<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=202.153.229.116</id>
	<title>Baka-Tsuki - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=202.153.229.116"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Special:Contributions/202.153.229.116"/>
	<updated>2026-04-09T20:46:34Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:The_Day_Before&amp;diff=227062</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:The Day Before</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:The_Day_Before&amp;diff=227062"/>
		<updated>2013-02-18T19:29:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;202.153.229.116: /* Bagian 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Sehari Sebelumnya==&lt;br /&gt;
[[Image:Sword Art Online The Day Before - 000.jpg|300px|center]]&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu Standar Aincrad, Tahun 2024, Tanggal 23 Oktober, 9 PM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku, swordsman level 96, Kirito, telah melamar Asuna level 94 Fencer, dan dia menerimanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja ini terjadi di VRMMO bernama Sword Art Online — kejadian di dalam sebuah RPG. Di dunia nyata aku dan Asuna belum pernah bertemu sama sekali, dan yang paling penting aku belum berada pada usia yang diijinkan untuk menikah secara hukum — mungkin Asuna sedikit lagi mencapai umur tersebut dalam hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu permainan apa yang pertama kali menerapkan «Sistem Pernikahan», namun pernikahan diantara sesama karakter sudah populer di dunia MMO, bahkan sejak duapuluh tahun yang lalu. Berbagai macam keuntungan diberikan kepada kedua «pasangan» hampir di semua seri, jadi banyak kejadian dimana perkawinan dilakukan hanya dilakukan untuk tujuan tersebut, dan tentu saja ada pemain yang menikah sebagai bagian dari mereka untuk sungguh-sungguh melakukan &#039;roleplaying&#039;, dan tampaknya ada beberapa pernikahan di dalam game akhirnya menjadi pernikahan di dunia nyata. Tentu saja ini hanya asumsi dari diriku sendiri, tapi aku percaya apabila semua pemain MMO di seluruh dunia diberikan pertanyaan «Apakah anda memiliki pengalaman menikah di game?», mungkin lebih dari setengah akan memberikan jawaban ya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, meskipun itu sangat disesalkan (aku tidak tahu apa aku harus menggambarkannya seperti itu), aku tidak pernah menikah dengan siapa pun dalam semua MMORPG yang pernah aku mainkan selama ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya adalah —well, mungkin karena kelemahan komunikasi interpersonal-ku, disamping itu aku benar-benar tidak mengerti konsep dari sebuah «Pernikahan dalam Game». Apabila karakter laki-laki, Kirito yang dikendalikan olehku menikah dengan karakter perempuan, Dareko&amp;lt;ref&amp;gt;saya menggunakan bahasa Jepang aslinya, kalau diterjemahkan seorang perempuan&amp;lt;/ref&amp;gt;, yang dikontrol oleh seorang perempuan, atau seorang laki-laki (bisa saja ini terjadi) yang ada di suatu tempat di dunia ini, apa tidak masalah bagiku untuk mengartikan aku sebagai party permanen dengan Dareko-san? Atau haruskan aku meningkatkan &#039;roleplaying&#039;-ku untuk mencintai Dareko-san itu? Atau mungkin-aku harus mewaspadai mahluk tertentu yang berada di belakang Dareko-san?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, bukannya aku tidak pernah punya mengalami pengalaman menerima tawaran, &amp;quot;Mau menikah (〃 ^ ▽ ^ 〃)&amp;quot;, dari karakter wanita yang terdaftar sebagai teman atau anggota guild dalam game lain yang pernah kumainkan sebelum SAO. Namun, dalam setiap kasus-kasus tersebut, aku akan membeku di depan monitor sambil berkeringat dingin dan akhirnya memberikan jawaban seperti &amp;quot;（´ノω；｀）&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terlalu berhati-hati, terlalu analitis, terlalu gugup, bahkan aku pikir begitulah diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, pada dasarnya kenapa aku begitu larut dalam game MMO adalah karena MMO hanyalah dunia sementara. Dibalik setiap dan masing-masing karakter, terdapat pemain yang tidak kita ketahui umur dan jenis kelaminnya. Hasilnya, pasti kita akan bertanya-tanya &amp;quot;Siapa sebenarnya orang ini?&amp;quot;. Setiap orang bukanlah diri mereka sendiri, termasuk juga diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, bagiku sistem «Pernikahan» ada untuk mengadu langsung anggapan itu. Walaupun pernikahan itu dilakukan didalam game, orang itu akan menjadi sadar diri bila dihubungkan dengan orang tertentu melalui hubungan khusus tersebut. «Orang Tertentu» yang menggerakkan mouse dan mengetik keyboard di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, aku selalu menghindar untuk menjadi permanen partner dengan orang di net game dan tentu saja itu tidak berubah di game kematian ini, Sword Art Online. Tidak, dengan avatar yang menggunakan penampilan asli, menambah lebih banyak alasan untuk menjaga jarak dengan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, yang perlahan-lahan membuyarkan, mengecilkan, dan akhirnya menghancurkan kegelisahan —atau lebih tepatnya kecurigaanku, tentu saja adalah Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurang dari dua tahun semenjak dimulainya game kematian ini, meskipun berada di situasi yang berbeda-beda gadis itu tidak pernah menghilang dari pandanganku. Dia adalah anggota party pertama-ku, dan tak lama setelah itu menjadi rekan dalam group clearing meskipun dia telah bergabung dengan guild Knights of Blood. Ada suatu ketika kami menyelidiki kasus pembunuhan aneh bersama-sama dan di waktu lain aku meminta dia untuk memasakkan bahan makanan grade-S. Melalui interaksi bersama Asuna itu aku menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia ini -dan pastinya di dunia nyata juga, mungkin juga di game MMO non-fulldive yang kumainkan sebelum SAO, bahwa yang menentukan apakah orang-orang yang di hadapanku adalah yang sebenarnya adalah diriku sendiri. Jika aku meninggalkan keraguan dan jarak, mereka hanya akan menjadi sebuah kebohongan. Jika aku memberikan kepercayaan dan kompromi ke dalamnya, mereka akan menjadi sebuah kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, tepat di hadapanku, ada seorang swordswoman bernama Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menikmati setiap waktu yang kuhabiskan dengannya. Asuna bertarung, Asuna tertawa, bahkan ketika Asuna marah, menyaksikan setiap dan semua momen tersebut menumbuhkan emosi kuat dalam hatiku. Dia selalu dalam jangkauanku dan jelas dia juga tertarik. Ketika aku melihat Asuna sekarang, aku tidak merenungkan apakah dirinya yang sekarang adalah yang sebenarnya, tidak sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, aku melamar Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau boleh berbicara jujur, bukannya semua keraguanku telah menghilang. Aku masih tidak memiliki keyakinan untuk mengklaim bahwa emosi yang selalu mencari Asuna ini adalah apa yang disebut «Cinta». Aku selalu menjaga jarak dengan keluargaku di dunia nyata, dan semenjak aku datang ke dunia ini aku terus menerus bersikeras mempertahankan &#039;solo playing&#039;-ku, membuatku bertanya apakah aku memiliki hati untuk mencintai orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, aku berpikir mungkin aku bisa menemukan jawaban dari keraguan terakhirku bila aku bersama Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-Dan, dari semua itu adalah «pemahaman pernikahan di SAO» maka aku telah tiba sejauh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada topik lain, karena ini benar-benar sebuah pernikaham, meskipun itu terjadi dalam dunia permainan, masih ada aspek materi adat untuk itu. Untuk lebih spesifiknya, apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan rumah baru, boleh dibilang seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara natural kami akan hidup bersama setelah menikah, dalam hal ini, bahkan sebelum mempertimbangkan tempat pelarianku di gang-gang belakang kota utama Algade di lantai limapuluh, mansion Asuna yang berada di Salemburg, di lantai keenampuluh satu terlalu sempit untuk kita berdua. Belum lagi dengan mengesampingkan masalah area fisiknya, ada keadaan yang memaksa kita tidak dapat hidup bersama di tempat tinggal kita saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sub-Leader dari Guild «Knights of the Blood», Asuna sang «Flash» boleh dibilang merupakan pemain yang paling diidolakan di Aincrad saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hampir selalu di peringkat pertama dalam jajak pendapat popularitas pemain di surat kabar yang diterbitkan oleh broker informasi, bahkan memiliki beberapa klub penggemar dengan toko besar yang menawarkan debut, bukan debut CD, tapi debut RC (Recording Crystal), meskipun sepertinya dia mengusir mereka dengan tusukan rapier-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya seperti telah bertahun-tahun sejak fase «Gadis Kecil Berkerudung Merah» pada awal game kematian ini ketika dia terus menerus mengenakan cape berkerudungnya, tetapi bila publik mengetahui pernikahan idol seperti itu, bukan tidak mungkin itu akan menjadi berita bagi setiap dan semua surat kabar, semuanya sekaligus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak fansnya akan mengeluh dan mengerang, dan bisa saja terbentuklah sebuah energi dan terubah menjadi sebuah serangan dengan properti curse, menyebabkan pasangannya, yaitu aku, mengalami kesialan—bahkan jika kita mengesampingkannya, diinterogasi atau hal seperti itu tidak akan mungkin aku dapat menikmati kehidupan sebagai pengantin baru, maka aku akan tetap menyembunyikan kenyataan di balik pernikahan ini semampu yang aku bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, kami banyak mengirimkan pesan kepada teman-teman Asuna, dan sedikit dari teman-temanku, jadi kami tidak berharap berada dalam kerahasiaan dalam waktu yang lama, namun demikian kami tidak berada dalam posisi untuk menikmati bulan madu kami terlalu lama. Baru empat hari berlalu sejak bos lantai Tujuhpuluh empat, «The Gleameyes», berhasil dikalahkan dan membutuhkan beberapa waktu sebelum ruang bos berhasil ditemukan di lantai Tujuhpuluh lima, lini depan saat ini. Namun baik aku dan Asuna tidak mempunyai pilihan lain untuk berpartisipasi dalam pertempuran boss tersebut, meskipun kami dapat meninggalkan pemetaan labirin di menara tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, jika kami bisa memiliki waktu selama sepuluh hari... tidak, dua minggu... sampai hal itu terjadi, maka kami harus segera mencari rumah di mana kami bisa menghabiskan waktu dengan sedikit lebih damai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kami me-list semua item yang telah kami kumpulkan selama gameplay kami di bagian rahasia surat kabar, mengkonversi hampir semua yang tidak kami butuhkan menjadi Col, kita mungkin hanya bisa membeli satu rumah di dalam area... atau dengan kata lain, di dalam kota. Namun jika kita mendirikan rumah baru kita disitu, akan berakhir dengan broker informasi yang mengetahui hal tersebut di hari yang sama pula. Maka rumah yang ideal bagi kami adalah salah satu rumah yang berada di lantai yang telah diselesaikan dan tidak dipenuhi pemain lain, belum lagi dibangun di tepian dan memiliki luas yang wajar dan tidak begitu menarik perhatiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang sebuah kondisi yang agak sulit, tetapi dalam kenyataannya aku sudah punya firasat unit yang cocok sebelum aku mengusulkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah lebih dari satu setengah tahun sejak lini depan ditempatkan di lantai duapuluh dua Aincrad. Itu adalah lantai rendah namun luas, namun hampir semua daerahnya ditutupi hutan yang mendalam, dataran rumput dan danau yang memiliki topografi indah namun halus, dan terpenting lagi, tidak ada quest penting ataupun Field Boss di sana. Para pemain dari grup clearing mengambil rute langsung menuju labirin dari kota utama, Coral Village, bergegas naik ke menara dengan tingkat kesulitan menengah, mengalahkan boss-nya dalam beberapa hari di bawah rata-rata saat itu. Pada saat ini, satu-satunya pemain yang mengunjungi lantai duapuluh dua kemungkinan adalah para nelayan yang menuju ke bebrbagai ukuran danau dan dan para woodcrafter yang mengumpulkan bahan kayu di hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya,tempat itu adalah tempat yang belum kukunjungi selama lebih dari satu tahun, tapi untuk beberapa alasan pemandangan spektakuler itu tetap berada dalam ingatanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari ketika Boss di lantai duapuluh dua itu dikalahkan, ketika aku berlari sendirian, berusaha untuk menyelesaikan sebanyak mungkin quest yang belum kuselesaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menemukan sebuah jalan sempit di tepi danau biru yang jernih, yang tidak akan ditemukan kecuali benar-benar memperhatikan dari dekat. Tampaknya tidak berhubungan dengan quest tertentu, namun ketika aku mengikuti jalan dan mendaki bukit, aku menemukan sebuah rumah kayu sepi terpisah didirikan di ujungnya, dikelilingi oleh hutan lebat pohon konifer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinding kayu-nya diselumiti lumut di sana-sini, sementara dua atau tiga pancang pohon keluar dari atap, tapi tidak menimbulkan kesan membusuk sama sekali. Sebaliknya, karena bercampur dengan alam sekitarnya, timbul kesan keindahan, seolah-olah itu adalah rumah yang dimiliki oleh salah satu ras Elf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan aku membuka gerbang kayunya (karena itu mungkin, maka tidak mungkin rumah itu milik pemain lain), memeriksa interior dengan skill Search milikku (karena rumah itu kosong, bukanlah juga rumah NPC), dan setelah aku mendekati teras di depan, akhirnya aku menemukannya. Sebuah tanda «FOR SALE» dari kayu tergantung di kenop pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan belum mencapai level 40, aku hanya bisa menunjuk pada harga yang tercantum pada tanda kayu tersebut sembari aku menghitung jumlah digit yang tertera, mendesah, dan meninggalkannya sementara dengan keras kepala melirik kembali lagi dan lagi. Dengan menetapkan mimpi bahwa suatu hari nanti, aku akan membuat item storage-ku dipenuhi cukup col untuk membeli rumah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kenyataannya, ketika aku berada di level 70-an saat lantai lima puluh ditaklukkan, tidak ada yang aku tidak mampu beli jika aku benar-benar menginginkannya. Tapi sebagai salah satu kelompok garis depan, aku tidak bisa memiliki waktu untuk melakukan perjalanan dua puluh menit untuk sampai ke gerbang teleport terdekat sebagai basis aku beroperasi. Pada akhirnya, aku mengambil tempat berlindungku di kota utama lantai lima puluh, Algade, dan akhirnya menghabiskan waktu tidurku di sana hingga beberapa hari lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar-benar sudah satu setengah tahun semenjak aku menemukan rumah itu di hutan pada lantai duapuluh dua-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memutuskan untuk melamar Asuna dan ketika aku memikirkan tentang rumah baru, yang segera muncul dalam pikiranku adalah rumah kayu itu. Aku percaya tidak ada pilihan lain yang lebih baik dari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam lamaranku, pertama kali aku mengungkapkan informasi tentang rumah kayu tersebut, menyarankan untuk pindah ke sana dan akhirnya aku berkata, &amp;quot;Mari kita menikah&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku percaya bahwa setidaknya sebagian kecil dari alasan di balik mengapa Asuna menjawab &amp;quot;Ya&amp;quot; tanpa ragu adalah berkat perlindungan suci dari rumah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu malam telah berlalu setelah lamaran itu, tanggal duapuluh empat Oktober, sekitar setelah pukul 2 pagi. Aku dan Asuna bersama-sama mengunjungi lantai duapuluh dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami dipanggil ke markas dari Knights of the Blood di Grandum pada lantai limapuluh lima kemarin dan telah menyelesaikan permintaan sementara kami untuk mundur. Meskipun hanya sementara, kami meninggalkan guild dengan cara yang benar, dengan tanda salib merah sebagai lambang guild tidak tercantum lagi pada kursor kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami keluar dari gerbang teleport di kota utama, Desa Koral, dan saat kami berjalan menuju danau besar di sebelah baratdaya, dengan santai aku bertanya pada Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, sudah berapa lama kamu bergabung dengan KoB, Asuna?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Coba kuingat-ingat...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menggelengkan rambutnya yang coklat, fencer tersebut sedikit memiringkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau tidak salah Ketua mengajakku pada bulan Februari tahun lalu, jadi... mungkin sekitar satu-setengah tahun. Tepat setelah pertempuran dengan boss di lantai duapuluh lima berakhir, begitu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Begitu... Jadi KoB dibentuk setelah setengah dari «Force» dihancurkan, bukan begitu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melirik ke bagian bawah dari lantai di atasku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga lantai di atas lantai yang begitu damai ini adalah lantai duapuluh lima dari Aincrad yang akhirnya menjadi pencobaan sesungguhnya dari para pemain di grup clearing, setelah lantai pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mob yang abnormal kuatnya bila dibandingkan dengan lantai empatpuluh empat, menghambat kemajuan kami tepat setelah meninggalkan kota utama ditambah desain topografi dari field yang serumit labirin; kesulitannya memakan korban bahkan ketika kami sedang dalam perjalanan menuju kota berikutnya. Hampir tidak ada NPC dimana kita dapat memperoleh informasi, di sisi lain banyak terdapat medan perangkap yang berakhir di rawa beracun dan entah bagaimana saat kita berhasil mencapai menara labirin dengan berjalan kaki, para pemain dari grup clearing merasa sudah seperti tidak punya harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami mencoba membangkitkan kembali diri kami dengan semua semangat yang bisa kita kumpulkan, dan orang yang memotivasi yang lain adalah pemimpin dari guild, «Aincrad Liberation Corps»—belum bernama «Liberation Force», saat itu-yang bernama Kibaou. Makiannya dalam dialek Kansai yang mengutuk semua orang dengan kata-kata &amp;quot;Kalian Bajingan!&amp;quot;, menyadarkan kami semua kembali untuk bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, itu adalah bagaimana Kibaou, yang pada saat itu dianggap sebagai pemimpin grup clearing, terjebak oleh informasi palsu yang diberikan seseorang pada pertarungan dengan boss lantai duapuluh lima tepat di mukanya. Hanya dengan sekitar empatpuluh orang anggota guild yang bahkan tidak bisa membuat secara menyeluruh grup penyerangan, mereka bergegas masuk ke ruang boss mendahului yang lain. Dan hasilnya, lebih dari setengah «Aincrad Liberation Corps» meninggal... dan anggota utama dari grup clearing, termasuk aku dan Asuna, akhirnya berhasil menyusul mereka, akhirnya kami berhasil menundukkan boss mengerikan tersebut entah bagaimana caranya, meskipun kami tidak lolos tanpa cukup banyak korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun kebahagiaan dari dicapainya titik kuartal Aincrad terasa begitu kurang dari tiap-tiap orang. Ruang boss dipenuhi oleh teriakan kebencian dari Kibaou, bergema di setiap sudutnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di titik itulah dia berpisah dari kelompok kliring, membawa serta rekan-rekannya yang masih hidup, ia kembali ke lantai pertama jauh di dasar. Akhirnya, mereka bergabung dengan organisasi yang diperuntukkan untuk membantu pemain lain, «MMO Today», aktif di Kota Awal-dan berasal dari kelompok besar itulah, akhirnya «Force» terbentuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Seluruh anggota kelompok kliring pasti berada dalam keadaan putus asa pada saat itu... Yang berjuang di garis depan tiba-tiba berkurang hanya menjadi dua pertiganya dan tidak ada yang tahu siapa pelaku yang menyiapkan perangkap itu, tapi kupikir itulah yang pasti terjadi.... Semua orang begitu suram bahkan pada meeting strategi pertama untuk menghadapi Field Boss di lantai duapuluh enam... tapi, pada saat itulah terbentuk guild baru, KoB, dengan bangga turut serta. Semua anggotanya yang mengenakan equipment khusus berwarna putih dan merah, benar-benar membawa &#039;&#039;impact&#039;&#039;, huh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembari kami berjalan di tepi danau, aku teringat apa yang terjadi saat itu dan berbicara tentang mereka dengan kalimat yang sengaja tergenti-henti. Namun, dia yang ada di sampingku tetap terdiam, jadi aku menoleh sekilas dan anehnya, pipi Asuna menjadi merah dan dengan sengaja melihat ke arah yang lain. Dalam pikiranku aku terkekeh dan melanjutkan, berpura-pura tidak menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Terutama sang wakil-ketua yang berdiri di paling depan; kita semua... yah kesampingkan aku dan Klein, bahkan Agil pun terpesona, kamu tahu? Pakaian yang berlawanan dari yang selama ini selalu polos. Korset putih murni tanpa lengan dengan rok mini merah tua dan sepatu putih tinggi yang melengkapi itu semua... pada saat itu juga, bagaimana aku harus mengatakannya ya, hati anggota kelompok kliring yang saat itu terpecah belah kembali bersatu dan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buakk! Serangan jenis-blunt datang terbang di bahu kiriku, berhenti sesaat untuk menghasilkan sedikit damage dan menyela kata-kataku. Ketika aku menoleh, sang wakil-ketua wajahnya dipenuhi dengan warna merah sambil tangan kanannya mengepalkan tinju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya ampun! Jujur, waktu aku benar-benar malu, kamu tahu! Aku berpikir bahwa ketua pasti secara alami akan ada di depan, tapi kemudian dengan tenang seperti biasa, dia bilang dengan wajah yang sangat serius, &#039;Saya percaya kita bisa mencapai efek yang jauh lebih besar jika Asuna-kun yang berdiri paling depan&#039;, jadi dengan putus asa aku pergi ke sana!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha-Hah...—Aku jadi ingat, equipment itu benar-benar dijahit khusus, kan? Siapa yang mengusulkan desainnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Semua anggota guild mengadakan meeting untuk menentukan desainnya berulang-ulang kali tak terhitung banyaknya tanpa memberitahuku sedikitpun. Ketika mereka pertama kali menunjukkannya kepadaku, kutolak dengan &#039;Aku tidak bisa memakai sesuatu seperti ini!&#039;, dan akhirnya diberitahu oleh Daizen-san &#039;Biaya untuk satu set seperti ini luar biasa mahalnya!&#039; sambil berlinangan airmata, jadi aku tidak punya pilihan selain...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...O-Oh begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya guild seperti Knights of Blood pun, yang boleh dikatakan terkuat dan terkenal dengan aturan ketat mereka, memiliki kelakuan homur yang cukup antik di awal. Namun, tidak salah lagi bagaimana debut Kob mampu meningkatkan moral seluruh anggota kelompok kliring waktu itu dan mereka selalu berdiri di garis depan game kematian ini sejak saat itu. -Bahkan pada detik ini pun, kelompok dengan anggota berpakaian merah dan putih itu terus melakukan pertempuran sengit di lantai tujuhpuluh lima yang baru-baru ini saja dibuka...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melirik ke bagian bawah lantai atas sekali lagi. Tampaknya Asuna mampu membaca isi batinku hanya dengan melihat tindakanku. Sambil dengan lembut memegang tangan kiriku dengan tangan kanannya yang sudah diregangkan, dia berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu mengalahkan bos lantai tujuhpuluh empat hampir sendirian, Kirito-kun. Kamu hampir tidak punya dua atau tiga piksel tersisa di HP bar-mu. Meskipun kamu pergi sebentar dari grup kliring, tak ada seorang pun yang akan mengeluh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kalau alasan untuk istirahatku ini diketahui, mungkin aku akan mendapatkan komplain dari semua orang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memberikan jawaban yang dipenuhi dengan tawa dan membalas isyarat Asuna tersebut. Wakil-ketua itu menunjukkan ekspresi tidak yakin apakah mau marah atau malu dan aku tertawa kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sekitar setengah putaran mengitari danau besar tersebut, dengan diameternya sekitar satu kilometer, terlihat pohon cedar Jepang yang dipaksakan-atau setidaknya, pohon konifera yang tampak seperti mereka, yang tumbuh menjulang tinggi. Ketika menatap tajam dari suatu tempat di dekat akar-akar besar tersebut, jalan luas di tepi danau terlihat terbelah menjadi jalan yang lebih kecil, tipis  dan sempit menuju ke arah barat daya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kamu menemukan jalan ini? Seperti biasa kamu benar-benar teliti kalau menemukan rute rahasia seperti ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengganggap kata-kata itu sebagai pujian dan membusungkan dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bahkan waktu itu aku belum memiliki «Detection Mob» dari Skill Searching-ku, jadi aku menemukan ini hanya dengan mata dan naluri. Nanti kamu bisa melihat rumah itu setelah mendaki bukit itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan itu, wajah Asuna berseri-seri penuh dengan kebahagiaan dalam sekejap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku penasaran rumah itu seperti apa, aku ingin segera melihatnya! Ayo lebih cepat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Hei, Asuna-san, itu hanyalah sebuah rumah kayu biasa tanpa ada yang aneh, meskipun kamu mengharapkan sebanyak itu, tidak akan ada...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, selalu menjadi mimpiku untuk tinggal di rumah kayu sejak aku masih kecil. Aku akan benar-benar, benar-benar dan benar-benar puas jika memiliki kompor Rusia &amp;lt;ref&amp;gt;Sebuah jenis oven/tungku unik yang digunakan untuk memasak dan memanaskan. Istilah sebelum diterjemahkan &amp;quot;pechika&amp;quot;&amp;lt;/ref&amp;gt; dan sebuah kursi goyang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dengan cepat mendaki bukit itu ketika dia berbicara, membuatku mengejarnya dengan terburu-buru. Kursi goyang bisa saja dibeli dari toko furnitur, tapi untuk sekarang, aku tidak bisa diharapkan untuk mengingat jika ada kompor Rusia atau tidak. Tidak, bukannya tidak mungkin bila rumah itu punya. Alasan kenapa aku menemukan rumah kayu ini hanya dalam satu setengah tahun yang lalu, aku yakini demi hari ini. Jika ini benar-benar adalah sebuah takdir, maka pasti ada kompor Rusia di sana juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembari berdoa semoga ada cerobong asap di atas atap rumah kayu itu, aku berhasil mendaki bukit itu beberapa detik setelah Asuna. Aku berdiri di samping Asuna yang masih terdiam sembari terus mencari cerobong asap dengan mata terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
——Namun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan cerobong asapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang membentang di depan mata kita adalah sebuah ruang melingkar yang diselimuti semak hijau, tanpa satu pun objek buatan manusia... dengan kata lain, rumah itu tidak ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Notes==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;{{SAOIndo Nav}}&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>202.153.229.116</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:The_Day_Before&amp;diff=221364</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:The Day Before</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:The_Day_Before&amp;diff=221364"/>
		<updated>2013-01-21T19:54:26Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;202.153.229.116: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Sehari Sebelumnya==&lt;br /&gt;
[[Image:Sword Art Online The Day Before - 000.jpg|300px|center]]&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu Standar Aincrad, Tahun 2024, Tanggal 23 Oktober, 9 PM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku, swordsman level 96, Kirito, telah melamar Asuna level 94 Fencer, dan dia menerimanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja ini terjadi di VRMMO bernama Sword Art Online — kejadian di dalam sebuah RPG. Di dunia nyata aku dan Asuna belum pernah bertemu sama sekali, dan yang paling penting aku belum berada pada usia yang diijinkan untuk menikah secara hukum — mungkin Asuna sedikit lagi mencapai umur tersebut dalam hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu permainan apa yang pertama kali menerapkan «Sistem Pernikahan», namun pernikahan diantara sesama karakter sudah populer di dunia MMO, bahkan sejak duapuluh tahun yang lalu. Berbagai macam keuntungan diberikan kepada kedua «pasangan» hampir di semua seri, jadi banyak kejadian dimana perkawinan dilakukan hanya dilakukan untuk tujuan tersebut, dan tentu saja ada pemain yang menikah sebagai bagian dari mereka untuk sungguh-sungguh melakukan &#039;roleplaying&#039;, dan tampaknya ada beberapa pernikahan di dalam game akhirnya menjadi pernikahan di dunia nyata. Tentu saja ini hanya asumsi dari diriku sendiri, tapi aku percaya apabila semua pemain MMO di seluruh dunia diberikan pertanyaan «Apakah anda memiliki pengalaman menikah di game?», mungkin lebih dari setengah akan memberikan jawaban ya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, meskipun itu sangat disesalkan (aku tidak tahu apa aku harus menggambarkannya seperti itu), aku tidak pernah menikah dengan siapa pun dalam semua MMORPG yang pernah aku mainkan selama ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya adalah —well, mungkin karena kelemahan komunikasi interpersonal-ku, disamping itu aku benar-benar tidak mengerti konsep dari sebuah «Pernikahan dalam Game». Apabila karakter laki-laki, Kirito yang dikendalikan olehku menikah dengan karakter perempuan, Dareko&amp;lt;ref&amp;gt;saya menggunakan bahasa Jepang aslinya, kalau diterjemahkan seorang perempuan&amp;lt;/ref&amp;gt;, yang dikontrol oleh seorang perempuan, atau seorang laki-laki (bisa saja ini terjadi) yang ada di suatu tempat di dunia ini, apa tidak masalah bagiku untuk mengartikan aku sebagai party permanen dengan Dareko-san? Atau haruskan aku meningkatkan &#039;roleplaying&#039;-ku untuk mencintai Dareko-san itu? Atau mungkin-aku harus mewaspadai mahluk tertentu yang berada di belakang Dareko-san?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, bukannya aku tidak pernah punya mengalami pengalaman menerima tawaran, &amp;quot;Mau menikah (〃 ^ ▽ ^ 〃)&amp;quot;, dari karakter wanita yang terdaftar sebagai teman atau anggota guild dalam game lain yang pernah kumainkan sebelum SAO. Namun, dalam setiap kasus-kasus tersebut, aku akan membeku di depan monitor sambil berkeringat dingin dan akhirnya memberikan jawaban seperti &amp;quot;（´ノω；｀）&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terlalu berhati-hati, terlalu analitis, terlalu gugup, bahkan aku pikir begitulah diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, pada dasarnya kenapa aku begitu larut dalam game MMO adalah karena MMO hanyalah dunia sementara. Dibalik setiap dan masing-masing karakter, terdapat pemain yang tidak kita ketahui umur dan jenis kelaminnya. Hasilnya, pasti kita akan bertanya-tanya &amp;quot;Siapa sebenarnya orang ini?&amp;quot;. Setiap orang bukanlah diri mereka sendiri, termasuk juga diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, bagiku sistem «Pernikahan» ada untuk mengadu langsung anggapan itu. Walaupun pernikahan itu dilakukan didalam game, orang itu akan menjadi sadar diri bila dihubungkan dengan orang tertentu melalui hubungan khusus tersebut. «Orang Tertentu» yang menggerakkan mouse dan mengetik keyboard di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, aku selalu menghindar untuk menjadi permanen partner dengan orang di net game dan tentu saja itu tidak berubah di game kematian ini, Sword Art Online. Tidak, dengan avatar yang menggunakan penampilan asli, menambah lebih banyak alasan untuk menjaga jarak dengan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, yang perlahan-lahan membuyarkan, mengecilkan, dan akhirnya menghancurkan kegelisahan —atau lebih tepatnya kecurigaanku, tentu saja adalah Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurang dari dua tahun semenjak dimulainya game kematian ini, meskipun berada di situasi yang berbeda-beda gadis itu tidak pernah menghilang dari pandanganku. Dia adalah anggota party pertama-ku, dan tak lama setelah itu menjadi rekan dalam group clearing meskipun dia telah bergabung dengan guild Knights of Blood. Ada suatu ketika kami menyelidiki kasus pembunuhan aneh bersama-sama dan di waktu lain aku meminta dia untuk memasakkan bahan makanan grade-S. Melalui interaksi bersama Asuna itu aku menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia ini -dan pastinya di dunia nyata juga, mungkin juga di game MMO non-fulldive yang kumainkan sebelum SAO, bahwa yang menentukan apakah orang-orang yang di hadapanku adalah yang sebenarnya adalah diriku sendiri. Jika aku meninggalkan keraguan dan jarak, mereka hanya akan menjadi sebuah kebohongan. Jika aku memberikan kepercayaan dan kompromi ke dalamnya, mereka akan menjadi sebuah kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, tepat di hadapanku, ada seorang swordswoman bernama Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menikmati setiap waktu yang kuhabiskan dengannya. Asuna bertarung, Asuna tertawa, bahkan ketika Asuna marah, menyaksikan setiap dan semua momen tersebut menumbuhkan emosi kuat dalam hatiku. Dia selalu dalam jangkauanku dan jelas dia juga tertarik. Ketika aku melihat Asuna sekarang, aku tidak merenungkan apakah dirinya yang sekarang adalah yang sebenarnya, tidak sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, aku melamar Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau boleh berbicara jujur, bukannya semua keraguanku telah menghilang. Aku masih tidak memiliki keyakinan untuk mengklaim bahwa emosi yang selalu mencari Asuna ini adalah apa yang disebut «Cinta». Aku selalu menjaga jarak dengan keluargaku di dunia nyata, dan semenjak aku datang ke dunia ini aku terus menerus bersikeras mempertahankan &#039;solo playing&#039;-ku, membuatku bertanya apakah aku memiliki hati untuk mencintai orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, aku berpikir mungkin aku bisa menemukan jawaban dari keraguan terakhirku bila aku bersama Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-Dan, dari semua itu adalah «pemahaman pernikahan di SAO» maka aku telah tiba sejauh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada topik lain, karena ini benar-benar sebuah pernikaham, meskipun itu terjadi dalam dunia permainan, masih ada aspek materi adat untuk itu. Untuk lebih spesifiknya, apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan rumah baru, boleh dibilang seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara natural kami akan hidup bersama setelah menikah, dalam hal ini, bahkan sebelum mempertimbangkan tempat pelarianku di gang-gang belakang kota utama Algade di lantai limapuluh, mansion Asuna yang berada di Salemburg, di lantai keenampuluh satu terlalu sempit untuk kita berdua. Belum lagi dengan mengesampingkan masalah area fisiknya, ada keadaan yang memaksa kita tidak dapat hidup bersama di tempat tinggal kita saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sub-Leader dari Guild «Knights of the Blood», Asuna sang «Flash» boleh dibilang merupakan pemain yang paling diidolakan di Aincrad saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hampir selalu di peringkat pertama dalam jajak pendapat popularitas pemain di surat kabar yang diterbitkan oleh broker informasi, bahkan memiliki beberapa klub penggemar dengan toko besar yang menawarkan debut, bukan debut CD, tapi debut RC (Recording Crystal), meskipun sepertinya dia mengusir mereka dengan tusukan rapier-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya seperti telah bertahun-tahun sejak fase «Gadis Kecil Berkerudung Merah» pada awal game kematian ini ketika dia terus menerus mengenakan cape berkerudungnya, tetapi bila publik mengetahui pernikahan idol seperti itu, bukan tidak mungkin itu akan menjadi berita bagi setiap dan semua surat kabar, semuanya sekaligus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak fansnya akan mengeluh dan mengerang, dan bisa saja terbentuklah sebuah energi dan terubah menjadi sebuah serangan dengan properti curse, menyebabkan pasangannya, yaitu aku, mengalami kesialan—bahkan jika kita mengesampingkannya, diinterogasi atau hal seperti itu tidak akan mungkin aku dapat menikmati kehidupan sebagai pengantin baru, maka aku akan tetap menyembunyikan kenyataan di balik pernikahan ini semampu yang aku bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, kami banyak mengirimkan pesan kepada teman-teman Asuna, dan sedikit dari teman-temanku, jadi kami tidak berharap berada dalam kerahasiaan dalam waktu yang lama, namun demikian kami tidak berada dalam posisi untuk menikmati bulan madu kami terlalu lama. Baru empat hari berlalu sejak bos lantai Tujuhpuluh empat, «The Gleameyes», berhasil dikalahkan dan membutuhkan beberapa waktu sebelum ruang bos berhasil ditemukan di lantai Tujuhpuluh lima, lini depan saat ini. Namun baik aku dan Asuna tidak mempunyai pilihan lain untuk berpartisipasi dalam pertempuran boss tersebut, meskipun kami dapat meninggalkan pemetaan labirin di menara tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian, jika kami bisa memiliki waktu selama sepuluh hari... tidak, dua minggu... sampai hal itu terjadi, maka kami harus segera mencari rumah di mana kami bisa menghabiskan waktu dengan sedikit lebih damai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kami me-list semua item yang telah kami kumpulkan selama gameplay kami di bagian rahasia surat kabar, mengkonversi hampir semua yang tidak kami butuhkan menjadi Col, kita mungkin hanya bisa membeli satu rumah di dalam area... atau dengan kata lain, di dalam kota. Namun jika kita mendirikan rumah baru kita disitu, akan berakhir dengan broker informasi yang mengetahui hal tersebut di hari yang sama pula. Maka rumah yang ideal bagi kami adalah salah satu rumah yang berada di lantai yang telah diselesaikan dan tidak dipenuhi pemain lain, belum lagi dibangun di tepian dan memiliki luas yang wajar dan tidak begitu menarik perhatiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang sebuah kondisi yang agak sulit, tetapi dalam kenyataannya aku sudah punya firasat unit yang cocok sebelum aku mengusulkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah lebih dari satu setengah tahun sejak lini depan ditempatkan di lantai duapuluh dua Aincrad. Itu adalah lantai rendah namun luas, namun hampir semua daerahnya ditutupi hutan yang mendalam, dataran rumput dan danau yang memiliki topografi indah namun halus, dan terpenting lagi, tidak ada quest penting ataupun Field Boss di sana. Para pemain dari grup clearing mengambil rute langsung menuju labirin dari kota utama, Coral Village, bergegas naik ke menara dengan tingkat kesulitan menengah, mengalahkan boss-nya dalam beberapa hari di bawah rata-rata saat itu. Pada saat ini, satu-satunya pemain yang mengunjungi lantai duapuluh dua kemungkinan adalah para nelayan yang menuju ke bebrbagai ukuran danau dan dan para woodcrafter yang mengumpulkan bahan kayu di hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya,tempat itu adalh tempat yang belum kukunjungi selama lebih dari satu tahun, tapi untuk beberapa alasan pemandangan spektakuler itu tetap berada dalam ingatanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari ketika Boss di lantai duapuluh dua itu dikalahkan, ketika aku berlari sendirian, berusaha untuk menyelesaikan sebanyak mungkin quest yang belum kuselesaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Notes==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;{{SAOIndo Nav}}&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>202.153.229.116</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:The_Day_Before&amp;diff=220824</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:The Day Before</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:The_Day_Before&amp;diff=220824"/>
		<updated>2013-01-18T19:46:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;202.153.229.116: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Sehari Sebelumnya==&lt;br /&gt;
[[Image:Sword Art Online The Day Before - 000.jpg|300px|center]]&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu Standar Aincrad, Tahun 2024, Tanggal 23 Oktober, 9 PM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku, swordsman level 96, Kirito, telah melamar Asuna level 94 Fencer, dan dia menerimanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja ini terjadi di VRMMO bernama Sword Art Online — kejadian di dalam sebuah RPG. Di dunia nyata aku dan Asuna belum pernah bertemu sama sekali, dan yang paling penting aku belum berada pada usia yang diijinkan untuk menikah secara hukum — mungkin Asuna sedikit lagi mencapai umur tersebut dalam hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu permainan apa yang pertama kali menerapkan «Sistem Pernikahan», namun pernikahan diantara sesama karakter sudah populer di dunia MMO, bahkan sejak duapuluh tahun yang lalu. Berbagai macam keuntungan diberikan kepada kedua «pasangan» hampir di semua seri, jadi banyak kejadian dimana perkawinan dilakukan hanya dilakukan untuk tujuan tersebut, dan tentu saja ada pemain yang menikah sebagai bagian dari mereka untuk sungguh-sungguh melakukan &#039;roleplaying&#039;, dan tampaknya ada beberapa pernikahan di dalam game akhirnya menjadi pernikahan di dunia nyata. Tentu saja ini hanya asumsi dari diriku sendiri, tapi aku percaya apabila semua pemain MMO di seluruh dunia diberikan pertanyaan «Apakah anda memiliki pengalaman menikah di game?», mungkin lebih dari setengah akan memberikan jawaban ya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, meskipun itu sangat disesalkan (aku tidak tahu apa aku harus menggambarkannya seperti itu), aku tidak pernah menikah dengan siapa pun dalam semua MMORPG yang pernah aku mainkan selama ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya adalah —well, mungkin karena kelemahan komunikasi interpersonal-ku, disamping itu aku benar-benar tidak mengerti konsep dari sebuah «Pernikahan dalam Game». Apabila karakter laki-laki, Kirito yang dikendalikan olehku menikah dengan karakter perempuan, Dareko&amp;lt;ref&amp;gt;saya menggunakan bahasa Jepang aslinya, kalau diterjemahkan seorang perempuan&amp;lt;/ref&amp;gt;, yang dikontrol oleh seorang perempuan, atau seorang laki-laki (bisa saja ini terjadi) yang ada di suatu tempat di dunia ini, apa tidak masalah bagiku untuk mengartikan aku sebagai party permanen dengan Dareko-san? Atau haruskan aku meningkatkan &#039;roleplaying&#039;-ku untuk mencintai Dareko-san itu? Atau mungkin-aku harus mewaspadai mahluk tertentu yang berada di belakang Dareko-san?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, bukannya aku tidak pernah punya mengalami pengalaman menerima tawaran, &amp;quot;Mau menikah (〃 ^ ▽ ^ 〃)&amp;quot;, dari karakter wanita yang terdaftar sebagai teman atau anggota guild dalam game lain yang pernah kumainkan sebelum SAO. Namun, dalam setiap kasus-kasus tersebut, aku akan membeku di depan monitor sambil berkeringat dingin dan akhirnya memberikan jawaban seperti &amp;quot;（´ノω；｀）&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terlalu berhati-hati, terlalu analitis, terlalu gugup, bahkan aku pikir begitulah diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, pada dasarnya kenapa aku begitu larut dalam game MMO adalah karena MMO hanyalah dunia sementara. Dibalik setiap dan masing-masing karakter, terdapat pemain yang tidak kita ketahui umur dan jenis kelaminnya. Hasilnya, pasti kita akan bertanya-tanya &amp;quot;Siapa sebenarnya orang ini?&amp;quot;. Setiap orang bukanlah diri mereka sendiri, termasuk juga diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, bagiku sistem «Pernikahan» ada untuk mengadu langsung anggapan itu. Walaupun pernikahan itu dilakukan didalam game, orang itu akan menjadi sadar diri bila dihubungkan dengan orang tertentu melalui hubungan khusus tersebut. «Orang Tertentu» yang menggerakkan mouse dan mengetik keyboard di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, aku selalu menghindar untuk menjadi permanen partner dengan orang di net game dan tentu saja itu tidak berubah di game kematian ini, Sword Art Online. Tidak, dengan avatar yang menggunakan penampilan asli, menambah lebih banyak alasan untuk menjaga jarak dengan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, yang perlahan-lahan membuyarkan, mengecilkan, dan akhirnya menghancurkan kegelisahan —atau lebih tepatnya kecurigaanku, tentu saja adalah Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurang dari dua tahun semenjak dimulainya game kematian ini, meskipun berada di situasi yang berbeda-beda gadis itu tidak pernah menghilang dari pandanganku. Dia adalah anggota party pertama-ku, dan tak lama setelah itu menjadi rekan dalam group clearing meskipun dia telah bergabung dengan guild Knights of Blood. Ada suatu ketika kami menyelidiki kasus pembunuhan aneh bersama-sama dan di waktu lain aku meminta dia untuk memasakkan bahan makanan grade-S. Melalui interaksi bersama Asuna itu aku menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia ini -dan pastinya di dunia nyata juga, mungkin juga di game MMO non-fulldive yang kumainkan sebelum SAO, bahwa yang menentukan apakah orang-orang yang di hadapanku adalah yang sebenarnya adalah diriku sendiri. Jika aku meninggalkan keraguan dan jarak, mereka hanya akan menjadi sebuah kebohongan. Jika aku memberikan kepercayaan dan kompromi ke dalamnya, mereka akan menjadi sebuah kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, tepat di hadapanku, ada seorang swordswoman bernama Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menikmati setiap waktu yang kuhabiskan dengannya. Asuna bertarung, Asuna tertawa, bahkan ketika Asuna marah, menyaksikan setiap dan semua momen tersebut menumbuhkan emosi kuat dalam hatiku. Dia selalu dalam jangkauanku dan jelas dia juga tertarik. Ketika aku melihat Asuna sekarang, aku tidak merenungkan apakah dirinya yang sekarang adalah yang sebenarnya, tidak sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, aku melamar Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau boleh berbicara jujur, bukannya semua keraguanku telah menghilang. Aku masih tidak memiliki keyakinan untuk mengklaim bahwa emosi yang selalu mencari Asuna ini adalah apa yang disebut «Cinta». Aku selalu menjaga jarak dengan keluargaku di dunia nyata, dan semenjak aku datang ke dunia ini aku terus menerus bersikeras mempertahankan &#039;solo playing&#039;-ku, membuatku bertanya apakah aku memiliki hati untuk mencintai orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, aku berpikir mungkin aku bisa menemukan jawaban dari keraguan terakhirku bila aku bersama Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-Dan, dari semua itu adalah «pemahaman pernikahan di SAO» maka aku telah tiba sejauh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada topik lain, karena ini benar-benar sebuah pernikaham, meskipun itu terjadi dalam dunia permainan, masih ada aspek materi adat untuk itu. Untuk lebih spesifiknya, apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan rumah baru, boleh dibilang seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara natural kami akan hidup bersama setelah menikah, dalam hal ini, bahkan sebelum mempertimbangkan tempat pelarianku di gang-gang belakang kota utama Algade di lantai limapuluh, mansion Asuna yang berada di Salemburg, di lantai keenampuluh satu terlalu sempit untuk kita berdua. Belum lagi dengan mengesampingkan masalah area fisiknya, ada keadaan yang memaksa kita tidak dapat hidup bersama di tempat tinggal kita saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sub-Leader dari Guild «Knights of the Blood», Asuna sang «Flash» boleh dibilang merupakan pemain yang paling diidolakan di Aincrad saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hampir selalu di peringkat pertama dalam jajak pendapat popularitas pemain di surat kabar yang diterbitkan oleh broker informasi, bahkan memiliki beberapa klub penggemar dengan toko besar yang menawarkan debut, bukan debut CD, tapi debut RC (Recording Crystal), meskipun sepertinya dia mengusir mereka dengan tusukan rapier-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya seperti telah bertahun-tahun sejak fase «Gadis Kecil Berkerudung Merah» pada awal game kematian ini ketika dia terus menerus mengenakan cape berkerudungnya, tetapi bila publik mengetahui pernikahan idol seperti itu, bukan tidak mungkin itu akan menjadi berita bagi setiap dan semua surat kabar, semuanya sekaligus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Notes==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;{{SAOIndo Nav}}&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>202.153.229.116</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Rondo_dari_Pedang_Transien&amp;diff=212322</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Rondo dari Pedang Transien</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Rondo_dari_Pedang_Transien&amp;diff=212322"/>
		<updated>2012-12-13T15:24:07Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;202.153.229.116: /* Sword Art Online: Rondo of the Transient Sword */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Incomplete|parts=3/40}}&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;__TOC__&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
==Sword Art Online: Rondo dari Pedang Transien==&lt;br /&gt;
{{:Sword Art Online Bahasa Indonesia:ME 8}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bab 3 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik Pedang&amp;lt;!--Atau seni pedang--&amp;gt; —— «Sword Art» menjadi sebuah best seller, karena di dalam game SAO, terdapat lebih banyak jumlah dari humanoid monster dibandingkan rata-rata game MMORPG lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, tren itu baru dimulai dari lantai ketujuh, atau lantai kedelapan. Karena masih banyak non humanoid monster berkeliaran di lantai pertama dan kedua yang tetap harus diwaspadai. Itu berarti, dibandingkan dengan humanoid mob (monster) yang bersenjatakan pedang, mob berbentuk binatang ataupun tanaman kelihatan lebih bersahabat untuk para pemula, namun tentu saja, tetap ada pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun tidak memiliki skill yang sangat berbahaya seperti racun untuk paralysis ataupun asam korosif, «Mob tipe terbang» memiliki kemampuan serangan tiba-tiba yang sangat merepotkan. Bagaimanapun juga, tidak ada satupun jenis sihir di SAO. Satu-satunya cara untuk menyerang dari jarak jauh adalah menggunakan senjata yang termasuk dalam kategori «Throwing Blade / Pisau Lempar», dan harus diperjelas bahwa hal itu hanyalah digunakan sebagai senjata tambahan. Sebuah skill untuk melempar pisau ke segala arah, meskipun aku ingin sekali mencoba untuk menghabisi mob tipe terbang dengan gaya melempar pisau *bishi bashi* ke arah mereka, sayangnya hal ini tidak memungkinkan dikarenakan kekuatan mentalku yang tidak cukup kuat untuk mempertimbangkan membangun build karakter-ku hanya berdasarkan hobi pada situasi game kematian seperti ini. Ditambah lagi, senjata lempar di SAO bukanlah jenis &#039;unlimited throws / lemparan tak terbatas&#039;, jadi menggunakan semua pisauku untuk dilempar ke arah musuh akan berakhir aku memandangnya dengan mata yang sedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu——&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna pedang satu tangan dengan tipe seimbang yang membosankan, yaitu aku, Kirito, bersama dengan fencer Asuna dengan rapiernya yang memiliki jangkauan serangan yang relatif sama dan tidak bisa dianggap panjang, yang memintaku.... atau tepatnya, memerintahku untuk bekerja sama berburu mob tipe terbang «Wind Wasp» pada dataran paling barat di lantai kedua, tidak mampu berbuat apa-apa dan berpikir dari lubuk hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Uheeh, merepotkan&#039;&#039;&amp;lt;!--dan--&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluar dari kota utama dari lantai kedua «Urbus», aku mengatur penampilan equipment-ku untuk melepaskan bandana kuning dengan strip biru dari kepalaku. Segera, aku dapat melihat poni panjangku yang tergantung di bawah alis ketika aku mendongak sejenak, lalu aku menghembuskan nafas lega. Ketika SAO dimulai, aku memiliki penampilan avatar keren yang begitu begitu dikenang dengan rambut bergaya ke atas untuk menghindari gaya rambut yang sama dengan dunia nyata, tapi satu bulan telah berlalu semenjak awal dimulainya permainan, untuk yang terbaik aku sudah menenangkan diri menghadapi hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melirikku yang berada dalam keadaan seperti ini, Asuna, yang berjalan di sisi kananku, dengan ringan mengenduskan beberapa kata dari hidungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umumnya, kupikir menyamarkan dirimu dengan bandana seperti itu adalah ide yang buruk. Aku lebih memilih menyembunyikan seluruh wajahku, menggunakan sesuatu seperti cat wajah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;U..............&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata itu mendorong keluar kenangan sedih dalam diriku, dan dengan sengaja aku mengerang pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Asuna mengatakan hal tersebut, wajahku ditandai dengan cat hitam selama satu malam pada dua hari yang lalu. Akan tetapi, pola mirip suku pedalaman di pipi atau salib terbalik di dahi atau sesuatu yang keren seperti itu —— adalah hal yang aku inginkan. Dan seperti yang kamu perkirakan, aku tidak berani memastikannya dengan mata kepalaku sendiri, namun satu-satunya orang yang melihatnya mendeskripsikannya demikian. «Kiriemon».&amp;lt;!--and--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cat yang terlumur tersebut berasal dari sebuah quest, dan tindakan tersebut tidak bisa diperdebatkan, karena tinta tersebut  terbuat dari cat oni, maka tidak akan hilang sampai quest-nya terselesaikan, jadi aku berkerja keras dengan sepenuh hati dengan mata yang berkaca-kaca. Entah bagaimana aku berhasil membersihkannya pada malam ketiga setelah aku memulai quest tersebut, dan NPC pemohon, cat dari sang guru berjanggut menjadi hilang. Namun, aku tidak merasakan sedikit pun rasa keberhasilan. Metode untuk menghapusnya adalah dengan menggunakan saputangan dari saku dougi-nya, yang warnanya begitu cokelat hingga sangat sulit untuk mentolerirnya untuk digunakan di wajahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melalui situasi tersebut, aku merasa gelisah karena tertinggal lebih dari lima puluh jam setelah lantai kedua dibuka, segera setelah wajahku kembali ke kondisi semula, aku bergegas berlari ke garis depan di «Marome Village» dan bertemu kembali dengan Asuna dari lantai pertama disana - itulah yang terjadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, Asuna, yang tidak mengetahui alasan dari reaksi anehku, mengerutkan alisnya keheranan. Dengan segera aku membuka mulutku untuk berdeham *Ehem* untuk menipu dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, it-itu benar. Jadi, lain kali aku pergi ke Urbus aku harus mengenakan jubah berkerudung juga. Dimana kamu mendapatkannya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini dari NPC di alun-alun barat dari «Starting City»...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika dia menjawab hingga poin tersebut, Asuna menutup mulutnya erat-erat, tatapannya seperti api berkobar dari balik kerudungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...... Hei, jangan membeli yang sama denganku! Jika kamu mengenakannya kita terlihat seperti pasangan..... tidak, aku tidak ingin kita terlihat seperti party tetap! Sembunyikan wajahmu dengan karung atau sesuatu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;nowiki&amp;gt;*&amp;lt;/Nowiki&amp;gt;Pui!* Dia memalingkan wajahnya dengan kecepatan yang mengagumkan, dan mengetuk untuk membuka jendela menu equipment-nya. Kerudung wool abu-abunya menghilang dengan efek cahaya kecil, dan rambut cokelatnya yang panjang dan lurus berkilauan di bawah sinar matahari sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah waktu yang lama......Untuk lebih tepatnya, empat hari setelah pertempuran dengan boss monster lantai pertama dan melihat secara langsung wajah Asuna, seperti harapan, bahkan dengan ekspresi seperti itu, dia tetap saja seorang yang cantik dengan level tinggi. Sebenarnya, aku ingin menyela dan mengatakan bahwa ini adalah kesalahan dari Game Master dunia ini, Kayaba Akihiko, aku ingin berpikir bahwa wajahnya tidak kembali ke wajah aslinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena penyerangan untuk saat ini berpusat di «Marome Village» yang terletak di sebelah tenggara Urbus, maka tidak ada pemain yang berada di jalan ini yang menuju ke arah barat daya. Di dalam kandang kematian keji bernama Aincrad, situasi dimana seseorang berjalan berdampingan dengan seorang Onee-san yang cantik, untuk seorang murid kelas dua menengah pertama, dalam masa remajanya, akan sangat berterimakasih pada Tuhan untuk sebuah keberuntungan yang dialaminya. Meskipun, kita berada di jalan menuju mob terbang menyebalkan untuk misi kita menghabisi dan memanen drop dari mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Topeng karung akan membuat orang-orang berpikir aku ingin meng-PK seseorang. Akankah kamu mengijinkan bila aku dapat warna yang berbeda?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku! Tidak! Akan Pernah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......Okeeeeee.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan obrolan seperti itu, aku juga mengoperasikan penampilan equipment-ku. Leather armor polos yang kugunakan untuk penyamaran menghilang, dan «Coat of Midnight» hitam pekat yang berasal dari drop boss lantai pertama termaterialisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hem panjangnya berkibar dengan *gedebuk*, dan Asuna melirik ke arahku, mulutnya membuka dan menutup beberapa kali seolah-olah mencoba untuk mengatakan sesuatu, namun langsung memalingkan wajahnya ketika mata kita bertemu. Sekarang aku bertanya-tanya, kenapa aku membantu orang ini mengumpulkan bahan untuk penguatan, sebelum menyadari bahwa itu karena aku telah merekomendasikannya untuk meningkatkan tingkat keberhasilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, meskipun berburu Wind Wasp cukup menyebalkan, namun itu memiliki tingkat efisiensi experience yang cukup tinggi. Bukan lawan yang buruk untuk dihadapi sebelum menikmati makan malam. Dan mungkin, karena aku sedang membantu Asuna-san yang baik hati, dia pasti akan menyiapkan makan malam untukku. Pastinya, mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepanjang jalan, sapi raksasa merumput di padang rumput yang memisahkan ngarai luas dari utara ke selatan. Di seberang dataran tersebut adalah daerah di mana tawon-tawon tersebut bermunculan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;........Meskipun aku tidak perlu untuk mengatakan ini karena kamu telah berburu mereka cukup banyak, ketika tersengat oleh sengatnya yang beracun, kita akan terkena stun selama dua hingga tiga detik. Jika salah satu dari kita melihat yang lain di bawah efek stun, kita harus menolongnya dengan segera, kamu harus ingat hal itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengerti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah aku memberikan petunjuk itu, Asuna mengangguk patuh, jadi aku terus berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika kamu bergerak terlalu jauh ke selatan, kamu mungkin akan memancing «Jagged Worm», jadi hati-hati.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........Me-mengerti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku mengatakan hal tersebut, aku teringat kenangan ketika menghadapi satu ekor saat masa beta tes, dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jembatan batu alami terbentang di sebuah lembah dengan kedalaman sekitar sepuluh meter, dan meskipun terlihat cukup lebar kami masih agak gugup, kami berdua menghembuskan nafas bersamaan pada saat yang sama setelah kami selesai menyeberang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;..........Jembatan itu barusan, aku bertanya-tanya apa yang akan terjadi kalau kita tergelincir.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar gumaman Asuna, aku mengangkat bahu dan menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pada level lima, seharusnya tidak berakibat fatal. Namun jalan untuk kembali ke atas cukup jauh di selatan, dan ada banyak monster berbasis lendir keluar dari dasar lembah. Cukup merepotkan untuk kembali ke atas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna Rapier itu mengangguk, terlukis di wajahnya ada ekspresi yang tidak lain adalah perasaan lega, jadi aku melihat ke arah dia memandang. Saat itu aku mengerti maksud pertanyaan tajamnya, sambil menatap lembah di belakangnya, Asuna berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Tunggu sebentar, aku sadar akan sesuatu. Misalnya,ketika melawan boss monster, jika kamu kalah bahkan jika kamu telah mengumpulkan informasi yang cukup, menaikkan level, memiliki strategi dan taktik sembari bekerja keras, pada saat itu kamu mungkin hanya merasakan &#039;&#039;sayang sekali......&#039;&#039;, tapi aku benar-benar tidak ingin mati karena tidak sengaja terjatuh dari tempat yang tinggi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......Itu benar sekali. Jika ini hanyalah MMO normal, jatuh sampai mati mungkin hanya akan dianggap sebuah lelucon.... tetapi kalau hidupmu harus berakhir di dunia ini karena kejadian itu.....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangguk, aku memberikannya sedikit pendapatku, dan menambahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu, tidakkah kamu pikir bahwa, di dunia nyata sekalipun, orang meninggal meskipun mereka berusaha keras? Apakah itu melalui penyakit atau kecelakaan, pada saat kematian, yang ada hanyalah penyesalan .......Karena itu......uh, jika kamu mati di Aincrad, pada saat itu, jika kamu bisa mengatakan kamu telah melakukan semua yang kamu bisa, sesuatu seperti rasa kepuasan...... maka itu........&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, net gamer berusia empat belas tahun ini telah mencapai batas dari kemampuan bahasanya, tanganku menjadi seperti *wakiwaki* dan mulutku menjadi *pakupaku* &amp;lt;!--tetap mengikuti terjemahan sepertinya menjadi menarik.(mulut: seperti suara kepakan, membuka dan menutup. tangan: melambai panik)--&amp;gt; Sementara aku berada dalam keadaan itu, Asuna menatap tajam tanpa menahan diri sedikitpun, sebelum berkata dengan jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu, mungkin bukan hal yang buruk. Tapi aku tidak ingin merasakannya saat ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I-Iya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, pertama-tama kamu harus bersiap melakukan penyerangan pada bos kedua dengan segenap kekuatan dan usahamu. Membantuku memperkuat senjata adalah bagian dari itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.........I-Iya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena kita sudah sepakat, ayo segera kita mulai. Target kita, seratus tawon dalam dua jam!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menutup kata-katanya, Asuna mengeluarkan Rapier di pinggang dengan suara *sharan*, dan menunjuk dengan pedangnya ke sisi lain dari jembatan batu - pada cekungan yang dikelilingi oleh rumpun pohon pendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seratus tawon dalam dua jam, itu berarti satu tawon setiap 72 detik? Dia serius?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menghitung perhitungan mengerikan tersebut dalam pikiranku, aku tidak punya pilihan selain berteriak &amp;quot;Ooh&amp;quot; tanpa semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bab 4 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Catatan Penerjemah==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Return to [[Sword Art Online Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>202.153.229.116</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_7_Bab_2&amp;diff=197114</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 7 Bab 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_7_Bab_2&amp;diff=197114"/>
		<updated>2012-10-15T19:10:50Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;202.153.229.116: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Beep, beep.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara elektronik singkat seperti itu AmuSphere mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan Asuna membuka matanya. Bahkan sebelum matanya terfokus pada langit-langit di kamarnya yang gelap, Asuna sudah merasa kedinginan, udara lembab menempel di kulitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia mengatur pengatur suhu ruangan (air conditioner) pada mode penghangat ringan, sepertinya dia lupa untuk mematikan timernya dan alhasil menjadi mati selama FullDive. Temperatur di kamar seluar 10 tatami tersebut hampir sama dengan suhu di luar. Mendengar suara pelan, dia berputar menuju jendela besar dan menyadari begitu banyak embun air pada kacanya yang gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menggigil Asuna bangkit perlahan dari tempat tidur. Ia memanjangkan jarinya menuju kontrol pada control panel yang tertanam dan menekan sensor sentuhnya. Hanya dengan gerakan tersebut, disertai dengan suara mesin yang pelan, gorden tertutup, udara panas bertiup dari pengatur suhu ruangan dan lampu LED di langit-langit memancarkan cahaya oranye muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu paket teknologi interior yang dikembangkan oleh RECTO telah ter-install di kamar Asuna. Kamarnya telah direnovasi selama ia berada di rumah sakit, namun dengan alasan tertentu Asuna tidak menyukai sistem nyaman tersebut. Segala sesuatu di kamarnya dikontrol oleh jendela menu dalam hal ini seperti di dunia virtual, namun untuk alasan tertentu rasanya sedikit ‘dingin’ begitu hadir di dunia nyata. Ia merasa seperti selalu di batas pandangan anorganik dari sensor yang ter-install di sepanjang dinding dan lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Boleh jadi alasan dia merasa seperti itu karena dia sering mengunjungi Kirito, dalam hal ini rumah Kirigaya Kazuto. Kehangatan rumah tradisional Jepang berbeda dengan suasana ‘dingin’ yang ia miliki. Hal yang sama juga ia alami di rumah kakek-nenek dari pihak ibunya. Ketika ia bermain di sana saat musim panas, dia selalu duduk pada beranda yang bermandikan sinar matahari dan mengayunkan kakinya sembari menikmati es serut buatan neneknya. Namun,telah lama kakek dan nenek dari pihaknya ibunya meninggal dan rumah tersebut telah dirubuhkan beberapa waktu yang lalu--. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghela nafas perlahan, Asuna mengenakan selopnya dan bangkit berdiri. Tiba-tiba ia merasa sedikit pusing, jadi dia melihat ke arah bawah sebentar, sadar betul akan berat yang menahannya di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, perasaan berat tersebut terstimulasi di dalam dunia fantasi. Namun di dunia itu, jiwa dan raga Asuna dapat membumbung tinggi ke langit hanya dengan hentakan pelan di lantai. Berat di dunia nyata tidak hanya secara fisik, berat itu juga mengandung begitu banyak aspek yang tidak bisa disingkirkan sekeras apapun kamu mencoba. Meskipun ingin berbaring di tempat tidur, waktu makan malam sudah dekat. Bila dia terlambat semenit saja, ibunya akan memiliki hal lain yang akan dikeluhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembari berjalan dengan susah payah menuju lemari, pintunya terbuka tanpa menunggunya menggerakkan tangan. Melepaskan sweaternya yang nyaman, dengan malas ia melemparnya ke atas tempat tidurnya. Dia menggantinya dengan rok bersih berwarna hitam-ceri dan duduk di dekat meja rias. Kaca tiga sisi terbuka dengan otomatis diikuti dengan lampu yang menyala di atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan di rumahnya, ibu Asuna tidak mengijinkannya tampil dengan dandanan selebor. Asuna mengambil sisir dan dengan cepat merapikan rambutnya yang berantakan selama FullDive.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba Asuna teringat pemandangan yang ia lihat ketika berada di rumah Kirigaya di Kawagoe.&lt;br /&gt;
Lyfa/Suguha mengatakan bahwa ia dan Kirito bertanggung jawab untuk menyiapkan makan malam pada hari itu. Kazuto dengan mata mengantuk dipaksa turun ke lantai bawah oleh Suguha. Berdua mereka berdiri bersebelahan, Suguha memotong sayuran sementara Kirito memanggang ikan. Ibu mereka kembali pada saat itu, dan menikmati bir sambil menonton TV. Dengan bersemangat mereka berbincang-bincang sambil menyiapkan santapan dan ketika makan malam telah siap, mereka bertiga mengatakan “Mari makan” bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghela napas panjang sambil gemetar, Asuna menahan air matanya, meletakkan sisir dan bangkit berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lampu di belakangnya mati tanpa menunggu ia menutup pintu sambil ia berjalan keluar kamarnya menuju koridor yang gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelayan Sada Akiyo baru membuka pintu depan ketika Asuna berjalan menuruni tangga semi-sirkular dan mencapai lantai pertama. Dia telah menyiapkan makan malam dan bersiap untuk pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menghadap wanita pendek 40 tahun tersebut dan menyapanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anda telah bekerja keras, Sada-san. Aku berterimakasih atas pekerjaan anda setiap hari. Aku minta maaf aku menunggu sampai sekarang untuk mengatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hal ini, Akiyo menggelengkan kepalanya dengan mata melebar sambil menganggap hal tersebut tidak ada dan dengan segera manyapa kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ti, Tidak apa-apa, nona. Inilah pekerjaan saya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama beberapa tahun, Asuna telah  menyadari bahwa hal ini akan sia-sia namun ia tetap mengatakannya. Dia mendatanginya dan dengan pelan bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ibu dan kakak sudah kembali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ Sepertinya Kouichirou-sama tidak akan pulang sampai nanti. Nyonya besar sudah ada di ruang makan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Jadi begitu, terimakasih. Aku minta maaf telah mengganggu anda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggangguk padanya, dan Akiyo membungkuk sekali lagi sebelum ia membuka pintu dan bergegas pulang ke rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna ingat bahwa Akiyo memiliki 2 anak di sekolah menengah pertama dan sekolah dasar. Meskipun ia tinggal di Setagaya, dia akan sampai di rumah pukul 7:30 setelah berbelanja bahan makanan. Masa-masa yang sulit untuk anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Sekali waktu Asuna mengatakan pada ibunya untuk mengijinkan Akiyo meninggalkan makan malam yang telah selesai di sini, namun ibunya hanya mengabaikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar suara metalik dari tiga pintu yang terkunci. Asuna berputar dan menyeberang aula masuk untuk menuju ruang makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersamaan ketika dia mendorong untuk membuka pintu tebal dari pohon ek, suara pelan namun tegas mencapai gendang telinga Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu terlambat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat jam di dinding, waktu tepat menunjukkan pukul 6:30. Baru saja Asuna hendak mengatakan hal tersebut, suara ibunya kembali terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ Tolong datang di meja makan lima menit lebih cepat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Maaf”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bergumam perlahan, Asuna melangkah di atas karpet, mendekati meja dan duduk pada kursi dengan sandaran yang tinggi dengan mata sedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah-tengah ruang makan seluas 20 tatami terdapat meja panjang dikelilingi delapan kursi. Kursi kedua dari pojok timurlaut adalah kursi Asuna. Kakaknya Kouichirou duduk di sebelah kirinya dan ayahnya duduk di ujung timur, namun saat ini kedua kursi tersebut kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu Asuna Yuuki Kyouko duduk berada diagonal dari sisi kirinya, membaca buku ekonomi sembari menikmati sherry favoritnya di salah satu tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia cukup tinggi untuk seorang wanita. Meskipun kurus, tampilannya yang begitu tegap menghapus itu semua. Rambutnya dicat dengan warna coklat pirang tertata di sisinya dengan potongan rapi sepanjang rahangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun wajahnya cukup tampan, hidung dan garis rahang, begitu juga dengan kerutan dalam dekat mulutnya menghasilkan kesan yang sangat dingin. Mungkin kesan tersebut yang ingin ia ciptakan. Dengan kata-kata yang tajam dan sikap politik yang sengit, dia mengalahkan pesaing-pesaingnya dan meraih gelar profesor di usianya yang ke 49 tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembari  Asuna duduk, Kyouko menutup buku bersampul tebal, meletakkan serbet di lututnya dan mengambil pisau dan garpu sebelum akhirnya melihat Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna melihat ke bawah, bergumam “Selamat Makan”, dan mengambil sendok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sementara, hanya suara alat-alat makan yang terdengar di ruang makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menunya adalah salad sayuran dengan blue cheese, scafata di fave, ikan goreng dengan saus herb, roti gandum... hal seperti itu. Makanan sehari-hari ditentukan oleh kalkulasi nutrisi dari Kyouko, namun tentu saja bukan dia yang memasaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menikmati makan, Asuna berpikir sejak kapan makan dengan hanya mereka berdua menjadi penuh ketegangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, mungkin sudah seperti itu sejak lama. Ia ingat ketika betul-betul dimarahi saat ia menumpahkan supnya atau tidak memakan sayurannya. Itu terjadi di masa lalu, Asuna tidak pernah tahu bahwa makan dapat begitu menyenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil makan dengan kaku, pikirannya melayang menuju rumahnya di dunia lain. Tiba-tiba suara  Kyouko menariknya kembali ke dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Apa kamu menggunakan mesin itu lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memandang sekilas ibunya, dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Iya. Karena yang lain setuju untuk bertemu dan mengerjakan tugas bersama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hal-hal seperti tugas, kamu tidak akan belajar apapun kalau tidak mengerjakannya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko tidak akan mengerti meskipun ia mengatakan bahwa ia mengerjakannya sendiri. Asuna menundukkan kepalanya dan mengganti topik pembicaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tempat tinggal mereka cukup jauh. Di sana, kami bisa bertemu kapan saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menggunakan mesin seperti itu tidak bisa disebut pertemuan. Dari awal, tugas adalah sesuatu yang harusnya kamu kerjakan sendiri. Kamu cuma bermain kalau mengerjakannya dengan teman-teman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyentuh gelas sherry-nya, Kyouko berbicara lebih cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar baik-baik, kamu tidak punya waktu untuk bermain. Karena kamu sudah dua tahun tertinggal dari anak-anak yang lain, harusnya kamu berusaha lebih keras untuk menebus dua tahun itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Aku belajar dengan baik. Bukannya kartu laporan semester kedua sudah di-print dan kuletakkan di meja ibu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah melihatnya, tapi hasil evaluasi dari sekolah seperti itu tidak bisa dijadikan bahan pertimbangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekolah... seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar baik-baik Asuna. Di semester ketiga, kamu akan diajari guru pribadi di luar sekolah. Bukan yang populer akhir-akhir ini dengan internet, mereka akan datang ke rumah ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu... Tunggu sebentar, kenapa tiba-tiba ibu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba lihat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Protes Asuna dihentikan Kyouko tanpa memberikan celah untuk alasan dan ia mengambil PC Tablet dari atas meja. Asuna mengerutkan dahi ketika ia melihat layar dari PC Tablet yang diberikan ibunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Apa ini... Contoh untuk... tes untuk murid pindahan?”	&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu test untuk perpindahan murid tahun ketiga di sekolah yang dikelola salah satu teman ibu, itu satu-satunya kesempatan yang ibu dapat setelah membujuknya dengan berbagai cara. Itu tidak seperti sekolahmu yang dikumpulkan bersama-sama, itu benar-benar sekolah. Disana menggunakan sistem kredit, jadi kamu hanya butuh setengah tahun untuk memenuhi syarat kelulusan. Dengan begitu, kamu bisa melanjutkan ke Universitas di bulan September.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatap Kyouko dengan tercengang, meletakkan PC Tablet di atas meja dan mengangkat tangan kirinya untuk menghentikan ibunya yang semakin lama semakin bersemangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, tunggu sebentar. Aku benar-benar merasa terganggu ibu memutuskan ini sepihak. Aku benar-benar menyukai sekolahku sekarang. Banyak guru-guru yang bagus di sana, aku bisa belajar dengan benar bila aku di sana. Tidak perlu harus pindah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata-kata itu, Kyouko menghela dengan tegas, menutup matanya, memiringkan gelasnya yang berlingkar emas dan berdiri tegak. Tindakan ini adalah tindakan khas Kyouko, dan merupakan teknik berbicara yang biasa dia gunakan untuk membiarkan musuh-musuhnya mengetahui keunggulannya. Bahkan banyak pria gemetar ketika dia melakukan tindakan ini di sofa ruang guru. Hingga suaminya Shouzou berusaha menghindari pandangan Kyouko ketika di rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Ibu sudah menyelidiki dengan seksama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko berbicara dengan nada dikdatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tempat yang kamu datangi sekarang bahkan tidak bisa disebut sekolah. Kurikulumnya berantakan dan standar pelajarannya sangat rendah. Guru-gurunya dikumpulkan bersama, tidak mungkin mereka punya sejarah mengajar yang layak. Daripada fasilitas akademik, tempat itu lebih tepat disebut rumah sakit gila.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu... Pernyataan seperti itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka membuatnya terlihat bagus dan menyebutnya fasilitas untuk mendidik murid-murid yang tertinggal karena peristiwa itu, tapi kenyataanya, sekolah itu hanya tempat untuk mengawasi semua anak-anak yang mungkin akan menimbulkan masalah di masa depan. Fasilitas seperti itu penting untuk mereka yang telah membunuh satu sama lain di dunia gila itu, tapi kamu tidak perlu kesana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna bahkan tidak mampu merespon perkataan yang sangat sepihak ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah yang ia ikuti sejak musim semi terakhir berada di Nishitokyo, dan sekolah tersebut dibangun dengan benar-benar tergesa-gesa dalam waktu dua bulan semenjak pengumuman proyek tersebut. Tujuannya adalah untuk membimbing anak-anak yang pendidikannya tertinggal selama 2 tahun akibat terjebak dalam game kematian  «Sword Art Online». Semua pemain SAO yang berusia dibawah 18 tahun memiliki izin masuk bebas, dan bila lulus kamu dapat mendaftar ujian masuk universitas. Perlakuan terlalu baik tersebut menerima kecaman untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, Asuna sendiri mengerti ketika ia mengikuti sekolah tersebut bahwa hal tersebut bukanlah keuntungan sederhana semata. Semua murid-murid diwajibkan mengikuti konsultasi satu kali dalam seminggu, dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang secara jelas merupakan tes untuk perilaku anti-sosial. Berdasarkan jawabanmu, kemungkinan kamu dapat dikirim kembali ke rumah sakit untuk didiagnosa bahkan diminta untuk meminum obat. Jadi pernyataan Kyouko bahwa tempat tersebut adalah «Rumah Sakit Jiwa» tidaklah tanpa alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, Asuna menyukai sekolah itu. Tidak peduli apa yang pemerintah dan kementrian pikirkan, guru-gurunya adalah mereka yang secara sukarela dan tanpa pamrih menghadapi murid-muridnya. Tidak perlu untuk murid-murid dengan sengaja menyembunyikan masa lalu mereka, dan lebih penting lagi dia dapat berkumpul bersama teman-teman dekatnya. Dengan Lisbeth, Silica, beberapa rekan-rekannya di baris depan, dan tentu saja –- Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggenggam erat garpunya dan menggigit bibirnya, dan berusaha melawan gejolak dalam hatinya untuk menceritakan kepada ibunya segalanya dari awal hingga akhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melawan gejolak untuk memberitahu ibunya: “Aku adalah salah satu dari orang-orang «yang telah membunuh satu sama lain» seperti yang ibunya sebutkan. Aku telah hidup dengan membunuh dengan pedangku setiap hari, dan aku tidak merasa sedikitpun penyesalan dari hari-hari itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko melanjutkan pembicaraannya, tidak menyadari perjuangan di hati Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apabila kamu mengikuti tempat seperti itu, kamu tidak akan bisa melanjutkan ke universitas dengan baik. Pikirkan baik-baik, kamu sudah berumur delapan belas tahun. Tetapi, dimana kamu saat ini, kamu tidak tahu kapan kamu akan bisa melanjutkan ke universitas. Kamu harus pergi ke pusat pemeriksaan untuk pemeriksaan minggu depan. Apa kamu tidak khawatir sama sekali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hal seperti melanjutkan ke universitas... Tidak ada masalah kan kalau masuk beberapa tahun berikutnya. Lagi pula, melanjutkan ke universitas bukan hanya satu-satunya jalan hidup...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyouko menolak dengan dingin kata-kata Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu punya kemampuan. Kamu tahu bagaimana sulitnya yang harus ibu lalui untuk menarik keluar kemampuan itu. Tapi kamu sia-siakan dua tahun di game aneh itu... Ibu tidak akan mengatakan ini kalau kamu hanya anak biasa. Akan tetapi, kamu tidak seperti itu. Tidak menggunakan bakatmu sepenuhnya dan membiarkannya membusuk adalah sebuah dosa. Kamu punya kualifikasi dan kemampuan untuk pergi ke universitas sempurna dan mendapatkan pendidikan kelas atas. Maka kamu harus melakukannya. Kamu bisa tetap di universitas dan terus belajar atau menggunakan kemampuanmu untuk pemerintahan atau swasta, ibumu ini tidak akan ikut campur sampai situ. Akan tetapi, ibu tidak akan mengijinkanmu untuk menyerahkan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan lebih tinggi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak punya hal seperti bakat alami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya Asuna dapat menyela selama pidato panjang Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jalan hidup seseorang harus ditentukan dirinya sendiri, iya kan? Di masa lalu, aku juga berpikir melanjutkan ke universitas yang bagus dan mendapatkan pekerjaan yang baik adalah segalanya dalam hidup. Tetapi, aku sudah berubah. Meskipun aku tidak bisa menjawabnya sekarang, aku yakin aku akan menemukan sesuatu yang ingin aku lakukan. Aku ingin tetap di sekolah yang sekarang untuk tahun berikutnya dan mencari tahu apa yang aku inginkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu hanya membatasi pilihanmu. Tidak peduli berapa tahun kamu di tempat seperti itu, tidak akan ada jalan yang bisa kamu pilih. Akan berbeda kalau kamu pindah sekolah. Universitas di atasnya juga terkenal, jadi kalau kamu dapat hasil yang baik disana, kamu bisa pindah ke universitas tempat ibu. Dengar baik-baik, Asuna. Ibu tidak ingin kamu berjalan di jalan yang salah. Ibu ingin kamu punya karir yang bisa kamu banggakan ke siapapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karirku... Jadi, bagaimana dengan orang yang dikenalkan kepadaku bulan Januari kemarin? ...Meskipun aku tidak mengerti apa yang ia  bicarakan, orang itu bicara seperti dia sudah jadi tunanganku. Bukannya ibu yang membatasi hidupku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tidak mampu lagi meredam getaran di suaranya. Meskipun dia mengerahkan semua kekuatannya di tatapannya. Kyouko dengan tenang meminum dari gelasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pernikahan adalah bagian dari karirmu. Apabila kamu tidak menikahi seseorang yang bebas secara materiil, kamu akan menyesalinya di beberapa tahun kemudian. Hal-hal yang kamu katakan ingin lakukan menjadi mustahil. Pada aspek tersebut, Yuuya sangatlah sempurna. Akhir-akhir ini, bank lokal yang dijalankan oleh keluarga kita lebih meyakinkan daripada bank besar dengan persaingan konstan antar golongan. Ibu juga sangat menyukai Yuuya. Bukankah dia anak yang terus-terang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Sepertinya ibu tidak belajar sama sekali. Yang memulai insiden yang menyebabkanku dan banyak orang lain menderita dan membuat RECTO berada pada krisis finansial, bukannya dia Sugou Nobuyuki yang dipilih ibu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam kamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Roman muka Kyouko berubah, dan dia mengibaskan tangan kirinya seperti hendak mengusir serangga yang mengganggunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak ingin dengar lagi tentang orang itu... Awalnya, yang sangat menyayangi dan ingin mengadopsinya menjadi putranya adalah ayahmu. Dari awal, dia memang tidak pernah ahli dalam menilai orang lain. Tidak jadi masalah, meskipun Yuuya  tidak begitu mengesankan, dengan begitu kita bisa tenang menerimanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang betul, ayah Asuna, Shozou tidak pernah memperhatikan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dia mengabdikan seluruh tenaganya untuk menjalankan perusahaan, bahkan setelah dia menyerahkan jabatannya sebagai CEO, dia tetap mengabaikan keluarganya demi mengatur kerjasama dengan penanam modal asing. Shozou sendiri mengatakan ia sangat menggagumi cita-cita, kemampuan Sugou untuk mengembangkan dan memanage, dan semuanya terjadi karena ketidakmampuannya bahwa dia tidak menyadari kepribadian sebenarnya dari Sugou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, Asuna mengerti salah satu alasan Sugou Nobuyuki menjadi makin agresif sejak sekolah menengah pertamanya dikarenakan desakan kuat dari orang-orang disekitarnya. Terlebih, sebagian kecil dari desakan itu pasti berasal dari kata-kata Kyouko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menelan kembali keluhannya dan dengan kaku berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimanapun juga, aku sama sekali tidak mau berhubungan dengan orang itu. Aku akan memilih sendiri pasangan hidupku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak apa-apa, selama dia cocok denganmu, siapapun yang terkenal tidak masalah. Tetapi, aku katakan ini lebih dulu, anak seperti itu – murid dari fasilitas seperti itu tidak termasuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kalimat itu, dia merasakan Kyouko dengan pasti menunjuk orang tersebut, sekali lagi Asuna tercengang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Apa mungkin.. Ibu menyelidikinya? Tentang dia...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bergumam dengan suara gemetar, namun Kyouko tidak menyangkal atau mengangkuinya, malahan dia hanya mengganti topik pembicaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu harus mengerti, ibu dan ayahmu menginginkan kebahagiaan untukmu. Kami sudah mengharapkan itu semenjak kamu di taman kanak-kanak. Meskipun kamu mengalami sedikit kemunduran, kamu pasti bisa pulih. Selama kamu bekerja keras dengan serius. Kamu bisa mengumpulkan karir yang brillian.”&lt;br /&gt;
Itu bukan masalahku, itu masalahmu, Asuna menggerutu pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dan kakaknya Kouichirou adalah aspek dari «karir brillian» Kyouko. Kouichirou masuk pada universitas kelas satu dan mendapatkan hasil sukses di RECTO. Seharusnya Asuna mengikutinya, namun ia terjebak dalam hal yang tidak dapat dielakkan seperti insiden SAO, dilanjutkan dengan kejatuhan image perusahaan RECTO karena kasus Sugou, menyebabkan Kyouko seperti memiliki cela dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:Sword_Art_Online_Vol_07_-055.jpeg|thumb]]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Asuna kehilangan kekuatan untuk melanjutkan perdebatan, meletakkan peralatan makannya pada piring yang masih setengah tersisa dan berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Tentang berpindah, akan aku pikirkan lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hanya mengatakannya untuk saat ini, namun Kyouko dengan datar membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Batas waktunya minggu depan. Isi informasi yang dibutuhkan dan print tiga lembar kopi pada meja belajar sebelum waktu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memandang ke bawah, berputar dan berjalan menuju pintu. Awalnya dia hanya ingin kembali ke kamarnya, namun ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, dia berputar menghadap Kyouko dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ibu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ibu masih merasa malu tentang orangtua ibu yang telah meninggal, menyesal karena ibu berasal dari keluarga petani dan bukan dari keluarga terkenal yang mempunyai sejarah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kyouko melebar karena terkejut untuk sesaat, diikuti dengan kerutan dalam di dekat alis dan mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Asuna! Kesini kamu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia masih dapat mendengar suara tajam itu, Asuna  menutup pintu dan menghalangi kata-kata tersebut. Dengan segera ia menaiki tangga seperti ingin melarikan diri dan membuka pintu menuju kamarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna merasakan kegelisahan yang tak tertahankan, dia berjalan lurus menuju kontrol  panel kamarnya dan menonaktifkan AI gabungan. Hanya seperti itu, dia melompat ke atas tempat tidurnya, dan membenamkan wajahnya di kasur yang besar, tidak memperdulikan kerutan pada blus mahalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak ingin menangis. Sebagai seorang swordswoman, dia telah memutuskan untuk tidak meneteskan air mata kesengsaraan ataupun kesedihan. Akan tetapi, kebulatan tekadnya tak mampu membendung ketidakbahagiaan yang terus berkembang tanpa batas di dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Swordswoman macam apa kamu, ejekan sebagian dari hatinya. Kamu mampu sedikit menebaskan pedang di dalam game, kekuatan apa yang kamu miliki di dunia nyata? Asuna menggigit bibirnya dan bertanya pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertemu dengan anak laki-laki itu di dunia tersebut, seharusnya dia sudah berubah. Seharusnya dia sudah berhenti mengikuti secara buta nilai-nilai yang diberikan orang lain dan bertempur untuk hal yang ia percayai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, dilihat dari luar, apa bedanya dia dengan sebelum datang ke dunia itu? Dia masih bersikap seperti boneka dan menunjukkan senyum palsu di hadapan saudara-saudaranya, dia tidak mampu menolak jalan yang dipaksakan orangtuanya. Bila ia mampu percaya pada dirinya sendiri di dunia virtual, lalu kenapa dia harus kembali ke dunia nyata?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito... Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa sadar, dia mulai memanggil nama itu berulang kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito – Kirigaya Kazuto, mampu tetap mempertahankan tekad kuat yang ia dapat di SAO bahkan setelah kembali ke dunia nyata selama lebih dari setahun. Seharusnya dia juga menghadapi tekanan yang begitu kuat, namun dia tidak pernah menunjukkan hal itu di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di masa lalu, ketika ia menanyakan Kirito apa yang ia ingin capai di masa depan, dengan malu-malu Kirito tersenyum dan menjawab dia ingin menjadi seorang produser daripada hanya sebagai seorang pemain. Terlebih lagi, bukan sesuatu seperti software untuk game, dia ingin mengganti teknologi FullDive saat ini yang begitu constraint-ridden dan memproduksi tampilan yang lebih akrab antara mesin-manusia. Untuk mencapainya, ia telah mengunjungi forum-forum luar negeri, belajar dengan aktif dan bertukar pendapat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna merasa Kirito akan berusaha menggapai tujuan itu tanpa keraguan. Bila memungkinkan, dia ingin berada di sisinya dan bersama mengejar mimpi yang sama. Secara teliti dia mencari tahu apa yang harus dia pelajari dan berharap mereka dapat melanjutkan di sekolah yang sama pada tahun berikutnya.&lt;br /&gt;
Akan tetapi, sepertinya jalan itu telah terputus. Pada akhirnya dia tidak dapat menahannya, perasaan lemah menyerang Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berharap dapat langsung bertemu dengannya. Meski bukan di dunia nyata, dia ingin sendiri bersamanya di rumah itu, menangis mengungkapkan seluruh isi hatinya dan menceritakan segalanya.&lt;br /&gt;
Namun, dia tidak bisa. Pemikiran bahwa yang Kirito cintai bukanlah Yuuki Asuna yang lemah, melainkan salah seorang pejuang terkuat Asuna «The Flash», menjadi belenggu berat dan menghantui dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
『Asuna... sangatlah kuat... Jauh lebih kuat dariku...』&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia teringat kata-kata yang Kirito bisikkan di dunia itu. Asuna mungkin akan menarik dirinya dari hati Kirito bila dia menunjukkan kelemahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu terlalu menyeramkan. Asuna berbaring, dan tanpa sadar tertidur sebentar.&lt;br /&gt;
Dia melihat dirinya dengan sarung pedang berhiaskan perak tergantung di pinggangnya, bergandengan dengan Kirito, berjalan di suatu tempat dengan sinar matahari menembus pepohonan. Akan tetapi, Asuna yang lain terkunci di tempat yang gelap, hanya mampu memandang dengan diam kebahagiaan mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam mimpi manis namun menyedihkan tersebut, Asuna sangat berharap dia kembali ke dunia tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{{SAOIndo Nav|prev=Jilid 7 Bab 1|next=Jilid 7 Bab 3}}&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>202.153.229.116</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_10_Selingan_II&amp;diff=193928</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 10 Selingan II</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_10_Selingan_II&amp;diff=193928"/>
		<updated>2012-10-04T02:18:34Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;202.153.229.116: /* Selingan II */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Selingan II==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara sepatu boot bergema di seluruh ruangan luas .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Swordsman Elit dalam pelatihan Eugeo-dono, Saya melapor! Tugas menyapu hari ini selesai!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber suara itu adalah seorang gadis muda berpakaian seragam abu-abu pemula swordman dalam pelatihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum sebulan ini sejak dia masuk sekolah di musim semi dan menjadi valet, sikapnya penuh akan kegugupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eugeo telah mencoba memperlakukan dia sebaik mungkin, tapi apapun yang dia katakan, dia tak pernah bisa santai... Tapi Eugeo mengerti situasi ini karena dia seperti itu tahun lalu. Dalam beberapa hal, fakta bahwa hanya ada 12 swordman elit yang lebih menakutkan dari para instruktur sendiri untuk murid pemula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Butuh waktu sekitar 2 bulan untuk melakukan percakapan biasa, dan sama juga untuk Eugeo. Akan tetapi,bagaimanapun dia bukan rekan yang tipikal, dan ini hanya akan menjadi satu-satunya pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menutup buku teks tua seni suci, Eugeo berdiri dari kursi bersandaran tinggi dan mengangguk sambil berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih untuk semuanya, Teiza. Sekaran kamu bisa kembali ke asramamu... Eh, erm...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya berpaling pada gadis berambut warna teh berdiri di sebelah Teiza yang berambut merah tua, yang juga menegakkan punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf, Ronie. Aku menyuruh orang itu kembali setelah ruangannya disapu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eugeo meminta maaf untuk rekannya yang menghilang setelah latihan, pemula dalam pelatihan bernama Ronie melebarkan matanya dan menggelengkan kepala,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ti-tidak apa, tugasnya hanya selesai setelah laporan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Begini, meskipun ini memalukan, tunggulah sebentar lagi. Aku tak tahu bagaimana mengatakannya, beginii... Aku meminta maaf atas kelakuan teman sekamarku..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akademi Master Pedang Kekaisaran Norlangarth adalah institusi yang mengumpulkan putra dan putri bangsawan di Norlangarth dan mendidik mereka untuk menjadi swordsman terbaik. Tapi sekali mereka melewati gerbang sekolah, mereka yang berdarah bengsawan harus memulai dari dari garis yang sama dengan pemula dalam pelatihan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kelas satu, hampir tak ada kesempatan unutk menyentuh pedang sungguhan, jadi hal yang mereka hanya bisa lakukan berlatih terus menerus dengan pedang kayu, mempelajari Seni Pertarungan dan Seni Suci. Juga, Para pemula dalam latihan harus menyelesaikan tugas bermacam-macam lainnya sambil belajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas yang diserahkan pada mereka ditentukan dari nilaimu dalam ujian skill pedang. 90% dari siswa ditugaskan untuk membersihkan sekolah dan merawat peralatan ,atau menanam Bunga-bunga suci. 12 siswa teratas ditugaskan menjadi valet untuk para swordsman elit, dan sering menjadi sasaran kecemburuan ,keirian dari rekan-rekannya dan 2 bulan kegelisahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, meskipun mereka disebut valet, tugas-tugas yang mereka yang dapat tak berbeda jauh dibandingkan dari murid-murid lain. Mereka membersihkan ruangan para swordsman elit seperti kawan-kawannya membersihkan ruang kelas dan area latihan. Jika siswa yang valet ikuti adalah orang buruk yang membuang sampah dengan sengaja, membuat masalah atau cenderung pergi keluar dan menghilang, valet itu akan kesusahan setiap hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jika kamu mau, Ronie, Aku bisa berbicara pada guru dan mengganti guru pribadimu... Jika kamu tetap mengikuti orang itu, ini akan menjadi tahun yang susah buatmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I-ini tidak susah sama sekali!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar ide Eugeo, Ronie sekali lagi menggelengkan kepala, dan saat itu juga, ada suara yang akrab datang bukan dari pintu, tapi dari jendela terbuka yang dipenuhi cahaya kuning matahati terbenam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fufu, apa yang kamu bicarakan di belakangku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang baru tiba di ruangan melalui jendela lantai 3 itu yang berpakaian seragam swordsman elit, Kirito. Penampilannya sama, tapi seragamnya berwarna hitam pekat, tak seperti milik Eugeo yang biru dan abu-abu. Warna dari seragam bisa dipilih karena merupakan salah satu dari banyak hak istimewa bagi swordsman elit dalam pelatihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat Kirito membawa kantong yang berbau sangat sedap, Ronie menunjukkan wajah lega,tapi segera menunjukkan ekspresi tegang lagi, dan suara sepatu boot bergema dalam ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Swordsman elit Kirito-sama, Saya melapor! Tugas menyapu hari ini selesai tanpa tertunda!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, terima kasih untuk semuanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito dengan malu menggaruk kepalanya saat menjawabnya, tak terbiasa dengan mempunyai valet biasanya. Melihat ke arahnya, Eugeo  tersenyum masam dan mulai menanyai rekannya apa yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uh, Kirito, Aku takkan bilang untuk tidak keluar dari kampus, tapi gadis-gadis ini lebih sibuk dari kamu, jadi kembalilah sebelum tugas menyapu selesai. Lagian, kenapa kamu harus datang melalui jendela?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Datang melaui jendela merupakan jarak terdekat jika kamu datang dari Jalan Selatan ke3. Ingat itu juga, Ronie dan Teiza. Mungkin akan berguna di masa depan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan ajari mereka hal-hal aneh! ...Bicara tentang Jalan Selatan ke3, benda dalam kantong kertas itu pie madu kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bau manis yang tercium dari tangan Kirito dengan hebat merangsang perut pra-makan malam Eugoe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Benar itu enak, tapi kau tak perlu membeli banyak-banyak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fufu, kamu hanya perlu mengatakannya langsung jika kamu mau, Eugeo-kun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito menyeringai sambil mengambil 2 pie madu segar keemasan. Dia meletakkan satu di mulutnya, satu di sebelah Eugeo, dan dengan lembut meletakkan kantong kertas yang tersisa di tangan Ronie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saat kamu kembali ke asrama, makanlah ini dengan teman sekamarmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;WAAA!&amp;quot; Segera, Ronie dan Teiza memekik senang seperti gadis umur 15-16 tahun seharusnya lakukan, tapi segera dengan cepat berdiri kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ter-Terima kasih banyak, Swordsman elit dalam pelatihan-sama!&amp;quot; ujar Ronie.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo cepat kembali ke asrama agar &amp;quot;Nyawa&amp;quot; makanan tidak berkurang terlalu banyak! Sampai jumpa besok!&amp;quot; kata Teiza dengan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melakukan hormat simpel cepat, keduanya berjalan melalui ruangan dengan sepatu boot mereka berbunyi, membuka pintu, dan keluar dari koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengangguk sedikit sambil menutup pintu, pekikan senang bisa didengar dengan langkah kaki yang cepat menghilang ketika mereka semakin menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Sword Art Online Vol 10 - 331.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menggigit potongan besar pie panggang segar, Eugeo menatap Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, tidak ada apa-apa. Aku hanya berpikir, oh  swordsman elit dalam pelatihan Kirito-sama, bahwa kamu mungkin telah melupakan alasan sebenarnya mengapa kita disini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha, siapa yang bisa melupakan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito dengan cepat manghabiskan pienya, dan setelah menjilati ibu jarinya, matanya yang hitam segera melihat ke jendela- jauh di atas asrama swordsman pemula adalah menara besar Gereja Axiom yang berdiri di tengah tengah Centoria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;3 kali lagi... Kita akhirnya sampai disini. Pertama, kita harus mengalahkan 10 swordsman elit lainnya saat tes kelulusan, dan mendapatkan peran sebagai perwakilan sekolah ini. Kemudian, kita harus mengalahkan om-om, para kesatria dan penjaga saat Turnamen Kepiawaian Berpedang Kekaisaran. Setelah itu, kita harus menjadi 2 terakhir yang tersisa dalam Turnamen Persatuan Empat Kekaisaran. Akhirnya, kamu bisa menjadi seorang Kesatria Integritas dan bebas masuk menara itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mn... 1 tahun lagi... kemudian, kita akhirnya dapat...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;—Dapat bertemu dengannya, gadis berambut pirang, temanku yang dibawa oleh Kesatria Integritas di depan mataku sendiri delapan tahun yang lalu.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eugeo mengalihkan matanya dari Katedral Pusat jauh, dan memfokuskannya pada pedang hitam dan putih tergeletak pada dinding ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;...Selama pedang-pedang takdir yang menuntun kita masih disini, kita pasti takkan pernah gagal...&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eugeo sangat percaya tanpa keraguan sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div align=right&amp;gt;(Alicization Running Selesai)&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{{Nav|{{FULLPAGENAME}}|{{SAO List v10}}|Sword Art Online}}&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>202.153.229.116</name></author>
	</entry>
</feed>