Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 17

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Bab 17[edit]

Terdapat empat macam hubungan antara dua pemain di dalam sistem dari SAO.

Yang pertama adalah dua orang yang tidak saling mengenal sama sekali. Yang kedua adalah teman. Para pemain yang telah saling mendaftarkan satu sama lain sebagai teman dapat saling mengirim pesan singkat antar teman tidak peduli dimana mereka berada. Mereka juga dapatsaling mencari lokasi teman mereka melalui peta.

Yang ketiga adalah anggota satu guild. Selain keuntungan yang telah disebutkan diatas, mereka juga mendapatkan sedikit peningkatan status mereka ketika mereka berkelompok dengan teman dari guild yang sama. Akan tetapi, mereka harus menyerahkan sebagian kecil dari Coll yang mereka peroleh sebagai pajak dari guild.

Hingga sekarang, Asuna dan aku adalah teman dan anggota satu guild, walaupun pada kenyataannya saat ini kami sedang beristirahat dari kegiatan guild. Tetapi kami telah memutuskan untuk memasuki tahap terakhir dari hubungan antar pemain.

Pernikahan— walaupun sebenarnya langkah untuk menikah sebenarnya sederhana sekali. Ketika seseorang mengirimkan pesan lamaran dan orang yang lain menerimanya, mereka kemudian telah dinyatakan menikah. Tetapi perbedaan dari pernikahan dengan teman atau anggota satu guild sangat jauh.

Pernikahan di SAO berarti membagi semua informasi dan item. Yang satu dapat melihat stat window yang lain setiap saat, dan bahkan inventory window mereka bergabung menjadi satu. Dengan kata lain, hal ini berarti mempercayakan jaring pengaman paling penting seseorang kepada partner mereka. Di dalam Aincrad, dimana pengkhianatan dan penipuan umum terjadi, sangat sedikit yang bertindak hingga sejauh tahap pernikahan bahkan diantara pasangan-pasangan yang paling dekat. Tentu saja, alasan penting lainnya adalah perbandingan pria-wanita yang sangat tidak seimbang.


Lantai dua puluh dua adalah salah satu dari area yang paling jarang ditinggali di Aincrad. Karena lantai ini adalah salah satu dari lantai-lantai tingkat bawah, lantai ini terhitung besar; tetapi sebagian besar dipenuhi oleh hutan-hutan dan banyak danau yang tersebar disekitar area ini; karena itu, daerah untuk tempat tinggalnya sangat kecil sehingga dapat disebut sebagai hamlet [1]. Monster jarang muncul di padang, dan karena tingkat kesulitan dari labirinnya sangat rendah, level ini telah terselesaikan dalam tiga hari dan sebagian besar pemain tidak begitu banyak mengingat mengenai level ini.

Asuna dan aku memutuskan untuk membeli sebuah pondok yang kecil, dan bundar didalam hutan pada lantai dua puluh dua ini untuk tinggal disana. Walaupun ukurannya kecil, tetap dibutuhkan uang yang cukup banyak untuk membeli sebuah rumah didalam SAO. Asuna menawarkan untuk menjual rumahnya di Salemburg, tetapi aku dengan bersikukuh menolak hal itu, karena akan menjadi sangat disayangkan untuk menjual sebuah rumah yang telah diperlengkapi dengan perabotan secara sempurna. Jadi pada akhirnya, kami mengumpulkan semua barang langka kami dan menjualnya dengan bantuan dari Agil, yang akhirnya berhasil mengumpulkan cukup uang untuk membeli rumah itu.

Walaupun Agil berkata dengan ekspresi sedih bahwa kami dapat menggunakan lantai dua dari tokonya bila kami mau, aku berpikir bahwa menghabiskan masa bulan madu di dalam toko pedagang terlalu mengenaskan. Selanjutnya, aku bahkan tidak mau membayangkan apa yang akan terjadi setelah fakta bahwa Asuna yang sangat terkenal telah menikah diketahui. Aku berpikir bahwa kami seharusnya dapat menghabiskan hari-hari kami dengan tenang di lantai dua puluh dua yang jarang ditinggali.

“Uwa— betapa indahnya pemandangan ini!”

Asuna menyandarkan diri ke depan, keluar dari jendela kamar tidur kami; walaupun disebut kamar tidur, sebenarnya hanya ada dua ruangan di dalam rumah ini.

Pemandangan di luar memang sangat mempesona. Tempat ini terletak dekat dari tepi Aincrad, jadi seseorang dapat melihat danau-danau yang bergemelapan, hutan yang hijau, dan langit yang terbuka bebas secara bersamaan. Karena kami biasanya tinggal dengan langit-langit batu sekitar seratus meter di atas kami, langit bebas memberikan kami rasa kebebasan yang tidak dapat dijelaskan.

“Hanya saja jangan jatuh dari jendela sementara kamu melihat pemandangan.”

Aku berhenti mengatur perabotan rumah tangga dan melingkarkan tanganku di sekitar Asuna. Wanita ini sekarang adalah istriku— ketika aku memikirkan tentang hal itu, kehangatan dari cahaya mentari yang terang di musim dingin, rasa takjub yang mengagumkan, begitu juga dengan rasa terkejut mengenai seberapa jauh kami telah melangkah semua menyerangku secara bersamaan.

Sebelum aku terperangkap di dalam permainan ini, aku hanyalah seorang anak yang pergi ke sekolah dan kemudian kembali ke rumah tanpa cita-cita apapun dalam hidupku. Tetapi sekarang, dunia nyata telah menjadi masa lalu yang jauh.

Bila— bila permainan ini sudah diselesaikan, kami dapat kembali ke dunia nyata... hal itu adalah yang semua pemain, termasuk Asuna dan aku, harapkan untuk menjadi nyata. Tetapi aku tidak dapat menahan rasa cemasku yang muncul setiap kali aku memikirkan mengenai hal ini. Aku tanpa sadar menguatkan pelukan tanganku kepada Asuna.

“Kirito-kun, sakit... Apakah ada sesuatu yang salah...?”

“M-maaf... Hey, Asuna...”

Untuk sesaat aku berhenti berbicara, tetapi aku harus menyelesaikan pertanyaanku.

“...hubungan kita, apakah hanya dalam permainan...? Apakah hubungan ini akan menghilang setelah kita kembali ke dunia yang lain...?”

“Aku akan menjadi marah, Kirito-kun.”

Asuna berbalik dan menatapku dengan kedua matanya yang penuh dengan emosi.

“Walaupun ini hanyalah sebuah permainan normal dibandingkan dengan situasi aneh ini, aku tetap tidak akan menyukai orang lain dengan begitu saja.”

Dia menekan kedua pipiku dengan kedua tangannya dan kemudian berkata:

"Aku mempelajari sesuatu disini, dan hal itu adalah terus berusaha dan jangan pernah menyerah. Bila kita berhasil kembali ke dunia nyata, aku pasti akan datang mencari Kirito-kun lagi, dan aku akan tetap menyukaimu.”

Berapa kali aku telah mengagumi kejujuran dan ketegaran hati Asuna? Atau mungkin saja hatiku yang terlalu lemah.

Tetapi walaupun aku adalah yang lebih lemah, hal ituu tidak menjadi masalah. Aku telah lupa sejak lama betapa menyenangkannya untuk menggantungkan diri kepada orang lain dan merasakan orang lain bergantung kepadaku. Aku tidak tahu berapa lama kami dapat tinggal di sini, tetapi setidaknya kami terletak jauh dari pertempuran selama masa waktu ini—

Aku membiarkan pikiranku mengembara dan mengonsentrasikan perasaanku kepada kelembutan dan bau harum yang memenuhi kedua tanganku.


Catatan Penerjemah[edit]

  1. Semacam desa kecil di daerah pedalaman. [1]