The World God Only Knows Bahasa Indonesia:Volume 1 Epilogue

From Baka-Tsuki
Jump to: navigation, search

Epilog: Hal-Hal yang Tidak Mendasar[edit]

"Hei, ketika Amami Tooru-san melihat ciuman dengan Yoshino Asami-san, aku penasaran apa yang akan terjadi."

"Ahh."

Dan Keima menjawab setengah hati.

"Apakah itu sesuai dengan yang direncanakan?"

"Nn."

Jawab Keima lagi setengah hati.

"Yoshino-san terlihat sangat bersemangat dan sepertinya Amami-san merupakan orang yang berbeda dengan yang kutemui terakhir kali di jalan~ Seperti yang diharapkan dari Kami-sama!"

"Yakin?"

Keima tetap tidak mengangkat kepalanya.

Hari ini, Keima sedang bermain game di rumah dengan duduk di sofa dengan tangan pada senderan dan menyilangkan kakinya.

Dia akan sesekali mengambil teko porselen dan menyeruput teh merah.

Dan dia akan melihat ke layar lagi.

Membuat pose elegan yang sedikit lagi membuatnya tampak ceroboh.

Celana panjang hitam, kemeja putih, dengan kerah kecil, penampilan biasa yang demikian membuatnya terlihat lebih mirip dengan bishounen[1] dari biasanya.

Yang bersinar menembus jendela merupakan sinar mentari.

Keima terlihat seperti lukisan selagi ia memainkan gamenya.

Dan,

"..."

Senyum, senyum, senyum.

"..."

Senyum, senyum, senyum.

"..."

Senyum, senyum, senyum.

Elsie sedang tersenyum di samping Keima. Siku Elsie berada di atas meja saat dirinya tersenyum dan menonton Keima bermain game.

Elsie pulalah yang menyiapkan teh bagi Keima.

Saat ini, Elsie sedang memanggang kue kering di oven agar Keima memakan kue tersebut sebagai hidangan penutup. Elsie terus tersenyum dengan menunjukan perasaan bahagia dan puas.

"..."

Keringat dingin mengalir di sepanjang wajah Keima.

"..."

Tatapan Elsie terasa tak dapat ditahan.

Senyum, senyum, senyum.

Akhirnya, dia tidak dapat menahannya lagi.

"Argh! Elsie! Kau ngapain sih sampai sekarang!?"

Dia berdiri dan berteriak.

Meskipun demikian,

"..."

Elsie terus tersenyum. Keima menggerakan jarinya,

Jangan hanya menatap orang seperti itu!

Apabila ada yang ingin dikatakan, katakanlah!

Dia ingin mengatakan demikian, tetapi saat Elsie menatapnya dengan tampang yang murni dan tidak bersalah.

"..."

Keringat dingin kembali mengalir ke luar. Dia membuat wajahnya kaku dan berkata,

"Terserahmu saja."

Dia kembali melanjutkan bermain game. Dia memperlihatkan wajah tidak senang saat dirinya tiba-tiba kembali duduk di sofa dengan cara yang semberono bahkan saat dirinya berada di atasnya.

Meskipun demikian,

Apabila dia merasa tidak senang karena Elsie, tidak ada alasan baginya untuk tetap di sana. Ia bisa meninggalkan ruang keluarga dan kembali ke kamarnya. Namun,

Keima tidak melakukan hal itu.

Dia hanya,

Melanjutkan bermain game dengan muka tidak senang.

Dari hal ini,

Agaknya dapat terlihat bagaimana dia, Katsuragi Keima memandang Elsie. Walaupun Keima dan Elsie mungkin telah menyadari hal ini, apa yang telah mereka sadari merupakan sebagian kecil.

Pada saat yang sama.

Ding! Saat suara oven yang menyenangkan terdengar, Elsie berdiri dan berkata kepada Keima dengan jelas dan hidup.

"Kami-sama!"

Elsie menaruh tangannya di mukanya.

"Apa kamu mau beberapa kue kering?"

Jawab Keima,

"Hmph."

Itu saja. Elsie menganggapnya sebagai 'ya' dan cekikikan saat dia berjalan menuju dapur sebelum berhenti di tengah jalan dan berbalik,

Dia melihat Keima, yang duduk di sofa dalam sebuah pose tidak wajar saat ia memainkan permainannya.

Kali ini, ia tidak melihat Elsie menatapnya.

Elsie berpikir,

Anak ini, Katsuragi Keima,

Kami-sama nya Elsie,

Setan ini menemukan Kami-sama.

Mulai hari ini, mereka akan memburu arwah yang melarikan diri, dan alasan mengapa mereka akan menyelamatkan banyak gadis dari jurang gelap adalah karena kehidupan sehari-hari yang seperti itu.

Itulah yang pikir Elsie jauh di dalam hati.

"Mari kita terus berkerja sama dengan baik, kami-sama!"


'Dewa Penakluk'.

Pasti ada di sini.



Catatan Penerjemah :[edit]

  1. Mirip dengan konsep 'pretty boy'.