<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Bryanjava</id>
	<title>Baka-Tsuki - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Bryanjava"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Special:Contributions/Bryanjava"/>
	<updated>2026-05-03T00:25:15Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=350089</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=350089"/>
		<updated>2014-05-01T09:18:58Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Volume 3.5 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BakaToTest-7.5_-_1.jpg|300px|thumb|Sampul Volume 7.5]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu (SI Bego, Ujian, dan Makhluk Panggilan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DILARANG KERAS MENJUAL TERJEMAHAN INI DALAM BENTUK APAPUN. INI ADALAH TERJEMAHAN GRATIS OLEH PENERJEMAH DAN PENYUNTING BUKAN UNTUK KEGIATAN KOMERSIAL&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial &amp;quot;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&amp;quot; juga terdapat dalam pilihan bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu ~ Czech Version ~|Česky (Czech)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju_~Versi%C3%B3n_Espa%C3%B1ola~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu tiếng Việt|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
Catatan: Persentase translasi setiap bahasa bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokoh utama dalam serial ini adalah seseorang yang paling tolol diantara orang-orang tolol di sekolahnya. Di sekolah ini, nilai kalian bisa lebih dari angka 100. Jikalau seseorang meninggalkan ujian di tengah jalan, maka ia akan mendapatkan nilai nol. Seorang cewek manis dan juga cantik, Himeji Mizuki, menderita demam tinggi disaat sedang mengikuti Ujian. Dia pun mendapatkan nilai nol karena sakit tersebut dan ditempatkan di kelas paling jelek, yaitu kelas F, meskipun ia  sebenarnya mempunyai potensi untuk bisa menjadi ranking 2 paling tinggi dalam perolehan nilai ujian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekolah ini nilai adalah segalanya. Kelas A, diajari oleh seorang guru bertampang pintar, menggunakan sebuah plasma TV yang ukurannya sama dengan seluruh dinding sebagai papan tulis, punya laptop sendiri-sendiri, AC di setiap meja, kulkas, kursi putar, dan segala fasilitas lainnya. Di dalam kulkasnya pun terdapat segala macam minuman dan jajanan. Langit-langitnya terbuat dari kaca, dan dinding-dinding mereka biasa dipergunakan untuk memajang lukisan papan atas serta tanaman hias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Kelas F, yaitu kelas paling jelek... mereka menggunakan meja lesehan serta bantal duduk lesehan. Papan tulisnya sangatlah kotor dan bahkan kapur pun kadang nggak punya! Ketika seseorang protes karena kaki mejanya sudah patah, guru nya pun menjawab, &amp;quot;Bukankah sekolah sudah memberi lem kayu? Silahkan nanti kau lem sendiri.&amp;quot; Disaat yang lain protes karena angin dingin masuk dari jendela-jendela rusak, Pak guru pun menjawab &amp;quot;Baiklah, nanti akan bapak pintakan kertas plastik dan lakban transparan agar kalian bisa membetulkan jendelanya nanti.&amp;quot; Sarang laba-laba bertebaran dimana-mana, tidak sedikitpun ada dinding yang  masih bersih. Berbagai macam bau kotoran menyebar ke seluruh penjuru kelas dari tatami sebagai ubin kelasnya. Beginilah keadaan dari Kelas F.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Tokoh Utama sangat merasa tidak senang dengan pengaturan seperti ini, dan meminta pertolongan dari teman-temannya untuk membuat perubahan melalui Ujian &#039;&#039;Summoning War&#039;&#039;!! Bersama-sama, mereka merancang segala cara dan juga strategi untuk mencoba mengalahkan Kelas A, dengan tujuan jika menang, mereka bisa mengambil alih ruangan Kelas A dan segala fasilitas yang dimiliki Kelas A!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kenji Inoue==&lt;br /&gt;
Lahir di Tokyo, tapi dibesarkan di Sapporo. Jatuh cinta dengan Kinoshita Hideyoshi yang digambar oleh Yui Haga sensei. Orang tua dan teman-teman terdekat nggak tahu sama sekali ketika novel pertama diterbitkan. Menjadi terkenal di perusahaan tempat bekerja karena pada suatu hari pak supervisor mengeluh  &amp;quot;Nggak ngerti bahasa Jepang yang ditulis oleh Inoue&amp;quot;. Makanya sampai sekarang, saya masih belum berani menyatakan kalo saya ini seorang penulis walau pernah menang penghargaan. Novel ini memenangkan hadiah penghargaan dalam 8th Entame Award untuk kategori Editor karena para juri nggak membacanya dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terjemahan dari sampul di dalam Volume 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada perbedaan laju kecepatan penerjemahan versi Inggris atau yang lainnya. Oleh karena ini, mohon dibantu teman-teman dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Baka_to_Test_to_Shoukanjuu (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Dibutuhkan Penerjemah dan Penyunting]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu muluk-muluk, kalau anda bisa bahasa Inggris dan punya dedikasi yang baik untuk menyelesaikan satu bab, silahkan daftar di sini: [[Baka_to_Test_to_Shoukanjuu (Indonesia):Halaman Pendaftaran|&#039;&#039;&#039;DAFTAR / REGISTRASI&#039;&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit petunjuk format standar untuk setiap bab, bisa dilihat di: [[Format_guideline | Format Standar(Bahasa Inggris)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 Topic  Thread]==&lt;br /&gt;
Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silahkan diskusikan itu di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 thread] yang telah disediakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Riwayat Update==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- 17 Mei - bikin thread)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri &#039;&#039;Baka to Test to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_~Bab_Persiapan~|Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~]]~10%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Fumizuki_News_(Bahasa_Indonesia)|Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta|Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands|Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Cerita_Seks_Mini_Tsuchiya_dan_Kudou|Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Ruang_Konseling|Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Pekan yang Berbahaya|Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Pekan yang Berbahaya]] ~50%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keempat|Soal Keempat]] ~65%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Collaboration Anthology 2: Book Girl Ascends the Stairway of the Gargoyles and Idiots===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 6===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 6.5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Pertama|Soal Pertama]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Ketiga|Soal ketiga]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Keenam|Soal Keenam]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Kedelapan|Soal Kedelapan]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Ilustrasi Novel |Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Akihisa Yoshii|&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Akihisa Yoshii]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Kebohongan, dan Harga Diri Pria|Aku, Kebohongan, dan Harga Diri Pria]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Special Bulletin-Ironman&#039;s Life Counselling Session|Special Bulletin-Ironman&#039;s Life Counselling Session]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Alasan sesungguhnya, dan Makhluk Panggilan|Aku, Alasan sesungguhnya, dan Makhluk Panggilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_&#039;&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Yuusaku Tsunemura|&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Yuusaku Tsunemura]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Lotere, dan Panci kegelapan|Aku, Lotere, dan Panci kegelapan]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Special Bulletin-Brainy Spec&#039;s Advisory Session|Special Bulletin-Brainy Spec&#039;s Advisory Session]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Jepang, dan Bahasa Yang Asing Bagiku|Aku, Jepang, dan Bahasa Yang Asing Bagiku]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Author&#039;s Notes|Author&#039;s Notes]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Catatan Author|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Berita Fumitzuki (Hiburan)|Fumitzuki News (Entertainment)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, anak-anak dan makhluk panggilan|Aku dan anak-anak dan makhluk panggilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Berita Fumitzuki (Iklan)|Fumitzuki News (Adverts)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, Himeji-san dan Sore Waktu Tertentu|Aku dan Himeji-san dan Sore Waktu Tertentu]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bagian 1)|Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bag.1)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, Rumah Tsuchiya dan Hati Tak Tergoyahkan|Aku dan Rumah Tsuchiya dan Hati Tak Tergoyahkan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bagian 2)|Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bag.2)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, Pertengkaran dan Idiot Luar biasa|Aku dan Pertengkaran dan Idiot Luar biasa]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Novel_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10.5===&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Ilustrasi Novel|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara III)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara III)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Kakak dan Guling yang Mencurigakan|Aku, Kakak dan Guling yang Mencurigakan]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara II)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara II)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Yuuji dan sihir hitam yang berbahaya|Aku, Yuuji dan sihir hitam yang berbahaya]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara I)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara I)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Masa Depan, dan Summoned Beast|Aku, Masa Depan, dan Summoned Beast]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Ekstra)|Hasil Kontes Kepopuleran (Ekstra)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku (Watashi), kelinci, dan Cinta Pada Pandangan Pertama|Aku (Watashi), kelinci, dan Cinta Pada Pandangan Pertama]] &#039;&#039;&#039;belum selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11=== &lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Ilustrasi Novel|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Pertama|Soal Pertama]] - 40%~&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Ketiga|Soal Ketiga]] &lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Staff Proyek]]==&lt;br /&gt;
:*Manajer Proyek: (belum ada)&lt;br /&gt;
:*Pengawas Proyek: (belum ada)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Aktif===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Dwiki prayoga|Dwiki prayoga]]&lt;br /&gt;
:*[[user:RaFuFu|RaFuFu]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===MIA (Hilang saat bertugas/Missing in Action)===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:NexXkinn|NexXkinn]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Razor_127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Simbadda|Simbadda]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Tracker_725|Tracker_725]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xbypass|Xbypass]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kejargantengin|Kejargantengin]]&lt;br /&gt;
:*[[user:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[user:ihzain|ihzain]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Fairuxx|Fairuxx]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Redoxx|Redoxx]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Siginjai|Siginjai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomor Serial ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1: ISBN 978-4757733299 (29 Januari 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 2: ISBN 978-4757735057 (28 April 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3: ISBN 978-4757736825 (30 Agustus 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3.5: ISBN 978-4-7577-3979-6 (30 Januari 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 4: ISBN 978-4-7577-4236-9 (30 Mei 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 5: ISBN 978-4-7577-4518-6 (29 November 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 6: ISBN 978-4-7577-4827-9 (30 April 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 6.5: ISBN 978-4-7577-5040-1 (29 Agustus 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7: ISBN 978-4-0472-6195-2 (26 Desember 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7.5: ISBN 978-4-04-7263130  (27 Februari 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 8: ISBN 978-4-04-726727-5 (30 Agustus 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 9: ISBN 978-4-04-727031-2 (29 Januari 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 9.5: ISBN 978-4-04-727332-0 (30 Juni 2011)&lt;br /&gt;
*Bungaku Shoujo VS Baka to Tesuto to Syokanju: ISBN 978-4-7577-4484-4 (30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 10: ISBN 978-4-04-727647-5 (26 Desember 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 10.5: ISBN 978-4-04-728351-0 (29 September 2012)&lt;br /&gt;
*Volume 11: ISBN 978-4-04-728752-5 (30 Maret 2013)&lt;br /&gt;
*Volume 12: ISBN 978-4-04-729293-2 (30 November 2013) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Light novel (Indonesian)]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku,_Kerja_Paruh_Waktu_dan_Akhir_Pekan_yang_Berbahaya&amp;diff=350088</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3.5 Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Pekan yang Berbahaya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku,_Kerja_Paruh_Waktu_dan_Akhir_Pekan_yang_Berbahaya&amp;diff=350088"/>
		<updated>2014-05-01T09:16:35Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BTS vol 03.5 231.jpg|thumb|Me and Part-time Work and a Dangerous Weekend]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Halo, ini siapa ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Akhirnya nyambung juga!~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Suara ini— Akihisa? Akhirnya kamu tahu cara menelpon interlokal juga ya... ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;MASIH BELAGAK NANYA ADA APA!? MAMA NGAPAIN AJA SIH!? AKU SUDAH NGECEK BERKALI-KALI, KENAPA KARTU KREDITKU ISINYA CUMA 39 YEN!? APA KAU LUPA UNTUK TRANSFER UANG BULANANKU!?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah masa sih. Mama kan nggak pernah lupa. Tentu saja, uang itu mama—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mama kirim?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—masukin dompet.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;TEGANYA SEORANG IBU MENGAMBIL UANG JATAH BULANAN ANAKNYA SENDIRI? SIAL, AKU AKAN NGADU KE PAPA!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tenang, sebagian uang tersebut juga masuk dompet papa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;JADI PAPA IKUT-IKUTAN!? TEGANYA MEMAKAN UANG HIDUPKU SEHARI-HARI, KALIAN PASANGAN SUAMI ISTRI TERBURUK YANG PERNAH KULIHAT!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf, sebenarnya papa itu, cuma dapat 20%.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;PEMBAGIANNYA NGGAK ADIL SEKALI! AKU JADI KASIHAN SAMA PAPA!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Papamu bahkan nggak tahu itu cuma 20% dan mengira kalo dia dapat setengah dari uang jatah bulananmu. Dia sangat kegirangan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Pa...kenapa kau bisa menikah dengan orang ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sigh, sekarang mama mau bicara serius sama kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Ah, oh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mama pernah bilang, kan? Kamu harus melaporkan semua nilai sekolahmu ke mama, tapi semenjak kamu naik kelas 2 SMA, mama nggak diberi tahu apapun tentang nilai dan prestasi sekolahmu. Sebenarnya ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf ma, sinyalnya putus-putus, aku nggak bisa dengar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan masalah nggak bisa dengar pelajaran, masalahnya disini kalo mama ternyata punya anak bego.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;M... ma....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan begonya itu cukup luar biasa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A, aku nggak sebego itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, ya? Kalo begitu bilang ke mama. Bagaimana nilaimu di sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo cepat. Kalo kamu jawab, akan ibu pertimbangkan untuk mengirim uang jatah bulananmu..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm..., aku selalu berpikir... mama itu sangat cantik dan juga awet muda, tapi daya tarik mama yang sebenarnya bukan cuma di penampilan, tapi juga hatinya. Bukan cuma sifatnya yang baik, gayanya dan bijaksana dalam mengambil keputusan juga nggak kalah dengan orang lain. Sebagai anak, aku selalu membangga-banggakan mama.&amp;quot; .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cukup ngelanturnya. Mama nggak mau mendengar alasan kamu, jawab pertanyaan mama pake bahasa inggris. &#039;How are your grades in school&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah? &#039;a thousand&#039;? &#039;a little bad&#039;? &#039;about average score&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I&#039;m, sorry...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--DUUU...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;EHH! KOK DITUTUP? DASAR IBLIS! SIAL! KALO BGITU CARANYA, AKAN KUTELPON TERUS-TERUSAN AMPE GUE GANTENG! JANGAN REMEHKAN TEKAD ANAKMU YANG SATU INI!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 150%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jadi setelah bosan mendengar suara telpon gak diangkat, ibumu mendaftarkan nomermu ke daftar blacklist dan membuatmu gak bisa tersambung sama sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iye. Kejem banget kan? Orang itu pasti bukan ibu kandung gue.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yaa, yang sabar aje bro...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat waktu makan siang, aku curhat tentang kejadian dengan ibuku pada Yuuji. Nggak disangka dia bisa bersimpati juga padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ke, kenapa kau, Yuuji? Tumben sekali kau peduli denganku&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak apa-apa, aku cuma bisa mengerti bagaimana penderitaan hidup dibawah naungan seorang ibu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji melihat keatas memandang keluar jendela, terlihat seperti ekspresi muka yang penuh penderitaan tapi juga penuh ketabahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, sekarang kau mau berbuat apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si cantik yang sedang memegangi minuman kotak— Hideyoshi - bertanya padaku. Melihat betapa manis dia meminum susu, aku jadi ingin tersenyum. Di tipi-tipi juga sering dikatakan kalau susu sangat bagus untuk kecantikan, dan kurasa sangat bermanfaat untuk Hideyoshi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu~ hm...yaa, aku kesal sekali dengan ibuku. Kayaknya dia juga sudah berkeras hati. Aku nggak bisa menelponnya sama sekali, dan kalopun aku ingin terbang nyusul dia jauh-jauh ke luar negeri, luar negerinya jauh banget coy...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lagi, aku nggak tahu tempat mereka tinggal. Yang aku tahu mereka melakukan kerjasama bisnis enterprise di luar negeri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kayaknya kau harus menghasilkan duit sendiri&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahut teman sekelasku Tsuchiya Kouta, biasa dipanggil Muttsurini yang katanya dia sih sedang membaca &#039;majalah&#039;. Alasan mengapa dia dipanggil Muttsurini dikarenakan dia itu orangnya super cabul dan pendiam.—akhir-akhir ini sifat pendiamnya pun mulai hilang. Sekarang bagiku yang kesisa dari dia cuma cabulnya doank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, kayaknya aku harus nyari kerjaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau bisa, aku mau pekerjaan yang digaji harian dan langsung bisa bekerja saat ini juga. Tapi aku rasa nggak ada kerja paruh waktu untuk anak SMA yang digaji secara harian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kerjaan? Aku jadi ingat, kafe depan stasiun sedang mencari pekerja paruh waktu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji menaruh tangannya dibawah dagunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kafe depan stasiun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo nggak salah nama kafenya &#039;La Pedis&#039;? Entah pake bahasa apa itu nama kafe.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei~ serius kafe itu sedang nyari pekerja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kafe itu menjual makanan yang sangat enak dan juga murah. Tempat itu sering menjadi tempat cozy bagi para murid Fumitzuki Gakuen. Pernah sekali aku mampir dengan Minami (dan dengan tangan terkilir).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seingatku kerjanya cuma untuk hari Sabtu ini. Shiftnya sendiri mulai dari jam 11:00 sampai jam 20:00, dan gajinya 8,800 yen. Dan kayaknya mereka juga memperbolehkan orang yang belum berpengalaman.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cuma 1 hari dan nggak punya pengalaman pun boleh? Bagus banget donk—tapi juga mencurigakan sekali...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, kafe itu nggak akan mempekerjakan murid yang masih belajar dalam jangka waktu pendek, apalagi mereka memperbolehkan orang yang nggak punya pengalaman. Pasti ada apa-apanya nih!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Memang mencurigakan. Tapi jangan kaget juga. Para pegawai kafe tersebut kudengar semuanya keluar, jadi mungkin terpaksa mereka harus mencari pekerja dengan cara ini...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan yang masuk akal sih. Kalo mereka bahkan mau mempekerjakan orang yang belum berpengalaman, pemilik kafe tersebut pasti sekarang dalam keadaan kepepet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lagipula, bukan tempatnya Akihisa untuk segala milih-milih pekerjaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu...iya juga sih...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar kata Muttsurini, sekarang, aku nggak punya hak buat pilih-pilih. Ini sudah menyangkut hidup dan mati, kayaknya aku harus berusaha untuk mendapatkan pekerjaan itu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, Akihisa juga mau ikutan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? &#039;Akihisa juga mau ikutan&#039;, apa itu artinya kau mau ikutan juga, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rencananya sih gitu. Dan, aku benar-benar mau kesana dan mencoba masuk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi begitu, nggak heran kalo dia tadi sudah mengerti keadaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kau Yuuji? Apa kau mau nabung beli sesuatu? Nggak mau cerita pada kami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm, sebenernya sih nggak penting... aku cuma mau memasang kunci pintu buat kamarku, kunci yang paling bagus dan paling keras!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk anak seumur kami mungkin sudah wajar jika punya keinginan untuk memasang kunci pada pintu kamar. Tapi nggak banyak dari kita yang melakukan itu dengan alasan sama seperti Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, berapa banyak mereka menerima pekerja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo kita harus bersaing satu sama lain saat wawancara, aku harus ngeracunin Yuuji terlebih dahulu. Kayaknya aku masih punya biskuit buatan Himeji-san...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo nggak salah 3-4. Tempatnya cukup besar, jadi mereka butuh banyak pekerja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh iya, aku pun jadi teringat dengan toko itu. Nampak dari luar seperti restoran keluarga, dan banyak menu yang disajikan. Termasuk dengan karyawan yang di dalam, bisa jadi mereka butuh 3-4 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;4 orang ya? Gimana kalo Hideyoshi dan Muttsurini ikutan juga?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bpleh tuh...lumayan. aku jadi bisa melatih aktingku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...aku bisa dapat tambahan buat beli kamera baru.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua juga kagak punya kerjaan laen, jadi mereka pun langsung setuju. Muttsurini unggul dalam memasak, dan Hideyoshi, nggak usah disinggung juga kita semua tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sip deh, ayo kita pergi wawancara sepulang sekolah. Jangan sampai kita didahului.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Okelah kalo bgitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sip.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(Ngangguk)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, kami berempatpun pergi ke kafe, dan setelah wawancara, kami semua diterima.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 150%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh...jadi kalian sudah datang...maaf sudah membuat kalian menunggu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I, iya, mohon kerjasamanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari Sabtu ini, sang Pemilik Kafe berjalan menyeret-nyeret badannya yang sangat loyo dan mempersilahkan kami semua masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oi, kuat kerja gak nih pemilik toko?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Um... biasanya kalo orang begini nongol di tempat lain... kemungkinan orang itu lagi mau bunuh diri terjun bebas ke laut. Dia terlihat depresi sekali.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku setuju dengan Hideyoshi. Kalo ada orang yang seperti ini nongol di peron stasiun, aku akan meminta kondektur setempat untuk memperhatikannya dan mencegah orang itu jangan sampai bunuh diri lompat ke tengah rel kereta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Denger-denger... pemilik toko ini baru saja ditinggal kabur oleh anak dan istrinya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisik si Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin pemilik toko ini nggak kuat mental atas kehilangan istri dan juga anaknya. Makanya dia mempekerjakan pekerja cuma dalam sehari. Kalo bgitu, kita hanya perlu membantu dia sebelum istri dan anaknya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aneh. Seingatku dulu ada seorang cewek yang bekerja disini...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku nggak tahu apa yang telah terjadi. Tapi sepertinya ada sesuatu yang mencurigakan kenapa mereka mengundurkan diri.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi mereka mengundurkan diri? Kayaknya mereka nggak mau terlibat dengan masalah si pemilik toko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm, ini seragam kalian... lapor ke bapak kalo ukurannya nggak cocok...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Pemilik Toko membagikan seragam pada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&#039;Ukuranku nggak cocok.&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat kami menerima seragam, Aku, Yuuji, dan Muttsurini protes secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gender seragamku nggak cocok.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, terdengar suara Hideyoshi protes karena diberikan seragam perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Aneh... Padahal tadi bapak sudah ukur...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Pemilik Toko memiringkan kepalanya heran, tapi mau dilihat darimana pun. Ukurannya nggak cocok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm, seragamku memang cuma kekecilan sedikit, tapi Yuuji dan Muttsurini—maksud saya, Sakamoto dan Tsuchiya ukurannya jelas sekali nggak cocok.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa pemilik toko memberikan seragamnya ke orang yang salah? Kalo bgitu, mata bapak ini sliwer sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh ya? Tapi menurut bapak, Sakamoto-san itu S, Yoshii-san itu M, dan Tsuchiya-san itu ERO—maksudnya L...&amp;quot; (Di jepang, L itu dibacanya ERO, sedangkan M itu maksudnya disini adalah Masochist dan S itu Sadisme)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jeli juga bapak pemilik toko satu ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku nggak tertarik dengan ERO.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;WOGH!!&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kebohongan luar biasa ini, aku dan Yuuji langsung teriak kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Muttsurini, jangan bohong.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, kalo mau bohong, cari alasan yang bisa membuat kami bisa sedikit percaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(Geleng-geleng kepala).&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelihatan bohong banget. Yaelah, buat apa sih dia bohong?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya sudahlah. Ukuranku itu L, jadi aku bisa tukeran sama Muttsurini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin aku terlihat kecil saat bersama Yuuji, tapi sebenarnya aku ini tingginya diatas rata-rata. Kalo ukuran baju M mungkin lebarnya cocok, tapi panjangnya masih kurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...aku pakai yang M. Pas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tukeran seragam dengan Muttsurini. Hm, L memang ukuran yang pas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pak pemilik toko, aku harusnya XL. Bisa tolong tukarkan untukku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji nggak bisa tukeran, jadi dia hanya bisa mengembalikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah iya, kamu benar, bapak nggak sengaja mencampurkan ukuran baju dengan selera kalian...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wow kesalahan yang sembrono sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm, maaf tadi aku sudah bilang kalo gender seragamku salah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baiklah, saatnya ganti baju, dan ayo kita mulai bekerja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 150%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar mandi pekerjanya nggak begitu besar, jadi aku dan Muttsurini duluan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi teringat sewaktu festival sekolah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...kayaknya takdir kita emang gak jauh dari kafe.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbincang aku dengan Muttsurini setelah meninggalkan barang pribadi milik kami ke loker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seragam toko ini terdiri dari celana hitam panjang serta kaos putih, dengan rompi ketat. Layaknya seragam pelayan yang lain, disini juga dilengkapi apron dan dasi hitam panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf sudah lama menunggu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berganti, Aku dan Muttsurini keluar kamar mandi dengan penampilan sama sambil menyapa orang diluar. Yuuji dan Hideyoshi tampak terkesan melihat kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haha, cocok sekali. Pantes banget kalian.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Setelah kulihat lagi, kalian berdua kelihatan keren.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, yang bener?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Memalukan sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti seragam sekolah dan baju bebas, saat memakai seragam kafe aku merasa nggak nyaman, ditambah dengan malu saat mereka memuji kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo bgitu, gantian aku dengan Yuuji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ok. Giliran kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memujinya selesai, kali ini gantian Yuuji dan Hideyoshi mengganti seragam dan masuk kamar-- eh TUNGGU DULU!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;YUUJI GOBLOK!  SEMBARANGAN AJA LOE MASUK DAN GANTI BAJU SAMA HIDEYOSHI!?&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Mati seribu kali, mau?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan paksa membuka pintu tapi ternyata telah dikunci dari dalam, gagang pintunya gak bisa diputar. Kalo bgini terus, Hideyoshi akan berada dalam bahaya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Yuuji malah mendesau mengabaikan kami yang mau merusak pintu dan nggak peduli pemikiran kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maksud kalian apa. Mau ganti baju apa yang lainnya juga, kami berdua kan cowok. Masalahnya dimana sih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;KALIAN BERDUA COWOK? MASALAH? OMONG KOSONG APA SI BEGO INI!?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;YUUJI!! ITU PASTI SALAH PENULISAN IDENTITAS!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;Tunggu, tunggu dulu, Akihisa! Aku ini sedang bersama seorang cowok!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Yuuji masih belom mengerti. Dan dia percaya saja dengan tulisan di identitas!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fiuh, Iya iya. Aku akan dengarkan celotehanmu nanti setelah aku selesai ganti baju, tolong tenang bentar napa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji berkata dengan nada tak sabaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TIDAK! Sudah terlalu terlambat kalo nunggu selesai! Kalo begitu--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yuuji! Kalo kamu tetep keras kepala maka...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maka apa? Jangan rusak pintunya oi! Kerja juga belom masa kita mau disuruh bayar buat ganti rugi pintu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--aku akan ngadu sama Kirishima-san!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kreak!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku gantinya di koridor aja, boleh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagus kalo sudah mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, ayo kita ke Pemilik toko.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(Angguk kepala)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengakhiri krisis ini, Aku dan Muttsurini pergi ke ruang depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm... Tanganku nggak nyampe retsletting yang di punggung. Maaf Yuuji, bisa bantu--eh? Kemana si Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf Hideyoshi, aku masih sayang nyawaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar percakapan di belakangku, aku pun merasa tenang. Bener-bener si Hideyoshi, dia terlalu lengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong-ngomong, ini bener-bener kafe beneran, berbeda dengan saat di sekolah. Rasanya benar-benar segar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sangat menarik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekerjaan ini merupakan pengalaman yang bagus. Walau nggak sampai taraf dengan ini aku bisa berhenti meminta uang dari orang tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalu bilang kau mau bekerja di dapur kan, Muttsurini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...seperti yang sudah kusebut saat interview.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagus, kalo bgitu kau bertugas di dapur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memendam perasaan gugup, aku menuju ke ruang depan dimana Pemilik toko berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(blang)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik toko hanya duduk-duduk, dengan arwahnya keluar dari mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pak pemilik toko, bapak baik-baik saja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...ahh, baik, bapak baik-baik saja... asal bapak bisa menangani toko ini dengan baik, pasti mereka berdua akan kembali...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya si Pemilik toko ini nggak bisa bedain dunia nyata dengan khayalan. Apa dia bisa kerja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Muttsurini, kayaknya ini orang lagi gak sehat)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bahaya juga)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ya. Gimana kalo kita tes dulu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Caranya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ajak ngobrol aja kayak biasa)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membiarkan Muttsurini disini dan sendirian menghampiri Pemilik toko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba kupikir, apa yang harus aku bicarakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm, Pak pemilik toko...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Hm? Ahh, ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cuacanya cerah ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bingung mau ngomong apa, jadi aku singgung saja cuaca yang cerah hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... iya... papa memang menjengkelkan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat responnya, sepertinya ideku untuk ngobrol tentang cuaca jadi hancur berantakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Um... semoga saja hari ini banyak pelanggan datang ya pak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba ganti topik. Kalo soal toko, dia pasti nggak akan mengabaikannya begitu saja bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh anakku yang manis... dia selalu bilang &#039;aku cinta papa&#039; semenjak umur 1 tahun...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pak pemilik toko, itu sih ingatan yang dibuat-buat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seingatku balita itu butuh umur minimal 2 tahun untuk bisa berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Gimana ini, Muttsurini? Omonganku nggak bisa nyampe ke otaknya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Gimana kalo kau singgung tentang anaknya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Iya juga. Mungkin dengan itu dia mau respon.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemilik toko dari tadi ngigau tentang anak perempuannya. Kalo kita bicara menyinggung anaknya, pasti dia akan merespon kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm...hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa anak bapak bisa--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kuberi 5 detik... ada kata-kata terakhir?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tiba-tiba, sebuah benda dingin menempel di leher ku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tu, tunggu, pak! Darimana kau tadi ambil pisau ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ahh, maafkan bapak... kamu ini lelaki yang akan bekerja hari ini ya? bukan lelaki yang mau mengambil malaikat kecil manis bapak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I... Iya... bapak salah orang&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hahaha... maaf ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemilik toko kemudian kembali menyembunyikan pisaunya. Sepertinya aku berhasil melindungi nadi di leherku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang kita sudah mengetesnya, apa si Pemilik toko ini benar baik-baik saja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanakah penilaian dari Muttsurini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Gimana ni, Muttsurini? si Pemilik toko ini &#039;safe&#039; apa &#039;out&#039;?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Coba lagi.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi kau maunya 3 out ya? Dikira maen baseball kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bagaimana ini? Aku butuh uang kalo mau bertahan hidup, dan lagi kalo si Pemilik toko seperti ini, aku nggak tega pergi dan pulang ke rumah begitu saja...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku yang sedang khawatir dengan bagaimana cara bekerja sama dengan pemilik toko,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu, seragamku kok beda sendiri yah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menyerahlah, Hideyoshi. Ini demi pekerjaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Karena demi uang, aku jadi nggak bisa protes banyak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Yuuji dan Hideyoshi terdengar dari arah belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, kalian bedua, lama sekali sih ganti baju--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berbalik dan melihat baju mereka, aku langsung terperangah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji yang postur tinggi lumayan cocok dengan pakaian pelayan, jadi aku lewati saja, masalahnya di orang yang satunya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf. Seragam ini sangat susah untuk dipakai. Jadinya lama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi menarik-narik roknya. Semua orang pasti mengira kalo dia itu pelayan wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, aku harus berkata sesuatu disini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hi, Hideyoshi, baju kamu cocok sekali--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku baru saja mau memuji penampilan Hideyoshi--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;OH ANAKKUUUU--&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat penampilan Hideyoshi, si Pemilik toko langsung membuka tangannya lebar-lebar dan lompat layaknya burung ke arah Hideyoshi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;A, APA-APAAN INI?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;PAK PEMILIK TOKO? BAPAK KENAPA?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;OH ANAKKUUUU--&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin. Teriakan kami tidak didengar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat! Yuuji, bersiap untuk bertarung!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baik--tunggu oi! Pukulan kita nggak mau kena! Kenapa gerakan ini orang aneh banget!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;MUTTSURINI, TASER SI PEMILIK TOKO!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Target tidak bisa dikunci!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemilik toko bergerak layaknya doppleganger. Bahkan Yuuji dan Muttsurini pun nggak bisa menghentikannya! Kalo begini terus, Hideyoshi akan berada dalam bahaya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;HIDEYOSHI!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;GI, GIMANA INI???&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;COBA HENTIKAN DIA! TERIAKKAN SESUATU TENTANG &#039;REAKSI CEWEK REMAJA DISAAT DIARY RAHASIANYA DIBACA AYAHNYA&#039;!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;A, AKU NGGAK NGERTI, TAPI AKAN AKU COBA!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kuberi scenario, Hideyoshi berubah menjadi aktor diatas panggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;... AKU BENCI PAPAAA!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata yang kejan dan penuh dendam. Setelah mendengar anaknya yang manis berkata seperti ini, pasti si pemilik toko akan syok--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;BENARKAH... KALO BEGITU AYO MANDI BARENG DENGAN PAPA!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buset, nggak ada efek sema sekali! Atau tepatnya, bukankah ada yang salah dengan reaksinya diatas!? Apapun itu, nggak mungkin ada itu yang namanya pilihan &#039;mandi bareng papa&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat, kita pakai cara kekerasan! Mundur kau, Hideyoshi, lepas seragammu! Yuuji, Muttsurini, kita akan kerahkan seluruh tenaga!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;Roger!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;OH ANAKKUUUUU--&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mensetting power taser ke maksimal dan memukulnya dengan keras 4 kali, si Pemilik toko akhirnya nggak bisa bangun lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 150%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terus bagaimana ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana lagi? Si Pemilik tokonya sudah seperti ini, kita nggak bisa melakukannya seorang diri. Pasang label &#039;hari ini toko tutup&#039; saja lah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pemilik toko yang baru saja mengamuk sedang pingsan di lantai dengan bola matanya yang putih semua. Syukur nggak ada barang yang rusak, tapi kami berempat nggak mungkin membuka toko sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin kita akan dapat kesempatan bekerja di lain waktu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi mencegah Pemilik toko mengamuk lagi. Hideyoshi melepas gaunnya dan memakai seragam pelayan pria. Tapi tetap terlihat manis. Aneh sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat. Ayo cari kesempatan kerja yang lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sayang sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Berarti bayaran kita--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja nggak dibayar, kerja juga belom.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I, Iya... Benar juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh disayang. Tentu aku bersedih nggak jadi dapat bayaran, tapi aku&lt;br /&gt;
sebenarnya sangat bersemangat untuk melayani orang secara profesional. Aku nggak berkesempatan melakukan itu saat festival sekolah. Karena hasrat ingin mencobanya... disaat bel pintu masuk berbunyi dan terbuka, aku dengan energiknya berkata &#039;selamat datang&#039; pada pelanggan--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Ding dong&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat datang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sapaan seperti ini mungkin agak menarik ya. Eh... Aneh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Syukurlah! Tokonya buka. Kami tadi cemas kemana mau habiskan waktu luang~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yup. Syukur lah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikira latihanku sebagai respon, dua kakak perempuan yang terlihat seperti orang kantoran masuk ke dalam toko! Sial! Bagaimana mungkin aku bilang &#039;maaf hari ini toko tutup&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oi Akihisa! Kenapa kau malah menyapa mereka?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ma, maaf! Nggak sengaja! Kukira cuma khayalanku saja tapi malah beneran kejadian...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku secara alami menyapa mereka karena timingnya sangat pas. Kebetulan yang mengerikan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Bahaya. Kalo begini, kita nggak mungkin mengusir mereka begitu saja...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Terpaksa kita harus kerja keras sebelum si Pemilik toko bangun.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Uu... maafkan aku.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau aku tak tahu berapa lama lagi sampai si Pemilik toko bangun, sekarang, kami berempat hanya bisa maju. Tak kusangka kami akan berakhir dengan keadaan sulit seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sigh, apa boleh buat... setidaknya kalo mereka memesan sesuai yang ada di menu, kami seharusnya bisa membuatkannya, jadi ayo kita coba. Akihisa dan Hideyoshi akan menangani pelanggan. Muttsurini, kau bekerja di dapur. Dan untuk minumannya, aku yang tangani.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(OK)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Dimengerti)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji berjalan menuju kasir, dan Muttsurini menghilang ke dalam dapur, sementara aku dan Hideyoshi melayani diluar, jadi kami tetap di ruang depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Akihisa, aku duluan yang maju. Kau pelanggan berikutnya saja.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Um, siap.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata itu padaku, Hideyoshi, mengenakan baju pelayan, berjalan menuju pelanggan di pintu depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meja untuk dua orang? Silahkan ikut saya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membimbing para pelanggan, Hideyoshi mengantar mereka ke meja dekat jendela. Saat pelanggan sedang mau duduk, Hideyoshi menggunakan waktunya untuk pergi sejenak dan menyuguhkan segelas air es ke meja mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo sudah memutuskan pesanan, silahkan panggil saya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membungkuk dengan sopan, Hideyoshi berputar dan kembali. Hebat, pelanggan tersebut nggak curiga sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yuuji, nggak ada masalah dengan minumannya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm, aku sih bisa membuatkan menu yang gampang. Muttsurini juga bisa menangani makanannya, jadi nggak ada masalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat ini, aku merasa kalau bakat Yuuji dan Muttsurini sangat dapat diandalkan. Tentu saja, aku jadi iri dengan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru ketika pikiran rumitku ini melayang di kepala, Hideyoshi telah selesai mengantarkan teh dan kembali ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Memang hebat Hideyoshi. Kamu melakukannya dengan mudah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hehe, ini sih hal sepele, kuanggap saja akting. Dan lagi penontonnya gak terlalu banyak jadi aku bisa melakukannya lebih baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar juga. Raut wajah Hideyoshi nggak terlihat kaku dan aneh. Aku harus belajar darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, aku juga harus bisa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semangat yang bagus, tapi jangan terlalu kaku. Kalo gugup, akan mempengaruhi gerakanmu, atau malah lidahmu bisa kepleset.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya, Hideyoshi mengajarkanku jangan terlalu gugup dan memplesetkan lidahku, kan? Karena ajaran ini dari seorang yang berpengalaman, aku harus camkan baik-baik. Dan yang paling penting jangan sampai &#039;jatuh&#039; dan &#039;lidahnya kepleset.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Ding Dang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, pelanggan datang. Waktunya beraksi! Lihat ini, jangan sampai &#039;jatuh&#039; dan &#039;lidahnya kepleset&#039;!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat Dacyang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lidahku kepleset.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;...&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat ada tiga kakak perempuan yang baru saja masuk sudah menundukkan kepala menahan tawa. Sial, rasanya aku ingin nangis dan lari dari sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ta, tapi aku tidak boleh putus asa karena kesalahan kecil ini! Harus tenang, jangan sampai lidah kepleset. Dan tarik nafas yang dalambreath—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Selamat Dacyang...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KLANG! (aku berlari kedalam)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;AH! Nak, bukannya tadi kau mau menyapa kami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan khawatir! Kami nggak menertawakanmu kok!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Coba lagi ya? Oke?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uu! Kenapa aku ini sungguh nggak berguna!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A, ada apa, Akihisa? Kau kenapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatku lari dan kembali seperti ini, Hideyoshi heran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh... Aku iri bagaimana yang lain bisa tetap begitu tenang... Tapi aku tidak boleh lari! Harus berani hadapi mereka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ma, maaf, saya tadi sedikit bingung.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kembali ke pelanggan tadi, membungkuk dan meminta maaf. Pelanggan tersebut cekikikan sembari mereka memaafkan perbuatanku. Syukur mereka pelanggan yang baik hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo bgitu, persilahkan saya antarkan ke meja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menenangkan diri, aku membawa para pelanggan ke meja dekat jendela dan menyajikan menu serta air es. Setelah membiarkan mereka memutuskan pesanan, aku kembali ke konter kasir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, kayaknya pelanggan ku tadi sudah hampir selesai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi memperhatikan kelakuan dari pelanggan pertama tadi dan berjalan menuju mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Permisi, boleh saya catat pesanan anda?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong 1 Espresso, 1 jus lemon, dan 2 smoothies campur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, jadi 1 Espresso, 1 jus lemon, dan 2 smoothies campur. Mohon ditunggu, pesanannya akan segera diantarkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi mengambil kembali menu dan kembali ke konter bar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;1 Espresso, 1 jus lemon, dan 2 smoothies campur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ok.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(Angguk).&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar Hideyoshi, Yuuji dan Muttsurini langsung mulai bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa, meja sebelah sana sepertinya sudah mau memesan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, benar juga. Kalo bgitu aku pergi dulu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Hideyoshi bilang, para pelanggan yang tadi kuantar melihat ke arahku. Oh iya, jadi aku hanya cukup bertanya &#039;boleh saya catat pesanan anda?&#039;. Baiklah, kali ini pasti berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tarik nafas yang dalam--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fuermisi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pzzzttt!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pelangganku menyemburkan air es dari mulut mereka. Menghasilkan pelangi segar diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Permisi, boleh saya catat pesanan anda?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya aku ingin dikubur saja di dalam lubang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ka, kalo bgitu, aku pesan coklat panas dan cheesecake. Berjuanglah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pesan jus jeruk dan kue sus. Berjuanglah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A, aku pesan teh susu dan Montblanc. Berjuanglah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba, baiklah, terima kasih banyak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengambil kembali daftar menu, aku bilang ke Yuuji dan Muttsurini,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Satu Coklat panas, jus jeruk, teh susu, cheesecake, kue sus, Montblanc. dan 3 &#039;berjuanglah&#039;&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kenapa pelanggan memberi semangat padamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Apa telah terjadi sesuatu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji dan Muttsurini mungkin tak akan mengerti perasaanku karena mereka nggak bekerja melayani para pelanggan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyiapkan cangkir sambil menunggu dessert nya siap. Setelah itu, aku antarkan makanan dan juga minuman ke meja mereka. Aku hanya menghidangkannya saja, dan aku dibilang &#039;Kamu cerdas&#039;. Aku benar-benar terharu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, waktupun sedikit demi sedikit berlalu--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--DING DONG!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat datang, meja untuk berapa orang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi menyapa dan bertanya kepada pelanggan yang masuk toko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami tidak terlalu sibuk dan tidak terlalu bosan juga, pelanggan mulai masuk satu per satu... ah, sepertinya ada pelanggan mau masuk, dan ini pelanggan pria pertama. Oke, saatnya beraksi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat datang, meja untuk berapa orang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, untuk dua or—eh, Yoshii? Sedang apa kau disini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelanggan yang masuk toko berteriak saat melihatku. Ngomong-ngomong, dimana aku pernah melihat mereka berdua? Botak... rambut mohawk... berduaan... kutang di kepala...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh! Kakak kelas cabul!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;SIAPA YANG CABUL!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;KAMI INI TSUNEMURA DAN NATSUKAWA! KENAPA KAU NGGAK BISA INGAT!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah iya, mereka si Toko-Natsu duo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh maafkan saya, silahkan saya antar ke meja anda.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dasar nggak sopan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau mereka cabul, mereka juga pelanggan. Aku masih dengan hormat membungkuk serta mengantar mereka ke meja dan menyediakan air es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo sudah memutuskan, tolong panggil saya kembali, terima kasih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, aku kembali ke belakang, dan tidak jauh dari sana, Hideyoshi, yang sedang melayani pelanggan, kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi, loe bedua.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat pelanggan masih berpikir tentang pesanannya, aku sedang menyiapkan kain lap yang kemudian Yuuji memanggilku dari belakang konter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada apa, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentang minumannya nih. Sepertinya kita kehabisan susu. Kalo pelanggan mau memesan minuman yang mengandung susu, kalian harus hati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ok. aku akan hati-hati dengan minuman yang mengandung susu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh, tengkyu bro.&amp;quot;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku,_Kerja_Paruh_Waktu_dan_Akhir_Pekan_yang_Berbahaya&amp;diff=350087</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3.5 Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Pekan yang Berbahaya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku,_Kerja_Paruh_Waktu_dan_Akhir_Pekan_yang_Berbahaya&amp;diff=350087"/>
		<updated>2014-05-01T09:14:55Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BTS vol 03.5 231.jpg|thumb|Me and Part-time Work and a Dangerous Weekend]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Halo, ini siapa ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Akhirnya nyambung juga!~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Suara ini— Akihisa? Akhirnya kamu tahu cara menelpon interlokal juga ya... ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;MASIH BELAGAK NANYA ADA APA!? MAMA NGAPAIN AJA SIH!? AKU SUDAH NGECEK BERKALI-KALI, KENAPA KARTU KREDITKU ISINYA CUMA 39 YEN!? APA KAU LUPA UNTUK TRANSFER UANG BULANANKU!?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah masa sih. Mama kan nggak pernah lupa. Tentu saja, uang itu mama—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mama kirim?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—masukin dompet.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;TEGANYA SEORANG IBU MENGAMBIL UANG JATAH BULANAN ANAKNYA SENDIRI? SIAL, AKU AKAN NGADU KE PAPA!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tenang, sebagian uang tersebut juga masuk dompet papa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;JADI PAPA IKUT-IKUTAN!? TEGANYA MEMAKAN UANG HIDUPKU SEHARI-HARI, KALIAN PASANGAN SUAMI ISTRI TERBURUK YANG PERNAH KULIHAT!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf, sebenarnya papa itu, cuma dapat 20%.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;PEMBAGIANNYA NGGAK ADIL SEKALI! AKU JADI KASIHAN SAMA PAPA!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Papamu bahkan nggak tahu itu cuma 20% dan mengira kalo dia dapat setengah dari uang jatah bulananmu. Dia sangat kegirangan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Pa...kenapa kau bisa menikah dengan orang ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sigh, sekarang mama mau bicara serius sama kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Ah, oh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mama pernah bilang, kan? Kamu harus melaporkan semua nilai sekolahmu ke mama, tapi semenjak kamu naik kelas 2 SMA, mama nggak diberi tahu apapun tentang nilai dan prestasi sekolahmu. Sebenarnya ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf ma, sinyalnya putus-putus, aku nggak bisa dengar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan masalah nggak bisa dengar pelajaran, masalahnya disini kalo mama ternyata punya anak bego.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;M... ma....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan begonya itu cukup luar biasa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A, aku nggak sebego itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, ya? Kalo begitu bilang ke mama. Bagaimana nilaimu di sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo cepat. Kalo kamu jawab, akan ibu pertimbangkan untuk mengirim uang jatah bulananmu..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm..., aku selalu berpikir... mama itu sangat cantik dan juga awet muda, tapi daya tarik mama yang sebenarnya bukan cuma di penampilan, tapi juga hatinya. Bukan cuma sifatnya yang baik, gayanya dan bijaksana dalam mengambil keputusan juga nggak kalah dengan orang lain. Sebagai anak, aku selalu membangga-banggakan mama.&amp;quot; .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cukup ngelanturnya. Mama nggak mau mendengar alasan kamu, jawab pertanyaan mama pake bahasa inggris. &#039;How are your grades in school&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah? &#039;a thousand&#039;? &#039;a little bad&#039;? &#039;about average score&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I&#039;m, sorry...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--DUUU...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;EHH! KOK DITUTUP? DASAR IBLIS! SIAL! KALO BGITU CARANYA, AKAN KUTELPON TERUS-TERUSAN AMPE GUE GANTENG! JANGAN REMEHKAN TEKAD ANAKMU YANG SATU INI!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 150%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jadi setelah bosan mendengar suara telpon gak diangkat, ibumu mendaftarkan nomermu ke daftar blacklist dan membuatmu gak bisa tersambung sama sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iye. Kejem banget kan? Orang itu pasti bukan ibu kandung gue.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yaa, yang sabar aje bro...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat waktu makan siang, aku curhat tentang kejadian dengan ibuku pada Yuuji. Nggak disangka dia bisa bersimpati juga padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ke, kenapa kau, Yuuji? Tumben sekali kau peduli denganku&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak apa-apa, aku cuma bisa mengerti bagaimana penderitaan hidup dibawah naungan seorang ibu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji melihat keatas memandang keluar jendela, terlihat seperti ekspresi muka yang penuh penderitaan tapi juga penuh ketabahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, sekarang kau mau berbuat apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si cantik yang sedang memegangi minuman kotak— Hideyoshi - bertanya padaku. Melihat betapa manis dia meminum susu, aku jadi ingin tersenyum. Di tipi-tipi juga sering dikatakan kalau susu sangat bagus untuk kecantikan, dan kurasa sangat bermanfaat untuk Hideyoshi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu~ hm...yaa, aku kesal sekali dengan ibuku. Kayaknya dia juga sudah berkeras hati. Aku nggak bisa menelponnya sama sekali, dan kalopun aku ingin terbang nyusul dia jauh-jauh ke luar negeri, luar negerinya jauh banget coy...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lagi, aku nggak tahu tempat mereka tinggal. Yang aku tahu mereka melakukan kerjasama bisnis enterprise di luar negeri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kayaknya kau harus menghasilkan duit sendiri&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahut teman sekelasku Tsuchiya Kouta, biasa dipanggil Muttsurini yang katanya dia sih sedang membaca &#039;majalah&#039;. Alasan mengapa dia dipanggil Muttsurini dikarenakan dia itu orangnya super cabul dan pendiam.—akhir-akhir ini sifat pendiamnya pun mulai hilang. Sekarang bagiku yang kesisa dari dia cuma cabulnya doank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, kayaknya aku harus nyari kerjaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau bisa, aku mau pekerjaan yang digaji harian dan langsung bisa bekerja saat ini juga. Tapi aku rasa nggak ada kerja paruh waktu untuk anak SMA yang digaji secara harian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kerjaan? Aku jadi ingat, kafe depan stasiun sedang mencari pekerja paruh waktu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji menaruh tangannya dibawah dagunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kafe depan stasiun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo nggak salah nama kafenya &#039;La Pedis&#039;? Entah pake bahasa apa itu nama kafe.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei~ serius kafe itu sedang nyari pekerja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kafe itu menjual makanan yang sangat enak dan juga murah. Tempat itu sering menjadi tempat cozy bagi para murid Fumitzuki Gakuen. Pernah sekali aku mampir dengan Minami (dan dengan tangan terkilir).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seingatku kerjanya cuma untuk hari Sabtu ini. Shiftnya sendiri mulai dari jam 11:00 sampai jam 20:00, dan gajinya 8,800 yen. Dan kayaknya mereka juga memperbolehkan orang yang belum berpengalaman.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cuma 1 hari dan nggak punya pengalaman pun boleh? Bagus banget donk—tapi juga mencurigakan sekali...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, kafe itu nggak akan mempekerjakan murid yang masih belajar dalam jangka waktu pendek, apalagi mereka memperbolehkan orang yang nggak punya pengalaman. Pasti ada apa-apanya nih!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Memang mencurigakan. Tapi jangan kaget juga. Para pegawai kafe tersebut kudengar semuanya keluar, jadi mungkin terpaksa mereka harus mencari pekerja dengan cara ini...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan yang masuk akal sih. Kalo mereka bahkan mau mempekerjakan orang yang belum berpengalaman, pemilik kafe tersebut pasti sekarang dalam keadaan kepepet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lagipula, bukan tempatnya Akihisa untuk segala milih-milih pekerjaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu...iya juga sih...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar kata Muttsurini, sekarang, aku nggak punya hak buat pilih-pilih. Ini sudah menyangkut hidup dan mati, kayaknya aku harus berusaha untuk mendapatkan pekerjaan itu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, Akihisa juga mau ikutan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? &#039;Akihisa juga mau ikutan&#039;, apa itu artinya kau mau ikutan juga, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rencananya sih gitu. Dan, aku benar-benar mau kesana dan mencoba masuk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi begitu, nggak heran kalo dia tadi sudah mengerti keadaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kau Yuuji? Apa kau mau nabung beli sesuatu? Nggak mau cerita pada kami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm, sebenernya sih nggak penting... aku cuma mau memasang kunci pintu buat kamarku, kunci yang paling bagus dan paling keras!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk anak seumur kami mungkin sudah wajar jika punya keinginan untuk memasang kunci pada pintu kamar. Tapi nggak banyak dari kita yang melakukan itu dengan alasan sama seperti Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, berapa banyak mereka menerima pekerja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo kita harus bersaing satu sama lain saat wawancara, aku harus ngeracunin Yuuji terlebih dahulu. Kayaknya aku masih punya biskuit buatan Himeji-san...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo nggak salah 3-4. Tempatnya cukup besar, jadi mereka butuh banyak pekerja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh iya, aku pun jadi teringat dengan toko itu. Nampak dari luar seperti restoran keluarga, dan banyak menu yang disajikan. Termasuk dengan karyawan yang di dalam, bisa jadi mereka butuh 3-4 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;4 orang ya? Gimana kalo Hideyoshi dan Muttsurini ikutan juga?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bpleh tuh...lumayan. aku jadi bisa melatih aktingku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...aku bisa dapat tambahan buat beli kamera baru.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua juga kagak punya kerjaan laen, jadi mereka pun langsung setuju. Muttsurini unggul dalam memasak, dan Hideyoshi, nggak usah disinggung juga kita semua tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sip deh, ayo kita pergi wawancara sepulang sekolah. Jangan sampai kita didahului.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Okelah kalo bgitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sip.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(Ngangguk)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, kami berempatpun pergi ke kafe, dan setelah wawancara, kami semua diterima.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 150%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh...jadi kalian sudah datang...maaf sudah membuat kalian menunggu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I, iya, mohon kerjasamanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari Sabtu ini, sang Pemilik Kafe berjalan menyeret-nyeret badannya yang sangat loyo dan mempersilahkan kami semua masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oi, kuat kerja gak nih pemilik toko?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Um... biasanya kalo orang begini nongol di tempat lain... kemungkinan orang itu lagi mau bunuh diri terjun bebas ke laut. Dia terlihat depresi sekali.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku setuju dengan Hideyoshi. Kalo ada orang yang seperti ini nongol di peron stasiun, aku akan meminta kondektur setempat untuk memperhatikannya dan mencegah orang itu jangan sampai bunuh diri lompat ke tengah rel kereta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Denger-denger... pemilik toko ini baru saja ditinggal kabur oleh anak dan istrinya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisik si Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin pemilik toko ini nggak kuat mental atas kehilangan istri dan juga anaknya. Makanya dia mempekerjakan pekerja cuma dalam sehari. Kalo bgitu, kita hanya perlu membantu dia sebelum istri dan anaknya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aneh. Seingatku dulu ada seorang cewek yang bekerja disini...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku nggak tahu apa yang telah terjadi. Tapi sepertinya ada sesuatu yang mencurigakan kenapa mereka mengundurkan diri.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi mereka mengundurkan diri? Kayaknya mereka nggak mau terlibat dengan masalah si pemilik toko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm, ini seragam kalian... lapor ke bapak kalo ukurannya nggak cocok...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Pemilik Toko membagikan seragam pada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&#039;Ukuranku nggak cocok.&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat kami menerima seragam, Aku, Yuuji, dan Muttsurini protes secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gender seragamku nggak cocok.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, terdengar suara Hideyoshi protes karena diberikan seragam perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Aneh... Padahal tadi bapak sudah ukur...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Pemilik Toko memiringkan kepalanya heran, tapi mau dilihat darimana pun. Ukurannya nggak cocok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm, seragamku memang cuma kekecilan sedikit, tapi Yuuji dan Muttsurini—maksud saya, Sakamoto dan Tsuchiya ukurannya jelas sekali nggak cocok.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa pemilik toko memberikan seragamnya ke orang yang salah? Kalo bgitu, mata bapak ini sliwer sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh ya? Tapi menurut bapak, Sakamoto-san itu S, Yoshii-san itu M, dan Tsuchiya-san itu ERO—maksudnya L...&amp;quot; &amp;lt;ref&amp;gt;Di jepang, L itu dibacanya ERO, sedangkan M itu maksudnya disini adalah Masochist dan S itu Sadisme&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jeli juga bapak pemilik toko satu ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku nggak tertarik dengan ERO.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;WOGH!!&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kebohongan luar biasa ini, aku dan Yuuji langsung teriak kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Muttsurini, jangan bohong.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, kalo mau bohong, cari alasan yang bisa membuat kami bisa sedikit percaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(Geleng-geleng kepala).&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelihatan bohong banget. Yaelah, buat apa sih dia bohong?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya sudahlah. Ukuranku itu L, jadi aku bisa tukeran sama Muttsurini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin aku terlihat kecil saat bersama Yuuji, tapi sebenarnya aku ini tingginya diatas rata-rata. Kalo ukuran baju M mungkin lebarnya cocok, tapi panjangnya masih kurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...aku pakai yang M. Pas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tukeran seragam dengan Muttsurini. Hm, L memang ukuran yang pas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pak pemilik toko, aku harusnya XL. Bisa tolong tukarkan untukku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji nggak bisa tukeran, jadi dia hanya bisa mengembalikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah iya, kamu benar, bapak nggak sengaja mencampurkan ukuran baju dengan selera kalian...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wow kesalahan yang sembrono sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm, maaf tadi aku sudah bilang kalo gender seragamku salah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baiklah, saatnya ganti baju, dan ayo kita mulai bekerja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 150%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar mandi pekerjanya nggak begitu besar, jadi aku dan Muttsurini duluan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi teringat sewaktu festival sekolah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...kayaknya takdir kita emang gak jauh dari kafe.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbincang aku dengan Muttsurini setelah meninggalkan barang pribadi milik kami ke loker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seragam toko ini terdiri dari celana hitam panjang serta kaos putih, dengan rompi ketat. Layaknya seragam pelayan yang lain, disini juga dilengkapi apron dan dasi hitam panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf sudah lama menunggu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berganti, Aku dan Muttsurini keluar kamar mandi dengan penampilan sama sambil menyapa orang diluar. Yuuji dan Hideyoshi tampak terkesan melihat kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haha, cocok sekali. Pantes banget kalian.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Setelah kulihat lagi, kalian berdua kelihatan keren.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, yang bener?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Memalukan sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti seragam sekolah dan baju bebas, saat memakai seragam kafe aku merasa nggak nyaman, ditambah dengan malu saat mereka memuji kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo bgitu, gantian aku dengan Yuuji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ok. Giliran kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memujinya selesai, kali ini gantian Yuuji dan Hideyoshi mengganti seragam dan masuk kamar-- eh TUNGGU DULU!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;YUUJI GOBLOK!  SEMBARANGAN AJA LOE MASUK DAN GANTI BAJU SAMA HIDEYOSHI!?&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Mati seribu kali, mau?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan paksa membuka pintu tapi ternyata telah dikunci dari dalam, gagang pintunya gak bisa diputar. Kalo bgini terus, Hideyoshi akan berada dalam bahaya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Yuuji malah mendesau mengabaikan kami yang mau merusak pintu dan nggak peduli pemikiran kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maksud kalian apa. Mau ganti baju apa yang lainnya juga, kami berdua kan cowok. Masalahnya dimana sih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;KALIAN BERDUA COWOK? MASALAH? OMONG KOSONG APA SI BEGO INI!?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;YUUJI!! ITU PASTI SALAH PENULISAN IDENTITAS!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;Tunggu, tunggu dulu, Akihisa! Aku ini sedang bersama seorang cowok!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Yuuji masih belom mengerti. Dan dia percaya saja dengan tulisan di identitas!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fiuh, Iya iya. Aku akan dengarkan celotehanmu nanti setelah aku selesai ganti baju, tolong tenang bentar napa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji berkata dengan nada tak sabaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TIDAK! Sudah terlalu terlambat kalo nunggu selesai! Kalo begitu--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yuuji! Kalo kamu tetep keras kepala maka...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maka apa? Jangan rusak pintunya oi! Kerja juga belom masa kita mau disuruh bayar buat ganti rugi pintu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--aku akan ngadu sama Kirishima-san!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kreak!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku gantinya di koridor aja, boleh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagus kalo sudah mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, ayo kita ke Pemilik toko.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(Angguk kepala)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengakhiri krisis ini, Aku dan Muttsurini pergi ke ruang depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm... Tanganku nggak nyampe retsletting yang di punggung. Maaf Yuuji, bisa bantu--eh? Kemana si Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf Hideyoshi, aku masih sayang nyawaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar percakapan di belakangku, aku pun merasa tenang. Bener-bener si Hideyoshi, dia terlalu lengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong-ngomong, ini bener-bener kafe beneran, berbeda dengan saat di sekolah. Rasanya benar-benar segar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sangat menarik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekerjaan ini merupakan pengalaman yang bagus. Walau nggak sampai taraf dengan ini aku bisa berhenti meminta uang dari orang tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalu bilang kau mau bekerja di dapur kan, Muttsurini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...seperti yang sudah kusebut saat interview.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagus, kalo bgitu kau bertugas di dapur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memendam perasaan gugup, aku menuju ke ruang depan dimana Pemilik toko berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(blang)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik toko hanya duduk-duduk, dengan arwahnya keluar dari mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pak pemilik toko, bapak baik-baik saja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...ahh, baik, bapak baik-baik saja... asal bapak bisa menangani toko ini dengan baik, pasti mereka berdua akan kembali...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya si Pemilik toko ini nggak bisa bedain dunia nyata dengan khayalan. Apa dia bisa kerja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Muttsurini, kayaknya ini orang lagi gak sehat)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bahaya juga)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ya. Gimana kalo kita tes dulu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Caranya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ajak ngobrol aja kayak biasa)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membiarkan Muttsurini disini dan sendirian menghampiri Pemilik toko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba kupikir, apa yang harus aku bicarakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm, Pak pemilik toko...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Hm? Ahh, ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cuacanya cerah ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bingung mau ngomong apa, jadi aku singgung saja cuaca yang cerah hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... iya... papa memang menjengkelkan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat responnya, sepertinya ideku untuk ngobrol tentang cuaca jadi hancur berantakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Um... semoga saja hari ini banyak pelanggan datang ya pak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba ganti topik. Kalo soal toko, dia pasti nggak akan mengabaikannya begitu saja bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh anakku yang manis... dia selalu bilang &#039;aku cinta papa&#039; semenjak umur 1 tahun...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pak pemilik toko, itu sih ingatan yang dibuat-buat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seingatku balita itu butuh umur minimal 2 tahun untuk bisa berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Gimana ini, Muttsurini? Omonganku nggak bisa nyampe ke otaknya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Gimana kalo kau singgung tentang anaknya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Iya juga. Mungkin dengan itu dia mau respon.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemilik toko dari tadi ngigau tentang anak perempuannya. Kalo kita bicara menyinggung anaknya, pasti dia akan merespon kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm...hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa anak bapak bisa--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kuberi 5 detik... ada kata-kata terakhir?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tiba-tiba, sebuah benda dingin menempel di leher ku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tu, tunggu, pak! Darimana kau tadi ambil pisau ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ahh, maafkan bapak... kamu ini lelaki yang akan bekerja hari ini ya? bukan lelaki yang mau mengambil malaikat kecil manis bapak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I... Iya... bapak salah orang&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hahaha... maaf ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemilik toko kemudian kembali menyembunyikan pisaunya. Sepertinya aku berhasil melindungi nadi di leherku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang kita sudah mengetesnya, apa si Pemilik toko ini benar baik-baik saja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanakah penilaian dari Muttsurini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Gimana ni, Muttsurini? si Pemilik toko ini &#039;safe&#039; apa &#039;out&#039;?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Coba lagi.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi kau maunya 3 out ya? Dikira maen baseball kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bagaimana ini? Aku butuh uang kalo mau bertahan hidup, dan lagi kalo si Pemilik toko seperti ini, aku nggak tega pergi dan pulang ke rumah begitu saja...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku yang sedang khawatir dengan bagaimana cara bekerja sama dengan pemilik toko,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu, seragamku kok beda sendiri yah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menyerahlah, Hideyoshi. Ini demi pekerjaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Karena demi uang, aku jadi nggak bisa protes banyak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Yuuji dan Hideyoshi terdengar dari arah belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, kalian bedua, lama sekali sih ganti baju--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berbalik dan melihat baju mereka, aku langsung terperangah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji yang postur tinggi lumayan cocok dengan pakaian pelayan, jadi aku lewati saja, masalahnya di orang yang satunya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf. Seragam ini sangat susah untuk dipakai. Jadinya lama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi menarik-narik roknya. Semua orang pasti mengira kalo dia itu pelayan wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, aku harus berkata sesuatu disini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hi, Hideyoshi, baju kamu cocok sekali--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku baru saja mau memuji penampilan Hideyoshi--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;OH ANAKKUUUU--&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat penampilan Hideyoshi, si Pemilik toko langsung membuka tangannya lebar-lebar dan lompat layaknya burung ke arah Hideyoshi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;A, APA-APAAN INI?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;PAK PEMILIK TOKO? BAPAK KENAPA?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;OH ANAKKUUUU--&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin. Teriakan kami tidak didengar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat! Yuuji, bersiap untuk bertarung!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baik--tunggu oi! Pukulan kita nggak mau kena! Kenapa gerakan ini orang aneh banget!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;MUTTSURINI, TASER SI PEMILIK TOKO!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Target tidak bisa dikunci!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemilik toko bergerak layaknya doppleganger. Bahkan Yuuji dan Muttsurini pun nggak bisa menghentikannya! Kalo begini terus, Hideyoshi akan berada dalam bahaya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;HIDEYOSHI!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;GI, GIMANA INI???&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;COBA HENTIKAN DIA! TERIAKKAN SESUATU TENTANG &#039;REAKSI CEWEK REMAJA DISAAT DIARY RAHASIANYA DIBACA AYAHNYA&#039;!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;A, AKU NGGAK NGERTI, TAPI AKAN AKU COBA!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kuberi scenario, Hideyoshi berubah menjadi aktor diatas panggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;... AKU BENCI PAPAAA!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata yang kejan dan penuh dendam. Setelah mendengar anaknya yang manis berkata seperti ini, pasti si pemilik toko akan syok--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;BENARKAH... KALO BEGITU AYO MANDI BARENG DENGAN PAPA!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buset, nggak ada efek sema sekali! Atau tepatnya, bukankah ada yang salah dengan reaksinya diatas!? Apapun itu, nggak mungkin ada itu yang namanya pilihan &#039;mandi bareng papa&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat, kita pakai cara kekerasan! Mundur kau, Hideyoshi, lepas seragammu! Yuuji, Muttsurini, kita akan kerahkan seluruh tenaga!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;Roger!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;OH ANAKKUUUUU--&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mensetting power taser ke maksimal dan memukulnya dengan keras 4 kali, si Pemilik toko akhirnya nggak bisa bangun lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 150%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terus bagaimana ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana lagi? Si Pemilik tokonya sudah seperti ini, kita nggak bisa melakukannya seorang diri. Pasang label &#039;hari ini toko tutup&#039; saja lah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pemilik toko yang baru saja mengamuk sedang pingsan di lantai dengan bola matanya yang putih semua. Syukur nggak ada barang yang rusak, tapi kami berempat nggak mungkin membuka toko sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin kita akan dapat kesempatan bekerja di lain waktu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi mencegah Pemilik toko mengamuk lagi. Hideyoshi melepas gaunnya dan memakai seragam pelayan pria. Tapi tetap terlihat manis. Aneh sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat. Ayo cari kesempatan kerja yang lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sayang sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Berarti bayaran kita--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja nggak dibayar, kerja juga belom.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I, Iya... Benar juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh disayang. Tentu aku bersedih nggak jadi dapat bayaran, tapi aku&lt;br /&gt;
sebenarnya sangat bersemangat untuk melayani orang secara profesional. Aku nggak berkesempatan melakukan itu saat festival sekolah. Karena hasrat ingin mencobanya... disaat bel pintu masuk berbunyi dan terbuka, aku dengan energiknya berkata &#039;selamat datang&#039; pada pelanggan--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Ding dong&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat datang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sapaan seperti ini mungkin agak menarik ya. Eh... Aneh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Syukurlah! Tokonya buka. Kami tadi cemas kemana mau habiskan waktu luang~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yup. Syukur lah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikira latihanku sebagai respon, dua kakak perempuan yang terlihat seperti orang kantoran masuk ke dalam toko! Sial! Bagaimana mungkin aku bilang &#039;maaf hari ini toko tutup&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oi Akihisa! Kenapa kau malah menyapa mereka?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ma, maaf! Nggak sengaja! Kukira cuma khayalanku saja tapi malah beneran kejadian...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku secara alami menyapa mereka karena timingnya sangat pas. Kebetulan yang mengerikan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Bahaya. Kalo begini, kita nggak mungkin mengusir mereka begitu saja...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Terpaksa kita harus kerja keras sebelum si Pemilik toko bangun.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Uu... maafkan aku.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau aku tak tahu berapa lama lagi sampai si Pemilik toko bangun, sekarang, kami berempat hanya bisa maju. Tak kusangka kami akan berakhir dengan keadaan sulit seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Sigh, apa boleh buat... setidaknya kalo mereka memesan sesuai yang ada di menu, kami seharusnya bisa membuatkannya, jadi ayo kita coba. Akihisa dan Hideyoshi akan menangani pelanggan. Muttsurini, kau bekerja di dapur. Dan untuk minumannya, aku yang tangani.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(OK)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Dimengerti)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji berjalan menuju kasir, dan Muttsurini menghilang ke dalam dapur, sementara aku dan Hideyoshi melayani diluar, jadi kami tetap di ruang depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Akihisa, aku duluan yang maju. Kau pelanggan berikutnya saja.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Um, siap.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata itu padaku, Hideyoshi, mengenakan baju pelayan, berjalan menuju pelanggan di pintu depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meja untuk dua orang? Silahkan ikut saya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membimbing para pelanggan, Hideyoshi mengantar mereka ke meja dekat jendela. Saat pelanggan sedang mau duduk, Hideyoshi menggunakan waktunya untuk pergi sejenak dan menyuguhkan segelas air es ke meja mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo sudah memutuskan pesanan, silahkan panggil saya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membungkuk dengan sopan, Hideyoshi berputar dan kembali. Hebat, pelanggan tersebut nggak curiga sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yuuji, nggak ada masalah dengan minumannya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm, aku sih bisa membuatkan menu yang gampang. Muttsurini juga bisa menangani makanannya, jadi nggak ada masalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat ini, aku merasa kalau bakat Yuuji dan Muttsurini sangat dapat diandalkan. Tentu saja, aku jadi iri dengan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru ketika pikiran rumitku ini melayang di kepala, Hideyoshi telah selesai mengantarkan teh dan kembali ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Memang hebat Hideyoshi. Kamu melakukannya dengan mudah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hehe, ini sih hal sepele, kuanggap saja akting. Dan lagi penontonnya gak terlalu banyak jadi aku bisa melakukannya lebih baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar juga. Raut wajah Hideyoshi nggak terlihat kaku dan aneh. Aku harus belajar darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, aku juga harus bisa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semangat yang bagus, tapi jangan terlalu kaku. Kalo gugup, akan mempengaruhi gerakanmu, atau malah lidahmu bisa kepleset.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya, Hideyoshi mengajarkanku jangan terlalu gugup dan memplesetkan lidahku, kan? Karena ajaran ini dari seorang yang berpengalaman, aku harus camkan baik-baik. Dan yang paling penting jangan sampai &#039;jatuh&#039; dan &#039;lidahnya kepleset.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Ding Dang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, pelanggan datang. Waktunya beraksi! Lihat ini, jangan sampai &#039;jatuh&#039; dan &#039;lidahnya kepleset&#039;!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat Dacyang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lidahku kepleset.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;...&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat ada tiga kakak perempuan yang baru saja masuk sudah menundukkan kepala menahan tawa. Sial, rasanya aku ingin nangis dan lari dari sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ta, tapi aku tidak boleh putus asa karena kesalahan kecil ini! Harus tenang, jangan sampai lidah kepleset. Dan tarik nafas yang dalambreath—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Selamat Dacyang...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KLANG! (aku berlari kedalam)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;AH! Nak, bukannya tadi kau mau menyapa kami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan khawatir! Kami nggak menertawakanmu kok!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Coba lagi ya? Oke?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uu! Kenapa aku ini sungguh nggak berguna!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A, ada apa, Akihisa? Kau kenapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatku lari dan kembali seperti ini, Hideyoshi heran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh... Aku iri bagaimana yang lain bisa tetap begitu tenang... Tapi aku tidak boleh lari! Harus berani hadapi mereka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ma, maaf, saya tadi sedikit bingung.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kembali ke pelanggan tadi, membungkuk dan meminta maaf. Pelanggan tersebut cekikikan sembari mereka memaafkan perbuatanku. Syukur mereka pelanggan yang baik hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo bgitu, persilahkan saya antarkan ke meja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menenangkan diri, aku membawa para pelanggan ke meja dekat jendela dan menyajikan menu serta air es. Setelah membiarkan mereka memutuskan pesanan, aku kembali ke konter kasir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, kayaknya pelanggan ku tadi sudah hampir selesai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi memperhatikan kelakuan dari pelanggan pertama tadi dan berjalan menuju mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Permisi, boleh saya catat pesanan anda?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong 1 Espresso, 1 jus lemon, dan 2 smoothies campur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, jadi 1 Espresso, 1 jus lemon, dan 2 smoothies campur. Mohon ditunggu, pesanannya akan segera diantarkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi mengambil kembali menu dan kembali ke konter bar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;1 Espresso, 1 jus lemon, dan 2 smoothies campur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ok.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(Angguk).&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar Hideyoshi, Yuuji dan Muttsurini langsung mulai bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa, meja sebelah sana sepertinya sudah mau memesan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, benar juga. Kalo bgitu aku pergi dulu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Hideyoshi bilang, para pelanggan yang tadi kuantar melihat ke arahku. Oh iya, jadi aku hanya cukup bertanya &#039;boleh saya catat pesanan anda?&#039;. Baiklah, kali ini pasti berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tarik nafas yang dalam--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fuermisi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pzzzttt!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pelangganku menyemburkan air es dari mulut mereka. Menghasilkan pelangi segar diudara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Permisi, boleh saya catat pesanan anda?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya aku ingin dikubur saja di dalam lubang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ka, kalo bgitu, aku pesan coklat panas dan cheesecake. Berjuanglah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pesan jus jeruk dan kue sus. Berjuanglah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A, aku pesan teh susu dan Montblanc. Berjuanglah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba, baiklah, terima kasih banyak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengambil kembali daftar menu, aku bilang ke Yuuji dan Muttsurini,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Satu Coklat panas, jus jeruk, teh susu, cheesecake, kue sus, Montblanc. dan 3 &#039;berjuanglah&#039;&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kenapa pelanggan memberi semangat padamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Apa telah terjadi sesuatu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji dan Muttsurini mungkin tak akan mengerti perasaanku karena mereka nggak bekerja melayani para pelanggan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyiapkan cangkir sambil menunggu dessert nya siap. Setelah itu, aku antarkan makanan dan juga minuman ke meja mereka. Aku hanya menghidangkannya saja, dan aku dibilang &#039;Kamu cerdas&#039;. Aku benar-benar terharu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian, waktupun sedikit demi sedikit berlalu--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--DING DONG!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat datang, meja untuk berapa orang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi menyapa dan bertanya kepada pelanggan yang masuk toko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami tidak terlalu sibuk dan tidak terlalu bosan juga, pelanggan mulai masuk satu per satu... ah, sepertinya ada pelanggan mau masuk, dan ini pelanggan pria pertama. Oke, saatnya beraksi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat datang, meja untuk berapa orang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, untuk dua or—eh, Yoshii? Sedang apa kau disini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelanggan yang masuk toko berteriak saat melihatku. Ngomong-ngomong, dimana aku pernah melihat mereka berdua? Botak... rambut mohawk... berduaan... kutang di kepala...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh! Kakak kelas cabul!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;SIAPA YANG CABUL!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;KAMI INI TSUNEMURA DAN NATSUKAWA! KENAPA KAU NGGAK BISA INGAT!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah iya, mereka si Toko-Natsu duo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh maafkan saya, silahkan saya antar ke meja anda.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dasar nggak sopan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau mereka cabul, mereka juga pelanggan. Aku masih dengan hormat membungkuk serta mengantar mereka ke meja dan menyediakan air es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo sudah memutuskan, tolong panggil saya kembali, terima kasih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, aku kembali ke belakang, dan tidak jauh dari sana, Hideyoshi, yang sedang melayani pelanggan, kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi, loe bedua.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat pelanggan masih berpikir tentang pesanannya, aku sedang menyiapkan kain lap yang kemudian Yuuji memanggilku dari belakang konter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada apa, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentang minumannya nih. Sepertinya kita kehabisan susu. Kalo pelanggan mau memesan minuman yang mengandung susu, kalian harus hati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ok. aku akan hati-hati dengan minuman yang mengandung susu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh, tengkyu bro.&amp;quot;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku,_Kerja_Paruh_Waktu_dan_Akhir_Pekan_yang_Berbahaya&amp;diff=347800</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3.5 Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Pekan yang Berbahaya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku,_Kerja_Paruh_Waktu_dan_Akhir_Pekan_yang_Berbahaya&amp;diff=347800"/>
		<updated>2014-04-21T06:54:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BTS vol 03.5 231.jpg|thumb|Me and Part-time Work and a Dangerous Weekend]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Halo, ini siapa ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Akhirnya nyambung juga!~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Suara ini— Akihisa? Akhirnya kamu tahu cara menelpon interlokal juga ya... ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;MASIH BELAGAK NANYA ADA APA!? MAMA NGAPAIN AJA SIH!? AKU SUDAH NGECEK BERKALI-KALI, KENAPA KARTU KREDITKU ISINYA CUMA 39 YEN!? APA KAU LUPA UNTUK TRANSFER UANG BULANANKU!?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah masa sih. Mama kan nggak pernah lupa. Tentu saja, uang itu mama—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mama kirim?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—masukin dompet.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;TEGANYA SEORANG IBU MENGAMBIL UANG JATAH BULANAN ANAKNYA SENDIRI? SIAL, AKU AKAN NGADU KE PAPA!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tenang, sebagian uang tersebut juga masuk dompet papa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;JADI PAPA IKUT-IKUTAN!? TEGANYA MEMAKAN UANG HIDUPKU SEHARI-HARI, KALIAN PASANGAN SUAMI ISTRI TERBURUK YANG PERNAH KULIHAT!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf, sebenarnya papa itu, cuma dapat 20%.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;PEMBAGIANNYA NGGAK ADIL SEKALI! AKU JADI KASIHAN SAMA PAPA!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Papamu bahkan nggak tahu itu cuma 20% dan mengira kalo dia dapat setengah dari uang jatah bulananmu. Dia sangat kegirangan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Pa...kenapa kau bisa menikah dengan orang ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sigh, sekarang mama mau bicara serius sama kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Ah, oh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mama pernah bilang, kan? Kamu harus melaporkan semua nilai sekolahmu ke mama, tapi semenjak kamu naik kelas 2 SMA, mama nggak diberi tahu apapun tentang nilai dan prestasi sekolahmu. Sebenarnya ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf ma, sinyalnya putus-putus, aku nggak bisa dengar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan masalah nggak bisa dengar pelajaran, masalahnya disini kalo mama ternyata punya anak bego.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;M... ma....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan begonya itu cukup luar biasa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A, aku nggak sebego itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, ya? Kalo begitu bilang ke mama. Bagaimana nilaimu di sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo cepat. Kalo kamu jawab, akan ibu pertimbangkan untuk mengirim uang jatah bulananmu..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm..., aku selalu berpikir... mama itu sangat cantik dan juga awet muda, tapi daya tarik mama yang sebenarnya bukan cuma di penampilan, tapi juga hatinya. Bukan cuma sifatnya yang baik, gayanya dan bijaksana dalam mengambil keputusan juga nggak kalah dengan orang lain. Sebagai anak, aku selalu membangga-banggakan mama.&amp;quot; .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cukup ngelanturnya. Mama nggak mau mendengar alasan kamu, jawab pertanyaan mama pake bahasa inggris. &#039;How are your grades in school&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah? &#039;a thousand&#039;? &#039;a little bad&#039;? &#039;about average score&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I&#039;m, sorry...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--DUUU...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;EHH! KOK DITUTUP? DASAR IBLIS! SIAL! KALO BGITU CARANYA, AKAN KUTELPON TERUS-TERUSAN AMPE GUE GANTENG! JANGAN REMEHKAN TEKAD ANAKMU YANG SATU INI!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 150%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jadi setelah bosan mendengar suara telpon gak diangkat, ibumu mendaftarkan nomermu ke daftar blacklist dan membuatmu gak bisa tersambung sama sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iye. Kejem banget kan? Orang itu pasti bukan ibu kandung gue.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yaa, yang sabar aje bro...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat waktu makan siang, aku curhat tentang kejadian dengan ibuku pada Yuuji. Nggak disangka dia bisa bersimpati juga padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ke, kenapa kau, Yuuji? Tumben sekali kau peduli denganku&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak apa-apa, aku cuma bisa mengerti bagaimana penderitaan hidup dibawah naungan seorang ibu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji melihat keatas memandang keluar jendela, terlihat seperti ekspresi muka yang penuh penderitaan tapi juga penuh ketabahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, sekarang kau mau berbuat apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si cantik yang sedang memegangi minuman kotak— Hideyoshi - bertanya padaku. Melihat betapa manis dia meminum susu, aku jadi ingin tersenyum. Di tipi-tipi juga sering dikatakan kalau susu sangat bagus untuk kecantikan, dan kurasa sangat bermanfaat untuk Hideyoshi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu~ hm...yaa, aku kesal sekali dengan ibuku. Kayaknya dia juga sudah berkeras hati. Aku nggak bisa menelponnya sama sekali, dan kalopun aku ingin terbang nyusul dia jauh-jauh ke luar negeri, luar negerinya jauh banget coy...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lagi, aku nggak tahu tempat mereka tinggal. Yang aku tahu mereka melakukan kerjasama bisnis enterprise di luar negeri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kayaknya kau harus menghasilkan duit sendiri&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahut teman sekelasku Tsuchiya Kouta, biasa dipanggil Muttsurini yang katanya dia sih sedang membaca &#039;majalah&#039;. Alasan mengapa dia dipanggil Muttsurini dikarenakan dia itu orangnya super cabul dan pendiam.—akhir-akhir ini sifat pendiamnya pun mulai hilang. Sekarang bagiku yang kesisa dari dia cuma cabulnya doank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, kayaknya aku harus nyari kerjaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau bisa, aku mau pekerjaan yang digaji harian dan langsung bisa bekerja saat ini juga. Tapi aku rasa nggak ada kerja paruh waktu untuk anak SMA yang digaji secara harian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kerjaan? Aku jadi ingat, kafe depan stasiun sedang mencari pekerja paruh waktu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji menaruh tangannya dibawah dagunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kafe depan stasiun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo nggak salah nama kafenya &#039;La Pedis&#039;? Entah pake bahasa apa itu nama kafe.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei~ serius kafe itu sedang nyari pekerja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kafe itu menjual makanan yang sangat enak dan juga murah. Tempat itu sering menjadi tempat cozy bagi para murid Fumitzuki Gakuen. Pernah sekali aku mampir dengan Minami (dan dengan tangan terkilir).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seingatku kerjanya cuma untuk hari Sabtu ini. Shiftnya sendiri mulai dari jam 11:00 sampai jam 20:00, dan gajinya 8,800 yen. Dan kayaknya mereka juga memperbolehkan orang yang belum berpengalaman.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cuma 1 hari dan nggak punya pengalaman pun boleh? Bagus banget donk—tapi juga mencurigakan sekali...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, kafe itu nggak akan mempekerjakan murid yang masih belajar dalam jangka waktu pendek, apalagi mereka memperbolehkan orang yang nggak punya pengalaman. Pasti ada apa-apanya nih!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Memang mencurigakan. Tapi jangan kaget juga. Para pegawai kafe tersebut kudengar semuanya keluar, jadi mungkin terpaksa mereka harus mencari pekerja dengan cara ini...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan yang masuk akal sih. Kalo mereka bahkan mau mempekerjakan orang yang belum berpengalaman, pemilik kafe tersebut pasti sekarang dalam keadaan kepepet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lagipula, bukan tempatnya Akihisa untuk segala milih-milih pekerjaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu...iya juga sih...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar kata Muttsurini, sekarang, aku nggak punya hak buat pilih-pilih. Ini sudah menyangkut hidup dan mati, kayaknya aku harus berusaha untuk mendapatkan pekerjaan itu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, Akihisa juga mau ikutan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? &#039;Akihisa juga mau ikutan&#039;, apa itu artinya kau mau ikutan juga, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rencananya sih gitu. Dan, aku benar-benar mau kesana dan mencoba masuk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi begitu, nggak heran kalo dia tadi sudah mengerti keadaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kau Yuuji? Apa kau mau nabung beli sesuatu? Nggak mau cerita pada kami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm, sebenernya sih nggak penting... aku cuma mau memasang kunci pintu buat kamarku, kunci yang paling bagus dan paling keras!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk anak seumur kami mungkin sudah wajar jika punya keinginan untuk memasang kunci pada pintu kamar. Tapi nggak banyak dari kita yang melakukan itu dengan alasan sama seperti Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, berapa banyak mereka menerima pekerja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo kita harus bersaing satu sama lain saat wawancara, aku harus ngeracunin Yuuji terlebih dahulu. Kayaknya aku masih punya biskuit buatan Himeji-san...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo nggak salah 3-4. Tempatnya cukup besar, jadi mereka butuh banyak pekerja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh iya, aku pun jadi teringat dengan toko itu. Nampak dari luar seperti restoran keluarga, dan banyak menu yang disajikan. Termasuk dengan karyawan yang di dalam, bisa jadi mereka butuh 3-4 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;4 orang ya? Gimana kalo Hideyoshi dan Muttsurini ikutan juga?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bpleh tuh...lumayan. aku jadi bisa melatih aktingku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...aku bisa dapat tambahan buat beli kamera baru.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua juga kagak punya kerjaan laen, jadi mereka pun langsung setuju. Muttsurini unggul dalam memasak, dan Hideyoshi, nggak usah disinggung juga kita semua tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sip deh, ayo kita pergi wawancara sepulang sekolah. Jangan sampai kita didahului.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Okelah kalo bgitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sip.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(Ngangguk)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, kami berempatpun pergi ke kafe, dan setelah wawancara, kami semua diterima.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 150%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh...jadi kalian sudah datang...maaf sudah membuat kalian menunggu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I, iya, mohon kerjasamanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari Sabtu ini, sang Pemilik Kafe berjalan menyeret-nyeret badannya yang sangat loyo dan mempersilahkan kami semua masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oi, kuat kerja gak nih pemilik toko?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Um... biasanya kalo orang begini nongol di tempat lain... kemungkinan orang itu lagi mau bunuh diri terjun bebas ke laut. Dia terlihat depresi sekali.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku setuju dengan Hideyoshi. Kalo ada orang yang seperti ini nongol di peron stasiun, aku akan meminta kondektur setempat untuk memperhatikannya dan mencegah orang itu jangan sampai bunuh diri lompat ke tengah rel kereta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Denger-denger... pemilik toko ini baru saja ditinggal kabur oleh anak dan istrinya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisik si Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin pemilik toko ini nggak kuat mental atas kehilangan istri dan juga anaknya. Makanya dia mempekerjakan pekerja cuma dalam sehari. Kalo bgitu, kita hanya perlu membantu dia sebelum istri dan anaknya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aneh. Seingatku dulu ada seorang cewek yang bekerja disini...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku nggak tahu apa yang telah terjadi. Tapi sepertinya ada sesuatu yang mencurigakan kenapa mereka mengundurkan diri.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi mereka mengundurkan diri? Kayaknya mereka nggak mau terlibat dengan masalah si pemilik toko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm, ini seragam kalian... lapor ke bapak kalo ukurannya nggak cocok...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Pemilik Toko membagikan seragam pada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&#039;Ukuranku nggak cocok.&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat kami menerima seragam, Aku, Yuuji, dan Muttsurini protes secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gender seragamku nggak cocok.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, terdengar suara Hideyoshi protes karena diberikan seragam perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Aneh... Padahal tadi bapak sudah ukur...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Pemilik Toko memiringkan kepalanya heran, tapi mau dilihat darimana pun. Ukurannya nggak cocok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm, seragamku memang cuma kekecilan sedikit, tapi Yuuji dan Muttsurini—maksud saya, Sakamoto dan Tsuchiya ukurannya jelas sekali nggak cocok.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa pemilik toko memberikan seragamnya ke orang yang salah? Kalo bgitu, mata bapak ini sliwer sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh ya? Tapi menurut bapak, Sakamoto-san itu S, Yoshii-san itu M, dan Tsuchiya-san itu ERO—maksudnya L...&amp;quot; &amp;lt;ref&amp;gt;Di jepang, L itu dibacanya ERO, sedangkan M itu maksudnya disini adalah Masochist dan S itu Sadisme&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jeli juga bapak pemilik toko satu ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku nggak tertarik dengan ERO.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;WOGH!!&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kebohongan luar biasa ini, aku dan Yuuji langsung teriak kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Muttsurini, jangan bohong.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, kalo mau bohong, cari alasan yang bisa membuat kami bisa sedikit percaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(Geleng-geleng kepala).&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelihatan bohong banget. Yaelah, buat apa sih dia bohong?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya sudahlah. Ukuranku itu L, jadi aku bisa tukeran sama Muttsurini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin aku terlihat kecil saat bersama Yuuji, tapi sebenarnya aku ini tingginya diatas rata-rata. Kalo ukuran baju M mungkin lebarnya cocok, tapi panjangnya masih kurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...aku pakai yang M. Pas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tukeran seragam dengan Muttsurini. Hm, L memang ukuran yang pas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pak pemilik toko, aku harusnya XL. Bisa tolong tukarkan untukku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji nggak bisa tukeran, jadi dia hanya bisa mengembalikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah iya, kamu benar, bapak nggak sengaja mencampurkan ukuran baju dengan selera kalian...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wow kesalahan yang sembrono sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm, maaf tadi aku sudah bilang kalo gender seragamku salah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baiklah, saatnya ganti baju, dan ayo kita mulai bekerja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 150%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar mandi pekerjanya nggak begitu besar, jadi aku dan Muttsurini duluan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi teringat sewaktu festival sekolah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...kayaknya takdir kita emang gak jauh dari kafe.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbincang aku dengan Muttsurini setelah meninggalkan barang pribadi milik kami ke loker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seragam toko ini terdiri dari celana hitam panjang serta kaos putih, dengan rompi ketat. Layaknya seragam pelayan yang lain, disini juga dilengkapi apron dan dasi hitam panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf sudah lama menunggu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berganti, Aku dan Muttsurini keluar kamar mandi dengan penampilan sama sambil menyapa orang diluar. Yuuji dan Hideyoshi tampak terkesan melihat kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haha, cocok sekali. Pantes banget kalian.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Setelah kulihat lagi, kalian berdua kelihatan keren.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, yang bener?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Memalukan sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti seragam sekolah dan baju bebas, saat memakai seragam kafe aku merasa nggak nyaman, ditambah dengan malu saat mereka memuji kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo bgitu, gantian aku dengan Yuuji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ok. Giliran kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memujinya selesai, kali ini gantian Yuuji dan Hideyoshi mengganti seragam dan masuk kamar-- eh TUNGGU DULU!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;YUUJI GOBLOK!  SEMBARANGAN AJA LOE MASUK DAN GANTI BAJU SAMA HIDEYOSHI!?&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Mati seribu kali, mau?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan paksa membuka pintu tapi ternyata telah dikunci dari dalam, gagang pintunya gak bisa diputar. Kalo bgini terus, Hideyoshi akan berada dalam bahaya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Yuuji malah mendesau mengabaikan kami yang mau merusak pintu dan nggak peduli pemikiran kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maksud kalian apa. Mau ganti baju apa yang lainnya juga, kami berdua kan cowok. Masalahnya dimana sih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;KALIAN BERDUA COWOK? MASALAH? OMONG KOSONG APA SI BEGO INI!?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;YUUJI!! ITU PASTI SALAH PENULISAN IDENTITAS!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;Tunggu, tunggu dulu, Akihisa! Aku ini sedang bersama seorang cowok!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Yuuji masih belom mengerti. Dan dia percaya saja dengan tulisan di identitas!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fiuh, Iya iya. Aku akan dengarkan celotehanmu nanti setelah aku selesai ganti baju, tolong tenang bentar napa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji berkata dengan nada tak sabaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TIDAK! Sudah terlalu terlambat kalo nunggu selesai! Kalo begitu--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yuuji! Kalo kamu tetep keras kepala maka...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maka apa? Jangan rusak pintunya oi! Kerja juga belom masa kita mau disuruh bayar buat ganti rugi pintu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--aku akan ngadu sama Kirishima-san!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kreak!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku gantinya di koridor aja, boleh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagus kalo sudah mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, ayo kita ke Pemilik toko.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(Angguk kepala)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengakhiri krisis ini, Aku dan Muttsurini pergi ke ruang depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm... Tanganku nggak nyampe retsletting yang di punggung. Maaf Yuuji, bisa bantu--eh? Kemana si Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf Hideyoshi, aku masih sayang nyawaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar percakapan di belakangku, aku pun merasa tenang. Bener-bener si Hideyoshi, dia terlalu lengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong-ngomong, ini bener-bener kafe beneran, berbeda dengan saat di sekolah. Rasanya benar-benar segar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sangat menarik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekerjaan ini merupakan pengalaman yang bagus. Walau nggak sampai taraf dengan ini aku bisa berhenti meminta uang dari orang tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalu bilang kau mau bekerja di dapur kan, Muttsurini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...seperti yang sudah kusebut saat interview.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagus, kalo bgitu kau bertugas di dapur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memendam perasaan gugup, aku menuju ke ruang depan dimana Pemilik toko berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(blang)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik toko hanya duduk-duduk, dengan arwahnya keluar dari mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pak pemilik toko, bapak baik-baik saja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...ahh, baik, bapak baik-baik saja... asal bapak bisa menangani toko ini dengan baik, pasti mereka berdua akan kembali...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya si Pemilik toko ini nggak bisa bedain dunia nyata dengan khayalan. Apa dia bisa kerja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Muttsurini, kayaknya ini orang lagi gak sehat)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bahaya juga)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ya. Gimana kalo kita tes dulu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Caranya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ajak ngobrol aja kayak biasa)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membiarkan Muttsurini disini dan sendirian menghampiri Pemilik toko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba kupikir, apa yang harus aku bicarakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm, Pak pemilik toko...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Hm? Ahh, ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cuacanya cerah ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bingung mau ngomong apa, jadi aku singgung saja cuaca yang cerah hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... iya... papa memang menjengkelkan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat responnya, sepertinya ideku untuk ngobrol tentang cuaca jadi hancur berantakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Um... semoga saja hari ini banyak pelanggan datang ya pak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba ganti topik. Kalo soal toko, dia pasti nggak akan mengabaikannya begitu saja bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh anakku yang manis... dia selalu bilang &#039;aku cinta papa&#039; semenjak umur 1 tahun...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pak pemilik toko, itu sih ingatan yang dibuat-buat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seingatku balita itu butuh umur minimal 2 tahun untuk bisa berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Gimana ini, Muttsurini? Omonganku nggak bisa nyampe ke otaknya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Gimana kalo kau singgung tentang anaknya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Iya juga. Mungkin dengan itu dia mau respon.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemilik toko dari tadi ngigau tentang anak perempuannya. Kalo kita bicara menyinggung anaknya, pasti dia akan merespon kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm...hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa anak bapak bisa--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kuberi 5 detik... ada kata-kata terakhir?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tiba-tiba, sebuah benda dingin menempel di leher ku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tu, tunggu, pak! Darimana kau tadi ambil pisau ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ahh, maafkan bapak... kamu ini lelaki yang akan bekerja hari ini ya? bukan lelaki yang mau mengambil malaikat kecil manis bapak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I... Iya... bapak salah orang&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hahaha... maaf ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemilik toko kemudian kembali menyembunyikan pisaunya. Sepertinya aku berhasil melindungi nadi di leherku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang kita sudah mengetesnya, apa si Pemilik toko ini benar baik-baik saja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanakah penilaian dari Muttsurini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Gimana ni, Muttsurini? si Pemilik toko ini &#039;safe&#039; apa &#039;out&#039;?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Coba lagi.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi kau maunya 3 out ya? Dikira maen baseball kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bagaimana ini? Aku butuh uang kalo mau bertahan hidup, dan lagi kalo si Pemilik toko seperti ini, aku nggak tega pergi dan pulang ke rumah begitu saja...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku yang sedang khawatir dengan bagaimana cara bekerja sama dengan pemilik toko,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu, seragamku kok beda sendiri yah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menyerahlah, Hideyoshi. Ini demi pekerjaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Karena demi uang, aku jadi nggak bisa protes banyak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Yuuji dan Hideyoshi terdengar dari arah belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, kalian bedua, lama sekali sih ganti baju--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berbalik dan melihat baju mereka, aku langsung terperangah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji yang postur tinggi lumayan cocok dengan pakaian pelayan, jadi aku lewati saja, masalahnya di orang yang satunya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf. Seragam ini sangat susah untuk dipakai. Jadinya lama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi menarik-narik roknya. Semua orang pasti mengira kalo dia itu pelayan wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, aku harus berkata sesuatu disini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hi, Hideyoshi, baju kamu cocok sekali--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku baru saja mau memuji penampilan Hideyoshi--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;OH ANAKKUUUU--&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat penampilan Hideyoshi, si Pemilik toko langsung membuka tangannya lebar-lebar dan lompat layaknya burung ke arah Hideyoshi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;A, APA-APAAN INI?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;PAK PEMILIK TOKO? BAPAK KENAPA?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;OH ANAKKUUUU--&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin. Teriakan kami tidak didengar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat! Yuuji, bersiap untuk bertarung!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baik--tunggu oi! Pukulan kita nggak mau kena! Kenapa gerakan ini orang aneh banget!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;MUTTSURINI, TASER SI PEMILIK TOKO!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Target tidak bisa dikunci!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemilik toko bergerak layaknya doppleganger. Bahkan Yuuji dan Muttsurini pun nggak bisa menghentikannya! Kalo begini terus, Hideyoshi akan berada dalam bahaya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;HIDEYOSHI!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;GI, GIMANA INI???&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;COBA HENTIKAN DIA! TERIAKKAN SESUATU TENTANG &#039;REAKSI CEWEK REMAJA DISAAT DIARY RAHASIANYA DIBACA AYAHNYA&#039;!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;A, AKU NGGAK NGERTI, TAPI AKAN AKU COBA!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kuberi scenario, Hideyoshi berubah menjadi aktor diatas panggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;... AKU BENCI PAPAAA!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata yang kejan dan penuh dendam. Setelah mendengar anaknya yang manis berkata seperti ini, pasti si pemilik toko akan syok--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;BENARKAH... KALO BEGITU AYO MANDI BARENG DENGAN PAPA!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buset, nggak ada efek sema sekali! Atau tepatnya, bukankah ada yang salah dengan reaksinya diatas!? Apapun itu, nggak mungkin ada itu yang namanya pilihan &#039;mandi bareng papa&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat, kita pakai cara kekerasan! Mundur kau, Hideyoshi, lepas seragammu! Yuuji, Muttsurini, kita akan kerahkan seluruh tenaga!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;Roger!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;OH ANAKKUUUUU--&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mensetting power taser ke maksimal dan memukulnya dengan keras 4 kali, si Pemilik toko akhirnya nggak bisa bangun lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 150%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terus bagaimana ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana lagi? Si Pemilik tokonya sudah seperti ini, kita nggak bisa melakukannya seorang diri. Pasang label &#039;hari ini toko tutup&#039; saja lah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pemilik toko yang baru saja mengamuk sedang pingsan di lantai dengan bola matanya yang putih semua. Syukur nggak ada barang yang rusak, tapi kami berempat nggak mungkin membuka toko sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin kita akan dapat kesempatan bekerja di lain waktu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi mencegah Pemilik toko mengamuk lagi. Hideyoshi melepas gaunnya dan memakai seragam pelayan pria. Tapi tetap terlihat manis. Aneh sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat. Ayo cari kesempatan kerja yang lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sayang sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Berarti bayaran kita--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja nggak dibayar, kerja juga belom.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I, Iya... Benar juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh disayang. Tentu aku bersedih nggak jadi dapat bayaran, tapi aku&lt;br /&gt;
sebenarnya sangat bersemangat untuk melayani orang secara profesional. Aku nggak berkesempatan melakukan itu saat festival sekolah. Karena hasrat ingin mencobanya... disaat bel pintu masuk berbunyi dan terbuka, aku dengan energiknya berkata &#039;selamat datang&#039; pada pelanggan--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Ding dong&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat datang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sapaan seperti ini mungkin agak menarik ya. Eh... Aneh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Syukurlah! Tokonya buka. Kami tadi cemas kemana mau habiskan waktu luang~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yup. Syukur lah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikira latihanku sebagai respon, dua kakak perempuan yang terlihat seperti orang kantoran masuk ke dalam toko! Sial! Bagaimana mungkin aku bilang &#039;maaf hari ini toko tutup&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oi Akihisa! Kenapa kau malah menyapa mereka?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ma, maaf! Nggak sengaja! Kukira cuma khayalanku saja tapi malah beneran kejadian...)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku,_Kerja_Paruh_Waktu_dan_Akhir_Pekan_yang_Berbahaya&amp;diff=347799</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3.5 Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Pekan yang Berbahaya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku,_Kerja_Paruh_Waktu_dan_Akhir_Pekan_yang_Berbahaya&amp;diff=347799"/>
		<updated>2014-04-21T06:51:58Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BTS vol 03.5 231.jpg|thumb|Me and Part-time Work and a Dangerous Weekend]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Halo, ini siapa ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Akhirnya nyambung juga!~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Suara ini— Akihisa? Akhirnya kamu tahu cara menelpon interlokal juga ya... ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;MASIH BELAGAK NANYA ADA APA!? MAMA NGAPAIN AJA SIH!? AKU SUDAH NGECEK BERKALI-KALI, KENAPA KARTU KREDITKU ISINYA CUMA 39 YEN!? APA KAU LUPA UNTUK TRANSFER UANG BULANANKU!?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah masa sih. Mama kan nggak pernah lupa. Tentu saja, uang itu mama—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mama kirim?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—masukin dompet.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;TEGANYA SEORANG IBU MENGAMBIL UANG JATAH BULANAN ANAKNYA SENDIRI? SIAL, AKU AKAN NGADU KE PAPA!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tenang, sebagian uang tersebut juga masuk dompet papa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;JADI PAPA IKUT-IKUTAN!? TEGANYA MEMAKAN UANG HIDUPKU SEHARI-HARI, KALIAN PASANGAN SUAMI ISTRI TERBURUK YANG PERNAH KULIHAT!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf, sebenarnya papa itu, cuma dapat 20%.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;PEMBAGIANNYA NGGAK ADIL SEKALI! AKU JADI KASIHAN SAMA PAPA!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Papamu bahkan nggak tahu itu cuma 20% dan mengira kalo dia dapat setengah dari uang jatah bulananmu. Dia sangat kegirangan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Pa...kenapa kau bisa menikah dengan orang ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sigh, sekarang mama mau bicara serius sama kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Ah, oh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mama pernah bilang, kan? Kamu harus melaporkan semua nilai sekolahmu ke mama, tapi semenjak kamu naik kelas 2 SMA, mama nggak diberi tahu apapun tentang nilai dan prestasi sekolahmu. Sebenarnya ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf ma, sinyalnya putus-putus, aku nggak bisa dengar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan masalah nggak bisa dengar pelajaran, masalahnya disini kalo mama ternyata punya anak bego.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;M... ma....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan begonya itu cukup luar biasa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A, aku nggak sebego itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, ya? Kalo begitu bilang ke mama. Bagaimana nilaimu di sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo cepat. Kalo kamu jawab, akan ibu pertimbangkan untuk mengirim uang jatah bulananmu..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm..., aku selalu berpikir... mama itu sangat cantik dan juga awet muda, tapi daya tarik mama yang sebenarnya bukan cuma di penampilan, tapi juga hatinya. Bukan cuma sifatnya yang baik, gayanya dan bijaksana dalam mengambil keputusan juga nggak kalah dengan orang lain. Sebagai anak, aku selalu membangga-banggakan mama.&amp;quot; .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cukup ngelanturnya. Mama nggak mau mendengar alasan kamu, jawab pertanyaan mama pake bahasa inggris. &#039;How are your grades in school&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah? &#039;a thousand&#039;? &#039;a little bad&#039;? &#039;about average score&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I&#039;m, sorry...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--DUUU...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;EHH! KOK DITUTUP? DASAR IBLIS! SIAL! KALO BGITU CARANYA, AKAN KUTELPON TERUS-TERUSAN AMPE GUE GANTENG! JANGAN REMEHKAN TEKAD ANAKMU YANG SATU INI!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 150%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jadi setelah bosan mendengar suara telpon gak diangkat, ibumu mendaftarkan nomermu ke daftar blacklist dan membuatmu gak bisa tersambung sama sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iye. Kejem banget kan? Orang itu pasti bukan ibu kandung gue.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yaa, yang sabar aje bro...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat waktu makan siang, aku curhat tentang kejadian dengan ibuku pada Yuuji. Nggak disangka dia bisa bersimpati juga padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ke, kenapa kau, Yuuji? Tumben sekali kau peduli denganku&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak apa-apa, aku cuma bisa mengerti bagaimana penderitaan hidup dibawah naungan seorang ibu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji melihat keatas memandang keluar jendela, terlihat seperti ekspresi muka yang penuh penderitaan tapi juga penuh ketabahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, sekarang kau mau berbuat apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si cantik yang sedang memegangi minuman kotak— Hideyoshi - bertanya padaku. Melihat betapa manis dia meminum susu, aku jadi ingin tersenyum. Di tipi-tipi juga sering dikatakan kalau susu sangat bagus untuk kecantikan, dan kurasa sangat bermanfaat untuk Hideyoshi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu~ hm...yaa, aku kesal sekali dengan ibuku. Kayaknya dia juga sudah berkeras hati. Aku nggak bisa menelponnya sama sekali, dan kalopun aku ingin terbang nyusul dia jauh-jauh ke luar negeri, luar negerinya jauh banget coy...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lagi, aku nggak tahu tempat mereka tinggal. Yang aku tahu mereka melakukan kerjasama bisnis enterprise di luar negeri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kayaknya kau harus menghasilkan duit sendiri&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahut teman sekelasku Tsuchiya Kouta, biasa dipanggil Muttsurini yang katanya dia sih sedang membaca &#039;majalah&#039;. Alasan mengapa dia dipanggil Muttsurini dikarenakan dia itu orangnya super cabul dan pendiam.—akhir-akhir ini sifat pendiamnya pun mulai hilang. Sekarang bagiku yang kesisa dari dia cuma cabulnya doank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, kayaknya aku harus nyari kerjaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau bisa, aku mau pekerjaan yang digaji harian dan langsung bisa bekerja saat ini juga. Tapi aku rasa nggak ada kerja paruh waktu untuk anak SMA yang digaji secara harian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kerjaan? Aku jadi ingat, kafe depan stasiun sedang mencari pekerja paruh waktu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji menaruh tangannya dibawah dagunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kafe depan stasiun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo nggak salah nama kafenya &#039;La Pedis&#039;? Entah pake bahasa apa itu nama kafe.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei~ serius kafe itu sedang nyari pekerja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kafe itu menjual makanan yang sangat enak dan juga murah. Tempat itu sering menjadi tempat cozy bagi para murid Fumitzuki Gakuen. Pernah sekali aku mampir dengan Minami (dan dengan tangan terkilir).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seingatku kerjanya cuma untuk hari Sabtu ini. Shiftnya sendiri mulai dari jam 11:00 sampai jam 20:00, dan gajinya 8,800 yen. Dan kayaknya mereka juga memperbolehkan orang yang belum berpengalaman.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cuma 1 hari dan nggak punya pengalaman pun boleh? Bagus banget donk—tapi juga mencurigakan sekali...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, kafe itu nggak akan mempekerjakan murid yang masih belajar dalam jangka waktu pendek, apalagi mereka memperbolehkan orang yang nggak punya pengalaman. Pasti ada apa-apanya nih!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Memang mencurigakan. Tapi jangan kaget juga. Para pegawai kafe tersebut kudengar semuanya keluar, jadi mungkin terpaksa mereka harus mencari pekerja dengan cara ini...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan yang masuk akal sih. Kalo mereka bahkan mau mempekerjakan orang yang belum berpengalaman, pemilik kafe tersebut pasti sekarang dalam keadaan kepepet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lagipula, bukan tempatnya Akihisa untuk segala milih-milih pekerjaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu...iya juga sih...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar kata Muttsurini, sekarang, aku nggak punya hak buat pilih-pilih. Ini sudah menyangkut hidup dan mati, kayaknya aku harus berusaha untuk mendapatkan pekerjaan itu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, Akihisa juga mau ikutan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? &#039;Akihisa juga mau ikutan&#039;, apa itu artinya kau mau ikutan juga, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rencananya sih gitu. Dan, aku benar-benar mau kesana dan mencoba masuk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi begitu, nggak heran kalo dia tadi sudah mengerti keadaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kau Yuuji? Apa kau mau nabung beli sesuatu? Nggak mau cerita pada kami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm, sebenernya sih nggak penting... aku cuma mau memasang kunci pintu buat kamarku, kunci yang paling bagus dan paling keras!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk anak seumur kami mungkin sudah wajar jika punya keinginan untuk memasang kunci pada pintu kamar. Tapi nggak banyak dari kita yang melakukan itu dengan alasan sama seperti Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, berapa banyak mereka menerima pekerja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo kita harus bersaing satu sama lain saat wawancara, aku harus ngeracunin Yuuji terlebih dahulu. Kayaknya aku masih punya biskuit buatan Himeji-san...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo nggak salah 3-4. Tempatnya cukup besar, jadi mereka butuh banyak pekerja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh iya, aku pun jadi teringat dengan toko itu. Nampak dari luar seperti restoran keluarga, dan banyak menu yang disajikan. Termasuk dengan karyawan yang di dalam, bisa jadi mereka butuh 3-4 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;4 orang ya? Gimana kalo Hideyoshi dan Muttsurini ikutan juga?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bpleh tuh...lumayan. aku jadi bisa melatih aktingku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...aku bisa dapat tambahan buat beli kamera baru.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua juga kagak punya kerjaan laen, jadi mereka pun langsung setuju. Muttsurini unggul dalam memasak, dan Hideyoshi, nggak usah disinggung juga kita semua tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sip deh, ayo kita pergi wawancara sepulang sekolah. Jangan sampai kita didahului.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Okelah kalo bgitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sip.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(Ngangguk)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, kami berempatpun pergi ke kafe, dan setelah wawancara, kami semua diterima.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 150%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh...jadi kalian sudah datang...maaf sudah membuat kalian menunggu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I, iya, mohon kerjasamanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari Sabtu ini, sang Pemilik Kafe berjalan menyeret-nyeret badannya yang sangat loyo dan mempersilahkan kami semua masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oi, kuat kerja gak nih pemilik toko?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Um... biasanya kalo orang begini nongol di tempat lain... kemungkinan orang itu lagi mau bunuh diri terjun bebas ke laut. Dia terlihat depresi sekali.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku setuju dengan Hideyoshi. Kalo ada orang yang seperti ini nongol di peron stasiun, aku akan meminta kondektur setempat untuk memperhatikannya dan mencegah orang itu jangan sampai bunuh diri lompat ke tengah rel kereta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Denger-denger... pemilik toko ini baru saja ditinggal kabur oleh anak dan istrinya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisik si Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin pemilik toko ini nggak kuat mental atas kehilangan istri dan juga anaknya. Makanya dia mempekerjakan pekerja cuma dalam sehari. Kalo bgitu, kita hanya perlu membantu dia sebelum istri dan anaknya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aneh. Seingatku dulu ada seorang cewek yang bekerja disini...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku nggak tahu apa yang telah terjadi. Tapi sepertinya ada sesuatu yang mencurigakan kenapa mereka mengundurkan diri.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi mereka mengundurkan diri? Kayaknya mereka nggak mau terlibat dengan masalah si pemilik toko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm, ini seragam kalian... lapor ke bapak kalo ukurannya nggak cocok...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Pemilik Toko membagikan seragam pada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&#039;Ukuranku nggak cocok.&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat kami menerima seragam, Aku, Yuuji, dan Muttsurini protes secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gender seragamku nggak cocok.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, terdengar suara Hideyoshi protes karena diberikan seragam perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Aneh... Padahal tadi bapak sudah ukur...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Pemilik Toko memiringkan kepalanya heran, tapi mau dilihat darimana pun. Ukurannya nggak cocok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm, seragamku memang cuma kekecilan sedikit, tapi Yuuji dan Muttsurini—maksud saya, Sakamoto dan Tsuchiya ukurannya jelas sekali nggak cocok.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa pemilik toko memberikan seragamnya ke orang yang salah? Kalo bgitu, mata bapak ini sliwer sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh ya? Tapi menurut bapak, Sakamoto-san itu S, Yoshii-san itu M, dan Tsuchiya-san itu ERO—maksudnya L...&amp;quot;&amp;lt;ref&amp;gt;Di jepang, L itu dibacanya ERO, sedangkan M itu maksudnya disini adalah Masochist dan S itu Sadisme&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jeli juga bapak pemilik toko satu ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku nggak tertarik dengan ERO.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;WOGH!!&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kebohongan luar biasa ini, aku dan Yuuji langsung teriak kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Muttsurini, jangan bohong.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, kalo mau bohong, cari alasan yang bisa membuat kami bisa sedikit percaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(Geleng-geleng kepala).&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelihatan bohong banget. Yaelah, buat apa sih dia bohong?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya sudahlah. Ukuranku itu L, jadi aku bisa tukeran sama Muttsurini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin aku terlihat kecil saat bersama Yuuji, tapi sebenarnya aku ini tingginya diatas rata-rata. Kalo ukuran baju M mungkin lebarnya cocok, tapi panjangnya masih kurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...aku pakai yang M. Pas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tukeran seragam dengan Muttsurini. Hm, L memang ukuran yang pas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pak pemilik toko, aku harusnya XL. Bisa tolong tukarkan untukku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji nggak bisa tukeran, jadi dia hanya bisa mengembalikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah iya, kamu benar, bapak nggak sengaja mencampurkan ukuran baju dengan selera kalian...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wow kesalahan yang sembrono sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm, maaf tadi aku sudah bilang kalo gender seragamku salah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baiklah, saatnya ganti baju, dan ayo kita mulai bekerja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 150%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamar mandi pekerjanya nggak begitu besar, jadi aku dan Muttsurini duluan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi teringat sewaktu festival sekolah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...kayaknya takdir kita emang gak jauh dari kafe.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbincang aku dengan Muttsurini setelah meninggalkan barang pribadi milik kami ke loker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seragam toko ini terdiri dari celana hitam panjang serta kaos putih, dengan rompi ketat. Layaknya seragam pelayan yang lain, disini juga dilengkapi apron dan dasi hitam panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf sudah lama menunggu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berganti, Aku dan Muttsurini keluar kamar mandi dengan penampilan sama sambil menyapa orang diluar. Yuuji dan Hideyoshi tampak terkesan melihat kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haha, cocok sekali. Pantes banget kalian.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Setelah kulihat lagi, kalian berdua kelihatan keren.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, yang bener?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Memalukan sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti seragam sekolah dan baju bebas, saat memakai seragam kafe aku merasa nggak nyaman, ditambah dengan malu saat mereka memuji kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo bgitu, gantian aku dengan Yuuji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ok. Giliran kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memujinya selesai, kali ini gantian Yuuji dan Hideyoshi mengganti seragam dan masuk kamar-- eh TUNGGU DULU!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;YUUJI GOBLOK!  SEMBARANGAN AJA LOE MASUK DAN GANTI BAJU SAMA HIDEYOSHI!?&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Mati seribu kali, mau?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan paksa membuka pintu tapi ternyata telah dikunci dari dalam, gagang pintunya gak bisa diputar. Kalo bgini terus, Hideyoshi akan berada dalam bahaya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Yuuji malah mendesau mengabaikan kami yang mau merusak pintu dan nggak peduli pemikiran kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maksud kalian apa. Mau ganti baju apa yang lainnya juga, kami berdua kan cowok. Masalahnya dimana sih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KALIAN BERDUA COWOK? MASALAH? OMONG KOSONG APA SI BEGO INI!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;YUUJI!! ITU PASTI SALAH PENULISAN IDENTITAS!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;Tunggu, tunggu dulu, Akihisa! Aku ini sedang bersama seorang cowok!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Yuuji masih belom mengerti. Dan dia percaya saja dengan tulisan di identitas!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fiuh, Iya iya. Aku akan dengarkan celotehanmu nanti setelah aku selesai ganti baju, tolong tenang bentar napa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji berkata dengan nada tak sabaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TIDAK! Sudah terlalu terlambat kalo nunggu selesai! Kalo begitu--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yuuji! Kalo kamu tetep keras kepala maka...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maka apa? Jangan rusak pintunya oi! Kerja juga belom masa kita mau disuruh bayar buat ganti rugi pintu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--aku akan ngadu sama Kirishima-san!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kreak!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku gantinya di koridor aja, boleh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagus kalo sudah mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, ayo kita ke Pemilik toko.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(Angguk kepala)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengakhiri krisis ini, Aku dan Muttsurini pergi ke ruang depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm... Tanganku nggak nyampe retsletting yang di punggung. Maaf Yuuji, bisa bantu--eh? Kemana si Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf Hideyoshi, aku masih sayang nyawaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar percakapan di belakangku, aku pun merasa tenang. Bener-bener si Hideyoshi, dia terlalu lengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong-ngomong, ini bener-bener kafe beneran, berbeda dengan saat di sekolah. Rasanya benar-benar segar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sangat menarik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekerjaan ini merupakan pengalaman yang bagus. Walau nggak sampai taraf dengan ini aku bisa berhenti meminta uang dari orang tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalu bilang kau mau bekerja di dapur kan, Muttsurini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...seperti yang sudah kusebut saat interview.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagus, kalo bgitu kau bertugas di dapur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memendam perasaan gugup, aku menuju ke ruang depan dimana Pemilik toko berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(blang)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik toko hanya duduk-duduk, dengan arwahnya keluar dari mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pak pemilik toko, bapak baik-baik saja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...ahh, baik, bapak baik-baik saja... asal bapak bisa menangani toko ini dengan baik, pasti mereka berdua akan kembali...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya si Pemilik toko ini nggak bisa bedain dunia nyata dengan khayalan. Apa dia bisa kerja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Muttsurini, kayaknya ini orang lagi gak sehat)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bahaya juga)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ya. Gimana kalo kita tes dulu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Caranya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ajak ngobrol aja kayak biasa)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membiarkan Muttsurini disini dan sendirian menghampiri Pemilik toko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba kupikir, apa yang harus aku bicarakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm, Pak pemilik toko...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Hm? Ahh, ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cuacanya cerah ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bingung mau ngomong apa, jadi aku singgung saja cuaca yang cerah hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... iya... papa memang menjengkelkan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat responnya, sepertinya ideku untuk ngobrol tentang cuaca jadi hancur berantakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Um... semoga saja hari ini banyak pelanggan datang ya pak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba ganti topik. Kalo soal toko, dia pasti nggak akan mengabaikannya begitu saja bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh anakku yang manis... dia selalu bilang &#039;aku cinta papa&#039; semenjak umur 1 tahun...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pak pemilik toko, itu sih ingatan yang dibuat-buat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seingatku balita itu butuh umur minimal 2 tahun untuk bisa berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Gimana ini, Muttsurini? Omonganku nggak bisa nyampe ke otaknya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Gimana kalo kau singgung tentang anaknya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Iya juga. Mungkin dengan itu dia mau respon.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemilik toko dari tadi ngigau tentang anak perempuannya. Kalo kita bicara menyinggung anaknya, pasti dia akan merespon kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm...hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa anak bapak bisa--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kuberi 5 detik... ada kata-kata terakhir?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tiba-tiba, sebuah benda dingin menempel di leher ku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tu, tunggu, pak! Darimana kau tadi ambil pisau ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ahh, maafkan bapak... kamu ini lelaki yang akan bekerja hari ini ya? bukan lelaki yang mau mengambil malaikat kecil manis bapak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I... Iya... bapak salah orang&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hahaha... maaf ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemilik toko kemudian kembali menyembunyikan pisaunya. Sepertinya aku berhasil melindungi nadi di leherku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang kita sudah mengetesnya, apa si Pemilik toko ini benar baik-baik saja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanakah penilaian dari Muttsurini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Gimana ni, Muttsurini? si Pemilik toko ini &#039;safe&#039; apa &#039;out&#039;?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Coba lagi.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi kau maunya 3 out ya? Dikira maen baseball kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bagaimana ini? Aku butuh uang kalo mau bertahan hidup, dan lagi kalo si Pemilik toko seperti ini, aku nggak tega pergi dan pulang ke rumah begitu saja...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku yang sedang khawatir dengan bagaimana cara bekerja sama dengan pemilik toko,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu, seragamku kok beda sendiri yah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menyerahlah, Hideyoshi. Ini demi pekerjaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Karena demi uang, aku jadi nggak bisa protes banyak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Yuuji dan Hideyoshi terdengar dari arah belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, kalian bedua, lama sekali sih ganti baju--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berbalik dan melihat baju mereka, aku langsung terperangah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji yang postur tinggi lumayan cocok dengan pakaian pelayan, jadi aku lewati saja, masalahnya di orang yang satunya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf. Seragam ini sangat susah untuk dipakai. Jadinya lama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi menarik-narik roknya. Semua orang pasti mengira kalo dia itu pelayan wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, aku harus berkata sesuatu disini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hi, Hideyoshi, baju kamu cocok sekali--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku baru saja mau memuji penampilan Hideyoshi--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;OH ANAKKUUUU--&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat penampilan Hideyoshi, si Pemilik toko langsung membuka tangannya lebar-lebar dan lompat layaknya burung ke arah Hideyoshi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;A, APA-APAAN INI?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;PAK PEMILIK TOKO? BAPAK KENAPA?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;OH ANAKKUUUU--&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin. Teriakan kami tidak didengar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat! Yuuji, bersiap untuk bertarung!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baik--tunggu oi! Pukulan kita nggak mau kena! Kenapa gerakan ini orang aneh banget!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;MUTTSURINI, TASER SI PEMILIK TOKO!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Target tidak bisa dikunci!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemilik toko bergerak layaknya doppleganger. Bahkan Yuuji dan Muttsurini pun nggak bisa menghentikannya! Kalo begini terus, Hideyoshi akan berada dalam bahaya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;HIDEYOSHI!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;GI, GIMANA INI???&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;COBA HENTIKAN DIA! TERIAKKAN SESUATU TENTANG &#039;REAKSI CEWEK REMAJA DISAAT DIARY RAHASIANYA DIBACA AYAHNYA&#039;!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;A, AKU NGGAK NGERTI, TAPI AKAN AKU COBA!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kuberi scenario, Hideyoshi berubah menjadi aktor diatas panggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;... AKU BENCI PAPAAA!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata yang kejan dan penuh dendam. Setelah mendengar anaknya yang manis berkata seperti ini, pasti si pemilik toko akan syok--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;BENARKAH... KALO BEGITU AYO MANDI BARENG DENGAN PAPA!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buset, nggak ada efek sema sekali! Atau tepatnya, bukankah ada yang salah dengan reaksinya diatas!? Apapun itu, nggak mungkin ada itu yang namanya pilihan &#039;mandi bareng papa&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat, kita pakai cara kekerasan! Mundur kau, Hideyoshi, lepas seragammu! Yuuji, Muttsurini, kita akan kerahkan seluruh tenaga!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;Roger!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;OH ANAKKUUUUU--&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mensetting power taser ke maksimal dan memukulnya dengan keras 4 kali, si Pemilik toko akhirnya nggak bisa bangun lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 150%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terus bagaimana ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana lagi? Si Pemilik tokonya sudah seperti ini, kita nggak bisa melakukannya seorang diri. Pasang label &#039;hari ini toko tutup&#039; saja lah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pemilik toko yang baru saja mengamuk sedang pingsan di lantai dengan bola matanya yang putih semua. Syukur nggak ada barang yang rusak, tapi kami berempat nggak mungkin membuka toko sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin kita akan dapat kesempatan bekerja di lain waktu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi mencegah Pemilik toko mengamuk lagi. Hideyoshi melepas gaunnya dan memakai seragam pelayan pria. Tapi tetap terlihat manis. Aneh sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat. Ayo cari kesempatan kerja yang lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sayang sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Berarti bayaran kita--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja nggak dibayar, kerja juga belom.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I, Iya... Benar juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh disayang. Tentu aku bersedih nggak jadi dapat bayaran, tapi aku&lt;br /&gt;
sebenarnya sangat bersemangat untuk melayani orang secara profesional. Aku nggak berkesempatan melakukan itu saat festival sekolah. Karena hasrat ingin mencobanya... disaat bel pintu masuk berbunyi dan terbuka, aku dengan energiknya berkata &#039;selamat datang&#039; pada pelanggan--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Ding dong&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat datang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sapaan seperti ini mungkin agak menarik ya. Eh... Aneh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Syukurlah! Tokonya buka. Kami tadi cemas kemana mau habiskan waktu luang~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yup. Syukur lah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikira latihanku sebagai respon, dua kakak perempuan yang terlihat seperti orang kantoran masuk ke dalam toko! Sial! Bagaimana mungkin aku bilang &#039;maaf hari ini toko tutup&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oi Akihisa! Kenapa kau malah menyapa mereka?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ma, maaf! Nggak sengaja! Kukira cuma khayalanku saja tapi malah beneran kejadian...)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Bryanjava&amp;diff=347759</id>
		<title>User:Bryanjava</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Bryanjava&amp;diff=347759"/>
		<updated>2014-04-21T02:44:55Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;FB : https://www.facebook.com/bryan.johnsmith.7&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whatsapp : 081295257264&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ongoing chapter : [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Pekan yang Berbahaya|Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Pekan yang Berbahaya]] ~20%&lt;br /&gt;
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Bryanjava&amp;diff=347756</id>
		<title>User:Bryanjava</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Bryanjava&amp;diff=347756"/>
		<updated>2014-04-21T02:42:45Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;FB : https://www.facebook.com/bryan.johnsmith.7&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whatsapp : 081295257264&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ongoing chapter http://baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku,_Kerja_Paruh_Waktu_dan_Akhir_Pekan_yang_Berbahaya&lt;br /&gt;
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Bryanjava&amp;diff=347755</id>
		<title>User:Bryanjava</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Bryanjava&amp;diff=347755"/>
		<updated>2014-04-21T02:40:59Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;FB : https://www.facebook.com/bryan.johnsmith.7&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whatsapp : 081295257264&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Bryanjava&amp;diff=347754</id>
		<title>User:Bryanjava</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Bryanjava&amp;diff=347754"/>
		<updated>2014-04-21T02:40:33Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;FB : https://www.facebook.com/bryan.johnsmith.7&lt;br /&gt;
Whatsapp : 081295257264&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=347751</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=347751"/>
		<updated>2014-04-21T02:37:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Aktif */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BakaToTest-7.5_-_1.jpg|300px|thumb|Sampul Volume 7.5]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu (SI Bego, Ujian, dan Makhluk Panggilan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DILARANG KERAS MENJUAL TERJEMAHAN INI DALAM BENTUK APAPUN. INI ADALAH TERJEMAHAN GRATIS OLEH PENERJEMAH DAN PENYUNTING BUKAN UNTUK KEGIATAN KOMERSIAL&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial &amp;quot;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&amp;quot; juga terdapat dalam pilihan bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu ~ Czech Version ~|Česky (Czech)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju_~Versi%C3%B3n_Espa%C3%B1ola~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu tiếng Việt|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
Catatan: Persentase translasi setiap bahasa bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokoh utama dalam serial ini adalah seseorang yang paling tolol diantara orang-orang tolol di sekolahnya. Di sekolah ini, nilai kalian bisa lebih dari angka 100. Jikalau seseorang meninggalkan ujian di tengah jalan, maka ia akan mendapatkan nilai nol. Seorang cewek manis dan juga cantik, Himeji Mizuki, menderita demam tinggi disaat sedang mengikuti Ujian. Dia pun mendapatkan nilai nol karena sakit tersebut dan ditempatkan di kelas paling jelek, yaitu kelas F, meskipun ia  sebenarnya mempunyai potensi untuk bisa menjadi ranking 2 paling tinggi dalam perolehan nilai ujian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekolah ini nilai adalah segalanya. Kelas A, diajari oleh seorang guru bertampang pintar, menggunakan sebuah plasma TV yang ukurannya sama dengan seluruh dinding sebagai papan tulis, punya laptop sendiri-sendiri, AC di setiap meja, kulkas, kursi putar, dan segala fasilitas lainnya. Di dalam kulkasnya pun terdapat segala macam minuman dan jajanan. Langit-langitnya terbuat dari kaca, dan dinding-dinding mereka biasa dipergunakan untuk memajang lukisan papan atas serta tanaman hias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Kelas F, yaitu kelas paling jelek... mereka menggunakan meja lesehan serta bantal duduk lesehan. Papan tulisnya sangatlah kotor dan bahkan kapur pun kadang nggak punya! Ketika seseorang protes karena kaki mejanya sudah patah, guru nya pun menjawab, &amp;quot;Bukankah sekolah sudah memberi lem kayu? Silahkan nanti kau lem sendiri.&amp;quot; Disaat yang lain protes karena angin dingin masuk dari jendela-jendela rusak, Pak guru pun menjawab &amp;quot;Baiklah, nanti akan bapak pintakan kertas plastik dan lakban transparan agar kalian bisa membetulkan jendelanya nanti.&amp;quot; Sarang laba-laba bertebaran dimana-mana, tidak sedikitpun ada dinding yang  masih bersih. Berbagai macam bau kotoran menyebar ke seluruh penjuru kelas dari tatami sebagai ubin kelasnya. Beginilah keadaan dari Kelas F.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Tokoh Utama sangat merasa tidak senang dengan pengaturan seperti ini, dan meminta pertolongan dari teman-temannya untuk membuat perubahan melalui Ujian &#039;&#039;Summoning War&#039;&#039;!! Bersama-sama, mereka merancang segala cara dan juga strategi untuk mencoba mengalahkan Kelas A, dengan tujuan jika menang, mereka bisa mengambil alih ruangan Kelas A dan segala fasilitas yang dimiliki Kelas A!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kenji Inoue==&lt;br /&gt;
Lahir di Tokyo, tapi dibesarkan di Sapporo. Jatuh cinta dengan Kinoshita Hideyoshi yang digambar oleh Yui Haga sensei. Orang tua dan teman-teman terdekat nggak tahu sama sekali ketika novel pertama diterbitkan. Menjadi terkenal di perusahaan tempat bekerja karena pada suatu hari pak supervisor mengeluh  &amp;quot;Nggak ngerti bahasa Jepang yang ditulis oleh Inoue&amp;quot;. Makanya sampai sekarang, saya masih belum berani menyatakan kalo saya ini seorang penulis walau pernah menang penghargaan. Novel ini memenangkan hadiah penghargaan dalam 8th Entame Award untuk kategori Editor karena para juri nggak membacanya dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terjemahan dari sampul di dalam Volume 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada perbedaan laju kecepatan penerjemahan versi Inggris atau yang lainnya. Oleh karena ini, mohon dibantu teman-teman dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Baka_to_Test_to_Shoukanjuu (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Dibutuhkan Penerjemah dan Penyunting]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu muluk-muluk, kalau anda bisa bahasa Inggris dan punya dedikasi yang baik untuk menyelesaikan satu bab, silahkan daftar di sini: [[Baka_to_Test_to_Shoukanjuu (Indonesia):Halaman Pendaftaran|&#039;&#039;&#039;DAFTAR / REGISTRASI&#039;&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit petunjuk format standar untuk setiap bab, bisa dilihat di: [[Format_guideline | Format Standar(Bahasa Inggris)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 Topic  Thread]==&lt;br /&gt;
Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silahkan diskusikan itu di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 thread] yang telah disediakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Riwayat Update==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- 17 Mei - bikin thread)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri &#039;&#039;Baka to Test to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_~Bab_Persiapan~|Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~]]~10%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Fumizuki_News_(Bahasa_Indonesia)|Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta|Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands|Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Cerita_Seks_Mini_Tsuchiya_dan_Kudou|Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Ruang_Konseling|Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Pekan yang Berbahaya|Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Pekan yang Berbahaya]] ~20%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keempat|Soal Keempat]] ~65%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Collaboration Anthology 2: Book Girl Ascends the Stairway of the Gargoyles and Idiots===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 6===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 6.5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Pertama|Soal Pertama]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Ketiga|Soal ketiga]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Keenam|Soal Keenam]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Kedelapan|Soal Kedelapan]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Ilustrasi Novel |Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Akihisa Yoshii|&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Akihisa Yoshii]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Kebohongan, dan Harga Diri Pria|Aku, Kebohongan, dan Harga Diri Pria]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Special Bulletin-Ironman&#039;s Life Counselling Session|Special Bulletin-Ironman&#039;s Life Counselling Session]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Alasan sesungguhnya, dan Makhluk Panggilan|Aku, Alasan sesungguhnya, dan Makhluk Panggilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_&#039;&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Yuusaku Tsunemura|&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Yuusaku Tsunemura]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Lotere, dan Panci kegelapan|Aku, Lotere, dan Panci kegelapan]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Special Bulletin-Brainy Spec&#039;s Advisory Session|Special Bulletin-Brainy Spec&#039;s Advisory Session]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Jepang, dan Bahasa Yang Asing Bagiku|Aku, Jepang, dan Bahasa Yang Asing Bagiku]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Author&#039;s Notes|Author&#039;s Notes]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Catatan Author|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Berita Fumitzuki (Hiburan)|Fumitzuki News (Entertainment)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, anak-anak dan makhluk panggilan|Aku dan anak-anak dan makhluk panggilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Berita Fumitzuki (Iklan)|Fumitzuki News (Adverts)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, Himeji-san dan Sore Waktu Tertentu|Aku dan Himeji-san dan Sore Waktu Tertentu]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bagian 1)|Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bag.1)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, Rumah Tsuchiya dan Hati Tak Tergoyahkan|Aku dan Rumah Tsuchiya dan Hati Tak Tergoyahkan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bagian 2)|Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bag.2)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, Pertengkaran dan Idiot Luar biasa|Aku dan Pertengkaran dan Idiot Luar biasa]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Novel_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10.5===&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Ilustrasi Novel|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara III)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara III)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Kakak dan Guling yang Mencurigakan|Aku, Kakak dan Guling yang Mencurigakan]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara II)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara II)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Yuuji dan sihir hitam yang berbahaya|Aku, Yuuji dan sihir hitam yang berbahaya]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara I)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara I)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Masa Depan, dan Summoned Beast|Aku, Masa Depan, dan Summoned Beast]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Ekstra)|Hasil Kontes Kepopuleran (Ekstra)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku (Watashi), kelinci, dan Cinta Pada Pandangan Pertama|Aku (Watashi), kelinci, dan Cinta Pada Pandangan Pertama]] &#039;&#039;&#039;belum selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11=== &lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Ilustrasi Novel|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Pertama|Soal Pertama]] - 40%~&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Ketiga|Soal Ketiga]] &lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Staff Proyek]]==&lt;br /&gt;
:*Manajer Proyek: (belum ada)&lt;br /&gt;
:*Pengawas Proyek: (belum ada)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Aktif===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Dwiki prayoga|Dwiki prayoga]]&lt;br /&gt;
:*[[user:RaFuFu|RaFuFu]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===MIA (Hilang saat bertugas/Missing in Action)===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:NexXkinn|NexXkinn]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Razor_127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Simbadda|Simbadda]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Tracker_725|Tracker_725]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xbypass|Xbypass]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kejargantengin|Kejargantengin]]&lt;br /&gt;
:*[[user:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[user:ihzain|ihzain]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Fairuxx|Fairuxx]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Redoxx|Redoxx]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Siginjai|Siginjai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomor Serial ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1: ISBN 978-4757733299 (29 Januari 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 2: ISBN 978-4757735057 (28 April 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3: ISBN 978-4757736825 (30 Agustus 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3.5: ISBN 978-4-7577-3979-6 (30 Januari 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 4: ISBN 978-4-7577-4236-9 (30 Mei 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 5: ISBN 978-4-7577-4518-6 (29 November 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 6: ISBN 978-4-7577-4827-9 (30 April 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 6.5: ISBN 978-4-7577-5040-1 (29 Agustus 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7: ISBN 978-4-0472-6195-2 (26 Desember 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7.5: ISBN 978-4-04-7263130  (27 Februari 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 8: ISBN 978-4-04-726727-5 (30 Agustus 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 9: ISBN 978-4-04-727031-2 (29 Januari 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 9.5: ISBN 978-4-04-727332-0 (30 Juni 2011)&lt;br /&gt;
*Bungaku Shoujo VS Baka to Tesuto to Syokanju: ISBN 978-4-7577-4484-4 (30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 10: ISBN 978-4-04-727647-5 (26 Desember 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 10.5: ISBN 978-4-04-728351-0 (29 September 2012)&lt;br /&gt;
*Volume 11: ISBN 978-4-04-728752-5 (30 Maret 2013)&lt;br /&gt;
*Volume 12: ISBN 978-4-04-729293-2 (30 November 2013) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Light novel (Indonesian)]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=347746</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=347746"/>
		<updated>2014-04-21T02:21:04Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Volume 3.5 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BakaToTest-7.5_-_1.jpg|300px|thumb|Sampul Volume 7.5]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu (SI Bego, Ujian, dan Makhluk Panggilan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DILARANG KERAS MENJUAL TERJEMAHAN INI DALAM BENTUK APAPUN. INI ADALAH TERJEMAHAN GRATIS OLEH PENERJEMAH DAN PENYUNTING BUKAN UNTUK KEGIATAN KOMERSIAL&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial &amp;quot;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&amp;quot; juga terdapat dalam pilihan bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu ~ Czech Version ~|Česky (Czech)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju_~Versi%C3%B3n_Espa%C3%B1ola~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu tiếng Việt|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
Catatan: Persentase translasi setiap bahasa bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokoh utama dalam serial ini adalah seseorang yang paling tolol diantara orang-orang tolol di sekolahnya. Di sekolah ini, nilai kalian bisa lebih dari angka 100. Jikalau seseorang meninggalkan ujian di tengah jalan, maka ia akan mendapatkan nilai nol. Seorang cewek manis dan juga cantik, Himeji Mizuki, menderita demam tinggi disaat sedang mengikuti Ujian. Dia pun mendapatkan nilai nol karena sakit tersebut dan ditempatkan di kelas paling jelek, yaitu kelas F, meskipun ia  sebenarnya mempunyai potensi untuk bisa menjadi ranking 2 paling tinggi dalam perolehan nilai ujian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekolah ini nilai adalah segalanya. Kelas A, diajari oleh seorang guru bertampang pintar, menggunakan sebuah plasma TV yang ukurannya sama dengan seluruh dinding sebagai papan tulis, punya laptop sendiri-sendiri, AC di setiap meja, kulkas, kursi putar, dan segala fasilitas lainnya. Di dalam kulkasnya pun terdapat segala macam minuman dan jajanan. Langit-langitnya terbuat dari kaca, dan dinding-dinding mereka biasa dipergunakan untuk memajang lukisan papan atas serta tanaman hias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Kelas F, yaitu kelas paling jelek... mereka menggunakan meja lesehan serta bantal duduk lesehan. Papan tulisnya sangatlah kotor dan bahkan kapur pun kadang nggak punya! Ketika seseorang protes karena kaki mejanya sudah patah, guru nya pun menjawab, &amp;quot;Bukankah sekolah sudah memberi lem kayu? Silahkan nanti kau lem sendiri.&amp;quot; Disaat yang lain protes karena angin dingin masuk dari jendela-jendela rusak, Pak guru pun menjawab &amp;quot;Baiklah, nanti akan bapak pintakan kertas plastik dan lakban transparan agar kalian bisa membetulkan jendelanya nanti.&amp;quot; Sarang laba-laba bertebaran dimana-mana, tidak sedikitpun ada dinding yang  masih bersih. Berbagai macam bau kotoran menyebar ke seluruh penjuru kelas dari tatami sebagai ubin kelasnya. Beginilah keadaan dari Kelas F.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Tokoh Utama sangat merasa tidak senang dengan pengaturan seperti ini, dan meminta pertolongan dari teman-temannya untuk membuat perubahan melalui Ujian &#039;&#039;Summoning War&#039;&#039;!! Bersama-sama, mereka merancang segala cara dan juga strategi untuk mencoba mengalahkan Kelas A, dengan tujuan jika menang, mereka bisa mengambil alih ruangan Kelas A dan segala fasilitas yang dimiliki Kelas A!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kenji Inoue==&lt;br /&gt;
Lahir di Tokyo, tapi dibesarkan di Sapporo. Jatuh cinta dengan Kinoshita Hideyoshi yang digambar oleh Yui Haga sensei. Orang tua dan teman-teman terdekat nggak tahu sama sekali ketika novel pertama diterbitkan. Menjadi terkenal di perusahaan tempat bekerja karena pada suatu hari pak supervisor mengeluh  &amp;quot;Nggak ngerti bahasa Jepang yang ditulis oleh Inoue&amp;quot;. Makanya sampai sekarang, saya masih belum berani menyatakan kalo saya ini seorang penulis walau pernah menang penghargaan. Novel ini memenangkan hadiah penghargaan dalam 8th Entame Award untuk kategori Editor karena para juri nggak membacanya dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terjemahan dari sampul di dalam Volume 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada perbedaan laju kecepatan penerjemahan versi Inggris atau yang lainnya. Oleh karena ini, mohon dibantu teman-teman dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Baka_to_Test_to_Shoukanjuu (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Dibutuhkan Penerjemah dan Penyunting]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu muluk-muluk, kalau anda bisa bahasa Inggris dan punya dedikasi yang baik untuk menyelesaikan satu bab, silahkan daftar di sini: [[Baka_to_Test_to_Shoukanjuu (Indonesia):Halaman Pendaftaran|&#039;&#039;&#039;DAFTAR / REGISTRASI&#039;&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit petunjuk format standar untuk setiap bab, bisa dilihat di: [[Format_guideline | Format Standar(Bahasa Inggris)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 Topic  Thread]==&lt;br /&gt;
Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silahkan diskusikan itu di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 thread] yang telah disediakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Riwayat Update==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- 17 Mei - bikin thread)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri &#039;&#039;Baka to Test to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_~Bab_Persiapan~|Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~]]~10%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Fumizuki_News_(Bahasa_Indonesia)|Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta|Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands|Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Cerita_Seks_Mini_Tsuchiya_dan_Kudou|Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Ruang_Konseling|Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Pekan yang Berbahaya|Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Pekan yang Berbahaya]] ~20%&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keempat|Soal Keempat]] ~65%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Collaboration Anthology 2: Book Girl Ascends the Stairway of the Gargoyles and Idiots===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 6===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 6.5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Pertama|Soal Pertama]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Ketiga|Soal ketiga]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Keenam|Soal Keenam]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Kedelapan|Soal Kedelapan]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Ilustrasi Novel |Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Akihisa Yoshii|&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Akihisa Yoshii]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Kebohongan, dan Harga Diri Pria|Aku, Kebohongan, dan Harga Diri Pria]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Special Bulletin-Ironman&#039;s Life Counselling Session|Special Bulletin-Ironman&#039;s Life Counselling Session]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Alasan sesungguhnya, dan Makhluk Panggilan|Aku, Alasan sesungguhnya, dan Makhluk Panggilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_&#039;&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Yuusaku Tsunemura|&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Yuusaku Tsunemura]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Lotere, dan Panci kegelapan|Aku, Lotere, dan Panci kegelapan]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Special Bulletin-Brainy Spec&#039;s Advisory Session|Special Bulletin-Brainy Spec&#039;s Advisory Session]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Jepang, dan Bahasa Yang Asing Bagiku|Aku, Jepang, dan Bahasa Yang Asing Bagiku]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Author&#039;s Notes|Author&#039;s Notes]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Catatan Author|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Berita Fumitzuki (Hiburan)|Fumitzuki News (Entertainment)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, anak-anak dan makhluk panggilan|Aku dan anak-anak dan makhluk panggilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Berita Fumitzuki (Iklan)|Fumitzuki News (Adverts)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, Himeji-san dan Sore Waktu Tertentu|Aku dan Himeji-san dan Sore Waktu Tertentu]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bagian 1)|Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bag.1)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, Rumah Tsuchiya dan Hati Tak Tergoyahkan|Aku dan Rumah Tsuchiya dan Hati Tak Tergoyahkan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bagian 2)|Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bag.2)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, Pertengkaran dan Idiot Luar biasa|Aku dan Pertengkaran dan Idiot Luar biasa]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Novel_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10.5===&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Ilustrasi Novel|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara III)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara III)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Kakak dan Guling yang Mencurigakan|Aku, Kakak dan Guling yang Mencurigakan]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara II)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara II)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Yuuji dan sihir hitam yang berbahaya|Aku, Yuuji dan sihir hitam yang berbahaya]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara I)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara I)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Masa Depan, dan Summoned Beast|Aku, Masa Depan, dan Summoned Beast]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Ekstra)|Hasil Kontes Kepopuleran (Ekstra)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku (Watashi), kelinci, dan Cinta Pada Pandangan Pertama|Aku (Watashi), kelinci, dan Cinta Pada Pandangan Pertama]] &#039;&#039;&#039;belum selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11=== &lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Ilustrasi Novel|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Pertama|Soal Pertama]] - 40%~&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Ketiga|Soal Ketiga]] &lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Staff Proyek]]==&lt;br /&gt;
:*Manajer Proyek: (belum ada)&lt;br /&gt;
:*Pengawas Proyek: (belum ada)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Aktif===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Dwiki prayoga|Dwiki prayoga]]&lt;br /&gt;
:*[[user:RaFuFu|RaFuFu]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===MIA (Hilang saat bertugas/Missing in Action)===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:NexXkinn|NexXkinn]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Razor_127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Simbadda|Simbadda]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Tracker_725|Tracker_725]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xbypass|Xbypass]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kejargantengin|Kejargantengin]]&lt;br /&gt;
:*[[user:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[user:ihzain|ihzain]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Fairuxx|Fairuxx]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Redoxx|Redoxx]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Siginjai|Siginjai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomor Serial ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1: ISBN 978-4757733299 (29 Januari 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 2: ISBN 978-4757735057 (28 April 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3: ISBN 978-4757736825 (30 Agustus 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3.5: ISBN 978-4-7577-3979-6 (30 Januari 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 4: ISBN 978-4-7577-4236-9 (30 Mei 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 5: ISBN 978-4-7577-4518-6 (29 November 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 6: ISBN 978-4-7577-4827-9 (30 April 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 6.5: ISBN 978-4-7577-5040-1 (29 Agustus 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7: ISBN 978-4-0472-6195-2 (26 Desember 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7.5: ISBN 978-4-04-7263130  (27 Februari 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 8: ISBN 978-4-04-726727-5 (30 Agustus 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 9: ISBN 978-4-04-727031-2 (29 Januari 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 9.5: ISBN 978-4-04-727332-0 (30 Juni 2011)&lt;br /&gt;
*Bungaku Shoujo VS Baka to Tesuto to Syokanju: ISBN 978-4-7577-4484-4 (30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 10: ISBN 978-4-04-727647-5 (26 Desember 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 10.5: ISBN 978-4-04-728351-0 (29 September 2012)&lt;br /&gt;
*Volume 11: ISBN 978-4-04-728752-5 (30 Maret 2013)&lt;br /&gt;
*Volume 12: ISBN 978-4-04-729293-2 (30 November 2013) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Light novel (Indonesian)]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku,_Kerja_Paruh_Waktu_dan_Akhir_Pekan_yang_Berbahaya&amp;diff=347743</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3.5 Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Pekan yang Berbahaya</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku,_Kerja_Paruh_Waktu_dan_Akhir_Pekan_yang_Berbahaya&amp;diff=347743"/>
		<updated>2014-04-21T02:11:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: Created page with &amp;quot; &amp;quot;...kayaknya takdir kita emang gak jauh dari kafe.&amp;quot;  Berbincang aku dengan Muttsurini setelah meninggalkan barang pribadi milik kami ke loker.  Seragam toko ini terdiri dari ...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
&amp;quot;...kayaknya takdir kita emang gak jauh dari kafe.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbincang aku dengan Muttsurini setelah meninggalkan barang pribadi milik kami ke loker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seragam toko ini terdiri dari celana hitam panjang serta kaos putih, dengan rompi ketat. Layaknya seragam pelayan yang lain, disini juga dilengkapi apron dan dasi hitam panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf sudah lama menunggu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berganti, Aku dan Muttsurini keluar kamar mandi dengan penampilan sama sambil menyapa orang diluar. Yuuji dan Hideyoshi tampak terkesan melihat kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haha, cocok sekali. Pantes banget kalian.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Setelah kulihat lagi, kalian berdua kelihatan keren.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, yang bener?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Memalukan sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti seragam sekolah dan baju bebas, saat memakai seragam kafe aku merasa nggak nyaman, ditambah dengan malu saat mereka memuji kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo bgitu, gantian aku dengan Yuuji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ok. Giliran kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memujinya selesai, kali ini gantian Yuuji dan Hideyoshi mengganti seragam dan masuk kamar-- eh TUNGGU DULU!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;YUUJI GOBLOK!  SEMBARANGAN AJA LOE MASUK DAN GANTI BAJU SAMA HIDEYOSHI!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Mati seribu kali, mau?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan paksa membuka pintu tapi ternyata telah dikunci dari dalam, gagang pintunya gak bisa diputar. Kalo bgini terus, Hideyoshi akan berada dalam bahaya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Yuuji malah mendesau mengabaikan kami yang mau merusak pintu dan nggak peduli pemikiran kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maksud kalian apa. Mau ganti baju apa yang lainnya juga, kami berdua kan cowok. Masalahnya dimana sih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KALIAN BERDUA COWOK? MASALAH? OMONG KOSONG APA SI BEGO INI!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;YUUJI!! ITU PASTI SALAH TULIS AKTE!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;Tunggu, tunggu dulu, Akihisa! Aku ini sedang bersama seorang cowok!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Yuuji masih belom mengerti. Dan dia percaya saja dengan akte!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fiuh, Iya iya. Aku akan dengarkan celotehanmu nanti setelah aku selesai ganti baju, tolong tenang bentar napa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji berkata dengan nada tak sabaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TIDAK! Sudah terlalu terlambat kalo nunggu selesai! Kalo begitu--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yuuji! Kalo kamu tetep keras kepala maka...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maka apa? Jangan rusak pintunya oi! Kerja juga belom masa kita mau disuruh bayar buat ganti rugi pintu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--aku akan ngadu sama Kirishima-san!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kreak!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku gantinya di koridor aja, boleh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagus kalo sudah mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, ayo kita ke penjaga toko.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(Angguk kepala)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengakhiri krisis ini, Aku dan Muttsurini pergi ke ruang depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm... Tanganku nggak nyampe retsletting yang di punggung. Maaf Yuuji, bisa bantu--eh? Kemana si Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf Hideyoshi, aku masih sayang nyawaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar percakapan di belakangku, aku pun merasa tenang. Bener-bener si Hideyoshi, dia terlalu lengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong-ngomong, ini bener-bener kafe beneran, berbeda dengan saat di sekolah. Rasanya benar-benar segar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sangat menarik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekerjaan ini merupakan pengalaman yang bagus. Walau nggak sampai taraf dengan ini aku bisa berhenti meminta uang dari orang tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalu bilang kau mau bekerja di dapur kan, Muttsurini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...seperti yang sudah kusebut saat interview.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagus, kalo bgitu kau bertugas di dapur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memendam perasaan gugup, aku menuju ke ruang depan dimana penjaga toko berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(blang)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik toko hanya duduk-duduk, dengan arwahnya keluar dari mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pak pemilik toko, bapak baik-baik saja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...ahh, baik, bapak baik-baik saja... asal bapak bisa menangani toko ini dengan baik, pasti mereka berdua akan kembali...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya si Pemilik toko ini nggak bisa bedain dunia nyata dengan khayalan. Apa dia bisa kerja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Muttsurini, kayaknya ini orang lagi gak sehat)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Bahaya juga)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ya. Gimana kalo kita tes dulu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Caranya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ajak ngobrol aja kayak biasa)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membiarkan Muttsurini disini dan sendirian menghampiri Pemilik toko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba kupikir, apa yang harus aku bicarakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm, Pak pemilik toko...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Hm? Ahh, ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cuacanya cerah ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bingung mau ngomong apa, jadi aku singgung saja cuaca yang cerah hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... iya... papa memang menjengkelkan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat responnya, sepertinya ideku untuk ngobrol tentang cuaca jadi hancur berantakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Um... semoga saja hari ini banyak pelanggan datang ya pak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba ganti topik. Kalo soal toko, dia pasti nggak akan mengabaikannya begitu saja bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh anakku yang manis... dia selalu bilang &#039;aku cinta papa&#039; semenjak umur 1 tahun...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pak pemilik toko, itu sih ingatan yang dibuat-buat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seingatku balita itu butuh umur minimal 2 tahun untuk bisa berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Gimana ini, Muttsurini? Omonganku nggak bisa nyampe ke otaknya.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Gimana kalo kau singgung tentang anaknya?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Iya juga. Mungkin dengan itu dia mau respon.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemilik toko dari tadi ngigau tentang anak perempuannya. Kalo kita bicara menyinggung anaknya, pasti dia akan merespon kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm...hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa anak bapak bisa--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kuberi 5 detik... ada kata-kata terakhir?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tiba-tiba, sebuah benda dingin terasa di leher ku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tu, tunggu, pak! Darimana kau tadi ambil pisau ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ahh, maafkan bapak... kamu ini lelaki yang akan bekerja hari ini ya? bukan lelaki yang mau mengambil malaikat kecil manis bapak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I... Iya... bapak salah orang&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hahaha... maaf ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemilik toko kemudian kembali menyembunyikan pisaunya. Sepertinya aku berhasil melindungi nadi di leherku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang kita sudah mengetesnya, apa si Pemilik toko ini benar baik-baik saja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanakah penilaian dari Muttsurini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Gimana ni, Muttsurini? si Pemilik toko ini &#039;safe&#039; apa &#039;out&#039;?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(...Coba lagi.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi kau maunya 3 out ya? Dikira maen baseball kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bagaimana ini? Aku butuh uang kalo mau bertahan hidup, dan lagi kalo si Pemilik toko seperti ini, aku nggak tega pergi dan pulang ke rumah begitu saja...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku yang sedang khawatir dengan bagaimana cara bekerja sama dengan pemilik toko,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu, seragamku kok beda sendiri yah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menyerahlah, Hideyoshi. Ini demi pekerjaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Karena demi uang, aku jadi nggak bisa protes banyak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Yuuji dan Hideyoshi terdengar dari arah belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, kalian bedua, lama sekali sih ganti baju--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat berbalik dan melihat baju mereka, aku langsung terperangah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji yang postur tinggi lumayan cocok dengan pakaian pelayan, jadi aku lewati saja, masalahnya di orang yang satunya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf. Seragam ini sangat susah untuk dipakai. Jadinya lama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi menarik-narik roknya. Semua orang pasti mengira kalo dia itu pelayan wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, aku harus berkata sesuatu disini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hi, Hideyoshi, baju kamu cocok sekali--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku baru saja mau memuji penampilan Hideyoshi--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;OH ANAKKUUUU--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat penampilan Hideyoshi, si Pemilik toko langsung membuka tangannya lebar-lebar dan lompat layaknya burung ke arah Hideyoshi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A, APA-APAAN INI?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;PAK PEMILIK TOKO? BAPAK KENAPA?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;OH ANAKKUUUU--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mungkin. Teriakan kami tidak didengar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat! Yuuji, bersiap untuk bertarung!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baik--tunggu oi! Pukulan kita nggak mau kena! Kenapa gerakan ini orang aneh banget!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;MUTTSURINI, TASER SI PEMILIK TOKO!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Target tidak bisa dikunci!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemilik toko bergerak layaknya doppleganger. Bahkan Yuuji dan Muttsurini pun nggak bisa menghentikannya! Kalo begini terus, Hideyoshi akan berada dalam bahaya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;HIDEYOSHI!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;GI, GIMANA INI???&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;COBA HENTIKAN DIA! TERIAKKAN SESUATU TENTANG &#039;REAKSI CEWEK REMAJA DISAAT DIARY RAHASIANYA DIBACA AYAHNYA&#039;!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A, AKU NGGAK NGERTI, TAPI AKAN AKU COBA!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kuberi scenario, Hideyoshi berubah menjadi aktor diatas panggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... AKU BENCI PAPAAA!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata yang kejan dan penuh dendam. Setelah mendengar anaknya yang manis berkata seperti ini, pasti si pemilik toko akan syok--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;BENARKAH... KALO BEGITU AYO MANDI BARENG DENGAN PAPA!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buset, tak ada efek sema sekali! Atau lagi, Atau tepatnya, bukankah ada yang salah dengan reaksinya diatas!? Apapun itu, nggak mungkin ada itu yang namanya pilihan &#039;mandi bareng papa&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat, kita pakai cara kekerasan! Mundur kau, Hideyoshi, lepas seragammu! Yuuji, Muttsurini, kita akan kerahkan seluruh tenaga!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;Roger!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;OH ANAKKUUUUU--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mensetting power taser ke maksimal dan memukulnya dengan keras 4 kali, si Pemilik toko akhirnya nggak bisa bangun lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 150%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terus bagaimana ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana lagi? Si Pemilik tokonya sudah seperti ini, kita nggak bisa melakukannya seorang diri. Pasang label &#039;hari ini toko tutup&#039; saja lah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pemilik toko yang baru saja mengamuk sedang pingsan di lantai dengan bola matanya yang putih semua. Syukur nggak ada barang yang rusak, tapi kami berempat nggak mungkin membuka toko sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin kita akan dapat kesempatan bekerja di lain waktu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi mencegah Pemilik toko mengamuk lagi. Hideyoshi melepas gaunnya dan memakai seragam pelayan pria. Tapi tetap terlihat manis. Aneh sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat. Ayo cari kesempatan kerja yang lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sayang sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Berarti bayaran kita--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja nggak dibayar, kerja juga belom.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I, Iya... Benar juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh disayang. Tentu aku bersedih nggak jadi dapat bayaran, tapi aku&lt;br /&gt;
sebenarnya sangat bersemangat untuk melayani orang secara profesional. Aku nggak berkesempatan melakukan itu saat festival sekolah. Karena hasrat ingin mencobanya... disaat bel pintu masuk berbunyi dan terbuka, aku dengan energiknya berkata &#039;selamat datang&#039; pada pelanggan--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--Ding dong&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat datang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sapaan seperti ini mungkin agak menarik ya. Eh... Aneh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Syukurlah! Tokonya buka. Kami tadi cemas kemana mau habiskan waktu luang~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yup. Syukur lah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memperlakukan latihanku sebagai respon, dua kakak perempuan yang terlihat seperti orang kantoran masuk ke dalam toko! Sial! Bagaimana mungkin aku bilang &#039;maaf hari ini toko tutup&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Oi Akihisa! Kenapa kau malah menyapa mereka?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ma, maaf! Nggak sengaja! Kukira cuma khayalanku saja tapi malah beneran kejadian...)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=347742</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=347742"/>
		<updated>2014-04-21T02:11:05Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Volume 3.5 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BakaToTest-7.5_-_1.jpg|300px|thumb|Sampul Volume 7.5]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu (SI Bego, Ujian, dan Makhluk Panggilan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DILARANG KERAS MENJUAL TERJEMAHAN INI DALAM BENTUK APAPUN. INI ADALAH TERJEMAHAN GRATIS OLEH PENERJEMAH DAN PENYUNTING BUKAN UNTUK KEGIATAN KOMERSIAL&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial &amp;quot;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&amp;quot; juga terdapat dalam pilihan bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu ~ Czech Version ~|Česky (Czech)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju_~Versi%C3%B3n_Espa%C3%B1ola~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu tiếng Việt|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
Catatan: Persentase translasi setiap bahasa bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokoh utama dalam serial ini adalah seseorang yang paling tolol diantara orang-orang tolol di sekolahnya. Di sekolah ini, nilai kalian bisa lebih dari angka 100. Jikalau seseorang meninggalkan ujian di tengah jalan, maka ia akan mendapatkan nilai nol. Seorang cewek manis dan juga cantik, Himeji Mizuki, menderita demam tinggi disaat sedang mengikuti Ujian. Dia pun mendapatkan nilai nol karena sakit tersebut dan ditempatkan di kelas paling jelek, yaitu kelas F, meskipun ia  sebenarnya mempunyai potensi untuk bisa menjadi ranking 2 paling tinggi dalam perolehan nilai ujian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekolah ini nilai adalah segalanya. Kelas A, diajari oleh seorang guru bertampang pintar, menggunakan sebuah plasma TV yang ukurannya sama dengan seluruh dinding sebagai papan tulis, punya laptop sendiri-sendiri, AC di setiap meja, kulkas, kursi putar, dan segala fasilitas lainnya. Di dalam kulkasnya pun terdapat segala macam minuman dan jajanan. Langit-langitnya terbuat dari kaca, dan dinding-dinding mereka biasa dipergunakan untuk memajang lukisan papan atas serta tanaman hias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Kelas F, yaitu kelas paling jelek... mereka menggunakan meja lesehan serta bantal duduk lesehan. Papan tulisnya sangatlah kotor dan bahkan kapur pun kadang nggak punya! Ketika seseorang protes karena kaki mejanya sudah patah, guru nya pun menjawab, &amp;quot;Bukankah sekolah sudah memberi lem kayu? Silahkan nanti kau lem sendiri.&amp;quot; Disaat yang lain protes karena angin dingin masuk dari jendela-jendela rusak, Pak guru pun menjawab &amp;quot;Baiklah, nanti akan bapak pintakan kertas plastik dan lakban transparan agar kalian bisa membetulkan jendelanya nanti.&amp;quot; Sarang laba-laba bertebaran dimana-mana, tidak sedikitpun ada dinding yang  masih bersih. Berbagai macam bau kotoran menyebar ke seluruh penjuru kelas dari tatami sebagai ubin kelasnya. Beginilah keadaan dari Kelas F.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Tokoh Utama sangat merasa tidak senang dengan pengaturan seperti ini, dan meminta pertolongan dari teman-temannya untuk membuat perubahan melalui Ujian &#039;&#039;Summoning War&#039;&#039;!! Bersama-sama, mereka merancang segala cara dan juga strategi untuk mencoba mengalahkan Kelas A, dengan tujuan jika menang, mereka bisa mengambil alih ruangan Kelas A dan segala fasilitas yang dimiliki Kelas A!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kenji Inoue==&lt;br /&gt;
Lahir di Tokyo, tapi dibesarkan di Sapporo. Jatuh cinta dengan Kinoshita Hideyoshi yang digambar oleh Yui Haga sensei. Orang tua dan teman-teman terdekat nggak tahu sama sekali ketika novel pertama diterbitkan. Menjadi terkenal di perusahaan tempat bekerja karena pada suatu hari pak supervisor mengeluh  &amp;quot;Nggak ngerti bahasa Jepang yang ditulis oleh Inoue&amp;quot;. Makanya sampai sekarang, saya masih belum berani menyatakan kalo saya ini seorang penulis walau pernah menang penghargaan. Novel ini memenangkan hadiah penghargaan dalam 8th Entame Award untuk kategori Editor karena para juri nggak membacanya dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terjemahan dari sampul di dalam Volume 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada perbedaan laju kecepatan penerjemahan versi Inggris atau yang lainnya. Oleh karena ini, mohon dibantu teman-teman dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Baka_to_Test_to_Shoukanjuu (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Dibutuhkan Penerjemah dan Penyunting]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu muluk-muluk, kalau anda bisa bahasa Inggris dan punya dedikasi yang baik untuk menyelesaikan satu bab, silahkan daftar di sini: [[Baka_to_Test_to_Shoukanjuu (Indonesia):Halaman Pendaftaran|&#039;&#039;&#039;DAFTAR / REGISTRASI&#039;&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit petunjuk format standar untuk setiap bab, bisa dilihat di: [[Format_guideline | Format Standar(Bahasa Inggris)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 Topic  Thread]==&lt;br /&gt;
Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silahkan diskusikan itu di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 thread] yang telah disediakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Riwayat Update==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- 17 Mei - bikin thread)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri &#039;&#039;Baka to Test to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_~Bab_Persiapan~|Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~]]~10%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Fumizuki_News_(Bahasa_Indonesia)|Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta|Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands|Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Cerita_Seks_Mini_Tsuchiya_dan_Kudou|Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Ruang_Konseling|Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Pekan yang Berbahaya|Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Pekan yang Berbahaya]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keempat|Soal Keempat]] ~65%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Collaboration Anthology 2: Book Girl Ascends the Stairway of the Gargoyles and Idiots===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 6===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 6.5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Pertama|Soal Pertama]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Ketiga|Soal ketiga]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Keenam|Soal Keenam]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Kedelapan|Soal Kedelapan]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Ilustrasi Novel |Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Akihisa Yoshii|&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Akihisa Yoshii]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Kebohongan, dan Harga Diri Pria|Aku, Kebohongan, dan Harga Diri Pria]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Special Bulletin-Ironman&#039;s Life Counselling Session|Special Bulletin-Ironman&#039;s Life Counselling Session]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Alasan sesungguhnya, dan Makhluk Panggilan|Aku, Alasan sesungguhnya, dan Makhluk Panggilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_&#039;&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Yuusaku Tsunemura|&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Yuusaku Tsunemura]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Lotere, dan Panci kegelapan|Aku, Lotere, dan Panci kegelapan]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Special Bulletin-Brainy Spec&#039;s Advisory Session|Special Bulletin-Brainy Spec&#039;s Advisory Session]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Jepang, dan Bahasa Yang Asing Bagiku|Aku, Jepang, dan Bahasa Yang Asing Bagiku]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Author&#039;s Notes|Author&#039;s Notes]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Catatan Author|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Berita Fumitzuki (Hiburan)|Fumitzuki News (Entertainment)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, anak-anak dan makhluk panggilan|Aku dan anak-anak dan makhluk panggilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Berita Fumitzuki (Iklan)|Fumitzuki News (Adverts)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, Himeji-san dan Sore Waktu Tertentu|Aku dan Himeji-san dan Sore Waktu Tertentu]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bagian 1)|Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bag.1)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, Rumah Tsuchiya dan Hati Tak Tergoyahkan|Aku dan Rumah Tsuchiya dan Hati Tak Tergoyahkan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bagian 2)|Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bag.2)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, Pertengkaran dan Idiot Luar biasa|Aku dan Pertengkaran dan Idiot Luar biasa]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Novel_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10.5===&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Ilustrasi Novel|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara III)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara III)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Kakak dan Guling yang Mencurigakan|Aku, Kakak dan Guling yang Mencurigakan]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara II)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara II)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Yuuji dan sihir hitam yang berbahaya|Aku, Yuuji dan sihir hitam yang berbahaya]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara I)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara I)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Masa Depan, dan Summoned Beast|Aku, Masa Depan, dan Summoned Beast]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Ekstra)|Hasil Kontes Kepopuleran (Ekstra)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku (Watashi), kelinci, dan Cinta Pada Pandangan Pertama|Aku (Watashi), kelinci, dan Cinta Pada Pandangan Pertama]] &#039;&#039;&#039;belum selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11=== &lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Ilustrasi Novel|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Pertama|Soal Pertama]] - 40%~&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Ketiga|Soal Ketiga]] &lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Staff Proyek]]==&lt;br /&gt;
:*Manajer Proyek: (belum ada)&lt;br /&gt;
:*Pengawas Proyek: (belum ada)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Aktif===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Dwiki prayoga|Dwiki prayoga]]&lt;br /&gt;
:*[[user:RaFuFu|RaFuFu]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===MIA (Hilang saat bertugas/Missing in Action)===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:NexXkinn|NexXkinn]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Razor_127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Simbadda|Simbadda]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Tracker_725|Tracker_725]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xbypass|Xbypass]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kejargantengin|Kejargantengin]]&lt;br /&gt;
:*[[user:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[user:ihzain|ihzain]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Fairuxx|Fairuxx]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Redoxx|Redoxx]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Siginjai|Siginjai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomor Serial ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1: ISBN 978-4757733299 (29 Januari 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 2: ISBN 978-4757735057 (28 April 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3: ISBN 978-4757736825 (30 Agustus 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3.5: ISBN 978-4-7577-3979-6 (30 Januari 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 4: ISBN 978-4-7577-4236-9 (30 Mei 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 5: ISBN 978-4-7577-4518-6 (29 November 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 6: ISBN 978-4-7577-4827-9 (30 April 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 6.5: ISBN 978-4-7577-5040-1 (29 Agustus 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7: ISBN 978-4-0472-6195-2 (26 Desember 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7.5: ISBN 978-4-04-7263130  (27 Februari 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 8: ISBN 978-4-04-726727-5 (30 Agustus 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 9: ISBN 978-4-04-727031-2 (29 Januari 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 9.5: ISBN 978-4-04-727332-0 (30 Juni 2011)&lt;br /&gt;
*Bungaku Shoujo VS Baka to Tesuto to Syokanju: ISBN 978-4-7577-4484-4 (30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 10: ISBN 978-4-04-727647-5 (26 Desember 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 10.5: ISBN 978-4-04-728351-0 (29 September 2012)&lt;br /&gt;
*Volume 11: ISBN 978-4-04-728752-5 (30 Maret 2013)&lt;br /&gt;
*Volume 12: ISBN 978-4-04-729293-2 (30 November 2013) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Light novel (Indonesian)]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=347741</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=347741"/>
		<updated>2014-04-21T02:09:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Volume 3.5 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BakaToTest-7.5_-_1.jpg|300px|thumb|Sampul Volume 7.5]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu (SI Bego, Ujian, dan Makhluk Panggilan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DILARANG KERAS MENJUAL TERJEMAHAN INI DALAM BENTUK APAPUN. INI ADALAH TERJEMAHAN GRATIS OLEH PENERJEMAH DAN PENYUNTING BUKAN UNTUK KEGIATAN KOMERSIAL&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial &amp;quot;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&amp;quot; juga terdapat dalam pilihan bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu ~ Czech Version ~|Česky (Czech)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju_~Versi%C3%B3n_Espa%C3%B1ola~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu tiếng Việt|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
Catatan: Persentase translasi setiap bahasa bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Sinopsis Cerita ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokoh utama dalam serial ini adalah seseorang yang paling tolol diantara orang-orang tolol di sekolahnya. Di sekolah ini, nilai kalian bisa lebih dari angka 100. Jikalau seseorang meninggalkan ujian di tengah jalan, maka ia akan mendapatkan nilai nol. Seorang cewek manis dan juga cantik, Himeji Mizuki, menderita demam tinggi disaat sedang mengikuti Ujian. Dia pun mendapatkan nilai nol karena sakit tersebut dan ditempatkan di kelas paling jelek, yaitu kelas F, meskipun ia  sebenarnya mempunyai potensi untuk bisa menjadi ranking 2 paling tinggi dalam perolehan nilai ujian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekolah ini nilai adalah segalanya. Kelas A, diajari oleh seorang guru bertampang pintar, menggunakan sebuah plasma TV yang ukurannya sama dengan seluruh dinding sebagai papan tulis, punya laptop sendiri-sendiri, AC di setiap meja, kulkas, kursi putar, dan segala fasilitas lainnya. Di dalam kulkasnya pun terdapat segala macam minuman dan jajanan. Langit-langitnya terbuat dari kaca, dan dinding-dinding mereka biasa dipergunakan untuk memajang lukisan papan atas serta tanaman hias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Kelas F, yaitu kelas paling jelek... mereka menggunakan meja lesehan serta bantal duduk lesehan. Papan tulisnya sangatlah kotor dan bahkan kapur pun kadang nggak punya! Ketika seseorang protes karena kaki mejanya sudah patah, guru nya pun menjawab, &amp;quot;Bukankah sekolah sudah memberi lem kayu? Silahkan nanti kau lem sendiri.&amp;quot; Disaat yang lain protes karena angin dingin masuk dari jendela-jendela rusak, Pak guru pun menjawab &amp;quot;Baiklah, nanti akan bapak pintakan kertas plastik dan lakban transparan agar kalian bisa membetulkan jendelanya nanti.&amp;quot; Sarang laba-laba bertebaran dimana-mana, tidak sedikitpun ada dinding yang  masih bersih. Berbagai macam bau kotoran menyebar ke seluruh penjuru kelas dari tatami sebagai ubin kelasnya. Beginilah keadaan dari Kelas F.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Tokoh Utama sangat merasa tidak senang dengan pengaturan seperti ini, dan meminta pertolongan dari teman-temannya untuk membuat perubahan melalui Ujian &#039;&#039;Summoning War&#039;&#039;!! Bersama-sama, mereka merancang segala cara dan juga strategi untuk mencoba mengalahkan Kelas A, dengan tujuan jika menang, mereka bisa mengambil alih ruangan Kelas A dan segala fasilitas yang dimiliki Kelas A!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kenji Inoue==&lt;br /&gt;
Lahir di Tokyo, tapi dibesarkan di Sapporo. Jatuh cinta dengan Kinoshita Hideyoshi yang digambar oleh Yui Haga sensei. Orang tua dan teman-teman terdekat nggak tahu sama sekali ketika novel pertama diterbitkan. Menjadi terkenal di perusahaan tempat bekerja karena pada suatu hari pak supervisor mengeluh  &amp;quot;Nggak ngerti bahasa Jepang yang ditulis oleh Inoue&amp;quot;. Makanya sampai sekarang, saya masih belum berani menyatakan kalo saya ini seorang penulis walau pernah menang penghargaan. Novel ini memenangkan hadiah penghargaan dalam 8th Entame Award untuk kategori Editor karena para juri nggak membacanya dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terjemahan dari sampul di dalam Volume 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada perbedaan laju kecepatan penerjemahan versi Inggris atau yang lainnya. Oleh karena ini, mohon dibantu teman-teman dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Baka_to_Test_to_Shoukanjuu (Indonesia):Halaman Pendaftaran|Dibutuhkan Penerjemah dan Penyunting]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu muluk-muluk, kalau anda bisa bahasa Inggris dan punya dedikasi yang baik untuk menyelesaikan satu bab, silahkan daftar di sini: [[Baka_to_Test_to_Shoukanjuu (Indonesia):Halaman Pendaftaran|&#039;&#039;&#039;DAFTAR / REGISTRASI&#039;&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit petunjuk format standar untuk setiap bab, bisa dilihat di: [[Format_guideline | Format Standar(Bahasa Inggris)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 Topic  Thread]==&lt;br /&gt;
Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silahkan diskusikan itu di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 thread] yang telah disediakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Riwayat Update==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- 17 Mei - bikin thread)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri &#039;&#039;Baka to Test to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_~Bab_Persiapan~|Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~]]~10%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Fumizuki_News_(Bahasa_Indonesia)|Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta|Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands|Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Cerita_Seks_Mini_Tsuchiya_dan_Kudou|Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Ruang_Konseling|Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya|Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Pekan yang Berbahaya]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keempat|Soal Keempat]] ~65%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Collaboration Anthology 2: Book Girl Ascends the Stairway of the Gargoyles and Idiots===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 6===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 6.5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Pertama|Soal Pertama]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Ketiga|Soal ketiga]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Keenam|Soal Keenam]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Kedelapan|Soal Kedelapan]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Ilustrasi Novel |Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Akihisa Yoshii|&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Akihisa Yoshii]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Kebohongan, dan Harga Diri Pria|Aku, Kebohongan, dan Harga Diri Pria]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Special Bulletin-Ironman&#039;s Life Counselling Session|Special Bulletin-Ironman&#039;s Life Counselling Session]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Alasan sesungguhnya, dan Makhluk Panggilan|Aku, Alasan sesungguhnya, dan Makhluk Panggilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_&#039;&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Yuusaku Tsunemura|&#039;lagu untuk kita&#039; oleh Yuusaku Tsunemura]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Lotere, dan Panci kegelapan|Aku, Lotere, dan Panci kegelapan]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Special Bulletin-Brainy Spec&#039;s Advisory Session|Special Bulletin-Brainy Spec&#039;s Advisory Session]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Aku, Jepang, dan Bahasa Yang Asing Bagiku|Aku, Jepang, dan Bahasa Yang Asing Bagiku]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume7.5_Author&#039;s Notes|Author&#039;s Notes]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Catatan Author|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Berita Fumitzuki (Hiburan)|Fumitzuki News (Entertainment)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, anak-anak dan makhluk panggilan|Aku dan anak-anak dan makhluk panggilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Berita Fumitzuki (Iklan)|Fumitzuki News (Adverts)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, Himeji-san dan Sore Waktu Tertentu|Aku dan Himeji-san dan Sore Waktu Tertentu]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bagian 1)|Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bag.1)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, Rumah Tsuchiya dan Hati Tak Tergoyahkan|Aku dan Rumah Tsuchiya dan Hati Tak Tergoyahkan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bagian 2)|Buletin Khusus: Ironfist-sensei Hidup Konseling Chatroom (Bag.2)]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Aku, Pertengkaran dan Idiot Luar biasa|Aku dan Pertengkaran dan Idiot Luar biasa]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume9.5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Novel_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10.5===&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Ilustrasi Novel|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara III)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara III)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Kakak dan Guling yang Mencurigakan|Aku, Kakak dan Guling yang Mencurigakan]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara II)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara II)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Yuuji dan sihir hitam yang berbahaya|Aku, Yuuji dan sihir hitam yang berbahaya]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara I)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara I)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Masa Depan, dan Summoned Beast|Aku, Masa Depan, dan Summoned Beast]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Ekstra)|Hasil Kontes Kepopuleran (Ekstra)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku (Watashi), kelinci, dan Cinta Pada Pandangan Pertama|Aku (Watashi), kelinci, dan Cinta Pada Pandangan Pertama]] &#039;&#039;&#039;belum selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11=== &lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Ilustrasi Novel|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Pertama|Soal Pertama]] - 40%~&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Ketiga|Soal Ketiga]] &lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume11_Soal Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Staff Proyek]]==&lt;br /&gt;
:*Manajer Proyek: (belum ada)&lt;br /&gt;
:*Pengawas Proyek: (belum ada)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Aktif===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Dwiki prayoga|Dwiki prayoga]]&lt;br /&gt;
:*[[user:RaFuFu|RaFuFu]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===MIA (Hilang saat bertugas/Missing in Action)===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:NexXkinn|NexXkinn]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Razor_127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Simbadda|Simbadda]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Tracker_725|Tracker_725]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xbypass|Xbypass]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kejargantengin|Kejargantengin]]&lt;br /&gt;
:*[[user:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[user:ihzain|ihzain]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Fairuxx|Fairuxx]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Redoxx|Redoxx]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Siginjai|Siginjai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomor Serial ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1: ISBN 978-4757733299 (29 Januari 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 2: ISBN 978-4757735057 (28 April 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3: ISBN 978-4757736825 (30 Agustus 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3.5: ISBN 978-4-7577-3979-6 (30 Januari 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 4: ISBN 978-4-7577-4236-9 (30 Mei 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 5: ISBN 978-4-7577-4518-6 (29 November 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 6: ISBN 978-4-7577-4827-9 (30 April 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 6.5: ISBN 978-4-7577-5040-1 (29 Agustus 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7: ISBN 978-4-0472-6195-2 (26 Desember 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7.5: ISBN 978-4-04-7263130  (27 Februari 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 8: ISBN 978-4-04-726727-5 (30 Agustus 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 9: ISBN 978-4-04-727031-2 (29 Januari 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 9.5: ISBN 978-4-04-727332-0 (30 Juni 2011)&lt;br /&gt;
*Bungaku Shoujo VS Baka to Tesuto to Syokanju: ISBN 978-4-7577-4484-4 (30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 10: ISBN 978-4-04-727647-5 (26 Desember 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 10.5: ISBN 978-4-04-728351-0 (29 September 2012)&lt;br /&gt;
*Volume 11: ISBN 978-4-04-728752-5 (30 Maret 2013)&lt;br /&gt;
*Volume 12: ISBN 978-4-04-729293-2 (30 November 2013) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Light novel (Indonesian)]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Ketiga&amp;diff=250339</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Ketiga</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Ketiga&amp;diff=250339"/>
		<updated>2013-05-11T17:47:28Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Soal Ketiga&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 102b.jpg|200px]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 102a.jpg|thumb|150px]]&lt;br /&gt;
Dari gambar disamping, tentukan identitas Sistem Kasta India dari nomor 1-4&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Himeji Mizuki&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
① Brahmana&lt;br /&gt;
② Ksatria&lt;br /&gt;
③ Vaisya&lt;br /&gt;
④ Sudra&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, jika di terjemahkan dari atas ke bawah, secara terpisah mereka bisa disebut &#039;pendeta&#039;, &#039;pejuang&#039;, &#039;penduduk&#039; dan &#039;budak&#039;. Ini lebih baik untuk diingat artinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Tsuchiya Kouta&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
① Raja Brahmana&lt;br /&gt;
② Ksatria Brahmana&lt;br /&gt;
③ Orang-orang Brahmana&lt;br /&gt;
④ Brahmana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 103.jpg|thumb|150px]]&lt;br /&gt;
Bisakah kau mengingat sesuatu yang bukan Brahmana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Yoshii Akihisa&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
① Brahmana (Ibu)&lt;br /&gt;
② Brahmana (Kakak perempuan)&lt;br /&gt;
③ Brahmana (Lainnya)&lt;br /&gt;
④ Brahmana (Adik laki-laki)&lt;br /&gt;
⑤ Brahmana (Ayah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana sebenarnya ayahmu diperlakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang buruk setelah itu, dan hari itu berakhir begitu saja. Selanjutnya, Himeji dan aku berpura-pura untuk bertemu di jalan dan pergi ke sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Himeji yang bertugas untuk hari ini, dan harus pergi ke ruang staff. Jadi aku pergi sendiri ke kelas dan melihat Yuuji yang lemah terbaring di tempat duduknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pagi Yuuji-heh, apa yang terjadi dengan mukamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berjalan di dekatnya dan ingin menyapa dia, aku menemukan mukanya penuh dengan memar dari semua ukuran, yang sangat mengagetkanku. Benar. Seluruh wajahnya penuh luka dan memar. Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, pagi Akihisa. Aku hanya jatuh dari tangga karena kurang tidur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kurang tidur... kau bermain komputer game semalaman?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya... itu adalah permainan yang sangat realistis. Saat aku tertangkap, aku akan dikunci di sebuah ruangan yang tidak berbeda dengan penjara.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Heh~ aku tidak tahu kalau ada game seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah game itu dijual di pasar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak ingat melihat game seperti itu. Mungkin karena aku susah bermain game sejak kakak tinggal bersamaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi untuk Yuuji yang kurang tidur seperti itu, mungkin itu game yang agak menarik, bukan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, ini bukan tentang menarik atau enggaknya.Itu... lebih seperti game bertahan hidup dimana aku harus terus main bahkan jika aku ingin berhenti. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Um... oke. Aku akan coba game itu lain kali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Serahkan itu padaku. Bahkan jika kau tidak bersedia, aku akan membuatmu bermain sampai selesai. Kita akan mulai bermain nanti pulang sekolah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada Yuuji mempunyai tekad misterius di dalamnya. Jarang untuk Yuuji untuk merekomendasikan hal ini begitu kuat. Apa game ini benar-benar menarik? Bahkan aku tak sabar untuk itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, bicara tentang ini...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Yuuji yang berkilau dengan anehnya, mungkin berpikir tentang isi game itu. Untuk jaga-jaga, aku sengaja berbicara dengan pelan untuk meminta sesuatu aku ingin tahu sepanjang waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yuuji, kau belum memberitahu siapa-siapa, kan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, itu hal yang aku bicarakan adalah fakta bahwa aku tinggal dengan Himeji. Jika ini terungkap, aku akan dikejar oleh semua orang di kelas, jadi aku harus menjaga rahasia ini serahasia-rahasianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku belum memberitahu siapa-siapa. Itu yang kau harapkan, bukan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berbicara itu, Yuuji yang terluka dan memar di wajah tersenyum berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Um, seperti yang diharapkan dari orang yang paling dipercaya ketika kita berada di perahu yang sama. Setelah orang ini dapat kugunakan, keselamatanku terjamin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terima kasih, itu sangat membantu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berterimakasih padanya, aku kembali ke kursiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak bisa menahan diri untuk bertanya ke Yuuji sekarang hanya untuk berjaga-jaga, tapi tidak perlu khawatir, dia akan mengungkapkan rahasiaku pertama kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas ini lebih tenang dari biasanya, hal ini tidak seperti sesuatu yang besar akan terjadi. Selain itu, setelah orang-orang ini tahu bahwa Himeji dan aku hidup bersama, sifat mereka tidak akan mengizinkan mereka untuk duduk kembali. Orang-orang ini akan langsung lompat padaku setelah mereka melihatku, dan mereka tidak melakukannya, yang akan menjadi bukti besar bahwa rahasiaku belum terungkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Ada apa? Hari ini agak sepi daripada kemarin.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, pagi Hideyoshi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohh, Hideyoshi, ternyata kau datang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pagi, Akihisa, Yuuji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena praktek pagi itu Hideyoshi datang ke dalam kelas kemudian. Dia memandang sekeliling dan mengatakan itu. Memang benar kemarin benar-benar berisik...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika ini terjadi setiap hari, ini akan menjadi buruk bagi kesehatan kita. Benarkan, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, begitulah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Hideyoshi merasakan sesuatu yang aneh saat ia memberikan tatapan aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah ini &#039;saat tenang sebelum badai&#039;…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi bergumam sendiri, dan untuk beberapa alasan, kata-katanya masih ada ditelingaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanda itu tidak pernah terjadi, dan tidak ada yang spesial terjadi dan berjalan terus sampai pembubaran sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kelas selesai. Jangan berjalan-jalan. Lekas pulang ke rumah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata penyelesaian ini, kelas pendalaman bubar. Tetsujin (Ironman) tidak tinggal lama dan langsung meninggalkan kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, aku akan ke aktifitas klub.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti  mengikuti Tetsujin, Hideyoshi nenbawa tasnya dan pergi ke ruang olahraga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf, aku dipanggil untuk memberikan bantuan di ruang staff. Pulang duluanlah, semuanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Himeji menyiapkan tasnya dan pergi keluar kelas. Aku pasti akan membuatnya tak enak jika aku menunggu dia disini, jadi aku memutuskan untuk pulang duluan seperti apa yang dikatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo kita pulang, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Ahh, tunggu sebentar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji mengatakan &#039;tunggu&#039; dan tidak mengambil tasnya. Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah sekarang aman, Muttsurini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Tidak ada tanda-tanda orang sekitar yang akan menghentikan kita. Tidak masalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji menutup matanya dan mengangguk ke Muttsurini? Seseorang yang akan menghentikan kita? Apa yang mereka bicarakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semuanya, maaf membuatmu menunggu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, aku tidak menunggumu begitu lama…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm? Mata Yuuji sepertinya melihat kearahku, dibelakangku-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-Ayo kita mulai festivalnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;YEAH! AYO BERPESTA!!!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura membunuh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum aku berpikir terlalu banyak, tubuhku bereaksi dengan insting dan tiba-tiba meloncat. Sesaat kemudian, ada sebuah meja tambahan dimana aku sedang berdiri. Apa? Apa yang dimaksud dengan melempar meja ke tatami!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yuuji! Apa yang terjadi!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa! Hari ini adalah hari dimana kau akan mati! Kembalilah diam-diam ke neraka dan menyesal terlahir di dunia ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semenjak Sakamoto memberitahu tadi pagi, kami sudah menunggu momen ini sangat lama, Yoshii!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kami menunggu sampai pulang sekolah agar tidak ada siapapun yang akan mengganggu kita. Kami akan membuatmu melihat neraka dengan jelas! MATI KAU! YOSHII AKIHISSSSSAAAAAA!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;KAU PUNYA KEBERANIAN UNTUK TINGGAL BERSAMA HIMEJI KAMI PASTI AKAN MENGHANCURKAN KESENANGANMU!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak tahunya, teman kelasku membuat beberapa lapis tembok manusia di sekitarku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana ini bisa terjadi! Orang-orang yang berpikir sederhana juga cepat kaki ini bisa dapat bertahan sampai sekarang  setelah mengetahui rahasiaku hanya untuk menghukumku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika kita menyerang kau dari awal, masih akan ada pelajaran di tengah jalan, dan eksekusinya akan disuruh berhenti untuk sementara waktu. Tapi aku tidak akan melepaskanmu begitu saja. Akihisa, nikmati waktu kesenangan setelah sekolah dengan semua!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Yuuji memberikan kilatan jahat yang tidak aman. Dia tidak mengambil tindakan kepadaku kemarin saat dia tahu rahasianya, bahkan mengatakan dia akan coba untuk merahasiakan ini untukku. Apa itu semua bohong!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yuuji! Kenapa kau menghianatiku!? Kau sudah berjanji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sayang sekali, itu hanya berguna untukku saat itu efektif. Kalau tidak berguna bagiku bahkan membuat masalah untukku, yang hanya tersisa adalah amarahku! Aku tidak bisa mengembalikan sesuatu dengan membunuhmu, tapi aku tidak bisa menghilangkan amarahku jika aku tidak melakukan ini…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu apa yang Yuuji bicarakan sama sekali, tapi aura membunuh yang dia tunjukkan jelas-dan aku benar-benar yakin tentang hal ini. Orang ini ... benar-benar berniat untuk mengirimku ke neraka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua! Tenang! Yuuji sudah pasti bohong! Bagaimana bisa Himeji tinggal di rumahku? Itu perangkap yang dibuat Yuuji!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kabur dari krisis di depanku ini, aku pasrah menyebutkan kata tanpa dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. semua, tunggu sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, satu-satunya perempuan yang tetap tinggal di kelas—Minami tiba-tiba berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mi, Minami, apa kau akan menyelamatkanku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah kau menolongku menjaga Hazuki kemarin? aku harus berterima kasih padamu untuk itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami berkata dan tersenyum padaku. Itu bagus! Aku akhirnya selamat! Setelah kupikir-pikir, aku sering dalam bahaya, tapi ini mungkin pertama kalinya seseorang membelaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aki, Terima kasih untuk kemarin. Karena kau, Hazuki tidak mengalami demam karena hujan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ini aku gembira, Minami mengibaskan kunciran rambutnya sedikit dan menunduk sedikit kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak tidak, tidak masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataannya, tidak ada masalah sama sekali. Hazuki hanya adik perempuan Minami dan temanku, jadi kita harus menolong satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, kau sangat menolong kita. Karena ini, aku…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena ini…jadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Jadi aku dapat mengetahui kalau Mizuki memang tinggal di rumahmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SEMUA ORANG TOLONG AKU! BOLA MATA MINAMI TELAH HILANG CAHAYANYA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TUNGGU…! JANGAN KEMARI, YOSHII! KAMI JUGA AKAN TERLUKA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SHI, SHIMADA! KAU HANYA INGIN MENYEMBELIH YOSHII, BUKAN? KAMI TIDAK MELAKUKAN APA-APA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura membunuh Minami membuat seluruh orang yang mengelilingiku menjauh. Apakah ini bagaimana kita harus berterima kasih dan dihukum saat diperlukan? Apa Minami ingin berterima kasih padaku dan mengeksekusiku saat dia berkata &#039;tunggu sebentar&#039; ketika aku masih sadar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir Hazuki tertukar Akira dengan Mizuki, tapi setelah apa yang Sakamoto katakan, sepertinya Hazuki tidak salah. Aki, kau benar-benar mengetahui bagaimana membuatku marah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasar Yuuji…kenapa dia memberitahu rahasiaku! Jika dia tidak berbicara terlalu banyak, Minami harusnya berpikir bahwa Hazuki itu salah, dan kejadian ini tidak akan memburuk…ah, aku tidak bisa membiarkan kejadian ini terus seperti ini! Harus mencari cara untuk kabur! Ketika semuanya mundur karena ketakutan pada Minami, ini bisa menjadi kesempatan terbaik buatku untuk kabur!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa mati disini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Yoshii! Tunggu sebentar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar kau! Kau berani untuk kabur!? Sakamoto, apa yang harus kita lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan panik. Kirim 5 orang untuk mengejar dia. Yang lainnya harus berjaga-jaga di pintu gerbang sekolah, dan perkecilkan garis pertahanannya. Kita punya banyak waktu untuk menangkapnya. Jangan panik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“““MENGERTI!”””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembicaraan itu bisa terdengar dibelakangku. Aku mungkin bisa kabur jika mereka mencariku dengan cara panik. Dasar si Yuuji…mungkin ini karena dia harus kabur beberapa kali karena dia mengetahui semua skenario tersangka yang sangat tidak ingin ditemui olehnya! Aku merasa kalau dia adalah seseorang yang sangat menjijikan saat kita berada disisi yang sama, tapi dia sangat menjengkelkan saat aku musuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yuuji…Aku akan membalasmu atas kejadian hari ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan karena diburu…AKU AKAN MEMBALASMU DENGAN NYAWAMU!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bukan pria jika tidak balas dendam. Aku sungguh berjanji pada diriku sendiri dan dengan cepat aku lari ke sekolah baru untuk menghindari garis pertahanan Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Seseorang menjaga bagian sini juga…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berhasil kabur dari 5 orang, aku pergi menuju lantai satu dan melihat sekitar, tapi aku bisa melihat anggota kelas F dimana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial…aku tidak bisa kabur kalau begini jadinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sangat gelisah karena aku merasa menggigit kuku jariku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji biasanya idiot, tapi tidak peduli seberapa busuk dirinya, aku tidak bisa meremehkan faktanya bahwa dia pernah disebut &#039;Jenius&#039;. Taktik yang Yuuji perintahkan sangat tepat dan itu sangat menjengkelkan, semua pintu keluar yang bisa memimpin orang lain (juga jendela) dijaga. Tidak hanya dijaga saja, tapi menunjukkan tanda-tanda garis pertahanannya menciut. Bahkan jika aku sengaja menunjukkan diriku sendiri untuk memberantakan gerak gerik mereka, orang-orang ini tidak hanya mengikuti saja, dan kontak dengan sesama lain tidak runtuh saat mereka menutupiku, sedikit tapi pasti. Mereka mempunyai gerakan yang efisien saat menutup, dan aku tidak bisa menyembunyikan keberadaanku sama sekali dan menerobos garis pertahanan mereka. Ini buruk, ini sangat buruk!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begini, aku hanya bisa memikirkan cara untuk ke jendela lantai dua dan loncat…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak ingin melakukan ini, tapi apa boleh buat. Sebaiknya pergi ke kelas anak-anak junior dan loncat keluar jendela…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekalinya aku mempunyai pemikiran ini, aku melihat sekitar untuk mengecek situasi dan pergi ke lantai dua. Pada saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana dengan sisimu? Kau melihatnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku baru saja melihat dia. Kita sudah pasti mengepungnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, lanjutkan dengan rencana Sakamoto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa melihat orang-orang kelas F mengejarku sampai lantai dua. jadi mereka sudah menciutkan garis pertahanannya sekecil itu…untuk berpikir tentang keraguanku untuk keluar jendela dan mengecilkan garis pertahanan sedikit demi sedikit seperti ini…dasar Yuuji!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang berbahaya untuk kabur dari lantai dua. Sekarang, aku hanya bisa menuju ke lantai tiga atau empat, atau bisa saja ke atap. Tanpa persiapan sama sekali, tidak mungkin melompat dari jendela dan berharap selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial. tindakanku sedang dikontrol oleh dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada perasaan lemah seperti aku sedang dipaksa ke jalan bunu. Jika ini berjalan terus, aku pasti  akan terjebak total. Jika aku harus melakukan sesuatu sebelum aku mati, cara terbaik adalah membunuh Yuuji…tetapi sayangnya, tidak ada kesempatan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, aku hanya bisa mengertakkan gigi dan pergi ke lantai tiga. Aku sama sekali tidak kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, aku hanya bisa memakai alat untuk kabur dari api—tidak, jika aku memakai barang yang pelan itu untuk menangkap mereka, mereka akan menungguku sampai aku turun, dan ini semua aka berakhir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, aku lebih baik untuk ke lantai tiga dan mencari cara untuk kabur. Mungkin ada sesuatu yang bisa kupakai…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yoshii, apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba ada suara yang datang dari belakangku dan hampir membuatku teriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial! Apakah aku sudah ditemukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku secara berkala melihat kesana kemri untuk melihat orang yang berbicara—yang memanggil namaku. Seorang perempuan dengan rambut pendek rapi dan mata tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh? Kalo nggak salah kau…  ketua kelas C, Koyama-san?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yep. Tumben inget.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san menjawab dengan ekspresinya yang malas-malasan. Entah kenapa? Aku merasa seperti ya dia sudah tahu kalau akan aku panggil, tapi kenapa dia malah memanggilku terlebih dahulu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggu, sekarang bukan saatnya berpikiran hal lain. Sekarang, yang paling penting adalah bagaimana cara kabur dari krisis ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang lari menyelamatkan nyawa karena beberapa hal yang telah terjadi. Kalo nggak ada perlu, aku mau lanjut lari!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku sudah siap dengan ancang-ancang dan berlari— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu dulu. Apa kau sedang dikejar-kejar sama anak-anak kelas F?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iye.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san mulai bertanya hal-hal aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa… karena fakta bahwa aku dan Himeji-san tinggal bersama sudah ketahuan, jadi— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh…singkatnys, karena mereka semua sedang iri padaku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iri? Un…Begitu ya....” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Koyama-san pun langsung terlihat seperti memancarkan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan lebih cepat dari yang aku rencanakan. Dasar kelas F....” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san mulai menggerutu. Kenala ya dia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Kalau begitu, akan kubantu kau melarikan diri.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak disangka ia akan bicara seperti itu, aku jafi curiga. Dia mau membantuku melarikan diri? Seorang Koyama-san? Mau membantuku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau jangan salah paham. Aku bantu karena, kalau kelas F membuat kekacauan lagi, reputasi kita sebagai kelas 2 yang sudah dicap buruk ini akan makin terpuruk. Aku melakukan ini bukannya mau menolongmu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san menjawab pertanyaanku dengan sikap dingin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, begitukah, jadi itu alasannya. Memang benar akhir-akhir ini kakak-kakak kelas 3 melihat kita dengan tatapan kurang menyenangkan. Sebagai sesama kelas 2, dia tidak bisa hanya duduk diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baiklah, apapun alasannya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koyama-san, apa benar kau mau membantuku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yep, anggap hari ini pengecualian.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baguslah! Nggak disangka akan ada orang yang mau mambantuku! Apalagi yang membantu Koyama-san! Hal ini pasti nggak akan terpikirkan oleh Yuuji, mungkin aku akan benar-benar bisa lolos dari semua ini dan bertahan hidup!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Singkat cerita, kau sedang diburu oleh teman-teman sekelasmu, kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya begitulah. Dan mereka sedang memburuku secara perlahan. Saat ini aku hanya bisa lari ke lantai keempat atau atap sekolah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fuun…kalau begitu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Goso goso, Koyama-san mengeluarkan sesuatu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakai baju ini, pake juga wig dan berpura-puralah jadi cewek. Kurasa cukup. Dengan begini seharusnya kau bisa nggak akan dikejar-kejar lagi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san mengeluarkan seragam perempuan dan sebuah wig, atau bisa dibilang perlengkapan pakaian wanita. Eh… kenapa Koyama-san mempunyai barang-barang seperti ini? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koyama-san, jangan-jangan kau…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Apa ada yang membuatmu kurang suka?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan-jangan kau…itu adalah seorang pria?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berpikir macam-macam deh!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diapun marah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keadaanku nggak ada urusannya sama sekali dengan kau, kan? Mau pake apa nggak nih?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san menjawab dengan wajah tidak senang. Uu... lagi-lagi pakaian perempuan... sebenarnya, aku nggak rela. Aku nggak mau memakai pakaian perempuan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar, si Aki, kemana sih dia lari? Aku baru akan memaafkannya jika dia sudah kudorong jatuh dari atap gedung. Dan kalo dia masih bisa bergelantungan, langsung akan kudorong lagi tanpa basa-basi!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, suara angin yang terdengar barusan membisikkanku hal mengerikan. Kalo membandingkan antara harga diri dan nyawa, nyawa lah yang lebih penting! Saat ini, aku nggak punya pilihan walau harus memakainya sekali ataupun dua kali.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koyama-san, aku pinjam deh. Makasih.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bilang kek daritadi? Dasar merepotkan. Cepat ini ambil.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau sedikit jengkel, Koyama-san pun memberikan pakaiannya padaku . Saat ini, aku sudah nggak punya hak buat komplain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, apa nggak apa-apa kau meminjamkan baju ini padaku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak apa-apa. Lagipula baju itu memang spesial untukmu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Untukku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Nggak, nggak apa-apa! Gausah khawatir.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san pun melambaikan tangannya dan terlihat sedikit panik. Un…Aku nggak begitu mengerti… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okelah, makasih ya, Koyama-san.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa pemburu-pemburu kelas F belum melewati lorong kelas kosong yang ada di gedung sekolah tua. Kau bisa ganti baju disana.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Un! Kalo begitu aku pergi ganti baju dulu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengambil seragam dan rambut palsu dari Koyama-san,  aku berputar ke arah lorong kelas kosong.  Area tempat untuk mereka menangkapku semakin sempit dan makin menyempit, sekarang aku nggak ada waktu untuk ragu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu selamat berjuang... untukku....” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san berkata dengan meninggalkan arti tersembunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seragam &#039;cewek&#039;… biasanya cowok nggak akan pernah sedikitpun berasosiasi dengan barang ini...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berlari melewati lorong koridor yang menghubungkan antara gedung kampus lama sambil menggerutu pada diri-sendiri. Untungnya, seperti yang Koyama-san bilang, pengejarku masih belum melewati kelas ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saa... bukan saatnya untuk bernafas lega. Lebih baik cepat-cepat ganti…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terburu-buru masuk ke dalam kelas kosong, menutup pintunya dan langsung melepas pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eerm…cara pakenya gimana nih?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memakai seragam cewek ternyata sangatlah rumit. Dan aku benar-benar nggak tau caranya, tapi kalo aku kelamaan memakai dan mereka menyergap kelas ini, pasti bakalan gawat. Seenggaknya, lebih baik aku pakai wignya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berpikir sejenak, aku langsung strip tease sampai aku hanya mengenakan boxer dan memakaikan wig yang ada di tanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Aki-cha—Yoshii-kun!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara seorang murid cewek yang tidak ku kenal pun tiha-tiba masuk ke kelas. Tidak mungkin! Para pengejarku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat apa yang Koyama-san bilang!  Aki-cha…Yoshii-kun benar disini!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang cewek yang terlihat pendiam dan juga sopan dengan 3 tali kepang tersipu seraya sambil menatap tajam ke arahku. Apa ia itu pembunuh yang diutus oleh Yuuji... bukan, cewek ini nggak mungkin salah seorang pengejarku. Bagaimana mungkin seorang cewek biasa bergabung dengan grup mengerikan macam FFF?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… kalo begitu, mau apa cewek ini mengikutiku dan masuk ke kelas ini? Mendengar dari kata-katanya barusan, aku bisa tahu kalau dia sedang mencariku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah kuduga…manis sekali…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada apa ini? Tatapan cewek ini membuatku terasa panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm…Aku Tamamo Miki dari kelas D.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, iya. Aku Yoshii Akihisa dari kelas F.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami memperkenalkan diri dan menundukkan kepala satu sama lain. Nyawa dan hidupku saat ini sedang terancam. Tapi apa yang sedang aku lakukan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm…bisa aku bicara padamu sebentar?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, saat ini aku sedang dikejar, dan aku hanya mengenakan boxer. Kalo boleh, bisa kita bicara lain kali saja?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, sebenarnya aku—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Halo, apa kau tadi mendengarkanku? Aku tadi bilang kalo &#039;aku sedang dikejar-kejar&#039; dan &#039;aku hanya memakai boxer&#039;. Situasi ini bukan waktu yang tepat untuk bicara dengan santai! Kenapa kau malah lanjut berbicara?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memang terlihat sangat sopan, tapi ternyata dia tipe seseorang yang bertindak semaunya sendiri. Tipe yang susah untuk bisa akrab...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, aku mempunyai seseorang yang aku suka.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I, Iya. Baguslah. Ngomong-ngomong, bisa kamu membalikkan badan sebentar?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang itu sangat, sangatlah manis~” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seseorang yang manis. Baguslah. Ngomong-ngomong, That’s great. Anyway, bisa kamu membalikkan badan sebentar?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan dia sedikit bego.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah! Aku sudah tahu kamu punya seseorang yang kamu suka! Tapi bisa kamu membiarkanku ganti baju sebentar?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini aku merasa malu sekali, tapi dia nggak ada niatan sama sekali untuk berpaling menatapku. Be... becanda macam apa ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, orang itu terlihat sangat bahagia setiap hari~” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, Iya. Oke.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa boleh buat. Aku nggak begitu mengerti apa yang ia bicarakan, tapi sepertinya dia sedang tidak berkonsentrasi padaku, jadi aku akan  menggunakan pakaianku sebagai penutup dan diam-diam berganti pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa bahagia bila dekat dengannya. Itulah kesan yang anak itu berikan padaku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak itu? Panggilannya sedikit aneh, tapi hal yang barus diutamakan adalah cepat ganti pakaian dahulu. Sangat memalukan sekali rasanya harus memakai baju perempuan di depan perempuan, saking malunya sampai-sampai aku mau mati aja... tapi, kalo aku nggak pake, bisa-bisa aku akan mati beneran...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, begitu ya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab dengan asal, dan mulai mengambil kemejanya, lalu aku pun kepikiran, kalo cuma kemeja, cewek ama cowok nggak ada bedanya kan? Kalo begitu, aku pakai yang punyaku saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku mengambil kembali kemejaku yang baru saja aku lepas,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya bener! Dia itu sangat sangat manis! Pokoknya manis banget deh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku yang hampir saja menjangkau pakaian tiba-tiba diserobot. Ehhh!? Apa ia tadi dengar tanggapanku barusan!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu, tunggu dulu, Tamano-san! Tenangkan dirimu dan lepaskan tangan—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia manis sekali, dia sangat ma is! Saking manisnya bahkan mau aku telen dia bulat-bulat!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya daritadi juga aku sudah tahu kalau dia manis! Jadi cepat kembalikan kemejaku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia terlalu gembira karena ia sedang terus-terusan menggenggam tangan serta kemejaku. Tunggu… situasi macam apa ini? Aku hanya mengenakan boxer sedang merebut baju dengan seorang wani lakukan dengan perempuan what’s the situation now? Why am I wearing boxers and tussling over a shirt with a girl in an empty classroom? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia sangat manis sampai-sampai aku lupa kalo dia laki-laki!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibanding dengan teriakannya, tarikan tangan Tamano-san jauh lebih keras, dan pakaianku pun pindah tangan tanpa ada  perlawanan. A... aku kalah adu tenaga dengan seorang cewek.&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 123.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai cowokpun, aku sangat terpukul atas hal ini, tapi melihat situasi yang sekarang, sangatlah sulit untuk mendapatkan kembali pakaianku dari tangannya , terpaksa aku hanya bisa meraih baju pinjaman dari Koyama-san. Sial... Aku nggak pernah bermaksud untuk menodai baju pinjaman ini!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan di sekolah, anak itu punya banyak penggemar cowok ataupun cewek!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“TUTUTUTUNGGU DULU! KENAPA KAU LAGI LAGI MERAMPAS BAJUKU !!! KOMOHON, TOLONG CEPAT KEMBALIKAN BAJUNYA PADAKU!! AKU AKAN PUNYA MASALAH BESAR KALO NGGAK PAKE BAJU INI!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cewek didepanku satu ini merampas baju yang dipinjamkan Koyama-san dengan kekuatan yang luar biasa. Cewek ini kelihatannya sedang mengigau, tapi matanya selalu menatap kearahku! Kalo begini, jangankan anak-anak kelas F, bahkan aku nggak akan berani tampil di depan semua orang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo aku terus-terusan ragu, aku akan didahului oleh orang lain... jadi, A, aku bertekad untuk memberanika  diri dan menyatakannya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh! Bahkan jaketnya pun diambil...Tamano-san, kumohon padamu! Seenggaknya kembalika  celananya padaku!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamano-san menculik pakaianku satu persatu dan menaruh semua di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak tahu lagi apa yang harus aku lakukan jika cuma ditinggalkan dengan sebuah rok, tapi kalo aku bisa memakai celana, seenggaknya aku nggak bakalan ditangkep polisi. Sekarang aku harus berpegang teguh pada garis pertahanan terakhir ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini pengalaman pertamaku, tapi aku akan berusaha!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah! Aku akan menolongmu! Aku nggak tahu apa maksudmu, tapi aku akan benar-benar menolongmu, jadi tolong jangan kejam padaku. Kau hampir merobek karet celananya! Bisa tolong lepaskan celanaku!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin lama semakin tak berarti, dan tanpa disadari, baju dan celanaku semua ada di tangannya. Apa mungkin dia itu benar-benar pembunuh yang diutus oleh Yuuji? Yuuji sudah memperkirakan aku akan berujung pada situasi seperti ini, dan berencana merampas semua pakaianku. Dasar licik! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, tenang… aku sudah berlatih berkali-kali dirumah…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamano-san terus-terusan bernafas dihadapanku. Semua seragam yang dia rampas dariku sudah dibuang ke tempat yang tidak dapat aku raih. Sepertinya aku sudah nggak bisa mendapatkannya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sudah begini, sebaiknya aku ikuti dan dengarkan saja apa yang ia mau. Kalau dia sudah puas, pasti dia akan mengembalikan seragamnya padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau sekarang cuma memakai boxer, sebaiknya aku nggak usah ambil pusing dan dengar apa yang ingin ia katakan terlebih dahulu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu…apa kamu mau…mendengarkan aku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Un, ceritakan padaku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat cewek seserius ini, aku langsung mengangguk sambil menggenggam rambut palsu yang tadi aku lepas. Jangan khawatirkan hal kecil! Saat ini, aku harus berpikir bagaimana cara lolos dari situasi genting ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baguslah…kalau begitu, Aki-—Yoshii-kun!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tamano-san, pertama aku harus bilang. Kau pasti diam-diam selama ini memanggilku dengan nama &#039;Aki-chan&#039;, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, aku menyukai seseorang!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya iya, aku sudah tahu. Ngomong-ngomong, bisa kau memanggilku dengan nama yang benar—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi... Aki-cha…Akiko-chan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidaaak! Aku nggak mau nama yang lebih parah! Namaku itu Akihisa!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang cewek ini inginkan dariku? Mungkinkah aku sedang dikerjai? Atau aku lagi berada di acara komedi tivi? Apa saat ini semua orang sekarang sedang bersembunyi dan menertawaiku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku benar-benar nggak tahu apa tujuan dia yang sebenarnya, tapi Tamano-san berkata dengan suara yang penuh nafsu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setialah denganku!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Hah?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The conversation just now went into a vague direction, on hearing those words from her, my mind was left blank. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setia? Setia apaan? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm…maksud kamu itu... aku…dengan kamu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I... iya, a…aku…dan Aki—Aki-chan…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aki-chan yang ia maksud itu adalah aku kan? Aku, Tamano-san—berpacaran? Bukankah ini yang dinamakan dengan pernyataan cinta!? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ehhh!? Ke... Kenapa!? Kenapa Tamano-san bisa suka denganku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bilang begitu! Mungkin Yoshii-kun nggak tahu, tapi Aki-chan itu orangnya sangat menarik!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dengan nada memaksa. Baru sekali ini dalam seumur hidup aku dinyatakan cinta oleh perempuan. Uhh…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Soalnya Aki-chan itu orangnya ganteng dan juga lucu! Mulai dari kulitnya yang halus dan juga lembut, matanya yang besar dan sifatya yang malu-malu saat dipaksa menggunakan baju perempuan, semuanya lucu! Yoshii-kun harus tahu itu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamano-san yang sedang kegirangan pun mendekatiku dengan sangat tiba-tiba. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…ma, maaf.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia sadar karena sikapnya yang berlebihan dan berjalan mundur sambil menundukkan kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja, jadi…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berpikir sejenak, kemudian Tamano-san melanjutkan perkataannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maukah Aki-chan... menjadi milikku dan hanya satu-satunya untukku seorang!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aneh. Seharusnya aku itu senang setelah seseorang menyatakan cintanya padaku, tapi kenapa aku malah kebingungan menjawabnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya nggak ada masalah apa-apa. Karena dia berniat serius untuk aku setia dengannya, jadi aku harus berhati-hati dan memikirkan jawabanku matang-matang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam pikiranku pun, aku mulai membayangkan situasi jikalau aku benar-benar pacaran dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yo, dah lama nunggu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah nggak, aku juga baru saja datang kok—eeehhh, pakaian macam apa itu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Cuma T-shirt dan celana jeans yang biasanya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak pakai wig dan rok? Kamu jahat! Padahal mau aku ajak ke toko aksesoris yang terlihat bagus dan cocok dipakai untuk Aki-chan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak gak gak, Tamano-san, Aku nggak punya ketertarikan sama hal yang seperti itu—AKH! Nafsu membunuh!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yoshii Akihisa… berani-beraninya kau mendapatkan pacar. Apa kau sudah lupa dengan sumpah FFF…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu dulu! Hubungan kami berdua masih belum pasttiiiiiii!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubur!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“““Siap!””” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat disayangkan sekali, adegan yang satu ini bukan adegan yang menyentuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah utamanya bukannya aku nggak suka sama Tamano-san, tapi kita berdua memang nggak ditakdirkan untuk bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, aku menatap Tamano-san dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Tamano-san. Aku benar-benar minta maaf, aku—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum sudah aku bicara, Tamano-san berkata dengan tergesa-gesa padaku, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, aku janji! Aku akan terus berusaha keras membuatkan banyak baju yang lucu-lucu buat kamu! Setiap minggu—eh nggak, setiap hari! Aku akan buatkan baju yang pasti Aki-chan akan suka!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Tamano-san salah paham dengan kata maafku dan mulai menunjukkan sifat baiknya. Duh, bagaimana ya. Jika seseorang menjawab &#039;Baiklah aku akan berpacaran denganmu&#039; setelah mendengar kata-katanya tadi... Apa Tamano-san akan benar-benar senang punya pacar yang seperti itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu, ma... maksudku. Maaf. Aku nggak bisa jadian sama kamu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak mau ikut bergabung ke dalam dunianya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak lama setelah mendengar jawaban dariku, ia bertanya kepadaku,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu nggak bisa jadian sama aku, jangan bilang… kalo kamu punya seseorang yang kamu suka...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun aku punya seseorang yang aku sukai ataupun nggak, sepertinya itu juga nggak akan merubah jawabanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, saat ini ia bertanya padaku dengan menggunakan ekspresi yang sangat serius, Aku menjadi bingung bagaimana harus menjawabnya. Ugh... bagaimana cara menjelaskannya ya? Aku benar-benar nggak punya pengalaman sama sekali di bidang ini.… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ummm… kalo aku harus jujur, tentu saja aku punya…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sulit sekali aku mengatakannya. Sebenarnya bukan sulit mengatakannya tapi lebih ke bagaimana aku harus menjawab. Lagipula, aku belum benar-benar memikirkan ini dengan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu, orang yang Aki-chan suka itu—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“i, itu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaraku terhenti di tenggorokan. Ini benar-benar sulit. Aku sudah nggak tahu lagi harus ngomong apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, kenapa aku harus dipaksa untuk mengalami kejadian bodoh dan menyulitkan seperti ini? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin seumur hidupku, nggak akan ada kedua kalinya aku dinyatakan cinta oleh seseorang, apalagi saat aku hanya mengenakan boxer dan sedang ketakutan dengan bahaya yang sebentar lagi terjadi. Dan juga, yang dinyatakan cintanya itu bukan kepadaku tapi kepada aku yang sedang memakai baju perempuan. Bagaimana lagi aku mau dipermainkan oleh takdir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk lolos dari semua masalah yang sekarang ada dihadapanku, dan untuk lolos dari kenyataan yang pahit ini, aku pun berpikir keras untuk mencari dalang dari semua kejadian ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana sebenarnya kesalahanku? Sejak kapan dan bagaimana bisa kesialan yang bertubi-tubi ini bisa terjadi? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini semua karena…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berpikir sejenak, sesosok manusia muncul dikepalaku. Ya benar. Ini semua bermula karena aku dikhianati oleh orang itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amarahku perlahan naik dari ujung kaki ke ujung kepala. Ini semua karena ulah dia! Lain kali aku melihatnya, dia takkan bisa lolos dariku! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai memikirkan segala cara untuk balas dendam ke musuhku yang satu ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada saat yang sama, otak dan dalang dari semua ini pun muncul dengan sendirinya di koridor, mungkin karena ia sedang memeriksa sesuatu. Itu dia! Berani juga dia menampakkan dirinya padaku. Tamat sudah riwayatmu! Aku akan membunuhmu dengan cara mengenaskan dan lepaskan semua amarahku padamu! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“YYUUUUUUUJJJJJIIIIIIII!!!!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“EH…EEEHHHH!!!???”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun langsung berteriak mengutuknya keras-keras. Saat aku berteriak, para pengejarku sudah pasti akan menemukan persembunyianku. Tapi disaat begini~, siapa juga yang peduli!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka, kamu bilang Yuuji…Sakamoto Yuuji!? Yoshii-kun suka sama Sakamoto-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamano-san terlihat sangat terkejut oleh sesuatu, kenapa? Tanya kenapanya nanti saja. Aku harus tangkap si bajingan itu dan hajar dia sampe babak belur!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun langsung berubah super saiya dan melompat keluar ke arah koridor. Yuuji... hari ini adalah hari kematianmu!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerahkah seluruh tenaga untuk berlari mengejar, dan di tengah jalan, aku seperti mendengar ada seseorang yang menggerutu dengan suara bergetar dan perlahan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…A, aku baru saja mendengar sesuatu yang luar biasa…!”&lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pergi ke kelas kosong itu tadi maksudnya cuma mau mengambil beberapa perlengkapan kostum, tapi nggak disangka ada kejadian menghebohkan... karena sudah terlanjur mendengar, aku jadi kebingungan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Hideyoshi, kau kenapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Muu, un…Muttsurini…sebenarnya,&lt;br /&gt;
A...Aku tadi pergi ke kelas kosong mengambil perlengkapan kostum untuk ekskul drama, terus aku mendengarkan sesuatu yang luar biasa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…luar biasa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya ini bukan sesuatu yang harus dibicarakan ke orang lain, tapi aku benar-benar terkejut…Muttsurini, apa kau mau mendengarkanku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Percayakan padaku. Semua rahasia aman tersimpan rapat-rapat di dalam brankas Muttsurini.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Thanks. Sebenarnya…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…ya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cewek itu—kalo nggak salah, namanya Tamano, anak kelas D.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cewek bernama Tamano, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Suka!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Siapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak disangka bukan cuma Shimada dan Himeji saja. Si Kacung itu bahkan ditembak sama cewek lain... aku jadi sangat terkejut… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…A, aku baru saja mendengar sesuatu yang luar biasa…” &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku sedang pergi untuk ekskul, aku melewati salah satu kelas, lalu mendengar Muttsurini dan seorang murid lagi berbicara hal yang menghebohkan… dan aku benar-nenar sangat terkejut… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aiko? Kamu kenapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…Yuuko. Sebenarnya…A…Aku tadi pergi lewat gedung sekolah lama untuk berangkat ekskul dan mendengar sesuatu yang luar biasa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Luar biasa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gayanya berbicara, pasti dia itu tadi adiknya Yuuko—Kinoshita Hideyoshi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kinoshita Hideyoshi itu— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Suka!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yoshii-kun!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Mi, Miharu baru saja mendengar sesuatu yang luar biasa…” &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun mengejar dan mencari-cari Yuuji, tapi aku langsung kehilangan jejaknya. Sialan, lagi diburu tapi aku malah memberitahu posisiku sendiri. Disamping itu, walaupun dia sedikit aneh orangnya, aku jadi merasa nggak enak hati harus meninggalkan seorang cewek yang menyatakan cintanya padaku sendirian di kelas yang kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lebih baik aku kembali ke kelas itu dan menjelaskan semuanya...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, setelah aku menggerutu pada diri sendiri, aku baru sadar kalo aku hanya sedang menggunakan boxer! Sebelum memikirkan masalah Tamano-san, lebih baik aku memakai baju terlebih dahulu! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun langsung ngibrit kembali ke kelas kosong tadi dengan maksud mau mengenakan baju milikku.Tamano-san kelihatannya sudah pergi, dan di kelas hanya tersisa dua seragam yang tadi. Sepertinya aku sudah melakukan hal yang keterlaluan pada Tamano-san... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku baru saja dinyatakan cinta, aku pun menjadi kehilangan motivasi untuk memakai seragam perempuan, jadi aku pun mengambil seragam laki-laki milikku dan memakainya kembali. Akan kukembalikan seragam perempuan ini pada Koyama-san... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ampun DJ... layaknya hari kemarin, musibah datang silih berganti...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menghela nafas dan mengepit seragam yang aku pinjam. Kira-kira Koyama-san masih di sekolah nggak ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berhati-hati dengan keadaan sekitar, aku mengendap-endap pergi ke kelas C— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“““BUNUH YOSSSSSHHHHHIIIIIIIIIIIIII!!!”””&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar gonggongan orang yang sedang ngamuk datang dari lantai bawah. Apa yang sebenarnya sedang terjadi!? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“GUE UDAH NGGAK TAHAN LAGI KALO DISURUH MENGECILKAN RUANG GERAK ITU MONYET DAN MENANGKAPNYA PELAN-PELAN! GUE MAU LANGSUNG MUTILASI ITU ORANG KALO KETEMU! GUE MAU KASIH DIA SEMUA SIKSAAN DAN KESAKITAN YANG ADA DI DUNIA!!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“DASAR KEPARAT... HIDUP SERUMAH DENGAN HIMEJI PUN DIA BELUM PUAS!! BAHKAN TAMANO, KINOSHITA, DAN JUGA KUDOU JUGA JATUH HATI SAMA DIA... JANGAN BERCANDA DEH! INI SEMUA KARENA ADA ORANG SEPERTI DIALAH MAKANYA SAMPAI SAAT INI GUE BELOM PUNYA PACAR!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“HARUS DIBUNUH! BUNUH YOSHII AKIHISA DENGAN SEGALA MACAM METODE SIKSAAN YANG MANUSIA SAMPAI SAAT INI BISA TEMUKAN!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saja badai hawa nafsu membunuh ini bisa dirasakan dan dilihat dengan nyata, mungkin SMA Fumitzuki langsung ambruk jadi puing-puing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana menakutkan datang dari tangga yang menuju ke lantai bawah, dan aku nggak cukup berani kalau harus melihat ke bawah... bukan karena takut ketinggian. Tapi karena dendam dan hawa nafsu membunuh mengerikan yang semakin lama semakin dekat! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yoshii-kun. Akhirnya ketemu juga~gue mau bunuh elo~nggak apa-apa kan loe gue bunuh? Gue bisa terbang, kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“■■■■■■■...■■■■■■■■■,■■■■■■■■■■!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“IRIS-IRIS, KASIH KECAP, INJEK-INJEK, TONJOKIN, BACOKIN, GANTUNG, GEBOKIN, CEKEK!!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman-teman sekelasku bergerak bersama secara perlahan seperti hantu menampakkan diri di hadapanku. Mereka sudah nggak mempedulikan semua instruksi dari Yuuji, sekarang mereka hanyalah sekumpulan amukan massa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke, kenapa mereka ini??” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kemarahan mereka sudah mencapai batas maksimal, dan saking berbahayanya bahkan mereka sudah nggak bisa dikontrol lagi. Teman-teman sekelasku perlahan mendekatiku sudah seperti hantu yang nongol di mimpi buruk. Kepala mereka terlihat menggantung-gantung seperti lehernya sudah nggak bisa menopang kepala mereka. Mengerikan dan menjijikkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba... bahaya nih! Aku harus segera kabur.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah nggak ada waktu lagi untuk memperkirakan pergerakan mereka. Aku hanya bisa membalikkan badanku dan lari sekuat tenaga untuk lolos dari mimpi ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“KETEMU! ITU DIA SI YOSHII!&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“TANGKAP DIA DAN LANGSUNG EKSEKUSI! JANGAN SAMPE DIA LOLOS!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“KALIAN YANG BISA LARI 100M DALAM 11 DETIK CEPAT KEJAR DIA! DAN YANG LAIN PIKIRKAN KEMANA IA AKAN LARI LALU SERGAP DIA! KITA INI UDAH NGGAK BISA TAHAN AMARAH LAGI! KALO PERLU HAJAR SEMUA ORANG YANG NGALANGIN JALAN!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan perintah yang sedikit normal datang dari arah belakangku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waw? Mereka semua saling berteriak untuk bunuh, tangkap dan eksekusi, tapi setelah mendengar kata-kata teman sekelasku yang barusan, aku jadi sedikit lega. Ternyata, nggak semua temanku yang berubah jadi amukan massa nggak waras. Syukur deh... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“OI, YOSHII, TUNGGU LOE! JANGAN LARI!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“JELASIN SEMUA RUMORNYA PADAKU!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“BAGAIMANA MUNGKIN LOE BISA DITEMBAK SAMA CEWEEEEKKKKKKKKK!!!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“SSIALAAAANNN!! KENAPA AKU HARUS SELALU MENGALAMI KEJADIAN BODOH SEPERTI INI!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mati-matian mencoba melarikan diri dari teman sekelasku yang bangga akan kemampuan berlari dari kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat yang sama— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“SSIALAAAANNN!! KENAPA AKU HARUS SELALU MENGALAMI KEJADIAN BODOH SEPERTI INI!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa sepengetahuanku, teman paling kubenci satu ini terlihat seperti ia sedang kabur dari sesuatu dan berlari berdampingan di sebelahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yuuji, sedang apa kau disini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak bisa lihat? Gue lagi lari!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Lari dikejar apaan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yuuji, aku nggak akan memaafkanmu, berani selingkuh di hari pertama kita akan menjalani hidup serumah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat lebih dekat, diantara lelaki yang larinya sangat cepat, ada sesosok perempuan dengan rambutnya yang hitam panjang ikut berlari sama cepatnya. Sejak kapan si Kirishima-san... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selingkuh? Apa yang kau lakukan kali ini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mana ku tahu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; Dan apa maksudnya tadi ada kata tinggal serumah?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“ITU SEMUA KARENA ULAH LOE SAMPAI GUE HARUS DIPAKSA HIDUP SERUMAH DENGAN ITU ORANG!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“MATI LOE!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“SAMA! GUE BEGINI JUGA SEMUA GARA-GARA ULAH LOE! MATI AJA LOE!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“SIAPA JUGA YANG MAU MATI! DEMI KIRISHIMA-SAN, GUE NGGAK BAKALAN MATI SEBELUM GUE BERHASIL BUNUH ELO!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami pun menyerang satu sama lain sambil berlari, dan pada saat yang sama, beberapa orang muncul dihadapanku. Mereka yang bewajah tak berperasaan. Yang tak lain dan tak bukan adalah... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian gak akan bisa lari~dasar merepotkan~bagaimana kalo kita bunuh mereka bersama-sama? Pasti kesepian kalo harus mati seorang diri~” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“■■■■■■■...■■■■■■■■■,■■■■■■■■■■!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“IRIS-IRIS, KASIH KECAP, INJEK-INJEK, TONJOKIN, BACOKIN, GANTUNG, GEBOKIN, CEKEK!!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa, aku bantu kau lari. Orang-orang ini benar-benar sudah nggak waras.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, Yuuji! Yang penting sekarang adalah bagaimana cara melindungi nyawaku!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bisa melarikan diri dari amukan massa, kami pun langsung berlari turun ke lantai pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka memegang pipa baja dan tongkat kasti berhias banyak paku yang entah asalnya mereka dapat darimana. Kalo aku nggak salah mengira... hanya dengan ayunan pelan saja maka tembok yang ada di samping mereka bisa retak-retak!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yuuji, apa Yoshii benar-benar baik untukmu? Jadi rumor itu benar...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, Yuuji! Apa rumor yang Kirishima-san tadi katakan? Kenapa namaku tiba-tiba ikut muncul?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga kurang tahu! Yang kudengar setelah anak kelas D Tamano Miki menyatakan cintanya padamu, kau menggunakan hal yang berkaitan denganku untuk menolaknya, dan menyebabkan rumor menggelikan ini beredar!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berusaha mengingat kembali apa yang telah aku lakukan sampai saat ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba kuingat-ingat... percakapanku dengan Tamano-san sewaktu itu seperti— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, orang yang Aki-chan suka itu—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I, itu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“YYUUUUUUUJJJJJIIIIIIII!!!!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, jadi begitu... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I, Itu sih cuma rumor belaka! Orang-orang salah paham itu pasti karena sifat jelekmu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“aku merasa kau udah tahu apa sebabnya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja nggak! Kalo orang-orang tanya padaku apakah aku suka atau benci sama Yuuji, aku pasti langsung jawab &#039; aku sangat benci dia sampai-sampai mau kuhajar dia sampai babak belur&#039;!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sama dah! Kalo orang tanya apakah benci ataukah suka sama Akihisa, Aku pasti langsung jawab &#039; Aku rasanya mau injek-injek itu orang ampe jadi makanan ternak&#039;!&amp;quot;” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Hati kita berdua memang serasi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi, lihat mereka berdua, udah tinggal serumah sama cewek dan dinyatakan cintanya, tapi malah mereka tampak serasi dan saling menyukai...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini berbahaya sekali! Demi semua umat manusia yang ada di dunia, sepertinya kita harus kubur dia dalam-dalam dipuncak gunung.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yuuji, takkan kumaafkan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sama sekali nggak bermaksud seperti itu saat aku bilang kalo hati kami memang serasi! Tapi bagaimanapun aku mau menjelaskan, mereka pasti nggak mau dengar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yuuji, sebaiknya kita gerak cepat dan kabur. Belok kanan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berlari dari amukan massa dengan mata yang penuh akan putus asa. Menakutkan sekali! Teman sekelasku sangat menakutkan! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan kabur~jangan lari~Kau takkan bisa lari~” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat tongkat kasti metal yang mereka genggam sedang terbang kearahku, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemari!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami dengan cepat menghindar dengan masuk ke delam kelas. Mungkin cuma sebentar, tapi sepertinya mereka tadi sempat kehilangan jejak kami berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, sekarang ayo cepat kita cari sesuatu yang bisa dijadikan senjata...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bukan sekedar amukan massa yang menakutkan, tapi mereka juga membawa senjata, jadi kita juga harus punya senjata untuk bisa melawan mereka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji pun mati-matian mencari senjata terdekat yang bisa kami berdua gunakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, nggak lama kemudian, sesosok tubuh berotot kawat dan  bertulang besi dengan kemampuan bertarung luar biasa muncul di hadapanku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar. Dia adalah guru yang sedang memperhatikan ke arah kami dengan tampang malas, guru itu dipanggil dengan nama &#039;Tangan Besi&#039;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Tangan Besi? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat sekeliling kelas tersebut, apa yang muncul di depan mataku adalah buku-buku berjejeran rapi dengan judul &#039;Garis Dasar Bimbingan Konseling&#039;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
““Maaf! Kami salah masuk!”” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji bulu kuduknya langsung berdiri seraya menundukkan kepala kepada Tangan Besi dan langsung berbalik badan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sayangnya, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, kalian berdua sudah masuk ke kelas ini berkali-kali, jadi bapak rasa kalian aeharusnya sudah tahu kalau...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar suara keras dan kasar di belakang kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—pintu ruang konseling nggak bisa dibuka dari dalam tanpa menggunakan kunci.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun cara kami untuk memutar gagang pintu, besi baja ini nggak bergeming sama sekali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Buka! Cepat terbukalah! Keluarkan aku dari neraka ini!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Si, sialan! Dasar brengsek! Terbukalah!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Krak krak krak. Kami berusaha sekuat tenaga memutar gagang, tapi yang kami dapat cuma sensasi dingin dan kokoh dari gagang baja tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, kalian berdua. Aku nggak tahu ulah apa yang lagi-lagi kalian perbuat, tapi, nggak bapak sangka kalian berdua mau datang kesini dengan sendirinya untuk mengakui dan mendapat bimbingan, bapak merasa terharu sekali.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak nggak nggak, bapak salah paham... Itu sih Yuuji—si Idiot Sakamoto ini bilang kalo dia mau bimbingan dari bapak, jadi aku datang kemari mengantarnya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu dulu, dasar brengsek! Berani-beraninya kau berkhianat dan kabur sendirian! Tangan Besi, jangan salah paham! Ini orang—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup basa-basinya. Kalian berdua cepat kemari, walaupun bapak sedang sibuk, bapak masih bisa menolongmu untuk mendapatkan pelajaran tambahan extra.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;““NGGAK MAU!””&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leherku dan Yuuji pun langsung dicengkram oleh sepasang tangan yang kuat dan berotot. Tidak! Lepaskan aku! Seseorang tolong selamatkan aku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah apakah harapanku didengar Tuhan tiba-tiba pintu yang tadinya tidak bisa bergeming sama sekali saat ini sedang terdorong dari luar. Ja... jangan-jangan, ... keajaiban telah terjadi! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Pak guru, aku juga mau ikut pelajaran tambahan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kirishima-san berkata demikian, Pintu yang berada di belakangnya dengan perlahan  tertutup kembali. Pintu yang sudah seperti pintu penghubung ke masa depan kami, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh Kirishima. Kamu nggak butuh pelajaran tambahan, kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kalau begitu, Ijinkan aku  mengajari Yuuji pelajaran tentang pengetahuan jasmani dan juga pengetahuan umum.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Kamu baik sekali mau membantu. Kalo begitu pak guru bisa fokus untuk mengajari Yoshii.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu yang menghubungkan ke masa depan kami telah tertutup dengan gayanya yang dingin dan tanpa ampun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu dulu, Shouko! Aku nggak butuh kamu buat mengajariku! Apalagi tentang pengetahuan umum!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pak guru, ini tidak adil! Kenapa Yuuji mendapatkan pelajaran privat dari Kirishima-san, sedangkan aku harus berhadapan satu lawan satu dengan sang Tangan Besi? Aku mengajukan keberatan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong apa kamu ini? Kirishima adalah murid nomor satu. Kalian berdua harus banyak belajar darinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Pak guru, kami akan pindah ke sofa sebelah sana. Aku mau mengajari Yuuji tentang ujian praktek dalam hal kesehatan jasmani.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau dengar tadi, tangan besi? Bukankah dia baru saja bilang hal yang bisa membuat orang beranggapan kalo dia itu sakit jiwa? Aku nggak butuh pelajaran tambahan untuk hal semacam itu! Sekarang cepat lepaskan aku!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang tadi kamu sebut Tangan Besi?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Kenapa bapak malah cuma mendengarkan kata-kataku? Bukannya kata-kata Shouko sebelumku jauh lebih penting!!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bener tuh, pak! Yang paling penting itu si Yuuji telah menipu Kirishima-san! Sebagai guru, bukankah seharusnya bapak membimbingnya ke arah yang benar!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berisik! Kalian jangan banyak bacot dan cepat duduk!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;““NGGGAK MAU!””&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“““...”””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kayaknya itu dua orang udah nggak bakalan bisa keluar.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terpaksa kita hanya bisa membunuh mereka besok.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sangat disayangkan sekali. Gue bener-bener mau bunuh mereka hari ini juga~!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, kami berdua dipaksa untuk mengikuti pelajaran spesial dari tangan besi sampai waktu gerbang sekolah ditutup.&lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah lagi-lagi hujan…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pelajaran tambahan spesial selesai, akupun berjalan keluar gerbang sekolah, dan langit mulai gerimis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku lagi-lagi nggak bawa payung, tapi setelah pengalaman di hari kemarin, aku memutuskan untuk tidak usah berteduh, dan lari secepatnya sampai ke rumah. Tapi ternyata, nggak seperti hari kemarin, hujannya langsung reda sebelum aku sampai di rumah. Ampun deh... entah kenapa aku merasa harus banyak belajar dari kesialan kecil seperti ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pulang…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuka pintu depan sambil mengibas air basah yang berada di tubuhku dengan tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U...Ummm... selamat datang, Akihisa-kun!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Aku pulang. Himeji-sa—NNNNNNN!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san, yang pulang lebih awal dariku, dengan cepat datang ke pintu depan untuk menyapaku. Sopan sekali... seharusnya ini sopan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, Himeji-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I, iya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakaian yang kamu kenakan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I, ini pakaian yang ku kenakan sehari-hari! Ini yang biasa kukenakan kalo di rumah!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenakan kaos yang memperlihatkan bahunya, lalu rok pendek yang akan memperlihatkan gambar berbahaya kalo dia menunduk! Bagaimanapun aku melihatnya, ini sih terlalu vulgar! Penampilannya yang sekarang membuat Himeji-san terlihat sedikit nakal... Ukuran dada Himeji-san sangatlah besar, dan pakaian vulgar ini sangat memperlihatkan bahunya, sangat-sangat memperlihatkan sampai orang biasa pasti tidak akan bisa menahan nafsu. Dan jangan kaget kalau nanti tiba-tiba bajunya akan merosot dari bahu… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah kamu biasa memakai ini kalau dirumah? Kelihatannya kamu kemarin-kemarin nggak pernah menggunakannya…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, Himeji-san selalu mengenakan pakaian yang tidak menunjukkan banyak aurat, dan roknya pun lumayan panjang. Melihat dia mendadak berganti dengan gayanya yang berani, sebenarnya apa penyebab dia bisa berujung seperti ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemarin…i, iya, beberapa hari kemarin cuacanya sangat dingin! Dan hari ini cuacanya sudah mulai kembali hangat, jadi aku juga kembali mengenakan apa yang biasa aku kenakan.!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar hari ini lebih panas dari hari kemarin, tapi nggak perlu sampai dia harus mengganti apa yang biasa ia kenakan, apalagi hari ini hujan. Walau sedikit lebih hangat, tapi aku masih merasa kedinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu kenapa, Himeji-san?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak kenapa-kenapa kok! Aku biasa-biasa aja!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san terlihat panik dan menaikkan nada suaranya. Melihat situasinya, pasti ada sesuatu yang nggak beres.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, aku ini laki-laki tulen, tentu saja aku senang melihat Himeji-san mengenakan pakaian yang sensual dan buka-bukaan. Tetapi itu kalo aku nggak memikirkan keselamatan diri-sendiri. Kalo saja kakak menemukan aku sedang tinggal bersama Himeji-san yang saat ini sedang memakai baju yang buka-bukaan. Dia pasti langsung mematahkan dua atau tiga jariku sekaligus. Dan lagi... melihat Himeji-san yang seperti ini, mungkin saja aku akan kehilangan akal sehat dan berujung berbuat hal yang dilarang agama secara tidak sengaja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong. Apa kamu mau makan dahulu? Apa kita makan malam dahulu? Atau... kamu mau makan malam?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini kedengaran seperti kalimat mesra yang sering digunakan pengantin baru, tapi kayaknya sedikit berbeda dari yang Himeji-san tadi katakan. Tadi kedengarannya sangat mirip seperti seseorang berkata padaku dengan kalimat &#039;Pilih mana? kuburan apa rumah sakit.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu, Aku sarankan kamu pilih—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pilih mandi dulu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, mandi, ya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar jawabanku, Himeji-san terlihat seperti mau mulai memberanikan dirinya dan sejenak berhenti berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka, kakakalau begitu—aku akan membantu menggosokkan punggung kamu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bicara apa cewek ini barusan? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ha?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun hanya bisa bereaksi mengeluarkan nada kebingungan. Eh… tadi Himeji-san ngomong apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan jangan jangan! Himeji-san, aku akan menggosokkannya sendiri!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf. Aku tahu kalo masuk ke kamar mandi dengan masih menggunakan handuk itu nggak adil. Tapi aku masih belum berani kalo harus sama-sama telanjang...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“KAU TADI NGGAK DENGERIN AKU NGOMONG YA?! DAN LAGI, KAMU MAU MASUK KAMAR MANDI DENGANKU?”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa dia berpikir bencana nggak bakalan terjadi saat dia menggosokkan punggungku…? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka, kamu nggak usah memaksakan dirimu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak, aku nggak memaksakan diri!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja, jangan memandangku seperti itu. Se... sebenarnya, aku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berbicara terbata-bata, tapi dia kelihatan sangat berusaha keras untuk berkata sesuatu padaku dengan memaksakan keluar suaranya yang tertekan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pa... payudaraku…lumayan…besar, tau…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata seperti itu, mungkin karena terlalu malu, wajah Himeji-san tersipu malu dan langsung menundukkan kepalanya kebawah. A... apa? Apa yang membuatnya bisa mendadak berubah seperti ini? Dan nggak usah dibilang juga, aku itu sudah tahu seberapa besar payudaranya! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tutututunggu dulu, tenangkan dirimu, Himeji-san! Sebenarnya ada apa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak ada apa-apa kok! Kalo cowok dan cewek melakukan hal seperti ini sih normal! Dan jauh lebih sehat daripada cowok melakukannya dengan cowok!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san meneruskan perkataannya. Huh? Cowok dengan cowok? Sehat? Jangan-jangan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Himeji-san. Apa kau tadi mendengar rumor aneh di sekola—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U, udara disini sedikit panas ya, Akihisa-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku belum selesai bicara, Himeji-san langsung memotong pembicaraan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengibas-ngibaskan tangannya ke arah dada dan terlihat sangat gugup, mungkin dia bermaksud untuk menarik perhatianku dengan menunjukkan daerah payudaranya. Tapi Himeji-san benar-benar nggak tau caranya merayu dan hanya mengibaskan tangannya dengan cara asal-asalan.&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 151.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, Himeji-san…kamu pasti merasa malu, kan? Sebaiknya jangan paksakan dirimu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Malu? Malu kenapa? Aku nggak ngerti!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia dengan kekanak-kanakkan menyenderkan badannya padaku. WAH! Kalo ia menyandarkan badan ,kerah bajunya akan terbuka sangat lebar, dan bisa-bisa aku akan melihat apa yang gak seharusnya kulihat! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kosong... Kosong adalah berisi, dan berisi adalah kosong…  isi kepala cepatlah pergi, jangan sampai diisi dengan pikiran kotor!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatku yang sedang berusaha menyingkirkan nafsu jahat, Himeji-san hanya bisa membelalakkan matanya. Sebenarnya cewek ini nggak perlu merayuku dengan metode seperti ini! Efeknya malah akan jadi lebih besar! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhu…Akihisa-kun masih belum juga tertarik denganku…apa aku harus meniru hal-hal yang tertulis dibuku ini…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san membalikkan badannya dan menggerutu seraya ia mengeluarkan buku referensi rahasia yang kakak sita dariku—OI, TUNGGU DULU! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Himeji-san, apa yang lagi kamu baca? Itu bukanlah bacaan untuk anak perempuan! Bisa segera kamu kembalikan padaku? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…tapi, kalau dia menyimpan buku ini, bukannya itu berarti Akihisa-kun tertarik pada perempuan? Tapi Akihisa-kun nggak bereaksi apa-apa terhadapku, jadi Akihisa-kun tidak mempedulikan aku sama sekali...uuu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu menangis? Seharusnya aku yang saat ini harusnya menangis!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu keterlaluan…Akihisa-kun... kamu keterlaluan…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san menutup wajah dengan kedua tangannya dan mulai menangis di hadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pulang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, suara kakak terdengar dari koridor depan  rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhh! Kakak sudah pulang! Himeji-san, tolong berhenti menangis dan ganti bajumu dengan sesuatu yang nggak buka-bukaan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menyuruhku mengganti baju yang nggak buka-bukaan. Akihisa-kun nggak tertarik sama sekali denganku... kamu jahat...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Si, sialan! Kalo begitu, seenggaknya kembalikan buku porno—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak! Aku akan kesulitan kalo buku ini diambil! Ini adalah panduan untuk membuat Akihisa-kun tertarik pada perempuan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berkata yang aneh-aneh deh—Himeji-san, cepat menyerahlah dan berhenti melawan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“NGGAK!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san terus-terusan memeluk buku porno erat-erat di dadanya. Apa boleh buat, kalo begitu aku harus pake cara yang sedikit memaksa.. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku sedang menggenggam lengan Himeji-san, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…kakak sepertinya bisa mengerti apa yang sedang terjadi disini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mirisnya, aku pun kehabisan waktu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, kakak, selamat datang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang, Akira-san” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kakak pulang.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakak menjawab dengan senyum yang misterius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aki-kun, silahkan pilih jari mana yang kamu suka.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat seperti ini, sebenarnya sudah cukup bagus kalo jari yang terkilir bisa menyelesaikan keributan ini... haruskah hal ini kuungkapkan demikian?&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Ketiga&amp;diff=241968</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Ketiga</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Ketiga&amp;diff=241968"/>
		<updated>2013-04-13T16:21:38Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Soal Ketiga&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 102b.jpg|200px]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 102a.jpg|thumb|150px]]&lt;br /&gt;
Dari gambar disamping, tentukan identitas Sistem Kasta India dari nomor 1-4&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Himeji Mizuki&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
① Brahmana&lt;br /&gt;
② Ksatria&lt;br /&gt;
③ Vaisya&lt;br /&gt;
④ Sudra&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, jika di terjemahkan dari atas ke bawah, secara terpisah mereka bisa disebut &#039;pendeta&#039;, &#039;pejuang&#039;, &#039;penduduk&#039; dan &#039;budak&#039;. Ini lebih baik untuk diingat artinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Tsuchiya Kouta&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
① Raja Brahmana&lt;br /&gt;
② Ksatria Brahmana&lt;br /&gt;
③ Orang-orang Brahmana&lt;br /&gt;
④ Brahmana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 103.jpg|thumb|150px]]&lt;br /&gt;
Bisakah kau mengingat sesuatu yang bukan Brahmana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Yoshii Akihisa&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
① Brahmana (Ibu)&lt;br /&gt;
② Brahmana (Kakak perempuan)&lt;br /&gt;
③ Brahmana (Lainnya)&lt;br /&gt;
④ Brahmana (Adik laki-laki)&lt;br /&gt;
⑤ Brahmana (Ayah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana sebenarnya ayahmu diperlakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang buruk setelah itu, dan hari itu berakhir begitu saja. Selanjutnya, Himeji dan aku berpura-pura untuk bertemu di jalan dan pergi ke sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Himeji yang bertugas untuk hari ini, dan harus pergi ke ruang staff. Jadi aku pergi sendiri ke kelas dan melihat Yuuji yang lemah terbaring di tempat duduknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pagi Yuuji-heh, apa yang terjadi dengan mukamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berjalan di dekatnya dan ingin menyapa dia, aku menemukan mukanya penuh dengan memar dari semua ukuran, yang sangat mengagetkanku. Benar. Seluruh wajahnya penuh luka dan memar. Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, pagi Akihisa. Aku hanya jatuh dari tangga karena kurang tidur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kurang tidur... kau bermain komputer game semalaman?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya... itu adalah permainan yang sangat realistis. Saat aku tertangkap, aku akan dikunci di sebuah ruangan yang tidak berbeda dengan penjara.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Heh~ aku tidak tahu kalau ada game seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah game itu dijual di pasar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak ingat melihat game seperti itu. Mungkin karena aku susah bermain game sejak kakak tinggal bersamaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi untuk Yuuji yang kurang tidur seperti itu, mungkin itu game yang agak menarik, bukan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, ini bukan tentang menarik atau enggaknya.Itu... lebih seperti game bertahan hidup dimana aku harus terus main bahkan jika aku ingin berhenti. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Um... oke. Aku akan coba game itu lain kali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Serahkan itu padaku. Bahkan jika kau tidak bersedia, aku akan membuatmu bermain sampai selesai. Kita akan mulai bermain nanti pulang sekolah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada Yuuji mempunyai tekad misterius di dalamnya. Jarang untuk Yuuji untuk merekomendasikan hal ini begitu kuat. Apa game ini benar-benar menarik? Bahkan aku tak sabar untuk itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, bicara tentang ini...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Yuuji yang berkilau dengan anehnya, mungkin berpikir tentang isi game itu. Untuk jaga-jaga, aku sengaja berbicara dengan pelan untuk meminta sesuatu aku ingin tahu sepanjang waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yuuji, kau belum memberitahu siapa-siapa, kan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, itu hal yang aku bicarakan adalah fakta bahwa aku tinggal dengan Himeji. Jika ini terungkap, aku akan dikejar oleh semua orang di kelas, jadi aku harus menjaga rahasia ini serahasia-rahasianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku belum memberitahu siapa-siapa. Itu yang kau harapkan, bukan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berbicara itu, Yuuji yang terluka dan memar di wajah tersenyum berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Um, seperti yang diharapkan dari orang yang paling dipercaya ketika kita berada di perahu yang sama. Setelah orang ini dapat kugunakan, keselamatanku terjamin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terima kasih, itu sangat membantu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berterimakasih padanya, aku kembali ke kursiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak bisa menahan diri untuk bertanya ke Yuuji sekarang hanya untuk berjaga-jaga, tapi tidak perlu khawatir, dia akan mengungkapkan rahasiaku pertama kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas ini lebih tenang dari biasanya, hal ini tidak seperti sesuatu yang besar akan terjadi. Selain itu, setelah orang-orang ini tahu bahwa Himeji dan aku hidup bersama, sifat mereka tidak akan mengizinkan mereka untuk duduk kembali. Orang-orang ini akan langsung lompat padaku setelah mereka melihatku, dan mereka tidak melakukannya, yang akan menjadi bukti besar bahwa rahasiaku belum terungkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Ada apa? Hari ini agak sepi daripada kemarin.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, pagi Hideyoshi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohh, Hideyoshi, ternyata kau datang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pagi, Akihisa, Yuuji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena praktek pagi itu Hideyoshi datang ke dalam kelas kemudian. Dia memandang sekeliling dan mengatakan itu. Memang benar kemarin benar-benar berisik...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika ini terjadi setiap hari, ini akan menjadi buruk bagi kesehatan kita. Benarkan, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, begitulah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Hideyoshi merasakan sesuatu yang aneh saat ia memberikan tatapan aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah ini &#039;saat tenang sebelum badai&#039;…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi bergumam sendiri, dan untuk beberapa alasan, kata-katanya masih ada ditelingaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanda itu tidak pernah terjadi, dan tidak ada yang spesial terjadi dan berjalan terus sampai pembubaran sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kelas selesai. Jangan berjalan-jalan. Lekas pulang ke rumah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata penyelesaian ini, kelas pendalaman bubar. Tetsujin (Ironman) tidak tinggal lama dan langsung meninggalkan kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, aku akan ke aktifitas klub.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti  mengikuti Tetsujin, Hideyoshi nenbawa tasnya dan pergi ke ruang olahraga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf, aku dipanggil untuk memberikan bantuan di ruang staff. Pulang duluanlah, semuanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Himeji menyiapkan tasnya dan pergi keluar kelas. Aku pasti akan membuatnya tak enak jika aku menunggu dia disini, jadi aku memutuskan untuk pulang duluan seperti apa yang dikatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo kita pulang, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Ahh, tunggu sebentar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji mengatakan &#039;tunggu&#039; dan tidak mengambil tasnya. Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah sekarang aman, Muttsurini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Tidak ada tanda-tanda orang sekitar yang akan menghentikan kita. Tidak masalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji menutup matanya dan mengangguk ke Muttsurini? Seseorang yang akan menghentikan kita? Apa yang mereka bicarakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semuanya, maaf membuatmu menunggu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, aku tidak menunggumu begitu lama…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm? Mata Yuuji sepertinya melihat kearahku, dibelakangku-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-Ayo kita mulai festivalnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;YEAH! AYO BERPESTA!!!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura membunuh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum aku berpikir terlalu banyak, tubuhku bereaksi dengan insting dan tiba-tiba meloncat. Sesaat kemudian, ada sebuah meja tambahan dimana aku sedang berdiri. Apa? Apa yang dimaksud dengan melempar meja ke tatami!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yuuji! Apa yang terjadi!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa! Hari ini adalah hari dimana kau akan mati! Kembalilah diam-diam ke neraka dan menyesal terlahir di dunia ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semenjak Sakamoto memberitahu tadi pagi, kami sudah menunggu momen ini sangat lama, Yoshii!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kami menunggu sampai pulang sekolah agar tidak ada siapapun yang akan mengganggu kita. Kami akan membuatmu melihat neraka dengan jelas! MATI KAU! YOSHII AKIHISSSSSAAAAAA!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;KAU PUNYA KEBERANIAN UNTUK TINGGAL BERSAMA HIMEJI KAMI PASTI AKAN MENGHANCURKAN KESENANGANMU!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak tahunya, teman kelasku membuat beberapa lapis tembok manusia di sekitarku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana ini bisa terjadi! Orang-orang yang berpikir sederhana juga cepat kaki ini bisa dapat bertahan sampai sekarang  setelah mengetahui rahasiaku hanya untuk menghukumku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika kita menyerang kau dari awal, masih akan ada pelajaran di tengah jalan, dan eksekusinya akan disuruh berhenti untuk sementara waktu. Tapi aku tidak akan melepaskanmu begitu saja. Akihisa, nikmati waktu kesenangan setelah sekolah dengan semua!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Yuuji memberikan kilatan jahat yang tidak aman. Dia tidak mengambil tindakan kepadaku kemarin saat dia tahu rahasianya, bahkan mengatakan dia akan coba untuk merahasiakan ini untukku. Apa itu semua bohong!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yuuji! Kenapa kau menghianatiku!? Kau sudah berjanji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sayang sekali, itu hanya berguna untukku saat itu efektif. Kalau tidak berguna bagiku bahkan membuat masalah untukku, yang hanya tersisa adalah amarahku! Aku tidak bisa mengembalikan sesuatu dengan membunuhmu, tapi aku tidak bisa menghilangkan amarahku jika aku tidak melakukan ini…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu apa yang Yuuji bicarakan sama sekali, tapi aura membunuh yang dia tunjukkan jelas-dan aku benar-benar yakin tentang hal ini. Orang ini ... benar-benar berniat untuk mengirimku ke neraka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua! Tenang! Yuuji sudah pasti bohong! Bagaimana bisa Himeji tinggal di rumahku? Itu perangkap yang dibuat Yuuji!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kabur dari krisis di depanku ini, aku pasrah menyebutkan kata tanpa dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. semua, tunggu sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, satu-satunya perempuan yang tetap tinggal di kelas—Minami tiba-tiba berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mi, Minami, apa kau akan menyelamatkanku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah kau menolongku menjaga Hazuki kemarin? aku harus berterima kasih padamu untuk itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami berkata dan tersenyum padaku. Itu bagus! Aku akhirnya selamat! Setelah kupikir-pikir, aku sering dalam bahaya, tapi ini mungkin pertama kalinya seseorang membelaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aki, Terima kasih untuk kemarin. Karena kau, Hazuki tidak mengalami demam karena hujan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ini aku gembira, Minami mengibaskan kunciran rambutnya sedikit dan menunduk sedikit kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak tidak, tidak masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataannya, tidak ada masalah sama sekali. Hazuki hanya adik perempuan Minami dan temanku, jadi kita harus menolong satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, kau sangat menolong kita. Karena ini, aku…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena ini…jadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Jadi aku dapat mengetahui kalau Mizuki memang tinggal di rumahmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SEMUA ORANG TOLONG AKU! BOLA MATA MINAMI TELAH HILANG CAHAYANYA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TUNGGU…! JANGAN KEMARI, YOSHII! KAMI JUGA AKAN TERLUKA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SHI, SHIMADA! KAU HANYA INGIN MENYEMBELIH YOSHII, BUKAN? KAMI TIDAK MELAKUKAN APA-APA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura membunuh Minami membuat seluruh orang yang mengelilingiku menjauh. Apakah ini bagaimana kita harus berterima kasih dan dihukum saat diperlukan? Apa Minami ingin berterima kasih padaku dan mengeksekusiku saat dia berkata &#039;tunggu sebentar&#039; ketika aku masih sadar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir Hazuki tertukar Akira dengan Mizuki, tapi setelah apa yang Sakamoto katakan, sepertinya Hazuki tidak salah. Aki, kau benar-benar mengetahui bagaimana membuatku marah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasar Yuuji…kenapa dia memberitahu rahasiaku! Jika dia tidak berbicara terlalu banyak, Minami harusnya berpikir bahwa Hazuki itu salah, dan kejadian ini tidak akan memburuk…ah, aku tidak bisa membiarkan kejadian ini terus seperti ini! Harus mencari cara untuk kabur! Ketika semuanya mundur karena ketakutan pada Minami, ini bisa menjadi kesempatan terbaik buatku untuk kabur!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa mati disini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Yoshii! Tunggu sebentar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar kau! Kau berani untuk kabur!? Sakamoto, apa yang harus kita lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan panik. Kirim 5 orang untuk mengejar dia. Yang lainnya harus berjaga-jaga di pintu gerbang sekolah, dan perkecilkan garis pertahanannya. Kita punya banyak waktu untuk menangkapnya. Jangan panik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“““MENGERTI!”””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembicaraan itu bisa terdengar dibelakangku. Aku mungkin bisa kabur jika mereka mencariku dengan cara panik. Dasar si Yuuji…mungkin ini karena dia harus kabur beberapa kali karena dia mengetahui semua skenario tersangka yang sangat tidak ingin ditemui olehnya! Aku merasa kalau dia adalah seseorang yang sangat menjijikan saat kita berada disisi yang sama, tapi dia sangat menjengkelkan saat aku musuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yuuji…Aku akan membalasmu atas kejadian hari ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan karena diburu…AKU AKAN MEMBALASMU DENGAN NYAWAMU!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bukan pria jika tidak balas dendam. Aku sungguh berjanji pada diriku sendiri dan dengan cepat aku lari ke sekolah baru untuk menghindari garis pertahanan Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Seseorang menjaga bagian sini juga…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berhasil kabur dari 5 orang, aku pergi menuju lantai satu dan melihat sekitar, tapi aku bisa melihat anggota kelas F dimana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial…aku tidak bisa kabur kalau begini jadinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sangat gelisah karena aku merasa menggigit kuku jariku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji biasanya idiot, tapi tidak peduli seberapa busuk dirinya, aku tidak bisa meremehkan faktanya bahwa dia pernah disebut &#039;Jenius&#039;. Taktik yang Yuuji perintahkan sangat tepat dan itu sangat menjengkelkan, semua pintu keluar yang bisa memimpin orang lain (juga jendela) dijaga. Tidak hanya dijaga saja, tapi menunjukkan tanda-tanda garis pertahanannya menciut. Bahkan jika aku sengaja menunjukkan diriku sendiri untuk memberantakan gerak gerik mereka, orang-orang ini tidak hanya mengikuti saja, dan kontak dengan sesama lain tidak runtuh saat mereka menutupiku, sedikit tapi pasti. Mereka mempunyai gerakan yang efisien saat menutup, dan aku tidak bisa menyembunyikan keberadaanku sama sekali dan menerobos garis pertahanan mereka. Ini buruk, ini sangat buruk!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begini, aku hanya bisa memikirkan cara untuk ke jendela lantai dua dan loncat…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak ingin melakukan ini, tapi apa boleh buat. Sebaiknya pergi ke kelas anak-anak junior dan loncat keluar jendela…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekalinya aku mempunyai pemikiran ini, aku melihat sekitar untuk mengecek situasi dan pergi ke lantai dua. Pada saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana dengan sisimu? Kau melihatnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku baru saja melihat dia. Kita sudah pasti mengepungnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, lanjutkan dengan rencana Sakamoto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa melihat orang-orang kelas F mengejarku sampai lantai dua. jadi mereka sudah menciutkan garis pertahanannya sekecil itu…untuk berpikir tentang keraguanku untuk keluar jendela dan mengecilkan garis pertahanan sedikit demi sedikit seperti ini…dasar Yuuji!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang berbahaya untuk kabur dari lantai dua. Sekarang, aku hanya bisa menuju ke lantai tiga atau empat, atau bisa saja ke atap. Tanpa persiapan sama sekali, tidak mungkin melompat dari jendela dan berharap selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial. tindakanku sedang dikontrol oleh dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada perasaan lemah seperti aku sedang dipaksa ke jalan bunu. Jika ini berjalan terus, aku pasti  akan terjebak total. Jika aku harus melakukan sesuatu sebelum aku mati, cara terbaik adalah membunuh Yuuji…tetapi sayangnya, tidak ada kesempatan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, aku hanya bisa mengertakkan gigi dan pergi ke lantai tiga. Aku sama sekali tidak kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, aku hanya bisa memakai alat untuk kabur dari api—tidak, jika aku memakai barang yang pelan itu untuk menangkap mereka, mereka akan menungguku sampai aku turun, dan ini semua aka berakhir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, aku lebih baik untuk ke lantai tiga dan mencari cara untuk kabur. Mungkin ada sesuatu yang bisa kupakai…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yoshii, apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba ada suara yang datang dari belakangku dan hampir membuatku teriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial! Apakah aku sudah ditemukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku secara berkala melihat kesana kemri untuk melihat orang yang berbicara—yang memanggil namaku. Seorang perempuan dengan rambut pendek rapi dan mata tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh? Kalo nggak salah kau…  ketua kelas C, Koyama-san?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yep. Tumben inget.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san menjawab dengan ekspresinya yang malas-malasan. Entah kenapa? Aku merasa seperti ya dia sudah tahu kalau akan aku panggil, tapi kenapa dia malah memanggilku terlebih dahulu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggu, sekarang bukan saatnya berpikiran hal lain. Sekarang, yang paling penting adalah bagaimana cara kabur dari krisis ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang lari menyelamatkan nyawa karena beberapa hal yang telah terjadi. Kalo nggak ada perlu, aku mau lanjut lari!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku sudah siap dengan ancang-ancang dan berlari— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu dulu. Apa kau sedang dikejar-kejar sama anak-anak kelas F?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iye.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san mulai bertanya hal-hal aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa… karena fakta bahwa aku dan Himeji-san tinggal bersama sudah ketahuan, jadi— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh…singkatnys, karena mereka semua sedang iri padaku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iri? Un…Begitu ya....” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Koyama-san pun langsung terlihat seperti memancarkan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan lebih cepat dari yang aku rencanakan. Dasar kelas F....” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san mulai menggerutu. Kenala ya dia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Kalau begitu, akan kubantu kau melarikan diri.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak disangka ia akan bicara seperti itu, aku jafi curiga. Dia mau membantuku melarikan diri? Seorang Koyama-san? Mau membantuku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau jangan salah paham. Aku bantu karena, kalau kelas F membuat kekacauan lagi, reputasi kita sebagai kelas 2 yang sudah dicap buruk ini akan makin terpuruk. Aku melakukan ini bukannya mau menolongmu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san menjawab pertanyaanku dengan sikap dingin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, begitukah, jadi itu alasannya. Memang benar akhir-akhir ini kakak-kakak kelas 3 melihat kita dengan tatapan kurang menyenangkan. Sebagai sesama kelas 2, dia tidak bisa hanya duduk diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baiklah, apapun alasannya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koyama-san, apa benar kau mau membantuku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yep, anggap hari ini pengecualian.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baguslah! Nggak disangka akan ada orang yang mau mambantuku! Apalagi yang membantu Koyama-san! Hal ini pasti nggak akan terpikirkan oleh Yuuji, mungkin aku akan benar-benar bisa lolos dari semua ini dan bertahan hidup!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Singkat cerita, kau sedang diburu oleh teman-teman sekelasmu, kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya begitulah. Dan mereka sedang memburuku secara perlahan. Saat ini aku hanya bisa lari ke lantai keempat atau atap sekolah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fuun…kalau begitu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Goso goso, Koyama-san mengeluarkan sesuatu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakai baju ini, pake juga wig dan berpura-puralah jadi cewek. Kurasa cukup. Dengan begini seharusnya kau bisa nggak akan dikejar-kejar lagi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san mengeluarkan seragam perempuan dan sebuah wig, atau bisa dibilang perlengkapan pakaian wanita. Eh… kenapa Koyama-san mempunyai barang-barang seperti ini? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koyama-san, jangan-jangan kau…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Apa ada yang membuatmu kurang suka?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan-jangan kau…itu adalah seorang pria?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berpikir macam-macam deh!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diapun marah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keadaanku nggak ada urusannya sama sekali dengan kau, kan? Mau pake apa nggak nih?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san menjawab dengan wajah tidak senang. Uu... lagi-lagi pakaian perempuan... sebenarnya, aku nggak rela. Aku nggak mau memakai pakaian perempuan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar, si Aki, kemana sih dia lari? Aku baru akan memaafkannya jika dia sudah kudorong jatuh dari atap gedung. Dan kalo dia masih bisa bergelantungan, langsung akan kudorong lagi tanpa basa-basi!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, suara angin yang terdengar barusan membisikkanku hal mengerikan. Kalo membandingkan antara harga diri dan nyawa, nyawa lah yang lebih penting! Saat ini, aku nggak punya pilihan walau harus memakainya sekali ataupun dua kali.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koyama-san, aku pinjam deh. Makasih.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bilang kek daritadi? Dasar merepotkan. Cepat ini ambil.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau sedikit jengkel, Koyama-san pun memberikan pakaiannya padaku . Saat ini, aku sudah nggak punya hak buat komplain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, apa nggak apa-apa kau meminjamkan baju ini padaku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak apa-apa. Lagipula baju itu memang spesial untukmu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Untukku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Nggak, nggak apa-apa! Gausah khawatir.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san pun melambaikan tangannya dan terlihat sedikit panik. Un…Aku nggak begitu mengerti… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okelah, makasih ya, Koyama-san.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa pemburu-pemburu kelas F belum melewati lorong kelas kosong yang ada di gedung sekolah tua. Kau bisa ganti baju disana.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Un! Kalo begitu aku pergi ganti baju dulu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengambil seragam dan rambut palsu dari Koyama-san,  aku berputar ke arah lorong kelas kosong.  Area tempat untuk mereka menangkapku semakin sempit dan makin menyempit, sekarang aku nggak ada waktu untuk ragu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu selamat berjuang... untukku....” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san berkata dengan meninggalkan arti tersembunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seragam &#039;cewek&#039;… biasanya cowok nggak akan pernah sedikitpun berasosiasi dengan barang ini...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berlari melewati lorong koridor yang menghubungkan antara gedung kampus lama sambil menggerutu pada diri-sendiri. Untungnya, seperti yang Koyama-san bilang, pengejarku masih belum melewati kelas ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saa... bukan saatnya untuk bernafas lega. Lebih baik cepat-cepat ganti…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terburu-buru masuk ke dalam kelas kosong, menutup pintunya dan langsung melepas pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eerm…cara pakenya gimana nih?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memakai seragam cewek ternyata sangatlah rumit. Dan aku benar-benar nggak tau caranya, tapi kalo aku kelamaan memakai dan mereka menyergap kelas ini, pasti bakalan gawat. Seenggaknya, lebih baik aku pakai wignya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berpikir sejenak, aku langsung strip tease sampai aku hanya mengenakan boxer dan memakaikan wig yang ada di tanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Aki-cha—Yoshii-kun!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara seorang murid cewek yang tidak ku kenal pun tiha-tiba masuk ke kelas. Tidak mungkin! Para pengejarku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat apa yang Koyama-san bilang!  Aki-cha…Yoshii-kun benar disini!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang cewek yang terlihat pendiam dan juga sopan dengan 3 tali kepang tersipu seraya sambil menatap tajam ke arahku. Apa ia itu pembunuh yang diutus oleh Yuuji... bukan, cewek ini nggak mungkin salah seorang pengejarku. Bagaimana mungkin seorang cewek biasa bergabung dengan grup mengerikan macam FFF?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… kalo begitu, mau apa cewek ini mengikutiku dan masuk ke kelas ini? Mendengar dari kata-katanya barusan, aku bisa tahu kalau dia sedang mencariku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah kuduga…manis sekali…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada apa ini? Tatapan cewek ini membuatku terasa panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm…Aku Tamamo Miki dari kelas D.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, iya. Aku Yoshii Akihisa dari kelas F.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami memperkenalkan diri dan menundukkan kepala satu sama lain. Nyawa dan hidupku saat ini sedang terancam. Tapi apa yang sedang aku lakukan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm…bisa aku bicara padamu sebentar?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, saat ini aku sedang dikejar, dan aku hanya mengenakan boxer. Kalo boleh, bisa kita bicara lain kali saja?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, sebenarnya aku—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Halo, apa kau tadi mendengarkanku? Aku tadi bilang kalo &#039;aku sedang dikejar-kejar&#039; dan &#039;aku hanya memakai boxer&#039;. Situasi ini bukan waktu yang tepat untuk bicara dengan santai! Kenapa kau malah lanjut berbicara?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memang terlihat sangat sopan, tapi ternyata dia tipe seseorang yang bertindak semaunya sendiri. Tipe yang susah untuk bisa akrab...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, aku mempunyai seseorang yang aku suka.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I, Iya. Baguslah. Ngomong-ngomong, bisa kamu membalikkan badan sebentar?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang itu sangat, sangatlah manis~” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seseorang yang manis. Baguslah. Ngomong-ngomong, That’s great. Anyway, bisa kamu membalikkan badan sebentar?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan dia sedikit bego.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah! Aku sudah tahu kamu punya seseorang yang kamu suka! Tapi bisa kamu membiarkanku ganti baju sebentar?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini aku merasa malu sekali, tapi dia nggak ada niatan sama sekali untuk berpaling menatapku. Be... becanda macam apa ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, orang itu terlihat sangat bahagia setiap hari~” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, Iya. Oke.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa boleh buat. Aku nggak begitu mengerti apa yang ia bicarakan, tapi sepertinya dia sedang tidak berkonsentrasi padaku, jadi aku akan  menggunakan pakaianku sebagai penutup dan diam-diam berganti pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa bahagia bila dekat dengannya. Itulah kesan yang anak itu berikan padaku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak itu? Panggilannya sedikit aneh, tapi hal yang barus diutamakan adalah cepat ganti pakaian dahulu. Sangat memalukan sekali rasanya harus memakai baju perempuan di depan perempuan, saking malunya sampai-sampai aku mau mati aja... tapi, kalo aku nggak pake, bisa-bisa aku akan mati beneran...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, begitu ya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab dengan asal, dan mulai mengambil kemejanya, lalu aku pun kepikiran, kalo cuma kemeja, cewek ama cowok nggak ada bedanya kan? Kalo begitu, aku pakai yang punyaku saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku mengambil kembali kemejaku yang baru saja aku lepas,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya bener! Dia itu sangat sangat manis! Pokoknya manis banget deh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku yang hampir saja menjangkau pakaian tiba-tiba diserobot. Ehhh!? Apa ia tadi dengar tanggapanku barusan!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu, tunggu dulu, Tamano-san! Tenangkan dirimu dan lepaskan tangan—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia manis sekali, dia sangat ma is! Saking manisnya bahkan mau aku telen dia bulat-bulat!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya daritadi juga aku sudah tahu kalau dia manis! Jadi cepat kembalikan kemejaku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia terlalu gembira karena ia sedang terus-terusan menggenggam tangan serta kemejaku. Tunggu… situasi macam apa ini? Aku hanya mengenakan boxer sedang merebut baju dengan seorang wani lakukan dengan perempuan what’s the situation now? Why am I wearing boxers and tussling over a shirt with a girl in an empty classroom? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia sangat manis sampai-sampai aku lupa kalo dia laki-laki!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibanding dengan teriakannya, tarikan tangan Tamano-san jauh lebih keras, dan pakaianku pun pindah tangan tanpa ada  perlawanan. A... aku kalah adu tenaga dengan seorang cewek.&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 123.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai cowokpun, aku sangat terpukul atas hal ini, tapi melihat situasi yang sekarang, sangatlah sulit untuk mendapatkan kembali pakaianku dari tangannya , terpaksa aku hanya bisa meraih baju pinjaman dari Koyama-san. Sial... Aku nggak pernah bermaksud untuk menodai baju pinjaman ini!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan di sekolah, anak itu punya banyak penggemar cowok ataupun cewek!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“TUTUTUTUNGGU DULU! KENAPA KAU LAGI LAGI MERAMPAS BAJUKU !!! KOMOHON, TOLONG CEPAT KEMBALIKAN BAJUNYA PADAKU!! AKU AKAN PUNYA MASALAH BESAR KALO NGGAK PAKE BAJU INI!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cewek didepanku satu ini merampas baju yang dipinjamkan Koyama-san dengan kekuatan yang luar biasa. Cewek ini kelihatannya sedang mengigau, tapi matanya selalu menatap kearahku! Kalo begini, jangankan anak-anak kelas F, bahkan aku nggak akan berani tampil di depan semua orang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo aku terus-terusan ragu, aku akan didahului oleh orang lain... jadi, A, aku bertekad untuk memberanika  diri dan menyatakannya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh! Bahkan jaketnya pun diambil...Tamano-san, kumohon padamu! Seenggaknya kembalika  celananya padaku!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamano-san menculik pakaianku satu persatu dan menaruh semua di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak tahu lagi apa yang harus aku lakukan jika cuma ditinggalkan dengan sebuah rok, tapi kalo aku bisa memakai celana, seenggaknya aku nggak bakalan ditangkep polisi. Sekarang aku harus berpegang teguh pada garis pertahanan terakhir ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini pengalaman pertamaku, tapi aku akan berusaha!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah! Aku akan menolongmu! Aku nggak tahu apa maksudmu, tapi aku akan benar-benar menolongmu, jadi tolong jangan kejam padaku. Kau hampir merobek karet celananya! Bisa tolong lepaskan celanaku!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin lama semakin tak berarti, dan tanpa disadari, baju dan celanaku semua ada di tangannya. Apa mungkin dia itu benar-benar pembunuh yang diutus oleh Yuuji? Yuuji sudah memperkirakan aku akan berujung pada situasi seperti ini, dan berencana merampas semua pakaianku. Dasar licik! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, tenang… aku sudah berlatih berkali-kali dirumah…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamano-san terus-terusan bernafas dihadapanku. Semua seragam yang dia rampas dariku sudah dibuang ke tempat yang tidak dapat aku raih. Sepertinya aku sudah nggak bisa mendapatkannya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sudah begini, sebaiknya aku ikuti dan dengarkan saja apa yang ia mau. Kalau dia sudah puas, pasti dia akan mengembalikan seragamnya padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau sekarang cuma memakai boxer, sebaiknya aku nggak usah ambil pusing dan dengar apa yang ingin ia katakan terlebih dahulu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu…apa kamu mau…mendengarkan aku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Un, ceritakan padaku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat cewek seserius ini, aku langsung mengangguk sambil menggenggam rambut palsu yang tadi aku lepas. Jangan khawatirkan hal kecil! Saat ini, aku harus berpikir bagaimana cara lolos dari situasi genting ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baguslah…kalau begitu, Aki-—Yoshii-kun!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tamano-san, pertama aku harus bilang. Kau pasti diam-diam selama ini memanggilku dengan nama &#039;Aki-chan&#039;, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, aku menyukai seseorang!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya iya, aku sudah tahu. Ngomong-ngomong, bisa kau memanggilku dengan nama yang benar—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi... Aki-cha…Akiko-chan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidaaak! Aku nggak mau nama yang lebih parah! Namaku itu Akihisa!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang cewek ini inginkan dariku? Mungkinkah aku sedang dikerjai? Atau aku lagi berada di acara komedi tivi? Apa saat ini semua orang sekarang sedang bersembunyi dan menertawaiku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku benar-benar nggak tahu apa tujuan dia yang sebenarnya, tapi Tamano-san berkata dengan suara yang penuh nafsu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setialah denganku!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Hah?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The conversation just now went into a vague direction, on hearing those words from her, my mind was left blank. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setia? Setia apaan? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm…maksud kamu itu... aku…dengan kamu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I... iya, a…aku…dan Aki—Aki-chan…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aki-chan yang ia maksud itu adalah aku kan? Aku, Tamano-san—berpacaran? Bukankah ini yang dinamakan dengan pernyataan cinta!? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ehhh!? Ke... Kenapa!? Kenapa Tamano-san bisa suka denganku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bilang begitu! Mungkin Yoshii-kun nggak tahu, tapi Aki-chan itu orangnya sangat menarik!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dengan nada memaksa. Baru sekali ini dalam seumur hidup aku dinyatakan cinta oleh perempuan. Uhh…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Soalnya Aki-chan itu orangnya ganteng dan juga lucu! Mulai dari kulitnya yang halus dan juga lembut, matanya yang besar dan sifatya yang malu-malu saat dipaksa menggunakan baju perempuan, semuanya lucu! Yoshii-kun harus tahu itu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamano-san yang sedang kegirangan pun mendekatiku dengan sangat tiba-tiba. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…ma, maaf.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia sadar karena sikapnya yang berlebihan dan berjalan mundur sambil menundukkan kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja, jadi…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berpikir sejenak, kemudian Tamano-san melanjutkan perkataannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maukah Aki-chan... menjadi milikku dan hanya satu-satunya untukku seorang!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aneh. Seharusnya aku itu senang setelah seseorang menyatakan cintanya padaku, tapi kenapa aku malah kebingungan menjawabnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya nggak ada masalah apa-apa. Karena dia berniat serius untuk aku setia dengannya, jadi aku harus berhati-hati dan memikirkan jawabanku matang-matang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam pikiranku pun, aku mulai membayangkan situasi jikalau aku benar-benar pacaran dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yo, dah lama nunggu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah nggak, aku juga baru saja datang kok—eeehhh, pakaian macam apa itu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Cuma T-shirt dan celana jeans yang biasanya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak pakai wig dan rok? Kamu jahat! Padahal mau aku ajak ke toko aksesoris yang terlihat bagus dan cocok dipakai untuk Aki-chan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak gak gak, Tamano-san, Aku nggak punya ketertarikan sama hal yang seperti itu—AKH! Nafsu membunuh!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yoshii Akihisa… berani-beraninya kau mendapatkan pacar. Apa kau sudah lupa dengan sumpah FFF…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu dulu! Hubungan kami berdua masih belum pasttiiiiiii!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubur!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“““Siap!””” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat disayangkan sekali, adegan yang satu ini bukan adegan yang menyentuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah utamanya bukannya aku nggak suka sama Tamano-san, tapi kita berdua memang nggak ditakdirkan untuk bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, aku menatap Tamano-san dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Tamano-san. Aku benar-benar minta maaf, aku—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum sudah aku bicara, Tamano-san berkata dengan tergesa-gesa padaku, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, aku janji! Aku akan terus berusaha keras membuatkan banyak baju yang lucu-lucu buat kamu! Setiap minggu—eh nggak, setiap hari! Aku akan buatkan baju yang pasti Aki-chan akan suka!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Tamano-san salah paham dengan kata maafku dan mulai menunjukkan sifat baiknya. Duh, bagaimana ya. Jika seseorang menjawab &#039;Baiklah aku akan berpacaran denganmu&#039; setelah mendengar kata-katanya tadi... Apa Tamano-san akan benar-benar senang punya pacar yang seperti itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu, ma... maksudku. Maaf. Aku nggak bisa jadian sama kamu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak mau ikut bergabung ke dalam dunianya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak lama setelah mendengar jawaban dariku, ia bertanya kepadaku,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu nggak bisa jadian sama aku, jangan bilang… kalo kamu punya seseorang yang kamu suka...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun aku punya seseorang yang aku sukai ataupun nggak, sepertinya itu juga nggak akan merubah jawabanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, saat ini ia bertanya padaku dengan menggunakan ekspresi yang sangat serius, Aku menjadi bingung bagaimana harus menjawabnya. Ugh... bagaimana cara menjelaskannya ya? Aku benar-benar nggak punya pengalaman sama sekali di bidang ini.… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ummm… kalo aku harus jujur, tentu saja aku punya…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sulit sekali aku mengatakannya. Sebenarnya bukan sulit mengatakannya tapi lebih ke bagaimana aku harus menjawab. Lagipula, aku belum benar-benar memikirkan ini dengan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu, orang yang Aki-chan suka itu—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“i, itu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaraku terhenti di tenggorokan. Ini benar-benar sulit. Aku sudah nggak tahu lagi harus ngomong apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, kenapa aku harus dipaksa untuk mengalami kejadian bodoh dan menyulitkan seperti ini? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin seumur hidupku, nggak akan ada kedua kalinya aku dinyatakan cinta oleh seseorang, apalagi saat aku hanya mengenakan boxer dan sedang ketakutan dengan bahaya yang sebentar lagi terjadi. Dan juga, yang dinyatakan cintanya itu bukan kepadaku tapi kepada aku yang sedang memakai baju perempuan. Bagaimana lagi aku mau dipermainkan oleh takdir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk lolos dari semua masalah yang sekarang ada dihadapanku, dan untuk lolos dari kenyataan yang pahit ini, aku pun berpikir keras untuk mencari dalang dari semua kejadian ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana sebenarnya kesalahanku? Sejak kapan dan bagaimana bisa kesialan yang bertubi-tubi ini bisa terjadi? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini semua karena…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berpikir sejenak, sesosok manusia muncul dikepalaku. Ya benar. Ini semua bermula karena aku dikhianati oleh orang itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amarahku perlahan naik dari ujung kaki ke ujung kepala. Ini semua karena ulah dia! Lain kali aku melihatnya, dia takkan bisa lolos dariku! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai memikirkan segala cara untuk balas dendam ke musuhku yang satu ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada saat yang sama, otak dan dalang dari semua ini pun muncul dengan sendirinya di koridor, mungkin karena ia sedang memeriksa sesuatu. Itu dia! Berani juga dia menampakkan dirinya padaku. Tamat sudah riwayatmu! Aku akan membunuhmu dengan cara mengenaskan dan lepaskan semua amarahku padamu! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“YYUUUUUUUJJJJJIIIIIIII!!!!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“EH…EEEHHHH!!!???”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun langsung berteriak mengutuknya keras-keras. Saat aku berteriak, para pengejarku sudah pasti akan menemukan persembunyianku. Tapi disaat begini~, siapa juga yang peduli!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka, kamu bilang Yuuji…Sakamoto Yuuji!? Yoshii-kun suka sama Sakamoto-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamano-san terlihat sangat terkejut oleh sesuatu, kenapa? Tanya kenapanya nanti saja. Aku harus tangkap si bajingan itu dan hajar dia sampe babak belur!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun langsung berubah super saiya dan melompat keluar ke arah koridor. Yuuji... hari ini adalah hari kematianmu!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerahkah seluruh tenaga untuk berlari mengejar, dan di tengah jalan, aku seperti mendengar ada seseorang yang menggerutu dengan suara bergetar dan perlahan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…A, aku baru saja mendengar sesuatu yang luar biasa…!”&lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pergi ke kelas kosong itu tadi maksudnya cuma mau mengambil beberapa perlengkapan kostum, tapi nggak disangka ada kejadian menghebohkan... karena sudah terlanjur mendengar, aku jadi kebingungan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Hideyoshi, kau kenapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Muu, un…Muttsurini…sebenarnya,&lt;br /&gt;
A...Aku tadi pergi ke kelas kosong mengambil perlengkapan kostum untuk ekskul drama, terus aku mendengarkan sesuatu yang luar biasa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…luar biasa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya ini bukan sesuatu yang harus dibicarakan ke orang lain, tapi aku benar-benar terkejut…Muttsurini, apa kau mau mendengarkanku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Percayakan padaku. Semua rahasia aman tersimpan rapat-rapat di dalam brankas Muttsurini.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Thanks. Sebenarnya…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…ya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cewek itu—kalo nggak salah, namanya Tamano, anak kelas D.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cewek bernama Tamano, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Suka!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Siapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak disangka bukan cuma Shimada dan Himeji saja. Si Kacung itu bahkan ditembak sama cewek lain... aku jadi sangat terkejut… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…A, aku baru saja mendengar sesuatu yang luar biasa…” &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku sedang pergi untuk ekskul, aku melewati salah satu kelas, lalu mendengar Muttsurini dan seorang murid lagi berbicara hal yang menghebohkan… dan aku benar-nenar sangat terkejut… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aiko? Kamu kenapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…Yuuko. Sebenarnya…A…Aku tadi pergi lewat gedung sekolah lama untuk berangkat ekskul dan mendengar sesuatu yang luar biasa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Luar biasa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gayanya berbicara, pasti dia itu tadi adiknya Yuuko—Kinoshita Hideyoshi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kinoshita Hideyoshi itu— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Suka!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yoshii-kun!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Mi, Miharu baru saja mendengar sesuatu yang luar biasa…” &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun mengejar dan mencari-cari Yuuji, tapi aku langsung kehilangan jejaknya. Sialan, lagi diburu tapi aku malah memberitahu posisiku sendiri. Disamping itu, walaupun dia sedikit aneh orangnya, aku jadi merasa nggak enak hati harus meninggalkan seorang cewek yang menyatakan cintanya padaku sendirian di kelas yang kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lebih baik aku kembali ke kelas itu dan menjelaskan semuanya...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, setelah aku menggerutu pada diri sendiri, aku baru sadar kalo aku hanya sedang menggunakan boxer! Sebelum memikirkan masalah Tamano-san, lebih baik aku memakai baju terlebih dahulu! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun langsung ngibrit kembali ke kelas kosong tadi dengan maksud mau mengenakan baju milikku.Tamano-san kelihatannya sudah pergi, dan di kelas hanya tersisa dua seragam yang tadi. Sepertinya aku sudah melakukan hal yang keterlaluan pada Tamano-san... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku baru saja dinyatakan cinta, aku pun menjadi kehilangan motivasi untuk memakai seragam perempuan, jadi aku pun mengambil seragam laki-laki milikku dan memakainya kembali. Akan kukembalikan seragam perempuan ini pada Koyama-san... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ampun DJ... layaknya hari kemarin, musibah datang silih berganti...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menghela nafas dan mengepit seragam yang aku pinjam. Kira-kira Koyama-san masih di sekolah nggak ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berhati-hati dengan keadaan sekitar, aku mengendap-endap pergi ke kelas C— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“““BUNUH YOSSSSSHHHHHIIIIIIIIIIIIII!!!”””&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar gonggongan orang yang sedang ngamuk datang dari lantai bawah. Apa yang sebenarnya sedang terjadi!? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“GUE UDAH NGGAK TAHAN LAGI KALO DISURUH MENGECILKAN RUANG GERAK ITU MONYET DAN MENANGKAPNYA PELAN-PELAN! GUE MAU LANGSUNG MUTILASI ITU ORANG KALO KETEMU! GUE MAU KASIH DIA SEMUA SIKSAAN DAN KESAKITAN YANG ADA DI DUNIA!!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“DASAR KEPARAT... HIDUP SERUMAH DENGAN HIMEJI PUN DIA BELUM PUAS!! BAHKAN TAMANO, KINOSHITA, DAN JUGA KUDOU JUGA JATUH HATI SAMA DIA... JANGAN BERCANDA DEH! INI SEMUA KARENA ADA ORANG SEPERTI DIALAH MAKANYA SAMPAI SAAT INI GUE BELOM PUNYA PACAR!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“HARUS DIBUNUH! BUNUH YOSHII AKIHISA DENGAN SEGALA MACAM METODE SIKSAAN YANG MANUSIA SAMPAI SAAT INI BISA TEMUKAN!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saja badai hawa nafsu membunuh ini bisa dirasakan dan dilihat dengan nyata, mungkin SMA Fumitzuki langsung ambruk jadi puing-puing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana menakutkan datang dari tangga yang menuju ke lantai bawah, dan aku nggak cukup berani kalau harus melihat ke bawah... bukan karena takut ketinggian. Tapi karena dendam dan hawa nafsu membunuh mengerikan yang semakin lama semakin dekat! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yoshii-kun. Akhirnya ketemu juga~gue mau bunuh elo~nggak apa-apa kan loe gue bunuh? Gue bisa terbang, kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“■■■■■■■...■■■■■■■■■,■■■■■■■■■■!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“IRIS-IRIS, KASIH KECAP, INJEK-INJEK, TONJOKIN, BACOKIN, GANTUNG, GEBOKIN, CEKEK!!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman-teman sekelasku bergerak bersama secara perlahan seperti hantu menampakkan diri di hadapanku. Mereka sudah nggak mempedulikan semua instruksi dari Yuuji, sekarang mereka hanyalah sekumpulan amukan massa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke, kenapa mereka ini??” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kemarahan mereka sudah mencapai batas maksimal, dan saking berbahayanya bahkan mereka sudah nggak bisa dikontrol lagi. Teman-teman sekelasku perlahan mendekatiku sudah seperti hantu yang nongol di mimpi buruk. Kepala mereka terlihat menggantung-gantung seperti lehernya sudah nggak bisa menopang kepala mereka. Mengerikan dan menjijikkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba... bahaya nih! Aku harus segera kabur.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah nggak ada waktu lagi untuk memperkirakan pergerakan mereka. Aku hanya bisa membalikkan badanku dan lari sekuat tenaga untuk lolos dari mimpi ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“KETEMU! ITU DIA SI YOSHII!&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“TANGKAP DIA DAN LANGSUNG EKSEKUSI! JANGAN SAMPE DIA LOLOS!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“KALIAN YANG BISA LARI 100M DALAM 11 DETIK CEPAT KEJAR DIA! DAN YANG LAIN PIKIRKAN KEMANA IA AKAN LARI LALU SERGAP DIA! KITA INI UDAH NGGAK BISA TAHAN AMARAH LAGI! KALO PERLU HAJAR SEMUA ORANG YANG NGALANGIN JALAN!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan perintah yang sedikit normal datang dari arah belakangku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waw? Mereka semua saling berteriak untuk bunuh, tangkap dan eksekusi, tapi setelah mendengar kata-kata teman sekelasku yang barusan, aku jadi sedikit lega. Ternyata, nggak semua temanku yang berubah jadi amukan massa nggak waras. Syukur deh... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“OI, YOSHII, TUNGGU LOE! JANGAN LARI!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“JELASIN SEMUA RUMORNYA PADAKU!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“BAGAIMANA MUNGKIN LOE BISA DITEMBAK SAMA CEWEEEEKKKKKKKKK!!!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“SSIALAAAANNN!! KENAPA AKU HARUS SELALU MENGALAMI KEJADIAN BODOH SEPERTI INI!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mati-matian mencoba melarikan diri dari teman sekelasku yang bangga akan kemampuan berlari dari kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat yang sama— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“SSIALAAAANNN!! KENAPA AKU HARUS SELALU MENGALAMI KEJADIAN BODOH SEPERTI INI!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa sepengetahuanku, teman paling kubenci satu ini terlihat seperti ia sedang kabur dari sesuatu dan berlari berdampingan di sebelahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yuuji, sedang apa kau disini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak bisa lihat? Gue lagi lari!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Lari dikejar apaan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yuuji, aku nggak akan memaafkanmu, berani selingkuh di hari pertama kita akan menjalani hidup serumah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat lebih dekat, diantara lelaki yang larinya sangat cepat, ada sesosok perempuan dengan rambutnya yang hitam panjang ikut berlari sama cepatnya. Sejak kapan si Kirishima-san... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selingkuh? Apa yang kau lakukan kali ini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mana ku tahu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; Dan apa maksudnya tadi ada kata tinggal serumah?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“ITU SEMUA KARENA ULAH LOE SAMPAI GUE HARUS DIPAKSA HIDUP SERUMAH DENGAN ITU ORANG!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“MATI LOE!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“SAMA! GUE BEGINI JUGA SEMUA GARA-GARA ULAH LOE! MATI AJA LOE!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“SIAPA JUGA YANG MAU MATI! DEMI KIRISHIMA-SAN, GUE NGGAK BAKALAN MATI SEBELUM GUE BERHASIL BUNUH ELO!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami pun menyerang satu sama lain sambil berlari, dan pada saat yang sama, beberapa orang muncul dihadapanku. Mereka yang bewajah tak berperasaan. Yang tak lain dan tak bukan adalah... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian gak akan bisa lari~dasar merepotkan~bagaimana kalo kita bunuh mereka bersama-sama? Pasti kesepian kalo harus mati seorang diri~” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“■■■■■■■...■■■■■■■■■,■■■■■■■■■■!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“IRIS-IRIS, KASIH KECAP, INJEK-INJEK, TONJOKIN, BACOKIN, GANTUNG, GEBOKIN, CEKEK!!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa, aku bantu kau lari. Orang-orang ini benar-benar sudah nggak waras.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, Yuuji! Yang penting sekarang adalah bagaimana cara melindungi nyawaku!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bisa melarikan diri dari amukan massa, kami pun langsung berlari turun ke lantai pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka memegang pipa baja dan tongkat kasti berhias banyak paku yang entah asalnya mereka dapat darimana. Kalo aku nggak salah mengira... hanya dengan ayunan pelan saja maka tembok yang ada di samping mereka bisa retak-retak!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yuuji, apa Yoshii benar-benar baik untukmu? Jadi rumor itu benar...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, Yuuji! Apa rumor yang Kirishima-san tadi katakan? Kenapa namaku tiba-tiba ikut muncul?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga kurang tahu! Yang kudengar setelah anak kelas D Tamano Miki menyatakan cintanya padamu, kau menggunakan hal yang berkaitan denganku untuk menolaknya, dan menyebabkan rumor menggelikan ini beredar!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berusaha mengingat kembali apa yang telah aku lakukan sampai saat ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba kuingat-ingat... percakapanku dengan Tamano-san sewaktu itu seperti— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, orang yang Aki-chan suka itu—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I, itu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“YYUUUUUUUJJJJJIIIIIIII!!!!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, jadi begitu... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I, Itu sih cuma rumor belaka! Orang-orang salah paham itu pasti karena sifat jelekmu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“aku merasa kau udah tahu apa sebabnya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja nggak! Kalo orang-orang tanya padaku apakah aku suka atau benci sama Yuuji, aku pasti langsung jawab &#039; aku sangat benci dia sampai-sampai mau kuhajar dia sampai babak belur&#039;!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sama dah! Kalo orang tanya apakah benci ataukah suka sama Akihisa, Aku pasti langsung jawab &#039; Aku rasanya mau injek-injek itu orang ampe jadi makanan ternak&#039;!&amp;quot;” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Hati kita berdua memang serasi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi, lihat mereka berdua, udah tinggal serumah sama cewek dan dinyatakan cintanya, tapi malah mereka tampak serasi dan saling menyukai...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini berbahaya sekali! Demi semua umat manusia yang ada di dunia, sepertinya kita harus kubur dia dalam-dalam dipuncak gunung.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yuuji, takkan kumaafkan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sama sekali nggak bermaksud seperti itu saat aku bilang kalo hati kami memang serasi! Tapi bagaimanapun aku mau menjelaskan, mereka pasti nggak mau dengar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yuuji, sebaiknya kita gerak cepat dan kabur. Belok kanan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berlari dari amukan massa dengan mata yang penuh akan putus asa. Menakutkan sekali! Teman sekelasku sangat menakutkan! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan kabur~jangan lari~Kau takkan bisa lari~” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat tongkat kasti metal yang mereka genggam sedang terbang kearahku, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemari!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami dengan cepat menghindar dengan masuk ke delam kelas. Mungkin cuma sebentar, tapi sepertinya mereka tadi sempat kehilangan jejak kami berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, sekarang ayo cepat kita cari sesuatu yang bisa dijadikan senjata...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bukan sekedar amukan massa yang menakutkan, tapi mereka juga membawa senjata, jadi kita juga harus punya senjata untuk bisa melawan mereka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji pun mati-matian mencari senjata terdekat yang bisa kami berdua gunakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, nggak lama kemudian, sesosok tubuh berotot kawat dan  bertulang besi dengan kemampuan bertarung luar biasa muncul di hadapanku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar. Dia adalah guru yang sedang memperhatikan ke arah kami dengan tampang malas, guru itu dipanggil dengan nama &#039;Tangan Besi&#039;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Tangan Besi? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat sekeliling kelas tersebut, apa yang muncul di depan mataku adalah buku-buku berjejeran rapi dengan judul &#039;Garis Dasar Bimbingan Konseling&#039;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
““Maaf! Kami salah masuk!”” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji bulu kuduknya langsung berdiri seraya menundukkan kepala kepada Tangan Besi dan langsung berbalik badan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sayangnya, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, kalian berdua sudah masuk ke kelas ini berkali-kali, jadi bapak rasa kalian aeharusnya sudah tahu kalau...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar suara keras dan kasar di belakang kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—pintu ruang konseling nggak bisa dibuka dari dalam tanpa menggunakan kunci.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun cara kami untuk memutar gagang pintu, besi baja ini nggak bergeming sama sekali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Buka! Cepat terbukalah! Keluarkan aku dari neraka ini!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Si, sialan! Dasar brengsek! Terbukalah!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Krak krak krak. Kami berusaha sekuat tenaga memutar gagang, tapi yang kami dapat cuma sensasi dingin dan kokoh dari gagang baja tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, kalian berdua. Aku nggak tahu ulah apa yang lagi-lagi kalian perbuat, tapi, nggak bapak sangka kalian berdua mau datang kesini dengan sendirinya untuk mengakui dan mendapat bimbingan, bapak merasa terharu sekali.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak nggak nggak, bapak salah paham... Itu sih Yuuji—si Idiot Sakamoto ini bilang kalo dia mau bimbingan dari bapak, jadi aku datang kemari mengantarnya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu dulu, dasar brengsek! Berani-beraninya kau berkhianat dan kabur sendirian! Tangan Besi, jangan salah paham! Ini orang—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup basa-basinya. Kalian berdua cepat kemari, walaupun bapak sedang sibuk, bapak masih bisa menolongmu untuk mendapatkan pelajaran tambahan extra.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;““NGGAK MAU!””&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leherku dan Yuuji pun langsung dicengkram oleh sepasang tangan yang kuat dan berotot. Tidak! Lepaskan aku! Seseorang tolong selamatkan aku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah apakah harapanku didengar Tuhan tiba-tiba pintu yang tadinya tidak bisa bergeming sama sekali saat ini sedang terdorong dari luar. Ja... jangan-jangan, ... keajaiban telah terjadi! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Pak guru, aku juga mau ikut pelajaran tambahan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kirishima-san berkata demikian, Pintu yang berada di belakangnya dengan perlahan  tertutup kembali. Pintu yang sudah seperti pintu penghubung ke masa depan kami, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh Kirishima. Kamu nggak butuh pelajaran tambahan, kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kalau begitu, Ijinkan aku  mengajari Yuuji pelajaran tentang pengetahuan jasmani dan juga pengetahuan umum.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Kamu baik sekali mau membantu. Kalo begitu pak guru bisa fokus untuk mengajari Yoshii.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu yang menghubungkan ke masa depan kami telah tertutup dengan gayanya yang dingin dan tanpa ampun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu dulu, Shouko! Aku nggak butuh kamu buat mengajariku! Apalagi tentang pengetahuan umum!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pak guru, ini tidak adil! Kenapa Yuuji mendapatkan pelajaran privat dari Kirishima-san, sedangkan aku harus berhadapan satu lawan satu dengan sang Tangan Besi? Aku mengajukan keberatan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong apa kamu ini? Kirishima adalah murid nomor satu. Kalian berdua harus banyak belajar darinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Pak guru, kami akan pindah ke sofa sebelah sana. Aku mau mengajari Yuuji tentang ujian praktek dalam hal kesehatan jasmani.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau dengar tadi, tangan besi? Bukankah dia baru saja bilang hal yang bisa membuat orang beranggapan kalo dia itu sakit jiwa? Aku nggak butuh pelajaran tambahan untuk hal semacam itu! Sekarang cepat lepaskan aku!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang tadi kamu sebut Tangan Besi?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Kenapa bapak malah cuma mendengarkan kata-kataku? Bukannya kata-kata Shouko sebelumku jauh lebih penting!!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bener tuh, pak! Yang paling penting itu si Yuuji telah menipu Kirishima-san! Sebagai guru, bukankah seharusnya bapak membimbingnya ke arah yang benar!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berisik! Kalian jangan banyak bacot dan cepat duduk!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;““NGGGAK MAU!””&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“““...”””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kayaknya itu dua orang udah nggak bakalan bisa keluar.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terpaksa kita hanya bisa membunuh mereka besok.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sangat disayangkan sekali. Gue bener-bener mau bunuh mereka hari ini juga~!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, kami berdua dipaksa untuk mengikuti pelajaran spesial dari tangan besi sampai waktu gerbang sekolah ditutup.&lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah lagi-lagi hujan…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pelajaran tambahan spesial selesai, akupun berjalan keluar gerbang sekolah, dan langit mulai gerimis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku lagi-lagi nggak bawa payung, tapi setelah pengalaman di hari kemarin, aku memutuskan untuk tidak usah berteduh, dan lari secepatnya sampai ke rumah. Tapi ternyata, nggak seperti hari kemarin, hujannya langsung reda sebelum aku sampai di rumah. Ampun deh... entah kenapa aku merasa harus banyak belajar dari kesialan kecil seperti ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pulang…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuka pintu depan sambil mengibas air basah yang berada di tubuhku dengan tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U...Ummm... selamat datang, Akihisa-kun!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Aku pulang. Himeji-sa—NNNNNNN!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san, yang pulang lebih awal dariku, dengan cepat datang ke pintu depan untuk menyapaku. Sopan sekali... seharusnya ini sopan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, Himeji-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I, iya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakaian yang kamu kenakan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I, ini pakaian yang ku kenakan sehari-hari! Ini yang biasa kukenakan kalo di rumah!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenakan kaos yang memperlihatkan bahunya, lalu rok pendek yang akan memperlihatkan gambar berbahaya kalo dia menunduk! Bagaimanapun aku melihatnya, ini sih terlalu vulgar! Penampilannya yang sekarang membuat Himeji-san terlihat sedikit nakal... Ukuran dada Himeji-san sangatlah besar, dan pakaian vulgar ini sangat memperlihatkan bahunya, sangat-sangat memperlihatkan sampai orang biasa pasti tidak akan bisa menahan nafsu. Dan jangan kaget kalau nanti tiba-tiba bajunya akan merosot dari bahu… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah kamu biasa memakai ini kalau dirumah? Kelihatannya kamu kemarin-kemarin nggak pernah menggunakannya…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, Himeji-san selalu mengenakan pakaian yang tidak menunjukkan banyak aurat, dan roknya pun lumayan panjang. Melihat dia mendadak berganti dengan gayanya yang berani, sebenarnya apa penyebab dia bisa berujung seperti ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemarin…i, iya, beberapa hari kemarin cuacanya sangat dingin! Dan hari ini cuacanya sudah mulai kembali hangat, jadi aku juga kembali mengenakan apa yang biasa aku kenakan.!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar hari ini lebih panas dari hari kemarin, tapi nggak perlu sampai dia harus mengganti apa yang biasa ia kenakan, apalagi hari ini hujan. Walau sedikit lebih hangat, tapi aku masih merasa kedinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu kenapa, Himeji-san?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak kenapa-kenapa kok! Aku biasa-biasa aja!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san terlihat panik dan menaikkan nada suaranya. Melihat situasinya, pasti ada sesuatu yang nggak beres.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, aku ini laki-laki tulen, tentu saja aku senang melihat Himeji-san mengenakan pakaian yang sensual dan buka-bukaan. Tetapi itu kalo aku nggak memikirkan keselamatan diri-sendiri. Kalo saja kakak menemukan aku sedang tinggal bersama Himeji-san yang saat ini sedang memakai baju yang buka-bukaan. Dia pasti langsung mematahkan dua atau tiga jariku sekaligus. Dan lagi... melihat Himeji-san yang seperti ini, mungkin saja aku akan kehilangan akal sehat dan berujung berbuat hal yang dilarang agama secara tidak sengaja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Let’s leave that aside first. Apa kamu mau makan dahulu? Apa kita makan malam dahulu? Atau... kamu mau makan malam?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini kedengaran seperti kalimat mesra yang sering digunakan pengantin baru, tapi kayaknya sedikit berbeda dari yang Himeji-san tadi katakan. Tadi kedengarannya sangat mirip seperti seseorang berkata padaku dengan kalimat &#039;Pilih mana? kuburan apa rumah sakit.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu, Aku sarankan kamu pilih—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pilih mandi dulu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, mandi, ya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar jawabanku, Himeji-san terlihat seperti mau mulai memberanikan dirinya dan sejenak berhenti berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka, kakakalau begitu—aku akan membantu menggosokkan punggung kamu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bicara apa cewek ini barusan? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ha?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun hanya bisa bereaksi mengeluarkan nada kebingungan. Eh… tadi Himeji-san ngomong apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan jangan jangan! Himeji-san, aku akan menggosokkannya sendiri!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf. Aku tahu kalo masuk ke kamar mandi dengan masih menggunakan handuk itu nggak adil. Tapi aku masih belum berani kalo harus sama-sama telanjang...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“KAU TADI NGGAK DENGERIN AKU NGOMONG YA?! DAN LAGI, KAMU MAU MASUK KAMAR MANDI DENGANKU?”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa dia berpikir bencana nggak bakalan terjadi saat dia menggosokkan punggungku…? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka, kamu nggak usah memaksakan dirimu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak, aku nggak memaksakan diri!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja, jangan memandangku seperti itu. Se... sebenarnya, aku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berbicara terbata-bata, tapi dia kelihatan sangat berusaha keras untuk berkata sesuatu padaku dengan memaksakan keluar suaranya yang tertekan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pa... payudaraku…lumayan…besar, tau…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata seperti itu, mungkin karena terlalu malu, wajah Himeji-san tersipu malu dan langsung menundukkan kepalanya kebawah. A... apa? Apa yang membuatnya bisa mendadak berubah seperti ini? Dan nggak usah dibilang juga, aku itu sudah tahu seberapa besar payudaranya! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tutututunggu dulu, tenangkan dirimu, Himeji-san! Sebenarnya ada apa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak ada apa-apa kok! Kalo cowok dan cewek melakukan hal seperti ini sih normal! Dan jauh lebih sehat daripada cowok melakukannya dengan cowok!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san meneruskan perkataannya. Huh? Cowok dengan cowok? Sehat? Jangan-jangan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Himeji-san. Apa kau tadi mendengar rumor aneh di sekola—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U, udara disini sedikit panas ya, Akihisa-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku belum selesai bicara, Himeji-san langsung memotong pembicaraan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengibas-ngibaskan tangannya ke arah dada dan terlihat sangat gugup, mungkin dia bermaksud untuk menarik perhatianku dengan menunjukkan daerah payudaranya. Tapi Himeji-san benar-benar nggak tau caranya merayu dan hanya mengibaskan tangannya dengan cara asal-asalan.&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 151.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, Himeji-san…kamu pasti merasa malu, kan? Sebaiknya jangan paksakan dirimu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Malu? Malu kenapa? Aku nggak ngerti!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia dengan kekanak-kanakkan menyenderkan badannya padaku. WAH! Kalo ia menyandarkan badan ,kerah bajunya akan terbuka sangat lebar, dan bisa-bisa aku akan melihat apa yang gak seharusnya kulihat! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kosong... Kosong adalah berisi, dan berisi adalah kosong…  isi kepala cepatlah pergi, jangan sampai diisi dengan pikiran kotor!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatku yang sedang berusaha menyingkirkan nafsu jahat, Himeji-san hanya bisa membelalakkan matanya. Sebenarnya cewek ini nggak perlu merayuku dengan metode seperti ini! Efeknya malah akan jadi lebih besar! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhu…Akihisa-kun masih belum juga tertarik denganku…apa aku harus meniru hal-hal yang tertulis dibuku ini…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san membalikkan badannya dan menggerutu seraya ia mengeluarkan buku referensi rahasia yang kakak sita dariku—OI, TUNGGU DULU! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Himeji-san, apa yang lagi kamu baca? Itu bukanlah bacaan untuk anak perempuan! Bisa segera kamu kembalikan padaku? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…tapi, kalau dia menyimpan buku ini, bukannya itu berarti Akihisa-kun tertarik pada perempuan? Tapi Akihisa-kun nggak bereaksi apa-apa terhadapku, jadi Akihisa-kun tidak mempedulikan aku sama sekali...uuu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu menangis? Seharusnya aku yang saat ini harusnya menangis!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu keterlaluan…Akihisa-kun... kamu keterlaluan…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san menutup wajah dengan kedua tangannya dan mulai menangis di hadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pulang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, suara kakak terdengar dari koridor depan  rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhh! Kakak sudah pulang! Himeji-san, tolong berhenti menangis dan ganti bajumu dengan sesuatu yang nggak buka-bukaan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menyuruhku mengganti baju yang nggak buka-bukaan. Akihisa-kun nggak tertarik sama sekali denganku... kamu jahat...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Si, sialan! Kalo begitu, seenggaknya kembalikan buku porno—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak! Aku akan kesulitan kalo buku ini diambil! Ini adalah panduan untuk membuat Akihisa-kun tertarik pada perempuan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berkata yang aneh-aneh deh—Himeji-san, cepat menyerahlah dan berhenti melawan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;“NGGAK!”&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san terus-terusan memeluk buku porno erat-erat di dadanya. Apa boleh buat, kalo begitu aku harus pake cara yang sedikit memaksa.. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku sedang menggenggam lengan Himeji-san, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…kakak sepertinya bisa mengerti apa yang sedang terjadi disini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mirisnya, aku pun kehabisan waktu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, kakak, selamat datang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang, Akira-san” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kakak pulang.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakak menjawab dengan senyum yang misterius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aki-kun, silahkan pilih jari mana yang kamu suka.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat seperti ini, sebenarnya sudah cukup bagus kalo jari yang terkilir bisa menyelesaikan keributan ini... haruskah hal ini kuungkapkan demikian?&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=241952</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=241952"/>
		<updated>2013-04-13T16:04:22Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Volume 8 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BakaToTest-7.5_-_1.jpg|300px|thumb|Sampul Volume 7.5]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu (SI Bego, Ujian, dan Makhluk Panggilan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DILARANG KERAS MENJUAL TERJEMAHAN INI DALAM BENTUK APAPUN. INI ADALAH TERJEMAHAN GRATIS OLEH PENERJEMAH DAN PENYUNTING BUKAN UNTUK KEGIATAN KOMERSIAL&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial &amp;quot;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&amp;quot; juga terdapat dalam pilihan bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju_~Versi%C3%B3n_Espa%C3%B1ola~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu tiếng Việt|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
Catatan: Persentase translasi setiap bahasa bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ringkasan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokoh utama dalam serial ini adalah seseorang yang paling tolol diantara orang-orang tolol di sekolahnya. Di sekolah ini, nilai kalian bisa lebih dari angka 100. Jikalau seseorang meninggalkan ujian di tengah jalan, maka ia akan mendapatkan nilai nol. Seorang cewek manis dan juga cantik, Himeji Mizuki, menderita demam tinggi disaat sedang mengikuti Ujian. Dia pun mendapatkan nilai nol karena sakit tersebut dan ditempatkan di kelas paling jelek, yaitu kelas F, meskipun ia  sebenarnya mempunyai potensi untuk bisa menjadi ranking 2 paling tinggi dalam perolehan nilai ujian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekolah ini nilai adalah segalanya. Kelas A, diajari oleh seorang guru bertampang pintar, menggunakan sebuah plasma TV yang ukurannya sama dengan seluruh dinding sebagai papan tulis, punya laptop sendiri-sendiri, AC di setiap meja, kulkas, kursi putar, dan segala fasilitas lainnya. Di dalam kulkasnya pun terdapat segala macam minuman dan jajanan. Langit-langitnya terbuat dari kaca, dan dinding-dinding mereka biasa dipergunakan untuk memajang lukisan papan atas serta tanaman hias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Kelas F, yaitu kelas paling jelek... mereka menggunakan meja lesehan serta bantal duduk lesehan. Papan tulisnya sangatlah kotor dan bahkan kapur pun kadang nggak punya! Ketika seseorang protes karena kaki mejanya sudah patah, guru nya pun menjawab, &amp;quot;Bukankah sekolah sudah memberi lem kayu? Silahkan nanti kau lem sendiri.&amp;quot; Disaat yang lain protes karena angin dingin masuk dari jendela-jendela rusak, Pak guru pun menjawab &amp;quot;Baiklah, nanti akan bapak pintakan kertas plastik dan lakban transparan agar kalian bisa membetulkan jendelanya nanti.&amp;quot; Sarang laba-laba bertebaran dimana-mana, tidak sedikitpun ada dinding yang  masih bersih. Berbagai macam bau kotoran menyebar ke seluruh penjuru kelas dari tatami sebagai ubin kelasnya. Beginilah keadaan dari Kelas F.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Tokoh Utama sangat merasa tidak senang dengan pengaturan seperti ini, dan meminta pertolongan dari teman-temannya untuk membuat perubahan melalui Ujian &#039;&#039;Summoning War&#039;&#039;!! Bersama-sama, mereka merancang segala cara dan juga strategi untuk mencoba mengalahkan Kelas A, dengan tujuan jika menang, mereka bisa mengambil alih ruangan Kelas A dan segala fasilitas yang dimiliki Kelas A!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kenji Inoue==&lt;br /&gt;
Lahir di Tokyo, tapi dibesarkan di Sapporo. Jatuh cinta dengan Kinoshita Hideyoshi yang digambar oleh Yui Haga sensei. Orang tua dan teman-teman terdekat nggak tahu sama sekali ketika novel pertama diterbitkan. Menjadi terkenal di perusahaan tempat bekerja karena pada suatu hari pak supervisor mengeluh  &amp;quot;Nggak ngerti bahasa Jepang yang ditulis oleh Inoue&amp;quot;. Makanya sampai sekarang, saya masih belum berani menyatakan kalo saya ini seorang penulis walau pernah menang penghargaan. Novel ini memenangkan hadiah penghargaan dalam 8th Entame Award untuk kategori Editor karena para juri nggak membacanya dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terjemahan dari sampul di dalam Volume 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan berbeda dengan laju kecepatan penerjemahan versi Inggris atau yang lainnya. Oleh karena ini, mohon dibantu teman-teman dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Dibutuhkan Penerjemah dan Penyunting]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu muluk-muluk, kalau anda bisa bahasa Inggris dan punya dedikasi yang baik untuk menyelesaikan satu chapter, silahkan daftar di sini: [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|&#039;&#039;&#039;DAFTAR / REGISTRASI&#039;&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit petunjuk format standarnya untuk setiap chapter, bisa dilihat di: [[Format_guideline | Format Standar(Bahasa Inggris)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 Topic  Thread]==&lt;br /&gt;
Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silahkan diskusikan itu di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 thread] yang telah disediakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Riwayat Update==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- 17 Mei - bikin thread)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri &#039;&#039;Baka to Test to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 01 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 1]]&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 02 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 2]]&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3]]&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03.5 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3.5]]&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_~Bab_Persiapan~|Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~]]~10%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Fumizuki_News_(Bahasa_Indonesia)|Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta|Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Cerita_Seks_Mini_Tsuchiya_dan_Kudou|Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Ruang_Konseling|Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 04 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 4]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keempat|Soal Keempat]] ~10%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:1212 002.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 5]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 6===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume6_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 8]]&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kelima|Soal Kelima]] ~20%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Catatan Author|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 10.5 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 10.5]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10.5===&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Ilustrasi Novel|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara III)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara III)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Kakak dan Guling yang Mencurigakan|Aku, Kakak dan Guling yang Mencurigakan]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara II)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara II)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Yuuji dan sihir hitam yang berbahaya|Aku, Yuuji dan sihir hitam yang berbahaya]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Juara I)|Hasil Kontes Kepopuleran (Juara I)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku, Masa Depan, dan Summoned Beast|Aku, Masa Depan, dan Summoned Beast]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Hasil Kontes Kepopuleran (Ekstra)|Hasil Kontes Kepopuleran (Ekstra)]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Aku (Watashi), kelinci, dan Cinta Pada Pandangan Pertama|Aku (Watashi), kelinci, dan Cinta Pada Pandangan Pertama]]&lt;br /&gt;
::* [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume10.5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Staff Proyek]]==&lt;br /&gt;
===MIA (Gadis yang sedang beraksi)===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:NexXkinn|NexXkinn]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Razor_127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Simbadda|Simbadda]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Tracker_725|Tracker_725]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xbypass|Xbypass]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kejargantengin|Kejargantengin]]&lt;br /&gt;
:*[[user:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[user:ihzain|ihzain]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Siginjai|Siginjai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomor Serial ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1: ISBN 978-4757733299 (29 Januari 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 2: ISBN 978-4757735057 (28 April 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3: ISBN 978-4757736825 (30 Agustus 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3.5: ISBN 978-4-7577-3979-6 (30 Januari 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 4: ISBN 978-4-7577-4236-9 (30 Mei 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 5: ISBN 978-4-7577-4518-6 (29 November 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 6: ISBN 978-4-7577-4827-9 (30 April 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 6.5: ISBN 978-4-7577-5040-1 (29 Agustus 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7: ISBN 978-4-0472-6195-2 (26 Desember 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7.5: ISBN 978-4-04-7263130  (27 Februari 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 8: ISBN 978-4-04-726727-5 (30 Agustus 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 9: ISBN 978-4-04-727031-2 (29 Januari 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 9.5: ISBN 978-4-04-727332-0 (30 Juni 2011)&lt;br /&gt;
*Bungaku Shoujo VS Baka to Tesuto to Syokanju: ISBN 978-4-7577-4484-4 (30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 10: ISBN 978-4-04-727647-5 (26 Desember 2011)&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Ketiga&amp;diff=241950</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Ketiga</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Ketiga&amp;diff=241950"/>
		<updated>2013-04-13T16:03:22Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Soal Ketiga&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 102b.jpg|200px]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 102a.jpg|thumb|150px]]&lt;br /&gt;
Dari gambar disamping, tentukan identitas Sistem Kasta India dari nomor 1-4&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Himeji Mizuki&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
① Brahmana&lt;br /&gt;
② Ksatria&lt;br /&gt;
③ Vaisya&lt;br /&gt;
④ Sudra&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, jika di terjemahkan dari atas ke bawah, secara terpisah mereka bisa disebut &#039;pendeta&#039;, &#039;pejuang&#039;, &#039;penduduk&#039; dan &#039;budak&#039;. Ini lebih baik untuk diingat artinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Tsuchiya Kouta&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
① Raja Brahmana&lt;br /&gt;
② Ksatria Brahmana&lt;br /&gt;
③ Orang-orang Brahmana&lt;br /&gt;
④ Brahmana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 103.jpg|thumb|150px]]&lt;br /&gt;
Bisakah kau mengingat sesuatu yang bukan Brahmana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Yoshii Akihisa&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
① Brahmana (Ibu)&lt;br /&gt;
② Brahmana (Kakak perempuan)&lt;br /&gt;
③ Brahmana (Lainnya)&lt;br /&gt;
④ Brahmana (Adik laki-laki)&lt;br /&gt;
⑤ Brahmana (Ayah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana sebenarnya ayahmu diperlakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang buruk setelah itu, dan hari itu berakhir begitu saja. Selanjutnya, Himeji dan aku berpura-pura untuk bertemu di jalan dan pergi ke sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Himeji yang bertugas untuk hari ini, dan harus pergi ke ruang staff. Jadi aku pergi sendiri ke kelas dan melihat Yuuji yang lemah terbaring di tempat duduknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pagi Yuuji-heh, apa yang terjadi dengan mukamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berjalan di dekatnya dan ingin menyapa dia, aku menemukan mukanya penuh dengan memar dari semua ukuran, yang sangat mengagetkanku. Benar. Seluruh wajahnya penuh luka dan memar. Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, pagi Akihisa. Aku hanya jatuh dari tangga karena kurang tidur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kurang tidur... kau bermain komputer game semalaman?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya... itu adalah permainan yang sangat realistis. Saat aku tertangkap, aku akan dikunci di sebuah ruangan yang tidak berbeda dengan penjara.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Heh~ aku tidak tahu kalau ada game seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah game itu dijual di pasar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak ingat melihat game seperti itu. Mungkin karena aku susah bermain game sejak kakak tinggal bersamaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi untuk Yuuji yang kurang tidur seperti itu, mungkin itu game yang agak menarik, bukan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, ini bukan tentang menarik atau enggaknya.Itu... lebih seperti game bertahan hidup dimana aku harus terus main bahkan jika aku ingin berhenti. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Um... oke. Aku akan coba game itu lain kali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Serahkan itu padaku. Bahkan jika kau tidak bersedia, aku akan membuatmu bermain sampai selesai. Kita akan mulai bermain nanti pulang sekolah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada Yuuji mempunyai tekad misterius di dalamnya. Jarang untuk Yuuji untuk merekomendasikan hal ini begitu kuat. Apa game ini benar-benar menarik? Bahkan aku tak sabar untuk itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, bicara tentang ini...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Yuuji yang berkilau dengan anehnya, mungkin berpikir tentang isi game itu. Untuk jaga-jaga, aku sengaja berbicara dengan pelan untuk meminta sesuatu aku ingin tahu sepanjang waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yuuji, kau belum memberitahu siapa-siapa, kan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, itu hal yang aku bicarakan adalah fakta bahwa aku tinggal dengan Himeji. Jika ini terungkap, aku akan dikejar oleh semua orang di kelas, jadi aku harus menjaga rahasia ini serahasia-rahasianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku belum memberitahu siapa-siapa. Itu yang kau harapkan, bukan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berbicara itu, Yuuji yang terluka dan memar di wajah tersenyum berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Um, seperti yang diharapkan dari orang yang paling dipercaya ketika kita berada di perahu yang sama. Setelah orang ini dapat kugunakan, keselamatanku terjamin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terima kasih, itu sangat membantu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berterimakasih padanya, aku kembali ke kursiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak bisa menahan diri untuk bertanya ke Yuuji sekarang hanya untuk berjaga-jaga, tapi tidak perlu khawatir, dia akan mengungkapkan rahasiaku pertama kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas ini lebih tenang dari biasanya, hal ini tidak seperti sesuatu yang besar akan terjadi. Selain itu, setelah orang-orang ini tahu bahwa Himeji dan aku hidup bersama, sifat mereka tidak akan mengizinkan mereka untuk duduk kembali. Orang-orang ini akan langsung lompat padaku setelah mereka melihatku, dan mereka tidak melakukannya, yang akan menjadi bukti besar bahwa rahasiaku belum terungkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Ada apa? Hari ini agak sepi daripada kemarin.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, pagi Hideyoshi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohh, Hideyoshi, ternyata kau datang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pagi, Akihisa, Yuuji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena praktek pagi itu Hideyoshi datang ke dalam kelas kemudian. Dia memandang sekeliling dan mengatakan itu. Memang benar kemarin benar-benar berisik...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika ini terjadi setiap hari, ini akan menjadi buruk bagi kesehatan kita. Benarkan, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, begitulah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Hideyoshi merasakan sesuatu yang aneh saat ia memberikan tatapan aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah ini &#039;saat tenang sebelum badai&#039;…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi bergumam sendiri, dan untuk beberapa alasan, kata-katanya masih ada ditelingaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanda itu tidak pernah terjadi, dan tidak ada yang spesial terjadi dan berjalan terus sampai pembubaran sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kelas selesai. Jangan berjalan-jalan. Lekas pulang ke rumah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata penyelesaian ini, kelas pendalaman bubar. Tetsujin (Ironman) tidak tinggal lama dan langsung meninggalkan kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, aku akan ke aktifitas klub.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti  mengikuti Tetsujin, Hideyoshi nenbawa tasnya dan pergi ke ruang olahraga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf, aku dipanggil untuk memberikan bantuan di ruang staff. Pulang duluanlah, semuanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Himeji menyiapkan tasnya dan pergi keluar kelas. Aku pasti akan membuatnya tak enak jika aku menunggu dia disini, jadi aku memutuskan untuk pulang duluan seperti apa yang dikatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo kita pulang, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Ahh, tunggu sebentar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji mengatakan &#039;tunggu&#039; dan tidak mengambil tasnya. Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah sekarang aman, Muttsurini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Tidak ada tanda-tanda orang sekitar yang akan menghentikan kita. Tidak masalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji menutup matanya dan mengangguk ke Muttsurini? Seseorang yang akan menghentikan kita? Apa yang mereka bicarakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semuanya, maaf membuatmu menunggu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, aku tidak menunggumu begitu lama…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm? Mata Yuuji sepertinya melihat kearahku, dibelakangku-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-Ayo kita mulai festivalnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;YEAH! AYO BERPESTA!!!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura membunuh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum aku berpikir terlalu banyak, tubuhku bereaksi dengan insting dan tiba-tiba meloncat. Sesaat kemudian, ada sebuah meja tambahan dimana aku sedang berdiri. Apa? Apa yang dimaksud dengan melempar meja ke tatami!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yuuji! Apa yang terjadi!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa! Hari ini adalah hari dimana kau akan mati! Kembalilah diam-diam ke neraka dan menyesal terlahir di dunia ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semenjak Sakamoto memberitahu tadi pagi, kami sudah menunggu momen ini sangat lama, Yoshii!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kami menunggu sampai pulang sekolah agar tidak ada siapapun yang akan mengganggu kita. Kami akan membuatmu melihat neraka dengan jelas! MATI KAU! YOSHII AKIHISSSSSAAAAAA!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;KAU PUNYA KEBERANIAN UNTUK TINGGAL BERSAMA HIMEJI KAMI PASTI AKAN MENGHANCURKAN KESENANGANMU!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak tahunya, teman kelasku membuat beberapa lapis tembok manusia di sekitarku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana ini bisa terjadi! Orang-orang yang berpikir sederhana juga cepat kaki ini bisa dapat bertahan sampai sekarang  setelah mengetahui rahasiaku hanya untuk menghukumku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika kita menyerang kau dari awal, masih akan ada pelajaran di tengah jalan, dan eksekusinya akan disuruh berhenti untuk sementara waktu. Tapi aku tidak akan melepaskanmu begitu saja. Akihisa, nikmati waktu kesenangan setelah sekolah dengan semua!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Yuuji memberikan kilatan jahat yang tidak aman. Dia tidak mengambil tindakan kepadaku kemarin saat dia tahu rahasianya, bahkan mengatakan dia akan coba untuk merahasiakan ini untukku. Apa itu semua bohong!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yuuji! Kenapa kau menghianatiku!? Kau sudah berjanji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sayang sekali, itu hanya berguna untukku saat itu efektif. Kalau tidak berguna bagiku bahkan membuat masalah untukku, yang hanya tersisa adalah amarahku! Aku tidak bisa mengembalikan sesuatu dengan membunuhmu, tapi aku tidak bisa menghilangkan amarahku jika aku tidak melakukan ini…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu apa yang Yuuji bicarakan sama sekali, tapi aura membunuh yang dia tunjukkan jelas-dan aku benar-benar yakin tentang hal ini. Orang ini ... benar-benar berniat untuk mengirimku ke neraka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua! Tenang! Yuuji sudah pasti bohong! Bagaimana bisa Himeji tinggal di rumahku? Itu perangkap yang dibuat Yuuji!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kabur dari krisis di depanku ini, aku pasrah menyebutkan kata tanpa dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. semua, tunggu sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, satu-satunya perempuan yang tetap tinggal di kelas—Minami tiba-tiba berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mi, Minami, apa kau akan menyelamatkanku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah kau menolongku menjaga Hazuki kemarin? aku harus berterima kasih padamu untuk itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami berkata dan tersenyum padaku. Itu bagus! Aku akhirnya selamat! Setelah kupikir-pikir, aku sering dalam bahaya, tapi ini mungkin pertama kalinya seseorang membelaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aki, Terima kasih untuk kemarin. Karena kau, Hazuki tidak mengalami demam karena hujan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ini aku gembira, Minami mengibaskan kunciran rambutnya sedikit dan menunduk sedikit kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak tidak, tidak masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataannya, tidak ada masalah sama sekali. Hazuki hanya adik perempuan Minami dan temanku, jadi kita harus menolong satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, kau sangat menolong kita. Karena ini, aku…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena ini…jadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Jadi aku dapat mengetahui kalau Mizuki memang tinggal di rumahmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SEMUA ORANG TOLONG AKU! BOLA MATA MINAMI TELAH HILANG CAHAYANYA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TUNGGU…! JANGAN KEMARI, YOSHII! KAMI JUGA AKAN TERLUKA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SHI, SHIMADA! KAU HANYA INGIN MENYEMBELIH YOSHII, BUKAN? KAMI TIDAK MELAKUKAN APA-APA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura membunuh Minami membuat seluruh orang yang mengelilingiku menjauh. Apakah ini bagaimana kita harus berterima kasih dan dihukum saat diperlukan? Apa Minami ingin berterima kasih padaku dan mengeksekusiku saat dia berkata &#039;tunggu sebentar&#039; ketika aku masih sadar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir Hazuki tertukar Akira dengan Mizuki, tapi setelah apa yang Sakamoto katakan, sepertinya Hazuki tidak salah. Aki, kau benar-benar mengetahui bagaimana membuatku marah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasar Yuuji…kenapa dia memberitahu rahasiaku! Jika dia tidak berbicara terlalu banyak, Minami harusnya berpikir bahwa Hazuki itu salah, dan kejadian ini tidak akan memburuk…ah, aku tidak bisa membiarkan kejadian ini terus seperti ini! Harus mencari cara untuk kabur! Ketika semuanya mundur karena ketakutan pada Minami, ini bisa menjadi kesempatan terbaik buatku untuk kabur!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa mati disini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Yoshii! Tunggu sebentar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar kau! Kau berani untuk kabur!? Sakamoto, apa yang harus kita lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan panik. Kirim 5 orang untuk mengejar dia. Yang lainnya harus berjaga-jaga di pintu gerbang sekolah, dan perkecilkan garis pertahanannya. Kita punya banyak waktu untuk menangkapnya. Jangan panik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“““MENGERTI!”””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembicaraan itu bisa terdengar dibelakangku. Aku mungkin bisa kabur jika mereka mencariku dengan cara panik. Dasar si Yuuji…mungkin ini karena dia harus kabur beberapa kali karena dia mengetahui semua skenario tersangka yang sangat tidak ingin ditemui olehnya! Aku merasa kalau dia adalah seseorang yang sangat menjijikan saat kita berada disisi yang sama, tapi dia sangat menjengkelkan saat aku musuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yuuji…Aku akan membalasmu atas kejadian hari ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan karena diburu…AKU AKAN MEMBALASMU DENGAN NYAWAMU!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bukan pria jika tidak balas dendam. Aku sungguh berjanji pada diriku sendiri dan dengan cepat aku lari ke sekolah baru untuk menghindari garis pertahanan Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Seseorang menjaga bagian sini juga…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berhasil kabur dari 5 orang, aku pergi menuju lantai satu dan melihat sekitar, tapi aku bisa melihat anggota kelas F dimana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial…aku tidak bisa kabur kalau begini jadinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sangat gelisah karena aku merasa menggigit kuku jariku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji biasanya idiot, tapi tidak peduli seberapa busuk dirinya, aku tidak bisa meremehkan faktanya bahwa dia pernah disebut &#039;Jenius&#039;. Taktik yang Yuuji perintahkan sangat tepat dan itu sangat menjengkelkan, semua pintu keluar yang bisa memimpin orang lain (juga jendela) dijaga. Tidak hanya dijaga saja, tapi menunjukkan tanda-tanda garis pertahanannya menciut. Bahkan jika aku sengaja menunjukkan diriku sendiri untuk memberantakan gerak gerik mereka, orang-orang ini tidak hanya mengikuti saja, dan kontak dengan sesama lain tidak runtuh saat mereka menutupiku, sedikit tapi pasti. Mereka mempunyai gerakan yang efisien saat menutup, dan aku tidak bisa menyembunyikan keberadaanku sama sekali dan menerobos garis pertahanan mereka. Ini buruk, ini sangat buruk!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begini, aku hanya bisa memikirkan cara untuk ke jendela lantai dua dan loncat…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak ingin melakukan ini, tapi apa boleh buat. Sebaiknya pergi ke kelas anak-anak junior dan loncat keluar jendela…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekalinya aku mempunyai pemikiran ini, aku melihat sekitar untuk mengecek situasi dan pergi ke lantai dua. Pada saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana dengan sisimu? Kau melihatnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku baru saja melihat dia. Kita sudah pasti mengepungnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, lanjutkan dengan rencana Sakamoto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa melihat orang-orang kelas F mengejarku sampai lantai dua. jadi mereka sudah menciutkan garis pertahanannya sekecil itu…untuk berpikir tentang keraguanku untuk keluar jendela dan mengecilkan garis pertahanan sedikit demi sedikit seperti ini…dasar Yuuji!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang berbahaya untuk kabur dari lantai dua. Sekarang, aku hanya bisa menuju ke lantai tiga atau empat, atau bisa saja ke atap. Tanpa persiapan sama sekali, tidak mungkin melompat dari jendela dan berharap selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial. tindakanku sedang dikontrol oleh dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada perasaan lemah seperti aku sedang dipaksa ke jalan bunu. Jika ini berjalan terus, aku pasti  akan terjebak total. Jika aku harus melakukan sesuatu sebelum aku mati, cara terbaik adalah membunuh Yuuji…tetapi sayangnya, tidak ada kesempatan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, aku hanya bisa mengertakkan gigi dan pergi ke lantai tiga. Aku sama sekali tidak kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, aku hanya bisa memakai alat untuk kabur dari api—tidak, jika aku memakai barang yang pelan itu untuk menangkap mereka, mereka akan menungguku sampai aku turun, dan ini semua aka berakhir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, aku lebih baik untuk ke lantai tiga dan mencari cara untuk kabur. Mungkin ada sesuatu yang bisa kupakai…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yoshii, apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba ada suara yang datang dari belakangku dan hampir membuatku teriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial! Apakah aku sudah ditemukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku secara berkala melihat kesana kemri untuk melihat orang yang berbicara—yang memanggil namaku. Seorang perempuan dengan rambut pendek rapi dan mata tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh? Kalo nggak salah kau…  ketua kelas C, Koyama-san?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yep. Tumben inget.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san menjawab dengan ekspresinya yang malas-malasan. Entah kenapa? Aku merasa seperti ya dia sudah tahu kalau akan aku panggil, tapi kenapa dia malah memanggilku terlebih dahulu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggu, sekarang bukan saatnya berpikiran hal lain. Sekarang, yang paling penting adalah bagaimana cara kabur dari krisis ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang lari menyelamatkan nyawa karena beberapa hal yang telah terjadi. Kalo nggak ada perlu, aku mau lanjut lari!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku sudah siap dengan ancang-ancang dan berlari— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu dulu. Apa kau sedang dikejar-kejar sama anak-anak kelas F?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iye.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san mulai bertanya hal-hal aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa… karena fakta bahwa aku dan Himeji-san tinggal bersama sudah ketahuan, jadi— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh…singkatnys, karena mereka semua sedang iri padaku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iri? Un…Begitu ya....” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Koyama-san pun langsung terlihat seperti memancarkan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan lebih cepat dari yang aku rencanakan. Dasar kelas F....” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san mulai menggerutu. Kenala ya dia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Kalau begitu, akan kubantu kau melarikan diri.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak disangka ia akan bicara seperti itu, aku jafi curiga. Dia mau membantuku melarikan diri? Seorang Koyama-san? Mau membantuku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau jangan salah paham. Aku bantu karena, kalau kelas F membuat kekacauan lagi, reputasi kita sebagai kelas 2 yang sudah dicap buruk ini akan makin terpuruk. Aku melakukan ini bukannya mau menolongmu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san menjawab pertanyaanku dengan sikap dingin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, begitukah, jadi itu alasannya. Memang benar akhir-akhir ini kakak-kakak kelas 3 melihat kita dengan tatapan kurang menyenangkan. Sebagai sesama kelas 2, dia tidak bisa hanya duduk diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baiklah, apapun alasannya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koyama-san, apa benar kau mau membantuku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yep, anggap hari ini pengecualian.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baguslah! Nggak disangka akan ada orang yang mau mambantuku! Apalagi yang membantu Koyama-san! Hal ini pasti nggak akan terpikirkan oleh Yuuji, mungkin aku akan benar-benar bisa lolos dari semua ini dan bertahan hidup!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Singkat cerita, kau sedang diburu oleh teman-teman sekelasmu, kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya begitulah. Dan mereka sedang memburuku secara perlahan. Saat ini aku hanya bisa lari ke lantai keempat atau atap sekolah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fuun…kalau begitu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Goso goso, Koyama-san mengeluarkan sesuatu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakai baju ini, pake juga wig dan berpura-puralah jadi cewek. Kurasa cukup. Dengan begini seharusnya kau bisa nggak akan dikejar-kejar lagi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san mengeluarkan seragam perempuan dan sebuah wig, atau bisa dibilang perlengkapan pakaian wanita. Eh… kenapa Koyama-san mempunyai barang-barang seperti ini? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koyama-san, jangan-jangan kau…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Apa ada yang membuatmu kurang suka?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan-jangan kau…itu adalah seorang pria?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berpikir macam-macam deh!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diapun marah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keadaanku nggak ada urusannya sama sekali dengan kau, kan? Mau pake apa nggak nih?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san menjawab dengan wajah tidak senang. Uu... lagi-lagi pakaian perempuan... sebenarnya, aku nggak rela. Aku nggak mau memakai pakaian perempuan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar, si Aki, kemana sih dia lari? Aku baru akan memaafkannya jika dia sudah kudorong jatuh dari atap gedung. Dan kalo dia masih bisa bergelantungan, langsung akan kudorong lagi tanpa basa-basi!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, suara angin yang terdengar barusan membisikkanku hal mengerikan. Kalo membandingkan antara harga diri dan nyawa, nyawa lah yang lebih penting! Saat ini, aku nggak punya pilihan walau harus memakainya sekali ataupun dua kali.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koyama-san, aku pinjam deh. Makasih.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bilang kek daritadi? Dasar merepotkan. Cepat ini ambil.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau sedikit jengkel, Koyama-san pun memberikan pakaiannya padaku . Saat ini, aku sudah nggak punya hak buat komplain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, apa nggak apa-apa kau meminjamkan baju ini padaku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak apa-apa. Lagipula baju itu memang spesial untukmu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Untukku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Nggak, nggak apa-apa! Gausah khawatir.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san pun melambaikan tangannya dan terlihat sedikit panik. Un…Aku nggak begitu mengerti… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okelah, makasih ya, Koyama-san.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa pemburu-pemburu kelas F belum melewati lorong kelas kosong yang ada di gedung sekolah tua. Kau bisa ganti baju disana.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Un! Kalo begitu aku pergi ganti baju dulu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengambil seragam dan rambut palsu dari Koyama-san,  aku berputar ke arah lorong kelas kosong.  Area tempat untuk mereka menangkapku semakin sempit dan makin menyempit, sekarang aku nggak ada waktu untuk ragu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu selamat berjuang... untukku....” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san berkata dengan meninggalkan arti tersembunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seragam &#039;cewek&#039;… biasanya cowok nggak akan pernah sedikitpun berasosiasi dengan barang ini...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berlari melewati lorong koridor yang menghubungkan antara gedung kampus lama sambil menggerutu pada diri-sendiri. Untungnya, seperti yang Koyama-san bilang, pengejarku masih belum melewati kelas ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saa... bukan saatnya untuk bernafas lega. Lebih baik cepat-cepat ganti…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terburu-buru masuk ke dalam kelas kosong, menutup pintunya dan langsung melepas pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eerm…cara pakenya gimana nih?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memakai seragam cewek ternyata sangatlah rumit. Dan aku benar-benar nggak tau caranya, tapi kalo aku kelamaan memakai dan mereka menyergap kelas ini, pasti bakalan gawat. Seenggaknya, lebih baik aku pakai wignya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berpikir sejenak, aku langsung strip tease sampai aku hanya mengenakan boxer dan memakaikan wig yang ada di tanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Aki-cha—Yoshii-kun!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara seorang murid cewek yang tidak ku kenal pun tiha-tiba masuk ke kelas. Tidak mungkin! Para pengejarku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat apa yang Koyama-san bilang!  Aki-cha…Yoshii-kun benar disini!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang cewek yang terlihat pendiam dan juga sopan dengan 3 tali kepang tersipu seraya sambil menatap tajam ke arahku. Apa ia itu pembunuh yang diutus oleh Yuuji... bukan, cewek ini nggak mungkin salah seorang pengejarku. Bagaimana mungkin seorang cewek biasa bergabung dengan grup mengerikan macam FFF?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… kalo begitu, mau apa cewek ini mengikutiku dan masuk ke kelas ini? Mendengar dari kata-katanya barusan, aku bisa tahu kalau dia sedang mencariku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah kuduga…manis sekali…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada apa ini? Tatapan cewek ini membuatku terasa panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm…Aku Tamamo Miki dari kelas D.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, iya. Aku Yoshii Akihisa dari kelas F.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami memperkenalkan diri dan menundukkan kepala satu sama lain. Nyawa dan hidupku saat ini sedang terancam. Tapi apa yang sedang aku lakukan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm…bisa aku bicara padamu sebentar?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, saat ini aku sedang dikejar, dan aku hanya mengenakan boxer. Kalo boleh, bisa kita bicara lain kali saja?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, sebenarnya aku—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Halo, apa kau tadi mendengarkanku? Aku tadi bilang kalo &#039;aku sedang dikejar-kejar&#039; dan &#039;aku hanya memakai boxer&#039;. Situasi ini bukan waktu yang tepat untuk bicara dengan santai! Kenapa kau malah lanjut berbicara?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memang terlihat sangat sopan, tapi ternyata dia tipe seseorang yang bertindak semaunya sendiri. Tipe yang susah untuk bisa akrab...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, aku mempunyai seseorang yang aku suka.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I, Iya. Baguslah. Ngomong-ngomong, bisa kamu membalikkan badan sebentar?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang itu sangat, sangatlah manis~” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seseorang yang manis. Baguslah. Ngomong-ngomong, That’s great. Anyway, bisa kamu membalikkan badan sebentar?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan dia sedikit bego.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah! Aku sudah tahu kamu punya seseorang yang kamu suka! Tapi bisa kamu membiarkanku ganti baju sebentar?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini aku merasa malu sekali, tapi dia nggak ada niatan sama sekali untuk berpaling menatapku. Be... becanda macam apa ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, orang itu terlihat sangat bahagia setiap hari~” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, Iya. Oke.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa boleh buat. Aku nggak begitu mengerti apa yang ia bicarakan, tapi sepertinya dia sedang tidak berkonsentrasi padaku, jadi aku akan  menggunakan pakaianku sebagai penutup dan diam-diam berganti pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa bahagia bila dekat dengannya. Itulah kesan yang anak itu berikan padaku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak itu? Panggilannya sedikit aneh, tapi hal yang barus diutamakan adalah cepat ganti pakaian dahulu. Sangat memalukan sekali rasanya harus memakai baju perempuan di depan perempuan, saking malunya sampai-sampai aku mau mati aja... tapi, kalo aku nggak pake, bisa-bisa aku akan mati beneran...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, begitu ya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab dengan asal, dan mulai mengambil kemejanya, lalu aku pun kepikiran, kalo cuma kemeja, cewek ama cowok nggak ada bedanya kan? Kalo begitu, aku pakai yang punyaku saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku mengambil kembali kemejaku yang baru saja aku lepas,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya bener! Dia itu sangat sangat manis! Pokoknya manis banget deh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku yang hampir saja menjangkau pakaian tiba-tiba diserobot. Ehhh!? Apa ia tadi dengar tanggapanku barusan!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu, tunggu dulu, Tamano-san! Tenangkan dirimu dan lepaskan tangan—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia manis sekali, dia sangat ma is! Saking manisnya bahkan mau aku telen dia bulat-bulat!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya daritadi juga aku sudah tahu kalau dia manis! Jadi cepat kembalikan kemejaku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia terlalu gembira karena ia sedang terus-terusan menggenggam tangan serta kemejaku. Tunggu… situasi macam apa ini? Aku hanya mengenakan boxer sedang merebut baju dengan seorang wani lakukan dengan perempuan what’s the situation now? Why am I wearing boxers and tussling over a shirt with a girl in an empty classroom? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia sangat manis sampai-sampai aku lupa kalo dia laki-laki!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibanding dengan teriakannya, tarikan tangan Tamano-san jauh lebih keras, dan pakaianku pun pindah tangan tanpa ada  perlawanan. A... aku kalah adu tenaga dengan seorang cewek.&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 123.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai cowokpun, aku sangat terpukul atas hal ini, tapi melihat situasi yang sekarang, sangatlah sulit untuk mendapatkan kembali pakaianku dari tangannya , terpaksa aku hanya bisa meraih baju pinjaman dari Koyama-san. Sial... Aku nggak pernah bermaksud untuk menodai baju pinjaman ini!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan di sekolah, anak itu punya banyak penggemar cowok ataupun cewek!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TUTUTUTUNGGU DULU! KENAPA KAU LAGI LAGI MERAMPAS BAJUKU !!! KOMOHON, TOLONG CEPAT KEMBALIKAN BAJUNYA PADAKU!! AKU AKAN PUNYA MASALAH BESAR KALO NGGAK PAKE BAJU INI!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cewek didepanku satu ini merampas baju yang dipinjamkan Koyama-san dengan kekuatan yang luar biasa. Cewek ini kelihatannya sedang mengigau, tapi matanya selalu menatap kearahku! Kalo begini, jangankan anak-anak kelas F, bahkan aku nggak akan berani tampil di depan semua orang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo aku terus-terusan ragu, aku akan didahului oleh orang lain... jadi, A, aku bertekad untuk memberanika  diri dan menyatakannya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh! Bahkan jaketnya pun diambil...Tamano-san, kumohon padamu! Seenggaknya kembalika  celananya padaku!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamano-san menculik pakaianku satu persatu dan menaruh semua di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak tahu lagi apa yang harus aku lakukan jika cuma ditinggalkan dengan sebuah rok, tapi kalo aku bisa memakai celana, seenggaknya aku nggak bakalan ditangkep polisi. Sekarang aku harus berpegang teguh pada garis pertahanan terakhir ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini pengalaman pertamaku, tapi aku akan berusaha!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah! Aku akan menolongmu! Aku nggak tahu apa maksudmu, tapi aku akan benar-benar menolongmu, jadi tolong jangan kejam padaku. Kau hampir merobek karet celananya! Bisa tolong lepaskan celanaku!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin lama semakin tak berarti, dan tanpa disadari, baju dan celanaku semua ada di tangannya. Apa mungkin dia itu benar-benar pembunuh yang diutus oleh Yuuji? Yuuji sudah memperkirakan aku akan berujung pada situasi seperti ini, dan berencana merampas semua pakaianku. Dasar licik! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, tenang… aku sudah berlatih berkali-kali dirumah…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamano-san terus-terusan bernafas dihadapanku. Semua seragam yang dia rampas dariku sudah dibuang ke tempat yang tidak dapat aku raih. Sepertinya aku sudah nggak bisa mendapatkannya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sudah begini, sebaiknya aku ikuti dan dengarkan saja apa yang ia mau. Kalau dia sudah puas, pasti dia akan mengembalikan seragamnya padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau sekarang cuma memakai boxer, sebaiknya aku nggak usah ambil pusing dan dengar apa yang ingin ia katakan terlebih dahulu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu…apa kamu mau…mendengarkan aku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Un, ceritakan padaku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat cewek seserius ini, aku langsung mengangguk sambil menggenggam rambut palsu yang tadi aku lepas. Jangan khawatirkan hal kecil! Saat ini, aku harus berpikir bagaimana cara lolos dari situasi genting ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baguslah…kalau begitu, Aki-—Yoshii-kun!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tamano-san, pertama aku harus bilang. Kau pasti diam-diam selama ini memanggilku dengan nama &#039;Aki-chan&#039;, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, aku menyukai seseorang!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya iya, aku sudah tahu. Ngomong-ngomong, bisa kau memanggilku dengan nama yang benar—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi... Aki-cha…Akiko-chan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidaaak! Aku nggak mau nama yang lebih parah! Namaku itu Akihisa!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang cewek ini inginkan dariku? Mungkinkah aku sedang dikerjai? Atau aku lagi berada di acara komedi tivi? Apa saat ini semua orang sekarang sedang bersembunyi dan menertawaiku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku benar-benar nggak tahu apa tujuan dia yang sebenarnya, tapi Tamano-san berkata dengan suara yang penuh nafsu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setialah denganku!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Hah?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The conversation just now went into a vague direction, on hearing those words from her, my mind was left blank. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setia? Setia apaan? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm…maksud kamu itu... aku…dengan kamu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I... iya, a…aku…dan Aki—Aki-chan…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aki-chan yang ia maksud itu adalah aku kan? Aku, Tamano-san—berpacaran? Bukankah ini yang dinamakan dengan pernyataan cinta!? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ehhh!? Ke... Kenapa!? Kenapa Tamano-san bisa suka denganku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bilang begitu! Mungkin Yoshii-kun nggak tahu, tapi Aki-chan itu orangnya sangat menarik!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dengan nada memaksa. Baru sekali ini dalam seumur hidup aku dinyatakan cinta oleh perempuan. Uhh…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Soalnya Aki-chan itu orangnya ganteng dan juga lucu! Mulai dari kulitnya yang halus dan juga lembut, matanya yang besar dan sifatya yang malu-malu saat dipaksa menggunakan baju perempuan, semuanya lucu! Yoshii-kun harus tahu itu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamano-san yang sedang kegirangan pun mendekatiku dengan sangat tiba-tiba. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…ma, maaf.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia sadar karena sikapnya yang berlebihan dan berjalan mundur sambil menundukkan kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja, jadi…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berpikir sejenak, kemudian Tamano-san melanjutkan perkataannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maukah Aki-chan... menjadi milikku dan hanya satu-satunya untukku seorang!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aneh. Seharusnya aku itu senang setelah seseorang menyatakan cintanya padaku, tapi kenapa aku malah kebingungan menjawabnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya nggak ada masalah apa-apa. Karena dia berniat serius untuk aku setia dengannya, jadi aku harus berhati-hati dan memikirkan jawabanku matang-matang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam pikiranku pun, aku mulai membayangkan situasi jikalau aku benar-benar pacaran dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yo, dah lama nunggu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah nggak, aku juga baru saja datang kok—eeehhh, pakaian macam apa itu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Cuma T-shirt dan celana jeans yang biasanya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak pakai wig dan rok? Kamu jahat! Padahal mau aku ajak ke toko aksesoris yang terlihat bagus dan cocok dipakai untuk Aki-chan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak gak gak, Tamano-san, Aku nggak punya ketertarikan sama hal yang seperti itu—AKH! Nafsu membunuh!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yoshii Akihisa… berani-beraninya kau mendapatkan pacar. Apa kau sudah lupa dengan sumpah FFF…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu dulu! Hubungan kami berdua masih belum pasttiiiiiii!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubur!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“““Siap!””” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat disayangkan sekali, adegan yang satu ini bukan adegan yang menyentuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah utamanya bukannya aku nggak suka sama Tamano-san, tapi kita berdua memang nggak ditakdirkan untuk bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, aku menatap Tamano-san dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Tamano-san. Aku benar-benar minta maaf, aku—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum sudah aku bicara, Tamano-san berkata dengan tergesa-gesa padaku, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, aku janji! Aku akan terus berusaha keras membuatkan banyak baju yang lucu-lucu buat kamu! Setiap minggu—eh nggak, setiap hari! Aku akan buatkan baju yang pasti Aki-chan akan suka!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Tamano-san salah paham dengan kata maafku dan mulai menunjukkan sifat baiknya. Duh, bagaimana ya. Jika seseorang menjawab &#039;Baiklah aku akan berpacaran denganmu&#039; setelah mendengar kata-katanya tadi... Apa Tamano-san akan benar-benar senang punya pacar yang seperti itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu, ma... maksudku. Maaf. Aku nggak bisa jadian sama kamu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak mau ikut bergabung ke dalam dunianya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak lama setelah mendengar jawaban dariku, ia bertanya kepadaku,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu nggak bisa jadian sama aku, jangan bilang… kalo kamu punya seseorang yang kamu suka...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun aku punya seseorang yang aku sukai ataupun nggak, sepertinya itu juga nggak akan merubah jawabanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, saat ini ia bertanya padaku dengan menggunakan ekspresi yang sangat serius, Aku menjadi bingung bagaimana harus menjawabnya. Ugh... bagaimana cara menjelaskannya ya? Aku benar-benar nggak punya pengalaman sama sekali di bidang ini.… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ummm… kalo aku harus jujur, tentu saja aku punya…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sulit sekali aku mengatakannya. Sebenarnya bukan sulit mengatakannya tapi lebih ke bagaimana aku harus menjawab. Lagipula, aku belum benar-benar memikirkan ini dengan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu, orang yang Aki-chan suka itu—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“i, itu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaraku terhenti di tenggorokan. Ini benar-benar sulit. Aku sudah nggak tahu lagi harus ngomong apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, kenapa aku harus dipaksa untuk mengalami kejadian bodoh dan menyulitkan seperti ini? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin seumur hidupku, nggak akan ada kedua kalinya aku dinyatakan cinta oleh seseorang, apalagi saat aku hanya mengenakan boxer dan sedang ketakutan dengan bahaya yang sebentar lagi terjadi. Dan juga, yang dinyatakan cintanya itu bukan kepadaku tapi kepada aku yang sedang memakai baju perempuan. Bagaimana lagi aku mau dipermainkan oleh takdir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk lolos dari semua masalah yang sekarang ada dihadapanku, dan untuk lolos dari kenyataan yang pahit ini, aku pun berpikir keras untuk mencari dalang dari semua kejadian ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana sebenarnya kesalahanku? Sejak kapan dan bagaimana bisa kesialan yang bertubi-tubi ini bisa terjadi? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini semua karena…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berpikir sejenak, sesosok manusia muncul dikepalaku. Ya benar. Ini semua bermula karena aku dikhianati oleh orang itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amarahku perlahan naik dari ujung kaki ke ujung kepala. Ini semua karena ulah dia! Lain kali aku melihatnya, dia takkan bisa lolos dariku! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai memikirkan segala cara untuk balas dendam ke musuhku yang satu ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada saat yang sama, otak dan dalang dari semua ini pun muncul dengan sendirinya di koridor, mungkin karena ia sedang memeriksa sesuatu. Itu dia! Berani juga dia menampakkan dirinya padaku. Tamat sudah riwayatmu! Aku akan membunuhmu dengan cara mengenaskan dan lepaskan semua amarahku padamu! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“YYUUUUUUUJJJJJIIIIIIII!!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“EH…EEEHHHH!!!???” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun langsung berteriak mengutuknya keras-keras. Saat aku berteriak, para pengejarku sudah pasti akan menemukan persembunyianku. Tapi disaat begini~, siapa juga yang peduli!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka, kamu bilang Yuuji…Sakamoto Yuuji!? Yoshii-kun suka sama Sakamoto-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamano-san terlihat sangat terkejut oleh sesuatu, kenapa? Tanya kenapanya nanti saja. Aku harus tangkap si bajingan itu dan hajar dia sampe babak belur!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun langsung berubah super saiya dan melompat keluar ke arah koridor. Yuuji... hari ini adalah hari kematianmu!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerahkah seluruh tenaga untuk berlari mengejar, dan di tengah jalan, aku seperti mendengar ada seseorang yang menggerutu dengan suara bergetar dan perlahan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 “…A, aku baru saja mendengar sesuatu yang luar biasa…!” &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pergi ke kelas kosong itu tadi maksudnya cuma mau mengambil beberapa perlengkapan kostum, tapi nggak disangka ada kejadian menghebohkan... karena sudah terlanjur mendengar, aku jadi kebingungan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Hideyoshi, kau kenapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Muu, un…Muttsurini…sebenarnya,&lt;br /&gt;
A...Aku tadi pergi ke kelas kosong mengambil perlengkapan kostum untuk ekskul drama, terus aku mendengarkan sesuatu yang luar biasa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…luar biasa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya ini bukan sesuatu yang harus dibicarakan ke orang lain, tapi aku benar-benar terkejut…Muttsurini, apa kau mau mendengarkanku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Percayakan padaku. Semua rahasia aman tersimpan rapat-rapat di dalam brankas Muttsurini.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Thanks. Sebenarnya…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…ya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cewek itu—kalo nggak salah, namanya Tamano, anak kelas D.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cewek bernama Tamano, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Suka!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Siapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak disangka bukan cuma Shimada dan Himeji saja. Si Kacung itu bahkan ditembak sama cewek lain... aku jadi sangat terkejut… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…A, aku baru saja mendengar sesuatu yang luar biasa…” &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku sedang pergi untuk ekskul, aku melewati salah satu kelas, lalu mendengar Muttsurini dan seorang murid lagi berbicara hal yang menghebohkan… dan aku benar-nenar sangat terkejut… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aiko? Kamu kenapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…Yuuko. Sebenarnya…A…Aku tadi pergi lewat gedung sekolah lama untuk berangkat ekskul dan mendengar sesuatu yang luar biasa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Luar biasa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gayanya berbicara, pasti dia itu tadi adiknya Yuuko—Kinoshita Hideyoshi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kinoshita Hideyoshi itu— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Suka!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yoshii-kun!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Mi, Miharu baru saja mendengar sesuatu yang luar biasa…” &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun mengejar dan mencari-cari Yuuji, tapi aku langsung kehilangan jejaknya. Sialan, lagi diburu tapi aku malah memberitahu posisiku sendiri. Disamping itu, walaupun dia sedikit aneh orangnya, aku jadi merasa nggak enak hati harus meninggalkan seorang cewek yang menyatakan cintanya padaku sendirian di kelas yang kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lebih baik aku kembali ke kelas itu dan menjelaskan semuanya...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, setelah aku menggerutu pada diri sendiri, aku baru sadar kalo aku hanya sedang menggunakan boxer! Sebelum memikirkan masalah Tamano-san, lebih baik aku memakai baju terlebih dahulu! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun langsung ngibrit kembali ke kelas kosong tadi dengan maksud mau mengenakan baju milikku.Tamano-san kelihatannya sudah pergi, dan di kelas hanya tersisa dua seragam yang tadi. Sepertinya aku sudah melakukan hal yang keterlaluan pada Tamano-san... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku baru saja dinyatakan cinta, aku pun menjadi kehilangan motivasi untuk memakai seragam perempuan, jadi aku pun mengambil seragam laki-laki milikku dan memakainya kembali. Akan kukembalikan seragam perempuan ini pada Koyama-san... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ampun DJ... layaknya hari kemarin, musibah datang silih berganti...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menghela nafas dan mengepit seragam yang aku pinjam. Kira-kira Koyama-san masih di sekolah nggak ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berhati-hati dengan keadaan sekitar, aku mengendap-endap pergi ke kelas C— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“““BUNUH YOSSSSSHHHHHIIIIIIIIIIIIII!!!””” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar gonggongan orang yang sedang ngamuk datang dari lantai bawah. Apa yang sebenarnya sedang terjadi!? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“GUE UDAH NGGAK TAHAN LAGI KALO DISURUH MENGECILKAN RUANG GERAK ITU MONYET DAN MENANGKAPNYA PELAN-PELAN! GUE MAU LANGSUNG MUTILASI ITU ORANG KALO KETEMU! GUE MAU KASIH DIA SEMUA SIKSAAN DAN KESAKITAN YANG ADA DI DUNIA!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“DASAR KEPARAT... HIDUP SERUMAH DENGAN HIMEJI PUN DIA BELUM PUAS!! BAHKAN TAMANO, KINOSHITA, DAN JUGA KUDOU JUGA JATUH HATI SAMA DIA... JANGAN BERCANDA DEH! INI SEMUA KARENA ADA ORANG SEPERTI DIALAH MAKANYA SAMPAI SAAT INI GUE BELOM PUNYA PACAR!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HARUS DIBUNUH! BUNUH YOSHII AKIHISA DENGAN SEGALA MACAM METODE SIKSAAN YANG MANUSIA SAMPAI SAAT INI BISA TEMUKAN!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saja badai hawa nafsu membunuh ini bisa dirasakan dan dilihat dengan nyata, mungkin SMA Fumitzuki langsung ambruk jadi puing-puing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana menakutkan datang dari tangga yang menuju ke lantai bawah, dan aku nggak cukup berani kalau harus melihat ke bawah... bukan karena takut ketinggian. Tapi karena dendam dan hawa nafsu membunuh mengerikan yang semakin lama semakin dekat! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yoshii-kun. Akhirnya ketemu juga~gue mau bunuh elo~nggak apa-apa kan loe gue bunuh? Gue bisa terbang, kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“■■■■■■■...■■■■■■■■■,■■■■■■■■■■!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“IRIS-IRIS, KASIH KECAP, INJEK-INJEK, TONJOKIN, BACOKIN, GANTUNG, GEBOKIN, CEKEK!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman-teman sekelasku bergerak bersama secara perlahan seperti hantu menampakkan diri di hadapanku. Mereka sudah nggak mempedulikan semua instruksi dari Yuuji, sekarang mereka hanyalah sekumpulan amukan massa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke, kenapa mereka ini??” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kemarahan mereka sudah mencapai batas maksimal, dan saking berbahayanya bahkan mereka sudah nggak bisa dikontrol lagi. Teman-teman sekelasku perlahan mendekatiku sudah seperti hantu yang nongol di mimpi buruk. Kepala mereka terlihat menggantung-gantung seperti lehernya sudah nggak bisa menopang kepala mereka. Mengerikan dan menjijikkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba... bahaya nih! Aku harus segera kabur.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah nggak ada waktu lagi untuk memperkirakan pergerakan mereka. Aku hanya bisa membalikkan badanku dan lari sekuat tenaga untuk lolos dari mimpi ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“KETEMU! ITU DIA SI YOSHII! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TANGKAP DIA DAN LANGSUNG EKSEKUSI! JANGAN SAMPE DIA LOLOS!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“KALIAN YANG BISA LARI 100M DALAM 11 DETIK CEPAT KEJAR DIA! DAN YANG LAIN PIKIRKAN KEMANA IA AKAN LARI LALU SERGAP DIA! KITA INI UDAH NGGAK BISA TAHAN AMARAH LAGI! KALO PERLU HAJAR SEMUA ORANG YANG NGALANGIN JALAN!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan perintah yang sedikit normal datang dari arah belakangku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waw? Mereka semua saling berteriak untuk bunuh, tangkap dan eksekusi, tapi setelah mendengar kata-kata teman sekelasku yang barusan, aku jadi sedikit lega. Ternyata, nggak semua temanku yang berubah jadi amukan massa nggak waras. Syukur deh... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OI, YOSHII, TUNGGU LOE! JANGAN LARI!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JELASIN SEMUA RUMORNYA PADAKU!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“BAGAIMANA MUNGKIN LOE BISA DITEMBAK SAMA CEWEEEEKKKKKKKKK!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SSIALAAAANNN!! KENAPA AKU HARUS SELALU MENGALAMI KEJADIAN BODOH SEPERTI INI!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mati-matian mencoba melarikan diri dari teman sekelasku yang bangga akan kemampuan berlari dari kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat yang sama— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SSIALAAAANNN!! KENAPA AKU HARUS SELALU MENGALAMI KEJADIAN BODOH SEPERTI INI!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa sepengetahuanku, teman paling kubenci satu ini terlihat seperti ia sedang kabur dari sesuatu dan berlari berdampingan di sebelahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yuuji, sedang apa kau disini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak bisa lihat? Gue lagi lari!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Lari dikejar apaan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yuuji, aku nggak akan memaafkanmu, berani selingkuh di hari pertama kita akan menjalani hidup serumah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat lebih dekat, diantara lelaki yang larinya sangat cepat, ada sesosok perempuan dengan rambutnya yang hitam panjang ikut berlari sama cepatnya. Sejak kapan si Kirishima-san... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selingkuh? Apa yang kau lakukan kali ini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mana ku tahu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; Dan apa maksudnya tadi ada kata tinggal serumah?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ITU SEMUA KARENA ULAH LOE SAMPAI GUE HARUS DIPAKSA HIDUP SERUMAH DENGAN ITU ORANG!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“MATI LOE!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SAMA! GUE BEGINI JUGA SEMUA GARA-GARA ULAH LOE! MATI AJA LOE!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SIAPA JUGA YANG MAU MATI! DEMI KIRISHIMA-SAN, GUE NGGAK BAKALAN MATI SEBELUM GUE BERHASIL BUNUH ELO!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami pun menyerang satu sama lain sambil berlari, dan pada saat yang sama, beberapa orang muncul dihadapanku. Mereka yang bewajah tak berperasaan. Yang tak lain dan tak bukan adalah... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian gak akan bisa lari~dasar merepotkan~bagaimana kalo kita bunuh mereka bersama-sama? Pasti kesepian kalo harus mati seorang diri~” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“■■■■■■■...■■■■■■■■■,■■■■■■■■■■!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“IRIS-IRIS, KASIH KECAP, INJEK-INJEK, TONJOKIN, BACOKIN, GANTUNG, GEBOKIN, CEKEK!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa, aku bantu kau lari. Orang-orang ini benar-benar sudah nggak waras.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, Yuuji! Yang penting sekarang adalah bagaimana cara melindungi nyawaku!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bisa melarikan diri dari amukan massa, kami pun langsung berlari turun ke lantai pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka memegang pipa baja dan tongkat kasti berhias banyak paku yang entah asalnya mereka dapat darimana. Kalo aku nggak salah mengira... hanya dengan ayunan pelan saja maka tembok yang ada di samping mereka bisa retak-retak!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yuuji, apa Yoshii benar-benar baik untukmu? Jadi rumor itu benar...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, Yuuji! Apa rumor yang Kirishima-san tadi katakan? Kenapa namaku tiba-tiba ikut muncul?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga kurang tahu! Yang kudengar setelah anak kelas D Tamano Miki menyatakan cintanya padamu, kau menggunakan hal yang berkaitan denganku untuk menolaknya, dan menyebabkan rumor menggelikan ini beredar!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berusaha mengingat kembali apa yang telah aku lakukan sampai saat ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba kuingat-ingat... percakapanku dengan Tamano-san sewaktu itu seperti— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, orang yang Aki-chan suka itu—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I, itu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“YYUUUUUUUJJJJJIIIIIIII!!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, jadi begitu... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I, Itu sih cuma rumor belaka! Orang-orang salah paham itu pasti karena sifat jelekmu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“aku merasa kau udah tahu apa sebabnya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja nggak! Kalo orang-orang tanya padaku apakah aku suka atau benci sama Yuuji, aku pasti langsung jawab &#039; aku sangat benci dia sampai-sampai mau kuhajar dia sampai babak belur&#039;!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sama dah! Kalo orang tanya apakah benci ataukah suka sama Akihisa, Aku pasti langsung jawab &#039; Aku rasanya mau injek-injek itu orang ampe jadi makanan ternak&#039;!&amp;quot;” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Hati kita berdua memang serasi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi, lihat mereka berdua, udah tinggal serumah sama cewek dan dinyatakan cintanya, tapi malah mereka tampak serasi dan saling menyukai...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini berbahaya sekali! Demi semua umat manusia yang ada di dunia, sepertinya kita harus kubur dia dalam-dalam dipuncak gunung.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yuuji, takkan kumaafkan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sama sekali nggak bermaksud seperti itu saat aku bilang kalo hati kami memang serasi! Tapi bagaimanapun aku mau menjelaskan, mereka pasti nggak mau dengar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yuuji, sebaiknya kita gerak cepat dan kabur. Belok kanan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berlari dari amukan massa dengan mata yang penuh akan putus asa. Menakutkan sekali! Teman sekelasku sangat menakutkan! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan kabur~jangan lari~Kau takkan bisa lari~” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat tongkat kasti metal yang mereka genggam sedang terbang kearahku, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemari!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami dengan cepat menghindar dengan masuk ke delam kelas. Mungkin cuma sebentar, tapi sepertinya mereka tadi sempat kehilangan jejak kami berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, sekarang ayo cepat kita cari sesuatu yang bisa dijadikan senjata...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bukan sekedar amukan massa yang menakutkan, tapi mereka juga membawa senjata, jadi kita juga harus punya senjata untuk bisa melawan mereka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji pun mati-matian mencari senjata terdekat yang bisa kami berdua gunakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, nggak lama kemudian, sesosok tubuh berotot kawat dan  bertulang besi dengan kemampuan bertarung luar biasa muncul di hadapanku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar. Dia adalah guru yang sedang memperhatikan ke arah kami dengan tampang malas, guru itu dipanggil dengan nama &#039;Tangan Besi&#039;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Tangan Besi? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat sekeliling kelas tersebut, apa yang muncul di depan mataku adalah buku-buku berjejeran rapi dengan judul &#039;Garis Dasar Bimbingan Konseling&#039;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
““Maaf! Kami salah masuk!”” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji bulu kuduknya langsung berdiri seraya menundukkan kepala kepada Tangan Besi dan langsung berbalik badan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sayangnya, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, kalian berdua sudah masuk ke kelas ini berkali-kali, jadi bapak rasa kalian aeharusnya sudah tahu kalau...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar suara keras dan kasar di belakang kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—pintu ruang konseling nggak bisa dibuka dari dalam tanpa menggunakan kunci.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun cara kami untuk memutar gagang pintu, besi baja ini nggak bergeming sama sekali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Buka! Cepat terbukalah! Keluarkan aku dari neraka ini!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Si, sialan! Dasar brengsek! Terbukalah!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Krak krak krak. Kami berusaha sekuat tenaga memutar gagang, tapi yang kami dapat cuma sensasi dingin dan kokoh dari gagang baja tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, kalian berdua. Aku nggak tahu ulah apa yang lagi-lagi kalian perbuat, tapi, nggak bapak sangka kalian berdua mau datang kesini dengan sendirinya untuk mengakui dan mendapat bimbingan, bapak merasa terharu sekali.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak nggak nggak, bapak salah paham... Itu sih Yuuji—si Idiot Sakamoto ini bilang kalo dia mau bimbingan dari bapak, jadi aku datang kemari mengantarnya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu dulu, dasar brengsek! Berani-beraninya kau berkhianat dan kabur sendirian! Tangan Besi, jangan salah paham! Ini orang—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup basa-basinya. Kalian berdua cepat kemari, walaupun bapak sedang sibuk, bapak masih bisa menolongmu untuk mendapatkan pelajaran tambahan extra.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
““NGGAK MAU!”” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leherku dan Yuuji pun langsung dicengkram oleh sepasang tangan yang kuat dan berotot. Tidak! Lepaskan aku! Seseorang tolong selamatkan aku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah apakah harapanku didengar Tuhan tiba-tiba pintu yang tadinya tidak bisa bergeming sama sekali saat ini sedang terdorong dari luar. Ja... jangan-jangan, ... keajaiban telah terjadi! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Pak guru, aku juga mau ikut pelajaran tambahan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kirishima-san berkata demikian, Pintu yang berada di belakangnya dengan perlahan  tertutup kembali. Pintu yang sudah seperti pintu penghubung ke masa depan kami, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh Kirishima. Kamu nggak butuh pelajaran tambahan, kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kalau begitu, Ijinkan aku  mengajari Yuuji pelajaran tentang pengetahuan jasmani dan juga pengetahuan umum.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Kamu baik sekali mau membantu. Kalo begitu pak guru bisa fokus untuk mengajari Yoshii.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu yang menghubungkan ke masa depan kami telah tertutup dengan gayanya yang dingin dan tanpa ampun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu dulu, Shouko! Aku nggak butuh kamu buat mengajariku! Apalagi tentang pengetahuan umum!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pak guru, ini tidak adil! Kenapa Yuuji mendapatkan pelajaran privat dari Kirishima-san, sedangkan aku harus berhadapan satu lawan satu dengan sang Tangan Besi? Aku mengajukan keberatan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong apa kamu ini? Kirishima adalah murid nomor satu. Kalian berdua harus banyak belajar darinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Pak guru, kami akan pindah ke sofa sebelah sana. Aku mau mengajari Yuuji tentang ujian praktek dalam hal kesehatan jasmani.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau dengar tadi, tangan besi? Bukankah dia baru saja bilang hal yang bisa membuat orang beranggapan kalo dia itu sakit jiwa? Aku nggak butuh pelajaran tambahan untuk hal semacam itu! Sekarang cepat lepaskan aku!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang tadi kamu sebut Tangan Besi?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Kenapa bapak malah cuma mendengarkan kata-kataku? Bukannya kata-kata Shouko sebelumku jauh lebih penting!!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bener tuh, pak! Yang paling penting itu si Yuuji telah menipu Kirishima-san! Sebagai guru, bukankah seharusnya bapak membimbingnya ke arah yang benar!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berisik! Kalian jangan banyak bacot dan cepat duduk!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
““NGGGAK MAU!”” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 “““...””” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kayaknya itu dua orang udah nggak bakalan bisa keluar.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terpaksa kita hanya bisa membunuh mereka besok.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sangat disayangkan sekali. Gue bener-bener mau bunuh mereka hari ini juga~!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, kami berdua dipaksa untuk mengikuti pelajaran spesial dari tangan besi sampai waktu gerbang sekolah ditutup.&lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah lagi-lagi hujan…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pelajaran tambahan spesial selesai, akupun berjalan keluar gerbang sekolah, dan langit mulai gerimis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku lagi-lagi nggak bawa payung, tapi setelah pengalaman di hari kemarin, aku memutuskan untuk tidak usah berteduh, dan lari secepatnya sampai ke rumah. Tapi ternyata, nggak seperti hari kemarin, hujannya langsung reda sebelum aku sampai di rumah. Ampun deh... entah kenapa aku merasa harus banyak belajar dari kesialan kecil seperti ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pulang…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuka pintu depan sambil mengibas air basah yang berada di tubuhku dengan tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U...Ummm... selamat datang, Akihisa-kun!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Aku pulang. Himeji-sa—NNNNNNN!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san, yang pulang lebih awal dariku, dengan cepat datang ke pintu depan untuk menyapaku. Sopan sekali... seharusnya ini sopan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, Himeji-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I, iya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakaian yang kamu kenakan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I, ini pakaian yang ku kenakan sehari-hari! Ini yang biasa kukenakan kalo di rumah!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenakan kaos yang memperlihatkan bahunya, lalu rok pendek yang akan memperlihatkan gambar berbahaya kalo dia menunduk! Bagaimanapun aku melihatnya, ini sih terlalu vulgar! Penampilannya yang sekarang membuat Himeji-san terlihat sedikit nakal... Ukuran dada Himeji-san sangatlah besar, dan pakaian vulgar ini sangat memperlihatkan bahunya, sangat-sangat memperlihatkan sampai orang biasa pasti tidak akan bisa menahan nafsu. Dan jangan kaget kalau nanti tiba-tiba bajunya akan merosot dari bahu… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah kamu biasa memakai ini kalau dirumah? Kelihatannya kamu kemarin-kemarin nggak pernah menggunakannya…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, Himeji-san selalu mengenakan pakaian yang tidak menunjukkan banyak aurat, dan roknya pun lumayan panjang. Melihat dia mendadak berganti dengan gayanya yang berani, sebenarnya apa penyebab dia bisa berujung seperti ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemarin…i, iya, beberapa hari kemarin cuacanya sangat dingin! Dan hari ini cuacanya sudah mulai kembali hangat, jadi aku juga kembali mengenakan apa yang biasa aku kenakan.!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar hari ini lebih panas dari hari kemarin, tapi nggak perlu sampai dia harus mengganti apa yang biasa ia kenakan, apalagi hari ini hujan. Walau sedikit lebih hangat, tapi aku masih merasa kedinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu kenapa, Himeji-san?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak kenapa-kenapa kok! Aku biasa-biasa aja!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san terlihat panik dan menaikkan nada suaranya. Melihat situasinya, pasti ada sesuatu yang nggak beres.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, aku ini laki-laki tulen, tentu saja aku senang melihat Himeji-san mengenakan pakaian yang sensual dan buka-bukaan. Tetapi itu kalo aku nggak memikirkan keselamatan diri-sendiri. Kalo saja kakak menemukan aku sedang tinggal bersama Himeji-san yang saat ini sedang memakai baju yang buka-bukaan. Dia pasti langsung mematahkan dua atau tiga jariku sekaligus. Dan lagi... melihat Himeji-san yang seperti ini, mungkin saja aku akan kehilangan akal sehat dan berujung berbuat hal yang dilarang agama secara tidak sengaja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Let’s leave that aside first. Apa kamu mau makan dahulu? Apa kita makan malam dahulu? Atau... kamu mau makan malam?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini kedengaran seperti kalimat mesra yang sering digunakan pengantin baru, tapi kayaknya sedikit berbeda dari yang Himeji-san tadi katakan. Tadi kedengarannya sangat mirip seperti seseorang berkata padaku dengan kalimat &#039;Pilih mana? kuburan apa rumah sakit.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu, Aku sarankan kamu pilih—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pilih mandi dulu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, mandi, ya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar jawabanku, Himeji-san terlihat seperti mau mulai memberanikan dirinya dan sejenak berhenti berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka, kakakalau begitu—aku akan membantu menggosokkan punggung kamu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bicara apa cewek ini barusan? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ha?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun hanya bisa bereaksi mengeluarkan nada kebingungan. Eh… tadi Himeji-san ngomong apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan jangan jangan! Himeji-san, aku akan menggosokkannya sendiri!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf. Aku tahu kalo masuk ke kamar mandi dengan masih menggunakan handuk itu nggak adil. Tapi aku masih belum berani kalo harus sama-sama telanjang...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“KAU TADI NGGAK DENGERIN AKU NGOMONG YA?! DAN LAGI, KAMU MAU MASUK KAMAR MANDI DENGANKU?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa dia berpikir bencana nggak bakalan terjadi saat dia menggosokkan punggungku…? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka, kamu nggak usah memaksakan dirimu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak, aku nggak memaksakan diri!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja, jangan memandangku seperti itu. Se... sebenarnya, aku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berbicara terbata-bata, tapi dia kelihatan sangat berusaha keras untuk berkata sesuatu padaku dengan memaksakan keluar suaranya yang tertekan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pa... payudaraku…lumayan…besar, tau…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata seperti itu, mungkin karena terlalu malu, wajah Himeji-san tersipu malu dan langsung menundukkan kepalanya kebawah. A... apa? Apa yang membuatnya bisa mendadak berubah seperti ini? Dan nggak usah dibilang juga, aku itu sudah tahu seberapa besar payudaranya! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tutututunggu dulu, tenangkan dirimu, Himeji-san! Sebenarnya ada apa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak ada apa-apa kok! Kalo cowok dan cewek melakukan hal seperti ini sih normal! Dan jauh lebih sehat daripada cowok melakukannya dengan cowok!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san meneruskan perkataannya. Huh? Cowok dengan cowok? Sehat? Jangan-jangan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Himeji-san. Apa kau tadi mendengar rumor aneh di sekola—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U, udara disini sedikit panas ya, Akihisa-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku belum selesai bicara, Himeji-san langsung memotong pembicaraan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengibas-ngibaskan tangannya ke arah dada dan terlihat sangat gugup, mungkin dia bermaksud untuk menarik perhatianku dengan menunjukkan daerah payudaranya. Tapi Himeji-san benar-benar nggak tau caranya merayu dan hanya mengibaskan tangannya dengan cara asal-asalan.&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 151.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, Himeji-san…kamu pasti merasa malu, kan? Sebaiknya jangan paksakan dirimu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Malu? Malu kenapa? Aku nggak ngerti!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia dengan kekanak-kanakkan menyenderkan badannya padaku. WAH! Kalo ia menyandarkan badan ,kerah bajunya akan terbuka sangat lebar, dan bisa-bisa aku akan melihat apa yang gak seharusnya kulihat! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kosong... Kosong adalah berisi, dan berisi adalah kosong…  isi kepala cepatlah pergi, jangan sampai diisi dengan pikiran kotor!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatku yang sedang berusaha menyingkirkan nafsu jahat, Himeji-san hanya bisa membelalakkan matanya. Sebenarnya cewek ini nggak perlu merayuku dengan metode seperti ini! Efeknya malah akan jadi lebih besar! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhu…Akihisa-kun masih belum juga tertarik denganku…apa aku harus meniru hal-hal yang tertulis dibuku ini…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san membalikkan badannya dan menggerutu seraya ia mengeluarkan buku referensi rahasia yang kakak sita dariku—OI, TUNGGU DULU! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Himeji-san, apa yang lagi kamu baca? Itu bukanlah bacaan untuk anak perempuan! Bisa segera kamu kembalikan padaku? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…tapi, kalau dia menyimpan buku ini, bukannya itu berarti Akihisa-kun tertarik pada perempuan? Tapi Akihisa-kun nggak bereaksi apa-apa terhadapku, jadi Akihisa-kun tidak mempedulikan aku sama sekali...uuu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu menangis? Seharusnya aku yang saat ini harusnya menangis!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu keterlaluan…Akihisa-kun... kamu keterlaluan…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san menutup wajah dengan kedua tangannya dan mulai menangis di hadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 “Aku pulang.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, suara kakak terdengar dari koridor depan  rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhh! Kakak sudah pulang! Himeji-san, tolong berhenti menangis dan ganti bajumu dengan sesuatu yang nggak buka-bukaan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menyuruhku mengganti baju yang nggak buka-bukaan. Akihisa-kun nggak tertarik sama sekali denganku... kamu jahat...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Si, sialan! Kalo begitu, seenggaknya kembalikan buku porno—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak! Aku akan kesulitan kalo buku ini diambil! Ini adalah panduan untuk membuat Akihisa-kun tertarik pada perempuan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berkata yang aneh-aneh deh—Himeji-san, cepat menyerahlah dan berhenti melawan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“NGGAK!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san terus-terusan memeluk buku porno erat-erat di dadanya. Apa boleh buat, kalo begitu aku harus pake cara yang sedikit memaksa.. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku sedang menggenggam lengan Himeji-san, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…kakak sepertinya bisa mengerti apa yang sedang terjadi disini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mirisnya, aku pun kehabisan waktu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, kakak, selamat datang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang, Akira-san” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kakak pulang.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakak menjawab dengan senyum yang misterius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aki-kun, silahkan pilih jari mana yang kamu suka.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat seperti ini, sebenarnya sudah cukup bagus kalo jari yang terkilir bisa menyelesaikan keributan ini... haruskah hal ini kuungkapkan demikian?&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Ketiga&amp;diff=241943</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Ketiga</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Ketiga&amp;diff=241943"/>
		<updated>2013-04-13T15:57:18Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;Soal Ketiga&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 102b.jpg|200px]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 102a.jpg|thumb|150px]]&lt;br /&gt;
Dari gambar disamping, tentukan identitas Sistem Kasta India dari nomor 1-4&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Himeji Mizuki&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
① Brahmana&lt;br /&gt;
② Ksatria&lt;br /&gt;
③ Vaisya&lt;br /&gt;
④ Sudra&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, jika di terjemahkan dari atas ke bawah, secara terpisah mereka bisa disebut &#039;pendeta&#039;, &#039;pejuang&#039;, &#039;penduduk&#039; dan &#039;budak&#039;. Ini lebih baik untuk diingat artinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Tsuchiya Kouta&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
① Raja Brahmana&lt;br /&gt;
② Ksatria Brahmana&lt;br /&gt;
③ Orang-orang Brahmana&lt;br /&gt;
④ Brahmana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 103.jpg|thumb|150px]]&lt;br /&gt;
Bisakah kau mengingat sesuatu yang bukan Brahmana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Yoshii Akihisa&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
① Brahmana (Ibu)&lt;br /&gt;
② Brahmana (Kakak perempuan)&lt;br /&gt;
③ Brahmana (Lainnya)&lt;br /&gt;
④ Brahmana (Adik laki-laki)&lt;br /&gt;
⑤ Brahmana (Ayah)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana sebenarnya ayahmu diperlakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang buruk setelah itu, dan hari itu berakhir begitu saja. Selanjutnya, Himeji dan aku berpura-pura untuk bertemu di jalan dan pergi ke sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Himeji yang bertugas untuk hari ini, dan harus pergi ke ruang staff. Jadi aku pergi sendiri ke kelas dan melihat Yuuji yang lemah terbaring di tempat duduknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pagi Yuuji-heh, apa yang terjadi dengan mukamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berjalan di dekatnya dan ingin menyapa dia, aku menemukan mukanya penuh dengan memar dari semua ukuran, yang sangat mengagetkanku. Benar. Seluruh wajahnya penuh luka dan memar. Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, pagi Akihisa. Aku hanya jatuh dari tangga karena kurang tidur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kurang tidur... kau bermain komputer game semalaman?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya... itu adalah permainan yang sangat realistis. Saat aku tertangkap, aku akan dikunci di sebuah ruangan yang tidak berbeda dengan penjara.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Heh~ aku tidak tahu kalau ada game seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah game itu dijual di pasar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak ingat melihat game seperti itu. Mungkin karena aku susah bermain game sejak kakak tinggal bersamaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi untuk Yuuji yang kurang tidur seperti itu, mungkin itu game yang agak menarik, bukan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, ini bukan tentang menarik atau enggaknya.Itu... lebih seperti game bertahan hidup dimana aku harus terus main bahkan jika aku ingin berhenti. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Um... oke. Aku akan coba game itu lain kali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Serahkan itu padaku. Bahkan jika kau tidak bersedia, aku akan membuatmu bermain sampai selesai. Kita akan mulai bermain nanti pulang sekolah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada Yuuji mempunyai tekad misterius di dalamnya. Jarang untuk Yuuji untuk merekomendasikan hal ini begitu kuat. Apa game ini benar-benar menarik? Bahkan aku tak sabar untuk itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, bicara tentang ini...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Yuuji yang berkilau dengan anehnya, mungkin berpikir tentang isi game itu. Untuk jaga-jaga, aku sengaja berbicara dengan pelan untuk meminta sesuatu aku ingin tahu sepanjang waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yuuji, kau belum memberitahu siapa-siapa, kan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, itu hal yang aku bicarakan adalah fakta bahwa aku tinggal dengan Himeji. Jika ini terungkap, aku akan dikejar oleh semua orang di kelas, jadi aku harus menjaga rahasia ini serahasia-rahasianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku belum memberitahu siapa-siapa. Itu yang kau harapkan, bukan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berbicara itu, Yuuji yang terluka dan memar di wajah tersenyum berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Um, seperti yang diharapkan dari orang yang paling dipercaya ketika kita berada di perahu yang sama. Setelah orang ini dapat kugunakan, keselamatanku terjamin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terima kasih, itu sangat membantu.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berterimakasih padanya, aku kembali ke kursiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak bisa menahan diri untuk bertanya ke Yuuji sekarang hanya untuk berjaga-jaga, tapi tidak perlu khawatir, dia akan mengungkapkan rahasiaku pertama kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas ini lebih tenang dari biasanya, hal ini tidak seperti sesuatu yang besar akan terjadi. Selain itu, setelah orang-orang ini tahu bahwa Himeji dan aku hidup bersama, sifat mereka tidak akan mengizinkan mereka untuk duduk kembali. Orang-orang ini akan langsung lompat padaku setelah mereka melihatku, dan mereka tidak melakukannya, yang akan menjadi bukti besar bahwa rahasiaku belum terungkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Ada apa? Hari ini agak sepi daripada kemarin.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, pagi Hideyoshi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohh, Hideyoshi, ternyata kau datang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pagi, Akihisa, Yuuji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena praktek pagi itu Hideyoshi datang ke dalam kelas kemudian. Dia memandang sekeliling dan mengatakan itu. Memang benar kemarin benar-benar berisik...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika ini terjadi setiap hari, ini akan menjadi buruk bagi kesehatan kita. Benarkan, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, begitulah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Hideyoshi merasakan sesuatu yang aneh saat ia memberikan tatapan aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah ini &#039;saat tenang sebelum badai&#039;…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi bergumam sendiri, dan untuk beberapa alasan, kata-katanya masih ada ditelingaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanda itu tidak pernah terjadi, dan tidak ada yang spesial terjadi dan berjalan terus sampai pembubaran sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kelas selesai. Jangan berjalan-jalan. Lekas pulang ke rumah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata penyelesaian ini, kelas pendalaman bubar. Tetsujin (Ironman) tidak tinggal lama dan langsung meninggalkan kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, aku akan ke aktifitas klub.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti  mengikuti Tetsujin, Hideyoshi nenbawa tasnya dan pergi ke ruang olahraga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf, aku dipanggil untuk memberikan bantuan di ruang staff. Pulang duluanlah, semuanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Himeji menyiapkan tasnya dan pergi keluar kelas. Aku pasti akan membuatnya tak enak jika aku menunggu dia disini, jadi aku memutuskan untuk pulang duluan seperti apa yang dikatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo kita pulang, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Ahh, tunggu sebentar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji mengatakan &#039;tunggu&#039; dan tidak mengambil tasnya. Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah sekarang aman, Muttsurini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Tidak ada tanda-tanda orang sekitar yang akan menghentikan kita. Tidak masalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji menutup matanya dan mengangguk ke Muttsurini? Seseorang yang akan menghentikan kita? Apa yang mereka bicarakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semuanya, maaf membuatmu menunggu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, aku tidak menunggumu begitu lama…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm? Mata Yuuji sepertinya melihat kearahku, dibelakangku-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;-Ayo kita mulai festivalnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;YEAH! AYO BERPESTA!!!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura membunuh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum aku berpikir terlalu banyak, tubuhku bereaksi dengan insting dan tiba-tiba meloncat. Sesaat kemudian, ada sebuah meja tambahan dimana aku sedang berdiri. Apa? Apa yang dimaksud dengan melempar meja ke tatami!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yuuji! Apa yang terjadi!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa! Hari ini adalah hari dimana kau akan mati! Kembalilah diam-diam ke neraka dan menyesal terlahir di dunia ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semenjak Sakamoto memberitahu tadi pagi, kami sudah menunggu momen ini sangat lama, Yoshii!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kami menunggu sampai pulang sekolah agar tidak ada siapapun yang akan mengganggu kita. Kami akan membuatmu melihat neraka dengan jelas! MATI KAU! YOSHII AKIHISSSSSAAAAAA!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;KAU PUNYA KEBERANIAN UNTUK TINGGAL BERSAMA HIMEJI KAMI PASTI AKAN MENGHANCURKAN KESENANGANMU!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak tahunya, teman kelasku membuat beberapa lapis tembok manusia di sekitarku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana ini bisa terjadi! Orang-orang yang berpikir sederhana juga cepat kaki ini bisa dapat bertahan sampai sekarang  setelah mengetahui rahasiaku hanya untuk menghukumku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika kita menyerang kau dari awal, masih akan ada pelajaran di tengah jalan, dan eksekusinya akan disuruh berhenti untuk sementara waktu. Tapi aku tidak akan melepaskanmu begitu saja. Akihisa, nikmati waktu kesenangan setelah sekolah dengan semua!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Yuuji memberikan kilatan jahat yang tidak aman. Dia tidak mengambil tindakan kepadaku kemarin saat dia tahu rahasianya, bahkan mengatakan dia akan coba untuk merahasiakan ini untukku. Apa itu semua bohong!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yuuji! Kenapa kau menghianatiku!? Kau sudah berjanji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sayang sekali, itu hanya berguna untukku saat itu efektif. Kalau tidak berguna bagiku bahkan membuat masalah untukku, yang hanya tersisa adalah amarahku! Aku tidak bisa mengembalikan sesuatu dengan membunuhmu, tapi aku tidak bisa menghilangkan amarahku jika aku tidak melakukan ini…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu apa yang Yuuji bicarakan sama sekali, tapi aura membunuh yang dia tunjukkan jelas-dan aku benar-benar yakin tentang hal ini. Orang ini ... benar-benar berniat untuk mengirimku ke neraka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua! Tenang! Yuuji sudah pasti bohong! Bagaimana bisa Himeji tinggal di rumahku? Itu perangkap yang dibuat Yuuji!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kabur dari krisis di depanku ini, aku pasrah menyebutkan kata tanpa dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. semua, tunggu sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, satu-satunya perempuan yang tetap tinggal di kelas—Minami tiba-tiba berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mi, Minami, apa kau akan menyelamatkanku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah kau menolongku menjaga Hazuki kemarin? aku harus berterima kasih padamu untuk itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami berkata dan tersenyum padaku. Itu bagus! Aku akhirnya selamat! Setelah kupikir-pikir, aku sering dalam bahaya, tapi ini mungkin pertama kalinya seseorang membelaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aki, Terima kasih untuk kemarin. Karena kau, Hazuki tidak mengalami demam karena hujan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ini aku gembira, Minami mengibaskan kunciran rambutnya sedikit dan menunduk sedikit kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak tidak, tidak masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenyataannya, tidak ada masalah sama sekali. Hazuki hanya adik perempuan Minami dan temanku, jadi kita harus menolong satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, kau sangat menolong kita. Karena ini, aku…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena ini…jadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Jadi aku dapat mengetahui kalau Mizuki memang tinggal di rumahmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SEMUA ORANG TOLONG AKU! BOLA MATA MINAMI TELAH HILANG CAHAYANYA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TUNGGU…! JANGAN KEMARI, YOSHII! KAMI JUGA AKAN TERLUKA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SHI, SHIMADA! KAU HANYA INGIN MENYEMBELIH YOSHII, BUKAN? KAMI TIDAK MELAKUKAN APA-APA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura membunuh Minami membuat seluruh orang yang mengelilingiku menjauh. Apakah ini bagaimana kita harus berterima kasih dan dihukum saat diperlukan? Apa Minami ingin berterima kasih padaku dan mengeksekusiku saat dia berkata &#039;tunggu sebentar&#039; ketika aku masih sadar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir Hazuki tertukar Akira dengan Mizuki, tapi setelah apa yang Sakamoto katakan, sepertinya Hazuki tidak salah. Aki, kau benar-benar mengetahui bagaimana membuatku marah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasar Yuuji…kenapa dia memberitahu rahasiaku! Jika dia tidak berbicara terlalu banyak, Minami harusnya berpikir bahwa Hazuki itu salah, dan kejadian ini tidak akan memburuk…ah, aku tidak bisa membiarkan kejadian ini terus seperti ini! Harus mencari cara untuk kabur! Ketika semuanya mundur karena ketakutan pada Minami, ini bisa menjadi kesempatan terbaik buatku untuk kabur!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak bisa mati disini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Yoshii! Tunggu sebentar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar kau! Kau berani untuk kabur!? Sakamoto, apa yang harus kita lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan panik. Kirim 5 orang untuk mengejar dia. Yang lainnya harus berjaga-jaga di pintu gerbang sekolah, dan perkecilkan garis pertahanannya. Kita punya banyak waktu untuk menangkapnya. Jangan panik!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“““MENGERTI!”””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembicaraan itu bisa terdengar dibelakangku. Aku mungkin bisa kabur jika mereka mencariku dengan cara panik. Dasar si Yuuji…mungkin ini karena dia harus kabur beberapa kali karena dia mengetahui semua skenario tersangka yang sangat tidak ingin ditemui olehnya! Aku merasa kalau dia adalah seseorang yang sangat menjijikan saat kita berada disisi yang sama, tapi dia sangat menjengkelkan saat aku musuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yuuji…Aku akan membalasmu atas kejadian hari ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan karena diburu…AKU AKAN MEMBALASMU DENGAN NYAWAMU!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bukan pria jika tidak balas dendam. Aku sungguh berjanji pada diriku sendiri dan dengan cepat aku lari ke sekolah baru untuk menghindari garis pertahanan Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial! Seseorang menjaga bagian sini juga…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berhasil kabur dari 5 orang, aku pergi menuju lantai satu dan melihat sekitar, tapi aku bisa melihat anggota kelas F dimana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial…aku tidak bisa kabur kalau begini jadinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sangat gelisah karena aku merasa menggigit kuku jariku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji biasanya idiot, tapi tidak peduli seberapa busuk dirinya, aku tidak bisa meremehkan faktanya bahwa dia pernah disebut &#039;Jenius&#039;. Taktik yang Yuuji perintahkan sangat tepat dan itu sangat menjengkelkan, semua pintu keluar yang bisa memimpin orang lain (juga jendela) dijaga. Tidak hanya dijaga saja, tapi menunjukkan tanda-tanda garis pertahanannya menciut. Bahkan jika aku sengaja menunjukkan diriku sendiri untuk memberantakan gerak gerik mereka, orang-orang ini tidak hanya mengikuti saja, dan kontak dengan sesama lain tidak runtuh saat mereka menutupiku, sedikit tapi pasti. Mereka mempunyai gerakan yang efisien saat menutup, dan aku tidak bisa menyembunyikan keberadaanku sama sekali dan menerobos garis pertahanan mereka. Ini buruk, ini sangat buruk!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begini, aku hanya bisa memikirkan cara untuk ke jendela lantai dua dan loncat…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak ingin melakukan ini, tapi apa boleh buat. Sebaiknya pergi ke kelas anak-anak junior dan loncat keluar jendela…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekalinya aku mempunyai pemikiran ini, aku melihat sekitar untuk mengecek situasi dan pergi ke lantai dua. Pada saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana dengan sisimu? Kau melihatnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, aku baru saja melihat dia. Kita sudah pasti mengepungnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, lanjutkan dengan rencana Sakamoto.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa melihat orang-orang kelas F mengejarku sampai lantai dua. jadi mereka sudah menciutkan garis pertahanannya sekecil itu…untuk berpikir tentang keraguanku untuk keluar jendela dan mengecilkan garis pertahanan sedikit demi sedikit seperti ini…dasar Yuuji!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang berbahaya untuk kabur dari lantai dua. Sekarang, aku hanya bisa menuju ke lantai tiga atau empat, atau bisa saja ke atap. Tanpa persiapan sama sekali, tidak mungkin melompat dari jendela dan berharap selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sial. tindakanku sedang dikontrol oleh dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada perasaan lemah seperti aku sedang dipaksa ke jalan bunu. Jika ini berjalan terus, aku pasti  akan terjebak total. Jika aku harus melakukan sesuatu sebelum aku mati, cara terbaik adalah membunuh Yuuji…tetapi sayangnya, tidak ada kesempatan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, aku hanya bisa mengertakkan gigi dan pergi ke lantai tiga. Aku sama sekali tidak kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, aku hanya bisa memakai alat untuk kabur dari api—tidak, jika aku memakai barang yang pelan itu untuk menangkap mereka, mereka akan menungguku sampai aku turun, dan ini semua aka berakhir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, aku lebih baik untuk ke lantai tiga dan mencari cara untuk kabur. Mungkin ada sesuatu yang bisa kupakai…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yoshii, apa yang kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba ada suara yang datang dari belakangku dan hampir membuatku teriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial! Apakah aku sudah ditemukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku secara berkala melihat kesana kemri untuk melihat orang yang berbicara—yang memanggil namaku. Seorang perempuan dengan rambut pendek rapi dan mata tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh? Kalo nggak salah kau…  ketua kelas C, Koyama-san?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yep. Tumben inget.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san menjawab dengan ekspresinya yang malas-malasan. Entah kenapa? Aku merasa seperti ya dia sudah tahu kalau akan aku panggil, tapi kenapa dia malah memanggilku terlebih dahulu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggu, sekarang bukan saatnya berpikiran hal lain. Sekarang, yang paling penting adalah bagaimana cara kabur dari krisis ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang lari menyelamatkan nyawa karena beberapa hal yang telah terjadi. Kalo nggak ada perlu, aku mau lanjut lari!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku sudah siap dengan ancang-ancang dan berlari— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu dulu. Apa kau sedang dikejar-kejar sama anak-anak kelas F?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iye.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san mulai bertanya hal-hal aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa… karena fakta bahwa aku dan Himeji-san tinggal bersama sudah ketahuan, jadi— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh…singkatnys, karena mereka semua sedang iri padaku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iri? Un…Begitu ya....” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Koyama-san pun langsung terlihat seperti memancarkan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan lebih cepat dari yang aku rencanakan. Dasar kelas F....” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san mulai menggerutu. Kenala ya dia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Kalau begitu, akan kubantu kau melarikan diri.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak disangka ia akan bicara seperti itu, aku jafi curiga. Dia mau membantuku melarikan diri? Seorang Koyama-san? Mau membantuku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau jangan salah paham. Aku bantu karena, kalau kelas F membuat kekacauan lagi, reputasi kita sebagai kelas 2 yang sudah dicap buruk ini akan makin terpuruk. Aku melakukan ini bukannya mau menolongmu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san menjawab pertanyaanku dengan sikap dingin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, begitukah, jadi itu alasannya. Memang benar akhir-akhir ini kakak-kakak kelas 3 melihat kita dengan tatapan kurang menyenangkan. Sebagai sesama kelas 2, dia tidak bisa hanya duduk diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baiklah, apapun alasannya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koyama-san, apa benar kau mau membantuku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yep, anggap hari ini pengecualian.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baguslah! Nggak disangka akan ada orang yang mau mambantuku! Apalagi yang membantu Koyama-san! Hal ini pasti nggak akan terpikirkan oleh Yuuji, mungkin aku akan benar-benar bisa lolos dari semua ini dan bertahan hidup!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Singkat cerita, kau sedang diburu oleh teman-teman sekelasmu, kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya begitulah. Dan mereka sedang memburuku secara perlahan. Saat ini aku hanya bisa lari ke lantai keempat atau atap sekolah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fuun…kalau begitu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Goso goso, Koyama-san mengeluarkan sesuatu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakai baju ini, pake juga wig dan berpura-puralah jadi cewek. Kurasa cukup. Dengan begini seharusnya kau bisa nggak akan dikejar-kejar lagi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san mengeluarkan seragam perempuan dan sebuah wig, atau bisa dibilang perlengkapan pakaian wanita. Eh… kenapa Koyama-san mempunyai barang-barang seperti ini? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koyama-san, jangan-jangan kau…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa? Apa ada yang membuatmu kurang suka?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan-jangan kau…itu adalah seorang pria?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berpikir macam-macam deh!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diapun marah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keadaanku nggak ada urusannya sama sekali dengan kau, kan? Mau pake apa nggak nih?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san menjawab dengan wajah tidak senang. Uu... lagi-lagi pakaian perempuan... sebenarnya, aku nggak rela. Aku nggak mau memakai pakaian perempuan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar, si Aki, kemana sih dia lari? Aku baru akan memaafkannya jika dia sudah kudorong jatuh dari atap gedung. Dan kalo dia masih bisa bergelantungan, langsung akan kudorong lagi tanpa basa-basi!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, suara angin yang terdengar barusan membisikkanku hal mengerikan. Kalo membandingkan antara harga diri dan nyawa, nyawa lah yang lebih penting! Saat ini, aku nggak punya pilihan walau harus memakainya sekali ataupun dua kali.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koyama-san, aku pinjam deh. Makasih.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bilang kek daritadi? Dasar merepotkan. Cepat ini ambil.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau sedikit jengkel, Koyama-san pun memberikan pakaiannya padaku . Saat ini, aku sudah nggak punya hak buat komplain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, apa nggak apa-apa kau meminjamkan baju ini padaku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak apa-apa. Lagipula baju itu memang spesial untukmu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Untukku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah! Nggak, nggak apa-apa! Gausah khawatir.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san pun melambaikan tangannya dan terlihat sedikit panik. Un…Aku nggak begitu mengerti… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okelah, makasih ya, Koyama-san.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa pemburu-pemburu kelas F belum melewati lorong kelas kosong yang ada di gedung sekolah tua. Kau bisa ganti baju disana.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Un! Kalo begitu aku pergi ganti baju dulu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengambil seragam dan rambut palsu dari Koyama-san,  aku berputar ke arah lorong kelas kosong.  Area tempat untuk mereka menangkapku semakin sempit dan makin menyempit, sekarang aku nggak ada waktu untuk ragu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu selamat berjuang... untukku....” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san berkata dengan meninggalkan arti tersembunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seragam &#039;cewek&#039;… biasanya cowok nggak akan pernah sedikitpun berasosiasi dengan barang ini...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berlari melewati lorong koridor yang menghubungkan antara gedung kampus lama sambil menggerutu pada diri-sendiri. Untungnya, seperti yang Koyama-san bilang, pengejarku masih belum melewati kelas ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saa... bukan saatnya untuk bernafas lega. Lebih baik cepat-cepat ganti…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terburu-buru masuk ke dalam kelas kosong, menutup pintunya dan langsung melepas pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eerm…cara pakenya gimana nih?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memakai seragam cewek ternyata sangatlah rumit. Dan aku benar-benar nggak tau caranya, tapi kalo aku kelamaan memakai dan mereka menyergap kelas ini, pasti bakalan gawat. Seenggaknya, lebih baik aku pakai wignya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berpikir sejenak, aku langsung strip tease sampai aku hanya mengenakan boxer dan memakaikan wig yang ada di tanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Aki-cha—Yoshii-kun!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara seorang murid cewek yang tidak ku kenal pun tiha-tiba masuk ke kelas. Tidak mungkin! Para pengejarku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat apa yang Koyama-san bilang!  Aki-cha…Yoshii-kun benar disini!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang cewek yang terlihat pendiam dan juga sopan dengan 3 tali kepang tersipu seraya sambil menatap tajam ke arahku. Apa ia itu pembunuh yang diutus oleh Yuuji... bukan, cewek ini nggak mungkin salah seorang pengejarku. Bagaimana mungkin seorang cewek biasa bergabung dengan grup mengerikan macam FFF?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… kalo begitu, mau apa cewek ini mengikutiku dan masuk ke kelas ini? Mendengar dari kata-katanya barusan, aku bisa tahu kalau dia sedang mencariku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah kuduga…manis sekali…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada apa ini? Tatapan cewek ini membuatku terasa panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm…Aku Tamamo Miki dari kelas D.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, iya. Aku Yoshii Akihisa dari kelas F.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami memperkenalkan diri dan menundukkan kepala satu sama lain. Nyawa dan hidupku saat ini sedang terancam. Tapi apa yang sedang aku lakukan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm…bisa aku bicara padamu sebentar?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, saat ini aku sedang dikejar, dan aku hanya mengenakan boxer. Kalo boleh, bisa kita bicara lain kali saja?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, sebenarnya aku—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Halo, apa kau tadi mendengarkanku? Aku tadi bilang kalo &#039;aku sedang dikejar-kejar&#039; dan &#039;aku hanya memakai boxer&#039;. Situasi ini bukan waktu yang tepat untuk bicara dengan santai! Kenapa kau malah lanjut berbicara?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memang terlihat sangat sopan, tapi ternyata dia tipe seseorang yang bertindak semaunya sendiri. Tipe yang susah untuk bisa akrab...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, aku mempunyai seseorang yang aku suka.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I, Iya. Baguslah. Ngomong-ngomong, bisa kamu membalikkan badan sebentar?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang itu sangat, sangatlah manis~” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seseorang yang manis. Baguslah. Ngomong-ngomong, That’s great. Anyway, bisa kamu membalikkan badan sebentar?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan dia sedikit bego.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah! Aku sudah tahu kamu punya seseorang yang kamu suka! Tapi bisa kamu membiarkanku ganti baju sebentar?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini aku merasa malu sekali, tapi dia nggak ada niatan sama sekali untuk berpaling menatapku. Be... becanda macam apa ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, orang itu terlihat sangat bahagia setiap hari~” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, Iya. Oke.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa boleh buat. Aku nggak begitu mengerti apa yang ia bicarakan, tapi sepertinya dia sedang tidak berkonsentrasi padaku, jadi aku akan  menggunakan pakaianku sebagai penutup dan diam-diam berganti pakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku merasa bahagia bila dekat dengannya. Itulah kesan yang anak itu berikan padaku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak itu? Panggilannya sedikit aneh, tapi hal yang barus diutamakan adalah cepat ganti pakaian dahulu. Sangat memalukan sekali rasanya harus memakai baju perempuan di depan perempuan, saking malunya sampai-sampai aku mau mati aja... tapi, kalo aku nggak pake, bisa-bisa aku akan mati beneran...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, begitu ya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab dengan asal, dan mulai mengambil kemejanya, lalu aku pun kepikiran, kalo cuma kemeja, cewek ama cowok nggak ada bedanya kan? Kalo begitu, aku pakai yang punyaku saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku mengambil kembali kemejaku yang baru saja aku lepas,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya bener! Dia itu sangat sangat manis! Pokoknya manis banget deh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku yang hampir saja menjangkau pakaian tiba-tiba diserobot. Ehhh!? Apa ia tadi dengar tanggapanku barusan!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tu, tunggu dulu, Tamano-san! Tenangkan dirimu dan lepaskan tangan—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia manis sekali, dia sangat ma is! Saking manisnya bahkan mau aku telen dia bulat-bulat!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya daritadi juga aku sudah tahu kalau dia manis! Jadi cepat kembalikan kemejaku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia terlalu gembira karena ia sedang terus-terusan menggenggam tangan serta kemejaku. Tunggu… situasi macam apa ini? Aku hanya mengenakan boxer sedang merebut baju dengan seorang wani lakukan dengan perempuan what’s the situation now? Why am I wearing boxers and tussling over a shirt with a girl in an empty classroom? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia sangat manis sampai-sampai aku lupa kalo dia laki-laki!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibanding dengan teriakannya, tarikan tangan Tamano-san jauh lebih keras, dan pakaianku pun pindah tangan tanpa ada  perlawanan. A... aku kalah adu tenaga dengan seorang cewek.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai cowokpun, aku sangat terpukul atas hal ini, tapi melihat situasi yang sekarang, sangatlah sulit untuk mendapatkan kembali pakaianku dari tangannya , terpaksa aku hanya bisa meraih baju pinjaman dari Koyama-san. Sial... Aku nggak pernah bermaksud untuk menodai baju pinjaman ini!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan di sekolah, anak itu punya banyak penggemar cowok ataupun cewek!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TUTUTUTUNGGU DULU! KENAPA KAU LAGI LAGI MERAMPAS BAJUKU !!! KOMOHON, TOLONG CEPAT KEMBALIKAN BAJUNYA PADAKU!! AKU AKAN PUNYA MASALAH BESAR KALO NGGAK PAKE BAJU INI!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cewek didepanku satu ini merampas baju yang dipinjamkan Koyama-san dengan kekuatan yang luar biasa. Cewek ini kelihatannya sedang mengigau, tapi matanya selalu menatap kearahku! Kalo begini, jangankan anak-anak kelas F, bahkan aku nggak akan berani tampil di depan semua orang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo aku terus-terusan ragu, aku akan didahului oleh orang lain... jadi, A, aku bertekad untuk memberanika  diri dan menyatakannya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh! Bahkan jaketnya pun diambil...Tamano-san, kumohon padamu! Seenggaknya kembalika  celananya padaku!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamano-san menculik pakaianku satu persatu dan menaruh semua di tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak tahu lagi apa yang harus aku lakukan jika cuma ditinggalkan dengan sebuah rok, tapi kalo aku bisa memakai celana, seenggaknya aku nggak bakalan ditangkep polisi. Sekarang aku harus berpegang teguh pada garis pertahanan terakhir ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini pengalaman pertamaku, tapi aku akan berusaha!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah! Aku akan menolongmu! Aku nggak tahu apa maksudmu, tapi aku akan benar-benar menolongmu, jadi tolong jangan kejam padaku. Kau hampir merobek karet celananya! Bisa tolong lepaskan celanaku!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin lama semakin tak berarti, dan tanpa disadari, baju dan celanaku semua ada di tangannya. Apa mungkin dia itu benar-benar pembunuh yang diutus oleh Yuuji? Yuuji sudah memperkirakan aku akan berujung pada situasi seperti ini, dan berencana merampas semua pakaianku. Dasar licik! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, tenang… aku sudah berlatih berkali-kali dirumah…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamano-san terus-terusan bernafas dihadapanku. Semua seragam yang dia rampas dariku sudah dibuang ke tempat yang tidak dapat aku raih. Sepertinya aku sudah nggak bisa mendapatkannya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau sudah begini, sebaiknya aku ikuti dan dengarkan saja apa yang ia mau. Kalau dia sudah puas, pasti dia akan mengembalikan seragamnya padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau sekarang cuma memakai boxer, sebaiknya aku nggak usah ambil pusing dan dengar apa yang ingin ia katakan terlebih dahulu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu…apa kamu mau…mendengarkan aku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Un, ceritakan padaku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat cewek seserius ini, aku langsung mengangguk sambil menggenggam rambut palsu yang tadi aku lepas. Jangan khawatirkan hal kecil! Saat ini, aku harus berpikir bagaimana cara lolos dari situasi genting ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baguslah…kalau begitu, Aki-—Yoshii-kun!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tamano-san, pertama aku harus bilang. Kau pasti diam-diam selama ini memanggilku dengan nama &#039;Aki-chan&#039;, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku, aku menyukai seseorang!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya iya, aku sudah tahu. Ngomong-ngomong, bisa kau memanggilku dengan nama yang benar—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi... Aki-cha…Akiko-chan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidaaak! Aku nggak mau nama yang lebih parah! Namaku itu Akihisa!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang cewek ini inginkan dariku? Mungkinkah aku sedang dikerjai? Atau aku lagi berada di acara komedi tivi? Apa saat ini semua orang sekarang sedang bersembunyi dan menertawaiku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku benar-benar nggak tahu apa tujuan dia yang sebenarnya, tapi Tamano-san berkata dengan suara yang penuh nafsu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setialah denganku!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………Hah?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The conversation just now went into a vague direction, on hearing those words from her, my mind was left blank. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setia? Setia apaan? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm…maksud kamu itu... aku…dengan kamu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I... iya, a…aku…dan Aki—Aki-chan…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aki-chan yang ia maksud itu adalah aku kan? Aku, Tamano-san—berpacaran? Bukankah ini yang dinamakan dengan pernyataan cinta!? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ehhh!? Ke... Kenapa!? Kenapa Tamano-san bisa suka denganku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan bilang begitu! Mungkin Yoshii-kun nggak tahu, tapi Aki-chan itu orangnya sangat menarik!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berkata dengan nada memaksa. Baru sekali ini dalam seumur hidup aku dinyatakan cinta oleh perempuan. Uhh…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Soalnya Aki-chan itu orangnya ganteng dan juga lucu! Mulai dari kulitnya yang halus dan juga lembut, matanya yang besar dan sifatya yang malu-malu saat dipaksa menggunakan baju perempuan, semuanya lucu! Yoshii-kun harus tahu itu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamano-san yang sedang kegirangan pun mendekatiku dengan sangat tiba-tiba. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…ma, maaf.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia sadar karena sikapnya yang berlebihan dan berjalan mundur sambil menundukkan kepalanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja, jadi…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berpikir sejenak, kemudian Tamano-san melanjutkan perkataannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maukah Aki-chan... menjadi milikku dan hanya satu-satunya untukku seorang!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aneh. Seharusnya aku itu senang setelah seseorang menyatakan cintanya padaku, tapi kenapa aku malah kebingungan menjawabnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya nggak ada masalah apa-apa. Karena dia berniat serius untuk aku setia dengannya, jadi aku harus berhati-hati dan memikirkan jawabanku matang-matang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam pikiranku pun, aku mulai membayangkan situasi jikalau aku benar-benar pacaran dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yo, dah lama nunggu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah nggak, aku juga baru saja datang kok—eeehhh, pakaian macam apa itu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Cuma T-shirt dan celana jeans yang biasanya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak pakai wig dan rok? Kamu jahat! Padahal mau aku ajak ke toko aksesoris yang terlihat bagus dan cocok dipakai untuk Aki-chan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak gak gak, Tamano-san, Aku nggak punya ketertarikan sama hal yang seperti itu—AKH! Nafsu membunuh!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yoshii Akihisa… berani-beraninya kau mendapatkan pacar. Apa kau sudah lupa dengan sumpah FFF…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu dulu! Hubungan kami berdua masih belum pasttiiiiiii!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kubur!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“““Siap!””” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sangat disayangkan sekali, adegan yang satu ini bukan adegan yang menyentuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah utamanya bukannya aku nggak suka sama Tamano-san, tapi kita berdua memang nggak ditakdirkan untuk bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, aku menatap Tamano-san dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Tamano-san. Aku benar-benar minta maaf, aku—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum sudah aku bicara, Tamano-san berkata dengan tergesa-gesa padaku, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, aku janji! Aku akan terus berusaha keras membuatkan banyak baju yang lucu-lucu buat kamu! Setiap minggu—eh nggak, setiap hari! Aku akan buatkan baju yang pasti Aki-chan akan suka!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Tamano-san salah paham dengan kata maafku dan mulai menunjukkan sifat baiknya. Duh, bagaimana ya. Jika seseorang menjawab &#039;Baiklah aku akan berpacaran denganmu&#039; setelah mendengar kata-katanya tadi... Apa Tamano-san akan benar-benar senang punya pacar yang seperti itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan begitu, ma... maksudku. Maaf. Aku nggak bisa jadian sama kamu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak mau ikut bergabung ke dalam dunianya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak lama setelah mendengar jawaban dariku, ia bertanya kepadaku,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu nggak bisa jadian sama aku, jangan bilang… kalo kamu punya seseorang yang kamu suka...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun aku punya seseorang yang aku sukai ataupun nggak, sepertinya itu juga nggak akan merubah jawabanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, saat ini ia bertanya padaku dengan menggunakan ekspresi yang sangat serius, Aku menjadi bingung bagaimana harus menjawabnya. Ugh... bagaimana cara menjelaskannya ya? Aku benar-benar nggak punya pengalaman sama sekali di bidang ini.… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ummm… kalo aku harus jujur, tentu saja aku punya…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sulit sekali aku mengatakannya. Sebenarnya bukan sulit mengatakannya tapi lebih ke bagaimana aku harus menjawab. Lagipula, aku belum benar-benar memikirkan ini dengan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu, orang yang Aki-chan suka itu—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“i, itu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaraku terhenti di tenggorokan. Ini benar-benar sulit. Aku sudah nggak tahu lagi harus ngomong apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, kenapa aku harus dipaksa untuk mengalami kejadian bodoh dan menyulitkan seperti ini? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin seumur hidupku, nggak akan ada kedua kalinya aku dinyatakan cinta oleh seseorang, apalagi saat aku hanya mengenakan boxer dan sedang ketakutan dengan bahaya yang sebentar lagi terjadi. Dan juga, yang dinyatakan cintanya itu bukan kepadaku tapi kepada aku yang sedang memakai baju perempuan. Bagaimana lagi aku mau dipermainkan oleh takdir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk lolos dari semua masalah yang sekarang ada dihadapanku, dan untuk lolos dari kenyataan yang pahit ini, aku pun berpikir keras untuk mencari dalang dari semua kejadian ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana sebenarnya kesalahanku? Sejak kapan dan bagaimana bisa kesialan yang bertubi-tubi ini bisa terjadi? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini semua karena…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berpikir sejenak, sesosok manusia muncul dikepalaku. Ya benar. Ini semua bermula karena aku dikhianati oleh orang itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amarahku perlahan naik dari ujung kaki ke ujung kepala. Ini semua karena ulah dia! Lain kali aku melihatnya, dia takkan bisa lolos dariku! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai memikirkan segala cara untuk balas dendam ke musuhku yang satu ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada saat yang sama, otak dan dalang dari semua ini pun muncul dengan sendirinya di koridor, mungkin karena ia sedang memeriksa sesuatu. Itu dia! Berani juga dia menampakkan dirinya padaku. Tamat sudah riwayatmu! Aku akan membunuhmu dengan cara mengenaskan dan lepaskan semua amarahku padamu! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“YYUUUUUUUJJJJJIIIIIIII!!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“EH…EEEHHHH!!!???” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun langsung berteriak mengutuknya keras-keras. Saat aku berteriak, para pengejarku sudah pasti akan menemukan persembunyianku. Tapi disaat begini~, siapa juga yang peduli!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka, kamu bilang Yuuji…Sakamoto Yuuji!? Yoshii-kun suka sama Sakamoto-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tamano-san terlihat sangat terkejut oleh sesuatu, kenapa? Tanya kenapanya nanti saja. Aku harus tangkap si bajingan itu dan hajar dia sampe babak belur!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun langsung berubah super saiya dan melompat keluar ke arah koridor. Yuuji... hari ini adalah hari kematianmu!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerahkah seluruh tenaga untuk berlari mengejar, dan di tengah jalan, aku seperti mendengar ada seseorang yang menggerutu dengan suara bergetar dan perlahan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 “…A, aku baru saja mendengar sesuatu yang luar biasa…!” &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pergi ke kelas kosong itu tadi maksudnya cuma mau mengambil beberapa perlengkapan kostum, tapi nggak disangka ada kejadian menghebohkan... karena sudah terlanjur mendengar, aku jadi kebingungan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Hideyoshi, kau kenapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Muu, un…Muttsurini…sebenarnya,&lt;br /&gt;
A...Aku tadi pergi ke kelas kosong mengambil perlengkapan kostum untuk ekskul drama, terus aku mendengarkan sesuatu yang luar biasa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…luar biasa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya ini bukan sesuatu yang harus dibicarakan ke orang lain, tapi aku benar-benar terkejut…Muttsurini, apa kau mau mendengarkanku?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Percayakan padaku. Semua rahasia aman tersimpan rapat-rapat di dalam brankas Muttsurini.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Thanks. Sebenarnya…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…ya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cewek itu—kalo nggak salah, namanya Tamano, anak kelas D.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cewek bernama Tamano, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Suka!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Siapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak disangka bukan cuma Shimada dan Himeji saja. Si Kacung itu bahkan ditembak sama cewek lain... aku jadi sangat terkejut… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…A, aku baru saja mendengar sesuatu yang luar biasa…” &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku sedang pergi untuk ekskul, aku melewati salah satu kelas, lalu mendengar Muttsurini dan seorang murid lagi berbicara hal yang menghebohkan… dan aku benar-nenar sangat terkejut… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aiko? Kamu kenapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…Yuuko. Sebenarnya…A…Aku tadi pergi lewat gedung sekolah lama untuk berangkat ekskul dan mendengar sesuatu yang luar biasa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Luar biasa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gayanya berbicara, pasti dia itu tadi adiknya Yuuko—Kinoshita Hideyoshi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kinoshita Hideyoshi itu— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Suka!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yoshii-kun!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Mi, Miharu baru saja mendengar sesuatu yang luar biasa…” &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun mengejar dan mencari-cari Yuuji, tapi aku langsung kehilangan jejaknya. Sialan, lagi diburu tapi aku malah memberitahu posisiku sendiri. Disamping itu, walaupun dia sedikit aneh orangnya, aku jadi merasa nggak enak hati harus meninggalkan seorang cewek yang menyatakan cintanya padaku sendirian di kelas yang kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lebih baik aku kembali ke kelas itu dan menjelaskan semuanya...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, setelah aku menggerutu pada diri sendiri, aku baru sadar kalo aku hanya sedang menggunakan boxer! Sebelum memikirkan masalah Tamano-san, lebih baik aku memakai baju terlebih dahulu! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun langsung ngibrit kembali ke kelas kosong tadi dengan maksud mau mengenakan baju milikku.Tamano-san kelihatannya sudah pergi, dan di kelas hanya tersisa dua seragam yang tadi. Sepertinya aku sudah melakukan hal yang keterlaluan pada Tamano-san... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku baru saja dinyatakan cinta, aku pun menjadi kehilangan motivasi untuk memakai seragam perempuan, jadi aku pun mengambil seragam laki-laki milikku dan memakainya kembali. Akan kukembalikan seragam perempuan ini pada Koyama-san... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ampun DJ... layaknya hari kemarin, musibah datang silih berganti...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menghela nafas dan mengepit seragam yang aku pinjam. Kira-kira Koyama-san masih di sekolah nggak ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berhati-hati dengan keadaan sekitar, aku mengendap-endap pergi ke kelas C— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“““BUNUH YOSSSSSHHHHHIIIIIIIIIIIIII!!!””” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar gonggongan orang yang sedang ngamuk datang dari lantai bawah. Apa yang sebenarnya sedang terjadi!? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“GUE UDAH NGGAK TAHAN LAGI KALO DISURUH MENGECILKAN RUANG GERAK ITU MONYET DAN MENANGKAPNYA PELAN-PELAN! GUE MAU LANGSUNG MUTILASI ITU ORANG KALO KETEMU! GUE MAU KASIH DIA SEMUA SIKSAAN DAN KESAKITAN YANG ADA DI DUNIA!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“DASAR KEPARAT... HIDUP SERUMAH DENGAN HIMEJI PUN DIA BELUM PUAS!! BAHKAN TAMANO, KINOSHITA, DAN JUGA KUDOU JUGA JATUH HATI SAMA DIA... JANGAN BERCANDA DEH! INI SEMUA KARENA ADA ORANG SEPERTI DIALAH MAKANYA SAMPAI SAAT INI GUE BELOM PUNYA PACAR!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HARUS DIBUNUH! BUNUH YOSHII AKIHISA DENGAN SEGALA MACAM METODE SIKSAAN YANG MANUSIA SAMPAI SAAT INI BISA TEMUKAN!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saja badai hawa nafsu membunuh ini bisa dirasakan dan dilihat dengan nyata, mungkin SMA Fumitzuki langsung ambruk jadi puing-puing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana menakutkan datang dari tangga yang menuju ke lantai bawah, dan aku nggak cukup berani kalau harus melihat ke bawah... bukan karena takut ketinggian. Tapi karena dendam dan hawa nafsu membunuh mengerikan yang semakin lama semakin dekat! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yoshii-kun. Akhirnya ketemu juga~gue mau bunuh elo~nggak apa-apa kan loe gue bunuh? Gue bisa terbang, kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“■■■■■■■...■■■■■■■■■,■■■■■■■■■■!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“IRIS-IRIS, KASIH KECAP, INJEK-INJEK, TONJOKIN, BACOKIN, GANTUNG, GEBOKIN, CEKEK!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman-teman sekelasku bergerak bersama secara perlahan seperti hantu menampakkan diri di hadapanku. Mereka sudah nggak mempedulikan semua instruksi dari Yuuji, sekarang mereka hanyalah sekumpulan amukan massa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke, kenapa mereka ini??” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kemarahan mereka sudah mencapai batas maksimal, dan saking berbahayanya bahkan mereka sudah nggak bisa dikontrol lagi. Teman-teman sekelasku perlahan mendekatiku sudah seperti hantu yang nongol di mimpi buruk. Kepala mereka terlihat menggantung-gantung seperti lehernya sudah nggak bisa menopang kepala mereka. Mengerikan dan menjijikkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba... bahaya nih! Aku harus segera kabur.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah nggak ada waktu lagi untuk memperkirakan pergerakan mereka. Aku hanya bisa membalikkan badanku dan lari sekuat tenaga untuk lolos dari mimpi ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“KETEMU! ITU DIA SI YOSHII! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TANGKAP DIA DAN LANGSUNG EKSEKUSI! JANGAN SAMPE DIA LOLOS!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“KALIAN YANG BISA LARI 100M DALAM 11 DETIK CEPAT KEJAR DIA! DAN YANG LAIN PIKIRKAN KEMANA IA AKAN LARI LALU SERGAP DIA! KITA INI UDAH NGGAK BISA TAHAN AMARAH LAGI! KALO PERLU HAJAR SEMUA ORANG YANG NGALANGIN JALAN!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan perintah yang sedikit normal datang dari arah belakangku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waw? Mereka semua saling berteriak untuk bunuh, tangkap dan eksekusi, tapi setelah mendengar kata-kata teman sekelasku yang barusan, aku jadi sedikit lega. Ternyata, nggak semua temanku yang berubah jadi amukan massa nggak waras. Syukur deh... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OI, YOSHII, TUNGGU LOE! JANGAN LARI!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“JELASIN SEMUA RUMORNYA PADAKU!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“BAGAIMANA MUNGKIN LOE BISA DITEMBAK SAMA CEWEEEEKKKKKKKKK!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SSIALAAAANNN!! KENAPA AKU HARUS SELALU MENGALAMI KEJADIAN BODOH SEPERTI INI!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mati-matian mencoba melarikan diri dari teman sekelasku yang bangga akan kemampuan berlari dari kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat yang sama— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SSIALAAAANNN!! KENAPA AKU HARUS SELALU MENGALAMI KEJADIAN BODOH SEPERTI INI!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa sepengetahuanku, teman paling kubenci satu ini terlihat seperti ia sedang kabur dari sesuatu dan berlari berdampingan di sebelahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yuuji, sedang apa kau disini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak bisa lihat? Gue lagi lari!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Lari dikejar apaan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yuuji, aku nggak akan memaafkanmu, berani selingkuh di hari pertama kita akan menjalani hidup serumah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat lebih dekat, diantara lelaki yang larinya sangat cepat, ada sesosok perempuan dengan rambutnya yang hitam panjang ikut berlari sama cepatnya. Sejak kapan si Kirishima-san... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selingkuh? Apa yang kau lakukan kali ini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mana ku tahu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; Dan apa maksudnya tadi ada kata tinggal serumah?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ITU SEMUA KARENA ULAH LOE SAMPAI GUE HARUS DIPAKSA HIDUP SERUMAH DENGAN ITU ORANG!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“MATI LOE!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SAMA! GUE BEGINI JUGA SEMUA GARA-GARA ULAH LOE! MATI AJA LOE!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SIAPA JUGA YANG MAU MATI! DEMI KIRISHIMA-SAN, GUE NGGAK BAKALAN MATI SEBELUM GUE BERHASIL BUNUH ELO!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami pun menyerang satu sama lain sambil berlari, dan pada saat yang sama, beberapa orang muncul dihadapanku. Mereka yang bewajah tak berperasaan. Yang tak lain dan tak bukan adalah... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian gak akan bisa lari~dasar merepotkan~bagaimana kalo kita bunuh mereka bersama-sama? Pasti kesepian kalo harus mati seorang diri~” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“■■■■■■■...■■■■■■■■■,■■■■■■■■■■!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“IRIS-IRIS, KASIH KECAP, INJEK-INJEK, TONJOKIN, BACOKIN, GANTUNG, GEBOKIN, CEKEK!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa, aku bantu kau lari. Orang-orang ini benar-benar sudah nggak waras.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, Yuuji! Yang penting sekarang adalah bagaimana cara melindungi nyawaku!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk bisa melarikan diri dari amukan massa, kami pun langsung berlari turun ke lantai pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka memegang pipa baja dan tongkat kasti berhias banyak paku yang entah asalnya mereka dapat darimana. Kalo aku nggak salah mengira... hanya dengan ayunan pelan saja maka tembok yang ada di samping mereka bisa retak-retak!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yuuji, apa Yoshii benar-benar baik untukmu? Jadi rumor itu benar...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, Yuuji! Apa rumor yang Kirishima-san tadi katakan? Kenapa namaku tiba-tiba ikut muncul?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga kurang tahu! Yang kudengar setelah anak kelas D Tamano Miki menyatakan cintanya padamu, kau menggunakan hal yang berkaitan denganku untuk menolaknya, dan menyebabkan rumor menggelikan ini beredar!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berusaha mengingat kembali apa yang telah aku lakukan sampai saat ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba kuingat-ingat... percakapanku dengan Tamano-san sewaktu itu seperti— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, orang yang Aki-chan suka itu—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I, itu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“YYUUUUUUUJJJJJIIIIIIII!!!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, jadi begitu... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I, Itu sih cuma rumor belaka! Orang-orang salah paham itu pasti karena sifat jelekmu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“aku merasa kau udah tahu apa sebabnya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja nggak! Kalo orang-orang tanya padaku apakah aku suka atau benci sama Yuuji, aku pasti langsung jawab &#039; aku sangat benci dia sampai-sampai mau kuhajar dia sampai babak belur&#039;!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sama dah! Kalo orang tanya apakah benci ataukah suka sama Akihisa, Aku pasti langsung jawab &#039; Aku rasanya mau injek-injek itu orang ampe jadi makanan ternak&#039;!&amp;quot;” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Hati kita berdua memang serasi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi, lihat mereka berdua, udah tinggal serumah sama cewek dan dinyatakan cintanya, tapi malah mereka tampak serasi dan saling menyukai...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini berbahaya sekali! Demi semua umat manusia yang ada di dunia, sepertinya kita harus kubur dia dalam-dalam dipuncak gunung.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Yuuji, takkan kumaafkan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sama sekali nggak bermaksud seperti itu saat aku bilang kalo hati kami memang serasi! Tapi bagaimanapun aku mau menjelaskan, mereka pasti nggak mau dengar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yuuji, sebaiknya kita gerak cepat dan kabur. Belok kanan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berlari dari amukan massa dengan mata yang penuh akan putus asa. Menakutkan sekali! Teman sekelasku sangat menakutkan! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan kabur~jangan lari~Kau takkan bisa lari~” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat tongkat kasti metal yang mereka genggam sedang terbang kearahku, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemari!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami dengan cepat menghindar dengan masuk ke delam kelas. Mungkin cuma sebentar, tapi sepertinya mereka tadi sempat kehilangan jejak kami berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, sekarang ayo cepat kita cari sesuatu yang bisa dijadikan senjata...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bukan sekedar amukan massa yang menakutkan, tapi mereka juga membawa senjata, jadi kita juga harus punya senjata untuk bisa melawan mereka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji pun mati-matian mencari senjata terdekat yang bisa kami berdua gunakan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, nggak lama kemudian, sesosok tubuh berotot kawat dan  bertulang besi dengan kemampuan bertarung luar biasa muncul di hadapanku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar. Dia adalah guru yang sedang memperhatikan ke arah kami dengan tampang malas, guru itu dipanggil dengan nama &#039;Tangan Besi&#039;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Tangan Besi? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat sekeliling kelas tersebut, apa yang muncul di depan mataku adalah buku-buku berjejeran rapi dengan judul &#039;Garis Dasar Bimbingan Konseling&#039;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
““Maaf! Kami salah masuk!”” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji bulu kuduknya langsung berdiri seraya menundukkan kepala kepada Tangan Besi dan langsung berbalik badan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sayangnya, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, kalian berdua sudah masuk ke kelas ini berkali-kali, jadi bapak rasa kalian aeharusnya sudah tahu kalau...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar suara keras dan kasar di belakang kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—pintu ruang konseling nggak bisa dibuka dari dalam tanpa menggunakan kunci.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun cara kami untuk memutar gagang pintu, besi baja ini nggak bergeming sama sekali. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Buka! Cepat terbukalah! Keluarkan aku dari neraka ini!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Si, sialan! Dasar brengsek! Terbukalah!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Krak krak krak. Kami berusaha sekuat tenaga memutar gagang, tapi yang kami dapat cuma sensasi dingin dan kokoh dari gagang baja tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, kalian berdua. Aku nggak tahu ulah apa yang lagi-lagi kalian perbuat, tapi, nggak bapak sangka kalian berdua mau datang kesini dengan sendirinya untuk mengakui dan mendapat bimbingan, bapak merasa terharu sekali.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak nggak nggak, bapak salah paham... Itu sih Yuuji—si Idiot Sakamoto ini bilang kalo dia mau bimbingan dari bapak, jadi aku datang kemari mengantarnya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu dulu, dasar brengsek! Berani-beraninya kau berkhianat dan kabur sendirian! Tangan Besi, jangan salah paham! Ini orang—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cukup basa-basinya. Kalian berdua cepat kemari, walaupun bapak sedang sibuk, bapak masih bisa menolongmu untuk mendapatkan pelajaran tambahan extra.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
““NGGAK MAU!”” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leherku dan Yuuji pun langsung dicengkram oleh sepasang tangan yang kuat dan berotot. Tidak! Lepaskan aku! Seseorang tolong selamatkan aku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah apakah harapanku didengar Tuhan tiba-tiba pintu yang tadinya tidak bisa bergeming sama sekali saat ini sedang terdorong dari luar. Ja... jangan-jangan, ... keajaiban telah terjadi! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Pak guru, aku juga mau ikut pelajaran tambahan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kirishima-san berkata demikian, Pintu yang berada di belakangnya dengan perlahan  tertutup kembali. Pintu yang sudah seperti pintu penghubung ke masa depan kami, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh Kirishima. Kamu nggak butuh pelajaran tambahan, kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kalau begitu, Ijinkan aku  mengajari Yuuji pelajaran tentang pengetahuan jasmani dan juga pengetahuan umum.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah? Kamu baik sekali mau membantu. Kalo begitu pak guru bisa fokus untuk mengajari Yoshii.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu yang menghubungkan ke masa depan kami telah tertutup dengan gayanya yang dingin dan tanpa ampun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu dulu, Shouko! Aku nggak butuh kamu buat mengajariku! Apalagi tentang pengetahuan umum!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pak guru, ini tidak adil! Kenapa Yuuji mendapatkan pelajaran privat dari Kirishima-san, sedangkan aku harus berhadapan satu lawan satu dengan sang Tangan Besi? Aku mengajukan keberatan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong apa kamu ini? Kirishima adalah murid nomor satu. Kalian berdua harus banyak belajar darinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Pak guru, kami akan pindah ke sofa sebelah sana. Aku mau mengajari Yuuji tentang ujian praktek dalam hal kesehatan jasmani.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau dengar tadi, tangan besi? Bukankah dia baru saja bilang hal yang bisa membuat orang beranggapan kalo dia itu sakit jiwa? Aku nggak butuh pelajaran tambahan untuk hal semacam itu! Sekarang cepat lepaskan aku!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang tadi kamu sebut Tangan Besi?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Kenapa bapak malah cuma mendengarkan kata-kataku? Bukannya kata-kata Shouko sebelumku jauh lebih penting!!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bener tuh, pak! Yang paling penting itu si Yuuji telah menipu Kirishima-san! Sebagai guru, bukankah seharusnya bapak membimbingnya ke arah yang benar!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berisik! Kalian jangan banyak bacot dan cepat duduk!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
““NGGGAK MAU!”” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 “““...””” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Kayaknya itu dua orang udah nggak bakalan bisa keluar.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terpaksa kita hanya bisa membunuh mereka besok.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sangat disayangkan sekali. Gue bener-bener mau bunuh mereka hari ini juga~!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada akhirnya, kami berdua dipaksa untuk mengikuti pelajaran spesial dari tangan besi sampai waktu gerbang sekolah ditutup.&lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah lagi-lagi hujan…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pelajaran tambahan spesial selesai, akupun berjalan keluar gerbang sekolah, dan langit mulai gerimis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku lagi-lagi nggak bawa payung, tapi setelah pengalaman di hari kemarin, aku memutuskan untuk tidak usah berteduh, dan lari secepatnya sampai ke rumah. Tapi ternyata, nggak seperti hari kemarin, hujannya langsung reda sebelum aku sampai di rumah. Ampun deh... entah kenapa aku merasa harus banyak belajar dari kesialan kecil seperti ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pulang…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuka pintu depan sambil mengibas air basah yang berada di tubuhku dengan tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U...Ummm... selamat datang, Akihisa-kun!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Aku pulang. Himeji-sa—NNNNNNN!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san, yang pulang lebih awal dariku, dengan cepat datang ke pintu depan untuk menyapaku. Sopan sekali... seharusnya ini sopan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, Himeji-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I, iya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pakaian yang kamu kenakan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I, ini pakaian yang ku kenakan sehari-hari! Ini yang biasa kukenakan kalo di rumah!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenakan kaos yang memperlihatkan bahunya, lalu rok pendek yang akan memperlihatkan gambar berbahaya kalo dia menunduk! Bagaimanapun aku melihatnya, ini sih terlalu vulgar! Penampilannya yang sekarang membuat Himeji-san terlihat sedikit nakal... Ukuran dada Himeji-san sangatlah besar, dan pakaian vulgar ini sangat memperlihatkan bahunya, sangat-sangat memperlihatkan sampai orang biasa pasti tidak akan bisa menahan nafsu. Dan jangan kaget kalau nanti tiba-tiba bajunya akan merosot dari bahu… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benarkah kamu biasa memakai ini kalau dirumah? Kelihatannya kamu kemarin-kemarin nggak pernah menggunakannya…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, Himeji-san selalu mengenakan pakaian yang tidak menunjukkan banyak aurat, dan roknya pun lumayan panjang. Melihat dia mendadak berganti dengan gayanya yang berani, sebenarnya apa penyebab dia bisa berujung seperti ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemarin…i, iya, beberapa hari kemarin cuacanya sangat dingin! Dan hari ini cuacanya sudah mulai kembali hangat, jadi aku juga kembali mengenakan apa yang biasa aku kenakan.!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar hari ini lebih panas dari hari kemarin, tapi nggak perlu sampai dia harus mengganti apa yang biasa ia kenakan, apalagi hari ini hujan. Walau sedikit lebih hangat, tapi aku masih merasa kedinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu kenapa, Himeji-san?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak kenapa-kenapa kok! Aku biasa-biasa aja!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san terlihat panik dan menaikkan nada suaranya. Melihat situasinya, pasti ada sesuatu yang nggak beres.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, aku ini laki-laki tulen, tentu saja aku senang melihat Himeji-san mengenakan pakaian yang sensual dan buka-bukaan. Tetapi itu kalo aku nggak memikirkan keselamatan diri-sendiri. Kalo saja kakak menemukan aku sedang tinggal bersama Himeji-san yang saat ini sedang memakai baju yang buka-bukaan. Dia pasti langsung mematahkan dua atau tiga jariku sekaligus. Dan lagi... melihat Himeji-san yang seperti ini, mungkin saja aku akan kehilangan akal sehat dan berujung berbuat hal yang dilarang agama secara tidak sengaja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Let’s leave that aside first. Apa kamu mau makan dahulu? Apa kita makan malam dahulu? Atau... kamu mau makan malam?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini kedengaran seperti kalimat mesra yang sering digunakan pengantin baru, tapi kayaknya sedikit berbeda dari yang Himeji-san tadi katakan. Tadi kedengarannya sangat mirip seperti seseorang berkata padaku dengan kalimat &#039;Pilih mana? kuburan apa rumah sakit.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu, Aku sarankan kamu pilih—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pilih mandi dulu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, mandi, ya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar jawabanku, Himeji-san terlihat seperti mau mulai memberanikan dirinya dan sejenak berhenti berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka, kakakalau begitu—aku akan membantu menggosokkan punggung kamu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bicara apa cewek ini barusan? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ha?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun hanya bisa bereaksi mengeluarkan nada kebingungan. Eh… tadi Himeji-san ngomong apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan jangan jangan! Himeji-san, aku akan menggosokkannya sendiri!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf. Aku tahu kalo masuk ke kamar mandi dengan masih menggunakan handuk itu nggak adil. Tapi aku masih belum berani kalo harus sama-sama telanjang...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“KAU TADI NGGAK DENGERIN AKU NGOMONG YA?! DAN LAGI, KAMU MAU MASUK KAMAR MANDI DENGANKU?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa dia berpikir bencana nggak bakalan terjadi saat dia menggosokkan punggungku…? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka, kamu nggak usah memaksakan dirimu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak, aku nggak memaksakan diri!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja, jangan memandangku seperti itu. Se... sebenarnya, aku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berbicara terbata-bata, tapi dia kelihatan sangat berusaha keras untuk berkata sesuatu padaku dengan memaksakan keluar suaranya yang tertekan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pa... payudaraku…lumayan…besar, tau…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata seperti itu, mungkin karena terlalu malu, wajah Himeji-san tersipu malu dan langsung menundukkan kepalanya kebawah. A... apa? Apa yang membuatnya bisa mendadak berubah seperti ini? Dan nggak usah dibilang juga, aku itu sudah tahu seberapa besar payudaranya! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tutututunggu dulu, tenangkan dirimu, Himeji-san! Sebenarnya ada apa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak ada apa-apa kok! Kalo cowok dan cewek melakukan hal seperti ini sih normal! Dan jauh lebih sehat daripada cowok melakukannya dengan cowok!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san meneruskan perkataannya. Huh? Cowok dengan cowok? Sehat? Jangan-jangan… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Himeji-san. Apa kau tadi mendengar rumor aneh di sekola—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U, udara disini sedikit panas ya, Akihisa-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku belum selesai bicara, Himeji-san langsung memotong pembicaraan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengibas-ngibaskan tangannya ke arah dada dan terlihat sangat gugup, mungkin dia bermaksud untuk menarik perhatianku dengan menunjukkan daerah payudaranya. Tapi Himeji-san benar-benar nggak tau caranya merayu dan hanya mengibaskan tangannya dengan cara asal-asalan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, Himeji-san…kamu pasti merasa malu, kan? Sebaiknya jangan paksakan dirimu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Malu? Malu kenapa? Aku nggak ngerti!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia dengan kekanak-kanakkan menyenderkan badannya padaku. WAH! Kalo ia menyandarkan badan ,kerah bajunya akan terbuka sangat lebar, dan bisa-bisa aku akan melihat apa yang gak seharusnya kulihat! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kosong... Kosong adalah berisi, dan berisi adalah kosong…  isi kepala cepatlah pergi, jangan sampai diisi dengan pikiran kotor!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatku yang sedang berusaha menyingkirkan nafsu jahat, Himeji-san hanya bisa membelalakkan matanya. Sebenarnya cewek ini nggak perlu merayuku dengan metode seperti ini! Efeknya malah akan jadi lebih besar! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhu…Akihisa-kun masih belum juga tertarik denganku…apa aku harus meniru hal-hal yang tertulis dibuku ini…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san membalikkan badannya dan menggerutu seraya ia mengeluarkan buku referensi rahasia yang kakak sita dariku—OI, TUNGGU DULU! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Himeji-san, apa yang lagi kamu baca? Itu bukanlah bacaan untuk anak perempuan! Bisa segera kamu kembalikan padaku? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…tapi, kalau dia menyimpan buku ini, bukannya itu berarti Akihisa-kun tertarik pada perempuan? Tapi Akihisa-kun nggak bereaksi apa-apa terhadapku, jadi Akihisa-kun tidak mempedulikan aku sama sekali...uuu…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa kamu menangis? Seharusnya aku yang saat ini harusnya menangis!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu keterlaluan…Akihisa-kun... kamu keterlaluan…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san menutup wajah dengan kedua tangannya dan mulai menangis di hadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 “Aku pulang.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, suara kakak terdengar dari koridor depan  rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhh! Kakak sudah pulang! Himeji-san, tolong berhenti menangis dan ganti bajumu dengan sesuatu yang nggak buka-bukaan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menyuruhku mengganti baju yang nggak buka-bukaan. Akihisa-kun nggak tertarik sama sekali denganku... kamu jahat...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Si, sialan! Kalo begitu, seenggaknya kembalikan buku porno—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak! Aku akan kesulitan kalo buku ini diambil! Ini adalah panduan untuk membuat Akihisa-kun tertarik pada perempuan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berkata yang aneh-aneh deh—Himeji-san, cepat menyerahlah dan berhenti melawan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“NGGAK!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san terus-terusan memeluk buku porno erat-erat di dadanya. Apa boleh buat, kalo begitu aku harus pake cara yang sedikit memaksa.. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku sedang menggenggam lengan Himeji-san, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…kakak sepertinya bisa mengerti apa yang sedang terjadi disini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mirisnya, aku pun kehabisan waktu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, kakak, selamat datang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang, Akira-san” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kakak pulang.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakak menjawab dengan senyum yang misterius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aki-kun, silahkan pilih jari mana yang kamu suka.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat seperti ini, sebenarnya sudah cukup bagus kalo jari yang terkilir bisa menyelesaikan keributan ini... haruskah hal ini kuungkapkan demikian?&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=236157</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=236157"/>
		<updated>2013-03-23T14:29:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Penerjemah */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BakaToTest-7.5_-_1.jpg|300px|thumb|Sampul Volume 7.5]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu (SI Bego, Ujian, dan Makhluk Panggilan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DILARANG KERAS MENJUAL TERJEMAHAN INI DALAM BENTUK APAPUN. INI ADALAH TERJEMAHAN GRATIS OLEH PENERJEMAH DAN PENYUNTING BUKAN UNTUK KEGIATAN KOMERSIAL&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial &amp;quot;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&amp;quot; juga terdapat dalam pilihan bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju_~Versi%C3%B3n_Espa%C3%B1ola~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu tiếng Việt|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
Catatan: Persentase translasi setiap bahasa bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ringkasan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokoh utama dalam serial ini adalah seseorang yang paling tolol diantara orang-orang tolol di sekolahnya. Di sekolah ini, nilai kalian bisa lebih dari angka 100. Jikalau seseorang meninggalkan ujian di tengah jalan, maka ia akan mendapatkan nilai nol. Seorang cewek manis dan juga cantik, Himeji Mizuki, menderita demam tinggi disaat sedang mengikuti Ujian. Dia pun mendapatkan nilai nol karena sakit tersebut dan ditempatkan di kelas paling jelek, yaitu kelas F, meskipun ia  sebenarnya mempunyai potensi untuk bisa menjadi ranking 2 paling tinggi dalam perolehan nilai ujian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekolah ini nilai adalah segalanya. Kelas A, diajari oleh seorang guru bertampang pintar, menggunakan sebuah plasma TV yang ukurannya sama dengan seluruh dinding sebagai papan tulis, punya laptop sendiri-sendiri, AC di setiap meja, kulkas, kursi putar, dan segala fasilitas lainnya. Di dalam kulkasnya pun terdapat segala macam minuman dan jajanan. Langit-langitnya terbuat dari kaca, dan dinding-dinding mereka biasa dipergunakan untuk memajang lukisan papan atas serta tanaman hias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Kelas F, yaitu kelas paling jelek... mereka menggunakan meja lesehan serta bantal duduk lesehan. Papan tulisnya sangatlah kotor dan bahkan kapur pun kadang nggak punya! Ketika seseorang protes karena kaki mejanya sudah patah, guru nya pun menjawab, &amp;quot;Bukankah sekolah sudah memberi lem kayu? Silahkan nanti kau lem sendiri.&amp;quot; Disaat yang lain protes karena angin dingin masuk dari jendela-jendela rusak, Pak guru pun menjawab &amp;quot;Baiklah, nanti akan bapak pintakan kertas plastik dan lakban transparan agar kalian bisa membetulkan jendelanya nanti.&amp;quot; Sarang laba-laba bertebaran dimana-mana, tidak sedikitpun ada dinding yang  masih bersih. Berbagai macam bau kotoran menyebar ke seluruh penjuru kelas dari tatami sebagai ubin kelasnya. Beginilah keadaan dari Kelas F.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Tokoh Utama sangat merasa tidak senang dengan pengaturan seperti ini, dan meminta pertolongan dari teman-temannya untuk membuat perubahan melalui Ujian &#039;&#039;Summoning War&#039;&#039;!! Bersama-sama, mereka merancang segala cara dan juga strategi untuk mencoba mengalahkan Kelas A, dengan tujuan jika menang, mereka bisa mengambil alih ruangan Kelas A dan segala fasilitas yang dimiliki Kelas A!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kenji Inoue==&lt;br /&gt;
Lahir di Tokyo, tapi dibesarkan di Sapporo. Jatuh cinta dengan Kinoshita Hideyoshi yang digambar oleh Yui Haga sensei. Orang tua dan teman-teman terdekat nggak tahu sama sekali ketika novel pertama diterbitkan. Menjadi terkenal di perusahaan tempat bekerja karena pada suatu hari pak supervisor mengeluh  &amp;quot;Nggak ngerti bahasa Jepang yang ditulis oleh Inoue&amp;quot;. Makanya sampai sekarang, saya masih belum berani menyatakan kalo saya ini seorang penulis walau pernah menang penghargaan. Novel ini memenangkan hadiah penghargaan dalam 8th Entame Award untuk kategori Editor karena para juri nggak membacanya dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terjemahan dari sampul di dalam Volume 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan berbeda dengan laju kecepatan penerjemahan versi Inggris atau yang lainnya. Oleh karena ini, mohon dibantu teman-teman dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Dibutuhkan Penerjemah dan Penyunting]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu muluk-muluk, kalau anda bisa bahasa Inggris dan punya dedikasi yang baik untuk menyelesaikan satu chapter, silahkan daftar di sini: [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|&#039;&#039;&#039;DAFTAR / REGISTRASI&#039;&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit petunjuk format standarnya untuk setiap chapter, bisa dilihat di: [[Format_guideline | Format Standar(Bahasa Inggris)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 Topic  Thread]==&lt;br /&gt;
Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silahkan diskusikan itu di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 thread] yang telah disediakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Riwayat Update==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- 17 Mei - bikin thread)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri &#039;&#039;Baka to Test to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 01 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 1]]&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 02 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 2]]&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3]]&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03.5 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3.5]]&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_~Bab_Persiapan~|Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~]]~10%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Fumizuki_News_(Bahasa_Indonesia)|Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta|Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Cerita_Seks_Mini_Tsuchiya_dan_Kudou|Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Ruang_Konseling|Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 04 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 4]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:1212 002.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 5]]&lt;br /&gt;
===Volume 5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 8]]&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Ketiga|Soal Ketiga]] ~40%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kelima|Soal Kelima]] ~20%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Catatan Author|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Staff Proyek]]==&lt;br /&gt;
===MIA (Gadis yang sedang beraksi)===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Razor_127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Simbadda|Simbadda]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Tracker_725|Tracker_725]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xbypass|Xbypass]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kejargantengin|Kejargantengin]]&lt;br /&gt;
:*[[user:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[user:ihzain|ihzain]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Siginjai|Siginjai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomor Serial ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1: ISBN 978-4757733299 (29 Januari 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 2: ISBN 978-4757735057 (28 April 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3: ISBN 978-4757736825 (30 Agustus 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3.5: ISBN 978-4-7577-3979-6 (30 Januari 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 4: ISBN 978-4-7577-4236-9 (30 Mei 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 5: ISBN 978-4-7577-4518-6 (29 November 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 6: ISBN 978-4-7577-4827-9 (30 April 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 6.5: ISBN 978-4-7577-5040-1 (29 Agustus 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7: ISBN 978-4-0472-6195-2 (26 Desember 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7.5: ISBN 978-4-04-7263130  (27 Februari 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 8: ISBN 978-4-04-726727-5 (30 Agustus 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 9: ISBN 978-4-04-727031-2 (29 Januari 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 9.5: ISBN 978-4-04-727332-0 (30 Juni 2011)&lt;br /&gt;
*Bungaku Shoujo VS Baka to Tesuto to Syokanju: ISBN 978-4-7577-4484-4 (30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 10: ISBN 978-4-04-727647-5 (26 Desember 2011)&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Bryanjava&amp;diff=236155</id>
		<title>User:Bryanjava</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Bryanjava&amp;diff=236155"/>
		<updated>2013-03-23T14:22:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Orang yang sangat-sangat sibuk dan capek sekali dengan pekerjaannya sampai butuh waktu berbulan2 buat translate 1 chapter, jadi mohon dimaklumi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=227988</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=227988"/>
		<updated>2013-02-22T16:22:22Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Ringkasan */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BakaToTest-7.5_-_1.jpg|300px|thumb|Sampul Volume 7.5]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu (SI Bego, Ujian, dan Makhluk Panggilan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DILARANG KERAS MENJUAL TERJEMAHAN INI DALAM BENTUK APAPUN. INI ADALAH TERJEMAHAN GRATIS OLEH PENERJEMAH DAN PENYUNTING BUKAN UNTUK KEGIATAN KOMERSIAL&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial &amp;quot;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&amp;quot; juga terdapat dalam pilihan bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju_~Versi%C3%B3n_Espa%C3%B1ola~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu tiếng Việt|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
Catatan: Persentase translasi setiap bahasa bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ringkasan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokoh utama dalam serial ini adalah seseorang yang paling tolol diantara orang-orang tolol di sekolahnya. Di sekolah ini, nilai kalian bisa lebih dari angka 100. Jikalau seseorang meninggalkan ujian di tengah jalan, maka ia akan mendapatkan nilai nol. Seorang cewek manis dan juga cantik, Himeji Mizuki, menderita demam tinggi disaat sedang mengikuti Ujian. Dia pun mendapatkan nilai nol karena sakit tersebut dan ditempatkan di kelas paling jelek, yaitu kelas F, meskipun ia  sebenarnya mempunyai potensi untuk bisa menjadi ranking 2 paling tinggi dalam perolehan nilai ujian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekolah ini nilai adalah segalanya. Kelas A, diajari oleh seorang guru bertampang pintar, menggunakan sebuah plasma TV yang ukurannya sama dengan seluruh dinding sebagai papan tulis, punya laptop sendiri-sendiri, AC di setiap meja, kulkas, kursi putar, dan segala fasilitas lainnya. Di dalam kulkasnya pun terdapat segala macam minuman dan jajanan. Langit-langitnya terbuat dari kaca, dan dinding-dinding mereka biasa dipergunakan untuk memajang lukisan papan atas serta tanaman hias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Kelas F, yaitu kelas paling jelek... mereka menggunakan meja lesehan serta bantal duduk lesehan. Papan tulisnya sangatlah kotor dan bahkan kapur pun kadang nggak punya! Ketika seseorang protes karena kaki mejanya sudah patah, guru nya pun menjawab, &amp;quot;Bukankah sekolah sudah memberi lem kayu? Silahkan nanti kau lem sendiri.&amp;quot; Disaat yang lain protes karena angin dingin masuk dari jendela-jendela rusak, Pak guru pun menjawab &amp;quot;Baiklah, nanti akan bapak pintakan kertas plastik dan lakban transparan agar kalian bisa membetulkan jendelanya nanti.&amp;quot; Sarang laba-laba bertebaran dimana-mana, tidak sedikitpun ada dinding yang  masih bersih. Berbagai macam bau kotoran menyebar ke seluruh penjuru kelas dari tatami sebagai ubin kelasnya. Beginilah keadaan dari Kelas F.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Tokoh Utama sangat merasa tidak senang dengan pengaturan seperti ini, dan meminta pertolongan dari teman-temannya untuk membuat perubahan melalui Ujian &#039;&#039;Summoning War&#039;&#039;!! Bersama-sama, mereka merancang segala cara dan juga strategi untuk mencoba mengalahkan Kelas A, dengan tujuan jika menang, mereka bisa mengambil alih ruangan Kelas A dan segala fasilitas yang dimiliki Kelas A!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kenji Inoue==&lt;br /&gt;
Lahir di Tokyo, tapi dibesarkan di Sapporo. Jatuh cinta dengan Kinoshita Hideyoshi yang digambar oleh Yui Haga sensei. Orang tua dan teman-teman terdekat nggak tahu sama sekali ketika novel pertama diterbitkan. Menjadi terkenal di perusahaan tempat bekerja karena pada suatu hari pak supervisor mengeluh  &amp;quot;Nggak ngerti bahasa Jepang yang ditulis oleh Inoue&amp;quot;. Makanya sampai sekarang, saya masih belum berani menyatakan kalo saya ini seorang penulis walau pernah menang penghargaan. Novel ini memenangkan hadiah penghargaan dalam 8th Entame Award untuk kategori Editor karena para juri nggak membacanya dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terjemahan dari sampul di dalam Volume 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan berbeda dengan laju kecepatan penerjemahan versi Inggris atau yang lainnya. Oleh karena ini, mohon dibantu teman-teman dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Dibutuhkan Penerjemah dan Penyunting]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu muluk-muluk, kalau anda bisa bahasa Inggris dan punya dedikasi yang baik untuk menyelesaikan satu chapter, silahkan daftar di sini: [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|&#039;&#039;&#039;DAFTAR / REGISTRASI&#039;&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit petunjuk format standarnya untuk setiap chapter, bisa dilihat di: [[Format_guideline | Format Standar(Bahasa Inggris)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 Topic  Thread]==&lt;br /&gt;
Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silahkan diskusikan itu di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 thread] yang telah disediakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Riwayat Update==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- 17 Mei - bikin thread)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri &#039;&#039;Baka to Test to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 01 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 1]]&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 02 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 2]]&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3]]&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03.5 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3.5]]&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_~Bab_Persiapan~|Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~]]~10%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Fumizuki_News_(Bahasa_Indonesia)|Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta|Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Cerita_Seks_Mini_Tsuchiya_dan_Kudou|Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Ruang_Konseling|Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 04 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 4]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:1212 002.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 5]]&lt;br /&gt;
===Volume 5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 8]]&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Ketiga|Soal Ketiga]] ~40%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kelima|Soal Kelima]] ~20%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Catatan Author|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Staff Proyek]]==&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Razor_127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Simbadda|Simbadda]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Tracker_725|Tracker_725]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xbypass|Xbypass]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kejargantengin|Kejargantengin]]&lt;br /&gt;
:*[[user:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[user:ihzain|ihzain]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Siginjai|Siginjai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomor Serial ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1: ISBN 978-4757733299 (29 Januari 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 2: ISBN 978-4757735057 (28 April 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3: ISBN 978-4757736825 (30 Agustus 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3.5: ISBN 978-4-7577-3979-6 (30 Januari 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 4: ISBN 978-4-7577-4236-9 (30 Mei 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 5: ISBN 978-4-7577-4518-6 (29 November 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 6: ISBN 978-4-7577-4827-9 (30 April 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 6.5: ISBN 978-4-7577-5040-1 (29 Agustus 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7: ISBN 978-4-0472-6195-2 (26 Desember 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7.5: ISBN 978-4-04-7263130  (27 Februari 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 8: ISBN 978-4-04-726727-5 (30 Agustus 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 9: ISBN 978-4-04-727031-2 (29 Januari 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 9.5: ISBN 978-4-04-727332-0 (30 Juni 2011)&lt;br /&gt;
*Bungaku Shoujo VS Baka to Tesuto to Syokanju: ISBN 978-4-7577-4484-4 (30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 10: ISBN 978-4-04-727647-5 (26 Desember 2011)&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=226771</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia):Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=226771"/>
		<updated>2013-02-18T01:03:35Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Volume 8 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Standar prosedur bila ingin daftar translasi di sini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Slogannya adalah &amp;quot;Bila kau daftar duluan, kau berhak untuk menerbitkan terjemahannya di sini&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Slogan Baru &amp;quot;Jikalau anda ingin melanjutkan terjemahan milik seseorang yang tanggal terakhir last modifiednya 3 bulan lalu, sikat aja dah! XD&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang tidak ada &#039;paksaan&#039; untuk menyelesaikan sebuah chapter ketika telah daftar, tapi dimohon apabila anda berniat mundur, silahkan beritahu di halaman ini jika anda ingin mundur agar bisa diteruskan oleh yang lain. Contoh :&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:simbadda|Anas Urbaningrum]] &#039;&#039;&#039;mundur&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1=== &lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:simbadda|Simbadda]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua - [[user:simbadda|Simbadda]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - [[user:simbadda|Simbadda]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Keempat - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Keenam - yurihime&lt;br /&gt;
::* Soal Ketujuh - [[user:altux|Altux]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kedelapan - [[user:altux|Altux]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kesembilan - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Translator dan Referensi - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[User:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]] - &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua -   [[User:Razor_127|Razor_127]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga -   [[user:kejargantengin|kejargantengin]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Keempat -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Soal Keenam -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Soal Ketujuh -   [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Translator dan Referensi -   [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Keempat - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Keenam - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Ketujuh - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~ - [[user:MataLoro|MataLoro]] &lt;br /&gt;
::*Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F - [[user:Xbypass|Xbypass]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta - [[user:Razor_127|Razor_127]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands - [[user:anovocainriddle|anovocainriddle]]&lt;br /&gt;
::*Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou - [[user:anovocainriddle|anovocainriddle]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang - [[user:anovocainriddle|anovocainriddle]]&lt;br /&gt;
::*Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi - [[user:Xbypass|Xbypass]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya - [[user:anovocainriddle|anovocainriddle]]&lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4=== &lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:Ken_Amon|Ken_Amon]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua - [[user:Ken_Amon|Ken_Amon]]&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - &lt;br /&gt;
::* Soal Keempat -&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima -&lt;br /&gt;
::* Soal Keenam -&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir -&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis -&lt;br /&gt;
::* Catatan Translator dan Referensi -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5=== &lt;br /&gt;
::*Soal Pertama - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Kedua - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Ketiga - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Keempat - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Kelima - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Keenam - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Ketujuh - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Terakhir - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:Bryanjava|Bryanjava]] - &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua - [[user:Bryanjava|Bryanjava]] - &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - [[user:Bryanjava|Bryanjava]] - ongoing &lt;br /&gt;
::* Soal Keempat - [[user:Bryanjava|Bryanjava]] - &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima - [[user:IndoPr0|IndoPr0]]&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir - [[user:Bryanjava|Bryanjava]] - &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=225919</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia):Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=225919"/>
		<updated>2013-02-14T15:00:44Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Volume 8 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Standar prosedur bila ingin daftar translasi di sini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Slogannya adalah &amp;quot;Bila kau daftar duluan, kau berhak untuk menerbitkan terjemahannya di sini&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Slogan Baru &amp;quot;Jikalau anda ingin melanjutkan terjemahan milik seseorang yang tanggal terakhir last modifiednya 3 bulan lalu, sikat aja dah! XD&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang tidak ada &#039;paksaan&#039; untuk menyelesaikan sebuah chapter ketika telah daftar, tapi dimohon apabila anda berniat mundur, silahkan beritahu di halaman ini jika anda ingin mundur agar bisa diteruskan oleh yang lain. Contoh :&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:simbadda|Anas Urbaningrum]] &#039;&#039;&#039;mundur&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1=== &lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:simbadda|Simbadda]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua - [[user:simbadda|Simbadda]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - [[user:simbadda|Simbadda]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Keempat - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Keenam - yurihime&lt;br /&gt;
::* Soal Ketujuh - [[user:altux|Altux]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kedelapan - [[user:altux|Altux]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kesembilan - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Translator dan Referensi - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[User:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]] - &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua -   [[User:Razor_127|Razor_127]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga -   [[user:kejargantengin|kejargantengin]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Keempat -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Soal Keenam -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Soal Ketujuh -   [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Translator dan Referensi -   [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Keempat - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Keenam - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Ketujuh - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~ - [[user:MataLoro|MataLoro]] &lt;br /&gt;
::*Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F - [[user:Xbypass|Xbypass]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta - [[user:Razor_127|Razor_127]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands - [[user:anovocainriddle|anovocainriddle]]&lt;br /&gt;
::*Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou - [[user:anovocainriddle|anovocainriddle]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang - [[user:anovocainriddle|anovocainriddle]]&lt;br /&gt;
::*Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi - [[user:Xbypass|Xbypass]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya - [[user:anovocainriddle|anovocainriddle]]&lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4=== &lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:Ken_Amon|Ken_Amon]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua - [[user:Ken_Amon|Ken_Amon]]&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - &lt;br /&gt;
::* Soal Keempat -&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima -&lt;br /&gt;
::* Soal Keenam -&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir -&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis -&lt;br /&gt;
::* Catatan Translator dan Referensi -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5=== &lt;br /&gt;
::*Soal Pertama - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Kedua - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Ketiga - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Keempat - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Kelima - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Keenam - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Ketujuh - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Terakhir - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:Bryanjava|Bryanjava]] - &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua - [[user:Bryanjava|Bryanjava]] - &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - [[user:Tracker_725|Tracker_725]] &lt;br /&gt;
::* Soal Keempat - [[user:Bryanjava|Bryanjava]] - &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima - [[user:IndoPr0|IndoPr0]]&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir - [[user:Bryanjava|Bryanjava]] - &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=225918</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=225918"/>
		<updated>2013-02-14T14:46:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Ringkasan */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BakaToTest-7.5_-_1.jpg|300px|thumb|Sampul Volume 7.5]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu (SI Bego, Ujian, dan Makhluk Panggilan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DILARANG KERAS MENJUAL TERJEMAHAN INI DALAM BENTUK APAPUN. INI ADALAH TERJEMAHAN GRATIS OLEH PENERJEMAH DAN PENYUNTING BUKAN UNTUK KEGIATAN KOMERSIAL&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial &amp;quot;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&amp;quot; juga terdapat dalam pilihan bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju_~Versi%C3%B3n_Espa%C3%B1ola~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu tiếng Việt|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
Catatan: Persentase translasi setiap bahasa bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ringkasan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokoh utama dalam serial ini adalah seseorang yang paling tolol diantara orang-orang tolol di sekolahnya. Di sekolah ini, nilai kalian bisa lebih dari angka 100. Jikalau seseorang meninggalkan ujian di tengah jalan, maka ia akan mendapatkan nilai nol. Seorang cewek manis dan juga cantik, Himeji Mizuki, menderita demam tinggi disaat sedang mengikuti Ujian. Dia pun mendapatkan nilai nol karena sakit tersebut dan ditempatkan di kelas paling jelek, yaitu kelas F, meskipun ia  sebenarnya mempunyai potensi untuk bisa menjadi ranking 2 paling tinggi dalam perolehan nilai ujian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekolah ini nilai adalah segalanya. Kelas A, diajari oleh seorang guru yang terlihat sangat pintar, menggunakan sebuah plasma TV yang ukurannya sama dengan seluruh dinding sebagai papan tulis, punya laptop sendiri-sendiri, AC di setiap meja, kulkas, kursi putar, dan segala fasilitas lainnya. Di dalam kulkasnya pun terdapat segala macam minuman dan jajanan. Langit-langitnya terbuat dari kaca, dan dinding-dinding mereka biasa dipergunakan untuk memajang lukisan papan atas serta tanaman hias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Kelas F, yaitu kelas paling jelek... mereka menggunakan meja lesehan serta bantal duduk lesehan. Papan tulisnya sangatlah kotor dan bahkan kapur pun kadang nggak punya! Ketika seseorang protes karena kaki mejanya sudah patah, guru nya pun menjawab, &amp;quot;Bukankah sekolah sudah memberi lem kayu? Silahkan nanti kau lem sendiri.&amp;quot; Disaat yang lain protes karena angin dingin masuk dari jendela-jendela rusak, Pak guru pun menjawab &amp;quot;Baiklah, nanti akan bapak pintakan kertas plastik dan lakban transparan agar kalian bisa membetulkan jendelanya nanti.&amp;quot; Sarang laba-laba bertebaran dimana-mana, tidak sedikitpun ada dinding yang  masih bersih. Berbagai macam bau kotoran menyebar ke seluruh penjuru kelas dari tatami sebagai ubin kelasnya. Beginilah keadaan dari Kelas F.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Tokoh Utama sangat merasa tidak senang dengan pengaturan seperti ini, dan meminta pertolongan dari teman-temannya untuk membuat perubahan melalui Ujian &#039;&#039;Summoning War&#039;&#039;!! Bersama-sama, mereka merancang segala cara dan juga strategi untuk mencoba mengalahkan Kelas A, dengan tujuan jika menang, mereka bisa mengambil alih ruangan Kelas A dan segala fasilitas yang dimiliki Kelas A!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kenji Inoue==&lt;br /&gt;
Lahir di Tokyo, tapi dibesarkan di Sapporo. Jatuh cinta dengan Kinoshita Hideyoshi yang digambar oleh Yui Haga sensei. Orang tua dan teman-teman terdekat nggak tahu sama sekali ketika novel pertama diterbitkan. Menjadi terkenal di perusahaan tempat bekerja karena pada suatu hari pak supervisor mengeluh  &amp;quot;Nggak ngerti bahasa Jepang yang ditulis oleh Inoue&amp;quot;. Makanya sampai sekarang, saya masih belum berani menyatakan kalo saya ini seorang penulis walau pernah menang penghargaan. Novel ini memenangkan hadiah penghargaan dalam 8th Entame Award untuk kategori Editor karena para juri nggak membacanya dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terjemahan dari sampul di dalam Volume 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan berbeda dengan laju kecepatan penerjemahan versi Inggris atau yang lainnya. Oleh karena ini, mohon dibantu teman-teman dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Dibutuhkan Penerjemah dan Penyunting]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu muluk-muluk, kalau anda bisa bahasa Inggris dan punya dedikasi yang baik untuk menyelesaikan satu chapter, silahkan daftar di sini: [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|&#039;&#039;&#039;DAFTAR / REGISTRASI&#039;&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit petunjuk format standarnya untuk setiap chapter, bisa dilihat di: [[Format_guideline | Format Standar(Bahasa Inggris)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 Topic  Thread]==&lt;br /&gt;
Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silahkan diskusikan itu di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 thread] yang telah disediakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Riwayat Update==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- 17 Mei - bikin thread)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri &#039;&#039;Baka to Test to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 01 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 1]]&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 02 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 2]]&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3]]&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03.5 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3.5]]&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_~Bab_Persiapan~|Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~]]~10%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Fumizuki_News_(Bahasa_Indonesia)|Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta|Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Cerita_Seks_Mini_Tsuchiya_dan_Kudou|Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Ruang_Konseling|Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 04 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 4]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:1212 002.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 5]]&lt;br /&gt;
===Volume 5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 8]]&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Ketiga|Soal Ketiga]] ~40%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kelima|Soal Kelima]] ~20%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Catatan Author|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Staff Proyek]]==&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Razor_127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Simbadda|Simbadda]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Tracker_725|Tracker_725]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xbypass|Xbypass]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kejargantengin|Kejargantengin]]&lt;br /&gt;
:*[[user:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[user:ihzain|ihzain]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Siginjai|Siginjai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomor Serial ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1: ISBN 978-4757733299 (29 Januari 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 2: ISBN 978-4757735057 (28 April 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3: ISBN 978-4757736825 (30 Agustus 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3.5: ISBN 978-4-7577-3979-6 (30 Januari 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 4: ISBN 978-4-7577-4236-9 (30 Mei 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 5: ISBN 978-4-7577-4518-6 (29 November 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 6: ISBN 978-4-7577-4827-9 (30 April 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 6.5: ISBN 978-4-7577-5040-1 (29 Agustus 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7: ISBN 978-4-0472-6195-2 (26 Desember 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7.5: ISBN 978-4-04-7263130  (27 Februari 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 8: ISBN 978-4-04-726727-5 (30 Agustus 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 9: ISBN 978-4-04-727031-2 (29 Januari 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 9.5: ISBN 978-4-04-727332-0 (30 Juni 2011)&lt;br /&gt;
*Bungaku Shoujo VS Baka to Tesuto to Syokanju: ISBN 978-4-7577-4484-4 (30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 10: ISBN 978-4-04-727647-5 (26 Desember 2011)&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=225905</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=225905"/>
		<updated>2013-02-14T13:44:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Riwayat Update */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BakaToTest-7.5_-_1.jpg|300px|thumb|Sampul Volume 7.5]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu (SI Bego, Ujian, dan Makhluk Panggilan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DILARANG KERAS MENJUAL TERJEMAHAN INI DALAM BENTUK APAPUN. INI ADALAH TERJEMAHAN GRATIS OLEH PENERJEMAH DAN PENYUNTING BUKAN UNTUK KEGIATAN KOMERSIAL&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial &amp;quot;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&amp;quot; juga terdapat dalam pilihan bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju_~Versi%C3%B3n_Espa%C3%B1ola~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu tiếng Việt|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
Catatan: Persentase translasi setiap bahasa bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ringkasan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam SMU Fumitsuki, memanggil avatar atau shoukanjuu bukanlah hal yang mustahil. Shoukanjuu yang merupakan gabungan dari penelitian sains dan karya supranatural merupakan versi kecil dari &#039;pemanggilnya&#039; yang bisa bertarung sesuai dengan nilai mereka. Semakin tinggi nilai murid yang memanggil mereka, maka kekuatan mereka akan semakin kuat. Begitu juga sebaliknya, hanya saja ada shokanju seorang murid yang tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama murid tersebut adalah Yoshii Akihisa. Dia sering dipanggil idiot (baka) oleh teman-temannya dan oleh karena itu sering diberi hukuman oleh guru untuk bertugas membantu-bantu. Dia punya hak istimewa shoukanjuunya dapat bergerak lebih leluasa dan dapat mengalihkan rasa sakit ketika bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji Mizuki, murid kelas F yang merupakan murid terpintar nomor dua, sakit ketika ujian dan dimasukkan dalam kelas F. Bersama Yoshii Akihisa, dia dimasukkan ke dalam kelas terburuk. Tanpa AC, tanpa bangku atau kursi, ruangan kelas yang sempit untuk lima puluh orang, kelas F memang kelas paling tidak layak untuk dihuni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Kelas F, Sakamoto Yuuji, yang ingin membuktikan bahwa nilai bukan segalanya; mendeklarasikan &#039;perang&#039; terhadap kelas A, sekumpulan murid-murid terpintar, untuk mendapatkan fasilitas mereka yang merupakan kelas termewah di SMU Fumitsuki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kenji Inoue==&lt;br /&gt;
Lahir di Tokyo, tapi dibesarkan di Sapporo. Jatuh cinta dengan Kinoshita Hideyoshi yang digambar oleh Yui Haga sensei. Orang tua dan teman-teman terdekat nggak tahu sama sekali ketika novel pertama diterbitkan. Menjadi terkenal di perusahaan tempat bekerja karena pada suatu hari pak supervisor mengeluh  &amp;quot;Nggak ngerti bahasa Jepang yang ditulis oleh Inoue&amp;quot;. Makanya sampai sekarang, saya masih belum berani menyatakan kalo saya ini seorang penulis walau pernah menang penghargaan. Novel ini memenangkan hadiah penghargaan dalam 8th Entame Award untuk kategori Editor karena para juri nggak membacanya dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terjemahan dari sampul di dalam Volume 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan berbeda dengan laju kecepatan penerjemahan versi Inggris atau yang lainnya. Oleh karena ini, mohon dibantu teman-teman dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Dibutuhkan Penerjemah dan Penyunting]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu muluk-muluk, kalau anda bisa bahasa Inggris dan punya dedikasi yang baik untuk menyelesaikan satu chapter, silahkan daftar di sini: [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|&#039;&#039;&#039;DAFTAR / REGISTRASI&#039;&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit petunjuk format standarnya untuk setiap chapter, bisa dilihat di: [[Format_guideline | Format Standar(Bahasa Inggris)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 Topic  Thread]==&lt;br /&gt;
Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silahkan diskusikan itu di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 thread] yang telah disediakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Riwayat Update==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- 17 Mei - bikin thread)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri &#039;&#039;Baka to Test to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 01 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 1]]&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 02 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 2]]&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3]]&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03.5 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3.5]]&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_~Bab_Persiapan~|Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~]]~10%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Fumizuki_News_(Bahasa_Indonesia)|Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta|Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Cerita_Seks_Mini_Tsuchiya_dan_Kudou|Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Ruang_Konseling|Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 04 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 4]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:1212 002.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 5]]&lt;br /&gt;
===Volume 5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 8]]&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Ketiga|Soal Ketiga]] ~40%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kelima|Soal Kelima]] ~20%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Catatan Author|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Staff Proyek]]==&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Razor_127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Simbadda|Simbadda]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Tracker_725|Tracker_725]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xbypass|Xbypass]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kejargantengin|Kejargantengin]]&lt;br /&gt;
:*[[user:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[user:ihzain|ihzain]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Siginjai|Siginjai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomor Serial ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1: ISBN 978-4757733299 (29 Januari 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 2: ISBN 978-4757735057 (28 April 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3: ISBN 978-4757736825 (30 Agustus 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3.5: ISBN 978-4-7577-3979-6 (30 Januari 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 4: ISBN 978-4-7577-4236-9 (30 Mei 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 5: ISBN 978-4-7577-4518-6 (29 November 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 6: ISBN 978-4-7577-4827-9 (30 April 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 6.5: ISBN 978-4-7577-5040-1 (29 Agustus 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7: ISBN 978-4-0472-6195-2 (26 Desember 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7.5: ISBN 978-4-04-7263130  (27 Februari 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 8: ISBN 978-4-04-726727-5 (30 Agustus 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 9: ISBN 978-4-04-727031-2 (29 Januari 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 9.5: ISBN 978-4-04-727332-0 (30 Juni 2011)&lt;br /&gt;
*Bungaku Shoujo VS Baka to Tesuto to Syokanju: ISBN 978-4-7577-4484-4 (30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 10: ISBN 978-4-04-727647-5 (26 Desember 2011)&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=225904</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=225904"/>
		<updated>2013-02-14T13:34:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Volume 8 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BakaToTest-7.5_-_1.jpg|300px|thumb|Sampul Volume 7.5]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu (SI Bego, Ujian, dan Makhluk Panggilan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DILARANG KERAS MENJUAL TERJEMAHAN INI DALAM BENTUK APAPUN. INI ADALAH TERJEMAHAN GRATIS OLEH PENERJEMAH DAN PENYUNTING BUKAN UNTUK KEGIATAN KOMERSIAL&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial &amp;quot;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&amp;quot; juga terdapat dalam pilihan bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju_~Versi%C3%B3n_Espa%C3%B1ola~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu tiếng Việt|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
Catatan: Persentase translasi setiap bahasa bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ringkasan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam SMU Fumitsuki, memanggil avatar atau shoukanjuu bukanlah hal yang mustahil. Shoukanjuu yang merupakan gabungan dari penelitian sains dan karya supranatural merupakan versi kecil dari &#039;pemanggilnya&#039; yang bisa bertarung sesuai dengan nilai mereka. Semakin tinggi nilai murid yang memanggil mereka, maka kekuatan mereka akan semakin kuat. Begitu juga sebaliknya, hanya saja ada shokanju seorang murid yang tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama murid tersebut adalah Yoshii Akihisa. Dia sering dipanggil idiot (baka) oleh teman-temannya dan oleh karena itu sering diberi hukuman oleh guru untuk bertugas membantu-bantu. Dia punya hak istimewa shoukanjuunya dapat bergerak lebih leluasa dan dapat mengalihkan rasa sakit ketika bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji Mizuki, murid kelas F yang merupakan murid terpintar nomor dua, sakit ketika ujian dan dimasukkan dalam kelas F. Bersama Yoshii Akihisa, dia dimasukkan ke dalam kelas terburuk. Tanpa AC, tanpa bangku atau kursi, ruangan kelas yang sempit untuk lima puluh orang, kelas F memang kelas paling tidak layak untuk dihuni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Kelas F, Sakamoto Yuuji, yang ingin membuktikan bahwa nilai bukan segalanya; mendeklarasikan &#039;perang&#039; terhadap kelas A, sekumpulan murid-murid terpintar, untuk mendapatkan fasilitas mereka yang merupakan kelas termewah di SMU Fumitsuki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kenji Inoue==&lt;br /&gt;
Lahir di Tokyo, tapi dibesarkan di Sapporo. Jatuh cinta dengan Kinoshita Hideyoshi yang digambar oleh Yui Haga sensei. Orang tua dan teman-teman terdekat nggak tahu sama sekali ketika novel pertama diterbitkan. Menjadi terkenal di perusahaan tempat bekerja karena pada suatu hari pak supervisor mengeluh  &amp;quot;Nggak ngerti bahasa Jepang yang ditulis oleh Inoue&amp;quot;. Makanya sampai sekarang, saya masih belum berani menyatakan kalo saya ini seorang penulis walau pernah menang penghargaan. Novel ini memenangkan hadiah penghargaan dalam 8th Entame Award untuk kategori Editor karena para juri nggak membacanya dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terjemahan dari sampul di dalam Volume 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan berbeda dengan laju kecepatan penerjemahan versi Inggris atau yang lainnya. Oleh karena ini, mohon dibantu teman-teman dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Dibutuhkan Penerjemah dan Penyunting]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu muluk-muluk, kalau anda bisa bahasa Inggris dan punya dedikasi yang baik untuk menyelesaikan satu chapter, silahkan daftar di sini: [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|&#039;&#039;&#039;DAFTAR / REGISTRASI&#039;&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit petunjuk format standarnya untuk setiap chapter, bisa dilihat di: [[Format_guideline | Format Standar(Bahasa Inggris)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 Topic  Thread]==&lt;br /&gt;
Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silahkan diskusikan itu di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 thread] yang telah disediakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Riwayat Update==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- 17 Mei - Pertamax. (Malem Jumat iseng edit2 halaman depan, iseng bikin ID forum + bikin threadnya)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri &#039;&#039;Baka to Test to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 01 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 1]]&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 02 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 2]]&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3]]&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03.5 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3.5]]&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_~Bab_Persiapan~|Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~]]~10%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Fumizuki_News_(Bahasa_Indonesia)|Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta|Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Cerita_Seks_Mini_Tsuchiya_dan_Kudou|Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Ruang_Konseling|Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 04 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 4]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:1212 002.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 5]]&lt;br /&gt;
===Volume 5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 8]]&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Ketiga|Soal Ketiga]] ~40%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kelima|Soal Kelima]] ~20%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Catatan Author|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Staff Proyek]]==&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Razor_127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Simbadda|Simbadda]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Tracker_725|Tracker_725]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xbypass|Xbypass]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kejargantengin|Kejargantengin]]&lt;br /&gt;
:*[[user:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[user:ihzain|ihzain]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Siginjai|Siginjai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomor Serial ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1: ISBN 978-4757733299 (29 Januari 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 2: ISBN 978-4757735057 (28 April 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3: ISBN 978-4757736825 (30 Agustus 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3.5: ISBN 978-4-7577-3979-6 (30 Januari 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 4: ISBN 978-4-7577-4236-9 (30 Mei 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 5: ISBN 978-4-7577-4518-6 (29 November 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 6: ISBN 978-4-7577-4827-9 (30 April 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 6.5: ISBN 978-4-7577-5040-1 (29 Agustus 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7: ISBN 978-4-0472-6195-2 (26 Desember 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7.5: ISBN 978-4-04-7263130  (27 Februari 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 8: ISBN 978-4-04-726727-5 (30 Agustus 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 9: ISBN 978-4-04-727031-2 (29 Januari 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 9.5: ISBN 978-4-04-727332-0 (30 Juni 2011)&lt;br /&gt;
*Bungaku Shoujo VS Baka to Tesuto to Syokanju: ISBN 978-4-7577-4484-4 (30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 10: ISBN 978-4-04-727647-5 (26 Desember 2011)&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=225554</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Terakhir</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=225554"/>
		<updated>2013-02-12T13:19:53Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Soal Terakhir */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Soal Terakhir==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawablah pertanyaan dibawah ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penembak ulung sedang berdiri diatas pohon dengan posisi sama tingginya dengan seekor monyet. Disaat peluru ditembakkan, ranting yang dipijak monyet patah, dan si monyet jatuh. Apa yang akan terjadi pada si monyet dan pelurunya ? Jika diperlukan, silahkan pergunakan nilai berikut untuk perhitungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak antara si Monyet dan penembak ulung adalah A. Ketinggian si Monyet diatas pohon adalah H, dan waktu untuk peluru sampai menjangkau ke ranting adalah t. Ketinggian dari peluru tersebut adalah h(i), dan Ketinggian dari si Monyet adalah h(j). Kecepatan dari peluru tersebut adalah v, tarikan gravitasi adalah g. Dimisalkan tidak ada tekanan udara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 228.jpg|400px]]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Himeji Mizuki&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(j)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=h(j) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pernyataan diatas, kita dapat menyimpulkan ketinggian si Monyet dan peluru adalah sama, jadi peluru akan tepat mengenai monyet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Orang biasanya beranggapan kalau peluru itu terlalu cepat dan tidak akan terpengaruh oleh gravitasi. Tapi faktanya, si Monyet jatuh ke tanah pada terminal velocity. Pada momen ini, ketinggian peluru dan ketinggian monyet tidak ada pengaruhnya dengan kecepatan V, tapi hanya terpengaruh pada gravitasi dan waktu t. Pak guru sengaja memberikan simbol yang tidak penting, tapi memang Himeji-san hebat, jawaban yang tepat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Sakamoto Yuuji&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
 [[image:BTS vol 08 229.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Peluru akan tepat mengenai kepala si Monyet dan otaknya akan keluar bagaikan buah pomegranate.&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Himeji-san di turnamen baseball Summoned Beast sepertinya memang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Yoshii Akihisa&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)t=(i)ta(i)[2]. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun yang ditembak itu bukan monyet, tetap akan sakit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sel, selamat datang, Akihisa-kun!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku membuka pintu rumahku, Himeji -san keluar dan menyambut dengan salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang berdiri di koridor, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang tampak cemas, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia… mengenakan baju yang bahkan lebih buka-bukaan daripada yang kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Er—m… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, Himeji-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“i, iya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rumor itu cuma salah paham, kamu mengerti kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, aku sudah salah paham, Akihisa-kun...aku minta maaf...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san kelihatannya sangat menyesal seraya menundukkan kepalanya padaku. Umm, sepertinya dia sudah mengerti bahwa rumor aneh antara aku dan Yuuji hanya sebuah rumor bohong belaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Trus, kenapa kamu berpakaian seperti ini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…I...Ini pakaian yang biasa aku kenakan sehari-hari.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo begitu, kenapa kau tidak bisa bicara dengan menatap ke wajahku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Himeji-san, coba ku perjelas lagi. Rumor-rumor itu hanyalah rumor ngawur, dan aku itu menyukai perempuan—kau sudah paham kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo udah paham, kamu nggak perlu lagi mengenakan pakaian-” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, makanya aku harus lebih melakukan ini padamu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mendadak makin bertekad. A, apa? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makanya, aku harus berpakaian sepetrti ini, karena—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Akihisa-kun menyukai perempuan dan lagi nggak terlihat tertarik denganku kemarin.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Apa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa maksud yang dia katakan? Otakku nggak bisa mengerti perkembangan dari percakapan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, mungkin…maksudnya, aku bilang kalo aku menyukai perempuan, tapi kemarin aku nggak bereaksi apa-apa pada Himeji-san yang berpakaian buka-bukaan, dan harga dirinya sebagai perempuan merasa terjatuh, begitukah? Nggak nggak nggak! Ini sudah pasti salah paham! Tentu saja aku tertarik pada Himeji-san yang berpakaian buka-bukaan. Hanya saja aku mengerahkan kekuatan rohani untuk menahan napsu birahi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku sudah terlanjur bilang! Ini adalah pertempuran yang tidak mungkin aku akan mundur!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berkata begitu sambil mendorong badannya ke arahku. Tu, tu, tunggu dulu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Te, tetetete tenang dulu, Himeji-san! Ini nggak baik buat kesehatan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu ini nggak baik! Tapi aku nggak akan mungkin mundur sekarang karena keadaan sudah terlanjur seperti ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena sudah terlanjur seperti inilah aku menyuruhmu untuk berhenti! Kalau kau menggoda seseorang yang tidak kau suka sama sekali, kau akan menyesal seumur hidup!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ambil nafas dalam-dalam dan tenangkan dirim—disaat aku sedang ingin mengatakannya, Himeji-san tiba-tiba berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Seseorang yang aku tidak suka sama sekali?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…iya, benar. Seseorang yang kau tidak suka sama sekali ” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Akihisa-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...A, apa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san menatapku dengan tajam. Kenapa aku jadi merasa ketakutan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu kira… Aku adalah orang yang akan melakukan ini kepada seseorang yang aku tidak suka sama sekali?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar hal ini, Aku pun berpikir beberapa saat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk juga Himeji-san, semua orang di sekitarku biasanya keras kepala dan tidak mempercayai ataupun mendengar penjelasan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, mungkin.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…(Biki)!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku menjawab, aku merasa tadi aku melihat pembuluh darah keluar di wajah Himeji-san. Aneh? Apa aku menjawabnya dengan salah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hehe…kalo begitu, kau sudah salah paham terhadapku...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san pun kembali tersenyum dan merespon dengan suara yang berat. Sial. Sepertinya aku sudah membuatnya menjadi marah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau Akihisa-kun bilang seperti itu, aku jadi punya ide...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku baru saja ingin bersujud memohon untuk minta maaf, Himeji-san berkata dengan lantang, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, ayo kita main adu ketahanan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adu Ketahanan? Eh…apaan tuh?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Duluan mana, apakah aku yang nggak bisa menahan malu, atau kah Akihisa-kun yang akan merubah kesalahpaman tentang diriku—ini semacam adu ketahanan, atau bisa dibilang, &#039;tekad seorang wanita’!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berkata seperti itu dan langsung memasukkan tangannya ke dalam dada…heh? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, apa yang kamu ingin lakukan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang menggoda Akihisa-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Gchi*, terdengar bunyi sesuatu lepas di punggung Himeji-san. Mungkinkah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shouko-chan dan Aikou-chan mengajariku kalo laki-laki menyukai hal seperti ini. Jadi—Akihisa-kun? Hidungmu mimisan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, maaf Himeji-san! Aku merasa sepertinya darahku terpompa naik ke bagian kepala! Aku mau cuci muka dulu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Tu, tunggu dulu! Apa kau sudah menyerah? Aku baru melepas tali bra, dan kamu sudah bereaksi seperti itu...Bukankah tekadku yang sudah susah payah kulakukan ini akan berakhir sia-sia?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengabaikan suara Himeji-san di belakang dan langsung lari menuju kamar mandi. Disaat ia memasukkan tangannya ke dalam baju, bajunya terbuka dan menunjukkan sedikit bagian tubuhnya! Dan kerahnya! Kerahnya sangatlah terbuka sampai-sampai aku bisa melihat hampir semua bagian dadanya! Gawat nih—hm? Apa ini? Ja, Jangan bilang kalo ini adalah… ah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, jangan kabur! Aku belum melakukan apa-a—A, Akihisa-kun? Kenapa kamu malah berdarah tambah banyak!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mengikutiku ke kamar mandi dan berteriak terkejut. Fu...fufu... bagus juga kau Himeji-san...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“bisa-bisanya kau akan mengira aku akan lari kesini dan memasang jebakan ini…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dekat kamar mandi ada pakaian dalam berwarna merah muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gimana ya mengatakannya? Perasaan gelisah ini… pada akhirnya, aku cuma melepas tali bra...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak tau apa yang sebenarnya Himeji-san rencanakan, tapi kalo dia mau membunuhku, rencananya sudah berhasil. Pikiranku semua nge blank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuu…gawat nih. Kenapa penglihatanku ikut-ikutan nge blank?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalaku pusing, dan badanku terasa sangat panas. Rencana Himeji-san untuk menggodaku benar-benar efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? A, Akihisa-kun? Apa kamu baik-baik saja? Wajahmu merah sekali…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, kalo kamu memang mengkhawatirkanku, tolong jangan memakai pakaian yang buka-bukaan—ugh, erm…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penglihatanku mulai memudar. Apa ini yang rasanya kalo kita sedang mabuk?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, kamu terkena demam ya!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“nggak nggak, aku nggak—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum sudah aku menyelesaikan perkataanku, Himeji-san membuka lengannya lebar-lebar dab memeluk badanku yang sekarat. Sebuah sentuhan hangat datang saat kita berpelukan. Tu, tunggu dulu. Mungkinkah. Sentuhan hangat ini. Ngomong-ngomong, bukankah saat ini yang memisahkan antara tanganku dan badan Himeji-san hanyalah kaos yang sangat tipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun! Kenapa mukamu tambah memerah!? Apa kamu terkena demam!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat seperti ini, aku mendadak teringat dengan apa yang tadi Himeji-san lakukan. Kalo nggak salah. Bukannya dia bilang? Dia sedang melepas tali bra!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh. Ternyata benar. Sentuhan lembut ditanganku ini adalah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Terima…kasih…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“WAH! AKIHISA-KUN!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saking merasa sangat beruntung, aku pun kehilangan kesadaran. &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Splash splash… terdengar suara air dan es batu yang berbenturan sampai ke telingaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya ada seseorang yang memutar menaruh sesuatu di kepalaku, dan sekarang kepalaku terasa dingin. Ah... segar sekali...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U…nn…nnn…?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu baik-baik saja, Akihisa-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aneh…apa yang terjadi padaku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa aku terbaring di tempat tidur? Dan Himeji-san berada di sebelah tempat tidurku sambil menatapku dengan khawatir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf… ini semua karena aku melakukan hal aneh sampai membuatmu seperti ini...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berkata dengan wajah yang terlihat sangat depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“maaf, Himeji-san. Sepertinya aku ketiduran.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bukan ketiduran. Kamu terkena demam.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak heran kepalaku terasa berat dan kakiku terasa ringan, ternyata aku terkena demam. Mungkin karena kemarin aku kehujanan sambil lari-larian, sampai banyak keluar keringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan memaksakan diri. Lanjutkan saja tidurnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, nggak usah. Hal sepele begini nggak akan...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menyepelekan penyakit. Banyak penyakit parah yang disebabkan oleh demam” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, aku baik-baik saja kok...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa sedikit tidak enak hati. Alasan kenapa tadi aku terkena demam pasti dikarenakan oleh Himeji-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak boleh. Tidur dan istirahatlah dengan tenang. Mungkin ini karena kamu terlalu lelah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…yang bener?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, bener.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tegas Himeji-san. Mungkin aku memang terkena demam ringan, tapi dia terlalu membesar-besarkan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun menyerah untuk berdiri dan kembali berbaring sambil melihat loteng rumah. Uu~ nggak ada apa-apa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu mau tidur?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat aku yang nggak punya niatan untuk menutup mata dan tidur, Himeji-san memperlihatkan ekspresi yang sedikit jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya aku nggak mau tidur, tapi aku nggak bisa tidur sekehendakku... mungkin aku harus melakukan hal lain dulu...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak boleh. Kalo kamu nggak bisa tidur ya gapapa. Tapi tetep disini aja.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya apapun yang terjadi Himeji-san nggak akan membiarkanku keluar dari tempat tidur ini. Gawat nih... aku terlalu bosan kalo cuma berbaring seperti ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kach, Kach. Suara dari lengan jam dinding menggema ke seluruh penjuru ruangan yang sepi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami nggak saling bicara sampai waktu tak terasa berjalan perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbaring di kasur, dan Himeji-san duduk di kursi sebelahku. Aneh? Entah kenapa? Aku merasa pernah melihat situasi ini sebelumnya... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm…menunggu diam seperti ini mambuatku teringat akan masa lalu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa lalu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, pas dulu kita masih SD.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi posisi kita berdua saat itu terbalik..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Himeji-san. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, begitu. Aku merasa pernah melihat situasi seperti ini. Jadi itu rupanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh iya ya, inilah rasanya disaat Himeji-san sedang dirawat di rumah sakit.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh…Akihisa-kun, kamu masih ingat?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san membelalakkan matanya dan menatapku. Matanya seperti mengharapkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Aku nggak begitu ingat, tapi aku bisa merasa kalo itu pernah terjadi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, sudah cukup bagus kamu bisa ingat.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sepertinya nggak bisa merespon dengan apa yang ia harapkan, tapi Himeji-san tersenyum dengan senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu, Akihisa-kun…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ada apa, Himeji-san?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku bisa…menjahilimu sedikit…?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san melihatku dengan wajah yang penasaran, seperinya ia meminta persetujuan dariku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kelihatan tidak bagus, dan aku tidak tahu apa yang akan ia lakukan padaku... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang paling aku perbolehkan adalah kamu boleh menggambar di wajahku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku nggak akan melakukan hal seperti itu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuku, Himeji-san mengikik dan tersenyum dengan senang. Yasudah, aku bisa terima kalo nggak lebih dari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu tolong pelan-pelan ya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Thanks. Kalo begitu, karena sudah diperbolehkan—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum selesai berkata, Himeji-san lalu meraih rambutnya.. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Oke, Sudah aku lepas.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melepas jepitan rambut khas berbentuk kelincinya dan memasangkannya diantara kerahku. Jadi ini yang ia maksud menjahili? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bener-bener, kukira Himeji-san akan melakukan sesuatu yang lebih parah padaku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fufufu, kamu benar-benar terlihat lucu. Akihisa-kun benar-benar cocok memakai ini.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit menjengkelkan bahwa dia masih melihatku seperti perempuan di situasi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh…Aneh…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendadak, pikiranku teringat oleh suatu memori. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika aku sedang sakit, aku akan merasa kesepia  dan gelisah..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Umm, iya, mungkin.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku jarang sekali sakit, aku kurang begitu bisa paham, tapi disaat ada seseorang yang menemani seperti Himeji-san, ini hal yang patut digembirakan. Kalau nggak ada Himeji-san, kakak akan pergi bekerja dan nggak bisa ada di rumah, dan aku akan terus demam... coba kulihat... aku akan merasa kesepian  dan gelisah, kah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurang enak badan, merasa bosan, dan berpikir hal-hal yang tidak menyenangkan...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kata orang tubuh dan perasaan mempunyai hubungan yang sangat dekat. Kalau hati sedang lemah, tubuh akan ikut sakit, dan kalau tubuh jatuh sakit, hati pun akan ikut melemah. Kesimpulannya, ketika manusia sedang lemah, mereka akan  punya pikiran yang negatif. Aku rasa itu adalah pengetahuan dasar yang bisa diambil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku akan kesepian selamanya, apa semua orang akan mengerjaiku... aku pernah berpikir seperti itu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin hanya perasaanku—tapi apa yang Himeji-san katakan terkesan misterius di hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, pada saat itu, ada anak laki-laki yang mau menemaniku, yang membuatku merasa sangatlah senang... dan... sangat bahagia.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasananya membuatku tidak bisa mengganggu perkataan Himeji-san diaaat dia perlahan mengeluarkan  kata-katanya bagaikan dia yang selagi menyatakan cinta. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin…bagi kita, itu bukan sekedar pepatah biasa? &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pulang.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang, Akira-san. Pasti kamu lelah sampai pulangnya sangat larut.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf sedikit agak larut. Apa Aki-kun melakukan sesuatu yang tidak seharusnya ia lakukan kepadamu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uu, ngomong-ngomong…sebenarnya, Akihisa-kun sedang terkena demam.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ya? Dia terkena demam? Langka sekali.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia sedang tiduran di kamar.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Aku akan melihatnya sebentar. Apa Aki-kun sedang tiduran di kamarnya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, dia sedang tiduran di kamarnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba kulihat…ahh, dia terlihat pulas sekali.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Padahal dia tadi sedang asik membaca.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih, Mizuki-san, sudah mau mengurus Aki-kun ketika dia sedang sakit.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah nggak, nggak apa-apa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, tapi dasar deh... itu anak… itu karena kemarin dia berlarian dan kehujanan sampai ia sakit. Aku harus menasehatinya lain kali kalo ada kesempatan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena Akihisa-kun orangnya suka memaksakan diri…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu anak memang selalu begitu. Sekali sesuatu terjadi, dia akan bertindak tanpa berpikir panjang dan akhirnya malah menyakiti dirinya sendiri.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahaha, iya bener.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Atau bisa dibilang, sudah jadi sifat dasar dari anak itu..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sifa dasar Akihisa-kun…ya…?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu…Akira-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, kenapa, Mizuki-san?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu nggak khawatir dengan  Akihisa-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudnya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun akan terlibat sesuatu hal yang terkadang dia akan mengabaikan situasi dan kondisinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu yang kamu maksud.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Bukankah kamu ingin menghentikan dia?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm… Aku sebenarnya ingin melakukan sesuatu dan membantu mencapai keinginannya tanpa membuatnya terlibat masalah…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau aku tidak bisa melakukannya dan anak itu ingin melakukannya apapun yang terjadi—Aku akan menghargai keputusannya dan membiarkannya melakukan apa yang ingin ia lakukan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau dia berujung sakit?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau dia berujung sakit, itu adalah yang ia inginkan. Apa boleh buat, kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitukah…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anak itu tidak bisa memahami pelajaran, dia bodoh dan ceroboh dan selalu salah memahami sesuatu. Tapi…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi sifatnya yang polos dan berterus terang itulah yang menjadi kebanggaanku sebagai kakak perempuan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akira-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jari aku ingin menghsrgai sifatnya yang polos dan berterus terang itu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akira-san… kau benar-benar sangat dewasa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, kamu terlalu berlebihan. Daripada dibilang dewasa—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Daripada dibilang dewasa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Aku hanya seorang kakak perempuan yang mencintai adiknya lebih dari apapun.” &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U…un…?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada esok pagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum alarm elektronikku berbunyi, aku terbangun dan merasa ada seseorang di dekatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…maaf, apa aku membangunkanmu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebelah tempat tidur, ada Himeji-san, yang tangannya sedang meraih dan seperti ingin mengelus kepalaku—ah, pasti dia mau memeriksa temperature badanku dan melihat apa demamku sudah mendingan, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu baik-baik saja, Akihisa-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang sekali, aku terbangun, dan tangan Himeji-san yang sedang menjangkau kepalaku langsung ditarik kembali, aku jadi sedikit kecewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Un, bahkan sangat baik. Sepertinya demamku sekarang sudah hilang.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukannya aku nggak mau membuatnya khawatir, tapi kenyataannya, aku nggak merasa sakit sama sekali. Sebagai bukti, aku menggenggam tanganku dan menjawab Himeji-san dengan penuh semangat. Ngomong-ngomong, demamku ini sebenarnya nggak terlalu serius. Semua karena Himeji-san yang kemarin membuat tekanan darahku berdebar kencang...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bohong, Akihisa-kun. Wajahmu masih merah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, nggak, bukan... itu sih karena…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku sedang membayangkan kejadian yang kemarin! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, jangan memaksakan dirimu. Hari ini isirahat saja dan sembuhkan sakit kamu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memintaku untuk meliburkan diri dari sekolah... Aku memang kurang bisa memahami pelajaran dengan baik, tapi bukan berarti aku nggak suka berangkat ke sekolah. Jauh lebih menyenangkan ada di sekolah daripada di rumah, kan? Dan yang lebih penting lagi— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Summoning Battle kita belum berakhir. Walau dengan kemampuan bertarungku yang cuma seperti ini, aku nggak bisa istirahat begitu saja hanya karena sakit.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kami kalah pada Summoning Battle kali ini, jarak kita dengan kelas A akan semakin jauh. Dan lagi, kita harus lanjut menggunakan perabot dan fasilitas bobrok. Karena itulah kita tidak boleh kalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ih Akihisa-kun… kamu nggak perlu mengkhawatirkan Summoning Battle. Aku akan bekerja keras demi Akihisa-kun. Bahkan lebih keras lagi, jadi kamu nggak perlu memaksakan diri untuk berangkat..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ummm, tapi…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu jangan bertingkah kekanak-kanakkan. Aku nggak akan memarahi kamu sampai kamu benar-benar sudah sembuh.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu... bukan itu maksudku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bener-bener deh, kenapa kamu nggak pernah mau mendengarkanku? Tapi giliran Akira-san kamu pasti langsung menurut.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu sih bukan karena aku menurut. Tapi karena ancamannya yang mengerikan memaksaku untuk patuh…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dilihat dari waktunya, seharusnya kakak sudah pergi bekerja. Apa ia akhir-akhir ini sedang sangat sibuk?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya pagi ini aku nggak perlu khawatir dengan ceramahan dan ancaman kakak. Aku pun langsung menghembuskan nafas lega.&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 247.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, Himeji-san bilang padaku, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu…Akihisa-kun, kalo kamu nggak mau mendengarkanku, aku akan menciummu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh buset? Dia meniru-niru kakakku? Bener-bener deh… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh… walau Himeji-san mau meniru-niru seperti kakak, itu nggak akan ada efeknya padaku—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Un…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sensasi lembut datang dari bibirku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………………………Eh………………………?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Sekarang kamu harus tidur.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san meninggalkan kata-kata tersebut, grak, menutup pintu dan pergi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………………………Eh………………………?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditinggal sendirian di kamar, aku pun hanya bisa terduduk diam di tempat tidur dan heran dengan apa yang baru saja terjadi.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=225551</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Terakhir</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=225551"/>
		<updated>2013-02-12T13:15:50Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Soal Terakhir */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Soal Terakhir==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawablah pertanyaan dibawah ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penembak ulung sedang berdiri diatas pohon dengan posisi sama tingginya dengan seekor monyet. Disaat peluru ditembakkan, ranting yang dipijak monyet patah, dan si monyet jatuh. Apa yang akan terjadi pada si monyet dan pelurunya ? Jika diperlukan, silahkan pergunakan nilai berikut untuk perhitungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak antara si Monyet dan penembak ulung adalah A. Ketinggian si Monyet diatas pohon adalah H, dan waktu untuk peluru sampai menjangkau ke ranting adalah t. Ketinggian dari peluru tersebut adalah h(i), dan Ketinggian dari si Monyet adalah h(j). Kecepatan dari peluru tersebut adalah v, tarikan gravitasi adalah g. Dimisalkan tidak ada tekanan udara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 228.jpg|400px]]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Himeji Mizuki&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(j)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=h(j) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pernyataan diatas, kita dapat menyimpulkan ketinggian si Monyet dan peluru adalah sama, jadi peluru akan tepat mengenai monyet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Orang biasanya beranggapan kalau peluru itu terlalu cepat dan tidak akan terpengaruh oleh gravitasi. Tapi faktanya, si Monyet jatuh ke tanah pada terminal velocity. Pada momen ini, ketinggian peluru dan ketinggian monyet tidak ada pengaruhnya dengan kecepatan V, tapi hanya terpengaruh pada gravitasi dan waktu t. Pak guru sengaja memberikan simbol yang tidak penting, tapi memang Himeji-san hebat, jawaban yang tepat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Sakamoto Yuuji&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
 [[image:BTS vol 08 229.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Peluru akan tepat mengenai kepala si Monyet dan otaknya akan keluar bagaikan buah pomegranate.&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Himeji-san di turnamen baseball Summoned Beast sepertinya memang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Yoshii Akihisa&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)t=(i)ta(i)[2]. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun yang ditembak itu bukan monyet, tetap akan sakit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sel, selamat datang, Akihisa-kun!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku membuka pintu rumahku, Himeji -san keluar dan menyambut dengan salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang berdiri di koridor, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang tampak cemas, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia… mengenakan baju yang bahkan lebih buka-bukaan daripada yang kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Er—m… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, Himeji-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“i, iya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rumor itu cuma salah paham, kamu mengerti kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, aku sudah salah paham, Akihisa-kun...aku minta maaf...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san kelihatannya sangat menyesal seraya menundukkan kepalanya padaku. Umm, sepertinya dia sudah mengerti bahwa rumor aneh antara aku dan Yuuji hanya sebuah rumor bohong belaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Trus, kenapa kamu berpakaian seperti ini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…I...Ini pakaian yang biasa aku kenakan sehari-hari.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo begitu, kenapa kau tidak bisa bicara dengan menatap ke wajahku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Himeji-san, coba ku perjelas lagi. Rumor-rumor itu hanyalah rumor ngawur, dan aku itu menyukai perempuan—kau sudah paham kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo udah paham, kamu nggak perlu lagi mengenakan pakaian-” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, makanya aku harus lebih melakukan ini padamu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mendadak makin bertekad. A, apa? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makanya, aku harus berpakaian sepetrti ini, karena—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Akihisa-kun menyukai perempuan dan lagi nggak terlihat tertarik denganku kemarin.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Apa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa maksud yang dia katakan? Otakku nggak bisa mengerti perkembangan dari percakapan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, mungkin…maksudnya, aku bilang kalo aku menyukai perempuan, tapi kemarin aku nggak bereaksi apa-apa pada Himeji-san yang berpakaian buka-bukaan, dan harga dirinya sebagai perempuan merasa terjatuh, begitukah? Nggak nggak nggak! Ini sudah pasti salah paham! Tentu saja aku tertarik pada Himeji-san yang berpakaian buka-bukaan. Hanya saja aku mengerahkan kekuatan rohani untuk menahan napsu birahi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku sudah terlanjur bilang! Ini adalah pertempuran yang tidak mungkin aku akan mundur!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berkata begitu sambil mendorong badannya ke arahku. Tu, tu, tunggu dulu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Te, tetetete tenang dulu, Himeji-san! Ini nggak baik buat kesehatan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu ini nggak baik! Tapi aku nggak akan mungkin mundur sekarang karena keadaan sudah terlanjur seperti ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena sudah terlanjur seperti inilah aku menyuruhmu untuk berhenti! Kalau kau menggoda seseorang yang tidak kau suka sama sekali, kau akan menyesal seumur hidup!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ambil nafas dalam-dalam dan tenangkan dirim—disaat aku sedang ingin mengatakannya, Himeji-san tiba-tiba berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Seseorang yang aku tidak suka sama sekali?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…iya, benar. Seseorang yang kau tidak suka sama sekali ” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Akihisa-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...A, apa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san menatapku dengan tajam. Kenapa aku jadi merasa ketakutan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu kira… Aku adalah orang yang akan melakukan ini kepada seseorang yang aku tidak suka sama sekali?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar hal ini, Aku pun berpikir beberapa saat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk juga Himeji-san, semua orang di sekitarku biasanya keras kepala dan tidak mempercayai ataupun mendengar penjelasan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, mungkin.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…(Biki)!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku menjawab, aku merasa tadi aku melihat pembuluh darah keluar di wajah Himeji-san. Aneh? Apa aku menjawabnya dengan salah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hehe…kalo begitu, kau sudah salah paham terhadapku...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san pun kembali tersenyum dan merespon dengan suara yang berat. Sial. Sepertinya aku sudah membuatnya menjadi marah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau Akihisa-kun bilang seperti itu, aku jadi punya ide...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku baru saja ingin bersujud memohon untuk minta maaf, Himeji-san berkata dengan lantang, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, ayo kita main adu ketahanan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adu Ketahanan? Eh…apaan tuh?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Duluan mana, apakah aku yang nggak bisa menahan malu, atau kah Akihisa-kun yang akan merubah kesalahpaman tentang diriku—ini semacam adu ketahanan, atau bisa dibilang, &#039;tekad seorang wanita’!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berkata seperti itu dan langsung memasukkan tangannya ke dalam dada…heh? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, apa yang kamu ingin lakukan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang menggoda Akihisa-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Gchi*, terdengar bunyi sesuatu lepas di punggung Himeji-san. Mungkinkah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shouko-chan dan Aikou-chan mengajariku kalo laki-laki menyukai hal seperti ini. Jadi—Akihisa-kun? Hidungmu mimisan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, maaf Himeji-san! Aku merasa sepertinya darahku terpompa naik ke bagian kepala! Aku mau cuci muka dulu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Tu, tunggu dulu! Apa kau sudah menyerah? Aku baru melepas tali bra, dan kamu sudah bereaksi seperti itu...Bukankah tekadku yang sudah susah payah kulakukan ini akan berakhir sia-sia?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengabaikan suara Himeji-san di belakang dan langsung lari menuju kamar mandi. Disaat ia memasukkan tangannya ke dalam baju, bajunya terbuka dan menunjukkan sedikit bagian tubuhnya! Dan kerahnya! Kerahnya sangatlah terbuka sampai-sampai aku bisa melihat hampir semua bagian dadanya! Gawat nih—hm? Apa ini? Ja, Jangan bilang kalo ini adalah… ah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, jangan kabur! Aku belum melakukan apa-a—A, Akihisa-kun? Kenapa kamu malah berdarah tambah banyak!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mengikutiku ke kamar mandi dan berteriak terkejut. Fu...fufu... bagus juga kau Himeji-san...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“bisa-bisanya kau akan mengira aku akan lari kesini dan memasang jebakan ini…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dekat kamar mandi ada pakaian dalam berwarna merah muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gimana ya mengatakannya? Perasaan gelisah ini… pada akhirnya, aku cuma melepas tali bra...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak tau apa yang sebenarnya Himeji-san rencanakan, tapi kalo dia mau membunuhku, rencananya sudah berhasil. Pikiranku semua nge blank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuu…gawat nih. Kenapa penglihatanku ikut-ikutan nge blank?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalaku pusing, dan badanku terasa sangat panas. Rencana Himeji-san untuk menggodaku benar-benar efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? A, Akihisa-kun? Apa kamu baik-baik saja? Wajahmu merah sekali…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, kalo kamu memang mengkhawatirkanku, tolong jangan memakai pakaian yang buka-bukaan—ugh, erm…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penglihatanku mulai memudar. Apa ini yang rasanya kalo kita sedang mabuk?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, kamu terkena demam ya!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“nggak nggak, aku nggak—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum sudah aku menyelesaikan perkataanku, Himeji-san membuka lengannya lebar-lebar dab memeluk badanku yang sekarat. Sebuah sentuhan hangat datang saat kita berpelukan. Tu, tunggu dulu. Mungkinkah. Sentuhan hangat ini. Ngomong-ngomong, bukankah saat ini yang memisahkan antara tanganku dan badan Himeji-san hanyalah kaos yang sangat tipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun! Kenapa mukamu tambah memerah!? Apa kamu terkena demam!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat seperti ini, aku mendadak teringat dengan apa yang tadi Himeji-san lakukan. Kalo nggak salah. Bukannya dia bilang? Dia sedang melepas tali bra!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh. Ternyata benar. Sentuhan lembut ditanganku ini adalah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Terima…kasih…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“WAH! AKIHISA-KUN!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saking merasa sangat beruntung, aku pun kehilangan kesadaran. &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Splash splash… terdengar suara air dan es batu yang berbenturan sampai ke telingaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya ada seseorang yang memutar menaruh sesuatu di kepalaku, dan sekarang kepalaku terasa dingin. Ah... segar sekali...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U…nn…nnn…?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu baik-baik saja, Akihisa-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aneh…apa yang terjadi padaku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa aku terbaring di tempat tidur? Dan Himeji-san berada di sebelah tempat tidurku sambil menatapku dengan khawatir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf… ini semua karena aku melakukan hal aneh sampai membuatmu seperti ini...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berkata dengan wajah yang terlihat sangat depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“maaf, Himeji-san. Sepertinya aku ketiduran.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bukan ketiduran. Kamu terkena demam.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak heran kepalaku terasa berat dan kakiku terasa ringan, ternyata aku terkena demam. Mungkin karena kemarin aku kehujanan sambil lari-larian, sampai banyak keluar keringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan memaksakan diri. Lanjutkan saja tidurnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, nggak usah. Hal sepele begini nggak akan...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menyepelekan penyakit. Banyak penyakit parah yang disebabkan oleh demam” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, aku baik-baik saja kok...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa sedikit tidak enak hati. Alasan kenapa tadi aku terkena demam pasti dikarenakan oleh Himeji-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak boleh. Tidur dan istirahatlah dengan tenang. Mungkin ini karena kamu terlalu lelah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…yang bener?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, bener.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tegas Himeji-san. Mungkin aku memang terkena demam ringan, tapi dia terlalu membesar-besarkan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun menyerah untuk berdiri dan kembali berbaring sambil melihat loteng rumah. Uu~ nggak ada apa-apa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu mau tidur?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat aku yang nggak punya niatan untuk menutup mata dan tidur, Himeji-san memperlihatkan ekspresi yang sedikit jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya aku nggak mau tidur, tapi aku nggak bisa tidur sekehendakku... mungkin aku harus melakukan hal lain dulu...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak boleh. Kalo kamu nggak bisa tidur ya gapapa. Tapi tetep disini aja.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya apapun yang terjadi Himeji-san nggak akan membiarkanku keluar dari tempat tidur ini. Gawat nih... aku terlalu bosan kalo cuma berbaring seperti ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kach, Kach. Suara dari lengan jam dinding menggema ke seluruh penjuru ruangan yang sepi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami nggak saling bicara sampai waktu tak terasa berjalan perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbaring di kasur, dan Himeji-san duduk di kursi sebelahku. Aneh? Entah kenapa? Aku merasa pernah melihat situasi ini sebelumnya... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well…waiting quietly like this makes me remember past events.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa lalu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, pas dulu kita masih SD.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi posisi kita berdua saat itu terbalik..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Himeji-san. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, begitu. Aku merasa pernah melihat situasi seperti ini. Jadi itu rupanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh iya ya, inilah rasanya disaat Himeji-san sedang dirawat di rumah sakit.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh…Akihisa-kun, kamu masih ingat?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san membelalakkan matanya dan menatapku. Matanya seperti mengharapkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Aku nggak begitu ingat, tapi aku bisa merasa kalo itu pernah terjadi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, sudah cukup bagus kamu bisa ingat.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sepertinya nggak bisa merespon dengan apa yang ia harapkan, tapi Himeji-san tersenyum dengan senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu, Akihisa-kun…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ada apa, Himeji-san?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku bisa…menjahilimu sedikit…?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san melihatku dengan wajah yang penasaran, seperinya ia meminta persetujuan dariku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kelihatan tidak bagus, dan aku tidak tahu apa yang akan ia lakukan padaku... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang paling aku perbolehkan adalah kamu boleh menggambar di wajahku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku nggak akan melakukan hal seperti itu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuku, Himeji-san mengikik dan tersenyum dengan senang. Yasudah, aku bisa terima kalo nggak lebih dari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu tolong pelan-pelan ya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Thanks. Kalo begitu, karena sudah diperbolehkan—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum selesai berkata, Himeji-san lalu meraih rambutnya.. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Oke, Sudah aku lepas.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melepas jepitan rambut khas berbentuk kelincinya dan memasangkannya diantara kerahku. Jadi ini yang ia maksud menjahili? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bener-bener, kukira Himeji-san akan melakukan sesuatu yang lebih parah padaku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fufufu, kamu benar-benar terlihat lucu. Akihisa-kun benar-benar cocok memakai ini.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit menjengkelkan bahwa dia masih melihatku seperti perempuan di situasi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh…Aneh…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendadak, pikiranku teringat oleh suatu memori. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika aku sedang sakit, aku akan merasa kesepia  dan gelisah..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Umm, iya, mungkin.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku jarang sekali sakit, aku kurang begitu bisa paham, tapi disaat ada seseorang yang menemani seperti Himeji-san, ini hal yang patut digembirakan. Kalau nggak ada Himeji-san, kakak akan pergi bekerja dan nggak bisa ada di rumah, dan aku akan terus demam... coba kulihat... aku akan merasa kesepian  dan gelisah, kah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurang enak badan, merasa bosan, dan berpikir hal-hal yang tidak menyenangkan...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kata orang tubuh dan perasaan mempunyai hubungan yang sangat dekat. Kalau hati sedang lemah, tubuh akan ikut sakit, dan kalau tubuh jatuh sakit, hati pun akan ikut melemah. Kesimpulannya, ketika manusia sedang lemah, mereka akan  punya pikiran yang negatif. Aku rasa itu adalah pengetahuan dasar yang bisa diambil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku akan kesepian selamanya, apa semua orang akan mengerjaiku... aku pernah berpikir seperti itu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin hanya perasaanku—tapi apa yang Himeji-san katakan terkesan misterius di hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, pada saat itu, ada anak laki-laki yang mau menemaniku, yang membuatku merasa sangatlah senang... dan... sangat bahagia.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasananya membuatku tidak bisa mengganggu perkataan Himeji-san diaaat dia perlahan mengeluarkan  kata-katanya bagaikan dia yang selagi menyatakan cinta. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin…bagi kita, itu bukan sekedar pepatah biasa? &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pulang.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang, Akira-san. Pasti kamu lelah sampai pulangnya sangat larut.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf sedikit agak larut. Apa Aki-kun melakukan sesuatu yang tidak seharusnya ia lakukan kepadamu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uu, ngomong-ngomong…sebenarnya, Akihisa-kun sedang terkena demam.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ya? Dia terkena demam? Langka sekali.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia sedang tiduran di kamar.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Aku akan melihatnya sebentar. Apa Aki-kun sedang tiduran di kamarnya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, dia sedang tiduran di kamarnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba kulihat…ahh, dia terlihat pulas sekali.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Padahal dia tadi sedang asik membaca.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih, Mizuki-san, sudah mau mengurus Aki-kun ketika dia sedang sakit.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah nggak, nggak apa-apa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, tapi dasar deh... itu anak… itu karena kemarin dia berlarian dan kehujanan sampai ia sakit. Aku harus menasehatinya lain kali kalo ada kesempatan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena Akihisa-kun orangnya suka memaksakan diri…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu anak memang selalu begitu. Sekali sesuatu terjadi, dia akan bertindak tanpa berpikir panjang dan akhirnya malah menyakiti dirinya sendiri.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahaha, iya bener.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Atau bisa dibilang, sudah jadi sifat dasar dari anak itu..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sifa dasar Akihisa-kun…ya…?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu…Akira-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, kenapa, Mizuki-san?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu nggak khawatir dengan  Akihisa-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudnya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun akan terlibat sesuatu hal yang terkadang dia akan mengabaikan situasi dan kondisinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu yang kamu maksud.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Bukankah kamu ingin menghentikan dia?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm… Aku sebenarnya ingin melakukan sesuatu dan membantu mencapai keinginannya tanpa membuatnya terlibat masalah…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau aku tidak bisa melakukannya dan anak itu ingin melakukannya apapun yang terjadi—Aku akan menghargai keputusannya dan membiarkannya melakukan apa yang ingin ia lakukan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau dia berujung sakit?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau dia berujung sakit, itu adalah yang ia inginkan. Apa boleh buat, kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitukah…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anak itu tidak bisa memahami pelajaran, dia bodoh dan ceroboh dan selalu salah memahami sesuatu. Tapi…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi sifatnya yang polos dan berterus terang itulah yang menjadi kebanggaanku sebagai kakak perempuan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akira-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jari aku ingin menghsrgai sifatnya yang polos dan berterus terang itu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akira-san… kau benar-benar sangat dewasa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, kamu terlalu berlebihan. Daripada dibilang dewasa—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Daripada dibilang dewasa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Aku hanya seorang kakak perempuan yang mencintai adiknya lebih dari apapun.” &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U…un…?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada esok pagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum alarm elektronikku berbunyi, aku terbangun dan merasa ada seseorang di dekatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…maaf, apa aku membangunkanmu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebelah tempat tidur, ada Himeji-san, yang tangannya sedang meraih dan seperti ingin mengelus kepalaku—ah, pasti dia mau memeriksa temperature badanku dan melihat apa demamku sudah mendingan, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu baik-baik saja, Akihisa-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang sekali, aku terbangun, dan tangan Himeji-san yang sedang menjangkau kepalaku langsung ditarik kembali, aku jadi sedikit kecewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Un, bahkan sangat baik. Sepertinya demamku sekarang sudah hilang.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukannya aku nggak mau membuatnya khawatir, tapi kenyataannya, aku nggak merasa sakit sama sekali. Sebagai bukti, aku menggenggam tanganku dan menjawab Himeji-san dengan penuh semangat. Ngomong-ngomong, demamku ini sebenarnya nggak terlalu serius. Semua karena Himeji-san yang kemarin membuat tekanan darahku berdebar kencang...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bohong, Akihisa-kun. Wajahmu masih merah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, nggak, bukan... itu sih karena…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku sedang membayangkan kejadian yang kemarin! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, jangan memaksakan dirimu. Hari ini isirahat saja dan sembuhkan sakit kamu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memintaku untuk meliburkan diri dari sekolah... Aku memang kurang bisa memahami pelajaran dengan baik, tapi bukan berarti aku nggak suka berangkat ke sekolah. Jauh lebih menyenangkan ada di sekolah daripada di rumah, kan? Dan yang lebih penting lagi— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Summoning Battle kita belum berakhir. Walau dengan kemampuan bertarungku yang cuma seperti ini, aku nggak bisa istirahat begitu saja hanya karena sakit.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kami kalah pada Summoning Battle kali ini, jarak kita dengan kelas A akan semakin jauh. Dan lagi, kita harus lanjut menggunakan perabot dan fasilitas bobrok. Karena itulah kita tidak boleh kalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ih Akihisa-kun… kamu nggak perlu mengkhawatirkan Summoning Battle. Aku akan bekerja keras demi Akihisa-kun. Bahkan lebih keras lagi, jadi kamu nggak perlu memaksakan diri untuk berangkat..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ummm, tapi…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu jangan bertingkah kekanak-kanakkan. Aku nggak akan memarahi kamu sampai kamu benar-benar sudah sembuh.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu... bukan itu maksudku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bener-bener deh, kenapa kamu nggak pernah mau mendengarkanku? Tapi giliran Akira-san kamu pasti langsung menurut.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu sih bukan karena aku menurut. Tapi karena ancamannya yang mengerikan memaksaku untuk patuh…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dilihat dari waktunya, seharusnya kakak sudah pergi bekerja. Apa ia akhir-akhir ini sedang sangat sibuk?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya pagi ini aku nggak perlu khawatir dengan ceramahan dan ancaman kakak. Aku pun langsung menghembuskan nafas lega.&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 247.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, Himeji-san bilang padaku, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu…Akihisa-kun, kalo kamu nggak mau mendengarkanku, aku akan menciummu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh buset? Dia meniru-niru kakakku? Bener-bener deh… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh… walau Himeji-san mau meniru-niru seperti kakak, itu nggak akan ada efeknya padaku—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Un…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sensasi lembut datang dari bibirku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………………………Eh………………………?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Sekarang kamu harus tidur.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san meninggalkan kata-kata tersebut, grak, menutup pintu dan pergi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………………………Eh………………………?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditinggal sendirian di kamar, aku pun hanya bisa terduduk diam di tempat tidur dan heran dengan apa yang baru saja terjadi.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=225548</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Terakhir</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=225548"/>
		<updated>2013-02-12T13:13:04Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Soal Terakhir==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawablah pertanyaan dibawah ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penembak ulung sedang berdiri diatas pohon dengan posisi sama tingginya dengan seekor monyet. Disaat peluru ditembakkan, ranting yang dipijak monyet patah, dan si monyet jatuh. Apa yang akan terjadi pada si monyet dan pelurunya ? Jika diperlukan, silahkan pergunakan nilai berikut untuk perhitungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak antara si Monyet dan penembak ulung adalah A. Ketinggian si Monyet diatas pohon adalah H, dan waktu untuk peluru sampai menjangkau ke ranting adalah t. Ketinggian dari peluru tersebut adalah h(i), dan Ketinggian dari si Monyet adalah h(j). Kecepatan dari peluru tersebut adalah v, tarikan gravitasi adalah g. Dimisalkan tidak ada tekanan udara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 228.jpg|400px]]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Himeji Mizuki&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(j)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=h(j) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pernyataan diatas, kita dapat menyimpulkan ketinggian si Monyet dan peluru adalah sama, jadi peluru akan tepat mengenai monyet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Orang biasanya beranggapan kalau peluru itu terlalu cepat dan tidak akan terpengaruh oleh gravitasi. Tapi faktanya, si Monyet jatuh ke tanah pada terminal velocity. Pada momen ini, ketinggian peluru dan ketinggian monyet tidak ada pengaruhnya dengan kecepatan V, tapi hanya terpengaruh pada gravitasi dan waktu t. Pak guru sengaja memberikan simbol yang tidak penting, tapi memang Himeji-san hebat, jawaban yang tepat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Sakamoto Yuuji&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
 [[image:BTS vol 08 229.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Peluru akan tepat mengenai kepala si Monyet dan otaknya akan keluar bagaikan buah pomegranate.&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Himeji-san di turnamen baseball Summoned Beast sepertinya memang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Yoshii Akihisa&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)t=(i)ta(i)[2]. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun yang ditembak itu bukan monyet, tetap akan sakit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sel, selamat datang, Akihisa-kun!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku membuka pintu rumahku, Himeji -san keluar dan menyambut dengan salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang berdiri di koridor, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang tampak cemas, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia… mengenakan baju yang bahkan lebih buka-bukaan daripada yang kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Er—m… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, Himeji-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“i, iya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rumor itu cuma salah paham, kamu mengerti kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, aku sudah salah paham, Akihisa-kun...aku minta maaf...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san kelihatannya sangat menyesal seraya menundukkan kepalanya padaku. Umm, sepertinya dia sudah mengerti bahwa rumor aneh antara aku dan Yuuji hanya sebuah rumor bohong belaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Trus, kenapa kamu berpakaian seperti ini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…I...Ini pakaian yang biasa aku kenakan sehari-hari.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo begitu, kenapa kau tidak bisa bicara dengan menatap ke wajahku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Himeji-san, coba ku perjelas lagi. Rumor-rumor itu hanyalah rumor ngawur, dan aku itu menyukai perempuan—kau sudah paham kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo udah paham, kamu nggak perlu lagi mengenakan pakaian-” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, makanya aku harus lebih melakukan ini padamu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mendadak makin bertekad. A, apa? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makanya, aku harus berpakaian sepetrti ini, karena—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Akihisa-kun menyukai perempuan dan lagi nggak terlihat tertarik denganku kemarin.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Apa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa maksud yang dia katakan? Otakku nggak bisa mengerti perkembangan dari percakapan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, mungkin…maksudnya, aku bilang kalo aku menyukai perempuan, tapi kemarin aku nggak bereaksi apa-apa pada Himeji-san yang berpakaian buka-bukaan, dan harga dirinya sebagai perempuan merasa terjatuh, begitukah? Nggak nggak nggak! Ini sudah pasti salah paham! Tentu saja aku tertarik pada Himeji-san yang berpakaian buka-bukaan. Hanya saja aku mengerahkan kekuatan rohani untuk menahan napsu birahi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku sudah terlanjur bilang! Ini adalah pertempuran yang tidak mungkin aku akan mundur!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berkata begitu sambil mendorong badannya ke arahku. Tu, tu, tunggu dulu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Te, tetetete tenang dulu, Himeji-san! Ini nggak baik buat kesehatan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu ini nggak baik! Tapi aku nggak akan mungkin mundur sekarang karena keadaan sudah terlanjur seperti ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena sudah terlanjur seperti inilah aku menyuruhmu untuk berhenti! Kalau kau menggoda seseorang yang tidak kau suka sama sekali, kau akan menyesal seumur hidup!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ambil nafas dalam-dalam dan tenangkan dirim—disaat aku sedang ingin mengatakannya, Himeji-san tiba-tiba berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Seseorang yang aku tidak suka sama sekali?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…iya, benar. Seseorang yang kau tidak suka sama sekali ” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Akihisa-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...A, apa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san menatapku dengan tajam. Kenapa aku jadi merasa ketakutan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu kira… Aku adalah orang yang akan melakukan ini kepada seseorang yang aku tidak suka sama sekali?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar hal ini, Aku pun berpikir beberapa saat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk juga Himeji-san, semua orang di sekitarku biasanya keras kepala dan tidak mempercayai ataupun mendengar penjelasan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, mungkin.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…(Biki)!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku menjawab, aku merasa tadi aku melihat pembuluh darah keluar di wajah Himeji-san. Aneh? Apa aku menjawabnya dengan salah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hehe…kalo begitu, kau sudah salah paham terhadapku...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san pun kembali tersenyum dan merespon dengan suara yang berat. Sial. Sepertinya aku sudah membuatnya menjadi marah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau Akihisa-kun bilang seperti itu, aku jadi punya ide...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku baru saja ingin bersujud memohon untuk minta maaf, Himeji-san berkata dengan lantang, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, ayo kita main adu ketahanan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adu Ketahanan? Eh…apaan tuh?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Duluan mana, apakah aku yang nggak bisa menahan malu, atau kah Akihisa-kun yang akan merubah kesalahpaman tentang diriku—ini semacam adu ketahanan, atau bisa dibilang, &#039;tekad seorang wanita’!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berkata seperti itu dan langsung memasukkan tangannya ke dalam dada…heh? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, apa yang kamu ingin lakukan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang menggoda Akihisa-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Gchi*, terdengar bunyi sesuatu lepas di punggung Himeji-san. Mungkinkah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shouko-chan dan Aikou-chan mengajariku kalo laki-laki menyukai hal seperti ini. Jadi—Akihisa-kun? Hidungmu mimisan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, maaf Himeji-san! Aku merasa sepertinya darahku terpompa naik ke bagian kepala! Aku mau cuci muka dulu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Tu, tunggu dulu! Apa kau sudah menyerah? Aku baru melepas tali bra, dan kamu sudah bereaksi seperti itu...Bukankah tekadku yang sudah susah payah kulakukan ini akan berakhir sia-sia?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengabaikan suara Himeji-san di belakang dan langsung lari menuju kamar mandi. Disaat ia memasukkan tangannya ke dalam baju, bajunya terbuka dan menunjukkan sedikit bagian tubuhnya! Dan kerahnya! Kerahnya sangatlah terbuka sampai-sampai aku bisa melihat hampir semua bagian dadanya! Gawat nih—hm? Apa ini? Ja, Jangan bilang kalo ini adalah… ah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, jangan kabur! Aku belum melakukan apa-a—A, Akihisa-kun? Kenapa kamu malah berdarah tambah banyak!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mengikutiku ke kamar mandi dan berteriak terkejut. Fu...fufu... bagus juga kau Himeji-san...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“bisa-bisanya kau akan mengira aku akan lari kesini dan memasang jebakan ini…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dekat kamar mandi ada pakaian dalam berwarna merah muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gimana ya mengatakannya? Perasaan gelisah ini… pada akhirnya, aku cuma melepas tali bra...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak tau apa yang sebenarnya Himeji-san rencanakan, tapi kalo dia mau membunuhku, rencananya sudah berhasil. Pikiranku semua nge blank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuu…gawat nih. Kenapa penglihatanku ikut-ikutan nge blank?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalaku pusing, dan badanku terasa sangat panas. Rencana Himeji-san untuk menggodaku benar-benar efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? A, Akihisa-kun? Apa kamu baik-baik saja? Wajahmu merah sekali…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, kalo kamu memang mengkhawatirkanku, tolong jangan memakai pakaian yang buka-bukaan—ugh, erm…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penglihatanku mulai memudar. Apa ini yang rasanya kalo kita sedang mabuk?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, kamu terkena demam ya!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“nggak nggak, aku nggak—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum sudah aku menyelesaikan perkataanku, Himeji-san membuka lengannya lebar-lebar dab memeluk badanku yang sekarat. Sebuah sentuhan hangat datang saat kita berpelukan. Tu, tunggu dulu. Mungkinkah. Sentuhan hangat ini. Ngomong-ngomong, bukankah I think there’s only a thin shirt separating my hand from Himeji-san’s body. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun! Kenapa mukamu tambah memerah!? Apa kamu terkena demam!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat seperti ini, aku mendadak teringat dengan apa yang tadi Himeji-san lakukan. Kalo nggak salah. Bukannya dia bilang? Dia sedang melepas tali bra!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh. Ternyata benar. Sentuhan lembut ditanganku ini adalah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Terima…kasih…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“WAH! AKIHISA-KUN!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saking merasa sangat beruntung, aku pun kehilangan kesadaran. &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Splash splash… terdengar suara air dan es batu yang berbenturan sampai ke telingaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya ada seseorang yang memutar menaruh sesuatu di kepalaku, dan sekarang kepalaku terasa dingin. Ah... segar sekali...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U…nn…nnn…?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu baik-baik saja, Akihisa-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aneh…apa yang terjadi padaku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa aku terbaring di tempat tidur? Dan Himeji-san berada di sebelah tempat tidurku sambil menatapku dengan khawatir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf… ini semua karena aku melakukan hal aneh sampai membuatmu seperti ini...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berkata dengan wajah yang terlihat sangat depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“maaf, Himeji-san. Sepertinya aku ketiduran.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bukan ketiduran. Kamu terkena demam.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak heran kepalaku terasa berat dan kakiku terasa ringan, ternyata aku terkena demam. Mungkin karena kemarin aku kehujanan sambil lari-larian, sampai banyak keluar keringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan memaksakan diri. Lanjutkan saja tidurnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, nggak usah. Hal sepele begini nggak akan...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menyepelekan penyakit. Banyak penyakit parah yang disebabkan oleh demam” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, aku baik-baik saja kok...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa sedikit tidak enak hati. Alasan kenapa tadi aku terkena demam pasti dikarenakan oleh Himeji-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak boleh. Tidur dan istirahatlah dengan tenang. Mungkin ini karena kamu terlalu lelah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…yang bener?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, bener.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tegas Himeji-san. Mungkin aku memang terkena demam ringan, tapi dia terlalu membesar-besarkan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun menyerah untuk berdiri dan kembali berbaring sambil melihat loteng rumah. Uu~ nggak ada apa-apa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu mau tidur?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat aku yang nggak punya niatan untuk menutup mata dan tidur, Himeji-san memperlihatkan ekspresi yang troubled.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya aku nggak mau tidur, tapi aku nggak bisa tidur sekehendakku... mungkin aku harus melakukan hal lain dulu...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak boleh. Kalo kamu nggak bisa tidur ya gapapa. Tapi tetep disini aja.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya apapun yang terjadi Himeji-san nggak akan membiarkanku keluar dari tempat tidur ini. Gawat nih... aku terlalu bosan kalo cuma berbaring seperti ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kach, Kach. Suara dari lengan jam dinding menggema ke seluruh penjuru ruangan yang sepi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami nggak saling bicara sampai waktu tak terasa berjalan perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbaring di kasur, dan Himeji-san duduk di kursi sebelahku. Aneh? Entah kenapa? Aku merasa pernah melihat situasi ini sebelumnya... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well…waiting quietly like this makes me remember past events.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa lalu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, pas dulu kita masih SD.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi posisi kita berdua saat itu terbalik..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Himeji-san. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, begitu. Aku merasa pernah melihat situasi seperti ini. Jadi itu rupanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh iya ya, inilah rasanya disaat Himeji-san sedang dirawat di rumah sakit.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh…Akihisa-kun, kamu masih ingat?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san membelalakkan matanya dan menatapku. Matanya seperti mengharapkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Aku nggak begitu ingat, tapi aku bisa merasa kalo itu pernah terjadi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, sudah cukup bagus kamu bisa ingat.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sepertinya nggak bisa merespon dengan apa yang ia harapkan, tapi Himeji-san tersenyum dengan senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu, Akihisa-kun…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ada apa, Himeji-san?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku bisa…menjahilimu sedikit…?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san melihatku dengan wajah yang penasaran, seperinya ia meminta persetujuan dariku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kelihatan tidak bagus, dan aku tidak tahu apa yang akan ia lakukan padaku... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang paling aku perbolehkan adalah kamu boleh menggambar di wajahku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku nggak akan melakukan hal seperti itu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuku, Himeji-san mengikik dan tersenyum dengan senang. Yasudah, aku bisa terima kalo nggak lebih dari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu tolong pelan-pelan ya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Thanks. Kalo begitu, karena sudah diperbolehkan—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum selesai berkata, Himeji-san lalu meraih rambutnya.. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Oke, Sudah aku lepas.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melepas jepitan rambut khas berbentuk kelincinya dan memasangkannya diantara kerahku. Jadi ini yang ia maksud menjahili? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bener-bener, kukira Himeji-san akan melakukan sesuatu yang lebih parah padaku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fufufu, kamu benar-benar terlihat lucu. Akihisa-kun benar-benar cocok memakai ini.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit menjengkelkan bahwa dia masih melihatku seperti perempuan di situasi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh…Aneh…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendadak, pikiranku teringat oleh suatu memori. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika aku sedang sakit, aku akan merasa kesepia  dan gelisah..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Umm, iya, mungkin.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku jarang sekali sakit, aku kurang begitu bisa paham, tapi disaat ada seseorang yang menemani seperti Himeji-san, ini hal yang patut digembirakan. Kalau nggak ada Himeji-san, kakak akan pergi bekerja dan nggak bisa ada di rumah, dan aku akan terus demam... coba kulihat... aku akan merasa kesepian  dan gelisah, kah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurang enak badan, merasa bosan, dan berpikir hal-hal yang tidak menyenangkan...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kata orang tubuh dan perasaan mempunyai hubungan yang sangat dekat. Kalau hati sedang lemah, tubuh akan ikut sakit, dan kalau tubuh jatuh sakit, hati pun akan ikut melemah. Kesimpulannya, ketika manusia sedang lemah, mereka akan  punya pikiran yang negatif. Aku rasa itu adalah pengetahuan dasar yang bisa diambil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku akan kesepian selamanya, apa semua orang akan mengerjaiku... aku pernah berpikir seperti itu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin hanya perasaanku—tapi apa yang Himeji-san katakan terkesan misterius di hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, pada saat itu, ada anak laki-laki yang mau menemaniku, yang membuatku merasa sangatlah senang... dan... sangat bahagia.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasananya membuatku tidak bisa mengganggu perkataan Himeji-san diaaat dia perlahan mengeluarkan  kata-katanya bagaikan dia yang selagi menyatakan cinta. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin…bagi kita, itu bukan sekedar pepatah biasa? &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pulang.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang, Akira-san. Pasti kamu lelah sampai pulangnya sangat larut.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf sedikit agak larut. Apa Aki-kun melakukan sesuatu yang tidak seharusnya ia lakukan kepadamu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uu, ngomong-ngomong…sebenarnya, Akihisa-kun sedang terkena demam.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ya? Dia terkena demam? Langka sekali.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia sedang tiduran di kamar.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Aku akan melihatnya sebentar. Apa Aki-kun sedang tiduran di kamarnya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, dia sedang tiduran di kamarnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba kulihat…ahh, dia terlihat pulas sekali.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Padahal dia tadi sedang asik membaca.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih, Mizuki-san, sudah mau mengurus Aki-kun ketika dia sedang sakit.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah nggak, nggak apa-apa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, tapi dasar deh... itu anak… itu karena kemarin dia berlarian dan kehujanan sampai ia sakit. Aku harus menasehatinya lain kali kalo ada kesempatan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena Akihisa-kun orangnya suka memaksakan diri…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu anak memang selalu begitu. Sekali sesuatu terjadi, dia akan bertindak tanpa berpikir panjang dan akhirnya malah menyakiti dirinya sendiri.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahaha, iya bener.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Atau bisa dibilang, sudah jadi sifat dasar dari anak itu..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sifa dasar Akihisa-kun…ya…?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu…Akira-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, kenapa, Mizuki-san?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu nggak khawatir dengan  Akihisa-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudnya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun akan terlibat sesuatu hal yang terkadang dia akan mengabaikan situasi dan kondisinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu yang kamu maksud.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Bukankah kamu ingin menghentikan dia?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm… Aku sebenarnya ingin melakukan sesuatu dan membantu mencapai keinginannya tanpa membuatnya terlibat masalah…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau aku tidak bisa melakukannya dan anak itu ingin melakukannya apapun yang terjadi—Aku akan menghargai keputusannya dan membiarkannya melakukan apa yang ingin ia lakukan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau dia berujung sakit?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau dia berujung sakit, itu adalah yang ia inginkan. Apa boleh buat, kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitukah…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anak itu tidak bisa memahami pelajaran, dia bodoh dan ceroboh dan selalu salah memahami sesuatu. Tapi…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi sifatnya yang polos dan berterus terang itulah yang menjadi kebanggaanku sebagai kakak perempuan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akira-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jari aku ingin menghsrgai sifatnya yang polos dan berterus terang itu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akira-san… kau benar-benar sangat dewasa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, kamu terlalu berlebihan. Daripada dibilang dewasa—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Daripada dibilang dewasa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Aku hanya seorang kakak perempuan yang mencintai adiknya lebih dari apapun.” &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U…un…?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada esok pagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum alarm elektronikku berbunyi, aku terbangun dan merasa ada seseorang di dekatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…maaf, apa aku membangunkanmu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebelah tempat tidur, ada Himeji-san, yang tangannya sedang meraih dan seperti ingin mengelus kepalaku—ah, pasti dia mau memeriksa temperature badanku dan melihat apa demamku sudah mendingan, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu baik-baik saja, Akihisa-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang sekali, aku terbangun, dan tangan Himeji-san yang sedang menjangkau kepalaku langsung ditarik kembali, aku jadi sedikit kecewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Un, bahkan sangat baik. Sepertinya demamku sekarang sudah hilang.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukannya aku nggak mau membuatnya khawatir, tapi kenyataannya, aku nggak merasa sakit sama sekali. Sebagai bukti, aku menggenggam tanganku dan menjawab Himeji-san dengan penuh semangat. Ngomong-ngomong, demamku ini sebenarnya nggak terlalu serius. Semua karena Himeji-san yang kemarin membuat tekanan darahku berdebar kencang...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bohong, Akihisa-kun. Wajahmu masih merah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, nggak, bukan... itu sih karena…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku sedang membayangkan kejadian yang kemarin! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, jangan memaksakan dirimu. Hari ini isirahat saja dan sembuhkan sakit kamu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memintaku untuk meliburkan diri dari sekolah... Aku memang kurang bisa memahami pelajaran dengan baik, tapi bukan berarti aku nggak suka berangkat ke sekolah. Jauh lebih menyenangkan ada di sekolah daripada di rumah, kan? Dan yang lebih penting lagi— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Summoning Battle kita belum berakhir. Walau dengan kemampuan bertarungku yang cuma seperti ini, aku nggak bisa istirahat begitu saja hanya karena sakit.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kami kalah pada Summoning Battle kali ini, jarak kita dengan kelas A akan semakin jauh. Dan lagi, kita harus lanjut menggunakan perabot dan fasilitas bobrok. Karena itulah kita tidak boleh kalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ih Akihisa-kun… kamu nggak perlu mengkhawatirkan Summoning Battle. Aku akan bekerja keras demi Akihisa-kun. Bahkan lebih keras lagi, jadi kamu nggak perlu memaksakan diri untuk berangkat..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ummm, tapi…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu jangan bertingkah kekanak-kanakkan. Aku nggak akan memarahi kamu sampai kamu benar-benar sudah sembuh.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu... bukan itu maksudku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bener-bener deh, kenapa kamu nggak pernah mau mendengarkanku? Tapi giliran Akira-san kamu pasti langsung menurut.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu sih bukan karena aku menurut. Tapi karena ancamannya yang mengerikan memaksaku untuk patuh…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dilihat dari waktunya, seharusnya kakak sudah pergi bekerja. Apa ia akhir-akhir ini sedang sangat sibuk?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya pagi ini aku nggak perlu khawatir dengan ceramahan dan ancaman kakak. Aku pun langsung menghembuskan nafas lega.&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 247.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, Himeji-san bilang padaku, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu…Akihisa-kun, kalo kamu nggak mau mendengarkanku, aku akan menciummu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh buset? Dia meniru-niru kakakku? Bener-bener deh… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh… walau Himeji-san mau meniru-niru seperti kakak, itu nggak akan ada efeknya padaku—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 “…Un…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sensasi lembut datang dari bibirku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………………………Eh………………………?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Sekarang kamu harus tidur.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san meninggalkan kata-kata tersebut, grak, menutup pintu dan pergi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………………………Eh………………………?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditinggal sendirian di kamar, aku pun hanya bisa terduduk diam di tempat tidur dan heran dengan apa yang baru saja terjadi.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=225490</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=225490"/>
		<updated>2013-02-12T05:55:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Volume 8 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BakaToTest-7.5_-_1.jpg|300px|thumb|Sampul Volume 7.5]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu (SI Bego, Ujian, dan Makhluk Panggilan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DILARANG KERAS MENJUAL TERJEMAHAN INI DALAM BENTUK APAPUN. INI ADALAH TERJEMAHAN GRATIS OLEH PENERJEMAH DAN PENYUNTING BUKAN UNTUK KEGIATAN KOMERSIAL&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial &amp;quot;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&amp;quot; juga terdapat dalam pilihan bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju_~Versi%C3%B3n_Espa%C3%B1ola~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu tiếng Việt|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
Catatan: Persentase translasi setiap bahasa bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ringkasan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam SMU Fumitsuki, memanggil avatar atau shoukanjuu bukanlah hal yang mustahil. Shoukanjuu yang merupakan gabungan dari penelitian sains dan karya supranatural merupakan versi kecil dari &#039;pemanggilnya&#039; yang bisa bertarung sesuai dengan nilai mereka. Semakin tinggi nilai murid yang memanggil mereka, maka kekuatan mereka akan semakin kuat. Begitu juga sebaliknya, hanya saja ada shokanju seorang murid yang tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama murid tersebut adalah Yoshii Akihisa. Dia sering dipanggil idiot (baka) oleh teman-temannya dan oleh karena itu sering diberi hukuman oleh guru untuk bertugas membantu-bantu. Dia punya hak istimewa shoukanjuunya dapat bergerak lebih leluasa dan dapat mengalihkan rasa sakit ketika bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji Mizuki, murid kelas F yang merupakan murid terpintar nomor dua, sakit ketika ujian dan dimasukkan dalam kelas F. Bersama Yoshii Akihisa, dia dimasukkan ke dalam kelas terburuk. Tanpa AC, tanpa bangku atau kursi, ruangan kelas yang sempit untuk lima puluh orang, kelas F memang kelas paling tidak layak untuk dihuni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Kelas F, Sakamoto Yuuji, yang ingin membuktikan bahwa nilai bukan segalanya; mendeklarasikan &#039;perang&#039; terhadap kelas A, sekumpulan murid-murid terpintar, untuk mendapatkan fasilitas mereka yang merupakan kelas termewah di SMU Fumitsuki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kenji Inoue==&lt;br /&gt;
Lahir di Tokyo, tapi dibesarkan di Sapporo. Jatuh cinta dengan Kinoshita Hideyoshi yang digambar oleh Yui Haga sensei. Orang tua dan teman-teman terdekat nggak tahu sama sekali ketika novel pertama diterbitkan. Menjadi terkenal di perusahaan tempat bekerja karena pada suatu hari pak supervisor mengeluh  &amp;quot;Nggak ngerti bahasa Jepang yang ditulis oleh Inoue&amp;quot;. Makanya sampai sekarang, saya masih belum berani menyatakan kalo saya ini seorang penulis walau pernah menang penghargaan. Novel ini memenangkan hadiah penghargaan dalam 8th Entame Award untuk kategori Editor karena para juri nggak membacanya dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terjemahan dari sampul di dalam Volume 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan berbeda dengan laju kecepatan penerjemahan versi Inggris atau yang lainnya. Oleh karena ini, mohon dibantu teman-teman dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Dibutuhkan Penerjemah dan Penyunting]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu muluk-muluk, kalau anda bisa bahasa Inggris dan punya dedikasi yang baik untuk menyelesaikan satu chapter, silahkan daftar di sini: [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|&#039;&#039;&#039;DAFTAR / REGISTRASI&#039;&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit petunjuk format standarnya untuk setiap chapter, bisa dilihat di: [[Format_guideline | Format Standar(Bahasa Inggris)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 Topic  Thread]==&lt;br /&gt;
Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silahkan diskusikan itu di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 thread] yang telah disediakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Riwayat Update==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- 17 Mei - Pertamax. (Malem Jumat iseng edit2 halaman depan, iseng bikin ID forum + bikin threadnya)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri &#039;&#039;Baka to Test to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 01 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 1]]&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 02 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 2]]&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3]]&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03.5 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3.5]]&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_~Bab_Persiapan~|Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~]]~10%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Fumizuki_News_(Bahasa_Indonesia)|Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta|Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Cerita_Seks_Mini_Tsuchiya_dan_Kudou|Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Ruang_Konseling|Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 04 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 4]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume4_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:1212 002.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 5]]&lt;br /&gt;
===Volume 5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 8]]&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Ketiga|Soal Ketiga]] ~40%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kelima|Soal Kelima]] ~20%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Terakhir|Soal Terakhir]] ~ 99%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Catatan Author|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Staff Proyek]]==&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Razor_127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Simbadda|Simbadda]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Tracker_725|Tracker_725]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xbypass|Xbypass]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kejargantengin|Kejargantengin]]&lt;br /&gt;
:*[[user:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[user:ihzain|ihzain]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Siginjai|Siginjai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomor Serial ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1: ISBN 978-4757733299 (29 Januari 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 2: ISBN 978-4757735057 (28 April 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3: ISBN 978-4757736825 (30 Agustus 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3.5: ISBN 978-4-7577-3979-6 (30 Januari 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 4: ISBN 978-4-7577-4236-9 (30 Mei 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 5: ISBN 978-4-7577-4518-6 (29 November 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 6: ISBN 978-4-7577-4827-9 (30 April 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 6.5: ISBN 978-4-7577-5040-1 (29 Agustus 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7: ISBN 978-4-0472-6195-2 (26 Desember 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7.5: ISBN 978-4-04-7263130  (27 Februari 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 8: ISBN 978-4-04-726727-5 (30 Agustus 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 9: ISBN 978-4-04-727031-2 (29 Januari 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 9.5: ISBN 978-4-04-727332-0 (30 Juni 2011)&lt;br /&gt;
*Bungaku Shoujo VS Baka to Tesuto to Syokanju: ISBN 978-4-7577-4484-4 (30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 10: ISBN 978-4-04-727647-5 (26 Desember 2011)&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=225489</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Terakhir</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=225489"/>
		<updated>2013-02-12T05:53:14Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Soal Terakhir==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawablah pertanyaan dibawah ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penembak ulung sedang berdiri diatas pohon dengan posisi sama tingginya dengan seekor monyet. Disaat peluru ditembakkan, ranting yang dipijak monyet patah, dan si monyet jatuh. Apa yang akan terjadi pada si monyet dan pelurunya ? Jika diperlukan, silahkan pergunakan nilai berikut untuk perhitungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak antara si Monyet dan penembak ulung adalah A. Ketinggian si Monyet diatas pohon adalah H, dan waktu untuk peluru sampai menjangkau ke ranting adalah t. Ketinggian dari peluru tersebut adalah h(i), dan Ketinggian dari si Monyet adalah h(j). Kecepatan dari peluru tersebut adalah v, tarikan gravitasi adalah g. Dimisalkan tidak ada tekanan udara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 228.jpg|400px]]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Himeji Mizuki&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(j)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=h(j) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pernyataan diatas, kita dapat menyimpulkan ketinggian si Monyet dan peluru adalah sama, jadi peluru akan tepat mengenai monyet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Orang biasanya beranggapan kalau peluru itu terlalu cepat dan tidak akan terpengaruh oleh gravitasi. Tapi faktanya, si Monyet jatuh ke tanah pada terminal velocity. Pada momen ini, ketinggian peluru dan ketinggian monyet tidak ada pengaruhnya dengan kecepatan V, tapi hanya terpengaruh pada gravitasi dan waktu t. Pak guru sengaja memberikan simbol yang tidak penting, tapi memang Himeji-san hebat, jawaban yang tepat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Sakamoto Yuuji&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
 [[image:BTS vol 08 229.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Peluru akan tepat mengenai kepala si Monyet dan otaknya akan keluar bagaikan buah pomegranate.&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Himeji-san di turnamen baseball Summoned Beast sepertinya memang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Yoshii Akihisa&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)t=(i)ta(i)[2]. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun yang ditembak itu bukan monyet, tetap akan sakit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sel, selamat datang, Akihisa-kun!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku membuka pintu rumahku, Himeji -san keluar dan menyambut dengan salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang berdiri di koridor, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang tampak cemas, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia… mengenakan baju yang bahkan lebih buka-bukaan daripada yang kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Er—m… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, Himeji-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“i, iya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rumor itu cuma salah paham, kamu mengerti kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, aku sudah salah paham, Akihisa-kun...aku minta maaf...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san kelihatannya sangat menyesal seraya menundukkan kepalanya padaku. Umm, sepertinya dia sudah mengerti bahwa rumor aneh antara aku dan Yuuji hanya sebuah rumor bohong belaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Trus, kenapa kamu berpakaian seperti ini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…I...Ini pakaian yang biasa aku kenakan sehari-hari.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo begitu, kenapa kau tidak bisa bicara dengan menatap ke wajahku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Himeji-san, coba ku perjelas lagi. Rumor-rumor itu hanyalah rumor ngawur, dan aku itu menyukai perempuan—kau sudah paham kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo udah paham, kamu nggak perlu lagi mengenakan pakaian-” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, makanya aku harus lebih melakukan ini padamu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mendadak makin bertekad. A, apa? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makanya, aku harus berpakaian sepetrti ini, karena—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Akihisa-kun menyukai perempuan dan lagi nggak terlihat tertarik denganku kemarin.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Apa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa maksud yang dia katakan? Otakku nggak bisa mengerti perkembangan dari percakapan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, mungkin…maksudnya, aku bilang kalo aku menyukai perempuan, tapi kemarin aku nggak bereaksi apa-apa pada Himeji-san yang berpakaian buka-bukaan, dan harga dirinya sebagai perempuan merasa terjatuh, begitukah? Nggak nggak nggak! Ini sudah pasti salah paham! Tentu saja aku tertarik pada Himeji-san yang berpakaian buka-bukaan. Hanya saja aku mengerahkan kekuatan rohani untuk menahan napsu birahi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku sudah terlanjur bilang! Ini adalah pertempuran yang tidak mungkin aku akan mundur!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berkata begitu sambil mendorong badannya ke arahku. Tu, tu, tunggu dulu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Te, tetetete tenang dulu, Himeji-san! Ini nggak baik buat kesehatan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu ini nggak baik! Tapi aku nggak akan mungkin mundur sekarang karena keadaan sudah terlanjur seperti ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena sudah terlanjur seperti inilah aku menyuruhmu untuk berhenti! Kalau kau menggoda seseorang yang tidak kau suka sama sekali, kau akan menyesal seumur hidup!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ambil nafas dalam-dalam dan tenangkan dirim—disaat aku sedang ingin mengatakannya, Himeji-san tiba-tiba berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Seseorang yang aku tidak suka sama sekali?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…iya, benar. Seseorang yang kau tidak suka sama sekali ” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Akihisa-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...A, apa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san menatapku dengan tajam. Kenapa aku jadi merasa ketakutan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu kira… Aku adalah orang yang akan melakukan ini kepada seseorang yang aku tidak suka sama sekali?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar hal ini, Aku pun berpikir beberapa saat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk juga Himeji-san, semua orang di sekitarku biasanya keras kepala dan tidak mempercayai ataupun mendengar penjelasan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, mungkin.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…(Biki)!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku menjawab, aku merasa tadi aku melihat pembuluh darah keluar di wajah Himeji-san. Aneh? Apa aku menjawabnya dengan salah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hehe…kalo begitu, kau sudah salah paham terhadapku...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san pun kembali tersenyum dan merespon dengan suara yang berat. Sial. Sepertinya aku sudah membuatnya menjadi marah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau Akihisa-kun bilang seperti itu, aku jadi punya ide...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku baru saja ingin bersujud memohon untuk minta maaf, Himeji-san berkata dengan lantang, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, ayo kita main adu ketahanan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adu Ketahanan? Eh…apaan tuh?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Duluan mana, apakah aku yang nggak bisa menahan malu, atau kah Akihisa-kun yang akan merubah kesalahpaman tentang diriku—ini semacam adu ketahanan, atau bisa dibilang, &#039;tekad seorang wanita’!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berkata seperti itu dan langsung memasukkan tangannya ke dalam dada…heh? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, apa yang kamu ingin lakukan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang menggoda Akihisa-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Gchi*, terdengar bunyi sesuatu lepas di punggung Himeji-san. Mungkinkah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shouko-chan dan Aikou-chan mengajariku kalo laki-laki menyukai hal seperti ini. Jadi—Akihisa-kun? Hidungmu mimisan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, maaf Himeji-san! Aku merasa sepertinya darahku terpompa naik ke bagian kepala! Aku mau cuci muka dulu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Tu, tunggu dulu! Apa kau sudah menyerah? Aku baru melepas tali bra, dan kamu sudah bereaksi seperti itu...Bukankah tekadku yang sudah susah payah kulakukan ini akan berakhir sia-sia?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengabaikan suara Himeji-san di belakang dan langsung lari menuju kamar mandi. Disaat ia memasukkan tangannya ke dalam baju, bajunya terbuka dan menunjukkan sedikit bagian tubuhnya! Dan kerahnya! Kerahnya sangatlah terbuka sampai-sampai aku bisa melihat hampir semua bagian dadanya! Gawat nih—hm? Apa ini? Ja, Jangan bilang kalo ini adalah… ah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, jangan kabur! Aku belum melakukan apa-a—A, Akihisa-kun? Kenapa kamu malah berdarah tambah banyak!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mengikutiku ke kamar mandi dan berteriak terkejut. Fu...fufu... bagus juga kau Himeji-san...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“bisa-bisanya kau akan mengira aku akan lari kesini dan memasang jebakan ini…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dekat kamar mandi ada pakaian dalam berwarna merah muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gimana ya mengatakannya? Perasaan gelisah ini… pada akhirnya, aku cuma melepas tali bra...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak tau apa yang sebenarnya Himeji-san rencanakan, tapi kalo dia mau membunuhku, rencananya sudah berhasil. Pikiranku semua nge blank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuu…gawat nih. Kenapa penglihatanku ikut-ikutan nge blank?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalaku pusing, dan badanku terasa sangat panas. Rencana Himeji-san untuk menggodaku benar-benar efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? A, Akihisa-kun? Apa kamu baik-baik saja? Wajahmu merah sekali…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, kalo kamu memang mengkhawatirkanku, tolong jangan memakai pakaian yang buka-bukaan—ugh, erm…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penglihatanku mulai memudar. Apa ini yang rasanya kalo kita sedang mabuk?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, kamu terkena demam ya!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“nggak nggak, aku nggak—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum sudah aku menyelesaikan perkataanku, Himeji-san membuka lengannya lebar-lebar dab memeluk badanku yang sekarat. Sebuah sentuhan hangat datang saat kita berpelukan. Tu, tunggu dulu. Mungkinkah. Sentuhan hangat ini. Ngomong-ngomong, bukankah I think there’s only a thin shirt separating my hand from Himeji-san’s body. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun! Kenapa mukamu tambah memerah!? Apa kamu terkena demam!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat seperti ini, aku mendadak teringat dengan apa yang tadi Himeji-san lakukan. Kalo nggak salah. Bukannya dia bilang? Dia sedang melepas tali bra!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh. Ternyata benar. Sentuhan lembut ditanganku ini adalah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Terima…kasih…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“WAH! AKIHISA-KUN!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saking merasa sangat beruntung, aku pun kehilangan kesadaran. &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Splash splash… terdengar suara air dan es batu yang berbenturan sampai ke telingaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya ada seseorang yang memutar menaruh sesuatu di kepalaku, dan sekarang kepalaku terasa dingin. Ah... segar sekali...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U…nn…nnn…?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu baik-baik saja, Akihisa-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aneh…apa yang terjadi padaku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa aku terbaring di tempat tidur? Dan Himeji-san berada di sebelah tempat tidurku sambil menatapku dengan khawatir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf… ini semua karena aku melakukan hal aneh sampai membuatmu seperti ini...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berkata dengan wajah yang terlihat sangat depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“maaf, Himeji-san. Sepertinya aku ketiduran.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bukan ketiduran. Kamu terkena demam.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak heran kepalaku terasa berat dan kakiku terasa ringan, ternyata aku terkena demam. Mungkin karena kemarin aku kehujanan sambil lari-larian, sampai banyak keluar keringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan memaksakan diri. Lanjutkan saja tidurnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, nggak usah. Hal sepele begini nggak akan...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menyepelekan penyakit. Banyak penyakit parah yang disebabkan oleh demam” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, aku baik-baik saja kok...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa sedikit tidak enak hati. Alasan kenapa tadi aku terkena demam pasti dikarenakan oleh Himeji-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak boleh. Tidur dan istirahatlah dengan tenang. Mungkin ini karena kamu terlalu lelah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…yang bener?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, bener.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tegas Himeji-san. Mungkin aku memang terkena demam ringan, tapi dia terlalu membesar-besarkan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun menyerah untuk berdiri dan kembali berbaring sambil melihat loteng rumah. Uu~ nggak ada apa-apa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu mau tidur?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat aku yang nggak punya niatan untuk menutup mata dan tidur, Himeji-san memperlihatkan ekspresi yang troubled.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya aku nggak mau tidur, tapi aku nggak bisa tidur sekehendakku... mungkin aku harus melakukan hal lain dulu...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nggak boleh. Kalo kamu nggak bisa tidur ya gapapa. Tapi tetep disini aja.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya apapun yang terjadi Himeji-san nggak akan membiarkanku keluar dari tempat tidur ini. Gawat nih... aku terlalu bosan kalo cuma berbaring seperti ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kach, Kach. Suara dari lengan jam dinding menggema ke seluruh penjuru ruangan yang sepi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami nggak saling bicara sampai waktu tak terasa berjalan perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbaring di kasur, dan Himeji-san duduk di kursi sebelahku. Aneh? Entah kenapa? Aku merasa pernah melihat situasi ini sebelumnya... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well…waiting quietly like this makes me remember past events.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa lalu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, pas dulu kita masih SD.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi posisi kita berdua saat itu terbalik..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Himeji-san. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, begitu. Aku merasa pernah melihat situasi seperti ini. Jadi itu rupanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh iya ya, inilah rasanya disaat Himeji-san sedang dirawat di rumah sakit.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh…Akihisa-kun, kamu masih ingat?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san membelalakkan matanya dan menatapku. Matanya seperti mengharapkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Aku nggak begitu ingat, tapi aku bisa merasa kalo itu pernah terjadi.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, sudah cukup bagus kamu bisa ingat.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sepertinya nggak bisa merespon dengan apa yang ia harapkan, tapi Himeji-san tersenyum dengan senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu, Akihisa-kun…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Ada apa, Himeji-san?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku bisa…menjahilimu sedikit…?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san melihatku dengan wajah yang penasaran, seperinya ia meminta persetujuan dariku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kelihatan tidak bagus, dan aku tidak tahu apa yang akan ia lakukan padaku... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang paling aku perbolehkan adalah kamu boleh menggambar di wajahku.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku nggak akan melakukan hal seperti itu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuku, Himeji-san mengikik dan tersenyum dengan senang. Yasudah, aku bisa terima kalo nggak lebih dari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo begitu tolong pelan-pelan ya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Thanks. Kalo begitu, karena sudah diperbolehkan—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum selesai berkata, Himeji-san lalu meraih rambutnya.. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Oke, Sudah aku lepas.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melepas jepitan rambut khas berbentuk kelincinya dan memasangkannya diantara kerahku. Jadi ini yang ia maksud menjahili? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bener-bener, kukira Himeji-san akan melakukan sesuatu yang lebih parah padaku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fufufu, kamu benar-benar terlihat lucu. Akihisa-kun benar-benar cocok memakai ini.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit menjengkelkan bahwa dia masih melihatku seperti perempuan di situasi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh…Aneh…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendadak, pikiranku teringat oleh suatu memori. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika aku sedang sakit, aku akan merasa kesepia  dan gelisah..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Umm, iya, mungkin.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku jarang sekali sakit, aku kurang begitu bisa paham, tapi disaat ada seseorang yang menemani seperti Himeji-san, ini hal yang patut digembirakan. Kalau nggak ada Himeji-san, kakak akan pergi bekerja dan nggak bisa ada di rumah, dan aku akan terus demam... coba kulihat... aku akan merasa kesepian  dan gelisah, kah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurang enak badan, merasa bosan, dan berpikir hal-hal yang tidak menyenangkan...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kata orang tubuh dan perasaan mempunyai hubungan yang sangat dekat. Kalau hati sedang lemah, tubuh akan ikut sakit, dan kalau tubuh jatuh sakit, hati pun akan ikut melemah. Kesimpulannya, ketika manusia sedang lemah, mereka akan  punya pikiran yang negatif. Aku rasa itu adalah pengetahuan dasar yang bisa diambil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa aku akan kesepian selamanya, apa semua orang akan mengerjaiku... aku pernah berpikir seperti itu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin hanya perasaanku—tapi apa yang Himeji-san katakan terkesan misterius di hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, pada saat itu, ada anak laki-laki yang mau menemaniku, yang membuatku merasa sangatlah senang... dan... sangat bahagia.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasananya membuatku tidak bisa mengganggu perkataan Himeji-san diaaat dia perlahan mengeluarkan  kata-katanya bagaikan dia yang selagi menyatakan cinta. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin…bagi kita, itu bukan sekedar pepatah biasa? &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pulang.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang, Akira-san. Pasti kamu lelah sampai pulangnya sangat larut.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf sedikit agak larut. Apa Aki-kun melakukan sesuatu yang tidak seharusnya ia lakukan kepadamu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uu, ngomong-ngomong…sebenarnya, Akihisa-kun sedang terkena demam.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ya? Dia terkena demam? Langka sekali.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia sedang tiduran di kamar.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Aku akan melihatnya sebentar. Apa Aki-kun sedang tiduran di kamarnya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, dia sedang tiduran di kamarnya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Coba kulihat…ahh, dia terlihat pulas sekali.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Padahal dia tadi sedang asik membaca.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih, Mizuki-san, sudah mau mengurus Aki-kun ketika dia sedang sakit.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah nggak, nggak apa-apa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, tapi dasar deh... itu anak… itu karena kemarin dia berlarian dan kehujanan sampai ia sakit. Aku harus menasehatinya lain kali kalo ada kesempatan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena Akihisa-kun orangnya suka memaksakan diri…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu anak memang selalu begitu. Sekali sesuatu terjadi, dia akan bertindak tanpa berpikir panjang dan akhirnya malah menyakiti dirinya sendiri.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahaha, iya bener.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Atau bisa dibilang, sudah jadi sifat dasar dari anak itu..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sifa dasar Akihisa-kun…ya…?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu…Akira-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, kenapa, Mizuki-san?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu nggak khawatir dengan  Akihisa-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudnya?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun akan terlibat sesuatu hal yang terkadang dia akan mengabaikan situasi dan kondisinya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi itu yang kamu maksud.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Bukankah kamu ingin menghentikan dia?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm… Aku sebenarnya ingin melakukan sesuatu dan membantu mencapai keinginannya tanpa membuatnya terlibat masalah…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau aku tidak bisa melakukannya dan anak itu ingin melakukannya apapun yang terjadi—Aku akan menghargai keputusannya dan membiarkannya melakukan apa yang ingin ia lakukan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kalau dia berujung sakit?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau dia berujung sakit, itu adalah yang ia inginkan. Apa boleh buat, kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitukah…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anak itu tidak bisa memahami pelajaran, dia bodoh dan ceroboh dan selalu salah memahami sesuatu. Tapi…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi sifatnya yang polos dan berterus terang itulah yang menjadi kebanggaanku sebagai kakak perempuan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akira-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jari aku ingin menghsrgai sifatnya yang polos dan berterus terang itu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akira-san… kau benar-benar sangat dewasa.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, kamu terlalu berlebihan. Daripada dibilang dewasa—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Daripada dibilang dewasa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Aku hanya seorang kakak perempuan yang mencintai adiknya lebih dari apapun.” &lt;br /&gt;
☆&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U…un…?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada esok pagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum alarm elektronikku berbunyi, aku terbangun dan merasa ada seseorang di dekatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…maaf, apa aku membangunkanmu?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebelah tempat tidur, ada Himeji-san, yang tangannya sedang meraih dan seperti ingin mengelus kepalaku—ah, pasti dia mau memeriksa temperature badanku dan melihat apa demamku sudah mendingan, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu baik-baik saja, Akihisa-kun?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayang sekali, aku terbangun, dan tangan Himeji-san yang sedang menjangkau kepalaku langsung ditarik kembali, aku jadi sedikit kecewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Un, bahkan sangat baik. Sepertinya demamku sekarang sudah hilang.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukannya aku nggak mau membuatnya khawatir, tapi kenyataannya, aku nggak merasa sakit sama sekali. Sebagai bukti, aku menggenggam tanganku dan menjawab Himeji-san dengan penuh semangat. Ngomong-ngomong, demamku ini sebenarnya nggak terlalu serius. Semua karena Himeji-san yang kemarin membuat tekanan darahku berdebar kencang...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bohong, Akihisa-kun. Wajahmu masih merah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, nggak, bukan... itu sih karena…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku sedang membayangkan kejadian yang kemarin! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, jangan memaksakan dirimu. Hari ini isirahat saja dan sembuhkan sakit kamu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memintaku untuk meliburkan diri dari sekolah... Aku memang kurang bisa memahami pelajaran dengan baik, tapi bukan berarti aku nggak suka berangkat ke sekolah. Jauh lebih menyenangkan ada di sekolah daripada di rumah, kan? Dan yang lebih penting lagi— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Summoning Battle kita belum berakhir. Walau dengan kemampuan bertarungku yang cuma seperti ini, aku nggak bisa istirahat begitu saja hanya karena sakit.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kami kalah pada Summoning Battle kali ini, jarak kita dengan kelas A akan semakin jauh. Dan lagi, kita harus lanjut menggunakan perabot dan fasilitas bobrok. Karena itulah kita tidak boleh kalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ih Akihisa-kun… kamu nggak perlu mengkhawatirkan Summoning Battle. Aku akan bekerja keras demi Akihisa-kun. Bahkan lebih keras lagi, jadi kamu nggak perlu memaksakan diri untuk berangkat..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ummm, tapi…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu jangan bertingkah kekanak-kanakkan. Aku nggak akan memarahi kamu sampai kamu benar-benar sudah sembuh.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bu... bukan itu maksudku…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bener-bener deh, kenapa kamu nggak pernah mau mendengarkanku? Tapi giliran Akira-san kamu pasti langsung menurut.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu sih bukan karena aku menurut. Tapi karena ancamannya yang mengerikan memaksaku untuk patuh…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dilihat dari waktunya, seharusnya kakak sudah pergi bekerja. Apa ia akhir-akhir ini sedang sangat sibuk?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya pagi ini aku nggak perlu khawatir dengan ceramahan dan ancaman kakak. Aku pun langsung menghembuskan nafas lega.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, Himeji-san bilang padaku, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu…Akihisa-kun, kalo kamu nggak mau mendengarkanku, aku akan menciummu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh buset? Dia meniru-niru kakakku? Bener-bener deh… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh… walau Himeji-san mau meniru-niru seperti kakak, itu nggak akan ada efeknya padaku—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 “…Un…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 Sensasi lembut datang dari bibirku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………………………Eh………………………?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Sekarang kamu harus tidur.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san meninggalkan kata-kata tersebut, grak, menutup pintu dan pergi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………………………Eh………………………?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditinggal sendirian di kamar, aku pun hanya bisa terduduk diam di tempat tidur dan heran dengan apa yang baru saja terjadi.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=221326</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Terakhir</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=221326"/>
		<updated>2013-01-21T09:01:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Soal Terakhir==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawablah pertanyaan dibawah ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penembak ulung sedang berdiri diatas pohon dengan posisi sama tingginya dengan seekor monyet. Disaat peluru ditembakkan, ranting yang dipijak monyet patah, dan si monyet jatuh. Apa yang akan terjadi pada si monyet dan pelurunya ? Jika diperlukan, silahkan pergunakan nilai berikut untuk perhitungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak antara si Monyet dan penembak ulung adalah A. Ketinggian si Monyet diatas pohon adalah H, dan waktu untuk peluru sampai menjangkau ke ranting adalah t. Ketinggian dari peluru tersebut adalah h(i), dan Ketinggian dari si Monyet adalah h(j). Kecepatan dari peluru tersebut adalah v, tarikan gravitasi adalah g. Dimisalkan tidak ada tekanan udara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 228.jpg|400px]]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Himeji Mizuki&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(j)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=h(j) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pernyataan diatas, kita dapat menyimpulkan ketinggian si Monyet dan peluru adalah sama, jadi peluru akan tepat mengenai monyet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Orang biasanya beranggapan kalau peluru itu terlalu cepat dan tidak akan terpengaruh oleh gravitasi. Tapi faktanya, si Monyet jatuh ke tanah pada terminal velocity. Pada momen ini, ketinggian peluru dan ketinggian monyet tidak ada pengaruhnya dengan kecepatan V, tapi hanya terpengaruh pada gravitasi dan waktu t. Pak guru sengaja memberikan simbol yang tidak penting, tapi memang Himeji-san hebat, jawaban yang tepat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Sakamoto Yuuji&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
 [[image:BTS vol 08 229.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Peluru akan tepat mengenai kepala si Monyet dan otaknya akan keluar bagaikan buah pomegranate.&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Himeji-san di turnamen baseball Summoned Beast sepertinya memang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Yoshii Akihisa&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)t=(i)ta(i)[2]. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun yang ditembak itu bukan monyet, tetap akan sakit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sel, selamat datang, Akihisa-kun!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku membuka pintu rumahku, Himeji -san keluar dan menyambut dengan salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang berdiri di koridor, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang tampak cemas, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia… mengenakan baju yang bahkan lebih buka-bukaan daripada yang kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Er—m… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, Himeji-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“i, iya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rumor itu cuma salah paham, kamu mengerti kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, aku sudah salah paham, Akihisa-kun...aku minta maaf...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san kelihatannya sangat menyesal seraya menundukkan kepalanya padaku. Umm, sepertinya dia sudah mengerti bahwa rumor aneh antara aku dan Yuuji hanya sebuah rumor bohong belaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Trus, kenapa kamu berpakaian seperti ini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…I...Ini pakaian yang biasa aku kenakan sehari-hari.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo begitu, kenapa kau tidak bisa bicara dengan menatap ke wajahku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Himeji-san, coba ku perjelas lagi. Rumor-rumor itu hanyalah rumor ngawur, dan aku itu menyukai perempuan—kau sudah paham kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo udah paham, kamu nggak perlu lagi mengenakan pakaian-” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, makanya aku harus lebih melakukan ini padamu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mendadak makin bertekad. A, apa? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makanya, aku harus berpakaian sepetrti ini, karena—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Akihisa-kun menyukai perempuan dan lagi nggak terlihat tertarik denganku kemarin.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Apa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa maksud yang dia katakan? Otakku nggak bisa mengerti perkembangan dari percakapan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, mungkin…maksudnya, aku bilang kalo aku menyukai perempuan, tapi kemarin aku nggak bereaksi apa-apa pada Himeji-san yang berpakaian buka-bukaan, dan harga dirinya sebagai perempuan merasa terjatuh, begitukah? Nggak nggak nggak! Ini sudah pasti salah paham! Tentu saja aku tertarik pada Himeji-san yang berpakaian buka-bukaan. Hanya saja aku mengerahkan kekuatan rohani untuk menahan napsu birahi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku sudah terlanjur bilang! Ini adalah pertempuran yang tidak mungkin aku akan mundur!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berkata begitu sambil mendorong badannya ke arahku. Tu, tu, tunggu dulu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Te, tetetete tenang dulu, Himeji-san! Ini nggak baik buat kesehatan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu ini nggak baik! Tapi aku nggak akan mungkin mundur sekarang karena keadaan sudah terlanjur seperti ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena sudah terlanjur seperti inilah aku menyuruhmu untuk berhenti! Kalau kau menggoda seseorang yang tidak kau suka sama sekali, kau akan menyesal seumur hidup!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ambil nafas dalam-dalam dan tenangkan dirim—disaat aku sedang ingin mengatakannya, Himeji-san tiba-tiba berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Seseorang yang aku tidak suka sama sekali?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…iya, benar. Seseorang yang kau tidak suka sama sekali ” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Akihisa-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...A, apa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san menatapku dengan tajam. Kenapa aku jadi merasa ketakutan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu kira… Aku adalah orang yang akan melakukan ini kepada seseorang yang aku tidak suka sama sekali?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar hal ini, Aku pun berpikir beberapa saat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk juga Himeji-san, semua orang di sekitarku biasanya keras kepala dan tidak mempercayai ataupun mendengar penjelasan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, mungkin.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…(Biki)!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku menjawab, aku merasa tadi aku melihat pembuluh darah keluar di wajah Himeji-san. Aneh? Apa aku menjawabnya dengan salah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hehe…kalo begitu, kau sudah salah paham terhadapku...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san pun kembali tersenyum dan merespon dengan suara yang berat. Sial. Sepertinya aku sudah membuatnya menjadi marah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau Akihisa-kun bilang seperti itu, aku jadi punya ide...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku baru saja ingin bersujud memohon untuk minta maaf, Himeji-san berkata dengan lantang, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, ayo kita main adu ketahanan.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adu Ketahanan? Eh…apaan tuh?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Duluan mana, apakah aku yang nggak bisa menahan malu, atau kah Akihisa-kun yang akan merubah kesalahpaman tentang diriku—ini semacam adu ketahanan, atau bisa dibilang, &#039;tekad seorang wanita’!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berkata seperti itu dan langsung memasukkan tangannya ke dalam dada…heh? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A, apa yang kamu ingin lakukan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sedang menggoda Akihisa-kun.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Gchi*, terdengar bunyi sesuatu lepas di punggung Himeji-san. Mungkinkah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shouko-chan dan Aikou-chan mengajariku kalo laki-laki menyukai hal seperti ini. Jadi—Akihisa-kun? Hidungmu mimisan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, maaf Himeji-san! Aku merasa sepertinya darahku terpompa naik ke bagian kepala! Aku mau cuci muka dulu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Tu, tunggu dulu! Apa kau sudah menyerah? Aku baru melepas tali bra, dan kamu sudah bereaksi seperti itu...Bukankah tekadku yang sudah susah payah kulakukan ini akan berakhir sia-sia?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengabaikan suara Himeji-san di belakang dan langsung lari menuju kamar mandi. Disaat ia memasukkan tangannya ke dalam baju, bajunya terbuka dan menunjukkan sedikit bagian tubuhnya! Dan kerahnya! Kerahnya sangatlah terbuka sampai-sampai aku bisa melihat hampir semua bagian dadanya! Gawat nih—hm? Apa ini? Ja, Jangan bilang kalo ini adalah… ah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihisa-kun, jangan kabur! Aku belum melakukan apa-a—A, Akihisa-kun? Kenapa kamu malah berdarah tambah banyak!?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mengikutiku ke kamar mandi dan berteriak terkejut. Fu...fufu... bagus juga kau Himeji-san...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“bisa-bisanya kau akan mengira aku akan lari kesini dan memasang jebakan ini…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dekat kamar mandi ada pakaian dalam berwarna merah muda.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=220424</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Terakhir</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=220424"/>
		<updated>2013-01-17T04:14:53Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Soal Terakhir */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Soal Terakhir==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawablah pertanyaan dibawah ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penembak ulung sedang berdiri diatas pohon dengan posisi sama tingginya dengan seekor monyet. Disaat peluru ditembakkan, ranting yang dipijak monyet patah, dan si monyet jatuh. Apa yang akan terjadi pada si monyet dan pelurunya ? Jika diperlukan, silahkan pergunakan nilai berikut untuk perhitungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak antara si Monyet dan penembak ulung adalah A. Ketinggian si Monyet diatas pohon adalah H, dan waktu untuk peluru sampai menjangkau ke ranting adalah t. Ketinggian dari peluru tersebut adalah h(i), dan Ketinggian dari si Monyet adalah h(j). Kecepatan dari peluru tersebut adalah v, tarikan gravitasi adalah g. Dimisalkan tidak ada tekanan udara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 228.jpg|400px]]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Himeji Mizuki&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(j)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=h(j) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pernyataan diatas, kita dapat menyimpulkan ketinggian si Monyet dan peluru adalah sama, jadi peluru akan tepat mengenai monyet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Orang biasanya beranggapan kalau peluru itu terlalu cepat dan tidak akan terpengaruh oleh gravitasi. Tapi faktanya, si Monyet jatuh ke tanah pada terminal velocity. Pada momen ini, ketinggian peluru dan ketinggian monyet tidak ada pengaruhnya dengan kecepatan V, tapi hanya terpengaruh pada gravitasi dan waktu t. Pak guru sengaja memberikan simbol yang tidak penting, tapi memang Himeji-san hebat, jawaban yang tepat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Sakamoto Yuuji&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
 [[image:BTS vol 08 229.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Peluru akan tepat mengenai kepala si Monyet dan otaknya akan keluar bagaikan buah pomegranate.&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Himeji-san di turnamen baseball Summoned Beast sepertinya memang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Yoshii Akihisa&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)t=(i)ta(i)[2]. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun yang ditembak itu bukan monyet, tetap akan sakit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sel, selamat datang, Akihisa-kun!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku membuka pintu rumahku, Himeji -san keluar dan menyambut dengan salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang berdiri di koridor, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang tampak cemas, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia… mengenakan baju yang bahkan lebih buka-bukaan daripada yang kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Er—m… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, Himeji-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“i, iya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rumor itu cuma salah paham, kamu mengerti kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, aku sudah salah paham, Akihisa-kun...aku minta maaf...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san kelihatannya sangat menyesal seraya menundukkan kepalanya padaku. Umm, sepertinya dia sudah mengerti bahwa rumor aneh antara aku dan Yuuji hanya sebuah rumor bohong belaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Trus, kenapa kamu berpakaian seperti ini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…I...Ini pakaian yang biasa aku kenakan sehari-hari.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo begitu, kenapa kau tidak bisa bicara dengan menatap ke wajahku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Himeji-san, coba ku perjelas lagi. Rumor-rumor itu hanyalah rumor ngawur, dan aku itu menyukai perempuan—kau sudah paham kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo udah paham, kamu nggak perlu lagi mengenakan pakaian-” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, makanya aku harus lebih melakukan ini padamu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mendadak makin bertekad. A, apa? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makanya, aku harus berpakaian sepetrti ini, karena—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Akihisa-kun menyukai perempuan dan lagi nggak terlihat tertarik denganku kemarin.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Apa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa maksud yang dia katakan? Otakku nggak bisa mengerti perkembangan dari percakapan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, mungkin…maksudnya, aku bilang kalo aku menyukai perempuan, tapi kemarin aku nggak bereaksi apa-apa pada Himeji-san yang berpakaian buka-bukaan, dan harga dirinya sebagai perempuan merasa terjatuh, begitukah? Nggak nggak nggak! Ini sudah pasti salah paham! Tentu saja aku tertarik pada Himeji-san yang berpakaian buka-bukaan. Hanya saja aku mengerahkan kekuatan rohani untuk menahan napsu birahi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku sudah terlanjur bilang! Ini adalah pertempuran yang tidak mungkin aku akan mundur!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berkata begitu sambil mendorong badannya ke arahku. Tu, tu, tunggu dulu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Te, tetetete tenang dulu, Himeji-san! Ini nggak baik buat kesehatan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu ini nggak baik! Tapi aku nggak akan mungkin mundur sekarang karena keadaan sudah terlanjur seperti ini!”&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=220423</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Terakhir</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=220423"/>
		<updated>2013-01-17T04:13:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Soal Terakhir==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawablah pertanyaan dibawah ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penembak ulung sedang berdiri diatas pohon dengan posisi sama tingginya dengan seekor monyet. Disaat peluru ditembakkan, ranting yang dipijak monyet patah, dan si monyet jatuh. Apa yang telah terjadi pada si monyet dan pelurunya ? Jika diperlukan, silahkan pergunakan nilai berikut untuk perhitungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak antara si Monyet dan penembak ulung adalah A. Ketinggian si Monyet diatas pohon adalah H, dan waktu untuk peluru sampai menjangkau ke ranting adalah t. Ketinggian dari peluru tersebut adalah h(i), dan Ketinggian dari si Monyet adalah h(j). Kecepatan dari peluru tersebut adalah v, tarikan gravitasi adalah g. Dimisalkan tidak ada tekanan udara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 228.jpg|400px]]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Himeji Mizuki&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(j)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=h(j) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pernyataan diatas, kita dapat menyimpulkan ketinggian si Monyet dan peluru adalah sama, jadi peluru akan tepat mengenai monyet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Orang biasanya beranggapan kalau peluru itu terlalu cepat dan tidak akan terpengaruh oleh gravitasi. Tapi faktanya, si Monyet jatuh ke tanah pada terminal velocity. Pada momen ini, ketinggian peluru dan ketinggian monyet tidak ada pengaruhnya dengan kecepatan V, tapi hanya terpengaruh pada gravitasi dan waktu t. Pak guru sengaja memberikan simbol yang tidak penting, tapi memang Himeji-san hebat, jawaban yang tepat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Sakamoto Yuuji&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
 [[image:BTS vol 08 229.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Peluru akan tepat mengenai kepala si Monyet dan otaknya akan keluar bagaikan buah pomegranate.&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Himeji-san di turnamen baseball Summoned Beast sepertinya memang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban dari Yoshii Akihisa&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)t=(i)ta(i)[2]. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Komentar dari Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun yang ditembak itu bukan monyet, tetap akan sakit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sel, selamat datang, Akihisa-kun!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku membuka pintu rumahku, Himeji -san keluar dan menyambut dengan salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang berdiri di koridor, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang tampak cemas, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia… mengenakan baju yang bahkan lebih buka-bukaan daripada yang kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Er—m… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, Himeji-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“i, iya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rumor itu cuma salah paham, kamu mengerti kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, aku sudah salah paham, Akihisa-kun...aku minta maaf...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san kelihatannya sangat menyesal seraya menundukkan kepalanya padaku. Umm, sepertinya dia sudah mengerti bahwa rumor aneh antara aku dan Yuuji hanya sebuah rumor bohong belaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Trus, kenapa kamu berpakaian seperti ini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…I...Ini pakaian yang biasa aku kenakan sehari-hari.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo begitu, kenapa kau tidak bisa bicara dengan menatap ke wajahku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Himeji-san, coba ku perjelas lagi. Rumor-rumor itu hanyalah rumor ngawur, dan aku itu menyukai perempuan—kau sudah paham kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo udah paham, kamu nggak perlu lagi mengenakan pakaian-” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, makanya aku harus lebih melakukan ini padamu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mendadak makin bertekad. A, apa? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makanya, aku harus berpakaian sepetrti ini, karena—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Akihisa-kun menyukai perempuan dan lagi nggak terlihat tertarik denganku kemarin.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Apa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa maksud yang dia katakan? Otakku nggak bisa mengerti perkembangan dari percakapan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, mungkin…maksudnya, aku bilang kalo aku menyukai perempuan, tapi kemarin aku nggak bereaksi apa-apa pada Himeji-san yang berpakaian buka-bukaan, dan harga dirinya sebagai perempuan merasa terjatuh, begitukah? Nggak nggak nggak! Ini sudah pasti salah paham! Tentu saja aku tertarik pada Himeji-san yang berpakaian buka-bukaan. Hanya saja aku mengerahkan kekuatan rohani untuk menahan napsu birahi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku sudah terlanjur bilang! Ini adalah pertempuran yang tidak mungkin aku akan mundur!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berkata begitu sambil mendorong badannya ke arahku. Tu, tu, tunggu dulu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Te, tetetete tenang dulu, Himeji-san! Ini nggak baik buat kesehatan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu ini nggak baik! Tapi aku nggak akan mungkin mundur sekarang karena keadaan sudah terlanjur seperti ini!”&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=220418</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia):Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=220418"/>
		<updated>2013-01-17T04:00:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Volume 8 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Standar prosedur bila ingin daftar translasi di sini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Slogannya adalah &amp;quot;Bila kau daftar duluan, kau berhak untuk menerbitkan terjemahannya di sini&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Slogan Baru &amp;quot;Jikalau anda ingin melanjutkan terjemahan milik seseorang yang tanggal terakhir last modifiednya 3 bulan lalu, sikat aja dah! XD&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang tidak ada &#039;paksaan&#039; untuk menyelesaikan sebuah chapter ketika telah daftar, tapi dimohon apabila anda berniat mundur, silahkan beritahu di halaman ini jika anda ingin mundur agar bisa diteruskan oleh yang lain. Contoh :&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:simbadda|Anas Urbaningrum]] &#039;&#039;&#039;mundur&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1=== &lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:simbadda|Simbadda]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua - [[user:simbadda|Simbadda]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - [[user:simbadda|Simbadda]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Keempat - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Keenam - yurihime&lt;br /&gt;
::* Soal Ketujuh - [[user:altux|Altux]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kedelapan - [[user:altux|Altux]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kesembilan - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Translator dan Referensi - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[User:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]] - &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua -   [[User:Razor_127|Razor_127]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga -   [[user:kejargantengin|kejargantengin]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Keempat -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Soal Keenam -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Soal Ketujuh -   [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Translator dan Referensi -   [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Keempat - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Keenam - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Ketujuh - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~ - [[user:MataLoro|MataLoro]] &lt;br /&gt;
::*Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F - [[user:Xbypass|Xbypass]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta - [[user:Razor_127|Razor_127]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands - [[user:anovocainriddle|anovocainriddle]]&lt;br /&gt;
::*Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou - [[user:anovocainriddle|anovocainriddle]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang - [[user:anovocainriddle|anovocainriddle]]&lt;br /&gt;
::*Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi - [[user:Xbypass|Xbypass]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya - [[user:anovocainriddle|anovocainriddle]]&lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5=== &lt;br /&gt;
::*Soal Pertama - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Kedua - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Ketiga - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Keempat - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Kelima - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Keenam - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Ketujuh - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Terakhir - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:Bryanjava|Bryanjava]] - &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua - [[user:Bryanjava|Bryanjava]] - &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - [[user:Tracker_725|Tracker_725]] &lt;br /&gt;
::* Soal Keempat - [[user:Bryanjava|Bryanjava]] - &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima - [[user:IndoPr0|IndoPr0]]&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir - [[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Kedua&amp;diff=220409</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Kedua</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Kedua&amp;diff=220409"/>
		<updated>2013-01-17T03:22:31Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* PERTANYAAN KEDUA */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===PERTANYAAN KEDUA===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Sebutkan 4 tragedi diantara karya-karya terkenal dari Shakespeare!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Himeji Mizuki&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;1. Hamlet, 2. King Lear, 3.Othello, 4. Macbeth.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tanggapan Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat Sekali. Shakespeare mempunyai banyak karya terkenal seperti &#039;Romeo dan Juliet&#039; dan &#039;Merchant of Vanice&#039;, dan 4 yang tadi kamu jawab terkenal dengan sebutan &#039;4 tragedi&#039;&#039;. Walaupun Romeo dan Juliet adalah karya yang paling terkenal, kamu setidaknya harus kenal juga tentang 4 tragedi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Yoshii Akihisa&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;1. Hamlet, 2. King Lear, 3. Romeo dan Juliet, 4. Pernikahan Ayahku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 031.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tanggapan Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang Ayahmu diperlakukan bagaimana kalau di rumah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Tsuchiya Kouta&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;1. Dompet ilang, 2. Kehabisan Kamera Film, 3. Mata kelilipan debu tepat disaat sedang mangambil foto, 4. Hard Disk Rusak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tanggapan Guru.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika yang nomor 4 itu terjadi, mungkin Pak Guru juga akan nangis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fuwaaa... Kenapa ya kalo pas pagi hari aku selalu merasa ngantuk...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan gitu donk, Akihisa-kun. Kamu harus tidur dengan cukup kalau nggak mau kesehatanmu terganggu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Walaupun kamu berkata seperti itu, buku yang semalam kubaca sangat menarik sekali, jadi apapun yang terjadi—fuuwaa~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... Akihisa-kun, dasimu tidak rapi&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Masa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung merapikan dasiku. Nah sekarang udah beres kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sekarang kerahnya kebuka... coba deh kamu berbalik dan menghadap kemari sebentar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh, kamu gak perlu repot-repot khawatirkan hal seperti ini&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak boleh. Kalo kamu nggak bisa memakai baju dengan rapi, Pak Guru Nishimura bakalan marah sama kamu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah  berkata seperti itu, Himeji-san membalikkan badannya ke hadapanku dan mulai merapikan dasi juga seragamku. Uu, uuu... Entah kenapa aku merasa sedikit malu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm... Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, kamu denger nggak sih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Ah, iya!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau kenapa? Mukamu memerah&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eng.. Nggak kenapa-kenapa. Cuma... sedikit aneh....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, ternyata bukan cuma aku saja yang malu. Perlakuan merapikan dasi seperti ini layaknya perlakuan suami dan istri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...Ah iya, Akihisa-kun. Apa kamu membawa sapu tangan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengganti suasana, Himeji-san mengganti topik pembicaraan. Coba ku lihat sebentar... Sapu tangan, sapu tangan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Aku lupa bawa&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seingatku juga aku nggak punya kebiasaan menaruh sapu tanganku ke dalam tas, ATAU bisa dibilang, memang aku biasanya sama sekali nggak pernah bawa sapu tangan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kalau begitu, kau bisa gunakan punyaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar bahwa aku nggak bawa sapu tangan, Himeji-san langsung mengeluarkan sapu tangan dari dalam tas dan memberikannya padaku. Apa dia mau meminjamkannya padaku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, nggak usah. nggak apa-apa kalo aku nggak punya sapu tangan. Dan juga, Himeji-san, kalo kamu meminjamkan ini padaku, kamu malah jadi nggak punya sapu tangan kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak apa-apa kok. Aku bawa sapu  tangan yang lain&amp;quot;&lt;br /&gt;
kata Himeji-san sambil mengeluarkan sapu tangannya yang lain dari saku. Wow dia benar-benar sudah siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu, nurut apa kata Himeji-san deh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
setelah itu, aku menerima niat baiknya dan meminta sapu tangan dari tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini, laki-laki harus memperhatikan hal-hal kecil seperti ini, kalau tidak kamu nggak akan &#039;&#039;populer&#039;&#039; diantara para gadis—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah kenapa, Himeji-san langsung membisu. Dia tidak memberikan sapu tangannya padaku, tapi menggenggam erat sapu tangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Di pikir-pikir... nggak apa-apa deh kalo nggak punya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu, Himeji-san cepat-cepat mengantongi sapu tangannya kembali ke dalam saku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bener-bener nggak ngerti apa yang dia omongin barusan, tapi mengingat bahwa aku bisa berbincang dengan Himeji-san yang gembira, aku juga jadi ikutan gembira&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—dan sampai sekarang, semua itu adalah satu-satunya kegembiraan yang aku alami di pagi yang cerah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;dan mulai sekarang, kita akan mulai interogasi dengan terdakwa Yoshii Akihisa&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
5 menit kemudian, aku sudah jadi tawanan para FFF.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Aku diculik secara paksa dari sisi Himeji-san yang kebingungan, dalam keadaan badanku semua terikat dan akhirnya dibanting ke lantai tatami kelas 2F.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Yoshii Akihisa, ada kata-kata terakhir?&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku cuma ketemu Himeji-san di tengah jalan saat lagi berangkat sekolah! Aku nggak melakukan kesalahan apapun... aku minta keringanan hukuman!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah mendengar kata-kata ku, presiden FFF terlihat mempertimbangkan keputusannya. walaupun FFF menindak keras semua cowok yang berinteraksi dengan cewek, kalo cuma sekedar kebetulan ketemu dijalan pas lagi berangkat sekolah, bukannya terlalu berlebihan kalo aku harus dihukum? Kalo cuma begini aja cemburu gak bakal selesai-selesai masalah! Jangan bilang kalo mereka udah dibutakan rasa cemburu sama hal sepele kayak begini?! Palingan mereka akan mengirim 5 anggotanya untuk mencubit tanganku— &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;— Kalau bgitu, 10 anggota masing-masing akan memberi tendangan melompat ke Yoshii Akihisa&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kayaknya kecemburuan mereka udah lebih dari apa yang bisa aku bayangkan!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Tu, tunggu! Bukannya hukuman ini terlalu berat? Kalau kalian menghukumku begini, apa yang akan dilakukan jika kejadian sama menimpa diri mu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sang presiden pun membisu kembali. Dia pasti sadar akan kemungkinan &#039;kejadian yang sama denganku akan terjadi juga pada mereka&#039; &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Presiden, kurasa yang dikatakan tersangka ada benarnya juga&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita ini bukan setan yang tidak punya belas kasihan. Untuk kejadian selevel ini, kupikir kita bisa menutup mata dan memaafkannya&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin suatu hari, kejadian beruntung seperti berjalan berangkat sekolah bareng cewek mungkin akan kita alami juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan juga, aku bakalan dihukum tiap hari dong cuma gara-gara ngelirik-lirik cewek&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Para anggota mulai berdiskusi kembali. Sepertinya pernyataan tentang &#039;kejadian yang sama mungkin akan terjadi padamu&#039; punya efek yang besar juga.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;untuk kasus ini, kita akan memberikan hukuman khusus yaitu menyentil perlahan ke arah dahi oleh sang presiden&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Disaat aku sedang menarik nafas lega karena pengurangan hukuman yang sangat besar— &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Mohon tunggu sebentar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Himeji-san datang tiba-tiba masuk ke kelas. Hm? Ada apa ini? Apa Himeji-san lari ke kelas karena ia khawatir padaku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun nggak melakukan kesalahan apapun!—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat Himeji-san mukanya memerah sambil berusaha keras menjelaskan kepada semua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Akulah yang memaksanya hari ini untuk menemaniku berangkat ke sekolah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;20 anggota masing-masing akan melakukan teknik German Suplexes&amp;lt;ref&amp;gt;German Suplex adalah salah satu teknik Pro Wrestling yang membanting kepala lawannya ke lantai.&amp;lt;/ref&amp;gt; pada terdakwa. Hakim, apa ada keberatan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;TIDAK ADA!!!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa-apaan ini? apa yang dikatakan Himeji-san malah merubah hukumanku yang tadinya sentil pelahan ke jidat menjadi German Suplexes, dan jumlahnya bertambah dari 1 jadi 20! Saking drastisnya sampai aku tidak bisa berkata apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hi, Himeji-san, aku berterimakasih kalau kau membelaku, tapi apa yang tadi barusan kamu katakan malah menyebabkan efek yang berlawanan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tapi, maksud egoisku merapikan kerah Akihisa-kun dan sengaja membuat tangan kita bersentuhan! Akihisa-kun tidak melakukan apa-apa, ini bukan salah Akihisa-kun...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;ANGKAT TATAMI!! LANGSUNG BANTING KEPALANYA KE LANTAI!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;SIAP! TATAMI SUDAH DIANGKAT!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;KITA BISA TARUH PAKU BIAR TAMBAH MAKNYOS!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;AKU JUGA SUDAH SIAPKAN BEBERAPA PANCANG BESI!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sialan! mereka lagi berencana untuk menguburku hidup-hidup! kalau aku tidak segera menjelaskannya maka... Oh iya! Aku hanya perlu meyakinkan mereka kalau kejadian ini bukanlah apa-apa! Dan juga menjelaskan pada mereka kalau ini adalah sesuatu yang sepele di kehidupan sehari-hari—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semuanya, harap tenang!! Kalau kalian menghukumku hanya karena kejadian ini, bagaimana dengan Yuuji? Bukannya kau sering lihat dia datang ke sekolah bareng Kirishima-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu, kita hukum juga si Sakamoto Yuuji!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maafkan daku Yuuji, sepertinya kata-kataku membuatmu dapat hukuman juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung meminta maaf pada teman brengsek ku yang satu ini dalam hati sambil mendoakannya. Dan pada saat yang sama, CRAK, pintu depan kelas terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pagi all~fuwaaa... ngantuk banget nih ane&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, Yuuji, kenapa kau malah nongol di saat seperti ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Akihisa? Kenapa u? Ketangkep FFF lagi? Sepertinya pagi ini adalah pagi yang berat buat-&#039;&#039;&#039;OI KENAPA KALIAN SEMUA MENGENDAP-ENDAP KE BELAKANG DAN MELINTIR TANGANKUU!!?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji, yang terlihat ngantuk saat masuk kelas, pinggangnya langsung diserobot dari belakang oleh tangan-tangan kuat para FFF.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, bisakah kau menghadap dan melihat ke arahku sebentar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Ah, Baiklah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mencoba mengalihkan pandangan juga perhatian Himeji-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sudut kelas, tubuh Yuuji terbang dengan indahnya di atas udara, dan pada saat yang sama, &#039;THOMP&#039;, &#039;THOMP&#039;, &#039;THOMP&#039;, suara benturan benda tumpul bisa didengar. Itu baru terhitung 3 kali...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat Pagi-ASTAGHFIRULLAH!! &#039;&#039;&#039;MUKA YUUJI YANG BERSIMBAH DARAH KEBANTING KE LANTAI!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah 17 kali?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN!? CEPAT KEMBALI KE TEMPAT DUDUK KALIAN MASING-MASING!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah suara keras yang ke-18 kalinya menggema, kedatangan Ironman akhirnya menenangkan semua keributan, Ah, tadi bahaya sekali, 2 kali lagi kepala Yuuji dibanting, giliran berikutnya adalah kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan, pagi ini sial abis!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah jam pelajaran pagi hari selesai, istirahat siang pun dimulai, Yuuji akhirnya sudah kembali siuman, ia sedang duduk tepat berada di depanku sambil menyiapkan bento.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Walaupun sudah biasa, tapi di pagi hari harus melihat eksekusi seperti tadi sangat tidak baik buat kesehatan jiwa...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang berkata tadi tidak lain tidak bukan adalah cewek bishoujo&amp;lt;ref&amp;gt;Bishoujo = Sebutan Jepang buat cewek cantik&amp;lt;/ref&amp;gt; yang sedang berjalan membawa bento&amp;lt;ref&amp;gt;Bento = kotak bekal makanan khas jepang&amp;lt;/ref&amp;gt;— yaitu Hideyoshi. Dia memiliki rambut halus mulus dan mata lebar yang manis. Hideyoshi sendiri sudah sangat lucu, tapi sejak tahun kedua dimulai, aku mulai merasa bahwa Hideyoshi tampak makin manis. Apakah ini yang disebut masa muda? Apa karena Hideyoshi sedang memiliki seseorang yang dia suka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kebahagiaan orang lain sama seperti racun dunia. Itu adalah tradisi FFF.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, sesosok makhluk yang diam-diam menghampiri kami sambil membawa bola nasi hasil beli dari toko swalayan adalah Tsuchiya Kouta, biasa dipanggil Muttsurini, salah seorang teman sekelasku yang pendek dan berhawa pendiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aneh? Bukannya kau ikut ambil bagian dari eksekusi tadi pagi, Muttsurini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... aku tadi pagi lagi menginvestigasi beberapa hal.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak disangka diantara teman sendiri ternyata ada seorang algojo dan sekaligus juga tersangka. Aku merasa ini sedikit aneh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Bukannya pepatah mengatakan &#039;musuh kemarin adalah teman hari ini&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, Maksudku, cara kalian gonta-ganti status antara teman dan musuh itu bener-bener bukan main.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut pengalamanku, kami adalah 90% musuh diwaktu biasa, dan 10% diwaktu bahaya kritis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siapa suruh kalian semua selalu melakukan hal yang sama berulang-ulang kali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kukira di kelas 2 ini aku akan mendapatkan kelas yang damai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami mengibaskan kuncirnya sambil berjalan kemari, dan Himeji mengikuti dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menggabungkan beberapa meja, kami berenam mulai makan siang seperti biasanya. Pemandangan yang mulai umum akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Aki, kamu membawa bento hari ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami bertanya saat aku lagi membuka bento.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tumben Akihisa bawa bento sendiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya, kemarin banyak makanan yang tersisa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarin aku nggak sengaja masak terlalu banyak. Untung saja, semua adalah makanan yang tetap enak dimakan saat dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu, ayo lakukan yang &amp;quot;seperti biasanya&amp;quot; lagi.. Gunting, Kertas...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;BATU!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muttsurini mebgeluarkan kertas, sedangkan yang lain gunting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Uu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wah tumben-tumbenan nih satu ronde langsung menang. Aku pesan Teh Oolong.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo aku Teh Hijau.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ingin Lemon Soda.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku Teh Susu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong, bantu aku belikan Teh Merah bebas gula.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua mengeluarkan uang 100 Yen dan mengopernya pada Muttsurini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... aku pergi dulu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengumpulkan uangnya Muttsurini lari sendirian ke Klub Koperasi membeli minuman untuk semua orang. Penalti Game untuk menjadi pesuruh ini sedang ngetren dimainkan saat istirahat siang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah~ laper nih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji membuka bento yang ia bawa, yang lainnya pun ikut-ikutan membuka semua bentonya diatas meja. Ini adalah peraturan dasar untuk tidak usah menunggu si pesuruh kembali untuk memulai makan siang. Kalau tidak, kami semua akan merasa nyangur dan akhirnya kelaparan karena menahan nafsu makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa, bento mu kelihatannya enak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau juga, Yuuji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarang-jarang aku dan Yuuji membawa bento sendiri-sendiri, makanya aku ingin membandingkan miliknya dengan punyaku. Lauk Yuuji yang daging teriyaki... kelihatannya enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu tuna... tuna goreng jahe? bagus juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar suara Yuuji datang dari samping. Sepertinya dia sudah mengunci targetnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, Akihisa, ayo kita tukeran.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ok, apa yang kamu mau, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mau tuna goreng punyamu. Kalau kau?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mau daging teriyaki punyamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, setuju.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yap. Nih ambil tuna goreng.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, tuh daging teriyakinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MASUK--- Tangkai buah tomat (tertutup saus teriyaki)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KELUAR--- sayur kol (rasa jahe)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;LU NGAJAK BERANTEM!!!???&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;GW BALIKIN KATA-KATA TADI KE ELU, NYET!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berdua mencengkeram kerah baju satu sama lain. Orang ini sungguh picik! Bisakah dia membiarkan ku menang sesekali?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dasar anak kecil...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat aku dan Yuuji saling mencengkeram kerah baju, Hideyoshi hanya bisa menghela nafasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak. Kau salah paham, Hideyoshi. Aku ini sudah dewasa, sedangkan Yuuji adalah sampah masyarakat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hideyoshi, jangan bandingkan aku dengan Akihisa. Itu orang otaknya setara sama otak anak SD!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;!&amp;quot;&amp;quot; (Saling melototin satu sama lain)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalian sama dengan anak kecil dalam kasus ini... ampun deh dj....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi menghela nafas dan kemudian mulai menggunakan sumpitnya— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sip, kalo begini bagaimana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;AH!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku dan Yuuji sedang memaki dan mencengkeram satu sama lain, Hideyoshi sudah menukar makanan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja, aku minta bagian juga&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Hideyoshi sambil menggerakkan sumpitnya dan menukar daging goreng miliknya. Sekarang makananku terlihat lebih berveriasi dan menambah nafsu makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat deh. Karena Hideyoshi bilang begitu, aku maafkan kesalahanmu kali ini, dasar Yuuji kampret.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Harusnya aku yang berkata seperti itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku langsung melepaskan kerah Yuuji. Daripada melakukan hal yang bodoh dan tidak berguna, mendingan aku mulai makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bener-bener deh... Bisa nggak sih kalian makan dengan tenang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau ada orang yang bikinin bento buatku sih, tentu saja aku diam dan hanya akan makan jatahku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo nyiapin bento sendiri nggak ada bumbu surprisenya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo gitu bukannya harusnya kalian tukeran aja dari awal...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang kalau aku dan Yuuji membawa bento sendiri, normal-nya akan kami buat sendiri. Memang bagus bisa membuat dan memilih makanan sendiri untuk dimasukkan ke dalam bento namun saat membuka bento untuk dimakan pasti tidak ada rasa terkejut karena sudah tau apa yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan lain, niat sebenarnya bertukar makanan secara fair play tidak pernah ada. Karena jika itu terjadi, kami tidak bisa menaikkan porsi bento yang kami punya. Jangan meremehkan perut anak SMA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mizuki, apa yang kau bawa untuk ditukar hari ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... Iya juga. Ayo bertukar sedikit...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un. kalo begitu silakan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ambillah&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan melihat keributan kami, para cewek sepertinya ingin ikut-ikutan juga. Himeji-san dan Minami ingin mencoba keseruannya dengan menukar makanan sambil menyerahkan kotak bento-nya satu sama lain. Kalau cewek yang melakukannya sepertinya menjadi lebih tenang. Dan ini sebuah pemandangan yang indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Heh. Laukmu sepertinya bagus.. Ini... Tuna? Tuna goreng jahe?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha? Tuna goreng jahe?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;ACK!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku keselek&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SI, SIIIIALLL! Aku lupa aku menyiapkan bekal untuk Himeji-san juga, jadi bekalnya sama denganku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ke... Kebetulan sekali, Himeji-san! Kemaren kamu nonton program &#039;simple cooking&#039; kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detik selanjutnya aku langsung ngungkit-ungkit program TV. Tolonglah Himeji-san! Ikuti saja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Akihisa-kun? Kau lupa? Yang menyiapkan bento kan kam—UU!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, ayo pergi dulu ke suatu tempat dimana kita bisa bicara!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlalu Naif!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membekap Himeji-san dengan panik. Sedikit demi sedikit aku mulai menyadari kalau terkadang Himeji-san benar benar lemot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kau tidak boleh ngasih tau mereka, Himeji-san! Kalau kau kasih tau, mereka akan tau kita tinggal bersama!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(eh? mereka nggak boleh tahu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(SAMA SEKALI TIDAK! Orang lain tidak ada yang boleh tau!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini semua demi reputasi Himeji-san, dan juga hidupku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ah... benar juga, nggak bagus kalo satu sekolah tau kita tinggal bareng.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Benar! benar! bagus kau bisa ngerti!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(okedeh. berarti ini rahasia kecil kita!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mengatupkan tangan kecilnya di depan dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi aku baru sadar bahwa sebelumnya aku belum membicarakan untuk menyembunyikan rahasia ini sebelumnya. Tapi bahkan dia belum kepikiran sama sekali. Mungkin ada hubungannya dengan dia menjadi naif, mungkin juga karena dia mirip mama-nya. Yang sepertinya juga telmi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Akihisa-kun, ayo usaha sembunyiin rahasia ini!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yap)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapat persetujuan dengan Himeji-san, kami kembali ke tempat duduk kami. Mulai sekarang rahasia ini harus dijaga seketat ketatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa-apaan Akihisa? Kau buatin Himeji-san Bento?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi serangan pertama itu menggetarkanku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... Nggak.. itu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah saat saat dimana Yuuji bisa nebak antara kebohongan, juga ada Hideyoshi disebelahnya...&lt;br /&gt;
saat baru kupikirkan−&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa sih kan dia cuma bantu ngabisin Deluxe Seafood yang kau menangkan, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu banyak banget&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Hideyoshi dan Yuuji nggak peduli amat. aneh ya, mungkin aku bisa ngeles.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kau pasti bilang ke Himeji seperti &#039;karena ada sisa mungkin ini untukmu sebagai rasa terima kasih&#039; sebelum memulangkannya kan? Pikiranmu lumayan cepat Akihisa.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku seharusnya melihatmu dari sudut pandang yang lain)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berbisik padaku. bagus deh kayaknya semua punya pengertian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya! Kita tidak menggunakan banyak bahan untuk Hotpot waktu itu kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Banyak yang terjadi saat itu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep. Hotpot biasa menjadi Hotpot kegelapan. Bahan bahan itu hanya dipake buat makanan dingin buatan Minami sama yang lain kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu enak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
aku ingat hidangan pemuka buatan Minami, Kudou-san dan Kirishima-san saat itu. Makanan Seafood Dingin, Tiram kukus dan Seafood Salad. semuanya enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohya, Minami, Buat saos seafood waktu itu−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat baru mau nanya Minami tentang saosnya−&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tampak kesal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa Minami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak. Nggak papa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bilang gitu tapi mukanya kesel. Hmm apa dia mau Bento juga? Kita udah coba makanannya terakhir kali, dan nggak ada respon. Juga aku hanya buat bento buat Himeji-san. Emang nggak adil buat Minami kayaknya. Kalo gitu−&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo mau lain kali kubuatin Bento deh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;BENERAN!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya bisa sih buat dibagi ke 3-4 orang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bodo amat mau masak segimana juga. Kalo masalah ini bisa selesai cuma dengan buatin bento... Ambil yang mudah aja. bukan masalah besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke oke! jadi buat saosnya jangan kasih [http://en.wikipedia.org/wiki/Balsamic_vinegar Aceto Balsamico] kebanyakan. Juga−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Balsamic Vinegar, ya? Harus diberi [http://id.wikipedia.org/wiki/Pestisida Pestisida] Suling atau [http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_Asetat Asam Asetat]?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disampingku Himeji-san membicarakan sesuatu yang mengerikan. Kalo mau nyiapin makanan seafood dingin lain kali aku harus hati hati. Sekali lagi aku mengecek bahaya dari Himeji-san&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anyway... ayo makan dulu. Ini pertama kali aku membuat Tuna Goreng Jahe. tapi ternyata masih enak walau sudah dingin. Memang kayaknya ini pas buat dijadikan Bento.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Yo!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saat semua sedang makan sambil ngobrol, Muttsurini balik dengan tangan penuh dengan makanan dan minuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lama banget. Segitu ramenya apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji nanya sambil ngambil Oolong tea pesenannya. Emang lumayan lama hari ini, bahkan untuk Muttsurini yang gampang nyempil. Agak aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ada yang ngajak diskusi pas beli minuman&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Diskusi−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa? Baru mau kutanya tiba tiba seseorang muncul&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak papa, Tsuchiya-kun. Aku bakal ngomong langsung.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya rambut sebahu, dan tatapan dingin. melipat tangan di depannya sambil melihat kami yang sedang duduk di Tatami. Orangnya itu−&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hai semua anak anak Kelas F!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tamu yang nggak terpikirkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang datang itu Ketua Kelas C; Koyama-san. sama kayak yang Yuuji bilang: Tamu yang tak terpikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi yang diskusi sama Muttsurini tadi itu−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep. tadi itu aku. tapi tadi aku sebenernya cuma ketemu didepan Teamwork Club terus tadi cuma tanya tanya dikit&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kayaknya dia mau tau rencana kelas F buat perang Syoukanjuu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rencana kelas kita..?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep. Maintenance Sistem kayaknya sudah selesai. 2 hari kemudian kita mau ngadain perang. Kelas F mau ada rencana apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di semester 2 ini, Summoning Battle bisa dilakukan setelah maintenance karena perubahan peralatan dan situasi lain. (Ada alasannya katanya mereka pingin ngganti Gear para Syoukanjuu-nya). tapi Perang Summon yang ketunda akan di-restart 2 hari kemudian. Tujuan kelas F pastilah balas dendam atas kekalahan di Semester 1.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi walaupun gitu, Nggak terduga juga Koyama-san bakal nyamperin ke kelas F, Kelas terparah satu sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lu kayaknya berjaga jaga bener...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji bilang dengan nada ngejek&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bener deh. Kalian kelas F yang udah bikin kerusuhan diantara kelas 2 di semester 1 ya pastilah kita bakal hati hati&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san ngacangin ejekan Yuuji dan senyum dengan santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cukup kayak penilaian buat kita. Tapi beneran bisa? Di jangka waktu kedua, kelas C kan udah dapet fasilitas yang biasa, tapi kalian malah mikirin tentang perang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji bilang dengan nada protes&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
salah satu peraturan perang ini itu kalo dalam satu perang suatu kelas bertukar fasilitas karena kekalahan, di jangka waktu selanjutnya akan di reset. buat kelas atas yang kalah sih memang di reset, tapi kalo kelas bawah, kalah, dan fasilitasnya diperparah, di-resetnya malah di semester selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong kelas C kalah sama kelas A dan fasilitasnya diturunun jadi kelas D, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, fasilitas kelas C bakal balik lagi setelah jangka waktu kedua kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
untuk membuat penekanan buat peraturan ini, sebenernya tujuannya itu untuk  meningkatkan rasa antusias di perang syoukanjuu. maka dengan itu kelas kelas bawah bisa nyerang kelas atas tanpa banyak resiko JIKA penyerangannya dilakukan di akhir semester.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun pingin banget langsung perang begitu boleh, perbedaan poin kelas kita sangat beda banget, dan kalo dipikir dengan akal sehat, kita nggak bakal bisa perang segitu gampangnya. walau gitu juga kita udah buat keributan sejak pertama masuk sekolah. dan setelah beberapa perapihan sistem dan peristiwa lain, akhir semester satu agaknya lumayan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;apa maksudnya mulai perang? aku nggak pernah mikirin inisiatif pingin perang, cuma mau nanya apa rencana kelas F&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan kata lain kalo kita nggak mau jawab kamu nggak mau ngasih tau apa apa kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gitudeh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san ngasih senyum bangga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pingin nyari aliansi ya? tapi kayaknya nggak. mereka nggak bakal mulai buat perjanjian sembarangan. Kita akan bahas soal pergerakan kita, Kelas C juga akan bahas pergerakan mereka. Kalo nggak ngelewatin rencana mereka, gak akan ada masalah. tapi kalo rencana kita ngelewatin keharusan ngancurin mereka, maka kita harus mikirin rencana dari awal biar kita gak harus saling serang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo gitu kenapa nggak nanya Yuuji langsung?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa dia nanya Muttsurini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kalo aku nanya Sakamoto-kun, aku nggak perlu buat perjanjian. lebih baik kalo aku nggak ngasih informasi otomatis kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
menghadapi keraguanku, Koyama-san langsung jawab dengan jujur. bener bener dia banget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Em... Yuuji, Jadi gimana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Santai. Perjanjian ini kita terima&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Beneran? Makasih banget&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampang Koyama-san nunjukin kayak dia tau kalo Yuuji nggak bakal nolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita cuma harus ngasih tau rencana nyerang kelas apa kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak cukup. kita juga harus tau kapan kalian mau nyerangnya. kalo kita udah tau target kalian aku nggak perlu nanya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bener juga sih. Ultimate Target dari kelas F ya jelas kelas A. semua orang tau kok. bukan masalah banget kalo kita kasih tau siapa yang mau kita serang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tapi tampang Yuuji agak ragu pas Koyama-san nanya siapa yang ingin kita serang. Jangan bilang dia belom kepikiran detail-nya? nggak mirip dia banget kalo dia langsung nyuruh kita serang kelas A tanpa rencana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Buat kelas A, abis seminggu dibolehin buka perang−2 minggu terakhir kita serang. itu rencana gue&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hem... gitu ya..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aneh. kayaknya kita nggak perlu nunggu segitu lama. dengan kepribadian Yuuji kita harusnya akan nyerang langsung setelah dibuka. baru mau kutanya ke yuuji, dia memberikan lirikan tajam yang berkata &amp;quot;jangan banyak bacot&amp;quot;. Kayaknya perang intel udah mulai dari sekarang. kalo gitu biar kuserahkan ke Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo gitu target kalian siapa? Kalo kelas A juga berarti kita musuh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita nggak berambisi gitu. target kita mentok mentok kelas B. waktunya palingan sama kaya kalian. seminggu dua minggu setelah dibuka.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas C targetnya kelas B? Logis aja sih, mereka susah nentuin siapa yang menang sebelumnya. aku bisa ngerti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tapi bener baguskah? Aku ingat Nemoto-kun itu Koyama-san punya pa−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;GUE SEMBELEH LU KALO BERANI LANJUTIN!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
aku lupa pengalaman tak terlupakannya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku suka orang pintar. bukan yang hanya suka belajar aja&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bener. Nemoto emang bangsat&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;untuk mencapai kemenangan harus pakai taktik yang parah kan?... Aku lumayan suka itu... cuma aku udah muak sama cowok itu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san ketawa. Pikiran orang mikirnya dia suka orang yang hina. kayaknya semua orang mikir beda beda...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pasti paling telat kalo main suit sama yang lain&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa apaan? kau selalu kalah walopun telat! kau nggak se-beringas itu! aku selalu pura pura sakit perut pas disuruh ngepel!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;gak gak gak. gue yang paling biadab!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;nggak mungkin. aku yang paling beringas disini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Sebenernya aku punya sepupu seumuran, pernah kutanya tentang pacaran, terus dia ngenalin aku sama temen sekelasnya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;SSIIALLANN!!! GUE BUNUH LU!!&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tapi aku ingat dia belajar di sekolah khusus cowok&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...silakan ini jus jeruk&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kutraktir kau takoyaki pas pulang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Makasih cuy...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temen sekelas kami mulai ngomong ngomong tentang berapa biadabnya mereka. bener bener pengertian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohh. Jadi Koyama-san suka orang orang pintar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, Himeji-san. Aku suka orang pintar! khu khu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san memberikan senyuman yang kayaknya penting banget&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong, Sakamoto-kun kan pintar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(wusss... wusss... wusss...)!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi! jangan nancepin pisau lipat ke tatami! Serem tau!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temen sekelas kami masing masing nancepin pisau lipat bawaannya ke tatami disebelah mereka. kalo mereka lebih serius yang bolong bukan cuma tatami-nya. tapi badan Yuuji juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Btw... jadi satu-dua minggu ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama san ngomong dengan nada agak serius. Yuuji agak kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke deh. Makasih udah mau bagi bagi intel! target kelas kita beda kan, ayo berjuang bareng!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu Koyama-san melipat tangannya dan meninggalkan kelas F. Seenggaknya musuh yang harus diwaspadai udah berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kayaknya kelas lain udah nyiapin buat perang lagi&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;udah berapa lama sejak kita tukeran kelas. Fasilitas udah bagusan. nggak terlalu ngagetin, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
begitu perang summoning udah mulai, kaya riak air, efeknya akan nyebar diantara kelas 2. Entah efeknya akan lebih bagus atau apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong katanya Gear syoukanju kita udah dibagusin?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebelahku Minami memiringkan kepalanya. Iya juga ya, gimana Syoukanjuu kita sekarang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Perubahan peralatan... Harus kita cek biar kita bisa make-nya bener&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kayaknya sistem udah diperbaiki&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kita bisa manggil syoukanjuu kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;siapa yang mau manggil guru−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong ngomong kita butuh guru untuk men-summon syoukanjuu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin pas banget, kita ngeliat Wali Kelas kita: Dengan Panggilan &amp;quot;Ironman&amp;quot;−Nishimura-Sensei berjalan di koridor&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;apa boleh buat...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. waktu istirahat udah mau abis&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo gitu... Nishimura sensei!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ha? Yoshii, Sakamoto? ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu kupanggil, Ironman masuk ke kelas. Dia manyun agak kaya najis. sikapnya kaya bilang &#039;ada masalah kalo ngomong sama dia&#039;. Parah baget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf, Bolehkan &#039;nggak&#039; ngizinin &#039;nggak akan&#039; untuk manggil? &#039;ditolak&#039; larangan summoning war &#039;aku menolak&#039; sudah dihilangkan, &#039;menyerahlah&#039; jadi syoukanjuu-nya &#039;jangan memaksaku&#039;... oi! berapa kali bapak sudah menolak? saya cuma minta satu hal dan bapak menolak enam kali! pertama kalinya aku bisa dalam situasi ini! menyebalkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalian nggak pernah mendengarkan saya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dipikir pikir juga dia nggak mendengarkan dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya sudah bilang, syoukanjuu nggak bisa dipanggil sembarangan kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;walau gitu juga sih...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syoukanjuu-ku beda dengan yang lain. bisa menyentuh benda asli dan mempunyai kekuatan berkali kali dari manusia biasa. mungkin karena itu dia khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tenang saja, Sensei! sampai sekarang kami belum membuat masalah kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;saya ingat kalian harus menulis refleksi diri lebih dari 100 kali di jangka waktu pertama kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hemm... kira kira 1 per hari&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;cukup untuk membuat buku...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;berapa yang kalian sudah tulis?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji pasti menulis 99&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;lagipula kalau kalian memanggilku dengan &#039;sensei&#039; pasti ada yang nggak beres&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ironman memelototi kami dengan tampang curiga. Apa apaan nih. jadi kita salah panggilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tolonglah Sou-kun~ (BRAKK)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Beribu tolong, Souichi~ (BAKK)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;SIAPA YANG BILANG HARUS MENYEBUT NAMAKU LANGSUNG!?!?!?!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;TANGANKU!!!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru kami bilang itu tangan kami dipelintir dengan kekuatan bagaikan tang. kalau kita tak bisa memanggilnya demikian, KALAU BEGITU APA!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saat kami menggelinding di lantai sambil memegangi tangan, Minami dan Himeji-san menghampiri Ironman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak boleh-kah, Nishimira-Sensei? kami hanya ingin melihat perubahan peralatan saja, tidak macam macam!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Minami-chan benar! kami tak akan menggunakannya untuk jahil-jahilan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tidak... tapi..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;tolonglah, Nishimura-sensei!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;haah aku tak mengerti kenapa kalian ingin banget mengecek peralatan baru&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saat 2 murid model kelas kami yang meminta, sikap Ironman merendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke sekali lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kumohon, Tetsun−(BAKK!)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kami serahkan padamu Te-Chan! (BAKK!!)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini lengan kiri kami dipelintir. sial! bagaimana bisa ada orang se-keras kepala orang ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;benar benar deh kalian. kalau begitu cepatlah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;cepat apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku sibuk. kalau ingin memanggil cepatlah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ironman menghela napas. tapi akhirnya dia setuju&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagipula mau kutolak segimana juga kalian akan menggunakan Gelang Platinum Sakamoto. lebih baik sekarang kalian kuawasi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ooh jadi ada alasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kalau begitu kenapa tak diizinkan dari awal?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tanganku pun dipelintir... sakit tau&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau kuberikan izin secara langsung kalian pasti ngelunjak&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak lah!... mungkin sih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lupakan. setidaknya udah dapet izin&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;akhirnya kita bisa dapet apa yang diinginkan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(ngangguk)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;sudah kutunggu. gimana ya Syoukanjuu kita sekarang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;semoga bukan tembok lagi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;summon dan lihat saja, siap−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;SUMMON!!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berteriak. selanjutnya pola tertentu muncul disekitar kaki kami, dan syoukanjuu kami muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;waw. Armor yang bagus. Menakjubkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lance dan armor? Aku berubah menjadi Kesatria ya? bagus deh setidaknya aku tidak memakai talenan sebagai tameng. bagus!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi Yuuji! lihat! bajuku bertenun Naga!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;lihat Akihisa! Milikku Macan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Longsword dan mantel... jadi aku menjadi Shinsengumi. kelihatannya kuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku naik pangkat jadi Jonin&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hemm. jadi peralatan semuanya jadi lebih baik...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;TUNGGU!!!!!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yoshii, Sakamoto! kenapa sih ribut banget?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;INI NGGAK ADIL! KITA BERHAK PROTES!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ohya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;YA! Lihatlah perubahan Himeji-san!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;eh? Armorku semakin tebal, dan pedangku semakin panjang dan besar...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Minami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seragam Army-ku menjadi seragam Kesatria. dan  tombakku menjadi sebuah Lance&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu Hideyoshi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;pejuang Naginata-ku menjadi anggota Shinsengumi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Muttsurini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...naik pangkat jadi Jonin&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tapi Saya dan Yuuji,−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya ada gambar yang tergambar di seragam!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;ITU JAUH TERLALU ANEH!!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji berteriak dengan serempak. memang aneh, peralatan kami nggak jauh beda dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ohya tunggu Akihisa. Senjataku berubah&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Beneran?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Metal knuckle-ku berubah menjadi pemukul baseball&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ITU NGGAK BEDA JAUH!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
gimana juga aku pasti dapat peralatan yang miskin. ataukah ini kerjaan kepala sekolah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, puas &#039;kan? aku akan menutup izinnya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Summoning Field-nya menghilang, begitu pula syoukanjuu kami. sial aku tak bisa menerima ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Istirahat hampir selesai. jangan main main dan siapkan untuk pelajaran selanjutnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ironman pun pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aki dan Sakamoto sepertinya tidak dewasa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Shimada, jangan hubungin aku dengan si idiot itu! terlalu rendah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, Minami! Beda dengan otak Yuuji dan dadamu, aku juga tumbuh−(KRAK!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;KAU BILANG APA!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;AKU TAK BERKATA APAPUN!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa benar benar belum dewasa...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
aku memegangi tanganku yang dipelintir dan menahan sakitnya yang bertahan sampai jam pelajaran sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu berlalu dan ini sudah waktu pulang sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Udah berapa lama hal hal sepi lewat. Gimana kalo kita terima aja pulang telat gini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bawaan yang nggak berat-berat amat, Yuuji ngomong sendiri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;karena kita harus pulang telat karena PM terus&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari awal sekolah udah ngebolehin diadakannya PM yang ada hubungannya sama Summoning Battle. Kita harus belajar lagi, Juga ngambil beberapa ulangan untuk ngisi poin lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagian kan kalian juga yang madol terus makanya harus ikut PM terus terusan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak tau Minami ngomong apa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Harusnya kita bersukur kita bisa pulang sekolah dengan perasaan bebas&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kelihatannya waktu bebas kita juga bertambah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muttsurini dan Himeji-san ngomong dengan perasaan yang agak senang. Ngomong ngomong, Hideyoshi sedang ada aktifitas klub. Dia satu satunya diantara kami yang ikut aktifitas klub, jadi jarang dia bisa ikut pulang bareng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jarang bisa pulang cepet. Jalan jalan dulu yok&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji mengajukan usulan yang padahal kita nggak pernah buat rencana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan hari ini, aku mau ke supermarket beli makanan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Belanja? Bukannya hadiah seafood-nya masih banyak?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya sih cuma aku pingin daging. lagipula juga katanya daging sama telor lebih murah hari senin&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya ada 3 orang dirumah, seafood deluxe-nya udah hampir habis. kalau cuma aku dan kakak yang dirumah, bukan masalah besar sih, cuma sejak ada Himeji-san, aku harus lebih usaha dalam masak. Lagian aku udah makan seafood terus beberapa hari ini jadi aku pingin daging sekali kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohya? Kalo gitu aku juga mau daging deh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji yang mimpin masakan buat makan malam (dalam kasusnya, &#039;lagi&#039;) dia agak merenung saat ngomong itu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohya. Kau mau masak apa ntar malem?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm... apa ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak merepotkan. Walaupun aku bilang ingin memasak daging, sebenarnya aku tidak terlalu tau ingin masak apa. memang repot... Oh ya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, Kau mau makan apa nanti malam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? aku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berputar untuk menanya Himeji-san. Jarang dia bisa jadi tamu, tapi aku ingin dengar dia ingin makan apa, mungkin aku ada ide untuk apa yang dimasak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak ada yang kusuka atau tidak suka,.. tapi selain itu, kemarin kan Akihisa-kun sudah memasak jadi hari ini giliran—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak nggak nggak nggak nggak! Itu kerjaanku untuk masak! jangan terlalu khawatir!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cepat cepat aku ngeles sebelum dia bilang sesuatu yang jauh lebih bahaya. Masak itu bagianku. Nggak mungkin aku nyerahin kerjaan itu! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;...&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku membahas makan malam, Yuuji dan kawan kawan menatap kami dengan curiga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi, Akihisa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa nanya Himeji buat makan malam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;eh..?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi pertanyaannya, Aku dan Himeji-san secara nggak sadar ngeliat satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial! Aku lupa kalo secara gak sadar aku langsung ngoceh kalo kita tinggal bareng. Duh kenapa aku bisa bisanya mbuat kesalahan kecil gini!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ja.. Jadi coba kalem dulu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;itu...itu...itu...itu... karena &#039;itu&#039; kan, Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Y..Ya! Itu karena... eh, Akihisa-kun hanya ingin sebuah referensi untuk makan malam, bukan untukku kok!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;...&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar penjelasan Himeji-san, Kawanan mereka memelototi kami dengan tampang curiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;eh.. Ja... Jadi aku pergi ke supermarket dulu ya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku... Aku ada urusan, Maaf aku harus pergi, dah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum yang lain bertanya yang aneh aneh, kami langsung kabur. walaupun mereka nggak ngejar,pelototan mereka nyakitin banget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak... Nggak apa apa kan? kita nggak ketauan kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mung...Mungkin aman. kita tadi sudah menjelaskan dengan jelas kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
setelah berbelok di pojokan, aku dan Himeji-san saling tatap. susah menyembunyikan rahasia dari yang lain...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gimana kalau kau pulang duluan, Himeji-san? Aku akan kembali setelah selesai&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tidak. aku kana ikut. Kau sudah memperlakukanku dengan baik, kalau aku nggak ikut nanti aku nggak akan ngerasa enak&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi nggak bagus kalau ingin beli bahan bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gimana kalau kau tinggalkan saja urusan belanja dan masak padaku, kau bisa belajar saja&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke ayo belanja! Mau makan apa nanti malam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Akihisa-kun! tunggu aku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meminta Himeji-san memasak dan aku belajar. sebuah kasus terburuk. kalau sebaliknya sih nggak apa apa...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, kudengar hari ini terong sedang ada harga khusus?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membawa keranjang belanja dan masuk kedalam supermarket&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terong... Bagis, Kau suka terong?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya! Aku suka sekali!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san menjawab dengan senyum yang menyilaukan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang mulai masuk musim gugur dimana terong akan terasa enak banget. kalau lebih murah pasti kubeli. mungkin kugoreng atau kukukus. atau mungkin kugoreng dengan paprika hijau, potongan daging dan bumbu musiman. mungkin enak jika dikasih kecap jahe... Aku mulai ngiler saat memikirkannya. &amp;quot;Miso Yakitori juga enak. bisa dikukus dengan ayam...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagus juga. terong berkalori rendah dan juga menyehatkan.  lagipula ini musim gugur, musim terbaik untuk mendapatkan terong&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;benar&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
baru saja ingin membeli terong, seorang SPG berjalan lewat dan teriak dengan semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;DISINI! BARANG MURAH DAN SEHAT DISINI!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
suara misterius ini kedengaran tak asing... orang ini orang asing ya..?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saat aku dan Himeji-san melebarkan mata kamu, SPG itu tetap teriak teriak didepan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;SAYUR SEKARANG SANGAT BERHARGA! TERUTAMA INI—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tiba tiba dia berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
matanya tertuju pada terong yang dipegangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;TERUTAMA INI! Eh namanya apa ya... Eh... BENDA YANG MIRIP PENTUNGAN UNGU INI! ENAK SEKALI!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang itu nggak tau terong ya...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;MANIS DAN PENUH MADU, MANIS DAN ENAK!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa terongnya? ada apa didalamnya!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohh, pasangan baru nikah disana! bagaimana dengan benda ungu ini? kau mau?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mungkin karena kami terlalu bingung dengannya dia berpikir kami tertarik sehingga dia langsung menjajakannya pada kami. sial orang ini nggak normal dari segi manapun. lebih baik kita kabur sebelum ada masalah lain...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ki...Kita dibilang baru nikah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san tersipu disebelahku dengan tampang imutnya. dan tidak punya keinginan kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong ngomong dia kan perempuan ya... jadi lemah dengan kata &#039;pengantin&#039; ataupun &#039;baru nikah&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lihatlah! Bagaimana dengan pentungan ungu ini, nak? Matang dan manis!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf kalau bisa jangan beri yang manis dan matang itu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kelembutan dan bau manis yang nggak natural itu karena dalamnya busuk kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;nggak nggak... jangan terlalu baik sama saya, nak. bagian manis pentungan ini yang paling enak.dan eh... ada label &#039;Produksi Lokal&#039; kan? Banyak kalori dan nggak ada apa apa sama nutrisi, jadi—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SPG biadab ini  kayaknya nggak ngedengerin omonganku dan ngelanjutin omongan sampahnya... Himeji-san belum pulih... jadi kayaknya aku hanya bisa tinggal disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan begitulah. ini disukai dari masa yang lampau. sayur ini udah terkenal di kutub utara dari 800 tahun lalu—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sambil tetap berdiri didepan SPG yang tetap ngoceh itu, aku masuk ke pikiran dalamku... Jadi, selain makanan untuk makan malam, apa yang butuh kubeli untuk makan malam?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong nak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tisu makan masih ada, nggak ada masalah dengan tisu toilet sama sikat gigi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nama sayur ungu ini apa ya...?——&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jadi yang kurang saat terakhir kali bersih bersih itu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;——Pembersih toilet&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah jadi begitu! Terima kasih, nak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat baru sadar aku lihat SPG itu sudah ada didepanku sambil menjabat tanganku. Ahh, jadi dia sudah selesai ngoceh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya ambil sekantong ya. Ayo, Himeji-san&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ya say— maksudku Akihisa-kun&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san tampaknya sudah pulih juga. Aku mengambil sekantong  terong dan meninggalkan bagian sayuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;KAMI MENJUAL PEMBERSIH TOILET MURAH UNTUK ANDA! MANIS DAN MATANG! PEMBERSIH TOILET DIJUAL SEKARANG! UNTUK YANG MANIS MANIS PILIH PEMBERSIH TOILET!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SPG tadi berteriak tentang apa yang dijualnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, SPG tadi menjual apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak tahu juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengar kata &#039;pembersih toilet&#039; &#039;manis&#039; atau apalah itu. mungkin pembersih toilet jenis baru... yang dapat dimakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, Akihisa-kun, kau tahu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya? apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pepatah yang bilang &#039;jangan biarkan istrimu makan terong di musim gugur&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah sepertinya aku pernah dengar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya karena para ibu ibu itu berpikir &#039;terong yang enak bakal sia sia kalau diberikan ke pasangan yang menjengkelkan&#039; kan? mungkin... Kasar sekali...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Himeji-san berpikir sebegitu kuatnya. Mungkin dia bertanya apakah dia boleh makan terong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, kau tak perlu khawatir tentang itu. itu cuma cara generasi tua berpikir&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Be..Benar! Seharusnya aku tidak perlu memikirkan ini dan berusaha melahirkan bayi yang sehat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa harus bawa-bawa bayi? Aku tidak mengerti maksudnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa, Kayaknya aku harus ngasih tau kamu. Pemikiran itu karena pas musim gugur, terong bijinya dikit makanya orang orang dulu takut kesempatan kehamilan bakal turun&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hee— Yuuji lumayan tahu juga&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukannya lumayan tau, kau yang kurang akal sehat&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya apa? Aku nggak tahu— OI TUNGGU!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yu, Yuuji! kenapa kau disini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sa..Sakamoto-kun! kapan kau kesini!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak papa aku kan pingin beli bahan buat makan malem&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya juga ya... Yuuji bilang ingin bikin makan malam, juga diantara rumah dan sekolah nggak banyak supermarket jadi nggak heran kita bisa ketemu disini. cuma gara gara misah doang jadi aku buat kesalahan besar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngaku! Kenapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak... Nggak apa apa! Aku dan Himeji-san cuma ketemu di supermarket&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I...Iya! kita nggak sengaja ketemu terus belanja bareng!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hoho, kalian pingin belanja bareng? hubungan kalian bagus juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan! Bukan gitu!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong kalian mencurigakan. Selain belanja bareng kalian ada sesuatu yang kalian sembunyiin kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat aku dan Himeji-san yang tak terlihat enak dengan kata katanya, Yuuji menaruh tangannya di dagunya sambil berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Makan malam kemarin,makan siang tadi, sama makan malam ntar sama semua... Kalian makanan sama terus, juga berangkat sekolah bareng...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WAAAAAAAAHH! Kita mau ketahuan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ke...Kemarin kan ada berita sosial banyak kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Y..Ya! Pemogokan bandara dan lain lain&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu parah banget banyak orang nggak bisa pulang karena bandara mogok&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Himeji-san berusaha keras mengubah topik jadi pemogokan bandara. tapi Yuuji malah tambah manyun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Pemogokan bandara... Himeji harus tinggal di tempat Akihisa 2 hari yang lalu... Jangan bilang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar Yuuji tahu fakta penting karena dia tambah melotot. Di..Di...Dia tahu ya...!?!?!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi Akihisa, Jawab jujur! Jangan bilang kau—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau...Kau mau bilang apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Kau tinggal bareng Himeji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KETAHUANNNN!!!! CEPET BANGET!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;NGGAK! GAKGAKGAKGAKGAK! PASTINYA ENGGAK! KENAPA HAL NGGAK MUNGKIN ITU BISA TERJADI!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;BEBEBEBEBEBEBEBENNAR SAKAMOTO-KUN!ITU NGGAK MUNGKIN BANGET. GIMANA MUNGKIN ITU TERJADI! JANGAN KHAWATIR BANGET!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ka... Kau berdua kenapa harus ada beginian sekarang!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penolakan kami nggak berarti karena Yuuji kelihatan dendam pas melototi aku dan Himeji-san. Sialan kalo orang lain tahu masalah ini orang bakal iri dan membunuhku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memprediksikan  metode penyerangan Yuuji dan mulai membuat posisi pertahanan, tapi—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gimana beginian harus terjadi? Parah! Parah banget! Sialan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji menggenggam kepalanya sambil gemetaran dan nggak melakukan sesuatu yang kejam terhadapku. Aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa sih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;BERANI LU NANYA KENAPA!? SIALAN!  PERKATAAN BODOH APA YANG GUE OMONGIN!? GUE BENER BENER PINGIN GEBUK AKIHISA DAN GUE SAAT ITU...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo gitu kenapa nggak gebuk diri sendiri aja..?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah terserah. Akihisa, nggak ada yang tau kan kalo kalian tinggal bareng?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selain kau, nggak ada&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu paling bagus yang aku dengar dalam kemalangan ini. Jika Kau hampir ketahuan, cepat ceritakan padaku. Aku bakal berusaha menutupinya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh... Ah... Kalo gitu makasih&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupikir dia bakal marah dengan bilang &#039;sejak kapan lu sombong banget, bego?&#039; dan memukuliku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Walau gitu kalian harus jaga rahasia kalo kalian tinggal bareng! Kalian harus hati hati banget, Ngerti?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku akan berusaha&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa apaan tuh, nggak niat! Dengerin, Akihisa, Kau nggak boleh sama sekali biarin orang lain tahu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh.. eh.. ya ya. ngerti&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji memelototiku secara seram sambil mengingatkanku berulang kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau ada orang lain yang tahu, Serius demi apapun kau akan kupukuli sampai diambang pintu neraka!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apaan nih? emangnya ada sesuatu yang mengerikan untuk Yuuji kalau orang lain tahu aku dan Himeji-san tinggal bersama?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;oke, Yuuji aku nggak akan biarin orang lain tahu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong. aku nggak akan melakukan hal hal nggak penting kayak balas dendam, cepet sana pulang sebelum ada yang tahu lagi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke. ini hadiah&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyerahkan terong dari tanganku, kami pamit dengan yuuji. Walau orang itu bilang sesuatu akan terjadi, nggak ada yang bakal tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku khawatir. apa boleh buat... rahasia ini harus kujaga dengan keras!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Yuuji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.................................Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 079.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ingat janji kita?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha. ha ha ha... Shouko, sejak kapan kau disana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Dari awal, karena Yuuji tidak mau pulang denganku aku datang untuk menghukummu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;y,ya. kalo gitu maaf...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tenang. sekarang itu tidak penting.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar.. jadi—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jangan lari. Kamu tak akan bisa kabur&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p style=&amp;quot;margin:20px 0px 20px; font-size:400%&amp;quot;&amp;gt;&amp;quot;SSSSIIIIIIAAAAAAALLLLLLAAAAAANNN KAU AAKIIIHHIIISSAAAA!!!!!!! INI SSEEEMMMUUUAAA SAAALLLLAAAAHHHMMUUUU!!!!!!!!!!!!!!!!!”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan sedikit perasaan pembunuh dibelakangku. Mungkin aku terlalu banyak berpikir...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah keluar dari supermarket, aku dan Himeji-san berjalan bersampingan. Serius karena Yuuji tiba tiba muncul aku jadi lupa beli sayuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wah. ngomong ngomong aku belum beli bahan buat makan malam...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar juga ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sibuk berpikir tentang cara menahan situasi jadi lupa beli sayuran. Parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu pulang duluan deh, Himeji-san, aku akan balik beli lagi&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu aku ikut!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan, kita baru ketahuan sama Yuuji. Apa katanya kalo kita balik kesana bareng lagi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;iya juga ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku balik dulu ya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti. Hati hati ya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melambaikan tanganku dan mengucapkan selamat tinggal ke Himeji-san untuk sementara waktu. Oke, aku harus membeli bahan-bahan untuk makan malam dan bergegas kembali ke rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, setelah membeli semua bahan makanan untuk makan malam, aku langsung pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sepertinya sebentar lagi bakalan turun hujan, berabe nih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai merasakan udara semakin lembab, dan tak lama, hujan pun turun seperti yang diperkirakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wah gawat, nggak bawa payung pula.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berusaha untuk tidak membiarkan plastik belanjaanku kemasukan air hujan. Lebih baik cepat-cepat ke supermarket terdekat untuk berteduh. Jarak dari sini ke rumah tidak begitu jauh, dan aku nggak segan berlari pulang hujan-hujanan, tapi, setelah ku membaca salah satu manga yang baru-baru ini rilis...-mungkin sebaiknya aku pulang saat hujan sudah reda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memperhatikan keadaan diluar sambil mengambil sebuah majalah untuk dibaca. Uhh, bakalan banyak games yang akan dirilis bulan depan. Aku nggak tahu apa aku bisa diam-diam mendapatkan uang dari kakak...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membaca-baca majalah beberapa lama dan menemukan banyak artikel yang menarik, tapi saat aku ingin berhenti membaca dan membawanya ke kasir....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ZRASH ZRASH ZRASH ZRASH&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan diluar sangat deras bagaikan air seember penuh yang tumpah ketendang. Sepertinya... Aku akan tetap basah kuyup walaupun membawa payung...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengeluarkan handphone, melihat internet dan mengecek laporan cuaca. Halaman web tidak memberikan peringatan untuk waspada terhadap hujan besar. Payah nih. Pikiranku cuma berpikir tentang bagaimana mencegah Himeji-san memasak sampai-sampai nggak sempet memperhatikan perubahan cuaca. Tapi kabar bagusnya, aku membiarkan Himeji-san pulang duluan ke rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kelihatannya hujan nggak akan berhenti dalam waktu yang singkat...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat keadaan saat ini, hujan akan hanya bertambah besar. Apa boleh buat lah, aku cuma bisa berlari pulang...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun bersiap untuk basah kuyup dan mulai berlari keluar supermarket. Karena majalah hanya akan menjadi basah kalau aku bawa dibawah hujan deras seperti ini. Mungkin belinya lain kali aja deh...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ZRASH ZRASH ZRASH. Hujan terus-terusan menyirami tubuhku sampai aku kesulitan melihat jalan dihadapanku. Uuhh... Kalau nggak cepat-cepat sampai rumah, bisa sakit nih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan menjadi sedikit banjir akibat hujan deras dan mobil yang melaju membuat cipratan bagai melaju melewati sungai. Suara hujan serta angin yang kencang bercampur di telinga, penglihatan maupun pendengaran semua tertutupi oleh hujan deras yang terjadi di sekitarku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada saat seperti ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya aku mendengar samar-samar suara seseorang...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm? Kayaknya aku pernah mendengar suara ini sebelumnya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendengar suaranya lebih jelas, aku mulai berkonsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu... dingin sekali... tempat ini dingin sekali...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar dari suaranya, sawan-sawannya suara cewek menangis nih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menemukan pemilik suara tersebut. Aku hanya bisa membuka mataku lebar-lebar yang cuma bisa melihat beberapa meter ke depan dan mulai mencari. Suara itu... apa mungkin datang dari arah taman?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku sudah terlanjur basah, mungkin sekalian saja aku jalan-jalan ke taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat ke dalam paviliun, aku menemukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... Kakak Bodoh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menemukan Hazuki-chan, basah kuyup dan kelihatan dia mau menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kamu ada disini? Ntar sakit loh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku kesini untuk ketemu Kakak Bodoh! Kupikir aku akan bertemu denganmu kalo aku menunggu disini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Kamu mau ketemu denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, benar juga, ngomong-ngomong, aku bertemu Hazuki-chan pertama kali di tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, kenapa kamu mau ketemu denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakakku jahat, dia selalu berbohong dan nggak membiarkanku pergi ke rumah Kakak Bodoh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kata Hazuki-chan sambil menggembungkan pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi Hazuki diam-diam merahasiakan dari kakak kalau mau datang menemui Kakak Bodoh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tapi mendadak turun hujan, dan kamu bahkan nggak tahu dimana rumahku, lalu kamu datang ke paviliun taman untuk berteduh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Begitulah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kebetulan sekali kita ketemu. Tapi karena aku ketemu Hazuki-chan. Mungkin ini salah satu hal yang terbaik diantara kejadian hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kuchuun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan gemetar kedinginan sambil mengeluarkan suara bersin yang lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang kutahu, rumah Minami tidak dekat dari rumahku. Pasti berat bagi Hazuki-chan untuk keluar sendiri dalam cuaca yang seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu ayo ke rumahku. Kamu bisa kena demam kalau kamu disini terus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Horee! Hazuki-chan senang sekali!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Guu!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat sangat senang sambil memelukku dengan gembira dan membenturkan kepalanya tepat ke dadaku. Karena perbedaan tinggi badan, benturan tadi langsung tepat mengarah ke daerah kelemahanku. Aku tahu kalo Hazuki-chan nggak mempunyai niat jahat sama sekali, tapi kalau dia begini terus menerus, hidupku bisa terancam..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, semoga kamu cepat tumbuh besar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada saat itu, kepalamu nggak akan membentur dadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, iya ya, walau Kakak Bodoh berkata begitu. Hazuki sudah mengerti kok dan akan berusaha keras supaya cepat tumbuh besar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu mengerti?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya! Hazuki ingin cepat-cepat tumbuh besar menjadi pengantin yang cantik!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah... dia nggak mengerti...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku nggak punya kepercayaan diri pada ukuran dadaku...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki meletakkan tangannya di dada dan berkata dengan raut wajah kecewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu nggak benar~aku ingin berusaha menghibur, tapi aku nggak bisa berkata lebih. Aku teringat tentang ucapan Muttsurini bahwa ini kemungkinan besar masalah genetik...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A...Apapun itu, kamu harus segera mengeringkan badanmu. Ayo kita pergi, Hazuki-chan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk keluar dari hujan yang semakin deras ini, aku menggandeng tangan Hazuki-chan dan melanjutkan pelarian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, akhirnya kamu pulang juga, hujan diluar deras sekali, apa kamu baik-baik-oh...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakak cantik!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pulang. Himeji-san.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san, yang tadi pulang terlebih dahulu, menemuiku di pintu masuk sambil membawa handuk, tapi dia langsung terlihat terkejut setelah melihat Hazuki-chan pulang denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ketemu Hazuki-chan di taman, karena dia nggak bisa pulang sendirian di tengah hujan deras seperti ini, jadi aku bawa saja dia ke rumah, ya, Hazuki-chan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh gitu, kamu akan mudah terkena demam kalau kamu basah kuyup, ayo cepat-cepat keringkan badanmu. Aku akan menyiapkan air hangat untuk mandi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu dalam rumah mengeluarkan bunyi menutup seraya Himeji-san yang kembali ke dalam untuk mengambilkan handuk lainnya. Nggak kusangka dia bahkan juga menyiapkan air mandi. Himeji-san memang cewek yang sangat pengertian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo kamu mandi dulu, Hazuki-chan, aku akan tanya pada kakak apa punya baju ganti untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah! Mandi, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan menganggukkan kepalanya dan langsung bersiap untuk membuka baju basah yang ia kenakan. Eh? Kelihatannya ada yang salah nih?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm, Hazuki-chan, nggak masalah kalo kamu membuat lantainya jadi basah, tapi, seharusnya kamu membuka bajumu di ruang ganti baju.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;? Hazuki nggak boleh lepas baju disini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un, Hazuki-chan kan bukan anak kecil lagi, kurasa nggak baik kalo membuka bajumu di hadapan lawan jenis.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya sih aku nggak akan bernafsu apa-apa kalo di hadapan anak kecil (mungkin), tapi walaupun begitu, dia nggak bisa membuka baju didepanku seenaknya. Walau Hazuki-chan itu orangnya naif dan polos, tapi dia itu terlalu bebas dalam beberapa aspek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi walaupun kita pisah saat ganti baju, Hazuki akan tetap mandi bareng Kakak Bodoh, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu mau mandi bareng denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Hazuki sering kog mandi bareng kakak, apalagi kalo habis nonton acara seram di TV, kami pasti akan mandi bareng.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami... kalo kau saking takutnya setelah nonton acara seram sampai harus mandi bareng anak SD,seharusnya itu acara nggak usah ditonton aja sekalian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan aku juga sering mandi bareng papa dan mama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itu sih nggak masalah kalo bareng anggota keluarga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu nggak apa-apa, karena Kakak Bodoh itu adalah suami Hazuki, berarti kakak juga keluarga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya benar juga ya, tapi percakapan ini sudah mulai ngawur. Uu... Apa yang sebaiknya kulakukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Atau mungkin, apakah Kakak Bodoh merasa ada yang aneh kalo kakak mandi dengan Hazuki?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan melihatku dengan tatapan yang polos. Oh no oh tidak oh jangan, akan berbahaya kalo aku punya ketertarikan seperti ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Si... Siapa bilang?! Nggak ada orang lain yang bisa menahan emosi dan tetap tak tergoyahkan layaknya diriku ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baguslah. Kalo begitu kita bisa mandi bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
........................Eh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;??? Kakak Bodoh, ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ugh, walaupun ini sangat tidak mungkin, tapi apa aku baru saja...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa aku baru saja kalah berdebat dengan seorang anak SD? Bagaimana mungkin ini bisa terjadi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki nggak begitu mengerti apa yang kakak bicarakan, tapi Hazuki senang kakak bodoh mau mandi bareng dengan Hazuki!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;TIDAAAAAAAKKKKK!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa aku secara verbal baru saja dikalahkan oleh seorang anak SD? Aku ini sudah murid SMA!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, kamu nggak boleh begitu. Akihisa-kun adalah anak laki-laki, jadi sebagai anak perempuan kamu nggak boleh berbuat seperti itu... Nggak baik...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku sedang memegang kepalaku karena Himeji-san datang dengan sehelai handuk lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu... nggak boleh ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah. Hazuki mau mandi bareng kakak cantik aja deh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Mandi denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan tersenyum dengan gembira. Para cewek bisa mandi bersama, dan itu sangat menolong. Sangat-sangat menolong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, nanti aku ingin bicara denganmu tentang yang barusan kamu ingin mandi bersama Hazuki-chan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia memberikan handuk padaku, mata Himeji-san mengeluarkan aura-aura yang sulit kupahami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, Hazuki-chan, ayo kita mandi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mengantar Hazuki untuk ke kamar mandi. Entah kenapa bulu kudukku berdiri dan cepat-cepat aku menggunakan handuk untuk mengeringkan rambutku yang kebasahan sambil aku berjalan masuk ke rumah. Saat mereka sedang mandi, aku sebaiknya mengeringkan badanku dan segera ganti baju... Ah iya... Aku harus telpon Minami terlebih dahulu. Kurasa dia pasti sedang khawatir tentang keberadaan Hazuki-chan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung mengeluarkan handphone dan mengelap layarnya yang basah sambil mencari dan menelpon nomor handphone nya. Kelihatannya, handphonenya berbunyi beberapa kali tapi cuma tersambung ke mailbox, kalo begitu aku akan meninggalkan pesan untuknya saja deh... &#039;Aku bertemu Hazuki-chan di taman dekat rumah, jadi nanti aku akan antar dia pulang, jangan khawatir&#039;. Kurasa sudah cukup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waa... Kakak cantik benar-benar mengagumkan! Berbeda jauh dengan kakakku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, kamu akan sakit kalo nggak cepat-cepat masuk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mau masuk kalo aku boleh pegang dada kakak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak boleh~! Boleh tapi nanti. Ayo masuk ke bak mandi dulu-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fuwaaa... hebat... Dada kakak sangat halus...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... apa boleh buat deh... Kalau sudah puas, cepat masuk bak mandi dan hangatkan badanmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sip, sekarang sebaiknya aku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... Iya... Ada apa... Akihisa-kun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mau lari keliling diluar sebentar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Bukannya sekarang lagi hujan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan juga, aku pas pulang tadi beli cemilan. Kamu boleh mulai makan dengan Hazuki-chan. Nggak perlu menungguku kembali!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah? Akihisa-kun! Kenapa kamu tiba-tiba...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pergi dulu ya...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara keheranan Himeji-san terdengar dari belakangku, tapi aku langsung melompat lari keluar dari rumah. Bukan! Ini bukan nafsu bejat, tapi cuma aku ini sedang dipenuhi oleh semangat dan nafsu yang menggebu-gebu untuk memperkosa istri orang... nggak lebih!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bergumam ditengah hujan dan berlari untuk beberapa menit, sambil menelpon minami dijalan. Sepulang dirumah, kepala dan badanku semua beku kedinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fuu... segarnya habis mandi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enak sekali mandi air panas setelah basah kuyup kehujanan, dan tanpa sengaja aku malah berendam terlalu lama di bak mandi. Jarang-jarang bisa merasakan nikmatnya mandi air hangat disaat cuaca yang sedang dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakak, sehabis mandi kakak sekarang jadi hangat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku kembali ke ruang keluarga, Hazuki-chan, yang mengenakan piyama, langsung lari nemplok ke badanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kamu kedinginan, Hazuki-chan? Badanmu baik-baik saja kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan tersenyum cerah kepadaku. Melihatnya begini, aku nggak perlu cemas tentang dia akan terkena sakit, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aneh? Kemana Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakak cantik tadi kelihatannya sedang mengeringkan baju Hazuki!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara getar pengering rambut terdengar dari ruangan. Himeji-san pasti sedang menggunakan setrika dan pengering rambut untuk mengeringkan baju Hazuki-chan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki tadi mau bantu mengeringkannya sendiri, tapi kakak cantik bilang itu terlalu berbahaya dan nggak mengijinkan Hazuki...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya... Bener. Pengering rambut sih nggak apa, tapi setrika terlalu berbahaya buat Hazuki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau Hazuki-chan benar bisa mengeringkan bajunya sendiri, tapi lebih baik menyerahkan hal ini pada Himeji-san. Tinggal bersama Himeji-san dalam satu rumah beberapa hari ini, menyadarkanku kalau Himeji-san itu handal dalam segala hal rumah tangga, kecuali memasak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, apa kamu mau nonton TV denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil remote TV dan duduk di sofa yang ada di ruang keluarga. Lalu Hazuki duduk di sebelahku. Unn, perilaku bagai clitter ini sangat imut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Acara apa yang kamu mau tonton, Hazuki-chan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm... Hazuki mau nonton acara sinetron!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sinetron? Yang mana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak begitu suka nonton sinetron, jadi aku rada terkejut mendengarnya, apakah anak-anak SD jaman sekarang doyan nonton sinetron?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki nggak peduli yang mana, yang penting itu sinetron!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki melirik ke sekitar sebelum menjawab. Oh, aku mengerti... Dia mencoba bertingkah seperti orang dewasa, mungkin sebenarnya dia ingin menonton acara lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi banyak acara menarik lain loh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki nggak mau nonton acara anak kecil, Hazuki mau nonton acara yang ada percintaannya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki memaksakan kehendaknya. Un... Apa ada yang salah dengan caraku menawarkan acara lain? Mungkin aku sebaiknya memilih acara yang mungkin ia suka saja deh. Dan lagi, kurasa ini lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo bgitu, ayo lihat sinetron macam apa yang bisa kita temukan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mencari-cari channel, tapi waktunya memang tidak tepat dan tidak ada acara sinetron ditayangkan saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak ada sinetron nak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yahh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ngomong-ngomong...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku teringat kalau aku merekam sebuah sinetron yang menggelikan secara tidak sengaja karena salah saat merekam. Kurasa aku belum menghapus acaranya... Oh, ini dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana dengan yang ini, Hazuki-chan? Ini terlihat seperti sinetron juga...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, Hazuki mau nonton yang ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapatkan persetujuannya, aku langsung menekan tombol play dari remote control. Lalu, melodi nyanyian utama pun terdengar dari layar kaca, dan sinetron pun dimulai. Sinetron ini berjudul &#039;Menunggumu di Bawah Pohon Legendaris&#039; Hmm... Ayo coba lihat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Shinji... Maafkan daku telah menonjokmu. Memikirkanmu yang enggan menerima cintaku, aku langsung tidak bisa menahan emosi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ugh, Itu bukan lah sesuatu yang bisa terselesaikan hanya dengan minta maaf.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebagai permintaan maaf, aku membuatkan bento untukmu. Maukah kamu mencicipinya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sangat mencurigakan. Apa kau membubuhi sesuatu pada bento ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba... Bagaimana mungkin aku melakukan hal itu padamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah kuduga. Coba aku cek terlebih dahulu. (Jilat) Ini adalah... Anesthetic!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Brengsek! Aku ketahuan... Kamu memang benar! Itu adalah anesthetic super kuat yang bisa membuatmu kaku dan mati rasa hanya dengan sekali jilatan. Memang kau hebat, Shinji. Sudah bisa menebaknya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fufufun... Tentu aku sudah bisa membaca jalan pikiranmu (klepek klepek)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fuu... Sinetron ini sangat membosankan... Kami memulainya dari tengah jalan, jadi aku nggak mengerti sinetron macam apa ini... Yang bisa kulihat, semua tokohnya laki-laki...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(angguk-angguk, angguk-angguk)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke sebelahku, Hazuki terlihat mulai bosan dan tertidur di sandaranku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku lelah setelah berlari seharian. Apalagi baru saja mandi air hangat, aku jadi merasa ngantuk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadaranku terasa seperti terbang seraya kelopak mataku yang semakin bertambah berat dan semakin berat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 097.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Ugh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, sial. Aku ketiduran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiranku masih belum sepenuhnya terbangun, tapi aku mencoba bangun dari tidur, lalu aku melihat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh... ah, waahh! Akihisa-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san sedang berada di hadapanku, tersipu malu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, Himeji-san, kau sedang apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, umm... Saat masuk ruang keluarga, aku menemukan kalian berdua sedang tertidur, jadi aku mau ikut...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi matamu masih terbuka lebar...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Nggak, kamu salah paham! aku nggak sedang memandangi wajah Akihisa-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mengangkat tangannya sambil menyangkal, begitukah? Kalo begitu aku telah salah paham.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Kakak Bodoh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, Hazuki-chan, kamu sudah bangun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengusap matanya yang mengantuk, Hazuki-chan berusaha berdiri dari sofa. Aku melihat ke arah jam dan menemukan jarum jam berada diantara angka 9 dan 10.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, kita tertidur terlalu lama. Hazuki-chan, sudah saatnya untuk pulang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyerahkan Hazuki-chan yang masih mengantuk kepada Himeji-san dan membiarkannya menggantikan baju Hazuki-chan. Aku langsung bangun mempersiapkan jas hujan untuk mengantar Hazuki-chan pulang ke rumah Minami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf sudah membuatmu menunggu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu beberapa saat di koridor, Hazuki yang terlihat masih mengantuk datang dengan bajunya yang sudah diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu, aku mau mengantarnya dulu ya, Himeji-san.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ikut...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh jangan, kalau kamu ikut, Minami akan tahu kalo kita tinggal bersama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... Iya ya. Kalo begitu aku dirumah saja deh menunggu Akira-san pulang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un. Kuserahkan padamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil dua payung dan membuka pintu depan koridor rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat malam, Hazuki-chan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat malam, Kakak Cantik...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan melambaikan tangannya dan pamit kepada Himeji-san sebelum ikut keluar rumah bersamaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan yang lebat tampak sudah reda, kayaknya. Karena masih gerimis, aku menggandeng tangan Hazuki-chan sambil berjalan perlahan di jalanan yang gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, apa kamu masih mengantuk?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;sedikit...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan tampak bersusah payah memegangi payung seraya ia menguap sambil berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo bgitu, kakak kasih kamu pelayanan spesial.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku men jongkok-kan badanku di depan Hazuki-chan, yang menunduk-nunduk karena ngantuk, dan ia pun langsung mengerti maksudku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih, kakak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
kata Hazuki-chan sambil ia menaiki punggungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Heh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyenderkan payung pada tangan dan pundak sambil berjalan menggendong Hazuki-chan. Berat yang terasa di punggungku terasa hangat, dan tentu saja sangat nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, akupun melanjutkan perjalananku di tengah hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aki! Hazuki!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sedang hampir sampai rumah Minami, seseorang memanggil nama kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, Minami, maaf telat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak, aku yang harusnya minta maaf. Maaf nggak bisa menjemput Hazuki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbahaya kalo perempuan jalan di tengah malam. Walaupun Minami bersikeras datang menjemput Hazuki-chan ke rumah, akan langsung aku cegah. Jadi dia nggak perlu minta maaf. Minami terkadang bisa sopan juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Giliranku menggendong.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biar kugendong dia sampai ke rumahmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gak apa apa. Rumahku dah dekat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Okelah kalo begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung bergantian menggendong dengan Minami. Hazuki-chan terlihat terbangun sejenak, tapi begitu ia tahu yang menggendongnya adalah Minami, ia langsung melanjutkan mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki, bilang terima kasih pada Aki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami menggoyang-goyangkan badan Hazuki perlahan dan memberi tahunya untuk berterima kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah nggak usah. Dia masih tertidur. Gak usah sungkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak boleh begitu. Oi, Hazuki, terima kasih ke Aki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;U... Kakak. Terima kasih banyak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun setengah tertidur, Hazuki-chan berterima kasih padaku dengan sopannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, nggak usah sungkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun merespon balik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih juga sama Kakak Cantik...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Hazuki? Apa yang kamu maksud itu Akira-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami langsung bertanya pada Hazuki yang sedang setengah tertidur. Argh, tolong anggap saja dia tadi sedang mengigau!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba... Baiklah! Akan ku sampaikan terima kasihnya pada Kakakku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan sengaja berhati-hati menegaskan bahwa Kakak cantik yang dimaksud oleh Hazuki-chan adalah Kakakku dan langsung menyudahi percakapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun juga...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aneh? Seingatku Kakak Cantik itu panggilan buat Mizuki...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami masih curiga tentang hal ini. Kalo begitu... apa boleh buat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sudah dulu ya, Minami! Sampai ketemu besok di sekolah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, Aki! Tunggu dulu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo semua rencana gagal, ya kabur! Aku langsung lari sekilat mungkin sebelum Minami curiga dan mengetahui lebih jauh lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==CATATAN PENERJEMAH==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Kedua&amp;diff=220408</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Kedua</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Kedua&amp;diff=220408"/>
		<updated>2013-01-17T03:21:38Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* ☆☆☆ */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===PERTANYAAN KEDUA===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Sebutkan 4 tragedi diantara karya-karya terkenal dari Shakespeare!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Himeji Mizuki&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;1. Hamlet, 2. King Lear, 3.Othello, 4. Macbeth.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tanggapan Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat Sekali. Shakespeare mempunyai banyak karya terkenal seperti &#039;Romeo dan Juliet&#039; dan &#039;Merchant of Vanice&#039;, dan 4 yang tadi kamu jawab terkenal dengan sebutan &#039;4 tragedi&#039;&#039;. Walaupun Romeo dan Juliet adalah karya yang paling terkenal, kamu setidaknya harus kenal juga tentang 4 tragedi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Yoshii Akihisa&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;1. Hamlet, 2. King Lear, 3. Romeo dan Juliet, 4. Pernikahan Ayahku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 031.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tanggapan Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang Ayahmu diperlakukan bagaimana kalau di rumah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Tsuchiya Kouta&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;1. Dompet ilang, 2. Kehabisan Kamera Film, 3. Mata kelilipan debu tepat disaat sedang mangambil foto, 4. Hard Disk Rusak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tanggapan Guru.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika yang nomor 4 itu terjadi, mungkin Pak Guru juga akan nangis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fuwaaa... Kenapa ya kalo pas pagi hari aku selalu merasa ngantuk...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan gitu donk, Akihisa-kun. Kamu harus tidur dengan cukup kalau nggak mau kesehatanmu terganggu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Walaupun kamu berkata seperti itu, buku yang semalam kubaca sangat menarik sekali, jadi apapun yang terjadi—fuuwaa~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... Akihisa-kun, dasimu tidak rapi&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Masa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung merapikan dasiku. Nah sekarang udah beres kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sekarang kerahnya kebuka... coba deh kamu berbalik dan menghadap kemari sebentar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh, kamu gak perlu repot-repot khawatirkan hal seperti ini&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak boleh. Kalo kamu nggak bisa memakai baju dengan rapi, Pak Guru Nishimura bakalan marah sama kamu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah  berkata seperti itu, Himeji-san membalikkan badannya ke hadapanku dan mulai merapikan dasi juga seragamku. Uu, uuu... Entah kenapa aku merasa sedikit malu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm... Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, kamu denger nggak sih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Ah, iya!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau kenapa? Mukamu memerah&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eng.. Nggak kenapa-kenapa. Cuma... sedikit aneh....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, ternyata bukan cuma aku saja yang malu. Perlakuan merapikan dasi seperti ini layaknya perlakuan suami dan istri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...Ah iya, Akihisa-kun. Apa kamu membawa sapu tangan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengganti suasana, Himeji-san mengganti topik pembicaraan. Coba ku lihat sebentar... Sapu tangan, sapu tangan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Aku lupa bawa&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seingatku juga aku nggak punya kebiasaan menaruh sapu tanganku ke dalam tas, ATAU bisa dibilang, memang aku biasanya sama sekali nggak pernah bawa sapu tangan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kalau begitu, kau bisa gunakan punyaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar bahwa aku nggak bawa sapu tangan, Himeji-san langsung mengeluarkan sapu tangan dari dalam tas dan memberikannya padaku. Apa dia mau meminjamkannya padaku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, nggak usah. nggak apa-apa kalo aku nggak punya sapu tangan. Dan juga, Himeji-san, kalo kamu meminjamkan ini padaku, kamu malah jadi nggak punya sapu tangan kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak apa-apa kok. Aku bawa sapu  tangan yang lain&amp;quot;&lt;br /&gt;
kata Himeji-san sambil mengeluarkan sapu tangannya yang lain dari saku. Wow dia benar-benar sudah siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu, nurut apa kata Himeji-san deh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
setelah itu, aku menerima niat baiknya dan meminta sapu tangan dari tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini, laki-laki harus memperhatikan hal-hal kecil seperti ini, kalau tidak kamu nggak akan &#039;&#039;populer&#039;&#039; diantara para gadis—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah kenapa, Himeji-san langsung membisu. Dia tidak memberikan sapu tangannya padaku, tapi menggenggam erat sapu tangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Di pikir-pikir... nggak apa-apa deh kalo nggak punya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu, Himeji-san cepat-cepat mengantongi sapu tangannya kembali ke dalam saku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bener-bener nggak ngerti apa yang dia omongin barusan, tapi mengingat bahwa aku bisa berbincang dengan Himeji-san yang gembira, aku juga jadi ikutan gembira&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—dan sampai sekarang, semua itu adalah satu-satunya kegembiraan yang aku alami di pagi yang cerah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;dan mulai sekarang, kita akan mulai interogasi dengan terdakwa Yoshii Akihisa&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
5 menit kemudian, aku sudah jadi tawanan para FFF.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Aku diculik secara paksa dari sisi Himeji-san yang kebingungan, dalam keadaan badanku semua terikat dan akhirnya dibanting ke lantai tatami kelas 2F.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Yoshii Akihisa, ada kata-kata terakhir?&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku cuma ketemu Himeji-san di tengah jalan saat lagi berangkat sekolah! Aku nggak melakukan kesalahan apapun... aku minta keringanan hukuman!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah mendengar kata-kata ku, presiden FFF terlihat mempertimbangkan keputusannya. walaupun FFF menindak keras semua cowok yang berinteraksi dengan cewek, kalo cuma sekedar kebetulan ketemu dijalan pas lagi berangkat sekolah, bukannya terlalu berlebihan kalo aku harus dihukum? Kalo cuma begini aja cemburu gak bakal selesai-selesai masalah! Jangan bilang kalo mereka udah dibutakan rasa cemburu sama hal sepele kayak begini?! Palingan mereka akan mengirim 5 anggotanya untuk mencubit tanganku— &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;— Kalau bgitu, 10 anggota masing-masing akan memberi tendangan melompat ke Yoshii Akihisa&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kayaknya kecemburuan mereka udah lebih dari apa yang bisa aku bayangkan!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Tu, tunggu! Bukannya hukuman ini terlalu berat? Kalau kalian menghukumku begini, apa yang akan dilakukan jika kejadian sama menimpa diri mu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sang presiden pun membisu kembali. Dia pasti sadar akan kemungkinan &#039;kejadian yang sama denganku akan terjadi juga pada mereka&#039; &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Presiden, kurasa yang dikatakan tersangka ada benarnya juga&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita ini bukan setan yang tidak punya belas kasihan. Untuk kejadian selevel ini, kupikir kita bisa menutup mata dan memaafkannya&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin suatu hari, kejadian beruntung seperti berjalan berangkat sekolah bareng cewek mungkin akan kita alami juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan juga, aku bakalan dihukum tiap hari dong cuma gara-gara ngelirik-lirik cewek&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Para anggota mulai berdiskusi kembali. Sepertinya pernyataan tentang &#039;kejadian yang sama mungkin akan terjadi padamu&#039; punya efek yang besar juga.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;untuk kasus ini, kita akan memberikan hukuman khusus yaitu menyentil perlahan ke arah dahi oleh sang presiden&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Disaat aku sedang menarik nafas lega karena pengurangan hukuman yang sangat besar— &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Mohon tunggu sebentar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Himeji-san datang tiba-tiba masuk ke kelas. Hm? Ada apa ini? Apa Himeji-san lari ke kelas karena ia khawatir padaku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun nggak melakukan kesalahan apapun!—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat Himeji-san mukanya memerah sambil berusaha keras menjelaskan kepada semua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Akulah yang memaksanya hari ini untuk menemaniku berangkat ke sekolah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;20 anggota masing-masing akan melakukan teknik German Suplexes&amp;lt;ref&amp;gt;German Suplex adalah salah satu teknik Pro Wrestling yang membanting kepala lawannya ke lantai.&amp;lt;/ref&amp;gt; pada terdakwa. Hakim, apa ada keberatan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;TIDAK ADA!!!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa-apaan ini? apa yang dikatakan Himeji-san malah merubah hukumanku yang tadinya sentil pelahan ke jidat menjadi German Suplexes, dan jumlahnya bertambah dari 1 jadi 20! Saking drastisnya sampai aku tidak bisa berkata apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hi, Himeji-san, aku berterimakasih kalau kau membelaku, tapi apa yang tadi barusan kamu katakan malah menyebabkan efek yang berlawanan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tapi, maksud egoisku merapikan kerah Akihisa-kun dan sengaja membuat tangan kita bersentuhan! Akihisa-kun tidak melakukan apa-apa, ini bukan salah Akihisa-kun...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;ANGKAT TATAMI!! LANGSUNG BANTING KEPALANYA KE LANTAI!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;SIAP! TATAMI SUDAH DIANGKAT!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;KITA BISA TARUH PAKU BIAR TAMBAH MAKNYOS!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;AKU JUGA SUDAH SIAPKAN BEBERAPA PANCANG BESI!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sialan! mereka lagi berencana untuk menguburku hidup-hidup! kalau aku tidak segera menjelaskannya maka... Oh iya! Aku hanya perlu meyakinkan mereka kalau kejadian ini bukanlah apa-apa! Dan juga menjelaskan pada mereka kalau ini adalah sesuatu yang sepele di kehidupan sehari-hari—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semuanya, harap tenang!! Kalau kalian menghukumku hanya karena kejadian ini, bagaimana dengan Yuuji? Bukannya kau sering lihat dia datang ke sekolah bareng Kirishima-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu, kita hukum juga si Sakamoto Yuuji!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maafkan daku Yuuji, sepertinya kata-kataku membuatmu dapat hukuman juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung meminta maaf pada teman brengsek ku yang satu ini dalam hati sambil mendoakannya. Dan pada saat yang sama, CRAK, pintu depan kelas terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pagi all~fuwaaa... ngantuk banget nih ane&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, Yuuji, kenapa kau malah nongol di saat seperti ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Akihisa? Kenapa u? Ketangkep FFF lagi? Sepertinya pagi ini adalah pagi yang berat buat-&#039;&#039;&#039;OI KENAPA KALIAN SEMUA MENGENDAP-ENDAP KE BELAKANG DAN MELINTIR TANGANKUU!!?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji, yang terlihat ngantuk saat masuk kelas, pinggangnya langsung diserobot dari belakang oleh tangan-tangan kuat para FFF.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, bisakah kau menghadap dan melihat ke arahku sebentar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Ah, Baiklah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mencoba mengalihkan pandangan juga perhatian Himeji-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sudut kelas, tubuh Yuuji terbang dengan indahnya di atas udara, dan pada saat yang sama, &#039;THOMP&#039;, &#039;THOMP&#039;, &#039;THOMP&#039;, suara benturan benda tumpul bisa didengar. Itu baru terhitung 3 kali...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat Pagi-ASTAGHFIRULLAH!! &#039;&#039;&#039;MUKA YUUJI YANG BERSIMBAH DARAH KEBANTING KE LANTAI!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah 17 kali?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN!? CEPAT KEMBALI KE TEMPAT DUDUK KALIAN MASING-MASING!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah suara keras yang ke-18 kalinya menggema, kedatangan Ironman akhirnya menenangkan semua keributan, Ah, tadi bahaya sekali, 2 kali lagi kepala Yuuji dibanting, giliran berikutnya adalah kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan, pagi ini sial abis!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah jam pelajaran pagi hari selesai, istirahat siang pun dimulai, Yuuji akhirnya sudah kembali siuman, ia sedang duduk tepat berada di depanku sambil menyiapkan bento.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Walaupun sudah biasa, tapi di pagi hari harus melihat eksekusi seperti tadi sangat tidak baik buat kesehatan jiwa...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang berkata tadi tidak lain tidak bukan adalah cewek bishoujo&amp;lt;ref&amp;gt;Bishoujo = Sebutan Jepang buat cewek cantik&amp;lt;/ref&amp;gt; yang sedang berjalan membawa bento&amp;lt;ref&amp;gt;Bento = kotak bekal makanan khas jepang&amp;lt;/ref&amp;gt;— yaitu Hideyoshi. Dia memiliki rambut halus mulus dan mata lebar yang manis. Hideyoshi sendiri sudah sangat lucu, tapi sejak tahun kedua dimulai, aku mulai merasa bahwa Hideyoshi tampak makin manis. Apakah ini yang disebut masa muda? Apa karena Hideyoshi sedang memiliki seseorang yang dia suka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kebahagiaan orang lain sama seperti racun dunia. Itu adalah tradisi FFF.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, sesosok makhluk yang diam-diam menghampiri kami sambil membawa bola nasi hasil beli dari toko swalayan adalah Tsuchiya Kouta, biasa dipanggil Muttsurini, salah seorang teman sekelasku yang pendek dan berhawa pendiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aneh? Bukannya kau ikut ambil bagian dari eksekusi tadi pagi, Muttsurini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... aku tadi pagi lagi menginvestigasi beberapa hal.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak disangka diantara teman sendiri ternyata ada seorang algojo dan sekaligus juga tersangka. Aku merasa ini sedikit aneh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Bukannya pepatah mengatakan &#039;musuh kemarin adalah teman hari ini&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, Maksudku, cara kalian gonta-ganti status antara teman dan musuh itu bener-bener bukan main.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut pengalamanku, kami adalah 90% musuh diwaktu biasa, dan 10% diwaktu bahaya kritis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siapa suruh kalian semua selalu melakukan hal yang sama berulang-ulang kali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kukira di kelas 2 ini aku akan mendapatkan kelas yang damai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami mengibaskan kuncirnya sambil berjalan kemari, dan Himeji mengikuti dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menggabungkan beberapa meja, kami berenam mulai makan siang seperti biasanya. Pemandangan yang mulai umum akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Aki, kamu membawa bento hari ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami bertanya saat aku lagi membuka bento.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tumben Akihisa bawa bento sendiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya, kemarin banyak makanan yang tersisa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarin aku nggak sengaja masak terlalu banyak. Untung saja, semua adalah makanan yang tetap enak dimakan saat dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu, ayo lakukan yang &amp;quot;seperti biasanya&amp;quot; lagi.. Gunting, Kertas...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;BATU!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muttsurini mebgeluarkan kertas, sedangkan yang lain gunting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Uu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wah tumben-tumbenan nih satu ronde langsung menang. Aku pesan Teh Oolong.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo aku Teh Hijau.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ingin Lemon Soda.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku Teh Susu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong, bantu aku belikan Teh Merah bebas gula.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua mengeluarkan uang 100 Yen dan mengopernya pada Muttsurini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... aku pergi dulu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengumpulkan uangnya Muttsurini lari sendirian ke Klub Koperasi membeli minuman untuk semua orang. Penalti Game untuk menjadi pesuruh ini sedang ngetren dimainkan saat istirahat siang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah~ laper nih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji membuka bento yang ia bawa, yang lainnya pun ikut-ikutan membuka semua bentonya diatas meja. Ini adalah peraturan dasar untuk tidak usah menunggu si pesuruh kembali untuk memulai makan siang. Kalau tidak, kami semua akan merasa nyangur dan akhirnya kelaparan karena menahan nafsu makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa, bento mu kelihatannya enak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau juga, Yuuji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarang-jarang aku dan Yuuji membawa bento sendiri-sendiri, makanya aku ingin membandingkan miliknya dengan punyaku. Lauk Yuuji yang daging teriyaki... kelihatannya enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu tuna... tuna goreng jahe? bagus juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar suara Yuuji datang dari samping. Sepertinya dia sudah mengunci targetnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, Akihisa, ayo kita tukeran.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ok, apa yang kamu mau, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mau tuna goreng punyamu. Kalau kau?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mau daging teriyaki punyamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, setuju.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yap. Nih ambil tuna goreng.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, tuh daging teriyakinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MASUK--- Tangkai buah tomat (tertutup saus teriyaki)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KELUAR--- sayur kol (rasa jahe)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;LU NGAJAK BERANTEM!!!???&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;GW BALIKIN KATA-KATA TADI KE ELU, NYET!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berdua mencengkeram kerah baju satu sama lain. Orang ini sungguh picik! Bisakah dia membiarkan ku menang sesekali?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dasar anak kecil...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat aku dan Yuuji saling mencengkeram kerah baju, Hideyoshi hanya bisa menghela nafasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak. Kau salah paham, Hideyoshi. Aku ini sudah dewasa, sedangkan Yuuji adalah sampah masyarakat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hideyoshi, jangan bandingkan aku dengan Akihisa. Itu orang otaknya setara sama otak anak SD!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;!&amp;quot;&amp;quot; (Saling melototin satu sama lain)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalian sama dengan anak kecil dalam kasus ini... ampun deh dj....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi menghela nafas dan kemudian mulai menggunakan sumpitnya— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sip, kalo begini bagaimana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;AH!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku dan Yuuji sedang memaki dan mencengkeram satu sama lain, Hideyoshi sudah menukar makanan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja, aku minta bagian juga&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Hideyoshi sambil menggerakkan sumpitnya dan menukar daging goreng miliknya. Sekarang makananku terlihat lebih berveriasi dan menambah nafsu makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat deh. Karena Hideyoshi bilang begitu, aku maafkan kesalahanmu kali ini, dasar Yuuji kampret.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Harusnya aku yang berkata seperti itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku langsung melepaskan kerah Yuuji. Daripada melakukan hal yang bodoh dan tidak berguna, mendingan aku mulai makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bener-bener deh... Bisa nggak sih kalian makan dengan tenang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau ada orang yang bikinin bento buatku sih, tentu saja aku diam dan hanya akan makan jatahku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo nyiapin bento sendiri nggak ada bumbu surprisenya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo gitu bukannya harusnya kalian tukeran aja dari awal...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang kalau aku dan Yuuji membawa bento sendiri, normal-nya akan kami buat sendiri. Memang bagus bisa membuat dan memilih makanan sendiri untuk dimasukkan ke dalam bento namun saat membuka bento untuk dimakan pasti tidak ada rasa terkejut karena sudah tau apa yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan lain, niat sebenarnya bertukar makanan secara fair play tidak pernah ada. Karena jika itu terjadi, kami tidak bisa menaikkan porsi bento yang kami punya. Jangan meremehkan perut anak SMA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mizuki, apa yang kau bawa untuk ditukar hari ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... Iya juga. Ayo bertukar sedikit...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un. kalo begitu silakan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ambillah&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan melihat keributan kami, para cewek sepertinya ingin ikut-ikutan juga. Himeji-san dan Minami ingin mencoba keseruannya dengan menukar makanan sambil menyerahkan kotak bento-nya satu sama lain. Kalau cewek yang melakukannya sepertinya menjadi lebih tenang. Dan ini sebuah pemandangan yang indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Heh. Laukmu sepertinya bagus.. Ini... Tuna? Tuna goreng jahe?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha? Tuna goreng jahe?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;ACK!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku keselek&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SI, SIIIIALLL! Aku lupa aku menyiapkan bekal untuk Himeji-san juga, jadi bekalnya sama denganku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ke... Kebetulan sekali, Himeji-san! Kemaren kamu nonton program &#039;simple cooking&#039; kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detik selanjutnya aku langsung ngungkit-ungkit program TV. Tolonglah Himeji-san! Ikuti saja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Akihisa-kun? Kau lupa? Yang menyiapkan bento kan kam—UU!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, ayo pergi dulu ke suatu tempat dimana kita bisa bicara!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlalu Naif!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membekap Himeji-san dengan panik. Sedikit demi sedikit aku mulai menyadari kalau terkadang Himeji-san benar benar lemot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kau tidak boleh ngasih tau mereka, Himeji-san! Kalau kau kasih tau, mereka akan tau kita tinggal bareng!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(eh? mereka nggak boleh tahu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(SAMA SEKALI TIDAK! Orang lain tidak ada yang boleh tau!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini semua demi reputasi Himeji-san, dan juga hidupku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ah... benar juga, nggak bagus kalo satu sekolah tau kita tinggal bareng.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Benar! benar! bagus kau bisa ngerti!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(okedeh. berarti ini rahasia kecil kita!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mengatupkan tangan kecilnya di depan dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi aku baru sadar bahwa sebelumnya aku belum membicarakan untuk menyembunyikan rahasia ini sebelumnya. Tapi bahkan dia belum kepikiran sama sekali. Mungkin ada hubungannya dengan dia menjadi naif, mungkin juga karena dia mirip mama-nya. Yang sepertinya juga telmi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Akihisa-kun, ayo usaha sembunyiin rahasia ini!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yap)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapat persetujuan dengan Himeji-san, kami kembali ke tempat duduk kami. Mulai sekarang rahasia ini harus dijaga seketat ketatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa-apaan Akihisa? Kau buatin Himeji-san Bento?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi serangan pertama itu menggetarkanku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... Nggak.. itu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah saat saat dimana Yuuji bisa nebak antara kebohongan, juga ada Hideyoshi disebelahnya...&lt;br /&gt;
saat baru kupikirkan−&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa sih kan dia cuma bantu ngabisin Deluxe Seafood yang kau menangkan, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu banyak banget&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Hideyoshi dan Yuuji nggak peduli amat. aneh ya, mungkin aku bisa ngeles.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kau pasti bilang ke Himeji seperti &#039;karena ada sisa mungkin ini untukmu sebagai rasa terima kasih&#039; sebelum memulangkannya kan? Pikiranmu lumayan cepat Akihisa.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku seharusnya melihatmu dari sudut pandang yang lain)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berbisik padaku. bagus deh kayaknya semua punya pengertian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya! Kita tidak menggunakan banyak bahan untuk Hotpot waktu itu kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Banyak yang terjadi saat itu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep. Hotpot biasa menjadi Hotpot kegelapan. Bahan bahan itu hanya dipake buat makanan dingin buatan Minami sama yang lain kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu enak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
aku ingat hidangan pemuka buatan Minami, Kudou-san dan Kirishima-san saat itu. Makanan Seafood Dingin, Tiram kukus dan Seafood Salad. semuanya enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohya, Minami, Buat saos seafood waktu itu−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat baru mau nanya Minami tentang saosnya−&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tampak kesal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa Minami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak. Nggak papa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bilang gitu tapi mukanya kesel. Hmm apa dia mau Bento juga? Kita udah coba makanannya terakhir kali, dan nggak ada respon. Juga aku hanya buat bento buat Himeji-san. Emang nggak adil buat Minami kayaknya. Kalo gitu−&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo mau lain kali kubuatin Bento deh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;BENERAN!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya bisa sih buat dibagi ke 3-4 orang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bodo amat mau masak segimana juga. Kalo masalah ini bisa selesai cuma dengan buatin bento... Ambil yang mudah aja. bukan masalah besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke oke! jadi buat saosnya jangan kasih [http://en.wikipedia.org/wiki/Balsamic_vinegar Aceto Balsamico] kebanyakan. Juga−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Balsamic Vinegar, ya? Harus diberi [http://id.wikipedia.org/wiki/Pestisida Pestisida] Suling atau [http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_Asetat Asam Asetat]?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disampingku Himeji-san membicarakan sesuatu yang mengerikan. Kalo mau nyiapin makanan seafood dingin lain kali aku harus hati hati. Sekali lagi aku mengecek bahaya dari Himeji-san&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anyway... ayo makan dulu. Ini pertama kali aku membuat Tuna Goreng Jahe. tapi ternyata masih enak walau sudah dingin. Memang kayaknya ini pas buat dijadikan Bento.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Yo!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saat semua sedang makan sambil ngobrol, Muttsurini balik dengan tangan penuh dengan makanan dan minuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lama banget. Segitu ramenya apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji nanya sambil ngambil Oolong tea pesenannya. Emang lumayan lama hari ini, bahkan untuk Muttsurini yang gampang nyempil. Agak aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ada yang ngajak diskusi pas beli minuman&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Diskusi−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa? Baru mau kutanya tiba tiba seseorang muncul&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak papa, Tsuchiya-kun. Aku bakal ngomong langsung.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya rambut sebahu, dan tatapan dingin. melipat tangan di depannya sambil melihat kami yang sedang duduk di Tatami. Orangnya itu−&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hai semua anak anak Kelas F!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tamu yang nggak terpikirkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang datang itu Ketua Kelas C; Koyama-san. sama kayak yang Yuuji bilang: Tamu yang tak terpikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi yang diskusi sama Muttsurini tadi itu−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep. tadi itu aku. tapi tadi aku sebenernya cuma ketemu didepan Teamwork Club terus tadi cuma tanya tanya dikit&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kayaknya dia mau tau rencana kelas F buat perang Syoukanjuu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rencana kelas kita..?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep. Maintenance Sistem kayaknya sudah selesai. 2 hari kemudian kita mau ngadain perang. Kelas F mau ada rencana apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di semester 2 ini, Summoning Battle bisa dilakukan setelah maintenance karena perubahan peralatan dan situasi lain. (Ada alasannya katanya mereka pingin ngganti Gear para Syoukanjuu-nya). tapi Perang Summon yang ketunda akan di-restart 2 hari kemudian. Tujuan kelas F pastilah balas dendam atas kekalahan di Semester 1.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi walaupun gitu, Nggak terduga juga Koyama-san bakal nyamperin ke kelas F, Kelas terparah satu sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lu kayaknya berjaga jaga bener...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji bilang dengan nada ngejek&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bener deh. Kalian kelas F yang udah bikin kerusuhan diantara kelas 2 di semester 1 ya pastilah kita bakal hati hati&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san ngacangin ejekan Yuuji dan senyum dengan santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cukup kayak penilaian buat kita. Tapi beneran bisa? Di jangka waktu kedua, kelas C kan udah dapet fasilitas yang biasa, tapi kalian malah mikirin tentang perang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji bilang dengan nada protes&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
salah satu peraturan perang ini itu kalo dalam satu perang suatu kelas bertukar fasilitas karena kekalahan, di jangka waktu selanjutnya akan di reset. buat kelas atas yang kalah sih memang di reset, tapi kalo kelas bawah, kalah, dan fasilitasnya diperparah, di-resetnya malah di semester selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong kelas C kalah sama kelas A dan fasilitasnya diturunun jadi kelas D, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, fasilitas kelas C bakal balik lagi setelah jangka waktu kedua kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
untuk membuat penekanan buat peraturan ini, sebenernya tujuannya itu untuk  meningkatkan rasa antusias di perang syoukanjuu. maka dengan itu kelas kelas bawah bisa nyerang kelas atas tanpa banyak resiko JIKA penyerangannya dilakukan di akhir semester.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun pingin banget langsung perang begitu boleh, perbedaan poin kelas kita sangat beda banget, dan kalo dipikir dengan akal sehat, kita nggak bakal bisa perang segitu gampangnya. walau gitu juga kita udah buat keributan sejak pertama masuk sekolah. dan setelah beberapa perapihan sistem dan peristiwa lain, akhir semester satu agaknya lumayan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;apa maksudnya mulai perang? aku nggak pernah mikirin inisiatif pingin perang, cuma mau nanya apa rencana kelas F&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan kata lain kalo kita nggak mau jawab kamu nggak mau ngasih tau apa apa kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gitudeh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san ngasih senyum bangga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pingin nyari aliansi ya? tapi kayaknya nggak. mereka nggak bakal mulai buat perjanjian sembarangan. Kita akan bahas soal pergerakan kita, Kelas C juga akan bahas pergerakan mereka. Kalo nggak ngelewatin rencana mereka, gak akan ada masalah. tapi kalo rencana kita ngelewatin keharusan ngancurin mereka, maka kita harus mikirin rencana dari awal biar kita gak harus saling serang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo gitu kenapa nggak nanya Yuuji langsung?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa dia nanya Muttsurini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kalo aku nanya Sakamoto-kun, aku nggak perlu buat perjanjian. lebih baik kalo aku nggak ngasih informasi otomatis kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
menghadapi keraguanku, Koyama-san langsung jawab dengan jujur. bener bener dia banget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Em... Yuuji, Jadi gimana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Santai. Perjanjian ini kita terima&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Beneran? Makasih banget&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampang Koyama-san nunjukin kayak dia tau kalo Yuuji nggak bakal nolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita cuma harus ngasih tau rencana nyerang kelas apa kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak cukup. kita juga harus tau kapan kalian mau nyerangnya. kalo kita udah tau target kalian aku nggak perlu nanya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bener juga sih. Ultimate Target dari kelas F ya jelas kelas A. semua orang tau kok. bukan masalah banget kalo kita kasih tau siapa yang mau kita serang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tapi tampang Yuuji agak ragu pas Koyama-san nanya siapa yang ingin kita serang. Jangan bilang dia belom kepikiran detail-nya? nggak mirip dia banget kalo dia langsung nyuruh kita serang kelas A tanpa rencana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Buat kelas A, abis seminggu dibolehin buka perang−2 minggu terakhir kita serang. itu rencana gue&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hem... gitu ya..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aneh. kayaknya kita nggak perlu nunggu segitu lama. dengan kepribadian Yuuji kita harusnya akan nyerang langsung setelah dibuka. baru mau kutanya ke yuuji, dia memberikan lirikan tajam yang berkata &amp;quot;jangan banyak bacot&amp;quot;. Kayaknya perang intel udah mulai dari sekarang. kalo gitu biar kuserahkan ke Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo gitu target kalian siapa? Kalo kelas A juga berarti kita musuh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita nggak berambisi gitu. target kita mentok mentok kelas B. waktunya palingan sama kaya kalian. seminggu dua minggu setelah dibuka.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas C targetnya kelas B? Logis aja sih, mereka susah nentuin siapa yang menang sebelumnya. aku bisa ngerti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tapi bener baguskah? Aku ingat Nemoto-kun itu Koyama-san punya pa−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;GUE SEMBELEH LU KALO BERANI LANJUTIN!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
aku lupa pengalaman tak terlupakannya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku suka orang pintar. bukan yang hanya suka belajar aja&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bener. Nemoto emang bangsat&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;untuk mencapai kemenangan harus pakai taktik yang parah kan?... Aku lumayan suka itu... cuma aku udah muak sama cowok itu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san ketawa. Pikiran orang mikirnya dia suka orang yang hina. kayaknya semua orang mikir beda beda...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pasti paling telat kalo main suit sama yang lain&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa apaan? kau selalu kalah walopun telat! kau nggak se-beringas itu! aku selalu pura pura sakit perut pas disuruh ngepel!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;gak gak gak. gue yang paling biadab!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;nggak mungkin. aku yang paling beringas disini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Sebenernya aku punya sepupu seumuran, pernah kutanya tentang pacaran, terus dia ngenalin aku sama temen sekelasnya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;SSIIALLANN!!! GUE BUNUH LU!!&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tapi aku ingat dia belajar di sekolah khusus cowok&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...silakan ini jus jeruk&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kutraktir kau takoyaki pas pulang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Makasih cuy...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temen sekelas kami mulai ngomong ngomong tentang berapa biadabnya mereka. bener bener pengertian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohh. Jadi Koyama-san suka orang orang pintar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, Himeji-san. Aku suka orang pintar! khu khu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san memberikan senyuman yang kayaknya penting banget&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong, Sakamoto-kun kan pintar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(wusss... wusss... wusss...)!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi! jangan nancepin pisau lipat ke tatami! Serem tau!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temen sekelas kami masing masing nancepin pisau lipat bawaannya ke tatami disebelah mereka. kalo mereka lebih serius yang bolong bukan cuma tatami-nya. tapi badan Yuuji juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Btw... jadi satu-dua minggu ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama san ngomong dengan nada agak serius. Yuuji agak kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke deh. Makasih udah mau bagi bagi intel! target kelas kita beda kan, ayo berjuang bareng!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu Koyama-san melipat tangannya dan meninggalkan kelas F. Seenggaknya musuh yang harus diwaspadai udah berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kayaknya kelas lain udah nyiapin buat perang lagi&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;udah berapa lama sejak kita tukeran kelas. Fasilitas udah bagusan. nggak terlalu ngagetin, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
begitu perang summoning udah mulai, kaya riak air, efeknya akan nyebar diantara kelas 2. Entah efeknya akan lebih bagus atau apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong katanya Gear syoukanju kita udah dibagusin?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebelahku Minami memiringkan kepalanya. Iya juga ya, gimana Syoukanjuu kita sekarang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Perubahan peralatan... Harus kita cek biar kita bisa make-nya bener&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kayaknya sistem udah diperbaiki&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kita bisa manggil syoukanjuu kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;siapa yang mau manggil guru−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong ngomong kita butuh guru untuk men-summon syoukanjuu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin pas banget, kita ngeliat Wali Kelas kita: Dengan Panggilan &amp;quot;Ironman&amp;quot;−Nishimura-Sensei berjalan di koridor&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;apa boleh buat...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. waktu istirahat udah mau abis&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo gitu... Nishimura sensei!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ha? Yoshii, Sakamoto? ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu kupanggil, Ironman masuk ke kelas. Dia manyun agak kaya najis. sikapnya kaya bilang &#039;ada masalah kalo ngomong sama dia&#039;. Parah baget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf, Bolehkan &#039;nggak&#039; ngizinin &#039;nggak akan&#039; untuk manggil? &#039;ditolak&#039; larangan summoning war &#039;aku menolak&#039; sudah dihilangkan, &#039;menyerahlah&#039; jadi syoukanjuu-nya &#039;jangan memaksaku&#039;... oi! berapa kali bapak sudah menolak? saya cuma minta satu hal dan bapak menolak enam kali! pertama kalinya aku bisa dalam situasi ini! menyebalkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalian nggak pernah mendengarkan saya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dipikir pikir juga dia nggak mendengarkan dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya sudah bilang, syoukanjuu nggak bisa dipanggil sembarangan kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;walau gitu juga sih...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syoukanjuu-ku beda dengan yang lain. bisa menyentuh benda asli dan mempunyai kekuatan berkali kali dari manusia biasa. mungkin karena itu dia khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tenang saja, Sensei! sampai sekarang kami belum membuat masalah kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;saya ingat kalian harus menulis refleksi diri lebih dari 100 kali di jangka waktu pertama kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hemm... kira kira 1 per hari&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;cukup untuk membuat buku...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;berapa yang kalian sudah tulis?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji pasti menulis 99&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;lagipula kalau kalian memanggilku dengan &#039;sensei&#039; pasti ada yang nggak beres&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ironman memelototi kami dengan tampang curiga. Apa apaan nih. jadi kita salah panggilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tolonglah Sou-kun~ (BRAKK)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Beribu tolong, Souichi~ (BAKK)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;SIAPA YANG BILANG HARUS MENYEBUT NAMAKU LANGSUNG!?!?!?!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;TANGANKU!!!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru kami bilang itu tangan kami dipelintir dengan kekuatan bagaikan tang. kalau kita tak bisa memanggilnya demikian, KALAU BEGITU APA!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saat kami menggelinding di lantai sambil memegangi tangan, Minami dan Himeji-san menghampiri Ironman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak boleh-kah, Nishimira-Sensei? kami hanya ingin melihat perubahan peralatan saja, tidak macam macam!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Minami-chan benar! kami tak akan menggunakannya untuk jahil-jahilan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tidak... tapi..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;tolonglah, Nishimura-sensei!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;haah aku tak mengerti kenapa kalian ingin banget mengecek peralatan baru&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saat 2 murid model kelas kami yang meminta, sikap Ironman merendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke sekali lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kumohon, Tetsun−(BAKK!)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kami serahkan padamu Te-Chan! (BAKK!!)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini lengan kiri kami dipelintir. sial! bagaimana bisa ada orang se-keras kepala orang ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;benar benar deh kalian. kalau begitu cepatlah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;cepat apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku sibuk. kalau ingin memanggil cepatlah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ironman menghela napas. tapi akhirnya dia setuju&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagipula mau kutolak segimana juga kalian akan menggunakan Gelang Platinum Sakamoto. lebih baik sekarang kalian kuawasi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ooh jadi ada alasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kalau begitu kenapa tak diizinkan dari awal?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tanganku pun dipelintir... sakit tau&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau kuberikan izin secara langsung kalian pasti ngelunjak&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak lah!... mungkin sih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lupakan. setidaknya udah dapet izin&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;akhirnya kita bisa dapet apa yang diinginkan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(ngangguk)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;sudah kutunggu. gimana ya Syoukanjuu kita sekarang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;semoga bukan tembok lagi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;summon dan lihat saja, siap−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;SUMMON!!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berteriak. selanjutnya pola tertentu muncul disekitar kaki kami, dan syoukanjuu kami muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;waw. Armor yang bagus. Menakjubkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lance dan armor? Aku berubah menjadi Kesatria ya? bagus deh setidaknya aku tidak memakai talenan sebagai tameng. bagus!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi Yuuji! lihat! bajuku bertenun Naga!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;lihat Akihisa! Milikku Macan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Longsword dan mantel... jadi aku menjadi Shinsengumi. kelihatannya kuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku naik pangkat jadi Jonin&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hemm. jadi peralatan semuanya jadi lebih baik...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;TUNGGU!!!!!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yoshii, Sakamoto! kenapa sih ribut banget?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;INI NGGAK ADIL! KITA BERHAK PROTES!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ohya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;YA! Lihatlah perubahan Himeji-san!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;eh? Armorku semakin tebal, dan pedangku semakin panjang dan besar...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Minami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seragam Army-ku menjadi seragam Kesatria. dan  tombakku menjadi sebuah Lance&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu Hideyoshi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;pejuang Naginata-ku menjadi anggota Shinsengumi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Muttsurini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...naik pangkat jadi Jonin&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tapi Saya dan Yuuji,−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya ada gambar yang tergambar di seragam!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;ITU JAUH TERLALU ANEH!!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji berteriak dengan serempak. memang aneh, peralatan kami nggak jauh beda dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ohya tunggu Akihisa. Senjataku berubah&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Beneran?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Metal knuckle-ku berubah menjadi pemukul baseball&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ITU NGGAK BEDA JAUH!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
gimana juga aku pasti dapat peralatan yang miskin. ataukah ini kerjaan kepala sekolah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, puas &#039;kan? aku akan menutup izinnya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Summoning Field-nya menghilang, begitu pula syoukanjuu kami. sial aku tak bisa menerima ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Istirahat hampir selesai. jangan main main dan siapkan untuk pelajaran selanjutnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ironman pun pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aki dan Sakamoto sepertinya tidak dewasa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Shimada, jangan hubungin aku dengan si idiot itu! terlalu rendah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, Minami! Beda dengan otak Yuuji dan dadamu, aku juga tumbuh−(KRAK!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;KAU BILANG APA!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;AKU TAK BERKATA APAPUN!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa benar benar belum dewasa...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
aku memegangi tanganku yang dipelintir dan menahan sakitnya yang bertahan sampai jam pelajaran sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu berlalu dan ini sudah waktu pulang sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Udah berapa lama hal hal sepi lewat. Gimana kalo kita terima aja pulang telat gini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bawaan yang nggak berat-berat amat, Yuuji ngomong sendiri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;karena kita harus pulang telat karena PM terus&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari awal sekolah udah ngebolehin diadakannya PM yang ada hubungannya sama Summoning Battle. Kita harus belajar lagi, Juga ngambil beberapa ulangan untuk ngisi poin lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagian kan kalian juga yang madol terus makanya harus ikut PM terus terusan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak tau Minami ngomong apa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Harusnya kita bersukur kita bisa pulang sekolah dengan perasaan bebas&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kelihatannya waktu bebas kita juga bertambah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muttsurini dan Himeji-san ngomong dengan perasaan yang agak senang. Ngomong ngomong, Hideyoshi sedang ada aktifitas klub. Dia satu satunya diantara kami yang ikut aktifitas klub, jadi jarang dia bisa ikut pulang bareng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jarang bisa pulang cepet. Jalan jalan dulu yok&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji mengajukan usulan yang padahal kita nggak pernah buat rencana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan hari ini, aku mau ke supermarket beli makanan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Belanja? Bukannya hadiah seafood-nya masih banyak?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya sih cuma aku pingin daging. lagipula juga katanya daging sama telor lebih murah hari senin&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya ada 3 orang dirumah, seafood deluxe-nya udah hampir habis. kalau cuma aku dan kakak yang dirumah, bukan masalah besar sih, cuma sejak ada Himeji-san, aku harus lebih usaha dalam masak. Lagian aku udah makan seafood terus beberapa hari ini jadi aku pingin daging sekali kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohya? Kalo gitu aku juga mau daging deh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji yang mimpin masakan buat makan malam (dalam kasusnya, &#039;lagi&#039;) dia agak merenung saat ngomong itu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohya. Kau mau masak apa ntar malem?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm... apa ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak merepotkan. Walaupun aku bilang ingin memasak daging, sebenarnya aku tidak terlalu tau ingin masak apa. memang repot... Oh ya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, Kau mau makan apa nanti malam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? aku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berputar untuk menanya Himeji-san. Jarang dia bisa jadi tamu, tapi aku ingin dengar dia ingin makan apa, mungkin aku ada ide untuk apa yang dimasak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak ada yang kusuka atau tidak suka,.. tapi selain itu, kemarin kan Akihisa-kun sudah memasak jadi hari ini giliran—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak nggak nggak nggak nggak! Itu kerjaanku untuk masak! jangan terlalu khawatir!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cepat cepat aku ngeles sebelum dia bilang sesuatu yang jauh lebih bahaya. Masak itu bagianku. Nggak mungkin aku nyerahin kerjaan itu! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;...&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku membahas makan malam, Yuuji dan kawan kawan menatap kami dengan curiga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi, Akihisa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa nanya Himeji buat makan malam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;eh..?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi pertanyaannya, Aku dan Himeji-san secara nggak sadar ngeliat satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial! Aku lupa kalo secara gak sadar aku langsung ngoceh kalo kita tinggal bareng. Duh kenapa aku bisa bisanya mbuat kesalahan kecil gini!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ja.. Jadi coba kalem dulu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;itu...itu...itu...itu... karena &#039;itu&#039; kan, Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Y..Ya! Itu karena... eh, Akihisa-kun hanya ingin sebuah referensi untuk makan malam, bukan untukku kok!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;...&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar penjelasan Himeji-san, Kawanan mereka memelototi kami dengan tampang curiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;eh.. Ja... Jadi aku pergi ke supermarket dulu ya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku... Aku ada urusan, Maaf aku harus pergi, dah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum yang lain bertanya yang aneh aneh, kami langsung kabur. walaupun mereka nggak ngejar,pelototan mereka nyakitin banget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak... Nggak apa apa kan? kita nggak ketauan kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mung...Mungkin aman. kita tadi sudah menjelaskan dengan jelas kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
setelah berbelok di pojokan, aku dan Himeji-san saling tatap. susah menyembunyikan rahasia dari yang lain...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gimana kalau kau pulang duluan, Himeji-san? Aku akan kembali setelah selesai&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tidak. aku kana ikut. Kau sudah memperlakukanku dengan baik, kalau aku nggak ikut nanti aku nggak akan ngerasa enak&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi nggak bagus kalau ingin beli bahan bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gimana kalau kau tinggalkan saja urusan belanja dan masak padaku, kau bisa belajar saja&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke ayo belanja! Mau makan apa nanti malam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Akihisa-kun! tunggu aku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meminta Himeji-san memasak dan aku belajar. sebuah kasus terburuk. kalau sebaliknya sih nggak apa apa...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, kudengar hari ini terong sedang ada harga khusus?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membawa keranjang belanja dan masuk kedalam supermarket&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terong... Bagis, Kau suka terong?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya! Aku suka sekali!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san menjawab dengan senyum yang menyilaukan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang mulai masuk musim gugur dimana terong akan terasa enak banget. kalau lebih murah pasti kubeli. mungkin kugoreng atau kukukus. atau mungkin kugoreng dengan paprika hijau, potongan daging dan bumbu musiman. mungkin enak jika dikasih kecap jahe... Aku mulai ngiler saat memikirkannya. &amp;quot;Miso Yakitori juga enak. bisa dikukus dengan ayam...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagus juga. terong berkalori rendah dan juga menyehatkan.  lagipula ini musim gugur, musim terbaik untuk mendapatkan terong&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;benar&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
baru saja ingin membeli terong, seorang SPG berjalan lewat dan teriak dengan semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;DISINI! BARANG MURAH DAN SEHAT DISINI!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
suara misterius ini kedengaran tak asing... orang ini orang asing ya..?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saat aku dan Himeji-san melebarkan mata kamu, SPG itu tetap teriak teriak didepan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;SAYUR SEKARANG SANGAT BERHARGA! TERUTAMA INI—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tiba tiba dia berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
matanya tertuju pada terong yang dipegangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;TERUTAMA INI! Eh namanya apa ya... Eh... BENDA YANG MIRIP PENTUNGAN UNGU INI! ENAK SEKALI!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang itu nggak tau terong ya...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;MANIS DAN PENUH MADU, MANIS DAN ENAK!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa terongnya? ada apa didalamnya!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohh, pasangan baru nikah disana! bagaimana dengan benda ungu ini? kau mau?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mungkin karena kami terlalu bingung dengannya dia berpikir kami tertarik sehingga dia langsung menjajakannya pada kami. sial orang ini nggak normal dari segi manapun. lebih baik kita kabur sebelum ada masalah lain...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ki...Kita dibilang baru nikah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san tersipu disebelahku dengan tampang imutnya. dan tidak punya keinginan kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong ngomong dia kan perempuan ya... jadi lemah dengan kata &#039;pengantin&#039; ataupun &#039;baru nikah&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lihatlah! Bagaimana dengan pentungan ungu ini, nak? Matang dan manis!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf kalau bisa jangan beri yang manis dan matang itu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kelembutan dan bau manis yang nggak natural itu karena dalamnya busuk kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;nggak nggak... jangan terlalu baik sama saya, nak. bagian manis pentungan ini yang paling enak.dan eh... ada label &#039;Produksi Lokal&#039; kan? Banyak kalori dan nggak ada apa apa sama nutrisi, jadi—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SPG biadab ini  kayaknya nggak ngedengerin omonganku dan ngelanjutin omongan sampahnya... Himeji-san belum pulih... jadi kayaknya aku hanya bisa tinggal disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan begitulah. ini disukai dari masa yang lampau. sayur ini udah terkenal di kutub utara dari 800 tahun lalu—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sambil tetap berdiri didepan SPG yang tetap ngoceh itu, aku masuk ke pikiran dalamku... Jadi, selain makanan untuk makan malam, apa yang butuh kubeli untuk makan malam?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong nak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tisu makan masih ada, nggak ada masalah dengan tisu toilet sama sikat gigi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nama sayur ungu ini apa ya...?——&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jadi yang kurang saat terakhir kali bersih bersih itu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;——Pembersih toilet&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah jadi begitu! Terima kasih, nak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat baru sadar aku lihat SPG itu sudah ada didepanku sambil menjabat tanganku. Ahh, jadi dia sudah selesai ngoceh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya ambil sekantong ya. Ayo, Himeji-san&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ya say— maksudku Akihisa-kun&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san tampaknya sudah pulih juga. Aku mengambil sekantong  terong dan meninggalkan bagian sayuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;KAMI MENJUAL PEMBERSIH TOILET MURAH UNTUK ANDA! MANIS DAN MATANG! PEMBERSIH TOILET DIJUAL SEKARANG! UNTUK YANG MANIS MANIS PILIH PEMBERSIH TOILET!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SPG tadi berteriak tentang apa yang dijualnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, SPG tadi menjual apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak tahu juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengar kata &#039;pembersih toilet&#039; &#039;manis&#039; atau apalah itu. mungkin pembersih toilet jenis baru... yang dapat dimakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, Akihisa-kun, kau tahu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya? apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pepatah yang bilang &#039;jangan biarkan istrimu makan terong di musim gugur&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah sepertinya aku pernah dengar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya karena para ibu ibu itu berpikir &#039;terong yang enak bakal sia sia kalau diberikan ke pasangan yang menjengkelkan&#039; kan? mungkin... Kasar sekali...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Himeji-san berpikir sebegitu kuatnya. Mungkin dia bertanya apakah dia boleh makan terong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, kau tak perlu khawatir tentang itu. itu cuma cara generasi tua berpikir&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Be..Benar! Seharusnya aku tidak perlu memikirkan ini dan berusaha melahirkan bayi yang sehat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa harus bawa-bawa bayi? Aku tidak mengerti maksudnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa, Kayaknya aku harus ngasih tau kamu. Pemikiran itu karena pas musim gugur, terong bijinya dikit makanya orang orang dulu takut kesempatan kehamilan bakal turun&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hee— Yuuji lumayan tahu juga&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukannya lumayan tau, kau yang kurang akal sehat&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya apa? Aku nggak tahu— OI TUNGGU!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yu, Yuuji! kenapa kau disini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sa..Sakamoto-kun! kapan kau kesini!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak papa aku kan pingin beli bahan buat makan malem&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya juga ya... Yuuji bilang ingin bikin makan malam, juga diantara rumah dan sekolah nggak banyak supermarket jadi nggak heran kita bisa ketemu disini. cuma gara gara misah doang jadi aku buat kesalahan besar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngaku! Kenapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak... Nggak apa apa! Aku dan Himeji-san cuma ketemu di supermarket&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I...Iya! kita nggak sengaja ketemu terus belanja bareng!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hoho, kalian pingin belanja bareng? hubungan kalian bagus juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan! Bukan gitu!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong kalian mencurigakan. Selain belanja bareng kalian ada sesuatu yang kalian sembunyiin kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat aku dan Himeji-san yang tak terlihat enak dengan kata katanya, Yuuji menaruh tangannya di dagunya sambil berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Makan malam kemarin,makan siang tadi, sama makan malam ntar sama semua... Kalian makanan sama terus, juga berangkat sekolah bareng...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WAAAAAAAAHH! Kita mau ketahuan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ke...Kemarin kan ada berita sosial banyak kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Y..Ya! Pemogokan bandara dan lain lain&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu parah banget banyak orang nggak bisa pulang karena bandara mogok&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Himeji-san berusaha keras mengubah topik jadi pemogokan bandara. tapi Yuuji malah tambah manyun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Pemogokan bandara... Himeji harus tinggal di tempat Akihisa 2 hari yang lalu... Jangan bilang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar Yuuji tahu fakta penting karena dia tambah melotot. Di..Di...Dia tahu ya...!?!?!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi Akihisa, Jawab jujur! Jangan bilang kau—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau...Kau mau bilang apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Kau tinggal bareng Himeji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KETAHUANNNN!!!! CEPET BANGET!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;NGGAK! GAKGAKGAKGAKGAK! PASTINYA ENGGAK! KENAPA HAL NGGAK MUNGKIN ITU BISA TERJADI!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;BEBEBEBEBEBEBEBENNAR SAKAMOTO-KUN!ITU NGGAK MUNGKIN BANGET. GIMANA MUNGKIN ITU TERJADI! JANGAN KHAWATIR BANGET!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ka... Kau berdua kenapa harus ada beginian sekarang!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penolakan kami nggak berarti karena Yuuji kelihatan dendam pas melototi aku dan Himeji-san. Sialan kalo orang lain tahu masalah ini orang bakal iri dan membunuhku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memprediksikan  metode penyerangan Yuuji dan mulai membuat posisi pertahanan, tapi—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gimana beginian harus terjadi? Parah! Parah banget! Sialan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji menggenggam kepalanya sambil gemetaran dan nggak melakukan sesuatu yang kejam terhadapku. Aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa sih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;BERANI LU NANYA KENAPA!? SIALAN!  PERKATAAN BODOH APA YANG GUE OMONGIN!? GUE BENER BENER PINGIN GEBUK AKIHISA DAN GUE SAAT ITU...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo gitu kenapa nggak gebuk diri sendiri aja..?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah terserah. Akihisa, nggak ada yang tau kan kalo kalian tinggal bareng?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selain kau, nggak ada&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu paling bagus yang aku dengar dalam kemalangan ini. Jika Kau hampir ketahuan, cepat ceritakan padaku. Aku bakal berusaha menutupinya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh... Ah... Kalo gitu makasih&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupikir dia bakal marah dengan bilang &#039;sejak kapan lu sombong banget, bego?&#039; dan memukuliku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Walau gitu kalian harus jaga rahasia kalo kalian tinggal bareng! Kalian harus hati hati banget, Ngerti?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku akan berusaha&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa apaan tuh, nggak niat! Dengerin, Akihisa, Kau nggak boleh sama sekali biarin orang lain tahu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh.. eh.. ya ya. ngerti&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji memelototiku secara seram sambil mengingatkanku berulang kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau ada orang lain yang tahu, Serius demi apapun kau akan kupukuli sampai diambang pintu neraka!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apaan nih? emangnya ada sesuatu yang mengerikan untuk Yuuji kalau orang lain tahu aku dan Himeji-san tinggal bersama?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;oke, Yuuji aku nggak akan biarin orang lain tahu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong. aku nggak akan melakukan hal hal nggak penting kayak balas dendam, cepet sana pulang sebelum ada yang tahu lagi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke. ini hadiah&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyerahkan terong dari tanganku, kami pamit dengan yuuji. Walau orang itu bilang sesuatu akan terjadi, nggak ada yang bakal tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku khawatir. apa boleh buat... rahasia ini harus kujaga dengan keras!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Yuuji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.................................Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 079.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ingat janji kita?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha. ha ha ha... Shouko, sejak kapan kau disana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Dari awal, karena Yuuji tidak mau pulang denganku aku datang untuk menghukummu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;y,ya. kalo gitu maaf...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tenang. sekarang itu tidak penting.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar.. jadi—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jangan lari. Kamu tak akan bisa kabur&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p style=&amp;quot;margin:20px 0px 20px; font-size:400%&amp;quot;&amp;gt;&amp;quot;SSSSIIIIIIAAAAAAALLLLLLAAAAAANNN KAU AAKIIIHHIIISSAAAA!!!!!!! INI SSEEEMMMUUUAAA SAAALLLLAAAAHHHMMUUUU!!!!!!!!!!!!!!!!!”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan sedikit perasaan pembunuh dibelakangku. Mungkin aku terlalu banyak berpikir...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah keluar dari supermarket, aku dan Himeji-san berjalan bersampingan. Serius karena Yuuji tiba tiba muncul aku jadi lupa beli sayuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wah. ngomong ngomong aku belum beli bahan buat makan malam...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar juga ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sibuk berpikir tentang cara menahan situasi jadi lupa beli sayuran. Parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu pulang duluan deh, Himeji-san, aku akan balik beli lagi&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu aku ikut!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan, kita baru ketahuan sama Yuuji. Apa katanya kalo kita balik kesana bareng lagi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;iya juga ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku balik dulu ya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti. Hati hati ya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melambaikan tanganku dan mengucapkan selamat tinggal ke Himeji-san untuk sementara waktu. Oke, aku harus membeli bahan-bahan untuk makan malam dan bergegas kembali ke rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, setelah membeli semua bahan makanan untuk makan malam, aku langsung pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sepertinya sebentar lagi bakalan turun hujan, berabe nih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai merasakan udara semakin lembab, dan tak lama, hujan pun turun seperti yang diperkirakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wah gawat, nggak bawa payung pula.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berusaha untuk tidak membiarkan plastik belanjaanku kemasukan air hujan. Lebih baik cepat-cepat ke supermarket terdekat untuk berteduh. Jarak dari sini ke rumah tidak begitu jauh, dan aku nggak segan berlari pulang hujan-hujanan, tapi, setelah ku membaca salah satu manga yang baru-baru ini rilis...-mungkin sebaiknya aku pulang saat hujan sudah reda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memperhatikan keadaan diluar sambil mengambil sebuah majalah untuk dibaca. Uhh, bakalan banyak games yang akan dirilis bulan depan. Aku nggak tahu apa aku bisa diam-diam mendapatkan uang dari kakak...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membaca-baca majalah beberapa lama dan menemukan banyak artikel yang menarik, tapi saat aku ingin berhenti membaca dan membawanya ke kasir....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ZRASH ZRASH ZRASH ZRASH&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan diluar sangat deras bagaikan air seember penuh yang tumpah ketendang. Sepertinya... Aku akan tetap basah kuyup walaupun membawa payung...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengeluarkan handphone, melihat internet dan mengecek laporan cuaca. Halaman web tidak memberikan peringatan untuk waspada terhadap hujan besar. Payah nih. Pikiranku cuma berpikir tentang bagaimana mencegah Himeji-san memasak sampai-sampai nggak sempet memperhatikan perubahan cuaca. Tapi kabar bagusnya, aku membiarkan Himeji-san pulang duluan ke rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kelihatannya hujan nggak akan berhenti dalam waktu yang singkat...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat keadaan saat ini, hujan akan hanya bertambah besar. Apa boleh buat lah, aku cuma bisa berlari pulang...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun bersiap untuk basah kuyup dan mulai berlari keluar supermarket. Karena majalah hanya akan menjadi basah kalau aku bawa dibawah hujan deras seperti ini. Mungkin belinya lain kali aja deh...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ZRASH ZRASH ZRASH. Hujan terus-terusan menyirami tubuhku sampai aku kesulitan melihat jalan dihadapanku. Uuhh... Kalau nggak cepat-cepat sampai rumah, bisa sakit nih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan menjadi sedikit banjir akibat hujan deras dan mobil yang melaju membuat cipratan bagai melaju melewati sungai. Suara hujan serta angin yang kencang bercampur di telinga, penglihatan maupun pendengaran semua tertutupi oleh hujan deras yang terjadi di sekitarku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada saat seperti ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya aku mendengar samar-samar suara seseorang...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm? Kayaknya aku pernah mendengar suara ini sebelumnya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendengar suaranya lebih jelas, aku mulai berkonsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu... dingin sekali... tempat ini dingin sekali...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar dari suaranya, sawan-sawannya suara cewek menangis nih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menemukan pemilik suara tersebut. Aku hanya bisa membuka mataku lebar-lebar yang cuma bisa melihat beberapa meter ke depan dan mulai mencari. Suara itu... apa mungkin datang dari arah taman?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku sudah terlanjur basah, mungkin sekalian saja aku jalan-jalan ke taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat ke dalam paviliun, aku menemukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... Kakak Bodoh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menemukan Hazuki-chan, basah kuyup dan kelihatan dia mau menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kamu ada disini? Ntar sakit loh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku kesini untuk ketemu Kakak Bodoh! Kupikir aku akan bertemu denganmu kalo aku menunggu disini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Kamu mau ketemu denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, benar juga, ngomong-ngomong, aku bertemu Hazuki-chan pertama kali di tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, kenapa kamu mau ketemu denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakakku jahat, dia selalu berbohong dan nggak membiarkanku pergi ke rumah Kakak Bodoh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kata Hazuki-chan sambil menggembungkan pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi Hazuki diam-diam merahasiakan dari kakak kalau mau datang menemui Kakak Bodoh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tapi mendadak turun hujan, dan kamu bahkan nggak tahu dimana rumahku, lalu kamu datang ke paviliun taman untuk berteduh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Begitulah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kebetulan sekali kita ketemu. Tapi karena aku ketemu Hazuki-chan. Mungkin ini salah satu hal yang terbaik diantara kejadian hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kuchuun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan gemetar kedinginan sambil mengeluarkan suara bersin yang lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang kutahu, rumah Minami tidak dekat dari rumahku. Pasti berat bagi Hazuki-chan untuk keluar sendiri dalam cuaca yang seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu ayo ke rumahku. Kamu bisa kena demam kalau kamu disini terus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Horee! Hazuki-chan senang sekali!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Guu!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat sangat senang sambil memelukku dengan gembira dan membenturkan kepalanya tepat ke dadaku. Karena perbedaan tinggi badan, benturan tadi langsung tepat mengarah ke daerah kelemahanku. Aku tahu kalo Hazuki-chan nggak mempunyai niat jahat sama sekali, tapi kalau dia begini terus menerus, hidupku bisa terancam..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, semoga kamu cepat tumbuh besar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada saat itu, kepalamu nggak akan membentur dadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, iya ya, walau Kakak Bodoh berkata begitu. Hazuki sudah mengerti kok dan akan berusaha keras supaya cepat tumbuh besar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu mengerti?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya! Hazuki ingin cepat-cepat tumbuh besar menjadi pengantin yang cantik!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah... dia nggak mengerti...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku nggak punya kepercayaan diri pada ukuran dadaku...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki meletakkan tangannya di dada dan berkata dengan raut wajah kecewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu nggak benar~aku ingin berusaha menghibur, tapi aku nggak bisa berkata lebih. Aku teringat tentang ucapan Muttsurini bahwa ini kemungkinan besar masalah genetik...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A...Apapun itu, kamu harus segera mengeringkan badanmu. Ayo kita pergi, Hazuki-chan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk keluar dari hujan yang semakin deras ini, aku menggandeng tangan Hazuki-chan dan melanjutkan pelarian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, akhirnya kamu pulang juga, hujan diluar deras sekali, apa kamu baik-baik-oh...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakak cantik!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pulang. Himeji-san.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san, yang tadi pulang terlebih dahulu, menemuiku di pintu masuk sambil membawa handuk, tapi dia langsung terlihat terkejut setelah melihat Hazuki-chan pulang denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ketemu Hazuki-chan di taman, karena dia nggak bisa pulang sendirian di tengah hujan deras seperti ini, jadi aku bawa saja dia ke rumah, ya, Hazuki-chan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh gitu, kamu akan mudah terkena demam kalau kamu basah kuyup, ayo cepat-cepat keringkan badanmu. Aku akan menyiapkan air hangat untuk mandi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu dalam rumah mengeluarkan bunyi menutup seraya Himeji-san yang kembali ke dalam untuk mengambilkan handuk lainnya. Nggak kusangka dia bahkan juga menyiapkan air mandi. Himeji-san memang cewek yang sangat pengertian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo kamu mandi dulu, Hazuki-chan, aku akan tanya pada kakak apa punya baju ganti untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah! Mandi, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan menganggukkan kepalanya dan langsung bersiap untuk membuka baju basah yang ia kenakan. Eh? Kelihatannya ada yang salah nih?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm, Hazuki-chan, nggak masalah kalo kamu membuat lantainya jadi basah, tapi, seharusnya kamu membuka bajumu di ruang ganti baju.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;? Hazuki nggak boleh lepas baju disini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un, Hazuki-chan kan bukan anak kecil lagi, kurasa nggak baik kalo membuka bajumu di hadapan lawan jenis.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya sih aku nggak akan bernafsu apa-apa kalo di hadapan anak kecil (mungkin), tapi walaupun begitu, dia nggak bisa membuka baju didepanku seenaknya. Walau Hazuki-chan itu orangnya naif dan polos, tapi dia itu terlalu bebas dalam beberapa aspek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi walaupun kita pisah saat ganti baju, Hazuki akan tetap mandi bareng Kakak Bodoh, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu mau mandi bareng denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Hazuki sering kog mandi bareng kakak, apalagi kalo habis nonton acara seram di TV, kami pasti akan mandi bareng.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami... kalo kau saking takutnya setelah nonton acara seram sampai harus mandi bareng anak SD,seharusnya itu acara nggak usah ditonton aja sekalian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan aku juga sering mandi bareng papa dan mama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itu sih nggak masalah kalo bareng anggota keluarga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu nggak apa-apa, karena Kakak Bodoh itu adalah suami Hazuki, berarti kakak juga keluarga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya benar juga ya, tapi percakapan ini sudah mulai ngawur. Uu... Apa yang sebaiknya kulakukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Atau mungkin, apakah Kakak Bodoh merasa ada yang aneh kalo kakak mandi dengan Hazuki?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan melihatku dengan tatapan yang polos. Oh no oh tidak oh jangan, akan berbahaya kalo aku punya ketertarikan seperti ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Si... Siapa bilang?! Nggak ada orang lain yang bisa menahan emosi dan tetap tak tergoyahkan layaknya diriku ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baguslah. Kalo begitu kita bisa mandi bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
........................Eh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;??? Kakak Bodoh, ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ugh, walaupun ini sangat tidak mungkin, tapi apa aku baru saja...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa aku baru saja kalah berdebat dengan seorang anak SD? Bagaimana mungkin ini bisa terjadi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki nggak begitu mengerti apa yang kakak bicarakan, tapi Hazuki senang kakak bodoh mau mandi bareng dengan Hazuki!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;TIDAAAAAAAKKKKK!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa aku secara verbal baru saja dikalahkan oleh seorang anak SD? Aku ini sudah murid SMA!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, kamu nggak boleh begitu. Akihisa-kun adalah anak laki-laki, jadi sebagai anak perempuan kamu nggak boleh berbuat seperti itu... Nggak baik...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku sedang memegang kepalaku karena Himeji-san datang dengan sehelai handuk lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu... nggak boleh ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah. Hazuki mau mandi bareng kakak cantik aja deh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Mandi denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan tersenyum dengan gembira. Para cewek bisa mandi bersama, dan itu sangat menolong. Sangat-sangat menolong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, nanti aku ingin bicara denganmu tentang yang barusan kamu ingin mandi bersama Hazuki-chan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia memberikan handuk padaku, mata Himeji-san mengeluarkan aura-aura yang sulit kupahami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, Hazuki-chan, ayo kita mandi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mengantar Hazuki untuk ke kamar mandi. Entah kenapa bulu kudukku berdiri dan cepat-cepat aku menggunakan handuk untuk mengeringkan rambutku yang kebasahan sambil aku berjalan masuk ke rumah. Saat mereka sedang mandi, aku sebaiknya mengeringkan badanku dan segera ganti baju... Ah iya... Aku harus telpon Minami terlebih dahulu. Kurasa dia pasti sedang khawatir tentang keberadaan Hazuki-chan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung mengeluarkan handphone dan mengelap layarnya yang basah sambil mencari dan menelpon nomor handphone nya. Kelihatannya, handphonenya berbunyi beberapa kali tapi cuma tersambung ke mailbox, kalo begitu aku akan meninggalkan pesan untuknya saja deh... &#039;Aku bertemu Hazuki-chan di taman dekat rumah, jadi nanti aku akan antar dia pulang, jangan khawatir&#039;. Kurasa sudah cukup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waa... Kakak cantik benar-benar mengagumkan! Berbeda jauh dengan kakakku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, kamu akan sakit kalo nggak cepat-cepat masuk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mau masuk kalo aku boleh pegang dada kakak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak boleh~! Boleh tapi nanti. Ayo masuk ke bak mandi dulu-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fuwaaa... hebat... Dada kakak sangat halus...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... apa boleh buat deh... Kalau sudah puas, cepat masuk bak mandi dan hangatkan badanmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sip, sekarang sebaiknya aku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... Iya... Ada apa... Akihisa-kun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mau lari keliling diluar sebentar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Bukannya sekarang lagi hujan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan juga, aku pas pulang tadi beli cemilan. Kamu boleh mulai makan dengan Hazuki-chan. Nggak perlu menungguku kembali!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah? Akihisa-kun! Kenapa kamu tiba-tiba...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pergi dulu ya...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara keheranan Himeji-san terdengar dari belakangku, tapi aku langsung melompat lari keluar dari rumah. Bukan! Ini bukan nafsu bejat, tapi cuma aku ini sedang dipenuhi oleh semangat dan nafsu yang menggebu-gebu untuk memperkosa istri orang... nggak lebih!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bergumam ditengah hujan dan berlari untuk beberapa menit, sambil menelpon minami dijalan. Sepulang dirumah, kepala dan badanku semua beku kedinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fuu... segarnya habis mandi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enak sekali mandi air panas setelah basah kuyup kehujanan, dan tanpa sengaja aku malah berendam terlalu lama di bak mandi. Jarang-jarang bisa merasakan nikmatnya mandi air hangat disaat cuaca yang sedang dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakak, sehabis mandi kakak sekarang jadi hangat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku kembali ke ruang keluarga, Hazuki-chan, yang mengenakan piyama, langsung lari nemplok ke badanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kamu kedinginan, Hazuki-chan? Badanmu baik-baik saja kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan tersenyum cerah kepadaku. Melihatnya begini, aku nggak perlu cemas tentang dia akan terkena sakit, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aneh? Kemana Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakak cantik tadi kelihatannya sedang mengeringkan baju Hazuki!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara getar pengering rambut terdengar dari ruangan. Himeji-san pasti sedang menggunakan setrika dan pengering rambut untuk mengeringkan baju Hazuki-chan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki tadi mau bantu mengeringkannya sendiri, tapi kakak cantik bilang itu terlalu berbahaya dan nggak mengijinkan Hazuki...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya... Bener. Pengering rambut sih nggak apa, tapi setrika terlalu berbahaya buat Hazuki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau Hazuki-chan benar bisa mengeringkan bajunya sendiri, tapi lebih baik menyerahkan hal ini pada Himeji-san. Tinggal bersama Himeji-san dalam satu rumah beberapa hari ini, menyadarkanku kalau Himeji-san itu handal dalam segala hal rumah tangga, kecuali memasak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, apa kamu mau nonton TV denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil remote TV dan duduk di sofa yang ada di ruang keluarga. Lalu Hazuki duduk di sebelahku. Unn, perilaku bagai clitter ini sangat imut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Acara apa yang kamu mau tonton, Hazuki-chan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm... Hazuki mau nonton acara sinetron!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sinetron? Yang mana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak begitu suka nonton sinetron, jadi aku rada terkejut mendengarnya, apakah anak-anak SD jaman sekarang doyan nonton sinetron?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki nggak peduli yang mana, yang penting itu sinetron!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki melirik ke sekitar sebelum menjawab. Oh, aku mengerti... Dia mencoba bertingkah seperti orang dewasa, mungkin sebenarnya dia ingin menonton acara lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi banyak acara menarik lain loh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki nggak mau nonton acara anak kecil, Hazuki mau nonton acara yang ada percintaannya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki memaksakan kehendaknya. Un... Apa ada yang salah dengan caraku menawarkan acara lain? Mungkin aku sebaiknya memilih acara yang mungkin ia suka saja deh. Dan lagi, kurasa ini lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo bgitu, ayo lihat sinetron macam apa yang bisa kita temukan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mencari-cari channel, tapi waktunya memang tidak tepat dan tidak ada acara sinetron ditayangkan saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak ada sinetron nak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yahh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ngomong-ngomong...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku teringat kalau aku merekam sebuah sinetron yang menggelikan secara tidak sengaja karena salah saat merekam. Kurasa aku belum menghapus acaranya... Oh, ini dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana dengan yang ini, Hazuki-chan? Ini terlihat seperti sinetron juga...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, Hazuki mau nonton yang ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapatkan persetujuannya, aku langsung menekan tombol play dari remote control. Lalu, melodi nyanyian utama pun terdengar dari layar kaca, dan sinetron pun dimulai. Sinetron ini berjudul &#039;Menunggumu di Bawah Pohon Legendaris&#039; Hmm... Ayo coba lihat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Shinji... Maafkan daku telah menonjokmu. Memikirkanmu yang enggan menerima cintaku, aku langsung tidak bisa menahan emosi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ugh, Itu bukan lah sesuatu yang bisa terselesaikan hanya dengan minta maaf.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebagai permintaan maaf, aku membuatkan bento untukmu. Maukah kamu mencicipinya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sangat mencurigakan. Apa kau membubuhi sesuatu pada bento ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba... Bagaimana mungkin aku melakukan hal itu padamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah kuduga. Coba aku cek terlebih dahulu. (Jilat) Ini adalah... Anesthetic!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Brengsek! Aku ketahuan... Kamu memang benar! Itu adalah anesthetic super kuat yang bisa membuatmu kaku dan mati rasa hanya dengan sekali jilatan. Memang kau hebat, Shinji. Sudah bisa menebaknya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fufufun... Tentu aku sudah bisa membaca jalan pikiranmu (klepek klepek)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fuu... Sinetron ini sangat membosankan... Kami memulainya dari tengah jalan, jadi aku nggak mengerti sinetron macam apa ini... Yang bisa kulihat, semua tokohnya laki-laki...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(angguk-angguk, angguk-angguk)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke sebelahku, Hazuki terlihat mulai bosan dan tertidur di sandaranku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku lelah setelah berlari seharian. Apalagi baru saja mandi air hangat, aku jadi merasa ngantuk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadaranku terasa seperti terbang seraya kelopak mataku yang semakin bertambah berat dan semakin berat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 097.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Ugh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, sial. Aku ketiduran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiranku masih belum sepenuhnya terbangun, tapi aku mencoba bangun dari tidur, lalu aku melihat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh... ah, waahh! Akihisa-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san sedang berada di hadapanku, tersipu malu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, Himeji-san, kau sedang apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, umm... Saat masuk ruang keluarga, aku menemukan kalian berdua sedang tertidur, jadi aku mau ikut...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi matamu masih terbuka lebar...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Nggak, kamu salah paham! aku nggak sedang memandangi wajah Akihisa-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mengangkat tangannya sambil menyangkal, begitukah? Kalo begitu aku telah salah paham.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Kakak Bodoh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, Hazuki-chan, kamu sudah bangun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengusap matanya yang mengantuk, Hazuki-chan berusaha berdiri dari sofa. Aku melihat ke arah jam dan menemukan jarum jam berada diantara angka 9 dan 10.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, kita tertidur terlalu lama. Hazuki-chan, sudah saatnya untuk pulang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyerahkan Hazuki-chan yang masih mengantuk kepada Himeji-san dan membiarkannya menggantikan baju Hazuki-chan. Aku langsung bangun mempersiapkan jas hujan untuk mengantar Hazuki-chan pulang ke rumah Minami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf sudah membuatmu menunggu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu beberapa saat di koridor, Hazuki yang terlihat masih mengantuk datang dengan bajunya yang sudah diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu, aku mau mengantarnya dulu ya, Himeji-san.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ikut...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh jangan, kalau kamu ikut, Minami akan tahu kalo kita tinggal bersama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... Iya ya. Kalo begitu aku dirumah saja deh menunggu Akira-san pulang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un. Kuserahkan padamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil dua payung dan membuka pintu depan koridor rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat malam, Hazuki-chan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat malam, Kakak Cantik...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan melambaikan tangannya dan pamit kepada Himeji-san sebelum ikut keluar rumah bersamaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan yang lebat tampak sudah reda, kayaknya. Karena masih gerimis, aku menggandeng tangan Hazuki-chan sambil berjalan perlahan di jalanan yang gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, apa kamu masih mengantuk?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;sedikit...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan tampak bersusah payah memegangi payung seraya ia menguap sambil berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo bgitu, kakak kasih kamu pelayanan spesial.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku men jongkok-kan badanku di depan Hazuki-chan, yang menunduk-nunduk karena ngantuk, dan ia pun langsung mengerti maksudku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih, kakak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
kata Hazuki-chan sambil ia menaiki punggungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Heh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyenderkan payung pada tangan dan pundak sambil berjalan menggendong Hazuki-chan. Berat yang terasa di punggungku terasa hangat, dan tentu saja sangat nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, akupun melanjutkan perjalananku di tengah hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aki! Hazuki!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sedang hampir sampai rumah Minami, seseorang memanggil nama kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, Minami, maaf telat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak, aku yang harusnya minta maaf. Maaf nggak bisa menjemput Hazuki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbahaya kalo perempuan jalan di tengah malam. Walaupun Minami bersikeras datang menjemput Hazuki-chan ke rumah, akan langsung aku cegah. Jadi dia nggak perlu minta maaf. Minami terkadang bisa sopan juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Giliranku menggendong.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biar kugendong dia sampai ke rumahmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gak apa apa. Rumahku dah dekat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Okelah kalo begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung bergantian menggendong dengan Minami. Hazuki-chan terlihat terbangun sejenak, tapi begitu ia tahu yang menggendongnya adalah Minami, ia langsung melanjutkan mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki, bilang terima kasih pada Aki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami menggoyang-goyangkan badan Hazuki perlahan dan memberi tahunya untuk berterima kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah nggak usah. Dia masih tertidur. Gak usah sungkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak boleh begitu. Oi, Hazuki, terima kasih ke Aki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;U... Kakak. Terima kasih banyak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun setengah tertidur, Hazuki-chan berterima kasih padaku dengan sopannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, nggak usah sungkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun merespon balik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih juga sama Kakak Cantik...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Hazuki? Apa yang kamu maksud itu Akira-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami langsung bertanya pada Hazuki yang sedang setengah tertidur. Argh, tolong anggap saja dia tadi sedang mengigau!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba... Baiklah! Akan ku sampaikan terima kasihnya pada Kakakku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan sengaja berhati-hati menegaskan bahwa Kakak cantik yang dimaksud oleh Hazuki-chan adalah Kakakku dan langsung menyudahi percakapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun juga...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aneh? Seingatku Kakak Cantik itu panggilan buat Mizuki...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami masih curiga tentang hal ini. Kalo begitu... apa boleh buat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sudah dulu ya, Minami! Sampai ketemu besok di sekolah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, Aki! Tunggu dulu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo semua rencana gagal, ya kabur! Aku langsung lari sekilat mungkin sebelum Minami curiga dan mengetahui lebih jauh lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==CATATAN PENERJEMAH==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Kedua&amp;diff=220406</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Kedua</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Kedua&amp;diff=220406"/>
		<updated>2013-01-17T03:00:47Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* PERTANYAAN KEDUA */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===PERTANYAAN KEDUA===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Sebutkan 4 tragedi diantara karya-karya terkenal dari Shakespeare!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Himeji Mizuki&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;1. Hamlet, 2. King Lear, 3.Othello, 4. Macbeth.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tanggapan Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat Sekali. Shakespeare mempunyai banyak karya terkenal seperti &#039;Romeo dan Juliet&#039; dan &#039;Merchant of Vanice&#039;, dan 4 yang tadi kamu jawab terkenal dengan sebutan &#039;4 tragedi&#039;&#039;. Walaupun Romeo dan Juliet adalah karya yang paling terkenal, kamu setidaknya harus kenal juga tentang 4 tragedi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Yoshii Akihisa&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;1. Hamlet, 2. King Lear, 3. Romeo dan Juliet, 4. Pernikahan Ayahku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 031.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tanggapan Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang Ayahmu diperlakukan bagaimana kalau di rumah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Tsuchiya Kouta&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;1. Dompet ilang, 2. Kehabisan Kamera Film, 3. Mata kelilipan debu tepat disaat sedang mangambil foto, 4. Hard Disk Rusak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tanggapan Guru.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika yang nomor 4 itu terjadi, mungkin Pak Guru juga akan nangis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fuwaaa... Kenapa ya kalo pas pagi hari aku selalu merasa ngantuk...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan gitu donk, Akihisa-kun. Kamu harus tidur dengan cukup kalau nggak mau kesehatanmu terganggu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Walaupun kamu berkata seperti itu, buku yang semalam kubaca sangat menarik sekali, jadi apapun yang terjadi—fuuwaa~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... Akihisa-kun, dasimu tidak rapi&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Masa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung merapikan dasiku. Nah sekarang udah beres kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sekarang kerahnya kebuka... coba deh kamu berbalik dan menghadap kemari sebentar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh, kamu gak perlu repot-repot khawatirkan hal seperti ini&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak boleh. Kalo kamu nggak bisa memakai baju dengan rapi, Pak Guru Nishimura bakalan marah sama kamu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah  berkata seperti itu, Himeji-san membalikkan badannya ke hadapanku dan mulai merapikan dasi juga seragamku. Uu, uuu... Entah kenapa aku merasa sedikit malu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm... Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, kamu denger nggak sih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Ah, iya!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau kenapa? Mukamu memerah&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eng.. Nggak kenapa-kenapa. Cuma... sedikit aneh....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, ternyata bukan cuma aku saja yang malu. Perlakuan merapikan dasi seperti ini layaknya perlakuan suami dan istri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...Ah iya, Akihisa-kun. Apa kamu membawa sapu tangan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengganti suasana, Himeji-san mengganti topik pembicaraan. Coba ku lihat sebentar... Sapu tangan, sapu tangan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Aku lupa bawa&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seingatku juga aku nggak punya kebiasaan menaruh sapu tanganku ke dalam tas, ATAU bisa dibilang, memang aku biasanya sama sekali nggak pernah bawa sapu tangan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kalau begitu, kau bisa gunakan punyaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar bahwa aku nggak bawa sapu tangan, Himeji-san langsung mengeluarkan sapu tangan dari dalam tas dan memberikannya padaku. Apa dia mau meminjamkannya padaku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, nggak usah. nggak apa-apa kalo aku nggak punya sapu tangan. Dan juga, Himeji-san, kalo kamu meminjamkan ini padaku, kamu malah jadi nggak punya sapu tangan kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak apa-apa kok. Aku bawa sapu  tangan yang lain&amp;quot;&lt;br /&gt;
kata Himeji-san sambil mengeluarkan sapu tangannya yang lain dari saku. Wow dia benar-benar sudah siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu, nurut apa kata Himeji-san deh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
setelah itu, aku menerima niat baiknya dan meminta sapu tangan dari tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini, laki-laki harus memperhatikan hal-hal kecil seperti ini, kalau tidak kamu nggak akan &#039;&#039;populer&#039;&#039; diantara para gadis—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah kenapa, Himeji-san langsung membisu. Dia tidak memberikan sapu tangannya padaku, tapi menggenggam erat sapu tangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Di pikir-pikir... nggak apa-apa deh kalo nggak punya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu, Himeji-san cepat-cepat mengantongi sapu tangannya kembali ke dalam saku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bener-bener nggak ngerti apa yang dia omongin barusan, tapi mengingat bahwa aku bisa berbincang dengan Himeji-san yang gembira, aku juga jadi ikutan gembira&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—dan sampai sekarang, semua itu adalah satu-satunya kegembiraan yang aku alami di pagi yang cerah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;dan mulai sekarang, kita akan mulai interogasi dengan terdakwa Yoshii Akihisa&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
5 menit kemudian, aku sudah jadi tawanan para FFF.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Aku diculik secara paksa dari sisi Himeji-san yang kebingungan, dalam keadaan badanku semua terikat dan akhirnya dibanting ke lantai tatami kelas 2F.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Yoshii Akihisa, ada kata-kata terakhir?&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku cuma ketemu Himeji-san di tengah jalan saat lagi berangkat sekolah! Aku nggak melakukan kesalahan apapun... aku minta keringanan hukuman!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah mendengar kata-kata ku, presiden FFF terlihat mempertimbangkan keputusannya. walaupun FFF menindak keras semua cowok yang berinteraksi dengan cewek, kalo cuma sekedar kebetulan ketemu dijalan pas lagi berangkat sekolah, bukannya terlalu berlebihan kalo aku harus dihukum? Kalo cuma begini aja cemburu gak bakal selesai-selesai masalah! Jangan bilang kalo mereka udah dibutakan rasa cemburu sama hal sepele kayak begini?! Palingan mereka akan mengirim 5 anggotanya untuk mencubit tanganku— &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;— Kalau bgitu, 10 anggota masing-masing akan memberi tendangan melompat ke Yoshii Akihisa&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kayaknya kecemburuan mereka udah lebih dari apa yang bisa aku bayangkan!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Tu, tunggu! Bukannya hukuman ini terlalu berat? Kalau kalian menghukumku begini, apa yang akan dilakukan jika kejadian sama menimpa diri mu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sang presiden pun membisu kembali. Dia pasti sadar akan kemungkinan &#039;kejadian yang sama denganku akan terjadi juga pada mereka&#039; &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Presiden, kurasa yang dikatakan tersangka ada benarnya juga&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita ini bukan setan yang tidak punya belas kasihan. Untuk kejadian selevel ini, kupikir kita bisa menutup mata dan memaafkannya&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin suatu hari, kejadian beruntung seperti berjalan berangkat sekolah bareng cewek mungkin akan kita alami juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan juga, aku bakalan dihukum tiap hari dong cuma gara-gara ngelirik-lirik cewek&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Para anggota mulai berdiskusi kembali. Sepertinya pernyataan tentang &#039;kejadian yang sama mungkin akan terjadi padamu&#039; punya efek yang besar juga.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;untuk kasus ini, kita akan memberikan hukuman khusus yaitu menyentil perlahan ke arah dahi oleh sang presiden&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Disaat aku sedang menarik nafas lega karena pengurangan hukuman yang sangat besar— &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Mohon tunggu sebentar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Himeji-san datang tiba-tiba masuk ke kelas. Hm? Ada apa ini? Apa Himeji-san lari ke kelas karena ia khawatir padaku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun nggak melakukan kesalahan apapun!—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat Himeji-san mukanya memerah sambil berusaha keras menjelaskan kepada semua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Akulah yang memaksanya hari ini untuk menemaniku berangkat ke sekolah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;20 anggota masing-masing akan melakukan teknik German Suplexes&amp;lt;ref&amp;gt;German Suplex adalah salah satu teknik Pro Wrestling yang membanting kepala lawannya ke lantai.&amp;lt;/ref&amp;gt; pada terdakwa. Hakim, apa ada keberatan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;TIDAK ADA!!!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa-apaan ini? apa yang dikatakan Himeji-san malah merubah hukumanku yang tadinya sentil pelahan ke jidat menjadi German Suplexes, dan jumlahnya bertambah dari 1 jadi 20! Saking drastisnya sampai aku tidak bisa berkata apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hi, Himeji-san, aku berterimakasih kalau kau membelaku, tapi apa yang tadi barusan kamu katakan malah menyebabkan efek yang berlawanan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tapi, maksud egoisku merapikan kerah Akihisa-kun dan sengaja membuat tangan kita bersentuhan! Akihisa-kun tidak melakukan apa-apa, ini bukan salah Akihisa-kun...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;ANGKAT TATAMI!! LANGSUNG BANTING KEPALANYA KE LANTAI!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;SIAP! TATAMI SUDAH DIANGKAT!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;KITA BISA TARUH PAKU BIAR TAMBAH MAKNYOS!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;AKU JUGA SUDAH SIAPKAN BEBERAPA PANCANG BESI!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sialan! mereka lagi berencana untuk menguburku hidup-hidup! kalau aku tidak segera menjelaskannya maka... Oh iya! Aku hanya perlu meyakinkan mereka kalau kejadian ini bukanlah apa-apa! Dan juga menjelaskan pada mereka kalau ini adalah sesuatu yang sepele di kehidupan sehari-hari—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semuanya, harap tenang!! Kalau kalian menghukumku hanya karena kejadian ini, bagaimana dengan Yuuji? Bukannya kau sering lihat dia datang ke sekolah bareng Kirishima-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu, kita hukum juga si Sakamoto Yuuji!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maafkan daku Yuuji, sepertinya kata-kataku membuatmu dapat hukuman juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung meminta maaf pada teman brengsek ku yang satu ini dalam hati sambil mendoakannya. Dan pada saat yang sama, CRAK, pintu depan kelas terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pagi all~fuwaaa... ngantuk banget nih ane&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, Yuuji, kenapa kau malah nongol di saat seperti ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Akihisa? Kenapa u? Ketangkep FFF lagi? Sepertinya pagi ini adalah pagi yang berat buat-&#039;&#039;&#039;OI KENAPA KALIAN SEMUA MENGENDAP-ENDAP KE BELAKANG DAN MELINTIR TANGANKUU!!?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji, yang terlihat ngantuk saat masuk kelas, pinggangnya langsung diserobot dari belakang oleh tangan-tangan kuat para FFF.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, bisakah kau menghadap dan melihat ke arahku sebentar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Ah, Baiklah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mencoba mengalihkan pandangan juga perhatian Himeji-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sudut kelas, tubuh Yuuji terbang dengan indahnya di atas udara, dan pada saat yang sama, &#039;THOMP&#039;, &#039;THOMP&#039;, &#039;THOMP&#039;, suara benturan benda tumpul bisa didengar. Itu baru terhitung 3 kali...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat Pagi-ASTAGHFIRULLAH!! &#039;&#039;&#039;MUKA YUUJI YANG BERSIMBAH DARAH KEBANTING KE LANTAI!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah 17 kali?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN!? CEPAT KEMBALI KE TEMPAT DUDUK KALIAN MASING-MASING!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah suara keras yang ke-18 kalinya menggema, kedatangan Ironman akhirnya menenangkan semua keributan, Ah, tadi bahaya sekali, 2 kali lagi kepala Yuuji dibanting, giliran berikutnya adalah kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan, pagi ini sial abis!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah jam pelajaran pagi hari selesai, istirahat siang pun dimulai, Yuuji akhirnya sudah kembali siuman, ia sedang duduk tepat berada di depanku sambil menyiapkan bento.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Walaupun sudah biasa, tapi di pagi hari harus melihat eksekusi seperti tadi sangat tidak baik buat kesehatan jiwa...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang berkata tadi tidak lain tidak bukan adalah cewek bishoujo&amp;lt;ref&amp;gt;Bishoujo = Sebutan Jepang buat cewek cantik&amp;lt;/ref&amp;gt; yang sedang berjalan membawa bento&amp;lt;ref&amp;gt;Bento = kotak bekal makanan khas jepang&amp;lt;/ref&amp;gt;— yaitu Hideyoshi. Dia memiliki rambut halus mulus dan mata lebar yang manis. Hideyoshi sendiri sudah sangat lucu, tapi sejak tahun kedua dimulai, aku mulai merasa bahwa Hideyoshi tampak makin manis. Apakah ini yang disebut masa muda? Apa karena Hideyoshi sedang memiliki seseorang yang dia suka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kebahagiaan orang lain sama seperti racun dunia. Itu adalah tradisi FFF.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, sesosok makhluk yang diam-diam menghampiri kami sambil membawa bola nasi hasil beli dari toko swalayan adalah Tsuchiya Kouta, biasa dipanggil Muttsurini, salah seorang teman sekelasku yang pendek dan berhawa pendiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aneh? Bukannya kau ikut ambil bagian dari eksekusi tadi pagi, Muttsurini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... aku tadi pagi lagi menginvestigasi beberapa hal.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak disangka diantara teman sendiri ternyata ada seorang algojo dan sekaligus juga tersangka. Aku merasa ini sedikit aneh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Bukannya pepatah mengatakan &#039;musuh kemarin adalah teman hari ini&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, Maksudku, cara kalian gonta-ganti status antara teman dan musuh itu bener-bener bukan main.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut pengalamanku, kami adalah 90% musuh diwaktu biasa, dan 10% diwaktu bahaya kritis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siapa suruh kalian semua selalu melakukan hal yang sama berulang-ulang kali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kukira di kelas 2 ini aku akan mendapatkan kelas yang damai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami mengibaskan kuncirnya sambil berjalan kemari, dan Himeji mengikuti dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menggabungkan beberapa meja, kami berenam mulai makan siang seperti biasanya. Pemandangan yang mulai umum akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Aki, kamu membawa bento hari ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami bertanya saat aku lagi membuka bento.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tumben Akihisa bawa bento sendiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya, kemarin banyak makanan yang tersisa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarin aku nggak sengaja masak terlalu banyak. Untung saja, semua adalah makanan yang tetap enak dimakan saat dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu, ayo lakukan yang &amp;quot;seperti biasanya&amp;quot; lagi.. Gunting, Kertas...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;BATU!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muttsurini mebgeluarkan kertas, sedangkan yang lain gunting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Uu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wah tumben-tumbenan nih satu ronde langsung menang. Aku pesan Teh Oolong.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo aku Teh Hijau.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ingin Lemon Soda.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku Teh Susu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong, bantu aku belikan Teh Merah bebas gula.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua mengeluarkan uang 100 Yen dan mengopernya pada Muttsurini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... aku pergi dulu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengumpulkan uangnya Muttsurini lari sendirian ke Klub Koperasi membeli minuman untuk semua orang. Penalti Game untuk menjadi pesuruh ini sedang ngetren dimainkan saat istirahat siang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah~ laper nih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji membuka bento yang ia bawa, yang lainnya pun ikut-ikutan membuka semua bentonya diatas meja. Ini adalah peraturan dasar untuk tidak usah menunggu si pesuruh kembali untuk memulai makan siang. Kalau tidak, kami semua akan merasa nyangur dan akhirnya kelaparan karena menahan nafsu makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa, bento mu kelihatannya enak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau juga, Yuuji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarang-jarang aku dan Yuuji membawa bento sendiri-sendiri, makanya aku ingin membandingkan miliknya dengan punyaku. Lauk Yuuji yang daging teriyaki... kelihatannya enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu tuna... tuna goreng jahe? bagus juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar suara Yuuji datang dari samping. Sepertinya dia sudah mengunci targetnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, Akihisa, ayo kita tukeran.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ok, apa yang kamu mau, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mau tuna goreng punyamu. Kalau kau?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mau daging teriyaki punyamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, setuju.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yap. Nih ambil tuna goreng.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, tuh daging teriyakinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MASUK--- Tangkai buah tomat (tertutup saus teriyaki)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KELUAR--- sayur kol (rasa jahe)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;LU NGAJAK BERANTEM!!!???&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;GW BALIKIN KATA-KATA TADI KE ELU, NYET!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berdua mencengkeram kerah baju satu sama lain. Orang ini sungguh picik! Bisakah dia membiarkan ku menang sesekali?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dasar anak kecil...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat aku dan Yuuji saling mencengkeram kerah baju, Hideyoshi hanya bisa menghela nafasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak. Kau salah paham, Hideyoshi. Aku ini sudah dewasa, sedangkan Yuuji adalah sampah masyarakat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hideyoshi, jangan bandingkan aku dengan Akihisa. Itu orang otaknya setara sama otak anak SD!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;!&amp;quot;&amp;quot; (Saling melototin satu sama lain)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalian sama dengan anak kecil dalam kasus ini... ampun deh dj....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi menghela nafas dan kemudian mulai menggunakan sumpitnya— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sip, kalo begini bagaimana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;AH!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku dan Yuuji sedang memaki dan mencengkeram satu sama lain, Hideyoshi sudah menukar makanan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja, aku minta bagian juga&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Hideyoshi sambil menggerakkan sumpitnya dan menukar daging goreng miliknya. Sekarang makananku terlihat lebih berveriasi dan menambah nafsu makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat deh. Karena Hideyoshi bilang begitu, aku maafkan kesalahanmu kali ini, dasar Yuuji kampret.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Harusnya aku yang berkata seperti itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku langsung melepaskan kerah Yuuji. Daripada melakukan hal yang bodoh dan tidak berguna, mendingan aku mulai makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bener-bener deh... Bisa nggak sih kalian makan dengan tenang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau ada orang yang bikinin bento buatku sih, tentu saja aku diam dan hanya akan makan jatahku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo nyiapin bento sendiri nggak ada bumbu surprisenya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo gitu bukannya harusnya kalian tukeran aja dari awal...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang kalau aku dan Yuuji membawa bento sendiri, normal-nya akan kami buat sendiri. Memang bagus bisa membuat dan memilih makanan sendiri untuk dimasukkan ke dalam bento namun saat membuka bento untuk dimakan pasti tidak ada rasa terkejut karena sudah tau apa yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan lain, niat sebenarnya bertukar makanan secara fair play tidak pernah ada. Karena jika itu terjadi, kami tidak bisa menaikkan porsi bento yang kami punya. Jangan meremehkan perut anak SMA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mizuki, apa yang kau bawa untuk ditukar hari ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... Iya juga. Ayo bertukar sedikit...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un. kalo begitu silakan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ambillah&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan melihat keributan kami, para cewek sepertinya ingin ikut-ikutan juga. Himeji-san dan Minami ingin mencoba keseruannya dengan menukar makanan sambil menyerahkan kotak bento-nya satu sama lain. Kalau cewek yang melakukannya sepertinya menjadi lebih tenang. Dan ini sebuah pemandangan yang indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Heh. Laukmu sepertinya bagus.. Ini... Tuna? Tuna goreng jahe?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha? Tuna goreng jahe?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;ACK!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku keselek&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SI, SIIIIALLL! Aku lupa aku menyiapkan bekal untuk Himeji-san juga, jadi bekalnya sama denganku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ke... Kebetulan sekali, Himeji-san! Kemaren kamu nonton program &#039;simple cooking&#039; kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detik selanjutnya aku langsung ngungkit-ungkit program TV. Tolonglah Himeji-san! Ikuti saja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Akihisa-kun? Kau lupa? Yang menyiapkan bento kan kam—UU!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, ayo pergi dulu ke suatu tempat dimana kita bisa bicara!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlalu Naif!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membekap Himeji-san dengan panik. Sedikit demi sedikit aku mulai menyadari kalau terkadang Himeji-san benar benar lemot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kau tidak boleh ngasih tau mereka, Himeji-san! Kalau kau kasih tau, mereka akan tau kita tinggal bareng!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(eh? mereka nggak boleh tahu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(SAMA SEKALI TIDAK! Orang lain tidak ada yang boleh tau!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini semua demi reputasi Himeji-san, dan juga hidupku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ah... benar juga, nggak bagus kalo satu sekolah tau kita tinggal bareng.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Benar! benar! bagus kau bisa ngerti!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(okedeh. berarti ini rahasia kecil kita!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mengatupkan tangan kecilnya di depan dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi aku baru sadar bahwa sebelumnya aku belum membicarakan untuk menyembunyikan rahasia ini sebelumnya. Tapi bahkan dia belum kepikiran sama sekali. Mungkin ada hubungannya dengan dia menjadi naif, mungkin juga karena dia mirip mama-nya. Yang sepertinya juga telmi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Akihisa-kun, ayo usaha sembunyiin rahasia ini!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yap)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapat persetujuan dengan Himeji-san, kami kembali ke tempat duduk kami. Mulai sekarang rahasia ini harus dijaga seketat ketatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa-apaan Akihisa? Kau buatin Himeji-san Bento?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi serangan pertama itu menggetarkanku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... Nggak.. itu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah saat saat dimana Yuuji bisa nebak antara kebohongan, juga ada Hideyoshi disebelahnya...&lt;br /&gt;
saat baru kupikirkan−&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa sih kan dia cuma bantu ngabisin Deluxe Seafood yang kau menangkan, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu banyak banget&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Hideyoshi dan Yuuji nggak peduli amat. aneh ya, mungkin aku bisa ngeles.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kau pasti bilang ke Himeji seperti &#039;karena ada sisa mungkin ini untukmu sebagai rasa terima kasih&#039; sebelum memulangkannya kan? Pikiranmu lumayan cepat Akihisa.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku seharusnya melihatmu dari sudut pandang yang lain)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berbisik padaku. bagus deh kayaknya semua punya pengertian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya! Kita tidak menggunakan banyak bahan untuk Hotpot waktu itu kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Banyak yang terjadi saat itu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep. Hotpot biasa menjadi Hotpot kegelapan. Bahan bahan itu hanya dipake buat makanan dingin buatan Minami sama yang lain kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu enak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
aku ingat hidangan pemuka buatan Minami, Kudou-san dan Kirishima-san saat itu. Makanan Seafood Dingin, Tiram kukus dan Seafood Salad. semuanya enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohya, Minami, Buat saos seafood waktu itu−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat baru mau nanya Minami tentang saosnya−&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tampak kesal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa Minami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak. Nggak papa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bilang gitu tapi mukanya kesel. Hmm apa dia mau Bento juga? Kita udah coba makanannya terakhir kali, dan nggak ada respon. Juga aku hanya buat bento buat Himeji-san. Emang nggak adil buat Minami kayaknya. Kalo gitu−&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo mau lain kali kubuatin Bento deh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;BENERAN!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya bisa sih buat dibagi ke 3-4 orang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bodo amat mau masak segimana juga. Kalo masalah ini bisa selesai cuma dengan buatin bento... Ambil yang mudah aja. bukan masalah besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke oke! jadi buat saosnya jangan kasih [http://en.wikipedia.org/wiki/Balsamic_vinegar Aceto Balsamico] kebanyakan. Juga−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Balsamic Vinegar, ya? Harus diberi [http://id.wikipedia.org/wiki/Pestisida Pestisida] Suling atau [http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_Asetat Asam Asetat]?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disampingku Himeji-san membicarakan sesuatu yang mengerikan. Kalo mau nyiapin makanan seafood dingin lain kali aku harus hati hati. Sekali lagi aku mengecek bahaya dari Himeji-san&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anyway... ayo makan dulu. Ini pertama kali aku membuat Tuna Goreng Jahe. tapi ternyata masih enak walau sudah dingin. Memang kayaknya ini pas buat dijadikan Bento.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Yo!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saat semua sedang makan sambil ngobrol, Muttsurini balik dengan tangan penuh dengan makanan dan minuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lama banget. Segitu ramenya apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji nanya sambil ngambil Oolong tea pesenannya. Emang lumayan lama hari ini, bahkan untuk Muttsurini yang gampang nyempil. Agak aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ada yang ngajak diskusi pas beli minuman&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Diskusi−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa? Baru mau kutanya tiba tiba seseorang muncul&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak papa, Tsuchiya-kun. Aku bakal ngomong langsung.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya rambut sebahu, dan tatapan dingin. melipat tangan di depannya sambil melihat kami yang sedang duduk di Tatami. Orangnya itu−&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hai semua anak anak Kelas F!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tamu yang nggak terpikirkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang datang itu Ketua Kelas C; Koyama-san. sama kayak yang Yuuji bilang: Tamu yang tak terpikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi yang diskusi sama Muttsurini tadi itu−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep. tadi itu aku. tapi tadi aku sebenernya cuma ketemu didepan Teamwork Club terus tadi cuma tanya tanya dikit&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kayaknya dia mau tau rencana kelas F buat perang Syoukanjuu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rencana kelas kita..?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep. Maintenance Sistem kayaknya sudah selesai. 2 hari kemudian kita mau ngadain perang. Kelas F mau ada rencana apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di semester 2 ini, Summoning Battle bisa dilakukan setelah maintenance karena perubahan peralatan dan situasi lain. (Ada alasannya katanya mereka pingin ngganti Gear para Syoukanjuu-nya). tapi Perang Summon yang ketunda akan di-restart 2 hari kemudian. Tujuan kelas F pastilah balas dendam atas kekalahan di Semester 1.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi walaupun gitu, Nggak terduga juga Koyama-san bakal nyamperin ke kelas F, Kelas terparah satu sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lu kayaknya berjaga jaga bener...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji bilang dengan nada ngejek&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bener deh. Kalian kelas F yang udah bikin kerusuhan diantara kelas 2 di semester 1 ya pastilah kita bakal hati hati&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san ngacangin ejekan Yuuji dan senyum dengan santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cukup kayak penilaian buat kita. Tapi beneran bisa? Di jangka waktu kedua, kelas C kan udah dapet fasilitas yang biasa, tapi kalian malah mikirin tentang perang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji bilang dengan nada protes&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
salah satu peraturan perang ini itu kalo dalam satu perang suatu kelas bertukar fasilitas karena kekalahan, di jangka waktu selanjutnya akan di reset. buat kelas atas yang kalah sih memang di reset, tapi kalo kelas bawah, kalah, dan fasilitasnya diperparah, di-resetnya malah di semester selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong kelas C kalah sama kelas A dan fasilitasnya diturunun jadi kelas D, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, fasilitas kelas C bakal balik lagi setelah jangka waktu kedua kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
untuk membuat penekanan buat peraturan ini, sebenernya tujuannya itu untuk  meningkatkan rasa antusias di perang syoukanjuu. maka dengan itu kelas kelas bawah bisa nyerang kelas atas tanpa banyak resiko JIKA penyerangannya dilakukan di akhir semester.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun pingin banget langsung perang begitu boleh, perbedaan poin kelas kita sangat beda banget, dan kalo dipikir dengan akal sehat, kita nggak bakal bisa perang segitu gampangnya. walau gitu juga kita udah buat keributan sejak pertama masuk sekolah. dan setelah beberapa perapihan sistem dan peristiwa lain, akhir semester satu agaknya lumayan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;apa maksudnya mulai perang? aku nggak pernah mikirin inisiatif pingin perang, cuma mau nanya apa rencana kelas F&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan kata lain kalo kita nggak mau jawab kamu nggak mau ngasih tau apa apa kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gitudeh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san ngasih senyum bangga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pingin nyari aliansi ya? tapi kayaknya nggak. mereka nggak bakal mulai buat perjanjian sembarangan. Kita akan bahas soal pergerakan kita, Kelas C juga akan bahas pergerakan mereka. Kalo nggak ngelewatin rencana mereka, gak akan ada masalah. tapi kalo rencana kita ngelewatin keharusan ngancurin mereka, maka kita harus mikirin rencana dari awal biar kita gak harus saling serang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo gitu kenapa nggak nanya Yuuji langsung?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa dia nanya Muttsurini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kalo aku nanya Sakamoto-kun, aku nggak perlu buat perjanjian. lebih baik kalo aku nggak ngasih informasi otomatis kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
menghadapi keraguanku, Koyama-san langsung jawab dengan jujur. bener bener dia banget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Em... Yuuji, Jadi gimana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Santai. Perjanjian ini kita terima&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Beneran? Makasih banget&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampang Koyama-san nunjukin kayak dia tau kalo Yuuji nggak bakal nolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita cuma harus ngasih tau rencana nyerang kelas apa kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak cukup. kita juga harus tau kapan kalian mau nyerangnya. kalo kita udah tau target kalian aku nggak perlu nanya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bener juga sih. Ultimate Target dari kelas F ya jelas kelas A. semua orang tau kok. bukan masalah banget kalo kita kasih tau siapa yang mau kita serang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tapi tampang Yuuji agak ragu pas Koyama-san nanya siapa yang ingin kita serang. Jangan bilang dia belom kepikiran detail-nya? nggak mirip dia banget kalo dia langsung nyuruh kita serang kelas A tanpa rencana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Buat kelas A, abis seminggu dibolehin buka perang−2 minggu terakhir kita serang. itu rencana gue&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hem... gitu ya..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aneh. kayaknya kita nggak perlu nunggu segitu lama. dengan kepribadian Yuuji kita harusnya akan nyerang langsung setelah dibuka. baru mau kutanya ke yuuji, dia memberikan lirikan tajam yang berkata &amp;quot;jangan banyak bacot&amp;quot;. Kayaknya perang intel udah mulai dari sekarang. kalo gitu biar kuserahkan ke Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo gitu target kalian siapa? Kalo kelas A juga berarti kita musuh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita nggak berambisi gitu. target kita mentok mentok kelas B. waktunya palingan sama kaya kalian. seminggu dua minggu setelah dibuka.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas C targetnya kelas B? Logis aja sih, mereka susah nentuin siapa yang menang sebelumnya. aku bisa ngerti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tapi bener baguskah? Aku ingat Nemoto-kun itu Koyama-san punya pa−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;GUE SEMBELEH LU KALO BERANI LANJUTIN!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
aku lupa pengalaman tak terlupakannya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku suka orang pintar. bukan yang hanya suka belajar aja&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bener. Nemoto emang bangsat&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;untuk mencapai kemenangan harus pakai taktik yang parah kan?... Aku lumayan suka itu... cuma aku udah muak sama cowok itu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san ketawa. Pikiran orang mikirnya dia suka orang yang hina. kayaknya semua orang mikir beda beda...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pasti paling telat kalo main suit sama yang lain&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa apaan? kau selalu kalah walopun telat! kau nggak se-beringas itu! aku selalu pura pura sakit perut pas disuruh ngepel!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;gak gak gak. gue yang paling biadab!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;nggak mungkin. aku yang paling beringas disini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Sebenernya aku punya sepupu seumuran, pernah kutanya tentang pacaran, terus dia ngenalin aku sama temen sekelasnya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;SSIIALLANN!!! GUE BUNUH LU!!&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tapi aku ingat dia belajar di sekolah khusus cowok&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...silakan ini jus jeruk&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kutraktir kau takoyaki pas pulang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Makasih cuy...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temen sekelas kami mulai ngomong ngomong tentang berapa biadabnya mereka. bener bener pengertian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohh. Jadi Koyama-san suka orang orang pintar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, Himeji-san. Aku suka orang pintar! khu khu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san memberikan senyuman yang kayaknya penting banget&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong, Sakamoto-kun kan pintar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(wusss... wusss... wusss...)!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi! jangan nancepin pisau lipat ke tatami! Serem tau!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temen sekelas kami masing masing nancepin pisau lipat bawaannya ke tatami disebelah mereka. kalo mereka lebih serius yang bolong bukan cuma tatami-nya. tapi badan Yuuji juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Btw... jadi satu-dua minggu ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama san ngomong dengan nada agak serius. Yuuji agak kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke deh. Makasih udah mau bagi bagi intel! target kelas kita beda kan, ayo berjuang bareng!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu Koyama-san melipat tangannya dan meninggalkan kelas F. Seenggaknya musuh yang harus diwaspadai udah berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kayaknya kelas lain udah nyiapin buat perang lagi&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;udah berapa lama sejak kita tukeran kelas. Fasilitas udah bagusan. nggak terlalu ngagetin, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
begitu perang summoning udah mulai, kaya riak air, efeknya akan nyebar diantara kelas 2. Entah efeknya akan lebih bagus atau apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong katanya Gear syoukanju kita udah dibagusin?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebelahku Minami memiringkan kepalanya. Iya juga ya, gimana Syoukanjuu kita sekarang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Perubahan peralatan... Harus kita cek biar kita bisa make-nya bener&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kayaknya sistem udah diperbaiki&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kita bisa manggil syoukanjuu kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;siapa yang mau manggil guru−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong ngomong kita butuh guru untuk men-summon syoukanjuu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin pas banget, kita ngeliat Wali Kelas kita: Dengan Panggilan &amp;quot;Ironman&amp;quot;−Nishimura-Sensei berjalan di koridor&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;apa boleh buat...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. waktu istirahat udah mau abis&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo gitu... Nishimura sensei!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ha? Yoshii, Sakamoto? ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu kupanggil, Ironman masuk ke kelas. Dia manyun agak kaya najis. sikapnya kaya bilang &#039;ada masalah kalo ngomong sama dia&#039;. Parah baget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf, Bolehkan &#039;nggak&#039; ngizinin &#039;nggak akan&#039; untuk manggil? &#039;ditolak&#039; larangan summoning war &#039;aku menolak&#039; sudah dihilangkan, &#039;menyerahlah&#039; jadi syoukanjuu-nya &#039;jangan memaksaku&#039;... oi! berapa kali bapak sudah menolak? saya cuma minta satu hal dan bapak menolak enam kali! pertama kalinya aku bisa dalam situasi ini! menyebalkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalian nggak pernah mendengarkan saya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dipikir pikir juga dia nggak mendengarkan dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya sudah bilang, syoukanjuu nggak bisa dipanggil sembarangan kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;walau gitu juga sih...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syoukanjuu-ku beda dengan yang lain. bisa menyentuh benda asli dan mempunyai kekuatan berkali kali dari manusia biasa. mungkin karena itu dia khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tenang saja, Sensei! sampai sekarang kami belum membuat masalah kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;saya ingat kalian harus menulis refleksi diri lebih dari 100 kali di jangka waktu pertama kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hemm... kira kira 1 per hari&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;cukup untuk membuat buku...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;berapa yang kalian sudah tulis?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji pasti menulis 99&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;lagipula kalau kalian memanggilku dengan &#039;sensei&#039; pasti ada yang nggak beres&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ironman memelototi kami dengan tampang curiga. Apa apaan nih. jadi kita salah panggilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tolonglah Sou-kun~ (BRAKK)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Beribu tolong, Souichi~ (BAKK)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;SIAPA YANG BILANG HARUS MENYEBUT NAMAKU LANGSUNG!?!?!?!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;TANGANKU!!!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru kami bilang itu tangan kami dipelintir dengan kekuatan bagaikan tang. kalau kita tak bisa memanggilnya demikian, KALAU BEGITU APA!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saat kami menggelinding di lantai sambil memegangi tangan, Minami dan Himeji-san menghampiri Ironman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak boleh-kah, Nishimira-Sensei? kami hanya ingin melihat perubahan peralatan saja, tidak macam macam!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Minami-chan benar! kami tak akan menggunakannya untuk jahil-jahilan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tidak... tapi..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;tolonglah, Nishimura-sensei!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;haah aku tak mengerti kenapa kalian ingin banget mengecek peralatan baru&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saat 2 murid model kelas kami yang meminta, sikap Ironman merendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke sekali lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kumohon, Tetsun−(BAKK!)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kami serahkan padamu Te-Chan! (BAKK!!)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini lengan kiri kami dipelintir. sial! bagaimana bisa ada orang se-keras kepala orang ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;benar benar deh kalian. kalau begitu cepatlah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;cepat apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku sibuk. kalau ingin memanggil cepatlah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ironman menghela napas. tapi akhirnya dia setuju&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagipula mau kutolak segimana juga kalian akan menggunakan Gelang Platinum Sakamoto. lebih baik sekarang kalian kuawasi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ooh jadi ada alasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kalau begitu kenapa tak diizinkan dari awal?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tanganku pun dipelintir... sakit tau&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau kuberikan izin secara langsung kalian pasti ngelunjak&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak lah!... mungkin sih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lupakan. setidaknya udah dapet izin&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;akhirnya kita bisa dapet apa yang diinginkan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(ngangguk)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;sudah kutunggu. gimana ya Syoukanjuu kita sekarang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;semoga bukan tembok lagi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;summon dan lihat saja, siap−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;SUMMON!!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berteriak. selanjutnya pola tertentu muncul disekitar kaki kami, dan syoukanjuu kami muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;waw. Armor yang bagus. Menakjubkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lance dan armor? Aku berubah menjadi Kesatria ya? bagus deh setidaknya aku tidak memakai talenan sebagai tameng. bagus!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi Yuuji! lihat! bajuku bertenun Naga!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;lihat Akihisa! Milikku Macan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Longsword dan mantel... jadi aku menjadi Shinsengumi. kelihatannya kuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku naik pangkat jadi Jonin&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hemm. jadi peralatan semuanya jadi lebih baik...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;TUNGGU!!!!!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yoshii, Sakamoto! kenapa sih ribut banget?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;INI NGGAK ADIL! KITA BERHAK PROTES!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ohya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;YA! Lihatlah perubahan Himeji-san!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;eh? Armorku semakin tebal, dan pedangku semakin panjang dan besar...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Minami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seragam Army-ku menjadi seragam Kesatria. dan  tombakku menjadi sebuah Lance&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu Hideyoshi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;pejuang Naginata-ku menjadi anggota Shinsengumi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Muttsurini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...naik pangkat jadi Jonin&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tapi Saya dan Yuuji,−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya ada gambar yang tergambar di seragam!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;ITU JAUH TERLALU ANEH!!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji berteriak dengan serempak. memang aneh, peralatan kami nggak jauh beda dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ohya tunggu Akihisa. Senjataku berubah&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Beneran?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Metal knuckle-ku berubah menjadi pemukul baseball&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ITU NGGAK BEDA JAUH!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
gimana juga aku pasti dapat peralatan yang miskin. ataukah ini kerjaan kepala sekolah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, puas &#039;kan? aku akan menutup izinnya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Summoning Field-nya menghilang, begitu pula syoukanjuu kami. sial aku tak bisa menerima ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Istirahat hampir selesai. jangan main main dan siapkan untuk pelajaran selanjutnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ironman pun pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aki dan Sakamoto sepertinya tidak dewasa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Shimada, jangan hubungin aku dengan si idiot itu! terlalu rendah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, Minami! Beda dengan otak Yuuji dan dadamu, aku juga tumbuh−(KRAK!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;KAU BILANG APA!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;AKU TAK BERKATA APAPUN!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa benar benar belum dewasa...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
aku memegangi tanganku yang dipelintir dan menahan sakitnya yang bertahan sampai jam pelajaran sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu berlalu dan ini sudah waktu pulang sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Udah berapa lama hal hal sepi lewat. Gimana kalo kita terima aja pulang telat gini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bawaan yang nggak berat-berat amat, Yuuji ngomong sendiri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;karena kita harus pulang telat karena PM terus&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari awal sekolah udah ngebolehin diadakannya PM yang ada hubungannya sama Summoning Battle. Kita harus belajar lagi, Juga ngambil beberapa ulangan untuk ngisi poin lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagian kan kalian juga yang madol terus makanya harus ikut PM terus terusan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak tau Minami ngomong apa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Harusnya kita bersukur kita bisa pulang sekolah dengan perasaan bebas&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kelihatannya waktu bebas kita juga bertambah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muttsurini dan Himeji-san ngomong dengan perasaan yang agak senang. Ngomong ngomong, Hideyoshi sedang ada aktifitas klub. Dia satu satunya diantara kami yang ikut aktifitas klub, jadi jarang dia bisa ikut pulang bareng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jarang bisa pulang cepet. Jalan jalan dulu yok&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji mengajukan usulan yang padahal kita nggak pernah buat rencana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan hari ini, aku mau ke supermarket beli makanan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Belanja? Bukannya hadiah seafood-nya masih banyak?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya sih cuma aku pingin daging. lagipula juga katanya daging sama telor lebih murah hari senin&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya ada 3 orang dirumah, seafood deluxe-nya udah hampir habis. kalau cuma aku dan kakak yang dirumah, bukan masalah besar sih, cuma sejak ada Himeji-san, aku harus lebih usaha dalam masak. Lagian aku udah makan seafood terus beberapa hari ini jadi aku pingin daging sekali kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohya? Kalo gitu aku juga mau daging deh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji yang mimpin masakan buat makan malam (dalam kasusnya, &#039;lagi&#039;) dia agak merenung saat ngomong itu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohya. Kau mau masak apa ntar malem?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm... apa ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak merepotkan. Walaupun aku bilang ingin memasak daging, sebenarnya aku tidak terlalu tau ingin masak apa. memang repot... Oh ya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, Kau mau makan apa nanti malam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? aku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berputar untuk menanya Himeji-san. Jarang dia bisa jadi tamu, tapi aku ingin dengar dia ingin makan apa, mungkin aku ada ide untuk apa yang dimasak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak ada yang kusuka atau tidak suka,.. tapi selain itu, kemarin kan Akihisa-kun sudah memasak jadi hari ini giliran—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak nggak nggak nggak nggak! Itu kerjaanku untuk masak! jangan terlalu khawatir!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cepat cepat aku ngeles sebelum dia bilang sesuatu yang jauh lebih bahaya. Masak itu bagianku. Nggak mungkin aku nyerahin kerjaan itu! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;...&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku membahas makan malam, Yuuji dan kawan kawan menatap kami dengan curiga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi, Akihisa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa nanya Himeji buat makan malam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;eh..?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi pertanyaannya, Aku dan Himeji-san secara nggak sadar ngeliat satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial! Aku lupa kalo secara gak sadar aku langsung ngoceh kalo kita tinggal bareng. Duh kenapa aku bisa bisanya mbuat kesalahan kecil gini!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ja.. Jadi coba kalem dulu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;itu...itu...itu...itu... karena &#039;itu&#039; kan, Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Y..Ya! Itu karena... eh, Akihisa-kun hanya ingin sebuah referensi untuk makan malam, bukan untukku kok!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;...&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar penjelasan Himeji-san, Kawanan mereka memelototi kami dengan tampang curiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;eh.. Ja... Jadi aku pergi ke supermarket dulu ya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku... Aku ada urusan, Maaf aku harus pergi, dah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum yang lain bertanya yang aneh aneh, kami langsung kabur. walaupun mereka nggak ngejar,pelototan mereka nyakitin banget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak... Nggak apa apa kan? kita nggak ketauan kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mung...Mungkin aman. kita tadi sudah menjelaskan dengan jelas kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
setelah berbelok di pojokan, aku dan Himeji-san saling tatap. susah menyembunyikan rahasia dari yang lain...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gimana kalau kau pulang duluan, Himeji-san? Aku akan kembali setelah selesai&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tidak. aku kana ikut. Kau sudah memperlakukanku dengan baik, kalau aku nggak ikut nanti aku nggak akan ngerasa enak&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi nggak bagus kalau ingin beli bahan bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gimana kalau kau tinggalkan saja urusan belanja dan masak padaku, kau bisa belajar saja&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke ayo belanja! Mau makan apa nanti malam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Akihisa-kun! tunggu aku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meminta Himeji-san memasak dan aku belajar. sebuah kasus terburuk. kalau sebaliknya sih nggak apa apa...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, kudengar hari ini terong sedang ada harga khusus?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membawa keranjang belanja dan masuk kedalam supermarket&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terong... Bagis, Kau suka terong?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya! Aku suka sekali!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san menjawab dengan senyum yang menyilaukan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang mulai masuk musim gugur dimana terong akan terasa enak banget. kalau lebih murah pasti kubeli. mungkin kugoreng atau kukukus. atau mungkin kugoreng dengan paprika hijau, potongan daging dan bumbu musiman. mungkin enak jika dikasih kecap jahe... Aku mulai ngiler saat memikirkannya. &amp;quot;Miso Yakitori juga enak. bisa dikukus dengan ayam...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagus juga. terong berkalori rendah dan juga menyehatkan.  lagipula ini musim gugur, musim terbaik untuk mendapatkan terong&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;benar&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
baru saja ingin membeli terong, seorang SPG berjalan lewat dan teriak dengan semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;DISINI! BARANG MURAH DAN SEHAT DISINI!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
suara misterius ini kedengaran tak asing... orang ini orang asing ya..?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saat aku dan Himeji-san melebarkan mata kamu, SPG itu tetap teriak teriak didepan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;SAYUR SEKARANG SANGAT BERHARGA! TERUTAMA INI—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tiba tiba dia berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
matanya tertuju pada terong yang dipegangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;TERUTAMA INI! Eh namanya apa ya... Eh... BENDA YANG MIRIP PENTUNGAN UNGU INI! ENAK SEKALI!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang itu nggak tau terong ya...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;MANIS DAN PENUH MADU, MANIS DAN ENAK!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa terongnya? ada apa didalamnya!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohh, pasangan baru nikah disana! bagaimana dengan benda ungu ini? kau mau?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mungkin karena kami terlalu bingung dengannya dia berpikir kami tertarik sehingga dia langsung menjajakannya pada kami. sial orang ini nggak normal dari segi manapun. lebih baik kita kabur sebelum ada masalah lain...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ki...Kita dibilang baru nikah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san tersipu disebelahku dengan tampang imutnya. dan tidak punya keinginan kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong ngomong dia kan perempuan ya... jadi lemah dengan kata &#039;pengantin&#039; ataupun &#039;baru nikah&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lihatlah! Bagaimana dengan pentungan ungu ini, nak? Matang dan manis!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf kalau bisa jangan beri yang manis dan matang itu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kelembutan dan bau manis yang nggak natural itu karena dalamnya busuk kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;nggak nggak... jangan terlalu baik sama saya, nak. bagian manis pentungan ini yang paling enak.dan eh... ada label &#039;Produksi Lokal&#039; kan? Banyak kalori dan nggak ada apa apa sama nutrisi, jadi—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SPG biadab ini  kayaknya nggak ngedengerin omonganku dan ngelanjutin omongan sampahnya... Himeji-san belum pulih... jadi kayaknya aku hanya bisa tinggal disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan begitulah. ini disukai dari masa yang lampau. sayur ini udah terkenal di kutub utara dari 800 tahun lalu—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sambil tetap berdiri didepan SPG yang tetap ngoceh itu, aku masuk ke pikiran dalamku... Jadi, selain makanan untuk makan malam, apa yang butuh kubeli untuk makan malam?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong nak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tisu makan masih ada, nggak ada masalah dengan tisu toilet sama sikat gigi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nama sayur ungu ini apa ya...?——&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jadi yang kurang saat terakhir kali bersih bersih itu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;——Pembersih toilet&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah jadi begitu! Terima kasih, nak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat baru sadar aku lihat SPG itu sudah ada didepanku sambil menjabat tanganku. Ahh, jadi dia sudah selesai ngoceh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya ambil sekantong ya. Ayo, Himeji-san&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ya say— maksudku Akihisa-kun&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san tampaknya sudah pulih juga. Aku mengambil sekantong  terong dan meninggalkan bagian sayuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;KAMI MENJUAL PEMBERSIH TOILET MURAH UNTUK ANDA! MANIS DAN MATANG! PEMBERSIH TOILET DIJUAL SEKARANG! UNTUK YANG MANIS MANIS PILIH PEMBERSIH TOILET!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SPG tadi berteriak tentang apa yang dijualnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, SPG tadi menjual apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak tahu juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengar kata &#039;pembersih toilet&#039; &#039;manis&#039; atau apalah itu. mungkin pembersih toilet jenis baru... yang dapat dimakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, Akihisa-kun, kau tahu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya? apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pepatah yang bilang &#039;jangan biarkan istrimu makan terong di musim gugur&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah sepertinya aku pernah dengar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya karena para ibu ibu itu berpikir &#039;terong yang enak bakal sia sia kalau diberikan ke pasangan yang menjengkelkan&#039; kan? mungkin... Kasar sekali...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Himeji-san berpikir sebegitu kuatnya. Mungkin dia bertanya apakah dia boleh makan terong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, kau tak perlu khawatir tentang itu. itu cuma cara generasi tua berpikir&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Be..Benar! Seharusnya aku tidak perlu memikirkan ini dan berusaha melahirkan bayi yang sehat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa harus bawa-bawa bayi? Aku tidak mengerti maksudnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa, Kayaknya aku harus ngasih tau kamu. Pemikiran itu karena pas musim gugur, terong bijinya dikit makanya orang orang dulu takut kesempatan kehamilan bakal turun&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hee— Yuuji lumayan tahu juga&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukannya lumayan tau, kau yang kurang akal sehat&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya apa? Aku nggak tahu— OI TUNGGU!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yu, Yuuji! kenapa kau disini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sa..Sakamoto-kun! kapan kau kesini!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak papa aku kan pingin beli bahan buat makan malem&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya juga ya... Yuuji bilang ingin bikin makan malam, juga diantara rumah dan sekolah nggak banyak supermarket jadi nggak heran kita bisa ketemu disini. cuma gara gara misah doang jadi aku buat kesalahan besar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngaku! Kenapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak... Nggak apa apa! Aku dan Himeji-san cuma ketemu di supermarket&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I...Iya! kita nggak sengaja ketemu terus belanja bareng!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hoho, kalian pingin belanja bareng? hubungan kalian bagus juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan! Bukan gitu!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong kalian mencurigakan. Selain belanja bareng kalian ada sesuatu yang kalian sembunyiin kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat aku dan Himeji-san yang tak terlihat enak dengan kata katanya, Yuuji menaruh tangannya di dagunya sambil berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Makan malam kemarin,makan siang tadi, sama makan malam ntar sama semua... Kalian makanan sama terus, juga berangkat sekolah bareng...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WAAAAAAAAHH! Kita mau ketahuan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ke...Kemarin kan ada berita sosial banyak kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Y..Ya! Pemogokan bandara dan lain lain&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu parah banget banyak orang nggak bisa pulang karena bandara mogok&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Himeji-san berusaha keras mengubah topik jadi pemogokan bandara. tapi Yuuji malah tambah manyun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Pemogokan bandara... Himeji harus tinggal di tempat Akihisa 2 hari yang lalu... Jangan bilang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar Yuuji tahu fakta penting karena dia tambah melotot. Di..Di...Dia tahu ya...!?!?!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi Akihisa, Jawab jujur! Jangan bilang kau—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau...Kau mau bilang apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Kau tinggal bareng Himeji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KETAHUANNNN!!!! CEPET BANGET!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;NGGAK! GAKGAKGAKGAKGAK! PASTINYA ENGGAK! KENAPA HAL NGGAK MUNGKIN ITU BISA TERJADI!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;BEBEBEBEBEBEBEBENNAR SAKAMOTO-KUN!ITU NGGAK MUNGKIN BANGET. GIMANA MUNGKIN ITU TERJADI! JANGAN KHAWATIR BANGET!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ka... Kau berdua kenapa harus ada beginian sekarang!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penolakan kami nggak berarti karena Yuuji kelihatan dendam pas melototi aku dan Himeji-san. Sialan kalo orang lain tahu masalah ini orang bakal iri dan membunuhku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memprediksikan  metode penyerangan Yuuji dan mulai membuat posisi pertahanan, tapi—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gimana beginian harus terjadi? Parah! Parah banget! Sialan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji menggenggam kepalanya sambil gemetaran dan nggak melakukan sesuatu yang kejam terhadapku. Aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa sih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;BERANI LU NANYA KENAPA!? SIALAN!  PERKATAAN BODOH APA YANG GUE OMONGIN!? GUE BENER BENER PINGIN GEBUK AKIHISA DAN GUE SAAT ITU...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo gitu kenapa nggak gebuk diri sendiri aja..?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah terserah. Akihisa, nggak ada yang tau kan kalo kalian tinggal bareng?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selain kau, nggak ada&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu paling bagus yang aku dengar dalam kemalangan ini. Jika Kau hampir ketahuan, cepat ceritakan padaku. Aku bakal berusaha menutupinya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh... Ah... Kalo gitu makasih&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupikir dia bakal marah dengan bilang &#039;sejak kapan lu sombong banget, bego?&#039; dan memukuliku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Walau gitu kalian harus jaga rahasia kalo kalian tinggal bareng! Kalian harus hati hati banget, Ngerti?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku akan berusaha&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa apaan tuh, nggak niat! Dengerin, Akihisa, Kau nggak boleh sama sekali biarin orang lain tahu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh.. eh.. ya ya. ngerti&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji memelototiku secara seram sambil mengingatkanku berulang kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau ada orang lain yang tahu, Serius demi apapun kau akan kupukuli sampai diambang pintu neraka!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apaan nih? emangnya ada sesuatu yang mengerikan untuk Yuuji kalau orang lain tahu aku dan Himeji-san tinggal bersama?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;oke, Yuuji aku nggak akan biarin orang lain tahu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong. aku nggak akan melakukan hal hal nggak penting kayak balas dendam, cepet sana pulang sebelum ada yang tahu lagi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke. ini hadiah&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyerahkan terong dari tanganku, kami pamit dengan yuuji. Walau orang itu bilang sesuatu akan terjadi, nggak ada yang bakal tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku khawatir. apa boleh buat... rahasia ini harus kujaga dengan keras!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Yuuji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.................................Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 079.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ingat janji kita?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha. ha ha ha... Shouko, sejak kapan kau disana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Dari awal, karena Yuuji tidak mau pulang denganku aku datang untuk menghukummu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;y,ya. kalo gitu maaf...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tenang. sekarang itu tidak penting.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar.. jadi—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jangan lari. Kamu tak akan bisa kabur&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p style=&amp;quot;margin:20px 0px 20px; font-size:400%&amp;quot;&amp;gt;&amp;quot;SSSSIIIIIIAAAAAAALLLLLLAAAAAANNN KAU AAKIIIHHIIISSAAAA!!!!!!! INI SSEEEMMMUUUAAA SAAALLLLAAAAHHHMMUUUU!!!!!!!!!!!!!!!!!”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan sedikit perasaan pembunuh dibelakangku. Mungkin aku terlalu banyak berpikir...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah keluar dari supermarket, aku dan Himeji-san berjalan bersampingan. Serius karena Yuuji tiba tiba muncul aku jadi lupa beli sayuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wah. ngomong ngomong aku belum beli bahan buat makan malam...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar juga ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sibuk berpikir tentang cara menahan situasi jadi lupa beli sayuran. Parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu pulang duluan deh, Himeji-san, aku akan balik beli lagi&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu aku ikut!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan, kita baru ketahuan sama Yuuji. Apa katanya kalo kita balik kesana bareng lagi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;iya juga ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku balik dulu ya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti. Hati hati ya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melambaikan tanganku dan mengucapkan selamat tinggal ke Himeji-san untuk sementara waktu. Oke, aku harus membeli bahan-bahan untuk makan malam dan bergegas kembali ke rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, setelah membeli semua bahan makanan untuk makan malam, aku langsung pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sepertinya sebentar lagi bakalan turun hujan, berabe nih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai merasakan udara semakin lembab, dan tak lama, hujan pun turun seperti yang diperkirakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wah gawat, nggak bawa payung pula.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berusaha untuk tidak membiarkan plastik belanjaanku kemasukan air hujan. Lebih baik cepat-cepat ke supermarket terdekat untuk berteduh. Jarak dari sini ke rumah tidak begitu jauh, dan aku nggak segan berlari pulang hujan-hujanan, tapi, setelah ku membaca salah satu manga yang baru-baru ini rilis...-mungkin sebaiknya aku pulang saat hujan sudah reda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memperhatikan keadaan diluar sambil mengambil sebuah majalah untuk dibaca. Uhh, bakalan banyak games yang akan dirilis bulan depan. Aku nggak tahu apa aku bisa diam-diam mendapatkan uang dari kakak...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membaca-baca majalah beberapa lama dan menemukan banyak artikel yang menarik, tapi saat aku ingin berhenti membaca dan membawanya ke kasir....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ZRASH ZRASH ZRASH ZRASH&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan diluar sangat deras bagaikan air seember penuh yang tumpah ketendang. Sepertinya... Aku akan tetap basah kuyup walaupun membawa payung...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengeluarkan handphone, melihat internet dan mengecek laporan cuaca. Halaman web tidak memberikan peringatan untuk waspada terhadap hujan besar. Payah nih. Pikiranku cuma berpikir tentang bagaimana mencegah Himeji-san memasak sampai-sampai nggak sempet memperhatikan perubahan cuaca. Tapi kabar bagusnya, aku membiarkan Himeji-san pulang duluan ke rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kelihatannya hujan nggak akan berhenti dalam waktu yang singkat...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat keadaan saat ini, hujan akan hanya bertambah besar. Apa boleh buat lah, aku cuma bisa berlari pulang...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun bersiap untuk basah kuyup dan mulai berlari keluar supermarket. Karena majalah hanya akan menjadi basah dibawah hujan deras seperti ini. Mungkin belinya lain kali aja deh...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ZRASH ZRASH ZRASH. Hujan terus-terusan menyirami tubuhku sampai aku kesulitan melihat jalan dihadapanku. Uuhh... Kalau nggak cepat-cepat sampai rumah, bisa sakit nih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan menjadi sedikit banjir akibat hujan deras dan mobil yang melaju membuat cipratan bagai melaju melewati sungai. Suara hujan serta angin yang kencang bercampur di telingaku, penglihatan maupun pendengaranku semua tertutupi oleh hujan deras yang terjadi di sekitarku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada saat seperti ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya aku mendengar suatu suara yang lembut...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm? Kayaknya aku pernah mendengar suara ini sebelumnya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendengar suaranya lebih jelas, aku mulai berkonsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu... dingin sekali... tempat ini dingin sekali...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar dari suaranya, sawan-sawannya suara cewek menangis nih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menemukan pemilik suara tersebut. Aku hanya bisa membuka mataku lebar-lebar yang cuma bisa melihat beberapa meter ke depan dan mulai mencari. Suara itu... kayaknya datang dari taman deh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku sudah terlanjur basah, mungkin sekalian aja aku jalan-jalan ke taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat ke dalam paviliun, aku menemukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... Kakak Bodoh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menemukan Hazuki-chan, basah kuyup dan kelihatan dia mau menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kamu ada disini? Ntar sakit loh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku kesini untuk ketemu Kakak Bodoh! Kupikir aku akan bertemu denganmu kalo aku menunggu disini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Kamu mau ketemu denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, benar juga, ngomong-ngomong, aku bertemu Hazuki-chan pertama kali di tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, kenapa kamu mau ketemu denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakakku jahat, dia selalu berbohong dan nggak membiarkanku pergi ke rumah Kakak Bodoh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kata Hazuki-chan sambil menggembungkan pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi Hazuki diam-diam merahasiakan dari kakak untuk datang menemui Kakak Bodoh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tapi mendadak turun hujan, dan kamu bahkan nggak tahu dimana rumahku, lalu kamu datang ke paviliun taman untuk berteduh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Begitulah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kebetulan sekali kita ketemu. Tapi karena aku ketemu Hazuki-chan. Mungkin ini hal yang terbaik diantara kejadian hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kuchuun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan gemetar kedinginan sambil mengeluarkan suara bersin yang imut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang kutahu, rumah Minami tidak dekat dari rumahku. Pasti berat bagi Hazuki-chan untuk keluar sendiri dalam cuaca yang seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu ayo ke rumahku. Kamu bisa kena demam kalau kamu disini terus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Horee! Hazuki-chan senang sekali!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Guu!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat sangat senang sambil memelukku dengan gembira dan membenturkan kepalanya tepat ke dadaku. Karena perbedaan tinggi badan, benturan tadi langsung tepat mengarah ke daerah kelemahanku. Aku tahu kalo Hazuki-chan nggak mempunyai niat jahat sama sekali, tapi kalau dia begini terus menerus, hidupku bisa terancam..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, semoga kamu cepat tumbuh besar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada saat itu, kepalamu nggak akan membentur dadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, iya ya, walau Kakak Bodoh berkata begitu. Hazuki sudah mengerti kok dan akan berusaha keras supaya cepat tumbuh besar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu mengerti?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya! Hazuki ingin cepat-cepat tumbuh besar menjadi pengantin yang cantik!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah... dia nggak mengerti...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku nggak punya kepercayaan diri pada ukuran dadaku...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki meletakkan tangannya di dada dan berkata dengan tampang kecewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu nggak benar~aku ingin berusaha menghibur, tapi aku nggak bisa berkata lebih. Aku teringat tentang ucapan Muttsurini bahwa ini kemungkinan besar masalah genetik...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A...Apapun itu, kamu harus segera mengeringkan badanmu. Ayo kita pergi, Hazuki-chan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk keluar dari hujan yang semakin deras ini, aku menggandeng tangan Hazuki-chan dan lanjut berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, akhirnya kamu pulang juga, hujan diluar deras sekali, apa kamu baik-baik-oh...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakak cantik!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pulang. Himeji-san.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san, yang tadi pulang terlebih dahulu, menemuiku di pintu masuk sambil membawa handuk, tapi dia langsung terlihat terkejut setelah melihat Hazuki-chan pulang denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ketemu Hazuki-chan di taman, karena dia nggak bisa pulang sendirian di tengah hujan deras seperti ini, jadi aku bawa saja dia ke rumah, ya, Hazuki-chan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh gitu, kamu akan mudah terkena demam kalau kamu basah kuyup, ayo cepat-cepat keringkan badanmu. Aku akan menyiapkan air mandi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu dalam rumah mengeluarkan bunyi menutup seraya Himeji-san yang kembali ke dalam untuk mengambilkan handuk lainnya. Nggak kusangka dia bahkan juga menyiapkan air mandi. Himeji-san memang cewek yang sangat pengertian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo kamu mandi dulu, Hazuki-chan, aku akan tanya pada kakak apa punya baju ganti untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah! Mandi, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan menganggukkan kepalanya dan langsung bersiap untuk membuka baju basah yang ia kenakan. Eh? Kelihatannya ada yang salah nih?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm, Hazuki-chan, nggak masalah kalo kamu membuat lantainya jadi basah, tapi, seharusnya kamu membuka bajumu di ruang ganti baju.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;? Hazuki nggak boleh lepas baju disini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un, Hazuki-chan kan bukan anak kecil lagi, kurasa nggak baik kalo membuka bajumu di hadapan lawan jenis.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya sih aku nggak akan bernafsu apa-apa kalo di hadapan anak kecil (mungkin), tapi walaupun begitu, dia nggak bisa membuka baju didepanku seenaknya. Walau Hazuki-chan itu orangnya naif dan polos, tapi dia itu terlalu bebas dalam beberapa aspek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi walaupun kita pisah saat ganti baju, Hazuki akan tetap mandi bareng Kakak Bodoh, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu mau mandi bareng denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Hazuki sering kog mandi bareng kakak, apalagi kalo habis nonton acara seram di TV, kami pasti akan mandi bareng.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami... kalo kau saking takutnya setelah nonton acara seram sampai harus mandi bareng anak SD,seharusnya itu acara nggak usah ditonton aja sekalian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan aku juga sering mandi bareng papa dan mama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itu sih nggak masalah kalo bareng anggota keluarga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu nggak apa-apa, karena Kakak Bodoh itu adalah suami Hazuki, berarti kakak juga keluarga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya benar juga ya, tapi percakapan ini sudah mulai ngawur. Uu... Apa yang sebaiknya kulakukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Atau mungkin, apakah Kakak Bodoh merasa ada yang aneh kalo kakak mandi dengan Hazuki?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan melihatku dengan tatapan yang polos. Oh no oh tidak oh jangan, akan berbahaya kalo aku punya ketertarikan seperti ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Si... Siapa bilang?! Nggak ada orang lain yang bisa menahan emosi dan tetap tak tergoyahkan layaknya diriku ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baguslah. Kalo begitu kita bisa mandi bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
........................Eh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;??? Kakak Bodoh, ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ugh, walaupun ini sangat tidak mungkin, tapi apa aku baru saja...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa aku baru saja kalah berdebat dengan seorang anak SD? Bagaimana mungkin ini bisa terjadi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki nggak begitu mengerti apa yang kakak bicarakan, tapi Hazuki senang kakak bodoh mau mandi bareng dengan Hazuki!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;TIDAAAAAAAKKKKK!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa aku secara verbal baru saja dikalahkan oleh seorang anak SD? Aku ini sudah murid SMA!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, kamu nggak boleh begitu. Akihisa-kun adalah anak laki-laki, jadi sebagai anak perempuan kamu nggak boleh berbuat seperti itu... Nggak baik...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku sedang memegang kepalaku karena Himeji-san datang dengan sehelai handuk lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu... nggak boleh ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah. Hazuki mau mandi bareng kakak cantik aja deh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Mandi denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan tersenyum dengan gembira. Para cewek bisa mandi bersama, dan itu sangat menolong. Sangat-sangat menolong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, nanti aku ingin bicara denganmu tentang yang barusan kamu ingin mandi bersama Hazuki-chan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia memberikan handuk padaku, mata Himeji-san mengeluarkan aura-aura yang sulit kupahami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, Hazuki-chan, ayo kita mandi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mengantar Hazuki untuk ke kamar mandi. Entah kenapa bulu kudukku berdiri dan cepat-cepat aku menggunakan handuk untuk mengeringkan rambutku yang kebasahan sambil aku berjalan masuk ke rumah. Saat mereka sedang mandi, aku sebaiknya mengeringkan badanku dan segera ganti baju... Ah iya... Aku harus telpon Minami terlebih dahulu. Kurasa dia pasti sedang khawatir tentang keberadaan Hazuki-chan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung mengeluarkan handphone dan mengelap layarnya yang basah sambil mencari dan menelpon nomor handphone nya. Kelihatannya, handphonenya berbunyi beberapa kali tapi cuma tersambung ke mailbox, kalo begitu aku akan meninggalkan pesan untuknya saja deh... &#039;Aku bertemu Hazuki-chan di taman dekat rumah, jadi nanti aku akan antar dia pulang, jangan khawatir&#039;. Kurasa sudah cukup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waa... Kakak cantik benar-benar mengagumkan! Berbeda jauh dengan kakakku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, kamu akan sakit kalo nggak cepat-cepat masuk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mau masuk kalo aku boleh pegang dada kakak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak boleh~! Boleh tapi nanti. Ayo masuk ke bak mandi dulu-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fuwaaa... hebat... Dada kakak sangat halus...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... apa boleh buat deh... Kalau sudah puas, cepat masuk bak mandi dan hangatkan badanmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sip, sekarang sebaiknya aku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... Iya... Ada apa... Akihisa-kun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mau lari keliling diluar sebentar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Bukannya sekarang lagi hujan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan juga, aku tadi beli cemilan saat pulang. Kamu boleh mulai makan dengan Hazuki-chan. Nggak perlu menungguku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah? Akihisa-kun! Kenapa kamu tiba-tiba...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pergi dulu ya...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara keheranan Himeji-san terdengar dari belakangku, tapi aku langsung melompat lari keluar dari rumah. Bukan! Ini bukan nafsu bejat, tapi cuma aku ini sedang dipenuhi oleh semangat dan nafsu yang menggebu-gebu untuk memperkosa istri orang... nggak lebih!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbisik-bisik ditengah hujan dan berlari beberapa menit, sambil menelpon minami dijalan. Sepulang dirumah, kepala dan badanku semua beku kedinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fuu... segarnya habis mandi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enak sekali mandi air panas setelah basah kuyup kehujanan, dan nggak sengaja aku malah berendam terlalu lama di bak mandi. Jarang-jarang bisa merasakan kesenangan mandi air hangat disaat cuaca sedang dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakak, sehabis mandi kakak sekarang jadi hangat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku kembali ke ruang keluarga, Hazuki-chan, yang mengenakan piyama, langsung lari nemplok ke badanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kamu kedinginan, Hazuki-chan? Nggak ada masalah apa-apa kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan tersenyum dengan cerahnya kepadaku. Melihatnya begini, aku nggak perlu cemas tentang dia akan terkena sakit, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aneh? Kemana Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakak cantik tadi kelihatannya sedang mengeringkan baju Hazuki!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara getar pengering rambut terdengar dari ruangan. Himeji-san pasti sedang menggunakan setrika dan pengering rambut untuk mengeringkan baju Hazuki-chan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki tadi mau bantu mengeringkannya sendiri, tapi kakak cantik bilang itu terlalu berbahaya dan nggak mengijinkan Hazuki...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un... Bener tuh. Pengering rambut sih nggak apa, tapi setrika terlalu berbahaya buat Hazuki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau Hazuki-chan benar bisa mengeringkan bajunya sendiri, tapi lebih baik menyerahkan hal ini pada Himeji-san. Tinggal bersama Himeji-san dalam satu rumah beberapa hari ini, menyadarkanku kalau Himeji-san itu handal dalam segala hal rumah tangga, kecuali memasak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, apa kamu mau nonton TV denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil remote TV dan duduk di sofa yang ada di ruang keluarga. Lalu Hazuki duduk di sebelahku. Unn, perilaku bagai clitter ini sangat imut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Acara apa yang kamu mau tonton, Hazuki-chan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm... Hazuki mau nonton acara sinetron!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sinetron? Yang mana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak begitu suka nonton sinetron, jadi aku rada terkejut mendengarnya, apakah anak-anak SD jaman sekarang doyan nonton sinetron?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki nggak peduli yang mana, yang penting itu sinetron!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki melirik ke sekitar sebelum menjawab. Oh, aku mengerti... Dia mencoba bertingkah seperti orang dewasa, mungkin sebenarnya dia ingin menonton acara lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi banyak acara menarik lain loh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki nggak mau nonton acara anak kecil, Hazuki mau nonton acara yang ada percintaannya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki memaksakan kehendaknya. Un... Apa ada yang salah dengan caraku menawarkan acara lain? Mungkin aku sebaiknya memilih acara yang mungkin ia suka saja deh. Dan lagi, kurasa ini lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo bgitu, ayo lihat sinetron macam apa yang bisa kita temukan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mencari-cari channel, tapi waktunya memang tidak tepat dan tidak ada acara sinetron ditayangkan saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak ada sinetron nak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yahh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ngomong-ngomong...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku teringat kalau aku merekam sebuah sinetron yang menggelikan secara tidak sengaja karena salah saat merekam. Kurasa aku belum menghapus acaranya... Oh, ini dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana dengan yang ini, Hazuki-chan? Ini terlihat seperti sinetron juga...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, Hazuki mau nonton yang ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapatkan persetujuannya, aku langsung menekan tombol play dari remote control. Lalu, melodi nyanyian utama pun terdengar dari layar kaca, dan sinetron pun dimulai. Sinetron ini berjudul &#039;Menunggumu di Bawah Pohon Legendaris&#039; Hmm... Ayo coba lihat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Shinji... Maafkan daku telah menggebokmu. Memikirkanmu yang enggan menerima cintaku, aku langsung tidak bisa menahan emosi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ugh, Itu bukan lah sesuatu yang bisa terselesaikan dengan minta maaf.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebagai permintaan maaf, aku membuatkan bento untukmu. Maukah kamu mencicipinya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sangat mencurigakan. Apa kau membubuhi sesuatu pada bento ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba... Bagaimana mungkin aku melakukan hal itu padamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah kuduga. Coba aku cek terlebih dahulu. (Jilat) Ini adalah... Anesthetic!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Brengsek! Aku ketahuan... Kamu memang benar! Itu adalah anesthetic super kuat yang bisa membuatmu kaku dan mati rasa hanya dengan sekali jilatan. Memang kau hebat, George. Sudah bisa menebaknya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fufufun... Aku sudah bisa membaca jalan pikiranmu (klepek klepek)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fuu... Sinetron ini sangat membosankan... Kami memulainya dari tengah jalan, jadi aku nggak mengerti sinetron macam apa ini... Yang bisa kulihat, semua tokohnya laki-laki...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(angguk-angguk, angguk-angguk)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke sebelahku, Hazuki terlihat mulai bosan dan tertidur di sandaranku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku lelah setelah berlari seharian. Apalagi baru saja mandi air hangat, aku jadi merasa ngantuk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadaranku terasa seperti terbang seraya kelopak mataku yang semakin bertambah berat dan semakin berat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 097.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Ugh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, sial. Aku ketiduran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiranku masih belum sepenuhnya terbangun, tapi aku mencoba bangun dari tidur, lalu aku melihat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh... ah, waahh! Akihisa-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san sedang berada di hadapanku, tersipu malu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, Himeji-san, kau sedang apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, umm... Saat masuk ruang keluarga, aku menemukan kalian berdua sedang tertidur, jadi aku mau ikut...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi matamu masih terbuka lebar...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Nggak, kamu salah! aku nggak sedang memandangi wajah Akihisa-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mengangkat tangannya sambil menyangkal, begitukah? Kalo begitu aku telah salah paham.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Kakak Bodoh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, Hazuki-chan, kamu sudah bangun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengusap matanya yang mengantuk, Hazuki-chan berusaha berdiri dari sofa. Aku melihat ke arah jam dan menemukan jarum jam berada diantara angka 9 dan 10.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, kita tertidur terlalu lama. Hazuki-chan, sudah saatnya untuk pulang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyerahkan Hazuki-chan yang masih mengantuk kepada Himeji-san dan membiarkannya menggantikan baju Hazuki-chan. Aku langsung bangun mempersiapkan jas hujan untuk mengantar Hazuki-chan pulang ke rumah Minami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf sudah membuatmu menunggu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu beberapa saat di koridor, Hazuki yang terlihat masih mengantuk datang dengan bajunya yang sudah diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu, aku mau mengantarnya dulu ya, Himeji-san.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ikut...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh jangan, kalau kamu ikut, Minami akan tahu kalo kita tinggal bersama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... Iya ya. Kalo begitu aku dirumah saja deh menunggu Akira-san pulang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un. Kuserahkan padamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil dua payung dan membuka pintu depan koridor rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat malam, Hazuki-chan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat malam, Kakak Cantik...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan melambaikan tangannya dan pamit kepada Himeji-san sebelum ikut keluar rumah bersamaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan yang lebat tampak sudah reda, kayaknya. Karena masih gerimis, aku menggandeng tangan Hazuki-chan sambil berjalan perlahan di jalanan yang gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, apa kamu masih mengantuk?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;sedikit...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan tampak bersusah payah memegangi payung seraya ia menguap sambil berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo bgitu, kakak kasih kamu pelayanan spesial.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku men jongkok-kan badanku di depan Hazuki-chan, yang menunduk-nunduk karena ngantuk, dan ia pun langsung mengerti maksudku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih, kakak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
kata Hazuki-chan sambil ia menaiki punggungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Heh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyenderkan payung pada tangan dan pundak sambil berjalan menggendong Hazuki-chan. Berat yang terasa di punggungku terasa hangat, dan tentu saja sangat nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, akupun melanjutkan perjalananku di tengah hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aki! Hazuki!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sedang hampir sampai rumah Minami, seseorang memanggil nama kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, Minami, maaf telat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak, aku yang harusnya minta maaf. Maaf nggak bisa menjemput Hazuki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbahaya kalo perempuan jalan di tengah malam. Walaupun Minami mau datang menjemput Hazuki-chan ke rumah, akan langsung aku cegah. Jadi dia nggak perlu minta maaf. Minami kadang sopan juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Giliranku menggendong.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biar kugendong dia sampai ke rumahmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gak apa apa. Rumahku dah dekat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Okelah kalo begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung bergantian menggendong dengan Minami. Hazuki-chan terlihat terbangun sejenak, tapi begitu ia tahu yang menggendongnya adalah Minami, ia langsung melanjutkan mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki, bilang terima kasih pada Aki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami menggoyang-goyangkan badan Hazuki perlahan dan memberi tahunya untuk berterima kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah nggak usah. Dia masih tertidur. Gak usah sungkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak boleh begitu. Oi, Hazuki, terima kasih ke Aki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;U... Kakak. Terima kasih banyak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun setengah tertidur, Hazuki-chan berterima kasih padaku dengan sopannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, nggak usah sungkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun merespon balik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih juga sama Kakak Cantik...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Hazuki? Apa yang kamu maksud itu Akira-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami langsung bertanya pada Hazuki yang sedang setengah tertidur. Argh, tolong anggap saja dia tadi sedang mengigau!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba... Baiklah! Akan ku sampaikan terima kasihnya pada Kakakku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berhati-hati menegaskan dengan sengaja bahwa Kakak yang dimaksud oleh Hazuki-chan adalah Kakakku dan langsung menyudahi percakapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun juga...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aneh? Seingatku Kakak Cantik itu panggilan buat Mizuki...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami masih curiga tentang hal ini. Kalo begitu... apa boleh buat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sudah dulu ya, Minami! Sampai ketemu besok di sekolah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, Aki! Tunggu dulu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo semua rencana gagal, ya kabur! Aku langsung lari sekilat mungkin sebelum Minami curiga dan mengetahui lebih jauh lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==CATATAN PENERJEMAH==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=220378</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Terakhir</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=220378"/>
		<updated>2013-01-17T00:15:32Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Soal Terakhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawablah pertanyaan dibawah ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penembak ulung sedang berdiri diatas pohon dengan posisi sama tingginya dengan seekor monyet. Disaat peluru ditembakkan, ranting yang dipijak monyet patah, dan si monyet jatuh. Apa yang telah terjadi pada si monyet dan pelurunya ? Jika diperlukan, silahkan pergunakan nilai berikut untuk perhitungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak antara si Monyet dan penembak ulung adalah A. Ketinggian si Monyet diatas pohon adalah H, dan waktu untuk peluru sampai menjangkau ke ranting adalah t. Ketinggian dari peluru tersebut adalah h(i), dan Ketinggian dari si Monyet adalah h(j). Kecepatan dari peluru tersebut adalah v, tarikan gravitasi adalah g. Dimisalkan tidak ada tekanan udara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban dari Himeji Mizuki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(j)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=h(j) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pernyataan diatas, kita dapat menyimpulkan ketinggian si Monyet dan peluru adalah sama, jadi peluru akan tepat mengenai monyet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teacher&#039;s Comment &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Orang biasanya beranggapan kalau peluru itu terlalu cepat dan tidak akan terpengaruh oleh gravitasi. Tapi faktanya, si Monyet jatuh ke tanah pada terminal velocity. Pada momen ini, ketinggian peluru dan ketinggian monyet tidak ada pengaruhnya dengan kecepatan V, tapi hanya terpengaruh pada gravitasi dan waktu t. Pak guru sengaja memberikan simbol yang tidak penting, tapi memang Himeji-san hebat, jawaban yang tepat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban dari Sakamoto Yuuji&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Peluru akan tepat mengenai kepala si Monyet dan otaknya akan keluar bagaikan buah pomegranate.&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komentar dari Pak Guru&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Himeji-san di turnamen baseball Summoned Beast sepertinya memang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban dari Yoshii Akihisa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)t=(i)ta(i)[2]. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komentar Pak Guru&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun yang ditembak itu bukan monyet, tetap akan sakit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sel, selamat datang, Akihisa-kun!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku membuka pintu rumahku, Himeji -san keluar dan menyambut dengan salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang berdiri di koridor, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang tampak cemas, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia… mengenakan baju yang bahkan lebih buka-bukaan daripada yang kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Er—m… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, Himeji-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“i, iya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rumor itu cuma salah paham, kamu mengerti kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, aku sudah salah paham, Akihisa-kun...aku minta maaf...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san kelihatannya sangat menyesal seraya menundukkan kepalanya padaku. Umm, sepertinya dia sudah mengerti bahwa rumor aneh antara aku dan Yuuji hanya sebuah rumor bohong belaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Trus, kenapa kamu berpakaian seperti ini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…I...Ini pakaian yang biasa aku kenakan sehari-hari.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo begitu, kenapa kau tidak bisa bicara dengan menatap ke wajahku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Himeji-san, coba ku perjelas lagi. Rumor-rumor itu hanyalah rumor ngawur, dan aku itu menyukai perempuan—kau sudah paham kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo udah paham, kamu nggak perlu lagi mengenakan pakaian-” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma, makanya aku harus lebih melakukan ini padamu!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mendadak makin bertekad. A, apa? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makanya, aku harus berpakaian sepetrti ini, karena—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Akihisa-kun menyukai perempuan dan lagi nggak terlihat tertarik denganku kemarin.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Apa?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa maksud yang dia katakan? Otakku nggak bisa mengerti perkembangan dari percakapan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh, mungkin…maksudnya, aku bilang kalo aku menyukai perempuan, tapi kemarin aku nggak bereaksi apa-apa pada Himeji-san yang berpakaian buka-bukaan, dan harga dirinya sebagai perempuan merasa terjatuh, begitukah? Nggak nggak nggak! Ini sudah pasti salah paham! Tentu saja aku tertarik pada Himeji-san yang berpakaian buka-bukaan. Hanya saja aku mengerahkan kekuatan rohani untuk menahan napsu birahi!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku sudah terlanjur bilang! Ini adalah pertempuran yang tidak mungkin aku akan mundur!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san berkata begitu sambil mendorong badannya ke arahku. Tu, tu, tunggu dulu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Te, tetetete tenang dulu, Himeji-san! Ini nggak baik buat kesehatan!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu ini nggak baik! Tapi aku nggak akan mungkin mundur sekarang karena keadaan sudah terlanjur seperti ini!”&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=220249</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=220249"/>
		<updated>2013-01-16T14:37:50Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Volume 8 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BakaToTest-7.5_-_1.jpg|300px|thumb|Sampul Volume 7.5]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu (SI Bego, Ujian, dan Makhluk Panggilan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DILARANG KERAS MENJUAL TERJEMAHAN INI DALAM BENTUK APAPUN. INI ADALAH TERJEMAHAN GRATIS OLEH PENERJEMAH DAN PENYUNTING BUKAN UNTUK KEGIATAN KOMERSIAL&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial &amp;quot;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&amp;quot; juga terdapat dalam pilihan bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju_~Versi%C3%B3n_Espa%C3%B1ola~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu tiếng Việt|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
Catatan: Persentase translasi setiap bahasa bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ringkasan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam SMU Fumitsuki, memanggil avatar atau shoukanjuu bukanlah hal yang mustahil. Shoukanjuu yang merupakan gabungan dari penelitian sains dan karya supranatural merupakan versi kecil dari &#039;pemanggilnya&#039; yang bisa bertarung sesuai dengan nilai mereka. Semakin tinggi nilai murid yang memanggil mereka, maka kekuatan mereka akan semakin kuat. Begitu juga sebaliknya, hanya saja ada shokanju seorang murid yang tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama murid tersebut adalah Yoshii Akihisa. Dia sering dipanggil idiot (baka) oleh teman-temannya dan oleh karena itu sering diberi hukuman oleh guru untuk bertugas membantu-bantu. Dia punya hak istimewa shoukanjuunya dapat bergerak lebih leluasa dan dapat mengalihkan rasa sakit ketika bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji Mizuki, murid kelas F yang merupakan murid terpintar nomor dua, sakit ketika ujian dan dimasukkan dalam kelas F. Bersama Yoshii Akihisa, dia dimasukkan ke dalam kelas terburuk. Tanpa AC, tanpa bangku atau kursi, ruangan kelas yang sempit untuk lima puluh orang, kelas F memang kelas paling tidak layak untuk dihuni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Kelas F, Sakamoto Yuuji, yang ingin membuktikan bahwa nilai bukan segalanya; mendeklarasikan &#039;perang&#039; terhadap kelas A, sekumpulan murid-murid terpintar, untuk mendapatkan fasilitas mereka yang merupakan kelas termewah di SMU Fumitsuki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kenji Inoue==&lt;br /&gt;
Lahir di Tokyo, tapi dibesarkan di Sapporo. Jatuh cinta dengan Kinoshita Hideyoshi yang digambar oleh Yui Haga sensei. Orang tua dan teman-teman terdekat nggak tahu sama sekali ketika novel pertama diterbitkan. Menjadi terkenal di perusahaan tempat bekerja karena pada suatu hari pak supervisor mengeluh  &amp;quot;Nggak ngerti bahasa Jepang yang ditulis oleh Inoue&amp;quot;. Makanya sampai sekarang, saya masih belum berani menyatakan kalo saya ini seorang penulis walau pernah menang penghargaan. Novel ini memenangkan hadiah penghargaan dalam 8th Entame Award untuk kategori Editor karena para juri nggak membacanya dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terjemahan dari sampul di dalam Volume 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan berbeda dengan laju kecepatan penerjemahan versi Inggris atau yang lainnya. Oleh karena ini, mohon dibantu teman-teman dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Dibutuhkan Penerjemah dan Penyunting]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu muluk-muluk, kalau anda bisa bahasa Inggris dan punya dedikasi yang baik untuk menyelesaikan satu chapter, silahkan daftar di sini: [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|&#039;&#039;&#039;DAFTAR / REGISTRASI&#039;&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit petunjuk format standarnya untuk setiap chapter, bisa dilihat di: [[Format_guideline | Format Standar(Bahasa Inggris)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 Topic  Thread]==&lt;br /&gt;
Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silahkan diskusikan itu di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 thread] yang telah disediakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Riwayat Update==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- 17 Mei - Pertamax. (Malem Jumat iseng edit2 halaman depan, iseng bikin ID forum + bikin threadnya)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri &#039;&#039;Baka to Test to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 01 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 1]]&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 02 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 2]]&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03.5 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3.5]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_~Bab_Persiapan~|Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~]]~10%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Fumizuki_News_(Bahasa_Indonesia)|Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta|Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Cerita_Seks_Mini_Tsuchiya_dan_Kudou|Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Ruang_Konseling|Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:1212 002.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 5]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 8]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Ketiga|Soal Ketiga]] ~40%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Keempat|Soal Keempat]] ~99%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kelima|Soal Kelima]] ~5%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Terakhir|Soal Terakhir]] ~ Ongoing&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Catatan Author|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Staff Proyek]]==&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Razor_127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Simbadda|Simbadda]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Tracker_725|Tracker_725]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xbypass|Xbypass]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kejargantengin|Kejargantengin]]&lt;br /&gt;
:*[[user:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[user:ihzain|ihzain]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Siginjai|Siginjai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomor Serial ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1: ISBN 978-4757733299 (29 Januari 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 2: ISBN 978-4757735057 (28 April 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3: ISBN 978-4757736825 (30 Agustus 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3.5: ISBN 978-4-7577-3979-6 (30 Januari 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 4: ISBN 978-4-7577-4236-9 (30 Mei 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 5: ISBN 978-4-7577-4518-6 (29 November 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 6: ISBN 978-4-7577-4827-9 (30 April 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 6.5: ISBN 978-4-7577-5040-1 (29 Agustus 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7: ISBN 978-4-0472-6195-2 (26 Desember 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7.5: ISBN 978-4-04-7263130  (27 Februari 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 8: ISBN 978-4-04-726727-5 (30 Agustus 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 9: ISBN 978-4-04-727031-2 (29 Januari 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 9.5: ISBN 978-4-04-727332-0 (30 Juni 2011)&lt;br /&gt;
*Bungaku Shoujo VS Baka to Tesuto to Syokanju: ISBN 978-4-7577-4484-4 (30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 10: ISBN 978-4-04-727647-5 (26 Desember 2011)&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=220248</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Terakhir</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Terakhir&amp;diff=220248"/>
		<updated>2013-01-16T14:36:04Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: Created page with &amp;quot;Soal Terakhir  Jawablah pertanyaan dibawah ini.   Seorang penembak ulung sedang berdiri diatas pohon dengan posisi sama tingginya dengan seekor monyet. Disaat peluru ditembakk...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Soal Terakhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawablah pertanyaan dibawah ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang penembak ulung sedang berdiri diatas pohon dengan posisi sama tingginya dengan seekor monyet. Disaat peluru ditembakkan, ranting yang dipijak monyet patah, dan si monyet jatuh. Apa yang telah terjadi pada si monyet dan pelurunya ? Jika diperlukan, silahkan pergunakan nilai berikut untuk perhitungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak antara si Monyet dan penembak ulung adalah A. Ketinggian si Monyet diatas pohon adalah H, dan waktu untuk peluru sampai menjangkau ke ranting adalah t. Ketinggian dari peluru tersebut adalah h(i), dan Ketinggian dari si Monyet adalah h(j). Kecepatan dari peluru tersebut adalah v, tarikan gravitasi adalah g. Dimisalkan tidak ada tekanan udara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban dari Himeji Mizuki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(j)=H-1/2 gt2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)=h(j) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pernyataan diatas, kita dapat menyimpulkan ketinggian si Monyet dan peluru adalah sama, jadi peluru akan tepat mengenai monyet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teacher&#039;s Comment &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali. Orang biasanya beranggapan kalau peluru itu terlalu cepat dan tidak akan terpengaruh oleh gravitasi. Tapi faktanya, si Monyet jatuh ke tanah pada terminal velocity. Pada momen ini, ketinggian peluru dan ketinggian monyet tidak ada pengaruhnya dengan kecepatan V, tapi hanya terpengaruh pada gravitasi dan waktu t. Pak guru sengaja memberikan simbol yang tidak penting, tapi memang Himeji-san hebat, jawaban yang tepat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban dari Sakamoto Yuuji&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Peluru akan tepat mengenai kepala si Monyet dan otaknya akan keluar bagaikan buah pomegranate.&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komentar dari Pak Guru&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Himeji-san di turnamen baseball Summoned Beast sepertinya memang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban dari Yoshii Akihisa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
h(i)t=(i)ta(i)[2]. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komentar Pak Guru&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun yang ditembak itu bukan monyet, tetap akan sakit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sel, selamat datang, Akihisa-kun!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku membuka pintu rumahku, Himeji -san keluar dan menyambut dengan salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang berdiri di koridor, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedang tampak cemas, sama seperti kemarin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dia… mengenakan baju yang bahkan lebih buka-bukaan daripada yang kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Er—m… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, Himeji-san…” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“i, iya!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rumor itu cuma salah paham, kamu mengerti kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya, aku sudah salah paham, Akihisa-kun...aku minta maaf...”&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=220245</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia):Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=220245"/>
		<updated>2013-01-16T14:26:40Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Volume 8 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Standar prosedur bila ingin daftar translasi di sini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Slogannya adalah &amp;quot;Bila kau daftar duluan, kau berhak untuk menerbitkan terjemahannya di sini&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Slogan Baru &amp;quot;Jikalau anda ingin melanjutkan terjemahan milik seseorang yang tanggal terakhir last modifiednya 3 bulan lalu, sikat aja dah! XD&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang tidak ada &#039;paksaan&#039; untuk menyelesaikan sebuah chapter ketika telah daftar, tapi dimohon apabila anda berniat mundur, silahkan beritahu di halaman ini jika anda ingin mundur agar bisa diteruskan oleh yang lain. Contoh :&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:simbadda|Anas Urbaningrum]] &#039;&#039;&#039;mundur&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1=== &lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:simbadda|Simbadda]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua - [[user:simbadda|Simbadda]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - [[user:simbadda|Simbadda]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Keempat - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Keenam - yurihime&lt;br /&gt;
::* Soal Ketujuh - [[user:altux|Altux]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kedelapan - [[user:altux|Altux]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kesembilan - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Translator dan Referensi - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[User:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]] - &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua -   [[User:Razor_127|Razor_127]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga -   [[user:kejargantengin|kejargantengin]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Keempat -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Soal Keenam -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Soal Ketujuh -   [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis -    [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Translator dan Referensi -   [[user:kejargantengin|kejargantengin]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Keempat - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Keenam - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Ketujuh - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis - [[user:TakoMiko|TakoMiko]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~ - [[user:MataLoro|MataLoro]] &lt;br /&gt;
::*Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F - [[user:Xbypass|Xbypass]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta - [[user:Razor_127|Razor_127]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands - [[user:anovocainriddle|anovocainriddle]]&lt;br /&gt;
::*Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou - [[user:anovocainriddle|anovocainriddle]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang - [[user:anovocainriddle|anovocainriddle]]&lt;br /&gt;
::*Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi - [[user:Xbypass|Xbypass]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya - [[user:anovocainriddle|anovocainriddle]]&lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5=== &lt;br /&gt;
::*Soal Pertama - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Kedua - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Ketiga - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Keempat - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Kelima - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Keenam - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Ketujuh - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
::*Soal Terakhir - [[user:Razor 127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua - [[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - [[user:Tracker_725|Tracker_725]] &lt;br /&gt;
::* Soal Keempat - [[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima - [[user:IndoPr0|IndoPr0]]&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir - [[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=220244</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=220244"/>
		<updated>2013-01-16T14:24:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Volume 8 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BakaToTest-7.5_-_1.jpg|300px|thumb|Sampul Volume 7.5]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu (SI Bego, Ujian, dan Makhluk Panggilan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;DILARANG KERAS MENJUAL TERJEMAHAN INI DALAM BENTUK APAPUN. INI ADALAH TERJEMAHAN GRATIS OLEH PENERJEMAH DAN PENYUNTING BUKAN UNTUK KEGIATAN KOMERSIAL&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial &amp;quot;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&amp;quot; juga terdapat dalam pilihan bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju_~Versi%C3%B3n_Espa%C3%B1ola~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu tiếng Việt|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
Catatan: Persentase translasi setiap bahasa bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ringkasan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam SMU Fumitsuki, memanggil avatar atau shoukanjuu bukanlah hal yang mustahil. Shoukanjuu yang merupakan gabungan dari penelitian sains dan karya supranatural merupakan versi kecil dari &#039;pemanggilnya&#039; yang bisa bertarung sesuai dengan nilai mereka. Semakin tinggi nilai murid yang memanggil mereka, maka kekuatan mereka akan semakin kuat. Begitu juga sebaliknya, hanya saja ada shokanju seorang murid yang tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama murid tersebut adalah Yoshii Akihisa. Dia sering dipanggil idiot (baka) oleh teman-temannya dan oleh karena itu sering diberi hukuman oleh guru untuk bertugas membantu-bantu. Dia punya hak istimewa shoukanjuunya dapat bergerak lebih leluasa dan dapat mengalihkan rasa sakit ketika bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji Mizuki, murid kelas F yang merupakan murid terpintar nomor dua, sakit ketika ujian dan dimasukkan dalam kelas F. Bersama Yoshii Akihisa, dia dimasukkan ke dalam kelas terburuk. Tanpa AC, tanpa bangku atau kursi, ruangan kelas yang sempit untuk lima puluh orang, kelas F memang kelas paling tidak layak untuk dihuni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Kelas F, Sakamoto Yuuji, yang ingin membuktikan bahwa nilai bukan segalanya; mendeklarasikan &#039;perang&#039; terhadap kelas A, sekumpulan murid-murid terpintar, untuk mendapatkan fasilitas mereka yang merupakan kelas termewah di SMU Fumitsuki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kenji Inoue==&lt;br /&gt;
Lahir di Tokyo, tapi dibesarkan di Sapporo. Jatuh cinta dengan Kinoshita Hideyoshi yang digambar oleh Yui Haga sensei. Orang tua dan teman-teman terdekat nggak tahu sama sekali ketika novel pertama diterbitkan. Menjadi terkenal di perusahaan tempat bekerja karena pada suatu hari pak supervisor mengeluh  &amp;quot;Nggak ngerti bahasa Jepang yang ditulis oleh Inoue&amp;quot;. Makanya sampai sekarang, saya masih belum berani menyatakan kalo saya ini seorang penulis walau pernah menang penghargaan. Novel ini memenangkan hadiah penghargaan dalam 8th Entame Award untuk kategori Editor karena para juri nggak membacanya dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terjemahan dari sampul di dalam Volume 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan berbeda dengan laju kecepatan penerjemahan versi Inggris atau yang lainnya. Oleh karena ini, mohon dibantu teman-teman dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Dibutuhkan Penerjemah dan Penyunting]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu muluk-muluk, kalau anda bisa bahasa Inggris dan punya dedikasi yang baik untuk menyelesaikan satu chapter, silahkan daftar di sini: [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|&#039;&#039;&#039;DAFTAR / REGISTRASI&#039;&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit petunjuk format standarnya untuk setiap chapter, bisa dilihat di: [[Format_guideline | Format Standar(Bahasa Inggris)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 Topic  Thread]==&lt;br /&gt;
Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silahkan diskusikan itu di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 thread] yang telah disediakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Riwayat Update==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- 17 Mei - Pertamax. (Malem Jumat iseng edit2 halaman depan, iseng bikin ID forum + bikin threadnya)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri &#039;&#039;Baka to Test to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 01 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 1]]&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 02 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 2]]&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03.5 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3.5]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_~Bab_Persiapan~|Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~]]~10%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Fumizuki_News_(Bahasa_Indonesia)|Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta|Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Cerita_Seks_Mini_Tsuchiya_dan_Kudou|Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Ruang_Konseling|Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:1212 002.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 5]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume5_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 8]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Ketiga|Soal Ketiga]] ~40%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Keempat|Soal Keempat]] ~99%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kelima|Soal Kelima]] ~5%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Catatan Author|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Staff Proyek]]==&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Razor_127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Simbadda|Simbadda]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Tracker_725|Tracker_725]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xbypass|Xbypass]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Haibu.hiiru|Haibu.hiiru]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Kejargantengin|Kejargantengin]]&lt;br /&gt;
:*[[user:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[user:ihzain|ihzain]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Siginjai|Siginjai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomor Serial ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1: ISBN 978-4757733299 (29 Januari 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 2: ISBN 978-4757735057 (28 April 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3: ISBN 978-4757736825 (30 Agustus 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3.5: ISBN 978-4-7577-3979-6 (30 Januari 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 4: ISBN 978-4-7577-4236-9 (30 Mei 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 5: ISBN 978-4-7577-4518-6 (29 November 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 6: ISBN 978-4-7577-4827-9 (30 April 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 6.5: ISBN 978-4-7577-5040-1 (29 Agustus 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7: ISBN 978-4-0472-6195-2 (26 Desember 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7.5: ISBN 978-4-04-7263130  (27 Februari 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 8: ISBN 978-4-04-726727-5 (30 Agustus 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 9: ISBN 978-4-04-727031-2 (29 Januari 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 9.5: ISBN 978-4-04-727332-0 (30 Juni 2011)&lt;br /&gt;
*Bungaku Shoujo VS Baka to Tesuto to Syokanju: ISBN 978-4-7577-4484-4 (30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 10: ISBN 978-4-04-727647-5 (26 Desember 2011)&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Keempat&amp;diff=220243</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Keempat</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Keempat&amp;diff=220243"/>
		<updated>2013-01-16T14:21:28Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Soal Keempat */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Soal Keempat==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Question: Please fill in a suitable English word in the blank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Bread is made from ____.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Kirishima Shouko.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Flour&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tanggapan Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat Sekali. Arti dari &#039;Bread is made from ____.&#039; adalah kalimat &#039;Be made from&#039; merupakan kalimat passive untuk mengatakan &#039;membuat A dari B, yang berarti &#039;A terbuat dari barang B&#039;. Walaupun begitu, kalo kau menjawab &#039;Toaster&#039; itu masih salah karena itu merupakan barang, dan bukan bahan makanan. Dimohon catat hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Yoshii Akihisa&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039; Bubuk Putih Menyenangkan&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 155.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tanggapan Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bubuk Putih Menyenangkan. Ini masih salah, sama sekali salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Himeji Mizuki&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Potassium Carbonate&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tanggapan Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hebat sekali Himeji-san tahu akan hal yang sulit seperti Potassium Carbonate. Tapi bahan material ini digunakan untuk membuat kaca, bukan roti. Apa kau keliru membedakan bread dengan bead? Memang benar sih ini sama-sama bubuk putih, akan terjadi bencana besar kalau kau memakai Potassium Carbonate untuk membuat roti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi siapa juga yang mau memakai bahan ini untuk membuat roti. (Hahaha)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bapak rasa semua sudah tahu akan hal ini, mulai dari saat ini kalian semua boleh memulai Summoning Battle. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengetahui hasil belajar kalian di semester pertama, dan bapak harap setiap murid bisa berpartisipasi dengan sungguh-sungguh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grrrrrrrrrr.......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan juga, akan ada pipa yang menyambungkan antara lantai pertama dan lantai kedua di gedung kampus lama, jadi—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guuuuuuuu........&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan bapak akan memberi informasi tentang program pertukaran murid—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;Yoshii, Sakamoto... kubunuh kalian berdua!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukuman kakakku kemarin (yang akhirnya, jari keseleo nggak cukup untuk meredakan emosinya) membuatku pingsan tak sadarkan diri karena kesakitan, dan syukurlah nggak terlambat sampai ke kelas pas jam pelajaran pertama. Disaat si Tangan Besi berdiri di podium dan melaporkan hal-hal umum seperti biasa, aku dan Yuuji sedang berada di bawah tekanan nafsu membunuh serta ejekan dari teman-teman sekelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan cuma aku dan Yuuji, tapi semua orang sekelas sudah berposisi siap untuk berlari keluar dari tempat duduknya masing-masing. Kenapa? Tentu saja karena kami bisa segera beraksi disaat momen si Tangan Besi keluar kelas. Untuk saat ini, terima kasih pada aura dashyat si Tangan Besi mengendalikan suasana yang membuat semua orang sekelas masih bersikap kalem. Jika bukan karenanya, kelas ini bakalan jadi lapangan eksekusi yang berbahaya dan mengerikan layaknya kemarin. Apa ini yang namanya situasi ? Khusus untuk aku sama Yuuji sih, Andaikan semua orang mengamuk pas dihadapan si Tangan Besi, si Tangan Besi bisa bantu kami membasmi beberapa musuh...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu semua yang dapat bapak sampaikan. Semoga semua bisa belajar dengan sungguh-sungguh dan meningkatkan nilai masing-masing.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lagi-lagi menggunakan kata-kata yang sama untuk menyudahi kelas. Saat si Tangan Besi keluar, permainan kabur-kaburan kami pun dimulai, dan pertarungan hidup dan mati yang penuh tumpah darah pun juga dimulai--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DOK DOK DOK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat seperti ini, seseorang mengetuk pintu kelas dan perlahan berjalan masuk. Eh!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Koyama kelas C. Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf, Pak Guru Nishimura, ada beberapa hal penting yang ingin kubicarakan dengan kelas F.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu pada si Tangan Besi, Koyama-san menghadapkan mukanya pada semua murid-murid yang ada di kelas F.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mulai mengambil nafas dalam-dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kami, Kelas C, ingin menantang Summoning Battle melawan kelas F.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;APAAAA!?&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami semua kaget secara serempak. Hah? Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Koyama, apa kau yakin? Kau tidak akan mendapatkan keuntungan apapun menantang perang terhadap kelas yang lebih lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bapak salah paham. Tentu saja kami mendapat keuntungan! Contohnya pengalaman yang tak terlupakan dan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san menjawab keraguan si Tangan Besi dengan polosnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan—tiga bulan yang penuh kedamaian.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu peraturan dari Summoning War adalah &#039;Kelas yang sudah kalah tidak dapat berinisiatif mengadakan perang selama tiga bulan. Dengan kata lain, tujuan kelas C adalah mengambil hak kami untuk menantang perang. Sejak mereka menelan kekalahan di Summoning Battle yang lalu, Kelas C sepertinya nggak mau membuang-buang kesempatan bagus disaat kami sedang bertengkar satu sama lain. Mungkin mereka berpikir untuk menyingkirkan segala hambatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pintar juga kau, Koyama, bisa mengartikan perkataanku kemarin...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji menggerutu dengan kesal. Mendengar kata-katanyanya barusan... apa maksudnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada apa, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Simpel aja. Setelah kita menyelesaikan masalah, seharusnya kelas F akan menyatakan perang terhadap kelas C. Tapi karena masalah kelas inilah mereka bisa mengambil langkah lebih awal.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saja kelas kami penuh persiapan, kami sudah pasti akan menyatakan perang terlebih dahulu. Tapi dalam keadaan yang seperti ini, kelas kami sedang berada dalam kondisi terburuk yang bahkan nggak punya nafsu bertarung melawan kelas lain!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apapun yang kami berdua pikirkan, alasan kenapa kami bisa berujung dengan situasi yang sangat merugikan ini pasti bukan hanya sebuah kebetulan belaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Memakai taktik hubungan heterosexual... dan langsung menyatakan perang pada kelas kami setelah melihat keadaan kami yang seperti ini... Aku nggak pernah berpikir kalo Koyama itu tipe yang suka memanipulasi orang lain... seseorang pasti membantu merencanakan semua ini, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji menggerutu dan berbisik sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa Koyama-san dapat mendengar Yuuji yang sedang menggerutu karena ia melihat Yuuji dan merespon dengan senyum kemenangan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, kau sudah tahu ya? Jangan melihatku dengan tatapan seperti itu—aku cuma anggota Ekskul Upacara Minum Teh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di momen saat ia menyinggung tentang Upacara Minum Teh, pikiranku langsung teringat tentang salah satu kakak kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Upacara Minum Teh—Jadi kakak kelas 3 yang sexy itulah yang membimbingmu. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakak kelas 3 dari Ekskul Upacara Minum Teh yang sexy... bukankah dia itu kak Kogure Aoi yang mengenakan Kimono dan Leotard selama Turnamen Tes Keberanian? Memang dia terlihat seperti orang yang punya banyak rencana, terlebih lagi dia kelas A, jadi pastinya dia pintar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sekian yang ingin kusampaikan, mohon izin keluar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah izin dan menunduk dengan sopannya, Koyama-san berputar dan berjalan keluar ke arah pintu kelas F.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat disaat dia mau keluar,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sakamoto-kun, tentang yang kukatakan kemarin itu aku nggak bohong.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, dia pergi dengan meninggalkan kalimat yang janggal. Apa arti kalimat barusan... jangan-jangan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi, dengar yang tadi dia bilang barusan gak?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia pasti mengatakan tentang rumor yang kemarin, kan? Ternyata rumor itu memang benar...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini tidak bisa diampuni.. Karena sedang mau memulai Summoning Battle. Kupikir kita hanya butuh menangkap si bajingan Yoshii dan memvonis dia saja...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;SEPERTINYA INI BUKAN SAATNYA UNTUK BERBELAS KASIHAN!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nafsu membunuh di kelas pun semakin kuat. Entah aku merasa melupakan sesuatu... tapi dalam situasi genting seperti ini, apa aku sudah nggak bisa menghindar dari takdir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baguslah. Kalian bisa memulai Summoning Battle. Bersiap-siaplah kalian semua.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Tangan Besi pun berjalan keluar kelas setelah Koyama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di detik-detik langkah kaki si Tangan Besi keluar kelas, suara amukan massa yang dapat membuat bulu kuduk berdiri langsung terdengar di seluruh penjuru kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;SEGERA LAKSANAKAN VONIS HUKUMAN MATI PADA TERDAKWA!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;WOAAAAAAAA!!!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan penuh kebencian yang primitif sekali, tapi ini bukan untuk menghadapi Summoning Battle-tapi untuk aku dan Yuuji!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas C telah menantang perang terhadap Kelas F!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sayangnya kami malah mengesampingkan event penting yang tengah terjadi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;KIRIM YOSHII KE NERAKA JAHANAM!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;KUBUR SAKAMOTO!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman-teman sekelasku yang seharusnya bertanding malah mendendam sama kami berdua, bahkan keganasannya sudah seperti menyerang kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;HARAP TENANG SEMUANYA!! KELAS C AKAN SEGERA MENYERANG!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berlari di koridor kelas, Yuuji berteriak pada pengikut-pengikut yang ada di belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;NGOBROL APA LOE BARUSAN? PEDULI AMAT AMA SUMMONING BATTLE!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;DENDAM GUE GAK BAKAL PADAM KALO LOE BEDUA MASIH HIDUP DI DUNIA! SEKARANG BUKAN SAATNYA MENGKHAWATIRKAN HAL SEPELE KAYAK SUMMONING BATTLE!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya teriakan Yuuji belum bisa dimasukin ke hati karena pengikut-pengikut setia di belakang kami gak ada tanda-tanda kalo mereka mau berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dasar idiot brengsek! Akihisa, ayo kita sembunyi dan bicarakan ini terlebih dahulu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji pun menganggukkan kepala dan berlari melompat turun 3 anak tangga sekaligus dalam sekali langkah dan bergesa menuruni tangga. Para pemburu dari kelas F di belakang kami pun terus-terusan memburu kami dengan kecepatan yang sangat luar biasa, tapi pelarian hari ini lebih mudah dari hari kemarin karena mereka nggak mempunyai komandan seperti Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, kita sembunyi disini dulu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami bersembunyi di ruang ganti baju pria sebelah kolam renang, sambil menahan napas dan berbisik satu sama lain. Sepertinya nggak ada yang memakai ruang ganti saat ini, jadi kami masih bisa sembunyi tanpa diketahui untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Walau kita sedang sembunyi, kita hanya bisa sembunyi disini selama 10 menit&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji meringis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sepuluh menit? kenapa? Emang Sepuluh menit lagi bakalan ada orang yang datang ganti baju trus berenang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, tapi karena salah satu peraturan Summoning Battle.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Peraturan apaan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selama Summoning Battle berlangsung, setiap ketua kelas mempunyai kewajiban untuk menyatakan posisi dan keberadaannya. Soalnya, kalau ketua kelasnya ngumpet tanpa ada yang tahu dimana, pasti hasil pertarungannya akan menjadi nggak jelas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak kusangka setiap ketua kelas mempunyai tanggung jawab seperti ini, apalagi ini salah satu peraturan Summoning Battle. Seperti yang Yuuji bilang, kalo kami nggak tahu posisi si ketua kelas, pertarungan menjadi nggak pasti. Karena selama itu, semua bisa mengikuti remedial, dan hasil pertarungan akan meragukan. Oleh karena itulah peraturan untuk menyatakan lokasi sang ketua kelas sangatlah penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditambah lagi,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Di situasi kita sekarang, peraturan ini sangatlah merugikan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bener tuh. Segala pake ada acara menyatakan perang disaat situasi genting seperti ini...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji pun menghela napas di dalam Ruang ganti pria. Suram nih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, Yuuji. Apa maksud dari ucapan Koyama saat dia ngomong &#039;Apa yang kukatakan kemarin itu nggak bohong&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh itu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jikalau ini orang bener-bener dinyatakan cinta, ini udah menjadi pengkhianatan level serius! Mungkin aku akan hajar saja dia disini sekarang juga lalu kuseret dia keluar dan kuserahkan pada FFF untuk minta keringanan hukuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang dia bilang mungkin tentang targetnya untuk mengalahkan kelas B 2 hari yang lalu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Target... ah iya, kalian berdua kemarin ngobrolin tentang itu ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingat tentang pertukaran informasi atau apalah itu. Dan saat itu, kami memang menyatakan target kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Koyama-san bilang kalau targetnya itu adalah kelas B, dan nggak kusangka dia berani berbohong...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak, dia nggak bohong.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi jelas-jelas kelas C kan sekarang mengincar kelas F?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pada dasarnya, tujuan utama mereka adalah untuk mengalahkan kelas B. Walaupun, mereka nyatanya harus berhadapan dengan kelas F ditengah jalan, dia itu nggak bohong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi Yuuji...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan aku bilang kepadanya dengan maksud yang sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku baru menyadari, Yuuji tadi menyinggung tentang niatnya untuk menyerang kelas C. Dengan kata lain, target utama Yuuji adalah mengalahkan kelas A, tapi dia berniat menaklukan kelas C juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi itulah alasannya kenapa kau mau menyerang kelas A setelah 1 sampai 2 minggu pelarangan dicabut...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat sekali. Aku pikir kata-kata inilah yang membuat Koyama--- bukan, si Kogure senpai melihat niat dan akal bulusku...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi kalo cuma itu saja bukan berarti kita pasti menyerang kelas C kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum menyatakan perang dengan kelas A pun, kita akan menyerang kelas lain, tapi itu bukan berarti kami akan menyerang kelas C.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu sih nggak perlu. Karena kita adalah musuh mereka yang akan menyerang kapan saja, dan mereka sudah mempersiapkan rencana untuk menghadapi kita, juga kelas C menginginkan pengalaman bertarung sebelum menghadapi kelas B, alasan-alasan ini sudah cukup bagi mereka untuk menyatakan perang tanpa ragu-ragu. Ditambah lagi, Koyama mempunyai ahli strategi yang berasal dari kelas 3 yang notabene benci sama kita. Untuk sisanya, semua bisa diperkirakan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji menjelaskan padaku. Mendengarnya perkataannya yang panjang  membuatku berpikir, dan ini benar-benar ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gaswat nih, mereka sudah selangkah lebih awal dari kita. Pada umumnya, kalaupun musuh punya rencana, kita masih bisa memenangkan pertarungan. Tapi untuk kali ini... kita terlalu ceroboh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji menggerutu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk seseorang kayak Yuuji, Kalaupun musuh adalah kelas C dan kita sedang di posisi yang nggak menguntungkan, dia masih punya rasa percaya diri untuk menang. Disamping dari musuh yang peringkatnya lebih tinggi, sedangkan kita ini adalah kelas peringkat terbawah. Kelas C dan F ini sudah mempunyai kekuatan yang jauh berbeda, dan nggak disangka, musuh akan menambah jarak perbedaan kekuatan sampai seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak kusangka dia akan memakai taktik untuk memecah belah kelas kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi, Koyama mempunyai ahli strategi yang mengakibatkan kita semua disini berada di situasi yang tak terbayangkan. Saat ini Yuuji sedang dipermainkan oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, ini seperti bukan Yuuji. Kalo soal strategi, bagaimana mungkin Yuuji sang Tak Terkalahkan membiarkan hal ini bisa terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku merasa, Yuuji, apakah kau sebenarnya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apaan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;lemah terhadap jebakan yang dibuat sama cewek?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah? Ngomong bego apa u barusan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Coba aja pikir... Kau selalu dikelabui oleh Kirishima-san, dan gak berdaya ngelawan ibu mu sendiri, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ugh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji melongo gak bisa berkata apa-apa. Aku merasa sedikit aneh menyebut ibunya cewek, tapi tak apalah toh gendernya emang perempuan, apalagi ibunya Yuuji masih muda dan cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dahlah... berhenti mengeluh dan atur nafasmu. Sebentar lagi, kita dah nggak boleh ngumpet. Sebentar lagi kita mulai berlari mempertaruhkan nyawa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haizz, gaswat dah... Sangat menjengkelkan sekali kalo ketua kelas berkewajiban memberi tahu keberadaannya. Kenapa aku yang bukan ketua kelas harus bernasib seperti ini-- Ah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendadak aku baru sadar. Oh iya... Benar juga ya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yuuji, yang harus memberitahukan keberadaan kan cuma kau saja. Dan itu gak ada urusannya denganku... Iya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar kalo ketua kelas gak boleh sembunyi, tapi aku kan nggak terikat oleh peraturan itu. Jujur saja, jika semua orang ngejar-ngejar Yuuji, hidup akan berjalan lebih mudah bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku memikirkan hal ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi, Akihisa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Ada apa, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankan ini sudah saatnya kita berhenti untuk berkhianat satu sama lain?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Tadi bilang apa? Maaf anda siapa ya? Tolong jangan pegang-pegang. Kau seharusnya bersiap-siap untuk lari sekarang—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CLAK!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi misterus terdengar datang dari tanganku... Apa sih ini? Bunyi besi metalik barusan— OI! TUNGGU DULU! KENAPA MENDADAK ADA GELANG METAL ANEH DI TANGAN KU!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, Akihisa! Sekarang kita berdua akan hidup, mati dan menjalani takdir bersama-sama! Tidak ada masalah walaupun kita berdua terikat satu sama lain! Berikan yang terbaik dan lewati segala rintangan~?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;APA YANG BARUSAN LOE LAKUIN!? CEPET LEPASIN ! LEPASIN INI BORGOL YANG NYAMBUNG DI TANGAN GUE AMA ELO!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelihatannya borgol metal yang ngeborgol antara aku dan Yuuji sangat panjang dan rantainya juga kokoh. Dasar brengsek... dia menyeretku supaya bukan cuma dia saja yang jadi diburu! Dasar setan! Bangke! Sampah! Kelas F!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mana kuncinya!? Aku janji gak akan marah. Ayo cepat keluarkan kuncinya sebelum Summoning Battle dimulai, dasar brengsek!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kunci? Apa itu kunci? Apa kunci bisa dimakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan... kalo begitu, cepat pikirkan cara untuk merusak rantai ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;OI oi oi, Akihisa, coba pikir. Kau pasti sudah tahu kalo Shouko nggak akan menggunakan borgol yang mudah rusak kepadaku, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi ini borgolnya Kirishima-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tadi melihatnya bertingkah aneh dan diam-diam aku mengecek barang bawaannya. Nggak kusangka dia menyembunyikan barang seperti ini...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial! Kalo ini barang yang dipersiapkan Kirishima-san, pakai tang potong pun nggak bakalan bisa rusak. Kelihatannya kita harus memohon pada Kirishima-san dan meminta kunci darinya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat emosiku sedang meluap dan ingin menghajar Yuuji,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi! Barusan aku mendengar sesuatu dari arah ruang ganti!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu pasti mereka! Lagi ngumpet di sono!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendengar suara familiar dari salah satu sampah kelas F. Cheh! Kita ketahuan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi, Akihisa! Kita harus lari dengan sekuat tenaga! Kau akan mati mengenaskan kalo gak mau kerjasama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dasar brengsek! kalau kita nggak bisa kabur dengan selamat, kubunuh kau! Camkan itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita bicara tentang borgolnya nanti saja. Sebenarnya aku sangat nggak rela kalo harus kerjasama dengan sampah satu ini. Menjijikkan... aku bukan pria kalo setelah ini nggak balas dendam!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum aku dan Yuuji terkepung, kami berdua berlari keluar dari ruang ganti. Sesampainya di koridor, kami bertemu dengan sekelompok orang-orang berkerudung yang membawa cambuk ditangannya. Bagus sekali. Kalau begitu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo lari, Yuuji!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan! Lompat keluar jendela, Akihisa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SWUUUUSH!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;WAAAAAAHHHH!!&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji berlari kearah yang berlawanan, dan tertarik kembali berkat rantai besi yang menghubungkan tangan kami. Ugh! Tanpa ini rantai, seharusnya kami bisa lebih bebas bergerak...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa goblok! Orang tuh biasanya berlari keluar karena lebih banyak rute buat kabur!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yuuji tolol! Orang tuh biasanya kabur ke kelas karena banyak tempat buat ngumpet!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak disangka, kami berdua sudah nggak setuju satu sama lain secepat ini. Borgol ini memang sangat merepotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ketemu juga! Itu dia!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;Ugh!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat kami sedang berkelahi, musuh sudah makin mendekati kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo lawan, Akihisa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kabur aja, Yuuji!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SWUUUSH!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;KOMPAK DONG, BEGO!&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rantai yang menghubungkan antara kami menghalangi pergerakanku. Ahh, rantai yang merepotkan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yoshii, beraninya kau menghancurkan impianku untuk hidup berbahagia dengan dua kembar perempuan Kinoshita... kau harus bayar kejahatanmu dengan nyawa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sakamoto! Aku nggak rela memberikan Kirishima dan Koyama padamu! Kuudere merupakan harta karun dunia!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagus! Kalian memang benar! Tunggu sebentar, aku akan membuat si bego ini bertanggung jawab dan membayarnya dengan seppuku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong bego apa u barusan? Kalo diliat dari sejarahnya, kaulah dalang dibalik semua ini!? Tahan dulu, kalian semua! Akulah yang akan membuat si tolol ini bertanggung jawab dan minta maaf dengan kematiannya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji terus-terusan memukul satu sama lain dan mencoba membuat yang lain diam. Aku harus segera mencari cara untuk mencabut nyawa si brengsek ini dan segera menyudahi semua ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tenang saja, kalian berdua masih bisa menjadi teman setelah kalian sampai ke alam sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah bagus kalian berdua ke borgol? Kalian berdua bisa hidup dan mati bersama, dasar pasangan tolol!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;WAAHH!!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tongkat kasti yang terdapat banyak sekali paku melayang dari atas, dan dengan cepat aku bergerak ke samping untuk menghindari tragedi berdarah. Lalu, sebuah katana &#039;asli&#039; berayun dari samping, untung saja aku bisa melompat ke belakang untuk menghindar. Rantai ini sungguh menjengkelkan, tapi aku berhasil menghindari serangan di detik-detik terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh, sial! Yuuji, ikutin gerakanku kek!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kebalik!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berduapun mulai mencengkram kerah satu sama lain seraya ngomel satu sama lain tepat di depan musuh. Melihat ini, teman sekelas kami memperhatikan kami dan berkata sesuatu yang menjijikkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Humph, kalian berdua lebih cocok berpasangan dengan pria daripada cewek manis.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baguslah. Kalau begitu kalian berdua begini saja, bersama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cocok berpasangan dengan pria... kami... bersama...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Da... dasar brengsek!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;BERHENTI BERKATA HAL YANG BUKAN-BUKAN!!!&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat kami mendengar kata-kata menjijikkan yang mereka berdua keluarkan, Aku dan Yuuji menarik rantai besi untuk menghindar tongkat besi yang berayun ke arah kami sebelum akhirnya mengirim tinju kami pada dua orang yang sedang berdiri bengong tak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;JANGAN BERCANDA! KATA-KATA MENJIJIKKAN APA YANG BARUSAN KALIAN BICARAKAN?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;YO&#039;I! SIAPA JUGA YANG MAU BERPASANGAN AMA YUUJI!? KALAU MEMANG KEJADIANNYA BEGITU, AKU SUDAH PASTI LEBIH MEMILIH DENGAN HIDEYOSHI!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun cuma , ada yang namanya sesuatu yang nggak boleh sembarangan dikatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku sedang terpengaruh oleh kata-kata dua idiot ini, seseorang bertanya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh... jadi diantara semua orang target rumor, Aki lebih menyukai Kinoshita?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, apa yang kau katakan tadi itu benar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenjak mereka bertanya, ijinkan aku berpikir dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uu... siapa yang lebih aku sukai diantara orang-orang yang dirumorkan? Coba kupikir. Kalau aku disuruh memilih antara Hideyoshi,Yuuji dan Tamano-san, sudah pasti aku lebih menyukai....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kurasa... Hideyoshi? Dia cuma keliru dengan jenis kelamin pada pribadinya. Sebenarnya dia sendiri itu cewek yang sangat manis, dan aku memahaminya lebih baik dari siapap—WAHHH!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aki... bisa kau menjelaskannya lebih jelas?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku juga ingin tahu lebih rinci tentang ini, Akihisa-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BWOOOSSSHHH!!! Kelihatannya terdapat efek suara mengerikan di belakang Minami dan di kubu lain Himeji-san membuka matanya lebar-lebar sambil menatap tajam kearahku. Sial. Apakah dua orang ini juga ikut diantara yang dirumorkan? Kalau begitu, apa yang aku bilang barusan pasti sudah menyakiti harga diri mereka. Aku nggak yakin kalo satu atau dua patah tulang bisa menenangkan mereka berdua!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, Yuuji! Alihkan perhatian Minami dan Himeji-san! Aku akan cari cara untuk keluar dari—TUNGGU SEBENTAR! KENAPA KAU MALAH BERUSAHA NGELEPAS INI BORGOL!? APA KAU MAU BERKHIANAT DAN LARI SENDIRIAN SAAT KAU TAHU AKU YANG MENJADI TARGET!? DASAR SAMPAH!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali dia tahu mereka berdua mengincarku, Yuuji menundukkan kepalanya dan berusaha keras membuka kunci borgol. Itupun sia-sia! Hasil nyata menunjukkan kalo ini borgol gak bisa dibuka dengan mudah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aki, kau akhir-akhir ini sekarang menjadi makin dan makin terkenal, dan sepertinya ada sesuatu yang aneh di kepalamu. Kalau begini, sepertinya aku harus memberikan pelajaran lagi padamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ja...nganjanganjangan, tenangkan dirimu, Minami. Kalian berdua — UOOOHHHH!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menghindar dari perbedaan beberapa milimeter dengan tinju Minami seraya dia menyerang dengan diam-diam. Dan lagi, apa tadi aku mencium bau-bau sesuatu terbakar? Apakah percikan api keluar disaat tinjunya melayang di udara?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;MI, MIIIINAMI! TOLONG JANGAN MENYERANGKU SECARA TIBA-TIBA!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku akan menggunakan tinju ini untuk menghajar hidungmu, lalu kuayunkan sikuku untuk memukul tulang leher dan akan kutendang tempurung lututmu sampai babak belur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau nggak seharusnya berkata seperti itu, kan? Kata-kata tadi nggak hanya memberitahuku apa yang akan kau lakukan tapi juga membuatku menggertakkan gigi disaat sebelum meninggal dunia, kan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, ada apa dengan anak perempuan jaman sekarang yang membocorkan rencana mereka terlebih dahulu sebelum membunuh seseorang...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, bisa tolong jelaskan apa yang kau sukai dari laki-laki? Apa bedanya dengan perempuan? Apa kamu dan Sakamoto terikat rantai bersama itu untuk menunjukkan kesetiaanmu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lainnya, Himeji-san . Apa tadi itu membuktikan kalo aku gak punya nafsu ama perempuan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ketemu! Ini dia kuncinya! Tunggu sebentar, Akihisa! Aku akan segera membuka kunci borgol ini sekarang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lupakan saja, Yuuji! Belum terlambat untuk kita membuka borgolnya setelah selamat dari ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ogah! Mati aja lu sendirian!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akhhh, kalo gitu! Berhenti ngebacot dan cepat serahkan kuncinya padaku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong jangan deket-deket! Bau orang meninggal tuh bisa nyebar tau!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat Himeji-san dan Minami sedang mendekati kami, Aku dan Yuuji sedang sibuk berkelahi memperebutkan kunci. Kalo dia berkhianat lagi, kesempatanku untuk tetap hidup akan berkurang drastis. Jadi, apapun yang terjadi, aku harus bisa merebut kunci dari tangannya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ugh... tinggal... sedikit lagi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gak... akan... kuserahkan...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah seperti ini jumlah tak terkira dari konsentrasi yang dikerahkan di dalam unsur api? Sulit dipercaya kalo sekarang aku bisa menang dari otot-ototnya Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, disaat aku hampir mendapatkan kuncinya dari tangan Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Yuuji, oper kesini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagus, kebetulan sekali! Shouko! Kuserahkan padamu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat Kirishima-san meminta kuncinya dari tangan Yuuji, tanpa basa-basi Yuuji langsung melemparkannya ke tangan Kirishima-san. Oh tidak! Padahal hampir saja aku mendapatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Si... sial... habislah kita...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Percuma kau sesali! Shouko, sekarang kembalikan kuncinya padaku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lepas dari cengkramanku, Yuuji melompat menjauh dan jaga jarak denganku lalu langsung meminta kuncinya kembali pada Kirishima-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kembalikan? apanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat raut wajahnya yang tak berperasaan, kami pun baru sadar telah melupakan sesuatu yang penting...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Yuuji... Dasar brengsek... Apa yang baru saja kau lakukan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sori, gak sengaja&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi Minami sendiri saja sudah cukup berat, dan ditambah lagi kunci borgol yang mengikat tangan kami ada di tangan kirishima-san. Sudah berada di ujung tanduk kah... Nasib kami?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa, kita bicara tentang kunci nanti saja! Ayo kerja sama buat kita kabur dulu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Walau kupikir semua ini adalah salahmu situasinya makin parah! Tapi untuk saat ini apa boleh buat. Baiklah, nyawa kita jauh lebih penting daripada mendapatkan kuncinya kembali!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji pun menghadap ke arah Kirishima-san, Himeji-san, dan Minami-san sambil membungkuk untuk siap-siap melakukan aksi kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kau pikir bisa kabur, Aki?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tak akan membiarkanmu pergi sebelum menjelaskan semuanya padaku, Akihisa-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Yuuji, kau tidak akan bisa... tidak pernah bisa kabur!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bertigapun perlahan mendekati kami berdua. Jika mereka menghampiri lebih dekat lagi, aku dan Yuuji nggak akan bisa melanjutkan hidup. Kalau begitu, aku hanya bisa melakukan ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menarik nafas panjang sambil menunggu timing yang tepat. Baiklah, sekarang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kirishima-san!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji, Shimada!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;LIHAT INI!!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian, kami berdua saling melorotin celana satu sama lain... huh? Satu sama lain?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan, dasar brengsek! Masih aja berkhianat di saat seperti ini! Apa yang kau lakukan, sampah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong apa lu, dasar sampah! Ku kembalikan kata-kata tadi padamu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat kami sabuk kami berdua terlepas, kancing celana terbuka, dan celana kami pun melorot ke lantai. Tentu saja, saat ini semua orang melihatku dan Yuuji hanya memakai boxer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tu...tunggu Aki! Apa yang kau lakukan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A...Akihisa-kun? umm... bo... boxermu lucu juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami kebingungan dan memalingkan wajahnya dariku, dan Himeji-san mulai menggerutu kata-kata aneh. Sial, sebenarnya aku marah tapi harus aku akui rencana Yuuji bekerja sangat efektif. Dengan ini, kami berhasil mengecohkan perhatian mereka (walau Himeji-san sepertinya terlihat masih memperhatikanku).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirishima-san merespon sedikit telat dan terlihat sedikit kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirishima-san berteriak sedikit kaget tapi tidak mengalihkan pandangannya dari Yuuji yang sedang mengenakan boxer. Dengan kata lain, dia sudah terbiasa melihat penampilan Yuuji yang cuma mengenakan boxer... ini tidak bisa diampuni... dasar Sakamoto Yuuji! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kuh sial... kalau begitu, kupelorotkan saja boxernya sekalian!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi jangan! Kalo begitu mah... polisi pun ntar ikut ngejar-ngejar kita!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenjak Yuuji sudah dikejar oleh para homo sekelas dan juga oleh Kirishima-san. Kupikir nggak akan jauh beda walau ditambah beberapa polisi ikut mengejar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada saat kita saling berdebat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tunggu sebentar. Aku mau pinjam kamera...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirishima-san pergi setelah berkata aneh...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia kenapa ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi Akihisa! Jangan cuma melamun. Ayo cepat kabur!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh.. ok...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana aku menjelaskannya ya? Kirishima-san itu pintar, tapi terkadang, dia menunjukkan sikap yang aneh... sama seperti Himeji-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami langsung menarik kembali celana kami yang melorot lalu berputar untuk lari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... si,sial! Tunggu, Aki! Aku belum selesai menghukummu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu sebentar, Akihisa-kun! Aku belum mendengarkan penjelasan darimu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san dan Minami-san memanggil-manggil nama kami dari kejauhan sambil berusaha menghentikan kami, tapi setelah berlari sangat jauh, cewek-cewek itu tidak bisa menandingi kami. Kelihatannya kami berdua akhirnya bisa lolos dari keadaan genting. Nyaris saja pemirsa...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Summoning battle akan segera dimulai... suram nih...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau saja lokasiku boleh tidak diberitahukan... kabur akan lebih mudah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami lari ke kelas kosong dan istirahat sambil menghela nafas. Ampun deh, nggak kemaren nggak sekarang, kenapa kau selalu melibatkanku dalam segala masalah... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apapun itu, kasus tentang Tamano-san menyatakan cinta (pada kostum cross dress ku) sepertinya telah menyebar luas, tapi semua tidak berakhir hanya dengan itu saja. Melihat keadaan saat ini, kelihatannya Himeji-san dan Minami pun ikut terlibat. Sepertinya rumor yang beredar sudah makin nggak jelas. Aku harus segera mengecek situasi ku terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi, Yuuji. Kau tahu situasi kita sekarang ini?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmmm...Aku belum mendengar semua rumor yang beredar, tapi yang aku tahu kudengar kau telah menolak cintanya Tamano,  Hideyoshi, Kudou Aikou, Kinoshita Yuuko, Shimizu Miharu, Shimada, Himeji, Toshimitsu Kubo, Muttsurini dan bahkan ketua kelas kelas B Nemoto juga menyukaimu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Se... sepopuler itukah, aku...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, dan lagi setengah dari rumor itu adalah benar, jadi kemungkinannya rumor bisa makin bertambah.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, kau cukup santai juga masih bisa bercanda di saat seperti ini.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Ya sudahlah. Kita bicarakan nanti saja hal itu.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekumpulan brengsek itu bahkan tidak memandang gender! Setelah mendengar hal yang tidak masuk akal seperti itu, seharusnya mereka sudah tahu kalau semua itu hanya kabar bohong...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan mengenai rumorku,  kelihatannya aku selama ini tinggal serumah dengan Shouko, mencampakkan ketua kelas C Koyama dan menerima pernyataan cinta darimu...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh kesalahpahaman yang super sekali...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat kesalahpahaman tersebut menyebar luas, Aku dan Yuuji sedang dalam keadaan terborgol bersama, jadi nggak aneh kalau mereka bisa percaya rumor itu adalah benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama-tama kita harus menangani salah paham yang terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sebenarnya nggak ingin akui, tapi ini bakalan susah kalau banyak sekali orang yang percaya pada rumor, rumor pun akan dianggap fakta. Begitulah cara kerja mental dalam sebuah kelompok.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menjelaskan hal itu, Yuuji berkata, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Disamping itu, hal yang lebih penting adalah—” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para brengsek itu nggak pernah mau mendengar.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, itu adalah masalah terbesarnya...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah yang paling bermasalah adalah kami dikepung oleh orang-orang yang nggak mau mendengar penjelasan, atau bisa dibilang, mereka terlalu mudah percaya oleh rumor dan suka main hakim sendiri. Kalo begini, mau ngapain juga percuma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yuuji, apa kau punya rencana?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, kita sedang diburu, dan summoning battle yang mempertaruhkan fasilitas kelas akan segera dimulai. Apa ada suatu cara untuk memperbaiki keadaan yang suram ini? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kayaknya percuma coy kita mau ngapain juga. Kita hanya bisa mengulur waktu dan menunggu sampai mereka tenang sebelum kita bisa menjelaskannya pada mereka..” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi skak mat sudah kita. Nggak ada ide dan cara yang bisa kita pikirkan  dalam situasi sekarang ini...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau butuh diperjelas lagi, pertarungan kita saat ini adalah antara &#039;Kelas C dan Aliansi kelas F&#039; vs &#039;Aku dan Yuuji&#039;. Perbedaan kemampuan bertarung kami saat ini hanya bisa diungkapkan dengan istilah &#039;putus asa&#039;. Lupakan tentang menang atau kalah, mengulur waktu saja sudah hampir mustahil. Skors untuk Summoning Battle baru aaja berakhir, tapj kenapa kami langsung berada di situasi yang tidak me guntungkan seperti ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tanpa peraturan yang membatasi kita, ada berbagai macam cara untuk menyelamatkan nyawa kita, misal sembunyi ataupun kabur keluar sekolahan...” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi ketua kelas nggak diperbolehkan sembunyi disaat Summoning Battle sedang berlanjut.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi kita bener-bener tidak menguntungkan... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haa...kalo bisa mah, gue mau ngumpet tempat laen dan meninggalkanmu sendirian, Yuuji.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Enak aja ngomong! Jangan berharap loe bisa kabur sendirian! Jangan ngimpi deh loe!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CLANK! Suara metal pun terdengar keras dari borgol kami yang berbenturan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ada benarnya juga, Aku dan Yuuji sedang terikat bersama karena borgol ini, dan kunci borgolnya ada di tangan Kirishima-san. Kalo kami nggak bisa melepasnya, berarti aku dan Yuuji akan berbagi nasib yang sama, hidup dan mati pun sama-sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalo kau masih bersikeras, kita bisa sembunyi terus demi menyelamatkan nyawa kita. Alias, kita akan menyerah dalam Summoning Battle ini.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh? Menyerah dalam summoning battle? Yuuji? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang baru saja kau katakan? Kau nggak punya niatan untuk menyerah, kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau juga gak mau kan?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kukuku. Yuuji tertawa dalam-dalam. Tentu saja. Sudah menjadi harapan terbesar kami untuk memenangkan Summoning Battle ini, tapi nggak lucu ah kalo kami harus mengaku kalah cuma karena situasi yang kurang menguntungkan ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh. Apa boleh buat deh...Yuuji, aku akan berusaha membantumu dengan sekuat tenaga.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dasar bego. Udah kewajiban loe sebagai prajurit buat melayani sang raja.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DANG DANG DANG DANG... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat itu, bell pun berbunyi keras terdengar di seluruh kampus layaknya menandakan awal dari Summoning Battle. Yap, summoning battle sudah dimulai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo, Akihisa! Berusaha sekuat tenaga kalo loe nggak mau kalah!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Humph, gak usah banyak bacot! Gue udah pasti berusaha sekuat tenaga sampai akhir, dan gue pasti bakal bales dendam ke elo! Camkan tuh!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji lari keluar kelas tempat kami bersembunyi. Persetan dengan situasi tidak menguntungkan. Itu sih udah makanan sehari-hari. Buat apa komplain? Lebih baik bertarung dengan seluruh kemampuan yang ada!&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=156755</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=156755"/>
		<updated>2012-05-20T08:07:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Kenji Inoue */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BakaToTest-7.5_-_1.jpg|300px|thumb|Sampul Volume 7.5]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu (SI Bego, Ujian, dan Makhluk Panggilan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial &amp;quot;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&amp;quot; juga terdapat dalam pilihan bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju_~Versi%C3%B3n_Espa%C3%B1ola~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu tiếng Việt|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
Catatan: Persentase translasi setiap bahasa bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ringkasan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam SMU Fumitsuki, memanggil avatar atau shoukanjuu bukanlah hal yang mustahil. Shoukanjuu yang merupakan gabungan dari penelitian sains dan karya supranatural merupakan versi kecil dari &#039;pemanggilnya&#039; yang bisa bertarung sesuai dengan nilai mereka. Semakin tinggi nilai murid yang memanggil mereka, maka kekuatan mereka akan semakin kuat. Begitu juga sebaliknya, hanya saja ada shokanju seorang murid yang tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama murid tersebut adalah Yoshii Akihisa. Dia sering dipanggil idiot (baka) oleh teman-temannya dan oleh karena itu sering diberi hukuman oleh guru untuk bertugas membantu-bantu. Dia punya hak istimewa shoukanjuunya dapat bergerak lebih leluasa dan dapat mengalihkan rasa sakit ketika bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji Mizuki, murid kelas F yang merupakan murid terpintar nomor dua, sakit ketika ujian dan dimasukkan dalam kelas F. Bersama Yoshii Akihisa, dia dimasukkan ke dalam kelas terburuk. Tanpa AC, tanpa bangku atau kursi, ruangan kelas yang sempit untuk lima puluh orang, kelas F memang kelas paling tidak layak untuk dihuni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Kelas F, Sakamoto Yuuji, yang ingin membuktikan bahwa nilai bukan segalanya; mendeklarasikan &#039;perang&#039; terhadap kelas A, sekumpulan murid-murid terpintar, untuk mendapatkan fasilitas mereka yang merupakan kelas termewah di SMU Fumitsuki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kenji Inoue==&lt;br /&gt;
Lahir di Tokyo, tapi dibesarkan di Sapporo. Jatuh cinta dengan Kinoshita Hideyoshi yang digambar oleh Yui Haga sensei. Orang tua dan teman-teman terdekat nggak tahu sama sekali ketika novel pertama diterbitkan. Menjadi terkenal di perusahaan tempat bekerja karena pada suatu hari pak supervisor mengeluh  &amp;quot;Nggak ngerti bahasa Jepang yang ditulis oleh Inoue&amp;quot;. Makanya sampai sekarang, saya masih belum berani menyatakan kalo saya ini seorang penulis walau pernah menang penghargaan. Novel ini memenangkan hadiah penghargaan dalam 8th Entame Award untuk kategori Editor karena para juri nggak membacanya dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terjemahan dari sampul di dalam Volume 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan berbeda dengan laju kecepatan penerjemahan versi Inggris atau yang lainnya. Oleh karena ini, mohon dibantu teman-teman dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Dibutuhkan Penerjemah dan Penyunting]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu muluk-muluk, kalau anda bisa bahasa Inggris dan punya dedikasi yang baik untuk menyelesaikan satu chapter, silahkan daftar di sini: [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|&#039;&#039;&#039;DAFTAR / REGISTRASI&#039;&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit petunjuk format standarnya untuk setiap chapter, bisa dilihat di: [[Format_guideline | Format Standar(Bahasa Inggris)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 Topic  Thread]==&lt;br /&gt;
Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silahkan diskusikan itu di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 thread] yang telah disediakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Riwayat Update==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- 17 Mei - Pertamax. (Malem Jumat iseng edit2 halaman depan, iseng bikin ID forum + bikin threadnya)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri &#039;&#039;Baka to Test to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 01 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 1]]&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 02 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 2]]&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03.5 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3.5]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Fumizuki_News_(Bahasa_Indonesia)|Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta|Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta]]~5%&lt;br /&gt;
::*Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Cerita_Seks_Mini_Tsuchiya_dan_Kudou|Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Ruang_Konseling|Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 8]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Ketiga|Soal Ketiga]] ~40%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Keempat|Soal Keempat]] ~70%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kelima|Soal Kelima]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Catatan Author|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Staff Proyek]]==&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Razor_127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Simbadda|Simbadda]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Tracker_725|Tracker_725]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xbypass|Xbypass]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Siginjai|Siginjai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomor Serial ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1: ISBN 978-4757733299 (29 Januari 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 2: ISBN 978-4757735057 (28 April 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3: ISBN 978-4757736825 (30 Agustus 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3.5: ISBN 978-4-7577-3979-6 (30 Januari 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 4: ISBN 978-4-7577-4236-9 (30 Mei 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 5: ISBN 978-4-7577-4518-6 (29 November 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 6: ISBN 978-4-7577-4827-9 (30 April 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 6.5: ISBN 978-4-7577-5040-1 (29 Agustus 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7: ISBN 978-4-0472-6195-2 (26 Desember 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7.5: ISBN 978-4-04-7263130  (27 Februari 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 8: ISBN 978-4-04-726727-5 (30 Agustus 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 9: ISBN 978-4-04-727031-2 (29 Januari 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 9.5: ISBN 978-4-04-727332-0 (30 Juni 2011)&lt;br /&gt;
*Bungaku Shoujo VS Baka to Tesuto to Syokanju: ISBN 978-4-7577-4484-4 (30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 10: ISBN 978-4-04-727647-5 (26 Desember 2011)&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=156729</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=156729"/>
		<updated>2012-05-20T02:49:58Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Kenji Inoue */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BakaToTest-7.5_-_1.jpg|300px|thumb|Sampul Volume 7.5]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu (SI Bego, Ujian, dan Makhluk Panggilan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial &amp;quot;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&amp;quot; juga terdapat dalam pilihan bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju_~Versi%C3%B3n_Espa%C3%B1ola~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu tiếng Việt|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
Catatan: Persentase translasi setiap bahasa bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ringkasan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam SMU Fumitsuki, memanggil avatar atau shoukanjuu bukanlah hal yang mustahil. Shoukanjuu yang merupakan gabungan dari penelitian sains dan karya supranatural merupakan versi kecil dari &#039;pemanggilnya&#039; yang bisa bertarung sesuai dengan nilai mereka. Semakin tinggi nilai murid yang memanggil mereka, maka kekuatan mereka akan semakin kuat. Begitu juga sebaliknya, hanya saja ada shokanju seorang murid yang tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama murid tersebut adalah Yoshii Akihisa. Dia sering dipanggil idiot (baka) oleh teman-temannya dan oleh karena itu sering diberi hukuman oleh guru untuk bertugas membantu-bantu. Dia punya hak istimewa shoukanjuunya dapat bergerak lebih leluasa dan dapat mengalihkan rasa sakit ketika bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji Mizuki, murid kelas F yang merupakan murid terpintar nomor dua, sakit ketika ujian dan dimasukkan dalam kelas F. Bersama Yoshii Akihisa, dia dimasukkan ke dalam kelas terburuk. Tanpa AC, tanpa bangku atau kursi, ruangan kelas yang sempit untuk lima puluh orang, kelas F memang kelas paling tidak layak untuk dihuni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Kelas F, Sakamoto Yuuji, yang ingin membuktikan bahwa nilai bukan segalanya; mendeklarasikan &#039;perang&#039; terhadap kelas A, sekumpulan murid-murid terpintar, untuk mendapatkan fasilitas mereka yang merupakan kelas termewah di SMU Fumitsuki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kenji Inoue==&lt;br /&gt;
Lahir di Tokyo, tapi dibesarkan di Sapporo. Jatuh cinta dengan Kinoshita Hideyoshi yang digambar oleh Yui Haga sensei. Orang tua dan teman-teman terdekat nggak tahu sama sekali ketika novel pertama diterbitkan. Menjadi terkenal di perusahaan tempat bekerja karena pada suatu hari pak supervisor mengeluh  &amp;quot;Nggak ngerti bahasa Jepang yang ditulis oleh Inoue&amp;quot;. Makanya sampai sekarang, saya masih belum berani menyatakan kalo saya ini seorang penulis, walaupun pernah menang penghargaan. Novel ini memenangkan hadiah penghargaan dalam 8th Entame Award untuk kategori Editor karena para juri nggak membacanya dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terjemahan dari sampul di dalam Volume 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan berbeda dengan laju kecepatan penerjemahan versi Inggris atau yang lainnya. Oleh karena ini, mohon dibantu teman-teman dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Dibutuhkan Penerjemah dan Penyunting]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu muluk-muluk, kalau anda bisa bahasa Inggris dan punya dedikasi yang baik untuk menyelesaikan satu chapter, silahkan daftar di sini: [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|&#039;&#039;&#039;DAFTAR / REGISTRASI&#039;&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit petunjuk format standarnya untuk setiap chapter, bisa dilihat di: [[Format_guideline | Format Standar(Bahasa Inggris)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 Topic  Thread]==&lt;br /&gt;
Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silahkan diskusikan itu di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 thread] yang telah disediakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Riwayat Update==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- 17 Mei - Pertamax. (Malem Jumat iseng edit2 halaman depan, iseng bikin ID forum + bikin threadnya)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri &#039;&#039;Baka to Test to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 01 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 1]]&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 02 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 2]]&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03.5 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3.5]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Fumizuki_News_(Bahasa_Indonesia)|Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta|Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta]]~5%&lt;br /&gt;
::*Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Cerita_Seks_Mini_Tsuchiya_dan_Kudou|Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Ruang_Konseling|Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 8]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Ketiga|Soal Ketiga]] ~40%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Keempat|Soal Keempat]] ~70%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kelima|Soal Kelima]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Catatan Author|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Staff Proyek]]==&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Razor_127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Simbadda|Simbadda]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Tracker_725|Tracker_725]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xbypass|Xbypass]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Siginjai|Siginjai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomor Serial ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1: ISBN 978-4757733299 (29 Januari 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 2: ISBN 978-4757735057 (28 April 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3: ISBN 978-4757736825 (30 Agustus 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3.5: ISBN 978-4-7577-3979-6 (30 Januari 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 4: ISBN 978-4-7577-4236-9 (30 Mei 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 5: ISBN 978-4-7577-4518-6 (29 November 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 6: ISBN 978-4-7577-4827-9 (30 April 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 6.5: ISBN 978-4-7577-5040-1 (29 Agustus 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7: ISBN 978-4-0472-6195-2 (26 Desember 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7.5: ISBN 978-4-04-7263130  (27 Februari 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 8: ISBN 978-4-04-726727-5 (30 Agustus 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 9: ISBN 978-4-04-727031-2 (29 Januari 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 9.5: ISBN 978-4-04-727332-0 (30 Juni 2011)&lt;br /&gt;
*Bungaku Shoujo VS Baka to Tesuto to Syokanju: ISBN 978-4-7577-4484-4 (30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 10: ISBN 978-4-04-727647-5 (26 Desember 2011)&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=156727</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia)&amp;diff=156727"/>
		<updated>2012-05-20T02:40:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Ringkasan */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:BakaToTest-7.5_-_1.jpg|300px|thumb|Sampul Volume 7.5]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu (SI Bego, Ujian, dan Makhluk Panggilan)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serial &amp;quot;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&amp;quot; juga terdapat dalam pilihan bahasa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju_~Versi%C3%B3n_Espa%C3%B1ola~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Baka to Test to Shoukanjuu tiếng Việt|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
Catatan: Persentase translasi setiap bahasa bervariasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Ringkasan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam SMU Fumitsuki, memanggil avatar atau shoukanjuu bukanlah hal yang mustahil. Shoukanjuu yang merupakan gabungan dari penelitian sains dan karya supranatural merupakan versi kecil dari &#039;pemanggilnya&#039; yang bisa bertarung sesuai dengan nilai mereka. Semakin tinggi nilai murid yang memanggil mereka, maka kekuatan mereka akan semakin kuat. Begitu juga sebaliknya, hanya saja ada shokanju seorang murid yang tidak normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama murid tersebut adalah Yoshii Akihisa. Dia sering dipanggil idiot (baka) oleh teman-temannya dan oleh karena itu sering diberi hukuman oleh guru untuk bertugas membantu-bantu. Dia punya hak istimewa shoukanjuunya dapat bergerak lebih leluasa dan dapat mengalihkan rasa sakit ketika bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji Mizuki, murid kelas F yang merupakan murid terpintar nomor dua, sakit ketika ujian dan dimasukkan dalam kelas F. Bersama Yoshii Akihisa, dia dimasukkan ke dalam kelas terburuk. Tanpa AC, tanpa bangku atau kursi, ruangan kelas yang sempit untuk lima puluh orang, kelas F memang kelas paling tidak layak untuk dihuni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Kelas F, Sakamoto Yuuji, yang ingin membuktikan bahwa nilai bukan segalanya; mendeklarasikan &#039;perang&#039; terhadap kelas A, sekumpulan murid-murid terpintar, untuk mendapatkan fasilitas mereka yang merupakan kelas termewah di SMU Fumitsuki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Kenji Inoue==&lt;br /&gt;
Lahir di Tokyo, tapi dibesarkan di Sapporo. Jatuh cinta dengan Kinoshita Hideyoshi yang digambar oleh Yui Haga sensei. Orang tua dan teman-teman terdekat nggak tahu sama sekali ketika novel pertama dirilis. Menjadi terkenal di perusahaan tempat bekerja karena pada suatu hari pak supervisor mengeluh  &amp;quot;Nggak ngerti bahasa Jepang yang ditulis oleh Inoue&amp;quot;. Makanya sampai sekarang, saya masih belum berani menyatakan kalo saya ini seorang penulis, walaupun pernah menang penghargaan. Novel ini memenangkan hadiah penghargaan dalam 8th Entame Award untuk kategori Editor karena para juri nggak membacanya dengan teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Terjemahan dari sampul di dalam Volume 1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemahan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan berbeda dengan laju kecepatan penerjemahan versi Inggris atau yang lainnya. Oleh karena ini, mohon dibantu teman-teman dari Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Dibutuhkan Penerjemah dan Penyunting]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak perlu muluk-muluk, kalau anda bisa bahasa Inggris dan punya dedikasi yang baik untuk menyelesaikan satu chapter, silahkan daftar di sini: [[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|&#039;&#039;&#039;DAFTAR / REGISTRASI&#039;&#039;&#039;]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit petunjuk format standarnya untuk setiap chapter, bisa dilihat di: [[Format_guideline | Format Standar(Bahasa Inggris)]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 Topic  Thread]==&lt;br /&gt;
Jika para pembaca mempunyai kritik, saran dan pertanyaan, silahkan diskusikan itu di [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5030 thread] yang telah disediakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Riwayat Update==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;- 17 Mei - Pertamax. (Malem Jumat iseng edit2 halaman depan, iseng bikin ID forum + bikin threadnya)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri &#039;&#039;Baka to Test to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 01 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 1]]&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kedelapan|Soal Kedelapan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Kesembilan|Soal Kesembilan]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume1_Soal_Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume1_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 02 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 2]]&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume2_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume2_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketiga|Soal Ketiga]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keempat|Soal Keempat]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Kelima|Soal Kelima]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Keenam|Soal Keenam]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka to Tesuto to Syokanju:Volume3_Soal_Ketujuh|Soal Ketujuh]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]  &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penulis|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3_Catatan Penerjemah|Catatan Penerjemah serta Referensi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 03.5 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 3.5]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Novel_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Fumizuki_News_(Bahasa_Indonesia)|Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta|Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta]]~5%&lt;br /&gt;
::*Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Cerita_Seks_Mini_Tsuchiya_dan_Kudou|Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume3.5_Ruang_Konseling|Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi]]&lt;br /&gt;
::*Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 000a.jpg|275px|thumb|Sampul Volume 8]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Novel Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Pertama|Soal Pertama]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kedua|Soal Kedua]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Ketiga|Soal Ketiga]] ~40%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Keempat|Soal Keempat]] ~70%&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Kelima|Soal Kelima]] &lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal Terakhir|Soal Terakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Catatan Author|Catatan Penulis]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==[[Baka_to_Tesuto_to_Syokanju(Bahasa Indonesia):Registration_Page|Staff Proyek]]==&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Razor_127|Razor_127]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Simbadda|Simbadda]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Tracker_725|Tracker_725]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Xbypass|Xbypass]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Siginjai|Siginjai]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Nomor Serial ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1: ISBN 978-4757733299 (29 Januari 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 2: ISBN 978-4757735057 (28 April 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3: ISBN 978-4757736825 (30 Agustus 2007)&lt;br /&gt;
*Volume 3.5: ISBN 978-4-7577-3979-6 (30 Januari 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 4: ISBN 978-4-7577-4236-9 (30 Mei 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 5: ISBN 978-4-7577-4518-6 (29 November 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 6: ISBN 978-4-7577-4827-9 (30 April 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 6.5: ISBN 978-4-7577-5040-1 (29 Agustus 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7: ISBN 978-4-0472-6195-2 (26 Desember 2009)&lt;br /&gt;
*Volume 7.5: ISBN 978-4-04-7263130  (27 Februari 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 8: ISBN 978-4-04-726727-5 (30 Agustus 2010)&lt;br /&gt;
*Volume 9: ISBN 978-4-04-727031-2 (29 Januari 2011)&lt;br /&gt;
*Volume 9.5: ISBN 978-4-04-727332-0 (30 Juni 2011)&lt;br /&gt;
*Bungaku Shoujo VS Baka to Tesuto to Syokanju: ISBN 978-4-7577-4484-4 (30 Oktober 2008)&lt;br /&gt;
*Volume 10: ISBN 978-4-04-727647-5 (26 Desember 2011)&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=156548</id>
		<title>Baka to Test to Shoukanjuu (Indonesia):Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Test_to_Shoukanjuu_(Indonesia):Halaman_Pendaftaran&amp;diff=156548"/>
		<updated>2012-05-19T04:26:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* Volume 8 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Standar prosedur bila ingin daftar translasi di sini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Slogannya adalah &amp;quot;Bila kau daftar duluan, kau berhak untuk menerbitkan terjemahannya di sini&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Slogan Baru &amp;quot;Jikalau anda ingin melanjutkan terjemahan milik seseorang yang tanggal terakhir last modifiednya 3 bulan lalu, sikat aja dah! XD&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang tidak ada &#039;paksaan&#039; untuk menyelesaikan sebuah chapter ketika telah daftar, tapi dimohon apabila anda berniat mundur, silahkan beritahu di halaman ini jika anda ingin mundur agar bisa diteruskan oleh yang lain. Contoh :&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:simbadda|Anas Urbaningrum]] &#039;&#039;&#039;mundur&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== &#039;&#039;Baka to Tesuto to Shoukanjuu&#039;&#039; oleh Inoue Kenji ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1=== &lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:simbadda|Simbadda]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua - [[user:simbadda|Simbadda]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - [[user:simbadda|Simbadda]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Keempat -&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima -&lt;br /&gt;
::* Soal Keenam - yurihime&lt;br /&gt;
::* Soal Ketujuh - [[user:altux|Altux]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kedelapan - [[user:altux|Altux]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kesembilan - &lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir - &lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis - &lt;br /&gt;
::* Catatan Translator dan Referensi -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - &lt;br /&gt;
::* Soal Kedua -&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - &lt;br /&gt;
::* Soal Keempat - &lt;br /&gt;
::* Soal Kelima - &lt;br /&gt;
::* Soal Keenam - &lt;br /&gt;
::* Soal Ketujuh -&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir - &lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis - &lt;br /&gt;
::* Catatan Translator dan Referensi -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - &lt;br /&gt;
::* Soal Kedua -&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - &lt;br /&gt;
::* Soal Keempat - &lt;br /&gt;
::* Soal Kelima - &lt;br /&gt;
::* Soal Keenam - &lt;br /&gt;
::* Soal Ketujuh -&lt;br /&gt;
::* Soal Terakhir - &lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3.5===&lt;br /&gt;
::*Baka to Test to Shoukanjuu ~Bab Persiapan~ -&lt;br /&gt;
::*Fumizuki News: Wawancara dengan Yoshii Akihisa dari Kelas 2F - [[user:Xbypass|Xbypass]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Aku, Preman dan Sebuah Surat Cinta -&lt;br /&gt;
::*Aku, Shouko dan Kisaragi Highlands -&lt;br /&gt;
::*Cerita Seks Mini Tsuchiya dan Kudou -&lt;br /&gt;
::*Aku, Kolam Renang dan Surga Pakaian Renang -&lt;br /&gt;
::*Buletin Khusus: Ruang Konseling Kehidupan Guru Bertangan Besi - [[user:Xbypass|Xbypass]] &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Aku, Kerja Paruh Waktu dan Akhir Minggu yang Berbahaya -&lt;br /&gt;
::*Catatan Penulis -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::* Soal Pertama - [[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
::* Soal Kedua - [[user:Bryanjava|Bryanjava]], [[user:Razor_127|Razor_127]], [[user:Bryanjava|Bryanjava]]&lt;br /&gt;
::* Soal Ketiga - [[user:Tracker_725|Tracker_725]] &lt;br /&gt;
::* Soal Keempat - [[user:Bryanjava|Bryanjava]] - &#039;&#039;&#039;sedang dikerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::* Soal Kelima - &lt;br /&gt;
::* Soal Keenam - &lt;br /&gt;
::* Catatan Penulis - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Kedua&amp;diff=156165</id>
		<title>Baka to Tesuto to Syokanju:Volume8 Soal Kedua</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Baka_to_Tesuto_to_Syokanju:Volume8_Soal_Kedua&amp;diff=156165"/>
		<updated>2012-05-18T03:11:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Bryanjava: /* PERTANYAAN KEDUA */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===PERTANYAAN KEDUA===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Sebutkan 4 tragedi diantara karya-karya terkenal dari Shakespeare!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Himeji Mizuki&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;1. Hamlet, 2. King Lear, 3.Othello, 4. Macbeth.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tanggapan Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat Sekali. Shakespeare mempunyai banyak karya terkenal seperti &#039;Romeo dan Juliet&#039; dan &#039;Merchant of Vanice&#039;, dan 4 yang tadi kamu jawab terkenal dengan sebutan &#039;4 tragedi&#039;&#039;. Walaupun Romeo dan Juliet adalah karya yang paling terkenal, kamu setidaknya harus kenal juga tentang 4 tragedi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Yoshii Akihisa&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;1. Hamlet, 2. King Lear, 3. Romeo dan Juliet, 4. Pernikahan Ayahku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:BTS vol 08 031.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tanggapan Pak Guru&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang Ayahmu diperlakukan bagaimana kalau di rumah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jawaban Tsuchiya Kouta&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;1. Dompet ilang, 2. Kehabisan Kamera Film, 3. Mata kelilipan debu tepat disaat sedang mangambil foto, 4. Hard Disk Rusak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tanggapan Guru.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika yang nomor 4 itu terjadi, mungkin Pak Guru juga akan nangis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fuwaaa... Kenapa ya kalo pas pagi hari aku selalu merasa ngantuk...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan gitu donk, Akihisa-kun. Kamu harus tidur dengan cukup kalau nggak mau kesehatanmu terganggu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Walaupun kamu berkata seperti itu, buku yang semalam kubaca sangat menarik sekali, jadi apapun yang terjadi—fuuwaa~&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... Akihisa-kun, dasimu tidak rapi&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Masa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung merapikan dasiku. Nah sekarang udah beres kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sekarang kerahnya kebuka... coba deh kamu berbalik dan menghadap kemari sebentar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh, kamu gak perlu repot-repot khawatirkan hal seperti ini&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak boleh. Kalo kamu nggak bisa memakai baju dengan rapi, Pak Guru Nishimura bakalan marah sama kamu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah  berkata seperti itu, Himeji-san membalikkan badannya ke hadapanku dan mulai merapikan dasi juga seragamku. Uu, uuu... Entah kenapa aku merasa sedikit malu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm... Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, kamu denger nggak sih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Ah, iya!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau kenapa? Mukamu memerah&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eng.. Nggak kenapa-kenapa. Cuma... sedikit aneh....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, ternyata bukan cuma aku saja yang malu. Perlakuan merapikan dasi seperti ini layaknya perlakuan suami dan istri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...Ah iya, Akihisa-kun. Apa kamu membawa sapu tangan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengganti suasana, Himeji-san mengganti topik pembicaraan. Coba ku lihat sebentar... Sapu tangan, sapu tangan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Aku lupa bawa&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seingatku juga aku nggak punya kebiasaan menaruh sapu tanganku ke dalam tas, ATAU bisa dibilang, memang aku biasanya nggak pernah bawa sapu tangan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kalau begitu, kau bisa gunakan punyaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar bahwa aku nggak bawa sapu tangan, Himeji-san langsung mengeluarkan sapu tangan dari dalam tas dan memberikannya padaku. Apa dia meminjamkannya padaku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, nggak usah. nggak apa-apa kalo aku nggak punya sapu tangan. Dan juga, Himeji-san, kalo kamu meminjamkan ini padaku, kamu malah jadi nggak punya sapu tangan kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak apa-apa kok. Aku bawa sapu  tangan yang lain&amp;quot;&lt;br /&gt;
kata Himeji-san sambil mengeluarkan sapu tangannya yang lain dari saku. Wow dia benar-benar sudah siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu, nurut apa kata Himeji-san deh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
setelah itu, aku menerima niat baiknya dan meminta sapu tangan dari tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini, laki-laki harus memperhatikan hal-hal kecil seperti ini, kalau tidak kamu nggak akan populer diantara para gadis—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah kenapa, Himeji-san langsung membisu. Dia tidak memberikan sapu tangannya padaku, tapi menggenggam erat sapu tangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Di pikir-pikir... nggak apa-apa deh kalo nggak punya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu, Himeji-san cepat-cepat mengantongi sapu tangannya kembali ke dalam saku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bener-bener nggak ngerti apa yang dia omongin barusan, tapi mengingat bahwa aku bisa berbincang dengan Himeji-san yang gembira, aku juga jadi ikutan gembira&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—dan sampai sekarang, semua itu adalah satu-satunya kegembiraan yang aku alami di pagi yang cerah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;dan mulai sekarang, kita akan mulai interogasi dengan terdakwa Yoshii Akihisa&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
5 menit kemudian, aku sudah jadi tawanan para FFF.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Aku diculik secara paksa dari sisi Himeji-san yang kebingungan, dalam keadaan badanku semua terikat dan akhirnya dibanting ke lantai tatami kelas 2F.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Yoshii Akihisa, ada kata-kata terakhir?&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku cuma ketemu Himeji-san di tengah jalan saat lagi berangkat sekolah! Aku nggak melakukan kesalahan apapun... aku minta keringanan hukuman!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah mendengar kata-kata ku, presiden FFF terlihat mempertimbangkan keputusannya. walaupun FFF menindak keras semua cowok yang berinteraksi dengan cewek, kalo cuma sekedar kebetulan ketemu dijalan pas lagi berangkat sekolah, bukannya terlalu berlebihan kalo aku harus dihukum? Kalo cuma begini aja cemburu gak bakal selesai-selesai masalah! Jangan bilang kalo mereka udah dibutakan rasa cemburu sama hal sepele kayak begini?! Palingan mereka akan mengirim 5 anggotanya untuk mencubit tanganku— &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;— Kalau bgitu, 10 anggota masing-masing akan memberi tendangan melompat ke Yoshii Akihisa&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Kayaknya kecemburuan mereka udah lebih dari apa yang bisa aku bayangkan!&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Tu, tunggu! Bukannya hukuman ini terlalu berat? Kalau kalian menghukumku begini, apa yang akan dilakukan jika kejadian sama menimpa diri mu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sang presiden pun membisu kembali. Dia pasti sadar akan kemungkinan &#039;kejadian yang sama denganku akan terjadi juga pada mereka&#039; &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Presiden, kurasa yang dikatakan tersangka ada benarnya juga&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita ini bukan setan yang tidak punya belas kasihan. Untuk kejadian selevel ini, kupikir kita bisa menutup mata dan memaafkannya&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin suatu hari, kejadian beruntung untuk berjalan berangkat sekolah dengan cewek mungkin akan kita alami juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan juga, aku bakalan dihukum tiap hari dong cuma gara-gara mengerling pada seseorang&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Para anggota mulai berdiskusi kembali. Sepertinya pernyataan tentang &#039;kejadian yang sama mungkin akan terjadi padamu&#039; punya efek yang besar juga.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;untuk kasus ini, kita akan memberikan hukuman khusus yaitu menyentil perlahan ke arah dahi oleh sang presiden&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Disaat aku sedang menarik nafas lega karena pengurangan hukuman yang sangat besar— &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Mohon tunggu sebentar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Himeji-san datang tiba-tiba masuk ke kelas. Hm? Ada apa ini? Apa Himeji-san lari ke kelas karena ia khawatir padaku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun nggak melakukan kesalahan apapun!—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat Himeji-san mukanya memerah sambil berusaha keras menjelaskan kepada semua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Akulah yang memaksanya hari ini untuk menemaniku berangkat ke sekolah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;20 anggota masing-masing akan melakukan teknik German Suplexes&amp;lt;ref&amp;gt;German Suplex adalah salah satu teknik Pro Wrestling yang membanting kepala lawannya ke lantai.&amp;lt;/ref&amp;gt; pada terdakwa. Hakim, apa ada keberatan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;TIDAK ADA!!!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa-apaan ini? apa yang dikatakan Himeji-san malah merubah hukumanku yang tadinya sentil pelahan ke jidat menjadi German Suplexes, dan jumlahnya bertambah dari 1 jadi 20! Saking drastisnya sampai aku tidak bisa berkata apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hi, Himeji-san, aku berterimakasih kalau kau membelaku, tapi apa yang tadi barusan kamu katakan malah menyebabkan efek yang berlawanan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tapi, maksud egoisku merapikan kerah Akihisa-kun dan membuat tangan kita bersentuhan! Akihisa-kun tidak melakukan apa-apa, ini bukan salah Akihisa-kun...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;ANGKAT TATAMI!! LANGSUNG BANTING KEPALANYA KE LANTAI!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;SIAP! TATAMI SUDAH DIANGKAT!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;KITA BISA TARUH PAKU BIAR TAMBAH MAKNYOS!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;AKU JUGA SUDAH SIAPKAN BEBERAPA PANCANG BESI!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sialan! mereka lagi berencana untuk menguburku hidup-hidup! kalau aku tidak segera menjelaskannya maka... Oh iya! Aku hanya perlu meyakinkan mereka kalau kejadian ini bukanlah apa-apa! Dan juga menjelaskan pada mereka kalau ini adalah sesuatu yang sepele di kehidupan sehari-hari—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semuanya, harap tenang!! Kalau kalian menghukumku hanya karena kejadian ini, bagaimana dengan Yuuji? Bukannya kau sering lihat dia datang ke sekolah bareng Kirishima-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu, kita hukum juga si Sakamoto Yuuji!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maafkan daku Yuuji, sepertinya kata-kataku membuatmu dapat hukuman juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung meminta maaf pada teman brengsek ku yang satu ini dalam hati sambil mendoakannya. Dan pada saat yang sama, CRAK, pintu depan kelas terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pagi all~fuwaaa... ngantuk banget nih ane&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh, Yuuji, kenapa kau malah nongol di saat seperti ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Akihisa? Kenapa u? Ketangkep FFF lagi? Sepertinya pagi ini adalah pagi yang berat buat-&#039;&#039;&#039;OI KENAPA KALIAN SEMUA MENGENDAP-ENDAP KE BELAKANG DAN MELINTIR TANGANKU!!?&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji, yang terlihat ngantuk saat masuk kelas, pinggangnya langsung diserobot dari belakang oleh tangan-tangan kuat para FFF.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, bisakah kau menghadap dan melihat ke arahku sebentar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Ah, Baiklah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mencoba mengalihkan pandangan juga perhatian Himeji-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sudut kelas, tubuh Yuuji terbang dengan indahnya di atas udara, dan pada saat yang sama, &#039;THOMP&#039;, &#039;THOMP&#039;, &#039;THOMP&#039;, suara benturan benda tumpul bisa didengar. Itu baru 3 kali...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat Pagi-ASTAGHFIRULLAH!! &#039;&#039;&#039;MUKA YUUJI YANG BERSIMBAH DARAH KEBANTING KE LANTAI!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah 17 kali?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN!? CEPAT KEMBALI KE TEMPAT DUDUK KALIAN MASING-MASING!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah suara keras yang ke-18 kalinya menggema, kedatangan Ironman akhirnya menenangkan semua keributan, Ah, tadi bahaya sekali, 2 kali lagi kepala Yuuji dibanting, giliran berikutnya adalah kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan, pagi ini sial abis!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah jam pelajaran pagi hari selesai, istirahat siang pun dimulai, Yuuji akhirnya sudah kembali siuman, ia sedang duduk tepat berada di depanku sambil menyiapkan bento.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Walaupun sudah biasa, tapi melihat eksekusi di pagi hari sangat tidak baik buat kesehatan jiwa...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang berkata tadi tidak lain tidak bukan adalah cewek bishoujo&amp;lt;ref&amp;gt;Bishoujo = Sebutan Jepang buat cewek cantik&amp;lt;/ref&amp;gt; yang sedang berjalan membawa bento&amp;lt;ref&amp;gt;Bento = kotak bekal makanan khas jepang&amp;lt;/ref&amp;gt;— yaitu Hideyoshi. Dia memiliki rambut halus mulus dan mata lebar yang manis. Hideyoshi sendiri sudah sangat lucu, tapi sejak tahun kedua dimulai, aku mulai merasa bahwa Hideyoshi tampak makin manis. Apakah ini yang disebut masa muda? Apa Hideyoshi sedang memiliki seseorang yang dia suka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kebahagiaan orang lain sama seperti racun dunia. Itu adalah tradisi FFF.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, sesosok makhluk yang diam-diam menghampiri kami sambil membawa bola nasi hasil beli dari toko swalayan adalah Tsuchiya Kouta, biasa dipanggil Muttsurini, salah seorang teman sekelasku yang pendek dan berhawa pendiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aneh? Bukannya kau ikut ambil bagian dari eksekusi tadi pagi, Muttsurini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... aku tadi pagi lagi menginvestigasi beberapa hal.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak disangka diantara teman sendiri ternyata ada seorang algojo dan juga tersangka. Aku merasa ini sedikit aneh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Bukannya pepatah mengatakan &#039;musuh kemarin adalah teman hari ini&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, Maksudku, cara kalian gonta-ganti status antara teman dan musuh itu bener-bener bukan main.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut pengalamanku, kami adalah 90% musuh diwaktu biasa, dan 10% diwaktu bahaya kritis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siapa suruh kalian semua selalu melakukan hal yang sama berulang-ulang kali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kukira di kelas 2 ini aku akan mendapatkan kelas yang damai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami mengibaskan kuncirnya sambil berjalan kemari, dan Himeji mengikuti dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menggabungkan beberapa meja, kami berenam mulai makan siang seperti biasanya. Pemandangan yang mulai umum akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Aki, kamu membawa bento hari ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami bertanya saat aku lagi membuka bento.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tumben Akihisa bawa bento sendiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya, kemarin banyak makanan yang tersisa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarin aku nggak sengaja masak terlalu banyak. Untung saja, semua adalah makanan yang tetap enak dimakan saat dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu, ayo lakukan yang &amp;quot;seperti biasanya&amp;quot; lagi.. Gunting, Kertas...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;BATU!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muttsurini mebgeluarkan kertas, sedangkan yang lain gunting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Uu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wah tumben-tumbenan satu ronde langsung menang. Aku pesan Teh Oolong.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo aku Teh Hijau.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ingin Lemon Soda.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku Teh Susu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong, bantu aku belikan Teh Merah tanpa gula.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua mengeluarkan uang 100 Yen dan mengopernya pada Muttsurini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... aku pergi dulu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengumpulkan uangnya Muttsurinilari sendirian ke Klub Koperasi membeli minuman untuk semua orang. Penalti Game untuk menjadi pesuruh ini sedang ngetren dimainkan saat istirahat siang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah~ laper nih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji membuka bento yang ia bawa, yang lainnya pun ikut-ikutan membuka semua bentonya diatas meja. Ini adalah peraturan dasar untuk tidak usah menunggu si pesuruh kembali baru mulai makan. Kalau tidak, kami semua akan merasa nyangur dan akhirnya menahan nafsu untuk makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa, bento mu kelihatannya enak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau juga, Yuuji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarang-jarang aku dan Yuuji membawa bento sendiri-sendiri, makanya aku ingin membandingkan miliknya dengan punyaku. Lauk Yuuji yang daging teriyaki... kelihatannya enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;itu tuna... tuna goreng jahe? bagus juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
terdengar suara Yuuji datang dari samping. Sepertinya dia sudah mengunci targetnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;baiklah, Akihisa, ayo kita tukeran.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ok, apa yang kamu mau, Yuuji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mau tuna goreng punyamu. Kalau kau?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mau daging teriyaki punyamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, setuju.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yap. Nih ambil tuna goreng.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, tuh daging teriyakinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MASUK--- Tangkai buah tomat (tertutup saus teriyaki)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KELUAR--- sayur kol (rasa jahe)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;LU NGAJAK BERANTEM!!!???&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;GW BALIKIN KATA-KATA TADI KE ELU, itsuki!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berdua saling mencengkeram kerah baju. Orang ini sungguh picik! Bisakah dia membiarkan ku menang sesekali?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;dasar anak kecil...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat aku dan Yuuji saling mencengkeram kerah baju, Hideyoshi hanya bisa menghela nafasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak. Kau salah paham, Hideyoshi. Aku ini sudah dewasa, sedangkan Yuuji adalah sampah masyarakat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hideyoshi, jangan bandingkan aku dengan Akihisa. Itu orang otaknya setara sama otak anak SD!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;!&amp;quot;&amp;quot; (Saling melototin satu sama lain)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalian sama dengan anak kecil dalam kasus ini... ampun deh dj....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hideyoshi menghela nafas dan kemudian mulai menggunakan sumpitnya— &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sip, kalo begini bagaimana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;AH!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku dan Yuuji sedang memaki dan mencengkeram satu sama lain, Hideyoshi sudah menukar makanan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja, aku minta bagian juga&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Hideyoshi sambil menggerakkan sumpitnya dan menukar daging goreng miliknya. Sekarang makananku terlihat lebih berveriasi dan menambah nafsu makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa boleh buat deh. Karena Hideyoshi bilang begitu, aku maafkan kesalahanmu kali ini, dasar Yuuji kampret.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Harusnya aku yang berkata seperti itu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku langsung melepaskan kerah Yuuji. Daripada melakukan hal yang bodoh dan tidak berguna, mendingan aku mulai makan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bener-bener deh... Bisa nggak sih kalian makan dengan tenang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau ada orang yang bikinin bento buatku sih, tentu saja aku diam dan hanya akan makan jatahku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ada anehnya nyiapin bento sendiri&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kalo gitu bukannya harusnya kalian tukeran aja dari awal...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang kalau aku dan Yuuji membawa bento sendiri, normal-nya akan kami buat sendiri. Memang bagus bisa memilih makanan sendiri namun saat membuka bento untuk dimakan pasti rasanya agak aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan lain: sebenarnya bertukar makanan secara diam diam tidak pernah ada. Karena jika itu terjadi, kami tidak bisa menaikkan porsi bento yang kami bagi. Jangan meremehkan perut anak SMA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mizuki, apa yang kau bawa untuk ditukar hari ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... Iya juga. Ayo bertukar sedikit...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un. kalo begitu silakan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ambillah&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan melihat keributan kami, para cewek sepertinya ingin ikutan juga. Himeji-san dan Minami ingin mencoba keseruannya dengan menukar makanan sambil menyerahkan kotak bento-nya satu sama lain. Kalau cewek yang melakukannya sepertinya menjadi lebih tenang. Dan ini sebuah pemandangan yang indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Heh. Laukmu sepertinya bagus.. Ini... Tuna? Tuna goreng jahe?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha? Tuna goreng jahe?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;ACK!!!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku keselek&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SI, SIIIIALLL! Aku lupa aku menyiapkan bekal untuk Himeji-san juga, jadi bekalnya sama denganku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ke... Kebetulan sekali, Himeji-san! Kemaren kamu nonton program &#039;simple cooking&#039; kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
detik selanjutnya aku langsung ngungkit-ungkit program TV. Tolonglah Himeji-san! Ikuti saja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Akihisa-kun? Kau lupa? Yang menyiapkan bento kan ka—UU!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, ayo pergi dulu ke suatu tempat dimana kita bisa bicara!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlalu Naif!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membekap Himeji-san dengan panik. samar samar aku menyadari itu beberapa waktu lalu tapi Himeji-san benar benar dungu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kau tidak boleh ngasih tau mereka, Himeji-san! Kalau kau kasihtau, mereka akan tau kita tinggal bareng!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(eh? mereka nggak boleh tahu?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(SAMA SEKALI TIDAK! Orang lain tidak ada yang boleh tau!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini antara reputasi Himeji-san atau hidupku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Ah... benar juga, nggak bagus kalo satu sekolah tau kita tinggal bareng.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Benar! benar! bagus kau bisa ngerti!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(okedeh. berarti ini rahasia kecil kita!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mengatupkan tangan kecilnya di depan dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi aku baru sadar bahwa sebelumnya aku belum membicarakan untuk menyembunyikan rahasia ini sebelumnya. Tapi bahkan dia belum kepikiran sama sekali. Mungkin ada hubungannya dengan dia menjadi naif, mungkin juga karena dia mirip mama-nya. Yang sepertinya juga telmi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Akihisa-kun, ayo usaha sembunyiin rahasia ini!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Yap)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapat persetujuan dengan Himeji-san, kami kembali ke tempat duduk kami. Mulai sekarang rahasia ini harus dijaga seketat ketatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa-apaan Akihisa? Kau buatin Himeji-san Bento?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi serangan pertama itu menggetarkanku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... Nggak.. itu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah saat saat dimana Yuuji bisa nebak antara kebohongan, juga ada Hideyoshi disebelahnya...&lt;br /&gt;
saat baru kupikirkan−&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa sih kan dia cuma bantu ngabisin Deluxe Seafood yang kau menangkan, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu banyak banget&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya Hideyoshi dan Yuuji nggak peduli amat. aneh ya, mungkin aku bisa ngeles.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kau pasti bilang ke Himeji seperti &#039;karena ada sisa mungkin ini untukmu sebagai rasa terima kasih&#039; sebelum memulangkannya kan? Pikiranmu lumayan cepat Akihisa.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Aku seharusnya melihatmu dari sudut pandang yang lain)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berbisik padaku. bagus deh kayaknya semua punya pengertian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya! Kita tidak menggunakan banyak bahan untuk Hotpot waktu itu kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Banyak yang terjadi saat itu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep. Hotpot biasa menjadi Hotpot kegelapan. Bahan bahan itu hanya dipake buat makanan dingin buatan Minami sama yang lain kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu enak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
aku ingat hidangan pemuka buatan Minami, Kudou-san dan Kirishima-san saat itu. Makanan Seafood Dingin, Tiram kukus dan Seafood Salad. semuanya enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohya, Minami, Buat saos seafood waktu itu−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat baru mau nanya Minami tentang saosnya−&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tampak kesal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa Minami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak. Nggak papa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bilang gitu tapi mukanya kesel. Hmm apa dia mau Bento juga? Kita udah coba makanannya terakhir kali, dan nggak ada respon. Juga aku hanya buat bento buat Himeji-san. Emang nggak adil buat Minami kayaknya. Kalo gitu−&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo mau lain kali kubuatin Bento deh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;BENERAN!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya bisa sih buat dibagi ke 3-4 orang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bodo amat mau masak segimana juga. Kalo masalah ini bisa selesai cuma dengan buatin bento... Ambil yang mudah aja. bukan masalah besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke oke! jadi buat saosnya jangan kasih [http://en.wikipedia.org/wiki/Balsamic_vinegar Aceto Balsamico] kebanyakan. Juga−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Balsamic Vinegar, ya? Harus diberi [http://id.wikipedia.org/wiki/Pestisida Pestisida] Suling atau [http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_Asetat Asam Asetat]?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disampingku Himeji-san membicarakan sesuatu yang mengerikan. Kalo mau nyiapin makanan seafood dingin lain kali aku harus hati hati. Sekali lagi aku mengecek bahaya dari Himeji-san&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anyway... ayo makan dulu. Ini pertama kali aku membuat Tuna Goreng Jahe. tapi ternyata masih enak walau sudah dingin. Memang kayaknya ini pas buat dijadikan Bento.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Yo!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saat semua sedang makan sambil ngobrol, Muttsurini balik dengan tangan penuh dengan makanan dan minuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lama banget. Segitu ramenya apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji nanya sambil ngambil Oolong tea pesenannya. Emang lumayan lama hari ini, bahkan untuk Muttsurini yang gampang nyempil. Agak aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ada yang ngajak diskusi pas beli minuman&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Diskusi−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa? Baru mau kutanya tiba tiba seseorang muncul&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak papa, Tsuchiya-kun. Aku bakal ngomong langsung.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia punya rambut sebahu, dan tatapan dingin. melipat tangan di depannya sambil melihat kami yang sedang duduk di Tatami. Orangnya itu−&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hai semua anak anak Kelas F!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tamu yang nggak terpikirkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang datang itu Ketua Kelas C; Koyama-san. sama kayak yang Yuuji bilang: Tamu yang tak terpikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi yang diskusi sama Muttsurini tadi itu−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep. tadi itu aku. tapi tadi aku sebenernya cuma ketemu didepan Teamwork Club terus tadi cuma tanya tanya dikit&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kayaknya dia mau tau rencana kelas F buat perang Syoukanjuu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Rencana kelas kita..?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yep. Maintenance Sistem kayaknya sudah selesai. 2 hari kemudian kita mau ngadain perang. Kelas F mau ada rencana apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di semester 2 ini, Summoning Battle bisa dilakukan setelah maintenance karena perubahan peralatan dan situasi lain. (Ada alasannya katanya mereka pingin ngganti Gear para Syoukanjuu-nya). tapi Perang Summon yang ketunda akan di-restart 2 hari kemudian. Tujuan kelas F pastilah balas dendam atas kekalahan di Semester 1.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi walaupun gitu, Nggak terduga juga Koyama-san bakal nyamperin ke kelas F, Kelas terparah satu sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lu kayaknya berjaga jaga bener...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji bilang dengan nada ngejek&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bener deh. Kalian kelas F yang udah bikin kerusuhan diantara kelas 2 di semester 1 ya pastilah kita bakal hati hati&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san ngacangin ejekan Yuuji dan senyum dengan santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cukup kayak penilaian buat kita. Tapi beneran bisa? Di jangka waktu kedua, kelas C kan udah dapet fasilitas yang biasa, tapi kalian malah mikirin tentang perang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji bilang dengan nada protes&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
salah satu peraturan perang ini itu kalo dalam satu perang suatu kelas bertukar fasilitas karena kekalahan, di jangka waktu selanjutnya akan di reset. buat kelas atas yang kalah sih memang di reset, tapi kalo kelas bawah, kalah, dan fasilitasnya diperparah, di-resetnya malah di semester selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong kelas C kalah sama kelas A dan fasilitasnya diturunun jadi kelas D, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, fasilitas kelas C bakal balik lagi setelah jangka waktu kedua kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
untuk membuat penekanan buat peraturan ini, sebenernya tujuannya itu untuk  meningkatkan rasa antusias di perang syoukanjuu. maka dengan itu kelas kelas bawah bisa nyerang kelas atas tanpa banyak resiko JIKA penyerangannya dilakukan di akhir semester.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun pingin banget langsung perang begitu boleh, perbedaan poin kelas kita sangat beda banget, dan kalo dipikir dengan akal sehat, kita nggak bakal bisa perang segitu gampangnya. walau gitu juga kita udah buat keributan sejak pertama masuk sekolah. dan setelah beberapa perapihan sistem dan peristiwa lain, akhir semester satu agaknya lumayan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;apa maksudnya mulai perang? aku nggak pernah mikirin inisiatif pingin perang, cuma mau nanya apa rencana kelas F&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan kata lain kalo kita nggak mau jawab kamu nggak mau ngasih tau apa apa kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gitudeh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san ngasih senyum bangga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pingin nyari aliansi ya? tapi kayaknya nggak. mereka nggak bakal mulai buat perjanjian sembarangan. Kita akan bahas soal pergerakan kita, Kelas C juga akan bahas pergerakan mereka. Kalo nggak ngelewatin rencana mereka, gak akan ada masalah. tapi kalo rencana kita ngelewatin keharusan ngancurin mereka, maka kita harus mikirin rencana dari awal biar kita gak harus saling serang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo gitu kenapa nggak nanya Yuuji langsung?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa dia nanya Muttsurini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kalo aku nanya Sakamoto-kun, aku nggak perlu buat perjanjian. lebih baik kalo aku nggak ngasih informasi otomatis kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
menghadapi keraguanku, Koyama-san langsung jawab dengan jujur. bener bener dia banget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Em... Yuuji, Jadi gimana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Santai. Perjanjian ini kita terima&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Beneran? Makasih banget&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampang Koyama-san nunjukin kayak dia tau kalo Yuuji nggak bakal nolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita cuma harus ngasih tau rencana nyerang kelas apa kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak cukup. kita juga harus tau kapan kalian mau nyerangnya. kalo kita udah tau target kalian aku nggak perlu nanya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bener juga sih. Ultimate Target dari kelas F ya jelas kelas A. semua orang tau kok. bukan masalah banget kalo kita kasih tau siapa yang mau kita serang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tapi tampang Yuuji agak ragu pas Koyama-san nanya siapa yang ingin kita serang. Jangan bilang dia belom kepikiran detail-nya? nggak mirip dia banget kalo dia langsung nyuruh kita serang kelas A tanpa rencana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Buat kelas A, abis seminggu dibolehin buka perang−2 minggu terakhir kita serang. itu rencana gue&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hem... gitu ya..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aneh. kayaknya kita nggak perlu nunggu segitu lama. dengan kepribadian Yuuji kita harusnya akan nyerang langsung setelah dibuka. baru mau kutanya ke yuuji, dia memberikan lirikan tajam yang berkata &amp;quot;jangan banyak bacot&amp;quot;. Kayaknya perang intel udah mulai dari sekarang. kalo gitu biar kuserahkan ke Yuuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo gitu target kalian siapa? Kalo kelas A juga berarti kita musuh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita nggak berambisi gitu. target kita mentok mentok kelas B. waktunya palingan sama kaya kalian. seminggu dua minggu setelah dibuka.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelas C targetnya kelas B? Logis aja sih, mereka susah nentuin siapa yang menang sebelumnya. aku bisa ngerti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tapi bener baguskah? Aku ingat Nemoto-kun itu Koyama-san punya pa−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;GUE SEMBELEH LU KALO BERANI LANJUTIN!&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
aku lupa pengalaman tak terlupakannya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku suka orang pintar. bukan yang hanya suka belajar aja&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bener. Nemoto emang bangsat&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;untuk mencapai kemenangan harus pakai taktik yang parah kan?... Aku lumayan suka itu... cuma aku udah muak sama cowok itu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san ketawa. Pikiran orang mikirnya dia suka orang yang hina. kayaknya semua orang mikir beda beda...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pasti paling telat kalo main suit sama yang lain&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa apaan? kau selalu kalah walopun telat! kau nggak se-beringas itu! aku selalu pura pura sakit perut pas disuruh ngepel!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;gak gak gak. gue yang paling biadab!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;nggak mungkin. aku yang paling beringas disini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Sebenernya aku punya sepupu seumuran, pernah kutanya tentang pacaran, terus dia ngenalin aku sama temen sekelasnya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&amp;quot;&amp;quot;SSIIALLANN!!! GUE BUNUH LU!!&amp;quot;&amp;quot;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tapi aku ingat dia belajar di sekolah khusus cowok&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...silakan ini jus jeruk&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kutraktir kau takoyaki pas pulang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Makasih cuy...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temen sekelas kami mulai ngomong ngomong tentang berapa biadabnya mereka. bener bener pengertian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohh. Jadi Koyama-san suka orang orang pintar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, Himeji-san. Aku suka orang pintar! khu khu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama-san memberikan senyuman yang kayaknya penting banget&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong, Sakamoto-kun kan pintar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(wusss... wusss... wusss...)!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi! jangan nancepin pisau lipat ke tatami! Serem tau!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temen sekelas kami masing masing nancepin pisau lipat bawaannya ke tatami disebelah mereka. kalo mereka lebih serius yang bolong bukan cuma tatami-nya. tapi badan Yuuji juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Btw... jadi satu-dua minggu ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koyama san ngomong dengan nada agak serius. Yuuji agak kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke deh. Makasih udah mau bagi bagi intel! target kelas kita beda kan, ayo berjuang bareng!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu Koyama-san melipat tangannya dan meninggalkan kelas F. Seenggaknya musuh yang harus diwaspadai udah berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kayaknya kelas lain udah nyiapin buat perang lagi&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;udah berapa lama sejak kita tukeran kelas. Fasilitas udah bagusan. nggak terlalu ngagetin, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
begitu perang summoning udah mulai, kaya riak air, efeknya akan nyebar diantara kelas 2. Entah efeknya akan lebih bagus atau apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong katanya Gear syoukanju kita udah dibagusin?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebelahku Minami memiringkan kepalanya. Iya juga ya, gimana Syoukanjuu kita sekarang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Perubahan peralatan... Harus kita cek biar kita bisa make-nya bener&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kayaknya sistem udah diperbaiki&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kita bisa manggil syoukanjuu kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;siapa yang mau manggil guru−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong ngomong kita butuh guru untuk men-summon syoukanjuu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin pas banget, kita ngeliat Wali Kelas kita: Dengan Panggilan &amp;quot;Ironman&amp;quot;−Nishimura-Sensei berjalan di koridor&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;apa boleh buat...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. waktu istirahat udah mau abis&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo gitu... Nishimura sensei!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ha? Yoshii, Sakamoto? ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu kupanggil, Ironman masuk ke kelas. Dia manyun agak kaya najis. sikapnya kaya bilang &#039;ada masalah kalo ngomong sama dia&#039;. Parah baget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf, Bolehkan &#039;nggak&#039; ngizinin &#039;nggak akan&#039; untuk manggil? &#039;ditolak&#039; larangan summoning war &#039;aku menolak&#039; sudah dihilangkan, &#039;menyerahlah&#039; jadi syoukanjuu-nya &#039;jangan memaksaku&#039;... oi! berapa kali bapak sudah menolak? saya cuma minta satu hal dan bapak menolak enam kali! pertama kalinya aku bisa dalam situasi ini! menyebalkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalian nggak pernah mendengarkan saya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dipikir pikir juga dia nggak mendengarkan dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya sudah bilang, syoukanjuu nggak bisa dipanggil sembarangan kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;walau gitu juga sih...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syoukanjuu-ku beda dengan yang lain. bisa menyentuh benda asli dan mempunyai kekuatan berkali kali dari manusia biasa. mungkin karena itu dia khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tenang saja, Sensei! sampai sekarang kami belum membuat masalah kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;saya ingat kalian harus menulis refleksi diri lebih dari 100 kali di jangka waktu pertama kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hemm... kira kira 1 per hari&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;cukup untuk membuat buku...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;berapa yang kalian sudah tulis?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji pasti menulis 99&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;lagipula kalau kalian memanggilku dengan &#039;sensei&#039; pasti ada yang nggak beres&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ironman memelototi kami dengan tampang curiga. Apa apaan nih. jadi kita salah panggilan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tolonglah Sou-kun~ (BRAKK)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Beribu tolong, Souichi~ (BAKK)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;SIAPA YANG BILANG HARUS MENYEBUT NAMAKU LANGSUNG!?!?!?!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;TANGANKU!!!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru kami bilang itu tangan kami dipelintir dengan kekuatan bagaikan tang. kalau kita tak bisa memanggilnya demikian, KALAU BEGITU APA!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saat kami menggelinding di lantai sambil memegangi tangan, Minami dan Himeji-san menghampiri Ironman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak boleh-kah, Nishimira-Sensei? kami hanya ingin melihat perubahan peralatan saja, tidak macam macam!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Minami-chan benar! kami tak akan menggunakannya untuk jahil-jahilan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tidak... tapi..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;tolonglah, Nishimura-sensei!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;haah aku tak mengerti kenapa kalian ingin banget mengecek peralatan baru&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saat 2 murid model kelas kami yang meminta, sikap Ironman merendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke sekali lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kumohon, Tetsun−(BAKK!)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kami serahkan padamu Te-Chan! (BAKK!!)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini lengan kiri kami dipelintir. sial! bagaimana bisa ada orang se-keras kepala orang ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;benar benar deh kalian. kalau begitu cepatlah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;cepat apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku sibuk. kalau ingin memanggil cepatlah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ironman menghela napas. tapi akhirnya dia setuju&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagipula mau kutolak segimana juga kalian akan menggunakan Gelang Platinum Sakamoto. lebih baik sekarang kalian kuawasi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ooh jadi ada alasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kalau begitu kenapa tak diizinkan dari awal?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tanganku pun dipelintir... sakit tau&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau kuberikan izin secara langsung kalian pasti ngelunjak&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nggak lah!... mungkin sih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lupakan. setidaknya udah dapet izin&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;akhirnya kita bisa dapet apa yang diinginkan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(ngangguk)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;sudah kutunggu. gimana ya Syoukanjuu kita sekarang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;semoga bukan tembok lagi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;summon dan lihat saja, siap−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;SUMMON!!&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berteriak. selanjutnya pola tertentu muncul disekitar kaki kami, dan syoukanjuu kami muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;waw. Armor yang bagus. Menakjubkan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lance dan armor? Aku berubah menjadi Kesatria ya? bagus deh setidaknya aku tidak memakai talenan sebagai tameng. bagus!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi Yuuji! lihat! bajuku bertenun Naga!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;lihat Akihisa! Milikku Macan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Longsword dan mantel... jadi aku menjadi Shinsengumi. kelihatannya kuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku naik pangkat jadi Jonin&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hemm. jadi peralatan semuanya jadi lebih baik...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;TUNGGU!!!!!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yoshii, Sakamoto! kenapa sih ribut banget?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;INI NGGAK ADIL! KITA BERHAK PROTES!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ohya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;YA! Lihatlah perubahan Himeji-san!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;eh? Armorku semakin tebal, dan pedangku semakin panjang dan besar...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Minami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seragam Army-ku menjadi seragam Kesatria. dan  tombakku menjadi sebuah Lance&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu Hideyoshi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;pejuang Naginata-ku menjadi anggota Shinsengumi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Muttsurini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...naik pangkat jadi Jonin&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tapi Saya dan Yuuji,−&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya ada gambar yang tergambar di seragam!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;ITU JAUH TERLALU ANEH!!&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Yuuji berteriak dengan serempak. memang aneh, peralatan kami nggak jauh beda dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ohya tunggu Akihisa. Senjataku berubah&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Beneran?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Metal knuckle-ku berubah menjadi pemukul baseball&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ITU NGGAK BEDA JAUH!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
gimana juga aku pasti dapat peralatan yang miskin. ataukah ini kerjaan kepala sekolah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, puas &#039;kan? aku akan menutup izinnya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Summoning Field-nya menghilang, begitu pula syoukanjuu kami. sial aku tak bisa menerima ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Istirahat hampir selesai. jangan main main dan siapkan untuk pelajaran selanjutnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ironman pun pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aki dan Sakamoto sepertinya tidak dewasa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Shimada, jangan hubungin aku dengan si idiot itu! terlalu rendah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, Minami! Beda dengan otak Yuuji dan dadamu, aku juga tumbuh−(KRAK!!)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;KAU BILANG APA!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;AKU TAK BERKATA APAPUN!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa benar benar belum dewasa...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
aku memegangi tanganku yang dipelintir dan menahan sakitnya yang bertahan sampai jam pelajaran sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu berlalu dan ini sudah waktu pulang sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Udah berapa lama hal hal sepi lewat. Gimana kalo kita terima aja pulang telat gini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bawaan yang nggak berat-berat amat, Yuuji ngomong sendiri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;karena kita harus pulang telat karena PM terus&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari awal sekolah udah ngebolehin diadakannya PM yang ada hubungannya sama Summoning Battle. Kita harus belajar lagi, Juga ngambil beberapa ulangan untuk ngisi poin lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagian kan kalian juga yang madol terus makanya harus ikut PM terus terusan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak tau Minami ngomong apa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Harusnya kita bersukur kita bisa pulang sekolah dengan perasaan bebas&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kelihatannya waktu bebas kita juga bertambah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muttsurini dan Himeji-san ngomong dengan perasaan yang agak senang. Ngomong ngomong, Hideyoshi sedang ada aktifitas klub. Dia satu satunya diantara kami yang ikut aktifitas klub, jadi jarang dia bisa ikut pulang bareng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jarang bisa pulang cepet. Jalan jalan dulu yok&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji mengajukan usulan yang padahal kita nggak pernah buat rencana&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan hari ini, aku mau ke supermarket beli makanan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Belanja? Bukannya hadiah seafood-nya masih banyak?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya sih cuma aku pingin daging. lagipula juga katanya daging sama telor lebih murah hari senin&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Faktanya ada 3 orang dirumah, seafood deluxe-nya udah hampir habis. kalau cuma aku dan kakak yang dirumah, bukan masalah besar sih, cuma sejak ada Himeji-san, aku harus lebih usaha dalam masak. Lagian aku udah makan seafood terus beberapa hari ini jadi aku pingin daging sekali kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohya? Kalo gitu aku juga mau daging deh&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji yang mimpin masakan buat makan malam (dalam kasusnya, &#039;lagi&#039;) dia agak merenung saat ngomong itu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohya. Kau mau masak apa ntar malem?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm... apa ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak merepotkan. Walaupun aku bilang ingin memasak daging, sebenarnya aku tidak terlalu tau ingin masak apa. memang repot... Oh ya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, Kau mau makan apa nanti malam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? aku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berputar untuk menanya Himeji-san. Jarang dia bisa jadi tamu, tapi aku ingin dengar dia ingin makan apa, mungkin aku ada ide untuk apa yang dimasak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak ada yang kusuka atau tidak suka,.. tapi selain itu, kemarin kan Akihisa-kun sudah memasak jadi hari ini giliran—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak nggak nggak nggak nggak! Itu kerjaanku untuk masak! jangan terlalu khawatir!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cepat cepat aku ngeles sebelum dia bilang sesuatu yang jauh lebih bahaya. Masak itu bagianku. Nggak mungkin aku nyerahin kerjaan itu! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;...&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku membahas makan malam, Yuuji dan kawan kawan menatap kami dengan curiga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi, Akihisa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa nanya Himeji buat makan malam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;eh..?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi pertanyaannya, Aku dan Himeji-san secara nggak sadar ngeliat satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial! Aku lupa kalo secara gak sadar aku langsung ngoceh kalo kita tinggal bareng. Duh kenapa aku bisa bisanya mbuat kesalahan kecil gini!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ja.. Jadi coba kalem dulu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;itu...itu...itu...itu... karena &#039;itu&#039; kan, Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Y..Ya! Itu karena... eh, Akihisa-kun hanya ingin sebuah referensi untuk makan malam, bukan untukku kok!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;...&amp;quot;&amp;quot;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar penjelasan Himeji-san, Kawanan mereka memelototi kami dengan tampang curiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;eh.. Ja... Jadi aku pergi ke supermarket dulu ya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku... Aku ada urusan, Maaf aku harus pergi, dah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum yang lain bertanya yang aneh aneh, kami langsung kabur. walaupun mereka nggak ngejar,pelototan mereka nyakitin banget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak... Nggak apa apa kan? kita nggak ketauan kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mung...Mungkin aman. kita tadi sudah menjelaskan dengan jelas kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
setelah berbelok di pojokan, aku dan Himeji-san saling tatap. susah menyembunyikan rahasia dari yang lain...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gimana kalau kau pulang duluan, Himeji-san? Aku akan kembali setelah selesai&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;tidak. aku kana ikut. Kau sudah memperlakukanku dengan baik, kalau aku nggak ikut nanti aku nggak akan ngerasa enak&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi nggak bagus kalau ingin beli bahan bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gimana kalau kau tinggalkan saja urusan belanja dan masak padaku, kau bisa belajar saja&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke ayo belanja! Mau makan apa nanti malam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Akihisa-kun! tunggu aku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meminta Himeji-san memasak dan aku belajar. sebuah kasus terburuk. kalau sebaliknya sih nggak apa apa...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, kudengar hari ini terong sedang ada harga khusus?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membawa keranjang belanja dan masuk kedalam supermarket&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terong... Bagis, Kau suka terong?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya! Aku suka sekali!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san menjawab dengan senyum yang menyilaukan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang mulai masuk musim gugur dimana terong akan terasa enak banget. kalau lebih murah pasti kubeli. mungkin kugoreng atau kukukus. atau mungkin kugoreng dengan paprika hijau, potongan daging dan bumbu musiman. mungkin enak jika dikasih kecap jahe... Aku mulai ngiler saat memikirkannya. &amp;quot;Miso Yakitori juga enak. bisa dikukus dengan ayam...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagus juga. terong berkalori rendah dan juga menyehatkan.  lagipula ini musim gugur, musim terbaik untuk mendapatkan terong&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;benar&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
baru saja ingin membeli terong, seorang SPG berjalan lewat dan teriak dengan semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;DISINI! BARANG MURAH DAN SEHAT DISINI!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
suara misterius ini kedengaran tak asing... orang ini orang asing ya..?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saat aku dan Himeji-san melebarkan mata kamu, SPG itu tetap teriak teriak didepan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;SAYUR SEKARANG SANGAT BERHARGA! TERUTAMA INI—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tiba tiba dia berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
matanya tertuju pada terong yang dipegangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;TERUTAMA INI! Eh namanya apa ya... Eh... BENDA YANG MIRIP PENTUNGAN UNGU INI! ENAK SEKALI!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang itu nggak tau terong ya...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;MANIS DAN PENUH MADU, MANIS DAN ENAK!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa terongnya? ada apa didalamnya!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ohh, pasangan baru nikah disana! bagaimana dengan benda ungu ini? kau mau?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
mungkin karena kami terlalu bingung dengannya dia berpikir kami tertarik sehingga dia langsung menjajakannya pada kami. sial orang ini nggak normal dari segi manapun. lebih baik kita kabur sebelum ada masalah lain...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ki...Kita dibilang baru nikah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san tersipu disebelahku dengan tampang imutnya. dan tidak punya keinginan kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong ngomong dia kan perempuan ya... jadi lemah dengan kata &#039;pengantin&#039; ataupun &#039;baru nikah&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lihatlah! Bagaimana dengan pentungan ungu ini, nak? Matang dan manis!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf kalau bisa jangan beri yang manis dan matang itu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kelembutan dan bau manis yang nggak natural itu karena dalamnya busuk kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;nggak nggak... jangan terlalu baik sama saya, nak. bagian manis pentungan ini yang paling enak.dan eh... ada label &#039;Produksi Lokal&#039; kan? Banyak kalori dan nggak ada apa apa sama nutrisi, jadi—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SPG biadab ini  kayaknya nggak ngedengerin omonganku dan ngelanjutin omongan sampahnya... Himeji-san belum pulih... jadi kayaknya aku hanya bisa tinggal disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan begitulah. ini disukai dari masa yang lampau. sayur ini udah terkenal di kutub utara dari 800 tahun lalu—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sambil tetap berdiri didepan SPG yang tetap ngoceh itu, aku masuk ke pikiran dalamku... Jadi, selain makanan untuk makan malam, apa yang butuh kubeli untuk makan malam?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong nak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tisu makan masih ada, nggak ada masalah dengan tisu toilet sama sikat gigi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nama sayur ungu ini apa ya...?——&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jadi yang kurang saat terakhir kali bersih bersih itu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;——Pembersih toilet&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah jadi begitu! Terima kasih, nak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat baru sadar aku lihat SPG itu sudah ada didepanku sambil menjabat tanganku. Ahh, jadi dia sudah selesai ngoceh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya ambil sekantong ya. Ayo, Himeji-san&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ya say— maksudku Akihisa-kun&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san tampaknya sudah pulih juga. Aku mengambil sekantong  terong dan meninggalkan bagian sayuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;KAMI MENJUAL PEMBERSIH TOILET MURAH UNTUK ANDA! MANIS DAN MATANG! PEMBERSIH TOILET DIJUAL SEKARANG! UNTUK YANG MANIS MANIS PILIH PEMBERSIH TOILET!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SPG tadi berteriak tentang apa yang dijualnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, SPG tadi menjual apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak tahu juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengar kata &#039;pembersih toilet&#039; &#039;manis&#039; atau apalah itu. mungkin pembersih toilet jenis baru... yang dapat dimakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh iya, Akihisa-kun, kau tahu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya? apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pepatah yang bilang &#039;jangan biarkan istrimu makan terong di musim gugur&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah sepertinya aku pernah dengar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya karena para ibu ibu itu berpikir &#039;terong yang enak bakal sia sia kalau diberikan ke pasangan yang menjengkelkan&#039; kan? mungkin... Kasar sekali...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Himeji-san berpikir sebegitu kuatnya. Mungkin dia bertanya apakah dia boleh makan terong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san, kau tak perlu khawatir tentang itu. itu cuma cara generasi tua berpikir&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Be..Benar! Seharusnya aku tidak perlu memikirkan ini dan berusaha melahirkan bayi yang sehat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa harus bawa-bawa bayi? Aku tidak mengerti maksudnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa, Kayaknya aku harus ngasih tau kamu. Pemikiran itu karena pas musim gugur, terong bijinya dikit makanya orang orang dulu takut kesempatan kehamilan bakal turun&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hee— Yuuji lumayan tahu juga&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukannya lumayan tau, kau yang kurang akal sehat&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya apa? Aku nggak tahu— OI TUNGGU!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yu, Yuuji! kenapa kau disini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sa..Sakamoto-kun! kapan kau kesini!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak papa aku kan pingin beli bahan buat makan malem&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iya juga ya... Yuuji bilang ingin bikin makan malam, juga diantara rumah dan sekolah nggak banyak supermarket jadi nggak heran kita bisa ketemu disini. cuma gara gara misah doang jadi aku buat kesalahan besar!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngaku! Kenapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak... Nggak apa apa! Aku dan Himeji-san cuma ketemu di supermarket&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I...Iya! kita nggak sengaja ketemu terus belanja bareng!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hoho, kalian pingin belanja bareng? hubungan kalian bagus juga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan! Bukan gitu!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong ngomong kalian mencurigakan. Selain belanja bareng kalian ada sesuatu yang kalian sembunyiin kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat aku dan Himeji-san yang tak terlihat enak dengan kata katanya, Yuuji menaruh tangannya di dagunya sambil berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Makan malam kemarin,makan siang tadi, sama makan malam ntar sama semua... Kalian makanan sama terus, juga berangkat sekolah bareng...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WAAAAAAAAHH! Kita mau ketahuan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ke...Kemarin kan ada berita sosial banyak kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Y..Ya! Pemogokan bandara dan lain lain&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu parah banget banyak orang nggak bisa pulang karena bandara mogok&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Himeji-san berusaha keras mengubah topik jadi pemogokan bandara. tapi Yuuji malah tambah manyun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Pemogokan bandara... Himeji harus tinggal di tempat Akihisa 2 hari yang lalu... Jangan bilang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar Yuuji tahu fakta penting karena dia tambah melotot. Di..Di...Dia tahu ya...!?!?!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oi Akihisa, Jawab jujur! Jangan bilang kau—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau...Kau mau bilang apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Kau tinggal bareng Himeji?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KETAHUANNNN!!!! CEPET BANGET!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;NGGAK! GAKGAKGAKGAKGAK! PASTINYA ENGGAK! KENAPA HAL NGGAK MUNGKIN ITU BISA TERJADI!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;BEBEBEBEBEBEBEBENNAR SAKAMOTO-KUN!ITU NGGAK MUNGKIN BANGET. GIMANA MUNGKIN ITU TERJADI! JANGAN KHAWATIR BANGET!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ka... Kau berdua kenapa harus ada beginian sekarang!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penolakan kami nggak berarti karena Yuuji kelihatan dendam pas melototi aku dan Himeji-san. Sialan kalo orang lain tahu masalah ini orang bakal iri dan membunuhku!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memprediksikan  metode penyerangan Yuuji dan mulai membuat posisi pertahanan, tapi—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gimana beginian harus terjadi? Parah! Parah banget! Sialan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji menggenggam kepalanya sambil gemetaran dan nggak melakukan sesuatu yang kejam terhadapku. Aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa sih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;BERANI LU NANYA KENAPA!? SIALAN!  PERKATAAN BODOH APA YANG GUE OMONGIN!? GUE BENER BENER PINGIN GEBUK AKIHISA DAN GUE SAAT ITU...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo gitu kenapa nggak gebuk diri sendiri aja..?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah terserah. Akihisa, nggak ada yang tau kan kalo kalian tinggal bareng?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selain kau, nggak ada&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu paling bagus yang aku dengar dalam kemalangan ini. Jika Kau hampir ketahuan, cepat ceritakan padaku. Aku bakal berusaha menutupinya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh... Ah... Kalo gitu makasih&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupikir dia bakal marah dengan bilang &#039;sejak kapan lu sombong banget, bego?&#039; dan memukuliku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Walau gitu kalian harus jaga rahasia kalo kalian tinggal bareng! Kalian harus hati hati banget, Ngerti?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku akan berusaha&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa apaan tuh, nggak niat! Dengerin, Akihisa, Kau nggak boleh sama sekali biarin orang lain tahu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh.. eh.. ya ya. ngerti&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yuuji memelototiku secara seram sambil mengingatkanku berulang kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau ada orang lain yang tahu, Serius demi apapun kau akan kupukuli sampai diambang pintu neraka!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apaan nih? emangnya ada sesuatu yang mengerikan untuk Yuuji kalau orang lain tahu aku dan Himeji-san tinggal bersama?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;oke, Yuuji aku nggak akan biarin orang lain tahu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong. aku nggak akan melakukan hal hal nggak penting kayak balas dendam, cepet sana pulang sebelum ada yang tahu lagi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke. ini hadiah&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyerahkan terong dari tanganku, kami pamit dengan yuuji. Walau orang itu bilang sesuatu akan terjadi, nggak ada yang bakal tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku khawatir. apa boleh buat... rahasia ini harus kujaga dengan keras!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Yuuji.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.................................Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 079.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ingat janji kita?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha. ha ha ha... Shouko, sejak kapan kau disana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Dari awal, karena Yuuji tidak mau pulang denganku aku datang untuk menghukummu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;y,ya. kalo gitu maaf...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tenang. sekarang itu tidak penting.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar.. jadi—&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jangan lari. Kamu tak akan bisa kabur&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;p style=&amp;quot;margin:20px 0px 20px; font-size:400%&amp;quot;&amp;gt;&amp;quot;SSSSIIIIIIAAAAAAALLLLLLAAAAAANNN KAU AAKIIIHHIIISSAAAA!!!!!!! INI SSEEEMMMUUUAAA SAAALLLLAAAAHHHMMUUUU!!!!!!!!!!!!!!!!!”&amp;lt;/p&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan sedikit perasaan pembunuh dibelakangku. Mungkin aku terlalu banyak berpikir...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah keluar dari supermarket, aku dan Himeji-san berjalan bersampingan. Serius karena Yuuji tiba tiba muncul aku jadi lupa beli sayuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wah. ngomong ngomong aku belum beli bahan buat makan malam...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar juga ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sibuk berpikir tentang cara menahan situasi jadi lupa beli sayuran. Parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu pulang duluan deh, Himeji-san, aku akan balik beli lagi&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu aku ikut!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan, kita baru ketahuan sama Yuuji. Apa katanya kalo kita balik kesana bareng lagi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;iya juga ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku balik dulu ya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti. Hati hati ya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melambaikan tanganku dan mengucapkan selamat tinggal ke Himeji-san untuk sementara waktu. Oke, aku harus membeli bahan-bahan untuk makan malam dan bergegas kembali ke rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, setelah membeli semua bahan makanan untuk makan malam, aku langsung pulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sepertinya sebentar lagi bakalan turun hujan, berabe nih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai merasakan udara semakin lembab, dan tak lama, hujan pun turun seperti yang diperkirakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Wah gawat, nggak bawa payung pula.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berusaha untuk tidak membiarkan plastik belanjaanku kemasukan air hujan. Lebih baik cepat-cepat ke supermarket terdekat untuk berteduh. Jarak dari sini ke rumah tidak begitu jauh, dan aku nggak segan berlari pulang hujan-hujanan, tapi, setelah ku membaca salah satu manga yang baru-baru ini rilis...-mungkin sebaiknya aku pulang saat hujan sudah reda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memperhatikan keadaan diluar sambil mengambil sebuah majalah untuk dibaca. Uhh, bakalan banyak games yang akan dirilis bulan depan. Aku nggak tahu apa aku bisa diam-diam mendapatkan uang dari kakak...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membaca-baca majalah beberapa lama dan menemukan banyak artikel yang menarik, tapi saat aku ingin berhenti membaca dan membawanya ke kasir....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ZRASH ZRASH ZRASH ZRASH&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan diluar sangat deras bagaikan air seember penuh yang tumpah ketendang. Sepertinya... Aku akan tetap basah kuyup walaupun membawa payung...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengeluarkan handphone, melihat internet dan mengecek laporan cuaca. Halaman web tidak memberikan peringatan untuk waspada terhadap hujan besar. Payah nih. Pikiranku cuma berpikir tentang bagaimana mencegah Himeji-san memasak sampai-sampai nggak sempet memperhatikan perubahan cuaca. Tapi kabar bagusnya, aku membiarkan Himeji-san pulang duluan ke rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kelihatannya hujan nggak akan berhenti dalam waktu yang singkat...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat keadaan saat ini, hujan akan hanya bertambah besar. Apa boleh buat lah, aku cuma bisa berlari pulang...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun bersiap untuk basah kuyup dan mulai berlari keluar supermarket. Karena majalah hanya akan menjadi basah dibawah hujan deras seperti ini. Mungkin belinya lain kali aja deh...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ZRASH ZRASH ZRASH. Hujan terus-terusan menyirami tubuhku sampai aku kesulitan melihat jalan dihadapanku. Uuhh... Kalau nggak cepat-cepat sampai rumah, bisa sakit nih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan menjadi sedikit banjir akibat hujan deras dan mobil yang melaju membuat cipratan bagai melaju melewati sungai. Suara hujan serta angin yang kencang bercampur di telingaku, penglihatan maupun pendengaranku semua tertutupi oleh hujan deras yang terjadi di sekitarku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada saat seperti ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya aku mendengar suatu suara yang lembut...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm? Kayaknya aku pernah mendengar suara ini sebelumnya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendengar suaranya lebih jelas, aku mulai berkonsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu... dingin sekali... tempat ini dingin sekali...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar dari suaranya, sawan-sawannya suara cewek menangis nih...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menemukan pemilik suara tersebut. Aku hanya bisa membuka mataku lebar-lebar yang cuma bisa melihat beberapa meter ke depan dan mulai mencari. Suara itu... kayaknya datang dari taman deh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku sudah terlanjur basah, mungkin sekalian aja aku jalan-jalan ke taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat ke dalam paviliun, aku menemukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... Kakak Bodoh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menemukan Hazuki-chan, basah kuyup dan kelihatan dia mau menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kamu ada disini? Ntar sakit loh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku kesini untuk ketemu Kakak Bodoh! Kupikir aku akan bertemu denganmu kalo aku menunggu disini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Kamu mau ketemu denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, benar juga, ngomong-ngomong, aku bertemu Hazuki-chan pertama kali di tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, kenapa kamu mau ketemu denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakakku jahat, dia selalu berbohong dan nggak membiarkanku pergi ke rumah Kakak Bodoh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kata Hazuki-chan sambil menggembungkan pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi Hazuki diam-diam merahasiakan dari kakak untuk datang menemui Kakak Bodoh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tapi mendadak turun hujan, dan kamu bahkan nggak tahu dimana rumahku, lalu kamu datang ke paviliun taman untuk berteduh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Begitulah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kebetulan sekali kita ketemu. Tapi karena aku ketemu Hazuki-chan. Mungkin ini hal yang terbaik diantara kejadian hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;kuchuun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan gemetar kedinginan sambil mengeluarkan suara bersin yang imut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang kutahu, rumah Minami tidak dekat dari rumahku. Pasti berat bagi Hazuki-chan untuk keluar sendiri dalam cuaca yang seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu ayo ke rumahku. Kamu bisa kena demam kalau kamu disini terus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Horee! Hazuki-chan senang sekali!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Guu!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat sangat senang sambil memelukku dengan gembira dan membenturkan kepalanya tepat ke dadaku. Karena perbedaan tinggi badan, benturan tadi langsung tepat mengarah ke daerah kelemahanku. Aku tahu kalo Hazuki-chan nggak mempunyai niat jahat sama sekali, tapi kalau dia begini terus menerus, hidupku bisa terancam..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, semoga kamu cepat tumbuh besar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan pada saat itu, kepalamu nggak akan membentur dadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, iya ya, walau Kakak Bodoh berkata begitu. Hazuki sudah mengerti kok dan akan berusaha keras supaya cepat tumbuh besar!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu mengerti?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya! Hazuki ingin cepat-cepat tumbuh besar menjadi pengantin yang cantik!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah... dia nggak mengerti...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku nggak punya kepercayaan diri pada ukuran dadaku...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki meletakkan tangannya di dada dan berkata dengan tampang kecewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu nggak benar~aku ingin berusaha menghibur, tapi aku nggak bisa berkata lebih. Aku teringat tentang ucapan Muttsurini bahwa ini kemungkinan besar masalah genetik...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A...Apapun itu, kamu harus segera mengeringkan badanmu. Ayo kita pergi, Hazuki-chan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk keluar dari hujan yang semakin deras ini, aku menggandeng tangan Hazuki-chan dan lanjut berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, akhirnya kamu pulang juga, hujan diluar deras sekali, apa kamu baik-baik-oh...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakak cantik!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pulang. Himeji-san.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san, yang tadi pulang terlebih dahulu, menemuiku di pintu masuk sambil membawa handuk, tapi dia langsung terlihat terkejut setelah melihat Hazuki-chan pulang denganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ketemu Hazuki-chan di taman, karena dia nggak bisa pulang sendirian di tengah hujan deras seperti ini, jadi aku bawa saja dia ke rumah, ya, Hazuki-chan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh gitu, kamu akan mudah terkena demam kalau kamu basah kuyup, ayo cepat-cepat keringkan badanmu. Aku akan menyiapkan air mandi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu dalam rumah mengeluarkan bunyi menutup seraya Himeji-san yang kembali ke dalam untuk mengambilkan handuk lainnya. Nggak kusangka dia bahkan juga menyiapkan air mandi. Himeji-san memang cewek yang sangat pengertian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo kamu mandi dulu, Hazuki-chan, aku akan tanya pada kakak apa punya baju ganti untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah! Mandi, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan menganggukkan kepalanya dan langsung bersiap untuk membuka baju basah yang ia kenakan. Eh? Kelihatannya ada yang salah nih?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm, Hazuki-chan, nggak masalah kalo kamu membuat lantainya jadi basah, tapi, seharusnya kamu membuka bajumu di ruang ganti baju.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;? Hazuki nggak boleh lepas baju disini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un, Hazuki-chan kan bukan anak kecil lagi, kurasa nggak baik kalo membuka bajumu di hadapan lawan jenis.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya sih aku nggak akan bernafsu apa-apa kalo di hadapan anak kecil (mungkin), tapi walaupun begitu, dia nggak bisa membuka baju didepanku seenaknya. Walau Hazuki-chan itu orangnya naif dan polos, tapi dia itu terlalu bebas dalam beberapa aspek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi walaupun kita pisah saat ganti baju, Hazuki akan tetap mandi bareng Kakak Bodoh, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu mau mandi bareng denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Hazuki sering kog mandi bareng kakak, apalagi kalo habis nonton acara seram di TV, kami pasti akan mandi bareng.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami... kalo kau saking takutnya setelah nonton acara seram sampai harus mandi bareng anak SD,seharusnya itu acara nggak usah ditonton aja sekalian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan aku juga sering mandi bareng papa dan mama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itu sih nggak masalah kalo bareng anggota keluarga...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu nggak apa-apa, karena Kakak Bodoh itu adalah suami Hazuki, berarti kakak juga keluarga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya benar juga ya, tapi percakapan ini sudah mulai ngawur. Uu... Apa yang sebaiknya kulakukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Atau mungkin, apakah Kakak Bodoh merasa ada yang aneh kalo kakak mandi dengan Hazuki?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan melihatku dengan tatapan yang polos. Oh no oh tidak oh jangan, akan berbahaya kalo aku punya ketertarikan seperti ini!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Si... Siapa bilang?! Nggak ada orang lain yang bisa menahan emosi dan tetap tak tergoyahkan layaknya diriku ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baguslah. Kalo begitu kita bisa mandi bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
........................Eh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;??? Kakak Bodoh, ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ugh, walaupun ini sangat tidak mungkin, tapi apa aku baru saja...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa aku baru saja kalah berdebat dengan seorang anak SD? Bagaimana mungkin ini bisa terjadi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki nggak begitu mengerti apa yang kakak bicarakan, tapi Hazuki senang kakak bodoh mau mandi bareng dengan Hazuki!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;TIDAAAAAAAKKKKK!!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa aku secara verbal baru saja dikalahkan oleh seorang anak SD? Aku ini sudah murid SMA!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, kamu nggak boleh begitu. Akihisa-kun adalah anak laki-laki, jadi sebagai anak perempuan kamu nggak boleh berbuat seperti itu... Nggak baik...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disaat aku sedang memegang kepalaku karena Himeji-san datang dengan sehelai handuk lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uu... nggak boleh ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah. Hazuki mau mandi bareng kakak cantik aja deh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Mandi denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan tersenyum dengan gembira. Para cewek bisa mandi bersama, dan itu sangat menolong. Sangat-sangat menolong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akihisa-kun, nanti aku ingin bicara denganmu tentang yang barusan kamu ingin mandi bersama Hazuki-chan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia memberikan handuk padaku, mata Himeji-san mengeluarkan aura-aura yang sulit kupahami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, Hazuki-chan, ayo kita mandi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mengantar Hazuki untuk ke kamar mandi. Entah kenapa bulu kudukku berdiri dan cepat-cepat aku menggunakan handuk untuk mengeringkan rambutku yang kebasahan sambil aku berjalan masuk ke rumah. Saat mereka sedang mandi, aku sebaiknya mengeringkan badanku dan segera ganti baju... Ah iya... Aku harus telpon Minami terlebih dahulu. Kurasa dia pasti sedang khawatir tentang keberadaan Hazuki-chan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung mengeluarkan handphone dan mengelap layarnya yang basah sambil mencari dan menelpon nomor handphone nya. Kelihatannya, handphonenya berbunyi beberapa kali tapi cuma tersambung ke mailbox, kalo begitu aku akan meninggalkan pesan untuknya saja deh... &#039;Aku bertemu Hazuki-chan di taman dekat rumah, jadi nanti aku akan antar dia pulang, jangan khawatir&#039;. Kurasa sudah cukup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waa... Kakak cantik benar-benar mengagumkan! Berbeda jauh dengan kakakku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, kamu akan sakit kalo nggak cepat-cepat masuk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mau masuk kalo aku boleh pegang dada kakak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak boleh~! Boleh tapi nanti. Ayo masuk ke bak mandi dulu-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fuwaaa... hebat... Dada kakak sangat halus...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... apa boleh buat deh... Kalau sudah puas, cepat masuk bak mandi dan hangatkan badanmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sip, sekarang sebaiknya aku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Himeji-san.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... Iya... Ada apa... Akihisa-kun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mau lari keliling diluar sebentar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Bukannya sekarang lagi hujan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan juga, aku tadi beli cemilan saat pulang. Kamu boleh mulai makan dengan Hazuki-chan. Nggak perlu menungguku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah? Akihisa-kun! Kenapa kamu tiba-tiba...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku pergi dulu ya...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara keheranan Himeji-san terdengar dari belakangku, tapi aku langsung melompat lari keluar dari rumah. Bukan! Ini bukan nafsu bejat, tapi cuma aku ini sedang dipenuhi oleh semangat dan nafsu yang menggebu-gebu untuk memperkosa istri orang... nggak lebih!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbisik-bisik ditengah hujan dan berlari beberapa menit, sambil menelpon minami dijalan. Sepulang dirumah, kepala dan badanku semua beku kedinginan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fuu... segarnya habis mandi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enak sekali mandi air panas setelah basah kuyup kehujanan, dan nggak sengaja aku malah berendam terlalu lama di bak mandi. Jarang-jarang bisa merasakan kesenangan mandi air hangat disaat cuaca sedang dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakak, sehabis mandi kakak sekarang jadi hangat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku kembali ke ruang keluarga, Hazuki-chan, yang mengenakan piyama, langsung lari nemplok ke badanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kamu kedinginan, Hazuki-chan? Nggak ada masalah apa-apa kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan tersenyum dengan cerahnya kepadaku. Melihatnya begini, aku nggak perlu cemas tentang dia akan terkena sakit, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aneh? Kemana Himeji-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakak cantik tadi kelihatannya sedang mengeringkan baju Hazuki!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara getar pengering rambut terdengar dari ruangan. Himeji-san pasti sedang menggunakan setrika dan pengering rambut untuk mengeringkan baju Hazuki-chan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki tadi mau bantu mengeringkannya sendiri, tapi kakak cantik bilang itu terlalu berbahaya dan nggak mengijinkan Hazuki...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un... Bener tuh. Pengering rambut sih nggak apa, tapi setrika terlalu berbahaya buat Hazuki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau Hazuki-chan benar bisa mengeringkan bajunya sendiri, tapi lebih baik menyerahkan hal ini pada Himeji-san. Tinggal bersama Himeji-san dalam satu rumah beberapa hari ini, menyadarkanku kalau Himeji-san itu handal dalam segala hal rumah tangga, kecuali memasak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, apa kamu mau nonton TV denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil remote TV dan duduk di sofa yang ada di ruang keluarga. Lalu Hazuki duduk di sebelahku. Unn, perilaku bagai clitter ini sangat imut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Acara apa yang kamu mau tonton, Hazuki-chan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Erm... Hazuki mau nonton acara sinetron!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sinetron? Yang mana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku nggak begitu suka nonton sinetron, jadi aku rada terkejut mendengarnya, apakah anak-anak SD jaman sekarang doyan nonton sinetron?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki nggak peduli yang mana, yang penting itu sinetron!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki melirik ke sekitar sebelum menjawab. Oh, aku mengerti... Dia mencoba bertingkah seperti orang dewasa, mungkin sebenarnya dia ingin menonton acara lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi banyak acara menarik lain loh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki nggak mau nonton acara anak kecil, Hazuki mau nonton acara yang ada percintaannya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki memaksakan kehendaknya. Un... Apa ada yang salah dengan caraku menawarkan acara lain? Mungkin aku sebaiknya memilih acara yang mungkin ia suka saja deh. Dan lagi, kurasa ini lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo bgitu, ayo lihat sinetron macam apa yang bisa kita temukan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mencari-cari channel, tapi waktunya memang tidak tepat dan tidak ada acara sinetron ditayangkan saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak ada sinetron nak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yahh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ngomong-ngomong...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku teringat kalau aku merekam sebuah sinetron yang menggelikan secara tidak sengaja karena salah saat merekam. Kurasa aku belum menghapus acaranya... Oh, ini dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana dengan yang ini, Hazuki-chan? Ini terlihat seperti sinetron juga...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oke, Hazuki mau nonton yang ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapatkan persetujuannya, aku langsung menekan tombol play dari remote control. Lalu, melodi nyanyian utama pun terdengar dari layar kaca, dan sinetron pun dimulai. Sinetron ini berjudul &#039;Menunggumu di Bawah Pohon Legendaris&#039; Hmm... Ayo coba lihat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Shinji... Maafkan daku telah menggebokmu. Memikirkanmu yang enggan menerima cintaku, aku langsung tidak bisa menahan emosi...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ugh, Itu bukan lah sesuatu yang bisa terselesaikan dengan minta maaf.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebagai permintaan maaf, aku membuatkan bento untukmu. Maukah kamu mencicipinya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sangat mencurigakan. Apa kau membubuhi sesuatu pada bento ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba... Bagaimana mungkin aku melakukan hal itu padamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah kuduga. Coba aku cek terlebih dahulu. (Jilat) Ini adalah... Anesthetic!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Brengsek! Aku ketahuan... Kamu memang benar! Itu adalah anesthetic super kuat yang bisa membuatmu kaku dan mati rasa hanya dengan sekali jilatan. Memang kau hebat, George. Sudah bisa menebaknya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fufufun... Aku sudah bisa membaca jalan pikiranmu (klepek klepek)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fuu... Sinetron ini sangat membosankan... Kami memulainya dari tengah jalan, jadi aku nggak mengerti sinetron macam apa ini... Yang bisa kulihat, semua tokohnya laki-laki...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...(angguk-angguk, angguk-angguk)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke sebelahku, Hazuki terlihat mulai bosan dan tertidur di sandaranku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku lelah setelah berlari seharian. Apalagi baru saja mandi air hangat, aku jadi merasa ngantuk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadaranku terasa seperti terbang seraya kelopak mataku yang semakin bertambah berat dan semakin berat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:BTS vol 08 097.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Ugh...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, sial. Aku ketiduran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiranku masih belum sepenuhnya terbangun, tapi aku mencoba bangun dari tidur, lalu aku melihat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh... ah, waahh! Akihisa-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san sedang berada di hadapanku, tersipu malu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, Himeji-san, kau sedang apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, umm... Saat masuk ruang keluarga, aku menemukan kalian berdua sedang tertidur, jadi aku mau ikut...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi matamu masih terbuka lebar...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Nggak, kamu salah! aku nggak sedang memandangi wajah Akihisa-kun!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Himeji-san mengangkat tangannya sambil menyangkal, begitukah? Kalo begitu aku telah salah paham.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Kakak Bodoh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, Hazuki-chan, kamu sudah bangun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengusap matanya yang mengantuk, Hazuki-chan berusaha berdiri dari sofa. Aku melihat ke arah jam dan menemukan jarum jam berada diantara angka 9 dan 10.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, kita tertidur terlalu lama. Hazuki-chan, sudah saatnya untuk pulang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyerahkan Hazuki-chan yang masih mengantuk kepada Himeji-san dan membiarkannya menggantikan baju Hazuki-chan. Aku langsung bangun mempersiapkan jas hujan untuk mengantar Hazuki-chan pulang ke rumah Minami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf sudah membuatmu menunggu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu beberapa saat di koridor, Hazuki yang terlihat masih mengantuk datang dengan bajunya yang sudah diganti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu, aku mau mengantarnya dulu ya, Himeji-san.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku ikut...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh jangan, kalau kamu ikut, Minami akan tahu kalo kita tinggal bersama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ahh... Iya ya. Kalo begitu aku dirumah saja deh menunggu Akira-san pulang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Un. Kuserahkan padamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil dua payung dan membuka pintu depan koridor rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat malam, Hazuki-chan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat malam, Kakak Cantik...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan melambaikan tangannya dan pamit kepada Himeji-san sebelum ikut keluar rumah bersamaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan yang lebat tampak sudah reda, kayaknya. Karena masih gerimis, aku menggandeng tangan Hazuki-chan sambil berjalan perlahan di jalanan yang gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki-chan, apa kamu masih mengantuk?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;sedikit...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hazuki-chan tampak bersusah payah memegangi payung seraya ia menguap sambil berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo bgitu, kakak kasih kamu pelayanan spesial.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku men jongkok-kan badanku di depan Hazuki-chan, yang menunduk-nunduk karena ngantuk, dan ia pun langsung mengerti maksudku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih, kakak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
kata Hazuki-chan sambil ia menaiki punggungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Heh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyenderkan payung pada tangan dan pundak sambil berjalan menggendong Hazuki-chan. Berat yang terasa di punggungku terasa hangat, dan tentu saja sangat nyaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, akupun melanjutkan perjalananku di tengah hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aki! Hazuki!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sedang hampir sampai rumah Minami, seseorang memanggil nama kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, Minami, maaf telat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak, aku yang harusnya minta maaf. Maaf nggak bisa menjemput Hazuki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbahaya kalo perempuan jalan di tengah malam. Walaupun Minami mau datang menjemput Hazuki-chan ke rumah, akan langsung aku cegah. Jadi dia nggak perlu minta maaf. Minami kadang sopan juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Giliranku menggendong.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biar kugendong dia sampai ke rumahmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gak apa apa. Rumahku dah dekat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Okelah kalo begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung bergantian menggendong dengan Minami. Hazuki-chan terlihat terbangun sejenak, tapi begitu ia tahu yang menggendongnya adalah Minami, ia langsung melanjutkan mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hazuki, bilang terima kasih pada Aki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami menggoyang-goyangkan badan Hazuki perlahan dan memberi tahunya untuk berterima kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah nggak usah. Dia masih tertidur. Gak usah sungkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nggak boleh begitu. Oi, Hazuki, terima kasih ke Aki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;U... Kakak. Terima kasih banyak...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun setengah tertidur, Hazuki-chan berterima kasih padaku dengan sopannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, nggak usah sungkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku pun merespon balik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih juga sama Kakak Cantik...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Hazuki? Apa yang kamu maksud itu Akira-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami langsung bertanya pada Hazuki yang sedang setengah tertidur. Argh, tolong anggap saja dia tadi sedang mengigau!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba... Baiklah! Akan ku sampaikan terima kasihnya pada Kakakku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berhati-hati menegaskan dengan sengaja bahwa Kakak yang dimaksud oleh Hazuki-chan adalah Kakakku dan langsung menyudahi percakapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun juga...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aneh? Seingatku Kakak Cantik itu panggilan buat Mizuki...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minami masih curiga tentang hal ini. Kalo begitu... apa boleh buat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sudah dulu ya, Minami! Sampai ketemu besok di sekolah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, Aki! Tunggu dulu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo semua rencana gagal, ya kabur! Aku langsung lari sekilat mungkin sebelum Minami curiga dan mengetahui lebih jauh lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 200%; border: &amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;☆☆☆&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/span&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==CATATAN PENERJEMAH==&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Bryanjava</name></author>
	</entry>
</feed>