<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=180.253.20.190</id>
	<title>Baka-Tsuki - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=180.253.20.190"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Special:Contributions/180.253.20.190"/>
	<updated>2026-05-20T21:48:21Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_7_Bab_11&amp;diff=242270</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 11</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_7_Bab_11&amp;diff=242270"/>
		<updated>2013-04-14T14:09:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;180.253.20.190: /* Chapter 11 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 11==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatap pesan singkat di layar kecil Hand Phone-nya dan mengulang kata – kata  yang sama dalam hatinya . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana ini mungkin terjadi ? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana ini mungkin ? Yuuki telah aktif mengambil bagian dalam segala jenis aktivitas , danDokter Kurahashi bahkan bilang bahwa tumor di dalam kepalanya telah menghilang . Baru baru ini  , telah ada orang yang terinfeksi mampu untuk menahan rintangan virus setelah terinfeksi HIV selama lebih dari 20 tahun . Yuuki baru 15…hidupnya baru akan dimulai ! Kondia memburuk , namun sampai sekarang , dia mempunyai beberapa infeksi oportunis yang menyebabkannya jatuh sakit , jadi Yuuki akan dengan pasti dapat bertahan . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Asuna sendiri mempunyai firasat lain . Ini adalah pertama kalinya dokter mengirim sebuah pesan ke dirinya secara langsung . Dengan kata lain , ini mungkin sebuah pemeberitahuan – bahwa saatnya telah tiba . Setiap malam , dia takut akan saat itu , dia akan selalu mencoba sebaik mungkin untuk menghilangkan emosi itu . Sekarang , saat itu telah tiba . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu mempunyai dua pemikiran yang saling berseteru sembari dia tetap terpaku di tempat ia berpijak untuk beberapa waktu sebelum berkedip dengan keras dan bersiap untuk mengirim pesan baru . Dia mengirim sebuah surat dengan maksud yang sama ke Kirito , Lisbeth dan teman – teman dan juga Shiune dan yang lainnya . Setelah itu , Asuna dengan segera mengganti pakaian rumahnya , dank arena dia tak mau menghabiskan waktu untuk memilih pakaian , dia secara sistematis mengenakan pakaian sekolahnya . Dia menggunakan sepatunya dan berlari keluar rumah . Cahaya petang yang lembut telah terpantul di salju putih yang tersisa di jalan memasuki mata Asuna . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini Minggu di minggu terakhir Maret , 2pm . Para pejalan kaki di jalanan tampak seperti mereka sudah tak sabar dan tak dapat menunggu musim semi datang sembari mereka berjalan dengan riang . Asuna melewati mereka dan berlari menuju stasiun . &lt;br /&gt;
Dia tak dapat mengingat bagaimana dia memastikan dimana keretanya akan pergi atau bahkan kemana dia pergi . Saat dia sadar , Asuna menemukan dirinya sedang berlari ke gantri . Jauh didalam pikirannya , terasa seperti disana ada migren , seraya pikirannya terus muncul dan menghilang . &lt;br /&gt;
Asuna mengkertakkan giginya dan berkata , “ Yuuki , bertahanlah .” dan berlari ke dalam taxi yang tiba di tempat tunggu . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya ketidak sabarannya disadari . Saat Asuna baru akan menjelaskan maksud kedatangannya , sang perawat dengan segera memberikan kartu izin masuk dan memeberitahunya untuk cepar-cepat ke lantai teratas dari bangunan pusat .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dengan tergesa – gesa menunggu nomor yang mengindikasikan nomor lantai naik . Dia dengan kikuk menggunakan kartu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-Tapi saat ini , Asuna hanya bisa melebarkan matanya di layar .&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>180.253.20.190</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_7_Bab_11&amp;diff=242269</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 11</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_7_Bab_11&amp;diff=242269"/>
		<updated>2013-04-14T14:08:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;180.253.20.190: /* Chapter 11 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Chapter 11==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatap pesan singkat di layar kecil Hand Phone-nya dan mengulang kata – kata  yang sama dalam hatinya . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana ini mungkin terjadi ? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana ini mungkin ? Yuuki telah aktif mengambil bagian dalam segala jenis aktivitas , danDokter Kurahashi bahkan bilang bahwa tumor di dalam kepalanya telah menghilang . Baru baru ini  , telah ada orang yang terinfeksi mampu untuk menahan rintangan virus setelah terinfeksi HIV selama lebih dari 20 tahun . Yuuki baru 15…hidupnya baru akan dimulai ! Kondia memburuk , namun sampai sekarang , dia mempunyai beberapa infeksi oportunis yang menyebabkannya jatuh sakit , jadi Yuuki akan dengan pasti dapat bertahan . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Asuna sendiri mempunyai firasat lain . Ini adalah pertama kalinya dokter mengirim sebuah pesan ke dirinya secara langsung . Dengan kata lain , ini mungkin sebuah pemeberitahuan – bahwa saatnya telah tiba . Setiap malam , dia takut akan saat itu , dia akan selalu mencoba sebaik mungkin untuk menghilangkan emosi itu . Sekarang , saat itu telah tiba . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu mempunyai dua pemikiran yang saling berseteru sembari dia tetap terpaku di tempat ia berpijak untuk beberapa waktu sebelum berkedip dengan keras dan bersiap untuk mengirim pesan baru . Dia mengirim sebuah surat dengan maksud yang sama ke Kirito , Lisbeth dan teman – teman dan juga Shiune dan yang lainnya . Setelah itu , Asuna dengan segera mengganti pakaian rumahnya , dank arena dia tak mau menghabiskan waktu untuk memilih pakaian , dia secara sistematis mengenakan pakaian sekolahnya . Dia menggunakan sepatunya dan berlari keluar rumah . Cahaya petang yang lembut telah terpantul di salju putih yang tersisa di jalan memasuki mata Asuna . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini Minggu di minggu terakhir Maret , 2pm . Para pejalan kaki di jalanan tampak seperti mereka sudah tak sabar dan tak dapat menunggu musim semi datang sembari mereka berjalan dengan riang . Asuna melewati mereka dan berlari menuju stasiun . &lt;br /&gt;
Dia tak dapat mengingat bagaimana dia memastikan dimana keretanya akan pergi atau bahkan kemana dia pergi . Saat dia sadar , Asuna menemukan dirinya sedang berlari ke gantri . Jauh didalam pikirannya , terasa seperti disana ada migren , seraya pikirannya terus muncul dan menghilang . &lt;br /&gt;
Asuna mengkertakkan giginya dan berkata , “ Yuuki , bertahanlah .” dan berlari ke dalam taxi yang tiba di tempat tunggu . &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya ketidak sabarannya disadari . Saat Asuna baru akan menjelaskan maksud kedatangannya , sang perawat dengan segera memberikan kartu izin masuk dan memeberitahunya untuk cepar-cepat ke lantai teratas dari bangunan pusat .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dengan tergesa – gesa menunggu nomor yang mengindikasikan nomor lantai naik . Dia dengan kikuk menggunakan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-Tapi saat ini , Asuna hanya bisa melebarkan matanya di layar .&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>180.253.20.190</name></author>
	</entry>
</feed>