Saenai Heroine no Sodatekata (Teaser) Bahasa Indonesia

You can speak in English or in Indonesian. / Anda dapat menggunakan bahasa Inggris maupun Indonesia.

Moderators: Fringe Security Bureau, Senior Editors, Senior Translators, Executive Council, Project Translators, Project Editors, Alt. Language Translator/Editor

Apa anda tertarik dengan seri ini?

Ya, sangat
8
73%
Ya
2
18%
Tidak
0
No votes
Tidak sama Sekali
0
No votes
Tidak tahu
1
9%
 
Total votes : 11

Saenai Heroine no Sodatekata (Teaser) Bahasa Indonesia

Postby Mikia » Fri Apr 11, 2014 10:32 am

Image

Saenai Kanojo (Heroine) no Sodatekata (cara melatih gadis yang tidak menarik menjadi heroine) atau disingkat SaeKano adalah sebuah novel yang ditulis oleh Fumiaki Maruto dengan ilustrasi dari Kurehito Misaki. Seri ini telah diterbitkan dalam 5 jilid di bawah penerbit Fujimi Fantasia Bunko. Menceritakan tentang Aki Tomoya, seorang otaku yang terinspirasi membuat galge setelah pertemuannya dengan seorang gadis saat libur musim semi.

Prolog
Spoiler! :
"Latarnya pulau kecil terpencil di selatan kira-kira satu jam perjalanan udara dari Tokyo......"
Kelas sepulang sekolah bersinar kemerahan dan lengang dari mentari terbenam yang menyisip dari kemiringan.
"Lalu, meski sekolah di pulau itu akan digabungkan dengan sekolah puteri ternama di daratan karena mengalami kemerosotan populasi......"
Dari luar jendela terdengar suara teriakan sia-sia dari anggota klub olahraga.
"Karena itulah, rasanya seperti cerita yang dimulai dari sang protagonis memakai pakaian wanita memasuki sekolah itu......"
Di ruangan yang sepertinya terlalu tenang karena sedikit suara yang terdengar itu suaraku bergema.
"Protagonis seperti itu aslinya seorang putri dari bulan yang datang lewat homestay......"
Semangat bersamaan dengan perasaan kuat yang kumiliki terhambur dengan perlahan.
"Walau aku lupa mengatakannya, dunia ini adalah dunia di mana "dunia dewa", "dunia iblis" dan "dunia manusia" hidup berdampingan......"
"Eee......"
"Terus, selama teknologinya maju, juga ada 3 maid robot di rumah protagonisnya......"
"Anu......"
"Di tengah itu, protagonisnya memutuskan untuk mengikuti pemilihan osis untuk melindungi kegiatan klubnya sendiri......"
"Sebentar......"
"Ah, selagi masih di situ, semua heroinenya satu demi satu memiliki kehebatan bela diri......"
"Sudah cukup ! Diaaaam ~!!!!"
"Wow, jangan mengeluarkan suara kencang seperti itu. Akan mengganggu sekitar."
Kata-kata beratku yang terputus-putus seperti diam, terhapus oleh suara kencang dan galak dengan tak masuk akal yang tiba-tiba.
"Mulut yang menggembar-gemborkan mimpi yang tidak jelas dengan suara kencang lebih dari 30 menit nonstop mengatakan hal-hal seperti gangguan !?"
"Telah lewat selama itu kah ?......"
Ketika melihat jam, tentunya terasa seperti jarum jamnya bergerak kira-kira 15 derajat dibandingkan beberapa saat yang lalu.
Ah, karena aku manusia yang menangkap gambaran besar dari segalanya, aku tidak tertarik dengan gerakan jarum menit.
"Pokoknya sudah pulang saja. Semuanya, tidak lebih dari ini, sama sekali waktu yang sia-sia......"
"Tidak, tunggu sebentar, tenang sedikit. Ceritanya masih......"
"Jika dipikir-pikir, dipanggil sepulang sekolah dengan tiba-tiba tanpa pemberitahuan apa-apa sebelumnya, diperlihatkan hanya sampul proposalnya seperti ini, diperdengarkan pidato yang tidak jelas, sampai undangan perkumpulan yang tidak mungkin dipahami, benar-benar membuatku marah besar tahu"
"Meski memanggil secara tiba-tiba sepulang sekolah tanpa pemberitahuan apa-apa sebelumnya dan memasang wajah yang seperti tanpa rasa malu itu memiliki keberanian menurutku......"
"Keh......karena kata-kata penyesalan dalam berbagai arti berputar-putar dalam kepalaku, hentikan memberi tsukkomi dengan tenang"
"Jadi ?"
Gadis yang menimbulkan keributan di depan mataku sejak beberapa saat yang lalu sedikit menunduk dan memegangi kepalanya.
Lalu, rambut pirangnya yang dapat dikatakan penampilan luar khasnya tergerai dari bahunya, menimbulkan suara kecil dengan lembut.
Itu, seandainya laki-laki menemuinya pertama kali pastinya saat itu juga akan terpikat oleh rambut pirang seperti pekerjaan tangan pada kulit seputih porselen.
Teman sekelasku yang dibesarkan di Jepang, memiliki ayah orang Inggris dan ibu orang Jepang.
Sawamura Spencer Eriri.
"Secara umum kamu ini, meski kelihatannya sampai sekarang aku masih bisa mengabaikan otaku yang konsumtif, mengajak membuat game meski tanpa keuntungan apa pun, meremehkan masyarakat ?"
Perkataan dan perbuatannya selalu manis seperti nona besar memberinya reputasi gadis cantik dalam sekolah apalagi di kelas, namun jika kedoknya dibuka tertidur karakter sebenarnya seperti keganasan ini, bernafsu besar dan maniak.
"Mengumpulkan orang secara sesuai meski aku sendiri tidak bisa melakukan apa-apa, ayo membuat game dan jadi terkenal, kata-kata seperti itu adalah yang dikatakan oleh grup doujin tahu. Bukannya itu yang paling kau benci ?"
"Apa yang kau katakan ?! Gairah yang mendidih ini ada padaku ! Keinginan pun lebih dari biasanya ! Artinya tanpa aku rencana ini tidak mungkin, bahkan menyelesaikan gamenya saja tidak mungkin !"
"Kalau begitu orang lain tidak punya keinginan untuk membuatnya"
"Ah, jangan menghancurkannya secara harfiah ! Meski proposal yang kuselesaikan semalaman dengan susah payah......"
"Rencana doujin galge (sementara) dan tanggal serta nama ini bagaimana bisa memakan semalaman menulisnya ?"
"Jika aku tidur sebelas jam, tentunya sedikit waktu yang pasti tersisa kan"
"Di mana pun melempar tsukkominya sudah tidak apa-apa...... Da-dasar kau !"
"A-Ah...... Kejam"
Jagoan klub seni yang sejak saat kelas satu memenangkan pameran.
Pemilik bakat seni luar biasa.
"Sifat sebenarnya" gadis ini yang dipuji-puji seperti itu hanya diketahui sebagian kecil orang termasuk aku di sekolah.
Yah, meski begitu, aku bukan manusia yang dibanjiri perasaan unggul terhadap "wajah lainnya yang ditunjukkan hanya padaku" itu. Gadis yang kejam.
"Orang sepertimu mengajak berdiri di atas panggung utama sekarang terlalu cepat sepuluh tahun"
"Meski sekarang sudah terlambat masih terlalu cepat kah ? Lalu doujin galge itu panggung utama kah ?"
"Kh...... kau cukup beli dan nonton gadis cantik di anime dan menyebarkannya saja!"
"Ka-kamu, jika mengatakan lebih dari itu mau tidak akan kuberi BD terakhir 'Jichikai no Dokudan' ?"
"Terus mengikutinya sampai sebelum terakhir lalu pada akhirnya tiba-tiba melepas urutannya, yang kau katakan itu rendahan !"
"Ti-tidak, yang tadi cuma ancaman khas tidak mengakui kekalahan, aku tidak melakukannya sampai sekarang kan......"
Begitu menyenangi karya itu......
Ngomong-ngomong, 'urutan yang lepas' itu ungkapan yang populer ya ?
"Pokoknya berargumentasi setelah ini pun sia-sia. Hal yang kulakukan sendiri pun sudah cukup banyak. Sama sekali tidak ada waktu luang untuk permainan tak berguna dengan amatir."
"Desain karakter main heroinenya saja tidak apa-apa...... terus, sembari masih bisa, hanya sedikit gambar asli sub heroine dan seluruh karakternya lalu...... termasuk latar belakangnya juga secara gratis......"
"Jangan menaikkan isi permintaannya seperti kurva kuadrat ! Mana salinan khusus tamunya !"
"Sepertinya tadi ada deh......?"
Seperti itu, argumen yang tak dapat didekati dan tak ada hasilnya muncul di kelas......
"Mohon tenang kalian berdua"
"kh......"
"Se-senpai......!"
Entah sejak kapan ada kekeliruan bahwa hanya ada dua orang di kelas ini...... rasanya, suara menenangkan yang sedikit rendah itu membelai telinga kami berdua.
Begitulah, yang kupanggil untuk rencana kali ini tidak hanya Eriri.
Demikian aku memperkirakan munculnya bahaya orang yang mundur dan menambah teman, kemenangan pembalikkanku......
"Yah tapi untuk kali ini, sayang sekali aku pun menyetujui pendapat Sawamura"
"Se-senpai ~"
Tapi, kebalikan dari yang diharapkan, keunggulan sepihak yaitu bantuan yang muncul saat diharapkan, sifat khas orang jepang seperti mendukung orang yang tertindas telah hilang entah di mana......
"Hey, Rinri"
"Tomoya......"
Bagaimanapun juga karena pada akhirnya namaku muncul di sini aku akan memperkenalkan diri.
Aki Tomoya.
Akademi Toyogasaki kelas 2.
Lalu, tambahan profil sejak kemarin, memimpin perkumpulan pembuatan doujin galge (nama belum ditetapkan).
"Biarkan aku memeriksa proposalmu secara singkat"
"Karena aku membiarkan sarkasme semacam itu, jadi jangan memperbesarnya dengan sengaja"
Senpai dengan sopannya membuka dan meluruskan sampah kertas yang telah digulung Eriri.
Meski ia tahu bahwa sebelum dibuka terlihat hanya judul proposal (sampul) dengan ukuran huruf yang besar dan jumlah karakter yang sangat sedikit dengan sembarangan......
"Mengubah gaya bicara, kurang lebih aku bisa mengerti isi kepalamu dalam 30 menit yang lalu"
"Hebatnya, jujur aku merasa lega !"
"Hee, meski tidak memikirkan apa pun dengan untung-untungan, menurutku juga akan mungkin ~ sudah tidur saja ~ aku dapat memahami pikiranmu kemarin malam sekitar jam sepuluhan dalam futon itu"
"Keras seperti biasanya"
"Aku tidak senang dengan sikap menantang seperti itu"
Aliran pembicaraannya sampai akhir tenang, tapi tanpa memilih kata-kata, caciannya jauh melebihi level yang dapat dimaklumi.
Rambut hitam panjang mengilat, karena ekspresi wajah yang hampir tidak berubah gadis cantik secara objektif menetap pada tubuh itu.
Kakak kelas satu tahun di atasku dan Eriri.
Kasumigaoka Utaha.
"Pertama-tama, jika ada tambahan secara lisan pun rencananya bernilai 0"
"Oou"
"Hanya terlihat seperti campuran macam-macam bagian yang kulihat entah di mana"
"Uggh"
"Mungkin, ini hanya menghubungkan dengan sesuai beberapa karya yang kau mainkan baru-baru ini kan ?"
"Ta-tapi karena menghubungkan berbagai macam genre dengan sesuai kurasa isinya akan jadi avant-garde yang luar biasa......"
"Begitulah, level akhirnya bukannya jadi Yosenabe, tapi jadi Yaminabe"
"Nu, nufuu"
"Atau "Menghubungkan berbagai macam genre dengan sesuai" sudah kukatakan jangan bersikap menantang"
Daripada melebihi level luar biasa, dapat kukatakan caciannya ada di level yang dapat dimaklumi.
Beda dengan Eriri yang bernafsu besar, ia menusuk jauh lebih banyak secara rasional (yang terdengar).
"Ta-tapi, rencana ini hanya aku yang......"
"Cerita yang kudengar dari seorang editor...... sambil berkata 'hanya aku yang bisa melakukannya' membawa rencana tanpa pernah terdengar sebelumnya"
"Eh......?"
"Tapi ini benar-benar mirip cerita yang ada...... suatu hari, proposal yang dibawanya mencapai suatu perusahaan game. Menurut pernyataan orangnya sendiri 'Inovasi yang tidak ada sampai sekarang', 'Ini karya yang sangat ditunggu-tunggu pengguna', 'meski hanya aku akan memperlebar industri jika bisa menerapkan rencana ini', pokoknya menyebutkan satu-satu pujian dirinya sendiri.
"He, heeeeee"
Gawat, rasanya semuanya sudah kusebut beberapa saat yang lalu.
"Lalu, saat dilihat isinya ada 'kawan sepermainan suka ikut campur yang datang membangunkan pagi-pagi', 'gadis atlet berambut pendek yang segar bugae', 'Adik perempuan yang lekat dengan protagonis namun penurut', 'gadis misterius dengan eksistensi spiritual', 'dialog menyenangkan' juga ada, 'Gambaran icha-love setelah pacaran', juga 'Pertolongan ajaib dan perkembangan yang cepat saat bagian akhir'......"
"Aa, cukup, sudah cukup !"
Hebat, hanya dengan penjelasan itu langsung tidak kurang dari 5 judul muncul di pikiranku. Apanya yang inovasi.
"Ya, hal-hal semacam itulah"
30 menitku dihancurkan habis-habisan hanya dalam 30 detik, tap, Utaha senpai meletakkan tangannya di bahuku yang tertunduk lesu.
"Sudah lama ya, kegiatan otaku serius Rinri, bukannya aku tidak merasa sangat tidak mungkin mengatakan ada beberapa keinginan untuk kerjasama"
"Mengatakan tidak ingin kerjasama sambil menghitung dengan tenang. Lagipula aku Tomoya"
Sejak kelas satu tidak pernah lepas dari peringkat satu secara paralel, paling jenius di sekolah.
Secara asal saja menulis naskah untuk klub drama, pemilik bakat sastra luar biasa.
"Sifat sebenarnya" gadis ini yang dikagumi seperti itu lagi-lagi hanya diketahui sebagian kecil orang termasuk aku di sekolah.
Yah, itu...... tidak, orang ini pun kejam.
"Tunggu......jangan seenaknya memasuki dunia dua orang !"
"Lingkungan sekitarmu itu apakah selalu keras padaku seperti ini !?"
Lalu, ketajaman mulut Eriri menusuk lagi bersamaan dengan ayunan ekor pirang dari samping.
"Ah, masih ada ya Sawamura ? Kukira kau sudah lama pulang meninggalkan dia"
"Ap......"
Kemudian, meski tidak tahu naluri macam apa, Utaha senpai dengan pintar mengeluarkan pertahanan diri yang berlebihan.
"Kamu ini ya, sebenarnya mengatakan apapun baik hati. Itulah yang tidak kubenci"
"Justru itulah yang kubenci darimu"
"Pada awalnya, siapa ya yang memasuki dunia dua orang sebelumnya"
"Jadi ? Meski aku yang sebelumnya telah menyatakan absensi, siapa orang yang mengikuti begitu saja dan tidak berhenti menyerang ?"
"Ya ampun, jangan lepas kendali Sawamura"
"Hah ? Aku tidak mengerti apa yang kau katakan !"
"Tunggu......jangan seenaknya memasuki dua orang oi"
Meski aku selalu memikirkannya, dua orang ini terlalu dekat.
Tentu saja, dalam suatu pengertian.
"Pokoknya, jadi untuk apa Kasumigaoka Utaha itu ada di sini"
"Pada awalnya karena aku pun siswi di sini, apa tidak aneh juga ada di sini ?"
"Aku tahu itu tapi jangan mengatakannya dengan pengertian seperti itu"
"Kalau begitu berdua saja tidak apa-apa kan ? Apa kau mengkhayal yang aneh-aneh ?"
"Asal kau tahu saja ya, itu karena aku tidak ingin mengikuti perang saraf tidak berguna seperti itu"
"Sangat bersikeras pada kalimat itu jelek loh Sawamura"
"Aku selalu hidup hanya dengan sekuat tenaga !"
"Makanya jangan kemudian menghancurkan pintunya"
"Aku tidak menghancurkannya ! Kan cuma sedikit berteriak !"
"O-oi tunggu ! Tunggu sebentar !"
Teriakan setengah matiku itu dihapus oleh suara kehancuran dan bentakan yang melebihinya.
Mereka, sembari berargumen mengenaiku telah pergi mengabaikanku.
Betapa salah logikanya......
"A-a......haaaaah~"
Aku yang tertinggal mendesah kuat-kuat saat ini juga.
Bagaimanapun juga dengan ini, ambisiku yang berniat memohon contoh percakapan main heroine, sekalian hanya sedikit plot sub heroine, skenario semua karakter, naskah termasuk produksi......dengan gratis runtuh dengan tragis.
Yang tersisa secara fisik yaitu selembar kertas renyuk ukuran A4 terbentang di atas meja dan aku sendiri.
Harapan, semangat juang serta rencana sejam sebelumnya dengan gampangnya dihancurkan, dan hanya menyisakan keputusasaan, kelesuan dan rencana yang ditolak.
Dipikir bagaimanapun, situasi sejauh ini sudah tidak bisa diungkapkan lagi.
Makanya, sudahlah, menyerah juga tidak apa-apa. Tidak masalah jika memutuskan mundur dengan berani.
Sejak awal rencananya dimulai dari ide sederhana.
Di sana tidak ada hal-hal seperti pertarungan yang menggantungkan kehidupan serta hidup mati manusia.
Makanya, hanya satu kata, mau bagaimana lagi.
Tetapi......
"Pertarunganku, masih baru saja dimulai......"
Manusia, ketika terpojok dalam situasi keputusasaan akan membara.
......walau hanya pengarang S yang memojokkan karakterya dalam situasi keputusasaan dengan moe, itu cerita lain lagi.
Rencana yang bertujuan pada inovasi tenggelam, orang-orang tidak terkumpul, formasi perkumpulan dengan tiba-tiba kandas pada batu karang.
Situasi sekarang ini tidak ada unsur barunya di mana pun.
Bisa dikatakan, situasi ini sendiri bukan apa pun di luar cara mudah.
Meski biasa, cerita kebangkitan dari kehancurannya.
Ya, saking biasanya lebih dari lima judul langsung muncul dalam pikiran hanya dengan membaca dengan teliti cerita lama.
Tetapi, lebih dari lima judul itu adalah karya agung yang sampai sekarang pun isinya masih bisa diingat dengan benar.
Makanya berapa kali diulangi pun, berapa lama menggunakannya pun, hal yang baik tetap saja hal yang baik.
"Baiklah !"
Memusatkan tenaga di tangan, sekali lagi, memperoleh kembali semangat juang sebelum tidur kemarin.
Kemudian aku, memikirkan pertarungan sendirianku dari esok......
"Sayang ya, semuanya tidak mau bekerja sama"
"......ah, ada kamu ya ?"
"Errr, bukannya pada awalnya membuat game untuk membuatku jadi heroinenya ?"
"Maaf, maaf, aku lupa sampai sekarang"
"Um, aku mengerti. Kau benar-benar melupakanku ya Aki"
Ngomong-ngomong maaf, hanya sedikit koreksi.
Pertarungan "kami", masih baru saja dimulai......
"Tidak, tapi Katou, di hadapan mereka, keberadaanmu sama sekali tidak menarik"
"Kan karena auranya berbeda. Keduanya selebritis terkenal dalam sekolah"
"Yah, sepertinya memang begitu"
"Jika diingat keduanya itu sama sekali tidak mendengarkan namaku kan"
"Tidak, yah, sejak awal apa mereka ada sepintas memandangmu ? Jika itu saja......"
"Tapi Aki hebat ya, bisa kenal dengan Sawamura dan Kasumigaoka senpai itu. Apalagi bisa sangat dekat"
"............"
Tidak banyak mengatakan keluhan meski sama sekali terlupakan sampai sekarang, dengan obrolan yang sangat normal, membicarakan hal-hal yang biasa.
Secara visual...... yah seperti yang terlihat.
Teman sekelas yang sama sekali tidak meninggalkan kesan sampai sebulan lalu, meski seharusnya telah pergi ke sekolah yang sama setahun lebih.
Katou Megumi
......Ya, meski kesannya lemah, karena namanya jadi ada kemungkinan, ya.
"Nah, ceritanya juga sudah selesai, ayo segera pulang kah ? Ada tempat yang agak ingin kudatangi"
"......dengan gampangnya ya, Katou"
"Menurutmu itu normal ?"
"Normal itu tidak baik. Kamu kan jadi Main Heroinenya ? di galge"
"Oh ya, di game apa sebaiknya namanya diganti ? Katou Megumi itu sangat biasa"
"Jangan mengakuinya sendiri......"
Ada satu lagi teori yang kuingat agar kisah dapat disebut karya agung.
Yaitu, karya apapun, bahkan sampai sekarang, supaya dapat mengingat nama dan visual secara langsung, ada heroine yang menarik dan unik.
Dikatakan bahwa 90% sudah sama dengan menang untuk kisah itu, jika karakternya berdiri.
Itu artinya, saat karakter tidak berdiri dengan fatal......
"Tutup ya ? Kuncinya"
"...... Ah"
Tidak, makanya, pertarungannya masih baru saja dimulai !
Begitu aku memutuskannya sekali lagi, aku kembali memusatkan tenaga di tangan.
Tidak terasanya genggaman barusan tidak salah lagi, mungkin cuma perasaanku.
Apapun itu, ini adalah kisah yang menjelaskan hari-hari pertarunganku...... tidak, pertarunganku, Aki Tomoya dan Katou Megumi.
Pertarungan untuk membuat kisah yang menempatkan teman sekelas si teman A ini menjadi main heroine......
"Kay' tunggu......mm~ perasaan seperti ini apa tidak apa-apa ya"
"Napa Katou ?"
"Ah, ini, kelihatannya pintunya sedikit rusak. Kalau tidak diperbaiki"
"......suatu saat kamu pun akan dapat giliran merusaknya. Karakter yang seperti itu akan berdiri"
だが男だ
User avatar
Mikia
Mikuru's Master
 
Posts: 29
Joined: Tue Dec 25, 2012 9:35 am

Re: Saenai Heroine no Sodatekata (Teaser) Bahasa Indonesia

Postby Tony Yon » Fri Apr 11, 2014 11:12 pm

gimana kalau 'Cara Melatih Heroine yang masih amatir'?

ok, aku juga suka seri ini. semangat ya :D
Basically KIA
User avatar
Tony Yon
Kyon's Imouto-Chan
 
Posts: 468
Joined: Sun Jan 22, 2012 12:53 am
Location: wish-crushing cinema

Re: Saenai Heroine no Sodatekata (Teaser) Bahasa Indonesia

Postby Mikia » Sun Apr 13, 2014 8:49 am

Tony Yon wrote:gimana kalau 'Cara Melatih Heroine yang masih amatir'?

ok, aku juga suka seri ini. semangat ya :D


tidak menarik itu karakteristik Katou, yang kelewat normal, tidak punya apa pun yang menonjol dan dijadikan nilai jual galge (masih dalam perencanaan) itu sendiri, sepertinya kurang cocok kalau diganti dengan amatir

eniwei, bab 1
Spoiler! :
Flagnya telah hancur tanpa disadari

"Pagi, paman Yamaguchi"
"Oh, kali ini pengantar koran ya. Tomo bekerja keras ya"
"Soalnya bulan depan BD Boxnya "Goukoku no Goraion" keluar ! Karena nenxxroid hanya termasuk pada edisi pertama aku akan mati-matian berusaha!"
"......Seperti biasa mengatakan sesuatu yang dalam dengan segar. Walaupun aku tidak mengerti apa-apa"
"Nah karena aku akan pergi menyebarkannya kali ini, sebagai satu-satunya pemain aku akan bersiap-siap, dah ! "
Sambil bertegur sapa ringan pagi dengan tetangga di lingkungan sekitar, aku langsung menginjak pedal.
Lalu, dengan begitu aku belok kiri mengikuti jalan sambil sesaat menambah kecepatan, bidang pandanganku atas-bawah kiri-kanan langsung terbuka saat mendekati turunan lereng curam.
Nama lain, lereng detektif.
Jalannya yaitu lereng pematah hati 300 meter yang menggoda kembali ke padang pasir dari oasis.
Terlebih lagi alasan penamaannya karena di tengah jalan lereng ada "Kantor Detektif Sakashita" tertulis pada papan iklan tua yang menarik keingintahuan anak SD.
"Uoooo......"
Saat mendekati jalan masuk turunan, angin kuat dari belakangku semakin mendorongku dan sepedaku.
Sudah lewat pertengahan libur musim semi, mulai esok udara pagi April sudah tidak dingin lagi.
Daun bunga yang melambai-lambai beterbangan dari barisan pohon sakura di sisi jalan semakin menambah rasa hangat.
Didorong angin yang menyenangkan seperti itu dari belakang, mendadak kecepatan naik dalam sekejap menuruni jalan yang jadi sangat miring......
"Ooooo......ooh !"
......hampir saja aku melakukannya, kali ini dengan seluruh tenaga kedua tanganku menggenggam tuas rem dan dengan cepat mengurangi kecepatan.
"Pejalan kaki oke, mobil oke, kecepatan oke...... semuanya oke !"
Berhenti sebentar dan menunjuk dan memanggil satu-satu.
Sekali lagi menuruni sisi jalan dengan perlahan.
Pokoknya sejak sekitar tahun lalu, sepeda ditiup angin kencang seperti lelucon.
Sekarang, balapan mobil seperti zaman berandal, berbelok dengan kecepatan penuh sambil mengalahkan mesin, rasa kecepatan dan gairah seperti itu sudah tidak bisa ditemukan di seluruh kota.
Tapi......
"Karena peraturan adalah peraturan, ya"
Bukannya keluhan om-om 'dunia yang jadi tidak nyaman ditinggali'.
Biar aku terbang atau terjatuh pun tenang saja, tapi tanpa sengaja ada orang di sana aku tidak tahu apa bisa tenang atau tidak.
Yah sejauh itu menaiki tangga menuju kedewasaan.
Terlebih lagi, memperlambat laju seperti daun bunga sakura yang melambai ini juga, rasanya adalah cara menikmati musim ini dengan tepat.
"Wooo, melambai-lambai naik turun, hangat......"
Melepaskan kekuatan selain kedua tangan yang menggenggam rem, mendongak ke langit.
Langit yang sudah menunjukkan tanda-tanda musim semi sepenuhnya, pada biru yang cerah putihnya awan yang tipis terombang-ambing, di sana merah mudanya daun bunga tersebar.
Setelah itu, mentari yang sedikit lebih kuat daripada musim dingin, bulan yang mengecil tidak tenggelam sebelum fajar.
Biarpun begitu, lebih besar daripada bulan atau mentari, lebih dekat, lebih cepat memasuki jarak pandang, UFO yang benar-benar bulat.
"......eh ?"
UFO yang benar-benar bulat, memasuki jarak pandang lebih cepat, lebih dekat, lebih besar daripada bulan dan mentari...
"Ja-jangan-jangan! Itu Ufo...o"
Lebih cepat daripada mengeluarkan suara keraguan, UFO itu mendarat di depan mataku, terjatuh dan berguling begitu saja di turunan.
Akan lebih baik jika durasi penerbangnya sedikit lebih lama.
"Topi kah......"
Setelah memastikan, benda yang bergerak itu tidak seperti topi jerami merah, bentuknya topi baret putih.
Begitu, karena UFO itu tidak menerima kekuatan dan area angin yang cukup jadi tidak terbang sampai jauh.
Tidak, warnanya tidak ada hubungannya.
Walau aku mengatakan itu, cukup tenggelam dalam rasa peduli amat......
"A,aaaaa ~ ! Tolong, hey tungguuuuuu"
Tanpa disadari, sampai suara yang nyaring karena angin.
"Ee......h"
Saat itu, tubuhku bereaksi sendiri.
Otot di kedua tangan sampai menonjol menggenggam rem sekuat tenaga, agak berbeda dengan otot kepala yang menoleh ke belakang sekuat tenaga.
Mungkin itu tiba dari atas tanjakan, dengan cantiknya transparan,meski begitu aku ingin memastikan dengan mata ini pemilik dari suara kencang itu......
"Topiku~~~!!!"
"Ah......"
Berpaling ke atas tanjakan.
Kebingungan sambil berdiri terdiam di sana, kira-kira seumuran denganku, adalah seorang gadis.
Lalu meloncat dengan memesona di mataku, gaun one-piece putih, kaki putih, putih......
Tidak, tapi warna tidak ada hubungannya, mungkin.
Mengulurkan tangan kanan ke topi yang jatuh terguling-guling dengan mahirnya di lereng tanpa tanda-tanda berhenti sepenuhnya, menahan rambut yang melayang di angin dengan tangan kiri, artinya tidak cukup tangan untuk menahan rok.
......Yah, makanya pokoknya itu, pemilik topi itu ada di sini.
"Sampai kah......ah"
"Ah......"
Lalu ketika ia kembali memandang yang dekat dari topi yang jauh, dengan tak terelakkan, pada garis batas itu matanya bertemu denganku.
Dengan tampang kesusahan yang sama, kali ini ia menatapku dan topi bergantian.
"Tunggu sebentar !"
"Eh......?"
Aku tidak mengerti apa yang diceritakan oleh pandangan gadis itu.
Tapi yah, aliran deras perkembangan saat ini......apa boleh buat selain menaiki ombak besar.
"Wuoooooow !"
Makanya aku dengan sekuat tenaga mengayuh pedal sepeda menuruni lereng......
"Oooooooo...yosh"
Kemudian saat dipikir lagi, turun dari sepeda dan berdiri dengan sopannya......
"Woooooooooooo lagi~!"
Berlari turun sekuat tenaga dengan kedua kaki.
Jika seperti ini, kekerenan dan kecepatan pun mau bagaimana lagi akan turun.
Ini, cara mengikuti peraturan lalu lintas di negeri ini dengan sepenuhnya.
Karena berlari cepat sekuat tenaga berbahaya, tapi jika berjalan mungkin tidak akan diperlakukan melanggar aturan.
Hidup pengguna jalan yang lemah!

※ ※ ※

Malamnya......
Lewat jam 12,
Di tengah dengungan suara gerakan dua HDD recorder untuk merekam anime seperti biasa, suara ketikan keyboard yang panasnya tidak kalah dengan panas buangan dari mesin itu bergema di seisi ruangan.

Judul:
Belum ditetapkan
Konsep karya:
Pertemuan, perasan, cerita icha-love.
"......'Icha-love' yang terakhir itu merusak keseimbangan kah ?"
Karena aku dipengaruhi pertemuan 'takdir' itu pagi ini.
Karena karakteristik cerita yang tidak kalah dengan kenyataan membuat keinginanku menulis berkobar-kobar.
......Karena panasnya mengalir dari seluruh tubuh, mau tidak mau membuat teks.
"Tidak, deskripsi Icha-love tidak menjual, untuk apa galge"
Pada akhirnya, entah bagaimana aku bisa mengambil topi itu yang jatuh puluhan meter di jalan utama.
Padaku yang berkata 'sudah cukup' sambil menyelanya, gadis yang berlari turun dari lereng sekitar setengah menit berterima kasih dan berkali-kali menundukkan kepalanya.
Sakitnya siku yang tergores meski hanya sedikit membuatku merasa bangga.

Prolog:
Pada suatu hari di musim semi, aku bertemu dengan takdir......
Lereng yang panjang di mana cahaya matahari mengalir tenang, angin hangat berlalu, daun bunga sakura beterbangan.
Lalu seorang gadis berdiri diam di puncaknya.
Gadis yang belum pernah kutemui, namanya pun tidak tahu.
Firasat yang baru membuat hati berdebar-debar, saat itu......
Saat itu aku jatuh cinta untuk kedua kalinya.
Ya, aku telah jatuh cinta lagi.
Jatuh cinta pada seseorang itu tidak bisa dihentikan.
Walaupun aku yang akan tersakiti. Walaupun aku yang akan menyakitinya.
Walaupun perasaan kedua orang tidak akan terpenuhi......
Demikian adanya pada tahun ajaran baru dimulai dengan firasat akan terjadi sesuatu.
"......Agak terlalu menyakitkan kah ?"
Setelah itu untuk sebentar, dua orang berjalan berdampingan hingga sepeda yang berhenti di tengah jalan lereng.
Tapi setelah itu, aku menaiki sepeda menuruni jalan, ia terus menaiki tanjakan dan kembali ke tujuan awalnya.
Selama itu, aku hampir tidak berbicara.
Saling memperkenalkan nama sendiri pun tidak, juga membuat janji apa-apa.
"Nah, walaupun agak sakit, sebagai penarik perhatian tidak apa-apa kan. Benar-benar salah paham !"
Tapi, oleh sebab itu tidak apa-apa.
Tidak, karena itulah tidak apa-apa.
Bagaimana pun juga, justru karena cerita ini punya karakteristik drama seperti secara kebetulan menghubungkan lagi takdir yang mungkin pernah terputus, jadi bisa bersinar.
Karena itu, seperti murid pindahan yang masuk ke kelasku dari tahun ajaran baru.
Atau seperti karena sesama ayah saling bermusuhan, dipermainkan ombak suka dan benci.
Selain itu, terungkapnya kejutan berupa fakta bahwa sebenarnya mereka kakak adik sama ibu beda ayah menarik mereka ke dalam kesulitan......
Hanya dalam beberapa detik, mengabaikan bahwa icha-love telah beralih ke level yang sama sekali berbeda, yah, hal-hal semacam itu lah.

Daya tarik karya ini:
Tidak rumit, membuat tidak sabaran, sedikit memalukan, menggeliat kesakitan.
Adventure Novel cinta sejati yang menyusun hari-hari masa muda seperti itu.
"Melewati rasa sakit kali ini berbau orang tua ya !"
Meskipun demikian, motivasi sampai seaneh ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Seolah-olah seperti rasa membara yang tertidur sampai sekarang terpancar dalam satu semburan.
Sejak kapan perasaanku menyala-nyala seperti ini ?
Mungkin, ya, sejak aku tergila-gila dengan 'Koisuru Metronome' hingga lupa makan dan tidur......
"Apa pun yang terjadi 'masa muda' itu tidak ada. Karena itu bukan netage"
......hanya satu tahun lalu kah ?

Daya tarik karya ini:
Tidak rumit, membuat tidak sabaran, sedikit memalukan, menggeliat kesakitan.
Adventure Novel cinta sejati yang menyusun hari-hari masa muda seperti itu.
n.b. Di sini meninjau kembali rencana.

"Hari-hari biasa itu...... memakai hari biasa kan"
Dengan perasaan seperti itu, rencanaku membuat game berlanjut sampai HDD recorder selesai merekam semua siaran di tengah malam.
......koran pagi hari berikutnya jadi terlambat tiga puluh menit diantarkan ke tiap rumah.
Hari pertama memasuki bulan April.
Lalu hari kedua membuat plotnya.

Penokohan:
Heroine A (Nama belum ditetapkan)
Main Heroine. Gadis yang ditemui pada jalan lereng di mana sakura beterbangan.

"......jadi akhirnya kucoba menggunakan sebaik mungkin latar sakura sedikit lebih banyak"
Tanpa bosannya aku bergulat dengan proposal, meski sambil membuat heroine ceritanya, hari ini pun aku mengingat pertemuan dengan anak itu di dunia nyata.
Sama dengan plot penokohan yang sedang kutulis sekarang, gadis yang belum pernah kutemui, namanya pun tidak kuketahui.
Aku yang terus tinggal di daerah ini sejak lahir, karena tidak pernah melihatnya sampai sekarang, mungkinkah ia pindah baru-baru ini ? Atau mungkin hanya tanpa sengaja bertemu di jalan, antara keduanya.
Topi baret putih pada gaun one-piece putih.
Kemudian, ekspresinya ketika menahan rambut yang ditiup angin dengan tangannya......
Sebenarnya aku tidak terlalu mengingat wajahnya.
Entah bagaimana karena kebanyakan situasi pertemuan itu terlalu kuat, bahkan sampai wajahnya yang penting nampaknya tidak terlihat dengan jelas.
Meski aku mengingat warna putih......
Tidak, makanya warna tidak ada hubungannya.
Walaupun bukannya warna putih gaun one-piecenya.

Penokohan:
Heroine A (Nama belum ditetapkan)
Main Heroine. Gadis yang ditemui pada jalan lereng di mana sakura beterbangan.
Di puncak tanjakan sebatang pohon sakura tua besar satu-satunya berkembang.
Terikat oleh kutukan yang diberikan pohon itu, ia hidup abadi selamanya sebagai jiwa sakura.
Protagonisnya ketika masih kanak-kanak telah bertukar janji dengan gadis itu......
Ketika menjaga janji itu dan keinginan gadis itu terwujud, kutukannya terhapus.
Saat itu, keberadaan gadis itu menghilang dari ingatan semua orang.

"...... cuma perasaanku sajakah kembali Da xxpo dalam istilah musik ?"
Dengan perasaan seperti itu, hari ini aku berkali-kali tersesat dalam labirin pikiran, rencananya sama sekali tidak berkembang.
Aku harus mengejar kembali dari esok.
Bulan berganti malam hari kedua.
Sepertinya sebentar lagi waktu suara langkah kaki tahun ajaran baru terdengar.

Garis besar cerita:
Belum ditetapkan

"Gawat, web mana pun material April mop sudah berakhir. Kalau begini mau tidak mau harus mencari betul-betul situs matome dengan teliti"
Hari ini berlanjut sebanyak dua baris.

Tiga April.
"Anime musim semi mulai hari ini ya......pokoknya harus kutonton episode pertama semua judul secara langsung"
Meski aku sudah mengecek tiga karya, yang terakhir membuatku memutuskan untuk mengakhirinya untuk sementara.

Empat April.
"Mulai esok tahun ajaran baru ya...... pada akhirnya, libur musim semi tahun ini pun aku tidak melakukan apa-apa"
Yah, kenyataan memang seperti ini.

※ ※ ※

"Hei Tomoya, apa kau punya 'Amber Concerto' ?"
"'Amber Concerto'...... apa ?"

Ketika aku berbicara dengan teman sekelasku Kamisato Yoshihiko, pelajaran sudah selesai, aku hendak membuka loker ketika pulang kira-kira jam setengah empat sore.
"Itu, galge yang keluar tahun ini, bisa dikatakan karya yang cukup baik, apalagi aslinya eroge, jika kau pasti akan mengeceknya menurutku"
"......seandainya begitu memangnya kenapa ?"
"Pinjam dong. Sudah lama selesai kan ?"
Apalagi alasan yang menghentikanku dari bergegas pulang untuk mencerna anime yang direkam malam tadi itu terlalu kelewatan.
Sepertinya pengetahuan orang ini adalah aku orang yang akan membeli semua galge yang diubah dari eroge terkenal dan bagus, apalagi bertepatan dengan hari penjualannya.
"Tidak tahu. Beli saja sendiri"
"Aku tidak sama dengan Tomoya, tidak punya uang"
Nah makanya meski aku membelinya.
Jam sepuluh pagi pada hari penjualannya.
Dengan berat 1,8 kilo 9800 Yen sudah termasuk 5 keping soundtrack & koleksi gambar asli edisi terbatas keluaran pertama.
Kebingungan karena hadiah spesial dari toko tersedia di semua toko pada hari itu, kuluncurkan serangan cepat dan memesan pada toko yang kupilih dengan kebingungan.
Kebetulan empat kali aku menangis sebelum menyelesaikannya.
"Begini ya, aku memiliki uang untuk membeli anime atau game itu karena bekerja keras paruh waktu, hentikan cara bicaramu yang sepertinya menyalahartikan tujuan dengan cara"
Bagaimanapun juga, karena ayahku pegawai perusahaan kecil, bahkan dengan kelebihan pinjaman keluarga yang tersisa sampai generasiku, hanyalah keluarga kelas menengah.
Karena kedua orangtuaku sedang pergi kerja di luar negeri, aku tinggal sendiri di rumah yang sangat luas, meski begitu tidak memusingkan masalah uang tak bisa dibandingkan dengan protagonis galge.
"Apa ? Tapi kalau Tomoya akan membelinya menurutku"
"Intinya walaupun aku membelinya, dilarang meminjam. Setidaknya katakan kau akan memainkannya di rumahku"
"Tidak mau, penjelasanmu satu-satu itu berisik"
"Itu adalah hak dari penyedia game dan tempatnya. Betapa bahagianya bicara dengan teman mengenai produk yang sama......"
"Sebelumnya kau memberikan spoiler padaku sebelum aku selesai kan"
"......aku benar-benar minta maaf untuk yang waktu itu. Lupakan itu"
Perkataan Yoshihiko menusuk kemunafikan yang tak kusadari dengan dalam.
Ada orang, orang lain yang kulukai dalam tanpa kusadari.
Spoiler bagi otaku adalah perbuatan paling rendah......bahkan sampai tidak kalah dengan kopian atau barang yang bajakan.
"Daripada itu, mintalah pada orang lain. Aku benar-benar tidak memilikinya"
"Serius ~ Akiba sudah hancur, di internet semuanya sudah melebihi sepuluh ribu, walaupun aku menginginkannya, aku tidak bisa mendapatkannya"
"Makanya selalu pesan, berkali-kali aku mengatakannya kan. Karena jika pesanan tidak terkumpul bahkan di pembuatnya, pesanan barang tidak akan datang dari toko, bahkan berapa banyak pun mengeluh tidak bisa mendapatkannya setelah itu, aku hanya bisa mengatakan kalau itu sesuai dengan apa yang telah kau lakukan"
"Kenapa gaya bicaramu seperti mata-mata pembuat itu ?"
Yah, jika aku mulai mengatakan yang sebenarnya terjadi, jika satu hari lebih cepat kau bisa memutarnya.
......jika demikian entah bagaimana penghinaan yang akan kuterima setelah itu aku tidak mengerti.
"Nah, karena alasan itu sudah pulang saja. Sampai besok ya"
"Kau juga pulang kan ? Mau jalan sama-sama sampai stasiun ?"
"A, tidak......hal itu agak..."
"Oh, begitu ya, karena yang ditunggu-tunggu sudah keluar, sejak saat ini kau akan membantu dengan mengelilingi toko-toko ya ? Kau punya kehebatan dalam mencari barang-barang langka kan ?"
"Ya, serahkan padaku !...... ah"
"OK, sudah ditetapkan. Nah Tomoya pun sebaiknya segera bersiap-siap untuk pulang"
Karena undangan seperti 'tolong tunggu' tanpa sadar aku menerimanya begitu saja......
Jika dipikirkan baik-baik, sekarang harusnya aku menggunakan rencana untuk menjauhkan orang ini dari lokerku kan ?
"He, hey Yoshihiko, sudah kuduga aku"
Walau bagaimana pun, sekarang, dalam lokerku......
"Kenapa berlambat-lambat, sudah tidak ada yang bisa dilakukan lagi kan Tomoya"
"Aaaaa~~~!!"
"Nih tas. Toh kau tidak pulang dengan membawa buku pelajaran juga kan"
"~~~memang~! Nah ayo kita bergegas pulang !"
"......kenapa reaksinya berlebihan seperti itu ?"
"Cepat, cepat !"
Dengan semangat kututup loker yang tidak ada apa-apanya selain tas itu, mendorong kuat punggung Yoshihiko berlari di koridor......lalu ketika kuingat peraturan sekolah aku berjalan.
Dengan perasaan lega karena 'Amber Concerto' edisi pertama 1,8 kilo yang kusimpan dalam loker pagi ini sama sekali hilang.
"Ah, ngomong-ngomong Yoshihiko"
"Apa ?"
"Hentikan gaya bicara seperti pacar yang tak terpisahkan karena suka ikut campur. Jadi ingin memukulmu"
"Jangan katakan itu setelah aku menendangmu"
Walaupun aku merasa muak tapi mau bagaimana lagi.

Sekolah swasta Toyogasaki.
Tidak ada pemandangan alam, tidak juga setingkat pusat kota.
Tidak terintegrasi dengan SMP, tidak juga tergabung dengan universitas, karena itu tidak berada di kota universitas.
OSIS nya tidak menguasai, anggota komite kedisiplinannya tidak membawa senjata, ketua dewan dan kepala sekolahnya sama sekali tidak berlawanan dalam masalah politik.
Ibukota semacam itu...... terletak dalam kota metropolitan(* atau tokyo), SMA yang cukup baru yang kurang dari sepuluh tahun sejak pendiriannya.
Di sana, yang tidak terlalu menekankan latar tempat seperti galge atau anime bishoujo adalah bangunan sekolah kami yang biasa.
"Biasanya karena kau selalu mencari hanya yang menjual besar-besaran, jadi tidak bisa"
"Kenapa ? Banyak yang dijual, lalu banyak pula diskonnya kan ?"
Nah, sebenarnya sama sekali tidak ada masalah. Bukanlah cerita yang harus kujelaskan dengan susah payah.
"Di toko mana pun selama barang-barangnya melimpah tidak masalah kan. Tapi yang kau cari sekarang adalah barang langka yang pernah menghilang dari pasar kan?"
"Makanya kenapa ?"
"Walaupun judul yang menghasilkan orang yang menderita dalam jumlah besar itu diterima kembali dalam waktu singkat, akan langsung dihabisi. Terutama yang diincar, yang mendadak sepertimu akan membanjiri toko sebesar itu"
"Hanya untuk membeli game di Yodoxxshi mendapat perlakuan pembeli mendadak kah......"
Meski tidak ada yang menyebutkan nama tokonya. Makanya ini pembeli mendadak.
"Targetnya bukan penjual besar-besaran. Makanya toko khusus game terlalu mudah"
"Lalu baiknya bagaimana ?"
"Yang harus dicari, yang dengan jelas membedakan dagangan utamanya, toko yang menjual karena merasa sedang waktunya game"
"Dagangan utama maksudnya ?"
"Seringkali DVD dewasa. Biasanya pada bangunan sempit kira-kira enam lantai yang hampir semuanya barang dewasa, hanya di sudut satu lantai game biasa dengan mulus diletakkan......"
"Aha, Laxxtaxxx"
Karena itu nama tokonya dihilangkan......ketika tidak ada gunanya membangkitkan semangat di koridor, dari sisi suara sapaan yang menyegarkan membelai telinga kami dengan menyenangkan.
"Hai para Otaku, Bye-bye"
"Yo, sampai besok"
"Tunggu sebentar, kenapa cara memanggilnya seperti itu !?"
"Ahaha, dadah~"
Selain panggilan yang kudengar dengan tenang , anak perempuan teman sekelas 1 yang normalnya disukai sikap dan suaranya itu, membalas tsukkomi Yoshihiko dengan senyum segar, sepertinya sama sekali tidak ada keinginan untuk berhubungan lebih jauh lagi dan dengan cepat berlalu.
"Ampun, gara-gara dua tahun sekelas dengan Tomoya sampai aku diperlakukan sebagai otaku yang menjijikan"
"Bahkan hanya dipanggil saja menurutku adalah berkah. Biasanya kita para otaku mau tidak mau menjadi target gangguan dan tak dihiraukan kan ?"
"Cerita zaman kapan......"
"Tujuh tahun lalu"
"Untuk apa menunjuk hal sejelas itu ? Pertama-tama, aku bukan seperti Tomoya otaku dalam yang tidak bisa ditolong dan direhabilitasi ke masyarakat"
"Dalam kah dangkal kah, jika dilihat oleh bukan otaku ya cukup otaku. Terlebih lagi jika dilihat dari otaku dalam, otaku ringan hanya sebagai target cemoohan. Tapi tenang saja Yoshihiko. Karena hanya aku yang tidak akan meninggalkanmu walaupun kau menjalani kehidupan yang membosankan, tidak menguntungkan dan tidak ada hasilnya itu.
"......kenapa ya aku akhirnya menjadi temanmu setelah kau tarik ke jalan ini"
Walaupun tidak tergerak dengan pernyataan persahabatan panas dariku, nampaknya Yoshihiko tidak terlalu puas dan hanya memiringkan kepalanya.
Karena itulah ini mendadak. Eh, tapi mendadak tidak ada hubungannya.

"Biasanya terlalu terlambat kau benar-benar menyukainya. Sekarang pun setelah dua tahun berlalu sejak penjualan eroge aslinya, penjualan dakimakura pada stan comiket selalu ada antrean panjang bahkan dengan kereta pertama tidak dapat membelinya, di atas itu, penerimaan pesanan dengan pos resmi lima menit pun tidak bisa bertahan, betapa hebatnya judul populer"
"Hey Tomoya, kita kan masih belum cukup umur"
"Tenang saja. Aku sama sekali tidak akan menginjakkan kakiku pada konten dewasa. Sekarang semua informasi yang dirilis untuk semua kalangan"
Jadi aku tidak perlu melewati toko yang lantai teratas atau lantai bawahnya ada papan delapan belas tahun ke atas.
Oleh karena itu tentu saja, jangankan 'Amber Concerto' asli, game yang termasuk jenis eroge pun tidak pernah kumainkan.
"Di tempat yang tidak ada artinya sangat bersih seperti biasa ya"
"Bukannya tidak ada artinya. Ketika sudah delapan belas tahun nantinya aku akan berutang. Hingga waktu itu aku akan menaati aturan dengan tepat dan tidak akan menyusahkan orang demi kebaikan bersama"
"Teman Tomoya adalah temannya soft friend"
"Jangan memanggilku dengan julukan itu, akan kutendang kau"
"Hentikan punggungku, punggungku"
Dengan demikian kami tiba di rak sepatu, ketika memperdalam persahabatan yang sangat tipis, lagi, dari samping kali ini suara panas dengan ributnya menusuk telinga kami.
"Oy~ geng Tomoya pulang sekarang kah ?"
"Ya, terima kasih banyak"
"Tidak perlu mengulangi lagi yang kau katakan lima menit lalu. Kenapa kumpulan ini !"
"Sepertinya kau selalu senang ya...... dah"
"Kau pun berjuanglah dengan kegiatan klubmu, dah"
Anak laki-laki teman sekelas 2 yang dengan semangatnya mengenakan kaus klub rugbi besar dan sedikit kotor dengan suara beraninya menyingkirkan rentetan tsukkomi kedua yang tak dapat dimengerti artinya yang diluncurkan sekali-sekali oleh Yoshihiko, suara sepatunya bergema sembari meninggalkan kampus.
"Ampun, selain dipanggil sesama otaku, kenapa aku diperlakukan seperti tambahannya Tomoya ?"
"Hal itu tak disangka-sangka seperti yang kau katakan sendiri, karena kau bukan otaku dalam sepertiku"
"Pada dasarnya aku tidak menyetujui membagi tingkatan otaku"
"Tapi kita, hal lainnya seperti nilai dan fisik rata-rata jadi susah menentukan kelebihan dan kekurangannya kan ? Kemudian setelah itu jadi hanya tingkatan otaku dan perbedaan penampilan. Tapi tenang saja Yoshihiko......"
"Oleh karena itu jangan menambahkan kesombongan yang aneh tanpa peduli. Bahkan level muka mirip"
Pernyataan persahabatan panas dariku tadi......kali ini dengan cepat dipotongnya.
"Apalagi edisi konsumen kali ini, diterbitkan bukan hanya pengubahan beta tanpa adegan ero. Adik perempuan legendaris yang tidak bisa ditangkap pada edisi aslinya hingga hampir menimbulkan kerusuhan naik statusnya menjadi heroine yang sah. Betapa kuat formasinya !......unsur kekalahannya tidak bisa ditemukan"
"Luar biasa gaya bicara seperti flag kekalahan......ngomong-ngomong Tomoya ciri khasnya adik perempuan ya ?"
"Bicara apa kamu, adik perempuan , kakak perempuan, teman sepermainan, kakak kelas, adik kelas, yang bersemangat, yang pendiam, yang misterius, yang kasar, semuanya sama-sama paling hebat"
"Wo, wow......"
"Tapi hanya satu......yang kuputuskan tidak bisa kusukai yaitu heroine yang tidak bisa ditangkap. Karena begini, betapapun menyukai orang itu, perasaan itu sama sekali tidak dapat tersampaikan, betapa menyakitkannya cinta kan ?"
"......meski diperdengarkan pidatomu sekarang lebih menyakitkan bagiku"
"Hal itu, akhirnya, saat ini juga......!"
Alasan besarku sangat mencintai galge......terutama judul yang diubah dari eroge, tidak berlebihan jika dikatakan karena ada unsur tambahan ini.
Walau dikatakan berbagai cara serakah untuk membuat pengguna menghabiskan uang berkali-kali, jika dipikirkan dengan akal sehat, tidak ada yang merugi bisa menangkap heroine memesona yang tidak bisa ditangkap.
Sepertinya ada pengarang asli yang tidak terlibat pengubahan dengan anehnya mengkhawatirkan konsistensi cerita rusak karena ditambahkan skenario yang dipaksakan, aku merasa bersalah......
"Ah, hanya dengan ingat ketika memainkan skenario Rikka-tan aku bisa tersenyum"
"Tapi hanya dengan melihat ekspresi wajahmu itu bisa membuatku berkecil hati"
Ketika kami bersenang-senang dengan teori galge yang dalam di gerbang sekolah, lagi-lagi......
"Hei ada Aki"
"Makanya sudah cukup kukatakan berhentilah memanggil kami satu set !"
"Eh, anu......"
"Tidak, kali ini sama sekali mengabaikanmu kan ?"
Meski gadis teman sekelas 2 yang memanggilku tanpa tambahan 'dan kawan' atau 'kumpulan' itu agak kebingungan pada kemarahan tanpa alasan Yoshihiko, ia langsung hanya menghadap ke arahku.
"Bu Hasumi mencari Aki. Beliau ingin kau langsung datang ke ruang guru"
Hanya untuk menyampaikan pesan dari wali kelas.
"Kano-chan ya ? Kenapa ?"
"Beliau ingin kau mengantar bahan pelajaran ke ruang audiovisual. Karena akan digunakan untuk pelajaran esok"
"Lah......kenapa aku ? Meski bukan petugas kelas ?"
"Itu karena kau sering seenaknya melakukan pertemuan apresiasi anime di sana"
"Aku tidak seenaknya. Aku selalu memperoleh persetujuan dari guru dengan benar"
Ngomong-ngomong, persetujuan penayangan dan pembuatan diambil konfirmasi masing-masing.
"Berkalikalikalikalikalikali mengunjungi ruang guru. Sudah cukup habis kesabaranku di sana"
"Apanya yang salah dengan membagi kesan karya yang sangat bagus"
Bahkan ada anime atau game yang memberikan kesempatan untuk memikirkan dengan serius kehidupan manusia.
Bagaimana pun juga ada anak hikikomori yang tergerak karena suatu eroge jadi berhenti membolos dan kembali turun ke smp, sampai ada cerita mengesankan itu. Eh anak smp jangan main eroge.
"Pokoknya sebaiknya kau membalas kebaikan yang membolehkanmu menggunakan kelas kan ? Merepotkan bukan jika nantinya kau akan dilarang masuk ?"
"To-tolong aku......"
"Aku teman sekelas 1 tidak berbahaya yang tidak ingin mengganggu saat-saat pahit manis antara protagonis galge dan guru heroine"
"......walaupun pasangannya tiga tingkat di atas akhir dua puluhannya ?"
"Dengan bicara terlalu banyak seperti itu, berdoalah supaya tidak ditambahkan pilihan satu minggu diskors pada dilarang masuk. Dah"
"O, oi, Yoshihiko......"
Entah ke mana rasa persahabatan menyimpang sampai beberapa saat yang lalu, si Yoshihiko dengan cepat meninggalkanku yang menderita dan melangkah keluar gerbang sekolah.
Sesudah itu ketika aku membatu dengan keputusasaan......
"A, anu......"
Kehilangan saat melarikan dirikah, terdiam bersamaku gadis teman sekelas 2.
"Ah, kamu pun sebaiknya pulang saja. Aku tidak meminta pertolonganmu"
"A, baiklah, yah meski diminta pun aku tidak berniat menerimanya"
"Hah, begitu......"
Sedingin itu, sudah kuduga hanya setengah bulan jadi teman sekelas.
"Nah, sampai esok"
Yah, tidak.
Kelas Bu Hasumi Kanoko bukannya sulit ditangani.
Jika sedikit dibulatkan hanya 30, termasuk kategori wanita cantik di antara para guru, tidak marah walaupun diberi panggilan akrab Kano-chan, guru baik yang mengerti pembicaran
Yah, tapi karena akrab itulah alasan aku terus-terusan didesak dengan tugas.
"Ngomong-ngomong Aki"
"Ng~?"
Untuk sekarang, dengan langkah yang tidak ringan ataupun berat aku berbalik menuju gedung sekolah.
Nah munculnya event flag dengan Kano-chan walau dalam berbagai arti levelnya terlalu tinggi, tapi bukannya tidak di luar harapan.
"Sebelumnya, terima kasih ya"
"Hah, untuk apa ?"
Misalnya......seperti ini, karena ketika aku pergi ke ruang guru, di tempat Kano-chan berdiri gadis dengan seragam berbeda.
"Itu loh, saat libur musim semi, kau mengambilkan topiku kan. Baret putih"
"A~ begitu ya...... maaf, aku sama sekali tidak ingat"
Lalu, 'Kau datang tepat waktu Aki. Sebenarnya, anak ini adalah siswi pindahan yang masuk ke kelas kita mulai esok. Karena ibu sedikit sibuk, sekarang tolong kau tunjukkan padanya seisi sekolah ya ?" seperti itu, tiba-tiba padaku yang bingung karena ditolak, siswi pindahan itu menunjukkan senyumannya dengan menyenangkan.
"Jadi begitu. Sudah sebulan ya. Kalau begitu bye bye"
"Ah, jangan hanya mobil tapi berhati-hatilah pada sepeda juga"
Lalu, ketika masing-masing bertatapan wajah masing-masing......
Di sana ingatan satu bulan lalu bangkit kembali, ekspresi baru gadis itu yang membuka mata lebar-lebar terkejut ......
"Eh Tunggu sebentaaaaaaaaaaaaaaaaar~~~!?"
Lalu kaki yang baru saja berbalik beberapa saat lalu kembali berbalik dan dengan kecepatan penuh kembali ke gerbang sekolah.
"Eh ? Ada apa ?"
Aku berjalan dengan cepat menuju gadis dingin teman sekelas 2 yang sepertinya sudah kehilangan perhatian padaku dan mau pergi.
"Kau, kau......"
"Aku kenapa ?"
"Saat itu, putih......"
"Putih ?"
"gaun one-piece !"
"Ah, ya~...... apa ya ?"
"Apa...... ya ?"
"Masalahnya, aku tidak ingat apa yang kupakai satu bulan sebelumnya, normal"
"Begitu ya~........................ normal, ya"

Bab 1:
Suatu hari di musim semi, aku, kembali bertemu dengan takdirku......
Matahari senja bersinar suram, angin yang sedikit dingin berdesir, debu beterbangan di jalan pulang.
Kemudian, di puncak bukit itu berdiri diam seseorang......seorang gadis teman sekelas, 2.
Mengetahui namanya, gadis yang ditemui setiap hari baru satu bulan di sini.

"Err...... Kanou Megumi ya ?"
"Yang benar Katou"
Ah, namanya pun masih belum kuketahui.
だが男だ
User avatar
Mikia
Mikuru's Master
 
Posts: 29
Joined: Tue Dec 25, 2012 9:35 am

Re: Saenai Heroine no Sodatekata (Teaser) Bahasa Indonesia

Postby Tony Yon » Sun Apr 13, 2014 4:48 pm

okay...
Basically KIA
User avatar
Tony Yon
Kyon's Imouto-Chan
 
Posts: 468
Joined: Sun Jan 22, 2012 12:53 am
Location: wish-crushing cinema

Re: Saenai Heroine no Sodatekata (Teaser) Bahasa Indonesia

Postby Mikia » Tue Apr 15, 2014 8:44 am

enjoy bab 2
Spoiler! :
Walau karakternya kurang menarik, kepribadiannya asli

"............"
"A-apa ?"
"Er......Katou kan"
"Y, ya"
"Secara normal kau manis"
Kafe di jalan pulang sekolah, matahari terbenam semakin condong ke barat dari beberapa saat lalu.
Di tengah perhatian banyak orang, aku berpura-pura memenuhi pertemuan kembali yang dramatis dengan gadis takdirku...... dengan teman sekelasku Katou Megumi yang sebenarnya sudah menghabiskan setengah bulan sekelas dengannya, aku menceritakan kata-kata yang cukup membuat ternganga.
"Te-terima kasih. Tapi karena cukup tiba-tiba, rasanya tidak ada perasaannya"
"Ya, menurutku juga begitu. Makanya sekarang lupakan saja"
"Apa boleh menambah pesanan ? Perutku sedikit lapar"
"Ya, mintalah yang kau sukai. Hari ini semuanya aku yang traktir"
"Maaf ya, hmm......"
Aku menghirup kopi sementara memandang ekspresi Katou yang mengalihkan matanya dengan cepat di menu.
Kemudian aku kembali menegaskan kalau kata-kata yang kuungkapkan tadi bukanlah kebohongan.
Pastinya Katou Megumi itu manis.
Parasnya teratur, tinggi badannya tidak tinggi tidak rendah, kulitnya lumayan halus, yang tampak cukup tampak, yang tidak terlihat pun, cukup tidak terlihat.
"Anu...... apa Ogura Toast ini ?"
"Enak ?"
"Maaf, pesan Rare Cheesecake"
"A, ya"
Akan tetapi, kenapa.
Saat ini, meski tepat di depan wajahnya menyebut 'manis'......yang tergantung situasi mungkin bisa dianggap mengambil sikap penembakan itu,
aku sama sekali tidak berdebar-debar......
Apa-apaan ini ?
Ada rasa tenang ya Katou ?
Itu pun, rasa tenang yang luar biasa menjijikan !
"Tapi agak mengejutkan ya. Daripada yang kupikirkan, Aki lebih riajuu"
"Kenapa begitu ?"
"Karena tiba-tiba mengatakan 'Karena ada yang ingin kubicarakan sekarang mau minum teh ?'......"
"Ah ! Itu......"
Setelah mengajaknya, Aku yang menelpon Kano meminta maaf 'maaf hari ini tidak bisa datang !', mungkin dilihat orang lain seperti pacar terburuk yang memberi alasan kebohongan favorit di depan pasangan selingkuh.
"Aku agak salah mengerti. Aki itu, tentunya......"
"Nah, ajakan dariku itu yang pertama dalam hidupku"
Walau kurasa ingin mendengar kata-kata yang berlanjut setelah 'tentunya......' karena kurasa tidak salah lagi akan menyimpang ke arah yang sangat tak menyenangkan, kupotong untuk mencegahnya.
"Sungguh ? Aku yang pertama ?"
"Ya, aku bersumpah pada ketiga dewa, dewa gambar, dewa naskah, dewa insert song"
"Walau aku tidak terlalu mengerti dewa apa itu, tapi untuk yang pertama kali, apa tidak terlalu spontan ?"
"Itu......"
Lah bukannya aku juga seharusnya benar-benar tegang ?
Atau,sebaiknya kurasa saat pertemuan kembali dengan 'gadis di puncak bukit' itu, pikiranku jadi kosong, jantung berdetak kencang, bagian dalam mulut kering dan tidak bisa bicara langsung ?
Tapi sehabis itu, sementara menjadi akrab di tengah berbagai kesalahpahaman dan menjadi canggung karena perselisihan terjadi berulang kali, setelah itu selalu cekcok ketika bertemu dan menjadi tak terpisahkan walau tak menyenangkan ?
Lalu akhirnya, memanfaatkan satu kejadian menyelesaikan kesalahpahaman masing-masing, selain itu saling menegaskan perasaan sejak pertama bertemu dan dengan cepat menuju love-love happy ending ?
"Terlepas dari itu maaf ya. Sampai saat ini sama sekali tidak memerhatikanmu"
Tentu saja seharusnya aku tidak melakukan kebodohan untuk mengalirkan plot khayalan itu kan ?
"Yah apa boleh buat ? Tapi sedikit mengejutkan bagiku"
"Ah karena begini...... itu, aku tidak mengenali seragam sekolah dan pakaian bebas, jadi sama sekali berbeda kesannya"
"Begitukah ?"
"Ya, begitu !"
Karena ia yang memakai pakaian bebas sama sekali tidak ada dalam ingatanku, tidak ada kesan yang terkumpul......yang itu sama sekali tidak boleh dikatakan.
Walau kuingat bermacam-macam pakaian putih, tapi betapa kasarnya aku yang tidak mengingat baik wajah atau kata-kata orang yang memakainya.
"Po, pokoknya, kenapa saat itu tidak memanggilku ? Kita teman sekelas kan ?"
"Eh~ karena dalam kesempatan itu aku sudah mengenalmu, apa tidak aneh jika memperkenalkan diri lagi ?"
"Tidak, tapi bukannya kelas satu kita beda kelas ?"
"Tapi karena aku di kelas E lantainya sama kan ?"
Aku kelas A...... setiap hari pergi ke kelas lewat di depan kelas E.
Gawat, berkali-kali berpapasan itu bukannya levelnya setiap hari ?
"Ngomong-ngomong, bagaimana dengan topi itu ? Syukurlah tidak dilindas mobil ya !"
"Ah, kalau itu sudah kuberikan pada anak keluargaku"
"Heh......"
"Libur musim panas, anak sepupuku datang bermain, karena kelihatannya menyukainya kuhadiahkan saat pulang. Ia sangat senang lo"
"Ah, aaaah, begitu......benar-benar baik ya"
Barang penting yang mendasari plot cerita kita, sekarang sepertinya telah dengan gembiranya berpindah ke tangan orang lain......
Pertanyaan yang mengarah pada keputusasaan untuk menutupi ketidakjujuranku itu dengan baiknya pula menghapus perasaan bersalahku dengan bersih.
Apa-apaan ini ?
Benar-benar merasa tenang ya Katou ?
Itu pun, rasa tenang yang sangat mengecewakan !
"Yah~ itu, artinya memang ingatan Katou yang baik ya"
Dengan ini dan itu, sementara rasa bersalah dan berdebar-debar sama sekali dihapuskan, dengan cepat sikap ke Katou dipenuhi dengan keakraban.
"Eh begitu kah ?"
"Karena kita ini kan tidak pernah ngobrol sampai di kelas dua"
"Ah, mungkin memang begitu"
"Apalagi aku langsung pulang ke rumah(*kitakubu), nilai pun tidak memuaskan, di atas semuanya otaku pula......aku tidak terlalu ingat orang lain yang tidak menonjol di kelas"
Meski tidak apa-apa bicara soal reputasi, singkatnya aku jadi terlalu familier atau tidak ada kesadaran sebagai lawan jenis atau kembali ke perlakuan terhadap gadis teman sekelas 2 ?
"Walau aku menerima otaku itu, tapi jika dikatakan tidak menonjol kurasa semua orang akan sepenuh hati menolaknya ?"
"Apanya......"
"Karena ya, bahkan di sekolah kita kau termasuk lima orang terkenal, Aki"
"Geh...... aku semenonjol itu ?"
"Pertemuan penayangan anime saat festival sekolah di kelas satu besar kan.
meski hanya akan diselesaikan sebagai anak bermasalah jika melakukan gerilya, tapi dengan sengaja setiap hari datang ke ruang guru untuk mendapat persetujuan resmi, sampai akhirnya cekcok dengan wakil kepsek, sementara secara khusus kepsek masuk......orang itu bukan dari klub olahraga kan?"
"......pertama-tama orang-orang klub olahraga tidak akan berpikir untuk melakukan pertemuan penayangan anime kan"
Hal itu......ceroboh.
Aku semenonjol itu kah ?
"Karena itu, jika dikatakan nama Aki Tomoya, kebanyakan orang akan tertawa atau wajahnya merengut. Kurasa tidak ada orang yang menanyakan siapa ia jika ditanya"
"Be-berapa besar perbandingan antara lawan dan kawannya ?"
"Walau aku tidak terlalu tahu......kira-kira enam banding empat ?"
"Wow...... memang lebih banyak lawan ya"
"Ya apa boleh buat ? jika mengumpulkan perhatian sebanyak itu"
Terpilih jadi otaku elite kah atau orang yang sangat suka perhatian ?
Lawan atau teman, Aki Tomoya yang misterius.
......tapi pertama-tama, yang mana pun rasanya seperti contoh perwakilan orang yang sama-sama dibenci.

'Menonjol pun tidak apa-apa. Karena ada paku yang tahan dipukul'

Tanpa disadari aku menjaga janji sewaktu kecil itu.
Kakek, nampaknya aku selalu menjadi anak kakek daripada yang kuduga.
"Begitu ya......nah, tapi jika terlihat seperti itu kenapa tidak disadari ya"
"Ya, intinya seperti itu yang terjadi"
"Eh, apanya ?"
"Tidak adanya kesadaran itu. Baik Aki ataupun aku"
"Katou juga ?"
"Kalau Aki tidak ada keinginan khusus untuk menonjol, sedangkan aku tidak ada niat untuk tidak menonjol seperti ini"
"Ah......"
Karena hanya memikirkan mengenai diriku sendiri, aku mengabaikan perubahan halus ekspresi gadis di depan mataku.
"Biarpun begitu, Aki tidak mengenalku, dan aku kenal Aki"
Hanya sedikit terlihat sepi, hanya sedikit terlihat sedih, lalu hanya sedikit menyerah masuk ke ekspresi halus itu.
"Ketika dikatakan temanku, aku ini sepertinya kesannya tipis. Atau dengan segera menghilang......"
"Ah mengerti ! Sangat-sangat mengerti !"
"......sangat-sangat ?"
"Mengejutkan ! Katou cukup manis dan orang yang lebih terkenal menurutku !"
"......meski sampai hari ini tidak ingat nama dan wajahku ?"
"Kurasa begitu untuk pertama kalinya hari ini!"
Walau mungkin terlihat dengan sepenuh hati salah bicara dan menyambungnya dengan sepenuh hati, tapi bukanlah kebohongan untuk sementara atau pemanis mulut.
Dilihat secara objektif, Katou Megumi di hadapanku tidak salah lagi adalah gadis yang manis.
Hanya saja itu, kepribadian yang sampai tidak malu bicara denganku yang biasanya jarang ngobrol dengan gadis......
"Sudah, tidak perlu memikirkannya"
"Tidak, justru karena itu"
"Memang, aku ini kurang menarik ya"
"Kurang menarik......?"
Saat Katou mengutarakan kata-kata yang menyiksa diri itu, dalam diriku sesuatu yang panas mencetus dan membakar dadaku.
"Meski aku bukan Aki, nilaiku pun kurang lebih, tidak mengikuti ekskul, juga tidak menjadi petugas kelas"
Hal itu mungkin bentuk rasa tidak nyaman, atau kepasrahan, atau kemarahan.
"Teman-teman pun tidak ada, makanya dari sekarang aku tidak punya keberanian untuk membuat lebih banyak lagi"
Kata demi kata yang dipintal Katou tidak bisa menahan perasaanku, sebaliknya dengan cepat menaikkannya......
"Oleh karena itu tidak hanya Aki, tidak bisa diingat semuanya ya mau bagaimana lagi......"
"Tidak !"
"Eh......"
Makanya saat itu, aku menghantamkan tinju ke meja sambil berteriak.
"Katou...... kau bukannya kurang menarik !"
Sebagai tambahan aku berdiri, tinju yang dihantamkan kali ini kuangkat tinggi-tinggi.
Pada perubahanku yang tiba-tiba para tamu di sekitar terkejut dan memerhatikan meja ini.
"Kujamin itu ! Oleh karena itu, oleh karena itu Katou......"
"Te, tenang sedikit Aki"
Yang terkejut tidak hanya tamu di sekitar, Katou pun tampaknya sama saja.
Tapi, aliran perasaan panasku sudah tidak bisa dihentikan lagi.
"Maaf, aku sedikit menghebohkan"
Namun demikian, karena mau bagaimana lagi, mengangkat tangan sambil berdiri dilanjutkan dengan pidato, aku mengembus nafas panjang dan kembali duduk di sofa dengan perlahan......
"Karena yang terjadi tahun lalu......"
Kemudian kali ini aku dengan tenang memulai bicara.
"Tahun lalu maksudnya saat kelas satu ?"
"Bukan, kelas dua"
"? Huuh"
"Di kelas ada anak yang sangat tidak menarik"
"Siapa ? Apa aku juga kenal anak itu ?"
"Entahlah ? Bahkan gadis-gadis di kelas hampir semuanya cenderung mengucilkannya"
"Eh......begitu ya"
"Rambutnya dikepang, memakai kacamata, ada bintik di wajahnya, rasanya benar-benar pas seperti pola gadis yang tidak menarik"
"Hmmm, ada gadis seperti itu di kelas A ya ?"
"Tidak, kelas III"
"? Y, ya"
"Apalagi karena ia punya kompleks kuat terhadap kepribadian dan wajahnya, selalu terpancar aura negatif dahsyat perasaan 'orang seperti aku'."
"Ah, pastinya dalam satu tahun ada kira-kira satu orang seperti itu mungkin?"
Pada kata-kata yang kuceritakan dengan nada bicara yang tenang, dengan tenang pula Katou mengiyakan sambil mendengarkan baik-baik.
"Tapi......"
"Mmm"
Dari ekspresi itu, terlihat hanya sedikit kebingungan bercampur dengan hanya sangat sedikit minat.
"Betapa moenya......"
"Y, ya ?"
"Kepangan yang diikat kuat, kacamata bingkai hitam yang tidak modis, dan wajah yang selalu menunduk menyembunyikan bintik itu"
"Ya,ya ya ?"
"Sikap perasaan untuk menjauhkan orang ! Kekeraskepalaan yang sama sekali tidak melihat wajah orang ketika berbicara !"
"A, Aki......?"
"Anak itu, hanya padaku...... ah ini penting ! Anak itu hanya membuka hatinya padaku, apalagi karena membuka hatinya hanya aku...... ah yang ini sangat penting ! Hanya melihat ke arahku, hebat sekali kan, bagaimana Katou ? Hey !?"
"E, eeehh......sampai situ apa pun yang kau katakan, itu......"
"Ah......maaf"
Melihat ekspresi Katou yang tanpa disadari telah menjadi hanya kebingungan, aku yang menyadari kembali menarik perhatian tamu di sekitar , duduk lagi di sofa.
"Paling tidak, bagiku ia gadis terbaik. Makanya aku tidak mampu melepaskan pandanganku darinya......"
"Kau menyukainya ya, gadis itu"
"Ya, jika perkembangannya hanya sampai situ, seharusnya ia jadi istriku......"
"Ke-keputusan yang cepat. Padahal masih anak sma"
"Itu......setelahnya, terjadi semacam itu"
Tapi, pernah menenangkan diri itu buruk.
Karena cerita kelanjutan setelah kenangan bahagia ini, adalah ingatan yang terlalu pahit bagiku.
"Ah, mungkinkah......itu tidak berhasil ?"
"Masalahnya adalah, setelah jadian......"
Tapi karena telah menceritakan sampai sini, tidak menceritakan semuanya adalah ketidakjujuran pada Katou.
Aku menetapkan hati, menggerakkan dengan paksa mulut yang memberat.
"Gadis yang selalu menyukaiku itu ada. Tetapi, gadis yang kusukai sebagaimana adanya itu tidak"
"Itu......"
Setelah suatu hari, ia berubah......ia membuka ikatan rambutnya dan membuatnya berombak. Berhenti memakai kacamata dan memakai lensa kontak. Bintik pun, dihapuskan dengan dandanan tipis"
"Ah, ganti gaya"
"Kemudian tiba-tiba menjadi orang populer di kelas. Anak laki-laki di kelas semuanya menyambutnya dan mati-matian menarik perhatiannya......orang-orang yang sampai beberapa hari lalu sama sekali mengabaikannya ?"
"Aku mengerti ! Sebagai pacar kau khawatir kan"
"Nah pada akhirnya, mengerti karena tergantung pada prasangkanya 'karena jika jadi populer, sebagai pacar aku pun bisa membanggakan diri pada semua orang' saling menegaskan perasaan bersama masing-masing lagi"
"Woow, ketika kukira pembicaraannya sepertinya serius, ternyata cuma membanggakan pacarnya"
"Tidak !"
"Ttoto"
Pada kata-kata dan nada seperti mengejek itu, aku dengan keras menolaknya.
Meski aku berterimakasih dengan kebaikan Katou, sekarang aku tidak bisa menerima kelakar itu.
Karena ketidaknyamanan sebenarnya aku dengan gadis itu, justru setelah ini......
"Ketika aku gelisah karena gadis itu terkenal, entah bagaimana aku jadi mengingat rasa tidak nyaman yang aneh"
"Makanya apa itu bukannya gelisah ?"
"Awalnya kukira begitu......tapi, rasa tidak nyaman itu tidak menghilang setelah aku berbaikan dengannya"
"Eh, bagaimana bisa ? Gadis itu kan......"
"Yang kuharapkan bukanlah hal itu"
"Tapi gadis itu salah paham harapan aki kan ? Seandainya begitu rasanya memang sering terjadi ketidaknyamanan"
"Tidak, apalagi hal yang tidak wajarnya terlalu banyak"
"Tidak wajar maksudnya...... gadis itu berbohong ?"
Jika bohong tidak apa-apa.
Jika dibohongi, meski aku tersakiti, seharusnya rasa tidak nyaman akan terhapuskan.
Tetapi......
"Perkembangannya terlalu tiba-tiba"
"Perkembangan ?"
"Sampai jadian benar-benar baik. Perubahan hati gadis itu pun digambarkan dengan jelas menggunakan banyak event, jadi bisa luar biasa berempati"
"Event ? Gambaran ? Empati ?"
"Itu ya, bagian duanya setelah menembak dan diterima jadian, tanggalnya meloncat sekaligus, gambaran psikologisnya dibuang dengan sekuat tenaga, jalan pikirannya dengan cepat berubah menjadi sama sekali seperti lampu lalu lintas, tiba-tiba aku jadi tidak bisa mengikutinya"
"......bagian dua ?"
"Biasanya, hanya sedikit berbicara dengan heroine lain 'jika aku jadi seperti gadis itu, mungkin ia tidak akan lari' normalkah monolog seperti itu masuk?"
"............"
"Gah, Aku tidak mengerti ! Aku jadi ingin menghancurkan monitor dengan perkembangan sialan itu. Apa orang itu tidak punya kemampuan untuk menyusun cerita ? Apalagi aku mengerti dengan jelas dari tengah jalan mengerjakan sekedarnya. Meski entah muak atau tidak punya waktu kah, atau mungkin hanya tidak punya kemampuan aku tidak mengerti, tapi jika dilihat sebagai pengguna tidak peduli. Benar-benar penulis sialan, maxx aja sana !"
Karena kebenaran, justru karena kenyataan, jadi ada hal yang tidak bisa kumaafkan.
Kebenaran yang ringan lebih penuh dosa daripada dusta yang berat.
"A, anu, Aki......meski kurasa jangan-jangan"
"Apa ?"
"Mungkinkah gadis itu......istri yang dikatakan Aki......gadis anime ?"
"Sama sekali bukan lah"
"Ah, ma-maaf. Khayalanku sedikit mustahil......"
"Bukan anime tapi galge. 'Karamawari Kiss' yang dijual tahun lalu"
"......eh?"
"Ah tapi, kesalahpahaman Katou pun tidak jadi kesalahpahaman lagi dalam beberapa saat, tenang saja. Bagaimana pun juga, dalam galge yang diubah dari eroge keluaran tahun lalu, pembuatan pokoknya jumlah penjualannya kira-kira masuk top tiga, karena karya sebelumnya maker ini sudah dijadikan anime, gadis itu akan jadi 'gadis anime' tinggal persoalan waktu......bagaimana ?"
Ekspresi Katou tanpa disadari telah menjadi sangat datar.
"......oleh karena itu jadi kelas dua III ya. Menyesatkan, wajar aku tidak mengenalnya"
"Walau menurutku tidak wajar......tapi, jumlah yang terjual tiga puluh ribu judul"
"Haa......"
"Capek ?"
"Sedikit"
Meski aku terus-menerus bicara sendirian, entah mengapa Katou kelelahan.
Mungkinkah karena diperdengarkan ceritaku dengan semangat membara itu ?
Katou memang anak yang baik. Walau tidak menonjol.
"Lalu Aki, apa heroine game itu ?"
Oleh karena itu, dari semua kata-kata, terasa duri mulai sedikit mengintip, walau mungkin cuma perasaanku saja.
"Dengan kata lain yang ingin kukatakan adalah...... makanya Katou bukannya kurang menarik"
"Errr, kenapa cerita tadi ada hubungannya dengan itu ?"
Terasa dapat diketahui kejengkelannya dari ekspresinya mungkin hanya perasaanku saja.
"Kurang menarik itu sendiri saja adalah kepribadian yang kuat ! Karakter yang kuat !"
"Eeh"
"Rambut kepang, kacamata, bintik......jika unsur tidak menarik itu dengan tidak menariknya tak terelakkan lagi dikumpulkan dengan cepat, hal itu akan jadi pesona yang menarik orang. Gadis itu jadi yang terbaik bagiku !"
Tapi karena dihalangi oleh skenario ia berada di posisi empat kontes popularitas di homepage.
"Kalau Katou berkata teman-teman 'tidak terlalu banyak', gadis itu tidak punya seorang pun. Karena tidak ada keberanian untuk membuat teman bahkan seorang pun.
Mengeluh di kafe pada teman 'aku tidak punya banyak teman', atau bertekad mengikuti kegiatan ekskul untuk menambah teman, tidak ada satu pun yang bisa dilakukan.

"Katou yang sudah punya teman sejak dulu, sejak awal berada pada posisi yang berbeda"
Terlebih lagi, tidak berbincang dengan siapa pun, tidak terlalu sering ke sekolah, mendapat bullying dengan tidak menariknya dari grup perempuan......ah, dari grup laki-laki menerima gangguan seksual, latar tersebut tidak diadaptasi dari dunia sebenarnya tapi.
"Akan kukatakan lagi, Katou...... kau bukannya kurang menarik"
Walau kurang menarik tidak mencolok.
Tidak punya kepribadian juga ciri khas.
Hal itu jika dikatakan dengan singkat......
"Karaktermu telah mati !"
"............"
Kebetulan, jika ditambahkan beberapa kata......
"Bukan hanya karakter yang tidak berdiri ! Karakternya pun setengah-setengah !"
"............"
Akhirannya.
"Makanya sama sekali tidak menonjol !"
"............"
Menerima tatapan dan kata-kataku yang dipenuhi perasaan, mulut Katou melongo dan memandangku.
Tatapan itu, bagaimana ya, daripada tadi semakin bertambah kedatarannya, atau terlalu banyak kepribadian yang dihancurkan, tidak ada kesan yang tersisa dari ekspresinya.
"Eeemm, boleh aku bertanya sedikit ?"
"Apa ?"
"Artinya pengantar yang terlalu panjang tadi, bukan untuk membesarkan hatiku ?"
"Membesarkan hati ? Kenapa ?"
"......apalagi melindungiku malahan menolak. Aku lebih rendah daripada karakter game"
"Apa yang kau katakan, jika dikatakan tahun lalu tidak ada yang lebih moe dari gadis itu kan ? Jangankan di kenyataan, bahkan di dua dimensi pun"
"'Apa tidak terbalik susunan jangankan' dan 'bahkan' itu ?"
"Eh ? Kenapa ?"
"............"
"......Katou ?"
"............"
Matahari terbenam memasuki arah log house kafe.
Sampai semua soft cream pada danish di atas meja telah meleleh, Katou terus diam dan tidak bergerak.

※ ※ ※

"Haaaaa......"
Habis kerja paruh waktu, pulang, mandi, waktu ketika perlahan-lahan hari berganti.
Dengan kuat kurebahkan badan di tempat tidur.
Hari ini benar-benar melelahkan.....
Biar kukatakan demikian, perlahan tapi pasti bukannya badan terasa lelah yang nyaman, melainkan kelelahan mental lebih kuat terasa di kepala yang berkabut.

"Itu loh, saat libur musim semi, kau mengambilkan topiku kan. Baret putih"

"Haaaaaah~"
Yang melintasi kepalaku adalah kejadian saat pulang ke rumah.
......pertemuan kembali dengan Katou Megumi, gadis yang seharusnya ditakdirkan jadi main heroine.

'Ah, kalau itu sudah kuberikan pada anak keluargaku'

"Haaaaaaaaaah~~"
Meski seharusnya menemui kebetulan semacam itu dengan banyak terus bertambah, jauh dari jatuh cinta, hanya event paksaan yang mengejutkan sebagai ganti kurangnya drama.
Takdir yang tepat di prolog cerita, dampak pertemuan, kesan putih, Katou Megumi yang menjawab terlalu natural meski sebagai gadis, tidak terlalu banyak jumlahnya.
Jika akrab, memang akrab dan menyenangkan tapi bukannya aku tidak pernah memikirkan kalau flagnya tidak perlu dihancurkan dengan sebegitu sempurnanya.

'Ketika dikatakan temanku, aku ini sepertinya kesannya tipis'

Saat menutup mata, kuingat berbagai ekspresi gadis bernama Katou Megumi yang kulihat hari ini.

......pertama-tama, walau untuk sementara masih kuingat dengan jelas karena masih belum lewat satu bulan, bisakah kubayangkan dengan sama jelasnya kira-kira beberapa hari kemudian~ rasanya begitu.
"Tidak, walau manis ya"
Memang cantik sebagaimana yang kuberitahukan langsung pada orangnya sendiri.
Ini bukanlah pujian atau kata-kata rayuan.
Ekspresinya, walau tidak bisa dikatakan sampai sering berubah-ubah, tapi bukannya kurang, harusnya gadis bernama Katou Megumi telah menunjukkan lumayan bermacam-macam wajah asli.
Meski begitu, kenapa......
'Perasaan itu' sama sekali tidak muncul ?
Jika dikatakan dengan gaya sedikit lama 'berdebar' tidak datang ?
'Aku lebih rendah daripada karakter game'

"......hmmm, yaa"
Katou saat itu, sebagaimana yang diharapkan menampilkan ekspresi yang sedikit meninggalkan kesan.
Tapi, bahkan aku pun karena itu merasakan yang sama.
Masa gadis yang seharusnya dewi yang ditakdirkan membangunkan keinginan mencipta setelah sekian lama, aslinya karakter yang pendiriannya selemah itu dan tidak punya ciri khas.
Benar-benar, karakter setengah-setengah seperti itu, baru pertama kali......

Penokohan:
Heroine A (Nama belum ditetapkan)
Main Heroine. Gadis yang ditemui pada jalan lereng di mana sakura beterbangan.

"Uu~mm......?"
Tanpa membereskan pikiranku, kutarik proposal yang terkunci di laci meja
Lalu dengan segera mataku terhenti pada penokohan main heroine di halaman pertama yang tertulis besar-besaran.
Pada penokohan main heroine dengan nama belum ditetapkan (Katou Megumi)......

Di puncak tanjakan sebatang pohon sakura tua besar satu-satunya berkembang.
Terikat oleh kutukan yang diberikan pohon itu, ia hidup abadi selamanya sebagai jiwa sakura.
Protagonisnya ketika masih kanak-kanak telah bertukar janji dengan gadis itu......
Ketika menjaga janji itu dan keinginan gadis itu terwujud, kutukannya terhapus.
Saat itu, keberadaan gadis itu menghilang dari ingatan semua orang.

"Kutukan...... kah ?"
Mungkinkah, lemahnya kesan Katou adalah kutukan pohon sakura......tidak mungkin.
Sembari merasakan sakitnya kehabisan akal setelah satu bulan melihat deretan huruf itu, kugumpalkan seperti bola dan melemparnya ke tempat sampah.
Tentu saja tidak masuk, sampah kertasnya terselip ke bawah meja.
"Tidak berguna......buang"
Hanya bisa kehabisan akal lagi. Untuk pertama kalinya karakter sesusah ini.
Tidak, bukan maksudnya susah untuk digambarkan.
Atau walau bisa membuat tanpa memikirkan apa pun, benar-benar hanya bisa membuatnya.
Kemudian, sama sekali tidak bisa jadi heroine.
Melepaskan dari wilayah kawan heroine 1 itu hampir mustahil.
Tidak, bahkan kawan heroine 1 rintangannya tinggi. Kira-kira kawan 2.
Ya, sama sekali tidak mungkin.
Rencana ini, tidak bisa dilanjutkan.
Kesulitan sebesar ini, alasan untuk menjatuhkannya......
"......tunggu ?"
Tetapi saat berikutnya, aku meloncat dari tempat tidur dan terjun ke bawah meja.
Terlalu setengah-setengah itu bukannya satu ciri khas ?
Kesulitan yang tak terkira itu, standar titik yang membara kan......?

※ ※ ※

Kemudian pagi keesokan harinya......
"Yo, pagi Katou !"
"Ah, pagi Aki"
"............"
"Apa ?"
"Tidak, sampai sekarang kau tidak berubah~"
Katou Megumi yang ditemui di tengah jalan menuju sekolah dengan normal, dari lubuk hati dengan sangat normal mendekatiku.
"Ini, bukan dengan bermain satu hari jadi terlalu familier seperti ini kan, normal"
"Tidak-tidak, sebaliknya, sebaliknya"
"Sebaliknya ?"
"Kau tidak mengucilkanku atau melototiku"
"Ah, hal yang begitu"
"Bukannya aku yang blak-blakan kemarin mengatakan hal-hal yang sangat-sangat kejam ? Karakternya tidak berdiri lah, setengah-setengah lah......"
"Ya~, sangat tidak sopan kurasa ?"
"......marah ?"
"Kalau itu, bukannya aku tidak marah, alasan mengucilkan pun bukannya tidak ada, tetapi"
"Tapi ?"
"Tapi, hal pertama di pagi hari, ini pun jika dibicarakan seperti tidak ada apa-apa dan penuh dengan semangat, 'ah yang kemarin bukan masalah besar', begitulah menurutku"
"Katou, kau......"
Betapa santainya......
"Ng ? Mengatakan sesuatu ?"
"Terima kasih telah memaafkanku......"
"Tidak apa-apa. Aku juga berterima kasih atas traktir kemarin"
Kenyataannya, Katou benar-benar orang yang baik.
Tenang, rasional, lembut, akrab, teman yang bisa menangkan.
Makanya aku berterima kasih. Walau berterima kasih......aku merasa menyadari masalahnya.
"Setelah ini pun jika melakukan sesuatu ajak aku ya. Bicara dengan Aki tidak membosankan"
Kenapa di sini tidak ada reaksi yang berlebihan.
Tidak adakah rasa tegang antara laki-laki dan perempuan ?
Apa tidak mungkin bagimu untuk marah atau sedih ?
Itu artinya, diskualifikasi sebagai heroine kan......?
"Ah~ mengenai masalah itu tenang saja"
Tidak bisa begitu Katou.
Jika kamu tidak maju kemuka selangkah, kamu tidak akan maju ke muka kan ?
"Karena bagaimana pun juga dari sekarang, kamu akan menghabiskan waktu bersamaku setiap sehari sepulang sekolah"
"Penembakan ?"
"Jika menurutmu begitu bagaimana jika lebih gelisah ?"
Ekspresi Katou jadi kurang lebih sama datarnya dengan kemarin.
"Lagi, Katou !"
"Y, ya ?"
Jadinya, aku yang merasakan firasat buruk dengan paksa melanjutkan cerita......
"Aku, akan menjadikanmu seperti main heroine yang membuat jantung berdebar-debar !"
"......"
"......katakan sesuatu dong"
"......boleh mengatakan apa saja ?"
Ketika dengan paksa melanjutkan cerita pun, memang seperti kemarin, kepribadiannya menghilang dari ekspresi dengan cepat.
"P,pokoknya, ini ! Lihatlah ini !"
"Surat cinta ?"
"Makanya, kalau menurutmu begitu, jawablah dengan lebih dramatis dong"
"......proposal ?"
"Kau orang yang melanjutkan cerita tanpa memikirkan jawaban orang ya"
"......apa-apaan ini ?"

Judul:
Belum ditetapkan (Megu-tan no Love Love Summer Vacation ?)
Genre:
Belum ditetapkan (Love Adventure, Love Simulation, Desktop Accessory, dsb)
Konsep Karya:
Menampilkan main heroine karya ini Katou Megumi (alias) sepenuhnya,
hanya satu tujuan terbesarnya yaitu menarik keluar pesonanya secara maksimal.

"Karena itulah proposal. Untuk galge"
"............"
"Biarpun begitu, karena untuk merealisasikannya ke perdagangan tidak ada kenalan atau uang, kurasa doujin"
"............"
"Lalu, paspor untuk membuat karakter Katou Megumi menjadi heroine yang memesona"
"...... karena walau kurasa apa yang dikatakan Aki sangat menyakitkan kepekaanku itu kuno ?"
"Tidak apa-apa, aku pun ada sedikit perasaan kelewatan"
"Sedikit......"
"Ngomong-ngomong, di halaman berikutnya latar yang sedikit lebih mendetail......"

Penokohan:
Katou Megumi (Alias)
Gadis yang ditemui pada jalan lereng di mana sakura beterbangan.
Akademi Toyogasaki kelas 2.
Tinggi: Diisi orangnya sendiri
Berat: Diisi orangnya sendiri
Dada: Diisi orangnya sendiri
Pinggang: Diisi orangnya sendiri
Pinggul: Diisi orangnya sendiri
Hobi: Diisi orangnya sendiri
Keahlian khusus: Diisi orangnya sendiri
Antusiasme: Walau sedikit memalukan tapi aku akan berusaha keras. Tolong ya ♪

"......hey"
"......bagaimana ?"
"Berat dan tiga ukuran ini aku menulisnya ? Sendiri ?"
"Yah, memang data mengenai itu aku tidak memilikinya"
"Kau tidak mengatakan pelecehan seksual seperti ini?"
"Bicara apa kau, setelah ini Katou kan menjadi heroine galge ? Bukan waktunya memikirkan informasi pribadi"
"......Walau terlalu banyak untuk disebutkan bermacam-macam bagian yang ingin kubahas, pertama kenapa hanya komentar yang dimasukkan ? Apalagi ada ♪ nya"
"Aku hanya bisa mewakili perasaanmu"
"......Aki, kau yakin hari ini aku memaafkanmu ?"
"Aku benar-benar sangat menyukai anak baik seperti Katou"
"Mungkin aku sedikit salah membaca ketidaktahumaluan Aki"
"Lihat, memang tidak marah dan merasa malu, memang terbaik !"
Biar mengatakan 'apa aku tidak bisa sedikit membiarkanmu ?' pun, sepertinya akan diakhiri sebagai lelucon.
Yah, tapi bagian itu adalah masalahnya.
Saat seperti itu, pasangan yang menimbulkan rasa ingin melindungi, perasaan bersalah, marah besar atau meratap punya pengaruh yang besar sekali......di galge.
"Naa, Katou......oleh karena itu kita tuju bersama kah?"
"Makanya, apa ?"
"Heroine galge"
"............"
"Manis, karakternya berdiri, memesona, ketika memainkan gamenya siapa pun ingin menjadikannya 'istriku', apa kau tidak ingin mencoba jadi heroine paling populer seperti itu ?"
"Maaf, sudah kuduga aku tidak mengerti arti pembicaraanmu"
"Yah, tentunya aku mengerti kau ragu. Aku pun ada saatnya hanya berlari dengan kuat"
"Jika kau mengerti aku ingin kau menggunakan rem tapinya"
"Biarpun begitu, biarpun begitu, aku......"
"A, Aki......?"
"Aku ingin menjadikan Katou heroine. Aku ingin membuat game yang membuat gadis bernama Katou Megumi pemeran utamanya !"
Pada teriakan yang dipenuhi perasaan panasku, Katou menerimanya dengan pandangan yang tidak hanya sedikit datar.
"......bagaimana ?"
Ngomong-ngomong sekarang masih menuju ke sekolah.
"Kemarin kau bilang kan ? Karakterku tidak berdiri. Setengah-setengah pula"
Tetapi tidak apa-apa. Karena sebentar lagi waktu lonceng pertama berbunyi, tidak seorang pun teman sekelas yang ada di sekitar.
......eh, tidak terlalu tidak apa-apa kan.
"Akan tetapi, kenapa Aki mengkhawatirkanku sepert ini?"
"Itu......"

Terpikat sejak saat pertama bertemu.
Ketika bertemu kembali, langsung mimpiku hancur.
Tetapi, aku tidak bisa menyerah.
Berulang kali pun menutup mata, saat itu......
Bayanganmu yang memakai gaun one-piece putih muncul dalam kelopak mataku.
Kemudian, di depan mataku, kamu yang berseragam menutupinya.
......tersenyum di sampingnya, bayanganmu semakin menumpuk.
Aku sudah tidak bisa membohongi perasaanku lagi.
Walau pun jika aku tidak terbayang di bola matamu.
Karena itu, aku ingin membuktikannya.
Kalau pertemuan kita, di bawah pohon sakura itu adalah hal yang benar,
ditakdirkan untukku dan untukmu.
Kemungkinan bahwa aku bisa menjadi kekasih perempuan yaitu kamu.
Akan datang suatu hari, ketika kau akan melihat aku, sebagai seorang laki-laki.

"Lalu, walau ada monolog protagonisnya di halaman berikutnya, bagaimana perasaan seperti ini ?"
"Aki, kau serius ada keinginan mengajakku ?"
"Ya~, memang laki-laki yang dahulu keluar itu kurang baik, seperti bocah yang suka memonopoli wanita perawan"
"Makanya aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan"
Seperti itulah, perundingan hari ini berakhir dengan kegagalan.
Alasannya karena beberapa detik setelahnya, kami yang mendengar lonceng pertama bergema di kejauhan, dengan cepat menghentikan perundingan dan berlari menuju sekolah dengan pucat.
Yah, biarpun begitu aku tidak merasa pesimis.
Dari awal, aku tidak merasa akan selesai membujuknya dalam dua atau tiga hari.
Setelah ini pun, setiap hari dengan keras kepala berunding, memakan berminggu-minggu, atau berbulan-bulan pun, pastinya aku akan membuat Katou berpaling.
Karena aku tidak akan pernah menyerah, Katou......

※ ※ ※

Lalu, pagi keesokan harinya lagi.
"A, Aki, kemarin aku coba memikirkannya, ya, kalau sepulang sekolah, saat ini aku tidak ada ekskul atau kerja paruh waktu, aku pun tidak ada keinginan belajar dengan sangat giat, aku akan menemanimu"
"Katou, kau......murah pun ada batasnya"

Dengan demikian, berdirilah klub pembuatan galge kami.


akan bertapa berhari-hari untuk bab 3-5 :ngacir
だが男だ
User avatar
Mikia
Mikuru's Master
 
Posts: 29
Joined: Tue Dec 25, 2012 9:35 am

Re: Saenai Heroine no Sodatekata (Teaser) Bahasa Indonesia

Postby Mikia » Sun May 04, 2014 5:34 am

err, ada yang mau bantu saia buat halaman proyeknya ?

sudah 67 % selesai, tinggal bab 6, epilog & penutup
だが男だ
User avatar
Mikia
Mikuru's Master
 
Posts: 29
Joined: Tue Dec 25, 2012 9:35 am

Re: Saenai Heroine no Sodatekata (Teaser) Bahasa Indonesia

Postby kyuudere » Fri Jun 06, 2014 12:39 am

waw, thanks udah repot2 sampe translate sendirian :)

Saya juga kepikiran mau nyoba2 translate ini, sekalian belajar gitu :p
Eh, taunya rada susah + banyak kesibukan :v

Eh btw , ini Mikia-san translator fasih baca Kanji Jepang kah ? dan kalau mau ikut bantuin translate harus fasih baca kanji juga kah ?

saya sendiri sudah bisa sampe tahap mengartikan per kalimat ke bahasa Inggris pake Tagaini Jisho
tapi hasilnya kacau grammar nya >W<
haha, jadinya saya kepikiran ke bahasa Indonesia ajah :3

Ah~saya nggak janji juga langsung bisa sih, karena beberapa kesibukan dalam 1 bulan ini (UAS) *tehee

jadi kalau sempat mungkin saya ikut2 bantu :)

/ mungkin paling mentok saya cuma bisa bantu2 menyunting/memoles kata2 nya doang (haha)
User avatar
kyuudere
Kyonist
 
Posts: 12
Joined: Thu Apr 24, 2014 5:36 am

Re: Saenai Heroine no Sodatekata (Teaser) Bahasa Indonesia

Postby cucundoweh » Fri Jun 06, 2014 4:23 am

Betewe, ini agan "kyuudere" yang biasanya mejeng di chatango, gak...?
Maaf kalau misalnya salah orang...
Tapi kalau iya, ntar ane PM... Tenang aja, gak ada maksud aneh-aneh kok... hkhkhk...
"Jangan sembarangan... kami naik motor bukan karena kurang mampu... tapi uangnya saja yang belum cukup." Vincent, Club 80', Indonesia Lawak Klub.
User avatar
cucundoweh
馬鹿月の衛星保障機構 [F.S.B]
 
Posts: 150
Joined: Wed Jun 26, 2013 6:01 am
Location: Indonesia

Re: Saenai Heroine no Sodatekata (Teaser) Bahasa Indonesia

Postby kyuudere » Fri Jun 06, 2014 7:18 am

cucundoweh wrote:Betewe, ini agan "kyuudere" yang biasanya mejeng di chatango, gak...?
Maaf kalau misalnya salah orang...
Tapi kalau iya, ntar ane PM... Tenang aja, gak ada maksud aneh-aneh kok... hkhkhk...


Haha iya :3 /

oke :)

~btw kayak nya Mikia-san cukup cepet dalam mentranslate- gak jadi proyek full beneran ajah ? <3

barangkali banyak yg mau bantu ~haha :D /

*mengingat anime-nya bakal tayang winter depan <3
User avatar
kyuudere
Kyonist
 
Posts: 12
Joined: Thu Apr 24, 2014 5:36 am

Re: Saenai Heroine no Sodatekata (Teaser) Bahasa Indonesia

Postby Mikia » Fri Jun 06, 2014 9:31 am

kyuudere wrote:
cucundoweh wrote:Betewe, ini agan "kyuudere" yang biasanya mejeng di chatango, gak...?
Maaf kalau misalnya salah orang...
Tapi kalau iya, ntar ane PM... Tenang aja, gak ada maksud aneh-aneh kok... hkhkhk...


Haha iya :3 /

oke :)

~btw kayak nya Mikia-san cukup cepet dalam mentranslate- gak jadi proyek full beneran ajah ? <3

barangkali banyak yg mau bantu ~haha :D /

*mengingat anime-nya bakal tayang winter depan <3


sudah selesai sampai penutup Image
tinggal nyusun halaman gambar, kalau gak ada faktor luar yang mengganggu, paling lambat minggu sudah diupload Image

ih soal kanji (kosakata) gak perlu fasih baca, kan masih ada kamus, yang penting ngerti struktur kalimat
dan hal itu berlaku juga untuk bahasa lainnya Image

Eriri Image
だが男だ
User avatar
Mikia
Mikuru's Master
 
Posts: 29
Joined: Tue Dec 25, 2012 9:35 am

Re: Saenai Heroine no Sodatekata (Teaser) Bahasa Indonesia

Postby Tony Yon » Fri Jun 06, 2014 2:19 pm

aku sudah agak luang, butuh bantuan? :D
Basically KIA
User avatar
Tony Yon
Kyon's Imouto-Chan
 
Posts: 468
Joined: Sun Jan 22, 2012 12:53 am
Location: wish-crushing cinema

Re: Saenai Heroine no Sodatekata (Teaser) Bahasa Indonesia

Postby cucundoweh » Fri Jun 06, 2014 4:17 pm

kyuudere wrote:
cucundoweh wrote:Betewe, ini agan "kyuudere" yang biasanya mejeng di chatango, gak...?
Maaf kalau misalnya salah orang...
Tapi kalau iya, ntar ane PM... Tenang aja, gak ada maksud aneh-aneh kok... hkhkhk...


Haha iya :3 /

oke :)


Sip... Silakn cek PM gan...
"Jangan sembarangan... kami naik motor bukan karena kurang mampu... tapi uangnya saja yang belum cukup." Vincent, Club 80', Indonesia Lawak Klub.
User avatar
cucundoweh
馬鹿月の衛星保障機構 [F.S.B]
 
Posts: 150
Joined: Wed Jun 26, 2013 6:01 am
Location: Indonesia

Re: Saenai Heroine no Sodatekata (Teaser) Bahasa Indonesia

Postby Mikia » Fri Jun 06, 2014 9:59 pm

Tony Yon wrote:aku sudah agak luang, butuh bantuan? :D



bantu buat halaman proyek dan semacamnya kk Image

masih bingung penamaan gambar & resolusinya Image
だが男だ
User avatar
Mikia
Mikuru's Master
 
Posts: 29
Joined: Tue Dec 25, 2012 9:35 am

Re: Saenai Heroine no Sodatekata (Teaser) Bahasa Indonesia

Postby Tony Yon » Sat Jun 07, 2014 8:35 am

ok kuusahakan besok pagi..
Basically KIA
User avatar
Tony Yon
Kyon's Imouto-Chan
 
Posts: 468
Joined: Sun Jan 22, 2012 12:53 am
Location: wish-crushing cinema

Re: Saenai Heroine no Sodatekata (Teaser) Bahasa Indonesia

Postby Tony Yon » Sat Jun 07, 2014 6:24 pm

Basically KIA
User avatar
Tony Yon
Kyon's Imouto-Chan
 
Posts: 468
Joined: Sun Jan 22, 2012 12:53 am
Location: wish-crushing cinema

Next

Return to Indonesian

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest