<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Distorm</id>
	<title>Baka-Tsuki - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Distorm"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Special:Contributions/Distorm"/>
	<updated>2026-04-11T19:49:16Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_18_Bab_23&amp;diff=561042</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 18 Bab 23</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_18_Bab_23&amp;diff=561042"/>
		<updated>2020-02-18T04:16:38Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: /* Bab 23 - Kembali (Juli 2026) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 23 - Kembali (Juli 2026)==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
Koujiro Rinko sedang duduk di kursi ruang sub kontrol, mengatur lubang palka kecil ke arah kiri di depan console.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cairan kristal yang muncul di atas lubang palka berkedip dengan huruf merah: [EJECTING…]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desis udara terdengar keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, sebuah objek hitam kecil berbentuk kubus muncul dari belakang kaca jendela. Huruf di monitor berubah menjadi [COMPLETE].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko mengulurkan tangannya yang gemetar, menggeser pintu dan mengambil objek didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda itu terbuat dari logam. Sebuah kubus berukuran enam sentimeter, dan lumayan berat. Tidak ada kabel sambungan; hanya ada enam angka yang terukir di salah satu sisinya dan ada lubang micro connector.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jiwa milik «Alice» tersegel di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sistem melaksanakan tugasnya, hanya ada satu kubus yang keluar dari dalam Light Cube Cluster yang terpasang di pusat Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jiwanya pada saat yang sama telah bepergian dari dunia Underworld menuju Dunia Nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, Rinko tak bisa berkata – kata, terisi oleh emosi yang tak bisa diungkapkan ia lalu berteriak pada microphone sambil menggenggam kubus itu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna-san, Alice telah berhasil dikeluarkan! Tinggal kamu dan Kirigaya-kun; cepat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia masih berteriak sambil melihat monitor utama yang telah berubah menjadi hitung mundur berwarna merah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya tersisa 30 detik sebelum tahap percepatan maksimum dimulai! Cepatlah log out!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, hanya ada keheningan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, suara yang tak diharapkan keluar dari dalam speaker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Rinko-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap…? Apa maksudmu…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf.. aku akan tetap disini. Terima kasih atas segalanya. Aku tak akan pernah lupa kebaikanmu, Rinko-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Yuuki Asuna yang begitu tenang, nyaman dan penuh keyakinan tersebut mengalir dari dalam speaker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuserahkan Alice padamu. Dia orang yang baik. Tak hanya penuh cinta, ia juga disayangi banyak orang. Demi nyawa – nyawa yang telah menghilang deminya... dan demi Kirito-kun, kumohon lindungi ia segenap tenaga agar tidak digunakan oleh pihak militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mampu berkata – kata, Rinko mendengar kata – kata Asuna yang ditujukan pada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan katakan pada semuanya: Maaf... terima kasih... dan selamat tinggal …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, hitung mundur mencapai angka 0&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sebuah sirine panjang terdengar seirama dengan deruman mesin di dalam saluran kabel yang sempit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggal 7 Juli jam 10 pagi. Setelah 15 tahap percepatan selesai, sistem pendingin dibelakang tembok mulai mengeluarkan suara dengan keras. Beberapa kipas angin raksasa menghisap panas yang diciptakan mesin yang menopang Underworld. Jika seseorang di laut melihat Ocean Turtle sekarang, mereka mungkin bisa melihat uap panas yang muncul dari puncak piramid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Begitulah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru berucap pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah,” terdengar balasan Kikuoka Seijirou, saat ia memanggil Higa di punggungnya saat menuruni anak tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memutuskan bahwa mereka tak bisa mencegah tahap percepatan maksimum, mereka berdua memutuskan untuk turun sekali lagi menuju saluran kabel, tetapi tugas membuat tubuh Higa menjadi lebih stabil memerlukan waktu delapan menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat Kikouka menuruni tangga ini ia mengucurkan banyak keringat, tahap percepatan Underworld telah dimulai bahkan sebelum mereka sampai ke saluran pembatas anti tekanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berdoa, Higa menyalakan radio dan memanggil Dr. Koujiro yang berada di ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rinko-san… bagaimana kondisinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar suara hening, lalu ia mendengar nada berat sebagai balasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Rinko-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Maaf. Aku telah mengamankan Light Cube milik Alice tanpa halangan. Tetapi ....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil terisak, Dr. Koujiro menceritakan pada Higa apa yang telah terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menahan nafasnya sambil memejamkan mata erat – erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Aku paham. Kita akan bekerja sekeras mungkin dari sini. Aku akan menghubungimu untuk membuka lubang palka selanjutnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa memutus dan menghembuskan udara yang telah ia tahan lama, lalu mengambil nafas lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka tidak menanyakan situasi, mungkin karena bisa menebak kondisi saat ini. Ia menegangkan otot punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kiku-san…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlu beberapa detik hingga Higa berhasil menyampaikan apa yang dikatakan Dr. Koujiro kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Critter menatap hampa pada jendela baru yang muncul di monitor utama dan sebuah pesan muncul di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan kecil berisi info jika sebuah Light Cube telah dikeluarkan dan dikirim menuju ruang sub kontrol di sisi lain dinding anti tekanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti «Alice» telah berhasil diperoleh RATH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berarti juga misi 10 jam mereka untuk menemukan dan menangkap Alice di dalam Underworld telah gagal total. Semua usaha yang dilakukan Vassago dan Kapten Miller hingga masuk kedalam, memimpin pasukan Tanah Kegelapan untuk menginvasi Kerajaan Manusia, membuat peperangan luar biasa yang akan membuat perfilman Hollywood merasa iri, dan bahkan menyeret puluhan ribu pemain game online dari Amerika, Cina, dan Korea kedalam peperangan, benar – benar sia – sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter mengaduk – aduk rambutnya, bersin, lalu mengubah pemikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sisa delapan jam hingga kapal penghancur datang, apakah mereka memiliki kesempatan untuk merebut Alice secara paksa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin bagi mereka untuk menerobos dinding pemisah yang sangat tebal dari sisi sini. Akan tetapi, lain ceritanya jika bisa dengan mudah membuka pembatas tersebut seperti RATH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetai mengapa mereka membuka pembatas tersebut? Apakah RATH berpikir jika mereka mampu menahan kami dengan sebuah robot dan granat asap?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana jika itu semuanya hanya pengecoh …? Jika mereka memiliki alasan lain untuk membuka dinding pembatas, apa alasannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter berkata pada pasukan yang telah mulai bermain kartu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yo, robot yang barusan datang dari atas, apakah ia memiliki bom atau senjata yang terpasang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok Han yang tinggi dan berotot menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku telah memastikannya sih. Robot itu sama sekali tidak memiliki persenjataan sama sekali, apalagi sebuah bom. Mereka mungkin menggunakannya sebagai perisai pelindng, tetapi robot itu berhenti bergerak setelah kami menembakinya. Dan para tentara yang ada dibelakang langsung mundur.?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm… —Orang – orang Pasukan Pertahanan Jepang tidak dipanggil tentara, mereka dipanggil personel.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter memutar kursinya kedepan setelah mendengar hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi robot tersebut adalah pengalih. Tetapi bahkan dengan granat asap, berlari melewati Hans, Brigg, dan lainnya tanpa disadari adalah hal yang mustahil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu—&lt;br /&gt;
Ia mengambil tablet komputer yang ada di meja dan membuka sketsa bagian dalam Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm… disini terowongan utama, dan ada sekat yang memisahkannya dari sini... ini pastinya tangga yang dilewati si robot....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, hitung mundur di layar mencapai titik nol, alarm kencang berbunyi. Percepatan waktu dalam Underworld telah dimulai lagi, perbuatan Brigg telah membuatnya mematahkan tuas yang mengatur batas percepatan hingga level tak masuk akal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi hal tersebut bukanlah suatu masalah. Karena misi mengambil Alice telah gagal, Vassago dan Kapten Miller mungkin telah «tewas» saat dive dan akan segera ter log out di ruang sebelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, Critter harus mengerjakan rencana selanjutnya sebelum Kapten Miller kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memperlebar dan menggeser denah Ocean Turtle dan akhirnya menyadari sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ada sebuah lubang palka kecil disini.... ‘Saluran Kabel’? Apa ini…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Setelah menerima informasi dari Higa Takeru, Rinko menarik nafas panjang dan duduk ke kursinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketetapan hati Yuuki Asuna untuk tinggal di Underworld karena Kirigaya Kazuto tak bisa kabur dari tahap percepatan, tindakan itu terlalu gegabah, namun — begitu menyentuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu mengingatkan dirinya akan, orang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria yang ia sayangi telah meninggalkannya dan menghilang di dunia digital.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia memiliki kesempatan untuk bersamanya saat itu, apa yang akan aku lakukan? Apakah aku akan memanggang isi kepalaku menggunakan prototipe STL dan meninggalkan hanya kesadaranku saja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihiko-san… kamu…” Rinko berbisik hampir tak bersuara, sambil menutup matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah «Dunia Alternatif yang sebenarnya» yang hanya dirasakan dalam Kastil Melayang Aincrad dan 10.000 pemain yang terjebak di dalamnya: itu adalah harapan milik... Kayaba Akihiko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia telah menemukan sesuatu, telah mengetahui sesuatu selama dua tahun saat ia menghabiskan hidupnya di dalam kastil tersebut. Hal tersebut mengubah pemikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada sangat banyak hal yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menyadari jika SAO bukanlah sebuah akhir, malahan itu adalah sebuah permulaan. Itulah alasan dasar ia akhirnya menyelesaikan prototipe teknologi NerveGear yang merusak tubuhnya di pegunungan desa Nagano di sekitar hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia meninggalkan data pengembangan kepada Rinko yang mana ia kembangkan menjadi alat FullDive khusus medis, «Medicuboid».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
RATH dan Higa Takeru kemudian mengembangkan data tiga tahun percobaan milik seorang tester — seorang gadis muda — dari prototipe pertama Medicuboid, dan menyelesaikan STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Underworld menjadi sebuah dunia alternatif yang tercipta dari mimpi Kayaba Akihiko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah itu berarti, Underworld telah menuntaskan mimpi Kayaba Akihiko?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, tak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa? Karena lubang lain yang ia tinggalkan — potongan yang ia sebut dengan nama paket «The Seed» masih tidak cocok didalam teka – teki tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, standarisasi pengembangan VRMMO menggunakan The Seed membuat para pemain jepang bisa bertahan melawan serangan negara lain dengan mengkonvert akun mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bahkan Kayaba tidak bisa menduga hal ini akan terjadi. Penyelamatan konversi akun mungkin hanyalah efek sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa tujuan dirimu sebenarnya? Mengapa perlu menggabunggan banyak dunia Virtual dalam sebuah standar yang sama...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kotak logam duralumin penyimpan Light Cube milik Alice sedang ada diatas konsol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi gerbang kumpulan elemen quantum, Light Cube ini tidak mudah berubah bentuk, tetapi karena friver elektrik dari gerbang tersebut yang ada di dalamnya memerlukan arus listrik, jiwa Alice akan tertidur saat disegel didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membelai permukaan perak dengan tangan kanannya, Rinko berbalik menuju sosok mirip manusia yang ada di pojok kiri ruang sub kontrol — tubuh mekanis «Niemom».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memasukkan Light Cube Alice ke dalam colokan di kepala robot tersebut akan membuatnya terisi oleh jiwa Alice dan bisa bergerak serta berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berpikir seperti itu... tetapi Rinko menggelengkan kepala. Bukan saatnya untuk hal tersebut, tidak saat Kazuto dan Asuna masih dalam bahaya; terlebih lagi karena lebih ramping dari Ichiemom, tubuh Niemom yang tidak feminim akan membuat Alice terkejut saat terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil terdiam, ia menarik tangan kanannya dari kotak logam, dan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dr. Koujiro,” sebuah suara datang dari belakang, ia berbalik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapten Nakanishi berdiri disana setelah kembali dari ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Persiapan telah selesai untuk membuka sekat pemisah. Kami akan memulainya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… oke. Terima kasih banyak.” Ia membalas, lalu mengecek jam pada monitor. Sudah semenit berlalu sejak tahap percepatan maksimum dimulai. Disana sudah... 10 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak terduga. «Umur Jiwa» milik Kirigaya Kazuto dan Yuuki Asuna sudah melebihi umurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan seteiap bertambahnya menit dan detik, sangat penting sekali agar mereka berdua bisa log out secepat mungkin. Jika mereka bisa keluar sebelum batas umur jiwa habis, masih mungkin untuk menghapus ingatan keduanya setelah tahap percepatan maksimum dimulai. Tetapi secara teori, hal itu bisa dilakukan tak lebih dari dua belas menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Higa-kun, Kikuoka-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Cepatlah!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko berdoa sambil menggigit bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Tenggorokan Letnan Kolonel Kikuoka terasa sakit. Keringat bercucuran di seluruh bajunya, bahkan merembes hingga ke pakaian milik Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kali, Higa ingin mencoba menuruni tangga ini seorang diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menelan obat penahan rasa sakit dosis tinggi, luka di bahunya tidak langsung sembuh dan tubuhnya seperti kehilangan berat akibat kehilangan banyak darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu— Higa berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, ia tak ingin menempatkan Letnan Kolonel Kikuoka untuk bertarung di situasi mereka saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah mengamankan tujuan utama Project Alicization, sebuah Fluctlight «A. L. I. C. E.». apa yang akan mereka lalukan mulai sekarang adalah menganalisa framework milik Alice, mengidentifikasinya mengapa ia berbeda dengan Fluctlight lainnya, dan mereka akan segera bisa membuat bottom-up AI secara banyak. Jepang akan mendirikan batu loncatan dalam era senjata otomatis di masa yang akan datang, lalu terbebas dari dominasi sistem militer Amerika — tujuan RATH diciptakan akan segera terpenuhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini seharusnya menjadi ambisi milik Kikuoka Seijirou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah alasan mengapa ia ikut campur dalam Insiden SAO, bahkan melakukan pemindahan sementara dari Kementerian Hubungan dalam Negeri dan Komunikasi, dan juga mengapa ia menciptakan karakter «Crysheight» agar selalu bisa berhubungan dengan para pemain VRMMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, tindakan pertama Kikuoka adalah menutup erat–erat dinding pembatas dan menjaga Light Cube milik Alice sebelum kapal perang Aegis datang. Ia tidak akan melunak bahkan jika Fluctlight milik Kirigaya Kazuto dan Yuuki Asuna masih berada di dalam Underworld, mulai hancur; bahkan jika mereka akan mengurung Dr. Koujiro yang jelas – jelas menolak tindakan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Sedikit tidak terduga… kan?” Kikuoka ngos – ngosan dan Higa sendiri tak bisa berhenti ngomel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“N-Nah, itu… Yah, bagaimana aku ngomongnya ya? Menurutku itu tidak seperti kepribadianmu, Kiku-san…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka sedikit tertawa, sambil terus menuruni anak tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi… aku sudah bilang kan. Ini adalah tindakan... yang terduga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O… Oh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku adalah pria... yang berani mengambil pilihan terburuk. Sekarang ini.... kukira lebih baik.... jika musuh.... masih memiliki rencana untuk merebut kembali Alice.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Skenario... terburuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah benar ada situasi terburuk selain musuh menyadari saluran ini dan akan menyerang dari bawah jika kita membuka dinding pembatas?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sebelum Higa melanjutkan spekulasinya, telapak sepatu Kikuoka telah menyentuh dinding titanium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat komandan berhenti. Higa menyalakan radionya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rinko-san, kita telah sampai! Buka dindingnya, kumohon!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa… beneran terbuka!” Critter berteriak, melihat notifikasi pembukaan dinding penahan tekanan di monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mengapa? Untuk apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak masuk akal. Jika mereka telah mendapat Alice, mengapa RATH dengan sengaja melemahkan pertahanan mereka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tak ada waktu untuk memikirkannya. Critter memutar kursi dan memberikan perintah pada pasukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm… Ahh,  Hans dan kalian semua, naiki tangga, semuanya kecuali Brigg! Tembaki sepuas kalian dan amankan pusat pelindung!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong sih gampang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hans memprotes sambil mengangkat senapan mesinnya. Lebih dari sepuluh anggota lain menirunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei… Tunggu sebentar, apa tugasku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Brigg juga protes dan kelihatan kesal, Critter menatapnya dan menjentikkan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku punya tugas lain untukmu. Sesuatu yang penting, cocok untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulutnya berkata seperti itu, tetapi pikirannya lain. Jika memungkinkan, lebih baik ia menempatkannya ke suatu tempat yang bisa dijangkau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, aku ingin kau ikut denganku untuk mengecek saluran kabel ini. Firasatku mengatakan jika musuh—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… Oh, Begitu. Kedengarannya bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Brigg menyeringai lebar dan mengecek senapannya. Critter menghembuskan nafas dan menepuk punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengikuti Hans dan lainnya dari ruang kontrol utama menuju lorong, tetapi sebelum ia berlari ke arah lain, Critter menangkap sesuatu dari pintu bagian dalam — Ruang STL 1.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Coba pikir, apa yang membuat si idiot Vassago tidak log out? Ia tidak jalan – jalan disana, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin mengecek Vassago, tetapi Brigg langsung berlari. Tanpa pilihan, Critter mengejarnya dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sampai ke tempat tujuan dalam waktu beberapa menit. Jika dilihat koridor hanya sepanjang dinding bagian dalam. Tetapi di dalam peta menunjukkan ada sebuah saluran kabel yang menuju bagian atas dibalik pintu kecil di bagian kiri dinding. Tentu saja, saluran itu juga tertutup rapat, tetapi jika dugaannya tepat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggenggam pintu baja dengan tangan berkeringatnya dan memutar berlawanan arah jarum jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia mendorong pintu baja tersebut, hal yang pertama kali Critter lihat dalam cahaya lampu oranye adalah sebuah terowongan dengan dalam dua meter dan tinggi satu meter. Terowongan itu berhenti pada sebuah dinding yang menjulang ke atas, dimana ada sebuah tangga yang terpasang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tepat dibawah tangga itu, ada sebuah bungkusan kain—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Whoa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengenali sosok tersebut, Critter mundur dan menabrak dagu Brigg yang ada dibelakang. Tetapi rasa sakit itu langsung menghilang saat ia membuka lebar matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sesuatu didalam kain tersebut, bukan kain, namun pakaian. Seseorang yang agak kurus tergeletak disana. Brigg mendorong Critter kesamping dan mengangkat senjatanya, tetapi ia berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia sudah mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup yakin, lehernya telah berputar agak miring. Agak tegang, Critter masuk ke terowongan dan mengeceknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu… bukankah ini orang itu? Informan dari RATH …? Apakah mereka membunuhnya saat tahu jika ia mata – mata? Tetapi, membunuhnya seperti ini …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memastikan lagi, ia menyentuh tubuh si korban dan merasakan rasa dingin di ujung jarinya. Menilai dari suhu tubuhnya, ia mungkin telah mati saat pembatas dibuka pertama kali. Apakah ini berarti orang ini mencoba menuju bagian bawah terowongan? Dan ia kehilangan pijakan lalu terjatuh dan tewas?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti itu, mengapa pembatasnya dibuka lagi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter ingin memeriksa saluran pembatas lebih dekat, dan ia ingin menarik jasad ini yang menghalangi jalan. Tetapi ia tak ingin melakukannya seorang diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mundur dari terowongan dan memerintah Brigg:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bantu aku memeriksa jika saluran ini telah aman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si sosok besar tersebut lalu memasuki terowongan dan menarik mayat ini keluar. Lalu ia masuk lagi dan mencoba naik, melihat ke saluran diatas sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan insting milik Critter mengatakan jika menolehkan kepalamu keatas itu berbahaya, tetapi kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siallll!!” Brigg berteriak. Ia mengangkat senjatanya dan menembak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Retina Critter terpenuhi cahaya kekuningan dari dua tembakan yang berbeda, suara tembakan memenuhi telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mundur dan menahan teriakan, ia melihat tubuh raksasa Brigg menghantam lantai, seolah dihantam oleh palu yang tak terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa!! Apa yang terjadi?!” ia berteriak, sambil mundur ke belakang. Brigg terbaring tak bergerak ditempat mayat sang mata – mata tergeletak sebelumnya. Critter tak perlu melihat ada darah yang menetes untuk memastikan jika Brigg telah menemui ajalnya. Ada seorang prajurit RATH diatas sana dan telah menembaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sekarang apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keringat dingin bercucuran, Critter mulai berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengambil senjata dari tangan kanan Brigg lalu kembali menembaki musuh diatas sana? Tak mungkin! Aku hanyalah ahli komputer; pekerjaanku adalah berpikir dan mengetik di keyboard.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lanjut berpikir sambil mundur menuju ruang kontrol utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya ia tahu jika RATH menggunakan serangan agresif. Akan tetapi, daya serang pasukannya lebih unggul. Jika terjadi baku tembak, RATH mungkin akan kalah, jika mereka tidak berhati – hati, mereka mungkin akan kehilangan seluruh lantai bagian atas, lalu mereka akan kehilangan Alice juga kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah komandan RATH telah memprediksi skenario yang «lebih buruk» daripada itu? Apakah RATH berpikir jika kami memiliki bahan peledak untuk menenggelamkan Ocean Turtle? C4 yang kami miliki bahkan tak bisa menembus dinding pembatas....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan peledak....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menahan nafasnya. Kedua mayat yang terbaring di lantai telah melupakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada satu cara untuk meledakkan Ocean Turtle, mengirim Light Cube Alice dan pekerja RATH ke lautan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misi merebut Alice menjadi tak mungkin lagi, jika tidak berhasil maka kami harus menghancurkan Alice. Tetapi, bisakah ia meledakkan Ocean Turtle dan kesepuluh kru untuk mencapai tujuan tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin ia bisa membuat keputusan seperti itu sendiri. Hasilnya pasti akan menghantuinya seumur hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter berdiri dan berlari menuju ruang kontrol utama, mencari pendapat sang kaptennya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ki… Kiku-san! Kau tak apa, Kiku-san?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa mengomel dengan nada cemas. Musuh telah muncul di bagian bawah saluran kapel dan menembakkan tiga tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada jawaban, sambil melindungi Higa, Letnan Kolonel Kikuoka telah pingsan sambil memegang senjata di tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tak mungkin. Hei, jangan meninggalkanku. Aku masih membutuhkanmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ki…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka-saaaaaaaaan!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hendak berteriak saat sang letnan sedikit terbatuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh… Ahh, sial… aku tertembak. Sepertinya aku tepat saat memutuskan memasang rompi anti peluru …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu… Itu salahmu! Ngapain kamu kesini sambil memakai baju ala Hawai …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bernafas lega dan melihat punggung Kikouka sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak terluka, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kukira aku tertembak sekali dibagian rompi. Kau terluka? Sepertinya ada peluru yang memantul.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T… Tidak. Aku dan komputerku tak terkena tembakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu ayo cepat. Konektor perbaikan tepat di depan sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membopong punggung Kikouka sambil menuruni tangga lagi, Higa berkata pada dirinya sendiri: Sedikit tak terduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Letnan Kolonel Kikuoka menurutnya adalah tipe orang yang tak punya kemampuan fisik, tetapi sekarang otot punggungnya terasa seperti baja, dan keahlian menembak yang ia tunjukkan — bahkan dalam posisi sambil bergelantungan di tangga dan menembak dengan sebelah tangannya, tembakannya tepat mengenai sasaran: tepat pada tenggorokan dan dada musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Dan setelah lama aku mengenalnya aku masih tak bisa menebaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan menggelengkan kepalanya, Higa menarik kabel dari kantongnya dan menghubungkan menuju konektor perbaikan yang kini hampir terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Critter semakin mempercepat langkahnya, mendobrak ruang kontrol utama dan mendengar suara tembakan dari atas tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada jejak Kapten Miller atau Vassago didalam ruang ini? Apakah mereka belum keluar dari STL? Lima menit telah berlalu sejak tahap percepatan maksimum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia masih ingin ragu – ragu untuk memberitahu mereka atas apa yang ada di benaknya. Ia tahu saat mereka berdua mendengarnya, mereka pasti akan melakukan tindakan tersebut. Mereka adalah tipe orang yang tak ragu untuk mencabut nyawa orang yang tak bersalah saat melakukan misi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menunggu, Critter membuka puntu ruang STL 1.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kapten Miller! Alice telah diambil musuh... …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata selanjutnya tertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller terbaring didepannya pada mesin STL 1. Bagian kepala atasnya tertutupi mesin, dan ekspresi yang tak pernah ia lihat muncul di wajah sang kapten.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, lebih tepatnya jika Critter belum pernah melihat ekspresi manusia seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata birunya menonjol, seperti mau keluar. Mulutnya menganga lebar, rahang sang kapten seperti hendak terpisah. Lidahnya menjulur keluar. Ia seperti makhluk asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka… Kap… ten…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter ketakutan, lututnya gemetaran hebat. Ia yakin jika mata Kapten Miller bergerak, ia pasti akan langsung menjerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Butuh beberapa detik baginya untuk bisa bernafas normal. Lalu ia menggerakkan tangan kanannya dan menyentuh lengan kiri yang menjuntai di atas kasur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada detak nadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, kulitnya sedingin es. Tanpa ada luka sedikitpun, Kapten penyerang Ocean Turtle telah tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba menahan isi perutnya agar tidak keluar, Critter berteriak.:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Vassago… bangunn! Kapten telah.... t-tewas …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berjalan menuju mesin STL 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini Critter mengeluarkan teriakan melengking.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wakil Kapten Vassago Casals terlihat tidur nyenyak pada awalnya. Matanya tertutup rapat, dan lengannya masih di posisi semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut hitam panjang miliknya....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…sekarang menjadi berwarna putih, seperti seseorang yang telah berumur ratusan tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak perlu lagi mengecek nadi Vassago, Critter mundur perlahan. Otak Critter yang berisi penuh dengan logika sekarang ini yakin jika ia tidak segera meninggalkan ruangan ini, ia akan bernasib sama seperti keduanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menjangkau pintu dan menutupnya dengan kaki kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersiul tak terkendali, Critter mulai mengumpulkan pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak ingin menyelidiki apa yang terjadi pada Kapten atan Vassago, dan ia tak ingin tahu. Ia hanya menduga jika hal buruk menimpa mereka di dalam Underworld, sehingga Fluctlight mereka hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, misi telah gagal. Dengan kematian komandan mereka, ia tak bisa membuat keputusan untuk menghancurkan Alice dan kapal ini. Ia tak punya alasan untuk tetap berada disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter mengambil penghubung di konsol dan berbicara didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hans… kembali. Brigg, Vassago, dan Kapten telah tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian, anggota timnya masuk ke ruang kontrol utama dan ekspresi kaget terlihat di wajah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brigg tewas?! Mengapa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia… ia tertembak dari atas, di dalam saluran kabel …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hans belum selesai mendengarkan dan kini ia mengangkat senjatanya lalu berbalik, tetapi Critter menghentikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti! Mereka telah mengambil Light Cube Alice. Tak ada gunanya kita bertempur …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hans diam sesaat. Ia berteriak dan memukul dinding, lalu maju menuju Critter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Tidak, kita masih memiliki perintah, jika kita tak bisa mendapatkan Alice maka kita akan menghancurkannya. Kau punya suatu ide, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terintimidasi oleh lengan berotot milik Hans yang mendorongnya, Critter mengangguk pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah… Yah, aku punya ide sih... tidak, kita tak bisa mengambil tindakan tersebut tanpa kapten.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katakan padaku sekarang!!” Hans mengancam dan mengarahkan senjatanya ke tenggorokan Critter. Terisi oleh amarah dari sahabatnya selama bertahun – tahun menjadi pegawai di Glowgen, Critter tak bisa menolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me… Mesin…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mesin? Mesin kapal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah… mesin utama Ocean Turtle adalah sebuah pembangkit nuklir …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh menit berlalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koujiro Rinko mengelap keringat yang ada di tangannya, lalu menatap pada angka digital seolah berdetik dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu yang telah berlalu di Underworld sejak tahap percepatan maksimum — sudah 100 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan waktu selama itu seolah Kirigaya Kazuto dan Yuuki Asuna melebihi apa yang bisa ia bayangkan. Yang ia yakini adalah bahwa kedua kapasitas ingatan Fluctlight keduanya hampir mencapai batasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berpendapat jika jiwa manusia mencapai usia 150 tahun, ingatan mereka tidak akan berfungsi secara normal dan akan mulai rusak. Tetapi hal tersebut belum bisa dikonfirmasi secara langsung; batas waktu tersebut mungkin akan datang lebih lama — atau lebih cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang bisa ia lakukan hanya berharap jika mereka berdua bisa segera logout sebelum jiwanya rusak. Jika mereka bisa melakukan itu, maka masih ada harapan untuk mengembalikan keduanya ke kondisi semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Higa-kun, Kikuoka-san, kumohon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah doanya, Rinko gagal menyadari jika suara tembakan dari bawah telah berhenti beberapa waktu lalu, hingga Kapten Nakanishi datang ke ruang sub kontrol dan memberitahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dokter! Musuh telah mundur dari Ocean Turtle!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mu… Mundur?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko mengangkat wajahnya dan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa sekarang? Karena dinding pembatas telah terbuka lagi, bukankah ini kesempatan musuh untuk menangkap Alice? Mereka menyerah terlalu cepat. Masih ada waktu lebih dari delapan jam hingga kapal «Nagato» mulai menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengetik keyboard untuk mengecek jendela status yang menunjukkan berbagai macam kondisi di dalam kapal, Rinko bertanya kepada kapten:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ada yang terluka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya… dua orang terluka ringan, satu orang terluka berat sedang dirawat sekarang, tetapi tidak ada yang terancam nyawanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko lega. Sedikit memandangnya ia bisa melihat perban yang sedikit berwarna merah darah. Ia mungkin salah satu korban yang terluka ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka harus menyelamatkan dua anak tersebut sehingga pertarungan ini tidak sia – sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya musuh sudah mundur. Matanya menuju ke jendela status, melihat pada pintu bawah air pada bagian bawah Ocean Turtle — pintu yang digunakan para penyerang untuk masuk — telah terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka tampaknya telah kabur menggunakan kapal selam. Sepertinya ini terlalu terburu-buru …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat Rinko mengangkat alisnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah getaran yang tak pernah ia rasakan sebelumnya, mengguncang seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hyuuuun. Sebuah deru memekakkan terdengar seperti hawa dingin. Sebuah pulpen menggelinding dari meja dan terjatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap… Apa?! Apa yang terjadi?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini… Ahh… mereka, mereka tak mungkin …!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Kapten Nakanishi terdengar seperti mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Getaran ini, ini karena mesin utama sedang bekerja secara maksimum, Dokter!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mesin… utama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mesin utama... adalah reaktor nuklir yang ada di bagian bawah Ocean Turtle.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakanishi membuka lebar matanya, menuju Rinko dan menggesernya, mengatur jendela status. Jendela baru muncul terus menerus, dan salah satunya memainkan rekaman video yang blur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan!! Tuas pengatur telah terangkat!! Para bajingan itu, apa yang mereka rencanakan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membantingkan tangannya ke console, Rinko bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, ada pengamannya, kan...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu. Tuas pengontrol akan secara otomatis menurunkan hingga berhenti sebelum reaktor mencapai kondisi kritis. Tetapi... lihat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari Nakanishi menunjukkan sesuatu di monitor, pada layar yang menunjuk reaktor dalam kapal. Cukup sulit melihat dalam cahaya kemerahan, tetapi ada sesuatu yang kecil berwarna putih tertempel di mesin besar berwarna oren.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku yakin ini C4… bahan peledak plastik. Satu saja tak akan cukup untuk menembus pelindung mesin dan dinding penahan, tetapi tepat dibawah sana adalah sambungan listrik yang bertugas untuk menurunkan tuas pengatur inti reaktor … mesin pengatur, dengan kata lain. Jika hancur, tuas pengontrol tak akan bisa otomatis turun sendiri …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan kami… tak akan bisa menghentikan reaksi nuklir? Lalu apa yang akan terjadi…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hal pertama yang akan terjadi adalah pendingin akan menciptakan ledakan uap, merusak dinding pelindung.... skenario terburuk adalah inti pelebur akan memenuhi seluruh ruang dan jatuh ke laut, menciptakan banyak sekali uap, dan pada saat itu seluruh terowongan akan retak, termasuk ruang kontrol utama, Light Cube Cluster, dan ruang sub kontrol yang ada disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apaaa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko hanya bisa terdiam menatap lantai di bawahnya. Lantai logam ini mulai terasa panas dan mengeluarkan uap asap dari bawah—?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika itu terjadi, maka tak akan ada yang selamat dari seluruh teknisi RATH yang masih hidup sampai sekarang, Kazuto dan Asuna yang juga terhubung ke STL, dan puluhan ribu Artificial Fluctlights yang ada di dalam Light Cube Cluster…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengambil C4.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakanishi membulatkan tekadnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musuh pasti telah mengatur waktu agar ledakan tidak sampai ke kapal selam mereka. Kurang lebih lima menit... aku yakin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tetapi, Nakanishi-san. Suhu di ruang mesin sudah terlalu .....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa, hanya sedikit lebih panas dari sebuah sauna. Aku akan melaju dan menonaktifkan detonatornya, mudah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seharusnya ia memakai baju pelindung. Tetapi tak ada waktu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko sendiri tak bisa berkata – kata. Nakanishi sudah berjalan menuju pintu, punggungnya terisi oleh ketetapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik sebelum sepatu hitamnya mencapai pintu otomatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telinga Rinko mendengar sebuah suara yang belum pernah ia dengar sebelumnya di ruangan ini. Tangan milik Nakanishi menarik senjata yang ada di pinggangnya dan menuju ke sisi kiri ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whirrrrr. Dengan suara mesin logam, sesuatu mulai berdiri dengan kaki kanannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tubuh mekanis yang terbuat dari logam dan plastik: Niemom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko dan Nakanishi menatap keheranan saat mesin berbentuk manusia tersebut mendekat dengan langkah pasti, sensor kepalanya berwarna merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seharusnya tak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah si perancang Higa, berkata begitu? Tak seperti Ichiemom yang dilengkapi dengan banyak sensor penyeimbang berjalan, Niemom didesain dari awal untuk menjadi wadah Artificial Fluctlight dan tak bisa berjalan tanpa adanya Light Cube yang terpasang. Satu – satunya Artificial Fluctlight yang telah dikeluarkan dari dalam Cluster adalah Alice, dan ia masih berada di dalam kotak diatas meja. Colokan di kepala Niemom seharusnya kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa… Mengapa prototype #2…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakanishi berbisik, terkejut, dan ia mulai mengarahkan pistolnya. Tetapi tanpa mempedulikannya, Niemom bergerak menuju kearah Rinko, berhenti dua meter darinya dan mulai mengeluarkan suara — terdengar rusak dengan suara listrik — dari sebuah speaker yang terpasang di sekitar kepalanya:&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[Aku akan pergi.]&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Suara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidungnya mencium sebuah harum dari minyak yang merembes dari tubuh Niemom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko telah mendengar suara dan bau yang sama dalam mimpinya saat ia berada di kabin ketika pertama kali ia berada di Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berdiri mematung, dan mulai berjalan maju kearah Niemom, berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa itu kamu, A… Akihiko-san……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memancarkan cahaya redup, sensor berkedip – kedip dan si robot memberi anggukan pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko mengambil langkah akhir, hampir tenggelam dalam syoknya, ia perlahan menyentuh dada alumunium dengan tangannya yang gemetar. Dengan suara mesin, tangan si robot bergerak ke atas dan membelai punggung Rinko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Maaf meninggalkanmu sendiri terlalu lama, Rinko-kun.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya buatan komputer, tetapi itu adalah suara milik pria yang pernah dicintai Koujiro Rinko — Kayaba Akihiko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa… Mengapa kau disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik. Air mata menetes dari matanya, membuat cahaya sensor Niemom menjadi blur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Tak ada waktu, jadi aku ingin ke intinya. Rinko-kun, aku sungguh beruntung bertemu denganmu. Kaulah satu – satunya yang menghubungkanku ke dunia nyata. Jika kamu berharap... aku ingin menjaga koneksi ini hingga ke masa depan; tetap terhubung dengan mimpiku... kedua dunia yang masih tetap terpisah …]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya… tentu… tentu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangguk pasti, dan seolah wajah si robot tersenyum tipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si robot bergerak menjauhinya, mengubah arah perlahan, dan keluar dari ruang sub kontrol menuju lorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berpikir, Rinko ingin mengejarnya sesaat namun pintu otomatis langsung tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil nafas panjang, dan menggertakkan giginya. Ia masih belum bisa meninggalkan ruangan ini. Ia masih memiliki misi untuk mengawasi kondisi berbagai macam lokasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap video ruang mesin, dengan erat menggenggam dadanya. Ia bisa mendengar Kaptain Nakanishi bertanya – tanya dengan kebingungan, “Mengapa sekarang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar jika kita telah menghadapi berbagai macam bahaya sampai saat ini. Tetapi Rinko merasa memahami mengapa Kayaba telah memilih saat ini untuk meninggalkan perannya sebagai seorang pengawas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ia tidak melakukannya demi Underworld. Pria itu tak tertarik dengan simulasi ini. Ia memilih momen ini untuk keluar agar bisa melindungi Kirigaya-kun dan Asuna-san…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Higa Takeru mendengar suara raungan dari turbin yang ada di bawah saluran kabel, ia akhirnya menyadari maksud dari skenario terburuk yang akan terjadi Kikuoka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ki… Kiku-san, bajingan itu, mereka.... reaktornya.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan Higa diinterupsi oleh jawaban yakin Kikouka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu. Tetapi sekarang, kita harus berfokus untuk mematikan STL.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O… Oke. Tetapi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya sampai ke Konektor Perbaikan, Higa merasakan keringat di sekujur tubuhnya saat ia mencolokkan kabel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sia – sia jika kita kehilangan mesin reaktor. Bahkan Underworld dan Light Cube Alice akan musnah karena uap dan radiasi. Banyak nyawa yang akan hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi membuat reaktor meledak tidaklah hal yang mudah. Tangan kecil yang tak bisa menjangkau pelindung logam berlapis ganda pada inti reaktor, dan juga ada berbagai banyak pelindung yang terpasang pada sistem. Bahkan jika mesin dipaksa bekerja pada kecepatan penuh, prosedur pengaman akan langsung menurunkan tuas dan menghentikan mesin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik ini, Kikuoka bertanya pada Higa dengan nada normalnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Higa-kun, bisakah kau lakukan sendiri dari sini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm… Ya, aku bisa terus bekerja jika aku mengamankan tangga ini.... Tetapi, Kiku-san, kau tak berpikir untuk turun kesana dan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, aku hanya ingin mengecek situasi. Aku tak akan melakukan hal bodoh, aku akan segera kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan itu, Kikouka melepaskan ikatan tali mereka berdua, menurunkan sabuk nilon ke tangga, dan memakainya lagi. Setelah yakin tubuh Higa aman, ia mulai melangkah turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuserahkan padamu, Higa-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata dibalik kacamata hitamnya seolah terisi seringai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K-Kumuhon berhati - hati! Musuh mungkin masih ada yang tersisa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka mengangkat jempolnya, lalu mulai menuruni tangga dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sampai ke lantai paling bawah, ia mengintip, dan menggerakkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa akhirnya sadar jika sosok Kikuoka telah benar – benar menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengetik menggunakan tangan kanannya pada laptop dan mencoba untuk menahan rasa sakit di perut, saat ia merasa ada yang basah. Ia menatap, dan sadar tangannya telah berubah menjadi warna merah darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sadar jika darah tersebut bukanlah miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun hampir seluruh kamera pengawas di lorong bawah — yang mana beberapa saat lalu dikuasai oleh musuh — kini telah hancur, kamera utama yang ada di ruang mesin reaktor masih aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko melihat ke monitor setelah diperbesar beberapa kali, kedua tangannya menggenggam liontin, menunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping kirinya, Kapten Nakanishi masih menaruh tangannya di sekitar konsol. Dibagian belakang, pasukan dan teknisi RATH telah kembali berkumpul dan berdoa dengan caranya masing – masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko telah memohon kepada semuanya agar mundur ke anjungan, tetapi tak ada seorangpun yang meninggalkan dek utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap orang disini telah mendedikasikan penelitian dan pengembangan organisasi RATH. Masing – masing dari mereka mempercayakan harapan dan mimpinya kepada era baru dimana bottom-up artificial intelligence yang sebenarnya terwujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga sekarang Rinko masih percaya jika ia hanyalah pengunjung di kapal ini. Ia merasa tak bisa menerima keputusan Kikuoka Seijirou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia tetap datang ke RATH. Dan sekarang ia mulai memahaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan penciptaan Artificial Fluctlights seharusnya tidak dibatasi hanya untuk tujuan AI senjata otomatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Underworld tak hanya sebuah simulasi pengembangan budaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya adalah sebuah awal dari perubahan yang sangat besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah realitas yang berbeda — seseorang akan mengisnpirasi perubahan menuju dunia masa depan. Sebuah dunia dimana hasrat orang – orang muda yang tidak terkekang oleh sistem: Sebuah Penjelmaan Radius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Itu tujuanmu kan, Akihiko-san?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang kau sadari dan temukan dalam kastil mengapung itu  — potensi, serta semangat dari jiwa orang – orang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli alasannya, memenjarakan 10.000 orang secara virtual dan menyebabkan kematian kurang lebih 4.000 jiwa adalah kejahatan terburuk dalam sejarah umat manusia dan tak akan pernah bisa dimaafkan. Rinko sendiri juga secara tak langsung terlibat dalam kesalahan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sekarang.... ia ingin mencoba memahami harapan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kumohon, Akihiko-san. Lindungi semua orang... dan dunia itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah menjawab doa Rinko, sesuatu yang bergerak muncul di monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tubuh mesin berwarna perak muncul didekat lorong menuju ruangan mesin yang terisi reaktor bertekanan air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini mungkin baterainya telah melemah, langkahnya lambat. Ia bergerak dengan suara bising seolah menanggung bebannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sulit dibayangkan bagaimana program simulasi pikiran milik Kayaba bisa berada di dalam tubuh tersebut. Tetapi hanya satu hal yang pasti: bahwa program dalam memori&lt;br /&gt;
unit 2 itu seharusnya orisinil. Tak ada kecerdasan yang mampu menahan pemikiran jika mereka adalah sebuah salinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seberapa besar suhu panas ruangan mesin yang dibutuhkan untuk merusak prototipe tubuh elektronik milik Kayaba? Menarik detonator bom akan mencegah ledakannya, tetapi jika memory Niemom rusak, kesadaran Kayaba juga akan hilang saat itu juga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kumohon, jinakkan bom itu dan kembalilah kepadaku — Rinko memohon sambil menggigit bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Kayaba Akihiko sudah siap untuk menghilang disini &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pernah dengan sukarela menghancurkan otaknya sendiri dan meninggalkan salinan pikirannya, dan sekarang ini ia akan memenuhi tujuan serta menemukan tempat untuk mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persendian tubuhnya terlihat lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki logamnya melangkah di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan susah payah berjalan, tubuh mesinnya akhirnya mencapai pintu ruang mesin. Menjulurkan tangan kanannya dan membuka panel pintu dengan gerakan aneh. Indikatornya berubah hijau dan pintu logam tebal itupun terbuka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara rentetan tembakan peluru terdengar dari pengeras suara. Niemom melindungi tubuhnya dengan kedua tangannya, lalu mundur dengan langkah yang aneh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang prajurit berbaju hitam melompat meneriakkan sesuatu dari belakang pintu. Ia pasti salah satu anggota penyerang Ocean Turtle. Tetapi tidak seperti sebelumnya, ia tidak menyembunyikan wajahnya dengan helm dan kacamata. Bahkan dari video kamera pengawas, mereka bisa melihat sosoknya jika sosoknya memiliki ekspresi mengerikan di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Appaa… Masih ada seseorang disini?! Mengapa?! Bukankah itu bunuh diri namanya....?!” Kapten Nakanishi mengerang kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa ampun, si pria menembaki Unit #2 yang sedang bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikannya bunga api terlihat, begitu juga jumlah lubang yang terbentuk di tubuh alumuniumnya. Peluru menembus kabel di seluruh tubuhnya dan oli keluar dari beberapa sendi yang ada. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja… JANGAAANNN!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko tak bisa menahan teriakannya. Bagaimanapun, prajurit musuh di layar meneriakkan sesuatu lagi dalam bahasa Inggris dan menarik lagi pelatuknya 3 kali. Robot itu mengibasnya, satu langkah, melangkah lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak! Tubuh #2 tak bisa menahannya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Takkan sempat, Letnan Nakanishi mencoba menarik lagi senjata di tangannya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa tembakan baru terdengar dari pengeras suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok ketiga berlari kedepan dari samping dan mulai menembaki. Tubuh prajurit musuh itu bergerak cepat ke kanan. Dari kanan belakang, tangan yang cekatan terus menembak tanpa ampun ke tubuh unit #2. Orang macam apa dia —?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir membuatnya lupa bernapas, Rinko membuka lebar matanya, dia akhirnya melihat musuh terkena dan menumpahkan darah, musuh yang terkapar tak bergerak di lantai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya tim penyelamat juga perlahan berlutut ditengah-tengah lorong. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia tertunduk di samping, Rinko menggerakkan mouse dengan tangannya yang gemetaran, memperbesar kemera agar semakin dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakan di dahi. Kacamata hitam yang miring, ujung mulutnya terlihat ingin tertawa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ki… Kikuoka-san?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Letnan Kolonel…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko dan Nakanishi berteriak secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, anggota pasukan pertahanan berlarian dari ruangan. Beberapa anggota&lt;br /&gt;
keamanan juga akan mengikuti. Rinko tak bisa melakukan apapun lagi untuk menghentikannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang teknisi menuju ke arah konsol. Setelah beberapa kali memencet keyboard, terlihatlah kondisi unit 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tangan kiri, nol. Tangan kanan, 65 persen. Kaki kanan dan kiri 70 persen. Kondisi baterai 30 persen. Bagus, masih bisa bergerak!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah mendengar teriakan sang teknisi, unit 2 mulai bergerak sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zzt, krak. Zzt, krak. Percikan bunga api muncul dari setiap langkahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat tubuhnya melewati pintu, Rinko memindahkan kamera untuk menunjukkan vifro di dalam ruang mesin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu anti panas kedua telah terkunci dengan tuas besar. Tangan kanan unit 2 meraihnya dan menariknya. Sikunya bergerak dengan keras, hingga percikan api dalam jumlah besar kemana-mana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kumohon…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko berbisik, dan pada saat yang sama teriakan semangat terdengar dari seluruh ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau pasti bisa, Niemom!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo, sedikit lagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ka-chunk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuasnya turun dengan suara bising.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu baja tebal pun terbuka. Udara yang sangat panas terasa menyembur keluar hingga bisa terlihat dari monitor. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Niemom tergoncang, percikan bunga api kian menjadi – jadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ahh, oh tidak!!” salah satu teknisi berteriak tiba – tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… ada apa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kabel baterainya terkena!! Jika kabel itu rusak, sumber tenaga ke seluruh tubuh akan terputus... dan ia tak akan bisa bergerak sama sekali.…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik Rinko ataupun staf lainnya berseru bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kayaba yang berada didalam unit 2 menyadari kerusakan serius itu. Ia menahan kabel yang bergetar dengan siku kanan dan terus berjalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didalam ruang mesin, suhu tingkat tinggi yang tak bisa ditahan oleh manusia biasa: reaktor nuklir masih berputar dan menghasilkan panas yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah prosedur pengaman bekerja, tuas pengontrol akan secara otomatis menurunkan suhu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika bom C4 meledak sebelum prosedur pengaman bisa dilakukan, maka dengan cepat bisa menghancurkan tuasnya. Jumlah neutron yang sangat banyak akan dikeluarkan dari reaktor nuklir dan melepaskan atom uranium secara beruntun dan tak bisa terkontrol lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya yang meleleh akan menghancurkan pendingin utama dan menciptakan uap ledakan, merusak dinding penahan, dan kemudian akan membuat inti terus menembus lambung kapal, dan akhirnya menjangkau permukaan laut —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pikirannya Rinko bisa membayangkan sebuah uap asap yang keluar dari Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memejamkan mata, dan berdoa lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kumohon… Akihiko-san…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang lain dibelakang Rinko juga kembali memberikan semangat. Unit 2 mendekati reaktor nuklir perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko beralih ke kamera terakhir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, suara bising terdengar. Gambaran di monitor berubah menjadi merah dari lampu&lt;br /&gt;
darurat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unit 2 menyeret kakinya untuk mendekati bom C4. Hanya tinggal 2 hingga 6 meter lagi bagi unit 2 untuk meloloskan diri dari udara panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya menarik denotatornya. Percikan bunga api muncul terus menerus dari seluruh tubuhnya, beberapa bagian mesinnya jatuh ke lantai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayooo… Ayooo… Ayoooo!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat seperti itu telah memenuhi ruang sub kontrol, Rinko juga mengepalkan kedua tangannya dan berteriak lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba sebuah ledakan muncul dari punggung unit 2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kabel hitam menjuntai dari bagian dalam tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua sensor di kepalanya mati. Tangan kanannya perlahan jatuh ke sisi samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua kaki mulai berhenti bergerak—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unit 2 kini benar – benar berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grafik output pada monitor utama kini telah menjadi gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara si teknisi hampir tak terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Semua output… menghilang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak percaya keajaiban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kayaba Akihiko pernah berkata kepadanya — pada hari dimana permainan kematian SAO berhasil di selesaikan dan membebaskan semua pemainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya yang penuh dengan cahaya ketenangan, mulut yang telah dipenuhi janggut tersenyum. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tetapi hari ini, aku telah menyaksikannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku sudah menghabisinya dengan pedangku; HP miliknya seharusnya turun hingga angka 0. Tetapi seolah – olah ia bisa melampaui sistem itu sendiri, ia menolak kematiannya... lalu ia menggerakkan tangan kanannya dan menusukkan pedang ke jantungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
–Mungkin, itulah momen yang telah lama aku tunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Akihiko-san!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko berteriak tanpa mempedulikan darah yang menetes dari tangan kanannya yang menggenggam erat liontin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau si «Holy Sword» Heathcliff, kan?! Kau rival terbesar «Black Swordsman» Kirito-kun, kan?! Maka... tunjukkanlah sebuah keajaiban padaku?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Blink.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Blink blink.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya merah berkedip dari sensor kepala unit 2. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian persendiannya mulai bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cahaya kecil keunguan muncul di monitor yang tadinya menghitam—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 18 - 260.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Output dari kaki dan tangan kembali menyala. Percikan bunga api masih muncul dari setiap sendinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unit… #2 telah kembali normal!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si teknisi hampir berteriak, dan secara ajaib unit 2 mulai melangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata milik Rinko terisi oleh air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayooooo!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Majuuuuu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang di ruang sub kontrol berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggerakkan kaki kanannya, oli hitam bagai darahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyeret kaki kanannya yang terluka, Niemom mengangkat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selangkah demi selangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian baterai terjadi ledakan kecil. Tubuhnya bergoyang, namun masih melangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari tangan kanannya menyentuh bom C4 yang telah sampai di wadah penahanan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jempol dan jari telunjuknya menjangkau pemicu bom dalam C4.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan bunga api masih terus keluar dari pergelangan tangan, siku, dan sambungan bahunya hingga akhir, unit 2 menarik keluar detonatornya bersamaan dengan timer pemicu, mengangkat menggunakan tangan kanannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekilas cahaya putih menghalau rekaman video.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan detonator telah merusak jemari tangan kanan unit 2; kini tubuhnya oleng ke samping kiri—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian ia terjatuh ke lantai seperti suara piring pecah. Cahaya sensornya berkedip dan&lt;br /&gt;
menghilang. Grafik outputnya juga kini menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sementara, tak seorangpun berkata – kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian suara sorakan terdengar di ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Suara deru turbin perlahan melemah dan tak terdengar lagi, seolah seperti angin lewat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menarik napas dalam. Mereka akhirnya bisa menurunkan output reaktor nuklir yang sebelumnya ada di kondisi kritis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengusap keringat di dahinya dengan punggung tangannya dan memandang monitor laptopnya dari balik kacamatanya yang berembun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses penghentian kedua STL akhirnya telah mencapai 80% dari keseluruhannya. 17 menit telah berlalu sejak dimulainya tahap percepatan maksimum  —  yang berarti waktu di Underworld telah lebih dari 180 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu tersebut telah melewati prediksi Higa mengenai batas jiwa sebuah Fluctlight. Secara teori, besar kemungkina jiwa Kirigaya Kazuto dan Yuuki Asuna telah hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Higa mengakui bahwa dia mungkin tidak tahu apapun tentang Underworld ataupun fluctligt. Memang benar jika ia yang mendesain, membangun, dan mengembangkannya.&lt;br /&gt;
Namun, dunia buatan yang diciptakan oleh jiwa artificial telah melebihi level yang tak bisa diketahui seorangpun dalam RATH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang, seseorang dari dunia nyata yang paling mengetahui mengenai Underworld adalah Kazuto Kirigaya. Dalam usianya yang baru 17 tahun, ia memasuki Underworld tanpa&lt;br /&gt;
sedikitpun pengetahuan, rencana, namun ia telah menunjukkan kekuatan yang bahkan melebihi kemampuan 4 Super Account.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah kekuatan yang dimiliki Kirigaya Kazuto seorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada seorangpun staf RATH yang menganggap Artificial Fluctlights hanyalah program eksperimen; Kirigaya Kazutolah yang menganggap mereka sebagai manusia dari dalam hatinya. Ia memahami, bertarung, melindungi, dan mencintai mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa alasan Underworld — dan orang – orang yang di dalamnya menganggap Kirito sebagai sang pelindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika itu benar, dengan suatu keajaiban yang tak bisa dipikirkan Higa, mereka berdua mungkin bisa hidup 200 tahun lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Benar begitu, Kirito-kun?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sekarang aku memahami mengapa Letnan Kolonel Kikuoka ngotot menginginkan bantuanmu. Aku juga paham jika kami mungkin akan membutuhkan bantuanmu di masa depan nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Jadi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kau harus kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berbisik, Higa memandangi jumlah persen dari proses penghentian STL. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Rinko adalah satu – satunya orang yang masih di ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua staf pergi menyelamatkan Kikuoka dan mengambil alih ruang kontrol utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko juga ingin berlari menuju ruang reaktor dan memastikan kondisi Niemom yang kini terbaring di lantai serta melindungi program pikiran Kayaba Akihiko yang berada di dalam memori fisik Niemom. Tetapi ia tak bisa. Sebelum Higa menyelesaikan prosedur mematikan STL, ia harus mengamati kondisi monitor milik Kirigaya Kazuto dan Yuuki Asuna yang kini masih tertidur di ruang sebelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko yakin jika keduanya akan terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin keduanya memegang Light Cube Alice di tangannya lalu berkata: inilah yang kalian lindungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia ingin menyampaikan kepada mereka jika seseorang melindungi Underworld di dunia nyata. Adalah Kayaba Akihiko yang telah melindungi Light Cube Cluster dan Ocean Turtle menggunakan tubuh Niemom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak ingin keduanya memaafkan Kayaba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejahatan Kayaba Akihiko yang telah membunuh 4000 orang pemain muda takkan pernah termaafkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, ia ingin Kazuto dan Asuna mengerti dengan maksud yang Kayaba pikirkan dibalik tujuan itu &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko memejamkan mata dan kedua tangannya menggenggam kotak duralumin yang menyimpan Light Cube Alice saat mendengar suara Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Rinko-san, 60 detik lagi sampai prosedur log out sukses.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik. Aku akan menjumpai mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kumohon. Sepertinya aku tak bisa memanjat tangga ini seorang diri... Juga, Kiku-san telah turun untuk mengecek situasi, bagaimana kondisinya? Aku rasa ia sedang terluka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko tak bisa memberinya jawaban. Sudah berlalu tiga hingga empat menit sejak Kapten Nakanishi berangkat menemani Letnan Kolonel Kikuoka yang sedang berbaku tembak dengan musuh di tengah ruang mesin, ia terjatuh dan Rinko masih belum mendengar kabar dari Nakanishi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Kikuoka bukanlah seseorang yang mudah menyerah sebelum tujuannya tercapai. Pria itu selalu bersikap kalem, dan selalu mengatasi masalah bagaimanapun beratnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Yeah, letnan kolonel akan kembali. Seperti jagoan dalam sebuah film Hollywood.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin, itu tak seperti dirinya.... 30 detik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan ke ruang STL. Hubungi aku jika terjadi sesuatu. Berhasil log out.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko mengakhiri percakapan, mengambil kotak duralumin, meninggalkan console, dan menuju ruang STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik sebelum ia sampai ke pintu, pengeras suara di ruang ini berbunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Disini ruang mesin! Dokter… Bisakah kau mendengarku, Dr. Koujiro?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko berhenti mendadak, lalu ia berteriak di saluran suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“YA, aku bisa mendengar! Ada apa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-Itu… bom C4 telah dilepas, tetapi... menghilang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghilang?… Apa yang menghilang…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unit #2. Kita tak bisa menemukan tubuh Niemom di ruang mesin!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Timer di sebuah jam digital telah di set dan kini berdetak pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meringkuk di pojok sebuah kapal selam kecil, ia berusaha untuk mendengar suara keras dari luar. Setelah beberapa detik ia tak bisa mendengar suara ledakan, ia mengeluarkan nafas lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak yakin apakah ia harus senang ataupun takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu hal yang pasti yaitu bom C4 yang telah dipasang di reaktor Ocean Turtle tidak meledak. Dan tuas pengontrolnya juga tidak berhasil dirusak, sehingga ledakan yang ia tunggu tidak terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hans masih berada di ruang mesin Ocean Turtle, jika ia baik-baik saja, ia pasti akan mengatur pemicu secara manual, jadi kemungkinan sudah tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah terpikirkan bagi Critter yang seorang prajurit bayaran akan menaiki kapal selam ini dan yakin ia akan tewas. Sungguh hal yang aneh saat Brigg membicarakannya, tetapi mereka berdua tewas di tempat yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Yah, Ada banyak hal yang tak aku pahami…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter berujar pelan, mengembalikan jam miliknya ke kondisi semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar  —  Kapten Miller dan Vassago telah tewas sebelum Hans dan kawannya. Mereka berdua mungkin memiliki motif lain selain uang. Hal itu membuat Kapten dan Vassago terbunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika memang seperti itu, Critter dan sisa anggota yang ada dalam kapal selam akan mendarat dengan selamat setelah gagal menjalankan operasi mereka. Penyewa mereka, sebuah kontraktor militer Glowgen Defense Systems, adalah perusahaan yang berkembang setelah bekerja sama dengan NSA ataupun CIA, dan tampaknya mereka tak segan untuk memecat para agen lapangan yang gagal. Kita semua akan mungkin akan di paksa tutup mulut saat kembali ke Benua Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menjamin keamanan Critter, sebuah kartu memori mikro yang diambil diam-diam dari Ocean Turtle telah tertempel di tengah dadanya menggunakan selotip tahan air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak yakin bagaimana benda ini akan melindunginya, tetapi setidaknya ia tidak akan menerima tembakan di kepala. Tidak seperti bagaimana Vassago dan Kapten Miller tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialannn…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter mengendus dan mengalihkan pandangannya ke arah kantong mayat yang berada di bagian ujung kapal selam. Ia bergidik saat melihat wajah kematian Kapten Miller yang mengerikan — kemudian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? Dua?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyipitkan kedua alisnya dan memandangi kegelapan di kapal selam., bagaimanapun ia melihatnya, hanya ada dua kantong mayat. Ini tak cocok. Meninggalkan Hans yang masih ada di Ocean Turtle, seharusnya ada total tiga kantong mayat.: Kapten Miller, Vassago, dan Brigg.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Hei, Shack.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sikunya, ia menyentuh teman yang berada paling dekat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Timmu bertugas mengumpulkan mayat, benar kan? Mengapa hilang satu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudmu? Hanya ada Brigg di tengah lorong dan Kapten Miller di ruang STL. Siapa lagi yang tewas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… ada seorang lagi di ruang STL …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya ada jasad kapten disana. Sialan, wajah sang kapten saat tewas? Benar – benar mengerikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mematung, Critter menarik tangan kanannya, dan melihat seluruh ruangan kapal selam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembilan anggota pasukan, terlihat sangat kelelahan kini duduk di pojok. Sosok Wakil Kapten Vassago Casals tidak diantara mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter yakin jika Kapten Miller tewas di ruang STL, tetapi ia hanya melihat tubuh Vassago. Kulit Vassago tampak tidak memiliki darah dan rambutnya memutih, ia terlihat tak hidup. Terlebih lagi, jika ia masih hidup, mengapa ia tak masuk ke kapal selam?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otaknya tak mau berpikir lebih jauh lagi, Critter memeluk lututnya sambil berdiam diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kapal selam ini berhenti di kapal selam bertenaga nuklir «Jimmy Carter» sepuluh menit lagi, si hacker akan tetap diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
19 menit dan 40 detik telah berlalu sejak tahap percepatan maksimum—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Soul Translators #3 dan #4 yang berada di ruang STL 2 Ocean Turtle telah selesai melakukan prosedur log out.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun terlambat sekitar tiga menit, tahap percepatan maksimum telah berhenti dan pendingin ruangan juga berhenti, tak ada suara lagi di Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluar dari STL dengan bantuan Dr. Koujiro Rinko dan Sersan Satu Aki Natsuki, Kirigaya Kazuto dan Yuuki Asuna — tidak terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aktivitas Fluctlight mereka telah turun ke batas minimum, sudah jelas jika aktivitas mental mereka telah turun sampai ke titik nol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Rinko menggenggam erat kedua tangan mereka sambil memanggil nama keduanya, air mata membasahi wajah Rinko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum kecil mewarnai bibir keduanya, Kirito dan Asuna kembali tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Clack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara itu berhenti di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian seseorang memanggil namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kirito-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang pelan namun jelas, sesseorang yang kukira tidak akan kujumpai lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu selalu cengeng saat sendiri... aku memahaminya. Semua yang kamu lakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan, aku mengelap wajahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri disana dengan tangan di belakang sambil tersenyum adalah Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak tahu harus berkata apa. Aku hanya mematung sambil melihat wajah Asuna. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angin sepoi – sepoi menerjang, seekor kupu – kupu menikmati angin tersebut, lalu pergi ke langit biru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna melihatnya pergi, kemudian menatapku lalu mengulurkan tangannya tanpa berkata – kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berpikir jika ia akan menghilang jika aku menyentuhnya. Tetapi kehangatan yang memancar dari telapak tangannya memang benar – benar Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tahu. Ia tahu jika dunia ini akan segera dikunci. Keluar ke dunia nyata berarti akan terlewati waktu yang sangat lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa ia memutuskan untuk tinggal. Demi aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggenggam tangan kecil Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memeluknya, aku menatap mata cantik tersebut sekali lagi dari jarak dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih tak bisa berkata apa – apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi aku merasakan jika aku tak membutuhkan kata – kata. Aku memeluknya lebih erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan memeluk kepalanya, Asuna berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Alice pasti akan marah saat kita tak ada di sisi dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membayangkan mata biru Alice terisi kemarahan, aku tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa. Selama kita bisa mengingatnya. Selama kita tak melupakan tiap dekit waktu yang kita habiskan bersamanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ya. Kamu benar. Selama kita tak melupakan Alice … Liz, Klein, Agil-san, Silica… dan Yui, kita akan baik – baik saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami mengangguk, dan melihat kembali kuil yang tak berpenghuni ini sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan fungsinya yang berhenti, «World End Altar» hanyalah kuil kosong yang berada di ujung dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berbalik, bergandengan tangan dan mulai berlari di jalanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melewati beberapa bunga, kami tiba di bagian utara pulau mengambang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah langit yang sekarang bewarna biru, dunia membentang sejauh mata memandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna melihatku dan berujar :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, berapa lama kita akan tinggal di dunia ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Butuh waktu untukku menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka sih ngomong sekitar 200 tahun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangguk dan tersenyum, wajah cerianya tidak berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama aku bersamamu, seribu tahunpun tak masalah …… Nah, ayo pergi, Kirito-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ya. Ayo Asuna. Masih banyak hal yang kita lakukan. Dunia ini baru saja terlahir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan begitulah, kami bergandengan tangan lalu membuka sayap dan terbang ke langit biru tiada akhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_18_Bab_23&amp;diff=560593</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 18 Bab 23</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_18_Bab_23&amp;diff=560593"/>
		<updated>2020-01-29T15:23:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: /* Bab 23 - Kembali (Juli 2026) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 23 - Kembali (Juli 2026)==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
Koujiro Rinko sedang duduk di kursi ruang sub kontrol, mengatur lubang palka kecil ke arah kiri di depan console.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cairan kristal yang muncul di atas lubang palka berkedip dengan huruf merah: [EJECTING…]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desis udara terdengar keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, sebuah objek hitam kecil berbentuk kubus muncul dari belakang kaca jendela. Huruf di monitor berubah menjadi [COMPLETE].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko mengulurkan tangannya yang gemetar, menggeser pintu dan mengambil objek didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda itu terbuat dari logam. Sebuah kubus berukuran enam sentimeter, dan lumayan berat. Tidak ada kabel sambungan; hanya ada enam angka yang terukir di salah satu sisinya dan ada lubang micro connector.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jiwa milik «Alice» tersegel di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat sistem melaksanakan tugasnya, hanya ada satu kubus yang keluar dari dalam Light Cube Cluster yang terpasang di pusat Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jiwanya pada saat yang sama telah bepergian dari dunia Underworld menuju Dunia Nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, Rinko tak bisa berkata – kata, terisi oleh emosi yang tak bisa diungkapkan ia lalu berteriak pada microphone sambil menggenggam kubus itu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna-san, Alice telah berhasil dikeluarkan! Tinggal kamu dan Kirigaya-kun; cepat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia masih berteriak sambil melihat monitor utama yang telah berubah menjadi hitung mundur berwarna merah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya tersisa 30 detik sebelum tahap percepatan maksimum dimulai! Cepatlah log out!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, hanya ada keheningan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, suara yang tak diharapkan keluar dari dalam speaker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Rinko-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap…? Apa maksudmu…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf.. aku akan tetap disini. Terima kasih atas segalanya. Aku tak akan pernah lupa kebaikanmu, Rinko-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Yuuki Asuna yang begitu tenang, nyaman dan penuh keyakinan tersebut mengalir dari dalam speaker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuserahkan Alice padamu. Dia orang yang baik. Tak hanya penuh cinta, ia juga disayangi banyak orang. Demi nyawa – nyawa yang telah menghilang deminya... dan demi Kirito-kun, kumohon lindungi ia segenap tenaga agar tidak digunakan oleh pihak militer.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mampu berkata – kata, Rinko mendengar kata – kata Asuna yang ditujukan pada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan katakan pada semuanya: Maaf... terima kasih... dan selamat tinggal …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, hitung mundur mencapai angka 0&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sebuah sirine panjang terdengar seirama dengan deruman mesin di dalam saluran kabel yang sempit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggal 7 Juli jam 10 pagi. Setelah 15 tahap percepatan selesai, sistem pendingin dibelakang tembok mulai mengeluarkan suara dengan keras. Beberapa kipas angin raksasa menghisap panas yang diciptakan mesin yang menopang Underworld. Jika seseorang di laut melihat Ocean Turtle sekarang, mereka mungkin bisa melihat uap panas yang muncul dari puncak piramid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Begitulah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru berucap pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah,” terdengar balasan Kikuoka Seijirou, saat ia memanggil Higa di punggungnya saat menuruni anak tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memutuskan bahwa mereka tak bisa mencegah tahap percepatan maksimum, mereka berdua memutuskan untuk turun sekali lagi menuju saluran kabel, tetapi tugas membuat tubuh Higa menjadi lebih stabil memerlukan waktu delapan menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat Kikouka menuruni tangga ini ia mengucurkan banyak keringat, tahap percepatan Underworld telah dimulai bahkan sebelum mereka sampai ke saluran pembatas anti tekanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berdoa, Higa menyalakan radio dan memanggil Dr. Koujiro yang berada di ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rinko-san… bagaimana kondisinya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdengar suara hening, lalu ia mendengar nada berat sebagai balasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Rinko-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Maaf. Aku telah mengamankan Light Cube milik Alice tanpa halangan. Tetapi ....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil terisak, Dr. Koujiro menceritakan pada Higa apa yang telah terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menahan nafasnya sambil memejamkan mata erat – erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Aku paham. Kita akan bekerja sekeras mungkin dari sini. Aku akan menghubungimu untuk membuka lubang palka selanjutnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa memutus dan menghembuskan udara yang telah ia tahan lama, lalu mengambil nafas lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka tidak menanyakan situasi, mungkin karena bisa menebak kondisi saat ini. Ia menegangkan otot punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kiku-san…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlu beberapa detik hingga Higa berhasil menyampaikan apa yang dikatakan Dr. Koujiro kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Critter menatap hampa pada jendela baru yang muncul di monitor utama dan sebuah pesan muncul di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan kecil berisi info jika sebuah Light Cube telah dikeluarkan dan dikirim menuju ruang sub kontrol di sisi lain dinding anti tekanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti «Alice» telah berhasil diperoleh RATH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berarti juga misi 10 jam mereka untuk menemukan dan menangkap Alice di dalam Underworld telah gagal total. Semua usaha yang dilakukan Vassago dan Kapten Miller hingga masuk kedalam, memimpin pasukan Tanah Kegelapan untuk menginvasi Kerajaan Manusia, membuat peperangan luar biasa yang akan membuat perfilman Hollywood merasa iri, dan hahkan menyeret puluhan ribu pemain game online dari Amerika, Cina, dan Korea kedalam peperangan, benar – benar sia – sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter mengaduk – aduk rambutnya, bersin, lalu mengubah pemikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sisa delapan jam hingga kapal penghancur datang, apakah mereka memiliki kesempatan untuk merebut Alice secara paksa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin bagi mereka untuk menerobos dinding pemisah yang sangat tebal dari sisi sini. Akan tetapi, lain ceritanya jika bisa dengan mudah membuka pembatas tersebut seperti RATH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetai mengapa mereka membuka pembatas tersebut? Apakah RATH berpikir jika mereka mampu menahan kami dengan sebuah robot dan granat asap?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana jika itu semuanya hanya pengecoh …? Jika mereka memiliki alasan lain untuk membuka dinding pembatas, apa alasannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter berkata pada pasukan yang telah mulai bermain kartu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yo, robot yang barusan datang dari atas, apakah ia memiliki bom atau senjata yang terpasang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok Han yang tinggi dan berotot menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku telah memastikannya sih. Robot itu sama sekali tidak memiliki persenjataan sama sekali, apalagi sebuah bom. Mereka mungkin menggunakannya sebagai perisai pelindng, tetapi robot itu berhenti bergerak setelah kami menembakinya. Dan para tentara yang ada dibelakang langsung mundur.?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm… —Orang – orang Pasukan Pertahanan Jepang tidak dipanggil tentara, mereka dipanggil personel.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter memutar kursinya kedepan setelah mendengar hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi robot tersebut adalah pengalih. Tetapi bahkan dengan granat asap, berlari melewati Hans, Brigg, dan lainnya tanpa disadari adalah hal yang mustahil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu—&lt;br /&gt;
Ia mengambil tablet komputer yang ada di meja dan membuka sketsa bagian dalam Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm… disini terowongan utama, dan ada sekat yang memisahkannya dari sini... ini pastinya tangga yang dilewati si robot....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, hitung mundur di layar mencapai titik nol, alarm kencang berbunyi. Percepatan waktu dalam Underworld telah dimulai lagi, perbuatan Brigg telah membuatnya mematahkan tuas yang mengatur batas percepatan hingga level tak masuk akal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi hal tersebut bukanlah suatu masalah. Karena misi mengambil Alice telah gagal, Vassago dan Kapten Miller mungkin telah «tewas» saat dive dan akan segera ter log out di ruang sebelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, Critter harus mengerjakan rencana selanjutnya sebelum Kapten Miller kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memperlebar dan menggeser denah Ocean Turtle dan akhirnya menyadari sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, ada sebuah lubang palka kecil disini.... ‘Saluran Kabel’? Apa ini…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Setelah menerima informasi dari Higa Takeru, Rinko menarik nafas panjang dan duduk ke kursinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketetapan hati Yuuki Asuna untuk tinggal di Underworld karena Kirigaya Kazuto tak bisa kabur dari tahap percepatan, tindakan itu terlalu gegabah, namun — begitu menyentuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu mengingatkan dirinya akan, orang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria yang ia sayangi telah meninggalkannya dan menghilang di dunia digital.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia memiliki kesempatan untuk bersamanya saat itu, apa yang akan aku lakukann? Apakah aku akan memanggang isi kepalaku menggunakan prototipe STL dan meninggalkan hanya kesadaranku saja?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akihiko-san… kamu…” Rinko berbisik hampir tak bersuara, sambil menutup matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah «Dunia Alternatif yang sebenarnya» yang hanya dirasakan dalam Kastil Melayang Aincrad dan 10.000 pemain yang terjebak di dalamnya: itu adalah harapan milik... Kayaba Akihiko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia telah menemukan sesuatu, telah mengetahui sesuatu selama dua tahun saat ia menghabiskan hidupnya di dalam kastil tersebut. Hal tersebut mengubah pemikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada sangat banyak hal yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menyadari jika SAO bukanlah sebuah akhir, malahan itu adalah sebuah permulaan. Itulah alasan dasar ia akhirnya menyelesaikan prototipe teknologi NerveGear yang merusak tubuhnya di pegunungan desa Nagano di sekitar hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia meninggalkan data pengembangan kepada Rinko yang mana ia kembangkan menjadi alat FullDive khusus medis, «Medicuboid».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
RATH dan Higa Takeru kemudian mengembangkan data tiga tahun percobaan milik seorang tester — seorang gadis muda — dari prototipe pertama Medicuboid, dan menyelesaikan STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Underworld menjadi sebuah dunia alternatif yang tercipta dari mimpi Kayaba Akihiko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah itu berarti, Underworld telah menuntaskan mimpi Kayaba Akihiko?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, tak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa? Karena lubang lain yang ia tinggalkan — potongan yang ia sebut dengan nama paket «The Seed» masih tidak cocok didalam teka – teki tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, standarisasi pengembangan VRMMO menggunakan The Seed membuat para pemain jepang bisa bertahan melawan serangan negara lain dengan mengkonvert akun mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bahkan Kayaba tidak bisa menduga hal ini akan terjadi. Penyelamatan konversi akun mungkin hanyalah efek sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa tujuan dirimu sebenarnya? Mengapa perlu menggabunggan banyak dunia Virtual dalah sebuah standar yang sama...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kotak logam duralumin penyimpan Light Cube milik Alice sedang ada diatas konsol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi gerbang kumpulan elemen quantum, Light Cube ini tidak mudah berubah bentuk, tetapi karena friver elektrik dari gerbang tersebut yang ada di dalamnya memerlukan arus listrik, jiwa Alice akan tertidur saat disegel didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membelai permukaan perak dengan tangan kanannya, Rinko berbalik menuju sosok mirip manusia yang ada di pojok kiri ruang sub kontrol — tubuh mekanis «Niemom».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memasukkan Light Cube Alice ke dalam colokan di kepala robot tersebut akan membuatnya terisi oleh jiwa Alice dan bisa bergerak serta berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berpikir seperti itu... tetapi Rinko menggelengkan kepala. Bukan saatnya untuk hal tersebut, tidak saat Kazuto dan Asuna masih dalam bahaya; terlebih lagi karena lebih ramping dari Ichiemom, tubuh Niemom yang tidak feminim akan membuat Alice terkejut saat terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil terdiam, ia menarik tangan kanannya dari kotak logam, dan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dr. Koujiro,” sebuah suara datang dari belakang, ia berbalik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kapten Nakanishi berdiri disana setelah kembali dari ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Persiapan telah selesai untuk membuka sekat pemisah. Kami akan memulainya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… oke. Terima kasih banyak.” Ia membalas, lalu mengecek jam pada monitor. Sudah semenit berlalu sejak tahap percepatan maksimum dimulai. Disana sudah... 10 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak terduga. «Umur Jiwa» milik Kirigaya Kazuto dan Yuuki Asuna sudah melebihi umurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan seteiap bertambahnya menit dan detik, sangat penting sekali agar mereka berdua bisa log out secepat mungkin. Jika mereka bisa keluar sebelum batas umur jiwa habis, masih mungkin untuk menghapus ingatan keduanya setelah tahap percepatan maksimum dimulai. Tetapi secara teori, hal itu bisa dilakukan tak lebih dari dua belas menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Higa-kun, Kikuoka-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Cepatlah!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko berdoa sambil menggigit bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Tenggorokan Letnan Kolonel Kikuoka terasa sakit. Keringat bercucuran di seluruh bajunya, bahkan merembes hingga ke pakaian milik Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kali, Higa ingin mencoba menuruni tangga ini seorang diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menelan obat penahan rasa sakit dosis tinggi, luka di bahunya tidak langsung sembuh dan tubuhnya seperti kehilangan berat akibat kehilangan banyak darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu— Higa berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, ia tak ingin menempatkan Letnan Kolonel Kikuoka untuk bertarung di situasi mereka saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah mengamankan tujuan utama Project Alicization, sebuah Fluctlight «A. L. I. C. E.». apa yang akan mereka lalukan mulai sekarang adalah menganalisan framework milik Alice, mengidentifikasinya mengapa ia berbeda dengan Fluctlight lainnya, dan mereka akan segera bisa membuat bottom-up AI secara banyak. Jepang akan mendirikan batu loncatan dalam era senjata otomatis di masa yang akan datang, lalu terbebas dari dominasi sistem militer Amerika — tujuan RATH diciptakan akan segera terpenuhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini seharusnya menjadi ambisi milik Kikuoka Seijirou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah alasan mengapa ia ikut campur dalam Insiden SAO, bahkan melakukan pemindahan sementara dari Kementrian Hubungan dalam Negeri dan Komunikasi, dan juga mengapa ia menciptakan karakter «Crysheight» agar selalu bisa berhubungan dengan para pemain VRMMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, tindakan pertama Kikuoka adalah menutup erat –erat dinding pembatas dan menjaga Light Cube milik Alice sebelum kapal perang Aegis datang. Ia tidak akan melunak bahkan jika Fluctlight milik Kirigaya Kazuto dan Yuuki Asuna masih berada di dalam Underworld, mulai hancur; bahkan jika mereka akan mengurung Dr. Koujiro yang jelas – jelas menolak tindakan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Sedikit tidak terduga… kan?” Kikuoka ngos – ngosan dan Higa sendiri tak bisa berhenti ngomel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“N-Nah, itu… Yah, bagaimana aku ngomongnya ya? Menurutku itu tidak seperti kepribadianmu, Kiku-san…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka sedikit tertawa, sambil terus menuruni anak tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi… aku sudah bilang kan. Ini adalah tidakan... yang terduga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O… Oh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku adalah pria... yang berani mengambil pilihan terburuk. Sekarang ini.... kukira lebih baik.... jika musuh.... masih memiliki rencana untuk merebut kembali Alice.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Skenario... terburuk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah benar ada situasi terburuk selain musuh menyadari saluran ini dan akan menyerang dari bawah jika kita membuka dinding pembatas?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sebelum Higa melanjutkan spekulasinya, telapak sepatu Kikuoka telah menyentuh dinding titanium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat komandan berhenti. Higa menyalakan radionya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rinko-san, kita telah sampai! Buka dindingnya, kumohon!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa… beneran terbuka!” Critter berteriak, melihat notifikasi pembukaan dinding penahan tekanan di monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mengapa? Untuk apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak masuk akal. Jika mereka telah mendapat Alice, mengapa RATH dengan sengaja melemahkan pertahanan mereka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tak ada waktu untuk memikirkannya. Critter memutar kursi dan memberikan perintah pada pasukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm… Ahh,  Hans dan kalian semua, naiki tangga, semuanya kecuali Brigg! Tembaki sepuas kalian dan amankan pusat pelindung!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong sih gampang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hans memprotes sambil mengangkat senapan mesinnya. Lebih dari sepuluh anggota lain menirunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei… Tunggu sebentar, apa tugasku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Brigg juga protes dan kelihatan kesal, Critter menatapnya dan menjentikkan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku punya tugas lain untukmu. Sesuatu yang penting, cocok untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulutnya berkata seperti itu, tetapi pikirannya lain. Jika memungkinkan, lebih baik ia menempatkannya ke suatu tempat yang bisa dijangkau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, aku ingin kau ikut denganku untuk mengecek saluran kabel ini. Firasatku mengatakan jika musuh—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… Oh, Begitu. Kedengarannya bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Brigg menyeringai lebar dan mengecek senapannya. Critter menghembuskan nafas dan menepuk punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengikuti Hans dan lainnya dari ruang kontrol utama menuju lorong, tetapi sebelum ia berlari ke arah lain, Critter menangkap sesuatu dari pintu bagian dalam — Ruang STL 1.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Coba pikir, apa yang membuat si idiot Vassago tidak log out? Ia tidak jalan – jalan disana, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin mengecek Vassago, tetapi Brigg langsung berlari. Tanpa pilihan, Critter mengejarnya dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sampai ke tempat tujuan dalam waktu beberapa menit. Jika dilihat koridor hanya sepanjang dinding bagian dalam. Tetapi di dalam peta menunjukkan ada sebuah saluran kabel yang menuju bagian atas dibalik pintu kecil di bagian kiri dinding. Tentu saja, saluran itu juga tertutup rapat, tetapi jika dugaannya tepat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggenggam pintu baja dengan tangan berkeringatnya dan memutar berlawanan arah jarum jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia mendorong pintu baja tersebut, hal yang pertama kali Critter lihat dalam cahaya lampu oren adalah sebuah terowongan dengan dalam dua meter dan tinggi satu meter. Terowongan itu berhenti pada sebuah dinding yang menjulang ke atas, dimana ada sebuah tangga yang terpasang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tepat dibawah tangga itu,  ada sebuah bungkusan kain—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Whoa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengenali sosok tersebut, Critter mundur dan menabrak dagu Brigg yang ada dibelakang. Tetapi rasa sakit itu langsung menghilang saat ia membuka lebar matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sesuatu didalam kain tersebut, bukan kain, namun pakaian. Seseorang yang agak kurus tergeletak disana. Brigg mendorong Critter kesamping dan mengangkat senjatanya, tetapi ia berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia sudah mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup yakin, lehernya telah berputar agak miring. Agak tegang, Critter masuk ke terowongan dan mengeceknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu… bukankah ini orang itu? Informan dari RATH …? Apakah mereka membunuhnya saat tahu jika ia mata – mata? Tetapi, membunuhnya seperti ini …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memastikan lagi, ia menyentuh tubuh si korban dan merasakan rasa dingin di ujung jarinya. Menilai dari suhu tubuhnya, ia mungkin telah mati saat pembatas dibuka pertama kali. Apakah ini berarti orang ini mencoba menuju bagian bawah terowongan? Dan ia kehilangan pijakan lalu terjatuh dan tewas?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti itu, mengapa pembatasnya dibuka lagi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter ingin memeriksa saluran pembatas lebih dekat, dan ia ingin menarik jasad ini yang menghalangi jalan. Tetapi ia tak ingin melakukannya seorang diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mundur dari terowongan dan memerintah Brigg:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bantu aku memeriksa jika saluran ini telah aman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si sosok besar tersebut lalu memasuki terowongan dan menarik mayat ini keluar. Lalu ia masuk lagi dan mencoba naik, melihat ke saluran diatas sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan insting milik Critter mengatakan jika menolehkan kepalamu keatas itu berbahaya, tetapi kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siallll!!” Brigg berteriak. Ia mengangkat senjatanya dan menembak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Retina Critter terpenuhi cahaya kekuningan dari dua tembakan yang berbeda, suara tembakan memenuhi telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mundur dan menahan teriakan, ia melihat tubuh raksana Brigg menghantam lantai, seolah dihantam oleh palu yang tak terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa!! Apa yang terjadi?!” ia berteriak, sambil mundur ke belakang. Brigg terbaring tak bergerak ditempat mayat sang mata – mata tergeletak sebelumnya. Critter tak perlu melihat ada darah yang menetes untuk memastikan jika Brigg telah menemui ajalnya. Ada seorang prajurit RATH diatas sana dan telah menembaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sekarang apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keringat dingin bercucuran, Critter mulai berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengambil senjata dari tangan kanan Brigg lalu kembali menembaki musuh diatas sana? Tak mungkin! Aku hanyalah ahli komputer; pekerjaanku adalah berpikir dan mengetik di keyboard.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lanjut berpikir sambil mundur menuju ruang kontrol utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya ia tahu jika RATH menggunakan serangan agresif. Akan tetapi, daya serang pasukannya lebih unggul. Jika terjadi baku tembak, RATH mungkin akan kalah, jika mereka tidak berhati – hati, mereka mungkin akan kehilangan seluruh lantai bagian atas, lalu mereka akan kehilangan Alice juga kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah komandan RATH telah memprediksi skenario yang «lebih buruk» daripada itu? Apakah RATH berpikir jika kami memiliki bahan peledak untuk menenggelamkan Ocean Turtle? C4 yang kami miliki hahkan tak bisa menembus dinding pembatas....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan peledak....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menahan nafasnya. Kedua mayat yang terbaring di lantai telah melupakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada satu cara untuk meledakkan Ocean Turtle, mengirim Light Cube Alice dan pekerja RATJ ke lautan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misi merebut Alice menjadi tak mungkin lagi, jika tidak berhasil makan kami harus menghancurkan Alice. Tetapi, bisakah ia meledakkan Ocean Turtle dan kesepuluh kru untuk mencapai tujuan tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin ia bisa membuat keputusan seperti itu sendiri. Hasilnya pasti akan menghantuinya seumur hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter berdiri dan berlari menuju ruang kontrol utama, mencari pendapat sang kaptennya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ki… Kiku-san! Kau tak apa, Kiku-san?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa mengomel dengan nada cemas. Musuh telah muncul di bagian bawah saluran kapel dan menembakkan tiga tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada jawaban, sambil melindungi Higa, Letnan Kolonel Kikuoka telah pingsan sambil memegang senjata di tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tak mungkin. Hei, jangan meninggalkanku. Aku masih membutuhkanmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ki…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka-saaaaaaaaan!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hendak berteriak saat sang letnan sedikit terbatuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh… Ahh, sial… aku tertembak. Sepertinya aku tepat saat memutuskan memasang rompi anti peluru …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu… Itu salahmu! Ngapain kamu kesini sambil memakai baju ala Hawai …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bernafas lega dan melihat punggung Kikouka sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak terluka, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kukira aku tertembak sekali dibagian rompi. Kau terluka? Sepertinya ada peluru yang memantul.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T… Tidak. Aku dan komputerku tak terkena tembakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu ayo cepat. Konektor perbaikan tepat di depan sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membopong punggung Kikouka sambil menuruni tangga lagi, Higa berkata pada dirinya sendiri: Sedikit tak terduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Letnan Kolonel Kikuoka menurutnya adalah tipe orang yang tak punya kemampuan fisik, tetapi sekarang otot punggungnya terasa seperti baja, dan keahlian menembak yang ia tunjukkan — bahkan dalam posisi sambil bergelantungan di tangga dan menembak dengan sebelah tangannya, tembakannya tepat mengenai sasaran: tepat pada tenggorokan dan dada musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Dan setelah lama aku mengenalnya aku masih tak bisa menebaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan menggelengkan kepalanya, Higa menarik kabel dari kantongnya dan menghubungkan menuju konektor perbaikan yang kini hampir terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Critter semakin mempercepat langgaknya, mendobrak ruang kontrol utama dan mendengar suara tembakan dari atas tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada jejak Kapten Miller atau Vassago didalam ruang ini? Apakah mereka belum keluar dari STL? Lima menit telah berlalu sejak tahap percepatan maksimum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia masih ingin ragu – ragu untuk memberitahu mereka atas apa yang ada di benaknya. Ia tahu saat mereka berdua mendengarnya, mereka pasti akan melakukan tindakan tersebut. Mereka adalah tipe orang yang tak ragu untuk mencabut nyawa orang yang tak bersalah saat melakukan misi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menunggu, Critter membuka puntu ruang STL 1.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kapten Miller! Alice telah diambil musuh... …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata selanjutnya tertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller terbaring didepannya pada mesin STL 1. Bagian kepala atasnya tertutupi mesin, dan ekspresi yang tak pernah ia lihat muncul di wajah sang kapten.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, lebih tepatnya jika Critter belum pernah melihat ekspresi manusia seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata birunya menonjol, seperti mau keluar. Mulutnya menganga lebar, rahang sang kapten seperti hendak terpisah. Lidahnya menjulur keluar. Ia seperti makhluk asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka… Kap… ten…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter ketakutan, lututnya gemetaran hebat. Ia yakin jika mata Kapten Miller bergerak, ia pasti akan langsung menjerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Butuh beberapa detik baginya untuk bisa bernafas normal. Lalu ia menggerakkan tangan kanannya dan menyentuh lengan kiri yang menjuntai di atas kasur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada detak nadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, kulitnya sedingin es. Tanpa ada luka sedikitpun, Kapten penyerang Ocean Turtle telah tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba menahan isi perutnya agar tidak keluar, Critter berteriak.:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Vassago… bangunn! Kapten telah.... t-tewas …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berjalan menuju mesin STL 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini Critter mengeluarkan teriakan melengking.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wakil Kapten Vassago Casals terlihat tidur nyenyak pada awalnya. Matanya tertutup rapat, dan lengannya masih di posisi semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut hitam panjang miliknya....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…sekarang menjadi berwarna aputih, seperti seseorang yang telah berumur ratusan tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak perlu lagi mengecek nadi Vassago, Critter mundur perlahan. Otak Critter yang berisi penuh dengan logika sekarang ini yakin jika ia tidak segera meninggalkan ruangan ini, ia akan bernasip sama seperti keduanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menjangkau pintu dan menutupnya dengan kaki kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersiul tak terkendali, Critter mulai mengumpulkan pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak ingin menyelidiki apa yang terjadi pada Kapten atan Vassago, dan ia tak ingin tahu. Ia hanya menduga jika hal buruk menimpa mereka di dalam Underworld, sehingga Fluctlight mereka hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, misi telah gagal. Dengan kematian komandan mereka, ia tak bisa membuat keputusan untuk menghancurkan Alice dan kapal ini. Ia tak punya alasan untuk tetap berada disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter mengambil penghubung di konsol dan berbicara didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hans… kembali. Brigg, Vassago, dan Kapten telah tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian, anggota timnya masuk ke ruang kontrol utama dan ekspresi kaget terlihat di wajah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Brigg tewas?! Mengapa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia… ia tertembak dari atas, di dalam saluran kabel …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hans belum selesai mendengarkan dan kini ia mengangkat senjatanya lalu berbalik, tetapi Critter menghentikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti! Mereka telah mengambil Light Cube ALice. Tak ada gunanya kita bertempur …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hans diam sesaat. Ia berteriak dan memukul dinding, lalu maju menuju Critter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Tidak, kita masih memiliki perintah, jika kita tak bisa mendapatkan Alice maka kita akan menghancurkannya. Kau punya suatu ide, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terintimidasi oleh lengat berotot milik Hans yang mendorongnya, Critter mengangguk pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah… Yah, aku punya ide sih... tidak, kita tak bisa mengambil tindakan tersebut tanpa kapten.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katakan padaku sekarang!!” Hans mengancam dan mengarahkan senjatanya ke tenggorokan Critter. Terisi oleh amarah dari sahabatnya selama bertahun – tahun menjadi pegawai di Glowgen, Critter tak bisa menolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me… Mesin…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mesin? Mesin kapal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah… mesin utama Ocean Turtle adalah sebuah pembangkit nuklir …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh menit berlalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koujiro Rinko mengelap keringat yang ada di tangannya, lalu menatap pada angka digital seolah berdetik dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu yang telah berlalu di Underworld sejak tahap percepatan maksimum — sudah 100 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan waktu selama itu seolah Kirigaya Kazuto dan Yuuki Asuna melebihi apa yang bisa ia bayangkan. Yang ia yakini adalah bahwa kedua kapasitas ingatan Fluctlight keduanya hampir mencapai batasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berpendapat jika jiwa manusia mencapai usia 150 tahun, ingatan mereka tidak akan berfungsi secara normal dan akan mulai rusak. Tetapi hal tersebut belum bisa dikonfirmasi secara langsung; batas waktu tersebut mungkin akan datang lebih lama — atau lebih cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang bisa ia lakukan hanya berharap jika mereka berdua bisa segera logout sebelum jiwanya rusak. Jika mereka bisa melakukan itu, maka masih ada harapan untuk mengembalikan keduanya ke kondisi semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Higa-kun, Kikuoka-san, kumohon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah doanya, Rinko gagal menyadari jika suara tembakan dari bawah telah berhenti beberapa waktu lalu, hingga Kapten Nakanishi datang ke ruang sub kontrol dan memberitahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Docter! Musuh telah mundur dari Ocean Turtle!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mu… Mundur?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko mengangkat wajahnya dan terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa sekarang? Karena dinding pembatas telah terbuka lagi, bukankah ini kesempatan musuh untuk menangkap Alice? Mereka menyerah terlalu cepat. Masih ada waktu lebih dari delapan jam hingga kapal «Nagato» mulai menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengetik keyboard untuk mengecek jendela status yang menunjukkan berbagai macam kondisi di dalam kapal, Rinko bertanya kepada kapten:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ada yang terluka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya… dua orang terluka ringan, satu orang terluka berat sedang dirawat sekarang, tetapi tidak ada yang terancam nyawanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko lega. Sedikit memandangnya ia bisa melihat perban yang sedikit berwarna merah darah. Ia mungkin salah satu korban yang terluka ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka harus menyelamatkan dua anak tersebut sehingga pertarungan ini tidak sia – sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya musuh sudah mundur. Matanya menuju ke jendela status, melihat pada pintu bawah air pada bagian bawah Ocean Turtle — pintu yang digunakan para penyerang untuk masuk — telah terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka tampaknya telah kabur menggunakan kapal selam. Sepertinya ini terlalu terburu -  buru …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat Rinko mengangkat alisnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah getaran yang tak pernah ia rasakan sebelumnya, mengguncang seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hyuuuun. Sebuah deru memekakan terdengar seperti hawa dingin. Sebuah pulpen menggelinding dari meja dan teerjatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap… Apa?! Apa yang terjadi?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini… Ahh… mereka, mereka tak mungkin …!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Kapten Nakanishi terdengar seperti mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Getaran ini, ini karena mesin utama sedang bekerja secara maksimum, Dokter!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mesin… utama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mesin utama... adalah reaktor nuklir yang ada di bagian bawah Ocean Turtle.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakanishi membuka lebar matanya, menuju Rinko dan menggesernya, mengatur jendela status. Jendela baru muncul terus menerus, dan salah satunya memainkan rekaman video yang blur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan!! Tuas pengatur telah terangkat!! Para bajingan itu, apa yang mereka rencanakan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membantingkan tangannya ke console, Rinko bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, ada pengamannya, kan...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu. Tuas pengontrol akan secara otomatis menurunkan hingga berhenti sebelum reaktor mencapai kondisi kritis. Tetapi... lihat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari Nakanishi menunjukkan sesuatu di monitor, pada layar yang menunjuk reaktor dalam kapal. Cukup sulit melihat dalam cahaya kemerahan, tetapi ada sesuatu yang kecil berwarna putih tertempel di mesin besar berwarna oren.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku yakin ini C4… bahan peledak plastik. Satu saja tak akan cukup untuk menembus pelindung mesin dan dinding penahan, tetapi tepat dibawah sana adalah sambungan listrik yang bertugas untuk menurunkan tuas pengatur inti reaktor … mesin pengatur, dengan kata lain. Jika hancur, tuas pengontro tak akan bisa otomatis turun sendiri …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan kami… tak akan bisa menghentikan reaksi nuklir? Lalu apa yang akan terjadi…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hal pertama yang akan terjadi adalah pendingin akan menciptakan ledakan uap, merusak dinding pelindung.... skenario terburuk adalah inti pelebur akan memenuhi seluruh ruang dan jatuh ke laut, menciptakan banyak sekali uap, dan pada saat itu seluruh terowongan akan retak, termasuk ruang kontrol utama, Light Cube Cluster, dan ruang sub kontrol yang ada disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apaaa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko hanya bisa terdiam menatap lantai di bawahnya. Lantai logam ini mulai terasa panas dan mengeluarkan uap asap dari bawah—?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika itu terjadi, maka tak akan ada yang selemat dari seluruh teknisi RATH yang masih hidup sampai sekarang, Kazuto dan Asuna yang juga terhubung ke STL, dan puluhan ribu Artificial Fluctlights yang ada di dalam Light Cube Cluster…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengambil C4.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakanishi membulatkan tekadnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musuh pasti telah mengatur waktu agar ledakan tidak sampai ke kapal selam mereka. Kurang lebih lima menit... aku yakin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tetapi, Nakanishi-san. Suhu di ruang mesin sudah terlalu .....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa, hanya sedikit lebih panas dari sebuah sauna. Aku akan melaju dan menonaktifkan detonatornya, mudah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seharusnya ia memakai baju pelindung. Tetapi tak ada waktu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko sendiri tak bisa berkata – kata. Nakanishi sudah berjalan menuju pintu, punggungnya terisi oleh ketetepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik sebelum sepatu hitamnya mencapai pintu otomatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telinga Rinko mendengar sebuah suara yang belum pernah ia dengar sebelumnya di ruangan ini. Tangan milik Nakanishi menarik senjata yang ada di pinggangnya dan menuju ke sisi kiri ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whirrrrr. Dengan suara mesin logam, sesuatu mulai berdiri dengan kaki kanannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tubuh mekanis yang terbuat dari logam dan plastik: Niemom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko dan Nakanishi menatap keheranan saat mesin berbentuk manusia tersebut mendekat dengan langkah pasti, sensor kepalanya berwarna merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seharusnya tak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah si perancangm Higa, berkata begitu? Tak seperti Ichiemom yang dilengkapi dengan banyak sensor penyeimbang berjalan, Niemom didesain dari awal untuk menjadi wadah Artificial Fluctlight dan tak bisa berjalan tanpa adanya Light Cube yang terpasang. Satu – satunya Artificial Fluctlight yang telah dikeluarkan dari dalam Cluster adalah Alice, dan ia masih berada di dalam kotak diatas meja. Colokan di kepala Niemom seharusnya kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa… Mengapa prototype #2…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakanishi berbisik, terkejut, dan ia mulai mengarahkan pistolnya. Tetapi tanpa mempedulikannya, Niemom bergerak menuju kearah Rinko, berhenti dua meter darinya dan mulai mengeluarkan suara — terdengar rusak dengan suara listrik — dari sebuah speaker yang terpasang di sekitar kepalanya:&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[Aku akan pergi.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Suara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidungnya mencium sebuah harum dari minyak yang merembes dari tubuh Niemom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko telah mendengar suara dan bau yang sama dalam mimpinya saat ia berada di kabin ketika pertama kali ia berada di Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berdiri mematung, dan mulai berjalan maj kearah Niemom, berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa itu kamu, A… Akihiko-san……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memancarkan cahaya redup, sensor berkedip – kedip dan si robot memberi anggukan pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko mengambil langkah akhir, hampir tenggelam dalam syoknya, ia perlahan menyentuh dada alumunium dengan tangannya yang gemetar. Dengan suara mesin, tangan si robot bergerak ke atas dan membelai punggung Rinko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Maaf meninggalkanmu sendiri terlalu lama, Rinko-kun.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya buatan komputer, tetapi itu adalah suara milik pria yang pernah dicintai Koujiro Rinko — Kayaba Akihiko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa… Mengapa kau disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik. Air mata menetes dari matanya, membuat cahaya sensor Niemom menjadi blur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Tak ada waktu, jadi aku ingin ke intinya. Rinko-kun, aku sungguh beruntung bertemu denganmu. Kaulah satu – satunya yang menghubungkanku ke dunia nyata. Jika kamu berharap... aku ingin menjaga koneksi ini hingga ke masa depan; tetap terhubung dengan mimpiku... kedua dunia yang masih tetap terpisah …]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya… tentu… tentu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangguk pasti, dan seolah wajah si robot tersenyum tipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si robot bergerak menjauhinya, mengubah arah perlahan, dan keluar dari ruang sub kontrol menuju lorong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berpikir, Rinko ingin mengejarnya sesaat namun pintu otomatis langsung tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil nafas panjang, dan menggertakkan giginya. Ia masih belum bisa meninggalkan ruangan ini. Ia masih memiliki misi untuk mengawasi kondisi berbagai macam lokasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menatap video ruang mesin, dengan erat menggenggam dadanya. Ia bisa mendengar Kaptain Nakanishi bertanya – tanya dengan kebingungan, “Mengapa sekarang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar jika kita telah menghadapi berbagai macam bahaya sampai saat ini. Tetapi Rinko merasa memahami mengapa Kayaba telah memilih saat ini untuk meninggalkan perannya sebagai seorang pengawas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ia tidak melakukaknnya demi Underworld. Pria itu tak tertarik dengan simulasi ini. Ia memilih momen ini untuk keluar agar bisa melindungi Kirigaya-kun dan Asuna-san…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Higa Takeru mendengar suara raungan dari turbin yang ada di bawah saluran kabel, ia akhirnya menyadari maksud dari skenario terburuk yang akan terjadi Kikuoka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ki… Kiku-san, bajingan itu, mereka.... reaktornya.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan Higa diinterupsi oleh jawaban yakin Kikouka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu. Tetapi sekarang, kita harus berfokus untuk mematikan STL.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O… Oke. Tetapi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya sampai ke Konektor Perbaikan, Higa merasakan keringat di sekujur tubuhnya saat ia mencolokkan kabel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sia – sia jika kita kehilangan mesin reaktor. Bahkan Underworld dan Light Cube Alice akan musnah karena uap dan radiasi. Banyak nyawa yang akan hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi membuat reaktor meledak tidaklah hal yang mudah. Tangan kecil yang tak bisa menjangkau pelindung logam berlapis ganda pada inti reaktor, dan juga ada berbagai banyak pelindung yang terpasang pada sistem. Bahkan jika mesin dipaksa bekerja pada kecepatan penuh, prosedur pengaman akan langsung menurunkan tuas dan menghentikan mesin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik ini, Kikuoka bertanya pada Higa dengan nada normalnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Higa-kun, bisakah kau lakukan sendiri dari sini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm… Ya, aku bisa terus bekerja jika aku mengamankan tangga ini.... Tetapi, Kiku-san, kau tak berpikir untuk turun kesana dan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, aku hanya ingin mengecek situasi. Aku tak akan melakukan hal bodoh, aku akan segera kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan itu, Kikouka melepaskan ikatan tali mereka berdua, menurunkan sabuk nilon ke tangga, dan memakainya lagi. Setelah yakin tubuh Higa aman, ia mulai melangkah turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kuserahkan padamu, Higa-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata dibalik kacamata hitamnya seolah terisi seringai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K-Kumuhon berhati - hati! Musuh mungkin masih ada yang tersisa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka mengangkat jempolnya, lalu mulai menuruni tangga dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sampai ke lantai paling bawah, ia mengintip, dan menggerakkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa akhirnya sadar jika sosok Kikuoka telah benar – benar menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengetik menggunakan tangan kanannya pada laptop dan mencoba untuk menahan rasa sakit di perut, saat ia merasa ada yang basah. Ia menatap, dan sadar tangannya telah berubah menjadi warna merah darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sadar jika darah tersebut bukanlah miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun hampir seluruh kamera pengawas di lorong bawah — yang mana beberapa saat lalu dikuasai oleh musuh — kini telah hancur, kamera utama yang ada di ruang mesin reaktor masih aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko melihat ke monitor setelah diperbesar beberapa kali, kedua tangannya menggenggam liontin, menunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping kirinya, Kapten Nakanishi masih menaruh tangannya di sekitar konsol. Dibagian belakang, pasukan dan teknisi RATH telah kembali berkumpul dan berdoa dengan caranya masing – masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko telah memohon kepada semuanya agar mundur ke anjungan, tetapi tak ada seorangpun yang meninggalkan dek utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap orang disini telah mendedikasikan penelitian dan pengembangan organisasi RATH. Masing – masing dari mereka mempercayakan harapan dan mimpinya kepada era baru dimana bottom-up artificial intelligence yang sebenarnya terwujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga sekarang Rinko masih percaya jika ia hanyalah pengunjung di kapal ini. Ia merasa tak bisa menerima keputusan Kikuoka Seijirou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia tetap datang ke RATH. Dan sekarang ia mulai memahaminya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan penciptaan Artificial Fluctlights seharusnya tidak dibatasi hanya untuk tujuan AI senjata otomatis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Underworld tak hanya sebuah simulasi pengembangan budaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya adalah sebuah awal dari perubahan yang sangat besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah realitas yang berbeda — seseorang akan mengisnpirasi perubahan menuju dunia masa depan. Sebuah dunia dimana hasrat orang – orang muda yang tidak terkekang oleh sistem: Sebuah Penjelmaan Radius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Itu tujuanmu kan, Akihiko-san?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang kau sadari dan temukan dalam kastil mengapung itu  — potensi, serta semangat dari jiwa orang – orang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli alasannya, memenjarakan 10.000 orang secara virtual dan menyebabkan kematian kurang lebih 4.000 jiwa adalah kejahatan terburuk dalam sejarah umat manusia dan tak akan pernah bisa dimaafkan. Rinki sendiri juga secara tak langsung terlibat dalam kesalahan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sekarang.... ia ingin mencoba memahami harapan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kumohon, Akihiko-san. Lindungi semua orang... dan dunia itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah menjawab doa Rinko, sesuatu yang bergerak muncul di monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tubuh mesin berwarna perak muncul didekat lorong menuju ruangan mesin yang terisi reaktor bertekanan air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini mungkin baterainya telah melemah, langkahnya lambat. Ia bergerak dengan suara bising seolah menanggung bebannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sulit dibayangkan bagaimana program simulasi pikiran milik Kayaba bisa berada di dalam tubuh tersebut. Tetapi hanya satu hal yang pasti: bahwa program dalam memori&lt;br /&gt;
unit 2 itu seharusnya orsinil. Tak ada kecerdasan yang mampu menahan pemikiran jika mereka adalah sebuah salinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seberapa besar suhu panas ruangan mesin yang dibutuhkan untuk merusak prototipe tubuh elektronik milik Kayaba? Menarik detonator bom akan mencegah ledakannya, tetapi jika memory Niemom rusak, kesadaran Kayaba juga akan hilang saat itu juga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kumohon, jinakan bom itu dan kembalilah kepadaku — Rinko memohon sambil menggigit bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin Kayaba Akihiko sudah siap untuk menghilang disini &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pernah dengan sukarela menghancurkan otaknya sendiri dan meninggalkan salinan pikirannya, dan sekarang ini ia akan memenuhi tujuan serta menemukan tempat untuk mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persendian tubuhnya terlihat lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki logamnya melangkah di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan susah payah berjalan, tubuh mesinnya akhirnya mencapai pintu ruang mesin. Menjulurkan tangan kanannya dan membuka panel pintu dengan gerakan aneh. Indikatornya berubah hijau dan pintu logam tebal itupun terbuka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara rentetan tembakan peluru terdengar dari pengeras suara. Niemom melindungi tubuhnya dengan kedua tangannya, lalu mundur dengan langkah yang aneh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang prajurit berbaju hitam melompat meneriakan sesuatu dari belakang pintu. Ia pasti salah satu anggota penyerang Ocean Turtle. Tetapi tidak seperti sebelumnya, ia tidak menyembunyikan wajahnya dengan helm dan kacamata. Bahkan dari video kamera pengawas, mereka bisa melihat sosoknya jika sosoknya memiliki ekspresi mengerikan di wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Appaa… Masih ada seseorang disini?! Mengapa?! Bukankah itu bunuh diri namanya....?!” Kapten Nakanishi mengerang kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa ampun, si pria menembaki Unit #2 yang sedang bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikannya bunga api terlihat, begitu juga jumlah lubang yang terbentuk di tubuh alumuniumnya. Peluru menembus kabel di seluruh tubuhnya dan oli keluar dari beberapa sendi yang ada. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ja… JANGAAANNN!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko tak bisa menahan teriakannya. Bagaimanapun, prajurit musuh di layar meneriakan sesuatu lagi dalam bahasa Inggris dan menarik lagi pelatuknya 3 kali. Robot itu mengibasnya, satu langkah, melangkah lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak! Tubuh #2 tak bisa menahannya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Takkan sempat, Letnan Nakanishi mencoba menarik lagi senjata di tangannya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa tembakan baru terdengar dari pengeras suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok ketiga berlari kedepan dari samping dan mulai menembaki. Tubuh prajurit musuh itu bergerak cepat ke kanan. Dari kanan belakang, tangan yang cekatan terus menembak tanpa ampun ke tubuh unit #2. Orang macam apa dia —?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir membuatnya lupa bernapas, Rinko membuka lebar matanya, dia akhirnya melihat musuh terkena dan menumpahkan darah, musuh yang terkapar tak bergerak di lanrai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya tim penyelamat juga perlahan berlutut ditengah-tengah lorong. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia tertunduk di samping, Rinko menggerakkan mouse dengan tangannya yang gemetaran, memperbesar kemera agar semakin dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakan di dahi. Kacamata hitam yang miring, ujung mulutnya terlihat ingin tertawa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ki… Kikuoka-san?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Letnan Kolonel…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko dan Nakanishi berteriak secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, anggota pasukan pertahanan berlarian dari ruangan. Beberapa anggota&lt;br /&gt;
keamanan juga akan mengikuti. Rinko tak bisa melakukan apapun lagi untuk menghentikannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang teknisi menuju ke arah konsol. Setelah beberapa kali memencet keyboard, terlihatlah kondisi unit 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tangan kiri, nol. Tangan kanan, 65 persen. Kali kanan dan kiri 70 persen. Kondisi baterai 30 persen. Bagus, masih bisa bergerak!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah mendengar teriakan sang teknisi, unit 2 mulai bergerak sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zzt, krak. Zzt, krak. Percikan bunga api muncul dari setiap langkahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat tubuhnya melewati pintu, Rinko memindahkan kamera untuk menunjukkan vifro di dalam ruang mesin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu anti panas kedua telah terkunci dengan tuas besar. Tangan kanan unit 2 meraihnya dan menariknya. Sikunya bergerak dengan keras, hingga percikan api dalam jumlah besar kemana-mana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kumohon…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko berbisik, dan pada saat yang sama teriakan semangat terdengar dari seluruh ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau pasti bisa, Niemom!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo, sedikit lagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ka-chunk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuasnya turun dengan suara bising.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu baja tebal pun terbuka. Udara yang sangat panas terasa menyembur keluar hingga bisa terlihat dari monitor. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Niemom tergoncang, percikan bunga api kian menjadi – jadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ahh, oh tidak!!” salah satu teknisi berteriak tiba – tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… ada apa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kabel baterainya terkena!! Jika kabel itu rusak, sumber tenaga ke seluruh tubuh akan terputus... dan ia tak akan bisa bergerak sama sekali.…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik Rinko ataupun staff lainnya berseru bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kayaba yang berada didalam unit 2 menyadari kerusakan serius itu. Ia menahan kabel yang bergetar dengan siku kanan dan terus berjalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didalam ruang mesin, suhu tingkat tinggi yang tak bisa ditahan oleh manusia biasa: reaktor nuklir masih berputar dan menghasilkan panas yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah prosedur pengaman bekerja, tuas pengontrol akan secara otomatis menurunkan suhu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika bom C4 meledak sebelum prosedur pengaman bisa dilakukan, maka dengan cepat bisa menghancurkan tuasnya. Jumlah neutron yang sangat banyak akan dikeluarkan dari reaktor nuklir dan melepaskan atom uranium secara beruntun dan tak bisa terkontrol lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Intinya yang meleleh akan menghancurkan pendingin utama dan menciptakan uap ledakan, merusak dinding penahan, dan kemudian akan membuat inti terus menembus lambung kapal, dan akhirnya menjangkau permukaan laut —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pikirannya Rinko bisa membayangkan sebuah uap asap yang keluar dari Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memejamkan mata, dan berdoa lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kumohon… Akihiko-san…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang lain dibelakang Rinko juga kembali memberikan semangat. Unit 2 mendekati reaktor nuklir perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko beralih ke kamera terakhir. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, suara bising terdengar. Gambaran di monitor berubah menjadi merah dari lampu&lt;br /&gt;
darurat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unit 2 menyeret kakinya untuk mendekati bom C4. Hanya tinggal 2 hingga 6 meter lagi bagi unit 2 untuk meloloskan diri dari udara panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya menarik denotatornya. Percikan bunga api muncul terus menerus dari seluruh tubuhnya, beberapa bagan mesinya jatuh ke lantai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayooo… Ayooo… Ayoooo!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat seperti itu telah memenuhi ruang sub kontrol, Rinko juga mengepalkan kedua tangannya dan berteriak lagi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba sebuah ledakan muncul dari punggung unit 2 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kabel hitam menjuntai dari bagian dalam tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua sensor di kepalanya mati. Tangan kanannya perlahan jatuh ke sisi samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keuda kaki mulai berhenti bergerak—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unit 2 kini benar – benar berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grafik output pada monitor utama kini telah menjadi gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara si teknisi hampir tak terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Semua output… menghilang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak percaya keajaiban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kayaba Akihiko pernah berkata kepadanya — pada hari dimana permainan kematian SAO berhasil di selesaikan dan membebaskan semua pemainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya yang penuh dengan cahaya ketenangan, mulut yang telah dipenuhi janggut tersenyum. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tetapi hari ini, aku telah menyaksikannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku sudah menghabisinya dengan pedangku; HP miliknya seharusnya turun hingga angka 0. Tetapi seolah – olah ia bisa melampaui sistem itu sendiri, ia menolak kematiannya... lalu ia menggerakkan tangan kanannya dan menusukkan pedang ke jantungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
–Mungkin, itulah momen yang telah lama aku tunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Akihiko-san!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko berteriak tanpa mempedulikan darah yang menetes dari tangan kanannya yang menggenggam erat liontin. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau si «Holy Sword» Heathcliff, kan?! Kau rival terbesar «Black Swordsman» Kirito-kun, kan?! Maka... tunjukanlah sebuah keajaiban padaku?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Blink.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Blink blink.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya merah berkedip dari sensor kepala unit 2. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian persendiannya mulai bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cahaya kecil keunguan muncul di monitor yang tadinya menghitam—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 18 - 260.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Output dari kaki dan tangan kembali menyala. Percikan bunga api masih muncul dari setiap sendinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unit… #2 telah kembali normal!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si teknisi hampir berteriak, dan secara ajaib unit 2 mulai melangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata milik Rinko terisi oleh air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayooooo!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Majuuuuu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang di ruang sub kontrol berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggerakkan kaki kanannya, oli hitam bagai darahnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyeret kaki kanannya yang terluka, Niemon mengangkat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selangkah demi selangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian baterai terjadi ledakan kecil. Tubuhnya bergoyang, namun masih melangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari tangan kanannya menyentuh bom C4 yang telah sampai di wadah penahanan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jempol dan jari telunjuknya menjangkau pemicu bom dalam C4.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan bunga api masih terus keluar dari pergelangan tangan, siku, dan sambungan bahunya hingga akhir, unit 2 menarik keluar denotatornya bersamaan dengan timer pemicu, mengangkat menggunakan tangan kanannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekilas cahaya putih menghalau rekaman video.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan detonator telah merusak jemari tangan kanan unit 2; kini tubuhnya oleng ke samping kiri—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian ia terjatuh ke lantai seperti suara piring pecah. Cahaya sensornya berkedip dan&lt;br /&gt;
menghilang. Grafik outputnya juga kini menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sementara, tak seorangpun berkata – kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian suara sorakan terdengar di ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Suara deru turbin perlahan melemah dan tak terdengar lagi, seolah seperti angin lewat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menarik napas dalam. Mereka akhirnya bisa menurunkan output reaktor nuklir yang sebelumnya ada di kondisi kritis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengusap keringat di dahinya dengan punggung tangannya dan memandang monitor laptopnya dari balik kacamatanya yang berembun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses penghentian kedua STL akhirnya telah mencapai 80% dari keseluruhannya. 17 menit telah berlalu sejak dimulainya tahap percepatan maksimum  —  yang berarti waktu di Underworld telah lebih dari 180 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu tersebut telah melewati prediksi Higa mengenai batas jiwa sebuah Fluctlight. Secara teori, besar kemungkina jiwa Kirigaya Kazuto dan Yuuki Asuna telah hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Higa mengakui bahwa dia mungkin tidak tahu apapun tentang Underworld ataupun fluctligt. Memang benar jika ia yang mendesain, membangun, dan mengembangkannya.&lt;br /&gt;
Namun, dunia buatan yang diciptakan oleh jiwa artificial telah melebihi level yang tak bisa diketahui seorangpun dalam RATH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang, seseorang dari dunia nyata yang paling mengetahui mengenai Underworld adalah Kazuto Kirigaya. Dalam usianya yang baru 17 tahun, ia memasuki Underworld tanpa&lt;br /&gt;
sedikitpun pengetahuan, rencana, namun ia telah menunjukkan kekuatan yang bahkan melebihi kemampuan 4 Super Account.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah kekuatan yang dimiliki Kirigaya Kazuto seorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada seorangpun staf RATH yang menganggap Artificial Fluctlights hanyalah program eksperimen; Kirigaya Kazutolah yang menganggap mereka sebagai manusia dari dalam hatinya. Ia memahami, bertarung, melindungi, dan mencintai mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa alasan Underworld — dan orang – orang yang di dalamnya menganggap Kirito sebagai sang pelindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika itu benar, dengan suatu keajaiban yang tak bisa dipikirkan Higa, mereka berdua mungkin bisa hidup 200 tahun lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Benar begitu, Kirito-kun?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sekarang aku memahami mengapa Letnan Kolonel Kikuoka ngotot menginginkan bantuanmu. Aku juga paham jika kami mungkin akan membutuhkan bantuanmu di masa depan nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Jadi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kau harus kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berbisik, Higa memandangi jumlah persen dari proses penghentian STL. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Rinko adalah satu – satunya orang yang masih di ruang sub kontorl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua staff pergi menyelamatkan Kikuoka dan mengambil alih ruang kontrol utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko juga ingin berlari menuju ruang reaktor dan memastikan kondisi Niemom yang kini terbaring di lantai serta melindungi program pikiran Kayaba Akihiko yang berada di dalam memori fisik Niemon. Tetapi ia tak bisa. Sebelum Higa menyelesaikan prosedur mematikan STL, ia harus mengamati kondisi monitor milik Kirigaya Kazuto dan Yuuki Asuna yang kini masih tertidir di ruang sebelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko yakin jika keduanya akan terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin keduanya memegang Light Cube Alice di tangannya lalu berkata: inilah yang kalian lindungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia ingin menyampaikan kepada mereka jika seseorang melindungi Underworld di dunia nyata. Adalah Kayaba Akihiko yang telah melindungi Light Cube Cluster dan Ocean Turtle menggunakan tubuh Niemon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak ingin keduanya memaafkan Kayaba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejahatan Kayaba Akihiko yang telah membunuh 4000 orang pemain muda takkan pernah&lt;br /&gt;
termaafkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun, ia ingin Kazuto dan Asuna mengerti dengan maksud yang Kayaba pikirkan dibalik tujuan itu &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko memejamkan mata dan kedua tangannya menggenggam kotak duralumin yang emnyimpan Light Cube Alice saat mendengar suara Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Rinko-san, 60 detik lagi sampai prosedur log out sukses.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baik. Aku akan menjumpai mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kumohon. Sepertinya aku tak bisa memanjat tangga ini seorang diri... Juga, Kiku-san telah turun untuk mengecek situasi, bagaimana kondisinya? Aku rasa ia sedang terluka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko tak bisa memberinya jawaban. Sudah berlalu tiga hingga empat menit sejak Kapten Nakanishi berangkat menemani Letnan Kolonel Kikuoka yang sedang berbaku tembak dengan musuh di tengah ruang mesin, ia terjatuh dan Rinko masih belum mendengar kabar daru Nakanishi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Kikuoka bukanlah seseorang yang mudah menyerah sebelum tujuannya tercapai. Pria itu selalu bersikap kalem, dan selalu mengatasi masalah bagaimanapun beratnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Yeah, letnan kolonel akan kembali. Seperti jagoan dalam sebuah film Hollywood.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin, itu tak seperti dirinya.... 30 detik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan ke ruang STL. Hubungi aku jika terjadi sesuatu. Berhasil log out.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko mengakhiri percakapan, mengambil kotak duralumin, meninggalkan consol, dan menuju ruang STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik sebelum ia sapai ke pintu, pengeras suara di ruang ini berbunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Disini ruang mesin! Doctor… Bisakah kau mendengarku, Dr. Koujiro?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko berhenti mendadak, lalu ia berteriak di saluran suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“YA, aku bisa mendengar! Ada apa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I-Itu… bom C4 telah dilepas, tetapi... menghilang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghilang?… Apa yang menghilang…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unit #2. Kita tak bisa menemukan tubuh Niemon di ruang mesin!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Timer di sebuah jam digital telah di set dan kini berdetak pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meringkuk di pojok sebuah kapal selam kecil, ia berusaha untuk mendengar suara keras dari luar. Setelah beberapa detik ia tak bisa mendengar suara ledakan, ia mengeluarkan nafas lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak yakin apakah ia harus senang ataupun takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu hal yang pasti yaitu bom C4 yang telah dipasang di reactor Ocean Turtle tidak meledak. Dan tuas pengontrolnya juga tidak berhasil dirusak, sehingga ledakan yang ia tunnggu tidak terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hans masih berada di ruang mesin Ocean Turtle, jika ia baik-baik saja, ia pasti akan mengatur pemicu secara manual, jadi kemungkinan sudah tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah terpikirkan bagi Critter yang seorang prajurit bayaran akan menaiki kapal selam ini dan yakin ia akan tewas. Sungguh hal yang aneh saat Brigg membicarakannya, tetapi mereka berdua tewas di tempat yang sa,a.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Yah, Ada banyak hal yang tak aku pahami…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter berujar pelan, mengembalikan jam miliknya ke kondisi semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar  —  Kapten Miller dan Vassago telah tewas sebelum Hans dan kawannya. Mereka berdua mungkin memiliki motif lain selain uang. Hal itu membuat Kapten dan Vassago terbunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika memang seperti itu, Criter dan sisa anggota yang ada dalam kapal selam akan mendarat dengan selamat setelah gagal menjalankan operasi mereka. Penyewa mereka, sebuah kontraktor militer Glowgen Defense Systems, adalah perusahaan yang berkembang setelah bekerja sama dengan NSA ataupun CIA, dan tampaknya mereka tak segan untuk memecat para agen lapangan yang gagal. Kita semua akan mungkin akan di paksa tutup mulut saat kembali ke benua Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menjamin keamanan Critter, sebuah kartu memori mikro yang diambil diam-diam dari Ocean Turtle telah tertempel di tengah dadanya menggunakan selotip tahan air. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak yakin bagaimana benda ini akan melindunginya, tetapi setidaknya ia tidak akan menerima tempakan di kepala. Tidak seperti bagaimana Vassago dan Kapten Miller tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialannn…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter mengendus dan mengalihkan pandangannya ke arah kantong mayat yang berada di bagian ujung kapal selam. Ia bergidik saat melihat wajah kematian Kapten Miller yang mengerikan — kemudian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Huh? Dua?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyipitkan kedua alisnya dan memandangi kegelapan di kapal selam., bagaimanapun ia melihatnya, hanya ada dua kantong mayat. Ini tak cocok. Meninggalkan Hans yang masih ada di Ocean Turtle, seharusnya ada total tiga kantong mayat.: Kapten Miller, Vassago, dan Brigg.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Hei, Shack.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sikunya, ia menyentuh teman yang berada paling dekat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Timmu bertugas mengumpulkan mayat, benar kan? Mengapa hilang satu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudmu? Hanya ada Brigg di tengah lorong dan Kapten Miller di ruang STL. Siapa lagi yang tewas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… ada seorang lagi di ruang STL …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya ada jasad kapten disana. Sialan, wajah sang kapten saat tewas? Benar – benar mengerikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mematung, Critter menarik tangan kanannya, dan melihat seluruh ruangan kapal selam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembilan anggota pasukan, terlihat sangat kelelahan kini duduk di pojok. Sosok Wakil Kapten Vassago Casals tidak diantara mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter yakin jika Kapten Miller tewas di ruang STL, tetapi ia hanya melihat tubuh Vassago. Kulit Vassago tampak tidak memiliki darah dan rambutnya memutih, ia terlihat tak hidup. Terlebih lagi, jika ia masih hidup, mengapa ia tak masuk ke kapal selam?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otaknya tak mau berpikir lebih jauh lagi, Critter memeluk lututnya sambil berdiam diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kapal selam ini berhenti di kapal selam bertenaga nuklir «Jimmy Carter» sepuluh menit lagi, si hacker akan tetap diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
19 menit dan 40 detik telah berlalu sejak tahap percepatan maksimum—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Soul Translators #3 dan #4 yang berada di ruang STL 2 Ocean Turtle telah selesai melakukan prosedur log out.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun terlambat sekitar tiga menit, tahap percepatan maksimum telah berhenti dan pendingin ruangan juga berhenti, tak ada suara lagi di Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluar dari STL dengan bantuan Dr. Koujiro Rinko dan Sersan Satu Aki Natsuki, Kirigaya Kazuto dan Yuuki Asuna — tidak terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aktifitas Fluctlight mereka telah turun ke batas minimum, sudah jelas jika aktivitas mental mereka telah turun sampai ke titik nol/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Rinko menggenggam erat kedua tangan mereka sambil memanggi nama keduanya, air mata membasahi wajah Rinko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum kecil mewarnai bibir keduanya, Kirito dan Asuna kembali tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Clack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara itu berhenti di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian seseorang memanggil namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kirito-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang pelan namun jelas, sesseorang yang kukira tidak akan kujumpai lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu selalu cengeng saat sendiri... aku memahaminya. Semua yang kamu lakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan, aku mengelap wajahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri disana dengan tangan di belakang sambil tersenyum adalah Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak tahu harus berkata apa. Aku hanya mematung sambil melihat wajah Asuna. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angin sepoi – sepoi menerjang, seekor kupu – kupu menikmati angin tersebut, lalu pergi ke langit biru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna melihatnya pergi, kemudian menatapku lalu mengulurkan tangannya tanpa berkata – kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berpikir jika ia akan menghilang jika aku menyentuhnya. Tetapi kehangatan yang memancar dari telapak tangannya memang benar – benar Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tahu. Ia tahu jika dunia ini akan segera dikunci. Keluar ke dunia nyata berarti akan terlewati wajtu yang sangat lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa ia memutuskan untuk tinggal. Demi aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggenggam tangan kecil Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memeluknya, aku menatap mata cantik tersebut sekali lagi dari jarak dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih tak bisa berkata apa – apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi aku merasakan jika aku tak membutuhkan kata – kata. Aku memeluknya lebih erat/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan memeluk kepalanya, Asuna berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Alice pasti akan marah saat kita tak ada di sisi dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membayangkan mata biru Alice terisi kemarahan, aku tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa. Selama kita bisa mengingatnya. Selama kita tak melupakan tiap dekit waktu yang kita habiskan bersamanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ya. Kamu benar. Selama kita tak melupakan Alice … Liz, Klein, Agil-san, Silica… dan Yui, kita akan baik – baik saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami mengangguk, dan melihat kembali kuil yang tak berpenghuni ini sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan fungsinya yang berhenti, «World End Altar» hanyalah kuil kosong yang berada di ujung dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami berbalik, bergandengan tangan dan mulai berlari di jalanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melewati beberapa bunga, kami tiba di bagian utara pulau mengambang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah langit yang sekarang bewarna biru, dunia membentang sejauh mata memandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna melihatku dan berujuar :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, berapa lama kita akan tinggal di dunia ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Butuh waktu untukku menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka sih ngomong sekitar 200 tahun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangguk dan tersenyu,, wajah cerianya tidak berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama aku bersamamu, seribu tahunpun tak masalah …… Nah, ayo pergi,  Kirito-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ya. Ayo Asuna. Masih banyak hal yang kita lakukan. Dunia ini baru saja terlahir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan begitulah, kami bergandengan tangan lalu membuja sayap dan terbang ke langit biru tiada akhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_18_Bab_22&amp;diff=560591</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 18 Bab 22</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_18_Bab_22&amp;diff=560591"/>
		<updated>2020-01-29T14:41:56Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: /* Bab 22 -  Pertempuran Penentuan (Hari Kedelapan Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 22 -  Pertempuran Penentuan (Hari Kedelapan Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata makian tersebut keluar dari mulut Critter, penyedia informasi bagi pasukan penyerang Ocean Turtle, ia masih memandangi layar besar diatas konsol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Titik merah yang berada di puncak 30.000 kini mulai menghilang seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, pemain VRMMO Cina dan Korea yang dimasukkan kedalam Underword atas usul Vassago, dengan suatu alasan telah di log out paksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Titik biru Pasukan Kerajaan Dunia Manusia dan titik putih Pemain Jepang yang sebelumnya dikepung kini masih berjumlah ribuan. Itu jumlah yang tidak cukup banyak, dan jika mereka memiliki kemampuan untuk melenyapkan kombinasi pasukan Korea dan Cina, maka berarti mereka lebih berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa yang dilakukan si sialan Vassago?…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter mengomel sambil memandangi satu titik di monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada satu titik merah yang masih menyala berada di dekat pemain Jepang. Itu Vassago yang sebelumnya mengkonvert akun miliknya dan masuk menggunakan STL. Dia tepat berada didepan musuh, tetapi dia tidak bergerak sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia menjadi tawanan dan tak bisa bergerak? Atau dia masih memiliki rencana rahasia lain untuk mengalahkan musuh ─?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter memandangi ke ruang STL, ia ingin menampar Vessago dan membuatnya bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa mereset akun sementara Hak Istimewa Administrator Underworld masih terkunci. Dengan kata lain, jika ia memaksa Vassago log out, ia tak akan bisa menggunakan akunnya lagi. Apa yang bisa Critter lakukan saat ini adalah membatasi batas akselerasi, yang mana terpisah dari Program The Seed, ia harus berhati – hati menjalankannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter mengambil nafas dalam – dalam dan melebarkan peta dilayar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berada di bagian paling selatan Underworld, ia bisa melihat satu titik merah lain yang masih bergerak. Itu pastilah sang kapten operasi ini, Gabriel Miller.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang harus ia pertimbangkan adalah jika Pasukan Kerajaan Dunia Manusia bisa menyusul Captain Miller yang kini masih mengejar Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil mengirimkan banyak pemain dari Amerika, Cina, dan Korea bisa menghambat Pasukan Musuh yang ingin menuju selatan. Tetapi kini Kapten Miller telah berada ratusan mil jauhnya didepan sana. Sebuah jet tempur tak akan bisa menyusul jarak tersebut dengan seketika, tapi hal seperti itu tak mungkin ada di Underworld. Paling hanya makhluk bersayap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─Tak mungkin musuh bisa menyusul Kapten.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter akhirnya memutuskan setelah berpikir selama tiga detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang jam yang ada di tangan kirinya. Jam tersebut menunjukkan tanggal 7 Juli pukul 9:40 AM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada sekitar delapan jam dua puluh dua menit hingga Tim Pasukan Pertahanan Jepang menyerang. Kapten Miller telah memberikan perintah untuk mereset akselerasi ketika delapan jam tersisa, yaitu pada pukul 10:00AM. Tetapi karena semua pemain telah dihancurkan, ia tak bisa menunggu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karenanya, ia akan mengubah akselerasi waktu menyadi 1.000 kali lipat, dan memberikan sedikit waktu bagi Kapten Miller agar bisa menangkap Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin … Bertahanlah sebentar lagi, Vassago.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara kepada titik yang tak bisa bergerak di medan peperangan, Critter menjulurkan tangannya menuju tuas pengontrol rasio Akselerasi Fluctlight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat kecepatan yang ditampilkan di monitor, tetapi matanya tertahan pada skala yang ada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarum penunjuk kini masih berada di angka x1, jumlah angka tersebut ditandai setiap ×100, dan ×1.000 pada garis merah di pojok sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu skala tersebut terus naik hingga x1.200. Tampaknya itu adalah batas aman bagi jiwa manusia yang masuk menggunakan STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi angka tersebut masih berlanjut hingga lebih jauh, dan berhenti di x5000. Jika tidak ada manusia yang dive ─ jika hanya penduduknya adalah Artificial Fluctlights, maka kecepatan akselerasi tersebut bisa ditingkatkan sampai titik tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu akselerasi tersebut diatur menggunakan tuas yang ada di konsol, lalu menekan tombol yang ada di sisinya. Berhati – hati menyentuh tombol tersebut, Critter perlahan menekan tuas keatas seperti mengoperasikan sebuah pesawat yang akan lepas landas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecepatan di layar meningkat, dan angka kecepatan akselerasi semakin naik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat menyentuh ×1.000, ia mengalami sedikit masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menekan agak keras, lalu tuas tersebut bergerak lagi dan berhenti pada ×1.200. Saat ini, tuas tersebut tidak menunjukkan tanda – tanda bisa digerakkan bagaimanapun ia mendorongnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oof……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ingin tahu Critter memasukinya. Ia mulai melihat tuas logam tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia seketika menyadari sebuah lubang kunci keperakan disamping tombol konfirmasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya mulai menyeringai saat ia menggaruk – garuk rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika batas aman adalah 1.200 kali lipat, maka zona bahaya yang sebenarnya ada diatas itu. Sepertinya bukan masalah jika ia mencoba untuk membuka zona bahaya ketika saat – saat mendesak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memutar kursi disampingnya, Critter menjentikkan jarinya kepada anggota tim lain yang ada di Ruang Kontrol Utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, adakah yang ahli membuka sesuatu yang terkunci?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─Begitu lembut… begitu harum…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pastilah tidur paling nyenyak yang ia alami selama beberapa bulan ini. Itulah mengapa Higa Takeru selalu menolak sebuah suara yang terdengar di telinganya yang mencoba untuk membangunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… ey, Higa-kun! Dengarkan aku! Hei, buka matamu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─Suara itu sepertinya sangat keras kepala. Seolah ia akan mati atau semacamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─Sekencang apapun. Aku tidak terkena tusukan kok; aku telah… tertembak…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“───AHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatan milik Higa mulai bangun, Higa berteriak seketika ia membuka matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didepannya ia melihat sebuah wajah paruh baya yang memakai kacamata hitam menyilaukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AHH?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berteriak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin mundur secara reflek, tetapi tubuhnya tak mematuhi sang tuan. Malahan ia merasakan rasa nyeri di pundak kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─Benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku telah ditembak oleh pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kehilangan banyak darah tetapi aku menghiraukannya karena mementingkan menjalankan STL. Aku memasukkan Output Fluctlight milik ketiga gadis itu menuju STL milik Kirito-kun, tetapi ia masih tak terbangun... lalu aku memikirkan itu …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ki-Kirito-kun, apakah ia─”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bertanya, sambil menjaga jarak dari pria yang memandanginya dengan jarak yang sangat dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara perempuan menjawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aktivitas Fluctlight milik Kirito-kun telah pulih, malahan sangat aktif.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku.. aku mengerti…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bergumam, suaranya terdengar lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemulihan diri dari kondisi seperti itu seperti sebuah keajaiban. Tetapi kondisi dirinya yang kehilangan banyak darah dan masih hidup lebih ajaib lagi ─&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berpikir sambil memastikan kondisi dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terbaring di lantai pada Ruang Sub Kontrol. Bagian tubuh atasnya telanjang dan pundaknya di perban. Sebuah jarum tranfusi darah berada di lengan kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang mencurigakan, errr, Kikuoka Seijirou berada di samping kirinya. Ia duduk dilantai sedangkan dibagian kanan adalah Dr. Koujiro Rinko; ia telah melepaskan gaun putihnya. Berada di depan sana adalah Sersan Satu Class Aki Natsuki, seorang perawat yang sedang mengganti kantung darah Higa. Ia pastinya orang yang menyembuhkan lukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menatap lagi pada Kikuoka yang masih terdiam dari tadi, lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Syukurlah… kan sudah kubilang jangan terburu – buru … ──Tidak, ini salahku karena tidak menyadari ada mata – mata di bagian teknisi …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut poni Kikuoka berantakan dan kucuran keringat menetes hingga ke kacamata miliknya. Setelah melihat lebih jelas, Rinko juga bercucuran keringat; tampaknya keduanya berusaha dengan gigih untuk membangunkan Higa. Maka dari itu, sensasi nyaman ketika ia mengigau adalah …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
───Huh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang menekan dadaku dan melakukan pernafasan buatan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa hampir keceplosan bertanya, tetapi langsung menutup mulutnya. Ada hal – hal di dunia ini yang lebih baik tak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malahan, ia menanyakan banyak pertanyaan yang lebih penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kondisi Underworld… Bagaimana Alice?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka menekan bahu kiri Higa dan membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pemain dari America, Cina, dan Korea telah ter log out. ─Dan juga, ada hampir 30000 pemain dari Cina dan Korea, tetapi mereka telah kalah …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh?… Cina dan Korea juga?! Bukan sebagai bantuan... melainkan musuh?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hampir melompat, tetapi merasakan rasa sakit di pundak kanannya. Suster Aki datang mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenanglah! Peluru tadi berhasil menembusmu, butuh waktu lama untuk menghentikan pendarahannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M-Mengerti…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa akhinya tenang, lalu Rinko menjelaskan seluruh kondisi saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“─Mengenai pemain Cina dan Korea, sepertinya media sosial digunakan untuk memancing pemain game online dan memicu konflik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah… tak apa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berbisik pelan. Ia bergabung dengan Project Alicization karena… ia terinspirasi oleh sahabatnya dari Korea yang telah meninggal karena serangan bom teroris saat wajib militer di Iraq. Tetapi jika situasi saat ini disebabkan oleh serangan pemain Amerika, masih ada banyak situasi menegangkan antara pemain Jepang dan Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggelengkan kepala dan sambil menahan rasa sakit, Higa mengajukan pertanyaan lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berapa jumlah pemain yang datang dari Cina dan Korea?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya sekitar 30.000. sedangkan 2.000 pemain dari Jepang yang datang membantu benar – benar dikalahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka memejamkan mata untuk sesaat, lalu melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada saat itu, masih ada sekitar 20.000 pemain Cina dan Korea, sungguh tak beruntung bagi mereka ketika Kirito-kun terbangun dan tiba – tiba .... …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, apaaa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menyela jawaban sang komandan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun, seorang diri … dengan tiba – tiba mengalahkan 20.000 pemain? Tak mungkin, tidak ada senjata ataupun command di Underworld yang bisa mengalahkan musuh sebanyak itu. Ataukah... memang ada ya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, Higa akhirnya mengingat percakapan sebelum Yanai menembaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain mata – mata bagi para penyerang, Bawahan Sugou Nobuyuki yang bernama Yanai juga terobsesi dengan Artificial Fluctlight bernama «Administrator». Situasi macam apa yang ia rencanakan sampai sejauh ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, «Orang Keempat» yang terhubung kedalam STL milik Kirigaya Kazuto ─ adalah sebuah keadaan tak biasa dalam Main Visualizer. Meskipun begitu, tidak, dia telah menjadi kunci penting terbangunnya Kirito. Higa tidak menduga sebuah objek bisa menampilkan ekspresi seperti seorang manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hei… Kiku-san…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bergumam pada komandan, sambil menahan rasa nyeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita… mungkin telah… menciptakan sesuatu yang tak terpikirkan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari dalam speker di Ruang Sub Kontrol terdengar suara alarm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sesuatu yang telah Higa pasang: suara Waktu Akselerasi telah dirubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awan kelabu melewatiku dan Asuna dengan kecepatan mengagumkan. Langit merah darah dan tanah kehitaman membentang luas sejauh mata memandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada satu orang yang bisa melakukan Art untuk terbang di seluruh Kerajaan Manusia, dialah Pemimpin Tertinggi ─ Integrity Knight Alice pernah berkata padaku. Karena Pemimpin Tertinggi dan «Belahan Jiwanya», yang bernama Cardinal telah tiada di Underworld. Tak mungkin ada cara untuk mempelajari bagaimana mereka bisa menggunakan Art Terbang. Itulah mengapa kemampuan yang kugunakan untuk terbang di Tanah Kegelapan tidak berhubungan dengan Art jenis apapun, melainkan kemampuan yang kugunakan untuk memanipulasi hal menggunakan imajinasiku … kemampuan yang disebut para Integrity Knights dengan nama «Incarnation».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Binatang peliharaan milik Cardinal yang bernama Charlotte telah melindungiku sejak aku meninggalkan Desa Ruild, dan sekarang aku bisa mendengar kata – kata miliknya sekali lagi di dalam telingaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Setiap macam Art adalah sebuah panduan untuk memfokuskan Incarnation milikmu … Imajinasimu. Kamu tak perlu perapalan kata – kata ataupun medium lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sekarang, hapus air matamu dan berdiri. Rasakanlah. Doa – doa dari para bunga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kebenaran dari Dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku menutup diri dari dunia di sekitarku setelah pertarungan dengan Administrator di lantai tertinggi Kathedral Pusat Gereja Axiom, hingga aku terbangun beberapa menit lalu, aku tampaknya bisa menghubungkan diri dengan «kebenaran» dari dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa merasakan dengan jelas, Sacred Power yang berputar di udara di sekelilingku dan aku bisa mengubahnya dengan sangat mudah menjadi elemen – elemen yang dibutuhkan untuk menciptakan sebuah Art. Meskipun aku menggunakan Pelafalan saat menyembuhkan Life milik Klein dan Lisbeth. Aku seharusnya bisa menciptakan efek yang sama menggunakan imajinasiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini aku bisa terbang bersama Asuna dengan menciptakan Aerial Elements terus menerus dibelakang tubuh kami seperti sebuah mesin jet. Kita lebih cepat dari seekor naga, tetapi kita masih perlu waktu lima menit agar bisa menyusul Alice dan naga yang ia tunggangi ke selatan sana, Amayori.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada banyak kata – kata, permintaan maaf, dan terima kasih yang ingin aku sampaikan kepada Asuna, tetapi sekeras apapun aku mencoba. Aku tak bisa menatap langsung matanya bahkan saat aku terbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku terbangun, setelah semua darah dalam tubuhku berubah menjadi cahaya. Ingatanku perlahan mulai kembali dalam kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada pada kenangan malam sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhku diposisikan di tengah tenda, Asuna, Alice, Ronye, dan Sortiliena duduk melingkariku. Masing – masing mereka mengobrol mengenai kenangan tentangku... lebih tepatnya, mereka bergiliran mengungkapkan kelakuanku yang tak bagus. Kejadian tersebut untukku adalah suatu “Neraka Hidup”?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kirito-senpai sering keluyuran keluar Akademi untuk membeli sekantung Pai Madi dari toko Deer Leap atau Kue Buah dari toko Sunflower, lalu membagikannya padaku dan Tiese.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku jadi teringat, ketika aku lulus dia membawakanku beberapa Bunga Zephyria yang hanya bisa ditemukan di Kerajaan Barat. Ia berkata padaku jika Kirito butuh waktu setahun untuk merawatnya hingga mekar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Ronye dan Sortiliena membagikan pengalaman mereka...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ketika kami memanjat dinding luar Kathedral, Kirito mengambil daging dari kantongnya dan membagikan separuh porsi padaku. Ia memanaskan dagingnya terlalu cepat dengan Thermal Element dan hampir menghancurkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ketika aku bertemu dengannya pertama kali, dia memberikanku sebuah roti hitam dengan cream diatasnya. Dan kami makan tart blueberry, dadar gulung, dan makan banyak makanan enak lainnya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice dan Asuna mulai menggunakan cerita bertema makanan entah mengapa. Lalu berganti dengan hal – hal yang pernah aku lakukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bisa menggaruk kepalaku dan menguap saat kami terbang dengan kecepatan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Arrrgh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kesadaranku buyar, penciptaan dan pelepasan Aerial Elements terganggu. Angin kencang menerpa seluruh tubuhku dan mengguncang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial, aku membuat jubahku menjadi sepasang sayap untuk menstabilkan diri. Tetapi saat aku akan melakukannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… YAHHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berteriak dan terjatuh seperti sebuah batu dari atas, aku merentangkan kedua tanganku dan menangkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghindari bahaya, aku menatap mata Asuna. Aku harus meminta maaf sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna, tidak seperti yang kamu pikirkan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kata – kataku bagaikan alasan ketimbang permohonan maaf, aku tak bisa menarik kata – kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak ada yang terjadi antara aku, Liena-senpai, Alice, juga Ronye, sungguh! Aku bersumpah pada Dewi Stacia, tak terjadi A-P-A-P-U-N!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar penjelasanku, wajah Asuna—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi tersenyum. Ia meraih wajahku dengan tangan rampingnya lalu berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kamu tak berubah sama sekali Kirito-kun. Mereka berkata jika kamu sudah ada disini selama dua tahun, jadi kukira kamu akan lebih sedikit... dewasa....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, air mata menetes dari mata Asuna. Ia lalu berkata dengan suara serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengagumkan… Kamu Kirito-kun… kamu tidak… berubah sama sekali… Kirito-kun…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata Asuna menusuk hingga hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Aku… adalah aku. Tak mungkin aku berubah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena… kamu seperti dewa dunia ini. Kamu membekukan seluruh pasukan tadi... menyembuhkan dua ribu orang sekaligus.. dan sekarang.. terbang...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bisa tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya terbiasa dengan dunia ini. Untuk terbang, dengan cukup latihan kamu bisa melakukannya juga kok, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tak apa aku tak bisa terbang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya ingin kamu menggendongku seperti ini terus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tersenyum, lalu memelukku erat –erat. Aku membalas pelukannya dan berkata lagi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh… terima kasih, Asuna. Bahkan ketika kamu terluka parah, kamu masih berusaha melindungi penduduk Underworld… pasti terasa menyakitkan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua tahun lalu, saat aku tertebas oleh goblin di Puncak Pegunungan di Ujung, aku menyadari bagaimana rasanya sakit di dunia ini. Itu hanyalah luka ringan di pundak, tetapi terasa begitu menyakitkan hingga aku tak bisa berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Asuna telah menghadapi pasukan PoH secara langsung hingga detik – detik terakhir dengan seluruh luka di tubuhnya. Tanpa perjuangan Asuna, Tiese, Ronye, dan seluruh Pasukan Pertahanan, mereka pasti sudah kalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan… Bukan hanya aku saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggelengkan kepalanya lalu bercerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sinonon, Leafa-chan, Liz, Silica-chan, Klein-san, Agil-san… juga Sleeping Knights dan teman – teman dari ALO, mereka telah berjuang keras. Renri-san si Integrity Knight, para Penjaga Kerajaan Manusia, Sortiliena-San, Ronye-san, Tiese-san, juga…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik ini, tubuh Asuna seolah menjadi tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum mendengarkan lanjutannya, aku akhirnya menyadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Oh, benar, Kirito-kun! Komandan Knight… Bercouli-san juga mengejar si Kaisar sendirian …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangguk perlahan, dan menggelengkan kepala pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sadar Integrity Knight tertua yang tak pernah kutemui secara langsung, Bercouli Synthesis One, telah menghilang dari dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum peperangan dimulai, kami bertemu melalui «Pedang Imajinasi». Dalam kenanganku yang perlahan bangkit, aku menyadari jika Bercouli telah siap menerima kematiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhir masa hidupnya selama tiga ratus tahun, ia memilih untuk melindungi Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memahami arti gelengan kepalaku. Asuna semakin memelukku erat dan menangis. Lalu ia mengusap matanya dan lanjut bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apakah Alice-san… selamat…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, dia masih belum tertangkap. Ia hampir sampai di ujung selatan Tanah Kegelapan … System Konsol Ketiga. Tetapi tampaknya ada hawa mengerikan yang mengejarnya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti… kita harus melindunginya, demi Bercouli-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Asuna perlahan menjauh dariku. Wajahnya berlinangan air mata, namun terisi tekad kuat. Aku mengangguk padanya. Namun aku melihat rasa ragu di mata Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi untuk sekarang... walau hanya sebentar, kamu hanya milikku Kirito-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya mencibir dan bertemu dengan punyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah langit merah Tanah Kegelapan, aku mencium Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, akhirnya. Aku menyadari mengapa aku terbangun di dunia ini dua tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari Minggu di bulan Juni di Dunia Nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku berjalan pulang menuju rumah Asuna, aku diserang oleh pelaku ketiga dalam «Insiden Death Gun», Johnny Black si pemimpin guild merah «Laughing Coffin». Ingatanku menjadi samar setelah aku disuntik dengan succinylcholine dari jarum suntik bertekanan tinggi. Aku mungkin berhenti bernafas atau mengalami kerusakan otak, jadi aku dimasukkan kedalam STL dan Underworld untuk pengobatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suatu alasan, PoH si pemimpin Laughing Coffin ada diantara orang – orang yang menyerang Ocean Turtle. Ia kini telah menjadi sebuah pohon di Tanah Kegelapan seperti pohon Gigas Cedar ukuran mini. Jika waktu akselerasi meningkat lagi sebelum disconnected paksa dari luar, aku tak bisa membayangkan berapa minggu ia akan terbangun dalam kondisi buta dan tuli akibat perbuatannya. Ia mungkin akan menjadi sepertiku selama setengah tahun ini. Terasa kejam bukan, tetapi aku tidak melebih – lebihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu berusaha membunuh Asuna.. dan penduduk Underworld yang kusayangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah agak lama berciuman, Asuna mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengingatkanku atas waktu itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berkata lalu mulutnya tertutup. Aku tahu mengapa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengingat ciuman yang kita lakukan dibawah matahari terbenam ketika kastil melayang mulai runtuh, setelah permainan kematian SAO diselesaikan. Itu adalah ciuman perpisahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tersenyum dan mencoba menyingkirkan rasa canggung ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo. Kita kalahkan Kaisar Vector, menyelamatkan Alice, dan kembali ke dunia nyata …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum aku bisa menyelesaikan kalimatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara nyaring terdengar dalam kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun!! Kirigaya-kun!! Kau bisa mendengarku?! Kirito-kun!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara serak ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei… apa itu kau, Kikuoka-san? Bagaimana kau bisa menghubungiku tanpa sebuah system console…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak ada waktu menjelaskannya! Hal buruk telah terjadi.. Waktu Akselerasi.. FLA... mereka telah ...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Brigg merah dan berjenggot ketika ia memasukkan dua kabel logam kedalam lubang kunci kemudian ia berbalik pada Critter dengan perasaan tak enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serahkan masalah ini padaku. Ia telah mengajukan diri, tetapi siapapun yang mendesain mekanisme keamanan Waktu Akselerasi benar – benar berbeda dari apapun yang pernah ia temui. Jemari Brigg yang bergerak perlahan kini mulai menjadi liar, ia memaki tanpa henti dan suaranya semakin keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duduk dibelakangnya, Hans melihat jam tangan di lengan kirinya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kannn, tiga menit berlalu! Dua menit lagi kau hutang limapuluh dolar padaku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam kataku! Dua menit cukup bagiku... untuk membuka benda ini... lalu berenang ke Hawaii... dan kembali …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kabel didalam lubang kunci mulai berbunyi, Critter hampir berkata “Istirahat saja dulu”. Tetapi kedua orang ini mulau bertaruh dan tak mungkin mereka berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satu menit tersisa. Siapkan isi dompetmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Brigg berteriak, berdiri dan melemparkan kabel ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerah nih? Critter berkomentar dalam kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berkata – kata lagi, si prajurit berwajah merah terdiam dan melihat lubang kunci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, tunggu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya menatap heran kepada Brigg yang sedang menyarungkan kembali pistolnya, ia menatap Hans lalu menuju Critter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terbuka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menatap sebuah lubang yang terbuka selebar dua inci di Kontrol Panel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan didalamnya berpercik beberapa kali lalu ia mulai menggerakkan tuas besi. Tuas itu bergerak lima inci, lalu berhenti lagi. Critter mengecek monitor dan melihat jumlah kecepatan adalah 1.200 sesuai yang ia inginkan — dan batasan angka tersebut berhenti pada ×5000.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lima… rib……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika Critter hendak menghitung berapa banyak waktu jika dibandingkan dengan satu detik dunia manusia dengan Underworld— ada bunyi logam terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuas kontrol yang seharusnya berhenti di angka batasan, kini mulai melaju lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“App… apaan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter berguman dan dihadapan matanya, angka yang tampil di monitor melebihi 5000 — 1.0000…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tidak, kita masih oke. Selama aku tidak menyentuh tombol konfirmasi, kecepatannya tidak akan berubah. Kita masih bisa menggerakkan tuas kembali ke posisi semula..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei… Jangan sentuh apapun!! Siapapun dilarang menyentuhnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter berteriak keras memantau Hans dan Brigg agar menjauh dari monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hendak menyentuhkan jarinya ke tuas, lalu menggerakkan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Criter menyentuh tuas, ada sebuah ledakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelindung tombol konfirmasi berwarna merah yang ada dihadapannya meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Monitor besar yang ada di dinding Ruang Kontrol berubah berwarna merah, sebuah alarm terdengar dari dalam speaker. Hitung mundur lima belas menit muncul di monitor dan mulai turun dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia mendengar suara alarm lagi, sebuah tanda jika seseorang telah bermain – main dengan Percepatan Watku, hal itu membuat Higa ingin berdiri tetapi hanya mengalamai rasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Higa-kun! Kan sudah kubilang jangan memaksakan diri …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dr. Koujiro berjalan dan menyentuh punggung Higa, tetapi seketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Monitor di Ruang Sub Kontrol beruah menjadi merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa yang terjadi?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka berteriak. Ia mencoba berdiri dibantu Rinko, Higa mencoba mengintip apa yang dilakukan si komandan pada console.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang muncul disana adalah sebuah pesan yang menunjukkan tiga lapis pelindung mekanisme pengatur kecepatan waktu telah ditembus, dan seluruh Underworld telah memasuki tahap kecepatan maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apaa…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa hanya bisa berkata seperti itu, jadi Dr. Koujiro bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudnya ‘tahap kecepatan maksimum’?! bukankah batas Fluctlight Acceleration adalah 1.200 kali lipat?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Itu adalah batas orang – orang dari dunia nyata yang dive kedalam... batasan sebenarnya adalah 5.000 kali jika hanya ada Artificial Fluctlights didalamnya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa membalas, mata sang profesor terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“5.000?! Maksudmu... satu detik disini adalah delapan puluh menit di Underworld… Delapan belas detik disini berarti satu hari penuh didalam sana.!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah hitungan kasar, tetapi Higa dan Kikouka menggelengkan kepalanya bersama – sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa aku salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“1.200 kali adalah batasan aman yang kami tentukan ketika «Jangka Hidup sebuah Jiwa» seorang manusia dari dunia nyata memasukinya… 5.000 kali adalah batasan apa yang bisa kita amati Underworld dari dunia kita… seperti itulah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa mencoba menjelaskan secara sederhana, dan tampaknya Dr. Koujiro sedikit memahami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma-Maka… apa maksudmu batasan…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kamu tau kan jika Underworld diciptakan dan dihitung menggunakan photon. Kecepatan menerima photon secara teori terbatas dalam Main Visualizer… dengan kata lain, batasan tersebut ditentukan oleh bentuk server penghubung …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke oke, katakan saja langsung! Berapa jumlah batasan normal yang bisa diterima?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa memutarkan pandanganya dari monitor ke wajah Rinko, lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam tahap kecepatan maksimum.. kecepatan FLA sekitar diatas lima juta kali. STL yang terhubung dari kantor cabang Ropongi tidak bisa menerima kecepatan sehebat itu, maka meraka secara otomatis akan terputus jaringan.. tetapi bagi Kirigaya-kun dan Asuna-san, yang dive menggunakan STL dalam Ocean Turtle …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu menit di dunia nyata – berarti sepuluh tahun di dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin setelah menghitung dalam pikirannya, mata Rinko terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya Tuhan... cepat... cepat. Kita harus mengeluarkan Asuna-san dan Kirigaya-kun dari STL!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si professor akan berdiri sebelum Higa menggenggam tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, Rinko-san! Akselerasi telah dimulai, jika kita mengeluarkan mereka secara paksa Fluctlight mereka akan rusak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka cepatlah putuskan koneksinya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu mengapa aku harus merangkak hingga kesini? Mesin STL hanya bisa dioperasikan dari Ruang Kontrol Utama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berteriak dengan marah. Lalu melihat sang komandan yang ada di depan konsol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka tampaknya mengetahui apa yang ingin Higa katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kiku-san. Aku akan pergi kesana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika Aki mendengar hal ini, ia membuka mulutnya dengan ekspresi tertegun. Tetapi langsung menutupnya. Ia mendekat dan membisikkan “Aku akan melepas saluran pipa”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang komandan mengangguk pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengerti. Aku juga akan ikut. Aku yakin aku masih cukup kuat untuk menaiki tangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… Tak boleh, letnan kolonel!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan itu berasal dari Kapten Nakanishi, si pemimpin regu penyelamat. Wajahnya pucat, ia mendekat dengan langkah berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terlalu berbahaya, ijinkan saya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, kami masih membutuhkan kalian untuk menjaga tangga ini. Kami akan segera membuka saluran ini... kita tak bisa menggunakan Ichiemom dan Niemom karena tak bisa bergerak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata tersebut membuat mata semua orang tertuju ke pojok kiri ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok manusia yang ditopang rangka besi itu bukanlah manusia nyata, tetapi tubuh mesin yang diciptakan dan dikembangkan oleh Higa sebagai salah satu bagian Project Alicization: Electroactive Muscle Operative Machine Mark II, atau disingkat «Niemom». Dibandingkan Mark I yang rusak berat karena digunakan sebagai umpan sebelumnya, tubuh Niemon lebih ramping; Niemom dari awal didesain untuk menampung sebuah Light Cube.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, tak ada kabel yang tertancap ke kepalanya, jadi itu tak bisa bergerak bahkan jika tombol menyala diaktifkan. Dengan kata lain, Niemom tak bisa digunakan sebagai umpan seperti Ichiemom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpaling dari sosok robot tersebut, Kikuoka memberikan perintah bagi Nakanishi dengan tatapan yang tak pernah dilihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melihat bahaya ini, seseorang yang benar – benar bahaya adalah kalian semua jika menerima tembakan dari musuh. Tetapi kami masih membutuhkan kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakanishi memberikan salam hormat pada perintah asatannya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, siap pak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa mendengarkan percakapan mereka dan mengangkat tangan kanannya. Cukup menyakitkan tetapi jarinya bisa ia gerakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hitung mundur di monitor telah menunjukkan sekitar sepuluh menit sebelum tahap akselerasi maksimum dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi meskipun begitu, membuka saluran pipa lagi lalu menuruni tangga panjang dan melaksanakan pemutusan STL memerlukan waktu sekitar tiga puluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selang waktu dua puluh menit akan menimbulkan jeda sekitar — dua ratus tahun dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu melampaui batasan jiwa seorang manusia yaitu seratus lima puluh tahun&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih parah lagi, bagi manusia dari dunia nyata... tak akan bisa menahan durasi selama itu dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Underworld…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be… benar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berteriak, dan melambaikan lengan kirinya kepada Kikuoka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ki-Kiku-san!! Saat aku mengerjakan STL. Aku bisa membuat kontak dengan Kirito-kun! Kumohon hubungi saluran C12!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi… apa yang harus kukatakan …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katakan padanya untuk segera keluar!! Menuju system console dalam waktu sepuluh menit atau habiskan HP miliknya menjadi nol dan STL miliknya akan memulai proses disconnection!! Tetapi saat ia memasuki tahap kecepatan maksimum, console tak akan bisa digunakan dan tewas adalah skenario yang akan menunggumu!! Ia harus menghabiskan dua ratus tahun didalam sana … tolong peringatkan dia mengenai itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dua……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua ratus tahun?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menelan ludah sebelum kata – kata itu keluar dari mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, Asuna terlihat bingung. Ia tak bisa mendengar suara Kikouka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengarkan aku, Kirito-kun: kau punya waktu sepuluh menit! Dalam waktu itu kau harus sampai ke console dan keluar dari Underworld!! Jika kau tak bisa melakukannya, kau harus menghabiskan HP milikmu. Tetapi cara itu lebih tak meyakinkan dan sangat menyakitkan, karena…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ada kemungkinan aku akan menghabiskan dua ratus tahun dalam kondisi tak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti, aku akan membalas Kikouka, aku menuntut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti, aku akan mencoba keluar melalui console dan membawa Alice!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika tidak merepotkan. Tetapi sekarang ini, keselamatan kalian berdua lebih diprioritaskan ketimbang Alice. Dengarkan aku: bahkan jika kita bisa menghapus ingatanmu setelah log out, dua ratus tahun adalah melebihi batasan umur manusia! Kesempatan untuk selamat terbangun... adalah nol persen …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar suara Kikuoka—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membalas pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Juga, Kikuoka-san. Setengah tahun lalu... tidak, kemarin malam, maaf aku berkata kasar padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa... kita butuh kritikan. Kami akan menyiapkan perban setelah kalian keluar.… aku rasa Higa juga telah bersiap, nah aku harus pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. Sampai berjumpa sepuluh menit lagi, Kikuoka-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu sambungan terputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih mengepakkan sayap sambil memandang Asuna yang ada di pelukanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kirito-kun, apakah Kikuoka-san menghubungimu? Apakah ada … masalah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggelengkan kepala perlahan dan membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… Percepatan Waktu akan dimulai sepuluh menit lagi, jadi ia meminta agar kita segera keluar secepat mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berkedip beberapa kali lalu tersenyum dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setuju, kita tak boleh terus disini. Demi Alice-san. Ayo kita selamatkan dia!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Ayo kita percepat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggendong Asuna erat – erat, aku menciptakan lagi Aerial Elements. Cahaya hijau mulai mendorong kami beruda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengejar Alice yang telah melaju ke langit selatan, dan mengalahkan sosok yang sedang mengejarnya — aku terbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia akan meyusul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menggigit bibirnya sambil menoleh ke belakang dari tunggangan Amayori.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa ditanya lagi, titik hitam yang melayang di langit merah semakin membesar ketimbang lima menit lalu. Bukan karena musuh semakin cepat, melainkan kekuatan Amayori dan Takiguri yang perlahan mulai melemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja ini disebabkan karena mereka berdua telah terbang tanpa henti — suatu keajaiban mereka bisa sampai sejauh ini. Dalam waktu setengah hari sejak mereka melewati Central Capital Centria menuju Puncak Pegunungan di Ujung, jarak beberapa kali lipat ketimbang jarak tempuh Kerajaan Manusia. Kedua naga ini pasti telah menggunakan life mereka agar bisa tetap terbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi masalahnya, bagaimana si pengejar tidak kelelahan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan Art Penglihatan Jarak Jauh menggunakan Crystal Element, Alice telah memastikan jika musuh mengendarai sebuah makhluk, pastinya bukan naga. Makhluk itu berbentuk seperti disc bersayap dan tak seperti sesuatu yang pernah ia lihat di Kerajaan Manusia maupun Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pemanah yang bernama Sinon datang dari «Dunia Nyata» seperti Kirito mengatakan padanya jika ia tidak dikejar oleh Vektor, sang Kaisar Tanah Kegelapan. Sosok aslinya adalah seorang pria dari Dunia Nyata dan musuh Sinon dan Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar Vector yang telah dikalahkan oleh Komandan Knight Bercouli dengan bayaran mahal — dengan menggunakan Time Release Art dari Divine Instrument miliknya, Time Piercing Sword. Tetapi Vektor telah turun lagi ke dunia ini dengan nyawa baru dan kini mengejar Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Kebangkitan» miliknya seolah menghina kematian Bercouli, dan hal itu membuat hati Alice panas dan marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ketika ia terbang sendirian, ia akhirnya menyadari apa yang harus ia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika musuh tak bisa mati di dunia ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka ia harus membunuhnya di Dunia Nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melaksanakan hal tersebut, ia harus sampai ke «Altar Ujung Dunia» dengan cara apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kembali ke depan, ia berhasil menangkap sebuah menara besar di ujung langit merah sana. Berbagai macam legenda telah diturunkan mengenai bangunan itu: bernama «Dinding Ujung Dunia». Tebing yang mengelilingi Tanah Kegelapan tersebut tidak seperti Pegunungan di Ujung; tebing tersebut memiliki ketinggian tak terhingga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapannya, ketinggiannya sama saat Alice terbang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana, ada sebuah pulau kecil melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa ditebak kekuatan macam apa yang membuat pulau — yang berbentuk seperti cangkir anggur — bisa melayang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat lebih dekat, ia menyadari ada bangunan buatan manusia di tengah pulau tersebut. Itu pastilah «Altar Ujung Dunia» yang ia cari. Altar itu bukanlah sekedar pintu keluar dari dunia ini, tetapi pintu masuk menuju Dunia Nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya berjarak kurang dari sepuluh Kilol dari altar tersebut, namun sayangnya saat Alice mendarat ke pulau tersebut Kaisar Vektor pasti akan menangkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice perlahan mengambil nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengelus lembut naga kesayangannya dan memberikan perintah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih, Amayori dan Takiguri. Ini sudah cukup, kalian bisa istirahat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua naga meraung pelan dan mulai turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya beberapa saat lalu, tanah dibawah sana kini terlihat menjadi padang pasir keabu - abuan. Kedua naga mendarat di pasir luas — sepertinya mereka sangat kelelahan — sebelum akhirnya terguling dan jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hururururu. Sebuah panggilan keluar dari tenggorokan Amayori saat tubuhnya menyentuh tanah. Alice langsung melompat dan mencari kantong di pinggangnya, lalu mengambil sebuah botol elixir terakhir miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil separuh isi botol yang berwarna kebiruan dan memasukkannya kedalam mulut Amayori, lalu memasukkan sisanya kedalam mulut saudaranya yang ada di samping. Bahkan elixir buatan Gereja Axiom tak akan bisa memulihkan Life seekor naga, tetapi pasti akan cukup untuk mengembalikan stamina untuk satu penerbangan terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kedua tangannya, Alice mengusap pipi sang naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Amayori, Takiguri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia memanggil nama keduanya, matanya mulai basah. Tetapi ia menahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini perpisahan. Perintah terakhirku adalah... terbanglah ke Kerajaan Manusia, kembali ke sarang naga di wilayah barat; Amayori, carilah seorang suami. Dan Takiguri, carilah seorang istri. Miliki banyak bayi naga, besarkan hingga menjadi naga yang kuat. Seorang anak naga kuat yang bisa ditunggangi para knight suatu hari nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amayori megangkat kepalanya dan menjilat pipi Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Moncong Takiguri menuju pinggang Alice dan menciumi Divine Instrument milik Eldrie yang menggantung disana: the Frostscale Whip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua naga mulai mengangkat kepala, Alice memberikan perintah dengan kencang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergilah sekarang!! Jangan menoleh, terbanglah lurus!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurururu!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua naga mengangkat leher mereka dan meraung panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama – sama, mereka mengangkat tubuh besarnya dan mulai terbang ke arah barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayap raksasanya mengembang dan terangkat oleh angin gurun, mereka melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua naga mulai mengepakkan sayapnya agar cukup kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leher panjang Amayori berputar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naga berharga Alice menatap mata sang majikan. Tetes air mata turun dari bola mata sang naga, bagaikan butiran kristal di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ama… yori…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Alice menyelesaikan perkataannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sang naga berbalik arah secara bersamaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kecepatan penuh, mereka turun lurus menuju arah utara. Mereka berdua langsung menuju si pengejar yang kini bisa tampak terlihat jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… TIDAK! AMAYORI, TIDAKKKK!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menjerit dan mulai berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi pasir gurun mulai menghambat sepatu Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice melihat saat Amayori dan Takiguri semakin tinggi menuju kearah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisik keperakan terlihat bagaikan percikapn api di langit merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taring kedua naga kini membuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah musuh memasuki jarak serang, kedua naga mulai melancarkan serangan terkuat mereka — nafas api. Cahaya putih menerangi langit, seolah mereka membakar live mereka sendiri,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh yang mengendarai makhluk hitam aneh tidak mengubah arah terbangnya, meskipun ia melihat gelombang api hendak menerjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh mengangkat tangan kirinya dan membuka kelima jari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin ia bisa menahannya. Selain Armament Full Control Art milik Integrity Knight atau sebuah grup yang melancarkan Art kelas atas secara bersamaan, nafas api naga adalah serangan terkuat di dunia ini. Hanya dua cara itulah. Tak mungkin merapal Art pertahanan guna menahan serangan tersebut dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang dipikirkan Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat dihadapan dua buah nafas api yang akan membakar musuh, sesuatu diluat nalar Alice terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan pekat mulai berputar dan mengembang di tangan kiri musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah tertelan kegelapan, pemandangan sekitar mulai terdistorsi. Bahkan serangan nafas api terkuat sang naga juga. Serangan tersebut mulai mengerucut dan terhisap ke tangan kiri musuh—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nafas api keduanya tidak meledak, hanya menyisakan garis – garis cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh yang hanya titik kecil di langit tidak menggunakan Art ataupun Sword Skill, Alice yakin ia melihat musuh tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara gemuruh, percikan listrik mulai meledak dari tangan kiri mush.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan ini, yang telah menelan serangan para naga lalu dialirkan kembali dalam bentuk energi, serangan ini menembus sayap dan perut milik Amayori dan Takiguri. Tubuh besar sang naga terluka, tetesan darah menetes dari langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice kaget, ia menjulurkan tangannya menuju langit dan menjerit:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AMAYORIIIII! LARIII! CUKUPPP, LARILAHHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya teriakan Alice sampai ke telinga para naga, tetapi mereka tetap mengepakkan sayap dan tetap melaju kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rahang mereka terbuka kembali. Api mulai terkumpul dan cahaya keputihan akan ditembakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WHOOSH!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, api naga menerangi langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, musuh membuat perlindungan kegelapan untuk menghisap api naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengetahui jika akan ada serangan balasan, para naga tetap maju tanpa gentar. Mereka mengepakkan sayapnya secara kompak, masih terus melancarkan serangan api terhadap musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah yang menetes dari tubuh sang naga berubah menjadi api. Sisik perak mereka terkelupas dan menjadi partikel cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kudua naga perlahan berubah menjadi Luminous Elements.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus menembak dan membakar live mereka, api yang mengisi kegelapan mulai memenuhinya. Mungkin karena tak bisa menahan serangan terus menerus, tangan kiri musuh mulai mengeluarkan asap putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi — pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tubuh musuh mulai terbungkus jubah kehitaman. Pusaran kegelapan yang terisi serangan musuh kini menembakkan petir hitam dan mendorong api putih para naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benturan serangan hitam dan putih terjadi di tengah langit sana, sebelum akhirnya salah satu mendorong serangan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petir hitam melaju menuju Amayori dan Takiguri yang kini telah terlihat kelelahan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AMAYORI! TAKIGURIIIIII!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika teriakan Alice menggema di tengah udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bintang jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua tembakan cahaya turun dari langit merah dengan kecepatan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu cahaya terbang lurus menuju arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya lainnya terbang menuju jarak diantara kedua naga dan musuh. Cahaya mulai menghilang dan menampilkan sosok yang ada didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang swordsman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut hitam pendek dan mengenakan jubah kulit hitam,. Dua pedang panjang berwarna hitam dan putih ada di punggungnya. Lengan miliknya ia pasang di dada, dengan tenang ia menahan serangan petir hitam yang melaju kearahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bang!! Menghilang!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi ledakan petir menyambar si swordsman. Bukan, lebih tepatnya serangan tadi tidak menyentuhnya. Serangan petir telah dibelokkan. Serangan musuh ditahan oleh pelindung transparan di depan si swordsman yang berdiri di udara dengan lengan ia silangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menahan nafas dan matanya terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si swordsman berbaju hitam menolehkan kepalanya dan memandang Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya adalah wajah pemuda, ia tersenyum, dan mata hitamnya penuh tekad. Alice merasakan percikan api dalam hatinya. Api tersebut semakin meluas, dan menjadi bara api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menyadari jika ada air mata menetes menuruni pipinya lalu ia berbisik pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kiri… to……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbangun dari tidur panjangnya selama setengah tahun, ia mengangguk sambil tersenyum tenang kemudian ia mengangkat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapan tangannya adalah para naga yang sekarat. Ujung sayap dan ekor milik mereka perlahan menghilang ditelan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Kirito yang pernah tinggal bersama Alice di pinggiran Desa Rulid, Amayori memanggil lemah: Kururu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito mengangguk padanya lalu menutup mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, kedua naga ditutupi oleh prisma. Seolah mereka diselimuti oleh gelembung sabun. Tetapi mereka tidak merasa takut; mereka melipat sayap, menggulung leher dan tubuh mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bola prisma lalu perlahan turun dari atas kepala Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi Alice memfokuskan pandangannya, ia melihat hal luar biasa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terselimuti cahaya berwarna - warni, tubuh besar Amayori dan Takiguri mulai menyusut. Bukan, mereka menjadi lebih muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuku mereka yang tajam kini menjadi bulat dan tumpul. Sisik keras keperakan milik mereka berubah menjadi bulu – bulu lembut. Ekor dan leher mereka memendek dan sayapnya mengecil dan tertutup bulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat keduanya mendarat ke tangan Alice yang terbuka, tubuh mereka tak lebih dari Limapuluh Cen. Ditutupi bulu keputihan dari kepala sampai ekor, mata Takiguri tertutup. Ia tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Amayori telah kembali ke wujud asalnya ketika Alice pertama kali bertemu dengannya di Kathedral Pusat: ia diselimuti bulu kehijauan, lalu membuka mulut kecilnya dan memanggil:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyuru.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ama… yori…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetesan air mata mengalir dari pipi Alice dan turun ke bulu para naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, cahaya berwarna – warni menyelimuti kedua bayi naga seketika. Sensasi bulu lembut di tangan Alice berubah menjadi sensasi cangkang. Ia berkedip beberapa kali dan menyadari jika para bayi naga yang ada di tangannya telah berubah menjadi dua telur besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telur putih keperakan menyusut hingga bisa ditangkap dengan kedua telapak tangan Alice, lalu cahaya warna – warni mulai menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice perlahan membawa kedua buah telur naga ke pipinya, ia menebak – nebak peristiwa apa yang sedang terjadi dihadapannya. Menyadai jika Live Amayori dan Takiguri tak bisa tertolong menggunakan Art. Kirito lalu menyusutkan batas Live mereka sekecil mungkin — dan mengubah mereka menjadi telur naga dan menyelamatkannya dari kehancuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bagi Alice, pengguna Sacred Arts paling ahli di dunia ini. Tak mungkin baginya untuk menggabungkan beberapa Art hingga mencapai efek seperti ini. Tetapi ia tidak merasakan kesedihan. Ia akan bisa melihat kedua naga tersebut di masa depan nantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memeluk kedua naga dengan tangannya, Alice melihat ke langit sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih… Selamat datang, Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya tak mungkin bisa sampai ke langit sana, tetapi sosok Kirito tersenyum dan menganggguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice bisa mendengar suara dalam telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Akulah yang seharusnya meminta maaf karena telah membuatmu menunggu terlalu lama. Terima kasih, Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ayo kita bertemu lagi di Dunia Nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Kirito mengubah pandangannya sekali lagi, ia melaju ke musuh yang terselimuti kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena tak bisa menahan Incarnations pusaran kegelapan dan pelindung transparan, kehampaan mulai memercikan api kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahkan kamu tak akan bisa mengalahkan musuh dengan serangan biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menggigit bibir agak khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara samar terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, Alice-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kebelakang, ia melihat seorang gadis dari Dunia Nyata dengan pakaian mutiara keputihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut panjangnya tertiup angin, Asuna tersenyum dan dan menepuk pundak Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita percaya pada Kirito-kun. Kita harus segera menuju Altar Ujung Dunia secepat mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y-Ya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice mengangguk tetapi tidak semudah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 18 - 146.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
Alice berbalik ke arah selatan, melihat ke «Dinding Ujung Dunia» yang berdiri tegak di kejauhan beserta pulau putih mengapung yang ada disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Altar Ujung Dunia seharusnya ada di pulau mengambang itu. Tetapi kita tidak bisa menaiki naga lagi. Bagaimana kita bisa memanjatnya …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, serahkan padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangguk dan menarik rapier cantik dari pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kemudian, laaaaaaaa; suara memekikkan yang ia dengar saat penyerangan Pasukan Kegelapan terdengar lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya warna – warni turun dari langit menuju gurun ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah batu putih berbentuk jempol muncul di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BR-BRRRRRMMM!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jempol lain muncul sedikit demi sedikit dengan cukup tinggi tanpa henti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sepuluh detik, Alice melihat tangga keputihan muncul dihadapannya, menjulang tinggi hingga ke pulau mengapung.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Asuna menyelesaikan manipulasi dataran, merendahkan rapier miliknya dan terjatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Asuna…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Aku tak apa... kita hanya punya waktu delapan menit sebelum Altar tertutup …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutup—?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice tak bisa memahami maksud perkataan Asuna, tetapi sebelum ia bisa bertanya. Tangan kanannya terasa tertarik kekuatan besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berdiri dan mulai menyeretnya untuk mendaki tangga batu, Alice juga ikut berlari. Sambil berlari, ia melihat kebelakang sekali lagi, Kirito sedang berhadapan dengan musuh di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kirito. Aku masih banyak berhutang padamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kamu harus menang dan kembali padaku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat tangga batu putih yang terhubung ke pulau melayang dengan dua swordswomen yang sedang berlari dengan cepat membuatnya merasa sedikit lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menoleh lagi dan yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Alice. Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku… harus berpisah dengan kalian disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja aku tidak mengatakan pada Asuna jika Percepatan Waktu selanjutnya adalah lima juta kali lipat, aku juga tak berniat mengatakan padanya jika kita akan menghabiskan dua ratus tahun di dunia ini jika tidak segera log out.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena jika mereka mengetahui hal itu, Asuna dan Alice pasti akan tinggal dan bertarung bersamaku. Bahkan jika mereka tak bisa keluar sebelum percepatan dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika aku merasakan musuh macam apa yang mengejar Alice, aku merasakan keanehan padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, tidak tepat jika menyebutnya melayang di udara. Apa yang ada dihadapanku adalah Bagian Kehampaan. Sebuah lubang hitam yang menelan segala informasi, bahkan sebuah cahaya tak akan bisa lolos darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku akan mengalahkan musuh seperti ini sebelum batas waktu, kemungkinan kita bertiga bisa lolos sangatlah kecil. Dengan kata lain, kemungkinan seranganku akan akan hancur berkeping – keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memastikan Asuna dan Alice bisa log out dengan aman dari Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, aku tak boleh memikirkan hal lain. Tak boleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandang keduanya untuk terakhir kali, lalu berbalik menuju musuh yang ada dihadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Benda» yang akan aku lawan adalah sosok yang diluar harapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia seorang manusia. Pastinya benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetap itulah yang aku tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika penampilan wajahnya adalah sebuah custom avatar, maka kemunggkinan ia bermaksud untuk «terlihat seperti orang kulit putih». Kirito melihat seksama, tetapi tak ada yang spesial darinya. Ia memiliki kulit putih, mata biru, dan rambut pirang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi pria kulit putih, tubuh fisiknya juga terlihat normal. Tubuhnya juga tidak terlalu kurus maupun gemuk dan ia mengenakan jaket militer. Apakah orang ini adalah seorang tentara? Aku tak yakin. Pola hitam dan abu – abu yang menutupi jaketnya bergerak – gerak seolah seperti slime. Terlebih lagi, ada sebuah longsword di pinggang kirinya yang terlihat seperti senjata kelas Divine Instrument.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dalam perjalanan kemari, aku mendengar dari Asuna jika pria ini adalah salah satu pasukan yng menyerang Ocean Turtle. Itu berarti dia adalah tentara bayaran yang disewa menggunakan uang suatu organisasi ataupun perusahaan yang bertujuan untuk mencuri teknologi Artificial Fluctlight. Tetapi orang yang ada dihadapanku, dari pandangan matanya tidak memiliki minat seperti itu. Tidak, ia juga tidak sepenuhnya terlihat seperti manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat berpikir, aku membuka mulutku:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Siapa kau?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung mendapat jawaban. Si pria dihadapanku menjawab dengan suara agak seperti mesin:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang pencari, seorang pencuri, dan seorang perampas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku mendengar jawaban tersebut, aura biru kehitaman muncul dari tubuh si pria dan berputar kencang. Aku merasakan hembusan angin dari belakangku. Udara..., bukan, informasi penyusun dunia ini terhisap kedalam kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau cari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jiwa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat percakapan berlanjut, tidak hanya informasi dunia yang terhisap. Bahkan kesadaranku terasa terhisap oleh kehampaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba sebuah ekspresi muncul di pojok bibir musuh. Itu adalah sebuah senyuman tanpa ekspresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akulah yang harus bertanya siapa kau. Mengapa kau disini? Apa alasanmu menghadangku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa aku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pahlawan yang dive-in? — Tentu bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang knight yang melindungi Kerajaan Manusia? — Bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan setiap kata – kata yang melintas di kepalaku ditolak oleh hatiku. Aku tak tahu alasannya; aku tak bisa berhenti berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pahlawan yang menyelesaikan SAO? — Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain VRMMO terkuat? — Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Si Black Swordsman»? «Dual Blades»? — Tidak, tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua hal itu bukanlah apa yang aku inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, siapa aku…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika pikiranku tercerahi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan suara yang pernah kudengar memanggil namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat kepalaku. Aku menyebutkan namaku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Kirito. Kirito si swordsman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CRACK!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah percikan putih muncul dari kegelapan yang hendak menutupi tubuhku. Pikiranku langsung menjadi lebih jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Apa yang sebenarnya terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah pria ini bisa memasuki kesadaranku dengan bantuan dua buah STL?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menatap mata musuh sambil menguatkan pelindung transparanku. Tetapi apa yang ada disana adalah suatu kehampaan dan kegelapan pekat yang menghisap jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Siapa namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertanya tanpa berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria diam sesaat lalu menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gabriel. Namaku Gabriel Miller.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Instingku berkata jika nama tersebut bukanlah nama karakternya; itu adalah nama aslinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa menebak karena wajahnya berubah. Matanya semakin tajam, sedingin es. Bibirnya semakin tipis dan pipinya ia kerutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia kembali ke bentuk hitamnya, aura kehitaman semakin tebal menutupi tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik ini, aku akhirnya menyadari jika seluruh lengan kanannya telah terpotong. Kegelapan pekat yang berkumpul di lengannya kini memanjang dan menyentuh pedang di pinggang kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang tersebut dikeluarkan dengan suara becek, tetapi tidak memiliki bentuk fisik sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang itu hanyalah kegelapan pekat, sepanjang satu meter. Sebuah keberadaan yang tak masuk akal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan getaran aneh, ia mulai menggenggam pedang dengan tangan bayangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuat jarak dan menarik kedua pedang dari punggungku bersamaan. Tangan kiriku menggenggam Blue Rose Sword, dan tangan kananku menggenggam Night Sky Sword.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dibandingkan menggunakan warna hitam, Night Sky Sword yang dipotong dari ujung Pohon Gigas Cedar tidak kalah gelap. Akan tetapi. Tubuh pedangku mengkilat seperti kristal hitam, sementara punya musuh benar – benar seperti kegelapan yang mengisi angkasa. Jika dibandingkan dengan Mate Chopper milik PoH dalam hal kemampuan menghisap Resource, mungkin berbeda jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan melawan musuh kuat, aku tak bisa mundur. Sebelum Asuna dan Alice sampai ke ujung tangga, aku harus menahan musuh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Kemarilah, Gabriel!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan yakin meneriaki nama musuh, aku mengepakkan sayap dari jubahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika aku mendapat dorongan dan menyilangkan kedua pedang di hadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Generate all element!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membayangkan angkasa sebagai sebuah terminal dan menciptakan semua elemen, aku melaju dan menciptakannya dalam waktu bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Discharge!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panah api, tombak es, pedang angin, dan berbagai macam senjata terus menghujam dari langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merapal Art dan mengangkat kedua pedang di tanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller tidak menunjukkan tanda – tanda akan menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih tersenyum, ia membuka lebar tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Delapan buah cahaya menusuk tubuhnya yang terbungkus kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak memberikan kesempatan pada tubuh bagian atasnya yang bergetar, aku mengayunkan pedang di tangan kananku menuju perutnya dan menusukkan pedang di tangan kiriku ke dadanya. Cairan kegelapan munncrat dan membuat rasa dingin di kulitku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah aku menarik serangan dan menjaga jarak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang mataku tangkap adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel perlahan menghisap kegelapan dalam tubuhnya seolah tak ada yang terjadi. Jaket yang ia kenakan tidak tergores.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemampuan yang pria ini miliki adalah kemampuan menghisap tebasan, tusukan, hawa dingin, hawa panas, angin, panah besi, aliran air, pedang kristal, serangan cahaya, dan kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kain pada jubah yang ada di pundak kananku yang terkena Void Blade saat kami saling serang kini hancur seolah terkelupas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller melihat sekilas menuju sosok «Putri Cahaya» Alice dan gadis lain yang sedang menaiki tangga putih, sepertinya butuh waktu lima menit untuk sampai ke system console.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makanya, ia tak memiliki niat untuk meladeni pertarungan ini. Ia harus segera mengalahkan dan menuju ke pulau melayang adalah pilihan yang paling logis. Tetapi Gabriel merasakan sedikit ketertarikan pada musuh baru ini, jadi ia akan sedikit bermain – main.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pandangan pertama, ia melihat sang musuh hanyalah pemuda biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan pertarungan sebelumnya yang tampak saling menghancurkan, kini ia tak merasakan rasa intimidasi sama sekali. Karena, musuh seperti «Sinon»: seorang pemain VRMMO yang berkomplot dengan RATH, tetapi melihat dari tekanan yang telah musuh berikan. Ia mungkin lebih kuat dibanding Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu karena fakta jika pemuda berambut hitam tampak tidak menunjukkan semangat bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya sedikit menghisap informasi saat Gabriel menanyakan orang macam apa si pemuda, tetapi sirkuit tersebut langsung diputuskan. Kemudian dia terus menerus menolak pelemah mental Gabriel seolah dilindungi oleh pelindung transparan. Bertarung dengan musuh yang tak bisa dirasakan jiwanya tidak membuat Gabriel tertarik sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti itu, ia harus melenyapkan musuh segera dan mengejar Alice. Pikir Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelah ia melihat pemuda ini mengubah jubah miliknya menjadi sayap dan menciptakan berbagai macam Art dalam beberapa saat. Hal itu mengubah pandangan Gabriel, pemuda ini pasti akrab dengan isi dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapatkan Alice dan mengambil teknologi STL ke suatu negara, ia masih memiliki tujuan untuk menciptakan dunia virtual untuk dirinya sendiri, dunia dimana segala hal yang ia inginkan akan diciptakan. Melancarkan teknik memanipulasi pikiran pada pemuda ini lebih lanjut tampaknya bukan ide yang buruk agar misi miliknya selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, dia harus menghancurkan pelindung transparan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel tersenyum lagi dan berbicara dengan di pemuda hitam dengan bahasa jepang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau punya waktu tiga menit. Hibur aku dengan kemampuanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sungguh baik hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Balasku, sambil mengusap luka pada pundak kananku dan menyembuhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi rasa percaya diri Gabriel Miller datang berdasarkan fakta bahwa dia sangat kuat. Karena ia berhasil menahan segala jenis serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tidak, hanya ada satu jenis serangan yang efektif untuk menghadapinya. Sinon telah datang dan menghancurkan lengan kanannya. Ia mungkin menggunakan imajinasinya untuk menciptakan Hecate II lalu menembaknya. Itu berarti Gabriel tak bisa menghisap serangan tipe «Tembakan».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik fenomena aneh ini mungkin karena pakaian militer yang ia kenakan. Ia memiliki pengalaman di dunia nyata dan cukup akrab dengan senjata anti peluru, dan mungkin itulah mengapa ia tak bisa menahan damage yang diterima menggunakan kemampuan imajinasi karena akan tertembak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, hanya Sinon yang bisa menggunakan pistol dan peluru dengan leluasa di Underworld. Tak mungkin aku bisa melakukannya. Bahkan jika aku bisa membuat sebuah pistol, aku tak yakin dengan kemampuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, aku harus menemukan cara lain selain serangan tembakan untuk membuat musuh menerima damage.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti aku harus memahami Gabriel sebagai seorang manusia. Aku harus mengetahui bagaimana ia hidup, apa yang ia inginkan, dan mengapa ia masuk ke Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyiapkan kedua pedangku dan mulai tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, akan kupastikan kau menikmatinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darimana datangnya rasa percaya diri itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pasti telah log in dalam Underworld cukup lama dan terbiasa dengan sistem dunia ini, tetapi ia hanyalah bocah. Ia pasti sudah sadar jika serangan kedua pedangnya dan berbagai serangan sihir tidak berguna, mengapa ia masih bisa tersenyum seperti itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel berpikir, merasakan terganggu karena tingkah laku si pemuda. Ia yakin jika musuh hanyalah mengulur waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tahu jika Gabriel tewas di dunia ini, tubuhnya di dunia nyata tak akan tergores. Diatas itu semua, ia hanya mampu menahan pertarungan ini selama mungkin hingga temannya dan Alice bisa kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya seorang anak kecil. Tiga menit terlalu lama bagi Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat tangan kanannya yang tercipta menggunakan kekuatan tekad, ia perlahan mengayunkan Void Blade miliknya — Gabriel menusukkan pedang ke punggung makhluk bersayap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti pedang dan busur, makhluk ini adalah hasil Jetpack milik akun «Subtilizer» yang telah di konvert agar sesuai dengan lingkungan dunia ini. Meskipun ia bisa mengontrolnya dengan pikiran, berdiri dengan kedua kaki tidak membuatnya nyaman. Mungkin mengubah jetpack ini agar berbentuk seperti sayap lebih mudah digunakan seperti pemuda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pedang itu menusuk semakin dalam, si makhluk berteriak dan terhisap. Data mengalir dari pedang ke lengan kanan Gabriel lalu ia fokuskan ke punggung dengan pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayap hitam mulai mengepak dari pundak. Tidak seperti sayap kelelawar. Namun sayap itu tertutup bulu burung pemangsa. Cocok dengan nama malaikat yang ia miliki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sang Perampas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel berbisik saat ia mengarahkan Void Blade kepada sang pemuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berencana melancarkan seranganku selanjutnya untuk menghancurkan makhluk bersayap yang dikendarainya, tetapi ia bertindak terlebih dahulu dan mengacaukan rencanaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak melewatkan kesempatannya, Gabriel mengepakkan sayap hitam miliknya dan menghunuskan pedangnya menuju ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecepatan tebasanya benar – benar mengejutkan dan ia tidak menarik mundur pedangnya. Aku menganggapnya tak ahli menggunakan Sword Skills, tetapi ia benar – benar mahir. Aku menyilangkan pedangku dan menebaskan keduanya dari bawah ke atas untuk memblokir serangan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kissh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara bising dan sebuah pedang yang terbuat dari kegelapan tertahan di depan hidungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Blue Rose Sword dan Night Sky Sword saling menahan satu sama lain. Inilah yang bisa kulakukan untuk menghindari agar tidak terhisap, tetapi aku merasa sedang diserang oleh kehampaan itu sendiri. Aku seolah bisa membayangkan kedua pedangku merasakan hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itulah strategi yang terpikirkan olehku agar menahan pedang miliknya ketimbang menghindari serangan kebelakang. Tanpa menahan kekuatan mengerikan milik Pedang Gabriel, aku melompat dan memutar tubuhku ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Raah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berteriak. Ujung sepatuku terlontar keatas dengan jejak cahaya orange, mengincar dagu miliknya. Kegelapan meledak dengan suara whap dan tubuh atas Gabriel melengkung ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bagaimana?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayapku mengepak hebat ketika aku membuat jarak dan melihat musuh. Jika aku tidak bisa membuat serangan tembakan, aku akan mencoba sebuah «Pukulan» — dan jika orang ini adalah seorang pasukan tentara khusus, ia pastinya akan memiliki kemampuan serangan jarak dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Gabriel yang melengkung kebelakang kembali ke posisi semula, benar – benar tak terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa meninggalkan jeda, kegelapan yang meledak dari dagunya berkumpul kembali dan meciptakan kulit baru. Musuh kaget dan mengelapnya dengan tangan kirinya, ia tersenyum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku paham. Tetapi sayang sekali, serangan brutal seperti itu hanya ada di siaran televisi. Sebuah seni bela diri…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Byuu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angin bertiup saat Gabriel terbang kearahku, seluruh tubuhnya sangat cepat sehingga terlihat seolah seperti kabut hitam. Dengan refleks aku menahan serangan yang datang dari bagian kiri dengan Blue Rose Sword dan membalas serangan menggunakan Night Sky Sword. Seranganku mengenai pundaknya, tetapi seolah terlumuri oleh cairan kehitaman. Aku tak bisa menarik pedangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelahnya, sesuatu yang licin melingkari lengan kananku, tangan kiri Gabriel sedang melilitku bagaikan ular besar, dan aku tak bisa menggerakkan pergelangan tanganku—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu sebuah rasa sakit menusuk kurasakan hingga ubun – ubunku bagaikan serangan listrik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gwah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajahku yang kesakitan dari jarak dekat, Gabriel bergumam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Jadi seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setelahnya, sebuah serangan mengerikan ia lancarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Void Blade melancarkan serangan bertubi – tubi dengan kecepatan mengerikan tiada akhir. Aku berusaha menahannya dengan pedang di lengan kiriku, tetapi pasti ada serangan miliknya yang tak bisa kutahan dan menggores tubuhku satu persatu. Tak ada waktu untuk menyembuhkan lengan kananku yang patah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Rrrgh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak bisa menahannya, dan mengepakkan sayapku untuh menjauh darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat kebelakang secepat mungkin, aku menyentuh lengan kananku dan dengan segenap keinginanku, aku berharap agar bisa memegang pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat cahaya keputihan akan berkumpul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mencengkeramkan lengan kirinya; kelima jarinya ia buka bagaikan cakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh atau lebih petir hitam ditembakkan lurus, menuju kearahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggertakkan gigiku dan menciptakan pelindung imajinasi. Inilah yang aku gunakan saat ia menyerang kedua naga milik Alice, tetapi saat ini aku sangat yakin bisa menahan petir tersebut, dan sekarang setengah konsentrasiku sedang kufokuskan pada menyembuhkan lenganku — hal ini membuat pelindung milikku menjadi lemah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan hantaman mendarat pada beberapa bagian tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga serangan petir menembus pelindung, perut dan kedua kakiku. Rasa dingin mengerikan menjalar ke seluruh tubuhku sebelum aku merasakan rasa sakit. Dihadapan mataku, luka – luka yang aku terima telah disusupi cairan hitam, seolah hendak menelan keberadaanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggeram, lalu mengambil nafas dalam – dalam dan berteriak. Aku berhasil menyingkirkan cairan itu, tetapi darah mengucur dari lukaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha ha ha…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat pada sosok Gabriel Miller yang sedang tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha ha ha, ha ha ha ha ha…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, itu bukanlah suara tawa. Bibirnya ia tutup ke atas, tetapi ujung bola matanya tidak bergerak sama sekali, bola matanya hanya terisi oleh rasa lapar yang semakin besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel perlahan menyilangkan kedua tangannya, sebuah posisi seolah ia sedang mengumpulkan kekuatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura hitam miliknya berputar semakin kencang. Bagaikan api yang semakin membara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HAAAAAAAAAAAAAA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengannya ia buka lebar – lebar dengan teriakan kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whoosh. Sepasang sayap baru muncul dari sayapnya yang telah ia munculkan. Lalu sepasang sayap baru muncul lagi di bagian bawah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel perlahan menambah ketinggian dengan total sayap berjumlah enam buah. Sebuah halo berwarna hitam muncul di atas kepalanya dan seragam kamuflase tentara miliknya kini berganti dengan pakaian hitam pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata miliknya berubah menjadi tak berbentuk manusia. Bola matanys terisi oleh cahaya biru kehitaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar – benar seperti— seorang Malaikan Maut.&lt;br /&gt;
Sebuah sosok yang akan memburu dan merampas jiwa manusia. Serangan macam apa yang akan bekerja melawannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memalingkan dari sosok menakutkan itu dan mengecek kondisi Asuna dan Alice yang masih berlari menaiki tangga satu persatu. Mereka masih butuh waktu dua sampai tiga menit sebelum sampai ke Pulau Melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ragu bisa memberikan waktu lebih lama lagi&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sungguh luar biasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 18 - 196.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
Sensasi kekuatan yang mengalir menuju seluruh tubuhnya membuat Gabriel mengeluarkan tawa hingga tiga kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini kekuatan imajinasi — atau yang ia sebut dengan nama «Incarnation» di dunia ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya ia telah mendapat kekuatan yang setara... tidak, bahkan melebihi sang pendekar pedang yang telah membunuhnya beberapa waktu lalu dengan tebasan waktu miliknya. Hingga sekarang Gabriel hanya memahami jika kekuatan musuh – musuhnya adalah efek dari system command yang belum ia pahami, tetapi kenyataannya berbeda. Dan ia telah menyadarinya akibat tindakan pemuda berambut hitam yang ada di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan memberikan beberapa menit sebagai ungkapan terima kasihku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mengembangkan keenam sayapnya dan mengangkat tinggi pedang kegelapan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu semenit ia akan memotong tubuhnya menjadi berkeping – keping, mengekstrak jiwanya, dan menghisapnya sampai habis. Ia berencana menjadi semakin kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Listrik kebiruan mengalir ke tubuh Gabriel saat ia mulai menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menatap sosok musuh sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak bisa memikirkan cara untuk melawan atau memojokkan pria ini. Lengan kanannya yang seharusnya telah dihancurkan oleh Sinon telah pulih seutuhnya tanpa aku sadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, aku tak siap secara mental untuk melawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak memahami sosok Gabriel Miller. Udara mengerikan disekitarnya seolah menginginkan rasa lapar yang lebih besar. Tetapi aku masih belum kehilangan harapan untuk menang, bahkan sebelum pertarungan ini dimulai. Selama aku bisa mengulur banyak waktu — aku akan berusaha keras hingga Alice dan Asuna bisa log out, aku mungkin akan terperangkap dalam dunia ini selama lebih dari 200 tahun, tak bisa kembali ke dunia nyata lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh… Jadi seperti itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin aku sebenarnya mengharapkan hal semacam itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah dunia alternatif yang melebihi sosok Aincrad. Tanah ideal yang selalu diharapkan Kayaba Akihiko. Sangat cocok dengan nama “Underworld”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sering bertanya – tanya selama dua tahun terperangkap dalam SAO apakah aku memang ingin keluar. Aku ragu, karena sebagai anggota Lantai Atas yang selalu bertempur di garis depan, aku selalu merasa ketidakpastian jika hidup di dunia itu akan memiliki akhir. Hal yang sama juga akan terjadi pada tubuh asliku yang terbaring di kasur rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi waktu akselerasi di Underworld tidak terikat hal itu. Kecepatan 5,000,000 kali lipat dunia nyata berarti aku tidak perlu mengkhawatirkan kondisi tubuhku sama sekali. Hingga jiwaku habis, aku akan bisa tinggal disini selamanya. Apakah kesadaranku menginginkan hal seperti itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabannya adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal seperti itu tidak terlintas di kepalaku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan Suguha, Ibu, Ayah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yui, Klein, Agil, Liz, Silica… atau orang – orang yang telah menyelamatkanku berkali – kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak pernah berpikir betapa besarnya rasa sedih, rasa bersalah mereka, berapa banyak air mata yang telah mereka keluarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih belum memahami perasaan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak pernah berubah, sejak sekolah menengah saat aku menelantarkan temanku yang minta pertolongan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Itu tak benar, Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara yang kukenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan suatu kehangatan yang mengalir dalam tangan kiriku yang sedingin es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Itu bukan demi dirimu sendiri jika tak ingin meninggalkan dunia ini. Itu karena kamu menyayangi orang – orang yang telah kamu temui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kamu menyayangi Selka, Tiese, Ronye, Liena-senpai, Penduduk Desa Rulid, dan orang yang telah kau temui di Kota Pusat dan Akademi, para Integrity Knights dan Penjaga … Cardinal-san, dan bahkan mungkin Administrator… juga mungkin aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Itulah besarnya rasa sayangmu, begitu besar seolah engkau bisa menanggung beban seluruh dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tetapi musuh – musuhmu tidaklah sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Orang itu tidak memahami perasaan orang lain, itulah mengapa ia menghisap jiwa – jiwa, karena ia tak paham arti rasa sayang. Itulah mengapa ia menelannya bulat – bulat. Itulah mengapa ia merusaknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena .... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia takut.&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller melihat air mata yang menetes di pipi pemuda tersebut. Ia menggenggam pedangnya di dada, seolah takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ia akhirnya merasa ketakutan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haya rasa takut dan kengerian akan kematian yang bisa Gabriel bagi ke orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel telah mengambil banyak jiwa demi mencari Jiwa Murni, bahkan sejak ia membunuh Alicia Klingerman di hutan dibelakang rumah masa kecilnya. Tetapi ia tak pernah lagi menyaksikan kejadian munculnya cahaya kecil yang keluar dari dahi Alicia. Maka ia telah mengisi rasa lapar dalam hatinya menggunakan rasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana rasanya? Rasa takut dari seorang pemuda yang sebelumnya sangat percaya diri, kini mengetahui ia telah berada di ambang maut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan yang mengisi tubuhnya membuat Gabriel menjilat lidahnya sendiri, ia lalu mengangkat keujung jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengayunkan jarinya kebawah dan ia menembakkan laser sangat tipis berwarna kehitaman, menembus setiap tubuh si pemuda. Beberapa detik kemudian, darah menyemprot ke udara bagaikan sebuah kabut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HA HA HA HA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel tertawa sambil ia mendekat mengayunkan Void Blade miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang tersebut menusuk perut pemuda itu dengan sangat mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh bagian bawahnya dari baju hingga jubah terpotong oleh pedang tersebut menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah, daging, dan organ dalam berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kiri Gabriel meletakkan tangannya ke dada Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia masih merasakan detak jantungnya, lalu mengoyak dan mengambil jantung miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jantung tersebut masih berdetak badump, badump, kemudian Gabriel membawanya ke mulut lalu berbisik kepada tubuh tak bernyawa milik si pemuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
“Perasaan, Ingatan, semua milik hati dan jiwamu... akan aku hisap semuanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si malaikat maut berbisik. Aku menatapnya dengan mata yang hampir tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir tak berwarna milik Gabriel Miller terbuka lebar, ia akan memakan jantung milikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Squish.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada suara tak mengenakkan terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah putihnya terkejut, banyak darah keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah memakan banyak pedang kecil yang aku ciptakan didalam jantungku menggunakan Metallic Elements.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unf…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel menutup mulutnya dan mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berucap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kamu akan menemukan.... jiwa dan ingatanku disitu? Tubuhku hanyalah .... wadah. Ingatanku... akan selalu .....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersatu dengan kesadaranku, tak pernah terpisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit yang aku rasakan saat ia mencabik jantungku memang tak terkira. Tetapi itulah kesempatan terbesar milikku. Tak akan ada lagi kesempatan kedua jika aku gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eugeo masih bisa bertempur saat tubuhnya terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melebarkan kedua pedang milikku, dan berteriak sambil batuk darah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“RELEASE RECOLLECTION!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya putih dan kehitaman meluncur dengan waktu bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak sulur es meledak dari ujung Blue Rose Sword, mengikat tubuh Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Night Sky Sword yang kuangkat tinggi – tinggi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pilar besar menjulang ke langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya kehitaman menuju atas, menembus langit merah — lalu melebar kesegala arah seolah menelan sang matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan, cahaya tersebut menelan langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit merah berubah warna dan siang hari telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan menyelimuti angkasa, dan terus melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, itu bukanlah kegelapan kekosongan, ia memiliki rasa hangat....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah langit malam tanpa batas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sinon terbaring sendirian ditengah gurun tak berpenghuni dibawah bebatuan berbentuk aneh, menunggu HP miliknya berkurang menjadi 0.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit tiada tara masih muncul dari kakinya yang menghilang, membuatnya setengah mau pingsan. Ia menggenggam kalung di dadanya dengan sekuat tenaga. Tetapi ia perlahan mulai kehilangan tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat pandangan miliknya akan memudar yang menandakan ia akan log out karena pingsan....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit berubah warna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit merah cerah yang menandakan waktu siang kini berubah menjadi kegelapan dengan cepat dari arah selatan. Matahari tertutupi dan awan juga menghilang — kemudian, Sinon tertutupi oleh kegelapan pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, bukan kegelapan pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia menyadarinya, cahaya – cahaya kecil mulai nampak menyinari bebatuan di atasnya, pohon – pohon mati, dan rantai kalung miliknya. Sebuah angin sepoi – sepoi meniup poni Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah kegelapan malam. Sebuah kegelapan malam yang begitu nyaman sedang menutupi seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon teringat akan kejadian di waktu lampau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pernah menghabiskan malam di tengah gurun pasir pada dunia yang lain. Dengan segenap kekuatannya, ia menangis, membentak, dan marah akan kejadian saat masa kecilnya. Ia memikirkan betapa banyak ingatan tersebut menghantuinya. Langit malam yang kini ada diatasnya terisi oleh perasaan kuat namun lembut yang seolah memeluk tubuhnya dari belakang dan meringankan beban milik Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku mengerti. Ini adalah jiwa milik Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bukanlah matahari terang. Ia tidak menyinari orang lain dari depan dengan cahaya hangatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, saat kamu sedih, menderita, ia akan selalu mendukungmu dari belakang. Ia akan menyembuhkan lukamu dan menghapus air mata milikmu. Seperti sebuah bintang malam yang kecil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi melindungi dunia dan semua orang, tampaknya Kirito sedang kesusahan menghadapi Kaisar Vektor, atau Subtilizer. Setelah berkali – kali melawan musuh yang sangat kuat, tampaknya ia telah memanggil sedikit kekuatan dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika itu benar, maka — bawalah jiwaku kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berdoa sambil melihat langit malam dengan mata menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bintang biru kecil di atasnya berkedip sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Leafa terbaring di tanah, di kelilingi oleh Para Petarung Tangan Kosong dan Kumpulan Orc. Ia menantikan saat terakhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki kanannya tak memiliki kekuatan untuk berpijak dan menggunakan kemampuan penyembuhan Teraria. Tubuhnya yang penuh luka dan lubang kini sedingin es, tak bisa ia gerakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Leafa… jangan mati! Kau tak boleh mati!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Orc Rirupirin menunduk disampingnya sambil berteriak. Air mata yang mengalir dari mata kecilnya sungguh indah. Leafa memandang dan tersenyum, lalu berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menangis… Aku akan kembali … aku yakin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat seperti ini, Rirupirin menundukkan tubuhnya, bahunya gemetaran. Melihatnya seperti ini, Leafa berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak bisa menolong Onii-chan secara langsung, tetapi ini cukup. Aku telah melakukan tugasku. Benar kan ...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, seolah menjawab pikiran Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna langit merah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit kemerahan ciri khas Tanah Kegelapan kini berganti langit malam; ekspresi terkejut mengisi wajah para Orc dan Petarung tangan kosong. Air mata Rirupirin ia hapus dan lalu memandang ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Leafa tidak merasa terkejut maupun rasa takut. Ia bisa merasakan harum kakaknya pada angin malam yang menerpa pipinya dari arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Onii-chan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bergumam, mengambil nafas dalam – dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Leafa — Suguha, Kirito selalu menjadi sosok terdekat sekaligus terjauh bagi dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kakaknya telah berhenti memandang kedua orang tuanya saat ini sebagai orang tua kandung tanpa ia sadari, bahkan sebelum ia menemukan kenyataan yang sebenarnya. Kirito telah menutup dirinya sendiri sangat lama seingat Suguha; ia tidak pernah terhubung dengan orang lain. Setiap saat persahabatan baru muncul, ia akan merusaknya dengan tangannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelakuan Kirito yang seperti ini telah membuat dirinya kecanduan game online, dan kegemaran tersebut membuatnya dikenal sebagai «Pahlawan yang menyelesaikan SAO», tetapi Suguha tidak memandang hal tersebut sebagai suatu insiden ataupun sebuah penebusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah jalan yang dipilih sang kakak. Ia tak akan pernah berpaling, selalu menyelesaikannya sampai akhir. Itulah kekuatan terbesar Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit malam ini adalah bukti nyata jika Kirito telah menanggung beban dunia ini beserta orang yang tinggal di dalamnya. Karena —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Onii-chan adalah pendekar pedang yang lebih hebat dariku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Leafa telah kehilangan inderanya, tetapi Leafa berusaha mengumpulkan sisa – sisa kekuatan lalu menempatkan tangan ke depan dadanya, seolah memegang pedang bambu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia berdoa, Bawalah kekuatan jiwaku menuju pedang kakak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di atas kepalanya, ia bisa melihat bintang hijau bersinar terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Lisbeth memegang tangan Silica erat – erat sambil melihat langit yang telah kehilangan matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suka atau tidak, pemandangan luar biasa dimana langit merah terselubungi kegelapan membangkitkan kenangan hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu sore hari di awal musim dingin setelah dua tahun SAO dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka tokonya sendiri, Lisbeth mengetahui pemberitahuan sistem yang menyelimuti langit atas karena permainan kematian ini telah diselesaikan. Ia langsung tahu jika itu adalah Kirito. Kirito mengalahkan bos terakhir menggunakan pedang yang aku buat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali ke dunia nyata, Kirito berkata padanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku sebenarnya telah kalah. Pedang  milik Healthcliff menembus dadaku dan Hpku telah menjadi 0. Tetapi untuk beberapa alasan, avatar milikku tidak langsung menghilang. Hanya beberapa detik, aku bisa menggerakkan tangan kananku dan mengalahkannya. Aku rasa orang yang telah memberiku jeda waktu adalah kamu, Liz, dan Asuna, Silica, Klein, juga Agil. Aku bukanlah satu – satunya orang yang menyelesaikan SAO. Kalian semua adalah pahlawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liz menampar punggungnya dan tertawa “Kenapa rendah hati begitu?” pada saat itu, tetapi mungkin seperti itulah perasaan Kirito yang sebenarnya. Ia sebenarnya ingin berkata jika kekuatan terbesar yang ada dalam ikatan kamu dan aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Hei, Silica.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth memandang temannya yang ada di samping,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tampaknya… Aku masih suka Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silica tersenyum, lalu membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, mereka kembali memandang langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapan matanya, ia melihat dua sosok: Klein mengangkat tinjunya, dan Agil seolah ingin berkomentar pada Klein.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth mendengar suara – suara pemain Jepang yang sedang berdoa sepertinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kami masuk ke dunia ini menggunakan AmuSpheres… tetapi kamu masih bisa mendengar kami kan, Kirito? Karena jiwa kami masih terhubung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ratusan bintang yang tersebar di atas langit bersinar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri meletakkan tangan kirinya pada leher naga miliknya, Kazenui. Tetapi tangan kanannya masih menggenggam erat tangan kiri Tiese. Mereka memandang langit malam di atas sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku – buku sejarah dalam gereja tidak pernah menyebutkan peristiwa seperti ini, peristiwa dimana langit berubah menjadi langit malam. Tetapi Renri tidak takut sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia mengambil dua tombak yang menancap di tubuhnya, ia yakin akan segera mati, hujan cahaya lalu turun dari langit dan menyembuhkan luka miliknya hingga sembuh total. Sekarang, langit malam ini juga terasa hangat seperti hujan cahaya sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini membuat Renri keheranan bahwa ia bisa selamat hingga akhir sebagai Integrity Knight yang paling lemah, tetapi pada saat yang sama ia tak bisa memaafkan perasaannya sendiri. Ia selalu yakin jika tewas secara terhormat di medan peperangan seperti Knight Dakira atau Knight Eldrie mungkin menjadi satu – satunya cara membayar kematian sahabatnya yang telah ia lupakan namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Renri menemukan perasaan baru saat hujan cahaya menyembuhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendekar pedang berambut hitam yang membatu di kursi roda. Ia juga kehilangan satu – satunya sahabat. Ia memutuskan untuk menderita karena bertanggungjawab atas kematiannya, ia menyegel jiwanya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia memilih untuk bangkit. Kemudian ia bisa mengendalikan pedang ganda yang merupakan milik sahabatnya, seperti Renri mengendalikan Divine Instrumentnya, Twin Edged Wings. Ia menunjukkan kekuatan yang hebat dengan mengirim puluhan ribu pemain ke dunia lain. Ia telah mengajari Renri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk hidup. Untuk terhubung dengan yang lain, bertarung, jiwa dan raga. Ini — adalah cara satu – satunya ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya ini, bukti kekuatanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri bergumam dan menggenggam tangan Tiese semakin erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiese di tangan lainnya menggenggam Ronye dan disisi Ronye ada Pemimpin Penjaga Sortiliena. Tiese menatap Renri, lalu mengangguk dengan mata berair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berempat menatap langit malam sekali lagi sambil berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari ratusan bintang, empat bintang yang paling terang membentuk sebuah rasi bintang dan bersinar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Berdiri di kejauhan, Pemimpin Petarung Tangan Kosong Iskahn menatap tajam namun terlihat sedih pada gadis sekarat berarmor hijau yang sedang di kelilingi Orc dan Petarung lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara gadis itu bertarung begitu mengerikan hingga deskripsi “Dewa yang Marah” sangatlah cocok. Setelah melihatnya, Ishkan akhirnya mengerti mengapa para Orc tidak mematuhi perintah langsung Kaisar dan datang untuk menyelamatkan para Petarung Tangan Kosong. Sang pemimpin Rirupirin dan 3.000 Orc memutuskan jika gadis ini lebih kuat dari sang Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada satu alasan mengapa setiap Orc mematuhinya, bukan, telah bekerjasama dengan gadis itu. Alasanya adalah karena gadis itu menganggap mereka seperti manusia; itulah yang dikatakan Rirupirin padanya. Di masa lalu, Rirupirin telah memiliki kebencian terhadap manusia. Tetapi saat ia menjelaskan situasi ini pada Iskahn, kemarahannya seolah menghilang tanpa jejak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, wanita… bukan, Sheyta…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn memanggil nama seorang knight wanita yang berdiri si sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kita sebut kekuatan... apa yang kita sebut tenaga... sebenarnya itu apa? …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta memiringkan kepalanya, rambutnya yang terikat terjatuh. Matanya bergerak dari sang naga yang beridiri di belakangnya menuju Dampe yang masih diperban, lalu menuju Iskahn. Senyum kecil muncul dari bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu sudah tahu. Ada kekuatan yang lebih kuat daripada kemarahan dan kebencian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit merah Tanah Kegelapan menjadi hitam pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menahan nafas dan melihat keatas, Iskahn melihat sebuah bintang hijau bersinar tanpa suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta mengangkat tangannya dan menunjuk bintang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Disana. Kekuatan yang sebenarnya. Suatu cahaya asli.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Yeah. …Yeah, kau benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn menjawab. Cairan yang meluap dari mata kirinya membuat bintang hijau tersebut semakin buram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pertama kalinya dalam hidup ia mengepalkan tangannya bukan untuk bertarung, ia kini berdoa untuk sebuah kemenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari jarak yang cukup dekat dengan bintang hijau, bintang lain menyala merah seolah terbakar. Sebuah bintang abu – abu melayang di dekatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, sisa – sisa Petarung mulai menyanyikan sebuah lagu, dan ratusan bintang yang tersebar menyebar seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ribuan, puluhan ribu bintang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sisa – sisa pasukan utama Kerajaan Manusia di Gerbang Besar Timur, Integrity Knight Fanatio, Deusolbert, Knights-in-Training Linel dan Fizel, juga ratusan penjaga kehilangan kata – kata saat melihat langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai macam pikiran melintas di hati masing – masing, tetapi kekuatan doa dan harapan mereka tetap sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fanatio berdoa atas keselamatan dunia yang dicintai Komandan Integrity Knight Bercouli, dan anak yang masih ada di perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Deusolbert memegang cincin kecil yang ada di jari kirinya agar dunia tempatnya hidup beserta seseorang yang pernah ia cintai selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Linel dan Fizel berdoa agar suatu saat bisa bertemu lagi dengan si swordsman yang mengajarinya arti kekuatan sejati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Knight yang lain dan para penjaga berdoa demi kedamaian kembali ke dunia ini dan agar bertahan selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Goblin gunung yang ada di bukit sebelah utara Tanah Kegelapan juga mulai berdoa, Goblin Padang Rumput di daerah barat juga mulai berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Orcs yang ada di Daerah Berair menunggu kembalinya para suami dan ayah sambil berdoa, juga Para Raksasa di daerah selatan pegunungan mulai berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia yang tinggal di kota dekat Istana Obsidia, dan Ogre di padang rumput bagian selatan menutup mata dan berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit malam mulai menyelimuti pegunungan dan sampai ke Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sister-in-Training Selka dari Desa Ruild di daerah Utara Kerajaan Norlangarth sedang mengambil air dari sumur, matanya terbuka lebar saat langit biru mulai berubah menjadi langit hitam, ia mematung di tempat. Tali di genggaman tangannya dan ember kayu langsung terjatuh ke dalam sumur, tetapi ia menghiraukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisikan yang keluar dari bibirnya yang sedikit bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Onee-sama. ……Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, pada saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selka bisa merasakan angin malam, dua orang yang ia sayangi pasti sedang mengalami pertarungan sengit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti Kirito telah terbangun. Ia telah kembali berjuang setelah kehilangan Eugeo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selka berlutut di tanah berumput, menggenggam erat tangannya di depan dada dan berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eugeo. Kumohon... lindungi Onee-sama dan Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia berdoa dan menatap langit malam, sebuah bintang biru berkedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai macam bintang mengelilingi bintang biru tersebut. Selka melihat banyak anak – anak yang sedang bermain juga berlutut sambil menggenggam erat tangan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pedagang dan ibu – ibu di depan gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para petani di ladang gandum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayah Alice yang ada di pusat desa, dan kakek Garitta di pojok hutan juga berdoa. Mereka semua tidak merasakan rasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak bintang mengisi langit malam diatas Desa Ruild.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, langit di atas Zakkaria di utara sana juga terisi bintang – bintang. Di dekat peternakan Walde, sang suami istri beserta putri kembarnya, Teline dan Telure terlihat berdoa sambil melihat dari jendela rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para penduduk desa dan kota di keempat penjuru kerajaan memanjatkan doa mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian penduduk Kota Centoria yang berada di pusat Kerajaan Manusia. Siswa – siswa dan Guru di Akademi Master Pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan pendeta dan sister di Gereja Axiom juga melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi gadis pengatur elevator diantara lantai 50 dan 80, ini pertama kalinya melakukan tindakan tersebut. Sambil melakukan Sacred Task miliknya, ia menarik tangannya dari kaca pipa Aerial Element, ia menatap langit malam berbintang dan mulai berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sama sekali tidak mengetahui dunia diluar Kathedral. Kematian Administrator dan invasi Tanah Kegelapan sama sekali tidak mengubah hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ia hanya berdoa untuk satu hal saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdoa agar bisa bertemu lagi dengan dua pemuda swordsmen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini telah ada lebih dari sepuluh ribu bintang yang mengisi langit malam yang membentang di seluruh Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimulai dari lingkar terluar, bintang – bintang tersebut mengeluarkan bunyi satu persatu, lalu turun menuju satu tempat yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung dunia paling selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menuju sebuah pedang panjang berwarna hitam pekat yang diangkat ke langit, sebuah lemparan batu dari pulau melayang yang disebut Altar Ujung Dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Alice terus berlari secepat mungkin dan akhirnya ia bisa melihat bagian atas pulau, saat melihat bayangannya sendiri. Ia terkejut jika sudah sejauh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kesamping sambil berlari, Alice melihat pemandangan yang tidak biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh mengacungkan pedang hitam miliknya sambil membentangkan enam buah sayap besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sulur es melilit tubuhnya, membuatnya tak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Es tersebut muncul dari pedang putih yang bercahaya, digenggam oleh seorang swordsman dengan sayap hitam seperti naga di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dada miliknya telah berlubang. Keinginannya untuk terus bertempur benar – benar luar biasa. Orang normal pasti akan langsung kehilangan Life mereka dalam kondisi seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi keajaiban sebenarnya ada di atas kepala mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah aliran kegelapan naik ke puncak langit dari pedang hitam yang di angkat tangan kanan Kirito, kegelapan tersebut menyelimuti seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu bukanlah kegelapan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit bagian utara mulai memancarkan titik – titik cahaya. Berbagai macam bintang bersinar dengan berbagai macam warna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para bintang mulai bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil mengeluarkan bunyi – bunyi indah, mereka menuju bagian selatan dunia. Putih, biru, hijau, kuning. Bagaikan pelangi di langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Insting Alice menebak jika itu semua adalah jiwa milik semua orang di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang – orang Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penduduk Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Demihuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, dunia telah bersatu dalam satu harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice memanggil namanya, ia mengangkat tangan kirinya tinggi – tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jiwaku juga. Aku mungkin hanyalah knight palsu yang dibuat seseorang, bukanlah jiwa diriku yang sebenarnya. Tetapi perasaan ini— perasaan yang mengalir di dadaku ini asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bintang emas muncul dari tangan kirinya, lalu terbang menuju pedang Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Asuna tidak menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia paham apa yang diinginkan Kirito sebenarnya. Ia tak boleh menyia – nyiakan waktu yang telah diberikan Kirito dan harus segera ke system console.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka Asuna menarik tangan Alice dan melaju menaiki tangga batu dengan segenap tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tampaknya Asuna kesulitan dengan banyaknya luka yang ada di tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan tersebut berubah menjadi dua tetes airmata, turun ke pipinya, dan terbawa angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbawa angin malam, dua tetes air mata tersebut bergabung menjadi satu, berubah menjadi bintang berwarna – warni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat bintang tersebut melaju dengan meninggalkan warna aurora dibelakangnya, lalu ia berlari tanpa menoleh lagi. Ia harus yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Gabriel Miller merasa kagum karena bisa ditahan menggunakan sulur es saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah segala jenis serangan sihir, bahkan tebasan dari pedang panjang tidak memiliki efek padanya beberapa saat lalu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, mulutnya telah terluka oleh banyak pedang yang dibuat di dalam jantung si pemuda. Tetapi itu hanya terasa seperti mengunyah sesuatu. Kini seluruh tubuhnya telah dilindungi oleh barrier kegelapan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku adalah seorang perampas. Semua cahaya, panas, dan objek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku lah jurang kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TIA…DAAA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang tak tampak seperti manusia muncul dari dalam tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keenam sayap yang muncul dibalik punggungnya berubah menjadi Void Blade yang sangat mirip dengan pedang yang digenggam oleh tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menebaskan pedang dengan hebat. Sulur es putih yang melilitnya rusak dan ia kini bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berteriak, Gabriel memanjangkan ketujuh Void Blade ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat tangan kirinya ia ajungkan agar menembak api kegelapan kepada si pemuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel menyadari jika langit merah telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga, berbagai macam meteor telah turun dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ketika aku melepas ingatan Night Sky Sword, aku sadar jika bisa menemukan gambaran yang tepat di kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu – satunya hal yang ada di hatiku adalah kata – kata Eugeo saat ia memberikan nama pada pedang yang sering kupanggil «Si Hitam».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Oh yeah. Kupikir «Night Sky Sword» adalah nama yang tepat untuk pedang hitammu, Kirito. Bagaimana pendapatmu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Menyelimuti... dengan lembut.... dunia kecil ini.... seperti langit malam....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan yang keluar dari pedang ini mengubah siang menjadi malam, menciptakan sebuah langit gelap seperti namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti apa yang akan terjadi setelahnya saat bintang – bintang melaju dari bagian utara ke pedang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan Night Sky Sword adalah kemampuan untuk menghisap Resources dengan jangkauan yang luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Resource yang paling kuat di dunia ini bukanlah Spatial Resources yang diatur oleh system, seperti matahari atau tanah. Tetapi adalah kekuatan jiwa manusia. Doa, harapan, dan permohonan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bintang- bintang telah terhisap ke dalam pedang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, dua bintang terakhir yang masuk adalah bintang berwarna emas dan berwarna – warni yang menyelimuti pedang ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Night Sky Sword telah terisi oleh berbagai macam emosi dari banyak orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya yang mengalir dari gagang pedang ke lenganku, meresap ke seluruh tubuhku. Tubuh bagian bawahku yang ditebas Gabriel telah beregenerasi dengan cahaya kehangatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya tersebut mengalir ke lengan kiriku, membuat Blue Rose Sword juga bercahaya —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OH…HHHHHHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menebaskan kedua pedangku dan berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapanku, Gabriel telah terbebas dari sulur es dan membuat teriakan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak lagi mirip seorang manusia. Terbungkus oleh api hitam, tubuhnya yang tertutupi cairan seperti logam membuatnya agak bercahaya, dan cahaya ungu kebiruan yang terpantul di matanya seperti api neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang besar di lengan kanannya ia angkat dan sayapnya kini menjadi pedang dengan panjang yang sama ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia mengangkat lengan kirinya kepadaku dan hendak menembakkan kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…OHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuat barrier cahaya dan berusaha menahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku membuka sayapku yang terbuat dari jubah panjang lebar – lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pedang kiriku di depan dan pedang kananku di belakang, aku menendang udara dengan segenap tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hanya ada sedikit jarak antara aku dengan musuh. Seharusnya butuh waktu sedetik untuk melaju kearahnya dengan kecepatan penuh. Tetapi dengan kondisi saat ini, waktu rasanya seolah dipercepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok manusia muncul di kananku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah seorang knight dengan armor hitam berkulit hitam, menggunakan pedang besar panjang. Pria tersebut memegang pundak seorang knight wanita di dekatnya. Ia mengamatiku dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau harus melepas aura membunuhmu itu anak muda. Jiwa kosongnya tak akan bisa ditebas dengan Incarnation membunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, sosok pria berambut pendek muncul di sisi kirinya. Ia mengenakan jubah biru dan memegang pedang panjang. Dia adalah Komandan Integrity Knight Bercouli, ia menyeringai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan takut, pemuda. Pedangmu diisi oleh seluruh dunia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang seorang gadis berkulit putih dan rambut panjang perak muncul di sisi Beroculi. Pemimpin Tertinggi Administrator tersenyum padaku dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Majulah, tunjukan padaku kemampuan yang kau peroleh saat melawanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, datang tepat di depan dadaku adalah seorang gadis muda mengenakan jubah. Dia adalah Pemimpin Tertinggi lainnya, Cardinal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau harus percaya mereka Kirito. Percayalah pada jiwa banyak orang yang kamu cintai dan orang yang mencintaimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik kacamatanya, mata cokelat miliknya terasa hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu mereka semua menghilang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh terakhir yaitu Gabriel Miller kini sampai ke jangkauan serangan pedangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lenganku yang terisi penuh kekuatan yang belum pernah aku rasakan, aku melancarkan serangan Sword Skill yang paling aku andalkan milik Dua Pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Starburst Stream. Serangan 16-hit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“WHO…OAAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedangku yang diselimuti cahaya melaju,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, keenam pedang Gabriel diayunkan dari segala sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap benturan cahaya dan kegelapan menciptakan getaran yang mengguncang dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harus lebih cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OHHHHHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berteriak dengan sepenuh jiwa dan raga, membuat tebasanku semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TIADAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel juga berteriak sambil melancarkan semua pedangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10 serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11 serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada lagi kemarahan, tak ada lagi kebencian, tak ada lagi rasa haus darah di dadaku. Apa yang tersisa dan menggerakkan tubuhku adalah sebuah doa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12 serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13 serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Terimalah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14 serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—cahaya dari…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15 serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—jiwa semua orang di dunia ini!! Gabriel!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan ke 16 terakhir milikku kulancarkan dari atas kepala menuju sisi kiri, sedikit lebih lambat dari serangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakin akan kemenangannya, mata Gabriel menyipit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih cepat dari tebasan milikku yang kelancarkan dengan segenap tenaga, sebuah sayap hitam menusuk dan memotong seluruh lengan kiriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian menjadi pecahan dan serpihan cahaya, meninggalkan Blue Rose Sword melayang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AAAAAAAAAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Void Blade di tangan kanannya ia ayunkan kebawah, diselimuti petir hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Psht.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi benturan, dua tangan muncul dan menggenggam gagang pedang Blue Rse Sword yang ada di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Blue Rose Sword menahan serangan Void Blade dengan pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam sang pedang, Eugeo menatapku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo — sekarang waktunya, Kirito!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih, Eugeo!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berteriak lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 18 - 196.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SIAPAAAA…AAAAAAAAAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memfokuskan seluruh kekuatanku pada serangan ke 17, sebuah tebasan dari kanan menuju lengan kanan Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedangku menancap tajam, membuat cairan yang menutupi tubuh Gabriel pecah, lalu menusuk ke jantungnya berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eugeo dan aku mengubah setiap cahaya yang ada di Night Sky Sword dan Blue Rose Sword menjadi gelombang cahaya yang memasuki jantung milik Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller bisa merasakan sebuah energi yang terdiri dari berbagai macam warna seperti air terjun raksana mengisi jurang kegelapan yang ada di tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya tertutupi cahaya, dan pendengarannya terisi oleh banyak suara yang tiada henti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tuhan, selamatkan dia …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Jagalah anak itu …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Akhiri perang ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku mencintaimu …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Biarkan dunia ini…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Dunia ini…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Lindungi dunia ini…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ha, ha, ha.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat pedang si pemuda menancap di jantungnya, Gabriel membiarkan lengan dan keenam sayapnya terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HA HA HA, HA HA HA HA HA HA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah usaha yang sia – sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya itu mencoba mengisi rasa laparku, kehampaanku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah usaha yang berani, seperti mencoba menghangatkan alam semesta menggunakan tangan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akang menghisap semuanya, sampai habis!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel berteriak, menembakkan cahaya hitam dari mata dan mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau?! Seseorang yang hanya memberi takut pada jiwa manusia?! Jangan bercanda!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pemuda berteriak, membuat cahaya emas memancar dari seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang tersebut bersinar semakin terang, membuat cahaya dan rasa hangat kedalam hatinya yang membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya memudar, dan pendengarannya semakin redup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Gabriel tetap tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HA HA HA HA HA, HAAAAAAAAA HA HA HA HA HA HA!!”&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sama sekali tidak takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehampaan yang ada di dalam lawannya bagaikan lubang hitam, tetapi tubuhku sendiri juga masih berputar dalam galaksi raksasa yang diciptakan oleh harapan semua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didalam cahaya yang ditembakkan dari mata dan mulut Gabriel, warnanya mulai berubah perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari keunguan menjadi merah. Lalu kuning... jingga, hingga menjadi warna putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pshk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tersebut berasal dari retakan cairan logam yang melumuri Night Sky Sword.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kemudian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya putih muncul dari retakan tersebut. Bagian bawah keenam sayap di punggungnya mulai terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pinggir mulut Gabriel mulai retak, begitu juga lubang di pundak dan dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat cahaya muncul dari segala arah di seluruh tubuhnya, Gabriel masih tetap tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HA HA HA HA HA HA HA HA HA HA HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tawanya menjadi semakin melengking, berubah menjadi seperti suara logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tubuhnya yang hitam kini terselimuti retakan cahaya keputihan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa ditahan lalu seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ledakan yang bisa menggetarkan seluruh dunia terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“——————Hahahahahahaha!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller melompat keatas, tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang pertama ia lihat adalah sebuah dinding dengan lapisan logam keabu – abuan. Stiker peringatan menghiasi seluruh saluran dan kabel yang menempel di dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hahaha, ha, ha……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel meredakan tawanya sambil mengambil nafas bertahap. Saat nafasnya kembali stabil, ia bisa mengamati daerah sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia yakin jika ini adalah Ruang STL 1 di Ocean Turtle. Tampaknya ia telah log out secara otomatis karena suatu alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh luar biasa. Ia sebelumnya berencana ingin menghisap seluruh cahaya dan menghabisi si pemuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia dive kembali sekarang, apakah ia masih memiliki waktu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah tegang, Gabriel membalikkan kepalanya dan ia melihat ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pria putih terbaring di STL, matanya tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Who is that?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan muncul di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia salah satu anggota timnya? Terlebih lagi, mengapa orang ini tidur di mesin yang aku gunakan untuk dive?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia akhirnya sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ituu… Ini... wajahku....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller, CTO dari Glowgen Defense Systems.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, siapa yang aku lihat sekarang ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mengangkat  tangannya dan menatap. Yang bisa ia lihat adalah dua buah cahaya transparan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa – apaan ini? Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mendengar suara lembut di belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kamu akhirnya datang ke sini, Gabe.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membalikkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesosok gadis kecil mengenakan gaun putih berdiri disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa melihat wajah si gadis, karena wajahnya tertutup oleh rambut pirangnya. Tetapi Gabriel bisa langsung mengenalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyebut namanya setelah hampir 20 tahun, ia tersenyum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini? Mengapa kamu ada di tempat ini, Ali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alicia Klingerman. Sahabat masa kecil Gabriel Miller dan korban pertama yang telah ia bunuh demi mencari tahu arti sebuah jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah sejak lama Gabriel menyesalinya karena melihat Jiwa Alicia waktu itu, tetapi tak bisa ia tangkap. Tetapi sebenarnya dia tidak kehilangan sama sekali. Dia selalu ada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lupa kan kondisinya saat ini, Gabriel mengulurkan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zip. Tangan kiri Alicia dengan cepat menangkap tangan Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terasa dingin, seperti es. Jarum – jarum es seperti menusuk kulit dan dagingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mencoba untuk melepaskannya. Tetapi jari kecil Alicia menggeggamnya dengan erat, lalu senyum menghilang dari wajah Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Dingin. Lepaskan tanganku, Ali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berucap, tetapi si gadis menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, mulai sekarang kita akan selalu bersama. Ayo ikut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergi… kemana? Tidak, aku masih memiliki hal yang harus kulakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel membalas, kali ini ia menggoyangkan tangannya sekeras mungkin. Tetapi percuma, ia seperti terdorong kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lepaskan. Lepaskan aku, Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia hendak bicara lagi dengan suara normalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Alicia tersentak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia melihat wajah dibalik rambut cantik Alicia—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel terpukul oleh sebuah emosi yang membuat hatinya hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Organ dalamnya mual. Nafasnya semakin cepat. Kulitnya bercucuran keringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa – apaan ini? Apa perasaan ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ah, ah, ah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengerang aneh, Gabriel menggeleng – gelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lepaskan. Hentikan. Lepaskan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat lengan kirinya tanpa pikir panjang, lalu mencoba mendorong Alicia, tetapi tangan tersebut juga dipegang. Rasa dingin menjadi semakin kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heeheehee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Inilah rasa takut, Gabe. Perasaan yang selama ini kamu cari, hebat bukan??”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber ekspresi dari orang – orang yang telah ia bunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia sulit mendeskripsikan perasaan ini sebagai sebuah rasa menyenangkan. Ini tidak menyenangkan. Aku tak ingin mengenal perasaan ini. Cepat akhiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, Gabe. Mulai sekarang, perasaan ini akan berlangsung selamanya. Hingga akhir nanti, kamu akan merasakan rasa takut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepatu milik Alicia perlahan terhisap lantai logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian kaki Gabriel juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Be… Berhenti... lepaskan... hentikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara tak sadar kini ia memohon, namun ia terus terhisap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa peringatan, sebuah tangan putih mencuat dari lantai dan menyeret kaki Gabriel. Lalu muncul lagi. Muncul lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel tahu jika tangan – tangan tersebut adalah milik para korbannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa takut semakin menjadi – jadi. Jantungnya berdetak semakin kencang dan keringat bercucuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti... BERHENTI, BERHENTIBERHENTIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mulai berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Critter, kemari! Bangun Vassago!! HANS!! BRIGG!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memanggil nama kawannya, tetapi pintu dibalik ruang kontrol utama tetap diam tak bergeming. Vassago yang seharusnya dive di STL ruang sebelah, tidak menunjukkan tanda – tanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia sadari, lantai telah menelan hingga pinggangnya, Alicia yang menggenggam erat tangannya kini telah setinggi pundak Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik sebelum tenggelam sepenuhnya, wajah sang gadis tersenyum gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH… AHHH… WAAAAAHHHHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel menjerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terus tertelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pundaknya, lehernya, wajahnya kini telah terjangkau tangan – tangan putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AHHHH… Ahhh…… Ah………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia tenggelam dalam kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Gabriel Miller tak lagi terdengar, takdir yang ia benci akan menunggunya di masa depan selamamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu di Underworld mulai berakselerasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sinkronisasi kedua kini telah ditembus, ratusan pemain Jepang yang log in menggunakan AmuSpheres telah ter disconnect secara otomatis kini terbangun di net kafe dengan bergagai macam emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sementara, mereka mencerna kejadian tersebut, mengingatnya di kepala mengukir sebuah pengalaman dunia lain di hati mereka, dan akhirnya air mata menetes di mata lalu mengambil mengambil telepon dan AmuSpheres. Untuk mengenang teman – teman yang telah gugur di dunia lain dan terlog out, apa yang terjadi setelah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon dan Leafa telah meninggalkan Underworld karena kehilangan Life sebelum akselerasi terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbangun di cabang RATH Roppongi, keduanya menunggu perasaan rasa sakit menghilang sebelum saling tatap satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shino dan Suguha yakin jika Kirito telah terbangun dan mengalahkan musuh terakhir, menyelamatkan dunia, dan akan kembali dengan selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka bertemu lagi, mereka akan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika mereka berdua tidak bisa membuat ia merasakannya, Sinon dan Sugu akan mengungkapkan perasaan mereka pada Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tekad tersebut, keduanya menyadari pemikiran satu sama lain, lalu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembatas kecepatan telah rusak, waktu dunia tersebut telah berdetik lebih cepat dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari 1000x, lebih dari 5000x.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dinding penunjuk kecepatan yang jauh dari tempat ini, kecepatan akselerasi maksimal sudah sampai 5.000.000 kali lipat dari kecepatan dunia manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sesaat setelah ledakan cahaya menghilang, energi dalam tubuhku perlahan menghilang. Karena kelelahan, aku berusaha menahan tubuhku agar melayang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lenganku yang telah terpotong tanpa aku sadari telah beregenerasi. Di lengan tersebut tergenggam erat Blue Rose Sword, aku mencoba menahan air mata agar tidak menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku paham jika jiwa Eugeo telah menyelamatkanku berkali – kali saat Blue Rose Sword menahan pedang milik Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang mati tidak akan kembali, baik itu di dunia nyata maupun di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa kenangan begitu berharga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Benar kan, Eugeo…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbisik, tetapi tidak ada jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangkat kedua pedang perlahan dan menyarungkannya kembali pada sarung pedangnya di punggungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, langit malam di atas kepalaku mulai memudar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan menghilang perlahan, dan langit kembali ke warna asalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Biru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit di Tanah Kegelapan kini tidak berwarna merah darah, hanya ada warna biru sejauh mata memandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak yakin apakah ini akibat efek dari «Tahap Percepatan Maksimum», ataukah suatu keajaiban yang disebabkan oleh doa lebih dari sepuluh ribu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apapun alasannya, pemandangan ini begitu mengagumkan hingga bisa membuatmu meneteskan air mata. Sebuah perasaan membawa kenangan mengisi diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menutup mata, menghembuskan nafas panjang lalu perlahan mengalihkan pandanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku membuka mataku, aku tidak melihat mereka masih di tangga batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan mengepakkan sayapku aku mulai turun. Aku hendak menuju pulau melayang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pulau berbentuk bundar yang melayang di udara dipenuhi dengan berbagai macam bunga dan hiasan warna - warni. Sebuah jalan dibuat di tengahnya, menuju sebuah bangunan yang mirip dengan kuil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendarat di tengan jalan batu, lalu mengembalikan sayapku ke bentuk semula dan memandang sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serbuk sari dari nektar bunga memasuki hidungku. Beberapa ekor kupu – kupu biru beterbangan, kicauan burung terdengar dari pepohonan yang tumbuh subur di sekitarku. Langit biru cerah dan terik matahari membuat pemandangan di sekitarku seperti sebuah lukisan mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan — tak ada seorangpun di pulau ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu juga bayangan di jalanan, ataupun di dalam kastil di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Syukurlah, mereka berhasil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bernafas lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Gabriel Miller terlahap oleh ledakan cahaya dan menghilang, aku mulai merakasan waktu di dunia ini sudah mulai berakselerasi sekali lagi. Aku tak yakin apakah Asuna maupun Alice telah berhasil menuju system console dan ke dunia nyata. Tetapi tampaknya mereka telah berhasil sampai ke tujuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice — alasan mengapa dunia ini diciptakan, seorang knight wanita dan satu – satunya jiwa yang bisa melepas pembatas sebuah Artificial Fluctlight, ia telah pergi menuju dunia manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku rasa banyak kesulitan yang akan menunggunya mulai sekarang. Dia harus beradaptasi dengan dunia yang memiliki hukum dan sosial yang berbeda, memiliki tubuh mekanis, dan kekuatan yang ingin memanfaatkan artificial intelligence untuk kepentingan militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena ini Alice, aku pikir ia akan bisa melaluinya. Karena dia adalah Integrity Knight yang paling kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Semoga beruntung ……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sekali lagi melihat langit biru, berdoa pada si Knight Emas yang tak akan pernah kujumpai lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang percepatan maksimum telah dimulai, tak ada jalan bagiku untuk keluar dari dunia ini. Ketiga system console di dunia telah berhenti berfungsi, dan bahkan jika Life milikku berkurang menjadi 0, aku harus menunggu dalam kegelapan, dalam ketidakpastian hingga tahap ini berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka dan pekerja RATH yang lain seharusnya sedang mencoba menghentikan STL milikku, tetapi itu tak mungkin dilakukan dalam waktu 20 menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu itu, lebih dari 200 tahun telah berlalu di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak tahu apakah kesadaranku akan menghilang setelah menghabiskan seluruh jiwaku, atau bahkan menjadi gila karena percepatan hingga 5.000.000 kali lipat dunia manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu – satunya hal yang aku yakin adalah aku tak bisa kembali ke dunia manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu, Ayah, Suguha. Sinon. Klein, Agil, Liz, Silica.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman – temanku di sekolah. Pemain yang kukenal di ALO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak akan bisa menjumpai orang – orang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berlutut di jalan batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menopang tubuhku dengan kedua tangan, tetapi tubuhku seolah diambang kehancuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penglihatanku menjadi buram, cahaya menyilaukan mataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sekarang, sepertinya aku ingin menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terpenting bagiku tak mungkin aku miliki lagi, aku menangis. Isak tangis keluar dari gigiku yang kutahan, tetes air mata membasahi wajahku terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Drip. Drip drip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa mendengar air mataku berjatuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Drip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Drip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Clack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clack, clack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, aku mendengar suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clack, clack. Semakin dekat. Getaran kurasakan dari ujung jari tanganku yang menyentuh lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara berayun, aroma manis namun samar – samar menembus bunga di sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Clack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara itu berhenti di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, seseorang memanggil namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_18_Bab_22&amp;diff=560549</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 18 Bab 22</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_18_Bab_22&amp;diff=560549"/>
		<updated>2020-01-27T10:38:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: /* Bab 22 -  Pertempuran Penentuan (Hari Kedelapan Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 22 -  Pertempuran Penentuan (Hari Kedelapan Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata makian tersebut keluar dari mulut Critter, penyedia informasi bagi pasukan penyerang Ocean Turtle, ia masih memandangi layar besar diatas konsol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Titik merah yang berada di puncak 30.000 kini mulai menghilang seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, pemain VRMMO Cina dan Korea yang dimasukkan kedalam Underword atas usul Vassago, dengan suatu alasan telah di log out paksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Titik biru Pasukan Kerajaan Dunia Manusia dan titik putih Pemain Jepang yang sebelumnya dikepung kini masih berjumlah ribuan. Itu jumlah yang tidak cukup banyak, dan jika mereka memiliki kemampuan untuk melenyapkan kombinasi pasukan Korea dan Cina, maka berarti mereka lebih berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa yang dilakukan si sialan Vassago?…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter mengomel sambil memandangi satu titik di monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada satu titik merah yang masih menyala berada di dekat pemain Jepang. Itu Vassago yang sebelumnya mengkonvert akun miliknya dan masuk menggunakan STL. Dia tepat berada didepan musuh, tetapi dia tidak bergerak sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia menjadi tawanan dan tak bisa bergerak? Atau dia masih memiliki rencana rahasia lain untuk mengalahkan musuh ─?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter memandangi ke ruang STL, ia ingin menampar Vessago dan membuatnya bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa mereset akun sementara Hak Istimewa Administrator Underworld masih terkunci. Dengan kata lain, jika ia memaksa Vassago log out, ia tak akan bisa menggunakan akunnya lagi. Apa yang bisa Critter lakukan saat ini adalah membatasi batas akselerasi, yang mana terpisah dari Program The Seed, ia harus berhati – hati menjalankannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter mengambil nafas dalam – dalam dan melebarkan peta dilayar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berada di bagian paling selatan Underworld, ia bisa melihat satu titik merah lain yang masih bergerak. Itu pastilah sang kapten operasi ini, Gabriel Miller.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang harus ia pertimbangkan adalah jika Pasukan Kerajaan Dunia Manusia bisa menyusul Captain Miller yang kini masih mengejar Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil mengirimkan banyak pemain dari Amerika, Cina, dan Korea bisa menghambat Pasukan Musuh yang ingin menuju selatan. Tetapi kini Kapten Miller telah berada ratusan mil jauhnya didepan sana. Sebuah jet tempur tak akan bisa menyusul jarak tersebut dengan seketika, tapi hal seperti itu tak mungkin ada di Underworld. Paling hanya makhluk bersayap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─Tak mungkin musuh bisa menyusul Kapten.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter akhirnya memutuskan setelah berpikir selama tiga detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang jam yang ada di tangan kirinya. Jam tersebut menunjukkan tanggal 7 Juli pukul 9:40 AM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada sekitar delapan jam dua puluh dua menit hingga Tim Pasukan Pertahanan Jepang menyerang. Kapten Miller telah memberikan perintah untuk mereset akselerasi ketika delapan jam tersisa, yaitu pada pukul 10:00AM. Tetapi karena semua pemain telah dihancurkan, ia tak bisa menunggu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karenanya, ia akan mengubah akselerasi waktu menyadi 1.000 kali lipat, dan memberikan sedikit waktu bagi Kapten Miller agar bisa menangkap Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin … Bertahanlah sebentar lagi, Vassago.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara kepada titik yang tak bisa bergerak di medan peperangan, Critter menjulurkan tangannya menuju tuas pengontrol rasio Akselerasi Fluctlight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat kecepatan yang ditampilkan di monitor, tetapi matanya tertahan pada skala yang ada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarum penunjuk kini masih berada di angka x1, jumlah angka tersebut ditandai setiap ×100, dan ×1.000 pada garis merah di pojok sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu skala tersebut terus naik hingga x1.200. Tampaknya itu adalah batas aman bagi jiwa manusia yang masuk menggunakan STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi angka tersebut masih berlanjut hingga lebih jauh, dan berhenti di x5000. Jika tidak ada manusia yang dive ─ jika hanya penduduknya adalah Artificial Fluctlights, maka kecepatan akselerasi tersebut bisa ditingkatkan sampai titik tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu akselerasi tersebut diatur menggunakan tuas yang ada di konsol, lalu menekan tombol yang ada di sisinya. Berhati – hati menyentuh tombol tersebut, Critter perlahan menekan tuas keatas seperti mengoperasikan sebuah pesawat yang akan lepas landas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecepatan di layar meningkat, dan angka kecepatan akselerasi semakin naik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat menyentuh ×1.000, ia mengalami sedikit masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menekan agak keras, lalu tuas tersebut bergerak lagi dan berhenti pada ×1.200. Saat ini, tuas tersebut tidak menunjukkan tanda – tanda bisa digerakkan bagaimanapun ia mendorongnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oof……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ingin tahu Critter memasukinya. Ia mulai melihat tuas logam tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia seketika menyadari sebuah lubang kunci keperakan disamping tombol konfirmasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya mulai menyeringai saat ia menggaruk – garuk rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika batas aman adalah 1.200 kali lipat, maka zona bahaya yang sebenarnya ada diatas itu. Sepertinya bukan masalah jika ia mencoba untuk membuka zona bahaya ketika saat – saat mendesak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memutar kursi disampingnya, Critter menjentikkan jarinya kepada anggota tim lain yang ada di Ruang Kontrol Utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, adakah yang ahli membuka sesuatu yang terkunci?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─Begitu lembut… begitu harum…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pastilah tidur paling nyenyak yang ia alami selama beberapa bulan ini. Itulah mengapa Higa Takeru selalu menolak sebuah suara yang terdengar di telinganya yang mencoba untuk membangunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… ey, Higa-kun! Dengarkan aku! Hei, buka matamu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─Suara itu sepertinya sangat keras kepala. Seolah ia akan mati atau semacamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─Sekencang apapun. Aku tidak terkena tusukan kok; aku telah… tertembak…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“───AHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatan milik Higa mulai bangun, Higa berteriak seketika ia membuka matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didepannya ia melihat sebuah wajah paruh baya yang memakai kacamata hitam menyilaukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AHH?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berteriak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin mundur secara reflek, tetapi tubuhnya tak mematuhi sang tuan. Malahan ia merasakan rasa nyeri di pundak kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─Benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku telah ditembak oleh pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kehilangan banyak darah tetapi aku menghiraukannya karena mementingkan menjalankan STL. Aku memasukkan Output Fluctlight milik ketiga gadis itu menuju STL milik Kirito-kun, tetapi ia masih tak terbangun... lalu aku memikirkan itu …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ki-Kirito-kun, apakah ia─”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bertanya, sambil menjaga jarak dari pria yang memandanginya dengan jarak yang sangat dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara perempuan menjawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aktivitas Fluctlight milik Kirito-kun telah pulih, malahan sangat aktif.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku.. aku mengerti…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bergumam, suaranya terdengar lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemulihan diri dari kondisi seperti itu seperti sebuah keajaiban. Tetapi kondisi dirinya yang kehilangan banyak darah dan masih hidup lebih ajaib lagi ─&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berpikir sambil memastikan kondisi dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terbaring di lantai pada Ruang Sub Kontrol. Bagian tubuh atasnya telanjang dan pundaknya di perban. Sebuah jarum tranfusi darah berada di lengan kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang mencurigakan, errr, Kikuoka Seijirou berada di samping kirinya. Ia duduk dilantai sedangkan dibagian kanan adalah Dr. Koujiro Rinko; ia telah melepaskan gaun putihnya. Berada di depan sana adalah Sersan Satu Class Aki Natsuki, seorang perawat yang sedang mengganti kantung darah Higa. Ia pastinya orang yang menyembuhkan lukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menatap lagi pada Kikuoka yang masih terdiam dari tadi, lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Syukurlah… kan sudah kubilang jangan terburu – buru … ──Tidak, ini salahku karena tidak menyadari ada mata – mata di bagian teknisi …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut poni Kikuoka berantakan dan kucuran keringat menetes hingga ke kacamata miliknya. Setelah melihat lebih jelas, Rinko juga bercucuran keringat; tampaknya keduanya berusaha dengan gigih untuk membangunkan Higa. Maka dari itu, sensasi nyaman ketika ia mengigau adalah …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
───Huh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang menekan dadaku dan melakukan pernafasan buatan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa hampir keceplosan bertanya, tetapi langsung menutup mulutnya. Ada hal – hal di dunia ini yang lebih baik tak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malahan, ia menanyakan banyak pertanyaan yang lebih penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kondisi Underworld… Bagaimana Alice?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka menekan bahu kiri Higa dan membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pemain dari America, Cina, dan Korea telah ter log out. ─Dan juga, ada hampir 30000 pemain dari Cina dan Korea, tetapi mereka telah kalah …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh?… Cina dan Korea juga?! Bukan sebagai bantuan... melainkan musuh?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hampir melompat, tetapi merasakan rasa sakit di pundak kanannya. Suster Aki datang mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenanglah! Peluru tadi berhasil menembusmu, butuh waktu lama untuk menghentikan pendarahannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M-Mengerti…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa akhinya tenang, lalu Rinko menjelaskan seluruh kondisi saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“─Mengenai pemain Cina dan Korea, sepertinya media sosial digunakan untuk memancing pemain game online dan memicu konflik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah… tak apa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berbisik pelan. Ia bergabung dengan Project Alicization karena… ia terinspirasi oleh sahabatnya dari Korea yang telah meninggal karena serangan bom teroris saat wajib militer di Iraq. Tetapi jika situasi saat ini disebabkan oleh serangan pemain Amerika, masih ada banyak situasi menegangkan antara pemain Jepang dan Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggelengkan kepala dan sambil menahan rasa sakit, Higa mengajukan pertanyaan lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berapa jumlah pemain yang datang dari Cina dan Korea?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya sekitar 30.000. sedangkan 2.000 pemain dari Jepang yang datang membantu benar – benar dikalahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka memejamkan mata untuk sesaat, lalu melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada saat itu, masih ada sekitar 20.000 pemain Cina dan Korea, sungguh tak beruntung bagi mereka ketika Kirito-kun terbangun dan tiba – tiba .... …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, apaaa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menyela jawaban sang komandan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun, seorang diri … dengan tiba – tiba mengalahkan 20.000 pemain? Tak mungkin, tidak ada senjata ataupun command di Underworld yang bisa mengalahkan musuh sebanyak itu. Ataukah... memang ada ya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, Higa akhirnya mengingat percakapan sebelum Yanai menembaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain mata – mata bagi para penyerang, Bawahan Sugou Nobuyuki yang bernama Yanai juga terobsesi dengan Artificial Fluctlight bernama «Administrator». Situasi macam apa yang ia rencanakan sampai sejauh ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, «Orang Keempat» yang terhubung kedalam STL milik Kirigaya Kazuto ─ adalah sebuah keadaan tak biasa dalam Main Visualizer. Meskipun begitu, tidak, dia telah menjadi kunci penting terbangunnya Kirito. Higa tidak menduga sebuah objek bisa menampilkan ekspresi seperti seorang manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hei… Kiku-san…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bergumam pada komandan, sambil menahan rasa nyeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita… mungkin telah… menciptakan sesuatu yang tak terpikirkan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari dalam speker di Ruang Sub Kontrol terdengar suara alarm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sesuatu yang telah Higa pasang: suara Waktu Akselerasi telah dirubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awan kelabu melewatiku dan Asuna dengan kecepatan mengagumkan. Langit merah darah dan tanah kehitaman membentang luas sejauh mata memandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada satu orang yang bisa melakukan Art untuk terbang di seluruh Kerajaan Manusia, dialah Pemimpin Tertinggi ─ Integrity Knight Alice pernah berkata padaku. Karena Pemimpin Tertinggi dan «Belahan Jiwanya», yang bernama Cardinal telah tiada di Underworld. Tak mungkin ada cara untuk mempelajari bagaimana mereka bisa menggunakan Art Terbang. Itulah mengapa kemampuan yang kugunakan untuk terbang di Tanah Kegelapan tidak berhubungan dengan Art jenis apapun, melainkan kemampuan yang kugunakan untuk memanipulasi hal menggunakan imajinasiku … kemampuan yang disebut para Integrity Knights dengan nama «Incarnation».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Binatang peliharaan milik Cardinal yang bernama Charlotte telah melindungiku sejak aku meninggalkan Desa Ruild, dan sekarang aku bisa mendengar kata – kata miliknya sekali lagi di dalam telingaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Setiap macam Art adalah sebuah panduan untuk memfokuskan Incarnation milikmu … Imajinasimu. Kamu tak perlu perapalan kata – kata ataupun medium lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sekarang, hapus air matamu dan berdiri. Rasakanlah. Doa – doa dari para bunga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kebenaran dari Dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku menutup diri dari dunia di sekitarku setelah pertarungan dengan Administrator di lantai tertinggi Kathedral Pusat Gereja Axiom, hingga aku terbangun beberapa menit lalu, aku tampaknya bisa menghubungkan diri dengan «kebenaran» dari dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa merasakan dengan jelas, Sacred Power yang berputar di udara di sekelilingku dan aku bisa mengubahnya dengan sangat mudah menjadi elemen – elemen yang dibutuhkan untuk menciptakan sebuah Art. Meskipun aku menggunakan Pelafalan saat menyembuhkan Life milik Klein dan Lisbeth. Aku seharusnya bisa menciptakan efek yang sama menggunakan imajinasiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini aku bisa terbang bersama Asuna dengan menciptakan Aerial Elements terus menerus dibelakang tubuh kami seperti sebuah mesin jet. Kita lebih cepat dari seekor naga, tetapi kita masih perlu waktu lima menit agar bisa menyusul Alice dan naga yang ia tunggangi ke selatan sana, Amayori.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada banyak kata – kata, permintaan maaf, dan terima kasih yang ingin aku sampaikan kepada Asuna, tetapi sekeras apapun aku mencoba. Aku tak bisa menatap langsung matanya bahkan saat aku terbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku terbangun, setelah semua darah dalam tubuhku berubah menjadi cahaya. Ingatanku perlahan mulai kembali dalam kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada pada kenangan malam sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhku diposisikan di tengah tenda, Asuna, Alice, Ronye, dan Sortiliena duduk melingkariku. Masing – masing mereka mengobrol mengenai kenangan tentangku... lebih tepatnya, mereka bergiliran mengungkapkan kelakuanku yang tak bagus. Kejadian tersebut untukku adalah suatu “Neraka Hidup”?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kirito-senpai sering keluyuran keluar Akademi untuk membeli sekantung Pai Madi dari toko Deer Leap atau Kue Buah dari toko Sunflower, lalu membagikannya padaku dan Tiese.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku jadi teringat, ketika aku lulus dia membawakanku beberapa Bunga Zephyria yang hanya bisa ditemukan di Kerajaan Barat. Ia berkata padaku jika Kirito butuh waktu setahun untuk merawatnya hingga mekar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Ronye dan Sortiliena membagikan pengalaman mereka...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ketika kami memanjat dinding luar Kathedral, Kirito mengambil daging dari kantongnya dan membagikan separuh porsi padaku. Ia memanaskan dagingnya terlalu cepat dengan Thermal Element dan hampir menghancurkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ketika aku bertemu dengannya pertama kali, dia memberikanku sebuah roti hitam dengan cream diatasnya. Dan kami makan tart blueberry, dadar gulung, dan makan banyak makanan enak lainnya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice dan Asuna mulai menggunakan cerita bertema makanan entah mengapa. Lalu berganti dengan hal – hal yang pernah aku lakukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bisa menggaruk kepalaku dan menguap saat kami terbang dengan kecepatan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Arrrgh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kesadaranku buyar, penciptaan dan pelepasan Aerial Elements terganggu. Angin kencang menerpa seluruh tubuhku dan mengguncang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial, aku membuat jubahku menjadi sepasang sayap untuk menstabilkan diri. Tetapi saat aku akan melakukannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… YAHHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berteriak dan terjatuh seperti sebuah batu dari atas, aku merentangkan kedua tanganku dan menangkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghindari bahaya, aku menatap mata Asuna. Aku harus meminta maaf sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna, tidak seperti yang kamu pikirkan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kata – kataku bagaikan alasan ketimbang permohonan maaf, aku tak bisa menarik kata – kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak ada yang terjadi antara aku, Liena-senpai, Alice, juga Ronye, sungguh! Aku bersumpah pada Dewi Stacia, tak terjadi A-P-A-P-U-N!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar penjelasanku, wajah Asuna—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi tersenyum. Ia meraih wajahku dengan tangan rampingnya lalu berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kamu tak berubah sama sekali Kirito-kun. Mereka berkata jika kamu sudah ada disini selama dua tahun, jadi kukira kamu akan lebih sedikit... dewasa....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, air mata menetes dari mata Asuna. Ia lalu berkata dengan suara serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengagumkan… Kamu Kirito-kun… kamu tidak… berubah sama sekali… Kirito-kun…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata Asuna menusuk hingga hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Aku… adalah aku. Tak mungkin aku berubah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena… kamu seperti dewa dunia ini. Kamu membekukan seluruh pasukan tadi... menyembuhkan dua ribu orang sekaligus.. dan sekarang.. terbang...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bisa tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya terbiasa dengan dunia ini. Untuk terbang, dengan cukup latihan kamu bisa melakukannya juga kok, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tak apa aku tak bisa terbang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya ingin kamu menggendongku seperti ini terus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tersenyum, lalu memelukku erat –erat. Aku membalas pelukannya dan berkata lagi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh… terima kasih, Asuna. Bahkan ketika kamu terluka parah, kamu masih berusaha melindungi penduduk Underworld… pasti terasa menyakitkan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua tahun lalu, saat aku tertebas oleh goblin di Puncak Pegunungan di Ujung, aku menyadari bagaimana rasanya sakit di dunia ini. Itu hanyalah luka ringan di pundak, tetapi terasa begitu menyakitkan hingga aku tak bisa berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Asuna telah menghadapi pasukan PoH secara langsung hingga detik – detik terakhir dengan seluruh luka di tubuhnya. Tanpa perjuangan Asuna, Tiese, Ronye, dan seluruh Pasukan Pertahanan, mereka pasti sudah kalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan… Bukan hanya aku saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggelengkan kepalanya lalu bercerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sinonon, Leafa-chan, Liz, Silica-chan, Klein-san, Agil-san… juga Sleeping Knights dan teman – teman dari ALO, mereka telah berjuang keras. Renri-san si Integrity Knight, para Penjaga Kerajaan Manusia, Sortiliena-San, Ronye-san, Tiese-san, juga…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik ini, tubuh Asuna seolah menjadi tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum mendengarkan lanjutannya, aku akhirnya menyadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Oh, benar, Kirito-kun! Komandan Knight… Bercouli-san juga mengejar si Kaisar sendirian …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangguk perlahan, dan menggelengkan kepala pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sadar Integrity Knight tertua yang tak pernah kutemui secara langsung, Bercouli Synthesis One, telah menghilang dari dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum peperangan dimulai, kami bertemu melalui «Pedang Imajinasi». Dalam kenanganku yang perlahan bangkit, aku menyadari jika Bercouli telah siap menerima kematiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhir masa hidupnya selama tiga ratus tahun, ia memilih untuk melindungi Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memahami arti gelengan kepalaku. Asuna semakin memelukku erat dan menangis. Lalu ia mengusap matanya dan lanjut bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apakah Alice-san… selamat…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, dia masih belum tertangkap. Ia hampir sampai di ujung selatan Tanah Kegelapan … System Konsol Ketiga. Tetapi tampaknya ada hawa mengerikan yang mengejarnya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti… kita harus melindunginya, demi Bercouli-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Asuna perlahan menjauh dariku. Wajahnya berlinangan air mata, namun terisi tekad kuat. Aku mengangguk padanya. Namun aku melihat rasa ragu di mata Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi untuk sekarang... walau hanya sebentar, kamu hanya milikku Kirito-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya mencibir dan bertemu dengan punyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah langit merah Tanah Kegelapan, aku mencium Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, akhirnya. Aku menyadari mengapa aku terbangun di dunia ini dua tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari Minggu di bulan Juni di Dunia Nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku berjalan pulang menuju rumah Asuna, aku diserang oleh pelaku ketiga dalam «Insiden Death Gun», Johnny Black si pemimpin guild merah «Laughing Coffin». Ingatanku menjadi samar setelah aku disuntik dengan succinylcholine dari jarum suntik bertekanan tinggi. Aku mungkin berhenti bernafas atau mengalami kerusakan otak, jadi aku dimasukkan kedalam STL dan Underworld untuk pengobatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suatu alasan, PoH si pemimpin Laughing Coffin ada diantara orang – orang yang menyerang Ocean Turtle. Ia kini telah menjadi sebuah pohon di Tanah Kegelapan seperti pohon Gigas Cedar ukuran mini. Jika waktu akselerasi meningkat lagi sebelum disconnected paksa dari luar, aku tak bisa membayangkan berapa minggu ia akan terbangun dalam kondisi buta dan tuli akibat perbuatannya. Ia mungkin akan menjadi sepertiku selama setengah tahun ini. Terasa kejam bukan, tetapi aku tidak melebih – lebihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu berusaha membunuh Asuna.. dan penduduk Underworld yang kusayangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah agak lama berciuman, Asuna mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengingatkanku atas waktu itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berkata lalu mulutnya tertutup. Aku tahu mengapa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengingat ciuman yang kita lakukan dibawah matahari terbenam ketika kastil melayang mulai runtuh, setelah permainan kematian SAO diselesaikan. Itu adalah ciuman perpisahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tersenyum dan mencoba menyingkirkan rasa canggung ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo. Kita kalahkan Kaisar Vector, menyelamatkan Alice, dan kembali ke dunia nyata …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum aku bisa menyelesaikan kalimatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara nyaring terdengar dalam kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun!! Kirigaya-kun!! Kau bisa mendengarku?! Kirito-kun!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara serak ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei… apa itu kau, Kikuoka-san? Bagaimana kau bisa menghubungiku tanpa sebuah system console…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak ada waktu menjelaskannya! Hal buruk telah terjadi.. Waktu Akselerasi.. FLA... mereka telah ...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Brigg merah dan berjenggot ketika ia memasukkan dua kabel logam kedalam lubang kunci kemudian ia berbalik pada Critter dengan perasaan tak enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serahkan masalah ini padaku. Ia telah mengajukan diri, tetapi siapapun yang mendesain mekanisme keamanan Waktu Akselerasi benar – benar berbeda dari apapun yang pernah ia temui. Jemari Brigg yang bergerak perlahan kini mulai menjadi liar, ia memaki tanpa henti dan suaranya semakin keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duduk dibelakangnya, Hans melihat jam tangan di lengan kirinya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kannn, tiga menit berlalu! Dua menit lagi kau hutang limapuluh dolar padaku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam kataku! Dua menit cukup bagiku... untuk membuka benda ini... lalu berenang ke Hawaii... dan kembali …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kabel didalam lubang kunci mulai berbunyi, Critter hampir berkata “Istirahat saja dulu”. Tetapi kedua orang ini mulau bertaruh dan tak mungkin mereka berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satu menit tersisa. Siapkan isi dompetmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Brigg berteriak, berdiri dan melemparkan kabel ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerah nih? Critter berkomentar dalam kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berkata – kata lagi, si prajurit berwajah merah terdiam dan melihat lubang kunci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, tunggu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya menatap heran kepada Brigg yang sedang menyarungkan kembali pistolnya, ia menatap Hans lalu menuju Critter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terbuka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menatap sebuah lubang yang terbuka selebar dua inci di Kontrol Panel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan didalamnya berpercik beberapa kali lalu ia mulai menggerakkan tuas besi. Tuas itu bergerak lima inci, lalu berhenti lagi. Critter mengecek monitor dan melihat jumlah kecepatan adalah 1.200 sesuai yang ia inginkan — dan batasan angka tersebut berhenti pada ×5000.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lima… rib……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika Critter hendak menghitung berapa banyak waktu jika dibandingkan dengan satu detik dunia manusia dengan Underworld— ada bunyi logam terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuas kontrol yang seharusnya berhenti di angka batasan, kini mulai melaju lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“App… apaan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter berguman dan dihadapan matanya, angka yang tampil di monitor melebihi 5000 — 1.0000…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tidak, kita masih oke. Selama aku tidak menyentuh tombol konfirmasi, kecepatannya tidak akan berubah. Kita masih bisa menggerakkan tuas kembali ke posisi semula..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei… Jangan sentuh apapun!! Siapapun dilarang menyentuhnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter berteriak keras memantau Hans dan Brigg agar menjauh dari monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hendak menyentuhkan jarinya ke tuas, lalu menggerakkan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Criter menyentuh tuas, ada sebuah ledakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelindung tombol konfirmasi berwarna merah yang ada dihadapannya meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Monitor besar yang ada di dinding Ruang Kontrol berubah berwarna merah, sebuah alarm terdengar dari dalam speaker. Hitung mundur lima belas menit muncul di monitor dan mulai turun dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia mendengar suara alarm lagi, sebuah tanda jika seseorang telah bermain – main dengan Percepatan Watku, hal itu membuat Higa ingin berdiri tetapi hanya mengalamai rasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Higa-kun! Kan sudah kubilang jangan memaksakan diri …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dr. Koujiro berjalan dan menyentuh punggung Higa, tetapi seketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Monitor di Ruang Sub Kontrol beruah menjadi merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa yang terjadi?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka berteriak. Ia mencoba berdiri dibantu Rinko, Higa mencoba mengintip apa yang dilakukan si komandan pada console.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang muncul disana adalah sebuah pesan yang menunjukkan tiga lapis pelindung mekanisme pengatur kecepatan waktu telah ditembus, dan seluruh Underworld telah memasuki tahap kecepatan maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apaa…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa hanya bisa berkata seperti itu, jadi Dr. Koujiro bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudnya ‘tahap kecepatan maksimum’?! bukankah batas Fluctlight Acceleration adalah 1.200 kali lipat?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Itu adalah batas orang – orang dari dunia nyata yang dive kedalam... batasan sebenarnya adalah 5.000 kali jika hanya ada Artificial Fluctlights didalamnya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa membalas, mata sang profesor terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“5.000?! Maksudmu... satu detik disini adalah delapan puluh menit di Underworld… Delapan belas detik disini berarti satu hari penuh didalam sana.!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah hitungan kasar, tetapi Higa dan Kikouka menggelengkan kepalanya bersama – sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa aku salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“1.200 kali adalah batasan aman yang kami tentukan ketika «Jangka Hidup sebuah Jiwa» seorang manusia dari dunia nyata memasukinya… 5.000 kali adalah batasan apa yang bisa kita amati Underworld dari dunia kita… seperti itulah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa mencoba menjelaskan secara sederhana, dan tampaknya Dr. Koujiro sedikit memahami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma-Maka… apa maksudmu batasan…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kamu tau kan jika Underworld diciptakan dan dihitung menggunakan photon. Kecepatan menerima photon secara teori terbatas dalam Main Visualizer… dengan kata lain, batasan tersebut ditentukan oleh bentuk server penghubung …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke oke, katakan saja langsung! Berapa jumlah batasan normal yang bisa diterima?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa memutarkan pandanganya dari monitor ke wajah Rinko, lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam tahap kecepatan maksimum.. kecepatan FLA sekitar diatas lima juta kali. STL yang terhubung dari kantor cabang Ropongi tidak bisa menerima kecepatan sehebat itu, maka meraka secara otomatis akan terputus jaringan.. tetapi bagi Kirigaya-kun dan Asuna-san, yang dive menggunakan STL dalam Ocean Turtle …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu menit di dunia nyata – berarti sepuluh tahun di dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin setelah menghitung dalam pikirannya, mata Rinko terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya Tuhan... cepat... cepat. Kita harus mengeluarkan Asuna-san dan Kirigaya-kun dari STL!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si professor akan berdiri sebelum Higa menggenggam tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, Rinko-san! Akselerasi telah dimulai, jika kita mengeluarkan mereka secara paksa Fluctlight mereka akan rusak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka cepatlah putuskan koneksinya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu mengapa aku harus merangkak hingga kesini? Mesin STL hanya bisa dioperasikan dari Ruang Kontrol Utama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berteriak dengan marah. Lalu melihat sang komandan yang ada di depan konsol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka tampaknya mengetahui apa yang ingin Higa katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kiku-san. Aku akan pergi kesana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika Aki mendengar hal ini, ia membuka mulutnya dengan ekspresi tertegun. Tetapi langsung menutupnya. Ia mendekat dan membisikkan “Aku akan melepas saluran pipa”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang komandan mengangguk pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengerti. Aku juga akan ikut. Aku yakin aku masih cukup kuat untuk menaiki tangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… Tak boleh, letnan kolonel!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan itu berasal dari Kapten Nakanishi, si pemimpin regu penyelamat. Wajahnya pucat, ia mendekat dengan langkah berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terlalu berbahaya, ijinkan saya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, kami masih membutuhkan kalian untuk menjaga tangga ini. Kami akan segera membuka saluran ini... kita tak bisa menggunakan Ichiemom dan Niemom karena tak bisa bergerak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata tersebut membuat mata semua orang tertuju ke pojok kiri ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok manusia yang ditopang rangka besi itu bukanlah manusia nyata, tetapi tubuh mesin yang diciptakan dan dikembangkan oleh Higa sebagai salah satu bagian Project Alicization: Electroactive Muscle Operative Machine Mark II, atau disingkat «Niemom». Dibandingkan Mark I yang rusak berat karena digunakan sebagai umpan sebelumnya, tubuh Niemon lebih ramping; Niemom dari awal didesain untuk menampung sebuah Light Cube.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, tak ada kabel yang tertancap ke kepalanya, jadi itu tak bisa bergerak bahkan jika tombol menyala diaktifkan. Dengan kata lain, Niemom tak bisa digunakan sebagai umpan seperti Ichiemom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpaling dari sosok robot tersebut, Kikuoka memberikan perintah bagi Nakanishi dengan tatapan yang tak pernah dilihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melihat bahaya ini, seseorang yang benar – benar bahaya adalah kalian semua jika menerima tembakan dari musuh. Tetapi kami masih membutuhkan kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakanishi memberikan salam hormat pada perintah asatannya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, siap pak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa mendengarkan percakapan mereka dan mengangkat tangan kanannya. Cukup menyakitkan tetapi jarinya bisa ia gerakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hitung mundur di monitor telah menunjukkan sekitar sepuluh menit sebelum tahap akselerasi maksimum dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi meskipun begitu, membuka saluran pipa lagi lalu menuruni tangga panjang dan melaksanakan pemutusan STL memerlukan waktu sekitar tiga puluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selang waktu dua puluh menit akan menimbulkan jeda sekitar — dua ratus tahun dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu melampaui batasan jiwa seorang manusia yaitu seratus lima puluh tahun&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih parah lagi, bagi manusia dari dunia nyata... tak akan bisa menahan durasi selama itu dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Underworld…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be… benar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berteriak, dan melambaikan lengan kirinya kepada Kikuoka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ki-Kiku-san!! Saat aku mengerjakan STL. Aku bisa membuat kontak dengan Kirito-kun! Kumohon hubungi saluran C12!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi… apa yang harus kukatakan …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katakan padanya untuk segera keluar!! Menuju system console dalam waktu sepuluh menit atau habiskan HP miliknya menjadi nol dan STL miliknya akan memulai proses disconnection!! Tetapi saat ia memasuki tahap kecepatan maksimum, console tak akan bisa digunakan dan tewas adalah skenario yang akan menunggumu!! Ia harus menghabiskan dua ratus tahun didalam sana … tolong peringatkan dia mengenai itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dua……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua ratus tahun?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menelan ludah sebelum kata – kata itu keluar dari mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, Asuna terlihat bingung. Ia tak bisa mendengar suara Kikouka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengarkan aku, Kirito-kun: kau punya waktu sepuluh menit! Dalam waktu itu kau harus sampai ke console dan keluar dari Underworld!! Jika kau tak bisa melakukannya, kau harus menghabiskan HP milikmu. Tetapi cara itu lebih tak meyakinkan dan sangat menyakitkan, karena…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ada kemungkinan aku akan menghabiskan dua ratus tahun dalam kondisi tak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti, aku akan membalas Kikouka, aku menuntut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti, aku akan mencoba keluar melalui console dan membawa Alice!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika tidak merepotkan. Tetapi sekarang ini, keselamatan kalian berdua lebih diprioritaskan ketimbang Alice. Dengarkan aku: bahkan jika kita bisa menghapus ingatanmu setelah log out, dua ratus tahun adalah melebihi batasan umur manusia! Kesempatan untuk selamat terbangun... adalah nol persen …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar suara Kikuoka—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membalas pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Juga, Kikuoka-san. Setengah tahun lalu... tidak, kemarin malam, maaf aku berkata kasar padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa... kita butuh kritikan. Kami akan menyiapkan perban setelah kalian keluar.… aku rasa Higa juga telah bersiap, nah aku harus pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. Sampai berjumpa sepuluh menit lagi, Kikuoka-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu sambungan terputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih mengepakkan sayap sambil memandang Asuna yang ada di pelukanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kirito-kun, apakah Kikuoka-san menghubungimu? Apakah ada … masalah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggelengkan kepala perlahan dan membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… Percepatan Waktu akan dimulai sepuluh menit lagi, jadi ia meminta agar kita segera keluar secepat mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berkedip beberapa kali lalu tersenyum dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setuju, kita tak boleh terus disini. Demi Alice-san. Ayo kita selamatkan dia!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Ayo kita percepat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggendong Asuna erat – erat, aku menciptakan lagi Aerial Elements. Cahaya hijau mulai mendorong kami beruda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengejar Alice yang telah melaju ke langit selatan, dan mengalahkan sosok yang sedang mengejarnya — aku terbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia akan meyusul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menggigit bibirnya sambil menoleh ke belakang dari tunggangan Amayori.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa ditanya lagi, titik hitam yang melayang di langit merah semakin membesar ketimbang lima menit lalu. Bukan karena musuh semakin cepat, melainkan kekuatan Amayori dan Takiguri yang perlahan mulai melemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja ini disebabkan karena mereka berdua telah terbang tanpa henti — suatu keajaiban mereka bisa sampai sejauh ini. Dalam waktu setengah hari sejak mereka melewati Central Capital Centria menuju Puncak Pegunungan di Ujung, jarak beberapa kali lipat ketimbang jarak tempuh Kerajaan Manusia. Kedua naga ini pasti telah menggunakan life mereka agar bisa tetap terbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi masalahnya, bagaimana si pengejar tidak kelelahan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan Art Penglihatan Jarak Jauh menggunakan Crystal Element, Alice telah memastikan jika musuh mengendarai sebuah makhluk, pastinya bukan naga. Makhluk itu berbentuk seperti disc bersayap dan tak seperti sesuatu yang pernah ia lihat di Kerajaan Manusia maupun Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pemanah yang bernama Sinon datang dari «Dunia Nyata» seperti Kirito mengatakan padanya jika ia tidak dikejar oleh Vektor, sang Kaisar Tanah Kegelapan. Sosok aslinya adalah seorang pria dari Dunia Nyata dan musuh Sinon dan Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar Vector yang telah dikalahkan oleh Komandan Knight Bercouli dengan bayaran mahal — dengan menggunakan Time Release Art dari Divine Instrument miliknya, Time Piercing Sword. Tetapi Vektor telah turun lagi ke dunia ini dengan nyawa baru dan kini mengejar Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Kebangkitan» miliknya seolah menghina kematian Bercouli, dan hal itu membuat hati Alice panas dan marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ketika ia terbang sendirian, ia akhirnya menyadari apa yang harus ia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika musuh tak bisa mati di dunia ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka ia harus membunuhnya di Dunia Nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melaksanakan hal tersebut, ia harus sampai ke «Altar Ujung Dunia» dengan cara apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kembali ke depan, ia berhasil menangkap sebuah menara besar di ujung langit merah sana. Berbagai macam legenda telah diturunkan mengenai bangunan itu: bernama «Dinding Ujung Dunia». Tebing yang mengelilingi Tanah Kegelapan tersebut tidak seperti Pegunungan di Ujung; tebing tersebut memiliki ketinggian tak terhingga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapannya, ketinggiannya sama saat Alice terbang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana, ada sebuah pulau kecil melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa ditebak kekuatan macam apa yang membuat pulau — yang berbentuk seperti cangkir anggur — bisa melayang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat lebih dekat, ia menyadari ada bangunan buatan manusia di tengah pulau tersebut. Itu pastilah «Altar Ujung Dunia» yang ia cari. Altar itu bukanlah sekedar pintu keluar dari dunia ini, tetapi pintu masuk menuju Dunia Nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya berjarak kurang dari sepuluh Kilol dari altar tersebut, namun sayangnya saat Alice mendarat ke pulau tersebut Kaisar Vektor pasti akan menangkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice perlahan mengambil nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengelus lembut naga kesayangannya dan memberikan perintah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih, Amayori dan Takiguri. Ini sudah cukup, kalian bisa istirahat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua naga meraung pelan dan mulai turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya beberapa saat lalu, tanah dibawah sana kini terlihat menjadi padang pasir keabu - abuan. Kedua naga mendarat di pasir luas — sepertinya mereka sangat kelelahan — sebelum akhirnya terguling dan jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hururururu. Sebuah panggilan keluar dari tenggorokan Amayori saat tubuhnya menyentuh tanah. Alice langsung melompat dan mencari kantong di pinggangnya, lalu mengambil sebuah botol elixir terakhir miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil separuh isi botol yang berwarna kebiruan dan memasukkannya kedalam mulut Amayori, lalu memasukkan sisanya kedalam mulut saudaranya yang ada di samping. Bahkan elixir buatan Gereja Axiom tak akan bisa memulihkan Life seekor naga, tetapi pasti akan cukup untuk mengembalikan stamina untuk satu penerbangan terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kedua tangannya, Alice mengusap pipi sang naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Amayori, Takiguri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia memanggil nama keduanya, matanya mulai basah. Tetapi ia menahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini perpisahan. Perintah terakhirku adalah... terbanglah ke Kerajaan Manusia, kembali ke sarang naga di wilayah barat; Amayori, carilah seorang suami. Dan Takiguri, carilah seorang istri. Miliki banyak bayi naga, besarkan hingga menjadi naga yang kuat. Seorang anak naga kuat yang bisa ditunggangi para knight suatu hari nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amayori megangkat kepalanya dan menjilat pipi Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Moncong Takiguri menuju pinggang Alice dan menciumi Divine Instrument milik Eldrie yang menggantung disana: the Frostscale Whip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua naga mulai mengangkat kepala, Alice memberikan perintah dengan kencang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergilah sekarang!! Jangan menoleh, terbanglah lurus!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurururu!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua naga mengangkat leher mereka dan meraung panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama – sama, mereka mengangkat tubuh besarnya dan mulai terbang ke arah barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayap raksasanya mengembang dan terangkat oleh angin gurun, mereka melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua naga mulai mengepakkan sayapnya agar cukup kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leher panjang Amayori berputar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naga berharga Alice menatap mata sang majikan. Tetes air mata turun dari bola mata sang naga, bagaikan butiran kristal di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ama… yori…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Alice menyelesaikan perkataannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sang naga berbalik arah secara bersamaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kecepatan penuh, mereka turun lurus menuju arah utara. Mereka berdua langsung menuju si pengejar yang kini bisa tampak terlihat jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… TIDAK! AMAYORI, TIDAKKKK!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menjerit dan mulai berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi pasir gurun mulai menghambat sepatu Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice melihat saat Amayori dan Takiguri semakin tinggi menuju kearah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisik keperakan terlihat bagaikan percikapn api di langit merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taring kedua naga kini membuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah musuh memasuki jarak serang, kedua naga mulai melancarkan serangan terkuat mereka — nafas api. Cahaya putih menerangi langit, seolah mereka membakar live mereka sendiri,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh yang mengendarai makhluk hitam aneh tidak mengubah arah terbangnya, meskipun ia melihat gelombang api hendak menerjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh mengangkat tangan kirinya dan membuka kelima jari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin ia bisa menahannya. Selain Armament Full Control Art milik Integrity Knight atau sebuah grup yang melancarkan Art kelas atas secara bersamaan, nafas api naga adalah serangan terkuat di dunia ini. Hanya dua cara itulah. Tak mungkin merapal Art pertahanan guna menahan serangan tersebut dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang dipikirkan Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat dihadapan dua buah nafas api yang akan membakar musuh, sesuatu diluat nalar Alice terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan pekat mulai berputar dan mengembang di tangan kiri musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah tertelan kegelapan, pemandangan sekitar mulai terdistorsi. Bahkan serangan nafas api terkuat sang naga juga. Serangan tersebut mulai mengerucut dan terhisap ke tangan kiri musuh—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nafas api keduanya tidak meledak, hanya menyisakan garis – garis cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh yang hanya titik kecil di langit tidak menggunakan Art ataupun Sword Skill, Alice yakin ia melihat musuh tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara gemuruh, percikan listrik mulai meledak dari tangan kiri mush.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan ini, yang telah menelan serangan para naga lalu dialirkan kembali dalam bentuk energi, serangan ini menembus sayap dan perut milik Amayori dan Takiguri. Tubuh besar sang naga terluka, tetesan darah menetes dari langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice kaget, ia menjulurkan tangannya menuju langit dan menjerit:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AMAYORIIIII! LARIII! CUKUPPP, LARILAHHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya teriakan Alice sampai ke telinga para naga, tetapi mereka tetap mengepakkan sayap dan tetap melaju kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rahang mereka terbuka kembali. Api mulai terkumpul dan cahaya keputihan akan ditembakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WHOOSH!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, api naga menerangi langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, musuh membuat perlindungan kegelapan untuk menghisap api naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengetahui jika akan ada serangan balasan, para naga tetap maju tanpa gentar. Mereka mengepakkan sayapnya secara kompak, masih terus melancarkan serangan api terhadap musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah yang menetes dari tubuh sang naga berubah menjadi api. Sisik perak mereka terkelupas dan menjadi partikel cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kudua naga perlahan berubah menjadi Luminous Elements.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus menembak dan membakar live mereka, api yang mengisi kegelapan mulai memenuhinya. Mungkin karena tak bisa menahan serangan terus menerus, tangan kiri musuh mulai mengeluarkan asap putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi — pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tubuh musuh mulai terbungkus jubah kehitaman. Pusaran kegelapan yang terisi serangan musuh kini menembakkan petir hitam dan mendorong api putih para naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benturan serangan hitam dan putih terjadi di tengah langit sana, sebelum akhirnya salah satu mendorong serangan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petir hitam melaju menuju Amayori dan Takiguri yang kini telah terlihat kelelahan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AMAYORI! TAKIGURIIIIII!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika teriakan Alice menggema di tengah udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bintang jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua tembakan cahaya turun dari langit merah dengan kecepatan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu cahaya terbang lurus menuju arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya lainnya terbang menuju jarak diantara kedua naga dan musuh. Cahaya mulai menghilang dan menampilkan sosok yang ada didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang swordsman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut hitam pendek dan mengenakan jubah kulit hitam,. Dua pedang panjang berwarna hitam dan putih ada di punggungnya. Lengan miliknya ia pasang di dada, dengan tenang ia menahan serangan petir hitam yang melaju kearahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bang!! Menghilang!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi ledakan petir menyambar si swordsman. Bukan, lebih tepatnya serangan tadi tidak menyentuhnya. Serangan petir telah dibelokkan. Serangan musuh ditahan oleh pelindung transparan di depan si swordsman yang berdiri di udara dengan lengan ia silangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menahan nafas dan matanya terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si swordsman berbaju hitam menolehkan kepalanya dan memandang Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya adalah wajah pemuda, ia tersenyum, dan mata hitamnya penuh tekad. Alice merasakan percikan api dalam hatinya. Api tersebut semakin meluas, dan menjadi bara api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menyadari jika ada air mata menetes menuruni pipinya lalu ia berbisik pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kiri… to……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbangun dari tidur panjangnya selama setengah tahun, ia mengangguk sambil tersenyum tenang kemudian ia mengangkat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapan tangannya adalah para naga yang sekarat. Ujung sayap dan ekor milik mereka perlahan menghilang ditelan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Kirito yang pernah tinggal bersama Alice di pinggiran Desa Rulid, Amayori memanggil lemah: Kururu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito mengangguk padanya lalu menutup mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, kedua naga ditutupi oleh prisma. Seolah mereka diselimuti oleh gelembung sabun. Tetapi mereka tidak merasa takut; mereka melipat sayap, menggulung leher dan tubuh mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bola prisma lalu perlahan turun dari atas kepala Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi Alice memfokuskan pandangannya, ia melihat hal luar biasa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terselimuti cahaya berwarna - warni, tubuh besar Amayori dan Takiguri mulai menyusut. Bukan, mereka menjadi lebih muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuku mereka yang tajam kini menjadi bulat dan tumpul. Sisik keras keperakan milik mereka berubah menjadi bulu – bulu lembut. Ekor dan leher mereka memendek dan sayapnya mengecil dan tertutup bulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat keduanya mendarat ke tangan Alice yang terbuka, tubuh mereka tak lebih dari Limapuluh Cen. Ditutupi bulu keputihan dari kepala sampai ekor, mata Takiguri tertutup. Ia tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Amayori telah kembali ke wujud asalnya ketika Alice pertama kali bertemu dengannya di Kathedral Pusat: ia diselimuti bulu kehijauan, lalu membuka mulut kecilnya dan memanggil:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyuru.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ama… yori…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetesan air mata mengalir dari pipi Alice dan turun ke bulu para naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, cahaya berwarna – warni menyelimuti kedua bayi naga seketika. Sensasi bulu lembut di tangan Alice berubah menjadi sensasi cangkang. Ia berkedip beberapa kali dan menyadari jika para bayi naga yang ada di tangannya telah berubah menjadi dua telur besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telur putih keperakan menyusut hingga bisa ditangkap dengan kedua telapak tangan Alice, lalu cahaya warna – warni mulai menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice perlahan membawa kedua buah telur naga ke pipinya, ia menebak – nebak peristiwa apa yang sedang terjadi dihadapannya. Menyadai jika Live Amayori dan Takiguri tak bisa tertolong menggunakan Art. Kirito lalu menyusutkan batas Live mereka sekecil mungkin — dan mengubah mereka menjadi telur naga dan menyelamatkannya dari kehancuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bagi Alice, pengguna Sacred Arts paling ahli di dunia ini. Tak mungkin baginya untuk menggabungkan beberapa Art hingga mencapai efek seperti ini. Tetapi ia tidak merasakan kesedihan. Ia akan bisa melihat kedua naga tersebut di masa depan nantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memeluk kedua naga dengan tangannya, Alice melihat ke langit sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih… Selamat datang, Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya tak mungkin bisa sampai ke langit sana, tetapi sosok Kirito tersenyum dan menganggguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice bisa mendengar suara dalam telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Akulah yang seharusnya meminta maaf karena telah membuatmu menunggu terlalu lama. Terima kasih, Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ayo kita bertemu lagi di Dunia Nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Kirito mengubah pandangannya sekali lagi, ia melaju ke musuh yang terselimuti kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena tak bisa menahan Incarnations pusaran kegelapan dan pelindung transparan, kehampaan mulai memercikan api kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahkan kamu tak akan bisa mengalahkan musuh dengan serangan biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menggigit bibir agak khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara samar terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, Alice-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kebelakang, ia melihat seorang gadis dari Dunia Nyata dengan pakaian mutiara keputihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut panjangnya tertiup angin, Asuna tersenyum dan dan menepuk pundak Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita percaya pada Kirito-kun. Kita harus segera menuju Altar Ujung Dunia secepat mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y-Ya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice mengangguk tetapi tidak semudah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 18 - 146.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
Alice berbalik ke arah selatan, melihat ke «Dinding Ujung Dunia» yang berdiri tegak di kejauhan beserta pulau putih mengapung yang ada disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Altar Ujung Dunia seharusnya ada di pulau mengambang itu. Tetapi kita tidak bisa menaiki naga lagi. Bagaimana kita bisa memanjatnya …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, serahkan padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangguk dan menarik rapier cantik dari pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kemudian, laaaaaaaa; suara memekikkan yang ia dengar saat penyerangan Pasukan Kegelapan terdengar lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya warna – warni turun dari langit menuju gurun ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah batu putih berbentuk jempol muncul di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BR-BRRRRRMMM!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jempol lain muncul sedikit demi sedikit dengan cukup tinggi tanpa henti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sepuluh detik, Alice melihat tangga keputihan muncul dihadapannya, menjulang tinggi hingga ke pulau mengapung.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Asuna menyelesaikan manipulasi dataran, merendahkan rapier miliknya dan terjatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Asuna…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Aku tak apa... kita hanya punya waktu delapan menit sebelum Altar tertutup …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutup—?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice tak bisa memahami maksud perkataan Asuna, tetapi sebelum ia bisa bertanya. Tangan kanannya terasa tertarik kekuatan besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berdiri dan mulai menyeretnya untuk mendaki tangga batu, Alice juga ikut berlari. Sambil berlari, ia melihat kebelakang sekali lagi, Kirito sedang berhadapan dengan musuh di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kirito. Aku masih banyak berhutang padamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kamu harus menang dan kembali padaku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat tangga batu putih yang terhubung ke pulau melayang dengan dua swordswomen yang sedang berlari dengan cepat membuatnya merasa sedikit lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menoleh lagi dan yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Alice. Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku… harus berpisah dengan kalian disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja aku tidak mengatakan pada Asuna jika Percepatan Waktu selanjutnya adalah lima juta kali lipat, aku juga tak berniat mengatakan padanya jika kita akan menghabiskan dua ratus tahun di dunia ini jika tidak segera log out.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena jika mereka mengetahui hal itu, Asuna dan Alice pasti akan tinggal dan bertarung bersamaku. Bahkan jika mereka tak bisa keluar sebelum percepatan dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika aku merasakan musuh macam apa yang mengejar Alice, aku merasakan keanehan padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, tidak tepat jika menyebutnya melayang di udara. Apa yang ada dihadapanku adalah Bagian Kehampaan. Sebuah lubang hitam yang menelan segala informasi, bahkan sebuah cahaya tak akan bisa lolos darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku akan mengalahkan musuh seperti ini sebelum batas waktu, kemungkinan kita bertiga bisa lolos sangatlah kecil. Dengan kata lain, kemungkinan seranganku akan akan hancur berkeping – keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memastikan Asuna dan Alice bisa log out dengan aman dari Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, aku tak boleh memikirkan hal lain. Tak boleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandang keduanya untuk terakhir kali, lalu berbalik menuju musuh yang ada dihadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Benda» yang akan aku lawan adalah sosok yang diluar harapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia seorang manusia. Pastinya benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetap itulah yang aku tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika penampilan wajahnya adalah sebuah custom avatar, maka kemunggkinan ia bermaksud untuk «terlihat seperti orang kulit putih». Kirito melihat seksama, tetapi tak ada yang spesial darinya. Ia memiliki kulit putih, mata biru, dan rambut pirang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi pria kulit putih, tubuh fisiknya juga terlihat normal. Tubuhnya juga tidak terlalu kurus maupun gemuk dan ia mengenakan jaket militer. Apakah orang ini adalah seorang tentara? Aku tak yakin. Pola hitam dan abu – abu yang menutupi jaketnya bergerak – gerak seolah seperti slime. Terlebih lagi, ada sebuah longsword di pinggang kirinya yang terlihat seperti senjata kelas Divine Instrument.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dalam perjalanan kemari, aku mendengar dari Asuna jika pria ini adalah salah satu pasukan yng menyerang Ocean Turtle. Itu berarti dia adalah tentara bayaran yang disewa menggunakan uang suatu organisasi ataupun perusahaan yang bertujuan untuk mencuri teknologi Artificial Fluctlight. Tetapi orang yang ada dihadapanku, dari pandangan matanya tidak memiliki minat seperti itu. Tidak, ia juga tidak sepenuhnya terlihat seperti manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat berpikir, aku membuka mulutku:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Siapa kau?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung mendapat jawaban. Si pria dihadapanku menjawab dengan suara agak seperti mesin:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang pencari, seorang pencuri, dan seorang perampas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku mendengar jawaban tersebut, aura biru kehitaman muncul dari tubuh si pria dan berputar kencang. Aku merasakan hembusan angin dari belakangku. Udara..., bukan, informasi penyusun dunia ini terhisap kedalam kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau cari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jiwa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat percakapan berlanjut, tidak hanya informasi dunia yang terhisap. Bahkan kesadaranku terasa terhisap oleh kehampaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba sebuah ekspresi muncul di pojok bibir musuh. Itu adalah sebuah senyuman tanpa ekspresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akulah yang harus bertanya siapa kau. Mengapa kau disini? Apa alasanmu menghadangku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa aku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pahlawan yang dive-in? — Tentu bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang knight yang melindungi Kerajaan Manusia? — Bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan setiap kata – kata yang melintas di kepalaku ditolak oleh hatiku. Aku tak tahu alasannya; aku tak bisa berhenti berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pahlawan yang menyelesaikan SAO? — Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain VRMMO terkuat? — Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Si Black Swordsman»? «Dual Blades»? — Tidak, tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua hal itu bukanlah apa yang aku inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, siapa aku…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika pikiranku tercerahi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan suara yang pernah kudengar memanggil namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat kepalaku. Aku menyebutkan namaku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Kirito. Kirito si swordsman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CRACK!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah percikan putih muncul dari kegelapan yang hendak menutupi tubuhku. Pikiranku langsung menjadi lebih jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Apa yang sebenarnya terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah pria ini bisa memasuki kesadaranku dengan bantuan dua buah STL?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menatap mata musuh sambil menguatkan pelindung transparanku. Tetapi apa yang ada disana adalah suatu kehampaan dan kegelapan pekat yang menghisap jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Siapa namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertanya tanpa berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria diam sesaat lalu menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gabriel. Namaku Gabriel Miller.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Instingku berkata jika nama tersebut bukanlah nama karakternya; itu adalah nama aslinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa menebak karena wajahnya berubah. Matanya semakin tajam, sedingin es. Bibirnya semakin tipis dan pipinya ia kerutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia kembali ke bentuk hitamnya, aura kehitaman semakin tebal menutupi tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik ini, aku akhirnya menyadari jika seluruh lengan kanannya telah terpotong. Kegelapan pekat yang berkumpul di lengannya kini memanjang dan menyentuh pedang di pinggang kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang tersebut dikeluarkan dengan suara becek, tetapi tidak memiliki bentuk fisik sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang itu hanyalah kegelapan pekat, sepanjang satu meter. Sebuah keberadaan yang tak masuk akal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan getaran aneh, ia mulai menggenggam pedang dengan tangan bayangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuat jarak dan menarik kedua pedang dari punggungku bersamaan. Tangan kiriku menggenggam Blue Rose Sword, dan tangan kananku menggenggam Night Sky Sword.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dibandingkan menggunakan warna hitam, Night Sky Sword yang dipotong dari ujung Pohon Gigas Cedar tidak kalah gelap. Akan tetapi. Tubuh pedangku mengkilat seperti kristal hitam, sementara punya musuh benar – benar seperti kegelapan yang mengisi angkasa. Jika dibandingkan dengan Mate Chopper milik PoH dalam hal kemampuan menghisap Resource, mungkin berbeda jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan melawan musuh kuat, aku tak bisa mundur. Sebelum Asuna dan Alice sampai ke ujung tangga, aku harus menahan musuh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Kemarilah, Gabriel!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan yakin meneriaki nama musuh, aku mengepakkan sayap dari jubahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika aku mendapat dorongan dan menyilangkan kedua pedang di hadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Generate all element!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membayangkan angkasa sebagai sebuah terminal dan menciptakan semua elemen, aku melaju dan menciptakannya dalam waktu bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Discharge!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panah api, tombak es, pedang angin, dan berbagai macam senjata terus menghujam dari langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merapal Art dan mengangkat kedua pedang di tanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller tidak menunjukkan tanda – tanda akan menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih tersenyum, ia membuka lebar tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Delapan buah cahaya menusuk tubuhnya yang terbungkus kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak memberikan kesempatan pada tubuh bagian atasnya yang bergetar, aku mengayunkan pedang di tangan kananku menuju perutnya dan menusukkan pedang di tangan kiriku ke dadanya. Cairan kegelapan munncrat dan membuat rasa dingin di kulitku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah aku menarik serangan dan menjaga jarak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang mataku tangkap adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel perlahan menghisap kegelapan dalam tubuhnya seolah tak ada yang terjadi. Jaket yang ia kenakan tidak tergores.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemampuan yang pria ini miliki adalah kemampuan menghisap tebasan, tusukan, hawa dingin, hawa panas, angin, panah besi, aliran air, pedang kristal, serangan cahaya, dan kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kain pada jubah yang ada di pundak kananku yang terkena Void Blade saat kami saling serang kini hancur seolah terkelupas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller melihat sekilas menuju sosok «Putri Cahaya» Alice dan gadis lain yang sedang menaiki tangga putih, sepertinya butuh waktu lima menit untuk sampai ke system console.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makanya, ia tak memiliki niat untuk meladeni pertarungan ini. Ia harus segera mengalahkan dan menuju ke pulau melayang adalah pilihan yang paling logis. Tetapi Gabriel merasakan sedikit ketertarikan pada musuh baru ini, jadi ia akan sedikit bermain – main.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pandangan pertama, ia melihat sang musuh hanyalah pemuda biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan pertarungan sebelumnya yang tampak saling menghancurkan, kini ia tak merasakan rasa intimidasi sama sekali. Karena, musuh seperti «Sinon»: seorang pemain VRMMO yang berkomplot dengan RATH, tetapi melihat dari tekanan yang telah musuh berikan. Ia mungkin lebih kuat dibanding Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu karena fakta jika pemuda berambut hitam tampak tidak menunjukkan semangat bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya sedikit menghisap informasi saat Gabriel menanyakan orang macam apa si pemuda, tetapi sirkuit tersebut langsung diputuskan. Kemudian dia terus menerus menolak pelemah mental Gabriel seolah dilindungi oleh pelindung transparan. Bertarung dengan musuh yang tak bisa dirasakan jiwanya tidak membuat Gabriel tertarik sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti itu, ia harus melenyapkan musuh segera dan mengejar Alice. Pikir Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelah ia melihat pemuda ini mengubah jubah miliknya menjadi sayap dan menciptakan berbagai macam Art dalam beberapa saat. Hal itu mengubah pandangan Gabriel, pemuda ini pasti akrab dengan isi dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapatkan Alice dan mengambil teknologi STL ke suatu negara, ia masih memiliki tujuan untuk menciptakan dunia virtual untuk dirinya sendiri, dunia dimana segala hal yang ia inginkan akan diciptakan. Melancarkan teknik memanipulasi pikiran pada pemuda ini lebih lanjut tampaknya bukan ide yang buruk agar misi miliknya selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, dia harus menghancurkan pelindung transparan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel tersenyum lagi dan berbicara dengan di pemuda hitam dengan bahasa jepang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau punya waktu tiga menit. Hibur aku dengan kemampuanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sungguh baik hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Balasku, sambil mengusap luka pada pundak kananku dan menyembuhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi rasa percaya diri Gabriel Miller datang berdasarkan fakta bahwa dia sangat kuat. Karena ia berhasil menahan segala jenis serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tidak, hanya ada satu jenis serangan yang efektif untuk menghadapinya. Sinon telah datang dan menghancurkan lengan kanannya. Ia mungkin menggunakan imajinasinya untuk menciptakan Hecate II lalu menembaknya. Itu berarti Gabriel tak bisa menghisap serangan tipe «Tembakan».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik fenomena aneh ini mungkin karena pakaian militer yang ia kenakan. Ia memiliki pengalaman di dunia nyata dan cukup akrab dengan senjata anti peluru, dan mungkin itulah mengapa ia tak bisa menahan damage yang diterima menggunakan kemampuan imajinasi karena akan tertembak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, hanya Sinon yang bisa menggunakan pistol dan peluru dengan leluasa di Underworld. Tak mungkin aku bisa melakukannya. Bahkan jika aku bisa membuat sebuah pistol, aku tak yakin dengan kemampuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, aku harus menemukan cara lain selain serangan tembakan untuk membuat musuh menerima damage.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti aku harus memahami Gabriel sebagai seorang manusia. Aku harus mengetahui bagaimana ia hidup, apa yang ia inginkan, dan mengapa ia masuk ke Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyiapkan kedua pedangku dan mulai tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, akan kupastikan kau menikmatinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darimana datangnya rasa percaya diri itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pasti telah log in dalam Underworld cukup lama dan terbiasa dengan sistem dunia ini, tetapi ia hanyalah bocah. Ia pasti sudah sadar jika serangan kedua pedangnya dan berbagai serangan sihir tidak berguna, mengapa ia masih bisa tersenyum seperti itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel berpikir, merasakan terganggu karena tingkah laku si pemuda. Ia yakin jika musuh hanyalah mengulur waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tahu jika Gabriel tewas di dunia ini, tubuhnya di dunia nyata tak akan tergores. Diatas itu semua, ia hanya mampu menahan pertarungan ini selama mungkin hingga temannya dan Alice bisa kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya seorang anak kecil. Tiga menit terlalu lama bagi Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat tangan kanannya yang tercipta menggunakan kekuatan tekad, ia perlahan mengayunkan Void Blade miliknya — Gabriel menusukkan pedang ke punggung makhluk bersayap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti pedang dan busur, makhluk ini adalah hasil Jetpack milik akun «Subtilizer» yang telah di konvert agar sesuai dengan lingkungan dunia ini. Meskipun ia bisa mengontrolnya dengan pikiran, berdiri dengan kedua kaki tidak membuatnya nyaman. Mungkin mengubah jetpack ini agar berbentuk seperti sayap lebih mudah digunakan seperti pemuda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pedang itu menusuk semakin dalam, si makhluk berteriak dan terhisap. Data mengalir dari pedang ke lengan kanan Gabriel lalu ia fokuskan ke punggung dengan pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayap hitam mulai mengepak dari pundak. Tidak seperti sayap kelelawar. Namun sayap itu tertutup bulu burung pemangsa. Cocok dengan nama malaikat yang ia miliki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sang Perampas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel berbisik saat ia mengarahkan Void Blade kepada sang pemuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berencana melancarkan seranganku selanjutnya untuk menghancurkan makhluk bersayap yang dikendarainya, tetapi ia bertindak terlebih dahulu dan mengacaukan rencanaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak melewatkan kesempatannya, Gabriel mengepakkan sayap hitam miliknya dan menghunuskan pedangnya menuju ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecepatan tebasanya benar – benar mengejutkan dan ia tidak menarik mundur pedangnya. Aku menganggapnya tak ahli menggunakan Sword Skills, tetapi ia benar – benar mahir. Aku menyilangkan pedangku dan menebaskan keduanya dari bawah ke atas untuk memblokir serangan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kissh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara bising dan sebuah pedang yang terbuat dari kegelapan tertahan di depan hidungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Blue Rose Sword dan Night Sky Sword saling menahan satu sama lain. Inilah yang bisa kulakukan untuk menghindari agar tidak terhisap, tetapi aku merasa sedang diserang oleh kehampaan itu sendiri. Aku seolah bisa membayangkan kedua pedangku merasakan hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itulah strategi yang terpikirkan olehku agar menahan pedang miliknya ketimbang menghindari serangan kebelakang. Tanpa menahan kekuatan mengerikan milik Pedang Gabriel, aku melompat dan memutar tubuhku ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Raah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berteriak. Ujung sepatuku terlontar keatas dengan jejak cahaya orange, mengincar dagu miliknya. Kegelapan meledak dengan suara whap dan tubuh atas Gabriel melengkung ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bagaimana?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayapku mengepak hebat ketika aku membuat jarak dan melihat musuh. Jika aku tidak bisa membuat serangan tembakan, aku akan mencoba sebuah «Pukulan» — dan jika orang ini adalah seorang pasukan tentara khusus, ia pastinya akan memiliki kemampuan serangan jarak dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Gabriel yang melengkung kebelakang kembali ke posisi semula, benar – benar tak terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa meninggalkan jeda, kegelapan yang meledak dari dagunya berkumpul kembali dan meciptakan kulit baru. Musuh kaget dan mengelapnya dengan tangan kirinya, ia tersenyum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku paham. Tetapi sayang sekali, serangan brutal seperti itu hanya ada di siaran televisi. Sebuah seni bela diri…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Byuu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angin bertiup saat Gabriel terbang kearahku, seluruh tubuhnya sangat cepat sehingga terlihat seolah seperti kabut hitam. Dengan refleks aku menahan serangan yang datang dari bagian kiri dengan Blue Rose Sword dan membalas serangan menggunakan Night Sky Sword. Seranganku mengenai pundaknya, tetapi seolah terlumuri oleh cairan kehitaman. Aku tak bisa menarik pedangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelahnya, sesuatu yang licin melingkari lengan kananku, tangan kiri Gabriel sedang melilitku bagaikan ular besar, dan aku tak bisa menggerakkan pergelangan tanganku—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu sebuah rasa sakit menusuk kurasakan hingga ubun – ubunku bagaikan serangan listrik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gwah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajahku yang kesakitan dari jarak dekat, Gabriel bergumam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Jadi seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setelahnya, sebuah serangan mengerikan ia lancarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Void Blade melancarkan serangan bertubi – tubi dengan kecepatan mengerikan tiada akhir. Aku berusaha menahannya dengan pedang di lengan kiriku, tetapi pasti ada serangan miliknya yang tak bisa kutahan dan menggores tubuhku satu persatu. Tak ada waktu untuk menyembuhkan lengan kananku yang patah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Rrrgh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak bisa menahannya, dan mengepakkan sayapku untuh menjauh darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat kebelakang secepat mungkin, aku menyentuh lengan kananku dan dengan segenap keinginanku, aku berharap agar bisa memegang pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat cahaya keputihan akan berkumpul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mencengkeramkan lengan kirinya; kelima jarinya ia buka bagaikan cakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh atau lebih petir hitam ditembakkan lurus, menuju kearahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggertakkan gigiku dan menciptakan pelindung imajinasi. Inilah yang aku gunakan saat ia menyerang kedua naga milik Alice, tetapi saat ini aku sangat yakin bisa menahan petir tersebut, dan sekarang setengah konsentrasiku sedang kufokuskan pada menyembuhkan lenganku — hal ini membuat pelindung milikku menjadi lemah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan hantaman mendarat pada beberapa bagian tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga serangan petir menembus pelindung, perut dan kedua kakiku. Rasa dingin mengerikan menjalar ke seluruh tubuhku sebelum aku merasakan rasa sakit. Dihadapan mataku, luka – luka yang aku terima telah disusupi cairan hitam, seolah hendak menelan keberadaanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggeram, lalu mengambil nafas dalam – dalam dan berteriak. Aku berhasil menyingkirkan cairan itu, tetapi darah mengucur dari lukaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha ha ha…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat pada sosok Gabriel Miller yang sedang tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha ha ha, ha ha ha ha ha…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, itu bukanlah suara tawa. Bibirnya ia tutup ke atas, tetapi ujung bola matanya tidak bergerak sama sekali, bola matanya hanya terisi oleh rasa lapar yang semakin besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel perlahan menyilangkan kedua tangannya, sebuah posisi seolah ia sedang mengumpulkan kekuatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura hitam miliknya berputar semakin kencang. Bagaikan api yang semakin membara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HAAAAAAAAAAAAAA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengannya ia buka lebar – lebar dengan teriakan kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whoosh. Sepasang sayap baru muncul dari sayapnya yang telah ia munculkan. Lalu sepasang sayap baru muncul lagi di bagian bawah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel perlahan menambah ketinggian dengan total sayap berjumlah enam buah. Sebuah halo berwarna hitam muncul di atas kepalanya dan seragam kamuflase tentara miliknya kini berganti dengan pakaian hitam pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata miliknya berubah menjadi tak berbentuk manusia. Bola matanys terisi oleh cahaya biru kehitaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar – benar seperti— seorang Malaikan Maut.&lt;br /&gt;
Sebuah sosok yang akan memburu dan merampas jiwa manusia. Serangan macam apa yang akan bekerja melawannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memalingkan dari sosok menakutkan itu dan mengecek kondisi Asuna dan Alice yang masih berlari menaiki tangga satu persatu. Mereka masih butuh waktu dua sampai tiga menit sebelum sampai ke Pulau Melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ragu bisa memberikan waktu lebih lama lagi&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sungguh luar biasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 18 - 196.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
Sensasi kekuatan yang mengalir menuju seluruh tubuhnya membuat Gabriel mengeluarkan tawa hingga tiga kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini kekuatan imajinasi — atau yang ia sebut dengan nama «Incarnation» di dunia ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya ia telah mendapat kekuatan yang setara... tidak, bahkan melebihi sang pendekar pedang yang telah membunuhnya beberapa waktu lalu dengan tebasan waktu miliknya. Hingga sekarang Gabriel hanya memahami jika kekuatan musuh – musuhnya adalah efek dari system command yang belum ia pahami, tetapi kenyataannya berbeda. Dan ia telah menyadarinya akibat tindakan pemuda berambut hitam yang ada di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan memberikan beberapa menit sebagai ungkapan terima kasihku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mengembangkan keenam sayapnya dan mengangkat tinggi pedang kegelapan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu semenit ia akan memotong tubuhnya menjadi berkeping – keping, mengekstrak jiwanya, dan menghisapnya sampai habis. Ia berencana menjadi semakin kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Listrik kebiruan mengalir ke tubuh Gabriel saat ia mulai menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menatap sosok musuh sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak bisa memikirkan cara untuk melawan atau memojokkan pria ini. Lengan kanannya yang seharusnya telah dihancurkan oleh Sinon telah pulih seutuhnya tanpa aku sadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, aku tak siap secara mental untuk melawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak memahami sosok Gabriel Miller. Udara mengerikan disekitarnya seolah menginginkan rasa lapar yang lebih besar. Tetapi aku masih belum kehilangan harapan untuk menang, bahkan sebelum pertarungan ini dimulai. Selama aku bisa mengulur banyak waktu — aku akan berusaha keras hingga Alice dan Asuna bisa log out, aku mungkin akan terperangkap dalam dunia ini selama lebih dari 200 tahun, tak bisa kembali ke dunia nyata lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh… Jadi seperti itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin aku sebenarnya mengharapkan hal semacam itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah dunia alternatif yang melebihi sosok Aincrad. Tanah ideal yang selalu diharapkan Kayaba Akihiko. Sangat cocok dengan nama “Underworld”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sering bertanya – tanya selama dua tahun terperangkap dalam SAO apakah aku memang ingin keluar. Aku ragu, karena sebagai anggota Lantai Atas yang selalu bertempur di garis depan, aku selalu merasa ketidakpastian jika hidup di dunia itu akan memiliki akhir. Hal yang sama juga akan terjadi pada tubuh asliku yang terbaring di kasur rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi waktu akselerasi di Underworld tidak terikat hal itu. Kecepatan 5,000,000 kali lipat dunia nyata berarti aku tidak perlu mengkhawatirkan kondisi tubuhku sama sekali. Hingga jiwaku habis, aku akan bisa tinggal disini selamanya. Apakah kesadaranku menginginkan hal seperti itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabannya adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal seperti itu tidak terlintas di kepalaku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan Suguha, Ibu, Ayah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yui, Klein, Agil, Liz, Silica… atau orang – orang yang telah menyelamatkanku berkali – kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak pernah berpikir betapa besarnya rasa sedih, rasa bersalah mereka, berapa banyak air mata yang telah mereka keluarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih belum memahami perasaan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak pernah berubah, sejak sekolah menengah saat aku menelantarkan temanku yang minta pertolongan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Itu tak benar, Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara yang kukenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan suatu kehangatan yang mengalir dalam tangan kiriku yang sedingin es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Itu bukan demi dirimu sendiri jika tak ingin meninggalkan dunia ini. Itu karena kamu menyayangi orang – orang yang telah kamu temui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kamu menyayangi Selka, Tiese, Ronye, Liena-senpai, Penduduk Desa Rulid, dan orang yang telah kau temui di Kota Pusat dan Akademi, para Integrity Knights dan Penjaga … Cardinal-san, dan bahkan mungkin Administrator… juga mungkin aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Itulah besarnya rasa sayangmu, begitu besar seolah engkau bisa menanggung beban seluruh dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tetapi musuh – musuhmu tidaklah sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Orang itu tidak memahami perasaan orang lain, itulah mengapa ia menghisap jiwa – jiwa, karena ia tak paham arti rasa sayang. Itulah mengapa ia menelannya bulat – bulat. Itulah mengapa ia merusaknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena .... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia takut.&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller melihat air mata yang menetes di pipi pemuda tersebut. Ia menggenggam pedangnya di dada, seolah takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ia akhirnya merasa ketakutan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haya rasa takut dan kengerian akan kematian yang bisa Gabriel bagi ke orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel telah mengambil banyak jiwa demi mencari Jiwa Murni, bahkan sejak ia membunuh Alicia Klingerman di hutan dibelakang rumah masa kecilnya. Tetapi ia tak pernah lagi menyaksikan kejadian munculnya cahaya kecil yang keluar dari dahi Alicia. Maka ia telah mengisi rasa lapar dalam hatinya menggunakan rasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana rasanya? Rasa takut dari seorang pemuda yang sebelumnya sangat percaya diri, kini mengetahui ia telah berada di ambang maut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan yang mengisi tubuhnya membuat Gabriel menjilat lidahnya sendiri, ia lalu mengangkat keujung jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengayunkan jarinya kebawah dan ia menembakkan laser sangat tipis berwarna kehitaman, menembus setiap tubuh si pemuda. Beberapa detik kemudian, darah menyemprot ke udara bagaikan sebuah kabut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HA HA HA HA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel tertawa sambil ia mendekat mengayunkan Void Blade miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang tersebut menusuk perut pemuda itu dengan sangat mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh bagian bawahnya dari baju hingga jubah terpotong oleh pedang tersebut menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah, daging, dan organ dalam berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kiri Gabriel meletakkan tangannya ke dada Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia masih merasakan detak jantungnya, lalu mengoyak dan mengambil jantung miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jantung tersebut masih berdetak badump, badump, kemudian Gabriel membawanya ke mulut lalu berbisik kepada tubuh tak bernyawa milik si pemuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
“Perasaan, Ingatan, semua milik hati dan jiwamu... akan aku hisap semuanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si malaikat maut berbisik. Aku menatapnya dengan mata yang hampir tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir tak berwarna milik Gabriel Miller terbuka lebar, ia akan memakan jantung milikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Squish.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada suara tak mengenakkan terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah putihnya terkejut, banyak darah keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah memakan banyak pedang kecil yang aku ciptakan didalam jantungku menggunakan Metallic Elements.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unf…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel menutup mulutnya dan mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berucap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kamu akan menemukan.... jiwa dan ingatanku disitu? Tubuhku hanyalah .... wadah. Ingatanku... akan selalu .....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersatu dengan kesadaranku, tak pernah terpisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit yang aku rasakan saat ia mencabik jantungku memang tak terkira. Tetapi itulah kesempatan terbesar milikku. Tak akan ada lagi kesempatan kedua jika aku gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eugeo masih bisa bertempur saat tubuhnya terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melebarkan kedua pedang milikku, dan berteriak sambil batuk darah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“RELEASE RECOLLECTION!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya putih dan kehitaman meluncur dengan waktu bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak sulur es meledak dari ujung Blue Rose Sword, mengikat tubuh Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Night Sky Sword yang kuangkat tinggi – tinggi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pilar besar menjulang ke langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya kehitaman menuju atas, menembus langit merah — lalu melebar kesegala arah seolah menelan sang matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan, cahaya tersebut menelan langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit merah berubah warna dan siang hari telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan menyelimuti angkasa, dan terus melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, itu bukanlah kegelapan kekosongan, ia memiliki rasa hangat....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah langit malam tanpa batas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sinon terbaring sendirian ditengah gurun tak berpenghuni dibawah bebatuan berbentuk aneh, menunggu HP miliknya berkurang menjadi 0.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit tiada tara masih muncul dari kakinya yang menghilang, membuatnya setengah mau pingsan. Ia menggenggam kalung di dadanya dengan sekuat tenaga. Tetapi ia perlahan mulai kehilangan tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat pandangan miliknya akan memudar yang menandakan ia akan log out karena pingsan....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit berubah warna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit merah cerah yang menandakan waktu siang kini berubah menjadi kegelapan dengan cepat dari arah selatan. Matahari tertutupi dan awan juga menghilang — kemudian, Sinon tertutupi oleh kegelapan pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, bukan kegelapan pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia menyadarinya, cahaya – cahaya kecil mulai nampak menyinari bebatuan di atasnya, pohon – pohon mati, dan rantai kalung miliknya. Sebuah angin sepoi – sepoi meniup poni Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah kegelapan malam. Sebuah kegelapan malam yang begitu nyaman sedang menutupi seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon teringat akan kejadian di waktu lampau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pernah menghabiskan malam di tengah gurun pasir pada dunia yang lain. Dengan segenap kekuatannya, ia menangis, membentak, dan marah akan kejadian saat masa kecilnya. Ia memikirkan betapa banyak ingatan tersebut menghantuinya. Langit malam yang kini ada diatasnya terisi oleh perasaan kuat namun lembut yang seolah memeluk tubuhnya dari belakang dan meringankan beban milik Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku mengerti. Ini adalah jiwa milik Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bukanlah matahari terang. Ia tidak menyinari orang lain dari depan dengan cahaya hangatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, saat kamu sedih, menderita, ia akan selalu mendukungmu dari belakang. Ia akan menyembuhkan lukamu dan menghapus air mata milikmu. Seperti sebuah bintang malam yang kecil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi melindungi dunia dan semua orang, tampaknya Kirito sedang kesusahan menghadapi Kaisar Vektor, atau Subtilizer. Setelah berkali – kali melawan musuh yang sangat kuat, tampaknya ia telah memanggil sedikit kekuatan dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika itu benar, maka — bawalah jiwaku kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berdoa sambil melihat langit malam dengan mata menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bintang biru kecil di atasnya berkedip sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Leafa terbaring di tanah, di kelilingi oleh Para Petarung Tangan Kosong dan Kumpulan Orc. Ia menantikan saat terakhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki kanannya tak memiliki kekuatan untuk berpijak dan menggunakan kemampuan penyembuhan Teraria. Tubuhnya yang penuh luka dan lubang kini sedingin es, tak bisa ia gerakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Leafa… jangan mati! Kau tak boleh mati!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Orc Rirupirin menunduk disampingnya sambil berteriak. Air mata yang mengalir dari mata kecilnya sungguh indah. Leafa memandang dan tersenyum, lalu berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menangis… Aku akan kembali … aku yakin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat seperti ini, Rirupirin menundukkan tubuhnya, bahunya gemetaran. Melihatnya seperti ini, Leafa berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak bisa menolong Onii-chan secara langsung, tetapi ini cukup. Aku telah melakukan tugasku. Benar kan ...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, seolah menjawab pikiran Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna langit merah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit kemerahan ciri khas Tanah Kegelapan kini berganti langit malam; ekspresi terkejut mengisi wajah para Orc dan Petarung tangan kosong. Air mata Rirupirin ia hapus dan lalu memandang ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Leafa tidak merasa terkejut maupun rasa takut. Ia bisa merasakan harum kakaknya pada angin malam yang menerpa pipinya dari arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Onii-chan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bergumam, mengambil nafas dalam – dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Leafa — Suguha, Kirito selalu menjadi sosok terdekat sekaligus terjauh bagi dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kakaknya telah berhenti memandang kedua orang tuanya saat ini sebagai orang tua kandung tanpa ia sadari, bahkan sebelum ia menemukan kenyataan yang sebenarnya. Kirito telah menutup dirinya sendiri sangat lama seingat Suguha; ia tidak pernah terhubung dengan orang lain. Setiap saat persahabatan baru muncul, ia akan merusaknya dengan tangannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelakuan Kirito yang seperti ini telah membuat dirinya kecanduan game online, dan kegemaran tersebut membuatnya dikenal sebagai «Pahlawan yang menyelesaikan SAO», tetapi Suguha tidak memandang hal tersebut sebagai suatu insiden ataupun sebuah penebusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah jalan yang dipilih sang kakak. Ia tak akan pernah berpaling, selalu menyelesaikannya sampai akhir. Itulah kekuatan terbesar Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit malam ini adalah bukti nyata jika Kirito telah menanggung beban dunia ini beserta orang yang tinggal di dalamnya. Karena —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Onii-chan adalah pendekar pedang yang lebih hebat dariku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Leafa telah kehilangan inderanya, tetapi Leafa berusaha mengumpulkan sisa – sisa kekuatan lalu menempatkan tangan ke depan dadanya, seolah memegang pedang bambu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia berdoa, Bawalah kekuatan jiwaku menuju pedang kakak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di atas kepalanya, ia bisa melihat bintang hijau bersinar terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Lisbeth memegang tangan Silica erat – erat sambil melihat langit yang telah kehilangan matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suka atau tidak, pemandangan luar biasa dimana langit merah terselubungi kegelapan membangkitkan kenangan hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu sore hari di awal musim dingin setelah dua tahun SAO dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka tokonya sendiri, Lisbeth mengetahui pemberitahuan sistem yang menyelimuti langit atas karena permainan kematian ini telah diselesaikan. Ia langsung tahu jika itu adalah Kirito. Kirito mengalahkan bos terakhir menggunakan pedang yang aku buat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali ke dunia nyata, Kirito berkata padanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku sebenarnya telah kalah. Pedang  milik Healthcliff menembus dadaku dan Hpku telah menjadi 0. Tetapi untuk beberapa alasan, avatar milikku tidak langsung menghilang. Hanya beberapa detik, aku bisa menggerakkan tangan kananku dan mengalahkannya. Aku rasa orang yang telah memberiku jeda waktu adalah kamu, Liz, dan Asuna, Silica, Klein, juga Agil. Aku bukanlah satu – satunya orang yang menyelesaikan SAO. Kalian semua adalah pahlawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liz menampar punggungnya dan tertawa “Kenapa rendah hati begitu?” pada saat itu, tetapi mungkin seperti itulah perasaan Kirito yang sebenarnya. Ia sebenarnya ingin berkata jika kekuatan terbesar yang ada dalam ikatan kamu dan aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Hei, Silica.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth memandang temannya yang ada di samping,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tampaknya… Aku masih suka Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silica tersenyum, lalu membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, mereka kembali memandang langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapan matanya, ia melihat dua sosok: Klein mengangkat tinjunya, dan Agil seolah ingin berkomentar pada Klein.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth mendengar suara – suara pemain Jepang yang sedang berdoa sepertinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kami masuk ke dunia ini menggunakan AmuSpheres… tetapi kamu masih bisa mendengar kami kan, Kirito? Karena jiwa kami masih terhubung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ratusan bintang yang tersebar di atas langit bersinar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri meletakkan tangan kirinya pada leher naga miliknya, Kazenui. Tetapi tangan kanannya masih menggenggam erat tangan kiri Tiese. Mereka memandang langit malam di atas sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku – buku sejarah dalam gereja tidak pernah menyebutkan peristiwa seperti ini, peristiwa dimana langit berubah menjadi langit malam. Tetapi Renri tidak takut sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia mengambil dua tombak yang menancap di tubuhnya, ia yakin akan segera mati, hujan cahaya lalu turun dari langit dan menyembuhkan luka miliknya hingga sembuh total. Sekarang, langit malam ini juga terasa hangat seperti hujan cahaya sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini membuat Renri keheranan bahwa ia bisa selamat hingga akhir sebagai Integrity Knight yang paling lemah, tetapi pada saat yang sama ia tak bisa memaafkan perasaannya sendiri. Ia selalu yakin jika tewas secara terhormat di medan peperangan seperti Knight Dakira atau Knight Eldrie mungkin menjadi satu – satunya cara membayar kematian sahabatnya yang telah ia lupakan namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Renri menemukan perasaan baru saat hujan cahaya menyembuhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendekar pedang berambut hitam yang membatu di kursi roda. Ia juga kehilangan satu – satunya sahabat. Ia memutuskan untuk menderita karena bertanggungjawab atas kematiannya, ia menyegel jiwanya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia memilih untuk bangkit. Kemudian ia bisa mengendalikan pedang ganda yang merupakan milik sahabatnya, seperti Renri mengendalikan Divine Instrumentnya, Twin Edged Wings. Ia menunjukkan kekuatan yang hebat dengan mengirim puluhan ribu pemain ke dunia lain. Ia telah mengajari Renri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk hidup. Untuk terhubung dengan yang lain, bertarung, jiwa dan raga. Ini — adalah cara satu – satunya ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya ini, bukti kekuatanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri bergumam dan menggenggam tangan Tiese semakin erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiese di tangan lainnya menggenggam Ronye dan disisi Ronye ada Pemimpin Penjaga Sortiliena. Tiese menatap Renri, lalu mengangguk dengan mata berair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berempat menatap langit malam sekali lagi sambil berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari ratusan bintang, empat bintang yang paling terang membentuk sebuah rasi bintang dan bersinar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Berdiri di kejauhan, Pemimpin Petarung Tangan Kosong Iskahn menatap tajam namun terlihat sedih pada gadis sekarat berarmor hijau yang sedang di kelilingi Orc dan Petarung lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara gadis itu bertarung begitu mengerikan hingga deskripsi “Dewa yang Marah” sangatlah cocok. Setelah melihatnya, Ishkan akhirnya mengerti mengapa para Orc tidak mematuhi perintah langsung Kaisar dan datang untuk menyelamatkan para Petarung Tangan Kosong. Sang pemimpin Rirupirin dan 3.000 Orc memutuskan jika gadis ini lebih kuat dari sang Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada satu alasan mengapa setiap Orc mematuhinya, bukan, telah bekerjasama dengan gadis itu. Alasanya adalah karena gadis itu menganggap mereka seperti manusia; itulah yang dikatakan Rirupirin padanya. Di masa lalu, Rirupirin telah memiliki kebencian terhadap manusia. Tetapi saat ia menjelaskan situasi ini pada Iskahn, kemarahannya seolah menghilang tanpa jejak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, wanita… bukan, Sheyta…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn memanggil nama seorang knight wanita yang berdiri si sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kita sebut kekuatan... apa yang kita sebut tenaga... sebenarnya itu apa? …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta memiringkan kepalanya, rambutnya yang terikat terjatuh. Matanya bergerak dari sang naga yang beridiri di belakangnya menuju Dampe yang masih diperban, lalu menuju Iskahn. Senyum kecil muncul dari bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu sudah tahu. Ada kekuatan yang lebih kuat daripada kemarahan dan kebencian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit merah Tanah Kegelapan menjadi hitam pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menahan nafas dan melihat keatas, Iskahn melihat sebuah bintang hijau bersinar tanpa suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta mengangkat tangannya dan menunjuk bintang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Disana. Kekuatan yang sebenarnya. Suatu cahaya asli.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Yeah. …Yeah, kau benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn menjawab. Cairan yang meluap dari mata kirinya membuat bintang hijau tersebut semakin buram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pertama kalinya dalam hidup ia mengepalkan tangannya bukan untuk bertarung, ia kini berdoa untuk sebuah kemenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari jarak yang cukup dekat dengan bintang hijau, bintang lain menyala merah seolah terbakar. Sebuah bintang abu – abu melayang di dekatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, sisa – sisa Petarung mulai menyanyikan sebuah lagu, dan ratusan bintang yang tersebar menyebar seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ribuan, puluhan ribu bintang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sisa – sisa pasukan utama Kerajaan Manusia di Gerbang Besar Timur, Integrity Knight Fanatio, Deusolbert, Knights-in-Training Linel dan Fizel, juga ratusan penjaga kehilangan kata – kata saat melihat langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai macam pikiran melintas di hati masing – masing, tetapi kekuatan doa dan harapan mereka tetap sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fanatio berdoa atas keselamatan dunia yang dicintai Komandan Integrity Knight Bercouli, dan anak yang masih ada di perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Deusolbert memegang cincin kecil yang ada di jari kirinya agar dunia tempatnya hidup beserta seseorang yang pernah ia cintai selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Linel dan Fizel berdoa agar suatu saat bisa bertemu lagi dengan si swordsman yang mengajarinya arti kekuatan sejati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Knight yang lain dan para penjaga berdoa demi kedamaian kembali ke dunia ini dan agar bertahan selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Goblin gunung yang ada di bukit sebelah utara Tanah Kegelapan juga mulai berdoa, Goblin Padang Rumput di daerah barat juga mulai berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Orcs yang ada di Daerah Berair menunggu kembalinya para suami dan ayah sambil berdoa, juga Para Raksasa di daerah selatan pegunungan mulai berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia yang tinggal di kota dekat Istana Obsidia, dan Ogre di padang rumput bagian selatan menutup mata dan berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit malam mulai menyelimuti pegunungan dan sampai ke Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sister-in-Training Selka dari Desa Ruild di daerah Utara Kerajaan Norlangarth sedang mengambil air dari sumur, matanya terbuka lebar saat langit biru mulai berubah menjadi langit hitam, ia mematung di tempat. Tali di genggaman tangannya dan ember kayu langsung terjatuh ke dalam sumur, tetapi ia menghiraukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisikan yang keluar dari bibirnya yang sedikit bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Onee-sama. ……Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, pada saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selka bisa merasakan angin malam, dua orang yang ia sayangi pasti sedang mengalami pertarungan sengit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti Kirito telah terbangun. Ia telah kembali berjuang setelah kehilangan Eugeo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selka berlutut di tanah berumput, menggenggam erat tangannya di depan dada dan berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eugeo. Kumohon... lindungi Onee-sama dan Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia berdoa dan menatap langit malam, sebuah bintang biru berkedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai macam bintang mengelilingi bintang biru tersebut. Selka melihat banyak anak – anak yang sedang bermain juga berlutut sambil menggenggam erat tangan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pedagang dan ibu – ibu di depan gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para petani di ladang gandum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayah Alice yang ada di pusat desa, dan kakek Garitta di pojok hutan juga berdoa. Mereka semua tidak merasakan rasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak bintang mengisi langit malam diatas Desa Ruild.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, langit di atas Zakkaria di utara sana juga terisi bintang – bintang. Di dekat peternakan Walde, sang suami istri beserta putri kembarnya, Teline dan Telure terlihat berdoa sambil melihat dari jendela rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para penduduk desa dan kota di keempat penjuru kerajaan memanjatkan doa mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian penduduk Kota Centoria yang berada di pusat Kerajaan Manusia. Siswa – siswa dan Guru di Akademi Master Pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan pendeta dan sister di Gereja Axiom juga melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi gadis pengatur elevator diantara lantai 50 dan 80, ini pertama kalinya melakukan tindakan tersebut. Sambil melakukan Sacred Task miliknya, ia menarik tangannya dari kaca pipa Aerial Element, ia menatap langit malam berbintang dan mulai berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sama sekali tidak mengetahui dunia diluar Kathedral. Kematian Administrator dan invasi Tanah Kegelapan sama sekali tidak mengubah hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ia hanya berdoa untuk satu hal saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdoa agar bisa bertemu lagi dengan dua pemuda swordsmen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini telah ada lebih dari sepuluh ribu bintang yang mengisi langit malam yang membentang di seluruh Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimulai dari lingkar terluar, bintang – bintang tersebut mengeluarkan bunyi satu persatu, lalu turun menuju satu tempat yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung dunia paling selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menuju sebuah pedang panjang berwarna hitam pekat yang diangkat ke langit, sebuah lemparan batu dari pulau melayang yang disebut Altar Ujung Dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Alice terus berlari secepat mungkin dan akhirnya ia bisa melihat bagian atas pulau, saat melihat bayangannya sendiri. Ia terkejut jika sudah sejauh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kesamping sambil berlari, Alice melihat pemandangan yang tidak biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh mengacungkan pedang hitam miliknya sambil membentangkan enam buah sayap besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sulur es melilit tubuhnya, membuatnya tak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Es tersebut muncul dari pedang putih yang bercahaya, digenggam oleh seorang swordsman dengan sayap hitam seperti naga di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dada miliknya telah berlubang. Keinginannya untuk terus bertempur benar – benar luar biasa. Orang normal pasti akan langsung kehilangan Life mereka dalam kondisi seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi keajaiban sebenarnya ada di atas kepala mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah aliran kegelapan naik ke puncak langit dari pedang hitam yang di angkat tangan kanan Kirito, kegelapan tersebut menyelimuti seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu bukanlah kegelapan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit bagian utara mulai memancarkan titik – titik cahaya. Berbagai macam bintang bersinar dengan berbagai macam warna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para bintang mulai bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil mengeluarkan bunyi – bunyi indah, mereka menuju bagian selatan dunia. Putih, biru, hijau, kuning. Bagaikan pelangi di langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Insting Alice menebak jika itu semua adalah jiwa milik semua orang di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang – orang Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penduduk Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Demihuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, dunia telah bersatu dalam satu harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice memanggil namanya, ia mengangkat tangan kirinya tinggi – tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jiwaku juga. Aku mungkin hanyalah knight palsu yang dibuat seseorang, bukanlah jiwa diriku yang sebenarnya. Tetapi perasaan ini— perasaan yang mengalir di dadaku ini asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bintang emas muncul dari tangan kirinya, lalu terbang menuju pedang Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Asuna tidak menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia paham apa yang diinginkan Kirito sebenarnya. Ia takboleh menyia – nyiakan waktu yang telah diberikan Kirito dan harus segera ke system console.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka Asuna menarik tangan Alice dan melaju manaiki tangga batu dengan segenap tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tampaknya Asuna kesulitan dengan banyaknya luka yang ada di tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan tersebut berubah menjadi dua tetes airmata, turun ke pipinya, dan terbawa angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbawa angin malam, dua tetes air mata tersebut bergabung menjadi satu, berubah menjadi binatng berwarna – warni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat bintang tersebut melaju dengan meninggalkan warna aurora dibelakangnya, lalu ia berlari tanpa menoleh lagi. Ia harus yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Gabriel Miller berasa kagum karena bisa ditahan menggunakan sulur es saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah segala jenis serangan sihir, bahkan tebasan dari pedang panjang tidak memiliki efek padanya beberapa saat lalu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, mulutnya telah terluka oleh banyak pedang yang dibuat di dalam jantung si pemuda. Tetapi itu hanya terasa seperti mengunyah sesuatu. Kini seluruh tubuhnya telah dilindungi oleh barrier kegelapan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku adalah seorang perampas. Semua cahaya, panas, dan objek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku lah jurang kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TIA…DAAA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang tak tampak seperti manusia muncul dari dalam tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keenam sayap yang muncul dibalik punggungnya berubah menjadi Void Blade yang sangat mirip dengan pedang yang digenggam oleh tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menebaskan pedang dengan hebat. Sulur es putih yang melilitnya rusak dan ia kini bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berteriak, Gabriel memanjangkan ketujuh Void Blade ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat tangan kirinya ia ajungkan agar menembak api kegelapan kepada si pemuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel menyadari jika langit merah telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga, berbagai macam meteor telah turun dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ketika aku melepas ingatan Night Sky Sword, aku sadar jika bisa menemukan gambaran yang tepat di kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu – satunya hal yang ada di hatiku adalah kata – kata Eugeo saat ia memberikan nama pada pedang yang sering kupanggil «Si Hitam».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Oh yeah. Kupikir «Night Sky Sword» adalah nama yang tepat untuk pedang hitammu, Kirito. Bagaimana pendapatmu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Menyelimuti... dengan lembut.... dunia kecil ini.... seperti langit malam....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan yang keluar dari pedang ini mengubah siang menjadi malam, menciptakan sebuah langit gelap seperti namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti apa yang akan terjadi setelahnya saat bintang – bintang melaju dari bagian utara ke pedang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan Night Sky Sword adalah kemampuan untuk menghisap Resources dengan jangkauan yang luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Resource yang paling kuat di dunia ini bukanlah Spatial Resources yang diatur oleh system, seperti matahari atau tanah. Tetapi adalah kekuatan jiwa manusia. Doa, harapan, dan permohonan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bintang- bintang telah terhisap ke dalam pedang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, dua bintang terakhir yang masuk adalah bintang berwarna emas dan berwarna – warni yang menyelimuti pedang ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Night Sky Sword telah terisi oleh berbagai macam emosi dari banyak orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya yang mengalir dari gagang pedang ke lenganku, meresap ke seluruh tubuhku. Tubuh bagian bawahku yang ditebas Gabriel telah beregenerasi dengan cahaya kehangatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya tersebut mengalir ke lengan kiriku, membuat Blue Rose Sword juga bercahaya —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OH…HHHHHHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menebaskan kedua pedangku dan berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapanku, Gabriel telah terbebas dari sulur es dan membuat teriakan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak lagi mirip seorang manusia. He no longer resembled anything like a human. Terbungkus oleh api hitam, tubuhnya yang tertutupi cairan seperti logam membuatnya agak bercahaya, dan cahaya ungu kebiruan yang terpantul di matanya seperti api neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang besar di lengan kanannya ia angkat dan sayapnya kini menjadi pedang dengan panjang yang sama ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia mengangkat lengan kirinya kepadaku dan hendak menembakkan kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…OHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuat barrier cahaya dan berusaha menahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku membuka sayapku yang terbuat dari jubah panjang lebar – lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pedang kiriku di depan dan pedang kananku di belakang, aku menendang udara dengan segenap tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hanya ada sedikit jarak antara aku dengan musuh. Seharunya butuh waktu sedetik untuk melaju kearahnya dengan kecepatan penuh. Tetapi dengan kondisi saat ini, waktu rasanya seolah dipercepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok manusia muncul di kananku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah seorang knight dengan armor hitam berkult hitam, menggunakan pedang besar panjang. Pria tersebut memegang pundak seorang knight wanita di dekatnya. Ia mengamatiku dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau harus melepas aura membunuhmu itu anak muda. Jiwa kosongnya tak akan bisa ditebas dengan Incarnation membunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, sosok pria berambut pendek muncul di sisi kirinya. Ia mengenakan jubah biru dan memegang pedang panjang. Dia adalah Komandan Integrity Knight Bercouli, ia menyeringai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan takut, pemuda. Pedangmu diisi oleh seluruh dunia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang seorang gadi berkulit putih dan rambut panjang perak muncul di sisi Beroculi. Pemimpin Tertinggi Administrator tersenyum padaku dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Majulah, tunjukan padaku kemampuan yang kau peroleh saat melawanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, datang tepat di depan dadaku adalah seorang gadis muda mengenakan jubah. Dia adalah Pemimpin Tertinggi lainnya, Cardinal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau harus percaya mereka Kirito. Percayalah pada jiwa banyak orang yang kamu cintai dan orang yang mencintaimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik kacamatanya, mata coklat miliknya terasa hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu mereka semua menghilang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mush terakhir yaitu Gabriel Miller kini sampai ke jangkauan serangan pedangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lenganku yang terisi penuh kekuatan yang belum pernah aku rasakan, aku melancarkan serangan Sword Skill yang paling aku andalkan milik Kudua Pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Starburst Stream. Serangan 16-hit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“WHO…OAAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedangku yang diselimuti cahaya melaju,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, keenam pedang Gabriel diayunkan dari segala sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap benturan cahaya dan kegelapan menciptakan getaran yang mengguncang dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harus lebih cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OHHHHHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berteriak dengan sepenuh jiwa dan raga, membuat tebasanku semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TIADAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel juga berteriak sambil melancarkan semua pedangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10 serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11 serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada lagi kemaraha, tak ada lagi kebencian, tak ada lagi rasa haus darah di dadaku. Apa yang tersisa dan menggerakkan tubuhku adalah sebuah doa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12 serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13 serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Terimalah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14 serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—cahaya dari…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15 hits.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—jiwa semua orang di dunia ini!! Gabriel!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan ke 16 terakhir milikku kulancarkan dari atas kepala menuju sisi kiri, sedikit lebih lambat dari serangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakin akan kemenangannya, mata Gabriel menyipit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih cepat dari tebasan milikku yang kelancarkan dengan segenap tenaga, sebuah sayap hitam menusuk dan memotong seluruh lengan kiriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian menjadi pecahan dan serpihan cahaya, meninggalkan Blue Rose Sword melayang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AAAAAAAAAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Void Blade di tangan kanannya ia ayunkan kebawah, diselimuti petir hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Psht.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi benturan, dua tangan muncul dan menggenggam gagang pedang Blue Rse Sword yang ada di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Blue Rose Sword menahan serangan Void Blade dengan pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam sang pedang, Eugeo menatapku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo — sekarang waktunya, Kirito!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih, Eugeo!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berteriak lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 18 - 196.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SIAPAAAA…AAAAAAAAAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memfokuskan seluruh kekuatanku pada serangan ke 17, sebuah tebasan dari kanan memuju lengan kanan Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedangku menancap tajam, membuat cairan yang menutupi tubuh Gabriel pecah, lalu menusuk ke jantungnya berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eugeo dan aku mengubah setiap cahaya yang ada di Night Sky Sword dan Blue Rose Sword menjadi gelombang cahaya yang memasuki jantung milik Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller bisa merasakan sebuah energi yang terdiri dari berbagai macam warna seperti air terjun raksana mengisi jurang kegelapan yang ada di tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya tertutupi cahaya, dan pendengarannya terisi oleh banyak suara yang tiada henti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tuhan, selamatkan dia …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Jagalah anak itu …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Akhiri perang ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku mencintaimu …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Biarkan dunia ini…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Dunia ini…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Lindungi dunia ini…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ha, ha, ha.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat pedang si pemuda menancap di jantungnya, Gabriel membiarkan lengan dan keenam sayapnya terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HA HA HA, HA HA HA HA HA HA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah usaha yang sia – sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya itu mencoba mengisi rasa laparku, kehampaanku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah usaha yang berani, seperti mencoba menghangatkan alam semesta menggunakan tangan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akang menghisap semuanya, sampai habis!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel berteriak, menembakkan cahaya hitam dari mata dan mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau?! Seseorang yang hanya memberi takut pada jiwa manusia?! Jangan bercanda!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pemuda berteriak, membuat cahaya emas memancar dari seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang tersebut bersinar semakin terang, membuat cahaya dan rasa hangat kedalam hatinya yang membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya memudar, dan pendengarannya semakin redup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Gabriel tetap tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HA HA HA HA HA, HAAAAAAAAA HA HA HA HA HA HA!!”&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sama sekali tidak takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehampaan yang ada di dalam lawannya bagaikan lubang hitam, tetapi tubuhku sendiri juga masih berputar dalm galaksi raksasa yang diciptakan oleh harapan semua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didalam cahaya yang ditembakkan dari mata dan mulut Gabriel, warnanya mulai berubah perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari keunguan menjadi merah. Lalu kuning... jingga, hingga menjadi warna putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pshk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tersebut berasal dari retakan cairan logam yang melumuri Night Sky Sword.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kemudian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya putih muncul dari retakan tersebut. Bagian bawah keenam sayap di punggungnya mulai terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pinggir mulut Gabriel mulai retak, begitu juga lubang di pundak dan dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat cahaya muncul dari segala arah di seluruh tubuhnya, Gabriel masih tetap tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HA HA HA HA HA HA HA HA HA HA HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tawanya menjadi semakin melengking, berubah menjadi seperti suara logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tubuhnya yang hitam kini terselimuti retakan cahaya keputihan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa ditahan lalu seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ledakan yang bisa menggetarkan seluruh dunia terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“——————Hahahahahahaha!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller melompat keatas, tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang pertama ia lihat adalah sebuah dinding dengan lapisan logam keabu – abuan. Stiker peringatan menghiasi seluruh saluran dan kabel yang menempel di dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hahaha, ha, ha……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel meredakan tawanya sambil mengambil nafas bertahap. Saat nafasnya kembali stabil, ia bisa mengamati daerah sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia yakin jika ini adalah Ruang STL 1 di Ocean Turtle. Tampaknya ia telah log out secara otomatis karena suatu alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh luar biasa. Ia sebelumnya berencana ingin menghisap seluruh cahaya dan menghabisi si pemuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia dive kembali sekarang, apakah ia masih memiliki waktu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah tegang, Gabriel membalikkan kepalanya dan ia melihat ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pria putih terbaring di STL, matanya tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Who is that?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan muncul di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia salah satu anggota timnya? Terlebih lagi, mengapa orang ini tidur di mesin yang aku gunakan untuk dive?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia akhirnya sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ituu… Ini... wajahku....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller, CTO dari Glowgen Defense Systems.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, siapa yang aku lihat sekarang ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mengangkat  tangannya dan menatap. Yang bisa ia lihat adalah dua buah cahaya transparan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa – apaan ini? Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mendengar suara lembut di belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kamu akhirnya datang ke sini, Gabe.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membalikkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesosok gadis kecil mengenakan gaun putih berdiri disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa melihat wajah si gadis, karena wajahnya tertutup oleh rambut pirangnya. Tetapi Gabriel bisa langsung mengenalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyebut namanya setelah hampir 20 tahun, ia tersenyum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini? Mengapa kamu ada di tempat ini, Ali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alicia Klingerman. Sahabat masa kecil Gabriel Miller dan korban pertama yang telah ia bunuh demi mencari tahu arti sebuah jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah sejak lama Gabriel menyesalinya karena melihat Jiwa Alicia waktu itu, tetapi tak bisa ia tangkap. Tetapi sebenarnya dia tidak kehilangan sama sekali. Dia selalu ada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lupa kan kondisinya saat ini, Gabriel mengulurkan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zip. Tangan kiri Alicia dengan cepat menangkap tangan Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terasa dingin, seperti es. Jarum – jarum es seperti menusuk kulit dan dagingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mencoba untuk melepaskannya. Tetapi jari kecil Alicia menggeggamnya dengan erat, lalu senyum menghilang dari wajah Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Dingin. Lepaskan tanganku, Ali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berucap, tetapi si gadis menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, mulai sekarang kita akan selalu bersama. Ayo ikut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergi… kemana? Tidak, aku masih memiliki hal yang harus kulakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel membalas, kali ini ia menggoyangkan tangannya sekeras mungkin. Tetapi percuma, ia seperti terdorong kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lepaskan. Lepaskan aku, Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia hendak bicara lagi dengan suara normalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Alicia tersentak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia melihat wajah dibalik rambut cantik Alicia—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel terpukul oleh sebuah emosi yang membuat hatinya hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Organ dalamnya mual. Nafasnya semakin cepat. Kulitnya bercucuran keringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa – apaan ini? Apa perasaan ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ah, ah, ah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengerang aneh, Gabriel menggeleng – gelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lepaskan. Hentikan. Lepaskan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat lengan kirinya tanpa pikir panjang, lalu mencoba mendorong Alicia, tetapi tangan tersebut juga dipegang. Rasa dingin menjadi semakin kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heeheehee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Inilah rasa takut, Gabe. Perasaan yang selama ini kamu cari, hebat bukan??”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber ekspresi dari orang – orang yang telah ia bunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia sulit mendeskripsikan perasaan ini sebagai sebuah rasa menyenangkan. Ini tidak menyennagkan. Aku tak ingin mengenal perasaan ini. Cepat akhiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, Gabe. Mulai sekarang, perasaan ini akan verlangsung selamanya. Hingga akhir nanti, kamu akan merasakan rasa takut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepatu milik Alicia perlahan terhisap lantai logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian kaki Gabriel juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Be… Berhenti... lepaskan... hentikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara tak sadar ini ia memohon, namun ia terus terhisap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa peringatan, sebuah tangan putih mencuat dari lantai dan menyeret kaki Gabriel. Lalu muncul lagi. Muncul lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel tahu jika tangan – tangan tersebut adalah milik para korbannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa takut semakin menjadi – jadi. Jantungnya semakin kecang dan keringat bercucuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti... BERHENTI, BERHENTIBERHENTIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mulai berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Critter, kemari! Bangun Vassago!! HANS!! BRIGG!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memanggil nama kawannya, tetapi pintu dibalik ruang kontrol utama tetap diam tak bergeming. Vassago yang seharusnya dive si STL ruang sebelah, tidak menunjukkan tanda – tanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia sadari, lantai telah menelan hingga pinggangnya, Alicia yang menggenggam erat tangannya kini telah setinggi pundak Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik sebelum tenggelam sepenuhnya, wajah sang gadis tersenyum gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH… AHHH… WAAAAAHHHHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel menjerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terus tertelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pundaknya, lehernya, wajahnya kini telah terjangkau tangan – tangan putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AHHHH… Ahhh…… Ah………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia tenggelam dalam kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Gabriel Miller tak lagi terdengar, takdir yang ia benci akan menunggunya di masa depan selamamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu di Underworld mulai berakselerasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sinkronisasi kedua kini telah ditembus, ratusan pemain Jepang yang log in menggunakan AmuSpheres telah ter disconnect secara otomatis kini terbangun di net kafe dengan bergagai macam emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sementara, mereka mencerna kecajian tersebut, mengingatnya di kepalam mengukir sebuah pengalaman dunia lain di hati mereka, dan akhirnya air mata menetes di mata lalu mengambil mengambil telepon dan AmuSpheres. Untuk mengenang teman – teman yang telah gugur di dunia lain dan terlog out, apa yang terjadi setelah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon dan Leafa telah meninggalkan Underworld karena kehilangan Life sebelum akselerasi terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbangun di cabang RATH Roppongi, keduanya menunggu perasaan rasa sakit menghilang sebelum saling tatap satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shino dan Suguha yakin jika Kirito telah terbangun dan mengalahkan musuh terakhir, menyelamatkan dunia, dan akan kembali dengan selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka bertemu lagi, mereka akan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika mereka berdua tidak bisa membuat ia merasakannya, Sinon dan Sugu akan mengungkapkan perasaan mereka pada Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tekad tersebut, keduanya menyadari pemikiran satu sama lain, lalu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembatas kecepatan telah rusak, waktu dunia tersebut telah berdetik lebih cepat dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari 1000x, lebih dari 5000x.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dinding penunjuk kecepatan yang jauh dari tempat ini, kecepatan akselerasi maksimal sudah sampai 5.000.000 kali lipat dari kecepatan dunia manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sesaat setelah ledakan cahaya menghilang, energi dalam tubuhku perlahan menghilang. Karena kelelahan, aku berusaha menahan tubuhku agar melayang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lenganku yang telah terpotong tanpa aku sadari telah beregenerasi. Di lengan tersebut tergenggam erat Blue Rose Sword, aku mencoba menahan air mata agar tidak menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku paham jika jiwa Eugeo telah menyelamatkanku berkali – kali saat Blue Rose Sword menahan pedang milik Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang mati tidak akan kembali, baik itu di dunia nyata maupun di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa kenagngan begitu berharga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Benar kan, Eugeo…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbisik, tetapi tidak ada jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangkat kedua pedang perlahan dan menyarungkannya kembali pada sarung pedangnya di punggungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, langit malam di atas kepalaku mulai memudar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan menghilang perlahan, dan langit kembali ke warna asalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Biru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit di Tanah Kegelapan kini tidak berwarna merah darah, hanya ada warna biru sejauh mata memandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak yakin apakah ini akibat efek dari «Tahap Percepatan Maksimum», ataukah suatu keajaiban yang disebabkan oleh doa lebih dari sepuluh ribu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apapun alasannya, pemandangan ini begitu mengagumkan hingga bisa membuatmu meneteskan air mata. Sebuah perasaan membawa kenangan mengisi diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menutup mata, menghembuskan nafas panjang lalu perlahan mengalihkan pandanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku membuka mataku, aku tidak melihat mereka masih di tangga batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan mengepakkan sayapku aku mulai turun. Aku hendak menuju pulau melayang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pulau berbentuk bundar yang melayang di udara dipenuhi dengan berbagai macam bunga dan hiasan warna - warni. Sebuah jalan dibuat di tengahnya, menuju sebuah bangunan yang mirip dengan kuil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendarat di tengan jalan batu, lalu mengembalikan sayapku ke bentuk semula dan memandang sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serbuk sari dari nektar bunga memasuki hidungku. Beberapa ekor kupu – kupu biru beterbangan, kicauan burung terdengar dari pepohonan yang tumbuh subur di sekitarku. Langit biru cerah dan terik matahari membuat pemandangan di sekitarku seperti sebuah lukisan mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan — tak ada seorangpun di pulau ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu juga bayangan di jalanan, ataupun di dalam kastil di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Syukurlah, mereka berhasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bernafas lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Gabriel Miller terlahap oleh ledakan cahaya dan menghilang, aku mulai merakasan waktu di dunia ini sudah mulai berakselerasi sekali lagi. Aku tak yakin apakah Asuna maupun Alice telah berhasil menuju system console dan ke dunia nyata. Tetapi tampaknya mereka telah berhasil sampai ke tujuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice — alasan mengapa dunia ini diciptakan, seorang knight wanita dan satu – satunya jiwa yang bisa melepas pembatas sebuah Artificial Fluctlight, ia telah pergi menuju dunia manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku rasa banyak kesulutan yang akan menunggunya mulai sekarang. Dia harus beradaptasi dengan dunia yang memiliki hukum dan sosial yang berbeda, memiliki tubuh mekanis, dan kekuatan yang ingin memanfaatkan artificial intelligence untuk kepentingan militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena ini Alice, aku pikir ia akan bisa melaluinya. Karena dia adalah Integrity Knight yang paling kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Semoga beruntung ……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sekali lagi melihat langit biru, berdoa pada si Knight Emas yang tak akan pernah kujumpai lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang percepatan maksimum telah dimulai, tak ada jalan bagiku untuk keluar dari dunia ini. Ketiga system console di duni telah berhenti berfungsi, dan bahkan jika Life milikku berkurang menjadi 0, aku harus menunggu dalam kegelapan, dalam ketidakpastian hingga tahap ini berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka dan pekerja RATH yang lain seharusnya sedang mencoba menghentikan STL milikku, tetapi itu tak mungkin dilakukan dalam waktu 20 menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu itu, lebih dari 200 tahun telah berlalu di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak tahu apakah kesadaranku akan menghilang setelah menghabiskan seluruh jiwaku, atau bahkan menjadi gila karena percepatan hingga 5.000.000 kali lipat dunia manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu – satunya hal yang aku yakin adalah aku tak bisa kembali ke dunia manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu, Ayah, Suguha. Sinon. Klein, Agil, Liz, Silica.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman – temanku di sekolah. Pemain yang kukenal di ALO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak akan bisa menjumpai orang – orang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berlutut di jalan batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menopang tubuhku dengan kedua tangan, tetapi tubuhku seolah diambang kehancuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penglihatanku menjadi buram, cahaya menyilauka mataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sekarang, sepertinya aku ingin menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terpenting bagiku tak mungkin aku miliki lagi, aku menangis. Isak tangis keluar dari gigiku yang kutahan, tetes air mata membasahi wajahku terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Drip. Drip drip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa mendengar air mataku berjatuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Drip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Drip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Clack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clack, clack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, aku mendengar suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clack, clack. Semakin dekat. Getaran kurasakan dari ujung jari tanganku yang menyentuh lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara berayun, aroma manis namun samar – samar menembus bunga di sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Clack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara itu berhenti di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, seseorang memanggil namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_18_Bab_22&amp;diff=560488</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 18 Bab 22</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_18_Bab_22&amp;diff=560488"/>
		<updated>2020-01-24T10:28:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: /* Bab 22 -  Pertempuran Penentuan (Hari Kedelapan Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 22 -  Pertempuran Penentuan (Hari Kedelapan Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata makian tersebut keluar dari mulut Critter, penyedia informasi bagi pasukan penyerang Ocean Turtle, ia masih memandangi layar besar diatas konsol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Titik merah yang berada di puncak 30.000 kini mulai menghilang seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, pemain VRMMO Cina dan Korea yang dimasukkan kedalam Underword atas usul Vassago, dengan suatu alasan telah di log out paksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Titik biru Pasukan Kerajaan Dunia Manusia dan titik putih Pemain Jepang yang sebelumnya dikepung kini masih berjumlah ribuan. Itu jumlah yang tidak cukup banyak, dan jika mereka memiliki kemampuan untuk melenyapkan kombinasi pasukan Korea dan Cina, maka berarti mereka lebih berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa yang dilakukan si sialan Vassago?…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter mengomel sambil memandangi satu titik di monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada satu titik merah yang masih menyala berada di dekat pemain Jepang. Itu Vassago yang sebelumnya mengkonvert akun miliknya dan masuk menggunakan STL. Dia tepat berada didepan musuh, tetapi dia tidak bergerak sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia menjadi tawanan dan tak bisa bergerak? Atau dia masih memiliki rencana rahasia lain untuk mengalahkan musuh ─?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter memandangi ke ruang STL, ia ingin menampar Vessago dan membuatnya bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa mereset akun sementara Hak Istimewa Administrator Underworld masih terkunci. Dengan kata lain, jika ia memaksa Vassago log out, ia tak akan bisa menggunakan akunnya lagi. Apa yang bisa Critter lakukan saat ini adalah membatasi batas akselerasi, yang mana terpisah dari Program The Seed, ia harus berhati – hati menjalankannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter mengambil nafas dalam – dalam dan melebarkan peta dilayar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berada di bagian paling selatan Underworld, ia bisa melihat satu titik merah lain yang masih bergerak. Itu pastilah sang kapten operasi ini, Gabriel Miller.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang harus ia pertimbangkan adalah jika Pasukan Kerajaan Dunia Manusia bisa menyusul Captain Miller yang kini masih mengejar Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil mengirimkan banyak pemain dari Amerika, Cina, dan Korea bisa menghambat Pasukan Musuh yang ingin menuju selatan. Tetapi kini Kapten Miller telah berada ratusan mil jauhnya didepan sana. Sebuah jet tempur tak akan bisa menyusul jarak tersebut dengan seketika, tapi hal seperti itu tak mungkin ada di Underworld. Paling hanya makhluk bersayap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─Tak mungkin musuh bisa menyusul Kapten.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter akhirnya memutuskan setelah berpikir selama tiga detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang jam yang ada di tangan kirinya. Jam tersebut menunjukkan tanggal 7 Juli pukul 9:40 AM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada sekitar delapan jam dua puluh dua menit hingga Tim Pasukan Pertahanan Jepang menyerang. Kapten Miller telah memberikan perintah untuk mereset akselerasi ketika delapan jam tersisa, yaitu pada pukul 10:00AM. Tetapi karena semua pemain telah dihancurkan, ia tak bisa menunggu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karenanya, ia akan mengubah akselerasi waktu menyadi 1.000 kali lipat, dan memberikan sedikit waktu bagi Kapten Miller agar bisa menangkap Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin … Bertahanlah sebentar lagi, Vassago.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara kepada titik yang tak bisa bergerak di medan peperangan, Critter menjulurkan tangannya menuju tuas pengontrol rasio Akselerasi Fluctlight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat kecepatan yang ditampilkan di monitor, tetapi matanya tertahan pada skala yang ada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarum penunjuk kini masih berada di angka x1, jumlah angka tersebut ditandai setiap ×100, dan ×1.000 pada garis merah di pojok sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu skala tersebut terus naik hingga x1.200. Tampaknya itu adalah batas aman bagi jiwa manusia yang masuk menggunakan STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi angka tersebut masih berlanjut hingga lebih jauh, dan berhenti di x5000. Jika tidak ada manusia yang dive ─ jika hanya penduduknya adalah Artificial Fluctlights, maka kecepatan akselerasi tersebut bisa ditingkatkan sampai titik tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu akselerasi tersebut diatur menggunakan tuas yang ada di konsol, lalu menekan tombol yang ada di sisinya. Berhati – hati menyentuh tombol tersebut, Critter perlahan menekan tuas keatas seperti mengoperasikan sebuah pesawat yang akan lepas landas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecepatan di layar meningkat, dan angka kecepatan akselerasi semakin naik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat menyentuh ×1.000, ia mengalami sedikit masalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menekan agak keras, lalu tuas tersebut bergerak lagi dan berhenti pada ×1.200. Saat ini, tuas tersebut tidak menunjukkan tanda – tanda bisa digerakkan bagaimanapun ia mendorongnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oof……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ingin tahu Critter memasukinya. Ia mulai melihat tuas logam tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia seketika menyadari sebuah lubang kunci keperakan disamping tombol konfirmasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya mulai menyeringai saat ia menggaruk – garuk rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika batas aman adalah 1.200 kali lipat, maka zona bahaya yang sebenarnya ada diatas itu. Sepertinya bukan masalah jika ia mencoba untuk membuka zona bahaya ketika saat – saat mendesak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memutar kursi disampingnya, Criter menjentikkan jarinya kepada anggota tim lain yang ada di Ruang Kontrol Utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, adakah yang ahli membuka sesuatu yang terkunci?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─Begitu lembut… begitu harum…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pastilah tidur paling nyenyak yang ia alami selama beberapa bulan ini. Itulah mengapa Higa Takeru selalu menolak sebuah suara yang terdengar di telinganya yang mencoba untuk membangunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… ey, Higa-kun! Dengarkan aku! Hei, buka matamu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─Suara itu sepertinya sangat keras kepala. Seolah ia akan mati atau semacamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─Sekencang apapun. Aku tidak terkena tusukan kok; aku telah… tertembak…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“───AHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatan milik Higa mulai bangun, Higa berteriak seketika ia membuka matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didepannya ia melihat sebuah wajah paruh baya yang memakai kacamata hitam menyilaukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AHH?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berteriak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin mundur secara reflek, tetapi tubuhnya tak mematuhi sang tuan. Malahan ia merasakan rasa nyeri di pundak kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─Benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku telah ditembak oleh pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kehilangan banyak darah tetapi aku menghiraukannya karena mementingkan menjalankan STL. Aku memasukkan Output Fluctlight milik ketiga gadis itu menuju STL milik Kirito-kun, tetapi ia masih tak terbangun... lalu aku memikirkan itu …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ki-Kirito-kun, apakah ia─”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bertanya, sambil menjaga jarak dari pria yang memandanginya dengan jarak yang sangat dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara perempuan menjawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aktivitas Fluctlight milik Kirito-kun telah pulih, malahan sangat aktif.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku.. aku mengerti…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bergumam, suaranya terdengar lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemulihan diri dari kondisi seperti itu seperti sebuah keajaiban. Tetapi kondisi dirinya yang kehilangan banyak darah dan masih hidup lebih ajaib lagi ─&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berpikir sambil memastikan kondisi dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terbaring di lantai pada Ruang Sub Kontrol. Bagian tubuh atasnya telanjang dan pundaknya di perban. Sebuah jarum tranfusi darah berada di lengan kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang mencurigakan, errr, Kikuoka Seijirou berada di samping kirinya. Ia duduk dilantai sedangkan dibagian kanan adalah Dr. Koujiro Rinko; ia telah melepaskan gaun putihnya. Berada di depan sana adalah Sersan Satu Class Aki Natsuki, seorang perawat yang sedang mengganti kantung darah Higa. Ia pastinya orang yang menyembuhkan lukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menatap lagi pada Kikuoka yang masih terdiam dari tadi, lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Syukurlah… kan sudah kubilang jangan terburu – buru … ──Tidak, ini salahku karena tidak menyadari ada mata – mata di bagian teknisi …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut poni Kikuoka berantakan dan kucuran keringat menetes hingga ke kacamata miliknya. Setelah melihat lebih jelas, Rinko juga bercucuran keringat; tampaknya keduanya berusaha dengan gigih untuk membangunkan Higa. Maka dari itu, sensasi nyaman ketika ia mengigau adalah …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
───Huh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang menekan dadaku dan melakukan pernafasan buatan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa hampir keceplosan bertanya, tetapi langsung menutup mulutnya. Ada hal – hal di dunia ini yang lebih baik tak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malahan, ia menanyakan banyak pertanyaan yang lebih penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kondisi Underworld… Bagaimana Alice?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka menekan bahu kiri Higa dan membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pemain dari America, Cina, dan Korea telah ter log out. ─Dan juga, ada hampir 30000 pemain dari Cina dan Korea, tetapi mereka telah kalah …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh?… Cina dan Korea juga?! Bukan sebagai bantuan... melainkan musuh?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hampir melompat, tetapi merasakan rasa sakit di pundak kanannya. Suster Aki datang mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenanglah! Peluru tadi berhasil menembusmu, butuh waktu lama untuk menghentikan pendarahannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M-Mengerti…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa akhinya tenang, lalu Rinko menjelaskan seluruh kondisi saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“─Mengenai pemain Cina dan Korea, sepertinya media sosial digunakan untuk memancing pemain game online dan memicu konflik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah… tak apa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berbisik pelan. Ia bergabung dengan Project Alicization karena… ia terinspirasi oleh sahabatnya dari Korea yang telah meninggal karena serangan bom teroris saat wajib militer di Iraq. Tetapi jika situasi saat ini disebabkan oleh serangan pemain Amerika, masih ada banyak situasi menegangkan antara pemain Jepang dan Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggelengkan kepala dan sambil menahan rasa sakit, Higa mengajukan pertanyaan lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berapa jumlah pemain yang datang dari Cina dan Korea?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya sekitar 30.000. sedangkan 2.000 pemain dari Jepang yang datang membantu benar – benar dikalahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka memejamkan mata untuk sesaat, lalu melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada saat itu, masih ada sekitar 20.000 pemain Cina dan Korea, sungguh tak beruntung bagi mereka ketika Kirito-kun terbangun dan tiba – tiba .... …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, apaaa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menyela jawaban sang komandan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun, seorang diri … dengan tiba – tiba mengalahkan 20.000 pemain? Tak mungkin, tidak ada senjata ataupun command di Underworld yang bisa mengalahkan musuh sebanyak itu. Ataukah... memang ada ya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, Higa akhirnya mengingat percakapan sebelum Yanai menembaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain mata – mata bagi para penyerang, Bawahan Sugou Nobuyuki yang bernama Yanai juga terobsesi dengan Artificial Fluctlight bernama «Administrator». Situasi macam apa yang ia rencanakan sampai sejauh ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, «Orang Keempat» yang terhubung kedalam STL milik Kirigaya Kazuto ─ adalah sebuah keadaan tak biasa dalam Main Visualizer. Meskipun begitu, tidak, dia telah menjadi kunci penting terbangunnya Kirito. Higa tidak menduga sebuah objek bisa menampilkan ekspresi seperti seorang manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hei… Kiku-san…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berguman pada komandan, sambil menahan rasa nyeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita… mungkin telah… menciptakan sesuatu yang tak terpikirkan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari dalam speker di Ruang Sub Kontrol terdengar suara alarm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sesuatu yang telah Higa pasang: suara Waktu Akselerasi telah dirubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awan kelabu melewatiku dan Asuna dengan kecepatan mengagumkan. Langit merah darah dan tanah kehitaman membentang luas sejauh mata memandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada satu orang yang bisa melakukan Art untuk terbang di seluruh Kerajaan Manusia, dialah Pemimpin Tertinggi ─ Integrity Knight Alice pernah berkata padaku. Karena Pemimpin Tertinggi dan «Belahan Jiwanya», yang bernama Cardinal telah tiada di Underworld. Tak mungkin ada cara untuk mempelajari bagaimana mereka bisa menggunakan Art Terbang. Itulah mengapa kemampuan yang kugunakan untuk terbang di Tanah Kegelapan tidak berhubungan dengan Art jenis apapun, melainkan kemampuan yang kugunakan untuk memanipulasi hal menggunakan imajinasiku … kemampuan yang disebut para Integrity Knights dengan nama «Incarnation».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Binatang peliharaan milik Cardinal yang bernama Charlotte telah melindungiku sejak aku meninggalkan Desa Ruild, dan sekarang aku bisa mendengar kata – kata miliknya sekali lagi di dalam telingaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Setiap macam Art adalah sebuah panduan untuk memfokuskan Incarnation milikmu … Imajinasimu. Kamu tak perlu perapalan kata – kata ataupun medium lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sekarang, hapus air matamu dan berdiri. Rasakanlah. Doa – doa dari para bunga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kebenaran dari Dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku menutup diri dari dunia di sekitarku setelah pertarungan dengan Administrator di lantai tertinggi Kathedral Pusat Gereja Axiom, hingga aku terbangun beberapa menit lalu, aku tampaknya bisa menghubungkan diri dengan «kebenaran» dari dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa merasakan dengan jelas, Sacred Power yang berputar di udara di sekelilingku dan aku bisa mengubahnya dengan sangat mudah menjadi elemen – elemen yang dibutuhkan untuk menciptakan sebuah Art. Meskipun aku menggunakan Pelafalan saat menyembuhkan Life milik Klein dan Lisbeth. Aku seharusnya bisa menciptakan efek yang sama menggunakan imajinasiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini aku bisa terbang bersama Asuna dengan menciptakan Aerial Elements terus menerus dibelakang tubuh kami seperti sebuah mesin jet. Kita lebih cepat dari seekor naga, tetapi kita masih perlu waktu lima menit agar bisa menyusul Alice dan naga yang ia tunggangi ke selatan sana, Amayori.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada banyak kata – kata, permintaan maaf, dan terima kasih yang ingin aku sampaikan kepada Asuna, tetapi sekeras apapun aku mencoba. Aku tak bisa menatap langsung matanya bahkan saat aku terbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku terbangun, setelah semua darah dalam tubuhku berubah menjadi cahaya. Ingatanku perlahan mulai kembali dalam kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada pada kenangan malam sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhku diposisikan di tengah tenda, Asuna, Alice, Ronye, dan Sortiliena duduk melingkariku. Masing – masing mereka mengobrol mengenai kenangan tentangku... lebih tepatnya, mereka bergiliran mengungkapkan kelakuanku yang tak bagus. Kejadian tersebut untukku adalah suatu “Neraka Hidup”?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kirito-senpai sering keluyuran keluar Akademi untuk membeli sekantung Pai Madi dari toko Deer Leap atau Kue Buah dari toko Sunflower, lalu membagikannya padaku dan Tiese.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku jadi teringat, ketika aku lulus dia membawakanku beberapa Bunga Zephyria yang hanya bisa ditemukan di Kerajaan Barat. Ia berkata padaku jika Kirito butuh waktu setahun untuk merawatnya hingga mekar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Ronye dan Sortiliena membagikan pengalaman mereka...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ketika kami memanjat dinding luar Kathedral, Kirito mengambil daging dari kantongnya dan membagikan separuh porsi padaku. Ia memanaskan dagingnya terlalu cepat dengan Thermal Element dan hampir menghancurkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ketika aku bertemu dengannya pertama kali, dia memberikanku sebuah roti hitam dengan cream diatasnya. Dan kami makan tart blueberry, dadar gulung, dan makan banyak makanan enak lainnya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice dan Asuna mulai menggunakan cerita bertema makanan entah mengapa. Lalu berganti dengan hal – hal yang pernah aku lakukan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bisa menggaruk kepalaku dan menguap saat kami terbang dengan kecepatan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Arrrgh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kesadaranku buyar, penciptaan dan pelepasan Aerial Elements terganggu. Angin kencang menerpa seluruh tubuhku dan mengguncang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial, aku membuat jubahku menjadi sepasang sayap untuk menstabilkan diri. Tetapi saat aku akan melakukannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… YAHHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berteriak dan terjatuh seperti sebuah batu dari atas, aku merentangkan kedua tanganku dan menangkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghindari bahaya, aku menatap mata Asuna. Aku harus meminta maaf sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna, tidak seperti yang kamu pikirkan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kata – kataku bagaikan alasan ketimbang permohonan maaf, aku tak bisa menarik kata – kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak ada yang terjadi antara aku, Liena-senpai, Alice, juga Ronye, sungguh! Aku bersumpah pada Dewi Stacia, tak terjadi A-P-A-P-U-N!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar penjelasanku, wajah Asuna—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi tersenyum. Ia meraih wajahku dengan tangan rampingnya lalu berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kamu tak berubah sama sekali Kirito-kun. Mereka berkata jika kamu sudah ada disini selama dua tahun, jadi kukira kamu akan lebih sedikit... dewasa....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, air mata menetes dari mata Asuna. Ia lalu berkata dengan suara serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengagumkan… Kamu Kirito-kun… kamu tidak… berubah sama sekali… Kirito-kun…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata Asuna menusuk hingga hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Aku… adalah aku. Tak mungkin aku berubah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena… kamu seperti dewa dunia ini. Kamu membekukan seluruh pasukan tadi... menyembuhkan dua ribu orang sekaligus.. dan sekarang.. terbang...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bisa tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya terbiasa dengan dunia ini. Untuk terbang, dengan cukup latihan kamu bisa melakukannya juga kok, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tak apa aku tak bisa terbang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya ingin kamu menggendongku seperti ini terus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tersenyum, lalu memelukku erat –erat. Aku membalas pelukannya dan berkata lagi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh… terima kasih, Asuna. Bahkan ketika kamu terluka parah, kamu masih berusaha melindungi penduduk Underworld… pasti terasa menyakitkan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua tahun lalu, saat aku tertebas oleh goblin di Puncak Pegunungan di Ujung, aku menyadari bagaimana rasanya sakit di dunia ini. Itu hanyalah luka ringan di pundak, tetapi terasa begitu menyakitkan hingga aku tak bisa berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Asuna telah menghadapi pasukan PoH secara langsung hingga detik – detik terakhir dengan seluruh luka di tubuhnya. Tanpa perjuangan Asuna, Tiese, Ronye, dan seluruh Pasukan Pertahanan, mereka pasti sudah kalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan… Bukan hanya aku saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggelengkan kepalanya lalu bercerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sinonon, Leafa-chan, Liz, Silica-chan, Klein-san, Agil-san… juga Sleeping Knights dan teman – teman dari ALO, mereka telah berjuang keras. Renri-san si Integrity Knight, para Penjaga Kerajaan Manusia, Sortiliena-San, Ronye-san, Tiese-san, juga…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik ini, tubuh Asuna seolah menjadi tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum mendengarkan lanjutannya, aku akhirnya menyadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Oh, benar, Kirito-kun! Komandan Knight… Bercouli-san juga mengejar si Kaisar sendirian …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangguk perlahan, dan menggelengkan kepala pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sadar Integrity Knight tertua yang tak pernah kutemui secara langsung, Bercouli Synthesis One, telah menghilang dari dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum peperangan dimulai, kami bertemu melalui «Pedang Imajinasi». Dalam kenanganku yang perlahan bangkit, aku menyadari jika Bercouli telah siap menerima kematiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhir masa hidupnya selama tiga ratus tahun, ia memilih untuk melindungi Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memahami arti gelengan kepalaku. Asuna semakin memelukku erat dan menangis. Lalu ia mengusap matanya dan lanjut bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apakah Alice-san… selamat…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, dia masih belum tertangkap. Ia hampir sampai di ujung selatan Tanah Kegelapan … System Konsol Ketiga. Tetapi tampaknya ada hawa mengerikan yang mengejarnya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti… kita harus melindunginya, demi Bercouli-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Asuna perlahan menjauh dariku. Wajahnya berlinangan air mata, namun terisi tekad kuat. Aku mengangguk padanya. Namun aku melihat rasa ragu di mata Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi untuk sekarang... walau hanya sebentar, kamu hanya milikku Kirito-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya mencibir dan bertemu dengan punyaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah langit merah Tanah Kegelapan, aku mencium Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, akhirnya. Aku menyadari mengapa aku terbangun di dunia ini dua tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari Minggu di bulan Juni di Dunia Nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku berjalan pulang menuju rumah Asuna, aku diserang oleh pelaku ketiga dalam «Insiden Death Gun », Johnny Black si pemimpin guild merah «Laughing Coffin». Ingatanku menjadi samar setelah aku disuntik dengan succinylcholine dari jarum suntik bertekanan tinggi. Aku mungkin berhenti bernafas atau mengalami kerusakan otak, jadi aku dimasukkan kedalam STL dan Underworld untuk pengobatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suatu alasan, PoH si pemimpin Laughing Coffin ada diantara orang – orang yang menyerang Ocean Turtle. Ia kini telah menjadi sebuah pohon di Tanah Kegelapan seperti pohon Gigas Cedar ukuran mini. Jika waktu akselerasi meningkat lagi sebelum disconnected paksa dari luar, aku tak bisa membayangkan berapa minggu ia akan terbangun dalam kondisi buta dan tuli akibat perbuatannya. Ia mungkin akan menjadi sepertiku selama setengah tahun ini. Terasa kejam bukan, tetapi aku tidak melebih – lebihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu berusaha membunuh Asuna.. dan penduduk Underworld yang kusayangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah agak lama berciuman, Asuna mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengingatkanku atas waktu itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berkata lalu mulutnya tertutup. Aku tahu mengapa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengingat ciuman yang kita lakukan dibawah matahari terbenam ketika kastil melayang mulai runtuh, setelah permainan kematian SAO diselesaikan. Itu adalah ciuman perpisahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tersenyum dan mencoba menyingkirkan rasa canggung ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo. Kita kalahkan Kaisar Vector, menyelamatkan Alice, dan kembali ke dunia nyata …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum aku bisa menyelesaikan kalimatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara nyaring terdengar dalam kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun!! Kirigaya-kun!! Kau bisa mendengarku?! Kirito-kun!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara serak ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei… apa itu kau, Kikuoka-san? Bagaimana kau bisa menghubungiku tanpa sebuah system console…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak ada waktu menjelaskannya! Hal buruk telah terjadi.. Waktu Akselerasi.. FLA... mereka telah ...!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Brigg merah dan berjenggot ketika ia memasukkan dua kabel logam kedalam lubang kunci kemudian ia berbalik pada Critter dengan perasaan tak enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serahkan masalah ini padaku. Ia telah mengajukan diri, tetapi siapapun yang mendesain mekanisme keamanan Waktu Akselerasi benar – benar berbeda dari apapun yang pernah ia temui. Jemari Brigg yang bergerak perlahan kini mulai menjadi liar, ia memaki tanpa henti dan suaranya semakin keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duduk dibelakangnya, Hans melihat jam tangan di lengan kirinya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kannn, tiga menit berlalu! Dua menit lagi kau hutang limapuluh dolar padaku!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam kataku! Dua menit cukup bagiku... untuk membuga benda ini... lalu berenang ke Hawaii... dan kembali …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kabel didalam lubang kunci mulai berbunyi, Critter hampir berkata “Istirahat saja dulu”. Tetapi kedua orang ini mulau bertaruh dan tak mungkin mereka berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satu menit tersisa. Siapkan isi dompetmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Brigg berteriak, berdiri dan melemparkan kabel ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerah nih? Critter berkomentar dalam kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berkata – kata lagi, si prajurit berwajah merah terdiam dan melihat lubang kunci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, tunggu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya menatap heran kepada Brigg yang sedang menyarungkan kembali pistolnya, ia menatap Hans lalu menuju Critter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terbuka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menatap sebuah lubang yang terbuka selebar dua inci di Kontrol Panel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan didalamnya berpercik beberapa kali lalu ia mulai menggerakkan tuas besi. Tuas itu bergerak lima inci, lalu berhenti lagi. Critter mengecek monitor dan melihat jumlah kecepatan adalah 1.200 sesuai yang ia inginkan — dan batasan angka tersebut berhenti pada ×5000.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lima… rib……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika Critter hendak menghitung berapa banyak waktu jika dibandingkan dengan satu detik dunia manusia dengan Underworld— ada bunyi logam terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuas kontrol yang seharusnya berhenti di angka batasan, kini mulai melaju lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“App… apaan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter berguman dan dihadapan matanya, angka yang tampil di monitor melebihi 5000 — 1.0000…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tidak, kita masih oke. Selama aku tidak menyentuh tombol konfirmasi, kecepatannya tidak akan berubah. Kita masih bisa menggerakkan tuas kembali ke posisi semula..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei… Jangan sentuh apapun!! Siapapun dilarang menyentuhnya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter berteriak keras memantau Hans dan Brigg agar menjauh dari monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hendak menyentuhkan jarinya ke tuas, lalu menggerakkan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Criter menyentuh tuas, ada sebuah ledakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelindung tombol konfirmasi berwarna merah yang ada dihadapannya meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Monitor besar yang ada di dinding Ruang Kontrol berubah berwarna merah, sebuah alarm terdengar dari dalam speaker. Hitung mundur lima belas menit muncul di monitor dan mulai turun dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia mendengar suara alarm lagi, sebuah tanda jika seseorang telah bermain – main dengan Percepatan Watku, hal itu membuat Higa ingin berdiri tetapi hanya mengalamai rasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Higa-kun! Kan sudah kubilang jangan memaksakan diri …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dr. Koujiro berjalan dan menyentuh punggung Higa, tetapi seketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Monitor di Ruang Sub Kontrol beruah menjadi merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa yang terjadi?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka berteriak. Ia mencoba berdiri dibantu Rinko, Higa mencoba mengintip apa yang dilakukan si komandan pada console.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang muncul disana adalah sebuah pesan yang menunjukkan tiga lapis pelindung mekanisme mpengatur kecepatan waktu telah ditembus, dan seluruh Underworld telah memasuki tahap kecepatan maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apaa…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa hanya bisa berkata seperti itu, jadi Dr. Koujiro bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudnya ‘tahap kecepatan maksimum’?! bukankah batas Fluctlight Acceleration adalah 1.200 kali lipat?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Itu adalah batas orang – orang dari dunia nyata yang dive kedalam... batasan sebenarnya adalah 5.000 kali jika hanya ada Artificial Fluctlights didalamnya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa membalas, mata sang profesor terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“5.000?! Makdusmu... satu detik disini adalah delapan puluh menit di Underwordl… Delapan belas detik disini berarti satu hari penuh didalam sana.!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah hitungan kasar, tetapi Higa dan Kikouka menggelengkan kepalanya bersama – sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa aku salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“1.200 kali adalah batasan aman yang kami tentukan ketika «Jangka Hidup sebuah Jiwa» seorang manusia dari dunia nyata memasukinya… 5.000 kali adalah batasan apa yang bisa kita amati Underworld dari dunia kita… seperti itulah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa mencoba menjelaskan secara sederhana, dan tampaknya Dr. Koujiro sedikit memahami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ma-Maka… apa maksudmu batasan…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, kamu tau kan jika Underworld diciptakan dan dihitung menggunakan photon. Kecepatan menerima photon secara teori terbatas dalam Main Visualizer… dengan kata lain, batasan tersebut ditentukan oleh bentuk server penghubung …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke oke, katakan saja langsung! Berapa jumlah batasan normal yang bisa diterima?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa memutarkan pandanganya dari monitor ke wajah Rinko, lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam tahap kecepatan maksimum.. kecepatan FLA sekitar diatas lima juta kali. STL yang terhubung dari kantor cabang Ropongi tidak bisa menerima kecepatan sehebat itu, maka meraka secara otomatis akan terputus jaringan.. tetapi bagi Kirigaya-kun dan Asuna-san, yang dive menggunakan STL dalam Ocean Turtle …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu menit di dunia nyata – berarti sepuluh tahun di dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin setelah menghitung dalam pikirannya, mata Rinko terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya Tuhan... cepat... cepat. Kita harus mengeluarkan Asuna-san dan Kirigaya-kun dari STL!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si professor akan berdiri sebelum Higa menggenggam tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, Rinko-san! Akselerasi telah dimulai, jika kita mengeluarkan mereka secara paksa Fluctlight mereka akan rusak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka cepatlah putuskan koneksinya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu mengapa aku harus merangkak hingga kesini? Mesin STL hanya bisa dioperasikan dari Ruang Kontrol Utama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berteriak dengan marah. Lalu melihat sang komandan yang ada di depan konsol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka tampaknya mengetahui apa yang ingin Higa katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kiku-san. Aku akan pergi kesama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika Aki mendengar hal ini, ia membuka mulutnya dengan ekspresi tertegun. Tetapi langsung menutupnya. Ia mendekat dan membisikkan “Aku akan melepas saluran pipa”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang komandan mengangguk pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengerti. Aku juga akan ikut. Aku yakin aku masih cukup kuat untuk menaiki tangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… Tak boleh, letnan kolonel!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan itu berasal dari Kapten Nakanishi, si pemimpin regu penyelamat. Wajahnya pucat, ia mendekat dengan langkah berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terlalu berbahaya, ijinkan saya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, kami masih membutuhkan kalian untuk menjaga tangga ini. Kami akan segera membuka saluran ini... kita tak bisa menggunakan Ichiemom dan Niemom karena tak bisa bergerak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata tersebut membuat mata semua orang tertuju ke pojok kiri ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok manusia yang dutopang rangka besi itu bukanlah manusia nyata, tetapi tubuh mesin yang diciptakan dan dikembangkan oleh Higa sebagai salah satu bagian Project Alicization: Electroactive Muscle Operative Machine Mark II, atau «Niemom» disingkat. Dibandingkan Mark I yang rusak berat karena digunakan sebagai umpan sebelumnya, tubuh Niemon lebih ramping; Niemom dari awal didesain untuk menampung sebuah Light Cube.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, tak ada kabel yang tertancap ke kepalanya, jadi itu tak bisa bergerak bahkan jika tombol menyala diaktifkan. Dengan kata lain, Niemon tak bisa digunakan sebagai umpan seperti Ichiemom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpaling dari sosok robot tersebut, Kikuoka memberikan perintah bagi Nakanishi dengan tatapan yang tak pernah dilihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melihat bahaya ini, seseorang yang benar – benar bahaya adalah kalian semua jika menerima tempakan dari musuh. Tetapi kami masih membutuhkan kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakanishi memberikan salam hormat pada perintah asatannya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, siap pak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa mendengarkan percakapan mereka dan mengangkat tangan kanannya. Cukup menyakitkan tetapi jarinya bisa ia gerakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hitung mundur di monitor telah menunjukkan sekitar sepuluh menit sebelum tahap akselerasi maksimum dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi meskipun begitu, membuka saluran pipa lagi lalu menuruni tangga panjang dan melaksanakan pemutusan STL memerlukan waktu sekitar tigapuluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selang waktu duapuluh menit akan menimbulkan jeda sekitar — dua ratus tahun dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu melampaui batasan jiwa seorang manusia yaitu seratus limapuluh tahun&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih parah lagi, bagi manusia dari dunia nyata... tak akan bisa menahan durasi selama itu dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Underworld…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Be… benar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berteriak, dan melamnaikan lengan kirinya kepada Kikuoka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ki-Kiku-san!! Saat aku mengerjakan STL. Aku bisa membuat kontak dengan Kirito-kun! Kumohon hubungi saluran C12!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tapi… apa yang harus kukatakan …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katakan padanya untuk segera keluar!! Menuju system console dalam waktu sepuluh menit atau habiskan HP miliknya menjadi nol dan STL miliknya akan memulai proses disconnection!! Tetapi saat ia memasuki tahap kecepatan maksimum, console tak akan bisa digunakan dan tewas adalah skenario yang akan menunggumu!! Ia harus menghabiskan dua ratus tahun didalam sana … tolong peringatkan dia mengenai itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dua……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua ratus tahun?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menelan ludah sebelum kata – kata itu keluar dari mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, Asuna terlihat bingung. Ia tak bisa mendengar suara Kikouka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengarkan aku, Kirito-kun: kau punya waktu sepuluh menit! Dalam waktu itu kau harus sampai ke console dan keluar dari Underworld!! Jika kau tak bisa melakukaknnya, kau harus menghabiskan HP milikmu. Tetapi cara itu lebih tak meyakinkan dan sangat menyakitkan, karena…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ada kemungkinan aku akan menghabiskan duaratus tahun dalam kondisi tak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti, aku akan membalas Kikouka, aku menuntut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti, aku akan mencoba keluar melalui concole dan membawa Alice!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika tidak merepotkan. Tetapi sekarang ini, keselamatan kalian berdua lebih diprioritaskan ketimbang Alice. Dengarkan aku: bahkan jika kita bisa menghapus ingatanmu setelah log out, duaratus tahun adalah melebihi batasan umur manusia! Kesempatan untuk selamat terbangun... adalah nol persen …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar suara Kikuoka—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membalas pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Juga, Kikuoka-san. Setengah tahun lalu... tidak, kemarin malam, maaf aku berkata kasar padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa... kita butuh kritikan. Kami akan menyiapkan perban setelah kalian keluar.… aku rasa Higa juga telah bersiap, nah aku harus pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. Sampai berjumpa sepuluh menit lagi, Kikuoka-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu sambungan terputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih mengepakkan sayap sambil memandang Asuna yang ada di pelukanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kirito-kun, apakah Kikuoka-san menghubungimu? Apakah ada … masalah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggelengkan kepala perlahan dan membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… Percepatan Waktu akan dimulai sepuluh menit lagi, jadi ia meminta agar kita segera keluar secepat mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berkedip beberapa kali lalu tersenyum dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setuju, kita tak boleh terus disini. Demi Alice-san. Ayo kita selamatkan dia!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya. Ayo kita percepat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggendong Asuna erat – erat, aku menciptakan lagi Aerial Elements. Cahaya hijau mulai mendorong kami beruda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengejar Alice yang telah melaju ke langit selatan, dan mengalahkan sosok yang sedang mengejarnya — aku terbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia akan meyusul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menggigit bibirna sambil menoleh ke belakang dari tunggangan Amayori.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa ditanya lagi, titik hitam yang melayang di langit merah semakin membesar ketimbang lima menit lalu. Bukan karena musuh semakin cepat, melainkan kekuatan Amayori dan Takiguri yang perlahan mulai melemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja ini disebabkan karena mereka berdua telah terbang tanpa henti — suatu keajaiban mereka bisa sampai sejauh ini. Dalam waktu setengah hari sejak mereka melewati Central Capital Centria menuju Puncak Pegunungan di Ujung, jarak beberapa kali lipat ketimbang jarak tempuh Kerajaan Manusia. Kedua naga ini pasti telah menggunakan life mereka agar bisa tetap terbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi masalahnya, bagaimana si pengejar tidak kelelahan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan Art Penglihatan Jarak Jauh menggunakan Crystal Element, Alice telah memastikan jika musuh mengendarai sebuah makhluk, pastinya bukan naga. Makhluk itu berbentuk seperti disc bersayap dan tak seperti sesuatu yang pernah ia lihat di Kerajaan Manusia maupun Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pemanah yang bernama Sinon datang dari «Dunia Nyata» seperti Kirito mengatakan padanya jika ia tidak dikejar oleh Vektor, sang Kaisar Tanah Kegelapan. Sosok aslinya adalah seorang pria dari Dunia Nyata dan musuh Sinon dan Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar Vector yang telah dikalahkan oleh Komandan Knight Bercouli dengan bayaran mahal — dengan menggunakan Time Release Art dari Divine Instrument miliknya, Time Piercing Sword. Tetapi Vektor telah turun lagi ke dunia ini dengan nyawa baru dan kini mengejar Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Kebangkitan» miliknya seolah menghina kematian Bercouli, dan hal itu membuat hari Alice panas dan marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ketika ia terbang sendirian, ia akhirnya menyadari apa yang harus ia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika musuh tak bisa mati di dunia ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka ia harus membunuhnya di Dunia Nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melaksanakan hal tersebut, ia harus sampai ke «Altar Ujung Dunia» dengan cara apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kembali ke depan, ia berhasil menangkap sebuah menara besar di ujung langit merah sana. Berbagai macam legenda telah diturunkan mengenai bangunan itu: bernama «Dinding Ujung Dunia». Tebing yang mengelilingi Tanah Kegelapan tersebut tidak seperti Pegunungan di Ujung; tebing tersebut memiliki ketinggian tak terhingga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapannya, ketinggiannya sama saat Alice terbang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana, ada sebuah pulau kecil melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa ditebak kekuatan macam apa yang membuat pulau — yang berbentuk seperti cangkir anggur — bisa melayang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat lebih dekat, ia menyadari ada bangunan buatan manusia di tengah pulau tersebut. Itu pastilah «Altar Ujung Dunia» yang ia cari. Altar itu bukanlah sekedar pintu keluar dari dunia ini, tetapi pintu masuk menuju Dunia Nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya berjarak kurang dari sepuluh Kilol dari altar tersebut, namun sayangnya saat Alice mendarat ke pulau tersebut Kaisar Vektor pasti akan menangkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice perlahan mengambil nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengelus lembut naga kesayangannya dan memberikan perintah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih, Amayori dan Takiguri. Ini sudah cukup, kalian bisa istirahat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua naga meraung pelan dan mulai turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya beberapa saat lalu, tanah dibawah sana kini terlihat menjadi padang pasir keabu - abuan. Kedua naga mendarat di pasir luas — sepertinya mereka sangat kelelahan — sebelum akhirnya terguling dan jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hururururu. Sebuah panggilan keluar dari tenggorokan Amayori saat tubuhnya menyentuh tanah. Alice langsung melompat dan mencari kantong di pinggangnya, lalu mengambil sebuah botol elixir terakhir miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil separuh isi botol yang erwarna kebiruan dan memasukkannya kedalam mulut Amayor, lalu memasukkan sisanya kedalam mulut saudaranya yang ada di samping. Bahkan elixir buatan Gereja Axiom tak akan bisa memulihkan Life seekor naga, tetapi pasti akan cukup untuk mengembalikan stamina untuk satu penerbangan terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kedua tangannya, Alice mengusap pipi sang naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Amayori, Takiguri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia memanggil nama keduanya, matanya mulai basah. Tetapi ia menahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini perpisahan. Perintah terakhirku adalah... terbanglah ke Kerajaan Manusia, kembali ke sarang naga di wilayah barat; Amayori, carilah seorang suami. Dan Takiguri, carilah seorang istri. Miliki banyak bayi naga, besarkan hingga menjadi naga yang kuat. Seorang anak naga kuat yang bisa ditunggangi para knight suatu hari nanti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amayori megangkat kepalanya dan menjilat pipi Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Moncong Takiguri menuju pinggang Alice dan menciumi Divine Instrument milik Eldrie yang menggantung disana: the Frostscale Whip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduan naga mulai mengangkat kepala, Alice memberikan perintah dengan kencang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergilah sekarang!! Jangan menoleh, terbanglah lurus!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurururu!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua naga mengangkat leher mereka dan meraung panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama – sama, mereka mengangkat tubuh besarnya dan mulai terbang ke arah barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayap raksasanya mengembang dan terangkat oleh angin gurun, mereka melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua naga mulai mengepakkan sayapnya agar cukup kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leher panjang Amayori berputar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naga berharga Alice menatap mata sang majikan. Tetes air mata turun dari bola mata sang naga, bagaikan butiran kristal di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ama… yori…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Alice menyelesaikan perkataannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala sang naga berbalik arah secara bersamaan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kecepatan penuh, mereka turun lurus menuju arag utara. Mereka berdua langsung menuju si pengejar yang kini bisa tampak terlihat jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… TIDAK! AMAYORI, TIDAKKKK!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menjerit dan mulai berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi pasir gurun mulai menghambat sepatu Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice melihat saat Amayori dan Takiguri semakin tinggi menuju kearah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisik keperakan terlihat bagaikan percikapn api di langit merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taring kedua naga kini membuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah musuh memasuki jarak serang, kedua naga mulai melancarkan serangan terkuat mereka — nafas api. Cahaya putih menerangi langit, seolah mereka membakar live mereka sendiri,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh yang mengendarai makhluk hitam aneh tidak mengubah arah terbangnya, meskipun ia melihat gelombang api hendak menerjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh mengangkat tangan kirinya dan membuka kelima jari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin ia bisa menahannya. Selain Armament Full Control Art milik Integrity Knight atau sebuah grup yang melancarkan Art kelas atas secara bersamaan, nafas api naga adalah serangan terkuat di dunia ini. Hanya dua cara itulah. Tak mungkin merapal Art pertahanan guna menahan serangan tersebut dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang dipikirkan Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat dihadapan dua buah nafas api yang akan membakar musuh, sesuatu diluat nalar Alice terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan pekat mulai berputar dan mengembang di tangan kiri musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah tertelan kegelapan, pemandangan sekitar mulai terdisortir. Bahkan serangan nafas api terkuat sang naga juga. Serangan tersebut mulai mengerucut dan terhisap ke tangan kiri musuh—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nafas api keduanya tidak meledak, hanya menyisakan garis – garis cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh yang hanya titik kecil di langit tidak menggunakan Art ataupun Sword Skill, Alice yakin ia melihat mush tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara gemuruh, percikan listrik mulai meledak dari tangan kiri mush.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan ini, yang telah menelan serangan para naga lalu dialirkan kembali dalam bentuk energi, serangan ini menembus sayap dan perut milik Amayori dan Takiguri. Tubuh besar sang naga terluka, tetesan darah menetes dari langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice kaget, ia menjulurkan tangannya menuju langit dan menjerit:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AMAYORIIIII! LARIII! CUKUPPP, LARILAHHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya teriakan Alice sampai ke telinga para naga, tetapi mereka tetap mengepakkan sayap dan tetap melaju kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rahang mereka terbuka kembali. Api mulai terkumpul dan cahaya keputihan akan ditembakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WHOOSH!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, api naga menerangi langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, musuh membuat perlindungan kegelapan untuk menghisap api naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengetahui jika akan ada serangan balasan, para naga tetap maju tanpa gentar. Mereka mengepakkan sayapnya secara kompak, masih terus melancarkan serangan api terhadap musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah yang menetes dari tubuh sang naga berubah menjadi api. Sisik perak mereka terkelupas dan menjadi partikel cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kudua naga perlahan berubah menjadi Luminous Elements.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus menembak dan membakar live mereka, api yang mengisi kegelapan mulai memenuhinya. Mungkin karena tak bisa menahan serangan terus menerus, tangan kiri musuh mulai mengeluarkan asap putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi — pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tubuh mush mulai terbungkus jubah kehitaman. Pusaran kegelapan yang terisi serangan musuh kini menembakkan petir hitam dan mendorong api putih para naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benturan serangan hitam dan putih terjadi di tengah langit sana, sebelum akhirnya salah satu mendorong serangan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petir hitam melaju menuju Amayori dan Takiguri yang kini telah terlihat kelelahan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AMAYORI! TAKIGURIIIIII!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika teriakan Alice menggema di tengah udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bintang jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua tembakan cahaya turun dari langit merah dengan kecepatan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu cahaya terbang lurus menuju arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya lainnya terbang menuju jarak diantara kedua naga dan musuh. Cahaya mulai menghilang dan menampilkan sosok yang ada didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang swordsman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut hitam pendek dan mengenakan jubah kulit hita,. Dua pedang panjang berwarna hitam dan putih ada di punggungnya. Lengan miliknya ia pasang di dada, dengan tenang ia menahan serangan petir hitam yang melaju kearahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bang!! Menghilang!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi ledakan petir menyambar si swordsman. Bukan, lebih tepatnya serangan tadi tidak menyentuhnya. Serangan petir telah dibelokkan. Serangan musuh ditahan oleh pelindung transparan di depan si swordsman yang berdiri di udara dengan lengan ia silangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menahan nafas dan matanya terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si swordsman berbaju hitam menolehkan kepalanya dan memandang Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya adalah wajah pemuda, ia tersenyu, dan mata hitamnya penuh tekad. Alice merasakan percikan api dalam hatinya. Api tersebut semakin meluas, dan menjadi bara api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menyadari jika ada air mata menetes menuruni pipinya lalu ia berbisik pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kiri… to……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbangun dari tidur panjangnya selama setengah tahun, ia mengangguk sambil tersenyum tenang kemudian ia mengangkat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapan tangannya adalah para naga yang sekarat. Ujung sayap dan ekor milik mereka perlahan menghilang ditelan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Kirito yang pernah tinggal bersama Alice di pinggiran Desa Rulid, Amayori memanggil lemah: Kururu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito mengangguk padanya lalu menutup mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, kedua naga ditutupi oleh prisma. Seolah mereka diselimuti oleh gelembung sabun. Tetapi mereka tidak merasa takut; mereka melipat sayap, menggulung leher dan tubuh mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bola prisma lalu perlahan turun dari atas kepala Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi Alice memfokuskan pandangannya, ia melihat hal luar biasa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terselimuti cahaya berwarna - warni, tubuh besar Amayori dan Takiguri mulai menyusut. Bukan, mereka menjadi lebih muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuku mereka yang tajam kini menjadi bulat dan tumpul. Sisik keras keperakan milik mereka berubah menjadi bulu – bulu lembut. Ekor dan leher mereka memendek dan sayapnya mengecil dan tertutup bulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat keduanya mendarat ke tangan Alice yang terbuka, tubuh mereka tak lebi dari Limapuluh Cen. Ditutupi bulu keputihan dari kepala sampai ekor, mata Takiguri tertutup. Ia tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Amayori telah kembali ke wujud asalnya ketika Alice pertama kali bertemu dengannya di Katherdal Pusat: ia diselimuti bulu kehijauan, lalu membuka mulut kecilnya dan memanggil:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kyuru.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ama… yori…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetesan air mata mengalir dari pipi Alice dan turun ke bulu para naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, cahaya berwarna – warni menyelimuti kedua bayi naga seketika. Sensasi bulu lembut di tangan Alice berubah menjadi sensasi cangkang. Ia berkedip beberapa kali dan menyadari jika para bayi naga yang ada di tangannya telah berubah menjadi dua telur besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telur putih keperakan menyusut hingga bisa ditangkap dengan kedua telapak tangan Alice, lalu cahaya warna – warni mulai menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice perlahan membawa kedua buah telur naga ke pipinya, ia menemak – nebak peristiwa apa yang sedang terjadi dihadapannya. Menyadai jika Live Amayori dan Takiguri tak bisa tertolong menggunakan Art. Kirito lalu menyusutkan batas Live mereka sekecil mungkin — dan mengubah mereka menjadi telur naga dan menyelamatkannya dari kehancuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bagi Alice, pengguna Sacred Arts paling ahli di dunia ini. Tak mungkin baginya untuk menggabungkan beberapa Art hingga mencapai efek seperti ini. Tetapi ia tidak merasakan kesedihan. Ia akan bisa melihat kedua naga tersebut di masa depan nantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memeluk kedua naga dengan tangannya, Alice melihat ke langit sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih… Selamat datang, Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya tak mungkin bisa sampai ke langit sana, tetapi sosok Kirito tersenyum dan menganggguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice bisa mendengar suara dalam telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Akulah yang seharusnya meminta maaf karena telah lama menunggu terlalu lama. Terima kasih, Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ayo kita bertemu lagi di Dunia Nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Kirito mengubah pandangannya sekali lagi, ia melaju ke musuh yang terselimuti kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena tak bisa menahan Incarnations pusaran kegelapan dan pelindung transparan, kehampaan mulai memercikan api kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahkan kamu tak akan bisa mengalahkan musuh dengan serangan biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menggigit bibir agak khawatir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara samar terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, Alice-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kebelakang, ia melihat seorang gadis dari Dunia Nyata dengan pakaian mutiara keputihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut panjangnya tertiup angin, Asuna tersenyum dan dan menepuk pundak Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita percaya pada Kirito-kun. Kita harus segera menuju Altar Ujung Dunia secepat mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y-Ya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice mengangguk tetapi tidak semudah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 18 - 146.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
Alice berbalik ke arah selatan, melihat ke «Dinding Ujung Dunia» yang berdiri tegak di kejauhan beserta pullau putih mengapung yang ada disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Altar Ujung Dunia seharusnya ada di pulau mengambang itu. Tetapi kita tidak bisa menaiki naga lagi. Bagaimana kita bisa memanjatnya …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, serahkan padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangguk dan menarik rapier cantik dari pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kemudian, laaaaaaaa; suara memekikkan yang ia dengar saat penyerangan Pasukan Kegelapan terdengar lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya warna – warni turun dari langit menuju gurun ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah batu putih berbentuk jempol muncul di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BR-BRRRRRMMM!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jempol lain muncul sedikit demi sedikit dengan cukup tinggi tanpa henti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sepuluh detik, Alice melihat tangga leputihan muncul dihadapannya, menjulang tinggi hingga ke pulau mengapung.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Asuna menyelesaikan manipulasi dataran, merendahkan rapier miliknya dan terjatuh ke tanag.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A-Asuna…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Aku tak apa... kita haya punya waktu delapan menit sebelum Altar tertutup …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutup—?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice tak bisa memahami maksud perkataan Asuna, tetapi sebelum ia bisa bertanya. Tangan kanannya terasa tertarik kekuatan besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berdiri dan mulai menyeretnya untuk mendaki tangga batu, Alice juga ikut berlari. Sambil berlari, ia melihat kebelakang sekali lagi, Kirito sedang berhadapan dengan musuh di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kirito. Aku masih banyak berhutang padamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kamu harus menang dan kembali padaku lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat tangga batu putih yang terhubung ke pulau melayang dengan dua swordswomen yang sedang berlari dengan cepat membuatnya merasa sedikit lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menoleh lagi dan yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Alice. Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku… harus berpisah dengan kalian disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja aku tidak mengatakan pada Asuna jika Percepatan Waktu selanjutnya adalah lima juta kali lipat, aku juga tak berniat mengatakan padanya jika kita akan menghabiskan dua ratus tahun di dunia ini jika tidak segera log out.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena jika mereka mengetahui hal itu, Asuna dan Alice pasti akan tinggal dan bertarung bersamaku. Bahkan jika mereka tak bisa keluar sebelum percepatan dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika aku merasakan musuh macam apa yang mengejar Alice, aku merasakan keanehan padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, tidak tetap jika menyebutnya melayang di udara. Apa yang ada dihadapanku adalah Bagian Kehampaan. Sebuah lubang hitam yang menelan segela informasi, bahkan sebuah cahaya tak akan bisa lolos darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku akan mengalahkan musuh seperti ini sebelum batas waktu, kemungkinan kita bertiga bisa lolos sangatlah kecil. Dengan kata lain, kemungkinan seranganku akan akan hancur berkeping – keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memastikan Asuna dan Alice bisa log out dengan aman dari Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, aku tak boleh memikirkan hal lain. Tak boleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandang keduanya untuk terakhir kali, lalu berbalik menuju musuh yang ada dihadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Benda» yang akan aku lawan adalah sosok yang diluar harapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia seorang manusia. Pastinya benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetap itulah yang aku tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika penampilan wajahnya adalah sebuah custom avatar, maka kemunggkinan ia bermaksud untuk «terlihat seperti orang kulit putih». Kirito melihat seksama, tetapi tak ada yang spesial darinya. Ia memiliki kulit putih, mata biru, dan rambut pirang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi pria kulit putih, tubuh fisiknya juga terlihat normal. Tubuhnya juga tidak terlalu kurus maupun gemuk dan ia mengenakan jaket militer. Apakah orang ini adalah seorang tentara? Aku tak yakin. Pola hitam dan abu – abu yang menutupi jaketnya bergerak – gerak seolah seperti slime. Terlebih lagi, ada sebuah longsword di pinggang kirinya yang terlihat seperti senjata kelas Divine Instrument.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dalam perjalanan kemari, aku mendengar dari Asuna jika pria ini adalah salah satu pasukan yng menyerang Ocean Turtle. Itu berarti dia adalah tentara bayaran yang disewa menggunakan uang suatu organisasi ataupun perusahaan yang bertujuan untuk mencuri teknologi Artificial Fluctlight. Tetapi orang yang ada dihadapanku, dari pandangan matanya tidak memiliki minat seperti itu. Tidak, ia juga tidak sepenuhnya terlihat seperti manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat berpikir, aku membuka mulutku:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Siapa kau?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung mendapat jawaban. Si pria dihadapanku menjawab dengan suara agak seperti mesin:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang pencari, seorang pencuri, dan seorang perampas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku mendengar jawaban tersebut, aura biru kehitaman muncul dari tubuh si pria dan berputar kencang. Aku merasakan hembusan angin dari belakangku. Udara..., bukan, informasi penyusun dunia ini terhisap kedalam kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau cari?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jiwa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat percakapan berlanjut, tidak hanya informasi dunia yang terhisap. Bahkan kesadaranku terasa terhisap oleh kehampaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba sebuah ekspresi muncul di pojok bibir musuh. Itu adalah sebuah senyuman tanpa ekspresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akulah yang harus bertanya siapa kau. Mengapa kau disini? Apa alasanmu menghadangku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa aku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pahlawan yang turun dalam? — Tentu bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang knight yang melindungi Kerajaan Manusia? — Bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan setiap kata – kata yang melintas di kepalaku ditolak oleh hatiku. Aku tak tahu alasannya; aku tak bisa berhenti berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pahlawan yang menyelesaikan SAO? — Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain VRMMO terkuat? — Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Si Black Swordsman»? «Dual Blades»? — Tidak, tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua hal itu bukanlah apa yang aku inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, siapa aku…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika pikiranku tercerahi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan suara yang pernah kudengar memanggil namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat kepalaku. Aku menyebutkan namaku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Kirito. Kirito si swordsman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CRACK!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah percikan putih muncul dari kegelapan yang hendak menutupi tubuhku. Pikiranku langsung menjadi lebih jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Apa yang sebenarnya terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah pria ini bisa memasuki kesadaranku dengan bantuan dua buah STL?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menatap mata musuh sambil menguatkan pelindung transparanku. Tetapi apa yang ada disana adalah suatu kehampaan dan kegelapan pekat yang menghisap jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Siapa namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertanya tanpa berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria diam sesaat lalu menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gabriel. Namaku Gabriel Miller.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Instingku berkata jika nama tersebut bukanlah nama karakternya; itu adalah nama aslinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa menebak karena wajahnya berubah. Matanya semakin tajam, sedingin es. Bibirnya semakin tipis dan pipinya ia kerutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia kembali ke bentuk hitamnya, aura kehitaman semakin tebal menutupi tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik ini, aku akhirnya menyadari jika seleruh lengan kanannya telah terpotong. Kegelapan pekat yang berkumpul di lengannya kini memanjang dan menyentuh pedang di pinggang kirinya.&lt;br /&gt;
around the sword at his left waist.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang tersebut dikeluarkan dengan suara becek, tetapi tidak memiliki bentuk fisik sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang itu hanyalah kegelapan pekat, sepanjang satu meter. Sebuah keberadaan yang tak masuk akal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan getaran aneh, ia mulai menggenggam pedang dengan tangan bayangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuat jarak dan menarik kedua pedang dari punggungku bersamaan. Tangan kiriku menggenggam Blue Rose Sword, dan tangan kananku menggenggam Night Sky Sword.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dibandingkan menggunakan warna hitam, Night Sky Sword yang dipotong dari ujung Pohon Gigas Cedar tidak kalah gelap. Akan tetapi. Tubuh pedangku mengkilat seperti kristal hitam, sementara punya musuh benar – benar seperti kegelapan yang mengisi angkasa. Jika dibandingkan dengan Mate Chopper milik PoH dalam hal kemampuan menghisap Resource, mungkin berbeda jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan melawan musuh kuat, aku tak bisa mundur. Sebelum Asuna dan Alice sampai ke ujung tangga, aku harus menahan musuh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Kemarilah, Gabriel!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan yakin meneriaki nama musuh, aku mengepakkan sayap dari jubahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika aku mendapat dorongan dan menyilangkan kedua pedang di hadapanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Generate all element!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membayangkan angkasa sebagai sebuah terminal dan menciptakan semua elemen, aku melaju dan menciptakannya dalam waktu bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“DIscharge!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panah api, tombak es, pedang angin, dan berbagai macam senjata terus menghujam dari langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merapal Art dan mengangkat kedua pedang di tanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller tidak menunjukkan tanda – tanda akan menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih tersenyum, ia membuka lebar tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Delapan buah cahaya menusuk tubuhnya yang terbungkus kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak memberikan kesempatan pada tubuh bagian atasnya yang bergetar, aku mengayunkan pedang di tangan kananku menuju perutnya dan menusukkan pedang di tangan kiriku ke dadanya. Cairan kegelapan munncrat dan membuat rasa dingin di kulitku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah aku menarik serangan dan menjaga jarak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang mataku tangkap adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel perlahan menghisap kegelapan dalam tubuhnya seolah tak ada yang terjadi. Jaket yang ia kenakan tidak tergores.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemampuan yang pria ini miliki adalah kemampuan menghisap tebasan, tusukan, hawa dingin, hawa panas, angin, panah besi, aliran air, pedang kristal, serangan cahaya, dan kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kain pada jubah yang ada di pundak kananku yang terkena Void Blade saat kami saling serang kini hancur seolah terkelupas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller melihat sekilas menuju sosok «Putri Cahaya» Alice dan gadis lain yang sedang menaiki tangga putih, sepertinya butuh waktu lima menit untuk sampai ke system console.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makanya, ia tak memiliki niat untuk meladeni pertarungan ini. Ia harus segera mengalahkan dan menuju ke pulau melayang adalah pilihan yang paling logis. Tetapi Gabriel merasakan sedikit ketertarikan pada musuh baru ini, jadi ia akan sedikit bermain – main.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pandangan pertama, ia melihat sang musuh hanyalah pemuda biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan pertarungan sebelumnya yang tampak saling menghancurkan, kini ia tak merasakan rasa intimidasi sama sekali. Karena, musuh seperti «Sinon»: seorang pemain VRMMO yang berkomplot dengan RATH, tetapi melihat dari tekanan yang telah musuh berikan. Ia mungkin lebih kuat dibanding Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu karena fakta jika pemuda berambut hitam tampak tidak menunjukkan semangat bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya sedikit menghisap informasi saat Gabriel menanyakan orang macam apa si pemuda, tetapi sirkuit tersebut langsung diputuskan. Kemudian dia terus menerus menolak pelemah mental Gabriel seolah dilindungi oleh pelindung transparan. Bertarung dengan musuh yang tak bisa dirasakan jiwanya tidak membuat Gabriel tertarik sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti itu, ia harus melenyapkan musuh segera dan mengejar Alice. Pikir Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelah ia melihat pemuda ini mengubah jubah miliknya menjadi sayap dan menciptakan berbagai macam Art dalam beberapa saat. Hal itu mengubah pandangan Gabriel, pemuda ini pasti akrab dengan isi dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendapatkan Alice dan mengambil teknologi STL ke suatu negara, ia masih memiliki tujuan untuk menciptakan dunia virtual untuk dirinya sendiri, dunia dimana segala hal yang ia inginkan akan diciptakan. Melancarkan teknik memanipulasi pikiran pada pemuda ini lebih lanjut tampaknya bukan ide yang buruk agar misi miliknya selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, dia harus menghancurkan pelindung transparan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel tersenyum lagi dan berbicara dengan di pemuda hitam dengan bahasa jepang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau punya waktu tiga menit. Hibur aku dengan kemampuanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sungguh baik hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Balasku, sambil mengusap luka pada pundak kananku dan menyembuhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi rasa percaya diri Gabriel Miller datang berdasarkan fakta bahwa dia sangat kuat. Karena ia berhasol menahan segala jenis serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tidak, hanya ada satu jenis serangan yang efektif untuk menghadapinya. Sinon telah datang dan menghancurkan lengan kanannya. Ia mungkin menggunakan imajinasinya untuk menciptakan Hecate II lalu menembaknya. Itu berarti Gabriel tak bisa menghisap serangan tipe «Tembakan».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik fenomena aneh ini mungkin karena pakaian militer yang ia kenakan. Ia memiliki pengalaman di dunia nyata dan cukup akrab dengan senjata anti peluru, dan mungkin itulah mengapa ia tak bisa menahan damage yang diterima memenggunakan kemampuan imajinasi karena akan tertembak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, hanya Sinon yang bisa menggunakan pistol dan peluru dengan leluasa di Underworld. Tak mungkin aku bisa melakukannya. Bahkan jika aku bisa membuat sebuah pistol, aku tak yakin dengan kemampuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, aku harus menemukan cara lain selain serangan tembakan untuk membuat musuh menerima damage.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti aku harus memabami Gabriel sebagai seorang manusia. Aku harus mengetahui bagaimana ia hidup, apa yang ia inginkan, dan mengapa ia masuk ke Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyiapkan kedua pedangku dan mulai tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, akan kupastikan kau menikmatinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darimada datangnya rasa percayadiri itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pasti telah log in dalam Underworld cukup lama dan terbiasa dengan sistem dunia ini, tetapi ia hanyalah bocah. Ia pasti sudah sadar jika serangan kedua pedangnya dan berbagai serangan sihir tidak berguna, mengapa ia masih bisa tersenyum seperti itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel berpikir, merasakan terganggu karena tingkah laku si pemuda. Ia yakin jika musuh hanyalah mengulur waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tahu jika Gabriel tewas di dunia ini, tubuhnya di dunia nyata tak akan tergores. Diatas itu semua, ia hanya mampu menahan pertarungan ini selama mungkin hingga temannya dan Alice bisa kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya seorang anak kecil. Tiga menit terlalu lama bagi Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat tangan kanannya yang tercipta menggunakan kekuatan tekad, ia perlahan mengayunkan Void Blade miliknya — Gabriel menusukkan pedang ke punggung makhluk bersayap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti pedang dan busur, makhluk ini adalah hasil Jetpack milik akun «Subtilizer» yang telah di konvert agar sesuai dengan lingkungan dunia ini. Meskipun ia bisa mengontrolnya dengan pikiran, berdiri dengan kedua kaki tidak membuatnya nyaman. Mungkin mengubah jetpack ini agar berbentuk seperti sayap lebih mudah digunakan seperti pemuda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pedang itu menusuk semakin dalam, si makhluk berteriak dan terhisap. Data mengalir dari pedang ke lengan kanan Gabriel lalu ia fokuskan ke punggung dengan pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayap hitam mulai mengepak dari pundak. Tidak seperti sayap kelelawar. Namun sayap itu tertutup bulu burung pemangsa. Cocok dengan nama malaikat yang ia miliki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sang Perampas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel berbisik saat ia mengarahkan Void Blade kepada sang pemuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berencana melancarkan seranganku selanjutnya untuk menghacurkan makhluk bersayap yang dikendarainya, tetapi ia bertindak terlebih dahulu dan mengacaukan rencanaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak melewatkan kesempatannya, Gabriel mengepakkan sayap hitam miliknya dan menghunuskan pedangnya menuju ke arahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecepatan tebasanya benar – benar mengejutkan dan ia tidak menarik mundur pedangnya. Aku menganggapnya tak ahli menggunakan Sword Skills, tetapi ia benar – benar mahir. Aku menyilangkan pedangku dan menebaskan keduanya dari bawah ke atas untuk memblokir serangan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kissh!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara bising dan sebuah pedang yang terbuat dari kegelapan tertahan di depan hidungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Blue Rose Sword dan Night Sky Sword saling menahan satu sama lain. Inilah yang bisa kulakukan untuk menghindari agar tidak terhisap, tetappi aku merasa sedang diserang oleh kehampaan itu sendiri. Aku seolah bisa membayangkan kedua pedangku merasakan hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itulah strategi yang terpikirkan olehku agar menahan pedang miliknya ketimbang menghindari serangan kebelakang. Tanpa menahan kekuatan mengerikan milik Pedang Gabriel, aku melompat dan memutar tubuhku ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Raah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berteriak. Ujung sepatuku terlontar keatas dengan jejak cahaya orange, mengincar dagu miliknya. Kegelapan meledak dengan suara whap dan tubuh atas Gabriel melengkung ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bagaimana?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayapku mengepak hebat ketika aku membuat jarak dan melihat musuh. Jika aku tidak bisa membuat serangan tembakan, aku akan mencoba sebuah «Pukulan» — dan jika orang ini adalah seorang pasukan tentara khusus, ia pastinya akan memiliki kemampuan serangan jarak dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Gabriel yang melengkung kebalakang kembali ke posisi semula, benar – benar tak terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa meninggalkan jeda, kegelapan yang meledak dari dagunya berkumpul kembali dan meciptakan kulit baru. Musuh kaget dan mengelapnya dengan tangan kirinya, ia tersenyum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku paham. Tetapi sayang sekali, tetapi serangan brutal seperti itu hanya ada di siaran televisi. Sebuah seni bela diri…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Byuu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angin bertiup saat Gabriel terbang kearahku, seluruh tubuhnya sangan cepat sehingga terlihat seolah seperti kabut hitam. Dengan reflek aku menahan serangan yang datang dari bagian kiri dengan Blue Rose Sword dan membalas serangan menggunakan Night Sky Sword. Seranganku mengenai pundaknya, tetapi seolah terlumuri oleh cairankehitaman. Aku tak bisa menarik oedangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelahnya, sesuatu yang licin melingkari lengan kananku, tangan kiri Gabriel sedang melilitku bagaikan ular besar, dan aku tak bisa menggerakkan pergelangan tanganku—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu sebuah rasa sakit menusuk kurasakan hingga ubun – ubunku bagaikan serangan listrik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 “Gwah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajahku yang kesakutan dari jarak dekat, Gabriel berguman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Jadi seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setelahnya, sebuah serangan mengerikan ia lancarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Void Blade melancarkan serangan bertubi – tubi dengan keceptan mengerikan tiada akhir. Aku berusaha menahannya dengan pedang di lengan kiriku, tetapi pasti ada serangan miliknya yang tak bisa kutahan dan menggores tubuhku satu persatu. Tak ada waktu untuk menyembuhkan lengan kananku yang patah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Rrrgh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak bisa menahannya, dan mengepakkan sayapku untuh menjauh darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat kebelakang secepat mungkin, aku menyentuh lengan kananku dan dengan segenap keinginanku, aku berharap agar bisa memegang pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat cahaya keputihan akan berkumpul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mencengkramkan lengan kirinya; kelima jarinya ia buka bagaikan cakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh atau lebih petir hitam ditembakkan lurus, menuju kearahku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggertakkan gigiku dan menciptakan pelindung imajinasi. Inilah yang aku gunakan saat ia menyerang kedua naga milik Alice, tetapi saat ini aku sangat yakin bisa menahan petir tersebut, dan sekarang setengah konsentrasiku sedang kufokuskan pada menyembuhkan lenganku — hal ini membuat pelindung milikku menjadi lemah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan hantaman mendarat pada beberapa bagian tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga serangan petir menembus pelidung, perutm dan kedua kakiku. Rasa dingin mengerikan menjalar ke seluruh tubuhku sebelum aku merasakan rasa sakit. Dihadapan mataku, luka – luka yang aku terima telah disusupi cairan hitam, seolah hendak menelan keberadaanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ugh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggeram, lalu mengambil nafas dalam – dalam dan berteriak. Aku berhasil menyingkirkan cairan itu, tetapi darah mengucur dari lukaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha ha ha…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat pada sosok Gabriel Miller yang sedang tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha ha ha, ha ha ha ha ha…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, itu bukanlah suara tawa. Bibirnya ia tutup ke atas, tetapu ujung bola matanya tidak bergerak sama sekali, bola matanya hanya terisi oleh rasa lapar yang semakin besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel perlahan menyilangkan kedua tangannya, sebuah posisi seolah ia sedang mengumpulkan kekuatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura hitam miliknya berputar semakin kencang. Bagaikan api yang semakin membara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HAAAAAAAAAAAAAA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengannya ia buka lebar – lebar dengan teriakan kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whoosh. Sepasang sayap baru muncul dai sayapnya yang telah ia munculkan. Lalu sepasang sayap baru muncul lagi di bagian bawah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel perlahan menambah ketinggian dengan total sayap berjumlah enam buah. Sebuah halo berwarna hitam muncul di atas kepalanya dan seragam kamuflase tentara miliknya kini berganti dengan pakaian hitam pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata miliknya berubah menjadi tak berbentuk manusia. Bola matanys terisi oleh cahaya biru kehitaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar – benar seperti— seorang Malaikan Maut.&lt;br /&gt;
Sebuah sosok yang akan memburu dan merampas jiwa manusia. Serangan macam apa yang akan bekerja melawannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memalingkan dari sosok menakutkan itu dan mengecek kondisi Asuna dan Alice yang masih berlari menaiki tangga satu persatu. Mereka masih butuh waktu dua sampai tiga menit sebelum sampai ke Pulau Melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ragu bisa memberikan waktu lebih lama lagi&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sungguh luar biasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 18 - 196.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
Sensasi kekuatan yang mengalir menuju seluruh tubuhnya membuat Gabriel mengeluarkan tawa hingga tiga kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini kekuatan imajinasi — atau yang ia sebut dengan nama «Incarnation» di dunia ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setidaknya ia telah mendapat kekuatan yang setara... tidak, bahkan melebihi sang pendekar pedang yang telah membunuhnya beberapa waktu lalu dengan tebasan waktu miliknya. Hingga sekarang Gabriel hanya memahami jika kekuatan musuh – musuhnya adalah efek dari system command yang belum ia pahami, tetapi kenyataannya berbeda. Dan ia telah menyadarinya akibat tindakan pemuda berambut hitam yang ada di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan memberikan beberapa menit sebagai ungkapan terima kasihku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mengembangkan keenam sayapnya dan mengangkat tinggi pedang kegelapan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu semenit ia akan memotong tubuhnya menjadi berkeping – keping, mengekstrak jiwanya, dan menghisapnya sampai habis. Ia berencana menjadi semakin kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Listrik kebiruan mengalir ke tubuh Gabriel saat ia mulai menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menatap sosok musuh sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak bisa memikirkan cara untuk melawan atau memojokkan pria ini. Lengan kanannya yang seharusnya telah dihancurkan oleh Sinon telah pulih seutuhnya tanpa aku sadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, aku tak siao secara mental untuk melawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak memahami sosok Gabriel Miller. Udara mengerikan disekitarnya seolah menginginkan rasa lapar yang lebih besar. Tetapi aku masih belum kehilangan harapan untuk menang, bahkan sebelum pertarungan ini dimulai. Selama aku bisa mengulur banyak waktu — aku akan berusaha keras hingga Alice dan Asuna bisa log out, aku mungkin akan terperangkap dalam dunia ini selama lebih dari 200 tahun, tak bisa kembali ke dunia nyata lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh… Jadi seperti itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin aku sebenarnya mengharapkan hal semacam itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah dunia alternatif yang melebihi sosok Aincrad. Tanah ideal yang selalu diharapkan Kayaba Akihiko. Sangat cocok dengan nama“Underworld”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sering bertanya – tanya selama dua tahun terperangkap dalam SAO apakah aku memang ingin keluar. Aku ragu, karena sebagai anggota Lantai Atas yang selalu bertempur di garis depan, aku selalu merasa ketidakpastian jika hidup di dunia itu akan memiliki akhir. Hal yang sama juga akan terjadi pada tubuh asliku yang terbaring di kasur rumah sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi waktu akselerasi di Underworld tidak terikat hal itu. Kecepatan 5,000,000 kali lipat dunia nyata berarti aku tidak perlu mengkhawatirkan konsisi tubuhku sama sekali. Hingga jiwaku habis, aku akan bisa tinggal disini selamanya. Apakah kesadaranku menginginkan hal seperti itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabannya adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal seperti itu tidak terlintas di kepalaku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan Suguha, Ibu, Ayah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yui, Klein, Agil, Liz, Silica… atau orang – orang yang telah menyelamatkanku berkali – kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak pernah berpikir betapa besarnya rasa sedih, rasa bersalah mereka, berapa banyak air mata yang telah mereka keluarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih belum memahami perasaan orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak pernah berubah, sejak sekolah menengah saat aku menelantarkan temanku yang minta pertolongan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Itu tak benar, Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara yang kukenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan suatu kehangatan yang mengalir dalam tangan kiriku yang sedingin es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Itu bukan demi dirimu sendiri jika tak ingin meninggalkan dunia ini. Itu karena kamu menyayangi orang – orang yang telah kamu temui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kamu menyayangi Selka, Tiese, Ronye, Liena-senpai, Penduduk Desa Rulid, dan orang yang telah kau temui di Kota Pusat dan Academi, para Integrity Knights dan Penjaga … Cardinal-san, dan bahkan mungkin Administrator… juga mungkin aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Itulah besarnya rasa sayangmu, begitu besar seolah engkau bisa menanggung beban seluruh dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tetapi musuh – musuhmu tidaklah sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Orang itu tidak memahami perasaan orang lain, itulah mengapa ia menghisap jiwa – jiwa, karena ia tak paham arti rasa sayang. Itulah mengapa ia menelannya bulat – bulat. Itulah mengapa ia merusaknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena .... &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia takut.&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller melihat air mata yang menetes di pipi pemuda tersebut. Ia menggenggam pedangnya di dada, seolah takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ia akhirnya merasa ketakutan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haya rasa takut dan kengerian akan kematian yang bisa Gabriel bagi ke orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel telah mebgambil banyak jiwa demi mencari Jiwa Murni, bahkan sejak ia membunuh Alicia Klingerman di hutan dibelakang rumah masa kecilnya. Tetapi ia tak pernah lagi menyaksikan kejadian munculnya cahaya kecil yang keluar dari dahi Alicia. Maka ia telah mengisi rasa lapar dalah hatinya menggunakan rasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana rasanya? Rasa takut dari seorang pemuda yang sebelumnya sangat percaya diri, kini mengetahui ia telah berada di ambang maut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan yang mengisi tubuhnya membuat Gabriel menjila lidahnya sendiri, ia lalu mengangkat keujung jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengayunkan jarinya kebawah dan ia menembakkan leser sangat tipis berwarna kehitaman, menembus setiap tubuh si pemuda. Beberapa detik kemudian, darah menyemprot ke udara bagaikan sebuah kabut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HA HA HA HA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel tertawa sambil ia mendekat mengayunkan Void Blade miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang tersebut menusuk perut pemuda itu dengan sangat mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh bagian bawahnya dari baju hingga jubah terpotong oleh pedang tersebut menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah, daging, dan organ dalam berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kiri Gabriel meletakkan tangannya ke dada Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia masih merasakan detak jantungnya, lalu mengoyak dan mengambil jantung miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jantung tersebut masih berdetak badump, badump, kemudian Gabriel membawanya ke mulut lalu berbisik kepada tubuh tak bernyawa milik si pemuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
“Perasaan, Ingatan, semua milik hati dan jiwamu... akan aku hisap semuanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si malaikat maut berbisik. Aku menatapnya dengan mata yang hampir tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir tak berwarna milik Gabriel Miller terbuka lebar, ia akan memakan jantung milikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Squish.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada suara tak mengenakkan terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah putihnya terkejut, banyak darah keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah memakan banyak pedang kecil yang aku ciptakan didalam jantungku menggunakan Metallic Elements.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unf…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel menutup mulutnya dan mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berucap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kamu akan menemukan.... jiwa dan ingatanku disitu? Tubuhku hanyalah .... wadah. Ingatanku... akan selalu .....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersatu dengan kesadaranku, tak pernah terpisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit yang aku rasakan saat ia mencabik jantungku memang tak terkira. Tetapi itulah kesempatan terbesar milikku. Tak akan ada lagi kesempatan kedua jika aku gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eugeo masih bisa bertempur saat tubuhnya terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melebarkan kedua pedang milikku, dan berteriak sambil batuk darah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“RELEASE RECOLLECTION!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya putih dan kehitaman meluncur dengan waktu bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak sulur es meledak dari ujung Blue Rose Sword, mengikat tubuh Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Night Sky Sword yang kuangkat tinggi – tinggi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pilar besar menjulang ke langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya kehitaman menuju atas, menembus langit merah — lalu melebar kesegala arah seolah menelan sang matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan, cahaya tersebut menelan langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit merah berubah warna dan siang hari telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan menyelimuti angkasa, dan terus melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, itu bukanlah kegelapan kekosongan, ia memiliki rasa hangat....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah langit malam tanpa batas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sinon terbaring sendirian ditengah gurun tak berpenghuni dibawah bebatuan berbentuk aneh, menunggu HP miliknya berkurang menjadi 0.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit tiada tara masih muncul dari kakinya yang menghilang, membuatnya setengah mau pingsan. Ia menggenggam kalung di dadanya dengan sekuat tenaga. Tetapi ia perlahan mulai kehilangan tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat pandangan miliknya akan memudar yang menandakan ia akan log out karena pingsan....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit berubah warna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit merah cerah yang menandakan waktu siang kini berubah menjadi kegelapan dengan cepat dari arah selatan. Matahari tertutupi dan awan juga menghilang — kemudian, Sinon tertutupi oleh kegelapan pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tudak, bukan kegelapan pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia menyadarinya, cahaya – cahaya kecil mulai nampak menyinari bebatuan di atasnya, pohon – pohon mati, dan rantai kalung miliknya. Sebuah angin sepoi – sepoi meniup poni Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah kegelapan malam. Sebuah kegelapan malam yang begitu nyaman sedang menutupi seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon teringat akan kejadian di waktu lampau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pernah menghabiskan malam di tengah gurun pasir pada dunia yang lain. Dengan segenap kekuatannya, ia menangis, membentak, dan marah akan kejadian saat masa kecilnya. Ia memikirkan betapa banyak ingatan tersebut menghantuinya.langit malam yang kini ada diatasnya terisi oleh perasaan kuat namun lembut yang seolah memeluk tubuhnya dari belakang dan meringankan beban milik Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku mengerti. Ini adalah jiwa milik Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bukanlah matahari terang. Ia tidak menyinari orang lain dari depan dengan cahaya hangatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, saat kamu sedih, menderita, ia akan selalu mendukungmu dari belakang. Ia akan menyembuhkan lukamu dan menghapus air mata milikmu. Seperti sebuah bintang malam yang kecil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi melindungi dunia dan semua orang, tampaknya Kirito sedang kesusahan menghadapi Kaisar Vektor, atau Subtilizer. Setelah berkali – kali melawan musuh yang sangat kuat, tampaknya ia telah memanggil sedikit kekuatan dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika itu benar, maka — bawalah jiwaku kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berdoa sambil melihat langit malam dengan mata menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bintang biru kecil di atasnya berkedip sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Leafa terbaring di tanah, di kelilingi oleh Para Petarung Tangan Kosong dan Kumpulan Orc. Ia menantikan saat terakhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki kanannya tak memiliki kekuatan untuk berpijak dan menggunakan kemampuan penyembuhan Teraria. Tubuhnya yang penuh luka dan lubang kini sedingin es, tak bisa ia gerakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Leafa… jangan mati! Kau tak boleh mati!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Orc Rirupirin menunduk disampingnya sambil berteriak. Air mata yang mengalir dari mata kecilnya sungguh indah. Leafa memandang dan tersenyum, lalu berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menangis… Aku akan kembali … aku yakin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat seperti ini, Rirupirin menundukkan tubuhnya, bahunya gemetaran. Melihatnya seperti ini, Leafa berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak bisa menolong Onii-chan secara langsung, tetapi ini cukup. Aku telah melakukan tugasku. Benar kan ...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, seolah menjawab pikiran Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna langit merah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit kemerahan cirikhas Tanah Kegelapan kini berganti langit malam; ekspresi terkejut mengisi wajah para Orc dan Petarung tangan kosong. Air mata Rirupirin ia hapus dan lalu memandang ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Leafa tidak merasa terkejut maupun rasa takut. Ia bisa merasakan harum kakaknya pada angin malam yang menerpa pipinya dari arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Onii-chan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berguman, mengambil nafas dalam – dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Leafa — Suguha, Kirito selalu menjadi sosok terdekat sekaligus terjauh bagi dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya kakaknya telah berhenti memandang kedua orang tuanya saat ini sebagai orang tua kandung tanpa ia sadari, bahkan sebelum ia menemukan kenyataan yang sebenarnya. Kirito telah menutup dirinya sendiri sangat lama seingat Suguha; ia tidak pernah terhubung dengan orang lain. Setiap saat persahabatan baru muncul, ia akan merusaknya dengan tangannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelakuan Kirito yang seperti ini telah membuat dirinya kecanduan game online, dan kegemaran tersebut membuarnya dikenal sebagai «Pahlawan yang menyelesaikan SAO», tetapi Suguha tidak memandang hal tersebut sebagai suatu insiden ataupun sebuah penebusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah jalan yang dipilih sang kakak. Ia tak akan pernah berpaling, selalu menyelesaikannya sampai akhir. Itulah kekuatan terbesar Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit malam ini adalah bukti nyata jika Kirito telah menanggung beban dunia ini beserta orang yang tinggal di dalamnya. Karena —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Onii-chan adalah pendekar pedang yang lebih hebat dariku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Leafa telah kehilangan inderanya, tetapi Leafa berusaha mengumpulkan sisa – sisa kekuatan lalu menempatkan tangan ke depan dadanya, seolah memegang pedang bambu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia berdoa, Bawalah kekuatan jiwaku menuju pedang kakak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di atas kepalanya, ia bisa melihat bintang hijau bersinar terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Lisbeth memegang tangan Silica erat – erat sambil melihat langit yang telah kehilangan matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suka atau tidak, pemandangan luar biasa dimana langit merah terselubungi kegelapan membangkitkan kenangan hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu sore hari di awal musim dingin setelah dua tahun SAO dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka tokonya sendiri, Lisbeth mengetahui pemberitahuan sistem yang menyelimuti langit atas karena permainan kematian ini telah diselesaikan. Ia langsung tahu jika itu adalah Kirito. Kirito mengalahkan bos terakhir menggunakan pedang yang aku buat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali ke dunia nyata, Kirito berkata padanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku sebenarnya telah kalah. Pedang  milik Healthcliff menembus dadaku dan Hpku telah menjadi 0. Tetapi untuk beberapa alasam, avatar milikku tidak langsung menghilang. Hanya beberapa detik, aku bisa menggerakkan tangan kananku dan mengalahkannya. Aku rasa orang yang telah memberiku jeda waktu adalah kamu, Liz, dan Asuna, Silica, Klein, juga Agil. Aku bukanlah satu – satunya orang yang menyelesaikan SAO. Kalian semua adalah pahlawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liz menampar punggungnya dan tertawa “Kenapa rendah hati begitu?” pada saat itu, tetapi mungkin seperti itulah perasaan Kirito yang sebenarnya. Ia sebenarnya ingin berkata jika kekuatan terbesar yang ada dalam ikatan kamu dan aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Hei, Silica.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth memandang temannya yang ada di samping,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tampaknya… Aku masih suka Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silica tersenyum, lalu membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, mereka kembali memandang langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapan matanya, ia melihat dua sosok: Klein mengangkat tinjunya, dan Agil seolah ingin berkomentar pada Klein.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth mendengar suara – suara pemain Jepang yang sedang berdoa sepertinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kami masuk ke dunia ini menggunakan AmuSpheres… tetapi kamu masih bisa mendengar kami kan, Kirito? Karena jiwa kami masih terhubung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ratusan bintang yang tersebar di atas langit bersinar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri meletakkan tangan kirinya pada leher naga miliknya, Kazenui. Tetapi tangan kanannya masih menggenggam erat tangan kiri Tiese. Mereka memandang langit malam di atas sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku – buku sejarah dalam gereja tidak pernah menyebutkan peristiwa seperti ini, peristiwa dimana langit berubah menjadi langit malam. Tetapi Renri tidak takut sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia mengambil dua tombak yang menancap di tubuhnya, ia yakin akan segera mati, hujan cahaya lalu turun dari langit dan menyembuhkan luka miliknya hingga sembuh total. Sekarang, langit malam ini juga terasa hangat seperti hujan cahaya sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini membuat Renri keheranan bahwa ia bisa selamat hingga akhir sebagai Integrity Knight yang paling lemah, tetapi pada saat yang sama ia tak bisa memaafkan perasaannya sendiri. Ia selalu yakin jika tewas secara terhormat di medan peperangan seperti Knight Dakira atau Knight Eldrie mungkin menjadi satu – satunya cara membayar kematian sahabatnya yang telah ia lupakan namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Renri menemukan perasaan baru saat hujan cahaya menyembuhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendekar pedang berambut hitam yang membatu di kursi roda. Ia juga kehilangan satu – satunya sahabat. Ia memutuskan untuk menderita karena bertanggungjawab atas kematiannya, ia menyegel jiwanya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia memilih untuk bangkit. Kemudian ia bisa mengendalikan pedang ganda yang merupakan milik sahabatnya, seperti Renri mengendalikan Divine Instrumentnya, Twin Edged Wings. Ia menunjukkan kekuatan yang hebat dengan mengirim puluhan ribu pemain ke dunia lain. Ia telah mengajari Renri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk hidup. Untuk terhubung dengan yang lain, bertarung, jiwa dan raga. Ini — adalah cara satu – satunya ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya ini, bukti kekuatanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri berguman dan menggenggam tangan Tiese semakin erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiese di tangan lainnya menggenggam Ronye dan disisi Ronye ada Pemimpin Penjaga Sortiliena. Tiese menatap Renri, lalu mengangguk dengan mata berair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berempat menatap langit malam sekali lagi sambil berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari ratusan bintang, empat bintang yang paling terang membentuk sebuah rasi bintang dan bersinar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Berdiri di kejauhan, Pemimpin Petarung Tangan Kosong Iskahn menatap tajam namun terlihat sedih pada gadis sekarat berarmor hijau yang sedang di kelilingi Orc dan Petarung lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara gadis itu bertarung begitu mengerikan hingga deskripsi “Dewa yang Marah” sangatlah cocok. Setelah melihatnya, Ishkan akhirnya mengerti mengapa para Orc tidak mematuhi perintah langsung Kaisar dan datang untuk menyelamatkan para Petarung Tangan Kosong. Sang pemimpin Rirupirin dan 3.000 Orc memutuskan jika gadis ini lebih kuat dari sang Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada satu alasan mengapa setiap Orc mematuhinya, bukan, telah bekerjasama dengan gadis itu. Alasanya adalah karena gadis itu menganggap mereka seperti manusia; itulah yang dikatakan Rirupirin padanya. Di masa lalu, Rirupirin telah memiliki kebencian terhadap manusia. Tetapi saat ia menjelaskan situasi ini pada Iskahn, kemarahannya seolah menghilang tanpa jejak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, wanita… bukan, Sheyta…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn memanggil nama seorang knight wanita yang berdiri si sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kita sebut kekuatan... apa yang kita sebut tenaga... sebenarnya itu apa? …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta memiringkan kepalanya, rambutnya yang terikat teejatuh. Matanya bergerak dari sang naga yang beridiri di belakangnya menuju Dampe yang masih diperban, lalu menuju Iskahn. Senyum kecil muncul dari bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu sudah tahu. Ada kekuatan yang lebih kuat daripada kemarahan dan kebencian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit merah Tanah Kegelapan menjadi hitam pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menahan nafas dan melihat keatas, Iskahn melihat sebuah bintang hijau bersinar tanpa suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta mengangkat tangannya dan menunjuk bintang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Disana. Kekuatan yang sebenarnya. Suatu cahaya asli.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Yeah. …Yeah, kau benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn menjawab. Cairan yang meluap dari mata kirinya membuat bintang hijau tersebut semakin buram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pertama kalinya dalam hidup ia mengepalkan tangannya bukan untuk bertarung, ia kini berdoa untuk sebuah kemenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari jarak yang cukup dekat dengan bintang hijau, bintang lain menyala merah seolah terbakar. Sebuah bintang abu – abu melayang di dekatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, sisa – sisa Petarung mulai menyanyikan sebuah lagu, dan ratusan bintang yang tersebar menyebar seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ribuan, puluhan ribu bintang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sisa – sisa pasukan utama Kerajaan Manusia di Gerbang Besar Timur, Integrity Knight Fanatio, Deusolbert, Knights-in-Training Linel dan Fizel, juga ratusan penjaga kehilangan kata – kata saat melihat langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai macam pikiran melintas di hati masing – masing, tetapi kekuatan doa dan harapan mereka tetap sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fanatio berdoa atas keselamatan dunia yang dicintai Komandan Integrity Knight Bercouli, dan anak yang masih ada di perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Deusolbert memegang cincin kecil yang ada di jari kirinya agar dunia tempatnya hidup beserta seseorang yang pernah ia cintai selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Linel dan Fizel berdoa agar suatu saat bisa bertemu lagi dengan si swordsman yang mengajarinya arti kekuatan sejati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Knight yang lain dan para penjaga berdoa demi kedamaian kembali ke dunia ini dan agar bertahan selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Goblin gunung yang ada di bukit sebelah utara Tanah Kegelapan juga mulai berdoa, Goblin Padang Rumput di daerah barat juga mulai berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Orcs yang ada i Daerah Berair menunggu kembalinya para suami dan ayah sambil berdoa, juga Para Raksasa di daerah selatan pegunungan mulai berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia yang tinggal di kota dekat Istana Obsidia, dan Ogre di padang rumput bagian selatan menutup mata dan berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit malam mulai menyelimuti pegunungan dan sampai ke Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sister-in-Training Selka dari Desa Ruild di daerah Utara Kerajaan Norlangarth sedang mengambil air dari sumur, matanya terbuka lebar saat langit biru mulai berubah menjadi langit hityam, ia mematung di tempat. Tali di genggaman tangannya dan ember kayu langsung terjatuh ke dalam sumur, tetapi ia menghiraukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisikan yang keluar dari bibirnya yang sedikit bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Onee-sama. ……Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, pada saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selka bisa merasakan angin malam, dua orang yang ia sayangi pasti sedang mengalami pertarungan sengit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti Kirito telah terbangun. Ia telah kembali berjuang setelah kehilangan Eugeo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selka berlutut di tanah berumput, menggenggam erat tangannya di depan dada dan berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eugeo. Kumohon... lindungi Onee-sama dan Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia berdoa dan menatap langit malam, sebuah bintang biru berkedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai macam bintang mengelilingi bintang biru tersebut. Selka melihat banyak anak – anak yang sedang bermain juga berlutut sambil menggenggam erat tangan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pedagang dan ibu – ibu di depan gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para petani di ladang gandum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayah Alice yang ada di pusat desa, dan kakek Garitta di pojok hutan juga berdoa. Mereka semua tidak merasakan rasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak bintang mengisi langit malam diatas Desa Ruild.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga, langit di atas Zakkaria di utara sana juga terisi bintang – bintang. Di dekat peternakan Walde, sang suami istri beserta putri kembarnya, Teline dan Telure terlihat berdoa sambil melihat dari jendela rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para penduduk desa dan kota di keempat penjuru kerajaan memanjatkan doa mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian penduduk Kota Centoria yang berada di pusat Kerajaan Manusia. Siswa – siswa dan Guru di Akademi Master Pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan pendeta dan sister di Gereja Axiom juga melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi gadis pengatur elevator diantara lantai 50 dan 80, ini pertama kalinya melakukan tindakan tersebut. Sambil melakukan Sacred Task miliknya, ia menarik tangannya dari kaca pipa Aerial Element, ia menatap langit malam berbintang dan mulai berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sama sekali tidak mengetahui dunia diluar Kathedral. Kematian Administrator dan invasi Tanah Kegelapan sama sekali tidak mengubah hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ia hanya berdoa untuk satu hal saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdoa akar bisa bertemu lagi dengan dua pemuda swordsmen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini telah ada lebih dari sepuluh ribu bintang yang mengisi langit malam yang membentang di seluruh Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimulai dari lingkar terluar, bintang – bintang tersebut mengeluarkan bunyi satu persati, lalu turun menuju satu tempat yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung dunia paling selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menuju sebuah pedang panjang berwarna hitam pekat yang diangkat ke langit, sebuah lemparan batu dari pulai melayang yang disebut Altar Ujung Dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Alice terus berlari secepat mungkin dan akhirnya ia bisa melihat bagian atas pulau, saat melihat bayangannya sendiri. Ia terkejut jika sudah sejauh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kesamping sambil berlari, Alice melihat pemandangan yang tidak biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh mengacungkan pedang hitam miliknya sambil membentangkan enam buah sayap besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sulur es melilit tubuhhnya, membuatnya tak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Es tersebut muncul dari pedang putih yang bercahaya, digenggam oleh seorang swordsman dengan sayap hitam seperti naga di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dada miliknya telah berlubang. Keinginannya untuk terus bertempur benar – benar luar biasa. Orang normal pasti akan langsung kehilangan Life mereka dalam kondisi seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi keajaiban sebenarnya ada di atas kepala mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah aliran kegelapan naik ke puncak langit dari pedang hitam yang di angkat tangan kanan Kirito, kegelapan tersebut menyelimuti seluruh dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu bukanlah kegelapan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit bagian utara mulai memancarkan titik – titik cahaya. Berbagai macam bintang bersinar dengan berbagai macam warna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para bintang mulai bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil mengeluarkan bunyi – bunyi indah, mereka menuju bagian selatan dunia. Putih, biru, hijau, kuning. Bagaikan pelangi di langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Insting Alice menebak jika itu semua adalah jiwa milik semua orang di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang – orang Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penduduk Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Demihuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, dunia telah bersatu dalam satu harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito……!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice memanggil namanya, ia mengangkat tangan kirinya tinggi – tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jiwaku juga. Aku mungkin hanyalah knight palsu yang dibuat seseorang, bukanlah jiwa diriku yang sebenarnya. Tetapi perasaan ini— perasaan yang mengalir di dadaku ini asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bintang emas muncul dari tangan kirinya, lalu terbang menuju pedang Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Asuna tidak menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia paham apa yang diinginkan Kirito sebenarnya. Ia takboleh menyia – nyiakan waktu yang telah diberikan Kirito dan harus segera ke system console.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka Asuna menarik tangan Alice dan melaju manaiki tangga batu dengan segenap tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tampaknya Asuna kesulitan dengan banyaknya luka yang ada di tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan tersebut berubah menjadi dua tetes airmata, turun ke pipinya, dan terbawa angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbawa angin malam, dua tetes air mata tersebut bergabung menjadi satu, berubah menjadi binatng berwarna – warni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat bintang tersebut melaju dengan meninggalkan warna aurora dibelakangnya, lalu ia berlari tanpa menoleh lagi. Ia harus yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Gabriel Miller berasa kagum karena bisa ditahan menggunakan sulur es saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah segala jenis serangan sihir, bahkan tebasan dari pedang panjang tidak memiliki efek padanya beberapa saat lalu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya, mulutnya telah terluka oleh banyak pedang yang dibuat di dalam jantung si pemuda. Tetapi itu hanya terasa seperti mengunyah sesuatu. Kini seluruh tubuhnya telah dilindungi oleh barrier kegelapan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku adalah seorang perampas. Semua cahaya, panas, dan objek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku lah jurang kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TIA…DAAA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang tak tampak seperti manusia muncul dari dalam tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keenam sayap yang muncul dibalik punggungnya berubah menjadi Void Blade yang sangat mirip dengan pedang yang digenggam oleh tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menebaskan pedang dengan hebat. Sulur es putih yang melilitnya rusak dan ia kini bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berteriak, Gabriel memanjangkan ketujuh Void Blade ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat tangan kirinya ia ajungkan agar menembak api kegelapan kepada si pemuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel menyadari jika langit merah telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga, berbagai macam meteor telah turun dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ketika aku melepas ingatan Night Sky Sword, aku sadar jika bisa menemukan gambaran yang tepat di kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu – satunya hal yang ada di hatiku adalah kata – kata Eugeo saat ia memberikan nama pada pedang yang sering kupanggil «Si Hitam».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Oh yeah. Kupikir «Night Sky Sword» adalah nama yang tepat untuk pedang hitammu, Kirito. Bagaimana pendapatmu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Menyelimuti... dengan lembut.... dunia kecil ini.... seperti langit malam....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan yang keluar dari pedang ini mengubah siang menjadi malam, menciptakan sebuah langit gelap seperti namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti apa yang akan terjadi setelahnya saat bintang – bintang melaju dari bagian utara ke pedang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan Night Sky Sword adalah kemampuan untuk menghisap Resources dengan jangkauan yang luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Resource yang paling kuat di dunia ini bukanlah Spatial Resources yang diatur oleh system, seperti matahari atau tanah. Tetapi adalah kekuatan jiwa manusia. Doa, harapan, dan permohonan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bintang- bintang telah terhisap ke dalam pedang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, dua bintang terakhir yang masuk adalah bintang berwarna emas dan berwarna – warni yang menyelimuti pedang ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Night Sky Sword telah terisi oleh berbagai macam emosi dari banyak orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya yang mengalir dari gagang pedang ke lenganku, meresap ke seluruh tubuhku. Tubuh bagian bawahku yang ditebas Gabriel telah beregenerasi dengan cahaya kehangatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya tersebut mengalir ke lengan kiriku, membuat Blue Rose Sword juga bercahaya —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OH…HHHHHHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menebaskan kedua pedangku dan berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapanku, Gabriel telah terbebas dari sulur es dan membuat teriakan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak lagi mirip seorang manusia. He no longer resembled anything like a human. Terbungkus oleh api hitam, tubuhnya yang tertutupi cairan seperti logam membuatnya agak bercahaya, dan cahaya ungu kebiruan yang terpantul di matanya seperti api neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang besar di lengan kanannya ia angkat dan sayapnya kini menjadi pedang dengan panjang yang sama ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia mengangkat lengan kirinya kepadaku dan hendak menembakkan kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…OHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuat barrier cahaya dan berusaha menahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku membuka sayapku yang terbuat dari jubah panjang lebar – lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pedang kiriku di depan dan pedang kananku di belakang, aku menendang udara dengan segenap tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hanya ada sedikit jarak antara aku dengan musuh. Seharunya butuh waktu sedetik untuk melaju kearahnya dengan kecepatan penuh. Tetapi dengan kondisi saat ini, waktu rasanya seolah dipercepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok manusia muncul di kananku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah seorang knight dengan armor hitam berkult hitam, menggunakan pedang besar panjang. Pria tersebut memegang pundak seorang knight wanita di dekatnya. Ia mengamatiku dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau harus melepas aura membunuhmu itu anak muda. Jiwa kosongnya tak akan bisa ditebas dengan Incarnation membunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, sosok pria berambut pendek muncul di sisi kirinya. Ia mengenakan jubah biru dan memegang pedang panjang. Dia adalah Komandan Integrity Knight Bercouli, ia menyeringai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan takut, pemuda. Pedangmu diisi oleh seluruh dunia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang seorang gadi berkulit putih dan rambut panjang perak muncul di sisi Beroculi. Pemimpin Tertinggi Administrator tersenyum padaku dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Majulah, tunjukan padaku kemampuan yang kau peroleh saat melawanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, datang tepat di depan dadaku adalah seorang gadis muda mengenakan jubah. Dia adalah Pemimpin Tertinggi lainnya, Cardinal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau harus percaya mereka Kirito. Percayalah pada jiwa banyak orang yang kamu cintai dan orang yang mencintaimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik kacamatanya, mata coklat miliknya terasa hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu mereka semua menghilang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mush terakhir yaitu Gabriel Miller kini sampai ke jangkauan serangan pedangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lenganku yang terisi penuh kekuatan yang belum pernah aku rasakan, aku melancarkan serangan Sword Skill yang paling aku andalkan milik Kudua Pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Starburst Stream. Serangan 16-hit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“WHO…OAAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedangku yang diselimuti cahaya melaju,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, keenam pedang Gabriel diayunkan dari segala sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiap benturan cahaya dan kegelapan menciptakan getaran yang mengguncang dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harus lebih cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OHHHHHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berteriak dengan sepenuh jiwa dan raga, membuat tebasanku semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TIADAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel juga berteriak sambil melancarkan semua pedangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10 serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11 serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada lagi kemaraha, tak ada lagi kebencian, tak ada lagi rasa haus darah di dadaku. Apa yang tersisa dan menggerakkan tubuhku adalah sebuah doa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12 serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13 serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Terimalah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14 serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—cahaya dari…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15 hits.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—jiwa semua orang di dunia ini!! Gabriel!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan ke 16 terakhir milikku kulancarkan dari atas kepala menuju sisi kiri, sedikit lebih lambat dari serangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakin akan kemenangannya, mata Gabriel menyipit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih cepat dari tebasan milikku yang kelancarkan dengan segenap tenaga, sebuah sayap hitam menusuk dan memotong seluruh lengan kiriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian menjadi pecahan dan serpihan cahaya, meninggalkan Blue Rose Sword melayang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AAAAAAAAAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Void Blade di tangan kanannya ia ayunkan kebawah, diselimuti petir hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Psht.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi benturan, dua tangan muncul dan menggenggam gagang pedang Blue Rse Sword yang ada di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Blue Rose Sword menahan serangan Void Blade dengan pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam sang pedang, Eugeo menatapku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo — sekarang waktunya, Kirito!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih, Eugeo!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berteriak lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 18 - 196.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“SIAPAAAA…AAAAAAAAAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memfokuskan seluruh kekuatanku pada serangan ke 17, sebuah tebasan dari kanan memuju lengan kanan Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedangku menancap tajam, membuat cairan yang menutupi tubuh Gabriel pecah, lalu menusuk ke jantungnya berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eugeo dan aku mengubah setiap cahaya yang ada di Night Sky Sword dan Blue Rose Sword menjadi gelombang cahaya yang memasuki jantung milik Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller bisa merasakan sebuah energi yang terdiri dari berbagai macam warna seperti air terjun raksana mengisi jurang kegelapan yang ada di tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya tertutupi cahaya, dan pendengarannya terisi oleh banyak suara yang tiada henti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tuhan, selamatkan dia …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Jagalah anak itu …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Akhiri perang ini...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku mencintaimu …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Biarkan dunia ini…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Dunia ini…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Lindungi dunia ini…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ha, ha, ha.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat pedang si pemuda menancap di jantungnya, Gabriel membiarkan lengan dan keenam sayapnya terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HA HA HA, HA HA HA HA HA HA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah usaha yang sia – sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya itu mencoba mengisi rasa laparku, kehampaanku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah usaha yang berani, seperti mencoba menghangatkan alam semesta menggunakan tangan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akang menghisap semuanya, sampai habis!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel berteriak, menembakkan cahaya hitam dari mata dan mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau?! Seseorang yang hanya memberi takut pada jiwa manusia?! Jangan bercanda!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pemuda berteriak, membuat cahaya emas memancar dari seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang tersebut bersinar semakin terang, membuat cahaya dan rasa hangat kedalam hatinya yang membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya memudar, dan pendengarannya semakin redup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Gabriel tetap tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HA HA HA HA HA, HAAAAAAAAA HA HA HA HA HA HA!!”&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sama sekali tidak takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehampaan yang ada di dalam lawannya bagaikan lubang hitam, tetapi tubuhku sendiri juga masih berputar dalm galaksi raksasa yang diciptakan oleh harapan semua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didalam cahaya yang ditembakkan dari mata dan mulut Gabriel, warnanya mulai berubah perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari keunguan menjadi merah. Lalu kuning... jingga, hingga menjadi warna putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pshk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tersebut berasal dari retakan cairan logam yang melumuri Night Sky Sword.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kemudian...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya putih muncul dari retakan tersebut. Bagian bawah keenam sayap di punggungnya mulai terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pinggir mulut Gabriel mulai retak, begitu juga lubang di pundak dan dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat cahaya muncul dari segala arah di seluruh tubuhnya, Gabriel masih tetap tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HA HA HA HA HA HA HA HA HA HA HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tawanya menjadi semakin melengking, berubah menjadi seperti suara logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tubuhnya yang hitam kini terselimuti retakan cahaya keputihan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa ditahan lalu seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ledakan yang bisa menggetarkan seluruh dunia terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“——————Hahahahahahaha!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller melompat keatas, tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang pertama ia lihat adalah sebuah dinding dengan lapisan logam keabu – abuan. Stiker peringatan menghiasi seluruh saluran dan kabel yang menempel di dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hahaha, ha, ha……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel meredakan tawanya sambil mengambil nafas bertahap. Saat nafasnya kembali stabil, ia bisa mengamati daerah sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia yakin jika ini adalah Ruang STL 1 di Ocean Turtle. Tampaknya ia telah log out secara otomatis karena suatu alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh luar biasa. Ia sebelumnya berencana ingin menghisap seluruh cahaya dan menghabisi si pemuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia dive kembali sekarang, apakah ia masih memiliki waktu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah tegang, Gabriel membalikkan kepalanya dan ia melihat ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pria putih terbaring di STL, matanya tertutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Who is that?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan muncul di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia salah satu anggota timnya? Terlebih lagi, mengapa orang ini tidur di mesin yang aku gunakan untuk dive?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia akhirnya sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ituu… Ini... wajahku....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller, CTO dari Glowgen Defense Systems.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, siapa yang aku lihat sekarang ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mengangkat  tangannya dan menatap. Yang bisa ia lihat adalah dua buah cahaya transparan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa – apaan ini? Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mendengar suara lembut di belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kamu akhirnya datang ke sini, Gabe.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membalikkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesosok gadis kecil mengenakan gaun putih berdiri disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa melihat wajah si gadis, karena wajahnya tertutup oleh rambut pirangnya. Tetapi Gabriel bisa langsung mengenalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyebut namanya setelah hampir 20 tahun, ia tersenyum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini? Mengapa kamu ada di tempat ini, Ali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alicia Klingerman. Sahabat masa kecil Gabriel Miller dan korban pertama yang telah ia bunuh demi mencari tahu arti sebuah jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah sejak lama Gabriel menyesalinya karena melihat Jiwa Alicia waktu itu, tetapi tak bisa ia tangkap. Tetapi sebenarnya dia tidak kehilangan sama sekali. Dia selalu ada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lupa kan kondisinya saat ini, Gabriel mengulurkan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zip. Tangan kiri Alicia dengan cepat menangkap tangan Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terasa dingin, seperti es. Jarum – jarum es seperti menusuk kulit dan dagingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mencoba untuk melepaskannya. Tetapi jari kecil Alicia menggeggamnya dengan erat, lalu senyum menghilang dari wajah Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Dingin. Lepaskan tanganku, Ali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berucap, tetapi si gadis menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, mulai sekarang kita akan selalu bersama. Ayo ikut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergi… kemana? Tidak, aku masih memiliki hal yang harus kulakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel membalas, kali ini ia menggoyangkan tangannya sekeras mungkin. Tetapi percuma, ia seperti terdorong kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lepaskan. Lepaskan aku, Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia hendak bicara lagi dengan suara normalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Alicia tersentak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia melihat wajah dibalik rambut cantik Alicia—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel terpukul oleh sebuah emosi yang membuat hatinya hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Organ dalamnya mual. Nafasnya semakin cepat. Kulitnya bercucuran keringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa – apaan ini? Apa perasaan ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ah, ah, ah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengerang aneh, Gabriel menggeleng – gelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lepaskan. Hentikan. Lepaskan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat lengan kirinya tanpa pikir panjang, lalu mencoba mendorong Alicia, tetapi tangan tersebut juga dipegang. Rasa dingin menjadi semakin kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heeheehee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Inilah rasa takut, Gabe. Perasaan yang selama ini kamu cari, hebat bukan??”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber ekspresi dari orang – orang yang telah ia bunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia sulit mendeskripsikan perasaan ini sebagai sebuah rasa menyenangkan. Ini tidak menyennagkan. Aku tak ingin mengenal perasaan ini. Cepat akhiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, Gabe. Mulai sekarang, perasaan ini akan verlangsung selamanya. Hingga akhir nanti, kamu akan merasakan rasa takut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepatu milik Alicia perlahan terhisap lantai logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian kaki Gabriel juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Be… Berhenti... lepaskan... hentikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara tak sadar ini ia memohon, namun ia terus terhisap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa peringatan, sebuah tangan putih mencuat dari lantai dan menyeret kaki Gabriel. Lalu muncul lagi. Muncul lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel tahu jika tangan – tangan tersebut adalah milik para korbannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa takut semakin menjadi – jadi. Jantungnya semakin kecang dan keringat bercucuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti... BERHENTI, BERHENTIBERHENTIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mulai berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Critter, kemari! Bangun Vassago!! HANS!! BRIGG!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memanggil nama kawannya, tetapi pintu dibalik ruang kontrol utama tetap diam tak bergeming. Vassago yang seharusnya dive si STL ruang sebelah, tidak menunjukkan tanda – tanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia sadari, lantai telah menelan hingga pinggangnya, Alicia yang menggenggam erat tangannya kini telah setinggi pundak Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik sebelum tenggelam sepenuhnya, wajah sang gadis tersenyum gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH… AHHH… WAAAAAHHHHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel menjerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terus tertelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pundaknya, lehernya, wajahnya kini telah terjangkau tangan – tangan putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AHHHH… Ahhh…… Ah………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia tenggelam dalam kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Gabriel Miller tak lagi terdengar, takdir yang ia benci akan menunggunya di masa depan selamamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu di Underworld mulai berakselerasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sinkronisasi kedua kini telah ditembus, ratusan pemain Jepang yang log in menggunakan AmuSpheres telah ter disconnect secara otomatis kini terbangun di net kafe dengan bergagai macam emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sementara, mereka mencerna kecajian tersebut, mengingatnya di kepalam mengukir sebuah pengalaman dunia lain di hati mereka, dan akhirnya air mata menetes di mata lalu mengambil mengambil telepon dan AmuSpheres. Untuk mengenang teman – teman yang telah gugur di dunia lain dan terlog out, apa yang terjadi setelah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon dan Leafa telah meninggalkan Underworld karena kehilangan Life sebelum akselerasi terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbangun di cabang RATH Roppongi, keduanya menunggu perasaan rasa sakit menghilang sebelum saling tatap satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shino dan Suguha yakin jika Kirito telah terbangun dan mengalahkan musuh terakhir, menyelamatkan dunia, dan akan kembali dengan selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mereka bertemu lagi, mereka akan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika mereka berdua tidak bisa membuat ia merasakannya, Sinon dan Sugu akan mengungkapkan perasaan mereka pada Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tekad tersebut, keduanya menyadari pemikiran satu sama lain, lalu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembatas kecepatan telah rusak, waktu dunia tersebut telah berdetik lebih cepat dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari 1000x, lebih dari 5000x.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dinding penunjuk kecepatan yang jauh dari tempat ini, kecepatan akselerasi maksimal sudah sampai 5.000.000 kali lipat dari kecepatan dunia manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sesaat setelah ledakan cahaya menghilang, energi dalam tubuhku perlahan menghilang. Karena kelelahan, aku berusaha menahan tubuhku agar melayang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lenganku yang telah terpotong tanpa aku sadari telah beregenerasi. Di lengan tersebut tergenggam erat Blue Rose Sword, aku mencoba menahan air mata agar tidak menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku paham jika jiwa Eugeo telah menyelamatkanku berkali – kali saat Blue Rose Sword menahan pedang milik Gabriel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang mati tidak akan kembali, baik itu di dunia nyata maupun di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa kenagngan begitu berharga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Benar kan, Eugeo…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbisik, tetapi tidak ada jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangkat kedua pedang perlahan dan menyarungkannya kembali pada sarung pedangnya di punggungku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, langit malam di atas kepalaku mulai memudar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan menghilang perlahan, dan langit kembali ke warna asalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……Biru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit di Tanah Kegelapan kini tidak berwarna merah darah, hanya ada warna biru sejauh mata memandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak yakin apakah ini akibat efek dari «Tahap Percepatan Maksimum», ataukah suatu keajaiban yang disebabkan oleh doa lebih dari sepuluh ribu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apapun alasannya, pemandangan ini begitu mengagumkan hingga bisa membuatmu meneteskan air mata. Sebuah perasaan membawa kenangan mengisi diriku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menutup mata, menghembuskan nafas panjang lalu perlahan mengalihkan pandanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku membuka mataku, aku tidak melihat mereka masih di tangga batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan mengepakkan sayapku aku mulai turun. Aku hendak menuju pulau melayang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pulau berbentuk bundar yang melayang di udara dipenuhi dengan berbagai macam bunga dan hiasan warna - warni. Sebuah jalan dibuat di tengahnya, menuju sebuah bangunan yang mirip dengan kuil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendarat di tengan jalan batu, lalu mengembalikan sayapku ke bentuk semula dan memandang sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serbuk sari dari nektar bunga memasuki hidungku. Beberapa ekor kupu – kupu biru beterbangan, kicauan burung terdengar dari pepohonan yang tumbuh subur di sekitarku. Langit biru cerah dan terik matahari membuat pemandangan di sekitarku seperti sebuah lukisan mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan — tak ada seorangpun di pulau ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu juga bayangan di jalanan, ataupun di dalam kastil di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Syukurlah, mereka berhasi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bernafas lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Gabriel Miller terlahap oleh ledakan cahaya dan menghilang, aku mulai merakasan waktu di dunia ini sudah mulai berakselerasi sekali lagi. Aku tak yakin apakah Asuna maupun Alice telah berhasil menuju system console dan ke dunia nyata. Tetapi tampaknya mereka telah berhasil sampai ke tujuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice — alasan mengapa dunia ini diciptakan, seorang knight wanita dan satu – satunya jiwa yang bisa melepas pembatas sebuah Artificial Fluctlight, ia telah pergi menuju dunia manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku rasa banyak kesulutan yang akan menunggunya mulai sekarang. Dia harus beradaptasi dengan dunia yang memiliki hukum dan sosial yang berbeda, memiliki tubuh mekanis, dan kekuatan yang ingin memanfaatkan artificial intelligence untuk kepentingan militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena ini Alice, aku pikir ia akan bisa melaluinya. Karena dia adalah Integrity Knight yang paling kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Semoga beruntung ……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sekali lagi melihat langit biru, berdoa pada si Knight Emas yang tak akan pernah kujumpai lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang percepatan maksimum telah dimulai, tak ada jalan bagiku untuk keluar dari dunia ini. Ketiga system console di duni telah berhenti berfungsi, dan bahkan jika Life milikku berkurang menjadi 0, aku harus menunggu dalam kegelapan, dalam ketidakpastian hingga tahap ini berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka dan pekerja RATH yang lain seharusnya sedang mencoba menghentikan STL milikku, tetapi itu tak mungkin dilakukan dalam waktu 20 menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam waktu itu, lebih dari 200 tahun telah berlalu di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak tahu apakah kesadaranku akan menghilang setelah menghabiskan seluruh jiwaku, atau bahkan menjadi gila karena percepatan hingga 5.000.000 kali lipat dunia manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu – satunya hal yang aku yakin adalah aku tak bisa kembali ke dunia manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu, Ayah, Suguha. Sinon. Klein, Agil, Liz, Silica.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman – temanku di sekolah. Pemain yang kukenal di ALO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak akan bisa menjumpai orang – orang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berlutut di jalan batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menopang tubuhku dengan kedua tangan, tetapi tubuhku seolah diambang kehancuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penglihatanku menjadi buram, cahaya menyilauka mataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sekarang, sepertinya aku ingin menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terpenting bagiku tak mungkin aku miliki lagi, aku menangis. Isak tangis keluar dari gigiku yang kutahan, tetes air mata membasahi wajahku terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Drip. Drip drip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa mendengar air mataku berjatuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Drip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Drip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Clack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clack, clack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, aku mendengar suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clack, clack. Semakin dekat. Getaran kurasakan dari ujung jari tanganku yang menyentuh lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara berayun, aroma manis namun samar – samar menembus bunga di sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Clack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara itu berhenti di depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, seseorang memanggil namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_18_Bab_21&amp;diff=560487</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 18 Bab 21</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_18_Bab_21&amp;diff=560487"/>
		<updated>2020-01-24T09:28:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: /* Bab 21 -  Kebangkitan (7 Juli 2026/Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 21 -  Kebangkitan (7 Juli 2026/Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
“Hanya … KAU …! Yang tidak … akan kumaafkan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crack!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara berat, pedang kedua telah menusuk tubuh Klein.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mata terus mengalir dari mata Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika masih tertancap ke tanah, Klein mencoba bergerak menggunakan tangan kanannya untuk mendekati si pria bertudung hitam—PoH, mantan ketua guild pembunuh «Laughing Coffin», yang sedang duduk di atas sana dengan pandangan jijik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, Aku tak tahan melihatnya. Orang sepertimu seharusnya enyah saja. Inilah yang terjadi jika kalian menentang kami dan sok menjadi penolong.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH menggelengkan kepalanya sambil merentangkan tangan, kemudian dalam bahasa yang tidak dimengerti Asuna. Ia memberikan perintah pada seorang knight crimson yang berdiri di belakang Klein. Dia mengangguk dan mengangkat pedang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika pedang ketiga akan memusnahkan HP terakhir milik Klein—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hajimaaaaaaaaaa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu knight crimson yang ada di belakang barisan pasukan berteriak yang terdengar seperti bahasa Korea dan menahan tusukan tersebut menggunakan pedang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ini pasti bercanda kan .... Kenapa ini sungguh menyakitkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jo Wol-saeng/Moonphase masih terbujur kaku di tanah, menahan rasa sakit di punggungnya karena tebasan si pria bertudung hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AmuSphere yang ia kenakan seharusnya hanya menghasilkan rasa sakit yang sangat lemah. Sebagai contoh, jika kepalanya tergigit oleh rahang naga raksasa dalam permainan yang sering ia mainkan, «Silla Online», ia hanya akan merasa sedikit kejutan nyeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Wol-saeng kini telah merasakan rasa panas yang sangat ketika ia menerima sebuah tebasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, jika ia menerima luka semacam ini di Dunia Nyata, ia tidak akan merasakan seperti ini. Si pria bertudung hitam telah mengayunkan senjata miliknya dengan begitu cepat bahkan Wol-saeng yang menganggap dirinya seorang veteran tak memiliki waktu untuk bereaksi. Ia mungkin akan tewas jika menerima serangan seperti itu di dunia nyata, dan jika tidak, rasa sakit ini pasti akan membuatnya pingsan. Itulah mengapa rasa sakit virtual ini bisa ia tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi meskipun menyadari akan hal ini, rasa sakit ini benar–benar mengerikan. Wol-saeng hampir ingin meninggalkan tempat ini dan log out secepat mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sambil menggenggam tanah hitam dan menahan rasa sakit, ia tak bisa menerima situasi yang terjadi di depan matanya sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hacker Jepang telah «menyerang» server beta test gabungan yang dikembangkan Amerika, Tiongkok, dan Korea. Mereka menyerang pengembang di dalam game. Kami harap kalian bisa membantu melawan kemurkaan para pemain Jepang.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita seperti itu yang dibaca para pemain Korea termasuk Wol-saeng dan para pemain Cina sebelum dive kedalam dunia VRMMO ini. Mereka lalu melihat cuplikan kelompok pemain Jepang mengalahkan grup pemain lain, pihak Amerika lebih tepatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—benarkah cuplikan tersebut benar-benar nyata?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Wol-saeng melihatnya, para pemain Jepang-lah yang terlihat kesulitan sementara pemain Amerika seolah menikmati permainan ini. Pemandangan ini tidak berubah, bahkan ketika kondisi pertempuran berubah karena datangnya «bantuan» sebanyak sepuluh ribu pemain Korea dan Cina. Saat ini, meskipun equipment para pemain Jepang hancur dan HP mereka menipis, meraka benar-benar bersungguh-sungguh mempertaruhkan nyawa.... Benar, mereka berusaha melindungi sesuatu, bukan menghancurkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Wol-saeng tertebas, seorang pemain dari grup Jepang yang fasih berbahasa Korea berkata seperti ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;—Kalian semua tertipu. Server ini milik perusahaan Jepang, kami bukanlah hacker, kami sang pemilik. Kalian semua tertipu dengan informasi palsu yang menyuruh kalian dive kesini.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara dan ekspresi dari pemain yang bernama Siune menggerakkan hati Wol-saeng. Jadi, sambil berusaha menahan rasa penasaran ia mencoba mendekatinya dan bertanya, “Apakah kamu bisa membuktikan apa yang kamu katakan?”, dan ketika teman Siune menjawab dalam bahasa Jepang, Wol-saeng terkena serangan pria bertudung hitam dan tak bisa menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arus peperangan yang terjadi kemudian sangat cepat dan berat sepihak. Pemain–pemain Jepang dikalahkan pasukan crimson. Sebagian besar mereka dengan cepat kehabisan HP lalu ter-log out dari permainan. Sementara sisanya yang berjumlah kurang dari 200 telah dilucuti senjatanya dan dikumpulkan di satu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, si pria bertudung hitam muncul lagi di garis depan dan hendak menyatakan kemenangan ini, tetapi ia melakukan suatu hal aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pemain yang mengenakan pakaian hitam duduk di sebuah kursi roda dan menggenggam dua buah pedang, dipisahkan dari pasukan bantuan Jepang, lalu ia memaki pria tersebut dengan bahasa Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ini semakin aneh&#039;&#039;, pikir Wol-saeng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa gunanya sebuah kursi roda di sebuah dunia virtual—dalam sebuah VRMMO?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam permainan yang sering ia mainkan, «Silla Online», jika kaki seseorang terluka atau mengalami efek status abnormal, gerakan kaki pasti terhambat. Tetapi kamu akan bisa pulih menggunakan magic, medicine, atau menunggu hingga efek tersebut hilang sendiri. Jika kemampuan berjalanmu terganggu sampai kamu butuh kursi roda, itu pastilah bukan hukuman dalam gim semata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, si pria muda itu tampaknya mengalami kekurangan kesadaran, ia tidak bereaksi terhadap perkataan si pria bertudung hitam dan ketika ia digoyang-goyangkan ia tidak melawan. Seseorang pasti berpikir jika dia bukan seorang NPC, ia pastilah karakter kosong yang tidak diisi pemain online.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, karena tidak bisa menahan lagi, si pria bertudung melancarkan tendangan ke kursi roda dan menyungkurkannya. Seketika, Wol-saeng lupa akan sakit yang ia derita dan menahan nafas. Pemain–pemain Korea yang ada di sekitarnya bertanya-tanya keheranan dalam situasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, pemuda yang tersungkur itu menampakkan sebuah reaksi. Ia mengulurkan lengan kirinya menuju pedang putih yang beberapa saat lalu masih digenggamnya. Wol-saeng akhirnya melihat jika ia tidak memiliki lengan kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi lengan kirinya masih tidak bisa menyentuh pedang tersebut, karena si pria bertudung telah mengambilnya dahulu dan mengayun–ayunkannya. Si pemuda menggeliat di tanah mencoba untuk mendapatkannya kembali. Si pria bertudung meraih lengan kiri miliknya dan menginjaknya. Suara keras terdengan ketika pipinya dipukul dua hingga tiga kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, teriakan lain terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu pemain Jepang yang tertangkap mencoba menghalau pria bertudung, ia mengenakan armor khas samurai dan bandana di kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tiba–tiba sebuah pedang milik pemain Korea ditancapkan ke tubuhnya dari belakang. Dengan jelas ia pasti merasakan rasa sakit yang lebih dari Wol-saeng, namun ia mencoba untuk tetap melangkah maju dan ia akhirnya menerima tusukan pedang kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria bertudung mencemooh samurai tersebut yang sedang tertancap di tanah. Ia lalu memberikan perintah untuk membunuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia gila. Bunuh dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu prajurit crimson mengangguk dan mengangkat pedang ketiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa hanya berdiam diri melihat hal ini. Ia masih belum bisa membuktikan perkataan Siune, tetapi ia tak tahan atas tindakan si pria bertudung kepada pemuda di kursi roda. Disisi lain, tindakan pria samurai seolah membuktikan ia sedang melindungi temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng tidak memiliki kesan yang bagus terhadap negara Jepang. Kesampingkan masalah sejarah dan wilayah, negara tersebut seolah–olah merasa negara superior di seluruh Asia Timur. Bukti nyatanya adalah ketika Jepang meluncurkan The Seed Nexus ke negara-negara barat, tetapi tidak mengikutsertakan koneksi menuju Korea dan Cina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara Jepang tidak mencerminkan setiap rakyat yang hidup dan tinggal di dalamnya. Walaupun jumlahnya tidak banyak, tetapi dalam beberapa server internasional yang muncul sebelum zaman permainan VRMMO, ia sendiri memiliki kenangan tak menyenangkan terhadap pemain Jepang di sana, tetapi tentu saja ia punya pengalaman mengasyikkan ketika bermain bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng sekarang membenci si pria bertudung. Ia ingin meyakini Siune dan sang samurai. Ini tak ada hubungannya dengan masalah Jepang ataupun Korea. Ia ingin melakukan hal yang benar sesuai suara hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia akan bertindak, perasaan yang tak rasional, rasa nyeri yang sangat parah menusuk punggungnya hingga naik ke kepalanya, tapi ia menggertakkann giginya dan berdiri. Ia menghunus longsword miliknya dan mengambil nafas dalam–dalam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Hajimaaaaaaaaaa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak sekeras yang ia bisa, Wol-saeng berlari kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sistem memberikan status rata-rata kepada avatar Ksatria Crimson; gerakan Wol-saeng terasa lebih berat ketimbang karakter yang ia pakai biasanya di Silla Online, «Moonphase». Tetapi karena kekuatan yang entah berasal darimana, Wol-saeng melaju bagaikan angin dan berhasil menahan tebasan yang akan menusuk tubuh si samurai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau … apa yang kau lakukan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ksatria crimson yang ada di depannya bertanya dengan nada terkejut sekaligus marah dalam bahasa Korea. Jika ia adalah pemain Cina, ia mungkin akan kesulitan, jadi Wol-saeng menggunakan kesempatan kecil ini untuk membujuk para pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin bertanya pada kalian, bukankah semua ini aneh?! Pertarungan sudah selesai! Mengapa kita membunuhi mereka satu persatu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengarnya berkata seperti itu, rekan–rekan seperjuangannya terdiam dan menatap samurai yang ambruk di tanah dan pemuda berkursi roda di balik Wol-saeng. Mata di balik helm tersebut berkedip, tampak ragu. Dirinya sendiri juga terlalu bingung melihat kondisi ini. Ujung pedang yang menyentuh Wol-saeng agak melemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sebelum Wol-saeng bisa berbicara lagi, sebuah suara tajam menerobos kerumunan manusia yang sedang berkumpul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baesinja!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bunuh dia juga!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berpikir bisa meredakan masalah ini, ksatria crimmson di depannya menekan ujung pedangnya sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi apa yang Wol-saeng dengar selanjutnya melebihi dugaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu! Dengarkan kata-katanya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Si pria bertudung bertindak berlebihan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, para pemain Korea juga mulai berargumen. Komentar–komentar mereka semakin keras, membuat mereka terpecah menjadi para radikal—yang ingin membunuh semua pemain Jepang—dan moderat—yang ingin menunggu situasi menjadi jelas sebelum mengambil tindakan selanjutnya. Argumen hebat terjadi di antara keduanya, dan hal ini juga merembet ke pemain Cina: dia bisa mendengar teriakan–teriakan kuat dan lemah di medan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana pemimpin mereka akan menyelesaikan masalah ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Wol-saeng memikirkan ini, ia menoleh—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di samping pemuda berlengan satu yang terbaring di tanah, si pria bertudung memutar–mutarkan pisau miliknya, senyuman menakutkan terlihat dari balik tudungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Butuh beberapa detik bagi Wol-saeng untuk menyadari jika ia tidak melihat sebuah kemarahan, melainkan tawa yang tertahan. Rasa dingin mengerikan seolah terasa ke tubuh Wol-saeng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan permainan yang dikembangkan bersama antara Cina, Korea, dan Amerika atau apalah sebutannya. Bahkan keberadaan permainan seperti itu sungguh sangat meragukan. Ia masih belum yakin hingga detailnya, tetapi sepertinya pertempuran ini bertujuan untuk mengadu domba pemain dari setiap negara dengan darah dan penderitaan … Tidak, membuat mereka saling bantai. Itulah tujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Agma ……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng mendengar suara serak terucap dari mulutnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago Casals lahir di San Francisco, di distrik kumuh Tenderloin. Ibunya adalah orang Spanyol sedangkan ayahnya adalah keturunan Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akta Kelahiran Negara Amerika menolak nama yang berbahaya bagi seorang anak. Jadi ibunya memberikan nama Vassago, ketimbang Devil, atau Satan. Instansi tersebut tidak menyadari jika Vassago adalah nama iblis kecil berjulukkan «Prince of Hell», dan ia menerima usulan nama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada satu alasan mengapa ibunya memberikan nama iblis kepada anaknya sendiri. Ia tak ingin Vassago dilahirkan—bahasa kasarnya, si ibu membencinya hingga ke jiwa raga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago tidak mengetahui detail bagaimana kedua orang tuanya bertemu, ia juga tidak ingin tahu. Sederhananya, mungkin dikarenakan sebuah «transaksi moneter». Ketika sedang mengandung terjadi hal yang tidak terduga. Ibunya ingin ia diaborsi, tetapi terpaksa dilahirkan atas perintah ayah Vassago. Jika seperti itu, apakah itu berarti ayahnya menginginkannya? Tidak seperti itu. Ayahnya hanya beberapa kali mengecek kondisi kesehatan sang anak tanpa memberikan mainan ataupun hadiah. Satu–satunya hal yang ayahnya tinggalkan bagi Vassago adalah pengetahuan mengenai Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mencapai usia lima belas tahun akhirnya Vassago mengetahui mengapa ayahnya menolak sang ibu untuk mengaborsinya, dan bahkan memberikan sedikit sentuhan sebuah keluarga padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang anak dengan kondisi cacat ginjal kongenital telah terlahir dari sisi keluarga sang ayah, dan Vassago telah diperintahkan untuk menjadi donor baginya. Ia tak bisa menolak, tetapi ia mengajukan satu syarat: ia ingin tinggal di rumah ayahnya di Jepang. Setelah melakukan kewajiban donornya, Vassago kehilangan semua alasannya untuk hidup di mata ayahnya, ia tak tahu berapa lama lagi ia bisa bertahan. Masa depan yang menantinya adalah menjadi pengedar obat–obatan terlarang, jadi ia memutuskan untuk meninggalkan negara ini dan memulai hidup baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang ayah menerima kondisi ini dan memberikan paspor dan tiket pesawat untuk menggantikan ginjal kiri Vassago. Tanpa berpamitan kepada sang ibu, Vassago pergi ke Jepang. Tetapi apa yang menunggunya di sana adalah takdir yang lebih kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum Jepang membutuhkan prosedur yang sangat rumit untuk pengadopsian luar negeri, bahkan jika Vassago diterima, pihak berwajib tidak memberikan ijin menetap bagi anak yang berusia diatas enam tahun. Jadi sejak awal, satu–satunya hal yang yang ia jalani adalah sebagai kriminal di dunia bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago diadopsi oleh sindikat kriminal Korea yang sedang mencari seorang remaja yang mampu berbahasa Inggris, Spanyol, dan Jepang, lalu melatihnya menjadi seorang pembunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyelesaikan sembilan «pekerjaan» di lima tahun terakhir sebelum menginjak usia dua puluh tahun, Vassago menerima pekerjaannya yang ke sepuluh, pekerjaan ini benar–benar berbeda dari pekerjaan yang telah ia terima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekerjaan ini adalah membunuh target di dunia virtual, satu–satunya hal yang tak mungkin bisa dilakukan di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya ia tidak memahami pekerjaan ini, tetapi ia akhirnya mengerti setelah mendengar inti berita mengenai «insiden SAO» yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Target Vassago menjadi salah satu korban insiden tersebut, ia berada di rumah yang sangat dijaga ketat dan tak akan pernah meninggalkan persembunyian tersebut. Meninggalkannya di permainan kematian tidak membuatnya yakin, karena ia tak yakin kapan si target akan mati, dan bahkan ada kemungkinan jika ia berhasil lolos tanpa kehilangan nyawanya. Tetapi jika Vassago masuk kedalam gim tersebut dan mengurangi HP si target, NerveGear di dunia nyata akan membunuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ada tiga masalah besar dengan metode ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, sebagai seorang pembunuh, Vassago juga tak akan bisa logout dari permainan tersebut sebelum permainannya diselesaikan. Kedua, jika ia mati di dalam permainan, ia juga akan kehilangan nyawanya di dunia nyata. Dan ketiga, Vassago tak bisa menyerang langsung targetnya karena jika terbukti melakukan kekerasan antara sesama pemain, hal itu akan menjadikannya sebagai sebuah bukti pembunuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhadapan dengan misi sangat sulit seperti itu, sindikat ini menawarkan sejumlah uang berjumlah banyak sebagai hadiah. Vassago tidak terlalu yakin apakah kelompok ini bisa membayar uang sebanyak itu jika ia berhasil menyelesaikan misinya, namun ia juga tak bisa menolak tawaran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir semua NerveGear telah disita oleh kepolisian, tetapi sindikat ini berhasil mendapatkan satu buah. Yang mereka butuhkan sekarang ini adalah sebuah salinan software permainan SAO dan keinginan untuk memasuki permainan kematian atas kehendak sendiri; baik polisi dan perusahaan pengembang permainan tak memiliki hak untuk menghentikannya. Akhirnya, ia sedikit mengalami kesulitan menentukan karakter namanya, tetapi akhirnya ia memilih sebuah nama yang sering digunakan ibunya untuk memanggilnya: «PoH».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengalaman pertama Vassago dalam dunia virtual mengubahnya, atau lebih tepatnya membebaskan kepribadiannya. Para pemain Jepang yang berada disekitarnya mengingatkannya atas sang ayah yang telah lama ia lupakan selama bertahun–tahun, ia menyadari membenci mereka semua—semua warga Asia Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus membunuh targetnya. Tetapi ia juga ingin membunuh pemain lain sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menguatkan keinginannya, Vassago mendirikan guild pembunuh terbesar dalam SAO, «Laughing Coffin», dan berhasil merenggut banyak nyawa pemain lain selain target pertamanya. Akhirnya, setelah terbentuk organisasi yang terlalu besar, ia merencanakan sebuah pertarungan antara guildnya dan para Pemain Lantai Atas, ia ingin mereka saling bunuh. Tepat ketika ia ingin membunuh mangsa terbesar dan paling ia incar, si «Flash» dan si «Black Swordsman», permainan tersebut berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama yang Vassago rasakan ketika kembali dari permainan kematian bukanlah kesenangan, tetapi sebuah kekecewaan. Meskipun ia tahu ia tak bisa lagi kembali ke dunia tersebut, ia lalu memutuskan untuk kembali ke Amerika untuk mengejar pengalaman yang sama. Bos sindikat menolak menyerahkan hadiah uang, jadi Vassago membunuhnya dan pergi mengambil uang tersebut. Setelah kembali ke Amerika ia masuk ke dalam Departemen Operasi Cyber dari sebuah kontraktor militer swasta yang bermarkas di San Diego.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam latihan pertarungan virtual ia menahan diri ketika melawan perwakilan National Guard dan Navy, dan setelah menunjukkan kemampuan yang telah ia latih dalam SAO, Vassago langsung keluar dan dipromosikan menjadi seorang pelatih. Tetapi bahkan dengan kehidupannya yang berkecukupan, ia tidak merasakan kepuasan dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi. Ia ingin kembali lagi ke dunia itu. Kembali ke dunia virtual dimana data digital dan manusia menunjukkan sifat aslinya, dunia nyata terlalu penuh kebohongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menahan keinginan ini terlalu lama, ini pastilah sebuah keajaiban, sebuah takdir karena ia telah bertemu dengan si «Flash» dan si «Black Swordsman» sekali lagi dalam dunia virtual bernama Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi mental si Black Swordsman sepertinya rusak karena alasan tertentu, tetapi jika Vassago membunuh semua pemain yang ada di sekitarnya, ia pasti akan terbangun. Itu karena si Black Swordsman menunjukkan reaksi kuat terhadap Vassago—PoH ketimbang orang lain yang ada di sekitar. Ia bahkan merasakan jika ia membunuh pemuda ini dengan tangannya sendiri, ia pasti akan melakukan tindakan bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, ia menghasut banyak pemain Cina dan Korea yang telah tertipu dengan informasi palsu untuk memasuki Underworld, dan terjadilah pertempuran berdarah. Vassago belum pernah merasakan kesenangan seperti ini sebelumnya. Banyak orang yang tersisa mulai beradu mulut dengan tindakannya. Ketika kondisi sudah cukup tegang, yang mereka butuhkan hanya satu hasutan panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemuda yang telah ia serang sebelumnya berada pada jarak yang cukup dekat, ia tampaknya sedang berusaha membujuk rekan–rekannya untuk berpikir sebelum bertindak. Vassago hanya harus memenggal kepala pemuda tersebut lalu berteriak untuk membunuh semua pemain pengecut, dan dengan begitu kericuhan besar pasti akan terjadi dengan mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu saja … Aku akan segera membangunkanmu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago membisikkan hal tersebut kepada Kirito yang terjatuh ke tanah. Ia lalu menyadari jika dari dekat wajahnya agak mirip dengan saudara laki–laki dari ibu yang berbeda yang pernah ia temui sejenak sebelum operasi ginjal mereka. Hal menyakitkan menyengat dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pertama akan membunuh si «Black Swordsman» dan si «Flash» di dunia ini dan memaksa mereka logout, lalu ia akan mencari mereka berdua yang bersembunyi di Ocean Turtle, dan membunuhnya lagi dengan sangat menyakitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran itu cukup menghilangkan rasa sakit di perut bagian kiri bawah miliknya karena ginjal miliknya telah hilang ketika ia berusia lima belas tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik tudungnya, Vassago menyeringai dan membisikkan lagi kata–kata kepada Kirito:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau tetap tertidur seperti ini, semuanya akan mati. Ayo, segeralah bangun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago mulai berjalan lagi, tangan kanannya memainkan senjata kesukaannya «Mate Chopper».&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Crunch.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jiwanya berusaha mengumpulkan tenaga, Asuna bisa mendengar suara langkah kaki mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crunch, crunch. Sebuah suara dingin namun berirama, seperti orang sedang kesenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara langkah kaki miliknya, suara langkah kaki yang telah ia dengar berkali kali di kastil melayang sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendongak, ia melihat sosok pria bertudung mendekatinya dari samping Kirito yang tersungkur dua puluh meter darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, dia tidak berjalan menuju arahnya. Ia berjalan menuju samping kanannya, menuju arah Klein yang telah tertusuk dua buah pedang. Mungkin dia akan mengakhiri nyawa Klein yang masih berpegang teguh pada semangat juangnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kemudian, dugaan Asuna salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dekat Klein yang terbaring di tanah, dua ksatria crimson sedang beradu pendapat dalam bahasa Korea. Asuna juga menyadari jika ribuan pasukan tersebut yang sedang mengelilingi pemain Jepang juga menjadi ricuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mungkin adalah sebuah kebimbangan antara pemain yang menyadari kebohongan PoH dan pemain yang masih percaya dengannya. Jika seperti ini, sedikit saja kekacauan akan menyebabkan pasukan ini saling bertempur antara sesamanya. Dan PoH akan berusaha mencegah terjadinya hal tersebut ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
———Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak. Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akan membuat pasukan ini saling bunuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ketika ia membocorkan lokasi markas «Laughing Coffin», jadi Pemain Lantai Atas menyerang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak memahami keuntungan rencana PoH ini. Tetapi ia yakin, sesuatu yang sangat kejam akan segera terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH melangkah semakin maju dan berbicara dalam bahasa Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah menghapus keraguan mereka sesaat, kedua pemain yang saling beradu argumen saling berjabat tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat, PoH mengencangkan genggamannya pada senjata miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bermaksud untuk mengeksekusi «pengkhianat» ini, lalu mengangkat kepalanya tinggi–tinggi untuk menunjukkan kepada pemain Cina dan Korea yang masih percaya padanya untuk menyerang para pengecut dalam pasukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak boleh membiarkan hal ini terjadi. Meskipun tujuan utamanya adalah melindungi penduduk Underworld, ia juga tak bisa melihat pasukan crimson saling bunuh satu sama lain. Bahkan jika jumlah mereka tersisa setengah, jumlahnya masih sepuluh ribuan. Terlebih lagi, hati mereka pasti akan menjadi semakin panas dan marah daripada sebelumnya, lalu kemarahan tersebut pasti akan diarahkan kepada pemain Jepang dan penduduk Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas itu, separuh pemain Cina dan Korea yang menyadari niat PoH akan terbunuh … mereka mulai mempercayai jika pemain Jepang-lah yang benar. Ia tak bisa melihat mereka terbunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus bertindak. ia harus berdiri dan mengayunkan pedangnya untuk menghentikan eksekusi PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi baik kedua lengan dan kakinya tidak memiliki tenaga tersisa. Setiap kali ia menghembuskan nafas, luka-luka yang ada di tubuhnya seolah melemahkannya, membuatnya nyaris pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;……… Tidak … Aku tak bisa berdiri.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna terbata-bata, masih berlutut di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berusaha mengangkat tubuhnya. Rambutnya tergerai menutupi penglihatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tak apa.&lt;br /&gt;
Kamu bisa melakukannya, Asuna. Berdirilah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Suara lemah namun merdu memasuki telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan lembut namun kuat memeluk pundak Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya hangat memenuhi tubuhnya—menuju jiwanya. Udara menyegarkan menghilangkan rasa sakit dalam tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ayo Asuna. Berdirilah.&lt;br /&gt;
Untuk melindungi hal terpenting bagimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tangan kanan Asuna bergetar, berusaha mencari benda miliknya yang terjatuh di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gagang «Radiant Light», rapier milik Stacia, sang Dewi Pencipta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat wajahnya, ia melihat senjata PoH semakin diangkat tinggi–tinggi. Ksatria crimson yang menyadari tindakannya seolah membeku di tempat. Semua tertuju pada senjata milik PoH yang akan ditebaskan tanpa ampun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menahan nafasnya, menggertakkan giginya, Asuna berusaha mengumpulkan kekuatan miliknya yang masih tersisa ... ia lalu menjejak tanah dan melaju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ooh … AAAAAHHHHHHHHHHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna lalu menarik rapier di tangan kanannya sambil berteriak. Ujung rapier miliknya memancarkan kilatan putih. Sebuah Sword Skill dasar yang telah ia gunakan ribuan kali, bahkan puluhan ribu kali di masa lalu: «Linear».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH menyadari serangan kejutan Asuna dengan kecepatan mmengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mencondongkan tubuhnya kedepan. Ia mengincar wajah PoH di balik tudung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa ada perlawanan. Gumpalan rambut hitam terbang ke langit dan goresan darah muncul dari kulit PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;—Ia berhasil menghindar!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu dalam Underworld maupun di Aincrad, setelah mengaktifkan Sword Skill akan terjadi sebuah celah jeda. Seketika Asuna berhenti sejenak dan senjata PoH akan diayunkan padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi pada saat yang sama Asuna berkonsentrasi pada kaki milik PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya berwarna-warni muncul dari tanah lalu menghilang. Asuna menggunakan kemampuan Dewi Pencipta Stacia untuk mengangkat tanah di bawah kaki PoH beberapa sentimeter ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun hanya mengubah sedikit tekstur tanah tetapi kepalanya diserang oleh rasa sakit seperti tersambar petir. Setelah melakukannya, senjata PoH kehilangan keseimbangan dan hanya menebas pakaian Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gur … rgh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluar dari jeda Sword Skill, Asuna menarik rapier miliknya sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rrgh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH mengayunkan senjatanya, tudungnya berputar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua tebasan sangat cepat saling bertabrakan, mengeluarkan percikan api putih dan merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengumpulkan semua kekuatannya untuk menahan serangan PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang ingin … kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung bibir PoH terdiam sesaat, lalu ia membalas dengan suara serak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah aku harus memberitahumu? Aku ingin «dia» … sejak pertama kali aku berusaha membunuhnya di lantai kelima Aincrad, dialah yang aku inginkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ … Mengapa kau begitu membenci Kirito-kun? Apa yang telah ia lakukan padamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benci … ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH mengulangi, seolah kecewa. Ia mendekatkan wajahnya dan berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku kira dari semua orang, kaulah yang memahami jika aku sangat mengincarnya. Dialah satu–satunya orang di dunia ini yang aku percayai. Tidak peduli berapa kali rasa sakit yang aku berikan, dia tidak mundur. Tidak peduli berapa kali aku memprovokasinya dia tidak bergeming. Dia memberiku harapan dan kesenangan setiap hari. Jadi … aku tak bisa membiarkannya dia seperti ini selama aku tak ada. Aku akan membuatnya terbangun. Oleh karena itu, aku tak peduli berapa banyak ribuan ... bahkan puluhan ribu orang yang harus aku bunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata–kata PoH membuat Asuna membisu sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harapan … ? Kesenangan … ? Apa yang kau lakukan, tahukah kau betapa banyak yang Kirito ………!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin membalas perkataan PoH, tetapi ujung senjata mereka yang sedang bertemu semakin mendekat ke arah Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak—Keinginan Asuna untuk bertarung belum padam. Pedang Mate Chopper yang dipegang tangan kanan PoH bergetar seolah hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH tampaknya menyadari keterkejutan Asuna: ia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akhirnya sadar bagaimana dunia ini bekerja. Di sini, darah yang tertumpah dan nyawa yang melayang akan langsung diubah menjadi energi. Seperti ketika «Putri Cahaya» menembakkan pilar cahaya dan memanggang pasukan Tanah Kegelapan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Asuna dive ke dunia ini, ia juga mendengarkan penjelasan sistem yang menjadi dasar Underworld. Sistem tersebut dinamakan «Spatial Resources», tetapi energi sistem tersebut memerlukan mantera maupun equipment tertentu agar bisa diserap. Bahkan ketika Mate Chopper membesar karena Spatial Resources, PoH tidak menyalakan perintah tertentu dan juga Mate Chopper seharusnya adalah sisa–sisa data akun SAO, jadi senjata tersebut seharusnya tidak memiliki kemampuan menyerap Energi dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ketika memikirkan hal tersebut, PoH melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam Aincrad, «Mate Chopper» akan semakin lemah ketika kau membunuh banyak monster menggunakannya, tetapi semakin kuat jika kau membunuh pemain … manusia, senjata ini akan menjadi semakin kuat. Yeah, tampaknya kutukan ini akan hilang jika kau mengayunkannya pada banyak monster, dan akan berubah menjadi sebuah katana dengan nama yang sama. Yang lebih penting adalah kemampuan aslinya untuk menghisap nyawa manusia dan meningkatkan kekuatannnya juga bekerja di Underworld. Nyawa para pemain Amerika yang kau bunuh dan pemain Jepang yang dibunuh Cina dan Korea masih bertebaran di medan peperangan ini. Jika pemain Cina dan Korea juga mulai saling bunuh, energi yang tercipta akan semakin banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika PoH menjelaskan, Mate Chopper mulai bergetar dan menghasilkan suara gigi, gigi tanpa henti. Equipment GM milik Asuna «Radiant Light» seolah tak bisa menahannya lagi. Semua suara di sekitar semakin memudar digantikan suara nafas Asuna dan detak jantungnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah senjata milik PoH semakin membesar, mendorong Asuna. PoH berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah aku menghisap semua nyawa mereka, aku akan membunuh semua Artificial Fluctlights yang ada di dunia ini. Tidak hanya pria yang terbaring disana … monster di Tanah Kegelapan dan manusia di Kerajaan Manusia juga akan kubunuh. Aku tak tahu ada berapa puluh ribu nyawa di dunia ini, dia akan bangun. Jika dia si «Black Swordsman» aku yakin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara dingin menerpa tudung hitamnya, menunjukkan mata yang ada di baliknya. Mata itu bersinar merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia iblis. Bukan manusia. Dia benar–benar iblis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah sosok asli pria bernama PoH. Tidak peduli apakah dia memiliki gelar «Cheerful Inciter» di Aincrad, ataupun gelar lainnya «Stern Commander» di medan peperangan ini, semuanya palsu. PoH yang asli adalah seorang pria yang memiliki hasrat untuk menyiksa dan membunuh …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lutut Asuna goyah. Rapier miliknya terdorong lagi dan ujung senjata PoH akan menekan tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang. Aku tak akan membunuhmu. Aku hanya akan memastikan kau tidak menggangguku. Karena aku ingin kau melihat ... melihatnya terbangun, melihatnya terbunuh di tanganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mate Chopper kini telah membesar dua kali lipat dari ukuran semula. Radiant Light mengeluarkan suara goresan dan retakan kecil muncul di tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini dengan satu kaki berdiri, pandangan Asuna tertutupi oleh pedang hitam. Dalam kegelapan ia hanya bisa melihat gagang pedang dan mata yang menyala merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia akan jatuh, sebuah tangan kecil …&lt;br /&gt;
Mendorong punggung Asuna sekali lagi&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak apa.&lt;br /&gt;
Aku selalu ada di sisimu&#039;&#039;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Cahaya biru mengisi dada Asuna dan menghilangkan cahaya hitam di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tergambar jelas dalam Mate Chopper, Asuna melihat sayap putih terbentang di balik punggungnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua suara muncul kembali, dan dia mendengar teriakan dari sahabatnya dalam kebisingan medan perang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;“Asuna! Bertahanlah, Asuna!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna-san! Asuna-saaaaaaan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berdiri, Asuna!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asunaaaaaaa!”&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth. Silica. Agil. Klein.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya sahabatnya. Suara dari sisa–sisa pemain ALO, termasuk Sakuya dan Alicia, Siune dan Sleeping Knights, Renri dan sisa Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia, Tiese, Ronye, Sortiliena dan banyak Penjaga serta regu Ascetics memasuki telinga Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;—Terima kasih, semuanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Terima kasih, Yuuki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku masih bisa bertarung. Kalian memberiku kekuatan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku tak boleh kalah … Aku tak akan kalah dari … orang sepertimu yang hanya tahu kebencian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil Asuna berteriak, cahaya putih memancar dari Asuna dan mendorong PoH kebelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berdiri. Menggenggam rapier di tangan kanannya dengan seluruh tenaga. Cahaya keunguan menyelimuti seluruh rapier. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nurgh…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengaktifkan Original Sword Skill yang telah ia terima dari «Absolute Sword» Yuuki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimulai dari bagian kanan atas ia menusukkan lima tusukan sangat cepat, menyisakan bekas bekas cahaya secara diagonal menuju bagian bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima tusukan dari bagian kiri atas kini ia lancarkan sekali lagi dan menyisakan lima bekas cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guaagh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika PoH memuntahkan darah, senjata miliknya masih bercahaya crimson. Jika Asuna terkena serangan balik, HP miliknya pasti akan habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi serangan Asuna masih belum berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“WOOAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengkonsentrasikan sisa–sisa tenaganya ke ujung rapier, Asuna melancarkan serangan ke bagian tengah jejak cahaya—inilah serangan terkuat miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombo sebelas serangan OSS, «Mother’s Rosary».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya ungu terpatri ke dada PoH seperti meteor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH terlempar ke udara dan terjatuh ke tanah cukup jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, setelah menghabiskan semua tenaga yang ia miliki, Asuna terjatuh sekali lagi sambil memegang dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;—Terima kasih, Yuuki.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 18 - 042.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa mendengar jawabannya. Mungkin suara dan tangan tadi hanyalah ilusi yang dihasilkan oleh kenangan Asuna. Meskipun begitu, di dunia ini dimana segala hal diciptakan berdasarkan ingatan, kejadian tadi pasti bukanlah hal palsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya—Asuna seharusnya tidak bisa menggunakan OSS Mother’s Rosary di Underworld. Bahkan Higa dan Kikuoka yang telah menerapkan Sword Skill lama dari SAO beserta The Seed. Sedangkan Asuna memperoleh OSS Mother’s Rosary menggunakan akun Undine di ALO. Ia tidak mengkonversi akun Undine dan malah menggunakan akun Stacia, Asuna seharusnya tidak memiliki data OSS tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi OSS milik Yuuki masih bisa aktif dengan sempurna. Jika ini adalah kekuatan imajinasi, maka Yuuki yang menyemangati Asuna sesaat benar–benar nyata. Karena kenangan tak pernah hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Avatar milik PoH masih tergeletak di tanah. Tetapi meskipun telah menerima serangan sebelas kali menggunakan senjata GM, ia pasti tidak akan selamat. Tidak seperti pemain lain, dia dive menggunakan STL, yang berarti jika dia mati, tubuhnya tidak akan pecah menjadi partikel cahaya dan hanya tergeletak di tempat seperti penduduk Kerajaan Manusia ataupun Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meletakkan rapier miliknya dan berusaha berdiri, Asuna kini berbalik melihat Klein. Perutnya masih tertusuk pedang, tetapi ketiga pemain yang ada di sisinya telah meninggalkannya dan melihat Asuna tanpa berkata–kata bersama dengan ksatria keempat yang berusaha menghentikan pembunuhan Klein.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Asuna ingin berada di sisi Kirito sesegera mungkkin, ia harus menarik pedang yang menyiksa Klein lalu menyembuhkan lukanya, tepat ketika ia hendak melakukannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna merasakan tanah sedikit bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menahan nafas dan melihat kebelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH masih terbaring di tanah. Tetapi sebuah cahaya merah kehitaman muncul dari Mate Chopper yang ia genggam. Melihat lebih dekat, Asuna menyadari jika udara di sekitar medan peperangan sedikit berputar dengan senjata tersebut berada di pusatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak … Senjata itu menghisap Sacred Power!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Penjaga Sortiliena berteriak dari bagian depan Pasukan Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggertakkan giginya dan berlari untuk menghancurkan pedang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sedikit terlambat, tubuh PoH terangkat dari tanah seolah ditarik oleh Mate Chopper, yang kini melayang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sobekan besar membuka kulitnya yang tertutup pakaian kulit. Di sana ada lubang menganga yang diakibatkan oleh serangan OSS Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat PoH masih bisa berdiri meskipun dadanya berlubang, penduduk Underworld berteriak ketakutan. Teriakan kejam terdengar dari pemain Cina dan Korea yang hanya mengira jika ini adalah dunia VRMMO biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya senjata Mate Chopper telah menghisap banyak Spatial Resources dan mengubahnya menjadi HP bagi PoH. Bahkan mengetahui hal ini, Asuna merasa ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH dive menggunakan sebuah STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti itu maka ia akan mengalami rasa sakit yang sama di dunia nyata sana. Asuna telah merasakan rasa sakit ketika tombak menembusnya; tak bisa dibayangkan rasa sakit yang muncul jika dadamu berlubang dan masih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bibir PoH yang bersimbah darah mulai membuka—lalu ia berteriak hingga sampai terdengar di seluruh medan peperangan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;“Kawan! Inilah sifat asli pemain Jepang! Bunuh semua pengkhianat dan juga pemain Jepang!!”&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH berteriak dalam bahasa Korea tetapi Asuna sedikit paham ada yang ia katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura merah kehitaman terpancar dari PoH yang mengangkat tinggi Mate Chopper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ohhhh….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
OHHHHHHHHHHHHH!!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Separuh pemain Cina dan Korea mengangkat senjata mereka dengan penuh kebencian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mulai menyerang pemain yang berusaha membujuknya … dan sebagian dari mereka mulai menyerang pemain Jepang dan pasukan Underworld. Asuna tak bisa menghentikan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, seseorang seolah memaksanya duduk dan Asuna terjatuh ke tanah. Rapiernya yang rusak parah terjatuh dan berguling di tanah kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh didepan sana, Kirito berusaha menjulurkan tangan kirinya menuju arah Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Kirito-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membalas, mencoba mengangkat tangan kanannya pada Kirito dan menunggu detik–detik pembantaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
Aku mengantuk di dalam kelas, tetapi rasanya aku bermimpi sangat lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah mimpi yang menyenangkan, menyakitkan, dan menyedihkan. Aku mencoba untuk mengingat lebih detail tentang mimpi tersebut ketika aku berjalan melalui koridor kosong, aku benar–benar tak bisa mengingat mimpi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyerah dan berganti sepatu di pintu masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melewati pintu gerbang sekolah, sebuah hembusan angin musim gugur menerpa rambutku yang agak panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengayunkan tasku ke bagian kiri bahu dan memasukkan kedua tanganku ke saku lalu berjalan sambil menundukkan kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat di depanku, teman sekelasku sedang asyik mengobrol satu sama lain. Agar tidak mendengar percakapan mereka, aku memasukkan earphone pemutar musikku ke dalam telinga hingga sampai rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perjalanan pulang, aku berhenti pada sebuah toko dan mengecek majalah mingguan permainan, aku memilih dan membeli sebuah majalah yang dikhususkan untuk «Sword Art Online», yang mana akan segera rilis satu bulan dari sekarang. Aku juga berusaha menukarkan beberapa kupon poin kedalam e-wallet milikku juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak akan melakukan hal macam ini jika aku memiliki sebuah kartu kredit, dan meskipun aku memintanya kepada ibuku, aku langsung diceramahi untuk memikirkan bagaimana masuk kuliah. Jika dipikirkan, aku seharusnya bersyukur jika dia peduli pada seorang anak yang bukan darah dagingnya, jadi aku menghargai pendapat ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ini saatnya kita meninggalkan uang kertas dan menggantinya menggunakan uang elektronik&#039;&#039; … aku berpikir seperti itu sambil berjalan keluar toko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku menyadari sebuah kelompok yang terdiri dari lima orang yang sebelumnya tidak ada di sana saat aku memasuki toko, mereka berkumpul di pojok tempat parkir. Mereka mungkin telah tiba sementara aku masuk fokus melihat–lihat majalah. Tempat di sekitar mereka penuh dengan sampah roti dan makanan ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilai dari seragam mereka, mereka berasal dari sekolah yang sama denganku, tentu saja aku tidak mempedulikan mereka dan akan pergi ketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu dari mereka memandangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah laki–laki bertubuh kecil. Dia berada di kelas yang beda denganku tapi kita saling kenal—tidak, aku harus berkata jika untuk beberapa waktu, kita pernah menjadi teman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga pernah ikut serta dalam Closed Beta Sword Art Online yang dilaksanakan musim panas lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi seribu orang di seluruh Jepang untuk terpilih, pastilah sebuah keajaiban jika dua orang dari sekolah yang sama, bahkan tingkat kelas yang sama bisa terpilih. Meskipun begitu aku pergi dan mengontaknya atas keinginanku sendiri setelah mendengar dia terpilih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami saling mengobrol setelahnya sebelum liburan musim panas dan berhenti ketika musim panas tiba—lebih tepatnya ketika Closed Beta SAO ditutup. Ketika tes beta kita menjadi sebuah tim setiap tiga hari sekali di sana, dan saling  mengenal cukup baik. Namun, ketika aku menemuinya lagi setelah satu bulan di awal semester dua, kepribadianku berpikir seperti ini &#039;&#039;“Siapa sebenarnya orang ini?”&#039;&#039; kini aku menemuinya di dunia nyata—seseorang yang pernah kukenal di dunia virtual—muncul lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa dalam tubuhnya, ada seseorang yang berbeda, seseorang yang tidak aku kenal. Seketika pikiran seperti itu melintas dikepalaku aku tak bisa bersosialisasi dengannya lagi. Karena aku juga merasakan hal yang sama terhadap orang tua dan adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya dia tetap menginginkan menjadi temanku setelah peluncuran SAO di bulan Oktober, baik itu di dunia nyata, tetapi ia menjaga jarak setelah mengetahui tingkah lakuku. Setelah itu kita tidak pernah saling berbicara lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi mengapa dia duduk di tempat parkir dengan siswa – siswa yang tampaknya tidak bisa diajak berteman?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari matanya dan dari kata–kata yang diucapkan siswa disampingnya, akhirnya jelas terungkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau lihat? Apa maumu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika siswa lainnya mengepalkan tinju sambil menakut–nakuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, dia telah diincar oleh «siswa nakal» dan sedang diperas oleh mereka. Dan kini dia seolah ingin meminta tolong padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan yang sebenarnya ingin aku katakan adalah “Ayo kita pulang”. Tetapi mulutku bergerak dengan sendirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kata–kata yang terucap adalah ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Tidak ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara serak tak acuh. Lalu aku berjalan meninggalkan mantan temanku dan terus berjalan. Dia tidak berkata–kata, meskipun aku bisa melihat dia seolah akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meninggalkan toko tersebut, aku berjalan di jalanan berwarna merah karena pantulan sinar matahari. Aku tidak memikirkan apapun. Aku menatap aspal, berjalan, dan berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari tenggelam di belakangku dan jalanan menjadi gelap. Apa yang seharusnya jalan yang kukenal kini tampak asing bagiku. Hanya suara langkah kaku yang terdengar, tidak ada orang maupun mobil ketika aku melihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Pat, pat, pat… crunch, crunch, crunch.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berhenti. Aspal di kakiku kini menjadi rumput. Apakah ada jalanan seperti ini menuju rumahku? Aku berpikir sambil mendongak atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi aku tidak melihat jalanan kereta Kota Kawagoe di Perfektur Saitama. Malahan aku menatap pada sebuah jalan kecil menuju sebuah hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat sekeliling sebelum melihat tubuhku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seragam hitam sekolah yang aku kenakan menghilang, diganti dengan jubah berwarna biru dan sebuah armor kulit. Tanganku tertutupi sarung tangan, kakiku memakai sepatu dengan alas logam. Di punggungku yang menggantung tas kini digantikan oleh sebuah pedang berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana … aku ……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bergumam, tetapi tidak ada jawaban. Aku mulai berjalan melewati jalanan berkayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Butuh waktu sekitar satu menit sebelum ingatanku menjadi jelas. Hutan–hutan dan rerumputan ini. Aku sedang berada di bagian paling tenggara dari Lantai 1 Aincrad, «Town of Beginnings». Jika dugaanku benar, maka Desa Horunka seharusnya ada di depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus memasuki desa dan menginap di penginapan. Apa yang aku inginkan sekarang hanyalah beristirahat. Hanya ingin tidur tanpa memikirkan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku semakin berjalan melalui pepohonan yang kini terlihat berwarna kebiruan akibat cahaya bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba aku mendengar sebuah teriakan dari depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berhenti, lalu mulai berjalan kedepan. Pepohonan kini berganti dengan jalanan curam. Aku mendengar suara teriakan lagi. Dan juga auman seekor monster.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melangkah mendekati, lalu mengintip dari batang kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana kondisi tanahnya mirip lantai dansa, sebuah bayangan bergerak–gerak, diterangi cahaya putih kebiruan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima hingga enam tentakel monster tipe tanaman bergeliat tanpa henti. Yang diincarnya adalah seorang pemuda yang berpakaian mirip denganku. Dia asal–asalan mengayunkan pedangnya, tetapi tentakel tersebut beregenerasi terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajahnya, aku akhirnya sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dan aku telah membentuk sebuah party, saling bekerja sama untuk mendapatkan equipment dari monster tipe tanaman. Nama pemain itu adalah … Coper. Tetapi mengapa ia dikelilingi monster tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun tidak tahu mengapa, karena dia adalah pertnerku aku harus menolongnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun aku tahu hal tersebut, kakiku tidak mau bergerak. Seolah tertancap ke tanah. Aku tak bisa melangkahkan kakiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tentakel meluncur dari belakang, melilit kakinya. Coper terbanting ke tanah. Monster tersebut mendekatinya, lalu membuka mulutnya yang berisi gigi–gigi yang mirip dengan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya ketakutan, Coper mengulurkan tangan kirinya padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sosoknya kini dikerubungi monster, lalu terdengar bunyi keras dan pecahan cahaya kebiruan muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan suara serak, aku menunduk, seperti saat aku meninggalkan temanku di depan toko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menatap rerumputan di kakiku, aku gemetaran, lalu mengubah arah jalanku dan mulai memasuki hutan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Crunch, crunch, crunch… clack, clack, clack.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berhenti. Rerumputan di bawah kakiku kini tergantikan oleh batu–batu licin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat keatas dan sadar ini bukan lagi Lantai 1 Aincrad; kini sekarang aku berada di jalanan gelap. Ini pastinya dalam labirin … tetapi aku tak bisa menebak lantai mana ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa aku sadari, equipment dan pedang di punggungku telah berganti ketika aku berjalan dalam koridor. Aku terus berjalan dan berjalan, seolah mengejar bayanganku yang tercipta akibat lampu minyak dalam labirin. Labirin terbesar Aincrad lebarnya 300 meter, jadi sebuah koridor sepanjang ini tidak mungkin ada, tetapi aku tidak berhenti juga tidak menoleh ke belakang. Aku terus menggerakkan kakiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini aku mendengar sebuah suara lemah dari depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan teriakan, melainkan suara semangat. Beberapa suara semangat terdengar dari depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah mengapa, suara tersebut terasa kukenal. Aku mempercepat langkah kakiku menuju sumber suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya aku melihat pintu masuk segiempat di dinding pada sisi kiriku, pintu tersebut berwarna kuning menyala. Aku mempercepat langkahku dan masuk kedalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat dari pintu masuk, aku melihat sebuah ruangan yang cukup luas. Empat pemain membelakangiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak perlu melihat wajah mereka untuk akhirnya sadar siapa mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pemegang tombak dengan rambut acak–acakan adalah Sasamaru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si tinggi pemegang perisai dan palu adalah Tetsuo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pengguna pisau adalah Ducker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, si gadis pendek yang memakai tombak adalah … Sachi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka semua adalah anggota guild yang sama denganku. Si pemimpin guild Keita masih bernegosiasi mengenai harga rumah guild, mereka berempat masuk ke labirin ini untuk mencari tambahan uang guna membeli perabotan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syukurlah ... semuanya aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak tahu mengapa pikiran seperti itu terlintas dalam kepalaku ketika aku ingin berbicara dengan mereka, tetapi mulutku kini tak bisa dibuka. Kakiku tak bisa digerakkan seolah terlem ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membisu di tempat, mereka berempat menemukan peti harta besar di samping dinding. Ketika aku menyadarinya, hawa dingin mengisi pundakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ducker, si pencuri berusaha menghilangkan jebakan pada peti tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tidak. Hentikan. Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berteriak dalam hati, aku tak bisa mengeluarkan suara. Tak peduli seberapa inginnya aku memasuki ruangan itu, kakiku tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ducker perlahan membuka peti tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, alarm berbunyi dan dua pintu di dinding kanan dan kiri terbuka. Banyak monster memasuki ruangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…… AH………!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulutku mengeluarkan suara serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang bisa kulakukan. Aku bahkan tak bisa menggerakkan jariku. Aku hanya bisa menyaksikan teman–temanku di kelilingi monster.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang pertama tewas adalah Sasamaru. Lalu Ducker, kemudian Tetsuo meledak menjadi pecahan cahaya. Kini hanya Sachi yang berbalik dan menatapku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya tersenyum tipis dan bergerak sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, senjata para monster dan cakar mereka menghujani tubuh mungilnya tanpa ampun, ia terselimuti cahaya kebiruan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………………!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjerit dalam diam, Sachi berubah menjadi serpihan kaca dan berhamburan di depan mataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puluhan monster juga menghilang, seolah menguap dan ruangan ini menjadi gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya aku bisa bergerak, aku berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup. Aku tak ingin berjalan lagi. Aku tak ingin melihatnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berlutut di lantai sedingin es, aku menutup mata dan telingaku seerat mungkin. Tetapi kenangan sedingin es mengguyurku tanpa henti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua tahun yang kuhabiskan dalam kastil melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbang ke langit di kerajaan peri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peluru merah yang saling bertubrukan di gurun pasir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak ingin mengingatnya lagi. Aku tak ingin tahu apa yang akan terjadi setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terus memohon, tetapi banjir ingatan terus menghantam kepalaku tanpa henti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba seolah ditarik ke dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terbangun di kelilingi hutan lebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalan kedepan untuk mencari sumber suara kapak yang diayunkan, lalu tiba di akar pohon raksasa, aku bertemu dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertarung melawan para goblin. Pohon raksasa tumbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjalanan menuju pusat dunia. Dua tahun yang kuhabiskan di Akademi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesulit apapun kesulitan yang kualami, dia selalu menemaniku sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengannya, aku bisa melakukan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saling bahu membahu mendaki menara putih, mengalahkan musuh–musuh kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai ke atas menara pada akhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertarung melawan penguasa dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan diakhir pertarungan berdarah tersebut ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ... Nyawa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyawanya———&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH… AHHHHHHHHHHHHH—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memegangi kedua kepalaku, dan berteriak sekeras mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku. Tak berguna, bodoh, lemah, dia terbunuh. Seharusnya dia tidak terbunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku yang seharusnya mati. Nyawaku di dunia ini hanya sementara. Tak akan terjadi apa-apa jika aku yang mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AHHHH… AHHHHHHHH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangis semakin menjadi. Aku ingin mengambil pedang yang tergantung di punggungku. Aku akan menggunakannya untuk menusuk jantung dan menggorok leherku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tidak ada apa-apa di sana. Aku mencari di sekeliling, kukira aku jatuhkan, tetapi hanya yang kulihat hanyalah cairan hitam pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyobek pakaian hitamku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mencakar dan melubangi bagian dadaku menggunakan jemari tangan kananku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulitku terkelupas dan dagingku terkoyak. Tetapi aku tidak merasakan rasa sakit apapun. Aku terus menusuk dadaku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengambil jantungku dan menghancurkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah yang bisa kulakukan untuknya ... dan bagi semua orang yang pernah kukhianati dan kutinggalkan sampai hari ini … inilah saat…———&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kirito-kun…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tiba-tiba seseorang memanggil namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku berhenti, dan aku menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik kegelapan sana, seorang gadis berambut kastanye sedang berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya sedang menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kirito…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Suara kedua terdengar, seseorang muncul. Seorang gadis yang memakai kacamata juga sedang menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Onii-chan…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Orang ketiga muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis berambut hitam pendek disana, air mata menetes di pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keinginan dan emosi dari ketiga gadis itu berubah menjadi cahaya dan memasuki tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cahaya hangat menyembuhkan lukaku, menghilangkan dukaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi … Ahh, tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin aku bisa dimaafkan seperti ini?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendengar kata-kata tersebut meluncur dari mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Asuna. Maaf, Sinon. Maafkan aku. Aku ... tak bisa lagi. Aku tak bisa bertarung lagi. Maaf …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, aku bersiap untuk menghancurkan jantuung dalam dadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa ... apa yang terjadi, Kirito-kun?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru berteriak kesal sambil berusaha mempertahankan kesadarannya yang semakin menipis karena kehilangan banyak darah di bahu kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah menerima banyak Mnemonic Data dari STL Yuuki Asuna, Asada Shino, dan Kirigaya Suguha untuk memperbaiki kerusakan Fluctlight miliknya. Bahkan Higa yang telah melakukan banyak eksperimen dalam karirnya terkejut atas betapa banyaknya Data yang mengalir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi diagram 3 Dimensi yang menunjukkan gerakan Fluctlight milik Kazuto di layar handphonenya telah berhenti bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ... tidak cukup …?” Higa mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti ini, «Tubuh Utama» Kirigaya Kazuto yang hampir sembuh—gambaran dirinya, tidak akan bisa kembali ke dunia nyata, ia akan terus menerus tersiksa kenangan menyakitkan. Apa yang menunggunya adalah mimpi buruk yang tak akan berakhir. Jika seperti ini, lebih baik tewas saja daripada tersiksa terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia butuh setidaknya satu orang lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ada satu orang yang memiliki ikatan mendalam dengan Kazuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi menurut Letnan Kolonel Kikuoka Seijirou, ketiga gadis ini adalah orang yang benar–benar mengenal dan menyayangi Kirigaya Kazuto di dunia ini. Terlebih lagi, tidak ada lagi mesin STL di cabang RATH Roppongi ataupun Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialannnn …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menggertakkan giginya, dan akan membenturkan tangannya menuju dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia menyadari hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa … ini …? Koneksi … ini …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berguman, ia mendekatkan matanya ke layar telepon miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak menyadarinya, tetapi kali ini ia sadar jika jendela yang menunjukkan kondisi Fluctlight Kirigaya Kazuto, ada koneksi lain yang terhubung dengannya. Koneksi keempat—sebuah garis abu–abu lemah berada di bawah diagram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis itu seolah terhisap, Higa menyentuh layar dengan jempolnya dan menggeser keatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber garis ini adalah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini … Berasal dari Main Visualizer!? Mengapa …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berteriak, lupa diri akan lukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Main Visualizer adalah pusat penyimpanan data yang terletak di pusat Light Cube Cluster, yang mana menyimpan seluruh jiwa penduduk Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya kondisi geografi, bangunan, benda–benda, dan objek yang berhubungan dengan Underworld disimpan disana, tidak ada jiwa manusia disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Objek … Ingatan sebagai objek…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otak Higa serasa diperas sambil mengucapkan kata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ingatan Fluctlights dan Objek Underworld, format Data keduanya sama … jika seperti itu, jika seseorang memasukkan keinginan dan pikiran kedalam sebuah objek ... apakah objek itu memiliki fungsi yang sama ... dengan sebuah Fluctlight …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika ia sampai pada kesimpulan ini, Higa masih setengah ragu. Jika hal itu mungkin, maka keinginan seseorang dalam Underworld tentunya bisa digunakan untuk mengendalikan objek yang tak hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia harus yakin, ia harus percaya pada garis abu–abu ini yang menjadi harapan terakhir Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang akan terjadi?—Higa tak bisa memprediksi apakah situasi akan menjadi lebih baik atau buruk, tetapi ia harus menguatkan keyakinannya dan akan membuka jalan bagi Main Visualizer dan STL milik Kazuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum jantungku hancur—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara baru memanggil namaku. Sebuah suara kuat namun hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku perlahan memutar kepalaku dan melihat ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri di tempat yang sebelumnya hanya terisi kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada bekas luka pada pakaian birunya. Rambutnya yang acak–acakan tampak terang di kegelapan, dan senyumnya begitu tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata hijaunya seperti biasa, terisi oleh keinginan yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kiriku berhenti dan kuarahkan padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara lemah kukeluarkan untuk memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Eugeo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau masih hidup, Eugeo?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahabatku, partner terbaikku, Eugeo—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menganggukkan kepalanya, senyum muram mengisi senyumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tubuh ini adalah ingatanmu tentang aku yang ada di dalam hati. Juga adalah serpihan ingatan yang aku tinggalkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ing … atan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. Apa kau lupa? Bukankah kita pernah membahasnya? Ingatan-ingatan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eugeo menggerakkan tangan kanannya dan mengarahkan ke bagian dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… tersimpan disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengikuti gerakannya dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selalu, disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eugeo tersenyum, dan pada saat ini Asuna melangkah maju dari samping Eugeo:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hati kami selalu terhubung denganmu, Kirito-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melangkah dari sisi lainnya, Sinon mengangguk dan wajahnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak peduli berapa jauh kita terpisah ... suatu saat kita pasti akan mengatakan selamat jalan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muncul dari sisi Sinon, Suguha melanjutkan dengan suara penuh energi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ingatan dan Perasaan kita selalu terhubung, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cairan bening nan hangat mulai mengalir dari kedua mataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku maju melangkah, mencoba mendekati sahabatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah aku melakukannya … Eugeo? Bisakah aku maju ... sekali lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabanhnya sangat cepat dan yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, Kirito. Banyak orang menunggumu. Nah, ayo kita lakukan bersama ... aku akan selalu bersamamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kami berdua bertemu. Tangan Asuna, Sinon, dan Suguha lalu menyentuh tangan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, keempat orang di depanku berubah menjadi cahaya dan mengalir dalam tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu———&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
Sebuah sepatu berarmor merah menginjak tangan Asuna yang menunjuk arah Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mendongak. Ia melihat mata dibalik helm sang ksatria crimson terisi oleh rasa marah ketika dia hendak mengangkat pedangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang panjang miliknya meluncur kebawah, diikuti oleh gelombang teriakan memekikkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna sudah benar – benar kehabisan tenaga, namun ia tak ingin menutup matanya. Dengan semangat tersebut, Asuna menatap pedang yang akan menembus dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi benturan. Bunga api tercipta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang ksatria crimson terlempar ke udara, ditangkis oleh pedang yang tak terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kebingungan, si ksatria mengayunkan pedangnya lagi. Tetapi pedang miliknya terlontar dan tak bisa menyentuh Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba untuk ketiga dan keempat kali, namun tetap gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak mencoba kelima kali. Sortiliena datang dan menyerang kaki ksatria tersebut dengan ujung pedang besar miliknya, dengan menggunakan Sword Skill, «Torrent».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sortiliena membantu Asuna berdiri, sambil bertanya dengan nada terkejut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tadi kamu menggunakan «Pedang Incarnation» … itu perbuatanmu kan, Asuna-san?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Incarnation…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata baru untuk pertama kalinya, Asuna menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, itu bukan perbuatanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka… Renri-dono…?” Sortiliena bertanya dan menoleh kebelakang. Asuna menoleh juga, tetapi si knight muda yang terluka parah itu masih memberikan perintah pada tiap prajurit untuk melancarkan serangan balasan pada pasukan crimson. Dia tampaknya tidak melindungi Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua berhenti mencari penyebab kejadian tersebut, setiap detik yang berharga ini sebaiknya ia gunakan untuk menolong penduduk Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba berdiri sambil dibantu Sortiliena, Asuna mengumpulkan sisa – sisa tenaganya dan mulai melihat kondisi sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia merasakan rasa putus asa lagi yang mengisi hatinya seperti air es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari 80 persen 20000 pemain Cina dan Korea saling berkonflik, tetapi pihak yang pro peperangan memiliki keunggulan dalam semangat bertempur. Serpihan cahaya biru sebagai tanda hancurnya avatar pemain terus bermunculan, dan setiap kali ada yang hancur teriakan keganasan makin terdengar keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih buruk, sebagian pemain pro peperangan — yang berjumlah lebih dari 2000 pemain — mulai mendekati pemain Jepang dan Pasukan Pertahanan Dunia Manusia yang berkumpul di satu tempat. Pemain jepang hampir tidak memiliki sisa – sisa kekuatan untuk bertempur, dan penduduk Underworld yang dilindungi Integrity Knight Renri banyak yang terluka. Bahkan dengan kemampuan Sacred Art dan Sword Skill milik mereka, tak mungkin bisa menahan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa berkata – kata, Asuna yang masih dibantu berdiri Sortliena mendengar…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tawa keras milik PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lubang menganga di dadanya, Mate Chopper yang telah membesar di genggaman tangan kanannya ia angkat tinggi – tinggi. Sebuah awan hitam terbentuk diatasnya, tubuh PoH menghisap Life Resource yang tercipta dari medan peperangan; awan itu kini membentuk pusaran angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, pedang iblis yang ada di genggamannya yang menghisap Resource. Jika kita bisa menghancurkan pedang tersebut, sumber energi yang diberikan pada pemiliknya akan hancur, dan tanpa energi tersebut PoH pasti akan ter log out karena lubang di dadanya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi jika hanya mengalahkan pemimpin musuh tak akan cukup untuk mengendalikan situasi ini. Terprovokasi oleh kata – kata PoH, pasukannya telah termotivasi untuk menghancurkan pemain Jepang. Peperangan ini akan berakhir sampai pemain jepang dan penduduk Underworld terbunuh semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang harus kulakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang harus———&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Asuna penuh dengan rasa takut dan putus asa, ia akhirnya menyadari sesuatu hal baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga beberapa detik lalu tanah disekitar hanya ada kerikil – kerikil hitam, tetapi sekarang tertutupi oleh sedikit lapisan kabut putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meluncur dan melebar seperti untaian pita, kabut tersebut sampai ke kaki Asuna dan teman – temannya. Lalu, sebuah bau harum memancar dari kuncup kabut ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuncupnya ... mekar ……?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Asuna dan Sortiliena mengikuti arah laju kabut tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, mereka berdua menemukan sumber kabut ini, bibir mereka terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber kabut ini berasal dari seorang pemuda yang tergeletak di tanah beberapa meter jauhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya jika dibilang jika sumber kabut ini adalah sebuah pedang panjang berwarna putih kebiruan yang ada di tangan kirinya. Pedang itu sudah patah, tetapi kabut tersebut tampaknya akan memperbaiki pedang itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat Asuna mengucapkan nama orang yang disayanginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Incarnation ini… Ini milik Kirito…” Sortiliena bergumam sambil menahan emosinya yang akan meluap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum mereka berdua menyadarinya, kabut putih ini telah menyelimuti tanah yang dipijak pemain Cina dan Korea dan masih meluas. Karena fokus bertempur, mereka tampaknya tidak menyadari hal ini, tanah yang mereka pijak telah tertutupi kristal es putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya menyadari kejadian ini, PoH berhenti tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya berpindah ke kaki, lalu berpindah pada tubuh Kirito yang ada di belakangnya. Tubuh PoH mulai bergetar sambil memegangi Mate Chopper di tangan kanannya, lalu ia melaju cepat ke arah Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu langkah. Dua langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada langkah ketiga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah bisikan, hampir seperti sebuah nyanyian … yang begitu kuat terdengar di seluruh medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enhance armament.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tersebut adalah suara Kirito, namun tampaknya terdengar suara lain yang belum pernah ia dengar sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah fenomena mengagumkan, skalanya tak bisa dibayangkan — luasnya hampir melampaui kemampuan Geographical Manipulation milik Stacia— menyelimuti seluruh medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duri – duri es transparan yang terbentuk dari kabut putih menyelimuti PoH dan 20.000 pemain Cina dan Korea. Sulur – sulur tersebut tampak rapuh nan lembut, seolah bisa dihancurkan dengan sekali sentuh. Tetapi gerakan semua pemain kini terhenti dalam sekejap, seolah meraka terkena sihir pengikat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara terkejut dan marah mulai muncul, tetapi suara tersebut juga cepat menghilang. Pemain Cina dan Korea tertutupi sepenuhnya oleh sulur es dan membeku dalam hitungan detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna melihat knight crimson yang berusaha menolong Klein, tetapi ia juga diubah menjadi patung es. Ia seolah tidak merasakan rasa sakit, tetapi mata dibelakang helmnya perlahan menutup. Sulur ini tidak berfungsi untuk menyakiti atau memberi luka, tetapi hanyalah sebuah teknik untuk mengunci pergerakan musuh—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menolehkan kepalanya kembali, Asuna melihat jika PoH juga telah menjadi patung es. Ia melihat ke wajah Sortiliena dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih, Liena-san… Aku tak apa sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemimpin Penjaga menarik tangannya dan Asuna menyentuh tanah yang membeku sambil memandang Kirito. Sortiliena di belakangnya dan juga Ronye juga datang mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito masih terbaring dan tidak bergerak di atas tanah, lengan kirinya masih memeluk pedang patah tersebut. Tetapi Asuna mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah saat – saat ketika Hati Kirito akan sembuh. Ia hanya bisa menggenggam tangannya erat –erat dan memanggil namanya agar Kirito segera kembali. Asuna yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak 10 meter ini terasa sangat jauh. Durasi 10 detik terasa sangat lama. Selangkah demi selangkah Asuna mendekat. Ia akan segera menghampiri Kirito dan akan memegang tangannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika tangan kanan Asuna hendak menyentuh rambut hitam miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara memekakkan terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna langsung menolehkan wajahnya dan melihat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria bertudung telah memecahkan sulur es dan maju kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tudungnya tertiup angin, PoH berteriak keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku telah lama menantikan saat ini …!! Nah, bangunlah … KIRITO!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memanggil namanya untuk pertama kali sejak masa SAO, PoH menggenggam erat Mate Chopper di tangan kanannya dan melaju seperti seekor burung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terselimuti aura merah kehitaman pedang tersebut diayunkan kebawah. Serangan ini tidak ditujukan untuk Kirito, melainkan Asuna dan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sortiliena berlari dan mengangkat pedang panjangnya keatas kepala, bersiap untuk menerima serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi pedang iblis tersebut yang kini telah membesar tiga kali lipat dari ukuran semula, tidak perlu menyentuh pedang milik Sortiliena, aura yang menyelimutinya sudah cukup untuk mematahkan senjata milik Sortiliena menjadi dua bagian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daya hantam membuat Sortiliena terjatuh. Asuna dan Ronye berusaha melindunginya dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebasan mematikan ditujukan kearah mereka bertiga—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiiiiiiiing!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara hantaman membuat Asuna dan dua orang lainnya terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang milik PoH tidak menghantam mereka. Pedang tersebut menghantam dinding transparan. Seperti beberapa saat lalu fenomena yang sama terjadi pada Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna akhirnya kali ini menyadari. Perasaan dilindungi oleh sepasang tangan hangat yang sungguh ia rindukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa menangkap pantulan benda yang ada di depan pelindung ini. Sebuah cahaya keemasan itu adalah sebuah tangan lengkap dengan kelima jari sedang terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara pelan terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menoleh ke sisi kiri melalui matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menunduk ke tanah, Kirito telah menusukkan pedang putih patah ke tanah dengan tangan kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, menggunakan pedang tersebut sebagai tumpuan, ia perlahan mengangkat tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan kanannya yang putus tertiup angin. Lengan tersebut perlahan menunjuk ke depan — mendekati partikel emas yang sedang menahan pelindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika itu juga lengan miliknya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ledakan cahaya emas melontarkan pusaran aura kemerahan dibelakang pelindung. Pelindung itu mendorong tubuh PoH dengan kuat hingga membuatnya mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat cahaya itu meredup, pandangan Asuna telah pulih sepenuhnya. Ia memandang lurus dan melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan tersenyum. Mata hitam itu menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya bergerak, dan suaranya memanggil nama Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku kembali, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mata bercucuran dari kedua matanya. Asuna menggenggam erat kedua tangannya berusaha menahan emosi yang meluap – luap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Selamat datang, Kirito-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Sortiliena dan Ronye memanggil secara bersamaan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito…” “Kirito-senpai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tersenyum dan mengangguk pada keduanya, Kirito kembali menatap ke depan. Ia kini telah berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah terlempar sejauh sepuluh meter, PoH perlahan berdiri dan kedua kakinya kini menyentuh tanah setelah sebelumnya hanya melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya sudah tidak ada lagi Spatial Resources baru karena para pemain Cina dan Korea yang saling bunuh telah ditahan dan membeku oleh duri - duri es, tetapi awan hitam diatas PoH masih berputar dan mengelilingi senjata miliknya. Sepertinya jika pedang itu tidak dihancurkan, maka PoH tak akan bisa dihentikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau agak telat dibandingkan PoH, Kirito kini berdiri sepenuhnya. Asuna berusaha menahan diri untuk tidak membantunya berdiri. Karena ia tidak memiliki sisa tenaga untuk berjalan, ia hanya akan mengganggunya. Sekarang, ia harus mempercayai Kirito. Ia harus tetap diam dan percaya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito mengangkat lengannya yang telah beregenerasi dan pedang hitam yang terbaring cukup jauh darinya terbang mendekat dan ia tangkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk pedang tersebut berbeda dari «Elucidator», pedang miliknya dahulu di jaman SAO, dan pedang putih yang ada di tangan kirinya. Kedua pedang tersebut memberikan kesan yang sama saat Asuna bertemu dengannya pada hari itu: Si «Black Swordsman».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang putih milik Kirito masih bersinar dan menyebarkan debu salju. Meskipun ia menggunakan teknik mengagumkan dengan membekukan lebih dari 20,000 pemain pada saat yang bersamaan, wajah Kirito tidak menunjukkan tanda kelelahan. Seolah ada orang lain yang berdiri di sampingnya, meminjamkan kekuatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata milik PoH bersinar merah dari balik tudungnya, Kirito perlahan mendekatinya. PoH membuka kedua tangannya seolah menyambut kedatangan Kirito, sehingga lubang besar di dadanya terlihat jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Akhirnya terbangun juga? Sudah lama kita tidak saling bertatap muka seperti ini sejak …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara miliknya seperti logam yang saling bergesekan, dan pertanyaan tersebut dibalas dengan jawaban enteng namun dingin oleh Kirito:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Entahlah? Aku sudah lupa. Tetapi aku yakin inilah pertemuan terakhir kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Whiuu&#039;&#039; PoH bersiul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengagumkan… Kau memang yang terhebat, Kirito. Ayo… kemari. Kita lanjutkan pertunjukan yang tertunda di Aincrad.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ayunan tangan kanannya, PoH mengangkat Mate Chopper miliknya yang telah membesar tiga kali lipat dari ukuran semula. Awan hitam yang berputar diatasnya semakin kencang, dan kini mulai memunculkan kilatan petir berwarna merah kehitaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri dihadapannya, Kirito kini memegang pedang panjang kesayangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kirito memegang bagian gagang pedang, tubuhnya tampak kesulitan tak bisa menahan beban pedang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna telah menyadari jika Underworld bukanlah dunia VRMMO semata yang diciptakan The Seed. Setiap objek didalamnya adalah «Mnemonic Visual» — sebuah ingatan, dan bisa diubah melalui imajinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Integrity Knight Alice, Kirito telah menghabiskan hampir setengah tahun di dunia ini tidak sadarkan diri. Tak jelas apakah ia memiliki ingatan mengenai periode setengah tahun ini atau tidak, tetapi ia harusnya sadar jika selama ini ia telah tak sadarkan diri. Mungkin Kirito memikirkan “Aku telah melemah” sehingga mempengaruhi kinerja tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, mungkin tidak disebabkan hal itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru dari RATH telah menjelaskan alasan dibalik kerusakan jiwanya — yaitu, Dirinya Sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kirito-kun tampaknya memiliki beberapa sahabat. Hampir semuanya binasa saat bertarungan melawan Gereja Axiom, dan sebagai hasilnya ketika ia berhasil mengontak RATH, ia merasa sangat bersalah. Dengan kata lain, Kirito menyerang Fluctlight miliknya sendiri. Tepat pada saat itu, orang – orang berpakaian hitam di Ocean Turtle memotong kabel daya dan hal itu menyebabkan gangguan pada STL. Akibatnya, rasa bersalah Kirito menjadi kenyataan, «dirinya» tak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah informasi yang bisa langsung Asuna pahami, tetapi jika Kirito kehilangan orang berharga di dunia ini. Jiwanya merasa sangat menyesal. Asuna hanya tahu nama orang tersebut. Malam itu ketika ia berbicara dengan Alice, Ronye, dan Sortiliena hingga pagi hari, Asuna mendengar nama itu disebut beberapa kali.: Elite Swordsman-in-Training Eugeo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun secara ajaib Kirito bisa memulihkan jiwanya, ia masih tak bisa menerima kepergian Eugeo. Rasa duka yang masih tertinggal membuat jiwa.... dan tubuhnya melemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─ Kirito-kun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memanggil dalam diam sambil menatap sosok Kirito yang berusaha mengangkat pedang hitam miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─ Sekarang ini, Aku… tak bisa membayangkan betapa sakitnya dan kehilangan yang kamu alami. Tetapi ada satu hal yang aku yakini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─ Sahabat sejatimu tetap hidup di jiwamu. Seperti Yuuki yang hidup dalam diriku. Kenangan tersebut akan memberimu kekuatan. Kekuatan untuk mengangkat kembali pedangmu lalu bertempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Asuna seolah menjadi suara yang tersampaikan ─&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kirito masih memegang pedang hitam, sementara tangan kirinya kini memegangi pedang putih yang patah di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ini sebagai sebuah serangan pembuka, PoH bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya yang cukup tinggi melaju cepat dalam jarak 10 meter, ia seperti sedang meluncur. PoH lalu mengayunkan senjata miliknya yang sudah sangat membesar ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito tidak berusaha menghindar. Kirito menggeser pedang di tangan kanannya untuk menahan serangan. Tetapi Asuna menyadarinya, tebasan milik Kirito terlalu pelan dan tak tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang hitam panjang membentur senjata PoH dan nyaris terpental, daya hantam kedua senjata tersebut membuat kaki Kirito terdorong 30 sentimeter kebelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hei, hei, jangan buat aku kecewa. Aku sudah menunggu dua tahun untuk hari ini …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengutarakan kekesalannya, PoH kini memegang gagang Mate Chopper dengan kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin pedang tersebut mendorong, pijakan Kirito semakin terdorong. Jika ia bisa menggunakan kedua tangannya seperti PoH... tetapi Kirito malahan memegangi pedang putih itu. Terlebih lagi, pedang itu jelas – jelas telah patah. Dan tak bisa digunakan sebagai serangan balasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah seringai kejam muncul dari wajah PoH. Perlahan namun pasti, ia mendorongkan ujung senjata miliknya ke leher Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kirito…!” Sortiliena berteriak parau, memegang pedangnya yang patah dan siap untuk maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Asuna menahannya dengan penuh keyakinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa, Liena-san.” Ia bergumam pada Pemimpin Penjaga Wanita ─ Yang juga mentor Kirito di Akademi Master Pedang Kerajaan Manusia ─ sambil harap – harap cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun akan baik – baik saja. Ia tak akan kalah ... dari pria sepertinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, murid Kirito mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yep. Kirito-senpai tak akan kalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Benar.” Sortiliena membalas sambil memegangi tangan Asuna yang ada di pundaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mate Chopper milik PoH semakin mendorong Kirito. Kaki Kirito kini terbenam ke tanah. Tangan kanannya gemetaran sambil memegangi pedang hitam, seolah memberi kesan ia akan tamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kirito menggertakkan giginya, PoH mendekatkan wajahnya dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Saat kau menggunakan pedang patahmu dan menggunakan tangan kirimu. Kau telah menyadari jika pemain Cina dan Korea yang kau bekukan telah membunuh banyak temanmu, benar kan? Bukankah tak apa bagimu jika kini mereka saling bantai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH berbisik ─ Kirito masih berusaha menahan dan membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu cara – cara licikmu. Membuat orang – orang saling bunuh, menanam biji kebencian dan membuat banyak konflik. Itu membuatku kesulitan saat masa SAO, tetapi di Underworld ini... kau tak akan bisa lari lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oho… dan apa yang akan kau lakukan? Saat es itu meleleh, mereka akan membunuh setiap pemain Jepang dan penduduk Underworld yang kau lindungi sepenuh hati. Satu – satunya cara menghentikan mereka adalah membunuhnya. Bunuhlah mereka saat tak bisa bergerak. Teman – temanmu pasti bisa melakukannya. Ayoo, beri mereka perintah... bunuh pemain Cina dan Korea.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito tak berkata pada pancingan PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna juga sadar akan motif PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terikat oleh sulur es, pemain Cina dan Korea tampaknya tidak merasakan rasa sakit, tetapi memecahkan es tersebut akan menyebabkan rasa sakit yang tak terkira. Rasa sakit tersebut akan menambah kemarahan pada pemain Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, PoH dengan Mate Chopper miliknya akan memanen resources yang ada di udara akibat kematian pemain Cina dan Korea. Ia akan memiliki kekuatan untuk mengalahkan Kirito, dan dengan mudah memusnahkan seluruh pemain Jepang dan penduduk Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito seharusnya juga menyadari hal ini. Tak mungkin ia terjebak hasutan PoH, tetapi untuk menghindari amukan seluruh pemain. Yang hanya bisa ia lakukan adalah mempertahankan Art skala besar yang membekukan para pemain dari pedang putih miliknya; namun, sambil menahan serangan musuh, ini adalah hal yang sulit dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tangan kananya bergetar menahan senjata PoH, percikan bunga api memancar. Ujung senjata PoH semakin menekan, kini hanya berjarak dua kepal tangan menuju pundak Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Nah, tak masalah bagiku jika kebodohanmu membunuhmu.” Ejek PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang. Setelah aku membunuhmu, aku akan mengirim si «Flash», dan semua orang menuju peti mati mereka, hingga tak tersisa seorang pun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik tudung hitam, mata PoH semakin memerah. Mulutnya yang terbuka mengekspos giginya yang tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayoo… biarkan aku menikmati darah dan jiwamu, Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH semakin bersemangat mendorong Mate Chopper. Sedangkan pedang hitam Kirito semakin terdorong ─&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, suara lemah terdengar dari belakang Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kumohon, Eugeo-senpai. Selamatkan Kirito-senpai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiganya melihat kebelakang dan melihat gadis berambut merah disana ─ Tiese.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, Asuna merasakannya. Rambut Tiese tertiup hembusan angin sepoi – sepoi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menoleh kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang Mate Chopper telah menyentuh punggung Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti itu, pakaian kirito kini terkelupas. Menunggu untuk menggores kulit miliknya, Asuna hanya bisa menahan nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi─&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelahnya, Mate Chopper tak bisa mendorong lebih lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan namun pasti, ia didorong oleh pundak Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan lemah keluar dari Ronye ataupun Sortiliena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna juga melihatnya. Sebuah tangan transparan keemasan menggenggam gagang pedang hitam milik Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhenti sejenak, Kirito juga menyadari tangan tersebut. Matanya terbuka lebar dan wajahnya merasa tenang. Air mata menetes dari ujung matanya, dan menari di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya bergerak, tetapi tak ada suara terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi─&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh… OHHHHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan yang cukup keras keluar dari mulut Kirito dan ia mendorong kembali Mate Chopper. Lengan PoH terdorong ke belakang, ia memaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito akhirnya berdiri dan menegakkan tubuhnya lalu mengangkat pedang patah di tangan kirinya ke langit dan berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“RELEASE RECOLLECTION!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cahaya menyilaukan meledak dan suasana sekitar menjadi putih. PoH menutupi wajahnya dan mundur, seolah dia tak bisa menahan cahaya menyilaukan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika menyipitkan matanya, Asuna bisa melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya tersebut berkumpul pada pedang yang patah, lalu meregenerasinya menjadi kebentuk semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke bentuk semula, pedang tersebut bersinar semakin terang ─&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Swoosh! Kilatan cahaya semakin melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak, suara memekakkan telinga terdengar di seluruh medan peperangan, seperti bunyi puluhan ribu lonceng. Membalikkan tubuhnya, mata Asuna dan ketiga gadis tadi melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak bunga es berwarna putih mulai bermekaran dari tubuh pemain Cina dan Korea. Bunga itu menyerupai pahatan kaca, sungguh indah berwarna biru transparan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mekar sempurna, kelopak mawar mulai mengambil partikel silver dari dasarnya. Asuna tahu jika itu adalah Life Resources ─ HP milik pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain – pemain tersebut yang sebelumnya terisi oleh kemarahan dan siap saling bunuh kini satu persatu mulai tertidur, terbungkus cahaya lalu menghilang. Tidak ada rasa sakit ataupun semacamnya, seolah mereka dipaksa log out dengan cara yang menenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biji kebencian yang ditanam PoH di hati pemain Cina dan Korea tidak jadi muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bajingan… Jangan main – main…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH memaki karena rencananya gagal, tetapi ia tersenyum sambil mengangkat Mate Chopper di tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat pergerakan PoH, Asuna menyadari apa yang ia rencanakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Medan peperangan ini telah terisi oleh Life Resources yang dilepaskan oleh mawar kebiruan ─ dalam bahasa Underworld, udara di sekitar penuh dengan Sacred Power. PoH berencana untuk mengambil semua Sacred Power menggunakan kemampuan Mate Chopper miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil gemetaran, Asuna memanggil kekasihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menghisap Sacred Power dari Pemain Jepang yang terbunuh sebelumnya, yang mana jumlahnya 2000 orang. Mate Chopper menjadi besar tiga kali lipat dari ukuran semula. Bahkan senjata itu mampu melampaui equipment GM akun Stacia. Jika PoH mengambil lagi Sacred Power yang besarnya sepuluh kali lipat sebelumnya, PoH akan benar – benar menjadi iblis … Tidak, dia akan menjadi Satan. Jika Kirito tidak mengambil tindakan menggunakan Art skala besar, maka Asuna akan membantunya ─&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, tepat ketika Asuna berusaha menggerakkan kakinya yang kaku untuk berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak apa… Lihatlah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berpikir jika suara itu telah menghilang, tetapi suara Yuuki masih bisa ia dengar samar – samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Asuna menyadarinya, Cahaya keperakan berkumpul di tengah udara seperti pita – pita, , menghiraukan Mate Chopper milik PoH. Tak peduli bagaimana PoH mengayun – ayunkan senjatanya, cahaya tersebut tidak mendekatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara itu datang lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau sendiri yang bilang kan, Asuna. Setiap nyawa diwariskan pada setiap jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang – orang yang berkumpul dari negara tadi tidak ingin saling membunuh satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya memiliki harapan yang sama. Untuk menuju sebuah dunia menyenangkan dan mengasyikkan, sebuah dunia penuh tawa seperti Kerajaan Peri dimana aku bertemu denganmu, Asuna… Seperti itulah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yup. Benar, Yuuki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Balasan Asuna yang hampir tidak terdengar menjadi titik balik apa yang terjadi selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito masih tetap mengangkat pedang putihnya tinggi – tinggi, lalu mengangkat pedang hitamnya ke atas juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awan hitam yang dipanggil oleh PoH kini melebar. Sebuah cahaya matahari keemasan muncul dari pusatnya seolah menembus langit biru, membuat tubuh pedang hitam Kirito bersinar seperti kristal hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Release recollection.“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir secara reflek kali ini, Kirito mengucapkan perintah yang sama seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu ─&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pita – pita keperakan yang beterbangan di langit diatas medan peperangan berkumpul menjadi satu, seolah dihisap oleh pedang hitam milik Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Suck!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memaki dalam bahasa inggris, PoH mengacung – acungkan Mate Choper untuk mengganggu Kirito. Tetapi pita – pita tadi seolah bergerak atas keinginannya sendiri, menghindari senjata PoH dan terus menerus masuk kedalam pedang Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Eugeo-senpai pernah berkata padaku sebelumnya, Pedang Hitam milik Kirito-senpai aslinya adalah sebuah pohon cedar raksasa yang tumbuh di Daerah Utara Kerajaan Manusia.” Tiese berkata sambil gemetaran dibelakang Asuna. Selanjutnya, Sortiliena mengangguk tanda ia paham.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi begitu… Itulah mengapa pedang hitam tersebut memiliki kemampuan untuk menyerap Sacred Power…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan tersebut agak tercampur dengan bisikan milik Yuuki di kepala Asuna, Asuna akhirnya menyadari peristiwa apa yang terjadi dihadapannya sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun pedang hitam milik Kirito memiliki kemampuan menghisap Resources, lalu mengapa Mate Chopper milik PoH tak bisa menghisap Resources yang dilepaskan oleh mawar – mawar biru ini, bukannya kedua senjata tersebut memiliki kemampuan yang sama? Itu karena kemampuan utama Mate Chopper bukanlah «absorb life», melainkan «absorb death».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH telah menjelaskannya sendiri tadi. Semakin banyak pemain… yang dibunuh Mate Chopper, senjata ini akan semakin kuat. Jika imajinasi si pemegang pedang ingin pedang tersebut memiliki kemampuan menghisap Resource, maka senjata miliknya hanya bisa menghisap «Death Resources» yang dilepaskan dengan niatan membunuh, maka senjata PoH tak akan bisa menghisap «Life Resources» yang mana dilepaskan tanpa adanya kematian atas bantuan pedang putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, pedang hitam milik Kirito berbeda, karena pada mulanya pedang tersebut dulunya adalah sebuah pohon yang bisa bertahan melawan bumi dan matahari, maka baik pedang dan si pemegang senjata seharusnya memiliki imajinasi yang cukup kuat untuk menghisap life.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang putih di tangan kirinya telah membekukan target dan melepaskan life mereka ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang hitam yang ada di tangan kanannya menghisap life yang ada di udara sekitar dan mengubahnya menjadi energi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah tehnik yang sangat sederhana, namun memerlukan kekompakan yang sangat kuat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika menghisap banyak kumpulan pita, pedang hitam mulai bersinar keemasan di tengahnya. Resources mengalir dari gagang pedang menuju tangan Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Kirito mulai kembali menjadi berisi seketika. Yang kembali normal bukan saja tubuhnya, bahkan baju hitam yang sobek – sobek akibat pertempuran beregenerasi, sarung tangan muncul di kedua telapak tangan dan kini kakinya terselimuti oleh sepatu bot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinar cahaya terus mencapai pundak dan turun ke punggung, sesaat kemudian menjadi sebuah pakaian kulit hitam. Pakaian itu adalah ciri khas Kirito saat masa SAO. Ketika sudah mulai tenang, dua buah sarung pedang muncul di punggungnya membentuk tanda silang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Kirito… kun………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luapan emosi memenuhi hati Asuna, ia memandang «Black Swordsman» yang telah pulih sepenuhnya dengan mata berkaca – kaca. Air mata juga menetes di pipi Sortiliena dan Ronye. Tangisan pelan terdengar dari Tiese dibelakang sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian, setelah menelan semua pita, Kirito perlahan menurunkan kedua pedangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebanyakan pemain Cina dan Korea telah log out dari medan peperangan ini. Asuna membalikkan kepalanya untuk berterima kasih pada prajurit crimson yang berusaha menolong Klein. Tepat setelahnya, dia juga ikut menghilang dan kini hanya tersisa tanah kosong seolah pertarungan sengit sebelumnya hanyalah mimpi belaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu – satunya hal yang bisa didengar adalah suara tiupan angin dan suara logam nyaring. Sumber suara tersebut adalah pedang hitam yang telah menghisap banyak energi dan agak bersinar keemasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerah untuk menghisap Resource yang ada, PoH menurunkan Mate Chopper miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dadanya masih memiliki lubang besar yang dibuat oleh Original Sword Skill Mother’s Rosary milik Asuna. Saat Resources yang tersisa di pedang tersebut habis, nyawa PoH akan berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun seharusnya ia memahami hal ini, PoH tidak lagi memaki malahan ia hanya berdiri diam. Tetapi, ia tampaknya tidak mengakui kekalahan ini sama sekali, hawa dingin menyerang tubuh Asuna meskipun ia cukup jauh melihat PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik tudung tersebut, PoH mulai tersenyum gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau memang yang terbaik, Kirito. Kau adalah orang pertama dan terakhir yang ingin aku bunuh dengan tanganku sendiri. Sungguh disayangkan kita harus menyelesaikannya disini, tetapi tak akan ada kesempatan lainnya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan mempersiapkan senjata miliknya, ia mengarahkan ke kiri. Kemudian ia seolah menunjukkan tanda tato «Laughing Coffin» yang dulu ada di punggung telapak tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Nah, mari kita nikmati pertunjukannya, Black Swordsman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapkan dengan kata – kata yang terisi oleh kebencian, Kirito menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, mari  kita akhiri disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito melebarkan kakinya, menurunkan pinggangnya lalu menempatkan pedang putih di depan dan pedang hitam di belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Energi pertarungan muncul dari keduanya seperti sebuah ledakan, bunga api bermunculan diantara keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang mereka berdua katakan: serangan selanjutnya akan menjadi sebuah akhir. Sambil menahan nafas, Asuna melihat pertempuran keduanya dengan mata terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angin berhembus: si Black Swordsman dan Pria Bertudung bergerak disaat yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menahan nafas, Mate Chopper milik PoH terisi oleh cahaya hitam kemerahan. Selanjutnya, ia berlari dengan kecepatan mengerikan dan menjadi tiga buah tubuh. Itu adalah sebuah Sword Skill yang tidak diketahui Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, pedang di tangan kanan Kirito masih diarahkan kebawah sementara pedang putih di tangan kirinya bersinar merah. Ini adalah sebuah Sword Skill pedang satu tangan untuk pedang panjang: «Deadly Sins».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebasan PoH dari arah kiri, kanan, dan tengah di cegah oleh serangan kombo Kirito. Setiap benturan dari Mate Chopper dan Pedang Hitam menyebabkan getaran hebat di tanah dan udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga PoH menyerang dua kali dengan total serangan enam buah; lalu mereka menghilang. Sekarang, tubuh asli PoH mengayunkan senjatanya dari atas kepala menuju bawah. Kirito menahan serangan tersebut dengan tebasan diagonal ke kiri menyebabkan daya bentur yang mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 18 - 093.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Deadly Sins» adalah kombo serangan berjumlah tujuh buah. Ketika skill tersebut berakhir, Kirito memiliki banyak celah. Jika PoH masih memiliki serangan lainnya, Kirito tak akan bisa menahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daya bentur tadi menyebabkan tudung milik PoH terbuka, untuk pertama kalinya sejak masa SAO wajah PoH selalu tersembunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah tersebut tidak terlalu Jepang, seketika wajah tersebut menyeringai. Sekali lagi, PoH menyiapkan senjatanya yang terselubungi aura merah kehitaman lalu menyerang dada Kirito. Sebuah serangan ke delapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat seketika itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang Hitam yang digenggam Kirito memunculkan cahaya merah baru. Cahaya tersebut berwarna merah api dan lebih terang dari «Deadly Sins».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbebas dari masa jeda, pedang hitam tersebut melancarkan tusukan cepat. Mengaktifkan banyak Sword Skills pada pedang di tangan kiri dan kanan yang hanya bisa dilakukan oleh Kirito — «Skill Connect».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi benturan logam, serangan «Vorpal Strike» bertubrukan dengan kombo serangan 8 buah milik PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang serangan terasa di sekitar. Hembusan angin dan pasir yang beterbangan, tetapi Asuna tak bergerak sama sekali karena melihat dengan seksama akhir dari pertarungan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika debu mereda, ia bisa melihat keduanya tak bergerak, ujung pedang hitam dan golok merah raksasa saling bersentuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertarungan itu masih belum selesai, keduanya masih memfokuskan energi pada titik tertentu, mencoba untuk mendorong serangan musuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika membandingkan jumlah resource yang tersimpan di dalam senjata, maka Pedang Hitam milik Kirito telah menghisap sekitar 20000 jiwa, melampaui Mate Chopper milik PoH. Tetapi situasi ini tidak sesederhana itu. Di dunia ini, Imajinasi… atau «Incarnation» seperti yang dikatakan para Knight, memiliki kemungkinan untuk mengalahkan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Incarnation milik PoH begitu kuat karena suatu alasan. Untuk membunuh... ingin mengisi dunia ini dengan rasa ketidakpercayaan, PoH memulai perang ini dengan kebencian dan permusuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu untuk apa Kirito bertarung sekarang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah kehilangan sahabat di dunia ini. Juga ada faktor luar yang terjadi, tetapi ia harus berduka dan membuat Kirito tak sadarkan diri selama setengah tahun. Namun kini ia berdiri dan menggenggam pedangnya lagi. Incarnation macam apa yang memberikan Kirito kekuatan seperti itu …?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa menemukan jawaban yang tepat, tetapi ia tidak melihatnya seperti itu. Kirito telah menanggung banyak hal dalam beberapa pertarungan hingga saat ini. Baik itu di SAO, ALO, atau GGO. Dan kali ini hal itu tidak berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa bingung, sakit dan duka bisa menjadi sumber kekuatan. Air mata bisa berubah menjadi cahaya. Cahaya itu tak akan kalah dari kegelapan milik PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar begitu?… Kirito-kun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak tau apakah harapan miliknya sampai ke Kirito atau tidak, tetapi sesaat kemudian sebuah jawaban lemah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjata milik PoH, «Mate Chopper» yang hanya berfungsi untuk membunuh manusia lain mulai retak dari bagian ujung hingga ke gagangnya dengan cahaya kemerahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, golok raksasa tersebut hancur dan bertebaran ke segala arah—.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama dengan pedangnya, Vorpal Strike milik Kirito menerbangkan PoH hingga lima meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian hembusan angin kedua membuat Asuna tak bisa menahan untuk berdiri,. Tiese dan orang di sisinya bersama Klein, Silica, Lisbeth, dan semuanya yang telah terbebas kini berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah debu turun, kedua orang yang sedang bertarung mulai tampak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bersenjata, dada PoH tertusuk oleh Pedang Hitam Kirito. Tetapi karena sejak awal dada tersebut berlubang karena serangan Asuna, maka PoH tidak mendapatkan luka akibat serangan Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena Resource yang disediakan Mate Chopper telah hilang, darah keluar dari mulut PoH dan dari lubang di dadanya, tetapi PoH masih tersenyum lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sudah kuduga, itulah yang aku pikirkan. Tetapi… ini bukanlah akhir. Bahkan jika kau log out dari dunia ini. Aku akan muncul sekali lagi, dan lagi. Tak peduli berapa banyak aku akan memotong lehermu dan juga si «Flash»…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapkan dengan makian seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Kirito terdengar tenang dan tak berekspresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, inilah akhir. Kau tak akan bisa log out dari Underworld.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, Pedang Hitam memunculkan cahaya terang,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Kirito perlahan mencabut pedang dari dada PoH dan mundur beberapa langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan tanpa bantuan Resource, PoH masih belum pingsan. Senyum mengerikan tergambar di wajahnya seolah hendak mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mulutnya kini membeku tak bisa berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan dan kakinya juga. Membeku dalam posisi aneh, dadanya menciut seolah berubah bentuk. Pakaian hitam miliknya berubah menjadi material berserabut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito berbicara lagi kepada PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”… Pedang ini dulunya adalah pohon cedar raksasa, warga Desa Ruild memanggilnya «Pohon Iblis». Kapak milik penduduk tidak bisa menebasnya selama 200 tahun. Dan sekarang «Ingatan Pedang» miliknya mengalir kedalam tubuhmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang ia katakan, lebih dari separuh tubuh PoH telah berubah menajadi batang kayu berwarna kehitaman. Kaki PoH bersatu dan mulai menancapkan akarnya ke tanah; kedua tiga lubang kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat mereka tahu jika pemain Cina dan Korea telah log out, kawananmu mungkin akan mempercepat waktu akselerasi. Aku tak tahu berapa tahun berlalu sebelum mereka bisa membuatmu keluar dari dalam STL … atau mungkin beberapa puluh tahun, jadi aku akan berdoa semoga tidak terlalu lama waktu berlalu jika aku menjadi dirimu. Jika beberapa penduduk membangun sebuah desa di sekitar sini, mungkin anak – anak yang iseng membawa kapak akan merubuhkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito tak tahu apakah PoH masih bisa mendengarnya atau tidak. Objek yang ada dihadapan Kirito bukan lagi seorang manusia, tetapi sebuah pohon cedar setinggi dua meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihatnya beberapa lama, Kirito berbalik dan menatap Asuna dan kawan – kawan. Ia tersenyum dan menatap para pemain Jepang dan penduduk Underworld yang terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Kirito mengangkat pedang hitamnya tinggi – tinggi, cahaya keemasan masih tersisa di dalamnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“System call. Transfer durability, menuju area.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vsssshhhh…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara lemah mengisi medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu mulai turun hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Resources berhamburan keluar dari dalam pedang menuju udara, lalu turun bagaikan hujan cahaya. Hujan tersebut menyembuhkan tubuh pemain Jepang dan Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia yang terluka maupun yang kelelahan dari peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin, jiwa mereka juga disembuhkan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan sisa – sisa Resources yang tersimpan, Kirito perlahan memasukkan Pedang Hitam dan Pedang Putih kedalam sarungnya yang ada di punggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tetesan hujan cahaya, Asuna hanya bisa menatap Kirito yang perlahan mulai mendekatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tidak bergerak maupun membuka mulutnya untuk mencoba berbicara. Ia merasa jika mengatakan sesuatu, mungkin semua ini hanyalah ilusi semata. Jadi, Asuna hanya bisa membuka matanya lebar – lebar dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalan kearah Asuna adalah Klein.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kiri dan tubuhnya yang terluka telah sembuh, tapi ia masih memegangi dadanya yang sedikit kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito… Oh, Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ceria miliknya sedikit terdengar cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau selalu… Kau selalu mendapat peran penting, dasar..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini suaranya sedikit cengeng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pengguna katana memegangi pundak Kirito, dan meletakkan bandana di kepala miliknya menuju dada. Ia sedikit menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhhh… Uhhhhhhhh….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito memegangi tangan milik sahabatnya yang masih menangis. Klein sedang memejamkan mata sambil menggertakkan giginya, wajahnya penuh haru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Senpai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ronye bergumam disamping Asuna, lalu melompat dan berlari. Air mata menetes dari matanya ketika ia berlari, ia memeluk pundak kanan Kirito. Sortiliena berada di belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata milik Agil juga berair. Lisbeth dan Silica juga saling histeris. Dari kerumunan pemain jepang di sekitar mereka — wajah – wajah Pemimpin ALO Sakuya, Alicia, dan Eugene, Siune dan Jun dari Sleeping Knights, dan banyak diantara mereka menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Penjaga dan regu Ascetic Pasukan Kerajaan Dunia Manusia melihat di kejauhan dengan mata memerah. Semuanya berlutut, mereka menundukkan kepala dan memberikan posisi salam di dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Sejak pertama kali aku melihatmu. Aku tahu, jika orang itu dan kedua pedangnya akan menyelamatkan kita semua.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara tenang terdengar dari bagian belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berbalik dan melihat si Knight Muda Renri, ditemani dengan naga miliknya. Keduanya telah terluka parah, namun kini luka yang masih membekas adalah goresan – goresan di armor keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dada Asuna terasa penuh. Ia hanya bisa mengangguk satu dua kali. Renri membalas anggukan tersebut dan berjalan menuju Tiese yang masih berlutut di tanah, Renri lalu duduk di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat sekeliling untuk memastikan, 20.000 pemain VRMMO dari Cina dan Korea kini telah menghilang tanpa jejak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika para penyerang menyadari jika mereka semua telah log out, mereka akan mengubah taktik mereka dari membawa bala bantuan pemain dunia nyata menjadi mengubah kecepatan akselerasi menjadi maksimum. Pada saat itu, Klein dan lainnya yang log in menggunakan AmuSphere secara otomatis akan terputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari hal ini, Kirito menyingkirkan lengan Klein dan berjalan, lalu melihat seluruh pemain Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menundukkan kepalanya dalam – dalam, lalu berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih… semuanya. Aku tak akan menyia – nyiakan emosi, darah, dan keringat kalian semua. Aku sungguh – sungguh berterima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertarungan ini masih belum berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun musuh sampingan PoH bersama pemain Amerika, Cina, dan Korea telah dikalahkan. Dalang di balik peperangan ini, Kaisar Vektor masih ada di dunia ini. Setelah menangkap buah Project Alicization — Integrity Knight Alice, pada saat ini ia telah terbang ke bagian paling selatan menuju «World End Altar».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik nafas dalam – dalam lalu berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terisi beratus – ratus emosi seketika, ia melewati pemain – pemain yang masih mematung, perlahan ia menuju Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, gelombang emosi mengguyurnya, ia berhenti bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang. Ia hanya ingin memeluk kekasihnya. Menangis seperti gadis kecil dan melepaskan seluruh emosi yang ia miliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Asuna menahan itu semua dan mengatakan sesuatu yang ada di kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun… Kaisar Vector, ia menangkap Alice-san—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku memiliki ingatan samar – samar atas kondisi saat ini..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito mengangguk. Lalu mengangkat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo selamatkan dia. Bantu aku, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa menahannya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil tangan Kirito dan meletakkannya di pipi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan kiri Kirito memeluk pinggang Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun hanya sesaat, tetapi Asuna merasakan seolah jiwa mereka saling berbagi informasi yang tak bisa diungkapkan dengan kata – kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito memandang Asuna, mengangguk, lalu matanya tertuju ke langit bagian selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito mengangkat tangan kanannya ke arah itu. Kelima jarinya bergerak, seolah mencari sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Ketemu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berkedip, tetapi Kirito tidak menjawab. Ia hanya tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kerumunan sekali lagi. Kirito lalu menepuk pundak Klein dan kepala Ronye sebelum berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ayo kita kesana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Lisbeth melihat Kirito dan Asuna terselimuti cahaya kehijauan dan terbang dengan kecepatan mengerikan ke arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengedipkan mata beberapa kali, lalu menghembuskan nafasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Syukurlah… Selalu saja seperti ini. Dia itu selalu terburu - buru …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silica tertawa kecil di samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein bertepuk tangan dan berucap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar, sialan… si kurang ajar itu. Ia tak terkalahkan, kan? Sialannnn, ia selalu mencuri perhatian banyak orang ....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein mengomel, namun ia tersenyum. Baginya, Kirito akan selalu menjadi orang yang selalu bisa diandalkan sejak mereka pertama bertemu di Aincrad. Seorang pahlawan tak terkalahkan selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─Dan dia juga sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth menolehkan wajahnya ke langit selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin mengenang dunia ini, dunia ini akan sebentar lagi ditinggalkan, mereka mungkin tak akan bisa kembali ke dunia ini lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan untuk menyampaikan pesan kepada pemain – pemain yang telah gugur dan dipermalukan, perjuangan pemain Jepang tidak sia – sia.&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
Hajima: Hentikan&lt;br /&gt;
Baesinja: Pengkhianat&lt;br /&gt;
Agma: Iblis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_18_Bab_21&amp;diff=560482</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 18 Bab 21</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_18_Bab_21&amp;diff=560482"/>
		<updated>2020-01-23T11:58:55Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: /* Bab 21 -  Kebangkitan (7 Juli 2026/Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 21 -  Kebangkitan (7 Juli 2026/Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
“Hanya … KAU …! Yang tidak … akan kumaafkan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crack!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara berat, pedang kedua telah menusuk tubuh Klein.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mata terus mengalir dari mata Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika masih tertancap ke tanah, Klein mencoba bergerak menggunakan tangan kanannya untuk mendekati si pria bertudung hitam—PoH, mantan ketua guild pembunuh «Laughing Coffin», yang sedang duduk di atas sana dengan pandangan jijik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh, Aku tak tahan melihatnya. Orang sepertimu seharusnya enyah saja. Inilah yang terjadi jika kalian menentang kami dan sok menjadi penolong.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH menggelengkan kepalanya sambil merentangkan tangan, kemudian dalam bahasa yang tidak dimengerti Asuna. Ia memberikan perintah pada seorang knight crimson yang berdiri di belakang Klein. Dia mengangguk dan mengangkat pedang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika pedang ketiga akan memusnahkan HP terakhir milik Klein—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hajimaaaaaaaaaa!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu knight crimson yang ada di belakang barisan pasukan berteriak yang terdengar seperti bahasa Korea dan menahan tusukan tersebut menggunakan pedang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ini pasti bercanda kan .... Kenapa ini sungguh menyakitkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jo Wol-saeng/Moonphase masih terbujur kaku di tanah, menahan rasa sakit di punggungnya karena tebasan si pria bertudung hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
AmuSphere yang ia kenakan seharusnya hanya menghasilkan rasa sakit yang sangat lemah. Sebagai contoh, jika kepalanya tergigit oleh rahang naga raksasa dalam permainan yang sering ia mainkan, «Silla Online», ia hanya akan merasa sedikit kejutan nyeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Wol-saeng kini telah merasakan rasa panas yang sangat ketika ia menerima sebuah tebasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, jika ia menerima luka semacam ini di Dunia Nyata, ia tidak akan merasakan seperti ini. Si pria bertudung hitam telah mengayunkan senjata miliknya dengan begitu cepat bahkan Wol-saeng yang menganggap dirinya seorang veteran tak memiliki waktu untuk bereaksi. Ia mungkin akan tewas jika menerima serangan seperti itu di dunia nyata, dan jika tidak, rasa sakit ini pasti akan membuatnya pingsan. Itulah mengapa rasa sakit virtual ini bisa ia tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi meskipun menyadari akan hal ini, rasa sakit ini benar–benar mengerikan. Wol-saeng hampir ingin meninggalkan tempat ini dan log out secepat mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sambil menggenggam tanah hitam dan menahan rasa sakit, ia tak bisa menerima situasi yang terjadi di depan matanya sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hacker Jepang telah «menyerang» server beta test gabungan yang dikembangkan Amerika, Tiongkok, dan Korea. Mereka menyerang pengembang di dalam game. Kami harap kalian bisa membantu melawan kemurkaan para pemain Jepang.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita seperti itu yang dibaca para pemain Korea termasuk Wol-saeng dan para pemain Cina sebelum dive kedalam dunia VRMMO ini. Mereka lalu melihat cuplikan kelompok pemain Jepang mengalahkan grup pemain lain, pihak Amerika lebih tepatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—benarkah cuplikan tersebut benar-benar nyata?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Wol-saeng melihatnya, para pemain Jepang-lah yang terlihat kesulitan sementara pemain Amerika seolah menikmati permainan ini. Pemandangan ini tidak berubah, bahkan ketika kondisi pertempuran berubah karena datangnya «bantuan» sebanyak sepuluh ribu pemain Korea dan Cina. Saat ini, meskipun equipment para pemain Jepang hancur dan HP mereka menipis, meraka benar-benar bersungguh-sungguh mempertaruhkan nyawa.... Benar, mereka berusaha melindungi sesuatu, bukan menghancurkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Wol-saeng tertebas, seorang pemain dari grup Jepang yang fasih berbahasa Korea berkata seperti ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;—Kalian semua tertipu. Server ini milik perusahaan Jepang, kami bukanlah hacker, kami sang pemilik. Kalian semua tertipu dengan informasi palsu yang menyuruh kalian dive kesini.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara dan ekspresi dari pemain yang bernama Siune menggerakkan hati Wol-saeng. Jadi, sambil berusaha menahan rasa penasaran ia mencoba mendekatinya dan bertanya, “Apakah kamu bisa membuktikan apa yang kamu katakan?”, dan ketika teman Siune menjawab dalam bahasa Jepang, Wol-saeng terkena serangan pria bertudung hitam dan tak bisa menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Arus peperangan yang terjadi kemudian sangat cepat dan berat sepihak. Pemain–pemain Jepang dikalahkan pasukan crimson. Sebagian besar mereka dengan cepat kehabisan HP lalu ter-log out dari permainan. Sementara sisanya yang berjumlah kurang dari 200 telah dilucuti senjatanya dan dikumpulkan di satu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, si pria bertudung hitam muncul lagi di garis depan dan hendak menyatakan kemenangan ini, tetapi ia melakukan suatu hal aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pemain yang mengenakan pakaian hitam duduk di sebuah kursi roda dan menggenggam dua buah pedang, dipisahkan dari pasukan bantuan Jepang, lalu ia memaki pria tersebut dengan bahasa Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ini semakin aneh&#039;&#039;, pikir Wol-saeng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa gunanya sebuah kursi roda di sebuah dunia virtual—dalam sebuah VRMMO?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam permainan yang sering ia mainkan, «Silla Online», jika kaki seseorang terluka atau mengalami efek status abnormal, gerakan kaki pasti terhambat. Tetapi kamu akan bisa pulih menggunakan magic, medicine, atau menunggu hingga efek tersebut hilang sendiri. Jika kemampuan berjalanmu terganggu sampai kamu butuh kursi roda, itu pastilah bukan hukuman dalam gim semata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, si pria muda itu tampaknya mengalami kekurangan kesadaran, ia tidak bereaksi terhadap perkataan si pria bertudung hitam dan ketika ia digoyang-goyangkan ia tidak melawan. Seseorang pasti berpikir jika dia bukan seorang NPC, ia pastilah karakter kosong yang tidak diisi pemain online.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, karena tidak bisa menahan lagi, si pria bertudung melancarkan tendangan ke kursi roda dan menyungkurkannya. Seketika, Wol-saeng lupa akan sakit yang ia derita dan menahan nafas. Pemain–pemain Korea yang ada di sekitarnya bertanya-tanya keheranan dalam situasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, pemuda yang tersungkur itu menampakkan sebuah reaksi. Ia mengulurkan lengan kirinya menuju pedang putih yang beberapa saat lalu masih digenggamnya. Wol-saeng akhirnya melihat jika ia tidak memiliki lengan kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi lengan kirinya masih tidak bisa menyentuh pedang tersebut, karena si pria bertudung telah mengambilnya dahulu dan mengayun–ayunkannya. Si pemuda menggeliat di tanah mencoba untuk mendapatkannya kembali. Si pria bertudung meraih lengan kiri miliknya dan menginjaknya. Suara keras terdengan ketika pipinya dipukul dua hingga tiga kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, teriakan lain terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu pemain Jepang yang tertangkap mencoba menghalau pria bertudung, ia mengenakan armor khas samurai dan bandana di kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tiba–tiba sebuah pedang milik pemain Korea ditancapkan ke tubuhnya dari belakang. Dengan jelas ia pasti merasakan rasa sakit yang lebih dari Wol-saeng, namun ia mencoba untuk tetap melangkah maju dan ia akhirnya menerima tusukan pedang kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria bertudung mencemooh samurai tersebut yang sedang tertancap di tanah. Ia lalu memberikan perintah untuk membunuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia gila. Bunuh dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu prajurit crimson mengangguk dan mengangkat pedang ketiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa hanya berdiam diri melihat hal ini. Ia masih belum bisa membuktikan perkataan Siune, tetapi ia tak tahan atas tindakan si pria bertudung kepada pemuda di kursi roda. Disisi lain, tindakan pria samurai seolah membuktikan ia sedang melindungi temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng tidak memiliki kesan yang bagus terhadap negara Jepang. Kesampingkan masalah sejarah dan wilayah, negara tersebut seolah–olah merasa negara superior di seluruh Asia Timur. Bukti nyatanya adalah ketika Jepang meluncurkan The Seed Nexus ke negara-negara barat, tetapi tidak mengikutsertakan koneksi menuju Korea dan Cina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara Jepang tidak mencerminkan setiap rakyat yang hidup dan tinggal di dalamnya. Walaupun jumlahnya tidak banyak, tetapi dalam beberapa server internasional yang muncul sebelum zaman permainan VRMMO, ia sendiri memiliki kenangan tak menyenangkan terhadap pemain Jepang di sana, tetapi tentu saja ia punya pengalaman mengasyikkan ketika bermain bersama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng sekarang membenci si pria bertudung. Ia ingin meyakini Siune dan sang samurai. Ini tak ada hubungannya dengan masalah Jepang ataupun Korea. Ia ingin melakukan hal yang benar sesuai suara hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia akan bertindak, perasaan yang tak rasional, rasa nyeri yang sangat parah menusuk punggungnya hingga naik ke kepalanya, tapi ia menggertakkann giginya dan berdiri. Ia menghunus longsword miliknya dan mengambil nafas dalam–dalam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Hajimaaaaaaaaaa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak sekeras yang ia bisa, Wol-saeng berlari kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sistem memberikan status rata-rata kepada avatar Ksatria Crimson; gerakan Wol-saeng terasa lebih berat ketimbang karakter yang ia pakai biasanya di Silla Online, «Moonphase». Tetapi karena kekuatan yang entah berasal darimana, Wol-saeng melaju bagaikan angin dan berhasil menahan tebasan yang akan menusuk tubuh si samurai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau … apa yang kau lakukan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ksatria crimson yang ada di depannya bertanya dengan nada terkejut sekaligus marah dalam bahasa Korea. Jika ia adalah pemain Cina, ia mungkin akan kesulitan, jadi Wol-saeng menggunakan kesempatan kecil ini untuk membujuk para pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin bertanya pada kalian, bukankah semua ini aneh?! Pertarungan sudah selesai! Mengapa kita membunuhi mereka satu persatu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengarnya berkata seperti itu, rekan–rekan seperjuangannya terdiam dan menatap samurai yang ambruk di tanah dan pemuda berkursi roda di balik Wol-saeng. Mata di balik helm tersebut berkedip, tampak ragu. Dirinya sendiri juga terlalu bingung melihat kondisi ini. Ujung pedang yang menyentuh Wol-saeng agak melemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sebelum Wol-saeng bisa berbicara lagi, sebuah suara tajam menerobos kerumunan manusia yang sedang berkumpul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baesinja!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bunuh dia juga!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berpikir bisa meredakan masalah ini, ksatria crimmson di depannya menekan ujung pedangnya sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi apa yang Wol-saeng dengar selanjutnya melebihi dugaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu! Dengarkan kata-katanya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Si pria bertudung bertindak berlebihan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, para pemain Korea juga mulai berargumen. Komentar–komentar mereka semakin keras, membuat mereka terpecah menjadi para radikal—yang ingin membunuh semua pemain Jepang—dan moderat—yang ingin menunggu situasi menjadi jelas sebelum mengambil tindakan selanjutnya. Argumen hebat terjadi di antara keduanya, dan hal ini juga merembet ke pemain Cina: dia bisa mendengar teriakan–teriakan kuat dan lemah di medan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana pemimpin mereka akan menyelesaikan masalah ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Wol-saeng memikirkan ini, ia menoleh—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di samping pemuda berlengan satu yang terbaring di tanah, si pria bertudung memutar–mutarkan pisau miliknya, senyuman menakutkan terlihat dari balik tudungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Butuh beberapa detik bagi Wol-saeng untuk menyadari jika ia tidak melihat sebuah kemarahan, melainkan tawa yang tertahan. Rasa dingin mengerikan seolah terasa ke tubuh Wol-saeng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan permainan yang dikembangkan bersama antara Cina, Korea, dan Amerika atau apalah sebutannya. Bahkan keberadaan permainan seperti itu sungguh sangat meragukan. Ia masih belum yakin hingga detailnya, tetapi sepertinya pertempuran ini bertujuan untuk mengadu domba pemain dari setiap negara dengan darah dan penderitaan … Tidak, membuat mereka saling bantai. Itulah tujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Agma ……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng mendengar suara serak terucap dari mulutnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago Casals lahir di San Francisco, di distrik kumuh Tenderloin. Ibunya adalah orang Spanyol sedangkan ayahnya adalah keturunan Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akta Kelahiran Negara Amerika menolak nama yang berbahaya bagi seorang anak. Jadi ibunya memberikan nama Vassago, ketimbang Devil, atau Satan. Instansi tersebut tidak menyadari jika Vassago adalah nama iblis kecil berjulukkan «Prince of Hell», dan ia menerima usulan nama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada satu alasan mengapa ibunya memberikan nama iblis kepada anaknya sendiri. Ia tak ingin Vassago dilahirkan—bahasa kasarnya, si ibu membencinya hingga ke jiwa raga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago tidak mengetahui detail bagaimana kedua orang tuanya bertemu, ia juga tidak ingin tahu. Sederhananya, mungkin dikarenakan sebuah «transaksi moneter». Ketika sedang mengandung terjadi hal yang tidak terduga. Ibunya ingin ia diaborsi, tetapi terpaksa dilahirkan atas perintah ayah Vassago. Jika seperti itu, apakah itu berarti ayahnya menginginkannya? Tidak seperti itu. Ayahnya hanya beberapa kali mengecek kondisi kesehatan sang anak tanpa memberikan mainan ataupun hadiah. Satu–satunya hal yang ayahnya tinggalkan bagi Vassago adalah pengetahuan mengenai Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mencapai usia lima belas tahun akhirnya Vassago mengetahui mengapa ayahnya menolak sang ibu untuk mengaborsinya, dan bahkan memberikan sedikit sentuhan sebuah keluarga padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang anak dengan kondisi cacat ginjal kongenital telah terlahir dari sisi keluarga sang ayah, dan Vassago telah diperintahkan untuk menjadi donor baginya. Ia tak bisa menolak, tetapi ia mengajukan satu syarat: ia ingin tinggal di rumah ayahnya di Jepang. Setelah melakukan kewajiban donornya, Vassago kehilangan semua alasannya untuk hidup di mata ayahnya, ia tak tahu berapa lama lagi ia bisa bertahan. Masa depan yang menantinya adalah menjadi pengedar obat–obatan terlarang, jadi ia memutuskan untuk meninggalkan negara ini dan memulai hidup baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang ayah menerima kondisi ini dan memberikan paspor dan tiket pesawat untuk menggantikan ginjal kiri Vassago. Tanpa berpamitan kepada sang ibu, Vassago pergi ke Jepang. Tetapi apa yang menunggunya di sana adalah takdir yang lebih kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hukum Jepang membutuhkan prosedur yang sangat rumit untuk pengadopsian luar negeri, bahkan jika Vassago diterima, pihak berwajib tidak memberikan ijin menetap bagi anak yang berusia diatas enam tahun. Jadi sejak awal, satu–satunya hal yang yang ia jalani adalah sebagai kriminal di dunia bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago diadopsi oleh sindikat kriminal Korea yang sedang mencari seorang remaja yang mampu berbahasa Inggris, Spanyol, dan Jepang, lalu melatihnya menjadi seorang pembunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyelesaikan sembilan «pekerjaan» di lima tahun terakhir sebelum menginjak usia dua puluh tahun, Vassago menerima pekerjaannya yang ke sepuluh, pekerjaan ini benar–benar berbeda dari pekerjaan yang telah ia terima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekerjaan ini adalah membunuh target di dunia virtual, satu–satunya hal yang tak mungkin bisa dilakukan di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya ia tidak memahami pekerjaan ini, tetapi ia akhirnya mengerti setelah mendengar inti berita mengenai «insiden SAO» yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Target Vassago menjadi salah satu korban insiden tersebut, ia berada di rumah yang sangat dijaga ketat dan tak akan pernah meninggalkan persembunyian tersebut. Meninggalkannya di permainan kematian tidak membuatnya yakin, karena ia tak yakin kapan si target akan mati, dan bahkan ada kemungkinan jika ia berhasil lolos tanpa kehilangan nyawanya. Tetapi jika Vassago masuk kedalam gim tersebut dan mengurangi HP si target, NerveGear di dunia nyata akan membunuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ada tiga masalah besar dengan metode ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, sebagai seorang pembunuh, Vassago juga tak akan bisa logout dari permainan tersebut sebelum permainannya diselesaikan. Kedua, jika ia mati di dalam permainan, ia juga akan kehilangan nyawanya di dunia nyata. Dan ketiga, Vassago tak bisa menyerang langsung targetnya karena jika terbukti melakukan kekerasan antara sesama pemain, hal itu akan menjadikannya sebagai sebuah bukti pembunuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhadapan dengan misi sangat sulit seperti itu, sindikat ini menawarkan sejumlah uang berjumlah banyak sebagai hadiah. Vassago tidak terlalu yakin apakah kelompok ini bisa membayar uang sebanyak itu jika ia berhasil menyelesaikan misinya, namun ia juga tak bisa menolak tawaran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir semua NerveGear telah disita oleh kepolisian, tetapi sindikat ini berhasil mendapatkan satu buah. Yang mereka butuhkan sekarang ini adalah sebuah salinan software permainan SAO dan keinginan untuk memasuki permainan kematian atas kehendak sendiri; baik polisi dan perusahaan pengembang permainan tak memiliki hak untuk menghentikannya. Akhirnya, ia sedikit mengalami kesulitan menentukan karakter namanya, tetapi akhirnya ia memilih sebuah nama yang sering digunakan ibunya untuk memanggilnya: «PoH».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengalaman pertama Vassago dalam dunia virtual mengubahnya, atau lebih tepatnya membebaskan kepribadiannya. Para pemain Jepang yang berada disekitarnya mengingatkannya atas sang ayah yang telah lama ia lupakan selama bertahun–tahun, ia menyadari membenci mereka semua—semua warga Asia Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus membunuh targetnya. Tetapi ia juga ingin membunuh pemain lain sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menguatkan keinginannya, Vassago mendirikan guild pembunuh terbesar dalam SAO, «Laughing Coffin», dan berhasil merenggut banyak nyawa pemain lain selain target pertamanya. Akhirnya, setelah terbentuk organisasi yang terlalu besar, ia merencanakan sebuah pertarungan antara guildnya dan para Pemain Lantai Atas, ia ingin mereka saling bunuh. Tepat ketika ia ingin membunuh mangsa terbesar dan paling ia incar, si «Flash» dan si «Black Swordsman», permainan tersebut berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama yang Vassago rasakan ketika kembali dari permainan kematian bukanlah kesenangan, tetapi sebuah kekecewaan. Meskipun ia tahu ia tak bisa lagi kembali ke dunia tersebut, ia lalu memutuskan untuk kembali ke Amerika untuk mengejar pengalaman yang sama. Bos sindikat menolak menyerahkan hadiah uang, jadi Vassago membunuhnya dan pergi mengambil uang tersebut. Setelah kembali ke Amerika ia masuk ke dalam Departemen Operasi Cyber dari sebuah kontraktor militer swasta yang bermarkas di San Diego.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam latihan pertarungan virtual ia menahan diri ketika melawan perwakilan National Guard dan Navy, dan setelah menunjukkan kemampuan yang telah ia latih dalam SAO, Vassago langsung keluar dan dipromosikan menjadi seorang pelatih. Tetapi bahkan dengan kehidupannya yang berkecukupan, ia tidak merasakan kepuasan dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi. Ia ingin kembali lagi ke dunia itu. Kembali ke dunia virtual dimana data digital dan manusia menunjukkan sifat aslinya, dunia nyata terlalu penuh kebohongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menahan keinginan ini terlalu lama, ini pastilah sebuah keajaiban, sebuah takdir karena ia telah bertemu dengan si «Flash» dan si «Black Swordsman» sekali lagi dalam dunia virtual bernama Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi mental si Black Swordsman sepertinya rusak karena alasan tertentu, tetapi jika Vassago membunuh semua pemain yang ada di sekitarnya, ia pasti akan terbangun. Itu karena si Black Swordsman menunjukkan reaksi kuat terhadap Vassago—PoH ketimbang orang lain yang ada di sekitar. Ia bahkan merasakan jika ia membunuh pemuda ini dengan tangannya sendiri, ia pasti akan melakukan tindakan bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, ia menghasut banyak pemain Cina dan Korea yang telah tertipu dengan informasi palsu untuk memasuki Underworld, dan terjadilah pertempuran berdarah. Vassago belum pernah merasakan kesenangan seperti ini sebelumnya. Banyak orang yang tersisa mulai beradu mulut dengan tindakannya. Ketika kondisi sudah cukup tegang, yang mereka butuhkan hanya satu hasutan panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemuda yang telah ia serang sebelumnya berada pada jarak yang cukup dekat, ia tampaknya sedang berusaha membujuk rekan–rekannya untuk berpikir sebelum bertindak. Vassago hanya harus memenggal kepala pemuda tersebut lalu berteriak untuk membunuh semua pemain pengecut, dan dengan begitu kericuhan besar pasti akan terjadi dengan mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu saja … Aku akan segera membangunkanmu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago membisikkan hal tersebut kepada Kirito yang terjatuh ke tanah. Ia lalu menyadari jika dari dekat wajahnya agak mirip dengan saudara laki–laki dari ibu yang berbeda yang pernah ia temui sejenak sebelum operasi ginjal mereka. Hal menyakitkan menyengat dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pertama akan membunuh si «Black Swordsman» dan si «Flash» di dunia ini dan memaksa mereka logout, lalu ia akan mencari mereka berdua yang bersembunyi di Ocean Turtle, dan membunuhnya lagi dengan sangat menyakitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran itu cukup menghilangkan rasa sakit di perut bagian kiri bawah miliknya karena ginjal miliknya telah hilang ketika ia berusia lima belas tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik tudungnya, Vassago menyeringai dan membisikkan lagi kata–kata kepada Kirito:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau tetap tertidur seperti ini, semuanya akan mati. Ayo, segeralah bangun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago mulai berjalan lagi, tangan kanannya memainkan senjata kesukaannya «Mate Chopper».&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Crunch.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jiwanya berusaha mengumpulkan tenaga, Asuna bisa mendengar suara langkah kaki mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crunch, crunch. Sebuah suara dingin namun berirama, seperti orang sedang kesenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah suara langkah kaki miliknya, suara langkah kaki yang telah ia dengar berkali kali di kastil melayang sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendongak, ia melihat sosok pria bertudung mendekatinya dari samping Kirito yang tersungkur dua puluh meter darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, dia tidak berjalan menuju arahnya. Ia berjalan menuju samping kanannya, menuju arah Klein yang telah tertusuk dua buah pedang. Mungkin dia akan mengakhiri nyawa Klein yang masih berpegang teguh pada semangat juangnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kemudian, dugaan Asuna salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dekat Klein yang terbaring di tanah, dua ksatria crimson sedang beradu pendapat dalam bahasa Korea. Asuna juga menyadari jika ribuan pasukan tersebut yang sedang mengelilingi pemain Jepang juga menjadi ricuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mungkin adalah sebuah kebimbangan antara pemain yang menyadari kebohongan PoH dan pemain yang masih percaya dengannya. Jika seperti ini, sedikit saja kekacauan akan menyebabkan pasukan ini saling bertempur antara sesamanya. Dan PoH akan berusaha mencegah terjadinya hal tersebut ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
———Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak. Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akan membuat pasukan ini saling bunuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti ketika ia membocorkan lokasi markas «Laughing Coffin», jadi Pemain Lantai Atas menyerang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak memahami keuntungan rencana PoH ini. Tetapi ia yakin, sesuatu yang sangat kejam akan segera terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH melangkah semakin maju dan berbicara dalam bahasa Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah menghapus keraguan mereka sesaat, kedua pemain yang saling beradu argumen saling berjabat tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat, PoH mengencangkan genggamannya pada senjata miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bermaksud untuk mengeksekusi «pengkhianat» ini, lalu mengangkat kepalanya tinggi–tinggi untuk menunjukkan kepada pemain Cina dan Korea yang masih percaya padanya untuk menyerang para pengecut dalam pasukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak boleh membiarkan hal ini terjadi. Meskipun tujuan utamanya adalah melindungi penduduk Underworld, ia juga tak bisa melihat pasukan crimson saling bunuh satu sama lain. Bahkan jika jumlah mereka tersisa setengah, jumlahnya masih sepuluh ribuan. Terlebih lagi, hati mereka pasti akan menjadi semakin panas dan marah daripada sebelumnya, lalu kemarahan tersebut pasti akan diarahkan kepada pemain Jepang dan penduduk Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas itu, separuh pemain Cina dan Korea yang menyadari niat PoH akan terbunuh … mereka mulai mempercayai jika pemain Jepang-lah yang benar. Ia tak bisa melihat mereka terbunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus bertindak. ia harus berdiri dan mengayunkan pedangnya untuk menghentikan eksekusi PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi baik kedua lengan dan kakinya tidak memiliki tenaga tersisa. Setiap kali ia menghembuskan nafas, luka-luka yang ada di tubuhnya seolah melemahkannya, membuatnya nyaris pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;……… Tidak … Aku tak bisa berdiri.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna terbata-bata, masih berlutut di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berusaha mengangkat tubuhnya. Rambutnya tergerai menutupi penglihatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tak apa.&lt;br /&gt;
Kamu bisa melakukannya, Asuna. Berdirilah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Suara lemah namun merdu memasuki telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan lembut namun kuat memeluk pundak Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya hangat memenuhi tubuhnya—menuju jiwanya. Udara menyegarkan menghilangkan rasa sakit dalam tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Ayo Asuna. Berdirilah.&lt;br /&gt;
Untuk melindungi hal terpenting bagimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tangan kanan Asuna bergetar, berusaha mencari benda miliknya yang terjatuh di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gagang «Radiant Light», rapier milik Stacia, sang Dewi Pencipta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat wajahnya, ia melihat senjata PoH semakin diangkat tinggi–tinggi. Ksatria crimson yang menyadari tindakannya seolah membeku di tempat. Semua tertuju pada senjata milik PoH yang akan ditebaskan tanpa ampun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menahan nafasnya, menggertakkan giginya, Asuna berusaha mengumpulkan kekuatan miliknya yang masih tersisa ... ia lalu menjejak tanah dan melaju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ooh … AAAAAHHHHHHHHHHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna lalu menarik rapier di tangan kanannya sambil berteriak. Ujung rapier miliknya memancarkan kilatan putih. Sebuah Sword Skill dasar yang telah ia gunakan ribuan kali, bahkan puluhan ribu kali di masa lalu: «Linear».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH menyadari serangan kejutan Asuna dengan kecepatan mmengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mencondongkan tubuhnya kedepan. Ia mengincar wajah PoH di balik tudung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa ada perlawanan. Gumpalan rambut hitam terbang ke langit dan goresan darah muncul dari kulit PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;—Ia berhasil menghindar!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu dalam Underworld maupun di Aincrad, setelah mengaktifkan Sword Skill akan terjadi sebuah celah jeda. Seketika Asuna berhenti sejenak dan senjata PoH akan diayunkan padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi pada saat yang sama Asuna berkonsentrasi pada kaki milik PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya berwarna-warni muncul dari tanah lalu menghilang. Asuna menggunakan kemampuan Dewi Pencipta Stacia untuk mengangkat tanah di bawah kaki PoH beberapa sentimeter ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun hanya mengubah sedikit tekstur tanah tetapi kepalanya diserang oleh rasa sakit seperti tersambar petir. Setelah melakukannya, senjata PoH kehilangan keseimbangan dan hanya menebas pakaian Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gur … rgh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluar dari jeda Sword Skill, Asuna menarik rapier miliknya sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rrgh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH mengayunkan senjatanya, tudungnya berputar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua tebasan sangat cepat saling bertabrakan, mengeluarkan percikan api putih dan merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengumpulkan semua kekuatannya untuk menahan serangan PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang ingin … kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung bibir PoH terdiam sesaat, lalu ia membalas dengan suara serak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah aku harus memberitahumu? Aku ingin «dia» … sejak pertama kali aku berusaha membunuhnya di lantai kelima Aincrad, dialah yang aku inginkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ … Mengapa kau begitu membenci Kirito-kun? Apa yang telah ia lakukan padamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benci … ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH mengulangi, seolah kecewa. Ia mendekatkan wajahnya dan berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku kira dari semua orang, kaulah yang memahami jika aku sangat mengincarnya. Dialah satu–satunya orang di dunia ini yang aku percayai. Tidak peduli berapa kali rasa sakit yang aku berikan, dia tidak mundur. Tidak peduli berapa kali aku memprovokasinya dia tidak bergeming. Dia memberiku harapan dan kesenangan setiap hari. Jadi … aku tak bisa membiarkannya dia seperti ini selama aku tak ada. Aku akan membuatnya terbangun. Oleh karena itu, aku tak peduli berapa banyak ribuan ... bahkan puluhan ribu orang yang harus aku bunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata–kata PoH membuat Asuna membisu sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harapan … ? Kesenangan … ? Apa yang kau lakukan, tahukah kau betapa banyak yang Kirito ………!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin membalas perkataan PoH, tetapi ujung senjata mereka yang sedang bertemu semakin mendekat ke arah Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak—Keinginan Asuna untuk bertarung belum padam. Pedang Mate Chopper yang dipegang tangan kanan PoH bergetar seolah hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH tampaknya menyadari keterkejutan Asuna: ia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akhirnya sadar bagaimana dunia ini bekerja. Di sini, darah yang tertumpah dan nyawa yang melayang akan langsung diubah menjadi energi. Seperti ketika «Putri Cahaya» menembakkan pilar cahaya dan memanggang pasukan Tanah Kegelapan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Asuna dive ke dunia ini, ia juga mendengarkan penjelasan sistem yang menjadi dasar Underworld. Sistem tersebut dinamakan «Spatial Resources», tetapi energi sistem tersebut memerlukan mantera maupun equipment tertentu agar bisa diserap. Bahkan ketika Mate Chopper membesar karena Spatial Resources, PoH tidak menyalakan perintah tertentu dan juga Mate Chopper seharusnya adalah sisa–sisa data akun SAO, jadi senjata tersebut seharusnya tidak memiliki kemampuan menyerap Energi dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ketika memikirkan hal tersebut, PoH melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam Aincrad, «Mate Chopper» akan semakin lemah ketika kau membunuh banyak monster menggunakannya, tetapi semakin kuat jika kau membunuh pemain … manusia, senjata ini akan menjadi semakin kuat. Yeah, tampaknya kutukan ini akan hilang jika kau mengayunkannya pada banyak monster, dan akan berubah menjadi sebuah katana dengan nama yang sama. Yang lebih penting adalah kemampuan aslinya untuk menghisap nyawa manusia dan meningkatkan kekuatannnya juga bekerja di Underworld. Nyawa para pemain Amerika yang kau bunuh dan pemain Jepang yang dibunuh Cina dan Korea masih bertebaran di medan peperangan ini. Jika pemain Cina dan Korea juga mulai saling bunuh, energi yang tercipta akan semakin banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika PoH menjelaskan, Mate Chopper mulai bergetar dan menghasilkan suara gigi, gigi tanpa henti. Equipment GM milik Asuna «Radiant Light» seolah tak bisa menahannya lagi. Semua suara di sekitar semakin memudar digantikan suara nafas Asuna dan detak jantungnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah senjata milik PoH semakin membesar, mendorong Asuna. PoH berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah aku menghisap semua nyawa mereka, aku akan membunuh semua Artificial Fluctlights yang ada di dunia ini. Tidak hanya pria yang terbaring disana … monster di Tanah Kegelapan dan manusia di Kerajaan Manusia juga akan kubunuh. Aku tak tahu ada berapa puluh ribu nyawa di dunia ini, dia akan bangun. Jika dia si «Black Swordsman» aku yakin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara dingin menerpa tudung hitamnya, menunjukkan mata yang ada di baliknya. Mata itu bersinar merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia iblis. Bukan manusia. Dia benar–benar iblis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah sosok asli pria bernama PoH. Tidak peduli apakah dia memiliki gelar «Cheerful Inciter» di Aincrad, ataupun gelar lainnya «Stern Commander» di medan peperangan ini, semuanya palsu. PoH yang asli adalah seorang pria yang memiliki hasrat untuk menyiksa dan membunuh …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lutut Asuna goyah. Rapier miliknya terdorong lagi dan ujung senjata PoH akan menekan tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang. Aku tak akan membunuhmu. Aku hanya akan memastikan kau tidak menggangguku. Karena aku ingin kau melihat ... melihatnya terbangun, melihatnya terbunuh di tanganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mate Chopper kini telah membesar dua kali lipat dari ukuran semula. Radiant Light mengeluarkan suara goresan dan retakan kecil muncul di tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini dengan satu kaki berdiri, pandangan Asuna tertutupi oleh pedang hitam. Dalam kegelapan ia hanya bisa melihat gagang pedang dan mata yang menyala merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia akan jatuh, sebuah tangan kecil …&lt;br /&gt;
Mendorong punggung Asuna sekali lagi&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak apa.&lt;br /&gt;
Aku selalu ada di sisimu&#039;&#039;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Cahaya biru mengisi dada Asuna dan menghilangkan cahaya hitam di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tergambar jelas dalam Mate Chopper, Asuna melihat sayap putih terbentang di balik punggungnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua suara muncul kembali, dan dia mendengar teriakan dari sahabatnya dalam kebisingan medan perang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;“Asuna! Bertahanlah, Asuna!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna-san! Asuna-saaaaaaan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berdiri, Asuna!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asunaaaaaaa!”&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth. Silica. Agil. Klein.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya sahabatnya. Suara dari sisa–sisa pemain ALO, termasuk Sakuya dan Alicia, Siune dan Sleeping Knights, Renri dan sisa Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia, Tiese, Ronye, Sortiliena dan banyak Penjaga serta regu Ascetics memasuki telinga Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;—Terima kasih, semuanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Terima kasih, Yuuki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku masih bisa bertarung. Kalian memberiku kekuatan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku tak boleh kalah … Aku tak akan kalah dari … orang sepertimu yang hanya tahu kebencian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil Asuna berteriak, cahaya putih memancar dari Asuna dan mendorong PoH kebelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berdiri. Menggenggam rapier di tangan kanannya dengan seluruh tenaga. Cahaya keunguan menyelimuti seluruh rapier. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nurgh…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengaktifkan Original Sword Skill yang telah ia terima dari «Absolute Sword» Yuuki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimulai dari bagian kanan atas ia menusukkan lima tusukan sangat cepat, menyisakan bekas bekas cahaya secara diagonal menuju bagian bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima tusukan dari bagian kiri atas kini ia lancarkan sekali lagi dan menyisakan lima bekas cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guaagh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika PoH memuntahkan darah, senjata miliknya masih bercahaya crimson. Jika Asuna terkena serangan balik, HP miliknya pasti akan habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi serangan Asuna masih belum berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“WOOAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengkonsentrasikan sisa–sisa tenaganya ke ujung rapier, Asuna melancarkan serangan ke bagian tengah jejak cahaya—inilah serangan terkuat miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombo sebelas serangan OSS, «Mother’s Rosary».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya ungu terpatri ke dada PoH seperti meteor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH terlempar ke udara dan terjatuh ke tanah cukup jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, setelah menghabiskan semua tenaga yang ia miliki, Asuna terjatuh sekali lagi sambil memegang dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;—Terima kasih, Yuuki.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 18 - 042.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa mendengar jawabannya. Mungkin suara dan tangan tadi hanyalah ilusi yang dihasilkan oleh kenangan Asuna. Meskipun begitu, di dunia ini dimana segala hal diciptakan berdasarkan ingatan, kejadian tadi pasti bukanlah hal palsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya—Asuna seharusnya tidak bisa menggunakan OSS Mother’s Rosary di Underworld. Bahkan Higa dan Kikuoka yang telah menerapkan Sword Skill lama dari SAO beserta The Seed. Sedangkan Asuna memperoleh OSS Mother’s Rosary menggunakan akun Undine di ALO. Ia tidak mengkonversi akun Undine dan malah menggunakan akun Stacia, Asuna seharusnya tidak memiliki data OSS tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi OSS milik Yuuki masih bisa aktif dengan sempurna. Jika ini adalah kekuatan imajinasi, maka Yuuki yang menyemangati Asuna sesaat benar–benar nyata. Karena kenangan tak pernah hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Avatar milik PoH masih tergeletak di tanah. Tetapi meskipun telah menerima serangan sebelas kali menggunakan senjata GM, ia pasti tidak akan selamat. Tidak seperti pemain lain, dia dive menggunakan STL, yang berarti jika dia mati, tubuhnya tidak akan pecah menjadi partikel cahaya dan hanya tergeletak di tempat seperti penduduk Kerajaan Manusia ataupun Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meletakkan rapier miliknya dan berusaha berdiri, Asuna kini berbalik melihat Klein. Perutnya masih tertusuk pedang, tetapi ketiga pemain yang ada di sisinya telah meninggalkannya dan melihat Asuna tanpa berkata–kata bersama dengan ksatria keempat yang berusaha menghentikan pembunuhan Klein.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Asuna ingin berada di sisi Kirito sesegera mungkkin, ia harus menarik pedang yang menyiksa Klein lalu menyembuhkan lukanya, tepat ketika ia hendak melakukannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna merasakan tanah sedikit bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menahan nafas dan melihat kebelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH masih terbaring di tanah. Tetapi sebuah cahaya merah kehitaman muncul dari Mate Chopper yang ia genggam. Melihat lebih dekat, Asuna menyadari jika udara di sekitar medan peperangan sedikit berputar dengan senjata tersebut berada di pusatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak … Senjata itu menghisap Sacred Power!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Penjaga Sortiliena berteriak dari bagian depan Pasukan Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggertakkan giginya dan berlari untuk menghancurkan pedang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sedikit terlambat, tubuh PoH terangkat dari tanah seolah ditarik oleh Mate Chopper, yang kini melayang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sobekan besar membuka kulitnya yang tertutup pakaian kulit. Di sana ada lubang menganga yang diakibatkan oleh serangan OSS Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat PoH masih bisa berdiri meskipun dadanya berlubang, penduduk Underworld berteriak ketakutan. Teriakan kejam terdengar dari pemain Cina dan Korea yang hanya mengira jika ini adalah dunia VRMMO biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya senjata Mate Chopper telah menghisap banyak Spatial Resources dan mengubahnya menjadi HP bagi PoH. Bahkan mengetahui hal ini, Asuna merasa ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH dive menggunakan sebuah STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti itu maka ia akan mengalami rasa sakit yang sama di dunia nyata sana. Asuna telah merasakan rasa sakit ketika tombak menembusnya; tak bisa dibayangkan rasa sakit yang muncul jika dadamu berlubang dan masih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bibir PoH yang bersimbah darah mulai membuka—lalu ia berteriak hingga sampai terdengar di seluruh medan peperangan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;“Kawan! Inilah sifat asli pemain Jepang! Bunuh semua pengkhianat dan juga pemain Jepang!!”&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH berteriak dalam bahasa Korea tetapi Asuna sedikit paham ada yang ia katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura merah kehitaman terpancar dari PoH yang mengangkat tinggi Mate Chopper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ohhhh….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
OHHHHHHHHHHHHH!!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Separuh pemain Cina dan Korea mengangkat senjata mereka dengan penuh kebencian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mulai menyerang pemain yang berusaha membujuknya … dan sebagian dari mereka mulai menyerang pemain Jepang dan pasukan Underworld. Asuna tak bisa menghentikan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba, seseorang seolah memaksanya duduk dan Asuna terjatuh ke tanah. Rapiernya yang rusak parah terjatuh dan berguling di tanah kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh didepan sana, Kirito berusaha menjulurkan tangan kirinya menuju arah Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Kirito-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membalas, mencoba mengangkat tangan kanannya pada Kirito dan menunggu detik–detik pembantaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
Aku mengantuk di dalam kelas, tetapi rasanya aku bermimpi sangat lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah mimpi yang menyenangkan, menyakitkan, dan menyedihkan. Aku mencoba untuk mengingat lebih detail tentang mimpi tersebut ketika aku berjalan melalui koridor kosong, aku benar–benar tak bisa mengingat mimpi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyerah dan berganti sepatu di pintu masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melewati pintu gerbang sekolah, sebuah hembusan angin musim gugur menerpa rambutku yang agak panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengayunkan tasku ke bagian kiri bahu dan memasukkan kedua tanganku ke saku lalu berjalan sambil menundukkan kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat di depanku, teman sekelasku sedang asyik mengobrol satu sama lain. Agar tidak mendengar percakapan mereka, aku memasukkan earphone pemutar musikku ke dalam telinga hingga sampai rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perjalanan pulang, aku berhenti pada sebuah toko dan mengecek majalah mingguan permainan, aku memilih dan membeli sebuah majalah yang dikhususkan untuk «Sword Art Online», yang mana akan segera rilis satu bulan dari sekarang. Aku juga berusaha menukarkan beberapa kupon poin kedalam e-wallet milikku juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak akan melakukan hal macam ini jika aku memiliki sebuah kartu kredit, dan meskipun aku memintanya kepada ibuku, aku langsung diceramahi untuk memikirkan bagaimana masuk kuliah. Jika dipikirkan, aku seharusnya bersyukur jika dia peduli pada seorang anak yang bukan darah dagingnya, jadi aku menghargai pendapat ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ini saatnya kita meninggalkan uang kertas dan menggantinya menggunakan uang elektronik&#039;&#039; … aku berpikir seperti itu sambil berjalan keluar toko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku menyadari sebuah kelompok yang terdiri dari lima orang yang sebelumnya tidak ada di sana saat aku memasuki toko, mereka berkumpul di pojok tempat parkir. Mereka mungkin telah tiba sementara aku masuk fokus melihat–lihat majalah. Tempat di sekitar mereka penuh dengan sampah roti dan makanan ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilai dari seragam mereka, mereka berasal dari sekolah yang sama denganku, tentu saja aku tidak mempedulikan mereka dan akan pergi ketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu dari mereka memandangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah laki–laki bertubuh kecil. Dia berada di kelas yang beda denganku tapi kita saling kenal—tidak, aku harus berkata jika untuk beberapa waktu, kita pernah menjadi teman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga pernah ikut serta dalam Closed Beta Sword Art Online yang dilaksanakan musim panas lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi seribu orang di seluruh Jepang untuk terpilih, pastilah sebuah keajaiban jika dua orang dari sekolah yang sama, bahkan tingkat kelas yang sama bisa terpilih. Meskipun begitu aku pergi dan mengontaknya atas keinginanku sendiri setelah mendengar dia terpilih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami saling mengobrol setelahnya sebelum liburan musim panas dan berhenti ketika musim panas tiba—lebih tepatnya ketika Closed Beta SAO ditutup. Ketika tes beta kita menjadi sebuah tim setiap tiga hari sekali di sana, dan saling  mengenal cukup baik. Namun, ketika aku menemuinya lagi setelah satu bulan di awal semester dua, kepribadianku berpikir seperti ini &#039;&#039;“Siapa sebenarnya orang ini?”&#039;&#039; kini aku menemuinya di dunia nyata—seseorang yang pernah kukenal di dunia virtual—muncul lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa dalam tubuhnya, ada seseorang yang berbeda, seseorang yang tidak aku kenal. Seketika pikiran seperti itu melintas dikepalaku aku tak bisa bersosialisasi dengannya lagi. Karena aku juga merasakan hal yang sama terhadap orang tua dan adik perempuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya dia tetap menginginkan menjadi temanku setelah peluncuran SAO di bulan Oktober, baik itu di dunia nyata, tetapi ia menjaga jarak setelah mengetahui tingkah lakuku. Setelah itu kita tidak pernah saling berbicara lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi mengapa dia duduk di tempat parkir dengan siswa – siswa yang tampaknya tidak bisa diajak berteman?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari matanya dan dari kata–kata yang diucapkan siswa disampingnya, akhirnya jelas terungkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang kau lihat? Apa maumu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika siswa lainnya mengepalkan tinju sambil menakut–nakuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, dia telah diincar oleh «siswa nakal» dan sedang diperas oleh mereka. Dan kini dia seolah ingin meminta tolong padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan yang sebenarnya ingin aku katakan adalah “Ayo kita pulang”. Tetapi mulutku bergerak dengan sendirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kata–kata yang terucap adalah ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Tidak ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara serak tak acuh. Lalu aku berjalan meninggalkan mantan temanku dan terus berjalan. Dia tidak berkata–kata, meskipun aku bisa melihat dia seolah akan menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meninggalkan toko tersebut, aku berjalan di jalanan berwarna merah karena pantulan sinar matahari. Aku tidak memikirkan apapun. Aku menatap aspal, berjalan, dan berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari tenggelam di belakangku dan jalanan menjadi gelap. Apa yang seharusnya jalan yang kukenal kini tampak asing bagiku. Hanya suara langkah kaku yang terdengar, tidak ada orang maupun mobil ketika aku melihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Pat, pat, pat… crunch, crunch, crunch.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berhenti. Aspal di kakiku kini menjadi rumput. Apakah ada jalanan seperti ini menuju rumahku? Aku berpikir sambil mendongak atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi aku tidak melihat jalanan kereta Kota Kawagoe di Perfektur Saitama. Malahan aku menatap pada sebuah jalan kecil menuju sebuah hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat sekeliling sebelum melihat tubuhku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seragam hitam sekolah yang aku kenakan menghilang, diganti dengan jubah berwarna biru dan sebuah armor kulit. Tanganku tertutupi sarung tangan, kakiku memakai sepatu dengan alas logam. Di punggungku yang menggantung tas kini digantikan oleh sebuah pedang berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana … aku ……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bergumam, tetapi tidak ada jawaban. Aku mulai berjalan melewati jalanan berkayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Butuh waktu sekitar satu menit sebelum ingatanku menjadi jelas. Hutan–hutan dan rerumputan ini. Aku sedang berada di bagian paling tenggara dari Lantai 1 Aincrad, «Town of Beginnings». Jika dugaanku benar, maka Desa Horunka seharusnya ada di depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus memasuki desa dan menginap di penginapan. Apa yang aku inginkan sekarang hanyalah beristirahat. Hanya ingin tidur tanpa memikirkan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku semakin berjalan melalui pepohonan yang kini terlihat berwarna kebiruan akibat cahaya bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba aku mendengar sebuah teriakan dari depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berhenti, lalu mulai berjalan kedepan. Pepohonan kini berganti dengan jalanan curam. Aku mendengar suara teriakan lagi. Dan juga auman seekor monster.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melangkah mendekati, lalu mengintip dari batang kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sana kondisi tanahnya mirip lantai dansa, sebuah bayangan bergerak–gerak, diterangi cahaya putih kebiruan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima hingga enam tentakel monster tipe tanaman bergeliat tanpa henti. Yang diincarnya adalah seorang pemuda yang berpakaian mirip denganku. Dia asal–asalan mengayunkan pedangnya, tetapi tentakel tersebut beregenerasi terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajahnya, aku akhirnya sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dan aku telah membentuk sebuah party, saling bekerja sama untuk mendapatkan equipment dari monster tipe tanaman. Nama pemain itu adalah … Coper. Tetapi mengapa ia dikelilingi monster tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun tidak tahu mengapa, karena dia adalah pertnerku aku harus menolongnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun aku tahu hal tersebut, kakiku tidak mau bergerak. Seolah tertancap ke tanah. Aku tak bisa melangkahkan kakiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tentakel meluncur dari belakang, melilit kakinya. Coper terbanting ke tanah. Monster tersebut mendekatinya, lalu membuka mulutnya yang berisi gigi–gigi yang mirip dengan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya ketakutan, Coper mengulurkan tangan kirinya padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sosoknya kini dikerubungi monster, lalu terdengar bunyi keras dan pecahan cahaya kebiruan muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan suara serak, aku menunduk, seperti saat aku meninggalkan temanku di depan toko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menatap rerumputan di kakiku, aku gemetaran, lalu mengubah arah jalanku dan mulai memasuki hutan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Crunch, crunch, crunch… clack, clack, clack.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berhenti. Rerumputan di bawah kakiku kini tergantikan oleh batu–batu licin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat keatas dan sadar ini bukan lagi Lantai 1 Aincrad; kini sekarang aku berada di jalanan gelap. Ini pastinya dalam labirin … tetapi aku tak bisa menebak lantai mana ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa aku sadari, equipment dan pedang di punggungku telah berganti ketika aku berjalan dalam koridor. Aku terus berjalan dan berjalan, seolah mengejar bayanganku yang tercipta akibat lampu minyak dalam labirin. Labirin terbesar Aincrad lebarnya 300 meter, jadi sebuah koridor sepanjang ini tidak mungkin ada, tetapi aku tidak berhenti juga tidak menoleh ke belakang. Aku terus menggerakkan kakiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini aku mendengar sebuah suara lemah dari depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan teriakan, melainkan suara semangat. Beberapa suara semangat terdengar dari depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah mengapa, suara tersebut terasa kukenal. Aku mempercepat langkah kakiku menuju sumber suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya aku melihat pintu masuk segiempat di dinding pada sisi kiriku, pintu tersebut berwarna kuning menyala. Aku mempercepat langkahku dan masuk kedalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat dari pintu masuk, aku melihat sebuah ruangan yang cukup luas. Empat pemain membelakangiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak perlu melihat wajah mereka untuk akhirnya sadar siapa mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pemegang tombak dengan rambut acak–acakan adalah Sasamaru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si tinggi pemegang perisai dan palu adalah Tetsuo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pengguna pisau adalah Ducker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, si gadis pendek yang memakai tombak adalah … Sachi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka semua adalah anggota guild yang sama denganku. Si pemimpin guild Keita masih bernegosiasi mengenai harga rumah guild, mereka berempat masuk ke labirin ini untuk mencari tambahan uang guna membeli perabotan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syukurlah ... semuanya aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak tahu mengapa pikiran seperti itu terlintas dalam kepalaku ketika aku ingin berbicara dengan mereka, tetapi mulutku kini tak bisa dibuka. Kakiku tak bisa digerakkan seolah terlem ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membisu di tempat, mereka berempat menemukan peti harta besar di samping dinding. Ketika aku menyadarinya, hawa dingin mengisi pundakku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ducker, si pencuri berusaha menghilangkan jebakan pada peti tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tidak. Hentikan. Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berteriak dalam hati, aku tak bisa mengeluarkan suara. Tak peduli seberapa inginnya aku memasuki ruangan itu, kakiku tidak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ducker perlahan membuka peti tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, alarm berbunyi dan dua pintu di dinding kanan dan kiri terbuka. Banyak monster memasuki ruangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…… AH………!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulutku mengeluarkan suara serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang bisa kulakukan. Aku bahkan tak bisa menggerakkan jariku. Aku hanya bisa menyaksikan teman–temanku di kelilingi monster.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang pertama tewas adalah Sasamaru. Lalu Ducker, kemudian Tetsuo meledak menjadi pecahan cahaya. Kini hanya Sachi yang berbalik dan menatapku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya tersenyum tipis dan bergerak sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, senjata para monster dan cakar mereka menghujani tubuh mungilnya tanpa ampun, ia terselimuti cahaya kebiruan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………………!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjerit dalam diam, Sachi berubah menjadi serpihan kaca dan berhamburan di depan mataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puluhan monster juga menghilang, seolah menguap dan ruangan ini menjadi gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya aku bisa bergerak, aku berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup. Aku tak ingin berjalan lagi. Aku tak ingin melihatnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih berlutut di lantai sedingin es, aku menutup mata dan telingaku seerat mungkin. Tetapi kenangan sedingin es mengguyurku tanpa henti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua tahun yang kuhabiskan dalam kastil melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbang ke langit di kerajaan peri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peluru merah yang saling bertubrukan di gurun pasir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak ingin mengingatnya lagi. Aku tak ingin tahu apa yang akan terjadi setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terus memohon, tetapi banjir ingatan terus menghantam kepalaku tanpa henti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba–tiba seolah ditarik ke dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terbangun di kelilingi hutan lebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalan kedepan untuk mencari sumber suara kapak yang diayunkan, lalu tiba di akar pohon raksasa, aku bertemu dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertarung melawan para goblin. Pohon raksasa tumbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perjalanan menuju pusat dunia. Dua tahun yang kuhabiskan di Akademi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesulit apapun kesulitan yang kualami, dia selalu menemaniku sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengannya, aku bisa melakukan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saling bahu membahu mendaki menara putih, mengalahkan musuh–musuh kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai ke atas menara pada akhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertarung melawan penguasa dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan diakhir pertarungan berdarah tersebut ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ... Nyawa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyawanya———&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH… AHHHHHHHHHHHHH—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memegangi kedua kepalaku, dan berteriak sekeras mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku. Tak berguna, bodoh, lemah, dia terbunuh. Seharusnya dia tidak terbunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku yang seharusnya mati. Nyawaku di dunia ini hanya sementara. Tak akan terjadi apa-apa jika aku yang mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AHHHH… AHHHHHHHH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangis semakin menjadi. Aku ingin mengambil pedang yang tergantung di punggungku. Aku akan menggunakannya untuk menusuk jantung dan menggorok leherku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tidak ada apa-apa di sana. Aku mencari di sekeliling, kukira aku jatuhkan, tetapi hanya yang kulihat hanyalah cairan hitam pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyobek pakaian hitamku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mencakar dan melubangi bagian dadaku menggunakan jemari tangan kananku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulitku terkelupas dan dagingku terkoyak. Tetapi aku tidak merasakan rasa sakit apapun. Aku terus menusuk dadaku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengambil jantungku dan menghancurkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah yang bisa kulakukan untuknya ... dan bagi semua orang yang pernah kukhianati dan kutinggalkan sampai hari ini … inilah saat…———&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kirito-kun…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tiba-tiba seseorang memanggil namaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanganku berhenti, dan aku menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik kegelapan sana, seorang gadis berambut kastanye sedang berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya sedang menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Kirito…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Suara kedua terdengar, seseorang muncul. Seorang gadis yang memakai kacamata juga sedang menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Onii-chan…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Orang ketiga muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis berambut hitam pendek disana, air mata menetes di pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keinginan dan emosi dari ketiga gadis itu berubah menjadi cahaya dan memasuki tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cahaya hangat menyembuhkan lukaku, menghilangkan dukaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi … Ahh, tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin aku bisa dimaafkan seperti ini?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendengar kata-kata tersebut meluncur dari mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Asuna. Maaf, Sinon. Maafkan aku. Aku ... tak bisa lagi. Aku tak bisa bertarung lagi. Maaf …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, aku bersiap untuk menghancurkan jantuung dalam dadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa ... apa yang terjadi, Kirito-kun?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru berteriak kesal sambil berusaha mempertahankan kesadarannya yang semakin menipis karena kehilangan banyak darah di bahu kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah menerima banyak Mnemonic Data dari STL Yuuki Asuna, Asada Shino, dan Kirigaya Suguha untuk memperbaiki kerusakan Fluctlight miliknya. Bahkan Higa yang telah melakukan banyak eksperimen dalam karirnya terkejut atas betapa banyaknya Data yang mengalir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi diagram 3 Dimensi yang menunjukkan gerakan Fluctlight milik Kazuto di layar handphonenya telah berhenti bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ... tidak cukup …?” Higa mengeluh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti ini, «Tubuh Utama» Kirigaya Kazuto yang hampir sembuh—gambaran dirinya, tidak akan bisa kembali ke dunia nyata, ia akan terus menerus tersiksa kenangan menyakitkan. Apa yang menunggunya adalah mimpi buruk yang tak akan berakhir. Jika seperti ini, lebih baik tewas saja daripada tersiksa terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia butuh setidaknya satu orang lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ada satu orang yang memiliki ikatan mendalam dengan Kazuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi menurut Letnan Kolonel Kikuoka Seijirou, ketiga gadis ini adalah orang yang benar–benar mengenal dan menyayangi Kirigaya Kazuto di dunia ini. Terlebih lagi, tidak ada lagi mesin STL di cabang RATH Roppongi ataupun Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialannnn …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menggertakkan giginya, dan akan membenturkan tangannya menuju dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia menyadari hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa … ini …? Koneksi … ini …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berguman, ia mendekatkan matanya ke layar telepon miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak menyadarinya, tetapi kali ini ia sadar jika jendela yang menunjukkan kondisi Fluctlight Kirigaya Kazuto, ada koneksi lain yang terhubung dengannya. Koneksi keempat—sebuah garis abu–abu lemah berada di bawah diagram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis itu seolah terhisap, Higa menyentuh layar dengan jempolnya dan menggeser keatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber garis ini adalah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini … Berasal dari Main Visualizer!? Mengapa …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berteriak, lupa diri akan lukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Main Visualizer adalah pusat penyimpanan data yang terletak di pusat Light Cube Cluster, yang mana menyimpan seluruh jiwa penduduk Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya kondisi geografi, bangunan, benda–benda, dan objek yang berhubungan dengan Underworld disimpan disana, tidak ada jiwa manusia disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Objek … Ingatan sebagai objek…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Otak Higa serasa diperas sambil mengucapkan kata tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ingatan Fluctlights dan Objek Underworld, format Data keduanya sama … jika seperti itu, jika seseorang memasukkan keinginan dan pikiran kedalam sebuah objek ... apakah objek itu memiliki fungsi yang sama ... dengan sebuah Fluctlight …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika ia sampai pada kesimpulan ini, Higa masih setengah ragu. Jika hal itu mungkin, maka keinginan seseorang dalam Underworld tentunya bisa digunakan untuk mengendalikan objek yang tak hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia harus yakin, ia harus percaya pada garis abu–abu ini yang menjadi harapan terakhir Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang akan terjadi?—Higa tak bisa memprediksi apakah situasi akan menjadi lebih baik atau buruk, tetapi ia harus menguatkan keyakinannya dan akan membuka jalan bagi Main Visualizer dan STL milik Kazuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum jantungku hancur—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara baru memanggil namaku. Sebuah suara kuat namun hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku perlahan memutar kepalaku dan melihat ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri di tempat yang sebelumnya hanya terisi kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada bekas luka pada pakaian birunya. Rambutnya yang acak–acakan tampak terang di kegelapan, dan senyumnya begitu tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata hijaunya seperti biasa, terisi oleh keinginan yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kiriku berhenti dan kuarahkan padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara lemah kukeluarkan untuk memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Eugeo.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau masih hidup, Eugeo?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sahabatku, partner terbaikku, Eugeo—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menganggukkan kepalanya, senyum muram mengisi senyumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tubuh ini adalah ingatanmu tentang aku yang ada di dalam hati. Juga adalah serpihan ingatan yang aku tinggalkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ing … atan……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. Apa kau lupa? Bukankah kita pernah membahasnya? Ingatan-ingatan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eugeo menggerakkan tangan kanannya dan mengarahkan ke bagian dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… tersimpan disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengikuti gerakannya dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selalu, disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eugeo tersenyum, dan pada saat ini Asuna melangkah maju dari samping Eugeo:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hati kami selalu terhubung denganmu, Kirito-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melangkah dari sisi lainnya, Sinon mengangguk dan wajahnya bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak peduli berapa jauh kita terpisah ... suatu saat kita pasti akan mengatakan selamat jalan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muncul dari sisi Sinon, Suguha melanjutkan dengan suara penuh energi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ingatan dan Perasaan kita selalu terhubung, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cairan bening nan hangat mulai mengalir dari kedua mataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku maju melangkah, mencoba mendekati sahabatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah aku melakukannya … Eugeo? Bisakah aku maju ... sekali lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabanhnya sangat cepat dan yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, Kirito. Banyak orang menunggumu. Nah, ayo kita lakukan bersama ... aku akan selalu bersamamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kami berdua bertemu. Tangan Asuna, Sinon, dan Suguha lalu menyentuh tangan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, keempat orang di depanku berubah menjadi cahaya dan mengalir dalam tubuhku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu———&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
Sebuah sepatu berarmor merah menginjak tangan Asuna yang menunjuk arah Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mendongak. Ia melihat mata dibalik helm sang ksatria crimson terisi oleh rasa marah ketika dia hendak mengangkat pedangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang panjang miliknya meluncur kebawah, diikuti oleh gelombang teriakan memekikkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna sudah benar – benar kehabisan tenaga, namun ia tak ingin menutup matanya. Dengan semangat tersebut, Asuna menatap pedang yang akan menembus dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi benturan. Bunga api tercipta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang ksatria crimson terlempar ke udara, ditangkis oleh pedang yang tak terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kebingungan, si ksatria mengayunkan pedangnya lagi. Tetapi pedang miliknya terlontar dan tak bisa menyentuh Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba untuk ketiga dan keempat kali, namun tetap gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak mencoba kelima kali. Sortiliena datang dan menyerang kaki ksatria tersebut dengan ujung pedang besar miliknya, dengan menggunakan Sword Skill, «Torrent».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sortiliena membantu Asuna berdiri, sambil bertanya dengan nada terkejut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tadi kamu menggunakan «Pedang Incarnation» … itu perbuatanmu kan, Asuna-san?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Incarnation…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata baru untuk pertama kalinya, Asuna menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, itu bukan perbuatanku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka… Renri-dono…?” Sortiliena bertanya dan menoleh kebelakang. Asuna menoleh juga, tetapi si knight muda yang terluka parah itu masih memberikan perintah pada tiap prajurit untuk melancarkan serangan balasan pada pasukan crimson. Dia tampaknya tidak melindungi Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua berhenti mencari penyebab kejadian tersebut, setiap detik yang berharga ini sebaiknya ia gunakan untuk menolong penduduk Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba berdiri sambil dibantu Sortiliena, Asuna mengumpulkan sisa – sisa tenaganya dan mulai melihat kondisi sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia merasakan rasa putus asa lagi yang mengisi hatinya seperti air es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari 80 persen 20000 pemain Cina dan Korea saling berkonflik, tetapi pihak yang pro peperangan memiliki keunggulan dalam semangat bertempur. Serpihan cahaya biru sebagai tanda hancurnya avatar pemain terus bermunculan, dan setiap kali ada yang hancur teriakan keganasan makin terdengar keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih buruk, sebagian pemain pro peperangan — yang berjumlah lebih dari 2000 pemain — mulai mendekati pemain Jepang dan Pasukan Pertahanan Dunia Manusia yang berkumpul di satu tempat. Pemain jepang hampir tidak memiliki sisa – sisa kekuatan untuk bertempur, dan penduduk Underworld yang dilindungi Integrity Knight Renri banyak yang terluka. Bahkan dengan kemampuan Sacred Art dan Sword Skill milik mereka, tak mungkin bisa menahan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa berkata – kata, Asuna yang masih dibantu berdiri Sortliena mendengar…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tawa keras milik PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lubang menganga di dadanya, Mate Chopper yang telah membesar di genggaman tangan kanannya ia angkat tinggi – tinggi. Sebuah awan hitam terbentuk diatasnya, tubuh PoH menghisap Life Resource yang tercipta dari medan peperangan; awan itu kini membentuk pusaran angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, pedang iblis yang ada di genggamannya yang menghisap Resource. Jika kita bisa menghancurkan pedang tersebut, sumber energi yang diberikan pada pemiliknya akan hancur, dan tanpa energi tersebut PoH pasti akan ter log out karena lubang di dadanya itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi jika hanya mengalahkan pemimpin musuh tak akan cukup untuk mengendalikan situasi ini. Terprovokasi oleh kata – kata PoH, pasukannya telah termotivasi untuk menghancurkan pemain Jepang. Peperangan ini akan berakhir sampai pemain jepang dan penduduk Underworld terbunuh semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang harus kulakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang harus———&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala Asuna penuh dengan rasa takut dan putus asa, ia akhirnya menyadari sesuatu hal baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga beberapa detik lalu tanah disekitar hanya ada kerikil – kerikil hitam, tetapi sekarang tertutupi oleh sedikit lapisan kabut putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meluncur dan melebar seperti untaian pita, kabut tersebut sampai ke kaki Asuna dan teman – temannya. Lalu, sebuah bau harum memancar dari kuncup kabut ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuncupnya ... mekar ……?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Asuna dan Sortiliena mengikuti arah laju kabut tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, mereka berdua menemukan sumber kabut ini, bibir mereka terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber kabut ini berasal dari seorang pemuda yang tergeletak di tanah beberapa meter jauhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya jika dibilang jika sumber kabut ini adalah sebuah pedang panjang berwarna putih kebiruan yang ada di tangan kirinya. Pedang itu sudah patah, tetapi kabut tersebut tampaknya akan memperbaiki pedang itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat Asuna mengucapkan nama orang yang disayanginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Incarnation ini… Ini milik Kirito…” Sortiliena bergumam sambil menahan emosinya yang akan meluap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum mereka berdua menyadarinya, kabut putih ini telah menyelimuti tanah yang dipijak pemain Cina dan Korea dan masih meluas. Karena fokus bertempur, mereka tampaknya tidak menyadari hal ini, tanah yang mereka pijak telah tertutupi kristal es putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya menyadari kejadian ini, PoH berhenti tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya berpindah ke kaki, lalu berpindah pada tubuh Kirito yang ada di belakangnya. Tubuh PoH mulai bergetar sambil memegangi Mate Chopper di tangan kanannya, lalu ia melaju cepat ke arah Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu langkah. Dua langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada langkah ketiga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah bisikan, hampir seperti sebuah nyanyian … yang begitu kuat terdengar di seluruh medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enhance armament.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tersebut adalah suara Kirito, namun tampaknya terdengar suara lain yang belum pernah ia dengar sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah fenomena mengagumkan, skalanya tak bisa dibayangkan — luasnya hampir melampaui kemampuan Geographical Manipulation milik Stacia— menyelimuti seluruh medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duri – duri es transparan yang terbentuk dari kabut putih menyelimuti PoH dan 20.000 pemain Cina dan Korea. Sulur – sulur tersebut tampak rapuh nan lembut, seolah bisa dihancurkan dengan sekali sentuh. Tetapi gerakan semua pemain kini terhenti dalam sekejap, seolah meraka terkena sihir pengikat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara terkejut dan marah mulai muncul, tetapi suara tersebut juga cepat menghilang. Pemain Cina dan Korea tertutupi sepenuhnya oleh sulur es dan membeku dalam hitungan detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna melihat knight crimson yang berusaha menolong Klein, tetapi ia juga diubah menjadi patung es. Ia seolah tidak merasakan rasa sakit, tetapi mata dibelakang helmnya perlahan menutup. Sulur ini tidak berfungsi untuk menyakiti atau memberi luka, tetapi hanyalah sebuah teknik untuk mengunci pergerakan musuh—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menolehkan kepalanya kembali, Asuna melihat jika PoH juga telah menjadi patung es. Ia melihat ke wajah Sortiliena dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih, Liena-san… Aku tak apa sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemimpin Penjaga menarik tangannya dan Asuna menyentuh tanah yang membeku sambil memandang Kirito. Sortiliena di belakangnya dan juga Ronye juga datang mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito masih terbaring dan tidak bergerak di atas tanah, lengan kirinya masih memeluk pedang patah tersebut. Tetapi Asuna mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah saat – saat ketika Hati Kirito akan sembuh. Ia hanya bisa menggenggam tangannya erat –erat dan memanggil namanya agar Kirito segera kembali. Asuna yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak 10 meter ini terasa sangat jauh. Durasi 10 detik terasa sangat lama. Selangkah demi selangkah Asuna mendekat. Ia akan segera menghampiri Kirito dan akan memegang tangannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika tangan kanan Asuna hendak menyentuh rambut hitam miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara memekakkan terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna langsung menolehkan wajahnya dan melihat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria bertudung telah memecahkan sulur es dan maju kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tudungnya tertiup angin, PoH berteriak keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku telah lama menantikan saat ini …!! Nah, bangunlah … KIRITO!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memanggil namanya untuk pertama kali sejak masa SAO, PoH menggenggam erat Mate Chopper di tangan kanannya dan melaju seperti seekor burung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terselimuti aura merah kehitaman pedang tersebut diayunkan kebawah. Serangan ini tidak ditujukan untuk Kirito, melainkan Asuna dan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sortiliena berlari dan mengangkat pedang panjangnya keatas kepala, bersiap untuk menerima serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi pedang iblis tersebut yang kini telah membesar tiga kali lipat dari ukuran semula, tidak perlu menyentuh pedang milik Sortiliena, aura yang menyelimutinya sudah cukup untuk mematahkan senjata milik Sortiliena menjadi dua bagian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daya hantam membuat Sortiliena terjatuh. Asuna dan Ronye berusaha melindunginya dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebasan mematikan ditujukan kearah mereka bertiga—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shiiiiiiiing!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara hantaman membuat Asuna dan dua orang lainnya terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang milik PoH tidak menghantam mereka. Pedang tersebut menghantam dinding transparan. Seperti beberapa saat lalu fenomena yang sama terjadi pada Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna akhirnya kali ini menyadari. Perasaan dilindungi oleh sepasang tangan hangat yang sungguh ia rindukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa menangkap pantulan benda yang ada di depan pelindung ini. Sebuah cahaya keemasan itu adalah sebuah tangan lengkap dengan kelima jari sedang terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara pelan terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menoleh ke sisi kiri melalui matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menunduk ke tanah, Kirito telah menusukkan pedang putih patah ke tanah dengan tangan kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, menggunakan pedang tersebut sebagai tumpuan, ia perlahan mengangkat tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan kanannya yang putus tertiup angin. Lengan tersebut perlahan menunjuk ke depan — mendekati partikel emas yang sedang menahan pelindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika itu juga lengan miliknya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ledakan cahaya emas melontarkan pusaran aura kemerahan dibelakang pelindung. Pelindung itu mendorong tubuh PoH dengan kuat hingga membuatnya mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat cahaya itu meredup, pandangan Asuna telah pulih sepenuhnya. Ia memandang lurus dan melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan tersenyum. Mata hitam itu menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya bergerak, dan suaranya memanggil nama Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku kembali, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mata bercucuran dari kedua matanya. Asuna menggenggam erat kedua tangannya berusaha menahan emosi yang meluap – luap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Selamat datang, Kirito-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Sortiliena dan Ronye memanggil secara bersamaan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito…” “Kirito-senpai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tersenyum dan mengangguk pada keduanya, Kirito kembali menatap ke depan. Ia kini telah berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah terlempar sejauh sepuluh meter, PoH perlahan berdiri dan kedua kakinya kini menyentuh tanah setelah sebelumnya hanya melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya sudah tidak ada lagi Spatial Resources baru karena para pemain Cina dan Korea yang saling bunuh telah ditahan dan membeku oleh duri - duri es, tetapi awan hitam diatas PoH masih berputar dan mengelilingi senjata miliknya. Sepertinya jika pedang itu tidak dihancurkan, maka PoH tak akan bisa dihentikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau agak telat dibandingkan PoH, Kirito kini berdiri sepenuhnya. Asuna berusaha menahan diri untuk tidak membantunya berdiri. Karena ia tidak memiliki sisa tenaga untuk berjalan, ia hanya akan mengganggunya. Sekarang, ia harus mempercayai Kirito. Ia harus tetap diam dan percaya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito mengangkat lengannya yang telah beregenerasi dan pedang hitam yang terbaring cukup jauh darinya terbang mendekat dan ia tangkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk pedang tersebut berbeda dari «Elucidator», pedang miliknya dahulu di jaman SAO, dan pedang putih yang ada di tangan kirinya. Kedua pedang tersebut memberikan kesan yang sama saat Asuna bertemu dengannya pada hari itu: Si «Black Swordsman».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang putih milik Kirito masih bersinar dan menyebarkan debu salju. Meskipun ia menggunakan teknik mengagumkan dengan membekukan lebih dari 20,000 pemain pada saat yang bersamaan, wajah Kirito tidak menunjukkan tanda kelelahan. Seolah ada orang lain yang berdiri di sampingnya, meminjamkan kekuatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata milik PoH bersinar merah dari balik tudungnya, Kirito perlahan mendekatinya. PoH membuka kedua tangannya seolah menyambut kedatangan Kirito, sehingga lubang besar di dadanya terlihat jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Akhirnya terbangun juga? Sudah lama kita tidak saling bertatap muka seperti ini sejak …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara miliknya seperti logam yang saling bergesekan, dan pertanyaan tersebut dibalas dengan jawaban enteng namun dingin oleh Kirito:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Entahlah? Aku sudah lupa. Tetapi aku yakin inilah pertemuan terakhir kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Whiuu&#039;&#039; PoH bersiul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengagumkan… Kau memang yang terhebat, Kirito. Ayo… kemari. Kita lanjutkan pertunjukan yang tertunda di Aincrad.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ayunan tangan kanannya, PoH mengangkat Mate Chopper miliknya yang telah membesar tiga kali lipat dari ukuran semula. Awan hitam yang berputar diatasnya semakin kencang, dan kini mulai memunculkan kilatan petir berwarna merah kehitaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri dihadapannya, Kirito kini memegang pedang panjang kesayangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kirito memegang bagian gagang pedang, tubuhnya tampak kesulitan tak bisa menahan beban pedang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna telah menyadari jika Underworld bukanlah dunia VRMMO semata yang diciptakan The Seed. Setiap objek didalamnya adalah «Mnemonic Visual» — sebuah ingatan, dan bisa diubah melalui imajinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Integrity Knight Alice, Kirito telah menghabiskan hampir setengah tahun di dunia ini tidak sadarkan diri. Tak jelas apakah ia memiliki ingatan mengenai periode setengah tahun ini atau tidak, tetapi ia harusnya sadar jika selama ini ia telah tak sadarkan diri. Mungkin Kirito memikirkan “Aku telah melemah” sehingga mempengaruhi kinerja tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, mungkin tidak disebabkan hal itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru dari RATH telah menjelaskan alasan dibalik kerusakan jiwanya — yaitu, Dirinya Sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Kirito-kun tampaknya memiliki beberapa sahabat. Hampir semuanya binasa saat bertarungan melawan Gereja Axiom, dan sebagai hasilnya ketika ia berhasil mengontak RATH, ia merasa sangat bersalah. Dengan kata lain, Kirito menyerang Fluctlight miliknya sendiri. Tepat pada saat itu, orang – orang berpakaian hitam di Ocean Turtle memotong kabel daya dan hal itu menyebabkan gangguan pada STL. Akibatnya, rasa bersalah Kirito menjadi kenyataan, «dirinya» tak bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah informasi yang bisa langsung Asuna pahami, tetapi jika Kirito kehilangan orang berharga di dunia ini. Jiwanya merasa sangat menyesal. Asuna hanya tahu nama orang tersebut. Malam itu ketika ia berbicara dengan Alice, Ronye, dan Sortiliena hingga pagi hari, Asuna mendengar nama itu disebut beberapa kali.: Elite Swordsman-in-Training Eugeo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun secara ajaib Kirito bisa memulihkan jiwanya, ia masih tak bisa menerima kepergian Eugeo. Rasa duka yang masih tertinggal membuat jiwa.... dan tubuhnya melemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─ Kirito-kun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memanggil dalam diam sambil menatap sosok Kirito yang berusaha mengangkat pedang hitam miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─ Sekarang ini, Aku… tak bisa membayangkan betapa sakitnya dan kehilangan yang kamu alami. Tetapi ada satu hal yang aku yakini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─ Sahabat sejatimu tetap hidup di jiwamu. Seperti Yuuki yang hidup dalam diriku. Kenangan tersebut akan memberimu kekuatan. Kekuatan untuk mengangkat kembali pedangmu lalu bertempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Asuna seolah menjadi suara yang tersampaikan ─&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Kirito masih memegang pedang hitam, sementara tangan kirinya kini memegangi pedang putih yang patah di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ini sebagai sebuah serangan pembuka, PoH bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya yang cukup tinggi melaju cepat dalam jarak 10 meter, ia seperti sedang meluncur. PoH lalu mengayunkan senjata miliknya yang sudah sangat membesar ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito tidak berusaha menghindar. Kirito menggeser pedang di tangan kanannya untuk menahan serangan. Tetapi Asuna menyadarinya, tebasan milik Kirito terlalu pelan dan tak tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang hitam panjang membentur senjata PoH dan nyaris terpental, daya hantam kedua senjata tersebut membuat kaki Kirito terdorong 30 sentimeter kebelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hei, hei, jangan buat aku kecewa. Aku sudah menunggu dua tahun untuk hari ini …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengutarakan kekesalannya, PoH kini memegang gagang Mate Chopper dengan kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semakin pedang tersebut mendorong, pijakan Kirito semakin terdorong. Jika ia bisa menggunakan kedua tangannya seperti PoH... tetapi Kirito malahan memegangi pedang putih itu. Terlebih lagi, pedang itu jelas – jelas telah patah. Dan tak bisa digunakan sebagai serangan balasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah seringai kejam muncul dari wajah PoH. Perlahan namun pasti, ia mendorongkan ujung senjata miliknya ke leher Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kirito…!” Sortiliena berteriak parau, memegang pedangnya yang patah dan siap untuk maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Asuna menahannya dengan penuh keyakinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa, Liena-san.” Ia bergumam pada Pemimpin Penjaga Wanita ─ Yang juga mentor Kirito di Akademi Master Pedang Kerajaan Manusia ─ sambil harap – harap cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun akan baik – baik saja. Ia tak akan kalah ... dari pria sepertinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, murid Kirito mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yep. Kirito-senpai tak akan kalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Benar.” Sortiliena membalas sambil memegangi tangan Asuna yang ada di pundaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mate Chopper milik PoH semakin mendorong Kirito. Kaki Kirito kini terbenam ke tanah. Tangan kanannya gemetaran sambil memegangi pedang hitam, seolah memberi kesan ia akan tamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kirito menggertakkan giginya, PoH mendekatkan wajahnya dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Saat kau menggunakan pedang patahmu dan menggunakan tangan kirimu. Kau telah menyadari jika pemain Cina dan Korea yang kau bekukan telah membunuh banyak temanmu, benar kan? Bukankah tak apa bagimu jika kini mereka saling bantai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH berbisik ─ Kirito masih berusaha menahan dan membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tahu cara – cara licikmu. Membuat orang – orang saling bunuh, menanam biji kebencian dan membuat banyak konflik. Itu membuatku kesulitan saat masa SAO, tetapi di Underworld ini... kau tak akan bisa lari lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oho… dan apa yang akan kau lakukan? Saat es itu meleleh, mereka akan membunuh setiap pemain Jepang dan penduduk Underworld yang kau lindungi sepenuh hati. Satu – satunya cara menghentikan mereka adalah membunuhnya. Bunuhlah mereka saat tak bisa bergerak. Teman – temanmu pasti bisa melakukannya. Ayoo, beri mereka perintah... bunuh pemain Cina dan Korea.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito tak berkata pada pancingan PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna juga sadar akan motif PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terikat oleh sulur es, pemain Cina dan Korea tampaknya tidak merasakan rasa sakit, tetapi memecahkan es tersebut akan menyebabkan rasa sakit yang tak terkira. Rasa sakit tersebut akan menambah kemarahan pada pemain Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, PoH dengan Mate Chopper miliknya akan memanen resources yang ada di udara akibat kematian pemain Cina dan Korea. Ia akan memiliki kekuatan untuk mengalahkan Kirito, dan dengan mudah memusnahkan seluruh pemain Jepang dan penduduk Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito seharusnya juga menyadari hal ini. Tak mungkin ia terjebak hasutan PoH, tetapi untuk menghindari amukan seluruh pemain. Yang hanya bisa ia lakukan adalah mempertahankan Art skala besar yang membekukan para pemain dari pedang putih miliknya; namun, sambil menahan serangan musuh, ini adalah hal yang sulit dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tangan kananya bergetar menahan senjata PoH, percikan bunga api memancar. Ujung senjata PoH semakin menekan, kini hanya berjarak dua kepal tangan menuju pundak Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Nah, tak masalah bagiku jika kebodohanmu membunuhmu.” Ejek PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang. Setelah aku membunuhmu, aku akan mengirim si «Flash», dan semua orang menuju peti mati mereka, hingga tak tersisa seorang pun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik tudung hitam, mata PoH semakin memerah. Mulutnya yang terbuka mengekspos giginya yang tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayoo… biarkan aku menikmati darah dan jiwamu, Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH semakin bersemangat mendorong Mate Chopper. Sedangkan pedang hitam Kirito semakin terdorong ─&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, suara lemah terdengar dari belakang Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kumohon, Eugeo-senpai. Selamatkan Kirito-senpai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiganya melihat kebelakang dan melihat gadis berambut merah disana ─ Tiese.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, Asuna merasakannya. Rambut Tiese tertiup hembusan angin sepoi – sepoi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menoleh kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang Mate Chopper telah menyentuh punggung Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti itu, pakaian kirito kini terkelupas. Menunggu untuk menggores kulit miliknya, Asuna hanya bisa menahan nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi─&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelahnya, Mate Chopper tak bisa mendorong lebih lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan namun pasti, ia didorong oleh pundak Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan lemah keluar dari Ronye ataupun Sortiliena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna juga melihatnya. Sebuah tangan transparan keemasan menggenggam gagang pedang hitam milik Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhenti sejenak, Kirito juga menyadari tangan tersebut. Matanya terbuka lebar dan wajahnya merasa tenang. Air mata menetes dari ujung matanya, dan menari di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya bergerak, tetapi tak ada suara terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi─&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh… OHHHHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan yang cukup keras keluar dari mulut Kirito dan ia mendorong kembali Mate Chopper. Lengan PoH terdorong ke belakang, ia memaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito akhirnya berdiri dan menegakkan tubuhnya lalu mengangkat pedang patah di tangan kirinya ke langit dan berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“RELEASE RECOLLECTION!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cahaya menyilaukan meledak dan suasana sekitar menjadi putih. PoH menutupi wajahnya dan mundur, seolah dia tak bisa menahan cahaya menyilaukan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika menyipitkan matanya, Asuna bisa melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya tersebut berkumpul pada pedang yang patah, lalu meregenerasinya menjadi kebentuk semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke bentuk semula, pedang tersebut bersinar semakin terang ─&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Swoosh! Kilatan cahaya semakin melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak, suara memekakkan telinga terdengar di seluruh medan peperangan, seperti bunyi puluhan ribu lonceng. Membalikkan tubuhnya, mata Asuna dan ketiga gadis tadi melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak bunga es berwarna putih mulai bermekaran dari tubuh pemain Cina dan Korea. Bunga itu menyerupai pahatan kaca, sungguh indah berwarna biru transparan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mekar sempurna, kelopak mawar mulai mengambil partikel silver dari dasarnya. Asuna tahu jika itu adalah Life Resources ─ HP milik pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain – pemain tersebut yang sebelumnya terisi oleh kemarahan dan siap saling bunuh kini satu persatu mulai tertidur, terbungkus cahaya lalu menghilang. Tidak ada rasa sakit ataupun semacamnya, seolah mereka dipaksa log out dengan cara yang menenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biji kebencian yang ditanam PoH di hati pemain Cina dan Korea tidak jadi muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bajingan… Jangan main – main…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH memaki karena rencananya gagal, tetapi ia tersenyum sambil mengangkat Mate Chopper di tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat pergerakan PoH, Asuna menyadari apa yang ia rencanakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Medan peperangan ini telah terisi oleh Life Resources yang dilepaskan oleh mawar kebiruan ─ dalam bahasa Underworld, udara di sekitar penuh dengan Sacred Power. PoH berencana untuk mengambil semua Sacred Power menggunakan kemampuan Mate Chopper miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil gemetaran, Asuna memanggil kekasihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menghisap Sacred Power dari Pemain Jepang yang terbunuh sebelumnya, yang mana jumlahnya 2000 orang. Mate Chopper menjadi besar tiga kali lipat dari ukuran semula. Bahkan senjata itu mampu melampaui equipment GM akun Stacia. Jika PoH mengambil lagi Sacred Power yang besarnya sepuluh kali lipat sebelumnya, PoH akan benar – benar menjadi iblis … Tidak, dia akan menjadi Satan. Jika Kirito tidak mengambil tindakan menggunakan Art skala besar, maka Asuna akan membantunya ─&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, tepat ketika Asuna berusaha menggerakkan kakinya yang kaku untuk berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak apa… Lihatlah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berpikir jika suara itu telah menghilang, tetapi suara Yuuki masih bisa ia dengar samar – samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Asuna menyadarinya, Cahaya keperakan berkumpul di tengah udara seperti pita – pita, , menghiraukan Mate Chopper milik PoH. Tak peduli bagaimana PoH mengayun – ayunkan senjatanya, cahaya tersebut tidak mendekatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara itu datang lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau sendiri yang bilang kan, Asuna. Setiap nyawa diwariskan pada setiap jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang – orang yang berkumpul dari negara tadi tidak ingin saling membunuh satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya memiliki harapan yang sama. Untuk menuju sebuah dunia menyenangkan dan mengasyikkan, sebuah dunia penuh tawa seperti Kerajaan Peri dimana aku bertemu denganmu, Asuna… Seperti itulah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yup. Benar, Yuuki.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Balasan Asuna yang hampir tidak terdengar menjadi titik balik apa yang terjadi selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito masih tetap mengangkat pedang putihnya tinggi – tinggi, lalu mengangkat pedang hitamnya ke atas juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awan hitam yang dipanggil oleh PoH kini melebar. Sebuah cahaya matahari keemasan muncul dari pusatnya seolah menembus langit biru, membuat tubuh pedang hitam Kirito bersinar seperti kristal hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Release recollection.“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir secara reflek kali ini, Kirito mengucapkan perintah yang sama seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu ─&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pita – pita keperakan yang beterbangan di langit diatas medan peperangan berkumpul menjadi satu, seolah dihisap oleh pedang hitam milik Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Suck!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memaki dalam bahasa inggris, PoH mengacung – acungkan Mate Choper untuk mengganggu Kirito. Tetapi pita – pita tadi seolah bergerak atas keinginannya sendiri, menghindari senjata PoH dan terus menerus masuk kedalam pedang Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Eugeo-senpai pernah berkata padaku sebelumnya, Pedang Hitam milik Kirito-senpai aslinya adalah sebuah pohon cedar raksasa yang tumbuh di Daerah Utara Kerajaan Manusia.” Tiese berkata sambil gemetaran dibelakang Asuna. Selanjutnya, Sortiliena mengangguk tanda ia paham.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi begitu… Itulah mengapa pedang hitam tersebut memiliki kemampuan untuk menyerap Sacred Power…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan tersebut agak tercampur dengan bisikan milik Yuuki di kepala Asuna, Asuna akhirnya menyadari peristiwa apa yang terjadi dihadapannya sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun pedang hitam milik Kirito memiliki kemampuan menghisap Resources, lalu mengapa Mate Chopper milik PoH tak bisa menghisap Resources yang dilepaskan oleh mawar – mawar biru ini, bukannya kedua senjata tersebut memiliki kemampuan yang sama? Itu karena kemampuan utama Mate Chopper bukanlah «absorb life», melainkan «absorb death».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH telah menjelaskannya sendiri tadi. Semakin banyak pemain… yang dibunuh Mate Chopper, senjata ini akan semakin kuat. Jika imajinasi si pemegang pedang ingin pedang tersebut memiliki kemampuan menghisap Resource, maka senjata miliknya hanya bisa menghisap «Death Resources» yang dilepaskan dengan niatan membunuh, maka senjata PoH tak akan bisa menghisap «Life Resources» yang mana dilepaskan tanpa adanya kematian atas bantuan pedang putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, pedang hitam milik Kirito berbeda, karena pada mulanya pedang tersebut dulunya adalah sebuah pohon yang bisa bertahan melawan bumi dan matahari, maka baik pedang dan si pemegang senjata seharusnya memiliki imajinasi yang cukup kuat untuk menghisap life.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang putih di tangan kirinya telah membekukan target dan melepaskan life mereka ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang hitam yang ada di tangan kanannya menghisap life yang ada di udara sekitar dan mengubahnya menjadi energi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah tehnik yang sangat sederhana, namun memerlukan kekompakan yang sangat kuat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika menghisap banyak kumpulan pita, pedang hitam mulai bersinar keemasan di tengahnya. Resources mengalir dari gagang pedang menuju tangan Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Kirito mulai kembali menjadi berisi seketika. Yang kembali normal bukan saja tubuhnya, bahkan baju hitam yang sobek – sobek akibat pertempuran beregenerasi, sarung tangan muncul di kedua telapak tangan dan kini kakinya terselimuti oleh sepatu bot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinar cahaya terus mencapai pundak dan turun ke punggung, sesaat kemudian menjadi sebuah pakaian kulit hitam. Pakaian itu adalah ciri khas Kirito saat masa SAO. Ketika sudah mulai tenang, dua buah sarung pedang muncul di punggungnya membentuk tanda silang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Kirito… kun………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luapan emosi memenuhi hati Asuna, ia memandang «Black Swordsman» yang telah pulih sepenuhnya dengan mata berkaca – kaca. Air mata juga menetes di pipi Sortliena dan Ronye. Tangisan pelan terdengar dari Tiese dibelakang sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian, setelah menelan semua pita, Kirito perlahan menurunkan kedua pedangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebanyakan pemain Cina dan Korea telah log out dari medan peperangan ini. Asuna membalikkan kepalanya untuk berterima kasih pada prajurit crimson yang berusaha menolong Klein. Tepat setelahnya, dia juga ikut menghilang dan kini hanya tersisa tanah kosong seolah pertarungan sengit sebelumnya hanyalah mimpi belaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu – satunya hal yang bisa didengar adalah suara tiupan angin dan suara logam nyaring. Sumber suara tersebut adalah pedang hitam yang telah menghisap banyak energi dan agak bersinar keemasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerah untuk menghisap Resource yang ada, PoH menurunkan Mate Chopper miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dadanya masih memiliki lubang besar yang dibuat oleh Original Sword Skill Mother’s Rosary milik Asuna. Saat Resources yang tersisa di pedang tersebut habis, nyawa PoH akan berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun seharusnya ia memahami hal ini, PoH tidak lagi memaki malahan ia hanya berdiri diam. Tetapi, ia tampaknya tidak mengakui kekalahan ini sama sekali, hawa dingin menyerang tubuh Asuna meskipun ia cukup jauh melihat PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik tudung tersebut, PoH mulai tersenyum gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau memang yang terbaik, Kirito. Kau adalah orang pertama dan terakhir yang ingin aku bunuh dengan tanganku sendiri. Sungguh disayangkan kita harus menyelesaikannya disini, tetapi tak akan ada kesempatan lainnya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan mempersiapkan senjata miliknya, ia mengarahkan ke kiri. Kemudian ia seolah menunjukkan tanda tato «Laughing Coffin» yang dulu ada di punggung telapak tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Nah, mari kita nikmati pertunjukannya, Black Swordsman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapkan dengan kata – kata yang terisi oleh kebencian, Kirito menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, mari  kita akhiri disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito melebarkan kakinya, menurunkan pinggangnya lalu menempatkan pedang putih di depan dan pedang hitam di belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Energi pertarungan muncul dari keduanya seperti sebuah ledakan, bunga api bermunculan diantara keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang mereka berdua katakan: serangan selanjutnya akan menjadi sebuah akhir. Sambil menahan nafas, Asuna melihat pertempuran keduanya dengan mata terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angin berhembus: si Black Swordsman dan Pria Bertudung bergerak disaat yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menahan nafas, Mate Chopper milik PoH terisi oleh cahaya hitam kemerahan. Selanjutnya, ia berlari dengan kecepatan mengerikan dan menjadi tiga buah tubuh. Itu adalah sebuah Sword Skill yang tidak diketahui Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, pedang di tangan kanan Kirito masih diarahkan kebawah sementara pedang putih di tangan kirinya bersinar merah. Ini adalah sebuah Sword Skill pedang satu tangan untuk pedang panjang: «Deadly Sins».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebasan PoH dari arah kiri, kanan, dan tengah di cegah oleh serangan kombo Kirito. Setiap benturan dari Mate Chopper dan Pedang Hitam menyebabkan getaran hebat di tanah dan udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga PoH menyerang dua kali dengan total serangan enam buah; lalu mereka menghilang. Sekarang, tubuh asli PoH mengayunkan senjatanya dari atas kepala menuju bawah. Kirito menahan serangan tersebut dengan tebasan diagonal ke kiri menyebabkan daya bentur yang mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 18 - 093.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Deadly Sins» adalah kombo serangan berjumlah tujuh buah. Ketika skill tersebut berakhir, Kirito memiliki banyak celah. Jika PoH masih memiliki serangan lainnya, Kirito tak akan bisa menahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daya bentur tadi menyebabkan tudung milik PoH terbuka, untuk pertama kalinya sejak masa SAO wajah PoH selalu tersembunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah tersebut tidak terlalu Jepang, seketika wajah tersebut menyeringai. Sekali lagi, PoH menyiapkan senjatanya yang  terselubungi aura merah kehitaman lalu menyerang dada Kirito. Sebuah serangan ke delapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat seketika itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang Hitam yang digenggam Kirito memunculkan cahaya merah baru. Cahaya tersebut berwarna merah api dan lebih terang dari «Deadly Sins».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbebas dari masa jeda, pedang hitam tersebut melancarkan tusukan cepat. Mengaktifkan banyak Sword Skills pada pedang di tangan kiri dan kanan yang hanya bisa dilakukan oleh Kirito — «Skill Connect».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi benturan logam, serangan «Vorpal Strike» bertubrukan dengan kombo serangan 8 buah milik PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang serangan terasa di sekitar. Hembusan angin dan pasir yang beterbangan, tetapi Asuna tak bergerak sama sekali karena melihat dengan seksama akhir dari pertarungan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika debu mereda, ia bisa melihat keduanya tak bergerak, ujung pedang hitam dan golok merah raksasa saling bersentuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertarungan itu masih belum selesai, keduanya masih memfokuskan energi pada titik tertentu, mencoba untuk mendorong serangan musuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika membandingkan jumlah resource yang tersimpan di dalam senjata, maka Pedang Hitam milik Kirito telah menghisap sekitar 20000 jiwa, melampaui Mate Chopper milik PoH. Tetapi situasi ini tidak sesederhana itu. Di dunia ini, Imajinasi… atau «Incarnation» seperti yang dikatakan para Knight, memiliki kemungkinan untuk mengalahkan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Incarnation milik PoH begitu kuat karena suatu alasan. Untuk membunuh... ingin mengisi dunia ini dengan rasa ketidakpercayaan, PoH memulai perang ini dengan kebencian dan permusuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu untuk apa Kirito bertarung sekarang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah kehilangan sahabat di dunia ini. Juga ada faktor luar yang terjadi, tetapi ia harus berduka dan membuat Kirito tak sadarkan diri selama setengah tahun. Namun kini ia berdiri dan menggenggam pedangnya lagi. Incarnation macam apa yang memberikan Kirito kekuatan seperti itu …?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa menemukan jawaban yang tepat, tetapi ia tidak melihatnya seperti itu. Kirito telah menanggung banyak hal dalam beberapa pertarungan hingga saat ini. Baik itu di SAO, ALO, atau GGO. Dan kali ini hal itu tidak berubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa bingung, sakitm dan duka bisa menjadi sumber kekuatan. Air mata bisa berubah menjadi cahaya. Cahaya itu tak akan kalah dari kegelapan milik PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar begitu?… Kirito-kun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak tau apakah harapan miliknya sampai ke Kirito atau tidak, tetapi sesaat kemudian sebuah jawaban lemah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjata milik PoH, «Mate Chopper» yang hanya berfungsi untuk membunih manusia lain mulai retak dari bagian ujung hingga ke gagangnya dengan cahaya kemerahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, golok raksasa tersebut hancur dan bertebaran ke segala arah—.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama dengan pedangnya, Vorpal Strike milik Kirito menerbangkan PoH hingga lima meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian hembusan angin kedua membuat Asuna tak bisa menahan untuk berdiri,. Tiese dan orang di sisinya bersama Klein, Silica, Lisbeth, dan semuanya yang telah terbebas kini berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah debu turum, kedua orang yang sedang bertarung mulai tampak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bersenjata, dada PoH tertusuk oleh Pedang Hitam Kirito. Tetapi karena sejak awal dada tersebut berlubang karena serangan Asuna, maka PoH tidak mendapatkan luka akibat serangan Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena Resource yang disediakan Mate Chopper telah hilang, darah keluar dari mulut PoH dan dari lubang di dadanya, tetapi PoH masih tersenyum lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sudah kuduga, itulah yang aku pikirkan. Tetapi… ini bukanlah akhir. Bahkan jika kau log out dari dunia ini. Aku akan muncul sekali lagi, dan lagi. Tak peduli berapa banyak aku akan memotong lehermu dan juga si «Flash»…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapkan dengan makian seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Kirito terdengar tenang dan tak berekspresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, inilah akhir. Kau tak akan bisa log out dari Underworld.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, Pedang Hitam memunculkan cahaya terang,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Kirito perlahan mencabut pedang dari dada PoH dan mundur beberapa langkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan tanpa bantuan Resource, PoH masih belum pingsan. Senyum mengerikan tergambar di wajahnya seolah hendak mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mulutnya kini membeku tak bisa berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan dan kakinya juga. Membeku dalam posisi aneh, dadanya menciut seolah berubah bentuk. Pakaian hitam miliknya berubah menjadi material berserabut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito berbicara lagi kepada PoH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
”… Pedang ini dulunya adalah pohon cedar raksasa, warga Desa Ruild memanggilnya «Pohon Iblis». Kapak milik penduduk tidak bisa menebasnya selama 200 tahun. Dan sekarang «Ingatan Pedang» miliknya mengalir kedalam tubuhmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang ia katakan, lebih dari separuh tubuh PoH telah berubah menajadi batang kayu berwarna kehitaman. Kaki PoH bersatu dan mulai menancapkan akarnya ke tanah; kedua tiga lubang kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat mereka tahu jika pemain Cina dan Korea telah log out, kawananmu mungkin akan mempercepat waktu akselerasi. Aku tak tahu berapa tahun berlalu sebelum mereka bisa membuatmu keluar dari dalam STL … atau mungkin beberapa pulluh tahun, jadi aku akan berdoa semoga tidak terlalu lama waktu berlalu jika aku menjadi dirimu. Jika beberapa penduduk membangun sebuah desa di sekitar sini, mungkin anak – anak yang iseng membawa kapak akan merubuhkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito tak tahu apakah PoH masih bisa mendengarnya atau tidak. Objek yang ada dihadapan Kirito bukan lagi seorang manusia, tetapi sebuah pohon cedar setinggi dua meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihatnya beberapa lama, Kirito berbalik dan menatap Asuna dan kawan – kawan. Ia tersenyum dan menatap para pemain Jepang dan penduduk Underworld yang terluka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Kirito mengangkat pedang hitamnya tinggi – tinggi, cahaya keemasan masih tersisa di dalamnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“System call. Transfer durability, menuju area.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vsssshhhh…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara lemah mengisi medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu mulai turun hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Resources berhamburan keluar dari dalam pedang menuju udara, lalu turun bagaikan hujan cahaya. Hujan tersebut menyembuhkan tubuh pemain Jepang dan Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia yang terluka maupun yang kelelahan dari peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin, jiwa mereka juga disembuhkan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan sisa – sisa Resources yang tersimpan, Kirito perlahan memasukkan Pedang Hitam dan Pedang Putih kedalam sarungnya yang ada di punggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam tetesan hujan cahaya, Asuna hanya bisa menatap Kirito yang perlahan mulai mendekatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tidak bergerak maupun membuka mulutnya untuk mencoba berbicara. Ia merasa jika mengatakan sesuatu, mungkin semua ini hanyalah ilusi semata. Jadi, Asuna hanya bisa membuka matanya lebar – lebar dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalan kearah Asuna adalah Klein.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kiri dan tubuhnya yang terluka telah sembuh, tapi ia masih memegangi dadanya yang sedikit kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito… Oh, Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ceria miliknya sedikit terdengar cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau selalu… Kau selalu mendapat peran penting, dasar..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini suaranya sedikit cengeng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pengguna katana memegangi pundak Kirito, dan meletakkan bandana di kepala miliknya menuju dada. Ia sedikit menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhhh… Uhhhhhhhh….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito memegangi tangan milik sahabatnya yang masih menangis. Klein sedang memejamkan mata sambil menggertakkan giginya, wajahnya penuh haru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Senpai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ronye berguman disamping Asuna, lalu melompat dan berlari. Air mata menetes dari matanya ketika ia berlari, ia memeluk pundak kanan Kirito. Sortiliena berada di belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata milik Agil juga berair. Lisbeth dan Silica juga saling histeris. Dari kerumunan pemain jepang di  sekitar mereka — wajah – wajah Pemimpin ALO SakuyaAlicia, dan Eugene, Siune dan Jun dari Sleeping Knights, dan banyak diantara mereka menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Penjaga dan regu Ascetic Pasukan Kerajaan Dunia Manusia melihat di kejauhan dengan mata memerah. Semuanya berlutut, mereka menundukkan kepala dan memberikan posisi salam di dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Sejak pertama kali aku melihatmu. Aku tahu, jika orang itu dan kedua pedangnya akan menyelamatkan kita semua.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara tenang terdengar dari bagian belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berbalik dan melihat si Knight Muda Renri, ditemani dengan naga miliknya. Keduanya telah terluka parah, namun kini luka yang masih membekas adalah goresan – goresan di armor keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dada Asuna terasa penuh. Ia hanya bisa mengangguk satu dua kali. Renri membalas anggukan tersebut dan berjalan menuju Tiese yang masih berlutut di tanah, Renri lalu duduk di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat sekeliling untuk memastikan, 20.000 pemain VRMMO dari Cina dan Korea kini telah menghilang tanpa jejak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika para penyerang menyadari jika mereka semua telah log out, mereka akan mengubah taktik mereka dari membawa bala bantuan pemain dunia nyata menjadi mengubah kecepatan akselerasi menjadi maksimum. Pada saat itu, Klein dan lainnya yang log in menggunakan AmuSphere secara otomatis akan terputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari hal ini, Kirito menyingkirkan lengan Klein dan berjalan, lalu melihat seluruh pemain Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menundukkan kepalanya dalam – dalam, lalu berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih… semuanya. Aku tak akan menyia – nyiakan emosi, darah, dan keringat kalian semua. Aku sungguh – sungguh berterima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertarungan ini masih belum berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun musuh sampingan PoH bersama pemain Amerika, Cina, dan Korea telah dikalahkan. Dalang di balik peperangan ini, Kaisar Vektor masih ada di dunia ini. Setelah menangkap buah Project Alicization — Integrity Knight Alice, pada saat ini ia telah terbang ke bagian paling selatan menuju «World End Altar».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik nafas dalam – dalam lalu berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terisi beratus – ratus emosi seketika, ia melewati pemain – pemain yang masih mematung, perlahan ia menuju Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, gelombang emosi mengguyurnya, ia berhenti bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang. Ia hanya ingin memeluk kekasihnya. Menangis seperti gadis kecil dan melepaskan seluruh emosi yang ia miliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Asuna menahan itu semua dan mengatakan sesuatu yang ada di kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun… Kaisar Vector, ia menangkap Alice-san—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku memiliki ingatan samar – samar atas kondisi saat ini..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito mengangguk. Lalu mengangkat tangan kannanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo selamatkan dia. Bantu aku, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa menahannya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil tangan Kirito dan meletakkannya di pipi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan kiri Kirito memeluk pinggang Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun hanya sesaat, tetapi Asuna merasakan seolah jiwa mereka saling berbagi informasi yang tak bisa diungkapkan dengan kata – kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito memandang Asuna, mengangguk, lalu matanya tertuju ke langit bagian selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito mengangkat tangan kanannya ke arah itu. Kelima jarinya bergerak, seolah mencari sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Ketemu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berkedip, tetapi Kirito tidak menjawab. Ia hanya tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kerumunan sekali lagi. Kirito lalu menepuk pundak Klein dan kepala Ronye sebelum berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ayo kita kesana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Lisbeth melihat Kirito dan Asuna terselimuti cahaya kehijauan dan terbang dengan kecepatan mengerikan ke arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengedipkan mata beberapa kali, lalu menghembuskan nafasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Syukurlah… Selalu saja seperti ini. Dia itu selalu terburu - buru …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silica tertawa kecil di samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein bertepuk tangan dan berucap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar, sialan… si kurang ajar itu. Ia tak terkalahkan, kan? Sialannnn, ia selalu mencuri perhatian banyak orang ....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein mengomel, namun ia tersenyum. Baginya, Kirito akan selalu menjadi orang yang sellau bisa diandalkan sejak mereka pertama bertemu di Aincrad. Seorang pahlawan tak terkalahkan selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
─Dan dia juga sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth menolehkan wajahnya ke langit selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia ingin mengenang dunia ini, dunia ini akan sebentar lagi ditinggalkan, mereka mungkin tak akan bisa kembali ke dunia ini lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan untuk menyampaikan pesan kepada pemain – pemain yang telah gugur dan dipermalukan, perjuangan pemain Jepang tidak sia – sia.&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
Hajima: Hentikan&lt;br /&gt;
Baesinja: Pengkhianat&lt;br /&gt;
Agma: Iblis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_21&amp;diff=560481</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 17 Bab 21</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_21&amp;diff=560481"/>
		<updated>2020-01-23T05:52:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: /* Bab 21 -  Kebangkitan (Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 21 -  Kebangkitan (Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita berhasil … benar kan…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru berucap sambil meregangkan kedua tangannya yang kelelahan bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun mengalami banyak kesulitan, ia telah berhasil mengubah kurang lebih 2.000 akun data yang telah ditransfer dari jaringan The Seed yang ada di jepang menuju Underworld, hanya dalam waktu satu jam. Permukaan keyboard masih memiliki bekas jari tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akhirnya berhasil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor Koujiro Rinko membalas pelan sambil melemparkan botol air kepada Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menerima botol tersebut, Higa langsung memutar tutupnya dengan tangan kanan dan langsung meneguknya. Cairan yang mengalir ke mulutnya terasa hangat, tetapi cairan ini mengisi perutnya yang kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meneguk setengah botol, Higa menarik nafas dan menggelengkan kepalanya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serius nih… Kejadian ini membuatku agak khawatir …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah diberi tahu oleh dua gadis SMA yang menyebut diri mereka Leafa dan Sinon, yang mendadak menuju cabang Roppongi «RATH» mengatakan jika para penyerang membuat orang – orang dari dunia nyata dive ke dalam Underworld, pikiran Higa kosong selama lima detik penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, jika orang yang mengetahui semua ini adalah si top-down AI yang terhubung ke terminal portable milik Yuuki Asuna, maka ia harus mengakui jika ada celah dalam system miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka lalu mengijinkan kedua gadis ini, yang mana mengaku mengenal Letnan Kolonel Kikuoka, dan dive kedalam Underworld menggunakan Super Accounts yang masih tersisa, setelah menjelaskan semuanya, mereka dive bersama 2.000 orang pemain VRMMO jepang menuju lokasi Asuna saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka gagal mengalahkan 50.000 pasukan pemain Amerika, maka Alice pasti akan jatuh ke tangan musuh. Kenyataannya, Letnan Kolonel Kikuoka serta Kapten Nakanishi yang akhirnya menyadari situasi ini lalu mempertimbangkan untuk mengatur ulang dinding luar «Ocean Turtle» guna menghancurkan antena satelit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, untuk sampai ke dinding luar, mereka harus membuka dinding pengaman yang membagi bagian atas dan bawah selama beberapa menit. Jika para penyerang menyadarinya, kemungkinan mereka kehilangan ruang sub kontrol akan terjadi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, Kikuoka dan Higa telah mempercayakan semuanya pada satu hal: tiga gadis SMA yang dive ke dalam Underworld menggunakan «Tiga Dewi» &amp;lt;ref&amp;gt;Super Account yang ada dalam Underworld&amp;lt;/ref&amp;gt;, dan para pemain VRMMO asal jepang yang dengan senang hati mau membantu peperangan ini, meskipun tahu akan kehilangan akun mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari saat mereka menstabilkan koneksi, lebih dari setengah informasi rahasia mengenai «Project Alicization» telah diketahui publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang perlu  dikhawatirkan saat ini adalah kehilangan Alice, kemudian dikontrol oleh industri militer Amerika, lalu kalah dalam zaman senjata AI yang akan datang jika itu terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berbisik dan hampir tak terdengar, ia merobohkan tubuhnya ke kursi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice bukanlah AI sederhana yang mengontrol UAV&amp;lt;ref&amp;gt;Semacam kendaraan militer&amp;lt;/ref&amp;gt;. Sekarang ini ia adalah seorang manusia yang terlahir di dunia yang berbeda… Kau sudah mengetahuinya kan… Kirigaya-kun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya bergerak dari monitor utama yang menampilkan bagian selatan Underworld menuju layar pojok yang menunjukkan Fluctlight milik Kirigaya Kazuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya terang seperti biasanya, memancar di tengah – tengah dinginnya kehampaan. Kerusakan di pusat Fluctlight … Dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak kuasa melihat jendela tersebut. Higa menggerakkan kursor dan meminimizenya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ketika ia hampir menekan tombol kiri mouse, jemarinya terhenti mendadak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menekan kacamata bundarnya, ia memastikan log aktivitas Fluctlight yang muncul di bawah jendela. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
45 menit sebelumnya, log tersebut hanya berupa garis datar yang tidak bergerak, kini ada sedikit puncak. Ia seketika menggerakkan kursornya lagi dan menggeser log ke sebelah kiri. Ia melihat ada puncak yang lebih tinggi sekitar 10 jam lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh… Um, Rinko-senpai. Bisakah kau kesini dan melihat yang ada di layar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah berhenti memanggilku seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor Koujiro berdiri lalu melihat layar utama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini monitor Fluctlight milik Kirigaya-kun kan? … grafik apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia seharusnya telah kehilangan kesadarannya, tetapi selama beberapa detik grafik monitor ini menunjukkan sedikit aktivitas … atau sesuatu seperti itu, tetapi.... itu seharusnya tak mungkin terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bicaramu kurang kumengerti. —Mungkin ia mendapat dorongan dari luar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika seperti itu, circuit yang memberikan stimulus masih tetap stabil. …Nah ayo kita lihat, pada waktu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa mengklik ujung puncak grafik dan keterangan waktu yang muncul. Tetapi bahkan jika ia melakukannya, kita tak akan tahu kapan itu terjadi di dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor Koujiro berbicara dengan nada sedikit cemas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tepat pada waktu itu. Bukankah saat para gadis masuk menggunakan STL? Puncak grafik pertama adalah Asuna-san, dan puncak lainnya adalah Sinon-san dan Leafa-san yang dive dari Roppongi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, beneran? …Whoa, benar ternyata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa mengambil nafas dalam – dalam, garis – garis puncak yang muncul di monitor pastilah saat gadis – gadis dive kedalam Underworld. Ini saja masih sulit untuk memberikan penjelasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, apa yang sebenarnya terjadi …? Apakah itu reaksi yang wajar jika bertemu orang – orang yang cukup dikenal? Tidak… luka Kirigaya-kun bukanlah sesuatu yang bisa disembuhkan hanya dengan bertemu … pasti ada alasan lain … seperti alasan yang masuk akal …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berdiri dari kursinya dan berkeliling di depan konsol. Mungkin karena sedang mood, ia memandang Kikouka yang duduk agak jauh serta para teknisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Higa tidak terlalu memperhatikan mereka dan lanjut berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diri sendiri… Sosok sendiri… sebuah gambaran yang mencerminkan jiwa orang itu … mem-backup pola quantum seperti itu…? Tidak, tak mungkin … Fluctlight milik Kirito-kun tak pernah di duplikat sebelumnya. Bahkan jika sudah di duplikat, tak mungkin memisahkan jiwa tersebut dan mengkopinya … sebuah pola dinamic quantum yang bisa menghubungkan ke dalam Fluctlightnya…? Dimana… Dimana aku pernah melihatnya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei… Hei, Higa-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah namanya dipanggil beberapa kali, Higa akhirnya menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudmu ketika kamu bilang jika Kirito ‘kehilangan jiwanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm… Yah, itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan tersebut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“«Seseorang yang melihat dan mengetahui»… dengan kata lain, ‘diri sendiri’ yang ada di dalam hati yang paling dalam. Secara filosofi, kita menganggap ia sebagai Subject, bukannya sebagai Object. Dia adalah prosesor utama yang mengatur penerimaan rangsangan melalui indera - indera.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke… Dengan kata lain, kau telah mematerialkan dua hal yang bertolak belakang melalui STL. Yah, tak apa lah. Apa yang ingin aku tanyakan adalah, bisakah kau memisahkan si Subject dan Object dengan mudah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berkedip beberapa kali pada pertanyaan tak terduga ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka dan si teknisi tak berkata – kata. Di ruangan yang hanya ada suara hembusan angin sistem pendingin ini. Suara serak Professor Koujiro memecah kesunyian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Subject, seseorang yang mengenal. Object, seseorang yang dikenal. Kedua kata tersebut hanyalah konsep filosofis yang digunakan untuk menyatakan hubungan. Aku tak menyangka jika kamu menerapkan konsep tersebut dalam sebuah kesadaran yang ditampilkan sebagai Fluctlights. Manusia itu makhluk yang bersosialisasi, bukan sosok penyendiri yang menghindari orang lain … Mereka saling terhubung, seperti sebuah jaringan yang saling meluas. Bukanlah kau juga berpikir seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dirimu… yang ada di… orang lain…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata – kata, Higa menyadari jika konsep ini adalah salah satu dari hal – hal yang pernah ia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana aku dipandang? Bagaimana aku dibandingkan dengan orang lain?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana Koujiro Rinko memandangku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana jika aku dibandingkan dengan Kayaba Akihiko?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Yeah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku bahkan tidak mengenali diriku sendiri. Jika aku menggambarkan diriku sendiri, hasilnya pasti seperti harapanku namun di lain pihak bukanlah aku yang sesungguhnya. Itu karena aku telah menolak diriku sendiri— diriku yang tak berguna, diriku yang tak akan pernah menyaingi Kayaba-senpai dalam hal fisik maupun mental. Jadi begitu, Subject dalam diriku hanyalah sebatas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yeah, mungkin levelku begitu rendah hingga kau mungkin bisa meniru gerak – gerik seorang «Higa Takeru».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke, aku mengakui, Higa berpikir sambil membuka mulutnya, lalu tersenyum—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba pada kesimpulan seperti itu, Higa akhirnya sadar apa yang ingin Koujiro Rinko katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sebuah backup… diri sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berucap, rasa malu muncul di wajah Higa ketika ia mendongak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku paham… ada, ada kok! Data yang mampu mengembalikan Subject milik Kirigaya-kun yang telah hilang! Itu ada di dalam Fluctlight milik orang – orang yang dekat dengannya…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berteriak dan mulai dengan cepat kembali bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, kita membutuhkan sebuah STL untuk mengekstrak data tersebut … Juga, mengekstrak data tersebut dari satu orang akan cukup sulit hingga mendapat data yang lebih lengkap … Kita butuh setidaknya dua, tidak … kita butuh tiga… orang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil nafas dalam – dalam, lalu berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang paling memahami Kirigaya Kazuto hingga hal – hal paling sepele dalam jiwanya. Tak perlu ditanyakan lagi, dia adalah Yuuki Asuna— dan ia kini sedang terhubung dengan STL disamping Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, dalam STL di kantor cabang Roppongi, ada dua gadis lain yang memiliki hubungan erat dengan Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berbalik menuju Letnan Kolonel Kikuoka, dan berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kiku-san. Apakah anak – anak yang dive di Roppongi… memiliki hubungan dengan Kirigaya-kun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ahh, tentu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka mengangguk, memandang dari balik kacamata hitamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sinon-kun adalah partner Kirito ketika berurusan dengan kasus «Death Gun» setengah tahun yang lalu, dan Leafa-kun adalah adik perempuan Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, atmosfir di ruangan ini menjadi sepi. Kata – kata serak Higa memecahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagus! Luar biasa! Kita bisa melakukannya... kita mungkin bisa memperbaiki jiwa Kirito! Ayo mulai memisahkan imej Kirigaya-kun dari Fluctlights ketiga orang itu, lalu, kita akan menghuubungkannya dengan area berlubang … Data tersebut mungkin bisa mengisi lubang di jiwa Kirito dan mengaktifkannya, seharusnya itu bisa mengembalikan Subject yang hilang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didorong oleh semangat dalam dirinya, Higa menepukkan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hawa dingin menyapu semangat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ahh… Tak mungkin… Aaaahh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa, ada apa Higa-kun?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Professor Koujiro berteriak khawatir, Higa bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk melakukan … operasi ini... kita harus melakukannya di ruang kontrol utama …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, rasa sepi menutupi ruangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Kikuoka berujar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar … seperti itulah … Jangan kecewa begitu, Higa-kun. Kita telah berhasil melihat jalan cerah untuk menyembuhkan Kirito-kun. Untuk melakukan tindakan tersebut, setelah situasi ini selesai dan kita berhasil mengusir para penyusup dari «Ocean Turtle»…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sudah sangat telat …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa memotong ucapan Kikuoka, ia memegangi kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika Nagato &amp;lt;ref&amp;gt;Kapal perang milik angkatan laut Jepang&amp;lt;/ref&amp;gt; memulai penyerangan seperti yang diperintahkan, jika terjadi kerusakan besar di lorong utama, daya cadangan akan dimatikan. Mereka mungkin juga akan menghancurkan peralatan di ruang utama. Tentu saja, STL Kirigaya-kun akan dimatikan, dan dia akan log out dari Underworld dan tak akan bangun. Tetapi.... aku khawatir jika Kirigaya-kun tak akan bisa terhubung lagi dengan STL. Dalam kondisinya sekarang ini, ia tak akan bisa melewati tahap pemulihan … Untuk menyembuhkannya, kita tak memiliki pilihan lain selain bergantung pada tiga gadis yang saat ini masih dive di Underworld.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berucap ringan. Ia merasa dirinya dipenuhi rasa yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang akan ia lakukan di situasi ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subject milik Higa pasti akan menjawab seperti ini: Tak ada yang bisa aku lakukan, aku bukan seorang Kayaba-senpai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ini bukanlah dirinya yang sesungguhnya. Itu adalah alasan untuk menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru yang aku kenal, seorang genius yang mendesain STL dan Underworld pasti akan berkata seperti ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku akan pergi, Kiku-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kemana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Komandannya yang mengenakan pakaian Hawaii, Higa mengambil nafas dalam – dalam lalu menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan pergi menerobos ke dalam ruang kontrol utama. Dengar… Di samping sisi buritan lorong utama yang membentang di «Ocean Turtle», ada saluran pipa yang terhubung menuju ruang STL Dua dimana Kirigaya-kun sekarang berada, juga ruang kontrol utama ada di bawah dinding penahan. Seharusnya disana ada colokan kabel. Jika aku memasuki saluran tersebut menggunakan tangga dari ruang STL Dua dan bisa menghubungkan laptopku dengan colokan tersebut, aku mungkin bisa mengoperasikan STL milik Kirigaya-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar ide milik Higa, mata Kikuoka terkejut dibalik kacamata hitamnya untuk sesaat. Tetapi ia langsung menunjukkan ekspresi cemas dan menyanggah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi colokan tersebut ada di balik dinding penahan yang memisahkan kita dan para penyerang. Untuk bisa mengakses colokan itu, kunci dinding penahan yang menyegel saluran pipa harus dilepas sementara. Terlebih lagi, saluran itu bisa juga diakses dari ruang STL Satu yang mana ada di sebelah ruang kontrol utama. Jika musuh menyadari kunci telah dilepas dan menyadari apa yang kita lakukan, mereka mungkin akan menyerang kita dari bawah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka kita harus melawan menggunakan umpan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umpan… katamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kikuoka menyipit tajam. Higa dengan cepat menggeleng dan menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita tak bisa menggunakan umpan manusia tentu saja. Seketika kita melepas dinding penahan, kita akan bisa dengan cepat turun menggunakan tangga di sisi lain saluran… itulah apa yang akan kita gunakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh begitu … «Ichiemom», huh. Untungnya, dia sedang di simpan di ruang penyimpanan. Bisakan seseorang membawanya ke sini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah perintah Kikuoka, dua orang pegawai yang duduk bersandarkan dinding berdiri dan meninggalkan ruangan ini agak berlari. Di sisi lain, Professor Koujiro berbicara dengan tatapan khawatir:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar … kita menggunakan Ichiemom sebagai umpan, tetapi dia hanya bisa berjalan pelan di tangga, kau tahu kan. Jika ia memancing perhatian musuh, ia tak akan bisa berlari cepat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ichiemom, nama sebenarnya adalah «Electroactive Muscled Operative Machine 1», merupakan sebuah mesin percobaan berbentuk manusia yang digunakan untuk menampung Fluctlight buatan. Menggunakan otot polymer untuk menggerakkan keranggka logamnya, bisa dibilang ia adalah robot humanoid&amp;lt;ref&amp;gt;Robot yang berbentuk manusia&amp;lt;/ref&amp;gt;. Karena ia masih tahap eksperimen, tubuhnya masih kelihatan robot dan kabel ada dimana - mana, juga tidak memiliki kemampuan anti peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Rinko yang diminta oleh Higa untuk menstabilkan kemampuan berjalan Ichiemom tempo hari, telah mengkomplain beberapa kali, ia tampaknya memiliki banyak pikiran mengenai “Operasi Umpan Ichiemom”. Tentu saja, Higa juga agak menyesali strategi ini, tetapi sekaranglah bukan saatnya menahan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sungguh sedih menggunakan Ichiemom, tetapi ia harus melakukan apa yang ia bisa sekarang ini. Tetapi, tampaknya, kau tahu kan, musuh mungkin akan langsung menembakinya hingga meledak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Benar…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika bicara, pintu bergeser terbuka dan troli besar didorong menuju ruangan ini. Ia sedang dalam posisi duduk, kepalanya yang agak bulat memiliki tiga lensa seperti mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor Koujiro menatap Ichiemom dengan ekspresi rumit dan berbalik arah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yah, dia memang tampak mencurigakan, dan mungkin musuh akan berpikir jika kita sedang merencanakan sesuatu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah setidaknya si Ichi semoga tak diacuhkan. Saat musuh mengurus Ichiemom, aku akan menyusup melalui saluran kabel dan mengoperasikan mesin STL milik Kirigaya-kun melalui colokan itu. Masalahnya adalah seberapa banyak waktu yang aku miliki …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pernyataan Higa, Kikuoka bertanya sambil meregangkan sandal miliknya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, bagaimana jika kita juga mengumpankan «Niemom»?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya kita tak bisa melakukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun kemampuan fisik Niemom lebih kuat, dia diciptakan secara khusus agar sebuah Fluctlight Buatan bisa mengoperasikannya, dan tak seperti Ichiemom, Niemon tak dilengkapi dengan sistem penyeimbang. Dalam kondisinya saat ini, Niemon pastilah akan jatuh ketika menuruni tangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Rinko bergerak menuju arah kanan, jauh dari wajah komandan yang mengangguk - angguk. Ia menatap lantai dengan ekspresi aneh, lalu ia bertanya seolah baru saja bangun dari mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, Higa-kun, bahkan jika kita berhasil menyelinap melewati dinding, ada kemungkinan kamu bisa terlihat ketika dindingnya terbuka. Bukannya masih lebih baik jika membawa pengawal bersamamu kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, sekarang ini Pasukan Pertahanan masih terlalu berharga buat kemampuan tempur kita. Terlebih lagi, hanya akulah yang cukup kecil yang mampu berjalan melalui saluran itu dengan cepat. Tenang saja kok, aku bisa keluar masuk dengan cepat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia menjawab dengan nada normalnya, jantungnya berdetak semakin kencang ketika ia menyadari kondisi saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia ditemukan oleh musuh dan ditembaki ketika masih dalam saluran, tak akan ada jalan kembali. Seperti peristiwa penembakan sebelumnya di «Ocean Turtle», Higa bukanlah seorang petarung, ia tak bisa menghadapi musuh begitu ia mendengar suara tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku… Tidak, seluruh organisasi «RATH» telah berhutang banyak pada Kirigaya-kun. Higa Takeru memikirkan hal ini dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka mengesampingkan menghapus ingatannya, membuat ia dive selama tiga hari, namun setara dengan 10 tahun di Underworld, dan menjadikannya cahaya paling menyilaukan kedalam Fluctlights Buatan. Demi kelahiran sebuah Fluctlight yang mendobrak batasan antar dunia, «Alice», itu semua adalah berkat usaha Kazuto sejak awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelahnya, meskipun masih dalam masa pengobatan, menyambungkannya dalam STL dengan berbagai kondisi hingga menyebabkan Fluctlight miliknya terluka. Ini semua karena ia bertarung sengit dengan organisasi yang mengatur Underworld demi melindungi Alice, lalu menyebabkannya kehilangan banyak teman. Terlebih lagi, selama ada kesempatan untuk mengobatinya, Higa akan mengambil resiko tersebut. Jika ia tidak melakukannya, ia tak akan mampu menanggung rasa bersalah seumur hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru mengepalkan tinjunya, dan mengangguk pada Kikuoka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara keempat bergema di ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Errm… Aku juga, Aku juga akan pergi bersama Ketua Higa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata semuanya tertuju pada salah satu staf teknisi RATH yang hingga sekarang hanya duduk membelakangi dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tingginya setara dengan Higa, rambut panjangnya ia ikat dibelakang kepala. Berusaha mengumpulkan keberanian sebanyak yang ia dapat, ia melanjutkan perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga cukup kecil… Tetapi, setidaknya aku bisa berguna bagi ketua… Dan juga, aku terbiasa dengan urusan kabel dan colokan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa memandang pria ini, yang suaranya hampir tak terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia cukup tua, mungkin berusia sekitar tiga puluh tahun. Telah berada di Ocean Turtle selama beberapa bulan, kulitnya jadi agak pucat putih. Jika ingatannya tak salah, pria ini keluar dari perusahaan pengembang game untuk bergabung dengan «RATH».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 207.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun kemampuan bertarungnya tak sepadan dengan Pasukan Pertahanan, memiliki pendamping cukup melegakan. Higa lalu berdiri dari kursinya dan membungkuk berterima kasih kepada anggota staf ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sejujurnya. Aku tak tahu dimana lokasi colokan tersebut. Terima kasih banyak sudah menemani, Yanai-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
Kembali ke Dunia Nyata, Gabriel Miller perlahan membuka kelopak matanya yang tertutup mesin STL #2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibilang kembali, lebih tepat kalau ia dipaksa keluar. Masih dalam posisi tidur di kasur gel, Gabriel mengunyah sisa makanan yang menyangkut di mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin ia bisa kalah dalam pertarungan satu lawan satu di Dunia Virtual? Musuhnya bahkan bukan seorang manusia, dia hanyalah seorang AI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia bisa kalah melawan Knight tersebut? Gabriel menghabiskan beberapa detik untuk memikirkan alasan dibalik kekalahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan hasrat? Ikatan antar jiwa? Kekuatan cinta yang menghubungkan orang – orang...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Sungguh konyol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut Gabriel kini tersenyum dingin. Baik itu Dunia Nyata maupun Dunia Virtual, jika kekuatan semacam itu benar – benar ada, maka hanya ada satu kekuatan yang menyemangatinya — kekuatan takdir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, kekalahannya tak bisa dielakkan. Karena memang begitulah terjadinya. Takdir tak ingin Gabriel untuk bertarung menggunakan akun pinjaman seperti Dewa Kegelapan Vektor, tetapi ingin agar ia menggunakan akun asli miliknya. Takdir ingin agar ia dive kembali ke dunia itu sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka ia akan menyelesaikan masalah ini sampai akhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai berpikir, Gabriel keluar dari mesin STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke mesin STL lain, ia terkejut jika Vassago Casals masih dive ke dalam Underworld. ia mengira jika Vassago telah tewas dan ter-log out, tampaknya ia juga menemukan sesuatu yang menarik dari kekalahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Yah, lakukan sesukamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat bahunya, Gabriel membuka pintu menuju Ruang Kontrol Utama. Anggota team lain yang masih menatap monitor akhirnya berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah berjuang, Kapten. Ahh, kau juga dikalahkan ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cuma sementara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel membalas. Critter merubah ekspresinya dan melaporkan sesuatu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, seperti yang kau perintahkan, aku telah memasukkan 50,000 pemain dari berbagai negara bagian di Amerika. Separuhnya telah berhasil dikalahkan, tetapi ya itu, tujuan akhir untuk menghancurkan Pasukan Kerajaan Manusia akan segera tercapai. Untuk tambahan, pihak RATH juga melakukan hal yang sama… aku sudah memastikan adanya koneksi skala besar yang berasal dari jepang menuju medan peperangan. Jumlahnya sekitar 2,000, jadi aku tak menganggap itu sebagai sebuah ancaman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat alisnya, Gabriel melihat ke layar utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peta dunia Underworld bagian selatan muncul. Garis hitam yang membentang ke selatan dari «Gerbang Besar Timur» dan tanda “X”, kemungkinan adalah log pergerakan super account milik Gabriel, Dewa Kegelapan Vektor. Masih ada separuh perjalanan sebelum akhirnya sampai ke console system di ujung dunia bagian selatan, tetapi Alice pasti masih ada di daerah bertanda X yang ada di peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya garis putih juga bergerak ke selatan mengikuti garis hitam. Itu pasti Pasukan Kerajaan Manusia. Mereka berhasil berkumpul dan sedang berhenti saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Kerajaan Manusia hampir dihancurkan oleh Pasukan Crimson yang jumlahnya sangat banyak. Berasumsi jika garis merah adalah pemain VRMMO asal Amerika, maka garis biru terang yang membentang menjadi pelindung antara garis merah dan garis putih adalah 2,000 pemain asal Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah pemain Jepang menggunakan akun default yang tersedia di Kerajaan Manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kukira tidak, menurutmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mengambil botol air mineral yang diberikan Critter dan meminumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah para pemain VRMMO asal Jepang mengkonvert akun berharga mereka dan dive kedalam Underworld?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti itu. Gabriel tersenyum dingin lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar setengah bulan yang lalu, Gabriel ikut serta dalam sebuah turnamen PvP&amp;lt;ref&amp;gt;Player versus Player, sistem battle dimana seorang pemain melawan pemain lainnya&amp;lt;/ref&amp;gt; di server Jepang di VRMMO «Gun Gale Online». Jika mereka yang dengan mudahnya ia kalahkan, dive ke dalam Underworld dan mengetahui permasalahan yang sebenarnya, para pemain jepang tak akan mengambil resiko kehilangan karakter mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok wajah terlintas dalam kepalanya, seorang sniper perempuan berambut biru yang tetap bertarung sampai akhir meskipun terdesak, tetapi Gabriel langsung menghilangkan pikiran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baguslah, aku akan dive lagi. Convert akunku agar bisa log in ke Underworld.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil kertas san pulpen yang tergeletak di dekat console, lalu menulis ID dan password miliknya dan menyerahkannya pada Critter. Critter terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa, Kau juga, Kapten?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“‘Juga’, maksudnya…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Vassago terbangun setelah kalah kan? Dan entah mengapa tampaknya ia terlihat senang, lalu mengconvert akun miliknya dan dive lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Gabriel tertarik pada secarik kertas di sisi tangan Critter. Itu tampaknya akun asli milik Vassago, tiga huruf karakter miliknya membuatnya tertarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh begitu… aku paham.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kek. Sangat jarang Gabriel mengeluarkan suara tawa. Bahkan Critter keheranan mendengarnya, Gabriel menepuk bahunya dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Mungkin ia tidak menunjukkannya, tapi ia memiliki… masalahnya sendiri. Yah, sisanya kuserahkan padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel berbalik dan melangkah menuju ke ruang STL, senyum menggantung di ujung bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Vassago Casals sedang tersenyum dibalik tudung hitam avatar miliknya ketika memandang peperangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di atas kepala sebuah patung raksasa yang ada di pintu masuk reruntuhan, ia bisa melihat seluruh pertarungan antara pemain Amerika dan pemain Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, bukan pertarungan. Lebih tepatnya jika disebut pembantaian satu sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah – tengah pintu masuk reruntuhan kuil ini, 2,000 Pemain Jepang membentuk formasi oval dan terus menerus berhasil memukul mundur Pasukan Crimson tanpa kehilangan seorang anggota dari pihak sendiri. Alasan mengapa mereka berhasil melakukannya karena perbedaan equipment dan kerjasama antar pemain, terlebih lagi anggota yang bertugas sebagai pendukung yang ada di bagian belakang mereka. Pemain yang terluka akan dibawa ke belakang dan disembuhkan menggunakan art penyembuh, lalu mereka akan maju lagi dengan semangat yang telah terisi penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka memiliki semangat juang yang sangat tinggi, meskipun luka yang diterima sama sakitnya jika terjadi di dunia nyata. Tetapi jika dinalar, bahwa 2,000 pemain jepang ini mengkonvert karakter mereka dan ikut serta dalam peperangan ini sunggu sebuah keajaiban tersendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi seperti ini mungkin akan dicap tak mungkin oleh Gabriel Miller sendiri—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, kondisi ini telah diprediksi oleh Vassago Casals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika menghubungkan server Amerika mungkin, maka pihak Jepang juga akan melakukan hal yang sama guna membantu Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia. Terlebih lagi, Vassago juga telah memprediksi jika mereka akan mengkonvert akun pribadi miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara para pemain Jepang yang bertarung dengan serius ini, selain «The Flash» Asuna, ada beberapa wajah yang ia kenal. Hal ini membuat jantungnya berdetak hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, permainan kematian yang selalu ia dambakan kini muncul dihadapannya dengan peraturan yang sedikit berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, bahkan jika mereka mati di dunia ini, nyawa si pemain tak akan menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di Underworld, ada hal yang tak muncul di dalam kastil melayang Aincrad, dan di kastil melayang tersebut muncul hal yang tak ada di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada rasa «sakit»&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tidak ada «Kode Anti Kriminal».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, hal ini membuatnya kegirangan, mungkin lebih mengasyikkan ketimbang merenggut nyawa orang dengan tangannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kek, kekek, kekkekkek.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago tak bisa menyembunyikan tawanya dari balik tudung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku tidak berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon memandang ke seorang knight yang penuh dengan luka, dan seorang knight perempuan berambut emas yang sedang menangis tersedu – sedu sambil memeluknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua ekor naga raksasa di samping knight tersebut juga menundukkan kepalanya, seolah menunjukkan rasa kehilangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guna mengejar «Putri Cahaya» Alice, yang telah ditangkap oleh Dewa Kegelapan Vektor, serta Komandan Knight Bercouli, Sinon telah terbang melesat sekuat tenaga. Ia telah menggunakan kemampuan terbang terbaiknya yang telah ia latih terus menerus di ALO, ia lalu terbang ke selatan dengan kecepatan penuh, tetapi pertarungan telah selesai begitu ia sampai di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak — Apa yang perlu diakui adalah kekuatan milik Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ia telah berhasil menyusul Vektor dan tanpa diduga bisa mengalahkan sebuah Super Account yang mana sangat kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sungguh tak adil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kematian Komandan Knight Bercouli berarti musnahnya jiwa miliknya. Sedangkan kematian Dewa Kegelapan Vektor, hanyalah kematian palsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon sadar ia harus meyakinkan Alice bahwa bahaya masih belum selesai, tetapi ia tak bisa menemukan kata – kata yang tepat untuk dikatakan padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa menit berlalu dalam keheningan, orang yang berkata pertama adalah Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan pipinya yang masih basah oleh air mata, kecantikan Alice membuat Sinon takjub. Alice memandang mata milik Sinon. Bibir merah cerinya bergerak, suara yang keluar bagaikan sebuah lonceng:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau… dari Dunia Nyata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengangguk, dan berbicara agak canggung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Sinon. Teman Asuna dan Kirito. Aku datang untuk menyelamatkanmu dan Bercouli-san dari Dewa Kegelapan Vektor … maaf, aku terlambat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon meminta maaf lalu menundukkan kepalanya pada Alice. Alice, akan tetapi menggelengkan kepalanya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… Ini kesalahanku. Aku lengah dan tidak mengawasi bagian belakangku sehingga aku berhasil ditangkap; ini kesalahanku. Nyawaku tidak sebanding dengan Ojii-sama… sang Komandan Integrity Knight?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa menyalahkan diri sendiri tercampur dalam suara Alice. Berusaha menahan air matanya, Alice mengajukan pertanyaan lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kondisi peperangan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Asuna dan Pasukan Kerajaan Manusia berhasil menahan pasukan Dunia Nyata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka aku akan kembali ke arah utara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice melangkahkan kakinya menuju salah satu naga, tapi Sinon berusaha menghentikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak boleh kesana, Alice-san. Kau harus terus ke selatan, ke «Altar Ujung Dunia». Jika kamu menyentuh console… bukan, menyentuh kristal di atas altar tersebut, kau bisa menghubungi Dunia Nyata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa? Bukankah Kaisar Vektor sudah tewas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidak… tidak seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Sinon menjelaskan situasinya kepada Alice. Bahkan jika manusia Dunia Nyata tewas di Underworld, mereka tidak kehilangan nyawa mereka. Musuh seperti Kaisar Vektor akan mendapatkan tubuh lagi dan kembali menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice tampak sangat marah, seolah emosinya yang sampai sekarang ditahan kini meledak ledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ojii-sama… kehilangan nyawanya guna membunuh musuh, dan musuh tidak tewas?! Ia hanya menghilang untuk sementara dan akan segera kembali seperti tak terjadi apapun … itu maksudmu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice mendekat ke arah Sinon, armor emasnya berkelontangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana mungkin … Bagaimana mungkin hal seabsurd itu terjadi?! Maka… untuk apa Ojii-sama… untuk apa ia mengorbankan nyawanya?! Pertarungan tersebut tak sebanding bagi kedua pihak... terlalu... terlalu palsu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mata menetes dari mata biru milik Alice sekali lagi, Sinon hanya bisa memandangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku tak punya hak berkata - kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku telah tewas berkali – kali dalam pertarungan di GGO dan ALO. Dan seperti Dewa Kegelapan Vector, aku bisa terus hidup jika tewas di dunia ini. Orang sepertiku tak berhak —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Sinon menatap Alice, menarik nafas dalam – dalam lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… Alice-san, apa kamu mau bilang jika rasa sakit milik Kirito juga palsu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Knight emas menahan nafasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito juga berasal dari Dunia Nyata. Jika ia tewas di dunia ini, jiwanya tak akan hilang. Akan tetapi, luka yang ia derita nyata. Rasa sakit yang ia rasakan merusak jiwanya, luka tersebut nyata …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berhenti sejenak lalu setelah tersenyum ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… mencintai Kirito. Sangat mencintainya. Begitu juga Asuna. Ada banyak orang yang menyukainya juga. Mereka khawatir akan Kirito, mereka semua. Mereka berdoa agar Kirito segera membaik. Dan juga meskipun tidak mengatakannya, mereka juga berpikir, ‘Mengapa Kirito selalu memaksakan diri seperti itu?’”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon maju dan menepuk pundak Alice perlahan, lalu berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito terluka agar bisa menyelamatkanmu, Alice. Itulah alasan ia tetap bertarung. Apa kamu mau bilang jika alasan tersebut juga palsu? Tidak, tidak hanya Kirito, Komandan Knight juga. Agar bisa menyelamatkanmu, ia terluka parah dan mengorbankan nyawanya agar kamu bisa lari dari genggaman musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon tidak langsung mendengar jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice memandang jasad Bercouli yang terbaring di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, tetes air mata membasahi pipi Alice — Lalu Alice memejamkan mata erat –erat seolah memikirkan sesuatu. Ia lalu bertanya dengan suara serak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sinon, Jika… jika aku pergi ke Dunia Nyata melalui «Altar Ujung Dunia», bisakah aku kembali? Bisakah aku kembali agar bisa menemui orang – orang yang kusayangi…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut. Satu – satunya hal yang ia yakini yaitu jika Alice sampai jatuh ke tangan musuh, seluruh Underworld akan hancur dan menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia bisa melindungi dunia ini dan Alice, ia yakin hal tersebut tak akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, Sinon mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. Selama kamu … dan Underworld aman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti… Aku akan pergi ke selatan. Aku tak tahu apa yang akan terjadi di «Altar Ujung Dunia»… tetapi jika itu adalah keinginan Ojii-sama dan Kirito…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berlutut ke tanah. Ia menyentuh rambut milik Bercouli, lalu menyentuh bibir dan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berdiri lagi, sebuah aura yang berbeda seolah muncul dari seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Amayori, Takiguri. Kumohon bertahanlah sebentar lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata pada kedua naga, Alice berbalik menuju Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… apa yang akan kamu lakukan, Sinon-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kali ini, giliranku untuk melindungimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon tersenyum sedikit dan melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dewa Kegelapan Vektor mungkin akan muncul lagi disini. Aku akan coba mengalahkannya … sekaligus memberimu beberapa waktu agar bisa kabur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menggigit bibirnya dan menundukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku serahkan ini padamu. Aku akan segera menuju ke selatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat kedua naga terbang ke arah selatan, Sinon mengambil busur putih yang ada di pundaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelompok yang menyerang «Ocean Turtle» kemungkinan adalah prajurit militer yang disewa pemerintahan Amerika. Salah satu penyerang menggunakan Super Account 04, «Dark God Vector», untuk menyerang Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia nyata, Sinon hanyalah seorang siswi SMA, tak mungkin ia menghadapi orang seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di tempat ini, selama itu pertarungan satu lawan satu di dunia virtual —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli siapapun yang aku lawan, aku harus menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersumpah pada diri sendiri, Sinon menunggu musuh yang akan dive sekali lagi ke dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menarik pukulan tangan kanannya, suara tulang patah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Guild Petarung Tangan Kosong, Ishkan menatap musuh yang telah berhasil ia bunuh tepat di bagian tengah dadanya, ia menatap tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukulannya mampu menghancurkan besi maupun logam apapun. Namun kini lengan tersebut bagaikan sebuah kulit yang melindungi tulang miliknya, tangan tersebut berlumuran darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kirinya juga mengalami hal yang sama beberapa menit lalu. Sedangkan kakinya penuh luka darah. Ia tak bisa lari, hanya bisa menendang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bertarung seperti seorang petarung sejati, Champion.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara serak milik Dempe membuat Iskahn menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kehilangan kedua lengannya, pria kekar tersebut kini terduduk di tanah setelah bertarung hanya dengan membenturkan kepalanya dan memukul mundur musuh dengan tabrakan tubuhnya, tubuh dan wajahnya penuh luka tebasan pedang. Mata penuh semangat tempur miliknya kini telah kusam, seolah menampakkan jiwa Dempe yang telah kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn mengangkat tinjunya sebagai tanda penghormatan pada jiwa petarung tersebut, lalu menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, jika kita tewas seperti ini, kita tak akan malu jika ketemu para leluhur di akhirat sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba menyeret kakinya, ia berusaha menemani temannya yang masih terduduk di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pertarungan sengit nan lama, pasukan crimson yang awalnya berjumlah dua puluh lima ribu kini telah berkurang menjadi tiga ribu pasukan saja. Tetapi sebagai gantinya, pasukan miliknya telah tersisa tiga ratus orang Petarung. Terlebih lagi, kondisi mereka semua telah terluka parah. Mereka kini tak bisa berkumpul menjadi formasi tempur, mereka bagaikan menunggu ajal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi alasan mengapa pasukan musuh belum menghabisi mereka adalah karena —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Integrity Knight dan naganya masih bertarung mati – matian dihadapan mata Iskahn dan Dempe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh dan pikirannya telah ditekan sampai batas maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun begitu, seketika bayangan musuh muncul di hadapannya, Integrity Knight Sheyta Synthesis Twelve masih tetap mengangkat tangan kanannya dan menebaskan Black Lily Sword.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara udara tertebas terdengar jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung pedang tersebut menyentuh armor pundak sang musuh. Seperti sebuah jarum, pedang tersebut terus memotong sampai ke bagian paha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha… AAHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan kemarahan yang muncul dari tenggorokannya seolah mematahkan nama panggilan miliknya «Si Pendiam». Pedang tersebut mengiris musuh dan memotongnya menjadi dua bagian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat si musuh terjatuh, Sheyta menarik senjatanya dengan berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan dibalik rasa lelah miliknya adalah karena jumlah musuh yang hampir tak terbatas, dan juga tebasannya seolah menjadi terasa berat ketika menebas musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Incarnation miliknya seolah menjadi tak berarti. Meskipun senjata dan armor musuh bukanlah tandingan Divine Instrument milik Sheyta, ketika ia menebasnya seolah terasa ada yang menahan. Serangan musuh juga sama. Mereka hanya mengandalkan tenaga dan tebasan tak beraturan sehingga Sheyta kesulitan memprediksi arah serangan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seolah bertarung melawan hantu. Pasukan ini seolah tak ada disini, seperti sebuah bayangan saja karena tak terhitung banyaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertempur dengan mereka juga tak menyenangkan. Sheyta menebas mereka, dan mereka muncul lagi, terus menerus seperti itu tanpa henti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Mengapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tak peduli jika musuhku adalah bayangan maupun sosok tubuh manusia, bahkan sebuah batu, aku merasakan kesenangan jika mereka bisa ditebas. Aku hanyalah sebuah boneka yang hanya mencari kesenangan dalam tebasan …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Black Lily Sword adalah sebuah Divine Instrument yang memiliki Priority tertinggi dalam ujung bilah pedangnya yang sangat tipis. Pedang ini diciptakan dengan tujuan hanya untuk menebas, persis seperti Sheyta. Jika salah satu keduanya kehilangan arti kesenangan untuk menebas, sosok jati dirinya akah menjadi tak berarti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Tertinggi Administrator telah mengubah sebuah bunga lili hitam yang telah diambil oleh Sheyta dari bekas peperangan di Tanah Kegelapan. Ketika ia menyerahkan pedang tersebut padanya, Pemimpin Tertinggi berkata padanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Pedang ini adalah perwujudan luka goresan yang ada di jiwamu. Sebuah kutukan atas nama pembunuhan yang tercipta oleh parameter kepribadian di dalam jiwamu. Tebaslah, tebaslah, dan teruslah menebas. Ketika kamu menapaki jalan berdarah ini sampai akhir, kamu akan menemukan jawaban untuk melepaskan kutukan ini … Mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Sheyta tak mengerti apa maksud perkataan Pemimpin Tertinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya mematuhinya dan terus menebas selama bertahun tahun. Kemudian, akhirnya ia menemukan musuh yang layak. Dia adalah sosok yang sangat keras dan sulit untuk ditebas oleh pedangnya, berbeda dengan musuh – musuhnya selama ini: ia adalah si Petarung Tangan Kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berharap untuk bertarung dengannya sekali lagi. Hanya lewat pertempuran ia akan memahami sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbawa pikiran ini, Sheyta membantu Pasukan Kerajaan Manusia dan tetap disini. Namun tampaknya ia tak bisa bertarung lagi melawan Petarung Berambut Merah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menelan ludah dan menyeka kulitnya yang berkeringat lalu menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihatnya, sedang duduk di atas sebuah batu, si Pemimpin Petarung Tangan Kosong. Tubuhnya penuh luka. Tersirat, rasa kehilangan terpampang di wajahnya ketika ia menatap Sheyta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta merasakan dadanya tersengat sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Rasa sakit apa ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku seharusnya menebas pria tersebut. Aku ingin merasakan pertarungan sebelumnya, menikmati pukulan kerasnya. Itulah yang aku inginkan. Namun mengapa hatiku … rasa sakit apa ini …?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara lemah terdengar dari tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta mengangkat Black Lily Sword, mengamatinya perlahan. Pada bagian tengah pedang hitam yang tampaknya bisa menghisap segala jenis cahaya tersebut terdapat sebuah retakan setipis benang laba - laba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta menarik nafas dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua pertanyaan yang ingin ia jawab kini telah ia temukan. Sheyta akhirnya memahami perkataan Administrator, dan juga mengenai kutukan yang ia miliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Getaran terasa di atas tanah. Ia berbalik lagi dan melihat seorang prajurit menuju kearahnya sambil membawa palu raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta menghindari serangan tersebut dan menusukkan pedang di tangan kanannya ke bagian tengah dada musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai namanya, si Pendiam. Serangan tersebut mendekati musuh, Black Lily Sword menusuk ke jantung musuh dan merenggut nyawanya — kemudian, serangan tersebut perlahan berubah menjadi banyak kelopak bunga yang tersebar ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta perlahan membisikkan sesuatu ke gagang pedang yang telah hancur tersebut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Terima kasih, sudah menemaniku selama ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, ia mencium bau bunga walaupun samar – samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi kanannya, sang naga Yoiyobi yang menjadi temannya menghancurkan musuh dengan sabetan ekornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisik abu – abu si naga telah berwarna merah akibat luka yang cukup banyak, dan cakar serta giginya beberapa ada yang patah. Ia tak bisa menyemburkan api lagi dan pergerakannya melambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta memastikan pergerakan musuh berhenti, lalu berjalan mendekati naga tersayangnya dan mengusap lehernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih juga, Yoiyobi. Kamu lelah kan?… Istirahatlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, Sheyta dan naganya bergerak menuju bukit kecil dimana sisa – sisa Guild Petarung Tangan Kosong berkumpul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih duduk di batu, Pemimpin Petarung Tangan Kosong mengangkat tangannya dan menyambut kedatangan Sheyta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf… Pedangmu jadi hancur …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta menggelengkan kepalanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa. Aku akhirnya mengerti mengapa selama ini aku terus menebas …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta duduk kelelahan, mengangkat kedua tangannya dan menyentuh wajah Iskhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk menemukan hal yang tak boleh aku tebas. Selama ini aku bertarung agar aku bisa melindungi. Itu… kau. Jadi aku tidak memerlukan Black Lily Sword lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, kedua mata Ishkan terbuka lebar dan air mata mengalir. Berlawanan akan hal ini, Sheyta malah kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ishkah menggertakkan giginya dan berkata serak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… sial. Aku juga ingin berkeluarga denganmu juga. Kita akan memiliki anak yang sangat kuat. Lebih kuat dari pada leluhurku, lebih kuat dariku, hingga menjadi Petarung Tangan Kosong terkuat yang pernah ada …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak. Anak itu akan menjadi seorang Knight.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya saling tatap untuk sesaat, lalu tersenyum. Dipandangi oleh Dempe yang berbadan kekar, Sheyta dan Iskahn menjadi malu, lalu duduk berdekatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga ratus Petarung Tangan Kosong, seorang Integrity Knight, dan seekor naga kini duduk menunggu datangnya pasukan crimson yang semakin mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti permainan… atur dan serang, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein berkata seperti itu ketika ia dan Asuna kembali ke posisi belakang. “Benar,”Asunna membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luka keduanya sedang disembuhkan oleh pemain Jepang menggunakan Sacred Arts yang baru saja dipelajari. Ia tak bisa memaksimalkan penggunaan Art seperti para regu Asthetic dari Underworld, tetapi karena karakter miliknya berlevel tinggi, seharusnya ia bisa menggunakan Art kelas atas untuk penyembuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih telah datang kemari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berterima kasih pada pemain jepang dan Klein yang berdiri di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih juga, Klein. Aku tak tahu harus berkata apa …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Asuna seperti itu, Klien menggosok hidungnya karena malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan perlakukan aku seperti orang asing. Aku berhutang padamu dan si Kirito lebih banyak… ia juga disini kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein memelankan suaranya. Asuna mengangguk pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Temuilah dia setelah peperangan ini. Jika ia mendengar lelucon burukmu mungkin ia akan segera terbangun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, itu kejam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah senyuman muncul di wajah Klein, tetapi mata miliknya seolah penasaran. Ia juga tahu tentang luka yang dialami Jiwa Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ah, tetapi …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah semuanya selesai, setelah mereka berhasil mengusir musuh dari Underworld dan «Ocean Turtle», jika Sinon, Leafa, Klein, dan semua pemain asli SAO, juga Sakuya, Alicia, dan orang – orang dari ALO… lalu Alice, Tiese, Ronye, Sortiliena, dan semua orang ada di dekat Kirito, maka ia akan bangunkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus tetap bertarung, hingga saat itu datang, ia akan menyambutnya dengan senyuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat lukanya menutup, Asuna berterima kasih lagi dan berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang dikatakan Klein, nasib peperangan ini tak bisa diprediksi. Jumlah pemain Amerika telah berkurang sangat banyak, dan mereka seolah kehilangan semangat bertarungnya karena mereka menyerang tanpa pikir panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi pertempuran di reruntuhan kuil ini hanyalah pertarungan yang terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Poin pentingnya adalah «Putri Cahaya» Alice yang telah ditangkap oleh Kaisar Vektor. Komandan Knight Bercouli serta Sinon masih mengejarnya, mereka harus bisa mengalahkan Vektor dan membawa kembali Alice. Terlebih lagi, ia harus memilih pemain paling elit dari akun konverter dan meminjam kuda dari Pasukan kerajaan Manusia lalu segera menuju selatan secepat mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika berhasil mengejar mereka, bahkan jika musuh menggunakan sebuah Super Account, ia tak akan mungkin bisa mengalahkan pasukan elit dari pemain Jepang. Kekuatan mengalir ke dalam diri Asuna. Para swordsmen yang datang kesini menggunakan pedang, perisai, dan armor yang seolah memantulkan sinar, mirip dengan mitologi Einherjar of Norse …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengusap air matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuda Pasukan Persediaan telah ditarik di dekat pintu keluar reruntuhan, dan kemah darurat sementara berada disana. Asuna juga bisa melihat para pemain Jepang yang masih disembuhkan oleh regu Asthetic Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… tak apa, semuanya akan baik – baik saja… pasti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan Asuna seolah terbaca oleh Klein yang ada disampingnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu. Baiklah, ayo maju lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangguk dan bergerak lagi ke depan —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi perhatiannya teralihkan oleh sesuatu disana, membuatnya terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apa itu. Sosok hitam… hitam pekat…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Asuna bergerak untuk sesaat, lalu ia melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Patung raksasa yang ada di kedua sisi pintu masuk reruntuhan kuil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di atas patung tersebut adalah sesosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena patung tersebut memantulkan cahaya, sehingga sosok tersebut cukup jelas dilihat dalam langit merah Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ia pemain Amerika? Ataukah seorang pengintai dari Jepang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpaku, Asuna bergerak mendekat dan menyadari jika sosok tersebut mengenakan jubah hitam. Tudungnya menutupi wajah sosok tersebut sehingga tak terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Klein. Orang itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein akan maju ke garis depan tetapi Asuna mencengkeram tangan kanannya dan mengacungkan jari kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang yang berdiri disana, apakah kamu pernah melihatnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh…? Whoa, ia menonton seluruh pertempuran dari atas sana. Sialan, siapa dia?… mengenakan tudung kepala. Aku tak bisa melihat wajahnya … tunggu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Klein tiba – tiba terputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatapnya, wajah Klein menjadi pucat seolah warna dihisap dari seluruh wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ada apa? Kamu mengenalnya? Siapa dia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… tak mungkin, itu… apa aku… melihat sesosok hantu…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesosok hantu…? Apa maksudmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka… Karena, tudung hitam itu, bukan, pakaian itu… ciri khas LaughCoff…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika mendengar nama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna merasa otaknya membeku seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
LaughCof. Dikenal juga dengan nama «Laughing Coffin». Dari lantai tengah sampai akhir permainan kematian SAO, mereka adalah guild merah paling mengerikan yang ada di kastil melayang Aincrad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak pemain PK, termasuk «Red-Eyed XaXa» dan «Johnny Black» ada di dalamnya, dan guild ini memiliki anggota pemain hijau … Akhirnya, setelah pertarungan mematikan dalam sebuah penyergapan oleh pemain – pemain elit, guild tersebut berhasil dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertempuran tersebut, hampir setiap anggota «Laughing Coffin» kalau tidak tewas, maka dijebloskan ke Black Iron Palace, tetapi ada yang berhasil lolos dari pertarungan tersebut. Dia adalah sang ketua, dia tiba – tiba menghilang ketika lokasi guild terbongkar, dan dia juga dengan cara langsung maupun tak langsung berhasil membunuh banyak pemain SAO. Namanya adalah — «PoH». Ia biasanya mengenakan pakaian hitam bertudung dan menggunakan pisau besar. Dua tahun setelahnya kini ia turun ke Underworld dan memandang kebawah ke Asuna dan Klein.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………. Tak mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa berguman dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tak nyata, aku sedang melihat sesosok hantu kan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pergi. Pergilah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, seolah menghina harapan Asuna, sosok hitam tersebut melambaikan tangan kanannya perlahan. Tangan tersebut lalu digerakkan ke depan dan belakang, seolah mengejek Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang mengikutinya —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa dideskripsikan sebagai sebuah mimpi buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok baru muncul di samping sosok hitam tersebut. Lalu satu lagi, satu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas patung raksasa sana, pasukan baru perlahan muncul. Di bagian kiri, sepuluh orang muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Berhenti. Berhenti .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memohon. Ia takut tak akan mampu menghadapi kengerian ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Crimson baru terus bermunculan, terus menerus. Seribu, lima ribu, sepuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini pasukan itu berjumlah sekitar tiga puluh ribu, Asuna memperkirakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima puluh ribu pasukan Amerika dilawan dengan susah payah. Tak mungkin pasukan sebanyak itu bisa dikumpulkan dengan mudah, dan mereka bukanlah pemain Jepang. Jika perekrutan diumumkan di website Jepang, Klein dan yang lainnya pasti akan tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaikan hantu. Bagaikan hantu yang dipanggil menggunakan Art.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik ini, Para pemain Jepang yang hampir menghancurkan pemain Amerika di garis depan sana menghentikan pertarungan dan melihat ke atas patung. Medan peperangan kini menjadi sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garble, garble.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi gemericing dari pasukan crimson di atas sana terdengar bagaikan deru angin di telinga Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa memahami bahasa apa yang mereka gunakan karena tercampur bunyi gemericing. Ia memfokuskan pendengarannya, dan akhirnya menangkap perkataan yang cukup keras dari lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Bigeobhan ilbon-in.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
— Uli nalaleul jikyeola.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
— Ganchuu renmen.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bukan bahasa Inggris. Juga bukan bahasa Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Klein menggeram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ini buruk… sangat buruk… Pasukan baru itu bukan dari Jepang maupun Amerika…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna merasa keringat dingin menuruni punggungnya ketika mendengar kata – kata selanjutnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Mereka dari Cina dan Korea.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 236.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
Mungkin karena universitas sedang melaksanakan liburan musim panas, bar VR di daerah Cheongjin-dong, Distrik Jongno di Seoul kini terlihat padat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jo Wol-saeng baru saja selesai mengisi formulir masuk, ia lalu memesan minuman soda di bar. Ia memasuki sebuah ruangan, bersandar ke tempat duduk lalu menarik nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia belum pernah merasa selega ini sebelumnya. Ia sebenarnya sudah mengetahui alasannya. Ia kini sudah berusia 20 tahun, seorang mahasiswa tingkat dua, dan tahun selanjutnya ia akan absen untuk melakukan wajib militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia dibatasi sampai umur 30 tahun untuk melakukannya, jadi ia bisa saja menunda – nunda, tetapi seorang mahasiswa yang belum melakukan wajib militer sebelum kelulusan akan dianggap sebelah mata dalam dunia pekerjaan. Hampir semua teman seangkatannya akan mengikuti wajib militer tahun berikutnya, dan karena orang tuanya juga mendesak terus, ia tak bisa lari lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng meneguk soda miliknya dan merasa lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua hal ini membuatnya resah, apakah ia bisa menjalani latihan keras itu, bagaimana jika ia akan dibuli oleh para prajurit. Tetapi yang paling membuatnya depresi adalah fakta bahwa masa hidupnya selama dua tahun akan dirampas. Yah, meskipun ia tak memikirkan hidupnya di dunia nyata, sedangkan di dunia virtual, disitulah ia pertama kali merasakan hidup setelah diundang oleh teman – teman kuliahnya — dua tahun penuh tak bisa memasuki dunia itu, sangat membuatnya stres.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Jika saja di militer ada hal semacam ini …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berguman ketika mengambil mesin FullDive yang ada di meja — the «AmuSphere». Benda ini milik bar VR, sering dipakai umum. Tapi bagi Wol-saeng, mesin ini lebih bercahaya ketimbang seorang malaikat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga tahu lalu — di 2023, mesin ini dirilis di Jepang lalu dikirim ke luar negeri tahun berikutnya, dan menjadi booming di Korea Selatan, dimana industri game online sedang diminati. Dulu bernama «PC Bars», kafe – kafe internet mulai mengganti nama mereka menjadi «VR Bars», karena memiliki AmuSpheres. Anak - anak muda mulai terpikat oleh VRMMORPG, baik yang dikembangkan Jepang maupun Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Silla Empire», game yang dimainkan Wol-saeng selama satu setengah tahun ini adalah  permainan yang telah dilokalisasikan ke Korea dari developer asal Jepang «Asuka Empire». Game ini bukan hanya ditranslate, bahkan kota, avatar, dan isi quest telah disesuaikan dengan  dinasti Silla Korea. Permainan ini memiliki popularitas tertinggi sejak pertama kali diluncurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, para pemain ingin segera memiliki game yang murni diciptakan oleh Korea sendiri, jadi banyak perusahaan yang mengembangkan VRMMO menggunakan softwere gratis bernama «The Seed Nexus». Akan tetapi, software tersebut juga masih buatan Jepang, jadi tanpa menghubungkan ke «The Seed Nexus» yang berbasis di jepang, siapapun tak bisa memaksimalkan fungsi yang ada. Tetapi VRMMO Jepang membatasi hubungan koneksi ke Korea dan China sehingga keduanya tak bisa menghasilkan permainan yang menyamai kualitas «Silla Empire», hal ini membuat banyak pemain Korea menjadi tak puas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku ingin memainkan semua game Korea sebelum masuk wajib militer, tapi sepertinya hal itu tak mungkin …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng mengeluh, lalu membuang harapannya tersebut. Ia bersandar ke kursi dan mengenakan AmuSphere.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Link Start!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengucapkan suaranya dan menutup mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melewati sinar warna – warni, ia mengisi user ID dan password, lalu ia sampai di Launching Area&amp;lt;ref&amp;gt;Tempat kosong sebelum memasuki dunia VR&amp;lt;/ref&amp;gt; untuk bersiap mengklik icon «Silla Empire».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, ia menyadari ada notifikasi window networking yang melayang di sisi kanan ruang tersebut, lalu menscrollnya ke bawah dengan cepat. Sepertinya ada ribuan orang yang memposting berita yang sama secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Apa – apaan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebingungan, Wol-saeng menekan program di sisi kiri lalu menarik window networking ke hadapannya. Lalu ia mengklik berita, memperbesarnya dan membacanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm… ‘Korea, America, dan China sedang melakukan pengembangan VRMMO baru dan tes server yang sedang dijalankan… telah di serang oleh pemain Jepang, mereka juga menyerang pemain beta test?! Apa – apaan ini?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Wol-saeng sadar jika berita macam ini sulit untuk dipercaya. Tetapi lampiran yang ada di bagian akhir berita menunjukkan suatu video; ia mengkliknya tanpa ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah window terbuka, lalu —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penjaga, Serang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan pemain menggelora. Wol-saeng yang juga beberapa kali menonton Anime Jepang sadar jika apa yang ia katakan adalah bahasa Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video tersebut menunjukkan pemain Jepang yang mengenakan armor silver sedang menyerang pemain berarmor crimson, membunuhnya satu persatu. Darah terus menerus muncul ketika pedang mereka diayunkan, pemain Amerika mengutuk tindakan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menduga karena tak ada hukum yang mengatur tempat tersebut, kejadian ini pastilah terjadi di tes server. Seperti yang dikatakan berita tersebut, pemain jepang sedang membantai pemain Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika video 30 detik itu berakhir, Wol-saeng merasa bimbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah «server attack» biasanya diartikan sebagai tindakan menghancurkan suatu website, tetapi dive kedalam dunia VR dan menyerang para pemainnya … ini pertama kalinya Wol mendengar berita semacam ini. Jika isi video itu benar – benar nyata, itu berarti kejadian ini masih berlangsung, tetapi sesuatu mengganggunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang… di video itu, para pemain jepang memiliki equipment dan kemampuan yang melebihi pemain Amerika, mereka sedang menghajar para pemain Amerika. Akan tetapi ia merasa pihak yang sedang diserang bukanlah Amerika, melainkan pihak Jepang. Menyerang sebuah server adalah lelucon biasa, tetapi… orang – orang ini seolah sedang mempertaruhkan nyawa …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, bunyi ding-dong terdengar, membuat Wol-saeng menolehkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah teman satu guild «Silla» yang sedang mengiriminya permintaan pesan suara. Ia menekan tombol “Accept” kemudian sebuah window muncul dan berteriak pada karakter milik Wol-saeng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Moonphase, kau sudah lihat kan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh… ya, aku baru saja …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu apa yang kau tunggu? Cepat download client-nya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“C… Client?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia kembali melihat ke window networking dan menggeser kesamping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertulis disana — Guna menolong para pemain dari serangan pihak Jepang, kami sedang merekrut relawan dari seluruh pemain VRMMO Korea. Jika kamu berminat, silahkan download software ini dan menginstalnya ke AmuSpheres milikmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ini?… Hwan-ung, kau pikir ini nyata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, bukankah sudah jelas di video itu?! Selagi kita bicara teman – teman kita sedang di serang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang… Tetapi, video itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng ingin mengutarakan pendapatnya, tetapi ia didahului.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, instal saja dan cepatlah! Myung-hoon dan Helix sudah dive, jadi aku akan menunggumu disana!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panggilan itu berakhir, dan kesunyian muncul diruangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Wol-saeng masih memiliki banyak keraguan, hampir seluruh anggota guildnya telah ikut serta, ia tak tahu apa jadinya jika ia tak ikiut serta. Ia mungkin akan menemukan petunjuk tentang apa yang terjadi disana — terlebih lagi, gangguan semacam ini pastilah sebuah event menarik bagi pembukaan suatu game baru. Jika ia tak ikut serta, ia mungkin tak akan mendapat keuntungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuat keputusan, Wol-saeng menekan tombol “Download” dan menginstalnya ke AmuSphere, lalu muncul icon baru untuk dijalankan. Setelah menekan icon crimson, sebuah kata berwarna hitam pekat yang bertuliskan “BANTU KAMI” muncul, Wol-saeng merasa kesadarannya telah dihisap ke suatu dimensi yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan setelah mentransfer koneksi yang jumlahnya sangat banyak dari Cina dan Korea ke dalam Underworld, Critter masih merasa ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah mengikuti perintah Vassago Casals untuk memberikan client koneksi ke dua negara yang ada di dekat Jepang, ia merasa ada hal yang mencurigakan disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— ‘Bukankah Jepang dan Korea hampir mirip?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang Amerika tidak tahu jika Jepang dan Korea adalah negara yang berbeda, dan ada juga yang menganggap jika Korea dan Jepang adalah bagian dari negara Cina. Meskipun Critter tidak terlalu memusingkannya, ia menganggap jika ketiga negara ini adalah negara yang rukun. Bukankah ketiga negara ini cukup rukun, seperti EU?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Critter tak bisa menemukan hal mencurigakan pada rencana Vassago.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ia tak memiliki waktu untuk membuat situs palsu, maka ia menggunakan sosial media untuk menyebarkan berita ini. Berita pertama : “Orang – orang Jepang sedang menyerang server VRMMO yang sedang dikembangkan Amerika, Cina, dan Korea!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita kedua memberikan penjelasan: “Pemain Jepang ingin memonopoli The Seed Nexus jadi mereka menyerang server dan mulai menciptakan karakter – karakter kuat. Mereka menyerang pemain test Amerika, Cina, dan Korea. Karena server tersebut masih belum dilengkapi dengan pain absorption dan kode anti kriminal, teman – teman kami masih dibantai dengan rasa sakit yang nyata.” Critter lalu melampirkan sebuah video yang ia ambil dari dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video tersebut adalah rekaman Pasukan Kerajaan Manusia yang sedang menyerang pemain Amerika, tetapi penduduk Underworld berbicara dengan bahasa Jepang. Tempaknya video tersebut memiliki dampak yang cukup besar, jumlah berita yang disebarkan meningkat drastis, dan jumlah client yang didownload pemain Korea dan Cina telah melebihi client yang didownload Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersandar kembali, Critter berfikir sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Mengapa rasanya pemain Jepang tidak akur dengan pemain Cina dan Korea ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Oh, malah semakin memburuk. Mereka saling serang satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago Casals yang telah kembali ke Underworld menggunakan karakter «Laughing Coffin» miliknya, «PoH» mulai menyeringai lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat tangan kanannya tinggi – tinggi, dan berteriak pada pemain crimson yang ada dibelakangnya menggunakan bahasa Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Pergilah, lindungi teman – teman kita!! Tebas dan tusuk mereka semua seperti yang mereka lakukan pada teman kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika pasukan yang berjumlah 50.000 ini mendengar kata – kata tersebut, mereka langsung maju kedepan. Bagi mereka, pasukan Amerika yang sedang dibunuh oleh pemain Jepang kini sudah mereka anggap sebagai teman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba tidak tertawa, Vassago mengayunkan tangannya kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti suara deru badai, pasukan crimson yang baru saja muncul mulai melakukan penyerangan pada pemain Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ayo, saling bunuhlah. Menarilah sampai kalian mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dia datang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berguman pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat garis – garis kode hitam berjatuhan dari langit merah, seperti gumpalan benang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, ia ingin menggunakan skill «Annihilate Ray» dengan kapasitas maksimumnya ketika musuh muncul di depan mata. Karenanya musuh tak mungkin menghindar atau bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sekarang ini ia perlu mengulur waktu. Jika musuh mampu membuat akun – akun berlevel atas, maka membunuhnya akan jadi sia - sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, ia harus mampu menarik perhatian musuh, lalu mengamati reaksinya. Jika musuhnya seolah mempertahankan diri dengan sangat serius, ia bisa memastikan jika musuh menggunakan akun pribadi miliknya. Lalu, ia akan melakukan serangan penuh, sehingga membuatnya tak bisa log in memakai akun yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, dalam sebuah event dimana akun bisa dibuat secara banyak, ia tak bisa membunuhnya. Ia harus berusaha mengulur waktu bagi Alice agar bisa sampai ke «Altar Ujung Dunia».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi Sinon tidak menarik lagi busurnya dan kini hanya menunggu musuh untuk muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat kode – kode hitam muncul adalah tempat jasad Komandan Knight Bercouli berada beberapa menit lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang jasadnya telah dipindahkan ke atas punggung naga oleh Integrity Knight Alice; ia ingin memberikan pemakaman yang layak baginya di Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shino bertanya padanya: “Dia seseorang yang kau sayang?” Alice tersenyum lembut dan membalas: “Kau juga saingan orang yang kusayang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Syukurlah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, Sinon tak boleh ter-log out dengan mudah. Ia harus menjaga dunia ini, hingga Kirito terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menetapkan tekadnya dan memandang tanah di bawah sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis hitam tadi kini menyentuh tanah dan membentuk suatu cairan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warnanya sungguh hitam, seperti lubang neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika garis terakhir berkumpul menjadi satu —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bloop.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah wajah mulai terbentuk. Lalu tangan kanan mulai muncul. Ketika Sinon melihat lima buah jari yang terbentuk, ia merasakan hawa dingin di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba mengalihkan perasaan ini, dan menunggu musuh untuk memadat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tangan kanan, tangan kiri mulai terbentuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala si musuh kini hampir terbentuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apa yang membuat Sinon terkejut adalah fakta jika karakter musuh tidak diedit melalui edit feature; itulah anggapan Sinon, ia tak terlalu tampan. Rambut emas pendeknya tergerai, hidung dan bibirnya tipis, dan dia seperti orang Caucasian, menurutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah karakter ini adalah tubuh asli orang yang menggunakan Super Account Dewa Kegelapan Vektor?… Sinon berpikir keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang itu mengangkat tubuh bagian atasnya, menampakkan mata birunya, akhirnya ia menatap Sinon yang sedang terbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, Sinon merasa ada yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa jika pernah melihatnya entah dimana. Mata itu adalah mata yang merefleksikan apapun, namun tampak seolah menelan segalanya di saat yang sama; sepasang mata yang tak memiliki emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata tersebut melebar ketika melihat Sinon. Lalu sebuah senyum muncul di wajah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya. Aku pernah melihatnya. Aku pernah melihat mata … dan wajah itu. Terjadi belum lama ini, dimana —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Sinon menatapnya, splat, seketika ia meloncat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Posisi menyerangnya cukup aneh. Ia juga telah mengkonvert equipment miliknya; ia tak mengenakan armor metal. Seragam bagian atas dan bawah disambungkan dengan sebuah sabuk, dan kakinya memakai sepatu boot, hampir mirip seperti seorang prajurit di dunia nyata. Senjata miliknya adalah sebuah pedang panjang di pinggang kiri dan sebuah busur di tangan pinggang kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika tubuhnya hampir utuh memadat, gumpalan cairan hitam tidak menghilang. Namun tetap memadat sendiri seperti seekor binatang. Bukan, memang sebuah binatang, cairan itu berubah menjadi sebuah sayap tipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan seperti sayap burung, maupun sayap naga, lebih seperti sayap kelelawar. Dibagian ujung sayap tersebut terdapat empat mata dan sebuah ekor panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika si pria mendekati binatang tersebut, makhluk bersayap ini membentangkan sayapnya dan menuju ke ketinggian dimana Sinon berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makhluk itu hanya berjarak 30 meter dari Sinon, dan si pria masih tersenyum padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah mengapa, musuh mengangkat tangannya yang tak bersenjata dan merentangkannya ke bagian depan. Sinon menjadi waspada, berpikir jika ia akan memulai incantation. Tetapi tak ada yang terjadi. Si pria lalu melingkarkan tangannya seolah hendak mencekik leher Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika itu juga, Sinon akhirnya mengingat. Suara serak keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Subtilizer……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu dia. Seorang pemain Amerika yang berhasil membunuhnya ketika final PvP Turnamen di Gun Gale Online — «Fourth Bullet of Bullets», yang diselenggarakan dua minggu sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mengapa ia ada disini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lupa akan busur yang ia genggam, Sinon masih terkejut, matanya semakin melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibagian tengah Ocean Turtle yang berbentuk seperti piramid, disokong oleh poros tebal yang terbuat dari bahan titanium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian bawah poros berbentuk lingkaran setinggi seratus meter ini terdapat sebuah mesin yang dilindungi oleh berbagai lapis dinding pelindung — Reaktor Bertekanan Air. Diatas reaktor ini terdapat Ruang Kontrol Utama, dan Ruang STL 01.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Underworld, lebih tepatnya fokus penelitian Project Alicization — Light Cube Cluster ada di bagian atas ruang kontrol utama. Area tersebut berada di bagian poros bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas Light Cube Cluster adalah lantai yang memisahkan poros atas dan poros bawah. Area diatas dinding yang ada di poros atas ada berbagai macam peralatan pendingin, dan Ruang Sub Kontrol dimana pekerja RATH sedang bersembunyi saat ini, juga ada ruang STL 02 yang sedang digunakan Kirigaya Kazuto dan Yuuki Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 7 Juli, pukul 9:00 am. Sebuah robot humanoid mulai bergerak atas kemauannya sendiri di ruang peralatan pendingin, menuruni tangga di bagian samping kapal. Dia adalah mesin prototipe yang dikembangkan RATH, «Ichiemom». Meskipun bergerak sendiri, sebenarnya ada tiga orang pasukan JSDF&amp;lt;ref&amp;gt;Japan Self Defense Force, semacam pasukan pertahanan&amp;lt;/ref&amp;gt; yang mengikutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Syukurlah, aku bukanlah seorang claustrophobic&amp;lt;ref&amp;gt;Phobia tempat sempit&amp;lt;/ref&amp;gt;, acrophobic&amp;lt;ref&amp;gt;Phobia tempat tinggi&amp;lt;/ref&amp;gt;, atau nyctophobic&amp;lt;ref&amp;gt;Phobia tempat gelap&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru menguatkan dirinya sendiri, tetapi pada saat yang sama. Ia merasa jika memiliki phobia bukanlah hal yang memalukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena, lorong yang hanya diterangi lampu emergency hanya memiliki panjang 40 meter. Jika tangannya berkeringat maupun salah menempatkan kaki, ia kan langsung terjatuh ke bawah dan menjemput ajal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia mengetahui hal ini sebelumnya. Ia akan meminta Yanai berjalan dahulu. Jika ia berjalan didepan, Higa tak akan terus menerus menatap kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Omong – omong, ia berkata akan melindungiku. Tetapi malah menyuruhku “Berjalan didepan”. Apa - apaan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa memandang beberapa meter di keatas, Yanai masih menuruni tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, setelah melihat jika wajahnya semakin pucat ketika ia menuruni tangga per tangga. Higa tak jadi mengeluh. Keberanian Yanai untuk ikut serta dalam misi ini sudah cukup untuk diberi pujian, dan senjata pistol yang ada di pinggangnya cukup memberi rasa aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Higa kembali menuruni tangga, earphone yang ada di telinga kirinya memancarkan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana, Higa-kun? Baik – baik saja kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ini milik Koujiro Rinko, ia masih mengintip di lubang masuk di atas sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menjawab apa adanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… yah, seperti ini. Sekitar lima menit lagi kita akan bisa sampai ke dinding pemisah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. Ketika kalian siap, aku akan memberikan perintah penyerangan pada tim Ichiemom. Kalian harus membuka sekatnya ketika musuh sudah menyerang Ichiemom.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Roger. Wow, ini seperti Mission Impossible ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohhhh, maka buatlah misi ini menjadi Possible. Aku hanya khawatir mengenai kondisi kesehatan Kirito-kun yang ada di Underworld … Maaf, Yanai-san, tolong awasi anak ini ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat terakhirnya ditujukan kepada Yanai. Setelah Higa mendengar Yanai berkata “Roger”, ia hanya bisa memprotes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— “Anak ini”, huh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggelengkan kepalanya dan menggenggam tangga yang kini semakin berkeringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kebawah, ia bisa melihat sekat dinding pemisah semakin kelihatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter masih menatap layar besar yang kini menampilkan pergerakan pemain Cina dan Korea yang telah dive, namun tiba – tiba bunyi alarm membuatnya terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menyisir console dengan panik, lalu menemukan alarm merah bersinar di sisi kanan monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa… Dinding penahan telah terbuka. Kalian pergilah dan cek lorong itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia selesai berteriak, anggota tim penyerang yang paling tinggi, Hans, langsung menggenggam senjata dan berlari keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan, kartuku sedang hoki padahal!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Brigg bergumam dan melempar kartu ke lantai, lalu ia juga mengejar Hans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Rath yang tak diuntungkan dalam hal peralatan dan senjata mulai melakukan serangan bunuh diri? Ataukah mereka merencanakan sesuatu …?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter meninggalkan console dan bergerak menuju pintu masuk ruang kontrol. Daya elevator telah dimatikan, jadi ia harus menggunakan tangga jika sesuatu terjadi. Hans dan Brigg juga menyimpulkan hal yang sama; bunyi keras logam terdengar dari atas sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bunyi langkah kaki kini terhenti, dan berganti teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Woah!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Are you kidding?!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu terdengar bunyi rentetan tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bisa mendengar dengan jelas suara ratatatat dari luar lorong ini, suara tembakan senjata api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, di sisi lain dinding. Membran kulit titanium Ichiemon pasti telah berlubang karena peluru tersebut. Akan tetapi, baterai dan kontrol sistem yang mengaturnya ada di bagian belakang. Jadi meskipun kena banyak tembakan, ia masih bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah! Sekarang buka sekat dinding ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui suara Professor Koujiro yang ada di telinganya, Higa melompat lubang palka anti tekanan diantara sekat pemisah dinding. Dengan suara psshh, alat pengatur tekanan air mulai bergoyang, dan pelindung logam mulai terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain dinding, yang berada di bawah sekat ini, juga diterangi lampu orange emergency. Di sisi pertempuran sana juga berwarna sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menelan ludah, mengatur kembali tas punggung yang berisi laptop mini, lalu mendorongnya ke akses panel yang semakin menyempit. Kemudian, ia menuruni anak tangga lain, dan semakin menurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— saat – saat seperti ini, orang yang ada di suatu film pasti akan mulai menjerit – jerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo ayo ayo!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bergumam, dan suara bingung Rinko membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, apa yang kamu katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tak ada. …Sekitar sepuluh meter dari colokan kabel maintenance … Ah, Aku melihatnya, ada disana!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak kabel fiber optik tebal menggulung menuju sebuah kotak hitam. Jika ia mencolokkan laptopnya ke colokan maintenance, secara teori ia akan bisa mengontrol Units #3 dan #4 yang ada di Ruang STL 2, dan juga Units #5 dan #6 yang berada sangat jauh di cabang Roppongi sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tunggulah, Kirigaya-kun. Aku akan membangunkanmu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa lupa akan rasa takutnya, dan menuruni tangga ini, sebuah suara terdengar di earphone miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga akan turun ke ruang Sub Kontrol untuk melihat Fluctlight milik Kirito-kun. Semoga berhasil, Higa-kun!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipuji oleh Professor Koujiro — yang ia biasa panggil Koujiro-senpai, seolah membuatnya terkenang masa – masa kuliah dulu, itu membuat Higa tambah semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia kini melihat Yanai, yang juga sedang menuruni tangga. Wajahnya tampak depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menghembuskan nafasnya, lalu melihat kotak hitam yang semakin mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah muncul kembali ke medan pertempuran yang kini porak – poranda akibat pertarungan sebelumnya, si pria berseragam tempur melihat ke selatan dan berguman dengan suara datar:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Alice kabur ya? Tak masalah, aku bisa mengejarnya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia menatap Sinon lagi, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika aku ingat – ingat, kita pernah bertempur di turnamen Gun Gale Online tournament kan. Namamu… «Sinon»? siapa sangka kita bisa bertemu lagi di tempat seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengarkan suara datarnya yang tak menyerupai manusia, si pria adalah Dewa Kegelapan Vektor dan Subtilizer pada saat yang sama, Sinon mencoba menghentikan tangannya yang gemetaran. Tetapi jarinya mati rasa, telapak tangannya berkeringat, dan ia merasa jika ia membuat gerakan tiba – tiba, Bow of Solus mungkin akan ia jatuhkan ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri ke piringan hitam berbentuk monster bersayap, Subtilizer tersenyum lagi dan kembali berbicara dalam bahasa jepang yang cukup lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang sebenarnya terjadi? Aku dengar tak ada lagi mesin STL di Jepang … Mungkinkah kamu pegawai RATH? Ataukah, kamu seorang prajurit bayaran yang memang ingin datang ke tempat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup kesulitan, Sinon memaksa bibir keringnya untuk bergerak dan berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Subtilizer… Aku ingin bertanya, mengapa kamu ada disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku tak bisa menolaknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subtilizer merentangkan tangannya, seolah tak bisa menjangkau sesuatu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah takdir. Kekuatan jiwa yang bisa membuatmu dan aku bertemu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada bicaranya perlahan berubah. Suaranya semakin dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya… Aku menginginkanmu. Itulah mengapa kita bisa bertemu. Ini akan menjelaskan banyak hal. Siapapun targetnya yang aku hisap melalui STL, baik itu Artificial Fluctlights maupun Jiwa Manusia dari Dunia Nyata … Aku akan bisa memahami jiwamu yang manis itu, aku tak mampu merasakannya di turnamen GGO.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Sinon mendengar perkataannya, kata – kata yang orang ini ucapkan ketika final BoB ke-empat terngiang di kepala Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Your soul will be so sweet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Your soul will be so sweet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Sinon semakin dingin, nafasnya tak terkendali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemari… kemarilah, Sinon. Berikan padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya dingin memancar dari kedua mata Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zzt. Dunia menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara, suara, bahkan cahaya seolah dihisap kedalam mata Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apaa………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seolah ditarik sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tidak. Aku harus menahannya. Aku harus melawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jiwa Sinon berteriak, seolah sangat lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, armor biru Sinon terhisap ke lengan Subtilizer yang terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari – jari lemah Sinon berusaha menarik tali busur yang mengambang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian, kesadarannya semakin terselimuti, Sinon merasa tubuhnya semakin lemas ditelan kegelapan Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kirinya memeluk punggung Sinon, sedangkan tangan kanannya menyentuh wajah dan membelai rambut yang ada disamping wajah Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir tipis Subtilizer mendekat ke telinga Sinon, lalu membisikkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sinon, apa kau tahu arti dibalik nama «Subtilizer»?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bertenaga. Sinon menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama tersebut mirip dengan nama, «Satori», dalam amerika itu berarti seseorang yang sangat disayang. Tetapi, kata ini jika diartikan dalam bahasa Inggris berarti «Subtilizer». Kata yang bermakna «seseorang yang membersihkan», «seseorang yang memahat», «seseorang yang memilih»… Dan «seseorang yang mencuri».”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya semakin terang dari kedua mata Subtilizer, cahaya tersebut kini mendekati wajah Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mencurimu. Aku akan mencuri jiwamu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat dimana Jo Wol-saeng mendarat adalah sebuah batu yang telah retak dan ditutupi lumut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukan batu alami, ini buatan manusia. Ia muncul di atas sebuah kuil raksasa. Sekelilingnya adalah pemain Korea yang baru saja log ini, dan jumlah mereka sekitar ribuan... mungkin sepuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tidak ada pilihan karakter, equipment semuanya berbeda – beda, begitu juga senjatanya, tetapi equipment dan senjata tersebut berwarna merah crimson. Wol-saeng melihat kedua tangannya sendiri yang kini juga diselimuti sarung tangan merah crimson, ia lalu menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tak bisa mengetahui pemandangan sekeliling karena tertutupi keramaian, ia masih bisa melihat pertempuran yang sedang terjadi di padang rumput di depan sana. Tetapi pemain Korea yang ada di sekelilingnya tidak bergerak sedikitpun, mungkin karena hasil pertarungan ini sudah bisa dipastikan. Grup yang mengenakan armor warna – warni sepertinya adalah pemain Jepang, mereka tampaknya telah menghabisi pasukan berwarna crimson seperti yang ia kenakan. Mereka telah mengatur pasukan, mereka juga seolah tidak bersenang – senang akan hasil yang mereka capai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tahu. Ada yang aneh. Tetapi ia tak bisa menyimpulkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, ini bukanlah sebuah event promosi sebuah game seperti yang ia bayangkan sebelumnya. Area ini, hanya ada langit merah dan tanah gersang, terlihat terlalu sederhana, dan tak adanya panduan dan peringatan sebelum ia dive mengindikasikan tidak adanya sebuah event official.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia masih tak percaya pada berita yang ia baca. Terlebih lagi, apa maksud menyerang pemain test server dan membunuh mereka? Meskipun pemain Jepang bisa menguasainya, bukan berarti mereka akan menghentikan pengembangan sebuah game.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir separuh pemain Korea yang ada disekitarnya juga berpikiran sama tentang situasi ini. Suara - suara “Apa yang kita lakukan?” “Apa mereka beneran pemain Jepang?” saling bersahutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tetapi, kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kawan - kawan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan berbahasa Korean terdengar dari depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng meninggikan kepalanya, karena ia tertutupi banyak pemain lain, ia tak bisa melihat siapa yang berbicara. Akan tetapi, ia berhasil menangkap sebuah logo merah, [Leader] mengambang di atas seseorang di depan sana. Suara tersebut berasal dari bawah logo itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih telah menjawab panggilan kami! — Sayangnya, semua pemain beta test telah dibunuh oleh pemain jepang, tidak, penjajah jepang! Tetapi mereka akan bersiap – siap bergerak menuju lokasi test lain dan bermaksud melakukan hal yang sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng merasakan amarah yang muncul dari beberapa ribu pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang membuat mereka marah kemungkinan adalah kata “penjajah” &amp;lt;ref&amp;gt;Invaders: 침략 (chimlyag), merupakan kejadian di tahun 1910 dimana Kekaisaran Jepang mencaplok Semenanjung Korea yang masih dikuasai Kerajaan Joseon &amp;lt;/ref&amp;gt;. Rasa bingung dan curiga yang menyelimuti pemain Korea kini menguap, tergantikan oleh rasa marah di seluruh area.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… BIGEOBHAN ILLBONIN!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang berteriak, kemudian satu demi satu teriakan mulai bergema. Setelah cukup mereda, si «Leader» kembali memprovokasi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para pemain Jepang meng-hack server kita, dan menciptakan equipment berlevel tinggi bagi mereka sendiri! Dan kita, hak milik kita telah dirampas, kita hanya bisa menggunakan default equipment, wahai kawan! Tetapi, semangat juang kalian tak akan kalah dengan armor dan pedang manapun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, teriakan yang semakin keras makin terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ULI NALALEUL JIKYEOLA!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dari samping paling kanan, sebuah teriakan yang bukan bahasa Korea juga terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“GANCHUU RANMEN!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng tak memahami maksud kata – kata itu, tetapi ia paham jika itu bahasa Cina. Tempaknya jumlah pemain Cina juga hampir sama dengan pemain Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat suasana makin memanas, Wol-saeng masih merasa ada yang aneh. Tetapi pada saat ini, ia sadar tak ada yang mampu menghentikan amarah para pemain Korea dan Cina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, si «Leader» mengangkat tangan kanan yang terselimuti sarung tangan hitam ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“——— Go!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menerima perintah tersebut, baik pemain Korea dan Cina kini melaju kedepan seperti binatang yang sangat marah, getarannya sangat terasa di tanah yang ia pijak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pa… Pasukan! Pasukan Persediaan! Lariiii—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berteriak sebelum pasukan crimson yang baru saja muncul mulai bergerak dari atas sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Persediaan Kerajaan Manusia sebelumnya masih berkemah di dekat pintu masuk reruntuhan kuil ini. Kuil ini membentang di kedua sisinya. Dengan kata lain, puluhan ribu pasukan crimson langsung melaju ke arah pasukan persediaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tinggalkan barang – barang kalian dan larilah, larilah kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah memberikan perintah itu, sudah terlalu terlambat. Pasukan baru ini telah memasuki medan peperangan, pemain Cina dan Korea langsung melompat dari atas patung dan menuju posisi tengah pasukan persediaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggertakkan giginya dan mengangkat rapier di tangan kanan tinggi – tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memusatkan imajinasinya ke ujung pedang, ia lalu mengayunkannya ke bawah. Terang, berbagai macam sinar muncul dan menghantam patung – patung yang ada di kedua sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun rasa sakit bermunculan di kepala Asuna, ia masih mengkonsentrasikan imaginasinya. Patung – patung batu ini mulai berjatuhan dan tangan patung yang terbuka mulai menjatuhi pasukan yang ada di atap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan crimson yang ada di bagian depan buru – buru mundur namun tak bisa karena didorong dari belakang. Mereka berjatuhan seperti sebuah domino. Mengambil kesempatan ini, delapan kereta kuda, dua ratus pasukan Aschetic, dan pasukan persediaan mulai bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa mengendalikan patung – patung ini selama 30 detik sebelum rasa sakit yang muncul menjadi menyakitkan, ia akhirnya terjatuh. Namun, Pasukan Kerajaan Manusia sudah berhasil kabur menuju bagian utara reruntuhan. Sekitar 500 Penjaga dan 2,000 Pemain Jepang mulai maju dan membentuk formasi bertahan di kedua sisi, bersiap untuk menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena area sekitar reruntuhan tidak datar, mereka hanya bisa bertahan untuk menerima serangan puluhan ribu musuh. Mereka bisa bertahan dari pemain Amerika yang jumlahnya banyak karena adanya dinding yang membatasi garis depan, juga karena adanya Art penyembuh dari bagian belakang. Tetapi sekarang ini mereka telah dikepung oleh 50.000 pasukan Cina dan Korea. Hanya masalah waktu sebelum pasukan ini dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Urgh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam sedikit kekuatan yang masih tersisa, Asuna berusaha bangkit dan menggenggam rapier miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kumohon, sekali lagi.... biarkan aku membuat dinding yang bisa melindungi semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berdoa sambil mengkonsentrasikan pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang terjadi malahan seluruh tubuhnya bagai di hantam listrik, Asuna terjatuh lagi. Sesuatu muncul dari dalam tenggorokannya dan ia muntahkan, itu adalah darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu memaksakan diri, Asuna! Biarkan kami juga membantu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, serahkan saja pada kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agil juga membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika keduanya berdiri dan mengangkat katana dan kapak mereka —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan crimson yang telah pulih dari kejutan mulai turun sekali lagi. Karena mereka 20 meter dari atas tanah, banyak diantara mereka yang tidak berhasil mendarat dan terluka parah, bahkan ada yang tak bisa bergerak, lalu pasukan yang ada di belakang menggunakan teman mereka yang terluka sebagai sebuah trampolin untuk mendarat dengan aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“DOLGYEO —— G!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TU —— JI!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak pernah mempelajari bahasa Cina atau Korea, tetapi instingnya berkata jika dua teriakan tersebut berarti ‘serang’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan crimson mulai menyerang dari kanan dan kiri, semakin mendekat dan orang yang menghadang mereka pertama adalah Klein dan Agil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Zeiryaaaaaaaaahhhhh!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U…. raaaaaaaaahhhhh!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditemani tekanan udara, Sword Skills berskala luas diluncurkan dari katana dan kapak dua orang ini. Cahaya putih dan kebiruan menghantam musuh dan  puluhan musuh terlempar ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kedua sisi Klein dan Agil, Penguasa ALO, teman – teman mereka, dan anggota Sleeping Knights mulai bertarung sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hantaman – hantaman senjata mulai berdentuman. Sebuah ledakan terjadi. Pedang, kapak, dan tombak saling bercahaya karena mengeluarkan Sword Skill, menebas musuh tanpa jeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan musuh berhenti sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usaha tersebut seperti menahan gelombang bendungan dengan tangan kosong, hal yang sia – sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih terbaring di tanah, Asuna seolah mendengar tawa mencemooh dari atas medan peperangan ini meskipun medan peperangan masih terselimuti teriakan kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengedipkan matanya yang masih berair dan menangkap sosok manusia berpakaian hitam ada di atas reruntuhan kuil, ia seolah menari kegirangan menonton pertarungan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa masih mendengarkan rentetan tembakan yang berasal dari balik sisi dinding sambil masih menuruni tangga secepat yang ia bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, ia sampai didepan kotak hitam yang memantulkan cahaya lampu emergency, ia mencoba membuka menggunakan sidik jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didalamnya ada berbagai macam kabel fiber optik, ini membuat Higa takjub sementara. Namun, Higa menggeser berbagai macam kabel dan akhirnya menemukan colokan maintenance.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menggapainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil nafas dalam – dalam, lalu mengambil sebuah kabel dan laptop dari tas punggungnya. Ia mencolokkan ujung kabel ke colokan dan ujung satunya ke laptop miliknya, lalu ia menjalankan control program STL dengan antusias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jendela hitam muncul, dan di bagian kiri paling atas mulai berkedip – kedip. Akhirnya, kursor kanan ia gerakkan dan menampilkan status pesan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
STL #3, Connecting…… OK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
STL #4, Connecting…… OK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Status yang pertama muncul adalah dua unit STL yang ada di ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu koneksi satelite dari Ocean Turtle ke unit STL #5 dan #6 di cabang Roppongi juga telah masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Oke!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bergumam. Sekarang ia bisa mengoperasikan empat unit STL yang sedang digunakan Kirigaya Kazuto serta ketiga gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, untuk memblokir koneksi satelit hanya bisa dilakukan dari ruang main kontrol, jadi ia tak bisa menjalankan dua unit lainnya yang ada di Ruang 01. Jika itu mungkin, ia bisa menendang para penyerang yang sedang dive ke Underworld menggunakan mesin STL #1 dan #2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menunda gejolak pikirannya, Higa menggerakkan jari – jarinya dan bersiap untuk menjalankan program ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ayo kita mulai!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia akan mulai, teriakan terdengar dari atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… B… Berhenti!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu suara milik Yanai. Apa maksud perkataannya tadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menoleh ke atas, kebingungan karena ia melihat sebuah pistol berwarna biru kehitaman sedang ditodongkan ke wajahnya. Yanai menatapnya dengan mata haus darah, ia berteriak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Singkirkan tanganmu dari laptop! Atau aku akan menembakmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya berkedip beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa akhirnya menyadari situasi sekarang ini dan mulai menebak mengapa Yanai melakukan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Dialah orangnya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai adalah orang yang membocorkan informasi Project Alicization kepada Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sayangnya, Higa tak bisa melakukan serangan balik. Apa yang bisa ia lakukan adalah bertanya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yanai-san. Mengapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keringat dingin menetes dari dahi Yanai yang pucat. Bibirnya bergetar sesaat, lalu ia mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama… Pertama, kau memihak tokoh yang salah. Aku bukanlah pengkhianat disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apa maksudmu, “pikir dong”? kau ini si pengkhianat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Higa yang terdiam, Yanai melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya menjalankan rencana asliku. Aku akan menyelesaikan misi akhir atasanku … itulah mengapa aku menyusup kedalam RATH..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Misi… misi terakhir atasanmu? Apa yang kau bicarakan?….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa kebingungan. Yanai menyibakkan rambut yang ada di dahinya menggunakan tangan kiri, lalu menjawab dengan tatapan orang gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin kalian mengenalnya sebagai… Sugou-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apaaaa?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dampak rasa kaget tersebut lebih hebat ketimbang ditodong sebuah pistol, matanya melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sugou Nobuyuki. Pria yang bekerja di Labolatorium Shigemura di Touto Technical University. Ia seangkatan dengan Higa, Koujiro Rinko, dan Kayaba Akihiko. Ia sangat ingin bersaing dengan Kayaba si super genius. Tetapi ia tak bisa melampauinya. Mungkin karena hal tersebut, ia menyandera ratusan pemain SAO untuk melakukan percobaan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aksi Kirigaya Kazuto, tindakan Sugou berhasil diungkap ke publik. Setelah ditahan, ia mendapat hukuman dari jaksa dan masih berada di Mahkamah Agung Tokyo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ia masih belum tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa merespon dan Yanai hanya tertawa mengejek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang apa bedanya? Ia akan dipenjara setidaknya sepuluh tahun dan bagi seorang ilmuwan, sepuluh tahun itu sama saja kematian. Aku juga hampir ketangkap, tetapi aku berhasil menyalahkan orang lain dan bebas dari hukuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau … bekerja sama dengan Sugou ketika eksperimen manusia itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kerja sama? Akulah orang yang mengumpulakan data percobaan. Penelitian itu menyenangkan lho... seperti bagian tentakel dan semacamnya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Mengapa Letnan Kolonel Kikuoka tidak mengecek riwayat hidup kriminal semacam ini?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa kembali berpikir, tetapi ia tak bisa menyalahkan hal tersebut pada Kikuoka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan utama mengapa perusahaan RATH diciptakan adalah untuk menciptakan teknologi pertahanan yang kini telah didominasi Amerika. Dengan kata lain, pendirian perusahaan ini mungkin akan membuat zaibatsu &amp;lt;ref&amp;gt;Konglomerat perusahaan bisnis dan industri &amp;lt;/ref&amp;gt;  kehilangan kepercayaan asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, sangat sulit untuk mencari dan menyewa para teknisi. Hampir tak ada yang mau pindah dari perusahaan besar ke tempat kecil ini, mungkin itulah mengapa para petinggi RATH menerima Yanai yang pernah bekerja di perusahaan pengembang teknologi Fulldive, RECT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai tempaknya masih memandang Higa, ia lalu cepat – cepat mengangkat pistolnya lagi. Pengaman pistol tersebut kini ia lepas. Awalnya, Kikouka memasukkan para teknisi ke pelatihan senjata guna jaga – jaga. Ironisnya, kini ia malah ditodong sesama teknisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untungnya, Yanai masih memiliki akal sehat, ia melanjutkan perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Untungnya, nyawa bosku telah tamat. Tetapi koneksinya masih terus berjalan. Jadi, jika aku tidak menggunakannya sebaik mungkin. Semuanya akan menjadi sia – sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koneksi… Kemana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa merespon. Yanai tampak ragu sesaat, lalu ia tersenyum dan menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dinas Keamanan Nasional Amerika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap… Apa katamu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa kembali terkejut, tetapi dalam dirinya ia sudah menduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aktivitas mereka, termasuk mata – mata dan pengawasan komunikasi antara Jepang oleh Dinas Keamanan Nasional Amerika sudah menjadi rahasia umum. Mereka tak tertarik pada teknologi Fulldive yang dikembangkan Jepang. Sejak mereka memiliki intel pada Project Alicization dari Yanai, rekan Sugou. Pihak NSA lalu menyewa sebuah kapal selam Navy dan berusaha mencuri «A.L.I.C.E.».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai masih mengumbar capaiannya tanpa ada rasa bersalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika para Amerika yang kami sewa bisa mencuri Alice. Aku akan menerima banyak uang dan posisi atas di Amerika. Itulah apa yang ingin dicapai oleh Sugou-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— suatu saat keamanan dunia akan berada dalam cengkeraman bayang – bayang senjata otomatis yang dikembangkan pihak Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa benar – benar tak ingin hal itu terjadi. Ia ingin menggagalkan rencana tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Sadari apa yang sedang terjadi, Rinko-san!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika Higa akan bergerak, Laptop yang ada di tangan kirinya tergelincir dan ia buru – buru menangkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“D-Diam!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, teriakan Yanai memasuki telinga Higa ketika ia menodongkan senjata ke dinding dan menariknya. Kilatan cahaya keemasan terlihat dan dorongan air membuat telinganya berdengung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan api muncul dari dinding ini —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dorongan keras menabrak bahu kanan Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 271.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menatap mata tersebut seperti orang linglung, mata tersebut seolah tak memiliki dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini seperti ketika ia bangun dari mimpi di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus melakukan sesuatu. Tetapi ini seperti melakukan sesuatu dalam mimpi, sedangkan di dunia nyata ia masih linglung. Seperti itu terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari sedingin es menyentuh lehernya. Rasa takut mengisi hatinya, tetapi rasa tersebut lalu menghilang ditelan kehampaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Jangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukanlah ilusi dalam dunia virtual lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fakta tersebut terlintas di kesadarannya seperti alarm. Ia berusaha untuk berkonsentrasi padanya, tetapi cairan hitam lengket itu telah naik sampai ke pinggangnya tanpa ia sadari. Ia tak bisa lari maupun menolaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah pria ini semakin mendekat. Bibir tipisnya menghisap udara. Seolah ikut menghisap emosi, pikiran, dan jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Hentikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Jangan curi itu semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun itu semua terjadi sangat cepat, kini hanya menyisakan rasa hampa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Henti…… kan………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir si pria semakin mendekati mulut Sinon yang gemetaran —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crack!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah dorongan mengejutkan pikiran Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon membuka matanya lebar – lebar dan melihat percikan api keperakan dari atas pakaiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ini membakar!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, sensasi seperti listrik itu mengejutkan si pria. Sinon memaksakan kesadarannya yang mulai pulih untuk melepaskan pelukannya dan kini bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menggunakan kemampuan terbang Solus untuk membuat jarak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Urgh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengambil nafas, Sinon menggerakkan tangan kanannya menuju objek yang masih memercikan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda ini masih terikat oleh sebuah rantai tipis. Berbentuk sebuah piringan berdiameter 1.5 cm dengan sebuah lubang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me… mengapa, ini…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Disini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berguman kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah kalung yang selalu dipakai Asada Shino di Dunia Nyata. Bukan sebuah kalung mahal. Rantai kalung ini terbuat dari stainless steel, dan token yang menggantung juga hanyalah sebuah aluminium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, bagi Sinon. Kalung ini memiliki banyak makna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diakhir tahun lalu, Sinon terlibat dalam «Insiden Death Gun».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu teman Sinon adalah anggota grup kriminal tersebut, ia menyerang dirinya dengan jarum suntik berisi racun succinylcholine. Kirigaya Kazuto — Kirito menerjang dan melindunginya, tetapi dadanya malah tersuntik sebuah racun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa terhindar dari racun tersebut karena ia lupa untuk menarik sebuah elektroda ECG yang ada di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah insiden tersebut, Sinon menemukan elektroda tersebut terjatuh di kamarnya. Ia menarik selotip yang menempel dan membuatnya menjadi sebuah kalung tanpa memberitahu Kirito atau Asuna. Ia dive di cabang RATH Roppongi branch, dan pegawai bernama Hiraki bahkan tak bisa melihat kalung tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa kalung kecil ini tak bisa dimaterialisasikan kedalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito pernah berkata di Dicey Cafe: dunia virtual yang diciptakan oleh STL bukan hanya terbuat dari objek poligon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berkata seperti itu — dunia tersebut diciptakan melalui ingatan dan imajinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin begitulah, kalung ini bisa tercipta karena imajinasi milik Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon kini mencium kalung tersebut, dan menyimpannya kembali dibalik bajunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, setelah tersadar penuh, ia menatap makhluk hitam bersayap yang masih terbang di langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subtilizer masih berdiri di atas punggung makhluk itu, masih memandangi tangan kanannya. Sinon bisa melihat ada asap yang muncul dari jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya sadar jika Sinon memandanginya, Subtilizer mendongak dan memunculkan senyum tak puas. Sinon masih memandangnya, lalu ia berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bukanlah dewa, juga bukanlah iblis. Kau hanyalah seorang manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, Subtilizer memang sangat kuat. Ia seolah memiliki imajinasi yang sangat gila hingga bisa mempengaruhi kesadaran Sinon… dengan kata lain, Fluctlight miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tetapi jika kita berbicara tentang imajinasi dan konsentrasi, aku tak mungkin kalah darimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dua hal tersebut adalah kekuatan terbesar seorang Sniper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menggenggam equipment Super Account Solus, busur «Annihilate Ray» dengan kedua tangannya lalu memfokuskan konsentrasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian tengah busur putih ini mulai membentuk sebuah moncong berwarna hitam kebiruan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna ini perlahan menyebar dan membungkus seluruh bagian busur hingga akhirnya membentuk silinder kehitaman yang terbuat dari baja. Gagang, scoop, pelatuk mulai bermunculan pada bentuk baru ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Sinon tidak lagi memegang sebuah busur cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sebuah sniper rifle kaliber .50 yang kokoh, angkuh, namun menawan bernama — «Ultima Ratio Hecate II».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara nyaring, Sinon menarik pelatuk sambil menyeringai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum menyeringai Subtilizer kini menghilang dan tergantikan oleh ekspresi kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 279.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan balik yang terjadi tujuh menit lalu kini telah tiada. Berganti menjadi pola bertahan dari gelombang serangan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lindungi sekuat tenaga…! Tak peduli bagaimana caranya, kita harus melindungi orang – orang Underworld ……!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berteriak sekuat tenaga, sambil menghunuskan rapier miliknya di garis depan tanpa memedulikan rasa sakit yang muncul di otaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia tak bisa mendengar satupun jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disekelilingnya, satu persatu pemain Jepang kini telah dikepung oleh pasukan crimson yang baru saja log in. Mereka ditusuk oleh pedang dan tombak di sekujur tubuh. Teriakan kesakitan, penyesalan, dan kematian terus terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan kepungan ini, serangan tombak beruntun pemain Amerika masih bisa dianggap enteng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah itu karena datangnya bala bantuan musuh atau karena kemarahan yang tak masuk akal mereka, pasukan baru ini hanya bertujuan untuk memusnahkan. Mereka menerjang target lalu menjatuhkannya ke tanah dan menginjak – injak pemain Jepang tanpa peduli. Menghadapi serangan macam ini, taktik kami tak akan mampu mengalahkan jumlah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua ribu formasi melingkar pasukan jepang kini makin tertembus dihadapan mata Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan rapiernya, Asuna menghunus sembarangan dan berlari menjauhi musuh yang mengejarnya. Ini adalah pertama kalinya Asuna ketakutan sejak pertama kali turun ke Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang, selamatkan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam peperangan ini, salah satu pasukan yang masih bertempur dengan gagah berani adalah Swordsmen Hijau yang dipimpin oleh Sakuya, si Penguasa Sylph Alfheim Online.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ras Sylph mengandalkan serangan yang berfokus pada kecepatan. Strategi semacam ini pernah digunakan melawan ras Salamander yang menyerang menggunakan pasukan bersenjata berat. Pasukan ini bermanuver saling melindungi satu sama lain sehingga tak ada teman mereka yang diseret dan diinjak – injak oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Bagus, kita buat celah pada pertahanan mereka! Rindou Team, Suzuran Team, dorong garis depan ke kanan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakuya berdiri di garis depan, menebaskan katana rampingnya ke segala arah sambil berteriak memberi perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, mereka seharusnya bisa berkumpul dengan tim Salamander yang masih bertarung di sisi kanan mereka, dan meminta mereka agar saling membantu untuk menerobos formasi musuh dengan sekali serang. Selagi pasukan Underworld bisa lari dari reruntuhan ini dan mempersempit medan perang, mungkin kami bisa menurunkan semangat juang musuh seperti yang dilakukan pada pemain Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maju! Siapkan «Synchro Sword Skill»!! Siap, 5, 4, 3…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum Sakuya memberikan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan kesakitan terdengar dari samping kiri medan peperangan yang sedang ia lindungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Jangan menyerah teman – teman. Tinggal sedikit lagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakuya tiba – tiba menahan nafas dan menoleh ke kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Jepang yang berequip kekuningan tampaknya telah ditelan pasukan crimson. Berada di posisi paling depan, sang pemimpin dilempar menuju tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alicia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakuya berteriak. Seketika itu juga, ia berubah dari seorang pemimpin yang tenang menjadi seorang gadis mahasiswi universitas biasa.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhentiii —— !!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menjerit dan langsung menuju ke sisi kiri. Ia menebas dan menerbangkan musuh yang menghalangi jalannya dan tanpa peduli sekeliling, ia berlari menuju sahabatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang panjang menusuk dada dan perut Penguasa Cait Sith, Alicia Rue, tetapi saat ia menyadari jika Sakuya menghampirinya. Ia berteriak sambil memuntahkan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, mundurlah Sakuya-chan!! Atur pasukanmu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata – kata tersebut, sosok Cait Sith bertubuh kecil kini mulai menghilang dihadapan mata Sakuya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alicia —— !!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakuya berteriak dan kini menerobos menuju musuh yang telah membunuh pasukan Cait Sith. Ia terus menerus mengaktifkan Sword Skills, semakin kedepan semakin banyak darah dan tubuh yang ia tebas. Sedikit lagi ia akan sampai ke temannya yang telah gugur...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Snikt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tusukan, ia menoleh kebawah dan melihat sebuah tombak besar menusuk perut kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit pertama yang ia terima di Underworld menjalar ke seluruh urat nadinya, seolah mengambil semua tenaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia masih bisa mengambil empat langkah ke depan sebelum akhirnya ia roboh ke tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, Sakuya seolah ditelan oleh gelombang kebencian. Katana miliknya dirampas dari tangan kanannya, lengan kirinya dipotong menjadi dua, dan tubuhnya ditusuki oleh berbagai macam senjata logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara dua ribu pemain — meskipun jumlahnya semakin berkurang — Jepang yang dive ke Underworld, seseorang yang menyadari situasi saat ini adalah pemimpin ketiga guild «Sleeping Knights», An Si-Eun/Siune.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahnya adalah warga Korea yang tinggal di Jepang dan ibunya asli orang Jepang, jadi Siune mampu memahami dua bahasa tersebut. Terlebih lagi, dia mendengar teriakan kemarahan yang muncul dari pemain crimson yang baru dive. Jadi ia bisa menebak informasi apa yang bisa memancing kemarahan orang – orang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai macam konflik telah terjadi antara negara Jepang dan Korea sebelum Siune lahir di awal abad 21. Ada berbagai alasan dibalik konflik tersebut, tetapi tampaknya dampak pengembangan internet semakin memperlebar jarak antara kedua negara tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan semakin tipisnya hal benar dan salah, hubungan kedua negara tersebut sampai memasuki dunia game online yang Siune dan kawan – kawan sukai. Bahkan di tahun 2026, dimana server international VRMMO sudah menjadi hal yang mainstream. Sudah menjadi hal yang biasa dimana sebuah area farming dikuasai pemain dari negara tertentu. Game – game seperti ALO menolak untuk berbagi koneksi antar negara. Hal inilah yang menimbulkan hubungan antara Jepang dan Korea semakin menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune yang tumbuh diantara budaya Jepang dan Korea merasa bimbang terhadap situasi ini. Anggota Sleeping Knight yang berada di kamar rawat VR sangat ramah dan menerima dirinya setelah mengetahui masa lalunya. Jadi ia berpikir.... untuk semuanya, ia telah menghapus jurang pemisah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria yang berada di atap reruntuhan kuil ini telah menghancurkan kesenangan bermain VRMMO yang seharusnya dinikmati pemain dari berbagai negara. Ia memanipulasi sebelah pihak, membuat mereka saling bunuh, dan saling tebar kebencian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku harus... aku harus melakukan sesuatu. Aku mungkin hanyalah satu – satunya pemain Jepang yang mampu berbahasa Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Jika aku tidak melakukan sesuatu, mereka tak akan memahaminya. Benar kan, Yuuki?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyebut pemimpin guild sebelumnya yang telah meninggal tiga bulan lalu dihatinya, ia memberikan instruksi kepada empat sahabat yang ada disampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teman – teman, sekali lagi. Mari kita buka pertahanan musuh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jun, pemegang dua pedang yang masih bertarung didepan angkat bicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengerti! Tecchi, Talken, Nori, kerahkan seluruh kemampuan kalian sekaligus! 3, 2, 1!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan kuat Sword Skill serentak tersebut membuat ledakan hebat dan menerbangkan puluhan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam keheningan sesaat ini. Siune berlari menuju seorang pemain Korea yang tampaknya adalah si pemimpin, ia menangkap tebasan musuh yang diayunkan kearahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telapak tangannya tergores dan darah mulai mengalir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi rasa sakit virtual semacam ini bukanlah hal yang berat dibandingkan transplantasi dan kemoterapi penyakit Leukimia yang Siune alami. Ia hanya menyeringai dan mulai memandang mata musuh, ia lalu berteriak dalam bahasa Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Dengarkan aku, kalian semua telah ditipu!! Server ini dimiliki oleh perusahaan Jepang, kami bukanlah hacker, kami adalah pemiliknya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar nyaring, mengisi keheningan untuk sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain Korea yang pedangnya digenggam oleh Siune mundur sedikit, seolah ia terintimidasi oleh teriakan tersebut, tetapi ia dengan sinis membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Bohong! Aku melihatnya sendiri, kalian membantai pemain berarmor crimson seperti kami!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka juga dibohongi seperti kalian, pemain Amerika tertipu dan diundang untuk dive kemari oleh informasi palsu! Pihak yang menyerang server ini adalah kalian!! Pikirkan baik – baik… apakah kemarahan dan kebencian kalian semua datang dari lubuk hati kalian?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata Siune menyebabkan pemain Korea terdiam, menjadi ragu – ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, sebuah suara nyaring namun kebingungan terdengar dari arah samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu mengatakan yang sesungguhnya?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang berteriak dalam bahasa Korea tadi kini berlari kedepan, dia adalah seorang pemain yang mengenakan armor crimson seperti yang lain. Siune secara tak sadar membentuk posisi bertahan, tetapi ketika dia sampai di depan Siune, dia menurunkan senjatanya dan membuka pelindung kepala miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku «Moonphase», siapa namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune seolah merasa de javu ketika ditanya namanya. Mata pemuda yang menyebut dirinya Moonphase memiliki cahaya redup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune melepaskan tangan yang menahan pedang, mengelap darah ke dadanya lalu berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku Siune.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siune-san, ya? Aku juga berpikiran hal yang sama jika ada hal yang aneh disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Moonphase meredam kemarahan pemain korea yang ada di sekitar. Ia menyarungkan pedang miliknya, lalu melangkah ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Apa kamu memiliki bukti jika apa yang kamu katakan itu benar?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune hanya bisa menahan nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia «Underworld» adalah sebuah dunia virtual yang dikembangkan oleh perusahaan yang dijalankan dan dikembangkan oleh pihak pemerintahan Jepang, dan para penyerangnya adalah pihak Amerika yang berusaha mencuri hasil penelitian ini, sebuah AI — Siune tak pernah meragukan kata – kata Lisbeth yang sebelumnya ia katakan di Kubah ALO. Tetapi ketika ia diminta untuk membuktikannya, ia kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada bukti nyata jika menyangkut dunia virtual. Hanya ada kesaksian dari beberapa orang, tetapi apapun yang dikatakan pemain jepang, pemain korea tak akan mempercayainya. Siune kini merasakan rasa marah yang terkumpul ketika melihat dirinya terdiam seperti ini. Apa yang harus ia lakukan … Dimana ia harus menjelaskan …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siune, penduduk Underworld!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nori tiba – tiba berteriak belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah dia pernah bertemu penduduk Underworld, dan setelah ia melihatnya jika penduduk berbahasa jepang, mereka akan paham jika ini adalah server jepang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah………!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, itu mungkin benar. Meskipun Siune dan yang lainnya hanya beberapa kali berbicara dengan penduduk Underworld ketika beristirahat, setelah menyadari jika penduduk ini bukanlah manusia asli maupun NPC, Siune langsung terkejut melihat perkataan mereka. Tetapi  — tidak, karena ada penghalang antara mereka dan pemain Korea, pemain Korea pasti merasakan hal yang sama. Selama mereka mencoba untuk mengajak berbicara, mereka akan sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune akan mentranslate apa yang baru saja Nori katakan kepada Moonphase.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika itu juga, sebuah cahaya merah datang dari belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Awaas……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune mencoba untuk memperingatkannya, tetapi sudah terlambat. Sebuah pisau telah tertancap di punggung Moonphase dan melemparkannya sejauh sepuluh meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guaagh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggantikan Moonphase yang sedang kesakitan di tanah, kini berdiri seorang pria bertudung hitam yang sebelumnya ada di atas atap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat tangan kanannnya yang masih menggenggam pisau — yang mirip seperti pisau daging khas Cina, kearah Moonphase dan berteriak dalam bahasa Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Medan peperangan ini bukan tempat bagi pengkhianat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia mengarahkan pisau tersebut menuju pemain Korea yang ada di sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan tertipu trik murahan pemain jepang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara miliknya kuat namun dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu mengarahkan pisaunya kearah Siune yang masih mematung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika ini adalah server Jepang, dan kalian adalah pemiliknya. Lalu mengapa kalian memiliki equipment yang sangat kuat? Mereka menggunakan equipment GM! Kalian menciptakannya dengan cara curang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, benar, tepat! Suara – suara baru mulai bermunculan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune mencoba menghalau tuduhan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidak! Equipment kami berbeda karena kami mengkonvert akun berlevel atas milik kami untuk dive ke Underworld!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika Siune berkata seperti itu, si pria bertudung hitam mengeluarkan tawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah, idiot macam apa yang mau mengkonvert akun mereka kedalam test server?! Pembohong, kalian pembohong!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar, percayalah!! Kami datang kesini juga tak ingin kehilangan akun kami…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whoosh. Suara tebasan angin terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pisau melayang menuju pundak kanannya, Siune tak mengkhawatirkan rasa sakit yang muncul. Melainkan rasa putus asa yang sangat dalam. Ia tak bisa membalas perkataan si pria yang telah melemparkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekelompok kecil pemain Cina mengacaukan gencatan senjata sesaat dan mulai menyerang dari sisi kanan. Si pemimpin Korea yang melihat ini semua kini menendang Siune hingga terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbaring disana, Siune mendengra suara langkah kaki keempat sahabatnya yang mulai mendekatinya, tetapi ia tak bisa berdiri lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Mengapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri Synthesis Twenty-Seven merasakan kebencian yang begitu dalam dari seluruh medan peperangan, ia hanya bisa mengulang pertanyaan tersebut di kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Mengapa orang – orang ini saling membenci meskipun mereka sama – sama dari Dunia Nyata?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, mungkin ia tak punya hak untuk berkata seperti itu. Bahkan orang – orang Underworld juga terbagi menjadi Kerajaan Manusia dan Tanah Kegelapan, dan telah berperang selama ratusan tahun. Tepat beberapa hari yang lalu, darah yang tercipta di Gerbang Besar Timur mungkin sama banyaknya dengan darah yang diciptakan pada peperangan hari ini. Bahkan Divine Instruments yang menggantung di pinggang Renri, «Twin Edged Wings» telah mengambil banyak nyawa Goblin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, seharusnya ada alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia selalu percaya jika Dunia Nyata yang ada diluar Underworld adalah sebuah dunia tanpa konflik dan kebencian dimana perang tak pernah terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu adalah imajinasi miliknya sendiri. Meskipun orang – orang Dunia Nyata, Asuna dan sahabatnya berbicara dengan bahasa yang sama dengan penduduk Underworld. Suara teriakan yang muncul dihadapannya kini tak bisa dipahami oleh Renri. Jika kita terhalang hanya karena bahasa, apakah mungkin kita bisa berdamai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah mungkin jika peperangan adalah sifat alami manusia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu di dunia ini maupun Dunia Nyata, bahkan mungkin dunia diluar Dunia Nyata, apakah hanya ada lingkaran kebencian antara manusia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri menggertakkan tinjunya, ia menahan seluruh kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Sheyta telah tinggal di belakang untuk melawan musuh bersama Guild Petarung Tangan Kosong dari Tahan Kegelapan. Ia pasti telah menerima persahabatan dengan orang – orang Tanah Kegelapan. Bahkan diujung jalan penuh darah, masih ada sebuah harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, aku harus bertarung. Aku tak boleh dilindungi terus dan berdiri saja seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri mengambil langkah menuju garis depan, bersiap untuk menolong bala bantuan Dunia Nyata yang masih terus berjuang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, sebuah suara datang dari bagian belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Knight Yang Terhormat, aku juga akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menoleh dan melihat siswi berambut merah Tiese, yang terus berada di pasukan persediaan. Ia memegang sebuah pedang kecil. Ekspresi wajahnya telah membuat ketetapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tak boleh, kamu harus melindungi orang itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tugas itu telah kuserahkan pada Ronye… Karena Eugeo-senpai yang aku sayangi telah …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bola mata kecoklatan Tiese berkaca- kaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia kehilangan nyawanya karena melindungi seseorang yang berharga. Aku harus melanjutkan misinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri menggigit bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ia sendiri yang seorang Integrity Knight sedikit tak yakin jika ia kan melewati peperangan ini hidup - hidup. Ia tak yakin jika Tiese yang bahkan bukanlah seorang Penjaga bisa selamat tanpa tergores.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu juga, sebuah suara baru muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga akan pergi, Tuan Knight.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Penjaga wanita melangkah dibelakang Tiese. Ia tampaknya telah bertarung terus, pakaiannya robek – robek, armornya retak, dan wajahnya masih memiliki sedikit semangat bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku masih belum memenuhi janjiku pada Kirito. Sekarang ini, aku tak bisa meninggalkan penduduk yang coba ia lindungi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sortiliena-senpai…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiese memanggil namanya dengan agak gemetar. Si pemimpin penjaga tersenyum kecil dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertarung bukanlah untuk kehormatan, juga ketenaran, melainkan untuk melindungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri merasa jika ketetapan kedua wanita ini mempengaruhi hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia dengan lembut mengambil Divine Instruments yang ada di pinggangnya dan mengangguk kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku mengerti. Maka, aku akan melindungi kalian … jangan jauh – jauh dariku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siap, tuan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami mengandalkanmu, Knight Terhormat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiese dan Sortiliena menjawab dan menarik pedang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri mencengkeram Divine Instruments di kedua tangannya, ia berkata dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Eldrie-san. Sheyta-san. Dan Komandan Knight Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Seperti kalian semua. Kini aku telah menemukan tujuan hidupku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Integrity Knight Renri dan kedua swordswomen pergi menuju medan peperangan yang masih terselimuti rasa kebencian dan putus asa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
Koujiro Rinko berlari kembali menuju ruang sub kontrol dan duduk di tempat yang sebelumnya biasa diduduki Higa Takeru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa jendela muncul di monitor besar didepannya, tetapi yang pertama ia lihat adalah sebuah jendela kecil yang berada di bagian paling bawah. Apa yang ada disana adalah tiga buah grafik yang menunjukkan status Fluctlight milik Kirigaya Kazuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian tengah cahaya yang memantulkan berbagai macam warna, ada sebuah titik hitam yang merepresentasikan sebuah «kerusakan tubuh utama».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Higa Takeru telah mengontrol empat unit STL dan bersiap untuk memperbaiki kerusakan ini menggunakan ingatan tiga gadis yang memiliki hubungan dengan Kazuto. Untuk melakukan hal tersebut, Higa sedang berada di bagian bawah yang masih dikuasai musuh. Dia disana seorang diri — tunggu, ada satu orang lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, para penyerang masih berfokus pada «Ichiemom» yang bergerak pada anak tangga. Tetapi, tubuh baja miliknya tak mungkin bisa bertahan melawan rentetean peluru. Ketika Ichiemom hancur, musuh pasti akan berpikir begini: Apa yang orang Jepang pikirkan sih?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Lebih cepat, Higa-kun!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memikirkan hal itu, pintu geser kini terbuka dan seorang pria berpakaian Hawaai masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana… Bagaimana kondisi Kirito-kun?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Higa-kun sedang mengoperasikannya. Apakah umpannya berhasil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menjawab juga sambil bertanya, nafas Kikuoka Seijirou ngos – ngosan ketika ia duduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami melempar semua bom asap dari belakang Ichiemom. Seharusnya sih bisa memberi kita banyak waktu, tetapi jika kita tak segera menutup kembali dinding pemisah akan cukup gawat. Kita tak punya banyak waktu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Higa-kun berkata jika ia butuh waktu lima menit untuk berhasil …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko menutup mulutnya, lalu menatap monitor lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluctlight milik Kirigaya Kazuto masih tak berubah. Ia mengepalkan tinjunya dan menatap monitor utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat sebuah peta dari dunia fantasi — tidak, ini memang sebuah peta dari dunia fantasi, yang bernama Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan peta Kerajaan Manusia yang ia lihat beberapa hari lalu ketika sampai di Ocean Turtle, peta yang sekarang ia lihat sungguh sangat luas. Dibagian selatan Kerajaan Manusia yang dilingkari pegunungan, sepertinya ada sebuah reruntuhan. Sebuah titik kecil yang menunjukkan posisi Yuuki Asuna, titik – titik biru melambangkan Pasukan Kerajaan Manusia, dan titik – titik putih yang melambangkan bantuan Pemain Jepang kini telah berkumpul di satu posisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang crimson telah mengepung mereka semua sepertinya adalah pemain Amerika yang dimasukkan oleh para penyerang — atau seperti itulah dugaannya. Jumlah mereka 20, tidak, 30 kali lebih banyak dari pemain Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa ini tak masalah? Rinko mencari dua titik lain selain Yuuki Asuna dan akhirnya menemukan titik biru air yang ada jauh di selatan. Itu pastilah Asada Shino.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dimana perginya Kirigaya Suguha? Rinko menyisir peta dan menemukan titik kuning kehijauan ada jauh di utara, jauh dari medan pertempuran. Ada juga titik merah yang melambangkan musuh disana, tetapi Higa berkata jika mereka berdua seharusnya dive ke posisi Yuuki Asuna berada. Rinko mengangkat alisnya karena frustasi, bagaimana bisa —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, ia menyadari sebuah titik putih lain yang ada dibalik titik milik Suguha, seolah menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya tak ada orang RATH yang sedang dive menggunakan STL. Apa – apaan ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia secara tak sadar menggerakkan mouse dan perlahan mengklik titik tersebut, muncullah jendela baru. Rinko membaca kata – kata yang berbahasa Inggris tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um… Restriction, Confrontational Index… Threshold Detection… Report? Apa ini?…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah ia berkata seperti itu, “Aku tak bisa memahaminya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“App… Appaaaaa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka berteriak kencang, membuat Rinko terbangun dari tempat duduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Kikuoka tidak langsung merespon, malah mengambil mouse dari Rinko dan memperbesar jendela yang baru saja muncul. Ia menatap monitor dan wajahnya pucat pasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unf… Ya, tak salah lagi, ada Fluctlight lain yang telah menerobos pembatas jiwanya! Tetapi, mengapa sekarang?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Rinko terbuka lebar, lalu ia menatap Kikouka yang sedang menggaruk – garuk kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh… maksudmu «A.L.I.C.E.» kedua?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, tepat… Ah, tidak, tunggu… Ini…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka dengan cepat menscroll jendela kebawah dan mulai bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sulit dikatakan tetapi ini tidak sama seperti «Alice». AI ini menerobos pembatas tidak melalui sirkuit logical, tetapi menerobos sirkuit emosional miliknya … tetapi, ini sebuah penemuan mengagumkan. Jika saja aku bisa kesana … Oh, sial, mereka mulai bergerak menuju selatan dimana pasukan Amerika berada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko mencuri kembali mouse dari Kikuoka dan menatap log Artificial Fluctlight tersebut ketika menerobos pembatas jiwa miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm… Yeah, sebuah titik – titik yang dihubungkan seperti rantai telah hancur di zona emosi … Huh—? Hei, Kikuoka-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memutar tubuhnya, Kikuoka memiringkan lehernya ketika menatap monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perintah apa ini yang tertulis disana? Aku tak memahaminya… seolah perintah ini sengaja ditanamkan untuk mengekang sirkuit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko menatap perintah kode yang cukup kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penanaman rasa sakit… itu lho yang ada di pojok kanan? Tetapi, meskipun sebuah Artificial Fluctlight berusaha sekuat tenaga untuk menerobos pembatas tersebut, mereka akan dihentikan oleh rasa sakit akibat kode ini. Kalian juga menanamkan perintah semacam ini pada penduduk Underworld?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… tidak, kami tak melakukannya. Tak mungkin kami melakukannya, tindakan semacam itu akan menghalangi tujuan murni kami … ini hanyalah penghalang terbesar kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm… benar juga. Pemrograman sampai mendetail ini juga bukan tugas Higa … Ah, ada sebuah komentar disana … «Code 871»? Apa itu Code  871?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“871? Aku tak pernah mendengar angka itu sebelumnya … Tidak, tunggu… Tunggu, tunggu, aku kira.... beberapa menit lalu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka mulai berlari, suara yang ditimbulkan sandal kayunya terdengar keras. Ia menuju kursi terdekat, mengambil jas putih, dan mebukanya lalu menatap ke sebuah saluran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ada apa, apa yang terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atas pertanyaan Rinko, Kikuoka membuka lebar matanya dan menyerahkan mantel putih kepada Rinko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disitu, ada sebuah tanda yang dibuat menggunakan marker permanen, angka [871].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mantel putih ini... milik seorang teknisi bernama Yanai, ia baru saja menuruni saluran ini bersama Higa …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata seperti itu, Rinko menahan nafasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai. YA NA I.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… 8 7 1?” &amp;lt;ref&amp;gt;871 bisa juga dibaca YA NA I dalam bahasa Jepang&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko dan Kikuoka berdiri membatu seperti kerasukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Guild Petarung Tangan Kosong masih melihat pasukan crimson yang akan menghampirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membentuk formasi mengepung dalam jarak duapuluh mel, pasukan ini berbicara dengan bahasa asing dan menganggap jika pasukan Ishkan telah kehilangan semangat tempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka lalu berteriak dan melompat secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kirinya yang masih terluka, Iskahn menggenggam tangan sang knight wanita yang ada di sampingnya. Ia membalas genggaman tersebut, hingga membuat mati rasa-nya agak menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menundukkan kepala, dan tampaknya akan menutup mata untuk menerima kekalahan ini, tetapi —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Apa ini…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Sheyta membuatnya kembali menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat sekelompok pasukan datang dari sisi lain lembah ini, dari bagian utara medan peperangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan mereka besar, memiliki hidung panjang, dan telinga yang menjuntai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orcs.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Mengapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn kebingungan. Setelah diberi perintah oleh Kaisar Vektor, pasukan Orcs seharusnya menunggu di «Gerbang Besar Timur» di utara sana. Karena sang Kaisar telah lenyap, perintah tersebut seharusnya tak bisa dilenyapkan. Namun faktanya, sisa – sisa Dark Knight juga ikut bersama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih kebingungan, Iskahn menyadari dalam pasukan Orcs tersebut ada sosok manusia memimpin di bagian paling depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bukan seorang Orcs. Dia memiliki rambut kuning kehijauan, serta memakai pakaian hijau keputihan. Dia memang manusia tak salah lagi, dan pastinya seorang wanita dari Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mengapa swordswoman kecil ini memimpin seluruh Pasukan Orcs?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya menyadari pasukan yang melaju ke arah sini, pasukan crimson yang mengepung pasukan Petarung Tangan Kosong kini berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kilatan menyilaukan muncul. Si gadis itu telah menarik katana miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, tangan kanan Sheyta yang masih menggenggam tangan kiri Iskahn bergetar, seolah merasakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika sang gadis berlari ke tengah jembatan batu sambil mengangkat katana miliknya tinggi – tinggi ke udara. Pada saat itu, jarak antara dirinya dengan pasukan crimson masih sejauh duaribu mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi  —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang dan tangan sang gadis seolah menjadi asap. Bahkan mata Ishkan tak bisa melihat tebasan miliknya. Kilatan cahaya perak terjadi sekejap mata, lalu terjadilah pemandangan yang menakjubkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilatan cahaya menjalar melalui tanah gelap ini — tetapi tidak hanya itu, puluhan pasukan crimson yang berdiri diatas cahaya tersebut terpotong dan berjatuhan ke tanah sambil berteriak kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katana yang telah diayunkan kebawah kini diayunkan keatas dengan kecepatan mengerikan. Kilatan cahaya kedua menembus pasukan crimson dan mereka yang mengenakan armor berat terpotong menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Sungguh kuat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta berbisik pelan melihat pemandangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menunggu – nunggu, Sinon mengangkat senjata kesayangannya, Hecate II, yang telah ia ciptakan dari Bow of Solus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia kini hanya berjarak 20 meter dari Subtilizer. Sungguh terlalu dekat untuk menembak menggunakan sebuah sniper. Bahkan melihat pergerakan musuh dengan teleskop saja sungguh sangat sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, Sinon memutuskan untuk menentukan hasil pertarungan ini sebelum Subtilizer membuat sebuah gerakan; ia menarik pelatuk seketika ia melihat bayangan hitam di lensanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tembakan cahaya. Dengan bunyi ledakan hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daya dorong dirasakan tubuh Sinon dan ia hampir tak bisa mengontrol tubuhnya untuk berputar. Setiap tembakan membuat tubuhnya bergerak, jadi ia tak bisa menembak beruntun tetapi selama ia bisa mengenai sasarannya maka semua akan berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kesulitan ini, Sinon mengatur tubuhnya dan menatap Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu matanya terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria yang sedang berdiri di makhluk hitam bersayap kini mengangkat tangannya dan memposisikan jarinya seperti sebuah cakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di telapak tangannya ada pusaran kegelapan dan cahaya yang masih berputar, dan yang ada di bagian tengah pusaran tersebut adalah partikel cahaya. Itu pastinya adalah peluru yang Sinon tembakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ia juga bisa menghisap peluru seperti ia menghisap kesadaran Sinon?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah peluru yang mampu menembus baja setebal 2cm dan ditembakkan dari sebuah sniper berkaliber .05 …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit rasa takut muncul didalam hati Sinon. Lalu, kegelapan di tangan kiri Subtilizer semakin menjadi pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan kalah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berteriak kencang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan kalah, Hecate!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara itu, cahaya ditembakkan menuju kegelapan sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah lubang tercipta di telapak tangan Subtilizer; daging dan darah muncul disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku bisa melakukannya!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengambil nafas dalam – dalam dan menarik pelatuk Hecate II. Peluru yang telah habis melayang di udara lalu terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subtilizer menatap tangannya yang terluka sambil masih terdiam. Meskipun cairan hitam kini telah menutup lubang tersebut, luka separah itu sepertinya tak bisa sembuh dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat wajahnya yang seolah ingin tertawa, lalu menatap Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya kini mulai mengambil busur di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Hmph.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengeluarkan sedikit udara melalui hidungnya. Bagaimana mungkin senjata seperti tiu bisa mengalahkan sebuah sniper …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Flex.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Busur tersebut kini mulai berubah bentuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian kanan dan kiri ujung busur tersebut mulai menebal dan memanjang dua kali lipat. Yang tadinya sebuah bagian berkayu kini mulai menjadi sebuah logam hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa detik, tangan kanan Subtilizer kini telah menggenggam sebuah sniper sebesar Hecate. Sinon mengenali senjata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Barrett XM500.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti Hecate II, senjata miliknya menembakkan peluru kaliber .50, tetapi senjata miliknya lebih modern dibanding Hecate miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah senyum muncul di pinggir mulut Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kemarilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon bergumam dan menekan kembali pelatuk Hecate II.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya ampun… K-Kau tak apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai tampaknya peduli pada Higa sehingga ia sedikit melupakan rasa sakitnya lalu berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“He… Hei, kau ini yang menembakku, mengapa kau menanyakan hal seperti itu padaku hah …?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tidak, aku sebenarnya tak bermaksud menembakmu. Aku tak ingin ada korban jiwa. Butuh perjuangan berat agar aku bisa hidup di vila di tepi pantai, tetapi jika aku tinggal disana sambil menyesal seumur hidup, aku tak ingin itu terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Higa sadar jika Yanai benar – benar serius, tangan miliknya seolah kehilangan tenaga. Ia tahu jika dirinya telah terluka di bagian pundak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya peluru yang telah ia tembakkan telah menancap di dinding dan menembus bagian tulang bahu. Higa menahan rasa sakit tersebut dan mati rasa mulai menyebar di seluruh tubuhnya. Bagian perut dari pakaiannya telah berlumuran darah. Ini bukan hanya luka biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Takut akan situasi semacam ini, rasa sakit tersebut semakin cepat menyebar ke perut Higa. Membuatnya kesulitan bernafas. Beberapa meter di atas kepalanya, Yanai masih membuat wajah campur aduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, aku hanya ingin memperlambat kerjamu, Higa-san. Setelah aku menghancurkan colokan penghubung aku akan berlari menuju ruang kontrol utama. Setelah itu, aku pasti bisa kabur menggunakan kapal selam. Tak ada seorangpun yang tewas dari pihak RATH jika aku berhasil mencuri Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak seorangpun… yang tewas…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa memaki Yanai, melupakan rasa sakit pada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika aku tak membuat kesempatan untuk menyembuhkan Kirigaya-kun, kesadarannya akan hilang selamanya! Seseorang yang membunuhnya adalah kau, Yanai-san! Dan kau bilang tidak akan membunuh siapapun, hah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh. Ahh… Beenarr…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Yanai menjadi pucat pasi. Dibawah lampu emergency, wajahnya semakin putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm… Siapa yang peduli jika ia mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Appaa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena, dialah orang yang membunuhnya. Admii-chan kesayanganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ad… mii…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai menatap Higa yang kebingungan akan nama tersebut, Yanai lalu berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang Mulia, Pemimpin Tertinggi Administrator dari Gereja Axiom! Aku berjanji padanya jika aku akan membantunya mengatur seluruh Underworld. Dan aku setuju dengannya jika aku akan menyimpan Light Cube miliknya jika server diformat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Higa kini terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja Axiom adalah organisasi yang menguasai Kerajaan Manusia di Underworld. organisasi ini memerintah seluruh penduduknya dengan hukum – hukum dan kekuatan yang sangat memaksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan mengapa Higa tidak bisa memperoleh Fluctlight «Alice» yang telah menerobos pembatas Jiwa ketika ia pertama kali muncul dalam Underworld yang telah berakselarasi karena Gereja Axiom telah berhasil mengambilnya dan menerapkan modifikasi ingatan di Fluctlight miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, kecepatan mereka benar – benar gila dan cara – cara gereja Axiom sangat efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun mereka tak mengetahui jika mereka sendiri adalah sebuah Artificial Fluctlight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun karena alasan tersebutlah. Gereja Axiom — ataupun seorang Artificial Fluctlight yang bernama «Administrator» telah berhasil menguasai dan memahami struktur dunia tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apakah kau yang mengotori Underworld?…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bertanya pelan, dan Yanai hanya cemberut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tidak, anak itu yang pertama kali menghubungiku. Aku masih bekerja lembur saat itu, dan ketika aku mendengar suara seorang gadis kecil dari speaker, itu membuatku ketakutan setengah mati … dia telah menemukan seluruh daftar perintah Underworld seorang diri dan membuat saluran komunikasi ke dunia luar. Jika kami yang bekerja sebagai teknisi berpendapat, kaulah tersangka disini karena lupa menghapus seluruh perintah tersebut, Higa-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Neheheheh. Yanai tertawa beberapa kali, lalu melanjutkan ceritanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku terus berpikir, jika seperti ini terus seluruh Underworld akan diformat total. Karena suatu saat pasti akan dihapus, makanya aku diam – diam menggunakan STL dan pergi untuk menemui Admii-chan. Kemudian... Ya Tuhan, aku tak pernah melihat sosok gadis secantik dia. Gadis yang di kurung Sugou-san dalam ALO memang cantik, tetapi kepribadian Admii-chan, suaranya, dan sikapnya benar – benar membuatku terpesona… — Gadis itu membuat kesepakatan denganku. Jika aku membantunya maka dia akan menjadi pelayanku. Di masa depan nanti ia akan menguasai seluruh dunia bersamaku, dan menjadikanku seorang raja …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang mencemari dunia itu adalah orang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa merasakan seluruh rambut di tubuhnya berdiri ketakutan. Yanai mungkin memang seorang pengkhianat, tetapi juga seorang idiot. Orang macam apa Administrator, sehingga mampu mengontrolnya sesuka hati?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, wajah Yanai kembali kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi… gadis itu kini telah mati. Dibunuh… bocah itu bukan hanya menghalangi eksperimen Sugou-san, ia juga membunuh Admii-chan. Jika aku tak membalaskan dendam Admii-chan, aku akan sangat kasihan padanya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai mengarahkan pistolnya kearah Higa. Senjata tangan otomatis akan leluasa jika setelah menembakkan peluru pertama, maka tembakan kedua akan tak perlu memerlukan tekanan yang lebih keras. Jika jari telunjuknya sedikit saja menyentuk pelatuk, peluru lain mungkin akan benar – benar melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… YA, benar … YA, aku memang harus membunuh satu orang, sebagai tumbal untuk gadis itu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai menyipitkan matanya sambil gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Sialan. Ia banar – banar serius kali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa hanya bisa pasrah dan menutup matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku tak akan sempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa jika Asuna, Klein, dan Lisbeth masih sangat jauh dari posisinya sekarang, Leafa menggigit bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi didepan matanya, hampir sekitar 3000 pasukan crimson telah menghalangi jalan di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah meminta Rirupirin, sang ketua Orc untuk membawa bala bantuan menuju daerah selatan untuk menolong Asuna dan Kirito, tetapi mereka masih belum menemukan Pasukan Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut penjelasan Rirupirin, beberapa ratus orang yang dikepung pasukan yang dive dari Dunia Nyata adalah para Petarung Tangan Kosong yang termasuk pasukan Tanah Kegelapan seperti Orcs. Leafa terkejut mendengar penjelasan tersebut, tetapi langsung memutuskan untuk membantu mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan maju ke pasukan musuh. Rirupirin, kamu dan anggotamu bergabunglah dengan Petarung Tangan Kosong, dan seranglah jika musuh menyerangmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atas saran ini, Rirupirin memprotes keras: “Aku juga ingin bertarung!” tetapi Leafa menggelengkan kepalanya, sambil menggenggam tangan gempal si Orcs lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku tak ingin ada satupun dari kalian yang tewas. Jangan khawatirkan aku... pulluhan ribu musuh seperti ini bukan hal sulit untuk dilawan kok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata seperti itu, Leafa maju sendirian menuju pasukan crimson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengetahui jika Super Account Terraria memiliki HP yang sangat banyak dan kemampuan regenerasi yang tak terbatas. Terlebih lagi, orang – orang dari Underworld memiliki kehidupannya sendiri di dunia ini. Meskipun akan terlambat untuk membantu Kirito, Leafa tak bisa membiarkan para Orcs tewas sia – sia disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membunuh puluhan musuh menggunakan serangan jarak super jauh, Leafa melaju menuju pasukan musuh tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk beberapa alasan, ia bisa menggunakan Sword Skills dengan jarak jauh beberapa kali lipat dibandingkan di ALO tanpa adanya jeda. Setiap kali cahaya bersinar di equipment Akun Terraria «Verduras Anima», musuh terpotong – potong dengan pola tetap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ketika cooldown antara Sword Skill satu ke Sword Skill lainnya, banyak pedang melayang dan menebas armor dan bagian tubuhnya. Ia tak bisa menghindari itu semua, dan jumlah luka di tubuhnya semakin bertambah, membuat rasa sakit di kepalanya dan membuat matanya berkunang - kunang — Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HA — AAH!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak dan menjejakkan kaki kanannya ke tanah. Cahaya kehijauan muncul dibawahnya dan seketika seluruh luka ditubuhnya telah sembuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa bisa menahan rasa sakit ini dan mulai berkonsentrasi mengayunkan pedang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika setiap bagian tubuhnya ditusuk, setidaknya ia akan menyingkirkan seluruh musuh dari dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun lokasi dive dirinya telah melenceng jauh dari lokasi asli, ia ingin menyelamatkan penduduk Underworld sebanyak mungkin. Mereka adalah orang – orang yang ingin dilindungi Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gadis ini benar – benar sinting!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa menggunakan tangan kirinya untuk menghentikan sebuah pedang yang hendak diayunkan padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haiyah!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu lagi musuh yang berhasil ia lenyapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa menggertakkan giginya pada pedang yang menancap ke tangannya, lalu membuang pedang tersebut sambil memuntahkan banyak darah dari mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua buah peluru mereka tampaknya saling berbenturan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peluru yang ditembakkan dari dua buah sniper anti-material berbenturan satu sama lain, lalu menghilang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon tidak kehilangan keseimbangan kali ini, ia berdiri dengan dua kaki sambil bertumpu pada udara ketika menahan daya dorong yang muncul. Dihadapan matanya, Subtilizer juga masih berdiri tegap diatas makhluk bersayap miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya Sinon mengalami pertarungan udara di tempat terbuka antar sesama sniper. Sebuah game seperti GGO tak akan mensupport pemain untuk terbang, terlebih lagi Hecate sebenarnya tak bisa digunakan sambil terbang kesana kemari. Daya dorong yang timbul dari setiap tembakan benar – benar diluar nalarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertarungan ini —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapapun yang mampu bertahan dan mengenai sasaran adalah sang pemenang. Sinon berpikir seperti ini sambil menarik pelatuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subtilizer mungkin juga memiliki pikiran yang sama. Ketika Sinon terbang ke kanan untuk mendekatinya, musuh terbang ke kiri untuk melawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang hampir bersamaan, keduanya mulai melaju dengan kecepatan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kondisi ia tak kehilangan keseimbangan, Sinon menukik tajam ke suatu sudut. Sambil memfokuskan bidikannya dan juga berusaha menghindari bidikan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Subtilize telah mengangkat Barrett miliknya tiba – tiba dengan kecepatan mengagumkan, ia tampaknya telah memprediksi gerakan Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Datang!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menggertakkan giginya dan membuka matanya lebar –lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan api meletus dari moncong senapan Barrett.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon terbang secepat mungkin sambil menikung ke kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peluru musuh menabrak dadanya, hampir menembus ke kulitnya. Armor biru miliknya kini hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Hindarilah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah kesempatan terakhirnya. Ia harus menembak sebelum Subtilizer memiliki kesempatan lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ketika Sinon mengangkat Hecate miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat peluru lain melayang kearahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakan beruntun — mengapa bisa?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah… sial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dari Hecate yang perlu dikokang setiap kali ingin menembak, Barrett milik musuh adalah sniper semi-automatic.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika pikiran ini melintas ke otak Sinon, kaki kiri Sinon telah terpotong di atas lutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 315.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih mampu berdiri dalam situasi seperti ini, adalah Asuna yang menggunakan Super Account, Integrity Knight Renri, seorang penduduk asli Underworld dan naga kesayangannya, juga Siswi Swordswoman Tiese dan Ketua Penjaga Sortiliena. Mereka masih mengayunkan senjatanya deengan gagah berani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun matanya kelelahan, Asuna melihat Knight Renri bertarung dengan kokoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar sepuluh menit lalu, si knight telah muncul di garis depan dan langsung melemparkan pisau terbang miliknya. Pisau tersebut berputar diudara sambil memotong musuh yang melaju kemari. Kekuatan hebat ini mampu memukul mundur musuh selama beberapa menit. Nafas api yang dimuntahkan sang naga juga membuat musuh ketakutan, membuat status Integrity Knight sebagai penunggang naga nomor satu di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu tak berlangsung lama hingga musuh menyadarinya. Ketika Knight Renri melemparkan senjatanya, tubuhnya sendiri benar – benar tak terlindungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia melempar pisaunya untuk menyapu pasukan garis depan, banyak tombak yang dilemparkan kearahnya dari samping. Pasukan musuh akhirnya menggunakan taktik bertempur seperti yang digunakan Asuna saat melawan pemain Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tombak - tombak tersebut bagaikan hujan di langit merah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naga milik Renri melebarkan sayapnya dan tubuhnya untuk melindungi sang tuan dari gelombang serangan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia langsung rubuh, sisik – sisiknya terkelupas dan mulai menumpahkan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, gelombang hujan tombak mulai diluncurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Knight Renri melihat keatas pada tombak – tombak yang semakin mendekat, ia memeluk Tiese dan melindungi tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, dua buah tombak menancap ke punggung Renri, membuatnya terjatuh diatas tubuh Tiese. Kehilangan kontrol, pisau lempar yang berputar diudara kini berhenti dan menancap di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, di bagian lain medan peperangan, hasil pertempuran ini sudah bisa dipastikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba melampiaskan kemarahan mereka, pasukan crimson masih menyeret – nyeret pemain Jepang yang telah jatuh kerena kelelahan. Lalu menancapkan senjata – senjata mereka ke tubuhnya. Daging dan darah menari – nari di udara, sambil ditemani teriakan – teriakan kesakitan, lalu menghilang bagaikan asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak armor dan perisai milik orang – orang telah retak dan hancur, mereka diseret ke tanah, benar – benar tanpa perlindungan. Air mata bercucuran dari wajah mereka karena tak bisa melihat darah yang terus mengalir dari luka yang muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua ribu pemain yang telah mengkonvert akun mereka dan perlindungan pada Pasukan Kerajaan Manusia kini telah terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melindungi Pasukan Persediaan dan Regu Aschetic, hampir sebanyak 400 Penjaga Kerajaan Manusia telah membentuk formasi melingkar dan kini sedang mengangkat pedang mereka. Wajah – wajah Penjaga mencerminkan keputusasaan akan datangnya serangan akhir yang dilancarkan pasukan crimson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Berhenti………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mendengar sebuah suara lemah dari bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah suara yang mencerminkan rasa sakit pada tubuhnya, melainkan suara putus asa dan duka yang telah mengelilingi kondisi sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mohon.... berhenti.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berbicara, rapier yang ada di tangan kanannya telah terjatuh. Air mata menetes ke pipinya, turun hingga ku ujung rapier.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi pasukan crimson yang ada dihadapannya tak peduli, mereka mengangkat dua ratus senjata ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Seketika itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan bagaikan petir menghentikan pedang – pedang yang akan dihujamkan kearah Asuna dari berbagai arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berheennnttiiii!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang mengucapkan kata – kata tersebut adalah si pria bertudung hitam yang dari tadi mengamati jalannya peperangan dari atap sana. Ia adalah hantu PoH, pemimpin dari guild merah — Laughing Coffin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pemain dari negara asing tampaknya menyadari jika pria bertudung hitam ini adalah sang komandan pasukan, mereka lalu menurunkan senjata. Si pria yang hendak mengeksekusi Asuna menggigit bibir dan menyarungkan pedangnya, tetapi sebagai ganti ia menendang Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tersengkur, tetapi memaksa untuk berdiri bertumpu pada kedua lengannya yang tak bertenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat wajahnya dan melihat seorang pria tinggi menuju kearahnya, tudung hitamnya berkibar karena angin. Ia tampaknya berbicara pada pemain sekeliling menggunakan bahasa Korea, Asuna tak bisa memahami maksud perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, para pasukan crimson mengangguk satu persatu dan menyampaikan pesan tersebut ke teman yang ada disampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, si pria yang ada disamping Asuna menjambak rambutnya dan ditarik keatas. Asuna berteriak kesakitan, tetapi si pria tak menghiraukan dan menyeretnya kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga terjadi disekeliling Asuna, mereka tampaknya mengumpulkan sisa – sisa pemain Jepang kedalam satu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria bertudung hitam lalu berjalan kearah Penjaga Kerajaan Manusia yang masih mengangkat pedangnya. Ia berbalik dan melambaikan tangan, membuat semacam tanda kepada ‘dia’ jika ia sedang menjambak rambut Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Asuna merasakan sebuah tendangan di punggungnya dan melemparnya sejauh beberapa meter, lalu jatuh ke tanah. Satu persatu, pemain Jepang juga dikumpulkan disekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada sekitar 200 orang tersisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HP milik mereka semua hampir habis, padahal orang – orang ini adalah pemain kelas atas. Asuna melihat sekeliling, tetapi tak bisa menemukan Penguasa ALO, maupun anggota Sleeping Knights.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Equipment mereka kalau tidak hancur maka telah dilepas secara paksa; apa yang tersisa adalah pakaian tipis yang menempel ditubuh. Banyak diantaranya telah terluka parah, dan pedang masih tertancap ke tubuhnya. Wajah mereka tampak frustasi dan tak bertenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak tahan melihat mereka lagi. Ia juga ingin menyerah seperti mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia masih bisa melihat teman – temannya di pikirannya, seolah akan dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya menyisir daerah sekitar sekali lagi, lalu melihat seorang pemain wanita tertunduk tak jauh darinya, bahunya gemetaran. Rambut pendek berwarna merah jambu miliknya telah kotor, celemek miliknya juga telah robek sana – sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bergerak mendekatinya, Asuna kini memeluk sahabat terbaiknya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Lisbeth melemah, ia menyandarkan kepalanya ke dada Asuna. Wajahnya gemetar, benar – benar berantakan, lalu ia berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semuanya… Aku menghancurkan … akun… semuanya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… tidak, Liz!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berbisik sambil menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini bukan salahmu, Liz. Ini salahku … Jika aku mampu menanganinya, jika aku mampu memprediksi hal semacam ini…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna… Aku… Aku tak tahu apapun. Betapa mengerikannya sebuah peperangan.. betapa menyedihkannya kehilangan... aku tak tahu apapun …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa menemukan jawaban yang tepat, lalu memeluk Lisbeth semakin erat. Air mata mulai menetes. Lalu ia mendengar sesenggukan, membuatnya berbalik dan melihat Agil tak bergerak di tanah, dan Silica berlutut disampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luka Agil sangat parah dan cukup mengejutkan jika ia masih hidup. Luka tersebut mungkin disebabkan karena pertempuran sambil melindungi Silica. Tubuh besarnya banyak menancap pedang dan tombak, dan perutnya memiliki luka memar hantaman. Asuna melihatnya masih menggertakkan gigi, Agil pasti sangat kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping Agil ia bisa melihat Klein duduk bersila di tanah. Lengan kirinya terluka dari bagian bahu, dan ia membalut luka tersebut menggunakan bandana miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi semua pemain yang tersisa hampir sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria bertudung menatap ke 200 orang yang telah kalah, mengambil senjata, armor, dan moral mereka — ia menyeringai atas kemenangannya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia berbalik dan melihat para Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menunggu, ketakutan jika ia akan mulai membunuh mereka satu persatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi dia malah memberikan perintah dalam bahasa Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Buang senjata kalian dan menyerahlah. Kami akan mengampuni kalian seperti para tahanan dibelakang kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa terkejut mulai bermunculan di wajah para Penjaga, tetapi langsung tergantikan oleh amarah. Salah satu diantara mereka maju kedepan, berhadap – hadapan langsung dengan si pria; dia adalah pemimpin Penjaga, Sortiliena. Pedang miliknya sudah tumpul dan darah mengalir dari dahinya, mungkin karena terlalu sering bertempur di garis depan seperti Klein dan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, penampilan ini tidak membuat kecantikannya berkurang. Sortiliena berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lelucon macam apa ini?! Kau pikir kamu akan menyerah seperti ini …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lakukan apa yang ia minta—!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berteriak, memotong perkataan Sortiliena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih memeluk Lisbeth, Asuna mengangkat kepalanya dan memohon:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kumohon... kamu tak boleh mati disini! Tak peduli seberapa besar penghinaan, kamu harus hidup!! Itulah… satu… satunya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna merasakan dadanya dingin hingga ia tak bisa menyelesaikan kalimatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, meskipun Sortiliena dan para Penjaga seolah memprotes tindakan ini, gemetaran, lalu pada akhirnya mereka mulai merendahkan bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clang, clang. Melihat mereka kehilangan senjata satu persatu, pemain – pemain dari Dunia Nyata kini bersorak atas kemenangan ini dengan menyebut – nyebut nama negara mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria bertudung mengangkat tangannya cepat – cepat, memanggil beberapa pemain dan memberikan isyarat pada mereka. Mereka lalu mengangguk, lalu menuju ke pasukan Kerajaan Manusia, dan mengelilingi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Asuna mengerti apa yang akan mereka lakukan, si pria bertudung melangkah kearah Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dalam jarak dekat ini, Asuna masih tak bisa melihat wajahnya yang tertutupi tudung tersebut. Ia hanya bisa melihat bibir dan untaian rambut keriting di lehernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya terbuka, lalu mengatakan sesuatu dengan suara gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, lama tak ketemu, «Flash».”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Orang ini adalah dia!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menahan nafasnya, dan mengeluarkan kata yang telah ia pendam dihatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kau… PoH…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aw, sungguh nama yang nostalgia. Aku senang kau bisa mengingatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, Klein yang masih memegangi lengan kanannya yang terluka melihat kearah si pria bertudung dengan emosi yang menyala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau… kau benar - benar. Kau masih hidup … dasar pembunuh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein mencoba mencekiknya, tetapi pria terdekat menendangnya kesamping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggeramkan giginya dan berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini … balas dendam? Balas dendam terhadap anggota pemain lantai atas yang telah menghancurkan Laughing Coffin…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH terdiam menatap Asuna beberapa saat. Asuna bisa melihat bahunya sedikit gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia akhirnya tak bisa menahan hal tersebut. Tubuhnya bergetar ketika ia mengeluarkan teriakan bercampur tawa: heheheh, hahahah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tawanya berakhir. PoH mengacungkan jari tengahnya dan berbicara bahagia:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, hmm… bagaimana mengungkapkannya dalam bahasa jepang ya … aku telah tinggal di Amerika cukup lama, aku lupa mengungkapkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari tengahnya ia putarkan ke udara beberapa kali, lalu akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah ya, ‘Apa kau bodoh?‘ sungguh tak masuk akal, benar begitu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menunduk, lurus menuju wajah Asuna dalam jarak dekat. Matanya bersinar dalam gelapnya tudung yang menyelimuti seluruh wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku ceritakan padamu deh. Orang yang membocorkan lokasi persembunyian Laughing Coffin pada pemain Lantai Atas, adalah aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Appaa………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna, Klein, dan bahkan Agil yang tertidur di tanah membuka mata mereka mendengar penjelasan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa… kau melakukan hal itu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biasanya, karena aku ingin melihat sekumpulan orang – orang bodoh saling bunuh … tetapi alasan utama aku melakukannya mungkin karena: Aku… ingin membuat kalian semua menjadi seorang «pembunuh». Kalian semua, maksudku adalah para pemain yang selalu memikirkan dirinya sendiri hebat, Para Pemain Lantai Atas yang selalu membanggakan diri mereka di garis depan. Persiapanku butuh waktu lama… aku harus mengirimkan peringatan pada anggota LaughCof pada detik – detik akhir, dan waktunya benar – benar tepat, mereka tak bisa lari tetapi mereka masih bisa melawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Jadi itu mengapa informasi rahasia penyerangan lokasi persembunyian berhasil bocor? Asuna terkejut dan mulai berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi alasan ini, para Pemain Lantai Atas yang diunggulkan secara level dan equipment malah menerima kerugian setelah pertempuran dimulai, beberapa diantara mereka terbunuh. Hanya ada beberapa orang yang membalik keadaan atas usaha Kirito yang mana seorang pemain solo untuk mengumpulkan kekuatan. Para Pemain Lantai Atas bisa membalikkan keadaan karena Kirito telah membereskan beberapa pemain atas Laughing Coffin…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi itu… tujuanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggeram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk membuat Kirito-kun… tunduk karena rasa bersalah telah melakukan PK…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Tepat sekali.“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH mengkonfirmasi jawaban Asuna sambil tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada saat itu, aku menonton pertempuran tersebut. Ketika Blackie-sensei menjadi marah dan membunuh dua orang. Aku tak bisa menahan tawa milikku. Rencana selanjutnya adalah melumpuhkan kalian dengan racun Paralysis dan menginterogasi kalian secara langsung bagaimana perasaan kalian setelah melakukan PK … Yah tapi aku tak mengira jika permainan tersebut berakhir di lantai 75.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, gelombang kemarahan membuat Asuna lupa akan luka – lukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa kau tak memikirkan penderitaan Kirito-kun setelah kejadian tersebut?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, mengagumkan pastinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara PoH sedingin es menanggapi jawaban Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, itu aneh. Jika ia benar – benar menyesali perbuatannya.... pastinya ia tak akan dive kedalam permainan VR lain, bukan begitu? Karena rasa bersalah telah membunuh dan semacamnya. Aku tahu ia disini, aku bisa merasakannya. Meskipun aku tak tahu mengapa ia bersembunnyi dibalik kereta barang itu... terserah, aku akan menanyakannya secara langsung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH tersenyum pada Asuna, lalu ia berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara sorak – sorakan yang masih terjadi, suara mencekam nan dingin terdengar:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“It’s show ti—me!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH mengucapkan kalimat khasnya dalam SAO. Lalu ia mengangkat tangan kanannya tiba – tiba, dan didepannya sudah ada —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana ada kursi roda yang telah didorong oleh seorang pemain crimson, dan juga ada seorang gadis berpakaian abu – abu yang ditarik dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berdoa dan memohon dalam hatinya. Klein berusaha untuk menghentikan PoH, tetapi langsung didorong dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH membungkuk, menatap kursi roda yang ada dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Hmm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuat suara dan menyenggol kaki rapuh yang menggantung di kursi roda dengan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini? Hei, Blackie, bangun. Kau dengar aku kan, Black Swordsman Yang Terhormat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika ia menyebut nama panggilannya — Kirito tidak menunjukkan reaksi apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya mengenakan pakaian hitam, tetapi itu tak menutupi jika tubuh Kirito sungguh sangat kurus. Ia bersender pada kursi roda, kepalanya tertunduk kebawah. Tangan kiri miliknya memegang dua buah pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ronye berlari kesamping Asuna, air mata menetes lalu ia berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-senpai… ketika kamu bertarung, ia-ia mencoba untuk berdiri.. meskipun tak memiliki kekuatan... tetapi...  air mata.. air mata... terus mengalir dari matanya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ronye-san…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menjulurkan lengan kirinya dan memeluk tubuh ramping Ronye.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia melihat dan meneriaki PoH:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau paham kan. Ia bertarung, bertarung, dan terus bertarung dan akhirnya ia terluka parah. Berhentilah menjahilinya! Biarkan Kirito-kun istirahat!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi si pria bertudung tak memperdulikan perkataan Asuna, dan masih terus menatap wajah Kirito dari jarak dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, hei, hei, kau bercanda kan! Bagaimana mungkin kita menutup pertunjukan seperti ini!? Hei, bangun! Hei, bangun! Selamat Paa… aagggiiii!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH menjulurkan kaki kirinya dan menendang kursi roda cukup keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kursi roda tersebut terlempar kencang dan tubuh yang duduk diatasnya terjatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dan Klein mencoba berdiri bersamaan, tetapi dihentikan. Agil mengeluarkan raungan kemarahan, sementara Lisbeth, Silica, dan Ronye menjerit pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi PoH tak menanggapi mereka semua, ia malah berjalan kesamping Kirito dan membalikkan tubuhnya menggunakan ujung kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini… dia beneran hancur? Sang pahlawan besar kini hanyalah sebuah boneka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu menggenggam pedang putih yang ada di pelukan lengan kiri Kirito. Lalu ia menariknya dari sarung pedang dan mengetahui jika pedang putih ini hanyalah separuh bagian.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
PoH mencibir, dan hendak membuang pedang tersebut. Ketika  —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito mengeluarkan suara serak, dan lengan kirinya berusaha mengambil pedang putih tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh?! Ia bergerak!! Kau menginginkannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 330.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH mengayun – ayunkan pedang putih tersebut, seolah memanas – manasi Kirito. Ia lalu melukai lengan kiri Kirito yang masih menjulur ke udara, kemudian ia menendangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, katakan sesuatu!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH menampar pipi Kirito dengan tangan kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan Asuna telah menjadi kemerahan karena amarah. Tetapi ketika ia hendak bangun, teriakan milik Klein meledak ke sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bangsat!! Jangan berani kau menyentuh Kirito, kau sialan — !!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Klein hendak menyerang PoH, sebuah pedang besar ditusukkan ke punggungnya dan membuatnya tertancap ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memuntahkan banyak darah dari mulutnya, tetapi Klein menghiraukannya dan mencoba untuk merangkak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya… KAU…!! Tak akan pernah… kumaafkan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crack!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara berat, sebuah pedang besar kedua menembus punggung Klein lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mata tak terbendung kini membanjiri mata Asuna sekali lagi, seolah air mata ini tak akan kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, rasa takut dalam hati Sinon untuk tak bisa terbang lebih besar ketimbang rasa sakit ketika kakinya diledakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapannya, Sinon yang tadi bisa terbang bebas dengan menginjak udara. Kini hanya bisa menghindar menggunakan kaki kanannya sambil ia terus turun kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Urgh………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menggeramkan giginya, mengubah gerakannya menjadi manuver yang ia bisa gunakan— terbang kebelakang tanpa henti. Darah yang mengalir dari kaki kirinya bagaikan garis – garis di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuat jarak antara dirinya dan Subtilizer semakin lebar secepat yang ia bisa, sambil mengincar musuh dan mengerahkan tembakan ketiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi musuh bisa mengejarnya dengan mudah dan sniper musuh juga menembakkan tembakan keempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua buah peluru melaju pada lajur yang sama, menimbulkan suara dan gemercik api ketika saling bergoresan, dan berubah arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengokang snipernya, rasa takutnya semakin besar, ia lalu menembakkan peluru keempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua buah bunyi keras terdengar bersamaan. Dua buah peluru saling bertubrukan, lalu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakan kelima. Tembakan keenam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasilnya sama saja. Subtilizer memang sengaja mengincar dan menembak ketika Sinon menembak, membuat kedua peluru terus bertabrakan tanpa henti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Skill seperti itu tak ada dalam GGO, kesampingkan dunia ini. Tetapi di dunia ini, imajinasi menjadi sumber segala hal. Tak hanya Subtilizer yang menyadari hasil pertempuran saling tembak ini, Sinon juga harus menyadarinya; itulah mengapa kedua peluru terus menerus saling bertabrakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ketiga hal tindakan mengokang, mengincar musuh, dan menarik pelatuk, Sinon tak bisa melakukan hal lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakan ketujuh saling berbenturan lalu sisa peluru menghilang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kokang. Incar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Click.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika jemari Sinon hendak menarik pelatuk, hanya timbul bunyi saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Isi peluru Hecate II hanya tujuh biji. Ia tak punya peluru cadangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, Isi peluru Barrett XM500 adalah 10. Sisa dua peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon bisa melihat dengan jelas jika musuh tersenyum dingin dari jarak 100 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan api muncul dari ujung snipernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain kaki kirinya, kini tangan kanan Sinon meledak juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut membuatnya tak bisa lagi terbang lurus, ia mulai turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengontrol daya dorong, Subtilizer mendekatkan mata kanannya ke bidikan, bersiap untuk melancarkan tembakan terakhir. Mata yang terlihat dari bidikan tersebut mengincar dada Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf, Asuna. Maaf, Yui. Maaf… Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Sinon bergumam sendiri. Tembakan kesepuluh XM500 terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peluru tersebut meninggalkan lintasan peluru, menuju armor biru Sinon, menyentuh pakaiannya, dan menembus tubuhnya —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bang!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan api muncul sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon membuka matanya lebar – lebar, dan melihat peluru tersebut dihentikan oleh kalung silver yang sangat kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berada di pusat percikan cahaya putih selebar dua millimeter adalah kekuatannya yang masih tersisa. Seketika Sinon melihat ini, air mata menetes ke pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku tak boleh menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak boleh menyerah. Aku harus yakin. Percaya pada diriku sendiri. Percaya pada Hecate. Dan aku harus percaya pada dia yang memiliki kalung ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengangkat Hecate dan meletakkan jari telunjuknya ke pelatuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun senjata ini telah diubah menjadi sebuah sniper menggunakan imajinasinya. Properti sistem miliknya tak berubah — benar, kemampuan dari Bow of Solus: kemampuan untuk menyerap energi sekitar menjadi kekuatannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka ini pasti bisa menembakkan. Meskipun isi pelurunya kosong, Hecate pasti akan merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Go… oooo——!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menarik pelatuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang tertembak bukanlah sebuah peluru logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah peluru cahaya putih murni menyembur dari ujung Hecate, membuat garis lurus seolah membelah langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum menghilang dari wajah Subtilizer. Ketika ia berusaha menghindar, cahaya putih menghantam Barrett.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bola api keemasan muncul, menelan Subtilizer —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bunyi dentuman hebat, sebuah ledakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon merasakan hantaman udara menabrak wajahnya, membuatnya terjatuh dan menghantam tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak memiliki kekuatan untuk merangkak, apalagi terbang. Rasa sakit yang muncul dari kakinya membuatnya semakin sulit untuk menjaga kesadarannya tetap terjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, Sinon tetap membuka kedua matanya untuk melihat hasil tembakan akhir miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angin menyapu asap hitam yang muncul di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang muncul — adalah Subtilizer yang masih berdiri di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terluka. Seluruh tangan kanannya meledak akibat tembakan Sinon dan asap hitam masih mengepul dari punggungnya. Wajah bagian kanan miliknya hancur dan ia memuntahkan darah dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura membunuh akhirnya muncul dari wajah Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ayo sini. Aku akan meladenimu sebanyak yang aku bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon memfokuskan sisa – sisa kekuatannya, dan mencoba untuk mengangkat Hecate.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, Subtilizer berpaling. Makhluk bersayap yang ada dibawahnya kini berubah arah dan meninggalkan jejak asap hitam, ia terbang menuju selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon meletakkan sniper miliknya ke tanah; ia benar – benar kelelahan. Ketika sniper ini menyentuh tanah, ia berubah kembali ke bentuk aslinya, busur putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggunakan tenaga terakhirnya untuk mengangkat kedua tangan dan memegang kalung yang menjuntai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Kirito…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik, air mata menetesi pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa tak memiliki waktu untuk mencabut senjata yang tertancap ditubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua rasa sakit bercampur aduk, langsung menembus ke urat syarafnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa luka miliknya cukup parah. Setiap saat ia bergerak, dua buah pedang yang saling menusuk perutnya menggesek organ dalamnya dan pedang yang tertancap dari punggungnya telah menembus jantung Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Leafa tidak berhenti bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ura… AAHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak darah menyembur ketika ia mengayunkan Sword Skill untuk kesepuluh kali — atau seratus kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katana «Verduras Anima» memotong horizontal dengan cahaya hijau. Setelah beberapa saat berkonsentrasi, cahaya tersebut melebar dan banyak tubuh musuh terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa musuh mengambil kesempatan cooldown ini, dan melaju kearahnya. Leafa mundur tetapi tak bisa menghindari semua serangan. Tombak besar berhasil mengiris lengan kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba mengendalikan tubuhnya karena hampir terjatuh....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HAAAHHH!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang miliknya ia ayunkan sekali lagi, tiga orang terpotong lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa mengambil lengannya yang terpotong dan memasangnya kembali, ia lalu menjejakkan kakinya ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunga dan rerumputan muncul bersamaan dengan cahaya hijau. HP miliknya kembali normal dan meskipun lukanya masih kelihatan, lengan kirinya telah tersambung kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam situasi semacam ini, kemampuan infinite regeneration yang dimiliki Super Account Terraria tak bisa disebut lagi sebuah anugerah dewi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih mirip sebuah kutukan. Tak peduli berapa banyak luka yang ia terima, berapa banyak rasa sakit yang dirasakan, ia tak akan kalah. Ia tak bisa mati, ia bukannya tak terkalahkan, Leafa malah merasakan sebuah siksaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu – satunya hal yang membuat Leafa tetap bertahan adalah sebuah keyakinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Jika yang mengalami Onii-chan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak akan mundur dengan luka semacam ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak boleh kalah. Mereka hanya tiga ribu orang. Aku bisa mengatasinya seorang diri. Karena.... aku... adalah.... Adik Perempuan..... «Black Swordsman» Kirito…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya kemerahan menyala dari ujung katana yang ia genggam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zoom! Katana tersebut ia hunuskan kedepan dan menembakkan sebuah pilar cahaya sejauh ribuan meter. Tubuh – tubuh musuh tertelan dan menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Huff… Huff…….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia bernafas, ia memuntahkan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa mengelap mulutnya sambil gemetaran, lalu sebuah tombak datang dan menancap ke mata kirinya dan menembus ke kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mundur beberapa lanngkah — tetapi Leafa tidak tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggenggam pegangan tombak dengan tangan kirinya dan mencabutnya. Sebuah sensasi rasa sakit mengerikan mengalir ke tengkoraknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Urgh… Uraaaaaaagh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak, menginjakkan kakinya ketanah untuk memulihkan HP miliknya. Mata kirinya yang hancur kini telah pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang sekeliling dan menyadari daerah sekitar hanya tersisa sekitar seratus orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa menyeringai, menjulurkan tangan kirinya yang berdarah kedepan, ia mengundang musuh untuk maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melawan pasukan yang menerjang dirinya, Leafa mengayunkan katana miliknya dengan keras .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eeyah… AAAAAHHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebasan pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah menyembur ke udara ketika serangan Leafa menghantam pasukan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kira – kira tiga menit setelahnya, setelah musuh terakhir musnah. Tubuh Leafa telah tertancapi lebih dari sepuluh senjata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perutnya mati rasa ketika ia terjatuh kebelakang, namun ia tak menyentuh tanah karena tertahan ujung senjata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengarkan Rirupirin dan yang lain memanggil namanya, juga mendengar langkah kaki mendekatinya, Leafa menutup mata dan berbisik pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Hebat, kan… Onii-chan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Yanai menarik pelatuk, sebuah teriakan datang dari telinga kiri Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Higa-kun, menghindar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghindar… menghindari peluru?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berpikir seperti itu, Higa mendengar sebuah suara benda jatuh dari atas saluran ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan suara sebuah tembakan. Suara benda jatuh dari pintu masuk diatas sana, lalu menghantam dahi Yanai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Yanai terbuka lebar ketika melihat keatas. Tangan kirinya yang menggenggam tangga terpeleset.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa… Tunggu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa seolah lupa rasa sakit di pundaknya lalu merapatkan tubuhnya ke tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah obeng besar terjatuh, lalu sebuah pistol terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya tubuh tak sadarkan diri Yanai terjatuh di saluran ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hee… Heee!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa kembali ke posisi semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Higa membuat keluhan itu, Yanai telah terjatuh kebawah sedalam 50 meter. Beberapa bunyi kelontangan terdengar ketika ia menghantam lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………. Um.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa dia … mati? Tidak, sepertinya ia hanya mematahkan dua atau tiga tulang … tidak, mungkin lima atau enam …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berpikir apa yang menimpa Yanai, sebuah teriakan terdengar di telinganya sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Higa-kun… Hei, Higa-kun!! Apa kamu baik – baik saja?! Jawab aku, hei!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………. Ah, tidak, aku hanya terkejut … kau mampu membuat suara berisik seperti itu, Rinko-senpai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana... bagaimana mungkin kamu memikirkan hal konyol seperti itu?! Apa kamu terluka? Apa ia menembakmu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, um…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa melihat luka di pundak kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah darah yang hilang benar – benar banyak. Tangan kanannya mulai mati rasa, dan dingin. Pikirannya tak secepat biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Higa mengambil nafas panjang dan mengumpukan kekuatan di perutnya sesaat, lalu membalas seceria mungkin:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku baik – baik saja kok! Hanya luka gores. Aku akan melanjutkan operasi ini, tolong awasi monitor Kirito-kun, Senpai!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu serius tak apa?! Aku akan coba percaya, oke?! Jika kamu menipuku aku tak akan memaafkanmu, oke?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentang itu… percaya saja padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa melihat keatas dan melambaikan tangannya pada Rinko yang mengintip dari pintu masuk saluran. Karena jarak cukup jauh dan minim penerangan, seharusnya ia tak bisa milihat pendarahan Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah… aku akan menuju monitor, dan jika gambarnya berubah aku akan mengabarimu! Semoga berhasil, Higa-kun!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika sosoknya menghilang, Higa keceplosan berbisik memanggil namanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Rin-Rinko-senpai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, ada sesuatu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan… Um, uh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tahu nggak? Di kampus, bukan hanya Kayaba-senpai dan si sialan Sugou yang mengagumimu, aku juga mengagumimu lho.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa ingin berkata seperti itu, tetapi ia merasa jika ia mengungkapkannya... maka....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, setelah ini semua berlalu, maukah kita makan bareng?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Oke. Aku akan mentraktirmu hamburger, daging asap, atau apalah, semoga berhasil!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu sosok Professor Koujiro benar – benar menghilang dari pandangan Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ia benar - benar pelit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba pikir, saat – saat «terakhir», kata – katanya tak terdengar keren.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa tersenyum pahit, lalu membalikkan laptop di tangan kirinya. Ia meletakkan jarinya yang mati rasa ke keyboard dan mulai mengetik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
STL #3… Connected to #4. #5, #6… Connected.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena kehilangan banyak darah, kata – kata yang muncul didepan mata Higa kini berlipat ganda. Ia menggelengkan kepala dan berbisik dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Baiklah, Kirito-kun, waktunya untuk bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil bercucuran airmata, Asuna menatap kekasihnya sambil berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kumohon, Kirito-kun. Aku bersedia mencurahkan seluruh hatiku, hidupku, segalanya... jadi, bangunlah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kirito-kun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Onii-chan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……… Sekarang… Kirito…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 348.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang memanggil namaku —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terbangun dari tidur panjangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka kelopak mataku, aku bisa melihat partikel – pertikel cahaya berwarna orange beterbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandanganku perlahan mulai fokus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kain putih — Gorden.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jendela berwarna perak. Bergaya klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ranting pohon yang melambai. Sebuah pesawat perlahan melintas di langit sana, membelah langit cerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil nafas dalam – dalam, mengangkat tubuh atasku dan melihat sebuah seragam ada di depan papan tulis kehijauan. Penghapus diayunkan, menghapus tulisan yang masih tersisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Um, Kirigaya-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendengar seseorang memanggil namaku lagi. Aku berbalik, dan melihat seorang siswi menatapku agak malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin menggeser meja ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya aku ketiduran di kelas lagi, aku bangun ketika kelas sudah selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab, lalu mengangkat tas milikku dari meja dan berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalaku pusing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti kelelahan yang terus menumpuk — ketika menonton sebuah film yang sangat lama. Aku tak bisa mengingat seluruh filmnya, tetapi emosi yang tercipta telah melekat di hatiku. Aku menggeleng kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berpaling dari siswi yang menatap keheranan, mengambil langkah menuju pintu keluar kelas, dan bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh… Apa itu mimpi…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
(To be continued)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_21&amp;diff=560474</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 17 Bab 21</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_21&amp;diff=560474"/>
		<updated>2020-01-22T11:09:18Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 21 -  Kebangkitan (Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita berhasil … benar kan…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru berucap sambil meregangkan kedua tangannya yang kelelahan bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun mengalami banyak kesulitan, ia telah berhasil mengubah kurang lebih 2.000 akun data yang telah ditransfer dari jaringan The Seed yang ada di jepang menuju Underworld, hanya dalam waktu satu jam. Permukaan keyboard masih memiliki bekas jari tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akhirnya berhasil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor Koujiro Rinko membalas pelan sambil melemparkan botol air kepada Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menerima botol tersebut, Higa langsung memutar tutupnya dengan tangan kanan dan langsung meneguknya. Cairan yang mengalir ke mulutnya terasa hangat, tetapi cairan ini mengisi perutnya yang kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meneguk setengah botol, Higa menarik nafas dan menggelengkan kepalanya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serius nih… Kejadian ini membuatku agak khawatir …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah diberi tahu oleh dua gadis SMA yang menyebut diri mereka Leafa dan Sinon, yang mendadak menuju cabang Roppongi «RATH» mengatakan jika para penyerang membuat orang – orang dari dunia nyata dive ke dalam Underworld, pikiran Higa kosong selama lima detik penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, jika orang yang mengetahui semua ini adalah si top-down AI yang terhubung ke terminal portable milik Yuuki Asuna, maka ia harus mengakui jika ada celah dalam system miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka lalu mengijinkan kedua gadis ini, yang mana mengaku mengenal Letnan Kolonel Kikuoka, dan dive kedalam Underworld menggunakan Super Accounts yang masih tersisa, setelah menjelaskan semuanya, mereka dive bersama 2.000 orang pemain VRMMO jepang menuju lokasi Asuna saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka gagal mengalahkan 50.000 pasukan pemain Amerika, maka Alice pasti akan jatuh ke tangan musuh. Kenyataannya, Letnan Kolonel Kikuoka serta Kapten Nakanishi yang akhirnya menyadari situasi ini lalu mempertimbangkan untuk mengatur ulang dinding luar «Ocean Turtle» guna menghancurkan antena satelit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, untuk sampai ke dinding luar, mereka harus membuka dinding pengaman yang membagi bagian atas dan bawah selama beberapa menit. Jika para penyerang menyadarinya, kemungkinan mereka kehilangan ruang sub kontrol akan terjadi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, Kikuoka dan Higa telah mempercayakan semuanya pada satu hal: tiga gadis SMA yang dive ke dalam Underworld menggunakan «Tiga Dewi» &amp;lt;ref&amp;gt;Super Account yang ada dalam Underworld&amp;lt;/ref&amp;gt;, dan para pemain VRMMO asal jepang yang dengan senang hati mau membantu peperangan ini, meskipun tahu akan kehilangan akun mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari saat mereka menstabilkan koneksi, lebih dari setengah informasi rahasia mengenai «Project Alicization» telah diketahui publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang perlu  dikhawatirkan saat ini adalah kehilangan Alice, kemudian dikontrol oleh industri militer Amerika, lalu kalah dalam zaman senjata AI yang akan datang jika itu terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berbisik dan hampir tak terdengar, ia merobohkan tubuhnya ke kursi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice bukanlah AI sederhana yang mengontrol UAV&amp;lt;ref&amp;gt;Semacam kendaraan militer&amp;lt;/ref&amp;gt;. Sekarang ini ia adalah seorang manusia yang terlahir di dunia yang berbeda… Kau sudah mengetahuinya kan… Kirigaya-kun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya bergerak dari monitor utama yang menampilkan bagian selatan Underworld menuju layar pojok yang menunjukkan Fluctlight milik Kirigaya Kazuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya terang seperti biasanya, memancar di tengah – tengah dinginnya kehampaan. Kerusakan di pusat Fluctlight … Dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak kuasa melihat jendela tersebut. Higa menggerakkan kursor dan meminimizenya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ketika ia hampir menekan tombol kiri mouse, jemarinya terhenti mendadak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menekan kacamata bundarnya, ia memastikan log aktivitas Fluctlight yang muncul di bawah jendela. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
45 menit sebelumnya, log tersebut hanya berupa garis datar yang tidak bergerak, kini ada sedikit puncak. Ia seketika menggerakkan kursornya lagi dan menggeser log ke sebelah kiri. Ia melihat ada puncak yang lebih tinggi sekitar 10 jam lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh… Um, Rinko-senpai. Bisakah kau kesini dan melihat yang ada di layar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah berhenti memanggilku seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor Koujiro berdiri lalu melihat layar utama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini monitor Fluctlight milik Kirigaya-kun kan? … grafik apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia seharusnya telah kehilangan kesadarannya, tetapi selama beberapa detik grafik monitor ini menunjukkan sedikit aktivitas … atau sesuatu seperti itu, tetapi.... itu seharusnya tak mungkin terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bicaramu kurang kumengerti. —Mungkin ia mendapat dorongan dari luar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika seperti itu, circuit yang memberikan stimulus masih tetap stabil. …Nah ayo kita lihat, pada waktu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa mengklik ujung puncak grafik dan keterangan waktu yang muncul. Tetapi bahkan jika ia melakukannya, kita tak akan tahu kapan itu terjadi di dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor Koujiro berbicara dengan nada sedikit cemas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tepat pada waktu itu. Bukankah saat para gadis masuk menggunakan STL? Puncak grafik pertama adalah Asuna-san, dan puncak lainnya adalah Sinon-san dan Leafa-san yang dive dari Roppongi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, beneran? …Whoa, benar ternyata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa mengambil nafas dalam – dalam, garis – garis puncak yang muncul di monitor pastilah saat gadis – gadis dive kedalam Underworld. Ini saja masih sulit untuk memberikan penjelasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, apa yang sebenarnya terjadi …? Apakah itu reaksi yang wajar jika bertemu orang – orang yang cukup dikenal? Tidak… luka Kirigaya-kun bukanlah sesuatu yang bisa disembuhkan hanya dengan bertemu … pasti ada alasan lain … seperti alasan yang masuk akal …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berdiri dari kursinya dan berkeliling di depan konsol. Mungkin karena sedang mood, ia memandang Kikouka yang duduk agak jauh serta para teknisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Higa tidak terlalu memperhatikan mereka dan lanjut berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diri sendiri… Sosok sendiri… sebuah gambaran yang mencerminkan jiwa orang itu … mem-backup pola quantum seperti itu…? Tidak, tak mungkin … Fluctlight milik Kirito-kun tak pernah di duplikat sebelumnya. Bahkan jika sudah di duplikat, tak mungkin memisahkan jiwa tersebut dan mengkopinya … sebuah pola dinamic quantum yang bisa menghubungkan ke dalam Fluctlightnya…? Dimana… Dimana aku pernah melihatnya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei… Hei, Higa-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah namanya dipanggil beberapa kali, Higa akhirnya menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudmu ketika kamu bilang jika Kirito ‘kehilangan jiwanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm… Yah, itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan tersebut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“«Seseorang yang melihat dan mengetahui»… dengan kata lain, ‘diri sendiri’ yang ada di dalam hati yang paling dalam. Secara filosofi, kita menganggap ia sebagai Subject, bukannya sebagai Object. Dia adalah prosesor utama yang mengatur penerimaan rangsangan melalui indera - indera.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke… Dengan kata lain, kau telah mematerialkan dua hal yang bertolak belakang melalui STL. Yah, tak apa lah. Apa yang ingin aku tanyakan adalah, bisakah kau memisahkan si Subject dan Object dengan mudah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berkedip beberapa kali pada pertanyaan tak terduga ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka dan si teknisi tak berkata – kata. Di ruangan yang hanya ada suara hembusan angin sistem pendingin ini. Suara serak Professor Koujiro memecah kesunyian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Subject, seseorang yang mengenal. Object, seseorang yang dikenal. Kedua kata tersebut hanyalah konsep filosofis yang digunakan untuk menyatakan hubungan. Aku tak menyangka jika kamu menerapkan konsep tersebut dalam sebuah kesadaran yang ditampilkan sebagai Fluctlights. Manusia itu makhluk yang bersosialisasi, bukan sosok penyendiri yang menghindari orang lain … Mereka saling terhubung, seperti sebuah jaringan yang saling meluas. Bukanlah kau juga berpikir seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dirimu… yang ada di… orang lain…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata – kata, Higa menyadari jika konsep ini adalah salah satu dari hal – hal yang pernah ia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana aku dipandang? Bagaimana aku dibandingkan dengan orang lain?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana Koujiro Rinko memandangku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana jika aku dibandingkan dengan Kayaba Akihiko?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Yeah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku bahkan tidak mengenali diriku sendiri. Jika aku menggambarkan diriku sendiri, hasilnya pasti seperti harapanku namun di lain pihak bukanlah aku yang sesungguhnya. Itu karena aku telah menolak diriku sendiri— diriku yang tak berguna, diriku yang tak akan pernah menyaingi Kayaba-senpai dalam hal fisik maupun mental. Jadi begitu, Subject dalam diriku hanyalah sebatas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yeah, mungkin levelku begitu rendah hingga kau mungkin bisa meniru gerak – gerik seorang «Higa Takeru».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke, aku mengakui, Higa berpikir sambil membuka mulutnya, lalu tersenyum—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba pada kesimpulan seperti itu, Higa akhirnya sadar apa yang ingin Koujiro Rinko katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sebuah backup… diri sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berucap, rasa malu muncul di wajah Higa ketika ia mendongak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku paham… ada, ada kok! Data yang mampu mengembalikan Subject milik Kirigaya-kun yang telah hilang! Itu ada di dalam Fluctlight milik orang – orang yang dekat dengannya…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berteriak dan mulai dengan cepat kembali bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, kita membutuhkan sebuah STL untuk mengekstrak data tersebut … Juga, mengekstrak data tersebut dari satu orang akan cukup sulit hingga mendapat data yang lebih lengkap … Kita butuh setidaknya dua, tidak … kita butuh tiga… orang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil nafas dalam – dalam, lalu berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang paling memahami Kirigaya Kazuto hingga hal – hal paling sepele dalam jiwanya. Tak perlu ditanyakan lagi, dia adalah Yuuki Asuna— dan ia kini sedang terhubung dengan STL disamping Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, dalam STL di kantor cabang Roppongi, ada dua gadis lain yang memiliki hubungan erat dengan Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berbalik menuju Letnan Kolonel Kikuoka, dan berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kiku-san. Apakah anak – anak yang dive di Roppongi… memiliki hubungan dengan Kirigaya-kun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ahh, tentu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka mengangguk, memandang dari balik kacamata hitamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sinon-kun adalah partner Kirito ketika berurusan dengan kasus «Death Gun» setengah tahun yang lalu, dan Leafa-kun adalah adik perempuan Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, atmosfir di ruangan ini menjadi sepi. Kata – kata serak Higa memecahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagus! Luar biasa! Kita bisa melakukannya... kita mungkin bisa memperbaiki jiwa Kirito! Ayo mulai memisahkan imej Kirigaya-kun dari Fluctlights ketiga orang itu, lalu, kita akan menghuubungkannya dengan area berlubang … Data tersebut mungkin bisa mengisi lubang di jiwa Kirito dan mengaktifkannya, seharusnya itu bisa mengembalikan Subject yang hilang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didorong oleh semangat dalam dirinya, Higa menepukkan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hawa dingin menyapu semangat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ahh… Tak mungkin… Aaaahh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa, ada apa Higa-kun?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Professor Koujiro berteriak khawatir, Higa bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk melakukan … operasi ini... kita harus melakukannya di ruang kontrol utama …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, rasa sepi menutupi ruangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Kikuoka berujar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar … seperti itulah … Jangan kecewa begitu, Higa-kun. Kita telah berhasil melihat jalan cerah untuk menyembuhkan Kirito-kun. Untuk melakukan tindakan tersebut, setelah situasi ini selesai dan kita berhasil mengusir para penyusup dari «Ocean Turtle»…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sudah sangat telat …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa memotong ucapan Kikuoka, ia memegangi kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika Nagato &amp;lt;ref&amp;gt;Kapal perang milik angkatan laut Jepang&amp;lt;/ref&amp;gt; memulai penyerangan seperti yang diperintahkan, jika terjadi kerusakan besar di lorong utama, daya cadangan akan dimatikan. Mereka mungkin juga akan menghancurkan peralatan di ruang utama. Tentu saja, STL Kirigaya-kun akan dimatikan, dan dia akan log out dari Underworld dan tak akan bangun. Tetapi.... aku khawatir jika Kirigaya-kun tak akan bisa terhubung lagi dengan STL. Dalam kondisinya sekarang ini, ia tak akan bisa melewati tahap pemulihan … Untuk menyembuhkannya, kita tak memiliki pilihan lain selain bergantung pada tiga gadis yang saat ini masih dive di Underworld.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berucap ringan. Ia merasa dirinya dipenuhi rasa yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang akan ia lakukan di situasi ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subject milik Higa pasti akan menjawab seperti ini: Tak ada yang bisa aku lakukan, aku bukan seorang Kayaba-senpai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ini bukanlah dirinya yang sesungguhnya. Itu adalah alasan untuk menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru yang aku kenal, seorang genius yang mendesain STL dan Underworld pasti akan berkata seperti ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku akan pergi, Kiku-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kemana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Komandannya yang mengenakan pakaian Hawaii, Higa mengambil nafas dalam – dalam lalu menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan pergi menerobos ke dalam ruang kontrol utama. Dengar… Di samping sisi buritan lorong utama yang membentang di «Ocean Turtle», ada saluran pipa yang terhubung menuju ruang STL Dua dimana Kirigaya-kun sekarang berada, juga ruang kontrol utama ada di bawah dinding penahan. Seharusnya disana ada colokan kabel. Jika aku memasuki saluran tersebut menggunakan tangga dari ruang STL Dua dan bisa menghubungkan laptopku dengan colokan tersebut, aku mungkin bisa mengoperasikan STL milik Kirigaya-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar ide milik Higa, mata Kikuoka terkejut dibalik kacamata hitamnya untuk sesaat. Tetapi ia langsung menunjukkan ekspresi cemas dan menyanggah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi colokan tersebut ada di balik dinding penahan yang memisahkan kita dan para penyerang. Untuk bisa mengakses colokan itu, kunci dinding penahan yang menyegel saluran pipa harus dilepas sementara. Terlebih lagi, saluran itu bisa juga diakses dari ruang STL Satu yang mana ada di sebelah ruang kontrol utama. Jika musuh menyadari kunci telah dilepas dan menyadari apa yang kita lakukan, mereka mungkin akan menyerang kita dari bawah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka kita harus melawan menggunakan umpan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umpan… katamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kikuoka menyipit tajam. Higa dengan cepat menggeleng dan menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita tak bisa menggunakan umpan manusia tentu saja. Seketika kita melepas dinding penahan, kita akan bisa dengan cepat turun menggunakan tangga di sisi lain saluran… itulah apa yang akan kita gunakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh begitu … «Ichiemom», huh. Untungnya, dia sedang di simpan di ruang penyimpanan. Bisakan seseorang membawanya ke sini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah perintah Kikuoka, dua orang pegawai yang duduk bersandarkan dinding berdiri dan meninggalkan ruangan ini agak berlari. Di sisi lain, Professor Koujiro berbicara dengan tatapan khawatir:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar … kita menggunakan Ichiemom sebagai umpan, tetapi dia hanya bisa berjalan pelan di tangga, kau tahu kan. Jika ia memancing perhatian musuh, ia tak akan bisa berlari cepat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ichiemom, nama sebenarnya adalah «Electroactive Muscled Operative Machine 1», merupakan sebuah mesin percobaan berbentuk manusia yang digunakan untuk menampung Fluctlight buatan. Menggunakan otot polymer untuk menggerakkan keranggka logamnya, bisa dibilang ia adalah robot humanoid&amp;lt;ref&amp;gt;Robot yang berbentuk manusia&amp;lt;/ref&amp;gt;. Karena ia masih tahap eksperimen, tubuhnya masih kelihatan robot dan kabel ada dimana - mana, juga tidak memiliki kemampuan anti peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Rinko yang diminta oleh Higa untuk menstabilkan kemampuan berjalan Ichiemom tempo hari, telah mengkomplain beberapa kali, ia tampaknya memiliki banyak pikiran mengenai “Operasi Umpan Ichiemom”. Tentu saja, Higa juga agak menyesali strategi ini, tetapi sekaranglah bukan saatnya menahan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sungguh sedih menggunakan Ichiemom, tetapi ia harus melakukan apa yang ia bisa sekarang ini. Tetapi, tampaknya, kau tahu kan, musuh mungkin akan langsung menembakinya hingga meledak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Benar…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika bicara, pintu bergeser terbuka dan troli besar didorong menuju ruangan ini. Ia sedang dalam posisi duduk, kepalanya yang agak bulat memiliki tiga lensa seperti mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor Koujiro menatap Ichiemom dengan ekspresi rumit dan berbalik arah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yah, dia memang tampak mencurigakan, dan mungkin musuh akan berpikir jika kita sedang merencanakan sesuatu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah setidaknya si Ichi semoga tak diacuhkan. Saat musuh mengurus Ichiemom, aku akan menyusup melalui saluran kabel dan mengoperasikan mesin STL milik Kirigaya-kun melalui colokan itu. Masalahnya adalah seberapa banyak waktu yang aku miliki …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pernyataan Higa, Kikuoka bertanya sambil meregangkan sandal miliknya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, bagaimana jika kita juga mengumpankan «Niemom»?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya kita tak bisa melakukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun kemampuan fisik Niemom lebih kuat, dia diciptakan secara khusus agar sebuah Fluctlight Buatan bisa mengoperasikannya, dan tak seperti Ichiemom, Niemon tak dilengkapi dengan sistem penyeimbang. Dalam kondisinya saat ini, Niemon pastilah akan jatuh ketika menuruni tangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Rinko bergerak menuju arah kanan, jauh dari wajah komandan yang mengangguk - angguk. Ia menatap lantai dengan ekspresi aneh, lalu ia bertanya seolah baru saja bangun dari mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, Higa-kun, bahkan jika kita berhasil menyelinap melewati dinding, ada kemungkinan kamu bisa terlihat ketika dindingnya terbuka. Bukannya masih lebih baik jika membawa pengawal bersamamu kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, sekarang ini Pasukan Pertahanan masih terlalu berharga buat kemampuan tempur kita. Terlebih lagi, hanya akulah yang cukup kecil yang mampu berjalan melalui saluran itu dengan cepat. Tenang saja kok, aku bisa keluar masuk dengan cepat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia menjawab dengan nada normalnya, jantungnya berdetak semakin kencang ketika ia menyadari kondisi saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia ditemukan oleh musuh dan ditembaki ketika masih dalam saluran, tak akan ada jalan kembali. Seperti peristiwa penembakan sebelumnya di «Ocean Turtle», Higa bukanlah seorang petarung, ia tak bisa menghadapi musuh begitu ia mendengar suara tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku… Tidak, seluruh organisasi «RATH» telah berhutang banyak pada Kirigaya-kun. Higa Takeru memikirkan hal ini dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka mengesampingkan menghapus ingatannya, membuat ia dive selama tiga hari, namun setara dengan 10 tahun di Underworld, dan menjadikannya cahaya paling menyilaukan kedalam Fluctlights Buatan. Demi kelahiran sebuah Fluctlight yang mendobrak batasan antar dunia, «Alice», itu semua adalah berkat usaha Kazuto sejak awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelahnya, meskipun masih dalam masa pengobatan, menyambungkannya dalam STL dengan berbagai kondisi hingga menyebabkan Fluctlight miliknya terluka. Ini semua karena ia bertarung sengit dengan organisasi yang mengatur Underworld demi melindungi Alice, lalu menyebabkannya kehilangan banyak teman. Terlebih lagi, selama ada kesempatan untuk mengobatinya, Higa akan mengambil resiko tersebut. Jika ia tidak melakukannya, ia tak akan mampu menanggung rasa bersalah seumur hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru mengepalkan tinjunya, dan mengangguk pada Kikuoka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara keempat bergema di ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Errm… Aku juga, Aku juga akan pergi bersama Ketua Higa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata semuanya tertuju pada salah satu staf teknisi RATH yang hingga sekarang hanya duduk membelakangi dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tingginya setara dengan Higa, rambut panjangnya ia ikat dibelakang kepala. Berusaha mengumpulkan keberanian sebanyak yang ia dapat, ia melanjutkan perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga cukup kecil… Tetapi, setidaknya aku bisa berguna bagi ketua… Dan juga, aku terbiasa dengan urusan kabel dan colokan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa memandang pria ini, yang suaranya hampir tak terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia cukup tua, mungkin berusia sekitar tiga puluh tahun. Telah berada di Ocean Turtle selama beberapa bulan, kulitnya jadi agak pucat putih. Jika ingatannya tak salah, pria ini keluar dari perusahaan pengembang game untuk bergabung dengan «RATH».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 207.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun kemampuan bertarungnya tak sepadan dengan Pasukan Pertahanan, memiliki pendamping cukup melegakan. Higa lalu berdiri dari kursinya dan membungkuk berterima kasih kepada anggota staf ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sejujurnya. Aku tak tahu dimana lokasi colokan tersebut. Terima kasih banyak sudah menemani, Yanai-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
Kembali ke Dunia Nyata, Gabriel Miller perlahan membuka kelopak matanya yang tertutup mesin STL #2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibilang kembali, lebih tepat kalau ia dipaksa keluar. Masih dalam posisi tidur di kasur gel, Gabriel mengunyah sisa makanan yang menyangkut di mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin ia bisa kalah dalam pertarungan satu lawan satu di Dunia Virtual? Musuhnya bahkan bukan seorang manusia, dia hanyalah seorang AI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia bisa kalah melawan Knight tersebut? Gabriel menghabiskan beberapa detik untuk memikirkan alasan dibalik kekalahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan hasrat? Ikatan antar jiwa? Kekuatan cinta yang menghubungkan orang – orang...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Sungguh konyol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut Gabriel kini tersenyum dingin. Baik itu Dunia Nyata maupun Dunia Virtual, jika kekuatan semacam itu benar – benar ada, maka hanya ada satu kekuatan yang menyemangatinya — kekuatan takdir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, kekalahannya tak bisa dielakkan. Karena memang begitulah terjadinya. Takdir tak ingin Gabriel untuk bertarung menggunakan akun pinjaman seperti Dewa Kegelapan Vektor, tetapi ingin agar ia menggunakan akun asli miliknya. Takdir ingin agar ia dive kembali ke dunia itu sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka ia akan menyelesaikan masalah ini sampai akhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai berpikir, Gabriel keluar dari mesin STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke mesin STL lain, ia terkejut jika Vassago Casals masih dive ke dalam Underworld. ia mengira jika Vassago telah tewas dan ter-log out, tampaknya ia juga menemukan sesuatu yang menarik dari kekalahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Yah, lakukan sesukamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat bahunya, Gabriel membuka pintu menuju Ruang Kontrol Utama. Anggota team lain yang masih menatap monitor akhirnya berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah berjuang, Kapten. Ahh, kau juga dikalahkan ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cuma sementara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel membalas. Critter merubah ekspresinya dan melaporkan sesuatu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, seperti yang kau perintahkan, aku telah memasukkan 50,000 pemain dari berbagai negara bagian di Amerika. Separuhnya telah berhasil dikalahkan, tetapi ya itu, tujuan akhir untuk menghancurkan Pasukan Kerajaan Manusia akan segera tercapai. Untuk tambahan, pihak RATH juga melakukan hal yang sama… aku sudah memastikan adanya koneksi skala besar yang berasal dari jepang menuju medan peperangan. Jumlahnya sekitar 2,000, jadi aku tak menganggap itu sebagai sebuah ancaman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat alisnya, Gabriel melihat ke layar utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peta dunia Underworld bagian selatan muncul. Garis hitam yang membentang ke selatan dari «Gerbang Besar Timur» dan tanda “X”, kemungkinan adalah log pergerakan super account milik Gabriel, Dewa Kegelapan Vektor. Masih ada separuh perjalanan sebelum akhirnya sampai ke console system di ujung dunia bagian selatan, tetapi Alice pasti masih ada di daerah bertanda X yang ada di peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya garis putih juga bergerak ke selatan mengikuti garis hitam. Itu pasti Pasukan Kerajaan Manusia. Mereka berhasil berkumpul dan sedang berhenti saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Kerajaan Manusia hampir dihancurkan oleh Pasukan Crimson yang jumlahnya sangat banyak. Berasumsi jika garis merah adalah pemain VRMMO asal Amerika, maka garis biru terang yang membentang menjadi pelindung antara garis merah dan garis putih adalah 2,000 pemain asal Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah pemain Jepang menggunakan akun default yang tersedia di Kerajaan Manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kukira tidak, menurutmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mengambil botol air mineral yang diberikan Critter dan meminumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah para pemain VRMMO asal Jepang mengkonvert akun berharga mereka dan dive kedalam Underworld?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti itu. Gabriel tersenyum dingin lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar setengah bulan yang lalu, Gabriel ikut serta dalam sebuah turnamen PvP&amp;lt;ref&amp;gt;Player versus Player, sistem battle dimana seorang pemain melawan pemain lainnya&amp;lt;/ref&amp;gt; di server Jepang di VRMMO «Gun Gale Online». Jika mereka yang dengan mudahnya ia kalahkan, dive ke dalam Underworld dan mengetahui permasalahan yang sebenarnya, para pemain jepang tak akan mengambil resiko kehilangan karakter mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok wajah terlintas dalam kepalanya, seorang sniper perempuan berambut biru yang tetap bertarung sampai akhir meskipun terdesak, tetapi Gabriel langsung menghilangkan pikiran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baguslah, aku akan dive lagi. Convert akunku agar bisa log in ke Underworld.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil kertas san pulpen yang tergeletak di dekat console, lalu menulis ID dan password miliknya dan menyerahkannya pada Critter. Critter terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa, Kau juga, Kapten?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“‘Juga’, maksudnya…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Vassago terbangun setelah kalah kan? Dan entah mengapa tampaknya ia terlihat senang, lalu mengconvert akun miliknya dan dive lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Gabriel tertarik pada secarik kertas di sisi tangan Critter. Itu tampaknya akun asli milik Vassago, tiga huruf karakter miliknya membuatnya tertarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh begitu… aku paham.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kek. Sangat jarang Gabriel mengeluarkan suara tawa. Bahkan Critter keheranan mendengarnya, Gabriel menepuk bahunya dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Mungkin ia tidak menunjukkannya, tapi ia memiliki… masalahnya sendiri. Yah, sisanya kuserahkan padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel berbalik dan melangkah menuju ke ruang STL, senyum menggantung di ujung bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Vassago Casals sedang tersenyum dibalik tudung hitam avatar miliknya ketika memandang peperangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di atas kepala sebuah patung raksasa yang ada di pintu masuk reruntuhan, ia bisa melihat seluruh pertarungan antara pemain Amerika dan pemain Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, bukan pertarungan. Lebih tepatnya jika disebut pembantaian satu sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah – tengah pintu masuk reruntuhan kuil ini, 2,000 Pemain Jepang membentuk formasi oval dan terus menerus berhasil memukul mundur Pasukan Crimson tanpa kehilangan seorang anggota dari pihak sendiri. Alasan mengapa mereka berhasil melakukannya karena perbedaan equipment dan kerjasama antar pemain, terlebih lagi anggota yang bertugas sebagai pendukung yang ada di bagian belakang mereka. Pemain yang terluka akan dibawa ke belakang dan disembuhkan menggunakan art penyembuh, lalu mereka akan maju lagi dengan semangat yang telah terisi penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka memiliki semangat juang yang sangat tinggi, meskipun luka yang diterima sama sakitnya jika terjadi di dunia nyata. Tetapi jika dinalar, bahwa 2,000 pemain jepang ini mengkonvert karakter mereka dan ikut serta dalam peperangan ini sunggu sebuah keajaiban tersendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi seperti ini mungkin akan dicap tak mungkin oleh Gabriel Miller sendiri—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, kondisi ini telah diprediksi oleh Vassago Casals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika menghubungkan server Amerika mungkin, maka pihak Jepang juga akan melakukan hal yang sama guna membantu Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia. Terlebih lagi, Vassago juga telah memprediksi jika mereka akan mengkonvert akun pribadi miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara para pemain Jepang yang bertarung dengan serius ini, selain «The Flash» Asuna, ada beberapa wajah yang ia kenal. Hal ini membuat jantungnya berdetak hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, permainan kematian yang selalu ia dambakan kini muncul dihadapannya dengan peraturan yang sedikit berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, bahkan jika mereka mati di dunia ini, nyawa si pemain tak akan menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di Underworld, ada hal yang tak muncul di dalam kastil melayang Aincrad, dan di kastil melayang tersebut muncul hal yang tak ada di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada rasa «sakit»&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tidak ada «Kode Anti Kriminal».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, hal ini membuatnya kegirangan, mungkin lebih mengasyikkan ketimbang merenggut nyawa orang dengan tangannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kek, kekek, kekkekkek.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago tak bisa menyembunyikan tawanya dari balik tudung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku tidak berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon memandang ke seorang knight yang penuh dengan luka, dan seorang knight perempuan berambut emas yang sedang menangis tersedu – sedu sambil memeluknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua ekor naga raksasa di samping knight tersebut juga menundukkan kepalanya, seolah menunjukkan rasa kehilangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guna mengejar «Putri Cahaya» Alice, yang telah ditangkap oleh Dewa Kegelapan Vektor, serta Komandan Knight Bercouli, Sinon telah terbang melesat sekuat tenaga. Ia telah menggunakan kemampuan terbang terbaiknya yang telah ia latih terus menerus di ALO, ia lalu terbang ke selatan dengan kecepatan penuh, tetapi pertarungan telah selesai begitu ia sampai di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak — Apa yang perlu diakui adalah kekuatan milik Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ia telah berhasil menyusul Vektor dan tanpa diduga bisa mengalahkan sebuah Super Account yang mana sangat kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sungguh tak adil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kematian Komandan Knight Bercouli berarti musnahnya jiwa miliknya. Sedangkan kematian Dewa Kegelapan Vektor, hanyalah kematian palsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon sadar ia harus meyakinkan Alice bahwa bahaya masih belum selesai, tetapi ia tak bisa menemukan kata – kata yang tepat untuk dikatakan padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa menit berlalu dalam keheningan, orang yang berkata pertama adalah Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan pipinya yang masih basah oleh air mata, kecantikan Alice membuat Sinon takjub. Alice memandang mata milik Sinon. Bibir merah cerinya bergerak, suara yang keluar bagaikan sebuah lonceng:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau… dari Dunia Nyata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengangguk, dan berbicara agak canggung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Sinon. Teman Asuna dan Kirito. Aku datang untuk menyelamatkanmu dan Bercouli-san dari Dewa Kegelapan Vektor … maaf, aku terlambat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon meminta maaf lalu menundukkan kepalanya pada Alice. Alice, akan tetapi menggelengkan kepalanya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… Ini kesalahanku. Aku lengah dan tidak mengawasi bagian belakangku sehingga aku berhasil ditangkap; ini kesalahanku. Nyawaku tidak sebanding dengan Ojii-sama… sang Komandan Integrity Knight?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa menyalahkan diri sendiri tercampur dalam suara Alice. Berusaha menahan air matanya, Alice mengajukan pertanyaan lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kondisi peperangan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Asuna dan Pasukan Kerajaan Manusia berhasil menahan pasukan Dunia Nyata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka aku akan kembali ke arah utara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice melangkahkan kakinya menuju salah satu naga, tapi Sinon berusaha menghentikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak boleh kesana, Alice-san. Kau harus terus ke selatan, ke «Altar Ujung Dunia». Jika kamu menyentuh console… bukan, menyentuh kristal di atas altar tersebut, kau bisa menghubungi Dunia Nyata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa? Bukankah Kaisar Vektor sudah tewas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidak… tidak seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Sinon menjelaskan situasinya kepada Alice. Bahkan jika manusia Dunia Nyata tewas di Underworld, mereka tidak kehilangan nyawa mereka. Musuh seperti Kaisar Vektor akan mendapatkan tubuh lagi dan kembali menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice tampak sangat marah, seolah emosinya yang sampai sekarang ditahan kini meledak ledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ojii-sama… kehilangan nyawanya guna membunuh musuh, dan musuh tidak tewas?! Ia hanya menghilang untuk sementara dan akan segera kembali seperti tak terjadi apapun … itu maksudmu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice mendekat ke arah Sinon, armor emasnya berkelontangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana mungkin … Bagaimana mungkin hal seabsurd itu terjadi?! Maka… untuk apa Ojii-sama… untuk apa ia mengorbankan nyawanya?! Pertarungan tersebut tak sebanding bagi kedua pihak... terlalu... terlalu palsu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mata menetes dari mata biru milik Alice sekali lagi, Sinon hanya bisa memandangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku tak punya hak berkata - kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku telah tewas berkali – kali dalam pertarungan di GGO dan ALO. Dan seperti Dewa Kegelapan Vector, aku bisa terus hidup jika tewas di dunia ini. Orang sepertiku tak berhak —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Sinon menatap Alice, menarik nafas dalam – dalam lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… Alice-san, apa kamu mau bilang jika rasa sakit milik Kirito juga palsu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Knight emas menahan nafasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito juga berasal dari Dunia Nyata. Jika ia tewas di dunia ini, jiwanya tak akan hilang. Akan tetapi, luka yang ia derita nyata. Rasa sakit yang ia rasakan merusak jiwanya, luka tersebut nyata …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berhenti sejenak lalu setelah tersenyum ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… mencintai Kirito. Sangat mencintainya. Begitu juga Asuna. Ada banyak orang yang menyukainya juga. Mereka khawatir akan Kirito, mereka semua. Mereka berdoa agar Kirito segera membaik. Dan juga meskipun tidak mengatakannya, mereka juga berpikir, ‘Mengapa Kirito selalu memaksakan diri seperti itu?’”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon maju dan menepuk pundak Alice perlahan, lalu berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito terluka agar bisa menyelamatkanmu, Alice. Itulah alasan ia tetap bertarung. Apa kamu mau bilang jika alasan tersebut juga palsu? Tidak, tidak hanya Kirito, Komandan Knight juga. Agar bisa menyelamatkanmu, ia terluka parah dan mengorbankan nyawanya agar kamu bisa lari dari genggaman musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon tidak langsung mendengar jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice memandang jasad Bercouli yang terbaring di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, tetes air mata membasahi pipi Alice — Lalu Alice memejamkan mata erat –erat seolah memikirkan sesuatu. Ia lalu bertanya dengan suara serak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sinon, Jika… jika aku pergi ke Dunia Nyata melalui «Altar Ujung Dunia», bisakah aku kembali? Bisakah aku kembali agar bisa menemui orang – orang yang kusayangi…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut. Satu – satunya hal yang ia yakini yaitu jika Alice sampai jatuh ke tangan musuh, seluruh Underworld akan hancur dan menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia bisa melindungi dunia ini dan Alice, ia yakin hal tersebut tak akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, Sinon mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. Selama kamu … dan Underworld aman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti… Aku akan pergi ke selatan. Aku tak tahu apa yang akan terjadi di «Altar Ujung Dunia»… tetapi jika itu adalah keinginan Ojii-sama dan Kirito…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berlutut ke tanah. Ia menyentuh rambut milik Bercouli, lalu menyentuh bibir dan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berdiri lagi, sebuah aura yang berbeda seolah muncul dari seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Amayori, Takiguri. Kumohon bertahanlah sebentar lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata pada kedua naga, Alice berbalik menuju Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… apa yang akan kamu lakukan, Sinon-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kali ini, giliranku untuk melindungimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon tersenyum sedikit dan melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dewa Kegelapan Vektor mungkin akan muncul lagi disini. Aku akan coba mengalahkannya … sekaligus memberimu beberapa waktu agar bisa kabur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menggigit bibirnya dan menundukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku serahkan ini padamu. Aku akan segera menuju ke selatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat kedua naga terbang ke arah selatan, Sinon mengambil busur putih yang ada di pundaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelompok yang menyerang «Ocean Turtle» kemungkinan adalah prajurit militer yang disewa pemerintahan Amerika. Salah satu penyerang menggunakan Super Account 04, «Dark God Vector», untuk menyerang Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia nyata, Sinon hanyalah seorang siswi SMA, tak mungkin ia menghadapi orang seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di tempat ini, selama itu pertarungan satu lawan satu di dunia virtual —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli siapapun yang aku lawan, aku harus menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersumpah pada diri sendiri, Sinon menunggu musuh yang akan dive sekali lagi ke dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menarik pukulan tangan kanannya, suara tulang patah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Guild Petarung Tangan Kosong, Ishkan menatap musuh yang telah berhasil ia bunuh tepat di bagian tengah dadanya, ia menatap tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukulannya mampu menghancurkan besi maupun logam apapun. Namun kini lengan tersebut bagaikan sebuah kulit yang melindungi tulang miliknya, tangan tersebut berlumuran darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kirinya juga mengalami hal yang sama beberapa menit lalu. Sedangkan kakinya penuh luka darah. Ia tak bisa lari, hanya bisa menendang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bertarung seperti seorang petarung sejati, Champion.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara serak milik Dempe membuat Iskahn menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kehilangan kedua lengannya, pria kekar tersebut kini terduduk di tanah setelah bertarung hanya dengan membenturkan kepalanya dan memukul mundur musuh dengan tabrakan tubuhnya, tubuh dan wajahnya penuh luka tebasan pedang. Mata penuh semangat tempur miliknya kini telah kusam, seolah menampakkan jiwa Dempe yang telah kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn mengangkat tinjunya sebagai tanda penghormatan pada jiwa petarung tersebut, lalu menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, jika kita tewas seperti ini, kita tak akan malu jika ketemu para leluhur di akhirat sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba menyeret kakinya, ia berusaha menemani temannya yang masih terduduk di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pertarungan sengit nan lama, pasukan crimson yang awalnya berjumlah dua puluh lima ribu kini telah berkurang menjadi tiga ribu pasukan saja. Tetapi sebagai gantinya, pasukan miliknya telah tersisa tiga ratus orang Petarung. Terlebih lagi, kondisi mereka semua telah terluka parah. Mereka kini tak bisa berkumpul menjadi formasi tempur, mereka bagaikan menunggu ajal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi alasan mengapa pasukan musuh belum menghabisi mereka adalah karena —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Integrity Knight dan naganya masih bertarung mati – matian dihadapan mata Iskahn dan Dempe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh dan pikirannya telah ditekan sampai batas maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun begitu, seketika bayangan musuh muncul di hadapannya, Integrity Knight Sheyta Synthesis Twelve masih tetap mengangkat tangan kanannya dan menebaskan Black Lily Sword.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara udara tertebas terdengar jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung pedang tersebut menyentuh armor pundak sang musuh. Seperti sebuah jarum, pedang tersebut terus memotong sampai ke bagian paha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha… AAHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan kemarahan yang muncul dari tenggorokannya seolah mematahkan nama panggilan miliknya «Si Pendiam». Pedang tersebut mengiris musuh dan memotongnya menjadi dua bagian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat si musuh terjatuh, Sheyta menarik senjatanya dengan berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan dibalik rasa lelah miliknya adalah karena jumlah musuh yang hampir tak terbatas, dan juga tebasannya seolah menjadi terasa berat ketika menebas musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Incarnation miliknya seolah menjadi tak berarti. Meskipun senjata dan armor musuh bukanlah tandingan Divine Instrument milik Sheyta, ketika ia menebasnya seolah terasa ada yang menahan. Serangan musuh juga sama. Mereka hanya mengandalkan tenaga dan tebasan tak beraturan sehingga Sheyta kesulitan memprediksi arah serangan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seolah bertarung melawan hantu. Pasukan ini seolah tak ada disini, seperti sebuah bayangan saja karena tak terhitung banyaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertempur dengan mereka juga tak menyenangkan. Sheyta menebas mereka, dan mereka muncul lagi, terus menerus seperti itu tanpa henti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Mengapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tak peduli jika musuhku adalah bayangan maupun sosok tubuh manusia, bahkan sebuah batu, aku merasakan kesenangan jika mereka bisa ditebas. Aku hanyalah sebuah boneka yang hanya mencari kesenangan dalam tebasan …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Black Lily Sword adalah sebuah Divine Instrument yang memiliki Priority tertinggi dalam ujung bilah pedangnya yang sangat tipis. Pedang ini diciptakan dengan tujuan hanya untuk menebas, persis seperti Sheyta. Jika salah satu keduanya kehilangan arti kesenangan untuk menebas, sosok jati dirinya akah menjadi tak berarti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Tertinggi Administrator telah mengubah sebuah bunga lili hitam yang telah diambil oleh Sheyta dari bekas peperangan di Tanah Kegelapan. Ketika ia menyerahkan pedang tersebut padanya, Pemimpin Tertinggi berkata padanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Pedang ini adalah perwujudan luka goresan yang ada di jiwamu. Sebuah kutukan atas nama pembunuhan yang tercipta oleh parameter kepribadian di dalam jiwamu. Tebaslah, tebaslah, dan teruslah menebas. Ketika kamu menapaki jalan berdarah ini sampai akhir, kamu akan menemukan jawaban untuk melepaskan kutukan ini … Mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Sheyta tak mengerti apa maksud perkataan Pemimpin Tertinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya mematuhinya dan terus menebas selama bertahun tahun. Kemudian, akhirnya ia menemukan musuh yang layak. Dia adalah sosok yang sangat keras dan sulit untuk ditebas oleh pedangnya, berbeda dengan musuh – musuhnya selama ini: ia adalah si Petarung Tangan Kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berharap untuk bertarung dengannya sekali lagi. Hanya lewat pertempuran ia akan memahami sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbawa pikiran ini, Sheyta membantu Pasukan Kerajaan Manusia dan tetap disini. Namun tampaknya ia tak bisa bertarung lagi melawan Petarung Berambut Merah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menelan ludah dan menyeka kulitnya yang berkeringat lalu menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihatnya, sedang duduk di atas sebuah batu, si Pemimpin Petarung Tangan Kosong. Tubuhnya penuh luka. Tersirat, rasa kehilangan terpampang di wajahnya ketika ia menatap Sheyta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta merasakan dadanya tersengat sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Rasa sakit apa ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku seharusnya menebas pria tersebut. Aku ingin merasakan pertarungan sebelumnya, menikmati pukulan kerasnya. Itulah yang aku inginkan. Namun mengapa hatiku … rasa sakit apa ini …?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara lemah terdengar dari tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta mengangkat Black Lily Sword, mengamatinya perlahan. Pada bagian tengah pedang hitam yang tampaknya bisa menghisap segala jenis cahaya tersebut terdapat sebuah retakan setipis benang laba - laba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta menarik nafas dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua pertanyaan yang ingin ia jawab kini telah ia temukan. Sheyta akhirnya memahami perkataan Administrator, dan juga mengenai kutukan yang ia miliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Getaran terasa di atas tanah. Ia berbalik lagi dan melihat seorang prajurit menuju kearahnya sambil membawa palu raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta menghindari serangan tersebut dan menusukkan pedang di tangan kanannya ke bagian tengah dada musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai namanya, si Pendiam. Serangan tersebut mendekati musuh, Black Lily Sword menusuk ke jantung musuh dan merenggut nyawanya — kemudian, serangan tersebut perlahan berubah menjadi banyak kelopak bunga yang tersebar ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta perlahan membisikkan sesuatu ke gagang pedang yang telah hancur tersebut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Terima kasih, sudah menemaniku selama ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, ia mencium bau bunga walaupun samar – samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi kanannya, sang naga Yoiyobi yang menjadi temannya menghancurkan musuh dengan sabetan ekornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisik abu – abu si naga telah berwarna merah akibat luka yang cukup banyak, dan cakar serta giginya beberapa ada yang patah. Ia tak bisa menyemburkan api lagi dan pergerakannya melambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta memastikan pergerakan musuh berhenti, lalu berjalan mendekati naga tersayangnya dan mengusap lehernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih juga, Yoiyobi. Kamu lelah kan?… Istirahatlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, Sheyta dan naganya bergerak menuju bukit kecil dimana sisa – sisa Guild Petarung Tangan Kosong berkumpul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih duduk di batu, Pemimpin Petarung Tangan Kosong mengangkat tangannya dan menyambut kedatangan Sheyta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf… Pedangmu jadi hancur …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta menggelengkan kepalanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa. Aku akhirnya mengerti mengapa selama ini aku terus menebas …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta duduk kelelahan, mengangkat kedua tangannya dan menyentuh wajah Iskhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk menemukan hal yang tak boleh aku tebas. Selama ini aku bertarung agar aku bisa melindungi. Itu… kau. Jadi aku tidak memerlukan Black Lily Sword lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, kedua mata Ishkan terbuka lebar dan air mata mengalir. Berlawanan akan hal ini, Sheyta malah kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ishkah menggertakkan giginya dan berkata serak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… sial. Aku juga ingin berkeluarga denganmu juga. Kita akan memiliki anak yang sangat kuat. Lebih kuat dari pada leluhurku, lebih kuat dariku, hingga menjadi Petarung Tangan Kosong terkuat yang pernah ada …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak. Anak itu akan menjadi seorang Knight.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya saling tatap untuk sesaat, lalu tersenyum. Dipandangi oleh Dempe yang berbadan kekar, Sheyta dan Iskahn menjadi malu, lalu duduk berdekatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga ratus Petarung Tangan Kosong, seorang Integrity Knight, dan seekor naga kini duduk menunggu datangnya pasukan crimson yang semakin mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti permainan… atur dan serang, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein berkata seperti itu ketika ia dan Asuna kembali ke posisi belakang. “Benar,”Asunna membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luka keduanya sedang disembuhkan oleh pemain Jepang menggunakan Sacred Arts yang baru saja dipelajari. Ia tak bisa memaksimalkan penggunaan Art seperti para regu Asthetic dari Underworld, tetapi karena karakter miliknya berlevel tinggi, seharusnya ia bisa menggunakan Art kelas atas untuk penyembuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih telah datang kemari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berterima kasih pada pemain jepang dan Klein yang berdiri di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih juga, Klein. Aku tak tahu harus berkata apa …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Asuna seperti itu, Klien menggosok hidungnya karena malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan perlakukan aku seperti orang asing. Aku berhutang padamu dan si Kirito lebih banyak… ia juga disini kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein memelankan suaranya. Asuna mengangguk pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Temuilah dia setelah peperangan ini. Jika ia mendengar lelucon burukmu mungkin ia akan segera terbangun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, itu kejam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah senyuman muncul di wajah Klein, tetapi mata miliknya seolah penasaran. Ia juga tahu tentang luka yang dialami Jiwa Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ah, tetapi …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah semuanya selesai, setelah mereka berhasil mengusir musuh dari Underworld dan «Ocean Turtle», jika Sinon, Leafa, Klein, dan semua pemain asli SAO, juga Sakuya, Alicia, dan orang – orang dari ALO… lalu Alice, Tiese, Ronye, Sortiliena, dan semua orang ada di dekat Kirito, maka ia akan bangunkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus tetap bertarung, hingga saat itu datang, ia akan menyambutnya dengan senyuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat lukanya menutup, Asuna berterima kasih lagi dan berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang dikatakan Klein, nasib peperangan ini tak bisa diprediksi. Jumlah pemain Amerika telah berkurang sangat banyak, dan mereka seolah kehilangan semangat bertarungnya karena mereka menyerang tanpa pikir panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi pertempuran di reruntuhan kuil ini hanyalah pertarungan yang terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Poin pentingnya adalah «Putri Cahaya» Alice yang telah ditangkap oleh Kaisar Vektor. Komandan Knight Bercouli serta Sinon masih mengejarnya, mereka harus bisa mengalahkan Vektor dan membawa kembali Alice. Terlebih lagi, ia harus memilih pemain paling elit dari akun konverter dan meminjam kuda dari Pasukan kerajaan Manusia lalu segera menuju selatan secepat mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika berhasil mengejar mereka, bahkan jika musuh menggunakan sebuah Super Account, ia tak akan mungkin bisa mengalahkan pasukan elit dari pemain Jepang. Kekuatan mengalir ke dalam diri Asuna. Para swordsmen yang datang kesini menggunakan pedang, perisai, dan armor yang seolah memantulkan sinar, mirip dengan mitologi Einherjar of Norse …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengusap air matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuda Pasukan Persediaan telah ditarik di dekat pintu keluar reruntuhan, dan kemah darurat sementara berada disana. Asuna juga bisa melihat para pemain Jepang yang masih disembuhkan oleh regu Asthetic Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… tak apa, semuanya akan baik – baik saja… pasti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan Asuna seolah terbaca oleh Klein yang ada disampingnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu. Baiklah, ayo maju lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangguk dan bergerak lagi ke depan —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi perhatiannya teralihkan oleh sesuatu disana, membuatnya terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apa itu. Sosok hitam… hitam pekat…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Asuna bergerak untuk sesaat, lalu ia melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Patung raksasa yang ada di kedua sisi pintu masuk reruntuhan kuil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di atas patung tersebut adalah sesosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena patung tersebut memantulkan cahaya, sehingga sosok tersebut cukup jelas dilihat dalam langit merah Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ia pemain Amerika? Ataukah seorang pengintai dari Jepang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpaku, Asuna bergerak mendekat dan menyadari jika sosok tersebut mengenakan jubah hitam. Tudungnya menutupi wajah sosok tersebut sehingga tak terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Klein. Orang itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein akan maju ke garis depan tetapi Asuna mencengkeram tangan kanannya dan mengacungkan jari kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang yang berdiri disana, apakah kamu pernah melihatnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh…? Whoa, ia menonton seluruh pertempuran dari atas sana. Sialan, siapa dia?… mengenakan tudung kepala. Aku tak bisa melihat wajahnya … tunggu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Klein tiba – tiba terputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatapnya, wajah Klein menjadi pucat seolah warna dihisap dari seluruh wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ada apa? Kamu mengenalnya? Siapa dia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… tak mungkin, itu… apa aku… melihat sesosok hantu…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesosok hantu…? Apa maksudmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka… Karena, tudung hitam itu, bukan, pakaian itu… ciri khas LaughCoff…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika mendengar nama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna merasa otaknya membeku seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
LaughCof. Dikenal juga dengan nama «Laughing Coffin». Dari lantai tengah sampai akhir permainan kematian SAO, mereka adalah guild merah paling mengerikan yang ada di kastil melayang Aincrad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak pemain PK, termasuk «Red-Eyed XaXa» dan «Johnny Black» ada di dalamnya, dan guild ini memiliki anggota pemain hijau … Akhirnya, setelah pertarungan mematikan dalam sebuah penyergapan oleh pemain – pemain elit, guild tersebut berhasil dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertempuran tersebut, hampir setiap anggota «Laughing Coffin» kalau tidak tewas, maka dijebloskan ke Black Iron Palace, tetapi ada yang berhasil lolos dari pertarungan tersebut. Dia adalah sang ketua, dia tiba – tiba menghilang ketika lokasi guild terbongkar, dan dia juga dengan cara langsung maupun tak langsung berhasil membunuh banyak pemain SAO. Namanya adalah — «PoH». Ia biasanya mengenakan pakaian hitam bertudung dan menggunakan pisau besar. Dua tahun setelahnya kini ia turun ke Underworld dan memandang kebawah ke Asuna dan Klein.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………. Tak mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa berguman dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tak nyata, aku sedang melihat sesosok hantu kan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pergi. Pergilah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, seolah menghina harapan Asuna, sosok hitam tersebut melambaikan tangan kanannya perlahan. Tangan tersebut lalu digerakkan ke depan dan belakang, seolah mengejek Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang mengikutinya —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa dideskripsikan sebagai sebuah mimpi buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok baru muncul di samping sosok hitam tersebut. Lalu satu lagi, satu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas patung raksasa sana, pasukan baru perlahan muncul. Di bagian kiri, sepuluh orang muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Berhenti. Berhenti .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memohon. Ia takut tak akan mampu menghadapi kengerian ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Crimson baru terus bermunculan, terus menerus. Seribu, lima ribu, sepuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini pasukan itu berjumlah sekitar tiga puluh ribu, Asuna memperkirakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima puluh ribu pasukan Amerika dilawan dengan susah payah. Tak mungkin pasukan sebanyak itu bisa dikumpulkan dengan mudah, dan mereka bukanlah pemain Jepang. Jika perekrutan diumumkan di website Jepang, Klein dan yang lainnya pasti akan tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaikan hantu. Bagaikan hantu yang dipanggil menggunakan Art.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik ini, Para pemain Jepang yang hampir menghancurkan pemain Amerika di garis depan sana menghentikan pertarungan dan melihat ke atas patung. Medan peperangan kini menjadi sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garble, garble.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi gemericing dari pasukan crimson di atas sana terdengar bagaikan deru angin di telinga Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa memahami bahasa apa yang mereka gunakan karena tercampur bunyi gemericing. Ia memfokuskan pendengarannya, dan akhirnya menangkap perkataan yang cukup keras dari lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Bigeobhan ilbon-in.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
— Uli nalaleul jikyeola.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
— Ganchuu renmen.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bukan bahasa Inggris. Juga bukan bahasa Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Klein menggeram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ini buruk… sangat buruk… Pasukan baru itu bukan dari Jepang maupun Amerika…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna merasa keringat dingin menuruni punggungnya ketika mendengar kata – kata selanjutnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Mereka dari Cina dan Korea.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 236.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
Mungkin karena universitas sedang melaksanakan liburan musim panas, bar VR di daerah Cheongjin-dong, Distrik Jongno di Seoul kini terlihat padat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jo Wol-saeng baru saja selesai mengisi formulir masuk, ia lalu memesan minuman soda di bar. Ia memasuki sebuah ruangan, bersandar ke tempat duduk lalu menarik nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia belum pernah merasa selega ini sebelumnya. Ia sebenarnya sudah mengetahui alasannya. Ia kini sudah berusia 20 tahun, seorang mahasiswa tingkat dua, dan tahun selanjutnya ia akan absen untuk melakukan wajib militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia dibatasi sampai umur 30 tahun untuk melakukannya, jadi ia bisa saja menunda – nunda, tetapi seorang mahasiswa yang belum melakukan wajib militer sebelum kelulusan akan dianggap sebelah mata dalam dunia pekerjaan. Hampir semua teman seangkatannya akan mengikuti wajib militer tahun berikutnya, dan karena orang tuanya juga mendesak terus, ia tak bisa lari lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng meneguk soda miliknya dan merasa lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua hal ini membuatnya resah, apakah ia bisa menjalani latihan keras itu, bagaimana jika ia akan dibuli oleh para prajurit. Tetapi yang paling membuatnya depresi adalah fakta bahwa masa hidupnya selama dua tahun akan dirampas. Yah, meskipun ia tak memikirkan hidupnya di dunia nyata, sedangkan di dunia virtual, disitulah ia pertama kali merasakan hidup setelah diundang oleh teman – teman kuliahnya — dua tahun penuh tak bisa memasuki dunia itu, sangat membuatnya stres.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Jika saja di militer ada hal semacam ini …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berguman ketika mengambil mesin FullDive yang ada di meja — the «AmuSphere». Benda ini milik bar VR, sering dipakai umum. Tapi bagi Wol-saeng, mesin ini lebih bercahaya ketimbang seorang malaikat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga tahu lalu — di 2023, mesin ini dirilis di Jepang lalu dikirim ke luar negeri tahun berikutnya, dan menjadi booming di Korea Selatan, dimana industri game online sedang diminati. Dulu bernama «PC Bars», kafe – kafe internet mulai mengganti nama mereka menjadi «VR Bars», karena memiliki AmuSpheres. Anak - anak muda mulai terpikat oleh VRMMORPG, baik yang dikembangkan Jepang maupun Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Silla Empire», game yang dimainkan Wol-saeng selama satu setengah tahun ini adalah  permainan yang telah dilokalisasikan ke Korea dari developer asal Jepang «Asuka Empire». Game ini bukan hanya ditranslate, bahkan kota, avatar, dan isi quest telah disesuaikan dengan  dinasti Silla Korea. Permainan ini memiliki popularitas tertinggi sejak pertama kali diluncurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, para pemain ingin segera memiliki game yang murni diciptakan oleh Korea sendiri, jadi banyak perusahaan yang mengembangkan VRMMO menggunakan softwere gratis bernama «The Seed Nexus». Akan tetapi, software tersebut juga masih buatan Jepang, jadi tanpa menghubungkan ke «The Seed Nexus» yang berbasis di jepang, siapapun tak bisa memaksimalkan fungsi yang ada. Tetapi VRMMO Jepang membatasi hubungan koneksi ke Korea dan China sehingga keduanya tak bisa menghasilkan permainan yang menyamai kualitas «Silla Empire», hal ini membuat banyak pemain Korea menjadi tak puas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku ingin memainkan semua game Korea sebelum masuk wajib militer, tapi sepertinya hal itu tak mungkin …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng mengeluh, lalu membuang harapannya tersebut. Ia bersandar ke kursi dan mengenakan AmuSphere.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Link Start!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengucapkan suaranya dan menutup mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melewati sinar warna – warni, ia mengisi user ID dan password, lalu ia sampai di Launching Area&amp;lt;ref&amp;gt;Tempat kosong sebelum memasuki dunia VR&amp;lt;/ref&amp;gt; untuk bersiap mengklik icon «Silla Empire».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, ia menyadari ada notifikasi window networking yang melayang di sisi kanan ruang tersebut, lalu menscrollnya ke bawah dengan cepat. Sepertinya ada ribuan orang yang memposting berita yang sama secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Apa – apaan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebingungan, Wol-saeng menekan program di sisi kiri lalu menarik window networking ke hadapannya. Lalu ia mengklik berita, memperbesarnya dan membacanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm… ‘Korea, America, dan China sedang melakukan pengembangan VRMMO baru dan tes server yang sedang dijalankan… telah di serang oleh pemain Jepang, mereka juga menyerang pemain beta test?! Apa – apaan ini?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Wol-saeng sadar jika berita macam ini sulit untuk dipercaya. Tetapi lampiran yang ada di bagian akhir berita menunjukkan suatu video; ia mengkliknya tanpa ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah window terbuka, lalu —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penjaga, Serang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan pemain menggelora. Wol-saeng yang juga beberapa kali menonton Anime Jepang sadar jika apa yang ia katakan adalah bahasa Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video tersebut menunjukkan pemain Jepang yang mengenakan armor silver sedang menyerang pemain berarmor crimson, membunuhnya satu persatu. Darah terus menerus muncul ketika pedang mereka diayunkan, pemain Amerika mengutuk tindakan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menduga karena tak ada hukum yang mengatur tempat tersebut, kejadian ini pastilah terjadi di tes server. Seperti yang dikatakan berita tersebut, pemain jepang sedang membantai pemain Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika video 30 detik itu berakhir, Wol-saeng merasa bimbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah «server attack» biasanya diartikan sebagai tindakan menghancurkan suatu website, tetapi dive kedalam dunia VR dan menyerang para pemainnya … ini pertama kalinya Wol mendengar berita semacam ini. Jika isi video itu benar – benar nyata, itu berarti kejadian ini masih berlangsung, tetapi sesuatu mengganggunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang… di video itu, para pemain jepang memiliki equipment dan kemampuan yang melebihi pemain Amerika, mereka sedang menghajar para pemain Amerika. Akan tetapi ia merasa pihak yang sedang diserang bukanlah Amerika, melainkan pihak Jepang. Menyerang sebuah server adalah lelucon biasa, tetapi… orang – orang ini seolah sedang mempertaruhkan nyawa …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, bunyi ding-dong terdengar, membuat Wol-saeng menolehkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah teman satu guild «Silla» yang sedang mengiriminya permintaan pesan suara. Ia menekan tombol “Accept” kemudian sebuah window muncul dan berteriak pada karakter milik Wol-saeng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Moonphase, kau sudah lihat kan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh… ya, aku baru saja …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu apa yang kau tunggu? Cepat download client-nya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“C… Client?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia kembali melihat ke window networking dan menggeser kesamping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertulis disana — Guna menolong para pemain dari serangan pihak Jepang, kami sedang merekrut relawan dari seluruh pemain VRMMO Korea. Jika kamu berminat, silahkan download software ini dan menginstalnya ke AmuSpheres milikmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ini?… Hwan-ung, kau pikir ini nyata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, bukankah sudah jelas di video itu?! Selagi kita bicara teman – teman kita sedang di serang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang… Tetapi, video itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng ingin mengutarakan pendapatnya, tetapi ia didahului.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, instal saja dan cepatlah! Myung-hoon dan Helix sudah dive, jadi aku akan menunggumu disana!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panggilan itu berakhir, dan kesunyian muncul diruangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Wol-saeng masih memiliki banyak keraguan, hampir seluruh anggota guildnya telah ikut serta, ia tak tahu apa jadinya jika ia tak ikiut serta. Ia mungkin akan menemukan petunjuk tentang apa yang terjadi disana — terlebih lagi, gangguan semacam ini pastilah sebuah event menarik bagi pembukaan suatu game baru. Jika ia tak ikut serta, ia mungkin tak akan mendapat keuntungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuat keputusan, Wol-saeng menekan tombol “Download” dan menginstalnya ke AmuSphere, lalu muncul icon baru untuk dijalankan. Setelah menekan icon crimson, sebuah kata berwarna hitam pekat yang bertuliskan “BANTU KAMI” muncul, Wol-saeng merasa kesadarannya telah dihisap ke suatu dimensi yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan setelah mentransfer koneksi yang jumlahnya sangat banyak dari Cina dan Korea ke dalam Underworld, Critter masih merasa ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah mengikuti perintah Vassago Casals untuk memberikan client koneksi ke dua negara yang ada di dekat Jepang, ia merasa ada hal yang mencurigakan disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— ‘Bukankah Jepang dan Korea hampir mirip?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang Amerika tidak tahu jika Jepang dan Korea adalah negara yang berbeda, dan ada juga yang menganggap jika Korea dan Jepang adalah bagian dari negara Cina. Meskipun Critter tidak terlalu memusingkannya, ia menganggap jika ketiga negara ini adalah negara yang rukun. Bukankah ketiga negara ini cukup rukun, seperti EU?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Critter tak bisa menemukan hal mencurigakan pada rencana Vassago.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ia tak memiliki waktu untuk membuat situs palsu, maka ia menggunakan sosial media untuk menyebarkan berita ini. Berita pertama : “Orang – orang Jepang sedang menyerang server VRMMO yang sedang dikembangkan Amerika, Cina, dan Korea!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita kedua memberikan penjelasan: “Pemain Jepang ingin memonopoli The Seed Nexus jadi mereka menyerang server dan mulai menciptakan karakter – karakter kuat. Mereka menyerang pemain test Amerika, Cina, dan Korea. Karena server tersebut masih belum dilengkapi dengan pain absorption dan kode anti kriminal, teman – teman kami masih dibantai dengan rasa sakit yang nyata.” Critter lalu melampirkan sebuah video yang ia ambil dari dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video tersebut adalah rekaman Pasukan Kerajaan Manusia yang sedang menyerang pemain Amerika, tetapi penduduk Underworld berbicara dengan bahasa Jepang. Tempaknya video tersebut memiliki dampak yang cukup besar, jumlah berita yang disebarkan meningkat drastis, dan jumlah client yang didownload pemain Korea dan Cina telah melebihi client yang didownload Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersandar kembali, Critter berfikir sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Mengapa rasanya pemain Jepang tidak akur dengan pemain Cina dan Korea ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Oh, malah semakin memburuk. Mereka saling serang satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago Casals yang telah kembali ke Underworld menggunakan karakter «Laughing Coffin» miliknya, «PoH» mulai menyeringai lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat tangan kanannya tinggi – tinggi, dan berteriak pada pemain crimson yang ada dibelakangnya menggunakan bahasa Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Pergilah, lindungi teman – teman kita!! Tebas dan tusuk mereka semua seperti yang mereka lakukan pada teman kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika pasukan yang berjumlah 50.000 ini mendengar kata – kata tersebut, mereka langsung maju kedepan. Bagi mereka, pasukan Amerika yang sedang dibunuh oleh pemain Jepang kini sudah mereka anggap sebagai teman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba tidak tertawa, Vassago mengayunkan tangannya kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti suara deru badai, pasukan crimson yang baru saja muncul mulai melakukan penyerangan pada pemain Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ayo, saling bunuhlah. Menarilah sampai kalian mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dia datang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berguman pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat garis – garis kode hitam berjatuhan dari langit merah, seperti gumpalan benang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, ia ingin menggunakan skill «Annihilate Ray» dengan kapasitas maksimumnya ketika musuh muncul di depan mata. Karenanya musuh tak mungkin menghindar atau bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sekarang ini ia perlu mengulur waktu. Jika musuh mampu membuat akun – akun berlevel atas, maka membunuhnya akan jadi sia - sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, ia harus mampu menarik perhatian musuh, lalu mengamati reaksinya. Jika musuhnya seolah mempertahankan diri dengan sangat serius, ia bisa memastikan jika musuh menggunakan akun pribadi miliknya. Lalu, ia akan melakukan serangan penuh, sehingga membuatnya tak bisa log in memakai akun yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, dalam sebuah event dimana akun bisa dibuat secara banyak, ia tak bisa membunuhnya. Ia harus berusaha mengulur waktu bagi Alice agar bisa sampai ke «Altar Ujung Dunia».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi Sinon tidak menarik lagi busurnya dan kini hanya menunggu musuh untuk muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat kode – kode hitam muncul adalah tempat jasad Komandan Knight Bercouli berada beberapa menit lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang jasadnya telah dipindahkan ke atas punggung naga oleh Integrity Knight Alice; ia ingin memberikan pemakaman yang layak baginya di Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shino bertanya padanya: “Dia seseorang yang kau sayang?” Alice tersenyum lembut dan membalas: “Kau juga saingan orang yang kusayang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Syukurlah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, Sinon tak boleh ter-log out dengan mudah. Ia harus menjaga dunia ini, hingga Kirito terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menetapkan tekadnya dan memandang tanah di bawah sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis hitam tadi kini menyentuh tanah dan membentuk suatu cairan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warnanya sungguh hitam, seperti lubang neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika garis terakhir berkumpul menjadi satu —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bloop.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah wajah mulai terbentuk. Lalu tangan kanan mulai muncul. Ketika Sinon melihat lima buah jari yang terbentuk, ia merasakan hawa dingin di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba mengalihkan perasaan ini, dan menunggu musuh untuk memadat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tangan kanan, tangan kiri mulai terbentuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala si musuh kini hampir terbentuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apa yang membuat Sinon terkejut adalah fakta jika karakter musuh tidak diedit melalui edit feature; itulah anggapan Sinon, ia tak terlalu tampan. Rambut emas pendeknya tergerai, hidung dan bibirnya tipis, dan dia seperti orang Caucasian, menurutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah karakter ini adalah tubuh asli orang yang menggunakan Super Account Dewa Kegelapan Vektor?… Sinon berpikir keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang itu mengangkat tubuh bagian atasnya, menampakkan mata birunya, akhirnya ia menatap Sinon yang sedang terbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, Sinon merasa ada yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa jika pernah melihatnya entah dimana. Mata itu adalah mata yang merefleksikan apapun, namun tampak seolah menelan segalanya di saat yang sama; sepasang mata yang tak memiliki emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata tersebut melebar ketika melihat Sinon. Lalu sebuah senyum muncul di wajah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya. Aku pernah melihatnya. Aku pernah melihat mata … dan wajah itu. Terjadi belum lama ini, dimana —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Sinon menatapnya, splat, seketika ia meloncat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Posisi menyerangnya cukup aneh. Ia juga telah mengkonvert equipment miliknya; ia tak mengenakan armor metal. Seragam bagian atas dan bawah disambungkan dengan sebuah sabuk, dan kakinya memakai sepatu boot, hampir mirip seperti seorang prajurit di dunia nyata. Senjata miliknya adalah sebuah pedang panjang di pinggang kiri dan sebuah busur di tangan pinggang kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika tubuhnya hampir utuh memadat, gumpalan cairan hitam tidak menghilang. Namun tetap memadat sendiri seperti seekor binatang. Bukan, memang sebuah binatang, cairan itu berubah menjadi sebuah sayap tipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan seperti sayap burung, maupun sayap naga, lebih seperti sayap kelelawar. Dibagian ujung sayap tersebut terdapat empat mata dan sebuah ekor panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika si pria mendekati binatang tersebut, makhluk bersayap ini membentangkan sayapnya dan menuju ke ketinggian dimana Sinon berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makhluk itu hanya berjarak 30 meter dari Sinon, dan si pria masih tersenyum padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah mengapa, musuh mengangkat tangannya yang tak bersenjata dan merentangkannya ke bagian depan. Sinon menjadi waspada, berpikir jika ia akan memulai incantation. Tetapi tak ada yang terjadi. Si pria lalu melingkarkan tangannya seolah hendak mencekik leher Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika itu juga, Sinon akhirnya mengingat. Suara serak keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Subtilizer……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu dia. Seorang pemain Amerika yang berhasil membunuhnya ketika final PvP Turnamen di Gun Gale Online — «Fourth Bullet of Bullets», yang diselenggarakan dua minggu sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mengapa ia ada disini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lupa akan busur yang ia genggam, Sinon masih terkejut, matanya semakin melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibagian tengah Ocean Turtle yang berbentuk seperti piramid, disokong oleh poros tebal yang terbuat dari bahan titanium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian bawah poros berbentuk lingkaran setinggi seratus meter ini terdapat sebuah mesin yang dilindungi oleh berbagai lapis dinding pelindung — Reaktor Bertekanan Air. Diatas reaktor ini terdapat Ruang Kontrol Utama, dan Ruang STL 01.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Underworld, lebih tepatnya fokus penelitian Project Alicization — Light Cube Cluster ada di bagian atas ruang kontrol utama. Area tersebut berada di bagian poros bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas Light Cube Cluster adalah lantai yang memisahkan poros atas dan poros bawah. Area diatas dinding yang ada di poros atas ada berbagai macam peralatan pendingin, dan Ruang Sub Kontrol dimana pekerja RATH sedang bersembunyi saat ini, juga ada ruang STL 02 yang sedang digunakan Kirigaya Kazuto dan Yuuki Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 7 Juli, pukul 9:00 am. Sebuah robot humanoid mulai bergerak atas kemauannya sendiri di ruang peralatan pendingin, menuruni tangga di bagian samping kapal. Dia adalah mesin prototipe yang dikembangkan RATH, «Ichiemom». Meskipun bergerak sendiri, sebenarnya ada tiga orang pasukan JSDF&amp;lt;ref&amp;gt;Japan Self Defense Force, semacam pasukan pertahanan&amp;lt;/ref&amp;gt; yang mengikutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Syukurlah, aku bukanlah seorang claustrophobic&amp;lt;ref&amp;gt;Phobia tempat sempit&amp;lt;/ref&amp;gt;, acrophobic&amp;lt;ref&amp;gt;Phobia tempat tinggi&amp;lt;/ref&amp;gt;, atau nyctophobic&amp;lt;ref&amp;gt;Phobia tempat gelap&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru menguatkan dirinya sendiri, tetapi pada saat yang sama. Ia merasa jika memiliki phobia bukanlah hal yang memalukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena, lorong yang hanya diterangi lampu emergency hanya memiliki panjang 40 meter. Jika tangannya berkeringat maupun salah menempatkan kaki, ia kan langsung terjatuh ke bawah dan menjemput ajal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia mengetahui hal ini sebelumnya. Ia akan meminta Yanai berjalan dahulu. Jika ia berjalan didepan, Higa tak akan terus menerus menatap kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Omong – omong, ia berkata akan melindungiku. Tetapi malah menyuruhku “Berjalan didepan”. Apa - apaan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa memandang beberapa meter di keatas, Yanai masih menuruni tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, setelah melihat jika wajahnya semakin pucat ketika ia menuruni tangga per tangga. Higa tak jadi mengeluh. Keberanian Yanai untuk ikut serta dalam misi ini sudah cukup untuk diberi pujian, dan senjata pistol yang ada di pinggangnya cukup memberi rasa aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Higa kembali menuruni tangga, earphone yang ada di telinga kirinya memancarkan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana, Higa-kun? Baik – baik saja kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ini milik Koujiro Rinko, ia masih mengintip di lubang masuk di atas sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menjawab apa adanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… yah, seperti ini. Sekitar lima menit lagi kita akan bisa sampai ke dinding pemisah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. Ketika kalian siap, aku akan memberikan perintah penyerangan pada tim Ichiemom. Kalian harus membuka sekatnya ketika musuh sudah menyerang Ichiemom.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Roger. Wow, ini seperti Mission Impossible ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohhhh, maka buatlah misi ini menjadi Possible. Aku hanya khawatir mengenai kondisi kesehatan Kirito-kun yang ada di Underworld … Maaf, Yanai-san, tolong awasi anak ini ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat terakhirnya ditujukan kepada Yanai. Setelah Higa mendengar Yanai berkata “Roger”, ia hanya bisa memprotes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— “Anak ini”, huh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggelengkan kepalanya dan menggenggam tangga yang kini semakin berkeringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kebawah, ia bisa melihat sekat dinding pemisah semakin kelihatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter masih menatap layar besar yang kini menampilkan pergerakan pemain Cina dan Korea yang telah dive, namun tiba – tiba bunyi alarm membuatnya terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menyisir console dengan panik, lalu menemukan alarm merah bersinar di sisi kanan monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa… Dinding penahan telah terbuka. Kalian pergilah dan cek lorong itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia selesai berteriak, anggota tim penyerang yang paling tinggi, Hans, langsung menggenggam senjata dan berlari keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan, kartuku sedang hoki padahal!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Brigg bergumam dan melempar kartu ke lantai, lalu ia juga mengejar Hans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Rath yang tak diuntungkan dalam hal peralatan dan senjata mulai melakukan serangan bunuh diri? Ataukah mereka merencanakan sesuatu …?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter meninggalkan console dan bergerak menuju pintu masuk ruang kontrol. Daya elevator telah dimatikan, jadi ia harus menggunakan tangga jika sesuatu terjadi. Hans dan Brigg juga menyimpulkan hal yang sama; bunyi keras logam terdengar dari atas sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bunyi langkah kaki kini terhenti, dan berganti teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Woah!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Are you kidding?!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu terdengar bunyi rentetan tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bisa mendengar dengan jelas suara ratatatat dari luar lorong ini, suara tembakan senjata api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, di sisi lain dinding. Membran kulit titanium Ichiemon pasti telah berlubang karena peluru tersebut. Akan tetapi, baterai dan kontrol sistem yang mengaturnya ada di bagian belakang. Jadi meskipun kena banyak tembakan, ia masih bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah! Sekarang buka sekat dinding ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui suara Professor Koujiro yang ada di telinganya, Higa melompat lubang palka anti tekanan diantara sekat pemisah dinding. Dengan suara psshh, alat pengatur tekanan air mulai bergoyang, dan pelindung logam mulai terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain dinding, yang berada di bawah sekat ini, juga diterangi lampu orange emergency. Di sisi pertempuran sana juga berwarna sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menelan ludah, mengatur kembali tas punggung yang berisi laptop mini, lalu mendorongnya ke akses panel yang semakin menyempit. Kemudian, ia menuruni anak tangga lain, dan semakin menurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— saat – saat seperti ini, orang yang ada di suatu film pasti akan mulai menjerit – jerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo ayo ayo!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bergumam, dan suara bingung Rinko membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, apa yang kamu katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tak ada. …Sekitar sepuluh meter dari colokan kabel maintenance … Ah, Aku melihatnya, ada disana!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak kabel fiber optik tebal menggulung menuju sebuah kotak hitam. Jika ia mencolokkan laptopnya ke colokan maintenance, secara teori ia akan bisa mengontrol Units #3 dan #4 yang ada di Ruang STL 2, dan juga Units #5 dan #6 yang berada sangat jauh di cabang Roppongi sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tunggulah, Kirigaya-kun. Aku akan membangunkanmu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa lupa akan rasa takutnya, dan menuruni tangga ini, sebuah suara terdengar di earphone miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga akan turun ke ruang Sub Kontrol untuk melihat Fluctlight milik Kirito-kun. Semoga berhasil, Higa-kun!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipuji oleh Professor Koujiro — yang ia biasa panggil Koujiro-senpai, seolah membuatnya terkenang masa – masa kuliah dulu, itu membuat Higa tambah semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia kini melihat Yanai, yang juga sedang menuruni tangga. Wajahnya tampak depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menghembuskan nafasnya, lalu melihat kotak hitam yang semakin mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah muncul kembali ke medan pertempuran yang kini porak – poranda akibat pertarungan sebelumnya, si pria berseragam tempur melihat ke selatan dan berguman dengan suara datar:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Alice kabur ya? Tak masalah, aku bisa mengejarnya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia menatap Sinon lagi, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika aku ingat – ingat, kita pernah bertempur di turnamen Gun Gale Online tournament kan. Namamu… «Sinon»? siapa sangka kita bisa bertemu lagi di tempat seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengarkan suara datarnya yang tak menyerupai manusia, si pria adalah Dewa Kegelapan Vektor dan Subtilizer pada saat yang sama, Sinon mencoba menghentikan tangannya yang gemetaran. Tetapi jarinya mati rasa, telapak tangannya berkeringat, dan ia merasa jika ia membuat gerakan tiba – tiba, Bow of Solus mungkin akan ia jatuhkan ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri ke piringan hitam berbentuk monster bersayap, Subtilizer tersenyum lagi dan kembali berbicara dalam bahasa jepang yang cukup lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang sebenarnya terjadi? Aku dengar tak ada lagi mesin STL di Jepang … Mungkinkah kamu pegawai RATH? Ataukah, kamu seorang prajurit bayaran yang memang ingin datang ke tempat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup kesulitan, Sinon memaksa bibir keringnya untuk bergerak dan berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Subtilizer… Aku ingin bertanya, mengapa kamu ada disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku tak bisa menolaknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subtilizer merentangkan tangannya, seolah tak bisa menjangkau sesuatu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah takdir. Kekuatan jiwa yang bisa membuatmu dan aku bertemu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada bicaranya perlahan berubah. Suaranya semakin dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya… Aku menginginkanmu. Itulah mengapa kita bisa bertemu. Ini akan menjelaskan banyak hal. Siapapun targetnya yang aku hisap melalui STL, baik itu Artificial Fluctlights maupun Jiwa Manusia dari Dunia Nyata … Aku akan bisa memahami jiwamu yang manis itu, aku tak mampu merasakannya di turnamen GGO.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Sinon mendengar perkataannya, kata – kata yang orang ini ucapkan ketika final BoB ke-empat terngiang di kepala Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Your soul will be so sweet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Your soul will be so sweet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Sinon semakin dingin, nafasnya tak terkendali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemari… kemarilah, Sinon. Berikan padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya dingin memancar dari kedua mata Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zzt. Dunia menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara, suara, bahkan cahaya seolah dihisap kedalam mata Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apaa………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seolah ditarik sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tidak. Aku harus menahannya. Aku harus melawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jiwa Sinon berteriak, seolah sangat lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, armor biru Sinon terhisap ke lengan Subtilizer yang terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari – jari lemah Sinon berusaha menarik tali busur yang mengambang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian, kesadarannya semakin terselimuti, Sinon merasa tubuhnya semakin lemas ditelan kegelapan Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kirinya memeluk punggung Sinon, sedangkan tangan kanannya menyentuh wajah dan membelai rambut yang ada disamping wajah Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir tipis Subtilizer mendekat ke telinga Sinon, lalu membisikkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sinon, apa kau tahu arti dibalik nama «Subtilizer»?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bertenaga. Sinon menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama tersebut mirip dengan nama, «Satori», dalam amerika itu berarti seseorang yang sangat disayang. Tetapi, kata ini jika diartikan dalam bahasa Inggris berarti «Subtilizer». Kata yang bermakna «seseorang yang membersihkan», «seseorang yang memahat», «seseorang yang memilih»… Dan «seseorang yang mencuri».”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya semakin terang dari kedua mata Subtilizer, cahaya tersebut kini mendekati wajah Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mencurimu. Aku akan mencuri jiwamu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat dimana Jo Wol-saeng mendarat adalah sebuah batu yang telah retak dan ditutupi lumut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukan batu alami, ini buatan manusia. Ia muncul di atas sebuah kuil raksasa. Sekelilingnya adalah pemain Korea yang baru saja log ini, dan jumlah mereka sekitar ribuan... mungkin sepuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tidak ada pilihan karakter, equipment semuanya berbeda – beda, begitu juga senjatanya, tetapi equipment dan senjata tersebut berwarna merah crimson. Wol-saeng melihat kedua tangannya sendiri yang kini juga diselimuti sarung tangan merah crimson, ia lalu menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tak bisa mengetahui pemandangan sekeliling karena tertutupi keramaian, ia masih bisa melihat pertempuran yang sedang terjadi di padang rumput di depan sana. Tetapi pemain Korea yang ada di sekelilingnya tidak bergerak sedikitpun, mungkin karena hasil pertarungan ini sudah bisa dipastikan. Grup yang mengenakan armor warna – warni sepertinya adalah pemain Jepang, mereka tampaknya telah menghabisi pasukan berwarna crimson seperti yang ia kenakan. Mereka telah mengatur pasukan, mereka juga seolah tidak bersenang – senang akan hasil yang mereka capai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tahu. Ada yang aneh. Tetapi ia tak bisa menyimpulkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, ini bukanlah sebuah event promosi sebuah game seperti yang ia bayangkan sebelumnya. Area ini, hanya ada langit merah dan tanah gersang, terlihat terlalu sederhana, dan tak adanya panduan dan peringatan sebelum ia dive mengindikasikan tidak adanya sebuah event official.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia masih tak percaya pada berita yang ia baca. Terlebih lagi, apa maksud menyerang pemain test server dan membunuh mereka? Meskipun pemain Jepang bisa menguasainya, bukan berarti mereka akan menghentikan pengembangan sebuah game.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir separuh pemain Korea yang ada disekitarnya juga berpikiran sama tentang situasi ini. Suara - suara “Apa yang kita lakukan?” “Apa mereka beneran pemain Jepang?” saling bersahutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tetapi, kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kawan - kawan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan berbahasa Korean terdengar dari depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng meninggikan kepalanya, karena ia tertutupi banyak pemain lain, ia tak bisa melihat siapa yang berbicara. Akan tetapi, ia berhasil menangkap sebuah logo merah, [Leader] mengambang di atas seseorang di depan sana. Suara tersebut berasal dari bawah logo itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih telah menjawab panggilan kami! — Sayangnya, semua pemain beta test telah dibunuh oleh pemain jepang, tidak, penjajah jepang! Tetapi mereka akan bersiap – siap bergerak menuju lokasi test lain dan bermaksud melakukan hal yang sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng merasakan amarah yang muncul dari beberapa ribu pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang membuat mereka marah kemungkinan adalah kata “penjajah” &amp;lt;ref&amp;gt;Invaders: 침략 (chimlyag), merupakan kejadian di tahun 1910 dimana Kekaisaran Jepang mencaplok Semenanjung Korea yang masih dikuasai Kerajaan Joseon &amp;lt;/ref&amp;gt;. Rasa bingung dan curiga yang menyelimuti pemain Korea kini menguap, tergantikan oleh rasa marah di seluruh area.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… BIGEOBHAN ILLBONIN!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang berteriak, kemudian satu demi satu teriakan mulai bergema. Setelah cukup mereda, si «Leader» kembali memprovokasi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para pemain Jepang meng-hack server kita, dan menciptakan equipment berlevel tinggi bagi mereka sendiri! Dan kita, hak milik kita telah dirampas, kita hanya bisa menggunakan default equipment, wahai kawan! Tetapi, semangat juang kalian tak akan kalah dengan armor dan pedang manapun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, teriakan yang semakin keras makin terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ULI NALALEUL JIKYEOLA!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dari samping paling kanan, sebuah teriakan yang bukan bahasa Korea juga terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“GANCHUU RANMEN!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng tak memahami maksud kata – kata itu, tetapi ia paham jika itu bahasa Cina. Tempaknya jumlah pemain Cina juga hampir sama dengan pemain Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat suasana makin memanas, Wol-saeng masih merasa ada yang aneh. Tetapi pada saat ini, ia sadar tak ada yang mampu menghentikan amarah para pemain Korea dan Cina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, si «Leader» mengangkat tangan kanan yang terselimuti sarung tangan hitam ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“——— Go!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menerima perintah tersebut, baik pemain Korea dan Cina kini melaju kedepan seperti binatang yang sangat marah, getarannya sangat terasa di tanah yang ia pijak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pa… Pasukan! Pasukan Persediaan! Lariiii—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berteriak sebelum pasukan crimson yang baru saja muncul mulai bergerak dari atas sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Persediaan Kerajaan Manusia sebelumnya masih berkemah di dekat pintu masuk reruntuhan kuil ini. Kuil ini membentang di kedua sisinya. Dengan kata lain, puluhan ribu pasukan crimson langsung melaju ke arah pasukan persediaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tinggalkan barang – barang kalian dan larilah, larilah kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah memberikan perintah itu, sudah terlalu terlambat. Pasukan baru ini telah memasuki medan peperangan, pemain Cina dan Korea langsung melompat dari atas patung dan menuju posisi tengah pasukan persediaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggertakkan giginya dan mengangkat rapier di tangan kanan tinggi – tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memusatkan imajinasinya ke ujung pedang, ia lalu mengayunkannya ke bawah. Terang, berbagai macam sinar muncul dan menghantam patung – patung yang ada di kedua sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun rasa sakit bermunculan di kepala Asuna, ia masih mengkonsentrasikan imaginasinya. Patung – patung batu ini mulai berjatuhan dan tangan patung yang terbuka mulai menjatuhi pasukan yang ada di atap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan crimson yang ada di bagian depan buru – buru mundur namun tak bisa karena didorong dari belakang. Mereka berjatuhan seperti sebuah domino. Mengambil kesempatan ini, delapan kereta kuda, dua ratus pasukan Aschetic, dan pasukan persediaan mulai bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa mengendalikan patung – patung ini selama 30 detik sebelum rasa sakit yang muncul menjadi menyakitkan, ia akhirnya terjatuh. Namun, Pasukan Kerajaan Manusia sudah berhasil kabur menuju bagian utara reruntuhan. Sekitar 500 Penjaga dan 2,000 Pemain Jepang mulai maju dan membentuk formasi bertahan di kedua sisi, bersiap untuk menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena area sekitar reruntuhan tidak datar, mereka hanya bisa bertahan untuk menerima serangan puluhan ribu musuh. Mereka bisa bertahan dari pemain Amerika yang jumlahnya banyak karena adanya dinding yang membatasi garis depan, juga karena adanya Art penyembuh dari bagian belakang. Tetapi sekarang ini mereka telah dikepung oleh 50.000 pasukan Cina dan Korea. Hanya masalah waktu sebelum pasukan ini dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Urgh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam sedikit kekuatan yang masih tersisa, Asuna berusaha bangkit dan menggenggam rapier miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kumohon, sekali lagi.... biarkan aku membuat dinding yang bisa melindungi semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berdoa sambil mengkonsentrasikan pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang terjadi malahan seluruh tubuhnya bagai di hantam listrik, Asuna terjatuh lagi. Sesuatu muncul dari dalam tenggorokannya dan ia muntahkan, itu adalah darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu memaksakan diri, Asuna! Biarkan kami juga membantu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, serahkan saja pada kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agil juga membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika keduanya berdiri dan mengangkat katana dan kapak mereka —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan crimson yang telah pulih dari kejutan mulai turun sekali lagi. Karena mereka 20 meter dari atas tanah, banyak diantara mereka yang tidak berhasil mendarat dan terluka parah, bahkan ada yang tak bisa bergerak, lalu pasukan yang ada di belakang menggunakan teman mereka yang terluka sebagai sebuah trampolin untuk mendarat dengan aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“DOLGYEO —— G!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TU —— JI!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak pernah mempelajari bahasa Cina atau Korea, tetapi instingnya berkata jika dua teriakan tersebut berarti ‘serang’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan crimson mulai menyerang dari kanan dan kiri, semakin mendekat dan orang yang menghadang mereka pertama adalah Klein dan Agil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Zeiryaaaaaaaaahhhhh!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U…. raaaaaaaaahhhhh!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditemani tekanan udara, Sword Skills berskala luas diluncurkan dari katana dan kapak dua orang ini. Cahaya putih dan kebiruan menghantam musuh dan  puluhan musuh terlempar ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kedua sisi Klein dan Agil, Penguasa ALO, teman – teman mereka, dan anggota Sleeping Knights mulai bertarung sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hantaman – hantaman senjata mulai berdentuman. Sebuah ledakan terjadi. Pedang, kapak, dan tombak saling bercahaya karena mengeluarkan Sword Skill, menebas musuh tanpa jeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan musuh berhenti sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usaha tersebut seperti menahan gelombang bendungan dengan tangan kosong, hal yang sia – sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih terbaring di tanah, Asuna seolah mendengar tawa mencemooh dari atas medan peperangan ini meskipun medan peperangan masih terselimuti teriakan kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengedipkan matanya yang masih berair dan menangkap sosok manusia berpakaian hitam ada di atas reruntuhan kuil, ia seolah menari kegirangan menonton pertarungan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa masih mendengarkan rentetan tembakan yang berasal dari balik sisi dinding sambil masih menuruni tangga secepat yang ia bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, ia sampai didepan kotak hitam yang memantulkan cahaya lampu emergency, ia mencoba membuka menggunakan sidik jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didalamnya ada berbagai macam kabel fiber optik, ini membuat Higa takjub sementara. Namun, Higa menggeser berbagai macam kabel dan akhirnya menemukan colokan maintenance.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menggapainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil nafas dalam – dalam, lalu mengambil sebuah kabel dan laptop dari tas punggungnya. Ia mencolokkan ujung kabel ke colokan dan ujung satunya ke laptop miliknya, lalu ia menjalankan control program STL dengan antusias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jendela hitam muncul, dan di bagian kiri paling atas mulai berkedip – kedip. Akhirnya, kursor kanan ia gerakkan dan menampilkan status pesan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
STL #3, Connecting…… OK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
STL #4, Connecting…… OK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Status yang pertama muncul adalah dua unit STL yang ada di ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu koneksi satelite dari Ocean Turtle ke unit STL #5 dan #6 di cabang Roppongi juga telah masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Oke!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bergumam. Sekarang ia bisa mengoperasikan empat unit STL yang sedang digunakan Kirigaya Kazuto serta ketiga gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, untuk memblokir koneksi satelit hanya bisa dilakukan dari ruang main kontrol, jadi ia tak bisa menjalankan dua unit lainnya yang ada di Ruang 01. Jika itu mungkin, ia bisa menendang para penyerang yang sedang dive ke Underworld menggunakan mesin STL #1 dan #2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menunda gejolak pikirannya, Higa menggerakkan jari – jarinya dan bersiap untuk menjalankan program ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ayo kita mulai!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia akan mulai, teriakan terdengar dari atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… B… Berhenti!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu suara milik Yanai. Apa maksud perkataannya tadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menoleh ke atas, kebingungan karena ia melihat sebuah pistol berwarna biru kehitaman sedang ditodongkan ke wajahnya. Yanai menatapnya dengan mata haus darah, ia berteriak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Singkirkan tanganmu dari laptop! Atau aku akan menembakmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya berkedip beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa akhirnya menyadari situasi sekarang ini dan mulai menebak mengapa Yanai melakukan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Dialah orangnya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai adalah orang yang membocorkan informasi Project Alicization kepada Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sayangnya, Higa tak bisa melakukan serangan balik. Apa yang bisa ia lakukan adalah bertanya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yanai-san. Mengapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keringat dingin menetes dari dahi Yanai yang pucat. Bibirnya bergetar sesaat, lalu ia mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama… Pertama, kau memihak tokoh yang salah. Aku bukanlah pengkhianat disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apa maksudmu, “pikir dong”? kau ini si pengkhianat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Higa yang terdiam, Yanai melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya menjalankan rencana asliku. Aku akan menyelesaikan misi akhir atasanku … itulah mengapa aku menyusup kedalam RATH..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Misi… misi terakhir atasanmu? Apa yang kau bicarakan?….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa kebingungan. Yanai menyibakkan rambut yang ada di dahinya menggunakan tangan kiri, lalu menjawab dengan tatapan orang gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin kalian mengenalnya sebagai… Sugou-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apaaaa?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dampak rasa kaget tersebut lebih hebat ketimbang ditodong sebuah pistol, matanya melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sugou Nobuyuki. Pria yang bekerja di Labolatorium Shigemura di Touto Technical University. Ia seangkatan dengan Higa, Koujiro Rinko, dan Kayaba Akihiko. Ia sangat ingin bersaing dengan Kayaba si super genius. Tetapi ia tak bisa melampauinya. Mungkin karena hal tersebut, ia menyandera ratusan pemain SAO untuk melakukan percobaan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aksi Kirigaya Kazuto, tindakan Sugou berhasil diungkap ke publik. Setelah ditahan, ia mendapat hukuman dari jaksa dan masih berada di Mahkamah Agung Tokyo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ia masih belum tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa merespon dan Yanai hanya tertawa mengejek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang apa bedanya? Ia akan dipenjara setidaknya sepuluh tahun dan bagi seorang ilmuwan, sepuluh tahun itu sama saja kematian. Aku juga hampir ketangkap, tetapi aku berhasil menyalahkan orang lain dan bebas dari hukuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau … bekerja sama dengan Sugou ketika eksperimen manusia itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kerja sama? Akulah orang yang mengumpulakan data percobaan. Penelitian itu menyenangkan lho... seperti bagian tentakel dan semacamnya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Mengapa Letnan Kolonel Kikuoka tidak mengecek riwayat hidup kriminal semacam ini?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa kembali berpikir, tetapi ia tak bisa menyalahkan hal tersebut pada Kikuoka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan utama mengapa perusahaan RATH diciptakan adalah untuk menciptakan teknologi pertahanan yang kini telah didominasi Amerika. Dengan kata lain, pendirian perusahaan ini mungkin akan membuat zaibatsu &amp;lt;ref&amp;gt;Konglomerat perusahaan bisnis dan industri &amp;lt;/ref&amp;gt;  kehilangan kepercayaan asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, sangat sulit untuk mencari dan menyewa para teknisi. Hampir tak ada yang mau pindah dari perusahaan besar ke tempat kecil ini, mungkin itulah mengapa para petinggi RATH menerima Yanai yang pernah bekerja di perusahaan pengembang teknologi Fulldive, RECT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai tempaknya masih memandang Higa, ia lalu cepat – cepat mengangkat pistolnya lagi. Pengaman pistol tersebut kini ia lepas. Awalnya, Kikouka memasukkan para teknisi ke pelatihan senjata guna jaga – jaga. Ironisnya, kini ia malah ditodong sesama teknisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untungnya, Yanai masih memiliki akal sehat, ia melanjutkan perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Untungnya, nyawa bosku telah tamat. Tetapi koneksinya masih terus berjalan. Jadi, jika aku tidak menggunakannya sebaik mungkin. Semuanya akan menjadi sia – sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koneksi… Kemana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa merespon. Yanai tampak ragu sesaat, lalu ia tersenyum dan menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dinas Keamanan Nasional Amerika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap… Apa katamu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa kembali terkejut, tetapi dalam dirinya ia sudah menduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aktivitas mereka, termasuk mata – mata dan pengawasan komunikasi antara Jepang oleh Dinas Keamanan Nasional Amerika sudah menjadi rahasia umum. Mereka tak tertarik pada teknologi Fulldive yang dikembangkan Jepang. Sejak mereka memiliki intel pada Project Alicization dari Yanai, rekan Sugou. Pihak NSA lalu menyewa sebuah kapal selam Navy dan berusaha mencuri «A.L.I.C.E.».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai masih mengumbar capaiannya tanpa ada rasa bersalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika para Amerika yang kami sewa bisa mencuri Alice. Aku akan menerima banyak uang dan posisi atas di Amerika. Itulah apa yang ingin dicapai oleh Sugou-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— suatu saat keamanan dunia akan berada dalam cengkeraman bayang – bayang senjata otomatis yang dikembangkan pihak Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa benar – benar tak ingin hal itu terjadi. Ia ingin menggagalkan rencana tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Sadari apa yang sedang terjadi, Rinko-san!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika Higa akan bergerak, Laptop yang ada di tangan kirinya tergelincir dan ia buru – buru menangkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“D-Diam!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, teriakan Yanai memasuki telinga Higa ketika ia menodongkan senjata ke dinding dan menariknya. Kilatan cahaya keemasan terlihat dan dorongan air membuat telinganya berdengung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan api muncul dari dinding ini —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dorongan keras menabrak bahu kanan Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 271.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menatap mata tersebut seperti orang linglung, mata tersebut seolah tak memiliki dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini seperti ketika ia bangun dari mimpi di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus melakukan sesuatu. Tetapi ini seperti melakukan sesuatu dalam mimpi, sedangkan di dunia nyata ia masih linglung. Seperti itu terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari sedingin es menyentuh lehernya. Rasa takut mengisi hatinya, tetapi rasa tersebut lalu menghilang ditelan kehampaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Jangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukanlah ilusi dalam dunia virtual lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fakta tersebut terlintas di kesadarannya seperti alarm. Ia berusaha untuk berkonsentrasi padanya, tetapi cairan hitam lengket itu telah naik sampai ke pinggangnya tanpa ia sadari. Ia tak bisa lari maupun menolaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah pria ini semakin mendekat. Bibir tipisnya menghisap udara. Seolah ikut menghisap emosi, pikiran, dan jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Hentikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Jangan curi itu semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun itu semua terjadi sangat cepat, kini hanya menyisakan rasa hampa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Henti…… kan………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir si pria semakin mendekati mulut Sinon yang gemetaran —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crack!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah dorongan mengejutkan pikiran Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon membuka matanya lebar – lebar dan melihat percikan api keperakan dari atas pakaiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ini membakar!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, sensasi seperti listrik itu mengejutkan si pria. Sinon memaksakan kesadarannya yang mulai pulih untuk melepaskan pelukannya dan kini bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menggunakan kemampuan terbang Solus untuk membuat jarak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Urgh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengambil nafas, Sinon menggerakkan tangan kanannya menuju objek yang masih memercikan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda ini masih terikat oleh sebuah rantai tipis. Berbentuk sebuah piringan berdiameter 1.5 cm dengan sebuah lubang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me… mengapa, ini…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Disini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berguman kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah kalung yang selalu dipakai Asada Shino di Dunia Nyata. Bukan sebuah kalung mahal. Rantai kalung ini terbuat dari stainless steel, dan token yang menggantung juga hanyalah sebuah aluminium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, bagi Sinon. Kalung ini memiliki banyak makna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diakhir tahun lalu, Sinon terlibat dalam «Insiden Death Gun».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu teman Sinon adalah anggota grup kriminal tersebut, ia menyerang dirinya dengan jarum suntik berisi racun succinylcholine. Kirigaya Kazuto — Kirito menerjang dan melindunginya, tetapi dadanya malah tersuntik sebuah racun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa terhindar dari racun tersebut karena ia lupa untuk menarik sebuah elektroda ECG yang ada di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah insiden tersebut, Sinon menemukan elektroda tersebut terjatuh di kamarnya. Ia menarik selotip yang menempel dan membuatnya menjadi sebuah kalung tanpa memberitahu Kirito atau Asuna. Ia dive di cabang RATH Roppongi branch, dan pegawai bernama Hiraki bahkan tak bisa melihat kalung tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa kalung kecil ini tak bisa dimaterialisasikan kedalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito pernah berkata di Dicey Cafe: dunia virtual yang diciptakan oleh STL bukan hanya terbuat dari objek poligon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berkata seperti itu — dunia tersebut diciptakan melalui ingatan dan imajinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin begitulah, kalung ini bisa tercipta karena imajinasi milik Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon kini mencium kalung tersebut, dan menyimpannya kembali dibalik bajunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, setelah tersadar penuh, ia menatap makhluk hitam bersayap yang masih terbang di langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subtilizer masih berdiri di atas punggung makhluk itu, masih memandangi tangan kanannya. Sinon bisa melihat ada asap yang muncul dari jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya sadar jika Sinon memandanginya, Subtilizer mendongak dan memunculkan senyum tak puas. Sinon masih memandangnya, lalu ia berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bukanlah dewa, juga bukanlah iblis. Kau hanyalah seorang manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, Subtilizer memang sangat kuat. Ia seolah memiliki imajinasi yang sangat gila hingga bisa mempengaruhi kesadaran Sinon… dengan kata lain, Fluctlight miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tetapi jika kita berbicara tentang imajinasi dan konsentrasi, aku tak mungkin kalah darimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dua hal tersebut adalah kekuatan terbesar seorang Sniper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menggenggam equipment Super Account Solus, busur «Annihilate Ray» dengan kedua tangannya lalu memfokuskan konsentrasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian tengah busur putih ini mulai membentuk sebuah moncong berwarna hitam kebiruan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna ini perlahan menyebar dan membungkus seluruh bagian busur hingga akhirnya membentuk silinder kehitaman yang terbuat dari baja. Gagang, scoop, pelatuk mulai bermunculan pada bentuk baru ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Sinon tidak lagi memegang sebuah busur cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sebuah sniper rifle kaliber .50 yang kokoh, angkuh, namun menawan bernama — «Ultima Ratio Hecate II».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara nyaring, Sinon menarik pelatuk sambil menyeringai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum menyeringai Subtilizer kini menghilang dan tergantikan oleh ekspresi kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 279.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan balik yang terjadi tujuh menit lalu kini telah tiada. Berganti menjadi pola bertahan dari gelombang serangan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lindungi sekuat tenaga…! Tak peduli bagaimana caranya, kita harus melindungi orang – orang Underworld ……!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berteriak sekuat tenaga, sambil menghunuskan rapier miliknya di garis depan tanpa memedulikan rasa sakit yang muncul di otaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia tak bisa mendengar satupun jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disekelilingnya, satu persatu pemain Jepang kini telah dikepung oleh pasukan crimson yang baru saja log in. Mereka ditusuk oleh pedang dan tombak di sekujur tubuh. Teriakan kesakitan, penyesalan, dan kematian terus terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan kepungan ini, serangan tombak beruntun pemain Amerika masih bisa dianggap enteng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah itu karena datangnya bala bantuan musuh atau karena kemarahan yang tak masuk akal mereka, pasukan baru ini hanya bertujuan untuk memusnahkan. Mereka menerjang target lalu menjatuhkannya ke tanah dan menginjak – injak pemain Jepang tanpa peduli. Menghadapi serangan macam ini, taktik kami tak akan mampu mengalahkan jumlah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua ribu formasi melingkar pasukan jepang kini makin tertembus dihadapan mata Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan rapiernya, Asuna menghunus sembarangan dan berlari menjauhi musuh yang mengejarnya. Ini adalah pertama kalinya Asuna ketakutan sejak pertama kali turun ke Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang, selamatkan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam peperangan ini, salah satu pasukan yang masih bertempur dengan gagah berani adalah Swordsmen Hijau yang dipimpin oleh Sakuya, si Penguasa Sylph Alfheim Online.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ras Sylph mengandalkan serangan yang berfokus pada kecepatan. Strategi semacam ini pernah digunakan melawan ras Salamander yang menyerang menggunakan pasukan bersenjata berat. Pasukan ini bermanuver saling melindungi satu sama lain sehingga tak ada teman mereka yang diseret dan diinjak – injak oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Bagus, kita buat celah pada pertahanan mereka! Rindou Team, Suzuran Team, dorong garis depan ke kanan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakuya berdiri di garis depan, menebaskan katana rampingnya ke segala arah sambil berteriak memberi perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, mereka seharusnya bisa berkumpul dengan tim Salamander yang masih bertarung di sisi kanan mereka, dan meminta mereka agar saling membantu untuk menerobos formasi musuh dengan sekali serang. Selagi pasukan Underworld bisa lari dari reruntuhan ini dan mempersempit medan perang, mungkin kami bisa menurunkan semangat juang musuh seperti yang dilakukan pada pemain Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maju! Siapkan «Synchro Sword Skill»!! Siap, 5, 4, 3…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum Sakuya memberikan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan kesakitan terdengar dari samping kiri medan peperangan yang sedang ia lindungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Jangan menyerah teman – teman. Tinggal sedikit lagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakuya tiba – tiba menahan nafas dan menoleh ke kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Jepang yang berequip kekuningan tampaknya telah ditelan pasukan crimson. Berada di posisi paling depan, sang pemimpin dilempar menuju tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alicia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakuya berteriak. Seketika itu juga, ia berubah dari seorang pemimpin yang tenang menjadi seorang gadis mahasiswi universitas biasa.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhentiii —— !!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menjerit dan langsung menuju ke sisi kiri. Ia menebas dan menerbangkan musuh yang menghalangi jalannya dan tanpa peduli sekeliling, ia berlari menuju sahabatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang panjang menusuk dada dan perut Penguasa Cait Sith, Alicia Rue, tetapi saat ia menyadari jika Sakuya menghampirinya. Ia berteriak sambil memuntahkan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, mundurlah Sakuya-chan!! Atur pasukanmu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata – kata tersebut, sosok Cait Sith bertubuh kecil kini mulai menghilang dihadapan mata Sakuya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alicia —— !!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakuya berteriak dan kini menerobos menuju musuh yang telah membunuh pasukan Cait Sith. Ia terus menerus mengaktifkan Sword Skills, semakin kedepan semakin banyak darah dan tubuh yang ia tebas. Sedikit lagi ia akan sampai ke temannya yang telah gugur...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Snikt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tusukan, ia menoleh kebawah dan melihat sebuah tombak besar menusuk perut kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit pertama yang ia terima di Underworld menjalar ke seluruh urat nadinya, seolah mengambil semua tenaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia masih bisa mengambil empat langkah ke depan sebelum akhirnya ia roboh ke tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, Sakuya seolah ditelan oleh gelombang kebencian. Katana miliknya dirampas dari tangan kanannya, lengan kirinya dipotong menjadi dua, dan tubuhnya ditusuki oleh berbagai macam senjata logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara dua ribu pemain — meskipun jumlahnya semakin berkurang — Jepang yang dive ke Underworld, seseorang yang menyadari situasi saat ini adalah pemimpin ketiga guild «Sleeping Knights», An Si-Eun/Siune.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahnya adalah warga Korea yang tinggal di Jepang dan ibunya asli orang Jepang, jadi Siune mampu memahami dua bahasa tersebut. Terlebih lagi, dia mendengar teriakan kemarahan yang muncul dari pemain crimson yang baru dive. Jadi ia bisa menebak informasi apa yang bisa memancing kemarahan orang – orang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai macam konflik telah terjadi antara negara Jepang dan Korea sebelum Siune lahir di awal abad 21. Ada berbagai alasan dibalik konflik tersebut, tetapi tampaknya dampak pengembangan internet semakin memperlebar jarak antara kedua negara tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan semakin tipisnya hal benar dan salah, hubungan kedua negara tersebut sampai memasuki dunia game online yang Siune dan kawan – kawan sukai. Bahkan di tahun 2026, dimana server international VRMMO sudah menjadi hal yang mainstream. Sudah menjadi hal yang biasa dimana sebuah area farming dikuasai pemain dari negara tertentu. Game – game seperti ALO menolak untuk berbagi koneksi antar negara. Hal inilah yang menimbulkan hubungan antara Jepang dan Korea semakin menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune yang tumbuh diantara budaya Jepang dan Korea merasa bimbang terhadap situasi ini. Anggota Sleeping Knight yang berada di kamar rawat VR sangat ramah dan menerima dirinya setelah mengetahui masa lalunya. Jadi ia berpikir.... untuk semuanya, ia telah menghapus jurang pemisah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria yang berada di atap reruntuhan kuil ini telah menghancurkan kesenangan bermain VRMMO yang seharusnya dinikmati pemain dari berbagai negara. Ia memanipulasi sebelah pihak, membuat mereka saling bunuh, dan saling tebar kebencian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku harus... aku harus melakukan sesuatu. Aku mungkin hanyalah satu – satunya pemain Jepang yang mampu berbahasa Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Jika aku tidak melakukan sesuatu, mereka tak akan memahaminya. Benar kan, Yuuki?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyebut pemimpin guild sebelumnya yang telah meninggal tiga bulan lalu dihatinya, ia memberikan instruksi kepada empat sahabat yang ada disampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teman – teman, sekali lagi. Mari kita buka pertahanan musuh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jun, pemegang dua pedang yang masih bertarung didepan angkat bicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengerti! Tecchi, Talken, Nori, kerahkan seluruh kemampuan kalian sekaligus! 3, 2, 1!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan kuat Sword Skill serentak tersebut membuat ledakan hebat dan menerbangkan puluhan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam keheningan sesaat ini. Siune berlari menuju seorang pemain Korea yang tampaknya adalah si pemimpin, ia menangkap tebasan musuh yang diayunkan kearahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telapak tangannya tergores dan darah mulai mengalir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi rasa sakit virtual semacam ini bukanlah hal yang berat dibandingkan transplantasi dan kemoterapi penyakit Leukimia yang Siune alami. Ia hanya menyeringai dan mulai memandang mata musuh, ia lalu berteriak dalam bahasa Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Dengarkan aku, kalian semua telah ditipu!! Server ini dimiliki oleh perusahaan Jepang, kami bukanlah hacker, kami adalah pemiliknya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar nyaring, mengisi keheningan untuk sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain Korea yang pedangnya digenggam oleh Siune mundur sedikit, seolah ia terintimidasi oleh teriakan tersebut, tetapi ia dengan sinis membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Bohong! Aku melihatnya sendiri, kalian membantai pemain berarmor crimson seperti kami!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka juga dibohongi seperti kalian, pemain Amerika tertipu dan diundang untuk dive kemari oleh informasi palsu! Pihak yang menyerang server ini adalah kalian!! Pikirkan baik – baik… apakah kemarahan dan kebencian kalian semua datang dari lubuk hati kalian?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata Siune menyebabkan pemain Korea terdiam, menjadi ragu – ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, sebuah suara nyaring namun kebingungan terdengar dari arah samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu mengatakan yang sesungguhnya?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang berteriak dalam bahasa Korea tadi kini berlari kedepan, dia adalah seorang pemain yang mengenakan armor crimson seperti yang lain. Siune secara tak sadar membentuk posisi bertahan, tetapi ketika dia sampai di depan Siune, dia menurunkan senjatanya dan membuka pelindung kepala miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku «Moonphase», siapa namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune seolah merasa de javu ketika ditanya namanya. Mata pemuda yang menyebut dirinya Moonphase memiliki cahaya redup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune melepaskan tangan yang menahan pedang, mengelap darah ke dadanya lalu berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku Siune.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siune-san, ya? Aku juga berpikiran hal yang sama jika ada hal yang aneh disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Moonphase meredam kemarahan pemain korea yang ada di sekitar. Ia menyarungkan pedang miliknya, lalu melangkah ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Apa kamu memiliki bukti jika apa yang kamu katakan itu benar?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune hanya bisa menahan nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia «Underworld» adalah sebuah dunia virtual yang dikembangkan oleh perusahaan yang dijalankan dan dikembangkan oleh pihak pemerintahan Jepang, dan para penyerangnya adalah pihak Amerika yang berusaha mencuri hasil penelitian ini, sebuah AI — Siune tak pernah meragukan kata – kata Lisbeth yang sebelumnya ia katakan di Kubah ALO. Tetapi ketika ia diminta untuk membuktikannya, ia kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada bukti nyata jika menyangkut dunia virtual. Hanya ada kesaksian dari beberapa orang, tetapi apapun yang dikatakan pemain jepang, pemain korea tak akan mempercayainya. Siune kini merasakan rasa marah yang terkumpul ketika melihat dirinya terdiam seperti ini. Apa yang harus ia lakukan … Dimana ia harus menjelaskan …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siune, penduduk Underworld!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nori tiba – tiba berteriak belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah dia pernah bertemu penduduk Underworld, dan setelah ia melihatnya jika penduduk berbahasa jepang, mereka akan paham jika ini adalah server jepang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah………!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, itu mungkin benar. Meskipun Siune dan yang lainnya hanya beberapa kali berbicara dengan penduduk Underworld ketika beristirahat, setelah menyedari jika penduduk ini bukanlah manusia asli maupun NPC, Siune langsung terkejut melihat perkataan mereka. Tetapi  — tidak, karena ada penghalang antara mereka dan pemain Korea, pemain Korea pasti merasakan hal yang sama. Selama mereka mencoba untuk mengajak berbicara, mereka akan sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune akan mentranslate apa yang baru saja Nori katakan kepada Moonphase.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika itu juga, sebuah cahaya merah datang dari belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Awaas……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune mencoba untuk memperingatkannya, tetapi sudah terlambat. Sebuah pisau telah tertancap di punggung Moonphase dan melemparkannya sejauh sepuluh meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guaagh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggantikan Moonphase yang sedang kesakitan di tanah, kini berdiri seorang pria bertudung hitam yang sebelumnya ada di atas atap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat tangan kanannnya yang masih menggenggam pisau — yang mirip seperti pisau daging khas Cina, kearah Moonphase dan berteriak dalam bahasa Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Medan peperangan ini bukan tempat bagi penghianat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia mengarahkan pisau tersebut menuju pemain Korea yang ada di sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan tertipu trik murahan pemain jepang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara miliknya kuat namun dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu mengarahkan pisaunya kearah Siune yang masih mematung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika ini adalah server Jepang, dan kalian adalah pemiliknya. Lalu mengapa kalian memiliki equipment yang sangat kuat? Mereka menggunakan equipment GM! Kalian menciptakannya dengan cara curang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, benar, tepat! Suara – suara baru mulai bermunculan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune mencoba menghalau tuduhan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidak! Equipment kami berbeda karena kami mengkonvert akun berlevel atas milik kami untuk dive ke Underworld!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika Siune berkata seperti itu, si pria bertudung hitam mengeluarkan tawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah, idiot macam apa yang mau mengkonvert akun mereka kedalam test server?! Pembohong, kalian pembohong!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar, percayalah!! Kami datang kesini juga tak ingin kehilangan akun kami…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whoosh. Suara tebasan angin terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pisau melayang menuju pundak kanannya, Siune tak mengkhawatirkan rasa sakit yang muncul. Melainkan rasa putus asa yang sangat dalam. Ia tak bisa membalas perkataan si pria yang telah melemparkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekelompok kecil pemain Cina mengacaukan gencatan senjata sesaat dan mulai menyerang dari sisi kanan. Si pemimpin Korea yang melihat ini semua kini menendang Siune hingga terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbaring disana, Siune mendengra suara langkah kaki keempat sahabatnya yang mulai mendekatinya, tetapi ia tak bisa berdiri lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Mengapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri Synthesis Twenty-Seven merasakan kebencian yang begitu dalam dari seluruh medan peperangan, ia hanya bisa mengulang pertanyaan tersebut di kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Mengapa orang – orang ini saling membenci meskipun mereka sama – sama dari Dunia Nyata?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, mungkin ia tak punya hak untuk berkata seperti itu. Bahkan orang – orang Underworld juga terbagi menjadi Kerajaan Manusia dan Tanah Kegelapan, dan telah berperang selama ratusan tahun. Tepat beberapa hari yang lalu, darah yang tercipta di Gerbang Besar Timur mungkin sama banyaknya dengan darah yang diciptakan pada peperangan hari ini. Bahkan Divine Instruments yang menggantung di pinggang Renri, «Twin Edged Wings» telah mengambil banyak nyawa Goblin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, seharusnya ada alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia selalu percaya jika Dunia Nyata yang ada diluar Underworld adalah sebuah dunia tanpa konflik dan kebencian dimana perang tak pernah terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu adalah imajinasi miliknya sendiri. Meskipun orang – orang Dunia Nyata, Asuna dan sahabatnya berbicara dengan bahasa yang sama dengan penduduk Underworld. Suara teriakan yang muncul dihadapannya kini tak bisa dipahami oleh Renri. Jika kita terhalang hanya karena bahasa, apakah mungkin kita bisa berdamai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah mungkin jika peperangan adalah sifat alami manusia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu di dunia ini maupun Dunia Nyata, bahkan mungkin dunia diluar Dunia Nyata, apakah hanya ada lingkaran kebencian antara manusia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri menggertakkan tinjunya, ia menahan seluruh kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Sheyta telah tinggal di belakang untuk melawan musuh bersama Guild Petarung Tangan Kosong dari Tahan Kegelapan. Ia pasti telah menerima persahabatan dengan orang – orang Tanah Kegelapan. Bahkan diujung jalan penuh darah, masih ada sebuah harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, aku harus bertarung. Aku tak boleh dilindungi terus dan berdiri saja seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri mengambil langkah menuju garis depan, bersiap untuk menolong bala bantuan Dunia Nyata yang masih terus berjuang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, sebuah suara datang dari bagian belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Knight Yang Terhormat, aku juga akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menoleh dan melihat siswi berambut merah Tiese, yang terus berada di pasukan persediaan. Ia memegang sebuah pedang kecil. Ekspresi wajahnya telah membuat ketetapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tak boleh, kamu harus melindungi orang itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tugas itu telah kuserahkan pada Ronye… Karena Eugeo-senpai yang aku sayangi telah …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bola mata kecoklatan Tiese berkaca- kaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia kehilangan nyawanya karena melindungi seseorang yang berharga. Aku harus melanjutkan misinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri menggigit bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ia sendiri yang seorang Integrity Knight sedikit tak yakin jika ia kan melewati peperangan ini hidup - hidup. Ia tak yakin jika Tiese yang bahkan bukanlah seorang Penjaga bisa selamat tanpa tergores.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu juga, sebuah suara baru muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga akan pergi, Tuan Knight.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Penjaga wanita melangkah dibelakang Tiese. Ia tampaknya telah bertarung terus, pakaiannya robek – robek, armornya retak, dan wajahnya masih memiliki sedikit semangat bertaruung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku masih belum memenuhi janjiku pada Kirito. Sekarang ini, aku tak bisa meninggalkan penduduk yang coba ia lindungi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sortiliena-senpai…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiese memanggil namanya dengan agak gemetar. Si pemimpin penjaga tersenyum kecil dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertarung bukanlah untuk kehormatan, juga ketenaran, melainkan untuk melindungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri merasa jika ketetapan kedua wanita ini mempengaruhi hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia dengan lembut mengambil Divine Instruments yang ada di pinggangnya  dan mengangguk kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku mengerti. Maka, aku akan melindungi kalian … jangan jauh – jauh dariku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siap, tuan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami mengandalkanmu, Knight Terhormat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiese dan Sortiliena menjawab dan menarik pedang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri mencengkram Divine Instruments di kedua tangannya, ia berkata dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Eldrie-san. Sheyta-san. Dan Komandan Knight Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Seperti kalian semua. Kini aku telah menemukan tujuan hidupku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Integrity Knight Renri dan kedua swordswomen pergi menuju medan peperangan yang masih terselimuti rasa kebencian dan putus asa.&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
Koujiro Rinko berlari kembali menuju ruang sub kontrol dan duduk di tempat yang sebelumnya biasa diduduki Higa Takeru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa jendela muncul di monitor besar didepannya, tetapi yang pertama ia lihat adalah sebuah jendela kecil yang berada di bagian paling bawah. Apa yang ada disana adalah tiga buah grafik yang menunjukkan status Fluctlight milik Kirigaya Kazuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian tengah cahaya yang memantulkan berbagai macam warna, ada sebuah titik hitam yang merepresentasikan sebuah «kerusakan tubuh utama».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Higa Takeru telah mengontrol empat unit STL dan bersiap untuk memperbaiki kerusakan ini menggunakan ingatan tiga gadis yang memiliki hubungan dengan Kazuto. Untuk melakukan hal tersebut, Higa sedang berada di bagian bawah yang masih dikuasai musuh. Dia disana seorang diri — tunggu, ada satu orang lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, para penyerang masih berfokus pada «Ichiemom» yang bergerak pada anak tangga. Tetapi, tubuh baja miliknya tak mungkin bisa bertahan melawan rentetean peluru. Ketika Ichiemom hancur, musuh pasti akan berpikir begini: Apa yang orang Jepang pikirkan sih?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Lebih cepat, Higa-kun!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memikirkan hal itu, pintu geser kini terbuka dan seorang pria berpakaian Hawaai masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana… Bagaimana kondisi Kirito-kun?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Higa-kun sedang mengoperasikannya. Apakah umpannya berhasil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menjawab juga sambil bertanya, nafas Kikuoka Seijirou ngos – ngosan ketika ia duduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami melempar semua bom asap dari belakang Ichiemom. Seharusnya sih bisa memberi kita banyak waktu, tetapi jika kita tak segera menutup kembali dinding pemisah akan cukup gawat. Kita tak punya banyak waktu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Higa-kun berkata jika ia butuh waktu lima menit untuk berhasil …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko menutup mulutnya, lalu menatap monitor lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluctlight milik Kirigaya Kazuto masih tak berubah. Ia mengepalkan tinjunya dan menatap monitor utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat sebuah peta dari dunia fantasi — tidak, ini memang sebuah peta dari dunnia fantasi, yang bernama Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan peta Kerajaan Manusia yang ia lihat beberapa hari lalu ketika sampai di Ocean Turtle, peta yang sekarang ia lihat sungguh sangat luas. Dibagian selatan Kerajaan Manusia yang dilingkari pegunungan, sepertinya ada sebuah reruntuhan. Sebuah titik kecil yang menunjukkan posisi Yuuki Asuna, titik – titik biru melambangkan Pasukan Kerajaan Manusia, dan titik – titik putih yang melambangkan bantuan Pemain Jeapng kini telah berkumpul di satu posisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang crimson telah mengepung mereka semua sepertinya adalah pemain Amerika yang dimasukkan oleh para penyerang — atau seperti itulah dugaannya. Jumlah mereka 20, tidak, 30 kali lebih banyak dari pemain Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa ini tak masalah? Rinko mencari dua titik lain selain Yuuki Asuna dan akhirnya menemukan titik biru air yang ada jauh di selatan. Itu pastilah Asada Shino.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dimana perginya Kirigaya Suguha? Rinko menyisir peta dan menemukan titik kuning kehijauan ada jauh di utara, jauh dari medan pertempuran. Ada juga titik merah yang melambangkan musuh disana, tetapi Higa berkata jika mereka berdua seharusnya dive ke posisi Yuuki Asuna berada. Rinko mengangkat alisnya karena frustasi, bagaimana bisa —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, ia menyadari sebuah titik putih lain yang ada dibalik titik milik Suguha, seolah menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya tak ada orang RATH yang sedang dive menggunakan STL. Apa – apaan ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia secara tak sadar menggerakkan mouse dan perlahan mengklik titik tersebut, muncullah jendela baru. Rinko membaca kata – kata yang berbahasa Inggris tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um… Restriction, Confrontational Index… Threshold Detection… Report? Apa ini?…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah ia berkata seperti itu, “Aku tak bisa memahaminya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“App… Appaaaaa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka berteriak kencang, membuat Rinko terbangun dari tempat duduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Kikuoka tidak langsung merespon, malah mengambil mouse dari Rinko dan memperbesar jendela yang baru saja muncul. Ia menatap monitor dan wajahnya pucat pasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unf… Ya, tak salah lagi, ada Fluctlight lain yang telah menerobos pembatas jiwanya! Tetapi, mengapa sekarang?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Rinko terbuka lebar, lalu ia menatap Kikouka yang sedang menggaruk – garuk kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh… maksudmu «A.L.I.C.E.» kedua?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, tepat… Ah, tidak, tunggu… Ini…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka dengan cepat menscroll jendela kebawah dan mulai berguman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sulit dikatakan tetapi ini tidak sama seperti «Alice». AI ini menerobos pembatas tidak melalui sirkuit logical, tetapi menerobos sirkuit emosional miliknya … tetapi, ini sebuah penemuan mengagumkan. Jika saja aku bisa kesana … Oh, sial, mereka mulai bergerak menuju selatan dimana pasukan Amerika berada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko mencuri kembali mouse dari Kikuoka dan menatap log Artificial Fluctlight tersebut ketika menerobos pembatas jiwa miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm… Yeah, sebuah titik – titik yang dihubungkan seperti rantai telah hancur di zona emosi … Huh—? Hei, Kikuoka-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memutar tubuhnya, Kikuoka memiringkan lehernya ketika menatap monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perintah apa ini yang tertulis disana? Aku tak memahaminya… seolah perintah ini sengaja ditanamkan untuk mengekang sirkuit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko menatap perintah kode yang cukup kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penanaman rasa sakit… itu lho yang ada di pojok kanan? Tetapi, meskipun sebuah Artificial Fluctlight berusaha sekuat tenaga untuk menerobos pembatas tersebut, mereka akan dihentikan oleh rasa sakit akibat kode ini. Kalian juga menanamkan perintah semacam ini pada penduduk Underworld?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… tidak, kami tak melakukannya. Tak mungkin kami melakukannya, tindakan semacam itu akan menghalangi tujuan murni kami … ini hanyalah penghalang terbesar kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm… benar juga. Pemrogaman sampai mendetail ini juga bukan tugas Higa … Ah, ada sebuah komentar disana … «Code 871»? Apa itu Code  871?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“871? Aku tak pernah mendengar angka itu sebelumnya … Tidak, tunggu… Tunggu, tunggu, aku kira.... beberapa menit lalu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka mulai berlari, suara yang ditimbulkan sandal kayunya terdengar keras. Ia menuju kursi terdekat, mengambil jas putih, dan mebukanya lalu menatap ke sebuah saluran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ada apa, apa yang terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atas pertanyaan Rinko, Kikuoka membuka lebar matanya dan menyerahkan mantel putih kepada Rinko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disitu, ada sebuah tanda yang dibuat menggunakan marker permanen, angka [871].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mantel putih ini... milik seorang teknisi bernama Yanai, ia baru saja menuruni saluran ini bersama Higa …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata seperti itu, Rinko menahan nafasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai. YA NA I.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… 8 7 1?” &amp;lt;ref&amp;gt;871 bisa juga dibaca YA NA I dalam bahasa Jepang&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko dan Kikuoka berdiri membatu seperti kerasukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Guild Petarung Tangan Kosong masih melihat pasukan crimson yang akan menghampirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membentuk formasi mengepung dalam jarak duapuluh mel, pasukan ini berbicara dengan bahasa asing dan menganggap jika pasukan Ishkan telah kehilangan semangat tempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka lalu berteriak dan melompat secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kirinya yang masih terluka, Iskahn menggenggam tangan sang knight wanita yang ada di sampingnya. Ia membalas genggaman tersebut, hingga membuat mati rasa-nya agak menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menundukkan kepala, dan tampaknya akan menutup mata untuk menerima kekalahan ini, tetapi —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Apa ini…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Sheyta membuatnya kembali menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat sekelompok pasukan datang dari sisi lain lembah ini, dari bagian utara medan peperangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan mereka besar, memiliki hidung panjang, dan telinga yang menjuntai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orcs.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Mengapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn kebingungan. Setelah diberi perintah oleh Kaisar Vektor, pasukan Orcs seharusnya menunggu di «Gerbang Besar Timur» di utara sana. Karena sang Kaisar telah lenyap, perintah tersebut seharusnya tak bisa dilenyapkan. Namun faktanya, sisa – sisa Dark Knight juga ikut bersama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih kebingungan, Iskahn menyadari dalam pasukan Orcs tersebut ada sosok manusia memimpin di bagian paling depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bukan seorang Orcs. Dia memiliki rambut kuning kehijauan, serta memakai pakaian hijau keputihan. Dia memang manusia tak salah lagi, dan pastinya seorang wanita dari Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mengapa swordswoman kecil ini memimpin seluruh Pasukan Orcs?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya menyadari pasukan yang melaju ke arah sini, pasukan crimson yang mengepung pasukan Petarung Tangan Kosong kini berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kilatan menyilaukan muncul. Si gadis itu telah menarik katana miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, tangan kanan Sheyta yang masih menggenggam tangan kiri Iskahn bergetar, seolah merasakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika sang gadis berlari ke tengah jembatan batu sambil mengangkat katana miliknya tinggi – tinggi ke udara. Pada saat itu, jarak antara dirinya dengan pasukan crimson masuh sejauh duaribu mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi  —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang dan tangan sang gadis seolah menjadi asap. Bahkan mata Ishkan tak bisa melihat tebasan miliknya. Kilatan cahaya perak terjadi sekejap mata, lalu terjadilah pemandangan yang menakjubkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilatan cahaya menjalar melalui tanah gelap ini — tetapi tidak hanya itu, puluhan pasukan crimson yang berdiri diatas cahaya tersebut terpotong dan berjatuhan ke tanah sambil berteriak kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katana yang telah diayunkan kebawah kini diayunkan keatas dengan kecepatan mengerikan. Kilatan cahaya kedua menembus pasukan crimson dan mereka yang mengenakan armor berat terpotong menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Sungguh kuat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta berbisik pelan melihat pemandangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menunggu – nunggu, Sinon mengangkat senjata kesayangannya, Hecate II, yang telah ia ciptakan dari Bow of Solus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia kini hanya berjarak 20 meter dari Subtilizer. Sungguh terlalu dekat untuk menembak menggunakan sebuah sniper. Bahkan melihat pergerakan musuh dengan teleskop saja sungguh sangat sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, Sinon memutuskan untuk menentukan hasil pertarungan ini sebelum Subtilizer membuat sebuah gerakan; ia menarik pelatuk seketika ia melihat bayangan hitam di lensanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tembakan cahaya. Dengan bunyi ledakan hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daya dorong dirasakan tubuh Sinon dan ia hampir tak bisa mengontrol tubuhnya untuk berputar. Setiap tembakan membuat tubuhnya bergerak, jadi ia tak bisa menembak beruntun tetapi selama ia bisa mengenai sasarannya maka semua akan berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kesulitan ini, Sinon mengatur tubuhnya dan menatap Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu matanya terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria yang sedang berdiri di makhluk hitam bersayap kini mengangkat tangannya dan memposisikan jarinya seperti sebuah cakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di telapak tangannya ada pusaran kegelapan dan cahaya yang masih berputar, dan yang ada di bagian tengah pusaran tersebut adalah partikel cahaya. Itu pastinya adalah peluru yang Sinon tembakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ia juga bisa menghisap peluru seperti ia menghisap kesadaran Sinon?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah peluru yang mampu menembus baja setebal 2cm dan ditembakkan dari sebuah sniper berkaliber .05 …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit rasa takut muncul didalam hati Sinon. Lalu, kegelapan di tangan kiri Subtilizer semakin menjadi pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan kalah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berteriak kencang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan kalah, Hecate!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara itu, cahaya ditembakkan menuju kegelapan sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah lubang tercipta di telapak tangan Subtilizer; daging dan darah muncul disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku bisa melakukannya!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengambil nafas dalam – dalam dan menarik pelatuk Hecate II. Peluru yang telah habis melayang di udara lalu terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subtilizer menatap tangannya yang terluka sambil masih terdiam. Meskipun cairan hitam kini telah menutup lubang tersebut, luka separah itu sepertinya tak bisa sembuh dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat wajahnya yang seolah ingin tertawa, lalu menatap Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya kini mulai mengambil busur di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Hmph.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengeluarkan sedikit udara melalui hidungnya. Bagaimana mungkin senjata seperti tiu bisa mengalahkan sebuah sniper …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Flex.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Busur tersebut kini mulai berubah bentuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian kanan dan kiri ujung busur tersebut mulai menebal dan memanjang dua kali lipat. Yang tadinya sebuah bagian berkayu kini mulai menjadi sebuah logam hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa detik, tangan kanan Subtilizer kini telah menggenggam sebuah sniper sebesar Hecate. Sinon mengenali senjata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Barrett XM500.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti Hecate II, senjata miliknya menembakkan peluru kaliber .50, tetapi senjata miliknya lebih modern dibanding Hecate miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah senyum muncul di pinggir mulut Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kemarilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon bergumam dan menekan kembali pelatuk Hecate II.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya ampun… K-Kau tak apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai tampaknya peduli pada Higa sehingga ia sedikit melupakan rasa sakitnya lalu berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“He… Hei, kau ini yang menembakku, mengapa kau menanyakan hal seperti itu padaku hah …?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tidak, aku sebenarnya tak bermaksud menembakmu. Aku tak ingin ada korban jiwa. Butuh perjuangan berat agar aku bisa hidup di vila di tepi pantai, tetapi jika aku tinggal disana sambil menyesal seumur hidup, aku tak ingin itu terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Higa sadar jika Yanai benar – benar serius, tangan miliknya seolah kehilangan tenaga. Ia tahu jika dirinya telah terluka di bagian pundak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya peluru yang telah ia tembakkan telah menancap di dinding dan menembus bagian tulang bahu. Higa menahan rasa sakit tersebut dan mati rasa mulai menyebar di seluruh tubuhnya. Bagian perut dari pakaiannya telah berlumuran darah. Ini bukan hanya luka biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Takut akan situasi semacam ini, rasa sakit tersebut semakin cepat menyebar ke perut Higa. Membuatnya kesulitan bernafas. Beberapa meter di atas kepalanya, Yanai masih membuat wajah campur aduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, aku hanya ingin memperlambat kerjamu, Higa-san. Setelah aku menghancurkan colokan penghubung aku akan berlari menuju ruang kontrol utama. Setelah itu, aku pasti bisa kabur menggunakan kapal selam. Tak ada seorangpun yang tewas dari pihak RATH jika aku berhasil mencuri Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak seorangpun… yang tewas…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa memaki Yanai, melupakan rasa sakit pada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika aku tak membuat kesempatan untuk menyembuhkan Kirigaya-kun, kesadarannya akan hilang selamanya! Seseorang yang membunuhnya adalah kau, Yanai-san! Dan kau bilang tidak akan membunuh siapapun, hah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh. Ahh… Beenarr…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Yanai menjadi pucat pasi. Dibawah lampu emergency, wajahnya semakin putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm… Siapa yang peduli jika ia mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Appaa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena, dialah orang yang membunuhnya. Admii-chan kesayanganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ad… mii…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai menatap Higa yang kebingungan akan nama tersebut, Yanai lalu berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang Mulia, Pemimpin Tertinggi Administrator dari Gereja Axiom! Aku berjanji padanya jika aku akan membantunya mengatur seluruh Underworld. Dan aku setuju dengannya jika aku akan menyimpan Light Cube miliknya jika server diformat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Higa kini terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja Axiom adalah organisasi yang menguasai Kerajaan Manusia di Underworld. organisasi ini memerintah seluruh penduduknya dengan hukum – hukum dan kekuatan yang sangat memaksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan mengapa Higa tidak bisa memperoleh Fluctlight «Alice» yang telah menerobos pembatas Jiwa ketika ia pertama kali muncul dalam Underworld yang telah berakselarasi karena Gereja Axiom telah berhasil mengambilnya dan menerapkan modifikasi ingatan di Fluctlight miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, kecepatan mereka benar – benar gila dan cara – cara gereja Axiom sangat efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun mereka tak mengetahui jika mereka sendiri adalah sebuah Artificial Fluctlight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun karena alasan tersebutlah. Gereja Axiom — ataupun seorang Artificial Fluctlight yang bernama «Administrator» telah berhasil menguasai dan memahami struktur dunia tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apakah kau yang mengotori Underworld?…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bertanya pelan, dan Yanai hanya cemberut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tidak, anak itu yang pertama kali menghubungiku. Aku masih bekerja lembur saat itu, dan ketika aku mendengar suara seorang gadis kecil dari speaker, itu membuatku ketakutan setengah mati … dia telah menemukan seluruh daftar perintah Underworld seorang diri dan membuat saluran komunikasi ke dunia luar. Jika kami yang bekerja sebagai teknisi berpendapat, kaulah tersangka disini karena lupa menghapus seluruh perintah tersebut, Higa-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Neheheheh. Yanai tertawa beberapa kali, lalu melanjutkan ceritanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku terus berpikir, jika seperti ini terus seluruh Underworld akan diformat total. Karena suatu saat pasti akan dihapus, makanya aku diam – diam menggunakan STL dan pergi untuk menemui Admii-chan. Kemudian... Ya Tuhan, aku tak pernah melihat sosok gadis secantik dia. Gadis yang di kurung Sugou-san dalam ALO memang cantik, tetapi kepribadian Admii-chan, suaranya, dan sikapnya benar – benar membuatku terpesona… — Gadis itu membuat kesepakatan denganku. Jika aku membantunya maka dia akan menjadi pelayanku. Di masa depan nanti ia akan menguasai seluruh dunia bersamaku, dan menjadikanku seorang raja …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang mencemari dunia itu adalah orang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa merasakan seluruh rambut di tubuhnya berdiri ketakutan. Yanai mungkin memang seorang pengkhianat, tetapi juga seorang idiot. Orang macam apa Administrator, sehingga mampu mengontrolnya sesuka hati?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, wajah Yanai kembali kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi… gadis itu kini telah mati. Dibunuh… bocah itu bukan hanya menghalangi eksperimen Sugou-san, ia juga membunuh Admii-chan. Jika aku tak membalaskan dendam Admii-chan, aku akan sangat kasihan padanya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai mengarahkan pistolnya kearah Higa. Senjata tangan otomatis akan leluasa jika setelah menembakkan peluru pertama, maka tembakan kedua akan tak perlu memerlukan tekanan yang lebih keras. Jika jari telunjuknya sedikit saja menyentuk pelatuk, peluru lain mungkin akan benar – benar melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… YA, benar … YA, aku memang harus membunuh satu orang, sebagai tumbal untuk gadis itu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai menyipitkan matanya sambil gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Sialan. Ia banar – banar serius kali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa hanya bisa pasrah dan menutup matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku tak akan sempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa jika Asuna, Klein, dan Lisbeth masih sangat jauh dari posisinya sekarang, Leafa menggigit bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi didepan matanya, hampir sekitar 3000 pasukan crimson telah menghalangi jalan di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah meminta Rirupirin, sang ketua Orc untuk membawa bala bantuan menuju daerah selatan untuk menolong Asuna dan Kirito, tetapi mereka masih belum menemukan Pasukan Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut penjelasan Rirupirin, beberapa ratus orang yang dikepung pasukan yang dive dari Dunia Nyata adalah para Petarung Tangan Kosong yang termasuk pasukan Tanah Kegelapan seperti Orcs. Leafa terkejut mendengar penjelasan tersebut, tetapi langsung memutuskan untuk membantu mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan maju ke pasukan musuh. Rirupirin, kamu dan anggotamu bergabunglah dengan Petarung Tangan Kosong, dan seranglah jika musuh menyerangmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atas saran ini, Rirupirin memprotes keras: “Aku juga ingin bertarung!” tetapi Leafa menggelengkan kepalanya, sambil menggenggam tangan gempal si Orcs lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku tak ingin ada satupun dari kalian yang tewas. Jangan khawatirkan aku... pulluhan ribu musuh seperti ini bukan hal sulit untuk  dilawan kok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata seperti itu, Leafa maju sendirian menuju pasukan crimson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengetahui jika Super Account Terraria memiliki HP yang sangat banyak dan kemampuan regenerasi yang tak terbatas. Terlebih lagi, orang – orang dari Underworld memiliki kehidupannya sendiri di dunia ini. Meskipun akan terlambat untuk membantu Kirito, Leafa tak bisa membiarkan para Orcs tewas sia – sia disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membunuh puluhan musuh menggunakan serangan jarak super jauh, Leafa melaju menuju pasukan musuh tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk beberapa alasan, ia bisa menggunakan Sword Skills dengan jarak jauh beberapa kali lipat dibandingkan di ALO tanpa adanya jeda. Setiap kali cahaya bersinar di equipment Akun Terraria «Verduras Anima», musuh terpotong – potong dengan pola tetap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ketika cooldown antara Sword Skill satu ke Sword Skill lainnya, banyak pedang melayang dan menebas armor dan bagian tubuhnya. Ia tak bisa menghindari itu semua, dan jumlah luka di tubuhnya semakin bertambah, membuat rasa sakit di kepalanya dan membuat matanya berkunang - kunang — Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HA — AAH!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak dan menjejakkan kaki kanannya ke tanah. Cahaya kehijauan muncul dibawahnya dan seketika seluruh luka ditubuhnya telah sembuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa bisa menahan rasa sakit ini dan mulai berkonsentrasi mengayunkan pedang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika setiap bagian tubuhnya ditusuk, setidaknya ia akan menyingkirkan seluruh musuh dari dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun lokasi dive dirinya telah melenceng jauh dari lokasi asli, ia ingin menyelamatkan penduduk Underworld sebanyak mungkin. Mereka adalah orang – orang yang ingin dilindungi Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gadis ini benar – benar sinting!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa menggunakan tangan kirinya untuk menghentikan sebuah pedang yang hendak diayunkan padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haiyah!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu lagi musuh yang berhasil ia lenyapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa menggertakkan giginya pada pedang yang menancap ke tangannya, lalu membuang pedang tersebut sambil memuntahkan banyak darah dari mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua buah peluru mereka tampaknya saling berbenturan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peluru yang ditembakkan dari dua buah sniper anti-material berbenturan satu sama lain, lalu menghilang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon tidak kehilangan keseimbangan kali ini, ia berdiri dengan dua kaki sambil bertumpu pada udara ketika menahan daya dorong yang muncul. Dihadapan matanya, Subtilizer juga masih berdiri tegap diatas makhluk bersayap miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya sinon mengalami pertarungan udara di tempat terbuka antar sesama sniper. Sebuah game seperti GGO tak akan mensupport pemain untuk terbang, terlebih lagi Hecate sebenarnya tak bisa digunakan sambil terbang kesana kemari. Daya dorong yang timbul dari setiap tembakan benar – benar diluar nalarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertarungan ini —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapapun yang mampu bertahan dan mengenai sasaran adalah sang pemenang. Sinon berpikir seperti ini sambil menarik pelatuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subtilizer mungkin juga memiliki pikiran yang sama. Ketika Sinon terbang ke kanan untuk mendekatinya, musuh terbang ke kiri untuk melawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang hampir bersamaan, keduanya mulai melaju dengan kecepatan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kondisi ia tak kehilangan keseimbangan, Sinon menukik tajam ke suatu sudut. Sambil memfokuskan bidikannya dan juga berusaha menghindari bidikan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Subtilize telah mengangkat Barrett miliknya tiba – tiba dengan kecepatan mengagumkan, ia tampaknya telah memprediksi gerakan Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Datang!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menggertakkan giginya dan membuka matanya lebar –lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan api meletus dari moncong senapan Barrett.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon terbang secepat mungkin sambil menikung ke kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peluru musuh menabrak dadanya, hampir menembus ke kulitnya. Armor biru miliknya kini hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Hindarilah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah kesempatan terakhirnya. Ia harus menembak sebelum Subtilizer memiliki kesempatan lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ketika Sinon mengangkat Hecate miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat peluru lain melayang kearahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakan beruntun — mengapa bisa?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah… sial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dari Hecate yang perlu dikokang setiap kali ingin menembak, Barrett milik musuh adalah sniper semi-automatic.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika pikiran ini melintas ke otak Sinon, kaki kiri Sinon telah terpotong di atas lutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 315.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih mampu berdiri dalam situasi seperti ini, adalah Asuna yang menggunakan Super Account, Integrity Knight Renri, seorang penduduk asli Underworld dan naga kesayangannya, juga Siswi Swordswoman Tiese dan Ketua Penjaga Sortiliena. Mereka masih mengayunkan senjatanya deengan gagah berani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun matanya kelelahan, Asuna melihat Knight Renri bertarung dengan kokoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar sepuluh menit lalu, si knight telah muncul di garis depan dan langsung melemparkan pisau terbang miliknya. Pisau tersebut berputar diudara sambil memotong musuh yang melaju kemari. Kekuatan hebat ini mampu memukul mundur musuh selama beberapa menit. Nafas api yang dimuntahkan sang naga juga membuat musuh ketakutan, membuat status Integrity Knight sebagai penunggang naga nomor satu di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu tak berlangsung lama hingga musuh menyadarinya. Ketika Knight Renri melemparkan senjatanya, tubuhnya sendiri benar – benar tak terlindungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia melempar pisaunya untuk menyapu pasukan garis depan, banyak tombak yang dilemparkan kearahnya dari samping. Pasukan musuh akhirnya menggunakan taktik bertempur seperti yang digunakan Asuna saat melawan pemain Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tombak - tombal tersebut bagaikan hujan di langit merah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naga milik Renri melebarkan sayapnya dan tubuhnya untuk melindungi sang tuan dari gelombang serangan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia langsung rubuh, sisik – sisiknya terkelupas dan mulai menumpahkan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, gelombang hujan tombak mulai diluncurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Knight Renri melihat keatas pada tombak – tombak yang semakin mendekat, ia memeluk Tiese dan melindungi tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, dua buah tombak menancap ke punggung Renri, membuatnya terjatuh diatas tubuh Tiese. Kehilangan kontrol, pisau lempar yang berputar diudara kini berhenti dan menancap di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasa saat ini, di bagian lain medan peperangan, hasil pertempuran ini sudah bisa dipastikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba melampiaskan kemarahan mereka, pasukan crimson masih menyeret – nyeret pemain Jepang yang telah jatuh kerena kelelahan. Lalu menancapkan senjata – senjata mereka ke tubuhnya. Daging dan darah menari – nari di udara, sambil ditemani teriakan – teriakan kesakitan, lalu menghilang bagaikan asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak armor dan perisai milik orang – orang telah retak dan hancur, mereka diseret ke tanah, benar – benar tanpa perlindungan. Air mata bercucuran dari wajah mereka karena tak bisa melihat darah yang terus mengalir dari luka yang muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua ribu pemain yang telah mengkonvert akun mereka dan perlindungan pada Pasukan Kerajaan Manusia kini telah terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melindungi Pasukan Persediaan dan Regu Aschetic, hampir sebanyak 400 Penjaga Kerajaan Manusia telah membuntuk formasi melingkar dan kini sedang mengangkat pedang mereka. Wajah – wajah Penjaga mencerminkan keputusasaan akan datangnya serangan akhir yang dilancarkan pasukan crimson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Berhenti………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mendengar sebuah suara lemah dari bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah suara yang mencerminkan rasa sakit pada tubuhnya, melainkan suara putus asa dan duka yang telah mengelilingi kondisi sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mohon.... berhenti.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berbicara, rapier yang ada di tangan kanannya telah terjatuh. Air mata menetes ke pipinya, turun hingga ku ujung rapier.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi pasukan crimson yang ada dihadapannya tak peduli, mereka mengangkat dua ratus senjata ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Seketika itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan bagaikan petir menghentikan pedang – pedang yang akan dihujamkan kearah Asuna dari berbagai arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berheennnttiiii!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang mengucapkan kata – kata tersebut adalah si pria bertudung hitam yang dari tadi mengamati jalannya peperangan dari atap sana. Ia adalah hantu PoH, pemimpin dari guild merah — Laughing Coffin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pemain dari negara asing tampaknya menyadari jika pria bertudung hitam ini adalah sang komandan pasukan, mereka lalu menurunkan senjata. Si pria yang hendak mengeksekusi Asuna menggigit bibir dan menyarungkan pedangnya, tetapi sebagai ganti ia menendang Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tersengkur, tetapi memaksa untuk berdiri bertumpu pada kedua lengannya yang tak bertenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat wajahnya dan melihat seorang pria tinggi menuju kearahnya, tudung hitamnya berkibar karena angin. Ia tampaknya berbicara pada pemain sekeliling menggunakan bahasa Korea, Asuna tak bisa memahami maksud perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, para pasukan crimson mengangguk satu persatu dan menyampaikan pesan tersebut ke teman yang ada disampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, si pria yang ada disamping Asuna menjambak rambutnya dan ditarik keatas. Asuna berteriak kesakitan, tetapi si pria tak menghiraukan dan menyeretnya kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga terjadi disekeliling Asuna, mereka tampaknya mengumpulkan sisa – sisa pemain Jepang kedalam satu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria bertudung hitam lalu berjalan kearah Penjaga Kerajaan Manusia yang masih mengangkat pedangnya. Ia berbalik dan melambaikan tangan, membuat semacam tanda kepada ‘dia’ jika ia sedang menjambak rambut Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Asuna merasakan sebuah tendangan di punggungnya dan melemparnya sejauh beberapa meter, lalu jatuh ke tanah. Satu persatu, pemain Jepang juga dikumpulkan disekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada sekitar 200 orang tersisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HP milik mereka semua hampir habis, padahal orang – orang ini adalah pemain kelas atas. Asuna melihat sekeliling, tetapi tak bisa menemukan Penguasa ALO, maupun anggota Sleeping Knights.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Equipment mereka kalau tidak hancur maka telah dilepas secara paksa; apa yang tersisa adalah pakaian tipis yang menempel ditubuh. Banyak diantaranya telah terluka parah, dan pedang masih tertancap ke tubuhnya. Wajah mereka tampak frustasi dan tak bertenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak tahan melihat mereka lagi. Ia juga ingin menyerah seperti mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia masih bisa melihat teman – temannya di pikirannya, seolah akan dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya menyisir daerah sekitar sekali lagi, lalu melihat seorang pemain wanita tertunduk tak jauh darinya, bahunya gemetaran. Rambut pendek berwarna merah jambu miliknya telah kotor, celemek miliknya juga telah robek sana – sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bergerak mendekatinya, Asuna kini memeluk sahabat terbaiknya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Lisbeth melemah, ia menyandarkan kepalanya ke dada Asuna. Wajahnya gemetar, benar – benar berantakan, lalu ia berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semuanya… Aku menghancurkan … akun… semuanya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… tidak, Liz!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berbisik sambil menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini bukan salahmu, Liz. Ini salahku … Jika aku mampu menanganinya, jika aku mampu memprediksi hal semacam ini…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna… Aku… Aku tak tahu apapun. Betapa mengerikannya sebuah peperangan.. betapa menyedihkannya kehilangan... aku tak tahu apapun …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa menemukan jawaban yang tepat, lalu memeluk Lisbeth semakin erat. Air mata mulai menetes. Lalu ia mendengar sesegukan, membuatnya berbalik dan melihat Agil tak bergerak di tanah, dan Silica berlutut disampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luka Agil sangat parah dan cukup mengejutkan jika ia masih hidup. Luka tersebut mungkin disebabkan karena pertempuran sambil melindungi Silica. Tubuh besarnya banyak menancap pedang dan tombak, dan perutnya memiliki luka memar hantaman. Asuna melihatnya masih menggertakkan gigi, Agil pasti sangat kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping Agil ia bisa melihat Klein duduk bersila di tanah. Lengan kirinya terluka dari bagian bahu, dan ia membalut luka tersebut menggunakan bandana miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi semua pemain yang tersisa hampir sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria bertudung menatap ke 200 orang yang telah kalah, mengambil senjata, armor, dan moral mereka — ia menyeringai atas kemenangannya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia berbalik dan melihat para Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menunggu, ketakutan jika ia akan mulai membunuh mereka satu persatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi dia malah memberikan perintah dalam bahasa Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Buang senjata kalian dan menyerahlah. Kami akan mengampuni kalian seperti para tahanan dibelakang kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa terkejut mulai bermunculan di wajah para Penjaga, tetapi langsung tergantikan oleh amarah. Salah satu diantara mereka maju kedepan, berhadap – hadapan langsung dengan si pria; dia adalah pemimpin Penjaga, Sortiliena. Pedang miliknya sudah tumpul dan darah mengalir dari dahinya, mungkin karena terlalu sering bertempur di garis depan seperti Klein dan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, penampilan ini tidak membuat kecantikannya berkurang. Sortiliena berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lelucon macam apa ini?! Kau pikir kamu akan menyerah seperti ini …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lakukan apa yang ia minta—!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berteriak, memotong perkataan Sortiliena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih memeluk Lisbeth, Asuna mengangkat kepalanya dan memohon:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kumohon... kamu tak boleh mati disini! Tak peduli seberapa besar penghinaan, kamu harus hidup!! Itulah… satu… satunya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna merasakan dadanya dingin hingga ia tak bisa menyelesaikan kalimatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, meskipun Sortiliena dan para Penjaga seolah memprotes tindakan ini, gemetaran, lalu pada akhirnya mereka mulai merendahkan bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clang, clang. Melihat mereka kehilangan senjata satu persatu, pemain – pemain dari Dunia Nyata kini bersorak atas kemenangan ini dengan menyebut – nyebut nama negara mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria bertudung mengangkat tangannya cepat – cepat, memanggil beberapa pemain dan memberikan isyarat pada mereka. Mereka lalu mengangguk, lalu menuju ke pasukan Kerajaan Manusia, dan mengelilingi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Asuna mengerti apa yang akan mereka lakukan, si pria bertudung melangkah kearah Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dalam jarak dekat ini, Asuna masih tak bisa melihat wajahnya yang tertutupi tudung tersebut. Ia hanya bisa melihat bibir dan untaian rambut keriting di lehernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya terbuka, lelu mengatakan sesuatu dengan suara gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, lama tak ketemu, «Flash».”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Orang ini adalah dia!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menahan nafasnya, dan mengeluarkan kata yang telah ia pendam dihatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kau… PoH…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aw, sungguh nama yang nostalgia. Aku senang kau bisa mengingatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, Klein yang masih memegangi lengan kanannya yang terluka melihat kearah si pria bertudung dengan emosi yang menyala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau… kau benar - benar. Kau masih hidup … dasar pembunuh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein mencoba mencekiknya, tetapi pria terdekat menendangnya kesamping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggeramkan giginya dan berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini … balas dendam? Balas dendam terhadap anggota pemain lantai atas yang telah menghancurkan Laughing Coffin…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH terdiam menatap Asuna beberapa saat. Asuna bisa melihat bahunya sedikit gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia akhirnya tak bisa menahan hal tersebut. Tubuhnya bergetar ketika ia mengeluarkan teriakan bercampur tawa: heheheh, hahahah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tawanya berakhir. PoH mengacungkan jari tengahnya dan berbicara bahagia:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, hmm… bagaimana mengungkapkannya dalam bahasa jepang ya … aku telah tinggal di Amerika cukup lama, aku lupa mengungkapkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari tengahnya ia putarkan ke udara beberapa kali, lalu akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah ya, ‘Apa kau bodoh?‘ sungguh tak masuk akal, benar begitu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menunduk, lurus menuju wajah Asuna dalam jarak dekat. Matanya bersinar dalam gelapnya tudung yang menyelimuti seluruh wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku ceritakan padamu deh. Orang yang membocorkan lokasi persembunyian Laughing Coffin pada pemain Lantai Atas, adalah aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Appaa………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna, Klein, dan bahkan Agil yang tertidur di tanah membuka mata mereka mendengar penjelasan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa… kau melakukan hal itu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biasanya, karena aku ingin melihat sekumpulan orang – orang bodoh saling bunuh … tetapi alasan utama aku melakukannya mungkin karena: Aku… ingin membuat kalian semua menjadi seorang «pembunuh». Kalian semua, maksudku adalah para pemain yang selalu memikirkan dirinya sendiri hebat, Para Pemain Lantai Atas yang selalu membanggakan diri mereka di garis depan. Persiapanku butuh waktu lama… aku harus mengirimkan peringatan pada anggota LaughCof pada detik – detik akhir, dan waktunya benar – benar tepat, mereka tak bisa lari tetapi mereka masih bisa melawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Jadi itu mengapa informasi rahasia penyerangan lokasi persembunyian berhasil bocor? Asuna terkejut dan mulai berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi alasan ini, para Pemain Lantai Atas yang diunggulkan secara level dan equipment malah menerima kerugian setelah pertempuran dimulai, beberapa diantara mereka terbunuh. Hanya ada beberapa orang yang membalik keadaan atas usaha Kirito yang mana seorang pemain solo untuk mengumpulkan kekuatan. Para Pemain Lantai Atas bisa membalikkan keadaan karena Kirito telah membereskan beberapa pemain atas Laughing Coffin…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi itu… tujuanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggeram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk membuat Kirito-kun… tunduk karena rasa bersalah telah melakukan PK…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Tepat sekali.“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH mengkonfirmasi jawaban Asuna sambul tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada saat itu, aku menonton pertempuran tersebut. Ketika Blackie-sensei menjadi marah dan membunuh dua orang. Aku tak bisa menahan tawa milikku. Rencana selanjutnyya adalah melumpuhkan kalian dengan racun Paralysis dan menginterogasi kalian secara langsung bagaimana perasaan kalian setelah melakukan PK … Yah tapi aku tak mengira jika permainan tersebut berakhir di lantai 75.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, gelombang kemarahan membuat Asuna lupa akan luka – lukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa kau tak memikirkan penderitaan Kirito-kun setelah kejadian tersebut?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, mengagumkan pastinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara PoH sedingin es menanggapi jawaban Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, itu aneh. Jika ia benar – benar menyesali perbuatannya.... pastinya ia tak akan dive kedalam permainan VR lain, bukan begitu? Karena rasa bersalah telah membunuh dan semacamnya. Aku tahu ia disini, aku bisa merasakannya. Meskipun aku tak tahu mengapa ia bersembunnyi dibalik kereta barang itu... terserah, aku akan menanyakannya secara langsung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH tersenyum pada Asuna, lalu ia berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara sorak – sorakan yang masih terjadi, suara mencekap nan dingin terdengar:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“It’s show ti—me!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH mengucapkan kalimat khasnya dalam SAO. Lalu ia mengangkat tangan kanannya tiba – tiba, dan didepannya sudah ada —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana ada kursi roda yang telah didorong oleh seorang pemain crimson, dan juga ada seorang gadis berpakaian abu – abu yang ditarik dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berdoa dan memohon dalam hatinya. Klein tetapi berusaha untuk menghentikan PoH, tetapi langsung didorong dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH membungkuk, menatap kursi roda yang ada dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Hmm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuat suara dan menyenggol kaki rapuh yang menggantung di kursi roda dengan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini? Hei, Blackie, bangun. Kau dengar aku kan, Black Swordsman Yang Terhormat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika ia menyebut nama panggilannya — Kirito tidak menunjukkan reaksi apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya mengenakan pakaian hitam, tetapi itu tak menutupi jika tubuh Kirito sungguh sangat kurus. Ia bersender pada kursi roda, kepalanya tertunduk kebawah. Tangan kiri miliknya memegang dua buah pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ronye berlari kesamping Asuna, air mata menetes lalu ia berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-senpai… ketika kamu bertarung, ia-ia mencoba untuk berdiri.. meskipun tak memiliki kekuatan... tetapi...  air mata.. air mata... terus mengalir dari matanya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ronye-san…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menjulurkan lengan kirinya dan memeluk tubuh ramping Ronye.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia melihat dan meneriaki PoH:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau paham kan. Ia bertarung, bertarung, dan terus bertarung dan akhirnya ia terluka parah. Berhentilah menjahilinya! Biarkan Kirito-kun istirahat!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi si pria bertudung tak mempedulikan perkataan Asuna, dan masih terus menatap wajah Kirito dari jarak dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, hei, hei, kau bercanda kan! Bagaimana mungkin kita menutup pertunjukan seperti ini!? Hei, bangun! Hei, bangun! Selamat Paa… aagggiiii!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH menjulurkan kaki kirinya dan menendang kursi roda cukup keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kursi roda tersebut terlempar kencang dan tubuh yang duduk diatasnya terjatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dan Klein mencoba berdiri bersamaan, tetapi dihentikan. Agil mengeluarkan raungan kemarahan, sementara Lisbeth, Silica, dan Ronye menjerit pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi PoH tak menanggapi mereka semua, ia malah berjalan kesamping Kirito dan membalikkan tubuhnya menggunakan ujung kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini… dia beneran hancur? Sang pahlawan besar kini hanyalah sebuah boneka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu menggenggam pedang putih yang ada di pelukan lengan kiri Kirito. Lalu ia menariknya dari sarung pedang dan mengetahui jika pedang putih ini hanyalah separuh bagian.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
PoH mencibir, dan hendak membuang pedang tersebut. Ketika  —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito mengeluarkan suara serak, dan lengan kirinya berusaha mengambil pedang putih tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh?! Ia bergerak!! Kau menginginkannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 330.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH mengayun – ayunkan pedang putih tersebut, seolah memanas – manasi Kirito. Ia lalu melukai lengan kiri Kirito yang masih menjulur ke udara, kemudian ia menendangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, katakan sesuatu!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH menampar pipi Kirito dengan tangan kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan Asuna telah menjadi kemerahan karena amarah. Tetapi ketika ia hendak bangun, teriakan milik Klein meledak ke sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bangsat!! Jangan berani kau menyentuh Kirito, kau sialan — !!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Klein hendak menyerang PoH, sebuah pedang besar ditusukkan ke punggungnya dan membuatnya tertancap ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memuntahkan banyak darah dari mulutnya, tetapi Klein menghiraukannya dan mencoba untuk merangkak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya… KAU…!! Tak akan pernah… kumaafkan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crack!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara berat, sebuah pedang besar kedua menembus punggung Klein lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mata tak terbendung kini membanjiri mata Asuna sekali lagi, seolah air mata ini tak akan kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, rasa takut dalam hati Sinon untuk tak bisa terbang lebih besar ketimbang rasa sakit ketika kakinya diledakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapannya, Sinon yang tadi bisa terbang bebas dengan menginjak udara. Kini hanya bisa menghindar menggunakan kaki kanannya sambil ia terus turun kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Urgh………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menggeramkan giginya, menggubah gerakannya menjadi manuver yang ia bisa gunakan— terbang kebelakang tanpa henti. Darah yang mengalir dari kaki kirinya bagaikan garis – garis di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuat jarak antara dirinya dan Subtilizer semakin lebar secepat yang ia bisa, sambil mengincar musuh dan mengerahkan tembakan ketiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi musuh bisa mengejarnya dengan mudah dan sniper musuh juga menembakkan tembakan keempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua buah peluru melaju pada lajur yang sama, menimbulkan suara dan gemercik api ketika saling bergoresan, dan berubah arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengokang snipernya, rasa takutnya semakin besar, ia lalu menembakkan peluru keempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua buah bunyi keras terdengar bersamaan. Dua buah peluru saling bertubrukan, lalu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakan kelima. Tembakan keenam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasilnya sama saja. Subtilizer memang sengaja mengincar dan menembak ketika Sinon menembak, membuat kedua peluru terus bertabrakan tanpa henti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Skill seperti itu tak ada dalam GGO, kesampingkan dunia ini. Tetapi di dunia ini, imajinasi menjadi sumber segala hal. Tak hanya Subtilizer yang menyadari hasil pertempuran saling tembak ini, Sinon juga harus menyadarinya; itulah mengapa kedua peluru terus menerus saling bertabrakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ketiga hal tindakan mengokang, mengincar musuh, dan menarik pelatuk, Sinon tak bisa melakukan hal lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakan ketujuh saling berbenturam lalu sisa peluru menghilang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kokang. Incar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Click.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika jemari Sinon hendak menarik pelatuk, hanya timbul bunyi saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Isi peluru Hecate II hanya tujuh biji. Ia tak punya peluru cadangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, Isi peluru Barrett XM500 adalah 10. Sisa dua peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon bisa melihat dengan jelas jika musuh tersenyum dingin dari jarak 100 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan api muncul dari ujung snipernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain kaki kirinya, kini tangan kanan Sinon meledak juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut membuatnya tak bisa lagi terbang lurus, ia mulai turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengontrol daya dorong, Subtilizer mendekatkan mata kanannya ke bidikan, bersiap untuk melancarkan tembakan terakhir. Mata yang terlihat dari bidikan tersebut mengincar dada Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf, Asuna. Maaf, Yui. Maaf… Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Sinon berguman sendiri. Tembakan kesepuluh XM500 terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peluru tersebut meninggalkan lintasan peluru, menuju armor biru Sinon, menyentuh pakaiannya, dan menembus tubuhnya —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bang!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan api muncul sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon membuka matanya lebar – lebar, dan melihat peluru tersebut dihentikan oleh kalung silver yang sangat kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berada di pusat percikan cahaya putih selebar dua millimeter adalah kekuatannya yang masih tersisa. Seketika Sinon melihat ini, air mata menetes ke pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku tak boleh menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak boleh menyerah. Aku harus yakin. Percaya pada diriku sendiri. Percaya pada Hecate. Dan aku harus percaya pada dia yang memiliki kalung ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengangkat Hecate dan meletakkan jari telunjuknya ke pelatuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun senjata ini telah diubah menjadi sebuah sniper menggunakan imajinasinya. Properti sistem miliknya tak berubah — benar, kemampuan dari Bow of Solus: kemampuan untuk menyerap energi sekitar menjadi kekuatannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka ini pasti bisa menembakkan. Meskipun isi pelurunya kosong, Hecate pasti akan merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Go… oooo——!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menarik pelatuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang tertembak bukanlah sebuah peluru logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah peluru cahaya putih murni menyembur dari ujung Hecate, membuat garis lurus seolah membelah langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum menghilang dari wajah Subtilizer. Ketika ia berusaha menghindar, cahaya putih menghantam Barrett.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bola api keemasan muncul, menelan Subtilizer —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bunyi dentuman hebat, sebuah ledakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon merasakan hantaman udara menabrak wajahnya, membuatnya terjatuh dan menghantam tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak memiliki kekuatan untuk merangkak, apalagi terbang. Rasa sakit yang muncul dari kekinya membuatnya semakin sulit untuk menjaga kesadarannya tetap terjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, Sinon tetap membuka kedua matanya untuk melihat hasil tembakan akhir miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angin menyapu asap hitam yang muncul di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang muncul — adalah Subtilizer yang masih berdiri di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terluka. Seluruh tangan kanannya meledak akibat tembakan Sinon dan asap hitam masih mengepul dari punggungnya. Wajah bagian kanan miliknya hancur dan ia memuntahkan darah dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura membunuh akhirnya muncul dari wajah Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ayo sini. Aku akan meladenimu sebanyak yang aku bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon memfokuskan sisa – sisa kekuatannya, dan mencoba untuk mengangkat Hecate.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, Subtilizer berpaling. Makhluk bersayap yang ada dibawahnya kini berubah arah dan meninggalkan jejak asap hitam, ia terbang menuju selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon meletakkan sniper miliknya ke tanah; ia benar – benar kelelahan. Ketika sniper ini menyentuh tanah, ia berubah kembali ke bentuk aslinya, busur putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggunakan tenaga terakhirnya untuk mengangkat kedua tangan dan memegang kalung yang menjuntai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Kirito…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik, air mata menetesi pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa tak memiliki waktu untuk mencabut senjata yang tertancap ditubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua rasa sakit bercampur aduk, langsung menembus ke urat syarafnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa luka miliknya cukup parah. Setiap saat ia bergerak, dua buah pedang yang saling menusuk perutnya menggesek organ dalamnya dan pedang yang tertancap dari punggungnya telah menembus jantung Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Leafa tidak berhenti bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ura… AAHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak darah menyembur ketika ia mengayunkan Sword Skill untuk kesepuluh kali — atau seratus kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katana «Verduras Anima» memotong horizontal dengan cahaya hijau.setelah beberapa saat berkonsentrasi, cahaya tersebut melebar dan banyak tubuh musuh terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa musuh mengambil kesempatan cooldown ini, dan melaju kearahnya. Leafa mundur tetapi tak bisa menghindari semua serangan. Tombak besar berhasil mengiris lengan kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba mengendalikan tubuhnya karena hampir terjatuh....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HAAAHHH!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang miliknya ia ayunkan sekali lagi, tiga orang terpotong lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa mengambil lengannya yang terpotong dan memasangnya kembali, ia lalu menjejakkan kakinya ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunga dan rerumputan mucul bersamaan dengan cahaya hijau. HP miliknya kembali normal dan meskipun lukanya masih kelihatan, lengan kirinya telah tersambung kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam situasi semacam ini, kemampuan infinite regeneration yang dimiliki Super Account Terraria tak bisa disebut lagi sebuah anugerah dewi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih mirip sebuah kutukan. Tak peduli berapa banyak luka yang ia terima, berapa banyak rasa sakit yang dirasakan, ia tak akan kalah. Ia tak bisa mati, ia bukannya tak terkalahkan, Leafa malah merasakan sebuah siksaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu – satunya hal yang membuat Leafa tetap bertahan adalah sebuah keyakinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Jika yang mengalami Onii-chan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak akan mundur dengan luka semacam ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak boleh kalah. Mereka hanya tiga ribu orang. Aku bisa mengatasinya seorang diri. Karena.... aku... adalah.... Adik Perempuan..... «Black Swordsman» Kirito…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya kemerahan menyala dari ujung katana yang ia genggam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zoom! Katana tersebut ia hunuskan kedepan dan menembakkan sebuah pilar cahaya sejauh ribuan meter. Tubuh – tubuh musuh tertelan dan menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Huff… Huff…….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia bernafas, ia memuntahkan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa mengelap mulutnya sambil gemetaran, lalu sebuah tombak datang dan menancap ke mata kirinya dan menembus ke kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mundur beberapa lanngkah — tetapi Leafa tidak tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggenggam pegangan tombak dengan tangan kirinya dan mencabutnya. Sebuah sensasi rasa sakit mengerikan mengalir ke tengkoraknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Urgh… Uraaaaaaagh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak, menginjakkan kakinya ketanah untuk memulihkan HP miliknya. Mata kirinya yang hancur kini telah pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang sekeliling dan menyadari daerah sekitar hanya tersisa sekitar seratus orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa menyeringai, menjulurkan tangan kirinya yang berdarah kedepan, ia mengundang musuh untuk maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melawan pasukan yang menerjang dirinya, Leafa mengayunkan katana miliknya dengan keras .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eeyah… AAAAAHHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebasan pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah menyembur ke udara ketika serangan Leafa menghantam pasukan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kira – kira tiga menit setelahnya, setelah musuh terakhir musnah. Tubuh Leafa telah tertancapi lebih dari sepuluh senjata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perutnya mati rasa ketia ia terjatuh kebelakang, namun ia tak menyentuh tanah karena tertahan ujung senjata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengarkan Rirupirin dan yang lain memanggil namanya, juga mendengar langkah kaki mendekatinya, Leafa menutup mata dan berbisik pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Hebat, kan… Onii-chan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Yanai  menarik pelatuk, sebuah teriakan datang dari telinga kiri Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Higa-kun, menghindar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghindar… menghindari peluru?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berpikir seperti itu, Higa mendengar sebuah suara benda jatuh dari atas saluran ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan suara sebuah tembakan. Suara benda jatuh dari pintu masuk diatas sana, lalu menghantam dahi Yanai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Yanai terbuka lebar ketika melihat keatas. Tangan kirinya yang menggenggam tangga terpeleset.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa… Tunggu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa seolah lupa rasa sakit di pundaknya lalu merapatkan tubuhnya ke tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah obeng besar terjatuh, lalu sebuah pistol terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya tubuh tak sadarkan diri Yanai terjatuh di saluran ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hee… Heee!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa kembali ke posisi semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Higa membuat keluhan itu, Yanai telah terjatuh kebawah sedalam 50 meter. Beberapa bunyi kelontangan terdengar ketika ia menghantam lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………. Um.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa dia … mati? Tidak, sepertinya ia hanya mematahkan dua atau tiga tulang … tidak, mungkin lima atau enam …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berpikir apa yang menimpa Yanai, sebuah teriakan terdengar di telinganya sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Higa-kun… Hei, Higa-kun!! Apa kamu baik – baik saja?! Jawab aku, hei!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………. Ah, tidak, aku hanya terkejut … kau mampu membuat suara berisik seperti itu, Rinko-senpai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana... bagaimana mungkin kamu memikirkan hal konyol seperti itu?! Apa kamu terluka? Apa ia menembakmu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, um…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa melihat luka di pundak kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah darah yang hilang benar – benar banyak. Tangan kanannya mulai mati rasa, dan dingin. Pikirannya tak secepat biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Higa mengambil nafas panjang dan mengumpukan kekuatan di perutnya sesaat, lalu membalas seceria mungkin:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku baik – baik saja kok! Hanya luka gores. Aku akan melanjutkan operasi ini, tolong awasi monitor Kirito-kun, Senpai!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu serius tak apa?! Aku akan coba percaya, oke?! Jika kamu menipuku aku tak akan memaafkanmu, oke?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentang itu… percaya saja padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa melihat keatas dan melambaikan tangannya pada Rinko yang mengintip dari pintu masuk saluran. Karena jarak cukup jauh dan minim penerangan, seharusnya ia tak bisa milihat pendarahan Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah… aku akan menuju monitor, dan jika gambarnya berubah aku akan mengabarimu! Semoga berhasil, Higa-kun!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika sosoknya menghilang, Higa keceplosan berbisik memanggil namanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Rin-Rinko-senpai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, ada sesuatu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan… Um, uh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tahu nggak? Di kampus, bukan hanya Kayaba-senpai dan si sialan Sugou yang mengagumimu, aku juga mengagumimu lho.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa ingin berkata seperti itu, tetapi ia merasa jika ia mengungkapkannya... maka....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, setelah ini semua berlalu, maukah kita makan bareng?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Oke. Aku akan mentraktirmu hamburger, daging asap, atau apalah, semoga berhasil!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu sosok Professor Koujiro benar – benar menghilang dari pandangan Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ia benar = benar pelit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba pikir, saat – saat «terakhir», kata – katanya tak terdengar keren.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa tersenyum pahit, lalu membalikkan laptop di tangan kirinya. Ia meletakkan jarinya yang mati rasa ke keyboard dan mulai mengetik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
STL #3… Connected to #4. #5, #6… Connected.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena kehilangan banyak darah, kata – kata yang muncul didepan mata Higa kini berlipat ganda. Ia menggelengkan kepala dan berbisik dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Baiklah, Kirito-kun, waktunya untuk bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil bercucuran airmata, Asuna menatap kekasihnya sambil berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kumohon, Kirito-kun. Aku bersedia mencurahkan seluruh hatiku, hidupku, segalanya... jadi, bangunlah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kirito-kun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Onii-chan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……… Sekarang… Kirito…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 348.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang memanggil namaku —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terbangun dari tidur panjangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka kelopak mataku, aku bisa melihat partikel – pertikel cahaya berwarna orange beterbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandanganku perlahan mulai fokus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kain putih — Gorden.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jendela berwarna perak. Bergaya klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ranting pohon yang melambai. Sebuah pesawat perlahan melintas di langit sana, membelah langit cerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil nafas dalam – dalam, mengangkat tubuh atasku dan melihat sebuah seragam ada di depan papan tulis kehijauan. Penghapus diayunkan, menghapus tulisan yang masih tersisa. Terus apa welah mau beli truck&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Um, Kirigaya-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendengar seseorang memanggil namaku lagi. Aku berbalik, dan melihat seorang siswi menatapku agak malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin menggeser meja ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya aku ketiduran di kelas lagi, aku bangun ketika kelas sudah selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab, lalu mengangkat tas milikku dari meja dan berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalaku pusing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti kelelahan yang terus menumpuk — ketika menonton sebuah film yang sangat lama. Aku tak bisa mengingat seluruh filmnya, tetapi emosi yang tercipta telah melekat di hatiku. Aku menggeleng kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berpaling dari siswi yang menatap keheranan, mengambil langkah menuju pintu keluar kelas, dan berguman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh… Apa itu mimpi…” ys mau beli truk&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
(To be continued)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_20&amp;diff=560460</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 17 Bab 20</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_20&amp;diff=560460"/>
		<updated>2020-01-22T06:29:42Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: /* Bab 20 -  Pertarungan Satu Sama Lain (7 Juli 2016/Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 20 -  Pertarungan Satu Sama Lain (7 Juli 2016/Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
5:00 A.M.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari 3.000 pemain berkumpul di kubah besar Pohon Dunia yang menjulang di tengah kota Alne, di pusat dunia ALfheim Online.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ksatria putih yang menjaga kubah telah dihapus. Sekarang , kesembilan ras peri sering menggunakan tempat ini untuk pertemuan dan jual beli, atau tempat berkumpulnya suatu event.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya empat orang yang bertatap muka dengan sekitar 3,000 pemain lain yang telah berkumpul pada pertemuan besar ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa Gnome Agil, Samurai Salamander Klein, Beast Tamer Cait Sith Silica, dan Blacksmith Leprechaun Lisbeth— teman «Black Swordsman» Kirito yang masih belum terbangun dalam dive-nya di «Underworld».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukul 4:20 A.M, ketika Klein dan Lisbeth telah mengirim pesan kepada setiap teman yang ada di daftar pertemanan mereka, hanya ada tiga pemain berstatus Penguasa yang sedang online. Tetapi, setelah memohon mereka dan teman-temannya, para Penguasa melanggar taboo untuk menghubungi pemain di dunia nyata. Sebagai hasilnya, semua pemain yang berhasil dihubungi telah berkumpul di kubah dalam waktu kurang lebih 40 menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tempat yang cukup luas ini, sekitar 30% dari para pemain terbang melayang maupun yang berdiri, menggunakan akun yang baru saja diciptakan. Mereka bukan orang baru dalam dunia VRMMO. Mereka para veteran dari permainan VRMMO lain yang diciptakan The Seed, mereka diundang oleh teman yang memiliki akun ALO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, 3.000 orang yang sedang berkumpul di kubah Pohon Dunia adalah pemain elit dari yang paling elit diantara para pemain VRMMO di Jepang. Mereka adalah harapan terakhir Yui, si top-down AI: mereka semua adalah satu-satunya pasukan yang bisa diharapkan untuk menyelamatkan Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kubah yang hening ini, suara yang dibesarkan secara sihir milik Blacksmith Leprechaun Lisbeth masih terus berkumandang secara emosional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa yang aku akan katakan bukanlah kebohongan, bukan juga lelucon! Sebuah organisasi penelitian Jepang telah menggunakan anggaran negara dan The Seed untuk menciptakan dunia virtual bernama «Underworld», dan ribuan pemain amerika yang tidak mengetahui fakta ini akan dive kedalamnya dan melakukan pembantaian pada penduduk yang tinggal di dalamnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth merasa malu akan nada bicaranya sendiri, tetapi tetap berusaha mempertahankannya karena inilah satu-satunya kesempatan, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para penduduk Underworld bukanlah sekedar NPC! Mereka adalah kecerdasan buatan yang sebenarnya, terlahir dari data yang bersumber dari banyaknya dunia VRMMO yang kalian mainkan! Mereka memiliki emosi seperti kita, mereka memiliki jiwa seperti kita! Kumohon, untuk melindungi mereka, pinjamkan kekuatan kalian! Tolong ubah data karakter kalian untuk masuk ke dalam Underworld!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengakhiri pidato lima menitnya, Lisbeth memantau para pemain, dan berharap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah-wajah para kerumunan peri terlihat bingung. Tentu saja, tak mungkin mereka langsung memahami apa yang baru saja didengarnya. Bahkan Lisbeth sendiri pun masih kurang memahami penjelasan Yui mengenai dunia Underworld, dan juga «Artificial Fluctlights» yang hidup didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lambaian tangan berusaha untuk menenangkan para pemain yang ribut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penguasa Sylph Sakuya melangkah maju, tubuh langsing-nya berbalutkan jubah hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lisbeth. Aku tak akan menuduh jika kamu dan teman-temanmu melakukan semua ini hanya untuk guyonan, terlebih lagi, pasti ada suatu masalah besar jika si bocah Kirito tidak log in selama sepuluh hari belakangan. Namun..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kalem dan lancar milik Sakuya menenangkan kebingungan pemain lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sejujurnya, sulit untuk menerima semua yang telah kamu katakan secara tiba-tiba. Ada AI yang memiliki jiwa, dan militer Amerika berusaha menguasai mereka …? Fakta-fakta tersebut sulit dinalar … tentu saja, untuk membuktikan kata-katamu, kami harus log in dan melihat dengan mata kami sendiri… tetapi kamu bilang jika dive ke dalam «Underworld» akan menyebabkan beberapa masalah, kan? Bisakah kamu menjelaskannya dulu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Saat ini akhirnya tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth mengambil nafas dalam-dalam, menutup matanya untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktunya untuk jujur. Jika aku gagal, tak ada seorangpun yang akan membantu kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka matanya dan memberi tatapan pasti pada Sakuya, Penguasa lain, dan pemain lainnya, Lisbeth menjawab dengan serius:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. —Underworld tidak beroperasi seperti permainan VRMMO, jadi akan ada beberapa masalah jika kamu dive kedalamnya. Pertama-tama, tidak ada jendela operasi dalam Underworld. Dengan kata lain, kalian tak akan bisa log out sesuka hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keributan menjadi semakin parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa log out sesuka hati; bukankah ini kata-kata yang akan menggambarkan permainan kematian di masa lalu, «Sword Art Online»? Sekarang ini, semua permainan yang dibuat berdasarkan The Seed, termasuk ALO, memiliki dua cara untuk log out: bisa menggunakan jendela operasi maupun perintah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satu-satunya cara untuk log out adalah “tewas” di dalam Underworld. Tetapi itupun menimbulkan masalah kedua. Dalam Underworld … tidak ada Pain Absorber. Jika kamu menerima damage besar yang membuat HP milikmu menjadi nol, kamu akan menderita rasa sakit yang cukup menyakitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semakin keras terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penahan rasa sakit adalah fungsi utama bagi server VR saat ini. Di dunia virtual yang tak memiliki fungsi ini, mendapat sebuah tebasan pedang ataupun luka bakar akan mengakibatkan rasa sakit yang menyakitkan di dunia nyata. Yang lebih parah, bekas luka tersebut  mungkin muncul pada kulit fisik seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan ini saja, masih ada masalah yang lebih besar ketika dive ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menunggu keributan menjadi agak tenang, Lisbeth lalu menginfokan para pemain efek samping ketiga dan juga yang paling parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Satu lagi. Underworld yang saat ini sedang berjalan bahkan tak bisa diatur oleh developer yang mengoperasikannya. Dengan kata lain … kita tak bisa menjamin jika data karakter kalian bisa di convert kembali ke dalam permainan aslinya … bisa saja, karakter itu sendiri akan tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah jeda sejenak—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan makian bergema di dalam kubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth, Klein, Silica dan Agil yang ada di tengah-tengah lantai kubah, dengan Yui yang duduk di pundak Klein dalam bentuk pixie-nya; masih diam berdiri, tubuh mereka berusaha menahan makian yang datang dari berbagai arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi seperti ini telah diduga oleh mereka berlima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3,000 pemain elit ini telah menghabiskan banyak waktu dan usaha untuk meningkatkan karakter mereka. Bagi pemain ALO, mereka telah menghabiskan banyak waktu untuk menebas monster, dan itu hanya mendapat satu EXP; tindakan itu seperti usaha untuk mengeringkan sebuah danau dengan menggunakan ember, dilakukan setiap hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin mereka akan tetap diam setelah mendapat info jika mereka akan kehilangan karakter yang mereka kembangkan dengan sepenuh jiwa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“J… Jangan bercanda!!” seorang pemain dari dalam kerumunan berteriak sambil mengacungkan jari tengahnya ke Lisbeth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah pemain Salamander yang mengenakan armor crimson, sambil membawa kapak di punggungnya. Dia tampaknya pemain setingkat Komandan dibawah pimpinan Penguasa Mortimer dan General Eugene.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melepas helm miliknya dan menunjukkan mata yang terisi kemarahan, Salamander tersebut berteriak hingga mampu membuat kelompok lain dibelakangnya terdiam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau menyuruh kami berkumpul disini lalu dive ke dalam server ampas; sungguh konyol. Sekarang kau mengatakan jika kita bisa kehilangan karakter?! Apa kau mampu membayar jika kami kehilangan karakter itu selamanya?! Ataukah ini adalah sebuah jebakan untuk melemahkan seluruh ras Salamander?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………Gh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth menahan Klien yang akan menonjoknya, lalu berusaha menjawab dengan tenang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, kami tak bisa. Aku sangat tahu jika karakter yang telah kalian kembangkan sungguh berharga. Itulah mengapa kami memohon kalian untuk menolong kami … apa yang sebenarnya ingin kukatakan adalah, tolong bantu teman kami yang ada di Underworld, mereka mempertaruhkan nyawanya di garis depan melawan serangan pemain Amerika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Lisbeth tidak berteriak, suaranya masih bisa terdengar di dalam kubah. Si Salamander tampaknya bisa menahan emosinya, tetapi tiba-tiba emosinya semakin meluap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“‘Teman’ yang kau bicarakan itu seorang SAO survivor, benarkan?! Mereka itu orang-orang yang selalu berekspresi ‘Aku-lah yang terkuat’ di wajahnya! Aku tahu itu, kalian yang berasal dari SAO selalu memandang rendah kami!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini giliran Lisbeth yang tak bisa bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth tak pernah berpikir jika ada orang yang berpikiran sama dengan si Salamander. Tetapi, jika dipikirkan lagi. Setelah mendapat status player-nya, ia menuju New Aincrad bukannya kota dibawah, ia tak pernah turun dari Kastil Melayang dan hanya berbicara dengan kawan lamanya; itu memang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Salamander meneruskan ucapannya, setelah melihat ekspresi penyesalan Lisbeth:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli dengan artificial intelligence, atau rahasia negara?! Jangan terlalu pede dan membawa-bawa dunia nyata kedalam VRMMO! Kau bisa pergi sendiri sana! Bukankah itu lebih baik, wahai sang Survivor?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yeah, pergi sendiri sana; makian seperti itu semakin terdengar dari kerumunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak bisa melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata-ku tak bisa tersampai pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth hanya bisa meneteskan air mata ketika ia menatap para pemain kuat asli ALO yang ia kenal— Penguasa Sylph Sakuya, General Salamander Eugene, dan Penguasa Cait Sith Alicia Rue.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun mata mereka bertemu dengannya, mereka tetap membisu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan mata mereka seolah menunjukkan pada Lisbeth arti tunjukkan kami ketetapan yang kau miliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth mengambil nafas dalam-dalam, lalu menutup matanya erat-erat. Ia memikirkan Asuna yang sedang kesusahan bertarung saat ini; juga Kirito, yang masih terluka; Leafa dan Sinon, yang telah lebih dahulu masuk ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Pada levelku yang sekarang, bahkan jika aku mengkonvert-nya. Aku tak akan bisa bertarung seperti Asuna atau yang lainnya. Tetapi pasti ada yang bisa aku lakukan. Sekarang ini, tempat ini adalah pertarunganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka matanya dan menyeka air matanya, Lisbeth melanjutkan pidatonya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ya, aku memang membawa masalah dunia nyata ke sini. Dan seperti yang kau katakan, orang-orang yang berasal dari SAO mungkin senang mencampurkan dunia nyata dan dunia virtual. Akan tetapi, kami tak pernah menganggap diri kami sebagai seorang pahlawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam tangan Silica, yang juga berair matanya, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Silica dan aku saat ini sedang masuk ke dalam sekolah bagi para survivor yang kau sebutkan tadi. Kami tak memiliki pilihan, karena sekolah kami sebelumnya telah mengeluarkan kami di tengah tahun pelajaran. —Semua siswa-siswi di sekolah survivor harus mengikuti konseling setiap bulan. Mereka memonitori aktivitas gelombang otak kami menggunakan AmuSpheres, dan kami diajukan beberapa pertanyaan yang tak mengenakkan seperti, ‘Apakah kamu tak bisa membedakan kenyataan’, atau, ‘Apakah kamu ingin menyakiti orang lain’. Ada anak-anak yang dipaksa meminum obat yang mereka benci. Bagi pemerintah, kami ini seperti kriminal yang butuh penanganan kusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang ketika pidatonya, gelombang makian tampak mereda, dan keheningan melanda kubah ini. Bahkan si Salamander yang tadi memaki membuka matanya karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth tak tahu akan membawa arah pidatonya kemana. Dia tak bisa menghentikan emosinya yang mengalir ke dalam perkataan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tetapi… sejujurnya, para pemain lama SAO bukanlah satu-satunya yang diperlakukan begini. Semua pemain VRMMO juga dipandang seperti ini, kurang lebih. Beberapa orang berkata jika kita hanyalah kumpulan orang yang tak bisa bersosialisali, beberapa orang menganggap kita melarikan diri dari membayar pajak dan uang pensiun… ada yang bahkan menerima panggilan untuk kembali bekerja, memaksa kita kembali ke masyarakat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth bisa merasakan kegelisahan yang melanda ribuan pemain. Jika ia berbicara ketus, kemarahan mereka akan berlipat ganda melebihi sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Lisbeth meletakkan tangan kirinya ke dada, dan berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi aku tahu! Dan aku yakin! Jika ini kenyataan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya menyapu ke sekeliling— menuju seluruh Alfheim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dunia ini, dan banyak dunia virtual lainnya saling terhubung, bukanlah tempat untuk melarikan diri! Bagiku, ada kehidupan sejati di sini, teman nyata, tawa, musuh, juga perpisahan … ini kenyataan!! Aku tidak sendiri, benar kan?! Karena kita yakin dunia ini adalah kenyataan lain sehingga kita bisa berusaha keras, benar kan?! Namun, jika kita menganggap ini hanya sebuah permainan, sebagai dunia virtual, dan meninggalkannya, jadi dimana ‘kenyataan’ milik kita …?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa menahan mereka lebih lama, Lisbeth merasa air mata menuruni wajahnya. Tetapi dia tak ingin menyekanya, lalu mengutarakan kata-kata terakhir:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Dunia yang telah kalian capai; dunia tersebut saling terhubung seperti Pohon Dunia ini, dan kini telah berkembang. Dan kuncup bunga yang disebut Underworld telah mekar, aku ingin melindunginya! Kumohon, aku memohon kalian … pinjami kekuatan kalian …!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth menuju bagian atas kubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pandangannya yang ditutupi air mata, kemilau cahaya dari sayap ribuan peri terpantul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cahaya perak menyilaukan membentuk lintasan berbentuk busur di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, dengan sekali hentak tali tebal tersebut putus dan menari di udara bagaikan ular hitam. Sepuluh prajurit musuh yang bergelantungan di tali tersebut terjatuh ke lembah tak berdasar, mereka berteriak. «Twin Edged Wings», sebuah Divine Instrument yang berhasil memotong tali tersebut dengan begitu mudahnya kini kembali ke tangan Integrity Knight Renri Synthesis Twenty-Seven.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Renri telah berhasil memotong lima dari sepuluh tali yang disiapkan pasukan Tanah Kegelapan untuk menyeberangi lembah dengan begitu mudah, wajahnya tidak menunjukkan rasa bangga. Malahan ia merasa terbebani oleh perintah untuk melukai pasukan musuh yang tak berdaya yang berusaha menyeberangi lembah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga berlaku bagi Asuna yang berada di sebelah Renri sambil menggenggam tali kekang kuda putihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna, Renri, Integrity Knight Alice Synthesis Thirty, Integrity Knight Sheyta Synthesis Twelve, dan Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One tiba, sambil menunggang kuda, ratusan pasukan musuh telah berhasil menyeberangi lembah tersebut, mereka berlima mulai menyerang musuh yang mencoba melindungi tali yang tersisa. Banyak musuh telah tewas oleh tiga Knight yang berada paling depan: Bercouli, Sheyta, dan Alice. Beberapa diantara mereka mencoba menyerang Renri dari samping, Asuna terpaksa mengayunkan rapier-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia virtual «Underworld», yang tercipta berdasarkan paket program The Seed, Sword Skills dan Skill Horse Riding dari era SAO masih bisa digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, Asuna sekarang menggunakan Super Account «Dewi Pencipta, Stacia» yang mana memiliki parameter yang cukup tinggi; untuk tambahan, rapier yang digunakannya, «Radiant Light» memiliki status lebih tinggi dari Divine Instrument milik Integrity Knight. Malahan, Sword Skill dasar «Linear», bisa dengan mudah menembus armor milik seorang Dark Knight mupun tubuh para Petarung Tangan Kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah dari musuh yang terluka, teriakan kesakitan mereka, nyawa yang melayang, semuanya nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang di Underworld, baik yang berasal dari Kerajaan Manusia atau Tanah Kegelapan memiliki jiwa yang sama dengan Asuna— Fluctlights. Musuh Asuna tak perlu ditanyakan lagi adalah manusia seperti dirinya, namun mereka dengan mudah terbunuh dengan satu serangan karena nilai status senjata yang digunakannya; kenyataan ini menambah kesakitan dan kengerian dalam hati Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih parah, mereka maju secara tragis, sungguh jelas jika para Dark Knight dan Petarung Tangan Kosong tidak melakukan hal tersebut atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluctlights Buatan ini memiliki sifat tak bisa melawan perintah yang diberikan oleh atasan. Dibawah perintah «Dewa Kegelapan, Vektor », seorang manusia dunia nyata yang menggunakan sebuah Super Account seperti Asuna. Pasukan ini terus melancarkan serangan mereka meskipun tahu jika mereka akan mati sia-sia. Dengan kata lain, mereka hanyalah korban yang terjerat karena permasalahan perebutan teknologi di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Asuna masih berjuang sepenuh tenaga agar menekan pemikiran ini dari dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, prioritas utamanya adalah melindungi «Putri Cahaya» Alice, yang sedang diincar oleh Vektor— juga Kirito yang berada di perkemahan dibelakang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mendapat informasi jika pasukan musuh dari Tanah Kegelapan yang tersisa adalah para Petarung Tangan Kosong dan Dark Knight. Jika mereka berlima bisa memanfaatkan kesempatan ketika musuh sedang menyeberang dan menghabisi mereka, Vektor tak akan memiliki pasukan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Baiklah, ini yang ke-enam!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ketetapan Integrity Knight Bercouli membuyarkan pikiran-pikiran Asuna. Setelah Alice, Sheyta, dan Renri mengiyakan, Asuna juga mengikutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika mereka memutar kuda dan bersiap untuk bergerak ke barat, tiupan terompet terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menoleh kebelakang, mereka bisa melihat Pasukan Pengecoh Penjaga Kerajaan Manusia berhenti di sebuah bukit satu kilol jauhnya, mulai menuruni dengan formasi teratur. Setelah melakukan persiapan lima belas menit dari waktu keberangkatan para Integrity Knights, mereka turun untuk membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka ini… membuatku gelisah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Bercouli agak menyindir, tetapi karena sudah ada 500 Petarung Tangan Kosong yang berhasil menyeberangi lembah, bukan waktu yang buruk bagi bala bantuan untuk muncul. Selama para Penjaga bisa menahan pasukan musuh, memotong sisa lima tali agak terasa cukup mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tampaknya kita memenangkan pertarungan ini, Vektor-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membatin—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia bisa menyelesaikan pemikirannya, fenomena aneh memasuki pandangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi cahaya matahari terbit, objek misterius mulai berjatuhan dari atas langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis merah. Bukan hanya satu. Sepuluh… Seratus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, Ribuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis tersebut terlihat seperti noda kecil yang saling terhubung. Menyipitkan matanya, Asuna melihat noda tersebut bukan angka maupun huruf dari alfabet bahasa Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis-garis ini turun perlahan ke sisi lembah, kira-kira satu atau dua kilol di bagian timur medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan, tidak hanya Asuna, tetapi juga Integrity Knights, dan bahkan Dark Knights juga Petarung Tangan Kosong dari Tanah Kegelapan, menahan pertempuran untuk melihat peristiwa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis merah pertama menusuk tanah hingga retak dan mulai bergetar—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya butuh beberapa detik hingga garis tersebut berubah menjadi sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ia lihat membuat ketua Petarung Tangan Kosong Iskahn melupakan kemarahan yang menyelimuti tubuhnya, bahkan walau itu hanya beberapa detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Apa itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain lembah besar, lima ratus Pasukan Tanah Kegelapan yang berhasil menyeberang jembatan tali tanpa takut menghadapi lima Integrity Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun gerakan mereka tiba-tiba terhenti, dan mata mereka terarah ke sisi lain medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Iskahn juga tertarik akan pemandangan ini, secara tak sadar menoleh ke sisi yang sama. Disana, ia melihat hujan berwarna merah darah berjatuhan di arah timur sekitar dua kilol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gemuruh aneh, garis-garis merah berjatuhan dari surga. Ketika menyentuh tanah, dengan cepat mereka membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit baru telah muncul dihadapan mereka, tubuhnya berbalut armor crimson, dengan membawa pedang panjang, kapak perang, dan tombak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun warnanya berbeda, bentuk armor mereka sangat mirip dengan Dark Knight Order. Dengan sekali pandang, mereka tampaknya adalah bala bantuan yang dipanggil Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Iskahn merasakan ada sesuatu yang ganjil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para prajurit merah ini berbaris tak beraturan tanpa ada yang memimpin. Mereka tak seperti prajurit yang dilatih dibawah komando Jenderal Kegelapan Shasta yang telah meninggal. Beberapa diantara mereka mengobrol dengan angkuh, beberapa duduk di tanah, dan beberapa memutar-mutarkan senjata mereka tanpa menunggu perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang paling mengejutkan adalah— jumlah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah hujan berhenti, pasukan yang telah berkumpul berjumlah mengerikan. Ia mengira-ngira jika jumlah mereka melebihi sepuluh ribu, duapuluh ribu … sepertinya tiga puluhribu. Jika Dark Knight Order memiliki tim bala bantuan sekuat itu, mengapa mereka tidak menggulingkan Sepuluh Pemimpin Bangsawan sejak lama dan membuat Tanah Kegelapan dalam kuasa Shasta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, rasa terkejut dan bisik-bisik terjadi diantara Dark Knights dala pasukan di sisi lembah ini. Bahkan mereka tak tahu menahu. Apa-apaan itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti ini, para prajurit merah tersebut pastilah “Pasukan Tanah Kegelapan” yang sesungguhnya yang telah dipanggil Kaisar mereka, Dewa Kegelapan Vector menggunakan secret arts.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari ini, keterkejutan Iskahn berubah menjadi kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia bisa memanggil pasukan sebesar ini —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia tak melakukannya sejak tadi?! Itu berarti para Petarung Tangan Kosong dan Dark Knight yang susah payah menyebrangi lembah hanya digunakan sebagai umpan untuk mengalihkan perhatian musuh?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggu— bagaimana jika memang seperti itu??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah pemberian perintah oleh Kaisar memang bertujuan untuk mengulur waktu agar bisa memanggil kawan-kawannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…… Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya perintah ini. Ketika pertarungan di Gerbang Besar Timur, kekalahan Pasukan Tanah Kegelapan sungguh tak normal. Baik itu para Goblins, Raksasa, Ogre, atau bahkan Guild Pengguna Dark Art, mereka semua telah disapu habis. Namun Kaisar bahkan tidak berduka atas kematian mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, bagi Kaisar Vector, lima ribu orang dari Pasukan Tanah Kegelapan hanyalah bidak sejak awal!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, Iskahn, si pemimpin muda dari Guild Petarung Tangan Kosong hanyalah seorang pemuda yang hanya memikirkan latihan untuk mengasah skill-nya dan demi suku-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sekarang, pikirannya telah menyimpulkan untuk pertama kali, mencapai titik dimana ia bisa melihat kenyataan yang ada di seluruh Tanah Kegelapan, Kerajaaan Manusia, dan seluruh Underworld. Cara pandang ini menimbulkan konflik di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar adalah keberadaan yang terkuat. Ia harus mematuhi yang terkuat, tanpa perlu memprotes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan rasa sakit yang belum pernah dirasakan sebelumnya, kini menusuk mata kanannya. Iskahn mengerang sambil menutupi mata kanannya. Si Pemimpin Petarung Tangan Kosong terjatuh, dan berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan susah payah, ia bisa melihat ke tigapuluh ribu pasukan crimson mulai berlari, berbicara dengan bahasa yang tak ia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lokasi yang mereka tuju, hampir seribu pasukan Kerajaan Manusia menyatukan formasi dengan Integrity Knight untuk melakukan serangan balik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara kedua pihak, lima ratus Petarung Tangan Kosong dan Dark Knights masih terdiam, kebingungan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tampaknya, meskipun menerima perintah tak berbelas kasih dari Kaisar, sang Kaisar sepertinya berniat menyelamatkan lima ratus prajurit tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn menenangkan dirinya ketika rasa sakit masih menyerang mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahkan setelah pengorbanan mereka, ia masih meremehkan betapa kejamnya Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika lima ratus Prajurit Tanah Kegelapan, Penjaga Kerajaan Manusia, dan Pasukan Kegelapan bertemu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak terhitung banyaknya pedang, kapak perang, dan tombak tersinari cahaya matahari terbit—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dengan teriakan haus darah, Pasukan Kegelapan menebas Petarung Tangan Kosong yang seharusnya menjadi teman mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang-orang ini… mengapa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya Asuna mendengar teriakan terkejut dari Komandan Knight Bercouli, tetapi kata-kata tersebut sudah diduganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
30.000 prajurit yang baru saja turun … bukan, lebih tepatnya dive ke medan peperangan bagian timur ini dipastikan dipanggil oleh Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi dari mana ia mendapat orang sebanyak ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ia menciptakan karakter menggunakan sistem control? Tetapi Pusat Console masih terkunci, dan perintah macam ini tak mungkin dilakukan oleh administrator; satu-satunya cara untuk menambah petarung adalah dari dunia nyata, lalu dive seperti yang Asuna lakukan, tetapi para penyerang hanya memiliki dua STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna panik untuk sesaat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebingungannya terganggu oleh teriakan Pasukan Crimson yang akan mendekat dalam jarak ratusan mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Charge ahead!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Give ‘em hell!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahasa Inggris!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang ini adalah manusia dari dunia nyata— menilai dari aksen mereka, mereka orang Amerika!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, mengapa mereka ada disini… Underworld seharusnya terisolir dari dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak––&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin, bagi orang yang dive menggunakan STL, Underworld adalah dunia berbeda yang diciptakan menggunakan “Mnemonic Visual” dengan kenyataan yang mendekati dunia nyata. Tetapi, dasar bagi setiap VRMMO, «The Seed» juga digunakan dalam mendesain dunia ini. Dengan kata lain, selama seseorang menggunakan AmuSphere, mereka bisa dive ke dunia ini menggunakan server sederhana yang menggunakan polygon— terlebih lagi, Ocean Turtle memiliki jaringan bandwith kelas satelit militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, jika seseorang membuat sebuah client program yang mengikutsertakan alamat server utama Underworld dan beserta akun informasi dan menyebarkannya di dunia nyata—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya memanggil puluhan ribu; bahkan memanggil ratusan ribu pasukan sangatlah mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi yang lebih mengejutkan Asuna adalah bagaimana Pasukan Crimson tersebut bertindak; mereka mulai menyerang teman sendiri, pasukan Dark Knight dan Petarung Tangan Kosong, tanpa keragu-raguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap, Apa yang mereka laku…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah mereka seharusnya temenan??!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Knight berteriak sambil mencoba menahan serangan, tetapi jumlah mereka sangatlah keterlaluan, dan lagi, status senjata dan armor Pasukan Crimson lebih tinggi daripada equipment milik Pasukan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu persatu pedang dan perisai mulai patah dengan bunyi klang dari masing-masing musuh, cipratan darah mulai membanjiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dude that’s awesome!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pretty gore!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang Amerika ini mungkin tak sadar tentang kondisi peperangan ini. Mereka mungkin menganggap dive mereka ke dalam dunia ini sebagai pemain beta test dalam suatu VRMMO. Terlebih lagi, Asuna tak bisa menyalahkan mereka yang mengayunkan senjata dan membunuh semuanya. Karena bagi mereka, para prajurit bukanlah makhluk yang setara dengan manusia; mereka NPC, sesuatu yang tak berharga. Tentu saja, tak semuanya benar-benar brutal; di dunia nyata, mereka tetaplah pemain VRMMO yang ramah dan sering bekerja sama dengan pemain lain dalam server yang sama. Jika ada waktu untuk menginfokan kondisi Underworld dan Artificial Fluctlight ini, Asuna yakin jika banyak diantara mereka yang akan menurunkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mereka terlalu sibuk saat ini. Bahkan jika Asuna mencoba memasuki pertempuran dan menjelaskan situasi ini dalam bahasa Inggris, mereka hanya akan menganggap dirinya sebagai seorang NPC. Jika berkata pada mereka “membunuh musuh sekarang akan mendapatkan point, dan kalian bisa menukarkannya untuk rare items setelah pembukaan resmi”, bahkan pemain Jepang akan melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat kata, meyakinkan mereka melalui suara tak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang hendak dibunuh pemain Amerika bukanlah NPC, melainkan Artificial Fluctlights yang memiliki jiwa. Setelah menghabisi pasukan Tanah Kegelapan, orang-orang dari Kerajaan Manusia akan menjadi target selanjutnya. Lalu, karena menjadi satu-satunya yang menggunakan tubuh palsu, Asuna harus bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ketetapan seperti itu, Asuna mengangkat rapier di tangan kanannya dan mulai melafalkan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“System call! Create field object!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya berwarna-warni berkumpul di rapier-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin menciptakan lembah tak berdasar seperti yang ia lakukan sebelumnya; jika ia melakukannya lagi, Asuna akan memutus jalan pulang Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia. Lalu Asuna membayangkan batu raksasa setajam tombak dan menebaskan rapier-nya kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laa—, dengan suara merdu. Cahaya berwarna-warni melesat dari ujung rapier-nya tepat menuju ke tanah diantara pasukan Amerika dan Tanah Kegelapan yang sedang bertempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah dihadapannya tiba-tiba berguncang hebat dan memunculkan tombak-tombak tanah yang menjulang setinggi 30 mel. Sepuluh Pasukan Crimson yang berdiri diatasnya terlontar jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat gunung muncul dari tanah, menjulang ke langit, dan tanah makin bergetar tiada henti. Memaki dalam bahasa inggris, ratusan pasukan crimson terlempar tinggi; beberapa orang bahkan tertusuk bebatuan, sementara yang lain jatuh ke tanah dan bermandikan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa mengeluarkan semangat karena membayangkan bagaimana orang-orang ini tewas, rasa sakit yang begitu intens menyerang pikirannya dan membuatnya terjatuh ke belakang kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan keperakan bermunculan di penglihatannya ketika ia berusaha bernafas dan mulai bangkit. Rasa sakit kali ini lebih parah ketika ia menciptakan lembah tadi malam. Asuna kini menerima rasa sakit karena data dataran yang mengalir masuk ke jiwa-nya sangat besar … rasa sakit ini seperti mencabik Fluctlight dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak boleh gagal disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika demi Kirito yang terluka, ia akan melakukan sebisanya. Asuna memikirkan ini ketika menggeramkan gigi dan mencoba mengeratkan tali kekang kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat milik pemain Amerika yang datang dari medan peperangan bagian timur tampaknya semakin berapi-api dari sebelumnya. Tetapi karena lima gunung yang diciptakan selebar 500 mel, mereka akan segera mengitarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus menciptakan dinding batu di bagian selatan, jadi Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia bisa mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat tangan kanannya yang gemetaran sekali lagi, kelelahan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tangan tersebut di genggam erat oleh tangan berbalut armor yang bersinar karena cahaya matahari terbit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Alice?!…” Asuna memanggil knight emas dengan suara parau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah putih cantik knight emas seolah menahannya, ia menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu memaksakan diri, Asuna. Serahkan ini pada kami para Integrity Knight.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T… Tetapi, orang-orang ini musuh dari Dunia Nyata … dari duniaku…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Meskipun begitu, jika hanya sepuluh ribu pasukan yang haus darah sambil mengayunkan senjata-nya, itu tak akan membuat kami takut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yep, dan kali ini giliran kita menunjukkan kemampuan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menambahkan sambil menyeringai tak gentar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun nada suara para Knight agak meredakan ketakutannya, Asuna bisa melihat salah pemahaman di wajah mereka tentang Dunia Nyata, bahkan lebih buruk dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah pasukan crimson 30 kali lebih banyak dari jumlah Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukanlah sesuatu yang bisa dihadapi hanya menggunakan keberanian. Tetapi Komandan Knight mengangkat pedang panjang miliknya tinggi-tinggi, dan berteriak mengucapkan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar! Semua pasukan, buatlah pertahanan ketat! Jangan biarkan musuh menerobos!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… Ohh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang keluar dari mulut Iskahn bukan lagi bahasa manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… OHHHHHHHHHH—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah berjatuhan dari penyebrang pertama. Tetapi si Petarung muda ini berteriak seperti hewan liar, seperti tak merasakan rasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman Iskahn, Dempe, yang berdiri di sisinya bisa merasakan apa yang dirasakan Iskahn, ia menunduk … menunduk ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua tewas. Semua dikorbankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit sukunya, dalam kekacauan semakin menghilang, tak bisa bertahan dari pedang-pedang hitam yang menerjang, jiwa mereka menghilang di dalam kabut darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, pasukan kita tak bisa berhenti untuk menyeberang menggunakan lima tali yang tersisa, mereka tak bisa berhenti karena perintah Kaisar untuk “sampai ke sisi seberang” masih berlaku. Mereka hanya bisa mematuhi perintah atasan, dengan hati-hati menyeberangi jembatan, lalu dikepung pasukan crimson dan ditebas tanpa belas kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa— mengapa Kaisar tidak memberi perintah untuk berhenti menyeberang lembah, atau memberi perintah pada pasukan itu untuk berhenti menyerang Pasukan Tanah Kegelapan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah prajurit suku-nya hanyalah umpan, hanyalah tumbal untuk memanggil pasukan crimson?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harus… Ke Kaisar…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus melapor pada Kaisar. Ia harus memohonnya untuk menghentikan operasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Geram dan gelisah, Iskahn mengambil langkah pelan menuju kereta komando di belakang mereka. Hampir separuh penglihatan kanannya memerah, rasa sakit menusuk mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Dempe melihatnya, wajah cemasnya seperti ingin mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika itu, sebuah bayangan hitam raksasa terbang diatasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn serta Dempe secara insting melihat keatas menuju bayangan yang ada di langit; itu seekor naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendarai diatasnya adalah sesosok manusia yang mengenakan armor hitam, berambut emas, serta mengenakan mantel mewah— Kaisar Vector sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… AH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia bisa mendengar teriakan Iskahn, Kaisar yang duduk memandang bawah sekilas. Tak ada emosi dari mata hitamnya. Tatapannya sedingin es, tak memiliki rasa kasihan— bahkan bagi prajuritnya yang tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Kaisar Vector memalingkan wajahnya dari Iskahn, dan menuju selatan lembah bersama naganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini— Dewa. Inikah tindakan seorang pemimpin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika pemimpin seperti ini, jika si paling kuat memiliki kekuatan yang begitu besar—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seharusnya bisa bertanggung jawab!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memimpin pasukannya. Memerintah, membawa kemakmuran daerahnya; itulah kewajiban seorang pemimpin. Terlebih lagi, seseorang yang mengirim sepuluh ribu nyawa hingga tewas tanpa merasakan apapun— sang Kaisar— mata kanan— tidak kompeten— mata kanannya sakit— untuk menjadi seorang pemimpin …!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwo…. OH… OHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn mengangkat tinjunya tinggi-tinggi, dan membentuk jarinya seperti sebuah kait.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa penyesalan, ia menusukkan jari tersebut ke sumber panas pikirannya — mata kanannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke… Ketua!! Apa yang kau lakukan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ishkhan mengangkat telapak tangan kirinya untuk menahan Dempe menghampirinya, kemudian, mencukil bola mata kanan miliknya sendiri. Bola putih tersebut memancarkan sinar di telapak tangannya, tetapi seketika itu pula cahayanya meredup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, Iskahn telah sampai ke titik dimana telah berhasil melepas «Code 871» menggunakan semangatnya sendiri, seperti Alice dan Eugeo. Terlebih lagi, ia masih tak bisa membantah perintah pengkhianatan terhadap Kaisar, ataupun menolak dua perintah Kaisar, yaitu: “Melanjutkan operasi menyeberang lembah” dan “Kau tak boleh menyeberangi jembatan tali”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ia telah menemukan cara yang agak kasar guna mengakali perintah Kaisar— dan metode ini cukup penuh dengan kegagalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn berbalik dan berbicara pada Dempe yang menatapnya tak berkata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar tidak mengatakan pada kita mengenai pasukan crimson, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Tidak, dia tidak. Tetapi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, jika kita membunuh mereka, berarti kita tidak melanggar perintah Kaisar kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Champion…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn memandang tampang bodoh Dempe dengan mata kirinya, lalu membuat perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar… setelah menyeberangi jembatan, semua suku Petarung Tangan Kosong akan menyerang pasukan crimson. Tak peduli apapun, kita harus menolong teman-teman kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah…?! Maksudmu jembatan, bagaimana… maksud…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tau apa yang akan aku lakukan. Kuserahkan sisanya padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata-kata kalem tersebut, Iskahn berbalik memandang lembah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, api menyala di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu si pemimpin Petarung Tangan Kosong perlahan mulai berlari menuju lembah, meninggalkan jejak kaki dibelakangnya. Ia berlari semakin cepat, hingga berubah menjadi kilatan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku tak boleh menyeberangi tali.... maka aku tinggal melompat saja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak seperti itu di hatinya, ia menjejakkan kakinya menuju lembah yang lebarnya hampir seratus mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melompat” adalah skill penting dalam latihan Petarung Tangan Kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Latihan ini perlahan bermula dari melompati lubang pasir, lalu berlanjut untuk meningkatkan kepercayaan diri dengan melompati tumpukan pisau dan minyak, dan sebagai dasar pembentuk teknik lompatan itu sendiri; dengan kata lain «incarnation».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, jarak lompat seorang Petarung bisa melebihi 20 mel. Di dunia dimana kau tak bisa terbang, lompatan ini adalah jarak terjauh yang bisa dicapai tubuh manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, apa yang hendak dilompati Iskahn sekarang ini adalah lembah tak berdasar yang lebarnya lima kali lipat. Para Petarung Tangan Kosong mulai menatap ke depan, hatinya seperti terbawa angin, tubuhnya meninggalkan jejak api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh mel, duapuluh mel. Tubuhnya masih melambung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tigapuluh mel. Tigapuluh lima mel. Angin kuat berhembus dari bawah lembah, mendorongnya semakin tinggi seolah ia memiliki sayap tak kasat mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empatpuluh mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal sedikit lagi— ia hanya perlu naik sedikit lagi … lalu ia akan bisa sampai ke seberang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum ia mencapai tengah lembah, angin hembusan berhenti seketika. Tubuhnya kehilangan dorongan; batas lompatannya mencapai titik maksimal, dan ia mulai turun seperti panah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia… kurang lima mel menuju titik tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“UWOOOOOHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn berteriak, menjulurkan tangan kanannya ke depan, berusaha menggapai udara hampa. Tetapi tak ada tempat untuk tangannya atau kakinya; hanya udara dingin dari kegelapan dibawahnya, menyelimuti tubuhnya agar terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“CHAMPIOOOOOOOOOON!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan menggetarkan sampai ke telinga Iskahn.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memutar kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temannya, Dempe, telah menggenggam batu besar, dan bersiap untuk melemparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemimpin menyadari apa yang akan dilakukan sahabat setianya. Tetapi— melempar batu besar lebih dari limapuluh mel sungguh mustahil bagi manusia …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gowa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Dempe tiba-tiba berotot, otot dan uratnya tampak, seolah seluruh kekuatan ditubuhnya menuju ke satu titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria kekar berlari beberapa langkah, dan melemparkan batu besar dengan sepenuh tenaga menggunakan kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara bergetar hebat, batu besar tersebut seolah diluncurkan oleh meriam— lalu, Tangan Kanan Dempe meledak, daging dan darah berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn melihat sosok Dempe terjatuh ke tanah menggunakan mata kirinya, menggeramkan giginya, lalu memfokuskan konsentrasinya menuju batu yang terbang ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… YAAAAAAAH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sebuah teriakan, ia menjejakkan kaki kirinya ke batu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaaan!! Batu besar tersebut hancur berkeping-keping menahan daya tolak, tetapi tubuh kecil Iskahn kini melayang ke udara. Swordsmen yang saling bertarung di sisi lain lembah semakin dekat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Damn!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mencabut rapier miliknya dari tubuh pemain Amerika yang memaki sambil kesusahan bernafas di kuda miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berbeda ketika ia harus melawan orang-orang dari Tanah Kegelapan; ia tak perlu menahan diri apabila harus mencabut nyawa seseorang. Asuna yang dulunya dikenal sebagai “The Flash”, kemudian “Berserk Healer”, akhirnya bisa menggunakan kombo Sword Skill; jumlah pasukan crimson yang berjatuhan karena tebasannya mencapai sepuluh orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi— meskipun begitu, mereka terlalu banyak!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya Asuna, Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia dan empat Integrity Knights juga harus bertarung susah payah, dan akhirnya bisa membuka jalan ke selatan. Tubuh-tubuh telah bertumpuk bagaikan gunung dihadapan pasukan yang maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, mereka tak bisa menahan gelombang serangan pasukan crimson yang tak ada akhirnya, dan pasukan kita hanya bisa bertahan di posisi semula. Yang lebih penting, mereka dengan sigap sadar jika musuh yang telah dihancurkan akan menghilang dalam hitungan detik, tak meninggalkan jejak darah di tanah— mereka menyadari jika musuh bukanlah orang hidup, melainkan pasukan hantu. Kemudian…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah… No… AAAAHHH—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semangat membuat Asuna berbalik arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Lalu, ia melihat lubang terbuka di barisan formasi bertahan pasukan-nya, dan orang-orang Amerika berebutan memasuki celah tersebut sambil memaki Penjaga yang lemah. Para Penjaga dikelilingi musuh yang melebihi jumlah mereka, lalu terjadilah; daging dan darah berhamburan ke udara, teriakan kesakitan perlahan berubah menjadi teriakan kematian. Gambaran kematian yang begitu nyata tampaknya membuat pasukan crimson semakin haus darah, seketika mereka semakin melaju guna mengincar mangsa baru untuk ditebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan…. HENTIKAN…!!” Asuna berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sadar jika harus mengorbankan beberapa prajurit dan harus segera ke selatan secepat mungkin. Tetapi ia tak bisa mengontrol dirinya dan meloncat dari kudanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HENTIKAN—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melaju menuju pasukan crimson seorang diri, teriakannya menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tahu jika pemain Amerika telah diperdaya, ia tak bisa menahan kemarahannya lebih lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zzkukukuk—!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya bercahaya, dan «Radiant Light» menebas lurus menuju helm prajurit crimson. Empat orang terluka dan menjatuhkan senjata mereka, berteriak kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat reaksi tersebut, Asuna mengerti meskipun mereka dive menggunalan AmuSpheres, mereka tak dilindungi oleh Pain Absorber. Sejujurnya, Asuna sudah menyadarinya sejak tadi, jadi dia mencoba untuk melancarkan serangannya menuju jantung, membunuh langsung orang tersebut dan membuat mereka log out dari dunia ini, tapi cara pemikiran seperti ini seketika menghilang dari diri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memanfaatkan prioritas senjatanya, ia kini menargetkan tusukan rapier-nya menuju armor milik musuh, membuat mereka terjatuh dan terkadang mematahkan pedang mereka menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi pemain Amerika, musuh yang ada dihadapan mereka hanyalah poligon, dan darah mereka hanyalah spesial efek yang diciptakan computer. Tetapi bagi Asuna yang dive menggunakan STL, mereka nyata, dan darah yang menyembur terasa hangat, baunya juga terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberasa saat kemudian, genangan darah mencapai ke kaki Asuna, dan secara tak sengaja ia terpelincir dan jatuh. Pasukan yang berbadan besar lalu mengelilinginya ketika ia hendak berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Take this!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kapak perang mengayun ke bawah, Asuna berusaha menghindar ke kanan. Tetapi sebelum ia bisa menarik tangan kirinya, kapak perang tersebut berhasil menebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gatsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara keras, lengan kirinya putus dari ujung siku, tangan tersebut melayang ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… AAHH—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan rasa sakit yang tak terkira membuat Asuna mematung dan mati rasa. Sesaat kemudian, ia bernafas berat dan dengan susah memegang lengan kirinya yang bercucuran darah. Melalui pandangannya yang tertutup air mata, ia bisa melihat empat atau lima sosok bayangan yang mengelilinginya sedang mengangkat senjata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala si pria yang menggenggam kapak perang meledak dan menghamburkan daging dan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mendengar suara pukulan seperti senapan api. Setiap kali suara itu terdengar, tubuh-tubuh prajurit yang berusaha mendekatinya meledak dan berhamburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph… Apa-apaan, begitu lemah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menahan rasa nyari dan mencoba berdiri; sebelum bisa melakukannya, seorang pemuda dengan rambut jabrik bagaikan nyala api berdiri di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seseorang dari Tanah Kegelapan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik nafas dalam-dalam dan melupakan rasa sakitnya untuk sementara. Dari warna kulit dan sabuk kulit yang mengikat tubuhnya, ia adalah anggota Petarung Tangan Kosong yang telah dilawannya beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mengapa seseorang dibawah pimpinan Kaisar Vektor menyerang pasukan crimson yang telah dipanggil?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seolah ia memang berniat menolong Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatap dan menyadari jika pemuda ini hanya memiliki satu mata, luka kasar di mata kanannya dan jejak darah di wajahnya bagaikan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sisa matanya, si pemuda menatap marah pada pemain Amerika yang mendekatinya, ia lalu mengangkat tinju kanannya setinggi mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, tinjunya terselimuti api merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa… RAAAAAAHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teriakan tersebut, si pemuda menjejak tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guwa!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menghentakkan tinjunya ke tanah, gelombang kejut meledak bagaikan dinding api, melontarkan pasukan crimson yang ada dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sungguh kuat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengakui. Jika ia melawan orang ini, mungkin ia akan kalah …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Petarung Tangan Kosong tanpa berkata-kata mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Asuna dan membantunya berdiri, menatap wajah Asuna lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Mari buat kesepakatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 045.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa langsung memahami apa yang  diinginkan pemuda ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah… kesepakatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Kau yang membuat tombak-tombak batu dan lembah tersebut kan? Dengar, buatlah jembatan ke seberang lembah, walaupun kecil tak masalah. Disana, kami memiliki empat ribu pasukan Guild Petarung Tangan Kosong yang akan bertarung bersamamu, kita bekerjasama hingga berhasil membereskan pasukan merah sialan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertarung bersama— Pasukan Tanah Kegelapan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah hal seperti itu mungkin dilakukan? Orang-orang dari Tanah Kegelapan, bukan, orang-orang dari dunia ini tak bisa melawan perintah atasan, karena adanya «Code 871».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, si pemuda dihadapannya sekarang ini telah kehilangan mata kanannya. Apakah ini berarti ia telah melepas segel mata kanan dengan kemauannya sendiri? Apakah ia, seperti Alice, sebuah Fluctlight yang telah berkembang hingga bisa mematahkan ikatan dunia ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice telah berkata semalam: “Untuk menghilangkan «Code 871», mata seseorang akan meledak”, tetapi luka miliknya seperti tidak terlihat seperti bekas luka ledakan, luka tersebut malahan seperti akibat mata yang dicongkel paksa … Apa yang harus aku putuskan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keragu-raguan sesaat Asuna terbuyarkan oleh suara tebasan dan teriakan dari samping kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini, walaupun bertampang bodoh. Dia jujur kok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang memotong kepala beberapa prajurit yang mendekat menggunakan pedang hitam tipis yang hampir tak kelihatan, adalah Integrity Knight wanita berambut perak, Sheyta Synthesis Twelve.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap wajah Sheyta, senyuman semangat bercampur malu muncul dari wajah si Pertarung muda ini. “Hei,” ia membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat Asuna melihat senyuman ini, ia memutuskan pilihannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku akan percaya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mungkin terakhir kalinya bisa menggunakan kemampuan «geographical manipulation». Jadi bukankah lebih baik jika menggunakannya untuk menciptakan daripada menghancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku mengerti, serahkan jembatannya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggerakkan tangan kanan yang tadi memegang luka tangan kirinya, lalu ia mengangkat rapier ke udara dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laa────────.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara bagaikan ribuan malaikan terdengar ketika cahaya berwarna-warni meluncur dari langit dan menuju utara, melintasi lembah, dan menghubungkan kedua sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gemuruh, tanah yang ada dibawah lembah mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya memandang ketika dua tiang batu melesat dari kedua sisi lembah dan semakin merentang, kemudian bersatu di tengah, semakin lebar, dan akhirnya menjadi jembatan batu untuk bisa diseberangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OOOOHHHH, AHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semangat dari empat ribu pasukan Guild Petarung Tangan Kosong terdengar lebih keras dari getaran tanah tadi. Dipimpin oleh sosok pria kekar berlengan satu, mereka melintasi jembatan batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakit kepala yang lebih menyakitkan daripada kehilangan sebelah lengan kini membanjirinya; Asuna hampir kehilangan kesadaran, dan harus menancapkan rapier-nya ke tanah agar tidak ambruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa lagi melihat dimana Alice, yang seharusnya memandu seluruh Pasukan Penjaga dan untuk menembus musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa berharap ia selamat… dan pasukan Petarung Tangan Kosong akan bekerja sama dengan mereka seperti janji si pemimpin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kirito-kun, Aku pergi sekarang, oke?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dalam hati mengucapkan nama kekasihnya, rasa sakit yang dirasakannya berlahan menghilang, semakin menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenit sebelumnya, di ujung paling selatan medan peperangan —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Alice telah berhasil menebas banyak pasukan crimson yang terus saja menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang ini— mereka aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bukanlah swordsmen, maupun prajurit yang ahli menggunakan sword skill; mereka terus menerus menerobos, menginjak-injak tubuh kawan mereka sendiri serta berteriak dengan bahasa asing. Tampaknya mereka benar-benar tak menghargai arti sebuah nyawa— nyawa musuh mereka, dan bahkan nyawa teman mereka sendiri, semuanya tampak tak berharga di mata mereka. Bahkan tampaknya mereka tak peduli dengan nyawa mereka sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika orang-orang yang tinggal di Dunia Nyata seperti ini, tampaknya apa yang dikatakan Asuna ada benarnya, “Dunia kami bukan dunia dewa-dewi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan musuh yang terus membanjiri, reaksi gerak Alice bahkan mulai menurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak kuat. Ini tak bisa disebut pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cepat — cepat terobos mereka, dan keluar dari sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menghalangi… JANGAN MENGHALANGI!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak ketika menebaskan Fragrant Olive Sword ke samping. Kepala dan tangan musuh berjatuhan ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“System call!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia dengan cepat mulai merapal incantation, menciptakan sepuluh Thermal Element, dan membentuknya menjadi tombak api dan menembakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Discharge!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dogou!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun tidak seperti Conflagrant Flame Bow milik Deusolbert, sebuah ledakan besar berhasil merusak formasi musuh dan menciptakan jalan keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dibaliknya adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihatnya. Sebuah bukit, menjulang di tanah hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia bisa menembus kepungan ini dan sampai ke sana, ia bisa menggunakan Sacred Energy yang tersebar di medan peperangan ini dan menggunakan Art “Light Pillar”, dan membakar para pasukan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“MENYINGKIR!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak dan menendang tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Nona Kecil!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Komandan Knight Bercouli terdengar dari belakang. Tetapi Alice tidak mendengar kata-kata selanjutnya: Jangan pergi terlalu jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Hampir sampai. Kita hampir menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa berhenti menebaskan pedangnya hingga ke musuh terakhir yang menghalangi jalan. Alice akhirnya berhasil menerobos kepungan musuh dan melaju ke daerah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menyarungkan pedang tersayang miliknya ke sarung pedang dan berlari, menghirup udara yang bercampur dengan bau darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah matahari tertutup awan? Alice berpikir untuk sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia merasakan hembusan angin dari belakang punggungnya, dan ia dicengkeram oleh kaki naga yang melayang; ketika menyadarinya, ia telah terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice mencoba mengaktifkan Armament Full Control Art miliknya, tetapi sebelum ia bisa berhasil merapalkan, pandangannya tertelan kegelapan, rasa dingin menyelimuti tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini Dark Art yang dilakukan penunggang naga? —Tidak, bukan. Kesadarannya semakin melemah, terhisap kegelapan pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah Incarnation milik musuh, benar-benar berbeda dari Incarnation sekuat baja milik Komandan Knight Bercouli, dan juga berbeda dari Incarnation petir milik Pemimpin Tertinggi Administrator; Incarnation musuh menghisap segalanya: sebuah Incarnation Kehampaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah hal terakhir yang bisa dipikirkan Alice sebelum pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Kaisar Vektor / Gabriel Miller, situasi ini untung-untungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia yakin selama puluhan ribu pemain Amerika yang masuk ke peperangan bisa mengepung Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia, si «Putri Cahaya» Alice akan menerobos kepungan tersebut seorang diri — atau dengan tim kecil — untuk melancarkan serangan pilar cahaya raksasa lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa ia tetap menunggu di punggung naga, jauh dari peperangan dan menunggu. Ia merasa jika situasi ini menjadi watu terlama ia menunggu sejak dive ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia melihatnya. Kilauan keemasan yang menerobos pasukan crimson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice… Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel tersenyum aneh ketika menggumamkan nama tersebut. Ia mengencangkan kekangan di tangannya, si naga turun cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imajinasi mengerikan yang membentuk Incarnation Kehampaan telah menelan AI si naga, mengubahnya menjadi alat yang melayaninya. Dibawah perintahnya, si naga turun bagaikan batu, sayapnya kaku, membuka cakarnya menuju tanah dan mencengkeram punggung si Knight emas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whoosh—!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, suara memekakkan tercipta dari sayap yang mengembang, naga tersebut terbang ke langit lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak memperhatikan peperangan berdarah yang telah ia ciptakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baginya, apapun yang terjadi pada Pasukan Tanah Kegelapan, Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia, atau orang-orang yang ia panggil dari dunia nyata, mereka semua tak berarti baginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, ia hanya perlu menuju system console terdekat dari lokasinya, yaitu «Altar Ujung Dunia », dan dari sana, ia akan keluar dan menarik jiwa Alice ke dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan Gabriel tertarik ke bawah, dan menatap rambut emas yang terurai oleh hembusan angin dari Knight yang pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin segera merasakannya. Tubuh ini, jiwa ini, aku ingin segera merasakannya ke dalam hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih agak lama menuju system console, mungkin akan memerlukan beberapa hari jika menggunakan naga. Ia mungkin akan menggunakan waktu yang ada untuk menikmati Alice yang masih memiliki tubuh fisik di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memikirkan ini, perasaan senang muncul dari perut Gabriel, membuat mulutnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia— membuang lima ribu pasukan Tanah Kegelapan dan tigapuluh ribu pasukan baru yang baru saja dipanggil, hanya untuk …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangkap seorang gadis!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komandan Knight Bercouli merasakan Incarnation Kehampaan yang meluap-luap dari sosok yang dikenal sebagai Kaisar Vektor, perasaan tak mengenakkan mengisi dirinya. Tetapi ketika melihat Alice yang telah berhasil ditangkap, ia akhirnya menyadari niat musuh yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat apa yang terjadi sepuluh mel didepan sana, Bercouli melakukan sesuatu yang tak pernah dilakukannya selama puluhan tahun terakhir — ia berteriak penuh kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sialan, apa yang akan kau lakukan pada muridku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya menggetarkan udara, seperti gemuruh petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ia diacuhkan oleh si penculik, si penunggang naga terbang menuju langit selatan tanpa menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat pedangnya dan mulai mengejar si naga terbang. Tetapi jalan keluar yang telah berhasil diciptakan Alice kini kembali tertutup oleh pasukan crimson yang memperbaiki formasi; mereka mendekat, sambil berteriak memaki terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian sebaiknya bersiap…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Bercouli berhasil menyingkir, cahaya keperakan terlihat di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirikirikiri, dengan bunyi berdesing melewatinya, itu adalah Divine Instrument milik Integrity Knight Renri, Twin Edged Wings.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara nyaring si knight muda terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Release recollection!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kilatan cahaya, kedua pisau lempar kini bersatu. Membentuk pisau yang saling bersilangan, pisau tersebut terbang rendah di atas tanah, berdesis ke arah depan dan meninnggalkan musuh-musuh yang terpotong di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergilah, Komandan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri berteriak, lalu Bercouli berbalik untuk membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf! Kuserahkan sisanya padamu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, ia menjejakkan kakinya ke tanah. Dengan cepat, tubuhnya seolah berubah menjadi angin kencang, melontarkan musuh-musuh di sekitar jalan keluar, ia lebih cepat beberapa kali lipat dari martial dance milik Petarung Tangan Kosong dari Tanah Kegelapan. Tetapi naga Kaisar Vektor yang menculik Alice kini telah berubah menjadi titik kecil di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berlari, Bercouli meletakkan jari tangan kiri ke mulutnya dan bersiul kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, sepasang sayap perak terlihat di langit, itu naga milik Bercouli, Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bukan hanya satu naga yang menuju ke arahnya. Naga kesayangan Alice, Amayori, dan naga milik Eldrie, Takiguri, juga mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menahan emosinya, tak peduli apa yang ia lakukan, ia tak bisa memerintah kedua naga tersebut untuk berdiam diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami turun ke tanah dan meluncur mendekati Bercouli, mengulurkan kedua kakinya ke depan. Sang Komandan Knight mencengkeram cakar di kaki kirinya dan naik ke punggung, mengencangkan tali kekang dan menghunuskan pedang panjangnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jalan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami, Amayori, dan Takiguri bergerak sesuai perintah; tiga pasang sayap mengepak hebat, lalu mereka terbang ke langit keunguan. Jauh didepan formasi ke tiga naga, dalam cakar sang naga hitam, cahaya keemasan terlihat untuk beberapa detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ke empat ribu Petarung Tangan Kosong menyeberangi jembatan batu, mereka bergabung dengan ke dua ratus teman mereka yang masih tersisa, lalu memperkuat formasi Pasukan Pertahanan Dunia Manusia, dan menuju ke tengah-tengah formasi musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuat barisan sepuluh orang di setiap sisi, kemudian bersama-sama mengangkat tinju kanan mereka, lalu mempertahankan posisi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U… RA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pukulan selaras, sepuluh petarung menusuk dan menghancurkan armor dan pedang milik pasukan crimson. Teriakan dan darah berhamburan ke segala arah; dengan sekali pukul, lebih dari duapuluh musuh terlontar ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pukulan penuh semangat tersebut selesai, sepuluh orang tersebut mundur ke samping, dan kini digantikan oleh sepuluh orang lainnya yang maju dengan posisi yang sama persis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“URARA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, sepuluh orang menghujamkan kaki mereka secara bersamaan, menghamburkan musuh ke segala arah, seperti sebuah ledakan di tengah-tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Wow.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa terkagum-kagum sambil mengobati luka tangan kirinya menggunakan Healing Art yang ia pelajari tadi malam. Bahkan Sheyta, yang sedang minum air siral disebelahnya tampak terkagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik bertempur milik Petarung Tangan Kosong entah mengapa mirip dengan teknik switch yang digunakan melawan bos ketika jaman SAO dulu, tetapi pergerakan mereka seirama dan lebih terarah. Sepuluh orang berbaris, sepuluh orang dibelakangnya; ada lebih dari empat puluh grup dengan seratus orang yang siap menggempur musuh secara terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan duduk dan menonton. Bahkan jika kita menuju ke arah selatan, apa yang kita lakukan setelahnya? Karena musuh ada banyak, bahkan jika kita berhasil menembusnya, bagi kami cukup sulit untuk membunuh mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aliansi sementara Asuna, si pemimpin berambut merah sedang menyilangkan tangannya dengan wajah tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar, bahkan bagi Petarung Tangan Kosong yang sedang menerobos barisan musuh, mengalahkan pasukan crimson cukup sulit jika jumlah mereka berbeda jauh. Menurut pengamatan Asuna, pemain Amerika kini tinggal sekitar duapuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lalu… setelah kita menembus musuh dan bergerak menuju selatan, kita harus segera menjauh. Aku akan menciptakan lembah lain untuk memisahkan mereka dari pasukan kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membalas dengan suara datar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tetapi bisakah ia melakukannya? Sekarang ini, ia hanya bisa menciptakan jembatan kecil dan hampir kesulitan menerima efek sampingnya. Jika ia mengubah dataran dengan ruang lingkup luas, ia mungkin akan dipaksa log out— yang lebih parah, otaknya mungkin akan rusak …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggigit bibirnya, berusaha menyingkirkan pikiran tersebut. Walau bimbang, ia harus melakukannya. Memanggil pemain Amerika ke dunia ini mungkin strategi terakhir Kaisar Vektor. Jika ia bisa menyingkirkan mereka, bahkan jika ia dipaksa log out, mereka tak akan bisa melakukan apapun pada Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, dari arah selatan, seorang penjaga berlari ke arah Asuna yang ada di sisi utara peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perintah baru!! Perintah baru—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit tersebut terluka parah karena sebagian wajahnya berlumuran darah, ia tertunduk di depan Asuna, dan berusaha berkata-kata dengan sisa kekuatan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Informasi ini datang dari Integrity Knight Renri-sama!! Integrity Knight Alice-sama, telah ditangkap oleh komandan musuh! Ia menggunakan naga dan telah terbang ke arah selatan…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja— ia tak pernah berpikir jika situasi saat ini hanyalah kamuflase untuk memancing Alice agar menjauh dari Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia …!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar… telah melarikan diri?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tajam tersebut bukan dari Asuna maupun Sheyta, tetapi dari pemimpin Petarung Tangan Kosong yang kini matanya bersinar agak aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… seperti itu, naga tadi … bukan bermaksud mengawasi kita dari udara … Hei, nona!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata si pemimpin muda menatap Asuna, ia meminta penjelasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice itu «Putri Cahaya»?! mengapa Kaisar begitu menginginkannya?! Jika Putri Cahaya jatuh ke tangan Kaisar, apa yang akan terjadi?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dunia ini … akan hancur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menjawab. Ekspresi Ishkhan seolah disiram air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika Dewa Kegelapan membawa Putri Cahaya Alice ke «Altar Ujung Dunia»… dunia ini, baik itu Kerajaan Manusia atau Tanah Kegelapan, setiap penghuninya akan dimusnahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Asuna terasa datar sebelum ia menyadari jika ia terdengar seperti seorang NPC dari suatu permainan RPG, tetapi ini benar-benar kenyataan. Ketika para penyerang memperoleh Alice, sangat bisa dibayangkan nasib Light Cube Cluster yang tak memiliki arti lagi — mereka akan menghancurkannya tanpa simpati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, apa yang bisa ia lakukan … bahkan Super Account «Stacia» yang digunakan dirinya tidak memiliki kemampuan untuk terbang. Bagaimana ia akan mengejar Vektor?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang yang menjawab kekhawatiran Asuna adalah knight berambut perak yang berdiri di sampingnya, Sheyta. Setelah menghabiskan isi botol yang tergantung di sabuknya, si knight berwajah dingin ini berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan bagi seekor naga … ia tak bisa terbang selamanya. Ia harus istirahat, paling tidak setengah hari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar ini, si Pemimpin Petarung Tangan Kosong mencuri-curi pandang pada wajah Sheyta, lalu kembali berpaling; ia memukulkan tangannya dan menyelesaikan kalimat Sheyta dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu tinggal kejar mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengejar mereka … tetapi, bukankah kau ini…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatap Ishkhan penuh tanda tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah kau ini pasukan Tanah Kegelapan? Mengapa kau bertindak sejauh ini …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ishkhan menjawab seperti seorang anak yang telah dibuang orang tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar Vektor… tidak mengatakan kepada kami, para Sepuluh Bangsawan Tanah Kegelapan. Ia hanya ingin Putri Cahaya. Jika ia memperolehnya, ia tak akan peduli apa yang terjadi pada kami. Karena sekarang ia sudah mendapatkannya, berarti Kaisar telah memperoleh keinginannya … dengan kata lain, misi Pasukan Tanah Kegelapan telah selesai. Setelah ini, bukankah kami bebas bertindak semau kita, bahkan jika itu berarti bekerja sama dengan Kerajaan Manusia lalu merebut kembali Putri Cahaya?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Absurd banget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa berkata-kata menanggapi Ishkhan. Ekspresi di wajahnya benar-benar berbeda dari sebelumnya; kini dipenuhi dengan tujuan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Petarung Tangan Kosong menatap lurus ke mata Asuna, lalu berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku tak bisa… kami tak bisa membantah perintah langsung Kaisar. Kekuatannya meluap-luap … bahkan Jendral Kegelapan Shasta yang lebih kuat dariku terbunuh seketika tanpa bisa menyentuhnya. Jika Kaisar memberikan perintah langsung pada kami agar bertarung melawan kalian, kami harus mematuhinya … itulah mengapa, kami para Petarung Tangan Kosong akan menahan pasukan crimson disini. Kau dan Pasukan Penjaga kejarlah Kaisar secepat mungkin. Lalu… si Kaisar … si sialan itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Ishkhan tiba-tiba berhenti, dan ekspresinya memucat— seolah tersiksa rasa sakit yang datang dari mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katakan… pada si sialan, ‘kami bukan bonekamu’!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, teriakan datang dari Petarung Tangan Kosong dari medan peperangan bagian selatan. Para Penjaga akhirnya berhasil menerobos pasukan crimson, dan kini mulai berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zudan! Pemimpin muda ini kini menghantamkan kaki kanannya ke tanah dan memberikan perintah baru dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian semua, pertahankan posisi kalian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menatap Asuna dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepat!! Kami tak bisa menahan lebih lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas— dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Orang ini, juga seorang manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli apakah ia seorang Artificial Fluctlight, jiwanya yang terisi rasa kebanggaan senyata manusia. Kami memotong tali yang mereka gunakan untuk melintasi lembah, dan membunuh lebih ratusan teman-temannya; ia seharusnya akan membalas dendam kepada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Terima kasih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa berkata seperti itu, lalu berbalik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari belakang punggungnya, terdengar suara Integrity Knight Sheyta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan… tetap disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menerima tindakannya, Asuna menoleh dan memberikan senyum pada knight berambut perak ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Kami akan mengandalkanmu di sisi ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn melihat tanpa bisa berkata-kata pada knight wanita berambut chesnut yang kini telah memimpin sekitar tujuh ratus orang untuk menerobos formasi musuh yang sedang bertarung dengan bawahannya, lalu berpaling pada Integrity Knight tanpa emosi di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kau tak apa-apa seperti ini, nona?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah memperkenalkan namaku kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditatap pandangan menusuk, Ishkhan hanya bisa tertawa getir dan mengganti cara bicaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa kalau begini, Sheyta? Aku tak tahu jika kita akan berhasil bertahan hidup-hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si knight langsing mengangkat bahunya, armor baru miliknya tampak kebesaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akulah yang akan membunuhmu. Tak boleh orang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph, kau yang ngomong ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Iskahn tertawa sepenuh hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingin menolong teman-temannya dari kematian tragis — ia memilih untuk bekerja sama dengan Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia di pikirannya. Tetapi sekarang ini, ia meminta seluruh bawahannya untuk melindungi orang-orang Kerajaan Manusia dari pasukan crimson; sungguh luar biasa. Kini hatinya seolah terbuka lebar, seperti dimasuki angin sepoi-sepoi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah, jika ia mati disini, tak begitu buruk kok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jika ia tewas berusaha melindungi dunia ini, ayahnya, saudaranya laki-laki dan perempuan yang menunnggu di kampung halaman pasti akan memaklumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah!! Keluarkan seluruh kemampuan kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan “URAAA!!” bergema di seluruh medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bentuk lingkaran!! Pertahankan segala sisi!! Tendang para orang bodoh yang akan mendekat!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar semangat, Champion.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dempe telah sampai di sebelah Iskahn sekali lagi, lalu tangan kirinya mengeluarkan suara berderu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Asuna memimpin pasukan menuju bukit di selatan sana lalu mundur ke hutan dimana Pasukan Persediaan berada, Knight Renri memberitahunya tentang Komandan Knight yang telah membawa tiga naga dan terbang mengejar Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Menurutmu ia akan berhasil mengejar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan tajam Asuna, wajah kekanakan Renri agak ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, kemungkinannya sangat kecil. Karena, keduanya terbang dengan kecepatan yang sama, dan mereka juga perlu waktu istirahat… Tetapi, Alice-sama juga ditangkap naga milik Kaisar Vektor, kuharap ia masih memiliki Life. Di lain sisi, Komandan Knight bisa berganti naga untuk meminimalisir kelelahan mereka, jadi secara teori, ia akan bisa memperpendek jarak diantara mereka berdua …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 065.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, mereka hanya bisa berdoa jika Komandan Knight akan bisa mengejar Kaisar Vektor sebelum sampai ke Altar Ujung Dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika ia berhasil mengejarnya pun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisakah Komandan Knight mengalahkan Super Account Vector seorang diri?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Asuna tak pernah mengira jika musuh akan log in menggunakan sebuah Super Account, ia tak bertanya pada Higa Takeru tentang kemampuan yang dimiliki Vektor. Tetapi jika Vektor memiliki kemampuan yang sama seperti skill “Geographic Manipulation&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk mengubah bentuk daratan sesuka hati&amp;lt;/ref&amp;gt;” milik Stacia— bahkan bagi seorang pemimpin Integrity Knights, menang melawannya dalam pertarungan satu lawan satu akan sangat menyulitkan …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika memikirkan hal ini, Renri berkata dengan nada riang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika ia berhasil mengejar, Komandan Bercouli pasti akan menyelamatkan Alice-sama. Karena, orang itu … adalah manusia terkuat di dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yeah, memang benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangguk sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan sekarang ini adalah harus yakin. Karena, beberapa menit lalu ia telah melihat banyaknya semangat bertempur milik orang-orang Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ayo menuju ke bagian selatan dengan seluruh pasukan. Untungnya, hanya ada padang rumput di depan kita. Kita mungkin tak akan bisa mengejar Bercouli-san, tetapi kita mungkin akan berguna jika bertemu dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, Asuna-sama. Aku akan menginformasikan semua orang untuk berlari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri mempercepat langkahnya, lalu berlari ke dalam hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatnya menghilang, Asuna berkata pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito ingin melindungi Alice dan seluruh dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga harus melindungi mereka juga, tak peduli luka apa yang akan ia terima … tak peduli berapa banyak rasa sakit yang harus ia tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ruang kontrol Ocean Turtle, Critter telah bersiap untuk memasukkan 20,000 pemain Amerika yang akan dive ke dalam Underworld sebagai gelombang ke-dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lokasi turun mereka adalah posisi Gabriel Miller saat ini— kira-kira sepuluh kilol dari lokasi turunnya gelombang pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2=== &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Gh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menarik nafas dalam-dalam, Vassago Casals memaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggelengkan kepala berambut keritingnya, dan memandang sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembok baja disekeliling, lantai anti licin, dan banyak monitor yang bercahaya di kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia melihat pria kurus duduk di kursi kulit di depannya, Vassago akhirnya menyadari jika ia telah kembali ke ruang kontrol utama «Ocean Turtle», di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah seorang kru— Critter, bersin, suaranya penuh sindiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa, kau benar-benar bangun. Aku kira sel-sel otakmu membusuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Berisik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago mengerang, dan memeriksa tubuhnya sendiri. Ia kini sedang berbaring di kasur kecil di pojok ruangan, sebuah jaket sembarangan diletakkan menutupi perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi?Vassago menggelengkan kepalanya semakin keras. Tindakan ini membuat kesakitan lebih parah ke kepalanya, ia memaki lagi. Ia lalu berjalan ke sisi ruangan, sebagian besar anggota tim-nya masih duduk melingkar dan bermain kartu, ia bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ada yang punya aspirin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si jenggot Brigg, salah satu anggota penyerang, tanpa kata-kata langsung menyerahkan botol plastik di sakunya kepada Vassago. Vassago menangkapnya, lalu membuka tutup tersebut, memasukkan semua isinya ke dalam mulut, lalu mengunyahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersamaan rasa pahit yang menyengat lidahnya, ingatannya akhirnya mulai muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… aku terjatuh dalam lubang raksasa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kau mati? Kau dive selama delapan jam penuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De…Depalan jam?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut, Vassago melonjak, bahkan melupakan rasa sakit kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang jam di pergelangan tangan kirinya, menunjukkan pukul 6.30 A.M, Waktu Standar Jepang. Kurang dari duabelas jam sebelum batas waktu ketika Pasukan Pertahanan meninggalkan Kapal Penghancur Aegis, Nagato dan mendobrak masuk ke dalam Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi lebih penting saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ia telah tak sadar selama delapan jam, beberapa bulan seharusnya telah terlewat di dalam Underworld. bagaimana kondisi peperangan? Misi untuk menangkap Alice?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi seolah membaca keterkejutan milik Vassago, tsk-tsk, Critter membunyikan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terkejut begitu, matamu akan copot. Tanang saja, ketika kau mati di dalam sana, percepatan waktu telah diturunkan menjadi satu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“S… Satu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti tak perlu khawatir. Tetepi, bukannya itu malah memperburuk keadaan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kacamata, apa kau mengerti situasinya? Kita hanya memiliki waktu duabelas jam sebelum Pasukan Pertahanan menyerang tempat ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago menolak penjelasan Critter, lalu ia menggelengkan tangannya penuh sok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu aku tahu. Ini juga perintah Kapten Miller.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, “rencana penyerangan” yang dijelaskan Critter membuat Vassago tak bisa berkata-kata, meskipun ia sangat berpengalaman menjadi seorang pemain VRMMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia meninggalkan sistem console di Obsidia, ibukota timur Tanah Kegelapan, Letnan Gabriel Miller secara rahasia telah memberi perintah kepada Critter di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buatlah website iklan tentang sebuah beta test VRMMO kekerasan yang tak memiliki aturan— the Underworld laws, tentu saja— buatlah koneksi client program. Lalu, atur ratio akselerasi menjadi satu pada 7 Juli 16 12:00 A.M., dan pada saat yang sama, mulailah perekrutan pemain beta test dari seluruh Amerika, Critter menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan konsol yang terbatas, aku hanya bisa melihat koordinat milikmu dan kapten, begitu juga dengan pengiriman jumlah pasukan, jadi rencana ini adalah rencana cadangan jika Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia lebih kuat dari yang kita kira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari-jari kurus Critter menari di atas keyboard, menunjukkan peta seluruh Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di peta yang akan berbentuk segitiga runcing tersebut, dua garis merah membentang dari sudut paling timur menuju ke barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah log pergerakan milikmu dan kapten. Dengar, kau baru saja berkeliaran di sekitar Gerbang Besar Timur Kerajaan Manusia, dan tiba-tiba kau tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu garis merah tersilang oleh tanda sebuah ‘X’, di selatan «Gerbang Besar Timur».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi komandan melewatimu dan sedang menuju selatan. Ia bahkan meinggalkan seluruh pasukan Tanah Kegelapan di utara dan bergerak sendiri. Itu berarti …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia sedang mengejar Alice atau telah mendapatkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago bergumam. Critter mengangguk dan lanjut menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berdasarkan rencana awal kita, ketika waktu telah berkurang sampai delapan jam, atau ketika Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia benar-benar hancur, kita akan meningkatkan kembali kecepatan akselerasi menjadi 1,000 kali lipat. Jika seperti itu, kita masih memiliki waktu bertahun-tahun di dunia tersebut. Tentu saja, ketika ratio akselerasi ter-reset, para pemain Amerika yang sedang dive akan ter log-out paksa karena synchronization error, tetapi selama kita berhasil memenangkan peperangan, siapa peduli?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu tingkatkan ratio kecepatannya sekarang! Tak ada waktu tersisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak sesederhana itu. Coba lihat disini—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menekan tombol dan memperbesar peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kilometer di Gerbang Besar Timur yang memisahkan Kerajaan Manusia dan Tanah Kegelapan, terbentang padang rumput, bebukitan, dan hutan. Pasukan Pertahanan telah memasang serangan kejutan di hutan… dengan kata lain, itu adalah tempat dimana Vassago tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi entah mengapa, diantara hutan dan padang rumput tersebut, sebuah lembah raksasa yang lebarnya hampir 50 kilometer terbentang dari barat ke timur. Disekitar lembah tersebut, pusaran titik-titik bergerumul menjadi satu, berbagai warna: merah, hitam, dan putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang merah adalah pemain Amerika yang aku masukan ke dalam Underworld. banyak yang sudah menghilang, tetapi masih tersisa 20,000. Dan lingkaran hitam yang dikepung titik merah adalah pasukan Tanah Kegelapan. Jumlahnya 4,000.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H… Hei, hei, kau juga lihat kan kalau si merah menyerang si hitam”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena informasi beta test mengatakan jika mereka bisa bebas membunuh para NPC yang tampak nyata. Bagi pemain Amerika yang sedang dive, tak ada perbedaan antara pasukan Kerajaan Manusia dan Tanah Kegelapan. Tetapi, karena beberapa alasan, titik hitam ini menurun sedikit lamban daripada yang aku harapkan. Pasukan Tanah Kegelapan seharusnya tunduk pada Kaisar, tak mungkin mereka bertarung melawan pasukan Amerika, karena mereka berpikir pasukan merah telah dipanggil oleh Kaisar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin mereka menikmati saling bunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, mari asumsikan jika si hitam akan berkurang. Terlebih lagi, yang menjadi masalah itu di sebelah sini, kelompok putih kecil ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menggerakkan kursor. Benar, sebuah kelompok titik putih sedang bergerak menuju selatan— seolah mereka mengejar Kaisar Vektor, atau Kapten Miller.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia. Meskipun jumlah mereka sedikit, sekitar 700. Akan tetapi, akan jadi masalah kalau mereka berhasil mengejar kapten, jadi kita harus menghentikan mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghentikan mereka? …Apa yang akan kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter tidak langsung menjawab pertanyaan Vassago, tetapi sedikit tersenyum dan lanjut mengetik keyboard.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuka jendela baru di peta. Didalamnya, sekumpulan awan merah bergumul dalam latar belakang hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah pemain Amerika yang ketinggalan gelombang pertama, dan sedang menunggu gelombang kedua. Saat kouta 8,000 pemain terpenuhi, aku akan memasukkan 20.000 pasukan melawan Pasukan Penjaga. Setelahnya, kita akan meningkatkan ratio akselerasi menjadi 1.000 lagi. Dengan cara itu, kita akan memiliki cukup waktu agar kapten bisa membawa Alice ke sistem konsol di ujung selatan”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika semudah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago membalas, mengelus janggutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia lebih kuat daripada yang kau bayangkan. Khususnya mereka yang disebut Integrity Knight, mereka kelewat gila; mereka memusnahkan pasukan pertama Tanah Kegelapan, kalau kau tak tahu? Jika tidak ada mereka, aku mungkin sudah tewas mengenaskan … seperti gelombang pertama…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, Vassago teringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat bagaimana dan oleh siapa ia tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nafasnya tertahan dan matanya terbuka lebar. Di dalam kepalanya, sebuah kenangan tiba-tiba sembuh, sosok bagaikan dewi yang turun dari langit, menatapnya. Ia secara insting memaki dalam bahasa jepang ketimbang inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— «The Flash»…!! Yeah… Tak diragukan lagi, itu pasti dia…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? Apa yang kau bicarakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago menggenggam kerah baju Critter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, kutubuku sialan! Orang-orang RATH juga sedang melakukan rencana menggunakan ruang sub kontrol!! Dalam Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia, ada pemain-pemain VRMMO jepang yang membaur!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengabaikan ekspresi Critter, Vassago bersin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Asuna «The Flash» juga disana, mungkinkah, “orang itu” juga dive? … Ya Tuhan, bagaimana mungkin aku hanya berdiam diri disini … Hei, aku ingin kembali masuk! Masukan aku bersama dengan 20,000 pemain, dan turunkan aku ke lokasi titik putih!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau ingin dive lagi … Tetapi akun Dark Knight yang kau gunakan telah hilang. Tentu saja, jika kau tak keberatan menggunakan akun pasukan crimson seperti mereka, aku punya banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku punya akun sendiri… akun yang sudah aku simpan sangat lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekek. Tenggorokan Vassago terdengar seperti terkekeh ketika ia mengambil kertas dari dekat console, menarik sebuah pena dari kantong Critter, lalu dengan cepat menuliskan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, gunakan ID dan password ini yang ada di menu «The Seed Nexus» Jepang, lalu convert karakternya ke dalam Underworld. aku akan masuk menggunakan akun tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberikan kata-kata tersebut, Vassago mulai berjalan menuju pintu ruang STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa langkah, ia terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berbalik, wajah Vassago berubah menjadi beringas, cukup membuat takut si cyber criminal Critter. Seolah karakter vulgar, energik, dan kasar yang nanti akan ia gunakan seperti belahan jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Vassago berjalan menuju Critter, dan membisikkan instruksi lain ditelinganya. Sedetik kemudian, ruang STL menelannya, si hacker melihat pintu sendirian, kertas tipis tersebut masih dipegangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kertas ada tiga huruf berbahasa Inggris dan delapan angka numerik. Critter tak pernah mengerti maksud tiga huruf ‘S’, ‘A’ dan ‘O’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika para Penjaga bersiap untuk berangkat, Asuna meninggalkan kerumunan dan mendatangi kereta persediaan. Sebuah kursi logam tampak, dengan seorang pemuda berambut hitam gemetaran, dua gadis bersamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ronye mengangkat wajahnya ketika ia mendengar langkah kaki. Menyadari kedatangan Asuna, wajahnya mulai memerah karena malu sekaligus menangis, ia berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna-sama! Kirito-senpai ingin… ingin pergi keluar … lalu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggigit bibirnya dan mengangguk. Ia berlutut di depan Kirito dan menggenggam tangan kirinya yang kurus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti… Alice… telah ditangkap musuh. Kirito-kun pasti merasakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?… Alice-sama telah…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tieze menjerit, wajah putihnya semakin pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang memecah ketegangan ini adalah suara Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… uh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kirinya bergetar, mencoba menyentuh sisa-sisa lengan kiri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun… Apa kau, mengkhawatirkanku…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berbisik pelan. Seketika, Ronye akhirnya menyadari luka-luka Asuna dan menjerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Asuna-sama! Lengan anda…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa. Ini cuma luka sementara …” ia bergumam. Asuna dengan lembut mengangkat lengan kirinya, bagian dari siku kebawah telah terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru telah memberikan informasi singkat mengenai teknologi «Mnemonic Visual». Meskipun semua benda telah diciptakan menggunakan program The Seed seperti di ALO, bagi Asuna dan Kirito yang telah dive menggunakan STL serta bagi Artificial Fluctlights seperti Tieze dan lainnya, semua yang ada di dunia ini seperti «shared memory» yang disimpan di Main Visualizer, sebuah realitas berbeda yang diciptakan menggunakan kekuatan imajinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Life atau HP Super Account Stacia benar-benar sangat banyak, hampir mencapai batas maksimal sistem. Tetapi, jika ia diserang menggunakan senjata normal maupun ditusuk ratusan hingga ribuan kali, Life miliknya tak akan menyentuh nol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ketika pasukan crimson mengayunkan kapak perangnya dan mengincar lengan kirinya, Asuna benar-benar merasa takut; ia berpikir, terkena tebasan kapak sebesar ini, lenganku pasti akan putus, dan imajinasinya menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga berlaku bagi lengan kanan Kirito. Meskipun Life-nya telah terobati, lengannya tidak kembali normal, karena ia terus menerus menghukum diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna meletakkan lengan kanan ke bekas lukanya, dan berkonsentrasi, menutup matanya, dan berkata pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak akan takut lagi. Hingga aku telah melindungi Kirito-kun dan dunia ini hingga akhir, aku tak ingin kehilangan seseorang … atau apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya putih terkonsentrasi menuju lukanya dengan bunyi pop. Cahaya hangat tersebut semakin luas, lengan kirinya telah kembali seperti semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum pada kedua gadis yang seolah menyaksikan sebuah keajaiban, Asuna mengulurkan lengan kirinya dan memeluk kepala Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat? Aku baik-baik saja. Aku akan menyelamatkan Alice dan membawanya pulang. Jadi… ketika saat itu datang, Kirito-kun jangan terus menyalahkan diri ya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak tahu apakah kata-katanya sampai ke hati Kirito atau tidak, tetapi ia merasa jika tubuhnya yang gemetaran kini sudah tenang. Asuna tetap memeluknya selama beberapa detik, lalu berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus membawa seluruh pasukan dan mengejar Kaisar Vektor. Komandan Knight Bercouli telah membawa para naga mengejarnya, dan kita pasti akan mengejar mereka yang da di depan. Ketika saat itu, aku menitipkan Kirito-kun pada kalian… Ronye-san, Tieze-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serahkan saja pada kami, Asuna-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum pada kedua gadis dan ia menyerahkan Kirito pada Ronye, Asuna kini keluar dari kereta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah ia menginjak tanah, ia melihat seorang swordswoman berlari ke arahnya, ia juga ikut pada “Kompetisi Berbagi Kenangan” bersama-nya dan Ronye tadi malam. Armor peraknya penuh dengan bekas darah dan tanah dan kepalanya berbalut perban, tetapi ia tampak tak terluka parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak apa-apa, Sortiliena-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar suara Asuna, si swordswoman memberi hormat dan membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga senang Asuna-sama baik-baik saja… —hanya saja, aku mendengar kabar jika Alice-sama telah ditangkap pemimpin musuh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku baru saja menjelaskan pada Ronye-san jika Kaisar Vektor meninggalkan seluruh pasukannya dan menangkap Alice-san. Aku tak mengira jika ia melakukan hal tersebut …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagaimana mungkin…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan lengan kirinya yang baru sembuh, Asuna menepuk bahu Sortiliena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak perlu khawatir. Bercouli-san telah mengejar Vektor dengan menggunakan naga. Kita juga akan mengejarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengangguk, dan kembali ke tengah-tengah Pasukan Pengecoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah pimpinan Integrity Knight Renri, regu Ascetic telah selesai menyembuhkan yang terluka, dan ke 700 Penjaga hampir siap untuk bergerak. Para Penjaga telah berbaris bersama regu Astetic dan regu Persediaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerima laporan Renri jika persiapan telah selesai, Asuna memberikan Renri arahan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau adalah Integrity Knight yang masih tersisa, Renri. Perintah untuk bergerak harus diberikan olehmu, si pemimpin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya, aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi si knight muda entah mengapa gugup, tetapi ia mengangguk pasti. Mengangkat tangan kanannya ke atas, ia memberikan perintah dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice-sama telah berbaik hati melindungi kita di pertempuran Gerbang Besar! Kini giliran kita menolongnya! Kita harus mengambilnya dari musuh dan kembali ke Kerajaan Manusia bersama-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OH!!” teriakan semangat bergemuruh. Renri mengangguk, dan dengan cepat mengayunkan lengan kanannya ke bawaah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Semua pasukan, maju!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri memimpin pasukan didepan menggunakan naganya sendiri, Kazenui. Ia diikuti oleh 400 Penjaga baik menunggang kuda atau berjalan kaki, serta delapan kereta persediaan yang berisi makanan dan tim pembantu sekitar 300 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya satu naga— naga milik Integrity Knight Sheyta tetap ditahan, diam tak bergerak. Dengan sisik seperak rambut pemiliknya, si naga menggeram kuurrr ketika ia dibebaskan dari kekangannya, lalu ia terbang ke utara— menuju peperangan di selatan lembah, tempat pemiliknya berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan kereta persediaan, Asuna berpikir sambil menggelengkan kepalanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh terakhir adalah Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Identitas aslinya adalah manusia dari dunia nyata, keberadaannya disini hanyalah sosok virtual. Itulah mengapa jika ia harus bertarung dengannya, ia harus mengalahkannya. Demi orang-orang yang telah menahan pasukan crimson: Knight Sheyta, si pemimpin Petarung Tangan Kosong, dan 4,000 bawahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa menit sesudahnya, pasukan yang berangkat dari hutan kini telah memasuki jalanan berbentuk cekung. Sebuah jalan kecil memotong tanah cekung menuju selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti event-event RPG, di ujung jalan seperti itu pastilah sebuah kota maupun reruntuhan kota. Namun ia telah mendengar jika area selatan Tanah Kegelapan tidak dikuasai demihumans. Dengan kata lain, jalan ini akan berakhir di «Altar Ujung Dunia», dan Kaisar Vektor telah memasuki jalanan ini bersama Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naga Kaisar Vektor dan naga milik Bercouli kini sedang saling kejar di udara sana. Akan tetapi, ke 700 Pasukan Penjaga kini sedang melewati jalan ini secepat mungkin; jalanan ini bergetar ketika mereka melangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjejaki jalan cekung ini— ketika seluruh pasukan pengecoh sampai di dasar jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vvvvvv… m. Sebuah getaran sayap serangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menengok ke atas, kiri, kanan, dan belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia melihat ke depan, ia akhirnya menemukan sumber suara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis, garis merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ribuan garis tipis merah berjatuhan dari langit ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Tak mungkin………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir Asuna bergetar, suara serak keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tak mungkin. Tolong. Jangan lagi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zaaaa—!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan-ledakan terdengar ketika garis-garis itu turun. Mereka memblokir jalan di ujung sana, menghalangi para penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah bertekad tidak akan takut lagi, Asuna merasakan kekuatan meninggalkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang muncul di depan sana adalah pasukan crimson— para pemain VRMMO dari dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua… Semua pasukan, jangan berhenti!! Serang!! Serang—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri memberikan perintah di depan sana. Seluruh Pasukan Penjaga menerima dengan suara: Uooo! Lalu melangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika mereka telah mengantisipasi gerakan kita dengan menempatkan pasukan baru di ujung jalan selatan, tetapi jumlah mereka ada seribu … tidak, hampir duapuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruskah aku log out dengan menggunakan Skill Stacia lagi? Jika ia tidak berhati-hati, tindakan tersebut akan menjadi tindakan bunuh diri dan malahan mengorbankan Pasukan Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat kemudian, ekspresi bimbang Asuna digoyahkan oleh raungan naga di depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari paling depan, naga milik Knight Renri, Kazenui telah menghembuskan nafas api dan melaju ke depan tanpa menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan… Renri-sama akan mengorbankan dirinya untuk membuka jalan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah ia mendengar rintihan kesakitan Sortiliena yang ada di samping Asuna, Renri perlahan berbalik dari atas naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tolong jaga yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir Renri bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menghunuskan pisau lempar di pinggangnya dan melaju ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum itu terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna langit di atas sana berubah tiba-tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah merobek warna langit merah darah Tanah Kegelapan, kini yang Asuna lihat adalah warna langit kebiruan di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik pasukan crimson yang akan maju menyerang, para penjaga yang siap berkorban, maupun Knight Renri yang di depan sana, semua orang mengangkat kepalanya ke langit seperti Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah surga telah terbuka lebar ke dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari baliknya, sebuah bintang terang turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, itu seseorang. Mengenakan armor sebiru warna langit, dan baju seputih awan, rambut pendeknya yang berkibar berwarna biru air. Sumber cahaya memilaukan adalah sebuah busur besar di tangan kirinya. Wajahnya tak bisa terlihat kerena silau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Siapa…? Kau siapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah merespon pertanyaan bisu Asuna, orang yang melayang diudara kini mengarahkan busurnya dari langit. Lengan kanannya menarik tali busur, dan kekuatan penuh menariknya ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cahaya memilaukan, sebuah panah cahaya muncul diantara busur dan tali busur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik Pasukan Penjaga dan Pasukan Crimson terpaku, tak bisa berkata-kata. Satu-satunya yang bisa Asuna dengar adalah suara rendah Sortiliena:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Solus-sama…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah menanggapi panggilannya, panah cahaya tersebut dilepaskan dari atas langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat panah tersebut membelah dan menyebar ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panah tersebut berubah menjadi tembakan sinar panas dan menghujani mereka yang ada di bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 085.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Pemimpin Penjaga Sortiliena Serlut hampir benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas jalan cekung ini, seseorang dari dunia nyata telah muncul, tidak, lebih tepatnya telah log in menggunakan Super Account 02, «Dewi Matahari, Solus ».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akun ini memiliki kemampuan «Wide-Ranged Annihilatory Attack»&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk menyerang ke berbagai arah&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon/Asada Shino melihat ke bawah dimana serangan telah ia luncurkan, dan mengingat kembali penjelasan dari Higa yang disampaikan melalui intercom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, Sinon-san, meskipun Super Accounts benar-benar kuat, mereka bukanlah pembuat keajaiban. Karena mereka disiapkan untuk saat-saat ketika harus membuat perubahan besar di dalam Underworld, kami mencoba untuk membuat akun tersebut agar cocok sesuai dengan lingkungannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… kamu mau bilang akun-akun tersebut bukanlah akun GM, hanya akun yang sangat kuat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berbicara melalui microphone ketika ia berbaring di dalam mesin STL yang mirip seperti mesin Fulldive Generasi Pertama, berlokasi di cabang perusahaan misterius «RATH» Roppongi. Apa yang ia dengar selanjutnya adalah bunyi click— seperti seseorang sedang menekankan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Tepat. Itulah mengapa akun «Solus» yang akan kamu gunakan tak bisa terus menerus diandalkan karena memerlukan energy dalam Underworld. Setiap serangan menggunakan busurmu memerlukan Tenaga Spacial, tak peduli  apapun serangannya. Karena Solus memiliki kemampuan mengisi ulang otomatis, setiap serangan yang kamu gunakan tidak akan membuatmu kelelahan jika digunakan di siang hari, tetapi kamu tak bisa terus menerus menembakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Higa katakan, busur putih bersih yang digenggam Sinon menggunakan tangan kirinya kini mulai melemah setelah melakukan serangan jarak luas. Meskipun busur tersebut telah mulai bercahaya kembali, butuh sekitar dua-tiga menit untuk melakukan serangan kekuatan penuh lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tak ada combo ya? Hmph,sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan senjata otomatis, senjata manual lebih cocok dengan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon turun perlahan, memastikan api ledakan di tanah telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung jalan cekung sepanjang satu kilol ini, banyak tubuh-tubuh mulai menghilang dengan efek cahaya. Satu tembakan yang dilancarkannya telah memusnahkan sekitar 5,000 musuh. Untungnya, mereka bukan penduduk asli Underworld, tetapi pemain Amerika yang log in dari dunia nyata seperti Sinon. Para pemain tersebut percaya jika ini semua adalah closed beta sebuah permainan dan mereka kelihatannya mulai marah-marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipusat jalan cekung ini, pasukan skala kecil yang kalah jumlah dengan pasukan crimson mulai melaju. Meskipun jumlah musuh lebih dari 10,000, kebanyakan dari mereka tak bisa bergerak karena takut kena tembakan selanjutnya— lebih tepatnya disebut ledakan, hingga membuat Pasukan Penjaga mulai menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menatap di kejauhan, mengamati formasi Pasukan Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia akhirnya menyadari ada seorang gadis berambut chestnut yang sedang menunggang kuda putih, ia juga menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon hanya bisa tersenyum ketika ia turun menggunakan kemampuan lain yang dimiliki akun Solus account, «unlimited flight»&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk terbang selamanya&amp;lt;/ref&amp;gt;. Meskipun ia telah diceramahi oleh Higa jika “kamu bisa terbang menggunakan imajinasimu”, ketika ia merasa ini tak berbeda jauh dengan terbang di ALO. Ia melihat kereta dibelakang Asuna, ia lalu terbang lurus ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ujung sepatu miliknya menyentuh atap kereta, ia dengan lembut mengangkat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf membuatmu menunggu, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna melihat senyum hangat miliknya, air mata mulai mengalir ke pakaian seputih mutiara miliknya. Ia berdiri di kuda miliknya dan melompat ke kanopi kereta:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“——Sinonon… !!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memeluknya erat-erat sambil berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon perlahan memandang Asuna dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau telah bekerja keras. Tak apa … serahkan sisanya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia masih dipeluk Asuna yang lebih tinggi darinya, ia melihat indikator pengisian ulang busur miliknya masih 20%, lalu perlahan menarik tali busur dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Equipment khusus yang dipakai oleh akun Solus— Busur panjang «Annihilate Ray» bisa mengatur kekuatannya berdasarkan kekuatan tarikan tali busur, dan bisa mengatur arah serangan berdasarkan sudut incaran busur. Sebuah panah cahaya yang lebih tipis dari sebelumnya muncul ketika tali busur itu ditarik kebelakang sejauh 10 centimeters. Sinon mengincar musuh yang menghalangi naga di depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vishu! Suara anak panah melesat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak miring 20 derajat ke kanan, anak panah tersebut berubah menjadi tembakan cahaya yang terus membelah dan mendarat selebar 10 mel, menciptakan sebuah ledakan yang hampir setara dengan sebuah misil. Pasukan crimson berterbangan ke udara lalu menghilang. Mengambil kesempatan ini, sang naga langsung maju kedepan. Sekitar sepuluh prajurit yang terlempar ledakan kini dihantam kepala naga, ditusuk cakar besarnya, dan langsung tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, pasukan musuh akhirnya sadar terhadap serangan cahaya dan mangsa mereka kini mulai lari. Sambil memaki, mereka mengejar bagaikan gelombang tsunami berwarna merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengalungkan busurnya ke lengan, meletakkan kedua tangannya ke pundak Asuna dan memisahkan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna. Aku bisa melihat sesuatu seperti reruntuhan sekitar 5 kilometer ke selatan dari sini. Jalannya tinggal lurus saja, juga beberapa batu besar ada di kedua sisi. Kita tak perlu khawatir jika dikepung oleh musuh, dan kita bisa mempersempit medan peperangan. Ayo kita temukan cara agar bisa memukul mundur musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna juga seorang petarung, dan setelah mendengar perkataan Sinon, matanya menjadi bersemangat. Ia mencoba menghapus air mata miliknya dan berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku paham, Sinonon… Sinon. Tak peduli berapa banyak pasukan VRMMO Amerika yang muncul, mereka tak mungkin muncul lagi. Jika kita bisa memukul mundur puluhan ribu musuh, mereka mungkin akan menyerah… kukira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah,serahkan saja padaku. … Well, kurang lebih seperti itu....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memastikan setiap Penjaga berhasil melewati kepungan pasukan crimson, Sinon menatap lagi sahabatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Um, apakah Kirito…. Ada diantara pasukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa menunjukkan senyum masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tak perlu khawatir. Kirito-kun berada disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menunjuk jari telunjuknya ke bawah kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sungguh. Yah… Aku akan menyapanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menelan ludah, Sinon mulai bergerak dari atap kereta dan meluncur ke dalam dengan bantuan kemampuan terbang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunggu Asuna agar ikut, lalu ia menuju bagian dalam kereta kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama yang memasuki pandangannya adalah dua gadis berseragam dengan armor tipis. Mata mereka terbuka lebar bersamaan lalu bergumam pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“S… Solus-sama…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon melihat pakaiannya sendiri, lalu membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Halo, senang berkenalan dengan kalian. Meskipun aku mirip Solus, aku bukan dia. Namaku Sinon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba tersenyum pada kedua gadis ini, tetapi keduanya kebingungan. Tetapi ketika mereka berdua melihat Asuna, keduanya tampak mulai paham.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh iya, aku ini manusia dari Dunia Nyata sama seperti Asuna. Aku juga teman.... Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara si gadis berambut merah masih menatap, si gadis berambut coklat menunjukkan ekspresi rumit, dan berbisik pelan: Mengapa semuanya perempuan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada yang menunggu. Sinon berdeham ketika ia mulai melangkah kedalam ketika kedua gadis ini membuka jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon melihat pemuda berpakaian hitam duduk diatas kursi roda, ia memeluk dua buah pedang panjang menggunakan satu tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah diberitahu mengenai kondisi Kirito melalui penjelasan Higa Takeru, setelah melihat lukanya secara langsung, hatinya berdetak semakin kencang dan ia mulai meneteskan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan mata kosong tersebut tidak menatapnya, tenggorokannya mengeluarkan bunyi aneh. Sinon tertunduk dihadapan musuh, teman, serta penyelamatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersandar di kursi roda, tubuh Kirito tampak semakin kurus dan rapuh ketika Sinon menyentuhnya. Sinon meletakkan busur panjangnya ke meja, lalu memeluk sosok ringkih Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah mendengar jika jiwa Kirito — Fluctlight miliknya, atau bisa dikatakan «tubuh utama» yang dikenal sebagai diri sendiri telah mengalami luka parah. Higa mengatakan padanya dengan suara mudah jika masih belum ada cara bagaimana menyembuhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, Sinon menutup matanya lagi, air mata mengalir ketika ia menjerit dalam hati: Yah, itu mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang telah membuat kenangan bersama Kirito berulang kali, juga emosi kuat terhadap Kirito. Mereka cukup perlu berkumpul disini, sedikit demi sedikit dan berbagi hati mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Hei, tak bisakah kau merasakannya?… jiwamu yang ada dalam diriku. Lidah tajam, sedikit nakal, naif … dan kuat, lebih baik dari siapapun. Itulah dirimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon lupa jika Asuna masih menatap di belakangnya; ia memutar kepalanya dan mencium wajah Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asada Shino masih belum menyadari jika pikiran emosional miliknya telah memberikan bekas goresan pada jiwa terluar Kirigaya Kazuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Sinon sudah memahami struktur Underworld dan Fluctlights, baginya mungkin akan bisa menyelesaikan masalah ini. Tetapi penjelasan yang diberikan kepada Sinon sebelum ia dive hanyalah sebatas kondisi peperangan dan bagaimana cara menggunakan akun Solus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Sinon tidak menyadari alasan dibalik gemetaran Kirito dan naiknya suhu tubuh Kirito ketika bibirnya menyentuh Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon dengan cepat melepas tubuh Kirito, berdiri, dan berbalik ke tiga orang dibelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, Kirito akan cepat sembuh kok. Ketika kita membutuhkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dan kedua gadis mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah… aku akan terbang ke reruntuhan di selatan untuk memastikan kondisi geografi. Aku akan meninggalkan Kirito kepada kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata seperti itu, Sinon berjalan menuju pintu masuk kereta–&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, Asuna menggenggam pundaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat tatapan keheranan dimatanya, Sinon terpaksa berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna, ada apa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon pikir jika Asuna akan menginterogasinya karena memberikan ciuman pada Kirito, tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-Hei, Sinon, barusan kau bilang akan terbang?! Kau… bisa terbang?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan ini, Sinon langsung mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya. Mereka bilang jika terbang adalah kemampuan dasar akun Solus. Jika aku tak salah dengar sepertinya tak ada batas waktu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka bukan kami yang perlu ditolong! Alice… kejarlah Alice, ia telah diculik oleh Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi yang dijelaskan Asuna setelahnya lebih membahayakan menurut Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Alice, kunci segalanya, telah ditangkap oleh Kaisar Vektor yang dive menggunakan sebuah Super Account seperti mereka berdua, dan kini sedang terbang ke selatan menggunakan seekor naga. Satu-satunya orang yang sedang mengejar adalah seorang swordsman bernama Bercouli, sang Komandan Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melawan sebuah Super Account, bahkan bagi Komandan Knight masih terlalu berat. Jika kita tak bisa menyelamatkan Alice sebelum Kaisar sampai ke «Altar Ujung Dunia», seluruh dunia ini akan hancur! Tolong Sinon, bantulah Bercouli-san!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah semua menjadi jelas dan ia mengira-ngira sosok Komandan Knight Bercouli di pikirannya, Sinon akhirnya terbang menuju langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ke 700 Pasukan Penjaga telah menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengejar mereka dari utara, pasukan crimson memiliki jumlah 20 kali lipat dari mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku akan segera kembali setelah menolong Alice. Bertahanlah sampai saat itu Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan seperti itu dalam hatinya, Sinon berimajinasi agar mempercepat terbangnya ke arah selatan. Ia berubah hingga seperti meteor berekor putih yang membelah langit merah darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke tanah gelap tak berhingga di bawah sana, Sinon akhirnya teringat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar lupa—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana Leafa yang juga dive bersama dengan dirinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakang pasukan Kerajaan Manusia yang dipimpin oleh Integrity Knight Renri adalah gelombang kedua pasukan Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di utara sana, di sisi selatan lembah yang diciptakan Asuna. Iskahn dan Guild Petarung Tangan Kosong, serta Integrity Knight Sheyta, masih bertempuran dengan pasukan crimson yang berjumlah lebih dari sepuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dibagian paling utara dari pertempuran tersebut—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hutan belantara di sisi lain Gerbang Besar Timur, yang kini penuh dengan tumpahan darah, berdiri sesosok demihuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya di selimuti armor baja. Mantel berbulu tertiup angin. Dua telinga ramping bergelantung di kedua sisi kepalanya, sedangkan hidungnya mancung ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah Pemimpin Orc, Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah diberi tugas bersama dengan tiga ratus pasukannya agar berjaga di belakang, ia kini mengunjungi Gerbang Besar Timur seorang diri. Ia tidak membawa satupun pengawal, karena ia tak ingin siapapun melihatnya berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meraba-raba pasir, Rirupirin akhirnya menemukan apa yang ia cari: sepasang anting perak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ia ambil dengan telapak tangannya sendiri adalah objek milik putri knight Renju yang selalu ia pakai, ia mematuhi perintah Kaisar lalu dijadikan tumbal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anting tersebut adalah satu-satunya yang tersisa dari Renju. Di hutan ini, bahkan armor miliknya tak tersisa, ia tewas bersama dengan tiga ratus pasukan Orc. Dark Art yang digunakan Ium hitam benar-benar menghancurkan tubuh dan equipment mereka, lalu diubah menjadi Energi Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Dee Ai Ell, orang yang menyarankan perintah keji tersebut kini telah menghilang bersama Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee, Pemimpin Guild Pengguna Dark Art telah tewas setelah menerima serangan balik milik «Putri Cahaya», kemudian Kaisar mengejar Putri Cahaya ke selatan tanpa memberikan Rirupirin perintah baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisa – sisa tiga ribu pasukan Orc tidak mungkin menahan Pasukan Kerajaan Manusia dan Integrity Knights guna menjaga Gerbang Besar Timur. Keinginan lima ras Tanah Kegelapan untuk menguasai Kerajaan Manusia telah hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Jika seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa teman masa kecil Rirupirin, Renju serta tiga ratus pasukan Orc dikorbankan, juga dua ribu pasukan Orc tewas? Apakah kematian mereka ada nilainya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada jawaban. Sama sekali tak ada jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena penampilan kaum kami, lima ribu penduduk asli Tanah Kegelapan tewas sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin memeluk antiing-anting ke dadanya, lalu ia berlutut ke tanah. Tangisan penuh sedu serta duka yang sangat dalam keluar dari dirinya— ketika ia hendak menangis—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara terdengar dari arah belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Orc berdiri dan membalik kepalanya, lalu melihat seorang wanita menghunuskan busur ke arahnya. Berambut kekuningan dan berkulit putih bersih, mengenakan pakaian berwarna kehijauan dan armor berkilau … bukan seorang dari Tanah Kegelapan, pasti dari Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak terkejut melihat sosoknya, maupun marah karena melihat sosok manusia, hal pertama yang Rirupirin rasakan adalah rasa malu seperti, “jangan tatap aku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena gadis tersebut yang berdiri dihadapannya terlalu cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mungkin adalah perempuan Ium Putih pertama yang pernah ia lihat dari jarak dekat, mereka tak berbeda dari wanita Ium Hitam di Tanah kegelapan. Tangan dan kaki-nya terlihat ringkih seolah ia bisa dengan mudah mematahkannya, rambut-nya masih tetap cantik meskipun tertimpa sedikit cahaya matahari, matanya menatap lurus seperti orang bodoh, namun seperti mata crystal emerald.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin mengutuk dirinya sendiri memikirkan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia takut jika mata gadis tersebut terisi tekad bulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan… Jangan lihat!! Jangan lihat aku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak sambil menutupi wajahnya dengan tangan kirinya, lalu menggenggam gagang pedang dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum gadis tersebut bisa berteriak, ia akan memotong kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia akan menghunus pedangnya, Rirupirin merasa anting yang ada di telapak tangannya menusuk – nusuk. Sebuah perasaan seolah ia sedang dimarahi oleh Renju sehingga ia menahan gerakannya, kemudian ia terkejut mendengar suara miliknya—.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Err… Selamat siang. Eh, selamat pagi, mungkin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurunkan busurnya, si gadis tersenyum ramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi bayangan telapak tangannya, Rirupirin kaget dan berkedip beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada rasa permusuhan maupun kemarahan dalam mata gadis tersebut, bahkan tak ada rasa takut. Bagi anak – anak Ium Putih, para Orc dari Tanah Kegelapan adalah dongeng horor pemakan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M… Mengapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata yang keluar dari mulutnya sendiri, seolah kebingungan menghadapi situasi seperti ini. Seolah ia bukan salah satu dari Sepuluh Bangsawan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa kau tidak lari? Mengapa kau tidak berteriak? Kau malah menyapa, jelaskan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis tampak kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa… Karena.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia memastikan sekeliling dan memandang langit merah di atas sana, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kau juga manusia, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak, Rirupirin tak bisa memahami mengapa perutnya bergetar. Menggenggam ujung pedang miliknya, si pemimpin Orc berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M… Manusia? Aku? Hal bodoh macam apa itu? Kau jelas bisa melihatnya! Aku ini seorang Orc! Seorang Orc disamakan dengan manusia babi oleh kalian para Ium!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, kau masih tetap manusia kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat tangan ke bibirnya, si gadis tersebut seolah seperti orang tua yang mengajari anaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, kita bisa bisa saling bicara. Terlebih lagi, apa yang kamu ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… ingin…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin tak bisa menjawab lagi. Kata – kata penuh percaya diri yang diucapkan oleh gadis bermata hijau ini terlalu tak normal bagi Pemimpin Orc yang selama ini hidup dengan amarah terhadap manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Jika kamu bisa bicara, kamu berarti manusia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya itukah syarat menjadi seorang “manusia”? Goblin, Ogre, dan Raksasa bisa bicara. Tetapi keempat ras termasuk Orc telah dipanggil “demihumans” sejak dimulainya sejarah Tanah Kegelapan, mereka berempat telah dipandang rendah daripada manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin hanya bisa bernafas agak tersengal-sengal ketika ia berdiri seperti orang bodoh. Dengan ucapan “Tak usah khawatirkan itu dulu”, si gadis menyapu kekagetannya dan melihat sekeliling lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dimana… ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa/Kirigaya Suguha menyadari jika ia telah muncul di tempat yang sangat jauh dari lokasi asli, lalu melihat keatas menuju langit berwarna merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar jika mesin STL 6 yang ia gunakan adalah mesin baru yang bahkan belum pernah dikeluarkan dari kardusnya, ia merasa tak nyaman. Suguha tak pernah merasa nyaman menggunakan shinai yang baru dibeli, terlebih lagi, ia tak pernah yakin pada mesin elektronik yang baru dibuka. Karena entah mengapa, ia selalu merasa ada masalah yang akan muncul pada mesin tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia log in, seperti Sinon yang masuk menggunakan Mesin STL Prototype 1, lokasi dive miliknya seharusnya ada di dekat Asuna, tetapi karena ia tak bisa melihat Asuna maupun Sinon, sesuatu pastilah terjadi sebelum ia tiba. Tetapi bukan berarti jika tempat yang ia tuju adalah tempat kosong, dihadapannya berdiri seorang manusia berwajah babi— dengan kata lain, seorang «Orc».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan warna cursor yang akan aktif seketika setelah dive, Orc ini seharusnya bukanlah musuh yang harus ia hadapi— para pemain VRMMO Amerika, tetapi Orc ini adalah sebuah “Artificial Fluctlight” yang hidup di dalam Underworld, “bottom-up” artificial intelligence seperti yang Yui jelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar penjelasan Yui mengenai orang-orang Underworld, Leafa berjanji tidak akan menghunuskan pedangnya terhadap mereka hingga saat – saat genting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah jelas kan— bagaimana mungkin ia bisa membunuh “manusia” yang Kakaknya coba lindungi? Jika sebuah Artificial Fluctlight tewas di dunia ini, jiwa mereka akan hancur, tak bisa dihidupkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bagi Leafa, yang sudah akrab dengan grafik kelas atas ALO, kerumitan model Orc, yang juga ada di dalam The Seed Nexus, benar – benar menakjubkan. Gerakan dan hembusan nafas dari hidung kemerahan, texture armor logam yang membalut sosok besarnya dan mantel berbulu, terlebih lagi, dua mata hitamnya serta ekspresi miliknya benar – benar bukti jika sosok ini memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus bertanya pada Orc ini, ia malu – malu menjauhkan wajahnya karena suatu alasan,  melihat sekelilingnya, ia masih belum mendapatkan jawaban. Memutuskan untuk menyelesaikan masalah yang hadir di depan mata, Leafa mengajukan pertanyaan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah… siapa namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak mundur, pemimpin Orc kini mengutarakan jawabannya atas pertanyaan kedua yang diajukan si gadis Ium Putih. Mungkin namanya sendiri adalah satu – satunya hal yang tidak ia benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Aku, Rirupirin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tiba – tiba menyesali telah menjawab. Karena sebelumnya, ketika ia bepergian menuju Ibukota Obsidia untuk pertama kalinya, para Dark Knights dan Pengguna Dark Art tertawa setelah mendengar nama Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi gadis ini tersenyum tulus, tanpa menyembunyikan emosi apapun, lalu mengulangi nama Rirupirin dengan suara jelas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rirupirin… Sungguh nama yang bagus. Aku Leafa. Senang berkenalan denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia melakukan gerakan membingungkan untuk kesekian kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengulurkan tangan putih lembutnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjabat Tangan— tentu saja ia tahu kebiasaan ini. Tindakan ini juga hal yang wajar diantara Orc. Tetapi ia tak pernah mendengar seorang Ium yang mau berjabat tangan dengan seorang Orc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ada yang salah dengan orang ini? Apakah ini jebakan, atau semacam Art? Apakah aku akan terkena Art sebelum bisa menyadarinya? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap tangan kecil yang terjulur, Rirupirin hanya bisa melongo tanpa bergerak. Si gadis memandang Rirupirin hampir sepuluh detik, kemudian menurunkan tangannya penuh kekecewaan. Melihatnya si gadis seperti itu, ia merasa rasa sakit menusuk hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia terus berbicara pada si gadis … Tidak, hanya menatapnya saja, ia tak akan tahu apa yang akan terjadi pada otaknya. Rirupirin telah memutuskan jika ia tak ingin membunuh manusia yang ada di hadapannya, tetapi ia harus menemukan solusi lain, ia berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau ini… seorang Penjaga dari Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia kan, bukan, seorang Knight. Aku ingin membawamu sebagai tahanan. Membawamu kepada Kaisar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia adalah gadis muda, armor yang ia kenakan dan pedang panjang yang ada di pinggang kirinya tak seperti penjaga lain, tak peduli bagaimana ia memandangnya. Desain dan material untuk membuat senjata dan armor tersebut bahkan mungkin lebih tinggi dari bahan – bahan pembuat equipment milik Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis tidak menunjukkan rasa takut atas perkataan Rirupirin, ia seolah berpikir akan sesuatu, lalu ia bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar yang kamu bicarakan adalah Dewa Kegelapan Vektor, benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Yeah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. Baiklah. Bawa aku ke Kaisar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangguk, mengangkat kedua tangannya untuk diikat. Ini jelas – jelas bukanlah postur tubuh untuk berjabat tangan, tetapi memintanya untuk mengikat kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa yang sedang ia pikirkan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 107.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin mengambil ikat pinggang dari pinggangnya, dan agak kasar— tetapi sedikit longgar, ia mengikat pinggang si gadis. Setelah mengikat ujung ikat pinggang, ia ingat jika Kaisar tidak berada di Perkemahan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi jika ia berpikir hal – hal rumit, otaknya akan terasa panas. Bahkan jika Kaisar tidak berada di sana, masih ada para Dark Knight dengan ekspresi jijik mereka, atau seseorang seperti Pemimpin Guild Perdagangan, Lengil yang tak tahu harus apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik setelah ia berbalik, ia mulai berjalan sambil menarik tali dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, pandangan hitam pekat mengelilinginya. Bau mengerikan tercium di hidungnya. Semuanya menjadi gelap, lalu Rirupirin memandang sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan terkejut tersebut pastilah berasal dari gadis yang menyebut namanya Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memutar kepalanya ke sekeliling, Rirupirin melihat sebuah lengan mencuat dari dalam kegelapan kabut dan dengan kasar menjambak rambut Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, pemilik tangan tersebut muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita ini seharusnya sudah mati— Pemimpin Guild Pengguna Dark Art, Dee Ai Ell berdiri di sana, bibirnya menunjukkan senyum kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mengapa aku tak bisa mengejarnya? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli, ketua Integrity Knights merasa semakin depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga naga bersama dirinya telah mengejar selama dua jam lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah melewati hutan, dimana Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia mendirikan perkemahan, melewati reruntuhan dengan patung – patung besar, lalu menuju daerah selatan Tanah Kegelapan, tetapi jarak antara mereka berdua tidak menunjukkan berkurang. Setelah berhasil menculik Integrity Knight Alice, naga milik Kaisar Vektor masih saja berupa titik hitam kecil di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar dan Alice menunggangi satu ekor naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Bercouli berganti terus antara Hoshigami, Amayori, dan Takiguri, mencoba untuk meminimalkan kelelahan mereka. Secara teori, ia seharusnya telah berhasil mengejar sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia masih belum bisa mengejarnya? Apakah Kaisar bisa dengan bebas mengontrol Life naga miliknya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin. Bahkan Pemimpin Tertinggi Administrator tak bisa mengontrol Life sesuka hati, itu adalah Taboo terbesar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kaisar tak akan bisa terbang selamanya. Ia harus mengistirahatkan naga miliknya dua kali sebelum sampai ke «Altar Ujung Dunia» di bagian paling selatan Tanah Kegelapan. Tetapi naga milik Bercouli juga perlu istirahat. Karena kecepatan mereka sama, ia tak akan bisa mempersempit jarak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak akan— bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli tak bisa menggunakan Art yang bisa mempersempit jarak seketika. Untuk menembus masalah ini, satu – satunya kesempatan yang bisa ia lakukan adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight dengan lembut mengelus pedang tersayang miliknya yang sedang tergantung di pinggang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah perasaan dingin, namun bisa diandalkan. Hanya dengan sentuhan tersebut, ia bisa merasakan Life pedang-nya masih jauh dari terisi penuh. Armament Full Control Art yang ia gunakan di Gerbang Besar Timur telah memakan banyak Life dari yang ia duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik yang hendak digunakan Bercouli adalah teknik paling tinggi dari Divine Instrument «Time Piercing Sword», namun akan memerlukan banyak Life.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya bisa menggunakannya satu kali. Dan tebasannya harus lebih akurat daripada memasukkan sebuah jarum ke targetnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli dengan lembut menyentuh leher Takiguri, dan melompat ke punggung Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tidak mengunakan tali kekang, Bercouli memasukkan kesadarannya pada partner yang telah bertarung bersamanya selama bertahun - tahun, lalu dengan teliti mengatur posisi terbangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengincar titik hitam di kejauhan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia ingin mengincar Kaisar sendiri, pada jarak sejauh ini ia tak akan bisa melihat sosoknya, jadi kemungkinan gagal terlalu tinggi. Ia harus melihat pergerakannya dan memusatkan tenaga miliknya menuju sayap sang naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri tegak, Bercouli perlahan menggerakkan tangan kanan dan menghunus pedang miliknya dari sarung pelindung,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang yang digenggam dengan tangan kanannya memunculkan cahaya lemah. Release Recollection Art yang diaktifkan tanpa menggunakan incantation lalu pedang panjang tersebut bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Khight menatap lurus kedepan, sambil meminta maaf pada naga yang tak bersalah didepan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, menyipitkan mata birunya— Bercouli, knight paling tua di dunia berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Time Piercing Sword— Arcane Slash!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara keras, ia mengayunkan pedang ke bawah dengan cepat. Tak terhitung kilatan kebiruan memancar dari arah tebasan, lalu menghilang satu per satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di depan sana, sayap kiri naga hitam yang dinaiki Kaisar Vektor terpotong dari pangkalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bau ini … Aku bisa menciumnya … Bau manis ini adalah bau Life …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjambak rambut si gadis dan mengangkat seluruh tubuhnya ke atas, bibir Dee Ai Ell mengeluarkan suara serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin hanya bisa menatapnya seperti orang bodoh, tak peduli berapa banyak kebencian yang ia berikan, seolah tak sampai padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit gelapnya seolah dilumuri minyak sehingga berkilat, sedangkan rambut hitamnya kini acak - acakan. Seluruh tubuhnya tertutupi luka akibat tebasan pedang sehingga memancarkan darah tiada henti. Ketika Dee bergerak, lukanya semakin lebar dan memancarkan lebih banyak darah. Tetapi asap hitam yang menyelimuti-nya segera berkumpul di sekitar luka, mengeluarkan bau mengerikan dan berusaha menghentikan cucuran darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber asap tersebut adalah kantong kulit kecil yang menggantung di pinggang Dee. Setelah melihat lebih dekat, ketika kantong tersebut terbuka, benda yang mirip serangga secara terus menerus memunculkan kepalanya untuk menciptakan asap tebal. Benda itu pastilah Dark Art yang berfungsi untuk menahan Life yang berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap Rirupirin, yang menutup hidungnya seolah jijik. Dee membentak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mangsa yang tepat. Aku memerintahkanmu, babi. Sebagai hadiah, aku akan menunjukkanmu sesuatu yang hebat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah ia mengatakannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee menurunkan kuku seperti cakar miliknya menuju kerah baju si gadis, yang mana kini semakin menunjukkan ekspresi kesakitan sambil rambutnya dijambak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa belas kasihan, armor perak dan baju berwarna kehijauan milik Leafa dirobek dan jatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit putih bersih pada tubuh atasnya kini terbuka, wajah si gadis semakin kesakitan. Memandangnya, Dee menunjukkan kekejamannya dan senyum liar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana? Ini pertama kalinya kau melihat tubuh wanita, kan? Ini mungkin cukup menggoda bagi seekor babi! Tetapi pertunjukannya baru akan dimulai …!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima jari di tangan kanan Dee mulai menggeliat dan bergerak seolah telah kehilangan tulangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana, jarinya kini telah berubah menjadi cacing licin berkilau. Di ujung jari tersebut, garis seperti mulut mulai membuka lebar, tampak menjijikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tonton ini…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Dee berteriak, kelima jarinya— bukan, lima cacing panjang membentang semakin panjang dan melilit tubuh atas Leafa. Cacing – cacing tersebut tak hanya menghentikan gerakannya; ujung cacing tersebut mengangkat kepalanya— lalu menusuk ke dalam kulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah menyembur ke segala arah dari gadis bernama Leafa ini, mata hijaunya terbuka lebar. Ia berusaha menarik ulat tersebut menggunakan tangannya, tetapi tubuh atasnya terikat dan pinggangnya terikat oleh sabuk milik Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah yang mengalir dari lima luka yang diterimanya seolah tampak berhenti, tetapi kenyataanya tidak begitu. Rirupirin sadar jika cacing dari jari – jari milik Dee semakin masuk ke dalam; cacing tersebut menghisap darah Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pengguna Dark Art mengangkat kepalanya dan mulai merapal incantation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039; “System call!! Transfer human unit durability… Right to Self!!” &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pop, cahaya kebiruan muncul dari luka si gadis. Kemudian, seolah terhubung dengan darahnya sendiri, darah Leafa terhisap menuju cacing milik Dee. Rasa sakit si gadis semakin menjadi – jadi, tubuhnya melengkung ke belakang seolah mau patah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Sungguh hebat… sungguh hebat!! Sangat kaya … dan manis!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cibiran kejam menusuk ke telinga Rirupirin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah tersadar, si ketua Orc berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa yang kau lakukan!! Gadis ini tahananku!! Aku akan membawanya ke Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam, babi bodoh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berteriak secara arogan, matanya haus darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau lupa jika Kaisar telah memberikan perintah operasi padaku?! Keinginanku adalah keinginan Kaisar!! Perintahku adalah perintah Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gu. Rirupirin tak bisa berkata - kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Bukankah penyerangan ini telah gagal?&#039;&#039; Ia ingin menjawab. Tetapi Kaisar telah menghilang dari medan peperangan tanpa memberikan perintah baru. Sekarang ini, tak ada seorangpun yang bisa membantah “perintah” dari Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Rirupirin menyaksikan, si gadis hanya berteriak pelan dan pergerakannya mulai melemah. Dengan kata lain, luka – luka milik Dee perlahan mulai menutup satu demi satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh… Guh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggeramkan giginya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Rirupirin, si gadis yang Life-nya perlahan di hisap, seperti sosok Renju yang dikorbankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya mulai hilang dari mata si gadis. Kulitnya mulai berubah dari putih menjadi pucat, dan tangannya mulai turun terkulai. Tetapi tentakel di tangan kanan Dee masih menghisap dengan rakus, berusaha menghisap darah milik Leafa sampai habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tewas… dia akan tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahanan aneh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, manusia pertama yang tidak takut maupun menghina dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kejadian yang tak bisa terpikir, lebih tepatnya sebuah keajaiban terjadi. Mata Rirupirin terbuka semakin lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah kehitaman daerah Tanah Kegelapan dibawah gadis tersebut, mulai bersinar hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang tampak seperti rumput hijau, yang mana tak pernah terlihat kecuali di bagian tertentu Tanah Kegelapan, kini mulai bermunculan dari tanah, dan banyak bunga – bunga berbagai warna mekar ke segala arah. Bau bunga – bunga yang terbawa oleh angin, dan bahkan cahaya merah matahari mulai berubah menjadi hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan tersebut, penuh dengan Life. Kini berkumpul dan terhisap oleh tubuh si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit pucatnya kini mulai mendapat kembali warnanya, lalu matanya mulai bersinar lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilusi sesaat tersebut kini menghilang, Rirupirin sadar jika Life si gadis telah pulih kembali. Rasa senang memenuhi hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kemudian dirusak oleh teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin… Life-nya sudah hampir habis … kini penuh lagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee memaki, lukanya juga telah pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melepas cengkeraman pada rambut Leafa dan mengubah kelima jari lainnya menjadi cacing buruk rupa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbentuk kini agak besar, kelima tentakel yang baru diciptakan mulai melilit dan menusuk kulit milik Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… AHH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tawa milik Dee seolah menyatu dengan teriakan kesakitan si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AHAHAHAHA!! AH— HAHAHAHAHA!! Milikku! Dia milikku—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku harus menahannya. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menderita akibat rasa sakit yang tak pernah ia rasakan sebelumnya baik di dunia nyata maupun ALO, Leafa hanya bisa mengulangi perkataan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia dive, ia mendengar penjelasan mengenai kemampuan Super Account 03 «Dewi Tanah, Terraria».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unlimited automatic recovery&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk menyembuhkan diri secara otomatis&amp;lt;/ref&amp;gt;. Secara otomatis menghisap energi dari lingkungan di sekitarnya untuk memulihkan durability miliknya sendiri maupun benda hidup atau mati. Berdasarkan penjelasan Higa, batas HP yang dimilikinya, serta kemampuan tersebut, membuat Leafa tak mungkin mati karena kehabisan HP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Leafa memutuskan untuk berani ditangkap guna menantang Dewa Kegelapan Vektor, dan mencoba agar tidak menghunus pedangnya pada orang – orang Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita yang menyiksanya sekarang ini adalah penduduk Underworld seperti Rirupirin— sebuah Artificial Fluctlight. Jika ia ditebas menggunakan pedang, jiwanya akan hancur. Tanpa mengetahui mengapa ia bisa terluka dan mengapa ia ingin sembuh, Leafa tak ingin bertarung dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh— Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengesampingkan pakaiannya yang telah dirobek, rasa sakit ketika Life miliknya dihisap benar – benar luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini rasanya sakit ketika tubuhmu tak bisa terluka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hentikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin tak menyadari jika kata – kata tersebut meluncur dari mulutnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, kali ini lebih jelas terasa di mulutnya dan tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya menyipit, mata milik Dee seolah hendak menerkam. Menahan rasa marah di perutnya, pemimpin Orc melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukanlah Life milikmu telah penuh? Kau tak perlu menyedot habis tubuh si Ium Putih!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sekarang apa? Berani memberiku perintah …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berkata pelan, seolah menekan nada piano.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, kesepuluh tentakel menggeliat semakin hebat, memaksa masuk semakin dalam, semakin cepat menghisap darah. Kulit Dee kini telah kembali ke warna eksotis miliknya, dan rambutnya kini semakin panjang dan lembut dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, Life yang dihisap secara berlebihan mulai memancar ke udara disekeliling menjadi partikel kebiruan. Namun Dee tak menunjukkan tanda – tanda untuk menghentikan siksaannya pada si gadis, kini Dee mulai mencengkeram dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah bilang, kan. Tahanan ini menjadi milikku sekarang. Tak peduli berapa banyak Life yang aku hisap, tak peduli berapa banyak aku menyiksanya di depanmu, babi, atau bahkan ketika aku ingin membunuhnya sekarang, sudah bukan menjadi urusanmu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuku, kukuku, sebuah tawa keluar dari tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, yah, tentu. Kau yang menemukannya, jadi aku harus menunda pembayarannya kan? Kalau begitu… lepas semua pakaianmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap… Apa yang kau katakan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah sejak lama, melihatmu mengenakan armor dan mantel membuatku mau muntah. Kau ini babi, namun berlagak berpakaian seperti manusia. Jika kau mau  bertelanjang, merangkak, dan memohon padaku, mungkin aku akan mengembalikan tahanan manismu ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, seberkas cahaya merah memasuki pandangannya. Diiringi dengan rasa sakit seperti di tusuk jarum panas terasa di mata kanannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hanya seekor babi.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Seperti manusia. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata milik Dee bertolak belakang dengan kata – kata Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kau juga manusia, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Terlebih lagi, apa yang ingin kamu tahu? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak boleh membiarkan Dee membunuh gadis ini. Bukan, ia tak ingin Leafa mati. Karena ini... karena ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan bergetar milik Rirupirin menyentuh ujung mantel, dan membukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik mantelnya, Rirupirin menggerakkan tangannya ke sabuk yang mengikat seluruh armornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, suara lemah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya terangkat, matanya bertemu mata milik Leafa yang sedang menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata emerald miliknya berkedip beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… tak apa. Jadi, jangan … lakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terputus – putus. Dee menggigit wajah Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau terus mengucapkan hal – hal yang tak perlu, aku akan menggigit wajah cantikmu ini. Kita sedang bermain lho. Hei, apa yang kau tunggu babi. Lepas pakaianmu. Ataukah kau mulai merasa senang melihat tubuh manusia telanjang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyahahahaha, tawanya tak berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan miliknya yang memegang sabuk kini mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak peduli dengan rasa sakit di mata kanannya. Karena, dibandingkan dengan kemarahan dan penyiksaan yang mengisi hatinya, rasa sakit ini tak ada apa – apanya .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Aku… Aku…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, sesuatu mengalir dari matanya, turun hingga ke pipi. Tetesan yang jatuh di sebelah kiri berwarna bening, sementara yang jatuh di sisi kanan berwarna merah terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya mulai melepas dari ikat pinggang— dan bergerak menuju pangkal pedang di pinggang kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku seorang manusia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berteriak, rasa sakit yang tak pernah dirasakannya menyerang menyerang mata miliknya, lalu meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun setengah buta. Rirupirin bisa menemukan lokasi Dee secara tepat. Tawa sadis miliknya berhenti dan mulutnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sepenuh tenaga, Rirupirin mengayunkan pedang miliknya menuju kaki milik Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi— karena kehilangan sebelah mata, incarannya agak meleset.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung pedang miliknya hanya menyerempet betis Dee. Tubuh Rirupirin kehilangan keseimmbangan dan bahu kirinya ambruk ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat kepalanya, ia melihat Dee yang kini mulai murka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Babi busuk ini … beraninya melukaiku …!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melempar tubuh Leafa ke belakang dan melepas tentakelnya. Dengan deru suara, tentakel tersebut berubah menjadi pedang hitam tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mencincangmu, dan menjadikanmu makanan babi hutan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Orc menunggu ketika pedang tersebut sampai menebasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thump.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thump.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua suara terdengar pada saat yang sama. Pergerakan Dee terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bingung, Rirupirin melihat jika lengan milik Dee terjatuh dan menancap tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Dee juga terkejut. Wanita tersebut perlahan menoleh ke belakang, darah bagaikan air terjun mengalir deras dari punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok Leafa memasuki pandangan Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan sosok rampingnya yang tak memiliki otot, pedang panjang terlihat sulit untuk diayunkan ke depan. Meskipun kedua tangannya terikat, Leafa lah yang telah menebas tangan Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berbatuk dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang manusia … membantu seekor babi, dan menebas manusia lainnya …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Pengguna Dark Art memaju mundurkan kepalanya tak percaya, Leafa membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, aku hanya menebas orang jahat untuk menolong orang baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat pedang panjangnya lalu mengayun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hya-ka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis mundur ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sungguh— ajaib. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pergerakannya tidak berlebihan, namun cepat dan teknik miliknya luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, Rirupirin menangis— karena terbawa emosi kali ini. Ketika ia memandang Dee., Pengguna Dark Art nomor satu di Tanah Kegepalan dan yang terkuat diantara Sepuluh Bangsawan Penguasa, terpotong menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller melihat secara jelas ketika si naga hitam mengepakkan satu sayapnya, mendarat pelan, lalu meraung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika matanya berpaling, semua hal yang berhubungan dengan keberadaan sang naga yang ada di pikiran dan ingatannya lenyap. Ia memandang sekitar tanpa mengubah ekspresi wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi ia jatuh adalah sebuah daerah dengan banyak pilar batu. Pilar yang ia pijak di bagian tengah memiliki tinggi 100 yards dan lebar 30 yards.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat turun bukanlah hal yang bijak. Ia masih belum akrab dengan Art yang mengatur elemen di dunia ini, juga ia tak bisa meninggalkan Putri Cahaya Alice di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia memiliki tali, jangkar, atau tangga tali, Gabriel bisa dengan mudah turun ke bawah dari ketinggian ini. Tetapi tak perlu melakukannya saat ini, karena musuh yang entah bagaimana berhasil menumbangkannya kini telah mendekat dari arah utara bersama dengan tiga ekor naga. Ia harus mengurus musuh ini, mengambil alih kendali AI si naga, lalu terbang ke selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mengangkat wajahnya dan menatap ke atas. Matahari virtual yang mengambang di langit merah telah mencapai titik puncak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak banyak waktu tersisa ketika Critter mengatur ulang waktu akselarasi. Bisakah Pemain Amerika yang berjumlah 50,000 menyapu habis Pasukan Kerajaan Manusia sebelum dipaksa log out karena percepatan akselerasi? Dengan jumlah 1,000 orang tersisa, Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia tak akan bisa bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang membuat ia ragu adalah para Integrity Knights yang telah berhasil menyapu pasukannya satu persatu. Tetapi salah satu diantaranya, Alice, telah berhasil ia culik, maka pengejarnya pastilah salah satu Knight juga, hanya ada satu dua orang Knight yang tersisa di medan peperangan utara sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera Gabriel memutuskan keinginannya, ia kini berbalik pada Integrity Knight Alice yang sedang pingsan di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sungguh sangat—cantik. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Begitu cantik hingga kesenangan yang ada dalam dirinya tak bisa berhenti. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel sedikit bingung: haruskah ia melepas senjata dan armor miliknya sebelum memborgolnya? Itu adalah pilihan paling masuk akal, tetapi musuh sedang mendekat dan tampaknya akan agak sulit dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus menunnggu waktu akselerasi dan mengulur waktu. Bahkan ketika ia akan melonggarkan armor milik Alice, Gabriel harus melakukannya dengan lembut, dan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidur nyenyak sekarang, Alice… Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbisik lembut pada Alice, Gabriel berjalan ke tengah pilar bundar menunggu musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu Gabriel Miller yang sedang menggunakan Super Account 04 «Dewa Kegelapan Vektor», maupun Critter yang berhasil mencurinya, keduanya tidak mengetahui fakta ini: Alice si Knight terkuat telah jatuh pingsan selama beberapa jam hanya dengan dicengkeram naga, itu karena kemampuan Vektor itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat Super Accounts di Underworld diciptakan guna melakukan perintah langsung— penciptaan keajaiban— di dunia ini dan lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stacia, yang bisa mengubah dataran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Solus, yang bisa menghancurkan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terraria, yang bisa menyembuhkan durability.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Vektor, yang bisa mengatur pikiran Artificial Fluctlights itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara khusus, ia juga bisa mengedit ingatan lingkungan— data Vektor dalam Fluctlights dan memindahkannya ke suatu tempat yang jauh, ataupun menciptakan bangunan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tindakan tersebut agak berbeda dengan ketiga Dewi yang lain namun memiliki konsep yang sama, cukup sulit baginya menjadi subjek untuk disembah oleh penduduk. Terlebih lagi, Vector tak hanya memiliki Prioritas equipment dan Life paling tinggi, ia juga memiliki kemampuan pelindung terhebat “Kemampuan tak bisa dijadikan target Art”. “Anak Hilang Vektor”, adalah salah satu dongeng yang diwariskan dalam Underworld, cerita tersebut diwariskan berdasarkan salah satu perintah operasi pada penduduk setemmpat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi kekuatan Dewa Kegelapan Vektor dan imajinasi unik milik Gabriel Miller, ataupun Incarnation yang bisa menimbulkan efek berlipat ganda yang bahkan tak bisa diprediksi oleh teknisi «RATH».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa menghisap kesadaran seseorang tanpa menggunakan Art.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluctlight milik Alice juga berhasil ditaklukkan dan dipaksa untuk tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi kekuatan Vektor serta Gabriel telah sukses menghancurkan serangan maut milik Jenderal Kegelapan Shasta sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang ini, rival Shasta— Integrity Knight Bercouli akan mengalami jejak yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli melihat naga Kaisar Vektor telah jatuh ke batu pilar besar sehingga ia tak bisa lari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia manahan kelelahan hebat karena menggunakan teknik paling tinggi miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus… Tolong terbang sedikit lagi, Hoshigami, Amayori, Takiguri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia menyelesaikan kalimatnya, ketiga naga dengan sekuat tenaga mengepakkan sayap mereka. Selama musuh tetap berada disana bahkan jarak sepuluh kilol akan bisa dikejar dengan singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat sebelum memasuki pertempuran, Bercouli mulai merenung. Ingatannya mulai mengingat mimpi tadi pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apakah kau pernah merasakan tanda-tanda kematian?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Tertinggi Administrator bertanya dalam mimpinya, dan bagi Bercouli yang mengenalnya selama ratusan tahun, ia tetap menjadi sosok yang tak bisa dikalahkan sampai akhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ia dilepaskan dari Deep Freeze dan diberitahu Alice mengenai kematian Pemimpin Tertinggi, ia merasakan kekagetan dan sedikit lega: Terima kasih atas hasil kerjamu selama ini. Kematian Pemimpin Tetua Chudelkin membuatnya lebih kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hal tersebut, ia tak pernah menanyakan secara jelas mengenai kematian Administrator kepada Alice , juga situasi yang dialami oleh Alice. Tentu saja, di sisi lain ia terlalu sibuk melatih Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia, dan di sisi lainnya ia tak ingin mau tahu— mengenai sifat keras kepala dan hasrat milik wanita bermata dan berambut perak tersebut ketika melakukan dosa paling besar tentang eksperimen – eksperimen anehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Administrator selalu lesu, tak konsisten, dan berubah – ubah pada Bercouli. Meskipun ia selalu mematuhinya, Bercouli tidak memujanya seperti yang Chudelkin lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga tidak benci mematuhi perintahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar … Percayakan padaku kali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Knight paling tua bergumam, dan membuka matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat dengan jelas sosok Alice yang berbaring di batu mengenakan armor emas miliknya, dan sosok Kaisar Vektor berdiri diam dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah… kalian bertiga berjaga saja di udara! Jika aku tewas, mundur ke utara dan bergabung dengan pasukan lain!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengisyaratkan dengan lembut pada ketiga naga, Bercouli terjun dari punggung Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon meninggalkan jejak udara bagaikan meteor jatuh, ke 700 orang Pasukan Penjaga dengan susah payah kini menuju arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mulai kewalahan menangani pasukan crimson di belakang mereka. Tetapi baik Penjaga maupun kuda – kuda tak akan bisa berlari terus seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berdiri di atas atap kereta Kirito, Tieze, dan Ronye, berdoa sambil menatap arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sekitar dua puluh menit penjelasan Sinon, pemandangan reruntuhan kastil raksasa mulai tampak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada tanda – tanda manusia, demihumans, maupun binatang raksasa lainnya. Hanya ada bebatuan yang diam di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan jalan lurus ini ada dua kuil datar. Tingginya sekitar 20 mel, dan lebarnya 300 mel. Kuil ini mungkin bisa dijadikan garis pertahanan agar musuh tidak mengepung mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara kedua kuil tersebut, jalanan masih berlanjut ke arah selatan. Pemandangan ini memberikan kesan seperti roti lapis, karena selain ada di tengah – tengah, juga ada patung besar di kedua sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah patung Budha, juga bukan patung khas negeri barat. Sejujurnya, patung tersebut seperti sosok persegi yang ada di reruntuhan Amerika Selatan. Semuanya dipahat dengan mata bulat dan mulut besar, dan tangan mereka disilangkan di depan dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apakah patung tersebut di desain oleh teknisi RATH ketika Underworld diciptakan? Ataukah diciptakan secara otomatis menggunakan paket program The Seed? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ataukah patung tersebut— dipahat dari gunung batu oleh penduduk Tanah Kegelapan …?  Seperti tanda makam bagi yang telah tewas …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik nafas, menyingkirkan pikiran – pikiran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak pada Knight Renri yang sedang memimpin pasukan sambil menunggang naga:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita serang musuh di dekat jalan sana”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban “Mengerti!” terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa menit kemudian, Penjaga mulai membentuk formasi diantara kedua kuil. Patung seperti Mammoth ada di kedua sisi, seolah menatap mereka. Tapal kuda dan sepatu penjaga bergetar mengisi jalanan kering ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri memandu mereka, suaranya memotong udara dingin:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Penjaga, bagi posisi! Biarkan kereta barang dan tim persediaan lewat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Penjaga kini terbagi menjadi dua, kemudian delapan kereta barang melewati mereka, diikuti dengan tim persediaan yang kebanyakan para Astetic. Setelah sampai di bagian belakang, mereka berhenti. Angin kencang bertiup dari pintu masuk raksasa di jalan sana, rambut Asuna tertiup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh senyap. Pemain Amerika yang mengejar mereka mulai kelihatan, debu – debu beserta getaran mulai terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna melompat dari kereta barang, dan berkata pada gadis – gadis yang menonjolkan kepala mereka ke atas atap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini pertempuran terakhir. Aku akan menyerahkan Kirito-kun pada kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya! Serahkan pada kami, Asuna-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan melindunginya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Bahkan jika harus bertaruh nyawa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Tieze, Ronye dan Sortiliena meletakkan tinju ke depan dada mereka, Asuna melakukan hal yang sama dan tersenyum lelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Istirahatlah. Aku tak akan membiarkan musuh sampai ke tempat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata tersebut seperti sebuah janji pada dirinya sendiri. Asuna melambaikan tangan dan berbalik arah dengan segala keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri kini masih ada di depan pasukan penjaga, mengatur mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan ini luasnya sekitar 20 mel. Meskipun cukup sempit untuk dijaga, menjaga jalan ini sambil formasi saling bergantian mungkin saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal paling penting adalah mencegah angka kematian sebesar mungkin ketika melawan 10,000 musuh lebih, karena regu Ascetic juga melakukan penyembuhan dari belakang. Untungnya, diantara pasukan crimson tak ada pengguna Art. Meskipun sepertinya para pemain tersebut tak menemukan cara untuk mengaktifkan system command yang cukup rumit di Underworld dalam waktu singkat, situasi ini sepertinya sebuah keajaiban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika situasi ini mungkin berubah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku akan membunuh seluruh pasukan seorang diri. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas dalam – dalam dan berkonsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memikirkan jumalah Life milik Stacia dan Prioritas equipment miliknya, ia tak akan kalah karena kerusakan berdasarkan angka. Masalahnya adalah apakah ia mampu menahan rasa sakit. Ketika ia menerima luka di jantung, tubuh virtualnya ini akan terluka, dan bahkan jika ia memaksa, ia mungkin akan jatuh dalam kondisi dimana ia tak akan bisa menggenggam pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memejamkan mata, memikirkan Kirito yang masih terluka. Ia membayangkan luka dan duka yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna sudah ada di garis depan, rasa takut lenyap dari dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertempuran besar ini adalah yang terakhir, diterangi cahaya matahari siang hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar duapuluh pemain Amerika yang mengenakan armor berat kini maju ke reruntuhan, mencari darah dan teriakan yang dijanjikan pengumuman dalam website.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun apa yang menunggu mereka bukanlah NPC yang didesain untuk hiburan semata, tetapi para pejuang yang berkeinginan untuk menyelamatkan dunia dan menolong teman mereka si Integrity Knight emas. Meskipun terluka parah, pedang mereka masih memancarkan cahaya keingianan untuk menahan senjata musuh dan menghancurkan armor musuh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sesosok manusia menatap ke bawah dari ketinggian, diatas pasukan crimson yang telah dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenakan pakaian yang tidak memantulkan cahaya armor, seperti jaket sepeda motor besar. Jaket tersebut ditutupi dengan paku – paku keperakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjata yang ia gunakan hanyalah pisau pemotong daging besar yang menggantung di pinggang kirinya. Wajahnya tertutup. Tubuhnya dibungkus pakaian kulit hitam seperti jas hujan, hingga menutupi ke mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya tersenyum kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah Vassago Casals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dive sekali lagi ke dalam Underworld dan berhasil menghindari serangan laser milik Sinon, ia kini menyamar diantara pasukan Amerika yang mengejar Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia. Akan tetapi, ia tidak ikut dalam serangan awal, malahan ia memanjat dinding kuil bagian timur, dari atas kepala sebuah patung ia bisa mengamati jalannya peperangan, ia mumutuskan untuk menikmati hiburan menarik ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kekek, bajingan itu selalu terburu – buru seperti biasanya ketika marah. Ia membunuh banyak orang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bergumam dengan tawa kesenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti dalam ingatan masa lalu Vassago, gadis berarmor mutiara dengan rambut coklat— Asuna «The Flash» kini mulai mengangkat gagang rapier miliknya yang mulai bercahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Dahulu&#039;&#039;&#039;, Vassago juga dalam posisi yang sama, menonton pertempuran Asuna dari kejauhan. Ia telah bersumpah pada dirinya sendiri: &#039;&#039;Aku akan menghabisimu sebelum dunia ini berakhir. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama dengan seorang swordsman berpakaian hitam yang juga bertarung lebih ganas di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia meloncat dari punggung naga, Bercouli masih berada sekitar dua ratus mel diatas tanah. Jika ia meloncat langsung seperti itu, ia tak akan bisa menahan benturan yang akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia seolah menuruni sebuah tangga tak kasat mata, Komandan Knight turun dengan gerakan melingkar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap langkah yang ia jejaki, sebenarnya ia menciptakan Wind Element dibawah kakinya sebagai batu loncatan, dengan begitu ia bisa mengurangi daya benturan. Mengontrol Element dengan kedua kakinya sebenarnya adalah teknik milik Pemimpin Tetua Chudelkin yang ia curi beberapa puluh tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam gagang pedangnya, knight paling tua ini semakin mendekat, menuju titik buta Kaisar Vektor. Vektor berdiri di tengah pilar tepat dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bunuh dia dengan sekali tebas. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah hasrat membunuh milik Integrity Knight Bercouli yang ditunjukkan semenjak ia membunuh Jenderal Kegelapan dua generasi sebelumnya – sekitar seratus lima puluh tahun lalu. Dalam tahun – tahun setelahnya, ia tak pernah memiliki musuh yang mampu menarik hasrat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika ia bertarung dengan bocah Eugeo yang menerobos Katherdal Pusat seorang diri, Bercouli telah bertarung serius, namun tidak menunjukkan hasrat membunuh. Tetapi, jika ia melihat saat ini, bahkan melawan Jenderal Kegelapan Shasta, ia tak pernah menunjukkan emosi negatif seperti marah maupun benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ini adalah pertama kalinya Bercouli menunjukkan kegarangannya setelah sekian lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap tubuh dirinya benar – benar terbakar. Terlebih lagi bukan saja karena telah menculik Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh ini datang dari dunia luar yang disebut Dunia Nyata, orang ini telah memaksa orang – orang Tanah Kegelapan menuju medan peperangan ketika mereka telah menerima masa kedamaian, juga ia mengirim puluhan ribu penduduknya mati sia – sia, benar – benar tindakan yang tak patut dipuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kaisar Vektor, aku tak tahu alasan apa yang memotivasimu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi jika orang – orang dari Dunia Nyata seburuk dirimu. Aku jadi mengerti begitu melihat ekspresi nona Asuna. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu berarti, satu – satunya kejahatan yang tak bisa diampuni adalah dirimu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika begitu, aku akan membinasakanmu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku akan menebus nyawa Jenderal Kegelapan Shasta, Integrity Knight Eldrie, dan nyawa orang – orang yang telah gugur dalam peperangan ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Nah rasakan … serangan ini!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ze… AHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat sepuluh mel dari udara, Komandan Knight mengayunkan pedangnya sekuat tenaga kebawah menuju kepala Kaisar Vektor yang tak terlindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara berdesis, menimbulkan cahaya putih. Cahaya tersebut menyilaukan pandangan, bahkan menelan warna sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak perlu ditanya, serangan ini adalah teknik pedang paling kuat dalam sejarah Underworld. Prioritas serangannya bahkan mampu menulis kembali mnemonic data dalam Main Visualizer. Dengan kata lain, segala hal yang ada dalam jangkauan serangan ini, berapapun nilai statusnya tak ada artinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bagi Super Account 04— Life tak terbatas milik Kaisar Vektor akan hancur jika terkena serangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika terkena serangan ini, begitulah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika meteor hendak menghantam kepalanya, wajah Vektor masih tak beremosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecepatan serangan ini sangatlah cepat bahkan seseorang tak akan bisa melihatnya. Serangan tersebut datang tiba - tiba; tak peduli berapa cepat reaksimu, mereka tak akan mampu menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi dalam sekejap, tubuh Vector yang terbungkus armor crystalline hitam, dengan tanpa suara bisa bergeser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghindari serangan ini, bergeser sedikit saja bisa menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang milik Bercouli hanya menggores mantel merah yang berkibar di udara. Seketika menyentuh pedang tersebut, mantel tersebut berubah menjadi debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zugaaaaang!! Dengan bunyi nyaring, bekas goresan terukir ke pilar batu tersebut. Seluruh pilar tersebut berguncang, pecahan – pecahannya berjatuhan ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ia menghindarinya?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap seperti orang bodoh, Bercouli tidak berhenti melancarkan serangan lanjut. Melalui pengalaman bertahun – tahun, ia telah mempelajari untuk tidak berhenti dalam kondisi yang tak terduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil langkah lagi, menerjang ke sisi Kaisar. Lalu, ia menebas serangan horizontal. Sekitar setengah detik berlalu sejak serangan pertama yang gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Vektor bisa menghindar serangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya seperti asap hitam yang tertiup angin, sulit dicapai tanpa persiapan. Ujung pedang miliknya menggores permukaan armor, percikan bunga api tercipta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Bercouli yakin akan kemenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan terkuat miliknya telah gagal, namun kekuatannya tidak menghilang. Armament Full Control Art milik pedang «Time Piercing Sword • Empty Slash»— sebuah kemampuan untuk ‘menebas masa depan’ telah diaktifkan. Serangan ini adalah teknik yang akan meninggalkan tebasan pada siapapun yang berada pada arah tebasan, membunuh siapa saja yang menyentuh langsung pedang tersebut; teknik ini membuat Eugeo kesulitan waktu berada dalam Kathedral.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggung Kaisar condong ke depan dimana tiga tebasan tak terdeteksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan pertama mengenai rambut perak miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahkota di atas kepalanya hancur dengan bunyi khas logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Vektor terangkat ke atas seolah meminta ampun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli bisa merasakannya, seketika, tubuh miliknya pasti akan putus menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Slap.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bunyi terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumbernya adalah— tangan milik Kaisar yang mengepal diatas kepala belakang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ia menghentikan «Empty Slash» dengan tangan kosong? Tanpa menoleh? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak mungkin. &#039;&#039; Meskipun teknik rahasia untuk menahan tebasan pedang dengan kedua tangan telah diturunkan secara bergenerasi pada Petarung Tangan Kosong di Tanah Kegelapan, teknik tersebut bisa dilakukan jika tanganmu sekeras baja. Terlebih lagi, bahkan Pemimpin Petarung Tangan Kosong tak mungkin menahan serangan tak kelihatan dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran ini terlintas sejenak, setelahnya, Bercouli akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, ia hanya bisa menatap apa yang terjadi setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebasan yang tertinggal di udara dihisap oleh tangan Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, mata biru Kaisar menjadi warna hitam pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian terdalam kegelapan tersebut, banyak cahaya bisa terlihat— apakah itu, bintang - bintang…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu Jiwa. Jiwa – jiwa yang telah ia hisap dan dikurung ada disana. Jiwa Jenderal Kegelapan Shasta dan pendamping perempuannya kemungkinan juga ada disana …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bangsat, kau bisa menghisap Incarnation milik orang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada gumaman Bercouli, Vector perlahan menurunkan tangannya yang kini telah menelan tebasan seluruhnya, lalu berkata pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shin’i? … Aku paham, pikiran dan jiwa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya membuat tulang bergetar; seolah bisa menelan apapun. Dan sumber suara tersebut adalah bibir kecil yang kini sedang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pikiranmu seperti anggur tua yang nikmat. Kental dan kaya rasa … dengan rasa yang berat di awal. Meskipun bukan kesukaanku … pikiranmu cukup nikmat disajikan sebelum aku menikmati main course.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan pucat Kaisar kini menggenggam ujung pedang panjang yang ada di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang tipis yang perlahan ia tarik dari sarung pedangnya berwarna violet. Mengayunkan pelan ke bawah, Kaisar Vektor tersenyum sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ijinkan aku menikmati lebih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya pedang besar berhasil menggores lengan kiri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit terasa, seperti luka yang tersiram air panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ini bukan apa – apa!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berpikir cepat, luka kecil di lengannya seketika langsung menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, dengan kilatan terang, pedang miliknya berhasil menusuk dada penyerang sebanyak empat kali. Wajah si pria menyusut kemudian tertunduk ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna telah lupa berapa banyak yang telah ia bunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia juga tak menghitung berapa banyak waktu yang telah berlalu sejak dimulainya pertempuran di reruntuhan ini. Ia hanya yakin jika jumlah pasukan crimson yang menerjang terus menerus masih sangat banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hmph,tebasan rapier seperti ini tak akan cukup. Di Aincrad Lama, pertempuran melawan boss selama tiga atau empat jam adalah hal yang wajar. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menyemangati dirinya, melewati tubuh – tubuh tak bernyawa para penjaga, lalu menghadapi musuh baru yang menggunakan kapak perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keseimbangan musuh goyah karena serangannya; Asuna langsung menyerang jantung sambil tengok kanan kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi Asuna bertempur sekarang ini adalah di tengah – tengah jalanan, di sisi kanannya, Integrity Knight Renri masih terus melempar dua pisau lempar dengan tenaga dan akurasi yang konstan. Ia tampak baik – baik saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada di sisi kiri yang dipimpin oleh Sortiliena, Penjaga yang ditempatkan disana, sangat jelas terlihat jika garis depan miliknya mulai terdorong ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayap Kiri, saling berganti antar penjaga bisakah lebih cepat! Fokuskan Art Penyembuh ke sisi tersebut”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna-sama, aku masih bisa bertarung!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang merespon adalah Sortiliena di garis paling depan, ia mengaktifkan teknik pedang dua tangan, «Cyclone». Pedang panjang miliknya berputar cepat dengan cahaya hijau dan menghempaskan tiga orang musuh, tetapi Liena terjatuh setelahnya. Menilai dari percakapan mereka tadi malam, para swordsmen dalam kelas bangsawan biasanya berfokus pada pertempuran satu lawan satu, jadi pertempuran panjang dengan banyak musuh seperti ini benar – benar tak adil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun teknik pedang Liena cukup mematikan, bagi Asuna yang baru saja tiba di dunia ini kemarin, teknik tersebut terlalu kaku. Liena terlalu banyak menggunakan serangan sebelum serangan utama, sehingga senjata musuh pasti akan menggores tubuhnya sebelum teknik miliknya mencapai klimaks. Armor miliknya telah penuh bekas goresan, jejak darah ada diseluruh seragam Penjaga yang dikenakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mundur dan istirahat dulu, Liena-san! Percaya pada teman - temanmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada perintah Asuna, Liena menggigit bibir dan mengangguk lalu mundur sambil berkata “Aku akan segera kembali!” posisi miliknya langsung digantikan Komandan Penjaga, tetapi wajahnya cukup kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain kelelahan yang dialami sayap kiri, ada hal lain yang mengganjal hati Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan crimson yang sedang mereka lawan bukanlah monster humanoid yang dikendalikan algoritma, tetapi pemain veteran asal Amerika, tempat lahirnya MMORPGs. Mereka yang telah lama akrab dengan pertarungan akan langsung sadar jika penyerbuan sederhana tak akan efektif, seharusnya mereka memikirkan strategi lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang akan dirinya lakukan jika situasinya terbalik? Asuna mengayunkan Rapier miliknya semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya, ia akan melakukan serangan jarak jauh dari samping. Tetapi tak ada pengguna Art diantara musuh, dan jikapun ada, mereka tak akan langsung paham mengenai bahasa Art dalam Underworld yang begitu rumit dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Art, ada juga pemanah. Untungnya, hanya ada pemanah di Pasukan Penjaga, musuh tak bisa menggunakan akun pemanah. Usaha terakhir mereka adalah mengayunkan senjata dengan kedua tangannya, tetapi tindakan itu pasti membuat mereka tak cukup cepat, karena jika senjata mereka terlempar, mereka tak akan bisa ikut dalam peperangan ini setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya musuh tak memiliki banyak pilihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia semakin yakin bisa mengalahkan sepuluh ribu pasukan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Asuna memikirkan hal tersebut—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu masuk kuil dikelilingi kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya matahari terblokir oleh perisai besar di garis depan musuh juga tombak – tombak yang diacungkan kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Pengguna Tombak! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ber… Bersiaplah menahan serangan!! Berusahalah untuk bisa meghindari ujung tombak!! Dekati musuh agar bisa menyerang mereka!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Asuna berteriak, dengan suara dentingan logam, tombak – tombak besar melaju lurus ke depan secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
““”Assaaaaaaaaaault!!”””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaris penuh 20 pengguna tombak berteriak lalu mulai melaju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Penjaga mulai tertekan oleh serangan ini. Kumohon, tolong tenanglah, Asuna berdoa dalam diam sambil memandang pengguna tombak yang melaju langsung ke arah mereka. Pengguna tombak melaju lurus ke arah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggulah sampai saatnya dan — Cling!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya kekuningan bersinar dari ujung rapiernya dan ditujukan pada pengguna tombak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Haaah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berteriak, ia menancapkan rapier miliknya ke armor musuh, melihat ke depan, ia melihat jika rapier miliknya menusuk tenggorokan musuh. Dengan daya dorongan, darah menyembur ke seluruh pelindung kepala miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan yang terdengar bukan saja dari musuh, tetapi dari para Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa penjaga yang berada di sayap kiri tak berhasil menahan pengguna tombak, mereka tertusuk - tusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh……….!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeraskan giginya, Asuna meninggalkan posisinya dan berlari ke kiri. Dengan tebasan «Linear», ia menusuk pasukan crimson yang menarik tombaknya dari penjaga yang telah tewas. Mau menggenggam pedang berlumuran darahnya lagi, Asuna memotong kedua tangannya dan melancarkan dua tusukan, «Parallel Sting».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berhasil menghindar tusukan tombak ketiga dengan melompat ke atas. Mendarat di tombak, ia berlari ke bahu musuh, mencopot helm miliknya dan menusukkan rapier ke leher musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh terjatuh sambil berteriak. Kini mundur, Asuna berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bawa yang terluka ke bagian belakang! Sembuhkan mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilai sekeliling sekali lagi, tampaknya Knight Renri dan para Penjaga mengalami kesulitan menghadapi pengguna tombak, enam orang Penjaga telah mengalami luka parah karena tertusuk tombak. Tiga diantaranya sepertinya tak bisa ditolong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Jika musuh mengulangi strategi ini, pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia tak akan mampu menahan kondisi ini karena kalah jumlah.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketakutannya menjadi kenyataan. 20 orang pengguna tombak selanjutnya siap untuk menerjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memandang musuh yang akan datang lalu memandang jika dirinya telah berada di tengah – tengah medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana ada seorang Penjaga yang masih sangat muda, mencoba mengontrol pedangnya, meskipun kakinya gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH………!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak kencang, Asuna berlari ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melaju menuju Penjaga muda yang masih membatu dan pasukan tombak yang akan datang. Rapier miliknya tak akan tepat waktu untuk menahan serangan tersebut. Ia hanya bisa menjangkau ujung tombak dengan ujung tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ini adalah dunia VRMMO, maka Asuna yang memiliki reaksi kecepatan dan kekuatan pasti akan mampu menahannya. Tetapi di Underworld, parameter yang tak bisa dihitung yang mana berbeda dengan SAO dan ALO, ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tombak baja menusuk ke perutnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daya dorong terasa di  seluruh tubuhnya. Tak bisa mengutarakan suara, Asuna dengan diam melihat ke samping, sebuah logam telah menusuk ke perut miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meminimalkan gerakan akan meningkatkan efektifitas pedang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Komandan Knight Bercouli, teknik pedang milik Kaisar Vektor benar – benar berbeda dari style pedang yang pernah ia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, ia hampir tak pernah menggunakan kakinya. Ketika ia menghindari serangan, ia hanya menggeser dirinya dari pijakan. Juga, ketika ia mau menyerang, ia tak kelihatan melakukan persiapan. Pedang yang ia genggam agak renggang akan tiba – tiba meluncur ke jarak paling dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, memprediksi gerakannya sangat tak mungkin. Bercouli bahkan hampir tak bisa menahan lima serangan kuat milik Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi lima serangan sudah cukup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pengalaman bertarung miliknya, Bercouli yang sudah mengamati teknik Vektor mulai menyerang balik ketika Kaisar hendak memulai serangan ke enam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hsss!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melepaskan sedikit semangatnya, ia menebaskan tebasan ke arah kepala sebelum Vektor bisa melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama bunyi logam, percikan putih menyembur ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua pedang saling bertabrakan di tengah udara. Dari sini, hanya adu kekuatan saja. Pedang milik musuh terdorong ke bawah. Tampaknya tak bisa menahan tekanan, tubuh Vektor mulai membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ini saat – saat kritis!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memasukkan Incarnation dalam pedang miliknya. Pedang baja tersebut bercahaya perak. Time Piercing Sword perlahan menekan pedang hitam Vektor, sampai ke pundaknya, dan menggores armor—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, pedang Vektor mulai memunculkan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendar tersebut seperti makhluk hidup, membungkus Time Piercing Sword. Pada saat yang sama, cahaya perak milik Time Piercing Sword menghilang, seolah dihisap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa ini? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak…&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa, apa yang aku lakukan …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara gemercik, ia merasakan rasa dingin di punggung kirinya. Bercouli membuka matanya, melompat ke belakang, mengambil nafas panjang, dan mendapatkan kembali kesadarannya yang hilang sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa itu tadi? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Seseorang sepertiku, ada di medan peperangan ini! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir keras, Bercouli sadar jika tak sepele itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan menyelimuti pikirannya sehingga ia tak tahu mengapa ia disini, atau megerti alasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan… kau menghisap Incarnation milikku lewat pedangku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memaki dengan suara rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban musuhnya hanya senyum sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang bahu kirinya. Hanya goresan, namun cukup dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph… Sungguh menarik, benar kan, Kaisar? Tetapi tak bisa mengayunkan pedang sungguh menyusahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli terkekeh. Berbeda dengan Vektor yang tersenyum dan bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Benar. Yah, ada hal lain yang belum aku coba.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, ia menjulurkan pedang di tangan kanannya ke depan, tetapi bagaimanapun kau melihatnya, cukup jauh jarak mereka berdua. Tak mungkin pedang tersebut mengenainya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari ujung pedang yang terangkat, sebuah tembakan cahaya biru gelap muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039;Tak mungkin, dari jarak jauh?! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia menyimpulkan, cahaya tembakan tersebut menyentuh dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadarannya menghilang bagaikan api lilin yang tertiup angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang panjang milik musuh menjangkau Komandan Knight, turun lurus menuju lengan kirinya— namun ia hanya berdiri disana, hanya bisa menonton kejadian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang musuh terayun dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi khas, lengan kokoh Bercouli tertebas dari tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ku… u… ughh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berhasil menahan jeritannya yang hampir keluar. Rasa sakit yang amat sangat— seperti terkena semburan api secara terus menerus hingga batas rasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Rasa sakit ini bukan apa - apa! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hanya goresan, tak terasa apa – apa!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tombak hitam yang menancap di perut kiri Asuna telah menembus keluar sejauh setengah meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memutar kepalanya untuk melihat. Ujung tombak tersebut hanya menyentuh pipi si Penjaga muda yang berdiri melongo. Dengan sekuat tenaga ia tersenyum pada laki – laki tersebut, ia menatap pucat pada Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Dibandingkan nyawa berharga anak ini … apalah arti luka virtual?! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ungh… Ah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak hebat, Asuna memasukkan kekuatan ke tangan kirinya, lalu menggemggam tombak yang menembus tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi retakan, logam yang berdiameter lima cen patah dengan pukulannya. Ia lalu mengambil tusukan tombak yang ada di punggung dan menariknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunang – kunang menari di matanya, dan rasa sakit kesemutan mengalir dari ujung jari hingga kakinya. Tetapi tangan Asuna tak peduli, ia menarik tombak tersebut dengan brutal dan melemparkannya ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah menyembur dari mulut serta bekas luka di perutnya, tetapi tubuhnya masih tetap berdiri tegak. Asuna mengelap darah yang ada di mulut lalu menatap musuh dengan pandangan murka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik tombak tersebut berkedip beberapa kali, matanya kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, gosh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berucap dalam bahasa inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… The hell, man… This type of game isn’t fun at all. I’m logging out.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar kata – kata tersebut, Asuna menusuk jantung musuh menggunakan Rapier di tangan kanannya. Tubuh musuh tertunduk lalu menghilang dengan efek pecahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyeri di perutnya tidak membuat Asuna menangis, namun matanya berlinangan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit dan kebencian yang memenuhi medan peperangan ini seharusnya tak terjadi dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain Amerika dan Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia tak memiliki alasan untuk saling bantai. Jika kondisi mereka bertemu berbeda, kedua sisi seharusnya bisa menjadi teman— seperti yang Asuna alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia Virtual … dunia VRMMO seharusnya tidak seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T… To… Tolong… Gh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan dalam bahasa jepang memasuki telinga Asuna. Menoleh, ia melihat tombak besar menusuk seorang Penjaga yang tak bisa bergerak di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U… AAAAAAAHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emosi Asuna tak bisa ditahan ketika ia melaju ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rapier di tangan kanannya menebas tiada henti dan cahaya yang muncul dari ujungnya membungkus tubuh Asuna; kaki Asuna meninggalkan tanah ketika ia melaju lurus seperti komet. Serangan lurus tertinggi bagi rapier miliknya, «Flashing Penetrator».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemegang tombak yang hendak membunuh Penjaga terhempas ke udara, juga teman yang ada di belakangnya. Musuh ketiga juga terhempas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerbangkan musuh keempat yang ada di bawah patung besar, sword skill miliknya berhenti kemudian ia berbalik, menghembuskan nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang kedua serangan tombak telah menyebabkan lima orang tewas di Pasukan penjaga. Bersamaan itu juga, gelombang ketiga serangan tombak hendak bersiap - siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik rapier miliknya dari mayat musuh lalu berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua pasukan, jangan meninggalkan posisimu! Renri-san, tolong ke sini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membuat senyuman kecil, memastikan Knight muda yang melihat sosoknya yang berlumuran darah di sana – sini agar tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Aku akan menghancurkan formasi musuh. Kuserahkan musuh yang berhasil lolos padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna-sama?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat tangan kirinya ke atas pada Renri dan para Penjaga yang kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pusat keseimbangan Bercouli tiba – tiba bergoyang, dan apa yang menyebabkannya adalah lengan kirinya yang terjatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang menyadarkannya bukanlah rasa sakit, tetapi rasa kengerian yang dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melompat ke belakang, berusaha menjaga jarak antara dirinya dan Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan darah dari lengan kirinya bercucuran di pilar batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa – apaan ini? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ia mengarahkan pedangnya padaku, dan kesadaranku dipaksa menghilang …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat kedua jarinya yang menggenggam gagang Time Piercing Sword untuk menyembuhkan luka, memeras otak secepat mungkin. Healing Art yang tak dilafalkan dengan cepat menghentikan percikan darah dengan bekas cahaya kebiruan. Akan tetapi, tak ada cukup Sacred Energy di bebatuan sekitar sini untuk menyambungkan lengan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bagaimana aku menghadapi musuh seperti ini?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Armament Full Control Art «Time Piercing Sword • Empty Slash» miliknya tak efektif. Incarnation yang ada pada tebasan akan dihisap oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilihan terakhir miliknya adalah menggunakan Release Recollection Art «Arcane Slash». Tetapi jika ia menggunakan teknik itu lagi, ia harus mendapatkan saat yang tepat. Pertama, musuh tak boleh mengganggu serangannya. Kedua, harus sangat akurat …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menyeka keringat yang ada di dahinya dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menyadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku sangat putus asa. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Entah mengapa, aku tak punya hal lagi yang bisa diandalkan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dengan kata lain, disinilah aku akan mati. Serangan selanjutnya mungkin akan menyebabkanku mati. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Heh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari kondisinya, ketimbang berkerut, Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One malah menyeringai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya berpaling dari Kaisar Vektor menuju Knight emas yang pingsan dibalik Kaisar Vektor— Alice Synthesis Thirty.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Nona Kecil. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku masih belum bisa memberi apa yang kamu inginkan, Nona Kecil. Aku belum bisa memberikan kasih sayang seorang ayah. Karena, aku sendiri juga tak bisa mengingat apapun mengenai orang tuaku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi, ada satu hal yang pasti. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mereka yang disebut orang tua pasti akan melindungi anak mereka. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bajingan sepertimu … tak akan bisa mengerti, dasar monster!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menjejak pilar dan maju kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menyiapkan rencana, ia mengisi segala sesuatu yang ada dalam dirinya menuju pedang, si Knight tertua tersebut berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 155.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ga… Hah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batuk darah keluar dari mulutnya dan tumpah ke tanah yang ia pijak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna masih tetap berdiri, bahkan jika ia hanya bisa menggenggam Rapier di tangan kanannya.&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Setelah menahan gelombang tombak ketiga dan keempat, ia terluka sepuluh kali lipat di seluruh tubuh. Armor dan pakaian mutiara putih miliknya kini robek dan darah ada dimana – mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerima serangan langsung dari tombak hingga membuat lubang di tubuhnya, sungguh heran mengapa ia masih bisa bergerak. Faktanya, HP miliknya yang sangat banyak tidak menurunkan kekuatan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tubuh ini akan tewas jika hatiku lengah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jadi, aku harus tetap berdiri. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tubuhnya telah mati rasa. Hanya rasa panas yang menyelimuti seluruh inderanya, hingga membuat pandangannya agak kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang pasukan tombak kelima mulai muncul di pandangannnya yang kabur, lalu ia mencabut Rapier miliknya dari tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sudah tak bisa menghindar secara langsung. Ia hanya bisa menghentikan tombak dengan tubuhnya lalu melancarkan serangan sword skills.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rapier seberat bulu milik Asuna kini seolah menjadi cukup berat di genggamannya, tetapi kini ia mengangkatnya dengan kedua tangan, menunggu kedatangan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Go!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah berguncang, 20 orang pengguna tombak mulai melaju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Boom, boom, boom boom boom boom…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suara langkah kaki, suara bergema terdengar dari suatu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Asuna terangkat ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari langit merah, garis – garis mulai berjatuhan. Garis tersebut seperti kode digital.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bala bantuan… untuk musuh…?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Ahh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam jeritannya, ia merasa sangat khawatir dan ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna garis tersebut bukanlah warna crimson, tetapi biru tua seperti warna langit fajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa melihat warna tersebut, ia hanya menyaksikan dengan kedua matanya, menunggu apa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis – garis tersebut berhentii sepuluh meter di atas tanah; kode digital tersebut mulai memadat dan bercahaya, menjadi sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Voom. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara bertiup, dan sosok – sosok tersebut mulai berputar. Seperti angin tornado, sosok tersebut akhirnya turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat dibawahnya, ke 20 pengguna tombak berhenti dan juga menatap atas seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tornado biru tersebut mendarat di tengah formasi musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, pasukan crimson berhamburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah. Pasukan musuh yang terkena tornado tersebut terpotong – potong, darahnya tertiup angin ke berbagai arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, di tengah pasukan tombak yang tewas, tornado tersebut mulai melambat dan membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok tersebut memunggungi Asuna, tubuhnya langsing namun tinggi. Ia mengenakan armor khas jepang. Tangan kirinya menggenggam sarung pedang di pinggang, dan tangan kanannya menggenggam pedang panjang, bukan, sebuah katana, yang kini ia acungkan ke depan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna telah melihat serangan itu sebelumnya, di dunia lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah Sword Skill.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan berat senjata katana— «Tsumujiguruma».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok tersebut akhirnya berdiri, memanggul katana miliknya ke punggung, lalu ia memandang Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah bandana miliknya, wajah agak berjanggut menyeringai padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, maaf membuatmu menunggu, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K… lein…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa mendengar suaranya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, getaran yang sama juga terdengar di seluruh langit. Meskipun efek suara yang ditimbulkan hampir sama ketika pemain Amerika muncul, namun bagi Asuna, suara ini adalah suara malaikat yang akan turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ribuan cahaya biru kode digital mulai turun satu persatu dari langit merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadaran menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit membuatnya terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli telah lupa berapa banyak ia telah melalui proses tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui pertarungan ini, Kaisar Vektor tak pernah memberikan serangan fatal. Tetapi Bercouli tahu jika darah yang mengalir dari luka – lukanya, adalah Life miliknya yang semakin menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena kekuatan imajinasi yang ia kuasai selama dua ratus tahunan, ia berhasil mengusir rasa takut dan kengerian miliknya, ia hanya memikirkan satu hal dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya menghitung waktu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memiliki kemampuan khusus untuk mengkonfirmasi waktu menggunakan pikirannya, dan sekarang ia bergantung pada kemampuan tersebut lalu mengingatnya. Bahkan ketika pikirannya menghilang karena pedang Kaisar, ia masih tetap menghitung dalam bawah sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Empat ratus delapan puluh tujuh. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Empat ratus delapan puluh delapan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menghitung sambil meluncurkan serangan yang tak berarti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Teknik pedang milikmu … sepertinya tak berhasil menggoresku … wahai komandan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039; Empat ratus sembilan puluh lima.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak akan mampu membunuhku dengan teknik pedang seperti itu ….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— &#039;&#039;Empat ratus sembilan puluh delapan. &#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat ini, aku masih belum selesai.!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berteriak, ia mengayunkan pedangnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedangnya menyentuh pedang Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Incarnation terhisap, pikirannya buyar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia sadar, ia telah berlutut, darah menetes dari pipi kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus depalan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hampir sampai, kumohon bertahanlah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli berdiri kesulitan, dan memandang Kaisar yang ada di belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan jijik muncul pada wajah tak berekspresi miliknya. Alasannya adalah ketika ia menebas pipi Bercouli, darah miliknya menyiprat di pipi Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vector mengelap noda tersebut dan berguman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil langkah ke depan menuju genangan darah yang diciptakan Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jiwamu terlalu berat. Terlalu kental. Terasa di lidahku. Dan kini membosankan, kau hanya berpikir untuk membunuhku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar berkata dengan nada datar, lalu mengambil satu langkah lagi ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Matilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terangkat pelan, pedang hitam memunculkan cahaya menyilaukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Bercouli tidak berubah, tetapi ia menggeramkan giginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Sedikit lagi. Tinggal tiga puluh detik. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh… Jangan berkata seperti itu. Aku masih bisa … menahannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight mengambil langkah ke depan, dan dengan gemetaran ia mengangkat pedang panjang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemana kau akan.... pergi. Kemana kau akan melangkah. Oh, disana…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cahaya redup di matanya, Komandan Knight mengayunkan pedangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clog. Ia menebaskan pedang ke suatu arah, lalu semakin gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ataukah … disini…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melancarkan tebasan lain walaupun agak lemah. Lalu, ia menyeret kakinya yang mati rasa, Bercouli menebas ke arah secara acak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerena pandangannya mulai buram karena kehilangan banyak darah, pikirannya juga menjadi kabur— ia sudah tahu akan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ini adalah tindakan terakhir milik Komandan Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata biru miliknya yang sudah kehilangan cahaya hanya berfokus pada satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jejak kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir sepuluh menit melakukan serangan tak berarti, Bercouli telah menumpahkan darahnya ke bebatuan yang ada di kakinya. Meskipun tidak luas tetapi dua jejak kaki bisa terlihat jelas, ada jejak sepatu milik Kaisar Vektor dan sandal kulit milik Komandan Knight, bisa terlihat jelas dan mudah dibedakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ini adalah jejak pergerakan keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Bercouli telah mencari jejak kaki milik Kaisar yang telah mengering ketika ia menebas lengan Bercouli sepuluh menit lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, Bercouli mulai menghitung meskipun tak sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti, ia bisa mengetahui kemana Kaisar Vektor bergerak sepuluh menit lalu. Lalu, jejak kaki yang ia buat berhasil merekam kemana ia melaju, dan dimana ia berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus depapan puluh sembilan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus sembilan puluh. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… Aku menemukanmu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli bergumam, semakin gemetaran ketika ia mengayunkan Time Piercing Sword.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah serangan terakhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu pedang maupun pemiliknya, keduanya telah mencapai batas Life mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Bercouli semakin kelelahan, ia mengaktifkan Release Recollection Art milik Divine Instrument-nya, Time Piercing Sword.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
«Time Piercing Sword • Arcane Slash».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebalikan teknik «Empty Slash» yang bisa menebas masa depan, teknik «Arcane Slash» bisa menebas masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Main Visualizer dari Underworld, pergerakan semua manusia telah direkam selama enam ratus detik, atau sepuluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Time Piercing Sword bisa merusak rekaman ini, menyebabkan sistem salah mengenali lokasi seorang manusia saat ini menjadi lokasi masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya, pedang yang tadi dilancarkan bisa berpindah ke tubuh seseorang yang ada di masa lalu. Tak bisa dihindari, tak bisa diblokir, sesuai namanya, teknik ini seolah mempecundangi teknik pedang lain dan kerja keras seorang swordsmen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya Bercouli selalu berpikir dua kali sebelum mengaktifkan «Arcane Slash». Ketika bertarung melawan Eugeo, walaupun terkena Release Recollection Art dari Blue Rose Sword, ia memutuskan tak akan menggunakan teknik ini karena ia bisa menang dengan mudah. Ia tahu jika Pemimpin tetua Chudelkin akan menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap Gereja Axiom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena lawannya Kaisar Vektor yang memiliki kekuatan melebihi dirinya, ia tak perlu berpikir dua kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kaisar Vektor turun dari naganya, Bercouli mengambil keuntungan tentang fakta bahwa musuhnya hanya terbang lurus dengan kecepatan tetap sehingga ia bisa mengetahui lokasi terbang sepuluh menit sebelumnya. Namun, karena jarak dekat, ia harus benar – benar memastikan lokasinya dengan sangat tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, jika ia bisa mengingat lokasi musuh sepuluh menit lalu, ia bisa mengaktifkan teknik ini. Tetapi menggunakan cara tersebut, jika pengaktifan teknik pedang miliknya terganggu oleh musuh, akan menjadi sulit untuk menghitung sepuluh menit lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tepat seperti ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau kelihatan mengincar sesuatu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar Vektor mendekat, dan Bercouli dipaksa menghindari Incarnation berwarna biru gelap dari pedang panjang musuh. Seperti itu, «sepuluh menit masa lalu» yang telah ia rekam menghilang selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku melewatkan kesempatanku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli sekali lagi menyiapkan Time Piercing Sword miliknya yang akan mengaktifkan Release Recollection.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berada di ujung tanduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Kaisar telah menyadari jika ia mengincar sesuatu, ia akan langsung mengaktifkan serangan terakhir miliknya. Kenyataannya, cahaya Incarnation pedang panjang milik Vektor telah melaju ke arah Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berusaha melawannya, Komandan Knight berusaha menghindar sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berguling. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berguling, berguling, dan terjatuh. Ia tahu sejak lama jika ia akan menjumpai maut dengan cara sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga kali, empat kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat pada serangan kelima, Bercouli berhasil menghindari semua serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelahnya, cahaya kebiruan berhasil menyentuh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadarannya berhasil menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Bercouli membuka matanya lagi, apa yang ia lihat adalah pedang panjang Vektor yang menembus kedalam perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara whoosh, pedang tersebut tertarik, sisa – sisa Life milik Komandan Knight menyembur lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia terjatuh ke belakang, ia melihat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok naga yang terbang tinggi di langit, kini melaju ke bawah dengan kecepatan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hoshigami. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hei, kau kusuruh berjaga kan? Mengapa kau menentang perintahku, kau tak pernah melakukan hal ini sebelumnya, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga membuka lebar mulutnya, api kebiruan mulai menyembur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melawan serangan seperti itu yang berhasil memusnahkan ribuan pasukan, Kaisar Vektor kini merentangkan tangan kirinya dan menangkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Armor hitam yang ada di tangannya berhasil memantulkan api ke segala arah. Api berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang di tangan Kaisar menembakkan cahaya biru gelap sekali lagi, menembus api biru dan menusuk tepat ke kepala Hoshigami. Naga Bercouli menerima teknik pedang berkekuatan penuh yang berhasil mengontrol naga Dark Knight Order sebelumnya— tetapi gerakannya tidak terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebalikannya, Hoshigami mengubah seluruh Life miliknya menjadi sinar putih yang ditembakkan dari sayapnya, langsung ke arah Kaisar berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa jijik muncul lagi dari wajah Kaisar; ia mengangkat pedangnya tinggi – tinggi dan dan menusukkan tusukan menuju rahang sang naga, berusaha menghancurkannya. Cahaya gelap menyelimutinya, menghisap Life sang naga dan menghancurkan tubuhnya berkeping - keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami telah memberikan Life miliknya untuk mengalihkan perhatian Kaisar selama tujuh detik—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli tak akan menyia – nyiakan kesempatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight bisa merasakan nafas terakhir milik naga tersayangnya yang telah menghabiskan seluruh hidupnya bersama Bercouli lalu mengayunkan Release Recollection Time Piercing Sword tinggi – tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik untuk mengingat “posisi musuh sepuluh menit lalu” hanya bisa diaktifkan setiap sepuluh menit sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, rekaman pergerakan yang ada di tanah bisa menunjukkan posisi musuh sepuluh menit sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh detik setelah Bercouli menatap posisi dimana ia tidak bisa melakukan serangannya, jejak kaki Kaisar bisa terlihat, ia lalu meluncurkan serangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada karakteristik lain pada teknik «Time Piercing Sword • Arcane Slash».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan memasuki system secara langsung, kekuatan pedang ini bisa “menghapus nilai Life dari target yang akan ditebas”. Terlebih lagi, serangan ini tak akan bisa ditahan bahkan oleh sebuah Incarnation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, kemampuan Kaisar Vektor untuk menonaktifkan dan menghisap semua serangan Incarnation tak akan bisa diaktifkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus, nilai Life tak terbatas milik Vektor langsung terubah menjadi nol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya, tubuh Kaisar langsung terpotong dari bahu hingga pinggang kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika tubuhnya terpotong menjadi dua, ekspresi wajah Kaisar Vektor masih tetap pucat tanpa ekspresi. Mata birunya hanya menatap kosong menuju langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah tubuh atasnya mendarat ke tanah, di sekitar dadanya, cahaya hitam menyembur, menciptakan ledakan tak bersuara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ledakan berhenti, tak tersisa jejak tubuh maupun keberadaan Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, Time Piercing Sword yang telah kehabisan Life hancur menjadi debu dengan suara menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039;begitu hangat. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku ingin berada disini lebih lama. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbangun dari tidurnya, Integrity Knight Alice tersenyum kecil ketika masih diantara batas bangun dan tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghalau sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mulai berdiri dengan kedua kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tangan dengan lembut membelai rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
………&#039;&#039;Ayah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah berapa lama ia berbaring disini? Ia telah lama merindukan masa – masa tenang seperti ini … Perasaan terlindungi, tak mengkhawatirkan apapun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ahh… Tapi, sudah saatnya untuk bangun. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Integrity Knight Alice membuka kelopak matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang muncul di depan matanya adalah sosok swordsman berumur, matanya menyipit ketika ia memandang Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di wajah dan dadanya, terdapat bekas luka. Luka tersebut kini bertambah karena luka yang kini bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Paman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berbisik, akhirnya ia benar – benar sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Benar, aku telah diculik Kaisar Vektor. Beneran nih, aku benar – benar ceroboh, aku maju tanpa berpikir panjang. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi seperti prediksi Paman, bahkan ketika aku tertangkap oleh musuh, ia akan menyelamatkanku. Selama orang ini ada disini, aku bisa merasa aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum lagi, Alice berdiri. Ia menyadari luka yang ada di wajah dan dada Komandan Knight, ia menghembuskan nafas lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan kirinya terpotong dari atas bahu. Jubah miliknya berlumuran darah kering. Dan dibawah dadanya, luka mengerikan berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“P… Paman… !! Paman Bercouli!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak dan mengulurkan kedua tangannya, jari milik Alice menyentuh pipi Komandan Knight Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia menyadari jika Knight tertua di dunia ini telah menghabiskan Life miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039; Aw, jangan menangis seperti itu Nona Kecil. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kematian pasti akan datang, hanya saja datang sekarang, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One berkata ramah ketika ia melihat kebawah pada Alice yang memeluknya. Namun suaranya tak bisa keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;…Nona Kecil, jika ini kamu. Aku akan baik – baik saja. Bahkan jika sendirian, kamu akan bisa terus hidup. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Karena, kamu ini muridku.... putriku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan dibawah kini meninggalkan mata Bercouli. Membuat senyum terakhir pada murid kesayangannya, matanya kini menatap langit utara di kejauhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memikirkan seorang knight wanita lain yang ada jauh disana..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak tahu apakah mereka akan sukses atau tidak, tetapi saat ini, hati miliknya terisi oleh perasaan mendalam setelah menemui ujung hidupnya yang mana ia pikir akan hidup abadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;… Yah,tak begitu buruk kok, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kau harus bersyukur karena ada orang – orang yang menangis untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menoleh menuju sumber suara, ia melihat seorang gadis melayang disana, tubuh telanjangnya tertutupi rambut perak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hei, jadi kau masih hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat bahunya, dan Pemimpin Tertinggi Administrator berkedip dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi itu tak mungkin, benar kan? Bisa muncul dihadapanmu, aku ini ingatan dalam dirimu. ‘Aku’ Cuma ingatan Administrator yang tersimpan dalam jiwamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, aku masih tidak begitu paham … tetapi, jika kau ini ada dalam ingatanku. Aku senang kamu bisa tersenyum seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli merespon sambil menyeringai, dan tiba – tiba disampingnya ada naga tersayang milik Bercouli, Hoshigami. Ia menjulurkan leher panjangnya menuju tubuh Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight dengan lembut memegang leher peraknya. Lalu ia melompat bersama Pemimpin Tertinggi keatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu membenciku?” Komandan Knight hanya bisa menggeleng. “Apakah kamu tak membenciku yang telah membuatmu hidup abadi dan menghapus ingatanmu berulang kali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat, Bercouli menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun memang benar dan cukup bosan, yah, hidup yang aku jalani cukup menyenangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sungguh?.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpaling pada jawaban Administrator, Bercouli menarik tali kekang Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga membentangkan sayap transparan miliknya, lalu perlahan terbang menuju langit luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah langit berbintang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tanah kering sekitar reruntuhan «Gerbang Besar Timur». Di sebelah timur dan barat reruntuhan, sepuluh ribu pasukan Tanah Kegelapan yang tertinggal dan empat ribu Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia telah membentuk formasi, bersiap untuk saling serang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Kaisar Vektor telah menghilang tanpa jejak, pasukan Tanah Kegelapan tak bisa bergerak bebas. Pasukan Penjaga juga kebingungan sehingga mereka juga tak bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didekat reruntuhan gerbang hanya terdengar suara angin, ada sosok knight wanita. Dia adalah Integrity Knight yang tinggal untuk memimpin Pasukan utama, Fanatio Synthesis Two. Ia telah memerintahkan Penjaga dan regu Ascetics untuk beristirahat akan pertempuran yang akan terjadi, tetapi dirinya sendiri tak bisa tidur di tenda. Sehingga ia berjalan sendiri di reruntuhan Gerbang Besar Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit malam telah lama berlalu. Solus telah tenggelam di langit merah Tanah Kegelapan dan langit biru Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari satu setengah hari berlalu sejak pasukan pengecoh Kerajaan Manusia berangkat menuju bagian selatan Tanah Kegelapan. Meskipun ia tahu mengenai misi mereka tak akan mudah, ia harus menunggu disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika Fanatio menutup matanya, ingin berdoa pada ketiga dewi agar mereka bisa kembali dengan selamat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya terbuka mendadak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa pria yang ia cintai sedang berbicara di telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Maaf, Fanatio. Tampaknya kita tak akan bisa bertemu lagi. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku menyerahkan sisanya padamu. Biarkan anak itu hidup bahagia …&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum lama ini, Fanatio telah mendengar perkataan yang sama. Itu adalah perkataan ketika Komandan Knight Bercouli hendak berangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpakaian armor silver, tangan Fanatio menyentuh perutnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyawa baru yang ada di tubuhnya adalah sesuatu yang terjadi tiga bulan lalu. Bercouli, yang mana telah pergi selama lebih dari seratus tahun tanpa menyentuh Fanatio, ia mungkin telah memprediksinya ketika ia melanggar taboo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memprediksi kematiannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan jika Life milik Komandan Knight Bercouli telah menghilang di kejauhan sana, Fanatio perlahan tertunduk dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa menahan, ia terisak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan mengapa Bercouli selalu menjauh dari Fanatio maupun perempuan lain, ia pernah mendengarnya dahulu kala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria dan wanita di Kerajaan Manusia hanya bisa menikah dibawah pengawasan pendeta Gereja Axiom, dan hanya bisa membuat seorang anak melalui sebuah kontrak. Namun seorang Integrity Knights berperan juga sebagai seorang pendeta dan tak memerlukan pesta pernikahan. Mereka hanya harus bersumpah saling mencintai, berbagi ranjang, dan bisa memiliki seorang keturunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun anak ini akan menua dan tewas ketimbang orang tuanya karena Life mereka telah dibekukan. Bahkan, mengijinkan anak ini mengalami hal yang sama bahkan lebih kejam dari tindakan Pemimpin tertinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, karena Pemimpin Tertinggi telah meninggal, Bercouli akhirnya menerima perasaan Fanatio. Maka, ia memutuskan untuk melindungi anak ini dan membuatnya terus hidup sampai ajal menjemput.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Beristirahatlah dengan tenang, Bercouli. Aku akan membesarkan anak ini. Aku akan membuatnya menjadi seorang pria yang kuat seperti dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghentikan isak tangisnya, Fanatio membuat keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tetapi sekarang ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sekarang ini, biarkan aku menangis. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjatuh ke tanah, Fanatio menggenggam butiran pasir bekas jejak kaku Komandan Knight Bercouli, lalu menangis tanpa menahan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun aku tak memiliki masalah dengan kalian …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengacungkan katana merahnya pada pasukan crimson, pedang miliknya bergetar di penjuru reruntuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan membalas kalian karena telah melukai temanku. Aku akan membalas tiga kali lipat … Tidak, aku akan membalas ribuan kali lipat sialan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah berteriak, ia melaju ke arah musuh. Asuna begitu kebingungan hingga ia melupakan rasa sakit yang ada di perutnya. Tiba – tiba, garis kode lain muncul disebelah Klein, membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosoknya begitu besar, seorang pria berkulit coklat dan menggenggam kapak besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Agil-san!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika “si penjual”, yang pernah menyediakan persediaan pertempuran bagi pemain atas SAO, menoleh pada Asuna, ia mengacungkan jempolnya ke atas udara sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, ia berbalik dan mengejar Klein yang telah berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang ketiga dan keempat muncul dihadapan Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis berambut pendek, mengenakan pakaian merah kecoklatan serta pelindung dada berwarna perak, ia juga menggunakan palu perak yang menggantung di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, seorang gadis kecil yang mengenakan pakaian dan tunik biru laut, rambutnya diikat twin tail.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Liz!! Silica-chan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua mata Asuna terisi air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan meninggalkan tubuhnya. Sambil tetap di posisi semula, Asuna membuka kedua tangannya pada temannya yang ia sayangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian… Kalian telah datang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu dong kami datang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beneran”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjawab pada saat yang sama, Lisbeth dan Silica menggenggam tangan kanan dan kiri milik Asuna lalu memeluknya. Ekspresi keduanya juga menjadi terharu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Selalu memaksakan diri … kau berdarah tahu … kau terlalu sok kuat, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serahkan sisanya pada kami, yang lainnya juga datang lho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan pelukan dari Lisbeth dan Silica, Asuna merasakan jika rasa sakit pada luka – lukanya berubah menjadi rasa hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih… Terima kasih …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi cucuran air mata, Asuna melihat hujan garis digital yang memasuki pertempuran ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 178.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang muncul disana adalah ribuan swordsmen yang memakai armor yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musuh yang berarmor merah adalah musuh kita!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan, serang! Pukul mundur musuh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para Penjaga, mundurlah sementara dan sembuhkan luka kalian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendarat, mereka mulai berteriak dalam bahasa Underworld, bukan, bahasa Jepang — mereka mengangkat pedang, kapak, dan tombak lalu mulai melaju ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilai dari kemampuan bertarung individu dan mengerti cara bekerja sama, mereka kemungkinan adalah para pemain veteran VRMMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Jadi seperti itu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna akhirnya menyadari situasi yang muncul dihadapan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Karena pemain Amerika muncul di medan peperangan ini, ratio akselerasi Underworld mungkin telah diubah oleh penyerang menjadi 1:1. Dengan kata lain, sangat memungkinkan untuk Dive menggunakan AmuSpheres dari Jepang. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi menilai dari equipment serta senjata, tampaknya mereka tidak menggunakan akun default Penjaga. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu berarti— mereka mengkonvert akunnya. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak salah lagi jika mereka mengubah karakter mereka — karakter yang telah lama mereka latih — ke dalam Underworld. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tampaknya mereka tidak tahu apakah mereka bisa kembali ke dunia VRMMO asal mereka. Alasannya adalah— kondisi Underworld itu sendiri, mungkin saja karakter mereka akan hancur ketika mereka tewas, namun mereka …!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semuanya… Maaf… Aku minta maaf …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara separuh menangis, Asuna meminta maaf pada kedua temannya dan kepada para swordsmen yang telah maju ke garis depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu ngomong apa sih, Asuna?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Lisbeth terisi oleh ketetapan hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alasan kamu berhasil sukses di SAO dan ALO adalah karena kami yakin jika kami suatu hari akan menyelamatkan dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah… benar… terima kasih semuanya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbisik berterima kasih, Asuna mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ada satu hal yang mengganjal. Bagaimana Liz dan lainnya yang ada di dunia nyata tahu mengenai kondisi Underworld dan mencari bala bantuan? Tak mungkin Kikuoka dan Higa, karena mereka berdua berada di ruang sub kontrol Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei Liz, Silica-chan. Siapa orang yang membawa kalian kesini …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan Asuna, mereka berdua saling pandang dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, Asuna, bukankah sudah jelas?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja Yui-chan! Ia telah berusaha sangat keras menjelaskan kondisi Underworld dan penduduknya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mendengar kata – kata tersebut, hatinya bergetar dan air mata semakin menuruni pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yui. Terlahir sebagai Top-Down AI dalam SAO, putri Asuna dan Kirito. Ya… pastilah Yui yang memberi tahu mereka. Ia menyadari rencana musuh yang tak bisa diprediksi oleh Asuna, Kikuoka, dan yang lain, ia pasti mengambil tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Terima kasih, Yui-chan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil bersyukur, lengan kirinya yang terluka telah sembuh dan luka di seluruh tubuhnya langsung hilang begitu ia berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, suara lemah terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um… Asuna-sama? Orang – orang ini… atau para knight ini adalah …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri berdiri disana dengan pandangan heran. Dibelakangnya para Penjaga juga memiliki ekspresi yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna, setelah menatap Renri, Lisbeth, dan yang lain kemudian tersenyum dan membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teman - temanku. Mereka datang dari Dunia Nyata untuk menolong kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri berkedip beberapa kali, lalu menatap Lisbeth dan Silica—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi lega muncul dari wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jadi begitu… aku sungguh bersyukur. Aku kira semua orang yang datang dari Dunia Nyata adalah orang – orang menyeramkan, tidak seperti Asuna-sama …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, tak mungkin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil tersenyum marah dan teriakan mengintimidasi, Lisbeth menepuk pundak Renri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Lisbeth. Salam kenal, Knight-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Y… Ya. Namaku Renri. Salam kenal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna yang menyaksikan pemandangan ini sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia, selama masih hidup tak akan melupakan pemandangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Momen ketika orang – orang yang terlahir dari dua dunia yang berbeda saling sapa dan menjalin persahabatan. Kisah ini akan berlanjut hingga masa depan nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas dalam, mengubah nada bicaranya dan bertanya pada Lisbeth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Liz, berapa orang yang mengubah akun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, yah, sekitar dua ribuan mungkin. Aku mencoba sebisaku, tetapi… aku masih tak bisa membujuk semua orang …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memuji temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini lebih dari cukup. Tetapi… untuk bisa mengkonvert akun mereka lagi, kita harus mencegah jatuhnya korban sebanyak mungkin. Jangan terlalu memaksa, mundurlah untuk pengobatan. Liz dan Silica-chan, bawalah dua ratus penjaga mundur dan bantu tim pendukung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengganti kekhawatirannya akan pertempuran, Asuna memberikan perintah pada Renri dan Para Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian semua, meskipun cukup sulit, kumohon mundur dulu menuju tim Ascetics dan gunakan Healing Arts. Para swordsmen dari Dunia Nyata tak begitu akrab dengan Sacred Arts, jadi akan sangat membantu jika kalian mengajari mereka cara bacanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me… mengerti, Asuna-sama! Kalian dengar, Para Penjaga! Kita akan mendukung bala bantuan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada teriakan Renri, para Penjaga yang kelelahan akibat bertempur kini merespon secara kompak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lalu apa yang akan kamu lakukan, Asuna-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan Silica, Asuna berkedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja aku akan menyerang garis depan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku sudah tidak merasa kehilangan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melaju kedepan sana, ia mengenali beberapa wajah dari ALO — ada Penguasa Sylph Sakuya, Penguasa Cait Sith Alicia, Jenderal Salamander Eugene, dan lainnya, mereka berusaha keras memukul mundur musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tak hanya mengubah akun mereka dari ALO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain yang mendukung para swordsmen sambil menembakkan anak panah dengan cepat dan sangat tepat kemungkinan adalah pemain Gun Gale Online, seperti Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, tim – tim yang saling kompak melindungi satu sama lain sambil menyerang musuh, mereka seperti Guild terkuat dari segala macam jenis VRMMO, mereka adalah anggota «Sleeping Knights».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari Asuna, si mage Siune tersenyum padanya. Ketika Asuna melambaikan tangannya, ia menahan air mata yang akan menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bersungguh – sungguh membantu meskipun sadar bisa kehilangan avatar mereka. Lalu, karena ia sendiri dilindungi oleh sebuah Super Account, ia harus meminimalkan jumlah korban sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berlari ke medan peperangan, memberikan perintah pada pasukan terdekat untuk membentuk formasi oval di depan pintu masuk kuil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tak peduli berapa kuat equipment dan status ke 2,000 pemain ini, masih ada sekitar 10,000 pemain Amerika. Jika menghitung kasar, jumlah korban pasti akan terus bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, masih ada hal lain yang mengganjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit yang tak bisa dihindari dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak seperti pemain Amerika yang telah tewas dan log out ketika merasakan rasa sakit. Siklus para pemain jepang yang mendapat luka, mundur, dan disembuhkan akan membuat mereka sengsara. Dan Asuna telah mengalaminya, rasa sakit yang hampir merenggut semangatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kumohon semuanya. Lakukan yang terbaik. Hingga 10.000 pemain ini musnah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika kita bisa melakukannya, maka kemungkinan para penyerang «Ocean Turtle» akan gagal. Selanjutnya, kita hanya perlu mengurus Kaisar Vektor yang sedang dikejar Komandan Knight Bercouli dan Sinon, lalu menyelamatkan Alice. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat rapiernya ke depan lalu berteriak penuh semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak masalah … kita bisa menang! Jika kita berusaha, kita akan menang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 185.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hirono Takashi, seorang pemain VRMMO asal Jepang bertanya pada dirinya sendiri: &#039;&#039;Mengapa aku datang ke tempat seperti ini?&#039;&#039; Tak ada untungnya kan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan mengapa ia menerima permintaan “terlalu mendadak” dari ALO, membuatnya terbangun pada pukul 5:00 a.m. setelah ditelpon temannya, bukan karena si gadis memohon maupun karena ia bersimpati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, ia percaya pada nyalinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi satu hal yang ingin ia ketahui, &#039;&#039;Dunia VRMMO macam apa yang menggunakan dana negara?&#039;&#039; Hal lain seperti, &#039;&#039;Aku mendapat nilai penerimaan masuk sekolah menengah atas paling buruk, jadi AmuSphere milikku pasti akan segera disita.&#039;&#039; Dan sebagian dirinya— &#039;&#039;Mungkin akan ada ‘suatu’ kenyataan yang tak akan pernah aku temui dalam game yang pernah aku mainkan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Takashi mengubah karakter yang ia latih selama dua tahun dan log in menuju server yang belum pernah ia dengar sebelumnya, apa yang menunggu dihadapannya adalah pria besar memakai armor merah, ia memaki – maki dalam bahasa Inggris sambil mengayunkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melompat ke belakang dan hampir berteriak, tetapi ujung senjata milik musuh menggores armor kaki kirinya, menerobos masuk dan menusuk kulitnys sesaat. Ia tak pernah merasakan rasa sakit seperti itu sejak ia terjatuh dari sepeda dan mematahkan tulang di sekolah dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak ada yang bilang akan menjadi seperti ini—!!&#039;&#039; Takashi berteriak dalam kepalanya ketika mundur semakin ke belakang, entah bagaimana ia berhasil menahan musuh dengan pedang sangat langka miliknya, ia menuju ke samping ke tim pendukung ketika ia merasa agak linglung karena darah mengucur dari kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Cukup sudah. Aku akan log out! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengucapkan hal seperti itu, Takashi kemudian disembuhkan oleh seorang gadis pendeta yang seumuran, ia mengenakan pakaian berwarna biru langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah mengapa, ketika menatapnya, ia memiliki perasaan aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengobatimu secepatnya, tolong tahan sebentar Knight-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis berbicara fasih, lalu menyentuhkan tangannya ke kaki kiri yang terluka ringan — terluka parah menurut pandangan Takashi — lalu ia mulai merapal. Melihatnya bersungguh – sungguh, Takashi berpikir sesaat bahwa ia hanyalah seorang NPC.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ekspresi serius yang tampak dalam mata abu – abu kecoklatan miliknya, sosok imut antara wajah khas negara timur dan barat, dan kehangatan yang datang dari cahaya putih yang muncul dari tangannya, membuat Takashi bingung apakah dia seorang NPC ataukah pemain Jepang, tetapi ia adalah seorang penduduk yang tinggal di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi apakah hal seperti ini benar – benar nyata? Ia berbicara fasih dalam bahasa Jepang, tetapi apakah ia orang Jepang ataukah seorang NPC. Siapa gadis ini sebenarnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari kenyataan ketika ia merasa sakit saat tertusuk, Takashi kini melihat kakinya yang telah sembuh oleh sihir gadis ini: ia tidak berada dalam event sebuah game, tetapi dalam suatu keadaan yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah sudah selesai Knight-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika si gadis mengangkat tangannya dengan sedikit ekspresi bangga, luka kakinya kini benar – benar menghilang seutuhnya, hanya menyisahkan bekas luka kecoklatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te… Terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam lagi pedangnya, Takashi akhirnya mengungkapkan rasa terima kasihnya. &#039;&#039;Oh, apakah aku cocok kalau dipanggil seorang «Knight-sama»?&#039;&#039; ia berpikir, rada geer. Namun wajahnya memerah, dan lidahnya menjadi mati rasa. Ketika ia menyadarinya, ia telah melakukan tindakan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia mengulurkan kedua tangannya dan dengan lembut memeluk tubuh langsing si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ini adalah sebuah dunia VRMMO normal, tindakan Takashi akan disebut sebagai «Tindakan Tak Sopan pada sebuah» dan ia akan mendapat sebuah peringatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun si gadis hanya kaget atas pelukan Takashi, lalu mengambil nafas. Sedetik kemudian, Takashi merasa lengan si gadis dengan agak canggung melingkari tubuhnya dengan sedikit tekanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa, Knight-sama dari atas langit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dekat telinganya, suara yang terdengar cukup pelan namun pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan sister dalam pelatihan seperti ku mampu melakukan tindakan sederhana ini, aku cukup bersyukur dan bangga. Knight-sama, kamu bertempur lebih banyak dan lebih berani. Ingatlah … kamu mengangkat pedangmu untuk melindungi banyak orang, untuk melindungi dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis lalu dengan lembut menyentuhkan telapak tangannya ke punggung Takashi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu dunia nyata ataukah dunia virtual, Takashi belum pernah memeluk seorang gadis sebelumnya. Namun jika ia memiliki seorang pacar di dunia nyata, ia merasa tak akan pernah merasa emosional seperti saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berangan – angan, Takashi menetapkan tujuannya ketika tubuh mereka berpisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um… Bisakah kamu memberitahuku namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Noda merah tampak dalam wajah si sister, lalu ia mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu… Namaku Frenica. Frenica Szeski.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Frenica…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya terdengar agak asing, tetapi cara ia mengucapkannya sungguh fasih. Tak seperti kebiasaannya, Takashi juga menyebutkan namanya sendiri. Bukan nama karakternya, Velios. Tetapi nama aslinya, nama yang selalu tak ia banggakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Namaku Takashi… Hirono Takashi… Um… Bisakah kita bertemu lagi, ketika perang selesai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica mengangkat alisnya sedikit, tersenyum lembut lalu mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, Knight Takashi-sama. Ketika perang selesai dan kedamaian terjadi, kita akan bertemu. Aku akan berdoa pada ketiga Dewi agar kamu bisa selamat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica perlahan menarik tangan kiri Takashi dan membantunya berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica memberi hormat dan berlari menuju korban lain yang terluka. Ketika Takashi melihat punggungnya, ia menyadari sesuatu: jika ia bertingkah dengan bangga— seperti seorang knight dihadapannya, ia harus bisa bertarung dengan berani sampai akhir. Dunia ini bukan lagi sebuah game, tetapi kenyataan lain yang setara dengan dunia nyata dimana Takashi lahir dan tumbuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika ia kehilangan HP, bukan, nyawanya, lalu dipaksa keluar dari dunia ini, ia akan mengangkat dan menebaskan pedangnya hingga saat – saat terakhir. Tak peduli berapa banyak luka yang ia dapat. Ia tak akan bisa bertemu Frenica lagi jika ia gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Takashi berdiri dan berteriak “Baiklahhhhh!”, lalu ia berlari menuju garis depan bukan untuk menjalankan quest, tetapi menjalankan kewajibannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_20&amp;diff=560450</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 17 Bab 20</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_20&amp;diff=560450"/>
		<updated>2020-01-21T09:47:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: /* Bab 20 -  Pertarungan Satu Sama Lain (7 Juli 2016/Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 20 -  Pertarungan Satu Sama Lain (7 Juli 2016/Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
5:00 A.M.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari 3.000 pemain berkumpul di kubah besar Pohon Dunia yang menjulang di tengah kota Alne, di pusat dunia ALfheim Online.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ksatria putih yang menjaga kubah telah dihapus. Sekarang , kesembilan ras peri sering menggunakan tempat ini untuk pertemuan dan jual beli, atau tempat berkumpulnya suatu event.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya empat orang yang bertatap muka dengan sekitar 3,000 pemain lain yang telah berkumpul pada pertemuan besar ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa Gnome Agil, Samurai Salamander Klein, Beast Tamer Cait Sith Silica, dan Blacksmith Leprechaun Lisbeth— teman «Black Swordsman» Kirito yang masih belum terbangun dalam dive-nya di «Underworld».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukul 4:20 A.M, ketika Klein dan Lisbeth telah mengirim pesan kepada setiap teman yang ada di daftar pertemanan mereka, hanya ada tiga pemain berstatus Penguasa yang sedang online. Tetapi, setelah memohon mereka dan teman-temannya, para Penguasa melanggar taboo untuk menghubungi pemain di dunia nyata. Sebagai hasilnya, semua pemain yang berhasil dihubungi telah berkumpul di kubah dalam waktu kurang lebih 40 menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tempat yang cukup luas ini, sekitar 30% dari para pemain terbang melayang maupun yang berdiri, menggunakan akun yang baru saja diciptakan. Mereka bukan orang baru dalam dunia VRMMO. Mereka para veteran dari permainan VRMMO lain yang diciptakan The Seed, mereka diundang oleh teman yang memiliki akun ALO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, 3.000 orang yang sedang berkumpul di kubah Pohon Dunia adalah pemain elit dari yang paling elit diantara para pemain VRMMO di Jepang. Mereka adalah harapan terakhir Yui, si top-down AI: mereka semua adalah satu-satunya pasukan yang bisa diharapkan untuk menyelamatkan Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kubah yang hening ini, suara yang dibesarkan secara sihir milik Blacksmith Leprechaun Lisbeth masih terus berkumandang secara emosional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa yang aku akan katakan bukanlah kebohongan, bukan juga lelucon! Sebuah organisasi penelitian Jepang telah menggunakan anggaran negara dan The Seed untuk menciptakan dunia virtual bernama «Underworld», dan ribuan pemain amerika yang tidak mengetahui fakta ini akan dive kedalamnya dan melakukan pembantaian pada penduduk yang tinggal di dalamnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth merasa malu akan nada bicaranya sendiri, tetapi tetap berusaha mempertahankannya karena inilah satu-satunya kesempatan, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para penduduk Underworld bukanlah sekedar NPC! Mereka adalah kecerdasan buatan yang sebenarnya, terlahir dari data yang bersumber dari banyaknya dunia VRMMO yang kalian mainkan! Mereka memiliki emosi seperti kita, mereka memiliki jiwa seperti kita! Kumohon, untuk melindungi mereka, pinjamkan kekuatan kalian! Tolong ubah data karakter kalian untuk masuk ke dalam Underworld!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengakhiri pidato lima menitnya, Lisbeth memantau para pemain, dan berharap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah-wajah para kerumunan peri terlihat bingung. Tentu saja, tak mungkin mereka langsung memahami apa yang baru saja didengarnya. Bahkan Lisbeth sendiri pun masih kurang memahami penjelasan Yui mengenai dunia Underworld, dan juga «Artificial Fluctlights» yang hidup didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lambaian tangan berusaha untuk menenangkan para pemain yang ribut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penguasa Sylph Sakuya melangkah maju, tubuh langsing-nya berbalutkan jubah hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lisbeth. Aku tak akan menuduh jika kamu dan teman-temanmu melakukan semua ini hanya untuk guyonan, terlebih lagi, pasti ada suatu masalah besar jika si bocah Kirito tidak log in selama sepuluh hari belakangan. Namun..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kalem dan lancar milik Sakuya menenangkan kebingungan pemain lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sejujurnya, sulit untuk menerima semua yang telah kamu katakan secara tiba-tiba. Ada AI yang memiliki jiwa, dan militer Amerika berusaha menguasai mereka …? Fakta-fakta tersebut sulit dinalar … tentu saja, untuk membuktikan kata-katamu, kami harus log in dan melihat dengan mata kami sendiri… tetapi kamu bilang jika dive ke dalam «Underworld» akan menyebabkan beberapa masalah, kan? Bisakah kamu menjelaskannya dulu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Saat ini akhirnya tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth mengambil nafas dalam-dalam, menutup matanya untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktunya untuk jujur. Jika aku gagal, tak ada seorangpun yang akan membantu kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka matanya dan memberi tatapan pasti pada Sakuya, Penguasa lain, dan pemain lainnya, Lisbeth menjawab dengan serius:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. —Underworld tidak beroperasi seperti permainan VRMMO, jadi akan ada beberapa masalah jika kamu dive kedalamnya. Pertama-tama, tidak ada jendela operasi dalam Underworld. Dengan kata lain, kalian tak akan bisa log out sesuka hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keributan menjadi semakin parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa log out sesuka hati; bukankah ini kata-kata yang akan menggambarkan permainan kematian di masa lalu, «Sword Art Online»? Sekarang ini, semua permainan yang dibuat berdasarkan The Seed, termasuk ALO, memiliki dua cara untuk log out: bisa menggunakan jendela operasi maupun perintah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satu-satunya cara untuk log out adalah “tewas” di dalam Underworld. Tetapi itupun menimbulkan masalah kedua. Dalam Underworld … tidak ada Pain Absorber. Jika kamu menerima damage besar yang membuat HP milikmu menjadi nol, kamu akan menderita rasa sakit yang cukup menyakitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semakin keras terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penahan rasa sakit adalah fungsi utama bagi server VR saat ini. Di dunia virtual yang tak memiliki fungsi ini, mendapat sebuah tebasan pedang ataupun luka bakar akan mengakibatkan rasa sakit yang menyakitkan di dunia nyata. Yang lebih parah, bekas luka tersebut  mungkin muncul pada kulit fisik seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan ini saja, masih ada masalah yang lebih besar ketika dive ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menunggu keributan menjadi agak tenang, Lisbeth lalu menginfokan para pemain efek samping ketiga dan juga yang paling parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Satu lagi. Underworld yang saat ini sedang berjalan bahkan tak bisa diatur oleh developer yang mengoperasikannya. Dengan kata lain … kita tak bisa menjamin jika data karakter kalian bisa di convert kembali ke dalam permainan aslinya … bisa saja, karakter itu sendiri akan tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah jeda sejenak—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan makian bergema di dalam kubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth, Klein, Silica dan Agil yang ada di tengah-tengah lantai kubah, dengan Yui yang duduk di pundak Klein dalam bentuk pixie-nya; masih diam berdiri, tubuh mereka berusaha menahan makian yang datang dari berbagai arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi seperti ini telah diduga oleh mereka berlima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3,000 pemain elit ini telah menghabiskan banyak waktu dan usaha untuk meningkatkan karakter mereka. Bagi pemain ALO, mereka telah menghabiskan banyak waktu untuk menebas monster, dan itu hanya mendapat satu EXP; tindakan itu seperti usaha untuk mengeringkan sebuah danau dengan menggunakan ember, dilakukan setiap hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin mereka akan tetap diam setelah mendapat info jika mereka akan kehilangan karakter yang mereka kembangkan dengan sepenuh jiwa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“J… Jangan bercanda!!” seorang pemain dari dalam kerumunan berteriak sambil mengacungkan jari tengahnya ke Lisbeth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah pemain Salamander yang mengenakan armor crimson, sambil membawa kapak di punggungnya. Dia tampaknya pemain setingkat Komandan dibawah pimpinan Penguasa Mortimer dan General Eugene.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melepas helm miliknya dan menunjukkan mata yang terisi kemarahan, Salamander tersebut berteriak hingga mampu membuat kelompok lain dibelakangnya terdiam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau menyuruh kami berkumpul disini lalu dive ke dalam server ampas; sungguh konyol. Sekarang kau mengatakan jika kita bisa kehilangan karakter?! Apa kau mampu membayar jika kami kehilangan karakter itu selamanya?! Ataukah ini adalah sebuah jebakan untuk melemahkan seluruh ras Salamander?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………Gh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth menahan Klien yang akan menonjoknya, lalu berusaha menjawab dengan tenang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, kami tak bisa. Aku sangat tahu jika karakter yang telah kalian kembangkan sungguh berharga. Itulah mengapa kami memohon kalian untuk menolong kami … apa yang sebenarnya ingin kukatakan adalah, tolong bantu teman kami yang ada di Underworld, mereka mempertaruhkan nyawanya di garis depan melawan serangan pemain Amerika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Lisbeth tidak berteriak, suaranya masih bisa terdengar di dalam kubah. Si Salamander tampaknya bisa menahan emosinya, tetapi tiba-tiba emosinya semakin meluap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“‘Teman’ yang kau bicarakan itu seorang SAO survivor, benarkan?! Mereka itu orang-orang yang selalu berekspresi ‘Aku-lah yang terkuat’ di wajahnya! Aku tahu itu, kalian yang berasal dari SAO selalu memandang rendah kami!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini giliran Lisbeth yang tak bisa bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth tak pernah berpikir jika ada orang yang berpikiran sama dengan si Salamander. Tetapi, jika dipikirkan lagi. Setelah mendapat status player-nya, ia menuju New Aincrad bukannya kota dibawah, ia tak pernah turun dari Kastil Melayang dan hanya berbicara dengan kawan lamanya; itu memang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Salamander meneruskan ucapannya, setelah melihat ekspresi penyesalan Lisbeth:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli dengan artificial intelligence, atau rahasia negara?! Jangan terlalu pede dan membawa-bawa dunia nyata kedalam VRMMO! Kau bisa pergi sendiri sana! Bukankah itu lebih baik, wahai sang Survivor?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yeah, pergi sendiri sana; makian seperti itu semakin terdengar dari kerumunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak bisa melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata-ku tak bisa tersampai pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth hanya bisa meneteskan air mata ketika ia menatap para pemain kuat asli ALO yang ia kenal— Penguasa Sylph Sakuya, General Salamander Eugene, dan Penguasa Cait Sith Alicia Rue.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun mata mereka bertemu dengannya, mereka tetap membisu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan mata mereka seolah menunjukkan pada Lisbeth arti tunjukkan kami ketetapan yang kau miliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth mengambil nafas dalam-dalam, lalu menutup matanya erat-erat. Ia memikirkan Asuna yang sedang kesusahan bertarung saat ini; juga Kirito, yang masih terluka; Leafa dan Sinon, yang telah lebih dahulu masuk ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Pada levelku yang sekarang, bahkan jika aku mengkonvert-nya. Aku tak akan bisa bertarung seperti Asuna atau yang lainnya. Tetapi pasti ada yang bisa aku lakukan. Sekarang ini, tempat ini adalah pertarunganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka matanya dan menyeka air matanya, Lisbeth melanjutkan pidatonya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ya, aku memang membawa masalah dunia nyata ke sini. Dan seperti yang kau katakan, orang-orang yang berasal dari SAO mungkin senang mencampurkan dunia nyata dan dunia virtual. Akan tetapi, kami tak pernah menganggap diri kami sebagai seorang pahlawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam tangan Silica, yang juga berair matanya, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Silica dan aku saat ini sedang masuk ke dalam sekolah bagi para survivor yang kau sebutkan tadi. Kami tak memiliki pilihan, karena sekolah kami sebelumnya telah mengeluarkan kami di tengah tahun pelajaran. —Semua siswa-siswi di sekolah survivor harus mengikuti konseling setiap bulan. Mereka memonitori aktivitas gelombang otak kami menggunakan AmuSpheres, dan kami diajukan beberapa pertanyaan yang tak mengenakkan seperti, ‘Apakah kamu tak bisa membedakan kenyataan’, atau, ‘Apakah kamu ingin menyakiti orang lain’. Ada anak-anak yang dipaksa meminum obat yang mereka benci. Bagi pemerintah, kami ini seperti kriminal yang butuh penanganan kusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang ketika pidatonya, gelombang makian tampak mereda, dan keheningan melanda kubah ini. Bahkan si Salamander yang tadi memaki membuka matanya karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth tak tahu akan membawa arah pidatonya kemana. Dia tak bisa menghentikan emosinya yang mengalir ke dalam perkataan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tetapi… sejujurnya, para pemain lama SAO bukanlah satu-satunya yang diperlakukan begini. Semua pemain VRMMO juga dipandang seperti ini, kurang lebih. Beberapa orang berkata jika kita hanyalah kumpulan orang yang tak bisa bersosialisali, beberapa orang menganggap kita melarikan diri dari membayar pajak dan uang pensiun… ada yang bahkan menerima panggilan untuk kembali bekerja, memaksa kita kembali ke masyarakat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth bisa merasakan kegelisahan yang melanda ribuan pemain. Jika ia berbicara ketus, kemarahan mereka akan berlipat ganda melebihi sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Lisbeth meletakkan tangan kirinya ke dada, dan berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi aku tahu! Dan aku yakin! Jika ini kenyataan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya menyapu ke sekeliling— menuju seluruh Alfheim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dunia ini, dan banyak dunia virtual lainnya saling terhubung, bukanlah tempat untuk melarikan diri! Bagiku, ada kehidupan sejati di sini, teman nyata, tawa, musuh, juga perpisahan … ini kenyataan!! Aku tidak sendiri, benar kan?! Karena kita yakin dunia ini adalah kenyataan lain sehingga kita bisa berusaha keras, benar kan?! Namun, jika kita menganggap ini hanya sebuah permainan, sebagai dunia virtual, dan meninggalkannya, jadi dimana ‘kenyataan’ milik kita …?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa menahan mereka lebih lama, Lisbeth merasa air mata menuruni wajahnya. Tetapi dia tak ingin menyekanya, lalu mengutarakan kata-kata terakhir:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Dunia yang telah kalian capai; dunia tersebut saling terhubung seperti Pohon Dunia ini, dan kini telah berkembang. Dan kuncup bunga yang disebut Underworld telah mekar, aku ingin melindunginya! Kumohon, aku memohon kalian … pinjami kekuatan kalian …!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth menuju bagian atas kubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pandangannya yang ditutupi air mata, kemilau cahaya dari sayap ribuan peri terpantul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cahaya perak menyilaukan membentuk lintasan berbentuk busur di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, dengan sekali hentak tali tebal tersebut putus dan menari di udara bagaikan ular hitam. Sepuluh prajurit musuh yang bergelantungan di tali tersebut terjatuh ke lembah tak berdasar, mereka berteriak. «Twin Edged Wings», sebuah Divine Instrument yang berhasil memotong tali tersebut dengan begitu mudahnya kini kembali ke tangan Integrity Knight Renri Synthesis Twenty-Seven.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Renri telah berhasil memotong lima dari sepuluh tali yang disiapkan pasukan Tanah Kegelapan untuk menyeberangi lembah dengan begitu mudah, wajahnya tidak menunjukkan rasa bangga. Malahan ia merasa terbebani oleh perintah untuk melukai pasukan musuh yang tak berdaya yang berusaha menyeberangi lembah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga berlaku bagi Asuna yang berada di sebelah Renri sambil menggenggam tali kekang kuda putihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna, Renri, Integrity Knight Alice Synthesis Thirty, Integrity Knight Sheyta Synthesis Twelve, dan Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One tiba, sambil menunggang kuda, ratusan pasukan musuh telah berhasil menyeberangi lembah tersebut, mereka berlima mulai menyerang musuh yang mencoba melindungi tali yang tersisa. Banyak musuh telah tewas oleh tiga Knight yang berada paling depan: Bercouli, Sheyta, dan Alice. Beberapa diantara mereka mencoba menyerang Renri dari samping, Asuna terpaksa mengayunkan rapier-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia virtual «Underworld», yang tercipta berdasarkan paket program The Seed, Sword Skills dan Skill Horse Riding dari era SAO masih bisa digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, Asuna sekarang menggunakan Super Account «Dewi Pencipta, Stacia» yang mana memiliki parameter yang cukup tinggi; untuk tambahan, rapier yang digunakannya, «Radiant Light» memiliki status lebih tinggi dari Divine Instrument milik Integrity Knight. Malahan, Sword Skill dasar «Linear», bisa dengan mudah menembus armor milik seorang Dark Knight mupun tubuh para Petarung Tangan Kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah dari musuh yang terluka, teriakan kesakitan mereka, nyawa yang melayang, semuanya nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang di Underworld, baik yang berasal dari Kerajaan Manusia atau Tanah Kegelapan memiliki jiwa yang sama dengan Asuna— Fluctlights. Musuh Asuna tak perlu ditanyakan lagi adalah manusia seperti dirinya, namun mereka dengan mudah terbunuh dengan satu serangan karena nilai status senjata yang digunakannya; kenyataan ini menambah kesakitan dan kengerian dalam hati Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih parah, mereka maju secara tragis, sungguh jelas jika para Dark Knight dan Petarung Tangan Kosong tidak melakukan hal tersebut atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluctlights Buatan ini memiliki sifat tak bisa melawan perintah yang diberikan oleh atasan. Dibawah perintah «Dewa Kegelapan, Vektor », seorang manusia dunia nyata yang menggunakan sebuah Super Account seperti Asuna. Pasukan ini terus melancarkan serangan mereka meskipun tahu jika mereka akan mati sia-sia. Dengan kata lain, mereka hanyalah korban yang terjerat karena permasalahan perebutan teknologi di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Asuna masih berjuang sepenuh tenaga agar menekan pemikiran ini dari dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, prioritas utamanya adalah melindungi «Putri Cahaya» Alice, yang sedang diincar oleh Vektor— juga Kirito yang berada di perkemahan dibelakang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mendapat informasi jika pasukan musuh dari Tanah Kegelapan yang tersisa adalah para Petarung Tangan Kosong dan Dark Knight. Jika mereka berlima bisa memanfaatkan kesempatan ketika musuh sedang menyeberang dan menghabisi mereka, Vektor tak akan memiliki pasukan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Baiklah, ini yang ke-enam!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ketetapan Integrity Knight Bercouli membuyarkan pikiran-pikiran Asuna. Setelah Alice, Sheyta, dan Renri mengiyakan, Asuna juga mengikutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika mereka memutar kuda dan bersiap untuk bergerak ke barat, tiupan terompet terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menoleh kebelakang, mereka bisa melihat Pasukan Pengecoh Penjaga Kerajaan Manusia berhenti di sebuah bukit satu kilol jauhnya, mulai menuruni dengan formasi teratur. Setelah melakukan persiapan lima belas menit dari waktu keberangkatan para Integrity Knights, mereka turun untuk membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka ini… membuatku gelisah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Bercouli agak menyindir, tetapi karena sudah ada 500 Petarung Tangan Kosong yang berhasil menyeberangi lembah, bukan waktu yang buruk bagi bala bantuan untuk muncul. Selama para Penjaga bisa menahan pasukan musuh, memotong sisa lima tali agak terasa cukup mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tampaknya kita memenangkan pertarungan ini, Vektor-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membatin—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia bisa menyelesaikan pemikirannya, fenomena aneh memasuki pandangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi cahaya matahari terbit, objek misterius mulai berjatuhan dari atas langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis merah. Bukan hanya satu. Sepuluh… Seratus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, Ribuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis tersebut terlihat seperti noda kecil yang saling terhubung. Menyipitkan matanya, Asuna melihat noda tersebut bukan angka maupun huruf dari alfabet bahasa Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis-garis ini turun perlahan ke sisi lembah, kira-kira satu atau dua kilol di bagian timur medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan, tidak hanya Asuna, tetapi juga Integrity Knights, dan bahkan Dark Knights juga Petarung Tangan Kosong dari Tanah Kegelapan, menahan pertempuran untuk melihat peristiwa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis merah pertama menusuk tanah hingga retak dan mulai bergetar—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya butuh beberapa detik hingga garis tersebut berubah menjadi sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ia lihat membuat ketua Petarung Tangan Kosong Iskahn melupakan kemarahan yang menyelimuti tubuhnya, bahkan walau itu hanya beberapa detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Apa itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain lembah besar, lima ratus Pasukan Tanah Kegelapan yang berhasil menyeberang jembatan tali tanpa takut menghadapi lima Integrity Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun gerakan mereka tiba-tiba terhenti, dan mata mereka terarah ke sisi lain medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Iskahn juga tertarik akan pemandangan ini, secara tak sadar menoleh ke sisi yang sama. Disana, ia melihat hujan berwarna merah darah berjatuhan di arah timur sekitar dua kilol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gemuruh aneh, garis-garis merah berjatuhan dari surga. Ketika menyentuh tanah, dengan cepat mereka membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit baru telah muncul dihadapan mereka, tubuhnya berbalut armor crimson, dengan membawa pedang panjang, kapak perang, dan tombak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun warnanya berbeda, bentuk armor mereka sangat mirip dengan Dark Knight Order. Dengan sekali pandang, mereka tampaknya adalah bala bantuan yang dipanggil Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Iskahn merasakan ada sesuatu yang ganjil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para prajurit merah ini berbaris tak beraturan tanpa ada yang memimpin. Mereka tak seperti prajurit yang dilatih dibawah komando Jenderal Kegelapan Shasta yang telah meninggal. Beberapa diantara mereka mengobrol dengan angkuh, beberapa duduk di tanah, dan beberapa memutar-mutarkan senjata mereka tanpa menunggu perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang paling mengejutkan adalah— jumlah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah hujan berhenti, pasukan yang telah berkumpul berjumlah mengerikan. Ia mengira-ngira jika jumlah mereka melebihi sepuluh ribu, duapuluh ribu … sepertinya tiga puluhribu. Jika Dark Knight Order memiliki tim bala bantuan sekuat itu, mengapa mereka tidak menggulingkan Sepuluh Pemimpin Bangsawan sejak lama dan membuat Tanah Kegelapan dalam kuasa Shasta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, rasa terkejut dan bisik-bisik terjadi diantara Dark Knights dala pasukan di sisi lembah ini. Bahkan mereka tak tahu menahu. Apa-apaan itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti ini, para prajurit merah tersebut pastilah “Pasukan Tanah Kegelapan” yang sesungguhnya yang telah dipanggil Kaisar mereka, Dewa Kegelapan Vector menggunakan secret arts.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari ini, keterkejutan Iskahn berubah menjadi kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia bisa memanggil pasukan sebesar ini —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia tak melakukannya sejak tadi?! Itu berarti para Petarung Tangan Kosong dan Dark Knight yang susah payah menyebrangi lembah hanya digunakan sebagai umpan untuk mengalihkan perhatian musuh?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggu— bagaimana jika memang seperti itu??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah pemberian perintah oleh Kaisar memang bertujuan untuk mengulur waktu agar bisa memanggil kawan-kawannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…… Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya perintah ini. Ketika pertarungan di Gerbang Besar Timur, kekalahan Pasukan Tanah Kegelapan sungguh tak normal. Baik itu para Goblins, Raksasa, Ogre, atau bahkan Guild Pengguna Dark Art, mereka semua telah disapu habis. Namun Kaisar bahkan tidak berduka atas kematian mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, bagi Kaisar Vector, lima ribu orang dari Pasukan Tanah Kegelapan hanyalah bidak sejak awal!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, Iskahn, si pemimpin muda dari Guild Petarung Tangan Kosong hanyalah seorang pemuda yang hanya memikirkan latihan untuk mengasah skill-nya dan demi suku-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sekarang, pikirannya telah menyimpulkan untuk pertama kali, mencapai titik dimana ia bisa melihat kenyataan yang ada di seluruh Tanah Kegelapan, Kerajaaan Manusia, dan seluruh Underworld. Cara pandang ini menimbulkan konflik di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar adalah keberadaan yang terkuat. Ia harus mematuhi yang terkuat, tanpa perlu memprotes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan rasa sakit yang belum pernah dirasakan sebelumnya, kini menusuk mata kanannya. Iskahn mengerang sambil menutupi mata kanannya. Si Pemimpin Petarung Tangan Kosong terjatuh, dan berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan susah payah, ia bisa melihat ke tigapuluh ribu pasukan crimson mulai berlari, berbicara dengan bahasa yang tak ia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lokasi yang mereka tuju, hampir seribu pasukan Kerajaan Manusia menyatukan formasi dengan Integrity Knight untuk melakukan serangan balik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara kedua pihak, lima ratus Petarung Tangan Kosong dan Dark Knights masih terdiam, kebingungan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tampaknya, meskipun menerima perintah tak berbelas kasih dari Kaisar, sang Kaisar sepertinya berniat menyelamatkan lima ratus prajurit tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn menenangkan dirinya ketika rasa sakit masih menyerang mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahkan setelah pengorbanan mereka, ia masih meremehkan betapa kejamnya Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika lima ratus Prajurit Tanah Kegelapan, Penjaga Kerajaan Manusia, dan Pasukan Kegelapan bertemu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak terhitung banyaknya pedang, kapak perang, dan tombak tersinari cahaya matahari terbit—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dengan teriakan haus darah, Pasukan Kegelapan menebas Petarung Tangan Kosong yang seharusnya menjadi teman mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang-orang ini… mengapa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya Asuna mendengar teriakan terkejut dari Komandan Knight Bercouli, tetapi kata-kata tersebut sudah diduganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
30.000 prajurit yang baru saja turun … bukan, lebih tepatnya dive ke medan peperangan bagian timur ini dipastikan dipanggil oleh Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi dari mana ia mendapat orang sebanyak ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ia menciptakan karakter menggunakan sistem control? Tetapi Pusat Console masih terkunci, dan perintah macam ini tak mungkin dilakukan oleh administrator; satu-satunya cara untuk menambah petarung adalah dari dunia nyata, lalu dive seperti yang Asuna lakukan, tetapi para penyerang hanya memiliki dua STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna panik untuk sesaat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebingungannya terganggu oleh teriakan Pasukan Crimson yang akan mendekat dalam jarak ratusan mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Charge ahead!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Give ‘em hell!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahasa Inggris!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang ini adalah manusia dari dunia nyata— menilai dari aksen mereka, mereka orang Amerika!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, mengapa mereka ada disini… Underworld seharusnya terisolir dari dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak––&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin, bagi orang yang dive menggunakan STL, Underworld adalah dunia berbeda yang diciptakan menggunakan “Mnemonic Visual” dengan kenyataan yang mendekati dunia nyata. Tetapi, dasar bagi setiap VRMMO, «The Seed» juga digunakan dalam mendesain dunia ini. Dengan kata lain, selama seseorang menggunakan AmuSphere, mereka bisa dive ke dunia ini menggunakan server sederhana yang menggunakan polygon— terlebih lagi, Ocean Turtle memiliki jaringan bandwith kelas satelit militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, jika seseorang membuat sebuah client program yang mengikutsertakan alamat server utama Underworld dan beserta akun informasi dan menyebarkannya di dunia nyata—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya memanggil puluhan ribu; bahkan memanggil ratusan ribu pasukan sangatlah mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi yang lebih mengejutkan Asuna adalah bagaimana Pasukan Crimson tersebut bertindak; mereka mulai menyerang teman sendiri, pasukan Dark Knight dan Petarung Tangan Kosong, tanpa keragu-raguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap, Apa yang mereka laku…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah mereka seharusnya temenan??!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Knight berteriak sambil mencoba menahan serangan, tetapi jumlah mereka sangatlah keterlaluan, dan lagi, status senjata dan armor Pasukan Crimson lebih tinggi daripada equipment milik Pasukan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu persatu pedang dan perisai mulai patah dengan bunyi klang dari masing-masing musuh, cipratan darah mulai membanjiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dude that’s awesome!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pretty gore!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang Amerika ini mungkin tak sadar tentang kondisi peperangan ini. Mereka mungkin menganggap dive mereka ke dalam dunia ini sebagai pemain beta test dalam suatu VRMMO. Terlebih lagi, Asuna tak bisa menyalahkan mereka yang mengayunkan senjata dan membunuh semuanya. Karena bagi mereka, para prajurit bukanlah makhluk yang setara dengan manusia; mereka NPC, sesuatu yang tak berharga. Tentu saja, tak semuanya benar-benar brutal; di dunia nyata, mereka tetaplah pemain VRMMO yang ramah dan sering bekerja sama dengan pemain lain dalam server yang sama. Jika ada waktu untuk menginfokan kondisi Underworld dan Artificial Fluctlight ini, Asuna yakin jika banyak diantara mereka yang akan menurunkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mereka terlalu sibuk saat ini. Bahkan jika Asuna mencoba memasuki pertempuran dan menjelaskan situasi ini dalam bahasa Inggris, mereka hanya akan menganggap dirinya sebagai seorang NPC. Jika berkata pada mereka “membunuh musuh sekarang akan mendapatkan point, dan kalian bisa menukarkannya untuk rare items setelah pembukaan resmi”, bahkan pemain Jepang akan melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat kata, meyakinkan mereka melalui suara tak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang hendak dibunuh pemain Amerika bukanlah NPC, melainkan Artificial Fluctlights yang memiliki jiwa. Setelah menghabisi pasukan Tanah Kegelapan, orang-orang dari Kerajaan Manusia akan menjadi target selanjutnya. Lalu, karena menjadi satu-satunya yang menggunakan tubuh palsu, Asuna harus bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ketetapan seperti itu, Asuna mengangkat rapier di tangan kanannya dan mulai melafalkan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“System call! Create field object!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya berwarna-warni berkumpul di rapier-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin menciptakan lembah tak berdasar seperti yang ia lakukan sebelumnya; jika ia melakukannya lagi, Asuna akan memutus jalan pulang Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia. Lalu Asuna membayangkan batu raksasa setajam tombak dan menebaskan rapier-nya kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laa—, dengan suara merdu. Cahaya berwarna-warni melesat dari ujung rapier-nya tepat menuju ke tanah diantara pasukan Amerika dan Tanah Kegelapan yang sedang bertempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah dihadapannya tiba-tiba berguncang hebat dan memunculkan tombak-tombak tanah yang menjulang setinggi 30 mel. Sepuluh Pasukan Crimson yang berdiri diatasnya terlontar jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat gunung muncul dari tanah, menjulang ke langit, dan tanah makin bergetar tiada henti. Memaki dalam bahasa inggris, ratusan pasukan crimson terlempar tinggi; beberapa orang bahkan tertusuk bebatuan, sementara yang lain jatuh ke tanah dan bermandikan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa mengeluarkan semangat karena membayangkan bagaimana orang-orang ini tewas, rasa sakit yang begitu intens menyerang pikirannya dan membuatnya terjatuh ke belakang kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan keperakan bermunculan di penglihatannya ketika ia berusaha bernafas dan mulai bangkit. Rasa sakit kali ini lebih parah ketika ia menciptakan lembah tadi malam. Asuna kini menerima rasa sakit karena data dataran yang mengalir masuk ke jiwa-nya sangat besar … rasa sakit ini seperti mencabik Fluctlight dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak boleh gagal disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika demi Kirito yang terluka, ia akan melakukan sebisanya. Asuna memikirkan ini ketika menggeramkan gigi dan mencoba mengeratkan tali kekang kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat milik pemain Amerika yang datang dari medan peperangan bagian timur tampaknya semakin berapi-api dari sebelumnya. Tetapi karena lima gunung yang diciptakan selebar 500 mel, mereka akan segera mengitarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus menciptakan dinding batu di bagian selatan, jadi Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia bisa mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat tangan kanannya yang gemetaran sekali lagi, kelelahan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tangan tersebut di genggam erat oleh tangan berbalut armor yang bersinar karena cahaya matahari terbit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Alice?!…” Asuna memanggil knight emas dengan suara parau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah putih cantik knight emas seolah menahannya, ia menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu memaksakan diri, Asuna. Serahkan ini pada kami para Integrity Knight.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T… Tetapi, orang-orang ini musuh dari Dunia Nyata … dari duniaku…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Meskipun begitu, jika hanya sepuluh ribu pasukan yang haus darah sambil mengayunkan senjata-nya, itu tak akan membuat kami takut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yep, dan kali ini giliran kita menunjukkan kemampuan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menambahkan sambil menyeringai tak gentar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun nada suara para Knight agak meredakan ketakutannya, Asuna bisa melihat salah pemahaman di wajah mereka tentang Dunia Nyata, bahkan lebih buruk dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah pasukan crimson 30 kali lebih banyak dari jumlah Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukanlah sesuatu yang bisa dihadapi hanya menggunakan keberanian. Tetapi Komandan Knight mengangkat pedang panjang miliknya tinggi-tinggi, dan berteriak mengucapkan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar! Semua pasukan, buatlah pertahanan ketat! Jangan biarkan musuh menerobos!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… Ohh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang keluar dari mulut Iskahn bukan lagi bahasa manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… OHHHHHHHHHH—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah berjatuhan dari penyebrang pertama. Tetapi si Petarung muda ini berteriak seperti hewan liar, seperti tak merasakan rasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman Iskahn, Dempe, yang berdiri di sisinya bisa merasakan apa yang dirasakan Iskahn, ia menunduk … menunduk ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua tewas. Semua dikorbankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit sukunya, dalam kekacauan semakin menghilang, tak bisa bertahan dari pedang-pedang hitam yang menerjang, jiwa mereka menghilang di dalam kabut darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, pasukan kita tak bisa berhenti untuk menyeberang menggunakan lima tali yang tersisa, mereka tak bisa berhenti karena perintah Kaisar untuk “sampai ke sisi seberang” masih berlaku. Mereka hanya bisa mematuhi perintah atasan, dengan hati-hati menyeberangi jembatan, lalu dikepung pasukan crimson dan ditebas tanpa belas kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa— mengapa Kaisar tidak memberi perintah untuk berhenti menyeberang lembah, atau memberi perintah pada pasukan itu untuk berhenti menyerang Pasukan Tanah Kegelapan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah prajurit suku-nya hanyalah umpan, hanyalah tumbal untuk memanggil pasukan crimson?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harus… Ke Kaisar…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus melapor pada Kaisar. Ia harus memohonnya untuk menghentikan operasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Geram dan gelisah, Iskahn mengambil langkah pelan menuju kereta komando di belakang mereka. Hampir separuh penglihatan kanannya memerah, rasa sakit menusuk mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Dempe melihatnya, wajah cemasnya seperti ingin mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika itu, sebuah bayangan hitam raksasa terbang diatasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn serta Dempe secara insting melihat keatas menuju bayangan yang ada di langit; itu seekor naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendarai diatasnya adalah sesosok manusia yang mengenakan armor hitam, berambut emas, serta mengenakan mantel mewah— Kaisar Vector sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… AH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia bisa mendengar teriakan Iskahn, Kaisar yang duduk memandang bawah sekilas. Tak ada emosi dari mata hitamnya. Tatapannya sedingin es, tak memiliki rasa kasihan— bahkan bagi prajuritnya yang tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Kaisar Vector memalingkan wajahnya dari Iskahn, dan menuju selatan lembah bersama naganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini— Dewa. Inikah tindakan seorang pemimpin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika pemimpin seperti ini, jika si paling kuat memiliki kekuatan yang begitu besar—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seharusnya bisa bertanggung jawab!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memimpin pasukannya. Memerintah, membawa kemakmuran daerahnya; itulah kewajiban seorang pemimpin. Terlebih lagi, seseorang yang mengirim sepuluh ribu nyawa hingga tewas tanpa merasakan apapun— sang Kaisar— mata kanan— tidak kompeten— mata kanannya sakit— untuk menjadi seorang pemimpin …!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwo…. OH… OHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn mengangkat tinjunya tinggi-tinggi, dan membentuk jarinya seperti sebuah kait.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa penyesalan, ia menusukkan jari tersebut ke sumber panas pikirannya — mata kanannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke… Ketua!! Apa yang kau lakukan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ishkhan mengangkat telapak tangan kirinya untuk menahan Dempe menghampirinya, kemudian, mencukil bola mata kanan miliknya sendiri. Bola putih tersebut memancarkan sinar di telapak tangannya, tetapi seketika itu pula cahayanya meredup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, Iskahn telah sampai ke titik dimana telah berhasil melepas «Code 871» menggunakan semangatnya sendiri, seperti Alice dan Eugeo. Terlebih lagi, ia masih tak bisa membantah perintah pengkhianatan terhadap Kaisar, ataupun menolak dua perintah Kaisar, yaitu: “Melanjutkan operasi menyeberang lembah” dan “Kau tak boleh menyeberangi jembatan tali”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ia telah menemukan cara yang agak kasar guna mengakali perintah Kaisar— dan metode ini cukup penuh dengan kegagalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn berbalik dan berbicara pada Dempe yang menatapnya tak berkata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar tidak mengatakan pada kita mengenai pasukan crimson, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Tidak, dia tidak. Tetapi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, jika kita membunuh mereka, berarti kita tidak melanggar perintah Kaisar kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Champion…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn memandang tampang bodoh Dempe dengan mata kirinya, lalu membuat perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar… setelah menyeberangi jembatan, semua suku Petarung Tangan Kosong akan menyerang pasukan crimson. Tak peduli apapun, kita harus menolong teman-teman kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah…?! Maksudmu jembatan, bagaimana… maksud…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tau apa yang akan aku lakukan. Kuserahkan sisanya padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata-kata kalem tersebut, Iskahn berbalik memandang lembah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, api menyala di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu si pemimpin Petarung Tangan Kosong perlahan mulai berlari menuju lembah, meninggalkan jejak kaki dibelakangnya. Ia berlari semakin cepat, hingga berubah menjadi kilatan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku tak boleh menyeberangi tali.... maka aku tinggal melompat saja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak seperti itu di hatinya, ia menjejakkan kakinya menuju lembah yang lebarnya hampir seratus mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melompat” adalah skill penting dalam latihan Petarung Tangan Kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Latihan ini perlahan bermula dari melompati lubang pasir, lalu berlanjut untuk meningkatkan kepercayaan diri dengan melompati tumpukan pisau dan minyak, dan sebagai dasar pembentuk teknik lompatan itu sendiri; dengan kata lain «incarnation».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, jarak lompat seorang Petarung bisa melebihi 20 mel. Di dunia dimana kau tak bisa terbang, lompatan ini adalah jarak terjauh yang bisa dicapai tubuh manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, apa yang hendak dilompati Iskahn sekarang ini adalah lembah tak berdasar yang lebarnya lima kali lipat. Para Petarung Tangan Kosong mulai menatap ke depan, hatinya seperti terbawa angin, tubuhnya meninggalkan jejak api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh mel, duapuluh mel. Tubuhnya masih melambung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tigapuluh mel. Tigapuluh lima mel. Angin kuat berhembus dari bawah lembah, mendorongnya semakin tinggi seolah ia memiliki sayap tak kasat mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empatpuluh mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal sedikit lagi— ia hanya perlu naik sedikit lagi … lalu ia akan bisa sampai ke seberang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum ia mencapai tengah lembah, angin hembusan berhenti seketika. Tubuhnya kehilangan dorongan; batas lompatannya mencapai titik maksimal, dan ia mulai turun seperti panah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia… kurang lima mel menuju titik tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“UWOOOOOHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn berteriak, menjulurkan tangan kanannya ke depan, berusaha menggapai udara hampa. Tetapi tak ada tempat untuk tangannya atau kakinya; hanya udara dingin dari kegelapan dibawahnya, menyelimuti tubuhnya agar terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“CHAMPIOOOOOOOOOON!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan menggetarkan sampai ke telinga Iskahn.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memutar kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temannya, Dempe, telah menggenggam batu besar, dan bersiap untuk melemparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemimpin menyadari apa yang akan dilakukan sahabat setianya. Tetapi— melempar batu besar lebih dari limapuluh mel sungguh mustahil bagi manusia …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gowa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Dempe tiba-tiba berotot, otot dan uratnya tampak, seolah seluruh kekuatan ditubuhnya menuju ke satu titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria kekar berlari beberapa langkah, dan melemparkan batu besar dengan sepenuh tenaga menggunakan kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara bergetar hebat, batu besar tersebut seolah diluncurkan oleh meriam— lalu, Tangan Kanan Dempe meledak, daging dan darah berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn melihat sosok Dempe terjatuh ke tanah menggunakan mata kirinya, menggeramkan giginya, lalu memfokuskan konsentrasinya menuju batu yang terbang ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… YAAAAAAAH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sebuah teriakan, ia menjejakkan kaki kirinya ke batu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaaan!! Batu besar tersebut hancur berkeping-keping menahan daya tolak, tetapi tubuh kecil Iskahn kini melayang ke udara. Swordsmen yang saling bertarung di sisi lain lembah semakin dekat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Damn!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mencabut rapier miliknya dari tubuh pemain Amerika yang memaki sambil kesusahan bernafas di kuda miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berbeda ketika ia harus melawan orang-orang dari Tanah Kegelapan; ia tak perlu menahan diri apabila harus mencabut nyawa seseorang. Asuna yang dulunya dikenal sebagai “The Flash”, kemudian “Berserk Healer”, akhirnya bisa menggunakan kombo Sword Skill; jumlah pasukan crimson yang berjatuhan karena tebasannya mencapai sepuluh orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi— meskipun begitu, mereka terlalu banyak!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya Asuna, Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia dan empat Integrity Knights juga harus bertarung susah payah, dan akhirnya bisa membuka jalan ke selatan. Tubuh-tubuh telah bertumpuk bagaikan gunung dihadapan pasukan yang maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, mereka tak bisa menahan gelombang serangan pasukan crimson yang tak ada akhirnya, dan pasukan kita hanya bisa bertahan di posisi semula. Yang lebih penting, mereka dengan sigap sadar jika musuh yang telah dihancurkan akan menghilang dalam hitungan detik, tak meninggalkan jejak darah di tanah— mereka menyadari jika musuh bukanlah orang hidup, melainkan pasukan hantu. Kemudian…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah… No… AAAAHHH—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semangat membuat Asuna berbalik arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Lalu, ia melihat lubang terbuka di barisan formasi bertahan pasukan-nya, dan orang-orang Amerika berebutan memasuki celah tersebut sambil memaki Penjaga yang lemah. Para Penjaga dikelilingi musuh yang melebihi jumlah mereka, lalu terjadilah; daging dan darah berhamburan ke udara, teriakan kesakitan perlahan berubah menjadi teriakan kematian. Gambaran kematian yang begitu nyata tampaknya membuat pasukan crimson semakin haus darah, seketika mereka semakin melaju guna mengincar mangsa baru untuk ditebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan…. HENTIKAN…!!” Asuna berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sadar jika harus mengorbankan beberapa prajurit dan harus segera ke selatan secepat mungkin. Tetapi ia tak bisa mengontrol dirinya dan meloncat dari kudanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HENTIKAN—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melaju menuju pasukan crimson seorang diri, teriakannya menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tahu jika pemain Amerika telah diperdaya, ia tak bisa menahan kemarahannya lebih lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zzkukukuk—!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya bercahaya, dan «Radiant Light» menebas lurus menuju helm prajurit crimson. Empat orang terluka dan menjatuhkan senjata mereka, berteriak kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat reaksi tersebut, Asuna mengerti meskipun mereka dive menggunalan AmuSpheres, mereka tak dilindungi oleh Pain Absorber. Sejujurnya, Asuna sudah menyadarinya sejak tadi, jadi dia mencoba untuk melancarkan serangannya menuju jantung, membunuh langsung orang tersebut dan membuat mereka log out dari dunia ini, tapi cara pemikiran seperti ini seketika menghilang dari diri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memanfaatkan prioritas senjatanya, ia kini menargetkan tusukan rapier-nya menuju armor milik musuh, membuat mereka terjatuh dan terkadang mematahkan pedang mereka menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi pemain Amerika, musuh yang ada dihadapan mereka hanyalah poligon, dan darah mereka hanyalah spesial efek yang diciptakan computer. Tetapi bagi Asuna yang dive menggunakan STL, mereka nyata, dan darah yang menyembur terasa hangat, baunya juga terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberasa saat kemudian, genangan darah mencapai ke kaki Asuna, dan secara tak sengaja ia terpelincir dan jatuh. Pasukan yang berbadan besar lalu mengelilinginya ketika ia hendak berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Take this!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kapak perang mengayun ke bawah, Asuna berusaha menghindar ke kanan. Tetapi sebelum ia bisa menarik tangan kirinya, kapak perang tersebut berhasil menebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gatsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara keras, lengan kirinya putus dari ujung siku, tangan tersebut melayang ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… AAHH—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan rasa sakit yang tak terkira membuat Asuna mematung dan mati rasa. Sesaat kemudian, ia bernafas berat dan dengan susah memegang lengan kirinya yang bercucuran darah. Melalui pandangannya yang tertutup air mata, ia bisa melihat empat atau lima sosok bayangan yang mengelilinginya sedang mengangkat senjata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala si pria yang menggenggam kapak perang meledak dan menghamburkan daging dan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mendengar suara pukulan seperti senapan api. Setiap kali suara itu terdengar, tubuh-tubuh prajurit yang berusaha mendekatinya meledak dan berhamburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph… Apa-apaan, begitu lemah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menahan rasa nyari dan mencoba berdiri; sebelum bisa melakukannya, seorang pemuda dengan rambut jabrik bagaikan nyala api berdiri di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seseorang dari Tanah Kegelapan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik nafas dalam-dalam dan melupakan rasa sakitnya untuk sementara. Dari warna kulit dan sabuk kulit yang mengikat tubuhnya, ia adalah anggota Petarung Tangan Kosong yang telah dilawannya beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mengapa seseorang dibawah pimpinan Kaisar Vektor menyerang pasukan crimson yang telah dipanggil?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seolah ia memang berniat menolong Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatap dan menyadari jika pemuda ini hanya memiliki satu mata, luka kasar di mata kanannya dan jejak darah di wajahnya bagaikan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sisa matanya, si pemuda menatap marah pada pemain Amerika yang mendekatinya, ia lalu mengangkat tinju kanannya setinggi mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, tinjunya terselimuti api merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa… RAAAAAAHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teriakan tersebut, si pemuda menjejak tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guwa!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menghentakkan tinjunya ke tanah, gelombang kejut meledak bagaikan dinding api, melontarkan pasukan crimson yang ada dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sungguh kuat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengakui. Jika ia melawan orang ini, mungkin ia akan kalah …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Petarung Tangan Kosong tanpa berkata-kata mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Asuna dan membantunya berdiri, menatap wajah Asuna lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Mari buat kesepakatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 045.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa langsung memahami apa yang  diinginkan pemuda ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah… kesepakatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Kau yang membuat tombak-tombak batu dan lembah tersebut kan? Dengar, buatlah jembatan ke seberang lembah, walaupun kecil tak masalah. Disana, kami memiliki empat ribu pasukan Guild Petarung Tangan Kosong yang akan bertarung bersamamu, kita bekerjasama hingga berhasil membereskan pasukan merah sialan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertarung bersama— Pasukan Tanah Kegelapan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah hal seperti itu mungkin dilakukan? Orang-orang dari Tanah Kegelapan, bukan, orang-orang dari dunia ini tak bisa melawan perintah atasan, karena adanya «Code 871».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, si pemuda dihadapannya sekarang ini telah kehilangan mata kanannya. Apakah ini berarti ia telah melepas segel mata kanan dengan kemauannya sendiri? Apakah ia, seperti Alice, sebuah Fluctlight yang telah berkembang hingga bisa mematahkan ikatan dunia ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice telah berkata semalam: “Untuk menghilangkan «Code 871», mata seseorang akan meledak”, tetapi luka miliknya seperti tidak terlihat seperti bekas luka ledakan, luka tersebut malahan seperti akibat mata yang dicongkel paksa … Apa yang harus aku putuskan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keragu-raguan sesaat Asuna terbuyarkan oleh suara tebasan dan teriakan dari samping kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini, walaupun bertampang bodoh. Dia jujur kok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang memotong kepala beberapa prajurit yang mendekat menggunakan pedang hitam tipis yang hampir tak kelihatan, adalah Integrity Knight wanita berambut perak, Sheyta Synthesis Twelve.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap wajah Sheyta, senyuman semangat bercampur malu muncul dari wajah si Pertarung muda ini. “Hei,” ia membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat Asuna melihat senyuman ini, ia memutuskan pilihannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku akan percaya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mungkin terakhir kalinya bisa menggunakan kemampuan «geographical manipulation». Jadi bukankah lebih baik jika menggunakannya untuk menciptakan daripada menghancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku mengerti, serahkan jembatannya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggerakkan tangan kanan yang tadi memegang luka tangan kirinya, lalu ia mengangkat rapier ke udara dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laa────────.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara bagaikan ribuan malaikan terdengar ketika cahaya berwarna-warni meluncur dari langit dan menuju utara, melintasi lembah, dan menghubungkan kedua sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gemuruh, tanah yang ada dibawah lembah mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya memandang ketika dua tiang batu melesat dari kedua sisi lembah dan semakin merentang, kemudian bersatu di tengah, semakin lebar, dan akhirnya menjadi jembatan batu untuk bisa diseberangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OOOOHHHH, AHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semangat dari empat ribu pasukan Guild Petarung Tangan Kosong terdengar lebih keras dari getaran tanah tadi. Dipimpin oleh sosok pria kekar berlengan satu, mereka melintasi jembatan batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakit kepala yang lebih menyakitkan daripada kehilangan sebelah lengan kini membanjirinya; Asuna hampir kehilangan kesadaran, dan harus menancapkan rapier-nya ke tanah agar tidak ambruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa lagi melihat dimana Alice, yang seharusnya memandu seluruh Pasukan Penjaga dan untuk menembus musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa berharap ia selamat… dan pasukan Petarung Tangan Kosong akan bekerja sama dengan mereka seperti janji si pemimpin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kirito-kun, Aku pergi sekarang, oke?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dalam hati mengucapkan nama kekasihnya, rasa sakit yang dirasakannya berlahan menghilang, semakin menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenit sebelumnya, di ujung paling selatan medan peperangan —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Alice telah berhasil menebas banyak pasukan crimson yang terus saja menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang ini— mereka aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bukanlah swordsmen, maupun prajurit yang ahli menggunakan sword skill; mereka terus menerus menerobos, menginjak-injak tubuh kawan mereka sendiri serta berteriak dengan bahasa asing. Tampaknya mereka benar-benar tak menghargai arti sebuah nyawa— nyawa musuh mereka, dan bahkan nyawa teman mereka sendiri, semuanya tampak tak berharga di mata mereka. Bahkan tampaknya mereka tak peduli dengan nyawa mereka sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika orang-orang yang tinggal di Dunia Nyata seperti ini, tampaknya apa yang dikatakan Asuna ada benarnya, “Dunia kami bukan dunia dewa-dewi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan musuh yang terus membanjiri, reaksi gerak Alice bahkan mulai menurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak kuat. Ini tak bisa disebut pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cepat — cepat terobos mereka, dan keluar dari sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menghalangi… JANGAN MENGHALANGI!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak ketika menebaskan Fragrant Olive Sword ke samping. Kepala dan tangan musuh berjatuhan ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“System call!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia dengan cepat mulai merapal incantation, menciptakan sepuluh Thermal Element, dan membentuknya menjadi tombak api dan menembakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Discharge!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dogou!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun tidak seperti Conflagrant Flame Bow milik Deusolbert, sebuah ledakan besar berhasil merusak formasi musuh dan menciptakan jalan keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dibaliknya adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihatnya. Sebuah bukit, menjulang di tanah hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia bisa menembus kepungan ini dan sampai ke sana, ia bisa menggunakan Sacred Energy yang tersebar di medan peperangan ini dan menggunakan Art “Light Pillar”, dan membakar para pasukan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“MENYINGKIR!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak dan menendang tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Nona Kecil!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Komandan Knight Bercouli terdengar dari belakang. Tetapi Alice tidak mendengar kata-kata selanjutnya: Jangan pergi terlalu jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Hampir sampai. Kita hampir menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa berhenti menebaskan pedangnya hingga ke musuh terakhir yang menghalangi jalan. Alice akhirnya berhasil menerobos kepungan musuh dan melaju ke daerah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menyarungkan pedang tersayang miliknya ke sarung pedang dan berlari, menghirup udara yang bercampur dengan bau darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah matahari tertutup awan? Alice berpikir untuk sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia merasakan hembusan angin dari belakang punggungnya, dan ia dicengkeram oleh kaki naga yang melayang; ketika menyadarinya, ia telah terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice mencoba mengaktifkan Armament Full Control Art miliknya, tetapi sebelum ia bisa berhasil merapalkan, pandangannya tertelan kegelapan, rasa dingin menyelimuti tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini Dark Art yang dilakukan penunggang naga? —Tidak, bukan. Kesadarannya semakin melemah, terhisap kegelapan pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah Incarnation milik musuh, benar-benar berbeda dari Incarnation sekuat baja milik Komandan Knight Bercouli, dan juga berbeda dari Incarnation petir milik Pemimpin Tertinggi Administrator; Incarnation musuh menghisap segalanya: sebuah Incarnation Kehampaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah hal terakhir yang bisa dipikirkan Alice sebelum pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Kaisar Vektor / Gabriel Miller, situasi ini untung-untungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia yakin selama puluhan ribu pemain Amerika yang masuk ke peperangan bisa mengepung Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia, si «Putri Cahaya» Alice akan menerobos kepungan tersebut seorang diri — atau dengan tim kecil — untuk melancarkan serangan pilar cahaya raksasa lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa ia tetap menunggu di punggung naga, jauh dari peperangan dan menunggu. Ia merasa jika situasi ini menjadi watu terlama ia menunggu sejak dive ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia melihatnya. Kilauan keemasan yang menerobos pasukan crimson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice… Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel tersenyum aneh ketika menggumamkan nama tersebut. Ia mengencangkan kekangan di tangannya, si naga turun cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imajinasi mengerikan yang membentuk Incarnation Kehampaan telah menelan AI si naga, mengubahnya menjadi alat yang melayaninya. Dibawah perintahnya, si naga turun bagaikan batu, sayapnya kaku, membuka cakarnya menuju tanah dan mencengkeram punggung si Knight emas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whoosh—!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, suara memekakkan tercipta dari sayap yang mengembang, naga tersebut terbang ke langit lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak memperhatikan peperangan berdarah yang telah ia ciptakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baginya, apapun yang terjadi pada Pasukan Tanah Kegelapan, Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia, atau orang-orang yang ia panggil dari dunia nyata, mereka semua tak berarti baginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, ia hanya perlu menuju system console terdekat dari lokasinya, yaitu «Altar Ujung Dunia », dan dari sana, ia akan keluar dan menarik jiwa Alice ke dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan Gabriel tertarik ke bawah, dan menatap rambut emas yang terurai oleh hembusan angin dari Knight yang pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin segera merasakannya. Tubuh ini, jiwa ini, aku ingin segera merasakannya ke dalam hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih agak lama menuju system console, mungkin akan memerlukan beberapa hari jika menggunakan naga. Ia mungkin akan menggunakan waktu yang ada untuk menikmati Alice yang masih memiliki tubuh fisik di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memikirkan ini, perasaan senang muncul dari perut Gabriel, membuat mulutnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia— membuang lima ribu pasukan Tanah Kegelapan dan tigapuluh ribu pasukan baru yang baru saja dipanggil, hanya untuk …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangkap seorang gadis!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komandan Knight Bercouli merasakan Incarnation Kehampaan yang meluap-luap dari sosok yang dikenal sebagai Kaisar Vektor, perasaan tak mengenakkan mengisi dirinya. Tetapi ketika melihat Alice yang telah berhasil ditangkap, ia akhirnya menyadari niat musuh yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat apa yang terjadi sepuluh mel didepan sana, Bercouli melakukan sesuatu yang tak pernah dilakukannya selama puluhan tahun terakhir — ia berteriak penuh kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sialan, apa yang akan kau lakukan pada muridku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya menggetarkan udara, seperti gemuruh petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ia diacuhkan oleh si penculik, si penunggang naga terbang menuju langit selatan tanpa menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat pedangnya dan mulai mengejar si naga terbang. Tetapi jalan keluar yang telah berhasil diciptakan Alice kini kembali tertutup oleh pasukan crimson yang memperbaiki formasi; mereka mendekat, sambil berteriak memaki terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian sebaiknya bersiap…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Bercouli berhasil menyingkir, cahaya keperakan terlihat di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirikirikiri, dengan bunyi berdesing melewatinya, itu adalah Divine Instrument milik Integrity Knight Renri, Twin Edged Wings.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara nyaring si knight muda terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Release recollection!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kilatan cahaya, kedua pisau lempar kini bersatu. Membentuk pisau yang saling bersilangan, pisau tersebut terbang rendah di atas tanah, berdesis ke arah depan dan meninnggalkan musuh-musuh yang terpotong di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergilah, Komandan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri berteriak, lalu Bercouli berbalik untuk membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf! Kuserahkan sisanya padamu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, ia menjejakkan kakinya ke tanah. Dengan cepat, tubuhnya seolah berubah menjadi angin kencang, melontarkan musuh-musuh di sekitar jalan keluar, ia lebih cepat beberapa kali lipat dari martial dance milik Petarung Tangan Kosong dari Tanah Kegelapan. Tetapi naga Kaisar Vektor yang menculik Alice kini telah berubah menjadi titik kecil di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berlari, Bercouli meletakkan jari tangan kiri ke mulutnya dan bersiul kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, sepasang sayap perak terlihat di langit, itu naga milik Bercouli, Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bukan hanya satu naga yang menuju ke arahnya. Naga kesayangan Alice, Amayori, dan naga milik Eldrie, Takiguri, juga mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menahan emosinya, tak peduli apa yang ia lakukan, ia tak bisa memerintah kedua naga tersebut untuk berdiam diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami turun ke tanah dan meluncur mendekati Bercouli, mengulurkan kedua kakinya ke depan. Sang Komandan Knight mencengkeram cakar di kaki kirinya dan naik ke punggung, mengencangkan tali kekang dan menghunuskan pedang panjangnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jalan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami, Amayori, dan Takiguri bergerak sesuai perintah; tiga pasang sayap mengepak hebat, lalu mereka terbang ke langit keunguan. Jauh didepan formasi ke tiga naga, dalam cakar sang naga hitam, cahaya keemasan terlihat untuk beberapa detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ke empat ribu Petarung Tangan Kosong menyeberangi jembatan batu, mereka bergabung dengan ke dua ratus teman mereka yang masih tersisa, lalu memperkuat formasi Pasukan Pertahanan Dunia Manusia, dan menuju ke tengah-tengah formasi musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuat barisan sepuluh orang di setiap sisi, kemudian bersama-sama mengangkat tinju kanan mereka, lalu mempertahankan posisi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U… RA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pukulan selaras, sepuluh petarung menusuk dan menghancurkan armor dan pedang milik pasukan crimson. Teriakan dan darah berhamburan ke segala arah; dengan sekali pukul, lebih dari duapuluh musuh terlontar ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pukulan penuh semangat tersebut selesai, sepuluh orang tersebut mundur ke samping, dan kini digantikan oleh sepuluh orang lainnya yang maju dengan posisi yang sama persis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“URARA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, sepuluh orang menghujamkan kaki mereka secara bersamaan, menghamburkan musuh ke segala arah, seperti sebuah ledakan di tengah-tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Wow.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa terkagum-kagum sambil mengobati luka tangan kirinya menggunakan Healing Art yang ia pelajari tadi malam. Bahkan Sheyta, yang sedang minum air siral disebelahnya tampak terkagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik bertempur milik Petarung Tangan Kosong entah mengapa mirip dengan teknik switch yang digunakan melawan bos ketika jaman SAO dulu, tetapi pergerakan mereka seirama dan lebih terarah. Sepuluh orang berbaris, sepuluh orang dibelakangnya; ada lebih dari empat puluh grup dengan seratus orang yang siap menggempur musuh secara terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan duduk dan menonton. Bahkan jika kita menuju ke arah selatan, apa yang kita lakukan setelahnya? Karena musuh ada banyak, bahkan jika kita berhasil menembusnya, bagi kami cukup sulit untuk membunuh mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aliansi sementara Asuna, si pemimpin berambut merah sedang menyilangkan tangannya dengan wajah tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar, bahkan bagi Petarung Tangan Kosong yang sedang menerobos barisan musuh, mengalahkan pasukan crimson cukup sulit jika jumlah mereka berbeda jauh. Menurut pengamatan Asuna, pemain Amerika kini tinggal sekitar duapuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lalu… setelah kita menembus musuh dan bergerak menuju selatan, kita harus segera menjauh. Aku akan menciptakan lembah lain untuk memisahkan mereka dari pasukan kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membalas dengan suara datar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tetapi bisakah ia melakukannya? Sekarang ini, ia hanya bisa menciptakan jembatan kecil dan hampir kesulitan menerima efek sampingnya. Jika ia mengubah dataran dengan ruang lingkup luas, ia mungkin akan dipaksa log out— yang lebih parah, otaknya mungkin akan rusak …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggigit bibirnya, berusaha menyingkirkan pikiran tersebut. Walau bimbang, ia harus melakukannya. Memanggil pemain Amerika ke dunia ini mungkin strategi terakhir Kaisar Vektor. Jika ia bisa menyingkirkan mereka, bahkan jika ia dipaksa log out, mereka tak akan bisa melakukan apapun pada Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, dari arah selatan, seorang penjaga berlari ke arah Asuna yang ada di sisi utara peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perintah baru!! Perintah baru—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit tersebut terluka parah karena sebagian wajahnya berlumuran darah, ia tertunduk di depan Asuna, dan berusaha berkata-kata dengan sisa kekuatan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Informasi ini datang dari Integrity Knight Renri-sama!! Integrity Knight Alice-sama, telah ditangkap oleh komandan musuh! Ia menggunakan naga dan telah terbang ke arah selatan…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja— ia tak pernah berpikir jika situasi saat ini hanyalah kamuflase untuk memancing Alice agar menjauh dari Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia …!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar… telah melarikan diri?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tajam tersebut bukan dari Asuna maupun Sheyta, tetapi dari pemimpin Petarung Tangan Kosong yang kini matanya bersinar agak aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… seperti itu, naga tadi … bukan bermaksud mengawasi kita dari udara … Hei, nona!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata si pemimpin muda menatap Asuna, ia meminta penjelasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice itu «Putri Cahaya»?! mengapa Kaisar begitu menginginkannya?! Jika Putri Cahaya jatuh ke tangan Kaisar, apa yang akan terjadi?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dunia ini … akan hancur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menjawab. Ekspresi Ishkhan seolah disiram air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika Dewa Kegelapan membawa Putri Cahaya Alice ke «Altar Ujung Dunia»… dunia ini, baik itu Kerajaan Manusia atau Tanah Kegelapan, setiap penghuninya akan dimusnahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Asuna terasa datar sebelum ia menyadari jika ia terdengar seperti seorang NPC dari suatu permainan RPG, tetapi ini benar-benar kenyataan. Ketika para penyerang memperoleh Alice, sangat bisa dibayangkan nasib Light Cube Cluster yang tak memiliki arti lagi — mereka akan menghancurkannya tanpa simpati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, apa yang bisa ia lakukan … bahkan Super Account «Stacia» yang digunakan dirinya tidak memiliki kemampuan untuk terbang. Bagaimana ia akan mengejar Vektor?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang yang menjawab kekhawatiran Asuna adalah knight berambut perak yang berdiri di sampingnya, Sheyta. Setelah menghabiskan isi botol yang tergantung di sabuknya, si knight berwajah dingin ini berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan bagi seekor naga … ia tak bisa terbang selamanya. Ia harus istirahat, paling tidak setengah hari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar ini, si Pemimpin Petarung Tangan Kosong mencuri-curi pandang pada wajah Sheyta, lalu kembali berpaling; ia memukulkan tangannya dan menyelesaikan kalimat Sheyta dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu tinggal kejar mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengejar mereka … tetapi, bukankah kau ini…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatap Ishkhan penuh tanda tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah kau ini pasukan Tanah Kegelapan? Mengapa kau bertindak sejauh ini …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ishkhan menjawab seperti seorang anak yang telah dibuang orang tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar Vektor… tidak mengatakan kepada kami, para Sepuluh Bangsawan Tanah Kegelapan. Ia hanya ingin Putri Cahaya. Jika ia memperolehnya, ia tak akan peduli apa yang terjadi pada kami. Karena sekarang ia sudah mendapatkannya, berarti Kaisar telah memperoleh keinginannya … dengan kata lain, misi Pasukan Tanah Kegelapan telah selesai. Setelah ini, bukankah kami bebas bertindak semau kita, bahkan jika itu berarti bekerja sama dengan Kerajaan Manusia lalu merebut kembali Putri Cahaya?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Absurd banget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa berkata-kata menanggapi Ishkhan. Ekspresi di wajahnya benar-benar berbeda dari sebelumnya; kini dipenuhi dengan tujuan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Petarung Tangan Kosong menatap lurus ke mata Asuna, lalu berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku tak bisa… kami tak bisa membantah perintah langsung Kaisar. Kekuatannya meluap-luap … bahkan Jendral Kegelapan Shasta yang lebih kuat dariku terbunuh seketika tanpa bisa menyentuhnya. Jika Kaisar memberikan perintah langsung pada kami agar bertarung melawan kalian, kami harus mematuhinya … itulah mengapa, kami para Petarung Tangan Kosong akan menahan pasukan crimson disini. Kau dan Pasukan Penjaga kejarlah Kaisar secepat mungkin. Lalu… si Kaisar … si sialan itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Ishkhan tiba-tiba berhenti, dan ekspresinya memucat— seolah tersiksa rasa sakit yang datang dari mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katakan… pada si sialan, ‘kami bukan bonekamu’!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, teriakan datang dari Petarung Tangan Kosong dari medan peperangan bagian selatan. Para Penjaga akhirnya berhasil menerobos pasukan crimson, dan kini mulai berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zudan! Pemimpin muda ini kini menghantamkan kaki kanannya ke tanah dan memberikan perintah baru dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian semua, pertahankan posisi kalian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menatap Asuna dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepat!! Kami tak bisa menahan lebih lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas— dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Orang ini, juga seorang manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli apakah ia seorang Artificial Fluctlight, jiwanya yang terisi rasa kebanggaan senyata manusia. Kami memotong tali yang mereka gunakan untuk melintasi lembah, dan membunuh lebih ratusan teman-temannya; ia seharusnya akan membalas dendam kepada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Terima kasih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa berkata seperti itu, lalu berbalik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari belakang punggungnya, terdengar suara Integrity Knight Sheyta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan… tetap disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menerima tindakannya, Asuna menoleh dan memberikan senyum pada knight berambut perak ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Kami akan mengandalkanmu di sisi ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn melihat tanpa bisa berkata-kata pada knight wanita berambut chesnut yang kini telah memimpin sekitar tujuh ratus orang untuk menerobos formasi musuh yang sedang bertarung dengan bawahannya, lalu berpaling pada Integrity Knight tanpa emosi di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kau tak apa-apa seperti ini, nona?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah memperkenalkan namaku kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditatap pandangan menusuk, Ishkhan hanya bisa tertawa getir dan mengganti cara bicaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa kalau begini, Sheyta? Aku tak tahu jika kita akan berhasil bertahan hidup-hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si knight langsing mengangkat bahunya, armor baru miliknya tampak kebesaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akulah yang akan membunuhmu. Tak boleh orang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph, kau yang ngomong ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Iskahn tertawa sepenuh hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingin menolong teman-temannya dari kematian tragis — ia memilih untuk bekerja sama dengan Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia di pikirannya. Tetapi sekarang ini, ia meminta seluruh bawahannya untuk melindungi orang-orang Kerajaan Manusia dari pasukan crimson; sungguh luar biasa. Kini hatinya seolah terbuka lebar, seperti dimasuki angin sepoi-sepoi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah, jika ia mati disini, tak begitu buruk kok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jika ia tewas berusaha melindungi dunia ini, ayahnya, saudaranya laki-laki dan perempuan yang menunnggu di kampung halaman pasti akan memaklumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah!! Keluarkan seluruh kemampuan kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan “URAAA!!” bergema di seluruh medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bentuk lingkaran!! Pertahankan segala sisi!! Tendang para orang bodoh yang akan mendekat!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar semangat, Champion.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dempe telah sampai di sebelah Iskahn sekali lagi, lalu tangan kirinya mengeluarkan suara berderu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Asuna memimpin pasukan menuju bukit di selatan sana lalu mundur ke hutan dimana Pasukan Persediaan berada, Knight Renri memberitahunya tentang Komandan Knight yang telah membawa tiga naga dan terbang mengejar Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Menurutmu ia akan berhasil mengejar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan tajam Asuna, wajah kekanakan Renri agak ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, kemungkinannya sangat kecil. Karena, keduanya terbang dengan kecepatan yang sama, dan mereka juga perlu waktu istirahat… Tetapi, Alice-sama juga ditangkap naga milik Kaisar Vektor, kuharap ia masih memiliki Life. Di lain sisi, Komandan Knight bisa berganti naga untuk meminimalisir kelelahan mereka, jadi secara teori, ia akan bisa memperpendek jarak diantara mereka berdua …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 065.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, mereka hanya bisa berdoa jika Komandan Knight akan bisa mengejar Kaisar Vektor sebelum sampai ke Altar Ujung Dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika ia berhasil mengejarnya pun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisakah Komandan Knight mengalahkan Super Account Vector seorang diri?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Asuna tak pernah mengira jika musuh akan log in menggunakan sebuah Super Account, ia tak bertanya pada Higa Takeru tentang kemampuan yang dimiliki Vektor. Tetapi jika Vektor memiliki kemampuan yang sama seperti skill “Geographic Manipulation&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk mengubah bentuk daratan sesuka hati&amp;lt;/ref&amp;gt;” milik Stacia— bahkan bagi seorang pemimpin Integrity Knights, menang melawannya dalam pertarungan satu lawan satu akan sangat menyulitkan …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika memikirkan hal ini, Renri berkata dengan nada riang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika ia berhasil mengejar, Komandan Bercouli pasti akan menyelamatkan Alice-sama. Karena, orang itu … adalah manusia terkuat di dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yeah, memang benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangguk sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan sekarang ini adalah harus yakin. Karena, beberapa menit lalu ia telah melihat banyaknya semangat bertempur milik orang-orang Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ayo menuju ke bagian selatan dengan seluruh pasukan. Untungnya, hanya ada padang rumput di depan kita. Kita mungkin tak akan bisa mengejar Bercouli-san, tetapi kita mungkin akan berguna jika bertemu dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, Asuna-sama. Aku akan menginformasikan semua orang untuk berlari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri mempercepat langkahnya, lalu berlari ke dalam hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatnya menghilang, Asuna berkata pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito ingin melindungi Alice dan seluruh dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga harus melindungi mereka juga, tak peduli luka apa yang akan ia terima … tak peduli berapa banyak rasa sakit yang harus ia tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ruang kontrol Ocean Turtle, Critter telah bersiap untuk memasukkan 20,000 pemain Amerika yang akan dive ke dalam Underworld sebagai gelombang ke-dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lokasi turun mereka adalah posisi Gabriel Miller saat ini— kira-kira sepuluh kilol dari lokasi turunnya gelombang pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2=== &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Gh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menarik nafas dalam-dalam, Vassago Casals memaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggelengkan kepala berambut keritingnya, dan memandang sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembok baja disekeliling, lantai anti licin, dan banyak monitor yang bercahaya di kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia melihat pria kurus duduk di kursi kulit di depannya, Vassago akhirnya menyadari jika ia telah kembali ke ruang kontrol utama «Ocean Turtle», di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah seorang kru— Critter, bersin, suaranya penuh sindiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa, kau benar-benar bangun. Aku kira sel-sel otakmu membusuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Berisik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago mengerang, dan memeriksa tubuhnya sendiri. Ia kini sedang berbaring di kasur kecil di pojok ruangan, sebuah jaket sembarangan diletakkan menutupi perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi?Vassago menggelengkan kepalanya semakin keras. Tindakan ini membuat kesakitan lebih parah ke kepalanya, ia memaki lagi. Ia lalu berjalan ke sisi ruangan, sebagian besar anggota tim-nya masih duduk melingkar dan bermain kartu, ia bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ada yang punya aspirin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si jenggot Brigg, salah satu anggota penyerang, tanpa kata-kata langsung menyerahkan botol plastik di sakunya kepada Vassago. Vassago menangkapnya, lalu membuka tutup tersebut, memasukkan semua isinya ke dalam mulut, lalu mengunyahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersamaan rasa pahit yang menyengat lidahnya, ingatannya akhirnya mulai muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… aku terjatuh dalam lubang raksasa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kau mati? Kau dive selama delapan jam penuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De…Depalan jam?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut, Vassago melonjak, bahkan melupakan rasa sakit kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang jam di pergelangan tangan kirinya, menunjukkan pukul 6.30 A.M, Waktu Standar Jepang. Kurang dari duabelas jam sebelum batas waktu ketika Pasukan Pertahanan meninggalkan Kapal Penghancur Aegis, Nagato dan mendobrak masuk ke dalam Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi lebih penting saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ia telah tak sadar selama delapan jam, beberapa bulan seharusnya telah terlewat di dalam Underworld. bagaimana kondisi peperangan? Misi untuk menangkap Alice?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi seolah membaca keterkejutan milik Vassago, tsk-tsk, Critter membunyikan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terkejut begitu, matamu akan copot. Tanang saja, ketika kau mati di dalam sana, percepatan waktu telah diturunkan menjadi satu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“S… Satu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti tak perlu khawatir. Tetepi, bukannya itu malah memperburuk keadaan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kacamata, apa kau mengerti situasinya? Kita hanya memiliki waktu duabelas jam sebelum Pasukan Pertahanan menyerang tempat ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago menolak penjelasan Critter, lalu ia menggelengkan tangannya penuh sok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu aku tahu. Ini juga perintah Kapten Miller.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, “rencana penyerangan” yang dijelaskan Critter membuat Vassago tak bisa berkata-kata, meskipun ia sangat berpengalaman menjadi seorang pemain VRMMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia meninggalkan sistem console di Obsidia, ibukota timur Tanah Kegelapan, Letnan Gabriel Miller secara rahasia telah memberi perintah kepada Critter di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buatlah website iklan tentang sebuah beta test VRMMO kekerasan yang tak memiliki aturan— the Underworld laws, tentu saja— buatlah koneksi client program. Lalu, atur ratio akselerasi menjadi satu pada 7 Juli 16 12:00 A.M., dan pada saat yang sama, mulailah perekrutan pemain beta test dari seluruh Amerika, Critter menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan konsol yang terbatas, aku hanya bisa melihat koordinat milikmu dan kapten, begitu juga dengan pengiriman jumlah pasukan, jadi rencana ini adalah rencana cadangan jika Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia lebih kuat dari yang kita kira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari-jari kurus Critter menari di atas keyboard, menunjukkan peta seluruh Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di peta yang akan berbentuk segitiga runcing tersebut, dua garis merah membentang dari sudut paling timur menuju ke barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah log pergerakan milikmu dan kapten. Dengar, kau baru saja berkeliaran di sekitar Gerbang Besar Timur Kerajaan Manusia, dan tiba-tiba kau tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu garis merah tersilang oleh tanda sebuah ‘X’, di selatan «Gerbang Besar Timur».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi komandan melewatimu dan sedang menuju selatan. Ia bahkan meinggalkan seluruh pasukan Tanah Kegelapan di utara dan bergerak sendiri. Itu berarti …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia sedang mengejar Alice atau telah mendapatkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago bergumam. Critter mengangguk dan lanjut menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berdasarkan rencana awal kita, ketika waktu telah berkurang sampai delapan jam, atau ketika Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia benar-benar hancur, kita akan meningkatkan kembali kecepatan akselerasi menjadi 1,000 kali lipat. Jika seperti itu, kita masih memiliki waktu bertahun-tahun di dunia tersebut. Tentu saja, ketika ratio akselerasi ter-reset, para pemain Amerika yang sedang dive akan ter log-out paksa karena synchronization error, tetapi selama kita berhasil memenangkan peperangan, siapa peduli?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu tingkatkan ratio kecepatannya sekarang! Tak ada waktu tersisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak sesederhana itu. Coba lihat disini—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menekan tombol dan memperbesar peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kilometer di Gerbang Besar Timur yang memisahkan Kerajaan Manusia dan Tanah Kegelapan, terbentang padang rumput, bebukitan, dan hutan. Pasukan Pertahanan telah memasang serangan kejutan di hutan… dengan kata lain, itu adalah tempat dimana Vassago tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi entah mengapa, diantara hutan dan padang rumput tersebut, sebuah lembah raksasa yang lebarnya hampir 50 kilometer terbentang dari barat ke timur. Disekitar lembah tersebut, pusaran titik-titik bergerumul menjadi satu, berbagai warna: merah, hitam, dan putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang merah adalah pemain Amerika yang aku masukan ke dalam Underworld. banyak yang sudah menghilang, tetapi masih tersisa 20,000. Dan lingkaran hitam yang dikepung titik merah adalah pasukan Tanah Kegelapan. Jumlahnya 4,000.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H… Hei, hei, kau juga lihat kan kalau si merah menyerang si hitam”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena informasi beta test mengatakan jika mereka bisa bebas membunuh para NPC yang tampak nyata. Bagi pemain Amerika yang sedang dive, tak ada perbedaan antara pasukan Kerajaan Manusia dan Tanah Kegelapan. Tetapi, karena beberapa alasan, titik hitam ini menurun sedikit lamban daripada yang aku harapkan. Pasukan Tanah Kegelapan seharusnya tunduk pada Kaisar, tak mungkin mereka bertarung melawan pasukan Amerika, karena mereka berpikir pasukan merah telah dipanggil oleh Kaisar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin mereka menikmati saling bunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, mari asumsikan jika si hitam akan berkurang. Terlebih lagi, yang menjadi masalah itu di sebelah sini, kelompok putih kecil ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menggerakkan kursor. Benar, sebuah kelompok titik putih sedang bergerak menuju selatan— seolah mereka mengejar Kaisar Vektor, atau Kapten Miller.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia. Meskipun jumlah mereka sedikit, sekitar 700. Akan tetapi, akan jadi masalah kalau mereka berhasil mengejar kapten, jadi kita harus menghentikan mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghentikan mereka? …Apa yang akan kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter tidak langsung menjawab pertanyaan Vassago, tetapi sedikit tersenyum dan lanjut mengetik keyboard.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuka jendela baru di peta. Didalamnya, sekumpulan awan merah bergumul dalam latar belakang hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah pemain Amerika yang ketinggalan gelombang pertama, dan sedang menunggu gelombang kedua. Saat kouta 8,000 pemain terpenuhi, aku akan memasukkan 20.000 pasukan melawan Pasukan Penjaga. Setelahnya, kita akan meningkatkan ratio akselerasi menjadi 1.000 lagi. Dengan cara itu, kita akan memiliki cukup waktu agar kapten bisa membawa Alice ke sistem konsol di ujung selatan”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika semudah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago membalas, mengelus janggutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia lebih kuat daripada yang kau bayangkan. Khususnya mereka yang disebut Integrity Knight, mereka kelewat gila; mereka memusnahkan pasukan pertama Tanah Kegelapan, kalau kau tak tahu? Jika tidak ada mereka, aku mungkin sudah tewas mengenaskan … seperti gelombang pertama…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, Vassago teringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat bagaimana dan oleh siapa ia tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nafasnya tertahan dan matanya terbuka lebar. Di dalam kepalanya, sebuah kenangan tiba-tiba sembuh, sosok bagaikan dewi yang turun dari langit, menatapnya. Ia secara insting memaki dalam bahasa jepang ketimbang inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— «The Flash»…!! Yeah… Tak diragukan lagi, itu pasti dia…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? Apa yang kau bicarakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago menggenggam kerah baju Critter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, kutubuku sialan! Orang-orang RATH juga sedang melakukan rencana menggunakan ruang sub kontrol!! Dalam Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia, ada pemain-pemain VRMMO jepang yang membaur!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengabaikan ekspresi Critter, Vassago bersin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Asuna «The Flash» juga disana, mungkinkah, “orang itu” juga dive? … Ya Tuhan, bagaimana mungkin aku hanya berdiam diri disini … Hei, aku ingin kembali masuk! Masukan aku bersama dengan 20,000 pemain, dan turunkan aku ke lokasi titik putih!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau ingin dive lagi … Tetapi akun Dark Knight yang kau gunakan telah hilang. Tentu saja, jika kau tak keberatan menggunakan akun pasukan crimson seperti mereka, aku punya banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku punya akun sendiri… akun yang sudah aku simpan sangat lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekek. Tenggorokan Vassago terdengar seperti terkekeh ketika ia mengambil kertas dari dekat console, menarik sebuah pena dari kantong Critter, lalu dengan cepat menuliskan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, gunakan ID dan password ini yang ada di menu «The Seed Nexus» Jepang, lalu convert karakternya ke dalam Underworld. aku akan masuk menggunakan akun tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberikan kata-kata tersebut, Vassago mulai berjalan menuju pintu ruang STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa langkah, ia terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berbalik, wajah Vassago berubah menjadi beringas, cukup membuat takut si cyber criminal Critter. Seolah karakter vulgar, energik, dan kasar yang nanti akan ia gunakan seperti belahan jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Vassago berjalan menuju Critter, dan membisikkan instruksi lain ditelinganya. Sedetik kemudian, ruang STL menelannya, si hacker melihat pintu sendirian, kertas tipis tersebut masih dipegangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kertas ada tiga huruf berbahasa Inggris dan delapan angka numerik. Critter tak pernah mengerti maksud tiga huruf ‘S’, ‘A’ dan ‘O’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika para Penjaga bersiap untuk berangkat, Asuna meninggalkan kerumunan dan mendatangi kereta persediaan. Sebuah kursi logam tampak, dengan seorang pemuda berambut hitam gemetaran, dua gadis bersamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ronye mengangkat wajahnya ketika ia mendengar langkah kaki. Menyadari kedatangan Asuna, wajahnya mulai memerah karena malu sekaligus menangis, ia berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna-sama! Kirito-senpai ingin… ingin pergi keluar … lalu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggigit bibirnya dan mengangguk. Ia berlutut di depan Kirito dan menggenggam tangan kirinya yang kurus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti… Alice… telah ditangkap musuh. Kirito-kun pasti merasakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?… Alice-sama telah…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tieze menjerit, wajah putihnya semakin pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang memecah ketegangan ini adalah suara Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… uh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kirinya bergetar, mencoba menyentuh sisa-sisa lengan kiri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun… Apa kau, mengkhawatirkanku…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berbisik pelan. Seketika, Ronye akhirnya menyadari luka-luka Asuna dan menjerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Asuna-sama! Lengan anda…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa. Ini cuma luka sementara …” ia bergumam. Asuna dengan lembut mengangkat lengan kirinya, bagian dari siku kebawah telah terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru telah memberikan informasi singkat mengenai teknologi «Mnemonic Visual». Meskipun semua benda telah diciptakan menggunakan program The Seed seperti di ALO, bagi Asuna dan Kirito yang telah dive menggunakan STL serta bagi Artificial Fluctlights seperti Tieze dan lainnya, semua yang ada di dunia ini seperti «shared memory» yang disimpan di Main Visualizer, sebuah realitas berbeda yang diciptakan menggunakan kekuatan imajinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Life atau HP Super Account Stacia benar-benar sangat banyak, hampir mencapai batas maksimal sistem. Tetapi, jika ia diserang menggunakan senjata normal maupun ditusuk ratusan hingga ribuan kali, Life miliknya tak akan menyentuh nol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ketika pasukan crimson mengayunkan kapak perangnya dan mengincar lengan kirinya, Asuna benar-benar merasa takut; ia berpikir, terkena tebasan kapak sebesar ini, lenganku pasti akan putus, dan imajinasinya menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga berlaku bagi lengan kanan Kirito. Meskipun Life-nya telah terobati, lengannya tidak kembali normal, karena ia terus menerus menghukum diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna meletakkan lengan kanan ke bekas lukanya, dan berkonsentrasi, menutup matanya, dan berkata pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak akan takut lagi. Hingga aku telah melindungi Kirito-kun dan dunia ini hingga akhir, aku tak ingin kehilangan seseorang … atau apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya putih terkonsentrasi menuju lukanya dengan bunyi pop. Cahaya hangat tersebut semakin luas, lengan kirinya telah kembali seperti semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum pada kedua gadis yang seolah menyaksikan sebuah keajaiban, Asuna mengulurkan lengan kirinya dan memeluk kepala Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat? Aku baik-baik saja. Aku akan menyelamatkan Alice dan membawanya pulang. Jadi… ketika saat itu datang, Kirito-kun jangan terus menyalahkan diri ya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak tahu apakah kata-katanya sampai ke hati Kirito atau tidak, tetapi ia merasa jika tubuhnya yang gemetaran kini sudah tenang. Asuna tetap memeluknya selama beberapa detik, lalu berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus membawa seluruh pasukan dan mengejar Kaisar Vektor. Komandan Knight Bercouli telah membawa para naga mengejarnya, dan kita pasti akan mengejar mereka yang da di depan. Ketika saat itu, aku menitipkan Kirito-kun pada kalian… Ronye-san, Tieze-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serahkan saja pada kami, Asuna-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum pada kedua gadis dan ia menyerahkan Kirito pada Ronye, Asuna kini keluar dari kereta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah ia menginjak tanah, ia melihat seorang swordswoman berlari ke arahnya, ia juga ikut pada “Kompetisi Berbagi Kenangan” bersama-nya dan Ronye tadi malam. Armor peraknya penuh dengan bekas darah dan tanah dan kepalanya berbalut perban, tetapi ia tampak tak terluka parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak apa-apa, Sortiliena-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar suara Asuna, si swordswoman memberi hormat dan membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga senang Asuna-sama baik-baik saja… —hanya saja, aku mendengar kabar jika Alice-sama telah ditangkap pemimpin musuh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku baru saja menjelaskan pada Ronye-san jika Kaisar Vektor meninggalkan seluruh pasukannya dan menangkap Alice-san. Aku tak mengira jika ia melakukan hal tersebut …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagaimana mungkin…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan lengan kirinya yang baru sembuh, Asuna menepuk bahu Sortiliena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak perlu khawatir. Bercouli-san telah mengejar Vektor dengan menggunakan naga. Kita juga akan mengejarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengangguk, dan kembali ke tengah-tengah Pasukan Pengecoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah pimpinan Integrity Knight Renri, regu Ascetic telah selesai menyembuhkan yang terluka, dan ke 700 Penjaga hampir siap untuk bergerak. Para Penjaga telah berbaris bersama regu Astetic dan regu Persediaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerima laporan Renri jika persiapan telah selesai, Asuna memberikan Renri arahan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau adalah Integrity Knight yang masih tersisa, Renri. Perintah untuk bergerak harus diberikan olehmu, si pemimpin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya, aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi si knight muda entah mengapa gugup, tetapi ia mengangguk pasti. Mengangkat tangan kanannya ke atas, ia memberikan perintah dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice-sama telah berbaik hati melindungi kita di pertempuran Gerbang Besar! Kini giliran kita menolongnya! Kita harus mengambilnya dari musuh dan kembali ke Kerajaan Manusia bersama-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OH!!” teriakan semangat bergemuruh. Renri mengangguk, dan dengan cepat mengayunkan lengan kanannya ke bawaah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Semua pasukan, maju!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri memimpin pasukan didepan menggunakan naganya sendiri, Kazenui. Ia diikuti oleh 400 Penjaga baik menunggang kuda atau berjalan kaki, serta delapan kereta persediaan yang berisi makanan dan tim pembantu sekitar 300 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya satu naga— naga milik Integrity Knight Sheyta tetap ditahan, diam tak bergerak. Dengan sisik seperak rambut pemiliknya, si naga menggeram kuurrr ketika ia dibebaskan dari kekangannya, lalu ia terbang ke utara— menuju peperangan di selatan lembah, tempat pemiliknya berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan kereta persediaan, Asuna berpikir sambil menggelengkan kepalanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh terakhir adalah Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Identitas aslinya adalah manusia dari dunia nyata, keberadaannya disini hanyalah sosok virtual. Itulah mengapa jika ia harus bertarung dengannya, ia harus mengalahkannya. Demi orang-orang yang telah menahan pasukan crimson: Knight Sheyta, si pemimpin Petarung Tangan Kosong, dan 4,000 bawahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa menit sesudahnya, pasukan yang berangkat dari hutan kini telah memasuki jalanan berbentuk cekung. Sebuah jalan kecil memotong tanah cekung menuju selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti event-event RPG, di ujung jalan seperti itu pastilah sebuah kota maupun reruntuhan kota. Namun ia telah mendengar jika area selatan Tanah Kegelapan tidak dikuasai demihumans. Dengan kata lain, jalan ini akan berakhir di «Altar Ujung Dunia», dan Kaisar Vektor telah memasuki jalanan ini bersama Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naga Kaisar Vektor dan naga milik Bercouli kini sedang saling kejar di udara sana. Akan tetapi, ke 700 Pasukan Penjaga kini sedang melewati jalan ini secepat mungkin; jalanan ini bergetar ketika mereka melangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjejaki jalan cekung ini— ketika seluruh pasukan pengecoh sampai di dasar jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vvvvvv… m. Sebuah getaran sayap serangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menengok ke atas, kiri, kanan, dan belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia melihat ke depan, ia akhirnya menemukan sumber suara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis, garis merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ribuan garis tipis merah berjatuhan dari langit ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Tak mungkin………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir Asuna bergetar, suara serak keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tak mungkin. Tolong. Jangan lagi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zaaaa—!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan-ledakan terdengar ketika garis-garis itu turun. Mereka memblokir jalan di ujung sana, menghalangi para penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah bertekad tidak akan takut lagi, Asuna merasakan kekuatan meninggalkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang muncul di depan sana adalah pasukan crimson— para pemain VRMMO dari dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua… Semua pasukan, jangan berhenti!! Serang!! Serang—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri memberikan perintah di depan sana. Seluruh Pasukan Penjaga menerima dengan suara: Uooo! Lalu melangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika mereka telah mengantisipasi gerakan kita dengan menempatkan pasukan baru di ujung jalan selatan, tetapi jumlah mereka ada seribu … tidak, hampir duapuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruskah aku log out dengan menggunakan Skill Stacia lagi? Jika ia tidak berhati-hati, tindakan tersebut akan menjadi tindakan bunuh diri dan malahan mengorbankan Pasukan Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat kemudian, ekspresi bimbang Asuna digoyahkan oleh raungan naga di depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari paling depan, naga milik Knight Renri, Kazenui telah menghembuskan nafas api dan melaju ke depan tanpa menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan… Renri-sama akan mengorbankan dirinya untuk membuka jalan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah ia mendengar rintihan kesakitan Sortiliena yang ada di samping Asuna, Renri perlahan berbalik dari atas naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tolong jaga yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir Renri bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menghunuskan pisau lempar di pinggangnya dan melaju ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum itu terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna langit di atas sana berubah tiba-tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah merobek warna langit merah darah Tanah Kegelapan, kini yang Asuna lihat adalah warna langit kebiruan di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik pasukan crimson yang akan maju menyerang, para penjaga yang siap berkorban, maupun Knight Renri yang di depan sana, semua orang mengangkat kepalanya ke langit seperti Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah surga telah terbuka lebar ke dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari baliknya, sebuah bintang terang turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, itu seseorang. Mengenakan armor sebiru warna langit, dan baju seputih awan, rambut pendeknya yang berkibar berwarna biru air. Sumber cahaya memilaukan adalah sebuah busur besar di tangan kirinya. Wajahnya tak bisa terlihat kerena silau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Siapa…? Kau siapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah merespon pertanyaan bisu Asuna, orang yang melayang diudara kini mengarahkan busurnya dari langit. Lengan kanannya menarik tali busur, dan kekuatan penuh menariknya ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cahaya memilaukan, sebuah panah cahaya muncul diantara busur dan tali busur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik Pasukan Penjaga dan Pasukan Crimson terpaku, tak bisa berkata-kata. Satu-satunya yang bisa Asuna dengar adalah suara rendah Sortiliena:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Solus-sama…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah menanggapi panggilannya, panah cahaya tersebut dilepaskan dari atas langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat panah tersebut membelah dan menyebar ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panah tersebut berubah menjadi tembakan sinar panas dan menghujani mereka yang ada di bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 085.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Pemimpin Penjaga Sortiliena Serlut hampir benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas jalan cekung ini, seseorang dari dunia nyata telah muncul, tidak, lebih tepatnya telah log in menggunakan Super Account 02, «Dewi Matahari, Solus ».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akun ini memiliki kemampuan «Wide-Ranged Annihilatory Attack»&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk menyerang ke berbagai arah&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon/Asada Shino melihat ke bawah dimana serangan telah ia luncurkan, dan mengingat kembali penjelasan dari Higa yang disampaikan melalui intercom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, Sinon-san, meskipun Super Accounts benar-benar kuat, mereka bukanlah pembuat keajaiban. Karena mereka disiapkan untuk saat-saat ketika harus membuat perubahan besar di dalam Underworld, kami mencoba untuk membuat akun tersebut agar cocok sesuai dengan lingkungannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… kamu mau bilang akun-akun tersebut bukanlah akun GM, hanya akun yang sangat kuat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berbicara melalui microphone ketika ia berbaring di dalam mesin STL yang mirip seperti mesin Fulldive Generasi Pertama, berlokasi di cabang perusahaan misterius «RATH» Roppongi. Apa yang ia dengar selanjutnya adalah bunyi click— seperti seseorang sedang menekankan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Tepat. Itulah mengapa akun «Solus» yang akan kamu gunakan tak bisa terus menerus diandalkan karena memerlukan energy dalam Underworld. Setiap serangan menggunakan busurmu memerlukan Tenaga Spacial, tak peduli  apapun serangannya. Karena Solus memiliki kemampuan mengisi ulang otomatis, setiap serangan yang kamu gunakan tidak akan membuatmu kelelahan jika digunakan di siang hari, tetapi kamu tak bisa terus menerus menembakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Higa katakan, busur putih bersih yang digenggam Sinon menggunakan tangan kirinya kini mulai melemah setelah melakukan serangan jarak luas. Meskipun busur tersebut telah mulai bercahaya kembali, butuh sekitar dua-tiga menit untuk melakukan serangan kekuatan penuh lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tak ada combo ya? Hmph,sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan senjata otomatis, senjata manual lebih cocok dengan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon turun perlahan, memastikan api ledakan di tanah telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung jalan cekung sepanjang satu kilol ini, banyak tubuh-tubuh mulai menghilang dengan efek cahaya. Satu tembakan yang dilancarkannya telah memusnahkan sekitar 5,000 musuh. Untungnya, mereka bukan penduduk asli Underworld, tetapi pemain Amerika yang log in dari dunia nyata seperti Sinon. Para pemain tersebut percaya jika ini semua adalah closed beta sebuah permainan dan mereka kelihatannya mulai marah-marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipusat jalan cekung ini, pasukan skala kecil yang kalah jumlah dengan pasukan crimson mulai melaju. Meskipun jumlah musuh lebih dari 10,000, kebanyakan dari mereka tak bisa bergerak karena takut kena tembakan selanjutnya— lebih tepatnya disebut ledakan, hingga membuat Pasukan Penjaga mulai menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menatap di kejauhan, mengamati formasi Pasukan Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia akhirnya menyadari ada seorang gadis berambut chestnut yang sedang menunggang kuda putih, ia juga menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon hanya bisa tersenyum ketika ia turun menggunakan kemampuan lain yang dimiliki akun Solus account, «unlimited flight»&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk terbang selamanya&amp;lt;/ref&amp;gt;. Meskipun ia telah diceramahi oleh Higa jika “kamu bisa terbang menggunakan imajinasimu”, ketika ia merasa ini tak berbeda jauh dengan terbang di ALO. Ia melihat kereta dibelakang Asuna, ia lalu terbang lurus ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ujung sepatu miliknya menyentuh atap kereta, ia dengan lembut mengangkat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf membuatmu menunggu, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna melihat senyum hangat miliknya, air mata mulai mengalir ke pakaian seputih mutiara miliknya. Ia berdiri di kuda miliknya dan melompat ke kanopi kereta:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“——Sinonon… !!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memeluknya erat-erat sambil berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon perlahan memandang Asuna dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau telah bekerja keras. Tak apa … serahkan sisanya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia masih dipeluk Asuna yang lebih tinggi darinya, ia melihat indikator pengisian ulang busur miliknya masih 20%, lalu perlahan menarik tali busur dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Equipment khusus yang dipakai oleh akun Solus— Busur panjang «Annihilate Ray» bisa mengatur kekuatannya berdasarkan kekuatan tarikan tali busur, dan bisa mengatur arah serangan berdasarkan sudut incaran busur. Sebuah panah cahaya yang lebih tipis dari sebelumnya muncul ketika tali busur itu ditarik kebelakang sejauh 10 centimeters. Sinon mengincar musuh yang menghalangi naga di depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vishu! Suara anak panah melesat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak miring 20 derajat ke kanan, anak panah tersebut berubah menjadi tembakan cahaya yang terus membelah dan mendarat selebar 10 mel, menciptakan sebuah ledakan yang hampir setara dengan sebuah misil. Pasukan crimson berterbangan ke udara lalu menghilang. Mengambil kesempatan ini, sang naga langsung maju kedepan. Sekitar sepuluh prajurit yang terlempar ledakan kini dihantam kepala naga, ditusuk cakar besarnya, dan langsung tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, pasukan musuh akhirnya sadar terhadap serangan cahaya dan mangsa mereka kini mulai lari. Sambil memaki, mereka mengejar bagaikan gelombang tsunami berwarna merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengalungkan busurnya ke lengan, meletakkan kedua tangannya ke pundak Asuna dan memisahkan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna. Aku bisa melihat sesuatu seperti reruntuhan sekitar 5 kilometer ke selatan dari sini. Jalannya tinggal lurus saja, juga beberapa batu besar ada di kedua sisi. Kita tak perlu khawatir jika dikepung oleh musuh, dan kita bisa mempersempit medan peperangan. Ayo kita temukan cara agar bisa memukul mundur musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna juga seorang petarung, dan setelah mendengar perkataan Sinon, matanya menjadi bersemangat. Ia mencoba menghapus air mata miliknya dan berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku paham, Sinonon… Sinon. Tak peduli berapa banyak pasukan VRMMO Amerika yang muncul, mereka tak mungkin muncul lagi. Jika kita bisa memukul mundur puluhan ribu musuh, mereka mungkin akan menyerah… kukira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah,serahkan saja padaku. … Well, kurang lebih seperti itu....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memastikan setiap Penjaga berhasil melewati kepungan pasukan crimson, Sinon menatap lagi sahabatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Um, apakah Kirito…. Ada diantara pasukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa menunjukkan senyum masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tak perlu khawatir. Kirito-kun berada disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menunjuk jari telunjuknya ke bawah kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sungguh. Yah… Aku akan menyapanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menelan ludah, Sinon mulai bergerak dari atap kereta dan meluncur ke dalam dengan bantuan kemampuan terbang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunggu Asuna agar ikut, lalu ia menuju bagian dalam kereta kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama yang memasuki pandangannya adalah dua gadis berseragam dengan armor tipis. Mata mereka terbuka lebar bersamaan lalu bergumam pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“S… Solus-sama…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon melihat pakaiannya sendiri, lalu membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Halo, senang berkenalan dengan kalian. Meskipun aku mirip Solus, aku bukan dia. Namaku Sinon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba tersenyum pada kedua gadis ini, tetapi keduanya kebingungan. Tetapi ketika mereka berdua melihat Asuna, keduanya tampak mulai paham.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh iya, aku ini manusia dari Dunia Nyata sama seperti Asuna. Aku juga teman.... Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara si gadis berambut merah masih menatap, si gadis berambut coklat menunjukkan ekspresi rumit, dan berbisik pelan: Mengapa semuanya perempuan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada yang menunggu. Sinon berdeham ketika ia mulai melangkah kedalam ketika kedua gadis ini membuka jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon melihat pemuda berpakaian hitam duduk diatas kursi roda, ia memeluk dua buah pedang panjang menggunakan satu tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah diberitahu mengenai kondisi Kirito melalui penjelasan Higa Takeru, setelah melihat lukanya secara langsung, hatinya berdetak semakin kencang dan ia mulai meneteskan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan mata kosong tersebut tidak menatapnya, tenggorokannya mengeluarkan bunyi aneh. Sinon tertunduk dihadapan musuh, teman, serta penyelamatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersandar di kursi roda, tubuh Kirito tampak semakin kurus dan rapuh ketika Sinon menyentuhnya. Sinon meletakkan busur panjangnya ke meja, lalu memeluk sosok ringkih Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah mendengar jika jiwa Kirito — Fluctlight miliknya, atau bisa dikatakan «tubuh utama» yang dikenal sebagai diri sendiri telah mengalami luka parah. Higa mengatakan padanya dengan suara mudah jika masih belum ada cara bagaimana menyembuhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, Sinon menutup matanya lagi, air mata mengalir ketika ia menjerit dalam hati: Yah, itu mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang telah membuat kenangan bersama Kirito berulang kali, juga emosi kuat terhadap Kirito. Mereka cukup perlu berkumpul disini, sedikit demi sedikit dan berbagi hati mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Hei, tak bisakah kau merasakannya?… jiwamu yang ada dalam diriku. Lidah tajam, sedikit nakal, naif … dan kuat, lebih baik dari siapapun. Itulah dirimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon lupa jika Asuna masih menatap di belakangnya; ia memutar kepalanya dan mencium wajah Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asada Shino masih belum menyadari jika pikiran emosional miliknya telah memberikan bekas goresan pada jiwa terluar Kirigaya Kazuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Sinon sudah memahami struktur Underworld dan Fluctlights, baginya mungkin akan bisa menyelesaikan masalah ini. Tetapi penjelasan yang diberikan kepada Sinon sebelum ia dive hanyalah sebatas kondisi peperangan dan bagaimana cara menggunakan akun Solus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Sinon tidak menyadari alasan dibalik gemetaran Kirito dan naiknya suhu tubuh Kirito ketika bibirnya menyentuh Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon dengan cepat melepas tubuh Kirito, berdiri, dan berbalik ke tiga orang dibelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, Kirito akan cepat sembuh kok. Ketika kita membutuhkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dan kedua gadis mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah… aku akan terbang ke reruntuhan di selatan untuk memastikan kondisi geografi. Aku akan meninggalkan Kirito kepada kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata seperti itu, Sinon berjalan menuju pintu masuk kereta–&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, Asuna menggenggam pundaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat tatapan keheranan dimatanya, Sinon terpaksa berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna, ada apa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon pikir jika Asuna akan menginterogasinya karena memberikan ciuman pada Kirito, tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-Hei, Sinon, barusan kau bilang akan terbang?! Kau… bisa terbang?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan ini, Sinon langsung mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya. Mereka bilang jika terbang adalah kemampuan dasar akun Solus. Jika aku tak salah dengar sepertinya tak ada batas waktu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka bukan kami yang perlu ditolong! Alice… kejarlah Alice, ia telah diculik oleh Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi yang dijelaskan Asuna setelahnya lebih membahayakan menurut Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Alice, kunci segalanya, telah ditangkap oleh Kaisar Vektor yang dive menggunakan sebuah Super Account seperti mereka berdua, dan kini sedang terbang ke selatan menggunakan seekor naga. Satu-satunya orang yang sedang mengejar adalah seorang swordsman bernama Bercouli, sang Komandan Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melawan sebuah Super Account, bahkan bagi Komandan Knight masih terlalu berat. Jika kita tak bisa menyelamatkan Alice sebelum Kaisar sampai ke «Altar Ujung Dunia», seluruh dunia ini akan hancur! Tolong Sinon, bantulah Bercouli-san!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah semua menjadi jelas dan ia mengira-ngira sosok Komandan Knight Bercouli di pikirannya, Sinon akhirnya terbang menuju langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ke 700 Pasukan Penjaga telah menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengejar mereka dari utara, pasukan crimson memiliki jumlah 20 kali lipat dari mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku akan segera kembali setelah menolong Alice. Bertahanlah sampai saat itu Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan seperti itu dalam hatinya, Sinon berimajinasi agar mempercepat terbangnya ke arah selatan. Ia berubah hingga seperti meteor berekor putih yang membelah langit merah darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke tanah gelap tak berhingga di bawah sana, Sinon akhirnya teringat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar lupa—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana Leafa yang juga dive bersama dengan dirinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakang pasukan Kerajaan Manusia yang dipimpin oleh Integrity Knight Renri adalah gelombang kedua pasukan Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di utara sana, di sisi selatan lembah yang diciptakan Asuna. Iskahn dan Guild Petarung Tangan Kosong, serta Integrity Knight Sheyta, masih bertempuran dengan pasukan crimson yang berjumlah lebih dari sepuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dibagian paling utara dari pertempuran tersebut—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hutan belantara di sisi lain Gerbang Besar Timur, yang kini penuh dengan tumpahan darah, berdiri sesosok demihuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya di selimuti armor baja. Mantel berbulu tertiup angin. Dua telinga ramping bergelantung di kedua sisi kepalanya, sedangkan hidungnya mancung ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah Pemimpin Orc, Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah diberi tugas bersama dengan tiga ratus pasukannya agar berjaga di belakang, ia kini mengunjungi Gerbang Besar Timur seorang diri. Ia tidak membawa satupun pengawal, karena ia tak ingin siapapun melihatnya berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meraba-raba pasir, Rirupirin akhirnya menemukan apa yang ia cari: sepasang anting perak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ia ambil dengan telapak tangannya sendiri adalah objek milik putri knight Renju yang selalu ia pakai, ia mematuhi perintah Kaisar lalu dijadikan tumbal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anting tersebut adalah satu-satunya yang tersisa dari Renju. Di hutan ini, bahkan armor miliknya tak tersisa, ia tewas bersama dengan tiga ratus pasukan Orc. Dark Art yang digunakan Ium hitam benar-benar menghancurkan tubuh dan equipment mereka, lalu diubah menjadi Energi Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Dee Ai Ell, orang yang menyarankan perintah keji tersebut kini telah menghilang bersama Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee, Pemimpin Guild Pengguna Dark Art telah tewas setelah menerima serangan balik milik «Putri Cahaya», kemudian Kaisar mengejar Putri Cahaya ke selatan tanpa memberikan Rirupirin perintah baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisa – sisa tiga ribu pasukan Orc tidak mungkin menahan Pasukan Kerajaan Manusia dan Integrity Knights guna menjaga Gerbang Besar Timur. Keinginan lima ras Tanah Kegelapan untuk menguasai Kerajaan Manusia telah hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Jika seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa teman masa kecil Rirupirin, Renju serta tiga ratus pasukan Orc dikorbankan, juga dua ribu pasukan Orc tewas? Apakah kematian mereka ada nilainya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada jawaban. Sama sekali tak ada jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena penampilan kaum kami, lima ribu penduduk asli Tanah Kegelapan tewas sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin memeluk antiing-anting ke dadanya, lalu ia berlutut ke tanah. Tangisan penuh sedu serta duka yang sangat dalam keluar dari dirinya— ketika ia hendak menangis—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara terdengar dari arah belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Orc berdiri dan membalik kepalanya, lalu melihat seorang wanita menghunuskan busur ke arahnya. Berambut kekuningan dan berkulit putih bersih, mengenakan pakaian berwarna kehijauan dan armor berkilau … bukan seorang dari Tanah Kegelapan, pasti dari Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak terkejut melihat sosoknya, maupun marah karena melihat sosok manusia, hal pertama yang Rirupirin rasakan adalah rasa malu seperti, “jangan tatap aku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena gadis tersebut yang berdiri dihadapannya terlalu cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mungkin adalah perempuan Ium Putih pertama yang pernah ia lihat dari jarak dekat, mereka tak berbeda dari wanita Ium Hitam di Tanah kegelapan. Tangan dan kaki-nya terlihat ringkih seolah ia bisa dengan mudah mematahkannya, rambut-nya masih tetap cantik meskipun tertimpa sedikit cahaya matahari, matanya menatap lurus seperti orang bodoh, namun seperti mata crystal emerald.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin mengutuk dirinya sendiri memikirkan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia takut jika mata gadis tersebut terisi tekad bulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan… Jangan lihat!! Jangan lihat aku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak sambil menutupi wajahnya dengan tangan kirinya, lalu menggenggam gagang pedang dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum gadis tersebut bisa berteriak, ia akan memotong kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia akan menghunus pedangnya, Rirupirin merasa anting yang ada di telapak tangannya menusuk – nusuk. Sebuah perasaan seolah ia sedang dimarahi oleh Renju sehingga ia menahan gerakannya, kemudian ia terkejut mendengar suara miliknya—.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Err… Selamat siang. Eh, selamat pagi, mungkin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurunkan busurnya, si gadis tersenyum ramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi bayangan telapak tangannya, Rirupirin kaget dan berkedip beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada rasa permusuhan maupun kemarahan dalam mata gadis tersebut, bahkan tak ada rasa takut. Bagi anak – anak Ium Putih, para Orc dari Tanah Kegelapan adalah dongeng horor pemakan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M… Mengapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata yang keluar dari mulutnya sendiri, seolah kebingungan menghadapi situasi seperti ini. Seolah ia bukan salah satu dari Sepuluh Bangsawan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa kau tidak lari? Mengapa kau tidak berteriak? Kau malah menyapa, jelaskan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis tampak kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa… Karena.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia memastikan sekeliling dan memandang langit merah di atas sana, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kau juga manusia, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak, Rirupirin tak bisa memahami mengapa perutnya bergetar. Menggenggam ujung pedang miliknya, si pemimpin Orc berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M… Manusia? Aku? Hal bodoh macam apa itu? Kau jelas bisa melihatnya! Aku ini seorang Orc! Seorang Orc disamakan dengan manusia babi oleh kalian para Ium!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, kau masih tetap manusia kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat tangan ke bibirnya, si gadis tersebut seolah seperti orang tua yang mengajari anaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, kita bisa bisa saling bicara. Terlebih lagi, apa yang kamu ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… ingin…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin tak bisa menjawab lagi. Kata – kata penuh percaya diri yang diucapkan oleh gadis bermata hijau ini terlalu tak normal bagi Pemimpin Orc yang selama ini hidup dengan amarah terhadap manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Jika kamu bisa bicara, kamu berarti manusia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya itukah syarat menjadi seorang “manusia”? Goblin, Ogre, dan Raksasa bisa bicara. Tetapi keempat ras termasuk Orc telah dipanggil “demihumans” sejak dimulainya sejarah Tanah Kegelapan, mereka berempat telah dipandang rendah daripada manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin hanya bisa bernafas agak tersengal-sengal ketika ia berdiri seperti orang bodoh. Dengan ucapan “Tak usah khawatirkan itu dulu”, si gadis menyapu kekagetannya dan melihat sekeliling lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dimana… ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa/Kirigaya Suguha menyadari jika ia telah muncul di tempat yang sangat jauh dari lokasi asli, lalu melihat keatas menuju langit berwarna merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar jika mesin STL 6 yang ia gunakan adalah mesin baru yang bahkan belum pernah dikeluarkan dari kardusnya, ia merasa tak nyaman. Suguha tak pernah merasa nyaman menggunakan shinai yang baru dibeli, terlebih lagi, ia tak pernah yakin pada mesin elektronik yang baru dibuka. Karena entah mengapa, ia selalu merasa ada masalah yang akan muncul pada mesin tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia log in, seperti Sinon yang masuk menggunakan Mesin STL Prototype 1, lokasi dive miliknya seharusnya ada di dekat Asuna, tetapi karena ia tak bisa melihat Asuna maupun Sinon, sesuatu pastilah terjadi sebelum ia tiba. Tetapi bukan berarti jika tempat yang ia tuju adalah tempat kosong, dihadapannya berdiri seorang manusia berwajah babi— dengan kata lain, seorang «Orc».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan warna cursor yang akan aktif seketika setelah dive, Orc ini seharusnya bukanlah musuh yang harus ia hadapi— para pemain VRMMO Amerika, tetapi Orc ini adalah sebuah “Artificial Fluctlight” yang hidup di dalam Underworld, “bottom-up” artificial intelligence seperti yang Yui jelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar penjelasan Yui mengenai orang-orang Underworld, Leafa berjanji tidak akan menghunuskan pedangnya terhadap mereka hingga saat – saat genting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah jelas kan— bagaimana mungkin ia bisa membunuh “manusia” yang Kakaknya coba lindungi? Jika sebuah Artificial Fluctlight tewas di dunia ini, jiwa mereka akan hancur, tak bisa dihidupkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bagi Leafa, yang sudah akrab dengan grafik kelas atas ALO, kerumitan model Orc, yang juga ada di dalam The Seed Nexus, benar – benar menakjubkan. Gerakan dan hembusan nafas dari hidung kemerahan, texture armor logam yang membalut sosok besarnya dan mantel berbulu, terlebih lagi, dua mata hitamnya serta ekspresi miliknya benar – benar bukti jika sosok ini memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus bertanya pada Orc ini, ia malu – malu menjauhkan wajahnya karena suatu alasan,  melihat sekelilingnya, ia masih belum mendapatkan jawaban. Memutuskan untuk menyelesaikan masalah yang hadir di depan mata, Leafa mengajukan pertanyaan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah… siapa namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak mundur, pemimpin Orc kini mengutarakan jawabannya atas pertanyaan kedua yang diajukan si gadis Ium Putih. Mungkin namanya sendiri adalah satu – satunya hal yang tidak ia benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Aku, Rirupirin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tiba – tiba menyesali telah menjawab. Karena sebelumnya, ketika ia bepergian menuju Ibukota Obsidia untuk pertama kalinya, para Dark Knights dan Pengguna Dark Art tertawa setelah mendengar nama Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi gadis ini tersenyum tulus, tanpa menyembunyikan emosi apapun, lalu mengulangi nama Rirupirin dengan suara jelas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rirupirin… Sungguh nama yang bagus. Aku Leafa. Senang berkenalan denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia melakukan gerakan membingungkan untuk kesekian kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengulurkan tangan putih lembutnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjabat Tangan— tentu saja ia tahu kebiasaan ini. Tindakan ini juga hal yang wajar diantara Orc. Tetapi ia tak pernah mendengar seorang Ium yang mau berjabat tangan dengan seorang Orc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ada yang salah dengan orang ini? Apakah ini jebakan, atau semacam Art? Apakah aku akan terkena Art sebelum bisa menyadarinya? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap tangan kecil yang terjulur, Rirupirin hanya bisa melongo tanpa bergerak. Si gadis memandang Rirupirin hampir sepuluh detik, kemudian menurunkan tangannya penuh kekecewaan. Melihatnya si gadis seperti itu, ia merasa rasa sakit menusuk hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia terus berbicara pada si gadis … Tidak, hanya menatapnya saja, ia tak akan tahu apa yang akan terjadi pada otaknya. Rirupirin telah memutuskan jika ia tak ingin membunuh manusia yang ada di hadapannya, tetapi ia harus menemukan solusi lain, ia berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau ini… seorang Penjaga dari Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia kan, bukan, seorang Knight. Aku ingin membawamu sebagai tahanan. Membawamu kepada Kaisar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia adalah gadis muda, armor yang ia kenakan dan pedang panjang yang ada di pinggang kirinya tak seperti penjaga lain, tak peduli bagaimana ia memandangnya. Desain dan material untuk membuat senjata dan armor tersebut bahkan mungkin lebih tinggi dari bahan – bahan pembuat equipment milik Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis tidak menunjukkan rasa takut atas perkataan Rirupirin, ia seolah berpikir akan sesuatu, lalu ia bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar yang kamu bicarakan adalah Dewa Kegelapan Vektor, benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Yeah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. Baiklah. Bawa aku ke Kaisar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangguk, mengangkat kedua tangannya untuk diikat. Ini jelas – jelas bukanlah postur tubuh untuk berjabat tangan, tetapi memintanya untuk mengikat kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa yang sedang ia pikirkan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 107.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin mengambil ikat pinggang dari pinggangnya, dan agak kasar— tetapi sedikit longgar, ia mengikat pinggang si gadis. Setelah mengikat ujung ikat pinggang, ia ingat jika Kaisar tidak berada di Perkemahan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi jika ia berpikir hal – hal rumit, otaknya akan terasa panas. Bahkan jika Kaisar tidak berada di sana, masih ada para Dark Knight dengan ekspresi jijik mereka, atau seseorang seperti Pemimpin Guild Perdagangan, Lengil yang tak tahu harus apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik setelah ia berbalik, ia mulai berjalan sambil menarik tali dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, pandangan hitam pekat mengelilinginya. Bau mengerikan tercium di hidungnya. Semuanya menjadi gelap, lalu Rirupirin memandang sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan terkejut tersebut pastilah berasal dari gadis yang menyebut namanya Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memutar kepalanya ke sekeliling, Rirupirin melihat sebuah lengan mencuat dari dalam kegelapan kabut dan dengan kasar menjambak rambut Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, pemilik tangan tersebut muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita ini seharusnya sudah mati— Pemimpin Guild Pengguna Dark Art, Dee Ai Ell berdiri di sana, bibirnya menunjukkan senyum kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mengapa aku tak bisa mengejarnya? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli, ketua Integrity Knights merasa semakin depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga naga bersama dirinya telah mengejar selama dua jam lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah melewati hutan, dimana Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia mendirikan perkemahan, melewati reruntuhan dengan patung – patung besar, lalu menuju daerah selatan Tanah Kegelapan, tetapi jarak antara mereka berdua tidak menunjukkan berkurang. Setelah berhasil menculik Integrity Knight Alice, naga milik Kaisar Vektor masih saja berupa titik hitam kecil di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar dan Alice menunggangi satu ekor naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Bercouli berganti terus antara Hoshigami, Amayori, dan Takiguri, mencoba untuk meminimalkan kelelahan mereka. Secara teori, ia seharusnya telah berhasil mengejar sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia masih belum bisa mengejarnya? Apakah Kaisar bisa dengan bebas mengontrol Life naga miliknya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin. Bahkan Pemimpin Tertinggi Administrator tak bisa mengontrol Life sesuka hati, itu adalah Taboo terbesar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kaisar tak akan bisa terbang selamanya. Ia harus mengistirahatkan naga miliknya dua kali sebelum sampai ke «Altar Ujung Dunia» di bagian paling selatan Tanah Kegelapan. Tetapi naga milik Bercouli juga perlu istirahat. Karena kecepatan mereka sama, ia tak akan bisa mempersempit jarak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak akan— bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli tak bisa menggunakan Art yang bisa mempersempit jarak seketika. Untuk menembus masalah ini, satu – satunya kesempatan yang bisa ia lakukan adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight dengan lembut mengelus pedang tersayang miliknya yang sedang tergantung di pinggang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah perasaan dingin, namun bisa diandalkan. Hanya dengan sentuhan tersebut, ia bisa merasakan Life pedang-nya masih jauh dari terisi penuh. Armament Full Control Art yang ia gunakan di Gerbang Besar Timur telah memakan banyak Life dari yang ia duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik yang hendak digunakan Bercouli adalah teknik paling tinggi dari Divine Instrument «Time Piercing Sword», namun akan memerlukan banyak Life.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya bisa menggunakannya satu kali. Dan tebasannya harus lebih akurat daripada memasukkan sebuah jarum ke targetnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli dengan lembut menyentuh leher Takiguri, dan melompat ke punggung Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tidak mengunakan tali kekang, Bercouli memasukkan kesadarannya pada partner yang telah bertarung bersamanya selama bertahun - tahun, lalu dengan teliti mengatur posisi terbangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengincar titik hitam di kejauhan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia ingin mengincar Kaisar sendiri, pada jarak sejauh ini ia tak akan bisa melihat sosoknya, jadi kemungkinan gagal terlalu tinggi. Ia harus melihat pergerakannya dan memusatkan tenaga miliknya menuju sayap sang naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri tegak, Bercouli perlahan menggerakkan tangan kanan dan menghunus pedang miliknya dari sarung pelindung,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang yang digenggam dengan tangan kanannya memunculkan cahaya lemah. Release Recollection Art yang diaktifkan tanpa menggunakan incantation lalu pedang panjang tersebut bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Khight menatap lurus kedepan, sambil meminta maaf pada naga yang tak bersalah didepan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, menyipitkan mata birunya— Bercouli, knight paling tua di dunia berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Time Piercing Sword— Arcane Slash!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara keras, ia mengayunkan pedang ke bawah dengan cepat. Tak terhitung kilatan kebiruan memancar dari arah tebasan, lalu menghilang satu per satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di depan sana, sayap kiri naga hitam yang dinaiki Kaisar Vektor terpotong dari pangkalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bau ini … Aku bisa menciumnya … Bau manis ini adalah bau Life …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjambak rambut si gadis dan mengangkat seluruh tubuhnya ke atas, bibir Dee Ai Ell mengeluarkan suara serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin hanya bisa menatapnya seperti orang bodoh, tak peduli berapa banyak kebencian yang ia berikan, seolah tak sampai padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit gelapnya seolah dilumuri minyak sehingga berkilat, sedangkan rambut hitamnya kini acak - acakan. Seluruh tubuhnya tertutupi luka akibat tebasan pedang sehingga memancarkan darah tiada henti. Ketika Dee bergerak, lukanya semakin lebar dan memancarkan lebih banyak darah. Tetapi asap hitam yang menyelimuti-nya segera berkumpul di sekitar luka, mengeluarkan bau mengerikan dan berusaha menghentikan cucuran darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber asap tersebut adalah kantong kulit kecil yang menggantung di pinggang Dee. Setelah melihat lebih dekat, ketika kantong tersebut terbuka, benda yang mirip serangga secara terus menerus memunculkan kepalanya untuk menciptakan asap tebal. Benda itu pastilah Dark Art yang berfungsi untuk menahan Life yang berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap Rirupirin, yang menutup hidungnya seolah jijik. Dee membentak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mangsa yang tepat. Aku memerintahkanmu, babi. Sebagai hadiah, aku akan menunjukkanmu sesuatu yang hebat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah ia mengatakannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee menurunkan kuku seperti cakar miliknya menuju kerah baju si gadis, yang mana kini semakin menunjukkan ekspresi kesakitan sambil rambutnya dijambak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa belas kasihan, armor perak dan baju berwarna kehijauan milik Leafa dirobek dan jatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit putih bersih pada tubuh atasnya kini terbuka, wajah si gadis semakin kesakitan. Memandangnya, Dee menunjukkan kekejamannya dan senyum liar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana? Ini pertama kalinya kau melihat tubuh wanita, kan? Ini mungkin cukup menggoda bagi seekor babi! Tetapi pertunjukannya baru akan dimulai …!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima jari di tangan kanan Dee mulai menggeliat dan bergerak seolah telah kehilangan tulangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana, jarinya kini telah berubah menjadi cacing licin berkilau. Di ujung jari tersebut, garis seperti mulut mulai membuka lebar, tampak menjijikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tonton ini…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Dee berteriak, kelima jarinya— bukan, lima cacing panjang membentang semakin panjang dan melilit tubuh atas Leafa. Cacing – cacing tersebut tak hanya menghentikan gerakannya; ujung cacing tersebut mengangkat kepalanya— lalu menusuk ke dalam kulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah menyembur ke segala arah dari gadis bernama Leafa ini, mata hijaunya terbuka lebar. Ia berusaha menarik ulat tersebut menggunakan tangannya, tetapi tubuh atasnya terikat dan pinggangnya terikat oleh sabuk milik Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah yang mengalir dari lima luka yang diterimanya seolah tampak berhenti, tetapi kenyataanya tidak begitu. Rirupirin sadar jika cacing dari jari – jari milik Dee semakin masuk ke dalam; cacing tersebut menghisap darah Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pengguna Dark Art mengangkat kepalanya dan mulai merapal incantation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039; “System call!! Transfer human unit durability… Right to Self!!” &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pop, cahaya kebiruan muncul dari luka si gadis. Kemudian, seolah terhubung dengan darahnya sendiri, darah Leafa terhisap menuju cacing milik Dee. Rasa sakit si gadis semakin menjadi – jadi, tubuhnya melengkung ke belakang seolah mau patah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Sungguh hebat… sungguh hebat!! Sangat kaya … dan manis!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cibiran kejam menusuk ke telinga Rirupirin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah tersadar, si ketua Orc berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa yang kau lakukan!! Gadis ini tahananku!! Aku akan membawanya ke Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam, babi bodoh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berteriak secara arogan, matanya haus darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau lupa jika Kaisar telah memberikan perintah operasi padaku?! Keinginanku adalah keinginan Kaisar!! Perintahku adalah perintah Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gu. Rirupirin tak bisa berkata - kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Bukankah penyerangan ini telah gagal?&#039;&#039; Ia ingin menjawab. Tetapi Kaisar telah menghilang dari medan peperangan tanpa memberikan perintah baru. Sekarang ini, tak ada seorangpun yang bisa membantah “perintah” dari Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Rirupirin menyaksikan, si gadis hanya berteriak pelan dan pergerakannya mulai melemah. Dengan kata lain, luka – luka milik Dee perlahan mulai menutup satu demi satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh… Guh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggeramkan giginya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Rirupirin, si gadis yang Life-nya perlahan di hisap, seperti sosok Renju yang dikorbankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya mulai hilang dari mata si gadis. Kulitnya mulai berubah dari putih menjadi pucat, dan tangannya mulai turun terkulai. Tetapi tentakel di tangan kanan Dee masih menghisap dengan rakus, berusaha menghisap darah milik Leafa sampai habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tewas… dia akan tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahanan aneh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, manusia pertama yang tidak takut maupun menghina dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kejadian yang tak bisa terpikir, lebih tepatnya sebuah keajaiban terjadi. Mata Rirupirin terbuka semakin lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah kehitaman daerah Tanah Kegelapan dibawah gadis tersebut, mulai bersinar hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang tampak seperti rumput hijau, yang mana tak pernah terlihat kecuali di bagian tertentu Tanah Kegelapan, kini mulai bermunculan dari tanah, dan banyak bunga – bunga berbagai warna mekar ke segala arah. Bau bunga – bunga yang terbawa oleh angin, dan bahkan cahaya merah matahari mulai berubah menjadi hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan tersebut, penuh dengan Life. Kini berkumpul dan terhisap oleh tubuh si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit pucatnya kini mulai mendapat kembali warnanya, lalu matanya mulai bersinar lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilusi sesaat tersebut kini menghilang, Rirupirin sadar jika Life si gadis telah pulih kembali. Rasa senang memenuhi hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kemudian dirusak oleh teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin… Life-nya sudah hampir habis … kini penuh lagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee memaki, lukanya juga telah pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melepas cengkeraman pada rambut Leafa dan mengubah kelima jari lainnya menjadi cacing buruk rupa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbentuk kini agak besar, kelima tentakel yang baru diciptakan mulai melilit dan menusuk kulit milik Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… AHH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tawa milik Dee seolah menyatu dengan teriakan kesakitan si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AHAHAHAHA!! AH— HAHAHAHAHA!! Milikku! Dia milikku—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku harus menahannya. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menderita akibat rasa sakit yang tak pernah ia rasakan sebelumnya baik di dunia nyata maupun ALO, Leafa hanya bisa mengulangi perkataan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia dive, ia mendengar penjelasan mengenai kemampuan Super Account 03 «Dewi Tanah, Terraria».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unlimited automatic recovery&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk menyembuhkan diri secara otomatis&amp;lt;/ref&amp;gt;. Secara otomatis menghisap energi dari lingkungan di sekitarnya untuk memulihkan durability miliknya sendiri maupun benda hidup atau mati. Berdasarkan penjelasan Higa, batas HP yang dimilikinya, serta kemampuan tersebut, membuat Leafa tak mungkin mati karena kehabisan HP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Leafa memutuskan untuk berani ditangkap guna menantang Dewa Kegelapan Vektor, dan mencoba agar tidak menghunus pedangnya pada orang – orang Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita yang menyiksanya sekarang ini adalah penduduk Underworld seperti Rirupirin— sebuah Artificial Fluctlight. Jika ia ditebas menggunakan pedang, jiwanya akan hancur. Tanpa mengetahui mengapa ia bisa terluka dan mengapa ia ingin sembuh, Leafa tak ingin bertarung dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh— Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengesampingkan pakaiannya yang telah dirobek, rasa sakit ketika Life miliknya dihisap benar – benar luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini rasanya sakit ketika tubuhmu tak bisa terluka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hentikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin tak menyadari jika kata – kata tersebut meluncur dari mulutnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, kali ini lebih jelas terasa di mulutnya dan tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya menyipit, mata milik Dee seolah hendak menerkam. Menahan rasa marah di perutnya, pemimpin Orc melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukanlah Life milikmu telah penuh? Kau tak perlu menyedot habis tubuh si Ium Putih!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sekarang apa? Berani memberiku perintah …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berkata pelan, seolah menekan nada piano.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, kesepuluh tentakel menggeliat semakin hebat, memaksa masuk semakin dalam, semakin cepat menghisap darah. Kulit Dee kini telah kembali ke warna eksotis miliknya, dan rambutnya kini semakin panjang dan lembut dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, Life yang dihisap secara berlebihan mulai memancar ke udara disekeliling menjadi partikel kebiruan. Namun Dee tak menunjukkan tanda – tanda untuk menghentikan siksaannya pada si gadis, kini Dee mulai mencengkeram dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah bilang, kan. Tahanan ini menjadi milikku sekarang. Tak peduli berapa banyak Life yang aku hisap, tak peduli berapa banyak aku menyiksanya di depanmu, babi, atau bahkan ketika aku ingin membunuhnya sekarang, sudah bukan menjadi urusanmu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuku, kukuku, sebuah tawa keluar dari tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, yah, tentu. Kau yang menemukannya, jadi aku harus menunda pembayarannya kan? Kalau begitu… lepas semua pakaianmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap… Apa yang kau katakan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah sejak lama, melihatmu mengenakan armor dan mantel membuatku mau muntah. Kau ini babi, namun berlagak berpakaian seperti manusia. Jika kau mau  bertelanjang, merangkak, dan memohon padaku, mungkin aku akan mengembalikan tahanan manismu ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, seberkas cahaya merah memasuki pandangannya. Diiringi dengan rasa sakit seperti di tusuk jarum panas terasa di mata kanannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hanya seekor babi.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Seperti manusia. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata milik Dee bertolak belakang dengan kata – kata Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kau juga manusia, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Terlebih lagi, apa yang ingin kamu tahu? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak boleh membiarkan Dee membunuh gadis ini. Bukan, ia tak ingin Leafa mati. Karena ini... karena ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan bergetar milik Rirupirin menyentuh ujung mantel, dan membukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik mantelnya, Rirupirin menggerakkan tangannya ke sabuk yang mengikat seluruh armornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, suara lemah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya terangkat, matanya bertemu mata milik Leafa yang sedang menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata emerald miliknya berkedip beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… tak apa. Jadi, jangan … lakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terputus – putus. Dee menggigit wajah Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau terus mengucapkan hal – hal yang tak perlu, aku akan menggigit wajah cantikmu ini. Kita sedang bermain lho. Hei, apa yang kau tunggu babi. Lepas pakaianmu. Ataukah kau mulai merasa senang melihat tubuh manusia telanjang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyahahahaha, tawanya tak berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan miliknya yang memegang sabuk kini mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak peduli dengan rasa sakit di mata kanannya. Karena, dibandingkan dengan kemarahan dan penyiksaan yang mengisi hatinya, rasa sakit ini tak ada apa – apanya .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Aku… Aku…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, sesuatu mengalir dari matanya, turun hingga ke pipi. Tetesan yang jatuh di sebelah kiri berwarna bening, sementara yang jatuh di sisi kanan berwarna merah terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya mulai melepas dari ikat pinggang— dan bergerak menuju pangkal pedang di pinggang kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku seorang manusia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berteriak, rasa sakit yang tak pernah dirasakannya menyerang menyerang mata miliknya, lalu meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun setengah buta. Rirupirin bisa menemukan lokasi Dee secara tepat. Tawa sadis miliknya berhenti dan mulutnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sepenuh tenaga, Rirupirin mengayunkan pedang miliknya menuju kaki milik Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi— karena kehilangan sebelah mata, incarannya agak meleset.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung pedang miliknya hanya menyerempet betis Dee. Tubuh Rirupirin kehilangan keseimmbangan dan bahu kirinya ambruk ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat kepalanya, ia melihat Dee yang kini mulai murka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Babi busuk ini … beraninya melukaiku …!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melempar tubuh Leafa ke belakang dan melepas tentakelnya. Dengan deru suara, tentakel tersebut berubah menjadi pedang hitam tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mencincangmu, dan menjadikanmu makanan babi hutan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Orc menunggu ketika pedang tersebut sampai menebasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thump.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thump.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua suara terdengar pada saat yang sama. Pergerakan Dee terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bingung, Rirupirin melihat jika lengan milik Dee terjatuh dan menancap tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Dee juga terkejut. Wanita tersebut perlahan menoleh ke belakang, darah bagaikan air terjun mengalir deras dari punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok Leafa memasuki pandangan Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan sosok rampingnya yang tak memiliki otot, pedang panjang terlihat sulit untuk diayunkan ke depan. Meskipun kedua tangannya terikat, Leafa lah yang telah menebas tangan Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berbatuk dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang manusia … membantu seekor babi, dan menebas manusia lainnya …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Pengguna Dark Art memaju mundurkan kepalanya tak percaya, Leafa membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, aku hanya menebas orang jahat untuk menolong orang baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat pedang panjangnya lalu mengayun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hya-ka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis mundur ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sungguh— ajaib. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pergerakannya tidak berlebihan, namun cepat dan teknik miliknya luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, Rirupirin menangis— karena terbawa emosi kali ini. Ketika ia memandang Dee., Pengguna Dark Art nomor satu di Tanah Kegepalan dan yang terkuat diantara Sepuluh Bangsawan Penguasa, terpotong menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller melihat secara jelas ketika si naga hitam mengepakkan satu sayapnya, mendarat pelan, lalu meraung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika matanya berpaling, semua hal yang berhubungan dengan keberadaan sang naga yang ada di pikiran dan ingatannya lenyap. Ia memandang sekitar tanpa mengubah ekspresi wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi ia jatuh adalah sebuah daerah dengan banyak pilar batu. Pilar yang ia pijak di bagian tengah memiliki tinggi 100 yards dan lebar 30 yards.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat turun bukanlah hal yang bijak. Ia masih belum akrab dengan Art yang mengatur elemen di dunia ini, juga ia tak bisa meninggalkan Putri Cahaya Alice di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia memiliki tali, jangkar, atau tangga tali, Gabriel bisa dengan mudah turun ke bawah dari ketinggian ini. Tetapi tak perlu melakukannya saat ini, karena musuh yang entah bagaimana berhasil menumbangkannya kini telah mendekat dari arah utara bersama dengan tiga ekor naga. Ia harus mengurus musuh ini, mengambil alih kendali AI si naga, lalu terbang ke selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mengangkat wajahnya dan menatap ke atas. Matahari virtual yang mengambang di langit merah telah mencapai titik puncak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak banyak waktu tersisa ketika Critter mengatur ulang waktu akselarasi. Bisakah Pemain Amerika yang berjumlah 50,000 menyapu habis Pasukan Kerajaan Manusia sebelum dipaksa log out karena percepatan akselerasi? Dengan jumlah 1,000 orang tersisa, Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia tak akan bisa bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang membuat ia ragu adalah para Integrity Knights yang telah berhasil menyapu pasukannya satu persatu. Tetapi salah satu diantaranya, Alice, telah berhasil ia culik, maka pengejarnya pastilah salah satu Knight juga, hanya ada satu dua orang Knight yang tersisa di medan peperangan utara sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera Gabriel memutuskan keinginannya, ia kini berbalik pada Integrity Knight Alice yang sedang pingsan di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sungguh sangat—cantik. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Begitu cantik hingga kesenangan yang ada dalam dirinya tak bisa berhenti. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel sedikit bingung: haruskah ia melepas senjata dan armor miliknya sebelum memborgolnya? Itu adalah pilihan paling masuk akal, tetapi musuh sedang mendekat dan tampaknya akan agak sulit dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus menunnggu waktu akselerasi dan mengulur waktu. Bahkan ketika ia akan melonggarkan armor milik Alice, Gabriel harus melakukannya dengan lembut, dan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidur nyenyak sekarang, Alice… Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbisik lembut pada Alice, Gabriel berjalan ke tengah pilar bundar menunggu musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu Gabriel Miller yang sedang menggunakan Super Account 04 «Dewa Kegelapan Vektor», maupun Critter yang berhasil mencurinya, keduanya tidak mengetahui fakta ini: Alice si Knight terkuat telah jatuh pingsan selama beberapa jam hanya dengan dicengkeram naga, itu karena kemampuan Vektor itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat Super Accounts di Underworld diciptakan guna melakukan perintah langsung— penciptaan keajaiban— di dunia ini dan lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stacia, yang bisa mengubah dataran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Solus, yang bisa menghancurkan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terraria, yang bisa menyembuhkan durability.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Vektor, yang bisa mengatur pikiran Artificial Fluctlights itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara khusus, ia juga bisa mengedit ingatan lingkungan— data Vektor dalam Fluctlights dan memindahkannya ke suatu tempat yang jauh, ataupun menciptakan bangunan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tindakan tersebut agak berbeda dengan ketiga Dewi yang lain namun memiliki konsep yang sama, cukup sulit baginya menjadi subjek untuk disembah oleh penduduk. Terlebih lagi, Vector tak hanya memiliki Prioritas equipment dan Life paling tinggi, ia juga memiliki kemampuan pelindung terhebat “Kemampuan tak bisa dijadikan target Art”. “Anak Hilang Vektor”, adalah salah satu dongeng yang diwariskan dalam Underworld, cerita tersebut diwariskan berdasarkan salah satu perintah operasi pada penduduk setemmpat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi kekuatan Dewa Kegelapan Vektor dan imajinasi unik milik Gabriel Miller, ataupun Incarnation yang bisa menimbulkan efek berlipat ganda yang bahkan tak bisa diprediksi oleh teknisi «RATH».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa menghisap kesadaran seseorang tanpa menggunakan Art.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluctlight milik Alice juga berhasil ditaklukkan dan dipaksa untuk tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi kekuatan Vektor serta Gabriel telah sukses menghancurkan serangan maut milik Jenderal Kegelapan Shasta sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang ini, rival Shasta— Integrity Knight Bercouli akan mengalami jejak yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli melihat naga Kaisar Vektor telah jatuh ke batu pilar besar sehingga ia tak bisa lari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia manahan kelelahan hebat karena menggunakan teknik paling tinggi miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus… Tolong terbang sedikit lagi, Hoshigami, Amayori, Takiguri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia menyelesaikan kalimatnya, ketiga naga dengan sekuat tenaga mengepakkan sayap mereka. Selama musuh tetap berada disana bahkan jarak sepuluh kilol akan bisa dikejar dengan singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat sebelum memasuki pertempuran, Bercouli mulai merenung. Ingatannya mulai mengingat mimpi tadi pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apakah kau pernah merasakan tanda-tanda kematian?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Tertinggi Administrator bertanya dalam mimpinya, dan bagi Bercouli yang mengenalnya selama ratusan tahun, ia tetap menjadi sosok yang tak bisa dikalahkan sampai akhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ia dilepaskan dari Deep Freeze dan diberitahu Alice mengenai kematian Pemimpin Tertinggi, ia merasakan kekagetan dan sedikit lega: Terima kasih atas hasil kerjamu selama ini. Kematian Pemimpin Tetua Chudelkin membuatnya lebih kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hal tersebut, ia tak pernah menanyakan secara jelas mengenai kematian Administrator kepada Alice , juga situasi yang dialami oleh Alice. Tentu saja, di sisi lain ia terlalu sibuk melatih Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia, dan di sisi lainnya ia tak ingin mau tahu— mengenai sifat keras kepala dan hasrat milik wanita bermata dan berambut perak tersebut ketika melakukan dosa paling besar tentang eksperimen – eksperimen anehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Administrator selalu lesu, tak konsisten, dan berubah – ubah pada Bercouli. Meskipun ia selalu mematuhinya, Bercouli tidak memujanya seperti yang Chudelkin lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga tidak benci mematuhi perintahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar … Percayakan padaku kali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Knight paling tua bergumam, dan membuka matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat dengan jelas sosok Alice yang berbaring di batu mengenakan armor emas miliknya, dan sosok Kaisar Vektor berdiri diam dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah… kalian bertiga berjaga saja di udara! Jika aku tewas, mundur ke utara dan bergabung dengan pasukan lain!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengisyaratkan dengan lembut pada ketiga naga, Bercouli terjun dari punggung Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon meninggalkan jejak udara bagaikan meteor jatuh, ke 700 orang Pasukan Penjaga dengan susah payah kini menuju arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mulai kewalahan menangani pasukan crimson di belakang mereka. Tetapi baik Penjaga maupun kuda – kuda tak akan bisa berlari terus seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berdiri di atas atap kereta Kirito, Tieze, dan Ronye, berdoa sambil menatap arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sekitar dua puluh menit penjelasan Sinon, pemandangan reruntuhan kastil raksasa mulai tampak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada tanda – tanda manusia, demihumans, maupun binatang raksasa lainnya. Hanya ada bebatuan yang diam di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan jalan lurus ini ada dua kuil datar. Tingginya sekitar 20 mel, dan lebarnya 300 mel. Kuil ini mungkin bisa dijadikan garis pertahanan agar musuh tidak mengepung mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara kedua kuil tersebut, jalanan masih berlanjut ke arah selatan. Pemandangan ini memberikan kesan seperti roti lapis, karena selain ada di tengah – tengah, juga ada patung besar di kedua sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah patung Budha, juga bukan patung khas negeri barat. Sejujurnya, patung tersebut seperti sosok persegi yang ada di reruntuhan Amerika Selatan. Semuanya dipahat dengan mata bulat dan mulut besar, dan tangan mereka disilangkan di depan dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apakah patung tersebut di desain oleh teknisi RATH ketika Underworld diciptakan? Ataukah diciptakan secara otomatis menggunakan paket program The Seed? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ataukah patung tersebut— dipahat dari gunung batu oleh penduduk Tanah Kegelapan …?  Seperti tanda makam bagi yang telah tewas …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik nafas, menyingkirkan pikiran – pikiran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak pada Knight Renri yang sedang memimpin pasukan sambil menunggang naga:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita serang musuh di dekat jalan sana”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban “Mengerti!” terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa menit kemudian, Penjaga mulai membentuk formasi diantara kedua kuil. Patung seperti Mammoth ada di kedua sisi, seolah menatap mereka. Tapal kuda dan sepatu penjaga bergetar mengisi jalanan kering ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri memandu mereka, suaranya memotong udara dingin:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Penjaga, bagi posisi! Biarkan kereta barang dan tim persediaan lewat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Penjaga kini terbagi menjadi dua, kemudian delapan kereta barang melewati mereka, diikuti dengan tim persediaan yang kebanyakan para Astetic. Setelah sampai di bagian belakang, mereka berhenti. Angin kencang bertiup dari pintu masuk raksasa di jalan sana, rambut Asuna tertiup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh senyap. Pemain Amerika yang mengejar mereka mulai kelihatan, debu – debu beserta getaran mulai terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna melompat dari kereta barang, dan berkata pada gadis – gadis yang menonjolkan kepala mereka ke atas atap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini pertempuran terakhir. Aku akan menyerahkan Kirito-kun pada kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya! Serahkan pada kami, Asuna-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan melindunginya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Bahkan jika harus bertaruh nyawa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Tieze, Ronye dan Sortiliena meletakkan tinju ke depan dada mereka, Asuna melakukan hal yang sama dan tersenyum lelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Istirahatlah. Aku tak akan membiarkan musuh sampai ke tempat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata tersebut seperti sebuah janji pada dirinya sendiri. Asuna melambaikan tangan dan berbalik arah dengan segala keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri kini masih ada di depan pasukan penjaga, mengatur mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan ini luasnya sekitar 20 mel. Meskipun cukup sempit untuk dijaga, menjaga jalan ini sambil formasi saling bergantian mungkin saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal paling penting adalah mencegah angka kematian sebesar mungkin ketika melawan 10,000 musuh lebih, karena regu Ascetic juga melakukan penyembuhan dari belakang. Untungnya, diantara pasukan crimson tak ada pengguna Art. Meskipun sepertinya para pemain tersebut tak menemukan cara untuk mengaktifkan system command yang cukup rumit di Underworld dalam waktu singkat, situasi ini sepertinya sebuah keajaiban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika situasi ini mungkin berubah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku akan membunuh seluruh pasukan seorang diri. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas dalam – dalam dan berkonsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memikirkan jumalah Life milik Stacia dan Prioritas equipment miliknya, ia tak akan kalah karena kerusakan berdasarkan angka. Masalahnya adalah apakah ia mampu menahan rasa sakit. Ketika ia menerima luka di jantung, tubuh virtualnya ini akan terluka, dan bahkan jika ia memaksa, ia mungkin akan jatuh dalam kondisi dimana ia tak akan bisa menggenggam pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memejamkan mata, memikirkan Kirito yang masih terluka. Ia membayangkan luka dan duka yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna sudah ada di garis depan, rasa takut lenyap dari dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertempuran besar ini adalah yang terakhir, diterangi cahaya matahari siang hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar duapuluh pemain Amerika yang mengenakan armor berat kini maju ke reruntuhan, mencari darah dan teriakan yang dijanjikan pengumuman dalam website.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun apa yang menunggu mereka bukanlah NPC yang didesain untuk hiburan semata, tetapi para pejuang yang berkeinginan untuk menyelamatkan dunia dan menolong teman mereka si Integrity Knight emas. Meskipun terluka parah, pedang mereka masih memancarkan cahaya keingianan untuk menahan senjata musuh dan menghancurkan armor musuh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sesosok manusia menatap ke bawah dari ketinggian, diatas pasukan crimson yang telah dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenakan pakaian yang tidak memantulkan cahaya armor, seperti jaket sepeda motor besar. Jaket tersebut ditutupi dengan paku – paku keperakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjata yang ia gunakan hanyalah pisau pemotong daging besar yang menggantung di pinggang kirinya. Wajahnya tertutup. Tubuhnya dibungkus pakaian kulit hitam seperti jas hujan, hingga menutupi ke mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya tersenyum kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah Vassago Casals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dive sekali lagi ke dalam Underworld dan berhasil menghindari serangan laser milik Sinon, ia kini menyamar diantara pasukan Amerika yang mengejar Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia. Akan tetapi, ia tidak ikut dalam serangan awal, malahan ia memanjat dinding kuil bagian timur, dari atas kepala sebuah patung ia bisa mengamati jalannya peperangan, ia mumutuskan untuk menikmati hiburan menarik ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kekek, bajingan itu selalu terburu – buru seperti biasanya ketika marah. Ia membunuh banyak orang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berguman dengan tawa kesenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti dalam ingatan masa lalu Vassago, gadis berarmor mutiara dengan rambut coklat— Asuna «The Flash» kini mulai mengangkat gagang rapier miliknya yang mulai bercahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Dahulu&#039;&#039;&#039;, Vassago juga dalam posisi yang sama, menonton pertempuran Asuna dari kejauhan. Ia telah bersumpah pada dirinya sendiri: &#039;&#039;Aku akan menghabisimu sebelum dunia ini berakhir. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama dengan seorang swordsman berpakaian hitam yang juga bertarung lebih ganas di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia meloncat dari punggung naga, Bercouli masih berada sekitar dua ratus mel diatas tanah. Jika ia meloncat langsung seperti itu, ia tak akan bisa menahan benturan yang akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia seolah menuruni sebuah tangga tak kasat mata, Komandan Knight turun dengan gerakan melingkar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap langkah yang ia jejaki, sebenarnya ia menciptakan Wind Element dibawah kakinya sebagai batu loncatan, dengan begitu ia bisa mengurangi daya benturan. Mengontrol Element dengan kedua kakinya sebenarnya adalah teknik milik Pemimpin Tetua Chudelkin yang ia curi beberapa puluh tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam gagang pedangnya, knight paling tua ini semakin mendekat, menuju titik buta Kaisar Vektor. Vektor berdiri di tengah pilar tepat dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bunuh dia dengan sekali tebas. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah hasrat membunuh milik Integrity Knight Bercouli yang ditunjukkan semenjak ia membunuh Jendral Kegelapan dua generasi sebelumnya – sekitar seratus lima puluh tahun lalu. Dalam tahun – tahun setelahnya, ia tak pernah memiliki musuh yang mampu menarik hasrat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika ia bertarung dengan bocah Eugeo yang menerobos Katherdal Pusat seorang diri, Bercouli telah bertarung serius, namun tidak menunjukkan hasrat membunuh. Tetapi, jika ia melihat saat ini, bahkan melawan Jendral Kegelapan Shasta, ia tak pernah menunjukkan emosi negatif seperti marah maupun benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ini adalah pertama kalinya Bercouli menunjukkan kegarangannya setelah sekian lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap tubuh dirinya benar – benar terbakar. Terlebih lagi bukan saja karena telah menculik Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh ini datang dari dunia luar yang disebut Dunia Nyata, orang ini telah memaksa orang – orang Tanah Kegelapan menuju medan peperangan ketika mereka telah menerima masa kedamaian, juga ia mengirim puluhan ribu penduduknya mati sia – sia, benar – benar tindakan yang tak patut dipuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kaisar Vektor, aku tak tahu alasan apa yang memotivasimu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi jika orang – orang dari Dunia Nyata seburuk dirimu. Aku jadi mengerti begitu melihat ekspresi nona Asuna. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu berarti, satu – satunya kejahatan yang tak bisa diampuni adalah dirimu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika begitu, aku akan membinasakanmu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku akan menebus nyawa Jendral Kegelapan Shasta, Integrity Knight Eldrie, dan nyawa orang – orang yang telah gugur dalam peperangan ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Nah rasakan … serangan ini!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ze… AHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat sepuluh mel dari udara, Komandan Knight mengayunkan pedangnya sekuat tenaga kebawah menuju kepala Kaisar Vektor yang tak terlindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara berdesis, menimbulkan cahaya putih. Cahaya tersebut menyilaukan pandangan, bahkan menelan warna sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak perlu ditanya, serangan ini adalah teknik pedang paling kuat dalam sejarah Underworld. Prioritas serangannya bahkan mampu menulis kembali mnemonic data  dalam Main Visualizer. Dengan kata lain, segala hal yang ada dalam jangkauan serangan ini, berapapun nilai statusnya tak ada artinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bagi Super Account 04— Life tak terbatas milik Kaisar Vektor akan hancur jika terkena serangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika terkena serangan ini, begitulah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika meteor hendak menghantam kepalanya, wajah Vektor masih tak beremosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecepatan serangan ini sangatlah cepat bahkan seseorang tak akan bisa melihatnya. Serangan tersebut datang tiba - tiba; tak peduli berapa cepat reaksimu, mereka tak akan mampu menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi dalam sekejap, tubuh Vector yang terbungkus armor crystalline hitam, dengan tanpa suara bisa bergeser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghindari serangan ini, bergeser sedikit saja bisa menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang milik Bercouli hanya menggores mantel merah yang berkibar di udara. Seketika menyentuh pedang tersebut, mantel tersebut berubah menjadi debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zugaaaaang!! Dengan bunyi nyaring, bekas goresan terukir ke pilar batu tersebut. Seluruh pilar tersebut berguncang, pecahan – pecahannya berjatuhan ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ia menghindarinya?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap seperti orang bodoh, Bercouli tidak berhenti melancarkan serangan lanjut. Melalui pengalaman bertahun – tahun, ia telah mempelajari untuk tidak berhenti dalam kondisi yang tak terduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil langkah lagi, menerjang ke sisi Kaisar. Lalu, ia menebas serangan horizontal. Sekitar setengah detik berlalu sejak serangan pertama yang gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Vektor bisa menghindar serangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya seperti asap hitam yang tertiup angin, sulit dicapai tanpa persiapan. Ujung pedang miliknya menggores permukaan armor, percikan bunga api tercipta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Bercouli yakin akan kemenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan terkuat miliknya telah gagal, namun kekuatannya tidak menghilang. Armament Full Control Art milik pedang «Time Piercing Sword • Empty Slash»— sebuah kemampuan untuk ‘menebas masa depan’ telah diaktifkan. Serangan ini adalah teknik yang akan meninggalkan tebasan pada siapapun yang berada pada arah tebasan, membunuh siapa saja yang menyentuh langsung pedang tersebut; teknik ini membuat Eugeo kesulitan waktu berada dalam Katherdal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggung Kaisar condong ke depan dimana tiga tebasan tak terdeteksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan pertama mengenai rambut perak miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahkota di atas kepalanya hancur dengan bunyi khas logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Vektor terangkat ke atas seolah meminta ampun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli bisa merasakannya, seketika, tubuh miliknya pasti akan putus menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Slap.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bunyi terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumbernya adalah— tangan milik Kaisar yang mengepal diatas kepala belakang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ia menghentikan «Empty Slash» dengan tangan kosong? Tanpa menoleh? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak mungkin. &#039;&#039; Meskipun teknik rahasia untuk menahan tebasan pedang dengan kedua tangan telah diturunkan secara bergenerasi pada Petarung Tangan Kosong di Tanah Kegelapan, teknik tersebut bisa dilakukan jika tanganmu sekeras baja. Terlebih lagi, bahkan Pemimpin Petarung Tangan Kosong tak mungkin menahan serangan tak kelihatan dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran ini terlintas sejenak, setelahnya, Bercouli akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, ia hanya bisa menatap apa yang terjadi setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebasan yang tertinggal di udara dihisap oleh tangan Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, mata biru Kaisar menjadi warna hitam pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian terdalam kegelapan tersebut, banyak cahaya bisa terlihat— apakah itu, bintang - bintang…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu Jiwa. Jiwa – jiwa yang telah ia hisap dan dikurung ada disana. Jiwa Jendral Kegelapan Shasta dan pendamping perempuannya kemungkinan juga ada disana …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bangsat, kau bisa menghisap Incarnation milik orang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada gumaman Bercouli, Vector perlahan menurunkan tangannya yang kini telah menelan tebasan seluruhnya, lalu berkata pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shin’i?13 … Aku paham, pikiran dan jiwa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya membuat tulang bergetar; seolah bisa menelan apapun. Dan sumber suara tersebut adalah bibir kecil yang kini sedang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pikiranmu seperti anggur tua yang nikmat. Kental dan kaya rasa … dengan rasa yang berat di awal. Meskipun bukan kesukaanku … pikiranmu cukup nikmat disajikan sebelum aku menikmati main course.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan pucat Kaisar kini menggenggam ujung pedang panjang yang ada di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang tipis yang perlahan ia tarik dari sarung pedangnya berwarna violet. Mengayunkan pelan ke bawah, Kaisar Vektor tersenyum sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ijinkan aku menikmati lebih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya pedang besar berhasil menggores lengan kiri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit terasa, seperti luka yang tersiram air panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ini bukan apa – apa!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berpikir cepat, luka kecil di lengannya seketika langsung menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, dengan kilatan terang, pedang miliknya berhasil menusuk dada penyerang sebanyak empat kali. Wajah si pria menyusut kemudian tertunduk ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna telah lupa berapa banyak yang telah ia bunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia juga tak menghitung berapa banyak waktu yang telah berlalu sejak dimulainya pertempuran di reruntuhan ini. Ia hanya yakin jika jumlah pasukan crimson yang menerjang terus menerus masih sangat banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hmph,tebasan rapier seperti ini tak akan cukup. Di Aincrad Lama, pertempuran melawan boss selama tiga atau empat jam adalah hal yang wajar. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menyemangati dirinya, melewati tubuh – tubuh tak bernyawa para penjaga, lalu menghadapi musuh baru yang menggunakan kapak perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keseimbangan musuh goyah karena serangannya; Asuna langsung menyerang jantung sambil tengok kanan kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi Asuna bertempur sekarang ini adalah di tengah – tengah jalanan, di sisi kanannya, Integrity Knight Renri masih terus melempar dua pisau lempar dengan tenaga dan akurasi yang konstan. Ia tampak baik – baik saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada di sisi kiri yang dipimpin oleh Sortiliena, Penjaga yang ditempatkan disana, sangat jelas terlihat jika garis depan miliknya mulai terdorong ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayap Kiri, saling berganti antar penjaga bisakah lebih cepat! Fokuskan Art Penyembuh ke sisi tersebut”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna-sama, aku masih bisa bertarung!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang merespon adalah Sortiliena di garis paling depan, ia mengatifkan teknik pedang dua tangan, «Cyclone». Pedang panjang miliknya berputar cepat dengan cahaya hijau dan menghempaskan tiga orang musuh, tetapi Liena terjatuh setelahnya. Menilai dari percakapan mereka tadi malam, para swordsmen dalam kelas bangsawan biasanya berfokus pada pertempuran satu lawan satu, jadi pertempuran panjang dengan banyak musuh seperti ini benar – benar tak adil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun teknik pedang Liena cukup mematikan, bagi Asuna yang baru saja tiba di dunia ini kemarin, teknik tersebut terlalu kaku. Liena terlalu banyak menggunakan serangan sebelum serangan utama, sehingga senjata musuh pasti akan menggores tubuhnya sebelum teknik miliknya mencapai klimaks. Armor miliknya telah penuh bekas goresan, jejak darah ada diseluruh seragam Penjaga yang dikenakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mundur dan istirahat dulu, Liena-san! Percaya pada teman - temanmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada perintah Asuna, Liena menggigit bibir dan mengangguk lalu mundur sambil berkata “Aku akan segera kembali!” posisi miliknya langsung digantikan Komandan Penjaga, tetapi wajahnya cukup kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain kelelahan yang dialami sayap kiri, ada hal lain yang mengganjal hati Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan crimson yang sedang mereka lawan bukanlah monster humanoid yang dikendalikan algoritma, tetapi pemain veteran asal Amerika, tempat lahirnya MMORPGs. Mereka yang telah lama akrab dengan pertarungan akan langsung sadar jika penyerbuan sederhana tak akan efektif, seharusnya mereka memikirkan strategi lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang akan dirinya lakukan jika situasinya terbalik? Asuna mengayunkan Rapier miliknya semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya, ia akan melakukan serangan jarak jauh dari samping. Tetapi tak ada pengguna Art diantara musuh, dan jikapun ada, mereka tak akan langsung paham mengenai bahasa Art dalam Underworld yang begitu rumit dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Art, ada juga pemanah. Untungnya, hanya ada pemanah di Pasukan Penjaga, musuh tak bisa menggunakan akun pemanah. Usaha terakhir mereka adalah mengayunkan senjata dengan kedua tangannya, tetapi tindakan itu pasti membuat mereka tak cukup cepat, karena jika senjata mereka terlempar, mereka tak akan bisa ikut dalam peperangan ini setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya musuh tak memiliki banyak pilihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia semakin yakin bisa mengalahkan sepuluh ribu pasukan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Asuna memikirkan hal tersebut—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu masuk kuil dikelilingi kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya matahari terblokir oleh perisai besar di garis depan musuh juga tombak – tombak yang diacungkan kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Pengguna Tombak! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ber… Bersiaplah menahan serangan!! Berusahalah untuk bisa meghindari ujung tombak!! Dekati musuh agar bisa menyerang mereka!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Asuna berteriak, dengan suara dentingan logam, tombak – tombak besar melaju lurus ke depan secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
““”Assaaaaaaaaaault!!”””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaris penuh 20 pengguna tombak berteriak lalu mulai melaju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Penjaga mulai tertekan oleh serangan ini. Kumohon, tolong tenanglah, Asuna berdoa dalam diam sambil memandang pengguna tombak yang melaju langsung ke arah mereka. Pengguna tombak melaju lurus ke arah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggulah sampai saatnya dan — Cling!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya kekuningan bersinar dari ujung rapiernya dan ditujukan pada pengguna tombak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Haaah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berteriak, ia menancapkan rapier miliknya ke armor musuh, melihat ke depan, ia melihat jika rapier miliknya menusuk tenggorokan musuh. Dengan daya dorongan, darah menyembur ke seluruh pelindung kepala miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan yang terdengar bukan saja dari musuh, tetapi dari para Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa penjaga yang berada di sayap kiri tak berhasil menahan pengguna tombak, mereka tertusuk - tusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh……….!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeraskan giginya, Asuna meninggalkan posisinya dan berlari ke kiri. Dengan tebasan «Linear», ia menusuk pasukan crimson yang menarik tombaknya dari penjaga yang telah tewas. Mau menggenggam pedang berlumuran darahnya lagi, Asuna memotong kedua tangannya dan melancarkan dua tusukan, «Parallel Sting».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berhasil menghindar tusukan tombak ketiga dengan melompat ke atas. Mendarat di tombak, ia berlari ke bahu musuh, mencopot helm miliknya dan menusukkan rapier ke leher musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh terjatuh sambil berteriak. Kini mundur, Asuna berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bawa yang terluka ke bagian belakang! Sembuhkan mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilai sekeliling sekali lagi, tampaknya Knight Renri dan para Penjaga mengalami kesulitan menghadapi pengguna tombak, enam orang Penjaga telah mengalami luka parah karena tertusuk tombak. Tiga diantaranya sepertinya tak bisa ditolong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Jika musuh mengulangi strategi ini, pasukan Pertahan Kerajaan Manusia tak akan mampu menahan kondisi ini karena kalah jumlah.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketakutannya menjadi kenyataan. 20 orang pengguna tombak selanjutnya siap untuk menerjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memandang musuh yang akan datang lalu memandang jika dirinya telah berada di tengah – tengan medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana ada seorang Penjaga yang masih sangat muda, mencoba mengontrol pedangnya, meskipu kakinya gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH………!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak kencang, Asuna berlari ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melaju menuju Penjaga muda yang masih membatu dan pasukan tombak yang akan datang. Rapier miliknya tak akan tepat waktu untuk menahan serangan tersebut. Ia hanya bisa menjangkau ujung tombak dengan ujung tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ini adalah dunia VRMMO, maka Asuna yang memiliki reaksi kecepatan dan kekuatan pasti akan mampu menahannya. Tetapi di Underworld, parameter yang tak bisa dihitung yang mana berbeda dengan SAO dan ALO, ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tombak baja menusuk ke perutnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daya dorong terasa di  seluruh tubuhnya. Tak bisa mengutarakan suara, Asuna dengan diam melihat ke samping, sebuah logam telah menusuk ke perut miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meminimalkan gerakan akan meningkatkan efektifitas pedang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Komandan Knight Bercouli, teknik pedang milik Kaisar Vektor benar – benar berbeda dari style pedang yang pernah ia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, ia hampir tak pernah menggunakan kakinya. Ketika ia menghindari serangan, ia hanya menggeser dirinya dari pijakan. Juga, ketika ia mau menyerang, ia tak kelihatan melakukan persiapan. Pedang yang ia genggam agak renggang akan tiba – tiba meluncur ke jarak paling dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, memprediksi gerakannya sangat tak mungkin. Bercouli bahkan hampir tak bisa menahan lima serangan kuat milik Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi lima serangan sudah cukup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pengalaman bertarung miliknya, Bercouli yang sudah mengamati teknik Vektor mulai menyerang balik ketika Kaisar hendak memulai serangan ke enam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hsss!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melepaskan sedikit semangatnya, ia menebaskan tebasan ke arah kepala sebelum Vektor bisa melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama bunyi logam, percikan putih menyembur ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua pedang saling bertabrakan di tengah udara. Dari sini, hanya adu kekuatan saja. Pedang milik musuh terdorong ke bawah. Tampaknya tak bisa menahan tekanan, tubuh Vektor mulai membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ini saat – saat kritis!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memasukkan Incarnation dalam pedang miliknya. Pedang baja tersebut bercahaya perak. Time Piercing Sword perlahan menekan pedang hitam Vektor, sampai ke pundaknya, dan menggores armor—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, pedang Vektor mulai memunculkan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendar tersebut seperti makhluk hidup, membungkus Time Piercing Sword. Pada saat yang sama, cahaya perak milik Time Piercing Sword menghilang, seolah dihisap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa ini? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak…&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa, apa yang aku lakukan …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara gemercik, ia merasakan rasa dingin di punggung kirinya. Bercouli membuka matanya, melompat ke belakang, mengambil nafas panjang,  dan mendapatkan kembali kesadarannya yang hilang sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa itu tadi? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Seseorang sepertiku, ada di medan peperangan ini! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir keras, Bercouli sadar jika tak sepele itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan menyelimuti pikirannya sehingga ia tak tahu mengapa ia disini, atau megerti alasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan… kau menghisap Incarnation milikku lewat pedangku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memaki dengan suara rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban musuhnya hanya senyum sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang bahu kirinya. Hanya goresan, namun cukup dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph… Sungguh menarik, benar kan, Kaisar? Tetapi tak bisa mengayunkan pedang sungguh menyusahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli terkekeh. Berbeda dengan Vektor yang tersenyum dan bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Benar. Yah, ada hal lain yang belum aku coba.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, ia menjulurkan pedang di tangan kanannya ke depan, tetapi bagaimanapun kau melihatnya, cukup jauh jarak mereka berdua. Tak mungkin pedang tersebut mengenainya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari ujung pedang yang terangkat, sebuah tembakan cahaya biru gelap muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039;Tak mungkin, dari jarak jauh?! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia menyimpulkan, cahaya tembakan tersebut menyentuh dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadarannya menghilang bagaikan api lilin yang tertiup angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang panjang milik musuh menjangkau Komandan Knight, turun lurus menuju lengan kirinya— namun ia hanya berdiri disana, hanya bisa menonton kejadian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang musuh terayun dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi khas, lengan kokoh Bercouli tertebas dari tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ku… u… ughh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berhasil menahan jeritannya yang hampir keluar. Rasa sakit yang amat sangat— seperti terkena semburan api secara terus menerus hingga batas rasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Rasa sakit ini bukan apa - apa! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hanya goresan, tak terasa apa – apa!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tombak hitam yang menancap di perut kiri Asuna telah menembus keluar sejauh setengah meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memutar kepalanya untuk melihat. Ujung tombak tersebut hanya menyentuh pipi si Penjaga muda yang berdiri melongo. Dengan sekuat tenaga ia tersenyum pada laki – laki tersebut, ia menatap pucat pada Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Dibandingkan nyawa berharga anak ini … apalah arti luka virtual?! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ungh… Ah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak hebat, Asuna memasukkan kekuatan ke tangan kirinya, lalu menggemggam tombak yang menembus tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi retakan, logam yang berdiameter lima cen patah dengan pukulannya. Ia lalu mengambil tusukan tombak yang ada di punggung dan menariknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunang – kunang menari di matanya, dan rasa sakit kesemutan mengalir dari ujung jari hingga kakinya. Tetapi tangan Asuna tak peduli, ia menarik tombak tersebut dengan brutal dan melemparkannya ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah menyembur dari mulut serta bekas luka di perutnya, tetapi tubuhnya masih tetap berdiri tegak. Asuna mengelap darah yang ada di mulut lalu menatap musuh dengan pandangan murka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik tombak tersebut berkedip beberapa kali, matanya kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, gosh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berucap dalam bahasa inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… The hell, man… This type of game isn’t fun at all. I’m logging out.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar kata – kata tersebut, Asuna menusuk jantung musuh menggunakan Rapier di tangan kanannya. Tubuh musuh tertunduk lalu menghilang dengan efek pecahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyeri di perutnya tidak membuat Asuna menangis, namun matanya berlinangan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit dan kebencian yang memenuhi medan peperangan ini seharusnya tak terjadi dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain Amerika dan Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia tak memiliki alasan untuk saling bantai. Jika kondisi mereka bertemu berbeda, kedua sisi seharusnya bisa menjadi teman— seperti yang Asuna alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia Virtual … dunia VRMMO seharusnya tidak seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T… To… Tolong… Gh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan dalam bahasa jepang memasuki telinga Asuna. Menoleh, ia melihat tombak besar menusuk seorang Penjaga yang tak bisa bergerak di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U… AAAAAAAHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emosi Asuna tak bisa ditahan ketika ia melaju ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rapier di tangan kanannya menebas tiada henti dan cahaya yang muncul dari ujungnya membungkus tubuh Asuna; kaki Asuna meninggalkan tanah ketika ia melaju lurus seperti komet. Serangan lurus tertinggi bagi rapier miliknya, «Flashing Penetrator».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemegang tombak yang hendak membunuh Penjaga terhempas ke udara, juga teman yang ada di belakangnya. Musuh ketiga juga terhempas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerbangkan musuh keempat yang ada di bawah patung besar, sword skill miliknya berhenti kemudian ia berbalik, menghembuskan nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang kedua serangan tombak telah menyebabkan lima orang tewas di Pasukan penjaga. Bersamaan itu juga, gelombang ketiga serangan tombak hendak bersiap - siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik rapier miliknya dari mayat musuh lalu berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua pasukan, jangan meninggalkan posisimu! Renri-san, tolong ke sini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membuat senyuman kecil, memastikan Knight muda yang melihat sosoknya yang berlumuran darah di sana – sini agar tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Aku akan menghancurkan formasi musuh. Kuserahkan musuh yang berhasil lolos padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna-sama?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat tangan kirinya ke atas pada Renri dan para Penjaga yang kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pusat keseimbangan Bercouli tiba – tiba bergoyang, dan apa yang menyebabkannya adalah lengan kirinya yang terjatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang menyadarkannya bukanlah rasa sakit, tetapi rasa kengerian yang dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melompat ke belakang, berusaha menjaga jarak antara dirinya dan Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan darah dari lengan kirinya bercucuran di pilar batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa – apaan ini? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ia mengarahkan pedangnya padaku, dan kesadaranku dipaksa menghilang …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat kedua jarinya yang menggenggam gagang Time Piercing Sword untuk menyembuhkan luka, memeras otak secepat mungkin. Healing Art yang tak dilafalkan dengan cepat menghentikan percikan darah dengan bekas cahaya kebiruan. Akan tetapi, tak ada cukup Sacred Energy di bebatuan sekitar sini untuk menyambungkan lengan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bagaimana aku menghadapi musuh seperti ini?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Armament Full Control Art «Time Piercing Sword • Empty Slash» miliknya tak efektif. Incarnation yang ada pada tebasan akan dihisap oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilihan terakhir miliknya adalah menggunakan Release Recollection Art «Arcane Slash». Tetapi jika ia menggunakan teknik itu lagi, ia harus mendapatkan saat  yang tepat. Pertama, musuh tak boleh mengganggu serangannya. Kedua, harus sangat akurat …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menyeka keringat yang ada di dahinya dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menyadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku sangat putus asa. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Entah mengapa, aku tak punya hal lagi yang bisa diandalkan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dengan kata lain, disinilah aku akan mati. Serangan selanjutnya mungkin akan menyebabkanku mati. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Heh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari kondisinya, ketimbang berkerut, Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One malah menyeringai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya berpaling dari Kaisar Vektor menuju Knight emas yang pingsan dibalik Kaisar Vektor— Alice Synthesis Thirty.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Nona Kecil. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku masih belum bisa memberi apa yang kamu inginkan, Nona Kecil. Aku belum bisa memberikan kasih sayang seorang ayah. Karena, aku sendiri juga tak bisa mengingat apapun mengenai orang tuaku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi, ada satu hal yang pasti. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mereka yang disebut orang tua pasti akan melindungi anak mereka. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bajingan sepertimu … tak akan bisa mengerti, dasar monster!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menjejak pilar dan maju kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menyiapkan rencana, ia mengisi segala sesuatu yang ada dalam dirinya menuju pedang, si Knight tertua tersebut berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 155.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ga… Hah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batuk darah keluar dari mulutnya dan tumpah ke tanah yang ia pijak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna masih tetap berdiri, bahkan jika ia hanya bisa menggenggam Rapier di tangan kanannya.&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Setelah menahan gelombang tombak ketiga dan keempat, ia terluka sepuluh kali lipat di seluruh tubuh. Armor dan pakaian mutiara putih miliknya kini robek dan darah ada dimana – mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerima serangan langsung dari tombak hingga membuat lubang di tubuhnya, sungguh heran mengapa ia masih bisa bergerak. Faktanya, HP miliknya yang sangat banyak tidak menurunkan kekuatan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tubuh ini akan tewas jika hatiku lengah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jadi, aku harus tetap berdiri. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tubuhnya telah mati rasa. Hanya rasa panas yang menyelimuti seluruh indranya, hingga membuat pandangannya agak kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang pasukan tombak kelima mulai muncul di pandangannnya yang kabur, lalu ia mencabut Rapier miliknya dari tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sudah tak bisa menghindar secara langsung. Ia hanya bisa menghentikan tombak dengan tubuhnya lalu melancarkan serangan sword skills.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rapier seberat bulu milik Asuna kini seolah menjadi cukup berat di genggamannya, tetapi kini ia mengangkatnya dengan kedua tangan, menunggu kedatangan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Go!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah berguncang, 20 orang pengguna tombak mulai melaju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Boom, boom, boom boom boom boom…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suara langkah kaki, suara bergema terdengar dari suatu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Asuna terangkat ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari langit merah, garis – garis mulai berjatuhan. Garis tersebut seperti kode digital.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bala bantuan… untuk musuh…?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Ahh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam jeritannya, ia merasa sangat khawatir dan ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna garis tersebut bukanlah warna crimson, tetapi biru tua seperti warna langit fajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa melihat warna tersebut, ia hanya menyaksikan dengan kedua matanya, menunggu apa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis – garis tersebut berhentii sepuluh meter di atas tanah; kode digital tersebut mulai memadat dan bercahaya, menjadi sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Voom. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara bertiup, dan sosok – sosok tersebut mulai berputar. Seperti angin tornado, sosok tersebut akhirnya turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat dibawahnya, ke 20 pengguna tombak berhenti dan juga menatap atas seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tornado biru tersebut mendarat di tengah formasi musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, pasukan crimson berhamburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah. Pasukan musuh yang terkena tornado tersebut terpotong – potong, darahnya tertiup angin ke berbagai arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, di tengah pasukan tombak yang tewas, tornado tersebut mulai melambat dan membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok tersebut memunggungi Asuna, tubuhnya langsing namun tinggi. Ia mengenakan armor khas jepang. Tangan kirinya menggenggam sarung pedang di pinggang, dan tangan kanannya menggenggam pedang panjang, bukan, sebuah katana, yang kini ia acungkan ke depan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna telah melihat serangan itu sebelumnya, di dunia lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah Sword Skill.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan berat senjata katana— «Tsumujiguruma».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok tersebut akhirnya berdiri, memanggul katana miliknya ke punggung, lalu ia memandang Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah bandana miliknya, wajah agak berjanggut menyeringai padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, maaf membuatmu menunggu, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K… lein…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa mendengar suaranya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, getaran yang sama juga terdengar di seluruh langit. Meskipun efek suara yang ditimbulkan hampir sama ketika pemain Amerika muncul, namun bagi Asuna, suara ini adalah suara malaikat yang akan turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ribuan cahaya biru kode digital mulai turun satu persatu dari langit merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadaran menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit menmuatnya terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli telah lupa berapa banyak ia telah melalui proses tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui pertarungan ini, Kaisar Vektor tak pernah memberikan serangan fatal. Tetapi Bercouli tahu jika darah yang mengalir dari luka – lukanya, adalah Life miliknya yang semakin menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena kekuatan imajinasi yang ia kuasai selama dua ratus tahunan, ia berhasil mengusir rasa takut dan kengerian miliknya, ia hanya memikirkan satu hal dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya menghitung waktu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memiliki kemampuan khusus untuk mengkonfirmasi waktu menggunakan pikirannya, dan sekarang ia bergantung pada kemampuan tersebut lalu mengingatnya. Bahkan ketika pikirannya menghilang karena pedang Kaisar, ia masih tetap menghitung dalam bawah sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Empat ratus delapan puluh tujuh. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Empat ratus delapan puluh delapan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menghitung sambil meluncurkan serangan yang tak berarti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Teknik pedang milikmu … sepertinya tak berhasil menggoresku … wahai komandan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039; Empat ratus sembilan puluh lima.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak akan mampu membunuhku dengan teknik pedang seperti itu ….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— &#039;&#039;Empat ratus sembilan puluh delapan. &#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat ini, aku masih belum selesai.!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berteriak, ia mengayunkan pedangnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedangnya menyentuh pedang Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Incarnation terhisap, pikirannya buyar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia sadar, ia telah berlutut, darah menetes dari pipi kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus depalan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hampir sampai, kumohon bertahanlah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli berdiri kesulitan, dan memandang Kaisar yang ada di belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan jijik muncul pada wajah tak berekspresi miliknya. Alasannya adalah ketika ia menebas pipi Bercouli, darah miliknya menyiprat di pipi Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vector mengelap noda tersebut dan berguman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil langkah ke depan menuju genangan darah yang diciptakan Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jiwamu terlalu berat. Terlalu kental. Terasa di lidahku. Dan kini membosankan, kau hanya berpikir untuk membunuhku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar berkata dengan nada datar, lalu mengambil satu langkah lagi ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Matilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terangkat pelan, pedang hitam memunculkan cahaya menyilaukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Bercouli tidak berubah, tetapi ia menggeramkan giginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Sedikit lagi. Tinggal tiga puluh detik. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh… Jangan berkata seperti itu. Aku masih bisa … menahannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight mengambil langkah ke depan, dan dengan gemetaran ia mengangkat pedang panjang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemana kau akan.... pergi. Kemana kau akan melangkah. Oh, disana…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cahaya redup di matanya, Komandan Knight mengayunkan pedangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clog. Ia menebaskan pedang ke suatu arah, lalu semakin gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ataukah … disini…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melancarkan tebasan lain walaupun agak lemah. Lalu, ia menyeret kakinya yang mati rasa, Bercouli menebas ke arah secara acak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerena pandangannya mulai buram karena kehilangan banyak darah, pikirannya juga menjadi kabur— ia sudah tahu akan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ini adalah tindakan terakhir milik Komandan Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata biru miliknya yang sudah kehilangan cahaya hanya berfokus pada satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jejak kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir sepuluh menit melakukan serangan tak berarti, Bercouli telah menumpahkan darahnya ke bebatuan yang ada di kakinya. Meskipun tidak luas tetapi dua jejak kaki bisa terlihat jelas, ada jejak sepatu milik Kaisar Vektor dan sandal kulit milik Komandan Knight, bisa terlihat jelas dan mudah dibedakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ini adalah jejak pergerakan keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Bercouli telah mencari jejak kaki milik Kaisar yang telah mengering ketika ia menebas lengan Bercouli sepuluh menit lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, Bercouli mulai menghitung meskipun tak sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti, ia bisa mengetahui kemana Kaisar Vektor bergerak sepuluh menit lalu. Lalu, jejak kaki yang ia buat berhasil merekam kemana ia melaju, dan dimana ia berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus depapan puluh sembilan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus sembilan puluh. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… Aku menemukanmu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli bergumam, semakin gemetaran ketika ia mengayunkan Time Piercing Sword.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah serangan terakhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu pedang maupun pemiliknya, keduanya telah mencapai batas Life mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Bercouli semakin kelelahan, ia mengaktifkan Release Recollection Art milik Divine Instrument-nya, Time Piercing Sword.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
«Time Piercing Sword • Arcane Slash».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebalikan teknik «Empty Slash» yang bisa menebas masa depan, teknik «Arcane Slash» bisa menebas masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Main Visualizer dari Underworld, pergerakan semua manusia telah direkam selama enam ratus detik, atau sepuluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Time Piercing Sword bisa merusak rekaman ini, menyebabkan sistem salah mengenali lokasi seorang manusia saat ini menjadi lokasi masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya, pedang yang tadi dilancarkan bisa berpindah ke tubuh seseorang yang ada di masa lalu. Tak bisa dihindari, tak bisa diblokir, sesuai namanya, teknik ini seolah mempecundangi teknik pedang lain dan kerja keras seorang swordsmen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya Bercouli selalu berpikir dua kali sebelum mengaktifkan «Arcane Slash». Ketika bertarung melawan Eugeo, walaupun terkena Release Recollection Art dari Blue Rose Sword, ia memutuskan tak akan menggunakan teknik ini karena ia bisa menang dengan mudah. Ia tahu jika Pemimpin tetua Chudelkin akan menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap Gereja Axiom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena lawannya Kaisar Vektor yang memiliki kekuatan melebihi dirinya, ia tak perlu berpikir dua kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kaisar Vektor turun dari naganya, Bercouli mengambil keuntungan tentang fakta bahwa musuhnya hanya terbang lurus dengan kecepatan tetap sehingga ia bisa mengetahui lokasi terbang sepuluh menit sebelumnya. Namun, karena jarak dekat, ia harus benar – benar memastikan lokasinya dengan sangat tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, jika ia bisa mengingat lokasi musuh sepuluh menit lalu, ia bisa mengaktifkan teknik ini. Tetapi menggunakan cara tersebut, jika pengaktifan teknik pedang miliknya terganggu oleh musuh, akan menjadi sulit untuk menghitung sepuluh menit lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tepat seperti ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau kelihatan mengincar sesuatu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar Vektor mendekat, dan Bercouli dipaksa menghindari Incarnation berwarna biru gelap dari pedang panjang musuh. Seperti itu, «sepuluh menit masa lalu» yang telah ia rekam menghilang selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku melewatkan kesempatanku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli sekali lagi menyiapkan Time Piercing Sword miliknya yang akan mengaktifkan Release Recollection.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berada di ujung tanduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Kaisar telah menyadari jika ia mengincar sesuatu, ia akan langsung mengaktifkan serangan terakhir miliknya. Kenyataannya, cahaya Incarnation pedang panjang milik Vektor telah melaju ke arah Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berusaha melawannya, Komandan Knight berusaha menghindar sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berguling. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berguling, berguling, dan terjatuh. Ia tahu sejak lama jika ia akan menjumpai maut dengan cara sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga kali, empat kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat pada serangan kelima, Bercouli berhasil menghindari semua serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelahnya, cahaya kebiruan berhasil menyentuh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadarannya berhasil menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Bercouli membuka matanya lagi, apa yang ia lihat adalah pedang panjang Vektor yang menembus kedalam perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara whoosh, pedang tersebut tertarik, sisa – sisa Life milik Komandan Knight menyembur lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia terjatuh ke belakang, ia melihat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok naga yang terbang tinggi di langit, kini melaju ke bawah dengan kecepatan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hoshigami. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hei, kau kusuruh berjaga kan? Mengapa kau menentang perintahku, kau tak pernah melakukan hal ini sebelumnya, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga membuka lebar mulutnya, api kebiruan mulai menyembur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melawan serangan seperti itu yang berhasil memusnahkan ribuan pasukan, Kaisar Vektor kini merentangkan tangan kirinya dan menangkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Armor hitam yang ada di tangannya berhasil memantulkan api ke segala arah. Api berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang di tangan Kaisar menembakkan cahaya biru gelap sekali lagi, menembus api biru dan menusuk tepat ke kepala Hoshigami. Naga Bercouli menerima teknik pedang berkekuatan penuh yang berhasil mengontrol naga Dark Knight Order sebelumnya— tetapi gerakannya tidak terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebalikannya, Hoshigami mengubah seluruh Life miliknya menjadi sinar putih yang ditembakkan dari sayapnya, langsung ke arah Kaisar berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa jijik muncul lagi dari wajah Kaisar; ia mengangkat pedangnya tinggi – tinggi dan dan menusukkan tusukan menuju rahang sang naga, berusaha menghancurkannya. Cahaya gelap menyelimutinya, menghisap Life sang naga dan menghancurkan tubuhnya berkeping - keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami telah memberikan Life miliknya untuk mengalihkan perhatian Kaisar selama tujuh detik—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli tak akan menyia – nyiakan kesempatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight bisa merasakan nafas terakhir milik naga tersayangnya yang telah menghabiskan seluruh hidupnya bersama Bercouli lalu mengayunkan Release Recollection Time Piercing Sword tinggi – tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik untuk mengingat “posisi musuh sepuluh menit lalu” hanya bisa diaktifkan setiap sepuluh menit sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, rekaman pergerakan yang ada di tanah bisa menunjukkan posisi musuh sepuluh menit sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh detik setelah Bercouli menatap posisi dimana ia tidak bisa melakukan serangannya, jejak kaki Kaisar bisa terlihat, ia lalu meluncurkan serangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada karakteristik lain pada teknik «Time Piercing Sword • Arcane Slash».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan memasuki system secara langsung, kekuatan pedang ini bisa “menghapus nilai Life dari target yang akan ditebas”. Terlebih lagi, serangan ini tak akan bisa ditahan bahkan oleh sebuah Incarnation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, kemampuan Kaisar Vektor untuk menonaktifkan dan menghisap semua serangan Incarnation tak akan bisa diaktifkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus, nilai Life tak terbatas milik Vektor langsung terubah menjadi nol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya, tubuh Kaisar langsung terpotong dari bahu hingga pinggang kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika tubuhnya terpotong menjadi dua, ekspresi wajah Kaisar Vektor masih tetap pucat tanpa ekspresi. Mata birunya hanya menatap kosong menuju langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah tubuh atasnya mendarat ke tanah, di sekitar dadanya, cahaya hitam menyembur, menciptakan ledakan tak bersuara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ledakan berhenti, tak tersisa jejak tubuh maupun keberadaan Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, Time Piercing Sword yang telah kehabisan Life hancur menjadi debu dengan suara menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039;begitu hangat. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku ingin berada disini lebih lama. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbangun dari tidurnya, Integrity Knight Alice tersenyum kecil ketika masih diantara batas bangun dan tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghalau sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mulai berdiri dengan kedua kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tangan dengan lembut membelai rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
………&#039;&#039;Ayah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah berapa lama ia berbaring disini? Ia telah lama merindukan masa – masa tenang seperti ini … Perasaan terlindungi, tak mengkhawatirkan apapun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ahh… Tapi, sudah saatnya untuk bangun. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Integrity Knight Alice membuka kelopak matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang muncul di depan matanya adalah sosok swordsman berumur, matanya menyipit ketika ia memandang Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di wajah dan dadanya, terdapat bekas luka. Luka tersebut kini bertambah karena luka yang kini bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Paman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berbisik, akhirnya ia benar – benar sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Benar, aku telah diculik Kaisar Vektor. Beneran nih, aku benar – benar ceroboh, aku maju tanpa berpikir panjang. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi seperti prediksi Paman, bahkan ketika aku tertangkap oleh musuh, ia akan menyelamatkanku. Selama orang ini ada disini, aku bisa merasa aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum lagi, Alice berdiri. Ia menyadari luka yang ada di wajah dan dada Komandan Knight, ia menghembuskan nafas lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan kirinya terpotong dari atas bahu. Jubah miliknya berlumuran darah kering. Dan dibawah dadanya, luka mengerikan berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“P… Paman… !! Paman Bercouli!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak dan mengulurkan kedua tangannya, jari milik Alice menyentuh pipi Komandan Knight Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia menyadari jika Knight tertua di dunia ini telah menghabiskan Life miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039; Aw, jangan menangis seperti itu Nona Kecil. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kematian pasti akan datang, hanya saja datang sekarang, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One berkata ramah ketika ia melihat kebawah pada Alice yang memeluknya. Namun suaranya tak bisa keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;…Nona Kecil, jika ini kamu. Aku akan baik – baik saja. Bahkan jika sendirian, kamu akan bisa terus hidup. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Karena, kamu ini muridku.... putriku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan dibawah kini meninggalkan mata Bercouli. Membuat senyum terakhir pada murid kesayangannya, matanya kini menatap langit utara di kejauhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memikirkan seorang knight wanita lain yang ada jauh disana..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak tahu apakah mereka akan sukses atau tidak, tetapi saat ini, hati miliknya terisi oleh perasaan mendalam setelah menemui ujung hidupnya yang mana ia pikir akan hidup abadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;… Yah,tak begitu buruk kok, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kau harus bersyukur karena ada orang – orang yang menangis untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menoleh menuju sumber suara, ia melihat seorang gadis melayang disana, tubuh telanjangnya tertutupi rambut perak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hei, jadi kau masih hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat bahunya, dan Pemimpin Tertinggi Administrator berkedip dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi itu tak mungkin, benar kan? Bisa muncul dihadapanmu, aku ini ingatan dalam dirimu. ‘Aku’ Cuma ingatan Administrator yang tersimpan dalam jiwamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, aku masih tidak begitu paham … tetapi, jika kau ini ada dalam ingatanku. Aku senang kamu bisa tersenyum seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli merespon sambil menyeringai, dan tiba – tiba disampingnya ada naga tersayang milik Bercouli, Hoshigami. Ia menjulurkan leher panjangnya menuju tubuh Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight dengan lembut memegang leher peraknya. Lalu ia melompat bersama Pemimpin Tertinggi keatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu membenciku?” Komandan Knight hanya bisa menggeleng. “Apakah kamu tak membenciku yang telah membuatmu hidup abadi dan menghapus ingatanmu berulang kali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat, Bercouli menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun memang benar dan cukup bosan, yah, hidup yang aku jalani cukup menyenangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sungguh?.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpaling pada jawaban Administrator, Bercouli menarik tali kekang Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga membentangkan sayap transparan miliknya, lalu perlahan terbang menuju langit luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah langit berbintang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tanah kering sekitar reruntuhan «Gerbang Besar Timur». Di sebelah timur dan barat reruntuhan, sepuluh ribu pasukan Tanah Kegelapan yang tertinggal dan empat ribu Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia telah membentuk formasi, bersiap untuk saling serang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Kaisar Vektor telah menghilang tanpa jejak, pasukan Tanah Kegelapan tak bisa bergerak bebas. Pasukan Penjaga juga kebingungan sehingga mereka juga tak bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didekat reruntuhan gerbang hanya terdengar suara angin, ada sosok knight wanita. Dia adalah Integrity Knight yang tinggal untuk memimpin Pasukan utama, Fanatio Synthesis Two. Ia telah memerintahkan Penjaga dan regu Ascetics untuk beristirahat akan pertempuran yang akan terjadi, tetapi dirinya sendiri tak bisa tidur di tenda. Sehingga ia berjalan sendiri di reruntuhan Gerbang Besar Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit malam telah lama berlalu. Solus telah tenggelam di langit merah Tanah Kegelapan dan langit biru Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari satu setengah hari berlalu sejak pasukan pengecoh Kerajaan Manusia berangkat menuju bagian selatan Tanah Kegelapan. Meskipun ia tahu mengenai misi mereka tak akan mudah, ia harus menunggu disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika Fanatio menutup matanya, ingin berdoa pada ketiga dewi agar mereka bisa kembali dengan selamat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya terbuka mendadak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa pria yang ia cintai sedang berbicara di telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Maaf, Fanatio. Tampaknya kita tak akan bisa bertemu lagi. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku menyerahkan sisanya padamu. Biarkan anak itu hidup bahagia …&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum lama ini, Fanatio telah mendengar perkataan yang sama. Itu adalah perkataan ketika Komandan Knight Bercouli hendak bernagkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpakaian armor silver, tangan Fanatio menyentuh perutnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyawa baru yang ada di tubuhnya adalah sesuatu yang terjadi tiga bulan lalu. Bercouli, yang mana telah pergi selama lebih dari seratus tahun tanpa menyentuh Fanatio, ia mungkin telah memprediksinya ketika ia melanggar taboo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memprediksi kematiannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan jika Life milik Komandan Knight Bercouli telah menghilang di kejauhan sana, Fanatio perlahan tertunduk dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa menahan, ia terisak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan mengapa Bercouli selalu menjauh dari Fanatio maupun perempuan lain, ia pernah mendengarnya dahulu kala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria dan wanita di Kerajaan Manusia hanya bisa menikah dibawah pengawasan pendeta Gereja Axiom, dan hanya bisa membuat seorang anak melalui sebuah kontrak. Namun seorang Integrity Knights berperan juga sebagai seorang pendeta dan tak memerlukan pesta pernikahan. Mereka hanya harus bersumpah saling mencintai, berbagi ranjang, dan bisa memiliki seorang keturunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun anak ini akan menua dan tewas ketimbang orang tuanya karena Life mereka telah dibekukan. Bahkan, mengijinkan anak ini mengalami hal yang sama bahkan lebih kejam dari tindakan Pemimpin tertinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, karena Pemimpin Tertinggi telah meninggal, Bercouli akhirnya menerima perasaan Fanatio. Maka, ia memutuskan untuk melindungi anak ini dan membuatnya terus hidup sampai ajal menjemput.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Beristirahatlah dengan tenang, Bercouli. Aku akan membesarkan anak ini. Aku akan membuatnya menjadi seorang pria yang kuat seperti dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghentikan isak tangisnya, Fanatio membuat keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tetapi sekarang ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sekarang ini, biarkan aku menangis. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjatuh ke tanah, Fanatio menggenggam butiran pasir bekas jejak kaku Komandan Knight Bercouli, lalu menangis tanpa menahan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun aku tak memiliki masalah dengan kalian …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengacungkan katana merahnya pada pasukan crimson, pedang miliknya bergetar di penjuru reruntuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan membalas kalian karena telah melukai temanku. Aku akan membalas tiga kali lipat … Tidak, aku akan membalas ribuan kali lipat sialan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah berteriak, ia melaju ke arah musuh. Asuna begitu kebingungan hingga ia melupakan rasa sakit yang ada di perutnya. Tiba – tiba, garis kode lain muncul disebelah Klein, membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosoknya begitu besar, seorang pria berkulit coklat dan menggenggam kapak besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Agil-san!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika “si penjual”, yang pernah menyediakan persediaan pertempuran bagi pemain atas SAO, menoleh pada Asuna, ia mengacungkan jempolnya ke atas udara sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, ia berbalik dan mengejar Klein yang telah berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang ketiga dan keempat muncul dihadapan Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis berambut pendek, mengenakan pakaian merah kecoklatan serta pelindung dada berwarna perak, ia juga menggunakan palu perak yang menggantung di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, seorang gadis kecil yang mengenakan pakaian dan tunik biru laut, rambutnya diikat twin tail.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Liz!! Silica-chan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua mata Asuna terisi air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan meninggalkan tubuhnya. Sambil tetap di posisi semula, Asuna membuka kedua tangannya pada temannya yang ia sayangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian… Kalian telah datang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu dong kami datang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beneran”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjawab pada saat yang sama, Lisbeth dan Silica menggenggam tangan kanan dan kiri milik Asuna lalu memeluknya. Ekspresi keduanya juga menjadi terharu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Selalu memaksakan diri … kau berdarah tahu … kau terlalu sok kuat, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serahkan sisanya pada kami, yang lainnya juga datang lho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan pelukan dari Lisbeth dan Silica, Asuna merasakan jika rasa sakit pada luka – lukanya berubah menjadi rasa hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih… Terima kasih …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi cucuran air mata, Asuna melihat hujan garis digital yang memasuki pertempuran ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 178.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang muncul disana adalah ribuan swordsmen yang memakai armor yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musuh yang berarmor merah adalah musuh kita!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan, serang! Pukul mundur musuh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para Penjaga, mundurlah sementara dan sembuhkan luka kalian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendarat, mereka mulai berteriak dalam bahasa Underworld, bukan, bahasa Jepang — mereka mengangkat pedang, kapak, dan tombak lalu mulai melaju ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilai dari kemampuan bertarung individu dan mengerti cara bekerja sama, mereka kemungkinan adalah para pemain veteran VRMMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Jadi seperti itu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna akhirnya menyadari situasi yang muncul dihadapan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Karena pemain Amerika muncul di medan peperangan ini, ratio akselerasi Underworld mungkin telah diubah oleh penyerang menjadi 1:1. Dengan kata lain, sangat memungkinkan untuk Dive menggunakan AmuSpheres dari Jepang. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi menilai dari equipment serta senjata, tampaknya mereka tidak menggunakan akun default Penjaga. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu berarti— mereka mengkonvert akunnya. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak salah lagi jika mereka mengubah karakter mereka — karakter yang telah lama mereka latih — ke dalam Underworld. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tampaknya mereka tidak tahu apakah mereka bisa kembali ke dunia VRMMO asal mereka. Alasannya adalah— kondisi Underworld itu sendiri, mungkin saja karakter mereka akan hancur ketika mereka tewas, namun mereka …!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semuanya… Maaf… Aku minta maaf …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara separo menangis, Asuna meminta maaf pada kedua temannya dan kepada para swordsmen yang telah maju ke garis depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu ngomong apa sih, Asuna?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Lisbeth terisi oleh ketetapan hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alasan kamu berhasil sukses di SAO dan ALO adalah karena kami yakin jika kami suatu hari akan menyelamatkan dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah… benar… terima kasih semuanya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbisik berterima kasih, Asuna mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ada satu hal yang mengganjal. Bagaimana Liz dan lainnya yang ada di sunia nyata tahu mengenai kondisi Underworld dan mencari bala bantuan? Tak mungkin Kikuoka dan Higa, karena mereka berdua berada di ruang sub kontrol Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei Liz, Silica-chan. Siapa orang yang membawa kalian kesini …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan Asuna, mereka berdua saling pandang dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, Asuna, bukankah sudah jelas?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja Yui-chan! Ia telah berusaha sangat keras menjelaskan kondisi Underworld dan penduduknya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mendengar kata – kata tersebut, hatinya bergetar dan air mata semakin menuruni pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yui. Terlahir sebagai Top-Down AI dalam SAO, putri Asuna dan Kirito. Ya… pastilah Yui yang memberi tahu mereka. Ia menyadari rencana musuh yang tak bisa diprediksi oleh Asuna, Kikuoka, dan yang lain, ia pasti mengambil tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Terima kasih, Yui-chan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil bersyukur, lengan kirinya yang terluka telah sembuh dan luka di seluruh tubuhnya langsung hilang begitu ia berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, suara lemah terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um… Asuna-sama? Orang – orang ini… atau para knight ini adalah …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri berdiri disana dengan pandangan heran. Dibelakangnya para Penjaga juga memiliki ekspresi yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna, setelah menatap Renri, Lisbeth, dan yang lain kemudian tersenyum dan membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teman - temanku. Mereka datang dari Dunia Nyata untuk menolong kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri berkedip beberapa kali, lalu menatap Lisbeth dan Silica—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi lega muncul dari wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jadi begitu… aku sungguh bersyukur. Aku kira semua orang yang datang dari Dunia Nyata adalah orang – orang menyeramkan, tidak seperti Asuna-sama …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, tak mungkin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil tersenyum marah dan teriakan mengintimidasi, Lisbeth menepuk pundak Renri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Lisbeth. Salam kenal, Knight-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Y… Ya. Namaku Renri. Salam kenal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna yang menyaksikan pemandangan ini sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia, selama masih hidup tak akan melupakan pemandangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Momen ketika orang – orang yang terlahir dari dua dunia yang berbeda saling sapa dan menjalin persahabatan. Kisah ini akan berlanjut hingga masa depan nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas dalam, mengubah nada bicaranya dan bertanya pada Lisbeth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Liz, berapa orang yang mengubah akun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, yah, sekitar dua ribuan mungkin. Aku mencoba sebisaku, tetapi… aku masih tak bisa membujuk semua orang …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memuji temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini lebih dari cukup. Tetapi… untuk bisa mengkonvert akun mereka lagi, kita harus mencegah jatuhnya korban sebanyak mungkin. Jangan terlalu memaksa, mundurlah untuk pengobatan. Liz dan Silica-chan, bawalah dua ratus penjaga mundur dan bantu tim pendukung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengganti kekhawatirannya akan pertempuran, Asuna memberikan perintah pada Renri dan Para Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian semua, meskipun cukup sulit, kumohon mundur dulu menuju tim Ascetics dan gunakan Healing Arts. Para swordsmen dari Dunia Nyata tak begitu akrab dengan Sacred Arts, jadi akan sangat membantu jika kalian mengajari mereka cara bacanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me… mengerti, Asuna-sama! Kalian dengar, Para Penjaga! Kita akan mendukung bala bantuan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada teriakan Renri, para Penjaga yang kelelahan akibat bertempur kini merespon secara kompak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lalu apa yang akan kamu lakukan, Asuna-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan Silica, Asuna berkedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja aku akan menyerang garis depan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku sudah tidak merasa kehilangan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melaju kedepan sana, ia menenali beberapa wajah dari ALO — ada Penguasa Sylph Sakuya, Penguasa Cait Sith Alicia, Jendral Salamander Eugene, dan lainnya, mereka berusaha keras memukul mundur musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tak hanya mengubah akun mereka dari ALO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain yang mendukung para swordsmen sambil menembakkan anak panah dengan cepat dan sangat tepat kemungkinan adalah pemain Gun Gale Online, seperti Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, tim – tim yang saling kompak melindungi satu sama lain sambil menyerang musuh, mereka seperti Guild terkuat dari segala macam jenis VRMMO, mereka adalah anggota «Sleeping Knights».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari Asuna, si mage Siune tersenyum padanya. Ketika Asuna melambaikan tangannya, ia menahan air mata yang akan menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bersungguh – sungguh membantu meskipun sadar bisa kehilangan avatar mereka.  Lalu, karena ia sendiri dilindungi oleh sebuah Super Account, ia harus meminimalkan jumlah korban sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berlari ke medan peperangan, memberikan perintah pada pasukan terdekat untuk membentuk formasi oval di depan pintu masuk kuil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tak peduli berapa kuat equipment dan status ke 2,000 pemain ini, masih ada sekitar 10,000 pemain Amerika. Jika menghitung kasar, jumlah korban pasti akan terus bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, masih ada hal lain yang mengganjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit yang tak bisa dihindari dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak seperti pemain Amerika yang telah tewas dan log out ketika merasakan rasa sakit. Siklus para pemain jepang yang mendapat luka, mundur, dan disembuhkan akan membuat mereka sengsara. Dan Asuna telah mengalaminya, rasa sakit yang hampir merenggut semangatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kumohon semuanya. Lakukan yang terbaik. Hingga 10.000 pemain ini musnah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika kita bisa melakukannya, maka kemungkinan para penyerang «Ocean Turtle» akan gagal. Selanjutnya, kita hanya perlu mengurus Kaisar Vektor yang sedang dikejar Komandan Knight Bercouli dan Sinon, lalu menyelamatkan Alice. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat rapiernya ke depan lalu berteriak penuh semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak masalah … kita bisa menang! Jika kita berusaha, kita akan menang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 185.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hirono Takashi, seorang pemain VRMMO asal Jepang bertanya pada dirinya sendiri: &#039;&#039;Mengapa aku datang ke tempat seperti ini?&#039;&#039; Tak ada untungnya kan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan mengapa ia menerima permintaan “terlalu mendadak” dari ALO, membuatnya terbangun pada pukul 5:00 a.m. setelah ditelpon temannya, bukan karena si gadis memohon maupun karena ia bersimpati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, ia percaya pada nyalinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi satu hal yang ingin ia ketahui, &#039;&#039;Dunia VRMMO macam apa yang menggunakan dana negara?&#039;&#039; Hal lain seperti, &#039;&#039;Aku mendapat nilai penerimaan masuk sekolah menengah atas paling buruk, jadi AmuSphere milikku pasti akan segera disita.&#039;&#039; Dan sebagian dirinya— &#039;&#039;Mungkin akan ada ‘suatu’ kenyataan yang tak akan pernah aku temui dalam game yang pernah aku mainkan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Takashi mengubah karakter yang ia latih selama dua tahun dan log in menuju server yang belum pernah ia dengar sebelumnya, apa yang menunggu dihadapannya adalah pria besar memakai armor merah, ia memaki – maki dalam bahasa Inggris sambil mengayunkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melompat ke belakang dan hampir berteriak, tetapi ujung senjata milik musuh menggores armor kaki kirinya, menerobos masuk dan menusuk kulitnys sesaat. Ia tak pernah merasakan rasa sakit seperti itu sejak ia terjatuh dari sepeda dan mematahkan tulang di sekolah dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak ada yang bilang akan menjadi seperti ini—!!&#039;&#039; Takashi berteriak dalam kepalanya ketika mundur semakin ke belakang, entah bagaimana ia berhasil menahan musuh dengan pedang sangat langka miliknya, ia menuju ke samping ke tim pendukung ketika ia merasa agak linglung karena darah mengucur dari kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Cukup sudah. Aku akan log out! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengucapkan hal seperti itu, Takashi kemudian disembuhkan oleh seorang gadis pendeta yang seumuran, ia mengenakan pakaian berwarna biru langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah mengapa, ketika menatapnya, ia memiliki perasaan aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengobatimu secepatnya, tolong tahan sebentar Knight-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis berbicara fasih, lalu menyentuhkan tangannya ke kaki kiri yang terluka ringan — terluka parah menurut pandangan Takashi — lalu ia mulai merapal. Melihatnya bersungguh – sungguh, Takashi berpikir sesaat bahwa ia hanyalah seorang NPC.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ekspresi serius yang tampak dalam mata abu – abu kecoklatan miliknya, sosok imut antara wajah khas negara timur dan barat, dan kehangatan yang datang dari cahaya putih yang muncul dari tangannya, membuat Takashi bingung apakah dia seorang NPC ataukah pemain Jepang, tetapi ia adalah seorang penduduk yang tinggal di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi apakah hal seperti ini benar – benar nyata? Ia berbicara fasih dalam bahasa Jepang, tetapi apakah ia orang Jepang ataukah seorang NPC. Siapa gadis ini sebenarnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari kenyataan ketika ia merasa sakit saat tertusuk, Takashi kini melihat kakinya yang telah sembuh oleh sihir gadis ini: ia tidak berada dalam event sebuah game, tetapi dalam suatu keadaan yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah sudah selesai Knight-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika si gadis mengangkat tangannya dengan sedikit ekspresi bangga, luka kakinya kini benar – benar menghilang seutuhnya, hanya menyisahkan bekas luka kecoklatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te… Terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam lagi pedangnya, Takashi akhirnya mengungkapkan rasa terima kasihnya. &#039;&#039;Oh, apakah aku cocok kalau dipanggil seorang «Knight-sama»?&#039;&#039; ia berpikir, rada geer. Namun wajahnya memerah, dan lidahnya menjadi mati rasa. Ketika ia menyadarinya, ia telah melakukan tindakan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia mengulurkan kedua tangannya dan dengan lembut memeluk tubuh langsing si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ini adalah sebuah dunia VRMMO normal, tindakan Takashi akan disebut sebagai «Tindakan Tak Sopan pada sebuah» dan ia akan mendapat sebuah peringatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun si gadis hanya kaget atas pelukan Takashi, lalu mengambil nafas. Sedetik kemudian, Takashi merasa lengan si gadis dengan agak canggung melingkari tubuhnya dengan sedikit tekanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa, Knight-sama dari atas langit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dekat telinganya, suara yang terdengar cukup pelan namun pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan sister dalam pelatihan seperti ku mampu melakukan tindakan sederhana ini, aku cukup bersyukur dan bangga. Knight-sama, kamu bertempur lebih banyak dan lebih berani. Ingatlah … kamu mengangkat pedangmu untuk melindungi banyak orang, untuk melindungi dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis lalu dengan lembut menyentuhkan telapak tangannya ke punggung Takashi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu dunia nyata ataukah dunia virtual, Takashi belum pernah memeluk seorang gadis sebelumnya. Namun jika ia memiliki seorang pacar di dunia nyata, ia merasa tak akan pernah merasa emosional seperti saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berangan – angan, Takashi menetapkan tujuannya ketika tubuh mereka berpisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um… Bisakah kamu memberitahuku namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Noda merah tampak dalam wajah si sister, lalu ia mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu… Namaku Frenica. Frenica Szeski.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Frenica…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya terdengar agak asing, tetapi cara ia mengucapkannya sungguh fasih. Tak seperti kebiasaanya, Takashi juga menyebutkan namanya sendiri. Bukan nama karakternya, Velios. Tetapi nama aslinya, nama yang selalu tak ia banggakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Namaku Takashi… Hirono Takashi… Um… Bisakah kita bertemu lagi, ketika perang selesai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica mengangkat alisnya sedikit, tersenyum lembut lalu mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, Knight Takashi-sama. Ketika perang selesai dan kedamaian terjadi, kita akan bertemu. Aku akan berdoa pada ketiga Dewi agar kamu bisa selamat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica perlahan menarik tangan kiri Takashi dan membantunya berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica memberi hormat dan berlari menuju korban lain yang terluka. Ketika Takashi melihat punggungnya, ia menyadari sesuatu: jika ia bertingkah dengan bangga— seperti seorang knight dihadapannya, ia harus bisa bertarung dengan berani sampai akhir. Dunia ini bukan lagi sebuah game, tetapi kenyataan lain yang setara dengan dunia nyata dimana Takashi lahir dan tumbuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika ia kehilangan HP, bukan, nyawanya, lalu dipaksa keluar dari dunia ini, ia akan mengangkat dan menebaskan pedangnya hingga saat – saat terakhir. Tak peduli berapa banyak luka yang ia dapat. Ia tak akan bisa bertemu Frenica lagi jika ia gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Takashi berdiri dan berteriak “Baiklahhhhh!”, lalu ia berlari menuju garis depan bukan untuk menjalankan quest, tetapi menjalankan kewajibannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_21&amp;diff=518461</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 17 Bab 21</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_21&amp;diff=518461"/>
		<updated>2017-05-06T19:18:48Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 21 -  Kebangkitan (Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita berhasil … benar kan…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru berucap sambil meregangkan kedua tangannya yang kelelahan bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun mengalami banyak kesulitan, ia telah berhasil mengubah kurang lebih 2.000 akun data yang telah ditransfer dari jaringan The Seed yang ada di jepang menuju Underworld, hanya dalam waktu satu jam. Permukaan keyboard masih memiliki bekas jari tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita akhirnya berhasil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor Koujiro Rinko membalas pelan sambil melemparkan botol air kepada Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menerima botol tersebut, Higa langsung memutar tutupnya dengan tangan kanan dan langsung meneguknya. Cairan yang mengalir ke mulutnya terasa hangat, tetapi cairan ini mengisi perutnya yang kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meneguk setengah botol, Higa menarik nafas dan menggelengkan kepalanya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serius nih… Kejadian ini membuatku agak khawatir …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah diberi tahu oleh dua gadis SMA yang menyebut diri mereka Leafa dan Sinon, yang mendadak menuju cabang Roppongi «RATH» mengatakan jika para penyerang membuat orang – orang dari dunia nyata dive ke dalam Underworld, pikiran Higa kosong selama lima detik penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, jika orang yang mengetahui semua ini adalah si top-down AI yang terhubung ke terminal portable milik Yuuki Asuna, maka ia harus mengakui jika ada celah dalam system miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka lalu mengijinkan kedua gadis ini, yang mana mengaku mengenal Letnan Kolonel Kikuoka, dan dive kedalam Underworld menggunakan Super Accounts yang masih tersisa, setelah menjelaskan semuanya, mereka dive bersama 2.000 orang pemain VRMMO jepang menuju lokasi Asuna saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka gagal mengalahkan 50.000 pasukan pemain Amerika, maka Alice pasti akan jatuh ke tangan musuh. Kenyataannya, Letnan Kolonel Kikuoka serta Kapten Nakanishi yang akhirnya menyadari situasi ini lalu mempertimbangkan untuk mengatur ulang dinding luar «Ocean Turtle» guna menghancurkan antena satelit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, untuk sampai ke dinding luar, mereka harus membuka dinding pengaman yang membagi bagian atas dan bawah selama beberapa menit. Jika para penyerang menyadarinya, kemungkinan mereka kehilangan ruang sub kontrol akan terjadi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, Kikuoka dan Higa telah mempercayakan semuanya pada satu hal: tiga gadis SMA yang dive ke dalam Underworld menggunakan «Tiga Dewi» &amp;lt;ref&amp;gt;Super Account yang ada dalam Underworld&amp;lt;/ref&amp;gt;, dan para pemain VRMMO asal jepang yang dengan senang hati mau membantu peperangan ini, meskipun tahu akan kehilangan akun mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari saat mereka menstabilkan koneksi, lebih dari setengah informasi rahasia mengenai «Project Alicization» telah diketahui publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang perlu  dikhawatirkan saat ini adalah kehilangan Alice, kemudian dikontrol oleh industri militer Amerika, lalu kalah dalam zaman senjata AI yang akan datang jika itu terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berbisik dan hampir tak terdengar, ia merobohkan tubuhnya ke kursi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice bukanlah AI sederhana yang mengontrol UAV&amp;lt;ref&amp;gt;Semacam kendaraan militer&amp;lt;/ref&amp;gt;. Sekarang ini ia adalah seorang manusia yang terlahir di dunia yang berbeda… Kau sudah mengetahuinya kan… Kirigaya-kun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya bergerak dari monitor utama yang menampilkan bagian selatan Underworld menuju layar pojok yang menunjukkan Fluctlight milik Kirigaya Kazuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya terang seperti biasanya, memancar di tengah – tengah dinginnya kehampaan. Kerusakan di pusat Fluctlight … Dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak kuasa melihat jendela tersebut. Higa menggerakkan kursor dan meminimizenya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ketika ia hampir menekan tombol kiri mouse, jemarinya terhenti mendadak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menekan kacamata bundarnya, ia memastikan log aktivitas Fluctlight yang muncul di bawah jendela. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
45 menit sebelumnya, log tersebut hanya berupa garis datar yang tidak bergerak, kini ada sedikit puncak. Ia seketika menggerakkan kursornya lagi dan menggeser log ke sebelah kiri. Ia melihat ada puncak yang lebih tinggi sekitar 10 jam lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh… Um, Rinko-senpai. Bisakah kau kesini dan melihat yang ada di layar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah berhenti memanggilku seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor Koujiro berdiri lalu melihat layar utama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini monitor Fluctlight milik Kirigaya-kun kan? … grafik apa itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia seharusnya telah kehilangan kesadarannya, tetapi selama beberapa detik grafik monitor ini menunjukkan sedikit aktivitas … atau sesuatu seperti itu, tetapi.... itu seharusnya tak mungkin terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bicaramu kurang kumengerti. —Mungkin ia mendapat dorongan dari luar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika seperti itu, circuit yang memberikan stimulus masih tetap stabil. …Nah ayo kita lihat, pada waktu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa mengklik ujung puncak grafik dan keterangan waktu yang muncul. Tetapi bahkan jika ia melakukannya, kita tak akan tahu kapan itu terjadi di dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor Koujiro berbicara dengan nada sedikit cemas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tepat pada waktu itu. Bukankah saat para gadis masuk menggunakan STL? Puncak grafik pertama adalah Asuna-san, dan puncak lainnya adalah Sinon-san dan Leafa-san yang dive dari Roppongi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh, beneran? …Whoa, benar ternyata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa mengambil nafas dalam – dalam, garis – garis puncak yang muncul di monitor pastilah saat gadis – gadis dive kedalam Underworld. Ini saja masih sulit untuk memberikan penjelasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, apa yang sebenarnya terjadi …? Apakah itu reaksi yang wajar jika bertemu orang – orang yang cukup dikenal? Tidak… luka Kirigaya-kun bukanlah sesuatu yang bisa disembuhkan hanya dengan bertemu … pasti ada alasan lain … seperti alasan yang masuk akal …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berdiri dari kursinya dan berkeliling di depan konsol. Mungkin karena sedang mood, ia memandang Kikouka yang duduk agak jauh serta para teknisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Higa tidak terlalu memperhatikan mereka dan lanjut berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diri sendiri… Sosok sendiri… sebuah gambaran yang mencerminkan jiwa orang itu … mem-backup pola quantum seperti itu…? Tidak, tak mungkin … Fluctlight milik Kirito-kun tak pernah di duplikat sebelumnya. Bahkan jika sudah di duplikat, tak mungkin memisahkan jiwa tersebut dan mengkopinya … sebuah pola dinamic quantum yang bisa menghubungkan ke dalam Fluctlightnya…? Dimana… Dimana aku pernah melihatnya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei… Hei, Higa-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah namanya dipanggil beberapa kali, Higa akhirnya menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudmu ketika kamu bilang jika Kirito ‘kehilangan jiwanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm… Yah, itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan tersebut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“«Seseorang yang melihat dan mengetahui»… dengan kata lain, ‘diri sendiri’ yang ada di dalam hati yang paling dalam. Secara filosofi, kita menganggap ia sebagai Subject, bukannya sebagai Object. Dia adalah prosesor utama yang mengatur penerimaan rangsangan melalui indera - indera.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke… Dengan kata lain, kau telah mematerialkan dua hal yang bertolak belakang melalui STL. Yah, tak apa lah. Apa yang ingin aku tanyakan adalah, bisakah kau memisahkan si Subject dan Object dengan mudah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berkedip beberapa kali pada pertanyaan tak terduga ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka dan si teknisi tak berkata – kata. Di ruangan yang hanya ada suara hembusan angin sistem pendingin ini. Suara serak Professor Koujiro memecah kesunyian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Subject, seseorang yang mengenal. Object, seseorang yang dikenal. Kedua kata tersebut hanyalah konsep filosofis yang digunakan untuk menyatakan hubungan. Aku tak menyangka jika kamu menerapkan konsep tersebut dalam sebuah kesadaran yang ditampilkan sebagai Fluctlights. Manusia itu makhluk yang bersosialisasi, bukan sosok penyendiri yang menghindari orang lain … Mereka saling terhubung, seperti sebuah jaringan yang saling meluas. Bukanlah kau juga berpikir seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dirimu… yang ada di… orang lain…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata – kata, Higa menyadari jika konsep ini adalah salah satu dari hal – hal yang pernah ia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana aku dipandang? Bagaimana aku dibandingkan dengan orang lain?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana Koujiro Rinko memandangku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana jika aku dibandingkan dengan Kayaba Akihiko?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Yeah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku bahkan tidak mengenali diriku sendiri. Jika aku menggambarkan diriku sendiri, hasilnya pasti seperti harapanku namun di lain pihak bukanlah aku yang sesungguhnya. Itu karena aku telah menolak diriku sendiri— diriku yang tak berguna, diriku yang tak akan pernah menyaingi Kayaba-senpai dalam hal fisik maupun mental. Jadi begitu, Subject dalam diriku hanyalah sebatas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yeah, mungkin levelku begitu rendah hingga kau mungkin bisa meniru gerak – gerik seorang «Higa Takeru».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke, aku mengakui, Higa berpikir sambil membuka mulutnya, lalu tersenyum—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba pada kesimpulan seperti itu, Higa akhirnya sadar apa yang ingin Koujiro Rinko katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sebuah backup… diri sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berucap, rasa malu muncul di wajah Higa ketika ia mendongak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku paham… ada, ada kok! Data yang mampu mengembalikan Subject milik Kirigaya-kun yang telah hilang! Itu ada di dalam Fluctlight milik orang – orang yang dekat dengannya…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berteriak dan mulai dengan cepat kembali bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, kita membutuhkan sebuah STL untuk mengekstrak data tersebut … Juga, mengekstrak data tersebut dari satu orang akan cukup sulit hingga mendapat data yang lebih lengkap … Kita butuh setidaknya dua, tidak … kita butuh tiga… orang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil nafas dalam – dalam, lalu berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang paling memahami Kirigaya Kazuto hingga hal – hal paling sepele dalam jiwanya. Tak perlu ditanyakan lagi, dia adalah Yuuki Asuna— dan ia kini sedang terhubung dengan STL disamping Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, dalam STL di kantor cabang Roppongi, ada dua gadis lain yang memiliki hubungan erat dengan Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berbalik menuju Letnan Kolonel Kikuoka, dan berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kiku-san. Apakah anak – anak yang dive di Roppongi… memiliki hubungan dengan Kirigaya-kun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ahh, tentu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka mengangguk, memandang dari balik kacamata hitamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sinon-kun adalah partner Kirito ketika berurusan dengan kasus «Death Gun» setengah tahun yang lalu, dan Leafa-kun adalah adik perempuan Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, atmosfir di ruangan ini menjadi sepi. Kata – kata serak Higa memecahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagus! Luar biasa! Kita bisa melakukannya... kita mungkin bisa memperbaiki jiwa Kirito! Ayo mulai memisahkan imej Kirigaya-kun dari Fluctlights ketiga orang itu, lalu, kita akan menghuubungkannya dengan area berlubang … Data tersebut mungkin bisa mengisi lubang di jiwa Kirito dan mengaktifkannya, seharusnya itu bisa mengembalikan Subject yang hilang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didorong oleh semangat dalam dirinya, Higa menepukkan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hawa dingin menyapu semangat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ahh… Tak mungkin… Aaaahh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa, ada apa Higa-kun?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Professor Koujiro berteriak khawatir, Higa berguman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk melakukan … operasi ini... kita harus melakukannya di ruang kontrol utama …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, rasa sepi menutupi ruangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Kikuoka berujar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar … seperti itulah … Jangan kecewa begitu, Higa-kun. Kita telah berhasil melihat jalan cerah untuk menyembuhkan Kirito-kun. Untuk melakukan tindakan tersebut, setelah situasi ini selesai dan kita berhasil mengusir para penyusup dari «Ocean Turtle»…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu sudah sangat telat …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa memotong ucapan Kikuoka, ia memegangi kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika Nagato &amp;lt;ref&amp;gt;Kapal perang milik angkatan laut Jepang&amp;lt;/ref&amp;gt; memulai penyerangan seperti yang diperintahkan, jika terjadi kerusakan besar di lorong utama, daya cadangan akan dimatikan. Mereka mungkin juga akan menghancurkan peralatan di ruang utama. Tentu saja, STL Kirigaya-kun akan dimatikan, dan dia akan log out dari Underworld dan tak akan bangun. Tetapi.... aku khawatir jika Kirigaya-kun tak akan bisa terhubung lagi dengan STL. Dalam kondisinya sekarang ini, ia tak akan bisa melewati tahap pemulihan … Untuk menyembuhkannya, kita tak memiliki pilihan lain selain bergantung pada tiga gadis yang saat ini masih dive di Underworld.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berucap ringan. Ia merasa dirinya dipenuhi rasa yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang akan ia lakukan di situasi ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subject milik Higa pasti akan menjawab seperti ini: Tak ada yang bisa aku lakukan, aku bukan seorang Kayaba-senpai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ini bukanlah dirinya yang sesungguhnya. Itu adalah alasan untuk menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru yang aku kenal, seorang genius yang mendesain STL dan Underworld pasti akan berkata seperti ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku akan pergi, Kiku-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kemana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Komandannya yang mengenakan pakaian Hawaii, Higa mengambil nafas dalam – dalam lalu menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan pergi menerobos ke dalam ruang kontrol utama. Dengar… Di samping sisi buritan lorong utama yang membentang di «Ocean Turtle», ada saluran pipa yang terhubung menuju ruang STL Dua dimana Kirigaya-kun sekarang berada, juga ruang kontrol utama ada di bawah dinding penahan. Seharusnya disana ada colokan kabel. Jika aku memasuki saluran tersebut menggunakan tangga dari ruang STL Dua dan bisa menghubungkan laptopku dengan colokan tersebut, aku mungkin bisa mengoperasikan STL milik Kirigaya-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar ide milik Higa, mata Kikuoka terkejut dibalik kacamata hitamnya untuk sesaat. Tetapi ia langsung menunjukkan ekspresi cemas dan menyanggah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi colokan tersebut ada di balik dinding penahan yang memisahkan kita dan para penyerang. Untuk bisa mengakses colokan itu, kunci dinding penahan yang menyegel saluran pipa harus dilepas sementara. Terlebih lagi, saluran itu bisa juga diakses dari ruang STL Satu yang mana ada di sebelah ruang kontrol utama. Jika musuh menyadari kunci telah dilepas dan menyadari apa yang kita lakukan, mereka mungkin akan menyerang kita dari bawah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka kita harus melawan menggunakan umpan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umpan… katamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Kikuoka menyipit tajam. Higa dengan cepat menggeleng dan menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita tak bisa menggunakan umpan manusia tentu saja. Seketika kita melepas dinding penahan, kita akan bisa dengan cepat turun menggunakan tangga di sisi lain saluran… itulah apa yang akan kita gunakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh begitu … «Ichiemom», huh. Untungnya, dia sedang di simpan di ruang penyimpanan. Bisakan seseorang membawanya ke sini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah perintah Kikuoka, dua orang pegawai yang duduk bersandarkan dinding berdiri dan meninggalkan ruangan ini agak berlari. Di sisi lain, Professor Koujiro berbicara dengan tatapan khawatir:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar … kita menggunakan Ichiemom sebagai umpan, tetapi dia hanya bisa berjalan pelan di tangga, kau tahu kan. Jika ia memancing perhatian musuh, ia tak akan bisa berlari cepat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ichiemom, nama sebenarnya adalah «Electroactive Muscled Operative Machine 1», merupakan sebuah mesin percobaan berbentuk manusia yang digunakan untuk menampung Fluctlight buatan. Menggunakan otot polymer untuk menggerakkan keranggka logamnya, bisa dibilang ia adalah robot humanoid&amp;lt;ref&amp;gt;Robot yang berbentuk manusia&amp;lt;/ref&amp;gt;. Karena ia masih tahap eksperimen, tubuhnya masih kelihatan robot dan kabel ada dimana - mana, juga tidak memiliki kemampuan anti peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Rinko yang diminta oleh Higa untuk menstabilkan kemampuan berjalan Ichiemom tempo hari, telah mengkomplain beberapa kali, ia tampaknya memiliki banyak pikiran mengenai “Operasi Umpan Ichiemom”. Tentu saja, Higa juga agak menyesali strategi ini, tetapi sekaranglah bukan saatnya menahan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sungguh sedih menggunakan Ichiemom, tetapi ia harus melakukan apa yang ia bisa sekarang ini. Tetapi, tampaknya, kau tahu kan, musuh mungkin akan langsung menembakinya hingga meledak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Benar…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika bicara, pintu bergeser terbuka dan troli besar didorong menuju ruangan ini. Ia sedang dalam posisi duduk, kepalanya yang agak bulat memiliki tiga lensa seperti mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Professor Koujiro menatap Ichiemom dengan ekspresi rumit dan berbalik arah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yah, dia memang tampak mencurigakan, dan mungkin musuh akan berpikir jika kita sedang merencanakan sesuatu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah setidaknya si Ichi semoga tak diacuhkan. Saat musuh mengurus Ichiemom, aku akan menyusup melalui saluran kabel dan mengoperasikan mesin STL milik Kirigaya-kun melalui colokan itu. Masalahnya adalah seberapa banyak waktu yang aku miliki …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pernyataan Higa, Kikuoka bertanya sambil meregangkan sandal miliknya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, bagaimana jika kita juga mengumpankan «Niemom»?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya kita tak bisa melakukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun kemampuan fisik Niemom lebih kuat, dia diciptakan secara khusus agar sebuah Fluctlight Buatan bisa mengoperasikannya, dan tak seperti Ichiemom, Niemon tak dilengkapi dengan sistem penyeimbang. Dalam kondisinya saat ini, Niemon pastilah akan jatuh ketika menuruni tangga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan Rinko bergerak menuju arah kanan, jauh dari wajah komandan yang mengangguk - angguk. Ia menatap lantai dengan ekspresi aneh, lalu ia bertanya seolah baru saja bangun dari mimpi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi, Higa-kun, bahkan jika kita berhasil menyelinap melewati dinding, ada kemungkinan kamu bisa terlihat ketika dindingnya terbuka. Bukannya masih lebih baik jika membawa pengawal bersamamu kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, sekarang ini Pasukan Pertahanan masih terlalu berharga buat kemampuan tempur kita. Terlebih lagi, hanya akulah yang cukup kecil yang mampu berjalan melalui saluran itu dengan cepat. Tenang saja kok, aku bisa keluar masuk dengan cepat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia menjawab dengan nada normalnya, jantungnya berdetak semakin kencang ketika ia menyadari kondisi saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia ditemukan oleh musuh dan ditembaki ketika masih dalam saluran, tak akan ada jalan lembali. Seperti peristiwa penembakan sebelumnya di «Ocean Turtle», Higa bukanlah seorang petarung, ia tak bisa menghadapi musuh begitu ia mendengar suara tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku… Tidak, seluruh organisasi «RATH» telah berhutang banyak pada Kirigaya-kun. Higa Takeru memikirkan hal ini dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mereka mengesampingkan menghapus ingatannya, membuat ia dive selama tiga hari, namun setara dengan 10 tahun di Underworld, dan menjadikannya cahaya paling menyilaukan kedalam Fluctlights Buatan. Demi kelahiran sebuah Fluctlight yang mendobrak batasan antar dunia, «Alice», itu semua adalah berkat usaha Kazuto sejak awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelahnya, meskipun masih dalam masa pengobatan, menyambungkannya dalam STL dengan berbagai kondisi hingga menyebabkan Fluctlight miliknya terluka. Ini semua karena ia bertarung sengit dengan organisasi yang mengatur Underworld demi melindungi Alice, lalu menyebabkannya kehilangan banyak teman. Terlebih lagi, selama ada kesempatan untuk mengobatinya, Higa akan mengambil resiko tersebut. Jika ia tidak melakukannya, ia tak akan mampu menanggung rasa bersalah seumur hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru mengepalkan tinjunya, dan mengangguk pada Kikuoka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara keempat bergema di ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Errm… Aku juga, Aku juga akan pergi bersama Ketua Higa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata semuanya tertuju pada salah satu staf tehnisi RATH yang hingga sekarang hanya duduk membelakangi dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tingginya setara dengan Higa, rambut panjangnya ia ikat dibelakang kepala. Berusaha mengumpulkan keberanian sebanyak yang ia dapat, ia melanjutkan perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga cukup kecil… Tetapi, setidaknya aku bisa berguna bagi ketua… Dan juga, aku terbiasa dengan urusan kabel dan colokan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa memandang pria ini, yang suaranya hampir tak terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia cukup tua, mungkin berusia sekitar tiga puluh tahun. Telah berada di Ocean Turtle selama beberapa bulan, kulitnya jadi agak pucat putih. Jika ingatannya tak salah, pria ini keluar dari perusahaan pengembang game untuk bergabunng dengan «RATH».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 207.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun kemampuan bertarungnya tak sepadan dengan Pasukan Pertahanan, memiliki pendamping cukup melegakan. Higa lalu berdiri dari kursinya dan membungkuk berterima kasih kepada anggota staf ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sejujurnya. Aku tak tahu dimana lokasi colokan tersebut. Terima kasih banyak sudah menemani, Yanai-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
Kembali ke Dunia Nyata, Gabriel Miller perlahan membuka kelopak matanya yang tertutup mesin STL #2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibilang kembali, lebih tepat kalau ia dipaksa keluar. Masih dalam posisi tidur di kasur gel, Gabriel mengunyah sisa makanan yang menyangkut di mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin ia bisa kalah dalam pertarungan satu lawan satu di Dunia Virtual? Musuhnya bahkan bukan seorang manusia, dia hanyalah seorang AI.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia bisa kalah melawan Knight tersebut? Gabriel menghabiskan beberapa detik untuk memikirkan alasan dibalik kekalahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan hasrat? Ikatan antar jiwa? Kekuatan cinta yang menghubungkan orang – orang...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Sungguh konyol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulut Gabriel kini tersenyum dingin. Baik itu Dunia Nyata maupun Dunia Virtual, jika kekuatan semacam itu benar – benar ada, maka hanya ada satu kekuatan yang menyemangatinya — kekuatan takdir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, kekalahannya tak bisa dielakkan. Karena memang begitulah terjadinya. Takdir tak ingin Gabriel untuk bertarung menggunakan akun pinjaman seperti Dewa Kegelapan Vektor, tetapi ingin agar ia menggunakan akun asli miliknya. Takdir ingin agar ia dive kembali ke dunia itu sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka ia akan menyelesaikan masalah ini sampai akhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah selesai berpikir, Gabriel keluar dari mesin STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke mesin STL lain, ia terkejut jika Vassago Casals masih dive ke dalam Underworld. ia mengira jika Vassago telah tewas dan ter-log out, tampaknya ia juga menemukan sesuatu yang menarik dari kekalahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Yah, lakukan sesukamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat bahunya, Gabriel membuka pintu menuju Ruang Kontrol Utama. Anggota team lain yang masih menatap monitor akhirnya berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah berjuang, Kapten. Ahh, kau juga dikalahkan ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cuma sementara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel membalas. Critter merubah ekspresinya dan melaporkan sesuatu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, seperti yang kau perintahkan, aku telah memasukkan 50,000 pemain dari berbagai negara bagian di Amerika. Separuhnya telah berhasil dikalahkan, tetapi ya itu, tujuan akhir untuk menghancurkan Pasukan Kerajaan Manusia akan segera tercapai. Untuk tambahan, pihak RATH juga melakukan hal yang sama… aku sudah memastikan adanya koneksi skala besar yang berasal dari jepang menuju medan peperangan. Jumlahnya sekitar 2,000, jadi aku tak menganggap itu sebagai sebuah ancaman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat alisnya, Gabriel melihat ke layar utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peta dunia Underworld bagian selatan muncul. Garis hitam yang membentang ke selatan dari «Gerbang Besar Timur» dan tanda “X”, kemungkinan adalah log pergerakan super account milik Gabriel, Dewa Kegelapan Vektor. Masih ada separuh perjalanan sebelum akhirnya sampai ke console system di ujung dunia bagian selatan, tetapi Alice pasti masih ada di daerah bertanda X yang ada di peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya garis putih juga bergerak ke selatan mengikuti garis hitam. Itu pasti Pasukan Kerajaan Manusia. Mereka berhasil berkumpul dan sedang berhenti saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Kerajaan Manusia hampir dihancurkan oleh Pasukan Crimson yang jumlahnya sangat banyak. Berasumsi jika garis merah adalah pemain VRMMO asal Amerika, maka garis biru terang yang membentang menjadi pelindung antara garis merah dan garis putih adalah 2,000 pemain asal Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah pemain Jepang menggunakan akun default yang tersedia di Kerajaan Manusia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kukira tidak, menurutmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mengambil botol air mineral yang diberikan Critter dan meminumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah para pemain VRMMO asal Jepang mengkonvert akun berharga mereka dan dive kedalam Underworld?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti itu. Gabriel tersenyum dingin lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar setengah bulan yang lalu, Gabriel ikut serta dalam sebuah turnamen PvP&amp;lt;ref&amp;gt;Player versus Player, sistem battle dimana seorang pemain melawan pemain lainnya&amp;lt;/ref&amp;gt; di server Jepang di VRMMO «Gun Gale Online». Jika mereka yang dengan mudahnya ia kalahkan, dive ke dalam Underworld dan mengetahui permasalahan yang sebenarnya, para pemain jepang tak akan mengambil resiko kehilangan karakter mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok wajah terlintas dalam kepalanya, seorang sniper perempuan berambut biru yang tetap bertarung sampai akhir meskipun terdesak, tetapi Gabriel langsung menghilangkan pikiran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baguslah, aku akan dive lagi. Convert akunku agar bisa log in ke Underworld.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil kertas san pulpen yang tergeletak di dekat console, lalu menulis ID dan password miliknya dan menyerahkannya pada Critter. Critter terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa, Kau juga, Kapten?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“‘Juga’, maksudnya…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, Vessago terbangun setelah kalah kan? Dan entah mengapa tampaknya ia terlihat senang, lalu mengconvert akun miliknya dan dive lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Gabriel tertarik pada secarik kertas di sisi tangan Critter. Itu tampaknya akun asli milik Vassago, tiga huruf karakter miliknya membuatnya tertarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh begitu… aku paham.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kek. Sangat jarang Gabriel mengeluarkan suara tawa. Bahkan Critter keheranan mendengarnya, Gabriel menepuk bahunya dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir. Mungkin ia tidak menunjukkannya,tepi ia memiliki… masalahnya sendiri. Yah, sisanya kuserahkan padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel berbalik dan melangkah menuju ke ruang STL, senyum menggantung di ujung bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Vassago Casals sedang tersenyum dibalik tudung hitam avatar miliknya ketika memandang peperangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di atas kepala sebuah patung raksasa yang ada di pintu masuk reruntuhan, ia bisa melihat seluruh pertarungan antara pemain Amerika dan pemain Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, bukan pertarungan. Lebih tepatnya jika disebut pembantaian satu sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah – tengah pintu masuk reruntuhan kuil ini, 2,000 Pemain Jepang membentuk formasi oval dan terus menerus berhasil memukul mundur Pasukan Crimson tanpa kehilangan seorang anggota dari pihak sendiri. Alasan mengapa mereka berhasil melakukannya karena perbedaan equipment dan kerjasama antar pemain, terlebih lagi anggota yang bertugas sebagai pendukung yang ada di bagian belakang mereka. Pemain yang terluka akan dibawa ke belakang dan disembuhkan menggunakan art penyembuh, lalu mereka akan maju lagi dengan semangat yang telah terisi penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka memiliki semangat juang yang sangat tinggi, meskipun luka yang diterima sama sakitnya jika terjadi di dunia nyata. Tetapi jika dinalar, bahwa 2,000 pemain jepang ini mengkonvert karakter mereka dan ikut serta dalam peperangan ini sunggu sebuah keajaiban tersendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi seperti ini mungkin akan dicap tak mungkin oleh Gabriel Miller sendiri—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, kondisi ini telah diprediksi oleh Vassago Casals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika menghubungkan server Amerika mungkin, maka pihak Jepang juga akan melakukan hal yang sama guna membantu Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia. Terlebih lagi, Vassago juga telah memprediksi jika mereka akan mengkonvert akun pribadi miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara para pemain Jepang yang bertarung dengan serius ini, selain «The Flash» Asuna, ada beberapa wajah yang ia kenal. Hal ini membuat jantungnya berdetak hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, permainan kematian yang selalu ia dambakan kini muncul dihadapannya dengan peraturan yang sedikit berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, bahkan jika mereka mati di dunia ini, nyawa si pemain tak akan menghiang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di Underworld, ada hal yang tak muncul di dalam kastil melayang Aincrad, dan di kastil melayang tersebut muncul hal yang tak ada di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada rasa «sakit»&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tidak ada «Kode Anti Kriminal».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, hal ini membuatnya kegirangan, mungkin lebih mengasyikan ketimbang merenggut nyawa orang dengan tangannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kek, kekek, kekkekkek.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago tak bisa menyembunyikan tawanya dari balik tudung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku tidak berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon memandang ke seorang knight yang penuh dengan luka, dan seorang knight perempuan berambut emas yang sedang menangis tersedu – sedu sambil memeluknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua ekor naga raksasa di samping knight tersebut juga menundukkan kepalanya, seolah menunjukkan rasa kehilangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guna mengejar «Putri Cahaya» Alice, yang telah ditangkap oleh Dewa Kegelapan Vektor, serta Komandan Knight Bercouli, Sinon telah terbang melesat sekuat tenaga. Ia telah menggunakan kemampuan terbang terbaiknya yang telah ia latih terus menerus di ALO, ia lalu terbang ke selatan dengan kecepatan penuh, tetapi pertarungan telah selesai begitu ia sampai di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak — Apa yang perlu diakui adalah kekuatan milik Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ia telah berhasil menyusul Vektor dan tanpa diduga bisa mengalahkan sebuah Super Account yang mana sangat kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sungguh tak adil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kematian Komandan Knight Bercouli berarti musnahnya jiwa miliknya. Sedangkan kematian Dewa Kegelapan Vektor, hanyalah kematian palsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon sadar ia harus meyakinkan Alice bahwa bahaya masih belum selesai, tetapi ia tak bisa menemukan kata – kata yang tepat untuk dikatakan padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa menit berlalu dalam keheningan, orang yang berkata pertama adalah Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan pipinya yang masih basah oleh air mata, kecantikan Alice membuat Sinon takjub. Alice memandang mata milik Sinon. Bibir merah cerinya bergerak, suara yang keluar bagaikan sebuah lonceng:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau… dari Dunia Nyata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengangguk, dan berbicara agak canggung. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Sinon. Teman Asuna dan Kirito. Aku datang untuk menyelamatkanmu dan Bercouli-san dari Dewa Kegelapan Vektor … maaf, aku terlambat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon meminta maaf lalu menundukkan kepalanya pada Alice. Alice, akan tetapi menggelengkan kepalanya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… Ini kesalahanku. Aku lengah dan tidak mengawasi bagian belakangku sehingga aku berhasil ditangkap; ini kesalahanku. Nyawaku tidak sebanding dengan Ojii-sama… sang Komandan Integrity Knight?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa menyalahkan diri sendiri tercampur dalam suara Alice. Berusaha menahan air matanya, Alice mengajukan pertanyaan lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kondisi peperangan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Asuna dan Pasukan Kerajaan Manusia berhasil menahan pasukan Dunia Nyata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka aku akan kembali ke arah utara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice melangkahkan kakinya menuju salah satu naga, tapi Sinon berusaha menghentikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak boleh kesana, Alice-san. Kau harus terus ke selatan, ke «Altar Ujung Dunia». Jika kamu menyentuh console… bukan, menyentuh kristal di atas altar tersebut, kau bisa menghubungi Dunia Nyata.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa? Bukankah Kaisar Vektor sudah tewas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidak… tidak seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Sinon menjelaskan situasinya kepada Alice. Bahkan jika manusia Dunia Nyata tewas di Underworld, mereka tidak kehilangan nyawa mereka. Musuh seperti Kaisar Vektor akan mendapatkan tubuh lagi dan kembali menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice tampak sangat marah, seolah emosinya yang sampai sekarang ditahan kini meledak ledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ojii-sama… kehilangan nyawanya guna membunuh musuh, dan musuh tidak tewas?! Ia hanya menghilang untuk sementara dan akan segera kembali seperti tak terjadi apapun … itu maksudmu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice mendekat ke arah Sinon, armor emasnya berkelontangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana mungkin … Bagaimana mungkin hal seabsurd itu terjadi?! Maka… untuk apa Ojii-sama… untuk apa ia mengorbankan nyawanya?! Pertarungan tersebut tak sebanding bagi kedua pihak... terlalu... terlalu palsu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mata menetes dari mata biru milik Alice sekali lagi, Sinon hanya bisa memandangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku tak punya hak berkata - kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku telah tewas berkali – kali dalam pertarungan di GGO dan ALO. Dan seperti Dewa Kegelapan Vector, aku bisa terus hidup jika tewas di dunia ini. Orang sepertiku tak berhak —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Sinon menatap Alice, menarik nafas dalam – dalam lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… Alice-san, apa kamu mau bilang jika rasa sakit milik Kirito juga palsu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Knight emas menahan nafasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito juga berasal dari Dunia Nyata. Jika ia tewas di dunia ini, jiwanya tak akan hilang. Akan tetapi, luka yang ia derita nyata. Rasa sakit yang ia rasakan merusak jiwanya, luka tersebut nyata …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berhenti sejenak lalu setelah tersenyum ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… mencintai Kirito. Sangat mencintainya. Begitu juga Asuna. Ada banyak orang yang menyukainya juga. Mereka  khawatir akan Kirito, mereka semua. Mereka berdoa agar Kirito segera membaik. Dan juga meskipun tidak mengatakannya, mereka juga berpikir, ‘Mengapa Kirito selalu memaksakan diri seperti itu?’”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon maju dan menepuk pundak Alice perlahan, lalu berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito terluka agar bisa menyelamatkanmu, Alice. Itulah alasan ia tetap bertarung. Apa kamu mau bilang jika alasan tersebut juga palsu? Tidak, tidak hanya Kirito, Komandan Knight juga. Agar bisa menyelamatkanmu, ia terluka parah dan mengorbankan nyawanya agar kamu bisa lari dari genggaman musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon tidak langsung mendengar jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice memandang jasad Bercouli yang terbaring di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, tetes air mata membasahi pipi Alice — Lalu Alice memejamkan mata erat –erat seolah memikirkan sesuatu. Ia lalu bertanya dengan suara serak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sinon, Jika… jika aku pergi ke Dunia Nyata melalui «Altar Ujung Dunia», bisakah aku kembali? Bisakah aku kembali agar bisa menemui orang – orang yang kusayangi…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut. Satu – satunya hal yang ia yakini yaitu jika Alice sampai jatuh ke tangan musuh, seluruh Underworld akan hancur dan menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia bisa melindungi dunia ini dan Alice, ia yakin hal tersebut tak akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, Sinon mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah. Selama kamu … dan Underworld aman.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti… Aku akan pergi ke selatan. Aku tak tahu apa yang akan terjadi du «Altar Ujung Dunia»… tetapi jika itu adalah keinginan Ojii-sama dan Kirito…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berlutut ke tanah. Ia menyentuh rambut milik Bercouli, lalu menyentuh bibir dan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berdiri lagi, sebuah aura yang berbeda seolah muncul dari seluruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Amayori, Takiguri. Kumohon bertahanlah sebentar lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata pada kedua naga, Alice berbalik menuju Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… apa yang akan kamu lakukan, Sinon-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kali ini, giliranku untuk melindungimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon tersenyum sedikit dan melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dewa Kegelapan Vektor mungkin akan muncul lagi disini. Aku akan coba mengalahkannya … sekaligus memberimu beberapa waktu agar bisa kabur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice menggigit bibirnya dan menundukkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku serahkan ini padamu. Aku akan segera menuju ke selatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat kedua naga terbang ke arah selatan, Sinon mengambil busur putih yang ada di pundaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelompok yang menyerang «Ocean Turtle» kemungkinan adalah prajurit militer yang disewa pemerintahan Amerika. Salah satu penyerang menggunakan Super Account 04, «Dark God Vector», untuk menyerang Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia nyata, Sinon hanyalah seorang siswi SMA, tak mungkin ia menghadapi orang seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di tempat ini, selama itu pertarungan satu lawan satu di dunia virtual —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli siapapun yang aku lawan, aku harus menang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersumpah pada diri sendiri, Sinon menunggu musuh yang akan dive sekali lagi ke dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menarik pukulan tangan kanannya, suara tulang patah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Guild Petarung Tangan Kosong, Ishkan menatap musuh yang telah berhasil ia bunuh tepat di bagian tengah dadanya, ia menatap tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukulannya mampu menghancurkan besi maupun logam apapun. Namun kini lengan tersebut bagaikan sebuah kulit yang melindungi tulang miliknya, tangan tersebut berlumuran darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kirinya juga mengalami hal yang sama beberapa menit lalu. Sedangkan kakinya penuh luka darah. Ia tak bisa lari, hanya bisa menendang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bertarung seperti seorang petarung sejati, Champion.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara serak milik Dempe membuat Iskahn menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kehilangan kedua lengannya, pria kekar tersebut kini terduduk di tanah setelah bertarung hanya dengan membenturkan kepalanya dan memukul mundur musuh dengan tabrakan tubuhnya, tubuh dan wajahnya penuh luka tebasan pedang. Mata penuh semangat tempur miliknya kini telah kusam, seolah menampakkan jiwa Dempe yang telah kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn mengangkat tinjunya sebagai tanda penghormatan pada jiwa petarung tersebut, lalu menjawab:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, jika kita tewas seperti ini, kita tak akan malu jika ketemu para leluruh di akhirat sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba menyeret kakinya, ia berusaha menemani temannya yang masih terduduk di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pertarungan sengit nan lama, pasukan crimson yang awalnya berjumlah dua puluh lima ribu kini telah berkurang menjadi tiga ribu pasukan saja. Tetapi sebagai gantinya, pasukan miliknya telah tersisa tiga ratus orang Petarung. Terlebih lagi, kondisi mereka semua telah terluka parah. Mereka kini tak bisa berkumpul menjadi formasi tempur, mereka bagaikan menunnggu ajal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi alasan mengapa pasukan musuh belum menghabisi mereka adalah karena —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Integrity Knight dan naganya masih bertarung mati – matian dihadapan mata Iskahn dan Dempe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh dan pikirannya telah ditekan sampai batas maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun begitu, seketika bayangan musuh muncul di hadapannya, Integrity Knight Sheyta Synthesis Twelve masih tetap mengangkat tangan kanannya dan menebaskan Black Lily Sword.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara udara tertebas terdengar jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung pedang tersebut menyentuh armor pundak sang musuh. Seperti sebuah jarum, pedang tersebut terus memotong sampai ke bagian paha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha… AAHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan kemarahan yang muncul dari tenggorokannya seolah mematahkan nama panggilan miliknya «Si Pendiam». Pedang tersebut mengiris musuh dan memotongnya menjadi dua bagian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat si musuh terjatuh, Sheyta menarik senjatanya dengan berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan dibalik rasa lelah miliknya adalah karena jumlah musuh yang hampir tak terbatas, dan juga tebasannya seolah menjadi terasa berat ketika menebas musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Incarnation miliknya seolah menjadi tak berarti. Meskipun senjata dan armor musuh bukanlah tandingan Divine Instrument milik Sheyta, ketika ia menebasnya seolah terasa ada yang menahan. Serangan musuh juga sama. Mereka hanya mengandalkan tenaga dan tebasan tak beraturan sehingga Sheyta kesulitan memprediksi arah serangan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seolah bertarung melawan hantu. Pasukan ini seolah tak ada disini, seperti sebuah bayangan saja karena tak terhitung banyaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertempur dengan mereka juga tak menyenangkan. Sheyta menebas mereka, dan mereka muncul lagi, terus menerus seperti itu tanpa henti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Mengapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tak peduli jika musuhku adalah bayangan maupun sosok tubuh manusia, bahkan sebuah batu, aku merasakan kesenangan jika mereka bisa ditebas. Aku hanyalah sebuah boneka yang hanya mencari kesenangan dalam tebasan …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Black Lily Sword adalah sebuah Divine Instrument yang memiliki Priority tertinggi dalam ujung bilah pedangnya yang sangat tipis. Pedang ini diciptakan dengan tujuan hanya untuk menebas, persis seperti Sheyta. Jika salah satu keduanya kehilangan arti kesenangan untuk menebas, sosok jati dirinya akah menjadi tak berarti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Tertinggi Administrator telah mengubah sebuah bunga lili hitam yang telah diambil oleh Sheyta dari bekas peperangan di Tanah Kegelapan. Ketika ia menyerahkan pedang tersebut padanya, Pemimpin Tertinggi berkata padanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Pedang ini adalah perwujudan luka goresan yang ada di jiwamu. Sebuah kutukan atas nama pembunuhan yang tercipta oleh parameter kepribadian di dalam jiwamu. Tebaslah, tebaslah, dan teruslah menebas. Ketika kamu menapaki jalan berdarah ini sampai akhir, kamu akan menemukan jawaban untuk melepaskan kutukan ini … Mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Sheyta tak mengerti apa maksud perkataan Pemimpin Tertinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya mematuhinya dan terus menebas selama bertahun tahun. Kemudian, akhirnya ia menemukan musuh yang layak. Dia adalah sosok yang sangat keras dan sulit untuk ditebas oleh pedangnya, berbeda dengan musuh – musuhnya selama ini: ia adalah si Petarung Tangan Kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berharap untuk bertarung dengannya sekali lagi. Hanya lewat pertempuran ia akan memahami sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbawa pikiran ini, Sheyta membantu Pasukan Kerajaan Manusia dan tetap disini. Namun tampaknya ia tak bisa bertarung lagi melawan Petarung Berambut Merah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menelan ludah dan menyeka kulitnya yang berkeringat lalu menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihatnya, sedang duduk di atas sebuah batu, si Pemimpin Petarung Tangan Kosong. Tubuhnya penuh luka. Tersirat, rasa kehilangan terpampang di wajahnya ketika ia menatap Sheyta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta merasakan dadanya tersengat sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Rasa sakit apa ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku seharusnya menebas pria tersebut. Aku ingin merasakan pertarungan sebelumnya, menikmati pukulan kerasnya. Itulah yang aku inginkan. Namun mengapa hatiku … rasa sakit apa ini …?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara lemah terdengar dari tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta mengangkat Black Lily Sword, mengamatinya perlahan. Pada bagian tengah pedang hitam yang tampaknya bisa menghisap segala jenis cahaya tersebut terdapat sebuah retakan setipis benang laba - laba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta menarik nafas dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua pertanyaan yang ingin ia jawab kini telah ia temukan. Sheyta akhirnya memahami perkataan Administrator, dan juga mengenai kutukan yang ia miliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Getaran terasa di atas tanah. Ia berbalik lagi dan melihat seorang prajurit menuju kearahnya sambil membawa palu raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta menghindari serangan tersebut dan menusukkan pedang di tangan kanannya ke bagian tengah dada musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai namanya, si Pendiam. Serangan tersebut mendekati musuh, Black Lily Sword menusuk ke jantung musuh dan merenggut nyawanya — kemudian, serangan tersebut perlahan berubah menjadi banyak kelopak bunga yang tersebar ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta perlahan membisikkan sesuatu ke gagang pedang yang telah hancur tersebut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Terima kasih, sudah menemaniku selama ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, ia mencium bau bunga walaupun samar – samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi kanannya, sang naga Yoiyobi yang menjadi temannya menghancurkan musuh dengan sabetan ekornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisik abu – abu si naga telah berwarna merah akibat luka yang cukup banyak, dan cakar sertaa giginya beberapa ada yang patah. Ia tak bisa menyemburkan api lagi dan pergerakannya melambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta memastikan pergerakan musuh berhenti, lalu berjalan mendekati naga tersayangnya dan mengusap lehernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih juga, Yoiyobi. Kamu lelah kan?… Istirahatlah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, Sheyta dan naganya bergerak menuju bukit kecil dimana sisa – sisa Guild Petarung Tangan Kosong berkumpul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih duduk di batu, Pemimpin Petarung Tangan Kosong mengangkat tangannya dan menyambut kedatangan Sheyta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf… Pedangmu jadi hancur …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta menggelengkan kepalanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa. Aku akhirnya mengerti mengapa selama ini aku terus menebas …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta duduk kelelahan, mengangkat kedua tangannya dan menyentuh wajah Iskhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk menemukan hal yang tak boleh aku tebas. Selama ini aku bertarung agar aku bisa melindungi. Itu… kau. Jadi aku tidak memerlukan Black Lily Sword lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, kedua mata Ishkan terbuka lebar dan air mata mengalir. Berlawanan akan hal ini, Sheyta malah kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ishkah menggertakkan giginya dan berkata serak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… sial. Aku juga ingin berkeluarga denganmu juga. Kita akan memiliki anak yang sangat kuat. Lebih kuat dari pada leluhurku, lebih kuat dariku, hingga menjadi Petarung Tangan Kosong terkuat yang pernah ada …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak. Anak itu akan menjadi seorang Knight.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya saling tatap untuk sesaat, lalu tersenyum. Dipandangi oleh Dempe yang berbadan kekar, Sheyta dan Iskahn menjadi malu, lalu duduk berdekatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga ratus Petarung Tangan Kosong, seorang Integrity Knight, dan seekor naga kini duduk menunggu datangnya pasukan crimson yang semakin mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti permainan… atur dan serang, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein berkata seperti itu ketika ia dan Asuna kembali ke posisi belakang. “Benar,”Asunna membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luka keduanya sedang disembuhkan oleh pemain Jepang menggunakan Sacred Arts yang baru saja dipelajari. Ia tak bisa memaksimalkan penggunaan Art seperti para  regu Asthetic dari Underworld, tetapi karena karakter miliknya berlevel tinggi, seharusnya ia bisa menggunakan Art kelas atas untuk penyembuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih telah datang kemari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berterima kasih pada pemain jepang dan Klein yang berdiri di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih juga, Klein. Aku tak tahu harus berkata apa …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Asuna seperti itu, Klien menggosok hidungnya karena malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, jangan perlakukan aku seperti orang asing. Aku berhutang padamu  dan si Kirito lebih banyak… ia juga disini kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein memelankan suaranya. Asuna mengangguk pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Temuilah dia setelah peperangan ini. Jika ia mendengar lelucon burukmu mungkin ia akan segera terbangun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, itu kejam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah senyuman muncul di wajah Klein, tetapi mata miliknya seolah penasaran. Ia juga tahu tentang luka yang dialami Jiwa Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ah, tetapi …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah semuanya selesai, setelah mereka berhasil mengusir musuh dari Underworld dan «Ocean Turtle», jika Sinon, Leafa, Klein, dan semua pemain asli SAO, juga Sakuya, Alicia, dan orang – orang dari ALO… lalu Alice, Tiese, Ronye, Sortiliena, dan semua orang ada di dekat Kirito, maka ia akan bangunkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus tetap bertarung, hingga saat itu datang, ia akan menyambutnya dengan senyuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat lukanya menutup, Asuna berterima kasih lagi dan berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang dikatakan Klein, nasib peperangan ini tak bisa diprediksi. Jumlah pemain Amerika telah berkurang sangat banyak, dan mereka seolah kehilangan semangat bertarungnya karena mereka menyerang tanpa pikir panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi pertempuran di reruntuhan kuil ini hanyalah pertarungan yang terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Poin pentingnya adalah «Putri Cahaya» Alice yang telah ditangkap oleh Kaisar Vektor. Komandan Knight Bercouli serta Sinon masih mengejarnya, mereka harus bisa mengalahkan Vektor dan membawa kembali Alice. Terlebih lagi, ia harus memilih pemain paling elit dari akun konverter dan meminjam kuda dari Pasukan kerajaan Manusia lalu segera menuju selatan secepat mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika berhasil mengejar mereka, bahkan jika musuh menggunakan sebuah Super Account, ia tak akan mungkin bisa mengalahkan pasukan elit dari pemain jepang. Kekuatan mengalir ke dalam diri Asuna. Para swordsmen yang datang kesini menggunakan pedang, perisai, dan armor yang seolah memantulkan sinar, mirip dengan mitologi Einherjar of Norse …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengusap air matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuda Pasukan Persediaan telah ditarik di dekat pintu keluar reruntuhan, dan kemah darurat sementara berada disana. Asuna juga bisa melihat para pemain jepang yang masih disembuhkan oleh regu Asthetic Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… tak apa, semuanya akan baik – baik saja… pasti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perasaan Asuna seolah terbaca oleh Klein yang ada disampingnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu. Baiklah, ayo maju lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangguk dan bergerak lagi ke depan —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi perhatiannya teralihkan oleh sesuatu disana, membuatnya terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apa itu. Sosok hitam… hitam pekat…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Asuna bergerak untuk sesaat, lalu ia melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Patung raksasa yang ada di kedua sisi pintu masuk reruntuhan kuil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di atas patung tersebut adalah sesosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena patung tersebut memantulkan cahaya, sehingga sosok tersebut cukup jelas dilihat dalam langit merah Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ia pemain Amerika? Ataukah seorang pengintai dari Jepang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpaku, Asuna bergerak mendekat dan menyadari jika sosok tersebut mengenakan jubah hitam. Tudungnya menutupi wajah sosok tersebut sehingga tak terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Klein. Orang itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein akan maju ke garis depan tetapi Asuna mencengkram tangan kanannya dan mengacungkan jari kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang yang berdiri disana, apakah kamu pernah melihatnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh…? Whoa, ia menonton seluruh pertempuran dari atas sana. Sialan, siapa dia?… mengenakan tudung kepala. Aku tak bisa melihat wajahnya … tunggu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Klein tiba – tiba terputus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatapnya, wajah Klein menjadi pucat seolah warna dihisap dari seluruh wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ada apa? Kamu mengenalnya? Siapa dia?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… tak mungkin, itu… apa aku… melihat sesosok hantu…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesosok hantu…? Apa maksudmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ka… Karena, tudung hitam itu, bukan, pakaian itu… ciri khas LaughCoff…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika mendengar nama tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna merasa otaknya membeku seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
LaughCof. Dikenal juga dengan nama «Laughing Coffin». Dari lantai tengah sampai akhir permainan kematian SAO, mereka adalah guild merah paling mengerikan yang ada di kastil melayang Aincrad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak pemain PK, termasuk «Red-Eyed XaXa» dan «Johnny Black» ada di dalamnya, dan guild ini memiliki anggota pemain hijau … Akhirnya, setelah pertarungan mematikan dalam sebuah penyergapan oleh pemain – pemain elit, guild tersebut berhasil dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertempuran tersebut, hampir setiap anggota «Laughing Coffin» kalau tidak tewas, maka dijebloskan ke Black Iron Palace, tetapi ada yang berhasil lolos dari pertarungan tersebut. Dia adalah sang ketua, dia tiba – tiba menghilang ketika lokasi guild terbongkar, dan dia juga dengan cara langsung mauupun tak langsunng berhasil membunuh banyak pemain SAO. Namanya adalah — «PoH». Ia biasanya mengenakan pakaian hitam bertudung dan menggunakan pisau besar. Dua tahun setelahnya kini ia turun ke Underworld dan memandang kebawah ke Asuna dan Klein.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………. Tak mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa berguman dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tak nyata, aku sedang melihat sesosok hantu kan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pergi. Pergilah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, seolah menghina harapan Asuna, sosok hitam tersebut melambaikan tangan kanannya perlahan. Tangan tersebut lalu digerakkan ke depan dan belakang, seolah mengejek Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang mengikutinya —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa dideskripsikan sebagai sebuah mimpi buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok baru muncul di samping sosok hitam tersebut. Lalu satu lagi, satu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas patung raksasa sana, pasukan baru perlahan muncul. Di bagian kiri, sepuluh orang muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Berhenti. Berhenti .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memohon. Ia takut tak akan mampu menghadapi kengerian ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Crimson baru terus bermunculan, terus menerus. Seribu, lima ribu, sepuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini pasukan itu berjumlah sekitar tiga puluh ribu, Asuna memperkirakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lima puluh ribu pasukan Amerika dilawan dengan susah payah. Tak mungkin pasukan sebanyak itu bisa dikumpulkan dengan mudah, dan mereka bukanlah pemain Jepang. Jika perekrutan diumumkan di website jepang, Klein dan yang lainnya pasti akan tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaikan hantu. Bagaikan hantu yang dipanggil menggunakan Art.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik ini, Para pemain Jepang yang hampir menghancurkan pemain Amerika di garis depan sana menghentikan pertarungan dan melihat ke atas patung. Medan peperangan kini menjadi sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garble, garble.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunyi gemericing dari pasukan crimson di atas sana terdengar bagaikan deru angin di telinga Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa memahami bahasa apa yang mereka gunakan karena tercampur bunyi gemericing. Ia memfokuskan pendengarannya, dan akhirnya menangkap perkataan yang cukup keras dari lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Bigeobhan ilbon-in.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
— Uli nalaleul jikyeola.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
— Ganchuu renmen.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Bukan bahasa Inggris. Juga bukan bahasa Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Klein menggeram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ini buruk… sangat buruk… Pasukan baru itu bukan dari Jepang maupun Amerika…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna merasa keringat dingin menuruni punggungnya ketika mendengar kata – kata selanjutnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Mereka dari Cina dan Korea.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 236.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
Mungkin karena universitas sedang melaksanakan liburan musim panas, bar VR di daerah Cheongjin-dong, Distrik Jongno di Seoul kini terlihat padat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jo Wol-saeng baru saja selesai mengisi formulir masuk, ia lalu memesan minuman soda di bar. Ia memasuki sebuah ruangan, bersandar ke tempat duduk lalu menarik nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia belum pernah merasa selega ini sebelumnya. Ia sebenarnya sudah mengetahui alasannya. Ia kini sudah berusia 20 tahun, seorang mahasiswa tingkat dua, dan tahun selanjutnya ia akan absen untuk melakukan wajib militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia dibatasi sampai umur 30 tahun untuk melakukannya, jadi ia bisa saja menunda – nunda, tetapi seorang mahasiswa yang belum melakukan wajib militer sebelum kelulusan akan dianggap sebelah mata dalam dunia pekerjaan. Hampir semua teman seangkatannya akan mengikuti wajib militer tahun berikutnya, dan karena orang tuanya juga mendesak terus, ia tak bisa lari lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng meneguk soda miliknya dan merasa lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua hal ini membuatnya resah, apakah ia bisa menjalani latihan keras itu, bagaimana jika ia akan dibuli oleh para prajurit. Tetapi yang paling membuatnya depresi adalah fakta bahwa masa hidupnya selama dua tahun akan dirampas. Yah, meskipun ia tak memikirkan hidupnya di dunia nyata, sedangkan di dunia virtual, disitulah ia pertama kali merasakan hidup setelah diundang oleh teman – teman kuliahnya — dua tahun penuh tak bisa memasuki dunia itu, sangat membuatnya stres.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Jika saya di militer ada hal semacam ini …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berguman ketika mengambil mesin FullDive yang ada di meja — the «AmuSphere». Benda ini milik bar VR, sering dipakai umum. Tapi bagi Wol-saeng, mesin ini lebih bercahaya ketimbang seorang malaikat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga tahu lalu — di 2023, mesin ini dirilis di Jepang lalu dikirim ke luar negeri tahun berikutnya, dan menjadi booming di Korea Selatan, dimana industri game online sedang diminati. Dulu bernama «PC Bars», kafe – kafe internet mulai mengganti nama mereka menjadi «VR Bars», karena memiliki AmuSpheres. Anak - anak muda mulai terpikat oleh VRMMORPG, baik yang dikembangkan Jepang maupun Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Silla Empire», game yang dimainkan Wol-saeng selama satu setengah tahun ini adalah  permainan yang telah dilokalisasikan ke Korea dari developer asal Jepang «Asuka Empire». Game ini bukan hanya ditranslate, bahkan kota, avatar, dan isi quest telah disesuaikan dengan  dinasti Silla Korea. Permainan ini memiliki popularitas tertinggi sejak pertama kali diluncurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, para pemain ingin segera memiliki game yang murni diciptakan oleh Korea sendiri, jadi banyak perusahaan yang mengembangkan VRMMO menggunakan softwere gratis bernama «The Seed Nexus». Akan tetapi, software tersebut juga masih buatan Jepang, jadi tanpa menghubungkan ke «The Seed Nexus» yang berbasis di jepang, siapapun tak bisa memaksimalkan fungsi yang ada. Tetapi VRMMO Jepang membatasi hubungan koneksi ke Korea dan China sehingga keduanya tak bisa menghasilkan permainan yang menyamai kualitas «Silla Empire», hal ini membuat banyak pemain Korea menjadi tak puas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku ingin memainkan semua game Korea sebelum masuk wajib militer, tapi sepertinya hal itu tak mungkin …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng mengeluh, lalu membuang harapannya tersebut. Ia bersandar ke kursi dan mengenakan AmuSphere.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Link Start!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengucapkan suaranya dan menutup mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melewati sinar warna – warni, ia mengisi user ID dan password, lalu ia sampai di Launching Area&amp;lt;ref&amp;gt;Tempat kosong sebelum memasuki dunia VR&amp;lt;/ref&amp;gt; untuk bersiap mengklik icon «Silla Empire».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, ia menyadari ada notifikasi window networking yang melayang di sisi kanan ruang tersebut, lalu menscroolnya ke bawah dengan cepat. Sepertinya ada ribuan orang yang memposting berita yang sama secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Apa – apaan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebingungan, Wol-saeng menekan program di sisi kiri lalu menarik window networking ke hadapannya. Lalu ia mengklik berita, memeprbesarnya dan membacanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm… ‘Korea, America, dan China sedang melakukan pengembangan VRMMO baru dan tes server yang sedang dijalankan… telah di serang oleh pemain Jepang, mereka juga menyerang pemain beta test?! Apa – apaan ini?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, Wol-saeng sadar jika berita macam ini sulit untuk dipercaya. Tetapi lampiran yang ada di bagian akhir berita menunjukkan suatu video; ia mengkliknya tanpa ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah window terbuka, lalu —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penjaga, Serang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan pemain menggelora. Wol-saeng yang juga beberapa kali menonton Anime Jepang sadar jika apa yang ia katakan adalah bahasa Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video tersebut menunjukkan pemain Jepang yang mengenakan armor silver sedang menyerang pemain berarmor crimson, membunuhnya satu persatu. Darah terus menerus muncul ketika pedang mereka diayunkan, pemain Amerika mengutuk tindakan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menduga karena tak ada hukum yang mengatur tempat tersebut, kejadian ini pastilah terjadi  di tes server. Seperti yang dikatakan berita tersebut, pemain jepang sedang membantai pemain Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika video 30 detik itu berakhir, Wol-saeng merasa bimbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah «server attack» biasanya diartikan sebagai tindakan menghancurkan suatu website, tetapi dive kedalam dunia VR dan menyerang para pemainnya … ini pertama kalinya Wol mendengar berita semacam ini. Jika isi video itu benar – benar nyata, itu berarti kejadian ini masih berlangsung, tetapi sesuatu mengganggunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang… di video itu, para pemain jepang memiliki equipment dan kemampuan yang melebihi pemain Amerika, mereka sedang menghajar para pemain Amerika. Akan tetapi ia merasa pihak yang sedang diserang bukanlah Amerika, melainkan pihak Jepang. Menyerang sebuah server adalah lelucon biasa, tetapi… orang – orang ini seolah sedang mempertaruhkan nyawa …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, bunyi ding-dong terdengar, membuat Wol-saeng menolehkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah teman satu guild «Silla» yang sedang mengiriminya permintaan pesan suara. Ia menekan tombol “Accept” kemudian sebuah window muncul dan berteriak pada karakter milik Wol-saeng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, Moonphase, kau sudah lihat kan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh… ya, aku baru saja …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu apa yang kau tunggu? Cepat download client-nya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“C… Client?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia kembali melihat ke window networking dan menggeser kesamping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertulis disana — Guna menolong para pemain dari serangan pihak Jepang, kami sedang merekrut relawan dari seluruh pemain VRMMO Korea. Jika kamu berminat, silahkan download software ini dan menginstalnya ke AmuSpheres milikmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ini?… Hwan-ung, kau pikir ini nyata?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, bukankah sudah jelas di video itu?! Selagi kita bicara teman – teman kita sedang di serang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang… Tetapi, video itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng ingin mengutarakan pendapatnya, tetapi ia didahului.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, instal saja dan cepatlah! Myung-hoon dan Helix sudah dive, jadi aku akan menunggumu disana!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panggilan itu berakhir, dan kesunyian muncul diruangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Wol-saeng masih memiliki banyak keraguan, hampir seluruh anggota guildnya telah ikut serta, ia tak tahu apa jadinya jika ia tak ikiut serta. Ia mungkin akan menemukan petunjuk tentang apa yang terjadi disana — terlebih lagi, gangguan semacam ini pastilah sebuah event menarik bagi pembukaan suatu game baru. Jika ia tak ikut serta, ia mungkin tak akan mendapat keuntungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuat keputusan, Wol-saeng menekan tombol “Download” dan menginstalnya ke AmuSphere, lalu muncul icon baru untuk dijalankan. Setelah menekan icon crimson, sebuah kata berwarna hitam pekat yang bertuliskan “BANTU KAMI” muncul, Wol-saeng merasa kesadarannya telah dihisap ke suatu dimensi yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan setelah mentransfer koneksi yang jumlahnya sangat banyak dari Cina dan Korea ke dalam Underworld, Critter masih merasa ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah mengikuti perintah Vassago Casals untuk memberikan client koneksi ke dua negara yang ada di dekat Jepang, ia merasa ada hal yang mencurigakan disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— ‘Bukankah Jepang dan Korea hampir mirip?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang Amerika tidak tahu jika Jepang dan Korea adalah negara yang berbeda, dan ada juga yang menganggap jika Korea dan Jepang adalah bagian dari negara Cina. Meskipun Critter tidak terlalu memusingkannya, ia menganggap jika ketiga negara ini adalah negara yang rukun. Bukankah ketiga negara ini cukup rukun, seperti EU?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Critter tak bisa menemukan hal mencurigakan pada rencana Vassago.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ia tak memiliki waktu untuk membuat situs palsu, maka ia menggunakan sosial media untuk menyebarkan berita ini. Berita pertama : “Orang – orang Jepang  sedang menyerang server VRMMO yang sedang dikembangkan Amerika, Cina, dan Korea!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berita kedua memberikan penjelasan: “Pemain Jepang ingin memonopoli The Seed Nexus jadi mereka menyerang server dan mulai menciptakan karakter – karakter kuat. Mereka menyerang pemain test Amerika, Cina, dan Korea. Karena server tersebut masih belum dilengkapi dengan pain absorption dan kode anti kriminal, teman – teman kami masih dibantai dengan rasa sakit yang nyata.” Critter lalu melampirkan sebuah video yang ia ambil dari dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Video tersebut adalah rekaman Pasukan Kerajaan Manusia yang sedang menyerang pemain Amerika, tetapi penduduk Underworld berbicara dengan bahasa Jepang. Tempaknya video tersebut memiliki dampak yang cukup besar, jumlah berita yang disebarkan meningkat drastis, dan jumlah client yang didownload pemain Korea dan Cina telah melebihi client yang didownload Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersandar kembali, Critter berfikir sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Mengapa rasanya pemain Jepang tidak akur dengan pemain Cina dan Korea ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Oh, malah semakin memburuk. Mereka saling serang satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago Casals yang telah kembali ke Underworld menggunakan karakter «Laughing Coffin» miliknya, «PoH» mulai menyeringai lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat tangan kanannya tinggi – tinggi, dan berteriak pada pemain crimson yang ada dibelakangnya menggunakan bahasa Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Pergilah, lindungi teman – teman kita!! Tebas dan tusuk mereka semua seperti yang mereka lakukan pada teman kita!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika pasukan yang berjumlah 50.000 ini mendengar kata – kata tersebut, mereka langsung maju kedepan. Bagi mereka, pasukan Amerika yang sedang dibunuh oleh pemain Jepang kini sudah mereka anggap sebagai teman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba tidak tertawa, Vassago mengayunkan tangannya kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti suara deru badai, pasukan crimson yang baru saja muncul mulai melakukan penyerangan pada pemain Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ayo, saling bunuhlah. Menarilah sampai kalian mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dia datang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berguman pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat garis – garis kode hitam berjatuhan dari langit merah, seperti gumpalan benang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, ia ingin menggunakan skill «Annihilate Ray» dengan kapasitas maksimumnya ketika musuh muncul di depan mata. Karenanya musuh tak mungkin menghindar atau bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sekarang ini ia perlu mengulur waktu. Jika musuh mampu membuat akun – akun berlevel atas, maka membunuhnya akan jadi sia - sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, ia harus mampu menarik perhatian musuh, lalu mengamati reaksinya. Jika musuhnya seolah mempertahankan diri dengan sangat serius, ia bisa memastikan jika musuh menggunakan akun pribadi miliknya. Lalu, ia akan melakukan serangan penuh, sehingga membuatnya tak bisa log in memakai akun yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, dalam sebuah event dimana akun bisa dibuat secara banyak, ia tak bisa membunuhnya. Ia harus berusaha mengulur waktu bagi Alice agar bisa sampai ke «Altar Ujung Dunia».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi Sinon tidak menarik lagi busurnya dan kini hanya menunnggu musuh untuk muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat kode – kode hitam muncul adalah tempat jasad Komandan Knight Bercouli berada beberapa menit lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang jasadnya telah dipindahkan ke atas punggung naga oleh Integrity Knight Alice; ia ingin memberikan pemakaman yang layak baginya di Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shino bertanya padanya: “Dia seseorang yang kau sayang?” Alice tersenyum lembut dan membalas: “Kau juga saingan orang yang kusayang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Syukurlah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, Sinon tak boleh ter-log out dengan mudah. Ia harus menjaga dunia ini, hingga Kirito terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menetapkan tekadnya dan memandang tanah di bawah sana .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis hitam tadi kini menyentuh tanah dan membentuk suatu cairan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warnanya sungguh hitam, seperti lubang neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika garis terakhir berkumpul menjadi satu —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bloop.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah wajah mulai terbentuk. Lalu tangan kanan mulai muncul. Ketika Sinon melihat lima buah jari yang terbentuk, ia merasakan hawa dingin di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba mengalihkan perasaan ini, dan menunggu musuh untuk memadat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tangan kanan, tangan kiri mulai terbentuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala si musuh kini hampir terbentuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apa yang membuat Sinon terkejut adalah fakta jika karakter musuh tidak diedit melalui edit feature; itulah anggapan Sinon, ia tak terlalu tampan. Rambut emas pendeknya tergerai, hidung dan bibirnya tipis, dan dia seperti orang Caucasian, menurutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah karakter ini adalah tubuh asli orang yang menggunakan Super Account Dewa Kegelapan Vektor?… Sinon berpikir keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang itu mengangkat tubuh bagian atasnya, menampakkan mata birunya, akhirnya ia menatap Sinon yang sedang terbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, Sinon merasa ada yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa jika pernah melihatnya entah dimana. Mata itu adalah mata yang merefleksikan apapun, namun tampak seolah menelan segalanya di saat yang sama; sepasang mata yang tak memiliki emosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata tersebut melebar ketika melihat Sinon. Lalu sebuah senyum muncul di wajah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya. Aku pernah melihatnya. Aku pernah melihat mata … dan wajah itu. Terjadi belum lama ini, dimana —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Sinon menatapnya, splat, seketika ia meloncat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Posisi menyerangnya cukup aneh. Ia juga telah mengkonvert equipment miliknya; ia tak mengenakan armor metal. Seragam bagian atas dan bawah disambungkan dengan sebuah sabuk, dan kakinya memakai sepatu boot, hampir mirip seperti seorang prajurit di dunia nyata. Senjata miliknya adalah sebuah pedang panjang di pinggang kiri dan sebuah busur di tangan pinggang kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika tubuhnya hampir utuh memadat, gumpalan cairan hitam tidak menghilang. Namun tetap memadat sendiri seperti seekor binatang. Bukan, memang sebuah binatang, cairan itu berubah menjadi sebuah sayap tipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan seperti sayap burung, maupun sayap naga, lebih seperti sayap kelelawar. Dibagian ujung sayap tersebut terdapat empat mata dan sebuah ekor panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika si pria mendekati binatang tersebut, makhluk bersayap ini membentangkan sayapnya dan menuju ke ketinggian dimana Sinon berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makhluk itu hanya berjarak 30 meter dari Sinon, dan si pria masih tersenyum padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah mengapa, musuh mengangkat tangannya yang tak bersenjata dan merentangkannya ke bagian depan. Sinon menjadi waspada, berpikir jika ia akan memulai incantation. Tetapi tak ada yang terjadi. Si pria lalu melingkarkan tangannya seolah hendak mencekik leher Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika itu juga, Sinon akhirnya mengingat. Suara serak keluar dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Subtilizer……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu dia. Seorang pemain Amerika yang berhasil membunuhnya ketika final PvP Turnamen di Gun Gale Online — «Fourth Bullet of Bullets», yang diselenggarakan dua minggu sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mengapa ia ada disini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lupa akan busur yang ia genggam, Sinon masih terkejut, matanya semakin melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibagian tengah Ocean Turtle yang berbentuk seperti piramid, disokong oleh poros tebal yang terbuat dari bahan titanium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian bawah poros berbentuk lingkaran setinggi seratus meter ini terdapat sebuah mesin yang dilindungi oleh berbagai lapis dinding pelindung — Reaktor Bertekanan Air. Diatas reaktor ini terdapat Ruang Kontrol Utama, dan Ruang STL 01.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Underworld, lebih tepatnya fokus penelitian Project Alicization — Light Cube Cluster ada di bagian atas ruang kontrol utama. Area tersebut berada di bagian poros bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas Light Cube Cluster adalah lantai yang memisahkan poros atas dan poros bawah. Area diatas dinding yang ada di poros atas ada: berbagai macam peralatan pendingin, dan Ruang Sub Kontrol dimana pekerja RATH sedang bersembunyi saat ini, juga ada ruang STL 02 yang sedang digunakan Kirigaya Kazuto dan Yuuki Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada 7 Juli, pukul 9:00 am. Sebuah robot humanoid mulai bergerak atas kemauannya sendiri di ruang peralatan pendingin, menuruni tangga di bagian samping kapal. Dia adalah mesin prototipe yang dikembangkan RATH, «Ichiemom». Meskipun bergerak sendiri, sebenarnya ada tiga orang pasukan JSDF&amp;lt;ref&amp;gt;Japan Self Defense Force, semacam pasukan pertahanan&amp;lt;/ref&amp;gt; yang mengikutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Syukurlah, aku bukanlah seorang claustrophobic&amp;lt;ref&amp;gt;Phobia tempat sempit&amp;lt;/ref&amp;gt;, acrophobic&amp;lt;ref&amp;gt;Phobia tempat tinggi&amp;lt;/ref&amp;gt;, atau nyctophobic&amp;lt;ref&amp;gt;Phobia tempat gelap&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru menguatkan dirinya sendiri, tetapi pada saat yang sama. Ia merasa jika memiliki phobia bukanlah hal yang memalukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena, lorong yang hanya diterangi lampu emergency hanya memiliki panjang 40 meter. Jika tangannya berkeringat maupun salah menempatkan kaki, ia kan langsung terjatuh ke bawah dan menjemput ajal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia mengetahui hal ini sebelumnya. Ia akan meminta Yanai berjalan dahulu. Jika ia berjalan didepan, Higa tak akan terus menerus menatap kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Omong – omong, ia berkata akan melindungiku. Tetapi malah menyuruhku “Berjalan didepan”. Apa - apaan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa memandang beberapa meter di keatas, Yanai masih menuruni tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, setelah melihat jika wajahnya semakin pucat ketika ia menuruni tangga per tangga. Higa tak jadi mengeluh. Keberanian Yanai untuk ikut serta dalam misi ini sudah cukup untuk diberi pujian, dan senjata pistol yang ada di pinggangnya cukup memberi rasa aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Higa kembali menuruni tangga, earphone yang ada di telinga kirinya memancarkan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana, Higa-kun? Baik – baik saja kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ini milik Koujiro Rinko, ia masih mengintip di lubang masuk di atas sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menjawab apa adanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… yah, seperti ini. Sekitar lima menit lagi kita akan bisa sampai ke dinding pemisah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. Ketika kalian siap, aku akan memberikan perintah penyerangan pada tim Ichiemom. Kalian harus membuka sekatnya ketika musuh sudah menyerang Ichiemom.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Roger. Wow, ini seperti Mission Impossible ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohhhh, maka buatlah misi ini menjadi Possible. Aku hanya khawatir mengenai kondisi kesehatan Kirito-kun yang ada di Underworld … Maaf, Yanai-san, tolong awasi anak ini ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat terakhirnya ditujukan kepada Yanai. Setelah Higa mendengar Yanai berkata “Roger”, ia hanya bisa memprotes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— “Anak ini”, huh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggelengkan kepalanya dan menggenggam tangga yang kini semakin berkeringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kebawah, ia bisa melihat sekat dinding pemisah semakin kelihatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter masih menatap layar besar yang kini menampilkan pergerakan pemain Cina dan Korea yang telah dive, namun tiba – tiba bunyi alarm membuatnya terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menyisir console dengan panik, lalu menemukan alarm merah bersinar di sisi kanan monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa… Dinding penahan telah terbuka. Kalian pergilah dan cek lorong itu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia selesai berteriak, anggota tim penyerang yang paling tinggi, Hans, langsung menggenggam senjata dan berlari keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan, kartuku sedang hoki padahal!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Brigg berguman dan melempar kartu ke lantai, lalu ia juga mengejar Hans.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Rath yang tak diuntungkan dalam hal peralatan dan senjata mulai melakukan serangan bunuh diri? Ataukah mereka merencanakan sesuatu …?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter meninggalkan console dan bergerak menuju pintu masuk ruang kontrol. Daya elevator telah dimatikan, jadi ia harus menggunakan tangga jika sesuatu terjadi. Hans dan Brigg juga menyimpulkan hal yang sama; bunyi keras logam terdengar dari  atas sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bunyi langkah kaki kini terhenti, dan berganti teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Woah!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Are you kidding?!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu terdengar bunyi rentetan tembakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bisa mendengar dengan jelas suara ratatatat dari luar lorong ini, suara tembakan senjata api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, di sisi lain dinding. Membran kulit titanium Ichiemon pasti telah berlubang karena peluru tersebut. Akan tetapi, baterai dan kontrol sistem yang mengaturnya ada di bagian belakang. Jadi meskipun kena banyak tembakan, ia masih bisa bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah! Sekarang buka sekat dinding ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui suara Professor Koujiro yang ada di telinganya, Higa melompat lubang palka anti tekanan diantara sekat pemisah dinding. Dengan suara psshh, alat pengatur tekanan air mulai bergoyang, dan pelindung logam mulai terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain dinding, yang berada di bawah sekat ini, juga diterangi lampu orange emergency. Di sisi pertempuran sana juga berwarna sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menelan ludah, mengatur kembali tas punggung yang berisi laptop mini, lalu mendorongnya ke akses panel yang semakin menyempit. Kemudian, ia menuruni anak tangga lain, dan semakin menurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— saat – saat seperti ini, orang yang ada di suatu film pasti akan mulai menjerit – jerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo ayo ayo!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berguman, dan suara bingung Rinko membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, apa yang kamu katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T-Tak ada. …Sekitar sepuluh meter dari colokan kabel maintenance … Ah, Aku melihatnya, ada disana!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak kabel fiber optik tebal menggulung menuju sebuah kotak hitam. Jika ia mencolokkan laptopnya ke colokan maintenance, secara teori ia akan bisa mengontrol Units #3 dan #4 yang ada di Ruang STL 2, dan juga Units #5 dan #6 yang berada sangat jauh di cabang Roppongi sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tunggulah, Kirigaya-kun. Aku akan membangunkanmu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa lupa akan rasa takutnya, dan menuruni tangga ini, sebuah suara terdengar di earphone miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga akan turun ke ruang Sub Kontrol untuk melihat Fluctlight milik Kirito-kun. Semoga berhasil, Higa-kun!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipuji oleh Professor Koujiro — yang ia biasa panggil Koujiro-senpai, seolah membuatnya terkenang masa – masa kuliah dulu, itu membuat Higa tambah semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia kini melihat Yanai, yang juga sedang menuruni tangga. Wajahnya tampak depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menghembuskan nafasnya, lalu melihat kotak hitam yang semakin mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah muncul kembali ke medan pertempuran yang kini porak – poranda akibat pertarungan sebelumnya, si pria berseragam tempur melihat ke selatan dan berguman dengan suara datar:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Alice kabur ya? Tak masalah, aku bisa mengejarnya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia menatap Sinon lagi, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika aku ingat – ingat, kita pernah bertempur di turnamen Gun Gale Online tournament kan. Namamu… «Sinon»? siapa sangka kita bisa bertemu lagi di tempat seperti ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengarkan suara datarnya yang tak menyerupai manusia, si pria adalah Dewa Kegelapan Vektor dan Subtilizer pada saat yang sama, Sinon mencoba menghentikan tangannya yang gemetaran. Tetapi jarinya mati rasa, telapak tangannya berkeringat, dan ia merasa jika ia membuat gerakan tiba – tiba, Bow of Solus mungkin akan ia jatuhkan ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri ke piringan hitam berbentuk monster bersayap, Subtilizer tersenyum lagi dan kembali berbicara dalam bahasa jepang yang cukup lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa yang sebenarnya terjadi? Aku dengar tak ada lagi mesin STL di Jepang … Mungkinkah kamu pegawai RATH? Ataukah, kamu seorang prajurit bayaran yang memang ingin datang ke tempat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cukup kesulitan, Sinon memaksa bibir keringnya untuk bergerak dan berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Subtilizer… Aku ingin bertanya, mengapa kamu ada disini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena aku tak bisa menolaknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subtilizer merentangkan tangannya, seolah tak bisa menjangkau sesuatu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah takdir. Kekuatan jiwa yang bisa membuatmu dan aku bertemu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada bicaranya perlahan berubah. Suaranya semakin dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya… Aku menginginkanmu. Itulah mengapa kita bisa bertemu. Ini akan menjelaskan banyak hal. Siapapun targetnya yang aku hisap melalui STL, baik itu Artificial Fluctlights maupun Jiwa Manusia dari Dunia Nyata … Aku akan bisa memahami jiwamu yang manis itu, aku tak mampu merasakannya di turnamen GGO.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Sinon mendengar perkataannya, kata – kata yang orang ini ucapkan ketika final BoB ke-empat terngiang di kepala Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Your soul will be so sweet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Your soul will be so sweet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Sinon semakin dingin, nafasnya tak terkendali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemari… kemarilah, Sinon. Berikan padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya dingin memancar dari kedua mata Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zzt. Dunia menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara, suara, bahkan cahaya seolah dihisap kedalam mata Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apaa………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seolah ditarik sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tidak. Aku harus menahannya. Aku harus melawannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jiwa Sinon berteriak, seolah sangat lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, armor biru Sinon terhisap ke lengan Subtilizer yang terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari – jari lemah Sinon berusaha menarik tali busur yang mengambang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik kemudian, kesadarannya semakin terselimuti, Sinon merasa tubuhnya semakin lemas ditelan kegelapan Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kirinya memeluk punggung Sinon, sedangkan tangan kanannya menyentuh wajah dan membelai rambut yang ada disamping wajah Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir tipis Subtilizer mendekat ke telinga Sinon, lalu membisikkan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sinon, apa kau tahu arti dibalik nama «Subtilizer»?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bertenaga. Sinon menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nama tersebut mirip dengan nama, «Satori», dalam amerika itu berarti seseorang yang sangat disayang.  Tetapi, kata ini jika diartikan dalam bahasa Inggris berarti «Subtilizer». Kata yang bermakna «seseorang yang membersihkan», «seseorang yang memahat», «seseorang yang memilih»… Dan «seseorang yang mencuri».”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya semakin terang dari kedua mata Subtilizer, cahaya tersebut kini mendekati wajah Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mencurimu. Aku akan mencuri jiwamu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat dimana Jo Wol-saeng mendarat adalah sebuah batu yang telah retak dan ditutupi lumut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukan batu alami, ini buatan manusia. Ia muncul di atas sebuah kuil raksasa. Sekelilingnya adalah pemain Korea yang baru saja log ini, dan jumlah mereka sekitar ribuan... mungkin sepuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tidak ada pilihan karakter, equipment semuanya berbeda – beda, begitu juga senjatanya, tetapi equipment dan senjata tersebut berwarna merah crimson. Wol-saeng melihat kedua tangannya sendiri yang kini juga diselimuti sarung tangan merah crimson, ia lalu menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tak bisa mengetahui pemandangan sekeliling karena tertutupi keramaian, ia masih bisa melihat pertempuran yang sedang terjadi di padang rumput di depan sana. Tetapi pemain Korea yang ada di sekelilingnya tidak bergerak sedikitpun, mungkin karena hasil pertarungan ini sudah bisa dipastikan. Grup yang mengenakan armor warna – warni sepertinya adalah pemain Jepang, mereka tampaknya telah menghabisi pasukan berwarna crimson seperti yang ia kenakan. Mereka telah mengatur pasukan, mereka juga seolah tidak bersenang – senang akan hasil yang mereka capai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tahu. Ada yang aneh. Tetapi ia tak bisa menyimpulkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya, ini bukanlah sebuah event promosi sebuah game seperti yang ia bayangkan sebelumnya. Area ini, hanya ada langit merah dan tanah gersang, terlihat terlalu sederhana, dan tak adanya panduan dan peringatan sebelum ia dive mengindikasikan tidak adanya sebuah event official.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia masih tak percaya pada berita yang ia baca. Terlebih lagi, apa maksud menyerang pemain test server dan membunuh mereka? Meskipun pemain jepang bisa menguasainya, bukan berarti mereka akan menghentikan pengembangan sebuah game.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir separuh pemain Korea yang ada disekitarnya juga berpikiran sama tentang situasi ini. Suara - suara “Apa yang kita lakukan?” “Apa mereka beneran pemain Jepang?” saling bersautan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tetapi, kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kawan - kawan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan berbahasa Korean terdengar dari depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng meninggikan kepalanya, karena ia tertutupi banyak pemain lain, ia tak bisa melihat siapa yang berbicara. Akan tetapi, ia berhasil menangkap sebuah logo merah, [Leader] mengambang di atas seseorang di depan sana. Suara tersebut berasal dari bawah logo itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih telah menjawab panggilan kami! — Sayangnya, semua pemain beta test telah dibunuh oleh pemain jepang, tidak, penjajah jepang! Tetapi mereka akan bersiap – siap bergerak menuju lokasi test lain dan bermaksud melakukan hal yang sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng merasakan amarah yang muncul dari beberapa ribu pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang membuat mereka marah kemungkinan adalah kata “penjajah” &amp;lt;ref&amp;gt;Invaders: 침략 (chimlyag), merupakan kejadian di tahun 1910 dimana Kekaisaran Jepang mencaplok Semenanjung Korea yang masih dikuasai Kerajaan Joseon &amp;lt;/ref&amp;gt;. Rasa bingung dan curiga yang menyelimuti pemain Korea kini menguap, tergantikan oleh rasa marah di seluruh area.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… BIGEOBHAN ILLBONIN!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang berteriak, kemudian satu demi satu teriakan mulai bergema. Setelah cukup mereda, si «Leader» kembali memprovokasi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para pemain Jepang meng-hack server kita, dan menciptakan equipment berlevel tinggi bagi mereka sendiri! Dan kita, hak milik kita telah dirampas, kita hanya bisa menggunakan default equipment, wahai kawan! Tetapi, semangat juang kalian tak akan kalah dengan armor dan pedang manapun!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, teriakan yang semakin keras makin terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ULI NALALEUL JIKYEOLA!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dari samping paling kanan, sebuah teriakan yang bukan bahasa Korea juga terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“GANCHUU RANMEN!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wol-saeng tak memahami maksud kata – kata itu, tetapi ia paham jika itu bahasa Cina. Tempaknya jumlah pemain Cina juga hampir sama dengan pemain Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat suasana makin memanas, Wol-saeng masih merasa ada yang aneh. Tetapi pada saat ini, ia sadar tak ada yang mampu menghentikan amarah para pemain Korea dan Cina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, si «Leader» mengangkat tangan kanan yang terselimuti sarung tangan hitam ke urara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“——— Go!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menerima perintah tersebut, baik pemain Korea dan Cina kini melaju kedepan seperti binatang yang sangat marah, getarannya sangat terasa di tanah yang ia pijak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pa… Pasukan! Pasukan Persediaan! Lariiii—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berteriak sebelum pasukan crimson yang baru saja muncul mulai bergera kdari atas sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Persediaan Kerajaan Manusia sebelumnya masih berkemah di dekat pintu masuk reruntuhan kuil ini. Kuil ini membentang di kedua sisinya. Dengan kata lain, puluhan ribu pasukan crimson langsung melaju ke arah pasukan persediaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tinggalkan barang – barang kalian dan larilah, larilah kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah memerikan perintah itu, sudah terlalu terlambat. Pasukan baru ini telah memasuki medan peperangan, pemain Cina dan Korea langsung melompat dari atas patung dan menuju posisi tengah pasukan persediaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggertakkan giginya dan mengangkat rapier di tangan kanan tinggi – tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memusatkan imajinasinya ke ujung pedang, ia lalu mengayunkannya ke bawah. Terang, berbagai macam sinar muncul dan menghantam patung – patung yang ada di kedua sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun rasa sakit bermunculan di kepala Asuna, ia masih mengkonsentrasikan imaginasinya. Patung – patung batu ini mulai berjatuhan dan tangan patung yang terbuka mulai menjatuhi pasukan yang ada di atap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan crimson yang ada di bagian depan buru – buru mundur namun tak bisa karena didorong dari belakang. Mereka berjatuhan seperti sebuah domino. Mengambil kesempatan ini, delapan kereta kuda, dua ratus pasukan Aschetic, dan pasukan persediaan mulai bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa mengendalikan patung – patung ini selama 30 detik sebelum rasa sakit yang muncul menjadi menyakitkan, ia akhirnya terjatuh. Namun, Pasukan Kerajaan Manusia sudah berhasil kabur menuju bagian utara reruntuhan. Sekitar 500 Penjaga dan 2,000 Pemain Jepang mulai maju dan membentuk formasi bertahan di kedua sisi, bersiap untuk menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena area sekitar reruntuhan tidak datar, mereka hanya bisa bertahan untuk menerima serangan puluhan ribu musuh. Mereka bisa bertahan dari pemain Amerika yang jumlahnya banyak karena adanya dinding yang membatasi garis depan, juga karena adanya Art penyembuh dari bagian belakang. Tetapi sekarang ini mereka telah dikepung oleh 50.000 pasukan Cina dan Korea. Hanya masalah waktu sebelum pasukan ini dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Urgh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam sedikit kekuatan yang masih tersisa, Asuna berusaha bangkit dan menggenggam rapier miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kumohon, sekali lagi.... biarkan aku membuat dinding yang bisa melindungi semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berdoa sambil mengkonsentrasikan pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang terjadi malahan seluruh tubuhnya bagai di hantam listrik, Asuna terjatuh lagi. Sesuatu muncul dari dalam tenggorokannya dan ia muntahkan, itu adalah darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu memaksakan diri, Asuna! Biarkan kami juga membantu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, serahkan saja pada kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agil juga membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika keduanya berdiri dan mengangkat katana dan kapak mereka —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan crimson yang telah pulih dari kejutan mulai turun sekali lagi. Karena mereka 20 meter dari atas tanah, banyak diantara mereka yang tidak berhasil mendarat dan terluka parah, bahkan ada yang tak bisa bergerak, lalu pasukan yang ada di belakang menggunakan teman mereka yang terluka sebagai sebuah trampolin untuk mendarat dengan aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“DOLGYEO —— G!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“TU —— JI!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak pernah mempelajari bahasa Cina atau Korea, tetapi instingnya berkata jika dua teriakan tersebut berarti ‘serang’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan crimson mulai menyerang dari kanan dan kiri, semakin mendekat dan orang yang menghadang mereka pertama adalah Klein dan Agil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Zeiryaaaaaaaaahhhhh!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U…. raaaaaaaaahhhhh!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditemani tekanan udara, Sword Skills berskala luas diluncurkan dari katana dan kapak dua orang ini. Cahaya putih dan kebiruan menghantam musuh dan  puluhan musuh terlempar ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kedua sisi Klein dan Agil, Penguasa ALO, teman – teman mereka, dan anggota Sleeping Knights mulai bertarung sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hantaman – hantaman senjata mulai berdentuman. Sebuah ledakan terjadi. Pedang, kapak, dan tombak saling bercahaya karena mengeluarkan Sword Skill, menebas musuh tanpa jeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan musuh berhenti sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usaha tersebut seperti menahan gelombang bendungan dengan tangan kosong, hal yang sia – sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih terbaring di tanah, Asuna seolah mendengar tawa mencemooh dari atas medan peperangan ini meskipun medan peperangan masih terselimuti teriakan kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengedipkan matanya yang masih berair dan menangkap sosok manusia berpakaian hitam ada di atas reruntuhan kuil, ia seolah menari kegirangan menonton pertarungan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa masih mendengarkan rentetan tembakan yang berasal dari balik sisi dinding sambil masih menuruni tangga secepat yang ia bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, ia sampai didepan kotak hitam yang memantulkan cahaya lampu emergency, ia mencoba membuka menggunakan sidik jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didalamnya ada berbagai macam kabel fiber optik, ini membuat Higa takjub sementara. Namun, Higa menggeser berbagai macam kabel dan akhirnya menemukan colokan maintenance.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menggapainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil nafas dalam – dalam, lalu mengambil sebuah kabel dan laptop dari tas punggungnya. Ia mencolokkan ujung kabel ke colokan dan ujung satunya ke laptop miliknya, lalu ia menjalankan control program STL dengan antusias.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jendela hitam muncul, dan di bagian kiri paling atas mulai berkedip – kedip. Akhirnya, kursor kanan ia gerakkan dan menampilkan status pesan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
STL #3, Connecting…… OK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
STL #4, Connecting…… OK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Status yang pertama muncul adalah dua unit STL yang ada di ruang sub kontrol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalum koneksi satelite dari Ocean Turtle ke unit STL #5 dan #6 di cabang Roppongi juga telah masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Oke!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa berguman. Sekarang ia bisa mengoperasikan empat unit STL yang sedang digunakan Kirigaya Kazuto serta ketiga gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, untuk memblokir koneksi satelit hanya bisa dilakukan dari ruang main kontrol, jadi ia tak bisa menjalankan dua unit lainnya yang ada di Ruang 01. Jika itu mungkin, ia bisa menendang para penyerang yang sedang dive ke Underworld menggunakan mesin STL #1 dan #2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menunda gejolak pikirannya, Higa menggerakkan jari – jarinya dan bersiap untuk menjalankan program ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ayo kita mulai!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia akan mulai, teriakan terdengar dari atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… B… Berhenti!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu suara milik Yanai. Apa maksud perkataannya tadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa menoleh ke atas, kebingungan karena ia melihat sebuah pistol berwarna biru kehitaman sedang ditodongkan ke wajahnya. Yanai menatapnya dengan mata haus darah, ia berteriak lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Singkirkan tanganmu dari laptop! Atau aku akan menembakmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya berkedip beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa akhirnya menyadari situasi sekarang ini dan mulai menebak mengapa Yanai melakukan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Dialah orangnya!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai adalah orang yang membocorkan informasi Project Alicization kepada Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sayangnya, Higa tak bisa melakukan serangan balik. Apa yang bisa ia lakukan adalah bertanya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yanai-san. Mengapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keringat dingin menetes dari dahi Yanai yang pucat. Bibirnya bergetar sesaat, lalu ia mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama… Pertama, kau memihak tokoh yang salah. Aku bukanlah pengkhianat disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apa maksudmu, “pikir dong”? kau ini si pengkhianat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Higa yang terdiam, Yanai melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku hanya menjalankan rencana asliku. Aku akan menyelesaikan misi akhir atasanku … itulah mengapa aku menyusup kedalam RATH..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Misi… misi terakhir atasanmu? Apa yang kau bicarakan?….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa kebingungan. Yanai menyibakkan rambut yang ada di dahinya menggunakan tangan kiri, lalu menjawab dengan tatapan orang gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin kalian mengenalnya sebagai… Sugou-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apaaaa?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dampak rasa kaget tersebut lebih hebat ketimbang ditodong sebuah pistol, matanya melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sugou Nobuyuki. Pria yang bekerja di Labolatorium Shigemura di Touto Technical University. Ia seangkatan dengan Higa, Koujiro Rinko, dan Kayaba Akihiko. Ia sangat ingin bersaing dengan Kayaba si super genius. Tetapi ia tak bisa melampauinya. Mungkin karena hal tersebut, ia menyandera ratusan pemain SAO untuk melakukan percobaan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aksi Kirigaya Kazuto, tindakan Sugou berhasil diungkap ke publik. Setelah ditahan, ia mendapat hukuman dari jaksa dan masih berada di Mahkamah Agung Tokyo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ia masih belum tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa merespon dan Yanai hanya tertawa mengejek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang apa bedanya? Ia akan dipenjara setidaknya sepuluh tahun dan bagi seorang ilmuan, sepuluh tahun itu sama saja kematian. Aku juga hampir ketangkap, tetapi aku berhasil menyalahkan orang lain dan bebas dari hukuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kau … bekerja sama dengan Sugou ketika eksperimen manusia itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kerja sama? Akulah orang yang mengumpulakan data percobaan. Penelitian itu menyenangkan lho... seperti bagian tentakel dan semacamnya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Mengapa Letnan Kolonel Kikuoka tidak mengecek riwayat hidup kriminal semacam ini?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa kembali berpikir, tetapi ia tak bisa menyalahkan hal tersebut pada Kikuoka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan utama mengapa perusahaan RATH diciptakan adalah untuk menciptakan teknologi pertahanan yang kini telah didominasi Amerika. Dengan kata lain, pendirian perusahaan ini mungkin akan membuat zaibatsu &amp;lt;ref&amp;gt;Konglomerat perusahaan bisnis dan industri &amp;lt;/ref&amp;gt;  kehilangan kepercayaan asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, sangat sulit untuk mencari dan menyewa para teknisi. Hampir tak ada yang mau pindah dari perusahaan besar ke tempat kecil ini, mungkin itulah mengapa para petinggi RATH menerima Yanai yang pernah bekerja di perusahaan pengembang teknologi Fulldive, RECT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai tempaknya masih memandang Higa, ia lalu cepat – cepat mengangkat pistolnya lagi. Pengaman pistol tersebut kini ia lepas. Awalnya, Kikouka memasukkan para teknisi ke pelatihan senjata guna jaga – jaga. Ironisnya, kini ia malah ditodong sesama teknisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untungnya, Yanai masih memiliki akal sehat, ia melanjutkan perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Untungnya, nyawa bosku telah tamat. Tetapi koneksinya masih terus berjalan. Jadi, jika aku tidak menggunakannya sebaik mungkin. Semuanya akan menjadi sia – sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Koneksi… Kemana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa merespon. Yanai tampak ragu sesaat, lalu ia tersenyum dan menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dinas Keamanan Nasional Amerika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap… Apa katamu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa kembali terkejut, tetapi dalam dirinya ia sudah menduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aktivitas mereka, termasuk mata – mata dan pengawasan komunikasi antara Jepang oleh Dinas Keamanan Nasional Amerika sudah menjadi rahasia umum. Mereka tak tertarik pada teknologi Fulldive yang dikembangkan Jepang. Sejak mereka memiliki intel pada Project Alicization dari Yanai, rekan Sugou. Pihak NSA lalu menyewa sebuah kapal selam Navy dan berusaha mencuri «A.L.I.C.E.».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai masih mengumbar capaiannya tanpa ada rasa bersalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika para Amerika yang kami sewa bisa mencuri Alice. Aku akan menerima banyak uang dan posisi atas di Amerika. Itulah apa yang ingin dicapai oleh Sugou-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— suatu saat keamanan dunia akan berada dalam cengkeraman bayang – bayang senjata otomatis yang dikembangkan pihak Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa benar – benar tak ingin hal itu terjadi. Ia ingin menggagalkan rencana tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Sadari apa yang sedang terjadi, Rinko-san!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika Higa akan bergerak, Laptop yang ada di tangan kirinya tergelincir dan ia buru – buru menangkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“D-Diam!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, teriakan Yanai memasuki telinga Higa ketika ia menodongkan senjata ke dinding dan menariknya. Kilatan cahaya keemasan terlihat dan dorongan air membuat telinganya berdengung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan api muncul dari dinding ini —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dorongan keras menabrak bahu kanan Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 271.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menatap mata tersebut seperti orang linglung, mata tersebut seolah tak memiliki dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini seperti ketika ia bangun dari mimpi di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus melakukan sesuatu. Tetapi ini seperti melakukan sesuatu dalam mimpi, sedangkan di dunia nyata ia masih linglung. Seperti itu terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari sedingin es menyentuh lehernya. Rasa takut mengisi hatinya, tetapi rasa tersebut lalu menghilang ditelan kehampaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Jangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukanlah ilusi dalam dunia virtual lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fakta tersebut terlintas di kesadarannya seperti alarm. Ia berusaha untuk berkonsentrasi padanya, tetapi cairan hitam lengket itu telah naik sampai ke pinggangnya tanpa ia sadari. Ia tak bisa lari maupun menolaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah pria ini semakin mendekat. Bibir tipisnya menghisap udara. Seolah ikut menghisap emosi, pikiran, dan jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Hentikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Jangan curi itu semua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun itu semua terjadi sangat cepat, kini hanya menyisakan rasa hampa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Henti…… kan………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir si pria semakin mendekati mulut Sinon yang gemetaran —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crack!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah dorongan mengejutkan pikiran Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon membuka matanya lebar – lebar dan melihat percikan api keperakan dari atas pakaiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ini membakar!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, sensasi seperti listrik itu mengejutkan si pria. Sinon memaksakan kesadarannya yang mulai pulih untuk melepaskan pelukannya dan kini bebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menggunakan kemampuan terbang Solus untuk membuat jarak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Urgh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengambil nafas, Sinon menggerakkan tangan kanannya menuju objek yang masih memercikan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda ini masih terikat oleh sebuah rantai tipis. Berbentuk sebuah piringan berdiameter 1.5 cm dengan sebuah lubang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me… mengapa, ini…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Disini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berguman kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sebuah kalung yang selalu dipakai Asada Shino di Dunia Nyata. Bukan sebuah kalung mahal. Rantai kalung ini terbuat dari stainless steel, dan token yang menggantung juga hanyalah sebuah aluminium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, bagi Sinon. Kalung ini memiliki banyak makna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diakhir tahun lalu, Sinon terlibat dalam «Insiden Death Gun».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu teman Sinon adalah anggota grup kriminal tersebut, ia menyerang dirinya dengan jarum suntik berisi racun succinylcholine. Kirigaya Kazuto — Kirito menerjang dan melindunginya, tetapi dadanya malah tersuntik sebuah racun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa terhindar dari racun tersebut karena ia lupa untuk menarik sebuah elektroda ECG yang ada di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah insiden tersebut, Sinon menemukan elektroda tersebut terjatuh di kamarnya. Ia menarik selotip yang menempel dan membuatnya menjadi sebuah kalung tanpa memberitahu Kirito atau Asuna. Ia dive di cabang RATH Roppongi branch, dan pegawai bernama Hiraki bahkan tak bisa melihat kalung tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa kalung kecil ini tak bisa dimaterialisasikan kedalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito pernah berkata di Dicey Cafe: dunia virtual yang diciptakan oleh STL bukan hanya terbuat dari objek poligon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berkata seperti itu — dunia tersebut diciptakan melalui ingatan dan imajinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin begitulah, kalung ini bisa tercipta karena imajinasi milik Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon kini mencium kalung tersebut, dan menyimpannya kembali dibalik bajunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, setelah tersadar penuh, ia menatap makhluk hitam bersayap yang masih terbang di langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subtilizer masih berdiri di atas punggung makhluk itu, masih memandangi tangan kanannya. Sinon bisa melihat ada asap yang muncul dari jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya sadar jika Sinon memandanginya, Subtilizer mendongak dan memunculkan senyum tak puas. Sinon masih memandangnya, lalu ia berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bukanlah dewa, juga bukanlah iblis. Kau hanyalah seorang manusia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, Subtilizer memang sangat kuat. Ia seolah memiliki imajinasi yang sangat gila hingga bisa mempengaruhi kesadaran Sinon… dengan kata lain, Fluctlight miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tetapi jika kita berbicara tentang imajinasi dan konsentrasi, aku tak mungkkin kalah darimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dua hal tersebut adalah kekuatan terbesar seorang Sniper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menggenggam equipment Super Account Solus, busur «Annihilate Ray» dengan kedua tangannya lalu memfokuskan konsentrasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian tengah busur putih ini mulai membentuk sebuah moncong berwarna hitam kebiruan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna ini perlahan menyebar dan membungkus seluruh bagian busur hingga akhirnya membentuk silinder kehitaman yang terbuat dari baja. Gagang, scoop, pelatuk mulai bermunculan pada bentuk baru ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Sinon tidak lagi memegang sebuah busur cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sebuah sniper rifle kaliber .50 yang kokoh, angkuh, namun menawan bernama — «Ultima Ratio Hecate II».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara nyaring, Sinon menarik pelatuk sambil menyeringai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum menyeringai Subtilizer kini menghilang dan tergantikan oleh ekspresi kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 279.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan balik yang terjadi tujuh menit lalu kini telah tiada. Berganti menjadi pola bertahan dari gelombang serangan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lindungi sekuat tenaga…! Tak peduli bagaimana caranya, kita harus melindungi orang – orang Underworld ……!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berteriak sekuat tenaga, sambil menghunuskan rapier miliknya di garis depan tanpa memedulikan rasa sakit yang muncul di otaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia tak bisa mendengar satupun jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disekelilingnya, satu persatu pemain Jepang kini telah dikepung oleh pasukan crimson yang baru saja log in. Mereka ditusuk oleh pedang dan tombak di sekujur tubuh. Teriakan kesakitan, penyesalan, dan kematian terus terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan kepungan ini, serangan tombak beruntun pemain Amerika masih bisa dianggap enteng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah itu karena datangnya bala bantuan musuh atau karena kemarahan yang tak masuk akal mereka, pasukan baru ini hanya bertujuan untuk memusnahkan. Mereka menerjang target lalu menjatuhkannya ke tanah dan menginjak – injak pemain Jepang tanpa peduli. Menghadapi serangan macam ini, taktik kami tak akan mampu mengalahkan jumlah musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua ribu formasi melingkar pasukan jepang kini makin tertembus dihadapan mata Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan rapiernya, Asuna menghunus sembarangan dan berlari menjauhi musuh yang mengejarnya. Ini adalah pertama kalinya Asuna ketakutan sejak pertama kali turun ke Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang, selamatkan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam peperangan ini, salah satu pasukan yang masih bertempur dengan gagah berani adalah Swordsmen Hijau yang dipimpin oleh Sakuya, si Penguasa Sylph Alfheim Online.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ras Sylph mengandalkan serangan yang berfokus pada kecepatan. Strategi semacam ini pernah digunakan melawan ras Salamander yang menyerang menggunakan pasukan bersenjata berat. Pasukan ini bermanuver saling melindungi satu sama lain sehingga tak ada teman mereka yang diseret dan diinjak – injak oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Bagus, kita buat celah pada pertahanan mereka! Rindou Team, Suzuran Team, dorong garis depan ke kanan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakuya berdiri di garis depan, menebaskan katana rampingnya ke segala arah sambil berteriak memberi perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, mereka seharusnya bisa berkumpul dengan tim Salamander yang masih bertarung di sisi kanan mereka, dan meminta mereka agar saling membantu untuk menerobos formasi musuh dengan sekali serang. Selagi pasukan Underworld bisa lari dari reruntuhan ini dan mempersempit medan perang, mungkin kami bisa menurunkan semangat juang musuh seperti yang dilakukan pada pemain Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maju! Siapkan «Synchro Sword Skill»!! Siap, 5, 4, 3…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum Sakuya memberikan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan kesakitan terdengar dari samping kiri medan peperangan yang sedang ia lindungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Jangan menyerah teman – teman. Tinggal sedikit lagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakuya tiba – tiba menahan nafas dan menoleh ke kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan Jepang yang berequip kekuningan tampaknya telah ditelan pasukan crimson. Berada di posisi paling depan, sang pemimpin dilempar menuju tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alicia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakuya berteriak. Seketika itu juga, ia berubah dari seorang pemimpin yang tenang menjadi seorang gadis mahasiswi universitas biasa.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
“Berhentiii —— !!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menjerit dan langsung menuju ke sisi kiri. Ia menebas dan menerbangkan musuh yang menghalangi jalannya dan tanpa peduli sekeliling, ia berlari menuju sahabatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang panjang menusuk dada dan perut Penguasa Cait Sith, Alicia Rue, tetapi saat ia menyadari jika Sakuya menghampirinya. Ia berteriak sambil memuntahkan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan, mundurlah Sakuya-chan!! Atur pasukanmu!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata – kata tersebut, sosok Cait Sith bertubuh kecil kini mulai menghilang dihadapan mata Sakuya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alicia —— !!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakuya berteriak dan kini menerobos menuju musuh yang telah membunuh pasukan Cait Sith. Ia terus menerus mengaktifkan Sword Skills, semakin kedepan semakin banyak darah dan tubuh yang ia tebas. Sedikit lagi ia akan sampai ke temannya yang telah gugur...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Snikt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tusukan, ia menoleh kebawah dan melihat sebuah tombak besar menusuk perut kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit pertama yang ia terima di Underworld menjalar ke seluruh urat nadinya, seolah mengambil semua tenaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia masih bisa mengambil empat langkah ke depan sebelum akhirnya ia roboh ke tanah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, Sakuya seolah ditelan oleh gelombang kebencian. Katana miliknya dirampas dari tangan kanannya, lengan kirinya dipotong menjadi dua, dan tubuhnya ditusuki oleh berbagai macam senjata logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara dua ribu pemain — meskipun jumlahnya semakin berkurang — Jepang yang dive ke Underworld, seseorang yang menyadari situasi saat ini adalah pemimpin ketiga guild «Sleeping Knights», An Si-Eun/Siune.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayahnya adalah warga Korea yang tinggal di Jepang dan ibunya asli orang Jepang, jadi Siune mampu memahami dua bahasa tersebut. Terlebih lagi, dia mendengar teriakan kemarahan yang muncul dari pemain crimson yang baru dive. Jadi ia bisa menebak informasi apa yang bisa memancing kemarahan orang – orang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai macam konflik telah terjadi antara negara Jepang dan Korea sebelum Siune lahir di awal abad 21. Ada berbagai alasan dibalik konflik tersebut, tetapi tampaknya dampak pengembangan internet semakin memperlebar jarak antara kedua negara tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan semakin tipisnya hal benar dan salah, hubungan kedua negara tersebut sampai memasuki dunia game online yang Siune dan kawan – kawan sukai. Bahkan di tahun 2026, dimana server international VRMMO sudah menjadi hal yang mainstream. Sudah menjadi hal yang biasa dimana sebuah area farming dikuasai pemain dari negara tertentu. Game – game seperti ALO menolak untuk berbagi koneksi antar negara. Hal inilah yang menimbulkan hubungan antara Jepang dan Korea semakin menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune yang tumbuh diantara budaya Jepang dan Korea merasa bimbang terhadap situasi ini. Anggota Sleepiing Knight yang berada di kamar rawat VR sangat ramah dan menerima dirinya setelah mengetahui masa lalunya. Jadi ia berpikir.... untuk semuanya, ia telah menghapus jurang pemisah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria yang berada di atap reruntuhan kuil ini telah menghancurkan kesenangan bermain VRMMO yang seharusnya dinikmati pemain dari berbagai negara. Ia memanipulasi sebelah pihak, membuat mereka saling bunuh, dan saling tebar kebencian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku harus... aku harus melakukan sesuatu. Aku mungkin hanyalah satu – satunya pemain Jepang yang mampu berbahasa Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Jika aku tidak melakukan sesuatu, mereka tak akan memahaminya. Benar kan, Yuuki?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyebut pemimpin guild sebelumnya yang telah meninggal tiga bulan lalu dihatinya, ia memberikan instruksi kepada empat sahabat yang ada disampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teman – teman, sekali lagi. Mari kita buka pertahanan musuh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jun, pemegang dua pedang yang masih bertarung didepan angkat bicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengerti! Tecchi, Talken, Nori, kerahkan seluruh kemampuan kalian sekaligus! 3, 2, 1!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan kuat Sword Skill serentak tersebut membuat ledakan hebat dan menerbangkan puluhan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam keheningan sesaat ini. Siune berlari menuju seorang pemain Korea yang tampaknya adalah si pemimpin, ia menangkap tebasan musuh yang diayunkan kearahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telapak tangannya tergores dan darah mulai mengalir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi rasa sakit virtual semacam ini bukanlah hal yang berat dibandingkan transplantasi dan kemoterapi penyakit Leukimia yang Siune alami. Ia hanya menyeringai dan mulai memandang mata musuh, ia lalu berteriak dalam bahasa Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Dengarkan aku, kalian semua telah ditipu!! Server ini dimiliki oleh perusahaan Jepang, kami bukanlah hacker, kami adalah pemiliknya!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terdengar nyaring, mengisi keheningan untuk sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain Korea yang pedangnya digenggam oleh Siune mundur sedikit, seolah ia terintimidasi oleh teriakan tersebut, tetapi ia dengan sinis membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Bohong! Aku melihatnya sendiri, kalian membantai pemain berarmor crimson seperti kami!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka juga dibohongi seperti kalian, pemain Amerika tertipu dan diundang untuk dive kemari oleh informasi palsu! Pihak yang menyerang server ini adalah kalian!! Pikirkan baik – baik… apakah kemarahan dan kebencian kalian semua datang dari lubuk hati kalian?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata Siune menyebabkan pemain Korea terdiam, menjadi ragu – ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, sebuah suara nyaring namun kebingungan terdengar dari arah samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu mengatakan yang sesungguhnya?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang berteriak dalam bahasa Korea tadi kini berlari kedepan, dia adalah seorang pemain yang mengenakan armor crimson seperti yang lain. Siune secara tak sadar membentuk posisi bertahan, tetapi ketika dia sampai di depan Siune, dia menurunkan senjatanya dan membuka pelindung kepala miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku «Moonphase», siapa namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune seolah merasa de javu ketika ditanya namanya. Mata pemuda yang menyebut dirinya Moonphase memiliki cahaya redup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune melepaskan tangan yang menahan pedang, mengelap darah ke dadanya lalu berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku Siune.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siune-san, ya? Aku juga berpikiran hal yang sama jika ada hal yang aneh disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Moonphase meredam kemarahan pemain korea yang ada di sekitar. Ia menyarungkan pedang miliknya, lalu melangkah ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Apa kamu memiliki bukti jika apa yang kamu katakan itu benar?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune hanya bisa menahan nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia «Underworld» adalah sebuah dunia virtual yang dikembangkan oleh perusahaan yang dijalankan dan dikembangkan oleh pihak pemerintahan Jepang, dan para penyerangnya adalah pihak Amerika yang berusaha mencuri hasil penelitian ini, sebuah AI — Siune tak pernah meragukan kata – kata Lisbeth yang sebelumnya ia katakan di Kubah ALO. Tetapi ketika ia diminta untuk membuktikannya, ia kesulitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada bukti nyata jika menyangkut dunia virtual. Hanya ada kesaksian dari beberapa orang, tetapi apapun yang dikatakan pemain jepang, pemain korea tak akan mempercayainya. Siune kini merasakan rasa marah yang terkumpul ketika melihat dirinya terdiam seperti ini. Apa yang harus ia lakukan … Dimana ia harus menjelaskan …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siune, penduduk Underworld!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nori tiba – tiba berteriak belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah dia pernah bertemu penduduk Underworld, dan setelah ia melihatnya jika penduduk berbahasa jepang, mereka akan paham jika ini adalah server jepang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah………!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, itu mungkin benar. Meskipun Siune dan yang lainnya hanya beberapa kali berbicara dengan penduduk Underworld ketika beristirahat, setelah menyedari jika penduduk ini bukanlah manusia asli maupun NPC, Siune langsung terkejut melihat perkataan mereka. Tetapi  — tidak, karena ada penghalang antara mereka dan pemain Korea, pemain Korea pasti merasakan hal yang sama. Selama mereka mencoba untuk mengajak berbicara, mereka akan sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune akan mentranslate apa yang baru saja Nori katakan kepada Moonphase.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika itu juga, sebuah cahaya merah datang dari belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Awaas……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune mencoba untuk memperingatkannya, tetapi sudah terlambat. Sebuah pisau telah tertancap di punggung Moonphase dan melemparkannya sejauh sepuluh meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guaagh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggantikan Moonphase yang sedang kesakitan di tanah, kini berdiri seorang pria bertudung hitam yang sebelumnya ada di atas atap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat tangan kanannnya yang masih menggenggam pisau — yang mirip seperti pisau daging khas Cina, kearah Moonphase dan berteriak dalam bahasa Korea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Medan peperangan ini bukan tempat bagi penghianat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia mengarahkan pisau tersebut menuju pemain Korea yang ada di sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan tertipu trik murahan pemain jepang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara miliknya kuat namun dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu mengarahkan pisaunya kearah Siune yang masih mematung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika ini adalah server Jepang, dan kalian adalah pemiliknya. Lalu mengapa kalian memiliki equipment yang sangat kuat? Mereka menggunakan equipment GM! Kalian menciptakannya dengan cara curang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, benar, tepat! Suara – suara baru mulai bermunculan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siune mencoba menghalau tuduhan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidak! Equipment kami berbeda karena kami mengkonvert akun berlevel atas milik kami untuk dive ke Underworld!’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika Siune berkata seperti itu, si pria bertudung hitam mengeluarkan tawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah, idiot macam apa yang mau mengkonvert akun mereka kedalam test server?! Pembohong, kalian pembohong!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu benar, percayalah!! Kami datang kesini juga tak ingin kehilangan akun kami…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whoosh. Suara tebasan angin terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pisau melayang menuju pundak kanannya, Siune tak mengkhawatirkan rasa sakit yang muncul. Melainkan rasa putus asa yang sangat dalam. Ia tak bisa membalas perkataan si pria yang telah melemparkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekelompok kecil pemain Cina mengacaukan gencatan senjata sesaat dan mulai menyerang dari sisi kanan. Si pemimpin Korea yang melihat ini semua kini menendang Siune hingga terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbaring disana, Siune mendengra suara langkah kaki keempat sahabatnya yang mulai mendekatinya, tetapi ia tak bisa berdiri lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Mengapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri Synthesis Twenty-Seven merasakan kebencian yang begitu dalam dari seluruh medan peperangan, ia hanya bisa mengulang pertanyaan tersebut di kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Mengapa orang – orang ini saling membenci meskipun mereka sama – sama dari Dunia Nyata?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, mungkin ia tak punya hak untuk berkata seperti itu. Bahkan orang – orang Underworld juga terbagi menjadi Kerajaan Manusia dan Tanah Kegelapan, dan telah berperang selama ratusan tahun. Tepat beberapa hari yang lalu, darah yang tercipta di Gerbang Besar Timur mungkin sama banyaknya dengan darah yang diciptakan pada peperangan hari ini. Bahkan Divine Instruments yang menggantung di pinggang Renri, «Twin Edged Wings» telah mengambil banyak nyawa Goblin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, seharusnya ada alasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia selalu percaya jika Dunia Nyata yang ada diluar Underworld adalah sebuah dunia tanpa konflik dan kebencian dimana perang tak pernah terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu adalah imajinasi miliknya sendiri. Meskipun orang – orang Dunia Nyata, Asuna dan sahabatnya berbicara dengan bahasa yang sama dengan penduduk Underworld. Suara teriakan yang muncul dihadapannya kini tak bisa dipahami oleh Renri. Jika kita terhalang hanya karena bahasa, apakah mungkin kita bisa berdamai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah mungkin jika peperangan adalah sifat alami manusia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu di dunia ini maupun Dunia Nyata, bahkan mungkin dunia diluar Dunia Nyata, apakah hanya ada lingkaran kebencian antara manusia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri menggertakkan tinjunya, ia menahan seluruh kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Sheyta telah tinggal di belakang untuk melawan musuh bersama Guild Petarung Tangan Kosong dari Tahan Kegelapan. Ia pasti telah menerima persahabatan dengan orang – orang Tanah Kegelapan. Bahkan diujung jalan penuh darah, masih ada sebuah harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari itu, aku harus bertarung. Aku tak boleh dilindungi terus dan berdiri saja seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri mengambil langkah menuju garis depan, bersiap untuk menolong bala bantuan Dunia Nyata yang masih terus berjuang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat saat itu, sebuah suara datang dari bagian belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Knight Yang Terhormat, aku juga akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menoleh dan melihat siswi berambut merah Tiese, yang terus berada di pasukan persediaan. Ia memegang sebuah pedang kecil. Ekspresi wajahnya telah membuat ketetapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tak boleh, kamu harus melindungi orang itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tugas itu telah kuserahkan pada Ronye… Karena Eugeo-senpai yang aku sayangi telah …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bola mata kecoklatan Tiese berkaca- kaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia kehilangan nyawanya karena melindungi seseorang yang berharga. Aku harus melanjutkan misinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri menggigit bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ia sendiri yang seorang Integrity Knight sedikit tak yakin jika ia kan melewati peperangan ini hidup - hidup. Ia tak yakin jika Tiese yang bahkan bukanlah seorang Penjaga bisa selamat tanpa tergores.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu juga, sebuah suara baru muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga akan pergi, Tuan Knight.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Penjaga wanita melangkah dibelakang Tiese. Ia tampaknya telah bertarung terus, pakaiannya robek – robek, armornya retak, dan wajahnya masih memiliki sedikit semangat bertaruung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku masih belum memenuhi janjiku pada Kirito. Sekarang ini, aku tak bisa meninggalkan penduduk yang coba ia lindungi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sortiliena-senpai…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiese memanggil namanya dengan agak gemetar. Si pemimpin penjaga tersenyum kecil dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertarung bukanlah untuk kehormatan, juga ketenaran, melainkan untuk melindungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri merasa jika ketetapan kedua wanita ini mempengaruhi hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia dengan lembut mengambil Divine Instruments yang ada di pinggangnya  dan mengangguk kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku mengerti. Maka, aku akan melindungi kalian … jangan jauh – jauh dariku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siap, tuan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami mengandalkanmu, Knight Terhormat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiese dan Sortiliena menjawab dan menarik pedang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri mencengkram Divine Instruments di kedua tangannya, ia berkata dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Eldrie-san. Sheyta-san. Dan Komandan Knight Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Seperti kalian semua. Kini aku telah menemukan tujuan hidupku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Integrity Knight Renri dan kedua swordswomen pergi menuju medan peperangan yang masih terselimuti rasa kebencian dan putus asa.&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
Koujiro Rinko berlari kembali menuju ruang sub kontrol dan duduk di tempat yang sebelumnya biasa diduduki Higa Takeru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa jendela muncul di monitor besar didepannya, tetapi yang pertama ia lihat adalah sebuah jendela kecil yang berada di bagian paling bawah. Apa yang ada disana adalah tiga buah grafik yang menunjukkan status Fluctlight milik Kirigaya Kazuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian tengah cahaya yang memantulkan berbagai macam warna, ada sebuah titik hitam yang merepresentasikan sebuah «kerusakan tubuh utama».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Higa Takeru telah mengontrol empat unit STL dan bersiap untuk memperbaiki kerusakan ini menggunakan ingatan tiga gadis yang memiliki hubungan dengan Kazuto. Untuk melakukan hal tersebut, Higa sedang berada di bagian bawah yang masih dikuasai musuh. Dia disana seorang diri — tunggu, ada satu orang lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, para penyerang masih berfokus pada «Ichiemom» yang bergerak pada anak tangga. Tetapi, tubuh baja miliknya tak mungkin bisa bertahan melawan rentetean peluru. Ketika Ichiemom hancur, musuh pasti akan berpikir begini: Apa yang orang Jepang pikirkan sih?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Lebih cepat, Higa-kun!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memikirkan hal itu, pintu geser kini terbuka dan seorang pria berpakaian Hawaai masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana… Bagaimana kondisi Kirito-kun?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Higa-kun sedang mengoperasikannya. Apakah umpannya berhasil?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menjawab juga sambil bertanya, nafas Kikuoka Seijirou ngos – ngosan ketika ia duduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami melempar semua bom asap dari belakang Ichiemom. Seharusnya sih bisa memberi kita banyak waktu, tetapi jika kita tak segera menutup kembali dinding pemisah akan cukup gawat. Kita tak punya banyak waktu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Higa-kun berkata jika ia butuh waktu lima menit untuk berhasil …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko menutup mulutnya, lalu menatap monitor lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluctlight milik Kirigaya Kazuto masih tak berubah. Ia mengepalkan tinjunya dan menatap monitor utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat sebuah peta dari dunia fantasi — tidak, ini memang sebuah peta dari dunnia fantasi, yang bernama Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan peta Kerajaan Manusia yang ia lihat beberapa hari lalu ketika sampai di Ocean Turtle, peta yang sekarang ia lihat sungguh sangat luas. Dibagian selatan Kerajaan Manusia yang dilingkari pegunungan, sepertinya ada sebuah reruntuhan. Sebuah titik kecil yang menunjukkan posisi Yuuki Asuna, titik – titik biru melambangkan Pasukan Kerajaan Manusia, dan titik – titik putih yang melambangkan bantuan Pemain Jeapng kini telah berkumpul di satu posisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang crimson telah mengepung mereka semua sepertinya adalah pemain Amerika yang dimasukkan oleh para penyerang — atau seperti itulah dugaannya. Jumlah mereka 20, tidak, 30 kali lebih banyak dari pemain Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa ini tak masalah? Rinko mencari dua titik lain selain Yuuki Asuna dan akhirnya menemukan titik biru air yang ada jauh di selatan. Itu pastilah Asada Shino.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dimana perginya Kirigaya Suguha? Rinko menyisir peta dan menemukan titik kuning kehijauan ada jauh di utara, jauh dari medan pertempuran. Ada juga titik merah yang melambangkan musuh disana, tetapi Higa berkata jika mereka berdua seharusnya dive ke posisi Yuuki Asuna berada. Rinko mengangkat alisnya karena frustasi, bagaimana bisa —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, ia menyadari sebuah titik putih lain yang ada dibalik titik milik Suguha, seolah menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya tak ada orang RATH yang sedang dive menggunakan STL. Apa – apaan ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia secara tak sadar menggerakkan mouse dan perlahan mengklik titik tersebut, muncullah jendela baru. Rinko membaca kata – kata yang berbahasa Inggris tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um… Restriction, Confrontational Index… Threshold Detection… Report? Apa ini?…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah ia berkata seperti itu, “Aku tak bisa memahaminya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“App… Appaaaaa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka berteriak kencang, membuat Rinko terbangun dari tempat duduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Kikuoka tidak langsung merespon, malah mengambil mouse dari Rinko dan memperbesar jendela yang baru saja muncul. Ia menatap monitor dan wajahnya pucat pasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Unf… Ya, tak salah lagi, ada Fluctlight lain yang telah menerobos pembatas jiwanya! Tetapi, mengapa sekarang?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Rinko terbuka lebar, lalu ia menatap Kikouka yang sedang menggaruk – garuk kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh… maksudmu «A.L.I.C.E.» kedua?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, tepat… Ah, tidak, tunggu… Ini…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka dengan cepat menscroll jendela kebawah dan mulai berguman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sulit dikatakan tetapi ini tidak sama seperti «Alice». AI ini menerobos pembatas tidak melalui sirkuit logical, tetapi menerobos sirkuit emosional miliknya … tetapi, ini sebuah penemuan mengagumkan. Jika saja aku bisa kesana … Oh, sial, mereka mulai bergerak menuju selatan dimana pasukan Amerika berada!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko mencuri kembali mouse dari Kikuoka dan menatap log Artificial Fluctlight tersebut ketika menerobos pembatas jiwa miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm… Yeah, sebuah titik – titik yang dihubungkan seperti rantai telah hancur di zona emosi … Huh—? Hei, Kikuoka-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memutar tubuhnya, Kikuoka memiringkan lehernya ketika menatap monitor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perintah apa ini yang tertulis disana? Aku tak memahaminya… seolah perintah ini sengaja ditanamkan untuk mengekang sirkuit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko menatap perintah kode yang cukup kecil tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penanaman rasa sakit… itu lho yang ada di pojok kanan? Tetapi, meskipun sebuah Artificial Fluctlight berusaha sekuat tenaga untuk menerobos pembatas tersebut, mereka akan dihentikan oleh rasa sakit akibat kode ini. Kalian juga menanamkan perintah semacam ini pada penduduk Underworld?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… tidak, kami tak melakukannya. Tak mungkin kami melakukannya, tindakan semacam itu akan menghalangi tujuan murni kami … ini hanyalah penghalang terbesar kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm… benar juga. Pemrogaman sampai mendetail ini juga bukan tugas Higa … Ah, ada sebuah komentar disana … «Code 871»? Apa itu Code  871?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“871? Aku tak pernah mendengar angka itu sebelumnya … Tidak, tunggu… Tunggu, tunggu, aku kira.... beberapa menit lalu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kikuoka mulai berlari, suara yang ditimbulkan sandal kayunya terdengar keras. Ia menuju kursi terdekat, mengambil jas putih, dan mebukanya lalu menatap ke sebuah saluran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ada apa, apa yang terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atas pertanyaan Rinko, Kikuoka membuka lebar matanya dan menyerahkan mantel putih kepada Rinko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disitu, ada sebuah tanda yang dibuat menggunakan marker permanen, angka [871].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mantel putih ini... milik seorang teknisi bernama Yanai, ia baru saja menuruni saluran ini bersama Higa …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkata seperti itu, Rinko menahan nafasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai. YA NA I.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… 8 7 1?” &amp;lt;ref&amp;gt;871 bisa juga dibaca YA NA I dalam bahasa Jepang&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rinko dan Kikuoka berdiri membatu seperti kerasukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Guild Petarung Tangan Kosong masih melihat pasukan crimson yang akan menghampirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membentuk formasi mengepung dalam jarak duapuluh mel, pasukan ini berbicara dengan bahasa asing dan menganggap jika pasukan Ishkan telah kehilangan semangat tempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka lalu berteriak dan melompat secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kirinya yang masih terluka, Iskahn menggenggam tangan sang knight wanita yang ada di sampingnya. Ia membalas genggaman tersebut, hingga membuat mati rasa-nya agak menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menundukkan kepala, dan tampaknya akan menutup mata untuk menerima kekalahan ini, tetapi —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Apa ini…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Sheyta membuatnya kembali menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat sekelompok pasukan datang dari sisi lain lembah ini, dari bagian utara medan peperangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan mereka besar, memiliki hidung panjang, dan telinga yang menjuntai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orcs.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Mengapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn kebingungan. Setelah diberi perintah oleh Kaisar Vektor, pasukan Orcs seharusnya menunggu di «Gerbang Besar Timur» di utara sana. Karena sang Kaisar telah lenyap, perintah tersebut seharusnya tak bisa dilenyapkan. Namun faktanya, sisa – sisa Dark Knight juga ikut bersama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih kebingungan, Iskahn menyadari dalam pasukan Orcs tersebut ada sosok manusia memimpin di bagian paling depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bukan seorang Orcs. Dia memiliki rambut kuning kehijauan, serta memakai pakaian hijau keputihan. Dia memang manusia tak salah lagi, dan pastinya seorang wanita dari Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mengapa swordswoman kecil ini memimpin seluruh Pasukan Orcs?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya menyadari pasukan yang melaju ke arah sini, pasukan crimson yang mengepung pasukan Petarung Tangan Kosong kini berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kilatan menyilaukan muncul. Si gadis itu telah menarik katana miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, tangan kanan Sheyta yang masih menggenggam tangan kiri Iskahn bergetar, seolah merasakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika sang gadis berlari ke tengah jembatan batu sambil mengangkat katana miliknya tinggi – tinggi ke udara. Pada saat itu, jarak antara dirinya dengan pasukan crimson masuh sejauh duaribu mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi  —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang dan tangan sang gadis seolah menjadi asap. Bahkan mata Ishkan tak bisa melihat tebasan miliknya. Kilatan cahaya perak terjadi sekejap mata, lalu terjadilah pemandangan yang menakjubkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilatan cahaya menjalar melalui tanah gelap ini — tetapi tidak hanya itu, puluhan pasukan crimson yang berdiri diatas cahaya tersebut terpotong dan berjatuhan ke tanah sambil berteriak kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katana yang telah diayunkan kebawah kini diayunkan keatas dengan kecepatan mengerikan. Kilatan cahaya kedua menembus pasukan crimson dan mereka yang mengenakan armor berat terpotong menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Sungguh kuat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sheyta berbisik pelan melihat pemandangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menunggu – nunggu, Sinon mengangkat senjata kesayangannya, Hecate II, yang telah ia ciptakan dari Bow of Solus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia kini hanya berjarak 20 meter dari Subtilizer. Sungguh terlalu dekat untuk menembak menggunakan sebuah sniper. Bahkan melihat pergerakan musuh dengan teleskop saja sungguh sangat sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, Sinon memutuskan untuk menentukan hasil pertarungan ini sebelum Subtilizer membuat sebuah gerakan; ia menarik pelatuk seketika ia melihat bayangan hitam di lensanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tembakan cahaya. Dengan bunyi ledakan hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daya dorong dirasakan tubuh Sinon dan ia hampir tak bisa mengontrol tubuhnya untuk berputar. Setiap tembakan membuat tubuhnya bergerak, jadi ia tak bisa menembak beruntun tetapi selama ia bisa mengenai sasarannya maka semua akan berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kesulitan ini, Sinon mengatur tubuhnya dan menatap Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu matanya terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria yang sedang berdiri di makhluk hitam bersayap kini mengangkat tangannya dan memposisikan jarinya seperti sebuah cakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di telapak tangannya ada pusaran kegelapan dan cahaya yang masih berputar, dan yang ada di bagian tengah pusaran tersebut adalah partikel cahaya. Itu pastinya adalah peluru yang Sinon tembakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ia juga bisa menghisap peluru seperti ia menghisap kesadaran Sinon?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah peluru yang mampu menembus baja setebal 2cm dan ditembakkan dari sebuah sniper berkaliber .05 …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedikit rasa takut muncul didalam hati Sinon. Lalu, kegelapan di tangan kiri Subtilizer semakin menjadi pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan kalah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berteriak kencang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan kalah, Hecate!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara itu, cahaya ditembakkan menuju kegelapan sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah lubang tercipta di telapak tangan Subtilizer; daging dan darah muncul disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku bisa melakukannya!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengambil nafas dalam – dalam dan menarik pelatuk Hecate II. Peluru yang telah habis melayang di udara lalu terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subtilizer menatap tangannya yang terluka sambil masih terdiam. Meskipun cairan hitam kini telah menutup lubang tersebut, luka separah itu sepertinya tak bisa sembuh dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat wajahnya yang seolah ingin tertawa, lalu menatap Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya kini mulai mengambil busur di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Hmph.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengeluarkan sedikit udara melalui hidungnya. Bagaimana mungkin senjata seperti tiu bisa mengalahkan sebuah sniper …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Flex.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Busur tersebut kini mulai berubah bentuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian kanan dan kiri ujung busur tersebut mulai menebal dan memanjang dua kali lipat. Yang tadinya sebuah bagian berkayu kini mulai menjadi sebuah logam hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa detik, tangan kanan Subtilizer kini telah menggenggam sebuah sniper sebesar Hecate. Sinon mengenali senjata ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Barrett XM500.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti Hecate II, senjata miliknya menembakkan peluru kaliber .50, tetapi senjata miliknya lebih modern dibanding Hecate miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah senyum muncul di pinggir mulut Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kemarilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon bergumam dan menekan kembali pelatuk Hecate II.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya ampun… K-Kau tak apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai tampaknya peduli pada Higa sehingga ia sedikit melupakan rasa sakitnya lalu berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“He… Hei, kau ini yang menembakku, mengapa kau menanyakan hal seperti itu padaku hah …?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tidak, aku sebenarnya tak bermaksud menembakmu. Aku tak ingin ada korban jiwa. Butuh perjuangan berat agar aku bisa hidup di vila di tepi pantai, tetapi jika aku tinggal disana sambil menyesal seumur hidup, aku tak ingin itu terjadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Higa sadar jika Yanai benar – benar serius, tangan miliknya seolah kehilangan tenaga. Ia tahu jika dirinya telah terluka di bagian pundak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya peluru yang telah ia tembakkan telah menancap di dinding dan menembus bagian tulang bahu. Higa menahan rasa sakit tersebut dan mati rasa mulai menyebar di seluruh tubuhnya. Bagian perut dari pakaiannya telah berlumuran darah. Ini bukan hanya luka biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Takut akan situasi semacam ini, rasa sakit tersebut semakin cepat menyebar ke perut Higa. Membuatnya kesulitan bernafas. Beberapa meter di atas kepalanya, Yanai masih membuat wajah campur aduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, aku hanya ingin memperlambat kerjamu, Higa-san. Setelah aku menghancurkan colokan penghubung aku akan berlari menuju ruang kontrol utama. Setelah itu, aku pasti bisa kabur menggunakan kapal selam. Tak ada seorangpun yang tewas dari pihak RATH jika aku berhasil mencuri Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak seorangpun… yang tewas…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa memaki Yanai, melupakan rasa sakit pada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika aku tak membuat kesempatan untuk menyembuhkan Kirigaya-kun, kesadarannya akan hilang selamanya! Seseorang yang membunuhnya adalah kau, Yanai-san! Dan kau bilang tidak akan membunuh siapapun, hah!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahh. Ahh… Beenarr…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Yanai menjadi pucat pasi. Dibawah lampu emergency, wajahnya semakin putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm… Siapa yang peduli jika ia mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Appaa……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena, dialah orang yang membunuhnya. Admii-chan kesayanganku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ad… mii…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai menatap Higa yang kebingungan akan nama tersebut, Yanai lalu berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang Mulia, Pemimpin Tertinggi Administrator dari Gereja Axiom! Aku berjanji padanya jika aku akan membantunya mengatur seluruh Underworld. Dan aku setuju dengannya jika aku akan menyimpan Light Cube miliknya jika server diformat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Higa kini terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja Axiom adalah organisasi yang menguasai Kerajaan Manusia di Underworld. organisasi ini memerintah seluruh penduduknya dengan hukum – hukum dan kekuatan yang sangat memaksa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan mengapa Higa tidak bisa memperoleh Fluctlight «Alice» yang telah menerobos pembatas Jiwa ketika ia pertama kali muncul dalam Underworld yang telah berakselarasi karena Gereja Axiom telah berhasil mengambilnya dan menerapkan modifikasi ingatan di Fluctlight miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, kecepatan mereka benar – benar gila dan cara – cara gereja Axiom sangat efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun mereka tak mengetahui jika mereka sendiri adalah sebuah Artificial Fluctlight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun karena alasan tersebutlah. Gereja Axiom — ataupun seorang Artificial Fluctlight yang bernama «Administrator» telah berhasil menguasai dan memahami struktur dunia tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apakah kau yang mengotori Underworld?…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa bertanya pelan, dan Yanai hanya cemberut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tidak, anak itu yang pertama kali menghubungiku. Aku masih bekerja lembur saat itu, dan ketika aku mendengar suara seorang gadis kecil dari speaker, itu membuatku ketakutan setengah mati … dia telah menemukan seluruh daftar perintah Underworld seorang diri dan membuat saluran komunikasi ke dunia luar. Jika kami yang bekerja sebagai teknisi berpendapat, kaulah tersangka disini karena lupa menghapus seluruh perintah tersebut, Higa-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Neheheheh. Yanai tertawa beberapa kali, lalu melanjutkan ceritanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku terus berpikir, jika seperti ini terus seluruh Underworld akan diformat total. Karena suatu saat pasti akan dihapus, makanya aku diam – diam menggunakan STL dan pergi untuk menemui Admii-chan. Kemudian... Ya Tuhan, aku tak pernah melihat sosok gadis secantik dia. Gadis yang di kurung Sugou-san dalam ALO memang cantik, tetapi kepribadian Admii-chan, suaranya, dan sikapnya benar – benar membuatku terpesona… — Gadis itu membuat kesepakatan denganku. Jika aku membantunya maka dia akan menjadi pelayanku. Di masa depan nanti ia akan menguasai seluruh dunia bersamaku, dan menjadikanku seorang raja …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang mencemari dunia itu adalah orang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa merasakan seluruh rambut di tubuhnya berdiri ketakutan. Yanai mungkin memang seorang pengkhianat, tetapi juga seorang idiot. Orang macam apa Administrator, sehingga mampu mengontrolnya sesuka hati?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, wajah Yanai kembali kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi… gadis itu kini telah mati. Dibunuh… bocah itu bukan hanya menghalangi eksperimen Sugou-san, ia juga membunuh Admii-chan. Jika aku tak membalaskan dendam Admii-chan, aku akan sangat kasihan padanya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai mengarahkan pistolnya kearah Higa. Senjata tangan otomatis akan leluasa jika setelah menembakkan peluru pertama, maka tembakan kedua akan tak perlu memerlukan tekanan yang lebih keras. Jika jari telunjuknya sedikit saja menyentuk pelatuk, peluru lain mungkin akan benar – benar melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… YA, benar … YA, aku memang harus membunuh satu orang, sebagai tumbal untuk gadis itu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanai menyipitkan matanya sambil gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Sialan. Ia banar – banar serius kali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa hanya bisa pasrah dan menutup matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku tak akan sempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa jika Asuna, Klein, dan Lisbeth masih sangat jauh dari posisinya sekarang, Leafa menggigit bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi didepan matanya, hampir sekitar 3000 pasukan crimson telah menghalangi jalan di depannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah meminta Rirupirin, sang ketua Orc untuk membawa bala bantuan menuju daerah selatan untuk menolong Asuna dan Kirito, tetapi mereka masih belum menemukan Pasukan Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut penjelasan Rirupirin, beberapa ratus orang yang dikepung pasukan yang dive dari Dunia Nyata adalah para Petarung Tangan Kosong yang termasuk pasukan Tanah Kegelapan seperti Orcs. Leafa terkejut mendengar penjelasan tersebut, tetapi langsung memutuskan untuk membantu mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan maju ke pasukan musuh. Rirupirin, kamu dan anggotamu bergabunglah dengan Petarung Tangan Kosong, dan seranglah jika musuh menyerangmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atas saran ini, Rirupirin memprotes keras: “Aku juga ingin bertarung!” tetapi Leafa menggelengkan kepalanya, sambil menggenggam tangan gempal si Orcs lalu berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku tak ingin ada satupun dari kalian yang tewas. Jangan khawatirkan aku... pulluhan ribu musuh seperti ini bukan hal sulit untuk  dilawan kok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata seperti itu, Leafa maju sendirian menuju pasukan crimson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengetahui jika Super Account Terraria memiliki HP yang sangat banyak dan kemampuan regenerasi yang tak terbatas. Terlebih lagi, orang – orang dari Underworld memiliki kehidupannya sendiri di dunia ini. Meskipun akan terlambat untuk membantu Kirito, Leafa tak bisa membiarkan para Orcs tewas sia – sia disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membunuh puluhan musuh menggunakan serangan jarak super jauh, Leafa melaju menuju pasukan musuh tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk beberapa alasan, ia bisa menggunakan Sword Skills dengan jarak jauh beberapa kali lipat dibandingkan di ALO tanpa adanya jeda. Setiap kali cahaya bersinar di equipment Akun Terraria «Verduras Anima», musuh terpotong – potong dengan pola tetap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ketika cooldown antara Sword Skill satu ke Sword Skill lainnya, banyak pedang melayang dan menebas armor dan bagian tubuhnya. Ia tak bisa menghindari itu semua, dan jumlah luka di tubuhnya semakin bertambah, membuat rasa sakit di kepalanya dan membuat matanya berkunang - kunang — Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HA — AAH!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak dan menjejakkan kaki kanannya ke tanah. Cahaya kehijauan muncul dibawahnya dan seketika seluruh luka ditubuhnya telah sembuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa bisa menahan rasa sakit ini dan mulai berkonsentrasi mengayunkan pedang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika setiap bagian tubuhnya ditusuk, setidaknya ia akan menyingkirkan seluruh musuh dari dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun lokasi dive dirinya telah melenceng jauh dari lokasi asli, ia ingin menyelamatkan penduduk Underworld sebanyak mungkin. Mereka adalah orang – orang yang ingin dilindungi Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gadis ini benar – benar sinting!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa menggunakan tangan kirinya untuk menghentikan sebuah pedang yang hendak diayunkan padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haiyah!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu lagi musuh yang berhasil ia lenyapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa menggertakkan giginya pada pedang yang menancap ke tangannya, lalu membuang pedang tersebut sambil memuntahkan banyak darah dari mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua buah peluru mereka tampaknya saling berbenturan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peluru yang ditembakkan dari dua buah sniper anti-material berbenturan satu sama lain, lalu menghilang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon tidak kehilangan keseimbangan kali ini, ia berdiri dengan dua kaki sambil bertumpu pada udara ketika menahan daya dorong yang muncul. Dihadapan matanya, Subtilizer juga masih berdiri tegap diatas makhluk bersayap miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya sinon mengalami pertarungan udara di tempat terbuka antar sesama sniper. Sebuah game seperti GGO tak akan mensupport pemain untuk terbang, terlebih lagi Hecate sebenarnya tak bisa digunakan sambil terbang kesana kemari. Daya dorong yang timbul dari setiap tembakan benar – benar diluar nalarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertarungan ini —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapapun yang mampu bertahan dan mengenai sasaran adalah sang pemenang. Sinon berpikir seperti ini sambil menarik pelatuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Subtilizer mungkin juga memiliki pikiran yang sama. Ketika Sinon terbang ke kanan untuk mendekatinya, musuh terbang ke kiri untuk melawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang hampir bersamaan, keduanya mulai melaju dengan kecepatan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kondisi ia tak kehilangan keseimbangan, Sinon menukik tajam ke suatu sudut. Sambil memfokuskan bidikannya dan juga berusaha menghindari bidikan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Subtilize telah mengangkat Barrett miliknya tiba – tiba dengan kecepatan mengagumkan, ia tampaknya telah memprediksi gerakan Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Datang!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menggertakkan giginya dan membuka matanya lebar –lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan api meletus dari moncong senapan Barrett.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon terbang secepat mungkin sambil menikung ke kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peluru musuh menabrak dadanya, hampir menembus ke kulitnya. Armor biru miliknya kini hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Hindarilah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah kesempatan terakhirnya. Ia harus menembak sebelum Subtilizer memiliki kesempatan lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ketika Sinon mengangkat Hecate miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihat peluru lain melayang kearahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakan beruntun — mengapa bisa?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah… sial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dari Hecate yang perlu dikokang setiap kali ingin menembak, Barrett milik musuh adalah sniper semi-automatic.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika pikiran ini melintas ke otak Sinon, kaki kiri Sinon telah terpotong di atas lutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 315.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih mampu berdiri dalam situasi seperti ini, adalah Asuna yang menggunakan Super Account, Integrity Knight Renri, seorang penduduk asli Underworld dan naga kesayangannya, juga Siswi Swordswoman Tiese dan Ketua Penjaga Sortiliena. Mereka masih mengayunkan senjatanya deengan gagah berani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun matanya kelelahan, Asuna melihat Knight Renri bertarung dengan kokoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar sepuluh menit lalu, si knight telah muncul di garis depan dan langsung melemparkan pisau terbang miliknya. Pisau tersebut berputar diudara sambil memotong musuh yang melaju kemari. Kekuatan hebat ini mampu memukul mundur musuh selama beberapa menit. Nafas api yang dimuntahkan sang naga juga membuat musuh ketakutan, membuat status Integrity Knight sebagai penunggang naga nomor satu di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu tak berlangsung lama hingga musuh menyadarinya. Ketika Knight Renri melemparkan senjatanya, tubuhnya sendiri benar – benar tak terlindungi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia melempar pisaunya untuk menyapu pasukan garis depan, banyak tombak yang dilemparkan kearahnya dari samping. Pasukan musuh akhirnya menggunakan taktik bertempur seperti yang digunakan Asuna saat melawan pemain Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tombak - tombal tersebut bagaikan hujan di langit merah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naga milik Renri melebarkan sayapnya dan tubuhnya untuk melindungi sang tuan dari gelombang serangan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia langsung rubuh, sisik – sisiknya terkelupas dan mulai menumpahkan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, gelombang hujan tombak mulai diluncurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Knight Renri melihat keatas pada tombak – tombak yang semakin mendekat, ia memeluk Tiese dan melindungi tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, dua buah tombak menancap ke punggung Renri, membuatnya terjatuh diatas tubuh Tiese. Kehilangan kontrol, pisau lempar yang berputar diudara kini berhenti dan menancap di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasa saat ini, di bagian lain medan peperangan, hasil pertempuran ini sudah bisa dipastikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba melampiaskan kemarahan mereka, pasukan crimson masih menyeret – nyeret pemain Jepang yang telah jatuh kerena kelelahan. Lalu menancapkan senjata – senjata mereka ke tubuhnya. Daging dan darah menari – nari di udara, sambil ditemani teriakan – teriakan kesakitan, lalu menghilang bagaikan asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak armor dan perisai milik orang – orang telah retak dan hancur, mereka diseret ke tanah, benar – benar tanpa perlindungan. Air mata bercucuran dari wajah mereka karena tak bisa melihat darah yang terus mengalir dari luka yang muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua ribu pemain yang telah mengkonvert akun mereka dan perlindungan pada Pasukan Kerajaan Manusia kini telah terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melindungi Pasukan Persediaan dan Regu Aschetic, hampir sebanyak 400 Penjaga Kerajaan Manusia telah membuntuk formasi melingkar dan kini sedang mengangkat pedang mereka. Wajah – wajah Penjaga mencerminkan keputusasaan akan datangnya serangan akhir yang dilancarkan pasukan crimson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Berhenti………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mendengar sebuah suara lemah dari bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah suara yang mencerminkan rasa sakit pada tubuhnya, melainkan suara putus asa dan duka yang telah mengelilingi kondisi sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mohon.... berhenti.....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berbicara, rapier yang ada di tangan kanannya telah terjatuh. Air mata menetes ke pipinya, turun hingga ku ujung rapier.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi pasukan crimson yang ada dihadapannya tak peduli, mereka mengangkat dua ratus senjata ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Seketika itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan bagaikan petir menghentikan pedang – pedang yang akan dihujamkan kearah Asuna dari berbagai arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berheennnttiiii!!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang mengucapkan kata – kata tersebut adalah si pria bertudung hitam yang dari tadi mengamati jalannya peperangan dari atap sana. Ia adalah hantu PoH, pemimpin dari guild merah — Laughing Coffin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pemain dari negara asing tampaknya menyadari jika pria bertudung hitam ini adalah sang komandan pasukan, mereka lalu menurunkan senjata. Si pria yang hendak mengeksekusi Asuna menggigit bibir dan menyarungkan pedangnya, tetapi sebagai ganti ia menendang Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tersengkur, tetapi memaksa untuk berdiri bertumpu pada kedua lengannya yang tak bertenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat wajahnya dan melihat seorang pria tinggi menuju kearahnya, tudung hitamnya berkibar karena angin. Ia tampaknya berbicara pada pemain sekeliling menggunakan bahasa Korea, Asuna tak bisa memahami maksud perkataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, para pasukan crimson mengangguk satu persatu dan menyampaikan pesan tersebut ke teman yang ada disampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, si pria yang ada disamping Asuna menjambak rambutnya dan ditarik keatas. Asuna berteriak kesakitan, tetapi si pria tak menghiraukan dan menyeretnya kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga terjadi disekeliling Asuna, mereka tampaknya mengumpulkan sisa – sisa pemain Jepang kedalam satu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria bertudung hitam lalu berjalan kearah Penjaga Kerajaan Manusia yang masih mengangkat pedangnya. Ia berbalik dan melambaikan tangan, membuat semacam tanda kepada ‘dia’ jika ia sedang menjambak rambut Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Asuna merasakan sebuah tendangan di punggungnya dan melemparnya sejauh beberapa meter, lalu jatuh ke tanah. Satu persatu, pemain Jepang juga dikumpulkan disekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya ada sekitar 200 orang tersisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HP milik mereka semua hampir habis, padahal orang – orang ini adalah pemain kelas atas. Asuna melihat sekeliling, tetapi tak bisa menemukan Penguasa ALO, maupun anggota Sleeping Knights.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Equipment mereka kalau tidak hancur maka telah dilepas secara paksa; apa yang tersisa adalah pakaian tipis yang menempel ditubuh. Banyak diantaranya telah terluka parah, dan pedang masih tertancap ke tubuhnya. Wajah mereka tampak frustasi dan tak bertenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak tahan melihat mereka lagi. Ia juga ingin menyerah seperti mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia masih bisa melihat teman – temannya di pikirannya, seolah akan dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya menyisir daerah sekitar sekali lagi, lalu melihat seorang pemain wanita tertunduk tak jauh darinya, bahunya gemetaran. Rambut pendek berwarna merah jambu miliknya telah kotor, celemek miliknya juga telah robek sana – sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bergerak mendekatinya, Asuna kini memeluk sahabat terbaiknya tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh Lisbeth melemah, ia menyandarkan kepalanya ke dada Asuna. Wajahnya gemetar, benar – benar berantakan, lalu ia berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semuanya… Aku menghancurkan … akun… semuanya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… tidak, Liz!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berbisik sambil menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini bukan salahmu, Liz. Ini salahku … Jika aku mampu menanganinya, jika aku mampu memprediksi hal semacam ini…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna… Aku… Aku tak tahu apapun. Betapa mengerikannya sebuah peperangan.. betapa menyedihkannya kehilangan... aku tak tahu apapun …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa menemukan jawaban yang tepat, lalu memeluk Lisbeth semakin erat. Air mata mulai menetes. Lalu ia mendengar sesegukan, membuatnya berbalik dan melihat Agil tak bergerak di tanah, dan Silica berlutut disampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luka Agil sangat parah dan cukup mengejutkan jika ia masih hidup. Luka tersebut mungkin disebabkan karena pertempuran sambil melindungi Silica. Tubuh besarnya banyak menancap pedang dan tombak, dan perutnya memiliki luka memar hantaman. Asuna melihatnya masih menggertakkan gigi, Agil pasti sangat kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping Agil ia bisa melihat Klein duduk bersila di tanah. Lengan kirinya terluka dari bagian bahu, dan ia membalut luka tersebut menggunakan bandana miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi semua pemain yang tersisa hampir sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria bertudung menatap ke 200 orang yang telah kalah, mengambil senjata, armor, dan moral mereka — ia menyeringai atas kemenangannya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia berbalik dan melihat para Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menunggu, ketakutan jika ia akan mulai membunuh mereka satu persatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi dia malah memberikan perintah dalam bahasa Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Buang senjata kalian dan menyerahlah. Kami akan mengampuni kalian seperti para tahanan dibelakang kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa terkejut mulai bermunculan di wajah para Penjaga, tetapi langsung tergantikan oleh amarah. Salah satu diantara mereka maju kedepan, berhadap – hadapan langsung dengan si pria; dia adalah pemimpin Penjaga, Sortiliena. Pedang miliknya sudah tumpul dan darah mengalir dari dahinya, mungkin karena terlalu sering bertempur di garis depan seperti Klein dan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, penampilan ini tidak membuat kecantikannya berkurang. Sortiliena berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lelucon macam apa ini?! Kau pikir kamu akan menyerah seperti ini …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lakukan apa yang ia minta—!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berteriak, memotong perkataan Sortiliena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih memeluk Lisbeth, Asuna mengangkat kepalanya dan memohon:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kumohon... kamu tak boleh mati disini! Tak peduli seberapa besar penghinaan, kamu harus hidup!! Itulah… satu… satunya……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna merasakan dadanya dingin hingga ia tak bisa menyelesaikan kalimatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, meskipun Sortiliena dan para Penjaga seolah memprotes tindakan ini, gemetaran, lalu pada akhirnya mereka mulai merendahkan bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clang, clang. Melihat mereka kehilangan senjata satu persatu, pemain – pemain dari Dunia Nyata kini bersorak atas kemenangan ini dengan menyebut – nyebut nama negara mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria bertudung mengangkat tangannya cepat – cepat, memanggil beberapa pemain dan memberikan isyarat pada mereka. Mereka lalu mengangguk, lalu menuju ke pasukan Kerajaan Manusia, dan mengelilingi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Asuna mengerti apa yang akan mereka lakukan, si pria bertudung melangkah kearah Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dalam jarak dekat ini, Asuna masih tak bisa melihat wajahnya yang tertutupi tudung tersebut. Ia hanya bisa melihat bibir dan untaian rambut keriting di lehernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya terbuka, lelu mengatakan sesuatu dengan suara gembira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, lama tak ketemu, «Flash».”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Orang ini adalah dia!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menahan nafasnya, dan mengeluarkan kata yang telah ia pendam dihatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kau… PoH…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aw, sungguh nama yang nostalgia. Aku senang kau bisa mengingatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, Klein yang masih memegangi lengan kanannya yang terluka melihat kearah si pria bertudung dengan emosi yang menyala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau… kau benar - benar. Kau masih hidup … dasar pembunuh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klein mencoba mencekiknya, tetapi pria terdekat menendangnya kesamping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggeramkan giginya dan berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini … balas dendam? Balas dendam terhadap anggota pemain lantai atas yang telah menghancurkan Laughing Coffin…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH terdiam menatap Asuna beberapa saat. Asuna bisa melihat bahunya sedikit gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia akhirnya tak bisa menahan hal tersebut. Tubuhnya bergetar ketika ia mengeluarkan teriakan bercampur tawa: heheheh, hahahah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tawanya berakhir. PoH mengacungkan jari tengahnya dan berbicara bahagia:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, hmm… bagaimana mengungkapkannya dalam bahasa jepang ya … aku telah tinggal di Amerika cukup lama, aku lupa mengungkapkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari tengahnya ia putarkan ke udara beberapa kali, lalu akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah ya, ‘Apa kau bodoh?‘ sungguh tak masuk akal, benar begitu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menunduk, lurus menuju wajah Asuna dalam jarak dekat. Matanya bersinar dalam gelapnya tudung yang menyelimuti seluruh wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku ceritakan padamu deh. Orang yang membocorkan lokasi persembunyian Laughing Coffin pada pemain Lantai Atas, adalah aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Appaa………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna, Klein, dan bahkan Agil yang tertidur di tanah membuka mata mereka mendengar penjelasan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa… kau melakukan hal itu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biasanya, karena aku ingin melihat sekumpulan orang – orang bodoh saling bunuh … tetapi alasan utama aku melakukannya mungkin karena: Aku… ingin membuat kalian semua menjadi seorang «pembunuh». Kalian semua, maksudku adalah para pemain yang selalu memikirkan dirinya sendiri hebat, Para Pemain Lantai Atas yang selalu membanggakan diri mereka di garis depan. Persiapanku butuh waktu lama… aku harus mengirimkan peringatan pada anggota LaughCof pada detik – detik akhir, dan waktunya benar – benar tepat, mereka tak bisa lari tetapi mereka masih bisa melawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Jadi itu mengapa informasi rahasia penyerangan lokasi persembunyian berhasil bocor? Asuna terkejut dan mulai berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi alasan ini, para Pemain Lantai Atas yang diunggulkan secara level dan equipment malah menerima kerugian setelah pertempuran dimulai, beberapa diantara mereka terbunuh. Hanya ada beberapa orang yang membalik keadaan atas usaha Kirito yang mana seorang pemain solo untuk mengumpulkan kekuatan. Para Pemain Lantai Atas bisa membalikkan keadaan karena Kirito telah membereskan beberapa pemain atas Laughing Coffin…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi itu… tujuanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggeram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk membuat Kirito-kun… tunduk karena rasa bersalah telah melakukan PK…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Tepat sekali.“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH mengkonfirmasi jawaban Asuna sambul tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pada saat itu, aku menonton pertempuran tersebut. Ketika Blackie-sensei menjadi marah dan membunuh dua orang. Aku tak bisa menahan tawa milikku. Rencana selanjutnyya adalah melumpuhkan kalian dengan racun Paralysis dan menginterogasi kalian secara langsung bagaimana perasaan kalian setelah melakukan PK … Yah tapi aku tak mengira jika permainan tersebut berakhir di lantai 75.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, gelombang kemarahan membuat Asuna lupa akan luka – lukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa kau tak memikirkan penderitaan Kirito-kun setelah kejadian tersebut?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, mengagumkan pastinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara PoH sedingin es menanggapi jawaban Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, itu aneh. Jika ia benar – benar menyesali perbuatannya.... pastinya ia tak akan dive kedalam permainan VR lain, bukan begitu? Karena rasa bersalah telah membunuh dan semacamnya. Aku tahu ia disini, aku bisa merasakannya. Meskipun aku tak tahu mengapa ia bersembunnyi dibalik kereta barang itu... terserah, aku akan menanyakannya secara langsung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH tersenyum pada Asuna, lalu ia berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara sorak – sorakan yang masih terjadi, suara mencekap nan dingin terdengar:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“It’s show ti—me!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH mengucapkan kalimat khasnya dalam SAO. Lalu ia mengangkat tangan kanannya tiba – tiba, dan didepannya sudah ada —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana ada kursi roda yang telah didorong oleh seorang pemain crimson, dan juga ada seorang gadis berpakaian abu – abu yang ditarik dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berdoa dan memohon dalam hatinya. Klein tetapi berusaha untuk menghentikan PoH, tetapi langsung didorong dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH membungkuk, menatap kursi roda yang ada dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Hmm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuat suara dan menyenggol kaki rapuh yang menggantung di kursi roda dengan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini? Hei, Blackie, bangun. Kau dengar aku kan, Black Swordsman Yang Terhormat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika ia menyebut nama panggilannya — Kirito tidak menunjukkan reaksi apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya mengenakan pakaian hitam, tetapi itu tak menutupi jika tubuh Kirito sungguh sangat kurus. Ia bersender pada kursi roda, kepalanya tertunduk kebawah. Tangan kiri miliknya memegang dua buah pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ronye berlari kesamping Asuna, air mata menetes lalu ia berbisik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-senpai… ketika kamu bertarung, ia-ia mencoba untuk berdiri.. meskipun tak memiliki kekuatan... tetapi...  air mata.. air mata... terus mengalir dari matanya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ronye-san…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menjulurkan lengan kirinya dan memeluk tubuh ramping Ronye.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia melihat dan meneriaki PoH:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau paham kan. Ia bertarung, bertarung, dan terus bertarung dan akhirnya ia terluka parah. Berhentilah menjahilinya! Biarkan Kirito-kun istirahat!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi si pria bertudung tak mempedulikan perkataan Asuna, dan masih terus menatap wajah Kirito dari jarak dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, hei, hei, kau bercanda kan! Bagaimana mungkin kita menutup pertunjukan seperti ini!? Hei, bangun! Hei, bangun! Selamat Paa… aagggiiii!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH menjulurkan kaki kirinya dan menendang kursi roda cukup keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kursi roda tersebut terlempar kencang dan tubuh yang duduk diatasnya terjatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dan Klein mencoba berdiri bersamaan, tetapi dihentikan. Agil mengeluarkan raungan kemarahan, sementara Lisbeth, Silica, dan Ronye menjerit pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi PoH tak menanggapi mereka semua, ia malah berjalan kesamping Kirito dan membalikkan tubuhnya menggunakan ujung kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ini… dia beneran hancur? Sang pahlawan besar kini hanyalah sebuah boneka?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu menggenggam pedang putih yang ada di pelukan lengan kiri Kirito. Lalu ia menariknya dari sarung pedang dan mengetahui jika pedang putih ini hanyalah separuh bagian.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
PoH mencibir, dan hendak membuang pedang tersebut. Ketika  —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito mengeluarkan suara serak, dan lengan kirinya berusaha mengambil pedang putih tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Huh?! Ia bergerak!! Kau menginginkannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 330.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH mengayun – ayunkan pedang putih tersebut, seolah memanas – manasi Kirito. Ia lalu melukai lengan kiri Kirito yang masih menjulur ke udara, kemudian ia menendangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, katakan sesuatu!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PoH menampar pipi Kirito dengan tangan kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan Asuna telah menjadi kemerahan karena amarah. Tetapi ketika ia hendak bangun, teriakan milik Klein meledak ke sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bangsat!! Jangan berani kau menyentuh Kirito, kau sialan — !!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Klein hendak menyerang PoH, sebuah pedang besar ditusukkan ke punggungnya dan membuatnya tertancap ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memuntahkan banyak darah dari mulutnya, tetapi Klein menghiraukannya dan mencoba untuk merangkak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya… KAU…!! Tak akan pernah… kumaafkan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Crack!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara berat, sebuah pedang besar kedua menembus punggung Klein lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mata tak terbendung kini membanjiri mata Asuna sekali lagi, seolah air mata ini tak akan kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini, rasa takut dalam hati Sinon untuk tak bisa terbang lebih besar ketimbang rasa sakit ketika kakinya diledakkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dihadapannya, Sinon yang tadi bisa terbang bebas dengan menginjak udara. Kini hanya bisa menghindar menggunakan kaki kanannya sambil ia terus turun kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Urgh………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menggeramkan giginya, menggubah gerakannya menjadi manuver yang ia bisa gunakan— terbang kebelakang tanpa henti. Darah yang mengalir dari kaki kirinya bagaikan garis – garis di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuat jarak antara dirinya dan Subtilizer semakin lebar secepat yang ia bisa, sambil mengincar musuh dan mengerahkan tembakan ketiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi musuh bisa mengejarnya dengan mudah dan sniper musuh juga menembakkan tembakan keempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua buah peluru melaju pada lajur yang sama, menimbulkan suara dan gemercik api ketika saling bergoresan, dan berubah arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengokang snipernya, rasa takutnya semakin besar, ia lalu menembakkan peluru keempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua buah bunyi keras terdengar bersamaan. Dua buah peluru saling bertubrukan, lalu menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakan kelima. Tembakan keenam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasilnya sama saja. Subtilizer memang sengaja mengincar dan menembak ketika Sinon menembak, membuat kedua peluru terus bertabrakan tanpa henti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Skill seperti itu tak ada dalam GGO, kesampingkan dunia ini. Tetapi di dunia ini, imajinasi menjadi sumber segala hal. Tak hanya Subtilizer yang menyadari hasil pertempuran saling tembak ini, Sinon juga harus menyadarinya; itulah mengapa kedua peluru terus menerus saling bertabrakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ketiga hal tindakan mengokang, mengincar musuh, dan menarik pelatuk, Sinon tak bisa melakukan hal lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembakan ketujuh saling berbenturam lalu sisa peluru menghilang di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kokang. Incar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Click.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika jemari Sinon hendak menarik pelatuk, hanya timbul bunyi saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Isi peluru Hecate II hanya tujuh biji. Ia tak punya peluru cadangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaliknya, Isi peluru Barrett XM500 adalah 10. Sisa dua peluru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon bisa melihat dengan jelas jika musuh tersenyum dingin dari jarak 100 meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan api muncul dari ujung snipernya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain kaki kirinya, kini tangan kanan Sinon meledak juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut membuatnya tak bisa lagi terbang lurus, ia mulai turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengontrol daya dorong, Subtilizer mendekatkan mata kanannya ke bidikan, bersiap untuk melancarkan tembakan terakhir. Mata yang terlihat dari bidikan tersebut mengincar dada Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Maaf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf, Asuna. Maaf, Yui. Maaf… Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Sinon berguman sendiri. Tembakan kesepuluh XM500 terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peluru tersebut meninggalkan lintasan peluru, menuju armor biru Sinon, menyentuh pakaiannya, dan menembus tubuhnya —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bang!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan api muncul sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon membuka matanya lebar – lebar, dan melihat peluru tersebut dihentikan oleh kalung silver yang sangat kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berada di pusat percikan cahaya putih selebar dua millimeter adalah kekuatannya yang masih tersisa. Seketika Sinon melihat ini, air mata menetes ke pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Aku tak boleh menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak boleh menyerah. Aku harus yakin. Percaya pada diriku sendiri. Percaya pada Hecate. Dan aku harus percaya pada dia yang memiliki kalung ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengangkat Hecate dan meletakkan jari telunjuknya ke pelatuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun senjata ini telah diubah menjadi sebuah sniper menggunakan imajinasinya. Properti sistem miliknya tak berubah — benar, kemampuan dari Bow of Solus: kemampuan untuk menyerap energi sekitar menjadi kekuatannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka ini pasti bisa menembakkan. Meskipun isi pelurunya kosong, Hecate pasti akan merespon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Go… oooo——!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menarik pelatuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang tertembak bukanlah sebuah peluru logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah peluru cahaya putih murni menyembur dari ujung Hecate, membuat garis lurus seolah membelah langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum menghilang dari wajah Subtilizer. Ketika ia berusaha menghindar, cahaya putih menghantam Barrett.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bola api keemasan muncul, menelan Subtilizer —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bunyi dentuman hebat, sebuah ledakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon merasakan hantaman udara menabrak wajahnya, membuatnya terjatuh dan menghantam tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak memiliki kekuatan untuk merangkak, apalagi terbang. Rasa sakit yang muncul dari kekinya membuatnya semakin sulit untuk menjaga kesadarannya tetap terjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, Sinon tetap membuka kedua matanya untuk melihat hasil tembakan akhir miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angin menyapu asap hitam yang muncul di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang muncul — adalah Subtilizer yang masih berdiri di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terluka. Seluruh tangan kanannya meledak akibat tembakan Sinon dan asap hitam masih mengepul dari punggungnya. Wajah bagian kanan miliknya hancur dan ia memuntahkan darah dari mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura membunuh akhirnya muncul dari wajah Subtilizer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ayo sini. Aku akan meladenimu sebanyak yang aku bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon memfokuskan sisa – sisa kekuatannya, dan mencoba untuk mengangkat Hecate.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, Subtilizer berpaling. Makhluk bersayap yang ada dibawahnya kini berubah arah dan meninggalkan jejak asap hitam, ia terbang menuju selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon meletakkan sniper miliknya ke tanah; ia benar – benar kelelahan. Ketika sniper ini menyentuh tanah, ia berubah kembali ke bentuk aslinya, busur putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggunakan tenaga terakhirnya untuk mengangkat kedua tangan dan memegang kalung yang menjuntai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Kirito…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berbisik, air mata menetesi pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa tak memiliki waktu untuk mencabut senjata yang tertancap ditubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua rasa sakit bercampur aduk, langsung menembus ke urat syarafnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa luka miliknya cukup parah. Setiap saat ia bergerak, dua buah pedang yang saling menusuk perutnya menggesek organ dalamnya dan pedang yang tertancap dari punggungnya telah menembus jantung Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Leafa tidak berhenti bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ura… AAHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak darah menyembur ketika ia mengayunkan Sword Skill untuk kesepuluh kali — atau seratus kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katana «Verduras Anima» memotong horizontal dengan cahaya hijau.setelah beberapa saat berkonsentrasi, cahaya tersebut melebar dan banyak tubuh musuh terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa musuh mengambil kesempatan cooldown ini, dan melaju kearahnya. Leafa mundur tetapi tak bisa menghindari semua serangan. Tombak besar berhasil mengiris lengan kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba mengendalikan tubuhnya karena hampir terjatuh....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HAAAHHH!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang miliknya ia ayunkan sekali lagi, tiga orang terpotong lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa mengambil lengannya yang terpotong dan memasangnya kembali, ia lalu menjejakkan kakinya ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bunga dan rerumputan mucul bersamaan dengan cahaya hijau. HP miliknya kembali normal dan meskipun lukanya masih kelihatan, lengan kirinya telah tersambung kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam situasi semacam ini, kemampuan infinite regeneration yang dimiliki Super Account Terraria tak bisa disebut lagi sebuah anugerah dewi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih mirip sebuah kutukan. Tak peduli berapa banyak luka yang ia terima, berapa banyak rasa sakit yang dirasakan, ia tak akan kalah. Ia tak bisa mati, ia bukannya tak terkalahkan, Leafa malah merasakan sebuah siksaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu – satunya hal yang membuat Leafa tetap bertahan adalah sebuah keyakinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Jika yang mengalami Onii-chan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak akan mundur dengan luka semacam ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak boleh kalah. Mereka hanya tiga ribu orang. Aku bisa mengatasinya seorang diri. Karena.... aku... adalah.... Adik Perempuan..... «Black Swordsman» Kirito…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya kemerahan menyala dari ujung katana yang ia genggam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zoom! Katana tersebut ia hunuskan kedepan dan menembakkan sebuah pilar cahaya sejauh ribuan meter. Tubuh – tubuh musuh tertelan dan menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Huff… Huff…….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia bernafas, ia memuntahkan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa mengelap mulutnya sambil gemetaran, lalu sebuah tombak datang dan menancap ke mata kirinya dan menembus ke kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mundur beberapa lanngkah — tetapi Leafa tidak tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggenggam pegangan tombak dengan tangan kirinya dan mencabutnya. Sebuah sensasi rasa sakit mengerikan mengalir ke tengkoraknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Urgh… Uraaaaaaagh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak, menginjakkan kakinya ketanah untuk memulihkan HP miliknya. Mata kirinya yang hancur kini telah pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang sekeliling dan menyadari daerah sekitar hanya tersisa sekitar seratus orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa menyeringai, menjulurkan tangan kirinya yang berdarah kedepan, ia mengundang musuh untuk maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melawan pasukan yang menerjang dirinya, Leafa mengayunkan katana miliknya dengan keras .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eeyah… AAAAAHHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebasan pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah menyembur ke udara ketika serangan Leafa menghantam pasukan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kira – kira tiga menit setelahnya, setelah musuh terakhir musnah. Tubuh Leafa telah tertancapi lebih dari sepuluh senjata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perutnya mati rasa ketia ia terjatuh kebelakang, namun ia tak menyentuh tanah karena tertahan ujung senjata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengarkan Rirupirin dan yang lain memanggil namanya, juga mendengar langkah kaki mendekatinya, Leafa menutup mata dan berbisik pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Hebat, kan… Onii-chan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Yanai  menarik pelatuk, sebuah teriakan datang dari telinga kiri Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Higa-kun, menghindar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghindar… menghindari peluru?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berpikir seperti itu, Higa mendengar sebuah suara benda jatuh dari atas saluran ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clang!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan suara sebuah tembakan. Suara benda jatuh dari pintu masuk diatas sana, lalu menghantam dahi Yanai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Yanai terbuka lebar ketika melihat keatas. Tangan kirinya yang menggenggam tangga terpeleset.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa… Tunggu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa seolah lupa rasa sakit di pundaknya lalu merapatkan tubuhnya ke tangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah obeng besar terjatuh, lalu sebuah pistol terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya tubuh tak sadarkan diri Yanai terjatuh di saluran ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hee… Heee!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa kembali ke posisi semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Ah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Higa membuat keluhan itu, Yanai telah terjatuh kebawah sedalam 50 meter. Beberapa bunyi kelontangan terdengar ketika ia menghantam lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………. Um.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa dia … mati? Tidak, sepertinya ia hanya mematahkan dua atau tiga tulang … tidak, mungkin lima atau enam …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berpikir apa yang menimpa Yanai, sebuah teriakan terdengar di telinganya sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Higa-kun… Hei, Higa-kun!! Apa kamu baik – baik saja?! Jawab aku, hei!!“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………. Ah, tidak, aku hanya terkejut … kau mampu membuat suara berisik seperti itu, Rinko-senpai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana... bagaimana mungkin kamu memikirkan hal konyol seperti itu?! Apa kamu terluka? Apa ia menembakmu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, um…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa melihat luka di pundak kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah darah yang hilang benar – benar banyak. Tangan kanannya mulai mati rasa, dan dingin. Pikirannya tak secepat biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Higa mengambil nafas panjang dan mengumpukan kekuatan di perutnya sesaat, lalu membalas seceria mungkin:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, aku baik – baik saja kok! Hanya luka gores. Aku akan melanjutkan operasi ini, tolong awasi monitor Kirito-kun, Senpai!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu serius tak apa?! Aku akan coba percaya, oke?! Jika kamu menipuku aku tak akan memaafkanmu, oke?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentang itu… percaya saja padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa melihat keatas dan melambaikan tangannya pada Rinko yang mengintip dari pintu masuk saluran. Karena jarak cukup jauh dan minim penerangan, seharusnya ia tak bisa milihat pendarahan Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah… aku akan menuju monitor, dan jika gambarnya berubah aku akan mengabarimu! Semoga berhasil, Higa-kun!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika sosoknya menghilang, Higa keceplosan berbisik memanggil namanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Rin-Rinko-senpai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa, ada sesuatu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan… Um, uh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Tahu nggak? Di kampus, bukan hanya Kayaba-senpai dan si sialan Sugou yang mengagumimu, aku juga mengagumimu lho.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa ingin berkata seperti itu, tetapi ia merasa jika ia mengungkapkannya... maka....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, setelah ini semua berlalu, maukah kita makan bareng?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Oke. Aku akan mentraktirmu hamburger, daging asap, atau apalah, semoga berhasil!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu sosok Professor Koujiro benar – benar menghilang dari pandangan Higa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Ia benar = benar pelit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba pikir, saat – saat «terakhir», kata – katanya tak terdengar keren.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa tersenyum pahit, lalu membalikkan laptop di tangan kirinya. Ia meletakkan jarinya yang mati rasa ke keyboard dan mulai mengetik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
STL #3… Connected to #4. #5, #6… Connected.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena kehilangan banyak darah, kata – kata yang muncul didepan mata Higa kini berlipat ganda. Ia menggelengkan kepala dan berbisik dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Baiklah, Kirito-kun, waktunya untuk bangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil bercucuran airmata, Asuna menatap kekasihnya sambil berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kumohon, Kirito-kun. Aku bersedia mencurahkan seluruh hatiku, hidupku, segalanya... jadi, bangunlah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kirito-kun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Onii-chan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……… Sekarang… Kirito…&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 348.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang memanggil namaku —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terbangun dari tidur panjangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka kelopak mataku, aku bisa melihat partikel – pertikel cahaya berwarna orange beterbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandanganku perlahan mulai fokus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kain putih — Gorden.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jendela berwarna perak. Bergaya klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah ranting pohon yang melambai. Sebuah pesawat perlahan melintas di langit sana, membelah langit cerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil nafas dalam – dalam, mengangkat tubuh atasku dan melihat sebuah seragam ada di depan papan tulis kehijauan. Penghapus diayunkan, menghapus tulisan yang masih tersisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Um, Kirigaya-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendengar seseorang memanggil namaku lagi. Aku berbalik, dan melihat seorang siswi menatapku agak malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku ingin menggeser meja ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya aku ketiduran di kelas lagi, aku bangun ketika kelas sudah selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab, lalu mengangkat tas milikku dari meja dan berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalaku pusing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti kelelahan yang terus menumpuk — ketika menonton sebuah film yang sangat lama. Aku tak bisa mengingat seluruh filmnya, tetapi emosi yang tercipta telah melekat di hatiku. Aku menggeleng kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berpaling dari siswi yang menatap keheranan, mengambil langkah menuju pintu keluar kelas, dan berguman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh… Apa itu mimpi…”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
(To be continued)&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Aria_Bagian_6_-_10&amp;diff=506788</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Aria Bagian 6 - 10</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Aria_Bagian_6_-_10&amp;diff=506788"/>
		<updated>2016-11-21T14:36:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Bagian 6=== &amp;lt;!-- Point of View (POV) is Asuna --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Pilihan makanan Asuna selama tiga—ataukah itu empat—hari terakhir terdiri dari roti hitam termurah dari NPC pembuat roti, dan sebotol air dari salah satu air mancur di kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak suka makan terlalu banyak bahkan di dunia nyata, dan makanan di dunia virtual ini terasa sangat kosong sehingga tidak dapat di katakan. Tidak peduli seberapa banyak kamu makan, tidak satu butirpun gula yang akan mencapai tubuhmu di dunia nyata. Dia berpikir bahwa akan lebih baik bila sistem makanan, mengenai lapar dan kenyang, tidak ada sama sekali. Tetapi, ketika perutmu kosong untuk beberapa lama, perasaan virtual dari kelaparan tidak akan menghilang hingga kamu memakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu dia berada di dalam ruang bawah tanah, dia dapat menggunakan tekadnya untuk menghentikan rasa kosong di dalam perutnya, tetapi setelah kembali ke kota, dia perlu makan. Untuk mengkompensasi kekurangan tekadnya, dia membeli sebuah makanan yang paling murah dari menu: sebuah roti hitam yang kering dan keras. Dia merasakan rasa frustasi yang aneh dari rasa yang lumayan enak dari mengunyah roti itu sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah kota Tolbana, Asuna duduk diatas bangku kayu sederhana di sebelah air mancur dan terus mengunyah secara diam-diam potongan roti yang ada di mulutnya, yang tersembunyi di balik tudungnya. Walaupun ukuran rotinya lumayan besar, roti itu hanya berharga 1 col. Dia akhirnya menyelesaikan setengahnya sebelum—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Roti itu kelihatannya lumayan enak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang tidak asing itu datang dari arah kanannya. Dia menghentikan tangannya yang baru saja akan merobek satu potong dari roti itu, dan melirik tajam kearah suara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang berdiri di sana adalah pria yang baru saja dia tinggalkan di pintu masuk kota sekitar beberapa menit yang lalu. Pengguna pedang satu tangan berambut hitam dan bermantel abu-abu itu. Dia menggunakan suatu cara sebelumnya untuk memindahkannya, yang telah pingsan jauh di dalam ruang bawah tanah, ke luar. Orang yang merepotkan ini adalah seseorang yang mengganggu jalannya yang seharusnya ‘terpotong’ &amp;lt;!-- aka death --&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia menyadari hal itu, kedua pipinya menjadi panas. Setelah dia mengatakan bahwa ambisinya adalah untuk mati, dia sedang terlihat memakan makanan yang dimaksudkan agar seseorang dapat terus hidup. Rasa malu yang kuat menyerang seluruh tubuhnya, dan dia tidak tahu apa yang harus dilakukan pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara dia terdiam, dan membawa roti hitam berbentuk setengah bulan purnama di kedua tangannya, pria itu terbatuk, dan berbisik pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bolehkah aku duduk di sampingmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya, dia pasti akan meninggalkan bangku itu tanpa mengatakan sepatah katapun, dan bergerak menjauh tanpa berbalik di dalam situasi seperti ini. Akan tetapi, sekarang ini, dia sedang diserang oleh semacam gangguan yang jarang dia alami di dunia nyata, jadi dia tidak dapat bereaksi. Melihat terdiamnya Asuna sebagai sebuah tanda persetujuan, pria itu duduk di sebelah kanan Asuna pada sisi terjauh yang mungkin, dan mulai mencari-cari kantong mantelnya. Apa yang dia ambil adalah sebuah obyek bulat berwarna hitam—sebuah roti hitam yang berharga 1 col.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu juga, Asuna melupakan rasa malu dan bingungnya sementara, dan sebagai gantinya melihat pria itu dengan takjub.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk seseorang yang memiliki kemampuan untuk pergi sejauh itu di dalam maze, dan tingkat dari pelindung seluruh tubuh dan perlengkapannya, pendekar pedang ini seharusnya memiliki cukup uang untuk dengan mudah membeli menu masakan lengkap di dalam restoran. Bila keadaannya seperti ini, entah dia itu adalah orang yang sangat pelit, atau—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sungguh, kamu pikir roti itu sangat enak, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa dia sadari, dia benar-benar menanyakan pertanyaan yang dipikirkannya itu dengan suara pelan. Mendengar hal ini, pria itu mengangkat alisnya secara berlebihan, dan mengangguk dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja. Setelah aku datang ke kota ini, aku memakannya sekali sehari...Sebenarnya, aku memberi sedikit tambahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tambahan...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak mengerti maksudnya, dia menggelengkan kepalanya di balik tudungnya. Bukannya menjawab, pendekar pedang itu menaruh tangannya di dalam kantong yang berada di sisi lain dari kantong yang sebelumnya, dan mengambil sebuah teko yang tidak terbuat dari kaca. Dia menaruhnya di tengah bangku, dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Coba gunakan itu pada rotinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istilah ‘gunakan itu pada rotinya’ untuk sementara membuat Asuna bingung, tetapi kemudian dia menyadari bahwa itu adalah istilah net game, mirip dengan «Gunakan kunci pada pintu» atau «Gunakan botol pada air mancur». Dia dengan ragu-ragu mengulurkan tangan kanannya, dan menyentuh tutup dari teko itu dengan jarinya. Dari pop-up menu yang muncul dia memilih «Use», dan kemudian ujung jarinya mulai berkilau dengan warna ungu yang redup. Kondisi ini disebut «Target Selection Mode», yang kemudian dia menyentuhkannya pada roti hitam yang setengah-termakan di tangan kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan melakukan hal itu jarinya terwarnai dengan warna putih. Banyak sekali, atau bisa dibilang dioleskan dengan tebal, tidak peduli bagaimana kamu melihatnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Krim? Dari mana kamu dapat mendapatkan benda semacam ini...?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini berasal dari hadiah quest «Cow’s Counterattack» yang aku terima di desa sebelumnya. Tetapi, karena itu membutuhkan waktu yang agak lama untuk diselesaikan, tidak banyak orang melakukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memberikan jawabannya dengan serius, pendekar pedang itu meniru gerakan «Menggunakan teko pada roti» juga. Mungkin karena isinya telah habis, tetapi teko itu tiba-tiba pecah dengan suara lemah efek cahaya. Pendekar pedang itu membuka lebar mulutnya, dan menggigit roti itu yang sekarang juga terolesi dengan timbunan krim. Mendengar sound effect dari suara kunyahan, perut Asuna sendiri yang telah merasakan sakit yang tidak nyaman untuk waktu yang lama, sekarang memiliki rasa perut kosong yang normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan ragu-ragu mengigit roti hitam yang terolesi krim yang di pegang di tangan kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, tekstur dari roti yang biasanya kering dan kadar berubah banyak. Rasa dari kue sederhana menyebar di dalam mulutnya; krimnya terasa manis dan licin, dengan rasa kecut yogurt yang menyegarkan. Bagian dalam pipinya terkena dengan sentakan-sentakan dari rasa penuh yang menggemparkan. Asuna dengan melamun mengisi mulutnya dengan dua, tiga gigitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia tersadar, roti yang berada di tangannya, seperti arti dari kata ini, benar-benar habis. Ketika dia melihat di sebelahnya, sepertinya dia selesai sekitar dua detik lebih cepat daripada pendekar pedang itu. Sekali lagi, rasa malu yang kuat timbul di dalam dirinya. Dia ingin melarikan diri dari tempat ini, tetapi setelah di traktir makanan, akan sangat buruk dalam hal kesopanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bernapas beberapa kali dan kembali tenang, Asuna mengatakan dengan suara lemah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Terima kasih atas makanannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendekar pedang itu menyelesaikan makanannya sendiri, menepuk kedua tangannya untuk menjatuhkan remahan-remahan roti dari tangannya yang memakai sarung tangan, lalu kembali berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Quest sapi yang aku sebutkan sebelumnya, bila kamu ingin melakukannya aku dapat memberikan beberapa tips. Bila kamu melakukannya dengan efisien, kamu dapat menyelesaikannya dalam dua jam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, hatinya tergerak. Dengan krim yogurt itu, bahkan roti hitam berharga 1 col dapat menjadi sebuah makanan yang nikmat. Itu adalah rasa penuh yang palsu dari taste recreation engine, tetapi untuk merasakannya sekali kagi... tidak, bila mungkin, aku ingin memakannya setiap hari, pikirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menurunkan pandangan matanya, dan menggelengkan kepalanya di balik tudungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tidak apa-apa. Aku tidak datang jauh-jauh ke kota ini hanya untuk makan makanan yang enak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hum. Lalu, untuk alasan apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara dari pendekar pedang itu, bisa dikatakan adalah sebuah suara yang indah, tetapi tidak ada satu bagianpun dari suara itu yang tidak enak di dengar: suaranya bergema seperti suara seorang pemuda. Mungkin karena itu, emosi yang tersembunyi jauh di dalam hatinya—sebuah emosi yang belum pernah dia katakan kepada siapapun sebelumnya setelah datang ke dunia ini—menyelinap keluar tanpa dia sadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku... ingin membuktikan bahwa aku ada. Pada awalnya, aku mengunci diriku sendiri di dalam sebuah ruangan di dalam penginapan kota. Tetapi kemudian aku memutuskan, bila aku akan secara perlahan-lahan membusuk, lalu aku ingin menjadi diriku sendiri hingga saat-saat terakhir. Bahkan bila aku kalah dengan sebuah monster dan mati, permainan ini... dunia ini, aku juga tidak ingin kalah. Tidak peduli apa yang terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna –hidup Yuuki Asuna selama 15 tahun, adalah sebuah pertarungan terus menerus. Pertarungan ini dimulai sejak ujian masuk TK, lalu dengan banyak ujian baik besar maupun kecil sesudahnya; Asuna berhasil mengatasi mereka semua. Hidupnya diatur sehingga bahkan satu kegagalan akan membuat dirinya menjadi orang yang tidak berguna, jadi dia terus menolak beban itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tantangan baru datang setelah 15 tahun pertarungannya: «Sword Art Online». Akan tetapi dia mungkin tidak dapat menang dari ujian ini. Bertarung melawan yang tidak diketahui, dengan aturan dan budaya yang berbeda, ini adalah tipe pertarungan yang tidak dapat diatasi hanya dengan kekuatan satu orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah kondisi untuk menang yang diberikan: capai lantai atas dari kastil melayang berlantai 100 ini, dan bunuh musuh terakhirnya. Akan tetapi, satu bulan setelah permainan dimulai, sekitar seperlima pemain berhenti—selain itu, sebagian besar dari mereka adalah para veteran yang berpengalaman. Pasukan yang dapat bertarung yang tersisa hanya sedikit, dan jalan ke depan masih panjang...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah semua itu, aliran kata-kata dari hati Asuna melemah dan menguat, karena dia berkata sepatah-patah. Bagian-bagian yang terucap adalah sebuah monolog yang tidak konsisten dimana pendekar pedang berambut hitam itu dengarkan dalam diam— pada akhirnya suara Asuna terpotong oleh angin sepoi-sepoi di sore hari, dan pendekar itu membisikkan sebuah kata kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa detik, Asuna bertanya-tanya, ‘Mengapa dia mengatakan itu?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bertemu pendekar pedang itu untuk pertama kalinya hari ini, seharusnya tidak ada alasan baginya untuk meminta maaf. Dia melirik dari balik tudungnya kepada orang di sebelahnya; pria bermantel abu-abu itu masih sedikit terduduk di bangku, menyandar ke depan dan mengistirahatkan kedua sikunya pada lututnya. Mulutnya bergerak sedikit, dan dia mendengar kata-katanya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf...—Keadaan saat ini sekarang... atau, dengan kata lain, apa yang mendorongmu hingga sejauh itu, bisa dibilang, mungkin adalah apa yang aku...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, dia tidak dapat mendengar kelanjutannya. Berdiri tegak di tengah kota, di atas sebuah kincir angin besar, adalah sebuah jam bertenaga angin yang bersuara keras dan nyaring.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang adalah jam 4 sore. Waktu dimulainya «Pertemuan». Dengan melihat sekeliling, Asuna melihat bahwa para pemain telah berkumpul di air mancur di dekat mereka, tidak tahu sejak kapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Mari pergi. Ini adalah konferensi yang kamu undangkan kepadaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Asuna mengucapkan hal itu dan berdiri, pendekar pedang itu mengangguk, dan secara perlahan bangkit berdiri. Apa yang akan dia katakan sebelumnya— Asuna mungkin tidak akan dapat berbicara dengannya lagi, jadi itu tidak penting. Tetapi di dalam perasaan itu, terdapat sebuah emosi yang seperti duri yang menusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin tahu. Aku tidak ingin tahu. Pilihan apa yang berada paling atas, bahkan Asuna sendiri tidak mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 7=== &amp;lt;!-- POV is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
44 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah jumlah total pemain yang berkumpul di tanah lapang dekat mata air di Tolbana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan perkiraanku—itu adalah, harapanku, apa yang dapat aku katakan hanyalah bahwa jumlahnya terlalu sedikit. Di dalam SAO, ukuran maksimal dari sebuah grup adalah 6 orang, dan delapan kali jumlah itu, dengan jumlah total 48 orang untuk membentuk sebuah grup penyerbu. Agar tidak ada yang mati saat membunuh bos dari sebuah lantai, akan sulit tanpa setidaknya dua  grup penyerbu untuk melakukan pertukaran selama bertarung, tetapi jumlah ini bahkan tidak dapat memenuhi jumlah untuk sebuah grup penyerbu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menarik napas untuk menghelanya, tetapi aku kehilangan kesempatanku untuk melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sebanyak ini...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sebelah kiri belakangku, pengguna rapier di dalam mantel bertudung itu berbisik. Aku tanpa sadar berbalik dan bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Banyak...? Dengan orang sejumlah ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Karena... mereka berkumpul di sini untuk tantangan pertama melawan monster bos dari lantai ini, bukan? Walaupun ada kemungkinan untuk penghancuran total...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangguk, dan kemudian melihat wajah-wajah dari para pejuang yang berkumpul dalam grup tiga atau lima orang di sekitar tanah lapang lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sekitar lima atau enam orang, aku mengetahui nama dan level mereka, dan begitu pula sebaliknya. Hal itu termasuk dengan «Argo si Tikus», yang sedang bersandar kepada tembok tinggi di sisi lain dari tanah lapang. Sebagai tambahan, sekitar lima belas dari orang-orang ini, aku baru melihat kebanyakan dari mereka untuk pertama kalinya. Tentu saja, perbandingan antara pemain pria dan wanita sangat besar. Untuk pemain wanita, dengan melihat sekilas, mungkin hanya pengguna rapier itu dan Argo, mungkin hanya mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, tidak ada orang yang pernah melihat—yaitu untuk Aincrad yang ini—tantangan melawan bos lantai pertama. Hingga sekarang di lantai ini, kemungkinan untuk HP gauge turun menjadi nol—untuk resiko kematian—pastinya adalah yang tertinggi di dalam pertempuran skala besar ini. Seperti yang dikatakan oleh pengguna rapier itu, semua yang berkumpul di alun-alun telah bersiap untuk kematian mereka sendiri, dan dengan berada di sini telah menerima untuk menjadi sebuah batu loncatan untuk para pemain berikutnya... itu adalah apa yang dimaksudkannya, akan tetapi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tidak, tidak juga...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku secara tidak sadar berbisik. Pengguna rapier memberiku sebuah pandangan bertanya-tanya dari balik tudungnya. Terhadap hal itu, aku menjawab sementara dengan hati-hati memilih kata-kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak dapat mengatakan hal ini untuk semua orang, tetapi bukannya «Menunjukkan semangat pengorbanan-diri», banyak juga orang yang datang kemari karena «Tidak nyaman karena ditinggalkan»,. Yang untukku, mungkin adalah yang kedua...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ditinggalkan? Dari apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dari garis depan. Penghancuran total itu menakutkan, tetapi dikalahkan oleh bos yang tidak diketahui, juga menakutkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kain dari tudung itu termiringkan sedikit. Karena dia adalah pemain net game yang benar-benar baru, dia akan sulit mengerti apa yang baru saja aku katakan - itu adalah apa yang pertama aku pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Hal itu seperti, tidak ingin jatuh di bawah ranking kesepuluh dalam sekolahmu, atau setidaknya ingin untuk menjaga z-score &lt;br /&gt;
&amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Z_score&amp;lt;/ref&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;!--T/N: 偏差値七十キープしたいとか, not sure about this --&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;!--original by translator: deviation to 70%--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;!--cant read jap and I don&#039;t know how school works there, but judging from the context I assume that she means t score of 70 which is a standard deviation of 2 --&amp;gt;&lt;br /&gt;
tetap 2. Motivasi yang serupa dengan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, adalah giliranku untuk tidak dapat berkata-kata. Bila aku berpikir sedikit mengenai hal itu, aku mengangguk dari sudut yang aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yea... yah, mungkin... Mungkin seperti itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat dari balik tudungnya, bibirnya yang terbentuk indah tersebut sedikit tersungging ke atas. Fu, fu—sebuah suara samar dapat terdengar. Tawa... apakah itu adalah suara tadi? Dari pengguna «Linear» yang amat sangat sempurna yang telah menyebut tindakanku sebagai “Usaha yang tidak perlu” ketika aku memindahkannya keluar dari maze?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tanpa sadar ingin melihat secara langsung ke dalam tudungnya, tetapi untungnya situasinya berubah sebelum itu. Dengan suara *Pan, Pan* dari tepuk tangan, sebuah teriakan yang dibawakan dengan baik bergerak melewati alun-alun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;O—K! Sekarang, ini sudah lima menit terlambat, tetapi mari kita mulai! Semuanya, maju sedikit ke depan... ya, maju tiga langkah lebih dekat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik dari suara yang megah itu adalah seseorang pengguna pedang satu tangan, yang bertubuh tinggi dengan baju pelindung dari logam yang mengkilat untuk setiap anggota tubuhnya. Dengan berlari sebelum meloncat, dia melompat ke pinggiran dari air mancur di alun-alun kota tersebut. Melompat setinggi itu dengan pelindung tubuhnya, dia mpasti memiliki strength dan dexterity stat yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mereka melihat pendekar pedang yang membalikkan punggungnya itu, beberapa orang dari keempat puluh orang yang ada disini mulai membuat keributan. Aku mengerti apa yang mereka rasakan. Aku juga, bertanya-tanya: orang yang berdiri di pinggir air mancur tersebut, bagaimana dia bisa setampan itu, hingga tampaknya tidak mungkin ada di VRMMO? Sebagai tambahan, rambut panjangnya yang bergelombang turun pada sisi wajahnya berwarna biru cerah. Karena item pewarna rambut tidak dijual di toko pada lantai pertama, dia pasti telah berburu drop dari sebuah monster langka atau membelinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila dia berbuat sejauh itu untuk mengkustomisasi gaya dan warna rambutnya untuk pertemuan ini, dengan hanya ada dua pemain wanita —walaupun salah satunya memakai mantel bertudung sehingga tidak ada yang dapat mengetahuinya dari luar, sementara yang satunya adalah «Tikus»—Aku rasa dia pasti merasa sedikit enggan, tetapi pria itu benar-benar menampik kecurigaanku dengan senyum yang santai dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hari ini, terima kasih karena telah datang menjawab panggilanku! Beberapa orang di sini mengenalku, tetapi aku akan mengenalkan diriku sendiri! Aku adalah «Diavel», dan profesiku adalah «Kesatria»!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan itu, orang-orang di sekitar air mata bersiul dan bertepuk tangan, yang bercampur dengan kata-kata semacam ‘Kamu benar-benar ingin berkata «Pahlawan» bukan!’ diarahkan kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk SAO, kelas profesi tidak ada di dalam sistemnya. Setiap pemain diberikan sejumlah «Skill Slot», dan dapat dengan bebas memilih dari bermacam-macam teknik dan mengaturnya untuk dilatih. Sebagai contohnya, orang-orang dengan keahlian membuat barang atau berdagang sebagai keahlian utamanya dapat dipanggil sebagai «Penempa», «Penjahit Wanita», «Koki», atau gelar pekerjaan lainnya—akan tetapi, aku memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai kelas «Kesatria» dan «Pahlawan», belum pernah mendengarnya sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, tidak peduli kelas macam apa seseorang memanggil dirinya sendiri, itu adalah pilihannya. Dengan itu, pria bernama Diavel ini sedang mengenakan pelindung perunggu di dada, bahu, tangan dan tulang keringnya, dengan sebuah longsword &amp;lt;ref&amp;gt; http://en.wikipedia.org/wiki/Longsword&amp;lt;/ref&amp;gt; besar di pinggang kirinya, dan sebuah kite shield &amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Kite_shield&amp;lt;/ref&amp;gt; di punggungnya. Kamu dapat mengatakan bahwa itu adalah perlengkapan yang cocok untuk seorang Kesatria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan yang gagah itu... sementara aku memandangnya dari belakang kerumunan, aku mencari dari daftar isi di otakku. Perlengkapan dan gaya rambutnya berbeda jadi sulit untuk menghubungkannya, tetapi satu bulan ini aku ingat sering melihatnya di desa-desa dan kota-kota kecil di garis depan. Lalu kemudian, bagaimana dengan sebelum itu—«Aincrad yang lain», bagaimana dengan di sana. Setidaknya, aku tidak ingat pernah mendengar namanya sebelumnya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu, mengenai alasan aku mengumpulkan kalian para pemain tingkat atas yang sangat aktif di ujung terdepan dari garis depan, aku rasa aku tidak perlu mengatakannya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara pidato Diavel berlanjut, aku menghentikan pikiranku dan berkonsentrasi kepadanya. Kesatria berambut biru itu menaikkan tangan kanannya, menunjuk menara raksasa yang secara samar terlihat menjulang di atas tepi langit kota ini- maze lantai pertama—dan melanjutkan pidatonya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Hari ini, grupku menemukan tangga yang mengarah ke lantai paling atas dari menara itu. Yaitu, besok—atau, setidaknya, lusa—kita akan sampai ke sana: ruang bos... lantai pertama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pemain membuat sebuah keributan besar. Aku juga agak terkejut. Maze lantai pertama memiliki 20 lantai; aku (dan pengguna rapier di sebelahku), pergi ke lantai 18 hari ini, di sekitar area tangga menuju lantai 19. Aku tidak tahu bahwa lantai 19 sudah dipetakan begitu menyeluruh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Satu bulan. Datang sejauh ini membutuhkan waktu satu bulan... Walaupun begitu, kita telah membuat sebuah contoh. Bunuh bosnya, dan capai lantai kedua! Kita perlu menunjukkan bahwa permainan kematian ini bisa diselesaikan kepada semua orang yang menunggu di Starting City. Ini adalah kewajiban bagi kita para pemain tingkat atas disini! Bukankah itu benar, semuanya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, sorakan-sorakan terdengar. Kali ini, ada orang-orang yang ikut bertepuk tangan yang bukan teman-teman Diavel. Sebenarnya apa yang dikatakan nya adalah sesuatu yang terhormat dan tidak ada yang disembunyikan. Tidak, aneh rasanya bahkan untuk berpikir bahwa ada yang tersembunyi dibalik kata-kata itu. Sekarang ini, aku seharusnya menjadi seperti para pemain yang-terpecah-sebelumnya di garis depan dan membeli cerita Kesatria itu, memberinya tepuk tangan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu sebentar , Knight-san.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, sebuah suara yang pelan mengalir keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sorak-sorainya segera berhenti, dan bagian depan dari kerumunan terbelah menjadi dua. Di tengah dari ruang yang dikosongkan itu ada seseorang yang bisa dibilang pendek dan kekar. Dari posisiku, aku dapat melihat sebuah pedang satu-tangan di punggungnya yang lumayan besar, dan semacam rambut, berwarna coklat yang runcing seperti kaktus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengambil sebuah langkah ke depan, kepala kaktus itu menggeram dengan suara yang serak , dan dalam yang berlawanan dengan suara indah Diavel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum itu, ada satu hal yang perlu diselesaikan; bila tidak aku tidak dapat bergabung dengan kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua mata Diavel mengecil saat itu juga, tetapi kemudian kembali tersenyum penuh dan mengatakan sesuatu sambil memberi isyarat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pendapat sangat diterima di sini. Tetapi, bila kamu akan berbicara, kamu perlu memberitahukan kami namamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Hum.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala kaktus itu mendengus keras, lalu melangkah ke depan. Ketika dia mencapai air mancur itu, dia berbalik dan menghadap kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku adalah «Kibaou».&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 8=== &amp;lt;!-- POV is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Sword Art Online Aria 2.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
Pendekar berkepala kaktus yang memperkenalkan dirinya itu dengan nama karakter yang lumayan berani melihat semua pemain di alun-alun dengan kedua matanya yang kecil, tetapi tajam dan terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan matanya yang bergerak secara horisontal berhenti untuk sesaat pada wajahku—atau setidaknya aku pikir dia lakukan. Aku tidak pernah mengingat namanya, ataupun juga dimana kami pernah bertemu sebelumnya. Setelah melihat cukup lama untuk melihat semua orang sekali, Kibau akhirnya berkata dengan nada suara yang mengancam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Di sana, sekitar 5 atau 10 orang perlu meminta maaf.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meminta maaf? Kepada siapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesatria yang masih berdiri dibelakangnya di ujung air mancur, Diavel, mengangkat kedua tangannya untuk bertanya. Tanpa melihatnya, Kibaou berkata dengan penuh kebencian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha, bukankah itu jelas. Kepada 2000 orang yang sekarang meninggal. Orang-orang itu telah memonopoli semuanya, dan 2000 orang meninggal dalam satu bulan! Bukankah benar?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, suara dengungan rendah di dalam empat puluh orang pendengar itu terpotongl semuanya terdiam. Apa yang Kibaou ingin katakan, semuanya pada akhirnya mengerti. Aku tentu saja, juga termasuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam keheningan yang mencekam ini, hanya BGM dari orkestra NPC yang bermain diam-diam. Tidak ada yang berkata apapun. Bila sesuatu dikatakan, kemudian pada saat itu juga kamu akan dilabeli sebagai salah satu dari «mereka»—ketakutan seperti itu mungkin ada di sana. Tidak, bukan sebuah kemungkinan. Setidak-tidaknya, aku jelas-jelas terperangkap oleh ketakutan itu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Kibaou-san. Apa yang kamu maksud dengan «mereka» itu adalah... para original beta tester, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diavel dengan kedua tangannya bersila, menunjukkan tampang yang paling galak hingga sekarang sementara dia bertanya untuk mengkonfirmasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jelas saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan potongan-potongan logam tebal dari scale mail miliknya berdentingan diatas pakaian kulit yang dia pakai &amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Chain_mail&amp;lt;/ref&amp;gt; , Kibaou melirik kepada kesatria dibelakangnya dan meneruskan kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Para beta tester itu, pada hari permainan yang menyebalkan ini dimulai, berlari keluar dari Starting City dan menghilang. Mereka meninggalkan lebih dari 9000 orang yang tidak tahu kiri dari kanan. Mereka memonopoli daerah-daerah berburu yang baik dan quest-quest yang menguntungkan, menjadi lebih kuat tanpa memperdulikan mereka yang tertinggal... Seharusnya ada beberapa di dalam kelompok ini, menyembunyikan status mereka sebagai beta tester, beberapa orang yang licik yang berpikir untuk bergabung dengan pertarungan dengan bos. Aku ingin mereka berlutut sekali, yang hidupnya bergantung kepada anggota grup mereka. Itu adalah apa yang ingin aku katakan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti namanya &amp;lt;ref&amp;gt;Kibaou, salah satu dari penerjemahan dari nama ini dapat berarti &#039;Fang King/Raja Taring&#039;&amp;lt;/ref&amp;gt;, dia memotong kecamannya dengan gigitan dari giginya. Tetap saja, tidak ada yang berkata apa-apa. Sebagai anggota dari kelompok original beta tester, aku mengatupkan  gigiku, menahan napasku, dan terus terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan karena aku tidak ingin berteriak balik sebuah bantahan seperti, ‘Para original beta tster, apakah kamu pikir tidak ada dari mereka yang mati?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar satu minggu yang lalu, aku membeli informasi dari Argo—lebih tepatnya, aku bertanya kepadanya untuk memeriksa sesuatu. Untuk mengetahui jumlah kematian dari original beta tester.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Close beta dari SAO yang diadakan selama liburan musim panas hanya menerima 1000 orang. Semua diberikan hak untuk membeli permainan yang diluncurkan terlebih dahulu, tetapi karena waktu loginnya mendekati masa ujian, tebakanku adalah bahwa tidak semua dari 1000 tester itu berpindah ke permainan resmi. Mungkin, sekitar 700 atau 800 orang—itu, adalah jumlah keseluruhan dari original beta tester pada awal permainan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, menemukan «Siapa yang merupakan seorang original beta tester» tidak semudah itu. Bila kursor warna pemain memiliki tanda [β], maka tentu saja akan menjadi lebih mudah—setelah mengatakan mengenai hal itu, bisa dibilang kami cukup beruntung bahwa tanda semacam itu tidak ada. Sedangkan mengenai penampilan avatar kami Kayaba Akihiko, GM dari permainan ini telah mengatur penampilan semua orang sehingga sama dengan di dunia nyata. Satu-satunya hal yang dapat kami pegang adalah  nama, tetapi mungkin banyak yang diubah setelah berpindah dari beta menuju permainan resmi. Secara kebetulan, alasan mengapa Argo dan aku yakin mengenai status masing-masing sebagai original beta tester berhubungan dengan bagaimana kami pertama bertemu, tetapi itu adalah cerita yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, karena alasan-alasan itulah, pencarian Argo seharusnya sangat sulit. Akan tetapi, hanya dibutuhkan 3 hari baginya untuk memberiku sebuah angka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar 300 orang. Itu, adalah perkiraan Argo mengenai kematian para original beta tester.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila nomor itu benar, hal itu berarti, dengan jumlah kematian sekarang adalah 2000, 1700 di antaranya adalah pemain baru. Sebagai persentase, tingkat kematian pemain baru adalah 18%. Di lain pihak, tingkat kematian original tester adalah - mendekati 40%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengetahuan sebelumnya dan pengalaman tidak selalu berarti keamanan. Sebaliknya, mereka bisa menjadi jebakan. Untukku, yang menerima quest pada hari pertama dari hari pertama dari permainan kematian ini, aku hampir saja mati. Selain itu, ada juga faktor-faktor eksternal. Pada permainan resmi SAO, geografi, monster-monster, dan item yang ada kebanyakan sama dengan yang ada dalam beta test, tetapi terkadang, perbedaan yang tipis, seperti jarum beracun mematikan yang kecil...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bolehkah aku berbicara?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, sebuah suara bariton yang kuat dan keras terdengar di alun-alun kota di sore hari. Aku kembali dari pemikiranku dan menaikkan kepalaku. Dari sisi kiri dari kerumunan, sebuah siluet bergerak ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Besar sekali. Tingginya bisa melebihi 180cm, mungkin. Ukuran dari sebuah avatar dikatakan tidak memiliki efek apapun pada stat orang tersebut, tetapi battle-axe&amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Battle_axe&amp;lt;/ref&amp;gt; dua tangan yang terselempang di punggungnya kelihatannya ringan baginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilannya juga,  megesankan dan tidak kalah dengan senjatanya. Sebuah kepala yang benar-benar botak, dan kulit berwarna coklat. Akan tetapi, wajahnya yang seperti di pahat terasa sangat cocok sehingga kamu mungkin berpikir bahwa wajahnya dirubah. Bukan orang Jepang... daripada mengatakan itu, mungkin saja dia bahkan bukan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa berotot itu bergerak ke depan ke arah air mancur. Menunduk sedikit ke arah para pemain lain, dan kemudian berbalik dengan tingkat yang secara dramatis berbeda dengan Kibaou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Namaku adalah Agil. Kibaou-san, apa yang ingin kamu katakan adalah banyak pemula yang mati karena original beta tester tidak peduli kepada mereka, dan kamu ingin mereka menerima tanggung jawab itu dan meminta maaf, apakah benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Be... Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kibaou, kewalahan untuk sesaat, mundur selangkah, tetapi kemudian segera kembali maju. Dengan matanya yang kecil dan berkilau menatap tajam kepada pengguna kapak bernama Agil, dia berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bila mereka tidak meninggalkan kita, 2000 orang tersebut tidak akan mati! Akan tetapi, mereka bukan hanya 2000 orang biasa, kebanyakan dari mereka adalah veteran tingkat atas dari MMO lain! Bila para tester menyebalkan itu berbagi informasi, item dan uang dengan baik, lalu akan ada 10 kali lipat orang-orang yang berkumpul di sini... tidak, sekarang kita seharusnya sudah selesai menembus lantai 2 atau 3!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—300 dari 2000 orang tersebut, adalah apa yang kamu panggil ‘tester yang menyebalkan’!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan mati-matian berusaha menahan diriku untuk meneriakkan hal itu. Aku belum dapat menunjukkan dasar dari angka 300 itu, dan menakutkan untuk digantung; alasan-alasan remeh seperti itu menahanku dari berteriak. Akan tetapi, sebelum itu, aku rasa tidak akan bijaksana untuk menunjukkan statusku sebagai original beta tester sebagai bantahanku dalam situasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, sekitar empat hingga lima ratus original tester yang tersisa sedang tergabung secara berbahaya tergabung dengan peserta-peserta batu. Bila dilihat secara level ataupun perlengkapan, mereka tidak lagi mencolok. Di dalam situasi ini, bila aku menunjukkan diriku sebagai original tester, hal berbahaya seperti pemfitnahan atau pencemaran nama baik besar-besaran&amp;lt;!--Original:Witch-hunt.Perburuan dan pemfitnahan besar-besaran orang yang dianggap penyihir (pada awalnya,kemudian atau yang diduga), musuh (kebanyakan politik), atau komunis (modern). Ref: http://en.wikipedia.org/wiki/Witch-hunt --&amp;gt; mungkin terjadi dibandingkan perbaikan komunikasi antar pemain. Kemungkinan buruknya, pemain garis depan, pemain pemula baru, dan original tester mungkin berpisah dan memulai sebuah perang. Hal itu perlu dihindari tidak peduli apapun yang terjadi. Alasannya adalah, untuk SAO, serangan dari pemain diperbolehkan di medan dan ruang bawah tanah, yang disebut «Area luar»...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu adalah apa yang kamu katakan, Kibaou-san. Aku tidak tahu mengenai uang dan item, tetapi aku rasa mengenai informasi ada yang dibagikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara aku secara menyedihkan menurunkan pandangan mataku, Agil si pendekar kapak itu menjawab dengan suara bariton yang kuat. Dari kantong besar di pinggangnya, yang berotot dan ditutupi pakaian pelindung dari kulit, dia mengeluarkan item buku sederhana yang dijilid dengan kulit domba. Sampul bukunya memiliki telinga bulat dan tiga kumis yang digayakan dengan «Tanda Tikus».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Buku petunkuk ini, kamu juga dapat bukan. Dibagika secara gratis dari item shop di Hornuka dan Medai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Di- Dibagikan secara gratis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tanpa sadar mengeluarkan sebuah suara kecil. Buku itu, dari penanda di sampulnya, adalah barang dagang Argo si Tikus, «Panduan Strategi berdasarkan Area». Buku itu memiliki penjelasan yang mendetil tentang banyak area mengenai penampilan monster-monster, drop item, dan bahkan penjelasan yang berhubungan dengan quest. Pada dasar dari sampulnya tertulis, [Tidak apa-apa. Ini adalah panduan strategi yang dibuat oleh Argo.] Slogan itu bukanlah sesuatu yang berlebihan. Agak sedikit memalukan tetapi aku membeli seluruh set-nya untuk melengkapi ingatanku— lalu, bila aku mengingatnya dengan benar, setiap buku seharusnya berharga 500 col, harga yang cukup pantas...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku juga memilikinya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disampingku, pengguna rapier &amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Rapier&amp;lt;/ref&amp;gt; yang-terdiam-hingga-sekarang berbisik. Aku bertanya kepadanya “Secara gratis?”, dan dia mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada sebuah komisi untuk pemilik item shop, tetapi karena harganya 0 col, semua orang memilikinya. Buku itu segera menjadi berguna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A... Apa yang terjadi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Tikus» itu—dia adalah seorang pedagang yang kejam dimana dia akan menjual stat-nya sendiri bila itu akan mendatangkan uang. Tetapi, menyebarkan informasi secara gratis? Tidak mungkin terjadi! Aku memindahkan pandanganku; tembok batu dimana Argo terduduk diam beberapa menit yang lalu sudah kosong. Ketika aku betemu dengannya lagi, aku ingin bertanya alasan kenapa, tetapi entah bagaimana aku sudah dapat membayangkan jawabannya: “Informasi itu berharga 1000 col”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Iya. Kenapa dengan buku itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Kibaou yang tajam memotong pemikiranku. Agil menaruh buku panduannya kembali ke kantongnya, dan kemudian mengatakan dengan tangan bersila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Panduan ini, setiap kali aku mencapai desa atau kota baru, selalu ditemukan di dalam item shop. Hal itu juga sama denganmu bukan. Penyebaran informasinya terlalu cepat, tidakkah kamu berpikir mengenai hal yang sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, ada apa dengan terlalu cepat atau semacamnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Orang-orang yang menyediakan informasi dari para monster dan data peta di dalamnya, tidak mungkin orang lain selain para original beta tester.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua  pemain kembali ribut. Kibaou menutup mulutnya dengan tajam, dan si kesatria Diavel dibelakangnya mengangguk dengan berkata ‘Oh, begitu’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika semua pandangan diarahkan kepada Agil, dia berkata dengan suara baritonnya yang dikatakan dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tahu, disini terdapat informasi. Walaupun begitu, masih banyak pemain yang mati. Alasannya adalah karena mereka adalah para pemain veteran MMO, aku rasa. Mereka mengukur kesamaan SAO dengan permainan lain, dan kehilangan titik perbedaannya. Tetapi, sekarang bukanlah waktunya untuk mencari siapa yang bertanggung jawab. Apakah kita akan menjadi orang-orang itu atau tidak, dan bagaimana hal itu mempengaruhi pertemuan ini, adalah apa yang aku pikirkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 9=== &amp;lt;!-- POV is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Pengguna kapak dua-tangan bernama Agil itu memiliki sikap yang mengesankan, dan pendapatnya juga sangat berterus terang, sehingga Kibaou hanya dapat berdiri di dalam bayangan dalam diam. Bila orang lain selain Agil mengatakan hal yang sama, lalu Kibaou mungkin akan membalas dengan ‘Mengatakan hal itu berarti kamu adalah seorang original beta tester’, aku rasa begitu. Tetapi, saat ini, apa yang dapat dia lakukan adalah menatap tajam raksasa itu di dalam kebencian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakang dua orang yang saling berhadapan dalam diam. Diavel, yang masih berdiri di pinggiran air mancur, rambutnya terwarnai ungu dari cahaya mentari di sore hari, melambaikan tangan sementara dia mengangguk sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kibaou-san, aku dapat mengerti pendapatmu. Aku juga pergi ke medan-medan yang tidak diketahui, dan akhirnya sampai di sini setelah hampir mati beberapa kali. Tetapi, seperti yang dikatakan oleh Agil-san disini, bukannya sekarang adalah waktu untuk maju ke depan? Bahkan para original beta tester... tidak, terutama original beta tester, kita memerlukan kekuatan bertarung mereka untuk strategi menghadapi bos ini. Bila kita tidak menggunakan tenaga mereka, dan hal itu menyebabkan kegagalan serangan ini, apa gunanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah benar-benar orang yang menyatakan dirinya sendiri sebagai kesatria, aku ingat; dia juga telah memberikan pidato yang santai. Banyak diantara orang-orang yang berkumpul di sini mengangguk dalam. Aku merasakan atmosfirnya berubah dari ‘Menyalahkan original tester,’ dan aku tanpa sadar menghembuskan napas lega. Aku sadar itu adalah sebuah perbuatan yang memalukan untukku, tetapi aku kemudian mendengarkan kelanjutan dari pidato Diavel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Semuanya, setiap dari kalian memiliku preferensi masing-masing, tetapi saat ini aku ingin kalian semua bekerja sama untuk menembus lantai pertama. Bila ada orang-orang yang tidak ingin bertarung bersama dengan original beta tester tidak peduli apa yang terjadi, walaupun sangat disayangkan, tetapi kamu bebas untuk pergi. Untuk pertarungan melawan bos, kerjasama tim adalah yang terpenting.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan mata kesatria itu menyapu ke arah semua orang, dan pada akhirnya berhenti ke arah Kibaou. Pendekar pedang berkepala kaktus itu mendengus keras lalu memuntahkan kata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Baiklah, aku akan mendengarkanmu untuk sekarang. Tetapi, setelah pertarungan dengan bos ini selesai, aku ingin hal ini deselesaikan dengan hitam-putih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan scale mail miliknya bergemerincing, Kibaou kembali dari depan kelompok. Agil si pengguna kapak itu juga, melebarkan kedua tangannya menunjukkan bahwa dia tidak memiliki sesuatu lain untuk dikatakan, dan kembali kemana dia berada sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, itu adalah garis besar dari pertemuan pertama. Karena, bahkan bila kita ingin mendiskusikan detil dari strategi menghadapi bos-nya, kita hanya sampai di lantai teratas dari maze ini. Di dalam situasi dimana tidak ada orang yang telah melihat wajah dari bos-nya, sebuah strategi tidak dapat dibuat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tidak, kenyataannya sedikit berbeda. Karena aku tahu bos dari lantai pertama adalah Kobold yang berukuran sangat besar, senjatanya adalah sebuah Talwar &amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Talwar&amp;lt;/ref&amp;gt; yang besar, dan begitu dihadapi 12  penjaga kerajaan berpelindung berat akan muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam satu sisi, bila aku menunjukkan statusku sebagai orginal tester dan menyediakan informasi dari bos itu, kemungkinan kami untuk sukses mungkin akan sedikit meningkat. Akan tetapi, kemudian mereka akan bertanya ‘Mengapa kamu tetap diam hingga sekarang’ dan kemungkinan untuk atmosfir dari ‘menggantung para original tester’ akan muncul kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, pengetahuanku berada dari Aincrad lama. Ketika permainan resmi dimulai, kemungkinan bahwa bos itu benar-benar, atau hanya dalam detil-detil kecil, berubah. Bila kita mendasarkan strategi kita dari informasi selama beta, ketika kita benar-benar melawan bos itu, bila penampilan atau pola serangannya berubah... atau ketika hal-hal lain terjadi, maka para penyerbu dapat dihancurkan oleh karena terlalu banyak kebingungan. Apa yang terjadi berikutnya adalah, hingga pintu dari ruangan bos terbuka dan pemiliknya muncul, tidak ada yang dapat dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah dari alasanku adalah untuk meyakinkan diriku sendiri, sementara aku terus menutup mulut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhir pertemuan, si kesatria  Diavel menaikkan suaranya yang tegas, dan meraung keras kepada para peserta. Aku hanya menaikkan tangan kananku untuk menunjukkan dukunganku. Sementara untuk pengguna rapier disampingku, jangankan berteriak; dia bahkan tidak menggerakkan tangannya dari mantelnya. Sebelum kata “Bubar” selesai diucapkan, dia telah berbalik. Sebelum dia pergi, aku hanya mendengar bisikan pelannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum pertemuan dimulai, kamu mengatakan sesuatu... bila kita berdua masih hidup setelah pertarungan dengan bos, katakan kepadaku apa yang kamu katakan sebelumnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepada punggung yang menghilang dibalik jalan yang redup itu, aku menjawab tanpa suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;—Tentu saja, pada saat itu, aku akan mengatakannya padamu. Bahwa untuk keselamatanku sendiri, aku membuang semuanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun pertemuannya berakhir tanpa diskusi apapun, walaupun itu sepertinya meningkatkan moral dari para pemain, dan lantai 20 dari maze pertama telah dipetakan dengan kecepatan yang belum pernah dilihat sebelumnya. Siang hari setelah pertemuan itu—Sabtu, tanggal 3 Desember—grup pertama (kali ini juga adalah grup Diavel yang beranggotakan enam orang), menemukan sebuah pintu ganda raksasa jauh di dalam maze. Sorak-sorai mereka mencapai diriku yang bertarung secara solo di dekat mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grup dari Diavel dengan berani membuka pintu ruangan bos, dan melihat wajah dari penghuninya. Pada sore harinya, pada pertemuan lain di air mancur alun-alun Tolbana, kesatria berambut biru itu melaporkannya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bos-nya adalah sebuah Kobold berukuran sangat besar, setinggi 20 meter. Namanya adalah «Illfang the Kobold Lord», dan senjatanya termasuk dalam golongan scimitar &amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Scimitar&amp;lt;/ref&amp;gt; . Ketika dihadapi, tiga «Ruin Kobold Sentinels» berpelindung logam, yang membawa halberd &amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Halberd&amp;lt;/ref&amp;gt; muncul—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Informasinya sampai sekarang masih sama persis denga di beta. Bila aku mengingatnya dengan benar, «Sentinel» akan kembali muncul ketika bos-nya kehilangan salah satu dari keempat HP bar-nya, dengan total sejumlah 12 sentinel yang harus dibunuh, tetapi seperti biasa aku tidak mempunyai keberanian untuk mengatakan hal itu di dalam pertemuan. Bagaimanapun juga, pertempuran sebenarnya tidak akan terjadi terlalu segera, dengan banyak pertempuran untuk pengintaian dimana ini akan segera menjadi informasi yang akan segera diketahui—itu adalah apa yang ingin aku katakan kepada diriku sendiri, tetapi sesuatu yang membuat kekhawatiranku tidak beralasan ditemukan pada pertengahan pertemuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana, pada kedai NPC terbuka di dekat alun-alun, «Benda itu» sudah dijual semenjak entah kapan. Dibuat dari tiga kulit domba yang dijahit, bukan sebagai buku, tetapi itu adalah sebuah pamflet. Panduan Strategi Argo: Edisi bos lantai pertama—adalah judul pamfletnya. Harganya adalah 0 col sejak awal penjualannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja pertemuannya dihentikan untuk sementara sementara semua orang membeli (atau lebih tepatnya mendapatkan) panduan itu dari NPC, dan mulai membaca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama seperti biasanya, terdapat sejumlah informasi yang mengesankan banyaknya. Dari nama bos yang baru saja diketahui hingga perkiraan HP-nya, senjata utamanya yang adalah sebuah Talwar dan kecepatan pedangnya, jumlah damage, hingga teknik-teknik pedangnya, informasi ini memenuhi tiga halaman panduan ini. Halaman keempat menjelaskan tentang para «Sentinel»; disana, tertulis dengan jelas bahwa mereka akan muncul empat kali, hingga berjumlah 12 sentinel secara keseluruhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan juga, pada sampul dari panduan itu, sebaris kata-kata yang tidak ada pada «Panduan Strategi Argo» hingga sekarang, dalam tulisan merah terang, berkata—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Informasi ini berasal dari beta test SAO. Mungkin terdapat perbedaan dengan versi yang sekarang.]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku melihatnya, aku menaikkan kepalaku sebagai reaksinya, dan melihat di sekeliling alun-alun mencari Argo. Akan tetapi, aku tidak dapat menemukan «Tikus» yang memakai pelindung kulit kusam itu. Aku menurunkan kepalaku lagi, dan menggumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...Terbongkar...”&amp;lt;!--&amp;quot;...Invaded...&amp;quot; T/N: 攻め込んだな--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis peringatan merah ini mungkin telah menghancurkan status Argo yang sekarang—«Hanyalah seorang informan yang menjual informasi yang diperoleh dari para beta tester yang tidak diketahui seorangpun». Hampir semua yang membaca ini, akan mulai bertanya-tanya apakah Argo sendiri adalah seorang original tester atau bukan. Tentu saja tidak ada bukti apapun, tetapi nanti, bila permusuhan antara para pemain baru dan original tester membesar melebihi yang sekarang, tanpa ragu bahaya dari dia digantung akan meningkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lain pihak, panduan strategi ini, tentunya akan menghindarkan beberapa pertarungan pengintaian yang merepotkan dan berbahaya. Keempat puluh orang yang membaca ini, seakan-akan membiarkan pemimpin mereka memutuskan bagaimana menyikapinya, melihat ke arah kesatria berambut biru yang berdiri di pinggiran air mancur seperti kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diavel kelihatannya menurunkan kepalanya karena berpikir secara dalam untuk puluhan detik, dan kemudian akhirnya berdiri tegak dan berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Semuanya, sekarang, mari kita berterima kasih atas informasi ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para peserta kembali riuh. Pidato itu, bukannya memilih konfontrasi dengan original tester, memilih perdamaian. Aku pikir Kibaou akan sekali lagi melompat dan menggeram, tetapi kepala kaktus coklat didekat bagian depan kerumunan itu sekarang masih berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengesampingkan sumbernya, tetapi terima kasih atas panduan ini, kita dapat melewatkan dua hingga tiga hari pertempuran pengintaian. Sebenarnya, hal ini sangat disyukuri, aku rasa. Karena kebanyakan kematiannya mungkin berasal dari pertempuran pengintaian tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di mana-mana di alun-alun, kepala-kepala yang berbeda warna mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Bila ini benar, stat numeris dari bos ini tidak seburuk itu. Bila SAO adalah MMO yang normal, lalu semua orang dengan rata-rata tiga... tidak, dibawah level lima akan dapat membunuhnya, aku rasa. Jadi, bila kita mengasah taktik kita dengan benar, membawa banyak POT &amp;lt;ref name=&amp;quot;potion&amp;quot;&amp;gt;Istilah dalam permainan, singkatan dari potion untuk menyembuhkan dan berbagai macam potion lainnya&amp;lt;!--Original translation:Game term, short for healing and various potion--&amp;gt;&amp;lt;/ref&amp;gt;  ke dalam pertarungan, mungkin kita dapat membunuhnya tanpa korban satupun. Tidak, maaf, bukan itu. Benar-benar tanpa korban. Itu, aku berjanji kepadamu atas nama kesatria!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Yo, knight-sama!&#039; dan suara lain datang beterbangan, tepuk tangan keras berlanjut. Diavel adalah seseorang dengan kepemimpinan yang baik, bahkan pemain solo sepertiku perlu menerimanya. Guild tidak dapat dibuat hingga para pemain mencapai lantai ketiga, tetapi pada saat itu sebuah guild penaklukan yang menakjubkan mungkin dapat dibuat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan beberapa derajat kekaguman, tetapi dengan kelanjutan pidato kesatria itu, aku sedikit tersedak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;—Lalu, ini agak terlalu cepat, tetapi aku berpikir untuk memulai pertemuan strategi yang sebenarnya sekarang! Lagipula, bila kita tidak membuat kelompok penyerbuan, kita tidak dapat membagi tugas kita. Semuanya, pertama-tama mari membuat grup-grup dengan teman-teman atau orang di sekitarmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Apa yang dia katakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sebuah kekakuan yang mengingatkanku pada kelas olahraga saat SD, aku dengan terburu-buru menghitung di dalam kepalaku. Di dalam SAO, sebuah grup terdiri dari 6 orang, ada 44 orang disini jadi... 7 grup ditambah 2 orang yang tersisa. Bila tujuannya adalah kerataan jumlah, lalu 4 grup beranggotakan 6-orang, dan 4 grup beranggotakan 5-orang adalah yang terbaik? Tetapi jika begitu, tanpa perintah dari pemimpin tidak akan bisa semudah itu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pemikiranku yang menyeluruh dan berkecepatan tinggi, hasilnya membuat pemikiran itu tidak berguna. Karena, dibawah satu menit setelah arahan Diavel, tujuh grup beranggotakan 6-orang dengan cepat dibentuk. Mereka mengerti kesatria itu ingin membuat grup beranggotakan 6-orang. Lalu, tidak-peduli-bagaimana-kamu-melihatnya-dia-adalah-si penyendiri Kibaou, dan raksasa yang terlihat mulia Agil juga segera menemukan 5 orang. Mungkin orang yang tidak berkata ‘Mari bertarung bersama-sama’ hanyalah aku seorang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, itu tidak benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku melirik sekeliling, aku menemukan pengguna rapier yang mengenakan mantel bertudung itu berdiri sendirian, dan aku segera mendekatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Kamu juga diabaikan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pertanyaanku yang pelan, sebuah tatapan mata yang tajam, dan marah datang dari tudungnya, dan pada saat yang sama sebuah suara yang tertekan menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Bukan diabaikan. Orang-orang di sekitarku sepertinya berteman, jadi aku menahan diri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah apa yang dimaksudkan dengan diabaikan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin mengkoreksi dia, tetapi karena bijak dengan kehati-hatian, dan sebaliknya hanya mengangguk secara serius dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu, bagaimana bila membentuk grup denganku? Sebuah kelompok penyerbu bisa menampung delapan grup; bila kita tidak melakukannya kita tidak dapat bergabung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelihatannya melakukannya secara sistematik adalah benar, karena pengguna rapier itu kelihatan ragu-ragu untuk sesaat, lalu mendengus dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena kamu mengundangku, aku harus menerimanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sini, dia memberiku semacam ekspresi ‘kamu mengajakku terlebih dahulu jadi kamu yang mengundang’ yang kekanak-kanakan, yang telah aku tinggalkan sebulan yang lalu. Jadi, aku mengangguk dan menyentuh kursor warnanya di dalam pandanganku untuk mengirim undangan grup. Pengguna rapier itu menyentuh OK dengan sikap yang kaku, dan kemudian di sisi kiri dari pandanganku, sebuah HP gauge kecil kedua muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawahnya menunjukkan sebuah kombinasi dari huruf, dimana aku menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[ASUNA]. Itu, adalah nama dari pemain anggar misterius yang memiliki «Linear» yang teramat sangat cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 10=== &amp;lt;!-- POV is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Kemampuan mengomandani dari Diavel si kesatria itu, tidak hanya pidatonya, juga lumayan baik dalam aspek-aspek kecilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memeriksa ulang ketujuh grup beranggotakan 6 orang ini, dan dengan jumlah tersedikit dari pengubahan, membuat tujuh grup dengan tujuan yang berbeda-beda. Dua grup Tanker berpelindung berat. Tiga grup Penyerang berkecepatan dan berkekuatan serang tinggi. Dua grup Pendukung yang memakai senjata panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua grup tanker akan menjaga dan bertukar untuk menjadi target dari bos-nya. Dua grup penyerang berkonsentrasi kepada bos-nya, dan yang satunya untuk membunuh para penjaganya dahulu. Kedua grup pendukung yang kebanyakan menggunakan senjata panjang akan menggunakan teknik Delay sebagai teknik utama mereka, dan bila mungkin mengganggu serangan dari bos atau penjaganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sederhana, tetapi dengan ini tidak banyak terdapat celah, aku rasa ini adalah taktik yang baik. Sementara aku terkagum, kesatria itu akhirnya pergi ke arah grup berisi dua orang yang tidak-ada-gunanya (tentu saja, itu adalah aku dan pengguna rapier itu) itu, setelah berpikir untuk beberapa lama, dia berkata dengan santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalian berdua, pastikan tidak ada Kobold penjaga yang tersisa, tolong bantu grup E.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ‘Jangan mengganggu pertarungan dengan bos dan berdiamlah di belakang’, Aku rasa kata-katanya itu dapat berarti hal ini. Ketika aku menyadari bahwa pengguna rapier «Asuna» di sampingku akan memberikan sebuah respon yang tidak menyenangkan. Aku menghentikannya dengan satu tangan dan menjawab.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dimengerti. Itu adalah peran yang penting, serahkan kepada kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, aku bergantung kepadamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kilauan putih dari gigi depannya, kesatria itu kembali ke air mancur. Pada saat itu, di dekat telinga kiriku, sebuah suara yang tajam terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tugas penting apa. Pertempuran akan berakhir tanpa kita menyerang satu kalipun kepada bos-nya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita tidak dapat melakukan apapun mengenai hal ini, kita hanya berdua. Tidak ada cukup waktu untuk rotasi Switch dan Pot &amp;lt;ref name=&amp;quot;potion&amp;quot; /&amp;gt;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Switch? Pot...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar bisikan yang bertanya itu, aku sekali lagi berpikir. Pengguna rapier ini, sungguh-sungguh meninggalkan Starting City sebagai pemula tanpa pengetahuan apapun, dan datang jauh ke sini seorang diri. Mungkin dengan lima rapier yang tidak ditingkatkan yang dibeli dari toko, dan mengandalkan hanya kepada satu teknik pedang «Linear»—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Nanti, aku akan menjelaskan secara deril. Bila kita berbicara di sini penjelasannya tidak akan pernah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Tidak perlu’, aku menebak dengan  kemungkinan di atas 50% untuk respon semacam ini, setelah pengguna rapier itu terdiam untuk beberapa detik, dia mengangguk ringan. &amp;lt;!--Zero2001: Can the &amp;quot;Don&#039;t need&amp;quot; be replaced with &amp;quot;Unnecessary&amp;quot; since it fits more here--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konferensi strategi menghadapi bos kedua ini berakhir setelah percakapan singkat antara para pemimpin grup yang diberi label huruf dari A hingga G, dan mengatur bagaimana membagi col dan item dari boss drop. Agil si pengguna kapak itu adalah pemimpin dari kelompok tanker B, dan Kibou yang memiliki kebencian yang membara terhadap para original beta tester adalah pemimpin dari grup penyerang E. Karena grup E adalah grup untuk membunuh para Kobold penjaga, pengguna rapier dan aku, kombinasi dari sisa pemain yang ada, akan membantu Kibaou. Sejujurnya, dia adalah seorang musuh yang aku tidak ingin berada terlalu dekat, tetapi dia tidak tahu bahwa aku adalah original tester—seharusnya. Sebagai tambahan, sang «Tikus» tidak ikut di dalam penyerbuan. Tentu saja aku tidak bermaksud untuk menyalahkan dia. Dengan «Panduan Strategi» itu, tugasnya sudah bisa dibilang selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pembagian drop, col akan dibagi secara otomatis secara merata diantara ke 44 anggota penyerbuan, item akan menjadi milik orang yang mendapatkannya, aturan sederhana itu adalah yang digunakan. Pada MMO akhir-akhir ini, biasanya sebuah sistem dimana seorang anggota menginginkan sebuah item dapat menggulirkan dadu untuk mendapatkannya, tetapi entah mengapa SAO menggunakan metode dari era sebelumnya seperti secara acak memberikan item ke dalam penyimpanan milik pemain, tanpa orang lain yang mengetahuinya juga. Itu berarti bila aturan «Item dari boss drop akan diambil dengan guliran dadu» yang dipakai, maka orang dengan item yang sebenarnya harus melaporkannya. Aku telah sering mengalami hal ini selama beta test, bahwa ini adalah sebuah ujian tekad. Kenyataannya, setelah pertempuran dengan bos tidak ada yang akan mengatakan sesuatu (yaitu seseorang tetap memegang drop-nya), terdapat banyak kejadian pembubaran penyerbuan yang terasa sangat canggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diavel, mungkin untuk mencegah perkembangan semacam itu, menggunakan aturan «Drop kepada orang yang menerimanya». Itu adalah seorang kesatria yang sangat perhatian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada jam 5:30 sore, sama dengan pesan ‘Mari bekerja keras!’ dan &#039;Yea—!&#039; yang serupa dengan pertemuan kemarin menyelesaikan pertemuan, dan kelompoknya berpisah kedalam grup berisi tiga tau lima orang lalu menghilang ke dalam bar atau restoran. Sementara aku menggerakkan bahuku yang tegang, aku bertanya-tanya apakah ketegangan ini adalah sebuah ilusi, atau apakah tubuh di dunia nyata yang sebenarnya tegang, itu tidak penting—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jadi, penjelasannya, di mana kita melakukannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&#039;Apa yang kamu katakan’,aku terbingung untuk sementara waktu, lalu aku dengan terburu-buru menghadap pengguna rapier itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ah... Aku tidak masalah di manapun. Bagaimana dengan bar itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tidak. Aku tidak ingin terlihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata itu hampir menusukku, lalu aku menambahkannya sebagai bukannya «bersama denganku», tetapi sebagai «bersama dengan pemain pria manapun» dan menghidupkan kembali semangatku, aku entah bagaimana berhasil mengangguk dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu, bagaimana dengan rumah NPC... tetapi seseorang mungkin masuk. Ruangan penginapan dapat dikunci, tetapi itu juga tidak baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang seperti sayatan pisau, kali ini aku terkena serangan tusukan ringan. Karena ini adalah dunia virtual, aku dapat entah bagaimana berhasil berbicara dengan para pemain wanita, tetapi hingga sebulan yang lalu, aku yang adalah siswa SMP kelas 2 dengan kemampuan interpersonalnya sedemikian rendahnya sehingga aku bahkan kesulitan berkomunikasi dengan saudara perempuanku. Lagipula, diantara semua pemain solo, bagaimana hanya aku yang menghadapi situasi seperti ini. Itu adalah karena tidak ada yang dapat dilakukan tanpa bergabung dengan kelompok untuk bertempur dengan bos, bila aku berpikir mengenai hal ini, ketujuh grup yang lain adalah grup pria, bila aku telah masuk salah satu dari grup-grup itu maka keadaannya akan berakhir tanpa begitu kekhawatiran...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara aku sedang berpikir mengenai banyak hal, pengguna rapier itu menghela napasnya dan melanjutkan kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lagipula, ruangan-ruangan pribadi pada penginapan-penginapan di dunia ini, kebanyakan bahkan tidak dapat disebut sebuah ruangan. Sebuah ruangan berukuran di bawah 6 mat dengan hanya sebuah tempat tidur dan meja, yang berharga 100 col semalam. Aku tidak terlalu memikirkan makanan, tetapi aku ingin tidurku benar-benar nyata, dan untuk tidur di dalam ruangan yang sedikit lebih baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh... Be- Benarkah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjulurkan leherku tanpa berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bila kamu mencarinya, kamu dapat menemukan kondisi yang lebih baik bukan? Hal itu, tentu akan berharga sedikit lebih mahal...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bahkan bila kamu bilang mencari, hanya terdapat tiga penginapan di dalam kota ini. Ruangannya sama dimana-mana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar jawaban itu, aku akhirnya mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... Aku mengerti. Kamu hanya memeriksa tempat-tempat dengan papan bertanda [INN]?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena... INN berarti penginapan.” &amp;lt;!--T/N: &#039;INN&#039; in English, &#039;inn&#039; in Japanese kanji --&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar, di dalam lantai bawah dari dunia ini, itu berarti sebuah tempat termurah yang dapat kamu gunakan untuk tidur. Ruangan-ruangan yang dapat kamu sewa dengan col, masih ada banyak selain dengan di dalam penginapan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku mengatakan hingga titik itu, bibir dari pengguna rapier itu menjadi bulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ap... Kamu seharusnya telah mengatakan hal itu sebelumnya...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah akhirnya mendapatkan balasan semacam ini, aku menyeringai dan mulai membanggakan ruangan yang aku sewa sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang aku sewa di kota ini adalah, lantai 2 dari rumah petani yang berharga 120 col semalam, tetapi lantai itu memiliki dua ruangan dengan semua susu yang dapat kamu minum, tempat tidurnya besar dan pemandangannya indah, di lantai dua itu juga terdapat kamar mandi...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terbawa suasana dan berkata hingga titik itu, pada saat itu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan dari pengguna rapier yang bergerak dengan «Linear» yang amat sangat cepat itu menggenggam kerah dari mantel abu-abuku dengan kekuatan yang hampir mengaktivasi kode pencegahan kekerasan. Berikutnya, dengan suara serak yang rendah, yang terdengar dengan begitu banyak tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Apa yang baru saja kamu katakan?”&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Balik ke [[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Aria_Bagian_1_-_5|Bagian 1 - 5]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Sword Art Online Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Aria_Bagian_11_-_15|Bagian 11 - 15]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Aria_Bagian_1_-_5&amp;diff=506787</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Aria Bagian 1 - 5</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Aria_Bagian_1_-_5&amp;diff=506787"/>
		<updated>2016-11-21T14:27:47Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Sword Art Online Aria 1.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
===Bagian 1=== &amp;lt;!-- Point of View (POV) is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Hanya sekali, aku melihat bintang jatuh yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihatnya bukan dalam liburan; aku melihatnya melalui jendela rumahku. Untuk orang yang tinggal di dalam kota kecil dengan udara yang segar dan kering dan kegelapan malam yang sebenarnya, bintang jatuh bukanlah sesuatu yang jarang terjadi. Tetapi sayangnya, Kota Kawagoe dari prefektur &amp;lt;!--Shall I change it to “daerah administrasi”?--&amp;gt; Saitama, dimana aku telah menghabiskan seluruh empat belas tahun dari hidupku di sana, tidak memiliki satupun dari kualitas-kualitas itu. Pada malam yang cerah, bahkan bintang-bintang terbesar kedua hampir tidak dapat terlihat dengan mata telanjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, pada larut malam pertengahan musim dingin, ketika aku kebetulan melirik keluar jendelaku karena ingin, aku melihatnya. Pada malam gelap tanpa banyak bintang, cahaya lampu-lampu kota membentuk sebuah kanopi &amp;lt;!--Alt,”langit-langit”--&amp;gt; berwarna keputih-putihan yang menutupi langit. Dan seketika itu juga, kanopi itu terpotong oleh sebuah kilasan cahaya yang melaju cepat. Diriku yang segera-akan-naik-kelas-lima dengan kekanak-kanakan berpikir, “aku harus membuat semacam permohonan...”. Hingga pada saat itu semuanya baik-baik saja, tetapi permohonan yang muncul dalam pikiranku adalah, “aku berharap monster drop-ku berikutnya adalah sebuah item langka.” Hal itu adalah macam dari permohonan yang tidak akan pernah dibuat oleh orang yang berpikiran sehat. Aku rasa permohonan itu muncul dari sebuah fakta bahwa aku sedang bermain MMORPG yang aku suka pada waktu itu. Bintang jatuh yang aku lihat sekilas pada waktu itu, aku melihatnya sekali lagi tiga (atau apakah itu empat) tahun kemudian— bersinar dengan warna yang sama, bergerak pada kecepatan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, kali ini, aku tidak melihatnya dengan mata telanjangku, tidak juga aku berada dibawah kelamnya langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihatnya  melalui Nerve Gear, sebuah full sensory VR interface pertama di dunia, di dasar dari sebuah ruang bawah tanah virtual,yang suram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang dapat menjelaskan pertarungan ini sebagai pertarungan yang mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah monster humanoid level 6, «Ruin Kobold Trooper», sedang mengayunkan sebuah kapak tangan kasar, dan orang yang melawan Kobold tersebut hampir tidak dapat menghindarinya. Aku merasakan udara dingin menerpa punggungku sementara aku mengamati pertempuran ini. Tetapi setelah pemain itu menghindari tiga serangan beruntun, Kobold itu kehilangan keseimbangan sepenuhnya dan, daripada menggunakan kesempatan ini untuk melarikan diri, orang itu menggunakan sebuah teknik serangan pedang dengan kekuatan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik itu adalah teknik pertama yang dipelajari oleh pengguna rapier: serangan satu tusukan «Linear». Teknik pedang ini diaktifkan dengan cara memegang sebuah pedang di depan tubuh dengan tangan utama, berkonsentrasi dalam memegangnya, dan kemudian menusukkan pedangnya lurus ke depan; hal ini adalah teknik dasar, yang mudah, tetapi kecepatan serangannya luar biasa. Jelas, kecepatannya tidak hanya diatur oleh system motion assist saja, tetapi teknik ini juga didorong oleh movement command milik pemain itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama beta test, aku melihat dengan kedua mataku sendiri banyak anggota kelompok dan monster musuh menggunakan teknik pedang yang sama ini berkali-kali, tetapi aku tidak dapat melihat rapier miliknya sendiri sekarang, hanya jalur yang tergambar oleh special light effect dari teknik pedang itu. Cahaya putih murni yang memotong kegelapan dari ruang bawah tanah yang redup itu mengingatkanku kepada bintang jatuh dari hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu terus menghindari tiga kali serangan beruntun dari Kobold itu dan kemudian menyerang balik dengan «Linear». Setelah menggunakan pola menyerang dan bertahan ini, pemain itu menghabisi salah satu dari monster yang lebih kuat dalam ruang bawah tanah ini, seorang beastman bersenjata, tanpa terluka sedikitpun. Walaupun begitu, pertarungan ini kelihatannya bukanlah sebuah pertarungan yang mudah. Setelah teknik pedang pembunuh itu menembus tengah dada Kobold itu, monster itu jatuh ke belakang dan berpencar menjadi pertikel-partikel. Pengguna rapier itu tergoyah seakan-akan terdorong oleh pecahan-pecahan poligon yang tidak berbentuk itu &amp;lt;!--Unsubstantial polygon shards--&amp;gt;, dan bersandar ke belakang pada dinding koridor, lalu perlahan-lahan bergelincir turun dari dinding untuk duduk, dan mulai bernafas berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang itu kelihatannya tidak menyadari aku berdiri sekitar 15 meter jauhnya pada ujung persimpangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bergerak menjauh tanpa mengatakan apapun dan menemukan mangsaku sendiri adalah caraku biasanya melakukan sesuatu. Sebulan yang lalu, pada hari yang bersejarah itu, aku memutuskan untuk dengan egois hidup sebagai seorang pemain solo. Dan hari demi hari, aku tidak pernah mendekati orang lain yang sedang sendirian. Satu-satunya pengecualian adalah bila aku melihat seorang pemain di dalam pertarungan yang jelas-jelas berada dalam bahaya, akan tetapi HP dari pengguna rapier ini masih sedikit di bawah penuh. Setidak-tidaknya, orang ini kelihatannya tidak memerlukan bantuan dari seorang yang suka ikut campur.&amp;lt;!--busybody--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sekitar lima detik pertimbangan dalam, aku meninggalkan bayang-bayang dari persimpangan dan berjalan ke arah pengguna rapier yang tetap duduk itu. Berbadan kurus, sedikit langsing. &amp;lt;!--Skinny shape,somewhat slender--&amp;gt; Bagian atas tubuhnya terbalut dengan tunik&amp;lt;ref&amp;gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Tunik&amp;lt;/ref&amp;gt; merah tua dari kulit dengan pelindung dada ringan dari tembaga, sementara bagian bawah tubuhnya terbalut dengan celana dari kulit yang bagus, dengan sepatu bot setinggi lutut. Sebuah mantel tak berlengan bertudung menutupi tubuhnya dari kepala hingga dekat pinggang, sehingga wajahnya tidak dapat dilihat. Selain mantel itu, perlengkapannya kelihatannya adalah perlengkaan seorang pemain anggar, sangat mirip dengan perlengkapanku sebagai seorang pendekar pedang. Pedang kesayanganku «Anneal Blade», sebuah hadiah dari sebuah quest yang sulit, adalah sangat berat. Jadi, untuk memanfaatkan ketajaman teknikku, aku menggunakan pelindung logam yang sangat sedikit — hanya sebuah pelindung dada kecil dengan mantel berwarna abu-abu gelap yang menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar suara langkah kakiku yang datang mendekat, bahunya tiba-tiba bergerak, tetapi tidak bergerak lebih jauh. Bukti bahwa aku bukanlah sebuah monster harusnya telah muncul sebagai kursor berwarna hijau dari sudut pandangnya. Dengan wajahnya terbenam dalam di antara kedua lututnya, menunjukkan perasaan ‘segera lewat sajalah seperti itu dan pergilah ke tempat lain’ yang terasa sangat kuat—Aku berhenti sekitar dua meter dari pengguna rapier itu dan membuka mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tadi itu adalah sebuah overkill.” &amp;lt;!--Perlu digantikah?--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahu kecil yang tertutupi dengan kain tebal dari mantel itu kembali bergerak pelan. Tudungnya tersentak, hanya bergerak sekitar 5cm ke atas, dan dari kegelapan di dalamnya, dua biji mata menatap tajam ke arahku. Satu-satunya hal yang dapat aku lihat jelas adalah dua selaput pelangi berwarna cokelat muda &amp;lt;!--Light brown iris--&amp;gt;, bentuk dari wajahnya tidak dapat terlihat sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu terus melihat dengan tatapan tajam yang digunakan dalam pertarungan sebelumnya selama beberapa detik, lalu memiringkan kepalanya sedikit ke kanan—sebuah sikap semacam ‘aku tidak tahu apa yang kamu maksud’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat hal itu, aku berpikir ‘jadi begitu rupanya’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk seseorang yang tampak seperti pemain solo bagiku, ada satu hal yang aneh &amp;lt;!--incongruity--&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Linear» yang digunakan oleh pengguna rapier itu sangat sempurna sehinggan akupun tanpa sadar merinding. Jeda sebelum dan sesudah teknik itu sangat pendek, dan diatas semua itu adalah kecepatannya yang tidak membuatnya tidak dapat dilihat. Aku belum pernah melihat teknik pedang yang seindah dan semenakutkan itu sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi pada awalnya, aku berpikir bahwa dia pastinya adalah sesama beta tester. Sebelum dunia ini menjadi sebuah permainan kematian; pengalaman bertarung yang panjang pastilah telah dialaminya untuk mendapatkan kecepatan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, melihat «Linear» untuk kedua kalinya, aku mempunyai keragu-raguan mengenai tebakanku. Tekniknya sempurna, tetapi laju pertarungannya berbahaya. Satu hal yang pasti, «Step Defense yang menggunakan sesedikit mungkin gerakan » mempunyai kecepatan serangan balik dibandingkan menangkis ataupun menghalanginya, dan durabilitas senjata/baju pelindung tidak akan menurun. Sebagai gantinya, saat pertahanan itu gagal, resikonya adalah yang terbesar. Dalam keadaan paling buruk, luka dari serangan balik akan dikenakan dan stun &amp;lt;!--Apa perlu diganti ‘tertegun’--&amp;gt; dapat terjadi. Pada pertarungan solo, sebuah stun fatal akibatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik pedang yang sempurna dan taktik bertahan yang berbahaya sangat tidak seimbang. Untuk alasan tertentu, aku ingin tahu kenapa, tidak peduli apa yang terjadi. Karena itulah aku bergerak mendekat dan bertanya. Bertanya mengenai apakah penggunaan berulang dari taktik itu adalah sebuah overkill.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi lawan bicaraku kelihatannya tidak mengerti istilah net game yang sangat populer ini. Hal ini berarti pengguna rapier di depanku bukanlah seorang beta tester yang asli. Tidak hanya itu, mereka bahkan mungkin pernah menjadi pemain MMO sebelum datang kesini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menarik napas pendek, dan menjelaskan dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Overkill berarti... dibandingkan dengan sisa HP dari monster, luka yang disebabkan jauh lebih besar. Kobold yang tadi sudah hampir mati setelah  penggunaan «Linear» yang kedua ... tidak, bisa dibilang monster itu secara praktis sudah mati. HP gauge miliknya hanya memiliki sekitar dua atau tiga titik yang tersisa. Daripada menyelesaikannya dengan sebuah teknik pedang, sebuah serangan ringan biasa sudah lebih dari cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam dunia ini, sudah berapa hari semenjak aku berkata sebanyak ini... sudah berapa minggu. Sementara aku memikirkan mengenai hal itu, aku berhenti berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengarkan perkataanku, buah dari kerja keras dan keterampilan berbicaraku yang buruk, pengguna rapier itu tidak bereaksi apa-apa selama lebih dari sepuluh detik. Ketika aku hampir berpikir bahwa aku tidak berhasil menyampaikan maksudku, sebuah suara kecil menyelinap keluar dari tudung yang diturunkan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Overkill, apakah ada masalah dengan hal itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, aku dengan terlambat menyadari bahwa pengguna rapier yang meringkuk di depanku adalah salah satu dari «Pemain Wanita» yang sangat langka di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2=== &amp;lt;!-- POV is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sudah lebih dari satu bulan semenjak peluncuran perdana dari VRMMORPG pertama di dunia «Sword Art Online».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kebanyakan MMO, pada waktu ini para pemain yang telah mencapai level cap &amp;lt;!--perlu diganti”batas level”?--&amp;gt; harusnya telah muncul dan peta dunianya seharusnya telah terjelajahi dari awal hingga akhir. Akan tetapi untuk SAO, kelompok teratas yang sekarang baru saja mencapai level 10—Aku tidak tahu apakah ini adalah level cap-nya, tetapi tidak mungkin ini benar. Panggung permainan ini, kastil yang melayang bernama Aincrad, baru saja ditaklukan sebanyak beberapa persen dalam keseluruhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya adalah, SAO yang sekarang ini adalah sebuah permainan tetapi bukan sekedar permainan; pada dasarnya, permainan ini telah menjadi sebuah «Penjara». Log out secara manual tidak dimungkinkan dan kematian avatar adalah sama dengan kematian pemainnya di dunia nyata. Dalam kondisi seperti ini, tidak banyak orang yang memasuki ruang bawah tanah yang dipenuhi dengan monster-monster dan jebakan-jebakan berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, setelah Game Master dengan tegas membuat avatar memiliki gender yang sama denga pemain di dunia nyata, pemain wanita sangat jarang. Aku rasa hampir semua dari mereka masih tinggal didalam «Starting City», bahkan setelah sebulan. Pada ruang bawah tanah besar yang pertama, «First Floor Maze», aku telah melihat pemain-pemain wanita dua atau tiga kali, dan mereka semua adalah anggota dari kelompok-kelompok yang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itulah aku tidak mungkin membayangkan bahwa pengguna rapier solo yang aku temui di dalam area yang belum terjelajahi dari ruang bawah tanah ini adalah seorang pemain wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, aku berpikir untuk menggumamkan permintaan maaf dan kemudian meninggalkan area ini. Aku tidak berkata bahwa aku adalah seorang pria yang selalu berbicara dengan semua pemain wanita yang dia lihat aku dengan sungguh-sungguh tidak ingin dianggap seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di sisi lain, bila lawan bicaraku telah mengatakan sesuatu seperti, ‘Ini adalah pilihanku’ atau ‘Tinggalkan aku sendiri‘, aku akan berkata ‘Begitu rupanya’ dan segera pergi meninggalkannya. Akan tetapi, balasan pendek dari pengguna rapier adalah sebuah pertanyaan. Jadi, aku sekali lagi dengan hati-hati dan jujur menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Overkill tidak mempunyai kekurangan atapun hukuman apapun dari sistem, tetapi... hal itu sangat buruk dalam hal efisiensi. Teknik pedang memerlukan konsentrasi; menggunakannya secara terus menerus akan menguras pikiran. Selain itu ada juga jalan kembali, jadi lebih baik tidak bertarung dengan cara yang akan membuatmu kelelahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jalan kembali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, dari dalam tudung itu sebuah suara yang bertanya berbunyi. Kelelahan membuat suaranya sangat samar-samar dan intonasinya juga  tipis, tetapi walaupun begitu aku berpikir suaranya sangat indah. Tentu saja aku tidak akan mengatakannya dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, aku menjelaskan sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Dibutuhkan sekitar satu jam untuk bergerak dari sini menuju pintu keluar dari ruang bawah tanah, dan dari sana menuju kota terdekat adalah sekitar tiga puluh menit perjalanan walaupun dengan berjalan cepat. Kelelahan akan meningkatkan frekuensi kesalahan. Kamu kelihatannya adalah seorang pemain solo, dan untuk satu orang, kesalahan sekecil apapun dapat mengancam nyawamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara mulutku bergerak, aku bertanya kepada diriku sendiri, ‘Mengapa aku berkata dengan segenap kekuatanku?’ Lawan bicaraku adalah seorang wanita — tetapi itu tidak mungkin sebuah alasan untuk itu, karena aku telah berbicara panjang lebar sebelum itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila situasi ini dibalik, dan seseorang dengan peringkat yang lebih tinggi menguliahiku seperti ini, aku pasti akan berkata, ‘Ini adalah pilihanku, jadi tinggalkan aku sendiri,’ atau sesuatu seperti itu. Dengan kepribadianku dan tindakanku yang tidak cocok, aku baru saja akan gelisah ketika pengguna rapier itu akhirnya menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lalu, tidak ada masalah kalau begitu. Aku... tidak kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?... Tidak kembali ke kota? Tetapi, mengisi kembali potions, memperbaiki perlengkapan... dan tidur...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku bertanya dengan tercengang, bahu dari pengguna rapier itu bergerak sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak memerlukan obat-obatan ketika aku tidak terluka, dan aku membeli lima dari pedang yang sama... Sementara untuk beristirahat, aku menggunakan safe area terdekat &amp;lt;!--Safe area--&amp;gt;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia berhenti bergumam, aku tidak dapat berkata-kata untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Safe area adalah beberapa ruangan di dalam ruangan bawah tanah dimana monster tidak muncul. Kamu dapat mengenalinya dengan obor yang berwarna lain yang diletakkan di ke empat ujung dari dindingnya. Untuk berburu dan memetakan tempat, tempat itu adalah tempat yang baik; tetapi walaupun begitu tempat itu hanya dapat digunakan untuk istirahat singkat selama sekitar satu jam. Lantainya terbuat dari batu yang dingin dan tentu saja tidak ada tempat tidur, dan langkah kaki dari monster-monster terdekat ataupun geraman sering terdengar. Tidak peduli seberapa berani seorang pemain, tidur nyenyak sangatlah tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, dari apa yang baru saja aku dengar, pengguna rapier ini telah menggunakan safe area sebagai pengganti dari penginapan di kota, untuk dapat terus berada di dalam ruang bawah tanah ini...apakah itu, apa maksud dari semua itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sudah berapa jam?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan takut bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu bertanya setelah menarik napas panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tiga hari... atau empat hari... apakah hanya itu? Monster-monster di sekitar sini akan hidup lagi sebentar lagi. Aku akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kirinya yang halus terbungkus di dalam sebuah sarung tangan kulit, dia dengan goyah berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang yang ramping yang masih terhunus terseret dengan berat seakan-akan dia sedang membawa sebuah two-handed sword dengan satu-tangan, dan pengguna rapier itu berjalan menjauh di belakangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantelnya yang bergerak menjauh dengan langkah terseret tersobek dimana-mana, menunjukkan bahwa banyak durabilitasnya yang telah hilang. Tidak, untuk perlengkapan pakaian yang telah digunakan untuk ekspedisi berburu selama empat hari, hanya dengan masih mempertahankan bentuknya adalah sebuah keajaiban. Komentar ‘Selama aku belum terluka’ sebelumnya mungkin saja bukanlah sebuah ungkapan yang berlebihan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari hal itu, aku mengucapkan sebuah kata-kata yang tidak mengenakkan kepada punggungnya yang ramping itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jika kamu bertarung seperti itu, kamu akan mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu berhenti, menyandarkan bahunya ke dinding di sebelah kanan dan berbalik secara perlahan. Dari dalam tudungnya, kedua matanya yang seperti kemiri menatap tajam kepadaku dengan latar belakang merah yang tipis&amp;lt;!--thin red background--&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lagipula semua orang akan mati pada akhirnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang serak, dan nyaring membuat hawa ruang bawah tanah yang dingin menjadi semakin dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dalam hanya satu bulan, 2000 orang meninggal. Walaupun begitu, bahkan lantai pertamapun belum terselesaikan. Tidak mungkin untuk menyelesaikan permainan ini. Dimana dan bagaimana kamu mati, segera... ataupun nantinya, adalah satu-satunya perbedaan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan yang terpanjang, dan paling emosional hingga sekarang mengambang di bagian tengahnya dan terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depanku yang melangkah ke depan sebagai reaksi dari hal ini, pengguna rapier itu terserang oleh serangan melumpuhkan yang tak terlihat dan secara perlahan terjatuh ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3=== &amp;lt;!-- POV is Asuna --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ketika dia terjatuh ke lantai ruang bawah tanah itu, dia merasakan sebuah pemikiran yang membosankan melayang lewat. ‘Bagaimana mungkin seseorang dapat pingsan di dalam ruangan virtual?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehilangan kesadaran berarti aliran darah yang normal berhenti sementara. Penyebab dari hal ini dapat karena masalah di jantung atau aliran darah, anemia atau tekanan darah rendah, hiperventilasi ataupun penyebab-penyebab lainnya; tetapi di dalam dunia VR dalam FullDive, tubuh fisik dari pemain sedang beristirahat di atas tempat tidur atau kursi baring. Tubuh fisik dari para pemain  yang terpenjara di dalam permainan kematian «SAO» ini kemungkinan besar sedang berada di dalam rumah sakit; dengan kesehatan mereka pastinya di periksa dan mereka akan secara terus-menerus dimonitor. Bila diperlukan, obat-obatan akan digunakan. Sulit dipercaya bahwa kehilangan kesadaran itu disebabkan oleh tubuh fisik pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini adalah apa yang dia pikirkan hingga saat ketika kesadarannya menghilang, dan pada akhirnya dia berpikir, ‘Apapun yang terjadi tidak masalah bagiku.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, apapun yang terjadi sekarang tidak masalah bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena, dia akan mati disini. Pingsan di dalam sebuah maze yang penuh dengan monster-monster yang ganas, tidak mungkin dia tidak akan terluka. Ada seorang pemain di dekatnya, tetapi dia tidak berpikir bahwa pemain itu akan membahayakan nyawanya untuk membantu orang lain yang telah jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagipula, bagaimana dia dapat membantu? Di dalam dunia ini, berat maksimum yang dapat di bawa seorang pemain sangat dibatasi oleh sistem. Jauh di dalam ruang bawah tanah, semuanya membawa obat-obatan dan perlengkapan cadangan hingga batas berat maksimum mereka, dengan hanya menyisakan ruang untuk monster drop seperti emas ataupun item. Dengan gabungan dari semuanya itu, kegiatan membawa sesorang itu pasti tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Setelah berpikir sejauh itu, dia akhirnya menyadari sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terserang oleh semacam vertigo yang kuat, dan apa yang dia pikirkan sementara dia terjatuh ke tanah adalah, ‘Akhirnya, aku dapat beristirahat untuk waktu yang lama’. Apa yang berada di bawah tubuhnya harusnya adalah batu dari ruang bawah tanah yang keras. Tetapi, entah bagaimana apa yang ada pada punggungnya secara aneh terasa halus dan lembut. Tubuhnya terasa hangat, dan sebuah hembusan angin sepoi-sepoi lembut membelai pipinya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membuka kedua matanya dengan sangat cepat sehingga menimbulkan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak lagi berada di dalam maze yang dibatasi dengan dinding-dinding tebal. Terdapat pepohonan tua dengan lumut yang berwarna keemasan dan semak-semak berduri dengan bunga-bunga kecil, sebuah tanah terbuka di dalam hutan. Di tengah dari ruangan yang melingkar sekitar 7 hingga 8 meter ini, terdapat helaian rerumputan yang lembut, dia telah kehilangan kesadarannya... tidak, telah tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—mengapa? Bagaimana dia, yang telah jatuh jauh di dalam ruang bawah tanah, berpindah ke tanah lapang yang begitu jauh letaknya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban dari pertanyaan itu ditemukan ketika dia mengarahkan pandangannya 90 derajat ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung dari tanah terbuka ini, menempel di sebelah akar dari sebuah pohon yang sangat besar, terdapat sebuah bayangan berwarna abu-abu. Sebuah pedang satu tangan yang lumayan besar sedang dipegang dengan kedua tangan, dan sarung pedangnya terbaring di bawah kepalanya. Rambut hitam panjang menutupi wajahnya sehingga wajahnya tidak dapat terlihat, tetapi dari perlengkapan dan bentuk tubuhnya, tidak mungkin salah bahwa dia adalah pemain pria yang berbicara dengannya sebelum dia jatuh pingsan di dalam ruang bawah tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin pria itu menggunakan semacam cara untuk memindahkannya keluar dari maze menuju hutan ini setelah dia jatuh. Dia melihat jauh ke dalam hutan. Di sisi kiri, sebuah menara yang raksasa menjulang tinggi ke langit — maze dari lantai pertama berdiri mengancam di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia kembali memandang ke kanan. Menyadari adanya gerakan, mantel kulit abu-abu gelap milik pria itu bergerak perlahan dan dia sedikit mengangkat kepalanya. Walau dalam hutan di tengah hari, kedua mata pria itu berwarna hitam sehitam malam tak berbintang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ketika kedua matanya bertemu dengan mata pria yang berwarna gelap itu, dia merasa kembang api - kembang api kecil meledak di dalam kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara menggemertakkan giginya, Asuna — Yuuki Asuna, memaksakan keluar suara yang rendah, dan serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Usaha yang... tidak perlu.” &amp;lt;!--“Unnecessary... effort.&amp;quot;--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah terpenjara di dalam dunia ini, Asuna bertanya kepada dirinya sendiri ratusan ribu kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, mengapa dia menyentuh mesin permainan baru yang bahkan bukan miliknya? Mengapa dia mengenakan mesin itu pada kepalanya, bersandar kepada kursi jala bersandaran tinggi, dan mengatakan perintah mulainya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dream VR interface yang mana adalah mesin pembunuh terkutuk itu «Nerve Gear», dan penjara untuk jiwanya yang besar, disk permainan «Sword Art Online» tidak dibeli oleh Asuna, tetapi oleh kakak laki-lakinya Koichiro. Akan tetapi untuk kakak laki-lakinya, bermain MMORPG bukanlah sesuatu yang biasa dia lakukan. Hidupnya berpusat kepada hal-hal lainnya dan dia tidak pernah bermain ‘permainan’ apapun semenjak masa mudanya. Terlahir sebagai anak laki-laki pertama dari acting president &amp;lt;!--Don’t know Indonesian’s equivalent of that.Sorry.--&amp;gt; dari perusahaan pembuatan mesin elektronik raksasa «Recto», sebagai penerus ayahnya dia mendapatkan banyak pelatihan dalam hal-hal yang penting dan terpaksa memutuskan hubungan dengan hal-hal yang tidak penting sementara dia tumbuh dewasa. Kenapa kakak laki-lakinya menjadi tertarik dengan Nerve Gear... tidak, menjadi tertarik dengan SAO, adalah sesuatu yang bahkan tidak Asuna mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ironisnya, Koichiro tidak akan dapat bermain permainan pertama yang dia beli dalam hidupnya. Pada hari pertama dari peluncuran resmi permainan ini, dia dikirim dalam urusan bisnis ke luar negeri. Pada hari sebelum keberangkatannya, pada saat makan malam ketika wajah mereka berdua bertemu, dia secara bercanda mengeluh mengenai hal itu, tetapi Asuna merasa bahwa dia benar-benar menyesalkan hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak se-ekstrim Koichiro, karena Asuna yang adalah siswi SMP kelas 3, satu-satunya pengalamannya bermain sebuah permainan yang pernah dia mainkan adalah permainan-permainan gratis di dalam hp-nya yang dia mainkan sesekali. Dia tahu mengenai keberadaan net game, tetapi dengan ujian masuk SMA yang datang mendekat, tidak ada ketertarikan ataupun motivasi untuk bermain permainan-permainan ini—seharusnya tidak ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, mengapa pada hari itu satu bulan yang lalu, pada tanggal 6 November, 2022, dia mendatangi kamar kakak laki-lakinya yang kosong, mengambil Nerve Gear yang telah selesai di setup dari atas mejanya dan mengenakannya di kepalanya, dan mengatakan «Link Start»?, dia masih belum dapat mengerti alasan dibalik mengapa dia melakukan hal-hal itu hingga hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dari satu kata yang dia katakan, semuanya berubah pada hari itu...  tidak, bisa dibilang semuanya baru akan berakhir.&amp;lt;!--no,it ended could be said to.--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya Asuna mengunci dirinya di dalam sebuah ruangan penginapan di Starting City untuk menunggu insiden ini untuk berakhir, tetapi setelah dua minggu dengan tanpa pesan dari dunia nyata, dia menyerahkan harapan untuk diselamatkan dari luar. Dan pada saat yang sama, sekitar lebih dari seratus pemain telah meninggal, dan dia menemukan bahwa bahkan maze pertama belum di tembus, dia menyadari bahwa menunggu di dalam untuk penyelesaian permainan ini tidak berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya pilihan yang tersisa, adalah hanya «Kematian macam apa».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya tinggal di dalam satu-satunya kota yang aman selama berbulan-bulan, tidak mungkin saja bertahun-tahun. Akan tetapi, tidak ada yang yakin bahwa aturan «Monster tidak dapat memasuki kota-kota» akan terus ada selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada meringkuk di dalam sebuah ruangan yang kecil dan gelap takut akan masa depan, lebih baik pergi keluar. Menggunakan semua kemampuannya untuk belajar, berlatih, dan bertarung. Bila pada akhirnya dia mati setelah menggunakan semua kekuatannya, setidaknya dia tidak akan mengkhawatirkan masa lalu dan menyesali masa depan yang hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lari. Maju ke depan. Lalu menghilang. Seperti sebuah meteor yang terbakar ketika memasuki atmosfer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memegang pemikiran itu, Asuna meninggalkan penginapan, dan melangkah keluar menuju padang belantara dari dunia MMORPG yang istilah-istilah umumnya tidak dia ketahui satupun. Dia memilih senjatanya sendiri, dan mengandalkan hanya satu teknik yang dia pelajari, mencapai dasar dari maze yang belum pernah dijelajahi seorangpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu hari ini, hari Jumat, tanggal 2 Desember, jam empat pagi. Mungkin karena kelelahan setelah bertarung terus menerus, dia jatuh pingsan karena refleks syaraf, dan perjalanannya seharusnya berakhir. Pada «Life Monument», dekat dengan sisi kiri dari «Black Iron Palace» dari Starting City, nama Asuna seharusnya tercoret dengan halus dengan garis horisontal, dan semuanya seharusnya sudah—seharusnya. Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak perlu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna sekali lagi mengeluarkan kata-kata itu, sekitar empat meter jauhnya pengguna pedang satu tangan, ber-rambut gelap itu menurunkan pandangan mata sehitam malamnya. Perkiraan usianya sepertinya dia lebih tua dari Asuna, tetapi sikapnya yang naif membuat Asuna mengerutkan alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi beberapa detik kemudian, mulut pria itu menunjukkan senyum sinis yang menghapus kesan Asuna sebelumnya terhadapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak menyelamatkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara yang hening dan pelan. Yang terdengar seperti suara seorang remaja, tetapi sesuatu di dalamnya juga menyamarkan usianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lalu, mengapa kamu tidak meninggalkanku di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang aku selamatkan adalah data peta yang kamu miliki. Menetap selama empat hari di garis depan, berarti kamu sudah memetakan banyak sekali dari ruang bawah tanah yang belum dijelajahi. Data itu sedikit terlalu penting untuk menghilang bersamamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan logika dan efisiensi yang ditunjukkan kepadanya, Asuna menarik napas dalam-dalam. Hingga sekarang, seberapa penting hidup itu, dan bagaimana semua orang seharusnya bekerja sama, ketika orang-orang memberitahukan hal-hal itu di kota kepadanya Asuna hanya menolaknya—tentu saja hanya dengan kata-kata—dia berpikir untuk melakukan hal itu, tetapi tidak dapat berpikir mengenai balasan yang masuk akal apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lalu, ambil saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menggumam pelan, dia membuka sebuah window. Setelah menavigasi tab-tab yang baru -baru ini, sekarang di kenalinya, dia mengakses data petanya dan menyalin semuanya ke dalam item kulit domba. Dia membuat gulungan itu menjadi sebuah obyek dan melemparkannya ke dekat kaki pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan ini, tujuanmu sudah tercapai kan. Lalu akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendorong rerumputan dengan tangannya, dia berdiri tetapi terhuyung sedikit. Dari waktu yang ditunjukkan di window, dia menghitung bahwa dia telah tertidur selama tujuh jam semenjak dia jatuh, tetapi dia belum pulih benar dari kelelahannya. Akan tetapi, dia masih mempunyai tiga rapier tersisa yang sudah dia siapkan. Dia memutuskan sebelumnya bahwa dia tidak akan meninggalkan menara hingga rapier terakhirnya hanya memiliki setengah durabilitas yang tersisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mempunyai banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Pengguna pedang satu tangan bermantel abu-abu tersebut, metode macam apa yang dia gunakan untuk memindahkan Asuna dari kedalaman maze menuju ke tanah terbuka di hutan? Bahkan bila dia dipindahkan, kenapa tidak ke dalam safe area di dalam maze, dibandingkan dengan susah payah memindahkannya keluar dari ruang bawah tanah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, dia tidak berpikir bahwa ini adalah sesuatu yang perlu baginya untuk berbalik dan bertanya. Untuk kembali ke dalam maze gelap yang tinggi itu, dia mengambil satu langkah ke arah kiri dari hutan—tetapi, sebelum itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu, Fencer-san.&amp;quot; &amp;lt;!--Apakah perlu diterjemahkan juga? Aneh kalau diterjemahkan.--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menghiraukannya dan melangkah beberapa langkah ke depan, tetapi kata-kata yang terdengar kemudian membuatnya secara tidak sadar terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu juga, pada dasarnya bekerja keras untuk menyelesaikan permainan ini bukan? Tidak hanya untuk mati di dalam maze. Lalu, bukankah lebih baik bila kamu ikut dalam «Pertemuan»?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Pertemuan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menggumamkan hal itu dengan punggungnya yang masih menghadap pemain itu, dia mendengar pendekar pedang itu merubah nada suaranya yang berubah terbawa oleh angin sepoi-sepoi ringan di hutan.&amp;lt;!--‘Light forest breeze’.If you could change it better,please do.--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siang hari ini, di dalam kota «Tolbana», yang berada paling dekat dengan maze, «Konferensi strategi melawan bos lantai pertama» akan diadakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4=== &amp;lt;!-- POV is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Karena kastil yang melayang Aincrad ini dibuat dengan detail yang sangat banyak, tetntu saja lantai pertama adalah yang terluas. Lantai pertama hampir sepenuhnya berbentuk lingkaran, dengan diameter sepanjang 10 kilometer—yaitu, sebuah area seluas 80 kilometer persegi. Untuk referensi kota Kawagoe, prefektur Saitama &amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Kawagoe,_Saitama&amp;lt;/ref&amp;gt; memiliki area seluas 110 kilometer persegi, dengan populasi lebih dari 300,000 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk ukurannya yang raksasa, lantai pertama sebenarnya memiliki banyak varieatas geografis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada ujung sebelah selatan, dengan diameter sepanjang satu kilometer dan dikelilingi oleh tembok-tembok yang membentuk setengah lingkaran adalah «Starting City». Di padang rumput yang mengelilingi kota itu, terutama monster tipe babi hutan dan serigala selain itu juga tipe cacing, kumbang, dan tawon tinggal di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian barat laut dari padang rumput adalah hutan lebat yang luas, dan di bagian timur laut adalah daerah danau. Setelah melewati salah satu dari keduanya terdapat pegunungan, lembah-lembah, dan reruntuhan-reruntuhan yang berisi monster yang menunggu untuk pemain untuk melewatinya, dan jauh di ujung utara dari lantai ini, terdapat sebuah menara persegi selebar 300-meter, dan setinggi 100-meter. Di sini, berdiri maze dari lantai pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di banyak tempat di dalam lantai pertama selain dari Starting City, banyak terdapat kota-kota kecil dan sedang dan juga terdapat desa-desa. Yang terbesar diantara mereka—walaupun begitu, hanyalah selebar 200 meter dari ujung ke ujung— adalah kota yang terletak di dalam lembah yang paling dekat dengan maze adalah «Tolbana».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali pertama para pemain tiba di dalam kota ini yang dipenuhi dengan kincir air-kincir air besar adalah tiga minggu yang lalu setelah peluncuran resmi dari SAO dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik ini, jumlah total pemain yang meninggal sebenarnya telah mencapai 1800.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain anggar wanita misterius dan aku berangkat pergi; sementara menjaga sebuah jarak tertentu diantara kami, kami meninggalkan hutan dan tiba di dalam gerbang utara Tolbana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata [INNER AREA] yang berwarna ungu mengalir ke arahku, menunjukkan bahwa aku telah memasuki area kota yang aman. Pada saat itu, kedua bahuku berelaksasi, dan aku secara tidak sadar menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sangat kelelahan setelah berangkat awal di pagi hari. Sembari membalikkan badan, aku membayangkan bahwa pengguna rapier di belakangku pasti merasa lebih buruk, tetapi kedua kakinya yang tertutupi oleh sepatu bot setinggi lutut tidak terlihat terhuyung-huyung. Bahkan dengan tidur selama beberapa jam, seseorang tidak dapat pulih sepenuhnya dari kelelahan berburu selama tiga hari, jadi dia pasti sedang bersikap keras kepala. Ketika kembali ke kota, tubuh dan pikiran (karena, di dalam dunia virtual, keduanya pada dasarnya adalah sama) seharusnya sedang berelaksasi. Aku berpikir untuk menyuarakan pikiranku, tetapi keadaannya sepertinya terlalu tenang untuk percakapan ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai gantinya, aku berbalik menghadap pengguna rapier itu, dan berkata, dalam nada pebisnis.&amp;lt;!--What’s better Indonesian equivalent of ‘Business-like’?--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pertemuannya akan dimulai di pusat kota, pada jam 4 sore.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah yang tersembunyikan oleh kain tudung itu, sedikit bergerak ke atas dan ke bawah. Akan tetapi kedua kakinya tidak berhenti, dan tubuh langsingnya lewat ke depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angin sepoi-sepoi yang bertiup di kota perbukitan ini, membuat mantel tak berlengannya berkelebat sementara dia bergerak menjauh. Aku membuka mulutku sedikit, tetapi karena tidak menemukan apapun untuk dikatakan, kemudian menutupnya lagi. Bila aku berpikir mengenai hal ini, aku, yang telah berusaha keras sebagai seorang pemain solo selama tiga minggu, tidak memiliki hak untuk berinteraksi dengan orang lain. Hingga sekarang, aku hanya menghabiskan hariku melindungi diriku sendiri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seorang gadis yang aneh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba  aku mendengar seseorang bergumam hal itu di belakangku, dan aku berbalik dari punggung pengguna rapier itu dan melihat sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku pikir dia akan segera mati, tetapi dia tidak. Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, dia adalah seorang pemula dalam net game, tetapi tekniknya menakutkan. Orang macam apa dia itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara bernada tinggi itu berlanjut, dan mengakhiri kalimatnya dengan sebuah perubahan nada yang sengau. Orang ini tidak memiliki bentuk tubuh yang besar dan sebaliknya adalah seseorang yang satu kepala atau lebih lebih pendek dariku, tetapi tetap seorang pemain yang hebat. Pelindung tubuhnya, sepertiku, adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh dan kulit. Senjata yang terpasang pada pinggang kirinya adalah sebuah cakar kecil dan, pada pinggang kanannya, adalah pisau lempar. Ini bukanlah senjata-senjata yang biasanya digunakan oleh mereka yang mencapai garis depan, tetapi senjata terhebat orang ini adalah sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kamu ketahui mengenai pemain anggar itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tanpa sadar bertanya, tetapi mengetahui jawaban lawan bicaraku, aku mengerutkan wajahku. Pengguna cakar itu tidak melanggar ekspektasiku, karena dia menunjukkan lima jarinya dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku akan menjualnya dengan murah. 500 coll.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya yang menyeringai lebar mempunyai satu ciri khas besar yang berbeda. Pada masing-masing pipinya terdapat tiga helai kumis seperti hewan yang tergambar dengan item tipe make-up. Sepadan dengan rambut pirangnya yang ikal itu, penampilannya mengingatkanku akan suatu hewan pengerat tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari di masa lalu, aku bertanya mengapa dia menggunakan penanda seperti itu. Akan tetapi, aku hanya menerima ‘Jangan pernah bertanya alasan mengapa seorang gadis mengenakan makeup’ sebagai jawabannya, yang kemudian di ikuti dengan sebuah semburan kemarahan, ‘Aku akan mengatakannya untuk 100,000 coll!’ Jadi, aku mundur dengan terburu-buru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari, ketika aku menemukan item yang teramat sangat langka, aku akan benar-benar membayar 100,000 coll itu—karena janji &amp;lt;!--vow--&amp;gt; yang rahasia ini terus melekat di pikiranku, aku menjawab dengan masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku merasa aneh mengenai membeli informasi tentang seorang gadis, jadi aku akan menahan diri untuk melakukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nihihi, kamu memiliki hati yang baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang mengatakan hal itu di dalam batas ke tidak tahu malu-an adalah mungkin informan pertama di Aincrad; seseorang yang dikenal sebagai «Argo the Rat» tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;—Bila kamu bercakap-cakap dengan sang «Tikus» untuk lima menit, kamu pada akhirnya akan membayar 100 coll untuk cerita-cerita itu. Berhati-hatilah.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu adalah sebuah peringatan dari orang lain. Akan tetapi, Argo yang sesungguhnya menjawab bahwa dia tidak akan menjual informasi yang bebas di dapat untuk mendapatkan uang. Ketika sebuah cerita telah ditentukan sebagai cerita yang berharga, cerita itu pasti akan memiliki sebuah harga, karena cerita itu akan menjadi «merchandise» yang-sulit-di dapat. Bila aku berpikir mengenai itu, bila sebuah informasi yang salah di jual, kemudian realibilitas dari informan tersebut akan menurun. Untuk seorang pedagang, pengumpulan informasi adalah jenis bahaya dan masalah yang berbeda bila dibandingkan dengan mengumpulkan item material di dalam ruang bawah tanah dan menjualnya kepada para NPC di kota-kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mempertimbangkan  untuk bertanya sebuah pertanyaan yang menyangkut gender, ‘Mengapa seorang pemain wanita memilih pekerjaan macam ini’— tetapi setelah melihat wajah Argo, aku berpikir dua kali untuk menanyakan pertanyaan macam itu. Bahkan bila aku bertanya, dia akan meminta ‘100,000 coll’ yang lain untuk jawabannya, jadi sebagai gantinya aku bertanya pertanyaan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, hari ini juga, benar tidak? Kamu tidak berada di sini untuk percakapan bisnis yang biasanya, tetapi sebagai seorang negosiator untuk orang misterius itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar hal itu, Argo cemberut dan dengan cepat melirik ke kiri dan ke kanan jalan. Dia lalu menunjuk sebuah tempat di belakangku dan kami berpindah ke lorong di dekat kami. «Konferensi strategi melawan bos» masih sekitar dua jam lagi, jadi tidak banyak pemain yang ada disini, tetapi untuk berjaga-jaga, hal ini adalah sesuatu yang dia pikir tidak boleh ada orang lain yang menguping. Alasannya adalah mungkin ini berhubungan dengan reputasi orang yang misterius itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Argo berhenti ketika kami berada jauh di dalam lorong kecil, menyandarkan punggungnya ke rumah di belakangnya—yang hanya dihuni oleh NPC, tentunya—dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, yah. Harganya sekarang dinaikkan menjadi 29,800 coll.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tawarannya sekarang sudah menjadi 29.8k coll sekarang, huh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tersenyum kecut, lalu  menurunkan kedua bahuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf, tetapi tidak peduli sebanyak apapun coll yang ditawarkan, jawabanku tetap sama. Aku tidak ingin menjualnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku telah memberitahukan klien itu hal yang sama terakhir kali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisnis utama Argo adalah sebagai informan, tetapi dengan menggunakan dexterity stat-nya yang sangat tinggi untuk pergerakan, dia juga memiliki bisnis sampingan sebagai «Messenger». Biasanya pesan yang dibawanya hanya pesan mulut atau pesan pendek dalam gulungan, tetapi setelah sekitar satu minggu semenjak negoisasi dengan kliennya, hal ini menjadi rumit... atau bisa dibilang, kliennya merepotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah pria—atau wanita —yang ingin membeli one-handed longsword «Anneal Blade +6 (3S3D)» milikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5=== &amp;lt;!-- POV is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sistem peningkatan senjata di SAO lebih mudah dibandingkan MMORPG belakangan ini. Parameter dari peningkatan itu adalah Ketajaman (S), Kecepatan (Q), Akurasi (A), Berat (H), dan Durabilitas (D), lima bonus yang dapat diberikan kepada sebuah senjata dengan meminta NPC atau pemain penempa untuk mengerjakannya. Material yang berhubungan dengan parameter yang dibutuhkan dan beberapa persen kemungkinan gagal adalah serupa dengan MMORPG yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli parameter yang mana yang diberikan dengan peningkatan, name item di dalam equipment window hanya akan terdapat +1 atau +2 yang ditambahkan. Akan tetapi jumlah «breakdown» yang telah ditambahkan hanya dapat dilihat ketika senjata itu dipilih, dengan membuka property window-nya. Untuk penjualan dari pemain-ke-pemain, mengatakan bahwa item tersebut memiliki ‘Akurasi +1, Berat +2’ ataupun tipe stat yang lain dengan cepat menjadi membosankan. Sebagai gantinya, pemain menggunakan cara penamaan yang lebih pendek: sebagai contoh, sebuah tambahan +4 dari Akurasi +1, Berat +2, dan Durabilitas +1 akan ditunjukkan dengan istilah «1A2H1D». Cara penamaan ini sudah menjadi lumayan umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini berarti, «Anneal Blade +6 (3S3D)» milikku ditingkatkan dengan memiliki Ketajaman +3 dan Durabilitas +3. Memiliki sebuah item dengan kualitas seperti ini di lantai pertama sebenarnya membutuhkan banyak kesabaran dan keberuntungan. Karena dalam keadaan ini, tidak banyak pemain yang melatih teknik menempa mereka yang tidak berhubungan langsung dengan tingkat kelangsungan hidup mereka. Tetapi, aku khawatir akan tingkat teknik dari toko penempa milik NPC, walaupun para NPC penempa itu memang terlihat seperti dwarf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum aku meningkatkannya, senjataku, «Anneal Blade», adalah hadiah dari sebuah quest yang sangat sulit. Mempertimbangkan spesifikasinya saat ini, pedang ini bisa jadi adalah item paling dicari dari lantai satu— akan tetapi, walaupun dikatakan begitu, pedang ini hanyalah sebuah «Beginner’s equipment». Aku hanya dapat meningkatkannya paling banyak beberapa kali, dan, sekitar lantai ketiga atau keempat, aku perlu berganti ke pedang yang baru juga, jadi aku tidak perlu terus meningkatkan yang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk alasan-alasan di atas, aku heran kenapa klien dari Argo sangat ingin membayar coll sebanyak itu—29.8k—untuk pedang ini. Bila ini adalah transaksi normal dari muka-ke-muka, aku dapat menanyakan alasannya secara langsung, tetapi hal itu tidak berguna ketika aku bahkan tidak tahu nama dari kliennya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Uang tutup mulut yang dibayar orang itu adalah 1000 coll, bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepada pertanyaanku, Argo dengan tenang mengangguk dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Apakah kamu ingin menaikkannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm... 1k huh... hm—m!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uang tutup mulut adalah sejumlah coll yang oleh Mister X, yang ingin membeli pedangku, bayar kepada Argo untuk tetap merahasiakan namanya dariku. Bila aku memutuskan untuk membayar 1000 coll, Argo akan segera mengirim pesan kepada kliennya untuk memberitahukannya bahwa biaya tutup mulutnya telah dinaikkan menjadi 1200 coll, dan bertanya apakah mereka ingin membayarnya. Bila YA adalah jawabannya, lalu kali ini aku akan terpaksa memutuskan untuk membayar 1300 coll atau tidak. Bila aku menang pertarungan tawar-menawar ini, lalu aku akan mengetahui nama dari lawan transaksiku, tetapi aku mungkin akan kehilangan uang di dalam «Transaksi pedang» ini, sebagai hasilnya. Tidak peduli bagaimana kamu memikirkan mengenai hal ini, ini adalah suatu perbuatan bodoh yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ya ampun, kamu tidak perlu hanya menjual informasi, karena bahkan ketika kamu tidak menjual sesuatu itu tetaplah bisnis bagimu... itu adalah jiwa pedagang yang luar biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara aku mengeluh, kedua pipi Argo yang berkumis mengendur menjadi sebuah kekehan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu adalah kesenangan sesungguhnya dari perdagangan. Ketika aku menjual sebuah informasi, pada saat yang sama cerita mengenai «Seseorang membeli sesuatu dan informasi tentang informasi itu» terlahir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Katakan kepadaku ketika seorang pemain wanita menginginkan informasi pribadiku. Aku akan membeli informasi mengenai dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembari menarik napas saat aku mengatakan itu, Argo sekali lagi tertawa riang, lalu merubah ekspresinya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu, aku akan memberitahukan klienku bahwa tawarannya kali ini juga ditolak.  Dan, bahwa penawaran ini juga tidak mungkin. Sampai bertemu lagi kalau begitu, Ki-bou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan melambaikan tangannya, dia berbalik dan, dengan kelincahannya yang seperti  gelar «Tikus»-nya, meninggalkan lorong ini. Sementara aku melihat rambut pirangnya menghilang di keramaian, aku dengan santainya berpikir, ‘Orang itu pasti tidak akan mati’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah terperangkap di dalam permainan kematian SAO selama satu bulan, aku telah mempelajari beberapa hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan antara hidup dan mati dari para pemain itu dipisahkan oleh  beberapa faktor kunci. Beberapa dari elemen penentunya adalah membawa sangat banyak potion dan untuk tahu kapan berhenti menjelajahi dungeon; tetapi, satu faktor kunci antara hidup dan mati adalah kepercayaan yang mutlak dalam memiliki «kebenaran mereka sendiri». Dengan kata lain, itu adalah «senjata terhebat» mereka untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Argo, kemungkinan besar adalah «Informasi». Lokasi monster yang berbahaya atau, dengan kata lain, lokasi berburu yang paling efisien, orang ini mengetahuinya semua. Kepercayaannya dalam mengetahui hal itu menciptakan ketenangannya, dan meningkatkan kemapannya untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kemudian, untukku, «Kebenaran»-ku adalah pedang yang ada di punggungku. Untuk lebih tepatnya, itu adalah ketika tubuh dan pedangku menjadi satu, dalam keadaan zen &amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Zen&amp;lt;/ref&amp;gt;. Aku tidak selalu berada pada keadaan itu setiap saat, tetapi satu-satunya pemikiran dari “Aku ingin dunia ini menjadi milikku, dan aku tidak ingin mati sebelum itu” yang menjagaku tetap hidup sampai sekarang. Alasan kenapa peningkatan Anneal Blade adalah Ketajaman +3 dan Durabilitas +3, tidak menghiraukan Kecepatan dan Akurasi, adalah karena dua hal yang sebelumnya hanyalah peningkatan angka dari spesifikasi, sementara dua hal yang berikutnya adalah peningkatan yang dibantu-sistem yang akan merubah perasaan dari ayunan pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, itu berarti...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu yang aku temui di garis depan dari maze. Apakah «Kebenaran» miliknya? Aku memang memindahkan tubuhnya yang pingsan keluar dari maze (aku sendiri tidak dapat mengatakan bagaimana aku dapat melakukannya.) Tetapi, dengan kata lain, bahkan bila aku tidak ada di sana, aku percaya pada saat kobold berikutnya muncul, dia akan tanpa sadar berdiri dan menggunakan «Linear» berkecepatan tinggi yang seperti bintang jatuh itu untuk membunuh musuhnya... aku harus berpikir seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang membuatnya bertarung pertarungan yang berdarah itu, dan bagaimana dia berhasil hidup hingga sekarang? Itu mungkin adalah «Kekuatan» yang tidak aku tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku seharusnya membayar Argo 500 coll itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggumamkan hal itu dengan sedikit menggelengkan kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembok luar dari kincir-kincir angin yang bercat-kan putih yang mengelilingi kota Tolbana terwarnai dengan sedikit warna oranye dari cahaya siang. Waktunya sekarang seharusnya sekitar jam 3 sore lebih. Untuk mempersiapkan diri untuk konferensi strategi menghadapi bos yang panjang, aku perlu pergi mengisi perutku di suatu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertemuannya pada jam 4 sore nanti, pastinya, akan kacau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya adalah, untuk pertama kalinya hari ini, satu tipe dari pemain yang biasanya tersembunyi di dalam dunia SAO akan muncul di depan banyak sekali pemain biasa. Benar sekali—«New Type Players» dan «Experienced Beta Testers», sebuah kegelapan yang sulit dijembatani terbentang diantara mereka...  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk «Argo sang Tikus» yang menjual apapun yang dapat dijual, hanya ada satu tipe dari informasi yang tidak ada di dalam dagangannya. Hal itu adalah, siapa yang sebelumnya adalah beta tester. Argo dan aku sangat yakin bahwa kami berdua adalah beta tester, tetapi kami tidak pernah membicarakan mengenai topik ini dalam percakapan, tidak peduli berapa tahun cahaya kami harus berkelana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya mudah. Ketika identitas seorang beta tester telah diketahui, hidup mereka dapat berada dalam bahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak karena dibunuh oleh para monster di dalam ruang bawah tanah. Tetapi ketika mereka sedang berjalan di luar area aman, pemain baru dapat meng-«Eksekusi» kamu. Karena mereka percaya bahwa yang bertanggung jawab atas kematian dari 2000 orang di dalam bulan pertama adalah tanggung jawab para beta tester. &amp;lt;!-- Liability: something for which one is liable --&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan untukku, aku tidak dapat benar-benar menghindari peluru ini.&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Sword Art Online Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Aria_Bagian_6_-_10|Bagian 6 - 10]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Aria_Bagian_1_-_5&amp;diff=506754</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Aria Bagian 1 - 5</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Aria_Bagian_1_-_5&amp;diff=506754"/>
		<updated>2016-11-21T03:57:03Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Sword Art Online Aria 1.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
===Bagian 1=== &amp;lt;!-- Point of View (POV) is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Hanya sekali, aku melihat bintang jatuh yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihatnya bukan dalam liburan; aku melihatnya melalui jendela rumahku. Untuk orang yang tinggal di dalam kota kecil dengan udara yang segar dan kering dan kegelapan malam yang sebenarnya, bintang jatuh bukanlah sesuatu yang jarang terjadi. Tetapi sayangnya, Kota Kawagoe dari prefektur &amp;lt;!--Shall I change it to “daerah administrasi”?--&amp;gt; Saitama, dimana aku telah menghabiskan seluruh empat belas tahun dari hidupku di sana, tidak memiliki satupun dari kualitas-kualitas itu. Pada malam yang cerah, bahkan bintang-bintang terbesar kedua hampir tidak dapat terlihat dengan mata telanjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, pada larut malam pertengahan musim dingin, ketika aku kebetulan melirik keluar jendelaku karena ingin, aku melihatnya. Pada malam gelap tanpa banyak bintang, cahaya lampu-lampu kota membentuk sebuah kanopi &amp;lt;!--Alt,”langit-langit”--&amp;gt; berwarna keputih-putihan yang menutupi langit. Dan seketika itu juga, kanopi itu terpotong oleh sebuah kilasan cahaya yang melaju cepat. Diriku yang segera-akan-naik-kelas-lima dengan kekanak-kanakan berpikir, “aku harus membuat semacam permohonan...”. Hingga pada saat itu semuanya baik-baik saja, tetapi permohonan yang muncul dalam pikiranku adalah, “aku berharap monster drop-ku berikutnya adalah sebuah item langka.” Hal itu adalah macam dari permohonan yang tidak akan pernah dibuat oleh orang yang berpikiran sehat. Aku rasa permohonan itu muncul dari sebuah fakta bahwa aku sedang bermain MMORPG yang aku suka pada waktu itu. Bintang jatuh yang aku lihat sekilas pada waktu itu, aku melihatnya sekali lagi tiga (atau apakah itu empat) tahun kemudian— bersinar dengan warna yang sama, bergerak pada kecepatan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, kali ini, aku tidak melihatnya dengan mata telanjangku, tidak juga aku berada dibawah kelamnya langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihatnya  melalui Nerve Gear, sebuah full sensory VR interface pertama di dunia, di dasar dari sebuah ruang bawah tanah virtual,yang suram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang dapat menjelaskan pertarungan ini sebagai pertarungan yang mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah monster humanoid level 6, «Ruin Kobold Trooper», sedang mengayunkan sebuah kapak tangan kasar, dan orang yang melawan Kobold tersebut hampir tidak dapat menghindarinya. Aku merasakan udara dingin menerpa punggungku sementara aku mengamati pertempuran ini. Tetapi setelah pemain itu menghindari tiga serangan beruntun, Kobold itu kehilangan keseimbangan sepenuhnya dan, daripada menggunakan kesempatan ini untuk melarikan diri, orang itu menggunakan sebuah teknik serangan pedang dengan kekuatan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik itu adalah teknik pertama yang dipelajari oleh pengguna rapier: serangan satu tusukan «Linear». Teknik pedang ini diaktifkan dengan cara memegang sebuah pedang di depan tubuh dengan tangan utama, berkonsentrasi dalam memegangnya, dan kemudian menusukkan pedangnya lurus ke depan; hal ini adalah teknik dasar, yang mudah, tetapi kecepatan serangannya luar biasa. Jelas, kecepatannya tidak hanya diatur oleh system motion assist saja, tetapi teknik ini juga didorong oleh movement command milik pemain itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama beta test, aku melihat dengan kedua mataku sendiri banyak anggota kelompok dan monster musuh menggunakan teknik pedang yang sama ini berkali-kali, tetapi aku tidak dapat melihat rapier miliknya sendiri sekarang, hanya jalur yang tergambar oleh special light effect dari teknik pedang itu. Cahaya putih murni yang memotong kegelapan dari ruang bawah tanah yang redup itu mengingatkanku kepada bintang jatuh dari hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu terus menghindari tiga kali serangan beruntun dari Kobold itu dan kemudian menyerang balik dengan «Linear». Setelah menggunakan pola menyerang dan bertahan ini, pemain itu menghabisi salah satu dari monster yang lebih kuat dalam ruang bawah tanah ini, seorang beastman bersenjata, tanpa terluka sedikitpun. Walaupun begitu, pertarungan ini kelihatannya bukanlah sebuah pertarungan yang mudah. Setelah teknik pedang pembunuh itu menembus tengah dada Kobold itu, monster itu jatuh ke belakang dan berpencar menjadi pertikel-partikel. Pengguna rapier itu tergoyah seakan-akan terdorong oleh pecahan-pecahan poligon yang tidak berbentuk itu &amp;lt;!--Unsubstantial polygon shards--&amp;gt;, dan bersandar ke belakang pada dinding koridor, lalu perlahan-lahan bergelincir turun dari dinding untuk duduk, dan mulai bernafas berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang itu kelihatannya tidak menyadari aku berdiri sekitar 15 meter jauhnya pada ujung persimpangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bergerak menjauh tanpa mengatakan apapun dan menemukan mangsaku sendiri adalah caraku biasanya melakukan sesuatu. Sebulan yang lalu, pada hari yang bersejarah itu, aku memutuskan untuk dengan egois hidup sebagai seorang pemain solo. Dan hari demi hari, aku tidak pernah mendekati orang lain yang sedang sendirian. Satu-satunya pengecualian adalah bila aku melihat seorang pemain di dalam pertarungan yang jelas-jelas berada dalam bahaya, akan tetapi HP dari pengguna rapier ini masih sedikit di bawah penuh. Setidak-tidaknya, orang ini kelihatannya tidak memerlukan bantuan dari seorang yang suka ikut campur.&amp;lt;!--busybody--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sekitar lima detik pertimbangan dalam, aku meninggalkan bayang-bayang dari persimpangan dan berjalan ke arah pengguna rapier yang tetap duduk itu. Berbadan kurus, sedikit langsing. &amp;lt;!--Skinny shape,somewhat slender--&amp;gt; Bagian atas tubuhnya terbalut dengan tunik&amp;lt;ref&amp;gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Tunik&amp;lt;/ref&amp;gt; merah tua dari kulit dengan pelindung dada ringan dari tembaga, sementara bagian bawah tubuhnya terbalut dengan celana dari kulit yang bagus, dengan sepatu bot setinggi lutut. Sebuah mantel tak berlengan bertudung menutupi tubuhnya dari kepala hingga dekat pinggang, sehingga wajahnya tidak dapat dilihat. Selain mantel itu, perlengkapannya kelihatannya adalah perlengkaan seorang pemain anggar, sangat mirip dengan perlengkapanku sebagai seorang pendekar pedang. Pedang kesayanganku «Anneal Blade», sebuah hadiah dari sebuah quest yang sulit, adalah sangat berat. Jadi, untuk memanfaatkan ketajaman teknikku, aku menggunakan pelindung logam yang sangat sedikit — hanya sebuah pelindung dada kecil dengan mantel berwarna abu-abu gelap yang menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar suara langkah kakiku yang datang mendekat, bahunya tiba-tiba bergerak, tetapi tidak bergerak lebih jauh. Bukti bahwa aku bukanlah sebuah monster harusnya telah muncul sebagai kursor berwarna hijau dari sudut pandangnya. Dengan wajahnya terbenam dalam di antara kedua lututnya, menunjukkan perasaan ‘segera lewat sajalah seperti itu dan pergilah ke tempat lain’ yang terasa sangat kuat—Aku berhenti sekitar dua meter dari pengguna rapier itu dan membuka mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tadi itu adalah sebuah overkill.” &amp;lt;!--Perlu digantikah?--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahu kecil yang tertutupi dengan kain tebal dari mantel itu kembali bergerak pelan. Tudungnya tersentak, hanya bergerak sekitar 5cm ke atas, dan dari kegelapan di dalamnya, dua biji mata menatap tajam ke arahku. Satu-satunya hal yang dapat aku lihat jelas adalah dua selaput pelangi berwarna cokelat muda &amp;lt;!--Light brown iris--&amp;gt;, bentuk dari wajahnya tidak dapat terlihat sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu terus melihat dengan tatapan tajam yang digunakan dalam pertarungan sebelumnya selama beberapa detik, lalu memiringkan kepalanya sedikit ke kanan—sebuah sikap semacam ‘aku tidak tahu apa yang kamu maksud’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat hal itu, aku berpikir ‘jadi begitu rupanya’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk seseorang yang tampak seperti pemain solo bagiku, ada satu hal yang aneh &amp;lt;!--incongruity--&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Linear» yang digunakan oleh pengguna rapier itu sangat sempurna sehinggan akupun tanpa sadar merinding. Jeda sebelum dan sesudah teknik itu sangat pendek, dan diatas semua itu adalah kecepatannya yang tidak membuatnya tidak dapat dilihat. Aku belum pernah melihat teknik pedang yang seindah dan semenakutkan itu sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi pada awalnya, aku berpikir bahwa dia pastinya adalah sesama beta tester. Sebelum dunia ini menjadi sebuah permainan kematian; pengalaman bertarung yang panjang pastilah telah dialaminya untuk mendapatkan kecepatan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, melihat «Linear» untuk kedua kalinya, aku mempunyai keragu-raguan mengenai tebakanku. Tekniknya sempurna, tetapi laju pertarungannya berbahaya. Satu hal yang pasti, «Step Defense yang menggunakan sesedikit mungkin gerakan » mempunyai kecepatan serangan balik dibandingkan menangkis ataupun menghalanginya, dan durabilitas senjata/baju pelindung tidak akan menurun. Sebagai gantinya, saat pertahanan itu gagal, resikonya adalah yang terbesar. Dalam keadaan paling buruk, luka dari serangan balik akan dikenakan dan stun &amp;lt;!--Apa perlu diganti ‘tertegun’--&amp;gt; dapat terjadi. Pada pertarungan solo, sebuah stun fatal akibatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik pedang yang sempurna dan taktik bertahan yang berbahaya sangat tidak seimbang. Untuk alasan tertentu, aku ingin tahu kenapa, tidak peduli apa yang terjadi. Karena itulah aku bergerak mendekat dan bertanya. Bertanya mengenai apakah penggunaan berulang dari taktik itu adalah sebuah overkill.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi lawan bicaraku kelihatannya tidak mengerti istilah net game yang sangat populer ini. Hal ini berarti pengguna rapier di depanku bukanlah seorang beta tester yang asli. Tidak hanya itu, mereka bahkan mungkin pernah menjadi pemain MMO sebelum datang kesini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menarik napas pendek, dan menjelaskan dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Overkill berarti... dibandingkan dengan sisa HP dari monster, luka yang disebabkan jauh lebih besar. Kobold yang tadi sudah hampir mati setelah  penggunaan «Linear» yang kedua ... tidak, bisa dibilang monster itu secara praktis sudah mati. HP gauge miliknya hanya memiliki sekitar dua atau tiga titik yang tersisa. Daripada menyelesaikannya dengan sebuah teknik pedang, sebuah serangan ringan biasa sudah lebih dari cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam dunia ini, sudah berapa hari semenjak aku berkata sebanyak ini... sudah berapa minggu. Sementara aku memikirkan mengenai hal itu, aku berhenti berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengarkan perkataanku, buah dari kerja keras dan keterampilan berbicaraku yang buruk, pengguna rapier itu tidak bereaksi apa-apa selama lebih dari sepuluh detik. Ketika aku hampir berpikir bahwa aku tidak berhasil menyampaikan maksudku, sebuah suara kecil menyelinap keluar dari tudung yang diturunkan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Overkill, apakah ada masalah dengan hal itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, aku dengan terlambat menyadari bahwa pengguna rapier yang meringkuk di depanku adalah salah satu dari «Pemain Wanita» yang sangat langka di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2=== &amp;lt;!-- POV is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sudah lebih dari satu bulan semenjak peluncuran perdana dari VRMMORPG pertama di dunia «Sword Art Online».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kebanyakan MMO, pada waktu ini para pemain yang telah mencapai level cap &amp;lt;!--perlu diganti”batas level”?--&amp;gt; harusnya telah muncul dan peta dunianya seharusnya telah terjelajahi dari awal hingga akhir. Akan tetapi untuk SAO, kelompok teratas yang sekarang baru saja mencapai level 10—Aku tidak tahu apakah ini adalah level cap-nya, tetapi tidak mungkin ini benar. Panggung permainan ini, kastil yang melayang bernama Aincrad, baru saja ditaklukan sebanyak beberapa persen dalam keseluruhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya adalah, SAO yang sekarang ini adalah sebuah permainan tetapi bukan sekedar permainan; pada dasarnya, permainan ini telah menjadi sebuah «Penjara». Log out secara manual tidak dimungkinkan dan kematian avatar adalah sama dengan kematian pemainnya di dunia nyata. Dalam kondisi seperti ini, tidak banyak orang yang memasuki ruang bawah tanah yang dipenuhi dengan monster-monster dan jebakan-jebakan berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, setelah Game Master dengan tegas membuat avatar memiliki gender yang sama denga pemain di dunia nyata, pemain wanita sangat jarang. Aku rasa hampir semua dari mereka masih tinggal didalam «Starting City», bahkan setelah sebulan. Pada ruang bawah tanah besar yang pertama, «First Floor Maze», aku telah melihat pemain-pemain wanita dua atau tiga kali, dan mereka semua adalah anggota dari kelompok-kelompok yang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itulah aku tidak mungkin membayangkan bahwa pengguna rapier solo yang aku temui di dalam area yang belum terjelajahi dari ruang bawah tanah ini adalah seorang pemain wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, aku berpikir untuk menggumamkan permintaan maaf dan kemudian meninggalkan area ini. Aku tidak berkata bahwa aku adalah seorang pria yang selalu berbicara dengan semua pemain wanita yang dia lihat aku dengan sungguh-sungguh tidak ingin dianggap seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di sisi lain, bila lawan bicaraku telah mengatakan sesuatu seperti, ‘Ini adalah pilihanku’ atau ‘Tinggalkan aku sendiri‘, aku akan berkata ‘Begitu rupanya’ dan segera pergi meninggalkannya. Akan tetapi, balasan pendek dari pengguna rapier adalah sebuah pertanyaan. Jadi, aku sekali lagi dengan hati-hati dan jujur menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Overkill tidak mempunyai kekurangan atapun hukuman apapun dari sistem, tetapi... hal itu sangat buruk dalam hal efisiensi. Teknik pedang memerlukan konsentrasi; menggunakannya secara terus menerus akan menguras pikiran. Selain itu ada juga jalan kembali, jadi lebih baik tidak bertarung dengan cara yang akan membuatmu kelelahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jalan kembali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, dari dalam tudung itu sebuah suara yang bertanya berbunyi. Kelelahan membuat suaranya sangat samar-samar dan intonasinya juga  tipis, tetapi walaupun begitu aku berpikir suaranya sangat indah. Tentu saja aku tidak akan mengatakannya dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, aku menjelaskan sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Dibutuhkan sekitar satu jam untuk bergerak dari sini menuju pintu keluar dari ruang bawah tanah, dan dari sana menuju kota terdekat adalah sekitar tiga puluh menit perjalanan walaupun dengan berjalan cepat. Kelelahan akan meningkatkan frekuensi kesalahan. Kamu kelihatannya adalah seorang pemain solo, dan untuk satu orang, kesalahan sekecil apapun dapat mengancam nyawamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara mulutku bergerak, aku bertanya kepada diriku sendiri, ‘Mengapa aku berkata dengan segenap kekuatanku?’ Lawan bicaraku adalah seorang wanita — tetapi itu tidak mungkin sebuah alasan untuk itu, karena aku telah berbicara panjang lebar sebelum itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila situasi ini dibalik, dan seseorang dengan peringkat yang lebih tinggi menguliahiku seperti ini, aku pasti akan berkata, ‘Ini adalah pilihanku, jadi tinggalkan aku sendiri,’ atau sesuatu seperti itu. Dengan kepribadianku dan tindakanku yang tidak cocok, aku baru saja akan gelisah ketika pengguna rapier itu akhirnya menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lalu, tidak ada masalah kalau begitu. Aku... tidak kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?... Tidak kembali ke kota? Tetapi, mengisi kembali potions, memperbaiki perlengkapan... dan tidur...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku bertanya dengan tercengang, bahu dari pengguna rapier itu bergerak sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak memerlukan obat-obatan ketika aku tidak terluka, dan aku membeli lima dari pedang yang sama... Sementara untuk beristirahat, aku menggunakan safe area terdekat &amp;lt;!--Safe area--&amp;gt;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia berhenti bergumam, aku tidak dapat berkata-kata untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Safe area adalah beberapa ruangan di dalam ruangan bawah tanah dimana monster tidak muncul. Kamu dapat mengenalinya dengan obor yang berwarna lain yang diletakkan di ke empat ujung dari dindingnya. Untuk berburu dan memetakan tempat, tempat itu adalah tempat yang baik; tetapi walaupun begitu tempat itu hanya dapat digunakan untuk istirahat singkat selama sekitar satu jam. Lantainya terbuat dari batu yang dingin dan tentu saja tidak ada tempat tidur, dan langkah kaki dari monster-monster terdekat ataupun geraman sering terdengar. Tidak peduli seberapa berani seorang pemain, tidur nyenyak sangatlah tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, dari apa yang baru saja aku dengar, pengguna rapier ini telah menggunakan safe area sebagai pengganti dari penginapan di kota, untuk dapat terus berada di dalam ruang bawah tanah ini...apakah itu, apa maksud dari semua itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sudah berapa jam?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan takut bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu bertanya setelah menarik napas panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tiga hari... atau empat hari... apakah hanya itu? Monster-monster di sekitar sini akan hidup lagi sebentar lagi. Aku akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kirinya yang halus terbungkus di dalam sebuah sarung tangan kulit, dia dengan goyah berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang yang ramping yang masih terhunus terseret dengan berat seakan-akan dia sedang membawa sebuah two-handed sword dengan satu-tangan, dan pengguna rapier itu berjalan menjauh di belakangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantelnya yang bergerak menjauh dengan langkah terseret tersobek dimana-mana, menunjukkan bahwa banyak durabilitasnya yang telah hilang. Tidak, untuk perlengkapan pakaian yang telah digunakan untuk ekspedisi berburu selama empat hari, hanya dengan masih mempertahankan bentuknya adalah sebuah keajaiban. Komentar ‘Selama aku belum terluka’ sebelumnya mungkin saja bukanlah sebuah ungkapan yang berlebihan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari hal itu, aku mengucapkan sebuah kata-kata yang tidak mengenakkan kepada punggungnya yang ramping itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jika kamu bertarung seperti itu, kamu akan mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu berhenti, menyandarkan bahunya ke dinding di sebelah kanan dan berbalik secara perlahan. Dari dalam tudungnya, kedua matanya yang seperti kemiri menatap tajam kepadaku dengan latar belakang merah yang tipis&amp;lt;!--thin red background--&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lagipula semua orang akan mati pada akhirnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang serak, dan nyaring membuat hawa ruang bawah tanah yang dingin menjadi semakin dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dalam hanya satu bulan, 2000 orang meninggal. Walaupun begitu, bahkan lantai pertamapun belum terselesaikan. Tidak mungkin untuk menyelesaikan permainan ini. Dimana dan bagaimana kamu mati, segera... ataupun nantinya, adalah satu-satunya perbedaan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan yang terpanjang, dan paling emosional hingga sekarang mengambang di bagian tengahnya dan terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depanku yang melangkah ke depan sebagai reaksi dari hal ini, pengguna rapier itu terserang oleh serangan melumpuhkan yang tak terlihat dan secara perlahan terjatuh ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3=== &amp;lt;!-- POV is Asuna --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ketika dia terjatuh ke lantai ruang bawah tanah itu, dia merasakan sebuah pemikiran yang membosankan melayang lewat. ‘Bagaimana mungkin seseorang dapat pingsan di dalam ruangan virtual?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehilangan kesadaran berarti aliran darah yang normal berhenti sementara. Penyebab dari hal ini dapat karena masalah di jantung atau aliran darah, anemia atau tekanan darah rendah, hiperventilasi ataupun penyebab-penyebab lainnya; tetapi di dalam dunia VR dalam FullDive, tubuh fisik dari pemain sedang beristirahat di atas tempat tidur atau kursi baring. Tubuh fisik dari para pemain  yang terpenjara di dalam permainan kematian «SAO» ini kemungkinan besar sedang berada di dalam rumah sakit; dengan kesehatan mereka pastinya di periksa dan mereka akan secara terus-menerus dimonitor. Bila diperlukan, obat-obatan akan digunakan. Sulit dipercaya bahwa kehilangan kesadaran itu disebabkan oleh tubuh fisik pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini adalah apa yang dia pikirkan hingga saat ketika kesadarannya menghilang, dan pada akhirnya dia berpikir, ‘Apapun yang terjadi tidak masalah bagiku.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, apapun yang terjadi sekarang tidak masalah bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena, dia akan mati disini. Pingsan di dalam sebuah maze yang penuh dengan monster-monster yang ganas, tidak mungkin dia tidak akan terluka. Ada seorang pemain di dekatnya, tetapi dia tidak berpikir bahwa pemain itu akan membahayakan nyawanya untuk membantu orang lain yang telah jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagipula, bagaimana dia dapat membantu? Di dalam dunia ini, berat maksimum yang dapat di bawa seorang pemain sangat dibatasi oleh sistem. Jauh di dalam ruang bawah tanah, semuanya membawa obat-obatan dan perlengkapan cadangan hingga batas berat maksimum mereka, dengan hanya menyisakan ruang untuk monster drop seperti emas ataupun item. Dengan gabungan dari semuanya itu, kegiatan membawa sesorang itu pasti tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Setelah berpikir sejauh itu, dia akhirnya menyadari sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terserang oleh semacam vertigo yang kuat, dan apa yang dia pikirkan sementara dia terjatuh ke tanah adalah, ‘Akhirnya, aku dapat beristirahat untuk waktu yang lama’. Apa yang berada di bawah tubuhnya harusnya adalah batu dari ruang bawah tanah yang keras. Tetapi, entah bagaimana apa yang ada pada punggungnya secara aneh terasa halus dan lembut. Tubuhnya terasa hangat, dan sebuah hembusan angin sepoi-sepoi lembut membelai pipinya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membuka kedua matanya dengan sangat cepat sehingga menimbulkan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak lagi berada di dalam maze yang dibatasi dengan dinding-dinding tebal. Terdapat pepohonan tua dengan lumut yang berwarna keemasan dan semak-semak berduri dengan bunga-bunga kecil, sebuah tanah terbuka di dalam hutan. Di tengah dari ruangan yang melingkar sekitar 7 hingga 8 meter ini, terdapat helaian rerumputan yang lembut, dia telah kehilangan kesadarannya... tidak, telah tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—mengapa? Bagaimana dia, yang telah jatuh jauh di dalam ruang bawah tanah, berpindah ke tanah lapang yang begitu jauh letaknya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban dari pertanyaan itu ditemukan ketika dia mengarahkan pandangannya 90 derajat ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung dari tanah terbuka ini, menempel di sebelah akar dari sebuah pohon yang sangat besar, terdapat sebuah bayangan berwarna abu-abu. Sebuah pedang satu tangan yang lumayan besar sedang dipegang dengan kedua tangan, dan sarung pedangnya terbaring di bawah kepalanya. Rambut hitam panjang menutupi wajahnya sehingga wajahnya tidak dapat terlihat, tetapi dari perlengkapan dan bentuk tubuhnya, tidak mungkin salah bahwa dia adalah pemain pria yang berbicara dengannya sebelum dia jatuh pingsan di dalam ruang bawah tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin pria itu menggunakan semacam cara untuk memindahkannya keluar dari maze menuju hutan ini setelah dia jatuh. Dia melihat jauh ke dalam hutan. Di sisi kiri, sebuah menara yang raksasa menjulang tinggi ke langit — maze dari lantai pertama berdiri mengancam di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia kembali memandang ke kanan. Menyadari adanya gerakan, mantel kulit abu-abu gelap milik pria itu bergerak perlahan dan dia sedikit mengangkat kepalanya. Walau dalam hutan di tengah hari, kedua mata pria itu berwarna hitam sehitam malam tak berbintang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ketika kedua matanya bertemu dengan mata pria yang berwarna gelap itu, dia merasa kembang api - kembang api kecil meledak di dalam kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara menggemertakkan giginya, Asuna — Yuuki Asuna, memaksakan keluar suara yang rendah, dan serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Usaha yang... tidak perlu.” &amp;lt;!--“Unnecessary... effort.&amp;quot;--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah terpenjara di dalam dunia ini, Asuna bertanya kepada dirinya sendiri ratusan ribu kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, mengapa dia menyentuh mesin permainan baru yang bahkan bukan miliknya? Mengapa dia mengenakan mesin itu pada kepalanya, bersandar kepada kursi jala bersandaran tinggi, dan mengatakan perintah mulainya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dream VR interface yang mana adalah mesin pembunuh terkutuk itu «Nerve Gear», dan penjara untuk jiwanya yang besar, disk permainan «Sword Art Online» tidak dibeli oleh Asuna, tetapi oleh kakak laki-lakinya Koichiro. Akan tetapi untuk kakak laki-lakinya, bermain MMORPG bukanlah sesuatu yang biasa dia lakukan. Hidupnya berpusat kepada hal-hal lainnya dan dia tidak pernah bermain ‘permainan’ apapun semenjak masa mudanya. Terlahir sebagai anak laki-laki pertama dari acting president &amp;lt;!--Don’t know Indonesian’s equivalent of that.Sorry.--&amp;gt; dari perusahaan pembuatan mesin elektronik raksasa «Recto», sebagai penerus ayahnya dia mendapatkan banyak pelatihan dalam hal-hal yang penting dan terpaksa memutuskan hubungan dengan hal-hal yang tidak penting sementara dia tumbuh dewasa. Kenapa kakak laki-lakinya menjadi tertarik dengan Nerve Gear... tidak, menjadi tertarik dengan SAO, adalah sesuatu yang bahkan tidak Asuna mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ironisnya, Koichiro tidak akan dapat bermain permainan pertama yang dia beli dalam hidupnya. Pada hari pertama dari peluncuran resmi permainan ini, dia dikirim dalam urusan bisnis ke luar negeri. Pada hari sebelum keberangkatannya, pada saat makan malam ketika wajah mereka berdua bertemu, dia secara bercanda mengeluh mengenai hal itu, tetapi Asuna merasa bahwa dia benar-benar menyesalkan hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak se-ekstrim Koichiro, karena Asuna yang adalah siswi SMP kelas 3, satu-satunya pengalamannya bermain sebuah permainan yang pernah dia mainkan adalah permainan-permainan gratis di dalam hp-nya yang dia mainkan sesekali. Dia tahu mengenai keberadaan net game, tetapi dengan ujian masuk SMA yang datang mendekat, tidak ada ketertarikan ataupun motivasi untuk bermain permainan-permainan ini—seharusnya tidak ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, mengapa pada hari itu satu bulan yang lalu, pada tanggal 6 November, 2022, dia mendatangi kamar kakak laki-lakinya yang kosong, mengambil Nerve Gear yang telah selesai di setup dari atas mejanya dan mengenakannya di kepalanya, dan mengatakan «Link Start»?, dia masih belum dapat mengerti alasan dibalik mengapa dia melakukan hal-hal itu hingga hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dari satu kata yang dia katakan, semuanya berubah pada hari itu...  tidak, bisa dibilang semuanya baru akan berakhir.&amp;lt;!--no,it ended could be said to.--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya Asuna mengunci dirinya di dalam sebuah ruangan penginapan di Starting City untuk menunggu insiden ini untuk berakhir, tetapi setelah dua minggu dengan tanpa pesan dari dunia nyata, dia menyerahkan harapan untuk diselamatkan dari luar. Dan pada saat yang sama, sekitar lebih dari seratus pemain telah meninggal, dan dia menemukan bahwa bahkan maze pertama belum di tembus, dia menyadari bahwa menunggu di dalam untuk penyelesaian permainan ini tidak berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya pilihan yang tersisa, adalah hanya «Kematian macam apa».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya tinggal di dalam satu-satunya kota yang aman selama berbulan-bulan, tidak mungkin saja bertahun-tahun. Akan tetapi, tidak ada yang yakin bahwa aturan «Monster tidak dapat memasuki kota-kota» akan terus ada selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada meringkuk di dalam sebuah ruangan yang kecil dan gelap takut akan masa depan, lebih baik pergi keluar. Menggunakan semua kemampuannya untuk belajar, berlatih, dan bertarung. Bila pada akhirnya dia mati setelah menggunakan semua kekuatannya, setidaknya dia tidak akan mengkhawatirkan masa lalu dan menyesali masa depan yang hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lari. Maju ke depan. Lalu menghilang. Seperti sebuah meteor yang terbakar ketika memasuki atmosfer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memegang pemikiran itu, Asuna meninggalkan penginapan, dan melangkah keluar menuju padang belantara dari dunia MMORPG yang istilah-istilah umumnya tidak dia ketahui satupun. Dia memilih senjatanya sendiri, dan mengandalkan hanya satu teknik yang dia pelajari, mencapai dasar dari maze yang belum pernah dijelajahi seorangpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu hari ini, hari Jumat, tanggal 2 Desember, jam empat pagi. Mungkin karena kelelahan setelah bertarung terus menerus, dia jatuh pingsan karena refleks syaraf, dan perjalanannya seharusnya berakhir. Pada «Life Monument», dekat dengan sisi kiri dari «Black Iron Palace» dari Starting City, nama Asuna seharusnya tercoret dengan halus dengan garis horisontal, dan semuanya seharusnya sudah—seharusnya. Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak perlu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna sekali lagi mengeluarkan kata-kata itu, sekitar empat meter jauhnya pengguna pedang satu tangan, ber-rambut gelap itu menurunkan pandangan mata sehitam malamnya. Perkiraan usianya sepertinya dia lebih tua dari Asuna, tetapi sikapnya yang naif membuat Asuna mengerutkan alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi beberapa detik kemudian, mulut pria itu menunjukkan senyum sinis yang menghapus kesan Asuna sebelumnya terhadapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak menyelamatkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara yang hening dan pelan. Yang terdengar seperti suara seorang remaja, tetapi sesuatu di dalamnya juga menyamarkan usianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lalu, mengapa kamu tidak meninggalkanku di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang aku selamatkan adalah data peta yang kamu miliki. Menetap selama empat hari di garis depan, berarti kamu sudah memetakan banyak sekali dari ruang bawah tanah yang belum dijelajahi. Data itu sedikit terlalu penting untuk menghilang bersamamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan logika dan efisiensi yang ditunjukkan kepadanya, Asuna menarik napas dalam-dalam. Hingga sekarang, seberapa penting hidup itu, dan bagaimana semua orang seharusnya bekerja sama, ketika orang-orang memberitahukan hal-hal itu di kota kepadanya Asuna hanya menolaknya—tentu saja hanya dengan kata-kata—dia berpikir untuk melakukan hal itu, tetapi tidak dapat berpikir mengenai balasan yang masuk akal apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lalu, ambil saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menggumam pelan, dia membuka sebuah window. Setelah menavigasi tab-tab yang baru -baru ini, sekarang di kenalinya, dia mengakses data petanya dan menyalin semuanya ke dalam item kulit domba. Dia membuat gulungan itu menjadi sebuah obyek dan melemparkannya ke dekat kaki pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan ini, tujuanmu sudah tercapai kan. Lalu akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendorong rerumputan dengan tangannya, dia berdiri tetapi terhuyung sedikit. Dari waktu yang ditunjukkan di window, dia menghitung bahwa dia telah tertidur selama tujuh jam semenjak dia jatuh, tetapi dia belum pulih benar dari kelelahannya. Akan tetapi, dia masih mempunyai tiga rapier tersisa yang sudah dia siapkan. Dia memutuskan sebelumnya bahwa dia tidak akan meninggalkan menara hingga rapier terakhirnya hanya memiliki setengah durabilitas yang tersisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mempunyai banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Pengguna pedang satu tangan bermantel abu-abu tersebut, metode macam apa yang dia gunakan untuk memindahkan Asuna dari kedalaman maze menuju ke tanah terbuka di hutan? Bahkan bila dia dipindahkan, kenapa tidak ke dalam safe area di dalam maze, dibandingkan dengan susah payah memindahkannya keluar dari ruang bawah tanah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, dia tidak berpikir bahwa ini adalah sesuatu yang perlu baginya untuk berbalik dan bertanya. Untuk kembali ke dalam maze gelap yang tinggi itu, dia mengambil satu langkah ke arah kiri dari hutan—tetapi, sebelum itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu, Fencer-san.&amp;quot; &amp;lt;!--Apakah perlu diterjemahkan juga? Aneh kalau diterjemahkan.--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menghiraukannya dan melangkah beberapa langkah ke depan, tetapi kata-kata yang terdengar kemudian membuatnya secara tidak sadar terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu juga, pada dasarnya bekerja keras untuk menyelesaikan permainan ini bukan? Tidak hanya untuk mati di dalam maze. Lalu, bukankah lebih baik bila kamu ikut dalam «Pertemuan»?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Pertemuan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menggumamkan hal itu dengan punggungnya yang masih menghadap pemain itu, dia mendengar pendekar pedang itu merubah nada suaranya yang berubah terbawa oleh angin sepoi-sepoi ringan di hutan.&amp;lt;!--‘Light forest breeze’.If you could change it better,please do.--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siang hari ini, di dalam kota «Tolbana», yang berada paling dekat dengan maze, «Konferensi strategi melawan bos lantai pertama» akan diadakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4=== &amp;lt;!-- POV is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Karena kastil yang melayang Aincrad ini dibuat dengan detail yang sangat banyak, tetntu saja lantai pertama adalah yang terluas. Lantai pertama hampir sepenuhnya berbentuk lingkaran, dengan diameter sepanjang 10 kilometer—yaitu, sebuah area seluas 80 kilometer persegi. Untuk referensi kota Kawagoe, prefektur Saitama &amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Kawagoe,_Saitama&amp;lt;/ref&amp;gt; memiliki area seluas 110 kilometer persegi, dengan populasi lebih dari 300,000 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk ukurannya yang raksasa, lantai pertama sebenarnya memiliki banyak varieatas geografis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada ujung sebelah selatan, dengan diameter sepanjang satu kilometer dan dikelilingi oleh tembok-tembok yang membentuk setengah lingkaran adalah «Starting City». Di padang rumput yang mengelilingi kota itu, terutama monster tipe babi hutan dan serigala selain itu juga tipe cacing, kumbang, dan tawon tinggal di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian barat laut dari padang rumput adalah hutan lebat yang luas, dan di bagian timur laut adalah daerah danau. Setelah melewati salah satu dari keduanya terdapat pegunungan, lembah-lembah, dan reruntuhan-reruntuhan yang berisi monster yang menunggu untuk pemain untuk melewatinya, dan jauh di ujung utara dari lantai ini, terdapat sebuah menara persegi selebar 300-meter, dan setinggi 100-meter. Di sini, berdiri maze dari lantai pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di banyak tempat di dalam lantai pertama selain dari Starting City, banyak terdapat kota-kota kecil dan sedang dan juga terdapat desa-desa. Yang terbesar diantara mereka—walaupun begitu, hanyalah selebar 200 meter dari ujung ke ujung— adalah kota yang terletak di dalam lembah yang paling dekat dengan maze adalah «Tolbana».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali pertama para pemain tiba di dalam kota ini yang dipenuhi dengan kincir air-kincir air besar adalah tiga minggu yang lalu setelah peluncuran resmi dari SAO dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik ini, jumlah total pemain yang meninggal sebenarnya telah mencapai 1800.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain anggar wanita misterius dan aku berangkat pergi; sementara menjaga sebuah jarak tertentu diantara kami, kami meninggalkan hutan dan tiba di dalam gerbang utara Tolbana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata [INNER AREA] yang berwarna ungu mengalir ke arahku, menunjukkan bahwa aku telah memasuki area kota yang aman. Pada saat itu, kedua bahuku berelaksasi, dan aku secara tidak sadar menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sangat kelelahan setelah berangkat awal di pagi hari. Sembari membalikkan badan, aku membayangkan bahwa pengguna rapier di belakangku pasti merasa lebih buruk, tetapi kedua kakinya yang tertutupi oleh sepatu bot setinggi lutut tidak terlihat terhuyung-huyung. Bahkan dengan tidur selama beberapa jam, seseorang tidak dapat pulih sepenuhnya dari kelelahan berburu selama tiga hari, jadi dia pasti sedang bersikap keras kepala. Ketika kembali ke kota, tubuh dan pikiran (karena, di dalam dunia virtual, keduanya pada dasarnya adalah sama) seharusnya sedang berelaksasi. Aku berpikir untuk menyuarakan pikiranku, tetapi keadaannya sepertinya terlalu tenang untuk percakapan ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai gantinya, aku berbalik menghadap pengguna rapier itu, dan berkata, dalam nada pebisnis.&amp;lt;!--What’s better Indonesian equivalent of ‘Business-like’?--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pertemuannya akan dimulai di pusat kota, pada jam 4 sore.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah yang tersembunyikan oleh kain tudung itu, sedikit bergerak ke atas dan ke bawah. Akan tetapi kedua kakinya tidak berhenti, dan tubuh langsingnya lewat ke depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angin sepoi-sepoi yang bertiup di kota perbukitan ini, membuat mantel tak berlengannya berkelebat sementara dia bergerak menjauh. Aku membuka mulutku sedikit, tetapi karena tidak menemukan apapun untuk dikatakan, kemudian menutupnya lagi. Bila aku berpikir mengenai hal ini, aku, yang telah berusaha keras sebagai seorang pemain solo selama tiga minggu, tidak memiliki hak untuk berinteraksi dengan orang lain. Hingga sekarang, aku hanya menghabiskan hariku melindungi diriku sendiri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seorang gadis yang aneh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba  aku mendengar seseorang bergumam hal itu di belakangku, dan aku berbalik dari punggung pengguna rapier itu dan melihat sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku pikir dia akan segera mati, tetapi dia tidak. Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, dia adalah seorang pemula dalam net game, tetapi tekniknya menakutkan. Orang macam apa dia itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara bernada tinggi itu berlanjut, dan mengakhiri kalimatnya dengan sebuah perubahan nada yang sengau. Orang ini tidak memiliki bentuk tubuh yang besar dan sebaliknya adalah seseorang yang satu kepala atau lebih lebih pendek dariku, tetapi tetap seorang pemain yang hebat. Pelindung tubuhnya, sepertiku, adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh dan kulit. Senjata yang terpasang pada pinggang kirinya adalah sebuah cakar kecil dan, pada pinggang kanannya, adalah pisau lempar. Ini bukanlah senjata-senjata yang biasanya digunakan oleh mereka yang mencapai garis depan, tetapi senjata terhebat orang ini adalah sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kamu ketahui mengenai pemain anggar itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tanpa sadar bertanya, tetapi mengetahui jawaban lawan bicaraku, aku mengerutkan wajahku. Pengguna cakar itu tidak melanggar ekspektasiku, karena dia menunjukkan lima jarinya dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku akan menjualnya dengan murah. 500 coll.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya yang menyeringai lebar mempunyai satu ciri khas besar yang berbeda. Pada masing-masing pipinya terdapat tiga helai kumis seperti hewan yang tergambar dengan item tipe make-up. Sepadan dengan rambut pirangnya yang ikal itu, penampilannya mengingatkanku akan suatu hewan pengerat tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari di masa lalu, aku bertanya mengapa dia menggunakan penanda seperti itu. Akan tetapi, aku hanya menerima ‘Jangan pernah bertanya alasan mengapa seorang gadis mengenakan makeup’ sebagai jawabannya, yang kemudian di ikuti dengan sebuah semburan kemarahan, ‘Aku akan mengatakannya untuk 100,000 coll!’ Jadi, aku mundur dengan terburu-buru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari, ketika aku menemukan item yang teramat sangat langka, aku akan benar-benar membayar 100,000 coll itu—karena janji &amp;lt;!--vow--&amp;gt; yang rahasia ini terus melekat di pikiranku, aku menjawab dengan masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku merasa aneh mengenai membeli informasi tentang seorang gadis, jadi aku akan menahan diri untuk melakukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nihihi, kamu memiliki hati yang baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang mengatakan hal itu di dalam batas ke tidak tahu malu-an adalah mungkin informan pertama di Aincrad; seseorang yang dikenal sebagai «Argo the Rat» tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;—Bila kamu bercakap-cakap dengan sang «Tikus» untuk lima menit, kamu pada akhirnya akan membayar 100 coll untuk cerita-cerita itu. Berhati-hatilah.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu adalah sebuah peringatan dari orang lain. Akan tetapi, Argo yang sesungguhnya menjawab bahwa dia tidak akan menjual informasi yang bebas di dapat untuk mendapatkan uang. Ketika sebuah cerita telah ditentukan sebagai cerita yang berharga, cerita itu pasti akan memiliki sebuah harga, karena cerita itu akan menjadi «merchandise» yang-sulit-di dapat. Bila aku berpikir mengenai itu, bila sebuah informasi yang salah di jual, kemudian realibilitas dari informan tersebut akan menurun. Untuk seorang pedagang, pengumpulan informasi adalah jenis bahaya dan masalah yang berbeda bila dibandingkan dengan mengumpulkan item material di dalam ruang bawah tanah dan menjualnya kepada para NPC di kota-kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mempertimbangkan  untuk bertanya sebuah pertanyaan yang menyangkut gender, ‘Mengapa seorang pemain wanita memilih pekerjaan macam ini’— tetapi setelah melihat wajah Argo, aku berpikir dua kali untuk menanyakan pertanyaan macam itu. Bahkan bila aku bertanya, dia akan meminta ‘100,000 coll’ yang lain untuk jawabannya, jadi sebagai gantinya aku bertanya pertanyaan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, hari ini juga, benar tidak? Kamu tidak berada di sini untuk percakapan bisnis yang biasanya, tetapi sebagai seorang negosiator untuk orang misterius itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar hal itu, Argo cemberut dan dengan cepat melirik ke kiri dan ke kanan jalan. Dia lalu menunjuk sebuah tempat di belakangku dan kami berpindah ke lorong di dekat kami. «Konferensi strategi melawan bos» masih sekitar dua jam lagi, jadi tidak banyak pemain yang ada disini, tetapi untuk berjaga-jaga, hal ini adalah sesuatu yang dia pikir tidak boleh ada orang lain yang menguping. Alasannya adalah mungkin ini berhubungan dengan reputasi orang yang misterius itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Argo berhenti ketika kami berada jauh di dalam lorong kecil, menyandarkan punggungnya ke rumah di belakangnya—yang hanya dihuni oleh NPC, tentunya—dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, yah. Harganya sekarang dinaikkan menjadi 29,800 coll.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tawarannya sekarang sudah menjadi 29.8k coll sekarang, huh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tersenyum kecut, lalu  menurunkan kedua bahuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf, tetapi tidak peduli sebanyak apapun coll yang ditawarkan, jawabanku tetap sama. Aku tidak ingin menjualnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku telah memberitahukan klien itu hal yang sama terakhir kali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisnis utama Argo adalah sebagai informan, tetapi dengan menggunakan dexterity stat-nya yang sangat tinggi untuk pergerakan, dia juga memiliki bisnis sampingan sebagai «Messenger». Biasanya pesan yang dibawanya hanya pesan mulut atau pesan pendek dalam gulungan, tetapi setelah sekitar satu minggu semenjak negoisasi dengan kliennya, hal ini menjadi rumit... atau bisa dibilang, kliennya merepotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah pria—atau wanita —yang ingin membeli one-handed longsword «Anneal Blade +6 (3S3D)» milikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5=== &amp;lt;!-- POV is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sistem peningkatan senjata di SAO lebih mudah dibandingkan MMORPG belakangan ini. Parameter dari peningkatan itu adalah Ketajaman (S), Kecepatan (Q), Akurasi (A), Berat (H), dan Durabilitas (D), lima bonus yang dapat diberikan kepada sebuah senjata dengan meminta NPC atau pemain penempa untuk mengerjakannya. Material yang berhubungan dengan parameter yang dibutuhkan dan beberapa persen kemungkinan gagal adalah serupa dengan MMORPG yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli parameter yang mana yang diberikan dengan peningkatan, name item di dalam equipment window hanya akan terdapat +1 atau +2 yang ditambahkan. Akan tetapi jumlah «breakdown» yang telah ditambahkan hanya dapat dilihat ketika senjata itu dipilih, dengan membuka property window-nya. Untuk penjualan dari pemain-ke-pemain, mengatakan bahwa item tersebut memiliki ‘Akurasi +1, Berat +2’ ataupun tipe stat yang lain dengan cepat menjadi membosankan. Sebagai gantinya, pemain menggunakan cara penamaan yang lebih pendek: sebagai contoh, sebuah tambahan +4 dari Akurasi +1, Berat +2, dan Durabilitas +1 akan ditunjukkan dengan istilah «1A2H1D». Cara penamaan ini sudah menjadi lumayan umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini berarti, «Anneal Blade +6 (3S3D)» milikku ditingkatkan dengan memiliki Ketajaman +3 dan Durabilitas +3. Memiliki sebuah item dengan kualitas seperti ini di lantai pertama sebenarnya membutuhkan banyak kesabaran dan keberuntungan. Karena dalam keadaan ini, tidak banyak pemain yang melatih teknik menempa mereka yang tidak berhubungan langsung dengan tingkat kelangsungan hidup mereka. Tetapi, aku khawatir akan tingkat teknik dari toko penempa milik NPC, walaupun para NPC penempa itu memang terlihat seperti dwarf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum aku meningkatkannya, senjataku, «Anneal Blade», adalah hadiah dari sebuah quest yang sangat sulit. Mempertimbangkan spesifikasinya saat ini, pedang ini bisa jadi adalah item paling dicari dari lantai satu— akan tetapi, walaupun dikatakan begitu, pedang ini hanyalah sebuah «Beginner’s equipment». Aku hanya dapat meningkatkannya paling banyak beberapa kali, dan, sekitar lantai ketiga atau keempat, aku perlu berganti ke pedang yang baru juga, jadi aku tidak perlu terus meningkatkan yang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk alasan-alasan di atas, aku heran kenapa klien dari Argo sangat ingin membayar coll sebanyak itu—29.8k—untuk pedang ini. Bila ini adalah transaksi normal dari muka-ke-muka, aku dapat menanyakan alasannya secara langsung, tetapi hal itu tidak berguna ketika aku bahkan tidak tahu nama dari kliennya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Uang tutup mulut yang dibayar orang itu adalah 1000 coll, bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepada pertanyaanku, Argo dengan tenang mengangguk dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Apakah kamu ingin menaikkannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm... 1k huh... hm—m!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uang tutup mulut adalah sejumlah coll yang oleh Mister X, yang ingin membeli pedangku, bayar kepada Argo untuk tetap merahasiakan namanya dariku. Bila aku memutuskan untuk membayar 1000 coll, Argo akan segera mengirim pesan kepada kliennya untuk memberitahukannya bahwa biaya tutup mulutnya telah dinaikkan menjadi 1200 coll, dan bertanya apakah mereka ingin membayarnya. Bila YA adalah jawabannya, lalu kali ini aku akan terpaksa memutuskan untuk membayar 1300 coll atau tidak. Bila aku menang pertarungan tawar-menawar ini, lalu aku akan mengetahui nama dari lawan transaksiku, tetapi aku mungkin akan kehilangan uang di dalam «Transaksi pedang» ini, sebagai hasilnya. Tidak peduli bagaimana kamu memikirkan mengenai hal ini, ini adalah suatu perbuatan bodoh yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ya ampun, kamu tidak perlu hanya menjual informasi, karena bahkan ketika kamu tidak menjual sesuatu itu tetaplah bisnis bagimu... itu adalah jiwa pedagang yang luar biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara aku mengeluh, kedua pipi Argo yang berkumis mengendur menjadi sebuah kekehan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu adalah kesenangan sesungguhnya dari perdagangan. Ketika aku menjual sebuah informasi, pada saat yang sama cerita mengenai «Seseorang membeli sesuatu dan informasi tentang informasi itu» terlahir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Katakan kepadaku ketika seorang pemain wanita menginginkan informasi pribadiku. Aku akan membeli informasi mengenai dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembari menarik napas saat aku mengatakan itu, Argo sekali lagi tertawa riang, lalu merubah ekspresinya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu, aku akan memberitahukan klienku bahwa tawarannya kali ini juga ditolak.  Dan, bahwa penawaran ini juga tidak mungkin. Sampai bertemu lagi kalau begitu, Ki-bou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan melambaikan tangannya, dia berbalik dan, dengan kelincahannya yang seperti  gelar «Tikus»-nya, meninggalkan lorong ini. Sementara aku melihat rambut pirangnya menghilang di keramaian, aku dengan santainya berpikir, ‘Orang itu pasti tidak akan mati’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah terperangkap di dalam permainan kematian SAO selama satu bulan, aku telah mempelajari beberapa hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan antara hidup dan mati dari para pemain itu dipisahkan oleh  beberapa faktor kunci. Beberapa dari elemen penentunya adalah membawa sangat banyak potion dan untuk tahu kapan berhenti menjelajahi dungeon; tetapi, satu faktor kunci antara hidup dan mati adalah kepercayaan yang mutlak dalam memiliki «kebenaran mereka sendiri». Dengan kata lain, itu adalah «senjata terhebat» mereka untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Argo, kemungkinan besar adalah «Informasi». Lokasi monster yang berbahaya atau, dengan kata lain, lokasi berburu yang paling efisien, orang ini mengetahuinya semua. Kepercayaannya dalam mengetahui hal itu menciptakan ketenangannya, dan meningkatkan kemampannya untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kemudian, untukku, «Kebenaran»-ku adalah pedang yang ada di punggungku. Untuk lebih tepatnya, itu adalah ketika tubuh dan pedangku menjadi satu, dalam keadaan zen &amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Zen&amp;lt;/ref&amp;gt;. Aku tidak selalu berada pada keadaan itu setiap saat, tetapi satu-satunya pemikiran dari “Aku ingin dunia ini menjadi milikku, dan aku tidak ingin mati sebelum itu” yang menjagaku tetap hidup sampai sekarang. Alasan kenapa peningkatan Anneal Blade adalah Ketajaman +3 dan Durabilitas +3, tidak menghiraukan Kecepatan dan Akurasi, adalah karena dua hal yang sebelumnya hanyalah peningkatan angka dari spesifikasi, sementara dua hal yang berikutnya adalah peningkatan yang dibantu-sistem yang akan merubah perasaan dari ayunan pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, itu berarti...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu yang aku temui di garis depan dari maze. Apakah «Kebenaran» miliknya? Aku memang memindahkan tubuhnya yang pingsan keluar dari maze (aku sendiri tidak dapat mengatakan bagaimana aku dapat melakukannya.) Tetapi, dengan kata lain, bahkan bila aku tidak ada di sana, aku percaya pada saat kobold berikutnya muncul, dia akan tanpa sadar berdiri dan menggunakan «Linear» berkecepatan tinggi yang seperti bintang jatuh itu untuk membunuh musuhnya... aku harus berpikir seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang membuatnya bertarung pertarungan yang berdarah itu, dan bagaimana dia berhasil hidup hingga sekarang? Itu mungkin adalah «Kekuatan» yang tidak aku tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku seharusnya membayar Argo 500 coll itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggumamkan hal itu dengan sedikit menggelengkan kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembok luar dari kincir-kincir angin yang bercat-kan putih yang mengelilingi kota Tolbana terwarnai dengan sedikit warna oranye dari cahaya siang. Waktunya sekarang seharusnya sekitar jam 3 sore lebih. Untuk mempersiapkan diri untuk konferensi strategi menghadapi bos yang panjang, aku perlu pergi mengisi perutku di suatu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertemuannya pada jam 4 sore nanti, pastinya, akan kacau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya adalah, untuk pertama kalinya hari ini, satu tipe dari pemain yang biasanya tersembunyi di dalam dunia SAO akan muncul di depan banyak sekali pemain biasa. Benar sekali—«New Type Players» dan «Experienced Beta Testers», sebuah kegelapan yang sulit dijembatanni terbentang diantara mereka...  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk «Argo sang Tikus» yang menjual apapun yang dapat dijual, hanya ada satu tipe dari informasi yang tidak ada di dalam dagangannya. Hal itu adalah, siapa yang sebelumnya adalah beta tester. Argo dan aku sangat yakin bahwa kami berdua adalah beta tester, tetapi kami tidak pernah membicarakan mengenai topik ini dalam percakapan, tidak peduli berapa tahun cahaya kami harus berkelana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya mudah. Ketika identitas seorang beta tester telah diketahui, hidup mereka dapat berada dalam bahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak karena dibunuh oleh para monster di dalam ruang bawah tanah. Tetapi ketika mereka sedang berjalan di luar area aman, pemain baru dapat meng-«Eksekusi» kamu. Karena mereka percaya bahwa yang bertanggung jawab atas kematian dari 2000 orang di dalam bulan pertama adalah tanggung jawab para beta tester. &amp;lt;!-- Liability: something for which one is liable --&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan untukku, aku tidak dapat benar-benar menghindari peluru ini.&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Sword Art Online Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Aria_Bagian_6_-_10|Bagian 6 - 10]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Aria_Bagian_1_-_5&amp;diff=506752</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Aria Bagian 1 - 5</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Aria_Bagian_1_-_5&amp;diff=506752"/>
		<updated>2016-11-21T03:48:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Sword Art Online Aria 1.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
===Bagian 1=== &amp;lt;!-- Point of View (POV) is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Hanya sekali, aku melihat bintang jatuh yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihatnya bukan dalam liburan; aku melihatnya melalui jendela rumahku. Untuk orang yang tinggal di dalam kota kecil dengan udara yang segar dan kering dan kegelapan malam yang sebenarnya, bintang jatuh bukanlah sesuatu yang jarang terjadi. Tetapi sayangnya, Kota Kawagoe dari prefektur &amp;lt;!--Shall I change it to “daerah administrasi”?--&amp;gt; Saitama, dimana aku telah menghabiskan seluruh empat belas tahun dari hidupku di sana, tidak memiliki satupun dari kualitas-kualitas itu. Pada malam yang cerah, bahkan bintang-bintang terbesar kedua hampir tidak dapat terlihat dengan mata telanjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, pada larut malam pertengahan musim dingin, ketika aku kebetulan melirik keluar jendelaku karena ingin, aku melihatnya. Pada malam gelap tanpa banyak bintang, cahaya lampu-lampu kota membentuk sebuah kanopi &amp;lt;!--Alt,”langit-langit”--&amp;gt; berwarna keputih-putihan yang menutupi langit. Dan seketika itu juga, kanopi itu terpotong oleh sebuah kilasan cahaya yang melaju cepat. Diriku yang segera-akan-naik-kelas-lima dengan kekanak-kanakan berpikir, “aku harus membuat semacam permohonan...”. Hingga pada saat itu semuanya baik-baik saja, tetapi permohonan yang muncul dalam pikiranku adalah, “aku berharap monster drop-ku berikutnya adalah sebuah item langka.” Hal itu adalah macam dari permohonan yang tidak akan pernah dibuat oleh orang yang berpikiran sehat. Aku rasa permohonan itu muncul dari sebuah fakta bahwa aku sedang bermain MMORPG yang aku suka pada waktu itu. Bintang jatuh yang aku lihat sekilas pada waktu itu, aku melihatnya sekali lagi tiga (atau apakah itu empat) tahun kemudian— bersinar dengan warna yang sama, bergerak pada kecepatan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, kali ini, aku tidak melihatnya dengan mata telanjangku, tidak juga aku berada dibawah kelamnya langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihatnya  melalui Nerve Gear, sebuah full sensory VR interface pertama di dunia, di dasar dari sebuah ruang bawah tanah virtual,yang suram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang dapat menjelaskan pertarungan ini sebagai pertarungan yang mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah monster humanoid level 6, «Ruin Kobold Trooper», sedang mengayunkan sebuah kapak tangan kasar, dan orang yang melawan Kobold tersebut hampir tidak dapat menghindarinya. Aku merasakan udara dingin menerpa punggungku sementara aku mengamati pertempuran ini. Tetapi setelah pemain itu menghindari tiga serangan beruntun, Kobold itu kehilangan keseimbangan sepenuhnya dan, daripada menggunakan kesempatan ini untuk melarikan diri, orang itu menggunakan sebuah teknik serangan pedang dengan kekuatan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik itu adalah teknik pertama yang dipelajari oleh pengguna rapier: serangan satu tusukan «Linear». Teknik pedang ini diaktifkan dengan cara memegang sebuah pedang di depan tubuh dengan tangan utama, berkonsentrasi dalam memegangnya, dan kemudian menusukkan pedangnya lurus ke depan; hal ini adalah teknik dasar, yang mudah, tetapi kecepatan serangannya luar biasa. Jelas, kecepatannya tidak hanya diatur oleh system motion assist saja, tetapi teknik ini juga didorong oleh movement command milik pemain itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama beta test, aku melihat dengan kedua mataku sendiri banyak anggota kelompok dan monster musuh menggunakan teknik pedang yang sama ini berkali-kali, tetapi aku tidak dapat melihat rapier miliknya sendiri sekarang, hanya jalur yang tergambar oleh special light effect dari teknik pedang itu. Cahaya putih murni yang memotong kegelapan dari ruang bawah tanah yang redup itu mengingatkanku kepada bintang jatuh dari hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu terus menghindari tiga kali serangan beruntun dari Kobold itu dan kemudian menyerang balik dengan «Linear». Setelah menggunakan pola menyerang dan bertahan ini, pemain itu menghabisi salah satu dari monster yang lebih kuat dalam ruang bawah tanah ini, seorang beastman bersenjata, tanpa terluka sedikitpun. Walaupun begitu, pertarungan ini kelihatannya bukanlah sebuah pertarungan yang mudah. Setelah teknik pedang pembunuh itu menembus tengah dada Kobold itu, monster itu jatuh ke belakang dan berpencar menjadi pertikel-partikel. Pengguna rapier itu tergoyah seakan-akan terdorong oleh pecahan-pecahan poligon yang tidak berbentuk itu &amp;lt;!--Unsubstantial polygon shards--&amp;gt;, dan bersandar ke belakang pada dinding koridor, lalu perlahan-lahan bergelincir turun dari dinding untuk duduk, dan mulai bernafas berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang itu kelihatannya tidak menyadari aku berdiri sekitar 15 meter jauhnya pada ujung persimpangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bergerak menjauh tanpa mengatakan apapun dan menemukan mangsaku sendiri adalah caraku biasanya melakukan sesuatu. Sebulan yang lalu, pada hari yang bersejarah itu, aku memutuskan untuk dengan egois hidup sebagai seorang pemain solo. Dan hari demi hari, aku tidak pernah mendekati orang lain yang sedang sendirian. Satu-satunya pengecualian adalah bila aku melihat seorang pemain di dalam pertarungan yang jelas-jelas berada dalam bahaya, akan tetapi HP dari pengguna rapier ini masih sedikit di bawah penuh. Setidak-tidaknya, orang ini kelihatannya tidak memerlukan bantuan dari seorang yang suka ikut campur.&amp;lt;!--busybody--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sekitar lima detik pertimbangan dalam, aku meninggalkan bayang-bayang dari persimpangan dan berjalan ke arah pengguna rapier yang tetap duduk itu. Berbadan kurus, sedikit langsing. &amp;lt;!--Skinny shape,somewhat slender--&amp;gt; Bagian atas tubuhnya terbalut dengan tunik&amp;lt;ref&amp;gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Tunik&amp;lt;/ref&amp;gt; merah tua dari kulit dengan pelindung dada ringan dari tembaga, sementara bagian bawah tubuhnya terbalut dengan celana dari kulit yang bagus, dengan sepatu bot setinggi lutut. Sebuah mantel tak berlengan bertudung menutupi tubuhnya dari kepala hingga dekat pinggang, sehingga wajahnya tidak dapat dilihat. Selain mantel itu, perlengkapannya kelihatannya adalah perlengkaan seorang pemain anggar, sangat mirip dengan perlengkapanku sebagai seorang pendekar pedang. Pedang kesayanganku «Anneal Blade», sebuah hadiah dari sebuah quest yang sulit, adalah sangat berat. Jadi, untuk memanfaatkan ketajaman teknikku, aku menggunakan pelindung logam yang sangat sedikit — hanya sebuah pelindung dada kecil dengan mantel berwarna abu-abu gelap yang menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar suara langkah kakiku yang datang mendekat, bahunya tiba-tiba bergerak, tetapi tidak bergerak lebih jauh. Bukti bahwa aku bukanlah sebuah monster harusnya telah muncul sebagai kursor berwarna hijau dari sudut pandangnya. Dengan wajahnya terbenam dalam di antara kedua lututnya, menunjukkan perasaan ‘segera lewat sajalah seperti itu dan pergilah ke tempat lain’ yang terasa sangat kuat—Aku berhenti sekitar dua meter dari pengguna rapier itu dan membuka mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tadi itu adalah sebuah overkill.” &amp;lt;!--Perlu digantikah?--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahu kecil yang tertutupi dengan kain tebal dari mantel itu kembali bergerak pelan. Tudungnya tersentak, hanya bergerak sekitar 5cm ke atas, dan dari kegelapan di dalamnya, dua biji mata menatap tajam ke arahku. Satu-satunya hal yang dapat aku lihat jelas adalah dua selaput pelangi berwarna cokelat muda &amp;lt;!--Light brown iris--&amp;gt;, bentuk dari wajahnya tidak dapat terlihat sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu terus melihat dengan tatapan tajam yang digunakan dalam pertarungan sebelumnya selama beberapa detik, lalu memiringkan kepalanya sedikit ke kanan—sebuah sikap semacam ‘aku tidak tahu apa yang kamu maksud’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat hal itu, aku berpikir ‘jadi begitu rupanya’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk seseorang yang tampak seperti pemain solo bagiku, ada satu hal yang aneh &amp;lt;!--incongruity--&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Linear» yang digunakan oleh pengguna rapier itu sangat sempurna sehinggan akupun tanpa sadar merinding. Jeda sebelum dan sesudah teknik itu sangat pendek, dan diatas semua itu adalah kecepatannya yang tidak membuatnya tidak dapat dilihat. Aku belum pernah melihat teknik pedang yang seindah dan semenakutkan itu sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi pada awalnya, aku berpikir bahwa dia pastinya adalah sesama beta tester. Sebelum dunia ini menjadi sebuah permainan kematian; pengalaman bertarung yang panjang pastilah telah dialaminya untuk mendapatkan kecepatan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, melihat «Linear» untuk kedua kalinya, aku mempunyai keragu-raguan mengenai tebakanku. Tekniknya sempurna, tetapi laju pertarungannya berbahaya. Satu hal yang pasti, «Step Defense yang menggunakan sesedikit mungkin gerakan » mempunyai kecepatan serangan balik dibandingkan menangkis ataupun menghalanginya, dan durabilitas senjata/baju pelindung tidak akan menurun. Sebagai gantinya, saat pertahanan itu gagal, resikonya adalah yang terbesar. Dalam keadaan paling buruk, luka dari serangan balik akan dikenakan dan stun &amp;lt;!--Apa perlu diganti ‘tertegun’--&amp;gt; dapat terjadi. Pada pertarungan solo, sebuah stun fatal akibatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik pedang yang sempurna dan taktik bertahan yang berbahaya sangat tidak seimbang. Untuk alasan tertentu, aku ingin tahu kenapa, tidak peduli apa yang terjadi. Karena itulah aku bergerak mendekat dan bertanya. Bertanya mengenai apakah penggunaan berulang dari taktik itu adalah sebuah overkill.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi lawan bicaraku kelihatannya tidak mengerti istilah net game yang sangat populer ini. Hal ini berarti pengguna rapier di depanku bukanlah seorang beta tester yang asli. Tidak hanya itu, mereka bahkan mungkin pernah menjadi pemain MMO sebelum datang kesini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menarik napas pendek, dan menjelaskan dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Overkill berarti... dibandingkan dengan sisa HP dari monster, luka yang disebabkan jauh lebih besar. Kobold yang tadi sudah hampir mati setelah  penggunaan «Linear» yang kedua ... tidak, bisa dibilang monster itu secara praktis sudah mati. HP gauge miliknya hanya memiliki sekitar dua atau tiga titik yang tersisa. Daripada menyelesaikannya dengan sebuah teknik pedang, sebuah serangan ringan biasa sudah lebih dari cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam dunia ini, sudah berapa hari semenjak aku berkata sebanyak ini... sudah berapa minggu. Sementara aku memikirkan mengenai hal itu, aku berhenti berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengarkan perkataanku, buah dari kerja keras dan keterampilan berbicaraku yang buruk, pengguna rapier itu tidak bereaksi apa-apa selama lebih dari sepuluh detik. Ketika aku hampir berpikir bahwa aku tidak berhasil menyampaikan maksudku, sebuah suara kecil menyelinap keluar dari tudung yang diturunkan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Overkill, apakah ada masalah dengan hal itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, aku dengan terlambat menyadari bahwa pengguna rapier yang meringkuk di depanku adalah salah satu dari «Pemain Wanita» yang sangat langka di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2=== &amp;lt;!-- POV is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sudah lebih dari satu bulan semenjak peluncuran perdana dari VRMMORPG pertama di dunia «Sword Art Online».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kebanyakan MMO, pada waktu ini para pemain yang telah mencapai level cap &amp;lt;!--perlu diganti”batas level”?--&amp;gt; harusnya telah muncul dan peta dunianya seharusnya telah terjelajahi dari awal hingga akhir. Akan tetapi untuk SAO, kelompok teratas yang sekarang baru saja mencapai level 10—Aku tidak tahu apakah ini adalah level cap-nya, tetapi tidak mungkin ini benar. Panggung permainan ini, kastil yang melayang bernama Aincrad, baru saja ditaklukan sebanyak beberapa persen dalam keseluruhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya adalah, SAO yang sekarang ini adalah sebuah permainan tetapi bukan sekedar permainan; pada dasarnya, permainan ini telah menjadi sebuah «Penjara». Log out secara manual tidak dimungkinkan dan kematian avatar adalah sama dengan kematian pemainnya di dunia nyata. Dalam kondisi seperti ini, tidak banyak orang yang memasuki ruang bawah tanah yang dipenuhi dengan monster-monster dan jebakan-jebakan berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, setelah Game Master dengan tegas membuat avatar memiliki gender yang sama denga pemain di dunia nyata, pemain wanita sangat jarang. Aku rasa hampir semua dari mereka masih tinggal didalam «Starting City», bahkan setelah sebulan. Pada ruang bawah tanah besar yang pertama, «First Floor Maze», aku telah melihat pemain-pemain wanita dua atau tiga kali, dan mereka semua adalah anggota dari kelompok-kelompok yang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itulah aku tidak mungkin membayangkan bahwa pengguna rapier solo yang aku temui di dalam area yang belum terjelajahi dari ruang bawah tanah ini adalah seorang pemain wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, aku berpikir untuk menggumamkan permintaan maaf dan kemudian meninggalkan area ini. Aku tidak berkata bahwa aku adalah seorang pria yang selalu berbicara dengan semua pemain wanita yang dia lihat aku dengan sungguh-sungguh tidak ingin dianggap seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di sisi lain, bila lawan bicaraku telah mengatakan sesuatu seperti, ‘Ini adalah pilihanku’ atau ‘Tinggalkan aku sendiri‘, aku akan berkata ‘Begitu rupanya’ dan segera pergi meninggalkannya. Akan tetapi, balasan pendek dari pengguna rapier adalah sebuah pertanyaan. Jadi, aku sekali lagi dengan hati-hati dan jujur menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Overkill tidak mempunyai kekurangan atapun hukuman apapun dari sistem, tetapi... hal itu sangat buruk dalam hal efisiensi. Teknik pedang memerlukan konsentrasi; menggunakannya secara terus menerus akan menguras pikiran. Selain itu ada juga jalan kembali, jadi lebih baik tidak bertarung dengan cara yang akan membuatmu kelelahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jalan kembali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, dari dalam tudung itu sebuah suara yang bertanya berbunyi. Kelelahan membuat suaranya sangat samar-samar dan intonasinya juga  tipis, tetapi walaupun begitu aku berpikir suaranya sangat indah. Tentu saja aku tidak akan mengatakannya dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, aku menjelaskan sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Dibutuhkan sekitar satu jam untuk bergerak dari sini menuju pintu keluar dari ruang bawah tanah, dan dari sana menuju kota terdekat adalah sekitar tiga puluh menit perjalanan walaupun dengan berjalan cepat. Kelelahan akan meningkatkan frekuensi kesalahan. Kamu kelihatannya adalah seorang pemain solo, dan untuk satu orang, kesalahan sekecil apapun dapat mengancam nyawamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara mulutku bergerak, aku bertanya kepada diriku sendiri, ‘Mengapa aku berkata dengan segenap kekuatanku?’ Lawan bicaraku adalah seorang wanita — tetapi itu tidak mungkin sebuah alasan untuk itu, karena aku telah berbicara panjang lebar sebelum itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila situasi ini dibalik, dan seseorang dengan peringkat yang lebih tinggi menguliahiku seperti ini, aku pasti akan berkata, ‘Ini adalah pilihanku, jadi tinggalkan aku sendiri,’ atau sesuatu seperti itu. Dengan kepribadianku dan tindakanku yang tidak cocok, aku baru saja akan gelisah ketika pengguna rapier itu akhirnya menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lalu, tidak ada masalah kalau begitu. Aku... tidak kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?... Tidak kembali ke kota? Tetapi, mengisi kembali potions, memperbaiki perlengkapan... dan tidur...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku bertanya dengan tercengang, bahu dari pengguna rapier itu bergerak sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak memerlukan obat-obatan ketika aku tidak terluka, dan aku membeli lima dari pedang yang sama... Sementara untuk beristirahat, aku menggunakan safe area terdekat &amp;lt;!--Safe area--&amp;gt;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia berhenti bergumam, aku tidak dapat berkata-kata untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Safe area adalah beberapa ruangan di dalam ruangan bawah tanah dimana monster tidak muncul. Kamu dapat mengenalinya dengan obor yang berwarna lain yang diletakkan di ke empat ujung dari dindingnya. Untuk berburu dan memetakan tempat, tempat itu adalah tempat yang baik; tetapi walaupun begitu tempat itu hanya dapat digunakan untuk istirahat singkat selama sekitar satu jam. Lantainya terbuat dari batu yang dingin dan tentu saja tidak ada tempat tidur, dan langkah kaki dari monster-monster terdekat ataupun geraman sering terdengar. Tidak peduli seberapa berani seorang pemain, tidur nyenyak sangatlah tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, dari apa yang baru saja aku dengar, pengguna rapier ini telah menggunakan safe area sebagai pengganti dari penginapan di kota, untuk dapat terus berada di dalam ruang bawah tanah ini...apakah itu, apa maksud dari semua itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sudah berapa jam?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan takut bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu bertanya setelah menarik napas panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tiga hari... atau empat hari... apakah hanya itu? Monster-monster di sekitar sini akan hidup lagi sebentar lagi. Aku akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kirinya yang halus terbungkus di dalam sebuah sarung tangan kulit, dia dengan goyah berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang yang ramping yang masih terhunus terseret dengan berat seakan-akan dia sedang membawa sebuah two-handed sword dengan satu-tangan, dan pengguna rapier itu berjalan menjauh di belakangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantelnya yang bergerak menjauh dengan langkah terseret tersobek dimana-mana, menunjukkan bahwa banyak durabilitasnya yang telah hilang. Tidak, untuk perlengkapan pakaian yang telah digunakan untuk ekspedisi berburu selama empat hari, hanya dengan masih mempertahankan bentuknya adalah sebuah keajaiban. Komentar ‘Selama aku belum terluka’ sebelumnya mungkin saja bukanlah sebuah ungkapan yang berlebihan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari hal itu, aku mengucapkan sebuah kata-kata yang tidak mengenakkan kepada punggungnya yang ramping itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jika kamu bertarung seperti itu, kamu akan mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu berhenti, menyandarkan bahunya ke dinding di sebelah kanan dan berbalik secara perlahan. Dari dalam tudungnya, kedua matanya yang seperti kemiri menatap tajam kepadaku dengan latar belakang merah yang tipis&amp;lt;!--thin red background--&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lagipula semua orang akan mati pada akhirnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang serak, dan nyaring membuat hawa ruang bawah tanah yang dingin menjadi semakin dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dalam hanya satu bulan, 2000 orang meninggal. Walaupun begitu, bahkan lantai pertamapun belum terselesaikan. Tidak mungkin untuk menyelesaikan permainan ini. Dimana dan bagaimana kamu mati, segera... ataupun nantinya, adalah satu-satunya perbedaan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan yang terpanjang, dan paling emosional hingga sekarang mengambang di bagian tengahnya dan terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depanku yang melangkah ke depan sebagai reaksi dari hal ini, pengguna rapier itu terserang oleh serangan melumpuhkan yang tak terlihat dan secara perlahan terjatuh ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3=== &amp;lt;!-- POV is Asuna --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ketika dia terjatuh ke lantai ruang bawah tanah itu, dia merasakan sebuah pemikiran yang membosankan melayang lewat. ‘Bagaimana mungkin seseorang dapat pingsan di dalam ruangan virtual?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehilangan kesadaran berarti aliran darah yang normal berhenti sementara. Penyebab dari hal ini dapat karena masalah di jantung atau aliran darah, anemia atau tekanan darah rendah, hiperventilasi ataupun penyebab-penyebab lainnya; tetapi di dalam dunia VR dalam FullDive, tubuh fisik dari pemain sedang beristirahat di atas tempat tidur atau kursi baring. Tubuh fisik dari para pemain  yang terpenjara di dalam permainan kematian «SAO» ini kemungkinan besar sedang berada di dalam rumah sakit; dengan kesehatan mereka pastinya di periksa dan mereka akan secara terus-menerus dimonitor. Bila diperlukan, obat-obatan akan digunakan. Sulit dipercaya bahwa kehilangan kesadaran itu disebabkan oleh tubuh fisik pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini adalah apa yang dia pikirkan hingga saat ketika kesadarannya menghilang, dan pada akhirnya dia berpikir, ‘Apapun yang terjadi tidak masalah bagiku.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, apapun yang terjadi sekarang tidak masalah bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena, dia akan mati disini. Pingsan di dalam sebuah maze yang penuh dengan monster-monster yang ganas, tidak mungkin dia tidak akan terluka. Ada seorang pemain di dekatnya, tetapi dia tidak berpikir bahwa pemain itu akan membahayakan nyawanya untuk membantu orang lain yang telah jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagipula, bagaimana dia dapat membantu? Di dalam dunia ini, berat maksimum yang dapat di bawa seorang pemain sangat dibatasi oleh sistem. Jauh di dalam ruang bawah tanah, semuanya membawa obat-obatan dan perlengkapan cadangan hingga batas berat maksimum mereka, dengan hanya menyisakan ruang untuk monster drop seperti emas ataupun item. Dengan gabungan dari semuanya itu, kegiatan membawa sesorang itu pasti tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Setelah berpikir sejauh itu, dia akhirnya menyadari sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terserang oleh semacam vertigo yang kuat, dan apa yang dia pikirkan sementara dia terjatuh ke tanah adalah, ‘Akhirnya, aku dapat beristirahat untuk waktu yang lama’. Apa yang berada di bawah tubuhnya harusnya adalah batu dari ruang bawah tanah yang keras. Tetapi, entah bagaimana apa yang ada pada punggungnya secara aneh terasa halus dan lembut. Tubuhnya terasa hangat, dan sebuah hembusan angin sepoi-sepoi lembut membelai pipinya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membuka kedua matanya dengan sangat cepat sehingga menimbulkan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak lagi berada di dalam maze yang dibatasi dengan dinding-dinding tebal. Terdapat pepohonan tua dengan lumut yang berwarna keemasan dan semak-semak berduri dengan bunga-bunga kecil, sebuah tanah terbuka di dalam hutan. Di tengah dari ruangan yang melingkar sekitar 7 hingga 8 meter ini, terdapat helaian rerumputan yang lembut, dia telah kehilangan kesadarannya... tidak, telah tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—mengapa? Bagaimana dia, yang telah jatuh jauh di dalam ruang bawah tanah, berpindah ke tanah lapang yang begitu jauh letaknya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban dari pertanyaan itu ditemukan ketika dia mengarahkan pandangannya 90 derajat ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung dari tanah terbuka ini, menempel di sebelah akar dari sebuah pohon yang sangat besar, terdapat sebuah bayangan berwarna abu-abu. Sebuah pedang satu tangan yang lumayan besar sedang dipegang dengan kedua tangan, dan sarung pedangya terbaring di bawah kepalanya. Rambut hitam panjang menutupi wajahnya sehingga wajahnya tidak dapat terlihat, tetapi dari perlengkapan dan bentuk tubuhnya, tidak mungkin salah bahwa dia adalah pemain pria yang berbicara dengannya sebelum dia jatuh pingsan di dalam ruang bawah tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin pria itu menggunakan semacam cara untuk memindahkannya keluar dari maze menuju hutan ini setelah dia jatuh. Dia melihat jauh ke dalam hutan. Di sisi kiri, sebuah menara yang raksasa menjulang tinggi ke langit— maze dari lantai pertama berdiri mengancam di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia kembali memandang ke kanan. Menyadari adanya gerakan, mantel kulit abu-abu gelap milik pria itu bergerak perlahan dan dia sedikit mengangkat kepalanya. Walau dalam hutan di tengah hari, kedua mata pria itu berwarna hitam sehitam malam tak berbintang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ketika kedua matanya bertemu dengan mata pria yang berwarna gelap itu, dia merasa kembang api-kembang api kecil meledak di dalam kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara menggemertakkan giginya, Asuna—Yuuki Asuna, memaksakan keluar suara yang rendah, dan serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Usaha yang... tidak perlu.” &amp;lt;!--“Unnecessary... effort.&amp;quot;--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah terpenjara di dalam dunia ini, Asuna bertanya kepada dirinya sendiri ratusan ribu kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, mengapa dia menyentuh mesin permainan baru yang bahkan bukan miliknya? Mengapa dia mengenakan mesin itu pada kepalanya, bersandar kepada kursi jala bersandaran tinggi, dan mengatakan perintah mulainya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dream VR interface yang mana adalah mesin pembunuh terkutuk itu «Nerve Gear», dan penjara untuk jiwanya yang besar, disk permainan «Sword Art Online» tidak dibeli oleh Asuna, tetapi oleh kakak laki-lakinya Koichiro. Akan tetapi untuk kakak laki-lakinya, bermain MMORPG bukanlah sesuatu yang biasa dia lakukan. Hidupnya berpusat kepada hal-hal lainnya dan dia tidak pernah bermain ‘permainan’ apapun semenjak masa mudanya. Terlahir sebagai anak laki-laki pertama dari acting president &amp;lt;!--Don’t know Indonesian’s equivalent of that.Sorry.--&amp;gt; dari perusahaan pembuatan mesin elektronik raksasa «Recto», sebagai penerus ayahnya dia mendapatkan banyak pelatihan dalam hal-hal yang penting dan terpaksa memutuskan hubungan dengan hal-hal yang tidak penting sementara dia tumbuh dewasa. Kenapa kakak laki-lakinya menjadi tertarik dengan Nerve Gear... tidak, menjadi tertarik dengan SAO, adalah sesuatu yang bahkan tidak Asuna mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ironisnya, Koichiro tidak akan dapat bermain permainan pertama yang  dia beli dalam hidupnya. Pada hari pertama dari peluncuran resmi permainan ini, dia dikirim dalam urusan bisnis ke luar negeri. Pada hari sebelum keberangkatannya, pada saat makan malam ketika wajah mereka berdua bertemu, dia secara bercanda mengeluh mengenai hal itu, tetapi Asuna merasa bahwa dia benar-benar menyesalkan hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak se-ekstrim Koichiro, karena Asuna yang adalah siswi SMP kelas 3, satu-satunya pengalamannya bermain sebuah permainan yang pernah dia mainkan adalah permainan-permainan gratis di dalam hp-nya yang dia mainkan sesekali. Dia tahu mengenai keberadaan net game, tetapi dengan ujian masuk SMA yang datang mendekat, tidak ada ketertarikan ataupun motivasi untuk bermain permainan-permainan ini—seharusnya tidak ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, mengapa pada hari itu satu bulan yang lalu, pada tanggan 6 November, 2022, dia mendatangi kamar kakak laki-lakinya yang kosong, mengambil Nerve Gear yang telah selesai di setup dari atas mejanya dan mengenakannya di kepalanya, dan mengatakan «Link Start»?, dia masih belum dapat mengerti alasan dibalik mengapa dia melakukan hal-hal itu hingga hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dari satu kata yang dia katakan, semuanya berubah pada hari itu...  tidak, bisa dibilang semuanya baru akan berakhir.&amp;lt;!--no,it ended could be said to.--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya Asuna mengunci dirinya di dalam sebuah ruangan penginapan di Starting City untuk menunggu insiden ini untuk berakhir, tetapi setelah dua minggu dengan tanpa pesan dari dunia nyata, dia menyerahkan harapan untuk diselamatkan dari luar. Dan pada saat yang sama, sekitar lebih dari seratus pemain telah meninggal, dan dia menemukan bahwa bahkan maze pertama belum di tembus, dia menyadari bahwa menunggu di dalam untuk penyelesaian permainan ini tidak berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya pilihan yang tersisa, adalah hanya «Kematian macam apa».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya tinggal di dalam satu-satunya kota yang aman selama berbulan-bulan, tidak mungkin saja bertahun-tahun. Akan tetapi, tidak ada yang yakin bahwa aturan «Monster tidak dapat memasuki kota-kota» akan terus ada selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada meringkuk di dalam sebuah ruangan yang kecil dan gelap takut akan masa depan, lebih baik pergi keluar. Menggunakan semua kemampuannya untuk belajar, berlatih, dan bertarung. Bila pada akhirnya dia mati setelah menggunakan semua kekuatannya, setidaknya dia tidak akan mengkhawatirkan masa lalu dan menyesali masa depan yang hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lari. Maju ke depan. Lalu menghilang. Seperti sebuah meteor yang terbakar ketika memasuki atmosfer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memegang pemikiran itu, Asuna meninggalkan penginapan, dan melangkah keluar menuju padang belantara dari dunia MMORPG yang istilah-istilah umumnya tidak dia ketahui satupun. Dia memilih senjatanya sendiri, dan mengandalkan hanya satu teknik yang dia pelajari, mencapai dasar dari maze yang belum pernah dijelajahi seorangpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu hari ini, hari Jumat, tanggal 2 Desember, jam empat pagi. Mungkin karena kelelahan setelah bertarung terus menerus, dia jatuh pingsan karena refleks syaraf, dan perjalanannya seharusnya berakhir. Pada «Life Monument», dekat dengan sisi kiri dari «Black Iron Palace» dari Starting City, nama Asuna seharusnya tercoret dengan halus dengan garis horisontal, dan semuanya seharusnya sudah—seharusnya. Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak perlu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna sekali lagi mengeluarkan kata-kata itu, sekitar empat meter jauhnya pengguna pedang satu tangan, ber-rambut gelap itu menurunkan pandangan mata sehitam malamnya. Perkiraan usianya sepertinya dia lebih tua dari Asuna, tetapi sikapnya yang naif membuat Asuna mengerutkan alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi beberapa detik kemudian, mulut pria itu menunjukkan senyum sinis yang menghapus kesan Asuna sebelumnya terhadapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak menyelamatkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara yang hening dan pelan. Yang terdengar seperti suara seorang remaja, tetapi sesuatu di dalamnya juga menyamarkan usianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lalu, mengapa kamu tidak meninggalkanku di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang aku selamatkan adalah data peta yang kamu miliki. Menetap selama empat hari di garis depan, berarti kamu sudah memetakan banyak sekali dari ruang bawah tanah yang belum dijelajahi. Data itu sedikit terlalu penting untuk menghilang bersamamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan logika dan efisiensi yang ditunjukkan kepadanya, Asuna menarik napas dalam-dalam. Hingga sekarang, seberapa penting hidup itu, dan bagaimana semua orang seharusnya bekerja sama, ketika orang-orang memberitahukan hal-hal itu di kota kepadanya Asuna hanya menolaknya—tentu saja hanya dengan kata-kata—dia berpikir untuk melakukan hal itu, tetapi tidak dapat berpikir mengenai balasan yang masuk akal apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lalu, ambil saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menggumam pelan, dia membuka sebuah window. Setelah menavigasi tab-tab yang baru -baru ini, sekarang di kenalinya, dia mengakses data petanya dan menyalin semuanya ke dalam item kulit domba. Dia membuat gulungan itu menjadi sebuah obyek dan melemparkannya ke dekat kaki pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan ini, tujuanmu sudah tercapai kan. Lalu akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendorong rerumputan dengan tangannya, dia berdiri tetapi terhuyung sedikit. Dari waktu yang ditunjukkan di window, dia menghitung bahwa dia telah tertidur selama tujuh jam semenjak dia jatuh, tetapi dia belum pulih benar dari kelelahannya. Akan tetapi, dia masih mempunyai tiga rapier tersisa yang sudah dia siapkan. Dia memutuskan sebelumnya bahwa dia tidak akan meninggalkan menara hingga rapier terakhirnya hanya memiliki setengah durabilitas yang tersisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mempunyai banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Pengguna pedang satu tangan bermantel abu-abu tersebut, metode macam apa yang dia gunakan untuk memindahkan Asuna dari kedalaman maze menuju ke tanah terbuka di hutan? Bahkan bila dia dipindahkan, kenapa tidak ke dalam safe area di dalam maze, dibandingkan dengan susah payah memindahkannya keluar dari ruang bawah tanah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, dia tidak berpikir bahwa ini adalah sesuatu yang perlu baginya untuk berbalik dan bertanya. Untuk kembali ke dalam maze gelap yang tinggi itu, dia mengambil satu langkah ke arah kiri dari hutan—tetapi, sebelum itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu, Fencer-san.&amp;quot; &amp;lt;!--Apakah perlu diterjemahkan juga?Aneh kalau diterjemahkan.--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menghiraukannya dan melangkah beberapa langkah ke depan, tetapi kata-kata yang terdengar kemudian membuatnya secara tidak sadar terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu juga, pada dasarnya bekerja keras untuk menyelesaikan permainan ini bukan? Tidak hanya untuk mati di dalam maze. Lalu, bukankah lebih baik bila kamu ikut dalam «Pertemuan»?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Pertemuan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menggumamkan hal itu dengan punggungnya yang masih menghadap pemain itu, dia mendengar pendekar pedang itu merubah nada suaranya yang berubah terbawa oleh angin sepoi-sepoi ringan di hutan.&amp;lt;!--‘Light forest breeze’.If you could change it better,please do.--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siang hari ini, di dalam kota «Tolbana», yang berada paling dekat dengan maze,  «Konferensi strategi melawan bos lantai pertama» akan diadakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4=== &amp;lt;!-- POV is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Karena kastil yang melayang Aincrad ini dibuat dengan detail yang sangat banyak, tetntu saja lantai pertama adalah yang terluas. Lantai pertama hampir sepenuhnya berbentuk lingkaran, dengan diameter sepanjang 10 kilometer—yaitu, sebuah area seluas 80 kilometer persegi. Untuk referensi kota Kawagoe, prefektur Saitama &amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Kawagoe,_Saitama&amp;lt;/ref&amp;gt; memiliki area seluas 110 kilometer persegi, dengan populasi lebih dari 300,000 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk ukurannya yang raksasa, lantai pertama sebenarnya memiliki banyak varieatas geografis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada ujung sebelah selatan, dengan diameter sepanjang satu kilometer dan dikelilingi oleh tembok-tembok yang membentuk setengah lingkaran adalah «Starting City». Di padang rumput yang mengelilingi kota itu, terutama monster tipe babi hutan dan serigala selain itu juga tipe cacing, kumbang, dan tawon tinggal di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian barat laut dari padang rumput adalah hutan lebat yang luas, dan di bagian timur laut adalah daerah danau. Setelah melewati salah satu dari keduanya terdapat pegunungan, lembah-lembah, dan reruntuhan-reruntuhan yang berisi monster yang menunggu untuk pemain untuk melewatinya, dan jauh di ujung utara dari lantai ini, terdapat sebuah menara persegi selebar 300-meter, dan setinggi 100-meter. Di sini, berdiri maze dari lantai pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di banyak tempat di dalam lantai pertama selain dari Starting City, banyak terdapat kota-kota kecil dan sedang dan juga terdapat desa-desa. Yang terbesar diantara mereka—walaupun begitu, hanyalah selebar 200 meter dari ujung ke ujung— adalah kota yang terletak di dalam lembah yang paling dekat dengan maze adalah «Tolbana».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali pertama para pemain tiba di dalam kota ini yang dipenuhi dengan kincir air-kincir air besar adalah tiga minggu yang lalu setelah peluncuran resmi dari SAO dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik ini, jumlah total pemain yang meninggal sebenarnya telah mencapai 1800.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain anggar wanita misterius dan aku berangkat pergi; sementara menjaga sebuah jarak tertentu diantara kami, kami meninggalkan hutan dan tiba di dalam gerbang utara Tolbana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata [INNER AREA] yang berwarna ungu mengalir ke arahku, menunjukkan bahwa aku telah memasuki area kota yang aman. Pada saat itu, kedua bahuku berelaksasi, dan aku secara tidak sadar menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sangat kelelahan setelah berangkat awal di pagi hari. Sembari membalikkan badan, aku membayangkan bahwa pengguna rapier di belakangku pasti merasa lebih buruk, tetapi kedua kakinya yang tertutupi oleh sepatu bot setinggi lutut tidak terlihat terhuyung-huyung. Bahkan dengan tidur selama beberapa jam, seseorang tidak dapat pulih sepenuhnya dari kelelahan berburu selama tiga hari, jadi dia pasti sedang bersikap keras kepala. Ketika kembali ke kota, tubuh dan pikiran (karena, di dalam dunia virtual, keduanya pada dasarnya adalah sama) seharusnya sedang berelaksasi. Aku berpikir untuk menyuarakan pikiranku, tetapi keadaannya sepertinya terlalu tenang untuk percakapan ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai gantinya, aku berbalik menghadap pengguna rapier itu, dan berkata, dalam nada pebisnis.&amp;lt;!--What’s better Indonesian equivalent of ‘Business-like’?--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pertemuannya akan dimulai di pusat kota, pada jam 4 sore.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah yang tersembunyikan oleh kain tudung itu, sedikit bergerak ke atas dan ke bawah. Akan tetapi kedua kakinya tidak berhenti, dan tubuh langsingnya lewat ke depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angin sepoi-sepoi yang bertiup di kota perbukitan ini, membuat mantel tak berlengannya berkelebat sementara dia bergerak menjauh. Aku membuka mulutku sedikit, tetapi karena tidak menemukan apapun untuk dikatakan, kemudian menutupnya lagi. Bila aku berpikir mengenai hal ini, aku, yang telah berusaha keras sebagai seorang pemain solo selama tiga minggu, tidak memiliki hak untuk berinteraksi dengan orang lain. Hingga sekarang, aku hanya menghabiskan hariku melindungi diriku sendiri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seorang gadis yang aneh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba  aku mendengar seseorang bergumam hal itu di belakangku, dan aku berbalik dari punggung pengguna rapier itu dan melihat sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku pikir dia akan segera mati, tetapi dia tidak. Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, dia adalah seorang pemula dalam net game, tetapi tekniknya menakutkan. Orang macam apa dia itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara bernada tinggi itu berlanjut, dan mengakhiri kalimatnya dengan sebuah perubahan nada yang sengau. Orang ini tidak memiliki bentuk tubuh yang besar dan sebaliknya adalah seseorang yang satu kepala atau lebih lebih pendek dariku, tetapi tetap seorang pemain yang hebat. Pelindung tubuhnya, sepertiku, adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh dan kulit. Senjata yang terpasang pada pinggang kirinya adalah sebuah cakar kecil dan, pada pinggang kanannya, adalah pisau lempar. Ini bukanlah senjata-senjata yang biasanya digunakan oleh mereka yang mencapai garis depan, tetapi senjata terhebat orang ini adalah sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kamu ketahui mengenai pemain anggar itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tanpa sadar bertanya, tetapi mengetahui jawaban lawan bicaraku, aku mengerutkan wajahku. Pengguna cakar itu tidak melanggar ekspektasiku, karena dia menunjukkan lima jarinya dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku akan menjualnya dengan murah. 500 coll.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya yang menyeringai lebar mempunyai satu ciri khas besar yang berbeda. Pada masing-masing pipinya terdapat tiga helai kumis seperti hewan yang tergambar dengan item tipe make-up. Sepadan dengan rambut pirangnya yang ikal itu, penampilannya mengingatkanku akan suatu hewan pengerat tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari di masa lalu, aku bertanya mengapa dia menggunakan penanda seperti itu. Akan tetapi, aku hanya menerima ‘Jangan pernah bertanya alasan mengapa seorang gadis mengenakan makeup’ sebagai jawabannya, yang kemudian di ikuti dengan sebuah semburan kemarahan, ‘Aku akan mengatakannya untuk 100,000 coll!’ Jadi, aku mundur dengan terburu-buru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari, ketika aku menemukan item yang teramat sangat langka, aku akan benar-benar membayar 100,000 coll itu—karena janji &amp;lt;!--vow--&amp;gt; yang rahasia ini terus melekat di pikiranku, aku menjawab dengan masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku merasa aneh mengenai membeli informasi tentang seorang gadis, jadi aku akan menahan diri untuk melakukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nihihi, kamu memiliki hati yang baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang mengatakan hal itu di dalam batas ke tidak tahu malu-an adalah mungkin informan pertama di Aincrad; seseorang yang dikenal sebagai «Argo the Rat» tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;—Bila kamu bercakap-cakap dengan sang «Tikus» untuk lima menit, kamu pada akhirnya akan membayar 100 coll untuk cerita-cerita itu. Berhati-hatilah.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu adalah sebuah peringatan dari orang lain. Akan tetapi, Argo yang sesungguhnya menjawab bahwa dia tidak akan menjual informasi yang bebas di dapat untuk mendapatkan uang. Ketika sebuah cerita telah ditentukan sebagai cerita yang berharga, cerita itu pasti akan memiliki sebuah harga, karena cerita itu akan menjadi «merchandise» yang-sulit-di dapat. Bila aku berpikir mengenai itu, bila sebuah informasi yang salah di jual, kemudian realibilitas dari informan tersebut akan menurun. Untuk seorang pedagang, pengumpulan informasi adalah jenis bahaya dan masalah yang berbeda bila dibandingkan dengan mengumpulkan item material di dalam ruang bawah tanah dan menjualnya kepada para NPC di kota-kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mempertimbangkan  untuk bertanya sebuah pertanyaan yang menyangkut gender, ‘Mengapa seorang pemain wanita memilih pekerjaan macam ini’— tetapi setelah melihat wajah Argo, aku berpikir dua kali untuk menanyakan pertanyaan macam itu. Bahkan bila aku bertanya, dia akan meminta ‘100,000 coll’ yang lain untuk jawabannya, jadi sebagai gantinya aku bertanya pertanyaan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, hari ini juga, benar tidak? Kamu tidak berada di sini untuk percakapan bisnis yang biasanya, tetapi sebagai seorang negosiator untuk orang misterius itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar hal itu, Argo cemberut dan dengan cepat melirik ke kiri dan ke kanan jalan. Dia lalu menunjuk sebuah tempat di belakangku dan kami berpindah ke lorong di dekat kami. «Konferensi strategi melawan bos» masih sekitar dua jam lagi, jadi tidak banyak pemain yang ada disini, tetapi untuk berjaga-jaga, hal ini adalah sesuatu yang dia pikir tidak boleh ada orang lain yang menguping. Alasannya adalah mungkin ini berhubungan dengan reputasi orang yang misterius itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Argo berhenti ketika kami berada jauh di dalam lorong kecil, menyandarkan punggungnya ke rumah di belakangnya—yang hanya dihuni oleh NPC, tentunya—dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, yah. Harganya sekarang dinaikkan menjadi 29,800 coll.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tawarannya sekarang sudah menjadi 29.8k coll sekarang, huh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tersenyum kecut, lalu  menurunkan kedua bahuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf, tetapi tidak peduli sebanyak apapun coll yang ditawarkan, jawabanku tetap sama. Aku tidak ingin menjualnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku telah memberitahukan klien itu hal yang sama terakhir kali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisnis utama Argo adalah sebagai informan, tetapi dengan menggunakan dexterity stat-nya yang sangat tinggi untuk pergerakan, dia juga memiliki bisnis sampingan sebagai «Messenger». Biasanya pesan yang dibawanya hanya pesan mulut atau pesan pendek dalam gulungan, tetapi setelah sekitar satu minggu semenjak negoisasi dengan kliennya, hal ini menjadi rumit... atau bisa dibilang, kliennya merepotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah pria—atau wanita —yang ingin membeli one-handed longsword «Anneal Blade +6 (3S3D)» milikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5=== &amp;lt;!-- POV is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sistem peningkatan senjata di SAO lebih mudah dibandingkan MMORPG belakangan ini. Parameter dari peningkatan itu adalah Ketajaman (S), Kecepatan (Q), Akurasi (A), Berat (H), dan Durabilitas (D), lima bonus yang dapat diberikan kepada sebuah senjata dengan meminta NPC atau pemain penempa untuk mengerjakannya. Material yang berhubungan dengan parameter yang dibutuhkan dan beberapa persen kemungkinan gagal adalah serupa dengan MMORPG yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli parameter yang mana yang diberikan dengan peningkatan, name item di dalam equipment window hanya akan terdapat +1 atau +2 yang ditambahkan. Akan tetapi jumlah «breakdown» yang telah ditambahkan hanya dapat dilihat ketika senjata itu dipilih, dengan membuka property window-nya. Untuk penjualan dari pemain-ke-pemain, mengatakan bahwa item tersebut memiliki ‘Akurasi +1, Berat +2’ ataupun tipe stat yang lain dengan cepat menjadi membosankan. Sebagai gantinya, pemain menggunakan cara penamaan yang lebih pendek: sebagai contoh, sebuah tambahan +4 dari Akurasi +1, Berat +2, dan Durabilitas +1 akan ditunjukkan dengan istilah «1A2H1D». Cara penamaan ini sudah menjadi lumayan umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini berarti, «Anneal Blade +6 (3S3D)» milikku ditingkatkan dengan memiliki Ketajaman +3 dan Durabilitas +3. Memiliki sebuah item dengan kualitas seperti ini di lantai pertama sebenarnya membutuhkan banyak kesabaran dan keberuntungan. Karena dalam keadaan ini, tidak banyak pemain yang melatih teknik menempa mereka yang tidak berhubungan langsung dengan tingkat kelangsungan hidup mereka. Tetapi, aku khawatir akan tingkat teknik dari toko penempa milik NPC, walaupun para NPC penempa itu memang terlihat seperti dwarf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum aku meningkatkannya, senjataku, «Anneal Blade», adalah hadiah dari sebuah quest yang sangat sulit. Mempertimbangkan spesifikasinya saat ini, pedang ini bisa jadi adalah item paling dicari dari lantai satu— akan tetapi, walaupun dikatakan begitu, pedang ini hanyalah sebuah «Beginner’s equipment». Aku hanya dapat meningkatkannya paling banyak beberapa kali, dan, sekitar lantai ketiga atau keempat, aku perlu berganti ke pedang yang baru juga, jadi aku tidak perlu terus meningkatkan yang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk alasan-alasan di atas, aku heran kenapa klien dari Argo sangat ingin membayar coll sebanyak itu—29.8k—untuk pedang ini. Bila ini adalah transaksi normal dari muka-ke-muka, aku dapat menanyakan alasannya secara langsung, tetapi hal itu tidak berguna ketika aku bahkan tidak tahu nama dari kliennya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Uang tutup mulut yang dibayar orang itu adalah 1000 coll, bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepada pertanyaanku, Argo dengan tenang mengangguk dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Apakah kamu ingin menaikkannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm... 1k huh... hm—m!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uang tutup mulut adalah sejumlah coll yang oleh Mister X, yang ingin membeli pedangku, bayar kepada Argo untuk tetap merahasiakan namanya dariku. Bila aku memutuskan untuk membayar 1000 coll, Argo akan segera mengirim pesan kepada kliennya untuk memberitahukannya bahwa biaya tutup mulutnya telah dinaikkan menjadi 1200 coll, dan bertanya apakah mereka ingin membayarnya. Bila YA adalah jawabannya, lalu kali ini aku akan terpaksa memutuskan untuk membayar 1300 coll atau tidak. Bila aku menang pertarungan tawar-menawar ini, lalu aku akan mengetahui nama dari lawan transaksiku, tetapi aku mungkin akan kehilangan uang di dalam «Transaksi pedang» ini, sebagai hasilnya. Tidak peduli bagaimana kamu memikirkan mengenai hal ini, ini adalah suatu perbuatan bodoh yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ya ampun, kamu tidak perlu hanya menjual informasi, karena bahkan ketika kamu tidak menjual sesuatu itu tetaplah bisnis bagimu... itu adalah jiwa pedagang yang luar biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara aku mengeluh, kedua pipi Argo yang berkumis mengendur menjadi sebuah kekehan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu adalah kesenangan sesungguhnya dari perdagangan. Ketika aku menjual sebuah informasi, pada saat yang sama cerita mengenai «Seseorang membeli sesuatu dan informasi tentang informasi itu» terlahir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Katakan kepadaku ketika seorang pemain wanita menginginkan informasi pribadiku. Aku akan membeli informasi mengenai dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembari menarik napas saat aku mengatakan itu, Argo sekali lagi tertawa riang, lalu merubah ekspresinya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu, aku akan memberitahukan klienku bahwa tawarannya kali ini juga ditolak.  Dan, bahwa penawaran ini juga tidak mungkin. Sampai bertemu lagi kalau begitu, Ki-bou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan melambaikan tangannya, dia berbalik dan, dengan kelincahannya yang seperti  gelar «Tikus»-nya, meninggalkan lorong ini. Sementara aku melihat rambut pirangnya menghilang di keramaian, aku dengan santainya berpikir, ‘Orang itu pasti tidak akan mati’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah terperangkap di dalam permainan kematian SAO selama satu bulan, aku telah mempelajari beberapa hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan antara hidup dan mati dari para pemain itu dipisahkan oleh  beberapa faktor kunci. Beberapa dari elemen penentunya adalah membawa sangat banyak potion dan untuk tahu kapan berhenti menjelajahi dungeon; tetapi, satu faktor kunci antara hidup dan mati adalah kepercayaan yang mutlak dalam memiliki «kebenaran mereka sendiri». Dengan kata lain, itu adalah «senjata terhebat» mereka untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Argo, kemungkinan besar adalah «Informasi». Lokasi monster yang berbahaya atau, dengan kata lain, lokasi berburu yang paling efisien, orang ini mengetahuinya semua. Kepercayaannya dalam mengetahui hal itu menciptakan ketenangannya, dan meningkatkan kemampannya untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kemudian, untukku, «Kebenaran»-ku adalah pedang yang ada di punggungku. Untuk lebih tepatnya, itu adalah ketika tubuh dan pedangku menjadi satu, dalam keadaan zen &amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Zen&amp;lt;/ref&amp;gt;. Aku tidak selalu berada pada keadaan itu setiap saat, tetapi satu-satunya pemikiran dari “Aku ingin dunia ini menjadi milikku, dan aku tidak ingin mati sebelum itu” yang menjagaku tetap hidup sampai sekarang. Alasan kenapa peningkatan Anneal Blade adalah Ketajaman +3 dan Durabilitas +3, tidak menghiraukan Kecepatan dan Akurasi, adalah karena dua hal yang sebelumnya hanyalah peningkatan angka dari spesifikasi, sementara dua hal yang berikutnya adalah peningkatan yang dibantu-sistem yang akan merubah perasaan dari ayunan pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, itu berarti...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu yang aku temui di garis depan dari maze. Apakah «Kebenaran» miliknya? Aku memang memindahkan tubuhnya yang pingsan keluar dari maze (aku sendiri tidak dapat mengatakan bagaimana aku dapat melakukannya.) Tetapi, dengan kata lain, bahkan bila aku tidak ada di sana, aku percaya pada saat kobold berikutnya muncul, dia akan tanpa sadar berdiri dan menggunakan «Linear» berkecepatan tinggi yang seperti bintang jatuh itu untuk membunuh musuhnya... aku harus berpikir seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang membuatnya bertarung pertarungan yang berdarah itu, dan bagaimana dia berhasil hidup hingga sekarang? Itu mungkin adalah «Kekuatan» yang tidak aku tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku seharusnya membayar Argo 500 coll itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggumamkan hal itu dengan sedikit menggelengkan kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembok luar dari kincir-kincir angin yang bercat-kan putih yang mengelilingi kota Tolbana terwarnai dengan sedikit warna oranye dari cahaya siang. Waktunya sekarang seharusnya sekitar jam 3 sore lebih. Untuk mempersiapkan diri untuk konferensi strategi menghadapi bos yang panjang, aku perlu pergi mengisi perutku di suatu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertemuannya pada jam 4 sore nanti, pastinya, akan kacau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya adalah, untuk pertama kalinya hari ini, satu tipe dari pemain yang biasanya tersembunyi di dalam dunia SAO akan muncul di depan banyak sekali pemain biasa. Benar sekali—«New Type Players» dan «Experienced Beta Testers», sebuah kegelapan yang sulit dijembatanni terbentang diantara mereka...  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk «Argo sang Tikus» yang menjual apapun yang dapat dijual, hanya ada satu tipe dari informasi yang tidak ada di dalam dagangannya. Hal itu adalah, siapa yang sebelumnya adalah beta tester. Argo dan aku sangat yakin bahwa kami berdua adalah beta tester, tetapi kami tidak pernah membicarakan mengenai topik ini dalam percakapan, tidak peduli berapa tahun cahaya kami harus berkelana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya mudah. Ketika identitas seorang beta tester telah diketahui, hidup mereka dapat berada dalam bahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak karena dibunuh oleh para monster di dalam ruang bawah tanah. Tetapi ketika mereka sedang berjalan di luar area aman, pemain baru dapat meng-«Eksekusi» kamu. Karena mereka percaya bahwa yang bertanggung jawab atas kematian dari 2000 orang di dalam bulan pertama adalah tanggung jawab para beta tester. &amp;lt;!-- Liability: something for which one is liable --&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan untukku, aku tidak dapat benar-benar menghindari peluru ini.&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Sword Art Online Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Aria_Bagian_6_-_10|Bagian 6 - 10]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Aria_Bagian_1_-_5&amp;diff=506747</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Aria Bagian 1 - 5</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Aria_Bagian_1_-_5&amp;diff=506747"/>
		<updated>2016-11-21T03:12:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Sword Art Online Aria 1.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
===Bagian 1=== &amp;lt;!-- Point of View (POV) is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Hanya sekali, aku melihat bintang jatuh yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihatnya bukan dalam liburan; aku melihatnya melalui jendela rumahku. Untuk orang yang tinggal di dalam kota kecil dengan udara yang segar dan kering dan kegelapan malam yang sebenarnya, bintang jatuh bukanlah sesuatu yang jarang terjadi. Tetapi sayangnya, Kota Kawagoe dari prefektur &amp;lt;!--Shall I change it to “daerah administrasi”?--&amp;gt; Saitama, dimana aku telah menghabiskan seluruh empat belas tahun dari hidupku di sana, tidak memiliki satupun dari kualitas-kualitas itu. Pada malam yang cerah, bahkan bintang-bintang terbesar kedua hampir tidak dapat terlihat dengan mata telanjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, pada larut malam pertengahan musim dingin, ketika aku kebetulan melirik keluar jendelaku karena ingin, aku melihatnya. Pada malam gelap tanpa banyak bintang, cahaya lampu-lampu kota membentuk sebuah kanopi &amp;lt;!--Alt,”langit-langit”--&amp;gt; berwarna keputih-putihan yang menutupi langit. Dan seketika itu juga, kanopi itu terpotong oleh sebuah kilasan cahaya yang melaju cepat. Diriku yang segera-akan-naik-kelas-lima dengan kekanak-kanakan berpikir, “aku harus membuat semacam permohonan...”. Hingga pada saat itu semuanya baik-baik saja, tetapi permohonan yang muncul dalam pikiranku adalah, “aku berharap monster drop-ku berikutnya adalah sebuah item langka.” Hal itu adalah macam dari permohonan yang tidak akan pernah dibuat oleh orang yang berpikiran sehat. Aku rasa permohonan itu muncul dari sebuah fakta bahwa aku sedang bermain MMORPG yang aku suka pada waktu itu. Bintang jatuh yang aku lihat sekilas pada waktu itu, aku melihatnya sekali lagi tiga (atau apakah itu empat) tahun kemudian— bersinar dengan warna yang sama, bergerak pada kecepatan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, kali ini, aku tidak melihatnya dengan mata telanjangku, tidak juga aku berada dibawah kelamnya langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihatnya  melalui Nerve Gear, sebuah full sensory VR interface pertama di dunia, di dasar dari sebuah ruang bawah tanah virtual,yang suram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang dapat menjelaskan pertarungan ini sebagai pertarungan yang mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah monster humanoid level 6, «Ruin Kobold Trooper», sedang mengayunkan sebuah kapak tangan kasar, dan orang yang melawan Kobold tersebut hampir tidak dapat menghindarinya. Aku merasakan udara dingin menerpa punggungku sementara aku mengamati pertempuran ini. Tetapi setelah pemain itu menghindari tiga serangan beruntun, Kobold itu kehilangan keseimbangan sepenuhnya dan, daripada menggunakan kesempatan ini untuk melarikan diri, orang itu menggunakan sebuah teknik serangan pedang dengan kekuatan penuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik itu adalah teknik pertama yang dipelajari oleh pengguna rapier: serangan satu tusukan «Linear». Teknik pedang ini diaktifkan dengan cara memegang sebuah pedang di depan tubuh dengan tangan utama, berkonsentrasi dalam memegangnya, dan kemudian menusukkan pedangnya lurus ke depan; hal ini adalah teknik dasar, yang mudah, tetapi kecepatan serangannya luar biasa. Jelas, kecepatannya tidak hanya diatur oleh system motion assist saja, tetapi teknik ini juga didorong oleh movement command milik pemain itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama beta test, aku melihat dengan kedua mataku sendiri banyak anggota kelompok dan monster musuh menggunakan teknik pedang yang sama ini berkali-kali, tetapi aku tidak dapat melihat rapier miliknya sendiri sekarang, hanya jalur yang tergambar oleh special light effect dari teknik pedang itu. Cahaya putih murni yang memotong kegelapan dari ruang bawah tanah yang redup itu mengingatkanku kepada bintang jatuh dari hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu terus menghindari tiga kali serangan beruntun dari Kobold itu dan kemudian menyerang balik dengan «Linear». Setelah menggunakan pola menyerang dan bertahan ini, pemain itu menghabisi salah satu dari monster yang lebih kuat dalam ruang bawah tanah ini, seorang beastman bersenjata, tanpa terluka sedikitpun. Walaupun begitu, pertarungan ini kelihatannya bukanlah sebuah pertarungan yang mudah. Setelah teknik pedang pembunuh itu menembus tengah dada Kobold itu, monster itu jatuh ke belakang dan berpencar menjadi pertikel-partikel. Pengguna rapier itu tergoyah seakan-akan terdorong oleh pecahan-pecahan poligon yang tidak berbentuk itu &amp;lt;!--Unsubstantial polygon shards--&amp;gt;, dan bersandar ke belakang pada dinding koridor, lalu perlahan-lahan bergelincir turun dari dinding untuk duduk, dan mulai bernafas berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang itu kelihatannya tidak menyadari aku berdiri sekitar 15 meter jauhnya pada ujung persimpangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bergerak menjauh tanpa mengatakan apapun dan menemukan mangsaku sendiri adalah caraku biasanya melakukan sesuatu. Sebulan yang lalu, pada hari yang bersejarah itu, aku memutuskan untuk dengan egois hidup sebagai seorang pemain solo. Dan hari demi hari, aku tidak pernah mendekati orang lain yang sedang sendirian. Satu-satunya pengecualian adalah bila aku melihat seorang pemain di dalam pertarungan yang jelas-jelas berada dalam bahaya, akan tetapi HP dari pengguna rapier ini masih sedikit di bawah penuh. Setidak-tidaknya, orang ini kelihatannya tidak memerlukan bantuan dari seorang yang suka ikut campur.&amp;lt;!--busybody--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sekitar lima detik pertimbangan dalam, aku meninggalkan bayang-bayang dari persimpangan dan berjalan ke arah pengguna rapier yang tetap duduk itu. Berbadan kurus, sedikit langsing. &amp;lt;!--Skinny shape,somewhat slender--&amp;gt; Bagian atas tubuhnya terbalut dengan tunik&amp;lt;ref&amp;gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Tunik&amp;lt;/ref&amp;gt; merah tua dari kulit dengan pelindung dada ringan dari tembaga, sementara bagian bawah tubuhnya terbalut dengan celana dari kulit yang bagus, dengan sepatu bot setinggi lutut. Sebuah mantel tak berlengan bertudung menutupi tubuhnya dari kepala hingga dekat pinggang, sehingga wajahnya tidak dapat dilihat. Selain mantel itu, perlengkapannya kelihatannya adalah perlengkaan seorang pemain anggar, sangat mirip dengan perlengkapanku sebagai seorang pendekar pedang. Pedang kesayanganku «Anneal Blade», sebuah hadiah dari sebuah quest yang sulit, adalah sangat berat. Jadi, untuk memanfaatkan ketajaman teknikku, aku menggunakan pelindung logam yang sangat sedikit — hanya sebuah pelindung dada kecil dengan mantel berwarna abu-abu gelap yang menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar suara langkah kakiku yang datang mendekat, bahunya tiba-tiba bergerak, tetapi tidak bergerak lebih jauh. Bukti bahwa aku bukanlah sebuah monster harusnya telah muncul sebagai kursor berwarna hijau dari sudut pandangnya. Dengan wajahnya terbenam dalam di antara kedua lututnya, menunjukkan perasaan ‘segera lewat sajalah seperti itu dan pergilah ke tempat lain’ yang terasa sangat kuat—Aku berhenti sekitar dua meter dari pengguna rapier itu dan membuka mulutku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Tadi itu adalah sebuah overkill.” &amp;lt;!--Perlu digantikah?--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahu kecil yang tertutupi dengan kain tebal dari mantel itu kembali bergerak pelan. Tudungnya tersentak, hanya bergerak sekitar 5cm ke atas, dan dari kegelapan di dalamnya, dua biji mata menatap tajam ke arahku. Satu-satunya hal yang dapat aku lihat jelas adalah dua selaput pelangi berwarna cokelat muda &amp;lt;!--Light brown iris--&amp;gt;, bentuk dari wajahnya tidak dapat terlihat sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu terus melihat dengan tatapan tajam yang digunakan dalam pertarungan sebelumnya selama beberapa detik, lalu memiringkan kepalanya sedikit ke kanan—sebuah sikap semacam ‘aku tidak tahu apa yang kamu maksud’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat hal itu, aku berpikir ‘jadi begitu rupanya’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk seseorang yang tampak seperti pemain solo bagiku, ada satu hal yang aneh &amp;lt;!--incongruity--&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
«Linear» yang digunakan oleh pengguna rapier itu sangat sempurna sehinggan akupun tanpa sadar merinding. Jeda sebelum dan sesudah teknik itu sangat pendek, dan diatas semua itu adalah kecepatannya yang tidak membuatnya tidak dapat dilihat. Aku belum pernah melihat teknik pedang yang seindah dan semenakutkan itu sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi pada awalnya, aku berpikir bahwa dia pastinya adalah sesama beta tester. Sebelum dunia ini menjadi sebuah permainan kematian; pengalaman bertarung yang panjang pastilah telah dialaminya untuk mendapatkan kecepatan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, melihat «Linear» untuk kedua kalinya, aku mempunyai keragu-raguan mengenai tebakanku. Tekniknya sempurna, tetapi laju pertarungannya berbahaya. Satu hal yang pasti, «Step Defense yang menggunakan sesedikit mungkin gerakan » mempunyai kecepatan serangan balik dibandingkan menangkis ataupun menghalanginya, dan durabilitas senjata/baju pelindung tidak akan menurun. Sebagai gantinya, saat pertahanan itu gagal, resikonya adalah yang terbesar. Dalam keadaan paling buruk, luka dari serangan balik akan dikenakan dan stun &amp;lt;!--Apa perlu diganti ‘tertegun’--&amp;gt; dapat terjadi. Pada pertarungan solo, sebuah stun fatal akibatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik pedang yang sempurna dan taktik bertahan yang berbahaya sangat tidak seimbang. Untuk alasan tertentu, aku ingin tahu kenapa, tidak peduli apa yang terjadi. Karena itulah aku bergerak mendekat dan bertanya. Bertanya mengenai apakah penggunaan berulang dari taktik itu adalah sebuah overkill.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi lawan bicaraku kelihatannya tidak mengerti istilah net game yang sangat populer ini. Hal ini berarti pengguna rapier di depanku bukanlah seorang beta tester yang asli. Tidak hanya itu, mereka bahkan mungkin pernah menjadi pemain MMO sebelum datang kesini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menarik napas pendek, dan menjelaskan dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Overkill berarti... dibandingkan dengan sisa HP dari monster, luka yang disebabkan jauh lebih besar. Kobold yang tadi sudah hampir mati setelah  penggunaan «Linear» yang kedua ... tidak, bisa dibilang monster itu secara praktis sudah mati. HP gauge miliknya hanya memiliki sekitar dua atau tiga titik yang tersisa. Daripada menyelesaikannya dengan sebuah teknik pedang, sebuah serangan ringan biasa sudah lebih dari cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam dunia ini, sudah berapa hari semenjak aku berkata sebanyak ini... sudah berapa minggu. Sementara aku memikirkan mengenai hal itu, aku berhenti berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengarkan perkataanku, buah dari kerja keras dan keterampilan berbicaraku yang buruk, pengguna rapier itu tidak bereaksi apa-apa selama lebih dari sepuluh detik. Ketika aku hampir berpikir bahwa aku tidak berhasil menyampaikan maksudku, sebuah suara kecil menyelinap keluar dari tudung yang diturunkan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Overkill, apakah ada masalah dengan hal itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, aku dengan terlambat menyadari bahwa pengguna rapier yang meringkuk di depanku adalah salah satu dari «Pemain Wanita» yang sangat langka di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2=== &amp;lt;!-- POV is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sudah lebih dari satu bulan semenjak peluncuran perdana dari VRMMORPG pertama di dunia «Sword Art Online».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kebanyakan MMO, pada waktu ini para pemain yang telah mencapai level cap &amp;lt;!--perlu diganti”batas level”?--&amp;gt; harusnya telah muncul dan peta dunianya seharusnya telah terjelajahi dari awal hingga akhir. Akan tetapi untuk SAO, kelompok teratas yang sekarang baru saja mencapai level 10—Aku tidak tahu apakah ini adalah level cap-nya, tetapi tidak mungkin ini benar. Panggung permainan ini, kastil yang melayang bernama Aincrad, baru saja ditaklukan sebanyak beberapa persen dalam keseluruhannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya adalah, SAO yang sekarang ini adalah sebuah permainan tetapi bukan sekedar permainan; pada dasarnya, permainan ini telah menjadi sebuah «Penjara» . log out secara manual tidak dimungkinkan dan kematian avatar adalah sama dengan kematian pemainnya di dunia nyata. Dalam kondisi seperti ini, tidak banyak orang yang memasuki ruang bawah tanah yang dipenuhi dengan monster-monster dan jebakan-jebakan berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, setelah Game master dengan tegas membuat avatar memiliki gender yang sama denga pemain di dunia nyata, pemain wanita sangat jarang. Aku rasa hampir semua dari mereka masih tinggal didalam «Starting City», bahkan setelah sebulan. Pada ruang bawah tanah besar yang pertama, «First Floor Maze», aku telah melihat pemain-pemain wanita dua atau tiga kali, dan mereka semua adalah anggota dari kelompok-kelompok yang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itulah aku tidak mungkin membayangkan bahwa pengguna rapier solo yang aku temui di dalam area yang belum terjelajahi dari ruang bawah tanah ini adalah seorang pemain wanita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, aku berpikir untuk menggumamkan permintaan maaf dan kemudian meninggalkan area ini. Aku tidak berkata bahwa aku adalah seorang pria yang selalu berbicara dengan semua pemain wanita yang dia lihat aku dengan sungguh-sungguh tidak ingin dianggap seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di sisi lain, bila lawan bicaraku telah mengatakan sesuatu seperti, ‘Ini adalah pilihanku’ atau ‘Tinggalkan aku sendiri‘, aku akan berkata ‘Begitu rupanya’ dan segera pergi meninggalkannya. Akan tetapi, balasan pendek dari pengguna rapier adalah sebuah pertanyaan. Jadi, aku sekali lagi dengan hati-hati dan jujur menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Overkill tidak mempunyai kekurangan atapun hukuman apapun dari sitem, tetapi... hal itu sangat buruk dalam hal efensiensi. Teknik pedang memerlukan konsentrasi; menggunakannya secara terus menerus akan menguras pikiran. Selain itu ada juga jalan kembali, jadi lebih baik tidak bertarung dengan cara yang akan membuatmu kelelahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jalan kembali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, dari dalam tudung itu sebuah suara yang bertanya berbunyi. Kelelahan membuat suaranya sangat samar-samar dan intonasinya juga  tipis, tetapi walaupun begitu aku berpikir suaranya sangat indah. Tentu saja aku tidak akan mengatakannya dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, aku menjelaskan sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Dibutuhkan sekitar satu jam untuk bergerak dari sini menuju pintu keluar dari ruang bawah tanah, dan dari sana menuju kota terdekat adalah sekitar tiga puluh menit perjalanan walaupun dengan berjalan cepat. Kelelahan akan meningkatkan frekuensi kesalahan. Kamu kelihatannya adalah seorang pemain solo, dan untuk satu orang, kesalahan sekecil apapun dapat mengancam nyawamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara mulutku bergerak, aku bertanya kepada diriku sendiri, ‘Mengapa aku berkata dengan segenap kekuatanku?’ Lawan bicaraku adalah seorang wanita—tetapi itu tidak mungkin sebuah alasan untuk itu, karena aku telah berbicara panjang lebar sebelum itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila situasi ini dibalik, dan seseorang dengan peringkat yang lebih tinggi mennguliahiku seperti ini, aku pasti akan berkata, ‘Ini adalah pilihanku, jadi tinggalkan aku sendiri,’ atau sesuatu seperti itu. Dengan kepribadianku dan tindakanku yang tidak cocok, aku baru saja akan gelisah ketika pengguna rapier itu akhirnya menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lalu, tidak ada masalah kalau begitu. Aku... tidak kembali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?... Tidak kembali ke kota? Tetapi, mengisi kembali potions, memperbaiki perlengkapan... dan tidur...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku bertanya dengan tercengang, bahu dari pengguna rapier itu bergerak sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak memerlukan obat-obatan ketika aku tidak terluka, dan aku membeli lima dari pedang yang sama... Sementara untuk beristirahat, aku menggunakan safe area terdekat &amp;lt;!--Safe area--&amp;gt;”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia berhenti bergumam, aku tidak dapat berkata-kata untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Safe area adalah beberapa ruangan di dalam ruangan bawah tanah dimana monster tidak muncul. Kamu dapat mengenalinya denga obor yang berwarna lain yang diletakkan di ke empat ujung dari dindingnya. Untuk berburu dan memetakan tempat, tempat itu adalah tempat yang baik; tetapi walaupun begitu tempat itu hanya dapat digunakan untuk istirahat singkat selama sekitar satu jam. Lantainya terbuat dari batu yang dingin dan tentu saja tidak ada tempat tidur, dan langkah kaki dari monster-monster terdekat ataupun geraman sering terdengar. Tidak peduli seberapa berani seorang pemain, tidur nyenyak sangatlah tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, dari apa yang baru saja aku dengar, pengguna rapier ini telah menggunakan safe area sebagai pengganti dari penginapan di kota, untuk dapat terus berada di dalam ruang bawah tanah ini...apakah itu, apa maksud dari semua itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Sudah berapa jam?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan takut bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu bertanya setelah menarik napas panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tiga hari... atau empat hari... apakah hanya itu? Monster-monster di sekitar sini akan hidup lagi sebentar lagi. Aku akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tangan kirinya yang halus terbungkus di dalam sebuah sarung tangan kulit, dia dengan goyah berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang yang ramping yang masih terhunus terseret dengan berat seakan-akan dia sedang membawa sebuah two-handed sword dengan satu-tangan, dan pengguna rapier itu berjalan menjauh di belakangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantelnya yang bergerak menjauh dengan langkah terseret tersobek dimana-mana, menunjukkan bahwa banyak durabilitasnya yang telah hilang. Tidak, untuk perlengkapan pakaian yang telah digunakan untuk ekspedisi berburu selama empat hari, hanya dengan masih mempertahankan bentuknya adalah sebuah keajaiban. Komentar ‘Selama aku belum terluka’ sebelumnya mungkin saja bukanlah sebuah ungkapan yang berlebihan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari hal itu, aku mengucapkan sebuah kata-kata yang tidak mengenakkan kepada punggungnya yang ramping itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jika kamu bertarung seperti itu, kamu akan mati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu berhenti, menyandarkan bahunya ke dinding di sebelah kanan dan berbalik secara perlahan. Dari dalam tudungnya, kedua matanya yang seperti kemiri menatap tajam kepadaku dengan latar belakang merah yang tipis&amp;lt;!--thin red background--&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lagipula semua orang akan mati pada akhirnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang serak, dan nyaring membuat hawa ruang bawah tanah yang dingin menjadi semakin dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dalam hanya satu bulan, 2000 orang meninggal. Walaupun begitu, bahkan lantai pertamapun belum terselesaikan. Tidak mungkin untuk menyelesaikan permainan ini. Dimana dan bagaimana kamu mati, segera... ataupun nantinya, adalah satu-satunya perbedaan...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan yang terpanjang, dan paling emosional hingga sekarang mengambang di bagian tengahnya dan terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depanku yang melangkah ke depan sebagai reaksi dari hal ini, pengguna rapier itu terserang oleh serangan melumpuhkan yang tak terlihat dan secara perlahan terjatuh ke lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3=== &amp;lt;!-- POV is Asuna --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ketika dia terjatuh ke lantai ruang bawah tanah itu, dia merasakan sebuah pemikiran yang membosankan melayang lewat. ‘Bagaimana mungkin seseorang dapat pingsan di dalam ruangan virtual?’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kehilangan kesadaran berarti aliran darah yang normal berhenti sementara. Penyebab dari hal ini dapat karena masalah di jantung atau aliran darah, anemia atau tekanan darah rendah, hiperventilasi ataupun penyebab-penyebab lainnya; tetapi di dalam dunia VR dalam FullDive, tubuh fisik dari pemain sedang beristirahat di atas tempat tidur atau kursi baring. Tubuh fisik dari para pemain  yang terpenjara di dalam permainan kematian «SAO» ini kemungkinan besar sedang berada di dalam rumah sakit; dengan kesehatan mereka pastinya di periksa dan mereka akan secara terus-menerus dimonitor. Bila diperlukan, obat-obatan akan digunakan. Sulit dipercaya bahwa kehilangan kesadaran itu disebabkan oleh tubuh fisik pemain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini adalah apa yang dia pikirkan hingga saat ketika kesadarannya menghilang, dan pada akhirnya dia berpikir, ‘Apapun yang terjadi tidak masalah bagiku.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, apapun yang terjadi sekarang tidak masalah bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena, dia akan mati disini. Pingsan di dalam sebuah maze yang penuh dengan monster-monster yang ganas, tidak mungkin dia tidak akan terluka. Ada seorang pemain di dekatnya, tetapi dia tidak berpikir bahwa pemain itu akan membahayakan nyawanya untuk membantu orang lain yang telah jatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagipula, bagaimana dia dapat membantu? Di dalam dunia ini, berat maksimum yang dapat di bawa seorang pemain sangat dibatasi oleh sistem. Jauh di dalam ruang bawah tanah, semuanya membawa obat-obatan dan perlengkapan cadangan hingga batas berat maksimum mereka, dengan hanya menyisakan ruang untuk monster drop seperti emas ataupun item. Dengan gabungan dari semuanya itu, kegiatan membawa sesorang itu pasti tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Setelah berpikir sejauh itu, dia akhirnya menyadari sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terserang oleh semacam vertigo yang kuat, dan apa yang dia pikirkan sementara dia terjatuh ke tanah adalah, ‘Akhirnya, aku dapat beristirahat untuk waktu yang lama’. Apa yang berada di bawah tubuhnya harusnya adalah batu dari ruang bawah tanah yang keras. Tetapi, entah bagaimana apa yang ada pada punggungnya secara aneh terasa halus dan lembut. Tubuhnya terasa hangat, dan sebuah hembusan angin sepoi-sepoi lembut membelai pipinya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membuka kedua matanya dengan sangat cepat sehingga menimbulkan suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak lagi berada di dalam maze yang dibatasi dengan dinding-dinding tebal. Terdapat pepohonan tua dengan lumut yang berwarna keemasan dan semak-semak berduri dengan bunga-bunga kecil, sebuah tanah terbuka di dalam hutan. Di tengah dari ruangan yang melingkar sekitar 7 hingga 8 meter ini, terdapat helaian rerumputan yang lembut, dia telah kehilangan kesadarannya... tidak, telah tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—mengapa? Bagaimana dia, yang telah jatuh jauh di dalam ruang bawah tanah, berpindah ke tanah lapang yang begitu jauh letaknya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban dari pertanyaan itu ditemukan ketika dia mengarahkan pandangannya 90 derajat ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung dari tanah terbuka ini, menempel di sebelah akar dari sebuah pohon yang sangat besar, terdapat sebuah bayangan berwarna abu-abu. Sebuah pedang satu tangan yang lumayan besar sedang dipegang dengan kedua tangan, dan sarung pedangya terbaring di bawah kepalanya. Rambut hitam panjang menutupi wajahnya sehingga wajahnya tidak dapat terlihat, tetapi dari perlengkapan dan bentuk tubuhnya, tidak mungkin salah bahwa dia adalah pemain pria yang berbicara dengannya sebelum dia jatuh pingsan di dalam ruang bawah tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin pria itu menggunakan semacam cara untuk memindahkannya keluar dari maze menuju hutan ini setelah dia jatuh. Dia melihat jauh ke dalam hutan. Di sisi kiri, sebuah menara yang raksasa menjulang tinggi ke langit— maze dari lantai pertama berdiri mengancam di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia kembali memandang ke kanan. Menyadari adanya gerakan, mantel kulit abu-abu gelap milik pria itu bergerak perlahan dan dia sedikit mengangkat kepalanya. Walau dalam hutan di tengah hari, kedua mata pria itu berwarna hitam sehitam malam tak berbintang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ketika kedua matanya bertemu dengan mata pria yang berwarna gelap itu, dia merasa kembang api-kembang api kecil meledak di dalam kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara menggemertakkan giginya, Asuna—Yuuki Asuna, memaksakan keluar suara yang rendah, dan serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Usaha yang... tidak perlu.” &amp;lt;!--“Unnecessary... effort.&amp;quot;--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah terpenjara di dalam dunia ini, Asuna bertanya kepada dirinya sendiri ratusan ribu kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, mengapa dia menyentuh mesin permainan baru yang bahkan bukan miliknya? Mengapa dia mengenakan mesin itu pada kepalanya, bersandar kepada kursi jala bersandaran tinggi, dan mengatakan perintah mulainya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dream VR interface yang mana adalah mesin pembunuh terkutuk itu «Nerve Gear», dan penjara untuk jiwanya yang besar, disk permainan «Sword Art Online» tidak dibeli oleh Asuna, tetapi oleh kakak laki-lakinya Koichiro. Akan tetapi untuk kakak laki-lakinya, bermain MMORPG bukanlah sesuatu yang biasa dia lakukan. Hidupnya berpusat kepada hal-hal lainnya dan dia tidak pernah bermain ‘permainan’ apapun semenjak masa mudanya. Terlahir sebagai anak laki-laki pertama dari acting president &amp;lt;!--Don’t know Indonesian’s equivalent of that.Sorry.--&amp;gt; dari perusahaan pembuatan mesin elektronik raksasa «Recto», sebagai penerus ayahnya dia mendapatkan banyak pelatihan dalam hal-hal yang penting dan terpaksa memutuskan hubungan dengan hal-hal yang tidak penting sementara dia tumbuh dewasa. Kenapa kakak laki-lakinya menjadi tertarik dengan Nerve Gear... tidak, menjadi tertarik dengan SAO, adalah sesuatu yang bahkan tidak Asuna mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ironisnya, Koichiro tidak akan dapat bermain permainan pertama yang  dia beli dalam hidupnya. Pada hari pertama dari peluncuran resmi permainan ini, dia dikirim dalam urusan bisnis ke luar negeri. Pada hari sebelum keberangkatannya, pada saat makan malam ketika wajah mereka berdua bertemu, dia secara bercanda mengeluh mengenai hal itu, tetapi Asuna merasa bahwa dia benar-benar menyesalkan hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak se-ekstrim Koichiro, karena Asuna yang adalah siswi SMP kelas 3, satu-satunya pengalamannya bermain sebuah permainan yang pernah dia mainkan adalah permainan-permainan gratis di dalam hp-nya yang dia mainkan sesekali. Dia tahu mengenai keberadaan net game, tetapi dengan ujian masuk SMA yang datang mendekat, tidak ada ketertarikan ataupun motivasi untuk bermain permainan-permainan ini—seharusnya tidak ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, mengapa pada hari itu satu bulan yang lalu, pada tanggan 6 November, 2022, dia mendatangi kamar kakak laki-lakinya yang kosong, mengambil Nerve Gear yang telah selesai di setup dari atas mejanya dan mengenakannya di kepalanya, dan mengatakan «Link Start»?, dia masih belum dapat mengerti alasan dibalik mengapa dia melakukan hal-hal itu hingga hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dari satu kata yang dia katakan, semuanya berubah pada hari itu...  tidak, bisa dibilang semuanya baru akan berakhir.&amp;lt;!--no,it ended could be said to.--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya Asuna mengunci dirinya di dalam sebuah ruangan penginapan di Starting City untuk menunggu insiden ini untuk berakhir, tetapi setelah dua minggu dengan tanpa pesan dari dunia nyata, dia menyerahkan harapan untuk diselamatkan dari luar. Dan pada saat yang sama, sekitar lebih dari seratus pemain telah meninggal, dan dia menemukan bahwa bahkan maze pertama belum di tembus, dia menyadari bahwa menunggu di dalam untuk penyelesaian permainan ini tidak berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya pilihan yang tersisa, adalah hanya «Kematian macam apa».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya tinggal di dalam satu-satunya kota yang aman selama berbulan-bulan, tidak mungkin saja bertahun-tahun. Akan tetapi, tidak ada yang yakin bahwa aturan «Monster tidak dapat memasuki kota-kota» akan terus ada selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada meringkuk di dalam sebuah ruangan yang kecil dan gelap takut akan masa depan, lebih baik pergi keluar. Menggunakan semua kemampuannya untuk belajar, berlatih, dan bertarung. Bila pada akhirnya dia mati setelah menggunakan semua kekuatannya, setidaknya dia tidak akan mengkhawatirkan masa lalu dan menyesali masa depan yang hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lari. Maju ke depan. Lalu menghilang. Seperti sebuah meteor yang terbakar ketika memasuki atmosfer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memegang pemikiran itu, Asuna meninggalkan penginapan, dan melangkah keluar menuju padang belantara dari dunia MMORPG yang istilah-istilah umumnya tidak dia ketahui satupun. Dia memilih senjatanya sendiri, dan mengandalkan hanya satu teknik yang dia pelajari, mencapai dasar dari maze yang belum pernah dijelajahi seorangpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu hari ini, hari Jumat, tanggal 2 Desember, jam empat pagi. Mungkin karena kelelahan setelah bertarung terus menerus, dia jatuh pingsan karena refleks syaraf, dan perjalanannya seharusnya berakhir. Pada «Life Monument», dekat dengan sisi kiri dari «Black Iron Palace» dari Starting City, nama Asuna seharusnya tercoret dengan halus dengan garis horisontal, dan semuanya seharusnya sudah—seharusnya. Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak perlu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna sekali lagi mengeluarkan kata-kata itu, sekitar empat meter jauhnya pengguna pedang satu tangan, ber-rambut gelap itu menurunkan pandangan mata sehitam malamnya. Perkiraan usianya sepertinya dia lebih tua dari Asuna, tetapi sikapnya yang naif membuat Asuna mengerutkan alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi beberapa detik kemudian, mulut pria itu menunjukkan senyum sinis yang menghapus kesan Asuna sebelumnya terhadapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak menyelamatkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara yang hening dan pelan. Yang terdengar seperti suara seorang remaja, tetapi sesuatu di dalamnya juga menyamarkan usianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lalu, mengapa kamu tidak meninggalkanku di sana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang aku selamatkan adalah data peta yang kamu miliki. Menetap selama empat hari di garis depan, berarti kamu sudah memetakan banyak sekali dari ruang bawah tanah yang belum dijelajahi. Data itu sedikit terlalu penting untuk menghilang bersamamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan logika dan efisiensi yang ditunjukkan kepadanya, Asuna menarik napas dalam-dalam. Hingga sekarang, seberapa penting hidup itu, dan bagaimana semua orang seharusnya bekerja sama, ketika orang-orang memberitahukan hal-hal itu di kota kepadanya Asuna hanya menolaknya—tentu saja hanya dengan kata-kata—dia berpikir untuk melakukan hal itu, tetapi tidak dapat berpikir mengenai balasan yang masuk akal apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Lalu, ambil saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan menggumam pelan, dia membuka sebuah window. Setelah menavigasi tab-tab yang baru -baru ini, sekarang di kenalinya, dia mengakses data petanya dan menyalin semuanya ke dalam item kulit domba. Dia membuat gulungan itu menjadi sebuah obyek dan melemparkannya ke dekat kaki pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan ini, tujuanmu sudah tercapai kan. Lalu akan pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendorong rerumputan dengan tangannya, dia berdiri tetapi terhuyung sedikit. Dari waktu yang ditunjukkan di window, dia menghitung bahwa dia telah tertidur selama tujuh jam semenjak dia jatuh, tetapi dia belum pulih benar dari kelelahannya. Akan tetapi, dia masih mempunyai tiga rapier tersisa yang sudah dia siapkan. Dia memutuskan sebelumnya bahwa dia tidak akan meninggalkan menara hingga rapier terakhirnya hanya memiliki setengah durabilitas yang tersisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mempunyai banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Pengguna pedang satu tangan bermantel abu-abu tersebut, metode macam apa yang dia gunakan untuk memindahkan Asuna dari kedalaman maze menuju ke tanah terbuka di hutan? Bahkan bila dia dipindahkan, kenapa tidak ke dalam safe area di dalam maze, dibandingkan dengan susah payah memindahkannya keluar dari ruang bawah tanah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, dia tidak berpikir bahwa ini adalah sesuatu yang perlu baginya untuk berbalik dan bertanya. Untuk kembali ke dalam maze gelap yang tinggi itu, dia mengambil satu langkah ke arah kiri dari hutan—tetapi, sebelum itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu, Fencer-san.&amp;quot; &amp;lt;!--Apakah perlu diterjemahkan juga?Aneh kalau diterjemahkan.--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menghiraukannya dan melangkah beberapa langkah ke depan, tetapi kata-kata yang terdengar kemudian membuatnya secara tidak sadar terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu juga, pada dasarnya bekerja keras untuk menyelesaikan permainan ini bukan? Tidak hanya untuk mati di dalam maze. Lalu, bukankah lebih baik bila kamu ikut dalam «Pertemuan»?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Pertemuan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menggumamkan hal itu dengan punggungnya yang masih menghadap pemain itu, dia mendengar pendekar pedang itu merubah nada suaranya yang berubah terbawa oleh angin sepoi-sepoi ringan di hutan.&amp;lt;!--‘Light forest breeze’.If you could change it better,please do.--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siang hari ini, di dalam kota «Tolbana», yang berada paling dekat dengan maze,  «Konferensi strategi melawan bos lantai pertama» akan diadakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4=== &amp;lt;!-- POV is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Karena kastil yang melayang Aincrad ini dibuat dengan detail yang sangat banyak, tetntu saja lantai pertama adalah yang terluas. Lantai pertama hampir sepenuhnya berbentuk lingkaran, dengan diameter sepanjang 10 kilometer—yaitu, sebuah area seluas 80 kilometer persegi. Untuk referensi kota Kawagoe, prefektur Saitama &amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Kawagoe,_Saitama&amp;lt;/ref&amp;gt; memiliki area seluas 110 kilometer persegi, dengan populasi lebih dari 300,000 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk ukurannya yang raksasa, lantai pertama sebenarnya memiliki banyak varieatas geografis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada ujung sebelah selatan, dengan diameter sepanjang satu kilometer dan dikelilingi oleh tembok-tembok yang membentuk setengah lingkaran adalah «Starting City». Di padang rumput yang mengelilingi kota itu, terutama monster tipe babi hutan dan serigala selain itu juga tipe cacing, kumbang, dan tawon tinggal di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian barat laut dari padang rumput adalah hutan lebat yang luas, dan di bagian timur laut adalah daerah danau. Setelah melewati salah satu dari keduanya terdapat pegunungan, lembah-lembah, dan reruntuhan-reruntuhan yang berisi monster yang menunggu untuk pemain untuk melewatinya, dan jauh di ujung utara dari lantai ini, terdapat sebuah menara persegi selebar 300-meter, dan setinggi 100-meter. Di sini, berdiri maze dari lantai pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di banyak tempat di dalam lantai pertama selain dari Starting City, banyak terdapat kota-kota kecil dan sedang dan juga terdapat desa-desa. Yang terbesar diantara mereka—walaupun begitu, hanyalah selebar 200 meter dari ujung ke ujung— adalah kota yang terletak di dalam lembah yang paling dekat dengan maze adalah «Tolbana».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali pertama para pemain tiba di dalam kota ini yang dipenuhi dengan kincir air-kincir air besar adalah tiga minggu yang lalu setelah peluncuran resmi dari SAO dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada titik ini, jumlah total pemain yang meninggal sebenarnya telah mencapai 1800.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain anggar wanita misterius dan aku berangkat pergi; sementara menjaga sebuah jarak tertentu diantara kami, kami meninggalkan hutan dan tiba di dalam gerbang utara Tolbana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata [INNER AREA] yang berwarna ungu mengalir ke arahku, menunjukkan bahwa aku telah memasuki area kota yang aman. Pada saat itu, kedua bahuku berelaksasi, dan aku secara tidak sadar menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sangat kelelahan setelah berangkat awal di pagi hari. Sembari membalikkan badan, aku membayangkan bahwa pengguna rapier di belakangku pasti merasa lebih buruk, tetapi kedua kakinya yang tertutupi oleh sepatu bot setinggi lutut tidak terlihat terhuyung-huyung. Bahkan dengan tidur selama beberapa jam, seseorang tidak dapat pulih sepenuhnya dari kelelahan berburu selama tiga hari, jadi dia pasti sedang bersikap keras kepala. Ketika kembali ke kota, tubuh dan pikiran (karena, di dalam dunia virtual, keduanya pada dasarnya adalah sama) seharusnya sedang berelaksasi. Aku berpikir untuk menyuarakan pikiranku, tetapi keadaannya sepertinya terlalu tenang untuk percakapan ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai gantinya, aku berbalik menghadap pengguna rapier itu, dan berkata, dalam nada pebisnis.&amp;lt;!--What’s better Indonesian equivalent of ‘Business-like’?--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pertemuannya akan dimulai di pusat kota, pada jam 4 sore.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah yang tersembunyikan oleh kain tudung itu, sedikit bergerak ke atas dan ke bawah. Akan tetapi kedua kakinya tidak berhenti, dan tubuh langsingnya lewat ke depanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Angin sepoi-sepoi yang bertiup di kota perbukitan ini, membuat mantel tak berlengannya berkelebat sementara dia bergerak menjauh. Aku membuka mulutku sedikit, tetapi karena tidak menemukan apapun untuk dikatakan, kemudian menutupnya lagi. Bila aku berpikir mengenai hal ini, aku, yang telah berusaha keras sebagai seorang pemain solo selama tiga minggu, tidak memiliki hak untuk berinteraksi dengan orang lain. Hingga sekarang, aku hanya menghabiskan hariku melindungi diriku sendiri...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seorang gadis yang aneh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba  aku mendengar seseorang bergumam hal itu di belakangku, dan aku berbalik dari punggung pengguna rapier itu dan melihat sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku pikir dia akan segera mati, tetapi dia tidak. Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, dia adalah seorang pemula dalam net game, tetapi tekniknya menakutkan. Orang macam apa dia itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara bernada tinggi itu berlanjut, dan mengakhiri kalimatnya dengan sebuah perubahan nada yang sengau. Orang ini tidak memiliki bentuk tubuh yang besar dan sebaliknya adalah seseorang yang satu kepala atau lebih lebih pendek dariku, tetapi tetap seorang pemain yang hebat. Pelindung tubuhnya, sepertiku, adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh dan kulit. Senjata yang terpasang pada pinggang kirinya adalah sebuah cakar kecil dan, pada pinggang kanannya, adalah pisau lempar. Ini bukanlah senjata-senjata yang biasanya digunakan oleh mereka yang mencapai garis depan, tetapi senjata terhebat orang ini adalah sesuatu yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kamu ketahui mengenai pemain anggar itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tanpa sadar bertanya, tetapi mengetahui jawaban lawan bicaraku, aku mengerutkan wajahku. Pengguna cakar itu tidak melanggar ekspektasiku, karena dia menunjukkan lima jarinya dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku akan menjualnya dengan murah. 500 coll.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya yang menyeringai lebar mempunyai satu ciri khas besar yang berbeda. Pada masing-masing pipinya terdapat tiga helai kumis seperti hewan yang tergambar dengan item tipe make-up. Sepadan dengan rambut pirangnya yang ikal itu, penampilannya mengingatkanku akan suatu hewan pengerat tertentu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari di masa lalu, aku bertanya mengapa dia menggunakan penanda seperti itu. Akan tetapi, aku hanya menerima ‘Jangan pernah bertanya alasan mengapa seorang gadis mengenakan makeup’ sebagai jawabannya, yang kemudian di ikuti dengan sebuah semburan kemarahan, ‘Aku akan mengatakannya untuk 100,000 coll!’ Jadi, aku mundur dengan terburu-buru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari, ketika aku menemukan item yang teramat sangat langka, aku akan benar-benar membayar 100,000 coll itu—karena janji &amp;lt;!--vow--&amp;gt; yang rahasia ini terus melekat di pikiranku, aku menjawab dengan masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku merasa aneh mengenai membeli informasi tentang seorang gadis, jadi aku akan menahan diri untuk melakukannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nihihi, kamu memiliki hati yang baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang mengatakan hal itu di dalam batas ke tidak tahu malu-an adalah mungkin informan pertama di Aincrad; seseorang yang dikenal sebagai «Argo the Rat» tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&amp;lt;span style=&amp;quot;font-size: 250%;&amp;quot;&amp;gt;* * *&amp;lt;/span&amp;gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;—Bila kamu bercakap-cakap dengan sang «Tikus» untuk lima menit, kamu pada akhirnya akan membayar 100 coll untuk cerita-cerita itu. Berhati-hatilah.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu adalah sebuah peringatan dari orang lain. Akan tetapi, Argo yang sesungguhnya menjawab bahwa dia tidak akan menjual informasi yang bebas di dapat untuk mendapatkan uang. Ketika sebuah cerita telah ditentukan sebagai cerita yang berharga, cerita itu pasti akan memiliki sebuah harga, karena cerita itu akan menjadi «merchandise» yang-sulit-di dapat. Bila aku berpikir mengenai itu, bila sebuah informasi yang salah di jual, kemudian realibilitas dari informan tersebut akan menurun. Untuk seorang pedagang, pengumpulan informasi adalah jenis bahaya dan masalah yang berbeda bila dibandingkan dengan mengumpulkan item material di dalam ruang bawah tanah dan menjualnya kepada para NPC di kota-kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mempertimbangkan  untuk bertanya sebuah pertanyaan yang menyangkut gender, ‘Mengapa seorang pemain wanita memilih pekerjaan macam ini’— tetapi setelah melihat wajah Argo, aku berpikir dua kali untuk menanyakan pertanyaan macam itu. Bahkan bila aku bertanya, dia akan meminta ‘100,000 coll’ yang lain untuk jawabannya, jadi sebagai gantinya aku bertanya pertanyaan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, hari ini juga, benar tidak? Kamu tidak berada di sini untuk percakapan bisnis yang biasanya, tetapi sebagai seorang negosiator untuk orang misterius itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar hal itu, Argo cemberut dan dengan cepat melirik ke kiri dan ke kanan jalan. Dia lalu menunjuk sebuah tempat di belakangku dan kami berpindah ke lorong di dekat kami. «Konferensi strategi melawan bos» masih sekitar dua jam lagi, jadi tidak banyak pemain yang ada disini, tetapi untuk berjaga-jaga, hal ini adalah sesuatu yang dia pikir tidak boleh ada orang lain yang menguping. Alasannya adalah mungkin ini berhubungan dengan reputasi orang yang misterius itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Argo berhenti ketika kami berada jauh di dalam lorong kecil, menyandarkan punggungnya ke rumah di belakangnya—yang hanya dihuni oleh NPC, tentunya—dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, yah. Harganya sekarang dinaikkan menjadi 29,800 coll.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tawarannya sekarang sudah menjadi 29.8k coll sekarang, huh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tersenyum kecut, lalu  menurunkan kedua bahuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Maaf, tetapi tidak peduli sebanyak apapun coll yang ditawarkan, jawabanku tetap sama. Aku tidak ingin menjualnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku telah memberitahukan klien itu hal yang sama terakhir kali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisnis utama Argo adalah sebagai informan, tetapi dengan menggunakan dexterity stat-nya yang sangat tinggi untuk pergerakan, dia juga memiliki bisnis sampingan sebagai «Messenger». Biasanya pesan yang dibawanya hanya pesan mulut atau pesan pendek dalam gulungan, tetapi setelah sekitar satu minggu semenjak negoisasi dengan kliennya, hal ini menjadi rumit... atau bisa dibilang, kliennya merepotkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah pria—atau wanita —yang ingin membeli one-handed longsword «Anneal Blade +6 (3S3D)» milikku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5=== &amp;lt;!-- POV is Kirito --&amp;gt;&lt;br /&gt;
Sistem peningkatan senjata di SAO lebih mudah dibandingkan MMORPG belakangan ini. Parameter dari peningkatan itu adalah Ketajaman (S), Kecepatan (Q), Akurasi (A), Berat (H), dan Durabilitas (D), lima bonus yang dapat diberikan kepada sebuah senjata dengan meminta NPC atau pemain penempa untuk mengerjakannya. Material yang berhubungan dengan parameter yang dibutuhkan dan beberapa persen kemungkinan gagal adalah serupa dengan MMORPG yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli parameter yang mana yang diberikan dengan peningkatan, name item di dalam equipment window hanya akan terdapat +1 atau +2 yang ditambahkan. Akan tetapi jumlah «breakdown» yang telah ditambahkan hanya dapat dilihat ketika senjata itu dipilih, dengan membuka property window-nya. Untuk penjualan dari pemain-ke-pemain, mengatakan bahwa item tersebut memiliki ‘Akurasi +1, Berat +2’ ataupun tipe stat yang lain dengan cepat menjadi membosankan. Sebagai gantinya, pemain menggunakan cara penamaan yang lebih pendek: sebagai contoh, sebuah tambahan +4 dari Akurasi +1, Berat +2, dan Durabilitas +1 akan ditunjukkan dengan istilah «1A2H1D». Cara penamaan ini sudah menjadi lumayan umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini berarti, «Anneal Blade +6 (3S3D)» milikku ditingkatkan dengan memiliki Ketajaman +3 dan Durabilitas +3. Memiliki sebuah item dengan kualitas seperti ini di lantai pertama sebenarnya membutuhkan banyak kesabaran dan keberuntungan. Karena dalam keadaan ini, tidak banyak pemain yang melatih teknik menempa mereka yang tidak berhubungan langsung dengan tingkat kelangsungan hidup mereka. Tetapi, aku khawatir akan tingkat teknik dari toko penempa milik NPC, walaupun para NPC penempa itu memang terlihat seperti dwarf.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum aku meningkatkannya, senjataku, «Anneal Blade», adalah hadiah dari sebuah quest yang sangat sulit. Mempertimbangkan spesifikasinya saat ini, pedang ini bisa jadi adalah item paling dicari dari lantai satu— akan tetapi, walaupun dikatakan begitu, pedang ini hanyalah sebuah «Beginner’s equipment». Aku hanya dapat meningkatkannya paling banyak beberapa kali, dan, sekitar lantai ketiga atau keempat, aku perlu berganti ke pedang yang baru juga, jadi aku tidak perlu terus meningkatkan yang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk alasan-alasan di atas, aku heran kenapa klien dari Argo sangat ingin membayar coll sebanyak itu—29.8k—untuk pedang ini. Bila ini adalah transaksi normal dari muka-ke-muka, aku dapat menanyakan alasannya secara langsung, tetapi hal itu tidak berguna ketika aku bahkan tidak tahu nama dari kliennya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Uang tutup mulut yang dibayar orang itu adalah 1000 coll, bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepada pertanyaanku, Argo dengan tenang mengangguk dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Apakah kamu ingin menaikkannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm... 1k huh... hm—m!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uang tutup mulut adalah sejumlah coll yang oleh Mister X, yang ingin membeli pedangku, bayar kepada Argo untuk tetap merahasiakan namanya dariku. Bila aku memutuskan untuk membayar 1000 coll, Argo akan segera mengirim pesan kepada kliennya untuk memberitahukannya bahwa biaya tutup mulutnya telah dinaikkan menjadi 1200 coll, dan bertanya apakah mereka ingin membayarnya. Bila YA adalah jawabannya, lalu kali ini aku akan terpaksa memutuskan untuk membayar 1300 coll atau tidak. Bila aku menang pertarungan tawar-menawar ini, lalu aku akan mengetahui nama dari lawan transaksiku, tetapi aku mungkin akan kehilangan uang di dalam «Transaksi pedang» ini, sebagai hasilnya. Tidak peduli bagaimana kamu memikirkan mengenai hal ini, ini adalah suatu perbuatan bodoh yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Ya ampun, kamu tidak perlu hanya menjual informasi, karena bahkan ketika kamu tidak menjual sesuatu itu tetaplah bisnis bagimu... itu adalah jiwa pedagang yang luar biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara aku mengeluh, kedua pipi Argo yang berkumis mengendur menjadi sebuah kekehan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu adalah kesenangan sesungguhnya dari perdagangan. Ketika aku menjual sebuah informasi, pada saat yang sama cerita mengenai «Seseorang membeli sesuatu dan informasi tentang informasi itu» terlahir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Katakan kepadaku ketika seorang pemain wanita menginginkan informasi pribadiku. Aku akan membeli informasi mengenai dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sembari menarik napas saat aku mengatakan itu, Argo sekali lagi tertawa riang, lalu merubah ekspresinya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu, aku akan memberitahukan klienku bahwa tawarannya kali ini juga ditolak.  Dan, bahwa penawaran ini juga tidak mungkin. Sampai bertemu lagi kalau begitu, Ki-bou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan melambaikan tangannya, dia berbalik dan, dengan kelincahannya yang seperti  gelar «Tikus»-nya, meninggalkan lorong ini. Sementara aku melihat rambut pirangnya menghilang di keramaian, aku dengan santainya berpikir, ‘Orang itu pasti tidak akan mati’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah terperangkap di dalam permainan kematian SAO selama satu bulan, aku telah mempelajari beberapa hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan antara hidup dan mati dari para pemain itu dipisahkan oleh  beberapa faktor kunci. Beberapa dari elemen penentunya adalah membawa sangat banyak potion dan untuk tahu kapan berhenti menjelajahi dungeon; tetapi, satu faktor kunci antara hidup dan mati adalah kepercayaan yang mutlak dalam memiliki «kebenaran mereka sendiri». Dengan kata lain, itu adalah «senjata terhebat» mereka untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau Argo, kemungkinan besar adalah «Informasi». Lokasi monster yang berbahaya atau, dengan kata lain, lokasi berburu yang paling efisien, orang ini mengetahuinya semua. Kepercayaannya dalam mengetahui hal itu menciptakan ketenangannya, dan meningkatkan kemampannya untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kemudian, untukku, «Kebenaran»-ku adalah pedang yang ada di punggungku. Untuk lebih tepatnya, itu adalah ketika tubuh dan pedangku menjadi satu, dalam keadaan zen &amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Zen&amp;lt;/ref&amp;gt;. Aku tidak selalu berada pada keadaan itu setiap saat, tetapi satu-satunya pemikiran dari “Aku ingin dunia ini menjadi milikku, dan aku tidak ingin mati sebelum itu” yang menjagaku tetap hidup sampai sekarang. Alasan kenapa peningkatan Anneal Blade adalah Ketajaman +3 dan Durabilitas +3, tidak menghiraukan Kecepatan dan Akurasi, adalah karena dua hal yang sebelumnya hanyalah peningkatan angka dari spesifikasi, sementara dua hal yang berikutnya adalah peningkatan yang dibantu-sistem yang akan merubah perasaan dari ayunan pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, itu berarti...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengguna rapier itu yang aku temui di garis depan dari maze. Apakah «Kebenaran» miliknya? Aku memang memindahkan tubuhnya yang pingsan keluar dari maze (aku sendiri tidak dapat mengatakan bagaimana aku dapat melakukannya.) Tetapi, dengan kata lain, bahkan bila aku tidak ada di sana, aku percaya pada saat kobold berikutnya muncul, dia akan tanpa sadar berdiri dan menggunakan «Linear» berkecepatan tinggi yang seperti bintang jatuh itu untuk membunuh musuhnya... aku harus berpikir seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang membuatnya bertarung pertarungan yang berdarah itu, dan bagaimana dia berhasil hidup hingga sekarang? Itu mungkin adalah «Kekuatan» yang tidak aku tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Aku seharusnya membayar Argo 500 coll itu...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggumamkan hal itu dengan sedikit menggelengkan kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembok luar dari kincir-kincir angin yang bercat-kan putih yang mengelilingi kota Tolbana terwarnai dengan sedikit warna oranye dari cahaya siang. Waktunya sekarang seharusnya sekitar jam 3 sore lebih. Untuk mempersiapkan diri untuk konferensi strategi menghadapi bos yang panjang, aku perlu pergi mengisi perutku di suatu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertemuannya pada jam 4 sore nanti, pastinya, akan kacau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya adalah, untuk pertama kalinya hari ini, satu tipe dari pemain yang biasanya tersembunyi di dalam dunia SAO akan muncul di depan banyak sekali pemain biasa. Benar sekali—«New Type Players» dan «Experienced Beta Testers», sebuah kegelapan yang sulit dijembatanni terbentang diantara mereka...  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk «Argo sang Tikus» yang menjual apapun yang dapat dijual, hanya ada satu tipe dari informasi yang tidak ada di dalam dagangannya. Hal itu adalah, siapa yang sebelumnya adalah beta tester. Argo dan aku sangat yakin bahwa kami berdua adalah beta tester, tetapi kami tidak pernah membicarakan mengenai topik ini dalam percakapan, tidak peduli berapa tahun cahaya kami harus berkelana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya mudah. Ketika identitas seorang beta tester telah diketahui, hidup mereka dapat berada dalam bahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak karena dibunuh oleh para monster di dalam ruang bawah tanah. Tetapi ketika mereka sedang berjalan di luar area aman, pemain baru dapat meng-«Eksekusi» kamu. Karena mereka percaya bahwa yang bertanggung jawab atas kematian dari 2000 orang di dalam bulan pertama adalah tanggung jawab para beta tester. &amp;lt;!-- Liability: something for which one is liable --&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan untukku, aku tidak dapat benar-benar menghindari peluru ini.&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Sword Art Online Bahasa Indonesia|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Sword Art Online Bahasa Indonesia:Aria_Bagian_6_-_10|Bagian 6 - 10]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_20&amp;diff=503200</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 17 Bab 20</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_20&amp;diff=503200"/>
		<updated>2016-09-28T17:24:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: /* Bagian 5 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 20 -  Pertarungan Satu Sama Lain (7 Juli 2016/Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
5:00 A.M.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari 3.000 pemain berkumpul di kubah besar Pohon Dunia yang menjulang di tengah kota Alne, di pusat dunia ALfheim Online.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ksatria putih yang menjaga kubah telah dihapus. Sekarang , kesembilan ras peri sering menggunakan tempat ini untuk pertemuan dan jual beli, atau tempat berkumpulnya suatu event.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya empat orang yang bertatap muka dengan sekitar 3,000 pemain lain yang telah berkumpul pada pertemuan besar ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa Gnome Agil, Samurai Salamander Klein, Beast Tamer Cait Sith Silica, dan Blacksmith Leprechaun Lisbeth— teman «Black Swordsman» Kirito yang masih belum terbangun dalam dive-nya di «Underworld».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukul 4:20 A.M, ketika Klein dan Lisbeth telah mengirim pesan kepada setiap teman yang ada di daftar pertemanan mereka, hanya ada tiga pemain berstatus Penguasa yang sedang online. Tetapi, setelah memohon mereka dan teman-temannya, para Penguasa melanggar taboo untuk menghubungi pemain di dunia nyata. Sebagai hasilnya, semua pemain yang berhasil dihubungi telah berkumpul di kubah dalam waktu kurang lebih 40 menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tempat yang cukup luas ini, sekitar 30% dari para pemain terbang melayang maupun yang berdiri, menggunakan akun yang baru saja diciptakan. Mereka bukan orang baru dalam dunia VRMMO. Mereka para veteran dari permainan VRMMO lain yang diciptakan The Seed, mereka diundang oleh teman yang memiliki akun ALO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, 3.000 orang yang sedang berkumpul di kubah Pohon Dunia adalah pemain elit dari yang paling elit diantara para pemain VRMMO di Jepang. Mereka adalah harapan terakhir Yui, si top-down AI: mereka semua adalah satu-satunya pasukan yang bisa diharapkan untuk menyelamatkan Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kubah yang hening ini, suara yang dibesarkan secara sihir milik Blacksmith Leprechaun Lisbeth masih terus berkumandang secara emosional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa yang aku akan katakan bukanlah kebohongan, bukan juga lelucon! Sebuah organisasi penelitian Jepang telah menggunakan anggaran negara dan The Seed untuk menciptakan dunia virtual bernama «Underworld», dan ribuan pemain amerika yang tidak mengetahui fakta ini akan dive kedalamnya dan melakukan pembantaian pada penduduk yang tinggal di dalamnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth merasa malu akan nada bicaranya sendiri, tetapi tetap berusaha mempertahankannya karena inilah satu-satunya kesempatan, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para penduduk Underworld bukanlah sekedar NPC! Mereka adalah kecerdasan buatan yang sebenarnya, terlahir dari data yang bersumber dari banyaknya dunia VRMMO yang kalian mainkan! Mereka memiliki emosi seperti kita, mereka memiliki jiwa seperti kita! Kumohon, untuk melindungi mereka, pinjamkan kekuatan kalian! Tolong ubah data karakter kalian untuk masuk ke dalam Underworld!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengakhiri pidato lima menitnya, Lisbeth memantau para pemain, dan berharap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah-wajah para kerumunan peri terlihat bingung. Tentu saja, tak mungkin mereka langsung memahami apa yang baru saja didengarnya. Bahkan Lisbeth sendiri pun masih kurang memahami penjelasan Yui mengenai dunia Underworld, dan juga «Artificial Fluctlights» yang hidup didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lambaian tangan berusaha untuk menenangkan para pemain yang ribut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penguasa Sylph Sakuya melangkah maju, tubuh langsing-nya berbalutkan jubah hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lisbeth. Aku tak akan menuduh jika kamu dan teman-temanmu melakukan semua ini hanya untuk guyonan, terlebih lagi, pasti ada suatu masalah besar jika si bocah Kirito tidak log in selama sepuluh hari belakangan. Namun..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kalem dan lancar milik Sakuya menenangkan kebingungan pemain lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sejujurnya, sulit untuk menerima semua yang telah kamu katakan secara tiba-tiba. Ada AI yang memiliki jiwa, dan militer Amerika berusaha menguasai mereka …? Fakta-fakta tersebut sulit dinalar … tentu saja, untuk membuktikan kata-katamu, kami harus log in dan melihat dengan mata kami sendiri… tetapi kamu bilang jika dive ke dalam «Underworld» akan menyebabkan beberapa masalah, kan? Bisakah kamu menjelaskannya dulu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Saat ini akhirnya tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth mengambil nafas dalam-dalam, menutup matanya untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktunya untuk jujur. Jika aku gagal, tak ada seorangpun yang akan membantu kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka matanya dan memberi tatapan pasti pada Sakuya, Penguasa lain, dan pemain lainnya, Lisbeth menjawab dengan serius:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. —Underworld tidak beroperasi seperti permainan VRMMO, jadi akan ada beberapa masalah jika kamu dive kedalamnya. Pertama-tama, tidak ada jendela operasi dalam Underworld. Dengan kata lain, kalian tak akan bisa log out sesuka hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keributan menjadi semakin parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa log out sesuka hati; bukankah ini kata-kata yang akan menggambarkan permainan kematian di masa lalu, «Sword Art Online»? Sekarang ini, semua permainan yang dibuat berdasarkan The Seed, termasuk ALO, memiliki dua cara untuk log out: bisa menggunakan jendela operasi maupun perintah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satu-satunya cara untuk log out adalah “tewas” di dalam Underworld. Tetapi itupun menimbulkan masalah kedua. Dalam Underworld … tidak ada Pain Absorber. Jika kamu menerima damage besar yang membuat HP milikmu menjadi nol, kamu akan menderita rasa sakit yang cukup menyakitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semakin keras terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penahan rasa sakit adalah fungsi utama bagi server VR saat ini. Di dunia virtual yang tak memiliki fungsi ini, mendapat sebuah tebasan pedang ataupun luka bakar akan mengakibatkan rasa sakit yang menyakitkan di dunia nyata. Yang lebih parah, bekas luka tersebut  mungkin muncul pada kulit fisik seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan ini saja, masih ada masalah yang lebih besar ketika dive ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menunggu keributan menjadi agak tenang, Lisbeth lalu menginfokan para pemain efek samping ketiga dan juga yang paling parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Satu lagi. Underworld yang saat ini sedang berjalan bahkan tak bisa diatur oleh developer yang mengoperasikannya. Dengan kata lain … kita tak bisa menjamin jika data karakter kalian bisa di convert kembali ke dalam permainan aslinya … bisa saja, karakter itu sendiri akan tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah jeda sejenak—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan makian bergema di dalam kubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth, Klein, Silica dan Agil yang ada di tengah-tengah lantai kubah, dengan Yui yang duduk di pundak Klein dalam bentuk pixie-nya; masih diam berdiri, tubuh mereka berusaha menahan makian yang datang dari berbagai arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi seperti ini telah diduga oleh mereka berlima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3,000 pemain elit ini telah menghabiskan banyak waktu dan usaha untuk meningkatkan karakter mereka. Bagi pemain ALO, mereka telah menghabiskan banyak waktu untuk menebas monster, dan itu hanya mendapat satu EXP; tindakan itu seperti usaha untuk mengeringkan sebuah danau dengan menggunakan ember, dilakukan setiap hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin mereka akan tetap diam setelah mendapat info jika mereka akan kehilangan karakter yang mereka kembangkan dengan sepenuh jiwa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“J… Jangan bercanda!!” seorang pemain dari dalam kerumunan berteriak sambil mengacungkan jari tengahnya ke Lisbeth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah pemain Salamander yang mengenakan armor crimson, sambil membawa kapak di punggungnya. Dia tampaknya pemain setingkat Komandan dibawah pimpinan Penguasa Mortimer dan General Eugene.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melepas helm miliknya dan menunjukkan mata yang terisi kemarahan, Salamander tersebut berteriak hingga mampu membuat kelompok lain dibelakangnya terdiam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau menyuruh kami berkumpul disini lalu dive ke dalam server ampas; sungguh konyol. Sekarang kau mengatakan jika kita bisa kehilangan karakter?! Apa kau mampu membayar jika kami kehilangan karakter itu selamanya?! Ataukah ini adalah sebuah jebakan untuk melemahkan seluruh ras Salamander?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………Gh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth menahan Klien yang akan menonjoknya, lalu berusaha menjawab dengan tenang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, kami tak bisa. Aku sangat tahu jika karakter yang telah kalian kembangkan sungguh berharga. Itulah mengapa kami memohon kalian untuk menolong kami … apa yang sebenarnya ingin kukatakan adalah, tolong bantu teman kami yang ada di Underworld, mereka mempertaruhkan nyawanya di garis depan melawan serangan pemain Amerika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Lisbeth tidak berteriak, suaranya masih bisa terdengar di dalam kubah. Si Salamander tampaknya bisa menahan emosinya, tetapi tiba-tiba emosinya semakin meluap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“‘Teman’ yang kau bicarakan itu seorang SAO survivor, benarkan?! Mereka itu orang-orang yang selalu berekspresi ‘Aku-lah yang terkuat’ di wajahnya! Aku tahu itu, kalian yang berasal dari SAO selalu memandang rendah kami!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini giliran Lisbeth yang tak bisa bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth tak pernah berpikir jika ada orang yang berpikiran sama dengan si Salamander. Tetapi, jika dipikirkan lagi. Setelah mendapat status player-nya, ia menuju New Aincrad bukannya kota dibawah, ia tak pernah turun dari Kastil Melayang dan hanya berbicara dengan kawan lamanya; itu memang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Salamander meneruskan ucapannya, setelah melihat ekspresi penyesalan Lisbeth:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli dengan artificial intelligence, atau rahasia negara?! Jangan terlalu pede dan membawa-bawa dunia nyata kedalam VRMMO! Kau bisa pergi sendiri sana! Bukankah itu lebih baik, wahai sang Survivor?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yeah, pergi sendiri sana; makian seperti itu semakin terdengar dari kerumunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak bisa melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata-ku tak bisa tersampai pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth hanya bisa meneteskan air mata ketika ia menatap para pemain kuat asli ALO yang ia kenal— Penguasa Sylph Sakuya, General Salamander Eugene, dan Penguasa Cait Sith Alicia Rue.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun mata mereka bertemu dengannya, mereka tetap membisu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan mata mereka seolah menunjukkan pada Lisbeth arti tunjukkan kami ketetapan yang kau miliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth mengambil nafas dalam-dalam, lalu menutup matanya erat-erat. Ia memikirkan Asuna yang sedang kesusahan bertarung saat ini; juga Kirito, yang masih terluka; Leafa dan Sinon, yang telah lebih dahulu masuk ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Pada levelku yang sekarang, bahkan jika aku mengkonvert-nya. Aku tak akan bisa bertarung seperti Asuna atau yang lainnya. Tetapi pasti ada yang bisa aku lakukan. Sekarang ini, tempat ini adalah pertarunganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka matanya dan menyeka air matanya, Lisbeth melanjutkan pidatonya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ya, aku memang membawa masalah dunia nyata ke sini. Dan seperti yang kau katakan, orang-orang yang berasal dari SAO mungkin senang mencampurkan dunia nyata dan dunia virtual. Akan tetapi, kami tak pernah menganggap diri kami sebagai seorang pahlawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam tangan Silica, yang juga berair matanya, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Silica dan aku saat ini sedang masuk ke dalam sekolah bagi para survivor yang kau sebutkan tadi. Kami tak memiliki pilihan, karena sekolah kami sebelumnya telah mengeluarkan kami di tengah tahun pelajaran. —Semua siswa-siswi di sekolah survivor harus mengikuti konseling setiap bulan. Mereka memonitori aktivitas gelombang otak kami menggunakan AmuSpheres, dan kami diajukan beberapa pertanyaan yang tak mengenakkan seperti, ‘Apakah kamu tak bisa membedakan kenyataan’, atau, ‘Apakah kamu ingin menyakiti orang lain’. Ada anak-anak yang dipaksa meminum obat yang mereka benci. Bagi pemerintah, kami ini seperti kriminal yang butuh penanganan kusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang ketika pidatonya, gelombang makian tampak mereda, dan keheningan melanda kubah ini. Bahkan si Salamander yang tadi memaki membuka matanya karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth tak tahu akan membawa arah pidatonya kemana. Dia tak bisa menghentikan emosinya yang mengalir ke dalam perkataan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tetapi… sejujurnya, para pemain lama SAO bukanlah satu-satunya yang diperlakukan begini. Semua pemain VRMMO juga dipandang seperti ini, kurang lebih. Beberapa orang berkata jika kita hanyalah kumpulan orang yang tak bisa bersosialisali, beberapa orang menganggap kita melarikan diri dari membayar pajak dan uang pensiun… ada yang bahkan menerima panggilan untuk kembali bekerja, memaksa kita kembali ke masyarakat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth bisa merasakan kegelisahan yang melanda ribuan pemain. Jika ia berbicara ketus, kemarahan mereka akan berlipat ganda melebihi sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Lisbeth meletakkan tangan kirinya ke dada, dan berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi aku tahu! Dan aku yakin! Jika ini kenyataan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya menyapu ke sekeliling— menuju seluruh Alfheim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dunia ini, dan banyak dunia virtual lainnya saling terhubung, bukanlah tempat untuk melarikan diri! Bagiku, ada kehidupan sejati di sini, teman nyata, tawa, musuh, juga perpisahan … ini kenyataan!! Aku tidak sendiri, benar kan?! Karena kita yakin dunia ini adalah kenyataan lain sehingga kita bisa berusaha keras, benar kan?! Namun, jika kita menganggap ini hanya sebuah permainan, sebagai dunia virtual, dan meninggalkannya, jadi dimana ‘kenyataan’ milik kita …?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa menahan mereka lebih lama, Lisbeth merasa air mata menuruni wajahnya. Tetapi dia tak ingin menyekanya, lalu mengutarakan kata-kata terakhir:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Dunia yang telah kalian capai; dunia tersebut saling terhubung seperti Pohon Dunia ini, dan kini telah berkembang. Dan kuncup bunga yang disebut Underworld telah mekar, aku ingin melindunginya! Kumohon, aku memohon kalian … pinjami kekuatan kalian …!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth menuju bagian atas kubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pandangannya yang ditutupi air mata, kemilau cahaya dari sayap ribuan peri terpantul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cahaya perak menyilaukan membentuk lintasan berbentuk busur di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, dengan sekali hentak tali tebal tersebut putus dan menari di udara bagaikan ular hitam. Sepuluh prajurit musuh yang bergelantungan di tali tersebut terjatuh ke lembah tak berdasar, mereka berteriak. «Twin Edged Wings», sebuah Divine Instrument yang berhasil memotong tali tersebut dengan begitu mudahnya kini kembali ke tangan Integrity Knight Renri Synthesis Twenty-Seven.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Renri telah berhasil memotong lima dari sepuluh tali yang disiapkan pasukan Tanah Kegelapan untuk menyeberangi lembah dengan begitu mudah, wajahnya tidak menunjukkan rasa bangga. Malahan ia merasa terbebani oleh perintah untuk melukai pasukan musuh yang tak berdaya yang berusaha menyeberangi lembah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga berlaku bagi Asuna yang berada di sebelah Renri sambil menggenggam tali kekang kuda putihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna, Renri, Integrity Knight Alice Synthesis Thirty, Integrity Knight Sheyta Synthesis Twelve, dan Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One tiba, sambil menunggang kuda, ratusan pasukan musuh telah berhasil menyeberangi lembah tersebut, mereka berlima mulai menyerang musuh yang mencoba melindungi tali yang tersisa. Banyak musuh telah tewas oleh tiga Knight yang berada paling depan: Bercouli, Sheyta, dan Alice. Beberapa diantara mereka mencoba menyerang Renri dari samping, Asuna terpaksa mengayunkan rapier-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia virtual «Underworld», yang tercipta berdasarkan paket program The Seed, Sword Skills dan Skill Horse Riding dari era SAO masih bisa digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, Asuna sekarang menggunakan Super Account «Dewi Pencipta, Stacia» yang mana memiliki parameter yang cukup tinggi; untuk tambahan, rapier yang digunakannya, «Radiant Light» memiliki status lebih tinggi dari Divine Instrument milik Integrity Knight. Malahan, Sword Skill dasar «Linear», bisa dengan mudah menembus armor milik seorang Dark Knight mupun tubuh para Petarung Tangan Kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah dari musuh yang terluka, teriakan kesakitan mereka, nyawa yang melayang, semuanya nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang di Underworld, baik yang berasal dari Kerajaan Manusia atau Tanah Kegelapan memiliki jiwa yang sama dengan Asuna— Fluctlights. Musuh Asuna tak perlu ditanyakan lagi adalah manusia seperti dirinya, namun mereka dengan mudah terbunuh dengan satu serangan karena nilai status senjata yang digunakannya; kenyataan ini menambah kesakitan dan kengerian dalam hati Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih parah, mereka maju secara tragis, sungguh jelas jika para Dark Knight dan Petarung Tangan Kosong tidak melakukan hal tersebut atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluctlights Buatan ini memiliki sifat tak bisa melawan perintah yang diberikan oleh atasan. Dibawah perintah «Dewa Kegelapan, Vektor », seorang manusia dunia nyata yang menggunakan sebuah Super Account seperti Asuna. Pasukan ini terus melancarkan serangan mereka meskipun tahu jika mereka akan mati sia-sia. Dengan kata lain, mereka hanyalah korban yang terjerat karena permasalahan perebutan teknologi di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Asuna masih berjuang sepenuh tenaga agar menekan pemikiran ini dari dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, prioritas utamanya adalah melindungi «Putri Cahaya» Alice, yang sedang diincar oleh Vektor— juga Kirito yang berada di perkemahan dibelakang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mendapat informasi jika pasukan musuh dari Tanah Kegelapan yang tersisa adalah para Petarung Tangan Kosong dan Dark Knight. Jika mereka berlima bisa memanfaatkan kesempatan ketika musuh sedang menyeberang dan menghabisi mereka, Vektor tak akan memiliki pasukan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Baiklah, ini yang ke-enam!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ketetapan Integrity Knight Bercouli membuyarkan pikiran-pikiran Asuna. Setelah Alice, Sheyta, dan Renri mengiyakan, Asuna juga mengikutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika mereka memutar kuda dan bersiap untuk bergerak ke barat, tiupan terompet terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menoleh kebelakang, mereka bisa melihat Pasukan Pengecoh Penjaga Kerajaan Manusia berhenti di sebuah bukit satu kilol jauhnya, mulai menuruni dengan formasi teratur. Setelah melakukan persiapan lima belas menit dari waktu keberangkatan para Integrity Knights, mereka turun untuk membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka ini… membuatku gelisah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Bercouli agak menyindir, tetapi karena sudah ada 500 Petarung Tangan Kosong yang berhasil menyeberangi lembah, bukan waktu yang buruk bagi bala bantuan untuk muncul. Selama para Penjaga bisa menahan pasukan musuh, memotong sisa lima tali agak terasa cukup mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tampaknya kita memenangkan pertarungan ini, Vektor-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membatin—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia bisa menyelesaikan pemikirannya, fenomena aneh memasuki pandangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi cahaya matahari terbit, objek misterius mulai berjatuhan dari atas langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis merah. Bukan hanya satu. Sepuluh… Seratus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, Ribuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis tersebut terlihat seperti noda kecil yang saling terhubung. Menyipitkan matanya, Asuna melihat noda tersebut bukan angka maupun huruf dari alfabet bahasa Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis-garis ini turun perlahan ke sisi lembah, kira-kira satu atau dua kilol di bagian timur medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan, tidak hanya Asuna, tetapi juga Integrity Knights, dan bahkan Dark Knights juga Petarung Tangan Kosong dari Tanah Kegelapan, menahan pertempuran untuk melihat peristiwa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis merah pertama menusuk tanah hingga retak dan mulai bergetar—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya butuh beberapa detik hingga garis tersebut berubah menjadi sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ia lihat membuat ketua Petarung Tangan Kosong Iskahn melupakan kemarahan yang menyelimuti tubuhnya, bahkan walau itu hanya beberapa detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Apa itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain lembah besar, lima ratus Pasukan Tanah Kegelapan yang berhasil menyeberang jembatan tali tanpa takut menghadapi lima Integrity Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun gerakan mereka tiba-tiba terhenti, dan mata mereka terarah ke sisi lain medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Iskahn juga tertarik akan pemandangan ini, secara tak sadar menoleh ke sisi yang sama. Disana, ia melihat hujan berwarna merah darah berjatuhan di arah timur sekitar dua kilol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gemuruh aneh, garis-garis merah berjatuhan dari surga. Ketika menyentuh tanah, dengan cepat mereka membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit baru telah muncul dihadapan mereka, tubuhnya berbalut armor crimson, dengan membawa pedang panjang, kapak perang, dan tombak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun warnanya berbeda, bentuk armor mereka sangat mirip dengan Dark Knight Order. Dengan sekali pandang, mereka tampaknya adalah bala bantuan yang dipanggil Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Iskahn merasakan ada sesuatu yang ganjil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para prajurit merah ini berbaris tak beraturan tanpa ada yang memimpin. Mereka tak seperti prajurit yang dilatih dibawah komando Jendral Kegelapan Shasta yang telah meninggal. Beberapa diantara mereka mengobrol dengan angkuh, beberapa duduk di tanah, dan beberapa memutar-mutarkan senjata mereka tanpa menunggu perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang paling mengejutkan adalah— jumlah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah hujan berhenti, pasukan yang telah berkumpul berjumlah mengerikan. Ia mengira-ngira jika jumlah mereka melebihi sepuluh ribu, duapuluh ribu … sepertinya tiga puluhribu. Jika Dark Knight Order memiliki tim bala bantuan sekuat itu, mengapa mereka tidak menggulingkan Sepuluh Pemimpin Bangsawan sejak lama dan membuat Tanah Kegelapan dalam kuasa Shasta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, rasa terkejut dan bisik-bisik terjadi diantara Dark Knights dala pasukan di sisi lembah ini. Bahkan mereka tak tahu menahu. Apa-apaan itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti ini, para prajurit merah tersebut pastilah “Pasukan Tanah Kegelapan” yang sesungguhnya yang telah dipanggil Kaisar mereka, Dewa Kegelapan Vector menggunakan secret arts.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari ini, keterkejutan Iskahn berubah menjadi kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia bisa memanggil pasukan sebesar ini —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia tak melakukannya sejak tadi?! Itu berarti para Petarung Tangan Kosong dan Dark Knight yang susah payah menyebrangi lembah hanya digunakan sebagai umpan untuk mengalihkan perhatian musuh?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggu— bagaimana jika memang seperti itu??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah pemberian perintah oleh Kaisar memang bertujuan untuk mengulur waktu agar bisa memanggil kawan-kawannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…… Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya perintah ini. Ketika pertarungan di Gerbang Besar Timur, kekalahan Pasukan Tanah Kegelapan sungguh tak normal. Baik itu para Goblins, Raksasa, Ogre, atau bahkan Guild Pengguna Dark Art, mereka semua telah disapu habis. Namun Kaisar bahkan tidak berduka atas kematian mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, bagi Kaisar Vector, lima ribu orang dari Pasukan Tanah Legelapan hanyalah bidak sejak awal!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, Iskahn, si pemimpin muda dari Guild Petarung Tangan Kosong hanyalah seorang pemuda yang hanya memikirkan latihan untuk mengasah skill-nya dan demi suku-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sekarang, pikirannya telah menyimpulkan untuk pertama kali, mencapai titik dimana ia bisa melihat kenyataan yang ada di seluruh Tanah Kegelapan, Kerajaaan Manusia, dan seluruh Underworld. Cara pandang ini menimbulkan konflik di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar adalah keberadaan yang terkuat. Ia harus mematuhi yang terkuat, tanpa perlu memprotes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan rasa sakit yang belum pernah dirasakan sebelumnya, kini menusuk mata kanannya. Iskahn mengerang sambil menutupi mata kanannya. Si Pemimpin Petarung Tangan Kosong terjatuh, dan berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan susah payah, ia bisa melihat ke tigapuluh ribu pasukan crimson mulai berlari, berbicara dengan bahasa yang tak ia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lokasi yang mereka tuju, hampir seribu pasukan Kerajaan Manusia menyatukan formasi dengan Integrity Knight untuk melakukan serangan balik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara kedua pihak, lima ratus Petarung Tangan Kosong dan Dark Knights masih terdiam, kebingungan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tampaknya, meskipun menerima perintah tak berbelas kasih dari Kaisar, sang Kaisar sepertinya berniat menyelamatkan lima ratus prajurit tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn menenangkan dirinya ketika rasa sakit masih menyerang mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahkan setelah pengorbanan mereka, ia masih meremehkan betapa kejamnya Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika lima ratus Prajurit Tanah Kegelapan, Penjaga Kerajaan Manusia, dan Pasukan Kegelapan bertemu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak terhitung banyaknya pedang, kapak perang, dan tombak tersinari cahaya matahari terbit—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dengan teriakan haus darah, Pasukan Kegelapan menebas Petarung Tangan Kosong yang seharusnya menjadi teman mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang-orang ini… mengapa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya Asuna mendengar teriakan terkejut dari Komandan Knight Bercouli, tetapi kata-kata tersebut sudah diduganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
30.000 prajurit yang baru saja turun … bukan, lebih tepatnya dive ke medan peperangan bagian timur ini dipastikan dipanggil oleh Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi dari mana ia mendapat orang sebanyak ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ia menciptakan karakter menggunakan sistem control? Tetapi Pusat Console masih terkunci, dan perintah macam ini tak mungkin dilakukan oleh administrator; satu-satunya cara untuk menambah petarung adalah dari dunia nyata, lalu dive seperti yang Asuna lakukan, tetapi para penyerang hanya memiliki dua STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna panik untuk sesaat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebingungannya terganggu oleh teriakan Pasukan Crimson yang akan mendekat dalam jarak ratusan mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Charge ahead!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Give ‘em hell!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahasa Inggris!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang ini adalah manusia dari dunia nyata— menilai dari aksen mereka, mereka orang Amerika!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, mengapa mereka ada disini… Underworld seharusnya terisolir dari dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak––&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin, bagi orang yang dive menggunakan STL, Underworld adalah dunia berbeda yang diciptakan menggunakan “Mnemonic Visual” dengan kenyataan yang mendekati dunia nyata. Tetapi, dasar bagi setiap VRMMO, «The Seed» juga digunakan dalam mendesain dunia ini. Dengan kata lain, selama seseorang menggunakan AmuSphere, mereka bisa dive ke dunia ini menggunakan server sederhana yang menggunakan polygon— terlebih lagi, Ocean Turtle memiliki jaringan bandwith kelas satelit militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, jika seseorang membuat sebuah client program yang mengikutsertakan alamat server utama Underworld dan beserta akun informasi dan menyebarkannya di dunia nyata—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya memanggil puluhan ribu; bahkan memanggil ratusan ribu pasukan sangatlah mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi yang lebih mengejutkan Asuna adalah bagaimana Pasukan Crimson tersebut bertindak; mereka mulai menyerang teman sendiri, pasukan Dark Knight dan Petarung Tangan Kosong, tanpa keragu-raguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap, Apa yang mereka laku…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah mereka seharusnya temenan??!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Knight berteriak sambil mencoba menahan serangan, tetapi jumlah mereka sangatlah keterlaluan, dan lagi, status senjata dan armor Pasukan Crimson lebih tinggi daripada equipment milik Pasukan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu persatu pedang dan perisai mulai patah dengan bunyi klang dari masing-masing musuh, cipratan darah mulai membanjiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dude that’s awesome!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pretty gore!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang Amerika ini mungkin tak sadar tentang kondisi peperangan ini. Mereka mungkin menganggap dive mereka ke dalam dunia ini sebagai pemain beta test dalam suatu VRMMO. Terlebih lagi, Asuna tak bisa menyalahkan mereka yang mengayunkan senjata dan membunuh semuanya. Karena bagi mereka, para prajurit bukanlah makhluk yang setara dengan manusia; mereka NPC, sesuatu yang tak berharga. Tentu saja, tak semuanya benar-benar brutal; di dunia nyata, mereka tetaplah pemain VRMMO yang ramah dan sering bekerja sama dengan pemain lain dalam server yang sama. Jika ada waktu untuk menginfokan kondisi Underworld dan Artificial Fluctlight ini, Asuna yakin jika banyak diantara mereka yang akan menurunkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mereka terlalu sibuk saat ini. Bahkan jika Asuna mencoba memasuki pertempuran dan menjelaskan situasi ini dalam bahasa Inggris, mereka hanya akan menganggap dirinya sebagai seorang NPC. Jika berkata pada mereka “membunuh musuh sekarang akan mendapatkan point, dan kalian bisa menukarkannya untuk rare items setelah pembukaan resmi”, bahkan pemain Jepang akan melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat kata, meyakinkan mereka melalui suara tak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang hendak dibunuh pemain Amerika bukanlah NPC, melainkan Artificial Fluctlights yang memiliki jiwa. Setelah menghabisi pasukan Tanah Kegelapan, orang-orang dari Kerajaan Manusia akan menjadi target selanjutnya. Lalu, karena menjadi satu-satunya yang menggunakan tubuh palsu, Asuna harus bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ketetapan seperti itu, Asuna mengangkat rapier di tangan kanannya dan mulai melafalkan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“System call! Create field object!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya berwarna-warni berkumpul di rapier-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin menciptakan lembah tak berdasar seperti yang ia lakukan sebelumnya; jika ia melakukannya lagi, Asuna akan memutus jalan pulang Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia. Lalu Asuna membayangkan batu raksasa setajam tombak dan menebaskan rapier-nya kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laa—, dengan suara merdu. Cahaya berwarna-warni melesat dari ujung rapier-nya tepat menuju ke tanah diantara pasukan Amerika dan Tanah Kegelapan yang sedang bertempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah dihadapannya tiba-tiba berguncang hebat dan memunculkan tombak-tombak tanah yang menjulang setinggi 30 mel. Sepuluh Pasukan Crimson yang berdiri diatasnya terlontar jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat gunung muncul dari tanah, menjulang ke langit, dan tanah makin bergetar tiada henti. Memaki dalam bahasa inggris, ratusan pasukan crimson terlempar tinggi; beberapa orang bahkan tertusuk bebatuan, sementara yang lain jatuh ke tanah dan bermandikan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa mengeluarkan semangat karena membayangkan bagaimana orang-orang ini tewas, rasa sakit yang begitu intens menyerang pikirannya dan membuatnya terjatuh ke belakang kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan keperakan bermunculan di penglihatannya ketika ia berusaha bernafas dan mulai bangkit. Rasa sakit kali ini lebih parah ketika ia menciptakan lembah tadi malam. Asuna kini menerima rasa sakit karena data dataran yang mengalir masuk ke jiwa-nya sangat besar … rasa sakit ini seperti mencabik Fluctlight dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak boleh gagal disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika demi Kirito yang terluka, ia akan melakukan sebisanya. Asuna memikirkan ini ketika menggeramkan gigi dan mencoba mengeratkan tali kekang kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat milik pemain Amerika yang datang dari medan peperangan bagian timur tampaknya semakin berapi-api dari sebelumnya. Tetapi karena lima gunung yang diciptakan selebar 500 mel, mereka akan segera mengitarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus menciptakan dinding batu di bagian selatan, jadi Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia bisa mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat tangan kanannya yang gemetaran sekali lagi, kelelahan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tangan tersebut di genggam erat oleh tangan berbalut armor yang bersinar karena cahaya matahari terbit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Alice?!…” Asuna memanggil knight emas dengan suara parau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah putih cantik knight emas seolah menahannya, ia menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu memaksakan diri, Asuna. Serahkan ini pada kami para Integrity Knight.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T… Tetapi, orang-orang ini musuh dari Dunia Nyata … dari duniaku…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Meskipun begitu, jika hanya sepuluh ribu pasukan yang haus darah sambil mengayunkan senjata-nya, itu tak akan membuat kami takut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yep, dan kali ini giliran kita menunjukkan kemampuan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menambahkan sambil menyeringai tak gentar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun nada suara para Knight agak meredakan ketakutannya, Asuna bisa melihat salah pemahaman di wajah mereka tentang Dunia Nyata, bahkan lebih buruk dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah pasukan crimson 30 kali lebih banyak dari jumlah Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukanlah sesuatu yang bisa dihadapi hanya menggunakan keberanian. Tetapi Komandan Knight mengangkat pedang panjang miliknya tinggi-tinggi, dan berteriak mengucapkan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar! Semua pasukan, buatlah pertahanan ketat! Jangan biarkan musuh menerobos!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… Ohh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang keluar dari mulut Iskahn bukan lagi bahasa manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… OHHHHHHHHHH—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah berjatuhan dari penyebrang pertama. Tetapi si Petarung muda ini berteriak seperti hewan liar, seperti tak merasakan rasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman Iskahn, Dempe, yang berdiri di sisinya bisa merasakan apa yang dirasakan Iskahn, ia menunduk … menunduk ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua tewas. Semua dikorbankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit sukunya, dalam kekacauan semakin menghilang, tak bisa bertahan dari pedang-pedang hitam yang menerjang, jiwa mereka menghilang di dalam kabut darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, pasukan kita tak bisa berhenti untuk menyebrang menggunakan lima tali yang tersisa, mereka tak bisa berhenti karena perintah Kaisar untuk “sampai ke sisi seberang” masih berlaku. Mereka hanya bisa mematuhi perintah atasan, dengan hati-hati menyeberangi jembatan, lalu dikepung pasukan crimson dan ditebas tanpa belas kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa— mengapa Kaisar tidak memberi perintah untuk berhenti menyeberang lembah, atau memberi perintah pada pasukan itu untuk berhenti menyerang Pasukan Tanah Kegelapan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah prajurit suku-nya hanyalah umpan, hanyalah tumbal untuk memanggil pasukan crimson?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harus… Ke Kaisar…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus melapor pada Kaisar. Ia harus memohonnya untuk menghentikan operasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Geram dan gelisah, Iskahn mengambil langkah pelan menuju kereta komando di belakang mereka. Hampir separuh penglihatan kanannya memerah, rasa sakit menusuk mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Dempe melihatnya, wajah cemasnya seperti ingin mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika itu, sebuah bayangan hitam raksasa terbang diatasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn serta Dempe secara insting melihat keatas menuju bayangan yang ada di langit; itu seekor naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendarai diatasnya adalah sesosok manusia yang mengenakan armor hitam, berambut emas, serta mengenakan mantel mewah— Kaisar Vector sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… AH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia bisa mendengar teriakan Iskahn, Kaisar yang duduk memandang bawah sekilas. Tak ada emosi dari mata hitamnya. Tatapannya sedingin es, tak memiliki rasa kasihan— bahkan bagi prajuritnya yang tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Kaisar Vector memalingkan wajahnya dari Iskahn, dan menuju selatan lembah bersama naganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini— Dewa. Inikah tindakan seorang pemimpin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika pemimpin seperti ini, jika si paling kuat memiliki kekuatan yang begitu besar—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seharusnya bisa bertanggung jawab!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memimpin pasukannya. Memerintah, membawa kemakmuran daerahnya; itulah kewajiban seorang pemimpin. Terlebih lagi, seseorang yang mengirim sepuluh ribu nyawa hingga tewas tanpa merasakan apapun— sang Kaisar— mata kanan— tidak kompeten— mata kanannya sakit— untuk menjadi seorang pemimpin …!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwo…. OH… OHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn mengangkat tinjunya tinggi-tinggi, dan membentuk jarinya seperti sebuah kait.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa penyesalan, ia menusukkan jari tersebut ke sumber panas pikirannya — mata kanannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke… Ketua!! Apa yang kau lakukan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ishkhan mengangkat telapak tangan kirinya untuk menahan Dempe menghampirinya, kemudian, mencukil bola mata kanan miliknya sendiri. Bola putih tersebut memancarkan sinar di telapak tangannya, tetapi seketika itu pula cahayanya meredup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, Iskahn telah sampai ke titik dimana telah berhasil melepas «Code 871» menggunakan semangatnya sendiri, seperti Alice dan Eugeo. Terlebih lagi, ia masih tak bisa membantah perintah pengkhianatan terhadap Kaisar, ataupun menolak dua perintah Kaisar, yaitu: “Melanjutkan operasi menyeberang lembah” dan “Kau tak boleh menyeberangi jembatan tali”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ia telah menemukan cara yang agak kasar guna mengakali perintah Kaisar— dan metode ini cukup penuh dengan kegagalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn berbalik dan berbicara pada Dempe yang menatapnya tak berkata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar tidak mengatakan pada kita mengenai pasukan crimson, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Tidak, dia tidak. Tetapi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, jika kita membunuh mereka, berarti kita tidak melanggar perintah Kaisar kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Champion…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn memandang tampang bodoh Dempe dengan mata kirinya, lalu membuat perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar… setelah menyeberangi jembatan, semua suku Petarung Tangan Kosong akan menyerang pasukan crimson. Tak peduli apapun, kita harus menolong teman-teman kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah…?! Maksudmu jembatan, bagaimana… maksud…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tau apa yang akan aku lakukan. Kuserahkan sisanya padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata-kata kalem tersebut, Iskahn berbalik memandang lembah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, api menyala di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu si pemimpin Petarung Tangan Kosong perlahan mulai berlari menuju lembah, meninggalkan jejak kaki dibelakangnya. Ia berlari semakin cepat, hingga berubah menjadi kilatan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku tak boleh menyeberangi tali.... maka aku tinggal melompat saja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak seperti itu di hatinya, ia menjejakkan kakinya menuju lembah yang lebarnya hampir seratus mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melompat” adalah skill penting dalam latihan Petarung Tangan Kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Latihan ini perlahan bermula dari melompati lubang pasir, lalu berlanjut untuk meningkatkan kepercayaan diri dengan melompati tumpukan pisau dan minyak, dan sebagai dasar pembentuk teknik lompatan itu sendiri; dengan kata lain «incarnation».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, jarak lompat seorang Petarung bisa melebihi 20 mel. Di dunia dimana kau tak bisa terbang, lompatan ini adalah jarak terjauh yang bisa dicapai tubuh manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, apa yang hendak dilompati Iskahn sekarang ini adalah lembah tak berdasar yang lebarnya lima kali lipat. Para Petarung Tangan Kosong mulai menatap ke depan, hatinya seperti terbawa angin, tubuhnya meninggalkan jejak api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh mel, duapuluh mel. Tubuhnya masih melambung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tigapuluh mel. Tigapuluh lima mel. Angin kuat berhembus dari bawah lembah, mendorongnya semakin tinggi seolah ia memiliki sayap tak kasat mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empatpuluh mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal sedikit lagi— ia hanya perlu naik sedikit lagi … lalu ia akan bisa sampai ke seberang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum ia mencapai tengah lembah, angin hembusan berhenti seketika. Tubuhnya kehilangan dorongan; batas lompatannya mencapai titik maksimal, dan ia mulai turun seperti panah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia… kurang lima mel menuju titik tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“UWOOOOOHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn berteriak, menjulurkan tangan kanannya ke depan, berusaha menggapai udara hampa. Tetapi tak ada tempat untuk tangannya atau kakinya; hanya udara dingin dari kegelapan dibawahnya, menyelimuti tubuhnya agar terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“CHAMPIOOOOOOOOOON!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan menggetarkan sampai ke telinga Iskahn.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memutar kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temannya, Dempe, telah menggenggam batu besar, dan bersiap untuk melemparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemimpin menyadari apa yang akan dilakukan sahabat setianya. Tetapi— melempar batu besar lebih dari limapuluh mel sungguh mustahil bagi manusia …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gowa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Dempe tiba-tiba berotot, otot dan uratnya tampak, seolah seluruh kekuatan ditubuhnya menuju ke satu titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria kekar berlari beberapa langkah, dan melemparkan batu besar dengan sepenuh tenaga menggunakan kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara bergetar hebat, batu besar tersebut seolah diluncurkan oleh meriam— lalu, Tangan Kanan Dempe meledak, daging dan darah berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn melihat sosok Dempe terjatuh ke tanah menggunakan mata kirinya, menggeramkan giginya, lalu memfokuskan konsentrasinya menuju batu yang terbang ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… YAAAAAAAH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sebuah teriakan, ia menjejakkan kaki kirinya ke batu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaaan!! Batu besar tersebut hancur berkeping-keping menahan daya tolak, tetapi tubuh kecil Iskahn kini melayang ke udara. Swordsmen yang saling bertarung di sisi lain lembah semakin dekat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Damn!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mencabut rapier miliknya dari tubuh pemain Amerika yang memaki sambil kesusahan bernafas di kuda miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berbeda ketika ia harus melawan orang-orang dari Tanah Kegelapan; ia tak perlu menahan diri apabila harus mencabut nyawa seseorang. Asuna yang dulunya dikenal sebagai “The Flash”, kemudian “Berserk Healer”, akhirnya bisa menggunakan kombo Sword Skill; jumlah pasukan crimson yang berjatuhan karena tebasannya mencapai sepuluh orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi— meskipun begitu, mereka terlalu banyak!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya Asuna, Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia dan empat Integrity Knights juga harus bertarung susah payah, dan akhirnya bisa membuka jalan ke selatan. Tubuh-tubuh telah bertumpuk bagaikan gunung dihadapan pasukan yang maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, mereka tak bisa menahan gelombang serangan pasukan crimson yang tak ada akhirnya, dan pasukan kita hanya bisa bertahan di posisi semula. Yang lebih penting, mereka dengan sigap sadar jika musuh yang telah dihancurkan akan menghilang dalam hitungan detik, tak meninggalkan jejak darah di tanah— mereka menyadari jika musuh bukanlah orang hidup, melainkan pasukan hantu. Kemudian…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah… No… AAAAHHH—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semangat membuat Asuna berbalik arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Lalu, ia melihat lubang terbuka di barisan formasi bertahan pasukan-nya, dan orang-orang Amerika berebutan memasuki celah tersebut sambil memaki Penjaga yang lemah. Para Penjaga dikelilingi musuh yang melebihi jumlah mereka, lalu terjadilah; daging dan darah berhamburan ke udara, teriakan kesakitan perlahan berubah menjadi teriakan kematian. Gambaran kematian yang begitu nyata tampaknya membuat pasukan crimson semakin haus darah, seketika mereka semakin melaju guna mengincar mangsa baru untuk ditebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan…. HENTIKAN…!!” Asuna berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sadar jika harus mengorbankan beberapa prajurit dan harus segera ke selatan secepat mungkin. Tetapi ia tak bisa mengontrol dirinya dan meloncat dari kudanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HENTIKAN—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melaju menuju pasukan crimson seorang diri, teriakannya menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tahu jika pemain Amerika telah diperdaya, ia tak bisa menahan kemarahannya lebih lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zzkukukuk—!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya bercahaya, dan «Radiant Light» menebas lurus menuju helm prajurit crimson. Empat orang terluka dan menjatuhkan senjata mereka, berteriak kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat reaksi tersebut, Asuna mengerti meskipun mereka dive menggunalan AmuSpheres, mereka tak dilindungi oleh Pain Absorber. Sejujurnya, Asuna sudah menyadarinya sejak tadi, jadi dia mencoba untuk melancarkan serangannya menuju jantung, membunuh langsung orang tersebut dan membuat mereka log out dari dunia ini, tapi cara pemikiran seperti ini seketika menghilang dari diri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memanfaatkan prioritas senjatanya, ia kini menargetkan tusukan rapier-nya menuju armor milik musuh, membuat mereka terjatuh dan terkadang mematahkan pedang mereka menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi pemain Amerika, musuh yang ada dihadapan mereka hanyalah poligon, dan darah mereka hanyalah spesial efek yang diciptakan computer. Tetapi bagi Asuna yang dive menggunakan STL, mereka nyata, dan darah yang menyembur terasa hangat, baunya juga terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberasa saat kemudian, genangan darah mencapai ke kaki Asuna, dan secara tak sengaja ia terpelincir dan jatuh. Pasukan yang berbadan besar lalu mengelilinginya ketika ia hendak berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Take this!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kapak perang mengayun ke bawah, Asuna berusaha menghindar ke kanan. Tetapi sebelum ia bisa menarik tangan kirinya, kapak perang tersebut berhasil menebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gatsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara keras, lengan kirinya putus dari ujung siku, tangan tersebut melayang ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… AAHH—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan rasa sakit yang tak terkira membuat Asuna mematung dan mati rasa. Sesaat kemudian, ia bernafas berat dan dengan susah memegang lengan kirinya yang bercucuran darah. Melalui pandangannya yang tertutup air mata, ia bisa melihat empat atau lima sosok bayangan yang mengelilinginya sedang mengangkat senjata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala si pria yang menggenggam kapak perang meledak dan menghamburkan daging dan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mendengar suara pukulan seperti senapan api. Setiap kali suara itu terdengar, tubuh-tubuh prajurit yang berusaha mendekatinya meledak dan berhamburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph… Apa-apaan, begitu lemah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menahan rasa nyari dan mencoba berdiri; sebelum bisa melakukannya, seorag pemuda dengan rambut jabrik bagaikan nyala api berdiri di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seseorang dari Tanah Kegelapan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik nafas dalam-dalam dan melupakan rasa sakitnya untuk sementara. Dari warna kulit dan sabuk kulit yang mengikat tubuhnya, ia adalah anggota Petarung Tangan Kosong yang telah dilawannya beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mengapa seseorang dibawah pimpinan Kaisar Vektor menyerang pasukan crimson yang telah dipanggil?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seolah ia memang berniat menolong Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatap dan menyadari jika pemuda ini hanya memiliki satu mata, luka kasar di mata kanannya dan jejak darah di wajahnya bagaikan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sisa matanya, si pemuda menatap marah pada pemain Amerika yang mendekatinya, ia lalu mengangkat tinju kanannya setinggi mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, tinjunya terselimuti api merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa… RAAAAAAHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teriakan tersebut, si pemuda menjejak tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guwa!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menghentakkan tinjunya ke tanah, gelombang kejut meledak bagaikan dinding api, melontarkan pasukan crimson yang ada dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sungguh kuat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengakui. Jika ia melawan orang ini, mungkin ia akan kalah …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Petarung Tangan Kosong tanpa berkata-kata mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Asuna dan membantunya berdiri, menatap wajah Asuna lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Mari buat kesepakatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 045.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa langsung memahami apa yang  diinginkan pemuda ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah… kesepakatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Kau yang membuat tombak-tombak batu dan lembah tersebut kan? Dengar, buatlah jembatan ke seberang lembah, walaupun kecil tak masalah. Disana, kami memiliki empat ribu pasukan Guild Petarung Tangan Kosong yang akan bertarung bersamamu, kita bekerjasama hingga berhasil membereskan pasukan merah sialan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertarung bersama— Pasukan Tanah Kegelapan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah hal seperti itu mungkin dilakukan? Orang-orang dari Tanah Kegelapan, bukan, orang-orang dari dunia ini tak bisa melawan perintah atasan, karena adanya «Code 871».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, si pemuda dihadapannya sekarang ini telah kehilangan mata kanannya. Apakah ini berarti ia telah melepas segel mata kanan dengan kemauannya sendiri? Apakah ia, seperti Alice, sebuah Fluctlight yang telah berkembang hingga bisa mematahkan ikatan dunia ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice telah berkata semalam: “Untuk menghilangkan «Code 871», mata seseorang akan meledak”, tetapi luka miliknya seperti tidak terlihat seperti bekas luka ledakan, luka tersebut malahan seperti akibat mata yang dicongkel paksa … Apa yang harus aku putuskan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keragu-raguan sesaat Asuna terbuyarkan oleh suara tebasan dan teriakan dari samping kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini, walaupun bertampang bodoh. Dia jujur kok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang memotong kepala beberapa prajurit yang mendekat menggunakan pedang hitam tipis yang hampir tak kelihatan, adalah Integrity Knight wanita berambut perak, Sheyta Synthesis Twelve.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap wajah Sheyta, senyuman semangat bercampur malu muncul dari wajah si Pertarung muda ini. “Hei,” ia membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat Asuna melihat senyuman ini, ia memutuskan pilihannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku akan percaya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mungkin terakhir kalinya bisa menggunakan kemampuan «geographical manipulation». Jadi bukankah lebih baik jika menggunakannya untuk menciptakan daripada menghancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku mengerti, serahkan jembatannya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggerakkan tangan kanan yang tadi memegang luka tangan kirinya, lalu ia mengangkat rapier ke udara dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laa────────.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara bagaikan ribuan malaikan terdengar ketika cahaya berwarna-warni meluncur dari langit dan menuju utara, melintasi lembah, dan menghubungkan kedua  sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gemuruh, tanah yang ada dibawah lembah mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya memandang ketika dua tiang batu melesat dari kedua sisi lembah dan semakin merentang, kemudian bersatu di tengah, semakin lebar, dan akhirnya menjadi jembatan batu untuk bisa diseberangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OOOOHHHH, AHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semangat dari empat ribu pasukan Guild Petarung Tangan Kosong terdengar lebih keras dari getaran tanah tadi. Dipimpin oleh sosok pria kekar berlengan satu, mereka melintasi jembatan batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakit kepala yang lebih menyakitkan daripada kehilangan sebelah lengan kini membanjirinya; Asuna hampir kehilangan kesadaran, dan harus menancapkan rapier-nya ke tanah agar tidak ambruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa lagi melihat dimana Alice, yang seharusnya memandu seluruh Pasukan Penjaga dan untuk menembus musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa berharap ia selamat… dan pasukan Petarung Tangan Kosong akan bekerja sama dengan mereka seperti janji si pemimpin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kirito-kun, Aku pergi sekarang, oke?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dalam hati mengucapkan nama kekasihnya, rasa sakit yang dirasakannya berlahan menghilang, semakin menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenit sebelumnya, di ujung paling selatan medan peperangan —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Alice telah berhasil menebas banyak pasukan crimson yang terus saja menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang ini— mereka aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bukanlah swordsmen, maupun prajurit yang ahli menggunakan sword skill; mereka terus menerus menerobos, menginjak-injak tubuh kawan mereka sendiri serta berteriak dengan bahasa asing. Tampaknya mereka benar-benar tak menghargai arti sebuah nyawa— nyawa musuh mereka, dan bahkan nyawa teman mereka sendiri, semuanya tampak tak berharga di mata mereka. Bahkan tampaknya mereka tak peduli dengan nyawa mereka sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika orang-orang yang tinggal di Dunia Nyata seperti ini, tampaknya apa yang dikatakan Asuna ada benarnya, “Dunia kami bukan dunia dewa-dewi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan musuh yang terus membanjiri, reaksi gerak Alice bahkan mulai menurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak kuat. Ini tak bisa disebut pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cepat — cepat terobos mereka, dan keluar dari sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menghalangi… JANGAN MENGHALANGI!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak ketika menebaskan Fragrant Olive Sword ke samping. Kepala dan tangan musuh berjatuhan ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“System call!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia dengan cepat mulai merapal incantation, menciptakan sepuluh Thermal Element, dan membentuknya menjadi tombak api dan menembakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Discharge!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dogou!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun tidak seperti Conflagrant Flame Bow milik Deusolbert, sebuah ledakan besar berhasil merusak formasi musuh dan menciptakan jalan keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dibaliknya adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihatnya. Sebuah bukit, menjulang di tanah hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia bisa menembus kepungan ini dan sampai ke sana, ia bisa menggunakan Sacred Energy yang tersebar di medan peperangan ini dan menggunakan Art “Light Pillar”, dan membakar para pasukan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“MENYINGKIR!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak dan menendang tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Nona Kecil!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Komandan Knight Bercouli terdengar dari belakang. Tetapi Alice tidak mendengar kata-kata selanjutnya: Jangan pergi terlalu jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Hampir sampai. Kita hampir menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa berhenti menebaskan pedangnya hingga ke musuh terakhir yang menghalangi jalan. Alice akhirnya berhasil menerobos kepungan musuh dan melaju ke daerah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menyarungkan pedang tersayang miliknya ke sarung pedang dan berlari, menghirup udara yang bercampur dengan bau darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah matahari tertutup awan? Alice berpikir untuk sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia merasakan hembusan angin dari belakang punggungnya, dan ia dicengkeram oleh kaki naga yang melayang; ketika menyadarinya, ia telah terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice mencoba mengaktifkan Armament Full Control Art miliknya, tetapi sebelum ia bisa berhasil merapalkan, pandangannya tertelan kegelapan, rasa dingin menyelimuti tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini Dark Art yang dilakukan penunggang naga? —Tidak, bukan. Kesadarannya semakin melemah, terhisap kegelapan pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah Incarnation milik musuh, benar-benar berbeda dari Incarnation sekuat baja milik Komandan Knight Bercouli, dan juga berbeda dari Incarnation petir milik Pemimpin Tertinggi Administrator; Incarnation musuh menghisap segalanya: sebuah Incarnation Kehampaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah hal terakhir yang bisa dipikirkan Alice sebelum pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Kaisar Vektor / Gabriel Miller, situasi ini untung-untungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia yakin selama puluhan ribu pemain Amerika yang masuk ke peperangan bisa mengepung Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia, si «Putri Cahaya» Alice akan menerobos kepungan tersebut seorang diri — atau dengan tim kecil — untuk melancarkan serangan pilar cahaya raksasa lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa ia tetap menunggu di punggung naga, jauh dari peperangan dan menunggu. Ia merasa jika situasi ini menjadi watu terlama ia menunggu sejak dive ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia melihatnya. Kilauan keemasan yang menerobos pasukan crimson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice… Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel tersenyum aneh ketika menggumamkan nama tersebut. Ia mengencangkan kekangan di tangannya, si naga turun cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imajinasi mengerikan yang membentuk Incarnation Kehampan telah menelan AI si naga, mengubahnya menjadi alat yang melayaninya. Dibawah perintahnya, si naga turun bagaikan batu, sayapnya kaku, membuka cakarnya menuju tanah dan mencengkeram punggung si Knight emas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whoosh—!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, suara memekakkan tercipta dari sayap yang mengembang, naga tersebut terbang ke langit lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak memperhatikan peperangan berdarah yang telah ia ciptakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baginya, apapun yang terjadi pada Pasukan Tanah Kegelapan, Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia, atau orang-orang yang ia panggil dari dunia nyata, mereka semua tak berarti baginnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, ia hanya perlu menuju system console terdekat dari lokasinya, yaitu «Altar Ujung Dunia », dan dari sana, ia akan keluar dan menarik jiwa Alice ke dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan Gabriel tertarik ke bawah, dan menatap rambut emas yang terurai oleh hembusan angin dari Knight yang pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin segera merasakannya. Tubuh ini, jiwa ini, aku ingin segera merasakannya ke dalam hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih agak lama menuju system console, mungkin akan memerlukan beberapa hari jika menggunakan naga. Ia mungkin akan menggunakan waktu yang ada untuk menikmati Alice yang masih memiliki tubuh fisik di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memikirkan ini, perasaan senang muncul dari perut Gabriel, membuat mulutnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia— membuang lima ribu pasukan Tanah Kegelapan dan tigapuluh ribu pasukan baru yang baru saja dipanggil, hanya untuk …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangkap seorang gadis!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komandan Knight Bercouli merasakan Incarnation Kehampaan yang meluap-luap dari sosok yang dikenal sebagai Kaisar Vektor, perasaan tak mengenakkan mengisi dirinya. Tetapi ketika melihat Alice yang telah berhasil ditangkap, ia akhirnya menyadari niat musuh yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat apa yang terjadi sepuluh mel didepan sana, Bercouli melakukan sesuatu yang tak pernah dilakukannya selama puluhan tahun terakhir — ia berteriak penuh kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sialan, apa yang akan kau lakukan pada muridku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya menggetarkan udara, seperti gemuruh petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ia diacuhkan oleh si penculik, si penunggang naga terbang menuju langit selatan tanpa menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat pedangnya dan mulai mengejar si naga terbang. Tetapi jalan keluar yang telah berhasil diciptakan Alice kini kembali tertutup oleh pasukan crimson yang memperbaiki formasi; mereka mendekat, sambil berteriak memaki terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian sebaiknya bersiap…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Bercouli berhasil menyingkir, cahaya keperakan terlihat di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirikirikiri, dengan bunyi berdesing melewatinya, itu adalah Divine Instrument milik Integrity Knight Renri, Twin Edged Wings.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara nyaring si knight muda terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Release recollection!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kilatan cahaya, kedua pisau lempar kini bersatu. Membentuk pisau yang saling bersilangan, pisau tersebut terbang rendah di atas tanah, berdesis ke arah depan dan meninnggalkan musuh-musuh yang terpotong di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergilah, Komandan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri berteriak, lalu Bercouli berbalik untuk membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf! Kuserahkan sisanya padamu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, ia menjejakkan kakinya ke tanah. Dengan cepat, tubuhnya seolah berubah menjadi angin kencang, melontarkan musuh-musuh di sekitar jalan keluar, ia lebih cepat beberapa kali lipat dari martial dance milik Petarung Tangan Kosong dari Tanah Kegelapan. Tetapi naga Kaisar Vektor yang menculik Alice kini telah berubah menjadi titik kecil di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berlari, Bercouli meletakkan jari tangan kiri ke mulutnya dan bersiul kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, sepasang sayap perak terlihat di langit, itu naga milik Bercouli, Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bukan hanya satu naga yang menuju ke arahnya. Naga kesayangan Alice, Amayori, dan naga milik Eldrie, Takiguri, juga mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menahan emosinya, tak peduli apa yang ia lakukan, ia tak bisa memerintah kedua naga tersebut untuk berdiam diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami turun ke tanah dan meluncur mendekati Bercouli, mengulurkan kedua kakinya ke depan. Sang Komandan Knight mencengkeram cakar di kaki kirinya dan naik ke punggung, mengencangkan tali kekang dan menghunuskan pedang panjangnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jalan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami, Amayori, dan Takiguri bergerak sesuai perintah; tiga pasang sayap mengepak hebat, lalu mereka terbang ke langit keunguan. Jauh didepan formasi ke tiga naga, dalam cakar sang naga hitam, cahaya keemasan terlihat untuk beberapa detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ke empat ribu Petarung Tangan Kosong menyeberangi jembatan batu, mereka bergabung dengan ke dua ratus teman mereka yang masih tersisa, lalu memperkuat formasi Pasukan Pertahanan Dunia Manusia, dan menuju ke tengah-tengah formasi musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuat barisan sepuluh orang di setiap sisi, kemudian bersama-sama mengangkat tinju kanan mereka, lalu mempertahankan posisi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U… RA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pukulan selaras, sepuluh petarung menusuk dan menghancurkan armor dan pedang milik pasukan crimson. Teriakan dan darah berhamburan ke segala arah; dengan sekali pukul, lebih dari duapuluh musuh terlontar ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pukulan penuh semangat tersebut selesai, sepuluh orang tersebut mundur ke samping, dan kini digantikan oleh sepuluh orang lainnya yang maju dengan posisi yang sama persis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“URARA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, sepuluh orang menghujamkan kaki mereka secara bersamaan, menghamburkan musuh ke segala arah, seperti sebuah ledakan di tengah-tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Wow.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa terkagum-kagum sambil mengobati luka tangan kirinya menggunakan Healing Art yang ia pelajari tadi malam. Bahkan Sheyta, yang sedang minum air siral disebelahnya tampak terkagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik bertempur milik Petarung Tangan Kosong entah mengapa mirip dengan teknik switch yang digunakan melawan bos ketika jaman SAO dulu, tetapi pergerakan mereka seirama dan lebih terarah. Sepuluh orang berbaris, sepuluh orang dibelakangnya; ada lebih dari empat puluh grup dengan seratus orang yang siap menggempur musuh secara terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan duduk dan menonton. Bahkan jika kita menuju ke arah selatan, apa yang kita lakukan setelahnya? Karena musuh  ada banyak, bahkan jika kita berhasil menembusnya, bagi kami cukup sulit untuk membunuh mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aliansi sementara Asuna, si pemimpin berambut merah sedang menyilangkan tangannya dengan wajah tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar, bahkan bagi Petarung Tangan Kosong yang sedang menerobos barisan musuh, mengalahkan pasukan crimson cukup sulit jika jumlah mereka berbeda jauh. Menurut pengamatan Asuna, pemain Amerika kini tinggal sekitar duapuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lalu… setelah kita menembus musuh dan bergerak menuju selatan, kita harus segera menjauh. Aku akan menciptakan lembah lain untuk memisahkan mereka dari pasukan kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membalas dengan suara datar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tetapi bisakah ia melakukannya? Sekarang ini, ia hanya bisa menciptakan jembatan kecil dan hampir kesulitan menerima efek sampingnya. Jika ia mengubah dataran dengan ruang lingkup luas, ia mungkin akan dipaksa log out— yang lebih parah, otaknya mungkin akan rusak …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggigit bibirnya, berusaha menyingkirkan pikiran tersebut. Walau bimbang, ia harus melakukannya. Memanggil pemain Amerika ke dunia ini mungkin strategi terakhir Kaisar Vektor. Jika ia bisa menyingkirkan mereka, bahkan jika ia dipaksa log out, mereka tak akan bisa melakukan apapun pada Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, dari arah selatan, seorang penjaga berlari ke arah Asuna yang ada di sisi utara peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perintah baru!! Perintah baru—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit tersebut terluka parah karena sebagian wajahnya berlumuran darah, ia tertunduk di depan Asuna, dan berusaha berkata-kata dengan sisa kekuatan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Informasi ini datang dari Integrity Knight Renri-sama!! Integrity Knight Alice-sama, telah ditangkap oleh komandan musuh! Ia menggunakan naga dan telah terbang ke arah selatan…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja— ia tak pernah berpikir jika situasi saat ini hanyalah kamuflase untuk memancing Alice agar menjauh dari Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia …!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar… telah melarikan diri?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tajam tersebut bukan dari Asuna maupun Sheyta, tetapi dari pemimpin Petarung Tangan Kosong yang kini matanya bersinar agak aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… seperti itu, naga tadi … bukan bermaksud mengawasi kita dari udara … Hei, nona!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata si pemimpin muda menatap Asuna, ia meminta penjelasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice itu «Putri Cahaya»?! mengapa Kaisar begitu menginginkannya?! Jika Putri Cahaya jatuh ke tangan Kaisar, apa yang akan terjadi?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dunia ini … akan hancur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menjawab. Ekspresi Ishkhan seolah disiram air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika Dewa Kegelapan membawa Putri Cahaya Alice ke «Altar Ujung Dunia»… dunia ini, baik itu Kerajaan Manusia atau Tanah Kegelapan, setiap penghuninya akan dimusnahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Asuna terasa datar sebelum ia menyadari jika ia terdengar seperti seorang NPC dari suatu permainan RPG, tetapi ini benar-benar kenyataan. Ketika para penyerang memperoleh jika Alice, sangat bisa dibayangkan nasib Light Cube Cluster yang tak memiliki arti lagi — mereka akan menghancurkannya tanpa simpati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, apa yang bisa ia lakukan … bahkan Super Account «Stacia» yang digunakan dirinya tidak memiliki kemampuan untuk terbang. Bagaimana ia akan mengejar Vektor?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang yang menjawab kekhawatiran Asuna adalah knight berambut perak yang berdiri di sampingnya, Sheyta. Setelah menghabiskan isi botol yang tergantung di sabuknya, si knight berwajah dingin ini berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan bagi seekor naga … ia tak bisa terbang selamanya. Ia harus istirahat, paling tidak setengah hari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar ini, si Pemimpin Petarung Tangan Kosong mencuri-curi pandang pada wajah Sheyta, lalu kembali berpaling; ia memukulkan tangannya dan menyelesaikan kalimat Sheyta dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu tinggal kejar mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengejar mereka … tetapi, bukankah kau ini…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatap Ishkhan penuh tanda tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah kau ini pasukan Tanah Kegelapan? Mengapa kau bertindak sejauh ini …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ishkhan menjawab seperti seorang anak yang telah dibuang orang tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar Vektor… tidak mengatakan kepada kami, para Sepuluh Bangsawan Tanah Kegelapan. Ia hanya ingin Putri Cahaya. Jika ia memperolehnya, ia tak akan peduli apa yang terjadi pada kami. Karena sekarang ia sudah mendapatkannya, berarti Kaisar telah memperoleh keinginannya … dengan kata lain, misi Pasukan Tanah Kegelapan telah selesai. Setelah ini, bukankah kami bebas bertindak semau kita, bahkan jika itu berarti bekerja sama dengan Kerajaan Manusia lalu merebut kembali Putri Cahaya?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Absurd banget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa berkata-kata menanggapi Ishkhan. Ekspresi di wajahnya benar-benar berbeda dari sebelumnya; kini dipenuhi dengan tujuan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Petarung Tangan Kosong menatap lurus ke mata Asuna, lalu berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku tak bisa… kami tak bisa membantah perintah langsung Kaisar. Kekuatannya meluap-luap … bahkan Jendral Kegelapan Shasta yang lebih kuat dariku terbunuh seketika tanpa bisa menyentuhnya. Jika Kaisar memberikan perintah langsung pada kami agar bertarung melawan kalian, kami harus mematuhinya … itulah mengapa, kami para Petarung Tangan Kosong akan menahan pasukan crimson disini. Kau dan Pasukan Penjaga kejarlah Kaisar secepat mungkin. Lalu… si Kaisar … si sialan itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Ishkhan tiba-tiba berhenti, dan ekspresinya memucat— seolah tersiksa rasa sakit yang datang dari mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katakan… pada si sialan, ‘kami bukan bonekamu’!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, teriakan datang dari Petarung Tangan Kosong dari medan peperangan bagian selatan. Para Penjaga akhirnya berhasil menerobos pasukan crimson, dan kini mulai berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zudan! Pemimpin muda ini kini menghantamkan kaki kanannya ke tanah dan memberikan perintah baru dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian semua, pertahankan posisi kalian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menatap Asuna dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepat!! Kami tak bisa menahan lebih lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas— dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Orang ini, juga seorang manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli apakah ia seorang Artificial Fluctlight, jiwanya yang terisi rasa kebanggaan senyata manusia. Kami memotong tali yang mereka gunakan untuk melintasi lembah, dan membunuh lebih ratusan teman-temannya; ia seharusnya akan membalas dendam kepada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Terima kasih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa berkata seperti itu, lalu berbalik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari belakang punggungnya, terdengar suara Integrity Knight Sheyta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan… tetap disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menerima tindakannya, Asuna menoleh dan memberikan senyum pada knight berambut perak ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Kami akan mengandalkanmu di sisi ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn melihat tanpa bisa berkata-kata pada knight wanita berambut chesnut yang kini telah memimpin sekitar tujuh ratus orang untuk menerobos formasi musuh yang sedang bertarung dengan bawahannya, lalu berpaling pada Integrity Knight tanpa emosi di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kau tak apa-apa seperti ini, nona?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah memperkenalkan namaku kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditatap pandangan menusuk, Ishkhan hanya bisa tertawa getir dan mengganti cara bicaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa kalau begini, Sheyta? Aku tak tahu jika kita akan berhasil bertahan hidup-hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si knight langsing mengangkat bahunya, armor baru miliknya tampak kebesaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akulah yang akan membunuhmu. Tak boleh orang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph, kau yang ngomong ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Iskahn tertawa sepenuh hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingin menolong teman-temannya dari kematian tragis — ia memilih untuk bekerja sama dengan Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia di pikirannya. Tetapi sekarang ini, ia meminta seluruh bawahannya untuk melindungi orang-orang Kerajaan Manusia dari pasukan crimson; sungguh luar biasa. Kini hatinya seolah terbuka lebar, seperti dimasuki angin sepoi-sepoi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah, jika ia mati disini, tak begitu buruk kok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jika ia tewas berusaha melindungi dunia ini, ayahnya, saudaranya laki-laki dan perempuan yang menunnggu di kampung halaman pasti akan memaklumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah!! Keluarkan seluruh kemampuan kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan “URAAA!!” bergema di seluruh medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bentuk lingkaran!! Pertahankan segala sisi!! Tendang para orang bodoh yang akan mendekat!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar semangat, Champion.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dempe telah sampai di sebelah Iskahn sekali lagi, lalu tangan kirinya mengeluarkan suara berderu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Asuna memimpin pasukan menuju bukit diselatan sana lalu mundur ke hutan dimana Pasukan Persediaan berada, Knight Renri memberitahunya tentang Komandan Knight yang telah membawa tiga naga dan terbang mengejar Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Menurutmu ia akan berhasil mengejar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan tajam Asuna, wajah kekanakan Renri agak ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, kemungkinannya sangat kecil. Karena, keduanya terbang dengan kecepatan yang sama, dan mereka juga perlu waktu istirahat… Tetapi, Alice-sama juga ditangkap naga milik Kaisar Vektor, kuharap ia masih memiliki Life. Di lain sisi, Komandan Knight bisa berganti naga untuk meminimalisir kelelahan mereka, jadi secara teori, ia akan bisa memperpendek jarak diantara  mereka berdua …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 065.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, mereka hanya bisa berdoa jika Komandan Knight akan bisa mengejar Kaisar Vektor sebelum sampai ke Altar Ujung Dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika ia berhasil mengejarnya pun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisakah Komandan Knight mengalahkan Super Account Vector seorang diri?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Asuna tak pernah mengira jika musuh akan log in menggunakan sebuah Super Account, ia tak bertanya pada Higa Takeru tentang kemampuan yang dimiliki Vektor. Tetapi jika Vektor memiliki kemampuan yang sama seperti skill “Geographic Manipulation&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk mengubah bentuk daratan sesuka hati&amp;lt;/ref&amp;gt;” milik Stacia— bahkan bagi seorang pemimpin Integrity Knights, menang melawannya dalam pertarungan satu lawan satu akan sangat menyulitkan …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika memikirkan hal ini, Renri berkata dengan nada riang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika ia berhasil mengejar, Komandan Bercouli pasti akan menyelamatkan Alice-sama. Karena, orang itu … adalah manusia terkuat di dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yeah, memang benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangguk sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan sekarang ini adalah harus yakin. Karena, beberapa menit lalu ia telah melihat banyaknya semangat bertempur milik orang-orang Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ayo menuju ke bagian selatan dengan seluruh pasukan. Untungnya, hanya ada padang rumput di depan kita. Kita mungkin tak akan bisa mengejar Bercouli-san, tetapi kita mungkin akan berguna jika bertemu dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, Asuna-sama. Aku akan menginformasikan semua orang untuk berlari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri mempercepat langkahnya, lalu berlari ke dalam hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatnya menghilang, Asuna berkata pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito ingin melindungi Alice dan seluruh dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga harus melindungi mereka juga, tak peduli luka apa yang akan ia terima … tak peduli berapa banyak rasa sakit yang harus ia tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ruang kontrol Ocean Turtle, Critter telah bersiap untuk memasukkan 20,000 pemain Amerika yang akan dive ke dalam Underworld sebagai gelombang ke-dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lokasi turun mereka adalah posisi Gabriel Miller saat ini— kira-kira sepuluh kilol dari lokasi turunnya gelombang pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2=== &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Gh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menarik nafas dalam-dalam, Vassago Casals memaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggelengkan kepala berambut keritingnya, dan memandang sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembok baja disekeliling, lantai anti licin, dan banyak monitor yang bercahaya di kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia melihat pria kurus duduk di kursi kulit di depannya, Vassago akhirnya menyadari jika ia telah kembali ke ruang kontrol utama «Ocean Turtle», di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah seorang kru— Critter, bersin, suaranya penuh sindiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa, kau benar-benar bangun. Aku kira sel-sel otakmu membusuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Berisik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago mengerang, dan memeriksa tubuhnya sendiri. Ia kini sedang berbaring di kasur kecil di pojok ruangan, sebuah jaket sembarangan diletakkan menutupi perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi?Vassago menggelengkan kepalanya semakin keras. Tindakan ini membuat kesakitan lebih parah ke kepalanya, ia memaki lagi. Ia lalu berjalan ke sisi ruangan, sebagian besar anggota tim-nya masih duduk melingkar dan bermain kartu, ia bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ada yang punya aspirin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si jenggot Brigg, salah satu anggota penyerang, tanpa kata-kata langsung menyerahkan botol plastik di sakunya kepada Vassago. Vassago menangkapnya, lalu membuka tutup tersebut, memasukkan semua isinya ke dalam mulut, lalu mengunyahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersamaan rasa pahit yang menyengat lidahnya, ingatannya akhirnya mulai muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… aku terjatuh dalam lubang raksasa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kau mati? Kau dive selama delapan jam penuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De…Depalan jam?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut, Vassago melonjak, bahkan melupakan rasa sakit kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang jam di pergelangan tangan kirinya, menunjukkan pukul 6.30 A.M, Waktu Standar Jepang. Kurang dari duabelas jam sebelum batas waktu ketika Pasukan Pertahanan meninggalkan Kapal Penghancur Aegis, Nagato dan mendobrak masuk ke  dalam Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi lebih penting saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ia telah tak sadar selama delapan jam, beberapa bulan seharusnya telah terlewat di dalam Underworld. bagaimana kondisi peperangan? Misi untuk menangkap Alice?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi seolah membaca keterkejutan milik Vassago, tsk-tsk, Critter membunyikan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terkejut begitu, matamu akan copot. Tanang saja, ketika kau mati di dalam sana, percepatan waktu telah diturunkan menjadi satu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“S… Satu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti tak perlu khawatir. Tetepi, bukannya itu malah memperburuk keadaan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kacamata, apa kau mengerti situasinya? Kita hanya memiliki waktu duabelas jam sebelum Pasukan Pertahanan menyerang tempat ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago menolak penjelasan Critter, lalu ia menggelengkan tangannya penuh sok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu aku tahu. Ini juga perintah Kapten Miller.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, “rencana penyerangan” yang dijelaskan Critter membuat Vassago tak bisa berkata-kata, meskipun ia sangat berpengalaman menjadi seorang pemain VRMMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia meninggalkan sistem console di Obsidia, ibukota timur Tanah Kegelapan, Letnan Gabriel Miller secara rahasia telah memberi perintah kepada Critter di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buatlah website iklan tentang sebuah beta test VRMMO kekerasan yang tak memiliki aturan— the Underworld laws, tentu saja— buatlah koneksi client program. Lalu, atur ratio akselerasi menjadi satu pada 7 Juli 16 12:00 A.M., dan pada saat yang sama, mulailah perekrutan pemain beta test dari seluruh Amerika, Critter menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan konsol yang terbatas, aku hanya bisa melihat koordinat milikmu dan kapten, begitu juga dengan pengiriman jumlah pasukan, jadi rencana ini adalah rencana cadangan jika Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia lebih kuat dari yang kita kira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari-jari kurus Critter menari di atas keyboard, menunjukkan peta seluruh Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di peta yang akan berbentuk segitiga runcing tersebut, dua garis merah membentang dari sudut paling timur menuju ke barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah log pergerakan milikmu dan kapten. Dengar, kau baru saja berkeliaran di sekitar Gerbang Besar Timur Kerajaan Manusia, dan tiba-tiba kau tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu garis merah tersilang oleh tanda sebuah ‘X’, di selatan «Gerbang Besar Timur».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi komandan melewatimu dan sedang menuju selatan. Ia bahkan meinggalkan seluruh pasukan Tanah Kegelapan di utara dan bergerak sendiri. Itu berarti …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia sedang mengejar Alice atau telah mendapatkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago bergumam. Critter mengangguk dan lanjut menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berdasarkan rencana awal kita, ketika waktu telah berkurang sampai delapan jam, atau ketika Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia benar-benar hancur, kita akan meningkatkan kembali kecepatan akselerasi menjadi 1,000 kali lipat. Jika seperti itu, kita masih memiliki waktu bertahun-tahun di dunia tersebut. Tentu saja, ketika ratio akselerasi ter-reset, para pemain Amerika yang sedang dive akan ter log-out paksa karena synchronization error, tetapi selama kita berhasil memenangkan peperangan, siapa peduli?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu tingkatkan ratio kecepatannya sekarang! Tak ada waktu tersisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak sesederhana itu. Coba lihat disini—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menekan tombol dan memperbesar peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kilometer di Gerbang Besar Timur yang memisahkan Kerajaan Manusia dan Tanah Kegelapan, terbentang padang rumput, bebukitan, dan hutan. Pasukan Pertahanan telah memasang serangan kejutan di hutan… dengan kata lain, itu adalah tempat dimana Vassago tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi entah mengapa, diantara hutan dan padang rumput tersebut, sebuah lembah raksasa yang lebarnya hampir 50 kilometer terbentang dari barat ke timur. Disekitar lembah tersebut, pusaran titik-titik bergerumul menjadi satu, berbagai warna: merah, hitam, dan putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang merah adalah pemain Amerika yang aku masukan ke dalam Underworld. banyak yang sudah menghilang, tetapi masih tersisa 20,000. Dan lingkaran hitam yang dikepung titik merah adalah pasukan Tanah Kegelapan. Jumlahnya 4,000.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H… Hei, hei, kau juga lihat kan kalau si merah menyerang si hitam”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena informasi beta test mengatakan jika mereka bisa bebas membunuh para NPC yang tampak nyata. Bagi pemain Amerika yang sedang dive, tak ada perbedaan antara pasukan Kerajaan Manusia dan Tanah Kegelapan. Tetapi, karena beberapa alasan, titik hitam ini menurun sedikit lamban daripada yang aku harapkan. Pasukan Tanah Kegelapan seharusnya tunduk pada Kaisar, tak mungkin mereka bertarung melawan pasukan Amerika, karena mereka berpikir pasukan merah telah dipanggil oleh Kaisar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin mereka menikmati saling bunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, mari asumsikan jika si hitam akan berkurang. Terlebih lagi, yang menjadi masalah itu di sebelah sini, kelompok putih kecil ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menggerakkan kursor. Benar, sebuah kelompok titik putih sedang bergerak menuju selatan— seolah mereka mengejar Kaisar Vektor, atau Kapten Miller.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia. Meskipun jumlah mereka sedikit, sekitar 700. Akan tetapi, akan jadi masalah kalau mereka berhasil mengejar kapten, jadi kita harus menghentikan mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghentikan mereka? …Apa yang akan kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter tidak langsung menjawab pertanyaan Vassago, tetapi sedikit tersenyum dan lanjut mengetik keyboard.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuka jendela baru di peta. Didalamnya, sekumpulan awan merah bergumul dalam latar belakang hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah pemain Amerika yang ketinggalan gelombang pertama, dan sedang menunggu gelombang kedua. Saat kouta 8,000 pemain terpenuhi, aku akan memasukkan 20.000 pasukan melawan Pasukan Penjaga. Setelahnya, kita akan meningkatkan ratio akselerasi menjadi 1.000 lagi. Dengan cara itu, kita akan memiliki cukup waktu agar kapten bisa membawa Alice ke sistem konsol di ujung selatan”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika semudah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago membalas, mengelus janggutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia lebih kuat daripada yang kau bayangkan. Khususnya mereka yang disebut Integrity Knight, mereka kelewat gila; mereka memusnahkan pasukan pertama Tanah Kegelapan, kalau kau tak tahu? Jika tidak ada mereka, aku mungkin sudah tewas mengenaskan … seperti gelombang pertama…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, Vassago teringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat bagaimana dan oleh siapa ia tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nafasnya tertahan dan matanya terbuka lebar. Di dalam kepalanya, sebuah kenangan tiba-tiba sembuh, sosok bagaikan dewi yang turun dari langit, menatapnya. Ia secara insting memaki dalam bahasa jepang ketimbang inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— «The Flash»…!! Yeah… Tak diragukan lagi, itu pasti dia…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? Apa yang kau bicarakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago menggenggam kerah baju Critter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, kutubuku sialan! Orang-orang RATH juga sedang melakukan rencana menggunakan ruang sub kontrol!! Dalam Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia, ada pemain-pemain VRMMO jepang yang membaur!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengabaikan ekspresi Critter, Vassago bersin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Asuna «The Flash» juga disana, mungkinkah, “orang itu” juga dive? … Ya Tuhan, bagaimana mungkin aku hanya berdiam diri disini … Hei, aku ingin kembali masuk! Masukan aku bersama dengan 20,000 pemain, dan turunkan aku ke lokasi titik putih!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau ingin dive lagi … Tetapi akun Dark Knight yang kau gunakan telah hilang. Tentu saja, jika kau tak keberatan menggunakan akun pasukan crimson seperti mereka, aku punya banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku punya akun sendiri… akun yang sudah aku simpan sangat lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekek. Tenggorokan Vassago terdengar seperti terkekeh ketika ia mengambil kertas dari dekat console, menarik sebuah pena dari kantong Critter, lalu dengan cepat menuliskan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, gunakan ID dan password ini yang ada di menu «The Seed Nexus» Jepang, lalu convert karakternya ke dalam Underworld. aku akan masuk menggunakan akun tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberikan kata-kata tersebut, Vassago mulai berjalan menuju pintu ruang STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa langkah, ia terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berbalik, wajah Vassago berubah menjadi beringas, cukup membuat takut si cyber criminal Critter. Seolah karakter vulgar, energik, dan kasar yang nanti akan ia gunakan seperti belahan jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Vassago berjalan menuju Critter, dan membisikkan instruksi lain ditelinganya. Sedetik kemudian, ruang STL menelannya, si hacker melihat pintu sendirian, kertas tipis tersebut masih dipegangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kertas ada tiga huruf berbahasa Inggris dan delapan angka numerik. Critter tak pernah mengerti maksud tiga huruf ‘S’, ‘A’ dan ‘O’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika para Penjaga bersiap untuk berangkat, Asuna meninggalkan kerumunan dan mendatangi kereta persediaan. Sebuah kursi logam tampak, dengan seorang pemuda berambut hitam gemetaran, dua gadis bersamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ronye mengangkat wajahnya ketika ia mendengar langkah kaki. Menyadari kedatangan Asuna, wajahnya mulai memerah karena malu sekaligus menangis, ia berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna-sama! Kirito-senpai ingin… ingin pergi keluar … lalu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggigit bibirnya dan mengangguk. Ia berlutut di depan Kirito dan menggenggam tangan kirinya yang kurus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti… Alice… telah ditangkap musuh. Kirito-kun pasti merasakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?… Alice-sama telah…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tieze menjerit, wajah putihnya semakin pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang memecah ketegangan ini adalah suara Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… uh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kirinya bergetar, mencoba menyentuh sisa-sisa lengan kiri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun… Apa kau, mengkhawatirkanku…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berbisik pelan. Seketika, Ronye akhirnya menyadari luka-luka Asuna dan menjerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Asuna-sama! Lengan anda…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa. Ini cuma luka sementara …” ia berguman. Asuna dengan lembut mengangkat lengan kirinya, bagian dari siku kebawah telah terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru telah memberikan informasi singkat mengenai teknologi «Mnemonic Visual». Meskipun semua benda telah diciptakan menggunakan program The Seed seperti di ALO, bagi Asuna dan Kirito yang telah dive menggunakan STL serta bagi Artificial Fluctlights seperti Tieze dan lainnya, semua yang ada di dunia ini seperti «shared memory» yang disimpan di Main Visualizer, sebuah realitas berbeda yang diciptakan menggunakan kekuatan imajinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Life atau HP Super Account Stacia benar-benar sangat banyak, hampir mencapai batas maksimal sistem. Tetapi, jika ia diserang menggunakan senjata normal maupun ditusuk ratusan hingga ribuan kali, Life miliknya tak akan menyentuh nol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ketika pasukan crimson mengayunkan kapak perangnya dan mengincar lengan kirinya, Asuna benar-benar merasa takut; ia berpikir, terkena tebasan kapak sebesar ini, lenganku pasti akan putus, dan imajinasinya menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga berlaku bagi lengan kanan Kirito. Meskipun Life-nya telah terobati, lengannya tidak kembali normal, karena ia terus menerus menghukum diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna meletakkan lengan kanan ke bekas lukanya, dan berkonsentrasi, menutup matanya, dan berkata pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak akan takut lagi. Hingga aku telah melindungi Kirito-kun dan dunia ini hingga akhir, aku tak ingin kehilangan seseorang … atau apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya putih terkonsentrasi menuju lukanya dengan bunyi pop. Cahaya hangat tersebut semakin luas, lengan kirinya telah kembali seperti semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum pada kedua gadis yang seolah menyaksikan sebuah keajaiban, Asuna mengulurkan lengan kirinya dan memeluk kepala Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat? Aku baik-baik saja. Aku akan menyelamatkan Alice dan membawanya pulang. Jadi… ketika saat itu datang, Kirito-kun jangan terus menyalahkan diri ya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak tahu apakah kata-katanya sampai ke hati Kirito atau tidak, tetapi ia merasa jika tubuhnya yang gemetaran kini sudah tenang. Asuna tetap memeluknya selama beberapa detik, lalu berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus membawa seluruh pasukan dan mengejar Kaisar Vektor. Komandan Knight Bercouli telah membawa para naga mengejarnya, dan kita pasti akan mengejar mereka yang da di depan. Ketika saat itu, aku menitipkan Kirito-kun pada kalian… Ronye-san, Tieze-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serahkan saja pada kami, Asuna-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum pada kedua gadis dan ia menyerahkan Kirito pada Ronye, Asuna kini keluar dari kereta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah ia menginjak tanah, ia melihat seorang swordswoman berlari ke arahnya, ia juga ikut pada “Kompetisi Berbagi Kenangan” bersama-nya dan Ronye tadi malam. Armor peraknya penuh dengan bekas darah dan tanah dan kepalanya berbalut perban, tetapi ia tampak tak terluka parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak apa-apa, Sortiliena-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar suara Asuna, si swordswoman memberi hormat dan membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga senang Asuna-sama baik-baik saja… —hanya saja, aku mendengar kabar jika Alice-sama telah ditangkap pemimpin musuh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku baru saja menjelaskan pada Ronye-san jika Kaisar Vektor meninggalkan seluruh pasukannya dan menangkap Alice-san. Aku tak mengira jika ia melakukan hal tersebut …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagaimana mungkin…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan lengan kirinya yang baru sembuh, Asuna menepuk bahu Sortiliena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak perlu khawatir. Bercouli-san telah mengejar Vektor dengan menggunakan naga. Kita juga akan mengejarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengangguk, dan kembali ke tengah-tengan Pasukan Pengecoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah pimpinan Integrity Knight Renri, regu Ascetic telah selesai menyembuhkan yang terluka, dan ke 700 Penjaga hampir siap untuk bergerak. Para Penjaga telah berbaris bersama regu Astetic dan regu Persediaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerima laporan Renri jika persiapan telah selesai, Asuna memberikan Renri arahan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau adalah Integrity Knight yang masih tersisa, Renri. Perintah untuk bergerak harus diberikan olehmu, si pemimpin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya, aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi si knight muda entah mengapa gugup, tetapi ia mengangguk pasti. Mengangkat tangan kanannya ke atas, ia memberikan perintah dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice-sama telah berbaik hati melindungi kita di pertempuran Gerbang Besar! Kini giliran kita menolongnya! Kita harus mengambilnya dari musuh dan kembali ke Kerajaan Manusia bersama-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OH!!” teriakan semangat bergemuruh. Renri mengangguk, dan dengan cepat mengayunkan lengan kanannya ke bawaah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Semua pasukan, maju!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri memimpin pasukan didepan menggunakan naganya sendiri, Kazenui. Ia diikuti oleh 400 Penjaga baik menunggang kuda atau berjalan kaki, serta delapan kereta persediaan yang berisi makanan dan tim pembantu sekitar 300 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya satu naga— naga milik Integrity Knight Sheyta tetap ditahan, diam tak bergerak. Dengan sisik seperak rambut pemiliknya, si naga menggeram kuurrr ketika ia dibebaskan dari kekangannya, lalu ia terbang ke utara— menuju peperangan di selatan lembah, tempat pemiliknya berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan kereta persediaan, Asuna berpikir sambil menggelengkan kepalanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh terakhir adalah Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Identitas aslinya adalah manusia dari dunia nyata, keberadaannya disini hanyalah sosok virtual. Itulah mengapa jika ia harus bertarung dengannya, ia harus mengalahkannya. Demi orang-orang yang telah menahan pasukan crimson: Knight Sheyta, si pemimpin Petarung Tangan Kosong, dan 4,000 bawahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa menit sesudahnya, pasukan yang berangkat dari hutan kini telah memasuki jalanan berbentuk cekung. Sebuah jalan kecil memotong tanah cekung menuju selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti event-event RPG, di ujung jalan seperti itu pastilah sebuah kota maupun reruntuhan kota. Namun ia telah mendengar jika area selatan Tanah Kegelapan tidak dikuasai demihumans. Dengan kata lain, jalan ini akan berakhir di «Altar Ujung Dunia», dan Kaisar Vektor telah memasuki jalanan ini bersama Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naga Kaisar Vektor dan naga milik Bercouli kini sedang saling kejar di udara sana. Akan tetapi, ke 700 Pasukan Penjaga kini sedang melewati jalan ini secepat mungkin; jalanan ini bergetar ketika mereka melangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjejaki jalan cekung ini— ketika seluruh pasukan pengecoh sampai di dasar jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vvvvvv… m. Sebuah getaran sayap serangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menengok ke atas, kiri, kanan, dan belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia melihat ke depan, ia akhirnya menemukan sumber suara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis, garis merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ribuan garis tipis merah berjatuhan dari langiit ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Tak mungkin………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir Asuna bergetar, suara serak keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tak mungkin. Tolong. Jangan lagi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zaaaa—!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan-ledakan terdengar ketika garis-garis itu turun. Mereka memblokir jalan di ujung sana, menghalangi para penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah bertekat tidak akan takut lagi, Asuna merasakan kekuatan meninggalkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang muncul di depan sana adalah pasukan crimson— para pemain VRMMO dari dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua… Semua pasukan, jangan berhenti!! Serang!! Serang—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri memberikan perintah di depan sana. Seluruh Pasukan Penjaga menerima dengan suara: Uooo! Lalu melangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika mereka telah mengantisipasi gerakan kita dengan menempatkan pasukan baru di ujung jalan selatan, tetapi jumlah mereka ada seribu … tidak, hampir duapuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruskah aku log out dengan menggunakan Skill Stacia lagi? Jika ia tidak berhati-hati, tindakan tersebut akan menjadi tindakan bunuh diri dan malahan mengorbankan Pasukan Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat kemudian, ekspresi bimbang Asuna digoyahkan oleh raungan naga di depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari paling depan, naga milik Knight Renri, Kazenui telah menghembuskan nafas api dan melaju ke depan tanpa menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan… Renri-sama akan mengorbankan dirinya untuk membuka jalan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah ia mendengar rintihan kesakitan Sortiliena yang ada di samping Asuna, Renri perlahan berbalik dari atas naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tolong jaga yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir Renri bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menghunuskan pisau lempar di pinggangnya dan melaju ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum itu terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna langit di atas sana berubah tiba-tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah merobek warna langit merah darah Tanah Kegelapan, kini yang Asuna lihat adalah warna langit kebiruan di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik pasukan crimson yang akan maju menyerang, para penjaga yang siap berkorban, maupun Knight Renri yang di depan sana, semua orang mengangkat kepalanya ke langit seperti Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah surga telah terbuka lebar ke dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari baliknya, sebuah bintang terang turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, itu seseorang. Mengenakan armor sebiru warna langit, dan baju seputih awan, rambut pendeknya yang berkibar berwarna biru air. Sumber cahaya memilaukan adalah sebuah busur besar di tangan kirinya. Wajahnya tak bisa terlihat kerena silau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Siapa…? Kau siapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah merespon pertanyaan bisu Asuna, orang yang melayang diudara kini mengarahkan busurnya dari langit. Lengan kanannya menarik tali busur, dan kekuatan penuh menariknya ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cahaya memilaukan, sebuah panah cahaya muncul diantara busur dan tali busur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik Pasukan Penjaga dan Pasukan Crimson terpaku, tak bisa berkata-kata. Satu-satunya yang bisa Asuna dengar adalah suara rendah Sortiliena:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Solus-sama…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah menanggapi panggilannya, panah cahaya tersebut dilepaskan dari atas langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat panah tersebut membelah dan menyebar ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panah tersebut berubah menjadi tembakan sinar panas dan menghujani mereka yang ada di bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 085.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Pemimpin Penjaga Sortiliena Serlut hampir benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas jalan cekung ini, seseorang dari dunia nyata telah muncul, tidak, lebih tepatnya telah log in menggunakan Super Account 02, «Dewi Matahari, Solus ».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akun ini memiliki kemampuan «Wide-Ranged Annihilatory Attack»&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk menyerang ke berbagai arah&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon/Asada Shino melihat ke bawah dimana serangan telah ia luncurkan, dan mengingat kembali penjelasan dari Higa yang disampaikan melalui intercom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, Sinon-san, meskipun Super Accounts benar-benar kuat, mereka bukanlah pembuat keajaiban. Karena mereka disiapkan untuk saat-saat ketika harus membuat perubahan besar di dalam Underworld, kami mencoba untuk membuat akun tersebut agar cocok sesuai dengan lingkungannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… kamu mau bilang akun-akun tersebut bukanlah akun GM, hanya akun yang sangat kuat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berbicara melalui microphone ketika ia berbaring di dalam mesin STL yang mirip seperti mesin Fulldive Generasi Pertama, berlokasi di cabang perusahaan misterius «RATH» Roppongi. Apa yang ia dengar selanjutnya adalah bunyi click— seperti seseorang sedang menekankan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Tepat. Itulah mengapa akun «Solus» yang akan kamu gunakan tak bisa terus menerus diandalkan karena memerlukan energy dalam Underworld. Setiap serangan menggunakan busurmu memerlukan Tenaga Spacial, tak peduli  apapun serangannya. Karena Solus memiliki kemampuan mengisi ulang otomatis, setiap serangan yang kamu gunakan tidak akan membuatmu kelelahan jika digunakan di siang hari, tetapi kamu tak bisa terus menerus menembakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Higa katakan, busur putih bersih yang digenggam Sinon menggunakan tangan kirinya kini mulai melemah setelah melakukan serangan jarak luas. Meskipun busur tersebut telah mulai bercahaya kembali, butuh sekitar dua-tiga menit untuk melakukan serangan kekuatan penuh lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tak ada combo ya? Hmph,sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan senjata otomatis, senjata manual lebih cocok dengan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon turun perlahan, memastikan api ledakan di tanah telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung jalan cekung sepanjang satu kilol ini, banyak tubuh-tubuh mulai menghilang dengan efek cahaya. Satu tembakan yang dilancarkannya telah memusnahkan sekitar 5,000 musuh. Untungnya, mereka bukan penduduk asli Underworld, tetapi pemain Amerika yang log in dari dunia nyata seperti Sinon. Para pemain tersebut percaya jika ini semua adalah closed beta sebuah permainan dan mereka kelihatannya mulai marah-marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipusat jalan cekung ini, pasukan skala kecil yang kalah jumlah dengan pasukan crimson mulai melaju. Meskipun jumlah musuh lebih dari 10,000, kebanyakan dari mereka tak bisa bergerak karena takut kena tembakan selanjutnya— lebih tepatnya disebut ledakan, hingga membuat Pasukan Penjaga mulai menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menatap di kejauhan, mengamati formasi Pasukan Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia akhirnya menyadari ada seorang gadis berambut chestnut yang sedang menunggang kuda putih, ia juga menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon hanya bisa tersenyum ketika ia turun menggunakan kemampuan lain yang dimiliki akun Solus account, «unlimited flight»&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk terbang selamanya&amp;lt;/ref&amp;gt;. Meskipun ia telah diceramahi oleh Higa jika “kamu bisa terbang menggunakan imajinasimu”, ketika ia merasa ini tak berbeda jauh dengan terbang di ALO. Ia melihat kereta dibelakang Asuna, ia lalu terbang lurus ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ujung sepatu miliknya menyentuh atap kereta, ia dengan lembut mengangkat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf membuatmu menunggu, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna melihat senyum hangat miliknya, air mata mulai mengalir ke pakaian seputih mutiara miliknya. Ia berdiri di kuda miliknya dan melompat ke kanopi kereta:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“——Sinonon… !!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memeluknya erat-erat sambil berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon perlahan memandang Asuna dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau telah bekerja keras. Tak apa … serahkan sisanya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia masih dipeluk Asuna yang lebih tinggi darinya, ia melihat indikator pengisian ulang busur miliknya masih 20%, lalu perlahan menarik tali busur dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Equipment khusus yang dipakai oleh akun Solus— Busur panjang «Annihilate Ray» bisa mengatur kekuatannya berdasarkan kekuatan tarikan tali busur, dan bisa mengatur arah serangan berdasarkan sudut incaran busur. Sebuah panah cahaya yang lebih tipis dari sebelumnya muncul ketika tali busur itu ditarik kebelakang sejauh 10 centimeters. Sinon mengincar musuh yang menghalangi naga di depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vishu! Suara anak panah melesat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak miring 20 derajat ke kanan, anak panah tersebut berubah menjadi tembakan cahaya yang terus membelah dan mendarat selebar 10 mel, menciptakan sebuah ledakan yang hampir setara dengan sebuah misil. Pasukan crimson berterbangan ke udara lalu menghilang. Mengambil kesempatan ini, sang naga langsung maju kedepan. Sekitar sepuluh prajurit yang terlempar ledakan kini dihantam kepala naga, ditusuk cakar besarnya, dan langsung tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, pasukan musuh akhirnya sadar terhadap serangan cahaya dan mangsa mereka kini mulai lari. Sambil memaki, mereka mengejar bagaikan gelombang tsunami berwarna merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengalungkan busurnya ke lengan, meletakkan kedua tangannya ke pundak Asuna dan memisahkan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna. Aku bisa melihat sesuatu seperti reruntuhan sekitar 5 kilometer ke selatan dari sini. Jalannya tinggal lurus saja, juga beberapa batu besar ada di kedua sisi. Kita tak perlu khawatir jika dikepung oleh musuh, dan kita bisa mempersempit medan peperangan. Ayo kita temukan cara agar bisa memukul mundur musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna juga seorang petarung, dan setelah mendengar perkataan Sinon, matanya menjadi bersemangat. Ia mencoba menghapus air mata miliknya dan berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku paham, Sinonon… Sinon. Tak peduli berapa banyak pasukan VRMMO Amerika yang muncul, mereka tak mungkin muncul lagi. Jika kita bisa memukul mundur puluhan ribu musuh, mereka mungkin akan menyerah… kukira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah,serahkan saja padaku. … Well, kurang lebih seperti itu....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memastikan setiap Penjaga berhasil melewati kepungan pasukan crimson, Sinon menatap lagi sahabatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Um, apakah Kirito…. Ada diantara pasukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa menunjukkan senyum masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tak perlu khawatir. Kirito-kun berada disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menunjuk jari telunjuknya ke bawah kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sungguh. Yah… Aku akan menyapanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menelan ludah, Sinon mulai bergerak dari atap kereta dan meluncur ke dalam dengan bantuan kemampuan terbang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunggu Asuna agar ikut, lalu ia menuju bagian dalam kereta kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama yang memasuki pandangannya adalah dua gadis berseragam dengan armor tipis. Mata mereka terbuka lebar bersamaan lalu bergumam pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“S… Solus-sama…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon melihat pakaiannya sendiri, lalu membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Halo, senang berkenalan dengan kalian. Meskipun aku mirip Solus, aku bukan dia. Namaku Sinon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba tersenyum pada kedua gadis ini, tetapi keduanya kebingungan. Tetapi ketika mereka berdua melihat Asuna, keduanya tampak mulai paham.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh iya, aku ini manusia dari Dunia Nyata sama seperti Asuna. Aku juga teman.... Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara si gadis berambut merah masih menatap, si gadis berambut coklat menunjukkan ekspresi rumit, dan berbisik pelan: Mengapa semuanya perempuan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada yang menunggu. Sinon berdeham ketika ia mulai melangkah kedalam ketika kedua gadis ini membuka jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon melihat pemuda berpakaian hitam duduk diatas kursi roda, ia memeluk dua buah pedang panjang menggunakan satu tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah diberitahu mengenai kondisi Kirito melalui penjelasan Higa Takeru, setelah melihat lukanya secara langsung, hatinya berdetak semakin kencang dan ia mulai meneteskan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan mata kosong tersebut tidak menatapnya, tenggorokannya mengeluarkan bunyi aneh. Sinon tertunduk dihadapan musuh, teman, serta penyelamatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersandar di kursi roda, tubuh Kirito tampak semakin kurus dan rapuh ketika Sinon menyentuhnya. Sinon meletakkan busur panjangnya ke meja, lalu memeluk sosok ringkih Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah mendengar jika jiwa Kirito — Fluctlight miliknya, atau bisa dikatakan «tubuh utama» yang dikenal sebagai diri sendiri telah mengalami luka parah. Higa mengatakan padanya dengan suara mudah jika masih belum ada cara bagaimana menyembuhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, Sinon menutup matanya lagi, air mata mengalir ketika ia menjerit dalam hati: Yah, itu mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang telah membuat kenangan bersama Kirito berulang kali, juga emosi kuat terhadap Kirito. Mereka cukup perlu berkumpul disini, sedikit demi sedikit dan berbagi hati mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Hei, tak bisakah kau merasakannya?… jiwamu yang ada dalam diriku. Lidah tajam, sedikit nakal, naif … dan kuat, lebih baik dari siapapun. Itulah dirimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon lupa jika Asuna masih menatap di belakangnya; ia memutar kepalanya dan mencium wajah Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asada Shino masih belum menyadari jika pikiran emosional miliknya telah memberikan bekas goresan pada jiwa terluar Kirigaya Kazuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Sinon sudah memahami struktur Underworld dan Fluctlights, baginya mungkin akan bisa menyelesaikan masalah ini. Tetapi penjelasan yang diberikan kepada Sinon sebelum ia dive hanyalah sebatas kondisi peperangan dan bagaimana cara menggunakan akun Solus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Sinon tidak menyadari alasan dibalik gemetaran Kirito dan naiknya suhu tubuh Kirito ketika bibirnya menyentuh Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon dengan cepat melepas tubuh Kirito, berdiri, dan berbalik ke tiga orang dibelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, Kirito akan cepat sembuh kok. Ketika kita membutuhkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dan kedua gadis mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah… aku akan terbang ke reruntuhan di selatan untuk memastikan kondisi geografi. Aku akan meninggalkan Kirito kepada kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata seperti itu, Sinon berjalan menuju pintu masuk kereta–&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, Asuna menggenggam pundaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat tatapan keheranan dimatanya, Sinon terpaksa berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna, ada apa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon pikir jika Asuna akan menginterogasinya karena memberikan ciuman pada Kirito, tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-Hei, Sinon, barusan kau bilang akan terbang?! Kau… bisa terbang?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan ini, Sinon langsung mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya. Mereka bilang jika terbang adalah kemampuan dasar akun Solus. Jika aku tak salah dengar sepertinya tak ada batas waktu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka bukan kami yang perlu ditolong! Alice… kejarlah Alice, ia telah diculik oleh Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi yang dijelaskan Asuna setelahnya lebih membahayakan menurut Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Alice, kunci segalanya, telah ditangkap oleh Kaisar Vektor yang dive menggunakan sebuah Super Account seperti mereka berdua, dan kini sedang terbang ke selatan menggunakan seekor naga. Satu-satunya orang yang sedang mengejar adalah seorang swordsman bernama Bercouli, sang Komandan Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melawan sebuah Super Account, bahkan bagi Komandan Knight masih terlalu berat. Jika kita tak bisa menyelamatkan Alice sebelum Kaisar sampai ke «Altar Ujung Dunia», seluruh dunia ini akan hancur! Tolong Sinon, bantulah Bercouli-san!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah semua menjadi jelas dan ia mengira-ngira sosok Komandan Knight Bercouli di pikirannya, Sinon akhirnya terbang menuju langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ke 700 Pasukan Penjaga telah menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengejar mereka dari utara, pasukan crimson memiliki jumlah 20 kali lipat dari mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku akan segera kembali setelah menolong Alice. Bertahanlah sampai saat itu Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan seperti itu dalam hatinya, Sinon berimajinasi agar mempercepat terbangnya ke arah selatan. Ia berubah hingga seperti meteor berekor putih yang membelah langit merah darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke tanah gelap tak berhingga di bawah sana, Sinon akhirnya teringat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar lupa—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana Leafa yang juga dive bersama dengan dirinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakang pasukan Kerajaan Manusia yang dipimpin oleh Integrity Knight Renri adalah gelombang kedua pasukan Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di utara sana, di sisi selatan lembah yang diciptakan Asuna. Iskahn dan Guild Petarung Tangan Kosong, serta Integrity Knight Sheyta, masih bertempuran dengan pasukan crimson yang berjumlah lebih dari sepuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dibagian paling utara dari pertempuran tersebut—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hutan belantara di sisi lain Gerbang Besar Timur, yang kini penuh dengan tumpahan darah, berdiri sesosok demihuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya di selimuti armor baja. Mantel berbulu tertiup angin. Dua telinga ramping bergelantung di kedua sisi kepalanya, sedangkan hidungnya mancung ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah Pemimpin Orc, Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah diberi tugas bersama dengan tiga ratus pasukannya agar berjaga di belakang, ia kini mengunjungi Gerbang Besar Timur seorang diri. Ia tidak membawa satupun pengawal, karena ia tak ingin siapapun melihatnya berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meraba-raba pasir, Rirupirin akhirnya menemukan apa yang ia cari: sepasang anting perak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ia ambil dengan telapak tangannya sendiri adalah objek milik putri knight Renju yang selalu ia pakai, ia mematuhi perintah Kaisar lalu dijadikan tumbal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anting tersebut adalah satu-satunya yang tersisa dari Renju. Di hutan ini, bahkan armor miliknya tak tersisa, ia tewas bersama dengan tiga ratus pasukan Orc. Dark Art yang digunakan Ium hitam benar-benar menghancurkan tubuh dan equipment mereka, lalu diubah menjadi Energi Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Dee Ai Ell, orang yang menyarankan perintah keji tersebut kini telah menghilang bersama Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee, Pemimpin Guild Pengguna Dark Art telah tewas setelah menerima serangan balik milik «Putri Cahaya», kemudian Kaisar mengejar Putri Cahaya ke selatan tanpa memberikan Rirupirin perintah baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisa – sisa tiga ribu pasukan Orc tidak mungkin menahan Pasukan Kerajaan Manusia dan Integrity Knights guna menjaga Gerbang Besar Timur. Keinginan lima ras Tanah Kegelapan untuk menguasai Kerajaan Manusia telah hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Jika seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa teman masa kecil Rirupirin, Renju serta tiga ratus pasukan Orc dikorbankan, juga dua ribu pasukan Orc tewas? Apakah kematian mereka ada nilainya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada jawaban. Sama sekali tak ada jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena penampilan kaum kami, lima ribu penduduk asli Tanah Kegelapan tewas sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin memeluk antiing-anting ke dadanya, lalu ia berlutut ke tanah. Tangisan penuh sedu serta duka yang sangat dalam keluar dari dirinya— ketika ia hendak menangis—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara terdengar dari arah belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Orc berdiri dan membalik kepalanya, lalu melihat seorang wanita menghunuskan busur ke arahnya. Berambut kekuningan dan berkulit putih bersih, mengenakan pakaian berwarna kehijauan dan armor berkilau … bukan seorang dari Tanah Kegelapan, pasti dari Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak terkejut melihat sosoknya, maupun marah karena melihat sosok manusia, hal pertama yang Rirupirin rasakan adalah rasa malu seperti, “jangan tatap aku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena gadis tersebut yang berdiri dihadapannya terlalu cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mungkin adalah perempuan Ium Putih pertama yang pernah ia lihat dari jarak dekat, mereka tak berbeda dari wanita Ium Hitam di Tanah kegelapan. Tangan dan kaki-nya terlihat ringkih seolah ia bisa dengan mudah mematahkannya, rambut-nya masih tetap cantik meskipun tertimpa sedikit cahaya matahari, matanya menatap lurus seperti orang bodoh, namun seperti mata crystal emerald.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin mengutuk dirinya sendiri memikirkan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia takut jika mata gadis tersebut terisi tekad bulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan… Jangan lihat!! Jangan lihat aku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak sambil menutupi wajahnya dengan tangan kirinya, lalu menggenggam gagang pedang dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum gadis tersebut bisa berteriak, ia akan memotong kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia akan menghunus pedangnya, Rirupirin merasa anting yang ada di telapak tangannya menusuk – nusuk. Sebuah perasaan seolah ia sedang dimarahi oleh Renju sehingga ia menahan gerakannya, kemudian ia terkejut mendengar suara miliknya—.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Err… Selamat siang. Eh, selamat pagi, mungkin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurunkan busurnya, si gadis tersenyum ramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi bayangan telapak tangannya, Rirupirin kaget dan berkedip beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada rasa permusuhan maupun kemarahan dalam mata gadis tersebut, bahkan tak ada rasa takut. Bagi anak – anak Ium Putih, para Orc dari Tanah Kegelapan adalah dongeng horor pemakan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M… Mengapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata yang keluar dari mulutnya sendiri, seolah kebingungan menghadapi situasi seperti ini. Seolah ia bukan salah satu dari Sepuluh Bangsawan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa kau tidak lari? Mengapa kau tidak berteriak? Kau malah menyapa, jelaskan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis tampak kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa… Karena.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia memastikan sekeliling dan memandang langit merah di atas sana, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kau juga manusia, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak, Rirupirin tak bisa memahami mengapa perutnya bergetar. Menggenggam ujung pedang miliknya, si pemimpin Orc berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M… Manusia? Aku? Hal bodoh macam apa itu? Kau jelas bisa melihatnya! Aku ini seorang Orc! Seorang Orc disamakan dengan manusia babi oleh kalian para Ium!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, kau masih tetap manusia kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat tangan ke bibirnya, si gadis tersebut seolah seperti orang tua yang mengajari anaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, kita bisa bisa saling bicara. Terlebih lagi, apa yang kamu ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… ingin…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin tak bisa menjawab lagi. Kata – kata penuh percaya diri yang diucapkan oleh gadis bermata hijau ini terlalu tak normal bagi Pemimpin Orc yang selama ini hidup dengan amarah terhadap manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Jika kamu bisa bicara, kamu berarti manusia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya itukah syarat menjadi seorang “manusia”? Goblin, Ogre, dan Raksasa bisa bicara. Tetapi keempat ras termasuk Orc telah dipanggil “demihumans” sejak dimulainya sejarah Tanah Kegelapan, mereka berempat telah dipandang rendah daripada manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin hanya bisa bernafas agak tersengal-sengal ketika ia berdiri seperti orang bodoh. Dengan ucapan “Tak usah khawatirkan itu dulu”, si gadis menyapu kekagetannya dan melihat sekeliling lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dimana… ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa/Kirigaya Suguha menyadari jika ia telah muncul di tempat yang sangat jauh dari lokasi asli, lalu melihat keatas menuju langit berwarna merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar jika mesin STL 6 yang ia gunakan adalah mesin baru yang bahkan belum pernah dikeluarkan dari kardusnya, ia merasa tak nyaman. Suguha tak pernah merasa nyaman menggunakan shinai yang baru dibeli, terlebih lagi, ia tak pernah yakin pada mesin elektronik yang baru dibuka. Karena entah mengapa, ia selalu merasa ada masalah yang akan muncul pada mesin tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia log in, seperti Sinon yang masuk menggunakan Mesin STL Prototype 1, lokasi dive miliknya seharusnya ada di dekat Asuna, tetapi karena ia tak bisa melihat Asuna maupun Sinon, sesuatu pastilah terjadi sebelum ia tiba. Tetapi bukan berarti jika tempat yang ia tuju adalah tempat kosong, dihadapannya berdiri seorang manusia berwajah babi— dengan kata lain, seorang «Orc».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan warna cursor yang akan aktif seketika setelah dive, Orc ini seharusnya bukanlah musuh yang harus ia hadapi— para pemain VRMMO Amerika, tetapi Orc ini adalah sebuah “Artificial Fluctlight” yang hidup di dalam Underworld, “bottom-up” artificial intelligence seperti yang Yui jelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar penjelasan Yui mengenai orang-orang Underworld, Leafa berjanji tidak akan menghunuskan pedangnya terhadap mereka hingga saat – saat genting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah jelas kan— bagaimana mungkin ia bisa membunuh “manusia” yang Kakaknya coba lindungi? Jika sebuah Artificial Fluctlight tewas di dunia ini, jiwa mereka akan hancur, tak bisa dihidupkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bagi Leafa, yang sudah akrab dengan grafik kelas atas ALO, kerumitan model Orc, yang juga ada di dalam The Seed Nexus, benar – benar menakjubkan. Gerakan dan hembusan nafas dari hidung kemerahan, texture armor logam yang membalut sosok besarnya dan mantel berbulu, terlebih lagi, dua mata hitamnya serta ekspresi miliknya benar – benar bukti jika sosok ini memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus bertanya pada Orc ini, ia malu – malu menjauhkan wajahnya karena suatu alasan,  melihat sekelilingnya, ia masih belum mendapatkan jawaban. Memutuskan untuk menyelesaikan masalah yang hadir di depan mata, Leafa mengajukan pertanyaan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah… siapa namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak mundur, pemimpin Orc kini mengutarakan jawabannya atas pertanyaan kedua yang diajukan si gadis Ium Putih. Mungkin namanya sendiri adalah satu – satunya hal yang tidak ia benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Aku, Rirupirin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tiba – tiba menyesali telah menjawab. Karena sebelumnya, ketika ia bepergian menuju Ibukota Obsidia untuk pertama kalinya, para Dark Knights dan Pengguna Dark Art tertawa setelah mendengar nama Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi gadis ini tersenyum tulus, tanpa menyembunyikan emosi apapun, lalu mengulangi nama Rirupirin dengan suara jelas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rirupirin… Sungguh nama yang bagus. Aku Leafa. Senang berkenalan denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia melakukan gerakan membingungkan untuk kesekian kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengulurkan tangan putih lembutnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjabat Tangan— tentu saja ia tahu kebiasaan ini. Tindakan ini juga hal yang wajar diantara Orc. Tetapi ia tak pernah mendengar seorang Ium yang mau berjabat tangan dengan seorang Orc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ada yang salah dengan orang ini? Apakah ini jebakan, atau semacam Art? Apakah aku akan terkena Art sebelum bisa menyadarinya? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap tangan kecil yang terjulur, Rirupirin hanya bisa melongo tanpa bergerak. Si gadis memandang Rirupirin hampir sepuluh detik, kemudian menurunkan tangannya penuh kekecewaan. Melihatnya si gadis seperti itu, ia merasa rasa sakit menusuk hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia terus berbicara pada si gadis … Tidak, hanya menatapnya saja, ia tak akan tahu apa yang akan terjadi pada otaknya. Rirupirin telah memutuskan jika ia tak ingin membunuh manusia yang ada di hadapannya, tetapi ia harus menemukan solusi lain, ia berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau ini… seorang Penjaga dari Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia kan, bukan, seorang Knight. Aku ingin membawamu sebagai tahanan. Membawamu kepada Kaisar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia adalah gadis muda, armor yang ia kenakan dan pedang panjang yang ada di pinggang kirinya tak seperti penjaga lain, tak peduli bagaimana ia memandangnya. Desain dan material untuk membuat senjata dan armor tersebut bahkan mungkin lebih tinggi dari bahan – bahan pembuat equipment milik Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis tidak menunjukkan rasa takut atas perkataan Rirupirin, ia seolah berpikir akan sesuatu, lalu ia bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar yang kamu bicarakan adalah Dewa Kegelapan Vektor, benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Yeah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. Baiklah. Bawa aku ke Kaisar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangguk, mengangkat kedua tangannya untuk diikat. Ini jelas – jelas bukanlah postur tubuh untuk berjabat tangan, tetapi memintanya untuk mengikat kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa yang sedang ia pikirkan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 107.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin mengambil ikat pinggang dari pinggangnya, dan agak kasar— tetapi sedikit longgar, ia mengikat pinggang si gadis. Setelah mengikat ujung ikat pinggang, ia ingat jika Kaisar tidak berada di Perkemahan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi jika ia berpikir hal – hal rumit, otaknya akan terasa panas. Bahkan jika Kaisar tidak berada di sana, masih ada para Dark Knight dengan ekspresi jijik mereka, atau seseorang seperti Pemimpin Guild Perdagangan, Lengil yang tak tahu harus apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik setelah ia berbalik, ia mulai berjalan sambil menarik tali dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, pandangan hitam pekat mengelilinginya. Bau mengerikan tercium di hidungnya. Semuanya menjadi gelap, lalu Rirupirin memandang sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan terkejut tersebut pastilah berasal dari gadis yang menyebut namanya Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memutar kepalanya ke sekeliling, Rirupirin melihat sebuah lengan mencuat dari dalam kegelapan kabut dan dengan kasar menjambak rambut Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, pemilik tangan tersebut muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita ini seharusnya sudah mati— Pemimpin Guild Pengguna Dark Art, Dee Ai Ell berdiri di sana, bibirnya menunjukkan senyum kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mengapa aku tak bisa mengejarnya? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli, ketua Integrity Knights merasa semakin depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga naga bersama dirinya telah mengejar selama dua jam lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah melewati hutan, dimana Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia mendirikan perkemahan, melewati reruntuhan dengan patung – patung besar, lalu menuju daerah selatan Tanah Kegelapan, tetapi jarak antara mereka berdua tidak menunjukkan berkurang. Setelah berhasil menculik Integrity Knight Alice, naga milik Kaisar Vektor masih saja berupa titik hitam kecil di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar dan Alice menunggangi satu ekor naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Bercouli berganti terus antara Hoshigami, Amayori, dan Takiguri, mencoba untuk meminimalkan kelelahan mereka. Secara teori, ia seharusnya telah berhasil mengejar sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia masih belum bisa mengejarnya? Apakah Kaisar bisa dengan bebas mengontrol Life naga miliknya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin. Bahkan Pemimpin Tertinggi Administrator tak bisa mengontrol Life sesuka hati, itu adalah Taboo terbesar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kaisar tak akan bisa terbang selamanya. Ia harus mengistirahatkan naga miliknya dua kali sebelum sampai ke «Altar Ujung Dunia» di bagian paling selatan Tanah Kegelapan. Tetapi naga milik Bercouli juga perlu istirahat. Karena kecepatan mereka sama, ia tak akan bisa mempersempit jarak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak akan— bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli tak bisa menggunakan Art yang bisa mempersempit jarak seketika. Untuk menembus masalah ini, satu – satunya kesempatan yang bisa ia lakukan adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight dengan lembut mengelus pedang tersayang miliknya yang sedang tergantung di pinggang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah perasaan dingin, namun bisa diandalkan. Hanya dengan sentuhan tersebut, ia bisa merasakan Life pedang-nya masih jauh dari terisi penuh. Armament Full Control Art yang ia gunakan di Gerbang Besar Timur telah memakan banyak Life dari yang ia duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik yang hendak digunakan Bercouli adalah teknik paling tinggi dari Divine Instrument «Time Piercing Sword», namun akan memerlukan banyak Life.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya bisa menggunakannya satu kali. Dan tebasannya harus lebih akurat daripada memasukkan sebuah jarum ke targetnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli dengan lembut menyentuh leher Takiguri, dan melompat ke punggung Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tidak mengunakan tali kekang, Bercouli memasukkan kesadarannya pada partner yang telah bertarung bersamanya selama bertahun - tahun, lalu dengan teliti mengatur posisi terbangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengincar titik hitam di kejauhan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia ingin mengincar Kaisar sendiri, pada jarak sejauh ini ia tak akan bisa melihat sosoknya, jadi lemungkinan gagal terlalu tinggi. Ia harus melihat pergerakannya dan memusatkan tenaga miliknya menuju sayap sang naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri tegak, Bercouli perlahan menggerakkan tangan kanan dan menghunus pedang miliknya dari sarung pelindung,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang yang digenggam dengan tangan kanannya memunculkan cahaya lemah. Release Recollection Art yang diaktifkan tanpa menggunakan incantation lalu pedang panjang tersebut bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Khight menatap lurus kedepan, sambil meminta maaf pada naga yang tak bersalah didepan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, menyipitkan mata birunya— Bercouli, knight paling tua di dunia berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Time Piercing Sword— Arcane Slash!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara keras, ia mengayunkan pedang ke bawah dengan cepat. Tak terhitung kilatan kebiruan memancar dari arah tebasan, lalu menghilang satu per satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di depan sana, sayap kiri naga hitam yang dinaiki Kaisar Vektor terpotong dari pangkalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bau ini … Aku bisa menciumnya … Bau manis ini adalah bau Life …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjambak rambut si gadis dan mengangkat seluruh tubuhnya ke atas, bibir Dee Ai Ell mengeluarkan suara serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin hanya bisa menatapnya seperti orang bodoh, tak peduli berapa banyak kebencian yang ia berikan, seolah tak sampai padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit gelapnya seolah dilumuri minyak sehingga berkilat, sedangkan rambut hitamnya kini acak - acakan. Seluruh tubuhnya tertutupi luka akibat tebasan pedang sehingga memancarkan darah tiada henti. Ketika Dee bergerak, lukanya semakin lebar dan memancarkan lebih banyak darah. Tetapi asap hitam yang menyelimuti-nya segera berkumpul di sekitar luka, mengeluarkan bau mengerikan dan berusaha menghentikan cucuran darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber asap tersebut adalah kantong kulit kecil yang menggantung di pinggang Dee. Setelah melihat lebih dekat, ketika kantong tersebut terbuka, benda yang mirip serangga secara terus menerus memunculkan kepalanya untuk menciptakan asap tebal. Benda itu pastilah Dark Art yang berfungsi untuk menahan Life yang berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap Rirupirin, yang menutup hidungnya seolah jijik. Dee membentak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mangsa yang tepat. Aku memerintahkanmu, babi. Sebagai hadiah, aku akan menunjukkanmu sesuatu yang hebat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah ia mengatakannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee menurunkan kuku seperti cakar miliknya menuju kerah baju si gadis, yang mana kini semakin menunjukkan ekspresi kesakitan sambil rambutnya dijambak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa belas kasihan, armor perak dan baju berwarna kehijauan milik Leafa dirobek dan jatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit putih bersih pada tubuh atasnya kini terbuka, wajah si gadis semakin kesakitan. Memandangnya, Dee menunjukkan kekejamannya dan senyum liar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana? Ini pertama kalinya kau melihat tubuh wanita, kan? Ini mungkin cukup menggoda bagi seekor babi! Tetapi pertunjukannya baru akan dimulai …!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima jari di tangan kanan Dee mulai menggeliat dan bergerak seolah telah kehilangan tulangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana, jarinya kini telah berubah menjadi cacing licin berkilau. Di ujung jari tersebut, garis seperti mulut mulai membuka lebar, tampak menjijikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tonton ini…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Dee berteriak, kelima jarinya— bukan, lima cacing panjang membentang semakin panjang dan melilit tubuh atas Leafa. Cacing – cacing tersebut tak hanya menghentikan gerakannya; ujung cacing tersebut mengangkat kepalanya— lalu menusuk ke dalam kulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah menyembur ke segala arah dari gadis bernama Leafa ini, mata hijaunya terbuka lebar. Ia berusaha menarik ulat tersebut menggunakan tangannya, tetapi tubuh atasnya terikat dan pinggangnya terikat oleh sabuk milik Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah yang mengalir dari lima luka yang diterimanya seolah tampak berhenti, tetapi kenyataanya tidak begitu. Rirupirin sadar jika cacing dari jari – jari milik Dee semakin masuk ke dalam; cacing tersebut menghisap darah Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pengguna Dark Art mengangkat kepalanya dan mulai merapal incantation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039; “System call!! Transfer human unit durability… Right to Self!!” &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pop, cahaya kebiruan muncul dari luka si gadis. Kemudian, seolah terhubung dengan darahnya sendiri, darah Leafa terhisap menuju cacing milik Dee. Rasa sakit si gadis semakin menjadi – jadi, tubuhnya melengkung ke belakang seolah mau patah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Sungguh hebat… sungguh hebat!! Sangat kaya … dan manis!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cibiran kejam menusuk ke telinga Rirupirin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah tersadar, si ketua Orc berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa yang kau lakukan!! Gadis ini tahananku!! Aku akan membawanya ke Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam, babi bodoh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berteriak secara arogan, matanya haus darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau lupa jika Kaisar telah memberikan perintah operasi padaku?! Keinginanku adalah keinginan Kaisar!! Perintahku adalah perintah Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gu. Rirupirin tak bisa berkata - kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Bukankah penyerangan ini telah gagal?&#039;&#039; Ia ingin menjawab. Tetapi Kaisar telah menghilang dari medan peperangan tanpa memberikan perintah baru. Sekarang ini, tak ada seorangpun yang bisa membantah “perintah” dari Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Rirupirin menyaksikan, si gadis hanya berteriak pelan dan pergerakannya mulai melemah. Dengan kata lain, luka – luka milik Dee perlahan mulai menutup satu demi satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh… Guh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggeramkan giginya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Rirupirin, si gadis yang Life-nya perlahan di hisap, seperti sosok Renju yang dikorbankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya mulai hilang dari mata si gadis. Kulitnya mulai berubah dari putih menjadi pucat, dan tangannya mulai turun terkulai. Tetapi tentakel di tangan kanan Dee masih menghisap dengan rakus, berusaha menghisap darah milik Leafa sampai habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tewas… dia akan tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahanan aneh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, manusia pertama yang tidak takut maupun menghina dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kejadian yang tak bisa terpikir, lebih tepatnya sebuah keajaiban terjadi. Mata Rirupirin terbuka semakin lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah kehitaman daerah Tanah Kegelapan dibawah gadis tersebut, mulai bersinar hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang tampak seperti rumput hijau, yang mana tak pernah terlihat kecuali di bagian tertentu Tanah Kegelapan, kini mulai bermunculan dari tanah, dan banyak bunga – bunga berbagai warna mekar ke segala arah. Bau bunga – bunga yang terbawa oleh angin, dan bahkan cahaya merah matahari mulai berubah menjadi hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan tersebut, penuh dengan Life. Kini berkumpul dan terhisap oleh tubuh si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit pucatnya kini mulai mendapat kembali warnanya, lalu matanya mulai bersinar lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilusi sesaat tersebut kini menghilang, Rirupirin sadar jika Life si gadis telah pulih kembali. Rasa senang memenuhi hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kemudian dirusak oleh teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin… Life-nya sudah hampir habis … kini penuh lagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee memaki, lukanya juga telah pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melepas cengkraman pada rambut Leafa dan mengubah kelima jari lainnya menjadi cacing buruk rupa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbentuk kini agak besar, kelima tentakel yang baru diciptakan mulai melilit dan menusuk kulit milik Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… AHH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tawa milik Dee seolah menyatu dengan teriakan kesakitan si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AHAHAHAHA!! AH— HAHAHAHAHA!! Milikku! Dia milikku—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku harus menahannya. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menderita akibat rasa sakit yang tak pernah ia rasakan sebelumnya baik di dunia nyata maupun ALO, Leafa hanya bisa mengulangi perkataan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia dive, ia mendengar penjelasan mengenai kemampuan Super Account 03 «Dewi Tanah, Terraria».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unlimited automatic recovery&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk menyembuhkan diri secara otomatis&amp;lt;/ref&amp;gt;. Secara otomatis menghisap energi dari lingkungan di sekitarnya untuk memulihkan durability miliknya sendiri maupun benda hidup atau mati. Berdasarkan penjelasan Higa, batas HP yang dimilikinya, serta kemampuan tersebut, membuat Leafa tak mungkin mati karena kehabisan HP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Leafa memutuskan untuk berani ditangkap guna menantang Dewa Kegelapan Vektor, dan mencoba agar tidak menghunus pedangnya pada orang – orang Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita yang menyiksanya sekarang ini adalah penduduk Underworld seperti Rirupirin— sebuah Artificial Fluctlight. Jika ia ditebas menggunakan pedang, jiwanya akan hancur. Tanpa mengetahui mengapa ia bisa terluka dan mengapa ia ingin sembuh, Leafa tak ingin berterung dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh— Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengesampingkan pakaiannya yang telah dirobek, rasa sakit ketika Life miliknya dihisap benar – benar luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini rasanya sakit ketika tubuhmu tak bisa terluka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hentikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin tak menyadari jika kata – kata tersebut meluncur dari mulutnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, kali ini lebih jelas terasa di mulutnya dan tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya menyipit, mata milik Dee seolah hendak menerkam. Menahan rasa marah di perutnya, pemimpin Orc melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukanlah Life milikmu telah penuh? Kau tak perlu menyedot habis tubuh si Ium Putih!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sekarang apa? Berani memberiku perintah …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berkata pelan, seolah menekan nada piano.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, kesepuluh tentakel menggeliat semakin hebat, memaksa masuk semakin dalam, semakin cepat menghisap darah. Kulit Dee kini telah kembali ke warna eksotis miliknya, dan rambutnya kini semakin panjang dan lembut dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, Life yang dihisap secara berlebihan mulai memancar ke udara disekeliling menjadi partikel kebiruan. Namun Dee tak menunjukkan tanda – tanda untuk menghentikan siksaannya pada si gadis, kini Dee mulai mencengkram dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah bilang, kan. Tahanan ini menjadi milikku sekarang. Tak peduli berapa banyak Life yang aku hisap, tak peduli berapa banyak aku menyiksanya di depanmu, babi, atau bahkan ketika aku ingin membunuhnya sekarang, sudah bukan menjadi urusanmu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuku, kukuku, sebuah tawa keluar dari tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, yah, tentu. Kau yang menemukannya, jadi aku harus menunda pembayarannya kan? Kalau begitu… lepas semua pakaianmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap… Apa yang kau katakan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah sejak lama, melihatmu mengenakan armor dan mantel membuatku mau muntah. Kau ini babi, namun berlagak berpakaian seperti manusia. Jika kau mau  bertelanjang, merangkak, dan memohon padaku, mungkin aku akan mengembalikan tahanan manismu ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, seberkas cahaya merah memasuki pandangannya. Diiringi dengan rasa sakit seperti di tusuk jarum panas terasa di mata kanannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hanya seekor babi.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Seperti manusia. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata milik Dee bertolak belakang dengan kata – kata Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kau juga manusia, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Terlebih lagi, apa yang ingin kamu tahu? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak boleh membiarkan Dee membunuh gadis ini. Bukan, ia tak ingin Leafa mati. Karena ini... karena ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan bergetar milik Rirupirin menyentuh ujung mantel, dan membukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik mantelnya, Rirupirin menggerakkan tangannya ke sabuk yang mengikat seluruh armornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, suara lemah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya terangkat, matanya bertemu mata milik Leafa yang sedang menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata emerald miliknya berkedip beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… tak apa. Jadi, jangan … lakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terputus – putus. Dee menggigit wajah Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau terus mengucapkan hal – hal yang tak perlu, aku akan menggigit wajah cantikmu ini. Kita sedang bermain lho. Hei, apa yang kau tunggu babi. Lepas pakaianmu. Ataukah kau mulai merasa senang melihat tubuh manusia telanjang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyahahahaha, tawanya tak berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan miliknya yang memegang sabuk kini mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak peduli dengan rasa sakit di mata kanannya. Karena, dibandingkan dengan kemarahan dan penyiksaan yang mengisi hatinya, rasa sakit ini tak ada apa – apanya .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Aku… Aku…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, sesuatu mengalir dari matanya, turun hingga ke pipi. Tetesan yang jatuh di sebelah kiri berwarna bening, sementara yang jatuh di sisi kanan berwarna merah terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya mulai melepas dari ikat pinggang— dan bergerak menuju pangkal pedang di pinggang kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku seorang manusia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berteriak, rasa sakit yang tak pernah dirasakannya menyerang menyerang mata miliknya, lalu meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun setengah buta. Rirupirin bisa menemukan lokasi Dee secara tepat. Tawa sadis miliknya berhenti dan mulutnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sepenuh tenaga, Rirupirin mengayunkan pedang miliknya menuju kaki milik Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi— karena kehilangan sebelah mata, incarannya agak meleset.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung pedang miliknya hanya menyerempet betis Dee. Tubuh Rirupirin kehilangan keseimmbangan dan bahu kirinya ambruk ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat kepalanya, ia melihat Dee yang kini mulai murka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Babi busuk ini … beraninya melukaiku …!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melempar tubuh Leafa ke belakang dan melepas tentakelnya. Dengan deru suara, tentakel tersebut berubah menjadi pedang hitam tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mencincangmu, dan menjadikanmu makanan babi hutan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Orc menunggu ketika pedang tersebut sampai menebasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thump.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thump.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua suara terdengar pada saat yang sama. Pergerakan Dee terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bingung, Rirupirin melihat jika lengan milik Dee terjatuh dan menancap tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Dee juga terkejut. Wanita tersebut perlahan menoleh ke belakang, darah bagaikan air terjun mengalir deras dari punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok Leafa memasuki pandangan Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan sosok rampingnya yang tak memiliki otot, pedang panjang terlihat sulit untuk diayunkan ke depan. Meskipun kedua tangannya terikat, Leafa lah yang telah menebas tangan Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berbatuk dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang manusia … membantu seekor babi, dan menebas manusia lainnya …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Pengguna Dark Art memaju mundurkan kepalanya tak percaya, Leafa membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, aku hanya menebas orang jahat untuk menolong orang baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat pedang panjangnya lalu mengayun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hya-ka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis mundur ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sungguh— ajaib. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pergerakannya tidak berlebihan, namun cepat dan teknik miliknya luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, Rirupirin menangis— karena terbawa emosi kali ini. Ketika ia memandang Dee., Pengguna Dark Art nomor satu di Tanah Kegepalan dan yang terkuat diantara Sepuluh Bangsawan Penguasa, terpotong menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller melihat secara jelas ketika si naga hitam mengepakkan satu sayapnya, mendarat pelan, lalu meraung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika matanya berpaling, semua hal yang berhubungan dengan keberadaan sang naga yang ada di pikiran dan ingatannya lenyap. Ia memandang sekitar tanpa mengubah ekspresi wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi ia jatuh adalah sebuah daerah dengan banyak pilar batu. Pilar yang ia pijak di bagian tengah memiliki tinggi 100 yards dan lebar 30 yards.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat turun bukanlah hal yang bijak. Ia masih belum akrab dengan Art yang mengatur elemen di dunia ini, juga ia tak bisa meninggalkan Putri Cahaya Alice di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia memiliki tali, jangkar, atau tangga tali, Gabriel bisa dengan mudah turun ke bawah dari ketinggian ini. Tetapi tak perlu melakukannya saat ini, karena musuh yang entah bagaimana berhasil menumbangkannya kini telah mendekat dari arah utara bersama dengan tiga ekor naga. Ia harus mengurus musuh ini, mengambil alih kendali AI si naga, lalu terbang ke selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mengangkat wajahnya dan menatap ke atas. Matahari virtual yang mengambang di langit merah telah mencapai titik puncak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak banyak waktu tersisa ketika Critter mengatur ulang waktu akselarasi. Bisakah Pemain Amerika yang berjumlah 50,000 menyapu habis Pasukan Kerajaan Manusia sebelum dipaksa log out karena percepatan akselerasi? Dengan jumlah 1,000 orang tersisa, Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia tak akan bisa bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang membuat ia ragu adalah para Integrity Knights yang telah berhasil menyapu pasukannya satu persatu. Tetapi salah satu diantaranya, Alice, telah berhasil ia culik, maka pengejarnya pastilah salah satu Knight juga, hanya ada satu dua orang Knight yang tersisa di medan peperangan utara sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera Gabriel memutuskan keinginannya, ia kini berbalik pada Integrity Knight Alice yang sedang pingsan di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sungguh sangat—cantik. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Begitu cantik hingga kesenangan yang ada dalam dirinya tak bisa berhenti. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel sedikit bingung: haruskah ia melepas senjata dan armor miliknya sebelum memborgolnya? Itu adalah pilihan paling masuk akal, tetapi musuh sedang mendekat dan tampaknya akan agak sulit dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus menunnggu waktu akselerasi dan mengulur waktu. Bahkan ketika ia akan melonggarkan armor milik Alice, Gabriel harus melakukannya dengan lembut, dan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidur nyenyak sekarang, Alice… Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbisik lembut pada Alice, Gabriel berjalan ke tengah pilar bundar menunggu musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu Gabriel Miller yang sedang menggunakan Super Account 04 «Dewa Kegelapan Vektor», maupun Critter yang berhasil mencurinya, keduanya tidak mengetahui fakta ini: Alice si Knight terkuat telah jatuh pingsan selama beberapa jam hanya dengan dicengkeram naga, itu karena kemampuan Vektor itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat Super Accounts di Underworld diciptakan guna melakukan perintah langsung— penciptaan keajaiban— di dunia ini dan lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stacia, yang bisa mengubah dataran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Solus, yang bisa menghancurkan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terraria, yang bisa menyembuhkan durability.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Vektor, yang bisa mengatur pikiran Artificial Fluctlights itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara khusus, ia juga bisa mengedit ingatan lingkungan— data Vektor dalam Fluctlights dan memindahkannya ke suatu tempat yang jauh, ataupun menciptakan bangunan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tindakan tersebut agak berbeda dengan ketiga Dewi yang lain namun memiliki konsep yang sama, cukup sulit baginya menjadi subjek untuk disembah oleh penduduk. Terlebih lagi, Vector tak hanya memiliki Prioritas equipment dan Life paling tinggi, ia juga memiliki kemampuan pelindung terhebat “Kemampuan tak bisa dijadikan target Art”. “Anak Hilang Vektor”, adalah salah satu dongeng yang diwariskan dalam Underworld, cerita tersebut diwariskan berdasarkan salah satu perintah operasi pada penduduk setemmpat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi kekuatan Dewa Kegelapan Vektor dan imajinasi unik milik Gabriel Miller, ataupun Incarnation yang bisa menimbulkan efek berlipat ganda yang bahkan tak bisa diprediksi oleh teknisi «RATH».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa menghisap kesadaran seseorang tanpa menggunakan Art.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluctlight milik Alice juga berhasil ditaklukkan dan dipaksa untuk tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi kekuatan Vektor serta Gabriel telah sukses menghancurkan serangan maut milik Jendral Kegelapan Shasta sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang ini, rival Shasta— Integrity Knight Bercouli akan mengalami jejak yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli melihat naga Kaisar Vektor telah jatuh ke batu pilar besar sehingga ia tak bisa lari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia manahan kelelahan hebat karena menggunakan teknik paling tinggi miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus… Tolong terbang sedikit lagi, Hoshigami, Amayori, Takiguri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia menyelesaikan kalimatnya, ketiga naga dengan sekuat tenaga mengepakkan sayap mereka. Selama musuh tetap berada disana bahkan jarak sepuluh kilol akan bisa dikejar dengan singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat sebelum memasuki pertempuran, Bercouli mulai merenungkan. Ingatannya mulai mengingat mimpi tadi pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apakah kau pernah merasakan tanda-tanda kematian?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Tertinggi Administrator bertanya dalam mimpinya, dan bagi Bercouli yang mengenalnya selama ratusan tahun, ia tetap menjadi sosok yang tak bisa dikalahkan sampai akhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ia dilepaskan dari Deep Freeze dan diberitahu Alice mengenai kematian Pemimpin Tertinggi, ia merasakan kekagetan dan sedikit lega: Terima kasih atas hasil kerjamu selama ini. Kematian Pemimpin Tetua Chudelkin membuatnya lebih kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hal tersebut, ia tak pernah menanyakan secara jelas mengenai kematian Administrator kepada Alice , juga situasi yang dialami oleh Alice. Tentu saja, di sisi lain ia terlalu sibuk melatih Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia, dan di sisi lainnya ia tak ingin mau tahu— mengenai sifat keras kepala dan hasrat milik wanita bermata dan berambut perak tersebut ketika melakukan dosa paling besar tentang eksperimen – eksperimen anehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Administrator selalu lesu, tak konsisten, dan berubah – ubah pada Bercouli. Meskipun ia selalu mematuhinya, Bercouli tidak memujanya seperti yang Chudelkin lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga tidak benci mematuhi perintahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar … Percayakan padaku kali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Knight paling tua berguman, dan membuka matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat dengan jelas sosok Alice yang berbaring di batu mengenakan armor emas miliknya, dan sosok Kaisar Vektor berdiri diam dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah… kalian bertiga berjaga saja di udara! Jika aku tewas, mundur ke utara dan bergabung dengan pasukan lain!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengisyaratkan dengan lembut pada ketiga naga, Bercouli terjun dari punggung Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon meninggalkan jejak udara bagaikan meteor jatuh, ke 700 orang Pasukan Penjaga dengan susah payah kini menuju arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mulai kewalahan menangani pasukan crimson di belakang mereka. Tetapi baik Penjaga maupun kuda – kuda tak akan bisa berlari terus seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berdiri di atas atap kereta Kirito, Tieze, dan Ronye, berdoa sambil menatap arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sekitar dua puluh menit penjelasan Sinon, pemandangan reruntuhan kastil raksasa mulai tampak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada tanda – tanda manusia, demihumans, maupun binatang raksasa lainnya. Hanya ada bebatuan yang diam di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan jalan lurus ini ada dua kuil datar. Tingginya sekitar 20 mel, dan lebarnya 300 mel. Kuil ini mungkin bisa dijadikan garis pertahanan agar musuh tidak mengepung mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara kedua kuil tersebut, jalanan masih berlanjut ke arah selatan. Pemandangan ini memberikan kesan seperti roti lapis, karena selain ada di tengah – tengah, juga ada patung besar di kedua sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah patung Budha, juga bukan patung khas negeri barat. Sejujurnya, patung tersebut seperti sosok persegi yang ada di reruntuhan Amerika Selatan. Semuanya dipahat dengan mata bulat dan mulut besar, dan tangan mereka disilangkan di depan dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apakah patung tersebut di desain oleh teknisi RATH ketika Underworld diciptakan? Ataukah diciptakan secara otomatis menggunakan paket program The Seed? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ataukah patung tersebut— dipahat dari gunung batu oleh penduduk Tanah Kegelapan …?  Seperti tanda makam bagi yang telah tewas …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik nafas, menyingkirkan pikiran – pikiran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak pada Knight Renri yang sedang memimpin pasukan sambil menunggang naga:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita serang musuh di dekat jalan sana”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban “Mengerti!” terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa menit kemudian, Penjaga mulai membentuk formasi diantara kedua kuil. Patung seperti Mammoth ada di kedua sisi, seolah menatap mereka. Tapal kuda dan sepatu penjaga bergetar mengisi jalanan kering ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri memando mereka, suaranya memotong udara dingin:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Penjaga, bagi posisi! Biarkan kereta barang dan tim persediaan lewat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Penjaga kini terbagi menjadi dua, kemudian delapan kereta barang melewati mereka, diikuti dengan tim persediaan yang kebanyakan para Astetic. Setelah sampai di bagian belakang, mereka berhenti. Angin kencang bertiup dari pintu masuk raksasa di jalan sana, rambut Asuna tertiup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh senyap. Pemain Amerika yang mengejar mereka mulai kelihatan, debu – debu beserta getaran mulai terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna melompat dari kereta barang, dan berkata pada gadis – gadis yang menonjolkan kepala mereka ke atas atap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini pertempuran terakhir. Aku akan menyerahkan Kirito-kun pada kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya! Serahkan pada kami, Asuna-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan melindunginya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Bahkan jika harus bertaruh nyawa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Tieze, Ronye dan Sortiliena meletakkan tinju ke depan dada mereka, Asuna melakukan hal yang sama dan tersenyum lelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Istirahatlah. Aku tak akan membiarkan musuh sampai ke tempat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata tersebut seperti sebuah janji pada dirinya sendiri. Asuna melambaikan tangan dan berbalik arah dengan segala keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri kini masih ada di depan pasukan penjaga, mengatur mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan ini luasnya sekitar 20 mel. Meskipun cukup sempit untuk dijaga, menjaga jalan ini sambil formasi saling bergantian mungkin saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal paling penting adalah mencegah angka kematian sebesar mungkin ketika melawan 10,000 musuh lebih, karena regu Ascetic juga melakukan penyembuhan dari belakang. Untungnya, diantara pasukan crimson tak ada pengguna Art. Meskipun sepertinya para pemain tersebut tak menemukan cara untuk mengaktifkan system command yang cukup rumit di Underworld dalam waktu singkat, situasi ini sepertinya sebuah keajaiban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika situasi ini mungkin berubah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku akan membunuh seluruh pasukan seorang diri. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas dalam – dalam dan berkonsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memikirkan jumalah Life milik Stacia dan Prioritas equipment miliknya, ia tak akan kalah karena kerusakan berdasarkan angka. Masalahnya adalah apakah ia mampu menahan rasa sakit. Ketika ia menerima luka di jantung, tubuh virtualnya ini akan terluka, dan bahkan jika ia memaksa, ia mungkin akan jatuh dalam kondisi dimana ia tak akan bisa menggenggam pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memejamkan mata, memikirkan Kirito yang masih terluka. Ia membayangkan luka dan duka yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna sudah ada di garis depan, rasa takut lenyap dari dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertempuran besar ini adalah yang terakhir, diterangi cahaya matahari siang hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar duapuluh pemain Amerika yang mengenakan armor berat kini maju ke reruntuhan, mencari darah dan teriakan yang dijanjikan pengumuman dalam website.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun apa yang menunggu mereka bukanlah NPC yang didesain untuk hiburan semata, tetapi para pejuang yang berkeinginan untuk menyelamatkan dunia dan menolong teman mereka si Integrity Knight emas. Meskipun terluka parah, pedang mereka masih memancarkan cahaya keingianan untuk menahan senjata musuh dan menghancurkan armor musuh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sesosok manusia menatap ke bawah dari ketinggian, diatas pasukan crimson yang telah dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenakan pakaian yang tidak memantulkan cahaya armor, seperti jaket sepeda motor besar. Jaket tersebut ditutupi dengan paku – paku keperakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjata yang ia gunakan hanyalah pisau pemotong daging besar yang menggantung di pinggang kirinya. Wajahnya tertutup. Tubuhnya dibungkus pakaian kulit hitam seperti jas hujan, hingga menutupi ke mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya tersenyum kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah Vassago Casals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dive sekali lagi ke dalam Underworld dan berhasil menghindari serangan laser milik Sinon, ia kini menyamar diantara pasukan Amerika yang mengejar Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia. Akan tetapi, ia tidak ikut dalam serangan awal, malahan ia memanjat dinding kuil bagian timur, dari atas kepala sebuah patung ia bisa mengamati jalannya peperangan, ia mumutuskan untuk menikmati hiburan menarik ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kekek, bajingan itu selalu terburu – buru seperti biasanya ketika marah. Ia membunuh banyak orang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berguman dengan tawa kesenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti dalam ingatan masa lalu Vassago, gadis berarmor mutiara dengan rambut coklat— Asuna «The Flash» kini mulai mengangkat gagang rapier miliknya yang mulai bercahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Dahulu&#039;&#039;&#039;, Vassago juga dalam posisi yang sama, menonton pertempuran Asuna dari kejauhan. Ia telah bersumpah pada dirinya sendiri: &#039;&#039;Aku akan menghabisimu sebelum dunia ini berakhir. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama dengan seorang swordsman berpakaian hitam yang juga bertarung lebih ganas di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia meloncat dari punggung naga, Bercouli masih berada sekitar dua ratus mel diatas tanah. Jika ia meloncat langsung seperti itu, ia tak akan bisa menahan benturan yang akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia seolah menuruni sebuah tangga tak kasat mata, Komandan Knight turun dengan gerakan melingkar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap langkah yang ia jejaki, sebenarnya ia menciptakan Wind Element dibawah kakinya sebagai batu loncatan, dengan begitu ia bisa mengurangi daya benturan. Mengontrol Element dengan kedua kakinya sebenarnya adalah teknik milik Pemimpin Tetua Chudelkin yang ia curi beberapa puluh tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam gagang pedangnya, knight paling tua ini semakin mendekat, menuju titik buta Kaisar Vektor. Vektor berdiri di tengah pilar tepat dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bunuh dia dengan sekali tebas. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah hasrat membunuh milik Integrity Knight Bercouli yang ditunjukkan semenjak ia membunuh Jendral Kegelapan dua generasi sebelumnya – sekitar seratus lima puluh tahun lalu. Dalam tahun – tahun setelahnya, ia tak pernah memiliki musuh yang mampu menarik hasrat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika ia bertarung dengan bocah Eugeo yang menerobos Katherdal Pusat seorang diri, Bercouli telah bertarung serius, namun tidak menunjukkan hasrat membunuh. Tetapi, jika ia melihat saat ini, bahkan melawan Jendral Kegelapan Shasta, ia tak pernah menunjukkan emosi negatif seperti marah maupun benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ini adalah pertama kalinya Bercouli menunjukkan kegarangannya setelah sekian lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap tubuh dirinya benar – benar terbakar. Terlebih lagi bukan saja karena telah menculik Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh ini datang dari dunia luar yang disebut Dunia Nyata, orang ini telah memaksa orang – orang Tanah Kegelapan menuju medan peperangan ketika mereka telah menerima masa kedamaian, juga ia mengirim puluhan ribu penduduknya mati sia – sia, benar – benar tindakan yang tak patut dipuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kaisar Vektor, aku tak tahu alasan apa yang memotivasimu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi jika orang – orang dari Dunia Nyata seburuk dirimu. Aku jadi mengerti begitu melihat ekspresi nona Asuna. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu berarti, satu – satunya kejahatan yang tak bisa diampuni adalah dirimu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika begitu, aku akan membinasakanmu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku akan menebus nyawa Jendral Kegelapan Shasta, Integrity Knight Eldrie, dan nyawa orang – orang yang telah gugur dalam peperangan ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Nah rasakan … serangan ini!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ze… AHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat sepuluh mel dari udara, Komandan Knight mengayunkan pedangnya sekuat tenaga kebawah menuju kepala Kaisar Vektor yang tak terlindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara berdesis, menimbulkan cahaya putih. Cahaya tersebut menyilaukan pandangan, bahkan menelan warna sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak perlu ditanya, serangan ini adalah teknik pedang paling kuat dalam sejarah Underworld. Prioritas serangannya bahkan mampu menulis kembali mnemonic data  dalam Main Visualizer. Dengan kata lain, segala hal yang ada dalam jangkauan serangan ini, berapapun nilai statusnya tak ada artinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bagi Super Account 04— Life tak terbatas milik Kaisar Vektor akan hancur jika terkena serangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika terkena serangan ini, begitulah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika meteor hendak menghantam kepalanya, wajah Vektor masih tak beremosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecepatan serangan ini sangatlah cepat bahkan seseorang tak akan bisa melihatnya. Serangan tersebut datang tiba - tiba; tak peduli berapa cepat reaksimu, mereka tak akan mampu menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi dalam sekejap, tubuh Vector yang terbungkus armor crystalline hitam, dengan tanpa suara bisa bergeser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghindari serangan ini, bergeser sedikit saja bisa menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang milik Bercouli hanya menggores mantel merah yang berkibar di udara. Seketika menyentuh pedang tersebut, mantel tersebut berubah menjadi debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zugaaaaang!! Dengan bunyi nyaring, bekas goresan terukir ke pilar batu tersebut. Seluruh pilar tersebut berguncang, pecahan – pecahannya berjatuhan ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ia menghindarinya?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap seperti orang bodoh, Bercouli tidak berhenti melancarkan serangan lanjut. Melalui pengalaman bertahun – tahun, ia telah mempelajari untuk tidak berhenti dalam kondisi yang tak terduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil langkah lagi, menerjang ke sisi Kaisar. Lalu, ia menebas serangan horizontal. Sekitar setengah detik berlalu sejak serangan pertama yang gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Vektor bisa menghindar serangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya seperti asap hitam yang tertiup angin, sulit dicapai tanpa persiapan. Ujung pedang miliknya menggores permukaan armor, percikan bunga api tercipta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Bercouli yakin akan kemenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan terkuat miliknya telah gagal, namun kekuatannya tidak menghilang. Armament Full Control Art milik pedang «Time Piercing Sword • Empty Slash»— sebuah kemampuan untuk ‘menebas masa depan’ telah diaktifkan. Serangan ini adalah teknik yang akan meninggalkan tebasan pada siapapun yang berada pada arah tebasan, membunuh siapa saja yang menyentuh langsung pedang tersebut; teknik ini membuat Eugeo kesulitan waktu berada dalam Katherdal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggung Kaisar condong ke depan dimana tiga tebasan tak terdeteksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan pertama mengenai rambut perak miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahkota di atas kepalanya hancur dengan bunyi khas logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Vektor terangkat ke atas seolah meminta ampun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli bisa merasakannya, seketika, tubuh miliknya pasti akan putus menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Slap.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bunyi terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumbernya adalah— tangan milik Kaisar yang mengepal diatas kepala belakang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ia menghentikan «Empty Slash» dengan tangan kosong? Tanpa menoleh? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak mungkin. &#039;&#039; Meskipun teknik rahasia untuk menahan tebasan pedang dengan kedua tangan telah diturunkan secara bergenerasi pada Petarung Tangan Kosong di Tanah Kegelapan, teknik tersebut bisa dilakukan jika tanganmu sekeras baja. Terlebih lagi, bahkan Pemimpin Petarung Tangan Kosong tak mungkin menahan serangan tak kelihatan dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran ini terlintas sejenak, setelahnya, Bercouli akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, ia hanya bisa menatap apa yang terjadi setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebasan yang tertinggal di udara dihisap oleh tangan Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, mata biru Kaisar menjadi warna hitam pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian terdalam kegelapan tersebut, banyak cahaya bisa terlihat— apakah itu, bintang - bintang…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu Jiwa. Jiwa – jiwa yang telah ia hisap dan dikurung ada disana. Jiwa Jendral Kegelapan Shasta dan pendamping perempuannya kemungkinan juga ada disana …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bangsat, kau bisa menghisap Incarnation milik orang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada gumaman Bercouli, Vector perlahan menurunkan tangannya yang kini telah menelan tebasan seluruhnya, lalu berkata pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shin’i?13 … Aku paham, pikiran dan jiwa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya membuat tulang bergetar; seolah bisa menelan apapun. Dan sumber suara tersebut adalah bibir kecil yang kini sedang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pikiranmu seperti anggur tua yang nikmat. Kental dan kaya rasa … dengan rasa yang berat di awal. Meskipun bukan kesukaanku … pikiranmu cukup nikmat disajikan sebelum aku menikmati main course.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan pucat Kaisar kini menggenggam ujung pedang panjang yang ada di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang tipis yang perlahan ia tarik dari sarung pedangnya berwarna violet. Mengayunkan pelan ke bawah, Kaisar Vektor tersenyum sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ijinkan aku menikmati lebih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya pedang besar berhasil menggores lengan kiri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit terasa, seperti luka yang tersiram air panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ini bukan apa – apa!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berpikir cepat, luka kecil di lengannya seketika langsung menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, dengan kilatan terang, pedang miliknya berhasil menusuk dada penyerang sebanyak empat kali. Wajah si pria menyusut kemudian tertunduk ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna telah lupa berapa banyak yang telah ia bunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia juga tak menghitung berapa banyak waktu yang telah berlalu sejak dimulainya pertempuran di reruntuhan ini. Ia hanya yakin jika jumlah pasukan crimson yang menerjang terus menerus masih sangat banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hmph,tebasan rapier seperti ini tak akan cukup. Di Aincrad Lama, pertempuran melawan boss selama tiga atau empat jam adalah hal yang wajar. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menyemangati dirinya, melewati tubuh – tubuh tak bernyawa para penjaga, lalu menghadapi musuh baru yang menggunakan kapak perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keseimbangan musuh goyah karena serangannya; Asuna langsung menyerang jantung sambil tengok kanan kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi Asuna bertempur sekarang ini adalah di tengah – tengah jalanan, di sisi kanannya, Integrity Knight Renri masih terus melempar dua pisau lempar dengan tenaga dan akurasi yang konstan. Ia tampak baik – baik saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada di sisi kiri yang dipimpin oleh Sortiliena, Penjaga yang ditempatkan disana, sangat jelas terlihat jika garis depan miliknya mulai terdorong ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayap Kiri, saling berganti antar penjaga bisakah lebih cepat! Fokuskan Art Penyembuh ke sisi tersebut”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna-sama, aku masih bisa bertarung!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang merespon adalah Sortiliena di garis paling depan, ia mengatifkan teknik pedang dua tangan, «Cyclone». Pedang panjang miliknya berputar cepat dengan cahaya hijau dan menghempaskan tiga orang musuh, tetapi Liena terjatuh setelahnya. Menilai dari percakapan mereka tadi malam, para swordsmen dalam kelas bangsawan biasanya berfokus pada pertempuran satu lawan satu, jadi pertempuran panjang dengan banyak musuh seperti ini benar – benar tak adil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun teknik pedang Liena cukup mematikan, bagi Asuna yang baru saja tiba di dunia ini kemarin, teknik tersebut terlalu kaku. Liena terlalu banyak menggunakan serangan sebelum serangan utama, sehingga senjata musuh pasti akan menggores tubuhnya sebelum teknik miliknya mencapai klimaks. Armor miliknya telah penuh bekas goresan, jejak darah ada diseluruh seragam Penjaga yang dikenakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mundur dan istirahat dulu, Liena-san! Percaya pada teman - temanmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada perintah Asuna, Liena menggigit bibir dan mengangguk lalu mundur sambil berkata “Aku akan segera kembali!” posisi miliknya langsung digantikan Komandan Penjaga, tetapi wajahnya cukup kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain kelelahan yang dialami sayap kiri, ada hal lain yang mengganjal hati Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan crimson yang sedang mereka lawan bukanlah monster humanoid yang dikendalikan algoritma, tetapi pemain veteran asal Amerika, tempat lahirnya MMORPGs. Mereka yang telah lama akrab dengan pertarungan akan langsung sadar jika penyerbuan sederhana tak akan efektif, seharusnya mereka memikirkan strategi lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang akan dirinya lakukan jika situasinya terbalik? Asuna mengayunkan Rapier miliknya semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya, ia akan melakukan serangan jarak jauh dari samping. Tetapi tak ada pengguna Art diantara musuh, dan jikapun ada, mereka tak akan langsung paham mengenai bahasa Art dalam Underworld yang begitu rumit dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Art, ada juga pemanah. Untungnya, hanya ada pemanah di Pasukan Penjaga, musuh tak bisa menggunakan akun pemanah. Usaha terakhir mereka adalah mengayunkan senjata dengan kedua tangannya, tetapi tindakan itu pasti membuat mereka tak cukup cepat, karena jika senjata mereka terlempar, mereka tak akan bisa ikut dalam peperangan ini setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya musuh tak memiliki banyak pilihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia semakin yakin bisa mengalahkan sepuluh ribu pasukan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Asuna memikirkan hal tersebut—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu masuk kuil dikelilingi kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya matahari terblokir oleh perisai besar di garis depan musuh juga tombak – tombak yang diacungkan kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Pengguna Tombak! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ber… Bersiaplah menahan serangan!! Berusahalah untuk bisa meghindari ujung tombak!! Dekati musuh agar bisa menyerang mereka!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Asuna berteriak, dengan suara dentingan logam, tombak – tombak besar melaju lurus ke depan secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
““”Assaaaaaaaaaault!!”””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaris penuh 20 pengguna tombak berteriak lalu mulai melaju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Penjaga mulai tertekan oleh serangan ini. Kumohon, tolong tenanglah, Asuna berdoa dalam diam sambil memandang pengguna tombak yang melaju langsung ke arah mereka. Pengguna tombak melaju lurus ke arah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggulah sampai saatnya dan — Cling!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya kekuningan bersinar dari ujung rapiernya dan ditujukan pada pengguna tombak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Haaah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berteriak, ia menancapkan rapier miliknya ke armor musuh, melihat ke depan, ia melihat jika rapier miliknya menusuk tenggorokan musuh. Dengan daya dorongan, darah menyembur ke seluruh pelindung kepala miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan yang terdengar bukan saja dari musuh, tetapi dari para Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa penjaga yang berada di sayap kiri tak berhasil menahan pengguna tombak, mereka tertusuk - tusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh……….!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeraskan giginya, Asuna meninggalkan posisinya dan berlari ke kiri. Dengan tebasan «Linear», ia menusuk pasukan crimson yang menarik tombaknya dari penjaga yang telah tewas. Mau menggenggam pedang berlumuran darahnya lagi, Asuna memotong kedua tangannya dan melancarkan dua tusukan, «Parallel Sting».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berhasil menghindar tusukan tombak ketiga dengan melompat ke atas. Mendarat di tombak, ia berlari ke bahu musuh, mencopot helm miliknya dan menusukkan rapier ke leher musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh terjatuh sambil berteriak. Kini mundur, Asuna berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bawa yang terluka ke bagian belakang! Sembuhkan mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilai sekeliling sekali lagi, tampaknya Knight Renri dan para Penjaga mengalami kesulitan menghadapi pengguna tombak, enam orang Penjaga telah mengalami luka parah karena tertusuk tombak. Tiga diantaranya sepertinya tak bisa ditolong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Jika musuh mengulangi strategi ini, pasukan Pertahan Kerajaan Manusia tak akan mampu menahan kondisi ini karena kalah jumlah.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketakutannya menjadi kenyataan. 20 orang pengguna tombak selanjutnya siap untuk menerjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memandang musuh yang akan datang lalu memandang jika dirinya telah berada di tengah – tengan medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana ada seorang Penjaga yang masih sangat muda, mencoba mengontrol pedangnya, meskipu kakinya gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH………!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak kencang, Asuna berlari ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melaju menuju Penjaga muda yang masih membatu dan pasukan tombak yang akan datang. Rapier miliknya tak akan tepat waktu untuk menahan serangan tersebut. Ia hanya bisa menjangkau ujung tombak dengan ujung tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ini adalah dunia VRMMO, maka Asuna yang memiliki reaksi kecepatan dan kekuatan pasti akan mampu menahannya. Tetapi di Underworld, parameter yang tak bisa dihitung yang mana berbeda dengan SAO dan ALO, ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tombak baja menusuk ke perutnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daya dorong terasa di  seluruh tubuhnya. Tak bisa mengutarakan suara, Asuna dengan diam melihat ke samping, sebuah logam telah menusuk ke perut miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meminimalkan gerakan akan meningkatkan efektifitas pedang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Komandan Knight Bercouli, teknik pedang milik Kaisar Vektor benar – benar berbeda dari style pedang yang pernah ia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, ia hampir tak pernah menggunakan kakinya. Ketika ia menghindari serangan, ia hanya menggeser dirinya dari pijakan. Juga, ketika ia mau menyerang, ia tak kelihatan melakukan persiapan. Pedang yang ia genggam agak renggang akan tiba – tiba meluncur ke jarak paling dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, memprediksi gerakannya sangat tak mungkin. Bercouli bahkan hampir tak bisa menahan lima serangan kuat milik Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi lima serangan sudah cukup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pengalaman bertarung miliknya, Bercouli yang sudah mengamati teknik Vektor mulai menyerang balik ketika Kaisar hendak memulai serangan ke enam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hsss!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melepaskan sedikit semangatnya, ia menebaskan tebasan ke arah kepala sebelum Vektor bisa melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama bunyi logam, percikan putih menyembur ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua pedang saling bertabrakan di tengah udara. Dari sini, hanya adu kekuatan saja. Pedang milik musuh terdorong ke bawah. Tampaknya tak bisa menahan tekanan, tubuh Vektor mulai membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ini saat – saat kritis!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memasukkan Incarnation dalam pedang miliknya. Pedang baja tersebut bercahaya perak. Time Piercing Sword perlahan menekan pedang hitam Vektor, sampai ke pundaknya, dan menggores armor—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, pedang Vektor mulai memunculkan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendar tersebut seperti makhluk hidup, membungkus Time Piercing Sword. Pada saat yang sama, cahaya perak milik Time Piercing Sword menghilang, seolah dihisap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa ini? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak…&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa, apa yang aku lakukan …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara gemercik, ia merasakan rasa dingin di punggung kirinya. Bercouli membuka matanya, melompat ke belakang, mengambil nafas panjang,  dan mendapatkan kembali kesadarannya yang hilang sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa itu tadi? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Seseorang sepertiku, ada di medan peperangan ini! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir keras, Bercouli sadar jika tak sepele itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan menyelimuti pikirannya sehingga ia tak tahu mengapa ia disini, atau megerti alasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan… kau menghisap Incarnation milikku lewat pedangku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memaki dengan suara rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban musuhnya hanya senyum sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang bahu kirinya. Hanya goresan, namun cukup dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph… Sungguh menarik, benar kan, Kaisar? Tetapi tak bisa mengayunkan pedang sungguh menyusahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli terkekeh. Berbeda dengan Vektor yang tersenyum dan bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Benar. Yah, ada hal lain yang belum aku coba.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, ia menjulurkan pedang di tangan kanannya ke depan, tetapi bagaimanapun kau melihatnya, cukup jauh jarak mereka berdua. Tak mungkin pedang tersebut mengenainya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari ujung pedang yang terangkat, sebuah tembakan cahaya biru gelap muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039;Tak mungkin, dari jarak jauh?! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia menyimpulkan, cahaya tembakan tersebut menyentuh dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadarannya menghilang bagaikan api lilin yang tertiup angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang panjang milik musuh menjangkau Komandan Knight, turun lurus menuju lengan kirinya— namun ia hanya berdiri disana, hanya bisa menonton kejadian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang musuh terayun dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi khas, lengan kokoh Bercouli tertebas dari tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ku… u… ughh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berhasil menahan jeritannya yang hampir keluar. Rasa sakit yang amat sangat— seperti terkena semburan api secara terus menerus hingga batas rasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Rasa sakit ini bukan apa - apa! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hanya goresan, tak terasa apa – apa!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tombak hitam yang menancap di perut kiri Asuna telah menembus keluar sejauh setengah meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memutar kepalanya untuk melihat. Ujung tombak tersebut hanya menyentuh pipi si Penjaga muda yang berdiri melongo. Dengan sekuat tenaga ia tersenyum pada laki – laki tersebut, ia menatap pucat pada Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Dibandingkan nyawa berharga anak ini … apalah arti luka virtual?! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ungh… Ah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak hebat, Asuna memasukkan kekuatan ke tangan kirinya, lalu menggemggam tombak yang menembus tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi retakan, logam yang berdiameter lima cen patah dengan pukulannya. Ia lalu mengambil tusukan tombak yang ada di punggung dan menariknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunang – kunang menari di matanya, dan rasa sakit kesemutan mengalir dari ujung jari hingga kakinya. Tetapi tangan Asuna tak peduli, ia menarik tombak tersebut dengan brutal dan melemparkannya ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah menyembur dari mulut serta bekas luka di perutnya, tetapi tubuhnya masih tetap berdiri tegak. Asuna mengelap darah yang ada di mulut lalu menatap musuh dengan pandangan murka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik tombak tersebut berkedip beberapa kali, matanya kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, gosh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berucap dalam bahasa inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… The hell, man… This type of game isn’t fun at all. I’m logging out.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar kata – kata tersebut, Asuna menusuk jantung musuh menggunakan Rapier di tangan kanannya. Tubuh musuh tertunduk lalu menghilang dengan efek pecahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyeri di perutnya tidak membuat Asuna menangis, namun matanya berlinangan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit dan kebencian yang memenuhi medan peperangan ini seharusnya tak terjadi dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain Amerika dan Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia tak memiliki alasan untuk saling bantai. Jika kondisi mereka bertemu berbeda, kedua sisi seharusnya bisa menjadi teman— seperti yang Asuna alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia Virtual … dunia VRMMO seharusnya tidak seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T… To… Tolong… Gh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan dalam bahasa jepang memasuki telinga Asuna. Menoleh, ia melihat tombak besar menusuk seorang Penjaga yang tak bisa bergerak di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U… AAAAAAAHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emosi Asuna tak bisa ditahan ketika ia melaju ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rapier di tangan kanannya menebas tiada henti dan cahaya yang muncul dari ujungnya membungkus tubuh Asuna; kaki Asuna meninggalkan tanah ketika ia melaju lurus seperti komet. Serangan lurus tertinggi bagi rapier miliknya, «Flashing Penetrator».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemegang tombak yang hendak membunuh Penjaga terhempas ke udara, juga teman yang ada di belakangnya. Musuh ketiga juga terhempas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerbangkan musuh keempat yang ada di bawah patung besar, sword skill miliknya berhenti kemudian ia berbalik, menghembuskan nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang kedua serangan tombak telah menyebabkan lima orang tewas di Pasukan penjaga. Bersamaan itu juga, gelombang ketiga serangan tombak hendak bersiap - siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik rapier miliknya dari mayat musuh lalu berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua pasukan, jangan meninggalkan posisimu! Renri-san, tolong ke sini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membuat senyuman kecil, memastikan Knight muda yang melihat sosoknya yang berlumuran darah di sana – sini agar tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Aku akan menghancurkan formasi musuh. Kuserahkan musuh yang berhasil lolos padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna-sama?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat tangan kirinya ke atas pada Renri dan para Penjaga yang kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pusat keseimbangan Bercouli tiba – tiba bergoyang, dan apa yang menyebabkannya adalah lengan kirinya yang terjatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang menyadarkannya bukanlah rasa sakit, tetapi rasa kengerian yang dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melompat ke belakang, berusaha menjaga jarak antara dirinya dan Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan darah dari lengan kirinya bercucuran di pilar batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa – apaan ini? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ia mengarahkan pedangnya padaku, dan kesadaranku dipaksa menghilang …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat kedua jarinya yang menggenggam gagang Time Piercing Sword untuk menyembuhkan luka, memeras otak secepat mungkin. Healing Art yang tak dilafalkan dengan cepat menghentikan percikan darah dengan bekas cahaya kebiruan. Akan tetapi, tak ada cukup Sacred Energy di bebatuan sekitar sini untuk menyambungkan lengan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bagaimana aku menghadapi musuh seperti ini?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Armament Full Control Art «Time Piercing Sword • Empty Slash» miliknya tak efektif. Incarnation yang ada pada tebasan akan dihisap oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilihan terakhir miliknya adalah menggunakan Release Recollection Art «Arcane Slash». Tetapi jika ia menggunakan teknik itu lagi, ia harus mendapatkan saat  yang tepat. Pertama, musuh tak boleh mengganggu serangannya. Kedua, harus sangat akurat …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menyeka keringat yang ada di dahinya dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menyadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku sangat putus asa. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Entah mengapa, aku tak punya hal lagi yang bisa diandalkan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dengan kata lain, disinilah aku akan mati. Serangan selanjutnya mungkin akan menyebabkanku mati. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Heh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari kondisinya, ketimbang berkerut, Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One malah menyeringai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya berpaling dari Kaisar Vektor menuju Knight emas yang pingsan dibalik Kaisar Vektor— Alice Synthesis Thirty.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Nona Kecil. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku masih belum bisa memberi apa yang kamu inginkan, Nona Kecil. Aku belum bisa memberikan kasih sayang seorang ayah. Karena, aku sendiri juga tak bisa mengingat apapun mengenai orang tuaku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi, ada satu hal yang pasti. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mereka yang disebut orang tua pasti akan melindungi anak mereka. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bajingan sepertimu … tak akan bisa mengerti, dasar monster!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menjejak pilar dan maju kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menyiapkan rencana, ia mengisi segala sesuatu yang ada dalam dirinya menuju pedang, si Knight tertua tersebut berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 155.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ga… Hah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batuk darah keluar dari mulutnya dan tumpah ke tanah yang ia pijak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna masih tetap berdiri, bahkan jika ia hanya bisa menggenggam Rapier di tangan kanannya.&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Setelah menahan gelombang tombak ketiga dan keempat, ia terluka sepuluh kali lipat di seluruh tubuh. Armor dan pakaian mutiara putih miliknya kini robek dan darah ada dimana – mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerima serangan langsung dari tombak hingga membuat lubang di tubuhnya, sungguh heran mengapa ia masih bisa bergerak. Faktanya, HP miliknya yang sangat banyak tidak menurunkan kekuatan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tubuh ini akan tewas jika hatiku lengah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jadi, aku harus tetap berdiri. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tubuhnya telah mati rasa. Hanya rasa panas yang menyelimuti seluruh indranya, hingga membuat pandangannya agak kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang pasukan tombak kelima mulai muncul di pandangannnya yang kabur, lalu ia mencabut Rapier miliknya dari tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sudah tak bisa menghindar secara langsung. Ia hanya bisa menghentikan tombak dengan tubuhnya lalu melancarkan serangan sword skills.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rapier seberat bulu milik Asuna kini seolah menjadi cukup berat di genggamannya, tetapi kini ia mengangkatnya dengan kedua tangan, menunggu kedatangan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Go!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah berguncang, 20 orang pengguna tombak mulai melaju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Boom, boom, boom boom boom boom…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suara langkah kaki, suara bergema terdengar dari suatu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Asuna terangkat ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari langit merah, garis – garis mulai berjatuhan. Garis tersebut seperti kode digital.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bala bantuan… untuk musuh…?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Ahh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam jeritannya, ia merasa sangat khawatir dan ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna garis tersebut bukanlah warna crimson, tetapi biru tua seperti warna langit fajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa melihat warna tersebut, ia hanya menyaksikan dengan kedua matanya, menunggu apa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis – garis tersebut berhentii sepuluh meter di atas tanah; kode digital tersebut mulai memadat dan bercahaya, menjadi sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Voom. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara bertiup, dan sosok – sosok tersebut mulai berputar. Seperti angin tornado, sosok tersebut akhirnya turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat dibawahnya, ke 20 pengguna tombak berhenti dan juga menatap atas seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tornado biru tersebut mendarat di tengah formasi musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, pasukan crimson berhamburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah. Pasukan musuh yang terkena tornado tersebut terpotong – potong, darahnya tertiup angin ke berbagai arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, di tengah pasukan tombak yang tewas, tornado tersebut mulai melambat dan membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok tersebut memunggungi Asuna, tubuhnya langsing namun tinggi. Ia mengenakan armor khas jepang. Tangan kirinya menggenggam sarung pedang di pinggang, dan tangan kanannya menggenggam pedang panjang, bukan, sebuah katana, yang kini ia acungkan ke depan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna telah melihat serangan itu sebelumnya, di dunia lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah Sword Skill.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan berat senjata katana— «Tsumujiguruma».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok tersebut akhirnya berdiri, memanggul katana miliknya ke punggung, lalu ia memandang Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah bandana miliknya, wajah agak berjanggut menyeringai padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, maaf membuatmu menunggu, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K… lein…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa mendengar suaranya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, getaran yang sama juga terdengar di seluruh langit. Meskipun efek suara yang ditimbulkan hampir sama ketika pemain Amerika muncul, namun bagi Asuna, suara ini adalah suara malaikat yang akan turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ribuan cahaya biru kode digital mulai turun satu persatu dari langit merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadaran menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit menmuatnya terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli telah lupa berapa banyak ia telah melalui proses tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui pertarungan ini, Kaisar Vektor tak pernah memberikan serangan fatal. Tetapi Bercouli tahu jika darah yang mengalir dari luka – lukanya, adalah Life miliknya yang semakin menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena kekuatan imajinasi yang ia kuasai selama dua ratus tahunan, ia berhasil mengusir rasa takut dan kengerian miliknya, ia hanya memikirkan satu hal dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya menghitung waktu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memiliki kemampuan khusus untuk mengkonfirmasi waktu menggunakan pikirannya, dan sekarang ia bergantung pada kemampuan tersebut lalu mengingatnya. Bahkan ketika pikirannya menghilang karena pedang Kaisar, ia masih tetap menghitung dalam bawah sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Empat ratus delapan puluh tujuh. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Empat ratus delapan puluh delapan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menghitung sambil meluncurkan serangan yang tak berarti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Teknik pedang milikmu … sepertinya tak berhasil menggoresku … wahai komandan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039; Empat ratus sembilan puluh lima.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak akan mampu membunuhku dengan teknik pedang seperti itu ….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— &#039;&#039;Empat ratus sembilan puluh delapan. &#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat ini, aku masih belum selesai.!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berteriak, ia mengayunkan pedangnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedangnya menyentuh pedang Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Incarnation terhisap, pikirannya buyar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia sadar, ia telah berlutut, darah menetes dari pipi kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus depalan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hampir sampai, kumohon bertahanlah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli berdiri kesulitan, dan memandang Kaisar yang ada di belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan jijik muncul pada wajah tak berekspresi miliknya. Alasannya adalah ketika ia menebas pipi Bercouli, darah miliknya menyiprat di pipi Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vector mengelap noda tersebut dan berguman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil langkah ke depan menuju genangan darah yang diciptakan Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jiwamu terlalu berat. Terlalu kental. Terasa di lidahku. Dan kini membosankan, kau hanya berpikir untuk membunuhku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar berkata dengan nada datar, lalu mengambil satu langkah lagi ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Matilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terangkat pelan, pedang hitam memunculkan cahaya menyilaukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Bercouli tidak berubah, tetapi ia menggeramkan giginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Sedikit lagi. Tinggal tiga puluh detik. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh… Jangan berkata seperti itu. Aku masih bisa … menahannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight mengambil langkah ke depan, dan dengan gemetaran ia mengangkat pedang panjang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemana kau akan.... pergi. Kemana kau akan melangkah. Oh, disana…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cahaya redup di matanya, Komandan Knight mengayunkan pedangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clog. Ia menebaskan pedang ke suatu arah, lalu semakin gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ataukah … disini…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melancarkan tebasan lain walaupun agak lemah. Lalu, ia menyeret kakinya yang mati rasa, Bercouli menebas ke arah secara acak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerena pandangannya mulai buram karena kehilangan banyak darah, pikirannya juga menjadi kabur— ia sudah tahu akan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ini adalah tindakan terakhir milik Komandan Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata biru miliknya yang sudah kehilangan cahaya hanya berfokus pada satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jejak kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir sepuluh menit melakukan serangan tak berarti, Bercouli telah menumpahkan darahnya ke bebatuan yang ada di kakinya. Meskipun tidak luas tetapi dua jejak kaki bisa terlihat jelas, ada jejak sepatu milik Kaisar Vektor dan sandal kulit milik Komandan Knight, bisa terlihat jelas dan mudah dibedakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ini adalah jejak pergerakan keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Bercouli telah mencari jejak kaki milik Kaisar yang telah mengering ketika ia menebas lengan Bercouli sepuluh menit lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, Bercouli mulai menghitung meskipun tak sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti, ia bisa mengetahui kemana Kaisar Vektor bergerak sepuluh menit lalu. Lalu, jejak kaki yang ia buat berhasil merekam kemana ia melaju, dan dimana ia berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus depapan puluh sembilan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus sembilan puluh. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… Aku menemukanmu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli bergumam, semakin gemetaran ketika ia mengayunkan Time Piercing Sword.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah serangan terakhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu pedang maupun pemiliknya, keduanya telah mencapai batas Life mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Bercouli semakin kelelahan, ia mengaktifkan Release Recollection Art milik Divine Instrument-nya, Time Piercing Sword.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
«Time Piercing Sword • Arcane Slash».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebalikan teknik «Empty Slash» yang bisa menebas masa depan, teknik «Arcane Slash» bisa menebas masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Main Visualizer dari Underworld, pergerakan semua manusia telah direkam selama enam ratus detik, atau sepuluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Time Piercing Sword bisa merusak rekaman ini, menyebabkan sistem salah mengenali lokasi seorang manusia saat ini menjadi lokasi masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya, pedang yang tadi dilancarkan bisa berpindah ke tubuh seseorang yang ada di masa lalu. Tak bisa dihindari, tak bisa diblokir, sesuai namanya, teknik ini seolah mempecundangi teknik pedang lain dan kerja keras seorang swordsmen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya Bercouli selalu berpikir dua kali sebelum mengaktifkan «Arcane Slash». Ketika bertarung melawan Eugeo, walaupun terkena Release Recollection Art dari Blue Rose Sword, ia memutuskan tak akan menggunakan teknik ini karena ia bisa menang dengan mudah. Ia tahu jika Pemimpin tetua Chudelkin akan menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap Gereja Axiom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena lawannya Kaisar Vektor yang memiliki kekuatan melebihi dirinya, ia tak perlu berpikir dua kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kaisar Vektor turun dari naganya, Bercouli mengambil keuntungan tentang fakta bahwa musuhnya hanya terbang lurus dengan kecepatan tetap sehingga ia bisa mengetahui lokasi terbang sepuluh menit sebelumnya. Namun, karena jarak dekat, ia harus benar – benar memastikan lokasinya dengan sangat tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, jika ia bisa mengingat lokasi musuh sepuluh menit lalu, ia bisa mengaktifkan teknik ini. Tetapi menggunakan cara tersebut, jika pengaktifan teknik pedang miliknya terganggu oleh musuh, akan menjadi sulit untuk menghitung sepuluh menit lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tepat seperti ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau kelihatan mengincar sesuatu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar Vektor mendekat, dan Bercouli dipaksa menghindari Incarnation berwarna biru gelap dari pedang panjang musuh. Seperti itu, «sepuluh menit masa lalu» yang telah ia rekam menghilang selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku melewatkan kesempatanku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli sekali lagi menyiapkan Time Piercing Sword miliknya yang akan mengaktifkan Release Recollection.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berada di ujung tanduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Kaisar telah menyadari jika ia mengincar sesuatu, ia akan langsung mengaktifkan serangan terakhir miliknya. Kenyataannya, cahaya Incarnation pedang panjang milik Vektor telah melaju ke arah Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berusaha melawannya, Komandan Knight berusaha menghindar sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berguling. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berguling, berguling, dan terjatuh. Ia tahu sejak lama jika ia akan menjumpai maut dengan cara sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga kali, empat kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat pada serangan kelima, Bercouli berhasil menghindari semua serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelahnya, cahaya kebiruan berhasil menyentuh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadarannya berhasil menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Bercouli membuka matanya lagi, apa yang ia lihat adalah pedang panjang Vektor yang menembus kedalam perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara whoosh, pedang tersebut tertarik, sisa – sisa Life milik Komandan Knight menyembur lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia terjatuh ke belakang, ia melihat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok naga yang terbang tinggi di langit, kini melaju ke bawah dengan kecepatan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hoshigami. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hei, kau kusuruh berjaga kan? Mengapa kau menentang perintahku, kau tak pernah melakukan hal ini sebelumnya, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga membuka lebar mulutnya, api kebiruan mulai menyembur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melawan serangan seperti itu yang berhasil memusnahkan ribuan pasukan, Kaisar Vektor kini merentangkan tangan kirinya dan menangkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Armor hitam yang ada di tangannya berhasil memantulkan api ke segala arah. Api berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang di tangan Kaisar menembakkan cahaya biru gelap sekali lagi, menembus api biru dan menusuk tepat ke kepala Hoshigami. Naga Bercouli menerima teknik pedang berkekuatan penuh yang berhasil mengontrol naga Dark Knight Order sebelumnya— tetapi gerakannya tidak terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebalikannya, Hoshigami mengubah seluruh Life miliknya menjadi sinar putih yang ditembakkan dari sayapnya, langsung ke arah Kaisar berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa jijik muncul lagi dari wajah Kaisar; ia mengangkat pedangnya tinggi – tinggi dan dan menusukkan tusukan menuju rahang sang naga, berusaha menghancurkannya. Cahaya gelap menyelimutinya, menghisap Life sang naga dan menghancurkan tubuhnya berkeping - keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami telah memberikan Life miliknya untuk mengalihkan perhatian Kaisar selama tujuh detik—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli tak akan menyia – nyiakan kesempatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight bisa merasakan nafas terakhir milik naga tersayangnya yang telah menghabiskan seluruh hidupnya bersama Bercouli lalu mengayunkan Release Recollection Time Piercing Sword tinggi – tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik untuk mengingat “posisi musuh sepuluh menit lalu” hanya bisa diaktifkan setiap sepuluh menit sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, rekaman pergerakan yang ada di tanah bisa menunjukkan posisi musuh sepuluh menit sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh detik setelah Bercouli menatap posisi dimana ia tidak bisa melakukan serangannya, jejak kaki Kaisar bisa terlihat, ia lalu meluncurkan serangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada karakteristik lain pada teknik «Time Piercing Sword • Arcane Slash».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan memasuki system secara langsung, kekuatan pedang ini bisa “menghapus nilai Life dari target yang akan ditebas”. Terlebih lagi, serangan ini tak akan bisa ditahan bahkan oleh sebuah Incarnation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, kemampuan Kaisar Vektor untuk menonaktifkan dan menghisap semua serangan Incarnation tak akan bisa diaktifkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus, nilai Life tak terbatas milik Vektor langsung terubah menjadi nol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya, tubuh Kaisar langsung terpotong dari bahu hingga pinggang kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika tubuhnya terpotong menjadi dua, ekspresi wajah Kaisar Vektor masih tetap pucat tanpa ekspresi. Mata birunya hanya menatap kosong menuju langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah tubuh atasnya mendarat ke tanah, di sekitar dadanya, cahaya hitam menyembur, menciptakan ledakan tak bersuara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ledakan berhenti, tak tersisa jejak tubuh maupun keberadaan Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, Time Piercing Sword yang telah kehabisan Life hancur menjadi debu dengan suara menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039;begitu hangat. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku ingin berada disini lebih lama. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbangun dari tidurnya, Integrity Knight Alice tersenyum kecil ketika masih diantara batas bangun dan tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghalau sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mulai berdiri dengan kedua kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tangan dengan lembut membelai rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
………&#039;&#039;Ayah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah berapa lama ia berbaring disini? Ia telah lama merindukan masa – masa tenang seperti ini … Perasaan terlindungi, tak mengkhawatirkan apapun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ahh… Tapi, sudah saatnya untuk bangun. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Integrity Knight Alice membuka kelopak matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang muncul di depan matanya adalah sosok swordsman berumur, matanya menyipit ketika ia memandang Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di wajah dan dadanya, terdapat bekas luka. Luka tersebut kini bertambah karena luka yang kini bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Paman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berbisik, akhirnya ia benar – benar sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Benar, aku telah diculik Kaisar Vektor. Beneran nih, aku benar – benar ceroboh, aku maju tanpa berpikir panjang. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi seperti prediksi Paman, bahkan ketika aku tertangkap oleh musuh, ia akan menyelamatkanku. Selama orang ini ada disini, aku bisa merasa aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum lagi, Alice berdiri. Ia menyadari luka yang ada di wajah dan dada Komandan Knight, ia menghembuskan nafas lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan kirinya terpotong dari atas bahu. Jubah miliknya berlumuran darah kering. Dan dibawah dadanya, luka mengerikan berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“P… Paman… !! Paman Bercouli!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak dan mengulurkan kedua tangannya, jari milik Alice menyentuh pipi Komandan Knight Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia menyadari jika Knight tertua di dunia ini telah menghabiskan Life miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039; Aw, jangan menangis seperti itu Nona Kecil. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kematian pasti akan datang, hanya saja datang sekarang, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One berkata ramah ketika ia melihat kebawah pada Alice yang memeluknya. Namun suaranya tak bisa keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;…Nona Kecil, jika ini kamu. Aku akan baik – baik saja. Bahkan jika sendirian, kamu akan bisa terus hidup. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Karena, kamu ini muridku.... putriku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan dibawah kini meninggalkan mata Bercouli. Membuat senyum terakhir pada murid kesayangannya, matanya kini menatap langit utara di kejauhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memikirkan seorang knight wanita lain yang ada jauh disana..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak tahu apakah mereka akan sukses atau tidak, tetapi saat ini, hati miliknya terisi oleh perasaan mendalam setelah menemui ujung hidupnya yang mana ia pikir akan hidup abadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;… Yah,tak begitu buruk kok, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kau harus bersyukur karena ada orang – orang yang menangis untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menoleh menuju sumber suara, ia melihat seorang gadis melayang disana, tubuh telanjangnya tertutupi rambut perak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hei, jadi kau masih hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat bahunya, dan Pemimpin Tertinggi Administrator berkedip dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi itu tak mungkin, benar kan? Bisa muncul dihadapanmu, aku ini ingatan dalam dirimu. ‘Aku’ Cuma ingatan Administrator yang tersimpan dalam jiwamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, aku masih tidak begitu paham … tetapi, jika kau ini ada dalam ingatanku. Aku senang kamu bisa tersenyum seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli merespon sambil menyeringai, dan tiba – tiba disampingnya ada naga tersayang milik Bercouli, Hoshigami. Ia menjulurkan leher panjangnya menuju tubuh Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight dengan lembut memegang leher peraknya. Lalu ia melompat bersama Pemimpin Tertinggi keatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu membenciku?” Komandan Knight hanya bisa menggeleng. “Apakah kamu tak membenciku yang telah membuatmu hidup abadi dan menghapus ingatanmu berulang kali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat, Bercouli menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun memang benar dan cukup bosan, yah, hidup yang aku jalani cukup menyenangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sungguh?.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpaling pada jawaban Administrator, Bercouli menarik tali kekang Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga membentangkan sayap transparan miliknya, lalu perlahan terbang menuju langit luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah langit berbintang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tanah kering sekitar reruntuhan «Gerbang Besar Timur». Di sebelah timur dan barat reruntuhan, sepuluh ribu pasukan Tanah Kegelapan yang tertinggal dan empat ribu Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia telah membentuk formasi, bersiap untuk saling serang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Kaisar Vektor telah menghilang tanpa jejak, pasukan Tanah Kegelapan tak bisa bergerak bebas. Pasukan Penjaga juga kebingungan sehingga mereka juga tak bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didekat reruntuhan gerbang hanya terdengar suara angin, ada sosok knight wanita. Dia adalah Integrity Knight yang tinggal untuk memimpin Pasukan utama, Fanatio Synthesis Two. Ia telah memerintahkan Penjaga dan regu Ascetics untuk beristirahat akan pertempuran yang akan terjadi, tetapi dirinya sendiri tak bisa tidur di tenda. Sehingga ia berjalan sendiri di reruntuhan Gerbang Besar Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit malam telah lama berlalu. Solus telah tenggelam di langit merah Tanah Kegelapan dan langit biru Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari satu setengah hari berlalu sejak pasukan pengecoh Kerajaan Manusia berangkat menuju bagian selatan Tanah Kegelapan. Meskipun ia tahu mengenai misi mereka tak akan mudah, ia harus menunggu disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika Fanatio menutup matanya, ingin berdoa pada ketiga dewi agar mereka bisa kembali dengan selamat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya terbuka mendadak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa pria yang ia cintai sedang berbicara di telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Maaf, Fanatio. Tampaknya kita tak akan bisa bertemu lagi. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku menyerahkan sisanya padamu. Biarkan anak itu hidup bahagia …&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum lama ini, Fanatio telah mendengar perkataan yang sama. Itu adalah perkataan ketika Komandan Knight Bercouli hendak bernagkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpakaian armor silver, tangan Fanatio menyentuh perutnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyawa baru yang ada di tubuhnya adalah sesuatu yang terjadi tiga bulan lalu. Bercouli, yang mana telah pergi selama lebih dari seratus tahun tanpa menyentuh Fanatio, ia mungkin telah memprediksinya ketika ia melanggar taboo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memprediksi kematiannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan jika Life milik Komandan Knight Bercouli telah menghilang di kejauhan sana, Fanatio perlahan tertunduk dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa menahan, ia terisak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan mengapa Bercouli selalu menjauh dari Fanatio maupun perempuan lain, ia pernah mendengarnya dahulu kala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria dan wanita di Kerajaan Manusia hanya bisa menikah dibawah pengawasan pendeta Gereja Axiom, dan hanya bisa membuat seorang anak melalui sebuah kontrak. Namun seorang Integrity Knights berperan juga sebagai seorang pendeta dan tak memerlukan pesta pernikahan. Mereka hanya harus bersumpah saling mencintai, berbagi ranjang, dan bisa memiliki seorang keturunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun anak ini akan menua dan tewas ketimbang orang tuanya karena Life mereka telah dibekukan. Bahkan, mengijinkan anak ini mengalami hal yang sama bahkan lebih kejam dari tindakan Pemimpin tertinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, karena Pemimpin Tertinggi telah meninggal, Bercouli akhirnya menerima perasaan Fanatio. Maka, ia memutuskan untuk melindungi anak ini dan membuatnya terus hidup sampai ajal menjemput.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Beristirahatlah dengan tenang, Bercouli. Aku akan membesarkan anak ini. Aku akan membuatnya menjadi seorang pria yang kuat seperti dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghentikan isak tangisnya, Fanatio membuat keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tetapi sekarang ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sekarang ini, biarkan aku menangis. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjatuh ke tanah, Fanatio menggenggam butiran pasir bekas jejak kaku Komandan Knight Bercouli, lalu menangis tanpa menahan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun aku tak memiliki masalah dengan kalian …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengacungkan katana merahnya pada pasukan crimson, pedang miliknya bergetar di penjuru reruntuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan membalas kalian karena telah melukai temanku. Aku akan membalas tiga kali lipat … Tidak, aku akan membalas ribuan kali lipat sialan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah berteriak, ia melaju ke arah musuh. Asuna begitu kebingungan hingga ia melupakan rasa sakit yang ada di perutnya. Tiba – tiba, garis kode lain muncul disebelah Klein, membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosoknya begitu besar, seorang pria berkulit coklat dan menggenggam kapak besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Agil-san!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika “si penjual”, yang pernah menyediakan persediaan pertempuran bagi pemain atas SAO, menoleh pada Asuna, ia mengacungkan jempolnya ke atas udara sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, ia berbalik dan mengejar Klein yang telah berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang ketiga dan keempat muncul dihadapan Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis berambut pendek, mengenakan pakaian merah kecoklatan serta pelindung dada berwarna perak, ia juga menggunakan palu perak yang menggantung di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, seorang gadis kecil yang mengenakan pakaian dan tunik biru laut, rambutnya diikat twin tail.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Liz!! Silica-chan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua mata Asuna terisi air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan meninggalkan tubuhnya. Sambil tetap di posisi semula, Asuna membuka kedua tangannya pada temannya yang ia sayangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian… Kalian telah datang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu dong kami datang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beneran”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjawab pada saat yang sama, Lisbeth dan Silica menggenggam tangan kanan dan kiri milik Asuna lalu memeluknya. Ekspresi keduanya juga menjadi terharu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Selalu memaksakan diri … kau berdarah tahu … kau terlalu sok kuat, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serahkan sisanya pada kami, yang lainnya juga datang lho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan pelukan dari Lisbeth dan Silica, Asuna merasakan jika rasa sakit pada luka – lukanya berubah menjadi rasa hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih… Terima kasih …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi cucuran air mata, Asuna melihat hujan garis digital yang memasuki pertempuran ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 178.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang muncul disana adalah ribuan swordsmen yang memakai armor yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musuh yang berarmor merah adalah musuh kita!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan, serang! Pukul mundur musuh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para Penjaga, mundurlah sementara dan sembuhkan luka kalian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendarat, mereka mulai berteriak dalam bahasa Underworld, bukan, bahasa Jepang — mereka mengangkat pedang, kapak, dan tombak lalu mulai melaju ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilai dari kemampuan bertarung individu dan mengerti cara bekerja sama, mereka kemungkinan adalah para pemain veteran VRMMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Jadi seperti itu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna akhirnya menyadari situasi yang muncul dihadapan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Karena pemain Amerika muncul di medan peperangan ini, ratio akselerasi Underworld mungkin telah diubah oleh penyerang menjadi 1:1. Dengan kata lain, sangat memungkinkan untuk Dive menggunakan AmuSpheres dari Jepang. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi menilai dari equipment serta senjata, tampaknya mereka tidak menggunakan akun default Penjaga. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu berarti— mereka mengkonvert akunnya. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak salah lagi jika mereka mengubah karakter mereka — karakter yang telah lama mereka latih — ke dalam Underworld. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tampaknya mereka tidak tahu apakah mereka bisa kembali ke dunia VRMMO asal mereka. Alasannya adalah— kondisi Underworld itu sendiri, mungkin saja karakter mereka akan hancur ketika mereka tewas, namun mereka …!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semuanya… Maaf… Aku minta maaf …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara separo menangis, Asuna meminta maaf pada kedua temannya dan kepada para swordsmen yang telah maju ke garis depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu ngomong apa sih, Asuna?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Lisbeth terisi oleh ketetapan hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alasan kamu berhasil sukses di SAO dan ALO adalah karena kami yakin jika kami suatu hari akan menyelamatkan dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah… benar… terima kasih semuanya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbisik berterima kasih, Asuna mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ada satu hal yang mengganjal. Bagaimana Liz dan lainnya yang ada di sunia nyata tahu mengenai kondisi Underworld dan mencari bala bantuan? Tak mungkin Kikuoka dan Higa, karena mereka berdua berada di ruang sub kontrol Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei Liz, Silica-chan. Siapa orang yang membawa kalian kesini …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan Asuna, mereka berdua saling pandang dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, Asuna, bukankah sudah jelas?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja Yui-chan! Ia telah berusaha sangat keras menjelaskan kondisi Underworld dan penduduknya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mendengar kata – kata tersebut, hatinya bergetar dan air mata semakin menuruni pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yui. Terlahir sebagai Top-Down AI dalam SAO, putri Asuna dan Kirito. Ya… pastilah Yui yang memberi tahu mereka. Ia menyadari rencana musuh yang tak bisa diprediksi oleh Asuna, Kikuoka, dan yang lain, ia pasti mengambil tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Terima kasih, Yui-chan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil bersyukur, lengan kirinya yang terluka telah sembuh dan luka di seluruh tubuhnya langsung hilang begitu ia berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, suara lemah terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um… Asuna-sama? Orang – orang ini… atau para knight ini adalah …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri berdiri disana dengan pandangan heran. Dibelakangnya para Penjaga juga memiliki ekspresi yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna, setelah menatap Renri, Lisbeth, dan yang lain kemudian tersenyum dan membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teman - temanku. Mereka datang dari Dunia Nyata untuk menolong kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri berkedip beberapa kali, lalu menatap Lisbeth dan Silica—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi lega muncul dari wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jadi begitu… aku sungguh bersyukur. Aku kira semua orang yang datang dari Dunia Nyata adalah orang – orang menyeramkan, tidak seperti Asuna-sama …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, tak mungkin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil tersenyum marah dan teriakan mengintimidasi, Lisbeth menepuk pundak Renri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Lisbeth. Salam kenal, Knight-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Y… Ya. Namaku Renri. Salam kenal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna yang menyaksikan pemandangan ini sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia, selama masih hidup tak akan melupakan pemandangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Momen ketika orang – orang yang terlahir dari dua dunia yang berbeda saling sapa dan menjalin persahabatan. Kisah ini akan berlanjut hingga masa depan nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas dalam, mengubah nada bicaranya dan bertanya pada Lisbeth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Liz, berapa orang yang mengubah akun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, yah, sekitar dua ribuan mungkin. Aku mencoba sebisaku, tetapi… aku masih tak bisa membujuk semua orang …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memuji temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini lebih dari cukup. Tetapi… untuk bisa mengkonvert akun mereka lagi, kita harus mencegah jatuhnya korban sebanyak mungkin. Jangan terlalu memaksa, mundurlah untuk pengobatan. Liz dan Silica-chan, bawalah dua ratus penjaga mundur dan bantu tim pendukung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengganti kekhawatirannya akan pertempuran, Asuna memberikan perintah pada Renri dan Para Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian semua, meskipun cukup sulit, kumohon mundur dulu menuju tim Ascetics dan gunakan Healing Arts. Para swordsmen dari Dunia Nyata tak begitu akrab dengan Sacred Arts, jadi akan sangat membantu jika kalian mengajari mereka cara bacanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me… mengerti, Asuna-sama! Kalian dengar, Para Penjaga! Kita akan mendukung bala bantuan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada teriakan Renri, para Penjaga yang kelelahan akibat bertempur kini merespon secara kompak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lalu apa yang akan kamu lakukan, Asuna-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan Silica, Asuna berkedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja aku akan menyerang garis depan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku sudah tidak merasa kehilangan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melaju kedepan sana, ia menenali beberapa wajah dari ALO — ada Penguasa Sylph Sakuya, Penguasa Cait Sith Alicia, Jendral Salamander Eugene, dan lainnya, mereka berusaha keras memukul mundur musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tak hanya mengubah akun mereka dari ALO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain yang mendukung para swordsmen sambil menembakkan anak panah dengan cepat dan sangat tepat kemungkinan adalah pemain Gun Gale Online, seperti Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, tim – tim yang saling kompak melindungi satu sama lain sambil menyerang musuh, mereka seperti Guild terkuat dari segala macam jenis VRMMO, mereka adalah anggota «Sleeping Knights».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari Asuna, si mage Siune tersenyum padanya. Ketika Asuna melambaikan tangannya, ia menahan air mata yang akan menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bersungguh – sungguh membantu meskipun sadar bisa kehilangan avatar mereka.  Lalu, karena ia sendiri dilindungi oleh sebuah Super Account, ia harus meminimalkan jumlah korban sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berlari ke medan peperangan, memberikan perintah pada pasukan terdekat untuk membentuk formasi oval di depan pintu masuk kuil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tak peduli berapa kuat equipment dan status ke 2,000 pemain ini, masih ada sekitar 10,000 pemain Amerika. Jika menghitung kasar, jumlah korban pasti akan terus bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, masih ada hal lain yang mengganjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit yang tak bisa dihindari dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak seperti pemain Amerika yang telah tewas dan log out ketika merasakan rasa sakit. Siklus para pemain jepang yang mendapat luka, mundur, dan disembuhkan akan membuat mereka sengsara. Dan Asuna telah mengalaminya, rasa sakit yang hampir merenggut semangatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kumohon semuanya. Lakukan yang terbaik. Hingga 10.000 pemain ini musnah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika kita bisa melakukannya, maka kemungkinan para penyerang «Ocean Turtle» akan gagal. Selanjutnya, kita hanya perlu mengurus Kaisar Vektor yang sedang dikejar Komandan Knight Bercouli dan Sinon, lalu menyelamatkan Alice. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat rapiernya ke depan lalu berteriak penuh semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak masalah … kita bisa menang! Jika kita berusaha, kita akan menang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 185.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hirono Takashi, seorang pemain VRMMO asal Jepang bertanya pada dirinya sendiri: &#039;&#039;Mengapa aku datang ke tempat seperti ini?&#039;&#039; Tak ada untungnya kan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan mengapa ia menerima permintaan “terlalu mendadak” dari ALO, membuatnya terbangun pada pukul 5:00 a.m. setelah ditelpon temannya, bukan karena si gadis memohon maupun karena ia bersimpati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, ia percaya pada nyalinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi satu hal yang ingin ia ketahui, &#039;&#039;Dunia VRMMO macam apa yang menggunakan dana negara?&#039;&#039; Hal lain seperti, &#039;&#039;Aku mendapat nilai penerimaan masuk sekolah menengah atas paling buruk, jadi AmuSphere milikku pasti akan segera disita.&#039;&#039; Dan sebagian dirinya— &#039;&#039;Mungkin akan ada ‘suatu’ kenyataan yang tak akan pernah aku temui dalam game yang pernah aku mainkan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Takashi mengubah karakter yang ia latih selama dua tahun dan log in menuju server yang belum pernah ia dengar sebelumnya, apa yang menunggu dihadapannya adalah pria besar memakai armor merah, ia memaki – maki dalam bahasa Inggris sambil mengayunkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melompat ke belakang dan hampir berteriak, tetapi ujung senjata milik musuh menggores armor kaki kirinya, menerobos masuk dan menusuk kulitnys sesaat. Ia tak pernah merasakan rasa sakit seperti itu sejak ia terjatuh dari sepeda dan mematahkan tulang di sekolah dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak ada yang bilang akan menjadi seperti ini—!!&#039;&#039; Takashi berteriak dalam kepalanya ketika mundur semakin ke belakang, entah bagaimana ia berhasil menahan musuh dengan pedang sangat langka miliknya, ia menuju ke samping ke tim pendukung ketika ia merasa agak linglung karena darah mengucur dari kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Cukup sudah. Aku akan log out! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengucapkan hal seperti itu, Takashi kemudian disembuhkan oleh seorang gadis pendeta yang seumuran, ia mengenakan pakaian berwarna biru langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah mengapa, ketika menatapnya, ia memiliki perasaan aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengobatimu secepatnya, tolong tahan sebentar Knight-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis berbicara fasih, lalu menyentuhkan tangannya ke kaki kiri yang terluka ringan — terluka parah menurut pandangan Takashi — lalu ia mulai merapal. Melihatnya bersungguh – sungguh, Takashi berpikir sesaat bahwa ia hanyalah seorang NPC.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ekspresi serius yang tampak dalam mata abu – abu kecoklatan miliknya, sosok imut antara wajah khas negara timur dan barat, dan kehangatan yang datang dari cahaya putih yang muncul dari tangannya, membuat Takashi bingung apakah dia seorang NPC ataukah pemain Jepang, tetapi ia adalah seorang penduduk yang tinggal di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi apakah hal seperti ini benar – benar nyata? Ia berbicara fasih dalam bahasa Jepang, tetapi apakah ia orang Jepang ataukah seorang NPC. Siapa gadis ini sebenarnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari kenyataan ketika ia merasa sakit saat tertusuk, Takashi kini melihat kakinya yang telah sembuh oleh sihir gadis ini: ia tidak berada dalam event sebuah game, tetapi dalam suatu keadaan yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah sudah selesai Knight-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika si gadis mengangkat tangannya dengan sedikit ekspresi bangga, luka kakinya kini benar – benar menghilang seutuhnya, hanya menyisahkan bekas luka kecoklatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te… Terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam lagi pedangnya, Takashi akhirnya mengungkapkan rasa terima kasihnya. &#039;&#039;Oh, apakah aku cocok kalau dipanggil seorang «Knight-sama»?&#039;&#039; ia berpikir, rada geer. Namun wajahnya memerah, dan lidahnya menjadi mati rasa. Ketika ia menyadarinya, ia telah melakukan tindakan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia mengulurkan kedua tangannya dan dengan lembut memeluk tubuh langsing si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ini adalah sebuah dunia VRMMO normal, tindakan Takashi akan disebut sebagai «Tindakan Tak Sopan pada sebuah» dan ia akan mendapat sebuah peringatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun si gadis hanya kaget atas pelukan Takashi, lalu mengambil nafas. Sedetik kemudian, Takashi merasa lengan si gadis dengan agak canggung melingkari tubuhnya dengan sedikit tekanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa, Knight-sama dari atas langit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dekat telinganya, suara yang terdengar cukup pelan namun pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan sister dalam pelatihan seperti ku mampu melakukan tindakan sederhana ini, aku cukup bersyukur dan bangga. Knight-sama, kamu bertempur lebih banyak dan lebih berani. Ingatlah … kamu mengangkat pedangmu untuk melindungi banyak orang, untuk melindungi dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis lalu dengan lembut menyentuhkan telapak tangannya ke punggung Takashi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu dunia nyata ataukah dunia virtual, Takashi belum pernah memeluk seorang gadis sebelumnya. Namun jika ia memiliki seorang pacar di dunia nyata, ia merasa tak akan pernah merasa emosional seperti saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berangan – angan, Takashi menetapkan tujuannya ketika tubuh mereka berpisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um… Bisakah kamu memberitahuku namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Noda merah tampak dalam wajah si sister, lalu ia mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu… Namaku Frenica. Frenica Szeski.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Frenica…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya terdengar agak asing, tetapi cara ia mengucapkannya sungguh fasih. Tak seperti kebiasaanya, Takashi juga menyebutkan namanya sendiri. Bukan nama karakternya, Velios. Tetapi nama aslinya, nama yang selalu tak ia banggakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Namaku Takashi… Hirono Takashi… Um… Bisakah kita bertemu lagi, ketika perang selesai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica mengangkat alisnya sedikit, tersenyum lembut lalu mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, Knight Takashi-sama. Ketika perang selesai dan kedamaian terjadi, kita akan bertemu. Aku akan berdoa pada ketiga Dewi agar kamu bisa selamat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica perlahan menarik tangan kiri Takashi dan membantunya berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica memberi hormat dan berlari menuju korban lain yang terluka. Ketika Takashi melihat punggungnya, ia menyadari sesuatu: jika ia bertingkah dengan bangga— seperti seorang knight dihadapannya, ia harus bisa bertarung dengan berani sampai akhir. Dunia ini bukan lagi sebuah game, tetapi kenyataan lain yang setara dengan dunia nyata dimana Takashi lahir dan tumbuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika ia kehilangan HP, bukan, nyawanya, lalu dipaksa keluar dari dunia ini, ia akan mengangkat dan menebaskan pedangnya hingga saat – saat terakhir. Tak peduli berapa banyak luka yang ia dapat. Ia tak akan bisa bertemu Frenica lagi jika ia gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Takashi berdiri dan berteriak “Baiklahhhhh!”, lalu ia berlari menuju garis depan bukan untuk menjalankan quest, tetapi menjalankan kewajibannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_20&amp;diff=503199</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 17 Bab 20</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_20&amp;diff=503199"/>
		<updated>2016-09-28T17:12:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: /* Bagian 4 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 20 -  Pertarungan Satu Sama Lain (7 Juli 2016/Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
5:00 A.M.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari 3.000 pemain berkumpul di kubah besar Pohon Dunia yang menjulang di tengah kota Alne, di pusat dunia ALfheim Online.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ksatria putih yang menjaga kubah telah dihapus. Sekarang , kesembilan ras peri sering menggunakan tempat ini untuk pertemuan dan jual beli, atau tempat berkumpulnya suatu event.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya empat orang yang bertatap muka dengan sekitar 3,000 pemain lain yang telah berkumpul pada pertemuan besar ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa Gnome Agil, Samurai Salamander Klein, Beast Tamer Cait Sith Silica, dan Blacksmith Leprechaun Lisbeth— teman «Black Swordsman» Kirito yang masih belum terbangun dalam dive-nya di «Underworld».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukul 4:20 A.M, ketika Klein dan Lisbeth telah mengirim pesan kepada setiap teman yang ada di daftar pertemanan mereka, hanya ada tiga pemain berstatus Penguasa yang sedang online. Tetapi, setelah memohon mereka dan teman-temannya, para Penguasa melanggar taboo untuk menghubungi pemain di dunia nyata. Sebagai hasilnya, semua pemain yang berhasil dihubungi telah berkumpul di kubah dalam waktu kurang lebih 40 menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tempat yang cukup luas ini, sekitar 30% dari para pemain terbang melayang maupun yang berdiri, menggunakan akun yang baru saja diciptakan. Mereka bukan orang baru dalam dunia VRMMO. Mereka para veteran dari permainan VRMMO lain yang diciptakan The Seed, mereka diundang oleh teman yang memiliki akun ALO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, 3.000 orang yang sedang berkumpul di kubah Pohon Dunia adalah pemain elit dari yang paling elit diantara para pemain VRMMO di Jepang. Mereka adalah harapan terakhir Yui, si top-down AI: mereka semua adalah satu-satunya pasukan yang bisa diharapkan untuk menyelamatkan Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kubah yang hening ini, suara yang dibesarkan secara sihir milik Blacksmith Leprechaun Lisbeth masih terus berkumandang secara emosional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa yang aku akan katakan bukanlah kebohongan, bukan juga lelucon! Sebuah organisasi penelitian Jepang telah menggunakan anggaran negara dan The Seed untuk menciptakan dunia virtual bernama «Underworld», dan ribuan pemain amerika yang tidak mengetahui fakta ini akan dive kedalamnya dan melakukan pembantaian pada penduduk yang tinggal di dalamnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth merasa malu akan nada bicaranya sendiri, tetapi tetap berusaha mempertahankannya karena inilah satu-satunya kesempatan, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para penduduk Underworld bukanlah sekedar NPC! Mereka adalah kecerdasan buatan yang sebenarnya, terlahir dari data yang bersumber dari banyaknya dunia VRMMO yang kalian mainkan! Mereka memiliki emosi seperti kita, mereka memiliki jiwa seperti kita! Kumohon, untuk melindungi mereka, pinjamkan kekuatan kalian! Tolong ubah data karakter kalian untuk masuk ke dalam Underworld!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengakhiri pidato lima menitnya, Lisbeth memantau para pemain, dan berharap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah-wajah para kerumunan peri terlihat bingung. Tentu saja, tak mungkin mereka langsung memahami apa yang baru saja didengarnya. Bahkan Lisbeth sendiri pun masih kurang memahami penjelasan Yui mengenai dunia Underworld, dan juga «Artificial Fluctlights» yang hidup didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lambaian tangan berusaha untuk menenangkan para pemain yang ribut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penguasa Sylph Sakuya melangkah maju, tubuh langsing-nya berbalutkan jubah hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lisbeth. Aku tak akan menuduh jika kamu dan teman-temanmu melakukan semua ini hanya untuk guyonan, terlebih lagi, pasti ada suatu masalah besar jika si bocah Kirito tidak log in selama sepuluh hari belakangan. Namun..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kalem dan lancar milik Sakuya menenangkan kebingungan pemain lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sejujurnya, sulit untuk menerima semua yang telah kamu katakan secara tiba-tiba. Ada AI yang memiliki jiwa, dan militer Amerika berusaha menguasai mereka …? Fakta-fakta tersebut sulit dinalar … tentu saja, untuk membuktikan kata-katamu, kami harus log in dan melihat dengan mata kami sendiri… tetapi kamu bilang jika dive ke dalam «Underworld» akan menyebabkan beberapa masalah, kan? Bisakah kamu menjelaskannya dulu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Saat ini akhirnya tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth mengambil nafas dalam-dalam, menutup matanya untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktunya untuk jujur. Jika aku gagal, tak ada seorangpun yang akan membantu kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka matanya dan memberi tatapan pasti pada Sakuya, Penguasa lain, dan pemain lainnya, Lisbeth menjawab dengan serius:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. —Underworld tidak beroperasi seperti permainan VRMMO, jadi akan ada beberapa masalah jika kamu dive kedalamnya. Pertama-tama, tidak ada jendela operasi dalam Underworld. Dengan kata lain, kalian tak akan bisa log out sesuka hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keributan menjadi semakin parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa log out sesuka hati; bukankah ini kata-kata yang akan menggambarkan permainan kematian di masa lalu, «Sword Art Online»? Sekarang ini, semua permainan yang dibuat berdasarkan The Seed, termasuk ALO, memiliki dua cara untuk log out: bisa menggunakan jendela operasi maupun perintah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satu-satunya cara untuk log out adalah “tewas” di dalam Underworld. Tetapi itupun menimbulkan masalah kedua. Dalam Underworld … tidak ada Pain Absorber. Jika kamu menerima damage besar yang membuat HP milikmu menjadi nol, kamu akan menderita rasa sakit yang cukup menyakitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semakin keras terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penahan rasa sakit adalah fungsi utama bagi server VR saat ini. Di dunia virtual yang tak memiliki fungsi ini, mendapat sebuah tebasan pedang ataupun luka bakar akan mengakibatkan rasa sakit yang menyakitkan di dunia nyata. Yang lebih parah, bekas luka tersebut  mungkin muncul pada kulit fisik seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan ini saja, masih ada masalah yang lebih besar ketika dive ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menunggu keributan menjadi agak tenang, Lisbeth lalu menginfokan para pemain efek samping ketiga dan juga yang paling parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Satu lagi. Underworld yang saat ini sedang berjalan bahkan tak bisa diatur oleh developer yang mengoperasikannya. Dengan kata lain … kita tak bisa menjamin jika data karakter kalian bisa di convert kembali ke dalam permainan aslinya … bisa saja, karakter itu sendiri akan tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah jeda sejenak—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan makian bergema di dalam kubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth, Klein, Silica dan Agil yang ada di tengah-tengah lantai kubah, dengan Yui yang duduk di pundak Klein dalam bentuk pixie-nya; masih diam berdiri, tubuh mereka berusaha menahan makian yang datang dari berbagai arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi seperti ini telah diduga oleh mereka berlima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3,000 pemain elit ini telah menghabiskan banyak waktu dan usaha untuk meningkatkan karakter mereka. Bagi pemain ALO, mereka telah menghabiskan banyak waktu untuk menebas monster, dan itu hanya mendapat satu EXP; tindakan itu seperti usaha untuk mengeringkan sebuah danau dengan menggunakan ember, dilakukan setiap hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin mereka akan tetap diam setelah mendapat info jika mereka akan kehilangan karakter yang mereka kembangkan dengan sepenuh jiwa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“J… Jangan bercanda!!” seorang pemain dari dalam kerumunan berteriak sambil mengacungkan jari tengahnya ke Lisbeth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah pemain Salamander yang mengenakan armor crimson, sambil membawa kapak di punggungnya. Dia tampaknya pemain setingkat Komandan dibawah pimpinan Penguasa Mortimer dan General Eugene.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melepas helm miliknya dan menunjukkan mata yang terisi kemarahan, Salamander tersebut berteriak hingga mampu membuat kelompok lain dibelakangnya terdiam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau menyuruh kami berkumpul disini lalu dive ke dalam server ampas; sungguh konyol. Sekarang kau mengatakan jika kita bisa kehilangan karakter?! Apa kau mampu membayar jika kami kehilangan karakter itu selamanya?! Ataukah ini adalah sebuah jebakan untuk melemahkan seluruh ras Salamander?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………Gh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth menahan Klien yang akan menonjoknya, lalu berusaha menjawab dengan tenang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, kami tak bisa. Aku sangat tahu jika karakter yang telah kalian kembangkan sungguh berharga. Itulah mengapa kami memohon kalian untuk menolong kami … apa yang sebenarnya ingin kukatakan adalah, tolong bantu teman kami yang ada di Underworld, mereka mempertaruhkan nyawanya di garis depan melawan serangan pemain Amerika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Lisbeth tidak berteriak, suaranya masih bisa terdengar di dalam kubah. Si Salamander tampaknya bisa menahan emosinya, tetapi tiba-tiba emosinya semakin meluap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“‘Teman’ yang kau bicarakan itu seorang SAO survivor, benarkan?! Mereka itu orang-orang yang selalu berekspresi ‘Aku-lah yang terkuat’ di wajahnya! Aku tahu itu, kalian yang berasal dari SAO selalu memandang rendah kami!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini giliran Lisbeth yang tak bisa bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth tak pernah berpikir jika ada orang yang berpikiran sama dengan si Salamander. Tetapi, jika dipikirkan lagi. Setelah mendapat status player-nya, ia menuju New Aincrad bukannya kota dibawah, ia tak pernah turun dari Kastil Melayang dan hanya berbicara dengan kawan lamanya; itu memang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Salamander meneruskan ucapannya, setelah melihat ekspresi penyesalan Lisbeth:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli dengan artificial intelligence, atau rahasia negara?! Jangan terlalu pede dan membawa-bawa dunia nyata kedalam VRMMO! Kau bisa pergi sendiri sana! Bukankah itu lebih baik, wahai sang Survivor?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yeah, pergi sendiri sana; makian seperti itu semakin terdengar dari kerumunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak bisa melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata-ku tak bisa tersampai pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth hanya bisa meneteskan air mata ketika ia menatap para pemain kuat asli ALO yang ia kenal— Penguasa Sylph Sakuya, General Salamander Eugene, dan Penguasa Cait Sith Alicia Rue.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun mata mereka bertemu dengannya, mereka tetap membisu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan mata mereka seolah menunjukkan pada Lisbeth arti tunjukkan kami ketetapan yang kau miliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth mengambil nafas dalam-dalam, lalu menutup matanya erat-erat. Ia memikirkan Asuna yang sedang kesusahan bertarung saat ini; juga Kirito, yang masih terluka; Leafa dan Sinon, yang telah lebih dahulu masuk ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Pada levelku yang sekarang, bahkan jika aku mengkonvert-nya. Aku tak akan bisa bertarung seperti Asuna atau yang lainnya. Tetapi pasti ada yang bisa aku lakukan. Sekarang ini, tempat ini adalah pertarunganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka matanya dan menyeka air matanya, Lisbeth melanjutkan pidatonya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ya, aku memang membawa masalah dunia nyata ke sini. Dan seperti yang kau katakan, orang-orang yang berasal dari SAO mungkin senang mencampurkan dunia nyata dan dunia virtual. Akan tetapi, kami tak pernah menganggap diri kami sebagai seorang pahlawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam tangan Silica, yang juga berair matanya, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Silica dan aku saat ini sedang masuk ke dalam sekolah bagi para survivor yang kau sebutkan tadi. Kami tak memiliki pilihan, karena sekolah kami sebelumnya telah mengeluarkan kami di tengah tahun pelajaran. —Semua siswa-siswi di sekolah survivor harus mengikuti konseling setiap bulan. Mereka memonitori aktivitas gelombang otak kami menggunakan AmuSpheres, dan kami diajukan beberapa pertanyaan yang tak mengenakkan seperti, ‘Apakah kamu tak bisa membedakan kenyataan’, atau, ‘Apakah kamu ingin menyakiti orang lain’. Ada anak-anak yang dipaksa meminum obat yang mereka benci. Bagi pemerintah, kami ini seperti kriminal yang butuh penanganan kusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang ketika pidatonya, gelombang makian tampak mereda, dan keheningan melanda kubah ini. Bahkan si Salamander yang tadi memaki membuka matanya karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth tak tahu akan membawa arah pidatonya kemana. Dia tak bisa menghentikan emosinya yang mengalir ke dalam perkataan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tetapi… sejujurnya, para pemain lama SAO bukanlah satu-satunya yang diperlakukan begini. Semua pemain VRMMO juga dipandang seperti ini, kurang lebih. Beberapa orang berkata jika kita hanyalah kumpulan orang yang tak bisa bersosialisali, beberapa orang menganggap kita melarikan diri dari membayar pajak dan uang pensiun… ada yang bahkan menerima panggilan untuk kembali bekerja, memaksa kita kembali ke masyarakat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth bisa merasakan kegelisahan yang melanda ribuan pemain. Jika ia berbicara ketus, kemarahan mereka akan berlipat ganda melebihi sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Lisbeth meletakkan tangan kirinya ke dada, dan berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi aku tahu! Dan aku yakin! Jika ini kenyataan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya menyapu ke sekeliling— menuju seluruh Alfheim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dunia ini, dan banyak dunia virtual lainnya saling terhubung, bukanlah tempat untuk melarikan diri! Bagiku, ada kehidupan sejati di sini, teman nyata, tawa, musuh, juga perpisahan … ini kenyataan!! Aku tidak sendiri, benar kan?! Karena kita yakin dunia ini adalah kenyataan lain sehingga kita bisa berusaha keras, benar kan?! Namun, jika kita menganggap ini hanya sebuah permainan, sebagai dunia virtual, dan meninggalkannya, jadi dimana ‘kenyataan’ milik kita …?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa menahan mereka lebih lama, Lisbeth merasa air mata menuruni wajahnya. Tetapi dia tak ingin menyekanya, lalu mengutarakan kata-kata terakhir:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Dunia yang telah kalian capai; dunia tersebut saling terhubung seperti Pohon Dunia ini, dan kini telah berkembang. Dan kuncup bunga yang disebut Underworld telah mekar, aku ingin melindunginya! Kumohon, aku memohon kalian … pinjami kekuatan kalian …!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth menuju bagian atas kubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pandangannya yang ditutupi air mata, kemilau cahaya dari sayap ribuan peri terpantul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cahaya perak menyilaukan membentuk lintasan berbentuk busur di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, dengan sekali hentak tali tebal tersebut putus dan menari di udara bagaikan ular hitam. Sepuluh prajurit musuh yang bergelantungan di tali tersebut terjatuh ke lembah tak berdasar, mereka berteriak. «Twin Edged Wings», sebuah Divine Instrument yang berhasil memotong tali tersebut dengan begitu mudahnya kini kembali ke tangan Integrity Knight Renri Synthesis Twenty-Seven.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Renri telah berhasil memotong lima dari sepuluh tali yang disiapkan pasukan Tanah Kegelapan untuk menyeberangi lembah dengan begitu mudah, wajahnya tidak menunjukkan rasa bangga. Malahan ia merasa terbebani oleh perintah untuk melukai pasukan musuh yang tak berdaya yang berusaha menyeberangi lembah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga berlaku bagi Asuna yang berada di sebelah Renri sambil menggenggam tali kekang kuda putihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna, Renri, Integrity Knight Alice Synthesis Thirty, Integrity Knight Sheyta Synthesis Twelve, dan Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One tiba, sambil menunggang kuda, ratusan pasukan musuh telah berhasil menyeberangi lembah tersebut, mereka berlima mulai menyerang musuh yang mencoba melindungi tali yang tersisa. Banyak musuh telah tewas oleh tiga Knight yang berada paling depan: Bercouli, Sheyta, dan Alice. Beberapa diantara mereka mencoba menyerang Renri dari samping, Asuna terpaksa mengayunkan rapier-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia virtual «Underworld», yang tercipta berdasarkan paket program The Seed, Sword Skills dan Skill Horse Riding dari era SAO masih bisa digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, Asuna sekarang menggunakan Super Account «Dewi Pencipta, Stacia» yang mana memiliki parameter yang cukup tinggi; untuk tambahan, rapier yang digunakannya, «Radiant Light» memiliki status lebih tinggi dari Divine Instrument milik Integrity Knight. Malahan, Sword Skill dasar «Linear», bisa dengan mudah menembus armor milik seorang Dark Knight mupun tubuh para Petarung Tangan Kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah dari musuh yang terluka, teriakan kesakitan mereka, nyawa yang melayang, semuanya nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang di Underworld, baik yang berasal dari Kerajaan Manusia atau Tanah Kegelapan memiliki jiwa yang sama dengan Asuna— Fluctlights. Musuh Asuna tak perlu ditanyakan lagi adalah manusia seperti dirinya, namun mereka dengan mudah terbunuh dengan satu serangan karena nilai status senjata yang digunakannya; kenyataan ini menambah kesakitan dan kengerian dalam hati Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih parah, mereka maju secara tragis, sungguh jelas jika para Dark Knight dan Petarung Tangan Kosong tidak melakukan hal tersebut atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluctlights Buatan ini memiliki sifat tak bisa melawan perintah yang diberikan oleh atasan. Dibawah perintah «Dewa Kegelapan, Vektor », seorang manusia dunia nyata yang menggunakan sebuah Super Account seperti Asuna. Pasukan ini terus melancarkan serangan mereka meskipun tahu jika mereka akan mati sia-sia. Dengan kata lain, mereka hanyalah korban yang terjerat karena permasalahan perebutan teknologi di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Asuna masih berjuang sepenuh tenaga agar menekan pemikiran ini dari dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, prioritas utamanya adalah melindungi «Putri Cahaya» Alice, yang sedang diincar oleh Vektor— juga Kirito yang berada di perkemahan dibelakang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mendapat informasi jika pasukan musuh dari Tanah Kegelapan yang tersisa adalah para Petarung Tangan Kosong dan Dark Knight. Jika mereka berlima bisa memanfaatkan kesempatan ketika musuh sedang menyeberang dan menghabisi mereka, Vektor tak akan memiliki pasukan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Baiklah, ini yang ke-enam!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ketetapan Integrity Knight Bercouli membuyarkan pikiran-pikiran Asuna. Setelah Alice, Sheyta, dan Renri mengiyakan, Asuna juga mengikutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika mereka memutar kuda dan bersiap untuk bergerak ke barat, tiupan terompet terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menoleh kebelakang, mereka bisa melihat Pasukan Pengecoh Penjaga Kerajaan Manusia berhenti di sebuah bukit satu kilol jauhnya, mulai menuruni dengan formasi teratur. Setelah melakukan persiapan lima belas menit dari waktu keberangkatan para Integrity Knights, mereka turun untuk membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka ini… membuatku gelisah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Bercouli agak menyindir, tetapi karena sudah ada 500 Petarung Tangan Kosong yang berhasil menyeberangi lembah, bukan waktu yang buruk bagi bala bantuan untuk muncul. Selama para Penjaga bisa menahan pasukan musuh, memotong sisa lima tali agak terasa cukup mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tampaknya kita memenangkan pertarungan ini, Vektor-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membatin—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia bisa menyelesaikan pemikirannya, fenomena aneh memasuki pandangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi cahaya matahari terbit, objek misterius mulai berjatuhan dari atas langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis merah. Bukan hanya satu. Sepuluh… Seratus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, Ribuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis tersebut terlihat seperti noda kecil yang saling terhubung. Menyipitkan matanya, Asuna melihat noda tersebut bukan angka maupun huruf dari alfabet bahasa Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis-garis ini turun perlahan ke sisi lembah, kira-kira satu atau dua kilol di bagian timur medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan, tidak hanya Asuna, tetapi juga Integrity Knights, dan bahkan Dark Knights juga Petarung Tangan Kosong dari Tanah Kegelapan, menahan pertempuran untuk melihat peristiwa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis merah pertama menusuk tanah hingga retak dan mulai bergetar—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya butuh beberapa detik hingga garis tersebut berubah menjadi sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ia lihat membuat ketua Petarung Tangan Kosong Iskahn melupakan kemarahan yang menyelimuti tubuhnya, bahkan walau itu hanya beberapa detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Apa itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain lembah besar, lima ratus Pasukan Tanah Kegelapan yang berhasil menyeberang jembatan tali tanpa takut menghadapi lima Integrity Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun gerakan mereka tiba-tiba terhenti, dan mata mereka terarah ke sisi lain medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Iskahn juga tertarik akan pemandangan ini, secara tak sadar menoleh ke sisi yang sama. Disana, ia melihat hujan berwarna merah darah berjatuhan di arah timur sekitar dua kilol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gemuruh aneh, garis-garis merah berjatuhan dari surga. Ketika menyentuh tanah, dengan cepat mereka membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit baru telah muncul dihadapan mereka, tubuhnya berbalut armor crimson, dengan membawa pedang panjang, kapak perang, dan tombak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun warnanya berbeda, bentuk armor mereka sangat mirip dengan Dark Knight Order. Dengan sekali pandang, mereka tampaknya adalah bala bantuan yang dipanggil Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Iskahn merasakan ada sesuatu yang ganjil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para prajurit merah ini berbaris tak beraturan tanpa ada yang memimpin. Mereka tak seperti prajurit yang dilatih dibawah komando Jendral Kegelapan Shasta yang telah meninggal. Beberapa diantara mereka mengobrol dengan angkuh, beberapa duduk di tanah, dan beberapa memutar-mutarkan senjata mereka tanpa menunggu perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang paling mengejutkan adalah— jumlah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah hujan berhenti, pasukan yang telah berkumpul berjumlah mengerikan. Ia mengira-ngira jika jumlah mereka melebihi sepuluh ribu, duapuluh ribu … sepertinya tiga puluhribu. Jika Dark Knight Order memiliki tim bala bantuan sekuat itu, mengapa mereka tidak menggulingkan Sepuluh Pemimpin Bangsawan sejak lama dan membuat Tanah Kegelapan dalam kuasa Shasta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, rasa terkejut dan bisik-bisik terjadi diantara Dark Knights dala pasukan di sisi lembah ini. Bahkan mereka tak tahu menahu. Apa-apaan itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti ini, para prajurit merah tersebut pastilah “Pasukan Tanah Kegelapan” yang sesungguhnya yang telah dipanggil Kaisar mereka, Dewa Kegelapan Vector menggunakan secret arts.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari ini, keterkejutan Iskahn berubah menjadi kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia bisa memanggil pasukan sebesar ini —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia tak melakukannya sejak tadi?! Itu berarti para Petarung Tangan Kosong dan Dark Knight yang susah payah menyebrangi lembah hanya digunakan sebagai umpan untuk mengalihkan perhatian musuh?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggu— bagaimana jika memang seperti itu??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah pemberian perintah oleh Kaisar memang bertujuan untuk mengulur waktu agar bisa memanggil kawan-kawannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…… Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya perintah ini. Ketika pertarungan di Gerbang Besar Timur, kekalahan Pasukan Tanah Kegelapan sungguh tak normal. Baik itu para Goblins, Raksasa, Ogre, atau bahkan Guild Pengguna Dark Art, mereka semua telah disapu habis. Namun Kaisar bahkan tidak berduka atas kematian mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, bagi Kaisar Vector, lima ribu orang dari Pasukan Tanah Legelapan hanyalah bidak sejak awal!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, Iskahn, si pemimpin muda dari Guild Petarung Tangan Kosong hanyalah seorang pemuda yang hanya memikirkan latihan untuk mengasah skill-nya dan demi suku-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sekarang, pikirannya telah menyimpulkan untuk pertama kali, mencapai titik dimana ia bisa melihat kenyataan yang ada di seluruh Tanah Kegelapan, Kerajaaan Manusia, dan seluruh Underworld. Cara pandang ini menimbulkan konflik di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar adalah keberadaan yang terkuat. Ia harus mematuhi yang terkuat, tanpa perlu memprotes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan rasa sakit yang belum pernah dirasakan sebelumnya, kini menusuk mata kanannya. Iskahn mengerang sambil menutupi mata kanannya. Si Pemimpin Petarung Tangan Kosong terjatuh, dan berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan susah payah, ia bisa melihat ke tigapuluh ribu pasukan crimson mulai berlari, berbicara dengan bahasa yang tak ia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lokasi yang mereka tuju, hampir seribu pasukan Kerajaan Manusia menyatukan formasi dengan Integrity Knight untuk melakukan serangan balik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara kedua pihak, lima ratus Petarung Tangan Kosong dan Dark Knights masih terdiam, kebingungan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tampaknya, meskipun menerima perintah tak berbelas kasih dari Kaisar, sang Kaisar sepertinya berniat menyelamatkan lima ratus prajurit tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn menenangkan dirinya ketika rasa sakit masih menyerang mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahkan setelah pengorbanan mereka, ia masih meremehkan betapa kejamnya Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika lima ratus Prajurit Tanah Kegelapan, Penjaga Kerajaan Manusia, dan Pasukan Kegelapan bertemu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak terhitung banyaknya pedang, kapak perang, dan tombak tersinari cahaya matahari terbit—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dengan teriakan haus darah, Pasukan Kegelapan menebas Petarung Tangan Kosong yang seharusnya menjadi teman mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang-orang ini… mengapa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya Asuna mendengar teriakan terkejut dari Komandan Knight Bercouli, tetapi kata-kata tersebut sudah diduganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
30.000 prajurit yang baru saja turun … bukan, lebih tepatnya dive ke medan peperangan bagian timur ini dipastikan dipanggil oleh Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi dari mana ia mendapat orang sebanyak ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ia menciptakan karakter menggunakan sistem control? Tetapi Pusat Console masih terkunci, dan perintah macam ini tak mungkin dilakukan oleh administrator; satu-satunya cara untuk menambah petarung adalah dari dunia nyata, lalu dive seperti yang Asuna lakukan, tetapi para penyerang hanya memiliki dua STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna panik untuk sesaat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebingungannya terganggu oleh teriakan Pasukan Crimson yang akan mendekat dalam jarak ratusan mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Charge ahead!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Give ‘em hell!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahasa Inggris!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang ini adalah manusia dari dunia nyata— menilai dari aksen mereka, mereka orang Amerika!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, mengapa mereka ada disini… Underworld seharusnya terisolir dari dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak––&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin, bagi orang yang dive menggunakan STL, Underworld adalah dunia berbeda yang diciptakan menggunakan “Mnemonic Visual” dengan kenyataan yang mendekati dunia nyata. Tetapi, dasar bagi setiap VRMMO, «The Seed» juga digunakan dalam mendesain dunia ini. Dengan kata lain, selama seseorang menggunakan AmuSphere, mereka bisa dive ke dunia ini menggunakan server sederhana yang menggunakan polygon— terlebih lagi, Ocean Turtle memiliki jaringan bandwith kelas satelit militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, jika seseorang membuat sebuah client program yang mengikutsertakan alamat server utama Underworld dan beserta akun informasi dan menyebarkannya di dunia nyata—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya memanggil puluhan ribu; bahkan memanggil ratusan ribu pasukan sangatlah mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi yang lebih mengejutkan Asuna adalah bagaimana Pasukan Crimson tersebut bertindak; mereka mulai menyerang teman sendiri, pasukan Dark Knight dan Petarung Tangan Kosong, tanpa keragu-raguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap, Apa yang mereka laku…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah mereka seharusnya temenan??!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Knight berteriak sambil mencoba menahan serangan, tetapi jumlah mereka sangatlah keterlaluan, dan lagi, status senjata dan armor Pasukan Crimson lebih tinggi daripada equipment milik Pasukan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu persatu pedang dan perisai mulai patah dengan bunyi klang dari masing-masing musuh, cipratan darah mulai membanjiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dude that’s awesome!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pretty gore!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang Amerika ini mungkin tak sadar tentang kondisi peperangan ini. Mereka mungkin menganggap dive mereka ke dalam dunia ini sebagai pemain beta test dalam suatu VRMMO. Terlebih lagi, Asuna tak bisa menyalahkan mereka yang mengayunkan senjata dan membunuh semuanya. Karena bagi mereka, para prajurit bukanlah makhluk yang setara dengan manusia; mereka NPC, sesuatu yang tak berharga. Tentu saja, tak semuanya benar-benar brutal; di dunia nyata, mereka tetaplah pemain VRMMO yang ramah dan sering bekerja sama dengan pemain lain dalam server yang sama. Jika ada waktu untuk menginfokan kondisi Underworld dan Artificial Fluctlight ini, Asuna yakin jika banyak diantara mereka yang akan menurunkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mereka terlalu sibuk saat ini. Bahkan jika Asuna mencoba memasuki pertempuran dan menjelaskan situasi ini dalam bahasa Inggris, mereka hanya akan menganggap dirinya sebagai seorang NPC. Jika berkata pada mereka “membunuh musuh sekarang akan mendapatkan point, dan kalian bisa menukarkannya untuk rare items setelah pembukaan resmi”, bahkan pemain Jepang akan melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat kata, meyakinkan mereka melalui suara tak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang hendak dibunuh pemain Amerika bukanlah NPC, melainkan Artificial Fluctlights yang memiliki jiwa. Setelah menghabisi pasukan Tanah Kegelapan, orang-orang dari Kerajaan Manusia akan menjadi target selanjutnya. Lalu, karena menjadi satu-satunya yang menggunakan tubuh palsu, Asuna harus bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ketetapan seperti itu, Asuna mengangkat rapier di tangan kanannya dan mulai melafalkan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“System call! Create field object!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya berwarna-warni berkumpul di rapier-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin menciptakan lembah tak berdasar seperti yang ia lakukan sebelumnya; jika ia melakukannya lagi, Asuna akan memutus jalan pulang Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia. Lalu Asuna membayangkan batu raksasa setajam tombak dan menebaskan rapier-nya kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laa—, dengan suara merdu. Cahaya berwarna-warni melesat dari ujung rapier-nya tepat menuju ke tanah diantara pasukan Amerika dan Tanah Kegelapan yang sedang bertempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah dihadapannya tiba-tiba berguncang hebat dan memunculkan tombak-tombak tanah yang menjulang setinggi 30 mel. Sepuluh Pasukan Crimson yang berdiri diatasnya terlontar jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat gunung muncul dari tanah, menjulang ke langit, dan tanah makin bergetar tiada henti. Memaki dalam bahasa inggris, ratusan pasukan crimson terlempar tinggi; beberapa orang bahkan tertusuk bebatuan, sementara yang lain jatuh ke tanah dan bermandikan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa mengeluarkan semangat karena membayangkan bagaimana orang-orang ini tewas, rasa sakit yang begitu intens menyerang pikirannya dan membuatnya terjatuh ke belakang kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan keperakan bermunculan di penglihatannya ketika ia berusaha bernafas dan mulai bangkit. Rasa sakit kali ini lebih parah ketika ia menciptakan lembah tadi malam. Asuna kini menerima rasa sakit karena data dataran yang mengalir masuk ke jiwa-nya sangat besar … rasa sakit ini seperti mencabik Fluctlight dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak boleh gagal disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika demi Kirito yang terluka, ia akan melakukan sebisanya. Asuna memikirkan ini ketika menggeramkan gigi dan mencoba mengeratkan tali kekang kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat milik pemain Amerika yang datang dari medan peperangan bagian timur tampaknya semakin berapi-api dari sebelumnya. Tetapi karena lima gunung yang diciptakan selebar 500 mel, mereka akan segera mengitarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus menciptakan dinding batu di bagian selatan, jadi Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia bisa mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat tangan kanannya yang gemetaran sekali lagi, kelelahan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tangan tersebut di genggam erat oleh tangan berbalut armor yang bersinar karena cahaya matahari terbit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Alice?!…” Asuna memanggil knight emas dengan suara parau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah putih cantik knight emas seolah menahannya, ia menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu memaksakan diri, Asuna. Serahkan ini pada kami para Integrity Knight.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T… Tetapi, orang-orang ini musuh dari Dunia Nyata … dari duniaku…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Meskipun begitu, jika hanya sepuluh ribu pasukan yang haus darah sambil mengayunkan senjata-nya, itu tak akan membuat kami takut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yep, dan kali ini giliran kita menunjukkan kemampuan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menambahkan sambil menyeringai tak gentar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun nada suara para Knight agak meredakan ketakutannya, Asuna bisa melihat salah pemahaman di wajah mereka tentang Dunia Nyata, bahkan lebih buruk dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah pasukan crimson 30 kali lebih banyak dari jumlah Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukanlah sesuatu yang bisa dihadapi hanya menggunakan keberanian. Tetapi Komandan Knight mengangkat pedang panjang miliknya tinggi-tinggi, dan berteriak mengucapkan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar! Semua pasukan, buatlah pertahanan ketat! Jangan biarkan musuh menerobos!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… Ohh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang keluar dari mulut Iskahn bukan lagi bahasa manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… OHHHHHHHHHH—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah berjatuhan dari penyebrang pertama. Tetapi si Petarung muda ini berteriak seperti hewan liar, seperti tak merasakan rasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman Iskahn, Dempe, yang berdiri di sisinya bisa merasakan apa yang dirasakan Iskahn, ia menunduk … menunduk ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua tewas. Semua dikorbankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit sukunya, dalam kekacauan semakin menghilang, tak bisa bertahan dari pedang-pedang hitam yang menerjang, jiwa mereka menghilang di dalam kabut darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, pasukan kita tak bisa berhenti untuk menyebrang menggunakan lima tali yang tersisa, mereka tak bisa berhenti karena perintah Kaisar untuk “sampai ke sisi seberang” masih berlaku. Mereka hanya bisa mematuhi perintah atasan, dengan hati-hati menyeberangi jembatan, lalu dikepung pasukan crimson dan ditebas tanpa belas kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa— mengapa Kaisar tidak memberi perintah untuk berhenti menyeberang lembah, atau memberi perintah pada pasukan itu untuk berhenti menyerang Pasukan Tanah Kegelapan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah prajurit suku-nya hanyalah umpan, hanyalah tumbal untuk memanggil pasukan crimson?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harus… Ke Kaisar…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus melapor pada Kaisar. Ia harus memohonnya untuk menghentikan operasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Geram dan gelisah, Iskahn mengambil langkah pelan menuju kereta komando di belakang mereka. Hampir separuh penglihatan kanannya memerah, rasa sakit menusuk mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Dempe melihatnya, wajah cemasnya seperti ingin mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika itu, sebuah bayangan hitam raksasa terbang diatasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn serta Dempe secara insting melihat keatas menuju bayangan yang ada di langit; itu seekor naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendarai diatasnya adalah sesosok manusia yang mengenakan armor hitam, berambut emas, serta mengenakan mantel mewah— Kaisar Vector sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… AH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia bisa mendengar teriakan Iskahn, Kaisar yang duduk memandang bawah sekilas. Tak ada emosi dari mata hitamnya. Tatapannya sedingin es, tak memiliki rasa kasihan— bahkan bagi prajuritnya yang tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Kaisar Vector memalingkan wajahnya dari Iskahn, dan menuju selatan lembah bersama naganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini— Dewa. Inikah tindakan seorang pemimpin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika pemimpin seperti ini, jika si paling kuat memiliki kekuatan yang begitu besar—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seharusnya bisa bertanggung jawab!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memimpin pasukannya. Memerintah, membawa kemakmuran daerahnya; itulah kewajiban seorang pemimpin. Terlebih lagi, seseorang yang mengirim sepuluh ribu nyawa hingga tewas tanpa merasakan apapun— sang Kaisar— mata kanan— tidak kompeten— mata kanannya sakit— untuk menjadi seorang pemimpin …!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwo…. OH… OHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn mengangkat tinjunya tinggi-tinggi, dan membentuk jarinya seperti sebuah kait.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa penyesalan, ia menusukkan jari tersebut ke sumber panas pikirannya — mata kanannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke… Ketua!! Apa yang kau lakukan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ishkhan mengangkat telapak tangan kirinya untuk menahan Dempe menghampirinya, kemudian, mencukil bola mata kanan miliknya sendiri. Bola putih tersebut memancarkan sinar di telapak tangannya, tetapi seketika itu pula cahayanya meredup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, Iskahn telah sampai ke titik dimana telah berhasil melepas «Code 871» menggunakan semangatnya sendiri, seperti Alice dan Eugeo. Terlebih lagi, ia masih tak bisa membantah perintah pengkhianatan terhadap Kaisar, ataupun menolak dua perintah Kaisar, yaitu: “Melanjutkan operasi menyeberang lembah” dan “Kau tak boleh menyeberangi jembatan tali”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ia telah menemukan cara yang agak kasar guna mengakali perintah Kaisar— dan metode ini cukup penuh dengan kegagalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn berbalik dan berbicara pada Dempe yang menatapnya tak berkata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar tidak mengatakan pada kita mengenai pasukan crimson, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Tidak, dia tidak. Tetapi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, jika kita membunuh mereka, berarti kita tidak melanggar perintah Kaisar kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Champion…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn memandang tampang bodoh Dempe dengan mata kirinya, lalu membuat perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar… setelah menyeberangi jembatan, semua suku Petarung Tangan Kosong akan menyerang pasukan crimson. Tak peduli apapun, kita harus menolong teman-teman kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah…?! Maksudmu jembatan, bagaimana… maksud…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tau apa yang akan aku lakukan. Kuserahkan sisanya padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata-kata kalem tersebut, Iskahn berbalik memandang lembah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, api menyala di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu si pemimpin Petarung Tangan Kosong perlahan mulai berlari menuju lembah, meninggalkan jejak kaki dibelakangnya. Ia berlari semakin cepat, hingga berubah menjadi kilatan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku tak boleh menyeberangi tali.... maka aku tinggal melompat saja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak seperti itu di hatinya, ia menjejakkan kakinya menuju lembah yang lebarnya hampir seratus mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melompat” adalah skill penting dalam latihan Petarung Tangan Kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Latihan ini perlahan bermula dari melompati lubang pasir, lalu berlanjut untuk meningkatkan kepercayaan diri dengan melompati tumpukan pisau dan minyak, dan sebagai dasar pembentuk teknik lompatan itu sendiri; dengan kata lain «incarnation».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, jarak lompat seorang Petarung bisa melebihi 20 mel. Di dunia dimana kau tak bisa terbang, lompatan ini adalah jarak terjauh yang bisa dicapai tubuh manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, apa yang hendak dilompati Iskahn sekarang ini adalah lembah tak berdasar yang lebarnya lima kali lipat. Para Petarung Tangan Kosong mulai menatap ke depan, hatinya seperti terbawa angin, tubuhnya meninggalkan jejak api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh mel, duapuluh mel. Tubuhnya masih melambung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tigapuluh mel. Tigapuluh lima mel. Angin kuat berhembus dari bawah lembah, mendorongnya semakin tinggi seolah ia memiliki sayap tak kasat mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empatpuluh mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal sedikit lagi— ia hanya perlu naik sedikit lagi … lalu ia akan bisa sampai ke seberang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum ia mencapai tengah lembah, angin hembusan berhenti seketika. Tubuhnya kehilangan dorongan; batas lompatannya mencapai titik maksimal, dan ia mulai turun seperti panah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia… kurang lima mel menuju titik tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“UWOOOOOHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn berteriak, menjulurkan tangan kanannya ke depan, berusaha menggapai udara hampa. Tetapi tak ada tempat untuk tangannya atau kakinya; hanya udara dingin dari kegelapan dibawahnya, menyelimuti tubuhnya agar terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“CHAMPIOOOOOOOOOON!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan menggetarkan sampai ke telinga Iskahn.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memutar kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temannya, Dempe, telah menggenggam batu besar, dan bersiap untuk melemparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemimpin menyadari apa yang akan dilakukan sahabat setianya. Tetapi— melempar batu besar lebih dari limapuluh mel sungguh mustahil bagi manusia …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gowa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Dempe tiba-tiba berotot, otot dan uratnya tampak, seolah seluruh kekuatan ditubuhnya menuju ke satu titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria kekar berlari beberapa langkah, dan melemparkan batu besar dengan sepenuh tenaga menggunakan kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara bergetar hebat, batu besar tersebut seolah diluncurkan oleh meriam— lalu, Tangan Kanan Dempe meledak, daging dan darah berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn melihat sosok Dempe terjatuh ke tanah menggunakan mata kirinya, menggeramkan giginya, lalu memfokuskan konsentrasinya menuju batu yang terbang ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… YAAAAAAAH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sebuah teriakan, ia menjejakkan kaki kirinya ke batu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaaan!! Batu besar tersebut hancur berkeping-keping menahan daya tolak, tetapi tubuh kecil Iskahn kini melayang ke udara. Swordsmen yang saling bertarung di sisi lain lembah semakin dekat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Damn!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mencabut rapier miliknya dari tubuh pemain Amerika yang memaki sambil kesusahan bernafas di kuda miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berbeda ketika ia harus melawan orang-orang dari Tanah Kegelapan; ia tak perlu menahan diri apabila harus mencabut nyawa seseorang. Asuna yang dulunya dikenal sebagai “The Flash”, kemudian “Berserk Healer”, akhirnya bisa menggunakan kombo Sword Skill; jumlah pasukan crimson yang berjatuhan karena tebasannya mencapai sepuluh orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi— meskipun begitu, mereka terlalu banyak!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya Asuna, Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia dan empat Integrity Knights juga harus bertarung susah payah, dan akhirnya bisa membuka jalan ke selatan. Tubuh-tubuh telah bertumpuk bagaikan gunung dihadapan pasukan yang maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, mereka tak bisa menahan gelombang serangan pasukan crimson yang tak ada akhirnya, dan pasukan kita hanya bisa bertahan di posisi semula. Yang lebih penting, mereka dengan sigap sadar jika musuh yang telah dihancurkan akan menghilang dalam hitungan detik, tak meninggalkan jejak darah di tanah— mereka menyadari jika musuh bukanlah orang hidup, melainkan pasukan hantu. Kemudian…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah… No… AAAAHHH—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semangat membuat Asuna berbalik arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Lalu, ia melihat lubang terbuka di barisan formasi bertahan pasukan-nya, dan orang-orang Amerika berebutan memasuki celah tersebut sambil memaki Penjaga yang lemah. Para Penjaga dikelilingi musuh yang melebihi jumlah mereka, lalu terjadilah; daging dan darah berhamburan ke udara, teriakan kesakitan perlahan berubah menjadi teriakan kematian. Gambaran kematian yang begitu nyata tampaknya membuat pasukan crimson semakin haus darah, seketika mereka semakin melaju guna mengincar mangsa baru untuk ditebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan…. HENTIKAN…!!” Asuna berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sadar jika harus mengorbankan beberapa prajurit dan harus segera ke selatan secepat mungkin. Tetapi ia tak bisa mengontrol dirinya dan meloncat dari kudanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HENTIKAN—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melaju menuju pasukan crimson seorang diri, teriakannya menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tahu jika pemain Amerika telah diperdaya, ia tak bisa menahan kemarahannya lebih lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zzkukukuk—!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya bercahaya, dan «Radiant Light» menebas lurus menuju helm prajurit crimson. Empat orang terluka dan menjatuhkan senjata mereka, berteriak kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat reaksi tersebut, Asuna mengerti meskipun mereka dive menggunalan AmuSpheres, mereka tak dilindungi oleh Pain Absorber. Sejujurnya, Asuna sudah menyadarinya sejak tadi, jadi dia mencoba untuk melancarkan serangannya menuju jantung, membunuh langsung orang tersebut dan membuat mereka log out dari dunia ini, tapi cara pemikiran seperti ini seketika menghilang dari diri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memanfaatkan prioritas senjatanya, ia kini menargetkan tusukan rapier-nya menuju armor milik musuh, membuat mereka terjatuh dan terkadang mematahkan pedang mereka menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi pemain Amerika, musuh yang ada dihadapan mereka hanyalah poligon, dan darah mereka hanyalah spesial efek yang diciptakan computer. Tetapi bagi Asuna yang dive menggunakan STL, mereka nyata, dan darah yang menyembur terasa hangat, baunya juga terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberasa saat kemudian, genangan darah mencapai ke kaki Asuna, dan secara tak sengaja ia terpelincir dan jatuh. Pasukan yang berbadan besar lalu mengelilinginya ketika ia hendak berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Take this!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kapak perang mengayun ke bawah, Asuna berusaha menghindar ke kanan. Tetapi sebelum ia bisa menarik tangan kirinya, kapak perang tersebut berhasil menebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gatsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara keras, lengan kirinya putus dari ujung siku, tangan tersebut melayang ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… AAHH—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan rasa sakit yang tak terkira membuat Asuna mematung dan mati rasa. Sesaat kemudian, ia bernafas berat dan dengan susah memegang lengan kirinya yang bercucuran darah. Melalui pandangannya yang tertutup air mata, ia bisa melihat empat atau lima sosok bayangan yang mengelilinginya sedang mengangkat senjata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala si pria yang menggenggam kapak perang meledak dan menghamburkan daging dan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mendengar suara pukulan seperti senapan api. Setiap kali suara itu terdengar, tubuh-tubuh prajurit yang berusaha mendekatinya meledak dan berhamburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph… Apa-apaan, begitu lemah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menahan rasa nyari dan mencoba berdiri; sebelum bisa melakukannya, seorag pemuda dengan rambut jabrik bagaikan nyala api berdiri di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seseorang dari Tanah Kegelapan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik nafas dalam-dalam dan melupakan rasa sakitnya untuk sementara. Dari warna kulit dan sabuk kulit yang mengikat tubuhnya, ia adalah anggota Petarung Tangan Kosong yang telah dilawannya beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mengapa seseorang dibawah pimpinan Kaisar Vektor menyerang pasukan crimson yang telah dipanggil?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seolah ia memang berniat menolong Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatap dan menyadari jika pemuda ini hanya memiliki satu mata, luka kasar di mata kanannya dan jejak darah di wajahnya bagaikan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sisa matanya, si pemuda menatap marah pada pemain Amerika yang mendekatinya, ia lalu mengangkat tinju kanannya setinggi mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, tinjunya terselimuti api merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa… RAAAAAAHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teriakan tersebut, si pemuda menjejak tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guwa!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menghentakkan tinjunya ke tanah, gelombang kejut meledak bagaikan dinding api, melontarkan pasukan crimson yang ada dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sungguh kuat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengakui. Jika ia melawan orang ini, mungkin ia akan kalah …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Petarung Tangan Kosong tanpa berkata-kata mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Asuna dan membantunya berdiri, menatap wajah Asuna lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Mari buat kesepakatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 045.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa langsung memahami apa yang  diinginkan pemuda ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah… kesepakatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Kau yang membuat tombak-tombak batu dan lembah tersebut kan? Dengar, buatlah jembatan ke seberang lembah, walaupun kecil tak masalah. Disana, kami memiliki empat ribu pasukan Guild Petarung Tangan Kosong yang akan bertarung bersamamu, kita bekerjasama hingga berhasil membereskan pasukan merah sialan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertarung bersama— Pasukan Tanah Kegelapan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah hal seperti itu mungkin dilakukan? Orang-orang dari Tanah Kegelapan, bukan, orang-orang dari dunia ini tak bisa melawan perintah atasan, karena adanya «Code 871».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, si pemuda dihadapannya sekarang ini telah kehilangan mata kanannya. Apakah ini berarti ia telah melepas segel mata kanan dengan kemauannya sendiri? Apakah ia, seperti Alice, sebuah Fluctlight yang telah berkembang hingga bisa mematahkan ikatan dunia ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice telah berkata semalam: “Untuk menghilangkan «Code 871», mata seseorang akan meledak”, tetapi luka miliknya seperti tidak terlihat seperti bekas luka ledakan, luka tersebut malahan seperti akibat mata yang dicongkel paksa … Apa yang harus aku putuskan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keragu-raguan sesaat Asuna terbuyarkan oleh suara tebasan dan teriakan dari samping kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini, walaupun bertampang bodoh. Dia jujur kok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang memotong kepala beberapa prajurit yang mendekat menggunakan pedang hitam tipis yang hampir tak kelihatan, adalah Integrity Knight wanita berambut perak, Sheyta Synthesis Twelve.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap wajah Sheyta, senyuman semangat bercampur malu muncul dari wajah si Pertarung muda ini. “Hei,” ia membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat Asuna melihat senyuman ini, ia memutuskan pilihannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku akan percaya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mungkin terakhir kalinya bisa menggunakan kemampuan «geographical manipulation». Jadi bukankah lebih baik jika menggunakannya untuk menciptakan daripada menghancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku mengerti, serahkan jembatannya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggerakkan tangan kanan yang tadi memegang luka tangan kirinya, lalu ia mengangkat rapier ke udara dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laa────────.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara bagaikan ribuan malaikan terdengar ketika cahaya berwarna-warni meluncur dari langit dan menuju utara, melintasi lembah, dan menghubungkan kedua  sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gemuruh, tanah yang ada dibawah lembah mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya memandang ketika dua tiang batu melesat dari kedua sisi lembah dan semakin merentang, kemudian bersatu di tengah, semakin lebar, dan akhirnya menjadi jembatan batu untuk bisa diseberangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OOOOHHHH, AHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semangat dari empat ribu pasukan Guild Petarung Tangan Kosong terdengar lebih keras dari getaran tanah tadi. Dipimpin oleh sosok pria kekar berlengan satu, mereka melintasi jembatan batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakit kepala yang lebih menyakitkan daripada kehilangan sebelah lengan kini membanjirinya; Asuna hampir kehilangan kesadaran, dan harus menancapkan rapier-nya ke tanah agar tidak ambruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa lagi melihat dimana Alice, yang seharusnya memandu seluruh Pasukan Penjaga dan untuk menembus musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa berharap ia selamat… dan pasukan Petarung Tangan Kosong akan bekerja sama dengan mereka seperti janji si pemimpin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kirito-kun, Aku pergi sekarang, oke?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dalam hati mengucapkan nama kekasihnya, rasa sakit yang dirasakannya berlahan menghilang, semakin menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenit sebelumnya, di ujung paling selatan medan peperangan —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Alice telah berhasil menebas banyak pasukan crimson yang terus saja menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang ini— mereka aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bukanlah swordsmen, maupun prajurit yang ahli menggunakan sword skill; mereka terus menerus menerobos, menginjak-injak tubuh kawan mereka sendiri serta berteriak dengan bahasa asing. Tampaknya mereka benar-benar tak menghargai arti sebuah nyawa— nyawa musuh mereka, dan bahkan nyawa teman mereka sendiri, semuanya tampak tak berharga di mata mereka. Bahkan tampaknya mereka tak peduli dengan nyawa mereka sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika orang-orang yang tinggal di Dunia Nyata seperti ini, tampaknya apa yang dikatakan Asuna ada benarnya, “Dunia kami bukan dunia dewa-dewi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan musuh yang terus membanjiri, reaksi gerak Alice bahkan mulai menurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak kuat. Ini tak bisa disebut pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cepat — cepat terobos mereka, dan keluar dari sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menghalangi… JANGAN MENGHALANGI!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak ketika menebaskan Fragrant Olive Sword ke samping. Kepala dan tangan musuh berjatuhan ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“System call!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia dengan cepat mulai merapal incantation, menciptakan sepuluh Thermal Element, dan membentuknya menjadi tombak api dan menembakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Discharge!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dogou!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun tidak seperti Conflagrant Flame Bow milik Deusolbert, sebuah ledakan besar berhasil merusak formasi musuh dan menciptakan jalan keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dibaliknya adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihatnya. Sebuah bukit, menjulang di tanah hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia bisa menembus kepungan ini dan sampai ke sana, ia bisa menggunakan Sacred Energy yang tersebar di medan peperangan ini dan menggunakan Art “Light Pillar”, dan membakar para pasukan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“MENYINGKIR!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak dan menendang tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Nona Kecil!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Komandan Knight Bercouli terdengar dari belakang. Tetapi Alice tidak mendengar kata-kata selanjutnya: Jangan pergi terlalu jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Hampir sampai. Kita hampir menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa berhenti menebaskan pedangnya hingga ke musuh terakhir yang menghalangi jalan. Alice akhirnya berhasil menerobos kepungan musuh dan melaju ke daerah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menyarungkan pedang tersayang miliknya ke sarung pedang dan berlari, menghirup udara yang bercampur dengan bau darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah matahari tertutup awan? Alice berpikir untuk sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia merasakan hembusan angin dari belakang punggungnya, dan ia dicengkeram oleh kaki naga yang melayang; ketika menyadarinya, ia telah terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice mencoba mengaktifkan Armament Full Control Art miliknya, tetapi sebelum ia bisa berhasil merapalkan, pandangannya tertelan kegelapan, rasa dingin menyelimuti tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini Dark Art yang dilakukan penunggang naga? —Tidak, bukan. Kesadarannya semakin melemah, terhisap kegelapan pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah Incarnation milik musuh, benar-benar berbeda dari Incarnation sekuat baja milik Komandan Knight Bercouli, dan juga berbeda dari Incarnation petir milik Pemimpin Tertinggi Administrator; Incarnation musuh menghisap segalanya: sebuah Incarnation Kehampaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah hal terakhir yang bisa dipikirkan Alice sebelum pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Kaisar Vektor / Gabriel Miller, situasi ini untung-untungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia yakin selama puluhan ribu pemain Amerika yang masuk ke peperangan bisa mengepung Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia, si «Putri Cahaya» Alice akan menerobos kepungan tersebut seorang diri — atau dengan tim kecil — untuk melancarkan serangan pilar cahaya raksasa lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa ia tetap menunggu di punggung naga, jauh dari peperangan dan menunggu. Ia merasa jika situasi ini menjadi watu terlama ia menunggu sejak dive ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia melihatnya. Kilauan keemasan yang menerobos pasukan crimson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice… Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel tersenyum aneh ketika menggumamkan nama tersebut. Ia mengencangkan kekangan di tangannya, si naga turun cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imajinasi mengerikan yang membentuk Incarnation Kehampan telah menelan AI si naga, mengubahnya menjadi alat yang melayaninya. Dibawah perintahnya, si naga turun bagaikan batu, sayapnya kaku, membuka cakarnya menuju tanah dan mencengkeram punggung si Knight emas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whoosh—!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, suara memekakkan tercipta dari sayap yang mengembang, naga tersebut terbang ke langit lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak memperhatikan peperangan berdarah yang telah ia ciptakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baginya, apapun yang terjadi pada Pasukan Tanah Kegelapan, Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia, atau orang-orang yang ia panggil dari dunia nyata, mereka semua tak berarti baginnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, ia hanya perlu menuju system console terdekat dari lokasinya, yaitu «Altar Ujung Dunia », dan dari sana, ia akan keluar dan menarik jiwa Alice ke dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan Gabriel tertarik ke bawah, dan menatap rambut emas yang terurai oleh hembusan angin dari Knight yang pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin segera merasakannya. Tubuh ini, jiwa ini, aku ingin segera merasakannya ke dalam hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih agak lama menuju system console, mungkin akan memerlukan beberapa hari jika menggunakan naga. Ia mungkin akan menggunakan waktu yang ada untuk menikmati Alice yang masih memiliki tubuh fisik di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memikirkan ini, perasaan senang muncul dari perut Gabriel, membuat mulutnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia— membuang lima ribu pasukan Tanah Kegelapan dan tigapuluh ribu pasukan baru yang baru saja dipanggil, hanya untuk …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangkap seorang gadis!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komandan Knight Bercouli merasakan Incarnation Kehampaan yang meluap-luap dari sosok yang dikenal sebagai Kaisar Vektor, perasaan tak mengenakkan mengisi dirinya. Tetapi ketika melihat Alice yang telah berhasil ditangkap, ia akhirnya menyadari niat musuh yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat apa yang terjadi sepuluh mel didepan sana, Bercouli melakukan sesuatu yang tak pernah dilakukannya selama puluhan tahun terakhir — ia berteriak penuh kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sialan, apa yang akan kau lakukan pada muridku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya menggetarkan udara, seperti gemuruh petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ia diacuhkan oleh si penculik, si penunggang naga terbang menuju langit selatan tanpa menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat pedangnya dan mulai mengejar si naga terbang. Tetapi jalan keluar yang telah berhasil diciptakan Alice kini kembali tertutup oleh pasukan crimson yang memperbaiki formasi; mereka mendekat, sambil berteriak memaki terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian sebaiknya bersiap…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Bercouli berhasil menyingkir, cahaya keperakan terlihat di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirikirikiri, dengan bunyi berdesing melewatinya, itu adalah Divine Instrument milik Integrity Knight Renri, Twin Edged Wings.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara nyaring si knight muda terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Release recollection!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kilatan cahaya, kedua pisau lempar kini bersatu. Membentuk pisau yang saling bersilangan, pisau tersebut terbang rendah di atas tanah, berdesis ke arah depan dan meninnggalkan musuh-musuh yang terpotong di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergilah, Komandan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri berteriak, lalu Bercouli berbalik untuk membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf! Kuserahkan sisanya padamu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, ia menjejakkan kakinya ke tanah. Dengan cepat, tubuhnya seolah berubah menjadi angin kencang, melontarkan musuh-musuh di sekitar jalan keluar, ia lebih cepat beberapa kali lipat dari martial dance milik Petarung Tangan Kosong dari Tanah Kegelapan. Tetapi naga Kaisar Vektor yang menculik Alice kini telah berubah menjadi titik kecil di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berlari, Bercouli meletakkan jari tangan kiri ke mulutnya dan bersiul kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, sepasang sayap perak terlihat di langit, itu naga milik Bercouli, Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bukan hanya satu naga yang menuju ke arahnya. Naga kesayangan Alice, Amayori, dan naga milik Eldrie, Takiguri, juga mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menahan emosinya, tak peduli apa yang ia lakukan, ia tak bisa memerintah kedua naga tersebut untuk berdiam diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami turun ke tanah dan meluncur mendekati Bercouli, mengulurkan kedua kakinya ke depan. Sang Komandan Knight mencengkeram cakar di kaki kirinya dan naik ke punggung, mengencangkan tali kekang dan menghunuskan pedang panjangnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jalan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami, Amayori, dan Takiguri bergerak sesuai perintah; tiga pasang sayap mengepak hebat, lalu mereka terbang ke langit keunguan. Jauh didepan formasi ke tiga naga, dalam cakar sang naga hitam, cahaya keemasan terlihat untuk beberapa detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ke empat ribu Petarung Tangan Kosong menyeberangi jembatan batu, mereka bergabung dengan ke dua ratus teman mereka yang masih tersisa, lalu memperkuat formasi Pasukan Pertahanan Dunia Manusia, dan menuju ke tengah-tengah formasi musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuat barisan sepuluh orang di setiap sisi, kemudian bersama-sama mengangkat tinju kanan mereka, lalu mempertahankan posisi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U… RA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pukulan selaras, sepuluh petarung menusuk dan menghancurkan armor dan pedang milik pasukan crimson. Teriakan dan darah berhamburan ke segala arah; dengan sekali pukul, lebih dari duapuluh musuh terlontar ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pukulan penuh semangat tersebut selesai, sepuluh orang tersebut mundur ke samping, dan kini digantikan oleh sepuluh orang lainnya yang maju dengan posisi yang sama persis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“URARA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, sepuluh orang menghujamkan kaki mereka secara bersamaan, menghamburkan musuh ke segala arah, seperti sebuah ledakan di tengah-tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Wow.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa terkagum-kagum sambil mengobati luka tangan kirinya menggunakan Healing Art yang ia pelajari tadi malam. Bahkan Sheyta, yang sedang minum air siral disebelahnya tampak terkagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik bertempur milik Petarung Tangan Kosong entah mengapa mirip dengan teknik switch yang digunakan melawan bos ketika jaman SAO dulu, tetapi pergerakan mereka seirama dan lebih terarah. Sepuluh orang berbaris, sepuluh orang dibelakangnya; ada lebih dari empat puluh grup dengan seratus orang yang siap menggempur musuh secara terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan duduk dan menonton. Bahkan jika kita menuju ke arah selatan, apa yang kita lakukan setelahnya? Karena musuh  ada banyak, bahkan jika kita berhasil menembusnya, bagi kami cukup sulit untuk membunuh mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aliansi sementara Asuna, si pemimpin berambut merah sedang menyilangkan tangannya dengan wajah tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar, bahkan bagi Petarung Tangan Kosong yang sedang menerobos barisan musuh, mengalahkan pasukan crimson cukup sulit jika jumlah mereka berbeda jauh. Menurut pengamatan Asuna, pemain Amerika kini tinggal sekitar duapuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lalu… setelah kita menembus musuh dan bergerak menuju selatan, kita harus segera menjauh. Aku akan menciptakan lembah lain untuk memisahkan mereka dari pasukan kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membalas dengan suara datar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tetapi bisakah ia melakukannya? Sekarang ini, ia hanya bisa menciptakan jembatan kecil dan hampir kesulitan menerima efek sampingnya. Jika ia mengubah dataran dengan ruang lingkup luas, ia mungkin akan dipaksa log out— yang lebih parah, otaknya mungkin akan rusak …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggigit bibirnya, berusaha menyingkirkan pikiran tersebut. Walau bimbang, ia harus melakukannya. Memanggil pemain Amerika ke dunia ini mungkin strategi terakhir Kaisar Vektor. Jika ia bisa menyingkirkan mereka, bahkan jika ia dipaksa log out, mereka tak akan bisa melakukan apapun pada Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, dari arah selatan, seorang penjaga berlari ke arah Asuna yang ada di sisi utara peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perintah baru!! Perintah baru—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit tersebut terluka parah karena sebagian wajahnya berlumuran darah, ia tertunduk di depan Asuna, dan berusaha berkata-kata dengan sisa kekuatan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Informasi ini datang dari Integrity Knight Renri-sama!! Integrity Knight Alice-sama, telah ditangkap oleh komandan musuh! Ia menggunakan naga dan telah terbang ke arah selatan…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja— ia tak pernah berpikir jika situasi saat ini hanyalah kamuflase untuk memancing Alice agar menjauh dari Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia …!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar… telah melarikan diri?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tajam tersebut bukan dari Asuna maupun Sheyta, tetapi dari pemimpin Petarung Tangan Kosong yang kini matanya bersinar agak aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… seperti itu, naga tadi … bukan bermaksud mengawasi kita dari udara … Hei, nona!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata si pemimpin muda menatap Asuna, ia meminta penjelasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice itu «Putri Cahaya»?! mengapa Kaisar begitu menginginkannya?! Jika Putri Cahaya jatuh ke tangan Kaisar, apa yang akan terjadi?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dunia ini … akan hancur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menjawab. Ekspresi Ishkhan seolah disiram air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika Dewa Kegelapan membawa Putri Cahaya Alice ke «Altar Ujung Dunia»… dunia ini, baik itu Kerajaan Manusia atau Tanah Kegelapan, setiap penghuninya akan dimusnahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Asuna terasa datar sebelum ia menyadari jika ia terdengar seperti seorang NPC dari suatu permainan RPG, tetapi ini benar-benar kenyataan. Ketika para penyerang memperoleh jika Alice, sangat bisa dibayangkan nasib Light Cube Cluster yang tak memiliki arti lagi — mereka akan menghancurkannya tanpa simpati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, apa yang bisa ia lakukan … bahkan Super Account «Stacia» yang digunakan dirinya tidak memiliki kemampuan untuk terbang. Bagaimana ia akan mengejar Vektor?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang yang menjawab kekhawatiran Asuna adalah knight berambut perak yang berdiri di sampingnya, Sheyta. Setelah menghabiskan isi botol yang tergantung di sabuknya, si knight berwajah dingin ini berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan bagi seekor naga … ia tak bisa terbang selamanya. Ia harus istirahat, paling tidak setengah hari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar ini, si Pemimpin Petarung Tangan Kosong mencuri-curi pandang pada wajah Sheyta, lalu kembali berpaling; ia memukulkan tangannya dan menyelesaikan kalimat Sheyta dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu tinggal kejar mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengejar mereka … tetapi, bukankah kau ini…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatap Ishkhan penuh tanda tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah kau ini pasukan Tanah Kegelapan? Mengapa kau bertindak sejauh ini …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ishkhan menjawab seperti seorang anak yang telah dibuang orang tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar Vektor… tidak mengatakan kepada kami, para Sepuluh Bangsawan Tanah Kegelapan. Ia hanya ingin Putri Cahaya. Jika ia memperolehnya, ia tak akan peduli apa yang terjadi pada kami. Karena sekarang ia sudah mendapatkannya, berarti Kaisar telah memperoleh keinginannya … dengan kata lain, misi Pasukan Tanah Kegelapan telah selesai. Setelah ini, bukankah kami bebas bertindak semau kita, bahkan jika itu berarti bekerja sama dengan Kerajaan Manusia lalu merebut kembali Putri Cahaya?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Absurd banget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa berkata-kata menanggapi Ishkhan. Ekspresi di wajahnya benar-benar berbeda dari sebelumnya; kini dipenuhi dengan tujuan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Petarung Tangan Kosong menatap lurus ke mata Asuna, lalu berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku tak bisa… kami tak bisa membantah perintah langsung Kaisar. Kekuatannya meluap-luap … bahkan Jendral Kegelapan Shasta yang lebih kuat dariku terbunuh seketika tanpa bisa menyentuhnya. Jika Kaisar memberikan perintah langsung pada kami agar bertarung melawan kalian, kami harus mematuhinya … itulah mengapa, kami para Petarung Tangan Kosong akan menahan pasukan crimson disini. Kau dan Pasukan Penjaga kejarlah Kaisar secepat mungkin. Lalu… si Kaisar … si sialan itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Ishkhan tiba-tiba berhenti, dan ekspresinya memucat— seolah tersiksa rasa sakit yang datang dari mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katakan… pada si sialan, ‘kami bukan bonekamu’!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, teriakan datang dari Petarung Tangan Kosong dari medan peperangan bagian selatan. Para Penjaga akhirnya berhasil menerobos pasukan crimson, dan kini mulai berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zudan! Pemimpin muda ini kini menghantamkan kaki kanannya ke tanah dan memberikan perintah baru dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian semua, pertahankan posisi kalian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menatap Asuna dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepat!! Kami tak bisa menahan lebih lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas— dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Orang ini, juga seorang manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli apakah ia seorang Artificial Fluctlight, jiwanya yang terisi rasa kebanggaan senyata manusia. Kami memotong tali yang mereka gunakan untuk melintasi lembah, dan membunuh lebih ratusan teman-temannya; ia seharusnya akan membalas dendam kepada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Terima kasih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa berkata seperti itu, lalu berbalik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari belakang punggungnya, terdengar suara Integrity Knight Sheyta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan… tetap disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menerima tindakannya, Asuna menoleh dan memberikan senyum pada knight berambut perak ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Kami akan mengandalkanmu di sisi ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn melihat tanpa bisa berkata-kata pada knight wanita berambut chesnut yang kini telah memimpin sekitar tujuh ratus orang untuk menerobos formasi musuh yang sedang bertarung dengan bawahannya, lalu berpaling pada Integrity Knight tanpa emosi di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kau tak apa-apa seperti ini, nona?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah memperkenalkan namaku kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditatap pandangan menusuk, Ishkhan hanya bisa tertawa getir dan mengganti cara bicaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa kalau begini, Sheyta? Aku tak tahu jika kita akan berhasil bertahan hidup-hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si knight langsing mengangkat bahunya, armor baru miliknya tampak kebesaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akulah yang akan membunuhmu. Tak boleh orang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph, kau yang ngomong ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Iskahn tertawa sepenuh hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingin menolong teman-temannya dari kematian tragis — ia memilih untuk bekerja sama dengan Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia di pikirannya. Tetapi sekarang ini, ia meminta seluruh bawahannya untuk melindungi orang-orang Kerajaan Manusia dari pasukan crimson; sungguh luar biasa. Kini hatinya seolah terbuka lebar, seperti dimasuki angin sepoi-sepoi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah, jika ia mati disini, tak begitu buruk kok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jika ia tewas berusaha melindungi dunia ini, ayahnya, saudaranya laki-laki dan perempuan yang menunnggu di kampung halaman pasti akan memaklumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah!! Keluarkan seluruh kemampuan kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan “URAAA!!” bergema di seluruh medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bentuk lingkaran!! Pertahankan segala sisi!! Tendang para orang bodoh yang akan mendekat!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar semangat, Champion.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dempe telah sampai di sebelah Iskahn sekali lagi, lalu tangan kirinya mengeluarkan suara berderu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Asuna memimpin pasukan menuju bukit diselatan sana lalu mundur ke hutan dimana Pasukan Persediaan berada, Knight Renri memberitahunya tentang Komandan Knight yang telah membawa tiga naga dan terbang mengejar Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Menurutmu ia akan berhasil mengejar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan tajam Asuna, wajah kekanakan Renri agak ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, kemungkinannya sangat kecil. Karena, keduanya terbang dengan kecepatan yang sama, dan mereka juga perlu waktu istirahat… Tetapi, Alice-sama juga ditangkap naga milik Kaisar Vektor, kuharap ia masih memiliki Life. Di lain sisi, Komandan Knight bisa berganti naga untuk meminimalisir kelelahan mereka, jadi secara teori, ia akan bisa memperpendek jarak diantara  mereka berdua …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 065.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, mereka hanya bisa berdoa jika Komandan Knight akan bisa mengejar Kaisar Vektor sebelum sampai ke Altar Ujung Dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika ia berhasil mengejarnya pun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisakah Komandan Knight mengalahkan Super Account Vector seorang diri?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Asuna tak pernah mengira jika musuh akan log in menggunakan sebuah Super Account, ia tak bertanya pada Higa Takeru tentang kemampuan yang dimiliki Vektor. Tetapi jika Vektor memiliki kemampuan yang sama seperti skill “Geographic Manipulation&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk mengubah bentuk daratan sesuka hati&amp;lt;/ref&amp;gt;” milik Stacia— bahkan bagi seorang pemimpin Integrity Knights, menang melawannya dalam pertarungan satu lawan satu akan sangat menyulitkan …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika memikirkan hal ini, Renri berkata dengan nada riang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika ia berhasil mengejar, Komandan Bercouli pasti akan menyelamatkan Alice-sama. Karena, orang itu … adalah manusia terkuat di dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yeah, memang benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangguk sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan sekarang ini adalah harus yakin. Karena, beberapa menit lalu ia telah melihat banyaknya semangat bertempur milik orang-orang Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ayo menuju ke bagian selatan dengan seluruh pasukan. Untungnya, hanya ada padang rumput di depan kita. Kita mungkin tak akan bisa mengejar Bercouli-san, tetapi kita mungkin akan berguna jika bertemu dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, Asuna-sama. Aku akan menginformasikan semua orang untuk berlari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri mempercepat langkahnya, lalu berlari ke dalam hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatnya menghilang, Asuna berkata pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito ingin melindungi Alice dan seluruh dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga harus melindungi mereka juga, tak peduli luka apa yang akan ia terima … tak peduli berapa banyak rasa sakit yang harus ia tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ruang kontrol Ocean Turtle, Critter telah bersiap untuk memasukkan 20,000 pemain Amerika yang akan dive ke dalam Underworld sebagai gelombang ke-dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lokasi turun mereka adalah posisi Gabriel Miller saat ini— kira-kira sepuluh kilol dari lokasi turunnya gelombang pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2=== &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Gh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menarik nafas dalam-dalam, Vassago Casals memaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggelengkan kepala berambut keritingnya, dan memandang sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembok baja disekeliling, lantai anti licin, dan banyak monitor yang bercahaya di kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia melihat pria kurus duduk di kursi kulit di depannya, Vassago akhirnya menyadari jika ia telah kembali ke ruang kontrol utama «Ocean Turtle», di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah seorang kru— Critter, bersin, suaranya penuh sindiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa, kau benar-benar bangun. Aku kira sel-sel otakmu membusuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Berisik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago mengerang, dan memeriksa tubuhnya sendiri. Ia kini sedang berbaring di kasur kecil di pojok ruangan, sebuah jaket sembarangan diletakkan menutupi perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi?Vassago menggelengkan kepalanya semakin keras. Tindakan ini membuat kesakitan lebih parah ke kepalanya, ia memaki lagi. Ia lalu berjalan ke sisi ruangan, sebagian besar anggota tim-nya masih duduk melingkar dan bermain kartu, ia bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ada yang punya aspirin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si jenggot Brigg, salah satu anggota penyerang, tanpa kata-kata langsung menyerahkan botol plastik di sakunya kepada Vassago. Vassago menangkapnya, lalu membuka tutup tersebut, memasukkan semua isinya ke dalam mulut, lalu mengunyahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersamaan rasa pahit yang menyengat lidahnya, ingatannya akhirnya mulai muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… aku terjatuh dalam lubang raksasa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kau mati? Kau dive selama delapan jam penuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De…Depalan jam?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut, Vassago melonjak, bahkan melupakan rasa sakit kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang jam di pergelangan tangan kirinya, menunjukkan pukul 6.30 A.M, Waktu Standar Jepang. Kurang dari duabelas jam sebelum batas waktu ketika Pasukan Pertahanan meninggalkan Kapal Penghancur Aegis, Nagato dan mendobrak masuk ke  dalam Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi lebih penting saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ia telah tak sadar selama delapan jam, beberapa bulan seharusnya telah terlewat di dalam Underworld. bagaimana kondisi peperangan? Misi untuk menangkap Alice?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi seolah membaca keterkejutan milik Vassago, tsk-tsk, Critter membunyikan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terkejut begitu, matamu akan copot. Tanang saja, ketika kau mati di dalam sana, percepatan waktu telah diturunkan menjadi satu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“S… Satu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti tak perlu khawatir. Tetepi, bukannya itu malah memperburuk keadaan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kacamata, apa kau mengerti situasinya? Kita hanya memiliki waktu duabelas jam sebelum Pasukan Pertahanan menyerang tempat ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago menolak penjelasan Critter, lalu ia menggelengkan tangannya penuh sok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu aku tahu. Ini juga perintah Kapten Miller.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, “rencana penyerangan” yang dijelaskan Critter membuat Vassago tak bisa berkata-kata, meskipun ia sangat berpengalaman menjadi seorang pemain VRMMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia meninggalkan sistem console di Obsidia, ibukota timur Tanah Kegelapan, Letnan Gabriel Miller secara rahasia telah memberi perintah kepada Critter di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buatlah website iklan tentang sebuah beta test VRMMO kekerasan yang tak memiliki aturan— the Underworld laws, tentu saja— buatlah koneksi client program. Lalu, atur ratio akselerasi menjadi satu pada 7 Juli 16 12:00 A.M., dan pada saat yang sama, mulailah perekrutan pemain beta test dari seluruh Amerika, Critter menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan konsol yang terbatas, aku hanya bisa melihat koordinat milikmu dan kapten, begitu juga dengan pengiriman jumlah pasukan, jadi rencana ini adalah rencana cadangan jika Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia lebih kuat dari yang kita kira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari-jari kurus Critter menari di atas keyboard, menunjukkan peta seluruh Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di peta yang akan berbentuk segitiga runcing tersebut, dua garis merah membentang dari sudut paling timur menuju ke barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah log pergerakan milikmu dan kapten. Dengar, kau baru saja berkeliaran di sekitar Gerbang Besar Timur Kerajaan Manusia, dan tiba-tiba kau tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu garis merah tersilang oleh tanda sebuah ‘X’, di selatan «Gerbang Besar Timur».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi komandan melewatimu dan sedang menuju selatan. Ia bahkan meinggalkan seluruh pasukan Tanah Kegelapan di utara dan bergerak sendiri. Itu berarti …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia sedang mengejar Alice atau telah mendapatkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago bergumam. Critter mengangguk dan lanjut menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berdasarkan rencana awal kita, ketika waktu telah berkurang sampai delapan jam, atau ketika Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia benar-benar hancur, kita akan meningkatkan kembali kecepatan akselerasi menjadi 1,000 kali lipat. Jika seperti itu, kita masih memiliki waktu bertahun-tahun di dunia tersebut. Tentu saja, ketika ratio akselerasi ter-reset, para pemain Amerika yang sedang dive akan ter log-out paksa karena synchronization error, tetapi selama kita berhasil memenangkan peperangan, siapa peduli?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu tingkatkan ratio kecepatannya sekarang! Tak ada waktu tersisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak sesederhana itu. Coba lihat disini—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menekan tombol dan memperbesar peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kilometer di Gerbang Besar Timur yang memisahkan Kerajaan Manusia dan Tanah Kegelapan, terbentang padang rumput, bebukitan, dan hutan. Pasukan Pertahanan telah memasang serangan kejutan di hutan… dengan kata lain, itu adalah tempat dimana Vassago tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi entah mengapa, diantara hutan dan padang rumput tersebut, sebuah lembah raksasa yang lebarnya hampir 50 kilometer terbentang dari barat ke timur. Disekitar lembah tersebut, pusaran titik-titik bergerumul menjadi satu, berbagai warna: merah, hitam, dan putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang merah adalah pemain Amerika yang aku masukan ke dalam Underworld. banyak yang sudah menghilang, tetapi masih tersisa 20,000. Dan lingkaran hitam yang dikepung titik merah adalah pasukan Tanah Kegelapan. Jumlahnya 4,000.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H… Hei, hei, kau juga lihat kan kalau si merah menyerang si hitam”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena informasi beta test mengatakan jika mereka bisa bebas membunuh para NPC yang tampak nyata. Bagi pemain Amerika yang sedang dive, tak ada perbedaan antara pasukan Kerajaan Manusia dan Tanah Kegelapan. Tetapi, karena beberapa alasan, titik hitam ini menurun sedikit lamban daripada yang aku harapkan. Pasukan Tanah Kegelapan seharusnya tunduk pada Kaisar, tak mungkin mereka bertarung melawan pasukan Amerika, karena mereka berpikir pasukan merah telah dipanggil oleh Kaisar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin mereka menikmati saling bunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, mari asumsikan jika si hitam akan berkurang. Terlebih lagi, yang menjadi masalah itu di sebelah sini, kelompok putih kecil ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menggerakkan kursor. Benar, sebuah kelompok titik putih sedang bergerak menuju selatan— seolah mereka mengejar Kaisar Vektor, atau Kapten Miller.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia. Meskipun jumlah mereka sedikit, sekitar 700. Akan tetapi, akan jadi masalah kalau mereka berhasil mengejar kapten, jadi kita harus menghentikan mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghentikan mereka? …Apa yang akan kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter tidak langsung menjawab pertanyaan Vassago, tetapi sedikit tersenyum dan lanjut mengetik keyboard.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuka jendela baru di peta. Didalamnya, sekumpulan awan merah bergumul dalam latar belakang hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah pemain Amerika yang ketinggalan gelombang pertama, dan sedang menunggu gelombang kedua. Saat kouta 8,000 pemain terpenuhi, aku akan memasukkan 20.000 pasukan melawan Pasukan Penjaga. Setelahnya, kita akan meningkatkan ratio akselerasi menjadi 1.000 lagi. Dengan cara itu, kita akan memiliki cukup waktu agar kapten bisa membawa Alice ke sistem konsol di ujung selatan”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika semudah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago membalas, mengelus janggutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia lebih kuat daripada yang kau bayangkan. Khususnya mereka yang disebut Integrity Knight, mereka kelewat gila; mereka memusnahkan pasukan pertama Tanah Kegelapan, kalau kau tak tahu? Jika tidak ada mereka, aku mungkin sudah tewas mengenaskan … seperti gelombang pertama…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, Vassago teringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat bagaimana dan oleh siapa ia tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nafasnya tertahan dan matanya terbuka lebar. Di dalam kepalanya, sebuah kenangan tiba-tiba sembuh, sosok bagaikan dewi yang turun dari langit, menatapnya. Ia secara insting memaki dalam bahasa jepang ketimbang inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— «The Flash»…!! Yeah… Tak diragukan lagi, itu pasti dia…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? Apa yang kau bicarakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago menggenggam kerah baju Critter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, kutubuku sialan! Orang-orang RATH juga sedang melakukan rencana menggunakan ruang sub kontrol!! Dalam Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia, ada pemain-pemain VRMMO jepang yang membaur!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengabaikan ekspresi Critter, Vassago bersin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Asuna «The Flash» juga disana, mungkinkah, “orang itu” juga dive? … Ya Tuhan, bagaimana mungkin aku hanya berdiam diri disini … Hei, aku ingin kembali masuk! Masukan aku bersama dengan 20,000 pemain, dan turunkan aku ke lokasi titik putih!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau ingin dive lagi … Tetapi akun Dark Knight yang kau gunakan telah hilang. Tentu saja, jika kau tak keberatan menggunakan akun pasukan crimson seperti mereka, aku punya banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku punya akun sendiri… akun yang sudah aku simpan sangat lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekek. Tenggorokan Vassago terdengar seperti terkekeh ketika ia mengambil kertas dari dekat console, menarik sebuah pena dari kantong Critter, lalu dengan cepat menuliskan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, gunakan ID dan password ini yang ada di menu «The Seed Nexus» Jepang, lalu convert karakternya ke dalam Underworld. aku akan masuk menggunakan akun tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberikan kata-kata tersebut, Vassago mulai berjalan menuju pintu ruang STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa langkah, ia terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berbalik, wajah Vassago berubah menjadi beringas, cukup membuat takut si cyber criminal Critter. Seolah karakter vulgar, energik, dan kasar yang nanti akan ia gunakan seperti belahan jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Vassago berjalan menuju Critter, dan membisikkan instruksi lain ditelinganya. Sedetik kemudian, ruang STL menelannya, si hacker melihat pintu sendirian, kertas tipis tersebut masih dipegangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kertas ada tiga huruf berbahasa Inggris dan delapan angka numerik. Critter tak pernah mengerti maksud tiga huruf ‘S’, ‘A’ dan ‘O’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika para Penjaga bersiap untuk berangkat, Asuna meninggalkan kerumunan dan mendatangi kereta persediaan. Sebuah kursi logam tampak, dengan seorang pemuda berambut hitam gemetaran, dua gadis bersamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ronye mengangkat wajahnya ketika ia mendengar langkah kaki. Menyadari kedatangan Asuna, wajahnya mulai memerah karena malu sekaligus menangis, ia berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna-sama! Kirito-senpai ingin… ingin pergi keluar … lalu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggigit bibirnya dan mengangguk. Ia berlutut di depan Kirito dan menggenggam tangan kirinya yang kurus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti… Alice… telah ditangkap musuh. Kirito-kun pasti merasakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?… Alice-sama telah…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tieze menjerit, wajah putihnya semakin pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang memecah ketegangan ini adalah suara Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… uh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kirinya bergetar, mencoba menyentuh sisa-sisa lengan kiri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun… Apa kau, mengkhawatirkanku…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berbisik pelan. Seketika, Ronye akhirnya menyadari luka-luka Asuna dan menjerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Asuna-sama! Lengan anda…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa. Ini cuma luka sementara …” ia berguman. Asuna dengan lembut mengangkat lengan kirinya, bagian dari siku kebawah telah terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru telah memberikan informasi singkat mengenai teknologi «Mnemonic Visual». Meskipun semua benda telah diciptakan menggunakan program The Seed seperti di ALO, bagi Asuna dan Kirito yang telah dive menggunakan STL serta bagi Artificial Fluctlights seperti Tieze dan lainnya, semua yang ada di dunia ini seperti «shared memory» yang disimpan di Main Visualizer, sebuah realitas berbeda yang diciptakan menggunakan kekuatan imajinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Life atau HP Super Account Stacia benar-benar sangat banyak, hampir mencapai batas maksimal sistem. Tetapi, jika ia diserang menggunakan senjata normal maupun ditusuk ratusan hingga ribuan kali, Life miliknya tak akan menyentuh nol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ketika pasukan crimson mengayunkan kapak perangnya dan mengincar lengan kirinya, Asuna benar-benar merasa takut; ia berpikir, terkena tebasan kapak sebesar ini, lenganku pasti akan putus, dan imajinasinya menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga berlaku bagi lengan kanan Kirito. Meskipun Life-nya telah terobati, lengannya tidak kembali normal, karena ia terus menerus menghukum diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna meletakkan lengan kanan ke bekas lukanya, dan berkonsentrasi, menutup matanya, dan berkata pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak akan takut lagi. Hingga aku telah melindungi Kirito-kun dan dunia ini hingga akhir, aku tak ingin kehilangan seseorang … atau apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya putih terkonsentrasi menuju lukanya dengan bunyi pop. Cahaya hangat tersebut semakin luas, lengan kirinya telah kembali seperti semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum pada kedua gadis yang seolah menyaksikan sebuah keajaiban, Asuna mengulurkan lengan kirinya dan memeluk kepala Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat? Aku baik-baik saja. Aku akan menyelamatkan Alice dan membawanya pulang. Jadi… ketika saat itu datang, Kirito-kun jangan terus menyalahkan diri ya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak tahu apakah kata-katanya sampai ke hati Kirito atau tidak, tetapi ia merasa jika tubuhnya yang gemetaran kini sudah tenang. Asuna tetap memeluknya selama beberapa detik, lalu berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus membawa seluruh pasukan dan mengejar Kaisar Vektor. Komandan Knight Bercouli telah membawa para naga mengejarnya, dan kita pasti akan mengejar mereka yang da di depan. Ketika saat itu, aku menitipkan Kirito-kun pada kalian… Ronye-san, Tieze-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serahkan saja pada kami, Asuna-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum pada kedua gadis dan ia menyerahkan Kirito pada Ronye, Asuna kini keluar dari kereta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah ia menginjak tanah, ia melihat seorang swordswoman berlari ke arahnya, ia juga ikut pada “Kompetisi Berbagi Kenangan” bersama-nya dan Ronye tadi malam. Armor peraknya penuh dengan bekas darah dan tanah dan kepalanya berbalut perban, tetapi ia tampak tak terluka parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak apa-apa, Sortiliena-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar suara Asuna, si swordswoman memberi hormat dan membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga senang Asuna-sama baik-baik saja… —hanya saja, aku mendengar kabar jika Alice-sama telah ditangkap pemimpin musuh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku baru saja menjelaskan pada Ronye-san jika Kaisar Vektor meninggalkan seluruh pasukannya dan menangkap Alice-san. Aku tak mengira jika ia melakukan hal tersebut …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagaimana mungkin…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan lengan kirinya yang baru sembuh, Asuna menepuk bahu Sortiliena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak perlu khawatir. Bercouli-san telah mengejar Vektor dengan menggunakan naga. Kita juga akan mengejarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengangguk, dan kembali ke tengah-tengan Pasukan Pengecoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah pimpinan Integrity Knight Renri, regu Ascetic telah selesai menyembuhkan yang terluka, dan ke 700 Penjaga hampir siap untuk bergerak. Para Penjaga telah berbaris bersama regu Astetic dan regu Persediaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerima laporan Renri jika persiapan telah selesai, Asuna memberikan Renri arahan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau adalah Integrity Knight yang masih tersisa, Renri. Perintah untuk bergerak harus diberikan olehmu, si pemimpin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya, aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi si knight muda entah mengapa gugup, tetapi ia mengangguk pasti. Mengangkat tangan kanannya ke atas, ia memberikan perintah dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice-sama telah berbaik hati melindungi kita di pertempuran Gerbang Besar! Kini giliran kita menolongnya! Kita harus mengambilnya dari musuh dan kembali ke Kerajaan Manusia bersama-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OH!!” teriakan semangat bergemuruh. Renri mengangguk, dan dengan cepat mengayunkan lengan kanannya ke bawaah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Semua pasukan, maju!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri memimpin pasukan didepan menggunakan naganya sendiri, Kazenui. Ia diikuti oleh 400 Penjaga baik menunggang kuda atau berjalan kaki, serta delapan kereta persediaan yang berisi makanan dan tim pembantu sekitar 300 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya satu naga— naga milik Integrity Knight Sheyta tetap ditahan, diam tak bergerak. Dengan sisik seperak rambut pemiliknya, si naga menggeram kuurrr ketika ia dibebaskan dari kekangannya, lalu ia terbang ke utara— menuju peperangan di selatan lembah, tempat pemiliknya berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan kereta persediaan, Asuna berpikir sambil menggelengkan kepalanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh terakhir adalah Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Identitas aslinya adalah manusia dari dunia nyata, keberadaannya disini hanyalah sosok virtual. Itulah mengapa jika ia harus bertarung dengannya, ia harus mengalahkannya. Demi orang-orang yang telah menahan pasukan crimson: Knight Sheyta, si pemimpin Petarung Tangan Kosong, dan 4,000 bawahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa menit sesudahnya, pasukan yang berangkat dari hutan kini telah memasuki jalanan berbentuk cekung. Sebuah jalan kecil memotong tanah cekung menuju selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti event-event RPG, di ujung jalan seperti itu pastilah sebuah kota maupun reruntuhan kota. Namun ia telah mendengar jika area selatan Tanah Kegelapan tidak dikuasai demihumans. Dengan kata lain, jalan ini akan berakhir di «Altar Ujung Dunia», dan Kaisar Vektor telah memasuki jalanan ini bersama Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naga Kaisar Vektor dan naga milik Bercouli kini sedang saling kejar di udara sana. Akan tetapi, ke 700 Pasukan Penjaga kini sedang melewati jalan ini secepat mungkin; jalanan ini bergetar ketika mereka melangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjejaki jalan cekung ini— ketika seluruh pasukan pengecoh sampai di dasar jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vvvvvv… m. Sebuah getaran sayap serangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menengok ke atas, kiri, kanan, dan belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia melihat ke depan, ia akhirnya menemukan sumber suara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis, garis merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ribuan garis tipis merah berjatuhan dari langiit ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Tak mungkin………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir Asuna bergetar, suara serak keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tak mungkin. Tolong. Jangan lagi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zaaaa—!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan-ledakan terdengar ketika garis-garis itu turun. Mereka memblokir jalan di ujung sana, menghalangi para penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah bertekat tidak akan takut lagi, Asuna merasakan kekuatan meninggalkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang muncul di depan sana adalah pasukan crimson— para pemain VRMMO dari dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua… Semua pasukan, jangan berhenti!! Serang!! Serang—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri memberikan perintah di depan sana. Seluruh Pasukan Penjaga menerima dengan suara: Uooo! Lalu melangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika mereka telah mengantisipasi gerakan kita dengan menempatkan pasukan baru di ujung jalan selatan, tetapi jumlah mereka ada seribu … tidak, hampir duapuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruskah aku log out dengan menggunakan Skill Stacia lagi? Jika ia tidak berhati-hati, tindakan tersebut akan menjadi tindakan bunuh diri dan malahan mengorbankan Pasukan Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat kemudian, ekspresi bimbang Asuna digoyahkan oleh raungan naga di depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari paling depan, naga milik Knight Renri, Kazenui telah menghembuskan nafas api dan melaju ke depan tanpa menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan… Renri-sama akan mengorbankan dirinya untuk membuka jalan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah ia mendengar rintihan kesakitan Sortiliena yang ada di samping Asuna, Renri perlahan berbalik dari atas naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tolong jaga yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir Renri bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menghunuskan pisau lempar di pinggangnya dan melaju ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum itu terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna langit di atas sana berubah tiba-tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah merobek warna langit merah darah Tanah Kegelapan, kini yang Asuna lihat adalah warna langit kebiruan di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik pasukan crimson yang akan maju menyerang, para penjaga yang siap berkorban, maupun Knight Renri yang di depan sana, semua orang mengangkat kepalanya ke langit seperti Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah surga telah terbuka lebar ke dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari baliknya, sebuah bintang terang turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, itu seseorang. Mengenakan armor sebiru warna langit, dan baju seputih awan, rambut pendeknya yang berkibar berwarna biru air. Sumber cahaya memilaukan adalah sebuah busur besar di tangan kirinya. Wajahnya tak bisa terlihat kerena silau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Siapa…? Kau siapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah merespon pertanyaan bisu Asuna, orang yang melayang diudara kini mengarahkan busurnya dari langit. Lengan kanannya menarik tali busur, dan kekuatan penuh menariknya ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cahaya memilaukan, sebuah panah cahaya muncul diantara busur dan tali busur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik Pasukan Penjaga dan Pasukan Crimson terpaku, tak bisa berkata-kata. Satu-satunya yang bisa Asuna dengar adalah suara rendah Sortiliena:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Solus-sama…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah menanggapi panggilannya, panah cahaya tersebut dilepaskan dari atas langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat panah tersebut membelah dan menyebar ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panah tersebut berubah menjadi tembakan sinar panas dan menghujani mereka yang ada di bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 085.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Pemimpin Penjaga Sortiliena Serlut hampir benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas jalan cekung ini, seseorang dari dunia nyata telah muncul, tidak, lebih tepatnya telah log in menggunakan Super Account 02, «Dewi Matahari, Solus ».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akun ini memiliki kemampuan «Wide-Ranged Annihilatory Attack»&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk menyerang ke berbagai arah&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon/Asada Shino melihat ke bawah dimana serangan telah ia luncurkan, dan mengingat kembali penjelasan dari Higa yang disampaikan melalui intercom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, Sinon-san, meskipun Super Accounts benar-benar kuat, mereka bukanlah pembuat keajaiban. Karena mereka disiapkan untuk saat-saat ketika harus membuat perubahan besar di dalam Underworld, kami mencoba untuk membuat akun tersebut agar cocok sesuai dengan lingkungannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… kamu mau bilang akun-akun tersebut bukanlah akun GM, hanya akun yang sangat kuat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berbicara melalui microphone ketika ia berbaring di dalam mesin STL yang mirip seperti mesin Fulldive Generasi Pertama, berlokasi di cabang perusahaan misterius «RATH» Roppongi. Apa yang ia dengar selanjutnya adalah bunyi click— seperti seseorang sedang menekankan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Tepat. Itulah mengapa akun «Solus» yang akan kamu gunakan tak bisa terus menerus diandalkan karena memerlukan energy dalam Underworld. Setiap serangan menggunakan busurmu memerlukan Tenaga Spacial, tak peduli  apapun serangannya. Karena Solus memiliki kemampuan mengisi ulang otomatis, setiap serangan yang kamu gunakan tidak akan membuatmu kelelahan jika digunakan di siang hari, tetapi kamu tak bisa terus menerus menembakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Higa katakan, busur putih bersih yang digenggam Sinon menggunakan tangan kirinya kini mulai melemah setelah melakukan serangan jarak luas. Meskipun busur tersebut telah mulai bercahaya kembali, butuh sekitar dua-tiga menit untuk melakukan serangan kekuatan penuh lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tak ada combo ya? Hmph,sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan senjata otomatis, senjata manual lebih cocok dengan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon turun perlahan, memastikan api ledakan di tanah telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung jalan cekung sepanjang satu kilol ini, banyak tubuh-tubuh mulai menghilang dengan efek cahaya. Satu tembakan yang dilancarkannya telah memusnahkan sekitar 5,000 musuh. Untungnya, mereka bukan penduduk asli Underworld, tetapi pemain Amerika yang log in dari dunia nyata seperti Sinon. Para pemain tersebut percaya jika ini semua adalah closed beta sebuah permainan dan mereka kelihatannya mulai marah-marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipusat jalan cekung ini, pasukan skala kecil yang kalah jumlah dengan pasukan crimson mulai melaju. Meskipun jumlah musuh lebih dari 10,000, kebanyakan dari mereka tak bisa bergerak karena takut kena tembakan selanjutnya— lebih tepatnya disebut ledakan, hingga membuat Pasukan Penjaga mulai menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menatap di kejauhan, mengamati formasi Pasukan Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia akhirnya menyadari ada seorang gadis berambut chestnut yang sedang menunggang kuda putih, ia juga menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon hanya bisa tersenyum ketika ia turun menggunakan kemampuan lain yang dimiliki akun Solus account, «unlimited flight»&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk terbang selamanya&amp;lt;/ref&amp;gt;. Meskipun ia telah diceramahi oleh Higa jika “kamu bisa terbang menggunakan imajinasimu”, ketika ia merasa ini tak berbeda jauh dengan terbang di ALO. Ia melihat kereta dibelakang Asuna, ia lalu terbang lurus ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ujung sepatu miliknya menyentuh atap kereta, ia dengan lembut mengangkat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf membuatmu menunggu, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna melihat senyum hangat miliknya, air mata mulai mengalir ke pakaian seputih mutiara miliknya. Ia berdiri di kuda miliknya dan melompat ke kanopi kereta:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“——Sinonon… !!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memeluknya erat-erat sambil berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon perlahan memandang Asuna dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau telah bekerja keras. Tak apa … serahkan sisanya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia masih dipeluk Asuna yang lebih tinggi darinya, ia melihat indikator pengisian ulang busur miliknya masih 20%, lalu perlahan menarik tali busur dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Equipment khusus yang dipakai oleh akun Solus— Busur panjang «Annihilate Ray» bisa mengatur kekuatannya berdasarkan kekuatan tarikan tali busur, dan bisa mengatur arah serangan berdasarkan sudut incaran busur. Sebuah panah cahaya yang lebih tipis dari sebelumnya muncul ketika tali busur itu ditarik kebelakang sejauh 10 centimeters. Sinon mengincar musuh yang menghalangi naga di depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vishu! Suara anak panah melesat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak miring 20 derajat ke kanan, anak panah tersebut berubah menjadi tembakan cahaya yang terus membelah dan mendarat selebar 10 mel, menciptakan sebuah ledakan yang hampir setara dengan sebuah misil. Pasukan crimson berterbangan ke udara lalu menghilang. Mengambil kesempatan ini, sang naga langsung maju kedepan. Sekitar sepuluh prajurit yang terlempar ledakan kini dihantam kepala naga, ditusuk cakar besarnya, dan langsung tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, pasukan musuh akhirnya sadar terhadap serangan cahaya dan mangsa mereka kini mulai lari. Sambil memaki, mereka mengejar bagaikan gelombang tsunami berwarna merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengalungkan busurnya ke lengan, meletakkan kedua tangannya ke pundak Asuna dan memisahkan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna. Aku bisa melihat sesuatu seperti reruntuhan sekitar 5 kilometer ke selatan dari sini. Jalannya tinggal lurus saja, juga beberapa batu besar ada di kedua sisi. Kita tak perlu khawatir jika dikepung oleh musuh, dan kita bisa mempersempit medan peperangan. Ayo kita temukan cara agar bisa memukul mundur musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna juga seorang petarung, dan setelah mendengar perkataan Sinon, matanya menjadi bersemangat. Ia mencoba menghapus air mata miliknya dan berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku paham, Sinonon… Sinon. Tak peduli berapa banyak pasukan VRMMO Amerika yang muncul, mereka tak mungkin muncul lagi. Jika kita bisa memukul mundur puluhan ribu musuh, mereka mungkin akan menyerah… kukira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah,serahkan saja padaku. … Well, kurang lebih seperti itu....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memastikan setiap Penjaga berhasil melewati kepungan pasukan crimson, Sinon menatap lagi sahabatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Um, apakah Kirito…. Ada diantara pasukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa menunjukkan senyum masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tak perlu khawatir. Kirito-kun berada disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menunjuk jari telunjuknya ke bawah kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sungguh. Yah… Aku akan menyapanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menelan ludah, Sinon mulai bergerak dari atap kereta dan meluncur ke dalam dengan bantuan kemampuan terbang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunggu Asuna agar ikut, lalu ia menuju bagian dalam kereta kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama yang memasuki pandangannya adalah dua gadis berseragam dengan armor tipis. Mata mereka terbuka lebar bersamaan lalu bergumam pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“S… Solus-sama…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon melihat pakaiannya sendiri, lalu membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Halo, senang berkenalan dengan kalian. Meskipun aku mirip Solus, aku bukan dia. Namaku Sinon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba tersenyum pada kedua gadis ini, tetapi keduanya kebingungan. Tetapi ketika mereka berdua melihat Asuna, keduanya tampak mulai paham.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh iya, aku ini manusia dari Dunia Nyata sama seperti Asuna. Aku juga teman.... Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara si gadis berambut merah masih menatap, si gadis berambut coklat menunjukkan ekspresi rumit, dan berbisik pelan: Mengapa semuanya perempuan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada yang menunggu. Sinon berdeham ketika ia mulai melangkah kedalam ketika kedua gadis ini membuka jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon melihat pemuda berpakaian hitam duduk diatas kursi roda, ia memeluk dua buah pedang panjang menggunakan satu tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah diberitahu mengenai kondisi Kirito melalui penjelasan Higa Takeru, setelah melihat lukanya secara langsung, hatinya berdetak semakin kencang dan ia mulai meneteskan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan mata kosong tersebut tidak menatapnya, tenggorokannya mengeluarkan bunyi aneh. Sinon tertunduk dihadapan musuh, teman, serta penyelamatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersandar di kursi roda, tubuh Kirito tampak semakin kurus dan rapuh ketika Sinon menyentuhnya. Sinon meletakkan busur panjangnya ke meja, lalu memeluk sosok ringkih Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah mendengar jika jiwa Kirito — Fluctlight miliknya, atau bisa dikatakan «tubuh utama» yang dikenal sebagai diri sendiri telah mengalami luka parah. Higa mengatakan padanya dengan suara mudah jika masih belum ada cara bagaimana menyembuhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, Sinon menutup matanya lagi, air mata mengalir ketika ia menjerit dalam hati: Yah, itu mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang telah membuat kenangan bersama Kirito berulang kali, juga emosi kuat terhadap Kirito. Mereka cukup perlu berkumpul disini, sedikit demi sedikit dan berbagi hati mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Hei, tak bisakah kau merasakannya?… jiwamu yang ada dalam diriku. Lidah tajam, sedikit nakal, naif … dan kuat, lebih baik dari siapapun. Itulah dirimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon lupa jika Asuna masih menatap di belakangnya; ia memutar kepalanya dan mencium wajah Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asada Shino masih belum menyadari jika pikiran emosional miliknya telah memberikan bekas goresan pada jiwa terluar Kirigaya Kazuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Sinon sudah memahami struktur Underworld dan Fluctlights, baginya mungkin akan bisa menyelesaikan masalah ini. Tetapi penjelasan yang diberikan kepada Sinon sebelum ia dive hanyalah sebatas kondisi peperangan dan bagaimana cara menggunakan akun Solus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Sinon tidak menyadari alasan dibalik gemetaran Kirito dan naiknya suhu tubuh Kirito ketika bibirnya menyentuh Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon dengan cepat melepas tubuh Kirito, berdiri, dan berbalik ke tiga orang dibelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, Kirito akan cepat sembuh kok. Ketika kita membutuhkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dan kedua gadis mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah… aku akan terbang ke reruntuhan di selatan untuk memastikan kondisi geografi. Aku akan meninggalkan Kirito kepada kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata seperti itu, Sinon berjalan menuju pintu masuk kereta–&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, Asuna menggenggam pundaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat tatapan keheranan dimatanya, Sinon terpaksa berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna, ada apa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon pikir jika Asuna akan menginterogasinya karena memberikan ciuman pada Kirito, tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-Hei, Sinon, barusan kau bilang akan terbang?! Kau… bisa terbang?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan ini, Sinon langsung mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya. Mereka bilang jika terbang adalah kemampuan dasar akun Solus. Jika aku tak salah dengar sepertinya tak ada batas waktu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka bukan kami yang perlu ditolong! Alice… kejarlah Alice, ia telah diculik oleh Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi yang dijelaskan Asuna setelahnya lebih membahayakan menurut Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Alice, kunci segalanya, telah ditangkap oleh Kaisar Vektor yang dive menggunakan sebuah Super Account seperti mereka berdua, dan kini sedang terbang ke selatan menggunakan seekor naga. Satu-satunya orang yang sedang mengejar adalah seorang swordsman bernama Bercouli, sang Komandan Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melawan sebuah Super Account, bahkan bagi Komandan Knight masih terlalu berat. Jika kita tak bisa menyelamatkan Alice sebelum Kaisar sampai ke «Altar Ujung Dunia», seluruh dunia ini akan hancur! Tolong Sinon, bantulah Bercouli-san!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah semua menjadi jelas dan ia mengira-ngira sosok Komandan Knight Bercouli di pikirannya, Sinon akhirnya terbang menuju langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ke 700 Pasukan Penjaga telah menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengejar mereka dari utara, pasukan crimson memiliki jumlah 20 kali lipat dari mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku akan segera kembali setelah menolong Alice. Bertahanlah sampai saat itu Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan seperti itu dalam hatinya, Sinon berimajinasi agar mempercepat terbangnya ke arah selatan. Ia berubah hingga seperti meteor berekor putih yang membelah langit merah darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke tanah gelap tak berhingga di bawah sana, Sinon akhirnya teringat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar lupa—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana Leafa yang juga dive bersama dengan dirinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakang pasukan Kerajaan Manusia yang dipimpin oleh Integrity Knight Renri adalah gelombang kedua pasukan Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di utara sana, di sisi selatan lembah yang diciptakan Asuna. Iskahn dan Guild Petarung Tangan Kosong, serta Integrity Knight Sheyta, masih bertempuran dengan pasukan crimson yang berjumlah lebih dari sepuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dibagian paling utara dari pertempuran tersebut—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hutan belantara di sisi lain Gerbang Besar Timur, yang kini penuh dengan tumpahan darah, berdiri sesosok demihuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya di selimuti armor baja. Mantel berbulu tertiup angin. Dua telinga ramping bergelantung di kedua sisi kepalanya, sedangkan hidungnya mancung ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah Pemimpin Orc, Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah diberi tugas bersama dengan tiga ratus pasukannya agar berjaga di belakang, ia kini mengunjungi Gerbang Besar Timur seorang diri. Ia tidak membawa satupun pengawal, karena ia tak ingin siapapun melihatnya berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meraba-raba pasir, Rirupirin akhirnya menemukan apa yang ia cari: sepasang anting perak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ia ambil dengan telapak tangannya sendiri adalah objek milik putri knight Renju yang selalu ia pakai, ia mematuhi perintah Kaisar lalu dijadikan tumbal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anting tersebut adalah satu-satunya yang tersisa dari Renju. Di hutan ini, bahkan armor miliknya tak tersisa, ia tewas bersama dengan tiga ratus pasukan Orc. Dark Art yang digunakan Ium hitam benar-benar menghancurkan tubuh dan equipment mereka, lalu diubah menjadi Energi Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Dee Ai Ell, orang yang menyarankan perintah keji tersebut kini telah menghilang bersama Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee, Pemimpin Guild Pengguna Dark Art telah tewas setelah menerima serangan balik milik «Putri Cahaya», kemudian Kaisar mengejar Putri Cahaya ke selatan tanpa memberikan Rirupirin perintah baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisa – sisa tiga ribu pasukan Orc tidak mungkin menahan Pasukan Kerajaan Manusia dan Integrity Knights guna menjaga Gerbang Besar Timur. Keinginan lima ras Tanah Kegelapan untuk menguasai Kerajaan Manusia telah hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Jika seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa teman masa kecil Rirupirin, Renju serta tiga ratus pasukan Orc dikorbankan, juga dua ribu pasukan Orc tewas? Apakah kematian mereka ada nilainya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada jawaban. Sama sekali tak ada jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena penampilan kaum kami, lima ribu penduduk asli Tanah Kegelapan tewas sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin memeluk antiing-anting ke dadanya, lalu ia berlutut ke tanah. Tangisan penuh sedu serta duka yang sangat dalam keluar dari dirinya— ketika ia hendak menangis—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara terdengar dari arah belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Orc berdiri dan membalik kepalanya, lalu melihat seorang wanita menghunuskan busur ke arahnya. Berambut kekuningan dan berkulit putih bersih, mengenakan pakaian berwarna kehijauan dan armor berkilau … bukan seorang dari Tanah Kegelapan, pasti dari Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak terkejut melihat sosoknya, maupun marah karena melihat sosok manusia, hal pertama yang Rirupirin rasakan adalah rasa malu seperti, “jangan tatap aku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena gadis tersebut yang berdiri dihadapannya terlalu cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mungkin adalah perempuan Ium Putih pertama yang pernah ia lihat dari jarak dekat, mereka tak berbeda dari wanita Ium Hitam di Tanah kegelapan. Tangan dan kaki-nya terlihat ringkih seolah ia bisa dengan mudah mematahkannya, rambut-nya masih tetap cantik meskipun tertimpa sedikit cahaya matahari, matanya menatap lurus seperti orang bodoh, namun seperti mata crystal emerald.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin mengutuk dirinya sendiri memikirkan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia takut jika mata gadis tersebut terisi tekad bulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan… Jangan lihat!! Jangan lihat aku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak sambil menutupi wajahnya dengan tangan kirinya, lalu menggenggam gagang pedang dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum gadis tersebut bisa berteriak, ia akan memotong kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia akan menghunus pedangnya, Rirupirin merasa anting yang ada di telapak tangannya menusuk – nusuk. Sebuah perasaan seolah ia sedang dimarahi oleh Renju sehingga ia menahan gerakannya, kemudian ia terkejut mendengar suara miliknya—.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Err… Selamat siang. Eh, selamat pagi, mungkin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurunkan busurnya, si gadis tersenyum ramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi bayangan telapak tangannya, Rirupirin kaget dan berkedip beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada rasa permusuhan maupun kemarahan dalam mata gadis tersebut, bahkan tak ada rasa takut. Bagi anak – anak Ium Putih, para Orc dari Tanah Kegelapan adalah dongeng horor pemakan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M… Mengapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata yang keluar dari mulutnya sendiri, seolah kebingungan menghadapi situasi seperti ini. Seolah ia bukan salah satu dari Sepuluh Bangsawan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa kau tidak lari? Mengapa kau tidak berteriak? Kau malah menyapa, jelaskan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis tampak kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa… Karena.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia memastikan sekeliling dan memandang langit merah di atas sana, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kau juga manusia, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak, Rirupirin tak bisa memahami mengapa perutnya bergetar. Menggenggam ujung pedang miliknya, si pemimpin Orc berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M… Manusia? Aku? Hal bodoh macam apa itu? Kau jelas bisa melihatnya! Aku ini seorang Orc! Seorang Orc disamakan dengan manusia babi oleh kalian para Ium!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, kau masih tetap manusia kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat tangan ke bibirnya, si gadis tersebut seolah seperti orang tua yang mengajari anaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, kita bisa bisa saling bicara. Terlebih lagi, apa yang kamu ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… ingin…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin tak bisa menjawab lagi. Kata – kata penuh percaya diri yang diucapkan oleh gadis bermata hijau ini terlalu tak normal bagi Pemimpin Orc yang selama ini hidup dengan amarah terhadap manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Jika kamu bisa bicara, kamu berarti manusia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya itukah syarat menjadi seorang “manusia”? Goblin, Ogre, dan Raksasa bisa bicara. Tetapi keempat ras termasuk Orc telah dipanggil “demihumans” sejak dimulainya sejarah Tanah Kegelapan, mereka berempat telah dipandang rendah daripada manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin hanya bisa bernafas agak tersengal-sengal ketika ia berdiri seperti orang bodoh. Dengan ucapan “Tak usah khawatirkan itu dulu”, si gadis menyapu kekagetannya dan melihat sekeliling lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dimana… ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa/Kirigaya Suguha menyadari jika ia telah muncul di tempat yang sangat jauh dari lokasi asli, lalu melihat keatas menuju langit berwarna merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar jika mesin STL 6 yang ia gunakan adalah mesin baru yang bahkan belum pernah dikeluarkan dari kardusnya, ia merasa tak nyaman. Suguha tak pernah merasa nyaman menggunakan shinai yang baru dibeli, terlebih lagi, ia tak pernah yakin pada mesin elektronik yang baru dibuka. Karena entah mengapa, ia selalu merasa ada masalah yang akan muncul pada mesin tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia log in, seperti Sinon yang masuk menggunakan Mesin STL Prototype 1, lokasi dive miliknya seharusnya ada di dekat Asuna, tetapi karena ia tak bisa melihat Asuna maupun Sinon, sesuatu pastilah terjadi sebelum ia tiba. Tetapi bukan berarti jika tempat yang ia tuju adalah tempat kosong, dihadapannya berdiri seorang manusia berwajah babi— dengan kata lain, seorang «Orc».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan warna cursor yang akan aktif seketika setelah dive, Orc ini seharusnya bukanlah musuh yang harus ia hadapi— para pemain VRMMO Amerika, tetapi Orc ini adalah sebuah “Artificial Fluctlight” yang hidup di dalam Underworld, “bottom-up” artificial intelligence seperti yang Yui jelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar penjelasan Yui mengenai orang-orang Underworld, Leafa berjanji tidak akan menghunuskan pedangnya terhadap mereka hingga saat – saat genting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah jelas kan— bagaimana mungkin ia bisa membunuh “manusia” yang Kakaknya coba lindungi? Jika sebuah Artificial Fluctlight tewas di dunia ini, jiwa mereka akan hancur, tak bisa dihidupkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bagi Leafa, yang sudah akrab dengan grafik kelas atas ALO, kerumitan model Orc, yang juga ada di dalam The Seed Nexus, benar – benar menakjubkan. Gerakan dan hembusan nafas dari hidung kemerahan, texture armor logam yang membalut sosok besarnya dan mantel berbulu, terlebih lagi, dua mata hitamnya serta ekspresi miliknya benar – benar bukti jika sosok ini memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus bertanya pada Orc ini, ia malu – malu menjauhkan wajahnya karena suatu alasan,  melihat sekelilingnya, ia masih belum mendapatkan jawaban. Memutuskan untuk menyelesaikan masalah yang hadir di depan mata, Leafa mengajukan pertanyaan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah… siapa namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak mundur, pemimpin Orc kini mengutarakan jawabannya atas pertanyaan kedua yang diajukan si gadis Ium Putih. Mungkin namanya sendiri adalah satu – satunya hal yang tidak ia benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Aku, Rirupirin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tiba – tiba menyesali telah menjawab. Karena sebelumnya, ketika ia bepergian menuju Ibukota Obsidia untuk pertama kalinya, para Dark Knights dan Pengguna Dark Art tertawa setelah mendengar nama Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi gadis ini tersenyum tulus, tanpa menyembunyikan emosi apapun, lalu mengulangi nama Rirupirin dengan suara jelas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rirupirin… Sungguh nama yang bagus. Aku Leafa. Senang berkenalan denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia melakukan gerakan membingungkan untuk kesekian kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengulurkan tangan putih lembutnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjabat Tangan— tentu saja ia tahu kebiasaan ini. Tindakan ini juga hal yang wajar diantara Orc. Tetapi ia tak pernah mendengar seorang Ium yang mau berjabat tangan dengan seorang Orc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ada yang salah dengan orang ini? Apakah ini jebakan, atau semacam Art? Apakah aku akan terkena Art sebelum bisa menyadarinya? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap tangan kecil yang terjulur, Rirupirin hanya bisa melongo tanpa bergerak. Si gadis memandang Rirupirin hampir sepuluh detik, kemudian menurunkan tangannya penuh kekecewaan. Melihatnya si gadis seperti itu, ia merasa rasa sakit menusuk hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia terus berbicara pada si gadis … Tidak, hanya menatapnya saja, ia tak akan tahu apa yang akan terjadi pada otaknya. Rirupirin telah memutuskan jika ia tak ingin membunuh manusia yang ada di hadapannya, tetapi ia harus menemukan solusi lain, ia berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau ini… seorang Penjaga dari Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia kan, bukan, seorang Knight. Aku ingin membawamu sebagai tahanan. Membawamu kepada Kaisar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia adalah gadis muda, armor yang ia kenakan dan pedang panjang yang ada di pinggang kirinya tak seperti penjaga lain, tak peduli bagaimana ia memandangnya. Desain dan material untuk membuat senjata dan armor tersebut bahkan mungkin lebih tinggi dari bahan – bahan pembuat equipment milik Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis tidak menunjukkan rasa takut atas perkataan Rirupirin, ia seolah berpikir akan sesuatu, lalu ia bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar yang kamu bicarakan adalah Dewa Kegelapan Vektor, benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Yeah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. Baiklah. Bawa aku ke Kaisar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangguk, mengangkat kedua tangannya untuk diikat. Ini jelas – jelas bukanlah postur tubuh untuk berjabat tangan, tetapi memintanya untuk mengikat kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa yang sedang ia pikirkan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 107.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin mengambil ikat pinggang dari pinggangnya, dan agak kasar— tetapi sedikit longgar, ia mengikat pinggang si gadis. Setelah mengikat ujung ikat pinggang, ia ingat jika Kaisar tidak berada di Perkemahan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi jika ia berpikir hal – hal rumit, otaknya akan terasa panas. Bahkan jika Kaisar tidak berada di sana, masih ada para Dark Knight dengan ekspresi jijik mereka, atau seseorang seperti Pemimpin Guild Perdagangan, Lengil yang tak tahu harus apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik setelah ia berbalik, ia mulai berjalan sambil menarik tali dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, pandangan hitam pekat mengelilinginya. Bau mengerikan tercium di hidungnya. Semuanya menjadi gelap, lalu Rirupirin memandang sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan terkejut tersebut pastilah berasal dari gadis yang menyebut namanya Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memutar kepalanya ke sekeliling, Rirupirin melihat sebuah lengan mencuat dari dalam kegelapan kabut dan dengan kasar menjambak rambut Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, pemilik tangan tersebut muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita ini seharusnya sudah mati— Pemimpin Guild Pengguna Dark Art, Dee Ai Ell berdiri di sana, bibirnya menunjukkan senyum kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mengapa aku tak bisa mengejarnya? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli, ketua Integrity Knights merasa semakin depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga naga bersama dirinya telah mengejar selama dua jam lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah melewati hutan, dimana Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia mendirikan perkemahan, melewati reruntuhan dengan patung – patung besar, lalu menuju daerah selatan Tanah Kegelapan, tetapi jarak antara mereka berdua tidak menunjukkan berkurang. Setelah berhasil menculik Integrity Knight Alice, naga milik Kaisar Vektor masih saja berupa titik hitam kecil di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar dan Alice menunggangi satu ekor naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Bercouli berganti terus antara Hoshigami, Amayori, dan Takiguri, mencoba untuk meminimalkan kelelahan mereka. Secara teori, ia seharusnya telah berhasil mengejar sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia masih belum bisa mengejarnya? Apakah Kaisar bisa dengan bebas mengontrol Life naga miliknya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin. Bahkan Pemimpin Tertinggi Administrator tak bisa mengontrol Life sesuka hati, itu adalah Taboo terbesar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kaisar tak akan bisa terbang selamanya. Ia harus mengistirahatkan naga miliknya dua kali sebelum sampai ke «Altar Ujung Dunia» di bagian paling selatan Tanah Kegelapan. Tetapi naga milik Bercouli juga perlu istirahat. Karena kecepatan mereka sama, ia tak akan bisa mempersempit jarak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak akan— bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli tak bisa menggunakan Art yang bisa mempersempit jarak seketika. Untuk menembus masalah ini, satu – satunya kesempatan yang bisa ia lakukan adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight dengan lembut mengelus pedang tersayang miliknya yang sedang tergantung di pinggang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah perasaan dingin, namun bisa diandalkan. Hanya dengan sentuhan tersebut, ia bisa merasakan Life pedang-nya masih jauh dari terisi penuh. Armament Full Control Art yang ia gunakan di Gerbang Besar Timur telah memakan banyak Life dari yang ia duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik yang hendak digunakan Bercouli adalah teknik paling tinggi dari Divine Instrument «Time Piercing Sword», namun akan memerlukan banyak Life.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya bisa menggunakannya satu kali. Dan tebasannya harus lebih akurat daripada memasukkan sebuah jarum ke targetnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli dengan lembut menyentuh leher Takiguri, dan melompat ke punggung Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tidak mengunakan tali kekang, Bercouli memasukkan kesadarannya pada partner yang telah bertarung bersamanya selama bertahun - tahun, lalu dengan teliti mengatur posisi terbangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengincar titik hitam di kejauhan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia ingin mengincar Kaisar sendiri, pada jarak sejauh ini ia tak akan bisa melihat sosoknya, jadi lemungkinan gagal terlalu tinggi. Ia harus melihat pergerakannya dan memusatkan tenaga miliknya menuju sayap sang naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri tegak, Bercouli perlahan menggerakkan tangan kanan dan menghunus pedang miliknya dari sarung pelindung,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang yang digenggam dengan tangan kanannya memunculkan cahaya lemah. Release Recollection Art yang diaktifkan tanpa menggunakan incantation lalu pedang panjang tersebut bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Khight menatap lurus kedepan, sambil meminta maaf pada naga yang tak bersalah didepan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, menyipitkan mata birunya— Bercouli, knight paling tua di dunia berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Time Piercing Sword— Arcane Slash!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara keras, ia mengayunkan pedang ke bawah dengan cepat. Tak terhitung kilatan kebiruan memancar dari arah tebasan, lalu menghilang satu per satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di depan sana, sayap kiri naga hitam yang dinaiki Kaisar Vektor terpotong dari pangkalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bau ini … Aku bisa menciumnya … Bau manis ini adalah bau Life …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjambak rambut si gadis dan mengangkat seluruh tubuhnya ke atas, bibir Dee Ai Ell mengeluarkan suara serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin hanya bisa menatapnya seperti orang bodoh, tak peduli berapa banyak kebencian yang ia berikan, seolah tak sampai padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit gelapnya seolah dilumuri minyak sehingga berkilat, sedangkan rambut hitamnya kini acak - acakan. Seluruh tubuhnya tertutupi luka akibat tebasan pedang sehingga memancarkan darah tiada henti. Ketika Dee bergerak, lukanya semakin lebar dan memancarkan lebih banyak darah. Tetapi asap hitam yang menyelimuti-nya segera berkumpul di sekitar luka, mengeluarkan bau mengerikan dan berusaha menghentikan cucuran darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber asap tersebut adalah kantong kulit kecil yang menggantung di pinggang Dee. Setelah melihat lebih dekat, ketika kantong tersebut terbuka, benda yang mirip serangga secara terus menerus memunculkan kepalanya untuk menciptakan asap tebal. Benda itu pastilah Dark Art yang berfungsi untuk menahan Life yang berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap Rirupirin, yang menutup hidungnya seolah jijik. Dee membentak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mangsa yang tepat. Aku memerintahkanmu, babi. Sebagai hadiah, aku akan menunjukkanmu sesuatu yang hebat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah ia mengatakannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee menurunkan kuku seperti cakar miliknya menuju kerah baju si gadis, yang mana kini semakin menunjukkan ekspresi kesakitan sambil rambutnya dijambak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa belas kasihan, armor perak dan baju berwarna kehijauan milik Leafa dirobek dan jatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit putih bersih pada tubuh atasnya kini terbuka, wajah si gadis semakin kesakitan. Memandangnya, Dee menunjukkan kekejamannya dan senyum liar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana? Ini pertama kalinya kau melihat tubuh wanita, kan? Ini mungkin cukup menggoda bagi seekor babi! Tetapi pertunjukannya baru akan dimulai …!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima jari di tangan kanan Dee mulai menggeliat dan bergerak seolah telah kehilangan tulangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana, jarinya kini telah berubah menjadi cacing licin berkilau. Di ujung jari tersebut, garis seperti mulut mulai membuka lebar, tampak menjijikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tonton ini…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Dee berteriak, kelima jarinya— bukan, lima cacing panjang membentang semakin panjang dan melilit tubuh atas Leafa. Cacing – cacing tersebut tak hanya menghentikan gerakannya; ujung cacing tersebut mengangkat kepalanya— lalu menusuk ke dalam kulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah menyembur ke segala arah dari gadis bernama Leafa ini, mata hijaunya terbuka lebar. Ia berusaha menarik ulat tersebut menggunakan tangannya, tetapi tubuh atasnya terikat dan pinggangnya terikat oleh sabuk milik Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah yang mengalir dari lima luka yang diterimanya seolah tampak berhenti, tetapi kenyataanya tidak begitu. Rirupirin sadar jika cacing dari jari – jari milik Dee semakin masuk ke dalam; cacing tersebut menghisap darah Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pengguna Dark Art mengangkat kepalanya dan mulai merapal incantation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039; “System call!! Transfer human unit durability… Right to Self!!” &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pop, cahaya kebiruan muncul dari luka si gadis. Kemudian, seolah terhubung dengan darahnya sendiri, darah Leafa terhisap menuju cacing milik Dee. Rasa sakit si gadis semakin menjadi – jadi, tubuhnya melengkung ke belakang seolah mau patah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Sungguh hebat… sungguh hebat!! Sangat kaya … dan manis!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cibiran kejam menusuk ke telinga Rirupirin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah tersadar, si ketua Orc berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa yang kau lakukan!! Gadis ini tahananku!! Aku akan membawanya ke Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam, babi bodoh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berteriak secara arogan, matanya haus darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau lupa jika Kaisar telah memberikan perintah operasi padaku?! Keinginanku adalah keinginan Kaisar!! Perintahku adalah perintah Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gu. Rirupirin tak bisa berkata - kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Bukankah penyerangan ini telah gagal?&#039;&#039; Ia ingin menjawab. Tetapi Kaisar telah menghilang dari medan peperangan tanpa memberikan perintah baru. Sekarang ini, tak ada seorangpun yang bisa membantah “perintah” dari Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Rirupirin menyaksikan, si gadis hanya berteriak pelan dan pergerakannya mulai melemah. Dengan kata lain, luka – luka milik Dee perlahan mulai menutup satu demi satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh… Guh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggeramkan giginya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Rirupirin, si gadis yang Life-nya perlahan di hisap, seperti sosok Renju yang dikorbankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya mulai hilang dari mata si gadis. Kulitnya mulai berubah dari putih menjadi pucat, dan tangannya mulai turun terkulai. Tetapi tentakel di tangan kanan Dee masih menghisap dengan rakus, berusaha menghisap darah milik Leafa sampai habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tewas… dia akan tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahanan aneh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, manusia pertama yang tidak takut maupun menghina dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kejadian yang tak bisa terpikir, lebih tepatnya sebuah keajaiban terjadi. Mata Rirupirin terbuka semakin lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah kehitaman daerah Tanah Kegelapan dibawah gadis tersebut, mulai bersinar hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang tampak seperti rumput hijau, yang mana tak pernah terlihat kecuali di bagian tertentu Tanah Kegelapan, kini mulai bermunculan dari tanah, dan banyak bunga – bunga berbagai warna mekar ke segala arah. Bau bunga – bunga yang terbawa oleh angin, dan bahkan cahaya merah matahari mulai berubah menjadi hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan tersebut, penuh dengan Life. Kini berkumpul dan terhisap oleh tubuh si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit pucatnya kini mulai mendapat kembali warnanya, lalu matanya mulai bersinar lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilusi sesaat tersebut kini menghilang, Rirupirin sadar jika Life si gadis telah pulih kembali. Rasa senang memenuhi hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kemudian dirusak oleh teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin… Life-nya sudah hampir habis … kini penuh lagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee memaki, lukanya juga telah pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melepas cengkraman pada rambut Leafa dan mengubah kelima jari lainnya menjadi cacing buruk rupa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbentuk kini agak besar, kelima tentakel yang baru diciptakan mulai melilit dan menusuk kulit milik Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… AHH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tawa milik Dee seolah menyatu dengan teriakan kesakitan si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AHAHAHAHA!! AH— HAHAHAHAHA!! Milikku! Dia milikku—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku harus menahannya. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menderita akibat rasa sakit yang tak pernah ia rasakan sebelumnya baik di dunia nyata maupun ALO, Leafa hanya bisa mengulangi perkataan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia dive, ia mendengar penjelasan mengenai kemampuan Super Account 03 «Dewi Tanah, Terraria».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unlimited automatic recovery&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk menyembuhkan diri secara otomatis&amp;lt;/ref&amp;gt;. Secara otomatis menghisap energi dari lingkungan di sekitarnya untuk memulihkan durability miliknya sendiri maupun benda hidup atau mati. Berdasarkan penjelasan Higa, batas HP yang dimilikinya, serta kemampuan tersebut, membuat Leafa tak mungkin mati karena kehabisan HP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Leafa memutuskan untuk berani ditangkap guna menantang Dewa Kegelapan Vektor, dan mencoba agar tidak menghunus pedangnya pada orang – orang Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita yang menyiksanya sekarang ini adalah penduduk Underworld seperti Rirupirin— sebuah Artificial Fluctlight. Jika ia ditebas menggunakan pedang, jiwanya akan hancur. Tanpa mengetahui mengapa ia bisa terluka dan mengapa ia ingin sembuh, Leafa tak ingin berterung dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh— Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengesampingkan pakaiannya yang telah dirobek, rasa sakit ketika Life miliknya dihisap benar – benar luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini rasanya sakit ketika tubuhmu tak bisa terluka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hentikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin tak menyadari jika kata – kata tersebut meluncur dari mulutnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, kali ini lebih jelas terasa di mulutnya dan tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya menyipit, mata milik Dee seolah hendak menerkam. Menahan rasa marah di perutnya, pemimpin Orc melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukanlah Life milikmu telah penuh? Kau tak perlu menyedot habis tubuh si Ium Putih!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sekarang apa? Berani memberiku perintah …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berkata pelan, seolah menekan nada piano.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, kesepuluh tentakel menggeliat semakin hebat, memaksa masuk semakin dalam, semakin cepat menghisap darah. Kulit Dee kini telah kembali ke warna eksotis miliknya, dan rambutnya kini semakin panjang dan lembut dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, Life yang dihisap secara berlebihan mulai memancar ke udara disekeliling menjadi partikel kebiruan. Namun Dee tak menunjukkan tanda – tanda untuk menghentikan siksaannya pada si gadis, kini Dee mulai mencengkram dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah bilang, kan. Tahanan ini menjadi milikku sekarang. Tak peduli berapa banyak Life yang aku hisap, tak peduli berapa banyak aku menyiksanya di depanmu, babi, atau bahkan ketika aku ingin membunuhnya sekarang, sudah bukan menjadi urusanmu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuku, kukuku, sebuah tawa keluar dari tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, yah, tentu. Kau yang menemukannya, jadi aku harus menunda pembayarannya kan? Kalau begitu… lepas semua pakaianmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap… Apa yang kau katakan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah sejak lama, melihatmu mengenakan armor dan mantel membuatku mau muntah. Kau ini babi, namun berlagak berpakaian seperti manusia. Jika kau mau  bertelanjang, merangkak, dan memohon padaku, mungkin aku akan mengembalikan tahanan manismu ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, seberkas cahaya merah memasuki pandangannya. Diiringi dengan rasa sakit seperti di tusuk jarum panas terasa di mata kanannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hanya seekor babi.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Seperti manusia. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata milik Dee bertolak belakang dengan kata – kata Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kau juga manusia, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Terlebih lagi, apa yang ingin kamu tahu? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak boleh membiarkan Dee membunuh gadis ini. Bukan, ia tak ingin Leafa mati. Karena ini... karena ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan bergetar milik Rirupirin menyentuh ujung mantel, dan membukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik mantelnya, Rirupirin menggerakkan tangannya ke sabuk yang mengikat seluruh armornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, suara lemah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya terangkat, matanya bertemu mata milik Leafa yang sedang menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata emerald miliknya berkedip beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… tak apa. Jadi, jangan … lakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terputus – putus. Dee menggigit wajah Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau terus mengucapkan hal – hal yang tak perlu, aku akan menggigit wajah cantikmu ini. Kita sedang bermain lho. Hei, apa yang kau tunggu babi. Lepas pakaianmu. Ataukah kau mulai merasa senang melihat tubuh manusia telanjang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyahahahaha, tawanya tak berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan miliknya yang memegang sabuk kini mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak peduli dengan rasa sakit di mata kanannya. Karena, dibandingkan dengan kemarahan dan penyiksaan yang mengisi hatinya, rasa sakit ini tak ada apa – apanya .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Aku… Aku…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, sesuatu mengalir dari matanya, turun hingga ke pipi. Tetesan yang jatuh di sebelah kiri berwarna bening, sementara yang jatuh di sisi kanan berwarna merah terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya mulai melepas dari ikat pinggang— dan bergerak menuju pangkal pedang di pinggang kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku seorang manusia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berteriak, rasa sakit yang tak pernah dirasakannya menyerang menyerang mata miliknya, lalu meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun setengah buta. Rirupirin bisa menemukan lokasi Dee secara tepat. Tawa sadis miliknya berhenti dan mulutnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sepenuh tenaga, Rirupirin mengayunkan pedang miliknya menuju kaki milik Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi— karena kehilangan sebelah mata, incarannya agak meleset.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung pedang miliknya hanya menyerempet betis Dee. Tubuh Rirupirin kehilangan keseimmbangan dan bahu kirinya ambruk ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat kepalanya, ia melihat Dee yang kini mulai murka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Babi busuk ini … beraninya melukaiku …!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melempar tubuh Leafa ke belakang dan melepas tentakelnya. Dengan deru suara, tentakel tersebut berubah menjadi pedang hitam tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mencincangmu, dan menjadikanmu makanan babi hutan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Orc menunggu ketika pedang tersebut sampai menebasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thump.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thump.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua suara terdengar pada saat yang sama. Pergerakan Dee terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bingung, Rirupirin melihat jika lengan milik Dee terjatuh dan menancap tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Dee juga terkejut. Wanita tersebut perlahan menoleh ke belakang, darah bagaikan air terjun mengalir deras dari punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok Leafa memasuki pandangan Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan sosok rampingnya yang tak memiliki otot, pedang panjang terlihat sulit untuk diayunkan ke depan. Meskipun kedua tangannya terikat, Leafa lah yang telah menebas tangan Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berbatuk dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang manusia … membantu seekor babi, dan menebas manusia lainnya …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Pengguna Dark Art memaju mundurkan kepalanya tak percaya, Leafa membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, aku hanya menebas orang jahat untuk menolong orang baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat pedang panjangnya lalu mengayun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hya-ka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis mundur ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sungguh— ajaib. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pergerakannya tidak berlebihan, namun cepat dan teknik miliknya luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, Rirupirin menangis— karena terbawa emosi kali ini. Ketika ia memandang Dee., Pengguna Dark Art nomor satu di Tanah Kegepalan dan yang terkuat diantara Sepuluh Bangsawan Penguasa, terpotong menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller melihat secara jelas ketika si naga hitam mengepakkan satu sayapnya, mendarat pelan, lalu meraung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika matanya berpaling, semua hal yang berhubungan dengan keberadaan sang naga yang ada di pikiran dan ingatannya lenyap. Ia memandang sekitar tanpa mengubah ekspresi wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi ia jatuh adalah sebuah daerah dengan banyak pilar batu. Pilar yang ia pijak di bagian tengah memiliki tinggi 100 yards dan lebar 30 yards.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat turun bukanlah hal yang bijak. Ia masih belum akrab dengan Art yang mengatur elemen di dunia ini, juga ia tak bisa meninggalkan Putri Cahaya Alice di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia memiliki tali, jangkar, atau tangga tali, Gabriel bisa dengan mudah turun ke bawah dari ketinggian ini. Tetapi tak perlu melakukannya saat ini, karena musuh yang entah bagaimana berhasil menumbangkannya kini telah mendekat dari arah utara bersama dengan tiga ekor naga. Ia harus mengurus musuh ini, mengambil alih kendali AI si naga, lalu terbang ke selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mengangkat wajahnya dan menatap ke atas. Matahari virtual yang mengambang di langit merah telah mencapai titik puncak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak banyak waktu tersisa ketika Critter mengatur ulang waktu akselarasi. Bisakah Pemain Amerika yang berjumlah 50,000 menyapu habis Pasukan Kerajaan Manusia sebelum dipaksa log out karena percepatan akselerasi? Dengan jumlah 1,000 orang tersisa, Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia tak akan bisa bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang membuat ia ragu adalah para Integrity Knights yang telah berhasil menyapu pasukannya satu persatu. Tetapi salah satu diantaranya, Alice, telah berhasil ia culik, maka pengejarnya pastilah salah satu Knight juga, hanya ada satu dua orang Knight yang tersisa di medan peperangan utara sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera Gabriel memutuskan keinginannya, ia kini berbalik pada Integrity Knight Alice yang sedang pingsan di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sungguh sangat—cantik. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Begitu cantik hingga kesenangan yang ada dalam dirinya tak bisa berhenti. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel sedikit bingung: haruskah ia melepas senjata dan armor miliknya sebelum memborgolnya? Itu adalah pilihan paling masuk akal, tetapi musuh sedang mendekat dan tampaknya akan agak sulit dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus menunnggu waktu akselerasi dan mengulur waktu. Bahkan ketika ia akan melonggarkan armor milik Alice, Gabriel harus melakukannya dengan lembut, dan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidur nyenyak sekarang, Alice… Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbisik lembut pada Alice, Gabriel berjalan ke tengah pilar bundar menunggu musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu Gabriel Miller yang sedang menggunakan Super Account 04 «Dewa Kegelapan Vektor», maupun Critter yang berhasil mencurinya, keduanya tidak mengetahui fakta ini: Alice si Knight terkuat telah jatuh pingsan selama beberapa jam hanya dengan dicengkeram naga, itu karena kemampuan Vektor itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat Super Accounts di Underworld diciptakan guna melakukan perintah langsung— penciptaan keajaiban— di dunia ini dan lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stacia, yang bisa mengubah dataran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Solus, yang bisa menghancurkan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terraria, yang bisa menyembuhkan durability.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Vektor, yang bisa mengatur pikiran Artificial Fluctlights itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara khusus, ia juga bisa mengedit ingatan lingkungan— data Vektor dalam Fluctlights dan memindahkannya ke suatu tempat yang jauh, ataupun menciptakan bangunan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tindakan tersebut agak berbeda dengan ketiga Dewi yang lain namun memiliki konsep yang sama, cukup sulit baginya menjadi subjek untuk disembah oleh penduduk. Terlebih lagi, Vector tak hanya memiliki Prioritas equipment dan Life paling tinggi, ia juga memiliki kemampuan pelindung terhebat “Kemampuan tak bisa dijadikan target Art”. “Anak Hilang Vektor”, adalah salah satu dongeng yang diwariskan dalam Underworld, cerita tersebut diwariskan berdasarkan salah satu perintah operasi pada penduduk setemmpat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi kekuatan Dewa Kegelapan Vektor dan imajinasi unik milik Gabriel Miller, ataupun Incarnation yang bisa menimbulkan efek berlipat ganda yang bahkan tak bisa diprediksi oleh teknisi «RATH».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa menghisap kesadaran seseorang tanpa menggunakan Art.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluctlight milik Alice juga berhasil ditaklukkan dan dipaksa untuk tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi kekuatan Vektor serta Gabriel telah sukses menghancurkan serangan maut milik Jendral Kegelapan Shasta sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang ini, rival Shasta— Integrity Knight Bercouli akan mengalami jejak yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli melihat naga Kaisar Vektor telah jatuh ke batu pilar besar sehingga ia tak bisa lari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia manahan kelelahan hebat karena menggunakan teknik paling tinggi miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus… Tolong terbang sedikit lagi, Hoshigami, Amayori, Takiguri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia menyelesaikan kalimatnya, ketiga naga dengan sekuat tenaga mengepakkan sayap mereka. Selama musuh tetap berada disana bahkan jarak sepuluh kilol akan bisa dikejar dengan singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat sebelum memasuki pertempuran, Bercouli mulai merenungkan. Ingatannya mulai mengingat mimpi tadi pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apakah kau pernah merasakan tanda-tanda kematian?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Tertinggi Administrator bertanya dalam mimpinya, dan bagi Bercouli yang mengenalnya selama ratusan tahun, ia tetap menjadi sosok yang tak bisa dikalahkan sampai akhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ia dilepaskan dari Deep Freeze dan diberitahu Alice mengenai kematian Pemimpin Tertinggi, ia merasakan kekagetan dan sedikit lega: Terima kasih atas hasil kerjamu selama ini. Kematian Pemimpin Tetua Chudelkin membuatnya lebih kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hal tersebut, ia tak pernah menanyakan secara jelas mengenai kematian Administrator kepada Alice , juga situasi yang dialami oleh Alice. Tentu saja, di sisi lain ia terlalu sibuk melatih Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia, dan di sisi lainnya ia tak ingin mau tahu— mengenai sifat keras kepala dan hasrat milik wanita bermata dan berambut perak tersebut ketika melakukan dosa paling besar tentang eksperimen – eksperimen anehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Administrator selalu lesu, tak konsisten, dan berubah – ubah pada Bercouli. Meskipun ia selalu mematuhinya, Bercouli tidak memujanya seperti yang Chudelkin lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga tidak benci mematuhi perintahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar … Percayakan padaku kali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Knight paling tua berguman, dan membuka matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat dengan jelas sosok Alice yang berbaring di batu mengenakan armor emas miliknya, dan sosok Kaisar Vektor berdiri diam dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah… kalian bertiga berjaga saja di udara! Jika aku tewas, mundur ke utara dan bergabung dengan pasukan lain!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengisyaratkan dengan lembut pada ketiga naga, Bercouli terjun dari punggung Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon meninggalkan jejak udara bagaikan meteor jatuh, ke 700 orang Pasukan Penjaga dengan susah payah kini menuju arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mulai kewalahan menangani pasukan crimson di belakang mereka. Tetapi baik Penjaga maupun kuda – kuda tak akan bisa berlari terus seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berdiri di atas atap kereta Kirito, Tieze, dan Ronye, berdoa sambil menatap arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sekitar dua puluh menit penjelasan Sinon, pemandangan reruntuhan kastil raksasa mulai tampak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada tanda – tanda manusia, demihumans, maupun binatang raksasa lainnya. Hanya ada bebatuan yang diam di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan jalan lurus ini ada dua kuil datar. Tingginya sekitar 20 mel, dan lebarnya 300 mel. Kuil ini mungkin bisa dijadikan garis pertahanan agar musuh tidak mengepung mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara kedua kuil tersebut, jalanan masih berlanjut ke arah selatan. Pemandangan ini memberikan kesan seperti roti lapis, karena selain ada di tengah – tengah, juga ada patung besar di kedua sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah patung Budha, juga bukan patung khas negeri barat. Sejujurnya, patung tersebut seperti sosok persegi yang ada di reruntuhan Amerika Selatan. Semuanya dipahat dengan mata bulat dan mulut besar, dan tangan mereka disilangkan di depan dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apakah patung tersebut di desain oleh teknisi RATH ketika Underworld diciptakan? Ataukah diciptakan secara otomatis menggunakan paket program The Seed? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ataukah patung tersebut— dipahat dari gunung batu oleh penduduk Tanah Kegelapan …?  Seperti tanda makam bagi yang telah tewas …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik nafas, menyingkirkan pikiran – pikiran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak pada Knight Renri yang sedang memimpin pasukan sambil menunggang naga:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita serang musuh di dekat jalan sana”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban “Mengerti!” terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa menit kemudian, Penjaga mulai membentuk formasi diantara kedua kuil. Patung seperti Mammoth ada di kedua sisi, seolah menatap mereka. Tapal kuda dan sepatu penjaga bergetar mengisi jalanan kering ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri memando mereka, suaranya memotong udara dingin:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Penjaga, bagi posisi! Biarkan kereta barang dan tim persediaan lewat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Penjaga kini terbagi menjadi dua, kemudian delapan kereta barang melewati mereka, diikuti dengan tim persediaan yang kebanyakan para Astetic. Setelah sampai di bagian belakang, mereka berhenti. Angin kencang bertiup dari pintu masuk raksasa di jalan sana, rambut Asuna tertiup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh senyap. Pemain Amerika yang mengejar mereka mulai kelihatan, debu – debu beserta getaran mulai terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna melompat dari kereta barang, dan berkata pada gadis – gadis yang menonjolkan kepala mereka ke atas atap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini pertempuran terakhir. Aku akan menyerahkan Kirito-kun pada kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya! Serahkan pada kami, Asuna-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan melindunginya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Bahkan jika harus bertaruh nyawa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Tieze, Ronye dan Sortiliena meletakkan tinju ke depan dada mereka, Asuna melakukan hal yang sama dan tersenyum lelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Istirahatlah. Aku tak akan membiarkan musuh sampai ke tempat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata tersebut seperti sebuah janji pada dirinya sendiri. Asuna melambaikan tangan dan berbalik arah dengan segala keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri kini masih ada di depan pasukan penjaga, mengatur mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan ini luasnya sekitar 20 mel. Meskipun cukup sempit untuk dijaga, menjaga jalan ini sambil formasi saling bergantian mungkin saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal paling penting adalah mencegah angka kematian sebesar mungkin ketika melawan 10,000 musuh lebih, karena regu Ascetic juga melakukan penyembuhan dari belakang. Untungnya, diantara pasukan crimson tak ada pengguna Art. Meskipun sepertinya para pemain tersebut tak menemukan cara untuk mengaktifkan system command yang cukup rumit di Underworld dalam waktu singkat, situasi ini sepertinya sebuah keajaiban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika situasi ini mungkin berubah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku akan membunuh seluruh pasukan seorang diri. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas dalam – dalam dan berkonsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memikirkan jumalah Life milik Stacia dan Prioritas equipment miliknya, ia tak akan kalah karena kerusakan berdasarkan angka. Masalahnya adalah apakah ia mampu menahan rasa sakit. Ketika ia menerima luka di jantung, tubuh virtualnya ini akan terluka, dan bahkan jika ia memaksa, ia mungkin akan jatuh dalam kondisi dimana ia tak akan bisa menggenggam pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memejamkan mata, memikirkan Kirito yang masih terluka. Ia membayangkan luka dan duka yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna sudah ada di garis depan, rasa takut lenyap dari dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertempuran besar ini adalah yang terakhir, diterangi cahaya matahari siang hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar duapuluh pemain Amerika yang mengenakan armor berat kini maju ke reruntuhan, mencari darah dan teriakan yang dijanjikan pengumuman dalam website.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun apa yang menunggu mereka bukanlah NPC yang didesain untuk hiburan semata, tetapi para pejuang yang berkeinginan untuk menyelamatkan dunia dan menolong teman mereka si Integrity Knight emas. Meskipun terluka parah, pedang mereka masih memancarkan cahaya keingianan untuk menahan senjata musuh dan menghancurkan armor musuh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sesosok manusia menatap ke bawah dari ketinggian, diatas pasukan crimson yang telah dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenakan pakaian yang tidak memantulkan cahaya armor, seperti jaket sepeda motor besar. Jaket tersebut ditutupi dengan paku – paku keperakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjata yang ia gunakan hanyalah pisau pemotong daging besar yang menggantung di pinggang kirinya. Wajahnya tertutup. Tubuhnya dibungkus pakaian kulit hitam seperti jas hujan, hingga menutupi ke mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya tersenyum kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah Vassago Casals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dive sekali lagi ke dalam Underworld dan berhasil menghindari serangan laser milik Sinon, ia kini menyamar diantara pasukan Amerika yang mengejar Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia. Akan tetapi, ia tidak ikut dalam serangan awal, malahan ia memanjat dinding kuil bagian timur, dari atas kepala sebuah patung ia bisa mengamati jalannya peperangan, ia mumutuskan untuk menikmati hiburan menarik ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kekek, bajingan itu selalu terburu – buru seperti biasanya ketika marah. Ia membunuh banyak orang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berguman dengan tawa kesenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti dalam ingatan masa lalu Vassago, gadis berarmor mutiara dengan rambut coklat— Asuna «The Flash» kini mulai mengangkat gagang rapier miliknya yang mulai bercahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Dahulu&#039;&#039;&#039;, Vassago juga dalam posisi yang sama, menonton pertempuran Asuna dari kejauhan. Ia telah bersumpah pada dirinya sendiri: &#039;&#039;Aku akan menghabisimu sebelum dunia ini berakhir. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama dengan seorang swordsman berpakaian hitam yang juga bertarung lebih ganas di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia meloncat dari punggung naga, Bercouli masih berada sekitar dua ratus mel diatas tanah. Jika ia meloncat langsung seperti itu, ia tak akan bisa menahan benturan yang akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia seolah menuruni sebuah tangga tak kasat mata, Komandan Knight turun dengan gerakan melingkar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap langkah yang ia jejaki, sebenarnya ia menciptakan Wind Element dibawah kakinya sebagai batu loncatan, dengan begitu ia bisa mengurangi daya benturan. Mengontrol Element dengan kedua kakinya sebenarnya adalah teknik milik Pemimpin Tetua Chudelkin yang ia curi beberapa puluh tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam gagang pedangnya, knight paling tua ini semakin mendekat, menuju titik buta Kaisar Vektor. Vektor berdiri di tengah pilar tepat dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bunuh dia dengan sekali tebas. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah hasrat membunuh milik Integrity Knight Bercouli yang ditunjukkan semenjak ia membunuh Jendral Kegelapan dua generasi sebelumnya – sekitar seratus lima puluh tahun lalu. Dalam tahun – tahun setelahnya, ia tak pernah memiliki musuh yang mampu menarik hasrat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika ia bertarung dengan bocah Eugeo yang menerobos Katherdal Pusat seorang diri, Bercouli telah bertarung serius, namun tidak menunjukkan hasrat membunuh. Tetapi, jika ia melihat saat ini, bahkan melawan Jendral Kegelapan Shasta, ia tak pernah menunjukkan emosi negatif seperti marah maupun benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ini adalah pertama kalinya Bercouli menunjukkan kegarangannya setelah sekian lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap tubuh dirinya benar – benar terbakar. Terlebih lagi bukan saja karena telah menculik Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh ini datang dari dunia luar yang disebut Dunia Nyata, orang ini telah memaksa orang – orang Tanah Kegelapan menuju medan peperangan ketika mereka telah menerima masa kedamaian, juga ia mengirim puluhan ribu penduduknya mati sia – sia, benar – benar tindakan yang tak patut dipuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kaisar Vektor, aku tak tahu alasan apa yang memotivasimu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi jika orang – orang dari Dunia Nyata seburuk dirimu. Aku jadi mengerti begitu melihat ekspresi nona Asuna. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu berarti, satu – satunya kejahatan yang tak bisa diampuni adalah dirimu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika begitu, aku akan membinasakanmu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku akan menebus nyawa Jendral Kegelapan Shasta, Integrity Knight Eldrie, dan nyawa orang – orang yang telah gugur dalam peperangan ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Nah rasakan … serangan ini!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ze… AHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat sepuluh mel dari udara, Komandan Knight mengayunkan pedangnya sekuat tenaga kebawah menuju kepala Kaisar Vektor yang tak terlindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara berdesis, menimbulkan cahaya putih. Cahaya tersebut menyilaukan pandangan, bahkan menelan warna sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak perlu ditanya, serangan ini adalah teknik pedang paling kuat dalam sejarah Underworld. Prioritas serangannya bahkan mampu menulis kembali mnemonic data  dalam Main Visualizer. Dengan kata lain, segala hal yang ada dalam jangkauan serangan ini, berapapun nilai statusnya tak ada artinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bagi Super Account 04— Life tak terbatas milik Kaisar Vektor akan hancur jika terkena serangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika terkena serangan ini, begitulah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika meteor hendak menghantam kepalanya, wajah Vektor masih tak beremosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecepatan serangan ini sangatlah cepat bahkan seseorang tak akan bisa melihatnya. Serangan tersebut datang tiba - tiba; tak peduli berapa cepat reaksimu, mereka tak akan mampu menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi dalam sekejap, tubuh Vector yang terbungkus armor crystalline hitam, dengan tanpa suara bisa bergeser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghindari serangan ini, bergeser sedikit saja bisa menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang milik Bercouli hanya menggores mantel merah yang berkibar di udara. Seketika menyentuh pedang tersebut, mantel tersebut berubah menjadi debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zugaaaaang!! Dengan bunyi nyaring, bekas goresan terukir ke pilar batu tersebut. Seluruh pilar tersebut berguncang, pecahan – pecahannya berjatuhan ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ia menghindarinya?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap seperti orang bodoh, Bercouli tidak berhenti melancarkan serangan lanjut. Melalui pengalaman bertahun – tahun, ia telah mempelajari untuk tidak berhenti dalam kondisi yang tak terduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil langkah lagi, menerjang ke sisi Kaisar. Lalu, ia menebas serangan horizontal. Sekitar setengah detik berlalu sejak serangan pertama yang gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Vektor bisa menghindar serangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya seperti asap hitam yang tertiup angin, sulit dicapai tanpa persiapan. Ujung pedang miliknya menggores permukaan armor, percikan bunga api tercipta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Bercouli yakin akan kemenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan terkuat miliknya telah gagal, namun kekuatannya tidak menghilang. Armament Full Control Art milik pedang «Time Piercing Sword • Empty Slash»— sebuah kemampuan untuk ‘menebas masa depan’ telah diaktifkan. Serangan ini adalah teknik yang akan meninggalkan tebasan pada siapapun yang berada pada arah tebasan, membunuh siapa saja yang menyentuh langsung pedang tersebut; teknik ini membuat Eugeo kesulitan waktu berada dalam Katherdal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggung Kaisar condong ke depan dimana tiga tebasan tak terdeteksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan pertama mengenai rambut perak miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahkota di atas kepalanya hancur dengan bunyi khas logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Vektor terangkat ke atas seolah meminta ampun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli bisa merasakannya, seketika, tubuh miliknya pasti akan putus menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Slap.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bunyi terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumbernya adalah— tangan milik Kaisar yang mengepal diatas kepala belakang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ia menghentikan «Empty Slash» dengan tangan kosong? Tanpa menoleh? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak mungkin. &#039;&#039; Meskipun teknik rahasia untuk menahan tebasan pedang dengan kedua tangan telah diturunkan secara bergenerasi pada Petarung Tangan Kosong di Tanah Kegelapan, teknik tersebut bisa dilakukan jika tanganmu sekeras baja. Terlebih lagi, bahkan Pemimpin Petarung Tangan Kosong tak mungkin menahan serangan tak kelihatan dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran ini terlintas sejenak, setelahnya, Bercouli akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, ia hanya bisa menatap apa yang terjadi setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebasan yang tertinggal di udara dihisap oleh tangan Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, mata biru Kaisar menjadi warna hitam pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian terdalam kegelapan tersebut, banyak cahaya bisa terlihat— apakah itu, bintang - bintang…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu Jiwa. Jiwa – jiwa yang telah ia hisap dan dikurung ada disana. Jiwa Jendral Kegelapan Shasta dan pendamping perempuannya kemungkinan juga ada disana …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bangsat, kau bisa menghisap Incarnation milik orang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada gumaman Bercouli, Vector perlahan menurunkan tangannya yang kini telah menelan tebasan seluruhnya, lalu berkata pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shin’i?13 … Aku paham, pikiran dan jiwa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya membuat tulang bergetar; seolah bisa menelan apapun. Dan sumber suara tersebut adalah bibir kecil yang kini sedang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pikiranmu seperti anggur tua yang nikmat. Kental dan kaya rasa … dengan rasa yang berat di awal. Meskipun bukan kesukaanku … pikiranmu cukup nikmat disajikan sebelum aku menikmati main course.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan pucat Kaisar kini menggenggam ujung pedang panjang yang ada di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang tipis yang perlahan ia tarik dari sarung pedangnya berwarna violet. Mengayunkan pelan ke bawah, Kaisar Vektor tersenyum sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ijinkan aku menikmati lebih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya pedang besar berhasil menggores lengan kiri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit terasa, seperti luka yang tersiram air panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ini bukan apa – apa!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berpikir cepat, luka kecil di lengannya seketika langsung menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, dengan kilatan terang, pedang miliknya berhasil menusuk dada penyerang sebanyak empat kali. Wajah si pria menyusut kemudian tertunduk ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna telah lupa berapa banyak yang telah ia bunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia juga tak menghitung berapa banyak waktu yang telah berlalu sejak dimulainya pertempuran di reruntuhan ini. Ia hanya yakin jika jumlah pasukan crimson yang menerjang terus menerus masih sangat banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hmph,tebasan rapier seperti ini tak akan cukup. Di Aincrad Lama, pertempuran melawan boss selama tiga atau empat jam adalah hal yang wajar. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menyemangati dirinya, melewati tubuh – tubuh tak bernyawa para penjaga, lalu menghadapi musuh baru yang menggunakan kapak perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keseimbangan musuh goyah karena serangannya; Asuna langsung menyerang jantung sambil tengok kanan kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi Asuna bertempur sekarang ini adalah di tengah – tengah jalanan, di sisi kanannya, Integrity Knight Renri masih terus melempar dua pisau lempar dengan tenaga dan akurasi yang konstan. Ia tampak baik – baik saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada di sisi kiri yang dipimpin oleh Sortiliena, Penjaga yang ditempatkan disana, sangat jelas terlihat jika garis depan miliknya mulai terdorong ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayap Kiri, saling berganti antar penjaga bisakah lebih cepat! Fokuskan Art Penyembuh ke sisi tersebut”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna-sama, aku masih bisa bertarung!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang merespon adalah Sortiliena di garis paling depan, ia mengatifkan teknik pedang dua tangan, «Cyclone». Pedang panjang miliknya berputar cepat dengan cahaya hijau dan menghempaskan tiga orang musuh, tetapi Liena terjatuh setelahnya. Menilai dari percakapan mereka tadi malam, para swordsmen dalam kelas bangsawan biasanya berfokus pada pertempuran satu lawan satu, jadi pertempuran panjang dengan banyak musuh seperti ini benar – benar tak adil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun teknik pedang Liena cukup mematikan, bagi Asuna yang baru saja tiba di dunia ini kemarin, teknik tersebut terlalu kaku. Liena terlalu banyak menggunakan serangan sebelum serangan utama, sehingga senjata musuh pasti akan menggores tubuhnya sebelum teknik miliknya mencapai klimaks. Armor miliknya telah penuh bekas goresan, jejak darah ada diseluruh seragam Penjaga yang dikenakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mundur dan istirahat dulu, Liena-san! Percaya pada teman - temanmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada perintah Asuna, Liena menggigit bibir dan mengangguk lalu mundur sambil berkata “Aku akan segera kembali!” posisi miliknya langsung digantikan Komandan Penjaga, tetapi wajahnya cukup kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain kelelahan yang dialami sayap kiri, ada hal lain yang mengganjal hati Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan crimson yang sedang mereka lawan bukanlah monster humanoid yang dikendalikan algoritma, tetapi pemain veteran asal Amerika, tempat lahirnya MMORPGs. Mereka yang telah lama akrab dengan pertarungan akan langsung sadar jika penyerbuan sederhana tak akan efektif, seharusnya mereka memikirkan strategi lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang akan dirinya lakukan jika situasinya terbalik? Asuna mengayunkan Rapier miliknya semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya, ia akan melakukan serangan jarak jauh dari samping. Tetapi tak ada pengguna Art diantara musuh, dan jikapun ada, mereka tak akan langsung paham mengenai bahasa Art dalam Underworld yang begitu rumit dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Art, ada juga pemanah. Untungnya, hanya ada pemanah di Pasukan Penjaga, musuh tak bisa menggunakan akun pemanah. Usaha terakhir mereka adalah mengayunkan senjata dengan kedua tangannya, tetapi tindakan itu pasti membuat mereka tak cukup cepat, karena jika senjata mereka terlempar, mereka tak akan bisa ikut dalam peperangan ini setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya musuh tak memiliki banyak pilihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia semakin yakin bisa mengalahkan sepuluh ribu pasukan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Asuna memikirkan hal tersebut—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu masuk kuil dikelilingi kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya matahari terblokir oleh perisai besar di garis depan musuh juga tombak – tombak yang diacungkan kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Pengguna Tombak! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ber… Bersiaplah menahan serangan!! Berusahalah untuk bisa meghindari ujung tombak!! Dekati musuh agar bisa menyerang mereka!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Asuna berteriak, dengan suara dentingan logam, tombak – tombak besar melaju lurus ke depan secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
““”Assaaaaaaaaaault!!”””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaris penuh 20 pengguna tombak berteriak lalu mulai melaju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Penjaga mulai tertekan oleh serangan ini. Kumohon, tolong tenanglah, Asuna berdoa dalam diam sambil memandang pengguna tombak yang melaju langsung ke arah mereka. Pengguna tombak melaju lurus ke arah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggulah sampai saatnya dan — Cling!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya kekuningan bersinar dari ujung rapiernya dan ditujukan pada pengguna tombak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Haaah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berteriak, ia menancapkan rapier miliknya ke armor musuh, melihat ke depan, ia melihat jika rapier miliknya menusuk tenggorokan musuh. Dengan daya dorongan, darah menyembur ke seluruh pelindung kepala miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan yang terdengar bukan saja dari musuh, tetapi dari para Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa penjaga yang berada di sayap kiri tak berhasil menahan pengguna tombak, mereka tertusuk - tusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh……….!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeraskan giginya, Asuna meninggalkan posisinya dan berlari ke kiri. Dengan tebasan «Linear», ia menusuk pasukan crimson yang menarik tombaknya dari penjaga yang telah tewas. Mau menggenggam pedang berlumuran darahnya lagi, Asuna memotong kedua tangannya dan melancarkan dua tusukan, «Parallel Sting».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berhasil menghindar tusukan tombak ketiga dengan melompat ke atas. Mendarat di tombak, ia berlari ke bahu musuh, mencopot helm miliknya dan menusukkan rapier ke leher musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh terjatuh sambil berteriak. Kini mundur, Asuna berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bawa yang terluka ke bagian belakang! Sembuhkan mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilai sekeliling sekali lagi, tampaknya Knight Renri dan para Penjaga mengalami kesulitan menghadapi pengguna tombak, enam orang Penjaga telah mengalami luka parah karena tertusuk tombak. Tiga diantaranya sepertinya tak bisa ditolong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Jika musuh mengulangi strategi ini, pasukan Pertahan Kerajaan Manusia tak akan mampu menahan kondisi ini karena kalah jumlah.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketakutannya menjadi kenyataan. 20 orang pengguna tombak selanjutnya siap untuk menerjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memandang musuh yang akan datang lalu memandang jika dirinya telah berada di tengah – tengan medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana ada seorang Penjaga yang masih sangat muda, mencoba mengontrol pedangnya, meskipu kakinya gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH………!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak kencang, Asuna berlari ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melaju menuju Penjaga muda yang masih membatu dan pasukan tombak yang akan datang. Rapier miliknya tak akan tepat waktu untuk menahan serangan tersebut. Ia hanya bisa menjangkau ujung tombak dengan ujung tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ini adalah dunia VRMMO, maka Asuna yang memiliki reaksi kecepatan dan kekuatan pasti akan mampu menahannya. Tetapi di Underworld, parameter yang tak bisa dihitung yang mana berbeda dengan SAO dan ALO, ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tombak baja menusuk ke perutnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daya dorong terasa di  seluruh tubuhnya. Tak bisa mengutarakan suara, Asuna dengan diam melihat ke samping, sebuah logam telah menusuk ke perut miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meminimalkan gerakan akan meningkatkan efektifitas pedang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Komandan Knight Bercouli, teknik pedang milik Kaisar Vektor benar – benar berbeda dari style pedang yang pernah ia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, ia hampir tak pernah menggunakan kakinya. Ketika ia menghindari serangan, ia hanya menggeser dirinya dari pijakan. Juga, ketika ia mau menyerang, ia tak kelihatan melakukan persiapan. Pedang yang ia genggam agak renggang akan tiba – tiba meluncur ke jarak paling dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, memprediksi gerakannya sangat tak mungkin. Bercouli bahkan hampir tak bisa menahan lima serangan kuat milik Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi lima serangan sudah cukup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pengalaman bertarung miliknya, Bercouli yang sudah mengamati teknik Vektor mulai menyerang balik ketika Kaisar hendak memulai serangan ke enam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hsss!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melepaskan sedikit semangatnya, ia menebaskan tebasan ke arah kepala sebelum Vektor bisa melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama bunyi logam, percikan putih menyembur ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua pedang saling bertabrakan di tengah udara. Dari sini, hanya adu kekuatan saja. Pedang milik musuh terdorong ke bawah. Tampaknya tak bisa menahan tekanan, tubuh Vektor mulai membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ini saat – saat kritis!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memasukkan Incarnation dalam pedang miliknya. Pedang baja tersebut bercahaya perak. Time Piercing Sword perlahan menekan pedang hitam Vektor, sampai ke pundaknya, dan menggores armor—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, pedang Vektor mulai memunculkan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendar tersebut seperti makhluk hidup, membungkus Time Piercing Sword. Pada saat yang sama, cahaya perak milik Time Piercing Sword menghilang, seolah dihisap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa ini? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak…&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa, apa yang aku lakukan …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara gemercik, ia merasakan rasa dingin di punggung kirinya. Bercouli membuka matanya, melompat ke belakang, mengambil nafas panjang,  dan mendapatkan kembali kesadarannya yang hilang sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa itu tadi? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Seseorang sepertiku, ada di medan peperangan ini! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir keras, Bercouli sadar jika tak sepele itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan menyelimuti pikirannya sehingga ia tak tahu mengapa ia disini, atau megerti alasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan… kau menghisap Incarnation milikku lewat pedangku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memaki dengan suara rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban musuhnya hanya senyum sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang bahu kirinya. Hanya goresan, namun cukup dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph… Sungguh menarik, benar kan, Kaisar? Tetapi tak bisa mengayunkan pedang sungguh menyusahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli terkekeh. Berbeda dengan Vektor yang tersenyum dan bergumam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Benar. Yah, ada hal lain yang belum aku coba.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, ia menjulurkan pedang di tangan kanannya ke depan, tetapi bagaimanapun kau melihatnya, cukup jauh jarak mereka berdua. Tak mungkin pedang tersebut mengenainya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari ujung pedang yang terangkat, sebuah tembakan cahaya biru gelap muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039;Tak mungkin, dari jarak jauh?! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia menyimpulkan, cahaya tembakan tersebut menyentuh dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadarannya menghilang bagaikan api lilin yang tertiup angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang panjang milik musuh menjangkau Komandan Knight, turun lurus menuju lengan kirinya— namun ia hanya berdiri disana, hanya bisa menonton kejadian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang musuh terayun dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi khas, lengan kokoh Bercouli tertebas dari tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ku… u… ughh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berhasil menahan jeritannya yang hampir keluar. Rasa sakit yang amat sangat— seperti terkena semburan api secara terus menerus hingga batas rasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Rasa sakit ini bukan apa - apa! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hanya goresan, tak terasa apa – apa!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tombak hitam yang menancap di perut kiri Asuna telah menembus keluar sejauh setengah meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memutar kepalanya untuk melihat. Ujung tombak tersebut hanya menyentuh pipi si Penjaga muda yang berdiri melongo. Dengan sekuat tenaga ia tersenyum pada laki – laki tersebut, ia menatap pucat pada Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Dibandingkan nyawa berharga anak ini … apalah arti luka virtual?! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ungh… Ah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak hebat, Asuna memasukkan kekuatan ke tangan kirinya, lalu menggemggam tombak yang menembus tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi retakan, logam yang berdiameter lima cen patah dengan pukulannya. Ia lalu mengambil tusukan tombak yang ada di punggung dan menariknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunang – kunang menari di matanya, dan rasa sakit kesemutan mengalir dari ujung jari hingga kakinya. Tetapi tangan Asuna tak peduli, ia menarik tombak tersebut dengan brutal dan melemparkannya ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah menyembur dari mulut serta bekas luka di perutnya, tetapi tubuhnya masih tetap berdiri tegak. Asuna mengelap darah yang ada di mulut lalu menatap musuh dengan pandangan murka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik tombak tersebut berkedip beberapa kali, matanya kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, gosh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berucap dalam bahasa inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… The hell, man… This type of game isn’t fun at all. I’m logging out.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar kata – kata tersebut, Asuna menusuk jantung musuh menggunakan Rapier di tangan kanannya. Tubuh musuh tertunduk lalu menghilang dengan efek pecahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyeri di perutnya tidak membuat Asuna menangis, namun matanya berlinangan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit dan kebencian yang memenuhi medan peperangan ini seharusnya tak terjadi dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain Amerika dan Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia tak memiliki alasan untuk saling bantai. Jika kondisi mereka bertemu berbeda, kedua sisi seharusnya bisa menjadi teman— seperti yang Asuna alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia Virtual … dunia VRMMO seharusnya tidak seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T… To… Tolong… Gh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan dalam bahasa jepang memasuki telinga Asuna. Menoleh, ia melihat tombak besar menusuk seorang Penjaga yang tak bisa bergerak di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U… AAAAAAAHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emosi Asuna tak bisa ditahan ketika ia melaju ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rapier di tangan kanannya menebas tiada henti dan cahaya yang muncul dari ujungnya membungkus tubuh Asuna; kaki Asuna meninggalkan tanah ketika ia melaju lurus seperti komet. Serangan lurus tertinggi bagi rapier miliknya, «Flashing Penetrator».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemegang tombak yang hendak membunuh Penjaga terhempas ke udara, juga teman yang ada di belakangnya. Musuh ketiga juga terhempas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerbangkan musuh keempat yang ada di bawah patung besar, sword skill miliknya berhenti kemudian ia berbalik, menghembuskan nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang kedua serangan tombak telah menyebabkan lima orang tewas di Pasukan penjaga. Bersamaan itu juga, gelombang ketiga serangan tombak hendak bersiap - siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik rapier miliknya dari mayat musuh lalu berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua pasukan, jangan meninggalkan posisimu! Renri-san, tolong ke sini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membuat senyuman kecil, memastikan Knight muda yang melihat sosoknya yang berlumuran darah di sana – sini agar tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Aku akan menghancurkan formasi musuh. Kuserahkan musuh yang berhasil lolos padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna-sama?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat tangan kirinya ke atas pada Renri dan para Penjaga yang kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pusat keseimbangan Bercouli tiba – tiba bergoyang, dan apa yang menyebabkannya adalah lengan kirinya yang terjatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang menyadarkannya bukanlah rasa sakit, tetapi rasa kengerian yang dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melompat ke belakang, berusaha menjaga jarak antara dirinya dan Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan darah dari lengan kirinya bercucuran di pilar batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa – apaan ini? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ia mengarahkan pedangnya padaku, dan kesadaranku dipaksa menghilang …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat kedua jarinya yang menggenggam gagang Time Piercing Sword untuk menyembuhkan luka, memeras otak secepat mungkin. Healing Art yang tak dilafalkan dengan cepat menghentikan percikan darah dengan bekas cahaya kebiruan. Akan tetapi, tak ada cukup Sacred Energy di bebatuan sekitar sini untuk menyambungkan lengan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bagaimana aku menghadapi musuh seperti ini?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Armament Full Control Art «Time Piercing Sword • Empty Slash» miliknya tak efektif. Incarnation yang ada pada tebasan akan dihisap oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilihan terakhir miliknya adalah menggunakan Release Recollection Art «Arcane Slash». Tetapi jika ia menggunakan teknik itu lagi, ia harus mendapatkan saat  yang tepat. Pertama, musuh tak boleh mengganggu serangannya. Kedua, harus sangat akurat …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menyeka keringat yang ada di dahinya dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menyadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku sangat putus asa. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Entah mengapa, aku tak punya hal lagi yang bisa diandalkan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dengan kata lain, disinilah aku akan mati. Serangan selanjutnya mungkin akan menyebabkanku mati. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Heh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari kondisinya, ketimbang berkerut, Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One malah menyeringai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya berpaling dari Kaisar Vektor menuju Knight emas yang pingsan dibalik Kaisar Vektor— Alice Synthesis Thirty.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Nona Kecil. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku masih belum bisa memberi apa yang kamu inginkan, Nona Kecil. Aku belum bisa memberikan kasih sayang seorang ayah. Karena, aku sendiri juga tak bisa mengingat apapun mengenai orang tuaku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi, ada satu hal yang pasti. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mereka yang disebut orang tua pasti akan melindungi anak mereka. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bajingan sepertimu … tak akan bisa mengerti, dasar monster!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menjejak pilar dan maju kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menyiapkan rencana, ia mengisi segala sesuatu yang ada dalam dirinya menuju pedang, si Knight tertua tersebut berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 155.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ga… Hah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batuk darah keluar dari mulutnya dan tumpah ke tanah yang ia pijak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna masih tetap berdiri, bahkan jika ia hanya bisa menggenggam Rapier di tangan kanannya.&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Setelah menahan gelombang tombak ketiga dan keempat, ia terluka sepuluh kali lipat di seluruh tubuh. Armor dan pakaian mutiara putih miliknya kini robek dan darah ada dimana – mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerima serangan langsung dari tombak hingga membuat lubang di tubuhnya, sungguh heran mengapa ia masih bisa bergerak. Faktanya, HP miliknya yang sangat banyak tidak menurunkan kekuatan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tubuh ini akan tewas jika hatiku lengah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jadi, aku harus tetap berdiri. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tubuhnya telah mati rasa. Hanya rasa panas yang menyelimuti seluruh indranya, hingga membuat pandangannya agak kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang pasukan tombak kelima mulai muncul di pandangannnya yang kabur, lalu ia mencabut Rapier miliknya dari tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sudah tak bisa menghindar secara langsung. Ia hanya bisa menghentikan tombak dengan tubuhnya lalu melancarkan serangan sword skills.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rapier seberat bulu milik Asuna kini seolah menjadi cukup berat di genggamannya, tetapi kini ia mengangkatnya dengan kedua tangan, menunggu kedatangan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Go!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah berguncang, 20 orang pengguna tombak mulai melaju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Boom, boom, boom boom boom boom…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suara langkah kaki, suara bergema terdengar dari suatu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Asuna terangkat ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari langit merah, garis – garis mulai berjatuhan. Garis tersebut seperti kode digital.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bala bantuan… untuk musuh…?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Ahh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam jeritannya, ia merasa sangat khawatir dan ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna garis tersebut bukanlah warna crimson, tetapi biru tua seperti warna langit fajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa melihat warna tersebut, ia hanya menyaksikan dengan kedua matanya, menunggu apa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis – garis tersebut berhentii sepuluh meter di atas tanah; kode digital tersebut mulai memadat dan bercahaya, menjadi sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Voom. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara bertiup, dan sosok – sosok tersebut mulai berputar. Seperti angin tornado, sosok tersebut akhirnya turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat dibawahnya, ke 20 pengguna tombak berhenti dan juga menatap atas seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tornado biru tersebut mendarat di tengah formasi musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, pasukan crimson berhamburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah. Pasukan musuh yang terkena tornado tersebut terpotong – potong, darahnya tertiup angin ke berbagai arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, di tengah pasukan tombak yang tewas, tornado tersebut mulai melambat dan membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok tersebut memunggungi Asuna, tubuhnya langsing namun tinggi. Ia mengenakan armor khas jepang. Tangan kirinya menggenggam sarung pedang di pinggang, dan tangan kanannya menggenggam pedang panjang, bukan, sebuah katana, yang kini ia acungkan ke depan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna telah melihat serangan itu sebelumnya, di dunia lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah Sword Skill.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan berat senjata katana— «Tsumujiguruma».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok tersebut akhirnya berdiri, memanggul katana miliknya ke punggung, lalu ia memandang Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah bandana miliknya, wajah agak berjanggut menyeringai padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, maaf membuatmu menunggu, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K… lein…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa mendengar suaranya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, getaran yang sama juga terdengar di seluruh langit. Meskipun efek suara yang ditimbulkan hampir sama ketika pemain Amerika muncul, namun bagi Asuna, suara ini adalah suara malaikat yang akan turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ribuan cahaya biru kode digital mulai turun satu persatu dari langit merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadaran menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit menmuatnya terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli telah lupa berapa banyak ia telah melalui proses tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui pertarungan ini, Kaisar Vektor tak pernah memberikan serangan fatal. Tetapi Bercouli tahu jika darah yang mengalir dari luka – lukanya, adalah Life miliknya yang semakin menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena kekuatan imajinasi yang ia kuasai selama dua ratus tahunan, ia berhasil mengusir rasa takut dan kengerian miliknya, ia hanya memikirkan satu hal dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya menghitung waktu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memiliki kemampuan khusus untuk mengkonfirmasi waktu menggunakan pikirannya, dan sekarang ia bergantung pada kemampuan tersebut lalu mengingatnya. Bahkan ketika pikirannya menghilang karena pedang Kaisar, ia masih tetap menghitung dalam bawah sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Empat ratus delapan puluh tujuh. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Empat ratus delapan puluh delapan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menghitung sambil meluncurkan serangan yang tak berarti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Teknik pedang milikmu … sepertinya tak berhasil menggoresku … wahai komandan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039; Empat ratus sembilan puluh lima.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak akan mampu membunuhku dengan teknik pedang seperti itu ….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— &#039;&#039;Empat ratus sembilan puluh delapan. &#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat ini, aku masih belum selesai.!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berteriak, ia mengayunkan pedangnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedangnya menyentuh pedang Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Incarnation terhisap, pikirannya buyar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia sadar, ia telah berlutut, darah menetes dari pipi kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus depalan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hampir sampai, kumohon bertahanlah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli berdiri kesulitan, dan memandang Kaisar yang ada di belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan jijik muncul pada wajah tak berekspresi miliknya. Alasannya adalah ketika ia menebas pipi Bercouli, darah miliknya menyiprat di pipi Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vector mengelap noda tersebut dan berguman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil langkah ke depan menuju genangan darah yang diciptakan Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jiwamu terlalu berat. Terlalu kental. Terasa di lidahku. Dan kini membosankan, kau hanya berpikir untuk membunuhku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar berkata dengan nada datar, lalu mengambil satu langkah lagi ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Matilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terangkat pelan, pedang hitam memunculkan cahaya menyilaukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Bercouli tidak berubah, tetapi ia menggeramkan giginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Sedikit lagi. Tinggal tiga puluh detik. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh… Jangan berkata seperti itu. Aku masih bisa … menahannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight mengambil langkah ke depan, dan dengan gemetaran ia mengangkat pedang panjang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemana kau akan.... pergi. Kemana kau akan melangkah. Oh, disana…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cahaya redup di matanya, Komandan Knight mengayunkan pedangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clog. Ia menebaskan pedang ke suatu arah, lalu semakin gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ataukah … disini…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melancarkan tebasan lain walaupun agak lemah. Lalu, ia menyeret kakinya yang mati rasa, Bercouli menebas ke arah secara acak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerena pandangannya mulai buram karena kehilangan banyak darah, pikirannya juga menjadi kabur— ia sudah tahu akan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ini adalah tindakan terakhir milik Komandan Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata biru miliknya yang sudah kehilangan cahaya hanya berfokus pada satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jejak kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir sepuluh menit melakukan serangan tak berarti, Bercouli telah menumpahkan darahnya ke bebatuan yang ada di kakinya. Meskipun tidak luas tetapi dua jejak kaki bisa terlihat jelas, ada jejak sepatu milik Kaisar Vektor dan sandal kulit milik Komandan Knight, bisa terlihat jelas dan mudah dibedakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ini adalah jejak pergerakan keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Bercouli telah mencari jejak kaki milik Kaisar yang telah mengering ketika ia menebas lengan Bercouli sepuluh menit lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, Bercouli mulai menghitung meskipun tak sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti, ia bisa mengetahui kemana Kaisar Vektor bergerak sepuluh menit lalu. Lalu, jejak kaki yang ia buat berhasil merekam kemana ia melaju, dan dimana ia berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus depapan puluh sembilan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus sembilan puluh. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… Aku menemukanmu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli bergumam, semakin gemetaran ketika ia mengayunkan Time Piercing Sword.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah serangan terakhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu pedang maupun pemiliknya, keduanya telah mencapai batas Life mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Bercouli semakin kelelahan, ia mengaktifkan Release Recollection Art milik Divine Instrument-nya, Time Piercing Sword.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
«Time Piercing Sword • Arcane Slash».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebalikan teknik «Empty Slash» yang bisa menebas masa depan, teknik «Arcane Slash» bisa menebas masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Main Visualizer dari Underworld, pergerakan semua manusia telah direkam selama enam ratus detik, atau sepuluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Time Piercing Sword bisa merusak rekaman ini, menyebabkan sistem salah mengenali lokasi seorang manusia saat ini menjadi lokasi masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya, pedang yang tadi dilancarkan bisa berpindah ke tubuh seseorang yang ada di masa lalu. Tak bisa dihindari, tak bisa diblokir, sesuai namanya, teknik ini seolah mempecundangi teknik pedang lain dan kerja keras seorang swordsmen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya Bercouli selalu berpikir dua kali sebelum mengaktifkan «Arcane Slash». Ketika bertarung melawan Eugeo, walaupun terkena Release Recollection Art dari Blue Rose Sword, ia memutuskan tak akan menggunakan teknik ini karena ia bisa menang dengan mudah. Ia tahu jika Pemimpin tetua Chudelkin akan menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap Gereja Axiom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena lawannya Kaisar Vektor yang memiliki kekuatan melebihi dirinya, ia tak perlu berpikir dua kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kaisar Vektor turun dari naganya, Bercouli mengambil keuntungan tentang fakta bahwa musuhnya hanya terbang lurus dengan kecepatan tetap sehingga ia bisa mengetahui lokasi terbang sepuluh menit sebelumnya. Namun, karena jarak dekat, ia harus benar – benar memastikan lokasinya dengan sangat tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, jika ia bisa mengingat lokasi musuh sepuluh menit lalu, ia bisa mengaktifkan teknik ini. Tetapi menggunakan cara tersebut, jika pengaktifan teknik pedang miliknya terganggu oleh musuh, akan menjadi sulit untuk menghitung sepuluh menit lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tepat seperti ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau kelihatan mengincar sesuatu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar Vektor mendekat, dan Bercouli dipaksa menghindari Incarnation berwarna biru gelap dari pedang panjang musuh. Seperti itu, «sepuluh menit masa lalu» yang telah ia rekam menghilang selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku melewatkan kesempatanku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli sekali lagi menyiapkan Time Piercing Sword miliknya yang akan mengaktifkan Release Recollection.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berada di ujung tanduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Kaisar telah menyadari jika ia mengincar sesuatu, ia akan langsung mengaktifkan serangan terakhir miliknya. Kenyataannya, cahaya Incarnation pedang panjang milik Vektor telah melaju ke arah Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berusaha melawannya, Komandan Knight berusaha menghindar sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berguling. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berguling, berguling, dan terjatuh. Ia tahu sejak lama jika ia akan menjumpai maut dengan cara sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga kali, empat kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat pada serangan kelima, Bercouli berhasil menghindari semua serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelahnya, cahaya kebiruan berhasil menyentuh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadarannya berhasil menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Bercouli membuka matanya lagi, apa yang ia lihat adalah pedang panjang Vektor yang menembus kedalam perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara whoosh, pedang tersebut tertarik, sisa – sisa Life milik Komandan Knight menyembur lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia terjatuh ke belakang, ia melihat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok naga yang terbang tinggi di langit, kini melaju ke bawah dengan kecepatan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hoshigami. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hei, kau kusuruh berjaga kan? Mengapa kau menentang perintahku, kau tak pernah melakukan hal ini sebelumnya, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga membuka lebar mulutnya, api kebiruan mulai menyembur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melawan serangan seperti itu yang berhasil memusnahkan ribuan pasukan, Kaisar Vektor kini merentangkan tangan kirinya dan menangkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Armor hitam yang ada di tangannya berhasil memantulkan api ke segala arah. Api berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang di tangan Kaisar menembakkan cahaya biru gelap sekali lagi, menembus api biru dan menusuk tepat ke kepala Hoshigami. Naga Bercouli menerima teknik pedang berkekuatan penuh yang berhasil mengontrol naga Dark Knight Order sebelumnya— tetapi gerakannya tidak terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebalikannya, Hoshigami mengubah seluruh Life miliknya menjadi sinar putih yang ditembakkan dari sayapnya, langsung ke arah Kaisar berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa jijik muncul lagi dari wajah Kaisar; ia mengangkat pedangnya tinggi – tinggi dan dan menusukkan tusukan menuju rahang sang naga, berusaha menghancurkannya. Cahaya gelap menyelimutinya, menghisap Life sang naga dan menghancurkan tubuhnya berkeping - keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami telah memberikan Life miliknya untuk mengalihkan perhatian Kaisar selama tujuh detik—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli tak akan menyia – nyiakan kesempatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight bisa merasakan nafas terakhir milik naga tersayangnya yang telah menghabiskan seluruh hidupnya bersama Bercouli lalu mengayunkan Release Recollection Time Piercing Sword tinggi – tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik untuk mengingat “posisi musuh sepuluh menit lalu” hanya bisa diaktifkan setiap sepuluh menit sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, rekaman pergerakan yang ada di tanah bisa menunjukkan posisi musuh sepuluh menit sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh detik setelah Bercouli menatap posisi dimana ia tidak bisa melakukan serangannya, jejak kaki Kaisar bisa terlihat, ia lalu meluncurkan serangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada karakteristik lain pada teknik «Time Piercing Sword • Arcane Slash».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan memasuki system secara langsung, kekuatan pedang ini bisa “menghapus nilai Life dari target yang akan ditebas”. Terlebih lagi, serangan ini tak akan bisa ditahan bahkan oleh sebuah Incarnation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, kemampuan Kaisar Vektor untuk menonaktifkan dan menghisap semua serangan Incarnation tak akan bisa diaktifkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus, nilai Life tak terbatas milik Vektor langsung terubah menjadi nol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya, tubuh Kaisar langsung terpotong dari bahu hingga pinggang kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika tubuhnya terpotong menjadi dua, ekspresi wajah Kaisar Vektor masih tetap pucat tanpa ekspresi. Mata birunya hanya menatap kosong menuju langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah tubuh atasnya mendarat ke tanah, di sekitar dadanya, cahaya hitam menyembur, menciptakan ledakan tak bersuara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ledakan berhenti, tak tersisa jejak tubuh maupun keberadaan Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, Time Piercing Sword yang telah kehabisan Life hancur menjadi debu dengan suara menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039;begitu hangat. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku ingin berada disini lebih lama. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbangun dari tidurnya, Integrity Knight Alice tersenyum kecil ketika masih diantara batas bangun dan tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghalau sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mulai berdiri dengan kedua kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tangan dengan lembut membelai rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
………&#039;&#039;Ayah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah berapa lama ia berbaring disini? Ia telah lama merindukan masa – masa tenang seperti ini … Perasaan terlindungi, tak mengkhawatirkan apapun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ahh… Tapi, sudah saatnya untuk bangun. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Integrity Knight Alice membuka kelopak matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang muncul di depan matanya adalah sosok swordsman berumur, matanya menyipit ketika ia memandang Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di wajah dan dadanya, terdapat bekas luka. Luka tersebut kini bertambah karena luka yang kini bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Paman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berbisik, akhirnya ia benar – benar sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Benar, aku telah diculik Kaisar Vektor. Beneran nih, aku benar – benar ceroboh, aku maju tanpa berpikir panjang. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi seperti prediksi Paman, bahkan ketika aku tertangkap oleh musuh, ia akan menyelamatkanku. Selama orang ini ada disini, aku bisa merasa aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum lagi, Alice berdiri. Ia menyadari luka yang ada di wajah dan dada Komandan Knight, ia menghembuskan nafas lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan kirinya terpotong dari atas bahu. Jubah miliknya berlumuran darah kering. Dan dibawah dadanya, luka mengerikan berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“P… Paman… !! Paman Bercouli!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak dan mengulurkan kedua tangannya, jari milik Alice menyentuh pipi Komandan Knight Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia menyadari jika Knight tertua di dunia ini telah menghabiskan Life miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039; Aw, jangan menangis seperti itu Nona Kecil. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kematian pasti akan datang, hanya saja datang sekarang, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One berkata ramah ketika ia melihat kebawah pada Alice yang memeluknya. Namun suaranya tak bisa keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;…Nona Kecil, jika ini kamu. Aku akan baik – baik saja. Bahkan jika sendirian, kamu akan bisa terus hidup. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Karena, kamu ini muridku.... putriku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan dibawah kini meninggalkan mata Bercouli. Membuat senyum terakhir pada murid kesayangannya, matanya kini menatap langit utara di kejauhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memikirkan seorang knight wanita lain yang ada jauh disana..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak tahu apakah mereka akan sukses atau tidak, tetapi saat ini, hati miliknya terisi oleh perasaan mendalam setelah menemui ujung hidupnya yang mana ia pikir akan hidup abadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;… Yah,tak begitu buruk kok, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kau harus bersyukur karena ada orang – orang yang menangis untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menoleh menuju sumber suara, ia melihat seorang gadis melayang disana, tubuh telanjangnya tertutupi rambut perak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hei, jadi kau masih hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat bahunya, dan Pemimpin Tertinggi Administrator berkedip dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi itu tak mungkin, benar kan? Bisa muncul dihadapanmu, aku ini ingatan dalam dirimu. ‘Aku’ Cuma ingatan Administrator yang tersimpan dalam jiwamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, aku masih tidak begitu paham … tetapi, jika kau ini ada dalam ingatanku. Aku senang kamu bisa tersenyum seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli merespon sambil menyeringai, dan tiba – tiba disampingnya ada naga tersayang milik Bercouli, Hoshigami. Ia menjulurkan leher panjangnya menuju tubuh Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight dengan lembut memegang leher peraknya. Lalu ia melompat bersama Pemimpin Tertinggi keatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu membenciku?” Komandan Knight hanya bisa menggeleng. “Apakah kamu tak membenciku yang telah membuatmu hidup abadi dan menghapus ingatanmu berulang kali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat, Bercouli menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun memang benar dan cukup bosan, yah, hidup yang aku jalani cukup menyenangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sungguh?.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpaling pada jawaban Administrator, Bercouli menarik tali kekang Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga membentangkan sayap transparan miliknya, lalu perlahan terbang menuju langit luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah langit berbintang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tanah kering sekitar reruntuhan «Gerbang Besar Timur». Di sebelah timur dan barat reruntuhan, sepuluh ribu pasukan Tanah Kegelapan yang tertinggal dan empat ribu Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia telah membentuk formasi, bersiap untuk saling serang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Kaisar Vektor telah menghilang tanpa jejak, pasukan Tanah Kegelapan tak bisa bergerak bebas. Pasukan Penjaga juga kebingungan sehingga mereka juga tak bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didekat reruntuhan gerbang hanya terdengar suara angin, ada sosok knight wanita. Dia adalah Integrity Knight yang tinggal untuk memimpin Pasukan utama, Fanatio Synthesis Two. Ia telah memerintahkan Penjaga dan regu Ascetics untuk beristirahat akan pertempuran yang akan terjadi, tetapi dirinya sendiri tak bisa tidur di tenda. Sehingga ia berjalan sendiri di reruntuhan Gerbang Besar Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit malam telah lama berlalu. Solus telah tenggelam di langit merah Tanah Kegelapan dan langit biru Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari satu setengah hari berlalu sejak pasukan pengecoh Kerajaan Manusia berangkat menuju bagian selatan Tanah Kegelapan. Meskipun ia tahu mengenai misi mereka tak akan mudah, ia harus menunggu disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika Fanatio menutup matanya, ingin berdoa pada ketiga dewi agar mereka bisa kembali dengan selamat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya terbuka mendadak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa pria yang ia cintai sedang berbicara di telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Maaf, Fanatio. Tampaknya kita tak akan bisa bertemu lagi. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku menyerahkan sisanya padamu. Biarkan anak itu hidup bahagia …&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum lama ini, Fanatio telah mendengar perkataan yang sama. Itu adalah perkataan ketika Komandan Knight Bercouli hendak bernagkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpakaian armor silver, tangan Fanatio menyentuh perutnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyawa baru yang ada di tubuhnya adalah sesuatu yang terjadi tiga bulan lalu. Bercouli, yang mana telah pergi selama lebih dari seratus tahun tanpa menyentuh Fanatio, ia mungkin telah memprediksinya ketika ia melanggar taboo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memprediksi kematiannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan jika Life milik Komandan Knight Bercouli telah menghilang di kejauhan sana, Fanatio perlahan tertunduk dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa menahan, ia terisak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan mengapa Bercouli selalu menjauh dari Fanatio maupun perempuan lain, ia pernah mendengarnya dahulu kala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria dan wanita di Kerajaan Manusia hanya bisa menikah dibawah pengawasan pendeta Gereja Axiom, dan hanya bisa membuat seorang anak melalui sebuah kontrak. Namun seorang Integrity Knights berperan juga sebagai seorang pendeta dan tak memerlukan pesta pernikahan. Mereka hanya harus bersumpah saling mencintai, berbagi ranjang, dan bisa memiliki seorang keturunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun anak ini akan menua dan tewas ketimbang orang tuanya karena Life mereka telah dibekukan. Bahkan, mengijinkan anak ini mengalami hal yang sama bahkan lebih kejam dari tindakan Pemimpin tertinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, karena Pemimpin Tertinggi telah meninggal, Bercouli akhirnya menerima perasaan Fanatio. Maka, ia memutuskan untuk melindungi anak ini dan membuatnya terus hidup sampai ajal menjemput.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Beristirahatlah dengan tenang, Bercouli. Aku akan membesarkan anak ini. Aku akan membuatnya menjadi seorang pria yang kuat seperti dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghentikan isak tangisnya, Fanatio membuat keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tetapi sekarang ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sekarang ini, biarkan aku menangis. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjatuh ke tanah, Fanatio menggenggam butiran pasir bekas jejak kaku Komandan Knight Bercouli, lalu menangis tanpa menahan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun aku tak memiliki masalah dengan kalian …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengacunngkan katana merahnya pada pasukan crimson, pedang miliknya bergetar di penjuru reruntuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan membalas kalian karena telah melukai temanku. Aku akan membalas tiga kali lipat … Tidak, aku akan membalas ribuan kali lipat sialan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah berteriak, ia melaju ke arah musuh. Asuna begitu kebingungan hingga ia melupakan rasa sakit yang ada di perutnya. Tiba – tiba, garis kode lain muncul disebelah Klein, membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosoknya begitu besar, seorang pria berkulit coklat dan menggenggam kapak besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Agil-san!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika “si penjual”, yang pernah menyediakan persediaan pertempuran bagi pemain atas SAO, menoleh pada Asuna, ia mengacungkan jempolnya ke atas udara dambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, ia berbalik dan mengejar Klein yang telah berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang ketiga dan keempat muncul dihadapan Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis berambut pendek, mengenakan pakaian merah kecoklatan serta pelindung dada berwarna perak, ia juga menggunakan palu perak yang menggantung di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, seorang gadis kecil yang mengenakan pakaian dan tunik biru laut, rambutnya diikat twin tail.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Liz!! Silica-chan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua mata Asuna terisi air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan meninggalkan tubuhnya. Sambil tetap di posisi semula, Asuna membuka kedua tangannya pada temannya yang ia sayangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian… Kalian telah datang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu dong kami datang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beneran”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjawab pada saat yang sama, Lisbeth dan Silica menggenggam tangan kanan dan kiri milik Asuna lalu memeluknya. Ekspresi keduanya juga menjadi terharu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Selalu memaksakan diri … kau berdarah tahu … kau terlalu sok kuat, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serahkan sisanya pada kami, yang lainnya juga datang lho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan ppelukan dari Lisbeth dan Silica, Asuna merasakan jika rasa sakitpada luka – lukanya berubah menjadi rasa hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih… Terima kasih …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi cucuran air mata, Asuna melihat hujan garis digital yang memasuki pertempuran ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 178.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang muncul disana adalah ribuan swordsmen yang memakai armor yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musuh yang berarmor merah adalah musuh kita!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan, serang! Pukul mundur musuh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para Penjaga, mundurlah sementara dan sembuhkan luka kalian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendarat, mereka mulai berteriak dalam bahasa Underworld, bukan, bahasa Jepang — mereka mengangkat pedang, kapal, dan tombak lalu mulai melaju ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilai dari kemampuan bertarung individu dan mengerti cara bekerja sama, mereka kemungkinan adalah para pemain veteran VRMMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Jadi seperti itu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna akhirnya menyadari situasi yang muncul dihadapan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Karena pemain Amerika muncul di medan peperangan ini, ratio akselerasi Underworld mungkin telah diubah oleh penyerang menjadi 1:1. Dengan kata lain, sangat memungkinkan untuk Dive menggunakan AmuSpheres dari Jepang. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi menilai dari equipment serta senjata, tampaknya mereka tidak menggunakan akun default Penjaga. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu berarti— mereka mengkonvert akunnya. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak salah lagi jika mereka mengubah karakter mereka — karakter yang telah lama mereka latih — ke dalam Underworld. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tampaknya mereka tidak tahu apakah mereka bisa kembali ke dunia VRMMO asal mereka. Alasannya adalah— kondisi Underworld itu sendiri, mungkin saja karakter mereka akan hancur ketika mereka tewas, namun mereka …!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semuanya… Maaf… Aku minta maaf …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara separo menangis, Asuna meminta maaf pada kedua temannya dam kepada para swordsmen yang telah maju ke garis deppan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu ngomong apa sih, Asuna?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Lisbeth terisi oleh ketetapan hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alasan kamu berhasil sukses di SAO dan ALO adalah karena kami yakin jika kami suatu hari akan menyelamatkan dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah… benar… terima kasih semuanya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbisik berterima kasih, Asuna mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ada satu hal yang mengganjal. Bagaimana Liz dan lainnya yang ada di sunia nyata tahu mengenai kondisi Underworld dan mencari bala bantuan? Tak mungkin Kikuoka dan Higa, karena mereka berdua berada di ruang sub kontrol Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei Liz, Silica-chan. Siapa orang yang membawa kalian kesini …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan Asuna, mereka berdua saling pandang dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, Asuna, bukankah sudah jelas?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja Yui-chan! Ia telah berusaha sangat keras menjelaskan kondisi Underworld dan penduduknya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mendengar kata – kata tersebut, hatinya bergetar dan air mata semakin menuruni pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yui. Terlahir sebagai Top-Down AI dalam SAO, putri Asuna dan Kirito. Ya… pastilah Yui yang memberi tahu mereka. Ia menyadari rencana musuh yang tak bisa diprediksi oleh Asuna, Kikuoka, dan yang lain, ia pasti mengambil tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Terima kasih, Yui-chan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil bersyukur, lengan kirinya yang terluka telah sembug dan luka di seluruh tubuhnya langsung hilang begitu ia berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, suara lemah terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um… Asuna-sama? Orang – orang ini… atau para knight ini adalah …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri berdiri disana dengan pandangan heran. Dibelakangnya para Penjaga juga memiliki ekspresi yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna, setelah menatap Renri, Lisbeth, dan yang lain kemudian tersenyum dan membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teman - temanku. Mereka datang dari Dunia Nyata untuk menolong kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri berkedip beberapa kali, lalu menatap Lisbeth dan Silica—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi lega muncul dari wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jadi begitu… aku sungguh bersyukur. Aku kira semua orang yang datang dari Dunia Nyata adalah orang – orang menyeramkan, tidak seperti Asuna-sama …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, tak mungkin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil tersenyum marah dan teriakan mengintimidasi, Lisbeth menepuk pundak Renri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Lisbeth. Salam kenal, Knight-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Y… Ya. Namaku Renri. Salam kenal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna yang menyaksikan pemandangan ini sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia, selama masih hidup tak akan melupakan pemandangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Momen ketika orang – orang yang terlahir dari dua dunia yang berbeda saling sapa dan menjalin persahabatan. Kisah ini akan berlanjut hingga masa depan nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas dalam, mengubah nada bicaranya dan bertanya pada Lisbeth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Liz, berapa orang yang mengubah akun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, yah, sekitar dua ribuan mungkin. Aku mencoba sebisaku, tetapi… aku masih tak bisa membujuk semua orang …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memuji temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini lebih dari cukup. Tetapi… untuk bisa mengkonvert akun mereka lagi, kita harus mencegah jatuhnya korban sebanyak mungkin. Jangan terlalu memaksa, mundurlah untuk pengobatan. Liz dan Silica-chan, bawalah dua ratus penjaga mundur dan bantu tim pendukung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengganti kekhawatirannya akan pertempuran, Asuna memberikan perintah pada Renri dan Para Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian semua, meskipun cukup sulit, kumohon mundur dulu menuju tim Ascetics dan gunakan Healing Arts. Para swordsmen dari Dunia Nyata tak begitu akrab dengan Sacred Arts, jadi akan sangat membantu jika kalian mengajari mereka cara bacanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me… mengerti, Asuna-sama! Kalian dengar, Para Penjaga! Kita akan mendukung bala bantuan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada teriakan Renri, para Penjaga yang kelelahan akibat bertempur kini merespon secara kompak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lalu apa yang akan kamu lakukan, Asuna-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan Silica, Asuna berkedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja aku akan menyerang garis depan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku sudah tidak merasa kehilangan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melaju kedepan sana, ia menenali beberapa wajahdari ALO — ada Penguasa Sylph Sakuya, Penguasa Cait Sith Alicia, Jendral Salamander Eugene, dan lainnya, mereka berusaha keras memukul mundur musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tak hanya mengubah akun mereka dari ALO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain yang mendukung para swordsmen sambil menembakkan anak panah dengan cepat dan sangat tepat kemungkinan adalah pemain Gun Gale Online, seperti Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, tim – tim yang saling kompak melindungi satu sama lain sambil menyerang musuh, mereka seperti Guild terkuat dari segala macam jenis VRMMO, mereka adalah anggota «Sleeping Knights».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari Asuna, si mage Siune tersenyum padanya. Ketika Asuna melambaikan tangannya, ia menahan air mata yang akan menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bersungguh – sungguh membantu meskipun sadar bisa kehilangan avatar mereka.  Lalu, karena ia sendiri dilindungi oleh sebuah Super Account, ia hatus meminimalkan jumlah korban sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berlari ke medan peperangan, memberikan perintah pada pasukan terdekat untuk membentuk formasi oval di depan pintu masuk kuil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tak peduli berapa kuat equipment dan status ke 2,000 pemain ini, masih ada sekitar 10,000 pemain Amerika. Jika menghitung kasar, jumlah korban pasti akan terus bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, masih ada hal lain yang mengganjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit yang tak bisa dihindari dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak seperti pemain Amerika yang telah tewas dan log out ketika merasakan rasa sakit. Siklus para pemain jepang yang mendapat luka, mundur, dan disembuhkan akan membuat mereka sengsara. Dan Asuna telah mengalaminya, rasa sakit yang hampir merenggut semangatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kumohon semuanya. Lakukan yang terbaik. Hingga 10.000 pemain ini musnah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika kita bisa melakukannya, maka kemungkinan para penyerang «Ocean Turtle» akan gagal. Selanjutnya, kita hanya perlu mengurus Kaisar Vektor yang sedang dikejar Komandan Knight Bercouli dan Sinon, lalu menyelamatkan Alice. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat rapiernya ke depan lalu berteriak penuh semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak masalah … kita bisa menang! Jika kita berusaha, kita akan menang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 185.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hirono Takashi, seorang pemain VRMMO asal Jepang bertanya pada dirinya sendiri: &#039;&#039;Mengapa aku datang ke tempat seperti ini?&#039;&#039; Tak ada untungnya kan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan mengapa ia menerima permintaan “terlalu mendadak” dari ALO, membuatnya terbangun pada pukul 5:00 a.m. setelah ditelpon temannya, bukan karena si gadis memohon maupun karena ia bersimpati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, ia percaya pada nyalinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi satu hal yang ingin ia ketahui, &#039;&#039;Dunia VRMMO macam apa yang menggunakan dana negara?&#039;&#039; Hal lain seperti, &#039;&#039;Aku mendapat nilai penerimaan masuk sekolah menengah atas paling buruk, jadi AmuSphere milikku pasti akan segera disita.&#039;&#039; Dan sebagian dirinya— &#039;&#039;Mungkin akan ada ‘suatu’ kenyataan yang tak akan pernah aku temui dalam game yang pernah aku mainkan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Takashi mengubah karakter yang ia latih selama dua tahun dan log in menuju server yang belum pernah ia dengar sebelumnya, apa yang menunggu dihadapannya adalah pria besar memakai armor merah, ia memaki – maki dalam bahasa Inggris sambil mengayunkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melompat ke belakang dan hampir berteriak, tetapi ujung senjata milik musuh menggores armor kaki kirinya, menerobos masuk dan menusuk kulitnys sesaat. Ia tak pernah merasakan rasa sakit seperti itu sejak ia terjatuh dari sepeda dan mematahkan tulang di sekolah dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak ada yang bilang akan menjadi seperti ini—!!&#039;&#039; Takashi berteriak dalam kepalanya ketika mundur semakin ke belakang, entah bagaimana ia berhasil menahan musuh dengan pedang sangat langka miliknya, ia menuju ke samping ke tim pendukung ketika ia merasa agak linglung karena darah mengucur dari kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Cukup sudah. Aku akan log out! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengucapkan hal seperti itu, Takashi kemudian disembuhkan oleh seorang gadis pendeta yang seumuran, ia mengenakan pakaian berwarna biru langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah mengapa, ketika menatapnya, ia memiliki perasaan aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengobatimu secepatya, tolong tahan sebentar Knight-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis berbicara fasih, lalu menyentuhkan tangannya ke kaki kiri yang terluka ringan — terluka parah menurut pandangan Takashi — lalu ia mulai merapal. Melihatnya bersungguh – sungguh, Takashi berpikir sesaat bahwa ia hanyalah seorang NPC.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ekspresi serius yang tampak dalam mata abu – abu kecoklatan miliknya, sosok imut antara wajah khas negara timur dan barat, dan kehangatan yang datang dari cahaya putih yang muncul dari tangannya, membuat Takashi bingung apakah dia seorang NPC ataukah pemain Jepang, tetapi ia adalah seorang penduduk yang tinggal di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi apakah hal seperti ini benar – benar nyata? Ia berbicara fasih dalam bahasa Jepang, tetapi apakah ia orang Jepang ataukah seorang NPC. Siapa gadis ini sebenarnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari kenyataan ketika ia merasa sakit saat tertusuk, Takashi kini melihat kakinya yang telah sembuh oleh sihir gadis ini: ia tidak berada dalam event sebuah game, tetapi dalam suatu keadaan yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah sudah selesaiKnight-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika si gadis mengangkat tangannya dengan sedikit ekspresi bangga, luka kakinya kini benar – benar menghilang seutuhnya, hanya menyisahkan bekas luka kecoklatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te… Terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam lagi pedangnya, Takashi akhirnya mengungkapkan rasa terima kasihnya. &#039;&#039;Oh,apakah aku cocok kalau dipanggil seorang «Knight-sama»?&#039;&#039; ia berpikir, rada geer. Namun wajahnya memerah, dan lidahnya menjadi mati rasa. Ketika ia menyadarinya, ia telah melakukan tindakan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia mengulurkan kedua tangannya dan dengan lembut memeluk tubuh langsing si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ini adalah sebuah dunia VRMMO normal, tindakan Takashi akan disebut sebagai «Tindakan Tak Sopan pada sebuah» dan ia akan mendapat sebuah peringatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun si gadis hanya kaget atas pelukan Takashi, lalu mengambil nafas. Sedetik kemudian, Takashi merasa lengan si gadis dengan agak canggung melingkari tubuhnya dengan sedikit tekanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa, Knight-sama dari atas langit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dekat telinganya, suara yang terdengar cukup pelan namun pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan sister dalam pelatihan seperti ku mampu melakukan tindakan sederhana ini, aku cukup bersyukur dan bangga. Knight-sama, kamu bertempur lebih banyak dan lebih berani. Ingatlah … kamu mengangkat pedangmu untuk melindungi banyak orang, untuk melindungi dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis lalu dengan lembut menyentuhkan telapak tangannya ke punggung Takashi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu dunia nyata ataukah dunia virtual, Takashi belum pernah memeluk seorang gadis sebelumnya. Namun jika ia memiliki seorang pacar di dunia nyata, ia merasa tak akan pernah merasa emosional seperti saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berangan – angan, Takashi menetapkan tujuannya ketika tubuh mereka berpisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um… Bisakah kamu memberitahuku namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Noda merah tampak dalam wajah si sister, lalu ia mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentut… Namaku Frenica. Frenica Szeski.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Frenica…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya terdengar agak asing, tetapi cara ia mengucapkannya sungguh fasih. Tak seperti kebiasaanya, Takashi juga menyebutkan namanya sendiri. Bukan nama karakternya, Velios. Tetapi nama aslinya, nama yang selalu tak ia banggakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Namaku Takashi… Hirono Takashi… Um… Bisakah kita bertemu lagi, ketika perang selesai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica mengangkat alisnya sedikit, tersenyum lembut lalu mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, Knight Takashi-sama. Ketika perang selesai dan kedamaian terjadi, kita akan bertemu. Aku akan berdoa pada ketiga Dewi agar kamu bisa selamat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica perlahan menarik tangan kiri Takashi dan membantunya berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica memberi hormat dan berlari menuju korban lain yang terluka. Ketika Takashi melihat punggungnya, ia menyadari sesuatu: jika ia bertingkah dengan bangga— seperti seorang knight dihadapannya, ia harus bisa bertarung dengan berani sampai akhir. Dunia ini bukan lagi sebuah game, tetapi kenyataan lain yang setara dengan dunia nyata dimana Takashi lahir dan tumbuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika ia kehilangan HP, bukan, nyawanya, lalu dipaksa keluar dari dunia ini, ia akan mengangkat dan menebaskan pedangnya hingga saat – saat terakhir. Tak peduli berapa banyak luka yang ia dapat. Ia tak akan bisa bertemu Frenica lagi jika ia gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Takashi berdiri dan berteriak “Baiklahhhhh!”, lalu ia berlari menuju garis depan bukan untuk menjalankan quest, tetapi menjalankan kewajibannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_20&amp;diff=503198</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 17 Bab 20</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_20&amp;diff=503198"/>
		<updated>2016-09-28T16:28:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: /* Bagian 3 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 20 -  Pertarungan Satu Sama Lain (7 Juli 2016/Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
5:00 A.M.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari 3.000 pemain berkumpul di kubah besar Pohon Dunia yang menjulang di tengah kota Alne, di pusat dunia ALfheim Online.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ksatria putih yang menjaga kubah telah dihapus. Sekarang , kesembilan ras peri sering menggunakan tempat ini untuk pertemuan dan jual beli, atau tempat berkumpulnya suatu event.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya empat orang yang bertatap muka dengan sekitar 3,000 pemain lain yang telah berkumpul pada pertemuan besar ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa Gnome Agil, Samurai Salamander Klein, Beast Tamer Cait Sith Silica, dan Blacksmith Leprechaun Lisbeth— teman «Black Swordsman» Kirito yang masih belum terbangun dalam dive-nya di «Underworld».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukul 4:20 A.M, ketika Klein dan Lisbeth telah mengirim pesan kepada setiap teman yang ada di daftar pertemanan mereka, hanya ada tiga pemain berstatus Penguasa yang sedang online. Tetapi, setelah memohon mereka dan teman-temannya, para Penguasa melanggar taboo untuk menghubungi pemain di dunia nyata. Sebagai hasilnya, semua pemain yang berhasil dihubungi telah berkumpul di kubah dalam waktu kurang lebih 40 menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tempat yang cukup luas ini, sekitar 30% dari para pemain terbang melayang maupun yang berdiri, menggunakan akun yang baru saja diciptakan. Mereka bukan orang baru dalam dunia VRMMO. Mereka para veteran dari permainan VRMMO lain yang diciptakan The Seed, mereka diundang oleh teman yang memiliki akun ALO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, 3.000 orang yang sedang berkumpul di kubah Pohon Dunia adalah pemain elit dari yang paling elit diantara para pemain VRMMO di Jepang. Mereka adalah harapan terakhir Yui, si top-down AI: mereka semua adalah satu-satunya pasukan yang bisa diharapkan untuk menyelamatkan Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kubah yang hening ini, suara yang dibesarkan secara sihir milik Blacksmith Leprechaun Lisbeth masih terus berkumandang secara emosional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa yang aku akan katakan bukanlah kebohongan, bukan juga lelucon! Sebuah organisasi penelitian Jepang telah menggunakan anggaran negara dan The Seed untuk menciptakan dunia virtual bernama «Underworld», dan ribuan pemain amerika yang tidak mengetahui fakta ini akan dive kedalamnya dan melakukan pembantaian pada penduduk yang tinggal di dalamnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth merasa malu akan nada bicaranya sendiri, tetapi tetap berusaha mempertahankannya karena inilah satu-satunya kesempatan, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para penduduk Underworld bukanlah sekedar NPC! Mereka adalah kecerdasan buatan yang sebenarnya, terlahir dari data yang bersumber dari banyaknya dunia VRMMO yang kalian mainkan! Mereka memiliki emosi seperti kita, mereka memiliki jiwa seperti kita! Kumohon, untuk melindungi mereka, pinjamkan kekuatan kalian! Tolong ubah data karakter kalian untuk masuk ke dalam Underworld!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengakhiri pidato lima menitnya, Lisbeth memantau para pemain, dan berharap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah-wajah para kerumunan peri terlihat bingung. Tentu saja, tak mungkin mereka langsung memahami apa yang baru saja didengarnya. Bahkan Lisbeth sendiri pun masih kurang memahami penjelasan Yui mengenai dunia Underworld, dan juga «Artificial Fluctlights» yang hidup didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lambaian tangan berusaha untuk menenangkan para pemain yang ribut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penguasa Sylph Sakuya melangkah maju, tubuh langsing-nya berbalutkan jubah hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lisbeth. Aku tak akan menuduh jika kamu dan teman-temanmu melakukan semua ini hanya untuk guyonan, terlebih lagi, pasti ada suatu masalah besar jika si bocah Kirito tidak log in selama sepuluh hari belakangan. Namun..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kalem dan lancar milik Sakuya menenangkan kebingungan pemain lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sejujurnya, sulit untuk menerima semua yang telah kamu katakan secara tiba-tiba. Ada AI yang memiliki jiwa, dan militer Amerika berusaha menguasai mereka …? Fakta-fakta tersebut sulit dinalar … tentu saja, untuk membuktikan kata-katamu, kami harus log in dan melihat dengan mata kami sendiri… tetapi kamu bilang jika dive ke dalam «Underworld» akan menyebabkan beberapa masalah, kan? Bisakah kamu menjelaskannya dulu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Saat ini akhirnya tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth mengambil nafas dalam-dalam, menutup matanya untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktunya untuk jujur. Jika aku gagal, tak ada seorangpun yang akan membantu kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka matanya dan memberi tatapan pasti pada Sakuya, Penguasa lain, dan pemain lainnya, Lisbeth menjawab dengan serius:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. —Underworld tidak beroperasi seperti permainan VRMMO, jadi akan ada beberapa masalah jika kamu dive kedalamnya. Pertama-tama, tidak ada jendela operasi dalam Underworld. Dengan kata lain, kalian tak akan bisa log out sesuka hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keributan menjadi semakin parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa log out sesuka hati; bukankah ini kata-kata yang akan menggambarkan permainan kematian di masa lalu, «Sword Art Online»? Sekarang ini, semua permainan yang dibuat berdasarkan The Seed, termasuk ALO, memiliki dua cara untuk log out: bisa menggunakan jendela operasi maupun perintah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satu-satunya cara untuk log out adalah “tewas” di dalam Underworld. Tetapi itupun menimbulkan masalah kedua. Dalam Underworld … tidak ada Pain Absorber. Jika kamu menerima damage besar yang membuat HP milikmu menjadi nol, kamu akan menderita rasa sakit yang cukup menyakitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semakin keras terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penahan rasa sakit adalah fungsi utama bagi server VR saat ini. Di dunia virtual yang tak memiliki fungsi ini, mendapat sebuah tebasan pedang ataupun luka bakar akan mengakibatkan rasa sakit yang menyakitkan di dunia nyata. Yang lebih parah, bekas luka tersebut  mungkin muncul pada kulit fisik seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan ini saja, masih ada masalah yang lebih besar ketika dive ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menunggu keributan menjadi agak tenang, Lisbeth lalu menginfokan para pemain efek samping ketiga dan juga yang paling parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Satu lagi. Underworld yang saat ini sedang berjalan bahkan tak bisa diatur oleh developer yang mengoperasikannya. Dengan kata lain … kita tak bisa menjamin jika data karakter kalian bisa di convert kembali ke dalam permainan aslinya … bisa saja, karakter itu sendiri akan tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah jeda sejenak—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan makian bergema di dalam kubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth, Klein, Silica dan Agil yang ada di tengah-tengah lantai kubah, dengan Yui yang duduk di pundak Klein dalam bentuk pixie-nya; masih diam berdiri, tubuh mereka berusaha menahan makian yang datang dari berbagai arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi seperti ini telah diduga oleh mereka berlima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3,000 pemain elit ini telah menghabiskan banyak waktu dan usaha untuk meningkatkan karakter mereka. Bagi pemain ALO, mereka telah menghabiskan banyak waktu untuk menebas monster, dan itu hanya mendapat satu EXP; tindakan itu seperti usaha untuk mengeringkan sebuah danau dengan menggunakan ember, dilakukan setiap hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin mereka akan tetap diam setelah mendapat info jika mereka akan kehilangan karakter yang mereka kembangkan dengan sepenuh jiwa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“J… Jangan bercanda!!” seorang pemain dari dalam kerumunan berteriak sambil mengacungkan jari tengahnya ke Lisbeth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah pemain Salamander yang mengenakan armor crimson, sambil membawa kapak di punggungnya. Dia tampaknya pemain setingkat Komandan dibawah pimpinan Penguasa Mortimer dan General Eugene.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melepas helm miliknya dan menunjukkan mata yang terisi kemarahan, Salamander tersebut berteriak hingga mampu membuat kelompok lain dibelakangnya terdiam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau menyuruh kami berkumpul disini lalu dive ke dalam server ampas; sungguh konyol. Sekarang kau mengatakan jika kita bisa kehilangan karakter?! Apa kau mampu membayar jika kami kehilangan karakter itu selamanya?! Ataukah ini adalah sebuah jebakan untuk melemahkan seluruh ras Salamander?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………Gh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth menahan Klien yang akan menonjoknya, lalu berusaha menjawab dengan tenang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, kami tak bisa. Aku sangat tahu jika karakter yang telah kalian kembangkan sungguh berharga. Itulah mengapa kami memohon kalian untuk menolong kami … apa yang sebenarnya ingin kukatakan adalah, tolong bantu teman kami yang ada di Underworld, mereka mempertaruhkan nyawanya di garis depan melawan serangan pemain Amerika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Lisbeth tidak berteriak, suaranya masih bisa terdengar di dalam kubah. Si Salamander tampaknya bisa menahan emosinya, tetapi tiba-tiba emosinya semakin meluap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“‘Teman’ yang kau bicarakan itu seorang SAO survivor, benarkan?! Mereka itu orang-orang yang selalu berekspresi ‘Aku-lah yang terkuat’ di wajahnya! Aku tahu itu, kalian yang berasal dari SAO selalu memandang rendah kami!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini giliran Lisbeth yang tak bisa bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth tak pernah berpikir jika ada orang yang berpikiran sama dengan si Salamander. Tetapi, jika dipikirkan lagi. Setelah mendapat status player-nya, ia menuju New Aincrad bukannya kota dibawah, ia tak pernah turun dari Kastil Melayang dan hanya berbicara dengan kawan lamanya; itu memang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Salamander meneruskan ucapannya, setelah melihat ekspresi penyesalan Lisbeth:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli dengan artificial intelligence, atau rahasia negara?! Jangan terlalu pede dan membawa-bawa dunia nyata kedalam VRMMO! Kau bisa pergi sendiri sana! Bukankah itu lebih baik, wahai sang Survivor?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yeah, pergi sendiri sana; makian seperti itu semakin terdengar dari kerumunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak bisa melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata-ku tak bisa tersampai pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth hanya bisa meneteskan air mata ketika ia menatap para pemain kuat asli ALO yang ia kenal— Penguasa Sylph Sakuya, General Salamander Eugene, dan Penguasa Cait Sith Alicia Rue.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun mata mereka bertemu dengannya, mereka tetap membisu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan mata mereka seolah menunjukkan pada Lisbeth arti tunjukkan kami ketetapan yang kau miliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth mengambil nafas dalam-dalam, lalu menutup matanya erat-erat. Ia memikirkan Asuna yang sedang kesusahan bertarung saat ini; juga Kirito, yang masih terluka; Leafa dan Sinon, yang telah lebih dahulu masuk ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Pada levelku yang sekarang, bahkan jika aku mengkonvert-nya. Aku tak akan bisa bertarung seperti Asuna atau yang lainnya. Tetapi pasti ada yang bisa aku lakukan. Sekarang ini, tempat ini adalah pertarunganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka matanya dan menyeka air matanya, Lisbeth melanjutkan pidatonya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ya, aku memang membawa masalah dunia nyata ke sini. Dan seperti yang kau katakan, orang-orang yang berasal dari SAO mungkin senang mencampurkan dunia nyata dan dunia virtual. Akan tetapi, kami tak pernah menganggap diri kami sebagai seorang pahlawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam tangan Silica, yang juga berair matanya, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Silica dan aku saat ini sedang masuk ke dalam sekolah bagi para survivor yang kau sebutkan tadi. Kami tak memiliki pilihan, karena sekolah kami sebelumnya telah mengeluarkan kami di tengah tahun pelajaran. —Semua siswa-siswi di sekolah survivor harus mengikuti konseling setiap bulan. Mereka memonitori aktivitas gelombang otak kami menggunakan AmuSpheres, dan kami diajukan beberapa pertanyaan yang tak mengenakkan seperti, ‘Apakah kamu tak bisa membedakan kenyataan’, atau, ‘Apakah kamu ingin menyakiti orang lain’. Ada anak-anak yang dipaksa meminum obat yang mereka benci. Bagi pemerintah, kami ini seperti kriminal yang butuh penanganan kusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang ketika pidatonya, gelombang makian tampak mereda, dan keheningan melanda kubah ini. Bahkan si Salamander yang tadi memaki membuka matanya karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth tak tahu akan membawa arah pidatonya kemana. Dia tak bisa menghentikan emosinya yang mengalir ke dalam perkataan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tetapi… sejujurnya, para pemain lama SAO bukanlah satu-satunya yang diperlakukan begini. Semua pemain VRMMO juga dipandang seperti ini, kurang lebih. Beberapa orang berkata jika kita hanyalah kumpulan orang yang tak bisa bersosialisali, beberapa orang menganggap kita melarikan diri dari membayar pajak dan uang pensiun… ada yang bahkan menerima panggilan untuk kembali bekerja, memaksa kita kembali ke masyarakat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth bisa merasakan kegelisahan yang melanda ribuan pemain. Jika ia berbicara ketus, kemarahan mereka akan berlipat ganda melebihi sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Lisbeth meletakkan tangan kirinya ke dada, dan berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi aku tahu! Dan aku yakin! Jika ini kenyataan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya menyapu ke sekeliling— menuju seluruh Alfheim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dunia ini, dan banyak dunia virtual lainnya saling terhubung, bukanlah tempat untuk melarikan diri! Bagiku, ada kehidupan sejati di sini, teman nyata, tawa, musuh, juga perpisahan … ini kenyataan!! Aku tidak sendiri, benar kan?! Karena kita yakin dunia ini adalah kenyataan lain sehingga kita bisa berusaha keras, benar kan?! Namun, jika kita menganggap ini hanya sebuah permainan, sebagai dunia virtual, dan meninggalkannya, jadi dimana ‘kenyataan’ milik kita …?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa menahan mereka lebih lama, Lisbeth merasa air mata menuruni wajahnya. Tetapi dia tak ingin menyekanya, lalu mengutarakan kata-kata terakhir:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Dunia yang telah kalian capai; dunia tersebut saling terhubung seperti Pohon Dunia ini, dan kini telah berkembang. Dan kuncup bunga yang disebut Underworld telah mekar, aku ingin melindunginya! Kumohon, aku memohon kalian … pinjami kekuatan kalian …!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth menuju bagian atas kubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pandangannya yang ditutupi air mata, kemilau cahaya dari sayap ribuan peri terpantul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cahaya perak menyilaukan membentuk lintasan berbentuk busur di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, dengan sekali hentak tali tebal tersebut putus dan menari di udara bagaikan ular hitam. Sepuluh prajurit musuh yang bergelantungan di tali tersebut terjatuh ke lembah tak berdasar, mereka berteriak. «Twin Edged Wings», sebuah Divine Instrument yang berhasil memotong tali tersebut dengan begitu mudahnya kini kembali ke tangan Integrity Knight Renri Synthesis Twenty-Seven.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Renri telah berhasil memotong lima dari sepuluh tali yang disiapkan pasukan Tanah Kegelapan untuk menyeberangi lembah dengan begitu mudah, wajahnya tidak menunjukkan rasa bangga. Malahan ia merasa terbebani oleh perintah untuk melukai pasukan musuh yang tak berdaya yang berusaha menyeberangi lembah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga berlaku bagi Asuna yang berada di sebelah Renri sambil menggenggam tali kekang kuda putihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna, Renri, Integrity Knight Alice Synthesis Thirty, Integrity Knight Sheyta Synthesis Twelve, dan Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One tiba, sambil menunggang kuda, ratusan pasukan musuh telah berhasil menyeberangi lembah tersebut, mereka berlima mulai menyerang musuh yang mencoba melindungi tali yang tersisa. Banyak musuh telah tewas oleh tiga Knight yang berada paling depan: Bercouli, Sheyta, dan Alice. Beberapa diantara mereka mencoba menyerang Renri dari samping, Asuna terpaksa mengayunkan rapier-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia virtual «Underworld», yang tercipta berdasarkan paket program The Seed, Sword Skills dan Skill Horse Riding dari era SAO masih bisa digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, Asuna sekarang menggunakan Super Account «Dewi Pencipta, Stacia» yang mana memiliki parameter yang cukup tinggi; untuk tambahan, rapier yang digunakannya, «Radiant Light» memiliki status lebih tinggi dari Divine Instrument milik Integrity Knight. Malahan, Sword Skill dasar «Linear», bisa dengan mudah menembus armor milik seorang Dark Knight mupun tubuh para Petarung Tangan Kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah dari musuh yang terluka, teriakan kesakitan mereka, nyawa yang melayang, semuanya nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang di Underworld, baik yang berasal dari Kerajaan Manusia atau Tanah Kegelapan memiliki jiwa yang sama dengan Asuna— Fluctlights. Musuh Asuna tak perlu ditanyakan lagi adalah manusia seperti dirinya, namun mereka dengan mudah terbunuh dengan satu serangan karena nilai status senjata yang digunakannya; kenyataan ini menambah kesakitan dan kengerian dalam hati Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih parah, mereka maju secara tragis, sungguh jelas jika para Dark Knight dan Petarung Tangan Kosong tidak melakukan hal tersebut atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluctlights Buatan ini memiliki sifat tak bisa melawan perintah yang diberikan oleh atasan. Dibawah perintah «Dewa Kegelapan, Vektor », seorang manusia dunia nyata yang menggunakan sebuah Super Account seperti Asuna. Pasukan ini terus melancarkan serangan mereka meskipun tahu jika mereka akan mati sia-sia. Dengan kata lain, mereka hanyalah korban yang terjerat karena permasalahan perebutan teknologi di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Asuna masih berjuang sepenuh tenaga agar menekan pemikiran ini dari dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, prioritas utamanya adalah melindungi «Putri Cahaya» Alice, yang sedang diincar oleh Vektor— juga Kirito yang berada di perkemahan dibelakang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mendapat informasi jika pasukan musuh dari Tanah Kegelapan yang tersisa adalah para Petarung Tangan Kosong dan Dark Knight. Jika mereka berlima bisa memanfaatkan kesempatan ketika musuh sedang menyeberang dan menghabisi mereka, Vektor tak akan memiliki pasukan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Baiklah, ini yang ke-enam!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ketetapan Integrity Knight Bercouli membuyarkan pikiran-pikiran Asuna. Setelah Alice, Sheyta, dan Renri mengiyakan, Asuna juga mengikutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika mereka memutar kuda dan bersiap untuk bergerak ke barat, tiupan terompet terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menoleh kebelakang, mereka bisa melihat Pasukan Pengecoh Penjaga Kerajaan Manusia berhenti di sebuah bukit satu kilol jauhnya, mulai menuruni dengan formasi teratur. Setelah melakukan persiapan lima belas menit dari waktu keberangkatan para Integrity Knights, mereka turun untuk membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka ini… membuatku gelisah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Bercouli agak menyindir, tetapi karena sudah ada 500 Petarung Tangan Kosong yang berhasil menyeberangi lembah, bukan waktu yang buruk bagi bala bantuan untuk muncul. Selama para Penjaga bisa menahan pasukan musuh, memotong sisa lima tali agak terasa cukup mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tampaknya kita memenangkan pertarungan ini, Vektor-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membatin—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia bisa menyelesaikan pemikirannya, fenomena aneh memasuki pandangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi cahaya matahari terbit, objek misterius mulai berjatuhan dari atas langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis merah. Bukan hanya satu. Sepuluh… Seratus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, Ribuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis tersebut terlihat seperti noda kecil yang saling terhubung. Menyipitkan matanya, Asuna melihat noda tersebut bukan angka maupun huruf dari alfabet bahasa Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis-garis ini turun perlahan ke sisi lembah, kira-kira satu atau dua kilol di bagian timur medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan, tidak hanya Asuna, tetapi juga Integrity Knights, dan bahkan Dark Knights juga Petarung Tangan Kosong dari Tanah Kegelapan, menahan pertempuran untuk melihat peristiwa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis merah pertama menusuk tanah hingga retak dan mulai bergetar—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya butuh beberapa detik hingga garis tersebut berubah menjadi sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ia lihat membuat ketua Petarung Tangan Kosong Iskahn melupakan kemarahan yang menyelimuti tubuhnya, bahkan walau itu hanya beberapa detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Apa itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain lembah besar, lima ratus Pasukan Tanah Kegelapan yang berhasil menyeberang jembatan tali tanpa takut menghadapi lima Integrity Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun gerakan mereka tiba-tiba terhenti, dan mata mereka terarah ke sisi lain medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Iskahn juga tertarik akan pemandangan ini, secara tak sadar menoleh ke sisi yang sama. Disana, ia melihat hujan berwarna merah darah berjatuhan di arah timur sekitar dua kilol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gemuruh aneh, garis-garis merah berjatuhan dari surga. Ketika menyentuh tanah, dengan cepat mereka membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit baru telah muncul dihadapan mereka, tubuhnya berbalut armor crimson, dengan membawa pedang panjang, kapak perang, dan tombak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun warnanya berbeda, bentuk armor mereka sangat mirip dengan Dark Knight Order. Dengan sekali pandang, mereka tampaknya adalah bala bantuan yang dipanggil Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Iskahn merasakan ada sesuatu yang ganjil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para prajurit merah ini berbaris tak beraturan tanpa ada yang memimpin. Mereka tak seperti prajurit yang dilatih dibawah komando Jendral Kegelapan Shasta yang telah meninggal. Beberapa diantara mereka mengobrol dengan angkuh, beberapa duduk di tanah, dan beberapa memutar-mutarkan senjata mereka tanpa menunggu perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang paling mengejutkan adalah— jumlah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah hujan berhenti, pasukan yang telah berkumpul berjumlah mengerikan. Ia mengira-ngira jika jumlah mereka melebihi sepuluh ribu, duapuluh ribu … sepertinya tiga puluhribu. Jika Dark Knight Order memiliki tim bala bantuan sekuat itu, mengapa mereka tidak menggulingkan Sepuluh Pemimpin Bangsawan sejak lama dan membuat Tanah Kegelapan dalam kuasa Shasta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, rasa terkejut dan bisik-bisik terjadi diantara Dark Knights dala pasukan di sisi lembah ini. Bahkan mereka tak tahu menahu. Apa-apaan itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti ini, para prajurit merah tersebut pastilah “Pasukan Tanah Kegelapan” yang sesungguhnya yang telah dipanggil Kaisar mereka, Dewa Kegelapan Vector menggunakan secret arts.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari ini, keterkejutan Iskahn berubah menjadi kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia bisa memanggil pasukan sebesar ini —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia tak melakukannya sejak tadi?! Itu berarti para Petarung Tangan Kosong dan Dark Knight yang susah payah menyebrangi lembah hanya digunakan sebagai umpan untuk mengalihkan perhatian musuh?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggu— bagaimana jika memang seperti itu??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah pemberian perintah oleh Kaisar memang bertujuan untuk mengulur waktu agar bisa memanggil kawan-kawannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…… Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya perintah ini. Ketika pertarungan di Gerbang Besar Timur, kekalahan Pasukan Tanah Kegelapan sungguh tak normal. Baik itu para Goblins, Raksasa, Ogre, atau bahkan Guild Pengguna Dark Art, mereka semua telah disapu habis. Namun Kaisar bahkan tidak berduka atas kematian mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, bagi Kaisar Vector, lima ribu orang dari Pasukan Tanah Legelapan hanyalah bidak sejak awal!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, Iskahn, si pemimpin muda dari Guild Petarung Tangan Kosong hanyalah seorang pemuda yang hanya memikirkan latihan untuk mengasah skill-nya dan demi suku-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sekarang, pikirannya telah menyimpulkan untuk pertama kali, mencapai titik dimana ia bisa melihat kenyataan yang ada di seluruh Tanah Kegelapan, Kerajaaan Manusia, dan seluruh Underworld. Cara pandang ini menimbulkan konflik di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar adalah keberadaan yang terkuat. Ia harus mematuhi yang terkuat, tanpa perlu memprotes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan rasa sakit yang belum pernah dirasakan sebelumnya, kini menusuk mata kanannya. Iskahn mengerang sambil menutupi mata kanannya. Si Pemimpin Petarung Tangan Kosong terjatuh, dan berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan susah payah, ia bisa melihat ke tigapuluh ribu pasukan crimson mulai berlari, berbicara dengan bahasa yang tak ia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lokasi yang mereka tuju, hampir seribu pasukan Kerajaan Manusia menyatukan formasi dengan Integrity Knight untuk melakukan serangan balik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara kedua pihak, lima ratus Petarung Tangan Kosong dan Dark Knights masih terdiam, kebingungan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tampaknya, meskipun menerima perintah tak berbelas kasih dari Kaisar, sang Kaisar sepertinya berniat menyelamatkan lima ratus prajurit tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn menenangkan dirinya ketika rasa sakit masih menyerang mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahkan setelah pengorbanan mereka, ia masih meremehkan betapa kejamnya Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika lima ratus Prajurit Tanah Kegelapan, Penjaga Kerajaan Manusia, dan Pasukan Kegelapan bertemu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak terhitung banyaknya pedang, kapak perang, dan tombak tersinari cahaya matahari terbit—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dengan teriakan haus darah, Pasukan Kegelapan menebas Petarung Tangan Kosong yang seharusnya menjadi teman mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang-orang ini… mengapa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya Asuna mendengar teriakan terkejut dari Komandan Knight Bercouli, tetapi kata-kata tersebut sudah diduganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
30.000 prajurit yang baru saja turun … bukan, lebih tepatnya dive ke medan peperangan bagian timur ini dipastikan dipanggil oleh Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi dari mana ia mendapat orang sebanyak ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ia menciptakan karakter menggunakan sistem control? Tetapi Pusat Console masih terkunci, dan perintah macam ini tak mungkin dilakukan oleh administrator; satu-satunya cara untuk menambah petarung adalah dari dunia nyata, lalu dive seperti yang Asuna lakukan, tetapi para penyerang hanya memiliki dua STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna panik untuk sesaat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebingungannya terganggu oleh teriakan Pasukan Crimson yang akan mendekat dalam jarak ratusan mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Charge ahead!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Give ‘em hell!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahasa Inggris!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang ini adalah manusia dari dunia nyata— menilai dari aksen mereka, mereka orang Amerika!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, mengapa mereka ada disini… Underworld seharusnya terisolir dari dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak––&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin, bagi orang yang dive menggunakan STL, Underworld adalah dunia berbeda yang diciptakan menggunakan “Mnemonic Visual” dengan kenyataan yang mendekati dunia nyata. Tetapi, dasar bagi setiap VRMMO, «The Seed» juga digunakan dalam mendesain dunia ini. Dengan kata lain, selama seseorang menggunakan AmuSphere, mereka bisa dive ke dunia ini menggunakan server sederhana yang menggunakan polygon— terlebih lagi, Ocean Turtle memiliki jaringan bandwith kelas satelit militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, jika seseorang membuat sebuah client program yang mengikutsertakan alamat server utama Underworld dan beserta akun informasi dan menyebarkannya di dunia nyata—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya memanggil puluhan ribu; bahkan memanggil ratusan ribu pasukan sangatlah mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi yang lebih mengejutkan Asuna adalah bagaimana Pasukan Crimson tersebut bertindak; mereka mulai menyerang teman sendiri, pasukan Dark Knight dan Petarung Tangan Kosong, tanpa keragu-raguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap, Apa yang mereka laku…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah mereka seharusnya temenan??!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Knight berteriak sambil mencoba menahan serangan, tetapi jumlah mereka sangatlah keterlaluan, dan lagi, status senjata dan armor Pasukan Crimson lebih tinggi daripada equipment milik Pasukan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu persatu pedang dan perisai mulai patah dengan bunyi klang dari masing-masing musuh, cipratan darah mulai membanjiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dude that’s awesome!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pretty gore!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang Amerika ini mungkin tak sadar tentang kondisi peperangan ini. Mereka mungkin menganggap dive mereka ke dalam dunia ini sebagai pemain beta test dalam suatu VRMMO. Terlebih lagi, Asuna tak bisa menyalahkan mereka yang mengayunkan senjata dan membunuh semuanya. Karena bagi mereka, para prajurit bukanlah makhluk yang setara dengan manusia; mereka NPC, sesuatu yang tak berharga. Tentu saja, tak semuanya benar-benar brutal; di dunia nyata, mereka tetaplah pemain VRMMO yang ramah dan sering bekerja sama dengan pemain lain dalam server yang sama. Jika ada waktu untuk menginfokan kondisi Underworld dan Artificial Fluctlight ini, Asuna yakin jika banyak diantara mereka yang akan menurunkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mereka terlalu sibuk saat ini. Bahkan jika Asuna mencoba memasuki pertempuran dan menjelaskan situasi ini dalam bahasa Inggris, mereka hanya akan menganggap dirinya sebagai seorang NPC. Jika berkata pada mereka “membunuh musuh sekarang akan mendapatkan point, dan kalian bisa menukarkannya untuk rare items setelah pembukaan resmi”, bahkan pemain Jepang akan melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat kata, meyakinkan mereka melalui suara tak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang hendak dibunuh pemain Amerika bukanlah NPC, melainkan Artificial Fluctlights yang memiliki jiwa. Setelah menghabisi pasukan Tanah Kegelapan, orang-orang dari Kerajaan Manusia akan menjadi target selanjutnya. Lalu, karena menjadi satu-satunya yang menggunakan tubuh palsu, Asuna harus bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ketetapan seperti itu, Asuna mengangkat rapier di tangan kanannya dan mulai melafalkan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“System call! Create field object!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya berwarna-warni berkumpul di rapier-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin menciptakan lembah tak berdasar seperti yang ia lakukan sebelumnya; jika ia melakukannya lagi, Asuna akan memutus jalan pulang Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia. Lalu Asuna membayangkan batu raksasa setajam tombak dan menebaskan rapier-nya kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laa—, dengan suara merdu. Cahaya berwarna-warni melesat dari ujung rapier-nya tepat menuju ke tanah diantara pasukan Amerika dan Tanah Kegelapan yang sedang bertempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah dihadapannya tiba-tiba berguncang hebat dan memunculkan tombak-tombak tanah yang menjulang setinggi 30 mel. Sepuluh Pasukan Crimson yang berdiri diatasnya terlontar jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat gunung muncul dari tanah, menjulang ke langit, dan tanah makin bergetar tiada henti. Memaki dalam bahasa inggris, ratusan pasukan crimson terlempar tinggi; beberapa orang bahkan tertusuk bebatuan, sementara yang lain jatuh ke tanah dan bermandikan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa mengeluarkan semangat karena membayangkan bagaimana orang-orang ini tewas, rasa sakit yang begitu intens menyerang pikirannya dan membuatnya terjatuh ke belakang kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan keperakan bermunculan di penglihatannya ketika ia berusaha bernafas dan mulai bangkit. Rasa sakit kali ini lebih parah ketika ia menciptakan lembah tadi malam. Asuna kini menerima rasa sakit karena data dataran yang mengalir masuk ke jiwa-nya sangat besar … rasa sakit ini seperti mencabik Fluctlight dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak boleh gagal disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika demi Kirito yang terluka, ia akan melakukan sebisanya. Asuna memikirkan ini ketika menggeramkan gigi dan mencoba mengeratkan tali kekang kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat milik pemain Amerika yang datang dari medan peperangan bagian timur tampaknya semakin berapi-api dari sebelumnya. Tetapi karena lima gunung yang diciptakan selebar 500 mel, mereka akan segera mengitarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus menciptakan dinding batu di bagian selatan, jadi Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia bisa mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat tangan kanannya yang gemetaran sekali lagi, kelelahan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tangan tersebut di genggam erat oleh tangan berbalut armor yang bersinar karena cahaya matahari terbit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Alice?!…” Asuna memanggil knight emas dengan suara parau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah putih cantik knight emas seolah menahannya, ia menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu memaksakan diri, Asuna. Serahkan ini pada kami para Integrity Knight.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T… Tetapi, orang-orang ini musuh dari Dunia Nyata … dari duniaku…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Meskipun begitu, jika hanya sepuluh ribu pasukan yang haus darah sambil mengayunkan senjata-nya, itu tak akan membuat kami takut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yep, dan kali ini giliran kita menunjukkan kemampuan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menambahkan sambil menyeringai tak gentar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun nada suara para Knight agak meredakan ketakutannya, Asuna bisa melihat salah pemahaman di wajah mereka tentang Dunia Nyata, bahkan lebih buruk dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah pasukan crimson 30 kali lebih banyak dari jumlah Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukanlah sesuatu yang bisa dihadapi hanya menggunakan keberanian. Tetapi Komandan Knight mengangkat pedang panjang miliknya tinggi-tinggi, dan berteriak mengucapkan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar! Semua pasukan, buatlah pertahanan ketat! Jangan biarkan musuh menerobos!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… Ohh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang keluar dari mulut Iskahn bukan lagi bahasa manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… OHHHHHHHHHH—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah berjatuhan dari penyebrang pertama. Tetapi si Petarung muda ini berteriak seperti hewan liar, seperti tak merasakan rasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman Iskahn, Dempe, yang berdiri di sisinya bisa merasakan apa yang dirasakan Iskahn, ia menunduk … menunduk ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua tewas. Semua dikorbankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit sukunya, dalam kekacauan semakin menghilang, tak bisa bertahan dari pedang-pedang hitam yang menerjang, jiwa mereka menghilang di dalam kabut darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, pasukan kita tak bisa berhenti untuk menyebrang menggunakan lima tali yang tersisa, mereka tak bisa berhenti karena perintah Kaisar untuk “sampai ke sisi seberang” masih berlaku. Mereka hanya bisa mematuhi perintah atasan, dengan hati-hati menyeberangi jembatan, lalu dikepung pasukan crimson dan ditebas tanpa belas kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa— mengapa Kaisar tidak memberi perintah untuk berhenti menyeberang lembah, atau memberi perintah pada pasukan itu untuk berhenti menyerang Pasukan Tanah Kegelapan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah prajurit suku-nya hanyalah umpan, hanyalah tumbal untuk memanggil pasukan crimson?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harus… Ke Kaisar…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus melapor pada Kaisar. Ia harus memohonnya untuk menghentikan operasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Geram dan gelisah, Iskahn mengambil langkah pelan menuju kereta komando di belakang mereka. Hampir separuh penglihatan kanannya memerah, rasa sakit menusuk mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Dempe melihatnya, wajah cemasnya seperti ingin mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika itu, sebuah bayangan hitam raksasa terbang diatasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn serta Dempe secara insting melihat keatas menuju bayangan yang ada di langit; itu seekor naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendarai diatasnya adalah sesosok manusia yang mengenakan armor hitam, berambut emas, serta mengenakan mantel mewah— Kaisar Vector sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… AH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia bisa mendengar teriakan Iskahn, Kaisar yang duduk memandang bawah sekilas. Tak ada emosi dari mata hitamnya. Tatapannya sedingin es, tak memiliki rasa kasihan— bahkan bagi prajuritnya yang tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Kaisar Vector memalingkan wajahnya dari Iskahn, dan menuju selatan lembah bersama naganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini— Dewa. Inikah tindakan seorang pemimpin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika pemimpin seperti ini, jika si paling kuat memiliki kekuatan yang begitu besar—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seharusnya bisa bertanggung jawab!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memimpin pasukannya. Memerintah, membawa kemakmuran daerahnya; itulah kewajiban seorang pemimpin. Terlebih lagi, seseorang yang mengirim sepuluh ribu nyawa hingga tewas tanpa merasakan apapun— sang Kaisar— mata kanan— tidak kompeten— mata kanannya sakit— untuk menjadi seorang pemimpin …!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwo…. OH… OHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn mengangkat tinjunya tinggi-tinggi, dan membentuk jarinya seperti sebuah kait.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa penyesalan, ia menusukkan jari tersebut ke sumber panas pikirannya — mata kanannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke… Ketua!! Apa yang kau lakukan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ishkhan mengangkat telapak tangan kirinya untuk menahan Dempe menghampirinya, kemudian, mencukil bola mata kanan miliknya sendiri. Bola putih tersebut memancarkan sinar di telapak tangannya, tetapi seketika itu pula cahayanya meredup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, Iskahn telah sampai ke titik dimana telah berhasil melepas «Code 871» menggunakan semangatnya sendiri, seperti Alice dan Eugeo. Terlebih lagi, ia masih tak bisa membantah perintah pengkhianatan terhadap Kaisar, ataupun menolak dua perintah Kaisar, yaitu: “Melanjutkan operasi menyeberang lembah” dan “Kau tak boleh menyeberangi jembatan tali”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ia telah menemukan cara yang agak kasar guna mengakali perintah Kaisar— dan metode ini cukup penuh dengan kegagalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn berbalik dan berbicara pada Dempe yang menatapnya tak berkata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar tidak mengatakan pada kita mengenai pasukan crimson, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Tidak, dia tidak. Tetapi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, jika kita membunuh mereka, berarti kita tidak melanggar perintah Kaisar kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Champion…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn memandang tampang bodoh Dempe dengan mata kirinya, lalu membuat perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar… setelah menyeberangi jembatan, semua suku Petarung Tangan Kosong akan menyerang pasukan crimson. Tak peduli apapun, kita harus menolong teman-teman kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah…?! Maksudmu jembatan, bagaimana… maksud…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tau apa yang akan aku lakukan. Kuserahkan sisanya padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata-kata kalem tersebut, Iskahn berbalik memandang lembah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, api menyala di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu si pemimpin Petarung Tangan Kosong perlahan mulai berlari menuju lembah, meninggalkan jejak kaki dibelakangnya. Ia berlari semakin cepat, hingga berubah menjadi kilatan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku tak boleh menyeberangi tali.... maka aku tinggal melompat saja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak seperti itu di hatinya, ia menjejakkan kakinya menuju lembah yang lebarnya hampir seratus mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melompat” adalah skill penting dalam latihan Petarung Tangan Kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Latihan ini perlahan bermula dari melompati lubang pasir, lalu berlanjut untuk meningkatkan kepercayaan diri dengan melompati tumpukan pisau dan minyak, dan sebagai dasar pembentuk teknik lompatan itu sendiri; dengan kata lain «incarnation».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, jarak lompat seorang Petarung bisa melebihi 20 mel. Di dunia dimana kau tak bisa terbang, lompatan ini adalah jarak terjauh yang bisa dicapai tubuh manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, apa yang hendak dilompati Iskahn sekarang ini adalah lembah tak berdasar yang lebarnya lima kali lipat. Para Petarung Tangan Kosong mulai menatap ke depan, hatinya seperti terbawa angin, tubuhnya meninggalkan jejak api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh mel, duapuluh mel. Tubuhnya masih melambung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tigapuluh mel. Tigapuluh lima mel. Angin kuat berhembus dari bawah lembah, mendorongnya semakin tinggi seolah ia memiliki sayap tak kasat mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empatpuluh mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal sedikit lagi— ia hanya perlu naik sedikit lagi … lalu ia akan bisa sampai ke seberang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum ia mencapai tengah lembah, angin hembusan berhenti seketika. Tubuhnya kehilangan dorongan; batas lompatannya mencapai titik maksimal, dan ia mulai turun seperti panah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia… kurang lima mel menuju titik tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“UWOOOOOHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn berteriak, menjulurkan tangan kanannya ke depan, berusaha menggapai udara hampa. Tetapi tak ada tempat untuk tangannya atau kakinya; hanya udara dingin dari kegelapan dibawahnya, menyelimuti tubuhnya agar terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“CHAMPIOOOOOOOOOON!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan menggetarkan sampai ke telinga Iskahn.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memutar kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temannya, Dempe, telah menggenggam batu besar, dan bersiap untuk melemparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemimpin menyadari apa yang akan dilakukan sahabat setianya. Tetapi— melempar batu besar lebih dari limapuluh mel sungguh mustahil bagi manusia …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gowa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Dempe tiba-tiba berotot, otot dan uratnya tampak, seolah seluruh kekuatan ditubuhnya menuju ke satu titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria kekar berlari beberapa langkah, dan melemparkan batu besar dengan sepenuh tenaga menggunakan kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara bergetar hebat, batu besar tersebut seolah diluncurkan oleh meriam— lalu, Tangan Kanan Dempe meledak, daging dan darah berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn melihat sosok Dempe terjatuh ke tanah menggunakan mata kirinya, menggeramkan giginya, lalu memfokuskan konsentrasinya menuju batu yang terbang ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… YAAAAAAAH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sebuah teriakan, ia menjejakkan kaki kirinya ke batu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaaan!! Batu besar tersebut hancur berkeping-keping menahan daya tolak, tetapi tubuh kecil Iskahn kini melayang ke udara. Swordsmen yang saling bertarung di sisi lain lembah semakin dekat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Damn!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mencabut rapier miliknya dari tubuh pemain Amerika yang memaki sambil kesusahan bernafas di kuda miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berbeda ketika ia harus melawan orang-orang dari Tanah Kegelapan; ia tak perlu menahan diri apabila harus mencabut nyawa seseorang. Asuna yang dulunya dikenal sebagai “The Flash”, kemudian “Berserk Healer”, akhirnya bisa menggunakan kombo Sword Skill; jumlah pasukan crimson yang berjatuhan karena tebasannya mencapai sepuluh orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi— meskipun begitu, mereka terlalu banyak!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya Asuna, Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia dan empat Integrity Knights juga harus bertarung susah payah, dan akhirnya bisa membuka jalan ke selatan. Tubuh-tubuh telah bertumpuk bagaikan gunung dihadapan pasukan yang maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, mereka tak bisa menahan gelombang serangan pasukan crimson yang tak ada akhirnya, dan pasukan kita hanya bisa bertahan di posisi semula. Yang lebih penting, mereka dengan sigap sadar jika musuh yang telah dihancurkan akan menghilang dalam hitungan detik, tak meninggalkan jejak darah di tanah— mereka menyadari jika musuh bukanlah orang hidup, melainkan pasukan hantu. Kemudian…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah… No… AAAAHHH—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semangat membuat Asuna berbalik arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Lalu, ia melihat lubang terbuka di barisan formasi bertahan pasukan-nya, dan orang-orang Amerika berebutan memasuki celah tersebut sambil memaki Penjaga yang lemah. Para Penjaga dikelilingi musuh yang melebihi jumlah mereka, lalu terjadilah; daging dan darah berhamburan ke udara, teriakan kesakitan perlahan berubah menjadi teriakan kematian. Gambaran kematian yang begitu nyata tampaknya membuat pasukan crimson semakin haus darah, seketika mereka semakin melaju guna mengincar mangsa baru untuk ditebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan…. HENTIKAN…!!” Asuna berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sadar jika harus mengorbankan beberapa prajurit dan harus segera ke selatan secepat mungkin. Tetapi ia tak bisa mengontrol dirinya dan meloncat dari kudanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HENTIKAN—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melaju menuju pasukan crimson seorang diri, teriakannya menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tahu jika pemain Amerika telah diperdaya, ia tak bisa menahan kemarahannya lebih lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zzkukukuk—!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya bercahaya, dan «Radiant Light» menebas lurus menuju helm prajurit crimson. Empat orang terluka dan menjatuhkan senjata mereka, berteriak kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat reaksi tersebut, Asuna mengerti meskipun mereka dive menggunalan AmuSpheres, mereka tak dilindungi oleh Pain Absorber. Sejujurnya, Asuna sudah menyadarinya sejak tadi, jadi dia mencoba untuk melancarkan serangannya menuju jantung, membunuh langsung orang tersebut dan membuat mereka log out dari dunia ini, tapi cara pemikiran seperti ini seketika menghilang dari diri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memanfaatkan prioritas senjatanya, ia kini menargetkan tusukan rapier-nya menuju armor milik musuh, membuat mereka terjatuh dan terkadang mematahkan pedang mereka menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi pemain Amerika, musuh yang ada dihadapan mereka hanyalah poligon, dan darah mereka hanyalah spesial efek yang diciptakan computer. Tetapi bagi Asuna yang dive menggunakan STL, mereka nyata, dan darah yang menyembur terasa hangat, baunya juga terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberasa saat kemudian, genangan darah mencapai ke kaki Asuna, dan secara tak sengaja ia terpelincir dan jatuh. Pasukan yang berbadan besar lalu mengelilinginya ketika ia hendak berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Take this!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kapak perang mengayun ke bawah, Asuna berusaha menghindar ke kanan. Tetapi sebelum ia bisa menarik tangan kirinya, kapak perang tersebut berhasil menebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gatsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara keras, lengan kirinya putus dari ujung siku, tangan tersebut melayang ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… AAHH—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan rasa sakit yang tak terkira membuat Asuna mematung dan mati rasa. Sesaat kemudian, ia bernafas berat dan dengan susah memegang lengan kirinya yang bercucuran darah. Melalui pandangannya yang tertutup air mata, ia bisa melihat empat atau lima sosok bayangan yang mengelilinginya sedang mengangkat senjata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala si pria yang menggenggam kapak perang meledak dan menghamburkan daging dan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mendengar suara pukulan seperti senapan api. Setiap kali suara itu terdengar, tubuh-tubuh prajurit yang berusaha mendekatinya meledak dan berhamburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph… Apa-apaan, begitu lemah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menahan rasa nyari dan mencoba berdiri; sebelum bisa melakukannya, seorag pemuda dengan rambut jabrik bagaikan nyala api berdiri di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seseorang dari Tanah Kegelapan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik nafas dalam-dalam dan melupakan rasa sakitnya untuk sementara. Dari warna kulit dan sabuk kulit yang mengikat tubuhnya, ia adalah anggota Petarung Tangan Kosong yang telah dilawannya beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mengapa seseorang dibawah pimpinan Kaisar Vektor menyerang pasukan crimson yang telah dipanggil?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seolah ia memang berniat menolong Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatap dan menyadari jika pemuda ini hanya memiliki satu mata, luka kasar di mata kanannya dan jejak darah di wajahnya bagaikan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sisa matanya, si pemuda menatap marah pada pemain Amerika yang mendekatinya, ia lalu mengangkat tinju kanannya setinggi mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, tinjunya terselimuti api merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa… RAAAAAAHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teriakan tersebut, si pemuda menjejak tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guwa!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menghentakkan tinjunya ke tanah, gelombang kejut meledak bagaikan dinding api, melontarkan pasukan crimson yang ada dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sungguh kuat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengakui. Jika ia melawan orang ini, mungkin ia akan kalah …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Petarung Tangan Kosong tanpa berkata-kata mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Asuna dan membantunya berdiri, menatap wajah Asuna lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Mari buat kesepakatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 045.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa langsung memahami apa yang  diinginkan pemuda ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah… kesepakatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Kau yang membuat tombak-tombak batu dan lembah tersebut kan? Dengar, buatlah jembatan ke seberang lembah, walaupun kecil tak masalah. Disana, kami memiliki empat ribu pasukan Guild Petarung Tangan Kosong yang akan bertarung bersamamu, kita bekerjasama hingga berhasil membereskan pasukan merah sialan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertarung bersama— Pasukan Tanah Kegelapan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah hal seperti itu mungkin dilakukan? Orang-orang dari Tanah Kegelapan, bukan, orang-orang dari dunia ini tak bisa melawan perintah atasan, karena adanya «Code 871».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, si pemuda dihadapannya sekarang ini telah kehilangan mata kanannya. Apakah ini berarti ia telah melepas segel mata kanan dengan kemauannya sendiri? Apakah ia, seperti Alice, sebuah Fluctlight yang telah berkembang hingga bisa mematahkan ikatan dunia ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice telah berkata semalam: “Untuk menghilangkan «Code 871», mata seseorang akan meledak”, tetapi luka miliknya seperti tidak terlihat seperti bekas luka ledakan, luka tersebut malahan seperti akibat mata yang dicongkel paksa … Apa yang harus aku putuskan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keragu-raguan sesaat Asuna terbuyarkan oleh suara tebasan dan teriakan dari samping kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini, walaupun bertampang bodoh. Dia jujur kok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang memotong kepala beberapa prajurit yang mendekat menggunakan pedang hitam tipis yang hampir tak kelihatan, adalah Integrity Knight wanita berambut perak, Sheyta Synthesis Twelve.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap wajah Sheyta, senyuman semangat bercampur malu muncul dari wajah si Pertarung muda ini. “Hei,” ia membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat Asuna melihat senyuman ini, ia memutuskan pilihannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku akan percaya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mungkin terakhir kalinya bisa menggunakan kemampuan «geographical manipulation». Jadi bukankah lebih baik jika menggunakannya untuk menciptakan daripada menghancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku mengerti, serahkan jembatannya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggerakkan tangan kanan yang tadi memegang luka tangan kirinya, lalu ia mengangkat rapier ke udara dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laa────────.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara bagaikan ribuan malaikan terdengar ketika cahaya berwarna-warni meluncur dari langit dan menuju utara, melintasi lembah, dan menghubungkan kedua  sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gemuruh, tanah yang ada dibawah lembah mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya memandang ketika dua tiang batu melesat dari kedua sisi lembah dan semakin merentang, kemudian bersatu di tengah, semakin lebar, dan akhirnya menjadi jembatan batu untuk bisa diseberangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OOOOHHHH, AHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semangat dari empat ribu pasukan Guild Petarung Tangan Kosong terdengar lebih keras dari getaran tanah tadi. Dipimpin oleh sosok pria kekar berlengan satu, mereka melintasi jembatan batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakit kepala yang lebih menyakitkan daripada kehilangan sebelah lengan kini membanjirinya; Asuna hampir kehilangan kesadaran, dan harus menancapkan rapier-nya ke tanah agar tidak ambruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa lagi melihat dimana Alice, yang seharusnya memandu seluruh Pasukan Penjaga dan untuk menembus musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa berharap ia selamat… dan pasukan Petarung Tangan Kosong akan bekerja sama dengan mereka seperti janji si pemimpin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kirito-kun, Aku pergi sekarang, oke?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dalam hati mengucapkan nama kekasihnya, rasa sakit yang dirasakannya berlahan menghilang, semakin menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenit sebelumnya, di ujung paling selatan medan peperangan —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Alice telah berhasil menebas banyak pasukan crimson yang terus saja menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang ini— mereka aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bukanlah swordsmen, maupun prajurit yang ahli menggunakan sword skill; mereka terus menerus menerobos, menginjak-injak tubuh kawan mereka sendiri serta berteriak dengan bahasa asing. Tampaknya mereka benar-benar tak menghargai arti sebuah nyawa— nyawa musuh mereka, dan bahkan nyawa teman mereka sendiri, semuanya tampak tak berharga di mata mereka. Bahkan tampaknya mereka tak peduli dengan nyawa mereka sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika orang-orang yang tinggal di Dunia Nyata seperti ini, tampaknya apa yang dikatakan Asuna ada benarnya, “Dunia kami bukan dunia dewa-dewi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan musuh yang terus membanjiri, reaksi gerak Alice bahkan mulai menurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak kuat. Ini tak bisa disebut pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cepat — cepat terobos mereka, dan keluar dari sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menghalangi… JANGAN MENGHALANGI!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak ketika menebaskan Fragrant Olive Sword ke samping. Kepala dan tangan musuh berjatuhan ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“System call!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia dengan cepat mulai merapal incantation, menciptakan sepuluh Thermal Element, dan membentuknya menjadi tombak api dan menembakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Discharge!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dogou!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun tidak seperti Conflagrant Flame Bow milik Deusolbert, sebuah ledakan besar berhasil merusak formasi musuh dan menciptakan jalan keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dibaliknya adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihatnya. Sebuah bukit, menjulang di tanah hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia bisa menembus kepungan ini dan sampai ke sana, ia bisa menggunakan Sacred Energy yang tersebar di medan peperangan ini dan menggunakan Art “Light Pillar”, dan membakar para pasukan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“MENYINGKIR!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak dan menendang tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Nona Kecil!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Komandan Knight Bercouli terdengar dari belakang. Tetapi Alice tidak mendengar kata-kata selanjutnya: Jangan pergi terlalu jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Hampir sampai. Kita hampir menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa berhenti menebaskan pedangnya hingga ke musuh terakhir yang menghalangi jalan. Alice akhirnya berhasil menerobos kepungan musuh dan melaju ke daerah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menyarungkan pedang tersayang miliknya ke sarung pedang dan berlari, menghirup udara yang bercampur dengan bau darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah matahari tertutup awan? Alice berpikir untuk sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia merasakan hembusan angin dari belakang punggungnya, dan ia dicengkeram oleh kaki naga yang melayang; ketika menyadarinya, ia telah terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice mencoba mengaktifkan Armament Full Control Art miliknya, tetapi sebelum ia bisa berhasil merapalkan, pandangannya tertelan kegelapan, rasa dingin menyelimuti tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini Dark Art yang dilakukan penunggang naga? —Tidak, bukan. Kesadarannya semakin melemah, terhisap kegelapan pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah Incarnation milik musuh, benar-benar berbeda dari Incarnation sekuat baja milik Komandan Knight Bercouli, dan juga berbeda dari Incarnation petir milik Pemimpin Tertinggi Administrator; Incarnation musuh menghisap segalanya: sebuah Incarnation Kehampaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah hal terakhir yang bisa dipikirkan Alice sebelum pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Kaisar Vektor / Gabriel Miller, situasi ini untung-untungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia yakin selama puluhan ribu pemain Amerika yang masuk ke peperangan bisa mengepung Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia, si «Putri Cahaya» Alice akan menerobos kepungan tersebut seorang diri — atau dengan tim kecil — untuk melancarkan serangan pilar cahaya raksasa lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa ia tetap menunggu di punggung naga, jauh dari peperangan dan menunggu. Ia merasa jika situasi ini menjadi watu terlama ia menunggu sejak dive ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia melihatnya. Kilauan keemasan yang menerobos pasukan crimson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice… Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel tersenyum aneh ketika menggumamkan nama tersebut. Ia mengencangkan kekangan di tangannya, si naga turun cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imajinasi mengerikan yang membentuk Incarnation Kehampan telah menelan AI si naga, mengubahnya menjadi alat yang melayaninya. Dibawah perintahnya, si naga turun bagaikan batu, sayapnya kaku, membuka cakarnya menuju tanah dan mencengkeram punggung si Knight emas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whoosh—!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, suara memekakkan tercipta dari sayap yang mengembang, naga tersebut terbang ke langit lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak memperhatikan peperangan berdarah yang telah ia ciptakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baginya, apapun yang terjadi pada Pasukan Tanah Kegelapan, Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia, atau orang-orang yang ia panggil dari dunia nyata, mereka semua tak berarti baginnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, ia hanya perlu menuju system console terdekat dari lokasinya, yaitu «Altar Ujung Dunia », dan dari sana, ia akan keluar dan menarik jiwa Alice ke dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan Gabriel tertarik ke bawah, dan menatap rambut emas yang terurai oleh hembusan angin dari Knight yang pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin segera merasakannya. Tubuh ini, jiwa ini, aku ingin segera merasakannya ke dalam hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih agak lama menuju system console, mungkin akan memerlukan beberapa hari jika menggunakan naga. Ia mungkin akan menggunakan waktu yang ada untuk menikmati Alice yang masih memiliki tubuh fisik di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memikirkan ini, perasaan senang muncul dari perut Gabriel, membuat mulutnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia— membuang lima ribu pasukan Tanah Kegelapan dan tigapuluh ribu pasukan baru yang baru saja dipanggil, hanya untuk …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangkap seorang gadis!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komandan Knight Bercouli merasakan Incarnation Kehampaan yang meluap-luap dari sosok yang dikenal sebagai Kaisar Vektor, perasaan tak mengenakkan mengisi dirinya. Tetapi ketika melihat Alice yang telah berhasil ditangkap, ia akhirnya menyadari niat musuh yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat apa yang terjadi sepuluh mel didepan sana, Bercouli melakukan sesuatu yang tak pernah dilakukannya selama puluhan tahun terakhir — ia berteriak penuh kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sialan, apa yang akan kau lakukan pada muridku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya menggetarkan udara, seperti gemuruh petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ia diacuhkan oleh si penculik, si penunggang naga terbang menuju langit selatan tanpa menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat pedangnya dan mulai mengejar si naga terbang. Tetapi jalan keluar yang telah berhasil diciptakan Alice kini kembali tertutup oleh pasukan crimson yang memperbaiki formasi; mereka mendekat, sambil berteriak memaki terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian sebaiknya bersiap…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Bercouli berhasil menyingkir, cahaya keperakan terlihat di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirikirikiri, dengan bunyi berdesing melewatinya, itu adalah Divine Instrument milik Integrity Knight Renri, Twin Edged Wings.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara nyaring si knight muda terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Release recollection!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kilatan cahaya, kedua pisau lempar kini bersatu. Membentuk pisau yang saling bersilangan, pisau tersebut terbang rendah di atas tanah, berdesis ke arah depan dan meninnggalkan musuh-musuh yang terpotong di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergilah, Komandan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri berteriak, lalu Bercouli berbalik untuk membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf! Kuserahkan sisanya padamu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, ia menjejakkan kakinya ke tanah. Dengan cepat, tubuhnya seolah berubah menjadi angin kencang, melontarkan musuh-musuh di sekitar jalan keluar, ia lebih cepat beberapa kali lipat dari martial dance milik Petarung Tangan Kosong dari Tanah Kegelapan. Tetapi naga Kaisar Vektor yang menculik Alice kini telah berubah menjadi titik kecil di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berlari, Bercouli meletakkan jari tangan kiri ke mulutnya dan bersiul kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, sepasang sayap perak terlihat di langit, itu naga milik Bercouli, Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bukan hanya satu naga yang menuju ke arahnya. Naga kesayangan Alice, Amayori, dan naga milik Eldrie, Takiguri, juga mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menahan emosinya, tak peduli apa yang ia lakukan, ia tak bisa memerintah kedua naga tersebut untuk berdiam diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami turun ke tanah dan meluncur mendekati Bercouli, mengulurkan kedua kakinya ke depan. Sang Komandan Knight mencengkeram cakar di kaki kirinya dan naik ke punggung, mengencangkan tali kekang dan menghunuskan pedang panjangnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jalan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami, Amayori, dan Takiguri bergerak sesuai perintah; tiga pasang sayap mengepak hebat, lalu mereka terbang ke langit keunguan. Jauh didepan formasi ke tiga naga, dalam cakar sang naga hitam, cahaya keemasan terlihat untuk beberapa detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ke empat ribu Petarung Tangan Kosong menyeberangi jembatan batu, mereka bergabung dengan ke dua ratus teman mereka yang masih tersisa, lalu memperkuat formasi Pasukan Pertahanan Dunia Manusia, dan menuju ke tengah-tengah formasi musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuat barisan sepuluh orang di setiap sisi, kemudian bersama-sama mengangkat tinju kanan mereka, lalu mempertahankan posisi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U… RA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pukulan selaras, sepuluh petarung menusuk dan menghancurkan armor dan pedang milik pasukan crimson. Teriakan dan darah berhamburan ke segala arah; dengan sekali pukul, lebih dari duapuluh musuh terlontar ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pukulan penuh semangat tersebut selesai, sepuluh orang tersebut mundur ke samping, dan kini digantikan oleh sepuluh orang lainnya yang maju dengan posisi yang sama persis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“URARA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, sepuluh orang menghujamkan kaki mereka secara bersamaan, menghamburkan musuh ke segala arah, seperti sebuah ledakan di tengah-tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Wow.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa terkagum-kagum sambil mengobati luka tangan kirinya menggunakan Healing Art yang ia pelajari tadi malam. Bahkan Sheyta, yang sedang minum air siral disebelahnya tampak terkagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik bertempur milik Petarung Tangan Kosong entah mengapa mirip dengan teknik switch yang digunakan melawan bos ketika jaman SAO dulu, tetapi pergerakan mereka seirama dan lebih terarah. Sepuluh orang berbaris, sepuluh orang dibelakangnya; ada lebih dari empat puluh grup dengan seratus orang yang siap menggempur musuh secara terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan duduk dan menonton. Bahkan jika kita menuju ke arah selatan, apa yang kita lakukan setelahnya? Karena musuh  ada banyak, bahkan jika kita berhasil menembusnya, bagi kami cukup sulit untuk membunuh mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aliansi sementara Asuna, si pemimpin berambut merah sedang menyilangkan tangannya dengan wajah tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar, bahkan bagi Petarung Tangan Kosong yang sedang menerobos barisan musuh, mengalahkan pasukan crimson cukup sulit jika jumlah mereka berbeda jauh. Menurut pengamatan Asuna, pemain Amerika kini tinggal sekitar duapuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lalu… setelah kita menembus musuh dan bergerak menuju selatan, kita harus segera menjauh. Aku akan menciptakan lembah lain untuk memisahkan mereka dari pasukan kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membalas dengan suara datar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tetapi bisakah ia melakukannya? Sekarang ini, ia hanya bisa menciptakan jembatan kecil dan hampir kesulitan menerima efek sampingnya. Jika ia mengubah dataran dengan ruang lingkup luas, ia mungkin akan dipaksa log out— yang lebih parah, otaknya mungkin akan rusak …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggigit bibirnya, berusaha menyingkirkan pikiran tersebut. Walau bimbang, ia harus melakukannya. Memanggil pemain Amerika ke dunia ini mungkin strategi terakhir Kaisar Vektor. Jika ia bisa menyingkirkan mereka, bahkan jika ia dipaksa log out, mereka tak akan bisa melakukan apapun pada Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, dari arah selatan, seorang penjaga berlari ke arah Asuna yang ada di sisi utara peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perintah baru!! Perintah baru—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit tersebut terluka parah karena sebagian wajahnya berlumuran darah, ia tertunduk di depan Asuna, dan berusaha berkata-kata dengan sisa kekuatan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Informasi ini datang dari Integrity Knight Renri-sama!! Integrity Knight Alice-sama, telah ditangkap oleh komandan musuh! Ia menggunakan naga dan telah terbang ke arah selatan…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja— ia tak pernah berpikir jika situasi saat ini hanyalah kamuflase untuk memancing Alice agar menjauh dari Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia …!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar… telah melarikan diri?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tajam tersebut bukan dari Asuna maupun Sheyta, tetapi dari pemimpin Petarung Tangan Kosong yang kini matanya bersinar agak aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… seperti itu, naga tadi … bukan bermaksud mengawasi kita dari udara … Hei, nona!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata si pemimpin muda menatap Asuna, ia meminta penjelasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice itu «Putri Cahaya»?! mengapa Kaisar begitu menginginkannya?! Jika Putri Cahaya jatuh ke tangan Kaisar, apa yang akan terjadi?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dunia ini … akan hancur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menjawab. Ekspresi Ishkhan seolah disiram air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika Dewa Kegelapan membawa Putri Cahaya Alice ke «Altar Ujung Dunia»… dunia ini, baik itu Kerajaan Manusia atau Tanah Kegelapan, setiap penghuninya akan dimusnahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Asuna terasa datar sebelum ia menyadari jika ia terdengar seperti seorang NPC dari suatu permainan RPG, tetapi ini benar-benar kenyataan. Ketika para penyerang memperoleh jika Alice, sangat bisa dibayangkan nasib Light Cube Cluster yang tak memiliki arti lagi — mereka akan menghancurkannya tanpa simpati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, apa yang bisa ia lakukan … bahkan Super Account «Stacia» yang digunakan dirinya tidak memiliki kemampuan untuk terbang. Bagaimana ia akan mengejar Vektor?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang yang menjawab kekhawatiran Asuna adalah knight berambut perak yang berdiri di sampingnya, Sheyta. Setelah menghabiskan isi botol yang tergantung di sabuknya, si knight berwajah dingin ini berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan bagi seekor naga … ia tak bisa terbang selamanya. Ia harus istirahat, paling tidak setengah hari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar ini, si Pemimpin Petarung Tangan Kosong mencuri-curi pandang pada wajah Sheyta, lalu kembali berpaling; ia memukulkan tangannya dan menyelesaikan kalimat Sheyta dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu tinggal kejar mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengejar mereka … tetapi, bukankah kau ini…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatap Ishkhan penuh tanda tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah kau ini pasukan Tanah Kegelapan? Mengapa kau bertindak sejauh ini …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ishkhan menjawab seperti seorang anak yang telah dibuang orang tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar Vektor… tidak mengatakan kepada kami, para Sepuluh Bangsawan Tanah Kegelapan. Ia hanya ingin Putri Cahaya. Jika ia memperolehnya, ia tak akan peduli apa yang terjadi pada kami. Karena sekarang ia sudah mendapatkannya, berarti Kaisar telah memperoleh keinginannya … dengan kata lain, misi Pasukan Tanah Kegelapan telah selesai. Setelah ini, bukankah kami bebas bertindak semau kita, bahkan jika itu berarti bekerja sama dengan Kerajaan Manusia lalu merebut kembali Putri Cahaya?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Absurd banget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa berkata-kata menanggapi Ishkhan. Ekspresi di wajahnya benar-benar berbeda dari sebelumnya; kini dipenuhi dengan tujuan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Petarung Tangan Kosong menatap lurus ke mata Asuna, lalu berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku tak bisa… kami tak bisa membantah perintah langsung Kaisar. Kekuatannya meluap-luap … bahkan Jendral Kegelapan Shasta yang lebih kuat dariku terbunuh seketika tanpa bisa menyentuhnya. Jika Kaisar memberikan perintah langsung pada kami agar bertarung melawan kalian, kami harus mematuhinya … itulah mengapa, kami para Petarung Tangan Kosong akan menahan pasukan crimson disini. Kau dan Pasukan Penjaga kejarlah Kaisar secepat mungkin. Lalu… si Kaisar … si sialan itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Ishkhan tiba-tiba berhenti, dan ekspresinya memucat— seolah tersiksa rasa sakit yang datang dari mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katakan… pada si sialan, ‘kami bukan bonekamu’!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, teriakan datang dari Petarung Tangan Kosong dari medan peperangan bagian selatan. Para Penjaga akhirnya berhasil menerobos pasukan crimson, dan kini mulai berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zudan! Pemimpin muda ini kini menghantamkan kaki kanannya ke tanah dan memberikan perintah baru dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian semua, pertahankan posisi kalian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menatap Asuna dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepat!! Kami tak bisa menahan lebih lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas— dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Orang ini, juga seorang manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli apakah ia seorang Artificial Fluctlight, jiwanya yang terisi rasa kebanggaan senyata manusia. Kami memotong tali yang mereka gunakan untuk melintasi lembah, dan membunuh lebih ratusan teman-temannya; ia seharusnya akan membalas dendam kepada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Terima kasih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa berkata seperti itu, lalu berbalik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari belakang punggungnya, terdengar suara Integrity Knight Sheyta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan… tetap disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menerima tindakannya, Asuna menoleh dan memberikan senyum pada knight berambut perak ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Kami akan mengandalkanmu di sisi ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn melihat tanpa bisa berkata-kata pada knight wanita berambut chesnut yang kini telah memimpin sekitar tujuh ratus orang untuk menerobos formasi musuh yang sedang bertarung dengan bawahannya, lalu berpaling pada Integrity Knight tanpa emosi di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kau tak apa-apa seperti ini, nona?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah memperkenalkan namaku kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditatap pandangan menusuk, Ishkhan hanya bisa tertawa getir dan mengganti cara bicaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa kalau begini, Sheyta? Aku tak tahu jika kita akan berhasil bertahan hidup-hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si knight langsing mengangkat bahunya, armor baru miliknya tampak kebesaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akulah yang akan membunuhmu. Tak boleh orang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph, kau yang ngomong ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Iskahn tertawa sepenuh hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingin menolong teman-temannya dari kematian tragis — ia memilih untuk bekerja sama dengan Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia di pikirannya. Tetapi sekarang ini, ia meminta seluruh bawahannya untuk melindungi orang-orang Kerajaan Manusia dari pasukan crimson; sungguh luar biasa. Kini hatinya seolah terbuka lebar, seperti dimasuki angin sepoi-sepoi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah, jika ia mati disini, tak begitu buruk kok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jika ia tewas berusaha melindungi dunia ini, ayahnya, saudaranya laki-laki dan perempuan yang menunnggu di kampung halaman pasti akan memaklumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah!! Keluarkan seluruh kemampuan kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan “URAAA!!” bergema di seluruh medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bentuk lingkaran!! Pertahankan segala sisi!! Tendang para orang bodoh yang akan mendekat!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar semangat, Champion.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dempe telah sampai di sebelah Iskahn sekali lagi, lalu tangan kirinya mengeluarkan suara berderu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Asuna memimpin pasukan menuju bukit diselatan sana lalu mundur ke hutan dimana Pasukan Persediaan berada, Knight Renri memberitahunya tentang Komandan Knight yang telah membawa tiga naga dan terbang mengejar Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Menurutmu ia akan berhasil mengejar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan tajam Asuna, wajah kekanakan Renri agak ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, kemungkinannya sangat kecil. Karena, keduanya terbang dengan kecepatan yang sama, dan mereka juga perlu waktu istirahat… Tetapi, Alice-sama juga ditangkap naga milik Kaisar Vektor, kuharap ia masih memiliki Life. Di lain sisi, Komandan Knight bisa berganti naga untuk meminimalisir kelelahan mereka, jadi secara teori, ia akan bisa memperpendek jarak diantara  mereka berdua …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 065.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, mereka hanya bisa berdoa jika Komandan Knight akan bisa mengejar Kaisar Vektor sebelum sampai ke Altar Ujung Dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika ia berhasil mengejarnya pun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisakah Komandan Knight mengalahkan Super Account Vector seorang diri?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Asuna tak pernah mengira jika musuh akan log in menggunakan sebuah Super Account, ia tak bertanya pada Higa Takeru tentang kemampuan yang dimiliki Vektor. Tetapi jika Vektor memiliki kemampuan yang sama seperti skill “Geographic Manipulation&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk mengubah bentuk daratan sesuka hati&amp;lt;/ref&amp;gt;” milik Stacia— bahkan bagi seorang pemimpin Integrity Knights, menang melawannya dalam pertarungan satu lawan satu akan sangat menyulitkan …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika memikirkan hal ini, Renri berkata dengan nada riang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika ia berhasil mengejar, Komandan Bercouli pasti akan menyelamatkan Alice-sama. Karena, orang itu … adalah manusia terkuat di dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yeah, memang benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangguk sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan sekarang ini adalah harus yakin. Karena, beberapa menit lalu ia telah melihat banyaknya semangat bertempur milik orang-orang Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ayo menuju ke bagian selatan dengan seluruh pasukan. Untungnya, hanya ada padang rumput di depan kita. Kita mungkin tak akan bisa mengejar Bercouli-san, tetapi kita mungkin akan berguna jika bertemu dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, Asuna-sama. Aku akan menginformasikan semua orang untuk berlari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri mempercepat langkahnya, lalu berlari ke dalam hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatnya menghilang, Asuna berkata pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito ingin melindungi Alice dan seluruh dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga harus melindungi mereka juga, tak peduli luka apa yang akan ia terima … tak peduli berapa banyak rasa sakit yang harus ia tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ruang kontrol Ocean Turtle, Critter telah bersiap untuk memasukkan 20,000 pemain Amerika yang akan dive ke dalam Underworld sebagai gelombang ke-dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lokasi turun mereka adalah posisi Gabriel Miller saat ini— kira-kira sepuluh kilol dari lokasi turunnya gelombang pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2=== &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Gh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menarik nafas dalam-dalam, Vassago Casals memaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggelengkan kepala berambut keritingnya, dan memandang sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembok baja disekeliling, lantai anti licin, dan banyak monitor yang bercahaya di kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia melihat pria kurus duduk di kursi kulit di depannya, Vassago akhirnya menyadari jika ia telah kembali ke ruang kontrol utama «Ocean Turtle», di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah seorang kru— Critter, bersin, suaranya penuh sindiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa, kau benar-benar bangun. Aku kira sel-sel otakmu membusuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Berisik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago mengerang, dan memeriksa tubuhnya sendiri. Ia kini sedang berbaring di kasur kecil di pojok ruangan, sebuah jaket sembarangan diletakkan menutupi perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi?Vassago menggelengkan kepalanya semakin keras. Tindakan ini membuat kesakitan lebih parah ke kepalanya, ia memaki lagi. Ia lalu berjalan ke sisi ruangan, sebagian besar anggota tim-nya masih duduk melingkar dan bermain kartu, ia bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ada yang punya aspirin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si jenggot Brigg, salah satu anggota penyerang, tanpa kata-kata langsung menyerahkan botol plastik di sakunya kepada Vassago. Vassago menangkapnya, lalu membuka tutup tersebut, memasukkan semua isinya ke dalam mulut, lalu mengunyahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersamaan rasa pahit yang menyengat lidahnya, ingatannya akhirnya mulai muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… aku terjatuh dalam lubang raksasa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kau mati? Kau dive selama delapan jam penuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De…Depalan jam?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut, Vassago melonjak, bahkan melupakan rasa sakit kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang jam di pergelangan tangan kirinya, menunjukkan pukul 6.30 A.M, Waktu Standar Jepang. Kurang dari duabelas jam sebelum batas waktu ketika Pasukan Pertahanan meninggalkan Kapal Penghancur Aegis, Nagato dan mendobrak masuk ke  dalam Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi lebih penting saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ia telah tak sadar selama delapan jam, beberapa bulan seharusnya telah terlewat di dalam Underworld. bagaimana kondisi peperangan? Misi untuk menangkap Alice?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi seolah membaca keterkejutan milik Vassago, tsk-tsk, Critter membunyikan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terkejut begitu, matamu akan copot. Tanang saja, ketika kau mati di dalam sana, percepatan waktu telah diturunkan menjadi satu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“S… Satu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti tak perlu khawatir. Tetepi, bukannya itu malah memperburuk keadaan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kacamata, apa kau mengerti situasinya? Kita hanya memiliki waktu duabelas jam sebelum Pasukan Pertahanan menyerang tempat ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago menolak penjelasan Critter, lalu ia menggelengkan tangannya penuh sok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu aku tahu. Ini juga perintah Kapten Miller.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, “rencana penyerangan” yang dijelaskan Critter membuat Vassago tak bisa berkata-kata, meskipun ia sangat berpengalaman menjadi seorang pemain VRMMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia meninggalkan sistem console di Obsidia, ibukota timur Tanah Kegelapan, Letnan Gabriel Miller secara rahasia telah memberi perintah kepada Critter di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buatlah website iklan tentang sebuah beta test VRMMO kekerasan yang tak memiliki aturan— the Underworld laws, tentu saja— buatlah koneksi client program. Lalu, atur ratio akselerasi menjadi satu pada 7 Juli 16 12:00 A.M., dan pada saat yang sama, mulailah perekrutan pemain beta test dari seluruh Amerika, Critter menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan konsol yang terbatas, aku hanya bisa melihat koordinat milikmu dan kapten, begitu juga dengan pengiriman jumlah pasukan, jadi rencana ini adalah rencana cadangan jika Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia lebih kuat dari yang kita kira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari-jari kurus Critter menari di atas keyboard, menunjukkan peta seluruh Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di peta yang akan berbentuk segitiga runcing tersebut, dua garis merah membentang dari sudut paling timur menuju ke barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah log pergerakan milikmu dan kapten. Dengar, kau baru saja berkeliaran di sekitar Gerbang Besar Timur Kerajaan Manusia, dan tiba-tiba kau tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu garis merah tersilang oleh tanda sebuah ‘X’, di selatan «Gerbang Besar Timur».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi komandan melewatimu dan sedang menuju selatan. Ia bahkan meinggalkan seluruh pasukan Tanah Kegelapan di utara dan bergerak sendiri. Itu berarti …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia sedang mengejar Alice atau telah mendapatkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago bergumam. Critter mengangguk dan lanjut menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berdasarkan rencana awal kita, ketika waktu telah berkurang sampai delapan jam, atau ketika Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia benar-benar hancur, kita akan meningkatkan kembali kecepatan akselerasi menjadi 1,000 kali lipat. Jika seperti itu, kita masih memiliki waktu bertahun-tahun di dunia tersebut. Tentu saja, ketika ratio akselerasi ter-reset, para pemain Amerika yang sedang dive akan ter log-out paksa karena synchronization error, tetapi selama kita berhasil memenangkan peperangan, siapa peduli?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu tingkatkan ratio kecepatannya sekarang! Tak ada waktu tersisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak sesederhana itu. Coba lihat disini—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menekan tombol dan memperbesar peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kilometer di Gerbang Besar Timur yang memisahkan Kerajaan Manusia dan Tanah Kegelapan, terbentang padang rumput, bebukitan, dan hutan. Pasukan Pertahanan telah memasang serangan kejutan di hutan… dengan kata lain, itu adalah tempat dimana Vassago tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi entah mengapa, diantara hutan dan padang rumput tersebut, sebuah lembah raksasa yang lebarnya hampir 50 kilometer terbentang dari barat ke timur. Disekitar lembah tersebut, pusaran titik-titik bergerumul menjadi satu, berbagai warna: merah, hitam, dan putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang merah adalah pemain Amerika yang aku masukan ke dalam Underworld. banyak yang sudah menghilang, tetapi masih tersisa 20,000. Dan lingkaran hitam yang dikepung titik merah adalah pasukan Tanah Kegelapan. Jumlahnya 4,000.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H… Hei, hei, kau juga lihat kan kalau si merah menyerang si hitam”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena informasi beta test mengatakan jika mereka bisa bebas membunuh para NPC yang tampak nyata. Bagi pemain Amerika yang sedang dive, tak ada perbedaan antara pasukan Kerajaan Manusia dan Tanah Kegelapan. Tetapi, karena beberapa alasan, titik hitam ini menurun sedikit lamban daripada yang aku harapkan. Pasukan Tanah Kegelapan seharusnya tunduk pada Kaisar, tak mungkin mereka bertarung melawan pasukan Amerika, karena mereka berpikir pasukan merah telah dipanggil oleh Kaisar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin mereka menikmati saling bunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, mari asumsikan jika si hitam akan berkurang. Terlebih lagi, yang menjadi masalah itu di sebelah sini, kelompok putih kecil ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menggerakkan kursor. Benar, sebuah kelompok titik putih sedang bergerak menuju selatan— seolah mereka mengejar Kaisar Vektor, atau Kapten Miller.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia. Meskipun jumlah mereka sedikit, sekitar 700. Akan tetapi, akan jadi masalah kalau mereka berhasil mengejar kapten, jadi kita harus menghentikan mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghentikan mereka? …Apa yang akan kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter tidak langsung menjawab pertanyaan Vassago, tetapi sedikit tersenyum dan lanjut mengetik keyboard.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuka jendela baru di peta. Didalamnya, sekumpulan awan merah bergumul dalam latar belakang hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah pemain Amerika yang ketinggalan gelombang pertama, dan sedang menunggu gelombang kedua. Saat kouta 8,000 pemain terpenuhi, aku akan memasukkan 20.000 pasukan melawan Pasukan Penjaga. Setelahnya, kita akan meningkatkan ratio akselerasi menjadi 1.000 lagi. Dengan cara itu, kita akan memiliki cukup waktu agar kapten bisa membawa Alice ke sistem konsol di ujung selatan”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika semudah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago membalas, mengelus janggutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia lebih kuat daripada yang kau bayangkan. Khususnya mereka yang disebut Integrity Knight, mereka kelewat gila; mereka memusnahkan pasukan pertama Tanah Kegelapan, kalau kau tak tahu? Jika tidak ada mereka, aku mungkin sudah tewas mengenaskan … seperti gelombang pertama…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, Vassago teringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat bagaimana dan oleh siapa ia tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nafasnya tertahan dan matanya terbuka lebar. Di dalam kepalanya, sebuah kenangan tiba-tiba sembuh, sosok bagaikan dewi yang turun dari langit, menatapnya. Ia secara insting memaki dalam bahasa jepang ketimbang inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— «The Flash»…!! Yeah… Tak diragukan lagi, itu pasti dia…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? Apa yang kau bicarakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago menggenggam kerah baju Critter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, kutubuku sialan! Orang-orang RATH juga sedang melakukan rencana menggunakan ruang sub kontrol!! Dalam Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia, ada pemain-pemain VRMMO jepang yang membaur!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengabaikan ekspresi Critter, Vassago bersin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Asuna «The Flash» juga disana, mungkinkah, “orang itu” juga dive? … Ya Tuhan, bagaimana mungkin aku hanya berdiam diri disini … Hei, aku ingin kembali masuk! Masukan aku bersama dengan 20,000 pemain, dan turunkan aku ke lokasi titik putih!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau ingin dive lagi … Tetapi akun Dark Knight yang kau gunakan telah hilang. Tentu saja, jika kau tak keberatan menggunakan akun pasukan crimson seperti mereka, aku punya banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku punya akun sendiri… akun yang sudah aku simpan sangat lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekek. Tenggorokan Vassago terdengar seperti terkekeh ketika ia mengambil kertas dari dekat console, menarik sebuah pena dari kantong Critter, lalu dengan cepat menuliskan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, gunakan ID dan password ini yang ada di menu «The Seed Nexus» Jepang, lalu convert karakternya ke dalam Underworld. aku akan masuk menggunakan akun tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberikan kata-kata tersebut, Vassago mulai berjalan menuju pintu ruang STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa langkah, ia terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berbalik, wajah Vassago berubah menjadi beringas, cukup membuat takut si cyber criminal Critter. Seolah karakter vulgar, energik, dan kasar yang nanti akan ia gunakan seperti belahan jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Vassago berjalan menuju Critter, dan membisikkan instruksi lain ditelinganya. Sedetik kemudian, ruang STL menelannya, si hacker melihat pintu sendirian, kertas tipis tersebut masih dipegangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kertas ada tiga huruf berbahasa Inggris dan delapan angka numerik. Critter tak pernah mengerti maksud tiga huruf ‘S’, ‘A’ dan ‘O’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika para Penjaga bersiap untuk berangkat, Asuna meninggalkan kerumunan dan mendatangi kereta persediaan. Sebuah kursi logam tampak, dengan seorang pemuda berambut hitam gemetaran, dua gadis bersamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ronye mengangkat wajahnya ketika ia mendengar langkah kaki. Menyadari kedatangan Asuna, wajahnya mulai memerah karena malu sekaligus menangis, ia berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna-sama! Kirito-senpai ingin… ingin pergi keluar … lalu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggigit bibirnya dan mengangguk. Ia berlutut di depan Kirito dan menggenggam tangan kirinya yang kurus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti… Alice… telah ditangkap musuh. Kirito-kun pasti merasakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?… Alice-sama telah…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tieze menjerit, wajah putihnya semakin pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang memecah ketegangan ini adalah suara Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… uh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kirinya bergetar, mencoba menyentuh sisa-sisa lengan kiri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun… Apa kau, mengkhawatirkanku…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berbisik pelan. Seketika, Ronye akhirnya menyadari luka-luka Asuna dan menjerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Asuna-sama! Lengan anda…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa. Ini cuma luka sementara …” ia berguman. Asuna dengan lembut mengangkat lengan kirinya, bagian dari siku kebawah telah terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru telah memberikan informasi singkat mengenai teknologi «Mnemonic Visual». Meskipun semua benda telah diciptakan menggunakan program The Seed seperti di ALO, bagi Asuna dan Kirito yang telah dive menggunakan STL serta bagi Artificial Fluctlights seperti Tieze dan lainnya, semua yang ada di dunia ini seperti «shared memory» yang disimpan di Main Visualizer, sebuah realitas berbeda yang diciptakan menggunakan kekuatan imajinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Life atau HP Super Account Stacia benar-benar sangat banyak, hampir mencapai batas maksimal sistem. Tetapi, jika ia diserang menggunakan senjata normal maupun ditusuk ratusan hingga ribuan kali, Life miliknya tak akan menyentuh nol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ketika pasukan crimson mengayunkan kapak perangnya dan mengincar lengan kirinya, Asuna benar-benar merasa takut; ia berpikir, terkena tebasan kapak sebesar ini, lenganku pasti akan putus, dan imajinasinya menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga berlaku bagi lengan kanan Kirito. Meskipun Life-nya telah terobati, lengannya tidak kembali normal, karena ia terus menerus menghukum diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna meletakkan lengan kanan ke bekas lukanya, dan berkonsentrasi, menutup matanya, dan berkata pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak akan takut lagi. Hingga aku telah melindungi Kirito-kun dan dunia ini hingga akhir, aku tak ingin kehilangan seseorang … atau apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya putih terkonsentrasi menuju lukanya dengan bunyi pop. Cahaya hangat tersebut semakin luas, lengan kirinya telah kembali seperti semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum pada kedua gadis yang seolah menyaksikan sebuah keajaiban, Asuna mengulurkan lengan kirinya dan memeluk kepala Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat? Aku baik-baik saja. Aku akan menyelamatkan Alice dan membawanya pulang. Jadi… ketika saat itu datang, Kirito-kun jangan terus menyalahkan diri ya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak tahu apakah kata-katanya sampai ke hati Kirito atau tidak, tetapi ia merasa jika tubuhnya yang gemetaran kini sudah tenang. Asuna tetap memeluknya selama beberapa detik, lalu berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus membawa seluruh pasukan dan mengejar Kaisar Vektor. Komandan Knight Bercouli telah membawa para naga mengejarnya, dan kita pasti akan mengejar mereka yang da di depan. Ketika saat itu, aku menitipkan Kirito-kun pada kalian… Ronye-san, Tieze-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serahkan saja pada kami, Asuna-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum pada kedua gadis dan ia menyerahkan Kirito pada Ronye, Asuna kini keluar dari kereta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah ia menginjak tanah, ia melihat seorang swordswoman berlari ke arahnya, ia juga ikut pada “Kompetisi Berbagi Kenangan” bersama-nya dan Ronye tadi malam. Armor peraknya penuh dengan bekas darah dan tanah dan kepalanya berbalut perban, tetapi ia tampak tak terluka parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak apa-apa, Sortiliena-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar suara Asuna, si swordswoman memberi hormat dan membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga senang Asuna-sama baik-baik saja… —hanya saja, aku mendengar kabar jika Alice-sama telah ditangkap pemimpin musuh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku baru saja menjelaskan pada Ronye-san jika Kaisar Vektor meninggalkan seluruh pasukannya dan menangkap Alice-san. Aku tak mengira jika ia melakukan hal tersebut …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagaimana mungkin…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan lengan kirinya yang baru sembuh, Asuna menepuk bahu Sortiliena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak perlu khawatir. Bercouli-san telah mengejar Vektor dengan menggunakan naga. Kita juga akan mengejarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengangguk, dan kembali ke tengah-tengan Pasukan Pengecoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah pimpinan Integrity Knight Renri, regu Ascetic telah selesai menyembuhkan yang terluka, dan ke 700 Penjaga hampir siap untuk bergerak. Para Penjaga telah berbaris bersama regu Astetic dan regu Persediaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerima laporan Renri jika persiapan telah selesai, Asuna memberikan Renri arahan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau adalah Integrity Knight yang masih tersisa, Renri. Perintah untuk bergerak harus diberikan olehmu, si pemimpin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya, aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi si knight muda entah mengapa gugup, tetapi ia mengangguk pasti. Mengangkat tangan kanannya ke atas, ia memberikan perintah dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice-sama telah berbaik hati melindungi kita di pertempuran Gerbang Besar! Kini giliran kita menolongnya! Kita harus mengambilnya dari musuh dan kembali ke Kerajaan Manusia bersama-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OH!!” teriakan semangat bergemuruh. Renri mengangguk, dan dengan cepat mengayunkan lengan kanannya ke bawaah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Semua pasukan, maju!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri memimpin pasukan didepan menggunakan naganya sendiri, Kazenui. Ia diikuti oleh 400 Penjaga baik menunggang kuda atau berjalan kaki, serta delapan kereta persediaan yang berisi makanan dan tim pembantu sekitar 300 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya satu naga— naga milik Integrity Knight Sheyta tetap ditahan, diam tak bergerak. Dengan sisik seperak rambut pemiliknya, si naga menggeram kuurrr ketika ia dibebaskan dari kekangannya, lalu ia terbang ke utara— menuju peperangan di selatan lembah, tempat pemiliknya berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan kereta persediaan, Asuna berpikir sambil menggelengkan kepalanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh terakhir adalah Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Identitas aslinya adalah manusia dari dunia nyata, keberadaannya disini hanyalah sosok virtual. Itulah mengapa jika ia harus bertarung dengannya, ia harus mengalahkannya. Demi orang-orang yang telah menahan pasukan crimson: Knight Sheyta, si pemimpin Petarung Tangan Kosong, dan 4,000 bawahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa menit sesudahnya, pasukan yang berangkat dari hutan kini telah memasuki jalanan berbentuk cekung. Sebuah jalan kecil memotong tanah cekung menuju selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti event-event RPG, di ujung jalan seperti itu pastilah sebuah kota maupun reruntuhan kota. Namun ia telah mendengar jika area selatan Tanah Kegelapan tidak dikuasai demihumans. Dengan kata lain, jalan ini akan berakhir di «Altar Ujung Dunia», dan Kaisar Vektor telah memasuki jalanan ini bersama Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naga Kaisar Vektor dan naga milik Bercouli kini sedang saling kejar di udara sana. Akan tetapi, ke 700 Pasukan Penjaga kini sedang melewati jalan ini secepat mungkin; jalanan ini bergetar ketika mereka melangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjejaki jalan cekung ini— ketika seluruh pasukan pengecoh sampai di dasar jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vvvvvv… m. Sebuah getaran sayap serangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menengok ke atas, kiri, kanan, dan belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia melihat ke depan, ia akhirnya menemukan sumber suara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis, garis merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ribuan garis tipis merah berjatuhan dari langiit ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Tak mungkin………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir Asuna bergetar, suara serak keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tak mungkin. Tolong. Jangan lagi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zaaaa—!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan-ledakan terdengar ketika garis-garis itu turun. Mereka memblokir jalan di ujung sana, menghalangi para penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah bertekat tidak akan takut lagi, Asuna merasakan kekuatan meninggalkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang muncul di depan sana adalah pasukan crimson— para pemain VRMMO dari dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua… Semua pasukan, jangan berhenti!! Serang!! Serang—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri memberikan perintah di depan sana. Seluruh Pasukan Penjaga menerima dengan suara: Uooo! Lalu melangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika mereka telah mengantisipasi gerakan kita dengan menempatkan pasukan baru di ujung jalan selatan, tetapi jumlah mereka ada seribu … tidak, hampir duapuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruskah aku log out dengan menggunakan Skill Stacia lagi? Jika ia tidak berhati-hati, tindakan tersebut akan menjadi tindakan bunuh diri dan malahan mengorbankan Pasukan Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat kemudian, ekspresi bimbang Asuna digoyahkan oleh raungan naga di depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari paling depan, naga milik Knight Renri, Kazenui telah menghembuskan nafas api dan melaju ke depan tanpa menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan… Renri-sama akan mengorbankan dirinya untuk membuka jalan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah ia mendengar rintihan kesakitan Sortiliena yang ada di samping Asuna, Renri perlahan berbalik dari atas naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tolong jaga yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir Renri bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menghunuskan pisau lempar di pinggangnya dan melaju ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum itu terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna langit di atas sana berubah tiba-tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah merobek warna langit merah darah Tanah Kegelapan, kini yang Asuna lihat adalah warna langit kebiruan di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik pasukan crimson yang akan maju menyerang, para penjaga yang siap berkorban, maupun Knight Renri yang di depan sana, semua orang mengangkat kepalanya ke langit seperti Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah surga telah terbuka lebar ke dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari baliknya, sebuah bintang terang turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, itu seseorang. Mengenakan armor sebiru warna langit, dan baju seputih awan, rambut pendeknya yang berkibar berwarna biru air. Sumber cahaya memilaukan adalah sebuah busur besar di tangan kirinya. Wajahnya tak bisa terlihat kerena silau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Siapa…? Kau siapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah merespon pertanyaan bisu Asuna, orang yang melayang diudara kini mengarahkan busurnya dari langit. Lengan kanannya menarik tali busur, dan kekuatan penuh menariknya ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cahaya memilaukan, sebuah panah cahaya muncul diantara busur dan tali busur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik Pasukan Penjaga dan Pasukan Crimson terpaku, tak bisa berkata-kata. Satu-satunya yang bisa Asuna dengar adalah suara rendah Sortiliena:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Solus-sama…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah menanggapi panggilannya, panah cahaya tersebut dilepaskan dari atas langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat panah tersebut membelah dan menyebar ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panah tersebut berubah menjadi tembakan sinar panas dan menghujani mereka yang ada di bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 085.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Pemimpin Penjaga Sortiliena Serlut hampir benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas jalan cekung ini, seseorang dari dunia nyata telah muncul, tidak, lebih tepatnya telah log in menggunakan Super Account 02, «Dewi Matahari, Solus ».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akun ini memiliki kemampuan «Wide-Ranged Annihilatory Attack»&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk menyerang ke berbagai arah&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon/Asada Shino melihat ke bawah dimana serangan telah ia luncurkan, dan mengingat kembali penjelasan dari Higa yang disampaikan melalui intercom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, Sinon-san, meskipun Super Accounts benar-benar kuat, mereka bukanlah pembuat keajaiban. Karena mereka disiapkan untuk saat-saat ketika harus membuat perubahan besar di dalam Underworld, kami mencoba untuk membuat akun tersebut agar cocok sesuai dengan lingkungannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… kamu mau bilang akun-akun tersebut bukanlah akun GM, hanya akun yang sangat kuat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berbicara melalui microphone ketika ia berbaring di dalam mesin STL yang mirip seperti mesin Fulldive Generasi Pertama, berlokasi di cabang perusahaan misterius «RATH» Roppongi. Apa yang ia dengar selanjutnya adalah bunyi click— seperti seseorang sedang menekankan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Tepat. Itulah mengapa akun «Solus» yang akan kamu gunakan tak bisa terus menerus diandalkan karena memerlukan energy dalam Underworld. Setiap serangan menggunakan busurmu memerlukan Tenaga Spacial, tak peduli  apapun serangannya. Karena Solus memiliki kemampuan mengisi ulang otomatis, setiap serangan yang kamu gunakan tidak akan membuatmu kelelahan jika digunakan di siang hari, tetapi kamu tak bisa terus menerus menembakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Higa katakan, busur putih bersih yang digenggam Sinon menggunakan tangan kirinya kini mulai melemah setelah melakukan serangan jarak luas. Meskipun busur tersebut telah mulai bercahaya kembali, butuh sekitar dua-tiga menit untuk melakukan serangan kekuatan penuh lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tak ada combo ya? Hmph,sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan senjata otomatis, senjata manual lebih cocok dengan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon turun perlahan, memastikan api ledakan di tanah telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung jalan cekung sepanjang satu kilol ini, banyak tubuh-tubuh mulai menghilang dengan efek cahaya. Satu tembakan yang dilancarkannya telah memusnahkan sekitar 5,000 musuh. Untungnya, mereka bukan penduduk asli Underworld, tetapi pemain Amerika yang log in dari dunia nyata seperti Sinon. Para pemain tersebut percaya jika ini semua adalah closed beta sebuah permainan dan mereka kelihatannya mulai marah-marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipusat jalan cekung ini, pasukan skala kecil yang kalah jumlah dengan pasukan crimson mulai melaju. Meskipun jumlah musuh lebih dari 10,000, kebanyakan dari mereka tak bisa bergerak karena takut kena tembakan selanjutnya— lebih tepatnya disebut ledakan, hingga membuat Pasukan Penjaga mulai menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menatap di kejauhan, mengamati formasi Pasukan Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia akhirnya menyadari ada seorang gadis berambut chestnut yang sedang menunggang kuda putih, ia juga menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon hanya bisa tersenyum ketika ia turun menggunakan kemampuan lain yang dimiliki akun Solus account, «unlimited flight»&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk terbang selamanya&amp;lt;/ref&amp;gt;. Meskipun ia telah diceramahi oleh Higa jika “kamu bisa terbang menggunakan imajinasimu”, ketika ia merasa ini tak berbeda jauh dengan terbang di ALO. Ia melihat kereta dibelakang Asuna, ia lalu terbang lurus ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ujung sepatu miliknya menyentuh atap kereta, ia dengan lembut mengangkat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf membuatmu menunggu, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna melihat senyum hangat miliknya, air mata mulai mengalir ke pakaian seputih mutiara miliknya. Ia berdiri di kuda miliknya dan melompat ke kanopi kereta:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“——Sinonon… !!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memeluknya erat-erat sambil berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon perlahan memandang Asuna dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau telah bekerja keras. Tak apa … serahkan sisanya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia masih dipeluk Asuna yang lebih tinggi darinya, ia melihat indikator pengisian ulang busur miliknya masih 20%, lalu perlahan menarik tali busur dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Equipment khusus yang dipakai oleh akun Solus— Busur panjang «Annihilate Ray» bisa mengatur kekuatannya berdasarkan kekuatan tarikan tali busur, dan bisa mengatur arah serangan berdasarkan sudut incaran busur. Sebuah panah cahaya yang lebih tipis dari sebelumnya muncul ketika tali busur itu ditarik kebelakang sejauh 10 centimeters. Sinon mengincar musuh yang menghalangi naga di depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vishu! Suara anak panah melesat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak miring 20 derajat ke kanan, anak panah tersebut berubah menjadi tembakan cahaya yang terus membelah dan mendarat selebar 10 mel, menciptakan sebuah ledakan yang hampir setara dengan sebuah misil. Pasukan crimson berterbangan ke udara lalu menghilang. Mengambil kesempatan ini, sang naga langsung maju kedepan. Sekitar sepuluh prajurit yang terlempar ledakan kini dihantam kepala naga, ditusuk cakar besarnya, dan langsung tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, pasukan musuh akhirnya sadar terhadap serangan cahaya dan mangsa mereka kini mulai lari. Sambil memaki, mereka mengejar bagaikan gelombang tsunami berwarna merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengalungkan busurnya ke lengan, meletakkan kedua tangannya ke pundak Asuna dan memisahkan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna. Aku bisa melihat sesuatu seperti reruntuhan sekitar 5 kilometer ke selatan dari sini. Jalannya tinggal lurus saja, juga beberapa batu besar ada di kedua sisi. Kita tak perlu khawatir jika dikepung oleh musuh, dan kita bisa mempersempit medan peperangan. Ayo kita temukan cara agar bisa memukul mundur musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna juga seorang petarung, dan setelah mendengar perkataan Sinon, matanya menjadi bersemangat. Ia mencoba menghapus air mata miliknya dan berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku paham, Sinonon… Sinon. Tak peduli berapa banyak pasukan VRMMO Amerika yang muncul, mereka tak mungkin muncul lagi. Jika kita bisa memukul mundur puluhan ribu musuh, mereka mungkin akan menyerah… kukira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah,serahkan saja padaku. … Well, kurang lebih seperti itu....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memastikan setiap Penjaga berhasil melewati kepungan pasukan crimson, Sinon menatap lagi sahabatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Um, apakah Kirito…. Ada diantara pasukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa menunjukkan senyum masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tak perlu khawatir. Kirito-kun berada disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menunjuk jari telunjuknya ke bawah kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sungguh. Yah… Aku akan menyapanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menelan ludah, Sinon mulai bergerak dari atap kereta dan meluncur ke dalam dengan bantuan kemampuan terbang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunggu Asuna agar ikut, lalu ia menuju bagian dalam kereta kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama yang memasuki pandangannya adalah dua gadis berseragam dengan armor tipis. Mata mereka terbuka lebar bersamaan lalu bergumam pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“S… Solus-sama…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon melihat pakaiannya sendiri, lalu membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Halo, senang berkenalan dengan kalian. Meskipun aku mirip Solus, aku bukan dia. Namaku Sinon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba tersenyum pada kedua gadis ini, tetapi keduanya kebingungan. Tetapi ketika mereka berdua melihat Asuna, keduanya tampak mulai paham.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh iya, aku ini manusia dari Dunia Nyata sama seperti Asuna. Aku juga teman.... Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara si gadis berambut merah masih menatap, si gadis berambut coklat menunjukkan ekspresi rumit, dan berbisik pelan: Mengapa semuanya perempuan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada yang menunggu. Sinon berdeham ketika ia mulai melangkah kedalam ketika kedua gadis ini membuka jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon melihat pemuda berpakaian hitam duduk diatas kursi roda, ia memeluk dua buah pedang panjang menggunakan satu tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah diberitahu mengenai kondisi Kirito melalui penjelasan Higa Takeru, setelah melihat lukanya secara langsung, hatinya berdetak semakin kencang dan ia mulai meneteskan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan mata kosong tersebut tidak menatapnya, tenggorokannya mengeluarkan bunyi aneh. Sinon tertunduk dihadapan musuh, teman, serta penyelamatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersandar di kursi roda, tubuh Kirito tampak semakin kurus dan rapuh ketika Sinon menyentuhnya. Sinon meletakkan busur panjangnya ke meja, lalu memeluk sosok ringkih Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah mendengar jika jiwa Kirito — Fluctlight miliknya, atau bisa dikatakan «tubuh utama» yang dikenal sebagai diri sendiri telah mengalami luka parah. Higa mengatakan padanya dengan suara mudah jika masih belum ada cara bagaimana menyembuhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, Sinon menutup matanya lagi, air mata mengalir ketika ia menjerit dalam hati: Yah, itu mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang telah membuat kenangan bersama Kirito berulang kali, juga emosi kuat terhadap Kirito. Mereka cukup perlu berkumpul disini, sedikit demi sedikit dan berbagi hati mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Hei, tak bisakah kau merasakannya?… jiwamu yang ada dalam diriku. Lidah tajam, sedikit nakal, naif … dan kuat, lebih baik dari siapapun. Itulah dirimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon lupa jika Asuna masih menatap di belakangnya; ia memutar kepalanya dan mencium wajah Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asada Shino masih belum menyadari jika pikiran emosional miliknya telah memberikan bekas goresan pada jiwa terluar Kirigaya Kazuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Sinon sudah memahami struktur Underworld dan Fluctlights, baginya mungkin akan bisa menyelesaikan masalah ini. Tetapi penjelasan yang diberikan kepada Sinon sebelum ia dive hanyalah sebatas kondisi peperangan dan bagaimana cara menggunakan akun Solus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Sinon tidak menyadari alasan dibalik gemetaran Kirito dan naiknya suhu tubuh Kirito ketika bibirnya menyentuh Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon dengan cepat melepas tubuh Kirito, berdiri, dan berbalik ke tiga orang dibelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, Kirito akan cepat sembuh kok. Ketika kita membutuhkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dan kedua gadis mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah… aku akan terbang ke reruntuhan di selatan untuk memastikan kondisi geografi. Aku akan meninggalkan Kirito kepada kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata seperti itu, Sinon berjalan menuju pintu masuk kereta–&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, Asuna menggenggam pundaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat tatapan keheranan dimatanya, Sinon terpaksa berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna, ada apa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon pikir jika Asuna akan menginterogasinya karena memberikan ciuman pada Kirito, tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-Hei, Sinon, barusan kau bilang akan terbang?! Kau… bisa terbang?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan ini, Sinon langsung mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya. Mereka bilang jika terbang adalah kemampuan dasar akun Solus. Jika aku tak salah dengar sepertinya tak ada batas waktu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka bukan kami yang perlu ditolong! Alice… kejarlah Alice, ia telah diculik oleh Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi yang dijelaskan Asuna setelahnya lebih membahayakan menurut Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Alice, kunci segalanya, telah ditangkap oleh Kaisar Vektor yang dive menggunakan sebuah Super Account seperti mereka berdua, dan kini sedang terbang ke selatan menggunakan seekor naga. Satu-satunya orang yang sedang mengejar adalah seorang swordsman bernama Bercouli, sang Komandan Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melawan sebuah Super Account, bahkan bagi Komandan Knight masih terlalu berat. Jika kita tak bisa menyelamatkan Alice sebelum Kaisar sampai ke «Altar Ujung Dunia», seluruh dunia ini akan hancur! Tolong Sinon, bantulah Bercouli-san!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah semua menjadi jelas dan ia mengira-ngira sosok Komandan Knight Bercouli di pikirannya, Sinon akhirnya terbang menuju langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ke 700 Pasukan Penjaga telah menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengejar mereka dari utara, pasukan crimson memiliki jumlah 20 kali lipat dari mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku akan segera kembali setelah menolong Alice. Bertahanlah sampai saat itu Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan seperti itu dalam hatinya, Sinon berimajinasi agar mempercepat terbangnya ke arah selatan. Ia berubah hingga seperti meteor berekor putih yang membelah langit merah darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke tanah gelap tak berhingga di bawah sana, Sinon akhirnya teringat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar lupa—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana Leafa yang juga dive bersama dengan dirinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakang pasukan Kerajaan Manusia yang dipimpin oleh Integrity Knight Renri adalah gelombang kedua pasukan Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di utara sana, di sisi selatan lembah yang diciptakan Asuna. Iskahn dan Guild Petarung Tangan Kosong, serta Integrity Knight Sheyta, masih bertempuran dengan pasukan crimson yang berjumlah lebih dari sepuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dibagian paling utara dari pertempuran tersebut—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hutan belantara di sisi lain Gerbang Besar Timur, yang kini penuh dengan tumpahan darah, berdiri sesosok demihuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya di selimuti armor baja. Mantel berbulu tertiup angin. Dua telinga ramping bergelantung di kedua sisi kepalanya, sedangkan hidungnya mancung ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah Pemimpin Orc, Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah diberi tugas bersama dengan tiga ratus pasukannya agar berjaga di belakang, ia kini mengunjungi Gerbang Besar Timur seorang diri. Ia tidak membawa satupun pengawal, karena ia tak ingin siapapun melihatnya berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meraba-raba pasir, Rirupirin akhirnya menemukan apa yang ia cari: sepasang anting perak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ia ambil dengan telapak tangannya sendiri adalah objek milik putri knight Renju yang selalu ia pakai, ia mematuhi perintah Kaisar lalu dijadikan tumbal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anting tersebut adalah satu-satunya yang tersisa dari Renju. Di hutan ini, bahkan armor miliknya tak tersisa, ia tewas bersama dengan tiga ratus pasukan Orc. Dark Art yang digunakan Ium hitam benar-benar menghancurkan tubuh dan equipment mereka, lalu diubah menjadi Energi Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Dee Ai Ell, orang yang menyarankan perintah keji tersebut kini telah menghilang bersama Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee, Pemimpin Guild Pengguna Dark Art telah tewas setelah menerima serangan balik milik «Putri Cahaya», kemudian Kaisar mengejar Putri Cahaya ke selatan tanpa memberikan Rirupirin perintah baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisa – sisa tiga ribu pasukan Orc tidak mungkin menahan Pasukan Kerajaan Manusia dan Integrity Knights guna menjaga Gerbang Besar Timur. Keinginan lima ras Tanah Kegelapan untuk menguasai Kerajaan Manusia telah hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Jika seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa teman masa kecil Rirupirin, Renju serta tiga ratus pasukan Orc dikorbankan, juga dua ribu pasukan Orc tewas? Apakah kematian mereka ada nilainya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada jawaban. Sama sekali tak ada jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena penampilan kaum kami, lima ribu penduduk asli Tanah Kegelapan tewas sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin memeluk antiing-anting ke dadanya, lalu ia berlutut ke tanah. Tangisan penuh sedu serta duka yang sangat dalam keluar dari dirinya— ketika ia hendak menangis—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara terdengar dari arah belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Orc berdiri dan membalik kepalanya, lalu melihat seorang wanita menghunuskan busur ke arahnya. Berambut kekuningan dan berkulit putih bersih, mengenakan pakaian berwarna kehijauan dan armor berkilau … bukan seorang dari Tanah Kegelapan, pasti dari Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak terkejut melihat sosoknya, maupun marah karena melihat sosok manusia, hal pertama yang Rirupirin rasakan adalah rasa malu seperti, “jangan tatap aku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena gadis tersebut yang berdiri dihadapannya terlalu cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mungkin adalah perempuan Ium Putih pertama yang pernah ia lihat dari jarak dekat, mereka tak berbeda dari wanita Ium Hitam di Tanah kegelapan. Tangan dan kaki-nya terlihat ringkih seolah ia bisa dengan mudah mematahkannya, rambut-nya masih tetap cantik meskipun tertimpa sedikit cahaya matahari, matanya menatap lurus seperti orang bodoh, namun seperti mata crystal emerald.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin mengutuk dirinya sendiri memikirkan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia takut jika mata gadis tersebut terisi tekad bulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan… Jangan lihat!! Jangan lihat aku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak sambil menutupi wajahnya dengan tangan kirinya, lalu menggenggam gagang pedang dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum gadis tersebut bisa berteriak, ia akan memotong kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia akan menghunus pedangnya, Rirupirin merasa anting yang ada di telapak tangannya menusuk – nusuk. Sebuah perasaan seolah ia sedang dimarahi oleh Renju sehingga ia menahan gerakannya, kemudian ia terkejut mendengar suara miliknya—.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Err… Selamat siang. Eh, selamat pagi, mungkin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurunkan busurnya, si gadis tersenyum ramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi bayangan telapak tangannya, Rirupirin kaget dan berkedip beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada rasa permusuhan maupun kemarahan dalam mata gadis tersebut, bahkan tak ada rasa takut. Bagi anak – anak Ium Putih, para Orc dari Tanah Kegelapan adalah dongeng horor pemakan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M… Mengapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata yang keluar dari mulutnya sendiri, seolah kebingungan menghadapi situasi seperti ini. Seolah ia bukan salah satu dari Sepuluh Bangsawan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa kau tidak lari? Mengapa kau tidak berteriak? Kau malah menyapa, jelaskan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis tampak kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa… Karena.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia memastikan sekeliling dan memandang langit merah di atas sana, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kau juga manusia, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak, Rirupirin tak bisa memahami mengapa perutnya bergetar. Menggenggam ujung pedang miliknya, si pemimpin Orc berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M… Manusia? Aku? Hal bodoh macam apa itu? Kau jelas bisa melihatnya! Aku ini seorang Orc! Seorang Orc disamakan dengan manusia babi oleh kalian para Ium!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, kau masih tetap manusia kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat tangan ke bibirnya, si gadis tersebut seolah seperti orang tua yang mengajari anaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, kita bisa bisa saling bicara. Terlebih lagi, apa yang kamu ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… ingin…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin tak bisa menjawab lagi. Kata – kata penuh percaya diri yang diucapkan oleh gadis bermata hijau ini terlalu tak normal bagi Pemimpin Orc yang selama ini hidup dengan amarah terhadap manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Jika kamu bisa bicara, kamu berarti manusia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya itukah syarat menjadi seorang “manusia”? Goblin, Ogre, dan Raksasa bisa bicara. Tetapi keempat ras termasuk Orc telah dipanggil “demihumans” sejak dimulainya sejarah Tanah Kegelapan, mereka berempat telah dipandang rendah daripada manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin hanya bisa bernafas agak tersengal-sengal ketika ia berdiri seperti orang bodoh. Dengan ucapan “Tak usah khawatirkan itu dulu”, si gadis menyapu kekagetannya dan melihat sekeliling lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dimana… ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa/Kirigaya Suguha menyadari jika ia telah muncul di tempat yang sangat jauh dari lokasi asli, lalu melihat keatas menuju langit berwarna merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar jika mesin STL 6 yang ia gunakan adalah mesin baru yang bahkan belum pernah dikeluarkan dari kardusnya, ia merasa tak nyaman. Suguha tak pernah merasa nyaman menggunakan shinai yang baru dibeli, terlebih lagi, ia tak pernah yakin pada mesin elektronik yang baru dibuka. Karena entah mengapa, ia selalu merasa ada masalah yang akan muncul pada mesin tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia log in, seperti Sinon yang masuk menggunakan Mesin STL Prototype 1, lokasi dive miliknya seharusnya ada di dekat Asuna, tetapi karena ia tak bisa melihat Asuna maupun Sinon, sesuatu pastilah terjadi sebelum ia tiba. Tetapi bukan berarti jika tempat yang ia tuju adalah tempat kosong, dihadapannya berdiri seorang manusia berwajah babi— dengan kata lain, seorang «Orc».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan warna cursor yang akan aktif seketika setelah dive, Orc ini seharusnya bukanlah musuh yang harus ia hadapi— para pemain VRMMO Amerika, tetapi Orc ini adalah sebuah “Artificial Fluctlight” yang hidup di dalam Underworld, “bottom-up” artificial intelligence seperti yang Yui jelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar penjelasan Yui mengenai orang-orang Underworld, Leafa berjanji tidak akan menghunuskan pedangnya terhadap mereka hingga saat – saat genting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah jelas kan— bagaimana mungkin ia bisa membunuh “manusia” yang Kakaknya coba lindungi? Jika sebuah Artificial Fluctlight tewas di dunia ini, jiwa mereka akan hancur, tak bisa dihidupkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bagi Leafa, yang sudah akrab dengan grafik kelas atas ALO, kerumitan model Orc, yang juga ada di dalam The Seed Nexus, benar – benar menakjubkan. Gerakan dan hembusan nafas dari hidung kemerahan, texture armor logam yang membalut sosok besarnya dan mantel berbulu, terlebih lagi, dua mata hitamnya serta ekspresi miliknya benar – benar bukti jika sosok ini memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus bertanya pada Orc ini, ia malu – malu menjauhkan wajahnya karena suatu alasan,  melihat sekelilingnya, ia masih belum mendapatkan jawaban. Memutuskan untuk menyelesaikan masalah yang hadir di depan mata, Leafa mengajukan pertanyaan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah… siapa namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak mundur, pemimpin Orc kini mengutarakan jawabannya atas pertanyaan kedua yang diajukan si gadis Ium Putih. Mungkin namanya sendiri adalah satu – satunya hal yang tidak ia benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Aku, Rirupirin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tiba – tiba menyesali telah menjawab. Karena sebelumnya, ketika ia bepergian menuju Ibukota Obsidia untuk pertama kalinya, para Dark Knights dan Pengguna Dark Art tertawa setelah mendengar nama Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi gadis ini tersenyum tulus, tanpa menyembunyikan emosi apapun, lalu mengulangi nama Rirupirin dengan suara jelas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rirupirin… Sungguh nama yang bagus. Aku Leafa. Senang berkenalan denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia melakukan gerakan membingungkan untuk kesekian kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengulurkan tangan putih lembutnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjabat Tangan— tentu saja ia tahu kebiasaan ini. Tindakan ini juga hal yang wajar diantara Orc. Tetapi ia tak pernah mendengar seorang Ium yang mau berjabat tangan dengan seorang Orc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ada yang salah dengan orang ini? Apakah ini jebakan, atau semacam Art? Apakah aku akan terkena Art sebelum bisa menyadarinya? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap tangan kecil yang terjulur, Rirupirin hanya bisa melongo tanpa bergerak. Si gadis memandang Rirupirin hampir sepuluh detik, kemudian menurunkan tangannya penuh kekecewaan. Melihatnya si gadis seperti itu, ia merasa rasa sakit menusuk hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia terus berbicara pada si gadis … Tidak, hanya menatapnya saja, ia tak akan tahu apa yang akan terjadi pada otaknya. Rirupirin telah memutuskan jika ia tak ingin membunuh manusia yang ada di hadapannya, tetapi ia harus menemukan solusi lain, ia berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau ini… seorang Penjaga dari Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia kan, bukan, seorang Knight. Aku ingin membawamu sebagai tahanan. Membawamu kepada Kaisar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia adalah gadis muda, armor yang ia kenakan dan pedang panjang yang ada di pinggang kirinya tak seperti penjaga lain, tak peduli bagaimana ia memandangnya. Desain dan material untuk membuat senjata dan armor tersebut bahkan mungkin lebih tinggi dari bahan – bahan pembuat equipment milik Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis tidak menunjukkan rasa takut atas perkataan Rirupirin, ia seolah berpikir akan sesuatu, lalu ia bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar yang kamu bicarakan adalah Dewa Kegelapan Vektor, benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Yeah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. Baiklah. Bawa aku ke Kaisar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangguk, mengangkat kedua tangannya untuk diikat. Ini jelas – jelas bukanlah postur tubuh untuk berjabat tangan, tetapi memintanya untuk mengikat kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa yang sedang ia pikirkan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 107.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin mengambil ikat pinggang dari pinggangnya, dan agak kasar— tetapi sedikit longgar, ia mengikat pinggang si gadis. Setelah mengikat ujung ikat pinggang, ia ingat jika Kaisar tidak berada di Perkemahan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi jika ia berpikir hal – hal rumit, otaknya akan terasa panas. Bahkan jika Kaisar tidak berada di sana, masih ada para Dark Knight dengan ekspresi jijik mereka, atau seseorang seperti Pemimpin Guild Perdagangan, Lengil yang tak tahu harus apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik setelah ia berbalik, ia mulai berjalan sambil menarik tali dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, pandangan hitam pekat mengelilinginya. Bau mengerikan tercium di hidungnya. Semuanya menjadi gelap, lalu Rirupirin memandang sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan terkejut tersebut pastilah berasal dari gadis yang menyebut namanya Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memutar kepalanya ke sekeliling, Rirupirin melihat sebuah lengan mencuat dari dalam kegelapan kabut dan dengan kasar menjambak rambut Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, pemilik tangan tersebut muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita ini seharusnya sudah mati— Pemimpin Guild Pengguna Dark Art, Dee Ai Ell berdiri di sana, bibirnya menunjukkan senyum kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mengapa aku tak bisa mengejarnya? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli, ketua Integrity Knights merasa semakin depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga naga bersama dirinya telah mengejar selama dua jam lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah melewati hutan, dimana Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia mendirikan perkemahan, melewati reruntuhan dengan patung – patung besar, lalu menuju daerah selatan Tanah Kegelapan, tetapi jarak antara mereka berdua tidak menunjukkan berkurang. Setelah berhasil menculik Integrity Knight Alice, naga milik Kaisar Vektor masih saja berupa titik hitam kecil di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar dan Alice menunggangi satu ekor naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Bercouli berganti terus antara Hoshigami, Amayori, dan Takiguri, mencoba untuk meminimalkan kelelahan mereka. Secara teori, ia seharusnya telah berhasil mengejar sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia masih belum bisa mengejarnya? Apakah Kaisar bisa dengan bebas mengontrol Life naga miliknya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin. Bahkan Pemimpin Tertinggi Administrator tak bisa mengontrol Life sesuka hati, itu adalah Taboo terbesar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kaisar tak akan bisa terbang selamanya. Ia harus mengistirahatkan naga miliknya dua kali sebelum sampai ke «Altar Ujung Dunia» di bagian paling selatan Tanah Kegelapan. Tetapi naga milik Bercouli juga perlu istirahat. Karena kecepatan mereka sama, ia tak akan bisa mempersempit jarak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak akan— bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli tak bisa menggunakan Art yang bisa mempersempit jarak seketika. Untuk menembus masalah ini, satu – satunya kesempatan yang bisa ia lakukan adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight dengan lembut mengelus pedang tersayang miliknya yang sedang tergantung di pinggang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah perasaan dingin, namun bisa diandalkan. Hanya dengan sentuhan tersebut, ia bisa merasakan Life pedang-nya masih jauh dari terisi penuh. Armament Full Control Art yang ia gunakan di Gerbang Besar Timur telah memakan banyak Life dari yang ia duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik yang hendak digunakan Bercouli adalah teknik paling tinggi dari Divine Instrument «Time Piercing Sword», namun akan memerlukan banyak Life.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya bisa menggunakannya satu kali. Dan tebasannya harus lebih akurat daripada memasukkan sebuah jarum ke targetnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli dengan lembut menyentuh leher Takiguri, dan melompat ke punggung Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tidak mengunakan tali kekang, Bercouli memasukkan kesadarannya pada partner yang telah bertarung bersamanya selama bertahun - tahun, lalu dengan teliti mengatur posisi terbangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengincar titik hitam di kejauhan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia ingin mengincar Kaisar sendiri, pada jarak sejauh ini ia tak akan bisa melihat sosoknya, jadi lemungkinan gagal terlalu tinggi. Ia harus melihat pergerakannya dan memusatkan tenaga miliknya menuju sayap sang naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri tegak, Bercouli perlahan menggerakkan tangan kanan dan menghunus pedang miliknya dari sarung pelindung,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang yang digenggam dengan tangan kanannya memunculkan cahaya lemah. Release Recollection Art yang diaktifkan tanpa menggunakan incantation lalu pedang panjang tersebut bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Khight menatap lurus kedepan, sambil meminta maaf pada naga yang tak bersalah didepan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, menyipitkan mata birunya— Bercouli, knight paling tua di dunia berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Time Piercing Sword— Arcane Slash!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara keras, ia mengayunkan pedang ke bawah dengan cepat. Tak terhitung kilatan kebiruan memancar dari arah tebasan, lalu menghilang satu per satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di depan sana, sayap kiri naga hitam yang dinaiki Kaisar Vektor terpotong dari pangkalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bau ini … Aku bisa menciumnya … Bau manis ini adalah bau Life …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjambak rambut si gadis dan mengangkat seluruh tubuhnya ke atas, bibir Dee Ai Ell mengeluarkan suara serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin hanya bisa menatapnya seperti orang bodoh, tak peduli berapa banyak kebencian yang ia berikan, seolah tak sampai padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit gelapnya seolah dilumuri minyak sehingga berkilat, sedangkan rambut hitamnya kini acak - acakan. Seluruh tubuhnya tertutupi luka akibat tebasan pedang sehingga memancarkan darah tiada henti. Ketika Dee bergerak, lukanya semakin lebar dan memancarkan lebih banyak darah. Tetapi asap hitam yang menyelimuti-nya segera berkumpul di sekitar luka, mengeluarkan bau mengerikan dan berusaha menghentikan cucuran darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber asap tersebut adalah kantong kulit kecil yang menggantung di pinggang Dee. Setelah melihat lebih dekat, ketika kantong tersebut terbuka, benda yang mirip serangga secara terus menerus memunculkan kepalanya untuk menciptakan asap tebal. Benda itu pastilah Dark Art yang berfungsi untuk menahan Life yang berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap Rirupirin, yang menutup hidungnya seolah jijik. Dee membentak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mangsa yang tepat. Aku memerintahkanmu, babi. Sebagai hadiah, aku akan menunjukkanmu sesuatu yang hebat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah ia mengatakannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee menurunkan kuku seperti cakar miliknya menuju kerah baju si gadis, yang mana kini semakin menunjukkan ekspresi kesakitan sambil rambutnya dijambak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa belas kasihan, armor perak dan baju berwarna kehijauan milik Leafa dirobek dan jatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit putih bersih pada tubuh atasnya kini terbuka, wajah si gadis semakin kesakitan. Memandangnya, Dee menunjukkan kekejamannya dan senyum liar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana? Ini pertama kalinya kau melihat tubuh wanita, kan? Ini mungkin cukup menggoda bagi seekor babi! Tetapi pertunjukannya baru akan dimulai …!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima jari di tangan kanan Dee mulai menggeliat dan bergerak seolah telah kehilangan tulangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana, jarinya kini telah berubah menjadi cacing licin berkilau. Di ujung jari tersebut, garis seperti mulut mulai membuka lebar, tampak menjijikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tonton ini…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Dee berteriak, kelima jarinya— bukan, lima cacing panjang membentang semakin panjang dan melilit tubuh atas Leafa. Cacing – cacing tersebut tak hanya menghentikan gerakannya; ujung cacing tersebut mengangkat kepalanya— lalu menusuk ke dalam kulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah menyembur ke segala arah dari gadis bernama Leafa ini, mata hijaunya terbuka lebar. Ia berusaha menarik ulat tersebut menggunakan tangannya, tetapi tubuh atasnya terikat dan pinggangnya terikat oleh sabuk milik Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah yang mengalir dari lima luka yang diterimanya seolah tampak berhenti, tetapi kenyataanya tidak begitu. Rirupirin sadar jika cacing dari jari – jari milik Dee semakin masuk ke dalam; cacing tersebut menghisap darah Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pengguna Dark Art mengangkat kepalanya dan mulai merapal incantation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039; “System call!! Transfer human unit durability… Right to Self!!” &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pop, cahaya kebiruan muncul dari luka si gadis. Kemudian, seolah terhubung dengan darahnya sendiri, darah Leafa terhisap menuju cacing milik Dee. Rasa sakit si gadis semakin menjadi – jadi, tubuhnya melengkung ke belakang seolah mau patah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Sungguh hebat… sungguh hebat!! Sangat kaya … dan manis!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cibiran kejam menusuk ke telinga Rirupirin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah tersadar, si ketua Orc berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa yang kau lakukan!! Gadis ini tahananku!! Aku akan membawanya ke Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam, babi bodoh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berteriak secara arogan, matanya haus darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau lupa jika Kaisar telah memberikan perintah operasi padaku?! Keinginanku adalah keinginan Kaisar!! Perintahku adalah perintah Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gu. Rirupirin tak bisa berkata - kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Bukankah penyerangan ini telah gagal?&#039;&#039; Ia ingin menjawab. Tetapi Kaisar telah menghilang dari medan peperangan tanpa memberikan perintah baru. Sekarang ini, tak ada seorangpun yang bisa membantah “perintah” dari Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Rirupirin menyaksikan, si gadis hanya berteriak pelan dan pergerakannya mulai melemah. Dengan kata lain, luka – luka milik Dee perlahan mulai menutup satu demi satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh… Guh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggeramkan giginya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Rirupirin, si gadis yang Life-nya perlahan di hisap, seperti sosok Renju yang dikorbankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya mulai hilang dari mata si gadis. Kulitnya mulai berubah dari putih menjadi pucat, dan tangannya mulai turun terkulai. Tetapi tentakel di tangan kanan Dee masih menghisap dengan rakus, berusaha menghisap darah milik Leafa sampai habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tewas… dia akan tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahanan aneh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, manusia pertama yang tidak takut maupun menghina dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kejadian yang tak bisa terpikir, lebih tepatnya sebuah keajaiban terjadi. Mata Rirupirin terbuka semakin lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah kehitaman daerah Tanah Kegelapan dibawah gadis tersebut, mulai bersinar hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang tampak seperti rumput hijau, yang mana tak pernah terlihat kecuali di bagian tertentu Tanah Kegelapan, kini mulai bermunculan dari tanah, dan banyak bunga – bunga berbagai warna mekar ke segala arah. Bau bunga – bunga yang terbawa oleh angin, dan bahkan cahaya merah matahari mulai berubah menjadi hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan tersebut, penuh dengan Life. Kini berkumpul dan terhisap oleh tubuh si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit pucatnya kini mulai mendapat kembali warnanya, lalu matanya mulai bersinar lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilusi sesaat tersebut kini menghilang, Rirupirin sadar jika Life si gadis telah pulih kembali. Rasa senang memenuhi hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kemudian dirusak oleh teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin… Life-nya sudah hampir habis … kini penuh lagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee memaki, lukanya juga telah pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melepas cengkraman pada rambut Leafa dan mengubah kelima jari lainnya menjadi cacing buruk rupa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbentuk kini agak besar, kelima tentakel yang baru diciptakan mulai melilit dan menusuk kulit milik Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… AHH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tawa milik Dee seolah menyatu dengan teriakan kesakitan si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AHAHAHAHA!! AH— HAHAHAHAHA!! Milikku! Dia milikku—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku harus menahannya. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menderita akibat rasa sakit yang tak pernah ia rasakan sebelumnya baik di dunia nyata maupun ALO, Leafa hanya bisa mengulangi perkataan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia dive, ia mendengar penjelasan mengenai kemampuan Super Account 03 «Dewi Tanah, Terraria».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unlimited automatic recovery&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk menyembuhkan diri secara otomatis&amp;lt;/ref&amp;gt;. Secara otomatis menghisap energi dari lingkungan di sekitarnya untuk memulihkan durability miliknya sendiri maupun benda hidup atau mati. Berdasarkan penjelasan Higa, batas HP yang dimilikinya, serta kemampuan tersebut, membuat Leafa tak mungkin mati karena kehabisan HP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Leafa memutuskan untuk berani ditangkap guna menantang Dewa Kegelapan Vektor, dan mencoba agar tidak menghunus pedangnya pada orang – orang Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita yang menyiksanya sekarang ini adalah penduduk Underworld seperti Rirupirin— sebuah Artificial Fluctlight. Jika ia ditebas menggunakan pedang, jiwanya akan hancur. Tanpa mengetahui mengapa ia bisa terluka dan mengapa ia ingin sembuh, Leafa tak ingin berterung dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh— Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengesampingkan pakaiannya yang telah dirobek, rasa sakit ketika Life miliknya dihisap benar – benar luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini rasanya sakit ketika tubuhmu tak bisa terluka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hentikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin tak menyadari jika kata – kata tersebut meluncur dari mulutnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, kali ini lebih jelas terasa di mulutnya dan tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya menyipit, mata milik Dee seolah hendak menerkam. Menahan rasa marah di perutnya, pemimpin Orc melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukanlah Life milikmu telah penuh? Kau tak perlu menyedot habis tubuh si Ium Putih!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sekarang apa? Berani memberiku perintah …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berkata pelan, seolah menekan nada piano.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, kesepuluh tentakel menggeliat semakin hebat, memaksa masuk semakin dalam, semakin cepat menghisap darah. Kulit Dee kini telah kembali ke warna eksotis miliknya, dan rambutnya kini semakin panjang dan lembut dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, Life yang dihisap secara berlebihan mulai memancar ke udara disekeliling menjadi partikel kebiruan. Namun Dee tak menunjukkan tanda – tanda untuk menghentikan siksaannya pada si gadis, kini Dee mulai mencengkram dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah bilang, kan. Tahanan ini menjadi milikku sekarang. Tak peduli berapa banyak Life yang aku hisap, tak peduli berapa banyak aku menyiksanya di depanmu, babi, atau bahkan ketika aku ingin membunuhnya sekarang, sudah bukan menjadi urusanmu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuku, kukuku, sebuah tawa keluar dari tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, yah, tentu. Kau yang menemukannya, jadi aku harus menunda pembayarannya kan? Kalau begitu… lepas semua pakaianmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap… Apa yang kau katakan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah sejak lama, melihatmu mengenakan armor dan mantel membuatku mau muntah. Kau ini babi, namun berlagak berpakaian seperti manusia. Jika kau mau  bertelanjang, merangkak, dan memohon padaku, mungkin aku akan mengembalikan tahanan manismu ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, seberkas cahaya merah memasuki pandangannya. Diiringi dengan rasa sakit seperti di tusuk jarum panas terasa di mata kanannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hanya seekor babi.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Seperti manusia. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata milik Dee bertolak belakang dengan kata – kata Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kau juga manusia, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Terlebih lagi, apa yang ingin kamu tahu? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak boleh membiarkan Dee membunuh gadis ini. Bukan, ia tak ingin Leafa mati. Karena ini... karena ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan bergetar milik Rirupirin menyentuh ujung mantel, dan membukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik mantelnya, Rirupirin menggerakkan tangannya ke sabuk yang mengikat seluruh armornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, suara lemah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya terangkat, matanya bertemu mata milik Leafa yang sedang menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata emerald miliknya berkedip beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… tak apa. Jadi, jangan … lakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terputus – putus. Dee menggigit wajah Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau terus mengucapkan hal – hal yang tak perlu, aku akan menggigit wajah cantikmu ini. Kita sedang bermain lho. Hei, apa yang kau tunggu babi. Lepas pakaianmu. Ataukah kau mulai merasa senang melihat tubuh manusia telanjang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyahahahaha, tawanya tak berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan miliknya yang memegang sabuk kini mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak peduli dengan rasa sakit di mata kanannya. Karena, dibandingkan dengan kemarahan dan penyiksaan yang mengisi hatinya, rasa sakit ini tak ada apa – apanya .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Aku… Aku…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, sesuatu mengalir dari matanya, turun hingga ke pipi. Tetesan yang jatuh di sebelah kiri berwarna bening, sementara yang jatuh di sisi kanan berwarna merah terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya mulai melepas dari ikat pinggang— dan bergerak menuju pangkal pedang di pinggang kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku seorang manusia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berteriak, rasa sakit yang tak pernah dirasakannya menyerang menyerang mata miliknya, lalu meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun setengah buta. Rirupirin bisa menemukan lokasi Dee secara tepat. Tawa sadis miliknya berhenti dan mulutnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sepenuh tenaga, Rirupirin mengayunkan pedang miliknya menuju kaki milik Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi— karena kehilangan sebelah mata, incarannya agak meleset.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung pedang miliknya hanya menyerempet betis Dee. Tubuh Rirupirin kehilangan keseimmbangan dan bahu kirinya ambruk ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat kepalanya, ia melihat Dee yang kini mulai murka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Babi busuk ini … beraninya melukaiku …!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melempar tubuh Leafa ke belakang dan melepas tentakelnya. Dengan deru suara, tentakel tersebut berubah menjadi pedang hitam tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mencincangmu, dan menjadikanmu makanan babi hutan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Orc menunggu ketika pedang tersebut sampai menebasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thump.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thump.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua suara terdengar pada saat yang sama. Pergerakan Dee terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bingung, Rirupirin melihat jika lengan milik Dee terjatuh dan menancap tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Dee juga terkejut. Wanita tersebut perlahan menoleh ke belakang, darah bagaikan air terjun mengalir deras dari punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok Leafa memasuki pandangan Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan sosok rampingnya yang tak memiliki otot, pedang panjang terlihat sulit untuk diayunkan ke depan. Meskipun kedua tangannya terikat, Leafa lah yang telah menebas tangan Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berbatuk dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang manusia … membantu seekor babi, dan menebas manusia lainnya …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Pengguna Dark Art memaju mundurkan kepalanya tak percaya, Leafa membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, aku hanya menebas orang jahat untuk menolong orang baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat pedang panjangnya lalu mengayun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hya-ka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis mundur ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sungguh— ajaib. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pergerakannya tidak berlebihan, namun cepat dan teknik miliknya luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, Rirupirin menangis— karena terbawa emosi kali ini. Ketika ia memandang Dee., Pengguna Dark Art nomor satu di Tanah Kegepalan dan yang terkuat diantara Sepuluh Bangsawan Penguasa, terpotong menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller melihat secara jelas ketika si naga hitam mengepakkan satu sayapnya,mendarat pelan, lalu meraung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika matanya berpaling, semua hal yang berhubungan dengan keberadaan sang naga yang ada di pikiran dan ingatannya lenyap. Ia memandang sekitar tanpa mengubah ekspresi wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi ia jatuh adalah sebuah daerah dengan banyak pilar batu. Pilar yang ia pijak di bagian tengah memiliki tinggi 100 yards dan lebar 30 yards.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat turun bukanlah hal yang bijak. Ia masih belum akrab dengan Art yang mengatur elemen di dunia ini, juga ia tak bisa meninggalkan Putri  Cahaya Alice di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia memiliki tali, jangkar, atau tangga tali, Gabriel bisa dengan mudah turun ke bawah dari ketinggian ini. Tetapi tak perlu melakukannya saat ini, karena musuh yang entah bagaimana berhasil menumbangkannya kini telah mendekat dari arah utara bersama dengan tiga ekor naga. Ia harus mengurus musuh ini, mengambil alih kendali AI si naga, lalu terbang ke selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mengangkat wajahnya dan menatap ke atas. Matahari virtual yang mengambang di langit merah telah mencapai titik puncak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak banyak waktu tersisa ketika Critter mengatur ulang waktu akselarasi. Bisakah Pemain Amerika yang berjumlah 50,000 menyapu habis Pasukan Kerajaan Manusia sebelum dipaksa log out karena percepatan akselerasi? Dengan jumlah 1,000 orang tersisa, Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia tak akan bisa bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang membuat ia ragu adalah para Integrity Knights yang telah berhasil menyapu pasukannya satu persatu. Tetapi salah satu diantaranya, Alice, telah berhasil ia culik, maka pengejarnya pastilah salah satu Knight juga, hanya ada satu dua orang Knight yang tersisa di medan peperangan utara sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera Gabriel memutuskan keinginannya, ia kini berbalik pada Integrity Knight Alice yang sedang pingsan di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sungguh sangat—cantik. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Begitu cantik hingga kesenangan yang ada dalam dirinya tak bisa berhenti. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel sedikit bingung: haruskah ia melepas senjata dan armor miliknya sebelum memborgolnya? Itu adalah pilihan paling masuk akal, tetapu musuh sedang mendekat dan tampaknnya akan agak sulit dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus menunnggu waktu akselerasi dan mengulur waktu. Bahkan ketika ia akan melonggarkan armor milik Alice, Gabriel harus melakukannya dengan lembut, dan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidur nyenyak sekarang, Alice… Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbisik lembut pada Alice, Gabriel berjalan ke tengah pilar bundar menunggu musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu Gabriel Miller yang sedang menggunakan Super Account 04 «Dewa Kegelapan Vektor», maupun Critter yang berhasil mencurinya, keduanya tidak mengetahui fakta ini: Alice si Knight terkuat telah jatuh ingsan selama beberapa jam hanya dengan dicengkram naga, itu karena kemampuan Vektor itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat Super Accounts di Underworld diciptakan guna melakukan perintah langsung— penciptaan keajaiban— di dunia ini dan lingkungan sekitarr.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stacia, yang bisa mengubah dataran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Solus, yang bisa menghancurkan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terraria, yang bisa menyembuhkan durability.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Vektor, yang bisa mengatur pikiran Artificial Fluctlights itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara khusus, ia juga bisa mengedit ingatan lingkungan— data Vektor dalam Fluctlights dan memindahkannya ke suatu tempat yang jauh, ataupun menciptakan bangunan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tindakan tersebut agak berbeda dengan ketiga Dewi yang lain namun memiliki konsep yang sama, cukup sulit baginya menjadi subjek untuk disembah oleh penduduk. Terlebih lagi, Vector tak hanya memiliki Prioritas equipment dan Life paling tinggi, ia juga memiliki kemampuan pelindung terhebat “Kemampuan tak bisa dijadikan target Art”. “Anak Hilang Vektor”, adalah salah satu dongeng yang diwariskan dalam Underworld, cerita tersebut diwariskan berdasarkan salah satu perintah operasi pada penduduk setemmpat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi kekuatan Dewa Kegelapan Vektor dan imajinasi unik milik Gabriel Miller, ataupun Incarnation yang bisa menimbulkan efek berlipat ganda yang bahkan tak bisa diprediksi oleh teknisi «RATH».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa menghisap kesadaran seseorang tanpa menggunakan Art.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluctlight milik Alice juga berhasil ditaklukkan dan dipaksa untuk tertiidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi kekuatan Vektor serta Gabriel telah sukses menghancurkan serangan maut milik Jendral Kegelapan Shasta sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang ini, rival Shasta— Integrity Knight Bercouli akan mengalami jejak yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli melihat naga Kaisar Vektor telah jatuh ke batu pilar besar sehingga ia tak bisa lari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia manahan kelelahan hebat karena menggunakan tehnik paling tinggi miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus… Tolong terbang sedikit lagi, Hoshigami, Amayori, Takiguri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia menyelesaikan kalimatnya, ketiga naga dengan sekuat tenaga mengepakkan sayap mereka. Selama musuh tetap berada disanam bahkan jarak sepuluh kilol akan bisa dikejar dengan singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat sebelum memasuki pertempuran, Bercouli mulai merenungkan. Ingatannya mulai mengingat mimpi tadi pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apakah kau pernah merasakan tanda-tanda kematian?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Tertinggi Administrator bertanya dalam mimpinya, dan bagi Bercouli yang mengenalnya selama ratusan tahun, ia tetap menjadi sosok yang tak bisa dikalahkan sampai akhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ia dilepaskan dari Deep Freeze dan diberitahu Alice mengenai kematian Pemimpin Tertinggi, ia merasakan kekagetan dan sedikit lega: Terima kasih atas hasil kerjamu selama ini. Kematian Pemimpin Tetua Chudelkin membuatnya lebih kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hal tersebut, ia tak pernah menanyakan secara jelas mengenai kematian Administrator kepada Alice , juga situasi yang dialami oleh Alice. Tentu saja, di sisi lain ia terlalu sibuk melatih Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia, dan di sisi lainnya ia tak ingin mau tahu— mengenai sifat keras kepala dan hasrat milik wanita bermata dan berambut perak tersebut ketika melakukan dosa paling besar tentang eksperimen – eksperimen anehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Administrator selalu lesu, tak konsisten, dan berubah – ubah pada Bercouli. Meskipun ia selalu mematuhinya, Bercouli tidak memujanya seperti yang Chudelkin lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga tidak benci mematuhi perintahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar … Percayakan padakukali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Knight paling tua berguman, dan membuka matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat dengan jelas sosok Alice yang berbaring di batu mengenakan armor emas miliknya, dan sosok Kaisar Vektor berdiri diam dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah… kalian bertiga berjaga saja di udara! Jika aku tewas, mundur ke utara dan bergabung dengan pasukan lain!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengisyaratkan dengan lembut pada ketiga naga, Bercouli terjun dari punggung Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon meninggalkan jejak udara bagaikan meteor jatuh, ke 700 orang Pasukan Penjaga dengan susah payah kini menuju arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mulai kewalahan menangani pasukan crimson di belakang mereka. Tetapi baik Penjaga maupun kuda – kuda tak akan bisa berlari terus seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berdiri di atas atap kereta Kirito, Tieze, dan Ronye, berdoa sambil menatap arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sekitar dua puluh menit penjelasan Sinon, pemandangan reruntuhan kastik raksasa mulai tampak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada tanda – tanda manusia, demihumans, maupun binatang raksasa lainnya. Hanya ada bebatuan yang diam di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan jalan lurus ini ada dua kuil datar. Tingginya sekitar 20 mel, dan lebarnya 300 mel. Kuil ini mungkin bisa dijadikan garis pertahanan agar musuh tidak mengepung mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara kedua kuil tersebut, jalanan masih berlanjut ke arah selatan. Pemandangan ini memberikan kesan seperti roti lapis, karena selain ada di tengah – tengah, juga ada patung besar di kedua sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah patung Budha, juga bukan patung khas negeri barat. Sejujurnya, patung tersebut seperti sosok persegi yang ada di reruntuhan Amerika Selatan. Semuanya dipahat dengan mata bulat dan mulut besar, dan tangan mereka disilangkan di depan dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apakah patung tersebut di desain oleh teknisi RATH ketika Underworld diciptakan? Ataukah diciptakan secara otomatis menggunakan paket program The Seed? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ataukah patung tersebut— dipahat dari gunung batu oleh penduduk Tanah Kegelapan …?  Seperti tanda makam bagi yang telah tewas …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik nafas, menyingkirkan pikiran – pikiran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak pada Knight Renri yang sedang memimpin pasukan sambil menunggang naga:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita serang musuh di dekat jalan sana”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban “Mengerti!” terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa menit kemudian, Penjaga mulai membentuk formasi diantara kedua kuil. Patung seperti Mammoth ada di kedua sisi, seolah menatap mereka. Tapal kuda dan sepatu penjaga bergetar mengisi jalanan kering ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri memando mereka, suaranya memotoong udara dingin:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Penjaga, bagi posisi! Biarkan kereta barang dan tim persediaan lewat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Penjaga kini terbagi menjadi dua, kemudian delapan kereta barag melewati mereka, diikuti dengan tim persediaan yang kebanyakan para Astetic. Setelah sampai di bagian belakang, mereka berhenti. Angin kencang bertiup dari pintu masuk raksasa di jalan sana, rambut Asuna tertiup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh senyap. Pemain Amerika yang mengejar mereka mulai kelihatan, debu – debu beserta getaran mulai terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna melompat dari kereta barang, dan berkata pada gadis – gadis yang menonjolkan kepala mereka ke atas atap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini pertempuran terakhir. Aku akan menyerahkan Kirito-kun pada kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya! Serahkan pada kami, Asuna-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan melindunginya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Bahkan jika harus bertaruh nyawa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Tieze, Ronye dan Sortiliena meletakkan tinju ke depan dada mereka, Asuna melakukan hal yang sama dan tersenyum lelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Istirahatlah. Aku tak akan membiarkan musuh sampai ke tempat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata tersebut seperti sebuah janji pada dirinya sendiri. Asuna melambaikan tangan dan berbalik arah dengan segala keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri kini masih ada di depan pasukan penjaga, mengattur mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan ini luasnya sekitar 20 mel. Meskipun cukup sempit untuk dijaga, menjaga jalan ini sambil formasi saling bergantian mungkin saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal paling penting adalah mencegah angka kematian sebesar mungkin ketika melawan 10,000 musuh lebih, karena regu Ascetic juga melakukan penyembuhan dari belakang. Untungnya, diantara pasukan crimson tak ada pengguna Art. Meskipun sepertinya para pemain tersebut tak menemukan cara untuk mengaktifkan system command yang cukup rumit di Underworld dalam waktu singkat, situasi ini sepertinya sebuah keajaiban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika situasi ini mungkin berubah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku akan membunuh seluruh pasukan seorang diri. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas dalam – dalam dan berkonsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memikirkan jumalah Life milik Stacia dan Prioritas equipment miliknya, ia tak akan kalah karena kerusakan berdasarkan angka. Masalahnya adalah apakah ia mampu menahan rasa sakit. Ketika ia menerima luka di jantung, tubuh virtualnya ini akan terluka, dan bahkan jika ia memaksa, ia mungkin akan jatuh dalam kondisi dimana ia tak akan bisa menggenggam pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memejamkan mata, memikirkan Kirito yang masih terluka. Ia membayangkan luka dan duka yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna sudah ada di garis depan, rasa takut lenyap dari dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertempuran besar ini adalah yang terakhir, diterangi cahaya matahari siang hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar duapuluh pemain Amerika yang mengenakan armor berat kini maju ke reruntuhan, mencari darah dan teriakan yang dijanjikan pengumuman dalam website.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun apa yang menunggu mereka bukanlah NPC yang didesain untuk hiburan semata, tetapi para pejuang yang berkeinginan untuk menyelamatkan dunia dan menolong teman mereka si Integrity Knight emas. Meskipun terluka parah, pedang mereka masih memancarkan cahaya keingianan untuk menahan senjata musuh dan menghancurkan armor musuh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sesosok manusia menatap ke bawah dari ketinggian, diatas pasukan crimson yang telah dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menganakan pakaian yang tidak memantulkan cahaya armor, seperti jaket sepeda motor besar. Jaket tersebut ditutupi dengan paku – paku keperakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjata yang ia gunakan hanyalah pisau pemotong daging besar yang menggantung di pinggang kirinya. Wajahnya tertutup. Tubuhnya dibungkus pakaian kulit hitam seperti jas hujan, hingga menutupi ke mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya tersenyum kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah Vassago Casals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dive sekali lagi ke dalam Underworld dan berhasil menghindari serangan laser milik SInon, ia kini menyamar diantara pasukan Amerika yang mengejar Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia. Akan tetapi, ia tidak ikut dalam serangan awal, malahan ia memanjat dinding kuil bagian timur, dari atas kepala sebuah patung ia bisa mengamati jalannya peperangan, ia mumutuskan untuk menikmati hiburan menarik ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kekek, bajingan itu selalu terburu – buru seperti biasanya ketika marah. Ia membunuh banyak orang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berguman dengan tawa kesenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti dalam ingatan masa lalu Vassago, gadis berarmor mutiara dengan rambut coklat— Asuna «The Flash» kini mulai menganggkat gagang rapier miliknya yang mulai bercahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Dahulu&#039;&#039;&#039;, Vassago juga dalam posisi yang sama, menonton pertempuran Asuna dari kejauhan. Ia telah bersumpah pada dirinya sendiri: &#039;&#039;Aku akan menghabisimu sebelum dunia ini berakhir. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama dengan seorang swordsman berpakaian hitam yang juga bertarung lebih ganas di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia meloncat dari punggung naga, Bercouli masih berada sekitar dua ratus mel diatas tanah. Jika ia meloncat langsung seperti itu, ia tak akan bisa menahan benturan yang akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia seolah menuruni sebuah tangga tak kasat mata, Komandan Knight turun dengan gerakan melingkar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap langkah yang ia jejaki, sebenarnya ia menciptakan Wind Element dibawah kakinya sebagai batu loncatan, dengan begitu ia bisa mengurangi daya benturan. Mengontrol Element dengan kedua kakinya sebenarnya adalah tehnik milik Pemimpin Tetua Chudelkin yang ia curi beberapa puluh tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam gagang pedangnya, knight paling tua ini semakin mendekat, menuju titik buta Kaisar Vektor. Vektor berdiri di tengah pilar tepat dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bunuh dia dengan sekali tebas. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah hasrat membunuh milik Integrity Knight Bercouli yang ditunjukkan semenjak ia membunuh Jendral Kegelapan dua generasi sebelumnya – sekitar seratus lima puluh tahun lalu. Dalam tahun – tahun setelahnya, ia tak pernah memiliki musuh yang mampu menarik hasrat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika ia bertarung dengan bocah Eugeo yang menerobos Katherdal Pusat seorang diri, Bercouli telah bertarung serius, namun tidak menunjukkan hasrat membunuh. Tetapi, jika ia melihat saat ini, bahkan melawan Jendral Kegelapan Shasta, ia tak pernah menunjukkan emosi negatif seperti marah maupun benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ini adalah pertama kalinya Bercouli menunjukkan kegarangannya setelah sekian lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap tubuh dirinya benar – benar terbakar. Terlebih lagim bukan saja karena telah menculik Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh ini datang dari dunia luar yang disebut Dunia Nyata, orang ini telah memaksa orang – orang Tanah Kegelapan menuju medan peperangan ketika mereka telah menerima masa kedamaian, juga ia mengirim puluhan ribu penduduknya mati sia – sia, benar – benar tindakan yang tak patut dipuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kaisar Vektor, aku tak tahu alasan apa yang memotivasimu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi jika orang – orang dari Dunia Nyata seburuk dirimu. Aku jadi mengerti begitu melihat ekspresi nona Asuna. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu berarti, satu – satunya kejahatan yang tak bisa diampuni adalah dirimu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika begitu, aku akan membinasakanmu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku akan menebus nyawa Jendral Kegelapan Shasta, Integrity Knight Eldrie,dan nyawa orang – orang yang telah gugur dalam peperangan ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Nah rasakan … serangan ini!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ze… AHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat sepuluh mel dari udara, Komandan Knight mengayunkan pedangnya sekuat tenaga kebawah menuju kepala Kaisar Vektor yang tak terlindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara berdesis, menimbulkan cahaya putuh. Cahaya tersebut menyilaukan pandangan, bahkan menelan warna sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak perlu ditanya, serangan ini adalah tehnik pedang paling kuat dalam sejarah Underworld. Prioritas serangannya bahkan mampu menulis kembali mnemonic data  dalam Main Visualizer. Dengan kata lain, segala hal yang ada dalam jangkauan serangan ini, berapapun nilai statusnya tak ada artinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bagi Super Account 04— Life tak terbatas milik Kaisar Vektor akan hancur jika terkena serangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika terkena serangan ini, begitulah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika meteor hendak menghantam kepalanya, wajah Vektor masih tak beremosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecepatan serangan ini sangatlah cepat bahkan seseorang tak akan bisa melihatnya. Serangan tersebut datang tiba - tiba; tak peduli berapa cepat reaksimu, mereka tak akan mampu menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi dalam sekejap, tubuh Vector yang terbungkus armor crystalline hitam, dengan tanpa suara bisa bergeser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghindari serangan ini, bergeser sedikit saja bisa menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang milik Bercouli hanya menggores mantel merah yang berkibar di urada. Seketika menyentuh pedang tersebut, mantel tersebut berubah menjadi debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zugaaaaang!! Dengan bunyi nyaring, bekas goresan terukir ke pilar batu tersebut. Seluruh pilar tersebut berguncang, pecahan – pecahannya berjatuhan ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ia menghindarinya?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap seperti orang bodoh, Bercouli tidak berhenti melancarkan serangan lanjut. Melalui pengalaman bertahun – tahun, ia telah mempelajari untuk tidak berhenti dalam kondisi yang tak terduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil langkah lagi, menerjang ke sisi Kaisar. Lalu, ia menebas serangan horizontal. Sekitar setengah detik berlalu sejak serangan pertama yang gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Vektor bisa menghindar serangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya seperti asap hitam yang tertiup angin, sulit dicapai tanpa persiapan. Ujung pedang miliknya menggores permukaan armor, percikan bunga api tercipta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Bercouli yakin akan kemenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan terkuat miliknya telah gagal, namun kekuatannya tidak menghilang. Armament Full Control Art milik pedang «Time Piercing Sword • Empty Slash»— sebuah kemampuan untuk ‘menebas masa depan’ telah diaktifkan. Serangan ini adalah tehnik yang akan meninggalkan tebasan pada siapapun yang berada pada arah tebasan, membunuh siapa saja yang menyentuh langsung pedang tersebut; tehnik ini membuat Eugeo kesulitan waktu berada dalam Katherdal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggung Kaisar condong ke depan dimana tiga tebasan tak terdeteksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan pertama mengenai rambut perak miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahkota di atas kepalanya hancur dengan bunyi khas logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Vektor terangkat ke atas seolah meminta ampun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli bisa merasakannya, seketika, tubuh miliknya pasti akan putus menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Slap.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bunyi terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumbernya adalah— tangan milik Kaisar yang mengepal diatas kepala belakang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ia menghentikan «Empty Slash» dengan tangan kosong? Tanpa menoleh? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak mungkin. &#039;&#039; Meskipun tehnik rahasia untuk menahan tebasan pedang dengan kedua tangan telah diturunkan secara bergenerasi pada Petarung Tangan Kosong di Tanah Kegelapan, tehnik tersebut bisa dilakukan jika tanganmu sekeras baja. Terlebih lagi, bahkan Pemimpin Petarung Tangan Kosong tak mungkin menahan serangan tak kelihatan dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran ini terlintas sejenak, setelahnya, Bercouli akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, ia hanya bisa menatap apa yang terjadi setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebasan yang tertinggal di udara dihisap oleh tangan Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, mata biru Kaisar menjadi warna hitam pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian terdalam kegelapan tersebut, banyak cahaya bisa tterlihat— apakah itu, bintang - bintang…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu Jiwa. Jiwa – jiwa yang telah ia hisap dan dikurung ada disana. Jiwa Jendral Kegelapan Shasta dan pendamping perempuannya kemungkinan juga ada disana …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bangsat, kau bisa menghisap Incarnation milik orang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada gumanan Bercouli, Vector perlahan menurunkan tangannya yang kini telah menelan tebasan seluruhnya, lalu berkata pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shin’i?13 … Aku paham, pikiran dan jiwa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya membuat tulang bergetar; seolah bisa menelan apapun. Dan sumber suara tersebut adalah bibir kecil yang kini sedang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pikiranmu seperti anggur tua yang nikmat. Kental dan kaya rasa … dengan rasa yang berat di awal. Meskipun bukan kesukaanku … pikiranmu cukup nikmat disajikan sebelum aku menikmati main course.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan pucat Kaisar kini menggenggam ujung pedang panjang yang ada di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang tipis yang perlahan ia tarik dari sarung pedangnya berwaarna violet. Mengayunkan pelan ke bawah, Kaisar Vektor tersenyum sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ijinkan aku menikmati lebih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya pedang besar berhasil menggores lengan kiri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit terasa, seperti luka yang tersiram air panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ini bukan apa – apa!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berpikir cepat, luka kecil di lengannya seketika langsung menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, dengan kilatan terang, pedang miliknya berhasil menusuk dada penyerang sebanyak empat kali. Wajah si pria menyusut kemudian tertunduk ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna telah lupa berapa banyak yang telah ia bunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia juga tak menghitung berapa banyak waktu yang telah berlalu sejak dimulainya pertempuran di reruntuhan ini. Ia hanya yakin jika jumlah pasukan crimson yang menerjang terus menerus masih sangat banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hmph,tebasan rapier seperti ini tak akan cukup. Di Aincrad Lama, pertempuran melawan boss selama tiga atau empat jam adalah hal yang wajar. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menyemangati dirinya, melewati tubuh – tubuh tak bernyawa para penjaga, lalu menghadapi musuh baru yang menggunakan kapak perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keseimbangan musuh goyah karena serangannya; Asuna langsung menyerang jantung sambil tengok kanan kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi Asuna bertempur sekarang ini adalah di tengah – tengah jalanan, di sisi kanannya, Integrity Knight Renri masih terus melempar dua pisau lempar dengan tenaga dan akurasi yang konstan. Ia tampak baik – baik saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada di sisi kiri yang dipimpin oleh Sortiliena, Penjaga yang ditempatkan disana, sangat jelas terlihat jika garis depan miliknya mulai terdorong ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayap Kiri, saling berganti antar penjaga bisakah lebih cepat! Fokuskan Art Penyembuh ke sisi tersebut”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna-sama, aku masih bisa bertarung!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang merespon adalah Sortiliena di garis paling depan, ia mengatifkan tehnik pedang dua tangan, «Cyclone». Pedang panjang miliknya berputar cepatdengan cahaya hijau dan menghempaskan tiga orang musuh, tetapi Liena terjatuh setelahnya. Menilai dari percakapan mereka tadi malam, para swordsmen dalam kelas bangsawan biasanya berfokus pada pertempuran satu lawan satu, jadi pertempuran panjang dengan banyak musuh seperti ini benar – benar tak adil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun tehnik pedang Liena cukup mematikan, bagi Asuna yang baru saja tiba di dunia ini kemarin, tehnik tersebut terlalu kaku. Liena terlalu banyak menggunakan serangan sebelum serangan utama, sehingga senjata musuh pasti akan menggores tubuhnya sebelum tehnik miliknya mencapai klimaks. Armor miliknya telah penuh bekas goresan, jejak darah ada diseluruh seragam Penjaga yang dikenakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mundur dan istirahat dulu, Liena-san! Percaya pada teman - temanmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada perintah Asuna, Liena menggigit bibir dan mengangguk lalu mundur sambil berkata “Aku akan segera kembali!” posisi miliknya langsing digantikan Komandan Penjaga, tetapi wajahnya cukup kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain kelelahan yang dialami sayap kiri, ada hal lain yang mengganjal hati Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan crimson yang sedang mereka lawan bukanlah monster humanoid yang dikendalikan algoritma, tetapi pemain veteran asal Amerika, tempat lahirnya MMORPGs. Mereka yang telah lama akrab dengan pertarungan akan langsung sadar jika penyerbuan sederhana tak akan efektif, seharusnya mereka memikirkan strategi lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang akan dirinya lakukan jika situasinya terbalik? Asuna mengayunkan Rapier miliknya semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya, ia akan melakukan serangan jarak jauh dari samping. Tetapi tak ada pengguna Art diantara musuh, dan jikapun ada, mereka tak akan langsung paham mengenai bahasa Art dalam Underworld yang begitu rumit dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Art, ada juga pemanah. Untungnya, hanya ada pemanah di Pasukan Penjaga, musuh tak bisa menggunakan akun pemanah. Usaha terakhir mereka adalah mengayunkan senjata dengan kedua tangannya, tetapi tindakan itu pasti membuat mereka tak cukup cepat, karena jika senjata mereka terlempar, mereka tak akan bisa ikut dalam peperangan ini setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya musuh tak memiliki banyak pilihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia semakin yakin bisa mengalahkan sepuluh ribu pasukan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Asuna memikirkan hal tersebut—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu masuk kuil dikelilingi kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya matahari terblokir oleh perisai besar di garis depan musuh juga tombak – tombak yang diacungkan kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Pengguna Tombak! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ber… Bersiaplah menahan serangan!! Berusahalah untuk bisa meghindari ujung tombak!! Dekati musuh agar bisa menyerang mereka!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Asuna berteriak, dengan suara dentingan logam, tombak – tombak besar melaju lurus ke depan secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
““”Assaaaaaaaaaault!!”””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaris penuh 20 pengguna tombak berteriak lalu mulai melaju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Penjaga mulai tertekan oleh serangan ini. Kumohon, tolong tenanglah, Asuna berdoa dalam diam sambil memandang pengguna tombak yang melaju langsung ke arah mereka. Pengguna tombak melaju lurus ke arah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggulah sampai saatnya dan — Cling!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya kekuningan bersinar dari ujung rapiernya dan ditujukan pada pengguna tombak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Haaah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berteriak, ia menancapkan rapier miliknya ke armor musuh, melihat ke depan, ia melihat jika rapier miliknya menusuk tenggorokan musuh. Dengan daya dorongan, darah menyembur ke seluruh pelindung kepala miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan yang terdengar bukan saja dari musuh, tetapi dari para Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa penjaga yang berada di sayap kiri tak berhasil menahan pengguna tombak, mereka tertusk - tusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh……….!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeraskan giginya, Asuna meninggalkan posisinya dan berlari ke kiri. Dengan tebasan «Linear», ia menusuk pasukan crimson yang menarik tombaknya dari penjaga yang telah tewas. Mau menggenggam pedang berlumuran darahnya lagi, Asuna memotong kedua tangannya dan melancarkan dua tusukan, «Parallel Sting».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berhasil menghindar tusukan tombak ketiga dengan melompat ke atas. Mendarat di tombak, ia berlari ke bahu musuh, mencopot helm miliknya dan menusukkan rapier ke leher musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh terjatuh sambil berteriak. Kini mundur, Asuna berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bawa yang terluka ke bagian belakang! Sembuhkan mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilai sekeliling sekali lagi, tampaknya Knight Renri dan para Penjaga mengalami kesulitan menghadapi pengguna tombak, enam orang Penjaga telah mengalami luka parah karena tertusuk tombak. Tiga diantaranya sepertinya tak bisa ditolong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Jika musuh mengulangi strategi ini, pasukan Pertahan Kerajaan Manusia tak akan mampu menahan kondisi ini karena kalah jumlah.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketakutannya menjadi kenyataan. 20 orang pengguna tombak selanjutnya siap untuk menerjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memandang musuh yang akan datang lalu memandang jika dirinya telah berada di tengah – tengan medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana ada seorang Penjaga yang masih sangat muda, mencoba mengontrol pedangnya, meskipu kakinya gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH………!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak kencang, Asuna berlari ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melaju menuju Penjaga muda yang masih membatu dan pasukan tombak yang akan datang. Rapier miliknya tak akan tepat waktu untuk menahan serangan tersebut. Ia hanya bisa menjangkau ujung tombak dengan ujung tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ini adalah dunia VRMMO, maka Asuna yang memiliki reaksi kecepatan dan kekuatan pasti akan mampu menahannya. Tetapi di Underworld, parameter yang tak bisa dihitung yang mana berbeda dengan SAO dan ALO, ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tombak baja menusuk ke perutnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daya dorong terasa di  seluruh tubuhnya. Tak bisa mengutarakan suara, Asuna dengan diam melihat ke samping, sebuah logam telah menusuk ke perut miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meminimalkan gerakan akan meningkatkan efektifitas pedang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Komandan Knight Bercouli, tehnik pedang milik Kaisar Vektor benar – benar berbeda dari style pedang yang pernah ia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, ia hampir tak pernah menggunakan kakinya. Ketika ia menghindari serangan, ia hanya menggeser dirinya dari pijakan. Juga, ketika ia mau menyerang, ia tak kelihatan melakukan persiapan. Pedang yang ia genggam agak renggang akan tiba – tiba meluncur ke jarak paling dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, memprediksi gerakannya sangat tak mungkin. Bercoulu bahkan hampir tak bisa menahan lima serangan kuat milik Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi lima serangan sudah cukup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pengalaman bertarung miliknya, Bercouli yang sudah mengamati tehnik Vektor mulai menyerang balik ketika Kaisar hendak memulai serangan ke enam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hsss!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melepaskan sedikit semangatnya, ia menebaskan tebasan ke arah kepala sebelum Vektor bisa melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama bunyi logam, percikan putih menyembur ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua pedang saling bertabrakan di tengah udara. Dari sini, hanya adu kekuatan saja. Pedang milik musuh terdorong ke bawah. Tampaknya tak bisa menahan tekanan, tubuh Vektor mulai membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ini saat – saat kritis!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memasukkan Incarnation dalam pedang miliknya. Pedang baja tersebut bercahaya perak. Time Piercing Sword perlahan menekan pedang hitam Vektor, sampai ke pundaknya, dan menggores armor—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, pedang Vektor mulai memunculkan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendar tersebut seperti makhluk hidup, membungkus Time Piercing Sword. Pada saat yang sama, cahaya perak milik Time Piercing Sword menghilang, seolah dihisap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa ini? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak…&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa, apa yang aku lakukan …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara gemercik, ia merasakan rasa dingin di punggung kirinya. Bercouli membuka matanya, melompat ke belakang, mengambil nafas panjang,  dan mendapatkan kembali kesadarannya yang hilang sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa itu tadi? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Seseorang sepertiku, ada di medan peperangan ini! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir keras, Bercouli sadar jika tak sepele itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan menyelimuti pikirannya sehingga ia tak tahu mengapa ia disini, atau megerti alasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan… kau menghisap Incarnation milikku lewat pedangku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memaki dengan suara rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban musuhnya hanya senyum sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang bahu kirinya. Haya goresan, namun cukup dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph… Sungguh menarik, benar kan, Kaisar? Tetapi tak bisa mengayunkan pedang sungguh menyusahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli terkekeh. Berbeda dengan Vektor yang tersenyum dan berguman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Benar. Yah, ada hal lain yang belum aku coba.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, ia menjulurkan pedang di tangan kanannya ke depan, tetapi bagaimanapun kau melihatnya, cukup jauh jarak mereka berdua. Tak mungkin pedang tersebut mengenainya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari ujung pedang yang terangkat, sebuah tembakan cahaya biru gelap muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039;Tak mungkin, dari jarak jauh?! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia menyimpulkan, cahaya tembakan tersebut menyentuh dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadarannya menghilang bagaikan api lilin yang tertiup angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang panjang milik musuh menjangkau Komandan Knight, turun lurus menuju lengan kirinya— namun ia hanya berdiri disana, hanya bisa menonton kejadian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang musuh terayun dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi khas, lengan kokoh Bercouli tertebas dari tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ku… u… ughh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berhasil menahan jeritannya yang hampir keluar. Rasa sakit yang amat sangat— seperti terkena semburan api secara terus menerus hingga batas rasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Rasa sakit ini bukan apa - apa! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hanya goresan, tak terasa apa – apa!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tombak hitam yang menancap di perut kiri Asuna telah menembus keluar sejauh setengah meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memutar kepalanya untuk melihat. Ujung tombak tersebut hanya menyentuh pipi si Penjaga muda yang berdiri melongo. Dengan sekuat tenaga ia tersenyum pada laki – laki tersebut, ia menatap pucat pada Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Dibandingkan nyawa berharga anak ini … apalah arti luka virtual?! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ungh… Ah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak hebat, Asuna memasukkan kekuatan ke tangan kirinya, lalu menggemggam tombak yang menembus tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi retakan, logam yang berdiameter lima cen patah dengan pukulannya. Ia lalu mengambil tusukan tombak yang ada di punggung dan menariknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunang – kunang menari di matanya, dan rasa sakit kesemutan mengalir dari ujung jari hingga kakinya. Tetapi tangan Asuna tak peduli, ia menarik tombak tersebut dengan brutal dan melemparkannya ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah menyembur dari mulut serta bekas luka di perutnta, tetapi tubuhnya masih tetap berdiri tegak. Asuna mengelap darah yang ada di mulut lalu menatap musuh dengan pandangan murka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik tombak tersebut berkedip beberapa kali, matanya kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, gosh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berucap dalam bahasa inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… The hell, man… This type of game isn’t fun at all. I’m logging out.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar kata – kata tersebut, Asuna menusuk jantung musuh menggunakan Rapier di tangan kanannya. Tubuh musuh tertunduk lalu menghilang dengan efek pecahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyeri di perutnya tidak membuat Asuna menangis, namun matanya berlinangan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit dan kebencian yang memenuhi medan peperangan ini seharusnya tak terjadi dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain Amerika dan Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia tak memiliki alasan untuk saling bantai. Jika kondisi mereka bertemu berbeda, kedua sisi seharusnya bisa menjadi teman— seperti yang Asuna alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia Virtual … dunia VRMMO seharusnya tidak seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T… To… Tolong… Gh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan dalam bahasa jepang memasuki telinga Asuna. Menoleh, ia melihat tombak besar menusuk seorang Penjaga yang tak bisa bergerak di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U… AAAAAAAHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emosi Asuna tak bisa ditahan ketika ia melaju ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rapier di tangan kanannya menebas tiada henti dan cahaya yang muncul dari ujungnya membungkus tubuh Asuna; kaki Asuna meninggalkan tanah ketika ia melaju lurus seperti komet. Serangan lurus tertinggi bagi rapier miliknya, «Flashing Penetrator».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemegang tombak yang hendak membunuh Penjaga terhempas ke udara, juga teman yang ada di belakangnya. Musuh ketiga juga terhempas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerbangkan musuh keempat yang ada di bawah patung besar, sword skill miliknya berhenti kemudian ia berbalik, menghembuskan nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang kedua serangan tombak telah menyebabkan lima orang tewas di Pasukan penjaga. Bersamaan itu juga, gelombang ketiga serangan tombak hendak bersiap - siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik rapier miliknya dari mayat musuh lalu berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua pasukan, jangan meninnggalkan posisimu! Renri-san, tolong ke sini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membuat senyuman kecil, memastikan Knight muda yang melihat sosoknya yang berlumuran darah di sana – sini agar tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Aku akan menghancurkan formasi musuh. Kuserahkan musuh yang berhasil lolos padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna-sama?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat tangan kirinya ke atas pada Renri dan para Penjaga yang kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pusat keseimbangan Bercouli tiba – tiba bergoyang, dan apa yang menyebabkannya adalah lengan kirinya yang terjatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang menyadarkannya bukanlah rasa sakit, tetapi rasa kengerian yang dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melompat ke belakang, berusaha menjaga jarak antara dirinya dan Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan darah dari lengan kirinya bercucuran di pilar batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa – apaan ini? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ia mengarahkan pedangnya padaku, dan kesadaranku dipaksa menghilanhh …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat kedua jarinya yang menggenggam gagang Time Piercing Sword untuk menyembuhkan luka, memeras otak secepat mungkin. Healing Art yang tak dilafalkan dengan cepat menghentikan percikan darah dengan bekas cahaya kebiruan. Akan tetapi, tak ada cukup Sacred Energy di bebatuan sekitar sini untuk menyambungkan lengan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bagaimana aku menghadapi musuh seperti ini?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Armament Full Control Art «Time Piercing Sword • Empty Slash» miliknya tak efektif. Incarnation yang ada pada tebasan akan dihisap oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilihan terakhir miliknya adalah menggunakan Release Recollection Art «Arcane Slash». Tetapi jika ia menggunakan tehnik itu lagi, ia harus mendapatkan saat  yang tepat. Pertama, musuh tak boleh mengganggu serangannya. Kedua, harus sangat akurat …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menyeka keringat yang ada di dahinya dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menyadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku sangat putus asa. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Entah mengapa, aku tak punya hal lagi yang bisa diandalkan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dengan kata lain, disinilah aku akan mati. Serangan selanjutnya mungkin akan menyebabkanku mati. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Heh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari kondisinya, ketimbang berkerut, Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One malah menyeringai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya berpaling dari Kaisar Vektor menuju Knight emas yang pingsan dibalik Kaisar Vektor— Alice Synthesis Thirty.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Nona Kecil. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku masih belum bisa memberi apa yang kamu inginkan, Nona Kecil. Aku belum bisa memberikan kasih sayang seorang ayah. Karena, aku sendiri juga tak bisa mengingat apapun mengenai orang tuaku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi, ada satu hal yang pasti. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mereka yang disebut orang tua pasti akan melindungi anak mereka. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bajingan sepertimu … tak akan bisa mengerti, dasar monster!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menjejak pilar dan maju kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menyiapkan rencana, ia mengisi segala sesuatu yang ada dalam dirinya menuju pedang, si Knight tertua tersebut berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 155.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ga… Hah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batuk darah keluar dari mulutnya dan tumpah ke tanah yang ia pijak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna masih tetap berdiri, bahkan jika ia hanya bisa menggenggam Rapier di tangan kanannya.&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Setelah menahan gelombang tombak ketiga dan keempat, ia terluka sepuluh kali lipat di seluruh tubuh. Armor dan pakaian mutiara putih miliknya kini robek dan darah ada dimana – mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerima serangan langsung dari tombak hingga membuat lubang di tubuhnya, sungguh heran mengapa ia masih bisa bergerak. Faktanya, HP miliknya yang sangat banyak tidak menurunkan kekuatan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tubuh ini akan tewas jika hatiku lengah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jadi, aku harus tetap berdiri. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tubuhnya telah mati rasa. Hanya rasa panas yang menyelimuti seluruh indranya, hingga membuat pandangannya agak kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang pasukan tombak kelima mulai muncul di pandangannnya yang kabur, lalu ia mencabut Rapier miliknya dari tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sudah tak bisa menghindar secara langsung. Ia hanya bisa menghentikan tombak dengan tubuhnya lalu melancarkan serangan sword skills.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rapier seberat bulu milik Asuna kini seolah menjadi cukup berat di genggamannya, tetapi kini ia mengangkatnya dengan kedua tangan, menunggu kedatangan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Go!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah berguncang, 20 orang pengguna tombak mulai melaju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Boom, boom, boom boom boom boom…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suara langkah kaki, suara bergema terdengar dari suatu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Asuna terangkat ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari langit merah, garis – garis mulai berjatuhan. Garis tersebut seperti kode digital.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bala bantuan… untuk musuh…?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Ahh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam jeritannya, ia merasa sangat khawatir dan ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna garis tersebut bukanlah warna crimson, tetapi biru tua seperti warna langit fajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa melihat warna tersebut, ia hanya menyaksikan dengan kedua matanya, menunggu apa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis – garis tersebut berhentii sepuluh meter di atas tanah; kode digital tersebut mulau memadat dan bercahaya, menjadi sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Voom. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara bertiup, dan sosok – sosok tersebut mulai berputar. Seperti angin tornado, sosok tersebut akhirnya turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat dibawahnya, ke 20 pengguna tombak berhenti dan juga menatap atas seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tornado biru tersebut mendarat di tengah formasi musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, pasukan crimson berhamburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah. Pasukan mush yang terkena tornado tersebut terpotong – potong, darahnya tertiup angin ke berbagai arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, di tengah pasukan tombak yang tewas, tornado tersebut mulai melambat dan membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok tersebut memunggungi Asuna, tubuhnya langsing namun tinggi. Ia mengenakan armor khas jepang. Tangan kirinya menggenggam sarung pedang di pinggang, dan tangan kanannya menggenggam pedang panjang, bukan, sebuah katana, yang kini ia acungkan ke depan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna telah melihat serangan itu sebelumnya, di dunia lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah Sword Skill.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan berat senjata katana— «Tsumujiguruma».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok tersebut akhirnya berdiri, memanggul katana miliknya ke punggung, lalu ia memandang Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah bandana miliknya, wajah agak berjanggut menyeringai padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, maaf membuatmu menunggu, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K… lein…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa mendengar suaranya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, getaran yang sama juga terdengar di seluruh langit. Meskipun efek suara yang ditimbulkan hampir sama ketika pemain Amerika muncul, namun bagi Asuna, suara ini adalah suara malaikat yang akan turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ribuan cahaya biru kode digital mulai turun satu persatu dari langit merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadaran menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit menmuatnya terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli telah lupa berapa banyak ia telah melalui proses tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui pertarungan ini, Kaisar Vektor tak pernah memberikan serangan fatal. Tetapi Bercouli tahu jika darah yang mengalir dari luka – lukanya, adalah Life miliknya yang semakin menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena kekuatan imajinasi yang ia kuasai selama dua ratus tahunan, ia berhasil mengusir rasa takut dan kengerian miliknya, ia hanya memikirkan satu hal dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya menghitung waktu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memiliki kemampuan khusus untuk mengkonfirmasi waktu menggunakan pikirannya, dan sekarang ia bergantung pada kemampuan tersebut lalu mengingatnya. Bahkan ketika pikirannya menghilang karena pedang Kaisar, ia masih tetap menghitung dalam bawah sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Empat ratus delapan puluh tujuh. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Empat ratus delapan puluh delapan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menghitung sambil meluncurkan serangan yang tak berarti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tehnik pedang milikmu … sepertinya tak berhasil menggoresku … wahai komandan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039; Empat ratus sembilan puluh lima.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak akan mampu membunuhku dengan tehnik pedang seperti itu ….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— &#039;&#039;Empat ratus sembilan puluh delapan. &#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat ini, aku masih belum selesai.!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berteriak, ia mengayunkan pedangnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedangnya menyentuh pedang Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Incarnation terhisap, pikirannya buyar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia sadar, ia telah berlutut, darah menetes dari pipi kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus depalan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hampir sampai, kumohon bertahanlah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli berdiri kesulitan, dan memandang Kaisar yang ada di belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan jijik muncul pada wajah tak berekspresi miliknya. Alasannya adalah ketika ia menebas pipi Bercouli, darah miliknya menyiprat di pipi Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vector mengelap noda tersebut dan berguman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil langkah ke depan menuju genangan darah yang diciptakan Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jiwamu terlalu berat. Terlalu kental. Terasa di lidahku. Dan kini membosankan, kau hanya berpikir untuk membunuhku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar berkata dengan nada datar, lalu mengambil satu langkah lagi ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Matilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terangkat pelan, pedang hitam memunculkan cahaya menyilaukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Bercouli tidak berubah, tetapi ia menggeramkan giginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Sedikit lagi. Tinggal tiga puluh detik. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh… Jangan berkata seperti itu. Aku masih bisa … menahannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight mengambil langkah ke depan, dan dengan gemetaran ia mengangkat pedang panjang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemana kau akan.... pergi. Kemana kau akan melangkah. Oh, disana…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cahaya redup di matanya, Komandan Knight mengayunkan pedangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clog. Ia menebaskan pedang ke suatu arah, lalu semakin gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ataukah … disini…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melancarkan tebasanlain walaupun agak lemah. Lalu, ia menyeret kakinya yang mati rasa, Bercouli menebas ke arah secara acak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerena pandangannya mulai buram karena kehilangan banyak darah, pikirannya juga menjadi kabur— ia sudah tahu akan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ini adalah tindakan terakhir milik Komandan Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata biru miliknya yang sudah kehilangan cahaya hanya berfokus pada satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jejak kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir sepulum menit melakukan serangan tak berarti, Bercouli telah menumpahkan darahnya ke bebatuan yang ada di kakinya. Meskipun tidak luas tetapi dua jejak kaki bisa terlihat jelas, ada jejak sepatu milik Kaisar Vektor dan sandal kulit milik Komandan Knight, bisa terlihat jelas dan mudah dibedakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ini adalah jejak pergerakan keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Bercouli telah mencari jejak kaki milik Kaisar yang telah mengering ketika ia menebas lengan Bercouli sepuluh menit lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, Bercouli mulai menghitung meskipun tak sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti, ia bisa mengetahui kemana Kaisar Vektor bergerak sepuluh menit lalu. Lalu, jejak kaki yang ia buat berhasil merekam kemana ia melaju, dan dimana ia berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus depapan puluh sembilan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus sembilan puluh. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… Aku menemukanmu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli berguman, semakin gemetaran ketika ia mengayunkan Time Piercing Sword.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah serangan terakhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu pedang maupun pemiliknya, keduanya telah mencapai batas Life mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Bercouli semakin kelelahan, ia mengaktifkan Release Recollection Art milik Divine Instrument-nya, Time Piercing Sword.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
«Time Piercing Sword • Arcane Slash».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebalilan tehnik «Empty Slash» yang bisa menebas masa depan, tehnik «Arcane Slash» bisa menebas masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Main Visualizer dari Underworld, pergerakan semua manusia telah direkam selama enam ratus detik, atau sepuluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Time Piercing Sword bisa merusak rekaman ini, menyebabkan sistem salah mengenali lokasi seorang manusia saat ini menjadi lokasi masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya, pedang yang tadi dilancarkan bisa berpindah ke tubuh seseorang yang ada di masa lalu. Tak bisa dihindari, tak bisa diblokir, sesuai namanya, tehnik ini seolah mempecundangi tehnik pedang lain dan kerja keras seorang swordsmen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya Bercouli selaluberpikir dua kali sebelum mengaktifkan «Arcane Slash». Ketika bertarung melawan Eugeo, walaupun terkena Release Recollection Art dari Blue Rose Sword, ia memutuskan tak akan menggunakan tehnik ini karena ia bisa menang dengan mudah. Ia tahu jika Pemimpin tetua Chudelkin akan menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap Gereja Axiom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena lawannya Kaisar Vektor yang memiliki kekuatan melebihi dirinya, ia tak perlu berpikir dua kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kaisar Vektor turun dari naganya, Bercouli mengambil keuntungan tentang fakta bahwa musuhnya hanya terbang lurus dengan kecepatan tetap sehingga ia bisa mengetahui lokasi terbang sepuluh menit sebelumnya. Namun, karena jarak dekat, ia harus benar – benar memastikan lokasinya dengan sangat tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, jika ia bisa mengingat lokasi musuh sepuluh menit lalu, ia bisa mengaktifkan tehnik ini. Tetapi menggunakan cara tersebut, jika pengaktifan tehnik pedang miliknya terganggu oleh musuh, akan menjadi sulit untuk menghitung sepuluh menit lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tepat seperti ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau kelihatan mengincar sesuatu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar Vektor mendekat, dan Bercouli dipaksa menghindari Incarnation berwarna biru gelap dari pedang panjang musuh. Seperti itu, «sepuluh menit masa lalu » yang telah ia rekam menghilang selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku melewatkan kesempatanku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli sekali lagi menyiapkan Time Piercing Sword miliknya yang akan mengaktifkan Release Recollection.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berada di ujung tanduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Kaisar telah menyadari jika ia mengincar sesuatu, ia akan langsung mengaktifkan serangan terakhir miliknya. Kenyataannya, cahaya Incarnation pedang panjang milik Vektor telah melaju ke arah Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berusaha melawannya, Komandan Knight berusaha menghindar sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berguling. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berguling, berguling, dan terjatuh. Ia tahu sejak lama jika ia akan menjumpai maut dengan cara sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga kali, empat kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat pada serangan kelima, Bercouli berhasil menghindari semua serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelahnya, cahaya kebiruan berhasil menyentuh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadarannya berhasil menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Bercouli membuka matanya lagi, apa yang ia lihat adalah pedang panjang Vektor yang menembus kedalam perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara whoosh, pedang tersebut tertarik, sisa – sisa Life milik Komandan Knight menyembur lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia terjatuh ke belakang, ia melihat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok naga yang terbang tinggi di langit, kini melaju ke bawah dengan kecepatan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hoshigami. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hei, kau kusuruh berjaga kan? Mengapa kau menentang perintahku, kau tak pernah melakukan hal ini sebelumnya, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga membuka lebar mulutnya, api kebiruan mulai menyembur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melawan serangan seperti itu yang berhasil memusnahkan ribuan pasukan, Kaisar Vektor kini merentangkan tangan kirinya dan menangkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Armor hitam yang ada di tangannya berhasil memantulkan api ke segala arah. Api berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang di tangan Kaisar menembakkan cahaya biru gelap sekali lagi, menembus api biru dan menusuk tepat ke kepala Hoshigami. Naga Bercouli menerima tehnik pedang berkekuatan penuh yang berhasil mengontrol naga Dark Knight Order sebelumnya— tetapi gerakannya tidak terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebalikannya, Hoshigami mengubah seluruh Life miliknya menjadi sinar putih yang ditembakkan dari sayapnya, langsung ke arah Kaisar berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa jijik muncul lagi dari wajahKaisar; ia mengangkat pedangnya tinggi – tinggi dan dan menusukkan tusukan menuju rahang sang naga, berusaha menghancurkannya. Cahaya gelap menyelimutinya, menghisap Life sang naga dan menghancurkan tubuhnya berkeping - keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami telah memberikan Life miliknya untuk mengalihkan perhatian Kaisar selama tujuh detik—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli tak akan menyia – nyiakan kesempatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight bisa merasakan nafas terakhir milik naga tersayangnya yang telah menghabiskan seluruh hidupnya bersama Bercouli lalu mengayunkan Release Recollection Time Piercing Sword tinggi – tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tehnik untuk mengingat “posisi musuh sepuluh menit lalu” hanya bisa diaktifkan setiap sepuluh menit sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, rekaman pergerakan yang ada di tanah bisa menunjukkan posisi musuh sepuluh menit sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh detik setelah Bercouli menatap posisi dimana ia tidak bisa melakukan serangannya, jejak kaki Kaisar bisa terlihat, ia lalu meluncurkan serangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada karakteristik lain pada tehnik «Time Piercing Sword • Arcane Slash».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan memasuki system secara langsung, kekuatan pedang ini bisa “menghapus nilai Life dari target yang akan ditebas”. Terlebih lagi, serangan ini tak akan bisa ditahan bahkan oleh sebuah Incarnation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, kemampuan Kaisar Vektor untuk menonaktifkan dan menghisap semua serangan Incarnation tak akan bisa diaktifkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus, nilai Life tak terbatas milik Vektor langsung terubah menjadi nol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya, tubuh Kaisar langsung terpotong dari bagu hingga pinggang kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika tubuhnya terpotong menjadi dua, ekspresi wajah Kaisar Vektor masih tetap pucat tanpa ekspresi. Mata birunya hanya menatap kosong menuju langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah tubuh atasnya mendarat ke tanah, di sekitar dadanya, cahaya hitam menyembur, menciptakan ledakan tak bersuara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ledakan berhenti, tak tersisa jejak tubuh maupun keberadaan Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, Time Piercing Sword yang telah kehabisan Life hancur menjadi debu dengan suara menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039;begitu hangat. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku ingin berada disini lebih lama. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbangun dari tidurnya, Integrity Knight Alice tersenyum kecil ketika masih diantara batas bangun dan tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghalau sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mulai berdiri dengan kedua kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tangan dengan lembut membelai rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
………&#039;&#039;Ayah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah berapa lama ia berbaring disini? Ia telah lama merindukan masa – masa tenang seperti in … Perasaan terlindungi, tak mengkhawatirkan apapun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ahh… Tapi, sudah saatnya untuk nangun. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Integrity Knight Alice membuka kelopak matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang muncul di depan matanya adalah sosok swordsman berumur, matanya menyipit ketika ia memandang Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di wajah dan dadanya, terdapat bekas luka. Luka tersebut kini bertambah karena luka yang kini bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Paman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berbisik, akhirnya ia benar – benar sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Benar, aku telah diculik Kaisar Vektor. Beneran nih, aku benar – benar ceroboh, aku maju tanpa berpikir panjang. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi seperti prediksi Paman, bahkan ketika aku tertangkap oleh musuh, ia akan menyelamatkanku. Selama orang ini ada disini, aku bisa merasa aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum lagi, Alice berdiri. Ia menyadari luka yang ada di wajah dan dada Komandan Knight, ia menghembuskan nafas lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan kirinya terpotong dari atas bahu. Jubah miliknya berlumuran darah kering. Dan dibawah dadanya, luka mengerikan berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“P… Paman… !! Paman Bercouli!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak dan mengulurkan kedua tangannya, jari milik Alice menyentuh pipi Komandan Knight Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia menyadari jika Knight tertua di dunia ini telah menghabiskan Life miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039; Aw, jangan menangis seperti itu Nona Kecil. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kematian pasti akan datang, hanya saja datang sekarang,benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One berkata ramah ketika ia melihat kebawah pada Alice yang memeluknya. Namun suaranya tak bisa keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;…Nona Kecil, jika ini kamu. Aku akan baik – baik saja. Bahkan jika sendirian, kamu akan bisa teris hidup. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Karena, kamu ini muridku.... putriku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan dibawah kini meninggalkan mata Bercouli. Membuat senyum terakhir pada murid kesayangannya, matanya kini menatap langit utara di kejauhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memikirkan seorang knight wanita lain yang ada jauh disana..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak tahu apakah mereka akan sukses atau tidak, tetapi saat ini, hati miliknya terisi oleh perasaan mendalam setelah menemui ujung hidupnya yang mana ia pikir akan hidup abadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;… Yah,tak begitu buruk kok, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kau harus bersyukur karena ada orang – orang yang menangis untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menoleh menuju sumber suara, ia melihat seorang gadis melayang disana, tubuh telanjangnya tertutupi rambut perak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hei, jadi kau masih hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat bahunya, dan Pemimpin Tertinggi Administrator berkedip dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi itu tak mungkin, benar kan? Bisa muncul dihadapanmu, aku ini ingatan dalam dirimu. ‘Aku’ Cuma ingatan Administrator yang tersimpan dalam jiwamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, aku masih tidak begitu paham … tetapi, jika kau ini ada dalam ingatanku. Aku senang kamu bisa tersenyum seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli merespon sambil menyeringai, dan tiba – tiba disampingnya. Ada naga tersayang milik Bercouli, Hoshigami. Ia menjulurkan leher panjangnya menuju tubuh Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight dengan lembut memegang leher peraknya. Lalu ia melompat bersama Pemimpin Tertinggi keatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu membenciku?” Komandan Knight hanya bisa menggeleng. “Apakah kamu tak membenciku yang telah membuatmu hidup abadi dan menghapus ingatanmu berulang kali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat, Bercouli menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun memang benar dan cukup bosan, yah, hidup yang aku jalani cukup menyenangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sungguh?.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpaling pada jawaban Administrator, Bercouli menarik tali kekang Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga membentangkan sayap transparan miliknya, lalu perlahan terbang menuju langit luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah langit berbintang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tanah kering sekitar reruntuhan «Gerbang Besar Timur». Di sebelah timur dan barat reruntuhan, sepuluh ribu pasukan Tanah Kegelapan yang tertinggal dan empat ribu Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia telah membentuk formasi, bersiap untuk saling serang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Kaisar Vektor telah menghilang tanpa jejak, pasukan Tanah Kegelapan tak bisa bergerak bebas. Pasukan Penjaga juga kebingungan sehingga mereka juga tak bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didekat reruntuhan gerbang hanya terdengar suara angin, ada sosok knight wanita. Dia adalah Integrity Knight yang tinggal untuk memimpin Pasukan utama, Fanatio Synthesis Two. Ia telah memerintahkan Penjaga dan regu Ascetics untuk beristirahat akan pertempuran yang akan terjadi, tetapi dirinya sendiri tak bisa tidur di tenda. Sehingga ia berjalan sendiri di reruntuhan Gerbang Besar Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit malam telah lama berlalu. Solus telah tenggelam di langit merah Tanah Kegelapan dan langit biru Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari satu setengah hari berlalu sejak pasukan pengecoh Kerajaan Manusia berangkat menuju bagian selatan Tanah Kegelapan. Meskipun ia tahu mengenai misi mereka tak akan mudah, ia harus menunggu disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika Fanatio menutup matanya, ingin berdoa pada ketiga dewi agar mereka bisa kembali dengan selamat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya terbuka mendadak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa pria yang ia cintai sedang berbicara di telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Maaf, Fanatio. Tampaknya kita tak akan bisa bertemu lagi. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku menyerahkan sisanya padamu. Biarkan anak itu hidup bahagia …&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum lama ini, Fanatio telah mendengar perkataan yang sama. Itu adalah perkataan ketika Komandan Knight Bercouli hendak bernagkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpakaian armor silver, tangan Fanatio menyentuh perutnyya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyawa baru yang ada di tubuhnya adalah sesuatu yang terjadi tiga bulan lalu. Bercouli, yang mana telah pergi selama lebuh dari seratus tahun tanpa menyentuh Fanatio, ia mungkin telah memprediksinya ketika ia melanggar taboo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memprediksi kematiannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan jika Life milik Komandan Knight Bercouli telah menghilang di kejauhan sana, Fanatio perlahan tertunduk dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa menahan, ia terisak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan mengapa Bercouli selalu menjauh dari Fanatio maupun perempuan lain, ia pernah mendengarnya dahulu kala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria dan wanita di Kerajaan Manusia hanya bisa menikah dibawah pengawasan pendeta Gereja Axiom, dan hanya bisa membuat seorang anak melalui sebuah kontrak. Namun seorang Integrity Knights berperan juga sebagai seorang pendeta dan tak memerlukan pesta pernikahan. Mereka hanya harus bersumpah saling mencintai, berbagi ranjang, dan bisa memiliki seorang keturunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namin anak ini akan menua dan tewas ketimbang orang tuanya karena Life mereka telah dibekukan. Bahkan, mengijinkan anak ini mengalami hal yang sama bahkan lebih kejam dari tindakan Pemimpin tertinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, karena Pemimpin Tertinggi telah meninggal, Bercouli akhirnya menerima perasaan Fanatio. Maka, ia memutuskan untuk melindungi anak ini dan membuatnya terus hidup sampai ajal menjemput.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Beristirahatlah dengan tenang, Bercouli. Aku akan membesarkan anak ini. Aku akan membuatnya menjadi seorang pria yang kuat seperti dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghentikan isak tangisnya, Fanatio membuat keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tetapi sekarang ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sekarang ini, biarkan aku menangis. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjatuh ke tanah, Fanatio menggenggam butiran pasir bekas jejak kaku Komandan Knight Bercouli, lalu menangis tanpa menahan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun aku tak memiliki masalah dengan kalian …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengacunngkan katana merahnya pada pasukan crimson, pedang miliknya bergetar di penjuru reruntuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan membalas kalian karena telah melukai temanku. Aku akan membalas tiga kali lipat … Tidak, aku akan membalas ribuan kali lipat sialan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah berteriak, ia melaju ke arah musuh. Asuna begitu kebingungan hingga ia melupakan rasa sakit yang ada di perutnya. Tiba – tiba, garis kode lain muncul disebelah Klein, membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosoknya begitu besar, seorang pria berkulit coklat dan menggenggam kapak besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Agil-san!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika “si penjual”, yang pernah menyediakan persediaan pertempuran bagi pemain atas SAO, menoleh pada Asuna, ia mengacungkan jempolnya ke atas udara dambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, ia berbalik dan mengejar Klein yang telah berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang ketiga dan keempat muncul dihadapan Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis berambut pendek, mengenakan pakaian merah kecoklatan serta pelindung dada berwarna perak, ia juga menggunakan palu perak yang menggantung di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, seorang gadis kecil yang mengenakan pakaian dan tunik biru laut, rambutnya diikat twin tail.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Liz!! Silica-chan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua mata Asuna terisi air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan meninggalkan tubuhnya. Sambil tetap di posisi semula, Asuna membuka kedua tangannya pada temannya yang ia sayangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian… Kalian telah datang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu dong kami datang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beneran”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjawab pada saat yang sama, Lisbeth dan Silica menggenggam tangan kanan dan kiri milik Asuna lalu memeluknya. Ekspresi keduanya juga menjadi terharu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Selalu memaksakan diri … kau berdarah tahu … kau terlalu sok kuat, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serahkan sisanya pada kami, yang lainnya juga datang lho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan ppelukan dari Lisbeth dan Silica, Asuna merasakan jika rasa sakitpada luka – lukanya berubah menjadi rasa hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih… Terima kasih …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi cucuran air mata, Asuna melihat hujan garis digital yang memasuki pertempuran ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 178.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang muncul disana adalah ribuan swordsmen yang memakai armor yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musuh yang berarmor merah adalah musuh kita!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan, serang! Pukul mundur musuh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para Penjaga, mundurlah sementara dan sembuhkan luka kalian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendarat, mereka mulai berteriak dalam bahasa Underworld, bukan, bahasa Jepang — mereka mengangkat pedang, kapal, dan tombak lalu mulai melaju ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilai dari kemampuan bertarung individu dan mengerti cara bekerja sama, mereka kemungkinan adalah para pemain veteran VRMMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Jadi seperti itu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna akhirnya menyadari situasi yang muncul dihadapan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Karena pemain Amerika muncul di medan peperangan ini, ratio akselerasi Underworld mungkin telah diubah oleh penyerang menjadi 1:1. Dengan kata lain, sangat memungkinkan untuk Dive menggunakan AmuSpheres dari Jepang. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi menilai dari equipment serta senjata, tampaknya mereka tidak menggunakan akun default Penjaga. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu berarti— mereka mengkonvert akunnya. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak salah lagi jika mereka mengubah karakter mereka — karakter yang telah lama mereka latih — ke dalam Underworld. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tampaknya mereka tidak tahu apakah mereka bisa kembali ke dunia VRMMO asal mereka. Alasannya adalah— kondisi Underworld itu sendiri, mungkin saja karakter mereka akan hancur ketika mereka tewas, namun mereka …!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semuanya… Maaf… Aku minta maaf …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara separo menangis, Asuna meminta maaf pada kedua temannya dam kepada para swordsmen yang telah maju ke garis deppan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu ngomong apa sih, Asuna?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Lisbeth terisi oleh ketetapan hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alasan kamu berhasil sukses di SAO dan ALO adalah karena kami yakin jika kami suatu hari akan menyelamatkan dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah… benar… terima kasih semuanya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbisik berterima kasih, Asuna mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ada satu hal yang mengganjal. Bagaimana Liz dan lainnya yang ada di sunia nyata tahu mengenai kondisi Underworld dan mencari bala bantuan? Tak mungkin Kikuoka dan Higa, karena mereka berdua berada di ruang sub kontrol Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei Liz, Silica-chan. Siapa orang yang membawa kalian kesini …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan Asuna, mereka berdua saling pandang dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, Asuna, bukankah sudah jelas?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja Yui-chan! Ia telah berusaha sangat keras menjelaskan kondisi Underworld dan penduduknya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mendengar kata – kata tersebut, hatinya bergetar dan air mata semakin menuruni pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yui. Terlahir sebagai Top-Down AI dalam SAO, putri Asuna dan Kirito. Ya… pastilah Yui yang memberi tahu mereka. Ia menyadari rencana musuh yang tak bisa diprediksi oleh Asuna, Kikuoka, dan yang lain, ia pasti mengambil tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Terima kasih, Yui-chan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil bersyukur, lengan kirinya yang terluka telah sembug dan luka di seluruh tubuhnya langsung hilang begitu ia berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, suara lemah terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um… Asuna-sama? Orang – orang ini… atau para knight ini adalah …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri berdiri disana dengan pandangan heran. Dibelakangnya para Penjaga juga memiliki ekspresi yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna, setelah menatap Renri, Lisbeth, dan yang lain kemudian tersenyum dan membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teman - temanku. Mereka datang dari Dunia Nyata untuk menolong kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri berkedip beberapa kali, lalu menatap Lisbeth dan Silica—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi lega muncul dari wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jadi begitu… aku sungguh bersyukur. Aku kira semua orang yang datang dari Dunia Nyata adalah orang – orang menyeramkan, tidak seperti Asuna-sama …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, tak mungkin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil tersenyum marah dan teriakan mengintimidasi, Lisbeth menepuk pundak Renri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Lisbeth. Salam kenal, Knight-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Y… Ya. Namaku Renri. Salam kenal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna yang menyaksikan pemandangan ini sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia, selama masih hidup tak akan melupakan pemandangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Momen ketika orang – orang yang terlahir dari dua dunia yang berbeda saling sapa dan menjalin persahabatan. Kisah ini akan berlanjut hingga masa depan nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas dalam, mengubah nada bicaranya dan bertanya pada Lisbeth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Liz, berapa orang yang mengubah akun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, yah, sekitar dua ribuan mungkin. Aku mencoba sebisaku, tetapi… aku masih tak bisa membujuk semua orang …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memuji temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini lebih dari cukup. Tetapi… untuk bisa mengkonvert akun mereka lagi, kita harus mencegah jatuhnya korban sebanyak mungkin. Jangan terlalu memaksa, mundurlah untuk pengobatan. Liz dan Silica-chan, bawalah dua ratus penjaga mundur dan bantu tim pendukung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengganti kekhawatirannya akan pertempuran, Asuna memberikan perintah pada Renri dan Para Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian semua, meskipun cukup sulit, kumohon mundur dulu menuju tim Ascetics dan gunakan Healing Arts. Para swordsmen dari Dunia Nyata tak begitu akrab dengan Sacred Arts, jadi akan sangat membantu jika kalian mengajari mereka cara bacanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me… mengerti, Asuna-sama! Kalian dengar, Para Penjaga! Kita akan mendukung bala bantuan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada teriakan Renri, para Penjaga yang kelelahan akibat bertempur kini merespon secara kompak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lalu apa yang akan kamu lakukan, Asuna-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan Silica, Asuna berkedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja aku akan menyerang garis depan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku sudah tidak merasa kehilangan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melaju kedepan sana, ia menenali beberapa wajahdari ALO — ada Penguasa Sylph Sakuya, Penguasa Cait Sith Alicia, Jendral Salamander Eugene, dan lainnya, mereka berusaha keras memukul mundur musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tak hanya mengubah akun mereka dari ALO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain yang mendukung para swordsmen sambil menembakkan anak panah dengan cepat dan sangat tepat kemungkinan adalah pemain Gun Gale Online, seperti Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, tim – tim yang saling kompak melindungi satu sama lain sambil menyerang musuh, mereka seperti Guild terkuat dari segala macam jenis VRMMO, mereka adalah anggota «Sleeping Knights».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari Asuna, si mage Siune tersenyum padanya. Ketika Asuna melambaikan tangannya, ia menahan air mata yang akan menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bersungguh – sungguh membantu meskipun sadar bisa kehilangan avatar mereka.  Lalu, karena ia sendiri dilindungi oleh sebuah Super Account, ia hatus meminimalkan jumlah korban sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berlari ke medan peperangan, memberikan perintah pada pasukan terdekat untuk membentuk formasi oval di depan pintu masuk kuil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tak peduli berapa kuat equipment dan status ke 2,000 pemain ini, masih ada sekitar 10,000 pemain Amerika. Jika menghitung kasar, jumlah korban pasti akan terus bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, masih ada hal lain yang mengganjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit yang tak bisa dihindari dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak seperti pemain Amerika yang telah tewas dan log out ketika merasakan rasa sakit. Siklus para pemain jepang yang mendapat luka, mundur, dan disembuhkan akan membuat mereka sengsara. Dan Asuna telah mengalaminya, rasa sakit yang hampir merenggut semangatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kumohon semuanya. Lakukan yang terbaik. Hingga 10.000 pemain ini musnah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika kita bisa melakukannya, maka kemungkinan para penyerang «Ocean Turtle» akan gagal. Selanjutnya, kita hanya perlu mengurus Kaisar Vektor yang sedang dikejar Komandan Knight Bercouli dan Sinon, lalu menyelamatkan Alice. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat rapiernya ke depan lalu berteriak penuh semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak masalah … kita bisa menang! Jika kita berusaha, kita akan menang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 185.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hirono Takashi, seorang pemain VRMMO asal Jepang bertanya pada dirinya sendiri: &#039;&#039;Mengapa aku datang ke tempat seperti ini?&#039;&#039; Tak ada untungnya kan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan mengapa ia menerima permintaan “terlalu mendadak” dari ALO, membuatnya terbangun pada pukul 5:00 a.m. setelah ditelpon temannya, bukan karena si gadis memohon maupun karena ia bersimpati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, ia percaya pada nyalinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi satu hal yang ingin ia ketahui, &#039;&#039;Dunia VRMMO macam apa yang menggunakan dana negara?&#039;&#039; Hal lain seperti, &#039;&#039;Aku mendapat nilai penerimaan masuk sekolah menengah atas paling buruk, jadi AmuSphere milikku pasti akan segera disita.&#039;&#039; Dan sebagian dirinya— &#039;&#039;Mungkin akan ada ‘suatu’ kenyataan yang tak akan pernah aku temui dalam game yang pernah aku mainkan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Takashi mengubah karakter yang ia latih selama dua tahun dan log in menuju server yang belum pernah ia dengar sebelumnya, apa yang menunggu dihadapannya adalah pria besar memakai armor merah, ia memaki – maki dalam bahasa Inggris sambil mengayunkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melompat ke belakang dan hampir berteriak, tetapi ujung senjata milik musuh menggores armor kaki kirinya, menerobos masuk dan menusuk kulitnys sesaat. Ia tak pernah merasakan rasa sakit seperti itu sejak ia terjatuh dari sepeda dan mematahkan tulang di sekolah dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak ada yang bilang akan menjadi seperti ini—!!&#039;&#039; Takashi berteriak dalam kepalanya ketika mundur semakin ke belakang, entah bagaimana ia berhasil menahan musuh dengan pedang sangat langka miliknya, ia menuju ke samping ke tim pendukung ketika ia merasa agak linglung karena darah mengucur dari kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Cukup sudah. Aku akan log out! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengucapkan hal seperti itu, Takashi kemudian disembuhkan oleh seorang gadis pendeta yang seumuran, ia mengenakan pakaian berwarna biru langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah mengapa, ketika menatapnya, ia memiliki perasaan aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengobatimu secepatya, tolong tahan sebentar Knight-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis berbicara fasih, lalu menyentuhkan tangannya ke kaki kiri yang terluka ringan — terluka parah menurut pandangan Takashi — lalu ia mulai merapal. Melihatnya bersungguh – sungguh, Takashi berpikir sesaat bahwa ia hanyalah seorang NPC.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ekspresi serius yang tampak dalam mata abu – abu kecoklatan miliknya, sosok imut antara wajah khas negara timur dan barat, dan kehangatan yang datang dari cahaya putih yang muncul dari tangannya, membuat Takashi bingung apakah dia seorang NPC ataukah pemain Jepang, tetapi ia adalah seorang penduduk yang tinggal di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi apakah hal seperti ini benar – benar nyata? Ia berbicara fasih dalam bahasa Jepang, tetapi apakah ia orang Jepang ataukah seorang NPC. Siapa gadis ini sebenarnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari kenyataan ketika ia merasa sakit saat tertusuk, Takashi kini melihat kakinya yang telah sembuh oleh sihir gadis ini: ia tidak berada dalam event sebuah game, tetapi dalam suatu keadaan yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah sudah selesaiKnight-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika si gadis mengangkat tangannya dengan sedikit ekspresi bangga, luka kakinya kini benar – benar menghilang seutuhnya, hanya menyisahkan bekas luka kecoklatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te… Terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam lagi pedangnya, Takashi akhirnya mengungkapkan rasa terima kasihnya. &#039;&#039;Oh,apakah aku cocok kalau dipanggil seorang «Knight-sama»?&#039;&#039; ia berpikir, rada geer. Namun wajahnya memerah, dan lidahnya menjadi mati rasa. Ketika ia menyadarinya, ia telah melakukan tindakan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia mengulurkan kedua tangannya dan dengan lembut memeluk tubuh langsing si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ini adalah sebuah dunia VRMMO normal, tindakan Takashi akan disebut sebagai «Tindakan Tak Sopan pada sebuah» dan ia akan mendapat sebuah peringatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun si gadis hanya kaget atas pelukan Takashi, lalu mengambil nafas. Sedetik kemudian, Takashi merasa lengan si gadis dengan agak canggung melingkari tubuhnya dengan sedikit tekanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa, Knight-sama dari atas langit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dekat telinganya, suara yang terdengar cukup pelan namun pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan sister dalam pelatihan seperti ku mampu melakukan tindakan sederhana ini, aku cukup bersyukur dan bangga. Knight-sama, kamu bertempur lebih banyak dan lebih berani. Ingatlah … kamu mengangkat pedangmu untuk melindungi banyak orang, untuk melindungi dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis lalu dengan lembut menyentuhkan telapak tangannya ke punggung Takashi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu dunia nyata ataukah dunia virtual, Takashi belum pernah memeluk seorang gadis sebelumnya. Namun jika ia memiliki seorang pacar di dunia nyata, ia merasa tak akan pernah merasa emosional seperti saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berangan – angan, Takashi menetapkan tujuannya ketika tubuh mereka berpisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um… Bisakah kamu memberitahuku namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Noda merah tampak dalam wajah si sister, lalu ia mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentut… Namaku Frenica. Frenica Szeski.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Frenica…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya terdengar agak asing, tetapi cara ia mengucapkannya sungguh fasih. Tak seperti kebiasaanya, Takashi juga menyebutkan namanya sendiri. Bukan nama karakternya, Velios. Tetapi nama aslinya, nama yang selalu tak ia banggakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Namaku Takashi… Hirono Takashi… Um… Bisakah kita bertemu lagi, ketika perang selesai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica mengangkat alisnya sedikit, tersenyum lembut lalu mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, Knight Takashi-sama. Ketika perang selesai dan kedamaian terjadi, kita akan bertemu. Aku akan berdoa pada ketiga Dewi agar kamu bisa selamat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica perlahan menarik tangan kiri Takashi dan membantunya berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica memberi hormat dan berlari menuju korban lain yang terluka. Ketika Takashi melihat punggungnya, ia menyadari sesuatu: jika ia bertingkah dengan bangga— seperti seorang knight dihadapannya, ia harus bisa bertarung dengan berani sampai akhir. Dunia ini bukan lagi sebuah game, tetapi kenyataan lain yang setara dengan dunia nyata dimana Takashi lahir dan tumbuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika ia kehilangan HP, bukan, nyawanya, lalu dipaksa keluar dari dunia ini, ia akan mengangkat dan menebaskan pedangnya hingga saat – saat terakhir. Tak peduli berapa banyak luka yang ia dapat. Ia tak akan bisa bertemu Frenica lagi jika ia gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Takashi berdiri dan berteriak “Baiklahhhhh!”, lalu ia berlari menuju garis depan bukan untuk menjalankan quest, tetapi menjalankan kewajibannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_20&amp;diff=503197</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 17 Bab 20</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_20&amp;diff=503197"/>
		<updated>2016-09-28T16:09:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: /* Bagian 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 20 -  Pertarungan Satu Sama Lain (7 Juli 2016/Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
5:00 A.M.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari 3.000 pemain berkumpul di kubah besar Pohon Dunia yang menjulang di tengah kota Alne, di pusat dunia ALfheim Online.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ksatria putih yang menjaga kubah telah dihapus. Sekarang , kesembilan ras peri sering menggunakan tempat ini untuk pertemuan dan jual beli, atau tempat berkumpulnya suatu event.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya empat orang yang bertatap muka dengan sekitar 3,000 pemain lain yang telah berkumpul pada pertemuan besar ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa Gnome Agil, Samurai Salamander Klein, Beast Tamer Cait Sith Silica, dan Blacksmith Leprechaun Lisbeth— teman «Black Swordsman» Kirito yang masih belum terbangun dalam dive-nya di «Underworld».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukul 4:20 A.M, ketika Klein dan Lisbeth telah mengirim pesan kepada setiap teman yang ada di daftar pertemanan mereka, hanya ada tiga pemain berstatus Penguasa yang sedang online. Tetapi, setelah memohon mereka dan teman-temannya, para Penguasa melanggar taboo untuk menghubungi pemain di dunia nyata. Sebagai hasilnya, semua pemain yang berhasil dihubungi telah berkumpul di kubah dalam waktu kurang lebih 40 menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tempat yang cukup luas ini, sekitar 30% dari para pemain terbang melayang maupun yang berdiri, menggunakan akun yang baru saja diciptakan. Mereka bukan orang baru dalam dunia VRMMO. Mereka para veteran dari permainan VRMMO lain yang diciptakan The Seed, mereka diundang oleh teman yang memiliki akun ALO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, 3.000 orang yang sedang berkumpul di kubah Pohon Dunia adalah pemain elit dari yang paling elit diantara para pemain VRMMO di Jepang. Mereka adalah harapan terakhir Yui, si top-down AI: mereka semua adalah satu-satunya pasukan yang bisa diharapkan untuk menyelamatkan Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kubah yang hening ini, suara yang dibesarkan secara sihir milik Blacksmith Leprechaun Lisbeth masih terus berkumandang secara emosional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa yang aku akan katakan bukanlah kebohongan, bukan juga lelucon! Sebuah organisasi penelitian Jepang telah menggunakan anggaran negara dan The Seed untuk menciptakan dunia virtual bernama «Underworld», dan ribuan pemain amerika yang tidak mengetahui fakta ini akan dive kedalamnya dan melakukan pembantaian pada penduduk yang tinggal di dalamnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth merasa malu akan nada bicaranya sendiri, tetapi tetap berusaha mempertahankannya karena inilah satu-satunya kesempatan, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para penduduk Underworld bukanlah sekedar NPC! Mereka adalah kecerdasan buatan yang sebenarnya, terlahir dari data yang bersumber dari banyaknya dunia VRMMO yang kalian mainkan! Mereka memiliki emosi seperti kita, mereka memiliki jiwa seperti kita! Kumohon, untuk melindungi mereka, pinjamkan kekuatan kalian! Tolong ubah data karakter kalian untuk masuk ke dalam Underworld!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengakhiri pidato lima menitnya, Lisbeth memantau para pemain, dan berharap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah-wajah para kerumunan peri terlihat bingung. Tentu saja, tak mungkin mereka langsung memahami apa yang baru saja didengarnya. Bahkan Lisbeth sendiri pun masih kurang memahami penjelasan Yui mengenai dunia Underworld, dan juga «Artificial Fluctlights» yang hidup didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lambaian tangan berusaha untuk menenangkan para pemain yang ribut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penguasa Sylph Sakuya melangkah maju, tubuh langsing-nya berbalutkan jubah hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lisbeth. Aku tak akan menuduh jika kamu dan teman-temanmu melakukan semua ini hanya untuk guyonan, terlebih lagi, pasti ada suatu masalah besar jika si bocah Kirito tidak log in selama sepuluh hari belakangan. Namun..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kalem dan lancar milik Sakuya menenangkan kebingungan pemain lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sejujurnya, sulit untuk menerima semua yang telah kamu katakan secara tiba-tiba. Ada AI yang memiliki jiwa, dan militer Amerika berusaha menguasai mereka …? Fakta-fakta tersebut sulit dinalar … tentu saja, untuk membuktikan kata-katamu, kami harus log in dan melihat dengan mata kami sendiri… tetapi kamu bilang jika dive ke dalam «Underworld» akan menyebabkan beberapa masalah, kan? Bisakah kamu menjelaskannya dulu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Saat ini akhirnya tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth mengambil nafas dalam-dalam, menutup matanya untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktunya untuk jujur. Jika aku gagal, tak ada seorangpun yang akan membantu kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka matanya dan memberi tatapan pasti pada Sakuya, Penguasa lain, dan pemain lainnya, Lisbeth menjawab dengan serius:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. —Underworld tidak beroperasi seperti permainan VRMMO, jadi akan ada beberapa masalah jika kamu dive kedalamnya. Pertama-tama, tidak ada jendela operasi dalam Underworld. Dengan kata lain, kalian tak akan bisa log out sesuka hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keributan menjadi semakin parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa log out sesuka hati; bukankah ini kata-kata yang akan menggambarkan permainan kematian di masa lalu, «Sword Art Online»? Sekarang ini, semua permainan yang dibuat berdasarkan The Seed, termasuk ALO, memiliki dua cara untuk log out: bisa menggunakan jendela operasi maupun perintah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satu-satunya cara untuk log out adalah “tewas” di dalam Underworld. Tetapi itupun menimbulkan masalah kedua. Dalam Underworld … tidak ada Pain Absorber. Jika kamu menerima damage besar yang membuat HP milikmu menjadi nol, kamu akan menderita rasa sakit yang cukup menyakitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semakin keras terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penahan rasa sakit adalah fungsi utama bagi server VR saat ini. Di dunia virtual yang tak memiliki fungsi ini, mendapat sebuah tebasan pedang ataupun luka bakar akan mengakibatkan rasa sakit yang menyakitkan di dunia nyata. Yang lebih parah, bekas luka tersebut  mungkin muncul pada kulit fisik seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan ini saja, masih ada masalah yang lebih besar ketika dive ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menunggu keributan menjadi agak tenang, Lisbeth lalu menginfokan para pemain efek samping ketiga dan juga yang paling parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Satu lagi. Underworld yang saat ini sedang berjalan bahkan tak bisa diatur oleh developer yang mengoperasikannya. Dengan kata lain … kita tak bisa menjamin jika data karakter kalian bisa di convert kembali ke dalam permainan aslinya … bisa saja, karakter itu sendiri akan tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah jeda sejenak—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan makian bergema di dalam kubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth, Klein, Silica dan Agil yang ada di tengah-tengah lantai kubah, dengan Yui yang duduk di pundak Klein dalam bentuk pixie-nya; masih diam berdiri, tubuh mereka berusaha menahan makian yang datang dari berbagai arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi seperti ini telah diduga oleh mereka berlima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3,000 pemain elit ini telah menghabiskan banyak waktu dan usaha untuk meningkatkan karakter mereka. Bagi pemain ALO, mereka telah menghabiskan banyak waktu untuk menebas monster, dan itu hanya mendapat satu EXP; tindakan itu seperti usaha untuk mengeringkan sebuah danau dengan menggunakan ember, dilakukan setiap hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin mereka akan tetap diam setelah mendapat info jika mereka akan kehilangan karakter yang mereka kembangkan dengan sepenuh jiwa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“J… Jangan bercanda!!” seorang pemain dari dalam kerumunan berteriak sambil mengacungkan jari tengahnya ke Lisbeth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah pemain Salamander yang mengenakan armor crimson, sambil membawa kapak di punggungnya. Dia tampaknya pemain setingkat Komandan dibawah pimpinan Penguasa Mortimer dan General Eugene.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melepas helm miliknya dan menunjukkan mata yang terisi kemarahan, Salamander tersebut berteriak hingga mampu membuat kelompok lain dibelakangnya terdiam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau menyuruh kami berkumpul disini lalu dive ke dalam server ampas; sungguh konyol. Sekarang kau mengatakan jika kita bisa kehilangan karakter?! Apa kau mampu membayar jika kami kehilangan karakter itu selamanya?! Ataukah ini adalah sebuah jebakan untuk melemahkan seluruh ras Salamander?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………Gh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth menahan Klien yang akan menonjoknya, lalu berusaha menjawab dengan tenang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, kami tak bisa. Aku sangat tahu jika karakter yang telah kalian kembangkan sungguh berharga. Itulah mengapa kami memohon kalian untuk menolong kami … apa yang sebenarnya ingin kukatakan adalah, tolong bantu teman kami yang ada di Underworld, mereka mempertaruhkan nyawanya di garis depan melawan serangan pemain Amerika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Lisbeth tidak berteriak, suaranya masih bisa terdengar di dalam kubah. Si Salamander tampaknya bisa menahan emosinya, tetapi tiba-tiba emosinya semakin meluap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“‘Teman’ yang kau bicarakan itu seorang SAO survivor, benarkan?! Mereka itu orang-orang yang selalu berekspresi ‘Aku-lah yang terkuat’ di wajahnya! Aku tahu itu, kalian yang berasal dari SAO selalu memandang rendah kami!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini giliran Lisbeth yang tak bisa bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth tak pernah berpikir jika ada orang yang berpikiran sama dengan si Salamander. Tetapi, jika dipikirkan lagi. Setelah mendapat status player-nya, ia menuju New Aincrad bukannya kota dibawah, ia tak pernah turun dari Kastil Melayang dan hanya berbicara dengan kawan lamanya; itu memang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Salamander meneruskan ucapannya, setelah melihat ekspresi penyesalan Lisbeth:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli dengan artificial intelligence, atau rahasia negara?! Jangan terlalu pede dan membawa-bawa dunia nyata kedalam VRMMO! Kau bisa pergi sendiri sana! Bukankah itu lebih baik, wahai sang Survivor?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yeah, pergi sendiri sana; makian seperti itu semakin terdengar dari kerumunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak bisa melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata-ku tak bisa tersampai pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth hanya bisa meneteskan air mata ketika ia menatap para pemain kuat asli ALO yang ia kenal— Penguasa Sylph Sakuya, General Salamander Eugene, dan Penguasa Cait Sith Alicia Rue.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun mata mereka bertemu dengannya, mereka tetap membisu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan mata mereka seolah menunjukkan pada Lisbeth arti tunjukkan kami ketetapan yang kau miliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth mengambil nafas dalam-dalam, lalu menutup matanya erat-erat. Ia memikirkan Asuna yang sedang kesusahan bertarung saat ini; juga Kirito, yang masih terluka; Leafa dan Sinon, yang telah lebih dahulu masuk ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Pada levelku yang sekarang, bahkan jika aku mengkonvert-nya. Aku tak akan bisa bertarung seperti Asuna atau yang lainnya. Tetapi pasti ada yang bisa aku lakukan. Sekarang ini, tempat ini adalah pertarunganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka matanya dan menyeka air matanya, Lisbeth melanjutkan pidatonya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ya, aku memang membawa masalah dunia nyata ke sini. Dan seperti yang kau katakan, orang-orang yang berasal dari SAO mungkin senang mencampurkan dunia nyata dan dunia virtual. Akan tetapi, kami tak pernah menganggap diri kami sebagai seorang pahlawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam tangan Silica, yang juga berair matanya, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Silica dan aku saat ini sedang masuk ke dalam sekolah bagi para survivor yang kau sebutkan tadi. Kami tak memiliki pilihan, karena sekolah kami sebelumnya telah mengeluarkan kami di tengah tahun pelajaran. —Semua siswa-siswi di sekolah survivor harus mengikuti konseling setiap bulan. Mereka memonitori aktivitas gelombang otak kami menggunakan AmuSpheres, dan kami diajukan beberapa pertanyaan yang tak mengenakkan seperti, ‘Apakah kamu tak bisa membedakan kenyataan’, atau, ‘Apakah kamu ingin menyakiti orang lain’. Ada anak-anak yang dipaksa meminum obat yang mereka benci. Bagi pemerintah, kami ini seperti kriminal yang butuh penanganan kusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang ketika pidatonya, gelombang makian tampak mereda, dan keheningan melanda kubah ini. Bahkan si Salamander yang tadi memaki membuka matanya karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth tak tahu akan membawa arah pidatonya kemana. Dia tak bisa menghentikan emosinya yang mengalir ke dalam perkataan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tetapi… sejujurnya, para pemain lama SAO bukanlah satu-satunya yang diperlakukan begini. Semua pemain VRMMO juga dipandang seperti ini, kurang lebih. Beberapa orang berkata jika kita hanyalah kumpulan orang yang tak bisa bersosialisali, beberapa orang menganggap kita melarikan diri dari membayar pajak dan uang pensiun… ada yang bahkan menerima panggilan untuk kembali bekerja, memaksa kita kembali ke masyarakat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth bisa merasakan kegelisahan yang melanda ribuan pemain. Jika ia berbicara ketus, kemarahan mereka akan berlipat ganda melebihi sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Lisbeth meletakkan tangan kirinya ke dada, dan berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi aku tahu! Dan aku yakin! Jika ini kenyataan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya menyapu ke sekeliling— menuju seluruh Alfheim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dunia ini, dan banyak dunia virtual lainnya saling terhubung, bukanlah tempat untuk melarikan diri! Bagiku, ada kehidupan sejati di sini, teman nyata, tawa, musuh, juga perpisahan … ini kenyataan!! Aku tidak sendiri, benar kan?! Karena kita yakin dunia ini adalah kenyataan lain sehingga kita bisa berusaha keras, benar kan?! Namun, jika kita menganggap ini hanya sebuah permainan, sebagai dunia virtual, dan meninggalkannya, jadi dimana ‘kenyataan’ milik kita …?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa menahan mereka lebih lama, Lisbeth merasa air mata menuruni wajahnya. Tetapi dia tak ingin menyekanya, lalu mengutarakan kata-kata terakhir:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Dunia yang telah kalian capai; dunia tersebut saling terhubung seperti Pohon Dunia ini, dan kini telah berkembang. Dan kuncup bunga yang disebut Underworld telah mekar, aku ingin melindunginya! Kumohon, aku memohon kalian … pinjami kekuatan kalian …!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth menuju bagian atas kubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pandangannya yang ditutupi air mata, kemilau cahaya dari sayap ribuan peri terpantul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cahaya perak menyilaukan membentuk lintasan berbentuk busur di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, dengan sekali hentak tali tebal tersebut putus dan menari di udara bagaikan ular hitam. Sepuluh prajurit musuh yang bergelantungan di tali tersebut terjatuh ke lembah tak berdasar, mereka berteriak. «Twin Edged Wings», sebuah Divine Instrument yang berhasil memotong tali tersebut dengan begitu mudahnya kini kembali ke tangan Integrity Knight Renri Synthesis Twenty-Seven.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Renri telah berhasil memotong lima dari sepuluh tali yang disiapkan pasukan Tanah Kegelapan untuk menyeberangi lembah dengan begitu mudah, wajahnya tidak menunjukkan rasa bangga. Malahan ia merasa terbebani oleh perintah untuk melukai pasukan musuh yang tak berdaya yang berusaha menyeberangi lembah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga berlaku bagi Asuna yang berada di sebelah Renri sambil menggenggam tali kekang kuda putihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna, Renri, Integrity Knight Alice Synthesis Thirty, Integrity Knight Sheyta Synthesis Twelve, dan Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One tiba, sambil menunggang kuda, ratusan pasukan musuh telah berhasil menyeberangi lembah tersebut, mereka berlima mulai menyerang musuh yang mencoba melindungi tali yang tersisa. Banyak musuh telah tewas oleh tiga Knight yang berada paling depan: Bercouli, Sheyta, dan Alice. Beberapa diantara mereka mencoba menyerang Renri dari samping, Asuna terpaksa mengayunkan rapier-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia virtual «Underworld», yang tercipta berdasarkan paket program The Seed, Sword Skills dan Skill Horse Riding dari era SAO masih bisa digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, Asuna sekarang menggunakan Super Account «Dewi Pencipta, Stacia» yang mana memiliki parameter yang cukup tinggi; untuk tambahan, rapier yang digunakannya, «Radiant Light» memiliki status lebih tinggi dari Divine Instrument milik Integrity Knight. Malahan, Sword Skill dasar «Linear», bisa dengan mudah menembus armor milik seorang Dark Knight mupun tubuh para Petarung Tangan Kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah dari musuh yang terluka, teriakan kesakitan mereka, nyawa yang melayang, semuanya nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang di Underworld, baik yang berasal dari Kerajaan Manusia atau Tanah Kegelapan memiliki jiwa yang sama dengan Asuna— Fluctlights. Musuh Asuna tak perlu ditanyakan lagi adalah manusia seperti dirinya, namun mereka dengan mudah terbunuh dengan satu serangan karena nilai status senjata yang digunakannya; kenyataan ini menambah kesakitan dan kengerian dalam hati Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih parah, mereka maju secara tragis, sungguh jelas jika para Dark Knight dan Petarung Tangan Kosong tidak melakukan hal tersebut atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluctlights Buatan ini memiliki sifat tak bisa melawan perintah yang diberikan oleh atasan. Dibawah perintah «Dewa Kegelapan, Vektor », seorang manusia dunia nyata yang menggunakan sebuah Super Account seperti Asuna. Pasukan ini terus melancarkan serangan mereka meskipun tahu jika mereka akan mati sia-sia. Dengan kata lain, mereka hanyalah korban yang terjerat karena permasalahan perebutan teknologi di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Asuna masih berjuang sepenuh tenaga agar menekan pemikiran ini dari dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, prioritas utamanya adalah melindungi «Putri Cahaya» Alice, yang sedang diincar oleh Vektor— juga Kirito yang berada di perkemahan dibelakang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mendapat informasi jika pasukan musuh dari Tanah Kegelapan yang tersisa adalah para Petarung Tangan Kosong dan Dark Knight. Jika mereka berlima bisa memanfaatkan kesempatan ketika musuh sedang menyeberang dan menghabisi mereka, Vektor tak akan memiliki pasukan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Baiklah, ini yang ke-enam!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ketetapan Integrity Knight Bercouli membuyarkan pikiran-pikiran Asuna. Setelah Alice, Sheyta, dan Renri mengiyakan, Asuna juga mengikutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika mereka memutar kuda dan bersiap untuk bergerak ke barat, tiupan terompet terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menoleh kebelakang, mereka bisa melihat Pasukan Pengecoh Penjaga Kerajaan Manusia berhenti di sebuah bukit satu kilol jauhnya, mulai menuruni dengan formasi teratur. Setelah melakukan persiapan lima belas menit dari waktu keberangkatan para Integrity Knights, mereka turun untuk membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka ini… membuatku gelisah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Bercouli agak menyindir, tetapi karena sudah ada 500 Petarung Tangan Kosong yang berhasil menyeberangi lembah, bukan waktu yang buruk bagi bala bantuan untuk muncul. Selama para Penjaga bisa menahan pasukan musuh, memotong sisa lima tali agak terasa cukup mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tampaknya kita memenangkan pertarungan ini, Vektor-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membatin—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia bisa menyelesaikan pemikirannya, fenomena aneh memasuki pandangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi cahaya matahari terbit, objek misterius mulai berjatuhan dari atas langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis merah. Bukan hanya satu. Sepuluh… Seratus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, Ribuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis tersebut terlihat seperti noda kecil yang saling terhubung. Menyipitkan matanya, Asuna melihat noda tersebut bukan angka maupun huruf dari alfabet bahasa Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis-garis ini turun perlahan ke sisi lembah, kira-kira satu atau dua kilol di bagian timur medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan, tidak hanya Asuna, tetapi juga Integrity Knights, dan bahkan Dark Knights juga Petarung Tangan Kosong dari Tanah Kegelapan, menahan pertempuran untuk melihat peristiwa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis merah pertama menusuk tanah hingga retak dan mulai bergetar—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya butuh beberapa detik hingga garis tersebut berubah menjadi sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ia lihat membuat ketua Petarung Tangan Kosong Iskahn melupakan kemarahan yang menyelimuti tubuhnya, bahkan walau itu hanya beberapa detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Apa itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain lembah besar, lima ratus Pasukan Tanah Kegelapan yang berhasil menyeberang jembatan tali tanpa takut menghadapi lima Integrity Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun gerakan mereka tiba-tiba terhenti, dan mata mereka terarah ke sisi lain medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Iskahn juga tertarik akan pemandangan ini, secara tak sadar menoleh ke sisi yang sama. Disana, ia melihat hujan berwarna merah darah berjatuhan di arah timur sekitar dua kilol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gemuruh aneh, garis-garis merah berjatuhan dari surga. Ketika menyentuh tanah, dengan cepat mereka membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit baru telah muncul dihadapan mereka, tubuhnya berbalut armor crimson, dengan membawa pedang panjang, kapak perang, dan tombak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun warnanya berbeda, bentuk armor mereka sangat mirip dengan Dark Knight Order. Dengan sekali pandang, mereka tampaknya adalah bala bantuan yang dipanggil Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Iskahn merasakan ada sesuatu yang ganjil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para prajurit merah ini berbaris tak beraturan tanpa ada yang memimpin. Mereka tak seperti prajurit yang dilatih dibawah komando Jendral Kegelapan Shasta yang telah meninggal. Beberapa diantara mereka mengobrol dengan angkuh, beberapa duduk di tanah, dan beberapa memutar-mutarkan senjata mereka tanpa menunggu perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang paling mengejutkan adalah— jumlah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah hujan berhenti, pasukan yang telah berkumpul berjumlah mengerikan. Ia mengira-ngira jika jumlah mereka melebihi sepuluh ribu, duapuluh ribu … sepertinya tiga puluhribu. Jika Dark Knight Order memiliki tim bala bantuan sekuat itu, mengapa mereka tidak menggulingkan Sepuluh Pemimpin Bangsawan sejak lama dan membuat Tanah Kegelapan dalam kuasa Shasta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, rasa terkejut dan bisik-bisik terjadi diantara Dark Knights dala pasukan di sisi lembah ini. Bahkan mereka tak tahu menahu. Apa-apaan itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti ini, para prajurit merah tersebut pastilah “Pasukan Tanah Kegelapan” yang sesungguhnya yang telah dipanggil Kaisar mereka, Dewa Kegelapan Vector menggunakan secret arts.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari ini, keterkejutan Iskahn berubah menjadi kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia bisa memanggil pasukan sebesar ini —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia tak melakukannya sejak tadi?! Itu berarti para Petarung Tangan Kosong dan Dark Knight yang susah payah menyebrangi lembah hanya digunakan sebagai umpan untuk mengalihkan perhatian musuh?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggu— bagaimana jika memang seperti itu??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah pemberian perintah oleh Kaisar memang bertujuan untuk mengulur waktu agar bisa memanggil kawan-kawannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…… Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya perintah ini. Ketika pertarungan di Gerbang Besar Timur, kekalahan Pasukan Tanah Kegelapan sungguh tak normal. Baik itu para Goblins, Raksasa, Ogre, atau bahkan Guild Pengguna Dark Art, mereka semua telah disapu habis. Namun Kaisar bahkan tidak berduka atas kematian mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, bagi Kaisar Vector, lima ribu orang dari Pasukan Tanah Legelapan hanyalah bidak sejak awal!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, Iskahn, si pemimpin muda dari Guild Petarung Tangan Kosong hanyalah seorang pemuda yang hanya memikirkan latihan untuk mengasah skill-nya dan demi suku-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sekarang, pikirannya telah menyimpulkan untuk pertama kali, mencapai titik dimana ia bisa melihat kenyataan yang ada di seluruh Tanah Kegelapan, Kerajaaan Manusia, dan seluruh Underworld. Cara pandang ini menimbulkan konflik di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar adalah keberadaan yang terkuat. Ia harus mematuhi yang terkuat, tanpa perlu memprotes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan rasa sakit yang belum pernah dirasakan sebelumnya, kini menusuk mata kanannya. Iskahn mengerang sambil menutupi mata kanannya. Si Pemimpin Petarung Tangan Kosong terjatuh, dan berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan susah payah, ia bisa melihat ke tigapuluh ribu pasukan crimson mulai berlari, berbicara dengan bahasa yang tak ia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lokasi yang mereka tuju, hampir seribu pasukan Kerajaan Manusia menyatukan formasi dengan Integrity Knight untuk melakukan serangan balik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara kedua pihak, lima ratus Petarung Tangan Kosong dan Dark Knights masih terdiam, kebingungan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tampaknya, meskipun menerima perintah tak berbelas kasih dari Kaisar, sang Kaisar sepertinya berniat menyelamatkan lima ratus prajurit tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn menenangkan dirinya ketika rasa sakit masih menyerang mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahkan setelah pengorbanan mereka, ia masih meremehkan betapa kejamnya Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika lima ratus Prajurit Tanah Kegelapan, Penjaga Kerajaan Manusia, dan Pasukan Kegelapan bertemu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak terhitung banyaknya pedang, kapak perang, dan tombak tersinari cahaya matahari terbit—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dengan teriakan haus darah, Pasukan Kegelapan menebas Petarung Tangan Kosong yang seharusnya menjadi teman mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang-orang ini… mengapa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya Asuna mendengar teriakan terkejut dari Komandan Knight Bercouli, tetapi kata-kata tersebut sudah diduganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
30.000 prajurit yang baru saja turun … bukan, lebih tepatnya dive ke medan peperangan bagian timur ini dipastikan dipanggil oleh Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi dari mana ia mendapat orang sebanyak ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ia menciptakan karakter menggunakan sistem control? Tetapi Pusat Console masih terkunci, dan perintah macam ini tak mungkin dilakukan oleh administrator; satu-satunya cara untuk menambah petarung adalah dari dunia nyata, lalu dive seperti yang Asuna lakukan, tetapi para penyerang hanya memiliki dua STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna panik untuk sesaat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebingungannya terganggu oleh teriakan Pasukan Crimson yang akan mendekat dalam jarak ratusan mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Charge ahead!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Give ‘em hell!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahasa Inggris!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang ini adalah manusia dari dunia nyata— menilai dari aksen mereka, mereka orang Amerika!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, mengapa mereka ada disini… Underworld seharusnya terisolir dari dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak––&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin, bagi orang yang dive menggunakan STL, Underworld adalah dunia berbeda yang diciptakan menggunakan “Mnemonic Visual” dengan kenyataan yang mendekati dunia nyata. Tetapi, dasar bagi setiap VRMMO, «The Seed» juga digunakan dalam mendesain dunia ini. Dengan kata lain, selama seseorang menggunakan AmuSphere, mereka bisa dive ke dunia ini menggunakan server sederhana yang menggunakan polygon— terlebih lagi, Ocean Turtle memiliki jaringan bandwith kelas satelit militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, jika seseorang membuat sebuah client program yang mengikutsertakan alamat server utama Underworld dan beserta akun informasi dan menyebarkannya di dunia nyata—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya memanggil puluhan ribu; bahkan memanggil ratusan ribu pasukan sangatlah mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi yang lebih mengejutkan Asuna adalah bagaimana Pasukan Crimson tersebut bertindak; mereka mulai menyerang teman sendiri, pasukan Dark Knight dan Petarung Tangan Kosong, tanpa keragu-raguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap, Apa yang mereka laku…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah mereka seharusnya temenan??!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Knight berteriak sambil mencoba menahan serangan, tetapi jumlah mereka sangatlah keterlaluan, dan lagi, status senjata dan armor Pasukan Crimson lebih tinggi daripada equipment milik Pasukan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu persatu pedang dan perisai mulai patah dengan bunyi klang dari masing-masing musuh, cipratan darah mulai membanjiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dude that’s awesome!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pretty gore!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang Amerika ini mungkin tak sadar tentang kondisi peperangan ini. Mereka mungkin menganggap dive mereka ke dalam dunia ini sebagai pemain beta test dalam suatu VRMMO. Terlebih lagi, Asuna tak bisa menyalahkan mereka yang mengayunkan senjata dan membunuh semuanya. Karena bagi mereka, para prajurit bukanlah makhluk yang setara dengan manusia; mereka NPC, sesuatu yang tak berharga. Tentu saja, tak semuanya benar-benar brutal; di dunia nyata, mereka tetaplah pemain VRMMO yang ramah dan sering bekerja sama dengan pemain lain dalam server yang sama. Jika ada waktu untuk menginfokan kondisi Underworld dan Artificial Fluctlight ini, Asuna yakin jika banyak diantara mereka yang akan menurunkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mereka terlalu sibuk saat ini. Bahkan jika Asuna mencoba memasuki pertempuran dan menjelaskan situasi ini dalam bahasa Inggris, mereka hanya akan menganggap dirinya sebagai seorang NPC. Jika berkata pada mereka “membunuh musuh sekarang akan mendapatkan point, dan kalian bisa menukarkannya untuk rare items setelah pembukaan resmi”, bahkan pemain Jepang akan melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat kata, meyakinkan mereka melalui suara tak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang hendak dibunuh pemain Amerika bukanlah NPC, melainkan Artificial Fluctlights yang memiliki jiwa. Setelah menghabisi pasukan Tanah Kegelapan, orang-orang dari Kerajaan Manusia akan menjadi target selanjutnya. Lalu, karena menjadi satu-satunya yang menggunakan tubuh palsu, Asuna harus bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ketetapan seperti itu, Asuna mengangkat rapier di tangan kanannya dan mulai melafalkan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“System call! Create field object!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya berwarna-warni berkumpul di rapier-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin menciptakan lembah tak berdasar seperti yang ia lakukan sebelumnya; jika ia melakukannya lagi, Asuna akan memutus jalan pulang Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia. Lalu Asuna membayangkan batu raksasa setajam tombak dan menebaskan rapier-nya kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laa—, dengan suara merdu. Cahaya berwarna-warni melesat dari ujung rapier-nya tepat menuju ke tanah diantara pasukan Amerika dan Tanah Kegelapan yang sedang bertempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah dihadapannya tiba-tiba berguncang hebat dan memunculkan tombak-tombak tanah yang menjulang setinggi 30 mel. Sepuluh Pasukan Crimson yang berdiri diatasnya terlontar jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat gunung muncul dari tanah, menjulang ke langit, dan tanah makin bergetar tiada henti. Memaki dalam bahasa inggris, ratusan pasukan crimson terlempar tinggi; beberapa orang bahkan tertusuk bebatuan, sementara yang lain jatuh ke tanah dan bermandikan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa mengeluarkan semangat karena membayangkan bagaimana orang-orang ini tewas, rasa sakit yang begitu intens menyerang pikirannya dan membuatnya terjatuh ke belakang kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan keperakan bermunculan di penglihatannya ketika ia berusaha bernafas dan mulai bangkit. Rasa sakit kali ini lebih parah ketika ia menciptakan lembah tadi malam. Asuna kini menerima rasa sakit karena data dataran yang mengalir masuk ke jiwa-nya sangat besar … rasa sakit ini seperti mencabik Fluctlight dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak boleh gagal disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika demi Kirito yang terluka, ia akan melakukan sebisanya. Asuna memikirkan ini ketika menggeramkan gigi dan mencoba mengeratkan tali kekang kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat milik pemain Amerika yang datang dari medan peperangan bagian timur tampaknya semakin berapi-api dari sebelumnya. Tetapi karena lima gunung yang diciptakan selebar 500 mel, mereka akan segera mengitarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus menciptakan dinding batu di bagian selatan, jadi Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia bisa mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat tangan kanannya yang gemetaran sekali lagi, kelelahan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tangan tersebut di genggam erat oleh tangan berbalut armor yang bersinar karena cahaya matahari terbit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Alice?!…” Asuna memanggil knight emas dengan suara parau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah putih cantik knight emas seolah menahannya, ia menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu memaksakan diri, Asuna. Serahkan ini pada kami para Integrity Knight.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T… Tetapi, orang-orang ini musuh dari Dunia Nyata … dari duniaku…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Meskipun begitu, jika hanya sepuluh ribu pasukan yang haus darah sambil mengayunkan senjata-nya, itu tak akan membuat kami takut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yep, dan kali ini giliran kita menunjukkan kemampuan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menambahkan sambil menyeringai tak gentar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun nada suara para Knight agak meredakan ketakutannya, Asuna bisa melihat salah pemahaman di wajah mereka tentang Dunia Nyata, bahkan lebih buruk dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah pasukan crimson 30 kali lebih banyak dari jumlah Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukanlah sesuatu yang bisa dihadapi hanya menggunakan keberanian. Tetapi Komandan Knight mengangkat pedang panjang miliknya tinggi-tinggi, dan berteriak mengucapkan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar! Semua pasukan, buatlah pertahanan ketat! Jangan biarkan musuh menerobos!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… Ohh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang keluar dari mulut Iskahn bukan lagi bahasa manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… OHHHHHHHHHH—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah berjatuhan dari penyebrang pertama. Tetapi si Petarung muda ini berteriak seperti hewan liar, seperti tak merasakan rasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman Iskahn, Dempe, yang berdiri di sisinya bisa merasakan apa yang dirasakan Iskahn, ia menunduk … menunduk ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua tewas. Semua dikorbankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit sukunya, dalam kekacauan semakin menghilang, tak bisa bertahan dari pedang-pedang hitam yang menerjang, jiwa mereka menghilang di dalam kabut darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, pasukan kita tak bisa berhenti untuk menyebrang menggunakan lima tali yang tersisa, mereka tak bisa berhenti karena perintah Kaisar untuk “sampai ke sisi seberang” masih berlaku. Mereka hanya bisa mematuhi perintah atasan, dengan hati-hati menyeberangi jembatan, lalu dikepung pasukan crimson dan ditebas tanpa belas kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa— mengapa Kaisar tidak memberi perintah untuk berhenti menyeberang lembah, atau memberi perintah pada pasukan itu untuk berhenti menyerang Pasukan Tanah Kegelapan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah prajurit suku-nya hanyalah umpan, hanyalah tumbal untuk memanggil pasukan crimson?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harus… Ke Kaisar…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus melapor pada Kaisar. Ia harus memohonnya untuk menghentikan operasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Geram dan gelisah, Iskahn mengambil langkah pelan menuju kereta komando di belakang mereka. Hampir separuh penglihatan kanannya memerah, rasa sakit menusuk mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Dempe melihatnya, wajah cemasnya seperti ingin mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika itu, sebuah bayangan hitam raksasa terbang diatasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn serta Dempe secara insting melihat keatas menuju bayangan yang ada di langit; itu seekor naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendarai diatasnya adalah sesosok manusia yang mengenakan armor hitam, berambut emas, serta mengenakan mantel mewah— Kaisar Vector sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… AH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia bisa mendengar teriakan Iskahn, Kaisar yang duduk memandang bawah sekilas. Tak ada emosi dari mata hitamnya. Tatapannya sedingin es, tak memiliki rasa kasihan— bahkan bagi prajuritnya yang tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Kaisar Vector memalingkan wajahnya dari Iskahn, dan menuju selatan lembah bersama naganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini— Dewa. Inikah tindakan seorang pemimpin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika pemimpin seperti ini, jika si paling kuat memiliki kekuatan yang begitu besar—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seharusnya bisa bertanggung jawab!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memimpin pasukannya. Memerintah, membawa kemakmuran daerahnya; itulah kewajiban seorang pemimpin. Terlebih lagi, seseorang yang mengirim sepuluh ribu nyawa hingga tewas tanpa merasakan apapun— sang Kaisar— mata kanan— tidak kompeten— mata kanannya sakit— untuk menjadi seorang pemimpin …!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwo…. OH… OHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn mengangkat tinjunya tinggi-tinggi, dan membentuk jarinya seperti sebuah kait.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa penyesalan, ia menusukkan jari tersebut ke sumber panas pikirannya — mata kanannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke… Ketua!! Apa yang kau lakukan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ishkhan mengangkat telapak tangan kirinya untuk menahan Dempe menghampirinya, kemudian, mencukil bola mata kanan miliknya sendiri. Bola putih tersebut memancarkan sinar di telapak tangannya, tetapi seketika itu pula cahayanya meredup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, Iskahn telah sampai ke titik dimana telah berhasil melepas «Code 871» menggunakan semangatnya sendiri, seperti Alice dan Eugeo. Terlebih lagi, ia masih tak bisa membantah perintah pengkhianatan terhadap Kaisar, ataupun menolak dua perintah Kaisar, yaitu: “Melanjutkan operasi menyeberang lembah” dan “Kau tak boleh menyeberangi jembatan tali”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ia telah menemukan cara yang agak kasar guna mengakali perintah Kaisar— dan metode ini cukup penuh dengan kegagalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn berbalik dan berbicara pada Dempe yang menatapnya tak berkata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar tidak mengatakan pada kita mengenai pasukan crimson, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Tidak, dia tidak. Tetapi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, jika kita membunuh mereka, berarti kita tidak melanggar perintah Kaisar kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Champion…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn memandang tampang bodoh Dempe dengan mata kirinya, lalu membuat perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar… setelah menyeberangi jembatan, semua suku Petarung Tangan Kosong akan menyerang pasukan crimson. Tak peduli apapun, kita harus menolong teman-teman kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah…?! Maksudmu jembatan, bagaimana… maksud…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tau apa yang akan aku lakukan. Kuserahkan sisanya padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata-kata kalem tersebut, Iskahn berbalik memandang lembah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, api menyala di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu si pemimpin Petarung Tangan Kosong perlahan mulai berlari menuju lembah, meninggalkan jejak kaki dibelakangnya. Ia berlari semakin cepat, hingga berubah menjadi kilatan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku tak boleh menyeberangi tali.... maka aku tinggal melompat saja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak seperti itu di hatinya, ia menjejakkan kakinya menuju lembah yang lebarnya hampir seratus mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melompat” adalah skill penting dalam latihan Petarung Tangan Kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Latihan ini perlahan bermula dari melompati lubang pasir, lalu berlanjut untuk meningkatkan kepercayaan diri dengan melompati tumpukan pisau dan minyak, dan sebagai dasar pembentuk teknik lompatan itu sendiri; dengan kata lain «incarnation».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, jarak lompat seorang Petarung bisa melebihi 20 mel. Di dunia dimana kau tak bisa terbang, lompatan ini adalah jarak terjauh yang bisa dicapai tubuh manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, apa yang hendak dilompati Iskahn sekarang ini adalah lembah tak berdasar yang lebarnya lima kali lipat. Para Petarung Tangan Kosong mulai menatap ke depan, hatinya seperti terbawa angin, tubuhnya meninggalkan jejak api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh mel, duapuluh mel. Tubuhnya masih melambung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tigapuluh mel. Tigapuluh lima mel. Angin kuat berhembus dari bawah lembah, mendorongnya semakin tinggi seolah ia memiliki sayap tak kasat mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empatpuluh mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal sedikit lagi— ia hanya perlu naik sedikit lagi … lalu ia akan bisa sampai ke seberang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum ia mencapai tengah lembah, angin hembusan berhenti seketika. Tubuhnya kehilangan dorongan; batas lompatannya mencapai titik maksimal, dan ia mulai turun seperti panah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia… kurang lima mel menuju titik tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“UWOOOOOHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn berteriak, menjulurkan tangan kanannya ke depan, berusaha menggapai udara hampa. Tetapi tak ada tempat untuk tangannya atau kakinya; hanya udara dingin dari kegelapan dibawahnya, menyelimuti tubuhnya agar terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“CHAMPIOOOOOOOOOON!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan menggetarkan sampai ke telinga Iskahn.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memutar kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temannya, Dempe, telah menggenggam batu besar, dan bersiap untuk melemparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemimpin menyadari apa yang akan dilakukan sahabat setianya. Tetapi— melempar batu besar lebih dari limapuluh mel sungguh mustahil bagi manusia …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gowa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Dempe tiba-tiba berotot, otot dan uratnya tampak, seolah seluruh kekuatan ditubuhnya menuju ke satu titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria kekar berlari beberapa langkah, dan melemparkan batu besar dengan sepenuh tenaga menggunakan kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara bergetar hebat, batu besar tersebut seolah diluncurkan oleh meriam— lalu, Tangan Kanan Dempe meledak, daging dan darah berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn melihat sosok Dempe terjatuh ke tanah menggunakan mata kirinya, menggeramkan giginya, lalu memfokuskan konsentrasinya menuju batu yang terbang ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… YAAAAAAAH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sebuah teriakan, ia menjejakkan kaki kirinya ke batu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaaan!! Batu besar tersebut hancur berkeping-keping menahan daya tolak, tetapi tubuh kecil Iskahn kini melayang ke udara. Swordsmen yang saling bertarung di sisi lain lembah semakin dekat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Damn!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mencabut rapier miliknya dari tubuh pemain Amerika yang memaki sambil kesusahan bernafas di kuda miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berbeda ketika ia harus melawan orang-orang dari Tanah Kegelapan; ia tak perlu menahan diri apabila harus mencabut nyawa seseorang. Asuna yang dulunya dikenal sebagai “The Flash”, kemudian “Berserk Healer”, akhirnya bisa menggunakan kombo Sword Skill; jumlah pasukan crimson yang berjatuhan karena tebasannya mencapai sepuluh orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi— meskipun begitu, mereka terlalu banyak!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya Asuna, Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia dan empat Integrity Knights juga harus bertarung susah payah, dan akhirnya bisa membuka jalan ke selatan. Tubuh-tubuh telah bertumpuk bagaikan gunung dihadapan pasukan yang maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, mereka tak bisa menahan gelombang serangan pasukan crimson yang tak ada akhirnya, dan pasukan kita hanya bisa bertahan di posisi semula. Yang lebih penting, mereka dengan sigap sadar jika musuh yang telah dihancurkan akan menghilang dalam hitungan detik, tak meninggalkan jejak darah di tanah— mereka menyadari jika musuh bukanlah orang hidup, melainkan pasukan hantu. Kemudian…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah… No… AAAAHHH—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semangat membuat Asuna berbalik arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Lalu, ia melihat lubang terbuka di barisan formasi bertahan pasukan-nya, dan orang-orang Amerika berebutan memasuki celah tersebut sambil memaki Penjaga yang lemah. Para Penjaga dikelilingi musuh yang melebihi jumlah mereka, lalu terjadilah; daging dan darah berhamburan ke udara, teriakan kesakitan perlahan berubah menjadi teriakan kematian. Gambaran kematian yang begitu nyata tampaknya membuat pasukan crimson semakin haus darah, seketika mereka semakin melaju guna mengincar mangsa baru untuk ditebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan…. HENTIKAN…!!” Asuna berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sadar jika harus mengorbankan beberapa prajurit dan harus segera ke selatan secepat mungkin. Tetapi ia tak bisa mengontrol dirinya dan meloncat dari kudanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HENTIKAN—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melaju menuju pasukan crimson seorang diri, teriakannya menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tahu jika pemain Amerika telah diperdaya, ia tak bisa menahan kemarahannya lebih lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zzkukukuk—!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya bercahaya, dan «Radiant Light» menebas lurus menuju helm prajurit crimson. Empat orang terluka dan menjatuhkan senjata mereka, berteriak kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat reaksi tersebut, Asuna mengerti meskipun mereka dive menggunalan AmuSpheres, mereka tak dilindungi oleh Pain Absorber. Sejujurnya, Asuna sudah menyadarinya sejak tadi, jadi dia mencoba untuk melancarkan serangannya menuju jantung, membunuh langsung orang tersebut dan membuat mereka log out dari dunia ini, tapi cara pemikiran seperti ini seketika menghilang dari diri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memanfaatkan prioritas senjatanya, ia kini menargetkan tusukan rapier-nya menuju armor milik musuh, membuat mereka terjatuh dan terkadang mematahkan pedang mereka menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi pemain Amerika, musuh yang ada dihadapan mereka hanyalah poligon, dan darah mereka hanyalah spesial efek yang diciptakan computer. Tetapi bagi Asuna yang dive menggunakan STL, mereka nyata, dan darah yang menyembur terasa hangat, baunya juga terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberasa saat kemudian, genangan darah mencapai ke kaki Asuna, dan secara tak sengaja ia terpelincir dan jatuh. Pasukan yang berbadan besar lalu mengelilinginya ketika ia hendak berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Take this!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kapak perang mengayun ke bawah, Asuna berusaha menghindar ke kanan. Tetapi sebelum ia bisa menarik tangan kirinya, kapak perang tersebut berhasil menebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gatsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara keras, lengan kirinya putus dari ujung siku, tangan tersebut melayang ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… AAHH—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan rasa sakit yang tak terkira membuat Asuna mematung dan mati rasa. Sesaat kemudian, ia bernafas berat dan dengan susah memegang lengan kirinya yang bercucuran darah. Melalui pandangannya yang tertutup air mata, ia bisa melihat empat atau lima sosok bayangan yang mengelilinginya sedang mengangkat senjata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala si pria yang menggenggam kapak perang meledak dan menghamburkan daging dan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mendengar suara pukulan seperti senapan api. Setiap kali suara itu terdengar, tubuh-tubuh prajurit yang berusaha mendekatinya meledak dan berhamburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph… Apa-apaan, begitu lemah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menahan rasa nyari dan mencoba berdiri; sebelum bisa melakukannya, seorag pemuda dengan rambut jabrik bagaikan nyala api berdiri di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seseorang dari Tanah Kegelapan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik nafas dalam-dalam dan melupakan rasa sakitnya untuk sementara. Dari warna kulit dan sabuk kulit yang mengikat tubuhnya, ia adalah anggota Petarung Tangan Kosong yang telah dilawannya beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mengapa seseorang dibawah pimpinan Kaisar Vektor menyerang pasukan crimson yang telah dipanggil?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seolah ia memang berniat menolong Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatap dan menyadari jika pemuda ini hanya memiliki satu mata, luka kasar di mata kanannya dan jejak darah di wajahnya bagaikan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sisa matanya, si pemuda menatap marah pada pemain Amerika yang mendekatinya, ia lalu mengangkat tinju kanannya setinggi mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, tinjunya terselimuti api merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa… RAAAAAAHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teriakan tersebut, si pemuda menjejak tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guwa!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menghentakkan tinjunya ke tanah, gelombang kejut meledak bagaikan dinding api, melontarkan pasukan crimson yang ada dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sungguh kuat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengakui. Jika ia melawan orang ini, mungkin ia akan kalah …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Petarung Tangan Kosong tanpa berkata-kata mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Asuna dan membantunya berdiri, menatap wajah Asuna lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Mari buat kesepakatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 045.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa langsung memahami apa yang  diinginkan pemuda ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah… kesepakatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Kau yang membuat tombak-tombak batu dan lembah tersebut kan? Dengar, buatlah jembatan ke seberang lembah, walaupun kecil tak masalah. Disana, kami memiliki empat ribu pasukan Guild Petarung Tangan Kosong yang akan bertarung bersamamu, kita bekerjasama hingga berhasil membereskan pasukan merah sialan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertarung bersama— Pasukan Tanah Kegelapan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah hal seperti itu mungkin dilakukan? Orang-orang dari Tanah Kegelapan, bukan, orang-orang dari dunia ini tak bisa melawan perintah atasan, karena adanya «Code 871».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, si pemuda dihadapannya sekarang ini telah kehilangan mata kanannya. Apakah ini berarti ia telah melepas segel mata kanan dengan kemauannya sendiri? Apakah ia, seperti Alice, sebuah Fluctlight yang telah berkembang hingga bisa mematahkan ikatan dunia ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice telah berkata semalam: “Untuk menghilangkan «Code 871», mata seseorang akan meledak”, tetapi luka miliknya seperti tidak terlihat seperti bekas luka ledakan, luka tersebut malahan seperti akibat mata yang dicongkel paksa … Apa yang harus aku putuskan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keragu-raguan sesaat Asuna terbuyarkan oleh suara tebasan dan teriakan dari samping kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini, walaupun bertampang bodoh. Dia jujur kok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang memotong kepala beberapa prajurit yang mendekat menggunakan pedang hitam tipis yang hampir tak kelihatan, adalah Integrity Knight wanita berambut perak, Sheyta Synthesis Twelve.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap wajah Sheyta, senyuman semangat bercampur malu muncul dari wajah si Pertarung muda ini. “Hei,” ia membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat Asuna melihat senyuman ini, ia memutuskan pilihannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku akan percaya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mungkin terakhir kalinya bisa menggunakan kemampuan «geographical manipulation». Jadi bukankah lebih baik jika menggunakannya untuk menciptakan daripada menghancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku mengerti, serahkan jembatannya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggerakkan tangan kanan yang tadi memegang luka tangan kirinya, lalu ia mengangkat rapier ke udara dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laa────────.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara bagaikan ribuan malaikan terdengar ketika cahaya berwarna-warni meluncur dari langit dan menuju utara, melintasi lembah, dan menghubungkan kedua  sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gemuruh, tanah yang ada dibawah lembah mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya memandang ketika dua tiang batu melesat dari kedua sisi lembah dan semakin merentang, kemudian bersatu di tengah, semakin lebar, dan akhirnya menjadi jembatan batu untuk bisa diseberangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OOOOHHHH, AHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semangat dari empat ribu pasukan Guild Petarung Tangan Kosong terdengar lebih keras dari getaran tanah tadi. Dipimpin oleh sosok pria kekar berlengan satu, mereka melintasi jembatan batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakit kepala yang lebih menyakitkan daripada kehilangan sebelah lengan kini membanjirinya; Asuna hampir kehilangan kesadaran, dan harus menancapkan rapier-nya ke tanah agar tidak ambruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa lagi melihat dimana Alice, yang seharusnya memandu seluruh Pasukan Penjaga dan untuk menembus musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa berharap ia selamat… dan pasukan Petarung Tangan Kosong akan bekerja sama dengan mereka seperti janji si pemimpin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kirito-kun, Aku pergi sekarang, oke?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dalam hati mengucapkan nama kekasihnya, rasa sakit yang dirasakannya berlahan menghilang, semakin menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenit sebelumnya, di ujung paling selatan medan peperangan —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Alice telah berhasil menebas banyak pasukan crimson yang terus saja menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang ini— mereka aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bukanlah swordsmen, maupun prajurit yang ahli menggunakan sword skill; mereka terus menerus menerobos, menginjak-injak tubuh kawan mereka sendiri serta berteriak dengan bahasa asing. Tampaknya mereka benar-benar tak menghargai arti sebuah nyawa— nyawa musuh mereka, dan bahkan nyawa teman mereka sendiri, semuanya tampak tak berharga di mata mereka. Bahkan tampaknya mereka tak peduli dengan nyawa mereka sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika orang-orang yang tinggal di Dunia Nyata seperti ini, tampaknya apa yang dikatakan Asuna ada benarnya, “Dunia kami bukan dunia dewa-dewi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan musuh yang terus membanjiri, reaksi gerak Alice bahkan mulai menurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak kuat. Ini tak bisa disebut pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cepat — cepat terobos mereka, dan keluar dari sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menghalangi… JANGAN MENGHALANGI!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak ketika menebaskan Fragrant Olive Sword ke samping. Kepala dan tangan musuh berjatuhan ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“System call!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia dengan cepat mulai merapal incantation, menciptakan sepuluh Thermal Element, dan membentuknya menjadi tombak api dan menembakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Discharge!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dogou!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun tidak seperti Conflagrant Flame Bow milik Deusolbert, sebuah ledakan besar berhasil merusak formasi musuh dan menciptakan jalan keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dibaliknya adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihatnya. Sebuah bukit, menjulang di tanah hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia bisa menembus kepungan ini dan sampai ke sana, ia bisa menggunakan Sacred Energy yang tersebar di medan peperangan ini dan menggunakan Art “Light Pillar”, dan membakar para pasukan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“MENYINGKIR!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak dan menendang tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Nona Kecil!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Komandan Knight Bercouli terdengar dari belakang. Tetapi Alice tidak mendengar kata-kata selanjutnya: Jangan pergi terlalu jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Hampir sampai. Kita hampir menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa berhenti menebaskan pedangnya hingga ke musuh terakhir yang menghalangi jalan. Alice akhirnya berhasil menerobos kepungan musuh dan melaju ke daerah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menyarungkan pedang tersayang miliknya ke sarung pedang dan berlari, menghirup udara yang bercampur dengan bau darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah matahari tertutup awan? Alice berpikir untuk sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia merasakan hembusan angin dari belakang punggungnya, dan ia dicengkeram oleh kaki naga yang melayang; ketika menyadarinya, ia telah terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice mencoba mengaktifkan Armament Full Control Art miliknya, tetapi sebelum ia bisa berhasil merapalkan, pandangannya tertelan kegelapan, rasa dingin menyelimuti tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini Dark Art yang dilakukan penunggang naga? —Tidak, bukan. Kesadarannya semakin melemah, terhisap kegelapan pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah Incarnation milik musuh, benar-benar berbeda dari Incarnation sekuat baja milik Komandan Knight Bercouli, dan juga berbeda dari Incarnation petir milik Pemimpin Tertinggi Administrator; Incarnation musuh menghisap segalanya: sebuah Incarnation Kehampaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah hal terakhir yang bisa dipikirkan Alice sebelum pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Kaisar Vektor / Gabriel Miller, situasi ini untung-untungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia yakin selama puluhan ribu pemain Amerika yang masuk ke peperangan bisa mengepung Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia, si «Putri Cahaya» Alice akan menerobos kepungan tersebut seorang diri — atau dengan tim kecil — untuk melancarkan serangan pilar cahaya raksasa lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa ia tetap menunggu di punggung naga, jauh dari peperangan dan menunggu. Ia merasa jika situasi ini menjadi watu terlama ia menunggu sejak dive ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia melihatnya. Kilauan keemasan yang menerobos pasukan crimson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice… Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel tersenyum aneh ketika menggumamkan nama tersebut. Ia mengencangkan kekangan di tangannya, si naga turun cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imajinasi mengerikan yang membentuk Incarnation Kehampan telah menelan AI si naga, mengubahnya menjadi alat yang melayaninya. Dibawah perintahnya, si naga turun bagaikan batu, sayapnya kaku, membuka cakarnya menuju tanah dan mencengkeram punggung si Knight emas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whoosh—!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, suara memekakkan tercipta dari sayap yang mengembang, naga tersebut terbang ke langit lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak memperhatikan peperangan berdarah yang telah ia ciptakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baginya, apapun yang terjadi pada Pasukan Tanah Kegelapan, Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia, atau orang-orang yang ia panggil dari dunia nyata, mereka semua tak berarti baginnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, ia hanya perlu menuju system console terdekat dari lokasinya, yaitu «Altar Ujung Dunia », dan dari sana, ia akan keluar dan menarik jiwa Alice ke dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan Gabriel tertarik ke bawah, dan menatap rambut emas yang terurai oleh hembusan angin dari Knight yang pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin segera merasakannya. Tubuh ini, jiwa ini, aku ingin segera merasakannya ke dalam hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih agak lama menuju system console, mungkin akan memerlukan beberapa hari jika menggunakan naga. Ia mungkin akan menggunakan waktu yang ada untuk menikmati Alice yang masih memiliki tubuh fisik di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memikirkan ini, perasaan senang muncul dari perut Gabriel, membuat mulutnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia— membuang lima ribu pasukan Tanah Kegelapan dan tigapuluh ribu pasukan baru yang baru saja dipanggil, hanya untuk …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangkap seorang gadis!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komandan Knight Bercouli merasakan Incarnation Kehampaan yang meluap-luap dari sosok yang dikenal sebagai Kaisar Vektor, perasaan tak mengenakkan mengisi dirinya. Tetapi ketika melihat Alice yang telah berhasil ditangkap, ia akhirnya menyadari niat musuh yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat apa yang terjadi sepuluh mel didepan sana, Bercouli melakukan sesuatu yang tak pernah dilakukannya selama puluhan tahun terakhir — ia berteriak penuh kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sialan, apa yang akan kau lakukan pada muridku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya menggetarkan udara, seperti gemuruh petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ia diacuhkan oleh si penculik, si penunggang naga terbang menuju langit selatan tanpa menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat pedangnya dan mulai mengejar si naga terbang. Tetapi jalan keluar yang telah berhasil diciptakan Alice kini kembali tertutup oleh pasukan crimson yang memperbaiki formasi; mereka mendekat, sambil berteriak memaki terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian sebaiknya bersiap…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Bercouli berhasil menyingkir, cahaya keperakan terlihat di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirikirikiri, dengan bunyi berdesing melewatinya, itu adalah Divine Instrument milik Integrity Knight Renri, Twin Edged Wings.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara nyaring si knight muda terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Release recollection!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kilatan cahaya, kedua pisau lempar kini bersatu. Membentuk pisau yang saling bersilangan, pisau tersebut terbang rendah di atas tanah, berdesis ke arah depan dan meninnggalkan musuh-musuh yang terpotong di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergilah, Komandan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri berteriak, lalu Bercouli berbalik untuk membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf! Kuserahkan sisanya padamu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, ia menjejakkan kakinya ke tanah. Dengan cepat, tubuhnya seolah berubah menjadi angin kencang, melontarkan musuh-musuh di sekitar jalan keluar, ia lebih cepat beberapa kali lipat dari martial dance milik Petarung Tangan Kosong dari Tanah Kegelapan. Tetapi naga Kaisar Vektor yang menculik Alice kini telah berubah menjadi titik kecil di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berlari, Bercouli meletakkan jari tangan kiri ke mulutnya dan bersiul kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, sepasang sayap perak terlihat di langit, itu naga milik Bercouli, Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bukan hanya satu naga yang menuju ke arahnya. Naga kesayangan Alice, Amayori, dan naga milik Eldrie, Takiguri, juga mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menahan emosinya, tak peduli apa yang ia lakukan, ia tak bisa memerintah kedua naga tersebut untuk berdiam diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami turun ke tanah dan meluncur mendekati Bercouli, mengulurkan kedua kakinya ke depan. Sang Komandan Knight mencengkeram cakar di kaki kirinya dan naik ke punggung, mengencangkan tali kekang dan menghunuskan pedang panjangnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jalan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami, Amayori, dan Takiguri bergerak sesuai perintah; tiga pasang sayap mengepak hebat, lalu mereka terbang ke langit keunguan. Jauh didepan formasi ke tiga naga, dalam cakar sang naga hitam, cahaya keemasan terlihat untuk beberapa detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ke empat ribu Petarung Tangan Kosong menyeberangi jembatan batu, mereka bergabung dengan ke dua ratus teman mereka yang masih tersisa, lalu memperkuat formasi Pasukan Pertahanan Dunia Manusia, dan menuju ke tengah-tengah formasi musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuat barisan sepuluh orang di setiap sisi, kemudian bersama-sama mengangkat tinju kanan mereka, lalu mempertahankan posisi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U… RA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pukulan selaras, sepuluh petarung menusuk dan menghancurkan armor dan pedang milik pasukan crimson. Teriakan dan darah berhamburan ke segala arah; dengan sekali pukul, lebih dari duapuluh musuh terlontar ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pukulan penuh semangat tersebut selesai, sepuluh orang tersebut mundur ke samping, dan kini digantikan oleh sepuluh orang lainnya yang maju dengan posisi yang sama persis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“URARA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, sepuluh orang menghujamkan kaki mereka secara bersamaan, menghamburkan musuh ke segala arah, seperti sebuah ledakan di tengah-tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Wow.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa terkagum-kagum sambil mengobati luka tangan kirinya menggunakan Healing Art yang ia pelajari tadi malam. Bahkan Sheyta, yang sedang minum air siral disebelahnya tampak terkagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik bertempur milik Petarung Tangan Kosong entah mengapa mirip dengan teknik switch yang digunakan melawan bos ketika jaman SAO dulu, tetapi pergerakan mereka seirama dan lebih terarah. Sepuluh orang berbaris, sepuluh orang dibelakangnya; ada lebih dari empat puluh grup dengan seratus orang yang siap menggempur musuh secara terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan duduk dan menonton. Bahkan jika kita menuju ke arah selatan, apa yang kita lakukan setelahnya? Karena musuh  ada banyak, bahkan jika kita berhasil menembusnya, bagi kami cukup sulit untuk membunuh mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aliansi sementara Asuna, si pemimpin berambut merah sedang menyilangkan tangannya dengan wajah tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar, bahkan bagi Petarung Tangan Kosong yang sedang menerobos barisan musuh, mengalahkan pasukan crimson cukup sulit jika jumlah mereka berbeda jauh. Menurut pengamatan Asuna, pemain Amerika kini tinggal sekitar duapuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lalu… setelah kita menembus musuh dan bergerak menuju selatan, kita harus segera menjauh. Aku akan menciptakan lembah lain untuk memisahkan mereka dari pasukan kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membalas dengan suara datar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tetapi bisakah ia melakukannya? Sekarang ini, ia hanya bisa menciptakan jembatan kecil dan hampir kesulitan menerima efek sampingnya. Jika ia mengubah dataran dengan ruang lingkup luas, ia mungkin akan dipaksa log out— yang lebih parah, otaknya mungkin akan rusak …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggigit bibirnya, berusaha menyingkirkan pikiran tersebut. Walau bimbang, ia harus melakukannya. Memanggil pemain Amerika ke dunia ini mungkin strategi terakhir Kaisar Vektor. Jika ia bisa menyingkirkan mereka, bahkan jika ia dipaksa log out, mereka tak akan bisa melakukan apapun pada Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, dari arah selatan, seorang penjaga berlari ke arah Asuna yang ada di sisi utara peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perintah baru!! Perintah baru—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit tersebut terluka parah karena sebagian wajahnya berlumuran darah, ia tertunduk di depan Asuna, dan berusaha berkata-kata dengan sisa kekuatan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Informasi ini datang dari Integrity Knight Renri-sama!! Integrity Knight Alice-sama, telah ditangkap oleh komandan musuh! Ia menggunakan naga dan telah terbang ke arah selatan…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja— ia tak pernah berpikir jika situasi saat ini hanyalah kamuflase untuk memancing Alice agar menjauh dari Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia …!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar… telah melarikan diri?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tajam tersebut bukan dari Asuna maupun Sheyta, tetapi dari pemimpin Petarung Tangan Kosong yang kini matanya bersinar agak aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… seperti itu, naga tadi … bukan bermaksud mengawasi kita dari udara … Hei, nona!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata si pemimpin muda menatap Asuna, ia meminta penjelasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice itu «Putri Cahaya»?! mengapa Kaisar begitu menginginkannya?! Jika Putri Cahaya jatuh ke tangan Kaisar, apa yang akan terjadi?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dunia ini … akan hancur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menjawab. Ekspresi Ishkhan seolah disiram air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika Dewa Kegelapan membawa Putri Cahaya Alice ke «Altar Ujung Dunia»… dunia ini, baik itu Kerajaan Manusia atau Tanah Kegelapan, setiap penghuninya akan dimusnahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Asuna terasa datar sebelum ia menyadari jika ia terdengar seperti seorang NPC dari suatu permainan RPG, tetapi ini benar-benar kenyataan. Ketika para penyerang memperoleh jika Alice, sangat bisa dibayangkan nasib Light Cube Cluster yang tak memiliki arti lagi — mereka akan menghancurkannya tanpa simpati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, apa yang bisa ia lakukan … bahkan Super Account «Stacia» yang digunakan dirinya tidak memiliki kemampuan untuk terbang. Bagaimana ia akan mengejar Vektor?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang yang menjawab kekhawatiran Asuna adalah knight berambut perak yang berdiri di sampingnya, Sheyta. Setelah menghabiskan isi botol yang tergantung di sabuknya, si knight berwajah dingin ini berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan bagi seekor naga … ia tak bisa terbang selamanya. Ia harus istirahat, paling tidak setengah hari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar ini, si Pemimpin Petarung Tangan Kosong mencuri-curi pandang pada wajah Sheyta, lalu kembali berpaling; ia memukulkan tangannya dan menyelesaikan kalimat Sheyta dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu tinggal kejar mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengejar mereka … tetapi, bukankah kau ini…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatap Ishkhan penuh tanda tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah kau ini pasukan Tanah Kegelapan? Mengapa kau bertindak sejauh ini …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ishkhan menjawab seperti seorang anak yang telah dibuang orang tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar Vektor… tidak mengatakan kepada kami, para Sepuluh Bangsawan Tanah Kegelapan. Ia hanya ingin Putri Cahaya. Jika ia memperolehnya, ia tak akan peduli apa yang terjadi pada kami. Karena sekarang ia sudah mendapatkannya, berarti Kaisar telah memperoleh keinginannya … dengan kata lain, misi Pasukan Tanah Kegelapan telah selesai. Setelah ini, bukankah kami bebas bertindak semau kita, bahkan jika itu berarti bekerja sama dengan Kerajaan Manusia lalu merebut kembali Putri Cahaya?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Absurd banget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa berkata-kata menanggapi Ishkhan. Ekspresi di wajahnya benar-benar berbeda dari sebelumnya; kini dipenuhi dengan tujuan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Petarung Tangan Kosong menatap lurus ke mata Asuna, lalu berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku tak bisa… kami tak bisa membantah perintah langsung Kaisar. Kekuatannya meluap-luap … bahkan Jendral Kegelapan Shasta yang lebih kuat dariku terbunuh seketika tanpa bisa menyentuhnya. Jika Kaisar memberikan perintah langsung pada kami agar bertarung melawan kalian, kami harus mematuhinya … itulah mengapa, kami para Petarung Tangan Kosong akan menahan pasukan crimson disini. Kau dan Pasukan Penjaga kejarlah Kaisar secepat mungkin. Lalu… si Kaisar … si sialan itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Ishkhan tiba-tiba berhenti, dan ekspresinya memucat— seolah tersiksa rasa sakit yang datang dari mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katakan… pada si sialan, ‘kami bukan bonekamu’!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, teriakan datang dari Petarung Tangan Kosong dari medan peperangan bagian selatan. Para Penjaga akhirnya berhasil menerobos pasukan crimson, dan kini mulai berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zudan! Pemimpin muda ini kini menghantamkan kaki kanannya ke tanah dan memberikan perintah baru dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian semua, pertahankan posisi kalian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menatap Asuna dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepat!! Kami tak bisa menahan lebih lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas— dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Orang ini, juga seorang manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli apakah ia seorang Artificial Fluctlight, jiwanya yang terisi rasa kebanggaan senyata manusia. Kami memotong tali yang mereka gunakan untuk melintasi lembah, dan membunuh lebih ratusan teman-temannya; ia seharusnya akan membalas dendam kepada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Terima kasih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa berkata seperti itu, lalu berbalik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari belakang punggungnya, terdengar suara Integrity Knight Sheyta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan… tetap disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menerima tindakannya, Asuna menoleh dan memberikan senyum pada knight berambut perak ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Kami akan mengandalkanmu di sisi ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn melihat tanpa bisa berkata-kata pada knight wanita berambut chesnut yang kini telah memimpin sekitar tujuh ratus orang untuk menerobos formasi musuh yang sedang bertarung dengan bawahannya, lalu berpaling pada Integrity Knight tanpa emosi di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kau tak apa-apa seperti ini, nona?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah memperkenalkan namaku kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditatap pandangan menusuk, Ishkhan hanya bisa tertawa getir dan mengganti cara bicaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa kalau begini, Sheyta? Aku tak tahu jika kita akan berhasil bertahan hidup-hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si knight langsing mengangkat bahunya, armor baru miliknya tampak kebesaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akulah yang akan membunuhmu. Tak boleh orang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph, kau yang ngomong ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Iskahn tertawa sepenuh hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingin menolong teman-temannya dari kematian tragis — ia memilih untuk bekerja sama dengan Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia di pikirannya. Tetapi sekarang ini, ia meminta seluruh bawahannya untuk melindungi orang-orang Kerajaan Manusia dari pasukan crimson; sungguh luar biasa. Kini hatinya seolah terbuka lebar, seperti dimasuki angin sepoi-sepoi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah, jika ia mati disini, tak begitu buruk kok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jika ia tewas berusaha melindungi dunia ini, ayahnya, saudaranya laki-laki dan perempuan yang menunnggu di kampung halaman pasti akan memaklumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah!! Keluarkan seluruh kemampuan kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan “URAAA!!” bergema di seluruh medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bentuk lingkaran!! Pertahankan segala sisi!! Tendang para orang bodoh yang akan mendekat!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar semangat, Champion.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dempe telah sampai di sebelah Iskahn sekali lagi, lalu tangan kirinya mengeluarkan suara berderu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Asuna memimpin pasukan menuju bukit diselatan sana lalu mundur ke hutan dimana Pasukan Persediaan berada, Knight Renri memberitahunya tentang Komandan Knight yang telah membawa tiga naga dan terbang mengejar Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Menurutmu ia akan berhasil mengejar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan tajam Asuna, wajah kekanakan Renri agak ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, kemungkinannya sangat kecil. Karena, keduanya terbang dengan kecepatan yang sama, dan mereka juga perlu waktu istirahat… Tetapi, Alice-sama juga ditangkap naga milik Kaisar Vektor, kuharap ia masih memiliki Life. Di lain sisi, Komandan Knight bisa berganti naga untuk meminimalisir kelelahan mereka, jadi secara teori, ia akan bisa memperpendek jarak diantara  mereka berdua …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 065.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, mereka hanya bisa berdoa jika Komandan Knight akan bisa mengejar Kaisar Vektor sebelum sampai ke Altar Ujung Dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika ia berhasil mengejarnya pun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisakah Komandan Knight mengalahkan Super Account Vector seorang diri?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Asuna tak pernah mengira jika musuh akan log in menggunakan sebuah Super Account, ia tak bertanya pada Higa Takeru tentang kemampuan yang dimiliki Vektor. Tetapi jika Vektor memiliki kemampuan yang sama seperti skill “Geographic Manipulation&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk mengubah bentuk daratan sesuka hati&amp;lt;/ref&amp;gt;” milik Stacia— bahkan bagi seorang pemimpin Integrity Knights, menang melawannya dalam pertarungan satu lawan satu akan sangat menyulitkan …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika memikirkan hal ini, Renri berkata dengan nada riang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika ia berhasil mengejar, Komandan Bercouli pasti akan menyelamatkan Alice-sama. Karena, orang itu … adalah manusia terkuat di dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yeah, memang benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangguk sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan sekarang ini adalah harus yakin. Karena, beberapa menit lalu ia telah melihat banyaknya semangat bertempur milik orang-orang Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ayo menuju ke bagian selatan dengan seluruh pasukan. Untungnya, hanya ada padang rumput di depan kita. Kita mungkin tak akan bisa mengejar Bercouli-san, tetapi kita mungkin akan berguna jika bertemu dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, Asuna-sama. Aku akan menginformasikan semua orang untuk berlari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri mempercepat langkahnya, lalu berlari ke dalam hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatnya menghilang, Asuna berkata pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito ingin melindungi Alice dan seluruh dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga harus melindungi mereka juga, tak peduli luka apa yang akan ia terima … tak peduli berapa banyak rasa sakit yang harus ia tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ruang kontrol Ocean Turtle, Critter telah bersiap untuk memasukkan 20,000 pemain Amerika yang akan dive ke dalam Underworld sebagai gelombang ke-dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lokasi turun mereka adalah posisi Gabriel Miller saat ini— kira-kira sepuluh kilol dari lokasi turunnya gelombang pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2=== &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Gh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menarik nafas dalam-dalam, Vassago Casals memaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggelengkan kepala berambut keritingnya, dan memandang sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembok baja disekeliling, lantai anti licin, dan banyak monitor yang bercahaya di kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia melihat pria kurus duduk di kursi kulit di depannya, Vassago akhirnya menyadari jika ia telah kembali ke ruang kontrol utama «Ocean Turtle», di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah seorang kru— Critter, bersin, suaranya penuh sindiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa, kau benar-benar bangun. Aku kira sel-sel otakmu membusuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Berisik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago mengerang, dan memeriksa tubuhnya sendiri. Ia kini sedang berbaring di kasur kecil di pojok ruangan, sebuah jaket sembarangan diletakkan menutupi perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi?Vassago menggelengkan kepalanya semakin keras. Tindakan ini membuat kesakitan lebih parah ke kepalanya, ia memaki lagi. Ia lalu berjalan ke sisi ruangan, sebagian besar anggota tim-nya masih duduk melingkar dan bermain kartu, ia bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ada yang punya aspirin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si jenggot Brigg, salah satu anggota penyerang, tanpa kata-kata langsung menyerahkan botol plastik di sakunya kepada Vassago. Vassago menangkapnya, lalu membuka tutup tersebut, memasukkan semua isinya ke dalam mulut, lalu mengunyahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersamaan rasa pahit yang menyengat lidahnya, ingatannya akhirnya mulai muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… aku terjatuh dalam lubang raksasa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kau mati? Kau dive selama delapan jam penuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De…Depalan jam?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut, Vassago melonjak, bahkan melupakan rasa sakit kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang jam di pergelangan tangan kirinya, menunjukkan pukul 6.30 A.M, Waktu Standar Jepang. Kurang dari duabelas jam sebelum batas waktu ketika Pasukan Pertahanan meninggalkan Kapal Penghancur Aegis, Nagato dan mendobrak masuk ke  dalam Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi lebih penting saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ia telah tak sadar selama delapan jam, beberapa bulan seharusnya telah terlewat di dalam Underworld. bagaimana kondisi peperangan? Misi untuk menangkap Alice?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi seolah membaca keterkejutan milik Vassago, tsk-tsk, Critter membunyikan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terkejut begitu, matamu akan copot. Tanang saja, ketika kau mati di dalam sana, percepatan waktu telah diturunkan menjadi satu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“S… Satu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti tak perlu khawatir. Tetepi, bukannya itu malah memperburuk keadaan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kacamata, apa kau mengerti situasinya? Kita hanya memiliki waktu duabelas jam sebelum Pasukan Pertahanan menyerang tempat ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago menolak penjelasan Critter, lalu ia menggelengkan tangannya penuh sok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu aku tahu. Ini juga perintah Kapten Miller.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, “rencana penyerangan” yang dijelaskan Critter membuat Vassago tak bisa berkata-kata, meskipun ia sangat berpengalaman menjadi seorang pemain VRMMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia meninggalkan sistem console di Obsidia, ibukota timur Tanah Kegelapan, Letnan Gabriel Miller secara rahasia telah memberi perintah kepada Critter di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buatlah website iklan tentang sebuah beta test VRMMO kekerasan yang tak memiliki aturan— the Underworld laws, tentu saja— buatlah koneksi client program. Lalu, atur ratio akselerasi menjadi satu pada 7 Juli 16 12:00 A.M., dan pada saat yang sama, mulailah perekrutan pemain beta test dari seluruh Amerika, Critter menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan konsol yang terbatas, aku hanya bisa melihat koordinat milikmu dan kapten, begitu juga dengan pengiriman jumlah pasukan, jadi rencana ini adalah rencana cadangan jika Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia lebih kuat dari yang kita kira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari-jari kurus Critter menari di atas keyboard, menunjukkan peta seluruh Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di peta yang akan berbentuk segitiga runcing tersebut, dua garis merah membentang dari sudut paling timur menuju ke barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah log pergerakan milikmu dan kapten. Dengar, kau baru saja berkeliaran di sekitar Gerbang Besar Timur Kerajaan Manusia, dan tiba-tiba kau tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu garis merah tersilang oleh tanda sebuah ‘X’, di selatan «Gerbang Besar Timur».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi komandan melewatimu dan sedang menuju selatan. Ia bahkan meinggalkan seluruh pasukan Tanah Kegelapan di utara dan bergerak sendiri. Itu berarti …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia sedang mengejar Alice atau telah mendapatkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago bergumam. Critter mengangguk dan lanjut menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berdasarkan rencana awal kita, ketika waktu telah berkurang sampai delapan jam, atau ketika Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia benar-benar hancur, kita akan meningkatkan kembali kecepatan akselerasi menjadi 1,000 kali lipat. Jika seperti itu, kita masih memiliki waktu bertahun-tahun di dunia tersebut. Tentu saja, ketika ratio akselerasi ter-reset, para pemain Amerika yang sedang dive akan ter log-out paksa karena synchronization error, tetapi selama kita berhasil memenangkan peperangan, siapa peduli?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu tingkatkan ratio kecepatannya sekarang! Tak ada waktu tersisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak sesederhana itu. Coba lihat disini—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menekan tombol dan memperbesar peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kilometer di Gerbang Besar Timur yang memisahkan Kerajaan Manusia dan Tanah Kegelapan, terbentang padang rumput, bebukitan, dan hutan. Pasukan Pertahanan telah memasang serangan kejutan di hutan… dengan kata lain, itu adalah tempat dimana Vassago tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi entah mengapa, diantara hutan dan padang rumput tersebut, sebuah lembah raksasa yang lebarnya hampir 50 kilometer terbentang dari barat ke timur. Disekitar lembah tersebut, pusaran titik-titik bergerumul menjadi satu, berbagai warna: merah, hitam, dan putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang merah adalah pemain Amerika yang aku masukan ke dalam Underworld. banyak yang sudah menghilang, tetapi masih tersisa 20,000. Dan lingkaran hitam yang dikepung titik merah adalah pasukan Tanah Kegelapan. Jumlahnya 4,000.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H… Hei, hei, kau juga lihat kan kalau si merah menyerang si hitam”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena informasi beta test mengatakan jika mereka bisa bebas membunuh para NPC yang tampak nyata. Bagi pemain Amerika yang sedang dive, tak ada perbedaan antara pasukan Kerajaan Manusia dan Tanah Kegelapan. Tetapi, karena beberapa alasan, titik hitam ini menurun sedikit lamban daripada yang aku harapkan. Pasukan Tanah Kegelapan seharusnya tunduk pada Kaisar, tak mungkin mereka bertarung melawan pasukan Amerika, karena mereka berpikir pasukan merah telah dipanggil oleh Kaisar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin mereka menikmati saling bunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, mari asumsikan jika si hitam akan berkurang. Terlebih lagi, yang menjadi masalah itu di sebelah sini, kelompok putih kecil ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menggerakkan kursor. Benar, sebuah kelompok titik putih sedang bergerak menuju selatan— seolah mereka mengejar Kaisar Vektor, atau Kapten Miller.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia. Meskipun jumlah mereka sedikit, sekitar 700. Akan tetapi, akan jadi masalah kalau mereka berhasil mengejar kapten, jadi kita harus menghentikan mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghentikan mereka? …Apa yang akan kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter tidak langsung menjawab pertanyaan Vassago, tetapi sedikit tersenyum dan lanjut mengetik keyboard.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuka jendela baru di peta. Didalamnya, sekumpulan awan merah bergumul dalam latar belakang hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah pemain Amerika yang ketinggalan gelombang pertama, dan sedang menunggu gelombang kedua. Saat kouta 8,000 pemain terpenuhi, aku akan memasukkan 20.000 pasukan melawan Pasukan Penjaga. Setelahnya, kita akan meningkatkan ratio akselerasi menjadi 1.000 lagi. Dengan cara itu, kita akan memiliki cukup waktu agar kapten bisa membawa Alice ke sistem konsol di ujung selatan”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika semudah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago membalas, mengelus janggutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia lebih kuat daripada yang kau bayangkan. Khususnya mereka yang disebut Integrity Knight, mereka kelewat gila; mereka memusnahkan pasukan pertama Tanah Kegelapan, kalau kau tak tahu? Jika tidak ada mereka, aku mungkin sudah tewas mengenaskan … seperti gelombang pertama…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, Vassago teringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat bagaimana dan oleh siapa ia tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nafasnya tertahan dan matanya terbuka lebar. Di dalam kepalanya, sebuah kenangan tiba-tiba sembuh, sosok bagaikan dewi yang turun dari langit, menatapnya. Ia secara insting memaki dalam bahasa jepang ketimbang inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— «The Flash»…!! Yeah… Tak diragukan lagi, itu pasti dia…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? Apa yang kau bicarakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago menggenggam kerah baju Critter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, kutubuku sialan! Orang-orang RATH juga sedang melakukan rencana menggunakan ruang sub kontrol!! Dalam Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia, ada pemain-pemain VRMMO jepang yang membaur!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengabaikan ekspresi Critter, Vassago bersin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Asuna «The Flash» juga disana, mungkinkah, “orang itu” juga dive? … Ya Tuhan, bagaimana mungkin aku hanya berdiam diri disini … Hei, aku ingin kembali masuk! Masukan aku bersama dengan 20,000 pemain, dan turunkan aku ke lokasi titik putih!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau ingin dive lagi … Tetapi akun Dark Knight yang kau gunakan telah hilang. Tentu saja, jika kau tak keberatan menggunakan akun pasukan crimson seperti mereka, aku punya banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku punya akun sendiri… akun yang sudah aku simpan sangat lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekek. Tenggorokan Vassago terdengar seperti terkekeh ketika ia mengambil kertas dari dekat console, menarik sebuah pena dari kantong Critter, lalu dengan cepat menuliskan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, gunakan ID dan password ini yang ada di menu «The Seed Nexus» Jepang, lalu convert karakternya ke dalam Underworld. aku akan masuk menggunakan akun tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberikan kata-kata tersebut, Vassago mulai berjalan menuju pintu ruang STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa langkah, ia terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berbalik, wajah Vassago berubah menjadi beringas, cukup membuat takut si cyber criminal Critter. Seolah karakter vulgar, energik, dan kasar yang nanti akan ia gunakan seperti belahan jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Vassago berjalan menuju Critter, dan membisikkan instruksi lain ditelinganya. Sedetik kemudian, ruang STL menelannya, si hacker melihat pintu sendirian, kertas tipis tersebut masih dipegangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kertas ada tiga huruf berbahasa Inggris dan delapan angka numerik. Critter tak pernah mengerti maksud tiga huruf ‘S’, ‘A’ dan ‘O’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika para Penjaga bersiap untuk berangkat, Asuna meninggalkan kerumunan dan mendatangi kereta persediaan. Sebuah kursi logam tampak, dengan seorang pemuda berambut hitam gemetaran, dua gadis bersamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ronye mengangkat wajahnya ketika ia mendengar langkah kaki. Menyadari kedatangan Asuna, wajahnya mulai memerah karena malu sekaligus menangis, ia berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna-sama! Kirito-senpai ingin… ingin pergi keluar … lalu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggigit bibirnya dan mengangguk. Ia berlutut di depan Kirito dan menggenggam tangan kirinya yang kurus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti… Alice… telah ditangkap musuh. Kirito-kun pasti merasakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?… Alice-sama telah…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tieze menjerit, wajah putihnya semakin pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang memecah ketegangan ini adalah suara Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… uh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kirinya bergetar, mencoba menyentuh sisa-sisa lengan kiri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun… Apa kau, mengkhawatirkanku…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berbisik pelan. Seketika, Ronye akhirnya menyadari luka-luka Asuna dan menjerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Asuna-sama! Lengan anda…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa. Ini cuma luka sementara …” ia berguman. Asuna dengan lembut mengangkat lengan kirinya, bagian dari siku kebawah telah terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru telah memberikan informasi singkat mengenai teknologi «Mnemonic Visual». Meskipun semua benda telah diciptakan menggunakan program The Seed seperti di ALO, bagi Asuna dan Kirito yang telah dive menggunakan STL serta bagi Artificial Fluctlights seperti Tieze dan lainnya, semua yang ada di dunia ini seperti «shared memory» yang disimpan di Main Visualizer, sebuah realitas berbeda yang diciptakan menggunakan kekuatan imajinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Life atau HP Super Account Stacia benar-benar sangat banyak, hampir mencapai batas maksimal sistem. Tetapi, jika ia diserang menggunakan senjata normal maupun ditusuk ratusan hingga ribuan kali, Life miliknya tak akan menyentuh nol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ketika pasukan crimson mengayunkan kapak perangnya dan mengincar lengan kirinya, Asuna benar-benar merasa takut; ia berpikir, terkena tebasan kapak sebesar ini, lenganku pasti akan putus, dan imajinasinya menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga berlaku bagi lengan kanan Kirito. Meskipun Life-nya telah terobati, lengannya tidak kembali normal, karena ia terus menerus menghukum diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna meletakkan lengan kanan ke bekas lukanya, dan berkonsentrasi, menutup matanya, dan berkata pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak akan takut lagi. Hingga aku telah melindungi Kirito-kun dan dunia ini hingga akhir, aku tak ingin kehilangan seseorang … atau apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya putih terkonsentrasi menuju lukanya dengan bunyi pop. Cahaya hangat tersebut semakin luas, lengan kirinya telah kembali seperti semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum pada kedua gadis yang seolah menyaksikan sebuah keajaiban, Asuna mengulurkan lengan kirinya dan memeluk kepala Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat? Aku baik-baik saja. Aku akan menyelamatkan Alice dan membawanya pulang. Jadi… ketika saat itu datang, Kirito-kun jangan terus menyalahkan diri ya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak tahu apakah kata-katanya sampai ke hati Kirito atau tidak, tetapi ia merasa jika tubuhnya yang gemetaran kini sudah tenang. Asuna tetap memeluknya selama beberapa detik, lalu berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus membawa seluruh pasukan dan mengejar Kaisar Vektor. Komandan Knight Bercouli telah membawa para naga mengejarnya, dan kita pasti akan mengejar mereka yang da di depan. Ketika saat itu, aku menitipkan Kirito-kun pada kalian… Ronye-san, Tieze-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serahkan saja pada kami, Asuna-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum pada kedua gadis dan ia menyerahkan Kirito pada Ronye, Asuna kini keluar dari kereta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah ia menginjak tanah, ia melihat seorang swordswoman berlari ke arahnya, ia juga ikut pada “Kompetisi Berbagi Kenangan” bersama-nya dan Ronye tadi malam. Armor peraknya penuh dengan bekas darah dan tanah dan kepalanya berbalut perban, tetapi ia tampak tak terluka parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak apa-apa, Sortiliena-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar suara Asuna, si swordswoman memberi hormat dan membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku juga senang Asuna-sama baik-baik saja… —hanya saja, aku mendengar kabar jika Alice-sama telah ditangkap pemimpin musuh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku baru saja menjelaskan pada Ronye-san jika Kaisar Vektor meninggalkan seluruh pasukannya dan menangkap Alice-san. Aku tak mengira jika ia melakukan hal tersebut …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagaimana mungkin…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan lengan kirinya yang baru sembuh, Asuna menepuk bahu Sortiliena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak perlu khawatir. Bercouli-san telah mengejar Vektor dengan menggunakan naga. Kita juga akan mengejarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengangguk, dan kembali ke tengah-tengan Pasukan Pengecoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah pimpinan Integrity Knight Renri, regu Ascetic telah selesai menyembuhkan yang terluka, dan ke 700 Penjaga hampir siap untuk bergerak. Para Penjaga telah berbaris bersama regu Astetic dan regu Persediaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerima laporan Renri jika persiapan telah selesai, Asuna memberikan Renri arahan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau adalah Integrity Knight yang masih tersisa, Renri. Perintah untuk bergerak harus diberikan olehmu, si pemimpin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya, aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi si knight muda entah mengapa gugup, tetapi ia mengangguk pasti. Mengangkat tangan kanannya ke atas, ia memberikan perintah dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice-sama telah berbaik hati melindungi kita di pertempuran Gerbang Besar! Kini giliran kita menolongnya! Kita harus mengambilnya dari musuh dan kembali ke Kerajaan Manusia bersama-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OH!!” teriakan semangat bergemuruh. Renri mengangguk, dan dengan cepat mengayunkan lengan kanannya ke bawaah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Semua pasukan, maju!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri memimpin pasukan didepan menggunakan naganya sendiri, Kazenui. Ia diikuti oleh 400 Penjaga baik menunggang kuda atau berjalan kaki, serta delapan kereta persediaan yang berisi makanan dan tim pembantu sekitar 300 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya satu naga— naga milik Integrity Knight Sheyta tetap ditahan, diam tak bergerak. Dengan sisik seperak rambut pemiliknya, si naga menggeram kuurrr ketika ia dibebaskan dari kekangannya, lalu ia terbang ke utara— menuju peperangan di selatan lembah, tempat pemiliknya berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan kereta persediaan, Asuna berpikir sambil menggelengkan kepalanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh terakhir adalah Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Identitas aslinya adalah manusia dari dunia nyata, keberadaannya disini hanyalah sosok virtual. Itulah mengapa jika ia harus bertarung dengannya, ia harus mengalahkannya. Demi orang-orang yang telah menahan pasukan crimson: Knight Sheyta, si pemimpin Petarung Tangan Kosong, dan 4,000 bawahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa menit sesudahnya, pasukan yang berangkat dari hutan kini telah memasuki jalanan berbentuk cekung. Sebuah jalan kecil memotong tanah cekung menuju selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti event-event RPG, di ujung jalan seperti itu pastilah sebuah kota maupun reruntuhan kota. Namun ia telah mendengar jika area selatan Tanah Kegelapan tidak dikuasai demihumans. Dengan kata lain, jalan ini akan berakhir di «Altar Ujung Dunia», dan Kaisar Vektor telah memasuki jalanan ini bersama Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naga Kaisar Vektor dan naga milik Bercouli kini sedang saling kejar di udara sana. Akan tetapi, ke 700 Pasukan Penjaga kini sedang melewati jalan ini secepat mungkin; jalanan ini bergetar ketika mereka melangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjejaki jalan cekung ini— ketika seluruh pasukan pengecoh sampai di dasar jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vvvvvv… m. Sebuah getaran sayap serangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menengok ke atas, kiri, kanan, dan belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia melihat ke depan, ia akhirnya menemukan sumber suara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis, garis merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ribuan garis tipis merah berjatuhan dari langiit ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Tak mungkin………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir Asuna bergetar, suara serak keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tak mungkin. Tolong. Jangan lagi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zaaaa—!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan-ledakan terdengar ketika garis-garis itu turun. Mereka memblokir jalan di ujung sana, menghalangi para penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah bertekat tidak akan takut lagi, Asuna merasakan kekuatan meninggalkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang muncul di depan sana adalah pasukan crimson— para pemain VRMMO dari dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua… Semua pasukan, jangan berhenti!! Serang!! Serang—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri memberikan perintah di depan sana. Seluruh Pasukan Penjaga menerima dengan suara: Uooo! Lalu melangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika mereka telah mengantisipasi gerakan kita dengan menempatkan pasukan baru di ujung jalan selatan, tetapi jumlah mereka ada seribu … tidak, hampir duapuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruskah aku log out dengan menggunakan Skill Stacia lagi? Jika ia tidak berhati-hati, tindakan tersebut akan menjadi tindakan bunuh diri dan malahan mengorbankan Pasukan Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat kemudian, ekspresi bimbang Asuna digoyahkan oleh raungan naga di depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari paling depan, naga milik Knight Renri, Kazenui telah menghembuskan nafas api dan melaju ke depan tanpa menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan… Renri-sama akan mengorbankan dirinya untuk membuka jalan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah ia mendengar rintihan kesakitan Sortiliena yang ada di samping Asuna, Renri perlahan berbalik dari atas naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tolong jaga yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir Renri bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menghunuskan pisau lempar di pinggangnya dan melaju ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum itu terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna langit di atas sana berubah tiba-tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah merobek warna langit merah darah Tanah Kegelapan, kini yang Asuna lihat adalah warna langit kebiruan di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik pasukan crimson yang akan maju menyerang, para penjaga yang siap berkorban, maupun Knight Renri yang di depan sana, semua orang mengangkat kepalanya ke langit seperti Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah surga telah terbuka lebar ke dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari baliknya, sebuah bintang terang turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, itu seseorang. Mengenakan armor sebiru warna langit, dan baju seputih awan, rambut pendeknya yang berkibar berwarna biru air. Sumber cahaya memilaukan adalah sebuah busur besar di tangan kirinya. Wajahnya tak bisa terlihat kerena silau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Siapa…? Kau siapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah merespon pertanyaan bisu Asuna, orang yang melayang diudara kini mengarahkan busurnya dari langit. Lengan kanannya menarik tali busur, dan kekuatan penuh menariknya ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cahaya memilaukan, sebuah panah cahaya muncul diantara busur dan tali busur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik Pasukan Penjaga dan Pasukan Crimson terpaku, tak bisa berkata-kata. Satu-satunya yang bisa Asuna dengar adalah suara rendah Sortiliena:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Solus-sama…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah menanggapi panggilannya, panah cahaya tersebut dilepaskan dari atas langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat panah tersebut membelah dan menyebar ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panah tersebut berubah menjadi tembakan sinar panas dan menghujani mereka yang ada di bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 085.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Pemimpin Penjaga Sortiliena Serlut hampir benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas jalan cekung ini, seseorang dari dunia nyata telah muncul, tidak, lebih tepatnya telah log in menggunakan Super Account 02, «Dewi Matahari, Solus ».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akun ini memiliki kemampuan «Wide-Ranged Annihilatory Attack»&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk menyerang ke berbagai arah&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon/Asada Shino melihat ke bawah dimana serangan telah ia luncurkan, dan mengingat kembali penjelasan dari Higa yang disampaikan melalui intercom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, Sinon-san, meskipun Super Accounts benar-benar kuat, mereka bukanlah pembuat keajaiban. Karena mereka disiapkan untuk saat-saat ketika harus membuat perubahan besar di dalam Underworld, kami mencoba untuk membuat akun tersebut agar cocok sesuai dengan lingkungannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… kamu mau bilang akun-akun tersebut bukanlah akun GM, hanya akun yang sangat kuat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berbicara melalui microphone ketika ia berbaring di dalam mesin STL yang mirip seperti mesin Fulldive Generasi Pertama, berlokasi di cabang perusahaan misterius «RATH» Roppongi. Apa yang ia dengar selanjutnya adalah bunyi click— seperti seseorang sedang menekankan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Tepat. Itulah mengapa akun «Solus» yang akan kamu gunakan tak bisa terus menerus diandalkan karena memerlukan energy dalam Underworld. Setiap serangan menggunakan busurmu memerlukan Tenaga Spacial, tak peduli  apapun serangannya. Karena Solus memiliki kemampuan mengisi ulang otomatis, setiap serangan yang kamu gunakan tidak akan membuatmu kelelahan jika digunakan di siang hari, tetapi kamu tak bisa terus menerus menembakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Higa katakan, busur putih bersih yang digenggam Sinon menggunakan tangan kirinya kini mulai melemah setelah melakukan serangan jarak luas. Meskipun busur tersebut telah mulai bercahaya kembali, butuh sekitar dua-tiga menit untuk melakukan serangan kekuatan penuh lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tak ada combo ya? Hmph,sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan senjata otomatis, senjata manual lebih cocok dengan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon turun perlahan, memastikan api ledakan di tanah telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung jalan cekung sepanjang satu kilol ini, banyak tubuh-tubuh mulai menghilang dengan efek cahaya. Satu tembakan yang dilancarkannya telah memusnahkan sekitar 5,000 musuh. Untungnya, mereka bukan penduduk asli Underworld, tetapi pemain Amerika yang log in dari dunia nyata seperti Sinon. Para pemain tersebut percaya jika ini semua adalah closed beta sebuah permainan dan mereka kelihatannya mulai marah-marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipusat jalan cekung ini, pasukan skala kecil yang kalah jumlah dengan pasukan crimson mulai melaju. Meskipun jumlah musuh lebih dari 10,000, kebanyakan dari mereka tak bisa bergerak karena takut kena tembakan selanjutnya— lebih tepatnya disebut ledakan, hingga membuat Pasukan Penjaga mulai menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menatap di kejauhan, mengamati formasi Pasukan Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia akhirnya menyadari ada seorang gadis berambut chestnut yang sedang menunggang kuda putih, ia juga menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon hanya bisa tersenyum ketika ia turun menggunakan kemampuan lain yang dimiliki akun Solus account, «unlimited flight»&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk terbang selamanya&amp;lt;/ref&amp;gt;. Meskipun ia telah diceramahi oleh Higa jika “kamu bisa terbang menggunakan imajinasimu”, ketika ia merasa ini tak berbeda jauh dengan terbang di ALO. Ia melihat kereta dibelakang Asuna, ia lalu terbang lurus ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ujung sepatu miliknya menyentuh atap kereta, ia dengan lembut mengangkat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf membuatmu menunggu, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna melihat senyum hangat miliknya, air mata mulai mengalir ke pakaian seputih mutiara miliknya. Ia berdiri di kuda miliknya dan melompat ke kanopi kereta:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“——Sinonon… !!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memeluknya erat-erat sambil berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon perlahan memandang Asuna dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau telah bekerja keras. Tak apa … serahkan sisanya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia masih dipeluk Asuna yang lebih tinggi darinya, ia melihat indikator pengisian ulang busur miliknya masih 20%, lalu perlahan menarik tali busur dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Equipment khusus yang dipakai oleh akun Solus— Busur panjang «Annihilate Ray» bisa mengatur kekuatannya berdasarkan kekuatan tarikan tali busur, dan bisa mengatur arah serangan berdasarkan sudut incaran busur. Sebuah panah cahaya yang lebih tipis dari sebelumnya muncul ketika tali busur itu ditarik kebelakang sejauh 10 centimeters. Sinon mengincar musuh yang menghalangi naga di depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vishu! Suara anak panah melesat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak miring 20 derajat ke kanan, anak panah tersebut berubah menjadi tembakan cahaya yang terus membelah dan mendarat selebar 10 mel, menciptakan sebuah ledakan yang hampir setara dengan sebuah misil. Pasukan crimson berterbangan ke udara lalu menghilang. Mengambil kesempatan ini, sang naga langsung maju kedepan. Sekitar sepuluh prajurit yang terlempar ledakan kini dihantam kepala naga, ditusuk cakar besarnya, dan langsung tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, pasukan musuh akhirnya sadar terhadap serangan cahaya dan mangsa mereka kini mulai lari. Sambil memaki, mereka mengejar bagaikan gelombang tsunami berwarna merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengalungkan busurnya ke lengan, meletakkan kedua tangannya ke pundak Asuna dan memisahkan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna. Aku bisa melihat sesuatu seperti reruntuhan sekitar 5 kilometer ke selatan dari sini. Jalannya tinggal lurus saja, juga beberapa batu besar ada di kedua sisi. Kita tak perlu khawatir jika dikepung oleh musuh, dan kita bisa mempersempit medan peperangan. Ayo kita temukan cara agar bisa memukul mundur musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna juga seorang petarung, dan setelah mendengar perkataan Sinon, matanya menjadi bersemangat. Ia mencoba menghapus air mata miliknya dan berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku paham, Sinonon… Sinon. Tak peduli berapa banyak pasukan VRMMO Amerika yang muncul, mereka tak mungkin muncul lagi. Jika kita bisa memukul mundur puluhan ribu musuh, mereka mungkin akan menyerah… kukira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah,serahkan saja padaku. … Well, kurang lebih seperti itu....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memastikan setiap Penjaga berhasil melewati kepungan pasukan crimson, Sinon menatap lagi sahabatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Um, apakah Kirito…. Ada diantara pasukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa menunjukkan senyum masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tak perlu khawatir. Kirito-kun berada disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menunjuk jari telunjuknya ke bawah kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sungguh. Yah… Aku akan menyapanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menelan ludah, Sinon mulai bergerak dari atap kereta dan meluncur ke dalam dengan bantuan kemampuan terbang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunggu Asuna agar ikut, lalu ia menuju bagian dalam kereta kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama yang memasuki pandangannya adalah dua gadis berseragam dengan armor tipis. Mata mereka terbuka lebar bersamaan lalu bergumam pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“S… Solus-sama…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon melihat pakaiannya sendiri, lalu membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Halo, senang berkenalan dengan kalian. Meskipun aku mirip Solus, aku bukan dia. Namaku Sinon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba tersenyum pada kedua gadis ini, tetapi keduanya kebingungan. Tetapi ketika mereka berdua melihat Asuna, keduanya tampak mulai paham.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh iya, aku ini manusia dari Dunia Nyata sama seperti Asuna. Aku juga teman.... Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara si gadis berambut merah masih menatap, si gadis berambut coklat menunjukkan ekspresi rumit, dan berbisik pelan: Mengapa semuanya perempuan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada yang menunggu. Sinon berdeham ketika ia mulai melangkah kedalam ketika kedua gadis ini membuka jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon melihat pemuda berpakaian hitam duduk diatas kursi roda, ia memeluk dua buah pedang panjang menggunakan satu tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah diberitahu mengenai kondisi Kirito melalui penjelasan Higa Takeru, setelah melihat lukanya secara langsung, hatinya berdetak semakin kencang dan ia mulai meneteskan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan mata kosong tersebut tidak menatapnya, tenggorokannya mengeluarkan bunyi aneh. Sinon tertunduk dihadapan musuh, teman, serta penyelamatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersandar di kursi roda, tubuh Kirito tampak semakin kurus dan rapuh ketika Sinon menyentuhnya. Sinon meletakkan busur panjangnya ke meja, lalu memeluk sosok ringkih Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah mendengar jika jiwa Kirito — Fluctlight miliknya, atau bisa dikatakan «tubuh utama» yang dikenal sebagai diri sendiri telah mengalami luka parah. Higa mengatakan padanya dengan suara mudah jika masih belum ada cara bagaimana menyembuhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, Sinon menutup matanya lagi, air mata mengalir ketika ia menjerit dalam hati: Yah, itu mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang telah membuat kenangan bersama Kirito berulang kali, juga emosi kuat terhadap Kirito. Mereka cukup perlu berkumpul disini, sedikit demi sedikit dan berbagi hati mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Hei, tak bisakah kau merasakannya?… jiwamu yang ada dalam diriku. Lidah tajam, sedikit nakal, naif … dan kuat, lebih baik dari siapapun. Itulah dirimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon lupa jika Asuna masih menatap di belakangnya; ia memutar kepalanya dan mencium wajah Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asada Shino masih belum menyadari jika pikiran emosional miliknya telah memberikan bekas goresan pada jiwa terluar Kirigaya Kazuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Sinon sudah memahami struktur Underworld dan Fluctlights, baginya mungkin akan bisa menyelesaikan masalah ini. Tetapi penjelasan yang diberikan kepada Sinon sebelum ia dive hanyalah sebatas kondisi peperangan dan bagaimana cara menggunakan akun Solus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Sinon tidak menyadari alasan dibalik gemetaran Kirito dan naiknya suhu tubuh Kirito ketika bibirnya menyentuh Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon dengan cepat melepas tubuh Kirito, berdiri, dan berbalik ke tiga orang dibelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, Kirito akan cepat sembuh kok. Ketika kita membutuhkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dan kedua gadis mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah… aku akan terbang ke reruntuhan di selatan untuk memastikan kondisi geografi. Aku akan meninggalkan Kirito kepada kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata seperti itu, Sinon berjalan menuju pintu masuk kereta–&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, Asuna menggenggam pundaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat tatapan keheranan dimatanya, Sinon terpaksa berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna, ada apa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon pikir jika Asuna akan menginterogasinya karena memberikan ciuman pada Kirito, tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-Hei, Sinon, barusan kau bilang akan terbang?! Kau… bisa terbang?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan ini, Sinon langsung mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya. Mereka bilang jika terbang adalah kemampuan dasar akun Solus. Jika aku tak salah dengar sepertinya tak ada batas waktu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka bukan kami yang perlu ditolong! Alice… kejarlah Alice, ia telah diculik oleh Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi yang dijelaskan Asuna setelahnya lebih membahayakan menurut Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Alice, kunci segalanya, telah ditangkap oleh Kaisar Vektor yang dive menggunakan sebuah Super Account seperti mereka berdua, dan kini sedang terbang ke selatan menggunakan seekor naga. Satu-satunya orang yang sedang mengejar adalah seorang swordsman bernama Bercouli, sang Komandan Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melawan sebuah Super Account, bahkan bagi Komandan Knight masih terlalu berat. Jika kita tak bisa menyelamatkan Alice sebelum Kaisar sampai ke «Altar Ujung Dunia», seluruh dunia ini akan hancur! Tolong Sinon, bantulah Bercouli-san!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah semua menjadi jelas dan ia mengira-ngira sosok Komandan Knight Bercouli di pikirannya, Sinon akhirnya terbang menuju langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ke 700 Pasukan Penjaga telah menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengejar mereka dari utara, pasukan crimson memiliki jumlah 20 kali lipat dari mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku akan segera kembali setelah menolong Alice. Bertahanlah sampai saat itu Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan seperti itu dalam hatinya, Sinon berimajinasi agar mempercepat terbangnya ke arah selatan. Ia berubah hingga seperti meteor berekor putih yang membelah langit merah darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke tanah gelap tak berhingga di bawah sana, Sinon akhirnya teringat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar lupa—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana Leafa yang juga dive bersama dengan dirinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakang pasukan Kerajaan Manusia yang dipimpin oleh Integrity Knight Renri adalah gelombang kedua pasukan Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di utara sana, di sisi selatan lembah yang diciptakan Asuna. Iskahn dan Guild Petarung Tangan Kosong, serta Integrity Knight Sheyta, masih bertempuran dengan pasukan crimson yang berjumlah lebih dari sepuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dibagian paling utara dari pertempuran tersebut—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hutan belantara di sisi lain Gerbang Besar Timur, yang kini penuh dengan tumpahan darah, berdiri sesosok demihuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya di selimuti armor baja. Mantel berbulu tertiup angin. Dua telinga ramping bergelantung di kedua sisi kepalanya, sedangkan hidungnya mancung ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah Pemimpin Orc, Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah diberi tugas bersama dengan tiga ratus pasukannya agar berjaga di belakang, ia kini mengunjungi Gerbang Besar Timur seorang diri. Ia tidak membawa satupun pengawal, karena ia tak ingin siapapun melihatnya berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meraba-raba pasir, Rirupirin akhirnya menemukan apa yang ia cari: sepasang anting perak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ia ambil dengan telapak tangannya sendiri adalah objek milik putri knight Renju yang selalu ia pakai, ia mematuhi perintah Kaisar lalu dijadikan tumbal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anting tersebut adalah satu-satunya yang tersisa dari Renju. Di hutan ini, bahkan armor miliknya tak tersisa, ia tewas bersama dengan tiga ratus pasukan Orc. Dark Art yang digunakan Ium hitam benar-benar menghancurkan tubuh dan equipment mereka, lalu diubah menjadi Energi Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Dee Ai Ell, orang yang menyarankan perintah keji tersebut kini telah menghilang bersama Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee, Pemimpin Guild Pengguna Dark Art telah tewas setelah menerima serangan balik milik «Putri Cahaya», kemudian Kaisar mengejar Putri Cahaya ke selatan tanpa memberikan Rirupirin perintah baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisa – sisa tiga ribu pasukan Orc tidak mungkin menahan Pasukan Kerajaan Manusia dan Integrity Knights guna menjaga Gerbang Besar Timur. Keinginan lima ras Tanah Kegelapan untuk menguasai Kerajaan Manusia telah hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Jika seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa teman masa kecil Rirupirin, Renju serta tiga ratus pasukan Orc dikorbankan, juga dua ribu pasukan Orc tewas? Apakah kematian mereka ada nilainya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada jawaban. Sama sekali tak ada jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena penampilan kaum kami, lima ribu penduduk asli Tanah Kegelapan tewas sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin memeluk antiing-anting ke dadanya, lalu ia berlutut ke tanah. Tangisan penuh sedu serta duka yang sangat dalam keluar dari dirinya— ketika ia hendak menangis—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara terdengar dari arah belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Orc berdiri dan membalik kepalanya, lalu melihat seorang wanita menghunuskan busur ke arahnya. Berambut kekuningan dan berkulit putih bersih, mengenakan pakaian berwarna kehijauan dan armor berkilau … bukan seorang dari Tanah Kegelapan, pasti dari Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak terkejut melihat sosoknya, maupun marah karena melihat sosok manusia, hal pertama yang Rirupirin rasakan adalah rasa malu seperti, “jangan tatap aku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena gadis tersebut yang berdiri dihadapannya terlalu cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mungkin adalah perempuan Ium Putih pertama yang pernah ia lihat dari jarak dekat, mereka tak berbeda dari wanita Ium Hitam di Tanah kegelapan. Tangan dan kaki-nya terlihat ringkih seolah ia bisa dengan mudah mematahkannya, rambut-nya masih tetap cantik meskipun tertimpa sedikit cahaya matahari, matanya menatap lurus seperti orang bodoh, namun seperti mata crystal emerald.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin mengutuk dirinya sendiri memikirkan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia takut jika mata gadis tersebut terisi tekad bulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan… Jangan lihat!! Jangan lihat aku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak sambil menutupi wajahnya dengan tangan kirinya, lalu menggenggam gagang pedang dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum gadis tersebut bisa berteriak, ia akan memotong kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia akan menghunus pedangnya, Rirupirin merasa anting yang ada di telapak tangannya menusuk – nusuk. Sebuah perasaan seolah ia sedang dimarahi oleh Renju sehingga ia menahan gerakannya, kemudian ia terkejut mendengar suara miliknya—.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Err… Selamat siang. Eh, selamat pagi, mungkin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurunkan busurnya, si gadis tersenyum ramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi bayangan telapak tangannya, Rirupirin kaget dan berkedip beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada rasa permusuhan maupun kemarahan dalam mata gadis tersebut, bahkan tak ada rasa takut. Bagi anak – anak Ium Putih, para Orc dari Tanah Kegelapan adalah dongeng horor pemakan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M… Mengapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata yang keluar dari mulutnya sendiri, seolah kebingungan menghadapi situasi seperti ini. Seolah ia bukan salah satu dari Sepuluh Bangsawan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa kau tidak lari? Mengapa kau tidak berteriak? Kau malah menyapa, jelaskan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis tampak kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa… Karena.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia memastikan sekeliling dan memandang langit merah di atas sana, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kau juga manusia, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak, Rirupirin tak bisa memahami mengapa perutnya bergetar. Menggenggam ujung pedang miliknya, si pemimpin Orc berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M… Manusia? Aku? Hal bodoh macam apa itu? Kau jelas bisa melihatnya! Aku ini seorang Orc! Seorang Orc disamakan dengan manusia babi oleh kalian para Ium!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, kau masih tetap manusia kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat tangan ke bibirnya, si gadis tersebut seolah seperti orang tua yang mengajari anaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, kita bisa bisa saling bicara. Terlebih lagi, apa yang kamu ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Appa… ingin…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin tak bisa menjawab lagi. Kata – kata penuh percaya diri yang diucapkan oleh gadis bermata hijau ini terlalu tak normal bagi Pemimpin Orc yang selama ini hidup dengan amarah terhadap manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Jika kamu bisa bicara, kamu berarti manusia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya itukah syarat menjadi seorang “manusia”? Goblin, Ogre, dan Raksasa bisa bicara. Tetapi keempat ras termasuk Orc telah dipanggil “demihumans” sejak dimulainya sejarah Tanah Kegelapan, mereka berempat telah dipandang rendah daripada manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin hanya bisa bernafas agak tersengal-sengal ketika ia berdiri seperti orang bodoh. Dengan ucapan “Tak usah khawatirkan itu dulu”, si gadis menyapu kekagetannya dan melihat sekeliling lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dimana… ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa/Kirigaya Suguha menyadari jika ia telah muncul di tempat yang sangat jauh dari lokasi asli, lalu melihat keatas menuju langit berwarna merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar jika mesin STL 6 yang ia gunakan adalah mesin baru yang bahkan belum pernah dikeluarkan dari kardusnya, ia merasa tak nyaman. Suguha tak pernah merasa nyaman menggunakan shinai yang baru dibeli, terlebih lagi, ia tak pernah yakin pada mesin elektronik yang baruu dibuka. Karena entah mengapa, ia selalu merasa ada masalah yang akan muncul pada mesin tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia log in, seperti Sinon yang masuk menggunakan Mesin STL Prototype 1, lokasi dive miliknya seharusnya ada di dekat Asuna, tetapi karena ia tak bisa melihat Asuna maupun Sinon, sesuatu pastilah terjadi sebelum ia tiba. Tetapi bukan berarti jika tempat yang ia tuju adalah tempat kosong, dihadapannya berdiri seorang manusia berwajah babi— dengan kata lain, seorang «Orc».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan warna cursor yang akan aktif seketika setelah dive, Orc ini seharusnya bukanlah musuh yang harus ia hadapi— para pemain VRMMO Amerika, tetapi Orc ini adalah sebuah “Artificial Fluctlight” yang hidup di dalam Underworld, “bottom-up” artificial intelligence seperti yang Yui jelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar penjelasan Yui mengenai orang-orang Underworld, Leafa berjanji tidak akan menghunuskan pedangnya terhadap mereka hingga saat – saat genting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah jelas kan— bagaimana mungkin ia bisa membunuh “manusia” yang Kakaknya coba lindungi? Jika sebuah Artificial Fluctlight tewas di dunia ini, jiwa mereka akan hancur, tak bisa dihidupkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bagi Leafa, yang sudah akrab dengan grafik kelas atas ALO, kerumitan model Orc, yang juga ada di dalam The Seed Nexus, benar – benar menakjubkan. Gerakan dan hembusan nafas dari hidung kemerahan, texture armor logam yang membalut sosok besarnya dan mantel berbulu, terlebih lagi, dua mata hitamnya serta ekspresi miliknya benar – benar bukti jika sosok ini memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus bertanya pada Orc ini, ia malu – malu menjauhkan wajahnya karena suatu alasan,  melihat sekelilingnya, ia masih belum mendapatkan jawaban. Memutuskan untuk menyelesaikan masalah yang hadir di depan mata, Leafa mengajukan pertanyaan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah… siapa namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak mundur, pemimpin Orc kini mengutarakan jawabannya atas pertanyaan kedua yang diajukan si gadis Ium Putih. Mungkin namanya sendiri adalah satu – satunya hal yang tidak ia benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Aku, Rirupirin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tiba – tiba menyesali telah menjawab. Karena sebelumnya, ketika ia bepergian menuju Ibukota Obsidia untuk pertama kalinya, para Dark Knights dan Pengguna Dark Art tertawa setelah mendengar nama Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi gadis ini tersenyum tulus, tanpa menyembunyikan emosi apapun, lalu mengulangi nama Rirupirin dengan suara jelas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rirupirin… Sungguh nama yang bagus. Aku Leafa. Senang berkenalan denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia melakukan gerakan membingungkan untuk kesekian kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengulurkan tangan putih lembutnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjabat Tangan— tentu saja ia tahu kebiasaan ini. Tindakan ini juga hal yang wajar diantara Orc. Tetapi ia tak pernah mendengar seorang Ium yang mau berjabat tangan dengan seorang Orc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ada yang salah dengan orang ini? Apakah ini jebakan, otau semacam Art? Apakah aku akan terkena Art sebelum bisa menyadarinya? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap tangan kecil yang terjulur, Rirupirin hanya bisa melongo tanpa bergerak. Si gadis memandang Rirupirin hampir sepuluh detik, kemudian menurunkan tangannya penuh kekecewaan. Melihatnya si gadis seperti itu, ia merasa rasa sakit menusuk hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia tersu berbicara pada si gadis … Tidak, hanya menatapnya saja, ia tak akan tahu apa yang akan terjadi pada otaknya. Rirupirin telah memutuskan jika ia tak ingin membuhun manusia yang ada di hadapannya, tetapi ia harus menemukan solusi lain, ia berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau ini… seorang Penjaga dari Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia kan, bukan, seorang Knight. Aku ingin membawamu sebagai tahanan. Membawamu kepada Kaisar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia adalah gadis muda, armor yang ia kenakan dan pedang panjang yang ada di pinggang kirinya tak seperti penjaga lain, tak peduli bagaimana ia memandangnya. Desain dan material untuk membuat senjata dan armor tersebut bahkan mungkin lebih tinggi dari bahan – bahan pembuat equipment milik Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis tidak menunjukkan rasa takut atas perkataan Rirupirin, ia seolah berpikir akan sesuatu, lalu ia bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar yang kamu bicarakan adalah Dewa Kegelapan Vektor, benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Yeah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. Baiklah. Bawa aku ke Kaisar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangguk, mengangkat kedua tangannya untuk diikat. Ini jelas – jelas bukanlah postur tubuh untuk berjabat tangan, tetapi memintanya untuk mengikat kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa yang sedang ia pikirkan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 107.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin mengambil ikat pinggang dari pinggangnya, dan agak kasar— tetapi sedikit longgar, ia mengikat pinggang si gadis. Setelah mengikat ujung ikat pinggang, ia ingat jika Kaisar tidak berada di Perkemahan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi jika ia berpikir hal – hal rumit, otaknya akan terasa panas. Bahkan jika Kaisar tidak berada di sana, masih ada para Dark Knight dengan ekspresi jijik mereka, atau seseorang seperti Pemimpin Guild Perdagangan, Lengil yang tak tahu harus apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik setelah ia berbalik, ia mulai berjalan sambil menarik tali dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, pandangan hitam pekat mengelilinginya. Bau mengerikan tercium di hidungnya. Semuanya menjadi gelap, lalu Rirupirin memandang sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan terkejut tersebut pastilah berasal dari gadis yang menyebut namanya Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memutar kepalanya ke sekeliling, Rirupirin melihat sebuah lengan mencuat dari dalam kegelapan kabut dan dengan kasar menjambak rambut Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, pemilik tangan tersebut muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita ini seharusnya sudah mati— Pemimpin Guild Pengguna Dark Art, Dee Ai Ell berdiri di sana, bibirnya menunjukkan senyum kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mengapa aku tak bisa mengejarnya? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli, ketua Integrity Knights merasa semakin depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga naga bersama dirinya telah mengejar selama dua jam lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah melewati hutan, dimana Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia mendirikan perkemahan, melewati reruntuhan dengan patung – patung besar, lalu menuju daerah selatan Tanah Kegelapan, tetapi jarak antara mereka berdua tidak menunjukkan berkurang. Setelah berhasil menculik Integrity Knight Alice, naga milik Kaisar Vektor masih saja berupa titik hitam kecil di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar dan Alice menunggangi satu ekor naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Bercouli berganti terus antara Hoshigami, Amayori, dan Takiguri, mencoba untuk meminimalkan kelelahan mereka. Secara teori, ia seharusnya telah berhasil mengejar sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia masih belum bisa mengejarnya? Apakah Kaisar bisa dengan bebas mengontrol Life naga miliknya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin. Bahkan Pemimpin Tertinggi Administrator tak bisa mengontrol Life sesuka hati, itu adalah Taboo terbesar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kaisar tak akan bisa terbang selamanya. Ia harus mengistirahatkan naga miliknya dua kali sebelum sampai ke «Altar Ujung Dunia» di bagian paling selatan Tanah Kegelapan. Tetapi naga milik Bercouli juga perlu istirahat. Karena kecepatan mereka sama, ia tak akan bisa mempersempit jarak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak akan— bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli tak bisa mengginakan Art yang bisa mempersempit jarak seketika. Untuk menembus masalah ini, satu – satunya kesempatan yang bisa ia lakukan adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight dengan lembut mengelus pedang tersayang miliknya yang sedang tergantung di pinggang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah perasaan dingin, namun bisa diandalkan. Hanya dengan sentuhan tersebut, ia bisa merasakan Life pedang-nya masih jauh dari terisi penuh. Armament Full Control Art yang ia gunakan di Gerbang Besar Timur telah memakan banyak Life dari yang ia duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tehnik yang hendak digunakan Bercouli adalah tehnik paling tinggi dari Divine Instrument «Time Piercing Sword», namun akan memerlukan banyak Life.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya bisa menggunakannya satu kali. Dan tebasannya harus lebih akurat daripada memasukkan sebuah jarum ke targetnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli dengan lembut menyentuh leher Takiguri, dan melompat ke punggung Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tidak mengunakan tali kekang, Bercouli memasukkan kesadarannya pada partner yang telah bertarung bersamanya selama bertahn - tahun, lalu dengan teliti mengatur posisi terbangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengincar titik hitam di kejauhan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia ingin mengincar Kaisar sendiri, pada jarak sejauh ini ia tak akan bisa melihat sosoknya, jadi lemungkinan gagal terlalu tinggi. Ia harus melihat pergerakannya dan memusatkan tenaga miliknya menuju saya sang naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri tegak, Bercouli perlahan menggerakkan tangan kanan dan menghunus pedang miliknya dari sarung pelindung,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang yang digenggam dengan tangan kanannya memunculkan cahaya lemah. Release Recollection Art yang diaktifkan tanpa menggunakan incantation lalu pedang panjang tersebut bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Khight menatap lurus kedepan, sambil meminta maaf pada naga yang tak bersalah didepan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, menyipitkan mata birunya— Bercouli, knight paling tua di dunia berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Time Piercing Sword— Arcane Slash!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara keras, ia mengayunkan pedang ke bawah dengan cepat. Tak terhitung kilatan kebiruan memancar dari arah tebasan, lalu menghilang satu per satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di depan sana, sayap kiri naga hitam yang dinaiki Kaisar Vektor terpotong dari pangkalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bau ini … Aku bisa menciumnya … Bau manis ini adalah bau Life …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjambak rambut si gadis dan mengangkat seluruh tuubuhnya ke atas, bibir Dee Ai Ell mengeluarkan suara serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin hanya bisa menatapnya seperti orang bodoh, tak peduli berapa banyak kebencian yang ia beriakan, seolah tak sampai padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit gelapnya seolah dilumuri minyak sehingga berkilat, sedangkan rambut hitamnya kini acak - acakan. Seluruh tubuhnya tertutupi luka akibat tebasan pedang sehingga memancarkan darah tiada henti. Ketika Dee bergerak, lukanya semakin lebar dan memancarkan lebih banyak darah. Tetapi asap hitam yang menyelimuti-nya segera berkumpul di sekitar luka, mengeluarkan bau mengerikan dan berusaha menghentikan cucuran darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber asap tersebut adalah kantong kulit kecil yang menggantung di pinggang Dee. Setelah melihat lebih dekat, ketika kantong tersebut terbuka, benda yang mirip serangga secara terus menerus memunculkan kepalanya untuk menciptakan asap tebal. Benda itu pastilah Dark Art yang berfungsi untuk menahan Life yang berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap Rirupirin, yang menutup hidungnya seolah jijik. Dee membentak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mangsa yang tepat. Aku memerintahkanmu, babi. Sebagai hadiah, aku akan menunjukkanmu sesuatu yang hebat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepay setelah ia mengatakannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee menurunkan kuku seperti cakar miliknya menuju kerah baju si gadis, yang mana kini semakin menunjukkan ekspresi kesakitan sambil rambutnya dijambak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa belas kasihan, armor perak dan baju berwarna kehijauan milik Leafa dirobek dan jatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit putih bersih pada tubuh atasnya kini terbuka, wajah si gadis semakin kesakitan. Memandangnya, Dee menunjukkan kekejamannya dan senyum liar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana? Ini pertama kalinya kau melihat tubuh wanita, kan? Ini mungkin cukup menggoda bagi seekor babi! Tetapi pertunjukannya baru akan dimulai …!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima jari di tangan kanan Dee mulai menggeliat dan bergerak seolah telah kehilangan tulangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana, jarinya kini telah berubah menjadi cacing licin berkilau. Di ujung jari tersebut, garis seperti mulut mulai membuka lebar, tampak menjijikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tonton ini…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Dee berteriak, kelima jarinya— bukan, lima cacing panjang membentang semakin panjang dan melilit tubuh atas Leafa. Cacing – cacing tersebut tak hanya menghentikan gerakannya; ujung cacing tersebut mengangkat kepalanya— lalu menusuk ke dalam kulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah menyembur ke segala arah dari gadis bernama Leafa ini, mata hijaunya terbuka lebar. Ia berusaha menarik ulat tersebut menggunakan tangannya, tetapi tubuh atasnya terikat dan pinggangnya terikat oleh sabuk milik Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah yang mengalir dari lima luka yang diterimanya seolah tampak berhenti, tetapi kenyataanya tidak begituu. Rirupirin sadar jika cacing dari jari – jari milik Dee semakin masuk ke dalam; cacing tersebut menghisap darah Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pengguna Dark Art mengangkat kepalanya dan mulai merapal incantation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039; “System call!! Transfer human unit durability… Right to Self!!” &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pop, cahaya kebiruan muncul dari luka si gadis. Kemudian, seolah terhubung dengan darahnya sendiri, darah Leafa terhisap menuju cacing milik Dee. Rasa sakit si gadis semakin menjadi – jadi, tubuhnya melengkung ke belakang seolah mau patah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Sungguh hebat… sungguh hebat!! Sangat kaya … dan manis!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cibiran kejam menusuk ke telinga Rirupirin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah tersadar, si ketua Orc berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa yang kau lakukan!! Gadis ini tahananku!! Aku akan membawanya ke Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam, babi bodoh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berteriak secara arogan, matanya haus darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau lupa jika Kaisar telah memberikan perintah operasi padaku?! Keinginanku adalah keinginan Kaisar!! Perintahku adalah perintah Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gu. Rirupirin tak bisa berkata - kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Bukankah penyerangan ini telah gagal?&#039;&#039; Ia ingin menjawab. Tetapi Kaisar telah menghilang dari medan peperangan tanpa memberikan perintah baru. Sekarang ini, tak ada seorangpun yang bisa membantah “perintah” dari Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Rirupirin menyaksikan, si gadis hanya berteriak pelan dan pergerakannya mulai melemah. Dengan kata lain, luka – luka milik Dee perlahan mulai menutup satu demi satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh… Guh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggeramkan giginya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Rirupirin, si gadis yang Life-nya perlahan di hisap, seperti sosok Renju yang dikorbankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya mulai hilang dari mata si gadis. Kulitnya mulai berubah dari putih menjadi pucat, dan tangannya mulai turun terkulai. Tetapi tentakel di tangan kanan Dee masih menghisap dengan rakus, berusaha menghisap darah milik Leafa sampai habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tewas… dia akan tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahanan aneh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, manusia pertama yang tidak takut maupun menghina dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kejadian yang tak bisa terpikir, lebih tepatnya sebuah keajaiban terjadi. Mata Rirupirin terbuka semakin lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah kehitaman daerah Tanah Kegelapan dibawah gadis tersebut, mulai bersinar hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang tampak seperti rumput hijau, yang mana tak pernah terlihat kecuali di bagian tertentu Tanah Kegelapan, kini mulai bermunculan dari tanah, dan banyak bunga – bunga berbagai warna mekar ke segala arah. Bau bunga – bunga yang terbawa oleh angin, dan bahkan cahaya merah matahari mulai berubah menjadi hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan tersebut, penuh dengan Life. Kini berkumpul dan terhisap oleh tubuh si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit pucatnya kini mulai mendapat kembali warnanya, lalu matanya mulai bersinar lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilusi sesaat tersebut kini menghilang, Rirupirin sadar jika Life si gadis telah pulih kembali. Rasa senang memenuhi hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kemudian dirusak oleh teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin… Life-nya sudah hampir habis … kini penuh lagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee memaki, lukanya juga telah pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melepas cengkraman pada rambut Leafa dan mengubah kelima jari lainnya menjadi cacing buruk rupa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbentuk kini agak besar, kelima tentakel yang baru diciptakan mulai melilit dan menusuk kulit milik Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… AHH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tawa milik Dee seolah menyatu dengan teriakan kesakitan si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AHAHAHAHA!! AH— HAHAHAHAHA!! Milikku! Dia milikku—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku harus menahannya. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menderita akibat rasa sakit yang tak pernah ia rasakan sebelumnya baik di dunia nyata maupun ALO, Leafa hanya bisa mengulangi perkataan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia dive, ia mendengar penjelasan mengenai kemampuan Super Account 03 «Dewi Tanah, Terraria».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unlimited automatic recovery&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk menyembuhkan diri secara otomatis&amp;lt;/ref&amp;gt;. Secara otomatis menghisap energi dari lingkungan di sekitarnya untuk memulihkan durability miliknya sendiri maupun benda hidup atau mati. Berdasarkan penjelasan Higa, batas HP yang dimilikinya, serta kemampuan tersebut, membuat Leafa tak mungkin mati karena kehabisan HP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Leafa memutuskan untuk berani ditangkap guna menantang Dewa Kegelapan Vektor, dan mencoba agar tidak menghunus pedangnya pada orang – orang Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita yang menyiksanya sekarang ini adalah penduduk Underworld seperti Rirupirin— sebuah Artificial Fluctlight. Jika ia ditebas menggunakan pedang, jiwanya akan hancur. Tanpa mengetahui mengapa ia bisa terluka dan mengapa ia ingin sembuh, Leafa tak ingin berterung dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh— Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengesampingkan pakaiannya yang telah dirobek, rasa sakit ketika Life miliknya dihisap benar – benar luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini rasanya sakit ketika tubuhmu tak bisa terluka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hentikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin tak menyadari jika kata – kata tersebut meluncur dari mulutnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, kali ini lebih jelas terasa di mulutnya dan tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya menyipit, mata milik Dee seolah hendak menerkam. Menahan rasa marah di perutnya, pemimpin Orc melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukanlah Life milikmu telah penuh? Kau tak perlu menyedot habis tubuh si Ium Putih!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sekarang apa? Berani memberiku perintah …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berkata pelan, seolah menekan nada piano.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, kesepuluh tentakel menggeliat semakin hebat, memaksa masuk semakin dalam, semakin cepat menghisap darah. Kulit Dee kini telah kembali ke warna eksotis miliknya, dan rambutnya kini semakin panjang dan lembut dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, Life yang dihisap secara berlebihan mulai memancar ke udara disekeliling menjadi partikel kebiruan. Namun Dee tak menunjukkan tanda – tanda untuk menghentikan siksaannya pada si gadis, kini Dee mulai mencengkram dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah bilang, kan. Tahanan ini menjadi milikku sekarang. Tak peduli berapa banyak Life yang aku hisap, tak peduli berapa banyak aku menyiksanya di depanmu, babi, atau bahkan ketika aku ingin membunuhnya sekarang, sudah bukan menjadi urusanmu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuku, kukuku, sebuah tawa keluar dari tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, yah, tentu. Kau yang menemukannya, jadi aku harus menunda pembayarannya kan? Kalau begitu… lepas semua pakaianmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap… Apa yang kau katakan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah sejak lama, melihatmu mengenakan armor dan mantel membuatku mau muntah. Kau ini babi, namun berlagak berpakaian seperti manusia. Jika kau mau  bertelanjang, merangkak, dan memohon padaku, mungkin aku akan mengembalikan tahanan manismu ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, seberkas cahaya merah memasuki oandangannya. Diiringi dengan rasa sakit seperti di tusuk jarum panas terasa di mata kanannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hanya seekor babi.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Seperti manusia. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata milik Dee bertolak belakang dengan kata – kata Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kau juga manusia, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Terlebih lagi, apa yang ingin kamu tahu? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak boleh membiarkan Dee membunuh gadis ini. Bukan, ia tak ingin Leafa mati. Karena ini... karena ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan bergetar milik Rirupirin menyentuh ujung mantel, dan membukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik mantelnya, Rirupirin menggerakkan tangannya ke sabuk yang mengikat seluruh armornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, suara lemah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya terangkat, matanya bertemu mata milik Leafa yang sedang menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata emerald miliknya berkedip beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… tak apa. Jadi, jangan … lakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terputus – putus. Dee menggigit wajah Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau tersu mengucapkan hal – hal yang tak perlu, aku akan menggigit wajah cantikmu ini. Kita sedang bermain lho. Hei, apa yang kau tunggu babi. Lepas pakaianmu. Ataukah kau mulai merasa senang melihat tubuh manusia telanjang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyahahahaha, tawanya tak berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan miliknya yang memegang sabuk kini mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak peduli dengan rasa sakit di mata kanannya. Karena, dibandingkan dengan kemarahan dan penyiksaan yang mengisi hatinya, rasa sakit ini tak ada apa – apanya .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Aku… Aku…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, sesuatu mengalir dari matanya, turun hingga ke pipi. Tetesan yang jatuh di sebelah kiri berwarna beninng, sementara yang jatuh di sisi kanan berwarna merah terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya mulai melepas dari ikat pinggang— dan bergerak menuju pangkal pedang di pinggang kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku seorang manusia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berteriak, rasa sakit yang tak pernah dirasakannya menyerang menyerang mata miliknya, lalu meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun setengah buta. Rirupirin bisa menemulak lokasi Dee secara tepat. Tawa sadis miliknya berhenti dan mulutnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sepenuh tenaga, Rirupirin mengayunkan pedang miliknya menuju kaki milik Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi— karena kehilangan sebelah mata, incarannya agak meleset.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung pedang miliknya hanya menyerempet betis Dee. Tubuh Rirupirin kehilangan keseimmbangan dan bahu kirinya ambruk ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat kepalanya, ia melihat Dee yang kini mulai murka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Babi busuk ini … beraninya melukaiku …!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melempar tubuh Leafa ke belakang dan melepas tentakelnya. Dengan deru suara, tentakel tersebut berubah menjadi pedang hitam tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mencincangmu, dan menjadikanmu makanan babi hutan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Orc menunnggu ketika pedang tersebut sampai menebasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thump.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thump.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua suara terdengar pada saat yang sama. Pergerakan Dee terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bingung, Rirupirin melihat jika lengan milik Dee terjatuh dan menancap tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Dee juga terkejut. Wanita tersebut perlahan menoleh ke belakang, darah bagaikan air terjun mengalir deras dari punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok Leafa memasuki pemandangan Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan sosok rampingnya yang tak memiliki ott, pedang panjang terlihat sulit untuk diayunkan ke depan. Meskipun kedua tangannya terikat, Leafa lah yang telah menebas tangan Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berbatuk dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang manusia … membantu seekor babi, dan menebas manusia lainnya …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Pengguna Dark Art memaju mundurkan kepalanya tak percaya, Leafa membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, aku hanya menebas orang jahat untuk menolong orang baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat pedang panjangnya lalu mengayun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hya-ka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis mundur ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sungguh— ajaib. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pergerakannya tidak berlebihan, namun cepat dan tehnik miliknya luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, Rirupirin menangis— karena terbawa emosi kali ini. Ketika ia memandang Dee., Pengguna Dark Art nomor satu di Tanah Kegepalan dan yang terkuat diantara Sepuluh Bangsawan Penguasa, terpotong menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller melihat secara jelas ketika si naga hitam mengepakkan satu sayapnya,mendarat pelan, lalu meraung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika matanya berpaling, semua hal yang berhubungan dengan keberadaan sang naga yang ada di pikiran dan ingatannya lenyap. Ia memandang sekitar tanpa mengubah ekspresi wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi ia jatuh adalah sebuah daerah dengan banyak pilar batu. Pilar yang ia pijak di bagian tengah memiliki tinggi 100 yards dan lebar 30 yards.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat turun bukanlah hal yang bijak. Ia masih belum akrab dengan Art yang mengatur elemen di dunia ini, juga ia tak bisa meninggalkan Putri  Cahaya Alice di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia memiliki tali, jangkar, atau tangga tali, Gabriel bisa dengan mudah turun ke bawah dari ketinggian ini. Tetapi tak perlu melakukannya saat ini, karena musuh yang entah bagaimana berhasil menumbangkannya kini telah mendekat dari arah utara bersama dengan tiga ekor naga. Ia harus mengurus musuh ini, mengambil alih kendali AI si naga, lalu terbang ke selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mengangkat wajahnya dan menatap ke atas. Matahari virtual yang mengambang di langit merah telah mencapai titik puncak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak banyak waktu tersisa ketika Critter mengatur ulang waktu akselarasi. Bisakah Pemain Amerika yang berjumlah 50,000 menyapu habis Pasukan Kerajaan Manusia sebelum dipaksa log out karena percepatan akselerasi? Dengan jumlah 1,000 orang tersisa, Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia tak akan bisa bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang membuat ia ragu adalah para Integrity Knights yang telah berhasil menyapu pasukannya satu persatu. Tetapi salah satu diantaranya, Alice, telah berhasil ia culik, maka pengejarnya pastilah salah satu Knight juga, hanya ada satu dua orang Knight yang tersisa di medan peperangan utara sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera Gabriel memutuskan keinginannya, ia kini berbalik pada Integrity Knight Alice yang sedang pingsan di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sungguh sangat—cantik. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Begitu cantik hingga kesenangan yang ada dalam dirinya tak bisa berhenti. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel sedikit bingung: haruskah ia melepas senjata dan armor miliknya sebelum memborgolnya? Itu adalah pilihan paling masuk akal, tetapu musuh sedang mendekat dan tampaknnya akan agak sulit dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus menunnggu waktu akselerasi dan mengulur waktu. Bahkan ketika ia akan melonggarkan armor milik Alice, Gabriel harus melakukannya dengan lembut, dan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidur nyenyak sekarang, Alice… Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbisik lembut pada Alice, Gabriel berjalan ke tengah pilar bundar menunggu musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu Gabriel Miller yang sedang menggunakan Super Account 04 «Dewa Kegelapan Vektor», maupun Critter yang berhasil mencurinya, keduanya tidak mengetahui fakta ini: Alice si Knight terkuat telah jatuh ingsan selama beberapa jam hanya dengan dicengkram naga, itu karena kemampuan Vektor itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat Super Accounts di Underworld diciptakan guna melakukan perintah langsung— penciptaan keajaiban— di dunia ini dan lingkungan sekitarr.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stacia, yang bisa mengubah dataran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Solus, yang bisa menghancurkan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terraria, yang bisa menyembuhkan durability.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Vektor, yang bisa mengatur pikiran Artificial Fluctlights itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara khusus, ia juga bisa mengedit ingatan lingkungan— data Vektor dalam Fluctlights dan memindahkannya ke suatu tempat yang jauh, ataupun menciptakan bangunan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tindakan tersebut agak berbeda dengan ketiga Dewi yang lain namun memiliki konsep yang sama, cukup sulit baginya menjadi subjek untuk disembah oleh penduduk. Terlebih lagi, Vector tak hanya memiliki Prioritas equipment dan Life paling tinggi, ia juga memiliki kemampuan pelindung terhebat “Kemampuan tak bisa dijadikan target Art”. “Anak Hilang Vektor”, adalah salah satu dongeng yang diwariskan dalam Underworld, cerita tersebut diwariskan berdasarkan salah satu perintah operasi pada penduduk setemmpat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi kekuatan Dewa Kegelapan Vektor dan imajinasi unik milik Gabriel Miller, ataupun Incarnation yang bisa menimbulkan efek berlipat ganda yang bahkan tak bisa diprediksi oleh teknisi «RATH».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa menghisap kesadaran seseorang tanpa menggunakan Art.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluctlight milik Alice juga berhasil ditaklukkan dan dipaksa untuk tertiidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi kekuatan Vektor serta Gabriel telah sukses menghancurkan serangan maut milik Jendral Kegelapan Shasta sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang ini, rival Shasta— Integrity Knight Bercouli akan mengalami jejak yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli melihat naga Kaisar Vektor telah jatuh ke batu pilar besar sehingga ia tak bisa lari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia manahan kelelahan hebat karena menggunakan tehnik paling tinggi miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus… Tolong terbang sedikit lagi, Hoshigami, Amayori, Takiguri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia menyelesaikan kalimatnya, ketiga naga dengan sekuat tenaga mengepakkan sayap mereka. Selama musuh tetap berada disanam bahkan jarak sepuluh kilol akan bisa dikejar dengan singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat sebelum memasuki pertempuran, Bercouli mulai merenungkan. Ingatannya mulai mengingat mimpi tadi pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apakah kau pernah merasakan tanda-tanda kematian?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Tertinggi Administrator bertanya dalam mimpinya, dan bagi Bercouli yang mengenalnya selama ratusan tahun, ia tetap menjadi sosok yang tak bisa dikalahkan sampai akhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ia dilepaskan dari Deep Freeze dan diberitahu Alice mengenai kematian Pemimpin Tertinggi, ia merasakan kekagetan dan sedikit lega: Terima kasih atas hasil kerjamu selama ini. Kematian Pemimpin Tetua Chudelkin membuatnya lebih kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hal tersebut, ia tak pernah menanyakan secara jelas mengenai kematian Administrator kepada Alice , juga situasi yang dialami oleh Alice. Tentu saja, di sisi lain ia terlalu sibuk melatih Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia, dan di sisi lainnya ia tak ingin mau tahu— mengenai sifat keras kepala dan hasrat milik wanita bermata dan berambut perak tersebut ketika melakukan dosa paling besar tentang eksperimen – eksperimen anehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Administrator selalu lesu, tak konsisten, dan berubah – ubah pada Bercouli. Meskipun ia selalu mematuhinya, Bercouli tidak memujanya seperti yang Chudelkin lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga tidak benci mematuhi perintahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar … Percayakan padakukali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Knight paling tua berguman, dan membuka matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat dengan jelas sosok Alice yang berbaring di batu mengenakan armor emas miliknya, dan sosok Kaisar Vektor berdiri diam dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah… kalian bertiga berjaga saja di udara! Jika aku tewas, mundur ke utara dan bergabung dengan pasukan lain!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengisyaratkan dengan lembut pada ketiga naga, Bercouli terjun dari punggung Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon meninggalkan jejak udara bagaikan meteor jatuh, ke 700 orang Pasukan Penjaga dengan susah payah kini menuju arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mulai kewalahan menangani pasukan crimson di belakang mereka. Tetapi baik Penjaga maupun kuda – kuda tak akan bisa berlari terus seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berdiri di atas atap kereta Kirito, Tieze, dan Ronye, berdoa sambil menatap arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sekitar dua puluh menit penjelasan Sinon, pemandangan reruntuhan kastik raksasa mulai tampak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada tanda – tanda manusia, demihumans, maupun binatang raksasa lainnya. Hanya ada bebatuan yang diam di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan jalan lurus ini ada dua kuil datar. Tingginya sekitar 20 mel, dan lebarnya 300 mel. Kuil ini mungkin bisa dijadikan garis pertahanan agar musuh tidak mengepung mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara kedua kuil tersebut, jalanan masih berlanjut ke arah selatan. Pemandangan ini memberikan kesan seperti roti lapis, karena selain ada di tengah – tengah, juga ada patung besar di kedua sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah patung Budha, juga bukan patung khas negeri barat. Sejujurnya, patung tersebut seperti sosok persegi yang ada di reruntuhan Amerika Selatan. Semuanya dipahat dengan mata bulat dan mulut besar, dan tangan mereka disilangkan di depan dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apakah patung tersebut di desain oleh teknisi RATH ketika Underworld diciptakan? Ataukah diciptakan secara otomatis menggunakan paket program The Seed? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ataukah patung tersebut— dipahat dari gunung batu oleh penduduk Tanah Kegelapan …?  Seperti tanda makam bagi yang telah tewas …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik nafas, menyingkirkan pikiran – pikiran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak pada Knight Renri yang sedang memimpin pasukan sambil menunggang naga:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita serang musuh di dekat jalan sana”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban “Mengerti!” terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa menit kemudian, Penjaga mulai membentuk formasi diantara kedua kuil. Patung seperti Mammoth ada di kedua sisi, seolah menatap mereka. Tapal kuda dan sepatu penjaga bergetar mengisi jalanan kering ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri memando mereka, suaranya memotoong udara dingin:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Penjaga, bagi posisi! Biarkan kereta barang dan tim persediaan lewat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Penjaga kini terbagi menjadi dua, kemudian delapan kereta barag melewati mereka, diikuti dengan tim persediaan yang kebanyakan para Astetic. Setelah sampai di bagian belakang, mereka berhenti. Angin kencang bertiup dari pintu masuk raksasa di jalan sana, rambut Asuna tertiup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh senyap. Pemain Amerika yang mengejar mereka mulai kelihatan, debu – debu beserta getaran mulai terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna melompat dari kereta barang, dan berkata pada gadis – gadis yang menonjolkan kepala mereka ke atas atap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini pertempuran terakhir. Aku akan menyerahkan Kirito-kun pada kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya! Serahkan pada kami, Asuna-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan melindunginya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Bahkan jika harus bertaruh nyawa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Tieze, Ronye dan Sortiliena meletakkan tinju ke depan dada mereka, Asuna melakukan hal yang sama dan tersenyum lelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Istirahatlah. Aku tak akan membiarkan musuh sampai ke tempat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata tersebut seperti sebuah janji pada dirinya sendiri. Asuna melambaikan tangan dan berbalik arah dengan segala keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri kini masih ada di depan pasukan penjaga, mengattur mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan ini luasnya sekitar 20 mel. Meskipun cukup sempit untuk dijaga, menjaga jalan ini sambil formasi saling bergantian mungkin saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal paling penting adalah mencegah angka kematian sebesar mungkin ketika melawan 10,000 musuh lebih, karena regu Ascetic juga melakukan penyembuhan dari belakang. Untungnya, diantara pasukan crimson tak ada pengguna Art. Meskipun sepertinya para pemain tersebut tak menemukan cara untuk mengaktifkan system command yang cukup rumit di Underworld dalam waktu singkat, situasi ini sepertinya sebuah keajaiban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika situasi ini mungkin berubah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku akan membunuh seluruh pasukan seorang diri. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas dalam – dalam dan berkonsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memikirkan jumalah Life milik Stacia dan Prioritas equipment miliknya, ia tak akan kalah karena kerusakan berdasarkan angka. Masalahnya adalah apakah ia mampu menahan rasa sakit. Ketika ia menerima luka di jantung, tubuh virtualnya ini akan terluka, dan bahkan jika ia memaksa, ia mungkin akan jatuh dalam kondisi dimana ia tak akan bisa menggenggam pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memejamkan mata, memikirkan Kirito yang masih terluka. Ia membayangkan luka dan duka yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna sudah ada di garis depan, rasa takut lenyap dari dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertempuran besar ini adalah yang terakhir, diterangi cahaya matahari siang hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar duapuluh pemain Amerika yang mengenakan armor berat kini maju ke reruntuhan, mencari darah dan teriakan yang dijanjikan pengumuman dalam website.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun apa yang menunggu mereka bukanlah NPC yang didesain untuk hiburan semata, tetapi para pejuang yang berkeinginan untuk menyelamatkan dunia dan menolong teman mereka si Integrity Knight emas. Meskipun terluka parah, pedang mereka masih memancarkan cahaya keingianan untuk menahan senjata musuh dan menghancurkan armor musuh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sesosok manusia menatap ke bawah dari ketinggian, diatas pasukan crimson yang telah dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menganakan pakaian yang tidak memantulkan cahaya armor, seperti jaket sepeda motor besar. Jaket tersebut ditutupi dengan paku – paku keperakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjata yang ia gunakan hanyalah pisau pemotong daging besar yang menggantung di pinggang kirinya. Wajahnya tertutup. Tubuhnya dibungkus pakaian kulit hitam seperti jas hujan, hingga menutupi ke mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya tersenyum kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah Vassago Casals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dive sekali lagi ke dalam Underworld dan berhasil menghindari serangan laser milik SInon, ia kini menyamar diantara pasukan Amerika yang mengejar Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia. Akan tetapi, ia tidak ikut dalam serangan awal, malahan ia memanjat dinding kuil bagian timur, dari atas kepala sebuah patung ia bisa mengamati jalannya peperangan, ia mumutuskan untuk menikmati hiburan menarik ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kekek, bajingan itu selalu terburu – buru seperti biasanya ketika marah. Ia membunuh banyak orang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berguman dengan tawa kesenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti dalam ingatan masa lalu Vassago, gadis berarmor mutiara dengan rambut coklat— Asuna «The Flash» kini mulai menganggkat gagang rapier miliknya yang mulai bercahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Dahulu&#039;&#039;&#039;, Vassago juga dalam posisi yang sama, menonton pertempuran Asuna dari kejauhan. Ia telah bersumpah pada dirinya sendiri: &#039;&#039;Aku akan menghabisimu sebelum dunia ini berakhir. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama dengan seorang swordsman berpakaian hitam yang juga bertarung lebih ganas di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia meloncat dari punggung naga, Bercouli masih berada sekitar dua ratus mel diatas tanah. Jika ia meloncat langsung seperti itu, ia tak akan bisa menahan benturan yang akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia seolah menuruni sebuah tangga tak kasat mata, Komandan Knight turun dengan gerakan melingkar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap langkah yang ia jejaki, sebenarnya ia menciptakan Wind Element dibawah kakinya sebagai batu loncatan, dengan begitu ia bisa mengurangi daya benturan. Mengontrol Element dengan kedua kakinya sebenarnya adalah tehnik milik Pemimpin Tetua Chudelkin yang ia curi beberapa puluh tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam gagang pedangnya, knight paling tua ini semakin mendekat, menuju titik buta Kaisar Vektor. Vektor berdiri di tengah pilar tepat dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bunuh dia dengan sekali tebas. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah hasrat membunuh milik Integrity Knight Bercouli yang ditunjukkan semenjak ia membunuh Jendral Kegelapan dua generasi sebelumnya – sekitar seratus lima puluh tahun lalu. Dalam tahun – tahun setelahnya, ia tak pernah memiliki musuh yang mampu menarik hasrat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika ia bertarung dengan bocah Eugeo yang menerobos Katherdal Pusat seorang diri, Bercouli telah bertarung serius, namun tidak menunjukkan hasrat membunuh. Tetapi, jika ia melihat saat ini, bahkan melawan Jendral Kegelapan Shasta, ia tak pernah menunjukkan emosi negatif seperti marah maupun benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ini adalah pertama kalinya Bercouli menunjukkan kegarangannya setelah sekian lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap tubuh dirinya benar – benar terbakar. Terlebih lagim bukan saja karena telah menculik Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh ini datang dari dunia luar yang disebut Dunia Nyata, orang ini telah memaksa orang – orang Tanah Kegelapan menuju medan peperangan ketika mereka telah menerima masa kedamaian, juga ia mengirim puluhan ribu penduduknya mati sia – sia, benar – benar tindakan yang tak patut dipuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kaisar Vektor, aku tak tahu alasan apa yang memotivasimu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi jika orang – orang dari Dunia Nyata seburuk dirimu. Aku jadi mengerti begitu melihat ekspresi nona Asuna. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu berarti, satu – satunya kejahatan yang tak bisa diampuni adalah dirimu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika begitu, aku akan membinasakanmu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku akan menebus nyawa Jendral Kegelapan Shasta, Integrity Knight Eldrie,dan nyawa orang – orang yang telah gugur dalam peperangan ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Nah rasakan … serangan ini!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ze… AHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat sepuluh mel dari udara, Komandan Knight mengayunkan pedangnya sekuat tenaga kebawah menuju kepala Kaisar Vektor yang tak terlindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara berdesis, menimbulkan cahaya putuh. Cahaya tersebut menyilaukan pandangan, bahkan menelan warna sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak perlu ditanya, serangan ini adalah tehnik pedang paling kuat dalam sejarah Underworld. Prioritas serangannya bahkan mampu menulis kembali mnemonic data  dalam Main Visualizer. Dengan kata lain, segala hal yang ada dalam jangkauan serangan ini, berapapun nilai statusnya tak ada artinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bagi Super Account 04— Life tak terbatas milik Kaisar Vektor akan hancur jika terkena serangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika terkena serangan ini, begitulah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika meteor hendak menghantam kepalanya, wajah Vektor masih tak beremosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecepatan serangan ini sangatlah cepat bahkan seseorang tak akan bisa melihatnya. Serangan tersebut datang tiba - tiba; tak peduli berapa cepat reaksimu, mereka tak akan mampu menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi dalam sekejap, tubuh Vector yang terbungkus armor crystalline hitam, dengan tanpa suara bisa bergeser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghindari serangan ini, bergeser sedikit saja bisa menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang milik Bercouli hanya menggores mantel merah yang berkibar di urada. Seketika menyentuh pedang tersebut, mantel tersebut berubah menjadi debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zugaaaaang!! Dengan bunyi nyaring, bekas goresan terukir ke pilar batu tersebut. Seluruh pilar tersebut berguncang, pecahan – pecahannya berjatuhan ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ia menghindarinya?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap seperti orang bodoh, Bercouli tidak berhenti melancarkan serangan lanjut. Melalui pengalaman bertahun – tahun, ia telah mempelajari untuk tidak berhenti dalam kondisi yang tak terduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil langkah lagi, menerjang ke sisi Kaisar. Lalu, ia menebas serangan horizontal. Sekitar setengah detik berlalu sejak serangan pertama yang gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Vektor bisa menghindar serangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya seperti asap hitam yang tertiup angin, sulit dicapai tanpa persiapan. Ujung pedang miliknya menggores permukaan armor, percikan bunga api tercipta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Bercouli yakin akan kemenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan terkuat miliknya telah gagal, namun kekuatannya tidak menghilang. Armament Full Control Art milik pedang «Time Piercing Sword • Empty Slash»— sebuah kemampuan untuk ‘menebas masa depan’ telah diaktifkan. Serangan ini adalah tehnik yang akan meninggalkan tebasan pada siapapun yang berada pada arah tebasan, membunuh siapa saja yang menyentuh langsung pedang tersebut; tehnik ini membuat Eugeo kesulitan waktu berada dalam Katherdal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggung Kaisar condong ke depan dimana tiga tebasan tak terdeteksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan pertama mengenai rambut perak miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahkota di atas kepalanya hancur dengan bunyi khas logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Vektor terangkat ke atas seolah meminta ampun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli bisa merasakannya, seketika, tubuh miliknya pasti akan putus menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Slap.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bunyi terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumbernya adalah— tangan milik Kaisar yang mengepal diatas kepala belakang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ia menghentikan «Empty Slash» dengan tangan kosong? Tanpa menoleh? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak mungkin. &#039;&#039; Meskipun tehnik rahasia untuk menahan tebasan pedang dengan kedua tangan telah diturunkan secara bergenerasi pada Petarung Tangan Kosong di Tanah Kegelapan, tehnik tersebut bisa dilakukan jika tanganmu sekeras baja. Terlebih lagi, bahkan Pemimpin Petarung Tangan Kosong tak mungkin menahan serangan tak kelihatan dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran ini terlintas sejenak, setelahnya, Bercouli akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, ia hanya bisa menatap apa yang terjadi setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebasan yang tertinggal di udara dihisap oleh tangan Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, mata biru Kaisar menjadi warna hitam pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian terdalam kegelapan tersebut, banyak cahaya bisa tterlihat— apakah itu, bintang - bintang…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu Jiwa. Jiwa – jiwa yang telah ia hisap dan dikurung ada disana. Jiwa Jendral Kegelapan Shasta dan pendamping perempuannya kemungkinan juga ada disana …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bangsat, kau bisa menghisap Incarnation milik orang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada gumanan Bercouli, Vector perlahan menurunkan tangannya yang kini telah menelan tebasan seluruhnya, lalu berkata pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shin’i?13 … Aku paham, pikiran dan jiwa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya membuat tulang bergetar; seolah bisa menelan apapun. Dan sumber suara tersebut adalah bibir kecil yang kini sedang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pikiranmu seperti anggur tua yang nikmat. Kental dan kaya rasa … dengan rasa yang berat di awal. Meskipun bukan kesukaanku … pikiranmu cukup nikmat disajikan sebelum aku menikmati main course.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan pucat Kaisar kini menggenggam ujung pedang panjang yang ada di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang tipis yang perlahan ia tarik dari sarung pedangnya berwaarna violet. Mengayunkan pelan ke bawah, Kaisar Vektor tersenyum sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ijinkan aku menikmati lebih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya pedang besar berhasil menggores lengan kiri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit terasa, seperti luka yang tersiram air panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ini bukan apa – apa!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berpikir cepat, luka kecil di lengannya seketika langsung menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, dengan kilatan terang, pedang miliknya berhasil menusuk dada penyerang sebanyak empat kali. Wajah si pria menyusut kemudian tertunduk ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna telah lupa berapa banyak yang telah ia bunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia juga tak menghitung berapa banyak waktu yang telah berlalu sejak dimulainya pertempuran di reruntuhan ini. Ia hanya yakin jika jumlah pasukan crimson yang menerjang terus menerus masih sangat banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hmph,tebasan rapier seperti ini tak akan cukup. Di Aincrad Lama, pertempuran melawan boss selama tiga atau empat jam adalah hal yang wajar. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menyemangati dirinya, melewati tubuh – tubuh tak bernyawa para penjaga, lalu menghadapi musuh baru yang menggunakan kapak perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keseimbangan musuh goyah karena serangannya; Asuna langsung menyerang jantung sambil tengok kanan kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi Asuna bertempur sekarang ini adalah di tengah – tengah jalanan, di sisi kanannya, Integrity Knight Renri masih terus melempar dua pisau lempar dengan tenaga dan akurasi yang konstan. Ia tampak baik – baik saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada di sisi kiri yang dipimpin oleh Sortiliena, Penjaga yang ditempatkan disana, sangat jelas terlihat jika garis depan miliknya mulai terdorong ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayap Kiri, saling berganti antar penjaga bisakah lebih cepat! Fokuskan Art Penyembuh ke sisi tersebut”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna-sama, aku masih bisa bertarung!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang merespon adalah Sortiliena di garis paling depan, ia mengatifkan tehnik pedang dua tangan, «Cyclone». Pedang panjang miliknya berputar cepatdengan cahaya hijau dan menghempaskan tiga orang musuh, tetapi Liena terjatuh setelahnya. Menilai dari percakapan mereka tadi malam, para swordsmen dalam kelas bangsawan biasanya berfokus pada pertempuran satu lawan satu, jadi pertempuran panjang dengan banyak musuh seperti ini benar – benar tak adil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun tehnik pedang Liena cukup mematikan, bagi Asuna yang baru saja tiba di dunia ini kemarin, tehnik tersebut terlalu kaku. Liena terlalu banyak menggunakan serangan sebelum serangan utama, sehingga senjata musuh pasti akan menggores tubuhnya sebelum tehnik miliknya mencapai klimaks. Armor miliknya telah penuh bekas goresan, jejak darah ada diseluruh seragam Penjaga yang dikenakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mundur dan istirahat dulu, Liena-san! Percaya pada teman - temanmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada perintah Asuna, Liena menggigit bibir dan mengangguk lalu mundur sambil berkata “Aku akan segera kembali!” posisi miliknya langsing digantikan Komandan Penjaga, tetapi wajahnya cukup kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain kelelahan yang dialami sayap kiri, ada hal lain yang mengganjal hati Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan crimson yang sedang mereka lawan bukanlah monster humanoid yang dikendalikan algoritma, tetapi pemain veteran asal Amerika, tempat lahirnya MMORPGs. Mereka yang telah lama akrab dengan pertarungan akan langsung sadar jika penyerbuan sederhana tak akan efektif, seharusnya mereka memikirkan strategi lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang akan dirinya lakukan jika situasinya terbalik? Asuna mengayunkan Rapier miliknya semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya, ia akan melakukan serangan jarak jauh dari samping. Tetapi tak ada pengguna Art diantara musuh, dan jikapun ada, mereka tak akan langsung paham mengenai bahasa Art dalam Underworld yang begitu rumit dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Art, ada juga pemanah. Untungnya, hanya ada pemanah di Pasukan Penjaga, musuh tak bisa menggunakan akun pemanah. Usaha terakhir mereka adalah mengayunkan senjata dengan kedua tangannya, tetapi tindakan itu pasti membuat mereka tak cukup cepat, karena jika senjata mereka terlempar, mereka tak akan bisa ikut dalam peperangan ini setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya musuh tak memiliki banyak pilihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia semakin yakin bisa mengalahkan sepuluh ribu pasukan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Asuna memikirkan hal tersebut—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu masuk kuil dikelilingi kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya matahari terblokir oleh perisai besar di garis depan musuh juga tombak – tombak yang diacungkan kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Pengguna Tombak! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ber… Bersiaplah menahan serangan!! Berusahalah untuk bisa meghindari ujung tombak!! Dekati musuh agar bisa menyerang mereka!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Asuna berteriak, dengan suara dentingan logam, tombak – tombak besar melaju lurus ke depan secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
““”Assaaaaaaaaaault!!”””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaris penuh 20 pengguna tombak berteriak lalu mulai melaju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Penjaga mulai tertekan oleh serangan ini. Kumohon, tolong tenanglah, Asuna berdoa dalam diam sambil memandang pengguna tombak yang melaju langsung ke arah mereka. Pengguna tombak melaju lurus ke arah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggulah sampai saatnya dan — Cling!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya kekuningan bersinar dari ujung rapiernya dan ditujukan pada pengguna tombak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Haaah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berteriak, ia menancapkan rapier miliknya ke armor musuh, melihat ke depan, ia melihat jika rapier miliknya menusuk tenggorokan musuh. Dengan daya dorongan, darah menyembur ke seluruh pelindung kepala miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan yang terdengar bukan saja dari musuh, tetapi dari para Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa penjaga yang berada di sayap kiri tak berhasil menahan pengguna tombak, mereka tertusk - tusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh……….!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeraskan giginya, Asuna meninggalkan posisinya dan berlari ke kiri. Dengan tebasan «Linear», ia menusuk pasukan crimson yang menarik tombaknya dari penjaga yang telah tewas. Mau menggenggam pedang berlumuran darahnya lagi, Asuna memotong kedua tangannya dan melancarkan dua tusukan, «Parallel Sting».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berhasil menghindar tusukan tombak ketiga dengan melompat ke atas. Mendarat di tombak, ia berlari ke bahu musuh, mencopot helm miliknya dan menusukkan rapier ke leher musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh terjatuh sambil berteriak. Kini mundur, Asuna berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bawa yang terluka ke bagian belakang! Sembuhkan mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilai sekeliling sekali lagi, tampaknya Knight Renri dan para Penjaga mengalami kesulitan menghadapi pengguna tombak, enam orang Penjaga telah mengalami luka parah karena tertusuk tombak. Tiga diantaranya sepertinya tak bisa ditolong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Jika musuh mengulangi strategi ini, pasukan Pertahan Kerajaan Manusia tak akan mampu menahan kondisi ini karena kalah jumlah.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketakutannya menjadi kenyataan. 20 orang pengguna tombak selanjutnya siap untuk menerjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memandang musuh yang akan datang lalu memandang jika dirinya telah berada di tengah – tengan medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana ada seorang Penjaga yang masih sangat muda, mencoba mengontrol pedangnya, meskipu kakinya gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH………!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak kencang, Asuna berlari ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melaju menuju Penjaga muda yang masih membatu dan pasukan tombak yang akan datang. Rapier miliknya tak akan tepat waktu untuk menahan serangan tersebut. Ia hanya bisa menjangkau ujung tombak dengan ujung tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ini adalah dunia VRMMO, maka Asuna yang memiliki reaksi kecepatan dan kekuatan pasti akan mampu menahannya. Tetapi di Underworld, parameter yang tak bisa dihitung yang mana berbeda dengan SAO dan ALO, ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tombak baja menusuk ke perutnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daya dorong terasa di  seluruh tubuhnya. Tak bisa mengutarakan suara, Asuna dengan diam melihat ke samping, sebuah logam telah menusuk ke perut miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meminimalkan gerakan akan meningkatkan efektifitas pedang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Komandan Knight Bercouli, tehnik pedang milik Kaisar Vektor benar – benar berbeda dari style pedang yang pernah ia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, ia hampir tak pernah menggunakan kakinya. Ketika ia menghindari serangan, ia hanya menggeser dirinya dari pijakan. Juga, ketika ia mau menyerang, ia tak kelihatan melakukan persiapan. Pedang yang ia genggam agak renggang akan tiba – tiba meluncur ke jarak paling dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, memprediksi gerakannya sangat tak mungkin. Bercoulu bahkan hampir tak bisa menahan lima serangan kuat milik Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi lima serangan sudah cukup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pengalaman bertarung miliknya, Bercouli yang sudah mengamati tehnik Vektor mulai menyerang balik ketika Kaisar hendak memulai serangan ke enam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hsss!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melepaskan sedikit semangatnya, ia menebaskan tebasan ke arah kepala sebelum Vektor bisa melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama bunyi logam, percikan putih menyembur ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua pedang saling bertabrakan di tengah udara. Dari sini, hanya adu kekuatan saja. Pedang milik musuh terdorong ke bawah. Tampaknya tak bisa menahan tekanan, tubuh Vektor mulai membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ini saat – saat kritis!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memasukkan Incarnation dalam pedang miliknya. Pedang baja tersebut bercahaya perak. Time Piercing Sword perlahan menekan pedang hitam Vektor, sampai ke pundaknya, dan menggores armor—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, pedang Vektor mulai memunculkan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendar tersebut seperti makhluk hidup, membungkus Time Piercing Sword. Pada saat yang sama, cahaya perak milik Time Piercing Sword menghilang, seolah dihisap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa ini? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak…&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa, apa yang aku lakukan …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara gemercik, ia merasakan rasa dingin di punggung kirinya. Bercouli membuka matanya, melompat ke belakang, mengambil nafas panjang,  dan mendapatkan kembali kesadarannya yang hilang sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa itu tadi? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Seseorang sepertiku, ada di medan peperangan ini! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir keras, Bercouli sadar jika tak sepele itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan menyelimuti pikirannya sehingga ia tak tahu mengapa ia disini, atau megerti alasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan… kau menghisap Incarnation milikku lewat pedangku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memaki dengan suara rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban musuhnya hanya senyum sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang bahu kirinya. Haya goresan, namun cukup dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph… Sungguh menarik, benar kan, Kaisar? Tetapi tak bisa mengayunkan pedang sungguh menyusahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli terkekeh. Berbeda dengan Vektor yang tersenyum dan berguman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Benar. Yah, ada hal lain yang belum aku coba.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, ia menjulurkan pedang di tangan kanannya ke depan, tetapi bagaimanapun kau melihatnya, cukup jauh jarak mereka berdua. Tak mungkin pedang tersebut mengenainya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari ujung pedang yang terangkat, sebuah tembakan cahaya biru gelap muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039;Tak mungkin, dari jarak jauh?! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia menyimpulkan, cahaya tembakan tersebut menyentuh dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadarannya menghilang bagaikan api lilin yang tertiup angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang panjang milik musuh menjangkau Komandan Knight, turun lurus menuju lengan kirinya— namun ia hanya berdiri disana, hanya bisa menonton kejadian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang musuh terayun dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi khas, lengan kokoh Bercouli tertebas dari tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ku… u… ughh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berhasil menahan jeritannya yang hampir keluar. Rasa sakit yang amat sangat— seperti terkena semburan api secara terus menerus hingga batas rasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Rasa sakit ini bukan apa - apa! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hanya goresan, tak terasa apa – apa!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tombak hitam yang menancap di perut kiri Asuna telah menembus keluar sejauh setengah meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memutar kepalanya untuk melihat. Ujung tombak tersebut hanya menyentuh pipi si Penjaga muda yang berdiri melongo. Dengan sekuat tenaga ia tersenyum pada laki – laki tersebut, ia menatap pucat pada Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Dibandingkan nyawa berharga anak ini … apalah arti luka virtual?! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ungh… Ah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak hebat, Asuna memasukkan kekuatan ke tangan kirinya, lalu menggemggam tombak yang menembus tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi retakan, logam yang berdiameter lima cen patah dengan pukulannya. Ia lalu mengambil tusukan tombak yang ada di punggung dan menariknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunang – kunang menari di matanya, dan rasa sakit kesemutan mengalir dari ujung jari hingga kakinya. Tetapi tangan Asuna tak peduli, ia menarik tombak tersebut dengan brutal dan melemparkannya ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah menyembur dari mulut serta bekas luka di perutnta, tetapi tubuhnya masih tetap berdiri tegak. Asuna mengelap darah yang ada di mulut lalu menatap musuh dengan pandangan murka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik tombak tersebut berkedip beberapa kali, matanya kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, gosh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berucap dalam bahasa inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… The hell, man… This type of game isn’t fun at all. I’m logging out.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar kata – kata tersebut, Asuna menusuk jantung musuh menggunakan Rapier di tangan kanannya. Tubuh musuh tertunduk lalu menghilang dengan efek pecahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyeri di perutnya tidak membuat Asuna menangis, namun matanya berlinangan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit dan kebencian yang memenuhi medan peperangan ini seharusnya tak terjadi dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain Amerika dan Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia tak memiliki alasan untuk saling bantai. Jika kondisi mereka bertemu berbeda, kedua sisi seharusnya bisa menjadi teman— seperti yang Asuna alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia Virtual … dunia VRMMO seharusnya tidak seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T… To… Tolong… Gh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan dalam bahasa jepang memasuki telinga Asuna. Menoleh, ia melihat tombak besar menusuk seorang Penjaga yang tak bisa bergerak di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U… AAAAAAAHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emosi Asuna tak bisa ditahan ketika ia melaju ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rapier di tangan kanannya menebas tiada henti dan cahaya yang muncul dari ujungnya membungkus tubuh Asuna; kaki Asuna meninggalkan tanah ketika ia melaju lurus seperti komet. Serangan lurus tertinggi bagi rapier miliknya, «Flashing Penetrator».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemegang tombak yang hendak membunuh Penjaga terhempas ke udara, juga teman yang ada di belakangnya. Musuh ketiga juga terhempas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerbangkan musuh keempat yang ada di bawah patung besar, sword skill miliknya berhenti kemudian ia berbalik, menghembuskan nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang kedua serangan tombak telah menyebabkan lima orang tewas di Pasukan penjaga. Bersamaan itu juga, gelombang ketiga serangan tombak hendak bersiap - siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik rapier miliknya dari mayat musuh lalu berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua pasukan, jangan meninnggalkan posisimu! Renri-san, tolong ke sini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membuat senyuman kecil, memastikan Knight muda yang melihat sosoknya yang berlumuran darah di sana – sini agar tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Aku akan menghancurkan formasi musuh. Kuserahkan musuh yang berhasil lolos padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna-sama?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat tangan kirinya ke atas pada Renri dan para Penjaga yang kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pusat keseimbangan Bercouli tiba – tiba bergoyang, dan apa yang menyebabkannya adalah lengan kirinya yang terjatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang menyadarkannya bukanlah rasa sakit, tetapi rasa kengerian yang dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melompat ke belakang, berusaha menjaga jarak antara dirinya dan Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan darah dari lengan kirinya bercucuran di pilar batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa – apaan ini? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ia mengarahkan pedangnya padaku, dan kesadaranku dipaksa menghilanhh …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat kedua jarinya yang menggenggam gagang Time Piercing Sword untuk menyembuhkan luka, memeras otak secepat mungkin. Healing Art yang tak dilafalkan dengan cepat menghentikan percikan darah dengan bekas cahaya kebiruan. Akan tetapi, tak ada cukup Sacred Energy di bebatuan sekitar sini untuk menyambungkan lengan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bagaimana aku menghadapi musuh seperti ini?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Armament Full Control Art «Time Piercing Sword • Empty Slash» miliknya tak efektif. Incarnation yang ada pada tebasan akan dihisap oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilihan terakhir miliknya adalah menggunakan Release Recollection Art «Arcane Slash». Tetapi jika ia menggunakan tehnik itu lagi, ia harus mendapatkan saat  yang tepat. Pertama, musuh tak boleh mengganggu serangannya. Kedua, harus sangat akurat …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menyeka keringat yang ada di dahinya dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menyadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku sangat putus asa. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Entah mengapa, aku tak punya hal lagi yang bisa diandalkan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dengan kata lain, disinilah aku akan mati. Serangan selanjutnya mungkin akan menyebabkanku mati. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Heh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari kondisinya, ketimbang berkerut, Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One malah menyeringai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya berpaling dari Kaisar Vektor menuju Knight emas yang pingsan dibalik Kaisar Vektor— Alice Synthesis Thirty.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Nona Kecil. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku masih belum bisa memberi apa yang kamu inginkan, Nona Kecil. Aku belum bisa memberikan kasih sayang seorang ayah. Karena, aku sendiri juga tak bisa mengingat apapun mengenai orang tuaku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi, ada satu hal yang pasti. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mereka yang disebut orang tua pasti akan melindungi anak mereka. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bajingan sepertimu … tak akan bisa mengerti, dasar monster!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menjejak pilar dan maju kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menyiapkan rencana, ia mengisi segala sesuatu yang ada dalam dirinya menuju pedang, si Knight tertua tersebut berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 155.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ga… Hah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batuk darah keluar dari mulutnya dan tumpah ke tanah yang ia pijak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna masih tetap berdiri, bahkan jika ia hanya bisa menggenggam Rapier di tangan kanannya.&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Setelah menahan gelombang tombak ketiga dan keempat, ia terluka sepuluh kali lipat di seluruh tubuh. Armor dan pakaian mutiara putih miliknya kini robek dan darah ada dimana – mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerima serangan langsung dari tombak hingga membuat lubang di tubuhnya, sungguh heran mengapa ia masih bisa bergerak. Faktanya, HP miliknya yang sangat banyak tidak menurunkan kekuatan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tubuh ini akan tewas jika hatiku lengah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jadi, aku harus tetap berdiri. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tubuhnya telah mati rasa. Hanya rasa panas yang menyelimuti seluruh indranya, hingga membuat pandangannya agak kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang pasukan tombak kelima mulai muncul di pandangannnya yang kabur, lalu ia mencabut Rapier miliknya dari tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sudah tak bisa menghindar secara langsung. Ia hanya bisa menghentikan tombak dengan tubuhnya lalu melancarkan serangan sword skills.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rapier seberat bulu milik Asuna kini seolah menjadi cukup berat di genggamannya, tetapi kini ia mengangkatnya dengan kedua tangan, menunggu kedatangan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Go!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah berguncang, 20 orang pengguna tombak mulai melaju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Boom, boom, boom boom boom boom…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suara langkah kaki, suara bergema terdengar dari suatu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Asuna terangkat ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari langit merah, garis – garis mulai berjatuhan. Garis tersebut seperti kode digital.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bala bantuan… untuk musuh…?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Ahh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam jeritannya, ia merasa sangat khawatir dan ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna garis tersebut bukanlah warna crimson, tetapi biru tua seperti warna langit fajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa melihat warna tersebut, ia hanya menyaksikan dengan kedua matanya, menunggu apa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis – garis tersebut berhentii sepuluh meter di atas tanah; kode digital tersebut mulau memadat dan bercahaya, menjadi sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Voom. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara bertiup, dan sosok – sosok tersebut mulai berputar. Seperti angin tornado, sosok tersebut akhirnya turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat dibawahnya, ke 20 pengguna tombak berhenti dan juga menatap atas seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tornado biru tersebut mendarat di tengah formasi musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, pasukan crimson berhamburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah. Pasukan mush yang terkena tornado tersebut terpotong – potong, darahnya tertiup angin ke berbagai arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, di tengah pasukan tombak yang tewas, tornado tersebut mulai melambat dan membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok tersebut memunggungi Asuna, tubuhnya langsing namun tinggi. Ia mengenakan armor khas jepang. Tangan kirinya menggenggam sarung pedang di pinggang, dan tangan kanannya menggenggam pedang panjang, bukan, sebuah katana, yang kini ia acungkan ke depan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna telah melihat serangan itu sebelumnya, di dunia lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah Sword Skill.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan berat senjata katana— «Tsumujiguruma».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok tersebut akhirnya berdiri, memanggul katana miliknya ke punggung, lalu ia memandang Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah bandana miliknya, wajah agak berjanggut menyeringai padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, maaf membuatmu menunggu, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K… lein…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa mendengar suaranya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, getaran yang sama juga terdengar di seluruh langit. Meskipun efek suara yang ditimbulkan hampir sama ketika pemain Amerika muncul, namun bagi Asuna, suara ini adalah suara malaikat yang akan turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ribuan cahaya biru kode digital mulai turun satu persatu dari langit merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadaran menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit menmuatnya terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli telah lupa berapa banyak ia telah melalui proses tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui pertarungan ini, Kaisar Vektor tak pernah memberikan serangan fatal. Tetapi Bercouli tahu jika darah yang mengalir dari luka – lukanya, adalah Life miliknya yang semakin menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena kekuatan imajinasi yang ia kuasai selama dua ratus tahunan, ia berhasil mengusir rasa takut dan kengerian miliknya, ia hanya memikirkan satu hal dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya menghitung waktu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memiliki kemampuan khusus untuk mengkonfirmasi waktu menggunakan pikirannya, dan sekarang ia bergantung pada kemampuan tersebut lalu mengingatnya. Bahkan ketika pikirannya menghilang karena pedang Kaisar, ia masih tetap menghitung dalam bawah sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Empat ratus delapan puluh tujuh. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Empat ratus delapan puluh delapan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menghitung sambil meluncurkan serangan yang tak berarti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tehnik pedang milikmu … sepertinya tak berhasil menggoresku … wahai komandan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039; Empat ratus sembilan puluh lima.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak akan mampu membunuhku dengan tehnik pedang seperti itu ….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— &#039;&#039;Empat ratus sembilan puluh delapan. &#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat ini, aku masih belum selesai.!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berteriak, ia mengayunkan pedangnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedangnya menyentuh pedang Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Incarnation terhisap, pikirannya buyar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia sadar, ia telah berlutut, darah menetes dari pipi kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus depalan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hampir sampai, kumohon bertahanlah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli berdiri kesulitan, dan memandang Kaisar yang ada di belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan jijik muncul pada wajah tak berekspresi miliknya. Alasannya adalah ketika ia menebas pipi Bercouli, darah miliknya menyiprat di pipi Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vector mengelap noda tersebut dan berguman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil langkah ke depan menuju genangan darah yang diciptakan Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jiwamu terlalu berat. Terlalu kental. Terasa di lidahku. Dan kini membosankan, kau hanya berpikir untuk membunuhku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar berkata dengan nada datar, lalu mengambil satu langkah lagi ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Matilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terangkat pelan, pedang hitam memunculkan cahaya menyilaukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Bercouli tidak berubah, tetapi ia menggeramkan giginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Sedikit lagi. Tinggal tiga puluh detik. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh… Jangan berkata seperti itu. Aku masih bisa … menahannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight mengambil langkah ke depan, dan dengan gemetaran ia mengangkat pedang panjang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemana kau akan.... pergi. Kemana kau akan melangkah. Oh, disana…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cahaya redup di matanya, Komandan Knight mengayunkan pedangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clog. Ia menebaskan pedang ke suatu arah, lalu semakin gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ataukah … disini…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melancarkan tebasanlain walaupun agak lemah. Lalu, ia menyeret kakinya yang mati rasa, Bercouli menebas ke arah secara acak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerena pandangannya mulai buram karena kehilangan banyak darah, pikirannya juga menjadi kabur— ia sudah tahu akan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ini adalah tindakan terakhir milik Komandan Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata biru miliknya yang sudah kehilangan cahaya hanya berfokus pada satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jejak kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir sepulum menit melakukan serangan tak berarti, Bercouli telah menumpahkan darahnya ke bebatuan yang ada di kakinya. Meskipun tidak luas tetapi dua jejak kaki bisa terlihat jelas, ada jejak sepatu milik Kaisar Vektor dan sandal kulit milik Komandan Knight, bisa terlihat jelas dan mudah dibedakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ini adalah jejak pergerakan keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Bercouli telah mencari jejak kaki milik Kaisar yang telah mengering ketika ia menebas lengan Bercouli sepuluh menit lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, Bercouli mulai menghitung meskipun tak sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti, ia bisa mengetahui kemana Kaisar Vektor bergerak sepuluh menit lalu. Lalu, jejak kaki yang ia buat berhasil merekam kemana ia melaju, dan dimana ia berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus depapan puluh sembilan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus sembilan puluh. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… Aku menemukanmu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli berguman, semakin gemetaran ketika ia mengayunkan Time Piercing Sword.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah serangan terakhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu pedang maupun pemiliknya, keduanya telah mencapai batas Life mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Bercouli semakin kelelahan, ia mengaktifkan Release Recollection Art milik Divine Instrument-nya, Time Piercing Sword.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
«Time Piercing Sword • Arcane Slash».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebalilan tehnik «Empty Slash» yang bisa menebas masa depan, tehnik «Arcane Slash» bisa menebas masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Main Visualizer dari Underworld, pergerakan semua manusia telah direkam selama enam ratus detik, atau sepuluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Time Piercing Sword bisa merusak rekaman ini, menyebabkan sistem salah mengenali lokasi seorang manusia saat ini menjadi lokasi masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya, pedang yang tadi dilancarkan bisa berpindah ke tubuh seseorang yang ada di masa lalu. Tak bisa dihindari, tak bisa diblokir, sesuai namanya, tehnik ini seolah mempecundangi tehnik pedang lain dan kerja keras seorang swordsmen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya Bercouli selaluberpikir dua kali sebelum mengaktifkan «Arcane Slash». Ketika bertarung melawan Eugeo, walaupun terkena Release Recollection Art dari Blue Rose Sword, ia memutuskan tak akan menggunakan tehnik ini karena ia bisa menang dengan mudah. Ia tahu jika Pemimpin tetua Chudelkin akan menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap Gereja Axiom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena lawannya Kaisar Vektor yang memiliki kekuatan melebihi dirinya, ia tak perlu berpikir dua kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kaisar Vektor turun dari naganya, Bercouli mengambil keuntungan tentang fakta bahwa musuhnya hanya terbang lurus dengan kecepatan tetap sehingga ia bisa mengetahui lokasi terbang sepuluh menit sebelumnya. Namun, karena jarak dekat, ia harus benar – benar memastikan lokasinya dengan sangat tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, jika ia bisa mengingat lokasi musuh sepuluh menit lalu, ia bisa mengaktifkan tehnik ini. Tetapi menggunakan cara tersebut, jika pengaktifan tehnik pedang miliknya terganggu oleh musuh, akan menjadi sulit untuk menghitung sepuluh menit lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tepat seperti ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau kelihatan mengincar sesuatu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar Vektor mendekat, dan Bercouli dipaksa menghindari Incarnation berwarna biru gelap dari pedang panjang musuh. Seperti itu, «sepuluh menit masa lalu » yang telah ia rekam menghilang selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku melewatkan kesempatanku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli sekali lagi menyiapkan Time Piercing Sword miliknya yang akan mengaktifkan Release Recollection.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berada di ujung tanduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Kaisar telah menyadari jika ia mengincar sesuatu, ia akan langsung mengaktifkan serangan terakhir miliknya. Kenyataannya, cahaya Incarnation pedang panjang milik Vektor telah melaju ke arah Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berusaha melawannya, Komandan Knight berusaha menghindar sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berguling. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berguling, berguling, dan terjatuh. Ia tahu sejak lama jika ia akan menjumpai maut dengan cara sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga kali, empat kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat pada serangan kelima, Bercouli berhasil menghindari semua serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelahnya, cahaya kebiruan berhasil menyentuh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadarannya berhasil menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Bercouli membuka matanya lagi, apa yang ia lihat adalah pedang panjang Vektor yang menembus kedalam perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara whoosh, pedang tersebut tertarik, sisa – sisa Life milik Komandan Knight menyembur lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia terjatuh ke belakang, ia melihat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok naga yang terbang tinggi di langit, kini melaju ke bawah dengan kecepatan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hoshigami. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hei, kau kusuruh berjaga kan? Mengapa kau menentang perintahku, kau tak pernah melakukan hal ini sebelumnya, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga membuka lebar mulutnya, api kebiruan mulai menyembur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melawan serangan seperti itu yang berhasil memusnahkan ribuan pasukan, Kaisar Vektor kini merentangkan tangan kirinya dan menangkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Armor hitam yang ada di tangannya berhasil memantulkan api ke segala arah. Api berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang di tangan Kaisar menembakkan cahaya biru gelap sekali lagi, menembus api biru dan menusuk tepat ke kepala Hoshigami. Naga Bercouli menerima tehnik pedang berkekuatan penuh yang berhasil mengontrol naga Dark Knight Order sebelumnya— tetapi gerakannya tidak terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebalikannya, Hoshigami mengubah seluruh Life miliknya menjadi sinar putih yang ditembakkan dari sayapnya, langsung ke arah Kaisar berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa jijik muncul lagi dari wajahKaisar; ia mengangkat pedangnya tinggi – tinggi dan dan menusukkan tusukan menuju rahang sang naga, berusaha menghancurkannya. Cahaya gelap menyelimutinya, menghisap Life sang naga dan menghancurkan tubuhnya berkeping - keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami telah memberikan Life miliknya untuk mengalihkan perhatian Kaisar selama tujuh detik—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli tak akan menyia – nyiakan kesempatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight bisa merasakan nafas terakhir milik naga tersayangnya yang telah menghabiskan seluruh hidupnya bersama Bercouli lalu mengayunkan Release Recollection Time Piercing Sword tinggi – tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tehnik untuk mengingat “posisi musuh sepuluh menit lalu” hanya bisa diaktifkan setiap sepuluh menit sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, rekaman pergerakan yang ada di tanah bisa menunjukkan posisi musuh sepuluh menit sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh detik setelah Bercouli menatap posisi dimana ia tidak bisa melakukan serangannya, jejak kaki Kaisar bisa terlihat, ia lalu meluncurkan serangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada karakteristik lain pada tehnik «Time Piercing Sword • Arcane Slash».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan memasuki system secara langsung, kekuatan pedang ini bisa “menghapus nilai Life dari target yang akan ditebas”. Terlebih lagi, serangan ini tak akan bisa ditahan bahkan oleh sebuah Incarnation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, kemampuan Kaisar Vektor untuk menonaktifkan dan menghisap semua serangan Incarnation tak akan bisa diaktifkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus, nilai Life tak terbatas milik Vektor langsung terubah menjadi nol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya, tubuh Kaisar langsung terpotong dari bagu hingga pinggang kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika tubuhnya terpotong menjadi dua, ekspresi wajah Kaisar Vektor masih tetap pucat tanpa ekspresi. Mata birunya hanya menatap kosong menuju langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah tubuh atasnya mendarat ke tanah, di sekitar dadanya, cahaya hitam menyembur, menciptakan ledakan tak bersuara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ledakan berhenti, tak tersisa jejak tubuh maupun keberadaan Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, Time Piercing Sword yang telah kehabisan Life hancur menjadi debu dengan suara menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039;begitu hangat. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku ingin berada disini lebih lama. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbangun dari tidurnya, Integrity Knight Alice tersenyum kecil ketika masih diantara batas bangun dan tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghalau sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mulai berdiri dengan kedua kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tangan dengan lembut membelai rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
………&#039;&#039;Ayah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah berapa lama ia berbaring disini? Ia telah lama merindukan masa – masa tenang seperti in … Perasaan terlindungi, tak mengkhawatirkan apapun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ahh… Tapi, sudah saatnya untuk nangun. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Integrity Knight Alice membuka kelopak matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang muncul di depan matanya adalah sosok swordsman berumur, matanya menyipit ketika ia memandang Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di wajah dan dadanya, terdapat bekas luka. Luka tersebut kini bertambah karena luka yang kini bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Paman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berbisik, akhirnya ia benar – benar sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Benar, aku telah diculik Kaisar Vektor. Beneran nih, aku benar – benar ceroboh, aku maju tanpa berpikir panjang. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi seperti prediksi Paman, bahkan ketika aku tertangkap oleh musuh, ia akan menyelamatkanku. Selama orang ini ada disini, aku bisa merasa aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum lagi, Alice berdiri. Ia menyadari luka yang ada di wajah dan dada Komandan Knight, ia menghembuskan nafas lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan kirinya terpotong dari atas bahu. Jubah miliknya berlumuran darah kering. Dan dibawah dadanya, luka mengerikan berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“P… Paman… !! Paman Bercouli!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak dan mengulurkan kedua tangannya, jari milik Alice menyentuh pipi Komandan Knight Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia menyadari jika Knight tertua di dunia ini telah menghabiskan Life miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039; Aw, jangan menangis seperti itu Nona Kecil. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kematian pasti akan datang, hanya saja datang sekarang,benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One berkata ramah ketika ia melihat kebawah pada Alice yang memeluknya. Namun suaranya tak bisa keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;…Nona Kecil, jika ini kamu. Aku akan baik – baik saja. Bahkan jika sendirian, kamu akan bisa teris hidup. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Karena, kamu ini muridku.... putriku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan dibawah kini meninggalkan mata Bercouli. Membuat senyum terakhir pada murid kesayangannya, matanya kini menatap langit utara di kejauhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memikirkan seorang knight wanita lain yang ada jauh disana..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak tahu apakah mereka akan sukses atau tidak, tetapi saat ini, hati miliknya terisi oleh perasaan mendalam setelah menemui ujung hidupnya yang mana ia pikir akan hidup abadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;… Yah,tak begitu buruk kok, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kau harus bersyukur karena ada orang – orang yang menangis untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menoleh menuju sumber suara, ia melihat seorang gadis melayang disana, tubuh telanjangnya tertutupi rambut perak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hei, jadi kau masih hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat bahunya, dan Pemimpin Tertinggi Administrator berkedip dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi itu tak mungkin, benar kan? Bisa muncul dihadapanmu, aku ini ingatan dalam dirimu. ‘Aku’ Cuma ingatan Administrator yang tersimpan dalam jiwamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, aku masih tidak begitu paham … tetapi, jika kau ini ada dalam ingatanku. Aku senang kamu bisa tersenyum seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli merespon sambil menyeringai, dan tiba – tiba disampingnya. Ada naga tersayang milik Bercouli, Hoshigami. Ia menjulurkan leher panjangnya menuju tubuh Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight dengan lembut memegang leher peraknya. Lalu ia melompat bersama Pemimpin Tertinggi keatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu membenciku?” Komandan Knight hanya bisa menggeleng. “Apakah kamu tak membenciku yang telah membuatmu hidup abadi dan menghapus ingatanmu berulang kali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat, Bercouli menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun memang benar dan cukup bosan, yah, hidup yang aku jalani cukup menyenangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sungguh?.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpaling pada jawaban Administrator, Bercouli menarik tali kekang Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga membentangkan sayap transparan miliknya, lalu perlahan terbang menuju langit luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah langit berbintang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tanah kering sekitar reruntuhan «Gerbang Besar Timur». Di sebelah timur dan barat reruntuhan, sepuluh ribu pasukan Tanah Kegelapan yang tertinggal dan empat ribu Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia telah membentuk formasi, bersiap untuk saling serang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Kaisar Vektor telah menghilang tanpa jejak, pasukan Tanah Kegelapan tak bisa bergerak bebas. Pasukan Penjaga juga kebingungan sehingga mereka juga tak bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didekat reruntuhan gerbang hanya terdengar suara angin, ada sosok knight wanita. Dia adalah Integrity Knight yang tinggal untuk memimpin Pasukan utama, Fanatio Synthesis Two. Ia telah memerintahkan Penjaga dan regu Ascetics untuk beristirahat akan pertempuran yang akan terjadi, tetapi dirinya sendiri tak bisa tidur di tenda. Sehingga ia berjalan sendiri di reruntuhan Gerbang Besar Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit malam telah lama berlalu. Solus telah tenggelam di langit merah Tanah Kegelapan dan langit biru Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari satu setengah hari berlalu sejak pasukan pengecoh Kerajaan Manusia berangkat menuju bagian selatan Tanah Kegelapan. Meskipun ia tahu mengenai misi mereka tak akan mudah, ia harus menunggu disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika Fanatio menutup matanya, ingin berdoa pada ketiga dewi agar mereka bisa kembali dengan selamat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya terbuka mendadak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa pria yang ia cintai sedang berbicara di telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Maaf, Fanatio. Tampaknya kita tak akan bisa bertemu lagi. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku menyerahkan sisanya padamu. Biarkan anak itu hidup bahagia …&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum lama ini, Fanatio telah mendengar perkataan yang sama. Itu adalah perkataan ketika Komandan Knight Bercouli hendak bernagkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpakaian armor silver, tangan Fanatio menyentuh perutnyya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyawa baru yang ada di tubuhnya adalah sesuatu yang terjadi tiga bulan lalu. Bercouli, yang mana telah pergi selama lebuh dari seratus tahun tanpa menyentuh Fanatio, ia mungkin telah memprediksinya ketika ia melanggar taboo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memprediksi kematiannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan jika Life milik Komandan Knight Bercouli telah menghilang di kejauhan sana, Fanatio perlahan tertunduk dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa menahan, ia terisak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan mengapa Bercouli selalu menjauh dari Fanatio maupun perempuan lain, ia pernah mendengarnya dahulu kala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria dan wanita di Kerajaan Manusia hanya bisa menikah dibawah pengawasan pendeta Gereja Axiom, dan hanya bisa membuat seorang anak melalui sebuah kontrak. Namun seorang Integrity Knights berperan juga sebagai seorang pendeta dan tak memerlukan pesta pernikahan. Mereka hanya harus bersumpah saling mencintai, berbagi ranjang, dan bisa memiliki seorang keturunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namin anak ini akan menua dan tewas ketimbang orang tuanya karena Life mereka telah dibekukan. Bahkan, mengijinkan anak ini mengalami hal yang sama bahkan lebih kejam dari tindakan Pemimpin tertinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, karena Pemimpin Tertinggi telah meninggal, Bercouli akhirnya menerima perasaan Fanatio. Maka, ia memutuskan untuk melindungi anak ini dan membuatnya terus hidup sampai ajal menjemput.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Beristirahatlah dengan tenang, Bercouli. Aku akan membesarkan anak ini. Aku akan membuatnya menjadi seorang pria yang kuat seperti dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghentikan isak tangisnya, Fanatio membuat keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tetapi sekarang ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sekarang ini, biarkan aku menangis. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjatuh ke tanah, Fanatio menggenggam butiran pasir bekas jejak kaku Komandan Knight Bercouli, lalu menangis tanpa menahan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun aku tak memiliki masalah dengan kalian …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengacunngkan katana merahnya pada pasukan crimson, pedang miliknya bergetar di penjuru reruntuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan membalas kalian karena telah melukai temanku. Aku akan membalas tiga kali lipat … Tidak, aku akan membalas ribuan kali lipat sialan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah berteriak, ia melaju ke arah musuh. Asuna begitu kebingungan hingga ia melupakan rasa sakit yang ada di perutnya. Tiba – tiba, garis kode lain muncul disebelah Klein, membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosoknya begitu besar, seorang pria berkulit coklat dan menggenggam kapak besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Agil-san!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika “si penjual”, yang pernah menyediakan persediaan pertempuran bagi pemain atas SAO, menoleh pada Asuna, ia mengacungkan jempolnya ke atas udara dambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, ia berbalik dan mengejar Klein yang telah berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang ketiga dan keempat muncul dihadapan Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis berambut pendek, mengenakan pakaian merah kecoklatan serta pelindung dada berwarna perak, ia juga menggunakan palu perak yang menggantung di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, seorang gadis kecil yang mengenakan pakaian dan tunik biru laut, rambutnya diikat twin tail.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Liz!! Silica-chan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua mata Asuna terisi air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan meninggalkan tubuhnya. Sambil tetap di posisi semula, Asuna membuka kedua tangannya pada temannya yang ia sayangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian… Kalian telah datang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu dong kami datang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beneran”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjawab pada saat yang sama, Lisbeth dan Silica menggenggam tangan kanan dan kiri milik Asuna lalu memeluknya. Ekspresi keduanya juga menjadi terharu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Selalu memaksakan diri … kau berdarah tahu … kau terlalu sok kuat, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serahkan sisanya pada kami, yang lainnya juga datang lho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan ppelukan dari Lisbeth dan Silica, Asuna merasakan jika rasa sakitpada luka – lukanya berubah menjadi rasa hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih… Terima kasih …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi cucuran air mata, Asuna melihat hujan garis digital yang memasuki pertempuran ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 178.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang muncul disana adalah ribuan swordsmen yang memakai armor yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musuh yang berarmor merah adalah musuh kita!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan, serang! Pukul mundur musuh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para Penjaga, mundurlah sementara dan sembuhkan luka kalian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendarat, mereka mulai berteriak dalam bahasa Underworld, bukan, bahasa Jepang — mereka mengangkat pedang, kapal, dan tombak lalu mulai melaju ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilai dari kemampuan bertarung individu dan mengerti cara bekerja sama, mereka kemungkinan adalah para pemain veteran VRMMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Jadi seperti itu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna akhirnya menyadari situasi yang muncul dihadapan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Karena pemain Amerika muncul di medan peperangan ini, ratio akselerasi Underworld mungkin telah diubah oleh penyerang menjadi 1:1. Dengan kata lain, sangat memungkinkan untuk Dive menggunakan AmuSpheres dari Jepang. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi menilai dari equipment serta senjata, tampaknya mereka tidak menggunakan akun default Penjaga. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu berarti— mereka mengkonvert akunnya. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak salah lagi jika mereka mengubah karakter mereka — karakter yang telah lama mereka latih — ke dalam Underworld. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tampaknya mereka tidak tahu apakah mereka bisa kembali ke dunia VRMMO asal mereka. Alasannya adalah— kondisi Underworld itu sendiri, mungkin saja karakter mereka akan hancur ketika mereka tewas, namun mereka …!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semuanya… Maaf… Aku minta maaf …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara separo menangis, Asuna meminta maaf pada kedua temannya dam kepada para swordsmen yang telah maju ke garis deppan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu ngomong apa sih, Asuna?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Lisbeth terisi oleh ketetapan hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alasan kamu berhasil sukses di SAO dan ALO adalah karena kami yakin jika kami suatu hari akan menyelamatkan dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah… benar… terima kasih semuanya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbisik berterima kasih, Asuna mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ada satu hal yang mengganjal. Bagaimana Liz dan lainnya yang ada di sunia nyata tahu mengenai kondisi Underworld dan mencari bala bantuan? Tak mungkin Kikuoka dan Higa, karena mereka berdua berada di ruang sub kontrol Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei Liz, Silica-chan. Siapa orang yang membawa kalian kesini …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan Asuna, mereka berdua saling pandang dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, Asuna, bukankah sudah jelas?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja Yui-chan! Ia telah berusaha sangat keras menjelaskan kondisi Underworld dan penduduknya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mendengar kata – kata tersebut, hatinya bergetar dan air mata semakin menuruni pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yui. Terlahir sebagai Top-Down AI dalam SAO, putri Asuna dan Kirito. Ya… pastilah Yui yang memberi tahu mereka. Ia menyadari rencana musuh yang tak bisa diprediksi oleh Asuna, Kikuoka, dan yang lain, ia pasti mengambil tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Terima kasih, Yui-chan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil bersyukur, lengan kirinya yang terluka telah sembug dan luka di seluruh tubuhnya langsung hilang begitu ia berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, suara lemah terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um… Asuna-sama? Orang – orang ini… atau para knight ini adalah …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri berdiri disana dengan pandangan heran. Dibelakangnya para Penjaga juga memiliki ekspresi yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna, setelah menatap Renri, Lisbeth, dan yang lain kemudian tersenyum dan membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teman - temanku. Mereka datang dari Dunia Nyata untuk menolong kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri berkedip beberapa kali, lalu menatap Lisbeth dan Silica—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi lega muncul dari wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jadi begitu… aku sungguh bersyukur. Aku kira semua orang yang datang dari Dunia Nyata adalah orang – orang menyeramkan, tidak seperti Asuna-sama …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, tak mungkin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil tersenyum marah dan teriakan mengintimidasi, Lisbeth menepuk pundak Renri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Lisbeth. Salam kenal, Knight-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Y… Ya. Namaku Renri. Salam kenal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna yang menyaksikan pemandangan ini sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia, selama masih hidup tak akan melupakan pemandangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Momen ketika orang – orang yang terlahir dari dua dunia yang berbeda saling sapa dan menjalin persahabatan. Kisah ini akan berlanjut hingga masa depan nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas dalam, mengubah nada bicaranya dan bertanya pada Lisbeth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Liz, berapa orang yang mengubah akun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, yah, sekitar dua ribuan mungkin. Aku mencoba sebisaku, tetapi… aku masih tak bisa membujuk semua orang …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memuji temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini lebih dari cukup. Tetapi… untuk bisa mengkonvert akun mereka lagi, kita harus mencegah jatuhnya korban sebanyak mungkin. Jangan terlalu memaksa, mundurlah untuk pengobatan. Liz dan Silica-chan, bawalah dua ratus penjaga mundur dan bantu tim pendukung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengganti kekhawatirannya akan pertempuran, Asuna memberikan perintah pada Renri dan Para Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian semua, meskipun cukup sulit, kumohon mundur dulu menuju tim Ascetics dan gunakan Healing Arts. Para swordsmen dari Dunia Nyata tak begitu akrab dengan Sacred Arts, jadi akan sangat membantu jika kalian mengajari mereka cara bacanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me… mengerti, Asuna-sama! Kalian dengar, Para Penjaga! Kita akan mendukung bala bantuan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada teriakan Renri, para Penjaga yang kelelahan akibat bertempur kini merespon secara kompak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lalu apa yang akan kamu lakukan, Asuna-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan Silica, Asuna berkedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja aku akan menyerang garis depan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku sudah tidak merasa kehilangan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melaju kedepan sana, ia menenali beberapa wajahdari ALO — ada Penguasa Sylph Sakuya, Penguasa Cait Sith Alicia, Jendral Salamander Eugene, dan lainnya, mereka berusaha keras memukul mundur musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tak hanya mengubah akun mereka dari ALO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain yang mendukung para swordsmen sambil menembakkan anak panah dengan cepat dan sangat tepat kemungkinan adalah pemain Gun Gale Online, seperti Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, tim – tim yang saling kompak melindungi satu sama lain sambil menyerang musuh, mereka seperti Guild terkuat dari segala macam jenis VRMMO, mereka adalah anggota «Sleeping Knights».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari Asuna, si mage Siune tersenyum padanya. Ketika Asuna melambaikan tangannya, ia menahan air mata yang akan menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bersungguh – sungguh membantu meskipun sadar bisa kehilangan avatar mereka.  Lalu, karena ia sendiri dilindungi oleh sebuah Super Account, ia hatus meminimalkan jumlah korban sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berlari ke medan peperangan, memberikan perintah pada pasukan terdekat untuk membentuk formasi oval di depan pintu masuk kuil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tak peduli berapa kuat equipment dan status ke 2,000 pemain ini, masih ada sekitar 10,000 pemain Amerika. Jika menghitung kasar, jumlah korban pasti akan terus bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, masih ada hal lain yang mengganjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit yang tak bisa dihindari dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak seperti pemain Amerika yang telah tewas dan log out ketika merasakan rasa sakit. Siklus para pemain jepang yang mendapat luka, mundur, dan disembuhkan akan membuat mereka sengsara. Dan Asuna telah mengalaminya, rasa sakit yang hampir merenggut semangatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kumohon semuanya. Lakukan yang terbaik. Hingga 10.000 pemain ini musnah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika kita bisa melakukannya, maka kemungkinan para penyerang «Ocean Turtle» akan gagal. Selanjutnya, kita hanya perlu mengurus Kaisar Vektor yang sedang dikejar Komandan Knight Bercouli dan Sinon, lalu menyelamatkan Alice. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat rapiernya ke depan lalu berteriak penuh semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak masalah … kita bisa menang! Jika kita berusaha, kita akan menang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 185.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hirono Takashi, seorang pemain VRMMO asal Jepang bertanya pada dirinya sendiri: &#039;&#039;Mengapa aku datang ke tempat seperti ini?&#039;&#039; Tak ada untungnya kan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan mengapa ia menerima permintaan “terlalu mendadak” dari ALO, membuatnya terbangun pada pukul 5:00 a.m. setelah ditelpon temannya, bukan karena si gadis memohon maupun karena ia bersimpati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, ia percaya pada nyalinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi satu hal yang ingin ia ketahui, &#039;&#039;Dunia VRMMO macam apa yang menggunakan dana negara?&#039;&#039; Hal lain seperti, &#039;&#039;Aku mendapat nilai penerimaan masuk sekolah menengah atas paling buruk, jadi AmuSphere milikku pasti akan segera disita.&#039;&#039; Dan sebagian dirinya— &#039;&#039;Mungkin akan ada ‘suatu’ kenyataan yang tak akan pernah aku temui dalam game yang pernah aku mainkan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Takashi mengubah karakter yang ia latih selama dua tahun dan log in menuju server yang belum pernah ia dengar sebelumnya, apa yang menunggu dihadapannya adalah pria besar memakai armor merah, ia memaki – maki dalam bahasa Inggris sambil mengayunkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melompat ke belakang dan hampir berteriak, tetapi ujung senjata milik musuh menggores armor kaki kirinya, menerobos masuk dan menusuk kulitnys sesaat. Ia tak pernah merasakan rasa sakit seperti itu sejak ia terjatuh dari sepeda dan mematahkan tulang di sekolah dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak ada yang bilang akan menjadi seperti ini—!!&#039;&#039; Takashi berteriak dalam kepalanya ketika mundur semakin ke belakang, entah bagaimana ia berhasil menahan musuh dengan pedang sangat langka miliknya, ia menuju ke samping ke tim pendukung ketika ia merasa agak linglung karena darah mengucur dari kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Cukup sudah. Aku akan log out! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengucapkan hal seperti itu, Takashi kemudian disembuhkan oleh seorang gadis pendeta yang seumuran, ia mengenakan pakaian berwarna biru langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah mengapa, ketika menatapnya, ia memiliki perasaan aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengobatimu secepatya, tolong tahan sebentar Knight-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis berbicara fasih, lalu menyentuhkan tangannya ke kaki kiri yang terluka ringan — terluka parah menurut pandangan Takashi — lalu ia mulai merapal. Melihatnya bersungguh – sungguh, Takashi berpikir sesaat bahwa ia hanyalah seorang NPC.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ekspresi serius yang tampak dalam mata abu – abu kecoklatan miliknya, sosok imut antara wajah khas negara timur dan barat, dan kehangatan yang datang dari cahaya putih yang muncul dari tangannya, membuat Takashi bingung apakah dia seorang NPC ataukah pemain Jepang, tetapi ia adalah seorang penduduk yang tinggal di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi apakah hal seperti ini benar – benar nyata? Ia berbicara fasih dalam bahasa Jepang, tetapi apakah ia orang Jepang ataukah seorang NPC. Siapa gadis ini sebenarnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari kenyataan ketika ia merasa sakit saat tertusuk, Takashi kini melihat kakinya yang telah sembuh oleh sihir gadis ini: ia tidak berada dalam event sebuah game, tetapi dalam suatu keadaan yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah sudah selesaiKnight-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika si gadis mengangkat tangannya dengan sedikit ekspresi bangga, luka kakinya kini benar – benar menghilang seutuhnya, hanya menyisahkan bekas luka kecoklatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te… Terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam lagi pedangnya, Takashi akhirnya mengungkapkan rasa terima kasihnya. &#039;&#039;Oh,apakah aku cocok kalau dipanggil seorang «Knight-sama»?&#039;&#039; ia berpikir, rada geer. Namun wajahnya memerah, dan lidahnya menjadi mati rasa. Ketika ia menyadarinya, ia telah melakukan tindakan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia mengulurkan kedua tangannya dan dengan lembut memeluk tubuh langsing si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ini adalah sebuah dunia VRMMO normal, tindakan Takashi akan disebut sebagai «Tindakan Tak Sopan pada sebuah» dan ia akan mendapat sebuah peringatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun si gadis hanya kaget atas pelukan Takashi, lalu mengambil nafas. Sedetik kemudian, Takashi merasa lengan si gadis dengan agak canggung melingkari tubuhnya dengan sedikit tekanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa, Knight-sama dari atas langit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dekat telinganya, suara yang terdengar cukup pelan namun pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan sister dalam pelatihan seperti ku mampu melakukan tindakan sederhana ini, aku cukup bersyukur dan bangga. Knight-sama, kamu bertempur lebih banyak dan lebih berani. Ingatlah … kamu mengangkat pedangmu untuk melindungi banyak orang, untuk melindungi dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis lalu dengan lembut menyentuhkan telapak tangannya ke punggung Takashi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu dunia nyata ataukah dunia virtual, Takashi belum pernah memeluk seorang gadis sebelumnya. Namun jika ia memiliki seorang pacar di dunia nyata, ia merasa tak akan pernah merasa emosional seperti saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berangan – angan, Takashi menetapkan tujuannya ketika tubuh mereka berpisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um… Bisakah kamu memberitahuku namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Noda merah tampak dalam wajah si sister, lalu ia mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentut… Namaku Frenica. Frenica Szeski.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Frenica…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya terdengar agak asing, tetapi cara ia mengucapkannya sungguh fasih. Tak seperti kebiasaanya, Takashi juga menyebutkan namanya sendiri. Bukan nama karakternya, Velios. Tetapi nama aslinya, nama yang selalu tak ia banggakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Namaku Takashi… Hirono Takashi… Um… Bisakah kita bertemu lagi, ketika perang selesai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica mengangkat alisnya sedikit, tersenyum lembut lalu mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, Knight Takashi-sama. Ketika perang selesai dan kedamaian terjadi, kita akan bertemu. Aku akan berdoa pada ketiga Dewi agar kamu bisa selamat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica perlahan menarik tangan kiri Takashi dan membantunya berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica memberi hormat dan berlari menuju korban lain yang terluka. Ketika Takashi melihat punggungnya, ia menyadari sesuatu: jika ia bertingkah dengan bangga— seperti seorang knight dihadapannya, ia harus bisa bertarung dengan berani sampai akhir. Dunia ini bukan lagi sebuah game, tetapi kenyataan lain yang setara dengan dunia nyata dimana Takashi lahir dan tumbuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika ia kehilangan HP, bukan, nyawanya, lalu dipaksa keluar dari dunia ini, ia akan mengangkat dan menebaskan pedangnya hingga saat – saat terakhir. Tak peduli berapa banyak luka yang ia dapat. Ia tak akan bisa bertemu Frenica lagi jika ia gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Takashi berdiri dan berteriak “Baiklahhhhh!”, lalu ia berlari menuju garis depan bukan untuk menjalankan quest, tetapi menjalankan kewajibannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_20&amp;diff=503196</id>
		<title>Sword Art Online Bahasa Indonesia:Jilid 17 Bab 20</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Sword_Art_Online_Bahasa_Indonesia:Jilid_17_Bab_20&amp;diff=503196"/>
		<updated>2016-09-28T15:39:54Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Distorm: /* Bagian 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 20 -  Pertarungan Satu Sama Lain (7 Juli 2016/Bulan ke-11 Kalender Dunia Manusia 380)==&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
5:00 A.M.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari 3.000 pemain berkumpul di kubah besar Pohon Dunia yang menjulang di tengah kota Alne, di pusat dunia ALfheim Online.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ksatria putih yang menjaga kubah telah dihapus. Sekarang , kesembilan ras peri sering menggunakan tempat ini untuk pertemuan dan jual beli, atau tempat berkumpulnya suatu event.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya empat orang yang bertatap muka dengan sekitar 3,000 pemain lain yang telah berkumpul pada pertemuan besar ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raksasa Gnome Agil, Samurai Salamander Klein, Beast Tamer Cait Sith Silica, dan Blacksmith Leprechaun Lisbeth— teman «Black Swordsman» Kirito yang masih belum terbangun dalam dive-nya di «Underworld».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pukul 4:20 A.M, ketika Klein dan Lisbeth telah mengirim pesan kepada setiap teman yang ada di daftar pertemanan mereka, hanya ada tiga pemain berstatus Penguasa yang sedang online. Tetapi, setelah memohon mereka dan teman-temannya, para Penguasa melanggar taboo untuk menghubungi pemain di dunia nyata. Sebagai hasilnya, semua pemain yang berhasil dihubungi telah berkumpul di kubah dalam waktu kurang lebih 40 menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tempat yang cukup luas ini, sekitar 30% dari para pemain terbang melayang maupun yang berdiri, menggunakan akun yang baru saja diciptakan. Mereka bukan orang baru dalam dunia VRMMO. Mereka para veteran dari permainan VRMMO lain yang diciptakan The Seed, mereka diundang oleh teman yang memiliki akun ALO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, 3.000 orang yang sedang berkumpul di kubah Pohon Dunia adalah pemain elit dari yang paling elit diantara para pemain VRMMO di Jepang. Mereka adalah harapan terakhir Yui, si top-down AI: mereka semua adalah satu-satunya pasukan yang bisa diharapkan untuk menyelamatkan Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kubah yang hening ini, suara yang dibesarkan secara sihir milik Blacksmith Leprechaun Lisbeth masih terus berkumandang secara emosional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa yang aku akan katakan bukanlah kebohongan, bukan juga lelucon! Sebuah organisasi penelitian Jepang telah menggunakan anggaran negara dan The Seed untuk menciptakan dunia virtual bernama «Underworld», dan ribuan pemain amerika yang tidak mengetahui fakta ini akan dive kedalamnya dan melakukan pembantaian pada penduduk yang tinggal di dalamnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth merasa malu akan nada bicaranya sendiri, tetapi tetap berusaha mempertahankannya karena inilah satu-satunya kesempatan, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para penduduk Underworld bukanlah sekedar NPC! Mereka adalah kecerdasan buatan yang sebenarnya, terlahir dari data yang bersumber dari banyaknya dunia VRMMO yang kalian mainkan! Mereka memiliki emosi seperti kita, mereka memiliki jiwa seperti kita! Kumohon, untuk melindungi mereka, pinjamkan kekuatan kalian! Tolong ubah data karakter kalian untuk masuk ke dalam Underworld!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengakhiri pidato lima menitnya, Lisbeth memantau para pemain, dan berharap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah-wajah para kerumunan peri terlihat bingung. Tentu saja, tak mungkin mereka langsung memahami apa yang baru saja didengarnya. Bahkan Lisbeth sendiri pun masih kurang memahami penjelasan Yui mengenai dunia Underworld, dan juga «Artificial Fluctlights» yang hidup didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lambaian tangan berusaha untuk menenangkan para pemain yang ribut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penguasa Sylph Sakuya melangkah maju, tubuh langsing-nya berbalutkan jubah hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lisbeth. Aku tak akan menuduh jika kamu dan teman-temanmu melakukan semua ini hanya untuk guyonan, terlebih lagi, pasti ada suatu masalah besar jika si bocah Kirito tidak log in selama sepuluh hari belakangan. Namun..”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kalem dan lancar milik Sakuya menenangkan kebingungan pemain lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sejujurnya, sulit untuk menerima semua yang telah kamu katakan secara tiba-tiba. Ada AI yang memiliki jiwa, dan militer Amerika berusaha menguasai mereka …? Fakta-fakta tersebut sulit dinalar … tentu saja, untuk membuktikan kata-katamu, kami harus log in dan melihat dengan mata kami sendiri… tetapi kamu bilang jika dive ke dalam «Underworld» akan menyebabkan beberapa masalah, kan? Bisakah kamu menjelaskannya dulu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Saat ini akhirnya tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth mengambil nafas dalam-dalam, menutup matanya untuk sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktunya untuk jujur. Jika aku gagal, tak ada seorangpun yang akan membantu kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka matanya dan memberi tatapan pasti pada Sakuya, Penguasa lain, dan pemain lainnya, Lisbeth menjawab dengan serius:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. —Underworld tidak beroperasi seperti permainan VRMMO, jadi akan ada beberapa masalah jika kamu dive kedalamnya. Pertama-tama, tidak ada jendela operasi dalam Underworld. Dengan kata lain, kalian tak akan bisa log out sesuka hati.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keributan menjadi semakin parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa log out sesuka hati; bukankah ini kata-kata yang akan menggambarkan permainan kematian di masa lalu, «Sword Art Online»? Sekarang ini, semua permainan yang dibuat berdasarkan The Seed, termasuk ALO, memiliki dua cara untuk log out: bisa menggunakan jendela operasi maupun perintah suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satu-satunya cara untuk log out adalah “tewas” di dalam Underworld. Tetapi itupun menimbulkan masalah kedua. Dalam Underworld … tidak ada Pain Absorber. Jika kamu menerima damage besar yang membuat HP milikmu menjadi nol, kamu akan menderita rasa sakit yang cukup menyakitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semakin keras terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penahan rasa sakit adalah fungsi utama bagi server VR saat ini. Di dunia virtual yang tak memiliki fungsi ini, mendapat sebuah tebasan pedang ataupun luka bakar akan mengakibatkan rasa sakit yang menyakitkan di dunia nyata. Yang lebih parah, bekas luka tersebut  mungkin muncul pada kulit fisik seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan ini saja, masih ada masalah yang lebih besar ketika dive ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menunggu keributan menjadi agak tenang, Lisbeth lalu menginfokan para pemain efek samping ketiga dan juga yang paling parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Satu lagi. Underworld yang saat ini sedang berjalan bahkan tak bisa diatur oleh developer yang mengoperasikannya. Dengan kata lain … kita tak bisa menjamin jika data karakter kalian bisa di convert kembali ke dalam permainan aslinya … bisa saja, karakter itu sendiri akan tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah jeda sejenak—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan makian bergema di dalam kubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth, Klein, Silica dan Agil yang ada di tengah-tengah lantai kubah, dengan Yui yang duduk di pundak Klein dalam bentuk pixie-nya; masih diam berdiri, tubuh mereka berusaha menahan makian yang datang dari berbagai arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi seperti ini telah diduga oleh mereka berlima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3,000 pemain elit ini telah menghabiskan banyak waktu dan usaha untuk meningkatkan karakter mereka. Bagi pemain ALO, mereka telah menghabiskan banyak waktu untuk menebas monster, dan itu hanya mendapat satu EXP; tindakan itu seperti usaha untuk mengeringkan sebuah danau dengan menggunakan ember, dilakukan setiap hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin mereka akan tetap diam setelah mendapat info jika mereka akan kehilangan karakter yang mereka kembangkan dengan sepenuh jiwa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“J… Jangan bercanda!!” seorang pemain dari dalam kerumunan berteriak sambil mengacungkan jari tengahnya ke Lisbeth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah pemain Salamander yang mengenakan armor crimson, sambil membawa kapak di punggungnya. Dia tampaknya pemain setingkat Komandan dibawah pimpinan Penguasa Mortimer dan General Eugene.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melepas helm miliknya dan menunjukkan mata yang terisi kemarahan, Salamander tersebut berteriak hingga mampu membuat kelompok lain dibelakangnya terdiam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau menyuruh kami berkumpul disini lalu dive ke dalam server ampas; sungguh konyol. Sekarang kau mengatakan jika kita bisa kehilangan karakter?! Apa kau mampu membayar jika kami kehilangan karakter itu selamanya?! Ataukah ini adalah sebuah jebakan untuk melemahkan seluruh ras Salamander?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“………Gh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth menahan Klien yang akan menonjoknya, lalu berusaha menjawab dengan tenang:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, kami tak bisa. Aku sangat tahu jika karakter yang telah kalian kembangkan sungguh berharga. Itulah mengapa kami memohon kalian untuk menolong kami … apa yang sebenarnya ingin kukatakan adalah, tolong bantu teman kami yang ada di Underworld, mereka mempertaruhkan nyawanya di garis depan melawan serangan pemain Amerika.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Lisbeth tidak berteriak, suaranya masih bisa terdengar di dalam kubah. Si Salamander tampaknya bisa menahan emosinya, tetapi tiba-tiba emosinya semakin meluap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“‘Teman’ yang kau bicarakan itu seorang SAO survivor, benarkan?! Mereka itu orang-orang yang selalu berekspresi ‘Aku-lah yang terkuat’ di wajahnya! Aku tahu itu, kalian yang berasal dari SAO selalu memandang rendah kami!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini giliran Lisbeth yang tak bisa bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth tak pernah berpikir jika ada orang yang berpikiran sama dengan si Salamander. Tetapi, jika dipikirkan lagi. Setelah mendapat status player-nya, ia menuju New Aincrad bukannya kota dibawah, ia tak pernah turun dari Kastil Melayang dan hanya berbicara dengan kawan lamanya; itu memang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Salamander meneruskan ucapannya, setelah melihat ekspresi penyesalan Lisbeth:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa yang peduli dengan artificial intelligence, atau rahasia negara?! Jangan terlalu pede dan membawa-bawa dunia nyata kedalam VRMMO! Kau bisa pergi sendiri sana! Bukankah itu lebih baik, wahai sang Survivor?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yeah, pergi sendiri sana; makian seperti itu semakin terdengar dari kerumunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak bisa melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata-ku tak bisa tersampai pada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth hanya bisa meneteskan air mata ketika ia menatap para pemain kuat asli ALO yang ia kenal— Penguasa Sylph Sakuya, General Salamander Eugene, dan Penguasa Cait Sith Alicia Rue.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun mata mereka bertemu dengannya, mereka tetap membisu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan mata mereka seolah menunjukkan pada Lisbeth arti tunjukkan kami ketetapan yang kau miliki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth mengambil nafas dalam-dalam, lalu menutup matanya erat-erat. Ia memikirkan Asuna yang sedang kesusahan bertarung saat ini; juga Kirito, yang masih terluka; Leafa dan Sinon, yang telah lebih dahulu masuk ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Pada levelku yang sekarang, bahkan jika aku mengkonvert-nya. Aku tak akan bisa bertarung seperti Asuna atau yang lainnya. Tetapi pasti ada yang bisa aku lakukan. Sekarang ini, tempat ini adalah pertarunganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membuka matanya dan menyeka air matanya, Lisbeth melanjutkan pidatonya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ya, aku memang membawa masalah dunia nyata ke sini. Dan seperti yang kau katakan, orang-orang yang berasal dari SAO mungkin senang mencampurkan dunia nyata dan dunia virtual. Akan tetapi, kami tak pernah menganggap diri kami sebagai seorang pahlawan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam tangan Silica, yang juga berair matanya, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Silica dan aku saat ini sedang masuk ke dalam sekolah bagi para survivor yang kau sebutkan tadi. Kami tak memiliki pilihan, karena sekolah kami sebelumnya telah mengeluarkan kami di tengah tahun pelajaran. —Semua siswa-siswi di sekolah survivor harus mengikuti konseling setiap bulan. Mereka memonitori aktivitas gelombang otak kami menggunakan AmuSpheres, dan kami diajukan beberapa pertanyaan yang tak mengenakkan seperti, ‘Apakah kamu tak bisa membedakan kenyataan’, atau, ‘Apakah kamu ingin menyakiti orang lain’. Ada anak-anak yang dipaksa meminum obat yang mereka benci. Bagi pemerintah, kami ini seperti kriminal yang butuh penanganan kusus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkadang ketika pidatonya, gelombang makian tampak mereda, dan keheningan melanda kubah ini. Bahkan si Salamander yang tadi memaki membuka matanya karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth tak tahu akan membawa arah pidatonya kemana. Dia tak bisa menghentikan emosinya yang mengalir ke dalam perkataan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tetapi… sejujurnya, para pemain lama SAO bukanlah satu-satunya yang diperlakukan begini. Semua pemain VRMMO juga dipandang seperti ini, kurang lebih. Beberapa orang berkata jika kita hanyalah kumpulan orang yang tak bisa bersosialisali, beberapa orang menganggap kita melarikan diri dari membayar pajak dan uang pensiun… ada yang bahkan menerima panggilan untuk kembali bekerja, memaksa kita kembali ke masyarakat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth bisa merasakan kegelisahan yang melanda ribuan pemain. Jika ia berbicara ketus, kemarahan mereka akan berlipat ganda melebihi sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Lisbeth meletakkan tangan kirinya ke dada, dan berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi aku tahu! Dan aku yakin! Jika ini kenyataan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya menyapu ke sekeliling— menuju seluruh Alfheim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dunia ini, dan banyak dunia virtual lainnya saling terhubung, bukanlah tempat untuk melarikan diri! Bagiku, ada kehidupan sejati di sini, teman nyata, tawa, musuh, juga perpisahan … ini kenyataan!! Aku tidak sendiri, benar kan?! Karena kita yakin dunia ini adalah kenyataan lain sehingga kita bisa berusaha keras, benar kan?! Namun, jika kita menganggap ini hanya sebuah permainan, sebagai dunia virtual, dan meninggalkannya, jadi dimana ‘kenyataan’ milik kita …?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa menahan mereka lebih lama, Lisbeth merasa air mata menuruni wajahnya. Tetapi dia tak ingin menyekanya, lalu mengutarakan kata-kata terakhir:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Dunia yang telah kalian capai; dunia tersebut saling terhubung seperti Pohon Dunia ini, dan kini telah berkembang. Dan kuncup bunga yang disebut Underworld telah mekar, aku ingin melindunginya! Kumohon, aku memohon kalian … pinjami kekuatan kalian …!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lisbeth menuju bagian atas kubah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pandangannya yang ditutupi air mata, kemilau cahaya dari sayap ribuan peri terpantul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cahaya perak menyilaukan membentuk lintasan berbentuk busur di pagi hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, dengan sekali hentak tali tebal tersebut putus dan menari di udara bagaikan ular hitam. Sepuluh prajurit musuh yang bergelantungan di tali tersebut terjatuh ke lembah tak berdasar, mereka berteriak. «Twin Edged Wings», sebuah Divine Instrument yang berhasil memotong tali tersebut dengan begitu mudahnya kini kembali ke tangan Integrity Knight Renri Synthesis Twenty-Seven.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Renri telah berhasil memotong lima dari sepuluh tali yang disiapkan pasukan Tanah Kegelapan untuk menyeberangi lembah dengan begitu mudah, wajahnya tidak menunjukkan rasa bangga. Malahan ia merasa terbebani oleh perintah untuk melukai pasukan musuh yang tak berdaya yang berusaha menyeberangi lembah tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga berlaku bagi Asuna yang berada di sebelah Renri sambil menggenggam tali kekang kuda putihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna, Renri, Integrity Knight Alice Synthesis Thirty, Integrity Knight Sheyta Synthesis Twelve, dan Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One tiba, sambil menunggang kuda, ratusan pasukan musuh telah berhasil menyeberangi lembah tersebut, mereka berlima mulai menyerang musuh yang mencoba melindungi tali yang tersisa. Banyak musuh telah tewas oleh tiga Knight yang berada paling depan: Bercouli, Sheyta, dan Alice. Beberapa diantara mereka mencoba menyerang Renri dari samping, Asuna terpaksa mengayunkan rapier-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dunia virtual «Underworld», yang tercipta berdasarkan paket program The Seed, Sword Skills dan Skill Horse Riding dari era SAO masih bisa digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, Asuna sekarang menggunakan Super Account «Dewi Pencipta, Stacia» yang mana memiliki parameter yang cukup tinggi; untuk tambahan, rapier yang digunakannya, «Radiant Light» memiliki status lebih tinggi dari Divine Instrument milik Integrity Knight. Malahan, Sword Skill dasar «Linear», bisa dengan mudah menembus armor milik seorang Dark Knight mupun tubuh para Petarung Tangan Kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah dari musuh yang terluka, teriakan kesakitan mereka, nyawa yang melayang, semuanya nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang di Underworld, baik yang berasal dari Kerajaan Manusia atau Tanah Kegelapan memiliki jiwa yang sama dengan Asuna— Fluctlights. Musuh Asuna tak perlu ditanyakan lagi adalah manusia seperti dirinya, namun mereka dengan mudah terbunuh dengan satu serangan karena nilai status senjata yang digunakannya; kenyataan ini menambah kesakitan dan kengerian dalam hati Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang lebih parah, mereka maju secara tragis, sungguh jelas jika para Dark Knight dan Petarung Tangan Kosong tidak melakukan hal tersebut atas kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluctlights Buatan ini memiliki sifat tak bisa melawan perintah yang diberikan oleh atasan. Dibawah perintah «Dewa Kegelapan, Vektor », seorang manusia dunia nyata yang menggunakan sebuah Super Account seperti Asuna. Pasukan ini terus melancarkan serangan mereka meskipun tahu jika mereka akan mati sia-sia. Dengan kata lain, mereka hanyalah korban yang terjerat karena permasalahan perebutan teknologi di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Asuna masih berjuang sepenuh tenaga agar menekan pemikiran ini dari dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ini, prioritas utamanya adalah melindungi «Putri Cahaya» Alice, yang sedang diincar oleh Vektor— juga Kirito yang berada di perkemahan dibelakang mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mendapat informasi jika pasukan musuh dari Tanah Kegelapan yang tersisa adalah para Petarung Tangan Kosong dan Dark Knight. Jika mereka berlima bisa memanfaatkan kesempatan ketika musuh sedang menyeberang dan menghabisi mereka, Vektor tak akan memiliki pasukan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Baiklah, ini yang ke-enam!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara ketetapan Integrity Knight Bercouli membuyarkan pikiran-pikiran Asuna. Setelah Alice, Sheyta, dan Renri mengiyakan, Asuna juga mengikutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika mereka memutar kuda dan bersiap untuk bergerak ke barat, tiupan terompet terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menoleh kebelakang, mereka bisa melihat Pasukan Pengecoh Penjaga Kerajaan Manusia berhenti di sebuah bukit satu kilol jauhnya, mulai menuruni dengan formasi teratur. Setelah melakukan persiapan lima belas menit dari waktu keberangkatan para Integrity Knights, mereka turun untuk membantu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka ini… membuatku gelisah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Bercouli agak menyindir, tetapi karena sudah ada 500 Petarung Tangan Kosong yang berhasil menyeberangi lembah, bukan waktu yang buruk bagi bala bantuan untuk muncul. Selama para Penjaga bisa menahan pasukan musuh, memotong sisa lima tali agak terasa cukup mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tampaknya kita memenangkan pertarungan ini, Vektor-san.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membatin—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia bisa menyelesaikan pemikirannya, fenomena aneh memasuki pandangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi cahaya matahari terbit, objek misterius mulai berjatuhan dari atas langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis merah. Bukan hanya satu. Sepuluh… Seratus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, Ribuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis tersebut terlihat seperti noda kecil yang saling terhubung. Menyipitkan matanya, Asuna melihat noda tersebut bukan angka maupun huruf dari alfabet bahasa Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis-garis ini turun perlahan ke sisi lembah, kira-kira satu atau dua kilol di bagian timur medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan, tidak hanya Asuna, tetapi juga Integrity Knights, dan bahkan Dark Knights juga Petarung Tangan Kosong dari Tanah Kegelapan, menahan pertempuran untuk melihat peristiwa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis merah pertama menusuk tanah hingga retak dan mulai bergetar—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya butuh beberapa detik hingga garis tersebut berubah menjadi sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ia lihat membuat ketua Petarung Tangan Kosong Iskahn melupakan kemarahan yang menyelimuti tubuhnya, bahkan walau itu hanya beberapa detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Apa itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain lembah besar, lima ratus Pasukan Tanah Kegelapan yang berhasil menyeberang jembatan tali tanpa takut menghadapi lima Integrity Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun gerakan mereka tiba-tiba terhenti, dan mata mereka terarah ke sisi lain medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Iskahn juga tertarik akan pemandangan ini, secara tak sadar menoleh ke sisi yang sama. Disana, ia melihat hujan berwarna merah darah berjatuhan di arah timur sekitar dua kilol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gemuruh aneh, garis-garis merah berjatuhan dari surga. Ketika menyentuh tanah, dengan cepat mereka membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit baru telah muncul dihadapan mereka, tubuhnya berbalut armor crimson, dengan membawa pedang panjang, kapak perang, dan tombak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun warnanya berbeda, bentuk armor mereka sangat mirip dengan Dark Knight Order. Dengan sekali pandang, mereka tampaknya adalah bala bantuan yang dipanggil Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Iskahn merasakan ada sesuatu yang ganjil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para prajurit merah ini berbaris tak beraturan tanpa ada yang memimpin. Mereka tak seperti prajurit yang dilatih dibawah komando Jendral Kegelapan Shasta yang telah meninggal. Beberapa diantara mereka mengobrol dengan angkuh, beberapa duduk di tanah, dan beberapa memutar-mutarkan senjata mereka tanpa menunggu perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang paling mengejutkan adalah— jumlah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah hujan berhenti, pasukan yang telah berkumpul berjumlah mengerikan. Ia mengira-ngira jika jumlah mereka melebihi sepuluh ribu, duapuluh ribu … sepertinya tiga puluhribu. Jika Dark Knight Order memiliki tim bala bantuan sekuat itu, mengapa mereka tidak menggulingkan Sepuluh Pemimpin Bangsawan sejak lama dan membuat Tanah Kegelapan dalam kuasa Shasta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, rasa terkejut dan bisik-bisik terjadi diantara Dark Knights dala pasukan di sisi lembah ini. Bahkan mereka tak tahu menahu. Apa-apaan itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti ini, para prajurit merah tersebut pastilah “Pasukan Tanah Kegelapan” yang sesungguhnya yang telah dipanggil Kaisar mereka, Dewa Kegelapan Vector menggunakan secret arts.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari ini, keterkejutan Iskahn berubah menjadi kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia bisa memanggil pasukan sebesar ini —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia tak melakukannya sejak tadi?! Itu berarti para Petarung Tangan Kosong dan Dark Knight yang susah payah menyebrangi lembah hanya digunakan sebagai umpan untuk mengalihkan perhatian musuh?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggu— bagaimana jika memang seperti itu??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah pemberian perintah oleh Kaisar memang bertujuan untuk mengulur waktu agar bisa memanggil kawan-kawannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…… Tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya perintah ini. Ketika pertarungan di Gerbang Besar Timur, kekalahan Pasukan Tanah Kegelapan sungguh tak normal. Baik itu para Goblins, Raksasa, Ogre, atau bahkan Guild Pengguna Dark Art, mereka semua telah disapu habis. Namun Kaisar bahkan tidak berduka atas kematian mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, bagi Kaisar Vector, lima ribu orang dari Pasukan Tanah Legelapan hanyalah bidak sejak awal!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, Iskahn, si pemimpin muda dari Guild Petarung Tangan Kosong hanyalah seorang pemuda yang hanya memikirkan latihan untuk mengasah skill-nya dan demi suku-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi sekarang, pikirannya telah menyimpulkan untuk pertama kali, mencapai titik dimana ia bisa melihat kenyataan yang ada di seluruh Tanah Kegelapan, Kerajaaan Manusia, dan seluruh Underworld. Cara pandang ini menimbulkan konflik di pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar adalah keberadaan yang terkuat. Ia harus mematuhi yang terkuat, tanpa perlu memprotes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan rasa sakit yang belum pernah dirasakan sebelumnya, kini menusuk mata kanannya. Iskahn mengerang sambil menutupi mata kanannya. Si Pemimpin Petarung Tangan Kosong terjatuh, dan berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan susah payah, ia bisa melihat ke tigapuluh ribu pasukan crimson mulai berlari, berbicara dengan bahasa yang tak ia mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di lokasi yang mereka tuju, hampir seribu pasukan Kerajaan Manusia menyatukan formasi dengan Integrity Knight untuk melakukan serangan balik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara kedua pihak, lima ratus Petarung Tangan Kosong dan Dark Knights masih terdiam, kebingungan.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tampaknya, meskipun menerima perintah tak berbelas kasih dari Kaisar, sang Kaisar sepertinya berniat menyelamatkan lima ratus prajurit tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn menenangkan dirinya ketika rasa sakit masih menyerang mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahkan setelah pengorbanan mereka, ia masih meremehkan betapa kejamnya Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika lima ratus Prajurit Tanah Kegelapan, Penjaga Kerajaan Manusia, dan Pasukan Kegelapan bertemu—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak terhitung banyaknya pedang, kapak perang, dan tombak tersinari cahaya matahari terbit—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, dengan teriakan haus darah, Pasukan Kegelapan menebas Petarung Tangan Kosong yang seharusnya menjadi teman mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang-orang ini… mengapa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pertama kalinya Asuna mendengar teriakan terkejut dari Komandan Knight Bercouli, tetapi kata-kata tersebut sudah diduganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
30.000 prajurit yang baru saja turun … bukan, lebih tepatnya dive ke medan peperangan bagian timur ini dipastikan dipanggil oleh Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi dari mana ia mendapat orang sebanyak ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ia menciptakan karakter menggunakan sistem control? Tetapi Pusat Console masih terkunci, dan perintah macam ini tak mungkin dilakukan oleh administrator; satu-satunya cara untuk menambah petarung adalah dari dunia nyata, lalu dive seperti yang Asuna lakukan, tetapi para penyerang hanya memiliki dua STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna panik untuk sesaat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebingungannya terganggu oleh teriakan Pasukan Crimson yang akan mendekat dalam jarak ratusan mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Charge ahead!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Give ‘em hell!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Bahasa Inggris!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang ini adalah manusia dari dunia nyata— menilai dari aksen mereka, mereka orang Amerika!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, mengapa mereka ada disini… Underworld seharusnya terisolir dari dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak––&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin, bagi orang yang dive menggunakan STL, Underworld adalah dunia berbeda yang diciptakan menggunakan “Mnemonic Visual” dengan kenyataan yang mendekati dunia nyata. Tetapi, dasar bagi setiap VRMMO, «The Seed» juga digunakan dalam mendesain dunia ini. Dengan kata lain, selama seseorang menggunakan AmuSphere, mereka bisa dive ke dunia ini menggunakan server sederhana yang menggunakan polygon— terlebih lagi, Ocean Turtle memiliki jaringan bandwith kelas satelit militer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, jika seseorang membuat sebuah client program yang mengikutsertakan alamat server utama Underworld dan beserta akun informasi dan menyebarkannya di dunia nyata—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya memanggil puluhan ribu; bahkan memanggil ratusan ribu pasukan sangatlah mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi yang lebih mengejutkan Asuna adalah bagaimana Pasukan Crimson tersebut bertindak; mereka mulai menyerang teman sendiri, pasukan Dark Knight dan Petarung Tangan Kosong, tanpa keragu-raguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap, Apa yang mereka laku…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah mereka seharusnya temenan??!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Knight berteriak sambil mencoba menahan serangan, tetapi jumlah mereka sangatlah keterlaluan, dan lagi, status senjata dan armor Pasukan Crimson lebih tinggi daripada equipment milik Pasukan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu persatu pedang dan perisai mulai patah dengan bunyi klang dari masing-masing musuh, cipratan darah mulai membanjiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dude that’s awesome!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pretty gore!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang Amerika ini mungkin tak sadar tentang kondisi peperangan ini. Mereka mungkin menganggap dive mereka ke dalam dunia ini sebagai pemain beta test dalam suatu VRMMO. Terlebih lagi, Asuna tak bisa menyalahkan mereka yang mengayunkan senjata dan membunuh semuanya. Karena bagi mereka, para prajurit bukanlah makhluk yang setara dengan manusia; mereka NPC, sesuatu yang tak berharga. Tentu saja, tak semuanya benar-benar brutal; di dunia nyata, mereka tetaplah pemain VRMMO yang ramah dan sering bekerja sama dengan pemain lain dalam server yang sama. Jika ada waktu untuk menginfokan kondisi Underworld dan Artificial Fluctlight ini, Asuna yakin jika banyak diantara mereka yang akan menurunkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mereka terlalu sibuk saat ini. Bahkan jika Asuna mencoba memasuki pertempuran dan menjelaskan situasi ini dalam bahasa Inggris, mereka hanya akan menganggap dirinya sebagai seorang NPC. Jika berkata pada mereka “membunuh musuh sekarang akan mendapatkan point, dan kalian bisa menukarkannya untuk rare items setelah pembukaan resmi”, bahkan pemain Jepang akan melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat kata, meyakinkan mereka melalui suara tak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang hendak dibunuh pemain Amerika bukanlah NPC, melainkan Artificial Fluctlights yang memiliki jiwa. Setelah menghabisi pasukan Tanah Kegelapan, orang-orang dari Kerajaan Manusia akan menjadi target selanjutnya. Lalu, karena menjadi satu-satunya yang menggunakan tubuh palsu, Asuna harus bertarung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ketetapan seperti itu, Asuna mengangkat rapier di tangan kanannya dan mulai melafalkan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“System call! Create field object!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya berwarna-warni berkumpul di rapier-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin menciptakan lembah tak berdasar seperti yang ia lakukan sebelumnya; jika ia melakukannya lagi, Asuna akan memutus jalan pulang Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia. Lalu Asuna membayangkan batu raksasa setajam tombak dan menebaskan rapier-nya kebawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laa—, dengan suara merdu. Cahaya berwarna-warni melesat dari ujung rapier-nya tepat menuju ke tanah diantara pasukan Amerika dan Tanah Kegelapan yang sedang bertempur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah dihadapannya tiba-tiba berguncang hebat dan memunculkan tombak-tombak tanah yang menjulang setinggi 30 mel. Sepuluh Pasukan Crimson yang berdiri diatasnya terlontar jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat gunung muncul dari tanah, menjulang ke langit, dan tanah makin bergetar tiada henti. Memaki dalam bahasa inggris, ratusan pasukan crimson terlempar tinggi; beberapa orang bahkan tertusuk bebatuan, sementara yang lain jatuh ke tanah dan bermandikan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa mengeluarkan semangat karena membayangkan bagaimana orang-orang ini tewas, rasa sakit yang begitu intens menyerang pikirannya dan membuatnya terjatuh ke belakang kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan keperakan bermunculan di penglihatannya ketika ia berusaha bernafas dan mulai bangkit. Rasa sakit kali ini lebih parah ketika ia menciptakan lembah tadi malam. Asuna kini menerima rasa sakit karena data dataran yang mengalir masuk ke jiwa-nya sangat besar … rasa sakit ini seperti mencabik Fluctlight dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku tak boleh gagal disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika demi Kirito yang terluka, ia akan melakukan sebisanya. Asuna memikirkan ini ketika menggeramkan gigi dan mencoba mengeratkan tali kekang kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat milik pemain Amerika yang datang dari medan peperangan bagian timur tampaknya semakin berapi-api dari sebelumnya. Tetapi karena lima gunung yang diciptakan selebar 500 mel, mereka akan segera mengitarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku harus menciptakan dinding batu di bagian selatan, jadi Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia bisa mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat tangan kanannya yang gemetaran sekali lagi, kelelahan—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tangan tersebut di genggam erat oleh tangan berbalut armor yang bersinar karena cahaya matahari terbit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Alice?!…” Asuna memanggil knight emas dengan suara parau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah putih cantik knight emas seolah menahannya, ia menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terlalu memaksakan diri, Asuna. Serahkan ini pada kami para Integrity Knight.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T… Tetapi, orang-orang ini musuh dari Dunia Nyata … dari duniaku…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Meskipun begitu, jika hanya sepuluh ribu pasukan yang haus darah sambil mengayunkan senjata-nya, itu tak akan membuat kami takut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yep, dan kali ini giliran kita menunjukkan kemampuan kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menambahkan sambil menyeringai tak gentar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun nada suara para Knight agak meredakan ketakutannya, Asuna bisa melihat salah pemahaman di wajah mereka tentang Dunia Nyata, bahkan lebih buruk dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah pasukan crimson 30 kali lebih banyak dari jumlah Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini bukanlah sesuatu yang bisa dihadapi hanya menggunakan keberanian. Tetapi Komandan Knight mengangkat pedang panjang miliknya tinggi-tinggi, dan berteriak mengucapkan perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar! Semua pasukan, buatlah pertahanan ketat! Jangan biarkan musuh menerobos!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… Ohh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang keluar dari mulut Iskahn bukan lagi bahasa manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… OHHHHHHHHHH—!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah berjatuhan dari penyebrang pertama. Tetapi si Petarung muda ini berteriak seperti hewan liar, seperti tak merasakan rasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman Iskahn, Dempe, yang berdiri di sisinya bisa merasakan apa yang dirasakan Iskahn, ia menunduk … menunduk ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua tewas. Semua dikorbankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit sukunya, dalam kekacauan semakin menghilang, tak bisa bertahan dari pedang-pedang hitam yang menerjang, jiwa mereka menghilang di dalam kabut darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, pasukan kita tak bisa berhenti untuk menyebrang menggunakan lima tali yang tersisa, mereka tak bisa berhenti karena perintah Kaisar untuk “sampai ke sisi seberang” masih berlaku. Mereka hanya bisa mematuhi perintah atasan, dengan hati-hati menyeberangi jembatan, lalu dikepung pasukan crimson dan ditebas tanpa belas kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa— mengapa Kaisar tidak memberi perintah untuk berhenti menyeberang lembah, atau memberi perintah pada pasukan itu untuk berhenti menyerang Pasukan Tanah Kegelapan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah prajurit suku-nya hanyalah umpan, hanyalah tumbal untuk memanggil pasukan crimson?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harus… Ke Kaisar…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus melapor pada Kaisar. Ia harus memohonnya untuk menghentikan operasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Geram dan gelisah, Iskahn mengambil langkah pelan menuju kereta komando di belakang mereka. Hampir separuh penglihatan kanannya memerah, rasa sakit menusuk mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Dempe melihatnya, wajah cemasnya seperti ingin mengatakan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika itu, sebuah bayangan hitam raksasa terbang diatasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn serta Dempe secara insting melihat keatas menuju bayangan yang ada di langit; itu seekor naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengendarai diatasnya adalah sesosok manusia yang mengenakan armor hitam, berambut emas, serta mengenakan mantel mewah— Kaisar Vector sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… AH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia bisa mendengar teriakan Iskahn, Kaisar yang duduk memandang bawah sekilas. Tak ada emosi dari mata hitamnya. Tatapannya sedingin es, tak memiliki rasa kasihan— bahkan bagi prajuritnya yang tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Kaisar Vector memalingkan wajahnya dari Iskahn, dan menuju selatan lembah bersama naganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini— Dewa. Inikah tindakan seorang pemimpin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika pemimpin seperti ini, jika si paling kuat memiliki kekuatan yang begitu besar—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia seharusnya bisa bertanggung jawab!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memimpin pasukannya. Memerintah, membawa kemakmuran daerahnya; itulah kewajiban seorang pemimpin. Terlebih lagi, seseorang yang mengirim sepuluh ribu nyawa hingga tewas tanpa merasakan apapun— sang Kaisar— mata kanan— tidak kompeten— mata kanannya sakit— untuk menjadi seorang pemimpin …!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwo…. OH… OHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn mengangkat tinjunya tinggi-tinggi, dan membentuk jarinya seperti sebuah kait.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa penyesalan, ia menusukkan jari tersebut ke sumber panas pikirannya — mata kanannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ke… Ketua!! Apa yang kau lakukan?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ishkhan mengangkat telapak tangan kirinya untuk menahan Dempe menghampirinya, kemudian, mencukil bola mata kanan miliknya sendiri. Bola putih tersebut memancarkan sinar di telapak tangannya, tetapi seketika itu pula cahayanya meredup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, Iskahn telah sampai ke titik dimana telah berhasil melepas «Code 871» menggunakan semangatnya sendiri, seperti Alice dan Eugeo. Terlebih lagi, ia masih tak bisa membantah perintah pengkhianatan terhadap Kaisar, ataupun menolak dua perintah Kaisar, yaitu: “Melanjutkan operasi menyeberang lembah” dan “Kau tak boleh menyeberangi jembatan tali”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, ia telah menemukan cara yang agak kasar guna mengakali perintah Kaisar— dan metode ini cukup penuh dengan kegagalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn berbalik dan berbicara pada Dempe yang menatapnya tak berkata-kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar tidak mengatakan pada kita mengenai pasukan crimson, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Tidak, dia tidak. Tetapi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lalu, jika kita membunuh mereka, berarti kita tidak melanggar perintah Kaisar kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Champion…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn memandang tampang bodoh Dempe dengan mata kirinya, lalu membuat perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar… setelah menyeberangi jembatan, semua suku Petarung Tangan Kosong akan menyerang pasukan crimson. Tak peduli apapun, kita harus menolong teman-teman kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah…?! Maksudmu jembatan, bagaimana… maksud…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tau apa yang akan aku lakukan. Kuserahkan sisanya padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata-kata kalem tersebut, Iskahn berbalik memandang lembah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, api menyala di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu si pemimpin Petarung Tangan Kosong perlahan mulai berlari menuju lembah, meninggalkan jejak kaki dibelakangnya. Ia berlari semakin cepat, hingga berubah menjadi kilatan api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika aku tak boleh menyeberangi tali.... maka aku tinggal melompat saja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak seperti itu di hatinya, ia menjejakkan kakinya menuju lembah yang lebarnya hampir seratus mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melompat” adalah skill penting dalam latihan Petarung Tangan Kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Latihan ini perlahan bermula dari melompati lubang pasir, lalu berlanjut untuk meningkatkan kepercayaan diri dengan melompati tumpukan pisau dan minyak, dan sebagai dasar pembentuk teknik lompatan itu sendiri; dengan kata lain «incarnation».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, jarak lompat seorang Petarung bisa melebihi 20 mel. Di dunia dimana kau tak bisa terbang, lompatan ini adalah jarak terjauh yang bisa dicapai tubuh manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, apa yang hendak dilompati Iskahn sekarang ini adalah lembah tak berdasar yang lebarnya lima kali lipat. Para Petarung Tangan Kosong mulai menatap ke depan, hatinya seperti terbawa angin, tubuhnya meninggalkan jejak api.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh mel, duapuluh mel. Tubuhnya masih melambung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tigapuluh mel. Tigapuluh lima mel. Angin kuat berhembus dari bawah lembah, mendorongnya semakin tinggi seolah ia memiliki sayap tak kasat mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empatpuluh mel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal sedikit lagi— ia hanya perlu naik sedikit lagi … lalu ia akan bisa sampai ke seberang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum ia mencapai tengah lembah, angin hembusan berhenti seketika. Tubuhnya kehilangan dorongan; batas lompatannya mencapai titik maksimal, dan ia mulai turun seperti panah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia… kurang lima mel menuju titik tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“UWOOOOOHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn berteriak, menjulurkan tangan kanannya ke depan, berusaha menggapai udara hampa. Tetapi tak ada tempat untuk tangannya atau kakinya; hanya udara dingin dari kegelapan dibawahnya, menyelimuti tubuhnya agar terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“CHAMPIOOOOOOOOOON!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan menggetarkan sampai ke telinga Iskahn.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memutar kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Temannya, Dempe, telah menggenggam batu besar, dan bersiap untuk melemparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pemimpin menyadari apa yang akan dilakukan sahabat setianya. Tetapi— melempar batu besar lebih dari limapuluh mel sungguh mustahil bagi manusia …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gowa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanan Dempe tiba-tiba berotot, otot dan uratnya tampak, seolah seluruh kekuatan ditubuhnya menuju ke satu titik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si pria kekar berlari beberapa langkah, dan melemparkan batu besar dengan sepenuh tenaga menggunakan kekuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara bergetar hebat, batu besar tersebut seolah diluncurkan oleh meriam— lalu, Tangan Kanan Dempe meledak, daging dan darah berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn melihat sosok Dempe terjatuh ke tanah menggunakan mata kirinya, menggeramkan giginya, lalu memfokuskan konsentrasinya menuju batu yang terbang ke arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… YAAAAAAAH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sebuah teriakan, ia menjejakkan kaki kirinya ke batu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaaan!! Batu besar tersebut hancur berkeping-keping menahan daya tolak, tetapi tubuh kecil Iskahn kini melayang ke udara. Swordsmen yang saling bertarung di sisi lain lembah semakin dekat dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Damn!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mencabut rapier miliknya dari tubuh pemain Amerika yang memaki sambil kesusahan bernafas di kuda miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berbeda ketika ia harus melawan orang-orang dari Tanah Kegelapan; ia tak perlu menahan diri apabila harus mencabut nyawa seseorang. Asuna yang dulunya dikenal sebagai “The Flash”, kemudian “Berserk Healer”, akhirnya bisa menggunakan kombo Sword Skill; jumlah pasukan crimson yang berjatuhan karena tebasannya mencapai sepuluh orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi— meskipun begitu, mereka terlalu banyak!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya Asuna, Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia dan empat Integrity Knights juga harus bertarung susah payah, dan akhirnya bisa membuka jalan ke selatan. Tubuh-tubuh telah bertumpuk bagaikan gunung dihadapan pasukan yang maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, mereka tak bisa menahan gelombang serangan pasukan crimson yang tak ada akhirnya, dan pasukan kita hanya bisa bertahan di posisi semula. Yang lebih penting, mereka dengan sigap sadar jika musuh yang telah dihancurkan akan menghilang dalam hitungan detik, tak meninggalkan jejak darah di tanah— mereka menyadari jika musuh bukanlah orang hidup, melainkan pasukan hantu. Kemudian…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uwah… No… AAAAHHH—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semangat membuat Asuna berbalik arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Lalu, ia melihat lubang terbuka di barisan formasi bertahan pasukan-nya, dan orang-orang Amerika berebutan memasuki celah tersebut sambil memaki Penjaga yang lemah. Para Penjaga dikelilingi musuh yang melebihi jumlah mereka, lalu terjadilah; daging dan darah berhamburan ke udara, teriakan kesakitan perlahan berubah menjadi teriakan kematian. Gambaran kematian yang begitu nyata tampaknya membuat pasukan crimson semakin haus darah, seketika mereka semakin melaju guna mengincar mangsa baru untuk ditebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan…. HENTIKAN…!!” Asuna berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sadar jika harus mengorbankan beberapa prajurit dan harus segera ke selatan secepat mungkin. Tetapi ia tak bisa mengontrol dirinya dan meloncat dari kudanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“HENTIKAN—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melaju menuju pasukan crimson seorang diri, teriakannya menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tahu jika pemain Amerika telah diperdaya, ia tak bisa menahan kemarahannya lebih lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zzkukukuk—!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya bercahaya, dan «Radiant Light» menebas lurus menuju helm prajurit crimson. Empat orang terluka dan menjatuhkan senjata mereka, berteriak kesakitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat reaksi tersebut, Asuna mengerti meskipun mereka dive menggunalan AmuSpheres, mereka tak dilindungi oleh Pain Absorber. Sejujurnya, Asuna sudah menyadarinya sejak tadi, jadi dia mencoba untuk melancarkan serangannya menuju jantung, membunuh langsung orang tersebut dan membuat mereka log out dari dunia ini, tapi cara pemikiran seperti ini seketika menghilang dari diri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memanfaatkan prioritas senjatanya, ia kini menargetkan tusukan rapier-nya menuju armor milik musuh, membuat mereka terjatuh dan terkadang mematahkan pedang mereka menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi pemain Amerika, musuh yang ada dihadapan mereka hanyalah poligon, dan darah mereka hanyalah spesial efek yang diciptakan computer. Tetapi bagi Asuna yang dive menggunakan STL, mereka nyata, dan darah yang menyembur terasa hangat, baunya juga terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberasa saat kemudian, genangan darah mencapai ke kaki Asuna, dan secara tak sengaja ia terpelincir dan jatuh. Pasukan yang berbadan besar lalu mengelilinginya ketika ia hendak berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Take this!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kapak perang mengayun ke bawah, Asuna berusaha menghindar ke kanan. Tetapi sebelum ia bisa menarik tangan kirinya, kapak perang tersebut berhasil menebas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gatsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara keras, lengan kirinya putus dari ujung siku, tangan tersebut melayang ke udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… AAHH—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan rasa sakit yang tak terkira membuat Asuna mematung dan mati rasa. Sesaat kemudian, ia bernafas berat dan dengan susah memegang lengan kirinya yang bercucuran darah. Melalui pandangannya yang tertutup air mata, ia bisa melihat empat atau lima sosok bayangan yang mengelilinginya sedang mengangkat senjata mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala si pria yang menggenggam kapak perang meledak dan menghamburkan daging dan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mendengar suara pukulan seperti senapan api. Setiap kali suara itu terdengar, tubuh-tubuh prajurit yang berusaha mendekatinya meledak dan berhamburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph… Apa-apaan, begitu lemah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menahan rasa nyari dan mencoba berdiri; sebelum bisa melakukannya, seorag pemuda dengan rambut jabrik bagaikan nyala api berdiri di hadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seseorang dari Tanah Kegelapan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik nafas dalam-dalam dan melupakan rasa sakitnya untuk sementara. Dari warna kulit dan sabuk kulit yang mengikat tubuhnya, ia adalah anggota Petarung Tangan Kosong yang telah dilawannya beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mengapa seseorang dibawah pimpinan Kaisar Vektor menyerang pasukan crimson yang telah dipanggil?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Seolah ia memang berniat menolong Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatap dan menyadari jika pemuda ini hanya memiliki satu mata, luka kasar di mata kanannya dan jejak darah di wajahnya bagaikan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sisa matanya, si pemuda menatap marah pada pemain Amerika yang mendekatinya, ia lalu mengangkat tinju kanannya setinggi mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, tinjunya terselimuti api merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wa… RAAAAAAHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan teriakan tersebut, si pemuda menjejak tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guwa!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menghentakkan tinjunya ke tanah, gelombang kejut meledak bagaikan dinding api, melontarkan pasukan crimson yang ada dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Sungguh kuat!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengakui. Jika ia melawan orang ini, mungkin ia akan kalah …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Petarung Tangan Kosong tanpa berkata-kata mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Asuna dan membantunya berdiri, menatap wajah Asuna lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Mari buat kesepakatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 045.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa langsung memahami apa yang  diinginkan pemuda ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah… kesepakatan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Kau yang membuat tombak-tombak batu dan lembah tersebut kan? Dengar, buatlah jembatan ke seberang lembah, walaupun kecil tak masalah. Disana, kami memiliki empat ribu pasukan Guild Petarung Tangan Kosong yang akan bertarung bersamamu, kita bekerjasama hingga berhasil membereskan pasukan merah sialan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertarung bersama— Pasukan Tanah Kegelapan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah hal seperti itu mungkin dilakukan? Orang-orang dari Tanah Kegelapan, bukan, orang-orang dari dunia ini tak bisa melawan perintah atasan, karena adanya «Code 871».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, si pemuda dihadapannya sekarang ini telah kehilangan mata kanannya. Apakah ini berarti ia telah melepas segel mata kanan dengan kemauannya sendiri? Apakah ia, seperti Alice, sebuah Fluctlight yang telah berkembang hingga bisa mematahkan ikatan dunia ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice telah berkata semalam: “Untuk menghilangkan «Code 871», mata seseorang akan meledak”, tetapi luka miliknya seperti tidak terlihat seperti bekas luka ledakan, luka tersebut malahan seperti akibat mata yang dicongkel paksa … Apa yang harus aku putuskan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keragu-raguan sesaat Asuna terbuyarkan oleh suara tebasan dan teriakan dari samping kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini, walaupun bertampang bodoh. Dia jujur kok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang memotong kepala beberapa prajurit yang mendekat menggunakan pedang hitam tipis yang hampir tak kelihatan, adalah Integrity Knight wanita berambut perak, Sheyta Synthesis Twelve.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap wajah Sheyta, senyuman semangat bercampur malu muncul dari wajah si Pertarung muda ini. “Hei,” ia membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat Asuna melihat senyuman ini, ia memutuskan pilihannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku akan percaya padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mungkin terakhir kalinya bisa menggunakan kemampuan «geographical manipulation». Jadi bukankah lebih baik jika menggunakannya untuk menciptakan daripada menghancurkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku mengerti, serahkan jembatannya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggerakkan tangan kanan yang tadi memegang luka tangan kirinya, lalu ia mengangkat rapier ke udara dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laa────────.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara bagaikan ribuan malaikan terdengar ketika cahaya berwarna-warni meluncur dari langit dan menuju utara, melintasi lembah, dan menghubungkan kedua  sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan gemuruh, tanah yang ada dibawah lembah mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya memandang ketika dua tiang batu melesat dari kedua sisi lembah dan semakin merentang, kemudian bersatu di tengah, semakin lebar, dan akhirnya menjadi jembatan batu untuk bisa diseberangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OOOOHHHH, AHHHHHHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan semangat dari empat ribu pasukan Guild Petarung Tangan Kosong terdengar lebih keras dari getaran tanah tadi. Dipimpin oleh sosok pria kekar berlengan satu, mereka melintasi jembatan batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakit kepala yang lebih menyakitkan daripada kehilangan sebelah lengan kini membanjirinya; Asuna hampir kehilangan kesadaran, dan harus menancapkan rapier-nya ke tanah agar tidak ambruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa lagi melihat dimana Alice, yang seharusnya memandu seluruh Pasukan Penjaga dan untuk menembus musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa berharap ia selamat… dan pasukan Petarung Tangan Kosong akan bekerja sama dengan mereka seperti janji si pemimpin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Kirito-kun, Aku pergi sekarang, oke?&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Dalam hati mengucapkan nama kekasihnya, rasa sakit yang dirasakannya berlahan menghilang, semakin menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semenit sebelumnya, di ujung paling selatan medan peperangan —&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Alice telah berhasil menebas banyak pasukan crimson yang terus saja menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang ini— mereka aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bukanlah swordsmen, maupun prajurit yang ahli menggunakan sword skill; mereka terus menerus menerobos, menginjak-injak tubuh kawan mereka sendiri serta berteriak dengan bahasa asing. Tampaknya mereka benar-benar tak menghargai arti sebuah nyawa— nyawa musuh mereka, dan bahkan nyawa teman mereka sendiri, semuanya tampak tak berharga di mata mereka. Bahkan tampaknya mereka tak peduli dengan nyawa mereka sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika orang-orang yang tinggal di Dunia Nyata seperti ini, tampaknya apa yang dikatakan Asuna ada benarnya, “Dunia kami bukan dunia dewa-dewi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan musuh yang terus membanjiri, reaksi gerak Alice bahkan mulai menurun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak kuat. Ini tak bisa disebut pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cepat — cepat terobos mereka, dan keluar dari sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan menghalangi… JANGAN MENGHALANGI!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak ketika menebaskan Fragrant Olive Sword ke samping. Kepala dan tangan musuh berjatuhan ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“System call!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia dengan cepat mulai merapal incantation, menciptakan sepuluh Thermal Element, dan membentuknya menjadi tombak api dan menembakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Discharge!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dogou!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun tidak seperti Conflagrant Flame Bow milik Deusolbert, sebuah ledakan besar berhasil merusak formasi musuh dan menciptakan jalan keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dibaliknya adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melihatnya. Sebuah bukit, menjulang di tanah hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia bisa menembus kepungan ini dan sampai ke sana, ia bisa menggunakan Sacred Energy yang tersebar di medan peperangan ini dan menggunakan Art “Light Pillar”, dan membakar para pasukan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“MENYINGKIR!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak dan menendang tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Nona Kecil!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan Komandan Knight Bercouli terdengar dari belakang. Tetapi Alice tidak mendengar kata-kata selanjutnya: Jangan pergi terlalu jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Hampir sampai. Kita hampir menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak bisa berhenti menebaskan pedangnya hingga ke musuh terakhir yang menghalangi jalan. Alice akhirnya berhasil menerobos kepungan musuh dan melaju ke daerah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menyarungkan pedang tersayang miliknya ke sarung pedang dan berlari, menghirup udara yang bercampur dengan bau darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah matahari tertutup awan? Alice berpikir untuk sesaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia merasakan hembusan angin dari belakang punggungnya, dan ia dicengkeram oleh kaki naga yang melayang; ketika menyadarinya, ia telah terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice mencoba mengaktifkan Armament Full Control Art miliknya, tetapi sebelum ia bisa berhasil merapalkan, pandangannya tertelan kegelapan, rasa dingin menyelimuti tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini Dark Art yang dilakukan penunggang naga? —Tidak, bukan. Kesadarannya semakin melemah, terhisap kegelapan pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah Incarnation milik musuh, benar-benar berbeda dari Incarnation sekuat baja milik Komandan Knight Bercouli, dan juga berbeda dari Incarnation petir milik Pemimpin Tertinggi Administrator; Incarnation musuh menghisap segalanya: sebuah Incarnation Kehampaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah hal terakhir yang bisa dipikirkan Alice sebelum pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Kaisar Vektor / Gabriel Miller, situasi ini untung-untungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, ia yakin selama puluhan ribu pemain Amerika yang masuk ke peperangan bisa mengepung Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia, si «Putri Cahaya» Alice akan menerobos kepungan tersebut seorang diri — atau dengan tim kecil — untuk melancarkan serangan pilar cahaya raksasa lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa ia tetap menunggu di punggung naga, jauh dari peperangan dan menunggu. Ia merasa jika situasi ini menjadi watu terlama ia menunggu sejak dive ke dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia melihatnya. Kilauan keemasan yang menerobos pasukan crimson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice… Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel tersenyum aneh ketika menggumamkan nama tersebut. Ia mengencangkan kekangan di tangannya, si naga turun cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imajinasi mengerikan yang membentuk Incarnation Kehampan telah menelan AI si naga, mengubahnya menjadi alat yang melayaninya. Dibawah perintahnya, si naga turun bagaikan batu, sayapnya kaku, membuka cakarnya menuju tanah dan mencengkeram punggung si Knight emas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Whoosh—!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, suara memekakkan tercipta dari sayap yang mengembang, naga tersebut terbang ke langit lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak memperhatikan peperangan berdarah yang telah ia ciptakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baginya, apapun yang terjadi pada Pasukan Tanah Kegelapan, Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia, atau orang-orang yang ia panggil dari dunia nyata, mereka semua tak berarti baginnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, ia hanya perlu menuju system console terdekat dari lokasinya, yaitu «Altar Ujung Dunia », dan dari sana, ia akan keluar dan menarik jiwa Alice ke dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan Gabriel tertarik ke bawah, dan menatap rambut emas yang terurai oleh hembusan angin dari Knight yang pingsan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin segera merasakannya. Tubuh ini, jiwa ini, aku ingin segera merasakannya ke dalam hatiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih agak lama menuju system console, mungkin akan memerlukan beberapa hari jika menggunakan naga. Ia mungkin akan menggunakan waktu yang ada untuk menikmati Alice yang masih memiliki tubuh fisik di Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memikirkan ini, perasaan senang muncul dari perut Gabriel, membuat mulutnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana mungkin?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia— membuang lima ribu pasukan Tanah Kegelapan dan tigapuluh ribu pasukan baru yang baru saja dipanggil, hanya untuk …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangkap seorang gadis!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Komandan Knight Bercouli merasakan Incarnation Kehampaan yang meluap-luap dari sosok yang dikenal sebagai Kaisar Vektor, perasaan tak mengenakkan mengisi dirinya. Tetapi ketika melihat Alice yang telah berhasil ditangkap, ia akhirnya menyadari niat musuh yang sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat apa yang terjadi sepuluh mel didepan sana, Bercouli melakukan sesuatu yang tak pernah dilakukannya selama puluhan tahun terakhir — ia berteriak penuh kemarahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sialan, apa yang akan kau lakukan pada muridku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-katanya menggetarkan udara, seperti gemuruh petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ia diacuhkan oleh si penculik, si penunggang naga terbang menuju langit selatan tanpa menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat pedangnya dan mulai mengejar si naga terbang. Tetapi jalan keluar yang telah berhasil diciptakan Alice kini kembali tertutup oleh pasukan crimson yang memperbaiki formasi; mereka mendekat, sambil berteriak memaki terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian sebaiknya bersiap…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Bercouli berhasil menyingkir, cahaya keperakan terlihat di atas kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirikirikiri, dengan bunyi berdesing melewatinya, itu adalah Divine Instrument milik Integrity Knight Renri, Twin Edged Wings.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara nyaring si knight muda terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Release recollection!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kilatan cahaya, kedua pisau lempar kini bersatu. Membentuk pisau yang saling bersilangan, pisau tersebut terbang rendah di atas tanah, berdesis ke arah depan dan meninnggalkan musuh-musuh yang terpotong di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pergilah, Komandan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri berteriak, lalu Bercouli berbalik untuk membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf! Kuserahkan sisanya padamu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, ia menjejakkan kakinya ke tanah. Dengan cepat, tubuhnya seolah berubah menjadi angin kencang, melontarkan musuh-musuh di sekitar jalan keluar, ia lebih cepat beberapa kali lipat dari martial dance milik Petarung Tangan Kosong dari Tanah Kegelapan. Tetapi naga Kaisar Vektor yang menculik Alice kini telah berubah menjadi titik kecil di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika berlari, Bercouli meletakkan jari tangan kiri ke mulutnya dan bersiul kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, sepasang sayap perak terlihat di langit, itu naga milik Bercouli, Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi bukan hanya satu naga yang menuju ke arahnya. Naga kesayangan Alice, Amayori, dan naga milik Eldrie, Takiguri, juga mengikuti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menahan emosinya, tak peduli apa yang ia lakukan, ia tak bisa memerintah kedua naga tersebut untuk berdiam diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami turun ke tanah dan meluncur mendekati Bercouli, mengulurkan kedua kakinya ke depan. Sang Komandan Knight mencengkeram cakar di kaki kirinya dan naik ke punggung, mengencangkan tali kekang dan menghunuskan pedang panjangnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jalan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami, Amayori, dan Takiguri bergerak sesuai perintah; tiga pasang sayap mengepak hebat, lalu mereka terbang ke langit keunguan. Jauh didepan formasi ke tiga naga, dalam cakar sang naga hitam, cahaya keemasan terlihat untuk beberapa detik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ke empat ribu Petarung Tangan Kosong menyeberangi jembatan batu, mereka bergabung dengan ke dua ratus teman mereka yang masih tersisa, lalu memperkuat formasi Pasukan Pertahanan Dunia Manusia, dan menuju ke tengah-tengah formasi musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka membuat barisan sepuluh orang di setiap sisi, kemudian bersama-sama mengangkat tinju kanan mereka, lalu mempertahankan posisi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U… RA!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pukulan selaras, sepuluh petarung menusuk dan menghancurkan armor dan pedang milik pasukan crimson. Teriakan dan darah berhamburan ke segala arah; dengan sekali pukul, lebih dari duapuluh musuh terlontar ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pukulan penuh semangat tersebut selesai, sepuluh orang tersebut mundur ke samping, dan kini digantikan oleh sepuluh orang lainnya yang maju dengan posisi yang sama persis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“URARA!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, sepuluh orang menghujamkan kaki mereka secara bersamaan, menghamburkan musuh ke segala arah, seperti sebuah ledakan di tengah-tengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Wow.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa terkagum-kagum sambil mengobati luka tangan kirinya menggunakan Healing Art yang ia pelajari tadi malam. Bahkan Sheyta, yang sedang minum air siral disebelahnya tampak terkagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik bertempur milik Petarung Tangan Kosong entah mengapa mirip dengan teknik switch yang digunakan melawan bos ketika jaman SAO dulu, tetapi pergerakan mereka seirama dan lebih terarah. Sepuluh orang berbaris, sepuluh orang dibelakangnya; ada lebih dari empat puluh grup dengan seratus orang yang siap menggempur musuh secara terus menerus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan duduk dan menonton. Bahkan jika kita menuju ke arah selatan, apa yang kita lakukan setelahnya? Karena musuh  ada banyak, bahkan jika kita berhasil menembusnya, bagi kami cukup sulit untuk membunuh mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aliansi sementara Asuna, si pemimpin berambut merah sedang menyilangkan tangannya dengan wajah tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang benar, bahkan bagi Petarung Tangan Kosong yang sedang menerobos barisan musuh, mengalahkan pasukan crimson cukup sulit jika jumlah mereka berbeda jauh. Menurut pengamatan Asuna, pemain Amerika kini tinggal sekitar duapuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lalu… setelah kita menembus musuh dan bergerak menuju selatan, kita harus segera menjauh. Aku akan menciptakan lembah lain untuk memisahkan mereka dari pasukan kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membalas dengan suara datar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tetapi bisakah ia melakukannya? Sekarang ini, ia hanya bisa menciptakan jembatan kecil dan hampir kesulitan menerima efek sampingnya. Jika ia mengubah dataran dengan ruang lingkup luas, ia mungkin akan dipaksa log out— yang lebih parah, otaknya mungkin akan rusak …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggigit bibirnya, berusaha menyingkirkan pikiran tersebut. Walau bimbang, ia harus melakukannya. Memanggil pemain Amerika ke dunia ini mungkin strategi terakhir Kaisar Vektor. Jika ia bisa menyingkirkan mereka, bahkan jika ia dipaksa log out, mereka tak akan bisa melakukan apapun pada Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, dari arah selatan, seorang penjaga berlari ke arah Asuna yang ada di sisi utara peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Perintah baru!! Perintah baru—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prajurit tersebut terluka parah karena sebagian wajahnya berlumuran darah, ia tertunduk di depan Asuna, dan berusaha berkata-kata dengan sisa kekuatan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Informasi ini datang dari Integrity Knight Renri-sama!! Integrity Knight Alice-sama, telah ditangkap oleh komandan musuh! Ia menggunakan naga dan telah terbang ke arah selatan…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja— ia tak pernah berpikir jika situasi saat ini hanyalah kamuflase untuk memancing Alice agar menjauh dari Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia …!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar… telah melarikan diri?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara tajam tersebut bukan dari Asuna maupun Sheyta, tetapi dari pemimpin Petarung Tangan Kosong yang kini matanya bersinar agak aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… seperti itu, naga tadi … bukan bermaksud mengawasi kita dari udara … Hei, nona!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata si pemimpin muda menatap Asuna, ia meminta penjelasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice itu «Putri Cahaya»?! mengapa Kaisar begitu menginginkannya?! Jika Putri Cahaya jatuh ke tangan Kaisar, apa yang akan terjadi?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dunia ini … akan hancur.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menjawab. Ekspresi Ishkhan seolah disiram air dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ketika Dewa Kegelapan membawa Putri Cahaya Alice ke «Altar Ujung Dunia»… dunia ini, baik itu Kerajaan Manusia atau Tanah Kegelapan, setiap penghuninya akan dimusnahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Asuna terasa datar sebelum ia menyadari jika ia terdengar seperti seorang NPC dari suatu permainan RPG, tetapi ini benar-benar kenyataan. Ketika para penyerang memperoleh jika Alice, sangat bisa dibayangkan nasib Light Cube Cluster yang tak memiliki arti lagi — mereka akan menghancurkannya tanpa simpati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, apa yang bisa ia lakukan … bahkan Super Account «Stacia» yang digunakan dirinya tidak memiliki kemampuan untuk terbang. Bagaimana ia akan mengejar Vektor?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang yang menjawab kekhawatiran Asuna adalah knight berambut perak yang berdiri di sampingnya, Sheyta. Setelah menghabiskan isi botol yang tergantung di sabuknya, si knight berwajah dingin ini berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan bagi seekor naga … ia tak bisa terbang selamanya. Ia harus istirahat, paling tidak setengah hari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar ini, si Pemimpin Petarung Tangan Kosong mencuri-curi pandang pada wajah Sheyta, lalu kembali berpaling; ia memukulkan tangannya dan menyelesaikan kalimat Sheyta dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu tinggal kejar mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengejar mereka … tetapi, bukankah kau ini…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menatap Ishkhan penuh tanda tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukankah kau ini pasukan Tanah Kegelapan? Mengapa kau bertindak sejauh ini …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ishkhan menjawab seperti seorang anak yang telah dibuang orang tuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar Vektor… tidak mengatakan kepada kami, para Sepuluh Bangsawan Tanah Kegelapan. Ia hanya ingin Putri Cahaya. Jika ia memperolehnya, ia tak akan peduli apa yang terjadi pada kami. Karena sekarang ia sudah mendapatkannya, berarti Kaisar telah memperoleh keinginannya … dengan kata lain, misi Pasukan Tanah Kegelapan telah selesai. Setelah ini, bukankah kami bebas bertindak semau kita, bahkan jika itu berarti bekerja sama dengan Kerajaan Manusia lalu merebut kembali Putri Cahaya?!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Absurd banget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa berkata-kata menanggapi Ishkhan. Ekspresi di wajahnya benar-benar berbeda dari sebelumnya; kini dipenuhi dengan tujuan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Petarung Tangan Kosong menatap lurus ke mata Asuna, lalu berbisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku tak bisa… kami tak bisa membantah perintah langsung Kaisar. Kekuatannya meluap-luap … bahkan Jendral Kegelapan Shasta yang lebih kuat dariku terbunuh seketika tanpa bisa menyentuhnya. Jika Kaisar memberikan perintah langsung pada kami agar bertarung melawan kalian, kami harus mematuhinya … itulah mengapa, kami para Petarung Tangan Kosong akan menahan pasukan crimson disini. Kau dan Pasukan Penjaga kejarlah Kaisar secepat mungkin. Lalu… si Kaisar … si sialan itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Ishkhan tiba-tiba berhenti, dan ekspresinya memucat— seolah tersiksa rasa sakit yang datang dari mata kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Katakan… pada si sialan, ‘kami bukan bonekamu’!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, teriakan datang dari Petarung Tangan Kosong dari medan peperangan bagian selatan. Para Penjaga akhirnya berhasil menerobos pasukan crimson, dan kini mulai berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zudan! Pemimpin muda ini kini menghantamkan kaki kanannya ke tanah dan memberikan perintah baru dengan suara lantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian semua, pertahankan posisi kalian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menatap Asuna dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cepat!! Kami tak bisa menahan lebih lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas— dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Orang ini, juga seorang manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak peduli apakah ia seorang Artificial Fluctlight, jiwanya yang terisi rasa kebanggaan senyata manusia. Kami memotong tali yang mereka gunakan untuk melintasi lembah, dan membunuh lebih ratusan teman-temannya; ia seharusnya akan membalas dendam kepada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Terima kasih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa berkata seperti itu, lalu berbalik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari belakang punggungnya, terdengar suara Integrity Knight Sheyta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan… tetap disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menerima tindakannya, Asuna menoleh dan memberikan senyum pada knight berambut perak ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Kami akan mengandalkanmu di sisi ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iskahn melihat tanpa bisa berkata-kata pada knight wanita berambut chesnut yang kini telah memimpin sekitar tujuh ratus orang untuk menerobos formasi musuh yang sedang bertarung dengan bawahannya, lalu berpaling pada Integrity Knight tanpa emosi di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kau tak apa-apa seperti ini, nona?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah memperkenalkan namaku kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditatap pandangan menusuk, Ishkhan hanya bisa tertawa getir dan mengganti cara bicaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa kalau begini, Sheyta? Aku tak tahu jika kita akan berhasil bertahan hidup-hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si knight langsing mengangkat bahunya, armor baru miliknya tampak kebesaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akulah yang akan membunuhmu. Tak boleh orang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph, kau yang ngomong ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Iskahn tertawa sepenuh hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingin menolong teman-temannya dari kematian tragis — ia memilih untuk bekerja sama dengan Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia di pikirannya. Tetapi sekarang ini, ia meminta seluruh bawahannya untuk melindungi orang-orang Kerajaan Manusia dari pasukan crimson; sungguh luar biasa. Kini hatinya seolah terbuka lebar, seperti dimasuki angin sepoi-sepoi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah, jika ia mati disini, tak begitu buruk kok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jika ia tewas berusaha melindungi dunia ini, ayahnya, saudaranya laki-laki dan perempuan yang menunnggu di kampung halaman pasti akan memaklumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah!! Keluarkan seluruh kemampuan kalian!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan “URAAA!!” bergema di seluruh medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bentuk lingkaran!! Pertahankan segala sisi!! Tendang para orang bodoh yang akan mendekat!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar semangat, Champion.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dempe telah sampai di sebelah Iskahn sekali lagi, lalu tangan kirinya mengeluarkan suara berderu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Asuna memimpin pasukan menuju bukit diselatan sana lalu mundur ke hutan dimana Pasukan Persediaan berada, Knight Renri memberitahunya tentang Komandan Knight yang telah membawa tiga naga dan terbang mengejar Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Menurutmu ia akan berhasil mengejar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan tajam Asuna, wajah kekanakan Renri agak ragu-ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, kemungkinannya sangat kecil. Karena, keduanya terbang dengan kecepatan yang sama, dan mereka juga perlu waktu istirahat… Tetapi, Alice-sama juga ditangkap naga milik Kaisar Vektor, kuharap ia masih memiliki Life. Di lain sisi, Komandan Knight bisa berganti naga untuk meminimalisir kelelahan mereka, jadi secara teori, ia akan bisa memperpendek jarak diantara  mereka berdua …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 065.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, mereka hanya bisa berdoa jika Komandan Knight akan bisa mengejar Kaisar Vektor sebelum sampai ke Altar Ujung Dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika ia berhasil mengejarnya pun—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisakah Komandan Knight mengalahkan Super Account Vector seorang diri?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Asuna tak pernah mengira jika musuh akan log in menggunakan sebuah Super Account, ia tak bertanya pada Higa Takeru tentang kemampuan yang dimiliki Vektor. Tetapi jika Vektor memiliki kemampuan yang sama seperti skill “Geographic Manipulation&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk mengubah bentuk daratan sesuka hati&amp;lt;/ref&amp;gt;” milik Stacia— bahkan bagi seorang pemimpin Integrity Knights, menang melawannya dalam pertarungan satu lawan satu akan sangat menyulitkan …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika memikirkan hal ini, Renri berkata dengan nada riang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika ia berhasil mengejar, Komandan Bercouli pasti akan menyelamatkan Alice-sama. Karena, orang itu … adalah manusia terkuat di dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yeah, memang benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangguk sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya hal yang bisa ia lakukan sekarang ini adalah harus yakin. Karena, beberapa menit lalu ia telah melihat banyaknya semangat bertempur milik orang-orang Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ayo menuju ke bagian selatan dengan seluruh pasukan. Untungnya, hanya ada padang rumput di depan kita. Kita mungkin tak akan bisa mengejar Bercouli-san, tetapi kita mungkin akan berguna jika bertemu dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke, Asuna-sama. Aku akan menginformasikan semua orang untuk berlari.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri mempercepat langkahnya, lalu berlari ke dalam hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihatnya menghilang, Asuna berkata pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirito ingin melindungi Alice dan seluruh dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga harus melindungi mereka juga, tak peduli luka apa yang akan ia terima … tak peduli berapa banyak rasa sakit yang harus ia tahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ruang kontrol Ocean Turtle, Critter telah bersiap untuk memasukkan 20,000 pemain Amerika yang akan dive ke dalam Underworld sebagai gelombang ke-dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lokasi turun mereka adalah posisi Gabriel Miller saat ini— kira-kira sepuluh kilol dari lokasi turunnya gelombang pertama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2=== &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Gh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menarik nafas dalam-dalam, Vassago Casals memaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggelengkan kepala berambut keritingnya, dan memandang sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tembok baja disekeliling, lantai anti licin, dan banyak monitor yang bercahaya di kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia melihat pria kurus duduk di kursi kulit di depannya, Vassago akhirnya menyadari jika ia telah kembali ke ruang kontrol utama «Ocean Turtle», di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah seorang kru— Critter, bersin, suaranya penuh sindiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Whoa, kau benar-benar bangun. Aku kira sel-sel otakmu membusuk.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Berisik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago mengerang, dan memeriksa tubuhnya sendiri. Ia kini sedang berbaring di kasur kecil di pojok ruangan, sebuah jaket sembarangan diletakkan menutupi perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi?Vassago menggelengkan kepalanya semakin keras. Tindakan ini membuat kesakitan lebih parah ke kepalanya, ia memaki lagi. Ia lalu berjalan ke sisi ruangan, sebagian besar anggota tim-nya masih duduk melingkar dan bermain kartu, ia bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, ada yang punya aspirin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si jenggot Brigg, salah satu anggota penyerang, tanpa kata-kata langsung menyerahkan botol plastik di sakunya kepada Vassago. Vassago menangkapnya, lalu membuka tutup tersebut, memasukkan semua isinya ke dalam mulut, lalu mengunyahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersamaan rasa pahit yang menyengat lidahnya, ingatannya akhirnya mulai muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… aku terjatuh dalam lubang raksasa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana kau mati? Kau dive selama delapan jam penuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“De…Depalan jam?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut, Vassago melonjak, bahkan melupakan rasa sakit kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang jam di pergelangan tangan kirinya, menunjukkan pukul 6.30 A.M, Waktu Standar Jepang. Kurang dari duabelas jam sebelum batas waktu ketika Pasukan Pertahanan meninggalkan Kapal Penghancur Aegis, Nagato dan mendobrak masuk ke  dalam Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi lebih penting saat ini—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ia telah tak sadar selama delapan jam, beberapa bulan seharusnya telah terlewat di dalam Underworld. bagaimana kondisi peperangan? Misi untuk menangkap Alice?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi seolah membaca keterkejutan milik Vassago, tsk-tsk, Critter membunyikan lidahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan terkejut begitu, matamu akan copot. Tanang saja, ketika kau mati di dalam sana, percepatan waktu telah diturunkan menjadi satu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“S… Satu?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti tak perlu khawatir. Tetepi, bukannya itu malah memperburuk keadaan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, kacamata, apa kau mengerti situasinya? Kita hanya memiliki waktu duabelas jam sebelum Pasukan Pertahanan menyerang tempat ini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago menolak penjelasan Critter, lalu ia menggelengkan tangannya penuh sok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu aku tahu. Ini juga perintah Kapten Miller.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, “rencana penyerangan” yang dijelaskan Critter membuat Vassago tak bisa berkata-kata, meskipun ia sangat berpengalaman menjadi seorang pemain VRMMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia meninggalkan sistem console di Obsidia, ibukota timur Tanah Kegelapan, Letnan Gabriel Miller secara rahasia telah memberi perintah kepada Critter di dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buatlah website iklan tentang sebuah beta test VRMMO kekerasan yang tak memiliki aturan— the Underworld laws, tentu saja— buatlah koneksi client program. Lalu, atur ratio akselerasi menjadi satu pada 7 Juli 16 12:00 A.M., dan pada saat yang sama, mulailah perekrutan pemain beta test dari selueuh Amerika, Critter menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan konsol yang terbatas, aku hanya bisa melihat koordinat milikmu dan kapten, begitu juga dengan pengiriman jumlah pasukan, jadi rencana ini adalah rencana cadangan jika Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusiaso lebih kuat dari yang kita kira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jari-jari kurus Critter menari di atas keyboard, menunjukkan peta seluruh Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di peta yang akan berbentuk segitiga runcing tersebut, dua garis merah membentang dari sudut paling timur menuju ke barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah log pergerakan milikmu dan kapten. Dengar, kau baru saja berkeliaran di sekitar Gerbang Besar Timur Kerajaan Manusia, dan tiba-tiba kau tewas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu garis merah tersilang oleh tanda sebuah ‘X’, di selatan «Gerbang Besar Timur».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi komandan melewatipu dan sedang menuju selatan. Ia bahkan meinggalkan seluruh pasukan Tanah Kegelapan di utara dan bergerak sendiri. Itu berarti …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ia sedang mengejar Alice atau telah mendapatkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago berguman. Critter mengangguk dan lanjut menjelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berdasarkan rencana awal kita, ketika waktu telah berkurang sampai delapan jam, atau ketika Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusua benar-benar hancur, kita akan meningkatkan kembali kecepatan akselerasi menjadi 1,000 kali lipat. Jika seperti itu, kita masih memiliki waktu bertahun-tahun di dunia tersebut. Tentu saja, ketika ratio akselerasi ter-reset, para pemain Amerika yang sedang dive akan ter log-out paksa karena synchronization error, tetapi selama kita berhasil memenangkan peperangan, siapa peduli?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu tingkatkan ratio kecepatannya sekarang! Tak ada waktu tersisa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak sesederhana itu. Coba lihat disini—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menekan tombol dan memperbesar peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kilometer di Gerbang Besar Timur yang memisahkan Kerajaan Manusia dan Tanah Kegelapan, terbentang padang rumput, bebukitam, dan hutan. Pasukan Pertahanan telah memasang serangan kejutan di hutan… dengan kata lain, itu adalah tempat dimana Vassago tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi entah mengapa, diantara hutan dan padang rumput tersebut, sebuah lembah raksasa yang lebarnya hampir 50 kilometer terbentang dari barat ke timur. Disekitar lembah tersebut, pusaran titik-titik bergerumul menjadi satu, berbagai warna: merah, hitam, dan putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang merah adalah pemain Amerika yang aku masukan ke dalam Underworld. banyak yang sudah menghilang, tetapi masih tersisa 20,000. Dan lingkaran hitam yang dikepung titik merah adalah pasukan Tanah Kegelapan. Jumlahnya 4,000.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H… Hei, hei, kau juga lihat kan kalau si merah menyerang si hitam”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu karena informasi beta test mengatakan jika mereka bisa bebas membunuh para NPC yang tampak nyata. Bagi pemain Amerika yang sedang dive, tak ada perbedaan antara pasukan Kerajaan Manusia dan Tanah Kegelapan. Tetapi, karena beberapa alasan, titik hitam ini menurun sedikit lamban daripada yang aku harapkan. Pasukan Tanah Kegelapan seharusnya tunduk pada Kaisar, tak mungkin mereka bertarung melawan pasukan Amerika, karena mereka berpikir pasukan merah talah dipanggil oleh Kaisar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin mereka menikmati saling bunuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, mari asumsikan jika si hitam akan berkurang. Terlebih lagi, yang menjadi masalah itu di sebelah sini, kelompok putih kecil ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter menggerakkan kursor. Benar, sebuah kelompok titik putih sedang bergerak menuju selatan— seolah mereka mengejar Kaisar Vektor, atau Kapten Miller.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia. Meskipun jumlah mereka sedikit, sekitar 700. Akan tetapi, akan jadi masalah kalau mereka berhasil mengejar kapten, jadi kita harus menghentikan mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menghentikan mereka? …Apa yang akan kau lakukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Critter tidak langsung menjawab pertanyaan Vassago, tetapi sedikit tersenyum dan lanjut mengetik keyboard.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuka jendela baru di peta. Didalamnya, sekumpulah awan merah bergumul dalam latar belakang hitam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka adalah pemain Amerika yang ketinggalan gelombang pertama, dan sedang menunggu gelombang kedua. Saat kouta 8,000 pemain terpenuhi, aku akan memasukkan 20.000 pasukan melawan Pasukan Penjaga. Setelahnya, kita akan meningkatkan ratio akselerasi menjadi 1.000 lagi. Dengan cara itu, kita akan memiliki cukup waktu agar kapten bisa membawa Alice ke sistem konsol di ujung selatan”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jika semudah itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago membalas, mengelus janggutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia lebih kuat daripada yang kau bayangkan. Khusunya mereka yang disebut Integrity Knight, mereka kelewat gila; mereka memusnahkan pasukan pertama Tanah Kegelapan, kalau kau tak tahu? Jika tidak ada mereka, aku mungkin sudah tewas mengenaskan … seperti gelombang pertama…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika, Vassago teringat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat bagaimana dan oleh siapa ia tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nafasnya tertahan dan matanya terbuka lebar. Di dalam kepalanya, sebuah kenangan tiba-tiba sembuh, sosok bagaikan dewi yang turun dari langit, menatapnya. Ia secara insting memaki dalam bahasa jepang ketimbang inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— «The Flash»…!! Yeah… Tak diragukan lagi, itu pasti dia…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah? Apa yang kau bicarakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vassago menggenggam kerah baju Critter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, kutubuku sialan! Orang-orang RATH juga sedang melakukan rencana menggunakan ruang sub kontrol!! Dalam Pasukan Pertahanan Kerajaan Manuisia, ada pemain-pemain VRMMO jepang yang membaur!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengabaikan ekspresi Critter, Vassago bersin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena Asuna «The Flash» juga disana, mungkinkah, “orang itu” juga dive? … Ya Tuhan, bagaimana mungkin aku hanya berdiam diri disini … Hei, aku ingin kembali masuk! Masukan aku bersama dengan 20,000 pemain, dan turunkan aku ke lokasi titik putih!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau ingi dive lagi … Tetapi akun Dark Knight yang kau gunakan telah hilang. Tentu saja, jika kau tak keberatan menggunakan akun pasukan crimson seperti mereka, aku punya banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku punya akun sendiri… akun yang sudah aku simpan sangat lama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekek. Tenggorokan Vassago terdengar seperti terkekeh ketika ia mengambil kertas dari dekat console, menarik sebuah pena dari kantong Critter, lalu dengan cepat menuliskan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengar, gunakan ID dan password ini yang ada di menu «The Seed Nexus» Jepang, lalu convert karakternya ke dalam Underworld. aku akan masuk menggunakan akun tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberikan kata-kata tersebut, Vassago mulai berjalan menuju pintu ruang STL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa langkah, ia terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berbalik, wajah Vassago berubah menjadi beringas, cukup membuat takut si cyber criminal Critter. Seolah karakter vulgar, energik, dan kasar yang nanti akan ia gunakan seperti belahan jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Vassago berjalan menuju Critter, dan membisikkan instruksi lain ditelinganya. Sedetik kemudian, ruang STL menelannya, si hacker melihat pintu sendirian, kertas tipis tersebut masih dipegangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kertas ada tiga huruf berbahasa Inggris dan delapan angka numerik. Critter tak perhan mengerti maksud tiga huruf ‘S’, ‘A’ dan ‘O’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika para Penjaga bersiap untuk berangkat, Asuna meninggalkan kerumunan dan mendatangi kereta persediaan. Sebuah kursi logam tampak, dengan seorang pemuda berambut hitam gemetaran, dua gadis bersamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ronye mengangkat wajahnya ketika ia mendengar langkah kaki. Menyadari kedatangan Asuna, wajahnya mulai memerah karena malu sekaligus menangis, ia berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna-sama! Kirito-senpai ingin… ingin pergi keluar … lalu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menggigit bibirnya dan mengangguk. Ia berlutut di depan Kirito dan menggenggam tangan kirinya yang kurus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti… Alice… telah ditangkap musuh. Kirito-kun pasti merasakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?… Alice-sama telah…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tieze menjerit, wajah putihnya semakin pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang memecah ketegangan ini adalah suara Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… uh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kirinya bergetar, mencoba menyentuh sisa-sisa lengan kiri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirito-kun… Apa kau, mengkhawatirkanku…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berbisik pelan. Seketika, Ronye akhirnya menyadari luka-luka Asuna dan menjerit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, Asuna-sama! Lengan anda…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa. Ini cuma luka sementara …” ia berguman. Asuna dengan lembut mengangkat lengan kirinya, bagian dari siku kebawah telah terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Higa Takeru telah memberikan informasi singkat mengenaitehnologi «Mnemonic Visual». Meskipun semua benda telah diciptakan menggunakan program The Seed seperti di ALO, bagi Asuna dan Kirito yang telah dive menggunakan STL serta bagi Artificial Fluctlights seperti Tieze dan lainnya, semua yang ada di dunia ini seperti «shared memory» yang disimpan di Main Visualizer, sebuah realitas berbeda yang diciptakan menggunakan kekuatan imajinasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Life atau HP Super Account Stacia benar-benar sangat banyak, hampir mencapai batas maksimal sistem. Tetapi, jika ia diserang menggunakan senjata normal maupun ditusuk ratusan hinga ribuan kali, Life miliknya tak akan menyentuh nol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ketika pasukan crimson mengayunkan kapak perangnya dan mengincar lengan kirinya, Asuna benar-benar merasa takut; ia berpikir, terkena tebasan kapak sebesar ini, lenganku pasti akan putus, dan imajinasinya menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang sama juga berlaku bagi lengan kanan Kirito. Meskipun Life-nya telah terobati, lengannya tidak kembali normal, karena ia terus menerus menghukum diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna meletakkan lengan kanan ke bekas lukanya, dan berkonsentrasi, menutup matanya, dan berkata pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak akan takut lagi. Hingga aku telah melindungi Kirito-kun dan dunia ini hingga akhir, aku tak ingin kehilangan seseorang … atau apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya putih terkonsentrasi menuju lukanya dengan bunyi pop. Cahaya hangat tersebut semakin luas, lengan kirinya telah kembali seperti semula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum pada kedua gadis yang seolah menyaksikan sebuah keajaiban, Asuna mengulurkan lengan kirinya dan memeluk kepala Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat? Aku baik-baik saja. Aku akan menyelamatkan Alice dan membawanya pulang. Jadi… ketika saat itu datang, Kirito-kun jangan terus menyalahkan diri ya …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak tahu apakah kata-katanya sampai ke hati Kirito atau tidak, tetapi ia merasa jika tubuhnya yang gemetaran kini sudah tenang. Asuna tetap memeluknya selama beberapa detik, lalu berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita harus membawa seluruh pasukan dan mengejar Kaisar Vektor. Komandan Knight Bercouli telah membawa para naga mengejarnya, dan kita pasti akan mengejar mereka yang da di depan. Ketika saat itu, aku menitipkan Kirito-kun pada kalian… Ronye-san, Tieze-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serahkan saja pada kami, Asuna-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum pada kedua gadis dan ia menyerahkan Kirito pada Ronye, Asuna kini keluar dari kereta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah ia menginjak tanah, ia melihat seorang swordswoman berlari ke arahnya, ia juga ikut pada “Kompetisi Berbagi Kenangan” bersama-nya dan Ronye tadi malam. Armor peraknya penuh dengan bekas darah dan tanah dan kepalanya berbalut perban, tetapi ia tampak tak terluka parah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak apa-apa, Sortiliena-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar suara Asuna, si swordswoman memberi hormat dan membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku jugasenang Asuna -sama baik-baik saja… —hanya saja, aku mendengar kabar jika Alice -sama telah ditangkap pemimpin musuh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Aku baru saja menjelaskan pada Ronye-san jika Kaisar Vektor meninggalkan seluruh pasukannya dan menangkap Alice-san. Aku tak mengira jika ia melakukan hal tersebut …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagaimana mungkin…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggunakan lengan kirinya yang baru sembuh, Asuna menepuk bahu Sortiliena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak perlu khawatir. Bercouli-san telah mengejar Vektor dengan menggunakan naga. Kita juga akan mengejarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mengangguk, dan kembali ke tengah-tengan Pasukan Pengecoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah pimpinan Integrity Knight Renri, regu Ascetic telah selesai menyembuhkan yang terluka, dan ke 700 Penjaga hampir siap untuk bergerak. Para Penjaga telah berbaris bersama regu Astetic dan regu Peersediaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerima laporan Renri jika persiapan tellah selesai, Asuna memberikan Renri arahan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau adalah Integrity Knight yang masih tersisa, Renri. Perintah untuk bergerak harus diberikan olehmu, si pemimpin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya, aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi si knight muda entah mengapa gugup, tetapi ia mengangguk pasti. Mengangkat tangan kanannya ke atas, ia memberikan perintah dengan suara keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alice-sama telah berbaik hati melindungi kita di pertempuran Gerbang Besar! Kini giliran kita menolongnya! Kita harus mengambilnya dari musuh dan kembali ke Kerajaan Manusia bersama-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“OH!!” teriakan semangat bergemuruh. Renri mengangguk, dan dengan cepat mengayunkan lengan kanannya ke bawaah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Semua pasukan, maju!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri memimpin pasukan didepan menggunakan naganya sendiri, Kazenui. Ia diikuti oleh 400 Penjaga baik  menunggang kuda atau berjalan kaki, serta delapan kereta persediaan yang berisi makanan dan tim pembantu sekitar300 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya satu naga— naga milik Integrity Knight Sheyta tetap ditahan, diam tak bergerak. Dengan sisik seperak rambut pemiliknya, si naga menggeram kuurrr ketika ia dibebaskan dari kekangannya, lalu ia terbang keutara— menuju peperangan di selatan lembah, tempat pemiliknya berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan kereta persediaan, Asuna berpikir sambil menggelengkan kepalanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh terakhir adalah Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Identitas aslinya adalah manusia dari dunia nyata, keberadaannya disini hanyalah sosok virtual. Itulah mengapa jika ia harus bertarung dengannya, ia harus mengalahkannya. Demi orang-orang yang telah menahan pasukan crimson: Knight Sheyta, si pemimpin Petarung Tangan Kosong, dan 4,000 bawahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa menit sesudahnya, pasukan yang beragkat dari hutan kini telah emasuki jalanan berbentuk cekung. Sebuah jalan kecil memotong tanah cekung menuju selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seperti event-event RPG, di ujung jalan seperti itu pastilah sebuah kota maupun reruntuhan kota. Namun ia telah mendengar jika area selatan Tanah Kegelapan tidak dikuasai demihumans. Idengan kata lain, jalan ini akan berakhir di «Altar Ujung Dunia», dan Kaisar Vektor telah memasuki jalanan ini bersama Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naga Kaisar Vektor dan naga milik Bercouli kini sedang saling kejar di udara sana. Akan tetapi, ke 700 Pasukan Penjaga kini sedang melewati jalan ini secepat mungkin; jalanan ini bergetar ketika mereka melangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjejaki jalan cekung ini— ketika seluruh pasukan pengecoh sampai di dasar jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vvvvvv… m. Sebuah getaran sayap serangga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menengok ke atas, kiri, kanan, dan belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia melihat ke depan, ia akhirnya menemukan sumber suara itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis, garis merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ribuan garis tipis merah berjatuhan dari langiit ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Tak mungkin………”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir Asuna bergetar, suara serak keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tak mungkin. Tolong. Jangan lagi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zaaaa—!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ledakan-ledakan terdengar ketika garis-garis itu turun. Mereka memblokir jalan di ujung sana, menghalangi para penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah bertekat tidak akan takut lagi, Asuna meresakan kekuatan meninggalkan tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang muncul di depan sana adalah pasukan crimson— para pemain VRMMO dari dunia nyata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua… Semua pasukan, jangan berhenti!! Serang!! Serang—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri memberikan perintah di depan sana. Seluruh Pasukan Penjaga menerima dengan suara: Uooo! Lalu melangkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, jika mereka telah mengantisipasi gerakan kita dengan menempatkan pasukan baru di ujung jalan selatan, tetapi jumlah mereka ada seribu … tidak, hampir duapuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruskan aku log out dengan menggunakan Skill Stacia lagi? Jika ia tidak berhati-hati, tindakan tersebut akan menjadi tindakan bunuh diri dan malahan mengorbankan Pasukan Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedaat kemudian, ekspresi bimbang Asuna digoyahkan oleh raungan naga di depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari paling depan, naga milik Knight Renri, Kazenui telah menghembuskan nafas api dan melaju ke depan tanpa menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan… Renri-sama akan mengorbankan dirinya untuk membuka jalan …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah ia mendengar rintihan kesakitan Sortiliena yang ada di samping Asuna, Renri perlahan berbalik dari atas naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tolong jaga yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibir Renri bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menghunuskan pisau lempar di pinggangnya dan melaju ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sebelum itu terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna langit di atas sana berubah tiba-tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah merobek warna langit merah darah Tanah Kegelapan, kini yang Asuna lihat adalah warna langit kebiruan di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik pasukan crimson yang akan maju menyerang, para penjaga yang siap berkorban, maupun Knight Renri yang di depan sana, semua orang mengangkat kepalanya ke langit seperti Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah surga telah terbuka lebar ke dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari baliknya, sebuah bintang terang turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, itu seseorang. Mengenakan armor sebiru warna langit, dan baju seputih awan, rambut pendeknya yang berkibar berwarna biru air. Sumber cahaya memilaukan adalah sebuah busur besar di tangan kirinya. Wajahnya tak bisa terlihat kerena silau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Siapa…? Kau siapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah merespon pertanyaan bisu Asuna, orang  yang melayang diudara kini mengarahkan busurnya dari langit. Lengan kanannya menarik tali busur, dan kekuatan penuh menariknya ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cahaya memilaukan, sebuah panah cahaya muncul diantara busur dan tali busur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik Pasukan Penjaga dan Pasukan Crimson terpaku, tak bisa berkata-kata. Satu-satunya yang bisa Asuna dengar adalah suara rendah Sortiliena:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Solus-sama…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah menanggapi panggilannya, panah cahaya tersebut dilepaskan dari atas langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cepat panah tersebut membelah dan menyebar ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Panah tersebut berubah menjadi tembakan sinar panas dan menghujani mereka yang ada di bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 085.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata Pemimpin Penjaga Sortiliena Serlut hampir benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diatas jalan cekung ini, seseorang dari dunia nyata telah muncul, tidak, lebih tepatnya telah log in menggunakan Super Account 02, «Dewi Matahari, Solus ».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akun ini memiliki kemampuan «Wide-Ranged Annihilatory Attack»&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk menyerang ke berbagai arah&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon/Asada Shino melihat ke bawah dimana serangan telah ia luncurkan, dan mengingat kembali penjelasan dari Higa yang disampaikan melalui intercom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um, Sinon-san, meskipun Super Accounts benar-benar kuat, mereka bukanlah pembuat keajaiban. Karena mereka disiapkan untuk saat-saat ketika harus membuat perubahan besar di dalam Underworld, kami mencoba untuk membuat akun tersebut agar cocok sesuai dengan lingkungannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi… kamu mau bilang akun-akun tersebut bukanlah akun GM, hanya akun yang sangat kuat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon berbicara melalui microphone ketika ia berbaring di dalam mesin STL yang mirip seperti mesin Fulldive Generasi Pertama, berlokasi di cabang perusahaan misterius «RATH» Roppongi. Apa yang ia dengar selanjutnya adalah bunyi click— seperti seseorang sedang menekankan jarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Tepat. Itulah mengapa akun «Solus» yang akan kamu gunakan tak bisa terus menerus diandalkan karena memerlukan energy dalam Underworld. Setiap serangan menggunakan busurmu memerlukan Tenaga Spacial, tak peduli  apapun serangannya. Karena Solus memiliki kemampuan mengisi ulang otomatis, setiap serangan yang kamu gunakan tidak akam membuatmu kelelahan jika digunakan di siang hari, tetapi kamu tak bisa terus menerus menembakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Higa katakan, busur putih bersih yang digenggam Sinon menggunakan tangan kirinya kini mulai melemah setelah melakukan serangan jarak luas. Meskipun busur tersebut telah mulai bercahaya kembali, butuh sekitar dua-tiga menit untuk melakukan serangan kekuatan penuh lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Tak ada combo ya? Hmph,sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan senjata otomatis, senjata manual lebih cocok dengan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon turun perlahan, memastikan api ledakan di tanah telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung jalan cekung sepanjang satu kilol ini, banyak tubuh-tubuh mulai menghilang dengan efek cahaya. Satu tembakan yang dilancarkannya telah memusnahkan sekitar 5,000 musuh. Untungnya, mereka bukan penduduk asli Underworld, tetapi pemain Amerika yang log in dari dunia nyata seperti Sinon. Para pemain tersebut percaya jika ini semua adalah closed beta sebuah permainan dan mereka kelihatannnya mulai marah-marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipusat jalan cekung ini, pasukan skala kecil yang kalah jumlah dengan pasukan crimson mulai melaju. Meskipun jumlah musuh lebih dari 10,000, kebanyakan dari mereka tak bisa bergerak karena takut kena tembakan selanjutnya— lebih tepatnya disebut ledakan, hingga membuat Pasukan Penjaga mulai menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon menatap di kejauhan, mengamati formasi Pasukan Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia akhirnya menyadari ada seorang gadis berambut chestnut yang sedang menunggang kuda putih, ia juga menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon hanya bisa tersenyum ketika ia turun menggunakan kemampuan lain yang dimiliki akun Solus account, «unlimited flight»&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk terbang selamanya&amp;lt;/ref&amp;gt;. Meskipun ia telah diceramahi oleh Higa jika “kamu bisa terbang menggunakan imajinasimu”, ketika ia merasa ini tak berbeda jauh dengan terbang di ALO. Ia melihat kereta dibelakang Asuna, ia lalu terbang lurus ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ujung sepatu miliknya menyentuh atap kereta, ia dengan lembut mengangkat tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf membuatmu menunggu, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna melihat senyum hangat miliknya, air mata mulai mengalir ke pakaian seputih mutiara miliknya. Ia berdiri di kuda miliknya dan melompat ke kanopi kereta:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“——Sinonon… !!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memeluknya erat-erat sambil berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon perhalan memandang Asuna dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau telah bekerja keras. Tak apa … serahkan sisanya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia masih dipeluk Asuna yang lebih tinggi darinya, ia melihat indikator pengisian ulang busur miliknya masih 20%, lalu perlahan menarik tali busur dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Equipment khusus yang dipakai oleh akun Solus— Busur panjang «Annihilate Ray» bisa mengatur kekuatannya berdasarkan kekuatan tarikan tali busur, dan bisa mengatur arah serangan berdasarkan sudut incaran busur. Sebuah panah cahaya yang lebih tipis dari sebelumnya muncul ketika tali busur itu ditarik kebelakang sejauh 10 centimeters. Sinon mengincar musuh yang menghalangi naga di depan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vishu! Suara anak panah melesat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak miring 20 derajat ke kanan, anak panah tersebut berubah menjadi tembakan cahaya yang terus membelah dan mendarat selebar 10 mel, menciptakan sebuah ledakan yang hampir setara dengan sebuah misil. Pasukan crimson berterbangan ke udara lalu menghilang. Mengambil kesempatan omo, sang naga langsung maju kedepan. Sekitar sepuluh prajurit yang terlempar ledakan kini dihantam kepala naga, ditusuk cakar besarnya, dan langsung tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini, pasukan musuh akhirnya sadar terhadap serangan cahaya dan mangsa mereka kini mulai lari. Sambil memaki, mereka mengejar bagaikan gelombang tsunami berwarna merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon mengalungkan busurnya ke lengan, meletakkan kedua tangannya ke pundak Asuna dan memisahkan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna. Aku bisa melihat sesuatu seperti reruntuhan sekitat t 5 kilometer ke selatan dari sini. Jalannya tinggal lurus saja, juga beberapa batu besar ada di kedua sisi. Kita tak perlu khawatir jika dikepung oleh musuh, dan kita bisa mempersempit medan peperangan. Ayo kita temukan cara agar bisa memukul mundur musuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna juga seorang petarung, dan setelah mendengar perkataan Sinon, matanya menjadi bersemangat. Ia mencoba menghapus air mata miliknya dan berucap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku paham, Sinonon… Sinon. Tak peduli berapa banyak pasukan VRMMO Amerika yang muncul, mereka tak mungkin muncul lagi. Jika kita bisa memukul muncur puluhan ribu musuh, mereka mungkin akan menyerah… kukira.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah,serahkan saja padaku. … Well, kurang lebih seperti itu....”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memastikan setiap Penjaga berhasil melewati kepungan pasukan crimson, Sinon menatap lagi sahabatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Um, apakah Kirito…. Ada diantara pasukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna hanya bisa menunjukkan senyum masam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tak perlu khawatir. Kirito-kun berada disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menunjuk jari telunjuknya ke bawah kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, sungguh. Yah… Aku akan menyapanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menelan ludah, Sinon mulai bergerak dari atap kereta dan meluncur ke dalam dengan bantuan kemampuan terbang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menunggu Asuna agar ikut, lalu ia menuju bagian dalam kereta kayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal pertama yang memasuki pandangannya adalah dua gadis berseragam dengan armor tipis. Mata mereka terbuka lebar bersamaan lalu berguman pelan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“S… Solus-sama…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon melihat pakaiannya sendiri, lalu membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Halo, senang berkenalan dengan kalian. Meskipun aku mirip Solus, aku bukan dia. Namaku Sinon.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mencoba tersenyum pada kedua gadis ini, tetapi keduanya kebingungan. Tetapi ketika mereka berdua melihat Asuna, keduanya tampak mulai paham.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh iya, aku ini manusia dari Dunia Nyata sama seperti Asuna. Aku juga teman.... Kirito.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara si gadis berambut mereh masih menatap, si gadis berambut coklat menunjukkan ekspresi rumit, dan berbisik pelan: Mengapa semuanya perempuan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada yang menunggu. Sinon berdeham ketika ia mulai melangkah kedalam ketika kedua gadis ini membuka jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon melihat pemuda berpakaian hitam duduk diatas kursi roda, ia memeluk dua buah pedang panjang menggunakan satu tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia telah diberitahu mengenai kondisi Kirito melalui penjelasan Higa Takeru, setelah melihat lukanya secara langsung, hatinya berdetak semakin kencang dan ia mulai meneteskan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan mata kosong terseut tidak menatapnya, tenggorokannya mengeluarkan bunyi aneh. Sinon tertunduk dihadapan musuh, teman, serta penyelamatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersandar di kursi roda, tubuh Kirito tampak semakin kurus dan rapuh ketika Sinon menyentuhnya. Sinon meletakkan busur panjangnya ke meja, lalu memeluk sosok ringkih Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia telah mendengar jika jiwa Kirito—Fluctlight miliknya, atau bisa dikatakan«tubuh utama» yang dikenal sebagai diri sendiri telah mengalami luka parah. Higa mengatakan padanya dengan suara murah jika masih belum ada cara bagaimana menyembuhkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, Sinon menutup matanya lagi, air mata mengalir ketika ia menjerit dalam hati: Yah, itu mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak orang telah membuat kenangan bersama Kirito berulang kali, juga emosi kuat terhadap Kirito. Mereka cukup perlu berkumpul disini, sedikit demi sedikit dan berbagi hati mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Hei, tak bisakah kau merasakannya?… jiwamu yang ada dalam diriku. Lidah tajam, sedikit nakal, naif … dan kuat, lebih baik dari siapapun. Itulah dirimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon lupa jika Asuna masih menatap di belakangnya; ia memutar kepalanya dan mencium wajah Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asada Shino masih belum menyadari jika pikiran emosional miliknya telah memberikan bekas goresan pada jiwa terluar Kirigaya Kazuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Sinon sudah memahami struktur Underworld dan Fluctlights, baginya mungkin akan bisa menyelesaikan masalah ini. Tetapi penjelasan yang diberikan kepada Sinon sebelum ia dive hanyalah sebatas kondisi peperangan dan bagaimana cara menggunakan akun Solus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Sinon tidak menyadari alasan dibalik gemetaran Kirito dan naiknya suhu tubuh Kirito ketika bibirnya menyentuh Kirito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon dengan cepat melepas tubuh Kirito, berdiri, dan berbalik ke tiga orang dibelakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan khawatir, Kirito akan cepat sembuh kok. Ketika kita membutuhkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna dan kedua gadis mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah… aku akan terbang ke reruntuhan di selatan untuk memastikan kondisi geografi. Aku akan meninggalkan Kirito kepada kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berkata seperti itu, Sinon berjalan menuju pintu masuk kereta–&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, Asuna menggenggam pundaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat tatapan keheranan dimatanya, Sinon terpaksa berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna, ada apa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon pikir jika Asuna akan mengintrogasinya karena memberikan ciuman pada Kirito, tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“H-Hei, Sinon, barusan kau bilang akan terbang?! Kau… bisa terbang?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan ini, Sinon langsung mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Ya. Mereka bilang jika terbang adalah kemampuan dasar akun Solus. Jika aku tak salah dengar sepertinya tak ada batas waktu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maka bukan kami yang perlu ditolong! Alice… kejarlah Alice, ia telah diculik oleh Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi yang dijelaskan Asuna setelahnya lebih membahayakan menurut Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Alice, kunci segalanya, telah ditangkap oleh Kaisar Vektor yang dive menggunakan sebuah Super Account seperti mereka berdua, dan kini sedang terbang ke selatan menggunakan seekor naga. Satu-satunya orang yang sedang mengejar adalah seorang swordsman bernama Bercouli, sang Komandan Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Melawan sebuah Super Account, bahkan bagi Komandan Knight masih terlalu berat. Jika kita tak bisa menyelamatkan Alice sebelum Kaisar sampai ke «Altar Ujung Dunia», seluruh dunia ini akan hancur! Tolong Sinon, bantulah Bercouli-san!”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Setelah semua menjadi jelas dan ia mengira-ngira sosok Komandan Knight Bercouli di pikirannya, Sinon akhirnya terbang menuju langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ke 700 Pasukan Penjaga telah menerobos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengejar mereka dari utara, pasukan crimson memiliki jumlah 20 kali lipat dari mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Aku akan segera kembali setelah menolong Alice. Bertahanlah sampai saat itu Asuna .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan seperti itu dalam hatinya, Sinon berimajinasi agar mempercepat terbangnya ke arah selatan. Ia berubah hingga seperti meteor berekor putih yang membelas langit merah darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat ke tanah gelap tak berhingga di bawah sana, Sinon akhirnya teringat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar-benar lupa—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana Leafa yang juga dive bersama dengan dirinya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di belakang pasukan Kerajaan Manusia yang dipimpin oleh Integrity Knight Renri adalah gelombang kedua pasukan Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di utara sana, di sisi selatan lembah yang diciptakan Asuna. Iskahn dan Guild Petarung Tangan Kosong, serta Integrity Knight Sheyta, masih bertempuran dengan pasukan crimson yang berjumlah lebih dari sepuluh ribu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dibagian paling utara dari pertempuran tersebut—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hutan belantara di sisi lain Gerbang Besar Timur, yang kini penuh dengan tumpahan darah, berdiri sesosok demihuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya di selimuti armor baja. Mantel berbulu tertiup angin. Dua telinga ramping bergelantung di kedua sisi kepalanya, sedangkan hidungnya mancung ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah Pemimpin Orc, Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah diberi tugas bersama dengan tiga ratus pasukannya agar berjaga di belakang, ia kini mengunjungi Gerbang Besar Timur seorang diri. Ia tidak membawa satupun pengawal, karena ia tak ingin siapapun melihatnya berlutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah meraba-raba pasir, Rirupirin akhirnya menemukan apa yang ia cari: sepasang anting perak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ia ambil dengan telapak tangannya sendiri adalah objek milik putri knight Renju yang selalu ia pakai, ia mematuhi perintah Kaisar lalu dijadikan tumbal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anting tersebut adalah satu-satunya yang tersisa dari Renju. Di hutan ini, bahkan armor miliknya tak tersisa, ia tewas bersama dengan tiga ratus pasukan Orc. Dark Art yang digunakan Ium hitam benar-benar menghancurkan tubuh dan equipment mereka, lalu diubah menjadi Energi Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Dee Ai Ell, orang yang menyarankan perintah keji tersebut kini telah menghilang bersama Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee, Pemimpin Guild Pengguna Dark Art telah tewas setelah menerima serangan balik milik «Putri Cahaya», kemudian Kaisar mengejar Putri Cahaya ke selatan tanpa memberikan Rirupirin perintah baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisa – sisa tiga ribu pasukan Orc tidak mungkin menahan Pasukan Kerajaan Manusia dan Integrity Knights guna menjaga Gerbang Besar Timur. Keinginan lima ras Tanah Kegelapan untuk menguasai Kerajaan Manusia telah hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Jika seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa teman masa kecil Rirupirin, Renju serta tiga ratus pasukan Orc dikorbankan, juga dua ribu pasukan Orc tewas? Apakah kematian mereka ada nilainya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada jawaban. Sama sekali tak ada jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya karena penampilan kaum kami, lima ribu penduduk asli Tanah Kegelapan tewas sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin memeluk antiing-anting ke dadanya, lalu ia berlutut ke tanah. Tangisan penuh sedu serta duka yang sangat dalam keluar dari dirinya— ketika ia hendak menangis—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara terdengar dari arah belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Orc berdiri dan membalik kepalanya, lalu melihat seorang wanita menghunuskan busur ke arahnya. Berambut kekuningan dan berkulit putih bersih, mengenakan pakaian berwarna kehijauan dan armor berkilau … bukan seorang dari Tanah Kegelapan, pasti dari Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak terkejut melihat sosoknya, maupun marah karena melihat sosok manusia, hal pertama yang Rirupirin rasakan adalah rasa malu seperti, “jangan tatap aku”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena gadis tersebut yang berdiri dihadapannya terlalu cantik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mungkin adalah perempuan Ium Putih pertama yang pernah ia lihat dari jarak dekat, mereka tak berbeda dari wanita Ium Hitam di Tanah kegelapan. Tangan dan kaki-nya terlihat ringkih seolah ia bisa dengan mudah mematahkannya, rambut-nya masih tetap cantik meskipun tertimpa sedikit cahaya matahari, matanya menatap lurus seperti orang bodoh, namun seperti mata crystal emerald.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin mengutuk dirinya sendiri memikirkan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia takut jika mata gadis tersebut terisi tekad bulat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan… Jangan lihat!! Jangan lihat aku!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak sambil menutupi wajahnya dengan tangan kirinya, lalu menggenggam gagang pedang dengan tangan kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum gadis tersebut bisa berteriak, ia akan memotong kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia akan menghunus pedangnya, Rirupirin merasa anting yang ada di telapak tangannya menusuk – nusuk. Sebuah perasaan seolah ia sedang dimarahi oleh Renju sehingga ia menahan gerakannya, kemudian ia terkejut mendengar suara miliknya—.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Err… Selamat siang. Eh, selamat pagi, mungkin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurunkan busurnya, si gadis tersenyum ramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi bayangan telapak tangannya, Rirupirin kaget dan berkedip beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada rasa permusuhan maupun kemarahan dalam mata gadis tersebut, bahkan tak ada rasa takut. Bagi anak – anak Ium Putih, para Orc dari Tanah Kegelapan adalah dongeng horor pemakan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M… Mengapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata yang keluar dari mulutnya sendiri, seolah kebingungan menghadapi situasi seperti ini. Seolah ia bukan salah satu dari Sepuluh Bangsawan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa kau tidak lari? Mengapa kau tidak berteriak? Kau malah menyapa, jelaskan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis tampak kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengapa… Karena.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia memastikan sekeliling dan memandang langit merah di atas sana, ia melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kau juga manusia, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejenak, Rirupirin tak bisa memahami mengapa perutnya bergetar. Menggenggam ujung pedang miliknya, si pemimpin Orc berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“M… Manusia? Aku? Hal bodoh macam apa itu? Kau jelas bisa melihatnya! Aku ini seorang Orc! Seorang Orc disamakan dengan manusia babi oleh kalian para Ium!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, kau masih tetap manusia kan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat tangan ke bibirnya, si gadis tersebut seolah seperti orang tua yang mengajari anaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat, kita bisa bisa saling bicara. Terlebih lagi, apa yang kamu ingin tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Appa… ingin…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin tak bisa menjawab lagi. Kata – kata penuh percaya diri yang diucapkan oleh gadis bermata hijau ini terlalu tak normal bagi Pemimpin Orc yang selama ini hidup dengan amarah terhadap manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Jika kamu bisa bicara, kamu berarti manusia?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya itukah syarat menjadi seorang “manusia”? Goblin, Ogre, dan Raksasa bisa bicara. Tetapi keempat ras termasuk Orc telah dipanggil “demihumans” sejak dimulainya sejarah Tanah Kegelapan, mereka berempat telah dipandang rendah daripada manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin hanya bisa bernafas agak tersengal-sengal ketika ia berdiri seperti orang bodoh. Dengan ucapan “Tak usah khawatirkan itu dulu”, si gadis menyapu kekagetannya dan melihat sekeliling lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Dimana… ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Leafa/Kirigaya Suguha menyadari jika ia telah muncul di tempat yang sangat jauh dari lokasi asli, lalu melihat keatas menuju langit berwarna merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar jika mesin STL 6 yang ia gunakan adalah mesin baru yang bahkan belum pernah dikeluarkan dari kardusnya, ia merasa tak nyaman. Suguha tak pernah merasa nyaman menggunakan shinai yang baru dibeli, terlebih lagi, ia tak pernah yakin pada mesin elektronik yang baruu dibuka. Karena entah mengapa, ia selalu merasa ada masalah yang akan muncul pada mesin tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia log in, seperti Sinon yang masuk menggunakan Mesin STL Prototype 1, lokasi dive miliknya seharusnya ada di dekat Asuna, tetapi karena ia tak bisa melihat Asuna maupun Sinon, sesuatu pastilah terjadi sebelum ia tiba. Tetapi bukan berarti jika tempat yang ia tuju adalah tempat kosong, dihadapannya berdiri seorang manusia berwajah babi— dengan kata lain, seorang «Orc».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan warna cursor yang akan aktif seketika setelah dive, Orc ini seharusnya bukanlah musuh yang harus ia hadapi— para pemain VRMMO Amerika, tetapi Orc ini adalah sebuah “Artificial Fluctlight” yang hidup di dalam Underworld, “bottom-up” artificial intelligence seperti yang Yui jelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar penjelasan Yui mengenai orang-orang Underworld, Leafa berjanji tidak akan menghunuskan pedangnya terhadap mereka hingga saat – saat genting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah jelas kan— bagaimana mungkin ia bisa membunuh “manusia” yang Kakaknya coba lindungi? Jika sebuah Artificial Fluctlight tewas di dunia ini, jiwa mereka akan hancur, tak bisa dihidupkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bagi Leafa, yang sudah akrab dengan grafik kelas atas ALO, kerumitan model Orc, yang juga ada di dalam The Seed Nexus, benar – benar menakjubkan. Gerakan dan hembusan nafas dari hidung kemerahan, texture armor logam yang membalut sosok besarnya dan mantel berbulu, terlebih lagi, dua mata hitamnya serta ekspresi miliknya benar – benar bukti jika sosok ini memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus bertanya pada Orc ini, ia malu – malu menjauhkan wajahnya karena suatu alasan,  melihat sekelilingnya, ia masih belum mendapatkan jawaban. Memutuskan untuk menyelesaikan masalah yang hadir di depan mata, Leafa mengajukan pertanyaan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah… siapa namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agak mundur, pemimpin Orc kini mengutarakan jawabannya atas pertanyaan kedua yang diajukan si gadis Ium Putih. Mungkin namanya sendiri adalah satu – satunya hal yang tidak ia benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Aku, Rirupirin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tiba – tiba menyesali telah menjawab. Karena sebelumnya, ketika ia bepergian menuju Ibukota Obsidia untuk pertama kalinya, para Dark Knights dan Pengguna Dark Art tertawa setelah mendengar nama Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi gadis ini tersenyum tulus, tanpa menyembunyikan emosi apapun, lalu mengulangi nama Rirupirin dengan suara jelas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rirupirin… Sungguh nama yang bagus. Aku Leafa. Senang berkenalan denganmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia melakukan gerakan membingungkan untuk kesekian kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengulurkan tangan putih lembutnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjabat Tangan— tentu saja ia tahu kebiasaan ini. Tindakan ini juga hal yang wajar diantara Orc. Tetapi ia tak pernah mendengar seorang Ium yang mau berjabat tangan dengan seorang Orc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ada yang salah dengan orang ini? Apakah ini jebakan, otau semacam Art? Apakah aku akan terkena Art sebelum bisa menyadarinya? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap tangan kecil yang terjulur, Rirupirin hanya bisa melongo tanpa bergerak. Si gadis memandang Rirupirin hampir sepuluh detik, kemudian menurunkan tangannya penuh kekecewaan. Melihatnya si gadis seperti itu, ia merasa rasa sakit menusuk hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia tersu berbicara pada si gadis … Tidak, hanya menatapnya saja, ia tak akan tahu apa yang akan terjadi pada otaknya. Rirupirin telah memutuskan jika ia tak ingin membuhun manusia yang ada di hadapannya, tetapi ia harus menemukan solusi lain, ia berbicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau ini… seorang Penjaga dari Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia kan, bukan, seorang Knight. Aku ingin membawamu sebagai tahanan. Membawamu kepada Kaisar!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia adalah gadis muda, armor yang ia kenakan dan pedang panjang yang ada di pinggang kirinya tak seperti penjaga lain, tak peduli bagaimana ia memandangnya. Desain dan material untuk membuat senjata dan armor tersebut bahkan mungkin lebih tinggi dari bahan – bahan pembuat equipment milik Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis tidak menunjukkan rasa takut atas perkataan Rirupirin, ia seolah berpikir akan sesuatu, lalu ia bertanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kaisar yang kamu bicarakan adalah Dewa Kegelapan Vektor, benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Y… Yeah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oke. Baiklah. Bawa aku ke Kaisar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangguk, mengangkat kedua tangannya untuk diikat. Ini jelas – jelas bukanlah postur tubuh untuk berjabat tangan, tetapi memintanya untuk mengikat kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa yang sedang ia pikirkan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 107.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin mengambil ikat pinggang dari pinggangnya, dan agak kasar— tetapi sedikit longgar, ia mengikat pinggang si gadis. Setelah mengikat ujung ikat pinggang, ia ingat jika Kaisar tidak berada di Perkemahan Tanah Kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi jika ia berpikir hal – hal rumit, otaknya akan terasa panas. Bahkan jika Kaisar tidak berada di sana, masih ada para Dark Knight dengan ekspresi jijik mereka, atau seseorang seperti Pemimpin Guild Perdagangan, Lengil yang tak tahu harus apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa detik setelah ia berbalik, ia mulai berjalan sambil menarik tali dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, pandangan hitam pekat mengelilinginya. Bau mengerikan tercium di hidungnya. Semuanya menjadi gelap, lalu Rirupirin memandang sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah…?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan terkejut tersebut pastilah berasal dari gadis yang menyebut namanya Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memutar kepalanya ke sekeliling, Rirupirin melihat sebuah lengan mencuat dari dalam kegelapan kabut dan dengan kasar menjambak rambut Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, pemilik tangan tersebut muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita ini seharusnya sudah mati— Pemimpin Guild Pengguna Dark Art, Dee Ai Ell berdiri di sana, bibirnya menunjukkan senyum kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mengapa aku tak bisa mengejarnya? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli, ketua Integrity Knights merasa semakin depresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga naga bersama dirinya telah mengejar selama dua jam lebih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka telah melewati hutan, dimana Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia mendirikan perkemahan, melewati reruntuhan dengan patung – patung besar, lalu menuju daerah selatan Tanah Kegelapan, tetapi jarak antara mereka berdua tidak menunjukkan berkurang. Setelah berhasil menculik Integrity Knight Alice, naga milik Kaisar Vektor masih saja berupa titik hitam kecil di langit sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar dan Alice menunggangi satu ekor naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Bercouli berganti terus antara Hoshigami, Amayori, dan Takiguri, mencoba untuk meminimalkan kelelahan mereka. Secara teori, ia seharusnya telah berhasil mengejar sekarang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa ia masih belum bisa mengejarnya? Apakah Kaisar bisa dengan bebas mengontrol Life naga miliknya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak mungkin. Bahkan Pemimpin Tertinggi Administrator tak bisa mengontrol Life sesuka hati, itu adalah Taboo terbesar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kaisar tak akan bisa terbang selamanya. Ia harus mengistirahatkan naga miliknya dua kali sebelum sampai ke «Altar Ujung Dunia» di bagian paling selatan Tanah Kegelapan. Tetapi naga milik Bercouli juga perlu istirahat. Karena kecepatan mereka sama, ia tak akan bisa mempersempit jarak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak akan— bisa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli tak bisa mengginakan Art yang bisa mempersempit jarak seketika. Untuk menembus masalah ini, satu – satunya kesempatan yang bisa ia lakukan adalah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight dengan lembut mengelus pedang tersayang miliknya yang sedang tergantung di pinggang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah perasaan dingin, namun bisa diandalkan. Hanya dengan sentuhan tersebut, ia bisa merasakan Life pedang-nya masih jauh dari terisi penuh. Armament Full Control Art yang ia gunakan di Gerbang Besar Timur telah memakan banyak Life dari yang ia duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tehnik yang hendak digunakan Bercouli adalah tehnik paling tinggi dari Divine Instrument «Time Piercing Sword», namun akan memerlukan banyak Life.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia hanya bisa menggunakannya satu kali. Dan tebasannya harus lebih akurat daripada memasukkan sebuah jarum ke targetnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli dengan lembut menyentuh leher Takiguri, dan melompat ke punggung Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tidak mengunakan tali kekang, Bercouli memasukkan kesadarannya pada partner yang telah bertarung bersamanya selama bertahn - tahun, lalu dengan teliti mengatur posisi terbangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengincar titik hitam di kejauhan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia ingin mengincar Kaisar sendiri, pada jarak sejauh ini ia tak akan bisa melihat sosoknya, jadi lemungkinan gagal terlalu tinggi. Ia harus melihat pergerakannya dan memusatkan tenaga miliknya menuju saya sang naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri tegak, Bercouli perlahan menggerakkan tangan kanan dan menghunus pedang miliknya dari sarung pelindung,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang yang digenggam dengan tangan kanannya memunculkan cahaya lemah. Release Recollection Art yang diaktifkan tanpa menggunakan incantation lalu pedang panjang tersebut bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Khight menatap lurus kedepan, sambil meminta maaf pada naga yang tak bersalah didepan sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, menyipitkan mata birunya— Bercouli, knight paling tua di dunia berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Time Piercing Sword— Arcane Slash!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara keras, ia mengayunkan pedang ke bawah dengan cepat. Tak terhitung kilatan kebiruan memancar dari arah tebasan, lalu menghilang satu per satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jauh di depan sana, sayap kiri naga hitam yang dinaiki Kaisar Vektor terpotong dari pangkalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bau ini … Aku bisa menciumnya … Bau manis ini adalah bau Life …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjambak rambut si gadis dan mengangkat seluruh tuubuhnya ke atas, bibir Dee Ai Ell mengeluarkan suara serak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin hanya bisa menatapnya seperti orang bodoh, tak peduli berapa banyak kebencian yang ia beriakan, seolah tak sampai padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit gelapnya seolah dilumuri minyak sehingga berkilat, sedangkan rambut hitamnya kini acak - acakan. Seluruh tubuhnya tertutupi luka akibat tebasan pedang sehingga memancarkan darah tiada henti. Ketika Dee bergerak, lukanya semakin lebar dan memancarkan lebih banyak darah. Tetapi asap hitam yang menyelimuti-nya segera berkumpul di sekitar luka, mengeluarkan bau mengerikan dan berusaha menghentikan cucuran darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber asap tersebut adalah kantong kulit kecil yang menggantung di pinggang Dee. Setelah melihat lebih dekat, ketika kantong tersebut terbuka, benda yang mirip serangga secara terus menerus memunculkan kepalanya untuk menciptakan asap tebal. Benda itu pastilah Dark Art yang berfungsi untuk menahan Life yang berkurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap Rirupirin, yang menutup hidungnya seolah jijik. Dee membentak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mangsa yang tepat. Aku memerintahkanmu, babi. Sebagai hadiah, aku akan menunjukkanmu sesuatu yang hebat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepay setelah ia mengatakannya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee menurunkan kuku seperti cakar miliknya menuju kerah baju si gadis, yang mana kini semakin menunjukkan ekspresi kesakitan sambil rambutnya dijambak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa belas kasihan, armor perak dan baju berwarna kehijauan milik Leafa dirobek dan jatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit putih bersih pada tubuh atasnya kini terbuka, wajah si gadis semakin kesakitan. Memandangnya, Dee menunjukkan kekejamannya dan senyum liar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana? Ini pertama kalinya kau melihat tubuh wanita, kan? Ini mungkin cukup menggoda bagi seekor babi! Tetapi pertunjukannya baru akan dimulai …!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelima jari di tangan kanan Dee mulai menggeliat dan bergerak seolah telah kehilangan tulangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana, jarinya kini telah berubah menjadi cacing licin berkilau. Di ujung jari tersebut, garis seperti mulut mulai membuka lebar, tampak menjijikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tonton ini…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Dee berteriak, kelima jarinya— bukan, lima cacing panjang membentang semakin panjang dan melilit tubuh atas Leafa. Cacing – cacing tersebut tak hanya menghentikan gerakannya; ujung cacing tersebut mengangkat kepalanya— lalu menusuk ke dalam kulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah menyembur ke segala arah dari gadis bernama Leafa ini, mata hijaunya terbuka lebar. Ia berusaha menarik ulat tersebut menggunakan tangannya, tetapi tubuh atasnya terikat dan pinggangnya terikat oleh sabuk milik Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah yang mengalir dari lima luka yang diterimanya seolah tampak berhenti, tetapi kenyataanya tidak begituu. Rirupirin sadar jika cacing dari jari – jari milik Dee semakin masuk ke dalam; cacing tersebut menghisap darah Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Pengguna Dark Art mengangkat kepalanya dan mulai merapal incantation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039; “System call!! Transfer human unit durability… Right to Self!!” &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pop, cahaya kebiruan muncul dari luka si gadis. Kemudian, seolah terhubung dengan darahnya sendiri, darah Leafa terhisap menuju cacing milik Dee. Rasa sakit si gadis semakin menjadi – jadi, tubuhnya melengkung ke belakang seolah mau patah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Sungguh hebat… sungguh hebat!! Sangat kaya … dan manis!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cibiran kejam menusuk ke telinga Rirupirin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah tersadar, si ketua Orc berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa… Apa yang kau lakukan!! Gadis ini tahananku!! Aku akan membawanya ke Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Diam, babi bodoh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berteriak secara arogan, matanya haus darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kau lupa jika Kaisar telah memberikan perintah operasi padaku?! Keinginanku adalah keinginan Kaisar!! Perintahku adalah perintah Kaisar!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gu. Rirupirin tak bisa berkata - kata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Bukankah penyerangan ini telah gagal?&#039;&#039; Ia ingin menjawab. Tetapi Kaisar telah menghilang dari medan peperangan tanpa memberikan perintah baru. Sekarang ini, tak ada seorangpun yang bisa membantah “perintah” dari Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Rirupirin menyaksikan, si gadis hanya berteriak pelan dan pergerakannya mulai melemah. Dengan kata lain, luka – luka milik Dee perlahan mulai menutup satu demi satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh… Guh…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggeramkan giginya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Rirupirin, si gadis yang Life-nya perlahan di hisap, seperti sosok Renju yang dikorbankan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya mulai hilang dari mata si gadis. Kulitnya mulai berubah dari putih menjadi pucat, dan tangannya mulai turun terkulai. Tetapi tentakel di tangan kanan Dee masih menghisap dengan rakus, berusaha menghisap darah milik Leafa sampai habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tewas… dia akan tewas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahanan aneh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan, manusia pertama yang tidak takut maupun menghina dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kejadian yang tak bisa terpikir, lebih tepatnya sebuah keajaiban terjadi. Mata Rirupirin terbuka semakin lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah kehitaman daerah Tanah Kegelapan dibawah gadis tersebut, mulai bersinar hijau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang tampak seperti rumput hijau, yang mana tak pernah terlihat kecuali di bagian tertentu Tanah Kegelapan, kini mulai bermunculan dari tanah, dan banyak bunga – bunga berbagai warna mekar ke segala arah. Bau bunga – bunga yang terbawa oleh angin, dan bahkan cahaya merah matahari mulai berubah menjadi hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan tersebut, penuh dengan Life. Kini berkumpul dan terhisap oleh tubuh si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kulit pucatnya kini mulai mendapat kembali warnanya, lalu matanya mulai bersinar lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilusi sesaat tersebut kini menghilang, Rirupirin sadar jika Life si gadis telah pulih kembali. Rasa senang memenuhi hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kemudian dirusak oleh teriakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak mungkin… Life-nya sudah hampir habis … kini penuh lagi!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee memaki, lukanya juga telah pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melepas cengkraman pada rambut Leafa dan mengubah kelima jari lainnya menjadi cacing buruk rupa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbentuk kini agak besar, kelima tentakel yang baru diciptakan mulai melilit dan menusuk kulit milik Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… AHH…!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tawa milik Dee seolah menyatu dengan teriakan kesakitan si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AHAHAHAHA!! AH— HAHAHAHAHA!! Milikku! Dia milikku—!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku harus menahannya. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menderita akibat rasa sakit yang tak pernah ia rasakan sebelumnya baik di dunia nyata maupun ALO, Leafa hanya bisa mengulangi perkataan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia dive, ia mendengar penjelasan mengenai kemampuan Super Account 03 «Dewi Tanah, Terraria».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unlimited automatic recovery&amp;lt;ref&amp;gt;kemampuan untuk menyembuhkan diri secara otomatis&amp;lt;/ref&amp;gt;. Secara otomatis menghisap energi dari lingkungan di sekitarnya untuk memulihkan durability miliknya sendiri maupun benda hidup atau mati. Berdasarkan penjelasan Higa, batas HP yang dimilikinya, serta kemampuan tersebut, membuat Leafa tak mungkin mati karena kehabisan HP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah mengapa Leafa memutuskan untuk berani ditangkap guna menantang Dewa Kegelapan Vektor, dan mencoba agar tidak menghunus pedangnya pada orang – orang Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita yang menyiksanya sekarang ini adalah penduduk Underworld seperti Rirupirin— sebuah Artificial Fluctlight. Jika ia ditebas menggunakan pedang, jiwanya akan hancur. Tanpa mengetahui mengapa ia bisa terluka dan mengapa ia ingin sembuh, Leafa tak ingin berterung dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ahh— Tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengesampingkan pakaiannya yang telah dirobek, rasa sakit ketika Life miliknya dihisap benar – benar luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah ini rasanya sakit ketika tubuhmu tak bisa terluka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hentikan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rirupirin tak menyadari jika kata – kata tersebut meluncur dari mulutnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, kali ini lebih jelas terasa di mulutnya dan tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hentikan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya menyipit, mata milik Dee seolah hendak menerkam. Menahan rasa marah di perutnya, pemimpin Orc melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukanlah Life milikmu telah penuh? Kau tak perlu menyedot habis tubuh si Ium Putih!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sekarang apa? Berani memberiku perintah …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berkata pelan, seolah menekan nada piano.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, kesepuluh tentakel menggeliat semakin hebat, memaksa masuk semakin dalam, semakin cepat menghisap darah. Kulit Dee kini telah kembali ke warna eksotis miliknya, dan rambutnya kini semakin panjang dan lembut dari sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak hanya itu, Life yang dihisap secara berlebihan mulai memancar ke udara disekeliling menjadi partikel kebiruan. Namun Dee tak menunjukkan tanda – tanda untuk menghentikan siksaannya pada si gadis, kini Dee mulai mencengkram dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah bilang, kan. Tahanan ini menjadi milikku sekarang. Tak peduli berapa banyak Life yang aku hisap, tak peduli berapa banyak aku menyiksanya di depanmu, babi, atau bahkan ketika aku ingin membunuhnya sekarang, sudah bukan menjadi urusanmu”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuku, kukuku, sebuah tawa keluar dari tenggorokannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi, yah, tentu. Kau yang menemukannya, jadi aku harus menunda pembayarannya kan? Kalau begitu… lepas semua pakaianmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ap… Apa yang kau katakan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah sejak lama, melihatmu mengenakan armor dan mantel membuatku mau muntah. Kau ini babi, namun berlagak berpakaian seperti manusia. Jika kau mau  bertelanjang, merangkak, dan memohon padaku, mungkin aku akan mengembalikan tahanan manismu ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, seberkas cahaya merah memasuki oandangannya. Diiringi dengan rasa sakit seperti di tusuk jarum panas terasa di mata kanannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hanya seekor babi.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Seperti manusia. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata milik Dee bertolak belakang dengan kata – kata Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kau juga manusia, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Terlebih lagi, apa yang ingin kamu tahu? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak boleh membiarkan Dee membunuh gadis ini. Bukan, ia tak ingin Leafa mati. Karena ini... karena ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan bergetar milik Rirupirin menyentuh ujung mantel, dan membukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik mantelnya, Rirupirin menggerakkan tangannya ke sabuk yang mengikat seluruh armornya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, suara lemah terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepalanya terangkat, matanya bertemu mata milik Leafa yang sedang menatapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata emerald miliknya berkedip beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… tak apa. Jadi, jangan … lakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya terputus – putus. Dee menggigit wajah Leafa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika kau tersu mengucapkan hal – hal yang tak perlu, aku akan menggigit wajah cantikmu ini. Kita sedang bermain lho. Hei, apa yang kau tunggu babi. Lepas pakaianmu. Ataukah kau mulai merasa senang melihat tubuh manusia telanjang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kyahahahaha, tawanya tak berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan miliknya yang memegang sabuk kini mulai bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak peduli dengan rasa sakit di mata kanannya. Karena, dibandingkan dengan kemarahan dan penyiksaan yang mengisi hatinya, rasa sakit ini tak ada apa – apanya .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… Aku… Aku…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, sesuatu mengalir dari matanya, turun hingga ke pipi. Tetesan yang jatuh di sebelah kiri berwarna beninng, sementara yang jatuh di sisi kanan berwarna merah terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan kanannya mulai melepas dari ikat pinggang— dan bergerak menuju pangkal pedang di pinggang kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku seorang manusia!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berteriak, rasa sakit yang tak pernah dirasakannya menyerang menyerang mata miliknya, lalu meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun setengah buta. Rirupirin bisa menemulak lokasi Dee secara tepat. Tawa sadis miliknya berhenti dan mulutnya terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sepenuh tenaga, Rirupirin mengayunkan pedang miliknya menuju kaki milik Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi— karena kehilangan sebelah mata, incarannya agak meleset.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ujung pedang miliknya hanya menyerempet betis Dee. Tubuh Rirupirin kehilangan keseimmbangan dan bahu kirinya ambruk ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat kepalanya, ia melihat Dee yang kini mulai murka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Babi busuk ini … beraninya melukaiku …!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melempar tubuh Leafa ke belakang dan melepas tentakelnya. Dengan deru suara, tentakel tersebut berubah menjadi pedang hitam tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mencincangmu, dan menjadikanmu makanan babi hutan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Orc menunnggu ketika pedang tersebut sampai menebasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thump.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thump.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua suara terdengar pada saat yang sama. Pergerakan Dee terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bingung, Rirupirin melihat jika lengan milik Dee terjatuh dan menancap tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Dee juga terkejut. Wanita tersebut perlahan menoleh ke belakang, darah bagaikan air terjun mengalir deras dari punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok Leafa memasuki pemandangan Rirupirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibandingkan dengan sosok rampingnya yang tak memiliki ott, pedang panjang terlihat sulit untuk diayunkan ke depan. Meskipun kedua tangannya terikat, Leafa lah yang telah menebas tangan Dee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dee berbatuk dan berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang manusia … membantu seekor babi, dan menebas manusia lainnya …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Pengguna Dark Art memaju mundurkan kepalanya tak percaya, Leafa membalas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, aku hanya menebas orang jahat untuk menolong orang baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangkat pedang panjangnya lalu mengayun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hya-ka!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis mundur ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sungguh— ajaib. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pergerakannya tidak berlebihan, namun cepat dan tehnik miliknya luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, Rirupirin menangis— karena terbawa emosi kali ini. Ketika ia memandang Dee., Pengguna Dark Art nomor satu di Tanah Kegepalan dan yang terkuat diantara Sepuluh Bangsawan Penguasa, terpotong menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel Miller melihat secara jelas ketika si naga hitam mengepakkan satu sayapnya,mendarat pelan, lalu meraung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika matanya berpaling, semua hal yang berhubungan dengan keberadaan sang naga yang ada di pikiran dan ingatannya lenyap. Ia memandang sekitar tanpa mengubah ekspresi wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi ia jatuh adalah sebuah daerah dengan banyak pilar batu. Pilar yang ia pijak di bagian tengah memiliki tinggi 100 yards dan lebar 30 yards.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat turun bukanlah hal yang bijak. Ia masih belum akrab dengan Art yang mengatur elemen di dunia ini, juga ia tak bisa meninggalkan Putri  Cahaya Alice di kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ia memiliki tali, jangkar, atau tangga tali, Gabriel bisa dengan mudah turun ke bawah dari ketinggian ini. Tetapi tak perlu melakukannya saat ini, karena musuh yang entah bagaimana berhasil menumbangkannya kini telah mendekat dari arah utara bersama dengan tiga ekor naga. Ia harus mengurus musuh ini, mengambil alih kendali AI si naga, lalu terbang ke selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel mengangkat wajahnya dan menatap ke atas. Matahari virtual yang mengambang di langit merah telah mencapai titik puncak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak banyak waktu tersisa ketika Critter mengatur ulang waktu akselarasi. Bisakah Pemain Amerika yang berjumlah 50,000 menyapu habis Pasukan Kerajaan Manusia sebelum dipaksa log out karena percepatan akselerasi? Dengan jumlah 1,000 orang tersisa, Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia tak akan bisa bertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang membuat ia ragu adalah para Integrity Knights yang telah berhasil menyapu pasukannya satu persatu. Tetapi salah satu diantaranya, Alice, telah berhasil ia culik, maka pengejarnya pastilah salah satu Knight juga, hanya ada satu dua orang Knight yang tersisa di medan peperangan utara sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera Gabriel memutuskan keinginannya, ia kini berbalik pada Integrity Knight Alice yang sedang pingsan di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sungguh sangat—cantik. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Begitu cantik hingga kesenangan yang ada dalam dirinya tak bisa berhenti. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gabriel sedikit bingung: haruskah ia melepas senjata dan armor miliknya sebelum memborgolnya? Itu adalah pilihan paling masuk akal, tetapu musuh sedang mendekat dan tampaknnya akan agak sulit dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia harus menunnggu waktu akselerasi dan mengulur waktu. Bahkan ketika ia akan melonggarkan armor milik Alice, Gabriel harus melakukannya dengan lembut, dan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tidur nyenyak sekarang, Alice… Alicia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbisik lembut pada Alice, Gabriel berjalan ke tengah pilar bundar menunggu musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu Gabriel Miller yang sedang menggunakan Super Account 04 «Dewa Kegelapan Vektor», maupun Critter yang berhasil mencurinya, keduanya tidak mengetahui fakta ini: Alice si Knight terkuat telah jatuh ingsan selama beberapa jam hanya dengan dicengkram naga, itu karena kemampuan Vektor itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat Super Accounts di Underworld diciptakan guna melakukan perintah langsung— penciptaan keajaiban— di dunia ini dan lingkungan sekitarr.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stacia, yang bisa mengubah dataran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Solus, yang bisa menghancurkan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terraria, yang bisa menyembuhkan durability.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Vektor, yang bisa mengatur pikiran Artificial Fluctlights itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara khusus, ia juga bisa mengedit ingatan lingkungan— data Vektor dalam Fluctlights dan memindahkannya ke suatu tempat yang jauh, ataupun menciptakan bangunan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tindakan tersebut agak berbeda dengan ketiga Dewi yang lain namun memiliki konsep yang sama, cukup sulit baginya menjadi subjek untuk disembah oleh penduduk. Terlebih lagi, Vector tak hanya memiliki Prioritas equipment dan Life paling tinggi, ia juga memiliki kemampuan pelindung terhebat “Kemampuan tak bisa dijadikan target Art”. “Anak Hilang Vektor”, adalah salah satu dongeng yang diwariskan dalam Underworld, cerita tersebut diwariskan berdasarkan salah satu perintah operasi pada penduduk setemmpat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi kekuatan Dewa Kegelapan Vektor dan imajinasi unik milik Gabriel Miller, ataupun Incarnation yang bisa menimbulkan efek berlipat ganda yang bahkan tak bisa diprediksi oleh teknisi «RATH».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa menghisap kesadaran seseorang tanpa menggunakan Art.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fluctlight milik Alice juga berhasil ditaklukkan dan dipaksa untuk tertiidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kombinasi kekuatan Vektor serta Gabriel telah sukses menghancurkan serangan maut milik Jendral Kegelapan Shasta sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang ini, rival Shasta— Integrity Knight Bercouli akan mengalami jejak yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli melihat naga Kaisar Vektor telah jatuh ke batu pilar besar sehingga ia tak bisa lari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia manahan kelelahan hebat karena menggunakan tehnik paling tinggi miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus… Tolong terbang sedikit lagi, Hoshigami, Amayori, Takiguri!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ia menyelesaikan kalimatnya, ketiga naga dengan sekuat tenaga mengepakkan sayap mereka. Selama musuh tetap berada disanam bahkan jarak sepuluh kilol akan bisa dikejar dengan singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat sebelum memasuki pertempuran, Bercouli mulai merenungkan. Ingatannya mulai mengingat mimpi tadi pagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— Apakah kau pernah merasakan tanda-tanda kematian?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemimpin Tertinggi Administrator bertanya dalam mimpinya, dan bagi Bercouli yang mengenalnya selama ratusan tahun, ia tetap menjadi sosok yang tak bisa dikalahkan sampai akhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ia dilepaskan dari Deep Freeze dan diberitahu Alice mengenai kematian Pemimpin Tertinggi, ia merasakan kekagetan dan sedikit lega: Terima kasih atas hasil kerjamu selama ini. Kematian Pemimpin Tetua Chudelkin membuatnya lebih kaget.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena hal tersebut, ia tak pernah menanyakan secara jelas mengenai kematian Administrator kepada Alice , juga situasi yang dialami oleh Alice. Tentu saja, di sisi lain ia terlalu sibuk melatih Pasukan Pertahanan Kerajaan Manusia, dan di sisi lainnya ia tak ingin mau tahu— mengenai sifat keras kepala dan hasrat milik wanita bermata dan berambut perak tersebut ketika melakukan dosa paling besar tentang eksperimen – eksperimen anehnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Administrator selalu lesu, tak konsisten, dan berubah – ubah pada Bercouli. Meskipun ia selalu mematuhinya, Bercouli tidak memujanya seperti yang Chudelkin lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia juga tidak benci mematuhi perintahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar … Percayakan padakukali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Knight paling tua berguman, dan membuka matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bisa melihat dengan jelas sosok Alice yang berbaring di batu mengenakan armor emas miliknya, dan sosok Kaisar Vektor berdiri diam dihadapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah… kalian bertiga berjaga saja di udara! Jika aku tewas, mundur ke utara dan bergabung dengan pasukan lain!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengisyaratkan dengan lembut pada ketiga naga, Bercouli terjun dari punggung Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sinon meninggalkan jejak udara bagaikan meteor jatuh, ke 700 orang Pasukan Penjaga dengan susah payah kini menuju arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka mulai kewalahan menangani pasukan crimson di belakang mereka. Tetapi baik Penjaga maupun kuda – kuda tak akan bisa berlari terus seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berdiri di atas atap kereta Kirito, Tieze, dan Ronye, berdoa sambil menatap arah selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sekitar dua puluh menit penjelasan Sinon, pemandangan reruntuhan kastik raksasa mulai tampak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ada tanda – tanda manusia, demihumans, maupun binatang raksasa lainnya. Hanya ada bebatuan yang diam di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di depan jalan lurus ini ada dua kuil datar. Tingginya sekitar 20 mel, dan lebarnya 300 mel. Kuil ini mungkin bisa dijadikan garis pertahanan agar musuh tidak mengepung mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara kedua kuil tersebut, jalanan masih berlanjut ke arah selatan. Pemandangan ini memberikan kesan seperti roti lapis, karena selain ada di tengah – tengah, juga ada patung besar di kedua sisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukanlah patung Budha, juga bukan patung khas negeri barat. Sejujurnya, patung tersebut seperti sosok persegi yang ada di reruntuhan Amerika Selatan. Semuanya dipahat dengan mata bulat dan mulut besar, dan tangan mereka disilangkan di depan dada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apakah patung tersebut di desain oleh teknisi RATH ketika Underworld diciptakan? Ataukah diciptakan secara otomatis menggunakan paket program The Seed? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ataukah patung tersebut— dipahat dari gunung batu oleh penduduk Tanah Kegelapan …?  Seperti tanda makam bagi yang telah tewas …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik nafas, menyingkirkan pikiran – pikiran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berteriak pada Knight Renri yang sedang memimpin pasukan sambil menunggang naga:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo kita serang musuh di dekat jalan sana”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban “Mengerti!” terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa menit kemudian, Penjaga mulai membentuk formasi diantara kedua kuil. Patung seperti Mammoth ada di kedua sisi, seolah menatap mereka. Tapal kuda dan sepatu penjaga bergetar mengisi jalanan kering ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri memando mereka, suaranya memotoong udara dingin:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah. Penjaga, bagi posisi! Biarkan kereta barang dan tim persediaan lewat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Penjaga kini terbagi menjadi dua, kemudian delapan kereta barag melewati mereka, diikuti dengan tim persediaan yang kebanyakan para Astetic. Setelah sampai di bagian belakang, mereka berhenti. Angin kencang bertiup dari pintu masuk raksasa di jalan sana, rambut Asuna tertiup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh senyap. Pemain Amerika yang mengejar mereka mulai kelihatan, debu – debu beserta getaran mulai terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna melompat dari kereta barang, dan berkata pada gadis – gadis yang menonjolkan kepala mereka ke atas atap:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini pertempuran terakhir. Aku akan menyerahkan Kirito-kun pada kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya! Serahkan pada kami, Asuna-sama!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan melindunginya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Bahkan jika harus bertaruh nyawa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Tieze, Ronye dan Sortiliena meletakkan tinju ke depan dada mereka, Asuna melakukan hal yang sama dan tersenyum lelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Istirahatlah. Aku tak akan membiarkan musuh sampai ke tempat ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata – kata tersebut seperti sebuah janji pada dirinya sendiri. Asuna melambaikan tangan dan berbalik arah dengan segala keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri kini masih ada di depan pasukan penjaga, mengattur mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan ini luasnya sekitar 20 mel. Meskipun cukup sempit untuk dijaga, menjaga jalan ini sambil formasi saling bergantian mungkin saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal paling penting adalah mencegah angka kematian sebesar mungkin ketika melawan 10,000 musuh lebih, karena regu Ascetic juga melakukan penyembuhan dari belakang. Untungnya, diantara pasukan crimson tak ada pengguna Art. Meskipun sepertinya para pemain tersebut tak menemukan cara untuk mengaktifkan system command yang cukup rumit di Underworld dalam waktu singkat, situasi ini sepertinya sebuah keajaiban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika situasi ini mungkin berubah—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku akan membunuh seluruh pasukan seorang diri. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas dalam – dalam dan berkonsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memikirkan jumalah Life milik Stacia dan Prioritas equipment miliknya, ia tak akan kalah karena kerusakan berdasarkan angka. Masalahnya adalah apakah ia mampu menahan rasa sakit. Ketika ia menerima luka di jantung, tubuh virtualnya ini akan terluka, dan bahkan jika ia memaksa, ia mungkin akan jatuh dalam kondisi dimana ia tak akan bisa menggenggam pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memejamkan mata, memikirkan Kirito yang masih terluka. Ia membayangkan luka dan duka yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Asuna sudah ada di garis depan, rasa takut lenyap dari dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertempuran besar ini adalah yang terakhir, diterangi cahaya matahari siang hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekitar duapuluh pemain Amerika yang mengenakan armor berat kini maju ke reruntuhan, mencari darah dan teriakan yang dijanjikan pengumuman dalam website.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun apa yang menunggu mereka bukanlah NPC yang didesain untuk hiburan semata, tetapi para pejuang yang berkeinginan untuk menyelamatkan dunia dan menolong teman mereka si Integrity Knight emas. Meskipun terluka parah, pedang mereka masih memancarkan cahaya keingianan untuk menahan senjata musuh dan menghancurkan armor musuh.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sesosok manusia menatap ke bawah dari ketinggian, diatas pasukan crimson yang telah dihancurkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menganakan pakaian yang tidak memantulkan cahaya armor, seperti jaket sepeda motor besar. Jaket tersebut ditutupi dengan paku – paku keperakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senjata yang ia gunakan hanyalah pisau pemotong daging besar yang menggantung di pinggang kirinya. Wajahnya tertutup. Tubuhnya dibungkus pakaian kulit hitam seperti jas hujan, hingga menutupi ke mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bibirnya tersenyum kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah Vassago Casals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dive sekali lagi ke dalam Underworld dan berhasil menghindari serangan laser milik SInon, ia kini menyamar diantara pasukan Amerika yang mengejar Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia. Akan tetapi, ia tidak ikut dalam serangan awal, malahan ia memanjat dinding kuil bagian timur, dari atas kepala sebuah patung ia bisa mengamati jalannya peperangan, ia mumutuskan untuk menikmati hiburan menarik ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kekek, bajingan itu selalu terburu – buru seperti biasanya ketika marah. Ia membunuh banyak orang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berguman dengan tawa kesenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persis seperti dalam ingatan masa lalu Vassago, gadis berarmor mutiara dengan rambut coklat— Asuna «The Flash» kini mulai menganggkat gagang rapier miliknya yang mulai bercahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Dahulu&#039;&#039;&#039;, Vassago juga dalam posisi yang sama, menonton pertempuran Asuna dari kejauhan. Ia telah bersumpah pada dirinya sendiri: &#039;&#039;Aku akan menghabisimu sebelum dunia ini berakhir. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama dengan seorang swordsman berpakaian hitam yang juga bertarung lebih ganas di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia meloncat dari punggung naga, Bercouli masih berada sekitar dua ratus mel diatas tanah. Jika ia meloncat langsung seperti itu, ia tak akan bisa menahan benturan yang akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ia seolah menuruni sebuah tangga tak kasat mata, Komandan Knight turun dengan gerakan melingkar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap langkah yang ia jejaki, sebenarnya ia menciptakan Wind Element dibawah kakinya sebagai batu loncatan, dengan begitu ia bisa mengurangi daya benturan. Mengontrol Element dengan kedua kakinya sebenarnya adalah tehnik milik Pemimpin Tetua Chudelkin yang ia curi beberapa puluh tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam gagang pedangnya, knight paling tua ini semakin mendekat, menuju titik buta Kaisar Vektor. Vektor berdiri di tengah pilar tepat dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bunuh dia dengan sekali tebas. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adalah hasrat membunuh milik Integrity Knight Bercouli yang ditunjukkan semenjak ia membunuh Jendral Kegelapan dua generasi sebelumnya – sekitar seratus lima puluh tahun lalu. Dalam tahun – tahun setelahnya, ia tak pernah memiliki musuh yang mampu menarik hasrat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika ia bertarung dengan bocah Eugeo yang menerobos Katherdal Pusat seorang diri, Bercouli telah bertarung serius, namun tidak menunjukkan hasrat membunuh. Tetapi, jika ia melihat saat ini, bahkan melawan Jendral Kegelapan Shasta, ia tak pernah menunjukkan emosi negatif seperti marah maupun benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ini adalah pertama kalinya Bercouli menunjukkan kegarangannya setelah sekian lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap tubuh dirinya benar – benar terbakar. Terlebih lagim bukan saja karena telah menculik Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh ini datang dari dunia luar yang disebut Dunia Nyata, orang ini telah memaksa orang – orang Tanah Kegelapan menuju medan peperangan ketika mereka telah menerima masa kedamaian, juga ia mengirim puluhan ribu penduduknya mati sia – sia, benar – benar tindakan yang tak patut dipuji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kaisar Vektor, aku tak tahu alasan apa yang memotivasimu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi jika orang – orang dari Dunia Nyata seburuk dirimu. Aku jadi mengerti begitu melihat ekspresi nona Asuna. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu berarti, satu – satunya kejahatan yang tak bisa diampuni adalah dirimu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika begitu, aku akan membinasakanmu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku akan menebus nyawa Jendral Kegelapan Shasta, Integrity Knight Eldrie,dan nyawa orang – orang yang telah gugur dalam peperangan ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Nah rasakan … serangan ini!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ze… AHH!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melompat sepuluh mel dari udara, Komandan Knight mengayunkan pedangnya sekuat tenaga kebawah menuju kepala Kaisar Vektor yang tak terlindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara berdesis, menimbulkan cahaya putuh. Cahaya tersebut menyilaukan pandangan, bahkan menelan warna sekeliling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak perlu ditanya, serangan ini adalah tehnik pedang paling kuat dalam sejarah Underworld. Prioritas serangannya bahkan mampu menulis kembali mnemonic data  dalam Main Visualizer. Dengan kata lain, segala hal yang ada dalam jangkauan serangan ini, berapapun nilai statusnya tak ada artinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan bagi Super Account 04— Life tak terbatas milik Kaisar Vektor akan hancur jika terkena serangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika terkena serangan ini, begitulah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika meteor hendak menghantam kepalanya, wajah Vektor masih tak beremosi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kecepatan serangan ini sangatlah cepat bahkan seseorang tak akan bisa melihatnya. Serangan tersebut datang tiba - tiba; tak peduli berapa cepat reaksimu, mereka tak akan mampu menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi dalam sekejap, tubuh Vector yang terbungkus armor crystalline hitam, dengan tanpa suara bisa bergeser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghindari serangan ini, bergeser sedikit saja bisa menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang milik Bercouli hanya menggores mantel merah yang berkibar di urada. Seketika menyentuh pedang tersebut, mantel tersebut berubah menjadi debu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zugaaaaang!! Dengan bunyi nyaring, bekas goresan terukir ke pilar batu tersebut. Seluruh pilar tersebut berguncang, pecahan – pecahannya berjatuhan ke bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ia menghindarinya?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap seperti orang bodoh, Bercouli tidak berhenti melancarkan serangan lanjut. Melalui pengalaman bertahun – tahun, ia telah mempelajari untuk tidak berhenti dalam kondisi yang tak terduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil langkah lagi, menerjang ke sisi Kaisar. Lalu, ia menebas serangan horizontal. Sekitar setengah detik berlalu sejak serangan pertama yang gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Vektor bisa menghindar serangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuhnya seperti asap hitam yang tertiup angin, sulit dicapai tanpa persiapan. Ujung pedang miliknya menggores permukaan armor, percikan bunga api tercipta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, Bercouli yakin akan kemenangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan terkuat miliknya telah gagal, namun kekuatannya tidak menghilang. Armament Full Control Art milik pedang «Time Piercing Sword • Empty Slash»— sebuah kemampuan untuk ‘menebas masa depan’ telah diaktifkan. Serangan ini adalah tehnik yang akan meninggalkan tebasan pada siapapun yang berada pada arah tebasan, membunuh siapa saja yang menyentuh langsung pedang tersebut; tehnik ini membuat Eugeo kesulitan waktu berada dalam Katherdal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Punggung Kaisar condong ke depan dimana tiga tebasan tak terdeteksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan pertama mengenai rambut perak miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahkota di atas kepalanya hancur dengan bunyi khas logam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan Vektor terangkat ke atas seolah meminta ampun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli bisa merasakannya, seketika, tubuh miliknya pasti akan putus menjadi dua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Slap.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bunyi terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumbernya adalah— tangan milik Kaisar yang mengepal diatas kepala belakang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ia menghentikan «Empty Slash» dengan tangan kosong? Tanpa menoleh? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak mungkin. &#039;&#039; Meskipun tehnik rahasia untuk menahan tebasan pedang dengan kedua tangan telah diturunkan secara bergenerasi pada Petarung Tangan Kosong di Tanah Kegelapan, tehnik tersebut bisa dilakukan jika tanganmu sekeras baja. Terlebih lagi, bahkan Pemimpin Petarung Tangan Kosong tak mungkin menahan serangan tak kelihatan dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran ini terlintas sejenak, setelahnya, Bercouli akhirnya berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, ia hanya bisa menatap apa yang terjadi setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tebasan yang tertinggal di udara dihisap oleh tangan Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, mata biru Kaisar menjadi warna hitam pekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian terdalam kegelapan tersebut, banyak cahaya bisa tterlihat— apakah itu, bintang - bintang…?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu Jiwa. Jiwa – jiwa yang telah ia hisap dan dikurung ada disana. Jiwa Jendral Kegelapan Shasta dan pendamping perempuannya kemungkinan juga ada disana …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bangsat, kau bisa menghisap Incarnation milik orang lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada gumanan Bercouli, Vector perlahan menurunkan tangannya yang kini telah menelan tebasan seluruhnya, lalu berkata pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Shin’i?13 … Aku paham, pikiran dan jiwa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suaranya membuat tulang bergetar; seolah bisa menelan apapun. Dan sumber suara tersebut adalah bibir kecil yang kini sedang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pikiranmu seperti anggur tua yang nikmat. Kental dan kaya rasa … dengan rasa yang berat di awal. Meskipun bukan kesukaanku … pikiranmu cukup nikmat disajikan sebelum aku menikmati main course.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangan pucat Kaisar kini menggenggam ujung pedang panjang yang ada di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang tipis yang perlahan ia tarik dari sarung pedangnya berwaarna violet. Mengayunkan pelan ke bawah, Kaisar Vektor tersenyum sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nah, ijinkan aku menikmati lebih banyak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya pedang besar berhasil menggores lengan kiri Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit terasa, seperti luka yang tersiram air panas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—Ini bukan apa – apa!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berpikir cepat, luka kecil di lengannya seketika langsung menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, dengan kilatan terang, pedang miliknya berhasil menusuk dada penyerang sebanyak empat kali. Wajah si pria menyusut kemudian tertunduk ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna telah lupa berapa banyak yang telah ia bunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia juga tak menghitung berapa banyak waktu yang telah berlalu sejak dimulainya pertempuran di reruntuhan ini. Ia hanya yakin jika jumlah pasukan crimson yang menerjang terus menerus masih sangat banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hmph,tebasan rapier seperti ini tak akan cukup. Di Aincrad Lama, pertempuran melawan boss selama tiga atau empat jam adalah hal yang wajar. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menyemangati dirinya, melewati tubuh – tubuh tak bernyawa para penjaga, lalu menghadapi musuh baru yang menggunakan kapak perang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keseimbangan musuh goyah karena serangannya; Asuna langsung menyerang jantung sambil tengok kanan kiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lokasi Asuna bertempur sekarang ini adalah di tengah – tengah jalanan, di sisi kanannya, Integrity Knight Renri masih terus melempar dua pisau lempar dengan tenaga dan akurasi yang konstan. Ia tampak baik – baik saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalahnya ada di sisi kiri yang dipimpin oleh Sortiliena, Penjaga yang ditempatkan disana, sangat jelas terlihat jika garis depan miliknya mulai terdorong ke belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayap Kiri, saling berganti antar penjaga bisakah lebih cepat! Fokuskan Art Penyembuh ke sisi tersebut”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asuna-sama, aku masih bisa bertarung!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang yang merespon adalah Sortiliena di garis paling depan, ia mengatifkan tehnik pedang dua tangan, «Cyclone». Pedang panjang miliknya berputar cepatdengan cahaya hijau dan menghempaskan tiga orang musuh, tetapi Liena terjatuh setelahnya. Menilai dari percakapan mereka tadi malam, para swordsmen dalam kelas bangsawan biasanya berfokus pada pertempuran satu lawan satu, jadi pertempuran panjang dengan banyak musuh seperti ini benar – benar tak adil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun tehnik pedang Liena cukup mematikan, bagi Asuna yang baru saja tiba di dunia ini kemarin, tehnik tersebut terlalu kaku. Liena terlalu banyak menggunakan serangan sebelum serangan utama, sehingga senjata musuh pasti akan menggores tubuhnya sebelum tehnik miliknya mencapai klimaks. Armor miliknya telah penuh bekas goresan, jejak darah ada diseluruh seragam Penjaga yang dikenakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mundur dan istirahat dulu, Liena-san! Percaya pada teman - temanmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada perintah Asuna, Liena menggigit bibir dan mengangguk lalu mundur sambil berkata “Aku akan segera kembali!” posisi miliknya langsing digantikan Komandan Penjaga, tetapi wajahnya cukup kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain kelelahan yang dialami sayap kiri, ada hal lain yang mengganjal hati Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasukan crimson yang sedang mereka lawan bukanlah monster humanoid yang dikendalikan algoritma, tetapi pemain veteran asal Amerika, tempat lahirnya MMORPGs. Mereka yang telah lama akrab dengan pertarungan akan langsung sadar jika penyerbuan sederhana tak akan efektif, seharusnya mereka memikirkan strategi lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang akan dirinya lakukan jika situasinya terbalik? Asuna mengayunkan Rapier miliknya semakin cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya, ia akan melakukan serangan jarak jauh dari samping. Tetapi tak ada pengguna Art diantara musuh, dan jikapun ada, mereka tak akan langsung paham mengenai bahasa Art dalam Underworld yang begitu rumit dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Art, ada juga pemanah. Untungnya, hanya ada pemanah di Pasukan Penjaga, musuh tak bisa menggunakan akun pemanah. Usaha terakhir mereka adalah mengayunkan senjata dengan kedua tangannya, tetapi tindakan itu pasti membuat mereka tak cukup cepat, karena jika senjata mereka terlempar, mereka tak akan bisa ikut dalam peperangan ini setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya musuh tak memiliki banyak pilihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia semakin yakin bisa mengalahkan sepuluh ribu pasukan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Asuna memikirkan hal tersebut—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu masuk kuil dikelilingi kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya matahari terblokir oleh perisai besar di garis depan musuh juga tombak – tombak yang diacungkan kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Pengguna Tombak! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ber… Bersiaplah menahan serangan!! Berusahalah untuk bisa meghindari ujung tombak!! Dekati musuh agar bisa menyerang mereka!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Asuna berteriak, dengan suara dentingan logam, tombak – tombak besar melaju lurus ke depan secara bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
““”Assaaaaaaaaaault!!”””&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebaris penuh 20 pengguna tombak berteriak lalu mulai melaju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para Penjaga mulai tertekan oleh serangan ini. Kumohon, tolong tenanglah, Asuna berdoa dalam diam sambil memandang pengguna tombak yang melaju langsung ke arah mereka. Pengguna tombak melaju lurus ke arah mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggulah sampai saatnya dan — Cling!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya kekuningan bersinar dari ujung rapiernya dan ditujukan pada pengguna tombak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Haaah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berteriak, ia menancapkan rapier miliknya ke armor musuh, melihat ke depan, ia melihat jika rapier miliknya menusuk tenggorokan musuh. Dengan daya dorongan, darah menyembur ke seluruh pelindung kepala miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teriakan yang terdengar bukan saja dari musuh, tetapi dari para Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa penjaga yang berada di sayap kiri tak berhasil menahan pengguna tombak, mereka tertusk - tusuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gh……….!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeraskan giginya, Asuna meninggalkan posisinya dan berlari ke kiri. Dengan tebasan «Linear», ia menusuk pasukan crimson yang menarik tombaknya dari penjaga yang telah tewas. Mau menggenggam pedang berlumuran darahnya lagi, Asuna memotong kedua tangannya dan melancarkan dua tusukan, «Parallel Sting».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berhasil menghindar tusukan tombak ketiga dengan melompat ke atas. Mendarat di tombak, ia berlari ke bahu musuh, mencopot helm miliknya dan menusukkan rapier ke leher musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh terjatuh sambil berteriak. Kini mundur, Asuna berteriak:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bawa yang terluka ke bagian belakang! Sembuhkan mereka!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilai sekeliling sekali lagi, tampaknya Knight Renri dan para Penjaga mengalami kesulitan menghadapi pengguna tombak, enam orang Penjaga telah mengalami luka parah karena tertusuk tombak. Tiga diantaranya sepertinya tak bisa ditolong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Jika musuh mengulangi strategi ini, pasukan Pertahan Kerajaan Manusia tak akan mampu menahan kondisi ini karena kalah jumlah.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketakutannya menjadi kenyataan. 20 orang pengguna tombak selanjutnya siap untuk menerjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memandang musuh yang akan datang lalu memandang jika dirinya telah berada di tengah – tengan medan pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana ada seorang Penjaga yang masih sangat muda, mencoba mengontrol pedangnya, meskipu kakinya gemetaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AH………!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak kencang, Asuna berlari ke kanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melaju menuju Penjaga muda yang masih membatu dan pasukan tombak yang akan datang. Rapier miliknya tak akan tepat waktu untuk menahan serangan tersebut. Ia hanya bisa menjangkau ujung tombak dengan ujung tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ini adalah dunia VRMMO, maka Asuna yang memiliki reaksi kecepatan dan kekuatan pasti akan mampu menahannya. Tetapi di Underworld, parameter yang tak bisa dihitung yang mana berbeda dengan SAO dan ALO, ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tombak baja menusuk ke perutnya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daya dorong terasa di  seluruh tubuhnya. Tak bisa mengutarakan suara, Asuna dengan diam melihat ke samping, sebuah logam telah menusuk ke perut miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meminimalkan gerakan akan meningkatkan efektifitas pedang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Komandan Knight Bercouli, tehnik pedang milik Kaisar Vektor benar – benar berbeda dari style pedang yang pernah ia lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, ia hampir tak pernah menggunakan kakinya. Ketika ia menghindari serangan, ia hanya menggeser dirinya dari pijakan. Juga, ketika ia mau menyerang, ia tak kelihatan melakukan persiapan. Pedang yang ia genggam agak renggang akan tiba – tiba meluncur ke jarak paling dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, memprediksi gerakannya sangat tak mungkin. Bercoulu bahkan hampir tak bisa menahan lima serangan kuat milik Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi lima serangan sudah cukup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena pengalaman bertarung miliknya, Bercouli yang sudah mengamati tehnik Vektor mulai menyerang balik ketika Kaisar hendak memulai serangan ke enam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hsss!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melepaskan sedikit semangatnya, ia menebaskan tebasan ke arah kepala sebelum Vektor bisa melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersama bunyi logam, percikan putih menyembur ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua pedang saling bertabrakan di tengah udara. Dari sini, hanya adu kekuatan saja. Pedang milik musuh terdorong ke bawah. Tampaknya tak bisa menahan tekanan, tubuh Vektor mulai membungkuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Ini saat – saat kritis!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memasukkan Incarnation dalam pedang miliknya. Pedang baja tersebut bercahaya perak. Time Piercing Sword perlahan menekan pedang hitam Vektor, sampai ke pundaknya, dan menggores armor—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, pedang Vektor mulai memunculkan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendar tersebut seperti makhluk hidup, membungkus Time Piercing Sword. Pada saat yang sama, cahaya perak milik Time Piercing Sword menghilang, seolah dihisap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa ini? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak…&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Apa, apa yang aku lakukan …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara gemercik, ia merasakan rasa dingin di punggung kirinya. Bercouli membuka matanya, melompat ke belakang, mengambil nafas panjang,  dan mendapatkan kembali kesadarannya yang hilang sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa itu tadi? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Seseorang sepertiku, ada di medan peperangan ini! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir keras, Bercouli sadar jika tak sepele itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan menyelimuti pikirannya sehingga ia tak tahu mengapa ia disini, atau megerti alasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sialan… kau menghisap Incarnation milikku lewat pedangku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memaki dengan suara rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban musuhnya hanya senyum sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memandang bahu kirinya. Haya goresan, namun cukup dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmph… Sungguh menarik, benar kan, Kaisar? Tetapi tak bisa mengayunkan pedang sungguh menyusahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli terkekeh. Berbeda dengan Vektor yang tersenyum dan berguman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Benar. Yah, ada hal lain yang belum aku coba.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, ia menjulurkan pedang di tangan kanannya ke depan, tetapi bagaimanapun kau melihatnya, cukup jauh jarak mereka berdua. Tak mungkin pedang tersebut mengenainya—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari ujung pedang yang terangkat, sebuah tembakan cahaya biru gelap muncul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039;Tak mungkin, dari jarak jauh?! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika ia menyimpulkan, cahaya tembakan tersebut menyentuh dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadarannya menghilang bagaikan api lilin yang tertiup angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang panjang milik musuh menjangkau Komandan Knight, turun lurus menuju lengan kirinya— namun ia hanya berdiri disana, hanya bisa menonton kejadian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang musuh terayun dari atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi khas, lengan kokoh Bercouli tertebas dari tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ku… u… ughh!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berhasil menahan jeritannya yang hampir keluar. Rasa sakit yang amat sangat— seperti terkena semburan api secara terus menerus hingga batas rasa sakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Rasa sakit ini bukan apa - apa! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hanya goresan, tak terasa apa – apa!! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tombak hitam yang menancap di perut kiri Asuna telah menembus keluar sejauh setengah meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memutar kepalanya untuk melihat. Ujung tombak tersebut hanya menyentuh pipi si Penjaga muda yang berdiri melongo. Dengan sekuat tenaga ia tersenyum pada laki – laki tersebut, ia menatap pucat pada Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Dibandingkan nyawa berharga anak ini … apalah arti luka virtual?! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ungh… Ah!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berteriak hebat, Asuna memasukkan kekuatan ke tangan kirinya, lalu menggemggam tombak yang menembus tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bunyi retakan, logam yang berdiameter lima cen patah dengan pukulannya. Ia lalu mengambil tusukan tombak yang ada di punggung dan menariknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kunang – kunang menari di matanya, dan rasa sakit kesemutan mengalir dari ujung jari hingga kakinya. Tetapi tangan Asuna tak peduli, ia menarik tombak tersebut dengan brutal dan melemparkannya ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah menyembur dari mulut serta bekas luka di perutnta, tetapi tubuhnya masih tetap berdiri tegak. Asuna mengelap darah yang ada di mulut lalu menatap musuh dengan pandangan murka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemilik tombak tersebut berkedip beberapa kali, matanya kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, gosh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berucap dalam bahasa inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… The hell, man… This type of game isn’t fun at all. I’m logging out.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar kata – kata tersebut, Asuna menusuk jantung musuh menggunakan Rapier di tangan kanannya. Tubuh musuh tertunduk lalu menghilang dengan efek pecahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyeri di perutnya tidak membuat Asuna menangis, namun matanya berlinangan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit dan kebencian yang memenuhi medan peperangan ini seharusnya tak terjadi dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain Amerika dan Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia tak memiliki alasan untuk saling bantai. Jika kondisi mereka bertemu berbeda, kedua sisi seharusnya bisa menjadi teman— seperti yang Asuna alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia Virtual … dunia VRMMO seharusnya tidak seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“T… To… Tolong… Gh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah teriakan dalam bahasa jepang memasuki telinga Asuna. Menoleh, ia melihat tombak besar menusuk seorang Penjaga yang tak bisa bergerak di tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“U… AAAAAAAHH!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emosi Asuna tak bisa ditahan ketika ia melaju ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rapier di tangan kanannya menebas tiada henti dan cahaya yang muncul dari ujungnya membungkus tubuh Asuna; kaki Asuna meninggalkan tanah ketika ia melaju lurus seperti komet. Serangan lurus tertinggi bagi rapier miliknya, «Flashing Penetrator».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemegang tombak yang hendak membunuh Penjaga terhempas ke udara, juga teman yang ada di belakangnya. Musuh ketiga juga terhempas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerbangkan musuh keempat yang ada di bawah patung besar, sword skill miliknya berhenti kemudian ia berbalik, menghembuskan nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang kedua serangan tombak telah menyebabkan lima orang tewas di Pasukan penjaga. Bersamaan itu juga, gelombang ketiga serangan tombak hendak bersiap - siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna menarik rapier miliknya dari mayat musuh lalu berteriak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semua pasukan, jangan meninnggalkan posisimu! Renri-san, tolong ke sini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna membuat senyuman kecil, memastikan Knight muda yang melihat sosoknya yang berlumuran darah di sana – sini agar tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Aku akan menghancurkan formasi musuh. Kuserahkan musuh yang berhasil lolos padamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A… Asuna-sama?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat tangan kirinya ke atas pada Renri dan para Penjaga yang kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pusat keseimbangan Bercouli tiba – tiba bergoyang, dan apa yang menyebabkannya adalah lengan kirinya yang terjatuh ke tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang menyadarkannya bukanlah rasa sakit, tetapi rasa kengerian yang dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Guh…!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melompat ke belakang, berusaha menjaga jarak antara dirinya dan Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Percikan darah dari lengan kirinya bercucuran di pilar batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Apa – apaan ini? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ia mengarahkan pedangnya padaku, dan kesadaranku dipaksa menghilanhh …?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat kedua jarinya yang menggenggam gagang Time Piercing Sword untuk menyembuhkan luka, memeras otak secepat mungkin. Healing Art yang tak dilafalkan dengan cepat menghentikan percikan darah dengan bekas cahaya kebiruan. Akan tetapi, tak ada cukup Sacred Energy di bebatuan sekitar sini untuk menyambungkan lengan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bagaimana aku menghadapi musuh seperti ini?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Armament Full Control Art «Time Piercing Sword • Empty Slash» miliknya tak efektif. Incarnation yang ada pada tebasan akan dihisap oleh musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pilihan terakhir miliknya adalah menggunakan Release Recollection Art «Arcane Slash». Tetapi jika ia menggunakan tehnik itu lagi, ia harus mendapatkan saat  yang tepat. Pertama, musuh tak boleh mengganggu serangannya. Kedua, harus sangat akurat …&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menyeka keringat yang ada di dahinya dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ia menyadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku sangat putus asa. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Entah mengapa, aku tak punya hal lagi yang bisa diandalkan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dengan kata lain, disinilah aku akan mati. Serangan selanjutnya mungkin akan menyebabkanku mati. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Heh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyadari kondisinya, ketimbang berkerut, Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One malah menyeringai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya berpaling dari Kaisar Vektor menuju Knight emas yang pingsan dibalik Kaisar Vektor— Alice Synthesis Thirty.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Nona Kecil. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku masih belum bisa memberi apa yang kamu inginkan, Nona Kecil. Aku belum bisa memberikan kasih sayang seorang ayah. Karena, aku sendiri juga tak bisa mengingat apapun mengenai orang tuaku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi, ada satu hal yang pasti. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Mereka yang disebut orang tua pasti akan melindungi anak mereka. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bajingan sepertimu … tak akan bisa mengerti, dasar monster!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menjejak pilar dan maju kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menyiapkan rencana, ia mengisi segala sesuatu yang ada dalam dirinya menuju pedang, si Knight tertua tersebut berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 155.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ga… Hah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batuk darah keluar dari mulutnya dan tumpah ke tanah yang ia pijak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna masih tetap berdiri, bahkan jika ia hanya bisa menggenggam Rapier di tangan kanannya.&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Setelah menahan gelombang tombak ketiga dan keempat, ia terluka sepuluh kali lipat di seluruh tubuh. Armor dan pakaian mutiara putih miliknya kini robek dan darah ada dimana – mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menerima serangan langsung dari tombak hingga membuat lubang di tubuhnya, sungguh heran mengapa ia masih bisa bergerak. Faktanya, HP miliknya yang sangat banyak tidak menurunkan kekuatan miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tubuh ini akan tewas jika hatiku lengah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jadi, aku harus tetap berdiri. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh tubuhnya telah mati rasa. Hanya rasa panas yang menyelimuti seluruh indranya, hingga membuat pandangannya agak kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelombang pasukan tombak kelima mulai muncul di pandangannnya yang kabur, lalu ia mencabut Rapier miliknya dari tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia sudah tak bisa menghindar secara langsung. Ia hanya bisa menghentikan tombak dengan tubuhnya lalu melancarkan serangan sword skills.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rapier seberat bulu milik Asuna kini seolah menjadi cukup berat di genggamannya, tetapi kini ia mengangkatnya dengan kedua tangan, menunggu kedatangan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“—Go!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah berguncang, 20 orang pengguna tombak mulai melaju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Boom, boom, boom boom boom boom…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suara langkah kaki, suara bergema terdengar dari suatu tempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Asuna terangkat ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari langit merah, garis – garis mulai berjatuhan. Garis tersebut seperti kode digital.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Bala bantuan… untuk musuh…?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…… Ahh……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam jeritannya, ia merasa sangat khawatir dan ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warna garis tersebut bukanlah warna crimson, tetapi biru tua seperti warna langit fajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa melihat warna tersebut, ia hanya menyaksikan dengan kedua matanya, menunggu apa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Garis – garis tersebut berhentii sepuluh meter di atas tanah; kode digital tersebut mulau memadat dan bercahaya, menjadi sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Voom. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara bertiup, dan sosok – sosok tersebut mulai berputar. Seperti angin tornado, sosok tersebut akhirnya turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat dibawahnya, ke 20 pengguna tombak berhenti dan juga menatap atas seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tornado biru tersebut mendarat di tengah formasi musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, pasukan crimson berhamburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah. Pasukan mush yang terkena tornado tersebut terpotong – potong, darahnya tertiup angin ke berbagai arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, di tengah pasukan tombak yang tewas, tornado tersebut mulai melambat dan membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok tersebut memunggungi Asuna, tubuhnya langsing namun tinggi. Ia mengenakan armor khas jepang. Tangan kirinya menggenggam sarung pedang di pinggang, dan tangan kanannya menggenggam pedang panjang, bukan, sebuah katana, yang kini ia acungkan ke depan musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna telah melihat serangan itu sebelumnya, di dunia lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah Sword Skill.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan berat senjata katana— «Tsumujiguruma».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok tersebut akhirnya berdiri, memanggul katana miliknya ke punggung, lalu ia memandang Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah bandana miliknya, wajah agak berjanggut menyeringai padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, maaf membuatmu menunggu, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“K… lein…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna tak bisa mendengar suaranya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba – tiba, getaran yang sama juga terdengar di seluruh langit. Meskipun efek suara yang ditimbulkan hampir sama ketika pemain Amerika muncul, namun bagi Asuna, suara ini adalah suara malaikat yang akan turun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ribuan cahaya biru kode digital mulai turun satu persatu dari langit merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpotong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadaran menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit menmuatnya terbangun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli telah lupa berapa banyak ia telah melalui proses tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui pertarungan ini, Kaisar Vektor tak pernah memberikan serangan fatal. Tetapi Bercouli tahu jika darah yang mengalir dari luka – lukanya, adalah Life miliknya yang semakin menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena kekuatan imajinasi yang ia kuasai selama dua ratus tahunan, ia berhasil mengusir rasa takut dan kengerian miliknya, ia hanya memikirkan satu hal dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghitung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih tepatnya menghitung waktu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli memiliki kemampuan khusus untuk mengkonfirmasi waktu menggunakan pikirannya, dan sekarang ia bergantung pada kemampuan tersebut lalu mengingatnya. Bahkan ketika pikirannya menghilang karena pedang Kaisar, ia masih tetap menghitung dalam bawah sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Empat ratus delapan puluh tujuh. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Empat ratus delapan puluh delapan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli menghitung sambil meluncurkan serangan yang tak berarti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Tehnik pedang milikmu … sepertinya tak berhasil menggoresku … wahai komandan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039; Empat ratus sembilan puluh lima.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tak akan mampu membunuhku dengan tehnik pedang seperti itu ….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
— &#039;&#039;Empat ratus sembilan puluh delapan. &#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lihat ini, aku masih belum selesai.!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berteriak, ia mengayunkan pedangnya ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedangnya menyentuh pedang Kaisar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Incarnation terhisap, pikirannya buyar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia sadar, ia telah berlutut, darah menetes dari pipi kirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus depalan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hampir sampai, kumohon bertahanlah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli berdiri kesulitan, dan memandang Kaisar yang ada di belakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan jijik muncul pada wajah tak berekspresi miliknya. Alasannya adalah ketika ia menebas pipi Bercouli, darah miliknya menyiprat di pipi Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vector mengelap noda tersebut dan berguman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengambil langkah ke depan menuju genangan darah yang diciptakan Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jiwamu terlalu berat. Terlalu kental. Terasa di lidahku. Dan kini membosankan, kau hanya berpikir untuk membunuhku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar berkata dengan nada datar, lalu mengambil satu langkah lagi ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Matilah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terangkat pelan, pedang hitam memunculkan cahaya menyilaukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Bercouli tidak berubah, tetapi ia menggeramkan giginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Sedikit lagi. Tinggal tiga puluh detik. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heh… Jangan berkata seperti itu. Aku masih bisa … menahannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight mengambil langkah ke depan, dan dengan gemetaran ia mengangkat pedang panjang miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemana kau akan.... pergi. Kemana kau akan melangkah. Oh, disana…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cahaya redup di matanya, Komandan Knight mengayunkan pedangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Clog. Ia menebaskan pedang ke suatu arah, lalu semakin gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Ataukah … disini…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melancarkan tebasanlain walaupun agak lemah. Lalu, ia menyeret kakinya yang mati rasa, Bercouli menebas ke arah secara acak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerena pandangannya mulai buram karena kehilangan banyak darah, pikirannya juga menjadi kabur— ia sudah tahu akan hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ini adalah tindakan terakhir milik Komandan Knight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata biru miliknya yang sudah kehilangan cahaya hanya berfokus pada satu hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jejak kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir sepulum menit melakukan serangan tak berarti, Bercouli telah menumpahkan darahnya ke bebatuan yang ada di kakinya. Meskipun tidak luas tetapi dua jejak kaki bisa terlihat jelas, ada jejak sepatu milik Kaisar Vektor dan sandal kulit milik Komandan Knight, bisa terlihat jelas dan mudah dibedakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, ini adalah jejak pergerakan keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, Bercouli telah mencari jejak kaki milik Kaisar yang telah mengering ketika ia menebas lengan Bercouli sepuluh menit lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, Bercouli mulai menghitung meskipun tak sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti, ia bisa mengetahui kemana Kaisar Vektor bergerak sepuluh menit lalu. Lalu, jejak kaki yang ia buat berhasil merekam kemana ia melaju, dan dimana ia berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus depapan puluh sembilan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Lima ratus sembilan puluh. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… Aku menemukanmu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli berguman, semakin gemetaran ketika ia mengayunkan Time Piercing Sword.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah serangan terakhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu pedang maupun pemiliknya, keduanya telah mencapai batas Life mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan Bercouli semakin kelelahan, ia mengaktifkan Release Recollection Art milik Divine Instrument-nya, Time Piercing Sword.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
«Time Piercing Sword • Arcane Slash».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebalilan tehnik «Empty Slash» yang bisa menebas masa depan, tehnik «Arcane Slash» bisa menebas masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Main Visualizer dari Underworld, pergerakan semua manusia telah direkam selama enam ratus detik, atau sepuluh menit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Time Piercing Sword bisa merusak rekaman ini, menyebabkan sistem salah mengenali lokasi seorang manusia saat ini menjadi lokasi masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya, pedang yang tadi dilancarkan bisa berpindah ke tubuh seseorang yang ada di masa lalu. Tak bisa dihindari, tak bisa diblokir, sesuai namanya, tehnik ini seolah mempecundangi tehnik pedang lain dan kerja keras seorang swordsmen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah sebabnya Bercouli selaluberpikir dua kali sebelum mengaktifkan «Arcane Slash». Ketika bertarung melawan Eugeo, walaupun terkena Release Recollection Art dari Blue Rose Sword, ia memutuskan tak akan menggunakan tehnik ini karena ia bisa menang dengan mudah. Ia tahu jika Pemimpin tetua Chudelkin akan menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap Gereja Axiom.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi karena lawannya Kaisar Vektor yang memiliki kekuatan melebihi dirinya, ia tak perlu berpikir dua kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Kaisar Vektor turun dari naganya, Bercouli mengambil keuntungan tentang fakta bahwa musuhnya hanya terbang lurus dengan kecepatan tetap sehingga ia bisa mengetahui lokasi terbang sepuluh menit sebelumnya. Namun, karena jarak dekat, ia harus benar – benar memastikan lokasinya dengan sangat tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, jika ia bisa mengingat lokasi musuh sepuluh menit lalu, ia bisa mengaktifkan tehnik ini. Tetapi menggunakan cara tersebut, jika pengaktifan tehnik pedang miliknya terganggu oleh musuh, akan menjadi sulit untuk menghitung sepuluh menit lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tepat seperti ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau kelihatan mengincar sesuatu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaisar Vektor mendekat, dan Bercouli dipaksa menghindari Incarnation berwarna biru gelap dari pedang panjang musuh. Seperti itu, «sepuluh menit masa lalu » yang telah ia rekam menghilang selamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku melewatkan kesempatanku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli sekali lagi menyiapkan Time Piercing Sword miliknya yang akan mengaktifkan Release Recollection.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berada di ujung tanduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Kaisar telah menyadari jika ia mengincar sesuatu, ia akan langsung mengaktifkan serangan terakhir miliknya. Kenyataannya, cahaya Incarnation pedang panjang milik Vektor telah melaju ke arah Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berusaha melawannya, Komandan Knight berusaha menghindar sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berguling. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berguling, berguling, dan terjatuh. Ia tahu sejak lama jika ia akan menjumpai maut dengan cara sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga kali, empat kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat pada serangan kelima, Bercouli berhasil menghindari semua serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelahnya, cahaya kebiruan berhasil menyentuh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadarannya berhasil menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Bercouli membuka matanya lagi, apa yang ia lihat adalah pedang panjang Vektor yang menembus kedalam perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara whoosh, pedang tersebut tertarik, sisa – sisa Life milik Komandan Knight menyembur lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia terjatuh ke belakang, ia melihat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosok naga yang terbang tinggi di langit, kini melaju ke bawah dengan kecepatan mengerikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Hoshigami. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Hei, kau kusuruh berjaga kan? Mengapa kau menentang perintahku, kau tak pernah melakukan hal ini sebelumnya, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga membuka lebar mulutnya, api kebiruan mulai menyembur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melawan serangan seperti itu yang berhasil memusnahkan ribuan pasukan, Kaisar Vektor kini merentangkan tangan kirinya dan menangkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Armor hitam yang ada di tangannya berhasil memantulkan api ke segala arah. Api berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pedang di tangan Kaisar menembakkan cahaya biru gelap sekali lagi, menembus api biru dan menusuk tepat ke kepala Hoshigami. Naga Bercouli menerima tehnik pedang berkekuatan penuh yang berhasil mengontrol naga Dark Knight Order sebelumnya— tetapi gerakannya tidak terhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebalikannya, Hoshigami mengubah seluruh Life miliknya menjadi sinar putih yang ditembakkan dari sayapnya, langsung ke arah Kaisar berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa jijik muncul lagi dari wajahKaisar; ia mengangkat pedangnya tinggi – tinggi dan dan menusukkan tusukan menuju rahang sang naga, berusaha menghancurkannya. Cahaya gelap menyelimutinya, menghisap Life sang naga dan menghancurkan tubuhnya berkeping - keping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hoshigami telah memberikan Life miliknya untuk mengalihkan perhatian Kaisar selama tujuh detik—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli tak akan menyia – nyiakan kesempatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight bisa merasakan nafas terakhir milik naga tersayangnya yang telah menghabiskan seluruh hidupnya bersama Bercouli lalu mengayunkan Release Recollection Time Piercing Sword tinggi – tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tehnik untuk mengingat “posisi musuh sepuluh menit lalu” hanya bisa diaktifkan setiap sepuluh menit sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, rekaman pergerakan yang ada di tanah bisa menunjukkan posisi musuh sepuluh menit sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuh detik setelah Bercouli menatap posisi dimana ia tidak bisa melakukan serangannya, jejak kaki Kaisar bisa terlihat, ia lalu meluncurkan serangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada karakteristik lain pada tehnik «Time Piercing Sword • Arcane Slash».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan memasuki system secara langsung, kekuatan pedang ini bisa “menghapus nilai Life dari target yang akan ditebas”. Terlebih lagi, serangan ini tak akan bisa ditahan bahkan oleh sebuah Incarnation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, kemampuan Kaisar Vektor untuk menonaktifkan dan menghisap semua serangan Incarnation tak akan bisa diaktifkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus, nilai Life tak terbatas milik Vektor langsung terubah menjadi nol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai hasilnya, tubuh Kaisar langsung terpotong dari bagu hingga pinggang kanannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ketika tubuhnya terpotong menjadi dua, ekspresi wajah Kaisar Vektor masih tetap pucat tanpa ekspresi. Mata birunya hanya menatap kosong menuju langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesaat setelah tubuh atasnya mendarat ke tanah, di sekitar dadanya, cahaya hitam menyembur, menciptakan ledakan tak bersuara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ledakan berhenti, tak tersisa jejak tubuh maupun keberadaan Kaisar Vektor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedetik kemudian, Time Piercing Sword yang telah kehabisan Life hancur menjadi debu dengan suara menyedihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039;begitu hangat. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku ingin berada disini lebih lama. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbangun dari tidurnya, Integrity Knight Alice tersenyum kecil ketika masih diantara batas bangun dan tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghalau sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mulai berdiri dengan kedua kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah tangan dengan lembut membelai rambutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
………&#039;&#039;Ayah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah berapa lama ia berbaring disini? Ia telah lama merindukan masa – masa tenang seperti in … Perasaan terlindungi, tak mengkhawatirkan apapun. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Ahh… Tapi, sudah saatnya untuk nangun. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Integrity Knight Alice membuka kelopak matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang muncul di depan matanya adalah sosok swordsman berumur, matanya menyipit ketika ia memandang Alice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di wajah dan dadanya, terdapat bekas luka. Luka tersebut kini bertambah karena luka yang kini bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Paman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berbisik, akhirnya ia benar – benar sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Benar, aku telah diculik Kaisar Vektor. Beneran nih, aku benar – benar ceroboh, aku maju tanpa berpikir panjang. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi seperti prediksi Paman, bahkan ketika aku tertangkap oleh musuh, ia akan menyelamatkanku. Selama orang ini ada disini, aku bisa merasa aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tersenyum lagi, Alice berdiri. Ia menyadari luka yang ada di wajah dan dada Komandan Knight, ia menghembuskan nafas lega.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lengan kirinya terpotong dari atas bahu. Jubah miliknya berlumuran darah kering. Dan dibawah dadanya, luka mengerikan berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“P… Paman… !! Paman Bercouli!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alice berteriak dan mengulurkan kedua tangannya, jari milik Alice menyentuh pipi Komandan Knight Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia menyadari jika Knight tertua di dunia ini telah menghabiskan Life miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&#039;&#039; Aw, jangan menangis seperti itu Nona Kecil. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Kematian pasti akan datang, hanya saja datang sekarang,benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Integrity Knight Bercouli Synthesis One berkata ramah ketika ia melihat kebawah pada Alice yang memeluknya. Namun suaranya tak bisa keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;…Nona Kecil, jika ini kamu. Aku akan baik – baik saja. Bahkan jika sendirian, kamu akan bisa teris hidup. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Karena, kamu ini muridku.... putriku. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan dibawah kini meninggalkan mata Bercouli. Membuat senyum terakhir pada murid kesayangannya, matanya kini menatap langit utara di kejauhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memikirkan seorang knight wanita lain yang ada jauh disana..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tak tahu apakah mereka akan sukses atau tidak, tetapi saat ini, hati miliknya terisi oleh perasaan mendalam setelah menemui ujung hidupnya yang mana ia pikir akan hidup abadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;… Yah,tak begitu buruk kok, benar kan? &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kau harus bersyukur karena ada orang – orang yang menangis untukmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia menoleh menuju sumber suara, ia melihat seorang gadis melayang disana, tubuh telanjangnya tertutupi rambut perak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Hei, jadi kau masih hidup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli mengangkat bahunya, dan Pemimpin Tertinggi Administrator berkedip dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tetapi itu tak mungkin, benar kan? Bisa muncul dihadapanmu, aku ini ingatan dalam dirimu. ‘Aku’ Cuma ingatan Administrator yang tersimpan dalam jiwamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, aku masih tidak begitu paham … tetapi, jika kau ini ada dalam ingatanku. Aku senang kamu bisa tersenyum seperti ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bercouli merespon sambil menyeringai, dan tiba – tiba disampingnya. Ada naga tersayang milik Bercouli, Hoshigami. Ia menjulurkan leher panjangnya menuju tubuh Bercouli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komandan Knight dengan lembut memegang leher peraknya. Lalu ia melompat bersama Pemimpin Tertinggi keatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu membenciku?” Komandan Knight hanya bisa menggeleng. “Apakah kamu tak membenciku yang telah membuatmu hidup abadi dan menghapus ingatanmu berulang kali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah beberapa saat, Bercouli menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun memang benar dan cukup bosan, yah, hidup yang aku jalani cukup menyenangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sungguh?.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpaling pada jawaban Administrator, Bercouli menarik tali kekang Hoshigami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang naga membentangkan sayap transparan miliknya, lalu perlahan terbang menuju langit luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah langit berbintang—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tanah kering sekitar reruntuhan «Gerbang Besar Timur». Di sebelah timur dan barat reruntuhan, sepuluh ribu pasukan Tanah Kegelapan yang tertinggal dan empat ribu Pasukan Penjaga Kerajaan Manusia telah membentuk formasi, bersiap untuk saling serang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Kaisar Vektor telah menghilang tanpa jejak, pasukan Tanah Kegelapan tak bisa bergerak bebas. Pasukan Penjaga juga kebingungan sehingga mereka juga tak bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didekat reruntuhan gerbang hanya terdengar suara angin, ada sosok knight wanita. Dia adalah Integrity Knight yang tinggal untuk memimpin Pasukan utama, Fanatio Synthesis Two. Ia telah memerintahkan Penjaga dan regu Ascetics untuk beristirahat akan pertempuran yang akan terjadi, tetapi dirinya sendiri tak bisa tidur di tenda. Sehingga ia berjalan sendiri di reruntuhan Gerbang Besar Timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langit malam telah lama berlalu. Solus telah tenggelam di langit merah Tanah Kegelapan dan langit biru Kerajaan Manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari satu setengah hari berlalu sejak pasukan pengecoh Kerajaan Manusia berangkat menuju bagian selatan Tanah Kegelapan. Meskipun ia tahu mengenai misi mereka tak akan mudah, ia harus menunggu disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat ketika Fanatio menutup matanya, ingin berdoa pada ketiga dewi agar mereka bisa kembali dengan selamat—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya terbuka mendadak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia merasa pria yang ia cintai sedang berbicara di telinganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Maaf, Fanatio. Tampaknya kita tak akan bisa bertemu lagi. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Aku menyerahkan sisanya padamu. Biarkan anak itu hidup bahagia …&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum lama ini, Fanatio telah mendengar perkataan yang sama. Itu adalah perkataan ketika Komandan Knight Bercouli hendak bernagkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpakaian armor silver, tangan Fanatio menyentuh perutnyya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nyawa baru yang ada di tubuhnya adalah sesuatu yang terjadi tiga bulan lalu. Bercouli, yang mana telah pergi selama lebuh dari seratus tahun tanpa menyentuh Fanatio, ia mungkin telah memprediksinya ketika ia melanggar taboo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memprediksi kematiannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan jika Life milik Komandan Knight Bercouli telah menghilang di kejauhan sana, Fanatio perlahan tertunduk dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak bisa menahan, ia terisak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan mengapa Bercouli selalu menjauh dari Fanatio maupun perempuan lain, ia pernah mendengarnya dahulu kala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria dan wanita di Kerajaan Manusia hanya bisa menikah dibawah pengawasan pendeta Gereja Axiom, dan hanya bisa membuat seorang anak melalui sebuah kontrak. Namun seorang Integrity Knights berperan juga sebagai seorang pendeta dan tak memerlukan pesta pernikahan. Mereka hanya harus bersumpah saling mencintai, berbagi ranjang, dan bisa memiliki seorang keturunan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namin anak ini akan menua dan tewas ketimbang orang tuanya karena Life mereka telah dibekukan. Bahkan, mengijinkan anak ini mengalami hal yang sama bahkan lebih kejam dari tindakan Pemimpin tertinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, karena Pemimpin Tertinggi telah meninggal, Bercouli akhirnya menerima perasaan Fanatio. Maka, ia memutuskan untuk melindungi anak ini dan membuatnya terus hidup sampai ajal menjemput.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Beristirahatlah dengan tenang, Bercouli. Aku akan membesarkan anak ini. Aku akan membuatnya menjadi seorang pria yang kuat seperti dirimu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghentikan isak tangisnya, Fanatio membuat keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Tetapi sekarang ini. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sekarang ini, biarkan aku menangis. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terjatuh ke tanah, Fanatio menggenggam butiran pasir bekas jejak kaku Komandan Knight Bercouli, lalu menangis tanpa menahan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun aku tak memiliki masalah dengan kalian …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengacunngkan katana merahnya pada pasukan crimson, pedang miliknya bergetar di penjuru reruntuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan membalas kalian karena telah melukai temanku. Aku akan membalas tiga kali lipat … Tidak, aku akan membalas ribuan kali lipat sialan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah berteriak, ia melaju ke arah musuh. Asuna begitu kebingungan hingga ia melupakan rasa sakit yang ada di perutnya. Tiba – tiba, garis kode lain muncul disebelah Klein, membentuk sosok manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sosoknya begitu besar, seorang pria berkulit coklat dan menggenggam kapak besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Agil-san!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memanggil namanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika “si penjual”, yang pernah menyediakan persediaan pertempuran bagi pemain atas SAO, menoleh pada Asuna, ia mengacungkan jempolnya ke atas udara dambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, ia berbalik dan mengejar Klein yang telah berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang ketiga dan keempat muncul dihadapan Asuna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang gadis berambut pendek, mengenakan pakaian merah kecoklatan serta pelindung dada berwarna perak, ia juga menggunakan palu perak yang menggantung di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, seorang gadis kecil yang mengenakan pakaian dan tunik biru laut, rambutnya diikat twin tail.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Liz!! Silica-chan!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua mata Asuna terisi air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan meninggalkan tubuhnya. Sambil tetap di posisi semula, Asuna membuka kedua tangannya pada temannya yang ia sayangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian… Kalian telah datang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu dong kami datang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Beneran”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjawab pada saat yang sama, Lisbeth dan Silica menggenggam tangan kanan dan kiri milik Asuna lalu memeluknya. Ekspresi keduanya juga menjadi terharu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“— Selalu memaksakan diri … kau berdarah tahu … kau terlalu sok kuat, Asuna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Serahkan sisanya pada kami, yang lainnya juga datang lho.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasakan ppelukan dari Lisbeth dan Silica, Asuna merasakan jika rasa sakitpada luka – lukanya berubah menjadi rasa hangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Terima kasih… Terima kasih …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertutupi cucuran air mata, Asuna melihat hujan garis digital yang memasuki pertempuran ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 178.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang muncul disana adalah ribuan swordsmen yang memakai armor yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Musuh yang berarmor merah adalah musuh kita!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasukan, serang! Pukul mundur musuh!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Para Penjaga, mundurlah sementara dan sembuhkan luka kalian!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendarat, mereka mulai berteriak dalam bahasa Underworld, bukan, bahasa Jepang — mereka mengangkat pedang, kapal, dan tombak lalu mulai melaju ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilai dari kemampuan bertarung individu dan mengerti cara bekerja sama, mereka kemungkinan adalah para pemain veteran VRMMO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Jadi seperti itu. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna akhirnya menyadari situasi yang muncul dihadapan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Karena pemain Amerika muncul di medan peperangan ini, ratio akselerasi Underworld mungkin telah diubah oleh penyerang menjadi 1:1. Dengan kata lain, sangat memungkinkan untuk Dive menggunakan AmuSpheres dari Jepang. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tetapi menilai dari equipment serta senjata, tampaknya mereka tidak menggunakan akun default Penjaga. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Itu berarti— mereka mengkonvert akunnya. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak salah lagi jika mereka mengubah karakter mereka — karakter yang telah lama mereka latih — ke dalam Underworld. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tampaknya mereka tidak tahu apakah mereka bisa kembali ke dunia VRMMO asal mereka. Alasannya adalah— kondisi Underworld itu sendiri, mungkin saja karakter mereka akan hancur ketika mereka tewas, namun mereka …!&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semuanya… Maaf… Aku minta maaf …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan suara separo menangis, Asuna meminta maaf pada kedua temannya dam kepada para swordsmen yang telah maju ke garis deppan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu ngomong apa sih, Asuna?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkataan Lisbeth terisi oleh ketetapan hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Alasan kamu berhasil sukses di SAO dan ALO adalah karena kami yakin jika kami suatu hari akan menyelamatkan dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah… benar… terima kasih semuanya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbisik berterima kasih, Asuna mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ada satu hal yang mengganjal. Bagaimana Liz dan lainnya yang ada di sunia nyata tahu mengenai kondisi Underworld dan mencari bala bantuan? Tak mungkin Kikuoka dan Higa, karena mereka berdua berada di ruang sub kontrol Ocean Turtle.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei Liz, Silica-chan. Siapa orang yang membawa kalian kesini …?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan Asuna, mereka berdua saling pandang dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, Asuna, bukankah sudah jelas?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja Yui-chan! Ia telah berusaha sangat keras menjelaskan kondisi Underworld dan penduduknya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mendengar kata – kata tersebut, hatinya bergetar dan air mata semakin menuruni pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yui. Terlahir sebagai Top-Down AI dalam SAO, putri Asuna dan Kirito. Ya… pastilah Yui yang memberi tahu mereka. Ia menyadari rencana musuh yang tak bisa diprediksi oleh Asuna, Kikuoka, dan yang lain, ia pasti mengambil tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……… Terima kasih, Yui-chan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil bersyukur, lengan kirinya yang terluka telah sembug dan luka di seluruh tubuhnya langsung hilang begitu ia berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, suara lemah terdengar dari belakang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um… Asuna-sama? Orang – orang ini… atau para knight ini adalah …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Integrity Knight Renri berdiri disana dengan pandangan heran. Dibelakangnya para Penjaga juga memiliki ekspresi yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna, setelah menatap Renri, Lisbeth, dan yang lain kemudian tersenyum dan membalas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Teman - temanku. Mereka datang dari Dunia Nyata untuk menolong kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Renri berkedip beberapa kali, lalu menatap Lisbeth dan Silica—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi lega muncul dari wajahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jadi begitu… aku sungguh bersyukur. Aku kira semua orang yang datang dari Dunia Nyata adalah orang – orang menyeramkan, tidak seperti Asuna-sama …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hei, tak mungkin!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil tersenyum marah dan teriakan mengintimidasi, Lisbeth menepuk pundak Renri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku Lisbeth. Salam kenal, Knight-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Y… Ya. Namaku Renri. Salam kenal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna yang menyaksikan pemandangan ini sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia, selama masih hidup tak akan melupakan pemandangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Momen ketika orang – orang yang terlahir dari dua dunia yang berbeda saling sapa dan menjalin persahabatan. Kisah ini akan berlanjut hingga masa depan nanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengambil nafas dalam, mengubah nada bicaranya dan bertanya pada Lisbeth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Liz, berapa orang yang mengubah akun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, yah, sekitar dua ribuan mungkin. Aku mencoba sebisaku, tetapi… aku masih tak bisa membujuk semua orang …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna memuji temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini lebih dari cukup. Tetapi… untuk bisa mengkonvert akun mereka lagi, kita harus mencegah jatuhnya korban sebanyak mungkin. Jangan terlalu memaksa, mundurlah untuk pengobatan. Liz dan Silica-chan, bawalah dua ratus penjaga mundur dan bantu tim pendukung.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengganti kekhawatirannya akan pertempuran, Asuna memberikan perintah pada Renri dan Para Penjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian semua, meskipun cukup sulit, kumohon mundur dulu menuju tim Ascetics dan gunakan Healing Arts. Para swordsmen dari Dunia Nyata tak begitu akrab dengan Sacred Arts, jadi akan sangat membantu jika kalian mengajari mereka cara bacanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Me… mengerti, Asuna-sama! Kalian dengar, Para Penjaga! Kita akan mendukung bala bantuan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada teriakan Renri, para Penjaga yang kelelahan akibat bertempur kini merespon secara kompak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Lalu apa yang akan kamu lakukan, Asuna-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pertanyaan Silica, Asuna berkedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja aku akan menyerang garis depan.”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&#039;&#039;Aku sudah tidak merasa kehilangan. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melaju kedepan sana, ia menenali beberapa wajahdari ALO — ada Penguasa Sylph Sakuya, Penguasa Cait Sith Alicia, Jendral Salamander Eugene, dan lainnya, mereka berusaha keras memukul mundur musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tak hanya mengubah akun mereka dari ALO.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemain yang mendukung para swordsmen sambil menembakkan anak panah dengan cepat dan sangat tepat kemungkinan adalah pemain Gun Gale Online, seperti Sinon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, tim – tim yang saling kompak melindungi satu sama lain sambil menyerang musuh, mereka seperti Guild terkuat dari segala macam jenis VRMMO, mereka adalah anggota «Sleeping Knights».&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari Asuna, si mage Siune tersenyum padanya. Ketika Asuna melambaikan tangannya, ia menahan air mata yang akan menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bersungguh – sungguh membantu meskipun sadar bisa kehilangan avatar mereka.  Lalu, karena ia sendiri dilindungi oleh sebuah Super Account, ia hatus meminimalkan jumlah korban sebanyak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna berlari ke medan peperangan, memberikan perintah pada pasukan terdekat untuk membentuk formasi oval di depan pintu masuk kuil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi tak peduli berapa kuat equipment dan status ke 2,000 pemain ini, masih ada sekitar 10,000 pemain Amerika. Jika menghitung kasar, jumlah korban pasti akan terus bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, masih ada hal lain yang mengganjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakit yang tak bisa dihindari dalam Underworld.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak seperti pemain Amerika yang telah tewas dan log out ketika merasakan rasa sakit. Siklus para pemain jepang yang mendapat luka, mundur, dan disembuhkan akan membuat mereka sengsara. Dan Asuna telah mengalaminya, rasa sakit yang hampir merenggut semangatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Kumohon semuanya. Lakukan yang terbaik. Hingga 10.000 pemain ini musnah. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jika kita bisa melakukannya, maka kemungkinan para penyerang «Ocean Turtle» akan gagal. Selanjutnya, kita hanya perlu mengurus Kaisar Vektor yang sedang dikejar Komandan Knight Bercouli dan Sinon, lalu menyelamatkan Alice. &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asuna mengangkat rapiernya ke depan lalu berteriak penuh semangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak masalah … kita bisa menang! Jika kita berusaha, kita akan menang!!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image: Sword Art Online Vol 17 - 185.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;***&amp;lt;/center&amp;gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hirono Takashi, seorang pemain VRMMO asal Jepang bertanya pada dirinya sendiri: &#039;&#039;Mengapa aku datang ke tempat seperti ini?&#039;&#039; Tak ada untungnya kan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan mengapa ia menerima permintaan “terlalu mendadak” dari ALO, membuatnya terbangun pada pukul 5:00 a.m. setelah ditelpon temannya, bukan karena si gadis memohon maupun karena ia bersimpati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejujurnya, ia percaya pada nyalinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi satu hal yang ingin ia ketahui, &#039;&#039;Dunia VRMMO macam apa yang menggunakan dana negara?&#039;&#039; Hal lain seperti, &#039;&#039;Aku mendapat nilai penerimaan masuk sekolah menengah atas paling buruk, jadi AmuSphere milikku pasti akan segera disita.&#039;&#039; Dan sebagian dirinya— &#039;&#039;Mungkin akan ada ‘suatu’ kenyataan yang tak akan pernah aku temui dalam game yang pernah aku mainkan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Takashi mengubah karakter yang ia latih selama dua tahun dan log in menuju server yang belum pernah ia dengar sebelumnya, apa yang menunggu dihadapannya adalah pria besar memakai armor merah, ia memaki – maki dalam bahasa Inggris sambil mengayunkan senjatanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia melompat ke belakang dan hampir berteriak, tetapi ujung senjata milik musuh menggores armor kaki kirinya, menerobos masuk dan menusuk kulitnys sesaat. Ia tak pernah merasakan rasa sakit seperti itu sejak ia terjatuh dari sepeda dan mematahkan tulang di sekolah dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tak ada yang bilang akan menjadi seperti ini—!!&#039;&#039; Takashi berteriak dalam kepalanya ketika mundur semakin ke belakang, entah bagaimana ia berhasil menahan musuh dengan pedang sangat langka miliknya, ia menuju ke samping ke tim pendukung ketika ia merasa agak linglung karena darah mengucur dari kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
—&#039;&#039;Cukup sudah. Aku akan log out! &#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengucapkan hal seperti itu, Takashi kemudian disembuhkan oleh seorang gadis pendeta yang seumuran, ia mengenakan pakaian berwarna biru langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah mengapa, ketika menatapnya, ia memiliki perasaan aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengobatimu secepatya, tolong tahan sebentar Knight-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis berbicara fasih, lalu menyentuhkan tangannya ke kaki kiri yang terluka ringan — terluka parah menurut pandangan Takashi — lalu ia mulai merapal. Melihatnya bersungguh – sungguh, Takashi berpikir sesaat bahwa ia hanyalah seorang NPC.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi, ekspresi serius yang tampak dalam mata abu – abu kecoklatan miliknya, sosok imut antara wajah khas negara timur dan barat, dan kehangatan yang datang dari cahaya putih yang muncul dari tangannya, membuat Takashi bingung apakah dia seorang NPC ataukah pemain Jepang, tetapi ia adalah seorang penduduk yang tinggal di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi apakah hal seperti ini benar – benar nyata? Ia berbicara fasih dalam bahasa Jepang, tetapi apakah ia orang Jepang ataukah seorang NPC. Siapa gadis ini sebenarnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari kenyataan ketika ia merasa sakit saat tertusuk, Takashi kini melihat kakinya yang telah sembuh oleh sihir gadis ini: ia tidak berada dalam event sebuah game, tetapi dalam suatu keadaan yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah sudah selesaiKnight-sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika si gadis mengangkat tangannya dengan sedikit ekspresi bangga, luka kakinya kini benar – benar menghilang seutuhnya, hanya menyisahkan bekas luka kecoklatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Te… Terima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggenggam lagi pedangnya, Takashi akhirnya mengungkapkan rasa terima kasihnya. &#039;&#039;Oh,apakah aku cocok kalau dipanggil seorang «Knight-sama»?&#039;&#039; ia berpikir, rada geer. Namun wajahnya memerah, dan lidahnya menjadi mati rasa. Ketika ia menyadarinya, ia telah melakukan tindakan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia mengulurkan kedua tangannya dan dengan lembut memeluk tubuh langsing si gadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ini adalah sebuah dunia VRMMO normal, tindakan Takashi akan disebut sebagai «Tindakan Tak Sopan pada sebuah» dan ia akan mendapat sebuah peringatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun si gadis hanya kaget atas pelukan Takashi, lalu mengambil nafas. Sedetik kemudian, Takashi merasa lengan si gadis dengan agak canggung melingkari tubuhnya dengan sedikit tekanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tak apa, Knight-sama dari atas langit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dekat telinganya, suara yang terdengar cukup pelan namun pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bahkan sister dalam pelatihan seperti ku mampu melakukan tindakan sederhana ini, aku cukup bersyukur dan bangga. Knight-sama, kamu bertempur lebih banyak dan lebih berani. Ingatlah … kamu mengangkat pedangmu untuk melindungi banyak orang, untuk melindungi dunia ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si gadis lalu dengan lembut menyentuhkan telapak tangannya ke punggung Takashi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik itu dunia nyata ataukah dunia virtual, Takashi belum pernah memeluk seorang gadis sebelumnya. Namun jika ia memiliki seorang pacar di dunia nyata, ia merasa tak akan pernah merasa emosional seperti saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berangan – angan, Takashi menetapkan tujuannya ketika tubuh mereka berpisah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Um… Bisakah kamu memberitahuku namamu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Noda merah tampak dalam wajah si sister, lalu ia mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentut… Namaku Frenica. Frenica Szeski.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Frenica…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namanya terdengar agak asing, tetapi cara ia mengucapkannya sungguh fasih. Tak seperti kebiasaanya, Takashi juga menyebutkan namanya sendiri. Bukan nama karakternya, Velios. Tetapi nama aslinya, nama yang selalu tak ia banggakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Namaku Takashi… Hirono Takashi… Um… Bisakah kita bertemu lagi, ketika perang selesai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica mengangkat alisnya sedikit, tersenyum lembut lalu mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, Knight Takashi-sama. Ketika perang selesai dan kedamaian terjadi, kita akan bertemu. Aku akan berdoa pada ketiga Dewi agar kamu bisa selamat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica perlahan menarik tangan kiri Takashi dan membantunya berdiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Frenica memberi hormat dan berlari menuju korban lain yang terluka. Ketika Takashi melihat punggungnya, ia menyadari sesuatu: jika ia bertingkah dengan bangga— seperti seorang knight dihadapannya, ia harus bisa bertarung dengan berani sampai akhir. Dunia ini bukan lagi sebuah game, tetapi kenyataan lain yang setara dengan dunia nyata dimana Takashi lahir dan tumbuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan jika ia kehilangan HP, bukan, nyawanya, lalu dipaksa keluar dari dunia ini, ia akan mengangkat dan menebaskan pedangnya hingga saat – saat terakhir. Tak peduli berapa banyak luka yang ia dapat. Ia tak akan bisa bertemu Frenica lagi jika ia gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Takashi berdiri dan berteriak “Baiklahhhhh!”, lalu ia berlari menuju garis depan bukan untuk menjalankan quest, tetapi menjalankan kewajibannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Distorm</name></author>
	</entry>
</feed>