik ini. Bahkan bila kita mengalahkan bosnya hari ini, kita masih memiliki sembilan puluh sembilan lantai lagi. Aku...... siap untuk berjuang untuk dua, tidak, tiga tahun seperti ini. Bila hal ini berjalan terus seperti ini, bahkan kegiatan seperti ini akan menjadi hal sehari-hari."

Kata-kata itu akan membuat Asuna yang lama sangat kaget dan putus asa. Tetapi sekarang, dia menyadari bahwa ini sekarang seperti angin kering yang bertiup keluar dari dadanya.

"......Kuat sekali. Bila itu adalah aku, aku tidak dapat berpikir seperti itu. Memikirkan mengenai hidup di dunia ini untuk bertahun-tahun...... mati dalam pertempuran akan menjadi lebih tidak menakutkan untukku."

Pendekar pedang itu meliriknya untuk sesaat setelah mendengarkannya, lalu menaruh kedua tangannya di dalam kantung yang ada di jaket abu-abunya, dan berkata dengan suara yang tertahan,

"Bila kita mencapai lantai yang lebih atas, mungkin ada tempat mandi yang lebih baik disana."

"............Be-benarkah?"

Dia tanpa sadar menjawab, lalu menyadari apa yang baru saja dia katakan. Merasa malu, dia berkata dengan suara rendah,

".....Ingat hal ini. Atau kamu benar-benar akan meminum satu gentong susu basi."

"Lalu, setidaknya kita harus dapat kembali selamat hari ini."

Setelah membuat komentar itu, pendekar pedang itu tersenyum lebar dan tertawa.

* * *

11.00 siang, kami bergerak menuju labirin.

12.30 siang, kami berjaan ke lantai teratas dari labirin.

Sejauh ini, tidak ada yang meninggal. Aku diam-diam menepuk dadaku sendiri. Bagaimanapun juga, hampit empat puluh delapan orang dari kelompok «Penyerbuan Penuh» bergerak, dan untuk sebagian besar orang-orang yang ada disini ini adalah pengalaman pertama mereka. Di dunia ini, «Pertama» adalah sebuah tindakan yang memiliki resiko kecelakaan dan berbahaya, tanpa ada pengecualian.

Kenyataannya, ada tiga situasi yang sangat menakutkan. Orang-orang yang menggunakan senjata panjang seperti «Spear [24]» dan «Halberd», kebanyakan berada di dalam grup F dan G, di serang mendadak oleh Kobold tipe melee di sepanjang jalan. Di dalam SAO, senjata melee tidak akan melukai pemain lainnya bila mereka secara tidak sengaja terayun (tentu saja, hal ini tidk sebanding dengan sebuah tindakan kriminal), dan teknik pedang yang menyentuh halangan juga dihentikan. Senjata jarak jauh sudah beresiko tinggi karena hal ini, dan serangan melee dadakan membuat situasinya lebih buruk.

Dalam situasi seperti itu, si kesatria Diavel menunjukkan kemampuannya untuk memerintah dengan tepat. Sebagai pemimpin dari pasukan ini, dia membuat berapa keputusan yang berani, seperti tetap bertarung sementara membuat yang lain mundur, menggunakan sejumlah besar teknik pedang untuk memukul mundur para monster, dan melakukan pergantian antara anggota-anggota yang menggunakan senjata melee dan jarak jauh. Keputusan-keputusan ini hanya dapat dibuat bila dia sudah biasa menjadi pemimpin.

Karena hal-hal ini, sebelum berangkat sebagai pemain solo aku telah mengatakan "Hal ini tidak terlalu menarik" dan khawatir mengenai terlihat terlalu arogan. Diavel memiliki filosofinya sendiri mengenai kepemimpinannya, "percaya sepenuhnya kepadanya adalah kewajiban semua anggota kelompok penyerbuan" adalah alasan mengapa semua mencapai titik ini.

――Setelah mengetahui hal ini, dua pintu besar berdiri di depan mata kami, dan mereka yang berada di belakang harus berjinjit untuk melihatnya.

Di permukaan dari batu abu-abu tersebut, ada sebuah ukiran mengenai monster berkepala hewan buas yang menakutkan. Mengenai Kobold, di kebanyakan permainan MMO gerombolan ini biasanya adalah yang terlemah dari yang lemah, tetapi di dalam SAO kelas «Demi-Human» dari makhluk-makluk humanoid adalah musuh-musuh yang kuat. Mereka memiliki kemampuan untuk memakai senjata seperti pedang dan kapak, dan bahkan dapat menggunakan teknik pedang. Dibandingkan dengan serangan normal, Kobold memiliki kecepatan yang lebih tinggi, tenaga yang lebih kuat, dan bahkan memiliki kemampuan mengkoreksi serangan. Bila seorang pemain terperangkap di dalam situasi dimana ia tidak bisa bertahan, bahkan teknik dasarnya dapat menyebabkan serangan yang kritis, dan mengurangi HP gauge secara drastis. Pengguna rapier Asuna di sampingku, mencapai bagian terdalam dari labirin dengan hanya menggunakan «Linear», yang membuktikan kekuatan dan horor dari teknik pedang...

"......Dapatkah kamu mendengarkanku untuk beberapa saat?"

Aku bergerak mendekat ke arah Asuna, dan berbisik.

"Hari ini, musuh kita adalah «Ruin Kobold Sentinels», dan walaupun mereka bukanlah bos, mereka tetap adalah sebuah musuh yang kuat yang muncul di sekitar bosnya. Aku menyebutkannya sebelumnya bahwa sebagian besar kepala dan tubuh mereka ditutupi dan dilindungi oleh pelindung dari metal, teknik «Linear» milikmu akan tidak cukup."

Setelah mendengar, dengan pandangan mata tajam dibalik tudungnya, pemain anggar itu mengangguk.

"Aku mengerti. Cukup arahkan ke arah tenggorokan mereka, bukan."

"Tepat sekali. Seperti apa yang mereka lakukan setelah menggunakan teknik pengguna «Pole Axe» itu, kita harus segera melakukan pertukaran posisi begitu aku menyerang mereka untuk membuka pertahanan mereka."

Mengangguk, Asuna mengangguk sebelum menghadap pintu ganda yang besar itu, dan aku terus melihatnya untuk beberapa detik.

Dimana dan bagaimana kamu mati, cepat atau lambat adalah satu-satunya perbedaan.

Ketika kami pertama bertemu, dia mengatakan hal itu kepadaku. Aku tentu saja tidak dapat membiarkan kata-kata itu menjadi kenyataaan. «Linear» milik Asuna menunjukkan bakat yang tidak disadari oleh dirinya sendiri. Diantara semua bintang jatuh, bintang jatuh miliknya adalah sesuatu yang tidak terbakar di atmosfir, menahan panasnya api hingga menghantam tanah.

Bila dia dapat selamat dari pertempuran hari ini, Asuna pasti dikenal sebagai salah satu dari pendekar pedang tercepat dan tercantik di Aincrad. Dia pasti akan menjadi sebuah bintang jatuh yang terang, yang akan membimbing pemain-pemain lainnya yang berada dalam ketakutan dan keputusasaan. Aku sangat yakin akan hal ini. Tanggung jawab ini, adalah peran yang tidak dapat dilakukan oleh seorang beta tester sepertiku karena stigma yang ada.

Setelah aku membulatkan tekadku dan menelan ludah, aku menghadap pintu besar itu. Di depan kami, Diavel telah selesai mempersiapkan barisan dari ketujuh Grup.

Kesatria itu tidak berani berteriak "Mari menang!" di tempat ini. Hal ini karena para monster humanoid disini akan bereaksi terhadap suara-suara keras.

Sebaliknya, Diavel mengangkat longsword peraknya tinggi ke atas, dan mengangguk besar. Ke-empat-puluh-tiga anggota penyerbuan juga menaikkan senjata mereka dan balas mengangguk.

Rambut hijau panjangnya tersibak sementara dia berbalik, kesatria itu meletakkan tangan kirinya di tengah pintu ganda besar itu ――

"――――Mari pergi!"

Dengan teriakan pendek itu, dia membuka pintu itu dengan segenap kekuatannya.


Bagian 16[edit]

Apakah ruangan ini dulu seluas ini?

Melihat ruangan bos dari lantai pertama untuk pertama kalinya dalam empat bulan, ini adalah kesan pertama yang aku punya.

Ruangannya sangat besar. Lebarnya dari dinding sebelah kiri ke dinding sebelah kanan adalah sekitar dua puluh meter. Ditambah, ruangan ini berbentuk seperti persegi panjang. Jarak antara pintu masuk dan ujungnya adalah sekitar seratus meter. Ukuran dari lantai ini secara kasar sama dengan 20 lantai yang lain, dan ruangan ini adalah yang terakhir dipetakan. Karena itu, areanya dapat diperkirakan dari area kosong di dalam peta. Akan tetapi, melihatnya dengan mata kami sendiri membuatnya jauh lebih besar dari yang sebenarnya.

Ruangan ini besar untuk menampung monster-monster raksasa yang ada disini.

Di ruangan bos dalam Aincrad, pintunya tidak akan menutup bahkan dalam pertarungan melawan bos. Karena itu, bahkan bila keadaan memburuk dan kami dalam bahaya pembasmian, kami memiliki pilihan untuk mundur. Akan tetapi, bila kami berbalik dan melarikan diri dan teknik pedang jarak jauh musuhnya mengenai kita, hal ini dapat memperlambat kita, «delay», atau mencegah pergerakan kita, «stun». Jadi, kami perlu mundur sambil menghadap bosnya, tetapi dalam situasi itu, jarak seratus meter yang penting diperlukan untuk melarikan diri akan terasa tak terbatas jauhnya. Teleportasi secara instan dapat dilakukan dengan menggunakan «Teleport Crystal», akan tetapi item itu mahal dan hanya dapat didapatkan di lantai yang lebih tinggi, yang dapat membuat melarikan diri dari para bos di lantai lebih atas lebih mudah, tetapi karena begitu mahalnya item ini, setelah melarikan diri, pemainnya mungkin dapat kehabisan uang.

Sementara aku merenungkan pemikiran semacam itu, ruangan bos ini tenggelam hampir dalam kegelapan total. Di dinding sebelah kiri dan kanan dari ruangan, *ping* *ping*, dari depan ruangan ke belakang, «obor» dinyalakan satu per satu. Api obor yang kasar itu dengan berkobar dengan ribut.

Dengan sumber cahayanya menyala, «Gamma»[25] juga meningkat. Lantai dan dinding batunya dipenuhi retakan-retakan. Tengkorak besar dan kecil tersebar di berbagai tempat untuk mendekorasi tempat ini. Di bagian terdalam dari ruangan berdiri sebuah singgasana yang besar, dan sebuah siluet kasar dari sesuatu yang besar duduk di atasnya.

Kesatria itu, Diavel, mengangkat longsword miliknya, dan mengayunkanna ke depan...

Dengan tanda darinya, ke-empat-puluh-empat pasukan pemburu boss monster memekikkan seruan pertempuran sementara berlari ke dalam ruangan seperti tanah longsor.


* * *

Baris depan maju terlebih dahulu, dipimpin oleh pemimpin Grup A yang dilengkapi dengan heater shield dari besi[26], dengan «Hammer» miliknya diangkat tinggi. Mereka diikuti oleh Grup B di sebelah kiri, dipimpin oleh pendekar kapak Agil, dan di sebelah kanannya, Diavel dan kelima temannya di Grup C. Pemimpin Grup D adalah seseorang yang tinggi dan memakai Longsword dua-tangan, dan dibelakang ketiganya, adalah Grup E yang dipimpin oleh Kibaou, Grup F dan Grup Gyang diperlengkapi dengan tongkat panjang «Polearm», yang berlari secara paralel.

Dan lebih jauh di belakang mereka, adalah dua orang tambahan ——

Ketika jarak antara Grup A dan singgasananya adalah sekitar 20 meter, siluet raksasa yang spada awalnya tidak bergerak itu tiba-tiba melompat. Di udara, siluet itu berputar sekali, sebelum mendarat di tanah, menyebabkan bumi bergoncang. Setelah itu, sluet itu membuka rahangnya yang seperti serigala, dan melolong.

"Gurururaaaaaaaaaaaa!!!"

Sang raja dari demi-human, «Illfang the Kobold Lord», terlihat seperti apa yang aku ingat. Tubuhnya yang berotot setinggi lebih dari dua meter, ditutupi oleh bulu biru-kelabu. Matanya yang haus darah menyala merah keemasan, Tangan kanannya membawa sebuah kapak dari tulang, sementara tangan kirinya membawa Buckler[27] dari kulit. Dibelakang pinggangnya, sebuah «Talwar»[28] sepanjang satu setengah meter menonjol keluar.

Kobold Lord itu mengangkat Kapak Tulang di tangan kanannya tinggi ke atas, dan mengayunkannya secara paksa kepada pemimpin Grup A. Heater shield pemimpin itu menerima serangannya, menyebabkan sebuah efek cahaya yang menyilaukan dan sebuah suara keras yang menggema di dinding.

Seakan-akan suara itu adalah sebuah tanda, dari berbagai lubang yang ada di dinding samping, tiga monster bersenjata berat melompat turun. Mereka adalah penjaganya, «Ruin Kobold Sentinel». Grup E yang dipimpin oleh Kibaou, dan Grup G pendukung, dengan cepat bergerak ke arah ketiga Sentinel itu, mengunci target mereka. Asuna dan aku saling memandang satu sama lain dan kemudian berlari ke arah Sentinel terdekat.

Hanya dengan seperti ini, pada tanggal empat Desember jam 2.30 siang, pertempuran bos pertama akhirnya dimulai.

HP gauge dari «Illfang» memiliki empat baris. Selama tiga baris pertama, dia akan memakai Kapak Tulangnya di tangan kanannya dan Buckler dari kulitnya di tangan kirinya, tetapi pada baris keempat, dia akan membuangnya dan menghunus Talwar dari pinggangnya. Pola serangannya juga akan berubah total, adalah apa yang telah dijelaskan oleh panduan strategi Argo. Setelah senjatanya berganti dari Kapak Tulang menjadi Talwar, teknik pedang dan taktik yang kami gunakan perlu di ubah mengikutinya, sama seperti apa yang telah kami diskusikan di pertemuan kemarin.

Sementara aku bertarung dengan salah satu «Sentinel» yang berhasil menyelinap dari Grup E dan Grup G, aku melihat dari sudut mataku ke arah garis depan, tidak ada tanda-tanda mengenai barisan atau taktiknya gagal. Pasukan «Tanker» dan pasukan «Penyerang» dengan tenang bertukar posisi untuk rotasi 'pot'. Sisi kiri penglihatanku menunjukkan sebuah window kecil tentang HP gauge rata-rata kelompok penyerbuan, dan gauge-nya tetap stabil di atas 80 persen untuk semua grup.

Aku akan menyerahkan pertarungan itu kepada mereka, seperti itu ――, dan pertarungan terus berlanjut seperti itu.

Tidak seperti saat aku bermain solo, tetapi sekarang aku berdoa dengan segenap kekuatanku untuk keberhasilan mereka.


* * *

Berhasil menyelamatkan-nya ketika dia pingsan di dalam labirin menara, sementara dia pingsan (walaupun dia tidak mengerti bagaimana hal itu terjadi), dia berpikir mengenai pendekar pedang berambut hitam seharusnya adalah orang yang cukup berpengaruh.

Akan tetapi, setelah melihat caranya bertarung, Asuna dapat mengatakan bahwa penilaiannya masih kurang.

——Kuat.

Tidak, kata kuat tidaklah cukup untuk menjelaskan apa yang dirasakan saat pendekar itu berada dalam pertempuran. Kekuatan dan kecepatannya terasa seperti itu berada jauh melebihi pengukuran yang ada, dan terasa seperti dia berada di dalam «Dimensi lain».

Kepada Asuna, seorang pemula yang tidak pernah bermain net game atau dalam lingkungan FullDive sebelumnya, dia sulit menjelaskan apa yang dirasakannya ke dalam kata-kata. Bila dia mencoba mejelaskannya, itu adalah bahwa semuanya telah dioptimalkan. Semua tindakannya tidak memiliki gerakan yang berlebih, karena itu dia memiliki teknik yang cepat, dan dengan pedangnya yang berat dia memberikan luka yang berat. Serangan kapak panjang dari Kobold berpelindung berat itu ditepis ke atas ke arah langit dengan tebasan ke arah atasnya. "Switch," dia berkata sembari mundur dengan santai. Menggantikan tempatnya, Asuna dengan cepat melompat ke arah Kobold itu, dan sementara Kobold itu masih menekuk ke belakang karena hempasan tadi, dia dengan mudah menggunakan «Linear» kepada lehernya yang tidak terlindungi.

Asuna mengingat kata-kata yang dia katakan saat mereka pertama kali bertemu. 『Overkill tidak memiliki kekurangan atau hukuman apapun dari sistem, tetapi hal itu buruk untuk efisiensi』, dan dia menjawabnya dengan 『Apakah ada masalah dengan itu?』. Pada saat ini, akan ada sebuah masalah dengan itu. Jika kamu dapat membuang tindakan yang berlebihan, tindakannya akan menjadi lebih mudah dan karena itu bidang pandang akan menjadi lebih luas. «Sentinel» ini lebih kuat dibandingkan dengan «Trooper» yang dia lawan pada saat itu, akan tetapi Asuna dapat melihat setiap gerakan yang dilakukannya dengan sangat jelas.

Bagian vital dari tenggorakan tempat Asuna meluncurkan «Linear» menyebabkan HP dari Kobold itu berkurang menjadi sebuah garis tipis. Bila dia adalah Asuna yang lama, dia pasti akan menunggu untuk membalas dengan «Linear» lainnya, tetapi itu adalah «Overkill» yang tidak berguna. Setelah jeda dari teknik pedangnya selesai, Asuna menusuk tenggorokannya sekali lagi tanpa ada gerakan berlebihan, dan HP gauge Kobold itu menjadi kosong sementara Kobold itu pecah mejadi pecahan-pecahan biru dan tersebar menghilang.

"GJ"[29]

Di belakangnya, pendekar pedang berambut hitam itu berkata lembut. Walapupun dia tidak tahu apa kepanjangan dari istilah itu, Asuna membalas dengan "Kamu juga!"

Pada saat itu, baris pertama dari HP gauge milik bosnya menghilang. Diavel yang ada di barisan depan berteriak "Kami berada di baris kedua!", sementara beberapa «Sentinels» lagi melompat keluar dari lubang-lubang yang ada di dinding.

Melupakan bahwa mereka adalah pasukan tambahan, Asuna dan pasangannya yang ada di dekatnya berlari ke arah para monster. Pedang di tangan kanannya, meskipun baru digunakan kemarin, telah menyatu dengan telapak tangannya dan terasa tidak asing. Dia merasakan dengan jelas respon dari pedangnya saat dia menembakkan tekniknya. Seperti kulit yang dibalutkan di sekitar tangannya, bahkan ujung dari bilah pedangnya yang tajam dan berkilau terasa seperti bagian dari lengannya.

―― Bila ini adalah perasaan dari «bertarung», maka hingga kemarin semuanya terasa seperti tiruan palsu.

――Pastinya, masih ada banyak pertarungan «Di depan» kita. Berlari ke depan dalam garis lurus di samping pendekar pedang ini. Di dalam dunia ilusi ini, walaupun semua yang dilakukan adalah suatu kepalsuan... tetapi... tetapi pastinya, perasaan ini benar. Aku ingin melihat apa yang ada dilihat olehnya.

Kapak monster itu terayun ke bawah, dan pendekar pedang itu membalasnya dengan serangan tinggi. Dan pada saat itu juga, Asuna berteriak "Switch" dan melompat ke arah musuh itu dengan pedang kesayangannya.

Bagian 17[edit]

Pertarungan antara raja Kobold dengan penjaga-penjaganya dan ke-empat puluh empat pemain berjalan lebih cepat dari yang aku kira.

Diavel dan semua orang dari Grup C telah mengurangi HP gauge pertama, Grup D telah menghabiskan HP gauge ke dua, dan sekarang Grup F dan G telah mengurangi barisan ke tiga hingga setengahnya. Hingga titik ini, Grup A dan B, team «Tanker»-nya, telah berkurang HP-nya hingga di daerah kuning yang menunjukkan «Setengah», tetapi tidak pernah memasuki daerah merah yang berbahaya. Ada juga beberapa penjaga, yang diserahkan kepada Grup E dan kami berdua untuk diatasi, kami bertarung begitu baiknya hingga terkadang di tengah pertempuran, Grup G bergerak untuk mendukung pertarungan utama.

Si pengguna rapier Asuna yang bertarung dengan berani terasa mengesankan, dan «Linear» yang telah membuatku kagum ketika kami pertama kali bertemu, dengan rapier yang lebih kuat dan lebih tajam, dengan akurat menembus tenggorokan para Kobold penjaga, titik lemah mereka. Waktu dari gerakan pertama dari tekniknya hingga terjadinya luka hanyalah setengah waktu yang diperlukan dari gerakan yang dilakukan oleh system assist sendirian. Bahkan aku, yang telah dengan sengaja mempercepat teknik pedangku semenjak masa beta test, tidak yakin bahwa aku dapat mencapai kecepatan seperti itu.

Dia hanyalah seorang pemula dengan hanya satu teknik. Dengan meningkatnya pengetahuan dan semakin tajamnya insting, hanya membayangkan akan seperti apa dia jadinya membuat tulang punggungku tergelitik.

Bila hal ini menjadi kenyataan, aku ingin melihat perkembangannya bersamanya―― Adalah pemikiran yang tiba di pikiranku, tetapi aku memaksanya masuk kembali ke dalam dadaku. Satu bulan yang lalu aku memutuskan untuk menjadi pemain solo yang egois, jadi aku tidak mempunyai hak untuk bersama dengan pemain lain. Teman pertamaku di dunia ini adalah Klein, yang seharusnya masih berada di sekitar kota kita mulai, dengan hati-hati dan aman menaikkan level teman-temannya......

Sementara aku mengingat kembali ingatan-ingatan tidak menyenangkan itu, di depan mataku, Asuna telah menjatuhkan mangsa keduanya. Karena «Ruin Kobold Sentinel» hanya muncul di sini, mereka dianggap monster langka. Walaupun mereka tidak memberi experience dan col sebanyak bos, mereka masih menjatuhkan sebuah item. Hanya uang yang secara otomatis dibagikan merata dalam sebuah penyerbuan, sementara experience dibagi diantara mereka yang mengalahkannya, yaitu Asuna dan aku. Item drop-nya memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk jatuh ke Asuna karena serangan miliknya adalah serangan fatal.

Jadi, ini adalah alasan dari pemimpin Grup E Kibaou, yang kelompoknya bertarung dengan Sentinel yang sama, memberikan peringatan itu sebelumnya. Akan tetapi, Asuna dan aku bekerja sama mengalahkan target kami lebih cepat daripada Grup E yang beranggotakan enam orang penuh. Dengan ini, bahkan dia tidak dapat protes ――

Sementara aku memikirkan ini, dari belakang tmuncul suara Kibaou.

"Aku tahu apa yang kamu ingin lakukan. Terasa sangat eenaak."

"............Apa yang kamu katakan?"

Tidak mengetahui apa yang dia maksud, aku berbalik untuk bertanya mengenai itu. Karena ini adalah waktu sebelum gelombang ketiga dari ketiga Sentinel muncul, dan setelah kedua gelombang sebelumnya sudah dikalahkan, ini adalah kesempatan untuk berbicara. Pengguna pedang satu-tangan berkepala kaktus itu mengerutkan dahinya kepadaku, menaikkan suaranya dan meludah,

"Jangan berpura-pura. Aku sudah tahu motivasimu untuk menyelinap masuk ke dalam penyerbuan bos ini."

"Motivasi...... ku? Selain mengalahkan bosnya, apakah ada yang lain?"

"Apa, aku dapat berkata secara gamblang, bukan? Itu adalah benar-benar apa yang kamu inginkan!"

Percakapan ini, kelihatannya melibatkan banyak tebakan dari sisinya. Aku sangat frustasi sehingga aku menggertakkan gigiku, sebelum Kibaou akhirnya mengatakan apa yang ingin dia katakan...

"Aku telah mendengarnya sebelumnya. Di masa lalu, kamu melakukan tindakan yang tidak terhormat seperti melakukan LA pada bosnya. "

"Appaa.................."

――――LA. Itu berarti serangan terakhir «Last Attack».

Memang benar bahwa aku, di pertarungan melawan para bos di masa lalu, memiliki perkiraan yang bagus mengenai HP gauge dari bosnya untuk menentukan waktu terbaik untuk menggunakan teknik pedang terkuatku. Akan tetapi, itu tidak di dalam dunia ini, tetapi didalam kastil yang melayang lainnya yang ada hanya untuk satu bulan ―― Di dalam «Sword Art Online closed beta test».

Kibaou tidak hanya tahu bahwa aku adalah seorang beta tester, tetapi mengetahui perilakuku dari masa sebelumnya. Tunggu sebentar. Pria ini baru saja berkata "Aku mendengarnya". Dengan kata lain, ini berdasarkan apa yang dikatakan orang lain. Tetapi, dari siapa dia mendengarnya............

Pada saat itu, sementara aku memikirkannya kembali, tubuhku terasa seperti tersetrum.

Minggu lalu, Kibaou menggunakan penyedia informasi Argo sang Tikus untuk berusaha membeli «Anneal Blade +6» milikku. Kemarin, dia berusaha untuk menggunakan empat puluh ribu col untuk membelinya. Walaupun aku menolak tawarannya, dia tidak memakai uang itu.

Tidak. Itu bukanlah karena dia tidak memakainya. Kenyataannya, sejak awal dia tidak mempunyai uang itu.

Tidak hanya Argo, Kibaou juga adalah seorang mediator. Orang yang mempunyai empat puluh ribu col bukan dia. Bila orang lain ditempatkan antara orang itu dan Argo, tidak peduli berapa banyak aku membayar, aku tidak dapat menemukan siapa pembeli sebenarnya.


Dalang itu, memberi Kibaou informasi mengenai original beta tester dan menyebabkan masalah. Bila keadaannya seperti ini, tujuan dari orang itu bukanlah untuk mendapatkan «Anneal Blade +6» untuk pertempuran. Tidak, memperkuat pasukannya mungkin masih menjadi bagian dari rencananya, tetapi dia mungkin mempunyai tujuan lain yang lebih besar. Untuk melemahkanku. Dengan melemahnya seranganku, hal itu akan menghalangi teknik-teknikku, mencegahku memberikan LA bonus kepada bosnya ――

"............Kibaou. Orang yang berbicara kepadamu, bagaimana dia berhasil mendapatkan informasi mengenaiku sebagai seorang beta tester?"

"Tentu saja. Dia secara konyol menggunakan sejumlah uang yang sangat besar, dan membeli informasi dari «Si Tikus». Aku bergabung dengan timnya untuk mengawasi hyena itu."

――――Pembohong. Argo, walaupun dia akan menjual informasi mengenai dirinya sendiri, tidak akan pernah menjual informasi mengenai beta tester lainnya."

Sementara aku mengatupkan gigiku, barisan depan memberikan sorakan yang keras. HP gauge dari bosnya akhirnya telah mencapai lapisan ke-empat dan terakhir.

Perhatianku tertarik ke garis depan. Kelihatannya HP gauge ke tiga dihabiskan oleh senjata senjata panjang dari Grup F dan G sebelum mereka mundur. Bukannya menunggu penyembuhan penuh mereka, Grup C bergerak maju untuk meneruskan serangan. Pemimpin dari kelompok itu adalah Komandan dari penyerbuan ini sendiri, kesatria berambut biru Diavel. Bahkan dalam ruanngan bawah tanah yang remang-remang ini, rambut birunya berkilau dengan cemerlang.

"Uguruooooooooooooo――――!!"

«Illfang the Kobold Lord» memberikan sebuah raungan yang keras. Pada saat yang sama, gelombang terakhir yang terdiri dari tiga «Ruin Kobold Sentinel» melompat keluar dari lobang-lubang yang ada di dinding.

"Gerombolan monster lemah lainnya, kali ini aku tidak akan membiarkan satupun pergi. Aku tidak akan membiarkanmu melakukan LA kepada mereka."

Suaranya penuh dengan tetesan kebencian, Kibaou kembali ke tengah Grup E.

Sementara aku belum pulih dari kejutan dan kebingungan yang tidak terduga itu, aku tidak memiliki pilihan lain selain berpaling, dan berkumpul kembali dengan Asuna yang berdiri tidak jauh.

"............Apa yang kalian perbincangkan?"

Sementara dia bertanya dengan tenang, aku hanya menggelengkan kepalaku.

"Tidak...... ―― pertama-tama, mari kalahkan musuh-musuh kita."

"............Ya."

Setelah perbincangan singkat kita, aku mengangkat pedangku dan maju menyerang sebuah Sentinel.

Pada saat itu ――

Tiba-tiba, aku merasakan «sesuatu», jadi aku dengan cepat melihat tempat pertarungan utama.

Raja Kobold itu, dengan kapak tulang di tangan kanannya dan perisai kulit di kirinya, melemparkan keduanya ke tanah secara bersamaan, memberikan raungan lainnya, meletakkan tangannya ke belakang punggungnya, memegang pegangannya yang diselimuti kain perca dan menarik «Talwar»-nya.

Selama masa beta test, aku telah melihat gerakan pergantian pola ini beberapa kali. Dari sekarang, dia hanya akan menggunakan teknik pedang dari kategori bilah pedang melengkung, berada dalam keadaan mengamuk , menjadi sangat liar, tetapi mengalahkannya menjadi jauh lebih mudah dari sebelumnya. Dia menggunakan sayatan membujur jarak jauh. Selama kamu memperkirakan pewaktuan dari teknik itu ketika diluncurkan, bahkan bila kamu berada dengan bos kamu dapat menghindari ujung dari senjatanya.

Di bawah perintah Diavel, ke-enam orang yang membentuk Grup C melingkari bosnya. Ini adalah sebuah formasi yang tidak digunakan ketika bosnya masih memakai kapak tulang itu. Sungguh, aku tidak menyangka bahwa membaca buku itu sebelumnya membuat mereka dapat memikirkan formasi yang tepat dan mengagumkan seperti ini. Ini memang adalah sebuah keputusan yang baik. Selama ke-enam orang itu dapat menghindari sabetan liar dari Talwarnya hingga serangan terakhir............

"..................U.......?"

Dari belakang tenggorokanku, suara itu secara tidak sadar terbuat.

Pemain X yang meminta Kibaou untuk membeli pedangku untuk sebuah harga sebesar empat puluh ribu col, adalah untuk mencegahku melakukan LA kepada raja Kobold. Aku membuat tebakan ini beberapa waktu yang lalu. Bahkan bila pedangku tidak jadi diambil, tujuan dari X sudah tercapai. Sebagai pasukan tambahan dari penyerbuan, aku hanya dapat melawan para Sentinel, jadi aku bahkan tidak dapat mencapai jarak sepuluh meter dari bos.

Akan tetapi, bila seperti ini.

Identitas dari x, pada saat ini, adalah seorang pemain yang mencoba untuk melakukan LA pada bos ―― Seharusnya seperti itu bukan? Bagaimanapun juga, membayar empat puluh ribu col adalah jumlah uang yang terlalu besar hanya untuk menghalangiku, dan berhasil melakukan LA kepada bosnya seharusnya lebih dari cukup untuk menutupi pengeluaran itu.

Dengan kata lain...... pemain yang memanipulasi Kibaou, adalah seseorang yang bersamaku selama beta test, namanya adalah..............

"――Serangan datang!"

Asuna dengan tajam berkata, pada saat itu juga menyadarkanku dari pemikiranku. Sentinel itu mengayunkan halber miliknya, dan aku secara tidak sadar menggunakan teknik pedang pemotong diagonal «Slant», menghempaskan senjatanya dengan segenap kekuatanku.

"Switch!"

Aku berteriak, lalu melompat ke belakang, sementara Asuna bergerak ke depan penjaga itu. Sekali lagi, aku melirik medan pertempuran dua puluh meter di sebelah kiriku.

Pada akhir dari gerakan dimana bosnya tidak terkalahkan, pertempurannya dilanjutkan kembali. Target pertama yang dikuncinya adalah kesatria berambut biru, yang dengan tenang menghindari serangan pertama.

Dengan punggungnya membelakangiku, aku bertanya di dalam diriku.

――Apakah itu kamu?"

――Diavel si kesatria, kamu adalah...... Apakah semuanya bagian dari rencanamu..................?

Tentu saja dia tidak menjawab. Illfang mengaum dan melolong, lalu dia secara perlahan menggerakkan pedang di tangan kanannya tinggi ke atas.............

Sekali lagi, pikiranku merasakan perasaan «sesuatu» itu.

Tidak nyaman. Ada sesuatu yang berbeda. Bos monster dan raja Kobold yang aku tahu tidak sama. Bukan karena warnanya, ataupun ukurannya. Itu adalah sesuatu yang melebihi penampilan dan suara. Sumber dari ketidaknyamanan ini, bukan karena tubuhnya...... itu adalah senjata di tangan kanannya.

Dari tempat aku berada, hanya siluet dari pedangnya yang terlihat...... bilah pedang itu,apakah tidak terlalu tipis? Bilan pedang yang dibungkus dengan lembut jelas sama dengan apa yang aku kenal selama masa beta test, tetapi lebarnya........ juga kilauannya, terlihat berbeda. Itu bukanlah tekstur kasar dari besi tuang. Bilah pedangnya ditempa, dan pinggirannya memiliki warna baja. Aku telah melihat senjata yang mirip dengannya sebelumnya......... senjata itu digunakan oleh para mob di lantai ke-sepuluh dari kastil melayang yang lama. Berpakaian pelindung merah, monster itu adalah musuh yang sangat tangguh selama masa beta test. Senjata yang tidak dapat digunakan oleh para pemain, hanya bagi mereka yang berada dalam kategori monster.................

"A...... AA..............!"

Tenggorokanku mengejang dan membuat semacam suara. Aku dengan paksa menarik napas ke dalam paru-paruku. Dan berteriak dengan keras.

"I...... ini tidak akan bisa, mundur!! Segera mundur dengan cepat ――――!!"

Sayangnya, suaraku tenggelam di dalam sound effect dari teknik pedang Illfang.

Tubuh raksasa dari raja Kobold itu menggetarkan lantai, sementara dia melompat tinggi. Dia mengubah arah tubuhnya di udara, sementara mengumpulkan tenaga di senjatanya. Sementara dia menerjang turun, dia menggunakan tenaga yang dikumpulkan, melepaskan sebuah sorotan cahaya kemerahan.

Bidang serangan ――horisontal. Derajat serangan ――tiga ratus enam puluh derajat.

Teknik pedang untuk katana[30], serangan berat jarak jauh "whirling wheel" «Tsumujiguruma».

Bagian 18[edit]

Enam efek cahaya merah terang muncul, seperti pilar darah.

HP gauge yang ada di pojok kiri menunjukkan HP rata-rata Grup C segera menurun dibawah lima puluh persen dan menuju zona kuning. Walaupun kamu dapat melebarkan gauge itu dengan ujung jarimu untuk melihat HP gauge dari masing-masing pemain, namun pada saat ini tidak ada gunanya untuk melakukannya. Semua orang di Grup C dengan jelas menerima jumlah damage yang sama.

Itu adalah serangan jarak jauh dengan kekuatan yang sangat besar cukup untuk menghabiskan lebih dari setengah dari HP yang penuh, dan itu belum semuanya. Cahaya-cahaya kuning berputar di sekitar kepala enam orang yang telah jatuh ke lantai, menunjukkan bahwa mereka tidak dapat bergerak untuk beberapa waktu ―― ini adalah efek stun.

Terdapat banyak macam status buruk dalam SAO, dan yang terburuk dari mereka bukanlah kelumpuhan atau kebutaan. Efek dari status ini paling lama berlangsung selama sepuluh detik. Akan tetapi, sekali efeknya dimulai, tidak ada cara lain untuk pulih. Karena itu, bila anggota garis depan terkena stun , teman-teman mereka harus menyelamatkan mereka dengan cara terjun ke depan mereka tanpa menunggu pergantian, dan harus menjadi target baru untuk menarik perhatian musuh ―― akan tetapi.

Tidak seorangpun bergerak untuk menolong. Walau dengan perencanaan hati-hati untuk pertarungan selama pertemuan, diikuti dengan bergerak maju dengan semangat di dalam anggapan mengenai kemenangan mudah. Selain itu, orang yang diandalkan oleh semua orang, pemimpin mereka Diavel, telah dijatuhkan dalam satu serangan. Untuk berbagai alasan inilah, selain Grup C, semuanya terikat kuat di tempatnya masing-masing. Setelah keheningan yang kaku, Kobold Lord itu pulih dari jeda panjang yang disebabkan karena menggunakan tekniknya.

Sementara semua orang pulih, aku meneriakkan sebuah teriakkan keras.

"Kejar......"

Pada saat yang sama, di garis depan, pengguna kapak dua-tangan Agil dan beberapa anak buahnya bergerak untuk membantu yang lain.

Sayangnya, sudah sangat terlambat.

"Uguruo!!"

Demi-human itu mengaum, dan katananya ―― tidak, nodachi[31] di kedua tangannya terangkat dari lantai yang terpotong dan diangkat tinggi ke atas. Teknik pedang Floating Boat «Ukifune». Teknik itu di arahkan kepada kesatria yang telah jatuh tepat di depannya, Diavel. Seakan-akan ditarik oleh sebuah lengkungan cahaya merah, kesatria berbaju pelindung perak itu di terbangkan tinggi ke atas. Damage dari teknik itu tidak besar. Akan tetapi, pergerakan dari Kobold Lord ini tidak berhenti sampai di sana.

Menggunakan mulutnya yang besar dan seperti serigala, dia menyeringai dan tertawa kejam.

Nodachi-nya sekali lagi diselimuti dengan efek cahaya merah. «Ukifune» hanyalah awal dari serangan berantai ini. Bila kamu diserang ketika kamu berada di udara, percuma melawan, kamu hanya dapat bertahan dengan menggulung tubuhmu. Akan tetapi, hal itu tidak mungkin bagi orang yang baru menghadapi situasi ini untuk pertama kalinya.

Sementara di langit, Diavel mengacungkan pedangnya, mencoba melakukan sebuah teknik pedang untuk melawan. Akan tetapi, karena posisi tubuhnya tidak stabil, sistemnya tidak dapat menentukan gerakan awal dari tekniknya. Nodachi itu mengenai dengan telak bagian depan dari kesatria yang mengayunkan pedangnya tanpa guna.

Dengan kecepatan yang tidak dapat dilihat, sebuah serangan ke atas, diteruskan dengan serangan ke bawah. Lalu diikuti dengan sebuah tusukan. Sebuah serangan tiga kali yaitu Scarlet Fan, «Hiōgi».

Tubuh kesatria itu ditutupi oleh tiga efek damage selama terus menerus, warna-warna yang terang dan suara-suara yang keras menunjukkan bahwa semuanya adalah serangan yang kritis. Tubuh virtual «Avatar» kesatria itu terlempar dua puluh meter jauhnya, di atas kepala para anggota penyerbuan, dan jatuh di dekat Sentinel yang adalah musuhku. Dia jatuh hampir seperti menembus tanah. HP gauge miliknya, yang telah berada di zona merah, mulai turun lebih jauh.

"............!!"

Aku mengeluarkan sebuah suara yang aneh dari belakang tenggorokanku, dari depan, Kapak Panjang milik Sentinel itu mendekat, jadi aku menaruh sebanyak mungkin tenaga yang aku bisa ke dalam «Slant». Pegangan dari Kapak itu hancur di bagian tengahnya, dan sementara dia berdiri tertegun untuk jangka waktu yang pendek rapier milik Asuna menemukan tenggorokannya dan menembusnya.

Tidak menunggu efek pecahnya monster itu untuk terjadi, aku berbalik ke arah tubuh Diavel yang telah jatuh. Melihat kesatria yang jatuh itu dari jarak satu meter, jarak sedekat itu untuk pertama kalinya, aku merasakan percikan-percikan di dalam pikiranku.

――Aku mengenal pemain ini.

Wajah dan namanya benar-benar berbeda dari apa yang aku ingat, tetapi kami telah bertatap muka di Aincrad yang lainnya, dan mungkin aku telah berbincang-bincang dengannya. Seperti yang kuduga, Diavel adalah seorang original beta tester sepertiku. Dan sepertiku, dia berusaha keras menyembunyikan identitasnya hingga sekarang. Tidak, karena aku telah memiliki beberapa teman dekat sementara bersembunyi, kekhawatiranku mungkin beberapa kali kekhawatirannya.

Akan tetapi, justru karena dia memiliki pengetahuan seorang tester mengenai lantai pertama, dia terluka karenanya ketika permainan ini berpindah ke tingkat berikutnya.

Walaupun aku tidak mengingatnya, dia ingat bahwa namaku adalah Kirito, dan walaupun penampilanku tidak sama dengan saat beta test, dia mengingat nama dari pemain yang hebat dalam melakukan LA pada bos selama masa beta test, jadi dia mencoba mengkonfirmasi identitasku lebih awal. Kemudian, dia percaya bahwa aku mungkin akan mencoba melakukan hal yang sama di sini. Bos dari lantai ini menjatuhkan item berkemampuan tinggi termasuk sebuah item yang «Unik» dan satu-satunya, dan di dalam permainan kematian seperti SAO, kemampuan bertarung dan kelangsungan hidup sama pentingnya. Untuk bertahan hidup di dunia ini, Diavel ――bukannya menjadi seorang pemain solo, memilih untuk menjadi seorang kesatria memimpin sebuah kelompok ―― mencoba mendapatkan item drop langka dari Illfang dengan segala cara.

Pada saat itu, aku memikirkan Diavel yang terbaring di lantai. Kedua matanya, yang biru seperti rambutnya, berkedut, tetapi dia kemudian mengeluarkan sebuah cahaya putih. Dari mulutnya yang gemetar, dengan suara yang cukup lirih untuk dapat aku dengar, dia berkata.

"......Tolong, Kirito-san. Bosnya, kalahk ―"

Sebelum kalimatnya selesai ――

Komandan dari Pasukan Penyerbu Bos Aincrad, kesatria Diavel, berubah menjadi pecahan gelas berwarna biru yang kemudian hancur dan tersebar.


* * *

Uwaaaaa, tangisan macam ini ―― teriakkan ini memenuhi ruangan Bos.

Hampir semua anggota penyerbuan menggenggam dan bersandar kepada senjata mereka, dengan kedua mata mereka terbuka lebar. Tetapi tidak ada yang bergerak. Pemimpin mereka menjadi yang pertama jatuh, yang pertama mati, adalah situasi tidak menyenangkan yang tidak seorangpun siap menghadapinya, jadi tidak ada yang tahu langkah selanjutnya.

Tentu saja, hal itu juga sama denganku.

Di dalam pikiranku, dua pilihan secara bergantian berpendar. Lari, atau bertarung.

Di dalam keadaan biasanya, «Bos menggunakan senjata dan teknik yang berbeda dengan informasi yang sebelumnya di berikan» dan «Kehilangan Pemimpin», menderita karena dua bencana, semuanya seharusnya dengan segera mundur keluar dari ruangan bos. Akan tetapi, bila punggung kami terbuka terhadap Illfang ketika kami mundur, dia dapat dengan mudah menggunakan teknik Katana jarak jauhnya, ke sepuluh orang yang ada di paling belakang, dalam keadaan terburuk, akan terkena stun dan kehilangan semua HP mereka oleh serangkaian serangan seperti Diavel. Hal ini berarti, bahkan saat kami mundur kami harus menjaga tubuh kami, tetapi musuh kami sulit dihadapi karena dia memiliki teknik-teknik yang tidak diketahui. Sebanding dengan waktu yang dibutuhkan untuk berlari ke luar ruangan, derajat penurunan HP yang sama yang mengarah kepada kematian dapat ditebak.

Diatas semuanya itu, dengan terlalu banyak kematian ―― termasuk kematian dari pemimpin ―― dan strategi melawan bos yang direncanakan gagal, akan menjadi sulit untuk mengumpulkan pasukan lain untuk menyerbu bosnya lagi. Dengan kata lain, semua usaha untuk menyelesaikan permainan kematian SAO akan berakhir kepada kegagalan. Ke-delapan ribu orang yang selamat, tidak akan menjadi pendekar dari dunia virtual, tetapi tahanan yang terperangkap di lantai pertama hingga adanya suatu «akhir»......

Pada saat ini, dua suara keluar pada saat yang bersamaan, membangunkanku dari keraguanku.

Satu adalah, tepat di garis depan, suara dari Illfang, yang telah keluar dari masa jedanya, mengamuk. Suara logam dan teriakkan, efek damage yang berkumpul bersama dan dengan keras berguncang.

Yang lainnya, adalah, berlutut di sebelahku, suara dari Kibaou.

"............Mengapa...... Mengapa...... Diabel-han, sang pemimpin, mengapa yang pertama......"

――Karena dia ingin melakukan LA pada bosnya.

Mengatakan hal itu kepadanya akan mudah. Akan tetapi, aku tidak mengatakan apapun.

Sekarang bila aku memikirkannya, Kibaou telah menggigit umpan yang diberikkan Diavel. Mencurigai keberadaan beta tester di antara mereka dan membuat pernyataan tentang tidak ingin bekerja bersama mereka kecuali mereka meminta maaf. Tidak hanya Diavel tidak mencegah dia berbicara, dia memperbolehkan topik itu untuk didiskusikan.

Kejadian itu, bukanlah «Kompensasi» Diavel terhadap Kibaou. Sebaliknya adalah sebuah metode komunikasi, sebagai perwakilan yang bertugas dalam transaksi pedang, mereka bertemu di tempat umum, memberikan Kibao kesempatan untuk menguji opini publik terhadap para Beta tester. Argumentasi Agil yang logis mengakhiri kemarahan itu tepat di tengah, tetapi bila pertempuran penyerbuan bos tidak berakhir seperti yang direncanakan, Kibaou dapat membawa topik yang sama lagi. Dengan kata lain, Kibaou tidak mencurigai Diavel sebagai Beta tester, tetapi sebagai perwakilan dari pemain pemula yang menentang para tester. Dia menantikan saat orang-orang memercayainya. Menghadapi orang semacam ini, bagaimana tindakanku pada saat ini agar aku tidak memberinya lebih banyak alasan untuk bertindak lebih jauh.

Sebaliknya ―― Aku menggenggam bahu kiri Kibaou yang lemas dan mengencangkannya.

"Apakah ini adalah waktu untuk kehilangan semangat?!"

Dengan sebuah teriakkan kecil, kedua mata kecil Kibaou pada saat itu juga penuh dengan kebencian yang akrab.

"......Apa...... Apa yang kamu katakan?"

"Kamu adalah pemimpin dari Grup E, bila kamu menjadi seorang pengecut, teman-teman sekelompokmu akan mati! Dengar, Sentinel lainnya mungkin akan muncul...... tidak, mereka pasti akan muncul. Melawan mereka adalah tanggung jawabmu!"

"......lalu, apa yang ingin kamu lakukan. Apakah kamu berencana untuk melarikan diri seorang diri?"

"Bagaimana mungkin. Tentu saja aku......"

Dengan Anneal Blade di tangan kananku membuat sebuah suara, aku berkata,

"――Akan memberikan LA kepada bosnya!"

Bagian 19[edit]

Terperangkap di dalam dunia ini untuk satu bulan, aku telah melakukan banyak tindakan untuk membuatku tetap hidup. Aku tidak memberi pengetahuan yang aku dapat selama masa beta test kepada siapapun, agar dapat melakukan quest dan menggunakan daerah berburu yang lebih efisien sementara dengan egois memperkuat diriku sendiri.

Bila aku melakukan kode etik pemain solo yang biasanya, dalam keadaan ini, dengan banyak anggota penyerbuan yang berdiri antara aku dan monster bos ini, aku seharusnya lari ke pintu keluar. Tidak berbalik bahkan saat raja Kobold yang mengamuk membunuh sesama temanku, sebaliknya dengan aktif menggunakan mereka sebagai perisai, untuk memastikan keselamatanku.

Akan tetapi, pada saat ini, tidak ada pemikiran semacam itu yang tiba di pikiranku, karena perasaan yang menyala-nyala mengalir melalui venaku, menjaga kedua kakiku untuk berada di garis antara hidup dan mati. Ini mungkin juga karena kata-kata yang kesatria Diavel katakan kepadaku.

Bos ―― Kalahkan. Itu adalah kata-kata yang dia katakan. Bukan lari. Untuk menaikkan kemungkinan mendapatkan item langka secara nyata dia telah dengan gigih mencoba untuk melakukan LA, dan walaupun dia mengorbankan nyawanya pada akhirnya, kemampuannya untuk memimpin jelas-jelas luar biasa. Pada saat-saat terakhirnya, Diavel pada kekalahannya telah memutuskan tidak untuk meminta kami untuk «Mundur», sebaliknya untuk melakukan «Pertempuran Berdarah». Jadi, sebagai anggota dari kelompok penyerbuan, aku akan memenuhi permintaannya...... tidak, permintaan terakhirnya.

Akan tetapi, masih ada satu kekhawatiran yang tinggal.

Sebelum pertarungannya dimulai, aku telah dengan diam-diam memutuskan. Dibandingkan melindungi diriku sendiri, aku akan melindungi hidup pengguna rapier «Asuna» dengan segala yang aku punya. Dia memiliki bakat yang bercahaya terang yang tidak aku punyai. Untuk tunas ini tercerai berai sebelum berbunga, itu adalah situasi yang benar-benar tidak dapat diterima untuk semua orang yang terpesona dengan permainan VRMMO.[32]

Sesaat sebelum aku mulai berlari, aku melihat Asuna yang berdiri di sebelah kiriku, dan ingin berkata kepadanya, "Tetap di belakang, ketika garis depannya hancur kamu harus segera mundur," Akan tetapi, seakan-akan dia dapat membaca pikiranku, gadis itu dengan terbuka berkata kepadaku sebelum aku dapat membuka mulutku,

"Aku juga akan pergi. Karena kita adalah pasangan."

Aku tidak memiliki alasan bagus untuk menolaknya, dan tidak ada waktu untuk berdebat. Setelah ragu-ragu untuk sesaat, aku mengangguk.

"......Dimengerti. Aku akan bergantung kepadamu!"

Kami berdua berbalik ke arah yang sama, dan berlari ke arah belakang dari ruangan ini. Di sepanjang jalan kami mendengar raungan dan teriakkan yang tidak terganggu. Walaupun kelihatannya tidak ada kematian setelah kematian Diavel, HP rata-rata dari para pejuang garis depan berada kurang dari setengah, setelah kehilangan pemimpin mereka, Grup C jelas akan turun menjadi dua puluh persen. Beberapa pemain berada dalam kepanikan total, ragu-ragu untuk melarikan diri, bila keadaan berlanjut seperti ini maka formasinya akan hancur dalam beberapa detik.

Hal pertama adalah menenangkan mereka dari kepanikan mereka. Akan tetapi, di dalam situasi ini, suara yang ada menenggelamkan semua pengarahan yang diberikan. Aku perlu kata-kata yang pendek tetapi kuat, dan karena tidak berpengalaman dalam memimpin aku tidak tahu kata-kata apa yang harus digunakan ――......

Pada saat ini, Asuna, berlari di sampingku, dengan keras memegang tudung dan mantelnya yang menghalangi, dan melemparkannya dari tubuhnya.

44907.jpg

Cahaya dari obor-obor yang tak terhitung banyaknya yang berada di dinding, terlihat seperti berkumpul bersama dan bersinar terang. Rambut cokelat kemerah-merahan yang berkilau, sekarang mengeluarkan sebuah kilauan keemasan, mencerai beraikan cahaya redup yang ada di ruangan bos.

Rambut Asuna yang panjang dan terayun dengan liar, membuatnya terlihat seperti bintang jatuh yang berkobar di dalam kegelapan saat ini. Bahkan para pemain yang panik terdiam dengan kilauan di mata mereka. Tidak membiarkan keadaan yang ajaib ini terbuang percuma, aku berteriak dengan suara pengoyak tenggorokan terkeras yang dapat aku kerahkan,

"Semuanya, mundur sepuluh langkah kearah pintu keluar! Selama bosnya tidak dikepung, dia tidak akan menggunakan serangan jarak jauhnya."

Pada saat gema suaraku menghilang, waktu terlihat mengalir kembali. *Za!!* Sementara suara ini terdengar, para pemain garis depan telah berada di sisi Asuna dan aku, bergerak mundur bersama. Seakan-akan mengejar kami, raja Kobold itu berbalik menghadap kami, yang sedang berlari untuk bertemu dengannya.

"Asuna, pertarungan ini akan mirip dengan pertarungan dengan para Sentinel!...... Maju!!"

Pada saat namanya dipanggil, pengguna rapier itu melirik kearahku, lalu menghadap depan lagi pada saat yang hampir sama.

"Dimengerti!"

Di depan kami, tangan kiri dari raja Kobold itu meninggalkan Nodachi yang sebelumnya di pegang dengan kedua tangan, menurunkan posisi tubuhnya. Gerakan itu, adalah ――

"............!!"

Aku menarik napasku, dan mulai menggunakan teknik pedangku sendiri. Aku menggerakan tangan kananku ke pinggul kiriku juga, bersandar ke depan seakan-akan akan jatuh. Pada sudut ini, gerakanku tidak cukup untuk sistemnya dapat mengenalinya. Dari posisi tubuh serendah itu yang hampir menyentuh tanah, aku menjejakkan kaki kananku untuk terbang. Sementara tubuhku terbungkus dengan sebuah cahaya biru tipis, aku berlari melewati jarak sepuluh meter yang memisahkanku dengan bosnya. Teknik berlari dengan pedang dasar, «Rage Spike».

Pada saat yang sama, bosnya yang siap dengan Nodachinya berpendar dengan cahaya hijau, dan menebas dengan kecepatan yang tidak dapat dilihat. Teknik serangan langsung jarak jauh, Whirlwind «Tsujikaze». Karena itu adalah sebuah serangan bertipe Iai[33], tidak mungkin mengikuti serangan itu begitu melihat serangannya diluncurkan.

"U...... ooo!!"

Dengan sebuah raungan, lintasan pedangku datang dari kiri, berpotongan dengan lintasan Nodachi Illfang. Sebuah suara logam keras terngiang keras dan banyak percikan yang terbentuk, sementara bosnya dan aku terpukul mundur lebih dari dua meter dari tolak balik dari pedang masing-masing.

Pada kesempatan yang dibuat itu ―― Asuna menggunakannya pada kecepatan yang luar biasa yang sebanding dengan kecepatanku.

"Yaaaaa!!"

Dengan sebuah pekikan semangat yang pendek dan tajam dia menggunakan «Linear», menusuk dalam di bagian kanan tubuh raja Kobold itu. HP gauge ke-empat, sedikit, tetapi pasti berkurang lebarnya.

Aku sadar tentang reaksi keras dari tangan kananku, yang terserap secara merata oleh perasaan keberhasilan dan kegelisahan.

Illfang selama masa beta yang dilengkapi dengan teknik pedang «Talwar», tidak mungkin ditangkis dengan teknik pedangku sendiri. Akan tetapi, mungkin karena teknik pedang dari tipe Katana lebih ringan dari tipe Talwar, HP gauge-ku tidak berkurang karena peraduan itu. Sebaliknya, kecepatannya tidak selambat sebelumnya. Meneruskan pertarungan ini dengan tidak ada yang meleset, aku bertanya-tanya apakah itu mungkin.

Satu lagi. Trooper memerlukan tiga, Sentinel memerlukan empat, kali serangan «Linear» dari Asuna, tetapi seperti yang diduga dari seorang bos, jumlah HP-nya tidak dapat dibandingkan dengan musuh-musuh lemah sebelumnya. Gadis itu berusaha memotong gauge ke-empat, tidak mengetahui berapa kali yang diperlukan untuk menghabisinya. Sebuah keuntungan besar dari bertarung dengan bos sebagai sebuah tim adalah karena tubuhnya yang besar, membuat beberapa pemain dapat menyerangnya pada saat yang bersamaan, bila mungkin aku akan lebih memilih pemain lainnya untuk membantu menyerang di sisi Asuna. Tetapi semua Grup yang lain dari A sampai G berada di belakang karena HP mereka berkurang banyak. Aku tidak dapat meminta mereka untuk membantu hingga mereka telah selesai menggunakan recovery potion mereka.

"―― Asuna dan aku, hanya dapat melakukan apa yang dapat kami lakukan. Pada awalnya aku berpikir untuk melakukannya sendiri, tetapi karena sekarang ada dua orang, ini adalah situasi dimana aku bersyukur atas hal itu."

"......Serangan berikutnya, akan segera datang!"

Setelah pulih dari jeda teknik itu, aku meneriakkan kata-kata itu, dan berkonsentrasi kepada bilah pedang yang panjang dan besar yang diacungkan oleh bosnya.


* * *

Pada bulan Agustus tahun ini, seribu tester direkrut untuk «Sword Art Online Closed Beta Test». Walaupun aku mencapai lantai kesepuluh, aku tidak bertemu dengan bos lantai itu.

Labirin pada distrik itu, bernama «Thousand Snake Castle», dijaga oleh monster bertipe Samurai, dan merupakan tempat munculnya «Orochi Elite Guard», yang tidak dapat aku tembus. Semenjak teknik katana yang fantastis yang mereka gunakan tidak dapat digunakan oleh para pemain, aku harus menerima setiap serangan untuk merasakan dan menentukan nama tekniknya dan jalur gerakannya dan dengan mati-matian menggunakannya sebagai referensi. Dan pada akhirnya, setelah semua «Gerakan memulai» dari teknik mereka terukir di otakku...... sudah tanggal tiga puluh satu Agustus.

Orochi dan Illfang, walaupun bentuk tubuh dan ukuran mereka sangat berbeda, keduanya adalah monster tipe humanoid, dan sejauh ini menggunakan teknik yang sama. Karena itu, aku menggunakan ingatanku mengenai teknik-teknik, termasuk Iai, yang aku simpan empat bulan yang lalu untuk menangkis serangannya.

Tentu saja, aku sedang berjalan di atas tali tipis. Sabetan dari bos itu memiliki tingkat damage dasar yang sangat tinggi, dan teknik dasar «Slant» dan «Horizontal» bila hanya mengandalkan Assist tidak akan dapat menepisnya. Agar dapat meluncurkan teknik itu dengan sukses, tubuh harus digerakan sendiri[34] untuk meningkatkan kecepatan dan kekuatan dari tekniknya.

Akan tetapi, dengan sebuah teknik yang berada di luar sistem dikuasai, serangannya akan menjadi sangat kuat tetapi beresiko. Bahkan gerakan kecil ataupun kesalahan akan menghambat system assist, pada keadaan terburuk membuat teknik pedangnya berhenti di tengah-tengah.

Aku, dengan total dua bulan pengalaman bermain SAO, bila masa beta juga diikutkan, tentu terus berlatih teknik ini yang memerlukan konsentrasi yang banyak pada periode waktu yang lama itu.

Dan, setiap lima belas atau enam belas kali, tekniknya terganggu.[35]

"Cra......!!"

Menyumpah, aku mencoba menggagalkan «Vertical» yang telah aku potong secara vertikal, aku membaca lebih awal bilah pedang Illfang, yang bergerak dan menggambar sebuah setengah lingkaran sementara Illfang begerak ke bawahnya. Itu adalah gerakan dari teknik yang menyerang secara acak ke atas dan ke bawah Phantom Moon «Gengetsu». Anneal Blade di tangan kananku tanpa dapat dihindari tertarik mundur, tiba-tiba sebuah kejutan tidak menyenangkan menyerang seluruh tubuhku, dan aku tidak dapat bergerak.

"Ah......!!"

Sementara Asuna di sampingku memberikan teriakan kecil itu, Nodachi dari bawah melompat ke atas, menangkap bagian depan tubuhku.

Bilahnya terasa sedingin es, sebuah kejutan tajam. Seluruh tubuhku tidak dapat bergerak, dan HP gauge milikku berkurang tiga puluh persen.

Sementara aku dihempaskan pergi, aku hampir tidak dapat berlutut untuk menahannya, dan Asuna berlari ke arah raja Kobold itu. Aku berteriak "Jangan «Phantom Moon» memiliki jeda yang sangat pendek. Bilah pedangnya dinaikkan, dan menyala merah. Tidak bagus, ini adalah teknik serangan tiga kali yang membunuh Diavel, Scarlet Fan «Hiōgi» ......

"Nu......oooo!!"

Sementara dia mengaum keras, bilah pedangnya hampir mengenai Asuna.

Saat bilah pedangnya menggores kepalanya, sebuah senjata besar bersinar hijau sementara senjata itu meluncurkan tekniknya. Teknik Pedang Kapak Dua-Tangan «Whirlwind»――

Nodachinya telah mulai duluan, tetapi itu adalah kapak dua-tangannya yang berputar seperti angir ribut yang mencegatnya. Ruangan bos ini bergetar karena tabrakan yang terjadi, Illfang terpukul mundur hingga cukup jauh. Penyerangnya pasti membungkus kedua kakinya dengan sandal kulit, karena dia hanya bergeser sekitar satu meter.

Memasuki pertempuran, adalah seorang raksasa berkulit coklat dan pemimpin dari Grup B, Agil. Aku mencari kantong mantelku sementara berlutut di lantai sementara dia melihat melewati bahunya kepadaku, dan tersenyum.

"Kamu dapat meminum pot-mu hingga selesai, kami akan mendukungmu. Pemberi damage adalah dindingnya, hal ini tidak akan berubah."

"............Maaf, aku menyerahkannya kepadamu."

Aku memberi sebuah jawaban pendek, karena dadaku sedang penuh sementara aku memaksakan diri meminum recovery potion itu.

Agil bukanlah satu-satunya yang datang ke depan. Teman-temannya dan, beberapa orang dari Grup A dan D yang telah selesai menyembuhkan diri karena luka mereka ringan.

Aku menggunakan mataku untuk memberitahu Asuna "Aku baik-baik saja ", dan berteriak kepada para pendekar pedang dari belakang.

"Bila bosnya dikepung dari belakang dia kan menggunakan sebuah serangan segala arah! Aku akan memberi tahu lintasan serangannya, jadi kalian yang ada di depan, hadapi mereka! Kamu tidak perlu mencoba dengan tidak masuk akal menggagalkan serangannya dengan teknik pedang, kamu dapat menghindari damage besar hanya dengan menghalanginya dengan sebuah senjata dan perisai dengan baik!"

"Ou!!"

Suara dalam dari para pria menggema, dan aku membayangkan bahwa suara itu bercampur dengan raungan jengkel yang dikeluarkan oleh raja Kobold itu.

Bagian 20[edit]

Mundur ke sebelah dinding, sementara menunggu recovery potion itu untuk secara perlahan mulai berefek, aku memperbaharui informasiku mengenai keadaan garis belakang.

Senjata bosnya telah berubah, dan pastinya, bersama dengannya, jumlah munculnya «Pop» dari Ruin Kobold Sentinel juga akan meningkat. Grup E Kiabou, begitu juga dengan Grup G bersenjatakan senjata tombak yang terkena damage ringan, melawan ke-empat penjaga berbaju pelindung berat pada saat yang bersamaan. Walaupun mereka tidak menerima damage yang cukup banyak, selama Illfang masih hidup, ke-empat Sentinel itu mungkin akan melompat keluar dari lubang di dinding secara teratur. Kelompok yang melawan mereka akan pada akhirnya mencapai batasan mereka hanya dengan dua gelombang Sentinel tersebut.

Sebagai tambahan dari itu, diantara grup depan dan belakang, Grup C adalah yang pertama yang terluka parah, sedang mencoba untuk mengembalikan HP mereka sepertiku. Akan tetapi, potion di dalam permainan ini adalah sebuah item yang menjengkelkan, hanya memiliki efek penyembuhan yang lambat, dan terus menerus, «Heal Over Time»...... dengan kata lain, meminum botolnya tidak akan pada saat itu juga mengisi gaugenya, tetapi sebaliknya meningkat perlahan-lahan dalam titik demi titik, dan ketika meminum potion itu terdapat sebuah masa pendinginan yang ditandai dengan ikon «Cooling» yang tampak pada bagian bawah penglihatan, yang menyebabkan meminum botol berikutnya percuma hingga ikonnya menghilang. Di atas itu juga, toko-toko NPC di lapisan pertama hanya menjual produk-produk tingkat bawah, dimana hanya cerita-cerita menyedihkan yang dapat diceritakan mengenai rasa potion-nya.

Tanpa menyinggung rasanya, karena masa pendinginan yang telah ditetapkan, menyembuhkan diri dari luka parah membutuhkan waktu yang lama. Karena itu, sekali seseorang menerima damage yang cukup parah untuk menggunakan potion, mereka biasanya akan melakukan pergantian dengan pasangan mereka untuk memakainya. Berpindah ke belakang (untuk pot rotation) adalah teori pada umumnya, tetapi dengan jumlah mereka yang terluka parah meeningkat, mudah untuk rotasinya untuk terputus. Di lantai yang lebih atas, item yang seperti mimpi yang dapat dengan instan mengisi gaugenya, «Healing Crystal», dapat didapat, jadi penyembuhan semacam itu mungkin bila seseorang tidak bermasalah dengan biayanya, tetapi itu akan meminta terlalu banyak untuk memiliki sebuah di tangan sekarang.

Karena itu, berapa lama Agil dan ke-enam orang lain di bawahnya yang sekarang menggantikanku dapat menjaga HP gauge mereka terhadap serangan bosnya yang sengit akan memutuskan jalannya pertarungan. Untuk alasan itulah, aku perlu memprediksi teknik Illfang pada saat dia memulai gerakan awalnya.


* * *

Sembari aku berlutut, tentu saja aku dengan hati-hati menjaga kedua mataku agar tetap terjaga sementara memfokuskan semua indraku untuk menangkap semua gerakan yang dibuat oleh Kobold bos ini, dan setelah menentukan teknik pedang yang digunakan aku berteriak hal-hal seperti "Sabetan horisontal, kanan" dan "Sabetan ke bawah, kiri".

Tim Agil yang beranggotakan enam orang tidak tertekan hingga dengan putus asa menangkis sesuai dengan apa yang aku instruksikan sebelumnya, sebaliknya mereka menggunakan perisai dan senjata besar mereka untuk melindungi diri mereka sendiri. Sejak awal, mereka adalah pemain dengan «Tank builds», mempunyai baik pertahanan dan jumlah HP yang tinggi, tetapi menerima nol damage adalah tidak mungkin Sebuah efek suara keras akan terjadi, dan setiap kali terjadi, gauge mereka akan secara bertahap berkurang.

Diantara grup itu, ada seorang pemain anggar yang menari dengan ringan. Asuna, Tidak pernah lari ke punggung bos itu dari depannya, selama Illfang masih dalam masa pemulihan, «Delay», bahkan untuk sesaat, kesempatan untuk menusuk tubuhnya dengan «Linear» tidak pernah terbuang percuma. Tentu saja, setelah dengan terus menerus menyerang maka tingkat «Hate» akan difokuskan kepada Asuna, tetapi ke-enam orang yang sedang melakukan tanking dengan baik menggunakan teknik seperti «Howl» untuk mengembalikan kebencian dari target kepada diri mereka sendiri.

Walaupun ini adalah pertarungan yang berbahaya, keseimbangannya akan hancur bila salah satu dari faktor yang ada gagal, situasi ini telah berlangsung selama hampir lima menit.

Segera, HP bosnya akhirnya pergi ke bawah tiga puluh persen, dan gauge terakhir akhirnya berwarna merah.

Pada saat itu, mungkin menurunkan pertahanannya untuk sesaat tetapi salah satu pemain yang berperan sebagai tank terpeleset. Sementara terhuyung-huyung, dimana pemain itu berhenti, berada tepat di belakang Illfang.

"......Segera pergi dari sana!"

Aku secara refleks berteriak, tetapi itu sesaat terlalu lambat. Karena bosnya merasa bahwa dia berada dalam «Keadaan terkepung», dia mengeluarkan sebuah raungan yang sangat garang.

*Boom*, tubuhnya yang besar tenggelam. Lalu seluruh tubuhnya melompat ke atas dalam sebuah lompatan tinggi vertikan. Di dalam jalurnya, tubuh dan Nodachinya, berubah bentuk dan berbalik sementara dia melompat. Itu adalah serangan segala arah Whirling Wheel «Tsumujiguruma»――......

"U......ooaa!!"

Sementara aku meneriakkan lolongan pendek itu, lupa bahwa bahkan HP-ku sendiri belum benar-benar pulih, aku melompat dari samping dinding.

Membawa pedangku di bahu kananku, kaki kiriku menjejak tanah dengan tenaga penuh. Akselerasi yang seharusnya tidak mungkin dengan agility-ku yang sekarang menghantam punggungku, tubuhku terbang ke atas secara diagonal ke langit seperti ditembakkan dari sebuah senjata. Teknik pedang penyerbu satu-tangan «Sonic Leap». Jaraknya lebih pendek dari «Rage Spike», tetapi jalurnya dapat di arahkan ke langit.

Pedang yang ada di tangan kananku terbungkus dalam sebuah cahaya kuning kehijauan yang terang. Di dalam jalurnya adalah katana dari Illfang, yang telah mencapai puncak dari lompatannya, membuat sebuah kilauan merah darah.

"Capai...... dia――――!!"

Sementara aku berteriak, aku merentangkan lengan kananku hingga batasnya, dan mengayunkan pedangku.

Ujung dari pedang Anneal Blade +6 kesayanganku membuat sebuah lengkung panjang sementara dia berlari di udara, mengenai bagian kiri dari pinggang Illfang, yang hampir melakukan «Tsumujiguruma».

*Zashuu!* Sebuah suara tebasan keras terdengar. Cahaya yang terang benderang menunjukkan bahwa itu adalah sebuah serangan critical bersinar ke mataku. Pada saat berikutnya, Tubuh raja Kobold itu terlempar miring ke samping, terhempas ke tanah bahkan sebelum tornado yang merupakan serangan spesialnya dapat terbentuk.

"Guruu!"

Dia berteriak, sementara dia mencoba berdiri sementara kedua kaki dan tangannya gemetaran. Itu adalah sebuah status buruk yang mempengaruhi monster tipe humanoid, keadaan «Tumble» ――.

Aku hampir tidak dapat mendarat dengan sukses, dan berbalik menghadap Illfang, sebelum memaksakan keluar udara di dalam paru-paruku untuk berteriak.

"Semuanya ――! «Full Attack» !! Kepung dia!!"

"O......oooooh!!"

Ke-enam anggota kelompok Agil berteriak seakan-akan berusaha melepaskan kemarahan yang telah berkumpul karena mereka harus bertahan selama ini. Mengepung tubuh raja Kobold yang terjatuh itu, mereka mengaktifkan semua serangan teknik pedang memotong vertikal mereka pada saat yang sama. Kapak, gada, dan palu terbungkus di dalam cahaya berbagai warna, meraung sementara mereka menghujani tubuhnya. Cahaya-cahaya terang dan efek-efek suara keras meledak, dan HP gauge Illfang yang ditunjukkan di bagian atas dari lapangan pandang menurun segaris demi segaris.

Ini adalah sebuah pertaruhan. Bila HP raja Kobold itu habis berkurang sebelum dia dapat berdiri, ini akan menjadi kemenangan kita. Bila dia berhasil keluar dari status «Tumble»-nya dahulu, kami akan bertemu dengan «Tsumujiguruma» lagi, dan kali ini semua orang akan tertebas. «Sonic Leap» milikku masih dalam masa «pendinginan», jadi aku tidak dapat menghadapi serangan yang datang dari udara.

Grup Agil yang telah pulih dari jeda teknik mereka, memulai gerakan untuk teknik berikutnya. Raja Kobold itu berhenti meronta-ronta pada saat yang bersamaan, dan tubuhnya mulai bangkit berdiri.

"............Apakah kita tidak akan sempat?!!"

Aku menekan suaraku turun sementara aku berteriak, lalu menaikkan suaraku kepada Asuna yang bergerak ke sampingku saat aku tidak memperhatikan.

"Asuna, satu «Linear» terakhir, mari kita melakukannya!!"

"Dimengerti!!"

Karena jawabannya sangat bersemangat, aku tidak dapat menahan diriku untuk tersenyum.

Semua senjata dari ke-enam orang bergema sekali lagi, melemparkan tubuh besar bosnya kedalam pusaran efek cahaya.

Akan tetapi, bahkan sebelum cahayanya pudar, bosnya meraung sembari berdiri. HP gauge miliknya hanya tersisa tiga persen, bersinar terang dalam warna merah.

Agil masih terjebak dalam jeda, tidak dapat bergerak. Sebaliknya, Illfang yang diserang selama masa «Tumble»-nya tidak terkena stun maupun terpukul mundur, dengan mulus memasuki gerakkan lompatan vertikalnya.

"Mari...... pergi!!"

Segera sesudah aku berteriak, aku menjejak tanah pada saat yang sama dengan Asuna.

Melalui celah dari kelompok Agil, Asuna pertama mengirimkan sebuah «Linear» pada sisi kiri bosnya.

Sedikit di belakang serangannya, pedangku dilapisi di dalam cahaya biru, membuat sebuah sayatan pada bahu kanan raja Kobold hingga ke perutnya.

HP gaugenya...... tersisa setitik.

Hal ini terasa sepertinya demi-human itu memberikan sebuah senyum mengejek. Sebagai balasan, aku memberikan sebuah senyuman ganas juga, dengan cepat mengatur pergelangan tanganku kembali.

"O...ooooooh!!"

Aku mengayunkan pedangku dengan seluruh tubuh dan jiwaku. Bilan pedangnya, yang retak di berbagai tempat setelah pertarungan sengit itu, membuat sebuah jalur berbentuk "V" sejajar dengan sayatan sebelumnya, keluar dari bahu kiri Illfang. Teknik-pedang-satu-tangan-serangan-dua-kali-berturut-turut «Vertical Arc»――

Tubuh raksasa raja Kobold itu, tiba-tiba kehilangan kekuatannya, terhuyung-huyung ke belakang.

Wajahnya yang seperti serigala melihat ke langit-langit, lalu dia melolong. Di tubuhnya, berbagai retakan muncul dengan ribut, berderik dan retak.

Kedua tangannya menjadi lemas, dan nodachi-nya jatuh ke tanah. Tepat setelah itu, boss lantai pertama Aincrad, tubuh «Illfang the Kobold Lord» terpecah menjadi jutaan kepingan dan tersebar secara hebat ke segala arah. Sementara aku terdorong ke belakang karena tekanan yang tidak berbentuk itu, sebuah pesan sistem berwarna ungu [Kamu mendapatkan serangan terakhir!!!] berkedip tanpa suara di dalam penglihatanku.


* * *

Karena bosnya telah menghilang, Sentinel yang tersisa di belakang kelihatannya juga menghilang ke dalam kehampaan juga.

Warna dari obor yang bersinar di dinding berubah dari warna oranye yang suram menjadi warna kuning yang cerah. Keredupan di dalam ruangan bosnya hilang seketika, dan entah dari mana sebuah angin dingin meyapu ke dalam ruangan, mendinginkan panas dari pertempuran.

Hampir tidak ada yang memecah kesunyian ini. Grup G dan E yang tetap di belakang, Grup A, C, D, dan F yang sedang berlutut, menunggu pemulihan selesai, dan Agil bersama Grup B-nya, sang «Tembok Terakhir », duduk di lantai, dengan termangu melihat sekeliling. Seakan-akan kami khawatir mengenai raja demi-human yang menakutkan itu hidup kembali.

Aku juga, dengan tangan kananku memegang pedang dalam posisi menebas, tetap diam.

Apakah ini benar-benar akhirnya? Apakah «Perbedaan kecil dengan Beta» lainnya akan terjadi di sini juga......?

Dan, pada saat itu. Sebuah tangan yang kecik dan putih dengan lembut menyentuh bahu kananku, membuatku dengan perlahan menurunkan pedangku. Berdiri di sana adalah pengguna rapier Asuna. Rambutnya yang merah kecoklatan melambai di dalam angin seppi-sepoi ini, sementara dia menatapku.

Dengan mantel tak berlengan bertudungnya lepas, menunjukkan wajahnya, ini adalah pertama kalinya aku melihat seseorang yang sangat cantik sehingga aku ragu bahwa itu adalah penampilan pemain itu yang sebenarnya. Aku terus menatap dengan tidak jelas kepada kecantikannya, Asuna ―― mungkin hanya untuk kali ini ―― dengan tenang menerima pandangan itu tanpa sedikitpun rasa jengkel. Dia pada akhirnya berbisik.

"Terima kasih atas kerja kerasmu!"

Dengan kata-kata itu, aku akhirnya yakin. Ini sudah selesai...... lantai pertama yang telah mengurung delapan ribu pemain, tantangan terberat, akhirnya telah diselesaikan.

Dan, seakan-akan sistemku menunggu penerimaanku, sebuah pesan baru muncul di pandanganku. Experience yang di dapat. Pembagian col. Dan akhirnya ―― item yang di dapatkan.

Setelah semuanya melihat hal yang sama, ekspresi wajah mereka kembali cerah. Setelah beberapa saat, sebuah sorakan *Waa!!* terdengar.

Beberapa orang melemparkan kedua tangannya di udara. Beberapa memeluk teman seperjuangan mereka. Beberapa menari dengan tidak jelas. Di tengah badai sorak-sorai ini, sebuah tubuh yang besar secara perlahan berdiri dari lantai dan berjalan. Itu adalah pengguna kapak dua-tangan, Agil.

"......Itu adalah perintah yang hebat. Dan teknik pedang yang jauh lebih hebat. Congratulations, kemenangan ini benar-benar milikmu."

Bahkan dengan kata dalam bahasa Inggris di tengahnya, raksasa ini mengucapkan kalimatnya dengan sempurna, dan seraya dia menutup mulutnya, dia menyeringai lebar. Tangan kanannya yang besar mengepal, dan terulur ke depan.

Aku bertanya-tanya mengenai bagaimana menjawabnya, tetapi sayangnya tidak ada yang timbul di pikiranku, dan aku hanya dapat berkata "Tidak......", seraya aku setidaknya mengepalkan tangan kananku juga, menaikkannya.

Pada saat itu.

"―――― Mengapa!!"

Tiba-tiba, teriakkan yang keras itu tersembur dari belakangku. Saat aku masih setengah berbalik, karena teriakkan yang keras yang terdengar sebagai sebuah ratapan itu, seluruh ruangan pada saat itu juga menjadi tenang.

Berpaling pergi dari Asuna dan Agil, aku berbalik untuk melihat seorang pria berpelindung ringan, seorang pengguna scimitar[36], yang namanya tidak dapat aku ingat. Akan tetapi, segera sesudah mulutnya terbuka dan kata-kata yang kasar keluar dari mulutnya, aku mengerti.

"―――― Mengapa, kamu membiarkan Diavel-san mati!!"

Pria ini, Grup C..... yang adalah grup dari kesatria Diavel yang meninggal itu, teman seperjuangannya dari awal sebelumnya. Bila aku melihat di belakangnya melewatinya, ke-empat orang anggota yang tersisa di belakangnya, berdiri dan terlihat kusut. Beberapa dari mereka sedang menangis.

Melihat pengguna scimitar itu lagi, aku menggumam. Aku benar-benar tidak dapat mengerti kata-kata itu.

"Membiarkannya mati......?"

"Benar!! Karena...... Karena kamu tahu teknik yang digunakan oleh bosnya, bukan!! Bila kamu memberikan kami informasi itu sejak awal, Diavel tidak akan mati!!"

Berbicara seakan-akan dia memuntahkan darah, anggota penyerbuan yang tersisa mulai mengguman. "Sekarang karena kamu mengatakannya......" "Mengapa......? Itu bahkan tidak tertulis di dalam panduan strategi......" Suara-suara seperti itu terlahir, dan secara perlahan menyebar ke dalam ruangan.

Memberikan mereka jawaban, seperti yang aku duga, adalah Kibaou ――

Bukan. Dia berdiri tak bergerak jauh di belakang, seakan-akan mencoba menahan sesuatu yang akan keluar dari mulutnya. Akan tetapi, salah satu anggota dari Grup E dibawah kepemimpinnnya berjalan mendekatiku, menunjukku dengan jari telunjuk di tangan kanannya, dan berkata.

"A...... Aku tahu!! Orang ini, dia adalah seorang beta tester!! Itulah mengapa, pola serangan bosnya, tempat berburu dan quest yang bagus, dia mengetahui semuanya!! Dia menyembunyikannya walaupun mengetahuinya!!"

Walaupun dia mendengar kata-kata tersebut, pengguna scimitar itu dan anggota lainnya dari Grup C tidak terlihat terkejut. Aku rasa mereka mungkin telah mendengarnya dari Diavel, tetapi ―― karena dia juga beta tester, dan menyembunyikan fakta itu dari teman seperjuangannya, tidak mungkin Diavel mengungkit-ungkit topik mengenai beta tester seorang diri ―― ketika aku melihat teknik katana yang seharusnya tidak pernah dilihat oleh siapapun sebelumnya, mereka pasti telah mengetahuinya dari saat itu.

Sebaliknya, kedua mata pengguna scimitar itu terlihat bergelora penuh dengan kebencian, karena dia mencoba untuk meneriakkan sesuatu lagi.

Hal itu disela oleh pengguna gada yang bertugas sebagai tank dibawah Agil hingga akhir. Dia menaikkan tangannya dengan jujur, dan berkata dengan nada tenang.

"Walaupun begitu, panduan yang dibagikan kemarin, itu dituliskan bahwa itu hanyalah informasi mengenai pola serangan bosnya selama masa beta, bukan? Bila dia benar-benar adalah seorang beta tester, bukankah pengetahuannya akan sama dengan panduan itu?"

"I, Itu......"

Menggantikan para anggota Grup E yang terdiam, pengguna scimitar itu berbicara dengan suara yang penuh dengan tetesan kebencian.

"Panduan strategi itu adalah sebuah kebohongan. Toko informasi Argo menjual kebohongan. Orang itu juga adalah seorang beta tester, tidak mungkin dia akan memberikan kami informasi dengan gratis."

――Ini buruk. Hal ini telah menjadi sangat buruk."

Aku dalam diam menahan napasku. Aku dapat menahan sebanyak apapun kutukan kebencian yang di arahkan kepadaku. Akan tetapi, sebuah situasi dimana kebencian menyala ke arah tester yang lain, dimulai dengan Argo, adalah sesuatu yang aku ingin hindarkan bagaimanapun caranya. Tetapi ―― Tetapi, apa yang harus aku lakukan......

Pada saat ini, sementara aku melihat ke bawah kepada lantai hitam terang itu. Pesan sistemnya masih terlihat dengan jelas. Experience, col, dan item yang didapat......

Pada saat itu juga.

Sebuah ide timbul di dalam pikiranku. Sebagai tambahan, sebuah konflik yang besar yang bergejolak di dalam pikiranku membuat seluruh tubuhku gemetar. Bila aku memilih pilihan ini, aku tidak tahu masa depan macam apa yang akan aku lihat. Ada resiko untuk dibunuh dalam serangan diam-diam, seperti apa yang aku takutkan di masa lalu. Akan tetapi ―― setidaknya, kebencian yang di arahkan kepada Argo dan beta tester lainnya mungkin juga dapat dihindari......

Di belakangku, di dalam kesunyian Agil dan Asuna yang telah dengan sabar menahan semuanya hingga saat ini, membuka mulut mereka pada saat yang bersamaan.

"Hei, kalian......" "Kalian......"

Akan tetapi, aku dengan santai menggerakkan kedua tanganku untuk dengan halus menenangkan mereka.

Aku mengambil selangkah ke depan, dengan maksud memakai sebuah ekspresi yang lancang, dan dengan tenang melihat kepada wajah pengguna scimitar itu. Aku hanya mengangkat bahu, dan mengatakan kepadanya dengan suara se-apatis mungkin yang dapat aku kerahkan.

"Beta tester, kah? ......Jangan kelompokkan aku bersama dengan amatiran seperti mereka."

"Ap...... Apa......?"

"Dengar dan ingat ini. CBT «Closed Beta Test» dari SAO memiliki tingkat untuk lolos yang anehnya amat sangat rendah untuk pengambilan undian tersebut. Dari ke-seribu orang, berapa pemain MMO sebenarnya dari mereka yang kamu pikir terpilih di dalamnya? Kebanyakan dari mereka adalah pemain «Newbie» yang bahkan tidak tahu cara untuk menaikkan level dengan baik. Kalian semua yang ada di sini lebih baik dari mereka."

Pada akhir dari kata-kataku yang menghina ini, ke-empat puluh dua pemain terdiam secara bersamaan. Sebuah rasa dingin, seperti atmosfir sebelum bertarung dengan bos, kembali, membentuk pisau-pisau tak terlihat yang bergesekan dengan kulit mereka.

"――Tetapi, aku bukanlah seperti orang-orang itu."

Dengan sengaja mencemooh, aku membuka mulutku dan memecah keheningan itu.

"Selama beta test, aku mencapai lantai yang tidak dapat dicapai orang lain. Aku mengetahui Teknik Katana yang digunakan oleh bosnya karena aku terus bertarung dengan para mob yang menggunakan katana dari satu lantai lebih tinggi dari yang lain. Aku tahu lebih banyak hal lainnya juga, tidak mungkin bahkan untuk Argo ini untuk dapat menandingiku."

"............Apa, itu......"

Orang yang pertama menunjukku sebagai seorang beta tester, orang dari Grup E, mengatakannya dengan suara serak.

"Itu...... bukanlah lagi pada level seorang beta tester.... itu benar-benar curang, kamu hanyalah seorang cheater!"

Dari sekitar kami, yeah, cheater, cheating beta tester, banyak suara dengan kata-kata itu keluar. Kata-kata itu segera bercampur bersama, pada akhirnya sebuah kata yang terdengar aneh, «Beater», mencapai telingaku.

"......«Beater», kata itu terdengar enak di telingaku. "

Tertawa dan menyeringai, aku melihat semua orang di area itu, dan berkata kepada meraka dengan suara yang jelas.

"Benar sekali, aku adalah seorang «Beater». Mulai sekarang, tolong jangan kelompokkan aku dengan mantan tester seperti mereka."

――――Ini seharusnya dapat berhasil.

Mulai sekarang, ke-empat atau lima ratus orang yang kelihatannya seperti beta tester, akan dibagi lagi menjadi dua kategori. Mayoritas «Tester yang hanyalah amatir» dan, beberapa sisanya «Beater busuk pengontrol informasi».

Di masa depan, permusuhan dari para pemain baru, semuanya pasti akan diarahkan kepada para Beater. Walaupun seorang beta tester diketahui, para pemain tidak akan langsung memebencinya.

Sebagai gantinya, aku sendiri, akan kehilangan kemampuan untuk bertarung di garis depan di dalam guild ataupun kelompok lain...... Akan tetapi, hal ini tidak berarti banyak hal yang berubah. Aku adalah seorang pemain «Solo» hingga sekarang, dan aku akan tetap bermain solo. Itu saja.

Pengguna scimitar itu menjadi pucat dan membisu, dan bersama dengan anggota dari Grup C, mereka semua berpaling dari anggota Grup E. Aku membuka menu window-ku dan menggerakkan jariku di sepanjang equipment figure.

Mantel kulit abu-abu gelap yang telah aku pakai hingga sekarang, sekarang digantikan oleh sebuah produk unik yang dijatuhkan oleh bosnya beberapa waktu yang lalu, yaitu «Coat of Midnight». Tubuhku lalu dibungkus oleh sebuah cahaya berpendar kecil, dan bayangan abu-abu kasar digantikan oleh kulit hitam legam yang berkilauan. Panjangnya juga bertambah, karena ujung kainnya menyentuh lututku.

Aku melambaikan mantel hitam panjang itu dengan berlebihan, membalikkan punggungku ―― dan menghadap pintu kecil jauh di dalam ruangan bos itu.

"Aku akan pergi dan «Mengaktifkan» transfer gate di lantai kedua. Dari jalan keluar di atas sana akan ada perjalanan singkat ke arah kota wilayah, bila kamu ingin ikut, bersiaplah untuk dibunuh oleh mob yang berdatangan."

Agil dan Asuna, tetap memandangiku, sementara aku mulai berjalan.

Keduanya memiliki mata yang menunjukkan bahwa mereka mengerti semuanya. Itu adalah sebuah kelegaan bagiku. Aku menghadap mereka berdua dan tersenyum kecil, melangkah ke depan dengan langkah besar, dan mendorong pintu menuju lantai kedua, tepat di sebelah singgasana utama, terbuka.


* * *

Setelah mendaki anak tangga spiral yang sempit untuk beberapa lama, sebuah pintu muncul sekali lagi.

Setelah pintu itu terbuka dengan lembut, sebuah pemandangan yang spektakuler melompat ke mataku. Di luar pintu itu adalah sebuah jurang curam di sebelah sisi bukit. Sebuah barisan anak tangga sempit yang berpetak-petak yang mengarah turun bukit berada di sebelah kiri bebatuan, tetapi aku pertama menyapukan mataku kepada pemandangan yang ada di lantai kedua.

Tidak seperti daerah di lantai pertama yang bermacam-macam dan rumit, lantai kedua dipenuhi dengan barisan pegunungan yang rata. Puncak pegunungannya ditutupi dengan rumput hijau yang subur, dimana monster-monster raksasa seperti lembu jantan berjalan dengan angkuh.

Kota distrik lantai kedua, «Urbus», terlihat seperti digali dari gunung yang datar itu di bagian bawah penglihatanku. Aku sekarang menuruni rangkaian anak tangga ini, seperti yang telah aku jelaskan sebelumnya, hanya diperlukan berjalan sejauh satu kilometer di sepanjang medan, untuk mencapai «Teleport Gate» yang ada di alun-alun tengah Urbus yang akan teraktivasi saat disentuh, menyambungkannya dengan «Starting City» yang ada di lantai pertama.

Bila, oleh karena suatu kebetulan, aku mati di sepanjang jalan ―― atau mungkin, duduk diam di sini, untuk dua jam setelah bosnya di kalahkan, teleport gate-nya akan terbuka sendiri secara otomatis. Tetapi hari ini, fakta bahwa unit penyerbuan pertama akan menantang bosnya pasti telah disebarkan ke Starting City, dan banyak pemain pasti sekarang menunggu di teleport gate, menunggu saat warp gate berwarna biru itu muncul. Aku benar-benar harus buru-buru menuju Urbus untuk mereka, tetapi...... untuk sesaat lagi, aku seharusnya memiliki hak untuk menikmati pemandangan yang mengagumkan ini.

Aku melangkah ke depan, dan duduk di dekat teras yang menonjol keluar dari bebatuan.

Dibalik pegunungan berbatu yang berbaris itu, dari celah di dalam perimeter Aincrad, sedikit cahaya biru dari langit dapat terlihat.

Aku bertanya-tanya berapa menit telah berlalu seperti itu. Pada akhirnya, sebuah, sebuah langkah kaki kecil dapat terdengar menaiki anak tangga spiral di belakangku. Karena aku terus memandang pemandangan tanpa berbalik, orang yang menyebabkan langkah kaki itu berhenti setelah keluar dari pintu utama, dan setelah sebuah helaan napas lemah, orang itu mendekat lagi, dan duduk di sampingku.

"......Dan aku memintamu untuk tidak mengikutiku juga."

Aku menggumam, dan pengganggu itu menjawab dengan tidak puas.

"Kamu tidak berkata seperti itu. Apa yang kamu katakan adalah kamu harus bersiap-siap untuk mati bila kamu ingin ikut."

"......Begitukah, maaf."

Leherku mendekat, dan sementara aku duduk disamping pengguna rapier Asuna, aku memandangi wajahnya yang cantik dari berbagai sudut. Untuk sesaat, matanya yang berwarna coklat muda bertemu dengan mataku, tetapi aku segera mengembalikan pandanganku kepada pemandangan dibawahku, mengatakan "Cantik" sembari menghela napas.

Keadaannya hening seperti itu untuk sekitar satu menit, sebelum dia tiba-tiba berkata.

"Agil-san dan Kibaou mempunyai sesuatu untuk dikatakan kepadamu."

"Eh...... Apa pesan mereka?"

"Pesan Agil-san adalah "Mari pergi ke penyerbuan bos lantai dua bersama-sama", sementara Kibaou......"

Asuna terbatuk sedikit, dan dengan wajah yang serius, mencoba meniru dialek Kansai dengan hasil yang kaku.

"......'Kamu mungkin telah membantuku hari ini, tetapi aku belum dapat menerimamu. Aku akan berusaha menyelesaikkan permainan ini dengan caraku sendiri.' Adalah apa yang dia katakan."

"......Begitukah."

Aku mengulang-ulang kata-kata itu di dalam pikiranku beberapa kali ―― Asuna kembali terbatuk sedikit, dan melanjutkan sementara dia berpaling.

"Dan juga.... ini adalah pesanku sendiri untukmu."

"Ap...... Apa?"

"Kamu, meneriakkan namaku di dalam pertarungan, bukan."

Yah, dan aku mengingatnya seketika itu juga. Jelasnya di dalam panasnya pertarungan entah kapan aku telah memanggil namanya tanpa sebutan kehormatan apapun.

"Ma-Maaf, aku melupakan sebutan kehormatan...... ataukah, karena aku salah pengucapannya?"

Kali ini, Asuna memberikan pandangan bingung.

"Pengucapan......? ―― Yang aku maksud adalah, aku tidak pernah menyebutkan namaku kepadamu, dan kamu tidak pernah memberitahukanku namamu, benar? Bagaimana kamu tahu namaku?"

"Haa!?"

Aku tanpa sadar berteriak. Bagaimana aku mengetahuinya ―― karena kami masih dalam kelompok, jadi di sisi kiri atas dari sudut pandangku, dua HP gauge ditunjukkan, dan dibawah salah satunya, lima huruf, [ASUNA], jelas-jelas tertulis............

"Ah... mu-mungkinkah...... ini adalah saat pertama kamu membentuk kelompok dengan seseorang......?"

"Ya."

"......Begitu."

Mulutku terbuka lebar tanpa kusadari, sementara aku mengangkat tangan kananku, mengarah ke ujung kiri dari sudut pandang Asuna.

"Di sekitar sini, kamu dapat melihat HP gauge tambahan selain HP-mu, bukan? Di bawahnya, tidakkah ada sesuatu yang tertulis disana?"

"Um......"

Menggumam, Asuna membalikkan wajahnya, mencoba melihat ke kiri, dan aku menyentuh pipinya dengan ujung jariku tanpa sadar.

"Saat wajahmu bergerak gauge-nya juga akan bergerak. Dengan wajahmu tetap diam, gunakan matamu untuk melihat ke kiri."

"Seperti...... Seperti ini?"

Mata Asuna yang merah kecoklatan bergerak dengan canggung, dan melihat barisan kata yang tidak dapat aku lihat. Dari bibirnya yang berkilau, keluar tiga suara pelan.

"Ki......ri.......to. Kirito? Apakah itu namamu?"

"Yup."

"Sungguh...... Selama ini, semua tertulis di sana......"

Asuna berbisik, dan seluruh tubuhnya tiba-tiba bergoncang. Dan akhirnya, aku menyadari telapak tanganku masih ada di pipi kirinya. Ini adalah ―― seperti semacam «Pre-motion».

Aku menarik tanganku pergi dengan buru-buru, dan sebuah suara **Gyuntto** pasti terjadi ketika aku sedang berpaling. Setelah beberapa detik, *Giggle*, aku mendengar suara itu ―― atau setidaknya, terasa seperti itu. Eh, mungkinkah dia sedang tertawa? Pengguna «Linear» yang sangat hebat itu, pelaku Kobold «Overkill» Asuna-san? Aku berpikir di dalam pikiranku, tetapi meskipun dengan keinginan yang kuat untuk melihat wajahnya, aku dengan mati-matian menahannya.

Sangat disayangkan, tawa itu segera berhenti, digantikan dengan sebuah suara tenang.

"......Sebenarnya, Kirito, aku mengikutimu ke sini untuk berterima kasih kepadamu."

"......Untuk roti krim, dan kamar mandinya?"

Saat aku bertanya tanpa berpikir, "Bukan itu", dia menjawab dengan suara yang terbilang seram, dan dia segera melanjutkannya dengan "......Walaupun, itu mungkin juga adalah salah satu bagian."

"Benar...... ada banyak hal. Terima kasih untuk banyak hal. Aku...... di dunia ini, untuk pertama kalinya menemukan sebuah tujuan, sesuatu yang ingin aku kejar."

"Heeh...... Apa itu?"

Saat aku meliriknya, Asuna menunjukkan sebuah senyum singkat,

"Itu rahasia."

Itu adalah apa yang dia katakan. Dia berdiri kembali, dan melangkah mundur.

"......Aku akan, melakukan yang terbaik. Melakukan yang terbaik untuk menjadi lebih kuat. Untuk mencapai tujuanku."

Aku menghadapkan punggungku kepadanya, dan menganguk lembut.

"Aah...... Kamu akan menjadi kuat. Tidak hanya dalam teknik pedangmu, tetapi aku akan memiliki kekuatan yang lebih hebat dan lebih berharga. Jadi, bila suatu hari seseorang yang kamu percayai mengundangmu ke dalam sebuah guild, janganlah kamu tolak. Ada batasan mutlak untuk apa yang dapat dilakukan oleh para pemain, bagaimanapun juga......"

".................."

Untuk beberapa detik berikutnya, hanya napas Asuna yang dapat terdengar.

Pada akhirnya, kata-kata yang mencapaiku, sedikit tidak terduga.

"......Saat kita bertemu berikutnya, katakan bagaimana kamu dapat membawaku keluar dari bagian labirin itu."

"Aah......"

Itu mudah, aku berpikir untuk menjawabnya dengan itu, tetapi aku menelan kata-kata itu. Sebaliknya, aku menjawab dengan sebuah "Aku mengerti." yang sederhana.

"......Lalu, sampai jumpa lagi, Kirito."

*Squeak* Pintunya terbuka. Langkah kaki. *Bam* Pintunya tertutup.

Aku menunggu hingga informasi yang menggambarkan wangi dari Asuna tersebar menghilang dari udara virtual, sebelum bangkit berdiri. Gadis ini dan aku berjalan di arah yang berbeda ―― Aku mulai menuruni anak tangga yang lebar dari bukit selangkah demi selangkah.

Menghitung jumlah anak tangga batu yang berkelok-kelok tanpa henti, ternyata ada empat puluh delapan anak tangga. Dan setelah berpikir sedikit mengenai apakah hal itu memiliki arti apapun dari angka itu, aku sadar. Itu adalah enam kali delapan ―― dengan kata lain jumlah orang dalam sebuah serbuan penuh. Menganggap bila bos lantai pertama dikalahkan dengan barisan itu, dan tidak ada dari mereka yang mati, anak tangga ini, dari awal hingga akhir, akan memiliki cukup ruang untuk setiap pemain.

Tetapi pastinya, pendesain area ini, tidak akan mengira bahwa grup pemain yang akan menuruni anak tangga ini adalah sebuah grup beranggotakan satu orang.

Menuruni jalur ini sepertinya menandakan seperti apa masa depanku nantinya. Tidak ada orang di depan maupun di belakangku. Tidak peduli kemana aku pergi, kemanapun aku pergi, itu akan menjadi sebuah perjalanan sendirian............

Akan tetapi.

Setelah menuruni sejumlah anak tangga, di ujung kanan sudut pandangku, adalah sebuah ikon dari surat berkedip-kedip.

Itu adalah sebuah Friend Message, yang dapat dikirim dan diterima walaupun tidak berada di lantai yang sama. Dan aku hanya mendaftarkan dua pemain sebagai teman. Teman pertamaku Klein dan ―― penyedia informasi itu, Argo si Tikus.

Siapa itu, aku bertanya tanya sembari membuka pesannya, mengetahui itu adalah dari yang kedua.

[Kelihatannya aku memberikanmu masalah yang benar-benar buruk, Ki-bou]

Melihat kata-kata pada awalnya ini, "Informasi jelas bergerak dengan cepat!" adalah apa yang aku katakan keras-keras secara refleks. Aku terus membacanya, dan menggulung ke bawah, tetapi hanya ada satu kalimat ini.

[Untuk meminta maaf, aku akan menjualmu satu buah informasi mengenai apapun secara gratis.]

――――Ho.

Aku tidak dapat menahan diriku untuk tersenyum lebar, dan aku kembali berjalan sekali lagi sementara mengeluarkan keyboard hologram, dan dengan cepat mengetik sebuah jawaban.

[Lalu katakan kepadaku alasan untuk kumismu secara langsung.]

Lalu, aku menekan tombol kirim, tertawa sekali lagi, dan setelah mencapai dasar dari lantai kedua pada saat itu, aku mulai berjalan ke arah kota utama, «Urbus».

(Selesai)


Catatan Penerjemah dan Referensi[edit]

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Tunik
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Kawagoe,_Saitama
  3. http://en.wikipedia.org/wiki/Zen
  4. http://en.wikipedia.org/wiki/Z_score
  5. http://en.wikipedia.org/wiki/Longsword
  6. http://en.wikipedia.org/wiki/Kite_shield
  7. http://en.wikipedia.org/wiki/Chain_mail
  8. Kibaou, salah satu dari penerjemahan dari nama ini dapat berarti 'Fang King/Raja Taring'
  9. http://en.wikipedia.org/wiki/Battle_axe
  10. http://en.wikipedia.org/wiki/Rapier
  11. http://en.wikipedia.org/wiki/Talwar
  12. http://en.wikipedia.org/wiki/Scimitar
  13. http://en.wikipedia.org/wiki/Halberd
  14. 14.0 14.1 Istilah dalam permainan, singkatan dari potion untuk menyembuhkan dan berbagai macam potion lainnya
  15. Poliuretana; bisa dibilang kapas sintentis yang empuk.
  16. Tatami adalah tikar ala Jepang yang dibuat dari jerami, di sini tatami digunakan sebagai ukuran dari kamar ini yang cukup besar untuk terisi 20 tatami (kurang lebih sekitar 10 meter persegi).
  17. [1] atau [2]
  18. Will saving throw adalah istilah dari permainan RPG tabletop Dungeon and Dragons, sebagai contoh bila seseorang membaca mantra kematian kepadamu, dan guliran dadumu cukup, kamu tidak akan mati.
  19. Mountain bike
  20. まあ(Jp), my; oh dear (en,inf) , yah (id,inf)
  21. http://en.wikipedia.org/wiki/Longsword
  22. http://en.wikipedia.org/wiki/Scale_mail
  23. http://en.wikipedia.org/wiki/Fleuret
  24. http://id.wikipedia.org/wiki/Tombak
  25. Computer display brightness: Gamma correction
  26. Heater Shield adalah bentuk dari perisai Eropa abad pertengahan, dikembangkan dari Kite Shield pada awal abad pertengahan.
  27. http://en.wikipedia.org/wiki/Buckler
  28. http://en.wikipedia.org/wiki/Talwar
  29. GJ berarti Good Job
  30. http://en.wikipedia.org/wiki/Katana
  31. http://en.wikipedia.org/wiki/Nodachi
  32. Di dalam kalimat ini Kirito mengatakan bahwa "untuk tunas ini (yang merujuk kepada Asuna) untuk tercerai berai (terbunuh) sebelum dia berbunga (sebelum Asuma tumbuh dan mencapai potensinya yang sebenarnya), akan menjadi sebuah situasi yang benar-benar tidak dapat diterima oleh siapapun (termasuk Kirito) yang terpesona dengan VRMMO (memainkan VRMMO dengan serius.)."
  33. Iaido adalah seni bertarung dari Jepang yang dikaitkan dengan pergerakan yang halus, dan terkendali dari menarik pedang dari sarungnya, menyerang atau memotong musuh, menghapus darah dari bilah pedangnya, dan kemudian menyarungkan pedangnya kembali.
  34. Berarti pemain harus menggerakan tubuhnya sendiri tanpa menggunakan system assist.
  35. Berarti kemungkinan gagalnya satu dari 15 atau 16.
  36. http://en.wikipedia.org/wiki/Scimitar