<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Felxihe3x</id>
	<title>Baka-Tsuki - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Felxihe3x"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Special:Contributions/Felxihe3x"/>
	<updated>2026-05-05T03:04:46Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_2~_Indonesian_Version&amp;diff=104925</id>
		<title>Fate/Zero:Act 1 Part 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_2~_Indonesian_Version&amp;diff=104925"/>
		<updated>2011-07-13T13:38:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* -282:14:28 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;=== -282:14:28 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan itu dikelilingi oleh ambisi yang terhimpun selama lebih dari seribu tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emiya Kiritsugu dan Irisviel menjawab panggilan kepala keluarga Einsbern, menuju ke kastil tua milik Einsbern yang diselubungi oleh es, sebuah tempat yang sangat megah namun mengerikan - bilik ritual Kastil Einsbern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini bukan sebuah tempat untuk memuliakan karunia Tuhan atau agar roh-roh dapat menemukan kedamaian. Bagi kastil yang ditinggali magus, tempat yang disebut &#039;kamar doa&#039; adalah ruangan yang digunakan untuk eksekusi sebuah ritual magis dengan menggunakan korban penyembahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ini, jendela berwarna diatas menggambarkan bukan lukisan seorang santa, tetapi sejarah panjang Einsbern mengejar Cawan itu.&lt;br /&gt;
Dari tiga keluarga permulaan, keluarga Einsbernlah yang menghabiskan waktu paling banyak atas Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengurung diri mereka di dalam pedalaman pegunungan es, dengan keras kepala memutuskan semua hubungan dengan dunia luar, mereka mulai mencari keajaiban Cawan itu hampir seribu tahun yang lalu. Tetapi pencarian mereka dipenuhi dengan halangan dan rasa malu, juga dengan penderitaan dan pertentangan. Pencarian dalam kondisi seperti ini, tidak menghasilkan hasil apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya putus asa dengan cara pencariaan Cawan itu dengan kekuatan sendiri, mereka dengan terpaksa setuju dengan perjanjian kerja sama dengan orang luar, keluarga Tosaka dan Mato, dua ratus tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada ritual Heaven&#039;s Feel yang terjadi setelahnya, mereka tidak pernah menang karena kemampuan Master mereka selalu tidak cukup -- solusi yang terakhir adalah dengan menyewa magus yang ahli dalam peperangan dari luar: keputusan ini dibuat sembilan tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
Bisa dibilang kalau Emiya Kiritsugu adalah kartu truf keluarga Einsbern yang selalu bangga akan kemurnian garis keturunan mereka; karena dia mereka bahkan mengubah prinsip keluarga mereka untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melewati aula, pandangan Kiritsugu tidak sengaja menemukan sebuah lukisan yang relatif baru di atas jendela gelas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlukis disitu adalah &amp;quot;Holy Maiden of Winter&amp;quot; keluarga Einsbern Lizleihi Justiza, dan dua orang magus berdiri di kiri dan kanan wanita itu. Ketiga orang itu menjulurkan tangan mereka kepada Cawan itu di langit. Dengan mudah dapat ditebak dari komposisi dan keseimbangan pola lukisan itu bagaimana buruknya keluarga Einsbern memandang rendah keluarga Todaka dan Mato dua ratus tahun yang lalu dan rasa malu mereka karena harus mengandalkan pertolongan mereka. Lukisan ini menggambarkan hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia cukup beruntung untuk menang dan selamat dari perang yang berikutnya - Kiritsugu mengeluarkan tawa yang pahit di dalam nada sarkastik yang rendah - potret dirinya mungkin akan menghiasai jendela itu walaupun bertentangan dengan kenginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Magus tua itu yang adalah raja dari kastil musim dingin ini menunggu Kiritsugu dan Irisviel di depan altar ritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jubstacheit von Einsbern. Dikenal dengan nama &amp;quot;Acht&amp;quot; setelah dia menjadi kepala  kedelapan keluarga Einsbern. Lewat terus menerus memanjangkan umurnya, dia telah hidup hampir dua abad sekarang; memimpin keluarga Einsbern sejak saat mereka berubah dari &amp;quot;pencariaan&amp;quot; Cawan itu menjadi &amp;quot;Perang&amp;quot; Cawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengetahui tentang era Justizia, tetapi sejak saat Heaven&#039;s Feel kedua dimulai, kakek tua Acht telah menderita lebih dari sekali rasa sakit kekalahan. Baginya, kegelisahan menghadapi kesempatan ketiga adalah sangat luar biasa. Sembilan tahun yang lalu, menerima &amp;quot;Pembunuh Magus&amp;quot;  yang memilki reputasi buruk Emiya Kiritsugu kedalam keluarga Einsbern adalah sebuah keputusan yang dibuat magus tua ini, bukan karena alasan lain selain kemampuan luar biasa Kiritsugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Relik suci yang kami pesan untuk ditemukan di Cornwall akhirnya sampai pagi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil membelai janggut putihnya yang dapat membuat orang berpikir akan air terjun yang beku, kakek tua Acht menatap Kiritsugu dengan cahaya yang tajam dari bola matanya; cahaya di dalam matanya membuat tidak mungkin untuk menemukan umur tuanya. Hidup di dalam kastil tua ini dalam waktu lama, Kiritsugu tidak akan pernah bisa mentolerir perasaan dari tekanan yang bias dari mata kepala keluarga ini setiap kali dia bertemu denganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di arah yang ditunjukan tangan kepala keluarga itu terdapat altar pengorbanan yang memegang peti kayu yang sangat besar yang diikat ketat dengan kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menggunakan ini sebagai katalis, ada kemungkinan untuk memanggil &#039;Roh Pahlawan golongan Pedang&#039; yang terkuat. Kiritsugu, hitung ini sebagai bantuan keluarga Einsbern yang paling besar untuk kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tersanjung, kepala keluarga yang terhormat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpura-pura tidak berekspresi, Kiritsugu membungkuk dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan keluarga Einsbern melanggar peraturan yang telah ditetapkan sejak permulaan dan memasukkan orang luar ke dalam keluarga, Cawan itu sepertinya menerima tanpa ada komplikasi. Command Seal muncul di tangan kanan Kiritsugu tiga tahun yang lalu. Sebentar lagi, dia akan memikul mimpi terbesar keluarga Einbern yang berumur seribu tahun dan berpartisipasi dalam Heaven&#039;s Feel keempat yang akan berlangsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala keluarga yang tua itu mengalihkan pandanganya ke Irisviel, yang sedang menunduk ke bawah dengan hormat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Irisviel, bagaimana keadaan wadah itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada masalah. Bahkan di Fuyuki, dia akan bekerja seperti biasanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel menjawab dengan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wujud mesin pengambil permintaan &#039;Cawan dengan kekuatan Tuhan&#039; itu adalah dalam bentuk roh dan tidak memiliki bentuk jasmani, jadi untuk membuat &amp;quot;Cawan Suci&amp;quot; itu datang, sebuah &amp;quot;Wadah Cawan Suci&amp;quot; harus disiapkan. Karena itu, perang oleh tujuh Servants memperebutkan Cawan Suci dapat disebut ritual pembentukan roh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas untuk menyiapkan wadah Cawan itu, dari awal permulaan Heaven&#039;s Feel, selalu dilakukan oleh keluarga Einsbern. Misi untuk membuat sebuah &amp;quot;wadah&amp;quot; untuk perang yang keempat ini adalah tugas Irisviel. Karena itu dia harus meninggalkan Fuyuki bersama Kiritsugu; dia harus berada di medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakek tua Acht, matanya bersinar dengan kekuatan yang luar biasa, mengangguk dengan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kali ini… tidak ada yang boleh selamat. Bunuh keenam Servants; kali ini kita harus mendapatkan Third Magic, Cawan Emas itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya tuanku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar perintah dari kepala keluarga tua yang penuh dengan gairah yang tersembunyo, magus dan homuncuus, suami istri memikul takdir yang sama, menjawab bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di dalam hatinya, Kiritsugu tidak peduli dengan hasrat kaku kakek tua ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesuksesan… kepala keluarga Einsbern telah menyingkatkan semua emosi kedalam satu kata, mengandung di dalamnya interpretasi yang tidak terbatas. Kalau dipikirkan baik-baik, prinsip Einsbern mungkin hanya kekakuan terhadap &#039;kesuksesan&#039; yang masih tersisa.&lt;br /&gt;
Materialisasi roh adalah sebuah keajaiban. Selama seribu tahun telah mencari keajaiban yang hilang ini… di perjalanan yang panjang dan melelahkan, mereka telah lam kehilangan arah dan tujuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya untuk membuktikan bahwa perjalanan seribu tahun mereka tidak sia-sia, hanya untuk sebuah konfirmasi bahwa &amp;quot;benda itu ada&amp;quot;, keluarga Einsbern itu melanjutkan peperangan dengan nyawa mereka untuk mendapatkan Cawan itu. Tapi bagi mereka, apa yang akan mereka lakukan dengan Cawan itu setelah dipanggil, tujuan ini telah lama menghilang dari konsiderasi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu tidak penting. Sebagaimana ekspetasimu, lewat tangan ini aku akan memberikanmu Cawan Suci yang telah lama kamu indamkan.&lt;br /&gt;
Seolah-olah tidak ingin kalah oleh semangat Acht, Emiya Kiritsugu berkata begitu di pikiranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu tidak semua. Aku akan menggunakan Cawan dengan kekuatan Tuhan ini untuk mengabulkan mimipiku yang paling dalam…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Kiritsuu dan Irisviel kembali ke kamar mereka, membuka peti panjang yang telah diberikan kepada mereka oleh kepala keluarga, dan terkagum dengan isinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siapa yang dapat mengira, kalau mereka dapat menemukan benda ini…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Kiritsugu yang biasanya selalu tenang sekarang sangat terpukau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah sarung pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbuat dari emas dan didekorasi lapisan biru yang memukau; benda mewah seperti ini seharusnya disebut sebagai harta karun unutk memaerkan derajat dan martabat seperti halnya sebuah mahkota atau tongkat kekuasaan daripada sebagai sebuah senjata. Diukir di tengah-tengahnya adalah sebuah tulisan dari huruf bangsa peri yang telah lama hilang, menunjukan kalau sarung pedang ini bukan buatan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Tidak ada kerusakan sedikit pun. Apakah ini benar-benar sebuah relik asli yang dibuat dari era lebih dari seribu lima ratus tahun yang lalu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benda ini adalah sebuah Conceptual Weapon. Tidak akan mungkin dapat lapuk, tidak dihitung kalau ini adalah relik suci yang akan digunakan sebagai sebuah katalis. Ini adalah sebuah harta yang tertidur di dunia magis.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel mengangkat sarung emas dari peti dengan hati-hati, memegangnya di tanganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Legenda bercerita kalau membawa sarung ini dekat dengan badan dapat menyembuhkan semua luka pemiliknya dan dapat menghentikan penuaan… tentu saja, fakta yang disebutkan adalah kekuatan magis oleh &#039;pemiliknya yang sesungguhnya.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Artinya selama Roh Pahlawan yang dipanggil berhasil, kekuatan seperti ini dapat digunakan sebagai &amp;quot;Noble Phantasm seorang Master.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
Design unit dan jenius sarung ini dan keindahannya membuat kagum Kiritsugu, tetapi hanya dalam beberapa saat, pikiranya dengan segera berubah ke arah bagaimana ia dapat menggunakannya sebagai sebuah &#039;alat&#039; yang efisien. Melihat Kiritsugu, Irisviel tidak dapat melakukan apa-apa selain mengeluarkan sebuah senyuman kecil yang pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu benar-benar caramu. Sebuah alat adalah sebuah alat bagaimanapun juga, ya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kallas kamu mengatakannya seperti itu, bahkan Servant adalah sesuatu yang sama. Bagaimanapun terkenalnya pahlawan itu, selama dia dipanggil ke era ini sebagai seorang Servant, untuk seorang Master dia hanyalah sebuah alat… tidak mungkin untuk seseorang yang memiliki fantasi yang tidak realistik untuk memenangkan perang ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak sebagai seorang ayah ataupun suami, tetapi menunjukan sikap seorang prajurit, ekspresi Emiya Kiritsugu berubah menjadi sangat dingin. Sebelumnya, pada waktu dia masih belum mengerti suaminya, Irisviel sangat takut akan Kiritsugu pada waktu ia menjadi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya seseorang seprti kamu yang pantas untuk menggunakan sarung pedang ini -- ini adalah keputusan kakek.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah itu adalah sesuatu yang sebenarnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kiritsugu menunjukan ketidakpuasaan. Jika kakek tua Acht mengetahui ekspresi menantu bayaranya terhadap relik suci yang dia temukan dengan susah payah, dia pasti tidak dapat berbicara karena amarah yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kamu tidak puas dengan hadiah dari kakek ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel tidak menyalahkan Kiritsugu karena ingin mengeluarkan pendapat yang kurang ajar, tetapi hanya berpikir kalau pertanyaan ini sangat lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana mungkin? Dia telah membantu lebih kita dari cukup. Tidak mungkin ada Master lain yang memiliki kartu as sebaik ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu apa yang kamu tidak puas dengan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan relik suci yang sempurna ini, Roh Pahlawan yang kita panggil pasti akan seperti yang kita inginkan. Tetapi karakter dia dan aku terlalu bertentangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, mengenai pemanggilan seorang Servant, sifat dasar Roh Pahlwan yang dipanggil akan sangat dipengaruhi oleh karakter sang Master. Pada dasarnya semua roh pahlawan yang dipanggil memiliki sifat yabg sama dengan Master mereka. Tetapi relik suci mengubah hal itu. Semakin jelas awal relik suci itu, semakin besar kemungkinan roh pahlawan yang dipanggil akan sesuai dengan relik tersebut seperti orang itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Artinya kamu tidak nyaman tentang kontrak dengan &#039;Raja para Ksatria&#039;, ya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat sekali. Mungkin tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih tidak cocok dengan prinsip para ksatria.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah bercanda, bibir Kiritsugu membentuk senyum kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pertarungan yabg adil bukan gayaku, apalagi di peperangan sampai mati ini. Kalau aku akan menyerang, maka aku akan menyerang dari belakang ketika musuhku sedang tertidur. Tidak peduli dengan tempat ataupun tempat, hanya dengan tujuan melenyapkan musuhku dengan efektif, menggunakan cara yang menghasilkan kemingkinan sukses yang paling besar… Kamu pikir ksatria yang terhormat itu akan mau membantuku dalam pertempuran seperti itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel terdiam, menatap sarung pedang yang berkilau itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa ada keraguan Kiritsugu adalah tipe prajurit seperti itu. Mendapatkan kemenangan dengan menggunakan segala cara yang diperlukan. Hal itu tidak perlu diuji lagi, karakter Kiritsugu dan pemilik sarung pedang ini sudah pasti akan bertentangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Tetapi bukankah hal ini sangat disayangkan? Pemilik &#039;Excalibur&#039; sudah pasti adalah seseorang dari kelas Saber yang terkuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sarung pedang yang memancarkan kekuasaan ini yang pantas untuk berpasangan dengan pedang luar biasa itu. Ini sudah pasti relik milik Raja para Ksatria yang legendanya telah diceritakan turun temurun sejak dahulu kala- King Arthur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar sekali. &#039;Saber&#039; adalah yang terkuat dari ketujuh kelas yang dipanngil Cawan Suci itu. Dan jika Raja para Ksatria menduduki posisi ini… Aku sudah mendapatkan seorang Servant yang tidak mungkin terkalahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kunci disini adalah pertanyaan bagaiman menggunakan kekuatan militer terkuat ini se-efisien mungkin. Sejujurnya, jika faktor mudah di kontrol dipertimbangkan, &#039;Caster&#039; dan &#039;Assassin&#039; tentu saja lebih cocok dengan cara dia.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu - bertentangan dengan gaya api nandi, dekorasi mewah ruangan ini, sebuah suara elektronik yang kecil menghentikan pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, akhirnya sampai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di atas meja kayu yang berwarna hitam gelap adalah laptop yang ditaruh sembarangan; kombinasi sempurna seperti sebuah alat jahit di atas meja operasi. Silsilah magus dengan sejarah yang panjang tidak pernah menikmati kenyaman teknologi; keluarga Einsbern bukan pengeculian. Alat elektronik kecil yang terlihat sangat aneh bagi Irisviel adalah barang yang dibawa Kiritsugu. Seorang magus yang tidak merasa jijik menggunakan mesin sangatlah jarang; Kiritsugu adalah salah satu dari mereka. Saat dia meminta sambungan telepon dan generator untuk dipasang, dia berargumen hebat dengan kelapa keluarga tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Suara itu, apa itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Laporan yang dikirim oleh seseorang yang menyelinap masuk ke dalam Clock Tower. Aku memintanya untuk menyelidiki status para Master yang ikut dalam Heaven&#039;s Feel kali ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu duduk di depan mesin itu dan memulai mengoperasikan papan ketik dengan ahli. Monitor LCD menunjukan satu email baru. Itu adalah teknologi baru yang dikenal dengan nama &amp;quot;Internet&amp;quot; di kota, penjelasan ini Irisviel telah dengar dari Kirtisugu. Tapi kesabarannya terhadap suaminya menunjukan kalau dia tidak dapat mengerti sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Oh, disini terdapat informasi tentang identitas empat  orang Master.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wakil dari Tosaka sudah pasti kepala keluarga itu Tosaka Tokiomi. Seseorang yang berduri tajaam dengan atribut &#039;api&#039; yang mendalami seni magis batu permata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga Mato sepertinya juga berhasil memaksa pecundang yang tidak bisa meneruskan sebagai kepala keluarga menjadi seorang Master, menggelikan… tetapi kakek tua keluarga itu berusaha kersa untuk mendapatkan Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk Magus yang datang dari luar kota ini, pertama-tama, terdapat profesor kelas satu dari Clock Tower, Kayneth El-Melloi Archibald.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, dia mengenal pria ini. Memiliki kedua atribut &#039;angin&#039; dan &#039;air&#039;, seorang profesional yang mahir dalam penggunaan roh dan alkemis. Dia pada saat ini adalah magus yang paling terkenal di Asosiasi. Betapa menyusahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ada seorang pria yang dikirim oleh Gereja Suci… Kotomine Kirei. Awalnya wakil dari &#039;Assembly of the 8th Sacrament&#039;, dia adalah anak dari seseorang yang mengisi kedudukan pengawas - Kotomine Risei. Dikirim ke Tosaka Tokiomi untuk belajar seni magis tiga tahun yang lalu, dan lalu memutuskan hubungann dengan mentornya setelah mendapatka Command Seals. Hmph, seorang pria yang penuh dengan bau serbuk mesiu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kiritsugu menggesar tampilan layarnya dengan menggunakan mouse sambil melihat-lihat isi mendetil dari penyelidakan itu; menonton suaminya karena itu, Irisviel menjadi sangat bosan. Tiba-tiba dia menyadari sesuatu, tanpa menyadari kapan itu terjadi, Kiritsugu yang menatap layar itu telah berekspresi sangat serius dan kaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anak dari pastor Kotomine ini. Bahkan masa lalunya telah dihapus -&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel berdiri dibelakang Kiritsugu dan melihat ke monitor LCD, mengikuti bagian yang ditunjuk jarinya. Untuk Irisviel, melihat tulisan bukan diatas kertas sangatlah sulit, tetapi mengingat wajah serius suaminya, dia tidak menggerutu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Kotomine Kire. Lahir tahun 1967, mengikuti ayahnya ke tanah suci sejak masih kecil, lulus dalam angkatan &#039;81 dari Theological College of Manresa St. Ignacio… lompat dua tahun keatas, dan seorang ketua OSIS; dia sepetinya pria yang lumyan berhasil.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu mengangguk tidak senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengikuti jalur ini, dia pasti dapat meraih posisi seorang cardinal minister, tetapi dia dengan kemauan sendiri membuang kesempatan luar biasa itu unutk bergabung dengan Gereja Suci. Bahkan, sebenarnya dia memiliki banyak pilihan, jadi kenapa dia memilih untuk mendedikasikan dirinya kepada organisasi gelap dalam gereja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin dia dipengaruhi oleh ayahnya? Kotomine Risei adalah bagian dari Gereja Suci juga, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau itu alasanya, maka dia memiliki tujuan untuk mengumpulkan relik suci yang hilang seperti ayahnya. Benar, Kirei bergabung dengan departemen yang sama dengan ayahnya pada akhirnya, tapi sebelum itu, dia telah dipindahkan tiga kali dan dipilih sebagai seorang &#039;Executor&#039;. Dia berumur hanya sekitar sepuluh tahun-an pada waktu itu. Pekerjaan ini tidak bisa dilaksanakan tanpa tekad yang kuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah departemen paling gelap di Gereja Suci, di[panggil Shura&#039;s Den karena bertanggung jawaba atas menghukum orang-orang sesat. Untuk bisa mendapatkan nama &amp;quot;Executor&amp;quot; artinya dia adalah pembunuh kelas satu, menunjukan dia telah melewati latihan yang brutal dan ketat untuk menjadi senjata umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin dia adalah seorang fanatik agama. Semakin muda seseorang semakin polos orang itu, sesuatu seperti cinta fanatik untuk kepercayaan yang melewati batas terbukti ada.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan setelah mendengar pendapat Irisviel, Kiritsugu masih menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan superit itu… Kalau itu alasanya, situasi pria ini dari tiga tahun yang lalu tidak dapat dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kepercayaanya memang murni, tidak mungkin bagi dia untuk pindah ke dalam Asosiasi Magus; ini sepertinya sebuah perintah dari Gereja Suci, atau mungkin saja dia lebih patuh kepada doktrin agama daripada organisasi itu. Tetapi bahkan ini tidak bisa menjelaskan hal itu, karena tidak ada kebutuhan untuk berlatih seni magis sekeras ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Lihat, laporan Tosaka Tokiomi tentang Kirei yang dikirim ke Asosiasi. Lingkupan latihan pria itu termasuk alkemis, pengontrolan roh. pemanggilan, dan ramalan… dia bahkan lebih berbakat dalam magis penyembuhan daripada Tosaka Tokiomi. Apa alasan sesungguhnya dari antusiasme ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel terus membaca dokumen itu, sampai akhir dimana kemampuan Kotomine Kirei diringkas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Aku bilang, Kirei ini sedikit aneh, tetapi apakah berguna untukmu memelajari dia sampai mendetil seperti ini? Walaupun dia sepertinya berbakat, dia tidak lebih menonjol dari yang lainya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itulah mengapa aku berpikir itu aneh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kepada Irisviel yang tidak mengerti, Kiritsugu menjelaskan dengan sabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimanapun orang ini bertindak, dia tidak akan pernah mencapai level &#039;elit&#039;. Kalau dipikir seperti ini, dia bukanlah seorang yang jenius, hanya seorang pria biasa. Tetapi keberhasilan dia dalam mendapatkan hasil yang cepat lewat kerja keras yang luar biasa sangat mengerikan. Itu benar kalau dia harus berusaha sepuluh atau dua puluh kali lebih besar daripada yang lainya untuk mencapai level seperti ini, tetapi dia berhenti sewaktu hanya tinggal satu langkah saja, lalu tanpa perasaan apapun pindah ke daerah yang lainya. Segala sesuatu yang telah dia bangun dengan susah payah dibuang seperti sampah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia sudah pasti memilih sebuah hidup yang jauh lebih menggairahkan daripada yan lainya, tetapi dalam hidup pria ini, dia tidak pernah membiarkan orang lain merasakan &#039;kasih sayang&#039;. Pria ini - adalah seseorang yang sangat berbahaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu berkesimpulan maka dari itu, Irisviel mengerti maksud di balik kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu dia berkata &amp;quot;menyusahkan&amp;quot;, walaupun mushnya penuh dengan duri, dia sebenarnya tidak menganggap musuhnya sebagai bahaya. Caranya untuk menghadapi tipe lawan seperti ini dan kemungkinan berhasilnya, Kiritsugu telah memegang delapan puluh persen di tangan. Tetapi sewaktu dia menggunakan rating &amp;quot;berrbahaya&amp;quot;… Emiya Kiritsugu hanya menggunakan rating ini untuk musuh yang dia perlu melawan dengan sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pria ini sudah pasti tidak percaya apapun. Hanya terus menerus mencari jawaban, maka karena itu dia sangat berpengalaman. Hasilnya adalah dia masih tidak menemukan apa-apa… dia adalah yang memiliki nilai morak yang kosong. Jika aku harus menebak apa isi hati pria ini, maka mungkin itu adalah kemarahan dan putus asa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Kamu berkata, buatmu Executor ini lebih kuat daripada Tosaka Tokiomi dan Archibald?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhenti sebentar, Kiritsugu mengangguk dengan mantap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Seseorang yang menakutkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar kalau Tosaka dan Lord El-Melloi adalah musuh yang kuat. Tetapi aku berpikir kalau &#039;arti hidup&#039; Kotomine Kirei jauh lebih menakutkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Arti hidup?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hati pria ini hampa sepenuhnya. Dia tidak memiliki sesuatu yang bisa disebut kenginan. Tetapi kenapa pria seperti ini menaruhkan nyawanya untuk berperang demi Cawan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Bukankah ini keinginan Gereja Suci dari awal? Orang-orang itu salah berpikir kalau Cawan Fuyuki ini adalah sebuah reilk suci dan menginginkanya karena ini, benar kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, kalau hanya dengan motivasi sedangkal itu, Cawan itu tidak akan memberikan Command Seal. Pria ini dipilih oleh Cawan itu sebagai seorang Master. Dia pasti memiliki alasan untuk mendapatkan Cawan itu. Apa alasan yang sebenarnya, tepatnya karena tidak terlihat… Itulah yang membuat alasan ini sangat berbahaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu mendesah dengan dalam, melihat ke monitor dengan dingin, berusaha untuk mengali lebih dalam karakter Kotomine Kirei lewat tulisan membosankan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kamu pikir akan terjadi jika orang dengan jiwa kosong macam ini mendapatkan Cawan itu? Seluruh hidup pria ini dibangun atas keputusasaan. Kekuatan mesin pengabul permintaan itu, Cawan suci itu mungkin akan tercemar oleh warna keputusaasaan orang itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu telah tenggelam dalam kesedihannya, dan untuk tujuan menasihati dia, Irisviel menggelengkan kepalanya dengan tegas.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang disimpan dalam diriku, wadah Cawan itu, aku tidak akan memberikanya kepada orang lain. Pada saat Cawan itu telah terisi, satu-satunya orang yang memiliki kehormatan untuk memilikinya - hanya kamu, Kiritsugu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala keluarga Einsbern hanya menginginkan penyelesaian Cawan itu; itulah satu-satunya kenginan mereka…  tetapiunutk pasangan muda ini, setelah ini, mereka masih memiliki kenginan untuk diwujudkan. Sebuah mimpi untuk diwujudkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu menutup laptop miliknya dan memeluk Irisviel dengan erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apapun yang terjadi, kita tidak boleh kalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi istrinya, saat ini dibandingkan kenginan keluarganya, Irisviel lebih peduli akan ambisi dirinya dan suaminya. Fakta ini sangat menyanjung Kiritsugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Aku menemukanya. Cara untuk menggunakan kekuatan Servant terkuat ini semaksimal mungkin.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Act_1_Part_1~ Indonesian Version|Act 1, Part 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_3~ Indonesian Version|Act 1, Part 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_2~_Indonesian_Version&amp;diff=104924</id>
		<title>Fate/Zero:Act 1 Part 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_2~_Indonesian_Version&amp;diff=104924"/>
		<updated>2011-07-13T13:30:47Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* -282:14:28 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;=== -282:14:28 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan itu dikelilingi oleh ambisi yang terkumpul selama lebih dari seribu tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emiya Kiritsugu dan Irisviel menjawab panggilan kepala keluarga Einsbern, menuju ke kastil tua milik Einsbern yang diselubungi oleh es, sebuah tempat yang sangat megah namun mengerikan - bilik ritual Kastil Einsbern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini bukan sebuah tempat untuk memuliakan karunia Tuhan atau agar roh-roh dapat menemukan kedamaian. Bagi kastil yang ditinggali magus, tempat yang disebut &#039;kamar doa&#039; adalah ruangan yang digunakan untuk eksekusi sebuah ritual magis dengan menggunakan korban penyembahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ini, jendela berwarna diatas menggambarkan bukan lukisan seorang santa, tetapi sejarah panjang Einsbern mengejar Cawan itu.&lt;br /&gt;
Dari tiga keluarga permulaan, keluarga Einsbernlah yang menghabiskan waktu paling banyak atas Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengurung diri mereka di dalam pedalaman pegunungan es, dengan keras kepala memutuskan semua hubungan dengan dunia luar, mereka mulai mencari keajaiban Cawan itu hampir seribu tahun yang lalu. Tetapi pencarian mereka dipenuhi dengan halangan dan rasa malu, juga dengan penderitaan dan pertentangan. Pencarian dalam kondisi seperti ini, tidak menghasilkan hasil apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya putus asa dengan cara pencariaan Cawan itu dengan kekuatan sendiri, mereka dengan terpaksa setuju dengan perjanjian kerja sama dengan orang luar, keluarga Tosaka dan Mato, dua ratus tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada ritual Heaven&#039;s Feel yang terjadi setelahnya, mereka tidak pernah menang karena kemampuan Master mereka selalu tidak cukup -- solusi yang terakhir adalah dengan menyewa magus yang ahli dalam peperangan dari luar: keputusan ini dibuat sembilan tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
Bisa dibilang kalau Emiya Kiritsugu adalah kartu truf keluarga Einsbern yang selalu bangga akan kemurnian garis keturunan mereka; karena dia mereka bahkan mengubah prinsip keluarga mereka untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melewati aula, pandangan Kiritsugu tidak sengaja menemukan sebuah lukisan yang relatif baru di atas jendela gelas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlukis disitu adalah &amp;quot;Holy Maiden of Winter&amp;quot; keluarga Einsbern Lizleihi Justiza, dan dua orang magus berdiri di kiri dan kanan wanita itu. Ketiga orang itu menjulurkan tangan mereka kepada Cawan itu di langit. Dengan mudah dapat ditebak dari komposisi dan keseimbangan pola lukisan itu bagaimana buruknya keluarga Einsbern memandang rendah keluarga Todaka dan Mato dua ratus tahun yang lalu dan rasa malu mereka karena harus mengandalkan pertolongan mereka. Lukisan ini menggambarkan hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia cukup beruntung untuk menang dan selamat dari perang yang berikutnya - Kiritsugu mengeluarkan tawa yang pahit di dalam nada sarkastik yang rendah - potret dirinya mungkin akan menghiasai jendela itu walaupun bertentangan dengan kenginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Magus tua itu yang adalah raja dari kastil musim dingin ini menunggu Kiritsugu dan Irisviel di depan altar ritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jubstacheit von Einsbern. Dikenal dengan nama &amp;quot;Acht&amp;quot; setelah dia menjadi kepala  kedelapan keluarga Einsbern. Lewat terus menerus memanjangkan umurnya, dia telah hidup hampir dua abad sekarang; memimpin keluarga Einsbern sejak saat mereka berubah dari &amp;quot;pencariaan&amp;quot; Cawan itu menjadi &amp;quot;Perang&amp;quot; Cawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengetahui tentang era Justizia, tetapi sejak saat Heaven&#039;s Feel kedua dimulai, kakek tua Acht telah menderita lebih dari sekali rasa sakit kekalahan. Baginya, kegelisahan menghadapi kesempatan ketiga adalah sangat luar biasa. Sembilan tahun yang lalu, menerima &amp;quot;Pembunuh Magus&amp;quot;  yang memilki reputasi buruk Emiya Kiritsugu kedalam keluarga Einsbern adalah sebuah keputusan yang dibuat magus tua ini, bukan karena alasan lain selain kemampuan luar biasa Kiritsugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Relik suci yang kami pesan untuk ditemukan di Cornwall akhirnya sampai pagi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil membelai janggut putihnya yang dapat membuat orang berpikir akan air terjun yang beku, kakek tua Acht menatap Kiritsugu dengan cahaya yang tajam dari bola matanya; cahaya di dalam matanya membuat tidak mungkin untuk menemukan umur tuanya. Hidup di dalam kastil tua ini dalam waktu lama, Kiritsugu tidak akan pernah bisa mentolerir perasaan dari tekanan yang bias dari mata kepala keluarga ini setiap kali dia bertemu denganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di arah yang ditunjukan tangan kepala keluarga itu terdapat altar pengorbanan yang memegang peti kayu yang sangat besar yang diikat ketat dengan kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menggunakan ini sebagai katalis, ada kemungkinan untuk memanggil &#039;Roh Pahlawan golongan Pedang&#039; yang terkuat. Kiritsugu, hitung ini sebagai bantuan keluarga Einsbern yang paling besar untuk kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tersanjung, kepala keluarga yang terhormat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpura-pura tidak berekspresi, Kiritsugu membungkuk dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan keluarga Einsbern melanggar peraturan yang telah ditetapkan sejak permulaan dan memasukkan orang luar ke dalam keluarga, Cawan itu sepertinya menerima tanpa ada komplikasi. Command Seal muncul di tangan kanan Kiritsugu tiga tahun yang lalu. Sebentar lagi, dia akan memikul mimpi terbesar keluarga Einbern yang berumur seribu tahun dan berpartisipasi dalam Heaven&#039;s Feel keempat yang akan berlangsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala keluarga yang tua itu mengalihkan pandanganya ke Irisviel, yang sedang menunduk ke bawah dengan hormat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Irisviel, bagaimana keadaan wadah itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada masalah. Bahkan di Fuyuki, dia akan bekerja seperti biasanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel menjawab dengan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wujud mesin pengambil permintaan &#039;Cawan dengan kekuatan Tuhan&#039; itu adalah dalam bentuk roh dan tidak memiliki bentuk jasmani, jadi untuk membuat &amp;quot;Cawan Suci&amp;quot; itu datang, sebuah &amp;quot;Wadah Cawan Suci&amp;quot; harus disiapkan. Karena itu, perang oleh tujuh Servants memperebutkan Cawan Suci dapat disebut ritual pembentukan roh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas untuk menyiapkan wadah Cawan itu, dari awal permulaan Heaven&#039;s Feel, selalu dilakukan oleh keluarga Einsbern. Misi untuk membuat sebuah &amp;quot;wadah&amp;quot; untuk perang yang keempat ini adalah tugas Irisviel. Karena itu dia harus meninggalkan Fuyuki bersama Kiritsugu; dia harus berada di medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakek tua Acht, matanya bersinar dengan kekuatan yang luar biasa, mengangguk dengan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kali ini… tidak ada yang boleh selamat. Bunuh keenam Servants; kali ini kita harus mendapatkan Third Magic, Cawan Emas itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya tuanku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar perintah dari kepala keluarga tua yang penuh dengan gairah yang tersembunyo, magus dan homuncuus, suami istri memikul takdir yang sama, menjawab bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di dalam hatinya, Kiritsugu tidak peduli dengan hasrat kaku kakek tua ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesuksesan… kepala keluarga Einsbern telah menyingkatkan semua emosi kedalam satu kata, mengandung di dalamnya interpretasi yang tidak terbatas. Kalau dipikirkan baik-baik, prinsip Einsbern mungkin hanya kekakuan terhadap &#039;kesuksesan&#039; yang masih tersisa.&lt;br /&gt;
Materialisasi roh adalah sebuah keajaiban. Selama seribu tahun telah mencari keajaiban yang hilang ini… di perjalanan yang panjang dan melelahkan, mereka telah lam kehilangan arah dan tujuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya untuk membuktikan bahwa perjalanan seribu tahun mereka tidak sia-sia, hanya untuk sebuah konfirmasi bahwa &amp;quot;benda itu ada&amp;quot;, keluarga Einsbern itu melanjutkan peperangan dengan nyawa mereka untuk mendapatkan Cawan itu. Tapi bagi mereka, apa yang akan mereka lakukan dengan Cawan itu setelah dipanggil, tujuan ini telah lama menghilang dari konsiderasi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu tidak penting. Sebagaimana ekspetasimu, lewat tangan ini aku akan memberikanmu Cawan Suci yang telah lama kamu indamkan.&lt;br /&gt;
Seolah-olah tidak ingin kalah oleh semangat Acht, Emiya Kiritsugu berkata begitu di pikiranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu tidak semua. Aku akan menggunakan Cawan dengan kekuatan Tuhan ini untuk mengabulkan mimipiku yang paling dalam…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Kiritsuu dan Irisviel kembali ke kamar mereka, membuka peti panjang yang telah diberikan kepada mereka oleh kepala keluarga, dan terkagum dengan isinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siapa yang dapat mengira, kalau mereka dapat menemukan benda ini…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Kiritsugu yang biasanya selalu tenang sekarang sangat terpukau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah sarung pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbuat dari emas dan didekorasi lapisan biru yang memukau; benda mewah seperti ini seharusnya disebut sebagai harta karun unutk memaerkan derajat dan martabat seperti halnya sebuah mahkota atau tongkat kekuasaan daripada sebagai sebuah senjata. Diukir di tengah-tengahnya adalah sebuah tulisan dari huruf bangsa peri yang telah lama hilang, menunjukan kalau sarung pedang ini bukan buatan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Tidak ada kerusakan sedikit pun. Apakah ini benar-benar sebuah relik asli yang dibuat dari era lebih dari seribu lima ratus tahun yang lalu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benda ini adalah sebuah Conceptual Weapon. Tidak akan mungkin dapat lapuk, tidak dihitung kalau ini adalah relik suci yang akan digunakan sebagai sebuah katalis. Ini adalah sebuah harta yang tertidur di dunia magis.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel mengangkat sarung emas dari peti dengan hati-hati, memegangnya di tanganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Legenda bercerita kalau membawa sarung ini dekat dengan badan dapat menyembuhkan semua luka pemiliknya dan dapat menghentikan penuaan… tentu saja, fakta yang disebutkan adalah kekuatan magis oleh &#039;pemiliknya yang sesungguhnya.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Artinya selama Roh Pahlawan yang dipanggil berhasil, kekuatan seperti ini dapat digunakan sebagai &amp;quot;Noble Phantasm seorang Master.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
Design unit dan jenius sarung ini dan keindahannya membuat kagum Kiritsugu, tetapi hanya dalam beberapa saat, pikiranya dengan segera berubah ke arah bagaimana ia dapat menggunakannya sebagai sebuah &#039;alat&#039; yang efisien. Melihat Kiritsugu, Irisviel tidak dapat melakukan apa-apa selain mengeluarkan sebuah senyuman kecil yang pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu benar-benar caramu. Sebuah alat adalah sebuah alat bagaimanapun juga, ya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kallas kamu mengatakannya seperti itu, bahkan Servant adalah sesuatu yang sama. Bagaimanapun terkenalnya pahlawan itu, selama dia dipanggil ke era ini sebagai seorang Servant, untuk seorang Master dia hanyalah sebuah alat… tidak mungkin untuk seseorang yang memiliki fantasi yang tidak realistik untuk memenangkan perang ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak sebagai seorang ayah ataupun suami, tetapi menunjukan sikap seorang prajurit, ekspresi Emiya Kiritsugu berubah menjadi sangat dingin. Sebelumnya, pada waktu dia masih belum mengerti suaminya, Irisviel sangat takut akan Kiritsugu pada waktu ia menjadi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya seseorang seprti kamu yang pantas untuk menggunakan sarung pedang ini -- ini adalah keputusan kakek.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah itu adalah sesuatu yang sebenarnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kiritsugu menunjukan ketidakpuasaan. Jika kakek tua Acht mengetahui ekspresi menantu bayaranya terhadap relik suci yang dia temukan dengan susah payah, dia pasti tidak dapat berbicara karena amarah yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kamu tidak puas dengan hadiah dari kakek ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel tidak menyalahkan Kiritsugu karena ingin mengeluarkan pendapat yang kurang ajar, tetapi hanya berpikir kalau pertanyaan ini sangat lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana mungkin? Dia telah membantu lebih kita dari cukup. Tidak mungkin ada Master lain yang memiliki kartu as sebaik ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu apa yang kamu tidak puas dengan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan relik suci yang sempurna ini, Roh Pahlawan yang kita panggil pasti akan seperti yang kita inginkan. Tetapi karakter dia dan aku terlalu bertentangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, mengenai pemanggilan seorang Servant, sifat dasar Roh Pahlwan yang dipanggil akan sangat dipengaruhi oleh karakter sang Master. Pada dasarnya semua roh pahlawan yang dipanggil memiliki sifat yabg sama dengan Master mereka. Tetapi relik suci mengubah hal itu. Semakin jelas awal relik suci itu, semakin besar kemungkinan roh pahlawan yang dipanggil akan sesuai dengan relik tersebut seperti orang itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Artinya kamu tidak nyaman tentang kontrak dengan &#039;Raja para Ksatria&#039;, ya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat sekali. Mungkin tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih tidak cocok dengan prinsip para ksatria.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah bercanda, bibir Kiritsugu membentuk senyum kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pertarungan yabg adil bukan gayaku, apalagi di peperangan sampai mati ini. Kalau aku akan menyerang, maka aku akan menyerang dari belakang ketika musuhku sedang tertidur. Tidak peduli dengan tempat ataupun tempat, hanya dengan tujuan melenyapkan musuhku dengan efektif, menggunakan cara yang menghasilkan kemingkinan sukses yang paling besar… Kamu pikir ksatria yang terhormat itu akan mau membantuku dalam pertempuran seperti itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel terdiam, menatap sarung pedang yang berkilau itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa ada keraguan Kiritsugu adalah tipe prajurit seperti itu. Mendapatkan kemenangan dengan menggunakan segala cara yang diperlukan. Hal itu tidak perlu diuji lagi, karakter Kiritsugu dan pemilik sarung pedang ini sudah pasti akan bertentangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Tetapi bukankah hal ini sangat disayangkan? Pemilik &#039;Excalibur&#039; sudah pasti adalah seseorang dari kelas Saber yang terkuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sarung pedang yang memancarkan kekuasaan ini yang pantas untuk berpasangan dengan pedang luar biasa itu. Ini sudah pasti relik milik Raja para Ksatria yang legendanya telah diceritakan turun temurun sejak dahulu kala- King Arthur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar sekali. &#039;Saber&#039; adalah yang terkuat dari ketujuh kelas yang dipanngil Cawan Suci itu. Dan jika Raja para Ksatria menduduki posisi ini… Aku sudah mendapatkan seorang Servant yang tidak mungkin terkalahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kunci disini adalah pertanyaan bagaiman menggunakan kekuatan militer terkuat ini se-efisien mungkin. Sejujurnya, jika faktor mudah di kontrol dipertimbangkan, &#039;Caster&#039; dan &#039;Assassin&#039; tentu saja lebih cocok dengan cara dia.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu - bertentangan dengan gaya api nandi, dekorasi mewah ruangan ini, sebuah suara elektronik yang kecil menghentikan pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, akhirnya sampai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di atas meja kayu yang berwarna hitam gelap adalah laptop yang ditaruh sembarangan; kombinasi sempurna seperti sebuah alat jahit di atas meja operasi. Silsilah magus dengan sejarah yang panjang tidak pernah menikmati kenyaman teknologi; keluarga Einsbern bukan pengeculian. Alat elektronik kecil yang terlihat sangat aneh bagi Irisviel adalah barang yang dibawa Kiritsugu. Seorang magus yang tidak merasa jijik menggunakan mesin sangatlah jarang; Kiritsugu adalah salah satu dari mereka. Saat dia meminta sambungan telepon dan generator untuk dipasang, dia berargumen hebat dengan kelapa keluarga tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Suara itu, apa itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Laporan yang dikirim oleh seseorang yang menyelinap masuk ke dalam Clock Tower. Aku memintanya untuk menyelidiki status para Master yang ikut dalam Heaven&#039;s Feel kali ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu duduk di depan mesin itu dan memulai mengoperasikan papan ketik dengan ahli. Monitor LCD menunjukan satu email baru. Itu adalah teknologi baru yang dikenal dengan nama &amp;quot;Internet&amp;quot; di kota, penjelasan ini Irisviel telah dengar dari Kirtisugu. Tapi kesabarannya terhadap suaminya menunjukan kalau dia tidak dapat mengerti sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Oh, disini terdapat informasi tentang identitas empat  orang Master.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wakil dari Tosaka sudah pasti kepala keluarga itu Tosaka Tokiomi. Seseorang yang berduri tajaam dengan atribut &#039;api&#039; yang mendalami seni magis batu permata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga Mato sepertinya juga berhasil memaksa pecundang yang tidak bisa meneruskan sebagai kepala keluarga menjadi seorang Master, menggelikan… tetapi kakek tua keluarga itu berusaha kersa untuk mendapatkan Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk Magus yang datang dari luar kota ini, pertama-tama, terdapat profesor kelas satu dari Clock Tower, Kayneth El-Melloi Archibald.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, dia mengenal pria ini. Memiliki kedua atribut &#039;angin&#039; dan &#039;air&#039;, seorang profesional yang mahir dalam penggunaan roh dan alkemis. Dia pada saat ini adalah magus yang paling terkenal di Asosiasi. Betapa menyusahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ada seorang pria yang dikirim oleh Gereja Suci… Kotomine Kirei. Awalnya wakil dari &#039;Assembly of the 8th Sacrament&#039;, dia adalah anak dari seseorang yang mengisi kedudukan pengawas - Kotomine Risei. Dikirim ke Tosaka Tokiomi untuk belajar seni magis tiga tahun yang lalu, dan lalu memutuskan hubungann dengan mentornya setelah mendapatka Command Seals. Hmph, seorang pria yang penuh dengan bau serbuk mesiu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kiritsugu menggesar tampilan layarnya dengan menggunakan mouse sambil melihat-lihat isi mendetil dari penyelidakan itu; menonton suaminya karena itu, Irisviel menjadi sangat bosan. Tiba-tiba dia menyadari sesuatu, tanpa menyadari kapan itu terjadi, Kiritsugu yang menatap layar itu telah berekspresi sangat serius dan kaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anak dari pastor Kotomine ini. Bahkan masa lalunya telah dihapus -&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel berdiri dibelakang Kiritsugu dan melihat ke monitor LCD, mengikuti bagian yang ditunjuk jarinya. Untuk Irisviel, melihat tulisan bukan diatas kertas sangatlah sulit, tetapi mengingat wajah serius suaminya, dia tidak menggerutu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Kotomine Kire. Lahir tahun 1967, mengikuti ayahnya ke tanah suci sejak masih kecil, lulus dalam angkatan &#039;81 dari Theological College of Manresa St. Ignacio… lompat dua tahun keatas, dan seorang ketua OSIS; dia sepetinya pria yang lumyan berhasil.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu mengangguk tidak senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengikuti jalur ini, dia pasti dapat meraih posisi seorang cardinal minister, tetapi dia dengan kemauan sendiri membuang kesempatan luar biasa itu unutk bergabung dengan Gereja Suci. Bahkan, sebenarnya dia memiliki banyak pilihan, jadi kenapa dia memilih untuk mendedikasikan dirinya kepada organisasi gelap dalam gereja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin dia dipengaruhi oleh ayahnya? Kotomine Risei adalah bagian dari Gereja Suci juga, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau itu alasanya, maka dia memiliki tujuan untuk mengumpulkan relik suci yang hilang seperti ayahnya. Benar, Kirei bergabung dengan departemen yang sama dengan ayahnya pada akhirnya, tapi sebelum itu, dia telah dipindahkan tiga kali dan dipilih sebagai seorang &#039;Executor&#039;. Dia berumur hanya sekitar sepuluh tahun-an pada waktu itu. Pekerjaan ini tidak bisa dilaksanakan tanpa tekad yang kuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah departemen paling gelap di Gereja Suci, di[panggil Shura&#039;s Den karena bertanggung jawaba atas menghukum orang-orang sesat. Untuk bisa mendapatkan nama &amp;quot;Executor&amp;quot; artinya dia adalah pembunuh kelas satu, menunjukan dia telah melewati latihan yang brutal dan ketat untuk menjadi senjata umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin dia adalah seorang fanatik agama. Semakin muda seseorang semakin polos orang itu, sesuatu seperti cinta fanatik untuk kepercayaan yang melewati batas terbukti ada.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan setelah mendengar pendapat Irisviel, Kiritsugu masih menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan superit itu… Kalau itu alasanya, situasi pria ini dari tiga tahun yang lalu tidak dapat dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kepercayaanya memang murni, tidak mungkin bagi dia untuk pindah ke dalam Asosiasi Magus; ini sepertinya sebuah perintah dari Gereja Suci, atau mungkin saja dia lebih patuh kepada doktrin agama daripada organisasi itu. Tetapi bahkan ini tidak bisa menjelaskan hal itu, karena tidak ada kebutuhan untuk berlatih seni magis sekeras ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Lihat, laporan Tosaka Tokiomi tentang Kirei yang dikirim ke Asosiasi. Lingkupan latihan pria itu termasuk alkemis, pengontrolan roh. pemanggilan, dan ramalan… dia bahkan lebih berbakat dalam magis penyembuhan daripada Tosaka Tokiomi. Apa alasan sesungguhnya dari antusiasme ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel terus membaca dokumen itu, sampai akhir dimana kemampuan Kotomine Kirei diringkas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Aku bilang, Kirei ini sedikit aneh, tetapi apakah berguna untukmu memelajari dia sampai mendetil seperti ini? Walaupun dia sepertinya berbakat, dia tidak lebih menonjol dari yang lainya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itulah mengapa aku berpikir itu aneh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kepada Irisviel yang tidak mengerti, Kiritsugu menjelaskan dengan sabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimanapun orang ini bertindak, dia tidak akan pernah mencapai level &#039;elit&#039;. Kalau dipikir seperti ini, dia bukanlah seorang yang jenius, hanya seorang pria biasa. Tetapi keberhasilan dia dalam mendapatkan hasil yang cepat lewat kerja keras yang luar biasa sangat mengerikan. Itu benar kalau dia harus berusaha sepuluh atau dua puluh kali lebih besar daripada yang lainya untuk mencapai level seperti ini, tetapi dia berhenti sewaktu hanya tinggal satu langkah saja, lalu tanpa perasaan apapun pindah ke daerah yang lainya. Segala sesuatu yang telah dia bangun dengan susah payah dibuang seperti sampah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia sudah pasti memilih sebuah hidup yang jauh lebih menggairahkan daripada yan lainya, tetapi dalam hidup pria ini, dia tidak pernah membiarkan orang lain merasakan &#039;kasih sayang&#039;. Pria ini - adalah seseorang yang sangat berbahaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu berkesimpulan maka dari itu, Irisviel mengerti maksud di balik kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu dia berkata &amp;quot;menyusahkan&amp;quot;, walaupun mushnya penuh dengan duri, dia sebenarnya tidak menganggap musuhnya sebagai bahaya. Caranya untuk menghadapi tipe lawan seperti ini dan kemungkinan berhasilnya, Kiritsugu telah memegang delapan puluh persen di tangan. Tetapi sewaktu dia menggunakan rating &amp;quot;berrbahaya&amp;quot;… Emiya Kiritsugu hanya menggunakan rating ini untuk musuh yang dia perlu melawan dengan sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pria ini sudah pasti tidak percaya apapun. Hanya terus menerus mencari jawaban, maka karena itu dia sangat berpengalaman. Hasilnya adalah dia masih tidak menemukan apa-apa… dia adalah yang memiliki nilai morak yang kosong. Jika aku harus menebak apa isi hati pria ini, maka mungkin itu adalah kemarahan dan putus asa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Kamu berkata, buatmu Executor ini lebih kuat daripada Tosaka Tokiomi dan Archibald?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhenti sebentar, Kiritsugu mengangguk dengan mantap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Seseorang yang menakutkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar kalau Tosaka dan Lord El-Melloi adalah musuh yang kuat. Tetapi aku berpikir kalau &#039;arti hidup&#039; Kotomine Kirei jauh lebih menakutkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Arti hidup?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hati pria ini hampa sepenuhnya. Dia tidak memiliki sesuatu yang bisa disebut kenginan. Tetapi kenapa pria seperti ini menaruhkan nyawanya untuk berperang demi Cawan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Bukankah ini keinginan Gereja Suci dari awal? Orang-orang itu salah berpikir kalau Cawan Fuyuki ini adalah sebuah reilk suci dan menginginkanya karena ini, benar kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, kalau hanya dengan motivasi sedangkal itu, Cawan itu tidak akan memberikan Command Seal. Pria ini dipilih oleh Cawan itu sebagai seorang Master. Dia pasti memiliki alasan untuk mendapatkan Cawan itu. Apa alasan yang sebenarnya, tepatnya karena tidak terlihat… Itulah yang membuat alasan ini sangat berbahaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu mendesah dengan dalam, melihat ke monitor dengan dingin, berusaha untuk mengali lebih dalam karakter Kotomine Kirei lewat tulisan membosankan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kamu pikir akan terjadi jika orang dengan jiwa kosong macam ini mendapatkan Cawan itu? Seluruh hidup pria ini dibangun atas keputusasaan. Kekuatan mesin pengabul permintaan itu, Cawan suci itu mungkin akan tercemar oleh warna keputusaasaan orang itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu telah tenggelam dalam kesedihannya, dan untuk tujuan menasihati dia, Irisviel menggelengkan kepalanya dengan tegas.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang disimpan dalam diriku, wadah Cawan itu, aku tidak akan memberikanya kepada orang lain. Pada saat Cawan itu telah terisi, satu-satunya orang yang memiliki kehormatan untuk memilikinya - hanya kamu, Kiritsugu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala keluarga Einsbern hanya menginginkan penyelesaian Cawan itu; itulah satu-satunya kenginan mereka…  tetapiunutk pasangan muda ini, setelah ini, mereka masih memiliki kenginan untuk diwujudkan. Sebuah mimpi untuk diwujudkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu menutup laptop miliknya dan memeluk Irisviel dengan erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apapun yang terjadi, kita tidak boleh kalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi istrinya, saat ini dibandingkan kenginan keluarganya, Irisviel lebih peduli akan ambisi dirinya dan suaminya. Fakta ini sangat menyanjung Kiritsugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Aku menemukanya. Cara untuk menggunakan kekuatan Servant terkuat ini semaksimal mungkin.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Act_1_Part_1~ Indonesian Version|Act 1, Part 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_3~ Indonesian Version|Act 1, Part 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_2~_Indonesian_Version&amp;diff=104922</id>
		<title>Fate/Zero:Act 1 Part 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_2~_Indonesian_Version&amp;diff=104922"/>
		<updated>2011-07-13T13:29:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* -282:14:28 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;=== -282:14:28 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan itu dikelilingi oleh ambisi yang terkumpul selama lebih dari seribu tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emiya Kiritsugu dan Irisviel menjawab panggilan kepala keluarga Einsbern, menuju ke kastil tua milik Einsbern yang ditutupi oleh es, sebuah tempat yang sangat megah namun mengerikan - bilik ritual Kastil Einsbern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini bukan sebuah tempat untuk memuliakan karunia Tuhan atau agar roh-roh dapat menemukan kedamaian. Bagi kastil yang ditinggali magus, tempat yang disebut &#039;kamar doa&#039; adalah ruangan yang digunakan untuk eksekusi sebuah ritual magis dengan menggunakan korban penyembahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ini, jendela berwarna diatas menggambarkan bukan lukisan seorang santa, tetapi sejarah panjang Einsbern mengejar Cawan itu.&lt;br /&gt;
Dari tiga keluarga permulaan, keluarga Einsbernlah yang menghabiskan waktu paling banyak atas Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengurung diri mereka di dalam pedalaman pegunungan es, dengan keras kepala memutuskan semua hubungan dengan dunia luar, mereka mulai mencari keajaiban Cawan itu hampir seribu tahun yang lalu. Tetapi pencarian mereka dipenuhi dengan halangan dan rasa malu, juga dengan penderitaan dan pertentangan. Pencarian dalam kondisi seperti ini, tidak menghasilkan hasil apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya putus asa dengan cara pencariaan Cawan itu dengan kekuatan sendiri, mereka dengan terpaksa setuju dengan perjanjian kerja sama dengan orang luar, keluarga Tosaka dan Mato, dua ratus tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada ritual Heaven&#039;s Feel yang terjadi setelahnya, mereka tidak pernah menang karena kemampuan Master mereka selalu tidak cukup -- solusi yang terakhir adalah dengan menyewa magus yang ahli dalam peperangan dari luar: keputusan ini dibuat sembilan tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
Bisa dibilang kalau Emiya Kiritsugu adalah kartu truf keluarga Einsbern yang selalu bangga akan kemurnian garis keturunan mereka; karena dia mereka bahkan mengubah prinsip keluarga mereka untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melewati aula, pandangan Kiritsugu tidak sengaja menemukan sebuah lukisan yang relatif baru di atas jendela gelas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlukis disitu adalah &amp;quot;Holy Maiden of Winter&amp;quot; keluarga Einsbern Lizleihi Justiza, dan dua orang magus berdiri di kiri dan kanan wanita itu. Ketiga orang itu menjulurkan tangan mereka kepada Cawan itu di langit. Dengan mudah dapat ditebak dari komposisi dan keseimbangan pola lukisan itu bagaimana buruknya keluarga Einsbern memandang rendah keluarga Todaka dan Mato dua ratus tahun yang lalu dan rasa malu mereka karena harus mengandalkan pertolongan mereka. Lukisan ini menggambarkan hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia cukup beruntung untuk menang dan selamat dari perang yang berikutnya - Kiritsugu mengeluarkan tawa yang pahit di dalam nada sarkastik yang rendah - potret dirinya mungkin akan menghiasai jendela itu walaupun bertentangan dengan kenginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Magus tua itu yang adalah raja dari kastil musim dingin ini menunggu Kiritsugu dan Irisviel di depan altar ritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jubstacheit von Einsbern. Dikenal dengan nama &amp;quot;Acht&amp;quot; setelah dia menjadi kepala  kedelapan keluarga Einsbern. Lewat terus menerus memanjangkan umurnya, dia telah hidup hampir dua abad sekarang; memimpin keluarga Einsbern sejak saat mereka berubah dari &amp;quot;pencariaan&amp;quot; Cawan itu menjadi &amp;quot;Perang&amp;quot; Cawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengetahui tentang era Justizia, tetapi sejak saat Heaven&#039;s Feel kedua dimulai, kakek tua Acht telah menderita lebih dari sekali rasa sakit kekalahan. Baginya, kegelisahan menghadapi kesempatan ketiga adalah sangat luar biasa. Sembilan tahun yang lalu, menerima &amp;quot;Pembunuh Magus&amp;quot;  yang memilki reputasi buruk Emiya Kiritsugu kedalam keluarga Einsbern adalah sebuah keputusan yang dibuat magus tua ini, bukan karena alasan lain selain kemampuan luar biasa Kiritsugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Relik suci yang kami pesan untuk ditemukan di Cornwall akhirnya sampai pagi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil membelai janggut putihnya yang dapat membuat orang berpikir akan air terjun yang beku, kakek tua Acht menatap Kiritsugu dengan cahaya yang tajam dari bola matanya; cahaya di dalam matanya membuat tidak mungkin untuk menemukan umur tuanya. Hidup di dalam kastil tua ini dalam waktu lama, Kiritsugu tidak akan pernah bisa mentolerir perasaan dari tekanan yang bias dari mata kepala keluarga ini setiap kali dia bertemu denganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di arah yang ditunjukan tangan kepala keluarga itu terdapat altar pengorbanan yang memegang peti kayu yang sangat besar yang diikat ketat dengan kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menggunakan ini sebagai katalis, ada kemungkinan untuk memanggil &#039;Roh Pahlawan golongan Pedang&#039; yang terkuat. Kiritsugu, hitung ini sebagai bantuan keluarga Einsbern yang paling besar untuk kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tersanjung, kepala keluarga yang terhormat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpura-pura tidak berekspresi, Kiritsugu membungkuk dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan keluarga Einsbern melanggar peraturan yang telah ditetapkan sejak permulaan dan memasukkan orang luar ke dalam keluarga, Cawan itu sepertinya menerima tanpa ada komplikasi. Command Seal muncul di tangan kanan Kiritsugu tiga tahun yang lalu. Sebentar lagi, dia akan memikul mimpi terbesar keluarga Einbern yang berumur seribu tahun dan berpartisipasi dalam Heaven&#039;s Feel keempat yang akan berlangsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala keluarga yang tua itu mengalihkan pandanganya ke Irisviel, yang sedang menunduk ke bawah dengan hormat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Irisviel, bagaimana keadaan wadah itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada masalah. Bahkan di Fuyuki, dia akan bekerja seperti biasanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel menjawab dengan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wujud mesin pengambil permintaan &#039;Cawan dengan kekuatan Tuhan&#039; itu adalah dalam bentuk roh dan tidak memiliki bentuk jasmani, jadi untuk membuat &amp;quot;Cawan Suci&amp;quot; itu datang, sebuah &amp;quot;Wadah Cawan Suci&amp;quot; harus disiapkan. Karena itu, perang oleh tujuh Servants memperebutkan Cawan Suci dapat disebut ritual pembentukan roh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas untuk menyiapkan wadah Cawan itu, dari awal permulaan Heaven&#039;s Feel, selalu dilakukan oleh keluarga Einsbern. Misi untuk membuat sebuah &amp;quot;wadah&amp;quot; untuk perang yang keempat ini adalah tugas Irisviel. Karena itu dia harus meninggalkan Fuyuki bersama Kiritsugu; dia harus berada di medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakek tua Acht, matanya bersinar dengan kekuatan yang luar biasa, mengangguk dengan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kali ini… tidak ada yang boleh selamat. Bunuh keenam Servants; kali ini kita harus mendapatkan Third Magic, Cawan Emas itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya tuanku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar perintah dari kepala keluarga tua yang penuh dengan gairah yang tersembunyo, magus dan homuncuus, suami istri memikul takdir yang sama, menjawab bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di dalam hatinya, Kiritsugu tidak peduli dengan hasrat kaku kakek tua ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesuksesan… kepala keluarga Einsbern telah menyingkatkan semua emosi kedalam satu kata, mengandung di dalamnya interpretasi yang tidak terbatas. Kalau dipikirkan baik-baik, prinsip Einsbern mungkin hanya kekakuan terhadap &#039;kesuksesan&#039; yang masih tersisa.&lt;br /&gt;
Materialisasi roh adalah sebuah keajaiban. Selama seribu tahun telah mencari keajaiban yang hilang ini… di perjalanan yang panjang dan melelahkan, mereka telah lam kehilangan arah dan tujuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya untuk membuktikan bahwa perjalanan seribu tahun mereka tidak sia-sia, hanya untuk sebuah konfirmasi bahwa &amp;quot;benda itu ada&amp;quot;, keluarga Einsbern itu melanjutkan peperangan dengan nyawa mereka untuk mendapatkan Cawan itu. Tapi bagi mereka, apa yang akan mereka lakukan dengan Cawan itu setelah dipanggil, tujuan ini telah lama menghilang dari konsiderasi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu tidak penting. Sebagaimana ekspetasimu, lewat tangan ini aku akan memberikanmu Cawan Suci yang telah lama kamu indamkan.&lt;br /&gt;
Seolah-olah tidak ingin kalah oleh semangat Acht, Emiya Kiritsugu berkata begitu di pikiranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu tidak semua. Aku akan menggunakan Cawan dengan kekuatan Tuhan ini untuk mengabulkan mimipiku yang paling dalam…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Kiritsuu dan Irisviel kembali ke kamar mereka, membuka peti panjang yang telah diberikan kepada mereka oleh kepala keluarga, dan terkagum dengan isinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siapa yang dapat mengira, kalau mereka dapat menemukan benda ini…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Kiritsugu yang biasanya selalu tenang sekarang sangat terpukau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah sarung pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbuat dari emas dan didekorasi lapisan biru yang memukau; benda mewah seperti ini seharusnya disebut sebagai harta karun unutk memaerkan derajat dan martabat seperti halnya sebuah mahkota atau tongkat kekuasaan daripada sebagai sebuah senjata. Diukir di tengah-tengahnya adalah sebuah tulisan dari huruf bangsa peri yang telah lama hilang, menunjukan kalau sarung pedang ini bukan buatan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Tidak ada kerusakan sedikit pun. Apakah ini benar-benar sebuah relik asli yang dibuat dari era lebih dari seribu lima ratus tahun yang lalu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benda ini adalah sebuah Conceptual Weapon. Tidak akan mungkin dapat lapuk, tidak dihitung kalau ini adalah relik suci yang akan digunakan sebagai sebuah katalis. Ini adalah sebuah harta yang tertidur di dunia magis.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel mengangkat sarung emas dari peti dengan hati-hati, memegangnya di tanganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Legenda bercerita kalau membawa sarung ini dekat dengan badan dapat menyembuhkan semua luka pemiliknya dan dapat menghentikan penuaan… tentu saja, fakta yang disebutkan adalah kekuatan magis oleh &#039;pemiliknya yang sesungguhnya.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Artinya selama Roh Pahlawan yang dipanggil berhasil, kekuatan seperti ini dapat digunakan sebagai &amp;quot;Noble Phantasm seorang Master.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
Design unit dan jenius sarung ini dan keindahannya membuat kagum Kiritsugu, tetapi hanya dalam beberapa saat, pikiranya dengan segera berubah ke arah bagaimana ia dapat menggunakannya sebagai sebuah &#039;alat&#039; yang efisien. Melihat Kiritsugu, Irisviel tidak dapat melakukan apa-apa selain mengeluarkan sebuah senyuman kecil yang pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu benar-benar caramu. Sebuah alat adalah sebuah alat bagaimanapun juga, ya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kallas kamu mengatakannya seperti itu, bahkan Servant adalah sesuatu yang sama. Bagaimanapun terkenalnya pahlawan itu, selama dia dipanggil ke era ini sebagai seorang Servant, untuk seorang Master dia hanyalah sebuah alat… tidak mungkin untuk seseorang yang memiliki fantasi yang tidak realistik untuk memenangkan perang ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak sebagai seorang ayah ataupun suami, tetapi menunjukan sikap seorang prajurit, ekspresi Emiya Kiritsugu berubah menjadi sangat dingin. Sebelumnya, pada waktu dia masih belum mengerti suaminya, Irisviel sangat takut akan Kiritsugu pada waktu ia menjadi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya seseorang seprti kamu yang pantas untuk menggunakan sarung pedang ini -- ini adalah keputusan kakek.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah itu adalah sesuatu yang sebenarnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kiritsugu menunjukan ketidakpuasaan. Jika kakek tua Acht mengetahui ekspresi menantu bayaranya terhadap relik suci yang dia temukan dengan susah payah, dia pasti tidak dapat berbicara karena amarah yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kamu tidak puas dengan hadiah dari kakek ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel tidak menyalahkan Kiritsugu karena ingin mengeluarkan pendapat yang kurang ajar, tetapi hanya berpikir kalau pertanyaan ini sangat lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana mungkin? Dia telah membantu lebih kita dari cukup. Tidak mungkin ada Master lain yang memiliki kartu as sebaik ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu apa yang kamu tidak puas dengan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan relik suci yang sempurna ini, Roh Pahlawan yang kita panggil pasti akan seperti yang kita inginkan. Tetapi karakter dia dan aku terlalu bertentangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, mengenai pemanggilan seorang Servant, sifat dasar Roh Pahlwan yang dipanggil akan sangat dipengaruhi oleh karakter sang Master. Pada dasarnya semua roh pahlawan yang dipanggil memiliki sifat yabg sama dengan Master mereka. Tetapi relik suci mengubah hal itu. Semakin jelas awal relik suci itu, semakin besar kemungkinan roh pahlawan yang dipanggil akan sesuai dengan relik tersebut seperti orang itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Artinya kamu tidak nyaman tentang kontrak dengan &#039;Raja para Ksatria&#039;, ya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat sekali. Mungkin tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih tidak cocok dengan prinsip para ksatria.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah bercanda, bibir Kiritsugu membentuk senyum kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pertarungan yabg adil bukan gayaku, apalagi di peperangan sampai mati ini. Kalau aku akan menyerang, maka aku akan menyerang dari belakang ketika musuhku sedang tertidur. Tidak peduli dengan tempat ataupun tempat, hanya dengan tujuan melenyapkan musuhku dengan efektif, menggunakan cara yang menghasilkan kemingkinan sukses yang paling besar… Kamu pikir ksatria yang terhormat itu akan mau membantuku dalam pertempuran seperti itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel terdiam, menatap sarung pedang yang berkilau itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa ada keraguan Kiritsugu adalah tipe prajurit seperti itu. Mendapatkan kemenangan dengan menggunakan segala cara yang diperlukan. Hal itu tidak perlu diuji lagi, karakter Kiritsugu dan pemilik sarung pedang ini sudah pasti akan bertentangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Tetapi bukankah hal ini sangat disayangkan? Pemilik &#039;Excalibur&#039; sudah pasti adalah seseorang dari kelas Saber yang terkuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sarung pedang yang memancarkan kekuasaan ini yang pantas untuk berpasangan dengan pedang luar biasa itu. Ini sudah pasti relik milik Raja para Ksatria yang legendanya telah diceritakan turun temurun sejak dahulu kala- King Arthur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar sekali. &#039;Saber&#039; adalah yang terkuat dari ketujuh kelas yang dipanngil Cawan Suci itu. Dan jika Raja para Ksatria menduduki posisi ini… Aku sudah mendapatkan seorang Servant yang tidak mungkin terkalahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kunci disini adalah pertanyaan bagaiman menggunakan kekuatan militer terkuat ini se-efisien mungkin. Sejujurnya, jika faktor mudah di kontrol dipertimbangkan, &#039;Caster&#039; dan &#039;Assassin&#039; tentu saja lebih cocok dengan cara dia.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu - bertentangan dengan gaya api nandi, dekorasi mewah ruangan ini, sebuah suara elektronik yang kecil menghentikan pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, akhirnya sampai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di atas meja kayu yang berwarna hitam gelap adalah laptop yang ditaruh sembarangan; kombinasi sempurna seperti sebuah alat jahit di atas meja operasi. Silsilah magus dengan sejarah yang panjang tidak pernah menikmati kenyaman teknologi; keluarga Einsbern bukan pengeculian. Alat elektronik kecil yang terlihat sangat aneh bagi Irisviel adalah barang yang dibawa Kiritsugu. Seorang magus yang tidak merasa jijik menggunakan mesin sangatlah jarang; Kiritsugu adalah salah satu dari mereka. Saat dia meminta sambungan telepon dan generator untuk dipasang, dia berargumen hebat dengan kelapa keluarga tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Suara itu, apa itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Laporan yang dikirim oleh seseorang yang menyelinap masuk ke dalam Clock Tower. Aku memintanya untuk menyelidiki status para Master yang ikut dalam Heaven&#039;s Feel kali ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu duduk di depan mesin itu dan memulai mengoperasikan papan ketik dengan ahli. Monitor LCD menunjukan satu email baru. Itu adalah teknologi baru yang dikenal dengan nama &amp;quot;Internet&amp;quot; di kota, penjelasan ini Irisviel telah dengar dari Kirtisugu. Tapi kesabarannya terhadap suaminya menunjukan kalau dia tidak dapat mengerti sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Oh, disini terdapat informasi tentang identitas empat  orang Master.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wakil dari Tosaka sudah pasti kepala keluarga itu Tosaka Tokiomi. Seseorang yang berduri tajaam dengan atribut &#039;api&#039; yang mendalami seni magis batu permata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga Mato sepertinya juga berhasil memaksa pecundang yang tidak bisa meneruskan sebagai kepala keluarga menjadi seorang Master, menggelikan… tetapi kakek tua keluarga itu berusaha kersa untuk mendapatkan Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk Magus yang datang dari luar kota ini, pertama-tama, terdapat profesor kelas satu dari Clock Tower, Kayneth El-Melloi Archibald.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, dia mengenal pria ini. Memiliki kedua atribut &#039;angin&#039; dan &#039;air&#039;, seorang profesional yang mahir dalam penggunaan roh dan alkemis. Dia pada saat ini adalah magus yang paling terkenal di Asosiasi. Betapa menyusahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ada seorang pria yang dikirim oleh Gereja Suci… Kotomine Kirei. Awalnya wakil dari &#039;Assembly of the 8th Sacrament&#039;, dia adalah anak dari seseorang yang mengisi kedudukan pengawas - Kotomine Risei. Dikirim ke Tosaka Tokiomi untuk belajar seni magis tiga tahun yang lalu, dan lalu memutuskan hubungann dengan mentornya setelah mendapatka Command Seals. Hmph, seorang pria yang penuh dengan bau serbuk mesiu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kiritsugu menggesar tampilan layarnya dengan menggunakan mouse sambil melihat-lihat isi mendetil dari penyelidakan itu; menonton suaminya karena itu, Irisviel menjadi sangat bosan. Tiba-tiba dia menyadari sesuatu, tanpa menyadari kapan itu terjadi, Kiritsugu yang menatap layar itu telah berekspresi sangat serius dan kaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anak dari pastor Kotomine ini. Bahkan masa lalunya telah dihapus -&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel berdiri dibelakang Kiritsugu dan melihat ke monitor LCD, mengikuti bagian yang ditunjuk jarinya. Untuk Irisviel, melihat tulisan bukan diatas kertas sangatlah sulit, tetapi mengingat wajah serius suaminya, dia tidak menggerutu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Kotomine Kire. Lahir tahun 1967, mengikuti ayahnya ke tanah suci sejak masih kecil, lulus dalam angkatan &#039;81 dari Theological College of Manresa St. Ignacio… lompat dua tahun keatas, dan seorang ketua OSIS; dia sepetinya pria yang lumyan berhasil.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu mengangguk tidak senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengikuti jalur ini, dia pasti dapat meraih posisi seorang cardinal minister, tetapi dia dengan kemauan sendiri membuang kesempatan luar biasa itu unutk bergabung dengan Gereja Suci. Bahkan, sebenarnya dia memiliki banyak pilihan, jadi kenapa dia memilih untuk mendedikasikan dirinya kepada organisasi gelap dalam gereja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin dia dipengaruhi oleh ayahnya? Kotomine Risei adalah bagian dari Gereja Suci juga, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau itu alasanya, maka dia memiliki tujuan untuk mengumpulkan relik suci yang hilang seperti ayahnya. Benar, Kirei bergabung dengan departemen yang sama dengan ayahnya pada akhirnya, tapi sebelum itu, dia telah dipindahkan tiga kali dan dipilih sebagai seorang &#039;Executor&#039;. Dia berumur hanya sekitar sepuluh tahun-an pada waktu itu. Pekerjaan ini tidak bisa dilaksanakan tanpa tekad yang kuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah departemen paling gelap di Gereja Suci, di[panggil Shura&#039;s Den karena bertanggung jawaba atas menghukum orang-orang sesat. Untuk bisa mendapatkan nama &amp;quot;Executor&amp;quot; artinya dia adalah pembunuh kelas satu, menunjukan dia telah melewati latihan yang brutal dan ketat untuk menjadi senjata umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin dia adalah seorang fanatik agama. Semakin muda seseorang semakin polos orang itu, sesuatu seperti cinta fanatik untuk kepercayaan yang melewati batas terbukti ada.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan setelah mendengar pendapat Irisviel, Kiritsugu masih menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan superit itu… Kalau itu alasanya, situasi pria ini dari tiga tahun yang lalu tidak dapat dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kepercayaanya memang murni, tidak mungkin bagi dia untuk pindah ke dalam Asosiasi Magus; ini sepertinya sebuah perintah dari Gereja Suci, atau mungkin saja dia lebih patuh kepada doktrin agama daripada organisasi itu. Tetapi bahkan ini tidak bisa menjelaskan hal itu, karena tidak ada kebutuhan untuk berlatih seni magis sekeras ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Lihat, laporan Tosaka Tokiomi tentang Kirei yang dikirim ke Asosiasi. Lingkupan latihan pria itu termasuk alkemis, pengontrolan roh. pemanggilan, dan ramalan… dia bahkan lebih berbakat dalam magis penyembuhan daripada Tosaka Tokiomi. Apa alasan sesungguhnya dari antusiasme ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel terus membaca dokumen itu, sampai akhir dimana kemampuan Kotomine Kirei diringkas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Aku bilang, Kirei ini sedikit aneh, tetapi apakah berguna untukmu memelajari dia sampai mendetil seperti ini? Walaupun dia sepertinya berbakat, dia tidak lebih menonjol dari yang lainya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itulah mengapa aku berpikir itu aneh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kepada Irisviel yang tidak mengerti, Kiritsugu menjelaskan dengan sabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimanapun orang ini bertindak, dia tidak akan pernah mencapai level &#039;elit&#039;. Kalau dipikir seperti ini, dia bukanlah seorang yang jenius, hanya seorang pria biasa. Tetapi keberhasilan dia dalam mendapatkan hasil yang cepat lewat kerja keras yang luar biasa sangat mengerikan. Itu benar kalau dia harus berusaha sepuluh atau dua puluh kali lebih besar daripada yang lainya untuk mencapai level seperti ini, tetapi dia berhenti sewaktu hanya tinggal satu langkah saja, lalu tanpa perasaan apapun pindah ke daerah yang lainya. Segala sesuatu yang telah dia bangun dengan susah payah dibuang seperti sampah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia sudah pasti memilih sebuah hidup yang jauh lebih menggairahkan daripada yan lainya, tetapi dalam hidup pria ini, dia tidak pernah membiarkan orang lain merasakan &#039;kasih sayang&#039;. Pria ini - adalah seseorang yang sangat berbahaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu berkesimpulan maka dari itu, Irisviel mengerti maksud di balik kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu dia berkata &amp;quot;menyusahkan&amp;quot;, walaupun mushnya penuh dengan duri, dia sebenarnya tidak menganggap musuhnya sebagai bahaya. Caranya untuk menghadapi tipe lawan seperti ini dan kemungkinan berhasilnya, Kiritsugu telah memegang delapan puluh persen di tangan. Tetapi sewaktu dia menggunakan rating &amp;quot;berrbahaya&amp;quot;… Emiya Kiritsugu hanya menggunakan rating ini untuk musuh yang dia perlu melawan dengan sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pria ini sudah pasti tidak percaya apapun. Hanya terus menerus mencari jawaban, maka karena itu dia sangat berpengalaman. Hasilnya adalah dia masih tidak menemukan apa-apa… dia adalah yang memiliki nilai morak yang kosong. Jika aku harus menebak apa isi hati pria ini, maka mungkin itu adalah kemarahan dan putus asa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Kamu berkata, buatmu Executor ini lebih kuat daripada Tosaka Tokiomi dan Archibald?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhenti sebentar, Kiritsugu mengangguk dengan mantap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Seseorang yang menakutkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar kalau Tosaka dan Lord El-Melloi adalah musuh yang kuat. Tetapi aku berpikir kalau &#039;arti hidup&#039; Kotomine Kirei jauh lebih menakutkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Arti hidup?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hati pria ini hampa sepenuhnya. Dia tidak memiliki sesuatu yang bisa disebut kenginan. Tetapi kenapa pria seperti ini menaruhkan nyawanya untuk berperang demi Cawan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Bukankah ini keinginan Gereja Suci dari awal? Orang-orang itu salah berpikir kalau Cawan Fuyuki ini adalah sebuah reilk suci dan menginginkanya karena ini, benar kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, kalau hanya dengan motivasi sedangkal itu, Cawan itu tidak akan memberikan Command Seal. Pria ini dipilih oleh Cawan itu sebagai seorang Master. Dia pasti memiliki alasan untuk mendapatkan Cawan itu. Apa alasan yang sebenarnya, tepatnya karena tidak terlihat… Itulah yang membuat alasan ini sangat berbahaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu mendesah dengan dalam, melihat ke monitor dengan dingin, berusaha untuk mengali lebih dalam karakter Kotomine Kirei lewat tulisan membosankan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kamu pikir akan terjadi jika orang dengan jiwa kosong macam ini mendapatkan Cawan itu? Seluruh hidup pria ini dibangun atas keputusasaan. Kekuatan mesin pengabul permintaan itu, Cawan suci itu mungkin akan tercemar oleh warna keputusaasaan orang itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu telah tenggelam dalam kesedihannya, dan untuk tujuan menasihati dia, Irisviel menggelengkan kepalanya dengan tegas.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang disimpan dalam diriku, wadah Cawan itu, aku tidak akan memberikanya kepada orang lain. Pada saat Cawan itu telah terisi, satu-satunya orang yang memiliki kehormatan untuk memilikinya - hanya kamu, Kiritsugu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala keluarga Einsbern hanya menginginkan penyelesaian Cawan itu; itulah satu-satunya kenginan mereka…  tetapiunutk pasangan muda ini, setelah ini, mereka masih memiliki kenginan untuk diwujudkan. Sebuah mimpi untuk diwujudkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu menutup laptop miliknya dan memeluk Irisviel dengan erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apapun yang terjadi, kita tidak boleh kalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi istrinya, saat ini dibandingkan kenginan keluarganya, Irisviel lebih peduli akan ambisi dirinya dan suaminya. Fakta ini sangat menyanjung Kiritsugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Aku menemukanya. Cara unutk menggunaka Servant terkuat ini semaksimal mungkin.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Act_1_Part_1~ Indonesian Version|Act 1, Part 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_3~ Indonesian Version|Act 1, Part 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_2~_Indonesian_Version&amp;diff=104921</id>
		<title>Fate/Zero:Act 1 Part 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_2~_Indonesian_Version&amp;diff=104921"/>
		<updated>2011-07-13T13:29:02Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* -282:14:28 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;=== -282:14:28 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan itu dikelilingi oleh ambisi yang terkumpul selama lebih dari seribu tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emiya Kiritsugu dan Irisviel menjawab panggilan kepala keluarga Einsbern, menuju ke kastil tua milik Einsbern yang ditutupi oleh es, sebuah tempat yang sangat megah namun mengerikan - bilik ritual Kastil Einsbern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini bukan sebuah tempat untuk memuliakan karunia Tuhan atau agar roh-roh dapat menemukan kedamaian. Bagi kastil yang ditinggali magus, tempat yang disebut &#039;kamar doa&#039; adalah ruangan yang digunakan untuk eksekusi sebuah ritual magis dengan menggunakan korban penyembahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ini, jendela berwarna diatas menggambarkan bukan lukisan seorang santa, tetapi sejarah panjang Einsbern mengejar Cawan itu.&lt;br /&gt;
Dari tiga keluarga permulaan, keluarga Einsbernlah yang menghabiskan waktu paling banyak atas Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengurung diri mereka di dalam pedalaman pegunungan es, dengan keras kepala memutuskan semua hubungan dengan dunia luar, mereka mulai mencari keajaiban Cawan itu hampir seribu tahun yang lalu. Tetapi pencarian mereka dipenuhi dengan halangan dan rasa malu, juga dengan penderitaan dan pertentangan. Pencarian dalam kondisi seperti ini, tidak menghasilkan hasil apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya putus asa dengan cara pencariaan Cawan itu dengan kekuatan sendiri, mereka dengan terpaksa setuju dengan perjanjian kerja sama dengan orang luar, keluarga Tosaka dan Mato, dua ratus tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada ritual Heaven&#039;s Feel yang terjadi setelahnya, mereka tidak pernah menang karena kemampuan Master mereka selalu tidak cukup -- solusi yang terakhir adalah dengan menyewa magus yang ahli dalam peperangan dari luar: keputusan ini dibuat sembilan tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
Bisa dibilang kalau Emiya Kiritsugu adalah kartu truf keluarga Einsbern yang selalu bangga akan kemurnian garis keturunan mereka; karena dia mereka bahkan mengubah prinsip keluarga mereka untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melewati aula, pandangan Kiritsugu tidak sengaja menemukan sebuah lukisan yang relatif baru di atas jendela gelas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlukis disitu adalah &amp;quot;Holy Maiden of Winter&amp;quot; keluarga Einsbern Lizleihi Justiza, dan dua orang magus berdiri di kiri dan kanan wanita itu. Ketiga orang itu menjulurkan tangan mereka kepada Cawan itu di langit. Dengan mudah dapat ditebak dari komposisi dan keseimbangan pola lukisan itu bagaimana buruknya keluarga Einsbern memandang rendah keluarga Todaka dan Mato dua ratus tahun yang lalu dan rasa malu mereka karena harus mengandalkan pertolongan mereka. Lukisan ini menggambarkan hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia cukup beruntung untuk menang dan selamat dari perang yang berikutnya - Kiritsugu mengeluarkan tawa yang pahit di dalam nada sarkastik yang rendah - potret dirinya mungkin akan menghiasai jendela itu walaupun bertentangan dengan kenginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Magus tua itu yang adalah raja dari kastil musim dingin ini menunggu Kiritsugu dan Irisviel di depan altar ritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jubstacheit von Einsbern. Dikenal dengan nama &amp;quot;Acht&amp;quot; setelah dia menjadi kepala  kedelapan keluarga Einsbern. Lewat terus menerus memanjangkan umurnya, dia telah hidup hampir dua abad sekarang; memimpin keluarga Einsbern sejak saat mereka berubah dari &amp;quot;pencariaan&amp;quot; Cawan itu menjadi &amp;quot;Perang&amp;quot; Cawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengetahui tentang era Justizia, tetapi sejak saat Heaven&#039;s Feel kedua dimulai, kakek tua Acht telah menderita lebih dari sekali rasa sakit kekalahan. Baginya, kegelisahan menghadapi kesempatan ketiga adalah sangat luar biasa. Sembilan tahun yang lalu, menerima &amp;quot;Pembunuh Magus&amp;quot;  yang memilki reputasi buruk Emiya Kiritsugu kedalam keluarga Einsbern adalah sebuah keputusan yang dibuat magus tua ini, bukan karena alasan lain selain kemampuan luar biasa Kiritsugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Relik suci yang kami pesan untuk ditemukan di Cornwall akhirnya sampai pagi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil membelai janggut putihnya yang dapat membuat orang berpikir akan air terjun yang beku, kakek tua Acht menatap Kiritsugu dengan cahaya yang tajam dari bola matanya; cahaya di dalam matanya membuat tidak mungkin untuk menemukan umur tuanya. Hidup di dalam kastil tua ini dalam waktu lama, Kiritsugu tidak akan pernah bisa mentolerir perasaan dari tekanan yang bias dari mata kepala keluarga ini setiap kali dia bertemu denganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di arah yang ditunjukan tangan kepala keluarga itu terdapat altar pengorbanan yang memegang peti kayu yang sangat besar yang diikat ketat dengan kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menggunakan ini sebagai katalis, ada kemungkinan untuk memanggil &#039;Roh Pahlawan golongan Pedang&#039; yang terkuat. Kiritsugu, hitung ini sebagai bantuan keluarga Einsbern yang paling besar untuk kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tersanjung, kepala keluarga yang terhormat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpura-pura tidak berekspresi, Kiritsugu membungkuk dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan keluarga Einsbern melanggar peraturan yang telah ditetapkan sejak permulaan dan memasukkan orang luar ke dalam keluarga, Cawan itu sepertinya menerima tanpa ada komplikasi. Command Seal muncul di tangan kanan Kiritsugu tiga tahun yang lalu. Sebentar lagi, dia akan memikul mimpi terbesar keluarga Einbern yang berumur seribu tahun dan berpartisipasi dalam Heaven&#039;s Feel keempat yang akan berlangsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala keluarga yang tua itu mengalihkan pandanganya ke Irisviel, yang sedang menunduk ke bawah dengan hormat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Irisviel, bagaimana keadaan wadah itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada masalah. Bahkan di Fuyuki, dia akan bekerja seperti biasanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel menjawab dengan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wujud mesin pengambil permintaan &#039;Cawan dengan kekuatan Tuhan&#039; itu adalah dalam bentuk roh dan tidak memiliki bentuk jasmani, jadi untuk membuat &amp;quot;Cawan Suci&amp;quot; itu datang, sebuah &amp;quot;Wadah Cawan Suci&amp;quot; harus disiapkan. Karena itu, perang oleh tujuh Servants memperebutkan Cawan Suci dapat disebut ritual pembentukan roh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas untuk menyiapkan wadah Cawan itu, dari awal permulaan Heaven&#039;s Feel, selalu dilakukan oleh keluarga Einsbern. Misi untuk membuat sebuah &amp;quot;wadah&amp;quot; untuk perang yang keempat ini adalah tugas Irisviel. Karena itu dia harus meninggalkan Fuyuki bersama Kiritsugu; dia harus berada di medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakek tua Acht, matanya bersinar dengan kekuatan yang luar biasa, mengangguk dengan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kali ini… tidak ada yang boleh selamat. Bunuh keenam Servants; kali ini kita harus mendapatkan Third Magic, Cawan Emas itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya tuanku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar perintah dari kepala keluarga tua yang penuh dengan gairah yang tersembunyo, magus dan homuncuus, suami istri memikul takdir yang sama, menjawab bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di dalam hatinya, Kiritsugu tidak peduli dengan hasrat kaku kakek tua ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesuksesan… kepala keluarga Einsbern telah menyingkatkan semua emosi kedalam satu kata, mengandung di dalamnya interpretasi yang tidak terbatas. Kalau dipikirkan baik-baik, prinsip Einsbern mungkin hanya kekakuan terhadap &#039;kesuksesan&#039; yang masih tersisa.&lt;br /&gt;
Materialisasi roh adalah sebuah keajaiban. Selama seribu tahun telah mencari keajaiban yang hilang ini… di perjalanan yang panjang dan melelahkan, mereka telah lam kehilangan arah dan tujuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya untuk membuktikan bahwa perjalanan seribu tahun mereka tidak sia-sia, hanya untuk sebuah konfirmasi bahwa &amp;quot;benda itu ada&amp;quot;, keluarga Einsbern itu melanjutkan peperangan dengan nyawa mereka untuk mendapatkan Cawan itu. Tapi bagi mereka, apa yang akan mereka lakukan dengan Cawan itu setelah dipanggil, tujuan ini telah lama menghilang dari konsiderasi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu tidak penting. Sebagaimana ekspetasimu, lewat tangan ini aku akan memberikanmu Cawan Suci yang telah lama kamu indamkan.&lt;br /&gt;
Seolah-olah tidak ingin kalah oleh semangat Acht, Emiya Kiritsugu berkata begitu di pikiranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu tidak semua. Aku akan menggunakan Cawan dengan kekuatan Tuhan ini untuk mengabulkan mimipiku yang paling dalam…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Kiritsuu dan Irisviel kembali ke kamar mereka, membuka peti panjang yang telah diberikan kepada mereka oleh kepala keluarga, dan terkagum dengan isinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siapa yang dapat mengira, kalau mereka dapat menemukan benda ini…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Kiritsugu yang biasanya selalu tenang sekarang sangat terpukau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah sarung pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbuat dari emas dan didekorasi lapisan biru yang memukau; benda mewah seperti ini seharusnya disebut sebagai harta karun unutk memaerkan derajat dan martabat seperti halnya sebuah mahkota atau tongkat kekuasaan daripada sebagai sebuah senjata. Diukir di tengah-tengahnya adalah sebuah tulisan dari huruf bangsa peri yang telah lama hilang, menunjukan kalau sarung pedang ini bukan buatan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Tidak ada kerusakan sedikit pun. Apakah ini benar-benar sebuah relik asli yang dibuat dari era lebih dari seribu lima ratus tahun yang lalu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benda ini adalah sebuah Conceptual Weapon. Tidak akan mungkin dapat lapuk, tidak dihitung kalau ini adalah relik suci yang akan digunakan sebagai sebuah katalis. Ini adalah sebuah harta yang tertidur di dunia magis.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel mengangkat sarung emas dari peti dengan hati-hati, memegangnya di tanganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Legenda bercerita kalau membawa sarung ini dekat dengan badan dapat menyembuhkan semua luka pemiliknya dan dapat menghentikan penuaan… tentu saja, fakta yang disebutkan adalah kekuatan magis oleh &#039;pemiliknya yang sesungguhnya.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Artinya selama Roh Pahlawan yang dipanggil berhasil, kekuatan seperti ini dapat digunakan sebagai &amp;quot;Noble Phantasm seorang Master.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
Design unit dan jenius sarung ini dan keindahannya membuat kagum Kiritsugu, tetapi hanya dalam beberapa saat, pikiranya dengan segera berubah ke arah bagaimana ia dapat menggunakannya sebagai sebuah &#039;alat&#039; yang efisien. Melihat Kiritsugu, Irisviel tidak dapat melakukan apa-apa selain mengeluarkan sebuah senyuman kecil yang pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu benar-benar caramu. Sebuah alat adalah sebuah alat bagaimanapun juga, ya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kallas kamu mengatakannya seperti itu, bahkan Servant adalah sesuatu yang sama. Bagaimanapun terkenalnya pahlawan itu, selama dia dipanggil ke era ini sebagai seorang Servant, untuk seorang Master dia hanyalah sebuah alat… tidak mungkin untuk seseorang yang memiliki fantasi yang tidak realistik untuk memenangkan perang ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak sebagai seorang ayah ataupun suami, tetapi menunjukan sikap seorang prajurit, ekspresi Emiya Kiritsugu berubah menjadi sangat dingin. Sebelumnya, pada waktu dia masih belum mengerti suaminya, Irisviel sangat takut akan Kiritsugu pada waktu ia menjadi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya seseorang seprti kamu yang pantas untuk menggunakan sarung pedang ini -- ini adalah keputusan kakek.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah itu adalah sesuatu yang sebenarnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kiritsugu menunjukan ketidakpuasaan. Jika kakek tua Acht mengetahui ekspresi menantu bayaranya terhadap relik suci yang dia temukan dengan susah payah, dia pasti tidak dapat berbicara karena amarah yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kamu tidak puas dengan hadiah dari kakek ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel tidak menyalahkan Kiritsugu karena ingin mengeluarkan pendapat yang kurang ajar, tetapi hanya berpikir kalau pertanyaan ini sangat lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana mungkin? Dia telah membantu lebih kita dari cukup. Tidak mungkin ada Master lain yang memiliki kartu as sebaik ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu apa yang kamu tidak puas dengan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan relik suci yang sempurna ini, Roh Pahlawan yang kita panggil pasti akan seperti yang kita inginkan. Tetapi karakter dia dan aku terlalu bertentangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, mengenai pemanggilan seorang Servant, sifat dasar Roh Pahlwan yang dipanggil akan sangat dipengaruhi oleh karakter sang Master. Pada dasarnya semua roh pahlawan yang dipanggil memiliki sifat yabg sama dengan Master mereka. Tetapi relik suci mengubah hal itu. Semakin jelas awal relik suci itu, semakin besar kemungkinan roh pahlawan yang dipanggil akan sesuai dengan relik tersebut seperti orang itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Artinya kamu tidak nyaman tentang kontrak dengan &#039;Raja para Ksatria&#039;, ya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat sekali. Mungkin tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih tidak cocok dengan prinsip para ksatria.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah bercanda, bibir Kiritsugu membentuk senyum kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pertarungan yabg adil bukan gayaku, apalagi di peperangan sampai mati ini. Kalau aku akan menyerang, maka aku akan menyerang dari belakang ketika musuhku sedang tertidur. Tidak peduli dengan tempat ataupun tempat, hanya dengan tujuan melenyapkan musuhku dengan efektif, menggunakan cara yang menghasilkan kemingkinan sukses yang paling besar… Kamu pikir ksatria yang terhormat itu akan mau membantuku dalam pertempuran seperti itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel terdiam, menatap sarung pedang yang berkilau itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa ada keraguan Kiritsugu adalah tipe prajurit seperti itu. Mendapatkan kemenangan dengan menggunakan segala cara yang diperlukan. Hal itu tidak perlu diuji lagi, karakter Kiritsugu dan pemilik sarung pedang ini sudah pasti akan bertentangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Tetapi bukankah hal ini sangat disayangkan? Pemilik &#039;Excalibur&#039; sudah pasti adalah seseorang dari kelas Saber yang terkuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sarung pedang yang memancarkan kekuasaan ini yang pantas untuk berpasangan dengan pedang luar biasa itu. Ini sudah pasti relik milik Raja para Ksatria yang legendanya telah diceritakan turun temurun sejak dahulu kala- King Arthur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar sekali. &#039;Saber&#039; adalah yang terkuat dari ketujuh kelas yang dipanngil Cawan Suci itu. Dan jika Raja para Ksatria menduduki posisi ini… Aku sudah mendapatkan seorang Servant yang tidak mungkin terkalahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kunci disini adalah pertanyaan bagaiman menggunakan kekuatan militer terkuat ini se-efisien mungkin. Sejujurnya, jika faktor mudah di kontrol dipertimbangkan, &#039;Caster&#039; dan &#039;Assassin&#039; tentu saja lebih cocok dengan cara dia.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu - bertentangan dengan gaya api nandi, dekorasi mewah ruangan ini, sebuah suara elektronik yang kecil menghentikan pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, akhirnya sampai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di atas meja kayu yang berwarna hitam gelap adalah laptop yang ditaruh sembarangan; kombinasi sempurna seperti sebuah alat jahit di atas meja operasi. Silsilah magus dengan sejarah yang panjang tidak pernah menikmati kenyaman teknologi; keluarga Einsbern bukan pengeculian. Alat elektronik kecil yang terlihat sangat aneh bagi Irisviel adalah barang yang dibawa Kiritsugu. Seorang magus yang tidak merasa jijik menggunakan mesin sangatlah jarang; Kiritsugu adalah salah satu dari mereka. Saat dia meminta sambungan telepon dan generator untuk dipasang, dia berargumen hebat dengan kelapa keluarga tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Suara itu, apa itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Laporan yang dikirim oleh seseorang yang menyelinap masuk ke dalam Clock Tower. Aku memintanya untuk menyelidiki status para Master yang ikut dalam Heaven&#039;s Feel kali ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu duduk di depan mesin itu dan memulai mengoperasikan papan ketik dengan ahli. Monitor LCD menunjukan satu email baru. Itu adalah teknologi baru yang dikenal dengan nama &amp;quot;Internet&amp;quot; di kota, penjelasan ini Irisviel telah dengar dari Kirtisugu. Tapi kesabarannya terhadap suaminya menunjukan kalau dia tidak dapat mengerti sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Oh, disini terdapat informasi tentang identitas empat  orang Master.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wakil dari Tosaka sudah pasti kepala keluarga itu Tosaka Tokiomi. Seseorang yang berduri tajaam dengan atribut &#039;api&#039; yang mendalami seni magis batu permata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga Mato sepertinya juga berhasil memaksa pecundang yang tidak bisa meneruskan sebagai kepala keluarga menjadi seorang Master, menggelikan… tetapi kakek tua keluarga itu berusaha kersa untuk mendapatkan Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk Magus yang datang dari luar kota ini, pertama-tama, terdapat profesor kelas satu dari Clock Tower, Kayneth El-Melloi Archibald.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, dia mengenal pria ini. Memiliki kedua atribut &#039;angin&#039; dan &#039;air&#039;, seorang profesional yang mahir dalam penggunaan roh dan alkemis. Dia pada saat ini adalah magus yang paling terkenal di Asosiasi. Betapa menyusahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ada seorang pria yang dikirim oleh Gereja Suci… Kotomine Kirei. Awalnya wakil dari &#039;Assembly of the 8th Sacrament&#039;, dia adalah anak dari seseorang yang mengisi kedudukan pengawas - Kotomine Risei. Dikirim ke Tosaka Tokiomi untuk belajar seni magis tiga tahun yang lalu, dan lalu memutuskan hubungann dengan mentornya setelah mendapatka Command Seals. Hmph, seorang pria yang penuh dengan bau serbuk mesiu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kiritsugu menggesar tampilan layarnya dengan menggunakan mouse sambil melihat-lihat isi mendetil dari penyelidakan itu; menonton suaminya karena itu, Irisviel menjadi sangat bosan. Tiba-tiba dia menyadari sesuatu, tanpa menyadari kapan itu terjadi, Kiritsugu yang menatap layar itu telah berekspresi sangat serius dan kaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anak dari pastor Kotomine ini. Bahkan masa lalunya telah dihapus -&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel berdiri dibelakang Kiritsugu dan melihat ke monitor LCD, mengikuti bagian yang ditunjuk jarinya. Untuk Irisviel, melihat tulisan bukan diatas kertas sangatlah sulit, tetapi mengingat wajah serius suaminya, dia tidak menggerutu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Kotomine Kire. Lahir tahun 1967, mengikuti ayahnya ke tanah suci sejak masih kecil, lulus dalam angkatan &#039;81 dari Theological College of Manresa St. Ignacio… lompat dua tahun keatas, dan seorang ketua OSIS; dia sepetinya pria yang lumyan berhasil.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu mengangguk tidak senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengikuti jalur ini, dia pasti dapat meraih posisi seorang cardinal minister, tetapi dia dengan kemauan sendiri membuang kesempatan luar biasa itu unutk bergabung dengan Gereja Suci. Bahkan, sebenarnya dia memiliki banyak pilihan, jadi kenapa dia memilih untuk mendedikasikan dirinya kepada organisasi gelap dalam gereja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin dia dipengaruhi oleh ayahnya? Kotomine Risei adalah bagian dari Gereja Suci juga, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau itu alasanya, maka dia memiliki tujuan untuk mengumpulkan relik suci yang hilang seperti ayahnya. Benar, Kirei bergabung dengan departemen yang sama dengan ayahnya pada akhirnya, tapi sebelum itu, dia telah dipindahkan tiga kali dan dipilih sebagai seorang &#039;Executor&#039;. Dia berumur hanya sekitar sepuluh tahun-an pada waktu itu. Pekerjaan ini tidak bisa dilaksanakan tanpa tekad yang kuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah departemen paling gelap di Gereja Suci, di[panggil Shura&#039;s Den karena bertanggung jawaba atas menghukum orang-orang sesat. Untuk bisa mendapatkan nama &amp;quot;Executor&amp;quot; artinya dia adalah pembunuh kelas satu, menunjukan dia telah melewati latihan yang brutal dan ketat untuk menjadi senjata umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin dia adalah seorang fanatik agama. Semakin muda seseorang semakin polos orang itu, sesuatu seperti cinta fanatik untuk kepercayaan yang melewati batas terbukti ada.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan setelah mendengar pendapat Irisviel, Kiritsugu masih menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan superit itu… Kalau itu alasanya, situasi pria ini dari tiga tahun yang lalu tidak dapat dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kepercayaanya memang murni, tidak mungkin bagi dia untuk pindah ke dalam Asosiasi Magus; ini sepertinya sebuah perintah dari Gereja Suci, atau mungkin saja dia lebih patuh kepada doktrin agama daripada organisasi itu. Tetapi bahkan ini tidak bisa menjelaskan hal itu, karena tidak ada kebutuhan untuk berlatih seni magis sekeras ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Lihat, laporan Tosaka Tokiomi tentang Kirei yang dikirim ke Asosiasi. Lingkupan latihan pria itu termasuk alkemis, pengontrolan roh. pemanggilan, dan ramalan… dia bahkan lebih berbakat dalam magis penyembuhan daripada Tosaka Tokiomi. Apa alasan sesungguhnya dari antusiasme ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel terus membaca dokumen itu, sampai akhir dimana kemampuan Kotomine Kirei diringkas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Aku bilang, Kirei ini sedikit aneh, tetapi apakah berguna untukmu memelajari dia sampai mendetil seperti ini? Walaupun dia sepertinya berbakat, dia tidak lebih menonjol dari yang lainya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itulah mengapa aku berpikir itu aneh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kepada Irisviel yang tidak mengerti, Kiritsugu menjelaskan dengan sabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimanapun orang ini bertindak, dia tidak akan pernah mencapai level &#039;elit&#039;. Kalau dipikir seperti ini, dia bukanlah seorang yang jenius, hanya seorang pria biasa. Tetapi keberhasilan dia dalam mendapatkan hasil yang cepat lewat kerja keras yang luar biasa sangat mengerikan. Itu benar kalau dia harus berusaha sepuluh atau dua puluh kali lebih besar daripada yang lainya untuk mencapai level seperti ini, tetapi dia berhenti sewaktu hanya tinggal satu langkah saja, lalu tanpa perasaan apapun pindah ke daerah yang lainya. Segala sesuatu yang telah dia bangun dengan susah payah dibuang seperti sampah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia sudah pasti memilih sebuah hidup yang jauh lebih menggairahkan daripada yan lainya, tetapi dalam hidup pria ini, dia tidak pernah membiarkan orang lain merasakan &#039;kasih sayang&#039;. Pria ini - adalah seseorang yang sangat berbahaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu berkesimpulan maka dari itu, Irisviel mengerti maksud di balik kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu dia berkata &amp;quot;menyusahkan&amp;quot;, walaupun mushnya penuh dengan duri, dia sebenarnya tidak menganggap musuhnya sebagai bahaya. Caranya untuk menghadapi tipe lawan seperti ini dan kemungkinan berhasilnya, Kiritsugu telah memegang delapan puluh persen di tangan. Tetapi sewaktu dia menggunakan rating &amp;quot;berrbahaya&amp;quot;… Emiya Kiritsugu hanya menggunakan rating ini untuk musuh yang dia perlu melawan dengan sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pria ini sudah pasti tidak percaya apapun. Hanya terus menerus mencari jawaban, maka karena itu dia sangat berpengalaman. Hasilnya adalah dia masih tidak menemukan apa-apa… dia adalah yang memiliki nilai morak yang kosong. Jika aku harus menebak apa isi hati pria ini, maka mungkin itu adalah kemarahan dan putus asa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Kamu berkata, buatmu Executor ini lebih kuat daripada Tosaka Tokiomi dan Archibald?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhenti sebentar, Kiritsugu mengangguk dengan mantap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Seseorang yang menakutkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar kalau Tosaka dan Lord El-Melloi adalah musuh yang kuat. Tetapi aku berpikir kalau &#039;arti hidup&#039; Kotomine Kirei jauh lebih menakutkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Arti hidup?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hati pria ini hampa sepenuhnya. Dia tidak memiliki sesuatu yang bisa disebut kenginan. Tetapi kenapa pria seperti ini menaruhkan nyawanya untuk berperang demi Cawan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Bukankah ini keinginan Gereja Suci dari awal? Orang-orang itu salah berpikir kalau Cawan Fuyuki ini adalah sebuah reilk suci dan menginginkanya karena ini, benar kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, kalau hanya dengan motivasi sedangkal itu, Cawan itu tidak akan memberikan Command Seal. Pria ini dipilih oleh Cawan itu sebagai seorang Master. Dia pasti memiliki alasan untuk mendapatkan Cawan itu. Apa alasan yang sebenarnya, tepatnya karena tidak terlihat… Itulah yang membuat alasan ini sangat berbahaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu mendesah dengan dalam, melihat ke monitor dengan dingin, berusaha untuk mengali lebih dalam karakter Kotomine Kirei lewat tulisan membosankan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kamu pikir akan terjadi jika orang dengan jiwa kosong macam ini mendapatkan Cawan itu? Seluruh hidup pria ini dibangun atas keputusasaan. Kekuatan mesin pengabul permintaan itu, Cawan suci itu mungkin akan tercemar oleh warna keputusaasaan orang itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu telah tenggelam dalam kesedihannya, dan untuk tujuan menasihati dia, Irisviel menggelengkan kepalanya dengan tegas.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang disimpan dalam diriku, wadah Cawan itu, aku tidak akan memberikanya kepada orang lain. Pada saat Cawan itu telah terisi, satu-satunya orang yang memiliki kehormatan untuk memilikinya - hanya kamu, Kiritsugu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala keluarga Einsbern hanya menginginkan penyelesaian Cawan itu; itulah satu-satunya kenginan mereka…  tetapiunutk pasangan muda ini, setelah ini, mereka masih memiliki kenginan untuk diwujudkan. Sebuah mimpi untuk diwujudkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu menutup laptop miliknya dan memeluk Irisviel dengan erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apapun yang terjadi, kita tidak boleh kalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi istrinya, saat ini dibandingkan kenginan keluarganya, Irisviel lebih peduli akan ambisi dirinya dan suaminya. Fakta ini sangat menyanjung Kiritsugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Aku menemukanya. Cara unutk menggunaka Servant terkuat ini semaksimal mungkin.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Act_1_Part_1~ Indonesian Version|Act 1, Part 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_3|Act 1, Part 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_1~_Indonesian_Version&amp;diff=104920</id>
		<title>Fate/Zero:Act 1 Part 1~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_1~_Indonesian_Version&amp;diff=104920"/>
		<updated>2011-07-13T13:28:40Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* -285:42:56 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;=== -285:42:56 ===&lt;br /&gt;
[[Image:Fate_Zero_Act 1.jpg|200px|thumb|Act 1]]&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun yang mengerti talenta seorang Waver Velvet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai seorang magus, dia tidak lahir di dalam keluarga yang tekenal ataupun cukup beruntung untuk bertemu dengan mentor yang baik. Anak muda ini hampir seluruhnya belajar sendiri dan akhirnya, lewat berbagai rangkaian keberuntungan, membuat Asosiasi Magus, yang mengendalikan magus di seluruh dunia, menerima dia ke dalam markas pusatnya, sebuah institusi pelatihan di London yang dikenal dengan nama &#039;Clock Tower&#039;. Waver selalu percaya bahwa fakta ini adalah sebuah kehormatan yang tidak terbayangkan; dia percaya dengan mendalam dalam fakta ini tanpa keraguan, dan sangat bangga akan talenta dirinya. Aku adalah satu-satunya murid yang paling hebat sejak Clock Tower didirikan, semua orang harus menghormati aku, setidaknya Waver sendiri berpikir seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebetulnya, garis keturunan magus keluarga Velvet muncul hanya dari tiga generasi yang lalu. Dibandingkan dengan keturunan dari keluarga magus yang mapan, simbol magus milik Waver dan jumlah sirkuit magisnya bagaikan langit dan bumi. Tetapi sejalan dengan waktu, jumlah sirkuit magis dan simbol magus selalu bertambah dan membesar. Banyak murid yang menerima beasiswa di Clock Tower adalah keturunan sebuah keluarga yang memilki lebih dari enam generasi darah magus yang  murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keajaiban seni magis tidak bisa diselesaikan dalam satu generasi; hasil dari seumur hidup penelitian oleh orangtua diberikan kepada anak mereka… hanya dengan ini seni magis dapat menjadi lebih dan lebih sempurna lagi. Prana orang-orang yang memiliki silsilah magus yang lebih panjang lebih kuat adalah karena alasan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, karena jumlah sirkuit magis seorang magus ditentukan dari lahir, ada beberapa keluarga magis kuno yang dengan sengaja memanipulasi untuk menambah jumlah sirkuit magis keturunan mereka, dengan itu membedakan mereka dari keluarga magus yang baru dalam hal ini. Dengan kata lain, kelebihan dalam dunia magis ditentukan bahkan dari sebelum lahir… Ini adalah sebuah sudut pandang yang sudah diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Waver tidak melihatnya seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan dalam keturunan dapat dihapus dengan meningkatkan pengalaman. Bahkan tanpa sirkuit magis yang banyak, lewat pengertian mendalam dan penggunaan seni magis yang efisien, perbedaan antara kualitas yang dihasilkan dari kelahiran dapat dijembatani. Waver selalu percaya akan hal itu. Dia percaya dirinya adalah sebuah contoh yang sempurna akan hal itu, dan karena itu telah selalu untuk berusaha menunjukan kemampuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, realita itu sangat kejam. Murid-murid yang membangga-banggakan garis keturunan mereka dan mereka yang tanpa henti mengikut dan memuji mereka; orang-orang seperti itu yang menjadi majoritas Clock Tower, dan bagaimana Clock Tower berjalan ditentukan oleh orang-orang itu. Bahkan para profesor bukan pengecualian, hanya berharap kepada murid-murid dari keluarga yang terkenal. Untuk seorang &#039;rakyat jelata&#039; peneliti seperti Waver, mereka enggan bahkan untuk membiarkan dia masuk ke perpustakaan untuk mencari materi, terlebih lagi mementori dia tentang seni magis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa ekspetasi masa depan seorang magus bergantung pada silsilah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa kredibilitas sebuah teori bergantung pada pengangalaman silsilah seseorang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang peduli dengan pertanyaan Waver. Para profesor menggunakan kata-kata indah untuk menipu Waver saat dia mempresentasikan thesis penelitiannya, lalu berlaku seolah-olah Waver yakin dengan sebaliknya, tertawa, dan mengabaikanya.&lt;br /&gt;
Ini adalah sesuatu yang tidak bisa dipercaya. Kegelisahan mendorong Waver untuk mengambil tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengekspos sistem korup Asosiasi Magus, Waver menulis sebuah eksposisi. Esai itu diberi nama &amp;quot;Inquiry of Magecraft&#039;s Path In the New Century&amp;quot;, hasil dari tiga tahun konseptualisasi dan satu tahun menulis. Dengan brutal menyerang pandangan tradisional, eksposisi yang ditulis kerja keras yang luar biasa itu menunjukan pemikiran yang jelas dan mendalam, tanpa ada kesalahan sedikit pun. Bila dilihat oleh para Inquisitors, itu akan menimbulkan kontroversi yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi- profesor dari The Depatment of Eulyphis melempar esai itu setelah dengan kasual membacanya secara singkat satu kali.&lt;br /&gt;
Nama profesor itu adalah Kayneth El-Meliol Archibald. Dia adalah calon pewaris tahta keluarga Archibald dengan sembilan generasi silsilah magus, seorang pria yang sangat terkenal dengan panggilan Lord El-Melloi. Bertunangan dengan anak perempuan kepala institusi ini; seorang profesor di usia yang muda, dia adalah yang terbaik diantara yang terbaik. Dia juga adalah simbol dari sebuah otoritas yang Waver benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seseoang yang hidup di dalam angan-angan seperti kamu tidak pantas untuk melakukan penelitian, Waver&amp;quot; - profesor Kayneth berkata dengan nada yang merendahkan, tanpa ada sedikit pun rasa kasihan di dalam suaranya. Tatapan dingin Kayneth adalah sesuatu yang tidak akan pernah Waver lupakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama sembilan belas tahun hidupnya, Waver tidak pernah dipermalukan melebihi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia memiliki talenta seorang profesor, tidak mungkin dia tidak dapat mengerti mengapa eksposisi milik Waver ini luar biasa. Tidak, pria itu hanya iri karena dia mengerti. Takut akan talenta tersembunyi Waver, karena itu menjadi iri akan dia, memperlakukan Waver sebagai ancaman atas posisinya sendiri. Itulah mengapa dia memperlakukan eksposisi milik Waver dengan sengit. Untuk dengan sengaja merobek ekposisi penuh dengan kumpulan pengetahuan itu… apakah ini kelakuan yang harus dianut seorang pelajar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak dapat dimaafkan. Talenta miliknya yang dapat membuat dunia ini gemetar dengan sengaja diperlakukan semena-mena oleh otoritas; memang tidak ada keadilan di dunia ini. Tetapi tidak seorang pun bersimpati dengan frustrasi Waver. Asosiasi Magus sudah -dalam sudut pandang Waver- membusuk hingga ke akarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi… sambil menlewati hari-hari yang penuh dengan frustrasi, Waver mendengar sebuah rumor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumor itu adalah tentang Lord El-Melloi yang terkenal, demi menambah catatan dalam resume miliknya yang memberi dia sebuah status, memutuskan untuk ikut sebuah kompetisi magis di wilayah timur jauh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waver mulla mencari data mengenai &#039;Heaven Feel&#039; ini semalaman, dan sangat terpesona dengan rincian menakutkan yang ia temukan.&lt;br /&gt;
Dengan &amp;quot;Cawan Suci&amp;quot; pengambul permintaan yang memiliki prana tersembunyi yang sangat banyak sebagai imbalan, memanggil Roh Para Pahlawan ke jaman ini, dan menggunakan mereka sebagai familiar, memulai pertempuran sampai mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelar, otoritas, semuanya lagi tidak berharga; semuanya bergantung sepenuhnya kepada kemampuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini terdengar sedikit biadab, tetapi ini adalah sesuatu yang sederhana namun adil untuk menilai superioritas. Untuk seorang jenius yang tidak dihargai, ini adalah sebuah kesempatan yang sempurna, sebuah panggung yang ideal untuk menunjukan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dewi fortuna akhirnya tersenyum atas Waver.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya bermula dari kelalaian departemen finansial. Relik suci yang diminta profesor Kayneth dari Macedonia… diantar kepada seorang murid, Waver, untuk diantar kepada gurunya bersamaan dengan parsel lainya, dimana sebuah parsel yang seharusnya hanya dapat dibuka oleh Kayneth juga ada didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waver dengan seketika menyadari bahwa itu adalah sebuah katalis untuk pemanggilan servant di dalam Heaven&#039;s Feel. Dan akhirnya, dia menerima kesempatan sekali seumur hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak lagi memiliki sedikit pun cinta tersisa untuk Clock Tower yang sudah korup, pergi menuju negara kepulauan di timur jauh. Clock Tower dengan segera mengetahui siapa yang mencuri parsel milik Kayneth, tetapi tidak mengejarnya.Tidak ada yang tahu kalau Waver tertarik kepada Heaven&#039;s Feel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ada sesuatu yang tidak Waver ketahui. Semua orang berpikir, selama mempertimbangkan kemampuan Waver, dia tidak mungkin melakukan sesuatu selain menyembunyikan relik milik Kayneth dalam amarah. Tidak ada yang berpikir kalau dia telah mencapai sebuah tingkat dimana dia dapat dengan sendirinya mempertaruhkan nyawanya untuk berpartisipasi di dalam kompetisi magis itu. Dalam aspek ini, Clock Tower telah meremehkan kemampuan Waver.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di desa timur jauh, di sebuah tempat dimana nasibnya akan ditentukan - kota Fuyuki, Waver sedang bersembunyi di balik selimut di atas ranjangnya, mencoba sekuat tenaga untuk menahan tawanya. Tidak, ini tidak mungkin untuk ditahan. Diterangi oleh cahaya matahari yang redup yang masuk lewat celah gorden, dia mengangkat tangan kananya setiap beberapa detik, sambil mengeluarkan tawa yang ditahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan relik itu di dalam genggamanya, dia di dalam Fuyuki, dan kemampuan yang cukup sebagai seorang magus… Bagaimana mungkin cawan itu mengabaikan seseorang seperti itu? Memang, tiga pola Command Seals telah muncul di tangan kanan Waver kemarin malam, sebagai bukti dari seorang Master untuk memanggil seorang Servant. Bahkan keributan yang dibuat ayam-ayam di halaman rumah mendekati waktu subah tidak menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waver, waktunya sarapan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara wanita tua yang memanggil dia dari bawah terdengar berbeda dari biasanya pagi ini, terdengar tidak terlalu menyebalkan.&lt;br /&gt;
Untuk memulai hari yang mengesankan ini dengan aman, Waver dengan cepat besiap-siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun sebuah tempat yang terbelakang untuk sebuah negara kepulauan, Kota  Fuyuki ini memiliki banyak turis dari tempat lain. Dan karena itu, penampilan Waver, sudah pasti berbeda dengan seorang jepang, tidak menarik terlalu banyak perhatian. Walaupun begitu, Waver tetap waspada dan tetap menggunakan sebuah mantra sugesti atas pasangan tua yang selalu hidup menyendiri, membuat mereka berpikir kalau Waver adalah cucu mereka yang baru saja pulang dari sekolah di luar negeri. Dia telah sangat berhasil menggunakan sebuah identitas palsu untuk hidup dengan nyaman disini. Ditambah lagi, dia tidak perlu membayar untuk uang sewa; ini seperti menyelam sambil minum air. Semuanya berjalan dengan lancar dan Waver tidak ada habisnya takjub dengan kemampuanya untuk beradaptasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menikmati pagi yang tenang ini sepenuhnya, Waver turun dari tangga ke dapur di lantai bawah sambil dengan sengaja mengabaikan suara ayam-ayam dari persepsinya. Seperi pagi yang lainya, meja makan yang kampungan itu dipenuhi dengan koran; berita di televisi dan suara memasak menyambut dia dengan tangan terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat pagi Waver, apakah kamu tidur nyenyak semalam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, kakek. Aku tertidur pulas sampai pagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waver menjawab dengan senyuman sambil menaruh selai yang banyak ke atas roti panggangya. Roti lembek yang berharga hanya seratus delapan puluh yen per kati sangat tidak enak untuk dikunyah. Biasanya, ini adalah sesuatu yang tidak bisa ditoleransi, ini hanya bisa ditutupi dengan menaruh selai yang banyak di atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Glen and Martha Mackenzie berimigrasi ke Jepang dari Kanada lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Tetapi anak mereka yang tidak dapat beradaptasi dengan kehidupan di jepang kembali ke Kanada, membuat keluarganya sendiri di negara kelahiranya. Cucu mereka dibesarkan di Jepang sampai sepuluh tahun yang lalu juga kembali ke Kanada. Tidak sepucuk surat pun dikirim, apalagi mengunjungi. Sepuluh tahun lewat dengan cara ini - informasi diatas didapat Waver dari pasangan tua ini dengan menggunakan hipnosis. Keluarga seperti ini sangat ideal untuk Waver. Lewat sugesti, Waver mengubah impresi pasangan tua itu akan cucu mereka ke dalam wujudnya, dengan sukses menjadi cucu kesayangan mereka &amp;quot;Waver Mackenzie.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi Martha, sejak subuh ini, aku merasa ayam-ayam itu lebih berisik dari biasanya… apakah kamu tahu kenapa ini terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita memiliki tiga ayam. Darimana asalnya mereka…?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan terburu-buru membuat alasan. Waver dengan cepat menelan roti di mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itu… aku memiliki teman yang mengirim ayam peliharaanya untuk diurus selama beberapa hari. Dia pergi liburan selama beberapa hari, jadi ayam-ayam itu ada disini sebentar. Aku akan mengembalikan mereka sore ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, jadi begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka kelihatanya tidak keberatan dengan itu, jadi mereka berdua dengan mudah mempercayainya. Sebuah fakta bahwa kedua orang tua ini sudah mengalami gangguan pendengaran dapat dibilang sebuah berkat. Suara kokokkan yang tidak ada hentinya hampir menjengkelkan tetangga-tetangga sampai mati pada hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi yang paling terpengaruh adalah Waver. Sesudah dia menemukan Command Seals di tanganya, Waver dengan menggebu-gebu menyiapkan korban untuk sebuah ritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah berpikir bahwa menemuan peternakan ayam terdekat adalah sesuatu yang sangat sulit. Dia akhirnya menemukan sebuah peternakan kecil, tetapi menangkap ayam -ayam itu hampir menghabiskan satu jam. Dia akhirnya sampai ke rumah tepat sesudah langit menjadi terang; dipenuhi dengan tahi ayam dan tangan berdarah karena patukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Clock Tower, hewan yang akan digunakan sebagai korban selalu disiapkan. Tetapi disini, bagaimana bisa seorang magus jenius sepertiku jatuh ke dalam kondisi yang menyedihkan karena hanya untuk menangkap tiga ekor ayam? Memiliki pemikiran ini, Waver hampir berteriak putus asa. Tetapi menatap Command Seals di atas tangan kananya hingga pagi, suasana hatinya membaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memutuskan untuk melakuan ritual malam hari. Ayam-ayam yang menyebalkan itu dapat hidup sampai saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Waver menginginkan Servant yang paling kuat. Relik yang tersembunyi di lemari baju di lantai dua… Itu akan menjadi katalis untuk memanggil Roh Pahlawan yang hebat… Waver telah mengetahui hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kain yang keriput dan berjamur itu adalah sebuah mantel yang dahulu dipakai seorang raja. &amp;quot;King of Conquerors&amp;quot; yang melegenda yang menghancurkan Kerajaan Achaemenid dari Persia dan membuat kerajaan terbesar yang pertama membentang dari Yunani sampai utara India barat. Roh Pahlawan itu akan muncul di hadapan Waver lewat ritual malam ini, untuk menuntun dia ke Cawan yang agung itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Kakek, nenek, aku akan mengembalkan ayam-ayam itu ke rumah temanku malam ini, jadi aku mungkin akan sedikit terlambat, tidak usah khawatir.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, tapi berhati-hati lah. Fuyuki tidak terlalu aman belakangan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maksudnya, pembunuh berantai yang diceritakan orang-orang muncul kembali kan. Dunia ini memang menyeramkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memakan roti murah di meja makan yang panjang, Waver sedang diselimuti oleh kebahagiaan. Suara berisik ayam-ayam di luar hanya terdengar sedikit menyebalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue_3~ Indonesian Version|Prologue: 1 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_2~ Indonesian Version|Act 1, Part 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_2~_Indonesian_Version&amp;diff=104919</id>
		<title>Fate/Zero:Act 1 Part 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_2~_Indonesian_Version&amp;diff=104919"/>
		<updated>2011-07-13T13:25:44Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* -282:14:28 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;=== -282:14:28 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan itu dikelilingi oleh ambisi yang terkumpul selama lebih dari seribu tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emiya Kiritsugu dan Irisviel menjawab panggilan kepala keluarga Einsbern, menuju ke kastil tua milik Einsbern yang ditutupi oleh es, sebuah tempat yang sangat megah namun mengerikan - bilik ritual Kastil Einsbern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini bukan sebuah tempat untuk memuliakan karunia Tuhan atau agar roh-roh dapat menemukan kedamaian. Bagi kastil yang ditinggali magus, tempat yang disebut &#039;kamar doa&#039; adalah ruangan yang digunakan untuk eksekusi sebuah ritual magis dengan menggunakan korban penyembahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ini, jendela berwarna diatas menggambarkan bukan lukisan seorang santa, tetapi sejarah panjang Einsbern mengejar Cawan itu.&lt;br /&gt;
Dari tiga keluarga permulaan, keluarga Einsbernlah yang menghabiskan waktu paling banyak atas Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengurung diri mereka di dalam pedalaman pegunungan es, dengan keras kepala memutuskan semua hubungan dengan dunia luar, mereka mulai mencari keajaiban Cawan itu hampir seribu tahun yang lalu. Tetapi pencarian mereka dipenuhi dengan halangan dan rasa malu, juga dengan penderitaan dan pertentangan. Pencarian dalam kondisi seperti ini, tidak menghasilkan hasil apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya putus asa dengan cara pencariaan Cawan itu dengan kekuatan sendiri, mereka dengan terpaksa setuju dengan perjanjian kerja sama dengan orang luar, keluarga Tosaka dan Mato, dua ratus tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada ritual Heaven&#039;s Feel yang terjadi setelahnya, mereka tidak pernah menang karena kemampuan Master mereka selalu tidak cukup -- solusi yang terakhir adalah dengan menyewa magus yang ahli dalam peperangan dari luar: keputusan ini dibuat sembilan tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
Bisa dibilang kalau Emiya Kiritsugu adalah kartu truf keluarga Einsbern yang selalu bangga akan kemurnian garis keturunan mereka; karena dia mereka bahkan mengubah prinsip keluarga mereka untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melewati aula, pandangan Kiritsugu tidak sengaja menemukan sebuah lukisan yang relatif baru di atas jendela gelas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlukis disitu adalah &amp;quot;Holy Maiden of Winter&amp;quot; keluarga Einsbern Lizleihi Justiza, dan dua orang magus berdiri di kiri dan kanan wanita itu. Ketiga orang itu menjulurkan tangan mereka kepada Cawan itu di langit. Dengan mudah dapat ditebak dari komposisi dan keseimbangan pola lukisan itu bagaimana buruknya keluarga Einsbern memandang rendah keluarga Todaka dan Mato dua ratus tahun yang lalu dan rasa malu mereka karena harus mengandalkan pertolongan mereka. Lukisan ini menggambarkan hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia cukup beruntung untuk menang dan selamat dari perang yang berikutnya - Kiritsugu mengeluarkan tawa yang pahit di dalam nada sarkastik yang rendah - potret dirinya mungkin akan menghiasai jendela itu walaupun bertentangan dengan kenginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Magus tua itu yang adalah raja dari kastil musim dingin ini menunggu Kiritsugu dan Irisviel di depan altar ritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jubstacheit von Einsbern. Dikenal dengan nama &amp;quot;Acht&amp;quot; setelah dia menjadi kepala  kedelapan keluarga Einsbern. Lewat terus menerus memanjangkan umurnya, dia telah hidup hampir dua abad sekarang; memimpin keluarga Einsbern sejak saat mereka berubah dari &amp;quot;pencariaan&amp;quot; Cawan itu menjadi &amp;quot;Perang&amp;quot; Cawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengetahui tentang era Justizia, tetapi sejak saat Heaven&#039;s Feel kedua dimulai, kakek tua Acht telah menderita lebih dari sekali rasa sakit kekalahan. Baginya, kegelisahan menghadapi kesempatan ketiga adalah sangat luar biasa. Sembilan tahun yang lalu, menerima &amp;quot;Pembunuh Magus&amp;quot;  yang memilki reputasi buruk Emiya Kiritsugu kedalam keluarga Einsbern adalah sebuah keputusan yang dibuat magus tua ini, bukan karena alasan lain selain kemampuan luar biasa Kiritsugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Relik suci yang kami pesan untuk ditemukan di Cornwall akhirnya sampai pagi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil membelai janggut putihnya yang dapat membuat orang berpikir akan air terjun yang beku, kakek tua Acht menatap Kiritsugu dengan cahaya yang tajam dari bola matanya; cahaya di dalam matanya membuat tidak mungkin untuk menemukan umur tuanya. Hidup di dalam kastil tua ini dalam waktu lama, Kiritsugu tidak akan pernah bisa mentolerir perasaan dari tekanan yang bias dari mata kepala keluarga ini setiap kali dia bertemu denganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di arah yang ditunjukan tangan kepala keluarga itu terdapat altar pengorbanan yang memegang peti kayu yang sangat besar yang diikat ketat dengan kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menggunakan ini sebagai katalis, ada kemungkinan untuk memanggil &#039;Roh Pahlawan golongan Pedang&#039; yang terkuat. Kiritsugu, hitung ini sebagai bantuan keluarga Einsbern yang paling besar untuk kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tersanjung, kepala keluarga yang terhormat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpura-pura tidak berekspresi, Kiritsugu membungkuk dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan keluarga Einsbern melanggar peraturan yang telah ditetapkan sejak permulaan dan memasukkan orang luar ke dalam keluarga, Cawan itu sepertinya menerima tanpa ada komplikasi. Command Seal muncul di tangan kanan Kiritsugu tiga tahun yang lalu. Sebentar lagi, dia akan memikul mimpi terbesar keluarga Einbern yang berumur seribu tahun dan berpartisipasi dalam Heaven&#039;s Feel keempat yang akan berlangsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala keluarga yang tua itu mengalihkan pandanganya ke Irisviel, yang sedang menunduk ke bawah dengan hormat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Irisviel, bagaimana keadaan wadah itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada masalah. Bahkan di Fuyuki, dia akan bekerja seperti biasanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel menjawab dengan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wujud mesin pengambil permintaan &#039;Cawan dengan kekuatan Tuhan&#039; itu adalah dalam bentuk roh dan tidak memiliki bentuk jasmani, jadi untuk membuat &amp;quot;Cawan Suci&amp;quot; itu datang, sebuah &amp;quot;Wadah Cawan Suci&amp;quot; harus disiapkan. Karena itu, perang oleh tujuh Servants memperebutkan Cawan Suci dapat disebut ritual pembentukan roh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas untuk menyiapkan wadah Cawan itu, dari awal permulaan Heaven&#039;s Feel, selalu dilakukan oleh keluarga Einsbern. Misi untuk membuat sebuah &amp;quot;wadah&amp;quot; untuk perang yang keempat ini adalah tugas Irisviel. Karena itu dia harus meninggalkan Fuyuki bersama Kiritsugu; dia harus berada di medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakek tua Acht, matanya bersinar dengan kekuatan yang luar biasa, mengangguk dengan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kali ini… tidak ada yang boleh selamat. Bunuh keenam Servants; kali ini kita harus mendapatkan Third Magic, Cawan Emas itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya tuanku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar perintah dari kepala keluarga tua yang penuh dengan gairah yang tersembunyo, magus dan homuncuus, suami istri memikul takdir yang sama, menjawab bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di dalam hatinya, Kiritsugu tidak peduli dengan hasrat kaku kakek tua ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesuksesan… kepala keluarga Einsbern telah menyingkatkan semua emosi kedalam satu kata, mengandung di dalamnya interpretasi yang tidak terbatas. Kalau dipikirkan baik-baik, prinsip Einsbern mungkin hanya kekakuan terhadap &#039;kesuksesan&#039; yang masih tersisa.&lt;br /&gt;
Materialisasi roh adalah sebuah keajaiban. Selama seribu tahun telah mencari keajaiban yang hilang ini… di perjalanan yang panjang dan melelahkan, mereka telah lam kehilangan arah dan tujuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya untuk membuktikan bahwa perjalanan seribu tahun mereka tidak sia-sia, hanya untuk sebuah konfirmasi bahwa &amp;quot;benda itu ada&amp;quot;, keluarga Einsbern itu melanjutkan peperangan dengan nyawa mereka untuk mendapatkan Cawan itu. Tapi bagi mereka, apa yang akan mereka lakukan dengan Cawan itu setelah dipanggil, tujuan ini telah lama menghilang dari konsiderasi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu tidak penting. Sebagaimana ekspetasimu, lewat tangan ini aku akan memberikanmu Cawan Suci yang telah lama kamu indamkan.&lt;br /&gt;
Seolah-olah tidak ingin kalah oleh semangat Acht, Emiya Kiritsugu berkata begitu di pikiranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu tidak semua. Aku akan menggunakan Cawan dengan kekuatan Tuhan ini untuk mengabulkan mimipiku yang paling dalam…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Kiritsuu dan Irisviel kembali ke kamar mereka, membuka peti panjang yang telah diberikan kepada mereka oleh kepala keluarga, dan terkagum dengan isinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siapa yang dapat mengira, kalau mereka dapat menemukan benda ini…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Kiritsugu yang biasanya selalu tenang sekarang sangat terpukau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah sarung pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbuat dari emas dan didekorasi lapisan biru yang memukau; benda mewah seperti ini seharusnya disebut sebagai harta karun unutk memaerkan derajat dan martabat seperti halnya sebuah mahkota atau tongkat kekuasaan daripada sebagai sebuah senjata. Diukir di tengah-tengahnya adalah sebuah tulisan dari huruf bangsa peri yang telah lama hilang, menunjukan kalau sarung pedang ini bukan buatan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Tidak ada kerusakan sedikit pun. Apakah ini benar-benar sebuah relik asli yang dibuat dari era lebih dari seribu lima ratus tahun yang lalu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benda ini adalah sebuah Conceptual Weapon. Tidak akan mungkin dapat lapuk, tidak dihitung kalau ini adalah relik suci yang akan digunakan sebagai sebuah katalis. Ini adalah sebuah harta yang tertidur di dunia magis.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel mengangkat sarung emas dari peti dengan hati-hati, memegangnya di tanganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Legenda bercerita kalau membawa sarung ini dekat dengan badan dapat menyembuhkan semua luka pemiliknya dan dapat menghentikan penuaan… tentu saja, fakta yang disebutkan adalah kekuatan magis oleh &#039;pemiliknya yang sesungguhnya.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Artinya selama Roh Pahlawan yang dipanggil berhasil, kekuatan seperti ini dapat digunakan sebagai &amp;quot;Noble Phantasm seorang Master.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
Design unit dan jenius sarung ini dan keindahannya membuat kagum Kiritsugu, tetapi hanya dalam beberapa saat, pikiranya dengan segera berubah ke arah bagaimana ia dapat menggunakannya sebagai sebuah &#039;alat&#039; yang efisien. Melihat Kiritsugu, Irisviel tidak dapat melakukan apa-apa selain mengeluarkan sebuah senyuman kecil yang pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu benar-benar caramu. Sebuah alat adalah sebuah alat bagaimanapun juga, ya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kallas kamu mengatakannya seperti itu, bahkan Servant adalah sesuatu yang sama. Bagaimanapun terkenalnya pahlawan itu, selama dia dipanggil ke era ini sebagai seorang Servant, untuk seorang Master dia hanyalah sebuah alat… tidak mungkin untuk seseorang yang memiliki fantasi yang tidak realistik untuk memenangkan perang ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak sebagai seorang ayah ataupun suami, tetapi menunjukan sikap seorang prajurit, ekspresi Emiya Kiritsugu berubah menjadi sangat dingin. Sebelumnya, pada waktu dia masih belum mengerti suaminya, Irisviel sangat takut akan Kiritsugu pada waktu ia menjadi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya seseorang seprti kamu yang pantas untuk menggunakan sarung pedang ini -- ini adalah keputusan kakek.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah itu adalah sesuatu yang sebenarnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kiritsugu menunjukan ketidakpuasaan. Jika kakek tua Acht mengetahui ekspresi menantu bayaranya terhadap relik suci yang dia temukan dengan susah payah, dia pasti tidak dapat berbicara karena amarah yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kamu tidak puas dengan hadiah dari kakek ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel tidak menyalahkan Kiritsugu karena ingin mengeluarkan pendapat yang kurang ajar, tetapi hanya berpikir kalau pertanyaan ini sangat lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana mungkin? Dia telah membantu lebih kita dari cukup. Tidak mungkin ada Master lain yang memiliki kartu as sebaik ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu apa yang kamu tidak puas dengan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan relik suci yang sempurna ini, Roh Pahlawan yang kita panggil pasti akan seperti yang kita inginkan. Tetapi karakter dia dan aku terlalu bertentangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, mengenai pemanggilan seorang Servant, sifat dasar Roh Pahlwan yang dipanggil akan sangat dipengaruhi oleh karakter sang Master. Pada dasarnya semua roh pahlawan yang dipanggil memiliki sifat yabg sama dengan Master mereka. Tetapi relik suci mengubah hal itu. Semakin jelas awal relik suci itu, semakin besar kemungkinan roh pahlawan yang dipanggil akan sesuai dengan relik tersebut seperti orang itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Artinya kamu tidak nyaman tentang kontrak dengan &#039;Raja para Ksatria&#039;, ya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat sekali. Mungkin tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih tidak cocok dengan prinsip para ksatria.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah bercanda, bibir Kiritsugu membentuk senyum kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pertarungan yabg adil bukan gayaku, apalagi di peperangan sampai mati ini. Kalau aku akan menyerang, maka aku akan menyerang dari belakang ketika musuhku sedang tertidur. Tidak peduli dengan tempat ataupun tempat, hanya dengan tujuan melenyapkan musuhku dengan efektif, menggunakan cara yang menghasilkan kemingkinan sukses yang paling besar… Kamu pikir ksatria yang terhormat itu akan mau membantuku dalam pertempuran seperti itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel terdiam, menatap sarung pedang yang berkilau itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa ada keraguan Kiritsugu adalah tipe prajurit seperti itu. Mendapatkan kemenangan dengan menggunakan segala cara yang diperlukan. Hal itu tidak perlu diuji lagi, karakter Kiritsugu dan pemilik sarung pedang ini sudah pasti akan bertentangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Tetapi bukankah hal ini sangat disayangkan? Pemilik &#039;Excalibur&#039; sudah pasti adalah seseorang dari kelas Saber yang terkuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sarung pedang yang memancarkan kekuasaan ini yang pantas untuk berpasangan dengan pedang luar biasa itu. Ini sudah pasti relik milik Raja para Ksatria yang legendanya telah diceritakan turun temurun sejak dahulu kala- King Arthur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar sekali. &#039;Saber&#039; adalah yang terkuat dari ketujuh kelas yang dipanngil Cawan Suci itu. Dan jika Raja para Ksatria menduduki posisi ini… Aku sudah mendapatkan seorang Servant yang tidak mungkin terkalahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kunci disini adalah pertanyaan bagaiman menggunakan kekuatan militer terkuat ini se-efisien mungkin. Sejujurnya, jika faktor mudah di kontrol dipertimbangkan, &#039;Caster&#039; dan &#039;Assassin&#039; tentu saja lebih cocok dengan cara dia.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu - bertentangan dengan gaya api nandi, dekorasi mewah ruangan ini, sebuah suara elektronik yang kecil menghentikan pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, akhirnya sampai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di atas meja kayu yang berwarna hitam gelap adalah laptop yang ditaruh sembarangan; kombinasi sempurna seperti sebuah alat jahit di atas meja operasi. Silsilah magus dengan sejarah yang panjang tidak pernah menikmati kenyaman teknologi; keluarga Einsbern bukan pengeculian. Alat elektronik kecil yang terlihat sangat aneh bagi Irisviel adalah barang yang dibawa Kiritsugu. Seorang magus yang tidak merasa jijik menggunakan mesin sangatlah jarang; Kiritsugu adalah salah satu dari mereka. Saat dia meminta sambungan telepon dan generator untuk dipasang, dia berargumen hebat dengan kelapa keluarga tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Suara itu, apa itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Laporan yang dikirim oleh seseorang yang menyelinap masuk ke dalam Clock Tower. Aku memintanya untuk menyelidiki status para Master yang ikut dalam Heaven&#039;s Feel kali ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu duduk di depan mesin itu dan memulai mengoperasikan papan ketik dengan ahli. Monitor LCD menunjukan satu email baru. Itu adalah teknologi baru yang dikenal dengan nama &amp;quot;Internet&amp;quot; di kota, penjelasan ini Irisviel telah dengar dari Kirtisugu. Tapi kesabarannya terhadap suaminya menunjukan kalau dia tidak dapat mengerti sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Oh, disini terdapat informasi tentang identitas empat  orang Master.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wakil dari Tosaka sudah pasti kepala keluarga itu Tosaka Tokiomi. Seseorang yang berduri tajaam dengan atribut &#039;api&#039; yang mendalami seni magis batu permata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga Mato sepertinya juga berhasil memaksa pecundang yang tidak bisa meneruskan sebagai kepala keluarga menjadi seorang Master, menggelikan… tetapi kakek tua keluarga itu berusaha kersa untuk mendapatkan Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk Magus yang datang dari luar kota ini, pertama-tama, terdapat profesor kelas satu dari Clock Tower, Kayneth El-Melloi Archibald.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, dia mengenal pria ini. Memiliki kedua atribut &#039;angin&#039; dan &#039;air&#039;, seorang profesional yang mahir dalam penggunaan roh dan alkemis. Dia pada saat ini adalah magus yang paling terkenal di Asosiasi. Betapa menyusahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ada seorang pria yang dikirim oleh Gereja Suci… Kotomine Kirei. Awalnya wakil dari &#039;Assembly of the 8th Sacrament&#039;, dia adalah anak dari seseorang yang mengisi kedudukan pengawas - Kotomine Risei. Dikirim ke Tosaka Tokiomi untuk belajar seni magis tiga tahun yang lalu, dan lalu memutuskan hubungann dengan mentornya setelah mendapatka Command Seals. Hmph, seorang pria yang penuh dengan bau serbuk mesiu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kiritsugu menggesar tampilan layarnya dengan menggunakan mouse sambil melihat-lihat isi mendetil dari penyelidakan itu; menonton suaminya karena itu, Irisviel menjadi sangat bosan. Tiba-tiba dia menyadari sesuatu, tanpa menyadari kapan itu terjadi, Kiritsugu yang menatap layar itu telah berekspresi sangat serius dan kaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anak dari pastor Kotomine ini. Bahkan masa lalunya telah dihapus -&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel berdiri dibelakang Kiritsugu dan melihat ke monitor LCD, mengikuti bagian yang ditunjuk jarinya. Untuk Irisviel, melihat tulisan bukan diatas kertas sangatlah sulit, tetapi mengingat wajah serius suaminya, dia tidak menggerutu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Kotomine Kire. Lahir tahun 1967, mengikuti ayahnya ke tanah suci sejak masih kecil, lulus dalam angkatan &#039;81 dari Theological College of Manresa St. Ignacio… lompat dua tahun keatas, dan seorang ketua OSIS; dia sepetinya pria yang lumyan berhasil.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu mengangguk tidak senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengikuti jalur ini, dia pasti dapat meraih posisi seorang cardinal minister, tetapi dia dengan kemauan sendiri membuang kesempatan luar biasa itu unutk bergabung dengan Gereja Suci. Bahkan, sebenarnya dia memiliki banyak pilihan, jadi kenapa dia memilih untuk mendedikasikan dirinya kepada organisasi gelap dalam gereja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin dia dipengaruhi oleh ayahnya? Kotomine Risei adalah bagian dari Gereja Suci juga, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau itu alasanya, maka dia memiliki tujuan untuk mengumpulkan relik suci yang hilang seperti ayahnya. Benar, Kirei bergabung dengan departemen yang sama dengan ayahnya pada akhirnya, tapi sebelum itu, dia telah dipindahkan tiga kali dan dipilih sebagai seorang &#039;Executor&#039;. Dia berumur hanya sekitar sepuluh tahun-an pada waktu itu. Pekerjaan ini tidak bisa dilaksanakan tanpa tekad yang kuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah departemen paling gelap di Gereja Suci, di[panggil Shura&#039;s Den karena bertanggung jawaba atas menghukum orang-orang sesat. Untuk bisa mendapatkan nama &amp;quot;Executor&amp;quot; artinya dia adalah pembunuh kelas satu, menunjukan dia telah melewati latihan yang brutal dan ketat untuk menjadi senjata umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin dia adalah seorang fanatik agama. Semakin muda seseorang semakin polos orang itu, sesuatu seperti cinta fanatik untuk kepercayaan yang melewati batas terbukti ada.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan setelah mendengar pendapat Irisviel, Kiritsugu masih menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan superit itu… Kalau itu alasanya, situasi pria ini dari tiga tahun yang lalu tidak dapat dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kepercayaanya memang murni, tidak mungkin bagi dia untuk pindah ke dalam Asosiasi Magus; ini sepertinya sebuah perintah dari Gereja Suci, atau mungkin saja dia lebih patuh kepada doktrin agama daripada organisasi itu. Tetapi bahkan ini tidak bisa menjelaskan hal itu, karena tidak ada kebutuhan untuk berlatih seni magis sekeras ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Lihat, laporan Tosaka Tokiomi tentang Kirei yang dikirim ke Asosiasi. Lingkupan latihan pria itu termasuk alkemis, pengontrolan roh. pemanggilan, dan ramalan… dia bahkan lebih berbakat dalam magis penyembuhan daripada Tosaka Tokiomi. Apa alasan sesungguhnya dari antusiasme ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel terus membaca dokumen itu, sampai akhir dimana kemampuan Kotomine Kirei diringkas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Aku bilang, Kirei ini sedikit aneh, tetapi apakah berguna untukmu memelajari dia sampai mendetil seperti ini? Walaupun dia sepertinya berbakat, dia tidak lebih menonjol dari yang lainya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itulah mengapa aku berpikir itu aneh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kepada Irisviel yang tidak mengerti, Kiritsugu menjelaskan dengan sabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimanapun orang ini bertindak, dia tidak akan pernah mencapai level &#039;elit&#039;. Kalau dipikir seperti ini, dia bukanlah seorang yang jenius, hanya seorang pria biasa. Tetapi keberhasilan dia dalam mendapatkan hasil yang cepat lewat kerja keras yang luar biasa sangat mengerikan. Itu benar kalau dia harus berusaha sepuluh atau dua puluh kali lebih besar daripada yang lainya untuk mencapai level seperti ini, tetapi dia berhenti sewaktu hanya tinggal satu langkah saja, lalu tanpa perasaan apapun pindah ke daerah yang lainya. Segala sesuatu yang telah dia bangun dengan susah payah dibuang seperti sampah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia sudah pasti memilih sebuah hidup yang jauh lebih menggairahkan daripada yan lainya, tetapi dalam hidup pria ini, dia tidak pernah membiarkan orang lain merasakan &#039;kasih sayang&#039;. Pria ini - adalah seseorang yang sangat berbahaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu berkesimpulan maka dari itu, Irisviel mengerti maksud di balik kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu dia berkata &amp;quot;menyusahkan&amp;quot;, walaupun mushnya penuh dengan duri, dia sebenarnya tidak menganggap musuhnya sebagai bahaya. Caranya untuk menghadapi tipe lawan seperti ini dan kemungkinan berhasilnya, Kiritsugu telah memegang delapan puluh persen di tangan. Tetapi sewaktu dia menggunakan rating &amp;quot;berrbahaya&amp;quot;… Emiya Kiritsugu hanya menggunakan rating ini untuk musuh yang dia perlu melawan dengan sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pria ini sudah pasti tidak percaya apapun. Hanya terus menerus mencari jawaban, maka karena itu dia sangat berpengalaman. Hasilnya adalah dia masih tidak menemukan apa-apa… dia adalah yang memiliki nilai morak yang kosong. Jika aku harus menebak apa isi hati pria ini, maka mungkin itu adalah kemarahan dan putus asa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Kamu berkata, buatmu Executor ini lebih kuat daripada Tosaka Tokiomi dan Archibald?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhenti sebentar, Kiritsugu mengangguk dengan mantap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Seseorang yang menakutkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar kalau Tosaka dan Lord El-Melloi adalah musuh yang kuat. Tetapi aku berpikir kalau &#039;arti hidup&#039; Kotomine Kirei jauh lebih menakutkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Arti hidup?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hati pria ini hampa sepenuhnya. Dia tidak memiliki sesuatu yang bisa disebut kenginan. Tetapi kenapa pria seperti ini menaruhkan nyawanya untuk berperang demi Cawan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Bukankah ini keinginan Gereja Suci dari awal? Orang-orang itu salah berpikir kalau Cawan Fuyuki ini adalah sebuah reilk suci dan menginginkanya karena ini, benar kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, kalau hanya dengan motivasi sedangkal itu, Cawan itu tidak akan memberikan Command Seal. Pria ini dipilih oleh Cawan itu sebagai seorang Master. Dia pasti memiliki alasan untuk mendapatkan Cawan itu. Apa alasan yang sebenarnya, tepatnya karena tidak terlihat… Itulah yang membuat alasan ini sangat berbahaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu mendesah dengan dalam, melihat ke monitor dengan dingin, berusaha untuk mengali lebih dalam karakter Kotomine Kirei lewat tulisan membosankan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kamu pikir akan terjadi jika orang dengan jiwa kosong macam ini mendapatkan Cawan itu? Seluruh hidup pria ini dibangun atas keputusasaan. Kekuatan mesin pengabul permintaan itu, Cawan suci itu mungkin akan tercemar oleh warna keputusaasaan orang itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu telah tenggelam dalam kesedihannya, dan untuk tujuan menasihati dia, Irisviel menggelengkan kepalanya dengan tegas.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang disimpan dalam diriku, wadah Cawan itu, aku tidak akan memberikanya kepada orang lain. Pada saat Cawan itu telah terisi, satu-satunya orang yang memiliki kehormatan untuk memilikinya - hanya kamu, Kiritsugu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala keluarga Einsbern hanya menginginkan penyelesaian Cawan itu; itulah satu-satunya kenginan mereka…  tetapiunutk pasangan muda ini, setelah ini, mereka masih memiliki kenginan untuk diwujudkan. Sebuah mimpi untuk diwujudkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu menutup laptop miliknya dan memeluk Irisviel dengan erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apapun yang terjadi, kita tidak boleh kalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi istrinya, saat ini dibandingkan kenginan keluarganya, Irisviel lebih peduli akan ambisi dirinya dan suaminya. Fakta ini sangat menyanjung Kiritsugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Aku menemukanya. Cara unutk menggunaka Servant terkuat ini semaksimal mungkin.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Act_1_Part_1 ~Indonesian Version|Act 1, Part 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_3|Act 1, Part 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_2~_Indonesian_Version&amp;diff=104918</id>
		<title>Fate/Zero:Act 1 Part 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_2~_Indonesian_Version&amp;diff=104918"/>
		<updated>2011-07-13T13:24:53Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* -282:14:28 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;=== -282:14:28 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan itu dikelilingi oleh ambisi yang terkumpul selama lebih dari seribu tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emiya Kiritsugu dan Irisviel menjawab panggilan kepala keluarga Einsbern, menuju ke kastil tua milik Einsbern yang ditutupi oleh es, sebuah tempat yang sangat megah namun mengerikan - bilik ritual Kastil Einsbern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini bukan sebuah tempat untuk memuliakan karunia Tuhan atau agar roh-roh dapat menemukan kedamaian. Bagi kastil yang ditinggali magus, tempat yang disebut &#039;kamar doa&#039; adalah ruangan yang digunakan untuk eksekusi sebuah ritual magis dengan menggunakan korban penyembahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ini, jendela berwarna diatas menggambarkan bukan lukisan seorang santa, tetapi sejarah panjang Einsbern mengejar Cawan itu.&lt;br /&gt;
Dari tiga keluarga permulaan, keluarga Einsbernlah yang menghabiskan waktu paling banyak atas Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengurung diri mereka di dalam pedalaman pegunungan es, dengan keras kepala memutuskan semua hubungan dengan dunia luar, mereka mulai mencari keajaiban Cawan itu hampir seribu tahun yang lalu. Tetapi pencarian mereka dipenuhi dengan halangan dan rasa malu, juga dengan penderitaan dan pertentangan. Pencarian dalam kondisi seperti ini, tidak menghasilkan hasil apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya putus asa dengan cara pencariaan Cawan itu dengan kekuatan sendiri, mereka dengan terpaksa setuju dengan perjanjian kerja sama dengan orang luar, keluarga Tosaka dan Mato, dua ratus tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada ritual Heaven&#039;s Feel yang terjadi setelahnya, mereka tidak pernah menang karena kemampuan Master mereka selalu tidak cukup -- solusi yang terakhir adalah dengan menyewa magus yang ahli dalam peperangan dari luar: keputusan ini dibuat sembilan tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
Bisa dibilang kalau Emiya Kiritsugu adalah kartu truf keluarga Einsbern yang selalu bangga akan kemurnian garis keturunan mereka; karena dia mereka bahkan mengubah prinsip keluarga mereka untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melewati aula, pandangan Kiritsugu tidak sengaja menemukan sebuah lukisan yang relatif baru di atas jendela gelas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlukis disitu adalah &amp;quot;Holy Maiden of Winter&amp;quot; keluarga Einsbern Lizleihi Justiza, dan dua orang magus berdiri di kiri dan kanan wanita itu. Ketiga orang itu menjulurkan tangan mereka kepada Cawan itu di langit. Dengan mudah dapat ditebak dari komposisi dan keseimbangan pola lukisan itu bagaimana buruknya keluarga Einsbern memandang rendah keluarga Todaka dan Mato dua ratus tahun yang lalu dan rasa malu mereka karena harus mengandalkan pertolongan mereka. Lukisan ini menggambarkan hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia cukup beruntung untuk menang dan selamat dari perang yang berikutnya - Kiritsugu mengeluarkan tawa yang pahit di dalam nada sarkastik yang rendah - potret dirinya mungkin akan menghiasai jendela itu walaupun bertentangan dengan kenginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Magus tua itu yang adalah raja dari kastil musim dingin ini menunggu Kiritsugu dan Irisviel di depan altar ritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jubstacheit von Einsbern. Dikenal dengan nama &amp;quot;Acht&amp;quot; setelah dia menjadi kepala  kedelapan keluarga Einsbern. Lewat terus menerus memanjangkan umurnya, dia telah hidup hampir dua abad sekarang; memimpin keluarga Einsbern sejak saat mereka berubah dari &amp;quot;pencariaan&amp;quot; Cawan itu menjadi &amp;quot;Perang&amp;quot; Cawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengetahui tentang era Justizia, tetapi sejak saat Heaven&#039;s Feel kedua dimulai, kakek tua Acht telah menderita lebih dari sekali rasa sakit kekalahan. Baginya, kegelisahan menghadapi kesempatan ketiga adalah sangat luar biasa. Sembilan tahun yang lalu, menerima &amp;quot;Pembunuh Magus&amp;quot;  yang memilki reputasi buruk Emiya Kiritsugu kedalam keluarga Einsbern adalah sebuah keputusan yang dibuat magus tua ini, bukan karena alasan lain selain kemampuan luar biasa Kiritsugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Relik suci yang kami pesan untuk ditemukan di Cornwall akhirnya sampai pagi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil membelai janggut putihnya yang dapat membuat orang berpikir akan air terjun yang beku, kakek tua Acht menatap Kiritsugu dengan cahaya yang tajam dari bola matanya; cahaya di dalam matanya membuat tidak mungkin untuk menemukan umur tuanya. Hidup di dalam kastil tua ini dalam waktu lama, Kiritsugu tidak akan pernah bisa mentolerir perasaan dari tekanan yang bias dari mata kepala keluarga ini setiap kali dia bertemu denganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di arah yang ditunjukan tangan kepala keluarga itu terdapat altar pengorbanan yang memegang peti kayu yang sangat besar yang diikat ketat dengan kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menggunakan ini sebagai katalis, ada kemungkinan untuk memanggil &#039;Roh Pahlawan golongan Pedang&#039; yang terkuat. Kiritsugu, hitung ini sebagai bantuan keluarga Einsbern yang paling besar untuk kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tersanjung, kepala keluarga yang terhormat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpura-pura tidak berekspresi, Kiritsugu membungkuk dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan keluarga Einsbern melanggar peraturan yang telah ditetapkan sejak permulaan dan memasukkan orang luar ke dalam keluarga, Cawan itu sepertinya menerima tanpa ada komplikasi. Command Seal muncul di tangan kanan Kiritsugu tiga tahun yang lalu. Sebentar lagi, dia akan memikul mimpi terbesar keluarga Einbern yang berumur seribu tahun dan berpartisipasi dalam Heaven&#039;s Feel keempat yang akan berlangsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala keluarga yang tua itu mengalihkan pandanganya ke Irisviel, yang sedang menunduk ke bawah dengan hormat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Irisviel, bagaimana keadaan wadah itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada masalah. Bahkan di Fuyuki, dia akan bekerja seperti biasanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel menjawab dengan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wujud mesin pengambil permintaan &#039;Cawan dengan kekuatan Tuhan&#039; itu adalah dalam bentuk roh dan tidak memiliki bentuk jasmani, jadi untuk membuat &amp;quot;Cawan Suci&amp;quot; itu datang, sebuah &amp;quot;Wadah Cawan Suci&amp;quot; harus disiapkan. Karena itu, perang oleh tujuh Servants memperebutkan Cawan Suci dapat disebut ritual pembentukan roh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas untuk menyiapkan wadah Cawan itu, dari awal permulaan Heaven&#039;s Feel, selalu dilakukan oleh keluarga Einsbern. Misi untuk membuat sebuah &amp;quot;wadah&amp;quot; untuk perang yang keempat ini adalah tugas Irisviel. Karena itu dia harus meninggalkan Fuyuki bersama Kiritsugu; dia harus berada di medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakek tua Acht, matanya bersinar dengan kekuatan yang luar biasa, mengangguk dengan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kali ini… tidak ada yang boleh selamat. Bunuh keenam Servants; kali ini kita harus mendapatkan Third Magic, Cawan Emas itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya tuanku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar perintah dari kepala keluarga tua yang penuh dengan gairah yang tersembunyo, magus dan homuncuus, suami istri memikul takdir yang sama, menjawab bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di dalam hatinya, Kiritsugu tidak peduli dengan hasrat kaku kakek tua ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesuksesan… kepala keluarga Einsbern telah menyingkatkan semua emosi kedalam satu kata, mengandung di dalamnya interpretasi yang tidak terbatas. Kalau dipikirkan baik-baik, prinsip Einsbern mungkin hanya kekakuan terhadap &#039;kesuksesan&#039; yang masih tersisa.&lt;br /&gt;
Materialisasi roh adalah sebuah keajaiban. Selama seribu tahun telah mencari keajaiban yang hilang ini… di perjalanan yang panjang dan melelahkan, mereka telah lam kehilangan arah dan tujuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya untuk membuktikan bahwa perjalanan seribu tahun mereka tidak sia-sia, hanya untuk sebuah konfirmasi bahwa &amp;quot;benda itu ada&amp;quot;, keluarga Einsbern itu melanjutkan peperangan dengan nyawa mereka untuk mendapatkan Cawan itu. Tapi bagi mereka, apa yang akan mereka lakukan dengan Cawan itu setelah dipanggil, tujuan ini telah lama menghilang dari konsiderasi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu tidak penting. Sebagaimana ekspetasimu, lewat tangan ini aku akan memberikanmu Cawan Suci yang telah lama kamu indamkan.&lt;br /&gt;
Seolah-olah tidak ingin kalah oleh semangat Acht, Emiya Kiritsugu berkata begitu di pikiranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu tidak semua. Aku akan menggunakan Cawan dengan kekuatan Tuhan ini untuk mengabulkan mimipiku yang paling dalam…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Kiritsuu dan Irisviel kembali ke kamar mereka, membuka peti panjang yang telah diberikan kepada mereka oleh kepala keluarga, dan terkagum dengan isinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siapa yang dapat mengira, kalau mereka dapat menemukan benda ini…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Kiritsugu yang biasanya selalu tenang sekarang sangat terpukau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah sarung pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbuat dari emas dan didekorasi lapisan biru yang memukau; benda mewah seperti ini seharusnya disebut sebagai harta karun unutk memaerkan derajat dan martabat seperti halnya sebuah mahkota atau tongkat kekuasaan daripada sebagai sebuah senjata. Diukir di tengah-tengahnya adalah sebuah tulisan dari huruf bangsa peri yang telah lama hilang, menunjukan kalau sarung pedang ini bukan buatan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Tidak ada kerusakan sedikit pun. Apakah ini benar-benar sebuah relik asli yang dibuat dari era lebih dari seribu lima ratus tahun yang lalu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benda ini adalah sebuah Conceptual Weapon. Tidak akan mungkin dapat lapuk, tidak dihitung kalau ini adalah relik suci yang akan digunakan sebagai sebuah katalis. Ini adalah sebuah harta yang tertidur di dunia magis.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel mengangkat sarung emas dari peti dengan hati-hati, memegangnya di tanganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Legenda bercerita kalau membawa sarung ini dekat dengan badan dapat menyembuhkan semua luka pemiliknya dan dapat menghentikan penuaan… tentu saja, fakta yang disebutkan adalah kekuatan magis oleh &#039;pemiliknya yang sesungguhnya.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Artinya selama Roh Pahlawan yang dipanggil berhasil, kekuatan seperti ini dapat digunakan sebagai &amp;quot;Noble Phantasm seorang Master.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
Design unit dan jenius sarung ini dan keindahannya membuat kagum Kiritsugu, tetapi hanya dalam beberapa saat, pikiranya dengan segera berubah ke arah bagaimana ia dapat menggunakannya sebagai sebuah &#039;alat&#039; yang efisien. Melihat Kiritsugu, Irisviel tidak dapat melakukan apa-apa selain mengeluarkan sebuah senyuman kecil yang pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu benar-benar caramu. Sebuah alat adalah sebuah alat bagaimanapun juga, ya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kallas kamu mengatakannya seperti itu, bahkan Servant adalah sesuatu yang sama. Bagaimanapun terkenalnya pahlawan itu, selama dia dipanggil ke era ini sebagai seorang Servant, untuk seorang Master dia hanyalah sebuah alat… tidak mungkin untuk seseorang yang memiliki fantasi yang tidak realistik untuk memenangkan perang ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak sebagai seorang ayah ataupun suami, tetapi menunjukan sikap seorang prajurit, ekspresi Emiya Kiritsugu berubah menjadi sangat dingin. Sebelumnya, pada waktu dia masih belum mengerti suaminya, Irisviel sangat takut akan Kiritsugu pada waktu ia menjadi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya seseorang seprti kamu yang pantas untuk menggunakan sarung pedang ini -- ini adalah keputusan kakek.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah itu adalah sesuatu yang sebenarnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kiritsugu menunjukan ketidakpuasaan. Jika kakek tua Acht mengetahui ekspresi menantu bayaranya terhadap relik suci yang dia temukan dengan susah payah, dia pasti tidak dapat berbicara karena amarah yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kamu tidak puas dengan hadiah dari kakek ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel tidak menyalahkan Kiritsugu karena ingin mengeluarkan pendapat yang kurang ajar, tetapi hanya berpikir kalau pertanyaan ini sangat lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana mungkin? Dia telah membantu lebih kita dari cukup. Tidak mungkin ada Master lain yang memiliki kartu as sebaik ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu apa yang kamu tidak puas dengan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan relik suci yang sempurna ini, Roh Pahlawan yang kita panggil pasti akan seperti yang kita inginkan. Tetapi karakter dia dan aku terlalu bertentangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, mengenai pemanggilan seorang Servant, sifat dasar Roh Pahlwan yang dipanggil akan sangat dipengaruhi oleh karakter sang Master. Pada dasarnya semua roh pahlawan yang dipanggil memiliki sifat yabg sama dengan Master mereka. Tetapi relik suci mengubah hal itu. Semakin jelas awal relik suci itu, semakin besar kemungkinan roh pahlawan yang dipanggil akan sesuai dengan relik tersebut seperti orang itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Artinya kamu tidak nyaman tentang kontrak dengan &#039;Raja para Ksatria&#039;, ya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat sekali. Mungkin tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih tidak cocok dengan prinsip para ksatria.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah bercanda, bibir Kiritsugu membentuk senyum kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pertarungan yabg adil bukan gayaku, apalagi di peperangan sampai mati ini. Kalau aku akan menyerang, maka aku akan menyerang dari belakang ketika musuhku sedang tertidur. Tidak peduli dengan tempat ataupun tempat, hanya dengan tujuan melenyapkan musuhku dengan efektif, menggunakan cara yang menghasilkan kemingkinan sukses yang paling besar… Kamu pikir ksatria yang terhormat itu akan mau membantuku dalam pertempuran seperti itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel terdiam, menatap sarung pedang yang berkilau itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa ada keraguan Kiritsugu adalah tipe prajurit seperti itu. Mendapatkan kemenangan dengan menggunakan segala cara yang diperlukan. Hal itu tidak perlu diuji lagi, karakter Kiritsugu dan pemilik sarung pedang ini sudah pasti akan bertentangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Tetapi bukankah hal ini sangat disayangkan? Pemilik &#039;Excalibur&#039; sudah pasti adalah seseorang dari kelas Saber yang terkuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sarung pedang yang memancarkan kekuasaan ini yang pantas untuk berpasangan dengan pedang luar biasa itu. Ini sudah pasti relik milik Raja para Ksatria yang legendanya telah diceritakan turun temurun sejak dahulu kala- King Arthur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar sekali. &#039;Saber&#039; adalah yang terkuat dari ketujuh kelas yang dipanngil Cawan Suci itu. Dan jika Raja para Ksatria menduduki posisi ini… Aku sudah mendapatkan seorang Servant yang tidak mungkin terkalahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kunci disini adalah pertanyaan bagaiman menggunakan kekuatan militer terkuat ini se-efisien mungkin. Sejujurnya, jika faktor mudah di kontrol dipertimbangkan, &#039;Caster&#039; dan &#039;Assassin&#039; tentu saja lebih cocok dengan cara dia.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu - bertentangan dengan gaya api nandi, dekorasi mewah ruangan ini, sebuah suara elektronik yang kecil menghentikan pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, akhirnya sampai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di atas meja kayu yang berwarna hitam gelap adalah laptop yang ditaruh sembarangan; kombinasi sempurna seperti sebuah alat jahit di atas meja operasi. Silsilah magus dengan sejarah yang panjang tidak pernah menikmati kenyaman teknologi; keluarga Einsbern bukan pengeculian. Alat elektronik kecil yang terlihat sangat aneh bagi Irisviel adalah barang yang dibawa Kiritsugu. Seorang magus yang tidak merasa jijik menggunakan mesin sangatlah jarang; Kiritsugu adalah salah satu dari mereka. Saat dia meminta sambungan telepon dan generator untuk dipasang, dia berargumen hebat dengan kelapa keluarga tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Suara itu, apa itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Laporan yang dikirim oleh seseorang yang menyelinap masuk ke dalam Clock Tower. Aku memintanya untuk menyelidiki status para Master yang ikut dalam Heaven&#039;s Feel kali ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu duduk di depan mesin itu dan memulai mengoperasikan papan ketik dengan ahli. Monitor LCD menunjukan satu email baru. Itu adalah teknologi baru yang dikenal dengan nama &amp;quot;Internet&amp;quot; di kota, penjelasan ini Irisviel telah dengar dari Kirtisugu. Tapi kesabarannya terhadap suaminya menunjukan kalau dia tidak dapat mengerti sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Oh, disini terdapat informasi tentang identitas empat  orang Master.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wakil dari Tosaka sudah pasti kepala keluarga itu Tosaka Tokiomi. Seseorang yang berduri tajaam dengan atribut &#039;api&#039; yang mendalami seni magis batu permata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga Mato sepertinya juga berhasil memaksa pecundang yang tidak bisa meneruskan sebagai kepala keluarga menjadi seorang Master, menggelikan… tetapi kakek tua keluarga itu berusaha kersa untuk mendapatkan Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk Magus yang datang dari luar kota ini, pertama-tama, terdapat profesor kelas satu dari Clock Tower, Kayneth El-Melloi Archibald.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, dia mengenal pria ini. Memiliki kedua atribut &#039;angin&#039; dan &#039;air&#039;, seorang profesional yang mahir dalam penggunaan roh dan alkemis. Dia pada saat ini adalah magus yang paling terkenal di Asosiasi. Betapa menyusahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ada seorang pria yang dikirim oleh Gereja Suci… Kotomine Kirei. Awalnya wakil dari &#039;Assembly of the 8th Sacrament&#039;, dia adalah anak dari seseorang yang mengisi kedudukan pengawas - Kotomine Risei. Dikirim ke Tosaka Tokiomi untuk belajar seni magis tiga tahun yang lalu, dan lalu memutuskan hubungann dengan mentornya setelah mendapatka Command Seals. Hmph, seorang pria yang penuh dengan bau serbuk mesiu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kiritsugu menggesar tampilan layarnya dengan menggunakan mouse sambil melihat-lihat isi mendetil dari penyelidakan itu; menonton suaminya karena itu, Irisviel menjadi sangat bosan. Tiba-tiba dia menyadari sesuatu, tanpa menyadari kapan itu terjadi, Kiritsugu yang menatap layar itu telah berekspresi sangat serius dan kaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anak dari pastor Kotomine ini. Bahkan masa lalunya telah dihapus -&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel berdiri dibelakang Kiritsugu dan melihat ke monitor LCD, mengikuti bagian yang ditunjuk jarinya. Untuk Irisviel, melihat tulisan bukan diatas kertas sangatlah sulit, tetapi mengingat wajah serius suaminya, dia tidak menggerutu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Kotomine Kire. Lahir tahun 1967, mengikuti ayahnya ke tanah suci sejak masih kecil, lulus dalam angkatan &#039;81 dari Theological College of Manresa St. Ignacio… lompat dua tahun keatas, dan seorang ketua OSIS; dia sepetinya pria yang lumyan berhasil.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu mengangguk tidak senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengikuti jalur ini, dia pasti dapat meraih posisi seorang cardinal minister, tetapi dia dengan kemauan sendiri membuang kesempatan luar biasa itu unutk bergabung dengan Gereja Suci. Bahkan, sebenarnya dia memiliki banyak pilihan, jadi kenapa dia memilih untuk mendedikasikan dirinya kepada organisasi gelap dalam gereja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin dia dipengaruhi oleh ayahnya? Kotomine Risei adalah bagian dari Gereja Suci juga, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau itu alasanya, maka dia memiliki tujuan untuk mengumpulkan relik suci yang hilang seperti ayahnya. Benar, Kirei bergabung dengan departemen yang sama dengan ayahnya pada akhirnya, tapi sebelum itu, dia telah dipindahkan tiga kali dan dipilih sebagai seorang &#039;Executor&#039;. Dia berumur hanya sekitar sepuluh tahun-an pada waktu itu. Pekerjaan ini tidak bisa dilaksanakan tanpa tekad yang kuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah departemen paling gelap di Gereja Suci, di[panggil Shura&#039;s Den karena bertanggung jawaba atas menghukum orang-orang sesat. Untuk bisa mendapatkan nama &amp;quot;Executor&amp;quot; artinya dia adalah pembunuh kelas satu, menunjukan dia telah melewati latihan yang brutal dan ketat untuk menjadi senjata umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin dia adalah seorang fanatik agama. Semakin muda seseorang semakin polos orang itu, sesuatu seperti cinta fanatik untuk kepercayaan yang melewati batas terbukti ada.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan setelah mendengar pendapat Irisviel, Kiritsugu masih menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan superit itu… Kalau itu alasanya, situasi pria ini dari tiga tahun yang lalu tidak dapat dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kepercayaanya memang murni, tidak mungkin bagi dia untuk pindah ke dalam Asosiasi Magus; ini sepertinya sebuah perintah dari Gereja Suci, atau mungkin saja dia lebih patuh kepada doktrin agama daripada organisasi itu. Tetapi bahkan ini tidak bisa menjelaskan hal itu, karena tidak ada kebutuhan untuk berlatih seni magis sekeras ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Lihat, laporan Tosaka Tokiomi tentang Kirei yang dikirim ke Asosiasi. Lingkupan latihan pria itu termasuk alkemis, pengontrolan roh. pemanggilan, dan ramalan… dia bahkan lebih berbakat dalam magis penyembuhan daripada Tosaka Tokiomi. Apa alasan sesungguhnya dari antusiasme ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel terus membaca dokumen itu, sampai akhir dimana kemampuan Kotomine Kirei diringkas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Aku bilang, Kirei ini sedikit aneh, tetapi apakah berguna untukmu memelajari dia sampai mendetil seperti ini? Walaupun dia sepertinya berbakat, dia tidak lebih menonjol dari yang lainya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itulah mengapa aku berpikir itu aneh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kepada Irisviel yang tidak mengerti, Kiritsugu menjelaskan dengan sabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimanapun orang ini bertindak, dia tidak akan pernah mencapai level &#039;elit&#039;. Kalau dipikir seperti ini, dia bukanlah seorang yang jenius, hanya seorang pria biasa. Tetapi keberhasilan dia dalam mendapatkan hasil yang cepat lewat kerja keras yang luar biasa sangat mengerikan. Itu benar kalau dia harus berusaha sepuluh atau dua puluh kali lebih besar daripada yang lainya untuk mencapai level seperti ini, tetapi dia berhenti sewaktu hanya tinggal satu langkah saja, lalu tanpa perasaan apapun pindah ke daerah yang lainya. Segala sesuatu yang telah dia bangun dengan susah payah dibuang seperti sampah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia sudah pasti memilih sebuah hidup yang jauh lebih menggairahkan daripada yan lainya, tetapi dalam hidup pria ini, dia tidak pernah membiarkan orang lain merasakan &#039;kasih sayang&#039;. Pria ini - adalah seseorang yang sangat berbahaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu berkesimpulan maka dari itu, Irisviel mengerti maksud di balik kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu dia berkata &amp;quot;menyusahkan&amp;quot;, walaupun mushnya penuh dengan duri, dia sebenarnya tidak menganggap musuhnya sebagai bahaya. Caranya untuk menghadapi tipe lawan seperti ini dan kemungkinan berhasilnya, Kiritsugu telah memegang delapan puluh persen di tangan. Tetapi sewaktu dia menggunakan rating &amp;quot;berrbahaya&amp;quot;… Emiya Kiritsugu hanya menggunakan rating ini untuk musuh yang dia perlu melawan dengan sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pria ini sudah pasti tidak percaya apapun. Hanya terus menerus mencari jawaban, maka karena itu dia sangat berpengalaman. Hasilnya adalah dia masih tidak menemukan apa-apa… dia adalah yang memiliki nilai morak yang kosong. Jika aku harus menebak apa isi hati pria ini, maka mungkin itu adalah kemarahan dan putus asa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Kamu berkata, buatmu Executor ini lebih kuat daripada Tosaka Tokiomi dan Archibald?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhenti sebentar, Kiritsugu mengangguk dengan mantap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Seseorang yang menakutkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar kalau Tosaka dan Lord El-Melloi adalah musuh yang kuat. Tetapi aku berpikir kalau &#039;arti hidup&#039; Kotomine Kirei jauh lebih menakutkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Arti hidup?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hati pria ini hampa sepenuhnya. Dia tidak memiliki sesuatu yang bisa disebut kenginan. Tetapi kenapa pria seperti ini menaruhkan nyawanya untuk berperang demi Cawan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Bukankah ini keinginan Gereja Suci dari awal? Orang-orang itu salah berpikir kalau Cawan Fuyuki ini adalah sebuah reilk suci dan menginginkanya karena ini, benar kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, kalau hanya dengan motivasi sedangkal itu, Cawan itu tidak akan memberikan Command Seal. Pria ini dipilih oleh Cawan itu sebagai seorang Master. Dia pasti memiliki alasan untuk mendapatkan Cawan itu. Apa alasan yang sebenarnya, tepatnya karena tidak terlihat… Itulah yang membuat alasan ini sangat berbahaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu mendesah dengan dalam, melihat ke monitor dengan dingin, berusaha untuk mengali lebih dalam karakter Kotomine Kirei lewat tulisan membosankan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kamu pikir akan terjadi jika orang dengan jiwa kosong macam ini mendapatkan Cawan itu? Seluruh hidup pria ini dibangun atas keputusasaan. Kekuatan mesin pengabul permintaan itu, Cawan suci itu mungkin akan tercemar oleh warna keputusaasaan orang itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu telah tenggelam dalam kesedihannya, dan untuk tujuan menasihati dia, Irisviel menggelengkan kepalanya dengan tegas.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang disimpan dalam diriku, wadah Cawan itu, aku tidak akan memberikanya kepada orang lain. Pada saat Cawan itu telah terisi, satu-satunya orang yang memiliki kehormatan untuk memilikinya - hanya kamu, Kiritsugu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala keluarga Einsbern hanya menginginkan penyelesaian Cawan itu; itulah satu-satunya kenginan mereka…  tetapiunutk pasangan muda ini, setelah ini, mereka masih memiliki kenginan untuk diwujudkan. Sebuah mimpi untuk diwujudkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu menutup laptop miliknya dan memeluk Irisviel dengan erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apapun yang terjadi, kita tidak boleh kalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi istrinya, saat ini dibandingkan kenginan keluarganya, Irisviel lebih peduli akan ambisi dirinya dan suaminya. Fakta ini sangat menyanjung Kiritsugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Aku menemukanya. Cara unutk menggunaka Servant terkuat ini semaksimal mungkin.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Act_1_Part_1~Indonesian Version|Act 1, Part 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero~Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_3|Act 1, Part 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_2~_Indonesian_Version&amp;diff=104917</id>
		<title>Fate/Zero:Act 1 Part 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_2~_Indonesian_Version&amp;diff=104917"/>
		<updated>2011-07-13T13:23:40Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* -282:14:28 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;=== -282:14:28 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan itu dikelilingi oleh ambisi yang terkumpul selama lebih dari seribu tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emiya Kiritsugu dan Irisviel menjawab panggilan kepala keluarga Einsbern, menuju ke kastil tua milik Einsbern yang ditutupi oleh es, sebuah tempat yang sangat megah namun mengerikan - bilik ritual Kastil Einsbern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini bukan sebuah tempat untuk memuliakan karunia Tuhan atau agar roh-roh dapat menemukan kedamaian. Bagi kastil yang ditinggali magus, tempat yang disebut &#039;kamar doa&#039; adalah ruangan yang digunakan untuk eksekusi sebuah ritual magis dengan menggunakan korban penyembahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ini, jendela berwarna diatas menggambarkan bukan lukisan seorang santa, tetapi sejarah panjang Einsbern mengejar Cawan itu.&lt;br /&gt;
Dari tiga keluarga permulaan, keluarga Einsbernlah yang menghabiskan waktu paling banyak atas Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengurung diri mereka di dalam pedalaman pegunungan es, dengan keras kepala memutuskan semua hubungan dengan dunia luar, mereka mulai mencari keajaiban Cawan itu hampir seribu tahun yang lalu. Tetapi pencarian mereka dipenuhi dengan halangan dan rasa malu, juga dengan penderitaan dan pertentangan. Pencarian dalam kondisi seperti ini, tidak menghasilkan hasil apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya putus asa dengan cara pencariaan Cawan itu dengan kekuatan sendiri, mereka dengan terpaksa setuju dengan perjanjian kerja sama dengan orang luar, keluarga Tosaka dan Mato, dua ratus tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada ritual Heaven&#039;s Feel yang terjadi setelahnya, mereka tidak pernah menang karena kemampuan Master mereka selalu tidak cukup -- solusi yang terakhir adalah dengan menyewa magus yang ahli dalam peperangan dari luar: keputusan ini dibuat sembilan tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
Bisa dibilang kalau Emiya Kiritsugu adalah kartu truf keluarga Einsbern yang selalu bangga akan kemurnian garis keturunan mereka; karena dia mereka bahkan mengubah prinsip keluarga mereka untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melewati aula, pandangan Kiritsugu tidak sengaja menemukan sebuah lukisan yang relatif baru di atas jendela gelas itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlukis disitu adalah &amp;quot;Holy Maiden of Winter&amp;quot; keluarga Einsbern Lizleihi Justiza, dan dua orang magus berdiri di kiri dan kanan wanita itu. Ketiga orang itu menjulurkan tangan mereka kepada Cawan itu di langit. Dengan mudah dapat ditebak dari komposisi dan keseimbangan pola lukisan itu bagaimana buruknya keluarga Einsbern memandang rendah keluarga Todaka dan Mato dua ratus tahun yang lalu dan rasa malu mereka karena harus mengandalkan pertolongan mereka. Lukisan ini menggambarkan hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia cukup beruntung untuk menang dan selamat dari perang yang berikutnya - Kiritsugu mengeluarkan tawa yang pahit di dalam nada sarkastik yang rendah - potret dirinya mungkin akan menghiasai jendela itu walaupun bertentangan dengan kenginanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Magus tua itu yang adalah raja dari kastil musim dingin ini menunggu Kiritsugu dan Irisviel di depan altar ritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jubstacheit von Einsbern. Dikenal dengan nama &amp;quot;Acht&amp;quot; setelah dia menjadi kepala  kedelapan keluarga Einsbern. Lewat terus menerus memanjangkan umurnya, dia telah hidup hampir dua abad sekarang; memimpin keluarga Einsbern sejak saat mereka berubah dari &amp;quot;pencariaan&amp;quot; Cawan itu menjadi &amp;quot;Perang&amp;quot; Cawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak mengetahui tentang era Justizia, tetapi sejak saat Heaven&#039;s Feel kedua dimulai, kakek tua Acht telah menderita lebih dari sekali rasa sakit kekalahan. Baginya, kegelisahan menghadapi kesempatan ketiga adalah sangat luar biasa. Sembilan tahun yang lalu, menerima &amp;quot;Pembunuh Magus&amp;quot;  yang memilki reputasi buruk Emiya Kiritsugu kedalam keluarga Einsbern adalah sebuah keputusan yang dibuat magus tua ini, bukan karena alasan lain selain kemampuan luar biasa Kiritsugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Relik suci yang kami pesan untuk ditemukan di Cornwall akhirnya sampai pagi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil membelai janggut putihnya yang dapat membuat orang berpikir akan air terjun yang beku, kakek tua Acht menatap Kiritsugu dengan cahaya yang tajam dari bola matanya; cahaya di dalam matanya membuat tidak mungkin untuk menemukan umur tuanya. Hidup di dalam kastil tua ini dalam waktu lama, Kiritsugu tidak akan pernah bisa mentolerir perasaan dari tekanan yang bias dari mata kepala keluarga ini setiap kali dia bertemu denganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di arah yang ditunjukan tangan kepala keluarga itu terdapat altar pengorbanan yang memegang peti kayu yang sangat besar yang diikat ketat dengan kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menggunakan ini sebagai katalis, ada kemungkinan untuk memanggil &#039;Roh Pahlawan golongan Pedang&#039; yang terkuat. Kiritsugu, hitung ini sebagai bantuan keluarga Einsbern yang paling besar untuk kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tersanjung, kepala keluarga yang terhormat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpura-pura tidak berekspresi, Kiritsugu membungkuk dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan keluarga Einsbern melanggar peraturan yang telah ditetapkan sejak permulaan dan memasukkan orang luar ke dalam keluarga, Cawan itu sepertinya menerima tanpa ada komplikasi. Command Seal muncul di tangan kanan Kiritsugu tiga tahun yang lalu. Sebentar lagi, dia akan memikul mimpi terbesar keluarga Einbern yang berumur seribu tahun dan berpartisipasi dalam Heaven&#039;s Feel keempat yang akan berlangsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala keluarga yang tua itu mengalihkan pandanganya ke Irisviel, yang sedang menunduk ke bawah dengan hormat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Irisviel, bagaimana keadaan wadah itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada masalah. Bahkan di Fuyuki, dia akan bekerja seperti biasanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel menjawab dengan lancar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wujud mesin pengambil permintaan &#039;Cawan dengan kekuatan Tuhan&#039; itu adalah dalam bentuk roh dan tidak memiliki bentuk jasmani, jadi untuk membuat &amp;quot;Cawan Suci&amp;quot; itu datang, sebuah &amp;quot;Wadah Cawan Suci&amp;quot; harus disiapkan. Karena itu, perang oleh tujuh Servants memperebutkan Cawan Suci dapat disebut ritual pembentukan roh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas untuk menyiapkan wadah Cawan itu, dari awal permulaan Heaven&#039;s Feel, selalu dilakukan oleh keluarga Einsbern. Misi untuk membuat sebuah &amp;quot;wadah&amp;quot; untuk perang yang keempat ini adalah tugas Irisviel. Karena itu dia harus meninggalkan Fuyuki bersama Kiritsugu; dia harus berada di medan peperangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakek tua Acht, matanya bersinar dengan kekuatan yang luar biasa, mengangguk dengan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kali ini… tidak ada yang boleh selamat. Bunuh keenam Servants; kali ini kita harus mendapatkan Third Magic, Cawan Emas itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya tuanku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar perintah dari kepala keluarga tua yang penuh dengan gairah yang tersembunyo, magus dan homuncuus, suami istri memikul takdir yang sama, menjawab bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di dalam hatinya, Kiritsugu tidak peduli dengan hasrat kaku kakek tua ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesuksesan… kepala keluarga Einsbern telah menyingkatkan semua emosi kedalam satu kata, mengandung di dalamnya interpretasi yang tidak terbatas. Kalau dipikirkan baik-baik, prinsip Einsbern mungkin hanya kekakuan terhadap &#039;kesuksesan&#039; yang masih tersisa.&lt;br /&gt;
Materialisasi roh adalah sebuah keajaiban. Selama seribu tahun telah mencari keajaiban yang hilang ini… di perjalanan yang panjang dan melelahkan, mereka telah lam kehilangan arah dan tujuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya untuk membuktikan bahwa perjalanan seribu tahun mereka tidak sia-sia, hanya untuk sebuah konfirmasi bahwa &amp;quot;benda itu ada&amp;quot;, keluarga Einsbern itu melanjutkan peperangan dengan nyawa mereka untuk mendapatkan Cawan itu. Tapi bagi mereka, apa yang akan mereka lakukan dengan Cawan itu setelah dipanggil, tujuan ini telah lama menghilang dari konsiderasi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu tidak penting. Sebagaimana ekspetasimu, lewat tangan ini aku akan memberikanmu Cawan Suci yang telah lama kamu indamkan.&lt;br /&gt;
Seolah-olah tidak ingin kalah oleh semangat Acht, Emiya Kiritsugu berkata begitu di pikiranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi itu tidak semua. Aku akan menggunakan Cawan dengan kekuatan Tuhan ini untuk mengabulkan mimipiku yang paling dalam…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Kiritsuu dan Irisviel kembali ke kamar mereka, membuka peti panjang yang telah diberikan kepada mereka oleh kepala keluarga, dan terkagum dengan isinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siapa yang dapat mengira, kalau mereka dapat menemukan benda ini…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Kiritsugu yang biasanya selalu tenang sekarang sangat terpukau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah sarung pedang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbuat dari emas dan didekorasi lapisan biru yang memukau; benda mewah seperti ini seharusnya disebut sebagai harta karun unutk memaerkan derajat dan martabat seperti halnya sebuah mahkota atau tongkat kekuasaan daripada sebagai sebuah senjata. Diukir di tengah-tengahnya adalah sebuah tulisan dari huruf bangsa peri yang telah lama hilang, menunjukan kalau sarung pedang ini bukan buatan manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Tidak ada kerusakan sedikit pun. Apakah ini benar-benar sebuah relik asli yang dibuat dari era lebih dari seribu lima ratus tahun yang lalu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benda ini adalah sebuah Conceptual Weapon. Tidak akan mungkin dapat lapuk, tidak dihitung kalau ini adalah relik suci yang akan digunakan sebagai sebuah katalis. Ini adalah sebuah harta yang tertidur di dunia magis.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel mengangkat sarung emas dari peti dengan hati-hati, memegangnya di tanganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Legenda bercerita kalau membawa sarung ini dekat dengan badan dapat menyembuhkan semua luka pemiliknya dan dapat menghentikan penuaan… tentu saja, fakta yang disebutkan adalah kekuatan magis oleh &#039;pemiliknya yang sesungguhnya.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Artinya selama Roh Pahlawan yang dipanggil berhasil, kekuatan seperti ini dapat digunakan sebagai &amp;quot;Noble Phantasm seorang Master.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
Design unit dan jenius sarung ini dan keindahannya membuat kagum Kiritsugu, tetapi hanya dalam beberapa saat, pikiranya dengan segera berubah ke arah bagaimana ia dapat menggunakannya sebagai sebuah &#039;alat&#039; yang efisien. Melihat Kiritsugu, Irisviel tidak dapat melakukan apa-apa selain mengeluarkan sebuah senyuman kecil yang pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu benar-benar caramu. Sebuah alat adalah sebuah alat bagaimanapun juga, ya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kallas kamu mengatakannya seperti itu, bahkan Servant adalah sesuatu yang sama. Bagaimanapun terkenalnya pahlawan itu, selama dia dipanggil ke era ini sebagai seorang Servant, untuk seorang Master dia hanyalah sebuah alat… tidak mungkin untuk seseorang yang memiliki fantasi yang tidak realistik untuk memenangkan perang ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak sebagai seorang ayah ataupun suami, tetapi menunjukan sikap seorang prajurit, ekspresi Emiya Kiritsugu berubah menjadi sangat dingin. Sebelumnya, pada waktu dia masih belum mengerti suaminya, Irisviel sangat takut akan Kiritsugu pada waktu ia menjadi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya seseorang seprti kamu yang pantas untuk menggunakan sarung pedang ini -- ini adalah keputusan kakek.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah itu adalah sesuatu yang sebenarnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Kiritsugu menunjukan ketidakpuasaan. Jika kakek tua Acht mengetahui ekspresi menantu bayaranya terhadap relik suci yang dia temukan dengan susah payah, dia pasti tidak dapat berbicara karena amarah yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kamu tidak puas dengan hadiah dari kakek ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel tidak menyalahkan Kiritsugu karena ingin mengeluarkan pendapat yang kurang ajar, tetapi hanya berpikir kalau pertanyaan ini sangat lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana mungkin? Dia telah membantu lebih kita dari cukup. Tidak mungkin ada Master lain yang memiliki kartu as sebaik ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu apa yang kamu tidak puas dengan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan relik suci yang sempurna ini, Roh Pahlawan yang kita panggil pasti akan seperti yang kita inginkan. Tetapi karakter dia dan aku terlalu bertentangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya, mengenai pemanggilan seorang Servant, sifat dasar Roh Pahlwan yang dipanggil akan sangat dipengaruhi oleh karakter sang Master. Pada dasarnya semua roh pahlawan yang dipanggil memiliki sifat yabg sama dengan Master mereka. Tetapi relik suci mengubah hal itu. Semakin jelas awal relik suci itu, semakin besar kemungkinan roh pahlawan yang dipanggil akan sesuai dengan relik tersebut seperti orang itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Artinya kamu tidak nyaman tentang kontrak dengan &#039;Raja para Ksatria&#039;, ya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat sekali. Mungkin tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih tidak cocok dengan prinsip para ksatria.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setengah bercanda, bibir Kiritsugu membentuk senyum kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pertarungan yabg adil bukan gayaku, apalagi di peperangan sampai mati ini. Kalau aku akan menyerang, maka aku akan menyerang dari belakang ketika musuhku sedang tertidur. Tidak peduli dengan tempat ataupun tempat, hanya dengan tujuan melenyapkan musuhku dengan efektif, menggunakan cara yang menghasilkan kemingkinan sukses yang paling besar… Kamu pikir ksatria yang terhormat itu akan mau membantuku dalam pertempuran seperti itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel terdiam, menatap sarung pedang yang berkilau itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa ada keraguan Kiritsugu adalah tipe prajurit seperti itu. Mendapatkan kemenangan dengan menggunakan segala cara yang diperlukan. Hal itu tidak perlu diuji lagi, karakter Kiritsugu dan pemilik sarung pedang ini sudah pasti akan bertentangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Tetapi bukankah hal ini sangat disayangkan? Pemilik &#039;Excalibur&#039; sudah pasti adalah seseorang dari kelas Saber yang terkuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sarung pedang yang memancarkan kekuasaan ini yang pantas untuk berpasangan dengan pedang luar biasa itu. Ini sudah pasti relik milik Raja para Ksatria yang legendanya telah diceritakan turun temurun sejak dahulu kala- King Arthur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar sekali. &#039;Saber&#039; adalah yang terkuat dari ketujuh kelas yang dipanngil Cawan Suci itu. Dan jika Raja para Ksatria menduduki posisi ini… Aku sudah mendapatkan seorang Servant yang tidak mungkin terkalahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kunci disini adalah pertanyaan bagaiman menggunakan kekuatan militer terkuat ini se-efisien mungkin. Sejujurnya, jika faktor mudah di kontrol dipertimbangkan, &#039;Caster&#039; dan &#039;Assassin&#039; tentu saja lebih cocok dengan cara dia.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu - bertentangan dengan gaya api nandi, dekorasi mewah ruangan ini, sebuah suara elektronik yang kecil menghentikan pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, akhirnya sampai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di atas meja kayu yang berwarna hitam gelap adalah laptop yang ditaruh sembarangan; kombinasi sempurna seperti sebuah alat jahit di atas meja operasi. Silsilah magus dengan sejarah yang panjang tidak pernah menikmati kenyaman teknologi; keluarga Einsbern bukan pengeculian. Alat elektronik kecil yang terlihat sangat aneh bagi Irisviel adalah barang yang dibawa Kiritsugu. Seorang magus yang tidak merasa jijik menggunakan mesin sangatlah jarang; Kiritsugu adalah salah satu dari mereka. Saat dia meminta sambungan telepon dan generator untuk dipasang, dia berargumen hebat dengan kelapa keluarga tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Suara itu, apa itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Laporan yang dikirim oleh seseorang yang menyelinap masuk ke dalam Clock Tower. Aku memintanya untuk menyelidiki status para Master yang ikut dalam Heaven&#039;s Feel kali ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu duduk di depan mesin itu dan memulai mengoperasikan papan ketik dengan ahli. Monitor LCD menunjukan satu email baru. Itu adalah teknologi baru yang dikenal dengan nama &amp;quot;Internet&amp;quot; di kota, penjelasan ini Irisviel telah dengar dari Kirtisugu. Tapi kesabarannya terhadap suaminya menunjukan kalau dia tidak dapat mengerti sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Oh, disini terdapat informasi tentang identitas empat  orang Master.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wakil dari Tosaka sudah pasti kepala keluarga itu Tosaka Tokiomi. Seseorang yang berduri tajaam dengan atribut &#039;api&#039; yang mendalami seni magis batu permata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keluarga Mato sepertinya juga berhasil memaksa pecundang yang tidak bisa meneruskan sebagai kepala keluarga menjadi seorang Master, menggelikan… tetapi kakek tua keluarga itu berusaha kersa untuk mendapatkan Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk Magus yang datang dari luar kota ini, pertama-tama, terdapat profesor kelas satu dari Clock Tower, Kayneth El-Melloi Archibald.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, dia mengenal pria ini. Memiliki kedua atribut &#039;angin&#039; dan &#039;air&#039;, seorang profesional yang mahir dalam penggunaan roh dan alkemis. Dia pada saat ini adalah magus yang paling terkenal di Asosiasi. Betapa menyusahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan ada seorang pria yang dikirim oleh Gereja Suci… Kotomine Kirei. Awalnya wakil dari &#039;Assembly of the 8th Sacrament&#039;, dia adalah anak dari seseorang yang mengisi kedudukan pengawas - Kotomine Risei. Dikirim ke Tosaka Tokiomi untuk belajar seni magis tiga tahun yang lalu, dan lalu memutuskan hubungann dengan mentornya setelah mendapatka Command Seals. Hmph, seorang pria yang penuh dengan bau serbuk mesiu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kiritsugu menggesar tampilan layarnya dengan menggunakan mouse sambil melihat-lihat isi mendetil dari penyelidakan itu; menonton suaminya karena itu, Irisviel menjadi sangat bosan. Tiba-tiba dia menyadari sesuatu, tanpa menyadari kapan itu terjadi, Kiritsugu yang menatap layar itu telah berekspresi sangat serius dan kaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anak dari pastor Kotomine ini. Bahkan masa lalunya telah dihapus -&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel berdiri dibelakang Kiritsugu dan melihat ke monitor LCD, mengikuti bagian yang ditunjuk jarinya. Untuk Irisviel, melihat tulisan bukan diatas kertas sangatlah sulit, tetapi mengingat wajah serius suaminya, dia tidak menggerutu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Kotomine Kire. Lahir tahun 1967, mengikuti ayahnya ke tanah suci sejak masih kecil, lulus dalam angkatan &#039;81 dari Theological College of Manresa St. Ignacio… lompat dua tahun keatas, dan seorang ketua OSIS; dia sepetinya pria yang lumyan berhasil.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu mengangguk tidak senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengikuti jalur ini, dia pasti dapat meraih posisi seorang cardinal minister, tetapi dia dengan kemauan sendiri membuang kesempatan luar biasa itu unutk bergabung dengan Gereja Suci. Bahkan, sebenarnya dia memiliki banyak pilihan, jadi kenapa dia memilih untuk mendedikasikan dirinya kepada organisasi gelap dalam gereja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin dia dipengaruhi oleh ayahnya? Kotomine Risei adalah bagian dari Gereja Suci juga, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau itu alasanya, maka dia memiliki tujuan untuk mengumpulkan relik suci yang hilang seperti ayahnya. Benar, Kirei bergabung dengan departemen yang sama dengan ayahnya pada akhirnya, tapi sebelum itu, dia telah dipindahkan tiga kali dan dipilih sebagai seorang &#039;Executor&#039;. Dia berumur hanya sekitar sepuluh tahun-an pada waktu itu. Pekerjaan ini tidak bisa dilaksanakan tanpa tekad yang kuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah departemen paling gelap di Gereja Suci, di[panggil Shura&#039;s Den karena bertanggung jawaba atas menghukum orang-orang sesat. Untuk bisa mendapatkan nama &amp;quot;Executor&amp;quot; artinya dia adalah pembunuh kelas satu, menunjukan dia telah melewati latihan yang brutal dan ketat untuk menjadi senjata umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin dia adalah seorang fanatik agama. Semakin muda seseorang semakin polos orang itu, sesuatu seperti cinta fanatik untuk kepercayaan yang melewati batas terbukti ada.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan setelah mendengar pendapat Irisviel, Kiritsugu masih menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan superit itu… Kalau itu alasanya, situasi pria ini dari tiga tahun yang lalu tidak dapat dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kepercayaanya memang murni, tidak mungkin bagi dia untuk pindah ke dalam Asosiasi Magus; ini sepertinya sebuah perintah dari Gereja Suci, atau mungkin saja dia lebih patuh kepada doktrin agama daripada organisasi itu. Tetapi bahkan ini tidak bisa menjelaskan hal itu, karena tidak ada kebutuhan untuk berlatih seni magis sekeras ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Lihat, laporan Tosaka Tokiomi tentang Kirei yang dikirim ke Asosiasi. Lingkupan latihan pria itu termasuk alkemis, pengontrolan roh. pemanggilan, dan ramalan… dia bahkan lebih berbakat dalam magis penyembuhan daripada Tosaka Tokiomi. Apa alasan sesungguhnya dari antusiasme ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisviel terus membaca dokumen itu, sampai akhir dimana kemampuan Kotomine Kirei diringkas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Aku bilang, Kirei ini sedikit aneh, tetapi apakah berguna untukmu memelajari dia sampai mendetil seperti ini? Walaupun dia sepertinya berbakat, dia tidak lebih menonjol dari yang lainya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itulah mengapa aku berpikir itu aneh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kepada Irisviel yang tidak mengerti, Kiritsugu menjelaskan dengan sabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimanapun orang ini bertindak, dia tidak akan pernah mencapai level &#039;elit&#039;. Kalau dipikir seperti ini, dia bukanlah seorang yang jenius, hanya seorang pria biasa. Tetapi keberhasilan dia dalam mendapatkan hasil yang cepat lewat kerja keras yang luar biasa sangat mengerikan. Itu benar kalau dia harus berusaha sepuluh atau dua puluh kali lebih besar daripada yang lainya untuk mencapai level seperti ini, tetapi dia berhenti sewaktu hanya tinggal satu langkah saja, lalu tanpa perasaan apapun pindah ke daerah yang lainya. Segala sesuatu yang telah dia bangun dengan susah payah dibuang seperti sampah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia sudah pasti memilih sebuah hidup yang jauh lebih menggairahkan daripada yan lainya, tetapi dalam hidup pria ini, dia tidak pernah membiarkan orang lain merasakan &#039;kasih sayang&#039;. Pria ini - adalah seseorang yang sangat berbahaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu berkesimpulan maka dari itu, Irisviel mengerti maksud di balik kata-katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu dia berkata &amp;quot;menyusahkan&amp;quot;, walaupun mushnya penuh dengan duri, dia sebenarnya tidak menganggap musuhnya sebagai bahaya. Caranya untuk menghadapi tipe lawan seperti ini dan kemungkinan berhasilnya, Kiritsugu telah memegang delapan puluh persen di tangan. Tetapi sewaktu dia menggunakan rating &amp;quot;berrbahaya&amp;quot;… Emiya Kiritsugu hanya menggunakan rating ini untuk musuh yang dia perlu melawan dengan sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pria ini sudah pasti tidak percaya apapun. Hanya terus menerus mencari jawaban, maka karena itu dia sangat berpengalaman. Hasilnya adalah dia masih tidak menemukan apa-apa… dia adalah yang memiliki nilai morak yang kosong. Jika aku harus menebak apa isi hati pria ini, maka mungkin itu adalah kemarahan dan putus asa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Kamu berkata, buatmu Executor ini lebih kuat daripada Tosaka Tokiomi dan Archibald?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berhenti sebentar, Kiritsugu mengangguk dengan mantap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Seseorang yang menakutkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar kalau Tosaka dan Lord El-Melloi adalah musuh yang kuat. Tetapi aku berpikir kalau &#039;arti hidup&#039; Kotomine Kirei jauh lebih menakutkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Arti hidup?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hati pria ini hampa sepenuhnya. Dia tidak memiliki sesuatu yang bisa disebut kenginan. Tetapi kenapa pria seperti ini menaruhkan nyawanya untuk berperang demi Cawan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Bukankah ini keinginan Gereja Suci dari awal? Orang-orang itu salah berpikir kalau Cawan Fuyuki ini adalah sebuah reilk suci dan menginginkanya karena ini, benar kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, kalau hanya dengan motivasi sedangkal itu, Cawan itu tidak akan memberikan Command Seal. Pria ini dipilih oleh Cawan itu sebagai seorang Master. Dia pasti memiliki alasan untuk mendapatkan Cawan itu. Apa alasan yang sebenarnya, tepatnya karena tidak terlihat… Itulah yang membuat alasan ini sangat berbahaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu mendesah dengan dalam, melihat ke monitor dengan dingin, berusaha untuk mengali lebih dalam karakter Kotomine Kirei lewat tulisan membosankan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kamu pikir akan terjadi jika orang dengan jiwa kosong macam ini mendapatkan Cawan itu? Seluruh hidup pria ini dibangun atas keputusasaan. Kekuatan mesin pengabul permintaan itu, Cawan suci itu mungkin akan tercemar oleh warna keputusaasaan orang itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu telah tenggelam dalam kesedihannya, dan untuk tujuan menasihati dia, Irisviel menggelengkan kepalanya dengan tegas.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang disimpan dalam diriku, wadah Cawan itu, aku tidak akan memberikanya kepada orang lain. Pada saat Cawan itu telah terisi, satu-satunya orang yang memiliki kehormatan untuk memilikinya - hanya kamu, Kiritsugu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala keluarga Einsbern hanya menginginkan penyelesaian Cawan itu; itulah satu-satunya kenginan mereka…  tetapiunutk pasangan muda ini, setelah ini, mereka masih memiliki kenginan untuk diwujudkan. Sebuah mimpi untuk diwujudkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu menutup laptop miliknya dan memeluk Irisviel dengan erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apapun yang terjadi, kita tidak boleh kalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi istrinya, saat ini dibandingkan kenginan keluarganya, Irisviel lebih peduli akan ambisi dirinya dan suaminya. Fakta ini sangat menyanjung Kiritsugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Aku menemukanya. Cara unutk menggunaka Servant terkuat ini semaksimal mungkin.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Act_1_Part_1|Act 1, Part 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_3|Act 1, Part 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_2~_Indonesian_Version&amp;diff=104916</id>
		<title>Fate/Zero:Act 1 Part 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_2~_Indonesian_Version&amp;diff=104916"/>
		<updated>2011-07-13T13:18:09Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: Created page with &amp;quot;=== -282:14:28 ===  Kegelapan itu dikelilingi oleh ambisi yang terkumpul selama lebih dari seribu tahun. Emiya Kiritsugu dan Irisviel menjawab panggilan kepala keluarga Einsbern,...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;=== -282:14:28 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kegelapan itu dikelilingi oleh ambisi yang terkumpul selama lebih dari seribu tahun.&lt;br /&gt;
Emiya Kiritsugu dan Irisviel menjawab panggilan kepala keluarga Einsbern, menuju ke kastil tua milik Einsbern yang ditutupi oleh es, sebuah tempat yang sangat megah namun mengerikan - bilik ritual Kastil Einsbern.&lt;br /&gt;
Tempat ini bukan sebuah tempat untuk memuliakan karunia Tuhan atau agar roh-roh dapat menemukan kedamaian. Bagi kastil yang ditinggali magus, tempat yang disebut &#039;kamar doa&#039; adalah ruangan yang digunakan untuk eksekusi sebuah ritual magis dengan menggunakan korban penyembahan.&lt;br /&gt;
Karena ini, jendela berwarna diatas menggambarkan bukan lukisan seorang santa, tetapi sejarah panjang Einsbern mengejar Cawan itu.&lt;br /&gt;
Dari tiga keluarga permulaan, keluarga Einsbernlah yang menghabiskan waktu paling banyak atas Cawan itu.&lt;br /&gt;
Mengurung diri mereka di dalam pedalaman pegunungan es, dengan keras kepala memutuskan semua hubungan dengan dunia luar, mereka mulai mencari keajaiban Cawan itu hampir seribu tahun yang lalu. Tetapi pencarian mereka dipenuhi dengan halangan dan rasa malu, juga dengan penderitaan dan pertentangan. Pencarian dalam kondisi seperti ini, tidak menghasilkan hasil apa-apa.&lt;br /&gt;
Akhirnya putus asa dengan cara pencariaan Cawan itu dengan kekuatan sendiri, mereka dengan terpaksa setuju dengan perjanjian kerja sama dengan orang luar, keluarga Tosaka dan Mato, dua ratus tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
Pada ritual Heaven&#039;s Feel yang terjadi setelahnya, mereka tidak pernah menang karena kemampuan Master mereka selalu tidak cukup -- solusi yang terakhir adalah dengan menyewa magus yang ahli dalam peperangan dari luar: keputusan ini dibuat sembilan tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
Bisa dibilang kalau Emiya Kiritsugu adalah kartu truf keluarga Einsbern yang selalu bangga akan kemurnian garis keturunan mereka; karena dia mereka bahkan mengubah prinsip keluarga mereka untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;
Melewati aula, pandangan Kiritsugu tidak sengaja menemukan sebuah lukisan yang relatif baru di atas jendela gelas itu.&lt;br /&gt;
Terlukis disitu adalah &amp;quot;Holy Maiden of Winter&amp;quot; keluarga Einsbern Lizleihi Justiza, dan dua orang magus berdiri di kiri dan kanan wanita itu. Ketiga orang itu menjulurkan tangan mereka kepada Cawan itu di langit. Dengan mudah dapat ditebak dari komposisi dan keseimbangan pola lukisan itu bagaimana buruknya keluarga Einsbern memandang rendah keluarga Todaka dan Mato dua ratus tahun yang lalu dan rasa malu mereka karena harus mengandalkan pertolongan mereka. Lukisan ini menggambarkan hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;
Jika dia cukup beruntung untuk menang dan selamat dari perang yang berikutnya - Kiritsugu mengeluarkan tawa yang pahit di dalam nada sarkastik yang rendah - potret dirinya mungkin akan menghiasai jendela itu walaupun bertentangan dengan kenginanya.&lt;br /&gt;
Magus tua itu yang adalah raja dari kastil musim dingin ini menunggu Kiritsugu dan Irisviel di depan altar ritual.&lt;br /&gt;
Jubstacheit von Einsbern. Dikenal dengan nama &amp;quot;Acht&amp;quot; setelah dia menjadi kepala  kedelapan keluarga Einsbern. Lewat terus menerus memanjangkan umurnya, dia telah hidup hampir dua abad sekarang; memimpin keluarga Einsbern sejak saat mereka berubah dari &amp;quot;pencariaan&amp;quot; Cawan itu menjadi &amp;quot;Perang&amp;quot; Cawan.&lt;br /&gt;
Dia tidak mengetahui tentang era Justizia, tetapi sejak saat Heaven&#039;s Feel kedua dimulai, kakek tua Acht telah menderita lebih dari sekali rasa sakit kekalahan. Baginya, kegelisahan menghadapi kesempatan ketiga adalah sangat luar biasa. Sembilan tahun yang lalu, menerima &amp;quot;Pembunuh Magus&amp;quot;  yang memilki reputasi buruk Emiya Kiritsugu kedalam keluarga Einsbern adalah sebuah keputusan yang dibuat magus tua ini, bukan karena alasan lain selain kemampuan luar biasa Kiritsugu.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Relik suci yang kami pesan untuk ditemukan di Cornwall akhirnya sampai pagi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Sambil membelai janggut putihnya yang dapat membuat orang berpikir akan air terjun yang beku, kakek tua Acht menatap Kiritsugu dengan cahaya yang tajam dari bola matanya; cahaya di dalam matanya membuat tidak mungkin untuk menemukan umur tuanya. Hidup di dalam kastil tua ini dalam waktu lama, Kiritsugu tidak akan pernah bisa mentolerir perasaan dari tekanan yang bias dari mata kepala keluarga ini setiap kali dia bertemu denganya.&lt;br /&gt;
Di arah yang ditunjukan tangan kepala keluarga itu terdapat altar pengorbanan yang memegang peti kayu yang sangat besar yang diikat ketat dengan kencang.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menggunakan ini sebagai katalis, ada kemungkinan untuk memanggil &#039;Roh Pahlawan golongan Pedang&#039; yang terkuat. Kiritsugu, hitung ini sebagai bantuan keluarga Einsbern yang paling besar untuk kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tersanjung, kepala keluarga yang terhormat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Berpura-pura tidak berekspresi, Kiritsugu membungkuk.&lt;br /&gt;
Dengan keluarga Einsbern melanggar peraturan yang telah ditetapkan sejak permulaan dan memasukkan orang luar ke dalam keluarga, Cawan itu sepertinya menerima tanpa ada komplikasi. Command Seal muncul di tangan kanan Kiritsugu tiga tahun yang lalu. Sebentar lagi, dia akan memikul mimpi terbesar keluarga Einbern yang berumur seribu tahun dan berpartisipasi dalam Heaven&#039;s Feel keempat yang akan berlangsung.&lt;br /&gt;
Kepala keluarga yang tua itu mengalihkan pandanganya ke Irisviel, yang sedang menunduk ke bawah dengan hormat.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Irisviel, bagaimana keadaan wadah itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada masalah. Bahkan di Fuyuki, dia akan bekerja seperti biasanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Irisviel menjawab dengan lancar.&lt;br /&gt;
Wujud mesin pengambil permintaan &#039;Cawan dengan kekuatan Tuhan&#039; itu adalah dalam bentuk roh dan tidak memiliki bentuk jasmani, jadi untuk membuat &amp;quot;Cawan Suci&amp;quot; itu datang, sebuah &amp;quot;Wadah Cawan Suci&amp;quot; harus disiapkan. Karena itu, perang oleh tujuh Servants memperebutkan Cawan Suci dapat disebut ritual pembentukan roh.&lt;br /&gt;
Tugas untuk menyiapkan wadah Cawan itu, dari awal permulaan Heaven&#039;s Feel, selalu dilakukan oleh keluarga Einsbern. Misi untuk membuat sebuah &amp;quot;wadah&amp;quot; untuk perang yang keempat ini adalah tugas Irisviel. Karena itu dia harus meninggalkan Fuyuki bersama Kiritsugu; dia harus berada di medan peperangan.&lt;br /&gt;
Kakek tua Acht, matanya bersinar dengan kekuatan yang luar biasa, mengangguk dengan serius.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kali ini… tidak ada yang boleh selamat. Bunuh keenam Servants; kali ini kita harus mendapatkan Third Magic, Cawan Emas itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya tuanku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
Mendengar perintah dari kepala keluarga tua yang penuh dengan gairah yang tersembunyo, magus dan homuncuus, suami istri memikul takdir yang sama, menjawab bersamaan.&lt;br /&gt;
Tetapi di dalam hatinya, Kiritsugu tidak peduli dengan hasrat kaku kakek tua ini.&lt;br /&gt;
Kesuksesan… kepala keluarga Einsbern telah menyingkatkan semua emosi kedalam satu kata, mengandung di dalamnya interpretasi yang tidak terbatas. Kalu dipikirkan baik-baik, prinsip Einsbern mungkin hanya kekakuan terhadap &#039;kesuksesan&#039; yang masih tersisa.&lt;br /&gt;
Materialisasi roh adalah sebuah keajaiban. Selama seribu tahun telah mencari keajaiban yang hilang ini… di perjalanan yang panjang dan melelahkan, mereka telah lam kehilangan arah dan tujuan.&lt;br /&gt;
Hanya untuk membuktikan bahwa perjalanan seribu tahun mereka tidak sia-sia, hanya untuk sebuah konfirmasi bahwa &amp;quot;benda itu ada&amp;quot;, keluarga Einsbern itu melanjutkan peperangan dengan nyawa mereka untuk mendapatkan Cawan itu. Tapi bagi mereka, apa yang akan mereka lakukan dengan Cawan itu setelah dipanggil, tujuan ini telah lama menghilang dari konsiderasi mereka.&lt;br /&gt;
Itu tidak penting. Sebagaimana ekspetasimu, lewat tangan ini aku akan memberikanmu Cawan Suci yang telah lama kamu indamkan.&lt;br /&gt;
Seolah-olah tidak ingin kalah oleh semangat Acht, Emiya Kiritsugu berkata begitu di pikiranya.&lt;br /&gt;
Tetapi itu tidak semua. Aku akan menggunakan Cawan dengan kekuatan Tuhan ini untuk mengabulkan mimipiku yang paling dalam…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
Kiritsuu dan Irisviel kembali ke kamar mereka, membuka peti panjang yang telah diberikan kepada mereka oleh kepala keluarga, dan terkagum dengan isinya.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siapa yang dapat mengira, kalau mereka dapat menemukan benda ini…&amp;quot;&lt;br /&gt;
Seorang Kiritsugu yang biasanya selalu tenang sekarang sangat terpukau.&lt;br /&gt;
Sebuah sarung pedang.&lt;br /&gt;
Dibuat dari emas dan didekorasi lapisan biru yang memukau; benda mewah seperti ini seharusnya disebut sebagai harta karun unutk memaerkan derajat dan martabat seperti halnya sebuah mahkota atau tongkat kekuasaan daripada sebagai sebuah senjata. Diukir di tengah-tengahnya adalah sebuah tulisan dari huruf bangsa peri yang telah lama hilang, menunjukan kalau sarung pedang ini bukan buatan manusia.&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Tidak ada kerusakan sedikit pun. Apakah ini benar-benar sebuah relik asli yang dibuat dari era lebih dari seribu lima ratus tahun yang lalu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benda ini adalah sebuah Conceptual Weapon. Tidak akan mungkin dapat lapuk, tidak dihitung kalau ini adalah relik suci yang akan digunakan sebagai sebuah katalis. Ini adalah sebuah harta yang tertidur di dunia magis.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Irisviel mengangkat sarung emas dari peti dengan hati-hati, memegangnya di tanganya.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Legenda bercerita kalau membawa sarung ini dekat dengan badan dapat menyembuhkan semua luka pemiliknya dan dapat menghentikan penuaan… tentu saja, fakta yang disebutkan adalah kekuatan magis oleh &#039;pemiliknya yang sesungguhnya.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Artinya selama Roh Pahlawan yang dipanggil berhasil, kekuatan seperti ini dapat digunakan sebagai &amp;quot;Noble Phantasm seorang Master.&#039;&amp;quot;&lt;br /&gt;
Design unit dan jenius sarung ini dan keindahannya membuat kagum Kiritsugu, tetapi hanya dalam beberapa saat, pikiranya dengan segera berubah ke arah bagaimana ia dapat menggunakannya sebagai sebuah &#039;alat&#039; yang efisien. Melihat Kiritsugu, Irisviel tidak dapat melakukan apa-apa selain mengeluarkan sebuah senyuman kecil yang pahit.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu benar-benar caramu. Sebuah alat adalah sebuah alat bagaimanapun juga, ya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kallas kamu mengatakannya seperti itu, bahkan Servant adalah sesuatu yang sama. Bagaimanapun terkenalnya pahlawan itu, selama dia dipanggil ke era ini sebagai seorang Servant, untuk seorang Master dia hanyalah sebuah alat… tidak mungkin untuk seseorang yang memiliki fantasi yang tidak realistik untuk memenangkan perang ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Tidak sebagai seorang ayah ataupun suami, tetapi menunjukan sikap seorang prajurit, ekspresi Emiya Kiritsugu berubah menjadi sangat dingin. Sebelumnya, pada waktu dia masih belum mengerti suaminya, Irisviel sangat takut akan Kiritsugu pada waktu ia menjadi seperti ini.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya seseorang seprti kamu yang pantas untuk menggunakan sarung pedang ini -- ini adalah keputusan kakek.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah itu yen sebenarnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Wajah Kiritsugu menunjukan ketidakpuasaan. Jika kakek tua Acht mengetahui ekspresi menantu bayaranya terhadap relik suci yang dia temukan dengan susah payah, dia pasti tidak dapat berbicara karena amarah yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kamu tidak puas dengan hadiah dari kakek ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Irisviel tidak menyalahkan Kiritsugu karena ingin mengeluarkan pendapat yang kurang ajar, tetapi hanya berpikir kalau pertanyaan ini sangat lucu.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana mungkin? Dia telah membantu lebih kita dari cukup. Tidak mungkin ada Master lain yang memiliki kartu as sebaik ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lalu apa yang kamu tidak puas dengan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan relik suci yang sempurna ini, Roh Pahlawan yang kita panggil pasti akan seperti yang kita inginkan. Tetapi karakter dia dan aku terlalu bertentangan.&lt;br /&gt;
Awalnya, mengenai pemanggilan seorang Servant, sifat dasar Roh Pahlwan yang dipanggil akan sangat dipengaruhi oleh karakter sang Master. Pada dasarnya semua roh pahlawan yang dipanggil memiliki sifat yabg sama dengan Master mereka. Tetapi relik suci mengubah hal itu. Semakin jelas awal relik suci itu, semakin besar kemungkinan roh pahlawan yang dipanggil akan sesuai dengan relik tersebut seperti orang itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Artinya kamu tidak nyaman tentang kontrak dengan &#039;Raja para Ksatria&#039;, ya kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat sekali. Mungkin tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih tidak cocok dengan prinsip para ksatria.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Setengah bercanda, bibir Kiritsugu membentuk senyum kecil.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pertarungan yabg adil bukan gayaku, apalagi di peperangan sampai mati ini. Kalau aku akan menyerang, maka aku akan menyerang dari belakang ketika musuhku sedang tertidur. Tidak peduli dengan tempat ataupun tempat, hanya dengan tujuan melenyapkan musuhku dengan efektif, menggunakan cara yang menghasilkan kemingkinan sukses yang paling besar… Kamu pikir ksatria yang terhormat itu akan mau membantuku dalam pertempuran seperti itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Irisviel terdiam, menatap sarung pedang yang berkilau itu.&lt;br /&gt;
Tanpa ada keraguan Kiritsugu adalah tipe prajurit seperti itu. Mendapatkan kemenangan dengan menggunakan segala cara yang diperlukan. Hal itu tidak perlu diuji lagi, karakter Kiritsugu dan pemilik sarung pedang ini sudah pasti akan bertentangan.&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Tetapi bukankah hal ini sangat disayangkan? Pemilik &#039;Excalibur&#039; sudah pasti adalah seseorang dari kelas Saber yang terkuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Tepat sekali.&lt;br /&gt;
Hanya sarung pedang yang memancarkan kekuasaan ini yang pantas untuk berpasangan dengan pedang luar biasa itu. Ini sudah pasti relik milik Raja para Ksatria yang legendanya telah diceritakan turun temurun sejak dahulu kala- King Arthur.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar sekali. &#039;Saber&#039; adalah yang terkuat dari ketujuh kelas yang dipanngil Cawan Suci itu. Dan jika Raja para Ksatria menduduki posisi ini… Aku sudah mendapatkan seorang Servant yang tidak mungkin terkalahkan.&lt;br /&gt;
Tetapi kunci disini adalah pertanyaan bagaiman menggunakan kekuatan militer terkuat ini se-efisien mungkin. Sejujurnya, jika faktor mudah di kontrol dipertimbangkan, &#039;Caster&#039; dan &#039;Assassin&#039; tentu saja lebih cocok dengan cara dia.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Lalu - bertentangan dengan gaya api nandi, dekorasi mewah ruangan ini, sebuah suara elektronik yang kecil menghentikan pembicaraan mereka.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, akhirnya sampai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Di atas meja kayu yang berwarna hitam gelap adalah laptop yang ditaruh sembarangan; kombinasi sempurna seperti sebuah alat jahit di atas meja operasi. Silsilah magus dengan sejarah yang panjang tidak pernah menikmati kenyaman teknologi; keluarga Einsbern bukan pengeculian. Alat elektronik kecil yang terlihat sangat aneh bagi Irisviel adalah barang yang dibawa Kiritsugu. Seorang magus yang tidak merasa jijik menggunakan mesin sangatlah jarang; Kiritsugu adalah salah satu dari mereka. Saat dia meminta sambungan telepon dan generator untuk dipasang, dia berargumen hebat dengan kelapa keluarga tua itu.&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Suara itu, apa itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Laporan yang dikirim oleh seseorang yang menyelinap masuk ke dalam Clock Tower. Aku memintanya untuk menyelidiki status para Master yang ikut dalam Heaven&#039;s Feel kali ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu duduk di depan mesin itu dan memulai mengoperasikan papan ketik dengan ahli. Monitor LCD menunjukan satu email baru. Itu adalah teknologi baru yang dikenal dengan nama &amp;quot;Internet&amp;quot; di kota, penjelasan ini Irisviel telah dengar dari Kirtisugu. Tapi kesabarannya terhadap suaminya menunjukan kalau dia tidak dapat mengerti sedikit pun.&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Oh, disini terdapat informasi tentang identitas empat  orang Master.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Wakil dari Tosaka sudah pasti kepala keluarga itu Tosaka Tokiomi. Seseorang yang berduri tajaam dengan atribut &#039;api&#039; yang mendalami seni magis batu permata.&lt;br /&gt;
Keluarga Mato sepertinya juga berhasil memaksa pecundang yang tidak bisa meneruskan sebagai kepala keluarga menjadi seorang Master, menggelikan… tetapi kakek tua keluarga itu berusaha kersa untuk mendapatkan Cawan itu.&lt;br /&gt;
Untuk Magus yang datang dari luar kota ini, pertama-tama, terdapat profesor kelas satu dari Clock Tower, Kayneth El-Melloi Archibald.&lt;br /&gt;
Ah, dia mengenal pria ini. Memiliki kedua atribut &#039;angin&#039; dan &#039;air&#039;, seorang profesional yang mahir dalam penggunaan roh dan alkemis. Dia pada saat ini adalah magus yang paling terkenal di Asosiasi. Betapa menyusahkan.&lt;br /&gt;
Dan ada seorang pria yang dikirim oleh Gereja Suci… Kotomine Kirei. Awalnya wakil dari &#039;Assembly of the 8th Sacrament&#039;, dia adalah anak dari seseorang yang mengisi kedudukan pengawas - Kotomine Risei. Dikirim ke TOsaka Tokiomi untuk belajar seni magis tiga tahun yang lalu, dan lalu memutuskan hubungann dengan mentornya setelah mendapatka Command Seals. Hmph, seorang pria yang penuh dengan bau serbuk mesiu.&lt;br /&gt;
kiritsugu menggesar tampilan layarnya dengan menggunakan mouse sambil melihat-lihat isi mendetil dari penyelidakan itu; menonton suaminya karena itu, Irisviel menjadi sangat bosan. Tiba-tiba dia menyadari sesuatu, tanpa menyadari kapan itu terjadi, Kiritsugu yang menatap layar itu telah berekspresi sangat serius dan kaku.&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anak dari pastor Kotomine ini. Bahkan masa lalunya telah dihapus -&amp;quot;&lt;br /&gt;
Irisviel berdiri dibelakang Kiritsugu dan melihat ke monitor LCD, mengikuti bagian yang ditunjuk jarinya. Untuk Irisviel, melihat tulisan bukan diatas kertas sangatlah sulit, tetapi mengingat wajah serius suaminya, dia tidak menggerutu.&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Kotomine Kire. Lahir tahun 1967, mengikuti ayahnya ke tanah suci sejak masih kecil, lulus dalam angkatan &#039;81 dari Theological College of Manresa St. Ignacio… lompat dua tahun keatas, dan seorang ketua OSIS; dia sepetinya pria yang lumyan berhasil.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu mengangguk tidak senang.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengikuti arah ini, dia pasti dapat meraih posisi seorang cardinal minister, tetapi dia dengan kemauan sendiri membuang kesempatan luar biasa itu unutk bergabung dengan Gereja Suci. Bahkan, sebenarnya dia memiliki banyak pilihan, jadi kenapa dia memilih untuk mendedikasikan dirinya kepada organisasi gelap dalam gereja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin dia dipengaruhi oleh ayahnya? Kotomine Risei adalah bagian dari Gereja Suci juga, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau itu alasanya, maka dia memiliki tujuan untuk mengumpulkan relik suci yang hilang seperti ayahnya. Benar, Kirei bergabung dengan departemen yang sama dengan ayahnya pada akhirnya, tapi sebelum itu, dia telah dipindahkan tiga kali dan dipilih sebagai seorang &#039;Executor&#039;. Dia berumur hanya sekitar sepuluh tahun-an pada waktu itu. Pekerjaan ini tidak bisa dilaksanakan tanpa tekad yang kuat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Itu adalah departemen paling gelap di Gereja Suci, di[panggil Shura&#039;s Den karena bertanggung jawaba atas menghukum orang-orang sesat. Untuk bisa mendapatkan nama &amp;quot;Executor&amp;quot; artinya dia adalah pembunuh kelas satu, menunjukan dia telah melewati latihan yang brutal dan ketat untuk menjadi senjata umat manusia.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin dia adalah seorang fanatik agama. Semakin muda seseorang semakin polos orang itu, sesuatu seperti cinta fanatik untuk kepercayaan yang melewati batas terbukti ada.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Bahkan setelah mendengar pendapat Irisviel, Kiritsugu masih menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan superit itu… Kalau itu alasanya, situasi pria ini dari tiga tahun yang lalu tidak dapat dijelaskan.&lt;br /&gt;
Jika kepercayaanya memang murni, tidak mungkin bagi dia untuk pindah ke dalam Asosiasi Magus; ini sepertinya sebuah perintah dari Gereja Suci, atau mungkin saja dia lebih patuh kepada doktrin agama daripada organisasi itu. Tetapi bahkan ini tidak bisa menjelaskan hal itu, karena tidak ada kebutuhan untuk berlatih seni magis sekeras ini.&lt;br /&gt;
- Lihat, laporan Tosaka Tokiomi tentang Kirei yang dikirim ke Asosiasi. Lingkupan latihan pria itu termasuk alkemis, pengontrolan roh. pemanggilan, dan ramalan… dia bahkan lebih berbakat dalam magis penyembuhan daripada Tosaka Tokiomi. Apa alasan sesungguhnya dari antusiasme ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Irisviel terus membaca dokumen itu, sampai akhir dimana kemampuan Kotomine Kirei diringkas.&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Aku bilang, Kirei ini sedikit aneh, tetapi apakah berguna untukmu memelajari dia sampai mendetil seperti ini? Walaupun dia sepertinya berbakat, dia tidak lebih menonjol dari yang lainya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itulah mengapa aku berpikir itu aneh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Melihat kepada Irisviel yang tidak mengerti, Kiritsugu menjelaskan dengan sabar.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimanapun orang ini bertindak, dia tidak akan pernah mencapai level &#039;elit&#039;. Kalau dipikir seperti ini, dia bukanlah seorang yang jenius, hanya seorang pria biasa. Tetapi keberhasilan dia dalam mendapatkan hasil yang cepat lewat kerja keras yang luar biasa sangat mengerikan. Itu benar kalau dia harus berusaha sepuluh atau dua puluh kali lebih besar daripada yang lainya untuk mencapai level seperti ini, tetapi dia berhenti sewaktu hanya tinggal satu langkah saja, lalu tanpa perasaan apapun pindah ke daerah yang lainya. Segala sesuatu yang telah dia bangun dengan susah payah dibuang seperti sampah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia sudah pasti memilih sebuah hidup yang jauh lebih menggairahkan daripada yan lainya, tetapi dalam hidup pria ini, dia tidak pernah membiarkan orang lain merasakan &#039;kasih sayang&#039;. Pria ini - adalah seseorang yang sangat berbahaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu berkesimpulan maka dari itu, Irisviel mengerti maksud di balik kata-katanya.&lt;br /&gt;
Waktu dia berkata &amp;quot;menyusahkan&amp;quot;, walaupun mushnya penuh dengan duri, dia sebenarnya tidak menganggap musuhnya sebagai bahaya. Caranya untuk menghadapi tipe lawan seperti ini dan kemungkinan berhasilnya, Kiritsugu telah memegang delapan puluh persen di tangan. Tetapi sewaktu dia menggunakan rating &amp;quot;berrbahaya&amp;quot;… Emiya Kiritsugu hanya menggunakan rating ini untuk musuh yang dia perlu melawan dengan sekuat tenaga.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pria ini sudah pasti tidak percaya apapun. Hanya terus menerus mencari jawaban, maka karena itu dia sangat berpengalaman. Hasilnya adalah dia masih tidak menemukan apa-apa… dia adalah yang memiliki nilai morak yang kosong. Jika aku harus menebak apa isi hati pria ini, maka mungkin itu adalah kemarahan dan putus asa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Kamu berkata, buatmu Executor ini lebih kuat daripada Tosaka Tokiomi dan Archibald?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Berhenti sebentar, Kiritsugu mengangguk dengan mantap.&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Seseorang yang menakutkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar kalau Tosaka dan Lord El-Melloi adalah musuh yang kuat. Tetapi aku berpikir kalau &#039;arti hidup&#039; Kotomine Kirei jauh lebih menakutkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Arti hidup?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hati pria ini hampa sepenuhnya. Dia tidak memiliki sesuatu yang bisa disebut kenginan. Tetapi kenapa pria seperti ini menaruhkan nyawanya untuk berperang demi Cawan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Bukankah ini keinginan Gereja Suci dari awal? Orang-orang itu salah berpikir kalau Cawan Fuyuki ini adalah sebuah reilk suci dan menginginkanya karena ini, benar kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, kalau hanya dengan motivasi sedangkal itu, Cawan itu tidak akan memberikan Command Seal. Pria ini dipilih oleh Cawan itu sebagai seorang Master. Dia pasti memiliki alasan untuk mendapatkan Cawan itu. Apa alasan yang sebenarnya, tepatnya karena tidak terlihat… Itulah yang membuat alasan ini sangat berbahaya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu mendesah dengan dalam, melihat ke monitor dengan dingin, berusaha untuk mengali lebih dalam karakter Kotomine Kirei lewat tulisan membosankan ini.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kamu pikir akan terjadi jika orang dengan jiwa kosong macam ini mendapatkan Cawan itu? Seluruh hidup pria ini dibangun atas keputusasaan. Kekuatan mesin pengabul permintaan itu, Cawan suci itu mungkin akan tercemar oleh warna keputusaasaan orang itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kiritsugu telah tenggelam dalam kesedihannya, dan untuk tujuan menasihati dia, Irisviel menggelengkan kepalanya dengan tegas.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang disimpan dalam diriku, wadah Cawan itu, aku tidak akan memberikanya kepada orang lain. Pada saat Cawan itu telah terisi, satu-satunya orang yang memiliki kehormatan untuk memilikinya - hanya kamu, Kiritsugu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kepala keluarga Einsbern hanya menginginkan penyelesaian Cawan itu; itulah satu-satunya kenginan mereka…  tetapiunutk pasangan muda ini, setelah ini, mereka masih memiliki kenginan untuk diwujudkan. Sebuah mimpi untuk diwujudkan.&lt;br /&gt;
Kiritsugu menutup laptop miliknya dan memeluk Irisviel dengan erat.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apapun yang terjadi, kita tidak boleh kalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Bagi istrinya, saat ini dibandingkan kenginan keluarganya, Irisviel lebih peduli akan ambisi dirinya dan suaminya. Fakta ini sangat menyanjung Kiritsugu.&lt;br /&gt;
&amp;quot;…Aku menemukanya. Cara unutk menggunaka Servant terkuat ini semaksimal mungkin.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Act_1_Part_1|Act 1, Part 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_3|Act 1, Part 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_1~_Indonesian_Version&amp;diff=104120</id>
		<title>Fate/Zero:Act 1 Part 1~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_1~_Indonesian_Version&amp;diff=104120"/>
		<updated>2011-07-09T07:21:56Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* -285:42:56 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;=== -285:42:56 ===&lt;br /&gt;
[[Image:Fate_Zero_Act 1.jpg|200px|thumb|Act 1]]&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun yang mengerti talenta seorang Waver Velvet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai seorang magus, dia tidak lahir di dalam keluarga yang tekenal ataupun cukup beruntung untuk bertemu dengan mentor yang baik. Anak muda ini hampir seluruhnya belajar sendiri dan akhirnya, lewat berbagai rangkaian keberuntungan, membuat Asosiasi Magus, yang mengendalikan magus di seluruh dunia, menerima dia ke dalam markas pusatnya, sebuah institusi pelatihan di London yang dikenal dengan nama &#039;Clock Tower&#039;. Waver selalu percaya bahwa fakta ini adalah sebuah kehormatan yang tidak terbayangkan; dia percaya dengan mendalam dalam fakta ini tanpa keraguan, dan sangat bangga akan talenta dirinya. Aku adalah satu-satunya murid yang paling hebat sejak Clock Tower didirikan, semua orang harus menghormati aku, setidaknya Waver sendiri berpikir seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebetulnya, garis keturunan magus keluarga Velvet muncul hanya dari tiga generasi yang lalu. Dibandingkan dengan keturunan dari keluarga magus yang mapan, simbol magus milik Waver dan jumlah sirkuit magisnya bagaikan langit dan bumi. Tetapi sejalan dengan waktu, jumlah sirkuit magis dan simbol magus selalu bertambah dan membesar. Banyak murid yang menerima beasiswa di Clock Tower adalah keturunan sebuah keluarga yang memilki lebih dari enam generasi darah magus yang  murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keajaiban seni magis tidak bisa diselesaikan dalam satu generasi; hasil dari seumur hidup penelitian oleh orangtua diberikan kepada anak mereka… hanya dengan ini seni magis dapat menjadi lebih dan lebih sempurna lagi. Prana orang-orang yang memiliki silsilah magus yang lebih panjang lebih kuat adalah karena alasan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, karena jumlah sirkuit magis seorang magus ditentukan dari lahir, ada beberapa keluarga magis kuno yang dengan sengaja memanipulasi untuk menambah jumlah sirkuit magis keturunan mereka, dengan itu membedakan mereka dari keluarga magus yang baru dalam hal ini. Dengan kata lain, kelebihan dalam dunia magis ditentukan bahkan dari sebelum lahir… Ini adalah sebuah sudut pandang yang sudah diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Waver tidak melihatnya seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan dalam keturunan dapat dihapus dengan meningkatkan pengalaman. Bahkan tanpa sirkuit magis yang banyak, lewat pengertian mendalam dan penggunaan seni magis yang efisien, perbedaan antara kualitas yang dihasilkan dari kelahiran dapat dijembatani. Waver selalu percaya akan hal itu. Dia percaya dirinya adalah sebuah contoh yang sempurna akan hal itu, dan karena itu telah selalu untuk berusaha menunjukan kemampuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, realita itu sangat kejam. Murid-murid yang membangga-banggakan garis keturunan mereka dan mereka yang tanpa henti mengikut dan memuji mereka; orang-orang seperti itu yang menjadi majoritas Clock Tower, dan bagaimana Clock Tower berjalan ditentukan oleh orang-orang itu. Bahkan para profesor bukan pengecualian, hanya berharap kepada murid-murid dari keluarga yang terkenal. Untuk seorang &#039;rakyat jelata&#039; peneliti seperti Waver, mereka enggan bahkan untuk membiarkan dia masuk ke perpustakaan untuk mencari materi, terlebih lagi mementori dia tentang seni magis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa ekspetasi masa depan seorang magus bergantung pada silsilah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa kredibilitas sebuah teori bergantung pada pengangalaman silsilah seseorang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang peduli dengan pertanyaan Waver. Para profesor menggunakan kata-kata indah untuk menipu Waver saat dia mempresentasikan thesis penelitiannya, lalu berlaku seolah-olah Waver yakin dengan sebaliknya, tertawa, dan mengabaikanya.&lt;br /&gt;
Ini adalah sesuatu yang tidak bisa dipercaya. Kegelisahan mendorong Waver untuk mengambil tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengekspos sistem korup Asosiasi Magus, Waver menulis sebuah eksposisi. Esai itu diberi nama &amp;quot;Inquiry of Magecraft&#039;s Path In the New Century&amp;quot;, hasil dari tiga tahun konseptualisasi dan satu tahun menulis. Dengan brutal menyerang pandangan tradisional, eksposisi yang ditulis kerja keras yang luar biasa itu menunjukan pemikiran yang jelas dan mendalam, tanpa ada kesalahan sedikit pun. Bila dilihat oleh para Inquisitors, itu akan menimbulkan kontroversi yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi- profesor dari The Depatment of Eulyphis melempar esai itu setelah dengan kasual membacanya secara singkat satu kali.&lt;br /&gt;
Nama profesor itu adalah Kayneth El-Meliol Archibald. Dia adalah calon pewaris tahta keluarga Archibald dengan sembilan generasi silsilah magus, seorang pria yang sangat terkenal dengan panggilan Lord El-Melloi. Bertunangan dengan anak perempuan kepala institusi ini; seorang profesor di usia yang muda, dia adalah yang terbaik diantara yang terbaik. Dia juga adalah simbol dari sebuah otoritas yang Waver benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seseoang yang hidup di dalam angan-angan seperti kamu tidak pantas untuk melakukan penelitian, Waver&amp;quot; - profesor Kayneth berkata dengan nada yang merendahkan, tanpa ada sedikit pun rasa kasihan di dalam suaranya. Tatapan dingin Kayneth adalah sesuatu yang tidak akan pernah Waver lupakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama sembilan belas tahun hidupnya, Waver tidak pernah dipermalukan melebihi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia memiliki talenta seorang profesor, tidak mungkin dia tidak dapat mengerti mengapa eksposisi milik Waver ini luar biasa. Tidak, pria itu hanya iri karena dia mengerti. Takut akan talenta tersembunyi Waver, karena itu menjadi iri akan dia, memperlakukan Waver sebagai ancaman atas posisinya sendiri. Itulah mengapa dia memperlakukan eksposisi milik Waver dengan sengit. Untuk dengan sengaja merobek ekposisi penuh dengan kumpulan pengetahuan itu… apakah ini kelakuan yang harus dianut seorang pelajar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak dapat dimaafkan. Talenta miliknya yang dapat membuat dunia ini gemetar dengan sengaja diperlakukan semena-mena oleh otoritas; memang tidak ada keadilan di dunia ini. Tetapi tidak seorang pun bersimpati dengan frustrasi Waver. Asosiasi Magus sudah -dalam sudut pandang Waver- membusuk hingga ke akarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi… sambil menlewati hari-hari yang penuh dengan frustrasi, Waver mendengar sebuah rumor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumor itu adalah tentang Lord El-Melloi yang terkenal, demi menambah catatan dalam resume miliknya yang memberi dia sebuah status, memutuskan untuk ikut sebuah kompetisi magis di wilayah timur jauh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waver mulla mencari data mengenai &#039;Heaven Feel&#039; ini semalaman, dan sangat terpesona dengan rincian menakutkan yang ia temukan.&lt;br /&gt;
Dengan &amp;quot;Cawan Suci&amp;quot; pengambul permintaan yang memiliki prana tersembunyi yang sangat banyak sebagai imbalan, memanggil Roh Para Pahlawan ke jaman ini, dan menggunakan mereka sebagai familiar, memulai pertempuran sampai mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelar, otoritas, semuanya lagi tidak berharga; semuanya bergantung sepenuhnya kepada kemampuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini terdengar sedikit biadab, tetapi ini adalah sesuatu yang sederhana namun adil untuk menilai superioritas. Untuk seorang jenius yang tidak dihargai, ini adalah sebuah kesempatan yang sempurna, sebuah panggung yang ideal untuk menunjukan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dewi fortuna akhirnya tersenyum atas Waver.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya bermula dari kelalaian departemen finansial. Relik suci yang diminta profesor Kayneth dari Macedonia… diantar kepada seorang murid, Waver, untuk diantar kepada gurunya bersamaan dengan parsel lainya, dimana sebuah parsel yang seharusnya hanya dapat dibuka oleh Kayneth juga ada didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waver dengan seketika menyadari bahwa itu adalah sebuah katalis untuk pemanggilan servant di dalam Heaven&#039;s Feel. Dan akhirnya, dia menerima kesempatan sekali seumur hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak lagi memiliki sedikit pun cinta tersisa untuk Clock Tower yang sudah korup, pergi menuju negara kepulauan di timur jauh. Clock Tower dengan segera mengetahui siapa yang mencuri parsel milik Kayneth, tetapi tidak mengejarnya.Tidak ada yang tahu kalau Waver tertarik kepada Heaven&#039;s Feel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ada sesuatu yang tidak Waver ketahui. Semua orang berpikir, selama mempertimbangkan kemampuan Waver, dia tidak mungkin melakukan sesuatu selain menyembunyikan relik milik Kayneth dalam amarah. Tidak ada yang berpikir kalau dia telah mencapai sebuah tingkat dimana dia dapat dengan sendirinya mempertaruhkan nyawanya untuk berpartisipasi di dalam kompetisi magis itu. Dalam aspek ini, Clock Tower telah meremehkan kemampuan Waver.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di desa timur jauh, di sebuah tempat dimana nasibnya akan ditentukan - kota Fuyuki, Waver sedang bersembunyi di balik selimut di atas ranjangnya, mencoba sekuat tenaga untuk menahan tawanya. Tidak, ini tidak mungkin untuk ditahan. Diterangi oleh cahaya matahari yang redup yang masuk lewat celah gorden, dia mengangkat tangan kananya setiap beberapa detik, sambil mengeluarkan tawa yang ditahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan relik itu di dalam genggamanya, dia di dalam Fuyuki, dan kemampuan yang cukup sebagai seorang magus… Bagaimana mungkin cawan itu mengabaikan seseorang seperti itu? Memang, tiga pola Command Seals telah muncul di tangan kanan Waver kemarin malam, sebagai bukti dari seorang Master untuk memanggil seorang Servant. Bahkan keributan yang dibuat ayam-ayam di halaman rumah mendekati waktu subah tidak menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waver, waktunya sarapan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara wanita tua yang memanggil dia dari bawah terdengar berbeda dari biasanya pagi ini, terdengar tidak terlalu menyebalkan.&lt;br /&gt;
Untuk memulai hari yang mengesankan ini dengan aman, Waver dengan cepat besiap-siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun sebuah tempat yang terbelakang untuk sebuah negara kepulauan, Kota  Fuyuki ini memiliki banyak turis dari tempat lain. Dan karena itu, penampilan Waver, sudah pasti berbeda dengan seorang jepang, tidak menarik terlalu banyak perhatian. Walaupun begitu, Waver tetap waspada dan tetap menggunakan sebuah mantra sugesti atas pasangan tua yang selalu hidup menyendiri, membuat mereka berpikir kalau Waver adalah cucu mereka yang baru saja pulang dari sekolah di luar negeri. Dia telah sangat berhasil menggunakan sebuah identitas palsu untuk hidup dengan nyaman disini. Ditambah lagi, dia tidak perlu membayar untuk uang sewa; ini seperti menyelam sambil minum air. Semuanya berjalan dengan lancar dan Waver tidak ada habisnya takjub dengan kemampuanya untuk beradaptasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menikmati pagi yang tenang ini sepenuhnya, Waver turun dari tangga ke dapur di lantai bawah sambil dengan sengaja mengabaikan suara ayam-ayam dari persepsinya. Seperi pagi yang lainya, meja makan yang kampungan itu dipenuhi dengan koran; berita di televisi dan suara memasak menyambut dia dengan tangan terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat pagi Waver, apakah kamu tidur nyenyak semalam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, kakek. Aku tertidur pulas sampai pagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waver menjawab dengan senyuman sambil menaruh selai yang banyak ke atas roti panggangya. Roti lembek yang berharga hanya seratus delapan puluh yen per kati sangat tidak enak untuk dikunyah. Biasanya, ini adalah sesuatu yang tidak bisa ditoleransi, ini hanya bisa ditutupi dengan menaruh selai yang banyak di atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Glen and Martha Mackenzie berimigrasi ke Jepang dari Kanada lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Tetapi anak mereka yang tidak dapat beradaptasi dengan kehidupan di jepang kembali ke Kanada, membuat keluarganya sendiri di negara kelahiranya. Cucu mereka dibesarkan di Jepang sampai sepuluh tahun yang lalu juga kembali ke Kanada. Tidak sepucuk surat pun dikirim, apalagi mengunjungi. Sepuluh tahun lewat dengan cara ini - informasi diatas didapat Waver dari pasangan tua ini dengan menggunakan hipnosis. Keluarga seperti ini sangat ideal untuk Waver. Lewat sugesti, Waver mengubah impresi pasangan tua itu akan cucu mereka ke dalam wujudnya, dengan sukses menjadi cucu kesayangan mereka &amp;quot;Waver Mackenzie.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi Martha, sejak subuh ini, aku merasa ayam-ayam itu lebih berisik dari biasanya… apakah kamu tahu kenapa ini terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita memiliki tiga ayam. Darimana asalnya mereka…?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan terburu-buru membuat alasan. Waver dengan cepat menelan roti di mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itu… aku memiliki teman yang mengirim ayam peliharaanya untuk diurus selama beberapa hari. Dia pergi liburan selama beberapa hari, jadi ayam-ayam itu ada disini sebentar. Aku akan mengembalikan mereka sore ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, jadi begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka kelihatanya tidak keberatan dengan itu, jadi mereka berdua dengan mudah mempercayainya. Sebuah fakta bahwa kedua orang tua ini sudah mengalami gangguan pendengaran dapat dibilang sebuah berkat. Suara kokokkan yang tidak ada hentinya hampir menjengkelkan tetangga-tetangga sampai mati pada hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi yang paling terpengaruh adalah Waver. Sesudah dia menemukan Command Seals di tanganya, Waver dengan menggebu-gebu menyiapkan korban untuk sebuah ritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah berpikir bahwa menemuan peternakan ayam terdekat adalah sesuatu yang sangat sulit. Dia akhirnya menemukan sebuah peternakan kecil, tetapi menangkap ayam -ayam itu hampir menghabiskan satu jam. Dia akhirnya sampai ke rumah tepat sesudah langit menjadi terang; dipenuhi dengan tahi ayam dan tangan berdarah karena patukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Clock Tower, hewan yang akan digunakan sebagai korban selalu disiapkan. Tetapi disini, bagaimana bisa seorang magus jenius sepertiku jatuh ke dalam kondisi yang menyedihkan karena hanya untuk menangkap tiga ekor ayam? Memiliki pemikiran ini, Waver hampir berteriak putus asa. Tetapi menatap Command Seals di atas tangan kananya hingga pagi, suasana hatinya membaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memutuskan untuk melakuan ritual malam hari. Ayam-ayam yang menyebalkan itu dapat hidup sampai saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Waver menginginkan Servant yang paling kuat. Relik yang tersembunyi di lemari baju di lantai dua… Itu akan menjadi katalis untuk memanggil Roh Pahlawan yang hebat… Waver telah mengetahui hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kain yang keriput dan berjamur itu adalah sebuah mantel yang dahulu dipakai seorang raja. &amp;quot;King of Conquerors&amp;quot; yang melegenda yang menghancurkan Kerajaan Achaemenid dari Persia dan membuat kerajaan terbesar yang pertama membentang dari Yunani sampai utara India barat. Roh Pahlawan itu akan muncul di hadapan Waver lewat ritual malam ini, untuk menuntun dia ke Cawan yang agung itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Kakek, nenek, aku akan mengembalkan ayam-ayam itu ke rumah temanku malam ini, jadi aku mungkin akan sedikit terlambat, tidak usah khawatir.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, tapi berhati-hati lah. Fuyuki tidak terlalu aman belakangan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maksudnya, pembunuh berantai yang diceritakan orang-orang muncul kembali kan. Dunia ini memang menyeramkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memakan roti murah di meja makan yang panjang, Waver sedang diselimuti oleh kebahagiaan. Suara berisik ayam-ayam di luar hanya terdengar sedikit menyebalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue_3~ Indonesian Version|Prologue: 1 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_2|Act 1, Part 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_1~_Indonesian_Version&amp;diff=104119</id>
		<title>Fate/Zero:Act 1 Part 1~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_1~_Indonesian_Version&amp;diff=104119"/>
		<updated>2011-07-09T07:20:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* -285:42:56 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;=== -285:42:56 ===&lt;br /&gt;
[[Image:Fate_Zero_Act 1.jpg|200px|thumb|Act 1]]&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun yang mengerti talenta seorang Waver Velvet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai seorang magus, dia tidak lahir di dalam keluarga yang tekenal ataupun cukup beruntung untuk bertemu dengan mentor yang baik. Anak muda ini hampir seluruhnya belajar sendiri dan akhirnya, lewat berbagai rangkaian keberuntungan, membuat Asosiasi Magus, yang mengendalikan magus di seluruh dunia, menerima dia ke dalam markas pusatnya, sebuah institusi pelatihan di London yang dikenal dengan nama &#039;Clock Tower&#039;. Waver selalu percaya bahwa fakta ini adalah sebuah kehormatan yang tidak terbayangkan; dia percaya dengan mendalam dalam fakta ini tanpa keraguan, dan sangat bangga akan talenta dirinya. Aku adalah satu-satunya murid yang paling hebat sejak Clock Tower didirikan, semua orang harus menghormati aku, setidaknya Waver sendiri berpikir seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebetulnya, garis keturunan magus keluarga Velvet muncul hanya dari tiga generasi yang lalu. Dibandingkan dengan keturunan dari keluarga magus yang mapan, simbol magus milik Waver dan jumlah sirkuit magisnya bagaikan langit dan bumi. Tetapi sejalan dengan waktu, jumlah sirkuit magis dan simbol magus selalu bertambah dan membesar. Banyak murid yang menerima beasiswa di Clock Tower adalah keturunan sebuah keluarga yang memilki lebih dari enam generasi darah magus yang  murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keajaiban seni magis tidak bisa diselesaikan dalam satu generasi; hasil dari seumur hidup penelitian oleh orangtua diberikan kepada anak mereka… hanya dengan ini seni magis dapat menjadi lebih dan lebih sempurna lagi. Prana orang-orang yang memiliki silsilah magus yang lebih panjang lebih kuat adalah karena alasan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, karena jumlah sirkuit magis seorang magus ditentukan dari lahir, ada beberapa keluarga magis kuno yang dengan sengaja memanipulasi untuk menambah jumlah sirkuit magis keturunan mereka, dengan itu membedakan mereka dari keluarga magus yang baru dalam hal ini. Dengan kata lain, kelebihan dalam dunia magis ditentukan bahkan dari sebelum lahir… Ini adalah sebuah sudut pandang yang sudah diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Waver tidak melihatnya seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan dalam keturunan dapat dihapus dengan meningkatkan pengalaman. Bahkan tanpa sirkuit magis yang banyak, lewat pengertian mendalam dan penggunaan seni magis yang efisien, perbedaan antara kualitas yang dihasilkan dari kelahiran dapat dijembatani. Waver selalu percaya akan hal itu. Dia percaya dirinya adalah sebuah contoh yang sempurna akan hal itu, dan karena itu telah selalu untuk berusaha menunjukan kemampuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, realita itu sangat kejam. Murid-murid yang membangga-banggakan garis keturunan mereka dan mereka yang tanpa henti mengikut dan memuji mereka; orang-orang seperti itu yang menjadi majoritas Clock Tower, dan bagaimana Clock Tower berjalan ditentukan oleh orang-orang itu. Bahkan para profesor bukan pengecualian, hanya berharap kepada murid-murid dari keluarga yang terkenal. Untuk seorang &#039;rakyat jelata&#039; peneliti seperti Waver, mereka enggan bahkan untuk membiarkan dia masuk ke perpustakaan untuk mencari materi, terlebih lagi mementori dia tentang seni magis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa ekspetasi masa depan seorang magus bergantung pada silsilah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa kredibilitas sebuah teori bergantung pada pengangalaman silsilah seseorang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang peduli dengan pertanyaan Waver. Para profesor menggunakan kata-kata indah untuk menipu Waver saat dia mempresntasikan thesis penelitiannya, lalu berlaku seolah-olah Waver yakin dengan sebaliknya, tertawa, dan mengabaikanya.&lt;br /&gt;
Ini adalah sesuatu yang tidak bisa dipercaya. Kegelisahan mendorong Waver untuk mengambil tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengekspos sistem korup Asosiasi Magus, Waver menulis sebuah eksposisi. Esai itu diberi nama &amp;quot;Inquiry of Magecraft&#039;s Path In the New Century&amp;quot;, hasil dari tiga tahun konseptualisasi dan satu tahun menulis. Dengan brutal menyerang pandangan tradisional, eksposisi yang ditulis kerja keras yang luar biasa itu menunjukan pemikiran yang jelas dan mendalam, tanpa ada kesalahan sedikit pun. Bila dilihat oleh para Inquisitors, itu akan menimbulkan kontroversi yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi- professor dari The Depatment of Eulyphis melempar esai itu setelah dengan kasual membacanya secara singkat satu kali.&lt;br /&gt;
Nama professor itu Kayneth El-Meliol Archibald. Dia adalah calon pewaris tahta keluarga Archibald dengan sembilan generasi silsilah magus, seorang pria yang sangat terkenal dengan panggilan Lord El-Melloi. Bertunangan dengan anak perempuan kepala institusi ini; seorang profesor di usia yang muda, dia adalah yang terbaik diantara yang terbaik. Dia juga adalah simbol dari sebuah otoritas yang Waver benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seseoang yang hidup dalam angan-angan seperti kamu tidak pantas untuk melakukan penelitian, Waver&amp;quot; - professor Kayneth berkata dengan nada yang merendahkan, tanpa ada sedikit pun rasa kasihan di dalam suaranya. Tatapan dingin Kayneth adalah sesuatu yang tidak akan pernah Waver lupakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama sembilan belas tahun hidupnya, Waver tidak pernah dipermalukan melebihi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia memiliki talenta seorang profesor, tidak mungkin dia tidak dapat mengerti mengapa eksposisi milik Waver ini luar biasa. Tidak, pria itu hanya iri karena dia mengerti. Takut akan talenta tersembunyi Waver, karena itu menjadi iri akan dia, memperlakukan Waver sebagai ancaman atas posisinya sendiri. Itulah mengapa dia memperlakukan eksposisi milik Waver dengan sengit. Untuk dengan sengaja merobek ekposisi penuh dengan kumpulan pengetahuan itu… apakah ini kelakuan yang harus dianut seorang pelajar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak dapat dimaafkan. Talenta miliknya yang dapat membuat dunia ini gemetar dengan sengaja diperlakukan semena-mena oleh otoritas; memang tidak ada keadilan di dunia ini. Tetapi tidak seorang pun bersimpati dengan frustrasi Waver. Asosiasi Magus sudah -dalam sudut pandang Waver- membusuk hingga ke akarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi… sambil menlewati hari-hari yang penuh dengan frustrasi, Waver mendengar sebuah rumor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumor itu adalah tentang Lord El-Melloi yang terkenal, demi menambah catatan dalam resume miliknya yang memberi dia sebuah status, memutuskan untuk ikut sebuah kompetisi magis di wilayah timur jauh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waver mulla mencari data mengenai &#039;Heaven Feel&#039; ini semalaman, dan sangat terpesona dengan rincian menakutkan yang ia temukan.&lt;br /&gt;
Dengan &amp;quot;Cawan Suci&amp;quot; pengambul permintaan yang memiliki prana tersembunyi yang sangat banyak sebagai imbalan, memanggil Roh Para Pahlawan ke jaman ini, dan menggunakan mereka sebagai familiar, memulai pertempuran sampai mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelar, otoritas, semuanya lagi tidak berharga; semuanya bergantung sepenuhnya kepada kemampuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini terdengar sedikit biadab, tetapi ini adalah sesuatu yang sederhana namun adil untuk menilai superioritas. Untuk seorang jenius yang tidak dihargai, ini adalah sebuah kesempatan yang sempurna, sebuah panggung yang ideal untuk menunjukan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dewi fortuna akhirnya tersenyum atas Waver.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya bermula dari kelalaian departemen finansial. Relik suci yang diminta profesor Kayneth dari Macedonia… diantar kepada seorang murid, Waver, untuk diantar kepada gurunya bersamaan dengan parsel lainya, dimana sebuah parsel yang seharusnya hanya dapat dibuka oleh Kayneth juga ada didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waver dengan seketika menyadari bahwa itu adalah sebuah katalis untuk pemanggilan servant di dalam Heaven&#039;s Feel. Dan akhirnya, dia menerima kesempatan sekali seumur hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak lagi memiliki sedikit pun cinta tersisa untuk Clock Tower yang sudah korup, pergi menuju negara kepulauan di timur jauh. Clock Tower dengan segera mengetahui siapa yang mencuri parsel milik Kayneth, tetapi tidak mengejarnya.Tidak ada yang tahu kalau Waver tertarik kepada Heaven&#039;s Feel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ada sesuatu yang tidak Waver ketahui. Semua orang berpikir, selama mempertimbangkan kemampuan Waver, dia tidak mungkin melakukan sesuatu selain menyembunyikan relik milik Kayneth dalam amarah. Tidak ada yang berpikir kalau dia telah mencapai sebuah tingkat dimana dia dapat dengan sendirinya mempertaruhkan nyawanya untuk berpartisipasi di dalam kompetisi magis itu. Dalam aspek ini, Clock Tower telah meremehkan kemampuan Waver.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di desa timur jauh, di sebuah tempat dimana nasibnya akan ditentukan - kota Fuyuki, Waver sedang bersembunyi di balik selimut di atas ranjangnya, mencoba sekuat tenaga untuk menahan tawanya. Tidak, ini tidak mungkin untuk ditahan. Diterangi oleh cahaya matahari yang redup yang masuk lewat celah gorden, dia mengangkat tangan kananya setiap beberapa detik, sambil mengeluarkan tawa yang ditahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan relik itu di dalam genggamanya, dia di dalam Fuyuki, dan kemampuan yang cukup sebagai seorang magus… Bagaimana mungkin cawan itu mengabaikan seseorang seperti itu? Memang, tiga pola Command Seals telah muncul di tangan kanan Waver kemarin malam, sebagai bukti dari seorang Master untuk memanggil seorang Servant. Bahkan keributan yang dibuat ayam-ayam di halaman rumah mendekati waktu subah tidak menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waver, waktunya sarapan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara wanita tua yang memanggil dia dari bawah terdengar berbeda dari biasanya pagi ini, terdengar tidak terlalu menyebalkan.&lt;br /&gt;
Untuk memulai hari yang mengesankan ini dengan aman, Waver dengan cepat besiap-siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun sebuah tempat yang terbelakang untuk sebuah negara kepulauan, Kota  Fuyuki ini memiliki banyak turis dari tempat lain. Dan karena itu, penampilan Waver, sudah pasti berbeda dengan seorang jepang, tidak menarik terlalu banyak perhatian. Walaupun begitu, Waver tetap waspada dan tetap menggunakan sebuah mantra sugesti atas pasangan tua yang selalu hidup menyendiri, membuat mereka berpikir kalau Waver adalah cucu mereka yang baru saja pulang dari sekolah di luar negeri. Dia telah sangat berhasil menggunakan sebuah identitas palsu untuk hidup dengan nyaman disini. Ditambah lagi, dia tidak perlu membayar untuk uang sewa; ini seperti menyelam sambil minum air. Semuanya berjalan dengan lancar dan Waver tidak ada habisnya takjub dengan kemampuanya untuk beradaptasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menikmati pagi yang tenang ini sepenuhnya, Waver turun dari tangga ke dapur di lantai bawah sambil dengan sengaja mengabaikan suara ayam-ayam dari persepsinya. Seperi pagi yang lainya, meja makan yang kampungan itu dipenuhi dengan koran; berita di televisi dan suara memasak menyambut dia dengan tangan terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat pagi Waver, apakah kamu tidur nyenyak semalam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, kakek. Aku tertidur pulas sampai pagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waver menjawab dengan senyuman sambil menaruh selai yang banyak ke atas roti panggangya. Roti lembek yang berharga hanya seratus delapan puluh yen per kati sangat tidak enak untuk dikunyah. Biasanya, ini adalah sesuatu yang tidak bisa ditoleransi, ini hanya bisa ditutupi dengan menaruh selai yang banyak di atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Glen and Martha Mackenzie berimigrasi ke Jepang dari Kanada lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Tetapi anak mereka yang tidak dapat beradaptasi dengan kehidupan di jepang kembali ke Kanada, membuat keluarganya sendiri di negara kelahiranya. Cucu mereka dibesarkan di Jepang sampai sepuluh tahun yang lalu juga kembali ke Kanada. Tidak sepucuk surat pun dikirim, apalagi mengunjungi. Sepuluh tahun lewat dengan cara ini - informasi diatas didapat Waver dari pasangan tua ini dengan menggunakan hipnosis. Keluarga seperti ini sangat ideal untuk Waver. Lewat sugesti, Waver mengubah impresi pasangan tua itu akan cucu mereka ke dalam wujudnya, dengan sukses menjadi cucu kesayangan mereka &amp;quot;Waver Mackenzie.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi Martha, sejak subuh ini, aku merasa ayam-ayam itu lebih berisik dari biasanya… apakah kamu tahu kenapa ini terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita memiliki tiga ayam. Darimana asalnya mereka…?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan terburu-buru membuat alasan. Waver dengan cepat menelan roti di mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itu… aku memiliki teman yang mengirim ayam peliharaanya untuk diurus selama beberapa hari. Dia pergi liburan selama beberapa hari, jadi ayam-ayam itu ada disini sebentar. Aku akan mengembalikan mereka sore ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, jadi begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka kelihatanya tidak keberatan dengan itu, jadi mereka berdua dengan mudah mempercayainya. Sebuah fakta bahwa kedua orang tua ini sudah mengalami gangguan pendengaran dapat dibilang sebuah berkat. Suara kokokkan yang tidak ada hentinya hampir menjengkelkan tetangga-tetangga sampai mati pada hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi yang paling terpengaruh adalah Waver. Sesudah dia menemukan Command Seals di tanganya, Waver dengan menggebu-gebu menyiapkan korban untuk sebuah ritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah berpikir bahwa menemuan peternakan ayam terdekat adalah sesuatu yang sangat sulit. Dia akhirnya menemukan sebuah peternakan kecil, tetapi menangkap ayam -ayam itu hampir menghabiskan satu jam. Dia akhirnya sampai ke rumah tepat sesudah langit menjadi terang; dipenuhi dengan tahi ayam dan tangan berdarah karena patukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Clock Tower, hewan yang akan digunakan sebagai korban selalu disiapkan. Tetapi disini, bagaimana bisa seorang magus jenius sepertiku jatuh ke dalam kondisi yang menyedihkan karena hanya untuk menangkap tiga ekor ayam? Memiliki pemikiran ini, Waver hampir berteriak putus asa. Tetapi menatap Command Seals di atas tangan kananya hingga pagi, suasana hatinya membaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memutuskan untuk melakuan ritual malam hari. Ayam-ayam yang menyebalkan itu dapat hidup sampai saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Waver menginginkan Servant yang paling kuat. Relik yang tersembunyi di lemari baju di lantai dua… Itu akan menjadi katalis untuk memanggil Roh Pahlawan yang hebat… Waver telah mengetahui hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kain yang keriput dan berjamur itu adalah sebuah mantel yang dahulu dipakai seorang raja. &amp;quot;King of Conquerors&amp;quot; yang melegenda yang menghancurkan Kerajaan Achaemenid dari Persia dan membuat kerajaan terbesar yang pertama membentang dari Yunani sampai utara India barat. Roh Pahlawan itu akan muncul di hadapan Waver lewat ritual malam ini, untuk menuntun dia ke Cawan yang agung itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Kakek, nenek, aku akan mengembalkan ayam-ayam itu ke rumah temanku malam ini, jadi aku mungkin akan sedikit terlambat, tidak usah khawatir.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, tapi berhati-hati lah. Fuyuki tidak terlalu aman belakangan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maksudnya, pembunuh berantai yang diceritakan orang-orang muncul kembali kan. Dunia ini memang menyeramkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memakan roti murah di meja makan yang panjang, Waver sedang diselimuti oleh kebahagiaan. Suara berisik ayam-ayam di luar hanya terdengar sedikit menyebalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue_3~ Indonesian Version|Prologue: 1 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_2|Act 1, Part 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_3~_Indonesian_Version&amp;diff=104118</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 3~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_3~_Indonesian_Version&amp;diff=104118"/>
		<updated>2011-07-09T07:19:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* 1 tahun yang lalu */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===1 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan cepat menemukan wanita yang dia cari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di awal liburan sebuah siang, anak-anak dapat terlihat bermain di taman, diterangi dengan sinar matahari awal musi gugur yang damai, dengan orang-tua mereka mengawasi mereka, dengan senyum.  Alun-alun di sekitar air mancur taman itu disesaki oleh orang-orang yang membawa keluarga mereka untuk bersantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan di tengah keramain tersebut, dia tidak kehilangan arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli betapa padatnya, tidak peduli betapa jauh, dia yakin dia dapat menemukan wanita itu dengan mudah. Walaupun dia tidak tahu bahwa dia bisa bertemu denganya sebulan sekali, walaupun dia sudah memiliki pasangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya pada saat dia sudah dekat, wanita di dalam bayangan pohon-pohon baru menyadari kehadirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Hey, lama tidak berjumpa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh- Kariya-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan sebuah senyum yang sopan dan rendah hati, wanita itu mengangkat matanya dari buku yang sedang dibacanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelelelahan – Melihat dia seperti itu, Kariya merasa terbelenggu oleh kegundahan dan keputusasaan. Sesuatu sepertinya sedang menyiksa wanita itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan cepat ingin bertanya tentang penyebab masalah itu, supaya dia dapat menggunakan dirinya untuk menemukan jawaban untuk ‘masalah’ itu – tetapi Kariya tidak dapat masuk ke topik itu bahkan jika didasari oleh alasan itu. Dia tidak terlalu dekat sampai-sampai dia dapat mencurahkan kebaikan yang terus terang seperti itu; itu bukan tempat dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sudah berlangsung 3 bulan. Perjalanan kali ini lumayan lama kali ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Eh, ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam mimipi indahnya, senyuman wanita itu pasti muncul. Tapi dia tidak memiliki keberanian untuk melihat dia saat dia berada di depan wanita itu. Ini sudah berlangsung selama 8 tahun, dan Kariya mungkin tidak akan pernah sangup melihat senyuman itu selamanya.&lt;br /&gt;
Karena wanita itu membuat dia sangat gugup, dia selalu lupa untuk berkata-kata setelah kata perjumpaan, dan kekosongan yang halus muncul. Itu juga terjadi setiap kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mematahkan kekakuan itu, Kariya mencari sesuatu yang dapat ia bicarakan dengan mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Disana. Bermain di tengah-tengah segerombolan anak kecil di atas rumput, rambut yang dikepang dua menari dengan gembira. Walaupun masih sangat muda, gadis itu sudah menunjukan tanda-tanda wajah cantik yang diwarisi dari ibunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rin-chan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya memanggil, melambaikan tanganya. Begitu dia melihat, gadis yang dia panggil Rin berlari menuju dia dengan senyum yang lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang kembali, paman Kariya! Apa kamu membawa oleh-oleh buatku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rin, ingat untuk berlaku sopan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis kecil itu terlihat tidak mendengar suara malu ibunya. Mata Rin berbinar dengan harapan dan Kariya, memberi senyuman yang sama, mengeluarkan satu dari dua oleh-oleh yang dia bawa dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waaahh, bagus…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bros indah yang terbuat dari berbagai bentuk mutiara mendaparkan hati gadis kecil itu dari pandangan pertama. Walaupun sepertinya itu terlalu mahal untuk gadis seumurnya, Kariya tahu kalau Rin memiliki selera yang lebih dewasa dari umurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Paman, terima kasih seperti biasanya. Alu akan menyimpanya dengan baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha ha, kalau kamu suka, paman juga senang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembut mengelus kepala Rin, Kariya mencari seseorang yang akan dia beri oleh-oleh yang dia bawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena suatu hal, dia tidak dapat menemukan anak itu di taman...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, dimana Sakura-chan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan Kariya, senyum Rin dengan cepat menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya terlihat seolah-olah ia berhenti berpikir, sebuah wajah anak kecil yang pasrah yang dipaksa untuk menerima sebuah realita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sakura, dia… sudah tidak ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah kosong, Rin memberikan jawaban yang monoton. Lalu, seolah-olah mehindari pertanyaan Kariya, dia berlari balik menuju ke gerombolan anak-anak yang dia sedang bermain dengan sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut oleh perkataan Rin yang tidak bisa dimengerti, Kariya melihat ke ibu Rin dengan realisasi yang tiba-tiba. Wanita itu menoleh ke tempat kosong dengan wajah muram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu artinya…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sakura bukan lagi anakku ataupun adik Rin lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada bicaranya datar, tetapi lebih tegar dibanding suara anaknya Rin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anak itu, sudah pergi ke keluarga Mato.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ma – to –&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama itu, yang terdengar sangat akrab namun menjijikan, dengan paksa merobek hati Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin… Apa yang artinya itu, Aoi-san!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak seharusnya kamu bertanya, ya kan? Terutama kamu, Kariya-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghancurkan hati Kariya, ibu Rin – Tosaka Aoi memberi jawaban yang kasar dan dingin, tidak menoleh sekalipun kepadanya, seolah-olah tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja kamu lebih dari semua orang seharusnya tahu kenapa Mato memerlukan seorang anak dari keturunanmagi untuk meneruskan mereka, ya kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana… bisa kamu… setuju dengan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah sesuatu yang dia putuskan. Ini adalah keputusan kepala keluarga Tosaka, menyetujui permintaan dari teman lama yang dipersatukan sumpah, Mato… Opiniku tidak diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk alasan itu, ibu dan anak, kakak dan adik, dipisahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja dia tidak setuju. Tapi Aoi dan bahkan Rin kecil tahu benar alasan mengapa mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menerimanya. Itu karena ini adalah apa artinya hidup sebagai seorang magus. Kariya tahu tentang kekejaman takdir dengan sangat baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa kamu tidak apa-apa dengan keputusan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aoi membalas dengan senyuman yang pahit terhadap suara Kariya yang tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah siap untuk sesuatu seperti ini pada saat aku memutuskan untuk menikah dan masuk kedalam keluarga Tosaka, saat aku memutuskan untuk menjadi istri seorang magus. Pada saat kamu memasuki keluarga magus, adalah sebuah kesalahan untuk mencari kebahagian sebuah keluarga yang normal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, memandang Kariya yang akan berbicara, istri magus itu dengan lembut, namus tegas, menghentikan dia –&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah masalah diantara Tosaka dan Mato. Ini bukan urusanmu, yang sudah pergi meninggalkan dunia para magus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyelesaikan dengan anggukan singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ini, Kariya tidak dapat bergerak lagi. Seperti dia sudah diubah menjadi salah satu pohon di taman itu, dadanya sesak karena kelemahan dan keputusasaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak dahulu saat dia masih seorang gadis, lalu saat dia menjadi seorang istri, dan bahkan setelah dia memiliki dua orang anak, perlakuann Aoi kepada Kariya tidak pernah berubah. Tiga tahun lebuh tua dari dia, teman sejak kecil, dia selalu memperlakukan Kariya dengan baik dan tanpa batas, seperti layaknya seorang kakak kepada adiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah pertama kalinya dia tengan tegas menggaris-bawahi posisi mereka masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kamu bertemu dengan Sakura, tolong perlalukan dia dengan baik. Dia selalu sayang denganmu, Kariya-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan Aoi mengawasi dia, Rin bermain dengan gembira, penuh dengan energi, seolah-olah sperti untuk mengubur kesedihanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah kelakuan Rin adalah jawaban yang mendorong balik Kariya yang terbisu di sampingnya, Tosaka Aoi menujukan kepada dia hanya wajah seorang ibu yang damai ditengah-tengah liburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Kariya tidak tertipu. Tidak mungkin dia tidak bisa melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Tosaka Aoi yang tegas dan damai yang telah menerima takdirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak bisa menutupi sepenuhnya air mata yang membendung di kedua matanya.&lt;br /&gt;
 &amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya mempercepat jalanya melewati pemandangan tempat kelahirannya yang dia pikir tidak akan pernah dia lihat lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kali dia kembali ke kota Fuyuki, dia tidak akan pernah menyebrangi jembatan menuju ke Miyama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sudah berlangsung selama 10 tahun. Tidak seperti area Shinto dimana bisnis berjalan setiap hari, tidak ada yang berubah di daerah ini dimana waktu seperti berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan yang sepi berisi dengan kenangan, tapi tidak ada satupun yang indah jika dia berhenti untuk melihat. Mengabaikan kenangan yang tidak berharga itu, Kariya berpikir tentang perbincangannya dengan Aoi sejam yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa kamu setuju dengan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban kosong yang Aoi lempar kepadanya sambil membuang pandanganya. Dia tidak pernah menggunakan nada tajam seperti itu beberapa tahun belangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan mengangkat pandanganmu, jangan menjadi beban… Itu adalah bagaimana dia hidup. Kemarahan, kebencian, Kariya telah meninggalkan semua itu di jalanan kosong Miyama. Setelah membuang kota kelahiranya, Kariya tidak pernah mempermasalahkan apapun. Bahkan sesuatu yang sangat kejam dan buruk adalah sesuatu yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sesuatu yang dia benci di tanah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu kenapa – betul. Itu pasti sudah 8 tahun sejak suaranya terakhir kali mengandung perasaan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, bukankah pada wanita yang sama Kariya menggunakan nada seperti itu, dengan kata-kata yang sama?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu setuju dengan ini?” – Dia mengeluarkan pertanyaan yang sama pada waktu itu. Menghadap teman masa kecil yang lebih tua semalam sebelum dia menerima nama Tosaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah lupa. Wajah dia pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita itu menjawab dengan anggukan singkat, seolah-olah menyesal, tapi dengan malu-malu dengan wajah yang merah. Kariya ditaklukan oleh senyuman yang malu-malu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku sudah siap… Itu adalah sebuah kesalahan untuk mencari kebahagiaan normal sebuah keluarga…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban itu adalah sebuah kebohongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari itu, 8 tahun yang lalu, pada saat dia dilamar oleh magus muda, senyuman dia tanpa ragu menunjukan kepercayaanya kepada kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan karena itu, Kariya menerima sepenuhnya kekalahanya karena dia percaya dengan senyuman itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin, pria yang dinikahi Aoi, pria itu adalah satu-satunya orang yang bisa membuat dia bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu adalah sebuah kesalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari yang lainya, Kariya seharusnya menyadari kalau itu adalah kesalahan yang fatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dia telah menyadari betapa memuakkan seni magis itu, bukankah Kariya telah menolak takdirnya dan meninggalkan keluarganya?&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, dia bisa memaafkan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan dia, seseorang yang sudah berbalik badan dan lari dengan ketakutan, tahu betapa menjijikan seni magis… Wanita yang palin penting di hidupnya sudah menyerah,  dar semua orang, kepada pria yang paling mirip dengan magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang membakar didalam dada Kariya adalah, penyesalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak sekali, tapi dua kali, dia sudah memilih kata yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak seharusnya bertanya, “Apa kamu setuju dengan ini?”, tetapi dia seharusnya mengambil kesimpulan, “Kamu jangan melakukanya.”&lt;br /&gt;
Dan 8 tahun yang lalu, kalau saja dia mencegah Aoi – mungkin ada sebuah masa depan yang berbeda dari sekarang. Kalau saja dia tidak mengikat dirinya dengan Tosaka pada hari itu, dia pasti akan keluar dari kutukan kematian seorang magus, dan dia akan menjalani hidup yang normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan hari ini, di hari siang di taman itu, kalau saja dia memberi reaksi yang berbeda terhadap keputusan diantara Tosaka dan Mato, - mungkin itu akan mengejutkan dia. Dia mungkin akan menolak sesuatu yang tidak masuk akal dari orang asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, dia tidak dapat menyalahkan hanya dirinya sendiri seperti itu. Dia tidak seharusnya menahan air matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya tidak dapat memaafkan ini. Dia yang mengulangi kesalahan yang sama. Sebagai hukumanya, dia kembali ke tempat yang telah dia tinggalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti, ada sebuah jalan menuju pengampunan. Sebuah dunia yang telah ia tinggalkan. Sebuah takdir yang dia telah lari darinya ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekarang, dia akan menghadapi hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia mengingat  satu-satunya wanita di dunia ini yang dia tidak ingin menangis –&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah langit dimana sinar matahari yang terbenam bersinar, dia berhenti di depan sebuah rumah mewah dengan model barat yang menjulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah melompat melewati 10 tahun, Mato Kariya berdiri di depan gerbang rumahnya lagi.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
  &amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Berawal dari pintu depan, pertengkaran yang kecil namun riskan dengan cepat terbawa ke dalam kediaman Mato dimana Kariya duduk diatas sofa di ruang tamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir aku sudah bilang kalau kamu jangan menunjukan mukamu lagi di sini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duduk di hadapan Kariya, seorang tua, yang kecil, yang mengumpatkan kata-kata kasar itu adalah Mato Zoken, kepala keluarga itu. Dia sangat keriput sampai-sampai kepalanya yang botak dan kaki tanganya terlihat seperti mumi, tapi sinar di matanya yang dalam masih menunjukan semangatnya; penampilan dan karakternya membuat dia menjadi seseorang yang tidak biasa dan misterius.&lt;br /&gt;
Sejujurnya, bahkan Kariya tidak bisa menebak dengan tepat umur kakek tua itu. Daftar unik di dalam silsilah keluarga menunujukan bahwa dia adalah kakak dari ayah Kariya. Tapi bahkan dengan kakek buyutnya, nenek moyang Kariya di generasi ketiga, ada sebuah daftar kakek tua bernama Zoken di dalam silsilah keluarga. Tidak mungkin ada jalan untuk menebak berapa generasi kakek ini telah berkuasa atas keluarga Mato.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara tentang perbuatan yang memuakkan, dia adalah seorang magus yang bisa dibilang memiliki hidup abadi, mengulur dan mengulur lagi umurnya. Seseorang yang berasal dari awal mula garis keturunan Mato dengan hubungan yang sangat jauh dengan Kariya. Dia adalah hantu sungguhan yang masih tersisa di era ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mendengar sesuatu yang tidak bisa dimaafkan. Sesuatu tentang bagaimana keluarga Mato melakukan perbuatan memalukan yang tidak masuk akal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya mengerti bahwa magus di hadapanya ini adalah seseorang yang sangat kuat dengan kekejaman yang tidak tertandingi. Seseorang yang merupakan sebuah wujud dari semua yang dibenci Kariya sampai mendarah daging. Bahkan kalau kakek ini membunuh dia, Kariya tetap membenci dia dengan sangat sampai akhir. Dengan konfrontasi 10 tahun yang lalu, Kariya sudah menghadapi hantu itu dan lari dari keluarga Mato, untuk mendapatkan kebebasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku dengar kamu mengambil anak kedua Tosaka. Apa kamu sebegitu inginnya ingin meneruskan garis keturunan magus keluarga?”&lt;br /&gt;
Zoken mencibir pada kata-kata tajam Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu membahas tentang ini? Tidak ada lagi yang lain? Siapa menuru kamu yang bertanggung jawab atas kejatuhan Mato?&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, anak yang akhirnya didapat Byakuya ternyata tidak mewarisi sirkuit magis. Darah murni kluarga Mato telah lenyap pada generasi ini. Tetapi, lebih dari kakakmu Byakuya, kau adalah satu-satunya yang memiliki dasar seorang magus, Kariya. Kalau saja kamu dengan patuh menerima warisanmu dan mengakses rahasia keluarga Mato, kita tidak akan terdesak oleh peristiwa ini. Dan ini adalah sepenuhnya kesalahanmu…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Kariya, dengan dengusan, mementah balikkan perilaku mengancam kakek itu yang telah berbusa mulutnya karena sangat marahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hentikan lawakanmu, vampir. Apa masalahnya dengan kelanjutan garis keturunan Mato? Jangan membuatku tertawa. Tidak akan jadi masalah buatmu bahkan kalau tidak ada lagi generasi baru keluarga Mato. Diskusi ini hanya omong kosong karena kau sendiri akan terus hidup untuk dua ratus atau seribu tahun lagi, eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Kariya duga, Zoken memberikan senyuman yang mencurigakan, seolah-olah kemarahan sebelumnya hanya sebuah kebohongan. Itu adalah senyuman monster memperdulikan emosi manusia bahkan sebagai serpihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti biasa, kamu adalah anak yang kaku. Kamu bicaa dan bertindak apa adanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terserah, itulaah bagaimana kamu melaih aku. Aku bukan seseorang yang suka untuk berputar-putar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang serak keluar dari dalam tenggorakan kakek tua itu, seperti dia tertawa senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Betul. Kamu mungkin akan hidup lebih lama dariku, bahkan lebih dari anak Byakuya. Tetapi, pertanyaannya adalah berapa lama lagi aku akan dapat mengawetkan badan ini dari pembusukan. Bahkan kalau keturunan Mato tidak diperlukan, seorang Mato magus diperlukan. Untuk mendapatkan Cawan itu, tentu saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Jadi pada akhirnya, itulah tujuanmu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berjalan sperti perkiraan Kariya. Itu adalah kehidupan abadi yang kakek tua ini kejar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pengabul permintaan yang disebut &amp;quot;Cawan&amp;quot; yang dapat mengabulkan permintaan itu… Apa yang mencekik monster yang tidak dapat mati setelah beatus-ratus tahun adalah harapan yang dipertaruhkan di dalam keajaiban itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kedatangan 60 tahun sekali siklus terjadi tahun depan. Tapi untuk Perang Cawan Suci yang keempat, Heaven&#039;s Feel keempat, tidak akan ada pemain dari keluarga Mato. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Byakuya tidak memiliki prana yang cukup untuk seorang Servant. Dia bahkan tidak memiliki Command Seals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi walaupun kita harus berhenti pada perang kali ini, akan ada kesempatan lagi untuk yang selanjutnya dalam 60 tahun. Tidak ada keraguan bahwa magus yang sempurna dapat lahir dari anak gadis keluarga Tosaka ini. Aku punya harapan yang besar untuk wadah yang bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Tosaka Sakura muncul di balik kelopak mata Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak yang pemalu yang selalu bersembunyi di belakan kakaknya Rin, seorang gadis yang kelihatan pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang anak terlalu muda untuk memanggul takdir kejam seorang magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menelan kemarahanya, Kariya memasang muka tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini di tempat ini, dia disini untuk bernegoisasi dengan Zoken. Tidak ada yang bisa didapat kalau ia memakai emosinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;- Kalau ini memang tentang hal itu, kalau kamu menginginkan cawan itu, kamu tidak memerlukan Tosaka Sakura, benar kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Zoken memicingkan matanya, curiga dengan arti di balik kata-kata Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu, tipuan macam apa yang ada di dalam kepalamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebuah kesepakatan, Mato Zoken. Aku akan membawa nama Mato di Heaven&#039;s feel berikutnya. Sebagai balasanya, kau akan membebaskan Tosaka Sakura.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut hanya dalam satu tarikan nafas, Zoken tertawa mencemooh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kha, jangan bodoh. Orang gagal yang tidak pernah belajar apa-apa ingin menjadi Master seorang Servant dalam setahun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu punya rahasia untuk membuat itu mungkin, benar kan. Dengan menggunakan kemampuan cacing-cacing yang sangat kau banggkan itu, kakek tua.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya langsung melompat ke intinya, melihat ke dalam mata tajam magus tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tanam &#039;Crest Worms&#039; milikmu kedalam badanku. Kamu bisa melakukan itu, kedalam darah dan daging menjijikan seorang Mato. Kecocokanya pasti jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anak dari keluarga lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Zoken berubah kembali dari wajah seorang manusia ke wajah seorng magus, semua ekspresi lenyap seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kariya - Apa kamu ingin mati?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan bilang kamu kuatir? &#039;Paman&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zoken akhirnya menyadari kalau Kariya serius. Dengan dingin, magus itu menevaluasi Kariya, melihat dia, lalu menarik nafas dalam.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku harus bilang kalau aku mengharapkan lebih dari kamu daripada Byakuya. Setelah memperbesar sirkuit magismu dengan Crest worms, kalau kita melatihmu dengan berat selama satu tahun, mungkin Cawan itu akan memilihmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Tapi, aku tidak mengerti. Kenapa kamu mau melakukan hal ini hanya untuk satu gadis kecil?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biarkan keras kepala seorang Mato diurus oleh tangan seorang Mato. Jangan melibatkan orang lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagi-lagi dengan dedikasimu yang mengagumkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti menikmati ini, Zoken memberikan senyuman yang puas, penuh dengan  nafsu setan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, Kariya, kalau tujuanmu tidak ingin melibatkan orang lain bukankah kamu sedikit terlambat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahukah kamu sudah berapa lama gadis keluarga Tosaka telah datan ke dalam keluarga kita?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusasaan, mendobrak masuk, menyesakkan dada Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakek tua, maksudmu-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia menangis dan berteriak-teriak pada tiga hari pertama, tapi pada hari keempat, dia sangat diam. Hari ini, dia dilemparkan kedalam tempat penyimpanan cacing itu pada saat subuh untuk melihat berapa baiknya dia akan bertahan, tapi, ho ho, dia sanggup bertahan selama setengah hari dan masih bernafas. Tahukah kamu, kalau bahan Tosaka itu tidak rusak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pundak Kariya gemetar dengan keinginan untuk membunuh melebihi kebencian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin mengangkat leher magus jahanam ini, mencekik dia dengan sekuat tenaga, dan mematahkanya, saat ini juga -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Kengininan itu adalah kegilaan yang bergejolak di dalam Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, Kariya menyadarinya. Walaupun dia sudah sangat kurusnya sampa-sampai terlihat seperti mumi, Zoken adalah seorang magus. Kariya tidak bisa bahkan mencba untuk membunuh dia disini. Dia tidak memiliki bahkan secuil kekuatan yang diperlukan untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;
Untuk menyelamatkan Sakura, tidak ada jalan lain lagi selain bernegoisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat konflik di dalam Kariya dengan jelas, Zoken mengeluarkan tawa yang puas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, apa yang akan kamu lakukan? Gadis kecil itu sudah rusak, dipenuhi dengan cacing dari ujung kepala sampai ujung kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jika kamu masih ingin untuk menyelamatkan dia, sewajarnya, aku tidak akan berpikir dua kali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Tidak ada masalah. Ayo lakukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya berkata dengan nada dingin. Tentu saja dia tidak memiliki cara yang lain lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sempurna, sempurna. Kita masih bisa melatihmu seberat mungkin. Tapi, ingat kalau aku akan meneruskan latihan Sakura kalau kamu tidak menunjukan hasil.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cekikikan, manus tua yang sedang senang itu mencemooh Kariya dan kemarahan dan keputusasaanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Daripada menerima kembali orang gagal yang sudah mengkhianati kami, kemungkinan untuk mendapatkan seorang anak dari ini jauh lebih besar. Aku memilih untuk mendapatkan yang terbaik dari setiap kesempatan satu per satu. Aku sudah menyerah untuk Heaven&#039;s Feel kali ini, sejak perang kali ini tidak mungkin dimenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi. kalau dalam satu dalam satu juta kemungkinan, kamu bisa mendapatkan Cawan itu - Aku setuju. Kalau itu terjadi, pada dasarnya aku tidak membutuhkan gadis dari keluarga Tosaka lagi. Aku sudah mendapatkan tujuan aku melatih anak itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Kamu tidak sedang menipu? Mato Zoken.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kariya, kalau kamu berpikir kamu harus bermuka lima untuk berbicara denganku, coba menahan Crest worms lebih dahulu.&lt;br /&gt;
Ya, coba menjadi inang cacing-cacing itu selama seminggu pertama. Kalau kam tidak mati, aku baru menganggap kalau kamu serius.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadar pada tongkatnya, menegakkan badanya dengan susah payah, Zoken menoleh ke Kariya dengan senyuman aneh yang penuh dengan kekejian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, ayo kita mulai persiapannya sekarang. Kita akan menyelesaikan perawatan ini besok. Kalau kamu berubah pikiran, lakukan sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya mengangguk dalam diam, Kariya membuang keraguannya yang terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akan menjadi alat Zoken begitu dia mengijinkan cacing-cacing itu masuk kedalam tubuhnya. Dengan cara itu, tidak ada cara lagi untuk memberontak melawan magus tua itu. Kalau dia dapat lulus menjadi magus, Kariya dan keluarga Mato pasti mendapatkan Command Seals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heaven&#039;s feel. Satu-satunya kesempatan untuk menyelamatkan Tosaka Sakura. Sebuah pilihan yang tidak akan bisa ia raih dengan darah dan dagingya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya mungkin akan kehilangan nyawanya. Bahkan kalau ia tidak dibunuh oleh master yang lain, tubuh Kariya akan dimakan oleh cacing-cacing dengan membawa Crest worms dalam waktu sesingkat satu tahun, dan ekspektasi hidupnya tidak mungkin lebih dari beberapa tahun.&lt;br /&gt;
Tapi itu semla tidak penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusan Kariya sudah terlambat. Anak Aoi akan hidup dengan damai bersama ibunya kalau saja dia memiliki determinasi yang sama 10 tahun yang lalu. Takdir yang dia tolak telah diberikan ke orang lain, dan jatuh ke tangan seorang gadis yang tidak berdosa.&lt;br /&gt;
Tidak ada pengampunan untuk itu. Jika ada jalan menuju pengampunan, itu tidak mungkin lebih dar memberikan kembali kehidupan normal yang telah hilang ke anak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai tambahan, kalau dia berhasil membunuh enam master yang lainnya untuk mendapatkan Cawan itu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara semua orang yang telah membawa tragedi kepada anak yang bernama Sakura, setidaknya ada satu orang yang dia dapat berikan doa kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tosaka, Tokiomi…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai kepala salah satu 3 keluarga awal, tidak ada keraguan kalau dia akan menerima Command Seals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan rasa bersalahnya kepada Aoi, dan kebenciannya kepada Zoken, ada sebuah kebencian yang luar biasa yang telah terkumpul hingga saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emosi gelap balas dendam telah dengan diam membakar di lubuk hati Mato Kariya bagai api neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version|Prologue: 3 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_1~ Indonesian Version|Act 1, part 1]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_1~_Indonesian_Version&amp;diff=104117</id>
		<title>Fate/Zero:Act 1 Part 1~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_1~_Indonesian_Version&amp;diff=104117"/>
		<updated>2011-07-09T07:17:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;=== -285:42:56 ===&lt;br /&gt;
[[Image:Fate_Zero_Act 1.jpg|200px|thumb|Act 1]]&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun yang mengerti talenta seorang Waver Velvet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai seorang magus, dia tidak lahir di dalam keluarga yang tekenal ataupun cukup beruntung untuk bertemu dengan mentor yang baik. Anak muda ini hampir seluruhnya belajar sendiri dan akhirnya, lewat berbagai rangkaian keberuntungan, membuat Asosiasi Magus, yang mengendalikan magus di seluruh dunia, menerima dia ke dalam markas pusatnya, sebuah institusi pelatihan di London yang dikenal dengan nama &#039;Clock Tower&#039;. Waver selalu percaya bahwa fakta ini adalah sebuah kehormatan yang tidak terbayangkan; dia percaya dengan mendalam dalam fakta ini tanpa keraguan, dan sangat bangga akan talenta dirinya. Aku adalah satu-satunya murid yang paling hebat sejak Clock Tower didirikan, semua orang harus menghormati aku, setidaknya Waver sendiri berpikir seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebetulnya, garis keturunan magus keluarga Velvet muncul hanya dari tiga generasi yang lalu. Dibandingkan dengan keturunan dari keluarga magus yang mapan, simbol magus milik Waver dan jumlah sirkuit magisnya bagaikan langit dan bumi. Tetapi sejalan dengan waktu, jumlah sirkuit magis dan simbol magus selalu bertambah dan membesar. Banyak murid yang menerima beasiswa di Clock Tower adalah keturunan sebuah keluarga yang memilki lebih dari enam generasi darah magus yang  murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keajaiban seni magis tidak bisa diselesaikan dalam satu generasi; hasil dari seumur hidup penelitian oleh orangtua diberikan kepada anak mereka… hanya dengan ini seni magis dapat menjadi lebih dan lebih sempurna lagi. Prana orang-orang yang memiliki silsilah magus yang lebih panjang lebih kuat adalah karena alasan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, karena jumlah sirkuit magis seorang magus ditentukan dari lahir, ada beberapa keluarga magis kuno yang dengan sengaja memanipulasi untuk menambah jumlah sirkuit magis keturunan mereka, dengan itu membedakan mereka dari keluarga magus yang baru dalam hal ini. Dengan kata lain, kelebihan dalam dunia magis ditentukan bahkan dari sebelum lahir… Ini adalah sebuah sudut pandang yang sudah diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Waver tidak melihatnya seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan dalam keturunan dapat dihapus dengan meningkatkan pengalaman. Bahkan tanpa sirkuit magis yang banyak, lewat pengertian mendalam dan penggunaan seni magis yang efisien, perbedaan antara kualitas yang dihasilkan dari kelahiran dapat dijembatani. Waver selalu percaya akan hal itu. Dia percaya dirinya adalah sebuah contoh yang sempurna akan hal itu, dan karena itu telah selalu untuk berusaha menunjukan kemampuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, realita itu sangat kejam. Murid-murid yang membangga-banggakan garis keturunan mereka dan mereka yang tanpa henti mengikut dan memuji mereka; orang-orang seperti itu yang menjadi majoritas Clock Tower, dan bagaimana Clock Tower berjalan ditentukan oleh orang-orang itu. Bahkan para profesor bukan pengecualian, hanya berharap kepada murid-murid dari keluarga yang terkenal. Untuk seorang &#039;rakyat jelata&#039; peneliti seperti Waver, mereka enggan bahkan untuk membiarkan dia masuk ke perpustakaan untuk mencari materi, terlebih lagi mementori dia tentang seni magis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa ekspetasi masa depan seorang magus bergantung pada silsilah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa kredibilitas sebuah teori bergantung pada pengangalaman silsilah seseorang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang peduli dengan pertanyaan Waver. Para profesor menggunakan kata-kata indah untuk menipu Waver saat dia mempresntasikan thesis penelitiannya, lalu berlaku seolah-olah Waver yakin dengan sebaliknya, tertawa, dan mengabaikanya.&lt;br /&gt;
Ini adalah sesuatu yang tidak bisa dipercaya. Kegelisahan mendorong Waver untuk mengambil tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengekspos sistem korup Asosiasi Magus, Waver menulis sebuah eksposisi. Esai itu diberi nama &amp;quot;Inquiry of Magecraft&#039;s Path In the New Century&amp;quot;, hasil dari tiga tahun konseptualisasi dan satu tahun menulis. Dengan brutal menyerang pandangan tradisional, eksposisi yang ditulis kerja keras yang luar biasa itu menunjukan pemikiran yang jelas dan mendalam, tanpa ada kesalahan sedikit pun. Bila dilihat oleh para Inquisitors, itu akan menimbulkan kontroversi yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi- professor dari The Depatment of Eulyphis melempar esai itu setelah dengan kasual membacanya secara singkat satu kali.&lt;br /&gt;
Nama professor itu Kayneth El-Meliol Archibald. Dia adalah calon pewaris tahta keluarga Archibald dengan sembilan generasi silsilah magus, seorang pria yang sangat terkenal dengan panggilan Lord El-Melloi. Bertunangan dengan anak perempuan kepala institusi ini; seorang profesor di usia yang muda, dia adalah yang terbaik diantara yang terbaik. Dia juga adalah simbol dari sebuah otoritas yang Waver benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seseoang yang hidup dalam angan-angan seperti kamu tidak pantas untuk melakukan penelitian, Waver&amp;quot; - professor Kayneth berkata dengan nada yang merendahkan, tanpa ada sedikit pun rasa kasihan di dalam suaranya. Tatapan dingin Kayneth adalah sesuatu yang tidak akan pernah Waver lupakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama sembilan belas tahun hidupnya, Waver tidak pernah dipermalukan melebihi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia memiliki talenta seorang profesor, tidak mungkin dia tidak dapat mengerti mengapa eksposisi milik Waver ini luar biasa. Tidak, pria itu hanya iri karena dia mengerti. Takut akan talenta tersembunyi Waver, karena itu menjadi iri akan dia, memperlakukan Waver sebagai ancaman atas posisinya sendiri. Itulah mengapa dia memperlakukan eksposisi milik Waver dengan sengit. Untuk dengan sengaja merobek ekposisi penuh dengan kumpulan pengetahuan itu… apakah ini kelakuan yang harus dianut seorang pelajar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak dapat dimaafkan. Talenta miliknya yang dapat membuat dunia ini gemetar dengan sengaja diperlakukan semena-mena oleh otoritas; memang tidak ada keadilan di dunia ini. Tetapi tidak seorang pun bersimpati dengan frustrasi Waver. Asosiasi Magus sudah -dalam sudut pandang Waver- membusuk hingga ke akarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi… sambil menlewati hari-hari yang penuh dengan frustrasi, Waver mendengar sebuah rumor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumor itu adalah tentang Lord El-Melloi yang terkenal, demi menambah catatan dalam resume miliknya yang memberi dia sebuah status, memutuskan untuk ikut sebuah kompetisi magis di wilayah timur jauh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waver mulla mencari data mengenai &#039;Heaven Feel&#039; ini semalaman, dan sangat terpesona dengan rincian menakutkan yang ia temukan.&lt;br /&gt;
Dengan &amp;quot;Cawan Suci&amp;quot; pengambul permintaan yang memiliki prana tersembunyi yang sangat banyak sebagai imbalan, memanggil Roh Para Pahlawan ke jaman ini, dan menggunakan mereka sebagai familiar, memulai pertempuran sampai mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelar, otoritas, semuanya lagi tidak berharga; semuanya bergantung sepenuhnya kepada kemampuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini terdengar sedikit biadab, tetapi ini adalah sesuatu yang sederhana namun adil untuk menilai superioritas. Untuk seorang jenius yang tidak dihargai, ini adalah sebuah kesempatan yang sempurna, sebuah panggung yang ideal untuk menunjukan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dewi fortuna akhirnya tersenyum atas Waver.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya bermula dari kelalaian departemen finansial. Relik suci yang diminta profesor Kayneth dari Macedonia… diantar kepada seorang murid, Waver, untuk diantar kepada gurunya bersamaan dengan parsel lainya, dimana sebuah parsel yang seharusnya hanya dapat dibuka oleh Kayneth juga ada didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waver dengan seketika menyadari bahwa itu adalah sebuah katalis untuk pemanggilan servant di dalam Heaven&#039;s Feel. Dan akhirnya, dia menerima kesempatan sekali seumur hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak lagi memiliki sedikit pun cinta tersisa untuk Clock Tower yang sudah korup, pergi menuju negara kepulauan di timur jauh. Clock Tower dengan segera mengetahui siapa yang mencuri parsel milik Kayneth, tetapi tidak mengejarnya.Tidak ada yang tahu kalau Waver tertarik kepada Heaven&#039;s Feel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ada sesuatu yang tidak Waver ketahui. Semua orang berpikir, selama mempertimbangkan kemampuan Waver, dia tidak mungkin melakukan sesuatu selain menyembunyikan relik milik Kayneth dalam amarah. Tidak ada yang berpikir kalau dia telah mencapai sebuah tingkat dimana dia dapat dengan sendirinya mempertaruhkan nyawanya untuk berpartisipasi di dalam kompetisi magis itu. Dalam aspek ini, Clock Tower telah meremehkan kemampuan Waver.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di desa timur jauh, di sebuah tempat dimana nasibnya akan ditentukan - kota Fuyuki, Waver sedang bersembunyi di balik selimut di atas ranjangnya, mencoba sekuat tenaga untuk menahan tawanya. Tidak, ini tidak mungkin untuk ditahan. Diterangi oleh cahaya matahari yang redup yang masuk lewat celah gorden, dia mengangkat tangan kananya setiap beberapa detik, sambil mengeluarkan tawa yang ditahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan relik itu di dalam genggamanya, dia di dalam Fuyuki, dan kemampuan yang cukup sebagai seorang magus… Bagaimana mungkin cawan itu mengabaikan seseorang seperti itu? Memang, tiga pola Command Seals telah muncul di tangan kanan Waver kemarin malam, sebagai bukti dari seorang Master untuk memanggil seorang Servant. Bahkan keributan yang dibuat ayam-ayam di halaman rumah mendekati waktu subah tidak menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waver, waktunya sarapan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara wanita tua yang memanggil dia dari bawah terdengar berbeda dari biasanya pagi ini, terdengar tidak terlalu menyebalkan.&lt;br /&gt;
Untuk memulai hari yang mengesankan ini dengan aman, Waver dengan cepat besiap-siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun sebuah tempat yang terbelakang untuk sebuah negara kepulauan, Kota  Fuyuki ini memiliki banyak turis dari tempat lain. Dan karena itu, penampilan Waver, sudah pasti berbeda dengan seorang jepang, tidak menarik terlalu banyak perhatian. Walaupun begitu, Waver tetap waspada dan tetap menggunakan sebuah mantra sugesti atas pasangan tua yang selalu hidup menyendiri, membuat mereka berpikir kalau Waver adalah cucu mereka yang baru saja pulang dari sekolah di luar negeri. Dia telah sangat berhasil menggunakan sebuah identitas palsu untuk hidup dengan nyaman disini. Ditambah lagi, dia tidak perlu membayar untuk uang sewa; ini seperti menyelam sambil minum air. Semuanya berjalan dengan lancar dan Waver tidak ada habisnya takjub dengan kemampuanya untuk beradaptasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menikmati pagi yang tenang ini sepenuhnya, Waver turun dari tangga ke dapur di lantai bawah sambil dengan sengaja mengabaikan suara ayam-ayam dari persepsinya. Seperi pagi yang lainya, meja makan yang kampungan itu dipenuhi dengan koran; berita di televisi dan suara memasak menyambut dia dengan tangan terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat pagi Waver, apakah kamu tidur nyenyak semalam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, kakek. Aku tertidur pulas sampai pagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waver menjawab dengan senyuman sambil menaruh selai yang banyak ke atas roti panggangya. Roti lembek yang berharga hanya seratus delapan puluh yen per kati sangat tidak enak untuk dikunyah. Biasanya, ini adalah sesuatu yang tidak bisa ditoleransi, ini hanya bisa ditutupi dengan menaruh selai yang banyak di atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Glen and Martha Mackenzie berimigrasi ke Jepang dari Kanada lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Tetapi anak mereka yang tidak dapat beradaptasi dengan kehidupan di jepang kembali ke Kanada, membuat keluarganya sendiri di negara kelahiranya. Cucu mereka dibesarkan di Jepang sampai sepuluh tahun yang lalu juga kembali ke Kanada. Tidak sepucuk surat pun dikirim, apalagi mengunjungi. Sepuluh tahun lewat dengan cara ini - informasi diatas didapat Waver dari pasangan tua ini dengan menggunakan hipnosis. Keluarga seperti ini sangat ideal untuk Waver. Lewat sugesti, Waver mengubah impresi pasangan tua itu akan cucu mereka ke dalam wujudnya, dengan sukses menjadi cucu kesayangan mereka &amp;quot;Waver Mackenzie.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi Martha, sejak subuh ini, aku merasa ayam-ayam itu lebih berisik dari biasanya… apakah kamu tahu kenapa ini terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita memiliki tiga ayam. Darimana asalnya mereka…?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan terburu-buru membuat alasan. Waver dengan cepat menelan roti di mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itu… aku memiliki teman yang mengirim ayam peliharaanya untuk diurus selama beberapa hari. Dia pergi liburan selama beberapa hari, jadi ayam-ayam itu ada disini sebentar. Aku akan mengembalikan mereka sore ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, jadi begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka kelihatanya tidak keberatan dengan itu, jadi mereka berdua dengan mudah mempercayainya. Sebuah fakta bahwa kedua orang tua ini sudah mengalami gangguan pendengaran dapat dibilang sebuah berkat. Suara kokokkan yang tidak ada hentinya hampir menjengkelkan tetangga-tetangga sampai mati pada hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi yang paling terpengaruh adalah Waver. Sesudah dia menemukan Command Seals di tanganya, Waver dengan menggebu-gebu menyiapkan korban untuk sebuah ritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah berpikir bahwa menemuan peternakan ayam terdekat adalah sesuatu yang sangat sulit. Dia akhirnya menemukan sebuah peternakan kecil, tetapi menangkap ayam -ayam itu hampir menghabiskan satu jam. Dia akhirnya sampai ke rumah tepat sesudah langit menjadi terang; dipenuhi dengan tahi ayam dan tangan berdarah karena patukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Clock Tower, hewan yang akan digunakan sebagai korban selalu disiapkan. Tetapi disini, bagaimana bisa seorang magus jenius sepertiku jatuh ke dalam kondisi yang menyedihkan karena hanya untuk menangkap tiga ekor ayam? Memiliki pemikiran ini, Waver hampir berteriak putus asa. Tetapi menatap Command Seals di atas tangan kananya hingga pagi, suasana hatinya membaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memutuskan untuk melakuan ritual malam hari. Ayam-ayam yang menyebalkan itu dapat hidup sampai saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Waver menginginkan Servant yang paling kuat. Relik yang tersembunyi di lemari baju di lantai dua… Itu akan menjadi katalis untuk memanggil Roh Pahlawan yang hebat… Waver telah mengetahui hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kain yang keriput dan berjamur itu adalah sebuah mantel yang dahulu dipakai seorang raja. &amp;quot;King of Conquerors&amp;quot; yang melegenda yang menghancurkan Kerajaan Achaemenid dari Persia dan membuat kerajaan terbesar yang pertama membentang dari Yunani sampai utara India barat. Roh Pahlawan itu akan muncul di hadapan Waver lewat ritual malam ini, untuk menuntun dia ke Cawan yang agung itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Kakek, nenek, aku akan mengembalkan ayam-ayam itu ke rumah temanku malam ini, jadi aku mungkin akan sedikit terlambat, tidak usah khawatir.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, tapi berhati-hati lah. Fuyuki tidak terlalu aman belakangan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maksudnya, pembunuh berantai yang diceritakan orang-orang muncul kembali kan. Dunia ini memang menyeramkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memakan roti murah di meja makan yang panjang, Waver sedang diselimuti oleh kebahagiaan. Suara berisik ayam-ayam di luar hanya terdengar sedikit menyebalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue_3~ Indonesian Version|Prologue: 1 year ago]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero|Main Page~ Indonesian Version]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_2|Act 1, Part 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue_3|Prologue: 1 year ago]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_2|Act 1, Part 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_1~_Indonesian_Version&amp;diff=104116</id>
		<title>Fate/Zero:Act 1 Part 1~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_1~_Indonesian_Version&amp;diff=104116"/>
		<updated>2011-07-09T07:16:04Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;=== -285:42:56 ===&lt;br /&gt;
[[Image:Fate_Zero_Act 1.jpg|200px|thumb|Act 1]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun yang pernah mengerti talenta seorang Waver Velvet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai seorang magus, dia tidak lahir di dalam keluarga yang tekenal ataupun cukup beruntung untuk bertemu dengan mentor yang baik. Anak muda ini hampir seluruhnya belajar sendiri dan akhirnya, lewat berbagai rangkaian keberuntungan, membuat Asosiasi Magus, yang mengendalikan magus di seluruh dunia, menerima dia ke dalam markas pusatnya, sebuah institusi pelatihan di London yang dikenal dengan nama &#039;Clock Tower&#039;. Waver selalu percaya bahwa fakta ini adalah sebuah kehormatan yang tidak terbayangkan; dia percaya dengan mendalam dalam fakta ini tanpa keraguan, dan sangat bangga akan talenta dirinya. Aku adalah satu-satunya murid yang paling hebat sejak Clock Tower didirikan, semua orang harus menghormati aku, setidaknya Waver sendiri berpikir seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebetulnya, garis keturunan magus keluarga Velvet muncul hanya dari tiga generasi yang lalu. Dibandingkan dengan keturunan dari keluarga magus yang mapan, simbol magus milik Waver dan jumlah sirkuit magisnya bagaikan langit dan bumi. Tetapi sejalan dengan waktu, jumlah sirkuit magis dan simbol magus selalu bertambah dan membesar. Banyak murid yang menerima beasiswa di Clock Tower adalah keturunan sebuah keluarga yang memilki lebih dari enam generasi darah magus yang  murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keajaiban seni magis tidak bisa diselesaikan dalam satu generasi; hasil dari seumur hidup penelitian oleh orangtua diberikan kepada anak mereka… hanya dengan ini seni magis dapat menjadi lebih dan lebih sempurna lagi. Prana orang-orang yang memiliki silsilah magus yang lebih panjang lebih kuat adalah karena alasan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, karena jumlah sirkuit magis seorang magus ditentukan dari lahir, ada beberapa keluarga magis kuno yang dengan sengaja memanipulasi untuk menambah jumlah sirkuit magis keturunan mereka, dengan itu membedakan mereka dari keluarga magus yang baru dalam hal ini. Dengan kata lain, kelebihan dalam dunia magis ditentukan bahkan dari sebelum lahir… Ini adalah sebuah sudut pandang yang sudah diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Waver tidak melihatnya seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan dalam keturunan dapat dihapus dengan meningkatkan pengalaman. Bahkan tanpa sirkuit magis yang banyak, lewat pengertian mendalam dan penggunaan seni magis yang efisien, perbedaan antara kualitas yang dihasilkan dari kelahiran dapat dijembatani. Waver selalu percaya akan hal itu. Dia percaya dirinya adalah sebuah contoh yang sempurna akan hal itu, dan karena itu telah selalu untuk berusaha menunjukan kemampuanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, realita itu sangat kejam. Murid-murid yang membangga-banggakan garis keturunan mereka dan mereka yang tanpa henti mengikut dan memuji mereka; orang-orang seperti itu yang menjadi majoritas Clock Tower, dan bagaimana Clock Tower berjalan ditentukan oleh orang-orang itu. Bahkan para profesor bukan pengecualian, hanya berharap kepada murid-murid dari keluarga yang terkenal. Untuk seorang &#039;rakyat jelata&#039; peneliti seperti Waver, mereka enggan bahkan untuk membiarkan dia masuk ke perpustakaan untuk mencari materi, terlebih lagi mementori dia tentang seni magis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa ekspetasi masa depan seorang magus bergantung pada silsilah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa kredibilitas sebuah teori bergantung pada pengangalaman silsilah seseorang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang peduli dengan pertanyaan Waver. Para profesor menggunakan kata-kata indah untuk menipu Waver saat dia mempresntasikan thesis penelitiannya, lalu berlaku seolah-olah Waver yakin dengan sebaliknya, tertawa, dan mengabaikanya.&lt;br /&gt;
Ini adalah sesuatu yang tidak bisa dipercaya. Kegelisahan mendorong Waver untuk mengambil tindakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengekspos sistem korup Asosiasi Magus, Waver menulis sebuah eksposisi. Esai itu diberi nama &amp;quot;Inquiry of Magecraft&#039;s Path In the New Century&amp;quot;, hasil dari tiga tahun konseptualisasi dan satu tahun menulis. Dengan brutal menyerang pandangan tradisional, eksposisi yang ditulis kerja keras yang luar biasa itu menunjukan pemikiran yang jelas dan mendalam, tanpa ada kesalahan sedikit pun. Bila dilihat oleh para Inquisitors, itu akan menimbulkan kontroversi yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi- professor dari The Depatment of Eulyphis melempar esai itu setelah dengan kasual membacanya secara singkat satu kali.&lt;br /&gt;
Nama professor itu Kayneth El-Meliol Archibald. Dia adalah calon pewaris tahta keluarga Archibald dengan sembilan generasi silsilah magus, seorang pria yang sangat terkenal dengan panggilan Lord El-Melloi. Bertunangan dengan anak perempuan kepala institusi ini; seorang profesor di usia yang muda, dia adalah yang terbaik diantara yang terbaik. Dia juga adalah simbol dari sebuah otoritas yang Waver benci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seseoang yang hidup dalam angan-angan seperti kamu tidak pantas untuk melakukan penelitian, Waver&amp;quot; - professor Kayneth berkata dengan nada yang merendahkan, tanpa ada sedikit pun rasa kasihan di dalam suaranya. Tatapan dingin Kayneth adalah sesuatu yang tidak akan pernah Waver lupakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama sembilan belas tahun hidupnya, Waver tidak pernah dipermalukan melebihi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika dia memiliki talenta seorang profesor, tidak mungkin dia tidak dapat mengerti mengapa eksposisi milik Waver ini luar biasa. Tidak, pria itu hanya iri karena dia mengerti. Takut akan talenta tersembunyi Waver, karena itu menjadi iri akan dia, memperlakukan Waver sebagai ancaman atas posisinya sendiri. Itulah mengapa dia memperlakukan eksposisi milik Waver dengan sengit. Untuk dengan sengaja merobek ekposisi penuh dengan kumpulan pengetahuan itu… apakah ini kelakuan yang harus dianut seorang pelajar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak dapat dimaafkan. Talenta miliknya yang dapat membuat dunia ini gemetar dengan sengaja diperlakukan semena-mena oleh otoritas; memang tidak ada keadilan di dunia ini. Tetapi tidak seorang pun bersimpati dengan frustrasi Waver. Asosiasi Magus sudah -dalam sudut pandang Waver- membusuk hingga ke akarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi… sambil menlewati hari-hari yang penuh dengan frustrasi, Waver mendengar sebuah rumor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumor itu adalah tentang Lord El-Melloi yang terkenal, demi menambah catatan dalam resume miliknya yang memberi dia sebuah status, memutuskan untuk ikut sebuah kompetisi magis di wilayah timur jauh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waver mulla mencari data mengenai &#039;Heaven Feel&#039; ini semalaman, dan sangat terpesona dengan rincian menakutkan yang ia temukan.&lt;br /&gt;
Dengan &amp;quot;Cawan Suci&amp;quot; pengambul permintaan yang memiliki prana tersembunyi yang sangat banyak sebagai imbalan, memanggil Roh Para Pahlawan ke jaman ini, dan menggunakan mereka sebagai familiar, memulai pertempuran sampai mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelar, otoritas, semuanya lagi tidak berharga; semuanya bergantung sepenuhnya kepada kemampuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini terdengar sedikit biadab, tetapi ini adalah sesuatu yang sederhana namun adil untuk menilai superioritas. Untuk seorang jenius yang tidak dihargai, ini adalah sebuah kesempatan yang sempurna, sebuah panggung yang ideal untuk menunjukan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dewi fortuna akhirnya tersenyum atas Waver.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semuanya bermula dari kelalaian departemen finansial. Relik suci yang diminta profesor Kayneth dari Macedonia… diantar kepada seorang murid, Waver, untuk diantar kepada gurunya bersamaan dengan parsel lainya, dimana sebuah parsel yang seharusnya hanya dapat dibuka oleh Kayneth juga ada didalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waver dengan seketika menyadari bahwa itu adalah sebuah katalis untuk pemanggilan servant di dalam Heaven&#039;s Feel. Dan akhirnya, dia menerima kesempatan sekali seumur hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak lagi memiliki sedikit pun cinta tersisa untuk Clock Tower yang sudah korup, pergi menuju negara kepulauan di timur jauh. Clock Tower dengan segera mengetahui siapa yang mencuri parsel milik Kayneth, tetapi tidak mengejarnya.Tidak ada yang tahu kalau Waver tertarik kepada Heaven&#039;s Feel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi ada sesuatu yang tidak Waver ketahui. Semua orang berpikir, selama mempertimbangkan kemampuan Waver, dia tidak mungkin melakukan sesuatu selain menyembunyikan relik milik Kayneth dalam amarah. Tidak ada yang berpikir kalau dia telah mencapai sebuah tingkat dimana dia dapat dengan sendirinya mempertaruhkan nyawanya untuk berpartisipasi di dalam kompetisi magis itu. Dalam aspek ini, Clock Tower telah meremehkan kemampuan Waver.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di desa timur jauh, di sebuah tempat dimana nasibnya akan ditentukan - kota Fuyuki, Waver sedang bersembunyi di balik selimut di atas ranjangnya, mencoba sekuat tenaga untuk menahan tawanya. Tidak, ini tidak mungkin untuk ditahan. Diterangi oleh cahaya matahari yang redup yang masuk lewat celah gorden, dia mengangkat tangan kananya setiap beberapa detik, sambil mengeluarkan tawa yang ditahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan relik itu di dalam genggamanya, dia di dalam Fuyuki, dan kemampuan yang cukup sebagai seorang magus… Bagaimana mungkin cawan itu mengabaikan seseorang seperti itu? Memang, tiga pola Command Seals telah muncul di tangan kanan Waver kemarin malam, sebagai bukti dari seorang Master untuk memanggil seorang Servant. Bahkan keributan yang dibuat ayam-ayam di halaman rumah mendekati waktu subah tidak menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waver, waktunya sarapan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara wanita tua yang memanggil dia dari bawah terdengar berbeda dari biasanya pagi ini, terdengar tidak terlalu menyebalkan.&lt;br /&gt;
Untuk memulai hari yang mengesankan ini dengan aman, Waver dengan cepat besiap-siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun sebuah tempat yang terbelakang untuk sebuah negara kepulauan, Kota  Fuyuki ini memiliki banyak turis dari tempat lain. Dan karena itu, penampilan Waver, sudah pasti berbeda dengan seorang jepang, tidak menarik terlalu banyak perhatian. Walaupun begitu, Waver tetap waspada dan tetap menggunakan sebuah mantra sugesti atas pasangan tua yang selalu hidup menyendiri, membuat mereka berpikir kalau Waver adalah cucu mereka yang baru saja pulang dari sekolah di luar negeri. Dia telah sangat berhasil menggunakan sebuah identitas palsu untuk hidup dengan nyaman disini. Ditambah lagi, dia tidak perlu membayar untuk uang sewa; ini seperti menyelam sambil minum air. Semuanya berjalan dengan lancar dan Waver tidak ada habisnya takjub dengan kemampuanya untuk beradaptasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menikmati pagi yang tenang ini sepenuhnya, Waver turun dari tangga ke dapur di lantai bawah sambil dengan sengaja mengabaikan suara ayam-ayam dari persepsinya. Seperi pagi yang lainya, meja makan yang kampungan itu dipenuhi dengan koran; berita di televisi dan suara memasak menyambut dia dengan tangan terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat pagi Waver, apakah kamu tidur nyenyak semalam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, kakek. Aku tertidur pulas sampai pagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waver menjawab dengan senyuman sambil menaruh selai yang banyak ke atas roti panggangya. Roti lembek yang berharga hanya seratus delapan puluh yen per kati sangat tidak enak untuk dikunyah. Biasanya, ini adalah sesuatu yang tidak bisa ditoleransi, ini hanya bisa ditutupi dengan menaruh selai yang banyak di atasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Glen and Martha Mackenzie berimigrasi ke Jepang dari Kanada lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Tetapi anak mereka yang tidak dapat beradaptasi dengan kehidupan di jepang kembali ke Kanada, membuat keluarganya sendiri di negara kelahiranya. Cucu mereka dibesarkan di Jepang sampai sepuluh tahun yang lalu juga kembali ke Kanada. Tidak sepucuk surat pun dikirim, apalagi mengunjungi. Sepuluh tahun lewat dengan cara ini - informasi diatas didapat Waver dari pasangan tua ini dengan menggunakan hipnosis. Keluarga seperti ini sangat ideal untuk Waver. Lewat sugesti, Waver mengubah impresi pasangan tua itu akan cucu mereka ke dalam wujudnya, dengan sukses menjadi cucu kesayangan mereka &amp;quot;Waver Mackenzie.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi Martha, sejak subuh ini, aku merasa ayam-ayam itu lebih berisik dari biasanya… apakah kamu tahu kenapa ini terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita memiliki tiga ayam. Darimana asalnya mereka…?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan terburu-buru membuat alasan. Waver dengan cepat menelan roti di mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itu… aku memiliki teman yang mengirim ayam peliharaanya untuk diurus selama beberapa hari. Dia pergi liburan selama beberapa hari, jadi ayam-ayam itu ada disini sebentar. Aku akan mengembalikan mereka sore ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, jadi begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka kelihatanya tidak keberatan dengan itu, jadi mereka berdua dengan mudah mempercayainya. Sebuah fakta bahwa kedua orang tua ini sudah mengalami gangguan pendengaran dapat dibilang sebuah berkat. Suara kokokkan yang tidak ada hentinya hampir menjengkelkan tetangga-tetangga sampai mati pada hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi yang paling terpengaruh adalah Waver. Sesudah dia menemukan Command Seals di tanganya, Waver dengan menggebu-gebu menyiapkan korban untuk sebuah ritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah berpikir bahwa menemuan peternakan ayam terdekat adalah sesuatu yang sangat sulit. Dia akhirnya menemukan sebuah peternakan kecil, tetapi menangkap ayam -ayam itu hampir menghabiskan satu jam. Dia akhirnya sampai ke rumah tepat sesudah langit menjadi terang; dipenuhi dengan tahi ayam dan tangan berdarah karena patukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Clock Tower, hewan yang akan digunakan sebagai korban selalu disiapkan. Tetapi disini, bagaimana bisa seorang magus jenius sepertiku jatuh ke dalam kondisi yang menyedihkan karena hanya untuk menangkap tiga ekor ayam? Memiliki pemikiran ini, Waver hampir berteriak putus asa. Tetapi menatap Command Seals di atas tangan kananya hingga pagi, suasana hatinya membaik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memutuskan untuk melakuan ritual malam hari. Ayam-ayam yang menyebalkan itu dapat hidup sampai saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu Waver menginginkan Servant yang paling kuat. Relik yang tersembunyi di lemari baju di lantai dua… Itu akan menjadi katalis untuk memanggil Roh Pahlawan yang hebat… Waver telah mengetahui hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kain yang keriput dan berjamur itu adalah sebuah mantel yang dahulu dipakai seorang raja. &amp;quot;King of Conquerors&amp;quot; yang melegenda yang menghancurkan Kerajaan Achaemenid dari Persia dan membuat kerajaan terbesar yang pertama membentang dari Yunani sampai utara India barat. Roh Pahlawan itu akan muncul di hadapan Waver lewat ritual malam ini, untuk menuntun dia ke Cawan yang agung itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Kakek, nenek, aku akan mengembalkan ayam-ayam itu ke rumah temanku malam ini, jadi aku mungkin akan sedikit terlambat, tidak usah khawatir.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, tapi berhati-hati lah. Fuyuki tidak terlalu aman belakangan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maksudnya, pembunuh berantai yang diceritakan orang-orang muncul kembali kan. Dunia ini memang menyeramkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memakan roti murah di meja makan yang panjang, Waver sedang diselimuti oleh kebahagiaan. Suara berisik ayam-ayam di luar hanya terdengar sedikit menyebalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue_3|Prologue: 1 year ago]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_2|Act 1, Part 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_1~_Indonesian_Version&amp;diff=104115</id>
		<title>Fate/Zero:Act 1 Part 1~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Act_1_Part_1~_Indonesian_Version&amp;diff=104115"/>
		<updated>2011-07-09T07:11:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: Created page with &amp;quot;=== -285:42:56 === Act 1     Tidak ada seorang pun yang pernah mengerti talenta seorang Waver Velvet. Sebagai seorang magus, dia tidak l...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;=== -285:42:56 ===&lt;br /&gt;
[[Image:Fate_Zero_Act 1.jpg|200px|thumb|Act 1]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada seorang pun yang pernah mengerti talenta seorang Waver Velvet.&lt;br /&gt;
Sebagai seorang magus, dia tidak lahir di dalam keluarga yang tekenal ataupun cukup beruntung untuk bertemu dengan mentor yang baik. Anak muda ini hampir seluruhnya belajar sendiri dan akhirnya, lewat berbagai rangkaian keberuntungan, membuat Asosiasi Magus, yang mengendalikan magus di seluruh dunia, menerima dia ke dalam markas pusatnya, sebuah institusi pelatihan di London yang dikenal dengan nama &#039;Clock Tower&#039;. Waver selalu percaya bahwa fakta ini adalah sebuah kehormatan yang tidak terbayangkan; dia percaya dengan mendalam dalam fakta ini tanpa keraguan, dan sangat bangga akan talenta dirinya. Aku adalah satu-satunya murid yang paling hebat sejak Clock Tower didirikan, semua orang harus menghormati aku, setidaknya Waver sendiri berpikir seperti itu.&lt;br /&gt;
Sebetulnya, garis keturunan magus keluarga Velvet muncul hanya dari tiga generasi yang lalu. Dibandingkan dengan keturunan dari keluarga magus yang mapan, simbol magus milik Waver dan jumlah sirkuit magisnya bagaikan langit dan bumi. Tetapi sejalan dengan waktu, jumlah sirkuit magis dan simbol magus selalu bertambah dan membesar. Banyak murid yang menerima beasiswa di Clock Tower adalah keturunan sebuah keluarga yang memilki lebih dari enam generasi darah magus yang  murni.&lt;br /&gt;
Keajaiban seni magis tidak bisa diselesaikan dalam satu generasi; hasil dari seumur hidup penelitian oleh orangtua diberikan kepada anak mereka… hanya dengan ini seni magis dapat menjadi lebih dan lebih sempurna lagi. Prana orang-orang yang memiliki silsilah magus yang lebih panjang lebih kuat adalah karena alasan ini.&lt;br /&gt;
Terlebih lagi, karena jumlah sirkuit magis seorang magus ditentukan dari lahir, ada beberapa keluarga magis kuno yang dengan sengaja memanipulasi untuk menambah jumlah sirkuit magis keturunan mereka, dengan itu membedakan mereka dari keluarga magus yang baru dalam hal ini. Dengan kata lain, kelebihan dalam dunia magis ditentukan bahkan dari sebelum lahir… Ini adalah sebuah sudut pandang yang sudah diterima.&lt;br /&gt;
Tetapi Waver tidak melihatnya seperti itu.&lt;br /&gt;
Perbedaan dalam keturunan dapat dihapus dengan meningkatkan pengalaman. Bahkan tanpa sirkuit magis yang banyak, lewat pengertian mendalam dan penggunaan seni magis yang efisien, perbedaan antara kualitas yang dihasilkan dari kelahiran dapat dijembatani. Waver selalu percaya akan hal itu. Dia percaya dirinya adalah sebuah contoh yang sempurna akan hal itu, dan karena itu telah selalu untuk berusaha menunjukan kemampuanya.&lt;br /&gt;
Tetapi, realita itu sangat kejam. Murid-murid yang membangga-banggakan garis keturunan mereka dan mereka yang tanpa henti mengikut dan memuji mereka; orang-orang seperti itu yang menjadi majoritas Clock Tower, dan bagaimana Clock Tower berjalan ditentukan oleh orang-orang itu. Bahkan para profesor bukan pengecualian, hanya berharap kepada murid-murid dari keluarga yang terkenal. Untuk seorang &#039;rakyat jelata&#039; peneliti seperti Waver, mereka enggan bahkan untuk membiarkan dia masuk ke perpustakaan untuk mencari materi, terlebih lagi mementori dia tentang seni magis.&lt;br /&gt;
Kenapa ekspetasi masa depan seorang magus bergantung pada silsilah?&lt;br /&gt;
Kenapa kredibilitas sebuah teori bergantung pada pengangalaman silsilah seseorang?&lt;br /&gt;
Tidak ada yang peduli dengan pertanyaan Waver. Para profesor menggunakan kata-kata indah untuk menipu Waver saat dia mempresntasikan thesis penelitiannya, lalu berlaku seolah-olah Waver yakin dengan sebaliknya, tertawa, dan mengabaikanya.&lt;br /&gt;
Ini adalah sesuatu yang tidak bisa dipercaya. Kegelisahan mendorong Waver untuk mengambil tindakan.&lt;br /&gt;
Untuk mengekspos sistem korup Asosiasi Magus, Waver menulis sebuah eksposisi. Esai itu diberi nama &amp;quot;Inquiry of Magecraft&#039;s Path In the New Century&amp;quot;, hasil dari tiga tahun konseptualisasi dan satu tahun menulis. Dengan brutal menyerang pandangan tradisional, eksposisi yang ditulis kerja keras yang luar biasa itu menunjukan pemikiran yang jelas dan mendalam, tanpa ada kesalahan sedikit pun. Bila dilihat oleh para Inquisitors, itu akan menimbulkan kontroversi yang luar biasa.&lt;br /&gt;
Tetapi- professor dari The Depatment of Eulyphis melempar esai itu setelah dengan kasual membacanya secara singkat satu kali.&lt;br /&gt;
Nama professor itu Kayneth El-Meliol Archibald. Dia adalah calon pewaris tahta keluarga Archibald dengan sembilan generasi silsilah magus, seorang pria yang sangat terkenal dengan panggilan Lord El-Melloi. Bertunangan dengan anak perempuan kepala institusi ini; seorang profesor di usia yang muda, dia adalah yang terbaik diantara yang terbaik. Dia juga adalah simbol dari sebuah otoritas yang Waver benci.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seseoang yang hidup dalam angan-angan seperti kamu tidak pantas untuk melakukan penelitian, Waver&amp;quot; - professor Kayneth berkata dengan nada yang merendahkan, tanpa ada sedikit pun rasa kasihan di dalam suaranya. Tatapan dingin Kayneth adalah sesuatu yang tidak akan pernah Waver lupakan.&lt;br /&gt;
Selama sembilan belas tahun hidupnya, Waver tidak pernah dipermalukan melebihi ini.&lt;br /&gt;
Jika dia memiliki talenta seorang profesor, tidak mungkin dia tidak dapat mengerti mengapa eksposisi milik Waver ini luar biasa. Tidak, pria itu hanya iri karena dia mengerti. Takut akan talenta tersembunyi Waver, karena itu menjadi iri akan dia, memperlakukan Waver sebagai ancaman atas posisinya sendiri. Itulah mengapa dia memperlakukan eksposisi milik Waver dengan sengit. Untuk dengan sengaja merobek ekposisi penuh dengan kumpulan pengetahuan itu… apakah ini kelakuan yang harus dianut seorang pelajar?&lt;br /&gt;
Tidak dapat dimaafkan. Talenta miliknya yang dapat membuat dunia ini gemetar dengan sengaja diperlakukan semena-mena oleh otoritas; memang tidak ada keadilan di dunia ini. Tetapi tidak seorang pun bersimpati dengan frustrasi Waver. Asosiasi Magus sudah -dalam sudut pandang Waver- membusuk hingga ke akarnya.&lt;br /&gt;
Tetapi… sambil menlewati hari-hari yang penuh dengan frustrasi, Waver mendengar sebuah rumor.&lt;br /&gt;
Rumor itu adalah tentang Lord El-Melloi yang terkenal, demi menambah catatan dalam resume miliknya yang memberi dia sebuah status, memutuskan untuk ikut sebuah kompetisi magis di wilayah timur jauh. &lt;br /&gt;
Waver mulla mencari data mengenai &#039;Heaven Feel&#039; ini semalaman, dan sangat terpesona dengan rincian menakutkan yang ia temukan.&lt;br /&gt;
Dengan &amp;quot;Cawan Suci&amp;quot; pengambul permintaan yang memiliki prana tersembunyi yang sangat banyak sebagai imbalan, memanggil Roh Para Pahlawan ke jaman ini, dan menggunakan mereka sebagai familiar, memulai pertempuran sampai mati.&lt;br /&gt;
Gelar, otoritas, semuanya lagi tidak berharga; semuanya bergantung sepenuhnya kepada kemampuan.&lt;br /&gt;
Ini terdengar sedikit biadab, tetapi ini adalah sesuatu yang sederhana namun adil untuk menilai superioritas. Untuk seorang jenius yang tidak dihargai, ini adalah sebuah kesempatan yang sempurna, sebuah panggung yang ideal untuk menunjukan dirinya.&lt;br /&gt;
Dewi fortuna akhirnya tersenyum atas Waver.&lt;br /&gt;
Semuanya bermula dari kelalaian departemen finansial. Relik suci yang diminta profesor Kayneth dari Macedonia… diantar kepada seorang murid, Waver, untuk diantar kepada gurunya bersamaan dengan parsel lainya, dimana sebuah parsel yang seharusnya hanya dapat dibuka oleh Kayneth juga ada didalamnya.&lt;br /&gt;
Waver dengan seketika menyadari bahwa itu adalah sebuah katalis untuk pemanggilan servant di dalam Heaven&#039;s Feel. Dan akhirnya, dia menerima kesempatan sekali seumur hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak lagi memiliki sedikit pun cinta tertinggal untuk Clock Tower yang sudah korup, pergi menuju negara kepulauan di timur jauh. Clock Tower dengan segera mengetahui siapa yang mencuri parsel milik Kayneth, tetapi tidak mengejarnya.Tidak ada yang tahu kalau Waver tertarik kepada Heaven&#039;s Feel.&lt;br /&gt;
Tetapi ada sesuatu yang tidak Waver ketahui. Semua orang berpikir, selama mempertimbangkan kemampuan Waver, dia tidak mungkin melakukan sesuatu selain menyembunyikan relik milik Kayneth dalam amarah. Tidak ada yang berpikir kalau dia telah mencapai sebuah tingkat dimana dia dapat dengan sendirinya mempertaruhkan nyawanya untuk berpartisipasi di dalam kompetisi magis itu. Dalam aspek ini, Clock Tower telah meremehkan kemampuan Waver.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Di desa timur jauh, di sebuah tempat dimana nasibnya akan ditentukan - kota Fuyuki, Waver sedang bersembunyi di balik selimut di atas ranjangnya, mencoba sekuat tenaga untuk menahan tawanya. Tidak, ini tidak mungkin untuk ditahan. Diterangi oleh cahaya matahari yang redup yang masuk lewat celah gorden, dia mengangkat tangan kananya setiap beberapa detik, sambil mengeluarkan tawa yang ditahan.&lt;br /&gt;
Dengan relik itu di dalam genggamanya, dia di dalam Fuyuki, dan kemampuan yang cukup sebagai seorang magus… Bagaimana mungkin cawan itu mengabaikan seseorang seperti itu? Memang, tiga pola Command Seals telah muncul di tangan kanan Waver kemarin malam, sebagai bukti dari seorang Master untuk memanggil seorang Servant. Bahkan keributan yang dibuat ayam-ayam di halaman rumah mendekati waktu subah tidak menarik perhatiannya.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Waver, waktunya sarapan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Sebuah suara wanita tua yang memanggil dia dari bawah terdengar berbeda dari biasanya pagi ini, terdengar tidak terlalu menyebalkan.&lt;br /&gt;
Untuk memulai hari yang mengesankan ini dengan aman, Waver dengan cepat besiap-siap.&lt;br /&gt;
Walaupun sebuah tempat yang terbelakang untuk sebuah negara kepulauan, Kota  Fuyuki ini memiliki banyak turis dari tempat lain. Dan karena itu, penampilan Waver, sudah pasti berbeda dengan seorang jepang, tidak menarik terlalu banyak perhatian. Walaupun begitu, Waver tetap waspada dan tetap menggunakan sebuah mantra sugesti atas pasangan tua yang selalu hidup menyendiri, membuat mereka berpikir kalau Waver adalah cucu mereka yang baru saja pulang dari sekolah di luar negeri. Dia telah sangat berhasil menggunakan sebuah identitas palsu untuk hidup dengan nyaman disini. Ditambah lagi, dia tidak perlu membayar untuk uang sewa; ini seperti menyelam sambil minum air. Semuanya berjalan dengan lancar dan Waver tidak ada habisnya takjub dengan kemampuanya untuk beradaptasi.&lt;br /&gt;
Untuk menikmati sepenuhnya pagi yang tenang ini, Waver turun dari tangga ke dapur di lantai bawah sambil dengan sengaja mengabaikan suara ayam-ayam dari persepsinya. Seperi pagi yang lainya, meja makan yang kampungan itu dipenuhi dengan koran; berita di televisi dan suara memasak menyambut dia dengan tangan terbuka.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat  pagi Waver, apakah kamu tidur nyenyak semalam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, kakek. Aku tertidur pulas sampai pagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Waver menjawab dengan senyuman sambil menaruh selai yang banyak ke atas roti panggangya. Roti lembek yang berharga hanya seratus delapan puluh yen per kati sangat tidak enak untuk dikunyah. Biasanya, ini adalah sesuatu yang tidak bisa ditoleransi, ini hanya bisa ditutupi dengan menaruh selai yang banyak di atasnya.&lt;br /&gt;
Glen and Martha Mackenzie berimigrasi ke Jepang dari Kanada lebih dari dua puluh tahun yang lalu. Tetapi anak mereka yang tidak dapat beradaptasi dengan kehidupan di jepang kembali ke Kanada, membuat keluarganya sendiri di negara kelahiranya. Cucu mereka dibesarkan di Jepang sampai sepuluh tahun yang lalu juga kembali ke Kanada. Tidak sepucuk surat pun dikirim, apalagi mengunjungi. Sepuluh tahun lewat dengan cara ini - informasi diatas didapat Waver dari pasangan tua ini dengan menggunakan hipnosis. Keluarga seperti ini sangat ideal untuk Waver. Lewat sugesti, Waver mengubah impresi pasangan tua itu akan cucu mereka ke dalam wujudnya, dengan sukses menjadi cucu kesayangan mereka &amp;quot;Waver Mackenzie.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi Martha, sejak subuh ini, aku merasa ayam-ayam itu lebih berisik dari biasanya… apakah kamu tahu kenapa ini terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita memiliki tiga ayam. Darimana lagi mereka datang…?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Dengan terburu-buru membuat alasan. Waver dengan cepat menelan roti di mulutnya.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, itu… aku memiliki teman yang mengirim ayam peliharaanya untuk diurus selama beberapa hari. Dia pergi liburan selama beberapa hari, jadi ayam-ayam itu ada disini sebentar. Aku akan mengembalikan mereka sore ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, jadi begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Mereka kelihatanya tidak keberatan dengan itu, jadi mereka berdua dengan mudah mempercayainya. Sebuah fakta bahwa kedua orang tua ini sudah mengalami gangguan pendengaran dapat dibilang sebuah berkat. Suara kokokkan yang tidak ada hentinya hampir menjengkelkan tetangga-tetangga sampai mati pada hari itu.&lt;br /&gt;
Tapi yang paling terpengaruh adalah Waver. Sesudah dia menemukan Command Seals di tanganya, Waver dengan menggebu-gebu menyiapkan korban untuk sebuah ritual.&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah berpikir bahwa menemuan peternakan ayam terdekat adalah sesuatu yang sangat sulit. Dia akhirnya menemukan sebuah peternakan kecil, tetapi menangkap ayam -ayam itu hampir menghabiskan satu jam. Dia akhirnya sampai ke rumah tepat sesudah langit menjadi terang; dipenuhi dengan tahi ayam dan tangan berdarah karena patukan.&lt;br /&gt;
Di Clock Tower, hewan yang akan digunakan sebagai korban selalu disiapkan. Tetapi disini, bagaimana bisa seorang magus jenius sepertiku jatuh ke dalam kondisi yang menyedihkan karena hanya untuk menangkap tiga ekor ayam? Memiliki pemikiran ini, Waver hampir berteriak putus asa. Tetapi menatap Command Seals di atas tangan kananya hingga pagi, suasana hatinya membaik.&lt;br /&gt;
Dia memutuskan untuk melakuan ritual malam hari. Ayam-ayam yang menyebalkan itu dapat hidup sampai saat itu.&lt;br /&gt;
Lalu Waver menginginkan Servant yang paling kuat. Relik yang tersembunyi di lemari baju di lantai dua… Itu akan menjadi katalis untuk memanggil Roh Pahlawan yang hebat… Waver telah mengetahui hal itu.&lt;br /&gt;
Kain yang keriput dan berjamur itu adalah sebuah mantel yang dahulu dipakai seorang raja. &amp;quot;King of Conquerors&amp;quot; yang melegenda yang menghancurkan Kerajaan Achaemenid dari Persia dan membuat kerajaan terbesar yang pertama membentang dari Yunani sampai utara India barat. Roh Pahlawan itu akan muncul di hadapan Waver lewat ritual malam ini, untuk menuntun dia ke Cawan yang agung itu.&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Kakek, nenek, aku akan mengembalkan ayam-ayam itu ke rumah temanku malam ini, jadi aku mungkin akan sedikit terlambat, tidak usah khawatir.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, tapi berhati-hati lah. Fuyuki tidak terlalu aman belakangan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maksudnya, pembunuh berantai yang diceritakan orang-orang muncul kembali kan. Dunia ini memang menyeramkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Memakan roti murah di meja makan yang panjang, Waver sedang diselimuti oleh kebahagiaan. Suara berisik ayam-ayam di luar hanya terdengar sedikit menyebalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue_3|Prologue: 1 year ago]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_2|Act 1, Part 2]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=103140</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=103140"/>
		<updated>2011-07-01T23:21:38Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* 3 tahun yang lalu */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===3 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita membahas mengenai topik supernatural, teori tentang dimensi menegaskan keberadaan sebuah ‘kekuatan’ dari luar dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menemukan permulaan dari segala sesuatu, adalah mimpi semua magus yang paling besar, sang ‘Awal’,… Tahta Tuhan, Akashic Records, adalah sebuah dokumen yang mencatat semua awal dan akhir dari segala sesuatu di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
200 tahun yang lalu, sekelompok orang melakukan eksperimen dan percobaan atas tempat ‘diluar dunia ini’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Einsbern, Makiri, Tosaka. Disebut sebagai 3 keluarga permulaan, apa yang mereka lakukan adalah pembuatan ‘Cawan Suci’, sebuah topik yang terdapat di berbagai tradisi. Dengan harapan bahwa dengan memanggil Cawan tersebut  dapat mengabulkan segala permintaan, tiga keluarga magus menggabungkan seni rahasia masing-masing untuk membentuk ‘wadah dengan kekuatan Tuhan’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Sayangnya, Cawan itu hanya dapat mengabulkan permintaan satu orang. Segera setelah hal itu diketahui, ikatan kerja sama dengan cepatnya lenyap dalam darah oleh pertengkaran dan konflik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah awal dari ‘Perang Cawan Suci’, ‘Heaven’s Feel’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, setiap 60 tahun sekali, Cawan itu akan datang di sebuah kota yang terletak jauh di timur, ‘Fuyuki’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Cawan itu akan memilih 7 magus yang memiliki kemampuan dan kriteria untuk memilikinya, dan membagikan sejumlah prana yang sangat besar kepada mereka, untuk membuat mungkin pemanggilan Roh Para Pahlawan, ‘Servants’. Hasil dari pertempuran sampai mati ini akan menentukan siapakah diantara ketujuh magus yang paling layak medapatkan Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Untuk menjelaskan secara singkat, ini adalah hal yang sedang dialami oleh Kotomine Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pola yang muncul di tangan kananmu disebut ‘Command Seals’. Ini adalah bukti bahwa kamu telah dipilih oleh Cawan tersebut, dan sebuah tanda suci yang memberikanmu hak untuk memanggil Servant.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang, yang memiliki pesona dan ketegasan dalam suaranya, yang menjelaskan hal itu adalah Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam sebuah ruangan yang terletak di dalam vila mewah yang dibangun diatas bukit kecil di distrik paling rapi di Turin selatan, Itali, 3 pria duduk di atas sofa panjang. Kirei dan Tokiomi, dan seorang pendeta yang memperkenalkan mereka dan mengawasi pembicaraan adalah Kotomine Risei… ayah kandung Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai teman seorang pendeta yang sebentar lagi akan mencapai umur 80, Tosaka adalah orang jepang yang eksentrik. Dia terlihat seumur dengan Kirei, sukses dan memiliki aura seorang professional. Lahir dalam silsilah keluarga kuno yang terkenal bahkan dalam standar orang jepang, vila ini adalah tempat tinggalnya yang kedua, seperti yang pria itu bilang. Tetapi yang paling menarik adalah dia dengan gampangnya memperkenalkan diri sebagai seorang ‘magus’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi seorang magus tidaklah seaneh kedengaranya, Kirei adalah, seperti ayahnya, seorang pastor, namun tugas sang ayah dan anak sangat berbeda dari apa yang orang-orang kenal dari seorang ‘Pastor’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Gereja Suci’, sebuah tempat dimana orang-orang seperti Kirei bernaung dibawahnya mempunyai doktrin di luar lingkaran keajaiban dan misteri, tetapi tetap memikul beban untuk melenyapkan semua ajaran sesat dari dunia ini. Mereka melakukanya dengan, mengambil tempat dimana mereka bisa mengawasi kegilaan seperti seni magis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang magus bekerja hanya dengan magus lainnya, dan bersatu di bawah sebuah organisasi magis yang menyebut dirinya ‘Asosiasi’, merupakan sebuah ancaman sebagai rival kepada Gereja Suci. Saat ini, mereka sepakat untuk menjaga sebuah perdamaian sementara; tapi walaupun begitu, sebuah situasi dimana seorang Pastor dari Gereja Suci dan seorang magus berkumpul di tempat yang sama untuk sebuah ceramah adalah sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh kedua belah pihak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kasus Risei, sang pendeta, keluarga Tosaka adalah seseorang yang mempunyai koneksi dengan Gereja, walaupun mereka adalah keluarga magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermula dari malam sebelumnya saat Kirei menemukan kemunculan sebuah pola yang terbentuk dari tiga bekas cakar. Dia telah mendiskusikan hal ini dengan ayahnya, dan Risei membawa anaknya ke Turin dengan segera keesokan paginya untuk bertemu dengan magus muda ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sana, setelah perkenalan yang terburu-buru, penjelasan yang Tokiomi berikan kepada Kirei di pertemuaan rahasia ini adalah mengenai peperangan yang sama, ‘Heaven’s Feel’. Arti dibalik tanda muncul di atas tangan Kirei… Itu adalah, hasil dari Kirei mendapatkan hak untuk memperebutkan kesempatan agar keinginannya dikabulkan oleh keajaiban yang akan dihasilkan dari kemunculan Cawan Suci yang keempat yang akan terjadi tiga tahun lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan berarti dia menolak untuk ikut berpartisipasi. Pekerjaan Kirei di dalam Gereja Suci adalah, singkatnya, pemusnahan ajaran sesat, artinya dia adalah seorang prajurit yang berpengalaman . Dapat dikatakan bahwa tugasnya yang paling utama adalah berperang sampai mati dengan para magus. Lebih tepatnya, masalahnya adalah sebuah kontradiksi yang perlu dilakukan Kirei, seorang pendeta, untuk berpartisipasi sebagai ‘magus’ di Heaven’s Feel yang merupakan pertempuran para magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel adalah peperangan dimana pertempuran dilakukan dengan menggunakan Servants sebagai familiars. Jadi untuk meneruskan ke tahap selanjutnya, seni magis paling dasar diperlukan untuk memanggil seorang Servant … Singkatnya, tujuh orang yang dipilih sebagai Masters dari para Servants harus menjadi magus. Ini pasti sebuah hal yang luar biasa bagi seseorang seperti kamu, yang bukan seorang magus, untuk dipilih oleh Cawan itu di tahap yang sangat awal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Cawan itu memiliki prioritas dalam memilih?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangguk kepada Kirei yang masih belum yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyebutkan ‘3 keluarga permulaan’- pemilihan akan memprioritaskan magus dari  keluarga Makiri, yang sekarang telah merubah namanya menjadi Mato, Einsbern atau Tohsaka. Dengan kata lain…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangkat tangan kananya untuk memperlihatkan pola suci miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebagai kepala keluarga Tokiomi yang sekarang, aku akan ikut berpartisipasi di perang selanjutnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, apakah pria ini berencana untuk menusuk Kirei dari belakang sesudah membimbing Kirei dengan sabarnya? Walaupun Kirei tidak mengerti akan hal itu, dia tetap melangkah maju sambil membawa ratusan pertanyaan di benaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tertarik tentang para Servants yang kamu sebutkan sebelumnya. Roh Para Pahlawan dipanggil dan dijadikan familiar, kau bilang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini mungkin sulit untuk dipercaya, tapi hal itu adalah sebuah fakta. Ini adalah salah satu keajaiban Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Legenda tentang para pahlawan dan raja, manusia super yang telah mengukir nama mereka di dalam sejarah dan dongeng. Mereka adalah seseorang yang tertinggal di dalam ingatan manusia setelah mereka mati dan dikeluarkan dari kategori manusia, dinaikan pangkatnya bahkan di dalam dimensi spritual; mereka adalah ‘Roh para Pahlawan’. Mereka yang memiliki status jauh lebih tinggi dari hantu atau roh jahat yang biasa dipanggil magus sebagai familiar. Intinya, mereka adalah sebuah eksistensi yang memiliki status spritual sebanding dengan Tuhan. Walaupun sebagian dari kekuatan mereka dapat dipanggil dan dipinjam, adalah sesuatu yang sangat mustahil untuk mejadikan mereka sebagai familiar di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kamu mempertimbangkan fakta bahwa membuat mungkin sesuatu yang tidak mungkin ini adalah kekuatan Cawan itu, kamu pasti mengerti betapa mengejutkannya kekuatan Cawan itu. Namun pada akhirnya, bahkan pemanggilan seorang Servant hanyalah sebuah pecahan kecil dari kekuatan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti berkata bahwa bahkan dirinya sendiri terkejut pada apa yang dia katakan, Tosaka Tokiomi menarik nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Roh Para Pahlawan dari jaman kuno para dewa sampai paling tidak satu abad yang lalu dapat dipanggil. Tujuh Roh Para Pahlawan akan menjadi pengikut tujuh Master, setiap dari mereka akan melindungi Master masing-masing dan melenyapkan musuh dari Masternya. Pahlawan dari segala jaman dan negara akan dipanggil ke jaman ini, dan akan bertempur di dalam perang sampai mati untuk memperebutkan supremasi. Itu adalah Perang Cawan Suci di Fuyuki, Heaven’s Feel.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kegilaan macam apa itu? Di tempat dimana ribuan orang biasa tinggal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua magus mengikuti prinsip untuk menyembunyikan diri mereka. Itu adalah jalan satu-satunya untuk hidup di sebuah jaman dimana teknologi adalah kebenaran satu-satunya. Menunjukan keberadaan mereka adalah sesuatu yang tidak masuk akal apalagi kalau kita memasukan keberadaan Gereja Suci ke dalam pertimbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kamu juga harus menyembunyikan kekuatan Roh Para Pahlawan yang dapat membawa bencana kehancuran. Menggunakan tujuh Servants di dalam konflik diantara manusia di jaman ini dan membuat mereka bertempur dengan satu sama lainya… Itu sama saja dengan memberi perintah untuk melakukan genosida dan pembantaian besar-besaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Tentu saja, ini adalah sebuah hal yang harus dimengerti untuk melakukan konfrontasi secara rahasia. Kamu harus menyiapkan pengawasan yang ketat untuk menjamin hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdiam saja sampai saat ini, pendeta Risei, melangkah maju dan menyuarakan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel berlangsung setiap 60 tahun sekali, dan ini adalah yang keempat kalinya. Pemasyrakatan jepang telah berjalan saat Perang Dunia kedua terjadi. Bahkan di tempat yang sangat terpencil, kita tidak bisa membiarkan orang-orang menyaksikan kerusakan yang serius menyebar. Jadi, sejak Heaven’s Feel yang ketiga, sebuah kesepakatan telah dibuat agar seseorang dari Gereja Suci dijadikan pengawas. Untuk meminimalkan bencana dari perang ini sedikit mungkin, kita harus menyembunyikan keberadaanya dan membuat para magus setuju untuk menjaga kerahasiaan perang ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi Gereja akan menjadi juri di dalam peperangan antar magus ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tepat sekali karena ini adalah konflik para magus. Tidak ada seorangpun di Asosiasi Magus yang bisa menjadi juri karena implikasi politik. Tidak ada lagi yang lebih baik daripada menggunakan pengaruh luar seperti Gereja Suci. Terlebih lagi, tidak mungkin Gereja kita akan membiarkan nama Cawan Suci digunakan sembarangan. Kita juga tidak bisa membiarkan kemungkinan bahwa Cawan itu adalah cawan yang pernah menampung darah dari anak Tuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei dan Risei, ayah dan anak, memiliki tugas di dalam pasal yang disebut Assembly of 8th Sacrament. Tugas dari kelompok itu di Gereja Suci adalah mengumpulkan peninggalan-peninggalan suci. Harta yang bernama Cawan Suci muncul di berbagai dongeng dan legenda, dan pengaruh dari “Cawan” itu di dalam doktrin Gereja Suci sangat besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dibawah kondisi itu, waktu yang lalu, di dalam kekacauan Perang Dunia, pertemuaan diadakan di waktu yang tepat itu mengenai Heaven’s Feel ketiga dan aku, yang masih muda, dipilih untuk melakukan sebuah pekerjaan penting. Untuk pertempuran yang selanjutnya, aku akan pergi ke kota Fuyuki untuk mengawasi perang ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata-kata ayahnya, Kirei hanya memiringkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Apakah pengawas dari Gereja sanggup bertindak dengan adil? Ini akan menjadi masalah kalu seorang peserta adalah saudara satu darah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, tenang. Kamu pikir ini adalah sebuah lubang di peraturan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman yang tidak biasa dari ayah yang keras kepala menunjukan sesuatu yang Kirei tidak bisa baca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kotomine-san, kamu tidak seharusnya menyusahkan anakmu. Mari kita pindah ke pertanyaan yang sesungguhnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiomi berkata denagn terus terang ke pendeta tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, baiklah.- Kirei, apa yang kita sudah jelaskan hanya tentang ‘aspek luar’ dari Perang Cawan ini. Ada alasan lain aku membawamu bertemu dengan Tuan Tosaka hari ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, kita telah menemukan bukti dari dulu bahwa Cawan yang muncul di Fuyuki berbeda dengan peninggalan suci ‘Anak Tuhan’. Pada akhirnya, peperangan di Heaven’s Feel di Fuyuki ini hanya memperebutkan harta yang sebenarnya adalah tiruan dengan kekuatan Tuhan, sesuatu yang dapat membuka jalan ke Utopia. Ini tidak ada hubunganya dengan Gereja kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang sebenarnya. Kalau tidak, Gereja Suci tidak akan puas dengan hanya menjadi seorang pengawas yang pasif. Kalau Cawan itu ternyata sebuah ‘Peninggalan Suci’ yang &lt;br /&gt;
sesungguhnya, Gereja pasti akan melanggar perjanjian perdamaian sementara itu dan merebut Cawan itu dari tangan para magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tujuan akhir dari cawan itu hanya untuk mendapatkan Akashic Records, Gereja Suci tidak akan peduli dengannya. Karena, keinginan para magus untuk menemuka ‘Akasha’, sang ‘Awal’, tidak bertentangan dengan ajaran kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Walaupun, untuk membiarkan diri kita untuk mengindahkan hal itu, kita memerlukan seseorang yang memiliki kemampuan. Jika seseorang yang tidak diinginkan masuk, kita tidak tahu kecelakaan macam apa yang akan terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, kalau kita melenyapkannya sebagai ajaran sesat-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah seseuatu yang sulit. Para magus yang berperang untuk Cawan itu memiliki daya juang yang tidak biasa. Kalau kita melawan mereka secara langsung, sebuah peperangan denag Asosiasi Magus tidak mungkin dihindari. Dan hal itu akan menghasilkan korban yang terlalu banyak. Lebih tepatnya, sebagai laternatif yang kedua, tidak ada yang lebih menarik daripada menemukan cara untuk memberikan cawan itu ke ‘orang yang tepat’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei sedikit demi sedikit mengerti alasan sebenarnya dari pertemuan ini mengingat ayahnya berteman dengan Tosaka Tokiomi, seorang magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena mereka telah ditindas oleh kepercayaan di tempat asal mereka, keluarga Tosaka mengikuti ajaran yang sama dengan kita. Mengenal karakter Tokiomi, dia sendiri lolos dari kualifikasi untuk menggunakan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiiomi mengangguk, lalu kembali berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menemukan ‘Akasha’. Tidak ada tujuan yang paling besar bagi kami Tosaka. Tapi, sayangnya, Einsberns and Matos, yang dahulu mempunyai tujuan yang sama, sudah tersesat ke hal duniawi, dan telah melupakan keinginan mereka yang awal. Aku tidak akan masuk ke bagaimana mereka telah mengundang empat Master dari luar. Mereka menginginkan Cawan itu demi nafsu mereka yang menjijikan, hanya itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti Gereja Suci tidak akan mengijinkan orang lain selain Tosaka Tokiomi sebagai pemilik Cawan itu. Sekarang Kirei mengerti tentang tugasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kamu mau aku ikut dalam perang yang selanjutnya untuk membiarkan Tosaka Tokiomi menang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Tosaka Tokiomi menunjukan senyumnya untuk pertama kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, kita akan bekerja sama secara rahasia melawan lima Master yang tersisa, dan membunuh mereka, untuk menambah kemungkinan kita untuk menang.”&lt;br /&gt;
Mendenagr perkataan Tokiomi, Pastor Risei mengangguk. Netralitas Gereja Suci sebagai seorang juri sudah berubah menjadi sebuah bahan tertawaan. Heaven’s Feel kali ini akan menarik, mengingat keinginan gereja dari perang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai itu, itu bukanlah sesuatu yang benar atau salah bagi Kirei. Kalau kemauan Gereja sudah jelas, yang tersisa adalah melakukan tugasnya sebagai eksekutor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu akan dipindahkan dari Gereja Suci ke Asosiasi Magus, dan kamu menjadi muridku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berhenti dan dengan jelas, Tosaka Tokiomi mempercepat penjelasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Dipindahkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pemindahan telah diresmikan, Kirei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan ini, Pastor Risei mengeluarkan sepucuk surat. Itu adalah surat pemberitahuan dengan tanda tangan Gereja Suci dan Asosiasi Magus didalamnya, dan ditujukan untuk Kotomine Kirei. Kirei lebih terkejut dengan kegunaan tindakan tersebut; hanya dari sehari sebelumnya ke hari ini, surat ini selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, tidak ada gunanya memberi pendapat bagi Kirei, ataupun memiliki alasan untuk tersinggung dari diskusi ini. Karena Kirei tidak memiliki tujuan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang paling penting yang harus kamu lakukan adalah berlatih seni magis di rumahku di Jepang. Heaven’s Feel yang selanjutnya terjadi 3 tahun lagi. Pada saat itu, kamu harus memiliki seorang Servant yang mengikutimu, dan menjadi magus yang berpartispasi di perang itu sebagai Master.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi- apakah ini tidak apa-apa? Kalau aku belajar di bawahmu, bukankah ini akan mencipatakan keraguan bahwa kita bekerja sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi memberikan senyuman yang dingin dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak mengerti apa-apa tentang magus. Kalau kepentingan mereka bertentangan, konflik antara guru dan murid yang berakhir dengan pertempuran sampai mati adalah sesuatu yang biasa di dunia kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aah, jadi begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Kirei tidak bermaksud untuk mengerti tentang magus, dia sedikit banyak mengerti tentang karakter dari sebuah ras bernama magus. Dia telah melawan magus ‘sesat’ dalam berbagai peristiwa sebagai eksekutor. Jumlah orang yang telah ia lenyapkan dengan tanganya melebihi jumlah puluhan atau dua puluhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kamu mempunyai pertanyaan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Tokiomi akan mengakhiri pertemuan ini, Kirei membalas dengan pertanyaan yang ada di benaknya dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya satu – Cawan ini memilih para Master, apakah tujuan yang sebenarnya dari itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan merupakan pertanyaan yang telah Tokiomi prediksi. Alis sang magus mengerut sebentar, lalu dia memberikan jawaban dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cawan itu akan… Tentu saja, akan memilih para Master yang membutuhkannya dengan sepenuh hati. Seperti yang katakan sebelumnya, kami Tosaka akan dimasukkan ke dalam urutan paling atas sebagai salah satu dari 3 keluarga permulaan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, semua Master yang dipilih memiliki alasan untuk menginginkan Cawan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak hanya sebatas itu saja. Cawan itu membutuhkan 7 orang untuk datang. Kalau jumlahnya tidak cukup pada saat yang sekarang, orang-orang yang biasanya tidak akan dipilih bisa mendapatkan Command Seals. Mungkin ada beberapa kasus seperti ini sebelumnya, tetapi- Aah, aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berbicara, Tokiomi mengerti apa yang Kirei ragukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu berpikir bahwa kamu tidak mungkin dipilih, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei mengangguk. Tidak peduli betapa kerasnya kamu mencari, tidak mungkin ada alasan mengapa mesin pengabul permintaan itu memilih dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, benar juga, ini aneh. Satu-satunya hal yang menghubungkanmu dengan Cawan itu adalah ayahmu, yang dipilih sebagai pengawas, tetapi… Tidak, kamu bisa berpikir bahwa itu adalah alasan satu-satunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cawan itu sudah mengantisipasi bahwa Gereja Suci akan membantu keluarga Tosaka. Jadi seorang eksekutor dari Gereja yang sanggup memiliki Command Seals akan membantu Tosaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan hal ini, Tokiomi, yang merasa puas saat mengakhiri diskusi ini, menambahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, Cawan itu memberikan aku, seseorang dari keluarga Tosaka, dua Command Seals, karena itu, dia memilih kamu sebagai Master.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Bagaimana dengan itu? Apakah keismpulan ini menjawab pertanyaanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, dia memberikan penjelasannya sendiri dengan nada yang menantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
Rasa percaya diri yang sombong ini cocok dengan pria yang dipanggil Tosaka Tokiomi. Pria ini memegang sebuah harga diri yang mendekati sindiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, sebagai seorang magus, dia adalah seorang yang sempurna. Dan dia pasti memiliki rasa percaya diri yang datang bersamaan dengan kesempurnaan itu. Itulah sebabnya dia mungkin tidak akan pernah meragukan pendapatnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu artinya dia tidak akan mendapatkan jawaban yang lain disini sekarang- Itu adalah kesimpulan Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kapan kita berangkat ke Jepang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyembunyikan kekecewaanya, Kirei merubah topik pembicaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengunjungi Inggris sebentar. Aku memiliki perkerjaan kecil di Clock Tower.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu akan pergi ke jepang lebih dahulu. Aku akan memberitahu keluargaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimengerti. Jadi, Aku akan berangkat secepatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei, pergilah lebih dahulu. Aku memiliki sesuatu untuk didiskusikan dengan Tuan Tohsaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menganggukan kepala pada perkataaan ayahnya, Kirei bangkit dari tempat duduknya dan, setelah memberi salam dengan mengangguk, meninggalkan ruangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal di dalam ruangan itu, Tosaka Tokiomi dan Pastor Risei melihat Kotomine Kirei pergi dalam diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau memiliki seorang anak yang dapat diandalkan, Kotomine-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemampuanya sebagai ‘Eksekutor’ dapat dijamin.  Tidak ada dari seangkatan dia yang bekerja lebih keras daripada dia saat masa pelatihan. Akulah seseorang yang perlu kamu ragukan.”&lt;br /&gt;
“Ho… Apakah ini kebiasaan teladan seorang pelindung iman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku malu mengatakan ini, tapi Kirei adalah kebanggaan satu-satunya orang tua yang bodoh seperti aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta tua itu terkenal akan kekakuannya, tapi, merasa nyaman dengan Tokiomi, dia tersenyum. Saat matanya tertuju ke anak satu-satunya, kepercayaan dan cinta dia terlihat sepenuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat aku masih juga tidak memiliki anak saat melewati umur 50, aku telah menyerah untuk mendapatkan seorang keturunan… Tapi sekarang, aku terkejut melihat betapa besarnya anak itu telah tumbuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun, dia setuju lebih mudah dari yang aku bayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anakku akan melompat kedalam kobaran api jika itu adalah keinginan Gereja. Itu menunjukan betapa jauhnya ia akan pergi demi imannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walupun Tokiomi tidak bermaksud untuk meragukan perkataan Pastor tua itu, kesan yang dia punya tentang anak Pendeta Risei bukanlah ‘iman yang berapi-api’. Penampilan tenang pria bernama Kirei terkesan seperti kekosongan ke dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, itu adalah sebuah kekecewaan. Bagaimanapun aku melihat dia, dia terlihat hanya terlibat di sesuatu yang tidak hubungan dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… itu mungkin sebuah keselamatan bagi dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara dengan tidak pasti, Pastor Risei mulai berkata dengan kelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang pribadi, tapi istrinya meninggal beberapa hari yang lalu. Mereka belum melewati bahkan dua tahun dalam pernikahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Saya-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi kehilangan kata-kata atas peristiwa yang mengejutkan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun tidak kelihatan, dia menahanya dengan baik… Dia memiliki terlalu banyak kenangan di Itali, Mungkin sekarang, bagi Kirei, kembali ke tanah kelahirannya untuk misi yang baru dapat membantu menyembuhkan lukanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Risei mendesah setelah berbicara. Tokiomi tetap memandang orang tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tokiomi-kun, bukankah nilai seseorang yang sesungguhnya terlihat saat dalam kesusahan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi membungkuk dalam atas kata-kata Pastor tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hutangku kepada Gereja Suci dan kedua generasi keluarga Tokiomi ini akan diukir di dalam prinsip keluargaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak. Aku hanya memenuhi sumpahku untuk generasi masa depan Tosaka. – Sisanya hanya berdoa kepada perlindungan Tuhan sampai perjalanmu membawa kamu ke sang ‘Awal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Penyesalan kakekku, impian terbesar Tosaka… ini adalah arti dan tujuan hidupku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyembunyikan betapa rasa percaya dirinya dicekik oleh beratnya tanggung jawab dia, Tokiomi mengannguk dengan pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kali ini, aku akan mendapatkan Cawan itu. Aku akan membuat itu terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada harga diri Tokiomi, Pastor Risei memberkati ingatan tentang temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Temanku… Kau juga mendapatkan seorang keturunan yang luar biasa.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat angin dari laut Mediterranian mengacak-acak rambutnya, Kotomine Kirei berjalan dari vila yang terletak di atas bukit, sendirian dan dalam diam, di jalan kecil yang panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Kirei dapat menyudun semua kesan yang dia dapat dari pria yang bernama Tosaka Tokiomi, yang baru saja dia bertemu dengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia telah melewati kehidupan yang keras. Seperti harga dirinya muncul dari melewati pengalaman yang keras itu, dia adalah seseorang yang memiliki harga diri yang besar yang bisa dia banggakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengerti karakter tersebut sangat baik. Ayah Kirei adalah orang yang sama dengan Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia yang telah mengartikan tujuan dibalik kelahiran mereka, dibalik eksistensi mereka, dan mengikuti tujuan itu tanpa ragu. Mereka tidak akan pernah bimbang, tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menempa itu dengan tekad baja dari tindakan dengan tujuan yang jelas, maju hanya dengan kepuasan dari ‘sesuatu’ yang merupakan tujuan hidup mereka, di semua aspek kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Bentuk dari keyakinan’ ini bisa menjadi, dalam kasus ayah Kirei, seorang yang sangat beriman; dan dalam kasus Tosaka Tokiomi, mungkin itu adalah kepercayaan diri oleh orang yang terpilih – sebuah hak yang tidak dimiliki orang biasa, dan kesadaran seseorang yang memiliki tanggung jawab untuk dipikul. Dia adalah salah satu ‘bangsawan asli’ yang tersisa yang sangat jarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai dari sekarang, eksistensi seorang Tosaka Tokiomi mungkin akan menyebabkan implikasi penting bagi Kirei… Tapi walaupun begitu, dia bukanlah orang cocok dengan orang seperti Kirei. Itu sama saja dengan berkata bahwa ia sama dengan ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang hanya melihat tujuan hidup mereka tidak akan dapat mengerti sakitnya seseorang yang tidak mampu memilikinya. Orang-orang seperti Tokiomi memiliki ‘tujuan hidup’ sebagai dasar keyakinan mereka, tapi itu tidak dapat dimengerti di dalam pikiran Kotomine Kirei. Tidak sekalipun di dalam 20 tahun lebih dia pernah merasakan sensasi seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, dia tidak dapat mempertimbangkan sebuah tindakan yang paling baik, mendapatkan kepuasan dari segala tantangan, atau dapat beristirahat di dalam segala kenyamanan. Orang seperti ini tidak memiliki tujuan hidup dari awalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak dapat mengerti bagaimana ia bisa begitu jauhnya terkucil dari norma-norma yang dipegang oleh orang-orang biasa. Kirei bahkan tidak mengerti sebuah keinginan dimana dia bisa melakukan apapun untuk mendapatkanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia percaya bahwa Tuhan itu ada. Bahwa ada sebuah eksistensi luar biasa, walaupun dia tidak cukup dewasa untuk tahu apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hidup dengan kepercayaan bahwa suatu hari, suara Tuhan yang paling suci akan menuntun dia ke kebenaran yang sesungguhnya dan menyelamatkan dia. Berjudi atas harapan itu, memegang erat kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi didalam hatinya, dia tahu. Bahwa keselamatan tidak akan datang dari cintanya Tuhan untuk orang seperti dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi kemarahan dan keputusasaan menyudutkan dia menjadi seorang masokis. Dibawah alasan untuk penebusan dosa untuk melatih moralnya, dia berulang kali melukai dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tetapi penyiksaan itu justru menempa tubuh Kirei menjadi seperti besi, dan saat dia menyadarinya, dia telah sampai di puncak para elit di Gereja Suci sebagai ‘Eksekutor’, dimana tidak ada seorangpun yang dapat mengejar dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang menyebut itu sebuah ‘kemuliaan’. Iman dan disiplin Kotomine Kirei dipuji sebagai contoh untuk semua pendeta. Bahkan ayahnya Risei juga bukan pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei mengerti sepenuhnya mengapa Kotomine Risei memiliki begitu percaya dan mengagumi anaknya, tapi itu adalah sebuah kesalahpahaman jauh dari poin yang sebenarnya; karena sebenarnya, hatinya malu. Bahkan mungkin menghabiskan seluruh hidup seseorang ridak akan cukup untuk mengubah kesalahpahaman itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, tidak ada seorangpun yang dapat mengerti betapa kosongnya seorang Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, bahkan satu-satunya wanita yang ia cintai-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kepalanya terasa ringan, Kirei memperlambat jalannya dan menaruh telapak tanganya dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mencoba untuk mengingat istrinya, dia kehilangan pikirannya yang tidak fokus di dalam kabut yang turun. Ini terasa seperti berdiri di dalam kabut di ujung jurang. Naluri untuk hidupnya berteriak supaya ia jangan mengambil bahkan satu langkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menyadari, dia sudah sampai di dasar bukit. Kirei berhenti dan melihat ke belakang ke vila di ujung bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, dia belum mendapatkan kesimpulan yang memuaskan dari pertemuannya dengan Tosaka Tokiomi… Ini adalah sesuatu yang paling mengganggu Kirei.&lt;br /&gt;
Mengapa ‘Cawan’ yang memiliki kekuatan Tuhan memilih Kotomine Kirei?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan Tokiomi terdengar terburu-buru. Kalau Cawan itu  menginginkan suporter untuk Tokiomi, pasti masih banyak orang-orang yang lebih cocok untuk itu karena Cawan itu pasti menginginkan seseorang yang dapat menjadi teman bagi dia; bukan Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti ada sebuah alasan mengenai pemilihanya untuk ikut berperang di Perang Cawan yang selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… Semakin ia pikirkan, semakin Kirei menemukan bahwa inkonsistensi ini mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia singkatnya tidak memiliki ‘tujuan hidup’, atau impian ataupun cita-cita. Bagaimanapun kamu melihatnya, dia tidak menemukan alasan untuk menjadi pemilik sebuah keajaiban seperti sebuah ‘mesin pengabul permintaan.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah muram, Kirei melihat ke tiga simbol yang muncul di atas tangan kananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berkata bahwa Command Seals adalah sebuah tanda suci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia akan menemukan sebuah janji untuk dipegang, tiga tahun dari sekarang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version|Prologue: 8 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Prologue 3~ Indonesian Version|Prologue: 1 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=103139</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=103139"/>
		<updated>2011-07-01T23:17:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: ganti mari jadi biarkan, let&amp;#039;s disini kalo diterjemahin kayaknya kurang pas klo pake mari&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Fate_Zero_Prologue.jpg|200px|thumb|Prologue]]&lt;br /&gt;
===8 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
Biarkan kami ceritakan sebuah cerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cerita tentang seorang pria, yang memegang teguh jalan hidupnya lebih daripada orang lain, dan disudutkan ke dalam keputusasaan oleh mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Impian pria itu sangat murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bermimpi agar semua orang di dunia ini bahagia; hanya itu yang dia inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah impian kekanak-kanakan yang dimiliki semua anak laki-laki paling tidak sekali, sesuatu yang mereka tinggalkan saat mereka menyadari betapa kejamnya realita dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kebahagiaan memerlukan pengorbanan, pengertian tersebut adalah sesuatu yang semua anak belajar saat mereka tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, pria ini berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena dia adalah yang paling bodoh diantara yang lainya. Mungkin ada sesuatu yang aneh dengan kepalanya. Atau mungkin, dia adalah seseorang yang bisa kita sebut &#039;Santa&#039;, yang memikul kehendak Tuhan. Sesuatu yang tidak mungkin dimengerti oleh orang biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari bahwa semua yang hidup di dunia ini, hanya memiliki dua alternatif: pengorbanan, atau keselamatan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui hal itu, dia tidak akan mungkin lagi mengosongkan kedua piringan di timbanganya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, dia meneguhkan hatinya untuk mejadi seseorang yang mengatur timbangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi melenyapkan kesedihan di dunia ini, tidak ada lagi cara yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi menyelamatkan walaupun hanya satu orang, dia harus membunuh satu orang di sisi yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membiarkan sejumlah mayoritas hidup, dia harus membunuh sejumlah minoritas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, bukannya menyelamatkan orang demi menolong orang lain, dia menyempurnakan diri dalam seni membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi dan lagi, dia membasahi kedua tangannya dengan darah, tetapi pria itu tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah mempertanyakan kebenaran dalam tindakanya, maupun meragukan cita-citanya, dia memaksa dirinya untuk mengatur kedua sisi timbangannya dengan sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah salah menimbang sebuah nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa diskriminasi, pria itu menyelamatkan orang, dan juga tanpa diskriminasi, dia membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sayang, dia terlambat menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menimbang segalanya dengan sama rata, itu sama saja dengan tidak pernah mencintai seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saja dia lebih cepat mengukir hukum yang mutlak itu kedalam jiwanya lebih awal, dia mungkin dapat mendapatkan keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membekukan hatinya sampai mati, membentuk tubuhnya menjadi timbangan mesin yang tidak memiliki darah maupun air mata, dia menjalankan hidup memisah-misahkan mereka yang harus mati, dan mereka yang akan hidup. Mungkin tidak ada penderitaan untuk pria itu.&lt;br /&gt;
Tetapi pria itu salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman penuh kebahagiaan siapapun mengisi dadanya dengan kebanggaan, dan teriakan keputusasaan siapapun merobek hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan bercampur dengan kebencian, dan pria itu menjadi penuh dengan penyesalan saat air mata kesendirian merindukan tangan-tangan terjulur kepadanya.&lt;br /&gt;
Walaupun dia mengejar mimpi yang melampaui kemampuan manusia - Dia, sendiri, masih manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa kali banyaknya pria itu dihukum oleh kontradiksi ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenal arti persahabatan. Dia mengenal arti cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi saat menaruh nyawa seseorang yang ia cintai, dan ribuan orang asing, ke kiri dan kanan timbangan-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah membuat kesalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari mencintai seseorang, untuk menimbang nyawa orang (yang dikasihi) itu sama dengan yang lainnya, dia harus menilainya tanpa pilih kasih, dan tanpa pilih kasih merelakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat bersama orang-orang yang disayanginya, dia selalu kelihatan seperti menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang, pria itu sedang dijatuhi hukuman yang terberat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar jendela, badai salju telah membekukan segalanya. Malam musim dingin tersebut telah membekukan seluruh hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan itu berada di dalam sebuah kastil kuno dibangun diatas tanah yang beku, tetapi ruangan itu diselimuti oleh hangatnya api lembut yang menyala di perapian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kehangatan ruangan tersebut, pria itu menggendong kehidupan baru di rangkulannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu yang sangat kecil- sebuah tubuh yang sangat kecilnya, ia kelihatan bisa lenyap seketika, dan tidak ada berat yang bisa menyatakan bahwa dia telah siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan gerakan yang paling lembut bisa berbahaya, seperti halnya salju yang diambil dengan tangan, dapat hancur bahkan dengan sedikit hentakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kerapuhan itu, sang anak melindungi temperatur tubuhnya dengan tertidur, bernafas dengan lembutnya. Itu adalah semua yang dapat dilakukan detakan di dalam dadanya saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan khawatir, dia hanya tertidur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pria itu mengangkat bayi itu di rangkulannya, sang ibu, membaringkan tubuhnya di atas sofa, tersenyum kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari mukanya yang masih pucat, bayi itu belum pulih sepenuhnya, meskipun demikian, wajah cantiknya yang mirip dengan permata tidak bberkurang kecantikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih daripada semua itu, kebahagiaan yang mengisi senyumnya menghapus kelelahan yang seharusnya menodai wajah lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia selalu menangis dan susah ditenangkan, bahkan dengan kepada perawat yang seharusnya dia sudah biasa. Ini pertama kalinya dia membiarkan dirinya digendong dengan tenang... Dia mengerti, ya kan? Kalau kau itu adalah orang yang baik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menjawab, kebingungan, pria itu membandingkan sang ibu diatas ranjang dengan bayi di dalam gendongannya. Apakah senyum Irisviel pernah terlihat seindah itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pada awalnya adalah seorang wanita tanpa kebahagiaan. Tidak ada seorang pun yang pernah mengajarkan arti kata “bahagia” padanya. Dia bukanlah ciptaan Tuhan, dia diciptakan oleh tangan manusia... Sebagai sebuah homunculus, perlakuan seperti itu sudah biasa bagi wanita itu. Irisviel tidak pernah punya mimpi.&lt;br /&gt;
Diciptakan sebagai alat, dibesarkan sebagai alat, mungkin memang dari awal dia tidak pernah mengerti arti kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekarang- dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku bahagia bisa memiliki bayi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembutnya sambil menunjukkan cintanya, Irisviel von Einsbern berkata, dan menjaga anaknya yang tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mulai saat ini, yang pertama dan terpenting, dia adalah imitasi manusia. Ini pasti akan sulit, dan dia mungkin akan membenci ibunya yang telah memberikannya hidup penuh kesukaran. Tapi, walaupun begitu, aku bahagia. Anak ini sangat cantik; dia sempurna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilannya memang tidak ada yang aneh, dan, kalau dilihat, dia adalah bayi yang manis, tapi-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat masih berada di dalam kandungan ibunya, ratusan praktik magis telah dilakukan pada bayi yang belum lahir itu untuk merubahnya supaya, bahkan lebih dari ibunya, ia berbeda dari manusia. Walaupun dia lahir, kegunaanya dibatasi, supaya ia memiliki tubuh yang hanya terdiri dari kumpulan ratusan sirkuit magis. Ini adalah wujud sesungguhnya anak Irisviel yang sangat dicintainya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Walaupun mengalami kelahiran yang kejam tersebut, Irisviel tetap berkata, &amp;quot;Aku baik-baik saja.&amp;quot; Melahirkan sesuatu yang terkutuk, terlahir sebagai yang terkutuk, dia tetap mencintai anaknya, bangga akannya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan di balik kekuatan ini, keteguhan hatinya itu, adalah karena dia, tanpa ada keraguan, seorang &amp;quot;Ibu&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang seharusnya hanya sebuah alat saja menemukan cinta dan menjadi wanita, dan menemukan kekuatan yang tidak akan hancur sebagai seorang ibu. Itu adalah sebuah wajah &amp;quot;kebahagiaan&amp;quot; yang tidak seorang pun dapat merebutnya. Saat itu, kamar sang ibu dan anaknya yang dilindungi oleh kehangatan perapian terbebas dari keputusassan dan kesedihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi- pria itu tahu. Kalau dunia yang ia hidup di dalamnya, badai salju di luar jendela adalah yang paling tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iri, aku-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan satu kata itu, dada pria itu seperti ditusuk oleh sebilah pisau. Pisau itu adalah wajah damai sang bayi yang tertidur dan senyum indah sang ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku adalah orang yang, suatu hari, akan membunuhmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa akan muntah darah, Irisviel mengangguk dengan wajah tenang untuk membalas perkataanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti. Tentu saja. Itu adalah mimpi Einsberns. Itu adalah kegunaanku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah masa depan yang sudah ditetapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enam tahun telah berlalu, sejak pria itu membawa istrinya ke tempat kematiannya. Sebagai korban yang akan menyelamatkan dunia, Irisviel harus mati supaya ia menggapai mimpinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sesuatu yang telah didiskusikan berkali-kali oleh keduanya,sesuatu yang mereka telah setujui.&lt;br /&gt;
Pria itu telah menangis dan berteriak putus asa atas keputusan itu, mengutuk dirinya, dan setiap kali, Irisviel memaafkan dia, dan menopang dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu tentang mimpimu, aku percaya pada doa-doamu; itulah mengapa aku ada disini. Kau telah menuntunku kemari. Kau telah memberikan aku hidup yang bukan sebagai alat untuk dipakai saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk impian yang sama, wanita itu mengorbankan dirinya. Dia telah menjadi bagian dari pria itu karenanya. Itu adalah wujud cinta wanita bernama Irisviel. Karena itu adalah wanita itu, pria itu sanggup mengijinkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu menangisi aku. Aku telah menjadi bagian dari kamu. Menahan dalam kesengsaraanmu karena perpisahan sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagaimana dengan anak ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh bayi itu sangat ringan seperti bulu burung, tetapi berat seperti dari dimensi lain membuat lutut pria itu gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia belum bisa mengerti, ataupun siap, untuk sesuatu yang harus dia lakukan saat menaruh bayi itu diatas timbangan yang dia bawa karena mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah menghakimi ataupun memaafkan, adalah jalan hidup pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, bahkan untuk jiwa yang murni itu, jalan hidupnya adalah kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… tidak pantas menggendong anak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu mengeluarkan suaranya, walaupun kebahagiannya baru saja dihancurkan oleh kegilaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu tetes air mata jatuh keatas pipi lembut bayi itu yang sedang ia gendong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangis dalam diam, pria itu jatuh berlutut diatas satu lutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengalahkan kekejaman dunia ini, dia menjadi seseorang yang lebih kejam… Namun, untuk pria itu yang masih mempunyai orang-orang yang ia cintai, mereka telah dijatuhi hukuman yang paling berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang paling ia cintai di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun harus menghancurkan dunia ini, dia mau melindungi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, pria itu mengerti. Suatu hari akan tiba dimana mimpi yang ia kejar meminta mereka sebagai tumbal- keputusan seperti apa pria seperti Emiya Kiritsugu akan lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu menangis, ketakutan kalau hari itu akan datang, takut akan kemungkinan satu-banding-seribu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu memeluk dirinya dengan erat. Irisviel bangkit dari tempat tidur dan menaruh tanganya dengan lembut ke atas pundak suaminya yang sedang menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan lupa. Bukankah ini mimpimu? Sebuah dunia dimana tidak seorang pun menangis seperti ini. Delapan tahun lagi… Dan semuanya akan berakhir. Kita akan menyelesaikan mimpi ini. &lt;br /&gt;
Aku yakin cawan suci itu akan menyelamatkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istrinya, mengerti sepenuhnya tentang penderitaanya, menghapus air mata Kiritsugu dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah hari itu tiba, kau harus menggendong anak ini, Ilyasviel, lagi. Busungkan dadamu seperti layaknya seorang ayah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Volume1_Illustrations|Color Illustrations]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version|Prologue: 3 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero_~_Indonesian_Version_(Registration)&amp;diff=102568</id>
		<title>Fate/Zero ~ Indonesian Version (Registration)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero_~_Indonesian_Version_(Registration)&amp;diff=102568"/>
		<updated>2011-06-26T13:23:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Category:Registration Page]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peraturan registrasi sangat gampang:&lt;br /&gt;
*Yang mau bantu langsung tulis nama user disamping chapter yang lu mau.&lt;br /&gt;
*Harus selesai satu-satu, jadi jangan ga bisa langsung ambil dua.&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak, &amp;quot;gw mesti abisin ampe selesai&amp;quot;, yang jadi tanggung jawab lo cuman 1 act yang lu mau klo ga slese, bisa langsung apus nama lu di samping chapter yang tulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Fate/Zero Novel ==&lt;br /&gt;
Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1 ===&lt;br /&gt;
*Prologue &#039;&#039;&#039;Completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
** 8 years ago - [[User:Felxihe3x|Felxihe3x]]- &#039;&#039;&#039;Completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
** 3 years ago - [[User:Felxihe3x|Felxihe3x]]- &#039;&#039;&#039;Completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
** 1 year ago - [[User:Felxihe3x|Felxihe3x]]- &#039;&#039;&#039;Completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Act 1&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -  &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 2&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 3&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -  &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 4&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1 Postface&lt;br /&gt;
**1 -&lt;br /&gt;
**2 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 2 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 5&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 6&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 7&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 8&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -  &lt;br /&gt;
**Part 5 -  &lt;br /&gt;
**Part 6 -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Volume 2 Postface -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 3 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 9&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -  &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 10&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 11&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 12&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 3 Postface -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 4 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Interlude -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 13&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 14&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 15&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 16&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -  &lt;br /&gt;
**Part 5 -  &lt;br /&gt;
**Part 6 -&lt;br /&gt;
**Part 7 -&lt;br /&gt;
**Part 8 -&lt;br /&gt;
**Part 9 -  &lt;br /&gt;
**Part 10 -  &lt;br /&gt;
**Part 11 -  &lt;br /&gt;
**Part 12 -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Epilogue&lt;br /&gt;
**The Next Day -&lt;br /&gt;
**Half a Year Later -&lt;br /&gt;
**Five Years Later -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 4 Postface -&lt;br /&gt;
*Commentary -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Heart of Freaks -&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero_~_Indonesian_Version_(Registration)&amp;diff=102567</id>
		<title>Fate/Zero ~ Indonesian Version (Registration)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero_~_Indonesian_Version_(Registration)&amp;diff=102567"/>
		<updated>2011-06-26T13:22:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Category:Registration Page]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peraturan registrasi sangat gampang:&lt;br /&gt;
*Yang mau bantu langsung tulis nama user disamping chapter yang lu mau.&lt;br /&gt;
*Harus selesai satu-satu, jadi jangan ga bisa langsung ambil dua.&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak, &amp;quot;gw mesti abisin ampe selesai&amp;quot;, yang jadi tanggung jawab lo cuman 1 act yang lu mau klo ga slese, bisa langsung apus nama lu di samping chapter yang tulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Fate/Zero Novel ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1 ===&lt;br /&gt;
*Prologue &#039;&#039;&#039;Completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
** 8 years ago - [[User:Felxihe3x|Felxihe3x]]- &#039;&#039;&#039;Completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
** 3 years ago - [[User:Felxihe3x|Felxihe3x]]- &#039;&#039;&#039;Completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
** 1 year ago - [[User:Felxihe3x|Felxihe3x]]- &#039;&#039;&#039;Completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*Act 1&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -  &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 2&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 3&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -  &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 4&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1 Postface&lt;br /&gt;
**1 -&lt;br /&gt;
**2 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 2 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 5&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 6&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 7&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 8&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -  &lt;br /&gt;
**Part 5 -  &lt;br /&gt;
**Part 6 -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Volume 2 Postface -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 3 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 9&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -  &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 10&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 11&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 12&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 3 Postface -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 4 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Interlude -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 13&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 14&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 15&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 16&lt;br /&gt;
**Part 1 -  &lt;br /&gt;
**Part 2 -  &lt;br /&gt;
**Part 3 -  &lt;br /&gt;
**Part 4 -  &lt;br /&gt;
**Part 5 -  &lt;br /&gt;
**Part 6 -&lt;br /&gt;
**Part 7 -&lt;br /&gt;
**Part 8 -&lt;br /&gt;
**Part 9 -  &lt;br /&gt;
**Part 10 -  &lt;br /&gt;
**Part 11 -  &lt;br /&gt;
**Part 12 -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Epilogue&lt;br /&gt;
**The Next Day -&lt;br /&gt;
**Half a Year Later -&lt;br /&gt;
**Five Years Later -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 4 Postface -&lt;br /&gt;
*Commentary -  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Heart of Freaks -&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue~_Indonesian_Version&amp;diff=102566</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue~_Indonesian_Version&amp;diff=102566"/>
		<updated>2011-06-26T13:21:31Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Prologue==&lt;br /&gt;
{{:Fate/Zero:Prologue_1~ Indonesian Version}}&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
{{:Fate/Zero:Prologue_2~ Indonesian Version}}&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
{{:Fate/Zero:Prologue_3~ Indonesian Version}}&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Volume1_Illustrations|Color Illustrations]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1~ Indonesian Version|Act 1]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue~_Indonesian_Version&amp;diff=102565</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue~_Indonesian_Version&amp;diff=102565"/>
		<updated>2011-06-26T13:20:03Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: Created page with &amp;quot;==Prologue== {{:Fate/Zero:Prologue_1~ Indonesian Version}} &amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt; {{:Fate/Zero:Prologue_2~ Indonesian Version}} &amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt; {{:Fate/Zero:Prologue_3~ Indonesian Version}} &amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt; ...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Prologue==&lt;br /&gt;
{{:Fate/Zero:Prologue_1~ Indonesian Version}}&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
{{:Fate/Zero:Prologue_2~ Indonesian Version}}&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
{{:Fate/Zero:Prologue_3~ Indonesian Version}}&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1~ Indonesian Version|Act 1]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=102564</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=102564"/>
		<updated>2011-06-26T13:18:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* 8 tahun yang lalu */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Fate_Zero_Prologue.jpg|200px|thumb|Prologue]]&lt;br /&gt;
===8 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
Mari kita ceritakan sebuah cerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cerita tentang seorang pria, yang memegang teguh jalan hidupnya lebih daripada orang lain, dan disudutkan ke dalam keputusasaan oleh mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Impian pria itu sangat murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bermimpi agar semua orang di dunia ini bahagia; hanya itu yang dia inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah impian kekanak-kanakan yang dimiliki semua anak laki-laki paling tidak sekali, sesuatu yang mereka tinggalkan saat mereka menyadari betapa kejamnya realita dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kebahagiaan memerlukan pengorbanan, pengertian tersebut adalah sesuatu yang semua anak belajar saat mereka tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, pria ini berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena dia adalah yang paling bodoh diantara yang lainya. Mungkin ada sesuatu yang aneh dengan kepalanya. Atau mungkin, dia adalah seseorang yang bisa kita sebut &#039;Santa&#039;, yang memikul kehendak Tuhan. Sesuatu yang tidak mungkin dimengerti oleh orang biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari bahwa semua yang hidup di dunia ini, hanya memiliki dua alternatif: pengorbanan, atau keselamatan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui hal itu, dia tidak akan mungkin lagi mengosongkan kedua piringan di timbanganya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, dia meneguhkan hatinya untuk mejadi seseorang yang mengatur timbangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi melenyapkan kesedihan di dunia ini, tidak ada lagi cara yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi menyelamatkan walaupun hanya satu orang, dia harus membunuh satu orang di sisi yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membiarkan sejumlah mayoritas hidup, dia harus membunuh sejumlah minoritas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, bukannya menyelamatkan orang demi menolong orang lain, dia menyempurnakan diri dalam seni membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi dan lagi, dia membasahi kedua tangannya dengan darah, tetapi pria itu tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah mempertanyakan kebenaran dalam tindakanya, maupun meragukan cita-citanya, dia memaksa dirinya untuk mengatur kedua sisi timbangannya dengan sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah salah menimbang sebuah nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa diskriminasi, pria itu menyelamatkan orang, dan juga tanpa diskriminasi, dia membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sayang, dia terlambat menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menimbang segalanya dengan sama rata, itu sama saja dengan tidak pernah mencintai seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saja dia lebih cepat mengukir hukum yang mutlak itu kedalam jiwanya lebih awal, dia mungkin dapat mendapatkan keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membekukan hatinya sampai mati, membentuk tubuhnya menjadi timbangan mesin yang tidak memiliki darah maupun air mata, dia menjalankan hidup memisah-misahkan mereka yang harus mati, dan mereka yang akan hidup. Mungkin tidak ada penderitaan untuk pria itu.&lt;br /&gt;
Tetapi pria itu salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman penuh kebahagiaan siapapun mengisi dadanya dengan kebanggaan, dan teriakan keputusasaan siapapun merobek hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan bercampur dengan kebencian, dan pria itu menjadi penuh dengan penyesalan saat air mata kesendirian merindukan tangan-tangan terjulur kepadanya.&lt;br /&gt;
Walaupun dia mengejar mimpi yang melampaui kemampuan manusia - Dia, sendiri, masih manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa kali banyaknya pria itu dihukum oleh kontradiksi ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenal arti persahabatan. Dia mengenal arti cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi saat menaruh nyawa seseorang yang ia cintai, dan ribuan orang asing, ke kiri dan kanan timbangan-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah membuat kesalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari mencintai seseorang, untuk menimbang nyawa orang (yang dikasihi) itu sama dengan yang lainnya, dia harus menilainya tanpa pilih kasih, dan tanpa pilih kasih merelakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat bersama orang-orang yang disayanginya, dia selalu kelihatan seperti menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang, pria itu sedang dijatuhi hukuman yang terberat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar jendela, badai salju telah membekukan segalanya. Malam musim dingin tersebut telah membekukan seluruh hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan itu berada di dalam sebuah kastil kuno dibangun diatas tanah yang beku, tetapi ruangan itu diselimuti oleh hangatnya api lembut yang menyala di perapian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kehangatan ruangan tersebut, pria itu menggendong kehidupan baru di rangkulannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu yang sangat kecil- sebuah tubuh yang sangat kecilnya, ia kelihatan bisa lenyap seketika, dan tidak ada berat yang bisa menyatakan bahwa dia telah siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan gerakan yang paling lembut bisa berbahaya, seperti halnya salju yang diambil dengan tangan, dapat hancur bahkan dengan sedikit hentakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kerapuhan itu, sang anak melindungi temperatur tubuhnya dengan tertidur, bernafas dengan lembutnya. Itu adalah semua yang dapat dilakukan detakan di dalam dadanya saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan khawatir, dia hanya tertidur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pria itu mengangkat bayi itu di rangkulannya, sang ibu, membaringkan tubuhnya di atas sofa, tersenyum kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari mukanya yang masih pucat, bayi itu belum pulih sepenuhnya, meskipun demikian, wajah cantiknya yang mirip dengan permata tidak bberkurang kecantikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih daripada semua itu, kebahagiaan yang mengisi senyumnya menghapus kelelahan yang seharusnya menodai wajah lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia selalu menangis dan susah ditenangkan, bahkan dengan kepada perawat yang seharusnya dia sudah biasa. Ini pertama kalinya dia membiarkan dirinya digendong dengan tenang... Dia mengerti, ya kan? Kalau kau itu adalah orang yang baik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menjawab, kebingungan, pria itu membandingkan sang ibu diatas ranjang dengan bayi di dalam gendongannya. Apakah senyum Irisviel pernah terlihat seindah itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pada awalnya adalah seorang wanita tanpa kebahagiaan. Tidak ada seorang pun yang pernah mengajarkan arti kata “bahagia” padanya. Dia bukanlah ciptaan Tuhan, dia diciptakan oleh tangan manusia... Sebagai sebuah homunculus, perlakuan seperti itu sudah biasa bagi wanita itu. Irisviel tidak pernah punya mimpi.&lt;br /&gt;
Diciptakan sebagai alat, dibesarkan sebagai alat, mungkin memang dari awal dia tidak pernah mengerti arti kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekarang- dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku bahagia bisa memiliki bayi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembutnya sambil menunjukkan cintanya, Irisviel von Einsbern berkata, dan menjaga anaknya yang tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mulai saat ini, yang pertama dan terpenting, dia adalah imitasi manusia. Ini pasti akan sulit, dan dia mungkin akan membenci ibunya yang telah memberikannya hidup penuh kesukaran. Tapi, walaupun begitu, aku bahagia. Anak ini sangat cantik; dia sempurna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilannya memang tidak ada yang aneh, dan, kalau dilihat, dia adalah bayi yang manis, tapi-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat masih berada di dalam kandungan ibunya, ratusan praktik magis telah dilakukan pada bayi yang belum lahir itu untuk merubahnya supaya, bahkan lebih dari ibunya, ia berbeda dari manusia. Walaupun dia lahir, kegunaanya dibatasi, supaya ia memiliki tubuh yang hanya terdiri dari kumpulan ratusan sirkuit magis. Ini adalah wujud sesungguhnya anak Irisviel yang sangat dicintainya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Walaupun mengalami kelahiran yang kejam tersebut, Irisviel tetap berkata, &amp;quot;Aku baik-baik saja.&amp;quot; Melahirkan sesuatu yang terkutuk, terlahir sebagai yang terkutuk, dia tetap mencintai anaknya, bangga akannya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan di balik kekuatan ini, keteguhan hatinya itu, adalah karena dia, tanpa ada keraguan, seorang &amp;quot;Ibu&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang seharusnya hanya sebuah alat saja menemukan cinta dan menjadi wanita, dan menemukan kekuatan yang tidak akan hancur sebagai seorang ibu. Itu adalah sebuah wajah &amp;quot;kebahagiaan&amp;quot; yang tidak seorang pun dapat merebutnya. Saat itu, kamar sang ibu dan anaknya yang dilindungi oleh kehangatan perapian terbebas dari keputusassan dan kesedihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi- pria itu tahu. Kalau dunia yang ia hidup di dalamnya, badai salju di luar jendela adalah yang paling tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iri, aku-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan satu kata itu, dada pria itu seperti ditusuk oleh sebilah pisau. Pisau itu adalah wajah damai sang bayi yang tertidur dan senyum indah sang ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku adalah orang yang, suatu hari, akan membunuhmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa akan muntah darah, Irisviel mengangguk dengan wajah tenang untuk membalas perkataanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti. Tentu saja. Itu adalah mimpi Einsberns. Itu adalah kegunaanku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah masa depan yang sudah ditetapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enam tahun telah berlalu, sejak pria itu membawa istrinya ke tempat kematiannya. Sebagai korban yang akan menyelamatkan dunia, Irisviel harus mati supaya ia menggapai mimpinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sesuatu yang telah didiskusikan berkali-kali oleh keduanya,sesuatu yang mereka telah setujui.&lt;br /&gt;
Pria itu telah menangis dan berteriak putus asa atas keputusan itu, mengutuk dirinya, dan setiap kali, Irisviel memaafkan dia, dan menopang dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu tentang mimpimu, aku percaya pada doa-doamu; itulah mengapa aku ada disini. Kau telah menuntunku kemari. Kau telah memberikan aku hidup yang bukan sebagai alat untuk dipakai saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk impian yang sama, wanita itu mengorbankan dirinya. Dia telah menjadi bagian dari pria itu karenanya. Itu adalah wujud cinta wanita bernama Irisviel. Karena itu adalah wanita itu, pria itu sanggup mengijinkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu menangisi aku. Aku telah menjadi bagian dari kamu. Menahan dalam kesengsaraanmu karena perpisahan sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagaimana dengan anak ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh bayi itu sangat ringan seperti bulu burung, tetapi berat seperti dari dimensi lain membuat lutut pria itu gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia belum bisa mengerti, ataupun siap, untuk sesuatu yang harus dia lakukan saat menaruh bayi itu diatas timbangan yang dia bawa karena mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah menghakimi ataupun memaafkan, adalah jalan hidup pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, bahkan untuk jiwa yang murni itu, jalan hidupnya adalah kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… tidak pantas menggendong anak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu mengeluarkan suaranya, walaupun kebahagiannya baru saja dihancurkan oleh kegilaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu tetes air mata jatuh keatas pipi lembut bayi itu yang sedang ia gendong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangis dalam diam, pria itu jatuh berlutut diatas satu lutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengalahkan kekejaman dunia ini, dia menjadi seseorang yang lebih kejam… Namun, untuk pria itu yang masih mempunyai orang-orang yang ia cintai, mereka telah dijatuhi hukuman yang paling berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang paling ia cintai di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun harus menghancurkan dunia ini, dia mau melindungi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, pria itu mengerti. Suatu hari akan tiba dimana mimpi yang ia kejar meminta mereka sebagai tumbal- keputusan seperti apa pria seperti Emiya Kiritsugu akan lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu menangis, ketakutan kalau hari itu akan datang, takut akan kemungkinan satu-banding-seribu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu memeluk dirinya dengan erat. Irisviel bangkit dari tempat tidur dan menaruh tanganya dengan lembut ke atas pundak suaminya yang sedang menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan lupa. Bukankah ini mimpimu? Sebuah dunia dimana tidak seorang pun menangis seperti ini. Delapan tahun lagi… Dan semuanya akan berakhir. Kita akan menyelesaikan mimpi ini. &lt;br /&gt;
Aku yakin cawan suci itu akan menyelamatkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istrinya, mengerti sepenuhnya tentang penderitaanya, menghapus air mata Kiritsugu dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah hari itu tiba, kau harus menggendong anak ini, Ilyasviel, lagi. Busungkan dadamu seperti layaknya seorang ayah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Volume1_Illustrations|Color Illustrations]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version|Prologue: 3 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=102563</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=102563"/>
		<updated>2011-06-26T13:17:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* 8 tahun yang lalu */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Fate_Zero_Prologue.jpg|200px|thumb|Prologue]]&lt;br /&gt;
===8 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
Mari kita ceritakan sebuah cerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cerita tentang seorang pria, yang memegang teguh jalan hidupnya lebih daripada orang lain, dan disudutkan ke dalam keputusasaan oleh mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Impian pria itu sangat murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bermimpi agar semua orang di dunia ini bahagia; hanya itu yang dia inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah impian kekanak-kanakan yang dimiliki semua anak laki-laki paling tidak sekali, sesuatu yang mereka tinggalkan saat mereka menyadari betapa kejamnya realita dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kebahagiaan memerlukan pengorbanan, pengertian tersebut adalah sesuatu yang semua anak belajar saat mereka tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, pria ini berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena dia adalah yang paling bodoh diantara yang lainya. Mungkin ada sesuatu yang aneh dengan kepalanya. Atau mungkin, dia adalah seseorang yang bisa kita sebut &#039;Santa&#039;, yang memikul kehendak Tuhan. Sesuatu yang tidak mungkin dimengerti oleh orang biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari bahwa semua yang hidup di dunia ini, hanya memiliki dua alternatif: pengorbanan, atau keselamatan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui hal itu, dia tidak akan mungkin lagi mengosongkan kedua piringan di timbanganya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, dia meneguhkan hatinya untuk mejadi seseorang yang mengatur timbangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi melenyapkan kesedihan di dunia ini, tidak ada lagi cara yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi menyelamatkan walaupun hanya satu orang, dia harus membunuh satu orang di sisi yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membiarkan sejumlah mayoritas hidup, dia harus membunuh sejumlah minoritas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, bukannya menyelamatkan orang demi menolong orang lain, dia menyempurnakan diri dalam seni membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi dan lagi, dia membasahi kedua tangannya dengan darah, tetapi pria itu tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah mempertanyakan kebenaran dalam tindakanya, maupun meragukan cita-citanya, dia memaksa dirinya untuk mengatur kedua sisi timbangannya dengan sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah salah menimbang sebuah nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa diskriminasi, pria itu menyelamatkan orang, dan juga tanpa diskriminasi, dia membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sayang, dia terlambat menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menimbang segalanya dengan sama rata, itu sama saja dengan tidak pernah mencintai seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saja dia lebih cepat mengukir hukum yang mutlak itu kedalam jiwanya lebih awal, dia mungkin dapat mendapatkan keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membekukan hatinya sampai mati, membentuk tubuhnya menjadi timbangan mesin yang tidak memiliki darah maupun air mata, dia menjalankan hidup memisah-misahkan mereka yang harus mati, dan mereka yang akan hidup. Mungkin tidak ada penderitaan untuk pria itu.&lt;br /&gt;
Tetapi pria itu salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman penuh kebahagiaan siapapun mengisi dadanya dengan kebanggaan, dan teriakan keputusasaan siapapun merobek hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan bercampur dengan kebencian, dan pria itu menjadi penuh dengan penyesalan saat air mata kesendirian merindukan tangan-tangan terjulur kepadanya.&lt;br /&gt;
Walaupun dia mengejar mimpi yang melampaui kemampuan manusia - Dia, sendiri, masih manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa kali banyaknya pria itu dihukum oleh kontradiksi ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenal arti persahabatan. Dia mengenal arti cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi saat menaruh nyawa seseorang yang ia cintai, dan ribuan orang asing, ke kiri dan kanan timbangan-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah membuat kesalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari mencintai seseorang, untuk menimbang nyawa orang (yang dikasihi) itu sama dengan yang lainnya, dia harus menilainya tanpa pilih kasih, dan tanpa pilih kasih merelakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat bersama orang-orang yang disayanginya, dia selalu kelihatan seperti menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang, pria itu sedang dijatuhi hukuman yang terberat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar jendela, badai salju telah membekukan segalanya. Malam musim dingin tersebut telah membekukan seluruh hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan itu berada di dalam sebuah kastil kuno dibangun diatas tanah yang beku, tetapi ruangan itu diselimuti oleh hangatnya api lembut yang menyala di perapian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kehangatan ruangan tersebut, pria itu menggendong kehidupan baru di rangkulannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu yang sangat kecil- sebuah tubuh yang sangat kecilnya, ia kelihatan bisa lenyap seketika, dan tidak ada berat yang bisa menyatakan bahwa dia telah siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan gerakan yang paling lembut bisa berbahaya, seperti halnya salju yang diambil dengan tangan, dapat hancur bahkan dengan sedikit hentakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kerapuhan itu, sang anak melindungi temperatur tubuhnya dengan tertidur, bernafas dengan lembutnya. Itu adalah semua yang dapat dilakukan detakan di dalam dadanya saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan khawatir, dia hanya tertidur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pria itu mengangkat bayi itu di rangkulannya, sang ibu, membaringkan tubuhnya di atas sofa, tersenyum kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari mukanya yang masih pucat, bayi itu belum pulih sepenuhnya, meskipun demikian, wajah cantiknya yang mirip dengan permata tidak bberkurang kecantikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih daripada semua itu, kebahagiaan yang mengisi senyumnya menghapus kelelahan yang seharusnya menodai wajah lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia selalu menangis dan susah ditenangkan, bahkan dengan kepada perawat yang seharusnya dia sudah biasa. Ini pertama kalinya dia membiarkan dirinya digendong dengan tenang... Dia mengerti, ya kan? Kalau kau itu adalah orang yang baik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menjawab, kebingungan, pria itu membandingkan sang ibu diatas ranjang dengan bayi di dalam gendongannya. Apakah senyum Irisviel pernah terlihat seindah itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pada awalnya adalah seorang wanita tanpa kebahagiaan. Tidak ada seorang pun yang pernah mengajarkan arti kata “bahagia” padanya. Dia bukanlah ciptaan Tuhan, dia diciptakan oleh tangan manusia... Sebagai sebuah homunculus, perlakuan seperti itu sudah biasa bagi wanita itu. Irisviel tidak pernah punya mimpi.&lt;br /&gt;
Diciptakan sebagai alat, dibesarkan sebagai alat, mungkin memang dari awal dia tidak pernah mengerti arti kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekarang- dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku bahagia bisa memiliki bayi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembutnya sambil menunjukkan cintanya, Irisviel von Einsbern berkata, dan menjaga anaknya yang tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mulai saat ini, yang pertama dan terpenting, dia adalah imitasi manusia. Ini pasti akan sulit, dan dia mungkin akan membenci ibunya yang telah memberikannya hidup penuh kesukaran. Tapi, walaupun begitu, aku bahagia. Anak ini sangat cantik; dia sempurna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilannya memang tidak ada yang aneh, dan, kalau dilihat, dia adalah bayi yang manis, tapi-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat masih berada di dalam kandungan ibunya, ratusan praktik magis telah dilakukan pada bayi yang belum lahir itu untuk merubahnya supaya, bahkan lebih dari ibunya, ia berbeda dari manusia. Walaupun dia lahir, kegunaanya dibatasi, supaya ia memiliki tubuh yang hanya terdiri dari kumpulan ratusan sirkuit magis. Ini adalah wujud sesungguhnya anak Irisviel yang sangat dicintainya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Walaupun mengalami kelahiran yang kejam tersebut, Irisviel tetap berkata, &amp;quot;Aku baik-baik saja.&amp;quot; Melahirkan sesuatu yang terkutuk, terlahir sebagai yang terkutuk, dia tetap mencintai anaknya, bangga akannya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan di balik kekuatan ini, keteguhan hatinya itu, adalah karena dia, tanpa ada keraguan, seorang &amp;quot;Ibu&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang seharusnya hanya sebuah alat saja menemukan cinta dan menjadi wanita, dan menemukan kekuatan yang tidak akan hancur sebagai seorang ibu. Itu adalah sebuah wajah &amp;quot;kebahagiaan&amp;quot; yang tidak seorang pun dapat merebutnya. Saat itu, kamar sang ibu dan anaknya yang dilindungi oleh kehangatan perapian terbebas dari keputusassan dan kesedihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi- pria itu tahu. Kalau dunia yang ia hidup di dalamnya, badai salju di luar jendela adalah yang paling tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iri, aku-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan satu kata itu, dada pria itu seperti ditusuk oleh sebilah pisau. Pisau itu adalah wajah damai sang bayi yang tertidur dan senyum indah sang ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku adalah orang yang, suatu hari, akan membunuhmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa akan muntah darah, Irisviel mengangguk dengan wajah tenang untuk membalas perkataanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti. Tentu saja. Itu adalah mimpi Einsberns. Itu adalah kegunaanku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah masa depan yang sudah ditetapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enam tahun telah berlalu, sejak pria itu membawa istrinya ke tempat kematiannya. Sebagai korban yang akan menyelamatkan dunia, Irisviel harus mati supaya ia menggapai mimpinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sesuatu yang telah didiskusikan berkali-kali oleh keduanya,sesuatu yang mereka telah setujui.&lt;br /&gt;
Pria itu telah menangis dan berteriak putus asa atas keputusan itu, mengutuk dirinya, dan setiap kali, Irisviel memaafkan dia, dan menopang dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu tentang mimpimu, aku percaya pada doa-doamu; itulah mengapa aku ada disini. Kau telah menuntunku kemari. Kau telah memberikan aku hidup yang bukan sebagai alat untuk dipakai saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk impian yang sama, wanita itu mengorbankan dirinya. Dia telah menjadi bagian dari pria itu karenanya. Itu adalah wujud cinta wanita bernama Irisviel. Karena itu adalah wanita itu, pria itu sanggup mengijinkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu menangisi aku. Aku telah menjadi bagian dari kamu. Menahan dalam kesengsaraanmu karena perpisahan sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagaimana dengan anak ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh bayi itu sangat ringan seperti bulu burung, tetapi berat seperti dari dimensi lain membuat lutut pria itu gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia belum bisa mengerti, ataupun siap, untuk sesuatu yang harus dia lakukan saat menaruh bayi itu diatas timbangan yang dia bawa karena mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah menghakimi ataupun memaafkan, adalah jalan hidup pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, bahkan untuk jiwa yang murni itu, jalan hidupnya adalah kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… tidak pantas menggendong anak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu mengeluarkan suaranya, walaupun kebahagiannya baru saja dihancurkan oleh kegilaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu tetes air mata jatuh keatas pipi lembut bayi itu yang sedang ia gendong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangis dalam diam, pria itu jatuh berlutut diatas satu lutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengalahkan kekejaman dunia ini, dia menjadi seseorang yang lebih kejam… Namun, untuk pria itu yang masih mempunyai orang-orang yang ia cintai, mereka telah dijatuhi hukuman yang paling berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang paling ia cintai di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun harus menghancurkan dunia ini, dia mau melindungi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, pria itu mengerti. Suatu hari akan tiba dimana mimpi yang ia kejar meminta mereka sebagai tumbal- keputusan seperti apa pria seperti Emiya Kiritsugu akan lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu menangis, ketakutan kalau hari itu akan datang, takut akan kemungkinan satu-banding-seribu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu memeluk dirinya dengan erat. Irisviel bangkit dari tempat tidur dan menaruh tanganya dengan lembut ke atas pundak suaminya yang sedang menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan lupa. Bukankah ini mimpimu? Sebuah dunia dimana tidak seorang pun menangis seperti ini. Delapan tahun lagi… Dan semuanya akan berakhir. Kita akan menyelesaikan mimpi ini. &lt;br /&gt;
Aku yakin cawan suci itu akan menyelamatkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istrinya, mengerti sepenuhnya tentang penderitaanya, menghapus air mata Kiritsugu dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah hari itu tiba, kau harus menggendong anak ini, Ilyasviel, lagi. Busungkan dadamu seperti layaknya seorang ayah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Volume1_Illustrations|Color Illustrations]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version|Prologue: 3 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=102562</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=102562"/>
		<updated>2011-06-26T13:16:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Fate_Zero_Prologue.jpg|200px|thumb|Prologue]]&lt;br /&gt;
===8 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
Mari kita ceritakan sebuah cerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cerita tentang seorang pria, yang memegang teguh jalan hidupnya lebih daripada orang lain, dan disudutkan ke dalam keputusasaan oleh mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Impian pria itu sangat murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bermimpi agar semua orang di dunia ini bahagia; hanya itu yang dia inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah impian kekanak-kanakan yang dimiliki semua anak laki-laki paling tidak sekali, sesuatu yang mereka tinggalkan saat mereka menyadari betapa kejamnya realita dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kebahagiaan memerlukan pengorbanan, pengertian tersebut adalah sesuatu yang semua anak belajar saat mereka tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, pria ini berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena dia adalah yang paling bodoh diantara yang lainya. Mungkin ada sesuatu yang aneh dengan kepalanya. Atau mungkin, dia adalah seseorang yang bisa kita sebut &#039;Santa&#039;, yang memikul kehendak Tuhan. Sesuatu yang tidak mungkin dimengerti oleh orang biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari bahwa semua yang hidup di dunia ini, hanya memiliki dua alternatif: pengorbanan, atau keselamatan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui hal itu, dia tidak akan mungkin lagi mengosongkan kedua piringan di timbanganya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, dia meneguhkan hatinya untuk mejadi seseorang yang mengatur timbangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi melenyapkan kesedihan di dunia ini, tidak ada lagi cara yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi menyelamatkan walaupun hanya satu orang, dia harus membunuh satu orang di sisi yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membiarkan sejumlah mayoritas hidup, dia harus membunuh sejumlah minoritas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, bukannya menyelamatkan orang demi menolong orang lain, dia menyempurnakan diri dalam seni membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi dan lagi, dia membasahi kedua tangannya dengan darah, tetapi pria itu tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah mempertanyakan kebenaran dalam tindakanya, maupun meragukan cita-citanya, dia memaksa dirinya untuk mengatur kedua sisi timbangannya dengan sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah salah menimbang sebuah nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa diskriminasi, pria itu menyelamatkan orang, dan juga tanpa diskriminasi, dia membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sayang, dia terlambat menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menimbang segalanya dengan sama rata, itu sama saja dengan tidak pernah mencintai seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saja dia lebih cepat mengukir hukum yang mutlak itu kedalam jiwanya lebih awal, dia mungkin dapat mendapatkan keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membekukan hatinya sampai mati, membentuk tubuhnya menjadi timbangan mesin yang tidak memiliki darah maupun air mata, dia menjalankan hidup memisah-misahkan mereka yang harus mati, dan mereka yang akan hidup. Mungkin tidak ada penderitaan untuk pria itu.&lt;br /&gt;
Tetapi pria itu salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman penuh kebahagiaan siapapun mengisi dadanya dengan kebanggaan, dan teriakan keputusasaan siapapun merobek hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan bercampur dengan kebencian, dan pria itu menjadi penuh dengan penyesalan saat air mata kesendirian merindukan tangan-tangan terjulur kepadanya.&lt;br /&gt;
Walaupun dia mengejar mimpi yang melampaui kemampuan manusia - Dia, sendiri, masih manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa kali banyaknya pria itu dihukum oleh kontradiksi ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenal arti persahabatan. Dia mengenal arti cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi saat menaruh nyawa seseorang yang ia cintai, dan ribuan orang asing, ke kiri dan kanan timbangan-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah membuat kesalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari mencintai seseorang, untuk menimbang nyawa orang (yang dikasihi) itu sama dengan yang lainnya, dia harus menilainya tanpa pilih kasih, dan tanpa pilih kasih merelakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat bersama orang-orang yang disayanginya, dia selalu kelihatan seperti menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang, pria itu sedang dijatuhi hukuman yang terberat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar jendela, badai salju telah membekukan segalanya. Malam musim dingin tersebut telah membekukan seluruh hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan itu berada di dalam sebuah kastil kuno dibangun diatas tanah yang beku, tetapi ruangan itu diselimuti oleh hangatnya api lembut yang menyala di perapian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kehangatan ruangan tersebut, pria itu menggendong kehidupan baru di rangkulannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu yang sangat kecil- sebuah tubuh yang sangat kecilnya, ia kelihatan bisa lenyap seketika, dan tidak ada berat yang bisa menyatakan bahwa dia telah siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan gerakan yang paling lembut bisa berbahaya, seperti halnya salju yang diambil dengan tangan, dapat hancur bahkan dengan sedikit hentakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kerapuhan itu, sang anak melindungi temperatur tubuhnya dengan tertidur, bernafas dengan lembutnya. Itu adalah semua yang dapat dilakukan detakan di dalam dadanya saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan khawatir, dia hanya tertidur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pria itu mengangkat bayi itu di rangkulannya, sang ibu, membaringkan tubuhnya di atas sofa, tersenyum kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari mukanya yang masih pucat, bayi itu belum pulih sepenuhnya, meskipun demikian, wajah cantiknya yang mirip dengan permata tidak bberkurang kecantikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih daripada semua itu, kebahagiaan yang mengisi senyumnya menghapus kelelahan yang seharusnya menodai wajah lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia selalu menangis dan susah ditenangkan, bahkan dengan kepada perawat yang seharusnya dia sudah biasa. Ini pertama kalinya dia membiarkan dirinya digendong dengan tenang... Dia mengerti, ya kan? Kalau kau itu adalah orang yang baik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menjawab, kebingungan, pria itu membandingkan sang ibu diatas ranjang dengan bayi di dalam gendongannya. Apakah senyum Irisviel pernah terlihat seindah itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pada awalnya adalah seorang wanita tanpa kebahagiaan. Tidak ada seorang pun yang pernah mengajarkan arti kata “bahagia” padanya. Dia bukanlah ciptaan Tuhan, dia diciptakan oleh tangan manusia... Sebagai sebuah homunculus, perlakuan seperti itu sudah biasa bagi wanita itu. Irisviel tidak pernah punya mimpi.&lt;br /&gt;
Diciptakan sebagai alat, dibesarkan sebagai alat, mungkin memang dari awal dia tidak pernah mengerti arti kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekarang- dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku bahagia bisa memiliki bayi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembutnya sambil menunjukkan cintanya, Irisviel von Einsbern berkata, dan menjaga anaknya yang tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mulai saat ini, yang pertama dan terpenting, dia adalah imitasi manusia. Ini pasti akan sulit, dan dia mungkin akan membenci ibunya yang telah memberikannya hidup penuh kesukaran. Tapi, walaupun begitu, aku bahagia. Anak ini sangat cantik; dia sempurna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilannya memang tidak ada yang aneh, dan, kalau dilihat, dia adalah bayi yang manis, tapi-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat masih berada di dalam kandungan ibunya, ratusan praktik magis telah dilakukan pada bayi yang belum lahir itu untuk merubahnya supaya, bahkan lebih dari ibunya, ia berbeda dari manusia. Walaupun dia lahir, kegunaanya dibatasi, supaya ia memiliki tubuh yang hanya terdiri dari kumpulan ratusan sirkuit magis. Ini adalah wujud sesungguhnya anak Irisviel yang sangat dicintainya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Walaupun mengalami kelahiran yang kejam tersebut, Irisviel tetap berkata, &amp;quot;Aku baik-baik saja.&amp;quot; Melahirkan sesuatu yang terkutuk, terlahir sebagai yang terkutuk, dia tetap mencintai anaknya, bangga akannya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan di balik kekuatan ini, keteguhan hatinya itu, adalah karena dia, tanpa ada keraguan, seorang &amp;quot;Ibu&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang seharusnya hanya sebuah alat saja menemukan cinta dan menjadi wanita, dan menemukan kekuatan yang tidak akan hancur sebagai seorang ibu. Itu adalah sebuah wajah &amp;quot;kebahagiaan&amp;quot; yang tidak seorang pun dapat merebutnya. Saat itu, kamar sang ibu dan anaknya yang dilindungi oleh kehangatan perapian terbebas dari keputusassan dan kesedihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi- pria itu tahu. Kalau dunia yang ia hidup di dalamnya, badai salju di luar jendela adalah yang paling tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iri, aku-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan satu kata itu, dada pria itu seperti ditusuk oleh sebilah pisau. Pisau itu adalah wajah damai sang bayi yang tertidur dan senyum indah sang ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku adalah orang yang, suatu hari, akan membunuhmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa akan muntah darah, Irisviel mengangguk dengan wajah tenang untuk membalas perkataanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti. Tentu saja. Itu adalah mimpi Einsberns. Itu adalah kegunaanku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah masa depan yang sudah ditetapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enam tahun telah berlalu, sejak pria itu membawa istrinya ke tempat kematiannya. Sebagai korban yang akan menyelamatkan dunia, Irisviel harus mati supaya ia menggapai mimpinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sesuatu yang telah didiskusikan berkali-kali oleh keduanya,sesuatu yang mereka telah setujui.&lt;br /&gt;
Pria itu telah menangis dan berteriak putus asa atas keputusan itu, mengutuk dirinya, dan setiap kali, Irisviel memaafkan dia, dan menopang dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu tentang mimpimu, aku percaya pada doa-doamu; itulah mengapa aku ada disini. Kau telah menuntunku kemari. Kau telah memberikan aku hidup yang bukan sebagai alat untuk dipakai saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk impian yang sama, wanita itu mengorbankan dirinya. Dia telah menjadi bagian dari pria itu karenanya. Itu adalah wujud cinta wanita bernama Irisviel. Karena itu adalah wanita itu, pria itu sanggup mengijinkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu menangisi aku. Aku telah menjadi bagian dari kamu. Menahan dalam kesengsaraanmu karena perpisahan sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagaimana dengan anak ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh bayi itu sangat ringan seperti bulu burung, tetapi berat seperti dari dimensi lain membuat lutut pria itu gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia belum bisa mengerti, ataupun siap, untuk sesuatu yang harus dia lakukan saat menaruh bayi itu diatas timbangan yang dia bawa karena mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah menghakimi ataupun memaafkan, adalah jalan hidup pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, bahkan untuk jiwa yang murni itu, jalan hidupnya adalah kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… tidak pantas menggendong anak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu mengeluarkan suaranya, walaupun kebahagiannya baru saja dihancurkan oleh kegilaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu tetes air mata jatuh keatas pipi lembut bayi itu yang sedang ia gendong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangis dalam diam, pria itu jatuh berlutut diatas satu lutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengalahkan kekejaman dunia ini, dia menjadi seseorang yang lebih kejam… Namun, untuk pria itu yang masih mempunyai orang-orang yang ia cintai, mereka telah dijatuhi hukuman yang paling berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang paling ia cintai di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun harus menghancurkan dunia ini, dia mau melindungi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, pria itu mengerti. Suatu hari akan tiba dimana mimpi yang ia kejar meminta mereka sebagai tumbal- keputusan seperti apa pria seperti Emiya Kiritsugu akan lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu menangis, ketakutan kalau hari itu akan datang, takut akan kemungkinan satu-banding-seribu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu memeluk dirinya dengan erat. Irisviel bangkit dari tempat tidur dan menaruh tanganya dengan lembut ke atas pundak suaminya yang sedang menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan lupa. Bukankah ini mimpimu? Sebuah dunia dimana tidak seorang pun menangis seperti ini. Delapan tahun lagi… Dan semuanya akan berakhir. Kita akan menyelesaikan mimpi ini. &lt;br /&gt;
Aku yakin cawan suci itu akan menyelamatkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istrinya, mengerti sepenuhnya tentang penderitaanya, menghapus air mata Kiritsugu dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah hari itu tiba, kau harus menggendong anak ini, Ilyasviel, lagi. Busungkan dadamu seperti layaknya seorang ayah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Volume1_Illustrations|Color Illustrations]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version|Prologue: 3 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=102561</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=102561"/>
		<updated>2011-06-26T13:14:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* 8 tahun yang lalu */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Fate_Zero_Prologue.jpg|200px|thumb|Prologue]]&lt;br /&gt;
===8 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
Mari kita ceritakan sebuah cerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cerita tentang seorang pria, yang memegang teguh jalan hidupnya lebih daripada orang lain, dan disudutkan ke dalam keputusasaan oleh mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Impian pria itu sangat murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bermimpi agar semua orang di dunia ini bahagia; hanya itu yang dia inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah impian kekanak-kanakan yang dimiliki semua anak laki-laki paling tidak sekali, sesuatu yang mereka tinggalkan saat mereka menyadari betapa kejamnya realita dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kebahagiaan memerlukan pengorbanan, pengertian tersebut adalah sesuatu yang semua anak belajar saat mereka tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, pria ini berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena dia adalah yang paling bodoh diantara yang lainya. Mungkin ada sesuatu yang aneh dengan kepalanya. Atau mungkin, dia adalah seseorang yang bisa kita sebut &#039;Santa&#039;, yang memikul kehendak Tuhan. Sesuatu yang tidak mungkin dimengerti oleh orang biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari bahwa semua yang hidup di dunia ini, hanya memiliki dua alternatif: pengorbanan, atau keselamatan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui hal itu, dia tidak akan mungkin lagi mengosongkan kedua piringan di timbanganya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, dia meneguhkan hatinya untuk mejadi seseorang yang mengatur timbangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi melenyapkan kesedihan di dunia ini, tidak ada lagi cara yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi menyelamatkan walaupun hanya satu orang, dia harus membunuh satu orang di sisi yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membiarkan sejumlah mayoritas hidup, dia harus membunuh sejumlah minoritas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, bukannya menyelamatkan orang demi menolong orang lain, dia menyempurnakan diri dalam seni membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi dan lagi, dia membasahi kedua tangannya dengan darah, tetapi pria itu tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah mempertanyakan kebenaran dalam tindakanya, maupun meragukan cita-citanya, dia memaksa dirinya untuk mengatur kedua sisi timbangannya dengan sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah salah menimbang sebuah nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa diskriminasi, pria itu menyelamatkan orang, dan juga tanpa diskriminasi, dia membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sayang, dia terlambat menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menimbang segalanya dengan sama rata, itu sama saja dengan tidak pernah mencintai seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saja dia lebih cepat mengukir hukum yang mutlak itu kedalam jiwanya lebih awal, dia mungkin dapat mendapatkan keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membekukan hatinya sampai mati, membentuk tubuhnya menjadi timbangan mesin yang tidak memiliki darah maupun air mata, dia menjalankan hidup memisah-misahkan mereka yang harus mati, dan mereka yang akan hidup. Mungkin tidak ada penderitaan untuk pria itu.&lt;br /&gt;
Tetapi pria itu salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman penuh kebahagiaan siapapun mengisi dadanya dengan kebanggaan, dan teriakan keputusasaan siapapun merobek hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan bercampur dengan kebencian, dan pria itu menjadi penuh dengan penyesalan saat air mata kesendirian merindukan tangan-tangan terjulur kepadanya.&lt;br /&gt;
Walaupun dia mengejar mimpi yang melampaui kemampuan manusia - Dia, sendiri, masih manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa kali banyaknya pria itu dihukum oleh kontradiksi ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenal arti persahabatan. Dia mengenal arti cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi saat menaruh nyawa seseorang yang ia cintai, dan ribuan orang asing, ke kiri dan kanan timbangan-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah membuat kesalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari mencintai seseorang, untuk menimbang nyawa orang (yang dikasihi) itu sama dengan yang lainnya, dia harus menilainya tanpa pilih kasih, dan tanpa pilih kasih merelakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat bersama orang-orang yang disayanginya, dia selalu kelihatan seperti menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang, pria itu sedang dijatuhi hukuman yang terberat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar jendela, badai salju telah membekukan segalanya. Malam musim dingin tersebut telah membekukan seluruh hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan itu berada di dalam sebuah kastil kuno dibangun diatas tanah yang beku, tetapi ruangan itu diselimuti oleh hangatnya api lembut yang menyala di perapian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kehangatan ruangan tersebut, pria itu menggendong kehidupan baru di rangkulannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu yang sangat kecil- sebuah tubuh yang sangat kecilnya, ia kelihatan bisa lenyap seketika, dan tidak ada berat yang bisa menyatakan bahwa dia telah siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan gerakan yang paling lembut bisa berbahaya, seperti halnya salju yang diambil dengan tangan, dapat hancur bahkan dengan sedikit hentakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kerapuhan itu, sang anak melindungi temperatur tubuhnya dengan tertidur, bernafas dengan lembutnya. Itu adalah semua yang dapat dilakukan detakan di dalam dadanya saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan khawatir, dia hanya tertidur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pria itu mengangkat bayi itu di rangkulannya, sang ibu, membaringkan tubuhnya di atas sofa, tersenyum kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari mukanya yang masih pucat, bayi itu belum pulih sepenuhnya, meskipun demikian, wajah cantiknya yang mirip dengan permata tidak bberkurang kecantikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih daripada semua itu, kebahagiaan yang mengisi senyumnya menghapus kelelahan yang seharusnya menodai wajah lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia selalu menangis dan susah ditenangkan, bahkan dengan kepada perawat yang seharusnya dia sudah biasa. Ini pertama kalinya dia membiarkan dirinya digendong dengan tenang... Dia mengerti, ya kan? Kalau kau itu adalah orang yang baik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menjawab, kebingungan, pria itu membandingkan sang ibu diatas ranjang dengan bayi di dalam gendongannya. Apakah senyum Irisviel pernah terlihat seindah itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pada awalnya adalah seorang wanita tanpa kebahagiaan. Tidak ada seorang pun yang pernah mengajarkan arti kata “bahagia” padanya. Dia bukanlah ciptaan Tuhan, dia diciptakan oleh tangan manusia... Sebagai sebuah homunculus, perlakuan seperti itu sudah biasa bagi wanita itu. Irisviel tidak pernah punya mimpi.&lt;br /&gt;
Diciptakan sebagai alat, dibesarkan sebagai alat, mungkin memang dari awal dia tidak pernah mengerti arti kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekarang- dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku bahagia bisa memiliki bayi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembutnya sambil menunjukkan cintanya, Irisviel von Einsbern berkata, dan menjaga anaknya yang tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mulai saat ini, yang pertama dan terpenting, dia adalah imitasi manusia. Ini pasti akan sulit, dan dia mungkin akan membenci ibunya yang telah memberikannya hidup penuh kesukaran. Tapi, walaupun begitu, aku bahagia. Anak ini sangat cantik; dia sempurna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilannya memang tidak ada yang aneh, dan, kalau dilihat, dia adalah bayi yang manis, tapi-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat masih berada di dalam kandungan ibunya, ratusan praktik magis telah dilakukan pada bayi yang belum lahir itu untuk merubahnya supaya, bahkan lebih dari ibunya, ia berbeda dari manusia. Walaupun dia lahir, kegunaanya dibatasi, supaya ia memiliki tubuh yang hanya terdiri dari kumpulan ratusan sirkuit magis. Ini adalah wujud sesungguhnya anak Irisviel yang sangat dicintainya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Walaupun mengalami kelahiran yang kejam tersebut, Irisviel tetap berkata, &amp;quot;Aku baik-baik saja.&amp;quot; Melahirkan sesuatu yang terkutuk, terlahir sebagai yang terkutuk, dia tetap mencintai anaknya, bangga akannya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan di balik kekuatan ini, keteguhan hatinya itu, adalah karena dia, tanpa ada keraguan, seorang &amp;quot;Ibu&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang seharusnya hanya sebuah alat saja menemukan cinta dan menjadi wanita, dan menemukan kekuatan yang tidak akan hancur sebagai seorang ibu. Itu adalah sebuah wajah &amp;quot;kebahagiaan&amp;quot; yang tidak seorang pun dapat merebutnya. Saat itu, kamar sang ibu dan anaknya yang dilindungi oleh kehangatan perapian terbebas dari keputusassan dan kesedihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi- pria itu tahu. Kalau dunia yang ia hidup di dalamnya, badai salju di luar jendela adalah yang paling tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iri, aku-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan satu kata itu, dada pria itu seperti ditusuk oleh sebilah pisau. Pisau itu adalah wajah damai sang bayi yang tertidur dan senyum indah sang ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku adalah orang yang, suatu hari, akan membunuhmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa akan muntah darah, Irisviel mengangguk dengan wajah tenang untuk membalas perkataanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti. Tentu saja. Itu adalah mimpi Einsberns. Itu adalah kegunaanku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah masa depan yang sudah ditetapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enam tahun telah berlalu, sejak pria itu membawa istrinya ke tempat kematiannya. Sebagai korban yang akan menyelamatkan dunia, Irisviel harus mati supaya ia menggapai mimpinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sesuatu yang telah didiskusikan berkali-kali oleh keduanya,sesuatu yang mereka telah setujui.&lt;br /&gt;
Pria itu telah menangis dan berteriak putus asa atas keputusan itu, mengutuk dirinya, dan setiap kali, Irisviel memaafkan dia, dan menopang dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu tentang mimpimu, aku percaya pada doa-doamu; itulah mengapa aku ada disini. Kau telah menuntunku kemari. Kau telah memberikan aku hidup yang bukan sebagai alat untuk dipakai saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk impian yang sama, wanita itu mengorbankan dirinya. Dia telah menjadi bagian dari pria itu karenanya. Itu adalah wujud cinta wanita bernama Irisviel. Karena itu adalah wanita itu, pria itu sanggup mengijinkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu menangisi aku. Aku telah menjadi bagian dari kamu. Menahan dalam kesengsaraanmu karena perpisahan sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagaimana dengan anak ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh bayi itu sangat ringan seperti bulu burung, tetapi berat seperti dari dimensi lain membuat lutut pria itu gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia belum bisa mengerti, ataupun siap, untuk sesuatu yang harus dia lakukan saat menaruh bayi itu diatas timbangan yang dia bawa karena mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah menghakimi ataupun memaafkan, adalah jalan hidup pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, bahkan untuk jiwa yang murni itu, jalan hidupnya adalah kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… tidak pantas menggendong anak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu mengeluarkan suaranya, walaupun kebahagiannya baru saja dihancurkan oleh kegilaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu tetes air mata jatuh keatas pipi lembut bayi itu yang sedang ia gendong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangis dalam diam, pria itu jatuh berlutut diatas satu lutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengalahkan kekejaman dunia ini, dia menjadi seseorang yang lebih kejam… Namun, untuk pria itu yang masih mempunyai orang-orang yang ia cintai, mereka telah dijatuhi hukuman yang paling berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang paling ia cintai di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun harus menghancurkan dunia ini, dia mau melindungi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, pria itu mengerti. Suatu hari akan tiba dimana mimpi yang ia kejar meminta mereka sebagai tumbal- keputusan seperti apa pria seperti Emiya Kiritsugu akan lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu menangis, ketakutan kalau hari itu akan datang, takut akan kemungkinan satu-banding-seribu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu memeluk dirinya dengan erat. Irisviel bangkit dari tempat tidur dan menaruh tanganya dengan lembut ke atas pundak suaminya yang sedang menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan lupa. Bukankah ini mimpimu? Sebuah dunia dimana tidak seorang pun menangis seperti ini. Delapan tahun lagi… Dan semuanya akan berakhir. Kita akan menyelesaikan mimpi ini. &lt;br /&gt;
Aku yakin cawan suci itu akan menyelamatkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istrinya, mengerti sepenuhnya tentang penderitaanya, menghapus air mata Kiritsugu dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah hari itu tiba, kau harus menggendong anak ini, Ilyasviel, lagi. Busungkan dadamu seperti layaknya seorang ayah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue_2|Prologue: 3 years ago]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_1|Act 1, part 1]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_3~_Indonesian_Version&amp;diff=102560</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 3~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_3~_Indonesian_Version&amp;diff=102560"/>
		<updated>2011-06-26T13:13:22Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* 1 tahun yang lalu */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===1 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan cepat menemukan wanita yang dia cari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di awal liburan sebuah siang, anak-anak dapat terlihat bermain di taman, diterangi dengan sinar matahari awal musi gugur yang damai, dengan orang-tua mereka mengawasi mereka, dengan senyum.  Alun-alun di sekitar air mancur taman itu disesaki oleh orang-orang yang membawa keluarga mereka untuk bersantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan di tengah keramain tersebut, dia tidak kehilangan arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli betapa padatnya, tidak peduli betapa jauh, dia yakin dia dapat menemukan wanita itu dengan mudah. Walaupun dia tidak tahu bahwa dia bisa bertemu denganya sebulan sekali, walaupun dia sudah memiliki pasangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya pada saat dia sudah dekat, wanita di dalam bayangan pohon-pohon baru menyadari kehadirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Hey, lama tidak berjumpa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh- Kariya-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan sebuah senyum yang sopan dan rendah hati, wanita itu mengangkat matanya dari buku yang sedang dibacanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelelelahan – Melihat dia seperti itu, Kariya merasa terbelenggu oleh kegundahan dan keputusasaan. Sesuatu sepertinya sedang menyiksa wanita itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan cepat ingin bertanya tentang penyebab masalah itu, supaya dia dapat menggunakan dirinya untuk menemukan jawaban untuk ‘masalah’ itu – tetapi Kariya tidak dapat masuk ke topik itu bahkan jika didasari oleh alasan itu. Dia tidak terlalu dekat sampai-sampai dia dapat mencurahkan kebaikan yang terus terang seperti itu; itu bukan tempat dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sudah berlangsung 3 bulan. Perjalanan kali ini lumayan lama kali ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Eh, ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam mimipi indahnya, senyuman wanita itu pasti muncul. Tapi dia tidak memiliki keberanian untuk melihat dia saat dia berada di depan wanita itu. Ini sudah berlangsung selama 8 tahun, dan Kariya mungkin tidak akan pernah sangup melihat senyuman itu selamanya.&lt;br /&gt;
Karena wanita itu membuat dia sangat gugup, dia selalu lupa untuk berkata-kata setelah kata perjumpaan, dan kekosongan yang halus muncul. Itu juga terjadi setiap kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mematahkan kekakuan itu, Kariya mencari sesuatu yang dapat ia bicarakan dengan mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Disana. Bermain di tengah-tengah segerombolan anak kecil di atas rumput, rambut yang dikepang dua menari dengan gembira. Walaupun masih sangat muda, gadis itu sudah menunjukan tanda-tanda wajah cantik yang diwarisi dari ibunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rin-chan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya memanggil, melambaikan tanganya. Begitu dia melihat, gadis yang dia panggil Rin berlari menuju dia dengan senyum yang lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang kembali, paman Kariya! Apa kamu membawa oleh-oleh buatku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rin, ingat untuk berlaku sopan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis kecil itu terlihat tidak mendengar suara malu ibunya. Mata Rin berbinar dengan harapan dan Kariya, memberi senyuman yang sama, mengeluarkan satu dari dua oleh-oleh yang dia bawa dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waaahh, bagus…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bros indah yang terbuat dari berbagai bentuk mutiara mendaparkan hati gadis kecil itu dari pandangan pertama. Walaupun sepertinya itu terlalu mahal untuk gadis seumurnya, Kariya tahu kalau Rin memiliki selera yang lebih dewasa dari umurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Paman, terima kasih seperti biasanya. Alu akan menyimpanya dengan baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha ha, kalau kamu suka, paman juga senang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembut mengelus kepala Rin, Kariya mencari seseorang yang akan dia beri oleh-oleh yang dia bawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena suatu hal, dia tidak dapat menemukan anak itu di taman...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, dimana Sakura-chan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan Kariya, senyum Rin dengan cepat menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya terlihat seolah-olah ia berhenti berpikir, sebuah wajah anak kecil yang pasrah yang dipaksa untuk menerima sebuah realita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sakura, dia… sudah tidak ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah kosong, Rin memberikan jawaban yang monoton. Lalu, seolah-olah mehindari pertanyaan Kariya, dia berlari balik menuju ke gerombolan anak-anak yang dia sedang bermain dengan sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut oleh perkataan Rin yang tidak bisa dimengerti, Kariya melihat ke ibu Rin dengan realisasi yang tiba-tiba. Wanita itu menoleh ke tempat kosong dengan wajah muram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu artinya…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sakura bukan lagi anakku ataupun adik Rin lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada bicaranya datar, tetapi lebih tegar dibanding suara anaknya Rin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anak itu, sudah pergi ke keluarga Mato.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ma – to –&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama itu, yang terdengar sangat akrab namun menjijikan, dengan paksa merobek hati Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin… Apa yang artinya itu, Aoi-san!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak seharusnya kamu bertanya, ya kan? Terutama kamu, Kariya-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghancurkan hati Kariya, ibu Rin – Tosaka Aoi memberi jawaban yang kasar dan dingin, tidak menoleh sekalipun kepadanya, seolah-olah tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja kamu lebih dari semua orang seharusnya tahu kenapa Mato memerlukan seorang anak dari keturunanmagi untuk meneruskan mereka, ya kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana… bisa kamu… setuju dengan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah sesuatu yang dia putuskan. Ini adalah keputusan kepala keluarga Tosaka, menyetujui permintaan dari teman lama yang dipersatukan sumpah, Mato… Opiniku tidak diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk alasan itu, ibu dan anak, kakak dan adik, dipisahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja dia tidak setuju. Tapi Aoi dan bahkan Rin kecil tahu benar alasan mengapa mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menerimanya. Itu karena ini adalah apa artinya hidup sebagai seorang magus. Kariya tahu tentang kekejaman takdir dengan sangat baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa kamu tidak apa-apa dengan keputusan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aoi membalas dengan senyuman yang pahit terhadap suara Kariya yang tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah siap untuk sesuatu seperti ini pada saat aku memutuskan untuk menikah dan masuk kedalam keluarga Tosaka, saat aku memutuskan untuk menjadi istri seorang magus. Pada saat kamu memasuki keluarga magus, adalah sebuah kesalahan untuk mencari kebahagian sebuah keluarga yang normal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, memandang Kariya yang akan berbicara, istri magus itu dengan lembut, namus tegas, menghentikan dia –&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah masalah diantara Tosaka dan Mato. Ini bukan urusanmu, yang sudah pergi meninggalkan dunia para magus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyelesaikan dengan anggukan singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ini, Kariya tidak dapat bergerak lagi. Seperti dia sudah diubah menjadi salah satu pohon di taman itu, dadanya sesak karena kelemahan dan keputusasaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak dahulu saat dia masih seorang gadis, lalu saat dia menjadi seorang istri, dan bahkan setelah dia memiliki dua orang anak, perlakuann Aoi kepada Kariya tidak pernah berubah. Tiga tahun lebuh tua dari dia, teman sejak kecil, dia selalu memperlakukan Kariya dengan baik dan tanpa batas, seperti layaknya seorang kakak kepada adiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah pertama kalinya dia tengan tegas menggaris-bawahi posisi mereka masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kamu bertemu dengan Sakura, tolong perlalukan dia dengan baik. Dia selalu sayang denganmu, Kariya-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan Aoi mengawasi dia, Rin bermain dengan gembira, penuh dengan energi, seolah-olah sperti untuk mengubur kesedihanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah kelakuan Rin adalah jawaban yang mendorong balik Kariya yang terbisu di sampingnya, Tosaka Aoi menujukan kepada dia hanya wajah seorang ibu yang damai ditengah-tengah liburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Kariya tidak tertipu. Tidak mungkin dia tidak bisa melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Tosaka Aoi yang tegas dan damai yang telah menerima takdirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak bisa menutupi sepenuhnya air mata yang membendung di kedua matanya.&lt;br /&gt;
 &amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya mempercepat jalanya melewati pemandangan tempat kelahirannya yang dia pikir tidak akan pernah dia lihat lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kali dia kembali ke kota Fuyuki, dia tidak akan pernah menyebrangi jembatan menuju ke Miyama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sudah berlangsung selama 10 tahun. Tidak seperti area Shinto dimana bisnis berjalan setiap hari, tidak ada yang berubah di daerah ini dimana waktu seperti berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan yang sepi berisi dengan kenangan, tapi tidak ada satupun yang indah jika dia berhenti untuk melihat. Mengabaikan kenangan yang tidak berharga itu, Kariya berpikir tentang perbincangannya dengan Aoi sejam yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa kamu setuju dengan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban kosong yang Aoi lempar kepadanya sambil membuang pandanganya. Dia tidak pernah menggunakan nada tajam seperti itu beberapa tahun belangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan mengangkat pandanganmu, jangan menjadi beban… Itu adalah bagaimana dia hidup. Kemarahan, kebencian, Kariya telah meninggalkan semua itu di jalanan kosong Miyama. Setelah membuang kota kelahiranya, Kariya tidak pernah mempermasalahkan apapun. Bahkan sesuatu yang sangat kejam dan buruk adalah sesuatu yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sesuatu yang dia benci di tanah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu kenapa – betul. Itu pasti sudah 8 tahun sejak suaranya terakhir kali mengandung perasaan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, bukankah pada wanita yang sama Kariya menggunakan nada seperti itu, dengan kata-kata yang sama?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu setuju dengan ini?” – Dia mengeluarkan pertanyaan yang sama pada waktu itu. Menghadap teman masa kecil yang lebih tua semalam sebelum dia menerima nama Tosaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah lupa. Wajah dia pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita itu menjawab dengan anggukan singkat, seolah-olah menyesal, tapi dengan malu-malu dengan wajah yang merah. Kariya ditaklukan oleh senyuman yang malu-malu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku sudah siap… Itu adalah sebuah kesalahan untuk mencari kebahagiaan normal sebuah keluarga…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban itu adalah sebuah kebohongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari itu, 8 tahun yang lalu, pada saat dia dilamar oleh magus muda, senyuman dia tanpa ragu menunjukan kepercayaanya kepada kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan karena itu, Kariya menerima sepenuhnya kekalahanya karena dia percaya dengan senyuman itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin, pria yang dinikahi Aoi, pria itu adalah satu-satunya orang yang bisa membuat dia bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu adalah sebuah kesalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari yang lainya, Kariya seharusnya menyadari kalau itu adalah kesalahan yang fatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dia telah menyadari betapa memuakkan seni magis itu, bukankah Kariya telah menolak takdirnya dan meninggalkan keluarganya?&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, dia bisa memaafkan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan dia, seseorang yang sudah berbalik badan dan lari dengan ketakutan, tahu betapa menjijikan seni magis… Wanita yang palin penting di hidupnya sudah menyerah,  dar semua orang, kepada pria yang paling mirip dengan magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang membakar didalam dada Kariya adalah, penyesalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak sekali, tapi dua kali, dia sudah memilih kata yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak seharusnya bertanya, “Apa kamu setuju dengan ini?”, tetapi dia seharusnya mengambil kesimpulan, “Kamu jangan melakukanya.”&lt;br /&gt;
Dan 8 tahun yang lalu, kalau saja dia mencegah Aoi – mungkin ada sebuah masa depan yang berbeda dari sekarang. Kalau saja dia tidak mengikat dirinya dengan Tosaka pada hari itu, dia pasti akan keluar dari kutukan kematian seorang magus, dan dia akan menjalani hidup yang normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan hari ini, di hari siang di taman itu, kalau saja dia memberi reaksi yang berbeda terhadap keputusan diantara Tosaka dan Mato, - mungkin itu akan mengejutkan dia. Dia mungkin akan menolak sesuatu yang tidak masuk akal dari orang asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, dia tidak dapat menyalahkan hanya dirinya sendiri seperti itu. Dia tidak seharusnya menahan air matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya tidak dapat memaafkan ini. Dia yang mengulangi kesalahan yang sama. Sebagai hukumanya, dia kembali ke tempat yang telah dia tinggalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti, ada sebuah jalan menuju pengampunan. Sebuah dunia yang telah ia tinggalkan. Sebuah takdir yang dia telah lari darinya ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekarang, dia akan menghadapi hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia mengingat  satu-satunya wanita di dunia ini yang dia tidak ingin menangis –&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah langit dimana sinar matahari yang terbenam bersinar, dia berhenti di depan sebuah rumah mewah dengan model barat yang menjulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah melompat melewati 10 tahun, Mato Kariya berdiri di depan gerbang rumahnya lagi.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
  &amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Berawal dari pintu depan, pertengkaran yang kecil namun riskan dengan cepat terbawa ke dalam kediaman Mato dimana Kariya duduk diatas sofa di ruang tamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir aku sudah bilang kalau kamu jangan menunjukan mukamu lagi di sini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duduk di hadapan Kariya, seorang tua, yang kecil, yang mengumpatkan kata-kata kasar itu adalah Mato Zoken, kepala keluarga itu. Dia sangat keriput sampai-sampai kepalanya yang botak dan kaki tanganya terlihat seperti mumi, tapi sinar di matanya yang dalam masih menunjukan semangatnya; penampilan dan karakternya membuat dia menjadi seseorang yang tidak biasa dan misterius.&lt;br /&gt;
Sejujurnya, bahkan Kariya tidak bisa menebak dengan tepat umur kakek tua itu. Daftar unik di dalam silsilah keluarga menunujukan bahwa dia adalah kakak dari ayah Kariya. Tapi bahkan dengan kakek buyutnya, nenek moyang Kariya di generasi ketiga, ada sebuah daftar kakek tua bernama Zoken di dalam silsilah keluarga. Tidak mungkin ada jalan untuk menebak berapa generasi kakek ini telah berkuasa atas keluarga Mato.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara tentang perbuatan yang memuakkan, dia adalah seorang magus yang bisa dibilang memiliki hidup abadi, mengulur dan mengulur lagi umurnya. Seseorang yang berasal dari awal mula garis keturunan Mato dengan hubungan yang sangat jauh dengan Kariya. Dia adalah hantu sungguhan yang masih tersisa di era ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mendengar sesuatu yang tidak bisa dimaafkan. Sesuatu tentang bagaimana keluarga Mato melakukan perbuatan memalukan yang tidak masuk akal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya mengerti bahwa magus di hadapanya ini adalah seseorang yang sangat kuat dengan kekejaman yang tidak tertandingi. Seseorang yang merupakan sebuah wujud dari semua yang dibenci Kariya sampai mendarah daging. Bahkan kalau kakek ini membunuh dia, Kariya tetap membenci dia dengan sangat sampai akhir. Dengan konfrontasi 10 tahun yang lalu, Kariya sudah menghadapi hantu itu dan lari dari keluarga Mato, untuk mendapatkan kebebasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku dengar kamu mengambil anak kedua Tosaka. Apa kamu sebegitu inginnya ingin meneruskan garis keturunan magus keluarga?”&lt;br /&gt;
Zoken mencibir pada kata-kata tajam Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu membahas tentang ini? Tidak ada lagi yang lain? Siapa menuru kamu yang bertanggung jawab atas kejatuhan Mato?&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, anak yang akhirnya didapat Byakuya ternyata tidak mewarisi sirkuit magis. Darah murni kluarga Mato telah lenyap pada generasi ini. Tetapi, lebih dari kakakmu Byakuya, kau adalah satu-satunya yang memiliki dasar seorang magus, Kariya. Kalau saja kamu dengan patuh menerima warisanmu dan mengakses rahasia keluarga Mato, kita tidak akan terdesak oleh peristiwa ini. Dan ini adalah sepenuhnya kesalahanmu…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Kariya, dengan dengusan, mementah balikkan perilaku mengancam kakek itu yang telah berbusa mulutnya karena sangat marahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hentikan lawakanmu, vampir. Apa masalahnya dengan kelanjutan garis keturunan Mato? Jangan membuatku tertawa. Tidak akan jadi masalah buatmu bahkan kalau tidak ada lagi generasi baru keluarga Mato. Diskusi ini hanya omong kosong karena kau sendiri akan terus hidup untuk dua ratus atau seribu tahun lagi, eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Kariya duga, Zoken memberikan senyuman yang mencurigakan, seolah-olah kemarahan sebelumnya hanya sebuah kebohongan. Itu adalah senyuman monster memperdulikan emosi manusia bahkan sebagai serpihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti biasa, kamu adalah anak yang kaku. Kamu bicaa dan bertindak apa adanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terserah, itulaah bagaimana kamu melaih aku. Aku bukan seseorang yang suka untuk berputar-putar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang serak keluar dari dalam tenggorakan kakek tua itu, seperti dia tertawa senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Betul. Kamu mungkin akan hidup lebih lama dariku, bahkan lebih dari anak Byakuya. Tetapi, pertanyaannya adalah berapa lama lagi aku akan dapat mengawetkan badan ini dari pembusukan. Bahkan kalau keturunan Mato tidak diperlukan, seorang Mato magus diperlukan. Untuk mendapatkan Cawan itu, tentu saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Jadi pada akhirnya, itulah tujuanmu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berjalan sperti perkiraan Kariya. Itu adalah kehidupan abadi yang kakek tua ini kejar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pengabul permintaan yang disebut &amp;quot;Cawan&amp;quot; yang dapat mengabulkan permintaan itu… Apa yang mencekik monster yang tidak dapat mati setelah beatus-ratus tahun adalah harapan yang dipertaruhkan di dalam keajaiban itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kedatangan 60 tahun sekali siklus terjadi tahun depan. Tapi untuk Perang Cawan Suci yang keempat, Heaven&#039;s Feel keempat, tidak akan ada pemain dari keluarga Mato. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Byakuya tidak memiliki prana yang cukup untuk seorang Servant. Dia bahkan tidak memiliki Command Seals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi walaupun kita harus berhenti pada perang kali ini, akan ada kesempatan lagi untuk yang selanjutnya dalam 60 tahun. Tidak ada keraguan bahwa magus yang sempurna dapat lahir dari anak gadis keluarga Tosaka ini. Aku punya harapan yang besar untuk wadah yang bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Tosaka Sakura muncul di balik kelopak mata Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak yang pemalu yang selalu bersembunyi di belakan kakaknya Rin, seorang gadis yang kelihatan pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang anak terlalu muda untuk memanggul takdir kejam seorang magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menelan kemarahanya, Kariya memasang muka tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini di tempat ini, dia disini untuk bernegoisasi dengan Zoken. Tidak ada yang bisa didapat kalau ia memakai emosinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;- Kalau ini memang tentang hal itu, kalau kamu menginginkan cawan itu, kamu tidak memerlukan Tosaka Sakura, benar kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Zoken memicingkan matanya, curiga dengan arti di balik kata-kata Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu, tipuan macam apa yang ada di dalam kepalamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebuah kesepakatan, Mato Zoken. Aku akan membawa nama Mato di Heaven&#039;s feel berikutnya. Sebagai balasanya, kau akan membebaskan Tosaka Sakura.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut hanya dalam satu tarikan nafas, Zoken tertawa mencemooh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kha, jangan bodoh. Orang gagal yang tidak pernah belajar apa-apa ingin menjadi Master seorang Servant dalam setahun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu punya rahasia untuk membuat itu mungkin, benar kan. Dengan menggunakan kemampuan cacing-cacing yang sangat kau banggkan itu, kakek tua.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya langsung melompat ke intinya, melihat ke dalam mata tajam magus tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tanam &#039;Crest Worms&#039; milikmu kedalam badanku. Kamu bisa melakukan itu, kedalam darah dan daging menjijikan seorang Mato. Kecocokanya pasti jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anak dari keluarga lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Zoken berubah kembali dari wajah seorang manusia ke wajah seorng magus, semua ekspresi lenyap seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kariya - Apa kamu ingin mati?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan bilang kamu kuatir? &#039;Paman&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zoken akhirnya menyadari kalau Kariya serius. Dengan dingin, magus itu menevaluasi Kariya, melihat dia, lalu menarik nafas dalam.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku harus bilang kalau aku mengharapkan lebih dari kamu daripada Byakuya. Setelah memperbesar sirkuit magismu dengan Crest worms, kalau kita melatihmu dengan berat selama satu tahun, mungkin Cawan itu akan memilihmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Tapi, aku tidak mengerti. Kenapa kamu mau melakukan hal ini hanya untuk satu gadis kecil?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biarkan keras kepala seorang Mato diurus oleh tangan seorang Mato. Jangan melibatkan orang lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagi-lagi dengan dedikasimu yang mengagumkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti menikmati ini, Zoken memberikan senyuman yang puas, penuh dengan  nafsu setan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, Kariya, kalau tujuanmu tidak ingin melibatkan orang lain bukankah kamu sedikit terlambat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahukah kamu sudah berapa lama gadis keluarga Tosaka telah datan ke dalam keluarga kita?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusasaan, mendobrak masuk, menyesakkan dada Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakek tua, maksudmu-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia menangis dan berteriak-teriak pada tiga hari pertama, tapi pada hari keempat, dia sangat diam. Hari ini, dia dilemparkan kedalam tempat penyimpanan cacing itu pada saat subuh untuk melihat berapa baiknya dia akan bertahan, tapi, ho ho, dia sanggup bertahan selama setengah hari dan masih bernafas. Tahukah kamu, kalau bahan Tosaka itu tidak rusak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pundak Kariya gemetar dengan keinginan untuk membunuh melebihi kebencian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin mengangkat leher magus jahanam ini, mencekik dia dengan sekuat tenaga, dan mematahkanya, saat ini juga -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Kengininan itu adalah kegilaan yang bergejolak di dalam Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, Kariya menyadarinya. Walaupun dia sudah sangat kurusnya sampa-sampai terlihat seperti mumi, Zoken adalah seorang magus. Kariya tidak bisa bahkan mencba untuk membunuh dia disini. Dia tidak memiliki bahkan secuil kekuatan yang diperlukan untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;
Untuk menyelamatkan Sakura, tidak ada jalan lain lagi selain bernegoisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat konflik di dalam Kariya dengan jelas, Zoken mengeluarkan tawa yang puas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, apa yang akan kamu lakukan? Gadis kecil itu sudah rusak, dipenuhi dengan cacing dari ujung kepala sampai ujung kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jika kamu masih ingin untuk menyelamatkan dia, sewajarnya, aku tidak akan berpikir dua kali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Tidak ada masalah. Ayo lakukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya berkata dengan nada dingin. Tentu saja dia tidak memiliki cara yang lain lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sempurna, sempurna. Kita masih bisa melatihmu seberat mungkin. Tapi, ingat kalau aku akan meneruskan latihan Sakura kalau kamu tidak menunjukan hasil.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cekikikan, manus tua yang sedang senang itu mencemooh Kariya dan kemarahan dan keputusasaanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Daripada menerima kembali orang gagal yang sudah mengkhianati kami, kemungkinan untuk mendapatkan seorang anak dari ini jauh lebih besar. Aku memilih untuk mendapatkan yang terbaik dari setiap kesempatan satu per satu. Aku sudah menyerah untuk Heaven&#039;s Feel kali ini, sejak perang kali ini tidak mungkin dimenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi. kalau dalam satu dalam satu juta kemungkinan, kamu bisa mendapatkan Cawan itu - Aku setuju. Kalau itu terjadi, pada dasarnya aku tidak membutuhkan gadis dari keluarga Tosaka lagi. Aku sudah mendapatkan tujuan aku melatih anak itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Kamu tidak sedang menipu? Mato Zoken.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kariya, kalau kamu berpikir kamu harus bermuka lima untuk berbicara denganku, coba menahan Crest worms lebih dahulu.&lt;br /&gt;
Ya, coba menjadi inang cacing-cacing itu selama seminggu pertama. Kalau kam tidak mati, aku baru menganggap kalau kamu serius.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadar pada tongkatnya, menegakkan badanya dengan susah payah, Zoken menoleh ke Kariya dengan senyuman aneh yang penuh dengan kekejian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, ayo kita mulai persiapannya sekarang. Kita akan menyelesaikan perawatan ini besok. Kalau kamu berubah pikiran, lakukan sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya mengangguk dalam diam, Kariya membuang keraguannya yang terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akan menjadi alat Zoken begitu dia mengijinkan cacing-cacing itu masuk kedalam tubuhnya. Dengan cara itu, tidak ada cara lagi untuk memberontak melawan magus tua itu. Kalau dia dapat lulus menjadi magus, Kariya dan keluarga Mato pasti mendapatkan Command Seals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heaven&#039;s feel. Satu-satunya kesempatan untuk menyelamatkan Tosaka Sakura. Sebuah pilihan yang tidak akan bisa ia raih dengan darah dan dagingya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya mungkin akan kehilangan nyawanya. Bahkan kalau ia tidak dibunuh oleh master yang lain, tubuh Kariya akan dimakan oleh cacing-cacing dengan membawa Crest worms dalam waktu sesingkat satu tahun, dan ekspektasi hidupnya tidak mungkin lebih dari beberapa tahun.&lt;br /&gt;
Tapi itu semla tidak penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusan Kariya sudah terlambat. Anak Aoi akan hidup dengan damai bersama ibunya kalau saja dia memiliki determinasi yang sama 10 tahun yang lalu. Takdir yang dia tolak telah diberikan ke orang lain, dan jatuh ke tangan seorang gadis yang tidak berdosa.&lt;br /&gt;
Tidak ada pengampunan untuk itu. Jika ada jalan menuju pengampunan, itu tidak mungkin lebih dar memberikan kembali kehidupan normal yang telah hilang ke anak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai tambahan, kalau dia berhasil membunuh enam master yang lainnya untuk mendapatkan Cawan itu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara semua orang yang telah membawa tragedi kepada anak yang bernama Sakura, setidaknya ada satu orang yang dia dapat berikan doa kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tosaka, Tokiomi…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai kepala salah satu 3 keluarga awal, tidak ada keraguan kalau dia akan menerima Command Seals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan rasa bersalahnya kepada Aoi, dan kebenciannya kepada Zoken, ada sebuah kebencian yang luar biasa yang telah terkumpul hingga saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emosi gelap balas dendam telah dengan diam membakar di lubuk hati Mato Kariya bagai api neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version|Prologue: 3 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_1|Act 1, part 1]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_3~_Indonesian_Version&amp;diff=102559</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 3~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_3~_Indonesian_Version&amp;diff=102559"/>
		<updated>2011-06-26T13:12:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* 1 tahun yang lalu */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===1 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan cepat menemukan wanita yang dia cari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di awal liburan sebuah siang, anak-anak dapat terlihat bermain di taman, diterangi dengan sinar matahari awal musi gugur yang damai, dengan orang-tua mereka mengawasi mereka, dengan senyum.  Alun-alun di sekitar air mancur taman itu disesaki oleh orang-orang yang membawa keluarga mereka untuk bersantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan di tengah keramain tersebut, dia tidak kehilangan arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli betapa padatnya, tidak peduli betapa jauh, dia yakin dia dapat menemukan wanita itu dengan mudah. Walaupun dia tidak tahu bahwa dia bisa bertemu denganya sebulan sekali, walaupun dia sudah memiliki pasangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya pada saat dia sudah dekat, wanita di dalam bayangan pohon-pohon baru menyadari kehadirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Hey, lama tidak berjumpa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh- Kariya-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan sebuah senyum yang sopan dan rendah hati, wanita itu mengangkat matanya dari buku yang sedang dibacanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelelelahan – Melihat dia seperti itu, Kariya merasa terbelenggu oleh kegundahan dan keputusasaan. Sesuatu sepertinya sedang menyiksa wanita itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan cepat ingin bertanya tentang penyebab masalah itu, supaya dia dapat menggunakan dirinya untuk menemukan jawaban untuk ‘masalah’ itu – tetapi Kariya tidak dapat masuk ke topik itu bahkan jika didasari oleh alasan itu. Dia tidak terlalu dekat sampai-sampai dia dapat mencurahkan kebaikan yang terus terang seperti itu; itu bukan tempat dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini sudah berlangsung 3 bulan. Perjalanan kali ini lumayan lama kali ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah… Eh, ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam mimipi indahnya, senyuman wanita itu pasti muncul. Tapi dia tidak memiliki keberanian untuk melihat dia saat dia berada di depan wanita itu. Ini sudah berlangsung selama 8 tahun, dan Kariya mungkin tidak akan pernah sangup melihat senyuman itu selamanya.&lt;br /&gt;
Karena wanita itu membuat dia sangat gugup, dia selalu lupa untuk berkata-kata setelah kata perjumpaan, dan kekosongan yang halus muncul. Itu juga terjadi setiap kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mematahkan kekakuan itu, Kariya mencari sesuatu yang dapat ia bicarakan dengan mudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Disana. Bermain di tengah-tengah segerombolan anak kecil di atas rumput, rambut yang dikepang dua menari dengan gembira. Walaupun masih sangat muda, gadis itu sudah menunjukan tanda-tanda wajah cantik yang diwarisi dari ibunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rin-chan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya memanggil, melambaikan tanganya. Begitu dia melihat, gadis yang dia panggil Rin berlari menuju dia dengan senyum yang lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selamat datang kembali, paman Kariya! Apa kamu membawa oleh-oleh buatku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rin, ingat untuk berlaku sopan…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis kecil itu terlihat tidak mendengar suara malu ibunya. Mata Rin berbinar dengan harapan dan Kariya, memberi senyuman yang sama, mengeluarkan satu dari dua oleh-oleh yang dia bawa dibelakangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waaahh, bagus…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah bros indah yang terbuat dari berbagai bentuk mutiara mendaparkan hati gadis kecil itu dari pandangan pertama. Walaupun sepertinya itu terlalu mahal untuk gadis seumurnya, Kariya tahu kalau Rin memiliki selera yang lebih dewasa dari umurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Paman, terima kasih seperti biasanya. Alu akan menyimpanya dengan baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ha ha, kalau kamu suka, paman juga senang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembut mengelus kepala Rin, Kariya mencari seseorang yang akan dia beri oleh-oleh yang dia bawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena suatu hal, dia tidak dapat menemukan anak itu di taman...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, dimana Sakura-chan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan Kariya, senyum Rin dengan cepat menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya terlihat seolah-olah ia berhenti berpikir, sebuah wajah anak kecil yang pasrah yang dipaksa untuk menerima sebuah realita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sakura, dia… sudah tidak ada.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah kosong, Rin memberikan jawaban yang monoton. Lalu, seolah-olah mehindari pertanyaan Kariya, dia berlari balik menuju ke gerombolan anak-anak yang dia sedang bermain dengan sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut oleh perkataan Rin yang tidak bisa dimengerti, Kariya melihat ke ibu Rin dengan realisasi yang tiba-tiba. Wanita itu menoleh ke tempat kosong dengan wajah muram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu artinya…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sakura bukan lagi anakku ataupun adik Rin lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada bicaranya datar, tetapi lebih tegar dibanding suara anaknya Rin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anak itu, sudah pergi ke keluarga Mato.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ma – to –&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nama itu, yang terdengar sangat akrab namun menjijikan, dengan paksa merobek hati Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin… Apa yang artinya itu, Aoi-san!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak seharusnya kamu bertanya, ya kan? Terutama kamu, Kariya-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghancurkan hati Kariya, ibu Rin – Tosaka Aoi memberi jawaban yang kasar dan dingin, tidak menoleh sekalipun kepadanya, seolah-olah tidak peduli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja kamu lebih dari semua orang seharusnya tahu kenapa Mato memerlukan seorang anak dari keturunanmagi untuk meneruskan mereka, ya kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana… bisa kamu… setuju dengan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah sesuatu yang dia putuskan. Ini adalah keputusan kepala keluarga Tosaka, menyetujui permintaan dari teman lama yang dipersatukan sumpah, Mato… Opiniku tidak diperlukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk alasan itu, ibu dan anak, kakak dan adik, dipisahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja dia tidak setuju. Tapi Aoi dan bahkan Rin kecil tahu benar alasan mengapa mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menerimanya. Itu karena ini adalah apa artinya hidup sebagai seorang magus. Kariya tahu tentang kekejaman takdir dengan sangat baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa kamu tidak apa-apa dengan keputusan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aoi membalas dengan senyuman yang pahit terhadap suara Kariya yang tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sudah siap untuk sesuatu seperti ini pada saat aku memutuskan untuk menikah dan masuk kedalam keluarga Tosaka, saat aku memutuskan untuk menjadi istri seorang magus. Pada saat kamu memasuki keluarga magus, adalah sebuah kesalahan untuk mencari kebahagian sebuah keluarga yang normal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan, memandang Kariya yang akan berbicara, istri magus itu dengan lembut, namus tegas, menghentikan dia –&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah masalah diantara Tosaka dan Mato. Ini bukan urusanmu, yang sudah pergi meninggalkan dunia para magus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyelesaikan dengan anggukan singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ini, Kariya tidak dapat bergerak lagi. Seperti dia sudah diubah menjadi salah satu pohon di taman itu, dadanya sesak karena kelemahan dan keputusasaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak dahulu saat dia masih seorang gadis, lalu saat dia menjadi seorang istri, dan bahkan setelah dia memiliki dua orang anak, perlakuann Aoi kepada Kariya tidak pernah berubah. Tiga tahun lebuh tua dari dia, teman sejak kecil, dia selalu memperlakukan Kariya dengan baik dan tanpa batas, seperti layaknya seorang kakak kepada adiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah pertama kalinya dia tengan tegas menggaris-bawahi posisi mereka masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kamu bertemu dengan Sakura, tolong perlalukan dia dengan baik. Dia selalu sayang denganmu, Kariya-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan Aoi mengawasi dia, Rin bermain dengan gembira, penuh dengan energi, seolah-olah sperti untuk mengubur kesedihanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah kelakuan Rin adalah jawaban yang mendorong balik Kariya yang terbisu di sampingnya, Tosaka Aoi menujukan kepada dia hanya wajah seorang ibu yang damai ditengah-tengah liburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Kariya tidak tertipu. Tidak mungkin dia tidak bisa melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Tosaka Aoi yang tegas dan damai yang telah menerima takdirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak bisa menutupi sepenuhnya air mata yang membendung di kedua matanya.&lt;br /&gt;
 &amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya mempercepat jalanya melewati pemandangan tempat kelahirannya yang dia pikir tidak akan pernah dia lihat lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kali dia kembali ke kota Fuyuki, dia tidak akan pernah menyebrangi jembatan menuju ke Miyama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sudah berlangsung selama 10 tahun. Tidak seperti area Shinto dimana bisnis berjalan setiap hari, tidak ada yang berubah di daerah ini dimana waktu seperti berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan yang sepi berisi dengan kenangan, tapi tidak ada satupun yang indah jika dia berhenti untuk melihat. Mengabaikan kenangan yang tidak berharga itu, Kariya berpikir tentang perbincangannya dengan Aoi sejam yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Apa kamu setuju dengan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban kosong yang Aoi lempar kepadanya sambil membuang pandanganya. Dia tidak pernah menggunakan nada tajam seperti itu beberapa tahun belangan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan mengangkat pandanganmu, jangan menjadi beban… Itu adalah bagaimana dia hidup. Kemarahan, kebencian, Kariya telah meninggalkan semua itu di jalanan kosong Miyama. Setelah membuang kota kelahiranya, Kariya tidak pernah mempermasalahkan apapun. Bahkan sesuatu yang sangat kejam dan buruk adalah sesuatu yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sesuatu yang dia benci di tanah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu kenapa – betul. Itu pasti sudah 8 tahun sejak suaranya terakhir kali mengandung perasaan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, bukankah pada wanita yang sama Kariya menggunakan nada seperti itu, dengan kata-kata yang sama?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kamu setuju dengan ini?” – Dia mengeluarkan pertanyaan yang sama pada waktu itu. Menghadap teman masa kecil yang lebih tua semalam sebelum dia menerima nama Tosaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah lupa. Wajah dia pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita itu menjawab dengan anggukan singkat, seolah-olah menyesal, tapi dengan malu-malu dengan wajah yang merah. Kariya ditaklukan oleh senyuman yang malu-malu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Aku sudah siap… Itu adalah sebuah kesalahan untuk mencari kebahagiaan normal sebuah keluarga…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban itu adalah sebuah kebohongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari itu, 8 tahun yang lalu, pada saat dia dilamar oleh magus muda, senyuman dia tanpa ragu menunjukan kepercayaanya kepada kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan karena itu, Kariya menerima sepenuhnya kekalahanya karena dia percaya dengan senyuman itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin, pria yang dinikahi Aoi, pria itu adalah satu-satunya orang yang bisa membuat dia bahagia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi itu adalah sebuah kesalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari yang lainya, Kariya seharusnya menyadari kalau itu adalah kesalahan yang fatal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena dia telah menyadari betapa memuakkan seni magis itu, bukankah Kariya telah menolak takdirnya dan meninggalkan keluarganya?&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, dia bisa memaafkan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dengan dia, seseorang yang sudah berbalik badan dan lari dengan ketakutan, tahu betapa menjijikan seni magis… Wanita yang palin penting di hidupnya sudah menyerah,  dar semua orang, kepada pria yang paling mirip dengan magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang membakar didalam dada Kariya adalah, penyesalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak sekali, tapi dua kali, dia sudah memilih kata yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak seharusnya bertanya, “Apa kamu setuju dengan ini?”, tetapi dia seharusnya mengambil kesimpulan, “Kamu jangan melakukanya.”&lt;br /&gt;
Dan 8 tahun yang lalu, kalau saja dia mencegah Aoi – mungkin ada sebuah masa depan yang berbeda dari sekarang. Kalau saja dia tidak mengikat dirinya dengan Tosaka pada hari itu, dia pasti akan keluar dari kutukan kematian seorang magus, dan dia akan menjalani hidup yang normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan hari ini, di hari siang di taman itu, kalau saja dia memberi reaksi yang berbeda terhadap keputusan diantara Tosaka dan Mato, - mungkin itu akan mengejutkan dia. Dia mungkin akan menolak sesuatu yang tidak masuk akal dari orang asing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, dia tidak dapat menyalahkan hanya dirinya sendiri seperti itu. Dia tidak seharusnya menahan air matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya tidak dapat memaafkan ini. Dia yang mengulangi kesalahan yang sama. Sebagai hukumanya, dia kembali ke tempat yang telah dia tinggalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti, ada sebuah jalan menuju pengampunan. Sebuah dunia yang telah ia tinggalkan. Sebuah takdir yang dia telah lari darinya ketakutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekarang, dia akan menghadapi hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dia mengingat  satu-satunya wanita di dunia ini yang dia tidak ingin menangis –&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibawah langit dimana sinar matahari yang terbenam bersinar, dia berhenti di depan sebuah rumah mewah dengan model barat yang menjulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah melompat melewati 10 tahun, Mato Kariya berdiri di depan gerbang rumahnya lagi.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
  &amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Berawal dari pintu depan, pertengkaran yang kecil namun riskan dengan cepat terbawa ke dalam kediaman Mato dimana Kariya duduk diatas sofa di ruang tamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pikir aku sudah bilang kalau kamu jangan menunjukan mukamu lagi di sini!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duduk di hadapan Kariya, seorang tua, yang kecil, yang mengumpatkan kata-kata kasar itu adalah Mato Zoken, kepala keluarga itu. Dia sangat keriput sampai-sampai kepalanya yang botak dan kaki tanganya terlihat seperti mumi, tapi sinar di matanya yang dalam masih menunjukan semangatnya; penampilan dan karakternya membuat dia menjadi seseorang yang tidak biasa dan misterius.&lt;br /&gt;
Sejujurnya, bahkan Kariya tidak bisa menebak dengan tepat umur kakek tua itu. Daftar unik di dalam silsilah keluarga menunujukan bahwa dia adalah kakak dari ayah Kariya. Tapi bahkan dengan kakek buyutnya, nenek moyang Kariya di generasi ketiga, ada sebuah daftar kakek tua bernama Zoken di dalam silsilah keluarga. Tidak mungkin ada jalan untuk menebak berapa generasi kakek ini telah berkuasa atas keluarga Mato.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara tentang perbuatan yang memuakkan, dia adalah seorang magus yang bisa dibilang memiliki hidup abadi, mengulur dan mengulur lagi umurnya. Seseorang yang berasal dari awal mula garis keturunan Mato dengan hubungan yang sangat jauh dengan Kariya. Dia adalah hantu sungguhan yang masih tersisa di era ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mendengar sesuatu yang tidak bisa dimaafkan. Sesuatu tentang bagaimana keluarga Mato melakukan perbuatan memalukan yang tidak masuk akal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya mengerti bahwa magus di hadapanya ini adalah seseorang yang sangat kuat dengan kekejaman yang tidak tertandingi. Seseorang yang merupakan sebuah wujud dari semua yang dibenci Kariya sampai mendarah daging. Bahkan kalau kakek ini membunuh dia, Kariya tetap membenci dia dengan sangat sampai akhir. Dengan konfrontasi 10 tahun yang lalu, Kariya sudah menghadapi hantu itu dan lari dari keluarga Mato, untuk mendapatkan kebebasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku dengar kamu mengambil anak kedua Tosaka. Apa kamu sebegitu inginnya ingin meneruskan garis keturunan magus keluarga?”&lt;br /&gt;
Zoken mencibir pada kata-kata tajam Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu membahas tentang ini? Tidak ada lagi yang lain? Siapa menuru kamu yang bertanggung jawab atas kejatuhan Mato?&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, anak yang akhirnya didapat Byakuya ternyata tidak mewarisi sirkuit magis. Darah murni kluarga Mato telah lenyap pada generasi ini. Tetapi, lebih dari kakakmu Byakuya, kau adalah satu-satunya yang memiliki dasar seorang magus, Kariya. Kalau saja kamu dengan patuh menerima warisanmu dan mengakses rahasia keluarga Mato, kita tidak akan terdesak oleh peristiwa ini. Dan ini adalah sepenuhnya kesalahanmu…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Kariya, dengan dengusan, mementah balikkan perilaku mengancam kakek itu yang telah berbusa mulutnya karena sangat marahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hentikan lawakanmu, vampir. Apa masalahnya dengan kelanjutan garis keturunan Mato? Jangan membuatku tertawa. Tidak akan jadi masalah buatmu bahkan kalau tidak ada lagi generasi baru keluarga Mato. Diskusi ini hanya omong kosong karena kau sendiri akan terus hidup untuk dua ratus atau seribu tahun lagi, eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang Kariya duga, Zoken memberikan senyuman yang mencurigakan, seolah-olah kemarahan sebelumnya hanya sebuah kebohongan. Itu adalah senyuman monster memperdulikan emosi manusia bahkan sebagai serpihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti biasa, kamu adalah anak yang kaku. Kamu bicaa dan bertindak apa adanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terserah, itulaah bagaimana kamu melaih aku. Aku bukan seseorang yang suka untuk berputar-putar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara yang serak keluar dari dalam tenggorakan kakek tua itu, seperti dia tertawa senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Betul. Kamu mungkin akan hidup lebih lama dariku, bahkan lebih dari anak Byakuya. Tetapi, pertanyaannya adalah berapa lama lagi aku akan dapat mengawetkan badan ini dari pembusukan. Bahkan kalau keturunan Mato tidak diperlukan, seorang Mato magus diperlukan. Untuk mendapatkan Cawan itu, tentu saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Jadi pada akhirnya, itulah tujuanmu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini berjalan sperti perkiraan Kariya. Itu adalah kehidupan abadi yang kakek tua ini kejar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pengabul permintaan yang disebut &amp;quot;Cawan&amp;quot; yang dapat mengabulkan permintaan itu… Apa yang mencekik monster yang tidak dapat mati setelah beatus-ratus tahun adalah harapan yang dipertaruhkan di dalam keajaiban itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kedatangan 60 tahun sekali siklus terjadi tahun depan. Tapi untuk Perang Cawan Suci yang keempat, Heaven&#039;s Feel keempat, tidak akan ada pemain dari keluarga Mato. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Byakuya tidak memiliki prana yang cukup untuk seorang Servant. Dia bahkan tidak memiliki Command Seals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi walaupun kita harus berhenti pada perang kali ini, akan ada kesempatan lagi untuk yang selanjutnya dalam 60 tahun. Tidak ada keraguan bahwa magus yang sempurna dapat lahir dari anak gadis keluarga Tosaka ini. Aku punya harapan yang besar untuk wadah yang bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Tosaka Sakura muncul di balik kelopak mata Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak yang pemalu yang selalu bersembunyi di belakan kakaknya Rin, seorang gadis yang kelihatan pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang anak terlalu muda untuk memanggul takdir kejam seorang magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menelan kemarahanya, Kariya memasang muka tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat ini di tempat ini, dia disini untuk bernegoisasi dengan Zoken. Tidak ada yang bisa didapat kalau ia memakai emosinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;- Kalau ini memang tentang hal itu, kalau kamu menginginkan cawan itu, kamu tidak memerlukan Tosaka Sakura, benar kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Zoken memicingkan matanya, curiga dengan arti di balik kata-kata Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu, tipuan macam apa yang ada di dalam kepalamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebuah kesepakatan, Mato Zoken. Aku akan membawa nama Mato di Heaven&#039;s feel berikutnya. Sebagai balasanya, kau akan membebaskan Tosaka Sakura.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkejut hanya dalam satu tarikan nafas, Zoken tertawa mencemooh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kha, jangan bodoh. Orang gagal yang tidak pernah belajar apa-apa ingin menjadi Master seorang Servant dalam setahun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu punya rahasia untuk membuat itu mungkin, benar kan. Dengan menggunakan kemampuan cacing-cacing yang sangat kau banggkan itu, kakek tua.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya langsung melompat ke intinya, melihat ke dalam mata tajam magus tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tanam &#039;Crest Worms&#039; milikmu kedalam badanku. Kamu bisa melakukan itu, kedalam darah dan daging menjijikan seorang Mato. Kecocokanya pasti jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anak dari keluarga lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajah Zoken berubah kembali dari wajah seorang manusia ke wajah seorng magus, semua ekspresi lenyap seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kariya - Apa kamu ingin mati?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan bilang kamu kuatir? &#039;Paman&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zoken akhirnya menyadari kalau Kariya serius. Dengan dingin, magus itu menevaluasi Kariya, melihat dia, lalu menarik nafas dalam.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku harus bilang kalau aku mengharapkan lebih dari kamu daripada Byakuya. Setelah memperbesar sirkuit magismu dengan Crest worms, kalau kita melatihmu dengan berat selama satu tahun, mungkin Cawan itu akan memilihmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Tapi, aku tidak mengerti. Kenapa kamu mau melakukan hal ini hanya untuk satu gadis kecil?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biarkan keras kepala seorang Mato diurus oleh tangan seorang Mato. Jangan melibatkan orang lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagi-lagi dengan dedikasimu yang mengagumkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti menikmati ini, Zoken memberikan senyuman yang puas, penuh dengan  nafsu setan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, Kariya, kalau tujuanmu tidak ingin melibatkan orang lain bukankah kamu sedikit terlambat?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahukah kamu sudah berapa lama gadis keluarga Tosaka telah datan ke dalam keluarga kita?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusasaan, mendobrak masuk, menyesakkan dada Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakek tua, maksudmu-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia menangis dan berteriak-teriak pada tiga hari pertama, tapi pada hari keempat, dia sangat diam. Hari ini, dia dilemparkan kedalam tempat penyimpanan cacing itu pada saat subuh untuk melihat berapa baiknya dia akan bertahan, tapi, ho ho, dia sanggup bertahan selama setengah hari dan masih bernafas. Tahukah kamu, kalau bahan Tosaka itu tidak rusak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pundak Kariya gemetar dengan keinginan untuk membunuh melebihi kebencian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia ingin mengangkat leher magus jahanam ini, mencekik dia dengan sekuat tenaga, dan mematahkanya, saat ini juga -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Kengininan itu adalah kegilaan yang bergejolak di dalam Kariya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, Kariya menyadarinya. Walaupun dia sudah sangat kurusnya sampa-sampai terlihat seperti mumi, Zoken adalah seorang magus. Kariya tidak bisa bahkan mencba untuk membunuh dia disini. Dia tidak memiliki bahkan secuil kekuatan yang diperlukan untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;
Untuk menyelamatkan Sakura, tidak ada jalan lain lagi selain bernegoisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat konflik di dalam Kariya dengan jelas, Zoken mengeluarkan tawa yang puas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, apa yang akan kamu lakukan? Gadis kecil itu sudah rusak, dipenuhi dengan cacing dari ujung kepala sampai ujung kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi jika kamu masih ingin untuk menyelamatkan dia, sewajarnya, aku tidak akan berpikir dua kali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Tidak ada masalah. Ayo lakukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya berkata dengan nada dingin. Tentu saja dia tidak memiliki cara yang lain lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sempurna, sempurna. Kita masih bisa melatihmu seberat mungkin. Tapi, ingat kalau aku akan meneruskan latihan Sakura kalau kamu tidak menunjukan hasil.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cekikikan, manus tua yang sedang senang itu mencemooh Kariya dan kemarahan dan keputusasaanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Daripada menerima kembali orang gagal yang sudah mengkhianati kami, kemungkinan untuk mendapatkan seorang anak dari ini jauh lebih besar. Aku memilih untuk mendapatkan yang terbaik dari setiap kesempatan satu per satu. Aku sudah menyerah untuk Heaven&#039;s Feel kali ini, sejak perang kali ini tidak mungkin dimenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi. kalau dalam satu dalam satu juta kemungkinan, kamu bisa mendapatkan Cawan itu - Aku setuju. Kalau itu terjadi, pada dasarnya aku tidak membutuhkan gadis dari keluarga Tosaka lagi. Aku sudah mendapatkan tujuan aku melatih anak itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Kamu tidak sedang menipu? Mato Zoken.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kariya, kalau kamu berpikir kamu harus bermuka lima untuk berbicara denganku, coba menahan Crest worms lebih dahulu.&lt;br /&gt;
Ya, coba menjadi inang cacing-cacing itu selama seminggu pertama. Kalau kam tidak mati, aku baru menganggap kalau kamu serius.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadar pada tongkatnya, menegakkan badanya dengan susah payah, Zoken menoleh ke Kariya dengan senyuman aneh yang penuh dengan kekejian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, ayo kita mulai persiapannya sekarang. Kita akan menyelesaikan perawatan ini besok. Kalau kamu berubah pikiran, lakukan sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya mengangguk dalam diam, Kariya membuang keraguannya yang terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akan menjadi alat Zoken begitu dia mengijinkan cacing-cacing itu masuk kedalam tubuhnya. Dengan cara itu, tidak ada cara lagi untuk memberontak melawan magus tua itu. Kalau dia dapat lulus menjadi magus, Kariya dan keluarga Mato pasti mendapatkan Command Seals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heaven&#039;s feel. Satu-satunya kesempatan untuk menyelamatkan Tosaka Sakura. Sebuah pilihan yang tidak akan bisa ia raih dengan darah dan dagingya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya mungkin akan kehilangan nyawanya. Bahkan kalau ia tidak dibunuh oleh master yang lain, tubuh Kariya akan dimakan oleh cacing-cacing dengan membawa Crest worms dalam waktu sesingkat satu tahun, dan ekspektasi hidupnya tidak mungkin lebih dari beberapa tahun.&lt;br /&gt;
Tapi itu semla tidak penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keputusan Kariya sudah terlambat. Anak Aoi akan hidup dengan damai bersama ibunya kalau saja dia memiliki determinasi yang sama 10 tahun yang lalu. Takdir yang dia tolak telah diberikan ke orang lain, dan jatuh ke tangan seorang gadis yang tidak berdosa.&lt;br /&gt;
Tidak ada pengampunan untuk itu. Jika ada jalan menuju pengampunan, itu tidak mungkin lebih dar memberikan kembali kehidupan normal yang telah hilang ke anak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai tambahan, kalau dia berhasil membunuh enam master yang lainnya untuk mendapatkan Cawan itu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara semua orang yang telah membawa tragedi kepada anak yang bernama Sakura, setidaknya ada satu orang yang dia dapat berikan doa kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tosaka, Tokiomi…&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai kepala salah satu 3 keluarga awal, tidak ada keraguan kalau dia akan menerima Command Seals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan rasa bersalahnya kepada Aoi, dan kebenciannya kepada Zoken, ada sebuah kebencian yang luar biasa yang telah terkumpul hingga saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emosi gelap balas dendam telah dengan diam membakar di lubuk hati Mato Kariya bagai api neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| [[Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version|Prologue: 3 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
| [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_1|Act 1, part 1]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=102558</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=102558"/>
		<updated>2011-06-26T13:02:53Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* 3 tahun yang lalu */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===3 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita membahas mengenai topik supernatural, teori tentang dimensi menegaskan keberadaan sebuah ‘kekuatan’ dari luar dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menemukan permulaan dari segala sesuatu, adalah mimpi semua magus yang paling besar, sang ‘Awal’,… Tahta Tuhan, Akashic Records, adalah sebuah dokumen yang mencatat semua awal dan akhir dari segala sesuatu di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
200 tahun yang lalu, sekelompok orang melakukan eksperimen dan percobaan atas tempat ‘diluar dunia ini’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Einsbern, Makiri, Tosaka. Disebut sebagai 3 keluarga permulaan, apa yang mereka lakukan adalah pembuatan ‘Cawan Suci’, sebuah topik yang terdapat di berbagai tradisi. Dengan harapan bahwa dengan memanggil Cawan tersebut  dapat mengabulkan segala permintaan, tiga keluarga magus menggabungkan seni rahasia masing-masing untuk membentuk ‘wadah dengan kekuatan Tuhan’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Sayangnya, Cawan itu hanya dapat mengabulkan permintaan satu orang. Segera setelah hal itu diketahui, ikatan kerja sama dengan cepatnya lenyap dalam darah oleh pertengkaran dan konflik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah awal dari ‘Perang Cawan Suci’, ‘Heaven’s Feel’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, setiap 60 tahun sekali, Cawan itu akan datang di sebuah kota yang terletak jauh di timur, ‘Fuyuki’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Cawan itu akan memilih 7 magus yang memiliki kemampuan dan kriteria untuk memilikinya, dan membagikan sejumlah prana yang sangat besar kepada mereka, untuk membuat mungkin pemanggilan Roh Para Pahlawan, ‘Servants’. Hasil dari pertempuran sampai mati ini akan menentukan siapakah diantara ketujuh magus yang paling layak medapatkan Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Untuk menjelaskan secara singkat, ini adalah hal yang sedang dialami oleh Kotomine Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pola yang muncul di tangan kananmu disebut ‘Command Seals’. Ini adalah bukti bahwa kamu telah dipilih oleh Cawan tersebut, dan sebuah tanda suci yang memberikanmu hak untuk memanggil Servant.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang, yang memiliki pesona dan ketegasan dalam suaranya, yang menjelaskan hal itu adalah Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam sebuah ruangan yang terletak di dalam vila mewah yang dibangun diatas bukit kecil di distrik paling rapi di Turin selatan, Itali, 3 pria duduk di atas sofa panjang. Kirei dan Tokiomi, dan seorang pendeta yang memperkenalkan mereka dan mengawasi pembicaraan adalah Kotomine Risei… ayah kandung Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai teman seorang pendeta yang sebentar lagi akan mencapai umur 80, Tosaka adalah orang jepang yang eksentrik. Dia terlihat seumur dengan Kirei, sukses dan memiliki aura seorang professional. Lahir dalam silsilah keluarga kuno yang terkenal bahkan dalam standar orang jepang, vila ini adalah tempat tinggalnya yang kedua, seperti yang pria itu bilang. Tetapi yang paling menarik adalah dia dengan gampangnya memperkenalkan diri sebagai seorang ‘magus’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi seorang magus tidaklah seaneh kedengaranya, Kirei adalah, seperti ayahnya, seorang pastor, namun tugas sang ayah dan anak sangat berbeda dari apa yang orang-orang kenal dari seorang ‘Pastor’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Gereja Suci’, sebuah tempat dimana orang-orang seperti Kirei bernaung dibawahnya mempunyai doktrin di luar lingkaran keajaiban dan misteri, tetapi tetap memikul beban untuk melenyapkan semua ajaran sesat dari dunia ini. Mereka melakukanya dengan, mengambil tempat dimana mereka bisa mengawasi kegilaan seperti seni magis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang magus bekerja hanya dengan magus lainnya, dan bersatu di bawah sebuah organisasi magis yang menyebut dirinya ‘Asosiasi’, merupakan sebuah ancaman sebagai rival kepada Gereja Suci. Saat ini, mereka sepakat untuk menjaga sebuah perdamaian sementara; tapi walaupun begitu, sebuah situasi dimana seorang Pastor dari Gereja Suci dan seorang magus berkumpul di tempat yang sama untuk sebuah ceramah adalah sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh kedua belah pihak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kasus Risei, sang pendeta, keluarga Tosaka adalah seseorang yang mempunyai koneksi dengan Gereja, walaupun mereka adalah keluarga magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermula dari malam sebelumnya saat Kirei menemukan kemunculan sebuah pola yang terbentuk dari tiga bekas cakar. Dia telah mendiskusikan hal ini dengan ayahnya, dan Risei membawa anaknya ke Turin dengan segera keesokan paginya untuk bertemu dengan magus muda ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sana, setelah perkenalan yang terburu-buru, penjelasan yang Tokiomi berikan kepada Kirei di pertemuaan rahasia ini adalah mengenai peperangan yang sama, ‘Heaven’s Feel’. Arti dibalik tanda muncul di atas tangan Kirei… Itu adalah, hasil dari Kirei mendapatkan hak untuk memperebutkan kesempatan agar keinginannya dikabulkan oleh keajaiban yang akan dihasilkan dari kemunculan Cawan Suci yang keempat yang akan terjadi tiga tahun lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan berarti dia menolak untuk ikut berpartisipasi. Pekerjaan Kirei di dalam Gereja Suci adalah, singkatnya, pemusnahan ajaran sesat, artinya dia adalah seorang prajurit yang berpengalaman . Dapat dikatakan bahwa tugasnya yang paling utama adalah berperang sampai mati dengan para magus. Lebih tepatnya, masalahnya adalah sebuah kontradiksi yang perlu dilakukan Kirei, seorang pendeta, untuk berpartisipasi sebagai ‘magus’ di Heaven’s Feel yang merupakan pertempuran para magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel adalah peperangan dimana pertempuran dilakukan dengan menggunakan Servants sebagai familiars. Jadi untuk meneruskan ke tahap selanjutnya, seni magis paling dasar diperlukan untuk memanggil seorang Servant … Singkatnya, tujuh orang yang dipilih sebagai Masters dari para Servants harus menjadi magus. Ini pasti sebuah hal yang luar biasa bagi seseorang seperti kamu, yang bukan seorang magus, untuk dipilih oleh Cawan itu di tahap yang sangat awal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Cawan itu memiliki prioritas dalam memilih?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangguk kepada Kirei yang masih belum yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyebutkan ‘3 keluarga permulaan’- pemilihan akan memprioritaskan magus dari  keluarga Makiri, yang sekarang telah merubah namanya menjadi Mato, Einsbern atau Tohsaka. Dengan kata lain…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangkat tangan kananya untuk memperlihatkan pola suci miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebagai kepala keluarga Tokiomi yang sekarang, aku akan ikut berpartisipasi di perang selanjutnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, apakah pria ini berencana untuk menusuk Kirei dari belakang sesudah membimbing Kirei dengan sabarnya? Walaupun Kirei tidak mengerti akan hal itu, dia tetap melangkah maju sambil membawa ratusan pertanyaan di benaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tertarik tentang para Servants yang kamu sebutkan sebelumnya. Roh Para Pahlawan dipanggil dan dijadikan familiar, kau bilang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini mungkin sulit untuk dipercaya, tapi hal itu adalah sebuah fakta. Ini adalah salah satu keajaiban Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Legenda tentang para pahlawan dan raja, manusia super yang telah mengukir nama mereka di dalam sejarah dan dongeng. Mereka adalah seseorang yang tertinggal di dalam ingatan manusia setelah mereka mati dan dikeluarkan dari kategori manusia, dinaikan pangkatnya bahkan di dalam dimensi spritual; mereka adalah ‘Roh para Pahlawan’. Mereka yang memiliki status jauh lebih tinggi dari hantu atau roh jahat yang biasa dipanggil magus sebagai familiar. Intinya, mereka adalah sebuah eksistensi yang memiliki status spritual sebanding dengan Tuhan. Walaupun sebagian dari kekuatan mereka dapat dipanggil dan dipinjam, adalah sesuatu yang sangat mustahil untuk mejadikan mereka sebagai familiar di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kamu mempertimbangkan fakta bahwa membuat mungkin sesuatu yang tidak mungkin ini adalah kekuatan Cawan itu, kamu pasti mengerti betapa mengejutkannya kekuatan Cawan itu. Namun pada akhirnya, bahkan pemanggilan seorang Servant hanyalah sebuah pecahan kecil dari kekuatan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti berkata bahwa bahkan dirinya sendiri terkejut pada apa yang dia katakan, Tosaka Tokiomi menarik nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Roh Para Pahlawan dari jaman kuno para dewa sampai paling tidak satu abad yang lalu dapat dipanggil. Tujuh Roh Para Pahlawan akan menjadi pengikut tujuh Master, setiap dari mereka akan melindungi Master masing-masing dan melenyapkan musuh dari Masternya. Pahlawan dari segala jaman dan negara akan dipanggil ke jaman ini, dan akan bertempur di dalam perang sampai mati untuk memperebutkan supremasi. Itu adalah Perang Cawan Suci di Fuyuki, Heaven’s Feel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kegilaan macam apa itu? Di tempat dimana ribuan orang biasa tinggal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua magus mengikuti prinsip untuk menyembunyikan diri mereka. Itu adalah jalan satu-satunya untuk hidup di sebuah jaman dimana teknologi adalah kebenaran satu-satunya. Menunjukan keberadaan mereka adalah sesuatu yang tidak masuk akal apalagi kalau kita memasukan keberadaan Gereja Suci ke dalam pertimbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kamu juga harus menyembunyikan kekuatan Roh Para Pahlawan yang dapat membawa bencana kehancuran. Menggunakan tujuh Servants di dalam konflik diantara manusia di jaman ini dan membuat mereka bertempur dengan satu sama lainya… Itu sama saja dengan memberi perintah untuk melakukan genosida dan pembantaian besar-besaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Tentu saja, ini adalah sebuah hal yang harus dimengerti untuk melakukan konfrontasi secara rahasia. Kamu harus menyiapkan pengawasan yang ketat untuk menjamin hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdiam saja sampai saat ini, pendeta Risei, melangkah maju dan menyuarakan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel berlangsung setiap 60 tahun sekali, dan ini adalah yang keempat kalinya. Pemasyrakatan jepang telah berjalan saat Perang Dunia kedua terjadi. Bahkan di tempat yang sangat terpencil, kita tidak bisa membiarkan orang-orang menyaksikan kerusakan yang serius menyebar. Jadi, sejak Heaven’s Feel yang ketiga, sebuah kesepakatan telah dibuat agar seseorang dari Gereja Suci dijadikan pengawas. Untuk meminimalkan bencana dari perang ini sedikit mungkin, kita harus menyembunyikan keberadaanya dan membuat para magus setuju untuk menjaga kerahasiaan perang ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi Gereja akan menjadi juri di dalam peperangan antar magus ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tepat sekali karena ini adalah konflik para magus. Tidak ada seorangpun di Asosiasi Magus yang bisa menjadi juri karena implikasi politik. Tidak ada lagi yang lebih baik daripada menggunakan pengaruh luar seperti Gereja Suci. Terlebih lagi, tidak mungkin Gereja kita akan membiarkan nama Cawan Suci digunakan sembarangan. Kita juga tidak bisa membiarkan kemungkinan bahwa Cawan itu adalah cawan yang pernah menampung darah dari anak Tuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei dan Risei, ayah dan anak, memiliki tugas di dalam pasal yang disebut Assembly of 8th Sacrament. Tugas dari kelompok itu di Gereja Suci adalah mengumpulkan peninggalan-peninggalan suci. Harta yang bernama Cawan Suci muncul di berbagai dongeng dan legenda, dan pengaruh dari “Cawan” itu di dalam doktrin Gereja Suci sangat besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dibawah kondisi itu, waktu yang lalu, di dalam kekacauan Perang Dunia, pertemuaan diadakan di waktu yang tepat itu mengenai Heaven’s Feel ketiga dan aku, yang masih muda, dipilih untuk melakukan sebuah pekerjaan penting. Untuk pertempuran yang selanjutnya, aku akan pergi ke kota Fuyuki untuk mengawasi perang ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata-kata ayahnya, Kirei hanya memiringkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Apakah pengawas dari Gereja sanggup bertindak dengan adil? Ini akan menjadi masalah kalu seorang peserta adalah saudara satu darah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, tenang. Kamu pikir ini adalah sebuah lubang di peraturan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman yang tidak biasa dari ayah yang keras kepala menunjukan sesuatu yang Kirei tidak bisa baca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kotomine-san, kamu tidak seharusnya menyusahkan anakmu. Mari kita pindah ke pertanyaan yang sesungguhnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiomi berkata denagn terus terang ke pendeta tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, baiklah.- Kirei, apa yang kita sudah jelaskan hanya tentang ‘aspek luar’ dari Perang Cawan ini. Ada alasan lain aku membawamu bertemu dengan Tuan Tosaka hari ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, kita telah menemukan bukti dari dulu bahwa Cawan yang muncul di Fuyuki berbeda dengan peninggalan suci ‘Anak Tuhan’. Pada akhirnya, peperangan di Heaven’s Feel di Fuyuki ini hanya memperebutkan harta yang sebenarnya adalah tiruan dengan kekuatan Tuhan, sesuatu yang dapat membuka jalan ke Utopia. Ini tidak ada hubunganya dengan Gereja kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang sebenarnya. Kalau tidak, Gereja Suci tidak akan puas dengan hanya menjadi seorang pengawas yang pasif. Kalau Cawan itu ternyata sebuah ‘Peninggalan Suci’ yang &lt;br /&gt;
sesungguhnya, Gereja pasti akan melanggar perjanjian perdamaian sementara itu dan merebut Cawan itu dari tangan para magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tujuan akhir dari cawan itu hanya untuk mendapatkan Akashic Records, Gereja Suci tidak akan peduli dengannya. Karena, keinginan para magus untuk menemuka ‘Akasha’, sang ‘Awal’, tidak bertentangan dengan ajaran kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Walaupun, untuk membiarkan diri kita untuk mengindahkan hal itu, kita memerlukan seseorang yang memiliki kemampuan. Jika seseorang yang tidak diinginkan masuk, kita tidak tahu kecelakaan macam apa yang akan terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, kalau kita melenyapkannya sebagai ajaran sesat-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah seseuatu yang sulit. Para magus yang berperang untuk Cawan itu memiliki daya juang yang tidak biasa. Kalau kita melawan mereka secara langsung, sebuah peperangan denag Asosiasi Magus tidak mungkin dihindari. Dan hal itu akan menghasilkan korban yang terlalu banyak. Lebih tepatnya, sebagai laternatif yang kedua, tidak ada yang lebih menarik daripada menemukan cara untuk memberikan cawan itu ke ‘orang yang tepat’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei sedikit demi sedikit mengerti alasan sebenarnya dari pertemuan ini mengingat ayahnya berteman dengan Tosaka Tokiomi, seorang magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena mereka telah ditindas oleh kepercayaan di tempat asal mereka, keluarga Tosaka mengikuti ajaran yang sama dengan kita. Mengenal karakter Tokiomi, dia sendiri lolos dari kualifikasi untuk menggunakan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiiomi mengangguk, lalu kembali berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menemukan ‘Akasha’. Tidak ada tujuan yang paling besar bagi kami Tosaka. Tapi, sayangnya, Einsberns and Matos, yang dahulu mempunyai tujuan yang sama, sudah tersesat ke hal duniawi, dan telah melupakan keinginan mereka yang awal. Aku tidak akan masuk ke bagaimana mereka telah mengundang empat Master dari luar. Mereka menginginkan Cawan itu demi nafsu mereka yang menjijikan, hanya itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti Gereja Suci tidak akan mengijinkan orang lain selain Tosaka Tokiomi sebagai pemilik Cawan itu. Sekarang Kirei mengerti tentang tugasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kamu mau aku ikut dalam perang yang selanjutnya untuk membiarkan Tosaka Tokiomi menang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Tosaka Tokiomi menunjukan senyumnya untuk pertama kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, kita akan bekerja sama secara rahasia melawan lima Master yang tersisa, dan membunuh mereka, untuk menambah kemungkinan kita untuk menang.”&lt;br /&gt;
Mendenagr perkataan Tokiomi, Pastor Risei mengangguk. Netralitas Gereja Suci sebagai seorang juri sudah berubah menjadi sebuah bahan tertawaan. Heaven’s Feel kali ini akan menarik, mengingat keinginan gereja dari perang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai itu, itu bukanlah sesuatu yang benar atau salah bagi Kirei. Kalau kemauan Gereja sudah jelas, yang tersisa adalah melakukan tugasnya sebagai eksekutor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu akan dipindahkan dari Gereja Suci ke Asosiasi Magus, dan kamu menjadi muridku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berhenti dan dengan jelas, Tosaka Tokiomi mempercepat penjelasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Dipindahkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pemindahan telah diresmikan, Kirei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan ini, Pastor Risei mengeluarkan sepucuk surat. Itu adalah surat pemberitahuan dengan tanda tangan Gereja Suci dan Asosiasi Magus didalamnya, dan ditujukan untuk Kotomine Kirei. Kirei lebih terkejut dengan kegunaan tindakan tersebut; hanya dari sehari sebelumnya ke hari ini, surat ini selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, tidak ada gunanya memberi pendapat bagi Kirei, ataupun memiliki alasan untuk tersinggung dari diskusi ini. Karena Kirei tidak memiliki tujuan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang paling penting yang harus kamu lakukan adalah berlatih seni magis di rumahku di Jepang. Heaven’s Feel yang selanjutnya terjadi 3 tahun lagi. Pada saat itu, kamu harus memiliki seorang Servant yang mengikutimu, dan menjadi magus yang berpartispasi di perang itu sebagai Master.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi- apakah ini tidak apa-apa? Kalau aku belajar di bawahmu, bukankah ini akan mencipatakan keraguan bahwa kita bekerja sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi memberikan senyuman yang dingin dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak mengerti apa-apa tentang magus. Kalau kepentingan mereka bertentangan, konflik antara guru dan murid yang berakhir dengan pertempuran sampai mati adalah sesuatu yang biasa di dunia kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aah, jadi begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Kirei tidak bermaksud untuk mengerti tentang magus, dia sedikit banyak mengerti tentang karakter dari sebuah ras bernama magus. Dia telah melawan magus ‘sesat’ dalam berbagai peristiwa sebagai eksekutor. Jumlah orang yang telah ia lenyapkan dengan tanganya melebihi jumlah puluhan atau dua puluhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kamu mempunyai pertanyaan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Tokiomi akan mengakhiri pertemuan ini, Kirei membalas dengan pertanyaan yang ada di benaknya dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya satu – Cawan ini memilih para Master, apakah tujuan yang sebenarnya dari itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan merupakan pertanyaan yang telah Tokiomi prediksi. Alis sang magus mengerut sebentar, lalu dia memberikan jawaban dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cawan itu akan… Tentu saja, akan memilih para Master yang membutuhkannya dengan sepenuh hati. Seperti yang katakan sebelumnya, kami Tosaka akan dimasukkan ke dalam urutan paling atas sebagai salah satu dari 3 keluarga permulaan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, semua Master yang dipilih memiliki alasan untuk menginginkan Cawan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak hanya sebatas itu saja. Cawan itu membutuhkan 7 orang untuk datang. Kalau jumlahnya tidak cukup pada saat yang sekarang, orang-orang yang biasanya tidak akan dipilih bisa mendapatkan Command Seals. Mungkin ada beberapa kasus seperti ini sebelumnya, tetapi- Aah, aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berbicara, Tokiomi mengerti apa yang Kirei ragukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu berpikir bahwa kamu tidak mungkin dipilih, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei mengangguk. Tidak peduli betapa kerasnya kamu mencari, tidak mungkin ada alasan mengapa mesin pengabul permintaan itu memilih dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, benar juga, ini aneh. Satu-satunya hal yang menghubungkanmu dengan Cawan itu adalah ayahmu, yang dipilih sebagai pengawas, tetapi… Tidak, kamu bisa berpikir bahwa itu adalah alasan satu-satunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cawan itu sudah mengantisipasi bahwa Gereja Suci akan membantu keluarga Tosaka. Jadi seorang eksekutor dari Gereja yang sanggup memiliki Command Seals akan membantu Tosaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan hal ini, Tokiomi, yang merasa puas saat mengakhiri diskusi ini, menambahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, Cawan itu memberikan aku, seseorang dari keluarga Tosaka, dua Command Seals, karena itu, dia memilih kamu sebagai Master.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Bagaimana dengan itu? Apakah keismpulan ini menjawab pertanyaanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, dia memberikan penjelasannya sendiri dengan nada yang menantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
Rasa percaya diri yang sombong ini cocok dengan pria yang dipanggil Tosaka Tokiomi. Pria ini memegang sebuah harga diri yang mendekati sindiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, sebagai seorang magus, dia adalah seorang yang sempurna. Dan dia pasti memiliki rasa percaya diri yang datang bersamaan dengan kesempurnaan itu. Itulah sebabnya dia mungkin tidak akan pernah meragukan pendapatnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu artinya dia tidak akan mendapatkan jawaban yang lain disini sekarang- Itu adalah kesimpulan Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kapan kita berangkat ke Jepang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyembunyikan kekecewaanya, Kirei merubah topik pembicaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengunjungi Inggris sebentar. Aku memiliki perkerjaan kecil di Clock Tower.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu akan pergi ke jepang lebih dahulu. Aku akan memberitahu keluargaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimengerti. Jadi, Aku akan berangkat secepatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei, pergilah lebih dahulu. Aku memiliki sesuatu untuk didiskusikan dengan Tuan Tohsaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menganggukan kepala pada perkataaan ayahnya, Kirei bangkit dari tempat duduknya dan, setelah memberi salam dengan mengangguk, meninggalkan ruangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal di dalam ruangan itu, Tosaka Tokiomi dan Pastor Risei melihat Kotomine Kirei pergi dalam diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau memiliki seorang anak yang dapat diandalkan, Kotomine-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemampuanya sebagai ‘Eksekutor’ dapat dijamin.  Tidak ada dari seangkatan dia yang bekerja lebih keras daripada dia saat masa pelatihan. Akulah seseorang yang perlu kamu ragukan.”&lt;br /&gt;
“Ho… Apakah ini kebiasaan teladan seorang pelindung iman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku malu mengatakan ini, tapi Kirei adalah kebanggaan satu-satunya orang tua yang bodoh seperti aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta tua itu terkenal akan kekakuannya, tapi, merasa nyaman dengan Tokiomi, dia tersenyum. Saat matanya tertuju ke anak satu-satunya, kepercayaan dan cinta dia terlihat sepenuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat aku masih juga tidak memiliki anak saat melewati umur 50, aku telah menyerah untuk mendapatkan seorang keturunan… Tapi sekarang, aku terkejut melihat betapa besarnya anak itu telah tumbuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun, dia setuju lebih mudah dari yang aku bayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anakku akan melompat kedalam kobaran api jika itu adalah keinginan Gereja. Itu menunjukan betapa jauhnya ia akan pergi demi imannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walupun Tokiomi tidak bermaksud untuk meragukan perkataan Pastor tua itu, kesan yang dia punya tentang anak Pendeta Risei bukanlah ‘iman yang berapi-api’. Penampilan tenang pria bernama Kirei terkesan seperti kekosongan ke dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, itu adalah sebuah kekecewaan. Bagaimanapun aku melihat dia, dia terlihat hanya terlibat di sesuatu yang tidak hubungan dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… itu mungkin sebuah keselamatan bagi dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara dengan tidak pasti, Pastor Risei mulai berkata dengan kelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang pribadi, tapi istrinya meninggal beberapa hari yang lalu. Mereka belum melewati bahkan dua tahun dalam pernikahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Saya-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi kehilangan kata-kata atas peristiwa yang mengejutkan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun tidak kelihatan, dia menahanya dengan baik… Dia memiliki terlalu banyak kenangan di Itali, Mungkin sekarang, bagi Kirei, kembali ke tanah kelahirannya untuk misi yang baru dapat membantu menyembuhkan lukanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Risei mendesah setelah berbicara. Tokiomi tetap memandang orang tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tokiomi-kun, bukankah nilai seseorang yang sesungguhnya terlihat saat dalam kesusahan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi membungkuk dalam atas kata-kata Pastor tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hutangku kepada Gereja Suci dan kedua generasi keluarga Tokiomi ini akan diukir di dalam prinsip keluargaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak. Aku hanya memenuhi sumpahku untuk generasi masa depan Tosaka. – Sisanya hanya berdoa kepada perlindungan Tuhan sampai perjalanmu membawa kamu ke sang ‘Awal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Penyesalan kakekku, impian terbesar Tosaka… ini adalah arti dan tujuan hidupku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyembunyikan betapa rasa percaya dirinya dicekik oleh beratnya tanggung jawab dia, Tokiomi mengannguk dengan pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kali ini, aku akan mendapatkan Cawan itu. Aku akan membuat itu terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada harga diri Tokiomi, Pastor Risei memberkati ingatan tentang temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Temanku… Kau juga mendapatkan seorang keturunan yang luar biasa.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat angin dari laut Mediterranian mengacak-acak rambutnya, Kotomine Kirei berjalan dari vila yang terletak di atas bukit, sendirian dan dalam diam, di jalan kecil yang panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Kirei dapat menyudun semua kesan yang dia dapat dari pria yang bernama Tosaka Tokiomi, yang baru saja dia bertemu dengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia telah melewati kehidupan yang keras. Seperti harga dirinya muncul dari melewati pengalaman yang keras itu, dia adalah seseorang yang memiliki harga diri yang besar yang bisa dia banggakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengerti karakter tersebut sangat baik. Ayah Kirei adalah orang yang sama dengan Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia yang telah mengartikan tujuan dibalik kelahiran mereka, dibalik eksistensi mereka, dan mengikuti tujuan itu tanpa ragu. Mereka tidak akan pernah bimbang, tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menempa itu dengan tekad baja dari tindakan dengan tujuan yang jelas, maju hanya dengan kepuasan dari ‘sesuatu’ yang merupakan tujuan hidup mereka, di semua aspek kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Bentuk dari keyakinan’ ini bisa menjadi, dalam kasus ayah Kirei, seorang yang sangat beriman; dan dalam kasus Tosaka Tokiomi, mungkin itu adalah kepercayaan diri oleh orang yang terpilih – sebuah hak yang tidak dimiliki orang biasa, dan kesadaran seseorang yang memiliki tanggung jawab untuk dipikul. Dia adalah salah satu ‘bangsawan asli’ yang tersisa yang sangat jarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai dari sekarang, eksistensi seorang Tosaka Tokiomi mungkin akan menyebabkan implikasi penting bagi Kirei… Tapi walaupun begitu, dia bukanlah orang cocok dengan orang seperti Kirei. Itu sama saja dengan berkata bahwa ia sama dengan ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang hanya melihat tujuan hidup mereka tidak akan dapat mengerti sakitnya seseorang yang tidak mampu memilikinya. Orang-orang seperti Tokiomi memiliki ‘tujuan hidup’ sebagai dasar keyakinan mereka, tapi itu tidak dapat dimengerti di dalam pikiran Kotomine Kirei. Tidak sekalipun di dalam 20 tahun lebih dia pernah merasakan sensasi seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, dia tidak dapat mempertimbangkan sebuah tindakan yang paling baik, mendapatkan kepuasan dari segala tantangan, atau dapat beristirahat di dalam segala kenyamanan. Orang seperti ini tidak memiliki tujuan hidup dari awalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak dapat mengerti bagaimana ia bisa begitu jauhnya terkucil dari norma-norma yang dipegang oleh orang-orang biasa. Kirei bahkan tidak mengerti sebuah keinginan dimana dia bisa melakukan apapun untuk mendapatkanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia percaya bahwa Tuhan itu ada. Bahwa ada sebuah eksistensi luar biasa, walaupun dia tidak cukup dewasa untuk tahu apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hidup dengan kepercayaan bahwa suatu hari, suara Tuhan yang paling suci akan menuntun dia ke kebenaran yang sesungguhnya dan menyelamatkan dia. Berjudi atas harapan itu, memegang erat kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi didalam hatinya, dia tahu. Bahwa keselamatan tidak akan datang dari cintanya Tuhan untuk orang seperti dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi kemarahan dan keputusasaan menyudutkan dia menjadi seorang masokis. Dibawah alasan untuk penebusan dosa untuk melatih moralnya, dia berulang kali melukai dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tetapi penyiksaan itu justru menempa tubuh Kirei menjadi seperti besi, dan saat dia menyadarinya, dia telah sampai di puncak para elit di Gereja Suci sebagai ‘Eksekutor’, dimana tidak ada seorangpun yang dapat mengejar dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang menyebut itu sebuah ‘kemuliaan’. Iman dan disiplin Kotomine Kirei dipuji sebagai contoh untuk semua pendeta. Bahkan ayahnya Risei juga bukan pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei mengerti sepenuhnya mengapa Kotomine Risei memiliki begitu percaya dan mengagumi anaknya, tapi itu adalah sebuah kesalahpahaman jauh dari poin yang sebenarnya; karena sebenarnya, hatinya malu. Bahkan mungkin menghabiskan seluruh hidup seseorang ridak akan cukup untuk mengubah kesalahpahaman itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, tidak ada seorangpun yang dapat mengerti betapa kosongnya seorang Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, bahkan satu-satunya wanita yang ia cintai-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kepalanya terasa ringan, Kirei memperlambat jalannya dan menaruh telapak tanganya dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mencoba untuk mengingat istrinya, dia kehilangan pikirannya yang tidak fokus di dalam kabut yang turun. Ini terasa seperti berdiri di dalam kabut di ujung jurang. Naluri untuk hidupnya berteriak supaya ia jangan mengambil bahkan satu langkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menyadari, dia sudah sampai di dasar bukit. Kirei berhenti dan melihat ke belakang ke vila di ujung bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, dia belum mendapatkan kesimpulan yang memuaskan dari pertemuannya dengan Tosaka Tokiomi… Ini adalah sesuatu yang paling mengganggu Kirei.&lt;br /&gt;
Mengapa ‘Cawan’ yang memiliki kekuatan Tuhan memilih Kotomine Kirei?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan Tokiomi terdengar terburu-buru. Kalau Cawan itu  menginginkan suporter untuk Tokiomi, pasti masih banyak orang-orang yang lebih cocok untuk itu karena Cawan itu pasti menginginkan seseorang yang dapat menjadi teman bagi dia; bukan Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti ada sebuah alasan mengenai pemilihanya untuk ikut berperang di Perang Cawan yang selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… Semakin ia pikirkan, semakin Kirei menemukan bahwa inkonsistensi ini mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia singkatnya tidak memiliki ‘tujuan hidup’, atau impian ataupun cita-cita. Bagaimanapun kamu melihatnya, dia tidak menemukan alasan untuk menjadi pemilik sebuah keajaiban seperti sebuah ‘mesin pengabul permintaan.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah muram, Kirei melihat ke tiga simbol yang muncul di atas tangan kananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berkata bahwa Command Seals adalah sebuah tanda suci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia akan menemukan sebuah janji untuk dipegang, tiga tahun dari sekarang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version|Prologue: 8 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Prologue 3~ Indonesian Version|Prologue: 1 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=102557</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=102557"/>
		<updated>2011-06-26T13:02:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: /* 3 tahun yang lalu */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===3 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita membahas mengenai topik supernatural, teori tentang dimensi menegaskan keberadaan sebuah ‘kekuatan’ dari luar dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menemukan permulaan dari segala sesuatu, adalah mimpi semua magus yang paling besar, sang ‘Awal’,… Tahta Tuhan, Akashic Records, adalah sebuah dokumen yang mencatat semua awal dan akhir dari segala sesuatu di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
200 tahun yang lalu, sekelompok orang melakukan eksperimen dan percobaan atas tempat ‘diluar dunia ini’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Einsbern, Makiri, Tosaka. Disebut sebagai 3 keluarga permulaan, apa yang mereka lakukan adalah pembuatan ‘Cawan Suci’, sebuah topik yang terdapat di berbagai tradisi. Dengan harapan bahwa dengan memanggil Cawan tersebut  dapat mengabulkan segala permintaan, tiga keluarga magus menggabungkan seni rahasia masing-masing untuk membentuk ‘wadah dengan kekuatan Tuhan’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Sayangnya, Cawan itu hanya dapat mengabulkan permintaan satu orang. Segera setelah hal itu diketahui, ikatan kerja sama dengan cepatnya lenyap dalam darah oleh pertengkaran dan konflik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah awal dari ‘Perang Cawan Suci’, ‘Heaven’s Feel’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, setiap 60 tahun sekali, Cawan itu akan datang di sebuah kota yang terletak jauh di timur, ‘Fuyuki’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Cawan itu akan memilih 7 magus yang memiliki kemampuan dan kriteria untuk memilikinya, dan membagikan sejumlah prana yang sangat besar kepada mereka, untuk membuat mungkin pemanggilan Roh Para Pahlawan, ‘Servants’. Hasil dari pertempuran sampai mati ini akan menentukan siapakah diantara ketujuh magus yang paling layak medapatkan Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Untuk menjelaskan secara singkat, ini adalah hal yang sedang dialami oleh Kotomine Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pola yang muncul di tangan kananmu disebut ‘Command Seals’. Ini adalah bukti bahwa kamu telah dipilih oleh Cawan tersebut, dan sebuah tanda suci yang memberikanmu hak untuk memanggil Servant.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang, yang memiliki pesona dan ketegasan dalam suaranya, yang menjelaskan hal itu adalah Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam sebuah ruangan yang terletak di dalam vila mewah yang dibangun diatas bukit kecil di distrik paling rapi di Turin selatan, Itali, 3 pria duduk di atas sofa panjang. Kirei dan Tokiomi, dan seorang pendeta yang memperkenalkan mereka dan mengawasi pembicaraan adalah Kotomine Risei… ayah kandung Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai teman seorang pendeta yang sebentar lagi akan mencapai umur 80, Tosaka adalah orang jepang yang eksentrik. Dia terlihat seumur dengan Kirei, sukses dan memiliki aura seorang professional. Lahir dalam silsilah keluarga kuno yang terkenal bahkan dalam standar orang jepang, vila ini adalah tempat tinggalnya yang kedua, seperti yang pria itu bilang. Tetapi yang paling menarik adalah dia dengan gampangnya memperkenalkan diri sebagai seorang ‘magus’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi seorang magus tidaklah seaneh kedengaranya, Kirei adalah, seperti ayahnya, seorang pastor, namun tugas sang ayah dan anak sangat berbeda dari apa yang orang-orang kenal dari seorang ‘Pastor’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Gereja Suci’, sebuah tempat dimana orang-orang seperti Kirei bernaung dibawahnya mempunyai doktrin di luar lingkaran keajaiban dan misteri, tetapi tetap memikul beban untuk melenyapkan semua ajaran sesat dari dunia ini. Mereka melakukanya dengan, mengambil tempat dimana mereka bisa mengawasi kegilaan seperti seni magis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang magus bekerja hanya dengan magus lainnya, dan bersatu di bawah sebuah organisasi magis yang menyebut dirinya ‘Asosiasi’, merupakan sebuah ancaman sebagai rival kepada Gereja Suci. Saat ini, mereka sepakat untuk menjaga sebuah perdamaian sementara; tapi walaupun begitu, sebuah situasi dimana seorang Pastor dari Gereja Suci dan seorang magus berkumpul di tempat yang sama untuk sebuah ceramah adalah sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh kedua belah pihak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kasus Risei, sang pendeta, keluarga Tosaka adalah seseorang yang mempunyai koneksi dengan Gereja, walaupun mereka adalah keluarga magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermula dari malam sebelumnya saat Kirei menemukan kemunculan sebuah pola yang terbentuk dari tiga bekas cakar. Dia telah mendiskusikan hal ini dengan ayahnya, dan Risei membawa anaknya ke Turin dengan segera keesokan paginya untuk bertemu dengan magus muda ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sana, setelah perkenalan yang terburu-buru, penjelasan yang Tokiomi berikan kepada Kirei di pertemuaan rahasia ini adalah mengenai peperangan yang sama, ‘Heaven’s Feel’. Arti dibalik tanda muncul di atas tangan Kirei… Itu adalah, hasil dari Kirei mendapatkan hak untuk memperebutkan kesempatan agar keinginannya dikabulkan oleh keajaiban yang akan dihasilkan dari kemunculan Cawan Suci yang keempat yang akan terjadi tiga tahun lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan berarti dia menolak untuk ikut berpartisipasi. Pekerjaan Kirei di dalam Gereja Suci adalah, singkatnya, pemusnahan ajaran sesat, artinya dia adalah seorang prajurit yang berpengalaman . Dapat dikatakan bahwa tugasnya yang paling utama adalah berperang sampai mati dengan para magus. Lebih tepatnya, masalahnya adalah sebuah kontradiksi yang perlu dilakukan Kirei, seorang pendeta, untuk berpartisipasi sebagai ‘magus’ di Heaven’s Feel yang merupakan pertempuran para magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel adalah peperangan dimana pertempuran dilakukan dengan menggunakan Servants sebagai familiars. Jadi untuk meneruskan ke tahap selanjutnya, seni magis paling dasar diperlukan untuk memanggil seorang Servant … Singkatnya, tujuh orang yang dipilih sebagai Masters dari para Servants harus menjadi magus. Ini pasti sebuah hal yang luar biasa bagi seseorang seperti kamu, yang bukan seorang magus, untuk dipilih oleh Cawan itu di tahap yang sangat awal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Cawan itu memiliki prioritas dalam memilih?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangguk kepada Kirei yang masih belum yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyebutkan ‘3 keluarga permulaan’- pemilihan akan memprioritaskan magus dari  keluarga Makiri, yang sekarang telah merubah namanya menjadi Mato, Einsbern atau Tohsaka. Dengan kata lain…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangkat tangan kananya untuk memperlihatkan pola suci miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebagai kepala keluarga Tokiomi yang sekarang, aku akan ikut berpartisipasi di perang selanjutnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, apakah pria ini berencana untuk menusuk Kirei dari belakang sesudah membimbing Kirei dengan sabarnya? Walaupun Kirei tidak mengerti akan hal itu, dia tetap melangkah maju sambil membawa ratusan pertanyaan di benaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tertarik tentang para Servants yang kamu sebutkan sebelumnya. Roh Para Pahlawan dipanggil dan dijadikan familiar, kau bilang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini mungkin sulit untuk dipercaya, tapi hal itu adalah sebuah fakta. Ini adalah salah satu keajaiban Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Legenda tentang para pahlawan dan raja, manusia super yang telah mengukir nama mereka di dalam sejarah dan dongeng. Mereka adalah seseorang yang tertinggal di dalam ingatan manusia setelah mereka mati dan dikeluarkan dari kategori manusia, dinaikan pangkatnya bahkan di dalam dimensi spritual; mereka adalah ‘Roh para Pahlawan’. Mereka yang memiliki status jauh lebih tinggi dari hantu atau roh jahat yang biasa dipanggil magus sebagai familiar. Intinya, mereka adalah sebuah eksistensi yang memiliki status spritual sebanding dengan Tuhan. Walaupun sebagian dari kekuatan mereka dapat dipanggil dan dipinjam, adalah sesuatu yang sangat mustahil untuk mejadikan mereka sebagai familiar di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kamu mempertimbangkan fakta bahwa membuat mungkin sesuatu yang tidak mungkin ini adalah kekuatan Cawan itu, kamu pasti mengerti betapa mengejutkannya kekuatan Cawan itu. Namun pada akhirnya, bahkan pemanggilan seorang Servant hanyalah sebuah pecahan kecil dari kekuatan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti berkata bahwa bahkan dirinya sendiri terkejut pada apa yang dia katakan, Tosaka Tokiomi menarik nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Roh Para Pahlawan dari jaman kuno para dewa sampai paling tidak satu abad yang lalu dapat dipanggil. Tujuh Roh Para Pahlawan akan menjadi pengikut tujuh Master, setiap dari mereka akan melindungi Master masing-masing dan melenyapkan musuh dari Masternya. Pahlawan dari segala jaman dan negara akan dipanggil ke jaman ini, dan akan bertempur di dalam perang sampai mati untuk memperebutkan supremasi. Itu adalah Perang Cawan Suci di Fuyuki, Heaven’s Feel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kegilaan macam apa itu? Di tempat dimana ribuan orang biasa tinggal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua magus mengikuti prinsip untuk menyembunyikan diri mereka. Itu adalah jalan satu-satunya untuk hidup di sebuah jaman dimana teknologi adalah kebenaran satu-satunya. Menunjukan keberadaan mereka adalah sesuatu yang tidak masuk akal apalagi kalau kita memasukan keberadaan Gereja Suci ke dalam pertimbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kamu juga harus menyembunyikan kekuatan Roh Para Pahlawan yang dapat membawa bencana kehancuran. Menggunakan tujuh Servants di dalam konflik diantara manusia di jaman ini dan membuat mereka bertempur dengan satu sama lainya… Itu sama saja dengan memberi perintah untuk melakukan genosida dan pembantaian besar-besaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Tentu saja, ini adalah sebuah hal yang harus dimengerti untuk melakukan konfrontasi secara rahasia. Kamu harus menyiapkan pengawasan yang ketat untuk menjamin hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdiam saja sampai saat ini, pendeta Risei, melangkah maju dan menyuarakan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel berlangsung setiap 60 tahun sekali, dan ini adalah yang keempat kalinya. Pemasyrakatan jepang telah berjalan saat Perang Dunia kedua terjadi. Bahkan di tempat yang sangat terpencil, kita tidak bisa membiarkan orang-orang menyaksikan kerusakan yang serius menyebar. Jadi, sejak Heaven’s Feel yang ketiga, sebuah kesepakatan telah dibuat agar seseorang dari Gereja Suci dijadikan pengawas. Untuk meminimalkan bencana dari perang ini sedikit mungkin, kita harus menyembunyikan keberadaanya dan membuat para magus setuju untuk menjaga kerahasiaan perang ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi Gereja akan menjadi juri di dalam peperangan antar magus ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tepat sekali karena ini adalah konflik para magus. Tidak ada seorangpun di Asosiasi Magus yang bisa menjadi juri karena implikasi politik. Tidak ada lagi yang lebih baik daripada menggunakan pengaruh luar seperti Gereja Suci. Terlebih lagi, tidak mungkin Gereja kita akan membiarkan nama Cawan Suci digunakan sembarangan. Kita juga tidak bisa membiarkan kemungkinan bahwa Cawan itu adalah cawan yang pernah menampung darah dari anak Tuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei dan Risei, ayah dan anak, memiliki tugas di dalam pasal yang disebut Assembly of 8th Sacrament. Tugas dari kelompok itu di Gereja Suci adalah mengumpulkan peninggalan-peninggalan suci. Harta yang bernama Cawan Suci muncul di berbagai dongeng dan legenda, dan pengaruh dari “Cawan” itu di dalam doktrin Gereja Suci sangat besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dibawah kondisi itu, waktu yang lalu, di dalam kekacauan Perang Dunia, pertemuaan diadakan di waktu yang tepat itu mengenai Heaven’s Feel ketiga dan aku, yang masih muda, dipilih untuk melakukan sebuah pekerjaan penting. Untuk pertempuran yang selanjutnya, aku akan pergi ke kota Fuyuki untuk mengawasi perang ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata-kata ayahnya, Kirei hanya memiringkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Apakah pengawas dari Gereja sanggup bertindak dengan adil? Ini akan menjadi masalah kalu seorang peserta adalah saudara satu darah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, tenang. Kamu pikir ini adalah sebuah lubang di peraturan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman yang tidak biasa dari ayah yang keras kepala menunjukan sesuatu yang Kirei tidak bisa baca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kotomine-san, kamu tidak seharusnya menyusahkan anakmu. Mari kita pindah ke pertanyaan yang sesungguhnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiomi berkata denagn terus terang ke pendeta tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, baiklah.- Kirei, apa yang kita sudah jelaskan hanya tentang ‘aspek luar’ dari Perang Cawan ini. Ada alasan lain aku membawamu bertemu dengan Tuan Tosaka hari ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, kita telah menemukan bukti dari dulu bahwa Cawan yang muncul di Fuyuki berbeda dengan peninggalan suci ‘Anak Tuhan’. Pada akhirnya, peperangan di Heaven’s Feel di Fuyuki ini hanya memperebutkan harta yang sebenarnya adalah tiruan dengan kekuatan Tuhan, sesuatu yang dapat membuka jalan ke Utopia. Ini tidak ada hubunganya dengan Gereja kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang sebenarnya. Kalau tidak, Gereja Suci tidak akan puas dengan hanya menjadi seorang pengawas yang pasif. Kalau Cawan itu ternyata sebuah ‘Peninggalan Suci’ yang &lt;br /&gt;
sesungguhnya, Gereja pasti akan melanggar perjanjian perdamaian sementara itu dan merebut Cawan itu dari tangan para magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tujuan akhir dari cawan itu hanya untuk mendapatkan Akashic Records, Gereja Suci tidak akan peduli dengannya. Karena, keinginan para magus untuk menemuka ‘Akasha’, sang ‘Awal’, tidak bertentangan dengan ajaran kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Walaupun, untuk membiarkan diri kita untuk mengindahkan hal itu, kita memerlukan seseorang yang memiliki kemampuan. Jika seseorang yang tidak diinginkan masuk, kita tidak tahu kecelakaan macam apa yang akan terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, kalau kita melenyapkannya sebagai ajaran sesat-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah seseuatu yang sulit. Para magus yang berperang untuk Cawan itu memiliki daya juang yang tidak biasa. Kalau kita melawan mereka secara langsung, sebuah peperangan denag Asosiasi Magus tidak mungkin dihindari. Dan hal itu akan menghasilkan korban yang terlalu banyak. Lebih tepatnya, sebagai laternatif yang kedua, tidak ada yang lebih menarik daripada menemukan cara untuk memberikan cawan itu ke ‘orang yang tepat’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei sedikit demi sedikit mengerti alasan sebenarnya dari pertemuan ini mengingat ayahnya berteman dengan Tosaka Tokiomi, seorang magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena mereka telah ditindas oleh kepercayaan di tempat asal mereka, keluarga Tosaka mengikuti ajaran yang sama dengan kita. Mengenal karakter Tokiomi, dia sendiri lolos dari kualifikasi untuk menggunakan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiiomi mengangguk, lalu kembali berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menemukan ‘Akasha’. Tidak ada tujuan yang paling besar bagi kami Tosaka. Tapi, sayangnya, Einsberns and Matos, yang dahulu mempunyai tujuan yang sama, sudah tersesat ke hal duniawi, dan telah melupakan keinginan mereka yang awal. Aku tidak akan masuk ke bagaimana mereka telah mengundang empat Master dari luar. Mereka menginginkan Cawan itu demi nafsu mereka yang menjijikan, hanya itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti Gereja Suci tidak akan mengijinkan orang lain selain Tosaka Tokiomi sebagai pemilik Cawan itu. Sekarang Kirei mengerti tentang tugasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kamu mau aku ikut dalam perang yang selanjutnya untuk membiarkan Tosaka Tokiomi menang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Tosaka Tokiomi menunjukan senyumnya untuk pertama kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, kita akan bekerja sama secara rahasia melawan lima Master yang tersisa, dan membunuh mereka, untuk menambah kemungkinan kita untuk menang.”&lt;br /&gt;
Mendenagr perkataan Tokiomi, Pastor Risei mengangguk. Netralitas Gereja Suci sebagai seorang juri sudah berubah menjadi sebuah bahan tertawaan. Heaven’s Feel kali ini akan menarik, mengingat keinginan gereja dari perang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai itu, itu bukanlah sesuatu yang benar atau salah bagi Kirei. Kalau kemauan Gereja sudah jelas, yang tersisa adalah melakukan tugasnya sebagai eksekutor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu akan dipindahkan dari Gereja Suci ke Asosiasi Magus, dan kamu menjadi muridku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berhenti dan dengan jelas, Tosaka Tokiomi mempercepat penjelasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Dipindahkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pemindahan telah diresmikan, Kirei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan ini, Pastor Risei mengeluarkan sepucuk surat. Itu adalah surat pemberitahuan dengan tanda tangan Gereja Suci dan Asosiasi Magus didalamnya, dan ditujukan untuk Kotomine Kirei. Kirei lebih terkejut dengan kegunaan tindakan tersebut; hanya dari sehari sebelumnya ke hari ini, surat ini selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, tidak ada gunanya memberi pendapat bagi Kirei, ataupun memiliki alasan untuk tersinggung dari diskusi ini. Karena Kirei tidak memiliki tujuan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang paling penting yang harus kamu lakukan adalah berlatih seni magis di rumahku di Jepang. Heaven’s Feel yang selanjutnya terjadi 3 tahun lagi. Pada saat itu, kamu harus memiliki seorang Servant yang mengikutimu, dan menjadi magus yang berpartispasi di perang itu sebagai Master.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi- apakah ini tidak apa-apa? Kalau aku belajar di bawahmu, bukankah ini akan mencipatakan keraguan bahwa kita bekerja sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi memberikan senyuman yang dingin dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak mengerti apa-apa tentang magus. Kalau kepentingan mereka bertentangan, konflik antara guru dan murid yang berakhir dengan pertempuran sampai mati adalah sesuatu yang biasa di dunia kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aah, jadi begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Kirei tidak bermaksud untuk mengerti tentang magus, dia sedikit banyak mengerti tentang karakter dari sebuah ras bernama magus. Dia telah melawan magus ‘sesat’ dalam berbagai peristiwa sebagai eksekutor. Jumlah orang yang telah ia lenyapkan dengan tanganya melebihi jumlah puluhan atau dua puluhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kamu mempunyai pertanyaan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Tokiomi akan mengakhiri pertemuan ini, Kirei membalas dengan pertanyaan yang ada di benaknya dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya satu – Cawan ini memilih para Master, apakah tujuan yang sebenarnya dari itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan merupakan pertanyaan yang telah Tokiomi prediksi. Alis sang magus mengerut sebentar, lalu dia memberikan jawaban dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cawan itu akan… Tentu saja, akan memilih para Master yang membutuhkannya dengan sepenuh hati. Seperti yang katakan sebelumnya, kami Tosaka akan dimasukkan ke dalam urutan paling atas sebagai salah satu dari 3 keluarga permulaan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, semua Master yang dipilih memiliki alasan untuk menginginkan Cawan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak hanya sebatas itu saja. Cawan itu membutuhkan 7 orang untuk datang. Kalau jumlahnya tidak cukup pada saat yang sekarang, orang-orang yang biasanya tidak akan dipilih bisa mendapatkan Command Seals. Mungkin ada beberapa kasus seperti ini sebelumnya, tetapi- Aah, aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berbicara, Tokiomi mengerti apa yang Kirei ragukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu berpikir bahwa kamu tidak mungkin dipilih, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei mengangguk. Tidak peduli betapa kerasnya kamu mencari, tidak mungkin ada alasan mengapa mesin pengabul permintaan itu memilih dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, benar juga, ini aneh. Satu-satunya hal yang menghubungkanmu dengan Cawan itu adalah ayahmu, yang dipilih sebagai pengawas, tetapi… Tidak, kamu bisa berpikir bahwa itu adalah alasan satu-satunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cawan itu sudah mengantisipasi bahwa Gereja Suci akan membantu keluarga Tosaka. Jadi seorang eksekutor dari Gereja yang sanggup memiliki Command Seals akan membantu Tosaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan hal ini, Tokiomi, yang merasa puas saat mengakhiri diskusi ini, menambahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, Cawan itu memberikan aku, seseorang dari keluarga Tosaka, dua Command Seals, karena itu, dia memilih kamu sebagai Master.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Bagaimana dengan itu? Apakah keismpulan ini menjawab pertanyaanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, dia memberikan penjelasannya sendiri dengan nada yang menantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
Rasa percaya diri yang sombong ini cocok dengan pria yang dipanggil Tosaka Tokiomi. Pria ini memegang sebuah harga diri yang mendekati sindiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, sebagai seorang magus, dia adalah seorang yang sempurna. Dan dia pasti memiliki rasa percaya diri yang datang bersamaan dengan kesempurnaan itu. Itulah sebabnya dia mungkin tidak akan pernah meragukan pendapatnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu artinya dia tidak akan mendapatkan jawaban yang lain disini sekarang- Itu adalah kesimpulan Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kapan kita berangkat ke Jepang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyembunyikan kekecewaanya, Kirei merubah topik pembicaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengunjungi Inggris sebentar. Aku memiliki perkerjaan kecil di Clock Tower.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu akan pergi ke jepang lebih dahulu. Aku akan memberitahu keluargaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimengerti. Jadi, Aku akan berangkat secepatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei, pergilah lebih dahulu. Aku memiliki sesuatu untuk didiskusikan dengan Tuan Tohsaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menganggukan kepala pada perkataaan ayahnya, Kirei bangkit dari tempat duduknya dan, setelah memberi salam dengan mengangguk, meninggalkan ruangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal di dalam ruangan itu, Tosaka Tokiomi dan Pastor Risei melihat Kotomine Kirei pergi dalam diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau memiliki seorang anak yang dapat diandalkan, Kotomine-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemampuanya sebagai ‘Eksekutor’ dapat dijamin.  Tidak ada dari seangkatan dia yang bekerja lebih keras daripada dia saat masa pelatihan. Akulah seseorang yang perlu kamu ragukan.”&lt;br /&gt;
“Ho… Apakah ini kebiasaan teladan seorang pelindung iman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku malu mengatakan ini, tapi Kirei adalah kebanggaan satu-satunya orang tua yang bodoh seperti aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta tua itu terkenal akan kekakuannya, tapi, merasa nyaman dengan Tokiomi, dia tersenyum. Saat matanya tertuju ke anak satu-satunya, kepercayaan dan cinta dia terlihat sepenuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat aku masih juga tidak memiliki anak saat melewati umur 50, aku telah menyerah untuk mendapatkan seorang keturunan… Tapi sekarang, aku terkejut melihat betapa besarnya anak itu telah tumbuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun, dia setuju lebih mudah dari yang aku bayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anakku akan melompat kedalam kobaran api jika itu adalah keinginan Gereja. Itu menunjukan betapa jauhnya ia akan pergi demi imannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walupun Tokiomi tidak bermaksud untuk meragukan perkataan Pastor tua itu, kesan yang dia punya tentang anak Pendeta Risei bukanlah ‘iman yang berapi-api’. Penampilan tenang pria bernama Kirei terkesan seperti kekosongan ke dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, itu adalah sebuah kekecewaan. Bagaimanapun aku melihat dia, dia terlihat hanya terlibat di sesuatu yang tidak hubungan dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… itu mungkin sebuah keselamatan bagi dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara dengan tidak pasti, Pastor Risei mulai berkata dengan kelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang pribadi, tapi istrinya meninggal beberapa hari yang lalu. Mereka belum melewati bahkan dua tahun dalam pernikahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Saya-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi kehilangan kata-kata atas peristiwa yang mengejutkan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun tidak kelihatan, dia menahanya dengan baik… Dia memiliki terlalu banyak kenangan di Itali, Mungkin sekarang, bagi Kirei, kembali ke tanah kelahirannya untuk misi yang baru dapat membantu menyembuhkan lukanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Risei mendesah setelah berbicara. Tokiomi tetap memandang orang tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tokiomi-kun, bukankah nilai seseorang yang sesungguhnya terlihat saat dalam kesusahan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi membungkuk dalam atas kata-kata Pastor tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hutangku kepada Gereja Suci dan kedua generasi keluarga Tokiomi ini akan diukir di dalam prinsip keluargaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak. Aku hanya memenuhi sumpahku untuk generasi masa depan Tosaka. – Sisanya hanya berdoa kepada perlindungan Tuhan sampai perjalanmu membawa kamu ke sang ‘Awal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Penyesalan kakekku, impian terbesar Tosaka… ini adalah arti dan tujuan hidupku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyembunyikan betapa rasa percaya dirinya dicekik oleh beratnya tanggung jawab dia, Tokiomi mengannguk dengan pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kali ini, aku akan mendapatkan Cawan itu. Aku akan membuat itu terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada harga diri Tokiomi, Pastor Risei memberkati ingatan tentang temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Temanku… Kau juga mendapatkan seorang keturunan yang luar biasa.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat angin dari laut Mediterranian mengacak-acak rambutnya, Kotomine Kirei berjalan dari vila yang terletak di atas bukit, sendirian dan dalam diam, di jalan kecil yang panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Kirei dapat menyudun semua kesan yang dia dapat dari pria yang bernama Tosaka Tokiomi, yang baru saja dia bertemu dengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia telah melewati kehidupan yang keras. Seperti harga dirinya muncul dari melewati pengalaman yang keras itu, dia adalah seseorang yang memiliki harga diri yang besar yang bisa dia banggakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengerti karakter tersebut sangat baik. Ayah Kirei adalah orang yang sama dengan Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia yang telah mengartikan tujuan dibalik kelahiran mereka, dibalik eksistensi mereka, dan mengikuti tujuan itu tanpa ragu. Mereka tidak akan pernah bimbang, tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menempa itu dengan tekad baja dari tindakan dengan tujuan yang jelas, maju hanya dengan kepuasan dari ‘sesuatu’ yang merupakan tujuan hidup mereka, di semua aspek kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Bentuk dari keyakinan’ ini bisa menjadi, dalam kasus ayah Kirei, seorang yang sangat beriman; dan dalam kasus Tosaka Tokiomi, mungkin itu adalah kepercayaan diri oleh orang yang terpilih – sebuah hak yang tidak dimiliki orang biasa, dan kesadaran seseorang yang memiliki tanggung jawab untuk dipikul. Dia adalah salah satu ‘bangsawan asli’ yang tersisa yang sangat jarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai dari sekarang, eksistensi seorang Tosaka Tokiomi mungkin akan menyebabkan implikasi penting bagi Kirei… Tapi walaupun begitu, dia bukanlah orang cocok dengan orang seperti Kirei. Itu sama saja dengan berkata bahwa ia sama dengan ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang hanya melihat tujuan hidup mereka tidak akan dapat mengerti sakitnya seseorang yang tidak mampu memilikinya. Orang-orang seperti Tokiomi memiliki ‘tujuan hidup’ sebagai dasar keyakinan mereka, tapi itu tidak dapat dimengerti di dalam pikiran Kotomine Kirei. Tidak sekalipun di dalam 20 tahun lebih dia pernah merasakan sensasi seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, dia tidak dapat mempertimbangkan sebuah tindakan yang paling baik, mendapatkan kepuasan dari segala tantangan, atau dapat beristirahat di dalam segala kenyamanan. Orang seperti ini tidak memiliki tujuan hidup dari awalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak dapat mengerti bagaimana ia bisa begitu jauhnya terkucil dari norma-norma yang dipegang oleh orang-orang biasa. Kirei bahkan tidak mengerti sebuah keinginan dimana dia bisa melakukan apapun untuk mendapatkanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia percaya bahwa Tuhan itu ada. Bahwa ada sebuah eksistensi luar biasa, walaupun dia tidak cukup dewasa untuk tahu apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hidup dengan kepercayaan bahwa suatu hari, suara Tuhan yang paling suci akan menuntun dia ke kebenaran yang sesungguhnya dan menyelamatkan dia. Berjudi atas harapan itu, memegang erat kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi didalam hatinya, dia tahu. Bahwa keselamatan tidak akan datang dari cintanya Tuhan untuk orang seperti dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi kemarahan dan keputusasaan menyudutkan dia menjadi seorang masokis. Dibawah alasan untuk penebusan dosa untuk melatih moralnya, dia berulang kali melukai dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tetapi penyiksaan itu justru menempa tubuh Kirei menjadi seperti besi, dan saat dia menyadarinya, dia telah sampai di puncak para elit di Gereja Suci sebagai ‘Eksekutor’, dimana tidak ada seorangpun yang dapat mengejar dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang menyebut itu sebuah ‘kemuliaan’. Iman dan disiplin Kotomine Kirei dipuji sebagai contoh untuk semua pendeta. Bahkan ayahnya Risei juga bukan pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei mengerti sepenuhnya mengapa Kotomine Risei memiliki begitu percaya dan mengagumi anaknya, tapi itu adalah sebuah kesalahpahaman jauh dari poin yang sebenarnya; karena sebenarnya, hatinya malu. Bahkan mungkin menghabiskan seluruh hidup seseorang ridak akan cukup untuk mengubah kesalahpahaman itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, tidak ada seorangpun yang dapat mengerti betapa kosongnya seorang Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, bahkan satu-satunya wanita yang ia cintai-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kepalanya terasa ringan, Kirei memperlambat jalannya dan menaruh telapak tanganya dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mencoba untuk mengingat istrinya, dia kehilangan pikirannya yang tidak fokus di dalam kabut yang turun. Ini terasa seperti berdiri di dalam kabut di ujung jurang. Naluri untuk hidupnya berteriak supaya ia jangan mengambil bahkan satu langkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menyadari, dia sudah sampai di dasar bukit. Kirei berhenti dan melihat ke belakang ke vila di ujung bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, dia belum mendapatkan kesimpulan yang memuaskan dari pertemuannya dengan Tosaka Tokiomi… Ini adalah sesuatu yang paling mengganggu Kirei.&lt;br /&gt;
Mengapa ‘Cawan’ yang memiliki kekuatan Tuhan memilih Kotomine Kirei?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan Tokiomi terdengar terburu-buru. Kalau Cawan itu  menginginkan suporter untuk Tokiomi, pasti masih banyak orang-orang yang lebih cocok untuk itu karena Cawan itu pasti menginginkan seseorang yang dapat menjadi teman bagi dia; bukan Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti ada sebuah alasan mengenai pemilihanya untuk ikut berperang di Perang Cawan yang selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… Semakin ia pikirkan, semakin Kirei menemukan bahwa inkonsistensi ini mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia singkatnya tidak memiliki ‘tujuan hidup’, atau impian ataupun cita-cita. Bagaimanapun kamu melihatnya, dia tidak menemukan alasan untuk menjadi pemilik sebuah keajaiban seperti sebuah ‘mesin pengabul permintaan.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah muram, Kirei melihat ke tiga simbol yang muncul di atas tangan kananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berkata bahwa Command Seals adalah sebuah tanda suci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia akan menemukan sebuah janji untuk dipegang, tiga tahun dari sekarang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version|Prologue: 6 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Prologue 3~ Indonesian Version|Prologue: 1 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_3~_Indonesian_Version&amp;diff=102556</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 3~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_3~_Indonesian_Version&amp;diff=102556"/>
		<updated>2011-06-26T13:00:14Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===1 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan cepat menemukan wanita yang dia cari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di awal liburan sebuah siang, anak-anak dapat terlihat bermain di taman, diterangi dengan sinar matahari awal musi gugur yang damai, dengan orang-tua mereka mengawasi mereka, dengan senyum.  Alun-alun di sekitar air mancur taman itu disesaki oleh orang-orang yang membawa keluarga mereka untuk bersantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan di tengah keramain tersebut, dia tidak kehilangan arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli betapa padatnya, tidak peduli betapa jauh, dia yakin dia dapat menemukan wanita itu dengan mudah. Walaupun dia tidak tahu bahwa dia bisa bertemu denganya sebulan sekali, walaupun dia sudah memiliki pasangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya pada saat dia sudah dekat, wanita di dalam bayangan pohon-pohon baru menyadari kehadirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Hey, lama tidak berjumpa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh- Kariya-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan sebuah senyum yang sopan dan rendah hati, wanita itu mengangkat matanya dari buku yang sedang dibacanya.&lt;br /&gt;
Kelelelahan – Melihat dia seperti itu, Kariya merasa terbelenggu oleh kegundahan dan keputusasaan. Sesuatu sepertinya sedang menyiksa wanita itu.&lt;br /&gt;
Dia dengan cepat ingin bertanya tentang penyebab masalah itu, supaya dia dapat menggunakan dirinya untuk menemukan jawaban untuk ‘masalah’ itu – tetapi Kariya tidak dapat masuk ke topik itu bahkan jika didasari oleh alasan itu. Dia tidak terlalu dekat sampai-sampai dia dapat mencurahkan kebaikan yang terus terang seperti itu; itu bukan tempat dia.&lt;br /&gt;
“Ini sudah berlangsung 3 bulan. Perjalanan kali ini lumayan lama kali ini.”&lt;br /&gt;
“Ah… Eh, ya.”&lt;br /&gt;
Di dalam mimipi indahnya, senyuman wanita itu pasti muncul. Tapi dia tidak memiliki keberanian untuk melihat dia saat dia berada di depan wanita itu. Ini sudah berlangsung selama 8 tahun, dan Kariya mungkin tidak akan pernah sangup melihat senyuman itu selamanya.&lt;br /&gt;
Karena wanita itu membuat dia sangat gugup, dia selalu lupa untuk berkata-kata setelah kata perjumpaan, dan kekosongan yang halus muncul. Itu juga terjadi setiap kali.&lt;br /&gt;
Untuk mematahkan kekakuan itu, Kariya mencari sesuatu yang dapat ia bicarakan dengan mudah.&lt;br /&gt;
- Disana. Bermain di tengah-tengah segerombolan anak kecil di atas rumput, rambut yang dikepang dua menari dengan gembira. Walaupun masih sangat muda, gadis itu sudah menunjukan tanda-tanda wajah cantik yang diwarisi dari ibunya.&lt;br /&gt;
“Rin-chan.”&lt;br /&gt;
Kariya memanggil, melambaikan tanganya. Begitu dia melihat, gadis yang dia panggil Rin berlari menuju dia dengan senyum yang lebar.&lt;br /&gt;
“Selamat datang kembali, paman Kariya! Apa kamu membawa oleh-oleh buatku?”&lt;br /&gt;
“Rin, ingat untuk berlaku sopan…”&lt;br /&gt;
Gadis kecil itu terlihat tidak mendengar suara malu ibunya. Mata Rin berbinar dengan harapan dan Kariya, memberi senyuman yang sama, mengeluarkan satu dari dua oleh-oleh yang dia bawa dibelakangnya.&lt;br /&gt;
“Waaahh, bagus…”&lt;br /&gt;
Sebuah bros indah yang terbuat dari berbagai bentuk mutiara mendaparkan hati gadis kecil itu dari pandangan pertama. Walaupun sepertinya itu terlalu mahal untuk gadis seumurnya, Kariya tahu kalau Rin memiliki selera yang lebih dewasa dari umurnya.&lt;br /&gt;
“Paman, terima kasih seperti biasanya. Alu akan menyimpanya dengan baik.”&lt;br /&gt;
“Ha ha, kalau kamu suka, paman juga senang.”&lt;br /&gt;
Dengan lembut mengelus kepala Rin, Kariya mencari seseorang yang akan dia beri oleh-oleh yang dia bawa.&lt;br /&gt;
Karena suatu hal, dia tidak dapat menemukan anak itu di taman...&lt;br /&gt;
“Hey, dimana Sakura-chan?”&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan Kariya, senyum Rin dengan cepat menghilang.&lt;br /&gt;
Wajahnya terlihat seolah-olah ia berhenti berpikir, sebuah wajah anak kecil yang pasrah yang dipaksa untuk menerima sebuah realita.&lt;br /&gt;
“Sakura, dia… sudah tidak ada.”&lt;br /&gt;
Dengan wajah kosong, Rin memberikan jawaban yang monoton. Lalu, seolah-olah mehindari pertanyaan Kariya, dia berlari balik menuju ke gerombolan anak-anak yang dia sedang bermain dengan sebelumnya.&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
Terkejut oleh perkataan Rin yang tidak bisa dimengerti, Kariya melihat ke ibu Rin dengan realisasi yang tiba-tiba. Wanita itu menoleh ke tempat kosong dengan wajah muram.&lt;br /&gt;
“Apa out artinya…?”&lt;br /&gt;
“Sakura bukan lagi anakku ataupun adik Rin lagi.”&lt;br /&gt;
Nada bicaranya datar, tetapi lebih tegar dibanding suara anaknya Rin.&lt;br /&gt;
“Anak itu, sudah pergi ke keluarga Mato.”&lt;br /&gt;
Ma – to –&lt;br /&gt;
Nama itu, yang terdengar sangat akrab namun menjijikan, dengan paksa merobek hati Kariya.&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin… Apa yang artinya itu, Aoi-san!?”&lt;br /&gt;
“Tidak seharusnya kamu bertanya, ya kan? Terutama kamu, Kariya-kun.”&lt;br /&gt;
Menghancurkan hati Kariya, ibu Rin – Tosaka Aoi memberi jawaban yang kasar dan dingin, tidak menoleh sekalipun kepadanya, seolah-olah tidak peduli.&lt;br /&gt;
“Tentu saja kamu lebih dari semua orang seharusnya tahu kenapa Mato memerlukan seorang anak dari keturunanmagi untuk meneruskan mereka, ya kan?”&lt;br /&gt;
“Bagaimana… bisa kamu… setuju dengan itu?”&lt;br /&gt;
“Itu adalah sesuatu yang dia putuskan. Ini adalah keputusan kepala keluarga Tosaka, menyetujui permintaan dari teman lama yang dipersatukan sumpah, Mato… Opiniku tidak diperlukan.”&lt;br /&gt;
Untuk alasan itu, ibu dan anak, kakak dan adik, dipisahkan.&lt;br /&gt;
Tentu saja dia tidak setuju. Tapi Aoi dan bahkan Rin kecil tahu benar alasan mengapa mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menerimanya. Itu karena ini adalah apa artinya hidup sebagai seorang magus. Kariya tahu tentang kekejaman takdir dengan sangat baik.&lt;br /&gt;
“… Apa kamu tidak apa-apa dengan keputusan itu?”&lt;br /&gt;
Aoi membalas dengan senyuman yang pahit terhadap suara Kariya yang tegas.&lt;br /&gt;
“Aku sudah siap untuk sesuatu seperti ini pada saat aku memutuskan untuk menikah dan masuk kedalam keluarga Tosaka, saat aku memutuskan untuk menjadi istri seorang magus. Pada saat kamu memasuki keluarga magus, adalah sebuah kesalahan untuk mencari kebahagian sebuah keluarga yang normal.”&lt;br /&gt;
Dan, memandang Karita yang akan berbicara, istri magus itu dengan lembut, namus tegas, menghentikan dia –&lt;br /&gt;
“Ini adalah masalah diantara Tosaka dan Mato. Ini bukan urusanmu, yang sudah pergi meninggalkan dunia para magus.”&lt;br /&gt;
Dia menyelesaikan dengan anggukan singkat.&lt;br /&gt;
Dengan ini, Kariya tidak dapat bergerak lagi. Seperti dia sudah diubah menjadi salah satu pohon di taman itu, dadanya sesak karena kelemahan dan keputusasaan.&lt;br /&gt;
Sejak dahulu saat dia masih seorang gadis, lalu saat dia menjadi seorang istri, dan bahkan setelah dia memiliki dua orang anak, perlakuann Aoi kepada Kariya tidak pernah berubah. Tiga tahun lebuh tua dari dia, teman sejak kecil, dia selalu memperlakukan Kariya dengan baik dan tanpa batas, seperti layaknya seorang kakak kepada adiknya.&lt;br /&gt;
Ini adalah pertama kalinya dia tengan tegas menggaris-bawahi posisi mereka masing-masing.&lt;br /&gt;
“Kalau kamu bertemu dengan Sakura, tolong perlalukan dia dengan baik. Dia selalu sayang denganmu, Kariya-kun.”&lt;br /&gt;
Dengan Aoi mengawasi dia, Rin bermain dengan gembira, penuh dengan energi, seolah-olah sperti untuk mengubur kesedihanya.&lt;br /&gt;
Seolah-olah kelakuan Rin adalah jawaban yang mendorong balik Kariya yang terbisu di sampingnya, Tosaka Aoi menujukan kepada dia hanya wajah seorang ibu yang damai ditengah-tengah liburan.&lt;br /&gt;
Tetapi Kariya tidak tertipu. Tidak mungkin dia tidak bisa melihatnya.&lt;br /&gt;
Seorang Tosaka Aoi yang tegas dan damai yang telah menerima takdirnya.&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak bisa menutupi sepenuhnya air mata yang membendung di kedua matanya.&lt;br /&gt;
 &amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya mempercepat jalanya melewati pemandangan tempat kelahirannya yanf dia pikir tidak akan pernah dia liaht lagi.&lt;br /&gt;
Setiap kali dia kembali ke kota Fuyuki, dia tidak akan pernah menyebrangi jembatan menuju ke Miyama.&lt;br /&gt;
Itu sudah berlangsung selama 10 tahun. Tidak seperti area Shinto dimana bisnis berjalan setiap hari, tidak ada yang berubah di daerah ini dimana waktu seperti berhenti.&lt;br /&gt;
Jalanan yang sepi berisi dengan kenangan, tapi tidak ada satupun yang indah jika dia berhenti untuk melihat. Mengabaikan kenangan yang tidak berharga itu, Kariya berpikir tentang perbincangannya dengan Aoi sejam yang lalu.&lt;br /&gt;
“… Apa kamu setuju dengan ini?”&lt;br /&gt;
Jawaban kosong yang Aoi lempar kepadanya sambil membuang pandanganya. Dia tidak pernah menggunakan nada tajam seperti itu beberapa tahun belangan ini.&lt;br /&gt;
Jangan mengangkat pandanganmu, jangan menjadi beban… Itu adalah bagaimana dia hidup. Kemarahan, kebencian, Kariya telah meninggalkan semua itu di jalanan kosong Miyama. Setelah membuang kota kelahiranya, Kariya tidak pernah mempermasalahkan apapun. Bahkan sesuatu yang sangat kejam dan buruk adalah sesuatu yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sesuatu yang dia benci di tanah ini.&lt;br /&gt;
Itu kenapa – yeah. Itu pasti sudah 8 tahun sejak suaranya terakhir kali mengandung perasaan seperti itu.&lt;br /&gt;
Saat itu, bukankah pada wanita yang sama Kariya menggunakan nada seperti itu, dengan kata-kata yang sama?&lt;br /&gt;
“Apa kamu setuju dengan ini?” – Dia mengeluarkan pertanyaan yang sama pada waktu itu. Menghadap teman masa kecil yang lebih tua semalam sebelum dia menerima nama Tosaka.&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah lupa. Wajah dia pada saat itu.&lt;br /&gt;
Wanita itu menjawab dengan anggukan singkat, seolah-olah menyesal, tapi dengan malu-malu dengan wajah yang merah. Kariya ditaklukan oleh senyuman yang malu-malu itu.&lt;br /&gt;
“… Aku sudah siap… Itu adalah sebuah kesalahan untuk mencari kebahagiaan normal sebuah keluarga…”&lt;br /&gt;
Perkataan itu adalah kebohongan.&lt;br /&gt;
Hari itu, 8 tahun yang lalu, pada saat dia dilamar oleh magus muda, senyuman dia tanpa ragu menunjukan kepercayaanya kepada kebahagiaan.&lt;br /&gt;
Dan karena itu, Kariya menerima sepenuhnya kekalahanya karena dia percaya dengan senyuman itu.&lt;br /&gt;
Mungkin, pria yang dinikahi Aoi, pria itu adalah satu-satunya orang yang bisa membuat dia bahagia.&lt;br /&gt;
Tapi itu adalah sebuah kesalahan.&lt;br /&gt;
Lebih dari yang lainya, Kariya seharusnya menyadari kalau itu adalah kesalahan yang fatal.&lt;br /&gt;
Karena dia telah menyadari betapa memuakkan seni magis itu, bukankah Kariya telah menolak takdirnya dan meninggalkan keluarganya?&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, dia bisa memaafkan itu.&lt;br /&gt;
Bahkan dengan dia, seseorang yang sudah berbalik badan dan lari dengan ketakutan, tahu betapa menjijikan seni magis… Wanita yang palin penting di hidupnya sudah menyerah,  dar semua orang, kepada pria yang paling mirip dengan magus.&lt;br /&gt;
Apa yang membakar didalam dada Kariya adalah, penyesalan.&lt;br /&gt;
Tidak sekali, tapi dua kali, dia sudah memilih kata yang salah.&lt;br /&gt;
Dia tidak seharusnya bertanya, “Apa kamu setuju dengan ini?”, tetapi dia seharusnya mengambil kesimpulan, “Kamu jangan melakukanya.”&lt;br /&gt;
Dan 8 tahun yang lalu, kalau saja dia mencegah Aoi – mungkin ada sebuah masa depan yang berbeda dari sekarang. Kalau saja dia tidak mengikat dirinya dengan Tosaka pada hari itu, dia pasti akan keluar dari kutukan kematian seorang magus, dan dia akan menjalani hidup yang normal.&lt;br /&gt;
Dan hari ini, di hari siang di taman itu, kalau saja dia memberi reaksi yang berbeda terhadap keputusan diantara Tosaka dan Mato, - mungkin itu akan mengejutkan dia. Dia mungkin akan menolak sesuatu yang tidak masuk akal dari orang asing.&lt;br /&gt;
Tetapi, dia tidak dapat menyalahkan hanya dirinya sendiri seperti itu. Dia tidak seharusnya menahan air matanya.&lt;br /&gt;
Kariya tidak dapat memaafkan ini. Dia yang mengulangi kesalahan yang sama. Sebagai hukumanya, dia kembali ke tempat yang telah dia tinggalkan.&lt;br /&gt;
Pasti, ada sebuah jalan menuju pengampunan. Sebuah dunia yang telah ia tinggalkan. Sebuah takdir yang dia telah lari darinya ketakutan.&lt;br /&gt;
Tapi sekarang, dia akan menghadapi hal itu.&lt;br /&gt;
Kalau dia mengingat  satu-satunya wanita di dunia ini yang dia tidak ingin menangis –&lt;br /&gt;
Dibawah langit dimana sinar matahari yang terbenam bersinar, dia berhenti di depan sebuah rumah mewah dengan model barat yang menjulang.&lt;br /&gt;
Sesudah terbang melewati 10 tahun, Mato Kariya berdiri di depan gerbang rumahnya lagi.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
  &amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Berawal dari pintu depan, pertengkaran yang kecil namun riskan dengan cepat terbawa ke dalam kediaman Mato dimana Kariya duduk diatas sofa di ruang tamu,&lt;br /&gt;
“Aku pikir aku sudah bilang kalau kamu jangan menunjukan mukamu lagi di sini!”&lt;br /&gt;
Duduk di hadapan Kariya, seorang tua, yang kecil, yang mengumpatkan kata-kata kasar itu adalah Mato Zoken, kepala keluarga itu. Dia sangat keriput sampai-sampai kepalanya yang botak dan kaki tanganya terlihat seperti mumi, tapi sinar di matanya yang dalam masih menunjukan semangatnya; penampilan dan karakternya membuat dia menjadi seseorang yang tidak biasa dan misterius.&lt;br /&gt;
Sejujurnya, bahkan Kariya tidak bisa menebak dengan tepat umur kakek tua itu. Daftar unik di dalam silsilah keluarga menunujukan bahwa dia adalah kakak dari ayah Kariya. Tapi bahkan dengan kakek buyutnya, nenek moyang Kariya di generasi ketiga, ada sebuah daftar kakek tua bernama Zoken di dalam silsilah keluarga. Tidak mungkin ada jalan untuk menebak berapa generasi kakek ini telah berkuasa atas keluarga Mato.&lt;br /&gt;
Berbicara tentang perbuatan yang memuakkan, dia adalah seorang magus yang bisa dibilang memiliki hidup abadi, mengulur dan mengulur lagi umurnya. Seseorang yang berasal dari awal mula garis keturunan Mato dengan hubungan yang sangat jauh dengan Kariya. Dia adalah hantu sungguhan yang masih tersisa di era ini.&lt;br /&gt;
“Aku mendengar sesuatu yang tidak bisa dimaafkan. Sesuatu tentang bagaimana keluarga Mato melakukan perbuatan memalukan yang tidak masuk akal,”&lt;br /&gt;
Kariya mengerti bahwa magus di hadapanya ini adalah seseorang yang sangat kuat dengan kekejaman yang tidak tertandingi. Seseorang yang merupakan sebuah wujud dari semua yang dibenci Kariya sampai mendarah daging. Bahkan kalau kakek ini membunuh dia, Kariya tetap membenci dia dengan sangat sampai akhir. Dengan konfrontasi 10 tahun yang lalu, Kariya sudah menghadapi hantu itu dan lari dari keluarga Mato, untuk mendapatkan kebebasanya.&lt;br /&gt;
“Aku dengar kamu mengambil anak kedua Tosaka. Apa kamu sebegitu inginnya ingin meneruskan garis keturunan magus keluarga?”&lt;br /&gt;
Zoken mencibir pada kata-kata tajam Kariya.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu membahas tentang ini? Tidak ada lagi yang lain? Siapa menuru kamu yang bertanggung jawab atas kejatuhan Mato?&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, anak yang akhirnya didapat Byakuya ternyata tidak mewarisi sirkuit magis. Darah murni kluarga Mato telah lenyap pada generasi ini. Tetapi, lebih dari kakakmu Byakuya, kau adalah satu-satunya yang memiliki dasar seorang magus, Kariya. Kalau saja kamu dengan patuh menerima warisanmu dan mengakses rahasia keluarga Mato, kita tidak akan terdesak oleh peristiwa ini. Dan ini adalah sepenuhnya kesalahanmu…&amp;quot;&lt;br /&gt;
Tetapi Kariya, dengan dengusan, mementah balikkan perilaku mengancam kakek itu yang telah berbusa mulutnya karena panasnya.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hentikan lawakanmu, vampir. Apa masalahnya dengan kelanjutan garis keturunan Mato? Jangan membuatku tertawa. Tidak akan jadi masalah buatmu bahkan kalau tidak ada lagi generasi baru keluarga Mato. Diskusi ini hanya omong kosong karena kau sendiri akan terus hidup untuk dua ratus atau seribu tahun lagi, eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Seperti yang Kariya duga, Zoken memberikan senyuman yang mencurigakan, seolah-olah kemarahan sebelumnya hanya sebuah kebohongan. Itu adalah senyuman monster memperdulikan emosi manusia bahkan sebagai serpihan.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti biasa, kamu adalah anak yang kaku. Kamu bicaa dan bertindak apa adanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terserah, itulaah bagaimana kamu melaih aku. Aku bukan seseorang yang suka untuk berputar-putar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Suara yang serak keluar dari dalam tenggorakan kakek tua itu, seperti dia tertawa senang.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Betul. Kamu mungkin akan hidup lebih lama dariku, bahkan lebih dari anak Byakuya. Tetapi, pertanyaannya adalah berapa lama lagi aku akan dapat mengawetkan badan ini dari pembusukan. Bahkan kalau keturunan Mato tidak diperlukan, seorang Mato magus diperlukan. Untuk mendapatkan Cawan itu, tentu saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Jadi pada akhirnya, itulah tujuanmu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Ini berjalan sperti perkiraan Kariya. Itu adalah kehidupan abadi yang kakek tua ini kejar.&lt;br /&gt;
Mesin pengabul permintaan yang disebut &amp;quot;Cawan&amp;quot; yang dapat mengabulkan permintaan itu… Apa yang mencekik monster yang tidak dapat mati setelah beatus-ratus tahun adalah harapan yang dipertaruhkan di dalam keajaiban itu.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kedatangan 60 tahun sekali siklus terjadi tahun depan. Tapi untuk Perang Cawan Suci yang keempat, Heaven&#039;s Feel keempat, tidak akan ada pemain dari keluarga Mato. &lt;br /&gt;
Byakuya tidak memiliki prana yang cukup untuk seorang Servant. Dia bahkan tidak memiliki Command Seals.&lt;br /&gt;
Tetapi walaupun kita harus berhenti pada perang kali ini, akan ada kesempatan lagi untuk yang selanjutnya dalam 60 tahun. Tidak ada keraguan bahwa magus yang sempurna dapat lahir dari anak gadis keluarga Tosaka ini. Aku punya harapan yang besar untuk wadah yang bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Wajah Tosaka Sakura muncul di balik kelopak mata Kariya.&lt;br /&gt;
Anak yang pemalu yang selalu bersembunyi di belakan kakaknya Rin, seorang gadis yang kelihatan pucat.&lt;br /&gt;
Seorang anak terlalu muda untuk memanggul takdir kejam seorang magus.&lt;br /&gt;
Menelan kemarahanya, Kariya memasang muka tenang.&lt;br /&gt;
Pada saat ini di tempat ini, dia disini untuk bernegoisasi dengan Zoken. Tidak ada yang bisa didapat kalau ia memakai emosinya.&lt;br /&gt;
&amp;quot;- Kalau ini memang tentang hal itu, kalau kamu menginginkan cawan itu, kamu tidak memerlukan Tosaka Sakura, benar kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Zoken memicingkan matanya, curiga dengan arti di balik kata-kata Kariya.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu, tipuan macam apa yang ada di dalam kepalamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebuah kesepakatan, Mato Zoken. Aku akan membawa nama Mato di Heaven&#039;s feel berikutnya. Sebagai balasanya, kau akan membebaskan Tosaka Sakura.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Terkejut hanya dalam satu tarikan nafas, Zoken tertawa mencemooh.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kha, jangan bodoh. Orang gagal yang tidak pernah belajar apa-apa ingin menjadi Master seorang Servant dalam setahun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu punya rahasia untuk membuat itu mungkin, benar kan. Dengan menggunakan kemampuan cacing-cacing yang sangat kau banggkan itu, kakek tua.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kariya langsung melompat ke intinya, melihat ke dalam mata tajam magus tua itu.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tanam &#039;Crest Worms&#039; milikmu kedalam badanku. Kamu bisa melakukan itu, kedalam darah dan daging menjijikan seorang Mato. Kecocokanya pasti jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anak dari keluarga lian.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Wajah Zoken berubah kembali dari wajah seorang manusia ke wajah seorng magus, semua ekspresi lenyap seketika.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kariya - Apa kamu ingin mati?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan bilang kamu kuatir? &#039;Paman&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Zoken akhirnya menyadari kalau Kariya serius. Dengan dingin, magus itu menevaluasi Kariya, melihat dia, lalu menarik nafas dalam.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku harus bilang kalau aku mengharapkan lebih dari kamu daripada Byakuya. Setelah memperbesar sirkuit magismu dengan Crest worms, kalau kita melatihmu dengan berat selama satu tahun, mungkin Cawan itu akan memilihmu.&lt;br /&gt;
… Tapi, aku tidak mengerti. Kenapa kamu mau melakukan hal ini hanya untuk satu gadis kecil?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biarkan keras kepala seorang Mato diurus oleh tangan seorang Mato. Jangan melibatkan orang lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagi-lagi dengan dedikasimu yang mengagumkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Seperti menikmati ini, Zoken memberikan senyuman yang puas, penuh dengan  nafsu setan.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, Kariya, kalau tujuanmu tidak ingin melibatkan orang lain bukankah kamu sedikit terlambat?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Tahukah kamu sudah berapa lama gadis keluarga Tosaka telah datan ke dalam keluarga kita?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Keputusasaan, mendobrak masuk, menyesakkan dada Kariya.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakek tua, maksudmu-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia menangis dan berteriak-teriak pada tiga hari pertama, tapi pada hari keempat, dia sangat diam. Hari ini, dia dilemparkan kedalam tempat penyimpanan cacing itu pada saat subuh untuk melihat berapa baiknya dia akan bertahan, tapi, ho ho, dia sanggup bertahan selama setengah hari dan masih bernafas. Tahukah kamu, kalau bahan Tosaka itu tidak rusak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Pundak Kariya gemetar dengan keinginan untuk membunuh melebihi kebencian.&lt;br /&gt;
Dia ingin mengangkat leher magus jahanam ini, mencekik dia dengan sekuat tenaga, dan memtahkanya, saat ini juga -&lt;br /&gt;
- Kengininan itu adalah kegilaan yang bergejolak di dalam Kariya.&lt;br /&gt;
Tapi, Kariya menyadarinya. Walaupun dia sudah sangat kurusnya sampa-sampai terlihat seperti mumi, Zoken adalah seorang magus. Kariya tidak bisa bahkan mencba untuk membunuh dia disini. Dia tidak memiliki bahkan secuil kekuatan yang diperlukan untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;
Untuk menyelamatkan Sakura, tidak ada jalan lain lagi selain bernegoisasi.&lt;br /&gt;
Melihat konflik di dalam Kariya dengan jelas, Zoken mengeluarkan tawa yang puas.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, apa yang akan kamu lakukan? Gadis kecil itu sudah rusak, dipenuhi dengan cacing dari ujung kepala sampai ujung kaki.&lt;br /&gt;
Tapi jika kamu masih ingin untuk menyelamatkan dia, sewajarnya, aku tidak akan berpikir dua kali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Tidak ada masalah. Ayo lakukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kariya berkata dengan nada dingin. Tentu saja dia tidak memiliki cara yang lain lagi.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sempurna, sempurna. Kita masih bisa melatihmu seberat mungkin. Tapi, ingat kalau aku akan meneruskan latihan Sakura kalau kamu tidak menunjukan hasil.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Tekikikan, manus tua yang sedang senang itu mencemooh Kariya dan kemarahan dan keputusasaanya.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Daripada menerima kembali orang gagal yang sudah mengkhianati kami, kemungkinan untuk mendapatkan seorang anak dari ini jauh lebih besar. Aku memilih untuk mendapatkan yang terbaik dari setiap kesempatan satu per satu. Aku sudah menyerah untuk Heaven&#039;s Feel kali ini, sejak perang kali ini tidak mungkin dimenangkan.&lt;br /&gt;
Tapi. kalau dalam satu dalam satu juta kemungkinan, kamu bisa mendapatkan Cawan itu - Aku setuju. Kalau itu terjadi, pada dasarnya aku tidak membutuhkan gadis dari keluarga Tosaka lagi. Aku sudah mendapatkan tujuan aku melatih anak itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Kamu tidak sedang menipu? Mato Zoken.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kariya, kalau kamu berpikir kamu harus bermuka lima untuk berbicara denganku, coba menahan Crest worms lebih dahulu.&lt;br /&gt;
Ya, coba menjadi inang cacing-cacing itu selama seminggu pertama. Kalau kam tidak mati, aku baru menganggap kalau kamu serius.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Menyadar pada tongkatnya, menegakkan badanya dengan susah payah, Zoken menoleh ke Kariya dengan senyuman aneh yang penuh dengan kekejian.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, ayo kita mulai persiapannya sekarang. Kita akan menyelesaikan perawatan ini besok. Kalau kamu berubah pikiran, lakukan sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Hanya mengangguk dalam diam, Kariya membuang keraguannya yang terakhir.&lt;br /&gt;
Dia akan menjadi alat Zoken begitu dia mengijinkan cacing-cacing itu masuk kedalam tubuhnya. Dengan cara itu, tidak ada cara lagi untuk memberontak melawan magus tua itu. Kalau dia dapat lulus menjadi magus, Kariya dan keluarga Mato pasti mendapatkan Command Seals.&lt;br /&gt;
Heaven&#039;s feel. Satu-satunya kesempatan untuk menyelamatkan Tosaka Sakura. Sebuah pilihan yang tidak akan bisa ia raih dengan darah dan dagingya.&lt;br /&gt;
Kariya mungkin akan kehilangan nyawanya. Bahkan kalau ia tidak dibunuh oleh master yang lain, tubuh Kariya akan dimakan oleh cacing-cacing dengan membawa Crest worms dalam waktu sesingkat satu tahun, dan ekspektasi hidupnya tidak mungkin lebih dari beberapa tahun.&lt;br /&gt;
Tapi itu semla tidak penting.&lt;br /&gt;
Keputusan Kariya sudah terlambat. Anak Aoi akan hidup dengan damai bersama ibunya kalau saja dia memiliki determinasi yang sama 10 tahun yang lalu. Takdir yang dia tolak telah diberikan ke orang lain, dan jatuh ke tangan seorang gadis yang tidak berdosa.&lt;br /&gt;
Tidak ada pengampunan untuk itu. Jika ada jalan menuju pengampunan, itu tidak mungkin lebih dar memberikan kembali kehidupan normal yang telah hilang ke anak itu.&lt;br /&gt;
Sebagai tambahan, kalau dia berhasil membunuh enam master yang lainnya untuk mendapatkan Cawan itu…&lt;br /&gt;
Diantara semua orang yang telah membawa tragedi kepada anak yang bernama Sakura, setidaknya ada satu orang yang dia dapat berikan doa kematian.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tosaka, Tokiomi…&amp;quot;&lt;br /&gt;
Sebagai kepala salah satu 3 keluarga awal, tidak ada keraguan kalau dia akan menerima Command Seals.&lt;br /&gt;
Berbeda dengan rasa bersalahnya kepada Aoi, dan kebenciannya kepada Zoken, ada sebuah kebencian yang luar biasa yang telah terkumpul hingga saa itu.&lt;br /&gt;
Emosi gelap balas dendam telah dengan diam membakar di lubuk hati Mato Kariya seperti api neraka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| [[Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version|Prologue: 3 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
| [[Fate/Zero ~ Indonesian Version]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Fate/Zero:Act_1_Part_1|Act 1, part 1]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_3~_Indonesian_Version&amp;diff=102555</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 3~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_3~_Indonesian_Version&amp;diff=102555"/>
		<updated>2011-06-26T12:56:04Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: Created page with &amp;quot;===1 tahun yang lalu===  Dia dengan cepat menemukan wanita yang dia cari.  Di awal liburan sebuah siang, anak-anak dapat terlihat bermain di taman, diterangi dengan sinar matahar...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===1 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia dengan cepat menemukan wanita yang dia cari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di awal liburan sebuah siang, anak-anak dapat terlihat bermain di taman, diterangi dengan sinar matahari awal musi gugur yang damai, dengan orang-tua mereka mengawasi mereka, dengan senyum.  Alun-alun di sekitar air mancur taman itu disesaki oleh orang-orang yang membawa keluarga mereka untuk bersantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan di tengah keramain tersebut, dia tidak kehilangan arahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak peduli betapa padatnya, tidak peduli betapa jauh, dia yakin dia dapat menemukan wanita itu dengan mudah. Walaupun dia tidak tahu bahwa dia bisa bertemu denganya sebulan sekali, walaupun dia sudah memiliki pasangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya pada saat dia sudah dekat, wanita di dalam bayangan pohon-pohon baru menyadari kehadirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Hey, lama tidak berjumpa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh- Kariya-kun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan sebuah senyum yang sopan dan rendah hati, wanita itu mengangkat matanya dari buku yang sedang dibacanya.&lt;br /&gt;
Kelelelahan – Melihat dia seperti itu, Kariya merasa terbelenggu oleh kegundahan dan keputusasaan. Sesuatu sepertinya sedang menyiksa wanita itu.&lt;br /&gt;
Dia dengan cepat ingin bertanya tentang penyebab masalah itu, supaya dia dapat menggunakan dirinya untuk menemukan jawaban untuk ‘masalah’ itu – tetapi Kariya tidak dapat masuk ke topik itu bahkan jika didasari oleh alasan itu. Dia tidak terlalu dekat sampai-sampai dia dapat mencurahkan kebaikan yang terus terang seperti itu; itu bukan tempat dia.&lt;br /&gt;
“Ini sudah berlangsung 3 bulan. Perjalanan kali ini lumayan lama kali ini.”&lt;br /&gt;
“Ah… Eh, ya.”&lt;br /&gt;
Di dalam mimipi indahnya, senyuman wanita itu pasti muncul. Tapi dia tidak memiliki keberanian untuk melihat dia saat dia berada di depan wanita itu. Ini sudah berlangsung selama 8 tahun, dan Kariya mungkin tidak akan pernah sangup melihat senyuman itu selamanya.&lt;br /&gt;
Karena wanita itu membuat dia sangat gugup, dia selalu lupa untuk berkata-kata setelah kata perjumpaan, dan kekosongan yang halus muncul. Itu juga terjadi setiap kali.&lt;br /&gt;
Untuk mematahkan kekakuan itu, Kariya mencari sesuatu yang dapat ia bicarakan dengan mudah.&lt;br /&gt;
- Disana. Bermain di tengah-tengah segerombolan anak kecil di atas rumput, rambut yang dikepang dua menari dengan gembira. Walaupun masih sangat muda, gadis itu sudah menunjukan tanda-tanda wajah cantik yang diwarisi dari ibunya.&lt;br /&gt;
“Rin-chan.”&lt;br /&gt;
Kariya memanggil, melambaikan tanganya. Begitu dia melihat, gadis yang dia panggil Rin berlari menuju dia dengan senyum yang lebar.&lt;br /&gt;
“Selamat datang kembali, paman Kariya! Apa kamu membawa oleh-oleh buatku?”&lt;br /&gt;
“Rin, ingat untuk berlaku sopan…”&lt;br /&gt;
Gadis kecil itu terlihat tidak mendengar suara malu ibunya. Mata Rin berbinar dengan harapan dan Kariya, memberi senyuman yang sama, mengeluarkan satu dari dua oleh-oleh yang dia bawa dibelakangnya.&lt;br /&gt;
“Waaahh, bagus…”&lt;br /&gt;
Sebuah bros indah yang terbuat dari berbagai bentuk mutiara mendaparkan hati gadis kecil itu dari pandangan pertama. Walaupun sepertinya itu terlalu mahal untuk gadis seumurnya, Kariya tahu kalau Rin memiliki selera yang lebih dewasa dari umurnya.&lt;br /&gt;
“Paman, terima kasih seperti biasanya. Alu akan menyimpanya dengan baik.”&lt;br /&gt;
“Ha ha, kalau kamu suka, paman juga senang.”&lt;br /&gt;
Dengan lembut mengelus kepala Rin, Kariya mencari seseorang yang akan dia beri oleh-oleh yang dia bawa.&lt;br /&gt;
Karena suatu hal, dia tidak dapat menemukan anak itu di taman...&lt;br /&gt;
“Hey, dimana Sakura-chan?”&lt;br /&gt;
Mendengar pertanyaan Kariya, senyum Rin dengan cepat menghilang.&lt;br /&gt;
Wajahnya terlihat seolah-olah ia berhenti berpikir, sebuah wajah anak kecil yang pasrah yang dipaksa untuk menerima sebuah realita.&lt;br /&gt;
“Sakura, dia… sudah tidak ada.”&lt;br /&gt;
Dengan wajah kosong, Rin memberikan jawaban yang monoton. Lalu, seolah-olah mehindari pertanyaan Kariya, dia berlari balik menuju ke gerombolan anak-anak yang dia sedang bermain dengan sebelumnya.&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
Terkejut oleh perkataan Rin yang tidak bisa dimengerti, Kariya melihat ke ibu Rin dengan realisasi yang tiba-tiba. Wanita itu menoleh ke tempat kosong dengan wajah muram.&lt;br /&gt;
“Apa out artinya…?”&lt;br /&gt;
“Sakura bukan lagi anakku ataupun adik Rin lagi.”&lt;br /&gt;
Nada bicaranya datar, tetapi lebih tegar dibanding suara anaknya Rin.&lt;br /&gt;
“Anak itu, sudah pergi ke keluarga Mato.”&lt;br /&gt;
Ma – to –&lt;br /&gt;
Nama itu, yang terdengar sangat akrab namun menjijikan, dengan paksa merobek hati Kariya.&lt;br /&gt;
“Tidak mungkin… Apa yang artinya itu, Aoi-san!?”&lt;br /&gt;
“Tidak seharusnya kamu bertanya, ya kan? Terutama kamu, Kariya-kun.”&lt;br /&gt;
Menghancurkan hati Kariya, ibu Rin – Tosaka Aoi memberi jawaban yang kasar dan dingin, tidak menoleh sekalipun kepadanya, seolah-olah tidak peduli.&lt;br /&gt;
“Tentu saja kamu lebih dari semua orang seharusnya tahu kenapa Mato memerlukan seorang anak dari keturunanmagi untuk meneruskan mereka, ya kan?”&lt;br /&gt;
“Bagaimana… bisa kamu… setuju dengan itu?”&lt;br /&gt;
“Itu adalah sesuatu yang dia putuskan. Ini adalah keputusan kepala keluarga Tosaka, menyetujui permintaan dari teman lama yang dipersatukan sumpah, Mato… Opiniku tidak diperlukan.”&lt;br /&gt;
Untuk alasan itu, ibu dan anak, kakak dan adik, dipisahkan.&lt;br /&gt;
Tentu saja dia tidak setuju. Tapi Aoi dan bahkan Rin kecil tahu benar alasan mengapa mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menerimanya. Itu karena ini adalah apa artinya hidup sebagai seorang magus. Kariya tahu tentang kekejaman takdir dengan sangat baik.&lt;br /&gt;
“… Apa kamu tidak apa-apa dengan keputusan itu?”&lt;br /&gt;
Aoi membalas dengan senyuman yang pahit terhadap suara Kariya yang tegas.&lt;br /&gt;
“Aku sudah siap untuk sesuatu seperti ini pada saat aku memutuskan untuk menikah dan masuk kedalam keluarga Tosaka, saat aku memutuskan untuk menjadi istri seorang magus. Pada saat kamu memasuki keluarga magus, adalah sebuah kesalahan untuk mencari kebahagian sebuah keluarga yang normal.”&lt;br /&gt;
Dan, memandang Karita yang akan berbicara, istri magus itu dengan lembut, namus tegas, menghentikan dia –&lt;br /&gt;
“Ini adalah masalah diantara Tosaka dan Mato. Ini bukan urusanmu, yang sudah pergi meninggalkan dunia para magus.”&lt;br /&gt;
Dia menyelesaikan dengan anggukan singkat.&lt;br /&gt;
Dengan ini, Kariya tidak dapat bergerak lagi. Seperti dia sudah diubah menjadi salah satu pohon di taman itu, dadanya sesak karena kelemahan dan keputusasaan.&lt;br /&gt;
Sejak dahulu saat dia masih seorang gadis, lalu saat dia menjadi seorang istri, dan bahkan setelah dia memiliki dua orang anak, perlakuann Aoi kepada Kariya tidak pernah berubah. Tiga tahun lebuh tua dari dia, teman sejak kecil, dia selalu memperlakukan Kariya dengan baik dan tanpa batas, seperti layaknya seorang kakak kepada adiknya.&lt;br /&gt;
Ini adalah pertama kalinya dia tengan tegas menggaris-bawahi posisi mereka masing-masing.&lt;br /&gt;
“Kalau kamu bertemu dengan Sakura, tolong perlalukan dia dengan baik. Dia selalu sayang denganmu, Kariya-kun.”&lt;br /&gt;
Dengan Aoi mengawasi dia, Rin bermain dengan gembira, penuh dengan energi, seolah-olah sperti untuk mengubur kesedihanya.&lt;br /&gt;
Seolah-olah kelakuan Rin adalah jawaban yang mendorong balik Kariya yang terbisu di sampingnya, Tosaka Aoi menujukan kepada dia hanya wajah seorang ibu yang damai ditengah-tengah liburan.&lt;br /&gt;
Tetapi Kariya tidak tertipu. Tidak mungkin dia tidak bisa melihatnya.&lt;br /&gt;
Seorang Tosaka Aoi yang tegas dan damai yang telah menerima takdirnya.&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak bisa menutupi sepenuhnya air mata yang membendung di kedua matanya.&lt;br /&gt;
 &amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kariya mempercepat jalanya melewati pemandangan tempat kelahirannya yanf dia pikir tidak akan pernah dia liaht lagi.&lt;br /&gt;
Setiap kali dia kembali ke kota Fuyuki, dia tidak akan pernah menyebrangi jembatan menuju ke Miyama.&lt;br /&gt;
Itu sudah berlangsung selama 10 tahun. Tidak seperti area Shinto dimana bisnis berjalan setiap hari, tidak ada yang berubah di daerah ini dimana waktu seperti berhenti.&lt;br /&gt;
Jalanan yang sepi berisi dengan kenangan, tapi tidak ada satupun yang indah jika dia berhenti untuk melihat. Mengabaikan kenangan yang tidak berharga itu, Kariya berpikir tentang perbincangannya dengan Aoi sejam yang lalu.&lt;br /&gt;
“… Apa kamu setuju dengan ini?”&lt;br /&gt;
Jawaban kosong yang Aoi lempar kepadanya sambil membuang pandanganya. Dia tidak pernah menggunakan nada tajam seperti itu beberapa tahun belangan ini.&lt;br /&gt;
Jangan mengangkat pandanganmu, jangan menjadi beban… Itu adalah bagaimana dia hidup. Kemarahan, kebencian, Kariya telah meninggalkan semua itu di jalanan kosong Miyama. Setelah membuang kota kelahiranya, Kariya tidak pernah mempermasalahkan apapun. Bahkan sesuatu yang sangat kejam dan buruk adalah sesuatu yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sesuatu yang dia benci di tanah ini.&lt;br /&gt;
Itu kenapa – yeah. Itu pasti sudah 8 tahun sejak suaranya terakhir kali mengandung perasaan seperti itu.&lt;br /&gt;
Saat itu, bukankah pada wanita yang sama Kariya menggunakan nada seperti itu, dengan kata-kata yang sama?&lt;br /&gt;
“Apa kamu setuju dengan ini?” – Dia mengeluarkan pertanyaan yang sama pada waktu itu. Menghadap teman masa kecil yang lebih tua semalam sebelum dia menerima nama Tosaka.&lt;br /&gt;
Dia tidak pernah lupa. Wajah dia pada saat itu.&lt;br /&gt;
Wanita itu menjawab dengan anggukan singkat, seolah-olah menyesal, tapi dengan malu-malu dengan wajah yang merah. Kariya ditaklukan oleh senyuman yang malu-malu itu.&lt;br /&gt;
“… Aku sudah siap… Itu adalah sebuah kesalahan untuk mencari kebahagiaan normal sebuah keluarga…”&lt;br /&gt;
Perkataan itu adalah kebohongan.&lt;br /&gt;
Hari itu, 8 tahun yang lalu, pada saat dia dilamar oleh magus muda, senyuman dia tanpa ragu menunjukan kepercayaanya kepada kebahagiaan.&lt;br /&gt;
Dan karena itu, Kariya menerima sepenuhnya kekalahanya karena dia percaya dengan senyuman itu.&lt;br /&gt;
Mungkin, pria yang dinikahi Aoi, pria itu adalah satu-satunya orang yang bisa membuat dia bahagia.&lt;br /&gt;
Tapi itu adalah sebuah kesalahan.&lt;br /&gt;
Lebih dari yang lainya, Kariya seharusnya menyadari kalau itu adalah kesalahan yang fatal.&lt;br /&gt;
Karena dia telah menyadari betapa memuakkan seni magis itu, bukankah Kariya telah menolak takdirnya dan meninggalkan keluarganya?&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, dia bisa memaafkan itu.&lt;br /&gt;
Bahkan dengan dia, seseorang yang sudah berbalik badan dan lari dengan ketakutan, tahu betapa menjijikan seni magis… Wanita yang palin penting di hidupnya sudah menyerah,  dar semua orang, kepada pria yang paling mirip dengan magus.&lt;br /&gt;
Apa yang membakar didalam dada Kariya adalah, penyesalan.&lt;br /&gt;
Tidak sekali, tapi dua kali, dia sudah memilih kata yang salah.&lt;br /&gt;
Dia tidak seharusnya bertanya, “Apa kamu setuju dengan ini?”, tetapi dia seharusnya mengambil kesimpulan, “Kamu jangan melakukanya.”&lt;br /&gt;
Dan 8 tahun yang lalu, kalau saja dia mencegah Aoi – mungkin ada sebuah masa depan yang berbeda dari sekarang. Kalau saja dia tidak mengikat dirinya dengan Tosaka pada hari itu, dia pasti akan keluar dari kutukan kematian seorang magus, dan dia akan menjalani hidup yang normal.&lt;br /&gt;
Dan hari ini, di hari siang di taman itu, kalau saja dia memberi reaksi yang berbeda terhadap keputusan diantara Tosaka dan Mato, - mungkin itu akan mengejutkan dia. Dia mungkin akan menolak sesuatu yang tidak masuk akal dari orang asing.&lt;br /&gt;
Tetapi, dia tidak dapat menyalahkan hanya dirinya sendiri seperti itu. Dia tidak seharusnya menahan air matanya.&lt;br /&gt;
Kariya tidak dapat memaafkan ini. Dia yang mengulangi kesalahan yang sama. Sebagai hukumanya, dia kembali ke tempat yang telah dia tinggalkan.&lt;br /&gt;
Pasti, ada sebuah jalan menuju pengampunan. Sebuah dunia yang telah ia tinggalkan. Sebuah takdir yang dia telah lari darinya ketakutan.&lt;br /&gt;
Tapi sekarang, dia akan menghadapi hal itu.&lt;br /&gt;
Kalau dia mengingat  satu-satunya wanita di dunia ini yang dia tidak ingin menangis –&lt;br /&gt;
Dibawah langit dimana sinar matahari yang terbenam bersinar, dia berhenti di depan sebuah rumah mewah dengan model barat yang menjulang.&lt;br /&gt;
Sesudah terbang melewati 10 tahun, Mato Kariya berdiri di depan gerbang rumahnya lagi.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
  &amp;lt;center&amp;gt;※※※※※&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Berawal dari pintu depan, pertengkaran yang kecil namun riskan dengan cepat terbawa ke dalam kediaman Mato dimana Kariya duduk diatas sofa di ruang tamu,&lt;br /&gt;
“Aku pikir aku sudah bilang kalau kamu jangan menunjukan mukamu lagi di sini!”&lt;br /&gt;
Duduk di hadapan Kariya, seorang tua, yang kecil, yang mengumpatkan kata-kata kasar itu adalah Mato Zoken, kepala keluarga itu. Dia sangat keriput sampai-sampai kepalanya yang botak dan kaki tanganya terlihat seperti mumi, tapi sinar di matanya yang dalam masih menunjukan semangatnya; penampilan dan karakternya membuat dia menjadi seseorang yang tidak biasa dan misterius.&lt;br /&gt;
Sejujurnya, bahkan Kariya tidak bisa menebak dengan tepat umur kakek tua itu. Daftar unik di dalam silsilah keluarga menunujukan bahwa dia adalah kakak dari ayah Kariya. Tapi bahkan dengan kakek buyutnya, nenek moyang Kariya di generasi ketiga, ada sebuah daftar kakek tua bernama Zoken di dalam silsilah keluarga. Tidak mungkin ada jalan untuk menebak berapa generasi kakek ini telah berkuasa atas keluarga Mato.&lt;br /&gt;
Berbicara tentang perbuatan yang memuakkan, dia adalah seorang magus yang bisa dibilang memiliki hidup abadi, mengulur dan mengulur lagi umurnya. Seseorang yang berasal dari awal mula garis keturunan Mato dengan hubungan yang sangat jauh dengan Kariya. Dia adalah hantu sungguhan yang masih tersisa di era ini.&lt;br /&gt;
“Aku mendengar sesuatu yang tidak bisa dimaafkan. Sesuatu tentang bagaimana keluarga Mato melakukan perbuatan memalukan yang tidak masuk akal,”&lt;br /&gt;
Kariya mengerti bahwa magus di hadapanya ini adalah seseorang yang sangat kuat dengan kekejaman yang tidak tertandingi. Seseorang yang merupakan sebuah wujud dari semua yang dibenci Kariya sampai mendarah daging. Bahkan kalau kakek ini membunuh dia, Kariya tetap membenci dia dengan sangat sampai akhir. Dengan konfrontasi 10 tahun yang lalu, Kariya sudah menghadapi hantu itu dan lari dari keluarga Mato, untuk mendapatkan kebebasanya.&lt;br /&gt;
“Aku dengar kamu mengambil anak kedua Tosaka. Apa kamu sebegitu inginnya ingin meneruskan garis keturunan magus keluarga?”&lt;br /&gt;
Zoken mencibir pada kata-kata tajam Kariya.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu membahas tentang ini? Tidak ada lagi yang lain? Siapa menuru kamu yang bertanggung jawab atas kejatuhan Mato?&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, anak yang akhirnya didapat Byakuya ternyata tidak mewarisi sirkuit magis. Darah murni kluarga Mato telah lenyap pada generasi ini. Tetapi, lebih dari kakakmu Byakuya, kau adalah satu-satunya yang memiliki dasar seorang magus, Kariya. Kalau saja kamu dengan patuh menerima warisanmu dan mengakses rahasia keluarga Mato, kita tidak akan terdesak oleh peristiwa ini. Dan ini adalah sepenuhnya kesalahanmu…&amp;quot;&lt;br /&gt;
Tetapi Kariya, dengan dengusan, mementah balikkan perilaku mengancam kakek itu yang telah berbusa mulutnya karena panasnya.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hentikan lawakanmu, vampir. Apa masalahnya dengan kelanjutan garis keturunan Mato? Jangan membuatku tertawa. Tidak akan jadi masalah buatmu bahkan kalau tidak ada lagi generasi baru keluarga Mato. Diskusi ini hanya omong kosong karena kau sendiri akan terus hidup untuk dua ratus atau seribu tahun lagi, eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Seperti yang Kariya duga, Zoken memberikan senyuman yang mencurigakan, seolah-olah kemarahan sebelumnya hanya sebuah kebohongan. Itu adalah senyuman monster memperdulikan emosi manusia bahkan sebagai serpihan.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seperti biasa, kamu adalah anak yang kaku. Kamu bicaa dan bertindak apa adanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terserah, itulaah bagaimana kamu melaih aku. Aku bukan seseorang yang suka untuk berputar-putar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Suara yang serak keluar dari dalam tenggorakan kakek tua itu, seperti dia tertawa senang.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Betul. Kamu mungkin akan hidup lebih lama dariku, bahkan lebih dari anak Byakuya. Tetapi, pertanyaannya adalah berapa lama lagi aku akan dapat mengawetkan badan ini dari pembusukan. Bahkan kalau keturunan Mato tidak diperlukan, seorang Mato magus diperlukan. Untuk mendapatkan Cawan itu, tentu saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Jadi pada akhirnya, itulah tujuanmu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Ini berjalan sperti perkiraan Kariya. Itu adalah kehidupan abadi yang kakek tua ini kejar.&lt;br /&gt;
Mesin pengabul permintaan yang disebut &amp;quot;Cawan&amp;quot; yang dapat mengabulkan permintaan itu… Apa yang mencekik monster yang tidak dapat mati setelah beatus-ratus tahun adalah harapan yang dipertaruhkan di dalam keajaiban itu.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kedatangan 60 tahun sekali siklus terjadi tahun depan. Tapi untuk Perang Cawan Suci yang keempat, Heaven&#039;s Feel keempat, tidak akan ada pemain dari keluarga Mato. &lt;br /&gt;
Byakuya tidak memiliki prana yang cukup untuk seorang Servant. Dia bahkan tidak memiliki Command Seals.&lt;br /&gt;
Tetapi walaupun kita harus berhenti pada perang kali ini, akan ada kesempatan lagi untuk yang selanjutnya dalam 60 tahun. Tidak ada keraguan bahwa magus yang sempurna dapat lahir dari anak gadis keluarga Tosaka ini. Aku punya harapan yang besar untuk wadah yang bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Wajah Tosaka Sakura muncul di balik kelopak mata Kariya.&lt;br /&gt;
Anak yang pemalu yang selalu bersembunyi di belakan kakaknya Rin, seorang gadis yang kelihatan pucat.&lt;br /&gt;
Seorang anak terlalu muda untuk memanggul takdir kejam seorang magus.&lt;br /&gt;
Menelan kemarahanya, Kariya memasang muka tenang.&lt;br /&gt;
Pada saat ini di tempat ini, dia disini untuk bernegoisasi dengan Zoken. Tidak ada yang bisa didapat kalau ia memakai emosinya.&lt;br /&gt;
&amp;quot;- Kalau ini memang tentang hal itu, kalau kamu menginginkan cawan itu, kamu tidak memerlukan Tosaka Sakura, benar kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Zoken memicingkan matanya, curiga dengan arti di balik kata-kata Kariya.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu, tipuan macam apa yang ada di dalam kepalamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebuah kesepakatan, Mato Zoken. Aku akan membawa nama Mato di Heaven&#039;s feel berikutnya. Sebagai balasanya, kau akan membebaskan Tosaka Sakura.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Terkejut hanya dalam satu tarikan nafas, Zoken tertawa mencemooh.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kha, jangan bodoh. Orang gagal yang tidak pernah belajar apa-apa ingin menjadi Master seorang Servant dalam setahun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu punya rahasia untuk membuat itu mungkin, benar kan. Dengan menggunakan kemampuan cacing-cacing yang sangat kau banggkan itu, kakek tua.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kariya langsung melompat ke intinya, melihat ke dalam mata tajam magus tua itu.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tanam &#039;Crest Worms&#039; milikmu kedalam badanku. Kamu bisa melakukan itu, kedalam darah dan daging menjijikan seorang Mato. Kecocokanya pasti jauh lebih tinggi dibandingkan dengan anak dari keluarga lian.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Wajah Zoken berubah kembali dari wajah seorang manusia ke wajah seorng magus, semua ekspresi lenyap seketika.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kariya - Apa kamu ingin mati?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan bilang kamu kuatir? &#039;Paman&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Zoken akhirnya menyadari kalau Kariya serius. Dengan dingin, magus itu menevaluasi Kariya, melihat dia, lalu menarik nafas dalam.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku harus bilang kalau aku mengharapkan lebih dari kamu daripada Byakuya. Setelah memperbesar sirkuit magismu dengan Crest worms, kalau kita melatihmu dengan berat selama satu tahun, mungkin Cawan itu akan memilihmu.&lt;br /&gt;
… Tapi, aku tidak mengerti. Kenapa kamu mau melakukan hal ini hanya untuk satu gadis kecil?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biarkan keras kepala seorang Mato diurus oleh tangan seorang Mato. Jangan melibatkan orang lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagi-lagi dengan dedikasimu yang mengagumkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Seperti menikmati ini, Zoken memberikan senyuman yang puas, penuh dengan  nafsu setan.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, Kariya, kalau tujuanmu tidak ingin melibatkan orang lain bukankah kamu sedikit terlambat?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Tahukah kamu sudah berapa lama gadis keluarga Tosaka telah datan ke dalam keluarga kita?&amp;quot;&lt;br /&gt;
Keputusasaan, mendobrak masuk, menyesakkan dada Kariya.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakek tua, maksudmu-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia menangis dan berteriak-teriak pada tiga hari pertama, tapi pada hari keempat, dia sangat diam. Hari ini, dia dilemparkan kedalam tempat penyimpanan cacing itu pada saat subuh untuk melihat berapa baiknya dia akan bertahan, tapi, ho ho, dia sanggup bertahan selama setengah hari dan masih bernafas. Tahukah kamu, kalau bahan Tosaka itu tidak rusak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Pundak Kariya gemetar dengan keinginan untuk membunuh melebihi kebencian.&lt;br /&gt;
Dia ingin mengangkat leher magus jahanam ini, mencekik dia dengan sekuat tenaga, dan memtahkanya, saat ini juga -&lt;br /&gt;
- Kengininan itu adalah kegilaan yang bergejolak di dalam Kariya.&lt;br /&gt;
Tapi, Kariya menyadarinya. Walaupun dia sudah sangat kurusnya sampa-sampai terlihat seperti mumi, Zoken adalah seorang magus. Kariya tidak bisa bahkan mencba untuk membunuh dia disini. Dia tidak memiliki bahkan secuil kekuatan yang diperlukan untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;
Untuk menyelamatkan Sakura, tidak ada jalan lain lagi selain bernegoisasi.&lt;br /&gt;
Melihat konflik di dalam Kariya dengan jelas, Zoken mengeluarkan tawa yang puas.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, apa yang akan kamu lakukan? Gadis kecil itu sudah rusak, dipenuhi dengan cacing dari ujung kepala sampai ujung kaki.&lt;br /&gt;
Tapi jika kamu masih ingin untuk menyelamatkan dia, sewajarnya, aku tidak akan berpikir dua kali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Tidak ada masalah. Ayo lakukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Kariya berkata dengan nada dingin. Tentu saja dia tidak memiliki cara yang lain lagi.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sempurna, sempurna. Kita masih bisa melatihmu seberat mungkin. Tapi, ingat kalau aku akan meneruskan latihan Sakura kalau kamu tidak menunjukan hasil.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Tekikikan, manus tua yang sedang senang itu mencemooh Kariya dan kemarahan dan keputusasaanya.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Daripada menerima kembali orang gagal yang sudah mengkhianati kami, kemungkinan untuk mendapatkan seorang anak dari ini jauh lebih besar. Aku memilih untuk mendapatkan yang terbaik dari setiap kesempatan satu per satu. Aku sudah menyerah untuk Heaven&#039;s Feel kali ini, sejak perang kali ini tidak mungkin dimenangkan.&lt;br /&gt;
Tapi. kalau dalam satu dalam satu juta kemungkinan, kamu bisa mendapatkan Cawan itu - Aku setuju. Kalau itu terjadi, pada dasarnya aku tidak membutuhkan gadis dari keluarga Tosaka lagi. Aku sudah mendapatkan tujuan aku melatih anak itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;… Kamu tidak sedang menipu? Mato Zoken.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kariya, kalau kamu berpikir kamu harus bermuka lima untuk berbicara denganku, coba menahan Crest worms lebih dahulu.&lt;br /&gt;
Ya, coba menjadi inang cacing-cacing itu selama seminggu pertama. Kalau kam tidak mati, aku baru menganggap kalau kamu serius.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Menyadar pada tongkatnya, menegakkan badanya dengan susah payah, Zoken menoleh ke Kariya dengan senyuman aneh yang penuh dengan kekejian.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, ayo kita mulai persiapannya sekarang. Kita akan menyelesaikan perawatan ini besok. Kalau kamu berubah pikiran, lakukan sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Hanya mengangguk dalam diam, Kariya membuang keraguannya yang terakhir.&lt;br /&gt;
Dia akan menjadi alat Zoken begitu dia mengijinkan cacing-cacing itu masuk kedalam tubuhnya. Dengan cara itu, tidak ada cara lagi untuk memberontak melawan magus tua itu. Kalau dia dapat lulus menjadi magus, Kariya dan keluarga Mato pasti mendapatkan Command Seals.&lt;br /&gt;
Heaven&#039;s feel. Satu-satunya kesempatan untuk menyelamatkan Tosaka Sakura. Sebuah pilihan yang tidak akan bisa ia raih dengan darah dan dagingya.&lt;br /&gt;
Kariya mungkin akan kehilangan nyawanya. Bahkan kalau ia tidak dibunuh oleh master yang lain, tubuh Kariya akan dimakan oleh cacing-cacing dengan membawa Crest worms dalam waktu sesingkat satu tahun, dan ekspektasi hidupnya tidak mungkin lebih dari beberapa tahun.&lt;br /&gt;
Tapi itu semla tidak penting.&lt;br /&gt;
Keputusan Kariya sudah terlambat. Anak Aoi akan hidup dengan damai bersama ibunya kalau saja dia memiliki determinasi yang sama 10 tahun yang lalu. Takdir yang dia tolak telah diberikan ke orang lain, dan jatuh ke tangan seorang gadis yang tidak berdosa.&lt;br /&gt;
Tidak ada pengampunan untuk itu. Jika ada jalan menuju pengampunan, itu tidak mungkin lebih dar memberikan kembali kehidupan normal yang telah hilang ke anak itu.&lt;br /&gt;
Sebagai tambahan, kalau dia berhasil membunuh enam master yang lainnya untuk mendapatkan Cawan itu…&lt;br /&gt;
Diantara semua orang yang telah membawa tragedi kepada anak yang bernama Sakura, setidaknya ada satu orang yang dia dapat berikan doa kematian.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tosaka, Tokiomi…&amp;quot;&lt;br /&gt;
Sebagai kepala salah satu 3 keluarga awal, tidak ada keraguan kalau dia akan menerima Command Seals.&lt;br /&gt;
Berbeda dengan rasa bersalahnya kepada Aoi, dan kebenciannya kepada Zoken, ada sebuah kebencian yang luar biasa yang telah terkumpul hingga saa itu.&lt;br /&gt;
Emosi gelap balas dendam telah dengan diam membakar di lubuk hati Mato Kariya seperti api neraka.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero_~_Indonesian_Version_(Registration)&amp;diff=101192</id>
		<title>Fate/Zero ~ Indonesian Version (Registration)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero_~_Indonesian_Version_(Registration)&amp;diff=101192"/>
		<updated>2011-06-16T03:11:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Category:Registration Page]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peraturan registrasi sangat gampang:&lt;br /&gt;
*Yang mau bantu langsung tulis nama user disamping chapter yang lu mau.&lt;br /&gt;
*Harus selesai satu-satu, jadi jangan ga bisa langsung ambil dua.&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak, &amp;quot;gw mesti abisin ampe selesai&amp;quot;, yang jadi tanggung jawab lo cuman 1 act yang lu mau klo ga slese, bisa langsung apus nama lu di samping chapter yang tulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Fate/Zero Novel ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1 ===&lt;br /&gt;
*Prologue&lt;br /&gt;
** 8 years ago - [[User:Felxihe3x|Felxihe3x]]- &#039;&#039;&#039;Completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
** 3 years ago - [[User:Felxihe3x|Felxihe3x]]- &#039;&#039;&#039;Completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
** 1 year ago - &lt;br /&gt;
*Act 1&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 2&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 3&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 4&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1 Postface&lt;br /&gt;
**1 -&lt;br /&gt;
**2 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 2 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 5&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 6&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 7&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 8&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 - &lt;br /&gt;
**Part 6 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Volume 2 Postface - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 3 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 9&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 10&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 11&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 12&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 3 Postface -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 4 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Interlude -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 13&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 14&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 15&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 16&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 - &lt;br /&gt;
**Part 6 -&lt;br /&gt;
**Part 7 -&lt;br /&gt;
**Part 8 -&lt;br /&gt;
**Part 9 - &lt;br /&gt;
**Part 10 - &lt;br /&gt;
**Part 11 - &lt;br /&gt;
**Part 12 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Epilogue&lt;br /&gt;
**The Next Day -&lt;br /&gt;
**Half a Year Later -&lt;br /&gt;
**Five Years Later - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 4 Postface -&lt;br /&gt;
*Commentary - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Heart of Freaks -&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=99697</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=99697"/>
		<updated>2011-06-11T01:43:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===3 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita membahas mengenai topik supernatural, teori tentang dimensi menegaskan keberadaan sebuah ‘kekuatan’ dari luar dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menemukan permulaan dari segala sesuatu, adalah mimpi semua magus yang paling besar, sang ‘Awal’,… Tahta Tuhan, Akashic Records, adalah sebuah dokumen yang mencatat semua awal dan akhir dari segala sesuatu di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
200 tahun yang lalu, sekelompok orang melakukan eksperimen dan percobaan atas tempat ‘diluar dunia ini’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Einsbern, Makiri, Tosaka. Disebut sebagai 3 keluarga permulaan, apa yang mereka lakukan adalah pembuatan ‘Cawan Suci’, sebuah topik yang terdapat di berbagai tradisi. Dengan harapan bahwa dengan memanggil Cawan tersebut  dapat mengabulkan segala permintaan, tiga keluarga magus menggabungkan seni rahasia masing-masing untuk membentuk ‘wadah dengan kekuatan Tuhan’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Sayangnya, Cawan itu hanya dapat mengabulkan permintaan satu orang. Segera setelah hal itu diketahui, ikatan kerja sama dengan cepatnya lenyap dalam darah oleh pertengkaran dan konflik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah awal dari ‘Perang Cawan Suci’, ‘Heaven’s Feel’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, setiap 60 tahun sekali, Cawan itu akan datang di sebuah kota yang terletak jauh di timur, ‘Fuyuki’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Cawan itu akan memilih 7 magus yang memiliki kemampuan dan kriteria untuk memilikinya, dan membagikan sejumlah prana yang sangat besar kepada mereka, untuk membuat mungkin pemanggilan Roh Para Pahlawan, ‘Servants’. Hasil dari pertempuran sampai mati ini akan menentukan siapakah diantara ketujuh magus yang paling layak medapatkan Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Untuk menjelaskan secara singkat, ini adalah hal yang sedang dialami oleh Kotomine Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pola yang muncul di tangan kananmu disebut ‘Command Seals’. Ini adalah bukti bahwa kamu telah dipilih oleh Cawan tersebut, dan sebuah tanda suci yang memberikanmu hak untuk memanggil Servant.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang, yang memiliki pesona dan ketegasan dalam suaranya, yang menjelaskan hal itu adalah Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam sebuah ruangan yang terletak di dalam vila mewah yang dibangun diatas bukit kecil di distrik paling rapi di Turin selatan, Itali, 3 pria duduk di atas sofa panjang. Kirei dan Tokiomi, dan seorang pendeta yang memperkenalkan mereka dan mengawasi pembicaraan adalah Kotomine Risei… ayah kandung Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai teman seorang pendeta yang sebentar lagi akan mencapai umur 80, Tosaka adalah orang jepang yang eksentrik. Dia terlihat seumur dengan Kirei, sukses dan memiliki aura seorang professional. Lahir dalam silsilah keluarga kuno yang terkenal bahkan dalam standar orang jepang, vila ini adalah tempat tinggalnya yang kedua, seperti yang pria itu bilang. Tetapi yang paling menarik adalah dia dengan gampangnya memperkenalkan diri sebagai seorang ‘magus’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi seorang magus tidaklah seaneh kedengaranya, Kirei adalah, seperti ayahnya, seorang pastor, namun tugas sang ayah dan anak sangat berbeda dari apa yang orang-orang kenal dari seorang ‘Pastor’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Gereja Suci’, sebuah tempat dimana orang-orang seperti Kirei bernaung dibawahnya mempunyai doktrin di luar lingkaran keajaiban dan misteri, tetapi tetap memikul beban untuk melenyapkan semua ajaran sesat dari dunia ini. Mereka melakukanya dengan, mengambil tempat dimana mereka bisa mengawasi kegilaan seperti seni magis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang magus bekerja hanya dengan magus lainnya, dan bersatu di bawah sebuah organisasi magis yang menyebut dirinya ‘Asosiasi’, merupakan sebuah ancaman sebagai rival kepada Gereja Suci. Saat ini, mereka sepakat untuk menjaga sebuah perdamaian sementara; tapi walaupun begitu, sebuah situasi dimana seorang Pastor dari Gereja Suci dan seorang magus berkumpul di tempat yang sama untuk sebuah ceramah adalah sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh kedua belah pihak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kasus Risei, sang pendeta, keluarga Tosaka adalah seseorang yang mempunyai koneksi dengan Gereja, walaupun mereka adalah keluarga magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermula dari malam sebelumnya saat Kirei menemukan kemunculan sebuah pola yang terbentuk dari tiga bekas cakar. Dia telah mendiskusikan hal ini dengan ayahnya, dan Risei membawa anaknya ke Turin dengan segera keesokan paginya untuk bertemu dengan magus muda ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sana, setelah perkenalan yang terburu-buru, penjelasan yang Tokiomi berikan kepada Kirei di pertemuaan rahasia ini adalah mengenai peperangan yang sama, ‘Heaven’s Feel’. Arti dibalik tanda muncul di atas tangan Kirei… Itu adalah, hasil dari Kirei mendapatkan hak untuk memperebutkan kesempatan agar keinginannya dikabulkan oleh keajaiban yang akan dihasilkan dari kemunculan Cawan Suci yang keempat yang akan terjadi tiga tahun lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan berarti dia menolak untuk ikut berpartisipasi. Pekerjaan Kirei di dalam Gereja Suci adalah, singkatnya, pemusnahan ajaran sesat, artinya dia adalah seorang prajurit yang berpengalaman . Dapat dikatakan bahwa tugasnya yang paling utama adalah berperang sampai mati dengan para magus. Lebih tepatnya, masalahnya adalah sebuah kontradiksi yang perlu dilakukan Kirei, seorang pendeta, untuk berpartisipasi sebagai ‘magus’ di Heaven’s Feel yang merupakan pertempuran para magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel adalah peperangan dimana pertempuran dilakukan dengan menggunakan Servants sebagai familiars. Jadi untuk meneruskan ke tahap selanjutnya, seni magis paling dasar diperlukan untuk memanggil seorang Servant … Singkatnya, tujuh orang yang dipilih sebagai Masters dari para Servants harus menjadi magus. Ini pasti sebuah hal yang luar biasa bagi seseorang seperti kamu, yang bukan seorang magus, untuk dipilih oleh Cawan itu di tahap yang sangat awal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Cawan itu memiliki prioritas dalam memilih?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangguk kepada Kirei yang masih belum yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyebutkan ‘3 keluarga permulaan’- pemilihan akan memprioritaskan magus dari  keluarga Makiri, yang sekarang telah merubah namanya menjadi Mato, Einsbern atau Tohsaka. Dengan kata lain…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangkat tangan kananya untuk memperlihatkan pola suci miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebagai kepala keluarga Tokiomi yang sekarang, aku akan ikut berpartisipasi di perang selanjutnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, apakah pria ini berencana untuk menusuk Kirei dari belakang sesudah membimbing Kirei dengan sabarnya? Walaupun Kirei tidak mengerti akan hal itu, dia tetap melangkah maju sambil membawa ratusan pertanyaan di benaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tertarik tentang para Servants yang kamu sebutkan sebelumnya. Roh Para Pahlawan dipanggil dan dijadikan familiar, kau bilang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini mungkin sulit untuk dipercaya, tapi hal itu adalah sebuah fakta. Ini adalah salah satu keajaiban Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Legenda tentang para pahlawan dan raja, manusia super yang telah mengukir nama mereka di dalam sejarah dan dongeng. Mereka adalah seseorang yang tertinggal di dalam ingatan manusia setelah mereka mati dan dikeluarkan dari kategori manusia, dinaikan pangkatnya bahkan di dalam dimensi spritual; mereka adalah ‘Roh para Pahlawan’. Mereka yang memiliki status jauh lebih tinggi dari hantu atau roh jahat yang biasa dipanggil magus sebagai familiar. Intinya, mereka adalah sebuah eksistensi yang memiliki status spritual sebanding dengan Tuhan. Walaupun sebagian dari kekuatan mereka dapat dipanggil dan dipinjam, adalah sesuatu yang sangat mustahil untuk mejadikan mereka sebagai familiar di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kamu mempertimbangkan fakta bahwa membuat mungkin sesuatu yang tidak mungkin ini adalah kekuatan Cawan itu, kamu pasti mengerti betapa mengejutkannya kekuatan Cawan itu. Namun pada akhirnya, bahkan pemanggilan seorang Servant hanyalah sebuah pecahan kecil dari kekuatan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti berkata bahwa bahkan dirinya sendiri terkejut pada apa yang dia katakan, Tosaka Tokiomi menarik nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Roh Para Pahlawan dari jaman kuno para dewa sampai paling tidak satu abad yang lalu dapat dipanggil. Tujuh Roh Para Pahlawan akan menjadi pengikut tujuh Master, setiap dari mereka akan melindungi Master masing-masing dan melenyapkan musuh dari Masternya. Pahlawan dari segala jaman dan negara akan dipanggil ke jaman ini, dan akan bertempur di dalam perang sampai mati untuk memperebutkan supremasi. Itu adalah Perang Cawan Suci di Fuyuki, Heaven’s Feel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kegilaan macam apa itu? Di tempat dimana ribuan orang biasa tinggal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua magus mengikuti prinsip untuk menyembunyikan diri mereka. Itu adalah jalan satu-satunya untuk hidup di sebuah jaman dimana teknologi adalah kebenaran satu-satunya. Menunjukan keberadaan mereka adalah sesuatu yang tidak masuk akal apalagi kalau kita memasukan keberadaan Gereja Suci ke dalam pertimbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kamu juga harus menyembunyikan kekuatan Roh Para Pahlawan yang dapat membawa bencana kehancuran. Menggunakan tujuh Servants di dalam konflik diantara manusia di jaman ini dan membuat mereka bertempur dengan satu sama lainya… Itu sama saja dengan memberi perintah untuk melakukan genosida dan pembantaian besar-besaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Tentu saja, ini adalah sebuah hal yang harus dimengerti untuk melakukan konfrontasi secara rahasia. Kamu harus menyiapkan pengawasan yang ketat untuk menjamin hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdiam saja sampai saat ini, pendeta Risei, melangkah maju dan menyuarakan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel berlangsung setiap 60 tahun sekali, dan ini adalah yang keempat kalinya. Pemasyrakatan jepang telah berjalan saat Perang Dunia kedua terjadi. Bahkan di tempat yang sangat terpencil, kita tidak bisa membiarkan orang-orang menyaksikan kerusakan yang serius menyebar. Jadi, sejak Heaven’s Feel yang ketiga, sebuah kesepakatan telah dibuat agar seseorang dari Gereja Suci dijadikan pengawas. Untuk meminimalkan bencana dari perang ini sedikit mungkin, kita harus menyembunyikan keberadaanya dan membuat para magus setuju untuk menjaga kerahasiaan perang ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi Gereja akan menjadi juri di dalam peperangan antar magus ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tepat sekali karena ini adalah konflik para magus. Tidak ada seorangpun di Asosiasi Magus yang bisa menjadi juri karena implikasi politik. Tidak ada lagi yang lebih baik daripada menggunakan pengaruh luar seperti Gereja Suci. Terlebih lagi, tidak mungkin Gereja kita akan membiarkan nama Cawan Suci digunakan sembarangan. Kita juga tidak bisa membiarkan kemungkinan bahwa Cawan itu adalah cawan yang pernah menampung darah dari anak Tuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei dan Risei, ayah dan anak, memiliki tugas di dalam pasal yang disebut Assembly of 8th Sacrament. Tugas dari kelompok itu di Gereja Suci adalah mengumpulkan peninggalan-peninggalan suci. Harta yang bernama Cawan Suci muncul di berbagai dongeng dan legenda, dan pengaruh dari “Cawan” itu di dalam doktrin Gereja Suci sangat besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dibawah kondisi itu, waktu yang lalu, di dalam kekacauan Perang Dunia, pertemuaan diadakan di waktu yang tepat itu mengenai Heaven’s Feel ketiga dan aku, yang masih muda, dipilih untuk melakukan sebuah pekerjaan penting. Untuk pertempuran yang selanjutnya, aku akan pergi ke kota Fuyuki untuk mengawasi perang ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata-kata ayahnya, Kirei hanya memiringkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Apakah pengawas dari Gereja sanggup bertindak dengan adil? Ini akan menjadi masalah kalu seorang peserta adalah saudara satu darah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, tenang. Kamu pikir ini adalah sebuah lubang di peraturan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman yang tidak biasa dari ayah yang keras kepala menunjukan sesuatu yang Kirei tidak bisa baca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kotomine-san, kamu tidak seharusnya menyusahkan anakmu. Mari kita pindah ke pertanyaan yang sesungguhnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiomi berkata denagn terus terang ke pendeta tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, baiklah.- Kirei, apa yang kita sudah jelaskan hanya tentang ‘aspek luar’ dari Perang Cawan ini. Ada alasan lain aku membawamu bertemu dengan Tuan Tosaka hari ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, kita telah menemukan bukti dari dulu bahwa Cawan yang muncul di Fuyuki berbeda dengan peninggalan suci ‘Anak Tuhan’. Pada akhirnya, peperangan di Heaven’s Feel di Fuyuki ini hanya memperebutkan harta yang sebenarnya adalah tiruan dengan kekuatan Tuhan, sesuatu yang dapat membuka jalan ke Utopia. Ini tidak ada hubunganya dengan Gereja kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang sebenarnya. Kalau tidak, Gereja Suci tidak akan puas dengan hanya menjadi seorang pengawas yang pasif. Kalau Cawan itu ternyata sebuah ‘Peninggalan Suci’ yang &lt;br /&gt;
sesungguhnya, Gereja pasti akan melanggar perjanjian perdamaian sementara itu dan merebut Cawan itu dari tangan para magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tujuan akhir dari cawan itu hanya untuk mendapatkan Akashic Records, Gereja Suci tidak akan peduli dengannya. Karena, keinginan para magus untuk menemuka ‘Akasha’, sang ‘Awal’, tidak bertentangan dengan ajaran kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Walaupun, untuk membiarkan diri kita untuk mengindahkan hal itu, kita memerlukan seseorang yang memiliki kemampuan. Jika seseorang yang tidak diinginkan masuk, kita tidak tahu kecelakaan macam apa yang akan terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, kalau kita melenyapkannya sebagai ajaran sesat-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah seseuatu yang sulit. Para magus yang berperang untuk Cawan itu memiliki daya juang yang tidak biasa. Kalau kita melawan mereka secara langsung, sebuah peperangan denag Asosiasi Magus tidak mungkin dihindari. Dan hal itu akan menghasilkan korban yang terlalu banyak. Lebih tepatnya, sebagai laternatif yang kedua, tidak ada yang lebih menarik daripada menemukan cara untuk memberikan cawan itu ke ‘orang yang tepat’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei sedikit demi sedikit mengerti alasan sebenarnya dari pertemuan ini mengingat ayahnya berteman dengan Tosaka Tokiomi, seorang magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena mereka telah ditindas oleh kepercayaan di tempat asal mereka, keluarga Tosaka mengikuti ajaran yang sama dengan kita. Mengenal karakter Tokiomi, dia sendiri lolos dari kualifikasi untuk menggunakan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiiomi mengangguk, lalu kembali berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menemukan ‘Akasha’. Tidak ada tujuan yang paling besar bagi kami Tosaka. Tapi, sayangnya, Einsberns and Matos, yang dahulu mempunyai tujuan yang sama, sudah tersesat ke hal duniawi, dan telah melupakan keinginan mereka yang awal. Aku tidak akan masuk ke bagaimana mereka telah mengundang empat Master dari luar. Mereka menginginkan Cawan itu demi nafsu mereka yang menjijikan, hanya itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti Gereja Suci tidak akan mengijinkan orang lain selain Tosaka Tokiomi sebagai pemilik Cawan itu. Sekarang Kirei mengerti tentang tugasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kamu mau aku ikut dalam perang yang selanjutnya untuk membiarkan Tosaka Tokiomi menang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Tosaka Tokiomi menunjukan senyumnya untuk pertama kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, kita akan bekerja sama secara rahasia melawan lima Master yang tersisa, dan membunuh mereka, untuk menambah kemungkinan kita untuk menang.”&lt;br /&gt;
Mendenagr perkataan Tokiomi, Pastor Risei mengangguk. Netralitas Gereja Suci sebagai seorang juri sudah berubah menjadi sebuah bahan tertawaan. Heaven’s Feel kali ini akan menarik, mengingat keinginan gereja dari perang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai itu, itu bukanlah sesuatu yang benar atau salah bagi Kirei. Kalau kemauan Gereja sudah jelas, yang tersisa adalah melakukan tugasnya sebagai eksekutor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu akan dipindahkan dari Gereja Suci ke Asosiasi Magus, dan kamu menjadi muridku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berhenti dan dengan jelas, Tosaka Tokiomi mempercepat penjelasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Dipindahkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pemindahan telah diresmikan, Kirei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan ini, Pastor Risei mengeluarkan sepucuk surat. Itu adalah surat pemberitahuan dengan tanda tangan Gereja Suci dan Asosiasi Magus didalamnya, dan ditujukan untuk Kotomine Kirei. Kirei lebih terkejut dengan kegunaan tindakan tersebut; hanya dari sehari sebelumnya ke hari ini, surat ini selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, tidak ada gunanya memberi pendapat bagi Kirei, ataupun memiliki alasan untuk tersinggung dari diskusi ini. Karena Kirei tidak memiliki tujuan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang paling penting yang harus kamu lakukan adalah berlatih seni magis di rumahku di Jepang. Heaven’s Feel yang selanjutnya terjadi 3 tahun lagi. Pada saat itu, kamu harus memiliki seorang Servant yang mengikutimu, dan menjadi magus yang berpartispasi di perang itu sebagai Master.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi- apakah ini tidak apa-apa? Kalau aku belajar di bawahmu, bukankah ini akan mencipatakan keraguan bahwa kita bekerja sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi memberikan senyuman yang dingin dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak mengerti apa-apa tentang magus. Kalau kepentingan mereka bertentangan, konflik antara guru dan murid yang berakhir dengan pertempuran sampai mati adalah sesuatu yang biasa di dunia kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aah, jadi begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Kirei tidak bermaksud untuk mengerti tentang magus, dia sedikit banyak mengerti tentang karakter dari sebuah ras bernama magus. Dia telah melawan magus ‘sesat’ dalam berbagai peristiwa sebagai eksekutor. Jumlah orang yang telah ia lenyapkan dengan tanganya melebihi jumlah puluhan atau dua puluhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kamu mempunyai pertanyaan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Tokiomi akan mengakhiri pertemuan ini, Kirei membalas dengan pertanyaan yang ada di benaknya dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya satu – Cawan ini memilih para Master, apakah tujuan yang sebenarnya dari itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan merupakan pertanyaan yang telah Tokiomi prediksi. Alis sang magus mengerut sebentar, lalu dia memberikan jawaban dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cawan itu akan… Tentu saja, akan memilih para Master yang membutuhkannya dengan sepenuh hati. Seperti yang katakan sebelumnya, kami Tosaka akan dimasukkan ke dalam urutan paling atas sebagai salah satu dari 3 keluarga permulaan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, semua Master yang dipilih memiliki alasan untuk menginginkan Cawan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak hanya sebatas itu saja. Cawan itu membutuhkan 7 orang untuk datang. Kalau jumlahnya tidak cukup pada saat yang sekarang, orang-orang yang biasanya tidak akan dipilih bisa mendapatkan Command Seals. Mungkin ada beberapa kasus seperti ini sebelumnya, tetapi- Aah, aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berbicara, Tokiomi mengerti apa yang Kirei ragukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu berpikir bahwa kamu tidak mungkin dipilih, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei mengangguk. Tidak peduli betapa kerasnya kamu mencari, tidak mungkin ada alasan mengapa mesin pengabul permintaan itu memilih dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, benar juga, ini aneh. Satu-satunya hal yang menghubungkanmu dengan Cawan itu adalah ayahmu, yang dipilih sebagai pengawas, tetapi… Tidak, kamu bisa berpikir bahwa itu adalah alasan satu-satunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cawan itu sudah mengantisipasi bahwa Gereja Suci akan membantu keluarga Tosaka. Jadi seorang eksekutor dari Gereja yang sanggup memiliki Command Seals akan membantu Tosaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan hal ini, Tokiomi, yang merasa puas saat mengakhiri diskusi ini, menambahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, Cawan itu memberikan aku, seseorang dari keluarga Tosaka, dua Command Seals, karena itu, dia memilih kamu sebagai Master.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Bagaimana dengan itu? Apakah keismpulan ini menjawab pertanyaanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, dia memberikan penjelasannya sendiri dengan nada yang menantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
Rasa percaya diri yang sombong ini cocok dengan pria yang dipanggil Tosaka Tokiomi. Pria ini memegang sebuah harga diri yang mendekati sindiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, sebagai seorang magus, dia adalah seorang yang sempurna. Dan dia pasti memiliki rasa percaya diri yang datang bersamaan dengan kesempurnaan itu. Itulah sebabnya dia mungkin tidak akan pernah meragukan pendapatnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu artinya dia tidak akan mendapatkan jawaban yang lain disini sekarang- Itu adalah kesimpulan Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kapan kita berangkat ke Jepang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyembunyikan kekecewaanya, Kirei merubah topik pembicaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengunjungi Inggris sebentar. Aku memiliki perkerjaan kecil di Clock Tower.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu akan pergi ke jepang lebih dahulu. Aku akan memberitahu keluargaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimengerti. Jadi, Aku akan berangkat secepatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei, pergilah lebih dahulu. Aku memiliki sesuatu untuk didiskusikan dengan Tuan Tohsaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menganggukan kepala pada perkataaan ayahnya, Kirei bangkit dari tempat duduknya dan, setelah memberi salam dengan mengangguk, meninggalkan ruangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal di dalam ruangan itu, Tosaka Tokiomi dan Pastor Risei melihat Kotomine Kirei pergi dalam diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau memiliki seorang anak yang dapat diandalkan, Kotomine-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemampuanya sebagai ‘Eksekutor’ dapat dijamin.  Tidak ada dari seangkatan dia yang bekerja lebih keras daripada dia saat masa pelatihan. Akulah seseorang yang perlu kamu ragukan.”&lt;br /&gt;
“Ho… Apakah ini kebiasaan teladan seorang pelindung iman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku malu mengatakan ini, tapi Kirei adalah kebanggaan satu-satunya orang tua yang bodoh seperti aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta tua itu terkenal akan kekakuannya, tapi, merasa nyaman dengan Tokiomi, dia tersenyum. Saat matanya tertuju ke anak satu-satunya, kepercayaan dan cinta dia terlihat sepenuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat aku masih juga tidak memiliki anak saat melewati umur 50, aku telah menyerah untuk mendapatkan seorang keturunan… Tapi sekarang, aku terkejut melihat betapa besarnya anak itu telah tumbuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun, dia setuju lebih mudah dari yang aku bayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anakku akan melompat kedalam kobaran api jika itu adalah keinginan Gereja. Itu menunjukan betapa jauhnya ia akan pergi demi imannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walupun Tokiomi tidak bermaksud untuk meragukan perkataan Pastor tua itu, kesan yang dia punya tentang anak Pendeta Risei bukanlah ‘iman yang berapi-api’. Penampilan tenang pria bernama Kirei terkesan seperti kekosongan ke dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, itu adalah sebuah kekecewaan. Bagaimanapun aku melihat dia, dia terlihat hanya terlibat di sesuatu yang tidak hubungan dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… itu mungkin sebuah keselamatan bagi dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara dengan tidak pasti, Pastor Risei mulai berkata dengan kelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang pribadi, tapi istrinya meninggal beberapa hari yang lalu. Mereka belum melewati bahkan dua tahun dalam pernikahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Saya-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi kehilangan kata-kata atas peristiwa yang mengejutkan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun tidak kelihatan, dia menahanya dengan baik… Dia memiliki terlalu banyak kenangan di Itali, Mungkin sekarang, bagi Kirei, kembali ke tanah kelahirannya untuk misi yang baru dapat membantu menyembuhkan lukanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Risei mendesah setelah berbicara. Tokiomi tetap memandang orang tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tokiomi-kun, bukankah nilai seseorang yang sesungguhnya terlihat saat dalam kesusahan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi membungkuk dalam atas kata-kata Pastor tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hutangku kepada Gereja Suci dan kedua generasi keluarga Tokiomi ini akan diukir di dalam prinsip keluargaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak. Aku hanya memenuhi sumpahku untuk generasi masa depan Tosaka. – Sisanya hanya berdoa kepada perlindungan Tuhan sampai perjalanmu membawa kamu ke sang ‘Awal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Penyesalan kakekku, impian terbesar Tosaka… ini adalah arti dan tujuan hidupku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyembunyikan betapa rasa percaya dirinya dicekik oleh beratnya tanggung jawab dia, Tokiomi mengannguk dengan pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kali ini, aku akan mendapatkan Cawan itu. Aku akan membuat itu terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada harga diri Tokiomi, Pastor Risei memberkati ingatan tentang temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Temanku… Kau juga mendapatkan seorang keturunan yang luar biasa.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat angin dari laut Mediterranian mengacak-acak rambutnya, Kotomine Kirei berjalan dari vila yang terletak di atas bukit, sendirian dan dalam diam, di jalan kecil yang panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Kirei dapat menyudun semua kesan yang dia dapat dari pria yang bernama Tosaka Tokiomi, yang baru saja dia bertemu dengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia telah melewati kehidupan yang keras. Seperti harga dirinya muncul dari melewati pengalaman yang keras itu, dia adalah seseorang yang memiliki harga diri yang besar yang bisa dia banggakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengerti karakter tersebut sangat baik. Ayah Kirei adalah orang yang sama dengan Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia yang telah mengartikan tujuan dibalik kelahiran mereka, dibalik eksistensi mereka, dan mengikuti tujuan itu tanpa ragu. Mereka tidak akan pernah bimbang, tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menempa itu dengan tekad baja dari tindakan dengan tujuan yang jelas, maju hanya dengan kepuasan dari ‘sesuatu’ yang merupakan tujuan hidup mereka, di semua aspek kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Bentuk dari keyakinan’ ini bisa menjadi, dalam kasus ayah Kirei, seorang yang sangat beriman; dan dalam kasus Tosaka Tokiomi, mungkin itu adalah kepercayaan diri oleh orang yang terpilih – sebuah hak yang tidak dimiliki orang biasa, dan kesadaran seseorang yang memiliki tanggung jawab untuk dipikul. Dia adalah salah satu ‘bangsawan asli’ yang tersisa yang sangat jarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai dari sekarang, eksistensi seorang Tosaka Tokiomi mungkin akan menyebabkan implikasi penting bagi Kirei… Tapi walaupun begitu, dia bukanlah orang cocok dengan orang seperti Kirei. Itu sama saja dengan berkata bahwa ia sama dengan ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang hanya melihat tujuan hidup mereka tidak akan dapat mengerti sakitnya seseorang yang tidak mampu memilikinya. Orang-orang seperti Tokiomi memiliki ‘tujuan hidup’ sebagai dasar keyakinan mereka, tapi itu tidak dapat dimengerti di dalam pikiran Kotomine Kirei. Tidak sekalipun di dalam 20 tahun lebih dia pernah merasakan sensasi seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, dia tidak dapat mempertimbangkan sebuah tindakan yang paling baik, mendapatkan kepuasan dari segala tantangan, atau dapat beristirahat di dalam segala kenyamanan. Orang seperti ini tidak memiliki tujuan hidup dari awalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak dapat mengerti bagaimana ia bisa begitu jauhnya terkucil dari norma-norma yang dipegang oleh orang-orang biasa. Kirei bahkan tidak mengerti sebuah keinginan dimana dia bisa melakukan apapun untuk mendapatkanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia percaya bahwa Tuhan itu ada. Bahwa ada sebuah eksistensi luar biasa, walaupun dia tidak cukup dewasa untuk tahu apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hidup dengan kepercayaan bahwa suatu hari, suara Tuhan yang paling suci akan menuntun dia ke kebenaran yang sesungguhnya dan menyelamatkan dia. Berjudi atas harapan itu, memegang erat kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi didalam hatinya, dia tahu. Bahwa keselamatan tidak akan datang dari cintanya Tuhan untuk orang seperti dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi kemarahan dan keputusasaan menyudutkan dia menjadi seorang masokis. Dibawah alasan untuk penebusan dosa untuk melatih moralnya, dia berulang kali melukai dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tetapi penyiksaan itu justru menempa tubuh Kirei menjadi seperti besi, dan saat dia menyadarinya, dia telah sampai di puncak para elit di Gereja Suci sebagai ‘Eksekutor’, dimana tidak ada seorangpun yang dapat mengejar dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang menyebut itu sebuah ‘kemuliaan’. Iman dan disiplin Kotomine Kirei dipuji sebagai contoh untuk semua pendeta. Bahkan ayahnya Risei juga bukan pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei mengerti sepenuhnya mengapa Kotomine Risei memiliki begitu percaya dan mengagumi anaknya, tapi itu adalah sebuah kesalahpahaman jauh dari poin yang sebenarnya; karena sebenarnya, hatinya malu. Bahkan mungkin menghabiskan seluruh hidup seseorang ridak akan cukup untuk mengubah kesalahpahaman itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, tidak ada seorangpun yang dapat mengerti betapa kosongnya seorang Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, bahkan satu-satunya wanita yang ia cintai-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kepalanya terasa ringan, Kirei memperlambat jalannya dan menaruh telapak tanganya dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mencoba untuk mengingat istrinya, dia kehilangan pikirannya yang tidak fokus di dalam kabut yang turun. Ini terasa seperti berdiri di dalam kabut di ujung jurang. Naluri untuk hidupnya berteriak supaya ia jangan mengambil bahkan satu langkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menyadari, dia sudah sampai di dasar bukit. Kirei berhenti dan melihat ke belakang ke vila di ujung bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, dia belum mendapatkan kesimpulan yang memuaskan dari pertemuannya dengan Tosaka Tokiomi… Ini adalah sesuatu yang paling mengganggu Kirei.&lt;br /&gt;
Mengapa ‘Cawan’ yang memiliki kekuatan Tuhan memilih Kotomine Kirei?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan Tokiomi terdengar terburu-buru. Kalau Cawan itu  menginginkan suporter untuk Tokiomi, pasti masih banyak orang-orang yang lebih cocok untuk itu karena Cawan itu pasti menginginkan seseorang yang dapat menjadi teman bagi dia; bukan Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti ada sebuah alasan mengenai pemilihanya untuk ikut berperang di Perang Cawan yang selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… Semakin ia pikirkan, semakin Kirei menemukan bahwa inkonsistensi ini mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia singkatnya tidak memiliki ‘tujuan hidup’, atau impian ataupun cita-cita. Bagaimanapun kamu melihatnya, dia tidak menemukan alasan untuk menjadi pemilik sebuah keajaiban seperti sebuah ‘mesin pengabul permintaan.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah muram, Kirei melihat ke tiga simbol yang muncul di atas tangan kananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berkata bahwa Command Seals adalah sebuah tanda suci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia akan menemukan sebuah janji untuk dipegang, tiga tahun dari sekarang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version|Fate/Zero:Prologue 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=99321</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=99321"/>
		<updated>2011-06-09T08:34:07Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===3 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita membahas mengenai topik supernatural, teori tentang dimensi menegaskan keberadaan sebuah ‘kekuatan’ dari luar dunia ini.&lt;br /&gt;
Menemukan permulaan dari segala sesuatu, adalah mimpi semua magus yang paling besar, sang ‘Awal’,… Tahta Tuhan, Akashic Records, adalah sebuah dokumen yang mencatat semua awal dan akhir dari segala sesuatu di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
200 tahun yang lalu, sekelompok orang melakukan eksperimen dan percobaan atas tempat ‘diluar dunia ini’.&lt;br /&gt;
Einsbern, Makiri, Tosaka. Disebut sebagai 3 keluarga permulaan, apa yang mereka lakukan adalah pembuatan ‘Cawan Suci’, sebuah topik yang terdapat di berbagai tradisi. Dengan harapan bahwa dengan memanggil Cawan tersebut  dapat mengabulkan segala permintaan, tiga keluarga magus menggabungkan seni rahasia masing-masing untuk membentuk ‘wadah dengan kekuatan Tuhan’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Sayangnya, Cawan itu hanya dapat mengabulkan permintaan satu orang. Segera setelah hal itu diketahui, ikatan kerja sama dengan cepatnya lenyap dalam darah oleh pertengkaran dan konflik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah awal dari ‘Perang Cawan Suci’, ‘Heaven’s Feel’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, setiap 60 tahun sekali, Cawan itu akan datang di sebuah kota yang terletak jauh di timur, ‘Fuyuki’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Cawan itu akan memilih 7 magus yang memiliki kemampuan dan kriteria untuk memilikinya, dan membagikan sejumlah prana yang sangat besar kepada mereka, untuk membuat mungkin pemanggilan Roh Para Pahlawan, ‘Servants’. Hasil dari pertempuran sampai mati ini akan menentukan siapakah diantara ketujuh magus yang paling layak medapatkan Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Untuk menjelaskan secara singkat, ini adalah hal yang sedang dialami oleh Kotomine Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pola yang muncul di tangan kananmu disebut ‘Command Seals’. Ini adalah bukti bahwa kamu telah dipilih oleh Cawan tersebut, dan sebuah tanda suci yang memberikanmu hak untuk memanggil Servant.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang, yang memiliki pesona dan ketegasan dalam suaranya, yang menjelaskan hal itu adalah Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam sebuah kamar yang terletak di dalam vila mewah yang dibangun diatas bukit kecil di distrik paling rapi di Turin selatan, Itali, 3 pria duduk di atas sofa panjang. Kirei dan Tokiomi, dan seorang pendeta yang memperkenalkan mereka dan mengawasi pembicaraan adalah Kotomine Risei… ayah kandung Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai teman seorang pendeta yang sebentar lagi akan mencapai umur 80, Tosaka adalah orang jepang yang eksentrik. Dia terlihat seumur dengan Kirei, sukses dan memiliki aura seorang professional. Lahir dalam silsilah keluarga kuno yang terkenal bahkan dalam standar orang jepang, vila ini adalah tempat tinggalnya yang kedua, seperti yang pria itu bilang. Tetapi yang paling menarik adalah dia dengan gampangnya memperkenalkan diri sebagai seorang ‘magus’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi seorang magus tidaklah seaneh kedengaranya, Kirei adalah, seperti ayahnya, seorang pastor, namun tugas sang ayah dan anak sangat berbeda dari apa yang orang-orang kenal dari seorang ‘Pastor’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Gereja Suci’, sebuah tempat dimana orang-orang seperti Kirei bernaung dibawahnya mempunyai doktrin di luar lingkaran keajaiban dan misteri, tetapi tetap memikul beban untuk melenyapkan semua ajaran sesat dari dunia ini. Mereka melakukanya dengan, mengambil tempat dimana mereka bisa mengawasi kegilaan seperti seni magis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang magus bekerja hanya dengan magus lainnya, dan bersatu di bawah sebuah organisasi magis yang menyebut dirinya ‘Asosiasi’, merupakan sebuah ancaman sebagai rival kepada Gereja Suci. Saat ini, mereka sepakat untuk menjaga sebuah perdamaian sementara; tapi walaupun begitu, sebuah situasi dimana seorang Pastor dari Gereja Suci dan seorang magus berkumpul di tempat yang sama untuk sebuah ceramah adalah sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh kedua belah pihak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kasus Risei, sang pendeta, keluarga Tosaka adalah seseorang yang mempunyai koneksi dengan Gereja, walaupun mereka adalah keluarga magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermula dari malam sebelumnya saat Kirei menemukan kemunculan sebuah pola yang terbentuk dari tiga bekas cakar. Dia telah mendiskusikan hal ini dengan ayahnya, dan Risei membawa anaknya ke Turin dengan segera keesokan paginya untuk bertemu dengan magus muda ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sana, setelah perkenalan yang terburu-buru, penjelasan yang Tokiomi berikan kepada Kirei di pertemuaan rahasia ini adalah mengenai peperangan yang sma, ‘Heaven’s Feel’. Arti dibalik tanda muncul di atas tangan Kirei… Itu adalah, hasil dari Kirei mendapatkan hak untuk memperebutkan kesempatan agar keinginannya dikabulkan oleh keajaiban yang akan dihasilkan dari kemunculan Cawan Suci yang keempat yang akan terjadi tiga tahun lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan berarti dia menolak untuk ikut berpartisipasi. Pekerjaan Kirei di dalam Gereja Suci adalah, singkatnya, pemusnahan ajaran sesat, artinya dia adalah seorang prajurit yang berpengalaman . Dapat dikatakan bahwa tugasnya yang paling utama adalah berperang sampai mati dengan para magus. Lebih tepatnya, masalahnya adalah sebuah kontradiksi yang perlu dilakukan Kirei, seorang pendeta, untuk berpartisipasi sebagai ‘magus’ di Heaven’s Feel yang merupakan pertempuran para magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel adalah peperangan dimana pertempuran dilakukan dengan menggunakan Servants sebagai familiars. Jadi untuk meneruskan ke tahap selanjutnya, seni magis paling dasar diperlukan untuk memanggil seorang Servant … Singkatnya, tujuh orang yang dipilih sebagai Masters dari para Servants harus menjadi magus. Ini pasti sebuah hal yang luar biasa bagi seseorang seperti kamu, yang bukan seorang magus, untuk dipilih oleh Cawan itu di tahap yang sangat awal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Cawan itu memiliki prioritas dalam memilih?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangguk kepada Kirei yang masih belum yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyebutkan ‘3 keluarga permulaan’- pemilihan akan memprioritaskan magus dari  keluarga Makiri, yang sekarang telah merubah namanya menjadi Mato, Einsbern atau Tohsaka. Dengan kata lain…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangkat tangan kananya untuk memperlihatkan pola suci miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebagai kepala keluarga Tokiomi yang sekarang, aku akan ikut berpartisipasi di perang selanjutnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, apakah pria ini berencana untuk menusuk Kirei dari belakang sesudah membimbing Kirei dengan sabarnya? Walaupun Kirei tidak mengerti akan hal itu, dia tetap melangkah maju sambil membawa ratusan pertanyaan di benaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tertarik tentang para Servants yang kamu sebutkan sebelumnya. Roh Para Pahlawan dipanggil dan dijadikan familiar, kau bilang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini mungkin sulit untuk dipercaya, tapi hal itu adalah sebuah fakta. Ini adalah salah satu keajaiban Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Legenda tentang para pahlawan dan raja, manusia super yang telah mengukir nama mereka di dalam sejarah dan dongeng. Mereka adalah seseorang yang tertinggal di dalam ingatan manusia setelah mereka mati dan dikeluarkan dari kategori manusia, dinaikan pangkatnya bahkan di dalam dimensi spritual; mereka adalah ‘Roh para Pahlawan’. Mereka yang memiliki status jauh lebih tinggi dari hantu atau roh jahat yang biasa dipanggil magus sebagai familiar. Intinya, mereka adalah sebuah eksistensi yang memiliki status spritual sebanding dengan Tuhan. Walaupun sebagian dari kekuatan mereka dapat dipanggil dan dipinjam, adalah sesuatu yang sangat mustahil untuk mejadikan mereka sebagai familiar di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kamu mempertimbangkan fakta bahwa membuat mungkin sesuatu yang tidak mungkin ini adalah kekuatan Cawan itu, kamu pasti mengerti betapa mengejutkannya kekuatan Cawan itu. Namun pada akhirnya, bahkan pemanggilan seorang Servant hanyalah sebuah pecahan kecil dari kekuatan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti berkata bahwa bahkan dirinya sendiri terkejut pada apa yang dia katakan, Tosaka Tokiomi menarik nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Roh Para Pahlawan dari jaman kuno para dewa sampai paling tidak satu abad yang lalu dapat dipanggil. Tujuh Roh Para Pahlawan akan menjadi pengikut tujuh Master, setiap dari mereka akan melindungi Master masing-masing dan melenyapkan musuh dari Masternya. Pahlawan dari segala jaman dan negara akan dipanggil ke jaman ini, dan akan bertempur di dalam perang sampai mati untuk memperebutkan supremasi. Itu adalah Perang Cawan Suci di Fuyuki, Heaven’s Feel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kegilaan macam apa itu? Di tempat dimana ribuan orang biasa tinggal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua magus mengikuti prinsip untuk menyembunyikan diri mereka. Itu adalah jalan satu-satunya untuk hidup di sebuah jaman dimana teknologi adalah kebenaran satu-satunya. Menunjukan keberadaan mereka adalah tidak mungkin kalau kita memasukan juga keberadaan Gereja Suci ke pertimbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kamu juga harus menyembunyikan kekuatan Roh Para Pahlawan yang dapat membawa bencana kehancuran. Menggunakan tujuh Servants di dalam konflik diantara manusia di jaman ini dan membuat mereka bertempur dengan satu sama lainya… Itu sama saja dengan memberi perintah untuk melakukan genosida dan pembantaian besar-besaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Tentu saja, ini adalah sebuah hal yang harus dimengerti untuk melakukan konfrontasi secara rahasia. Kamu harus menyiapkan pengawasan yang ketat untuk menjamin hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdiam saja sampai saat ini, pendeta Risei, melangkah maju dan menyuarakan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel berlangsung setiap 60 tahun sekali, dan ini adalah yang keempat kalinya. Pemasyrakatan jepang telah berjalan saat Perang Dunia kedua terjadi. Bahkan di tempat yang sangat terpencil, kita tidak bisa membiarkan orang-orang menyaksikan kerusakan yang serius menyebar. Jadi, sejak Heaven’s Feel yang ketiga, sebuah kesepakatan telah dibuat agar seseorang dari Gereja Suci dijadikan pengawas. Untuk meminimalkan bencana dari perang ini sedikit mungkin, kita harus menyembunyikan keberadaanya dan membuat para magus setuju untuk menjaga kerahasiaan perang ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi Gereja akan menjadi juri di dalam peperangan antar magus ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tepat sekali karena ini adalah konflik para magus. Tidak ada seorangpun di Asosiasi Magus yang bisa menjadi juri karena implikasi politik. Tidak ada lagi yang lebih baik daripada menggunakan pengaruh luar seperti Gereja Suci. Terlebih lagi, tidak mungkin Gereja kita akan membiarkan nama Cawan Suci digunakan sembarangan. Kita juga tidak bisa membiarkan kemungkinan bahwa Cawan itu adalah cawan yang pernah menampung darah dari anak Tuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei dan Risei, ayah dan anak, memiliki tugas di dalam pasal yang disebut Assembly of 8th Sacrament. Tugas dari kelompok itu di Gereja Suci adalah mengumpulkan peninggalan-peninggalan suci. Harta yang bernama Cawan Suci muncul di berbagai dongeng dan legenda, dan pengaruh dari “Cawan” itu di dalam doktrin Gereja Suci sangat besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dibawah kondisi itu, waktu yang lalu, di dalam kekacauan Perang Dunia, pertemuaan diadakan di waktu yang tepat itu mengenai Heaven’s Feel ketiga dan aku, yang masih muda, dipilih untuk melakukan sebuah pekerjaan penting. Untuk pertempuran yang selanjutnya, aku akan pergi ke kota Fuyuki untuk mengawasi perang ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata-kata ayahnya, Kirei hanya memiringkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Apakah pengawas dari Gereja sanggup bertindak dengan adil? Ini akan menjadi masalah kalu seorang peserta adalah saudara satu darah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, tenang. Kamu pikir ini adalah sebuah lubang di peraturan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman yang tidak biasa dari ayah yang keras kepala menunjukan sesuatu yang Kirei tidak bisa baca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kotomine-san, kamu tidak seharusnya menyusahkan anakmu. Mari kita pindah ke pertanyaan yang sesungguhnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiomi berkata denagn terus terang ke pendeta tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, baiklah.- Kirei, apa yang kita sudah jelaskan hanya tentang ‘aspek luar’ dari Perang Cawan ini. Ada alasan lain aku membawamu bertemu dengan Tuan Tosaka hari ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, kita telah menemukan bukti dari dulu bahwa Cawan yang muncul di Fuyuki berbeda dengan peninggalan suci ‘Anak Tuhan’. Pada akhirnya, peperangan di Heaven’s Feel di Fuyuki ini hanya memperebutkan harta yang sebenarnya adalah tiruan dengan kekuatan Tuhan, sesuatu yang dapat membuka jalan ke Utopia. Ini tidak ada hubunganya dengan Gereja kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang sebenarnya. Kalau tidak, Gereja Suci tidak akan puas dengan hanya menjadi seorang pengawas yang pasif. Kalau Cawan itu ternyata sebuah ‘Peninggalan Suci’ yang &lt;br /&gt;
sesungguhnya, Gereja pasti akan melanggar perjanjian perdamaian sementara itu dan merebut Cawan itu dari tangan para magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tujuan akhir dari cawan itu hanya untuk mendapatkan Akashic Records, Gereja Suci tidak akan peduli dengannya. Karena, keinginan para magus untuk menemuka ‘Akasha’, sang ‘Awal’, tidak bertentangan dengan ajaran kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Walaupun, untuk membiarkan diri kita untuk mengindahkan hal itu, kita memerlukan seseorang yang memiliki kemampuan. Jika seseorang yang tidak diinginkan masuk, kita tidak tahu kecelakaan macam apa yang akan terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, kalau kita melenyapkannya sebagai ajaran sesat-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah seseuatu yang sulit. Para magus yang berperang untuk Cawan itu memiliki daya juang yang tidak biasa. Kalau kita melawan mereka secara langsung, sebuah peperangan denag Asosiasi Magus tidak mungkin dihindari. Dan hal itu akan menghasilkan korban yang terlalu banyak. Lebih tepatnya, sebagai laternatif yang kedua, tidak ada yang lebih menarik daripada menemukan cara untuk memberikan cawan itu ke ‘orang yang tepat’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei sedikit demi sedikit mengerti alasan sebenarnya dari pertemuan ini mengingat ayahnya berteman dengan Tosaka Tokiomi, seorang magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena mereka telah ditindas oleh kepercayaan di tempat asal mereka, keluarga Tosaka mengikuti ajaran yang sama dengan kita. Mengenal karakter Tokiomi, dia sendiri lolos dari kualifikasi untuk menggunakan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiiomi mengangguk, lalu kembali berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menemukan ‘Akasha’. Tidak ada tujuan yang paling besar bagi kami Tosaka. Tapi, sayangnya, Einsberns and Matos, yang dahulu mempunyai tujuan yang sama, sudah tersesat ke hal duniawi, dan telah melupakan keinginan mereka yang awal. Aku tidak akan masuk ke bagaimana mereka telah mengundang empat Master dari luar. Mereka menginginkan Cawan itu demi nafsu mereka yang menjijikan, hanya itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti Gereja Suci tidak akan mengijinkan orang lain selain Tosaka Tokiomi sebagai pemilik Cawan itu. Sekarang Kirei mengerti tentang tugasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kamu mau aku ikut dalam perang yang selanjutnya untuk membiarkan Tosaka Tokiomi menang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Tosaka Tokiomi menunjukan senyumnya untuk pertama kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, kita akan bekerja sama secara rahasia melawan lima Master yang tersisa, dan membunuh mereka, untuk menambah kemungkinan kita untuk menang.”&lt;br /&gt;
Mendenagr perkataan Tokiomi, Pastor Risei mengangguk. Netralitas Gereja Suci sebagai seorang juri sudah berubah menjadi sebuah bahan tertawaan. Heaven’s Feel kali ini akan menarik, mengingat keinginan gereja dari perang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai itu, itu bukanlah sesuatu yang benar atau salah bagi Kirei. Kalau kemauan Gereja sudah jelas, yang tersisa adalah melakukan tugasnya sebagai eksekutor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu akan dipindahkan dari Gereja Suci ke Asosiasi Magus, dan kamu menjadi muridku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berhenti dan dengan jelas, Tosaka Tokiomi mempercepat penjelasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Dipindahkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pemindahan telah diresmikan, Kirei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan ini, Pastor Risei mengeluarkan sepucuk surat. Itu adalah surat pemberitahuan dengan tanda tangan Gereja Suci dan Asosiasi Magus didalamnya, dan ditujukan untuk Kotomine Kirei. Kirei lebih terkejut dengan kegunaan tindakan tersebut; hanya dari sehari sebelumnya ke hari ini, surat ini selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, tidak ada gunanya memberi pendapat bagi Kirei, ataupun memiliki alasan untuk tersinggung dari diskusi ini. Karena Kirei tidak memiliki tujuan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang paling penting yang harus kamu lakukan adalah berlatih seni magis di rumahku di Jepang. Heaven’s Feel yang selanjutnya terjadi 3 tahun lagi. Pada saat itu, kamu harus memiliki seorang Servant yang mengikutimu, dan menjadi magus yang berpartispasi di perang itu sebagai Master.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi- apakah ini tidak apa-apa? Kalau aku belajar di bawahmu, bukankah ini akan mencipatakan keraguan bahwa kita bekerja sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi memberikan senyuman yang dingin dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak mengerti apa-apa tentang magus. Kalau kepentingan mereka bertentangan, konflik antara guru dan murid yang berakhir dengan pertempuran sampai mati adalah sesuatu yang biasa di dunia kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aah, jadi begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Kirei tidak bermaksud untuk mengerti tentang magus, dia sedikit banyak mengerti tentang karakter dari sebuah ras bernama magus. Dia telah melawan magus ‘sesat’ dalam berbagai peristiwa sebagai eksekutor. Jumlah orang yang telah ia lenyapkan dengan tanganya melebihi jumlah puluhan atau dua puluhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kamu mempunyai pertanyaan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Tokiomi akan mengakhiri pertemuan ini, Kirei membalas dengan pertanyaan yang ada di benaknya dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya satu – Cawan ini memilih para Master, apakah tujuan yang sebenarnya dari itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan merupakan pertanyaan yang telah Tokiomi prediksi. Alis sang magus mengerut sebentar, lalu dia memberikan jawaban dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cawan itu akan… Tentu saja, akan memilih para Master yang membutuhkannya dengan sepenuh hati. Seperti yang katakan sebelumnya, kami Tosaka akan dimasukkan ke dalam urutan paling atas sebagai salah satu dari 3 keluarga permulaan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, semua Master yang dipilih memiliki alasan untuk menginginkan Cawan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak hanya sebatas itu saja. Cawan itu membutuhkan 7 orang untuk datang. Kalau jumlahnya tidak cukup pada saat yang sekarang, orang-orang yang biasanya tidak akan dipilih bisa mendapatkan Command Seals. Mungkin ada beberapa kasus seperti ini sebelumnya, tetapi- Aah, aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berbicara, Tokiomi mengerti apa yang Kirei ragukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu berpikir bahwa kamu tidak mungkin dipilih, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei mengangguk. Tidak peduli betapa kerasnya kamu mencari, tidak mungkin ada alasan mengapa mesin pengabul permintaan itu memilih dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, benar juga, ini aneh. Satu-satunya hal yang menghubungkanmu dengan Cawan itu adalah ayahmu, yang dipilih sebagai pengawas, tetapi… Tidak, kamu bisa berpikir bahwa itu adalah alasan satu-satunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cawan itu sudah mengantisipasi bahwa Gereja Suci akan membantu keluarga Tosaka. Jadi seorang eksekutor dari Gereja yang sanggup memiliki Command Seals akan membantu Tosaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan hal ini, Tokiomi, yang merasa puas saat mengakhiri diskusi ini, menambahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, Cawan itu memberikan aku, seseorang dari keluarga Tosaka, dua Command Seals, karena itu, dia memilih kamu sebagai Master.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Bagaimana dengan itu? Apakah keismpulan ini menjawab pertanyaanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, dia memberikan penjelasannya sendiri dengan nada yang menantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
Rasa percaya diri yang sombong ini cocok dengan pria yang dipanggil Tosaka Tokiomi. Pria ini memegang sebuah harga diri yang mendekati sindiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, sebagai seorang magus, dia adalah seorang yang sempurna. Dan dia pasti memiliki rasa percaya diri yang datang bersamaan dengan kesempurnaan itu. Itulah sebabnya dia mungkin tidak akan pernah meragukan pendapatnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu artinya dia tidak akan mendapatkan jawaban yang lain disini sekarang- Itu adalah kesimpulan Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kapan kita berangkat ke Jepang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyembunyikan kekecewaanya, Kirei merubah topik pembicaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengunjungi Inggris sebentar. Aku memiliki perkerjaan kecil di Clock Tower.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu akan pergi ke jepang lebih dahulu. Aku akan memberitahu keluargaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimengerti. Jadi, Aku akan berangkat secepatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei, pergilah lebih dahulu. Aku memiliki sesuatu untuk didiskusikan dengan Tuan Tohsaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menganggukan kepala pada perkataaan ayahnya, Kirei bangkit dari tempat duduknya dan, setelah memberi salam dengan mengangguk, meninggalkan ruangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal di dalam ruangan itu, Tosaka Tokiomi dan Pastor Risei melihat Kotomine Kirei pergi dalam diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau memiliki seorang anak yang dapat diandalkan, Kotomine-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemampuanya sebagai ‘Eksekutor’ dapat dijamin.  Tidak ada dari seangkatan dia yang bekerja lebih keras daripada dia saat masa pelatihan. Akulah seseorang yang perlu kamu ragukan.”&lt;br /&gt;
“Ho… Apakah ini kebiasaan teladan seorang pelindung iman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku malu mengatakan ini, tapi Kirei adalah kebanggaan satu-satunya orang tua yang bodoh seperti aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta tua itu terkenal akan kekakuannya, tapi, merasa nyaman dengan Tokiomi, dia tersenyum. Saat matanya tertuju ke anak satu-satunya, kepercayaan dan cinta dia terlihat sepenuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat aku masih juga tidak memiliki anak saat melewati umur 50, aku telah menyerah untuk mendapatkan seorang keturunan… Tapi sekarang, aku terkejut melihat betapa besarnya anak itu telah tumbuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun, dia setuju lebih mudah dari yang aku bayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anakku akan melompat kedalam kobaran api jika itu adalah keinginan Gereja. Itu menunjukan betapa jauhnya ia akan pergi demi imannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walupun Tokiomi tidak bermaksud untuk meragukan perkataan Pastor tua itu, kesan yang dia punya tentang anak Pendeta Risei bukanlah ‘iman yang berapi-api’. Penampilan tenang pria bernama Kirei terkesan seperti kekosongan ke dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, itu adalah sebuah kekecewaan. Bagaimanapun aku melihat dia, dia terlihat hanya terlibat di sesuatu yang tidak hubungan dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… itu mungkin sebuah keselamatan bagi dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara dengan tidak pasti, Pastor Risei mulai berkata dengan kelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang pribadi, tapi istrinya meninggal beberapa hari yang lalu. Mereka belum melewati bahkan dua tahun dalam pernikahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Saya-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi kehilangan kata-kata atas peristiwa yang mengejutkan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun tidak kelihatan, dia menahanya dengan baik… Dia memiliki terlalu banyak kenangan di Itali, Mungkin sekarang, bagi Kirei, kembali ke tanah kelahirannya untuk misi yang baru dapat membantu menyembuhkan lukanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Risei mendesah setelah berbicara. Tokiomi tetap memandang orang tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tokiomi-kun, bukankah nilai seseorang yang sesungguhnya terlihat saat dalam kesusahan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi membungkuk dalam atas kata-kata Pastor tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hutangku kepada Gereja Suci dan kedua generasi keluarga Tokiomi ini akan diukir di dalam prinsip keluargaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak. Aku hanya memenuhi sumpahku untuk generasi masa depan Tosaka. – Sisanya hanya berdoa kepada perlindungan Tuhan sampai perjalanmu membawa kamu ke sang ‘Awal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Penyesalan kakekku, impian terbesar Tosaka… ini adalah arti dan tujuan hidupku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyembunyikan betapa rasa percaya dirinya dicekik oleh beratnya tanggung jawab dia, Tokiomi mengannguk dengan pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kali ini, aku akan mendapatkan Cawan itu. Aku akan membuat itu terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada harga diri Tokiomi, Pastor Risei memberkati ingatan tentang temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Temanku… Kau juga mendapatkan seorang keturunan yang luar biasa.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat angin dari laut Mediterranian mengacak-acak rambutnya, Kotomine Kirei berjalan dari vila yang terletak di atas bukit, sendirian dan dalam diam, di jalan kecil yang panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Kirei dapat menyudun semua kesan yang dia dapat dari pria yang bernama Tosaka Tokiomi, yang baru saja dia bertemu dengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia telah melewati kehidupan yang keras. Seperti harga dirinya muncul dari melewati pengalaman yang keras itu, dia adalah seseorang yang memiliki harga diri yang besar yang bisa dia banggakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengerti karakter tersebut sangat baik. Ayah Kirei adalah orang yang sama dengan Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia yang telah mengartikan tujuan dibalik kelahiran mereka, dibalik eksistensi mereka, dan mengikuti tujuan itu tanpa ragu. Mereka tidak akan pernah bimbang, tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menempa itu dengan tekad baja dari tindakan dengan tujuan yang jelas, maju hanya dengan kepuasan dari ‘sesuatu’ yang merupakan tujuan hidup mereka, di semua aspek kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Bentuk dari keyakinan’ ini bisa menjadi, dalam kasus ayah Kirei, seorang yang sangat beriman; dan dalam kasus Tosaka Tokiomi, mungkin itu adalah kepercayaan diri oleh orang yang terpilih – sebuah hak yang tidak dimiliki orang biasa, dan kesadaran seseorang yang memiliki tanggung jawab untuk dipikul. Dia adalah salah satu ‘bangsawan asli’ yang tersisa yang sangat jarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai dari sekarang, eksistensi seorang Tosaka Tokiomi mungkin akan menyebabkan implikasi penting bagi Kirei… Tapi walaupun begitu, dia bukanlah orang cocok dengan orang seperti Kirei. Itu sama saja dengan berkata bahwa ia sama dengan ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang hanya melihat tujuan hidup mereka tidak akan dapat mengerti sakitnya seseorang yang tidak mampu memilikinya. Orang-orang seperti Tokiomi memiliki ‘tujuan hidup’ sebagai dasar keyakinan mereka, tapi itu tidak dapat dimengerti di dalam pikiran Kotomine Kirei. Tidak sekalipun di dalam 20 tahun lebih dia pernah merasakan sensasi seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, dia tidak dapat mempertimbangkan sebuah tindakan yang paling baik, mendapatkan kepuasan dari segala tantangan, atau dapat beristirahat di dalam segala kenyamanan. Orang seperti ini tidak memiliki tujuan hidup dari awalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak dapat mengerti bagaimana ia bisa begitu jauhnya terkucil dari norma-norma yang dipegang oleh orang-orang biasa. Kirei bahkan tidak mengerti sebuah keinginan dimana dia bisa melakukan apapun untuk mendapatkanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia percaya bahwa Tuhan itu ada. Bahwa ada sebuah eksistensi luar biasa, walaupun dia tidak cukup dewasa untuk tahu apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hidup dengan kepercayaan bahwa suatu hari, suara Tuhan yang paling suci akan menuntun dia ke kebenaran yang sesungguhnya dan menyelamatkan dia. Berjudi atas harapan itu, memegang erat kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi didalam hatinya, dia tahu. Bahwa keselamatan tidak akan datang dari cintanya Tuhan untuk orang seperti dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi kemarahan dan keputusasaan menyudutkan dia menjadi seorang masokis. Dibawah alasan untuk penebusan dosa untuk melatih moralnya, dia berulang kali melukai dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tetapi penyiksaan itu justru menempa tubuh Kirei menjadi seperti besi, dan saat dia menyadarinya, dia telah sampai di puncak para elit di Gereja Suci sebagai ‘Eksekutor’, dimana tidak ada seorangpun yang dapat mengejar dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang menyebut itu sebuah ‘kemuliaan’. Iman dan disiplin Kotomine Kirei dipuji sebagai contoh untuk semua pendeta. Bahkan ayahnya Risei juga bukan pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei mengerti sepenuhnya mengapa Kotomine Risei memiliki begitu percaya dan mengagumi anaknya, tapi itu adalah sebuah kesalahpahaman jauh dari poin yang sebenarnya; karena sebenarnya, hatinya malu. Bahkan mungkin menghabiskan seluruh hidup seseorang ridak akan cukup untuk mengubah kesalahpahaman itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, tidak ada seorangpun yang dapat mengerti betapa kosongnya seorang Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, bahkan satu-satunya wanita yang ia cintai-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kepalanya terasa ringan, Kirei memperlambat jalannya dan menaruh telapak tanganya dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mencoba untuk mengingat istrinya, dia kehilangan pikirannya yang tidak fokus di dalam kabut yang turun. Ini terasa seperti berdiri di dalam kabut di ujung jurang. Naluri untuk hidupnya berteriak supaya ia jangan mengambil bahkan satu langkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menyadari, dia sudah sampai di dasar bukit. Kirei berhenti dan melihat ke belakang ke vila di ujung bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, dia belum mendapatkan kesimpulan yang memuaskan dari pertemuannya dengan Tosaka Tokiomi… Ini adalah sesuatu yang paling mengganggu Kirei.&lt;br /&gt;
Mengapa ‘Cawan’ yang memiliki kekuatan Tuhan memilih Kotomine Kirei?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan Tokiomi terdengar terburu-buru. Kalau Cawan itu  menginginkan suporter untuk Tokiomi, pasti masih banyak orang-orang yang lebih cocok untuk itu karena Cawan itu pasti menginginkan seseorang yang dapat menjadi teman bagi dia; bukan Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti ada sebuah alasan mengenai pemilihanya untuk ikut berperang di Perang Cawan yang selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… Semakin ia pikirkan, semakin Kirei menemukan bahwa inkonsistensi ini mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia singkatnya tidak memiliki ‘tujuan hidup’, atau impian ataupun cita-cita. Bagaimanapun kamu melihatnya, dia tidak menemukan alasan untuk menjadi pemilik sebuah keajaiban seperti sebuah ‘mesin pengabul permintaan.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah muram, Kirei melihat ke tiga simbol yang muncul di atas tangan kananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bilang bahwa Command Seals adalah tanda suci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia akan menemukan sebuah janji untuk dibawa, tiga tahun dari sekarang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version|Fate/Zero:Prologue 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=99320</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=99320"/>
		<updated>2011-06-09T08:31:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Fate_Zero_Prologue.jpg|200px|thumb|Prologue]]&lt;br /&gt;
===8 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
Mari kami ceritakan sebuah cerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cerita tentang seorang pria, yang lebih daripada yang lainya, memegang teguh jalan hidupnya, dan disudutkan ke dalam keputusasaan oleh mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Impian pria itu sangat murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bermimpi agar semua orang di dunia ini bahagia; hanya itu yang dia inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah impian kekanak-kanakan yang dimiliki semua laki-laki paling tidak sekali, sesuatu yang mereka tinggalkan saat mereka menyadari betapa kejamnya realita dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kebahagiaan memerlukan pengorbanan, pengertian tersebut adalah sesuatu yang semua anak belajar saat mereka tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, pria ini berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena dia adalah yang paling bodoh diantara yang lainya. Mungkin ada sesuatu yang aneh dengan kepalanya. Atau mungkin, dia adalah seseorang yang bisa kita sebut &#039;Santa&#039;, yang memikul kehendak Tuhan. Sesuatu yang tidak mungkin dimengerti oleh orang biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari bahwa semua yang hidup di dunia ini, hanya memiliki dua alternatif: pengorbanan, atau keselamatan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui hal itu, dia tidak akan mungkin lagi mengosongkan kedua piringan di timbanganya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, dia meneguhkan hatinya untuk mejadi seseorang yang mengatur timbangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi melenyapkan kesedihan di dunia ini, tidak ada lagi cara yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi menyelamatkan walaupun hanya satu orang, dia harus membunuh satu orang di sisi yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membiarkan sejumlah mayoritas hidup, dia harus membunuh sejumlah minoritas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, dia tidak belajar untuk menyelamatkan demi menyelamatkan orang lain, dia menyempurnakan diri dalam seni membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi dan lagi, dia membasahi kedua tanganya dengan darah, tetapi pria itu tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah mempertanyakan kebenaran dalam tindakanya, maupun meragukan cita-citanya, dia memaksa dirinya untuk mengatur kedua sisi timbanganya dengan sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah salah menimbang sebuah nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak dengan diskriminasi, pria itu menyelamatkan orang, dan tidak juga dengan diskriminasi, dia membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sayang, dia telat menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menimbang segalanya dengan sama rata, itu sama saja dengan tidak pernah mencintai seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saja dia lebih cepat mengukir hukum yang mutlak itu kedalam jiwanya, dia mungkin dapat mendapatkan keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membekukan hatinya sampai mati, membentuk tubuhnya menjadi timbangan mesin yang tidak memiliki darah maupun air mata, dia menjalankan hidup memisah-misakan mereka yang harus mati, dan mereka yang akan hidup. Itu bukan penderitaan untuk pria itu.&lt;br /&gt;
Tetapi pria itu salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman penuh kebahagiaan seseorang mengisi dadanya dengan kebanggaan, dan teriakan keputusasaan seseorang merobek hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan bercampur dengan kebencian, dan pria itu menjadi penuh dengan penyesalan saat air mata kesendirian rindu akan tangan-tangan terjulur kepadanya.&lt;br /&gt;
Walaupun dia mengejar mimpi yang melampaui pikiran manusia - Dia, sendiri, masih manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa kali banyaknya pria itu dihukum oleh kontradiksi ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenal arti persahabatan. Dia mengenal arti cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi saat menaruh nyawa seseorang yang ia cintai, dan ribuan orang asing, ke kiri dan kanan timbangan-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak akan membuat kesalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari mencintai seseorang, untuk mengadili nyawa orang itu sama dengan yang lainya, dia menimbangnya tanpa pilih kasih, dan tanpa pilih kasih menghukumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat bersama orang-orang yang disayanginya, dia selalu kelihatan seperti menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang, pria itu dijatuhi hukuman yang terberat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar jendela, badai salju telah membekukan segalanya. Malam musim dingin tersebut telah membekukan seluruh hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan itu berada di dalam sebuah kastil kuno dibangun diatas tanah yang beku, tetapi ruangan itu diselimuti oleh hangatnya api lembut yang menyala di perapian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kehangatan ruangan tersebut, pria itu menggendong sesuatu yang hidup di rangkulanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu yang sangat kecil- sebuah tubuh yang sangat kecilnya, ia kelihatan bisa lenyap seketika, dan tidak ada berat yang bisa menyatakan bahwa dia telah siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan gerakan yang paling lembut bisa berbahaya, seperti halnya salju yang diambil dengan tangan, dapat hancur bahkan dengan sedikit hentakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kerapuhan itu, sang anak melindungi temperatur tubuhnya dengan tertidur, bernafas dengan lembutnya. Itu adalah semua yang dapat dilakukan detakan di dalam dadanya saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan khawatir, dia hanya tertidur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pria itu mengangkat bayi itu di rangkulanya, sang ibu, membaringkan tubuhnya di atas sofa, tersenyum kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari mukanya yang masih pucat, bayi itu belum pulih sepenuhnya, meskipun demikian, wajah cantiknya yang mirip dengan permata tidak berubah sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih daripada semua itu, kebahagiaan yang mengisi senyumnya menghapus kelelahan yang seharusnya menodai wajah lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia selalu menangis dan susah ditenangkan, bahkan dengan kepada perawat yang seharusnya dia sudah biasa. Ini pertama kalinya dia membiarkan dirinya digendong dengan tenang... Dia mengerti, ya kan? Kalau kau itu adalah orang yang baik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menjawab, kebingungan, pria itu membandingkan sang ibu diatas ranjang dengan bayi di dalam gendongannya. Apakah senyum Irisviel pernah terlihat seindah itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pada awalnya adalah seorang wanita tanpa kebahagiaan. Tidak ada seorang pun yang pernah mengajarkan arti kata “bahagia” padanya. Dia bukanlah ciptaan Tuhan, dia diciptakan oleh tangan manusia... Sebagai sebuah homunculus, perlakuan seperti itu sudah biasa bagi wanita itu. Irisviel tidak pernah punya mimpi.&lt;br /&gt;
Diciptakan sebagai alat, dibesarkan sebagai alat, mungkin memang dari awal dia tidak pernah memiliki arti kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekarang- dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku bahagia bisa memiliki bayi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembutnya sambil menunjukan cintanya, Irisviel von Einsbern berkata, dan menjaga anaknya yang tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mulai saat ini, dia adalah yang pertama dan terpenting dari imitasi manusia. Ini pasti akan sulit, dan dia mungkin akan membenci ibunya yang telah memberikannya hidup penuh kesukaran. Tapi, walaupun itu, aku bahagia. Anak ini sangat cantik; dia sempurna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilanya memang tidak ada yang aneh, dan, melihat bayi itu, dia adalah bayi yang manis, tapi-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat masih berada di dalam kandungan ibunya, ratusan praktik magis telah dilakukan pada bayi yang belum lahir itu untuk merubahnya supaya, bahkan lebih dari ibunya, ia berbeda dari manusia. Walaupun dia lahir, kegunaanya dibatasi, supaya ia memiliki tubuh yang hanya terdiri dari kumpulan ratusan sirkuit magis. Ini adalah wujud sesungguhnya anak Irisviel yang sangat dicintainya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Walaupun mengalami kelahiran yang kejam tersebut, Irisviel tetap berkata, &amp;quot;Aku baik-baik saja.&amp;quot; Melahirkan sesuatu yang terkutuk, terlahir sebagai yang terkutuk, dia tetap mencintai anaknya, bangga akannya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan di balik kekuatan dia, keteguhan hatinya itu, adalah karena dia, tanpa ada keraguan, seorang &amp;quot;Ibu&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang seharusnya hanya sebuah alat saja menemukan cinta dan menjadi wanita, dan menemukan kekuatan yang tidak akan hancur sebagai seorang ibu. Itu adalah sebuah wajah &amp;quot;kebahagiaan&amp;quot; yang tidak seorang pun dapat merebutnya. Saat itu, kamar sang ibu dan anaknya yang dilindungi oleh kehangatan perapian terbebas dari keputusassan dan kesedihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi- pria itu tahu. Kalau dunia yang ia hidup di dalamnya, badai salju di luar jendela adalah yang paling tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iri, aku-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan satu kata itu, dada pria itu seperti ditusuk oleh sebilah pisau. Pisau itu adalah wajah damai sang bayi yang tertidur dan senyum indah sang ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku adalah orang yang, suatu hari, akan membunuhmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa akan muntah darah, Irisviel mengangguk dengan wajah tenang untuk membalas perkataanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti. Tentu saja. Itu adalah mimpi Einsberns. Itu adalah sesuatu yang aku inginkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah masa depan yang sudah dimatereikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enam tahun telah berlalu, sejak pria itu membawa istrinya ke tempat kematiannya. Sebagai korban yang akan menyelamatkan dunia, Irisviel harus mati supaya ia menggapai mimpinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sesuatu yang telah didiskusikan berkali-kali oleh keduanya,sesuatu yang mereka telah setujui.&lt;br /&gt;
Pria itu telah menangis dan berteriak putus asa atas keputusan itu, mengutuk dirinya, dan setiap kali, Irisviel memaafkan dia, dan menopang dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu tentang mimpimu, aku percaya pada doa-doamu; itulah mengapa aku ada disini. Kau telah menuntunku kemari. Kau telah memberikan aku hidup yang bukan sebagai alat untuk dipakai saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk impian yang sama, wanita itu mengorbankan dirinya. Dia telah menjadi bagian dari pria itu karenanya. Itu adalah wujud cinta wanita bernama Irisviel. Karena itu adalah wanita itu, pria itu sanggup mengijinkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu menangisi aku. Aku telah menjadi bagian dari kamu. Menahan dalam kesengsaraanmu karena perpisahan sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagaimana dengan anak ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh bayi itu sangat ringan seperti bulu burung, tetapi berat seperti dari dimensi lain membuat lutut pria itu gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia belum bisa mengerti, ataupun siap, untuk sesuatu yang harus dia lakukan saat menaruh bayi itu diatas timbangan yang dia bawa karena mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah menghakimi ataupun memaafkan, adalah jalan hidup pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, bahkan untuk jiwa yang murni itu, jalan hidupnya adalah kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… tidak pantas menggendong anak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria mengeluarkan suaranya, walaupun kebahagiannya baru saja dihancurkan oleh kegilaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu tetes air mata jatuh keatas pipi lembut bayi itu yang sedang ia gendong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangis dalam diam, pria itu jatuh berlutut diatas satu lutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengalahkan kekejaman dunia ini, dia menjadi seseorang yang lebih kejam… Namun, untuk pria itu yang masih mempunyai orang-orang yang ia cintai, mereka telah dijatuhi hukuman yang paling berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang paling ia cintai di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun harus menghancurkan dunia ini, dia mau melindungi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, pria itu mengerti. Suatu hari akan tiba dimana mimpi yang ia kejar meminta mereka sebagai tumbal- keputusan seperti apa pria seperti Emiya Kiritsugu akan lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu menangis, ketakutan kalau hari itu akan datang, takut akan kemungkinan satu-banding-seribu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu memeluk dirinya dengan erat. Irisviel bangkit dari tempat tidur dan menaruh tanganya dengan lembut ke atas pundak suaminya yang sedang menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan lupa. Bukankah ini mimpimu? Sebuah dunia dimana tidak seorang pun menangis seperti ini. Delapan tahun lagi… Dan semuanya akan berakhir. Kita akan menyelesaikan mimpi ini. &lt;br /&gt;
Aku yakin cawan suci itu akan menyelamatkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istrinya, mengerti sepenuhnya tentang penderitaanya, menghapus air mata Kiritsugu dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah hari itu tiba, kau harus menggendong anak ini, Ilyasviel, lagi. Busungkan dadamu seperti layaknya seorang ayah.”&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=99319</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=99319"/>
		<updated>2011-06-09T08:30:26Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Fate_Zero_Prologue.jpg|200px|thumb|Prologue]]&lt;br /&gt;
===8 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
Mari kami ceritakan sebuah cerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cerita tentang seorang pria, yang lebih daripada yang lainya, memegang teguh jalan hidupnya, dan disudutkan ke dalam keputusasaan oleh mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Impian pria itu sangat murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bermimpi agar semua orang di dunia ini bahagia; hanya itu yang dia inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah impian kekanak-kanakan yang dimiliki semua laki-laki paling tidak sekali, sesuatu yang mereka tinggalkan saat mereka menyadari betapa kejamnya realita dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kebahagiaan memerlukan pengorbanan, pengertian tersebut adalah sesuatu yang semua anak belajar saat mereka tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, pria ini berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena dia adalah yang paling bodoh diantara yang lainya. Mungkin ada sesuatu yang aneh dengan kepalanya. Atau mungkin, dia adalah seseorang yang bisa kita sebut &#039;Santa&#039;, yang memikul kehendak Tuhan. Sesuatu yang tidak mungkin dimengerti oleh orang biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari bahwa semua yang hidup di dunia ini, hanya memiliki dua alternatif: pengorbanan, atau keselamatan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui hal itu, dia tidak akan mungkin lagi mengosongkan kedua piringan di timbanganya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, dia meneguhkan hatinya untuk mejadi seseorang yang mengatur timbangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi melenyapkan kesedihan di dunia ini, tidak ada lagi cara yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi menyelamatkan walaupun hanya satu orang, dia harus membunuh satu orang di sisi yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membiarkan sejumlah mayoritas hidup, dia harus membunuh sejumlah minoritas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, dia tidak belajar untuk menyelamatkan demi menyelamatkan orang lain, dia menyempurnakan diri dalam seni membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi dan lagi, dia membasahi kedua tanganya dengan darah, tetapi pria itu tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah mempertanyakan kebenaran dalam tindakanya, maupun meragukan cita-citanya, dia memaksa dirinya untuk mengatur kedua sisi timbanganya dengan sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah salah menimbang sebuah nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak dengan diskriminasi, pria itu menyelamatkan orang, dan tidak juga dengan diskriminasi, dia membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sayang, dia telat menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menimbang segalanya dengan sama rata, itu sama saja dengan tidak pernah mencintai seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saja dia lebih cepat mengukir hukum yang mutlak itu kedalam jiwanya, dia mungkin dapat mendapatkan keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membekukan hatinya sampai mati, membentuk tubuhnya menjadi timbangan mesin yang tidak memiliki darah maupun air mata, dia menjalankan hidup memisah-misakan mereka yang harus mati, dan mereka yang akan hidup. Itu bukan penderitaan untuk pria itu.&lt;br /&gt;
Tetapi pria itu salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman penuh kebahagiaan seseorang mengisi dadanya dengan kebanggaan, dan teriakan keputusasaan seseorang merobek hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan bercampur dengan kebencian, dan pria itu menjadi penuh dengan penyesalan saat air mata kesendirian rindu akan tangan-tangan terjulur kepadanya.&lt;br /&gt;
Walaupun dia mengejar mimpi yang melampaui pikiran manusia - Dia, sendiri, masih manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa kali banyaknya pria itu dihukum oleh kontradiksi ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenal arti persahabatan. Dia mengenal arti cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi saat menaruh nyawa seseorang yang ia cintai, dan ribuan orang asing, ke kiri dan kanan timbangan-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak akan membuat kesalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari mencintai seseorang, untuk mengadili nyawa orang itu sama dengan yang lainya, dia menimbangnya tanpa pilih kasih, dan tanpa pilih kasih menghukumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat bersama orang-orang yang disayanginya, dia selalu kelihatan seperti menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang, pria itu dijatuhi hukuman yang terberat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar jendela, badai salju telah membekukan segalanya. Malam musim dingin tersebut telah membekukan seluruh hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan itu berada di dalam sebuah kastil kuno dibangun diatas tanah yang beku, tetapi ruangan itu diselimuti oleh hangatnya api lembut yang menyala di perapian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kehangatan ruangan tersebut, pria itu menggendong sesuatu yang hidup di rangkulanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu yang sangat kecil- sebuah tubuh yang sangat kecilnya, ia kelihatan bisa lenyap seketika, dan tidak ada berat yang bisa menyatakan bahwa dia telah siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan gerakan yang paling lembut bisa berbahaya, seperti halnya salju yang diambil dengan tangan, dapat hancur bahkan dengan sedikit hentakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kerapuhan itu, sang anak melindungi temperatur tubuhnya dengan tertidur, bernafas dengan lembutnya. Itu adalah semua yang dapat dilakukan detakan di dalam dadanya saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan khawatir, dia hanya tertidur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pria itu mengangkat bayi itu di rangkulanya, sang ibu, membaringkan tubuhnya di atas sofa, tersenyum kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari mukanya yang masih pucat, bayi itu belum pulih sepenuhnya, meskipun demikian, wajah cantiknya yang mirip dengan permata tidak berubah sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih daripada semua itu, kebahagiaan yang mengisi senyumnya menghapus kelelahan yang seharusnya menodai wajah lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia selalu menangis dan susah ditenangkan, bahkan dengan kepada perawat yang seharusnya dia sudah biasa. Ini pertama kalinya dia membiarkan dirinya digendong dengan tenang... Dia mengerti, ya kan? Kalau kau itu adalah orang yang baik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menjawab, kebingungan, pria itu membandingkan sang ibu diatas ranjang dengan bayi di dalam gendongannya. Apakah senyum Irisviel pernah terlihat seindah itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pada awalnya adalah seorang wanita tanpa kebahagiaan. Tidak ada seorang pun yang pernah mengajarkan arti kata “bahagia” padanya. Dia bukanlah ciptaan Tuhan, dia diciptakan oleh tangan manusia... Sebagai sebuah homunculus, perlakuan seperti itu sudah biasa bagi wanita itu. Irisviel tidak pernah punya mimpi.&lt;br /&gt;
Diciptakan sebagai alat, dibesarkan sebagai alat, mungkin memang dari awal dia tidak pernah memiliki arti kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekarang- dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku bahagia bisa memiliki bayi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembutnya sambil menunjukan cintanya, Irisviel von Einsbern berkata, dan menjaga anaknya yang tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mulai saat ini, dia adalah yang pertama dan terpenting dari imitasi manusia. Ini pasti akan sulit, dan dia mungkin akan membenci ibunya yang telah memberikannya hidup penuh kesukaran. Tapi, walaupun itu, aku bahagia. Anak ini sangat cantik; dia sempurna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilanya memang tidak ada yang aneh, dan, melihat bayi itu, dia adalah bayi yang manis, tapi-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat masih berada di dalam kandungan ibunya, ratusan praktik magis telah dilakukan pada bayi yang belum lahir itu untuk merubahnya supaya, bahkan lebih dari ibunya, ia berbeda dari manusia. Walaupun dia lahir, kegunaanya dibatasi, supaya ia memiliki tubuh yang hanya terdiri dari kumpulan ratusan sirkuit magis. Ini adalah wujud sesungguhnya anak Irisviel yang sangat dicintainya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Walaupun mengalami kelahiran yang kejam tersebut, Irisviel tetap berkata, &amp;quot;Aku baik-baik saja.&amp;quot; Melahirkan sesuatu yang terkutuk, terlahir sebagai yang terkutuk, dia tetap mencintai anaknya, bangga akannya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan di balik kekuatan dia, keteguhan hatinya itu, adalah karena dia, tanpa ada keraguan, seorang &amp;quot;Ibu&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang seharusnya hanya sebuah alat saja menemukan cinta dan menjadi wanita, dan menemukan kekuatan yang tidak akan hancur sebagai seorang ibu. Itu adalah sebuah wajah &amp;quot;kebahagiaan&amp;quot; yang tidak seorang pun dapat merebutnya. Saat itu, kamar sang ibu dan anaknya yang dilindungi oleh kehangatan perapian terbebas dari keputusassan dan kesedihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi- pria itu tahu. Kalau dunia yang ia hidup di dalamnya, badai salju di luar jendela adalah yang paling tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iri, aku-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan satu kata itu, dada pria itu seperti ditusuk oleh sebilah pisau. Pisau itu adalah wajah damai sang bayi yang tertidur dan senyum indah sang ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku adalah orang yang, suatu hari, akan membunuhmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa akan muntah darah, Irisviel mengangguk dengan wajah tenang untuk membalas perkataanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti. Tentu saja. Itu adalah mimpi Einsberns. Itu adalah sesuatu yang aku inginkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah masa depan yang sudah dimatereikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enam tahun telah berlalu, sejak pria itu membawa istrinya ke tempat kematiannya. Sebagai korban yang akan menyelamatkan dunia, Irisviel harus mati supaya ia menggapai mimpinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sesuatu yang telah didiskusikan berkali-kali oleh keduanya,sesuatu yang mereka telah setujui.&lt;br /&gt;
Pria itu telah menangis dan berteriak putus asa atas keputusan itu, mengutuk dirinya, dan setiap kali, Irisviel memaafkan dia, dan menopang dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu tentang mimpimu, aku percaya pada doa-doamu; itulah mengapa aku ada disini. Kau telah menuntunku kemari. Kau telah memberikan aku hidup yang bukan sebagai alat untuk dipakai saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk impian yang sama, wanita itu mengorbankan dirinya. Dia telah menjadi bagian dari pria itu karenanya. Itu adalah wujud cinta wanita bernama Irisviel. Karena itu adalah wanita itu, pria itu sanggup mengijinkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu menangisi aku. Aku telah menjadi bagian dari kamu. Menahan dalam kesengsaraanmu karena perpisahan sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagaimana dengan anak ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh bayi itu sangat ringan seperti bulu burung, tetapi berat seperti dari dimensi lain membuat lutut pria itu gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia belum bisa mengerti, ataupun siap, untuk sesuatu yang harus dia lakukan saat menaruh bayi itu diatas timbangan yang dia bawa karena mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah menghakimi ataupun memaafkan, adalah jalan hidup pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, bahkan untuk jiwa yang murni itu, jalan hidupnya adalah kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… tidak pantas menggendong anak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria mengeluarkan suaranya, walaupun kebahagiannya baru saja dihancurkan oleh kegilaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu tetes air mata jatuh keatas pipi lembut bayi itu yang sedang ia gendong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangis dalam diam, pria itu jatuh berlutut diatas satu lutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengalahkan kekejaman dunia ini, dia menjadi seseorang yang lebih kejam… Namun, untuk pria itu yang masih mempunyai orang-orang yang ia cintai, mereka telah dijatuhi hukuman yang paling berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang paling ia cintai di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun harus menghancurkan dunia ini, dia mau melindungi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, pria itu mengerti. Suatu hari akan tiba dimana mimpi yang ia kejar meminta mereka sebagai tumbal- keputusan seperti apa pria seperti Emiya Kiritsugu akan lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu menangis, ketakutan kalau hari itu akan datang, takut akan kemungkinan satu-banding-seribu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu memeluk dirinya dengan erat. Irisviel bangkit dari tempat tidur dan menaruh tanganya dengan lembut ke atas pundak suaminya yang sedang menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan lupa. Bukankah ini mimpimu? Sebuah dunia dimana tidak seorang pun menangis seperti ini. Delapan tahun lagi… Dan semuanya akan berakhir. Kita akan menyelesaikan mimpi ini. &lt;br /&gt;
Aku yakin cawan suci itu akan menyelamatkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istrinya, mengerti sepenuhnya tentang penderitaanya, menghapus air mata Kiritsugu dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah hari itu tiba, kau harus menggendong anak ini, Ilyasviel, lagi. Busungkan dadamu seperti layaknya seorang ayah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=99318</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=99318"/>
		<updated>2011-06-09T08:29:56Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Fate_Zero_Prologue.jpg|200px|thumb|Prologue]]&lt;br /&gt;
===8 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
Mari kami ceritakan sebuah cerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cerita tentang seorang pria, yang lebih daripada yang lainya, memegang teguh jalan hidupnya, dan disudutkan ke dalam keputusasaan oleh mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Impian pria itu sangat murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bermimpi agar semua orang di dunia ini bahagia; hanya itu yang dia inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah impian kekanak-kanakan yang dimiliki semua laki-laki paling tidak sekali, sesuatu yang mereka tinggalkan saat mereka menyadari betapa kejamnya realita dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kebahagiaan memerlukan pengorbanan, pengertian tersebut adalah sesuatu yang semua anak belajar saat mereka tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, pria ini berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena dia adalah yang paling bodoh diantara yang lainya. Mungkin ada sesuatu yang aneh dengan kepalanya. Atau mungkin, dia adalah seseorang yang bisa kita sebut &#039;Santa&#039;, yang memikul kehendak Tuhan. Sesuatu yang tidak mungkin dimengerti oleh orang biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari bahwa semua yang hidup di dunia ini, hanya memiliki dua alternatif: pengorbanan, atau keselamatan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui hal itu, dia tidak akan mungkin lagi mengosongkan kedua piringan di timbanganya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, dia meneguhkan hatinya untuk mejadi seseorang yang mengatur timbangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi melenyapkan kesedihan di dunia ini, tidak ada lagi cara yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi menyelamatkan walaupun hanya satu orang, dia harus membunuh satu orang di sisi yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membiarkan sejumlah mayoritas hidup, dia harus membunuh sejumlah minoritas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, dia tidak belajar untuk menyelamatkan demi menyelamatkan orang lain, dia menyempurnakan diri dalam seni membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi dan lagi, dia membasahi kedua tanganya dengan darah, tetapi pria itu tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah mempertanyakan kebenaran dalam tindakanya, maupun meragukan cita-citanya, dia memaksa dirinya untuk mengatur kedua sisi timbanganya dengan sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah salah menimbang sebuah nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak dengan diskriminasi, pria itu menyelamatkan orang, dan tidak juga dengan diskriminasi, dia membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sayang, dia telat menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menimbang segalanya dengan sama rata, itu sama saja dengan tidak pernah mencintai seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saja dia lebih cepat mengukir hukum yang mutlak itu kedalam jiwanya, dia mungkin dapat mendapatkan keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membekukan hatinya sampai mati, membentuk tubuhnya menjadi timbangan mesin yang tidak memiliki darah maupun air mata, dia menjalankan hidup memisah-misakan mereka yang harus mati, dan mereka yang akan hidup. Itu bukan penderitaan untuk pria itu.&lt;br /&gt;
Tetapi pria itu salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman penuh kebahagiaan seseorang mengisi dadanya dengan kebanggaan, dan teriakan keputusasaan seseorang merobek hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan bercampur dengan kebencian, dan pria itu menjadi penuh dengan penyesalan saat air mata kesendirian rindu akan tangan-tangan terjulur kepadanya.&lt;br /&gt;
Walaupun dia mengejar mimpi yang melampaui pikiran manusia - Dia, sendiri, masih manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa kali banyaknya pria itu dihukum oleh kontradiksi ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenal arti persahabatan. Dia mengenal arti cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi saat menaruh nyawa seseorang yang ia cintai, dan ribuan orang asing, ke kiri dan kanan timbangan-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak akan membuat kesalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari mencintai seseorang, untuk mengadili nyawa orang itu sama dengan yang lainya, dia menimbangnya tanpa pilih kasih, dan tanpa pilih kasih menghukumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat bersama orang-orang yang disayanginya, dia selalu kelihatan seperti menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang, pria itu dijatuhi hukuman yang terberat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar jendela, badai salju telah membekukan segalanya. Malam musim dingin tersebut telah membekukan seluruh hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan itu berada di dalam sebuah kastil kuno dibangun diatas tanah yang beku, tetapi ruangan itu diselimuti oleh hangatnya api lembut yang menyala di perapian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kehangatan ruangan tersebut, pria itu menggendong sesuatu yang hidup di rangkulanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu yang sangat kecil- sebuah tubuh yang sangat kecilnya, ia kelihatan bisa lenyap seketika, dan tidak ada berat yang bisa menyatakan bahwa dia telah siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan gerakan yang paling lembut bisa berbahaya, seperti halnya salju yang diambil dengan tangan, dapat hancur bahkan dengan sedikit hentakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kerapuhan itu, sang anak melindungi temperatur tubuhnya dengan tertidur, bernafas dengan lembutnya. Itu adalah semua yang dapat dilakukan detakan di dalam dadanya saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan khawatir, dia hanya tertidur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pria itu mengangkat bayi itu di rangkulanya, sang ibu, membaringkan tubuhnya di atas sofa, tersenyum kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari mukanya yang masih pucat, bayi itu belum pulih sepenuhnya, meskipun demikian, wajah cantiknya yang mirip dengan permata tidak berubah sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih daripada semua itu, kebahagiaan yang mengisi senyumnya menghapus kelelahan yang seharusnya menodai wajah lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia selalu menangis dan susah ditenangkan, bahkan dengan kepada perawat yang seharusnya dia sudah biasa. Ini pertama kalinya dia membiarkan dirinya digendong dengan tenang... Dia mengerti, ya kan? Kalau kau itu adalah orang yang baik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menjawab, kebingungan, pria itu membandingkan sang ibu diatas ranjang dengan bayi di dalam gendongannya. Apakah senyum Irisviel pernah terlihat seindah itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pada awalnya adalah seorang wanita tanpa kebahagiaan. Tidak ada seorang pun yang pernah mengajarkan arti kata “bahagia” padanya. Dia bukanlah ciptaan Tuhan, dia diciptakan oleh tangan manusia... Sebagai sebuah homunculus, perlakuan seperti itu sudah biasa bagi wanita itu. Irisviel tidak pernah punya mimpi.&lt;br /&gt;
Diciptakan sebagai alat, dibesarkan sebagai alat, mungkin memang dari awal dia tidak pernah memiliki arti kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekarang- dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku bahagia bisa memiliki bayi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembutnya sambil menunjukan cintanya, Irisviel von Einsbern berkata, dan menjaga anaknya yang tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mulai saat ini, dia adalah yang pertama dan terpenting dari imitasi manusia. Ini pasti akan sulit, dan dia mungkin akan membenci ibunya yang telah memberikannya hidup penuh kesukaran. Tapi, walaupun itu, aku bahagia. Anak ini sangat cantik; dia sempurna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilanya memang tidak ada yang aneh, dan, melihat bayi itu, dia adalah bayi yang manis, tapi-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat masih berada di dalam kandungan ibunya, ratusan praktik magis telah dilakukan pada bayi yang belum lahir itu untuk merubahnya supaya, bahkan lebih dari ibunya, ia berbeda dari manusia. Walaupun dia lahir, kegunaanya dibatasi, supaya ia memiliki tubuh yang hanya terdiri dari kumpulan ratusan sirkuit magis. Ini adalah wujud sesungguhnya anak Irisviel yang sangat dicintainya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Walaupun mengalami kelahiran yang kejam tersebut, Irisviel tetap berkata, &amp;quot;Aku baik-baik saja.&amp;quot; Melahirkan sesuatu yang terkutuk, terlahir sebagai yang terkutuk, dia tetap mencintai anaknya, bangga akannya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan di balik kekuatan dia, keteguhan hatinya itu, adalah karena dia, tanpa ada keraguan, seorang &amp;quot;Ibu&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang seharusnya hanya sebuah alat saja menemukan cinta dan menjadi wanita, dan menemukan kekuatan yang tidak akan hancur sebagai seorang ibu. Itu adalah sebuah wajah &amp;quot;kebahagiaan&amp;quot; yang tidak seorang pun dapat merebutnya. Saat itu, kamar sang ibu dan anaknya yang dilindungi oleh kehangatan perapian terbebas dari keputusassan dan kesedihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi- pria itu tahu. Kalau dunia yang ia hidup di dalamnya, badai salju di luar jendela adalah yang paling tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iri, aku-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan satu kata itu, dada pria itu seperti ditusuk oleh sebilah pisau. Pisau itu adalah wajah damai sang bayi yang tertidur dan senyum indah sang ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku adalah orang yang, suatu hari, akan membunuhmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa akan muntah darah, Irisviel mengangguk dengan wajah tenang untuk membalas perkataanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti. Tentu saja. Itu adalah mimpi Einsberns. Itu adalah sesuatu yang aku inginkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah masa depan yang sudah dimatereikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enam tahun telah berlalu, sejak pria itu membawa istrinya ke tempat kematiannya. Sebagai korban yang akan menyelamatkan dunia, Irisviel harus mati supaya ia menggapai mimpinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sesuatu yang telah didiskusikan berkali-kali oleh keduanya,sesuatu yang mereka telah setujui.&lt;br /&gt;
Pria itu telah menangis dan berteriak putus asa atas keputusan itu, mengutuk dirinya, dan setiap kali, Irisviel memaafkan dia, dan menopang dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu tentang mimpimu, aku percaya pada doa-doamu; itulah mengapa aku ada disini. Kau telah menuntunku kemari. Kau telah memberikan aku hidup yang bukan sebagai alat untuk dipakai saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk impian yang sama, wanita itu mengorbankan dirinya. Dia telah menjadi bagian dari pria itu karenanya. Itu adalah wujud cinta wanita bernama Irisviel. Karena itu adalah wanita itu, pria itu sanggup mengijinkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu menangisi aku. Aku telah menjadi bagian dari kamu. Menahan dalam kesengsaraanmu karena perpisahan sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagaimana dengan anak ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh bayi itu sangat ringan seperti bulu burung, tetapi berat seperti dari dimensi lain membuat lutut pria itu gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia belum bisa mengerti, ataupun siap, untuk sesuatu yang harus dia lakukan saat menaruh bayi itu diatas timbangan yang dia bawa karena mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah menghakimi ataupun memaafkan, adalah jalan hidup pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, bahkan untuk jiwa yang murni itu, jalan hidupnya adalah kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… tidak pantas menggendong anak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria mengeluarkan suaranya, walaupun kebahagiannya baru saja dihancurkan oleh kegilaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu tetes air mata jatuh keatas pipi lembut bayi itu yang sedang ia gendong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangis dalam diam, pria itu jatuh berlutut diatas satu lutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengalahkan kekejaman dunia ini, dia menjadi seseorang yang lebih kejam… Namun, untuk pria itu yang masih mempunyai orang-orang yang ia cintai, mereka telah dijatuhi hukuman yang paling berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang paling ia cintai di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun harus menghancurkan dunia ini, dia mau melindungi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, pria itu mengerti. Suatu hari akan tiba dimana mimpi yang ia kejar meminta mereka sebagai tumbal- keputusan seperti apa pria seperti Emiya Kiritsugu akan lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu menangis, ketakutan kalau hari itu akan datang, takut akan kemungkinan satu-banding-seribu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu memeluk dirinya dengan erat. Irisviel bangkit dari tempat tidur dan menaruh tanganya dengan lembut ke atas pundak suaminya yang sedang menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan lupa. Bukankah ini mimpimu? Sebuah dunia dimana tidak seorang pun menangis seperti ini. Delapan tahun lagi… Dan semuanya akan berakhir. Kita akan menyelesaikan mimpi ini. &lt;br /&gt;
Aku yakin cawan suci itu akan menyelamatkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istrinya, mengerti sepenuhnya tentang penderitaanya, menghapus air mata Kiritsugu dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah hari itu tiba, kau harus menggendong anak ini, Ilyasviel, lagi. Busungkan dadamu seperti layaknya seorang ayah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=99317</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=99317"/>
		<updated>2011-06-09T08:26:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===3 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita membahas mengenai topik supernatural, teori tentang dimensi menegaskan keberadaan sebuah ‘kekuatan’ dari luar dunia ini.&lt;br /&gt;
Menemukan permulaan dari segala sesuatu, adalah mimpi semua magus yang paling besar, sang ‘Awal’,… Tahta Tuhan, Akashic Records, adalah sebuah dokumen yang mencatat semua awal dan akhir dari segala sesuatu di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
200 tahun yang lalu, sekelompok orang melakukan eksperimen dan percobaan atas tempat ‘diluar dunia ini’.&lt;br /&gt;
Einsbern, Makiri, Tosaka. Disebut sebagai 3 keluarga permulaan, apa yang mereka lakukan adalah pembuatan ‘Cawan Suci’, sebuah topik yang terdapat di berbagai tradisi. Dengan harapan bahwa dengan memanggil Cawan tersebut  dapat mengabulkan segala permintaan, tiga keluarga magus menggabungkan seni rahasia masing-masing untuk membentuk ‘wadah dengan kekuatan Tuhan’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Sayangnya, Cawan itu hanya dapat mengabulkan permintaan satu orang. Segera setelah hal itu diketahui, ikatan kerja sama dengan cepatnya lenyap dalam darah oleh pertengkaran dan konflik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah awal dari ‘Perang Cawan Suci’, ‘Heaven’s Feel’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, setiap 60 tahun sekali, Cawan itu akan datang di sebuah kota yang terletak jauh di timur, ‘Fuyuki’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Cawan itu akan memilih 7 magus yang memiliki kemampuan dan kriteria untuk memilikinya, dan membagikan sejumlah prana yang sangat besar kepada mereka, untuk membuat mungkin pemanggilan Roh Para Pahlawan, ‘Servants’. Hasil dari pertempuran sampai mati ini akan menentukan siapakah diantara ketujuh magus yang paling layak medapatkan Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Untuk menjelaskan secara singkat, ini adalah hal yang sedang dialami oleh Kotomine Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pola yang muncul di tangan kananmu disebut ‘Command Seals’. Ini adalah bukti bahwa kamu telah dipilih oleh Cawan tersebut, dan sebuah tanda suci yang memberikanmu hak untuk memanggil Servant.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang, yang memiliki pesona dan ketegasan dalam suaranya, yang menjelaskan hal itu adalah Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam sebuah kamar yang terletak di dalam vila mewah yang dibangun diatas bukit kecil di distrik paling rapi di Turin selatan, Itali, 3 pria duduk di atas sofa panjang. Kirei dan Tokiomi, dan seorang pendeta yang memperkenalkan mereka dan mengawasi pembicaraan adalah Kotomine Risei… ayah kandung Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai teman seorang pendeta yang sebentar lagi akan mencapai umur 80, Tosaka adalah orang jepang yang eksentrik. Dia terlihat seumur dengan Kirei, sukses dan memiliki aura seorang professional. Lahir dalam silsilah keluarga kuno yang terkenal bahkan dalam standar orang jepang, vila ini adalah tempat tinggalnya yang kedua, seperti yang pria itu bilang. Tetapi yang paling menarik adalah dia dengan gampangnya memperkenalkan diri sebagai seorang ‘magus’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi seorang magus tidaklah seaneh kedengaranya, Kirei adalah, seperti ayahnya, seorang pastor, namun tugas sang ayah dan anak sangat berbeda dari apa yang orang-orang kenal dari seorang ‘Pastor’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Gereja Suci’, sebuah tempat dimana orang-orang seperti Kirei bernaung dibawahnya mempunyai doktrin di luar lingkaran keajaiban dan misteri, tetapi tetap memikul beban untuk melenyapkan semua ajaran sesat dari dunia ini. Mereka melakukanya dengan, mengambil tempat dimana mereka bisa mengawasi kegilaan seperti seni magis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang magus bekerja hanya dengan magus lainnya, dan bersatu di bawah sebuah organisasi magis yang menyebut dirinya ‘Asosiasi’, merupakan sebuah ancaman sebagai rival kepada Gereja Suci. Saat ini, mereka sepakat untuk menjaga sebuah perdamaian sementara; tapi walaupun begitu, sebuah situasi dimana seorang Pastor dari Gereja Suci dan seorang magus berkumpul di tempat yang sama untuk sebuah ceramah adalah sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh kedua belah pihak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kasus Risei, sang pendeta, keluarga Tosaka adalah seseorang yang mempunyai koneksi dengan Gereja, walaupun mereka adalah keluarga magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermula dari malam sebelumnya saat Kirei menemukan kemunculan sebuah pola yang terbentuk dari tiga bekas cakar. Dia telah mendiskusikan hal ini dengan ayahnya, dan Risei membawa anaknya ke Turin dengan segera keesokan paginya untuk bertemu dengan magus muda ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sana, setelah perkenalan yang terburu-buru, penjelasan yang Tokiomi berikan kepada Kirei di pertemuaan rahasia ini adalah mengenai peperangan yang sma, ‘Heaven’s Feel’. Arti dibalik tanda muncul di atas tangan Kirei… Itu adalah, hasil dari Kirei mendapatkan hak untuk memperebutkan kesempatan agar keinginannya dikabulkan oleh keajaiban yang akan dihasilkan dari kemunculan Cawan Suci yang keempat yang akan terjadi tiga tahun lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan berarti dia menolak untuk ikut berpartisipasi. Pekerjaan Kirei di dalam Gereja Suci adalah, singkatnya, pemusnahan ajaran sesat, artinya dia adalah seorang prajurit yang berpengalaman . Dapat dikatakan bahwa tugasnya yang paling utama adalah berperang sampai mati dengan para magus. Lebih tepatnya, masalahnya adalah sebuah kontradiksi yang perlu dilakukan Kirei, seorang pendeta, untuk berpartisipasi sebagai ‘magus’ di Heaven’s Feel yang merupakan pertempuran para magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel adalah peperangan dimana pertempuran dilakukan dengan menggunakan Servants sebagai familiars. Jadi untuk meneruskan ke tahap selanjutnya, seni magis paling dasar diperlukan untuk memanggil seorang Servant … Singkatnya, tujuh orang yang dipilih sebagai Masters dari para Servants harus menjadi magus. Ini pasti sebuah hal yang luar biasa bagi seseorang seperti kamu, yang bukan seorang magus, untuk dipilih oleh Cawan itu di tahap yang sangat awal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Cawan itu memiliki prioritas dalam memilih?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangguk kepada Kirei yang masih belum yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyebutkan ‘3 keluarga permulaan’- pemilihan akan memprioritaskan magus dari  keluarga Makiri, yang sekarang telah merubah namanya menjadi Mato, Einsbern atau Tohsaka. Dengan kata lain…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangkat tangan kananya untuk memperlihatkan pola suci miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebagai kepala keluarga Tokiomi yang sekarang, aku akan ikut berpartisipasi di perang selanjutnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, apakah pria ini berencana untuk menusuk Kirei dari belakang sesudah membimbing Kirei dengan sabarnya? Walaupun Kirei tidak mengerti akan hal itu, dia tetap melangkah maju sambil membawa ratusan pertanyaan di benaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tertarik tentang para Servants yang kamu sebutkan sebelumnya. Roh Para Pahlawan dipanggil dan dijadikan familiar, kau bilang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini mungkin sulit untuk dipercaya, tapi hal itu adalah sebuah fakta. Ini adalah salah satu keajaiban Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Legenda tentang para pahlawan dan raja, manusia super yang telah mengukir nama mereka di dalam sejarah dan dongeng. Mereka adalah seseorang yang tertinggal di dalam ingatan manusia setelah mereka mati dan dikeluarkan dari kategori manusia, dinaikan pangkatnya bahkan di dalam dimensi spritual; mereka adalah ‘Roh para Pahlawan’. Mereka yang memiliki status jauh lebih tinggi dari hantu atau roh jahat yang biasa dipanggil magus sebagai familiar. Intinya, mereka adalah sebuah eksistensi yang memiliki status spritual sebanding dengan Tuhan. Walaupun sebagian dari kekuatan mereka dapat dipanggil dan dipinjam, adalah sesuatu yang sangat mustahil untuk mejadikan mereka sebagai familiar di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kamu mempertimbangkan fakta bahwa membuat mungkin sesuatu yang tidak mungkin ini adalah kekuatan Cawan itu, kamu pasti mengerti betapa mengejutkannya kekuatan Cawan itu. Namun pada akhirnya, bahkan pemanggilan seorang Servant hanyalah sebuah pecahan kecil dari kekuatan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti berkata bahwa bahkan dirinya sendiri terkejut pada apa yang dia katakan, Tosaka Tokiomi menarik nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Roh Para Pahlawan dari jaman kuno para dewa sampai paling tidak satu abad yang lalu dapat dipanggil. Tujuh Roh Para Pahlawan akan menjadi pengikut tujuh Master, setiap dari mereka akan melindungi Master masing-masing dan melenyapkan musuh dari Masternya. Pahlawan dari segala jaman dan negara akan dipanggil ke jaman ini, dan akan bertempur di dalam perang sampai mati untuk memperebutkan supremasi. Itu adalah Perang Cawan Suci di Fuyuki, Heaven’s Feel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kegilaan macam apa itu? Di tempat dimana ribuan orang biasa tinggal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua magus mengikuti prinsip untuk menyembunyikan diri mereka. Itu adalah jalan satu-satunya untuk hidup di sebuah jaman dimana teknologi adalah kebenaran satu-satunya. Menunjukan keberadaan mereka adalah tidak mungkin kalau kita memasukan juga keberadaan Gereja Suci ke pertimbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kamu juga harus menyembunyikan kekuatan Roh Para Pahlawan yang dapat membawa bencana kehancuran. Menggunakan tujuh Servants di dalam konflik diantara manusia di jaman ini dan membuat mereka bertempur dengan satu sama lainya… Itu sama saja dengan memberi perintah untuk melakukan genosida dan pembantaian besar-besaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Tentu saja, ini adalah sebuah hal yang harus dimengerti untuk melakukan konfrontasi secara rahasia. Kamu harus menyiapkan pengawasan yang ketat untuk menjamin hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdiam saja sampai saat ini, pendeta Risei, melangkah maju dan menyuarakan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel berlangsung setiap 60 tahun sekali, dan ini adalah yang keempat kalinya. Pemasyrakatan jepang telah berjalan saat Perang Dunia kedua terjadi. Bahkan di tempat yang sangat terpencil, kita tidak bisa membiarkan orang-orang menyaksikan kerusakan yang serius menyebar. Jadi, sejak Heaven’s Feel yang ketiga, sebuah kesepakatan telah dibuat agar seseorang dari Gereja Suci dijadikan pengawas. Untuk meminimalkan bencana dari perang ini sedikit mungkin, kita harus menyembunyikan keberadaanya dan membuat para magus setuju untuk menjaga kerahasiaan perang ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi Gereja akan menjadi juri di dalam peperangan antar magus ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tepat sekali karena ini adalah konflik para magus. Tidak ada seorangpun di Asosiasi Magus yang bisa menjadi juri karena implikasi politik. Tidak ada lagi yang lebih baik daripada menggunakan pengaruh luar seperti Gereja Suci. Terlebih lagi, tidak mungkin Gereja kita akan membiarkan nama Cawan Suci digunakan sembarangan. Kita juga tidak bisa membiarkan kemungkinan bahwa Cawan itu adalah cawan yang pernah menampung darah dari anak Tuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei dan Risei, ayah dan anak, memiliki tugas di dalam pasal yang disebut Assembly of 8th Sacrament. Tugas dari kelompok itu di Gereja Suci adalah mengumpulkan peninggalan-peninggalan suci. Harta yang bernama Cawan Suci muncul di berbagai dongeng dan legenda, dan pengaruh dari “Cawan” itu di dalam doktrin Gereja Suci sangat besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dibawah kondisi itu, waktu yang lalu, di dalam kekacauan Perang Dunia, pertemuaan diadakan di waktu yang tepat itu mengenai Heaven’s Feel ketiga dan aku, yang masih muda, dipilih untuk melakukan sebuah pekerjaan penting. Untuk pertempuran yang selanjutnya, aku akan pergi ke kota Fuyuki untuk mengawasi perang ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata-kata ayahnya, Kirei hanya memiringkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Apakah pengawas dari Gereja sanggup bertindak dengan adil? Ini akan menjadi masalah kalu seorang peserta adalah saudara satu darah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, tenang. Kamu pikir ini adalah sebuah lubang di peraturan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman yang tidak biasa dari ayah yang keras kepala menunjukan sesuatu yang Kirei tidak bisa baca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kotomine-san, kamu tidak seharusnya menyusahkan anakmu. Mari kita pindah ke pertanyaan yang sesungguhnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiomi berkata denagn terus terang ke pendeta tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, baiklah.- Kirei, apa yang kita sudah jelaskan hanya tentang ‘aspek luar’ dari Perang Cawan ini. Ada alasan lain aku membawamu bertemu dengan Tuan Tosaka hari ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, kita telah menemukan bukti dari dulu bahwa Cawan yang muncul di Fuyuki berbeda dengan peninggalan suci ‘Anak Tuhan’. Pada akhirnya, peperangan di Heaven’s Feel di Fuyuki ini hanya memperebutkan harta yang sebenarnya adalah tiruan dengan kekuatan Tuhan, sesuatu yang dapat membuka jalan ke Utopia. Ini tidak ada hubunganya dengan Gereja kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang sebenarnya. Kalau tidak, Gereja Suci tidak akan puas dengan hanya menjadi seorang pengawas yang pasif. Kalau Cawan itu ternyata sebuah ‘Peninggalan Suci’ yang &lt;br /&gt;
sesungguhnya, Gereja pasti akan melanggar perjanjian perdamaian sementara itu dan merebut Cawan itu dari tangan para magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tujuan akhir dari cawan itu hanya untuk mendapatkan Akashic Records, Gereja Suci tidak akan peduli dengannya. Karena, keinginan para magus untuk menemuka ‘Akasha’, sang ‘Awal’, tidak bertentangan dengan ajaran kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Walaupun, untuk membiarkan diri kita untuk mengindahkan hal itu, kita memerlukan seseorang yang memiliki kemampuan. Jika seseorang yang tidak diinginkan masuk, kita tidak tahu kecelakaan macam apa yang akan terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, kalau kita melenyapkannya sebagai ajaran sesat-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah seseuatu yang sulit. Para magus yang berperang untuk Cawan itu memiliki daya juang yang tidak biasa. Kalau kita melawan mereka secara langsung, sebuah peperangan denag Asosiasi Magus tidak mungkin dihindari. Dan hal itu akan menghasilkan korban yang terlalu banyak. Lebih tepatnya, sebagai laternatif yang kedua, tidak ada yang lebih menarik daripada menemukan cara untuk memberikan cawan itu ke ‘orang yang tepat’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei sedikit demi sedikit mengerti alasan sebenarnya dari pertemuan ini mengingat ayahnya berteman dengan Tosaka Tokiomi, seorang magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena mereka telah ditindas oleh kepercayaan di tempat asal mereka, keluarga Tosaka mengikuti ajaran yang sama dengan kita. Mengenal karakter Tokiomi, dia sendiri lolos dari kualifikasi untuk menggunakan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiiomi mengangguk, lalu kembali berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menemukan ‘Akasha’. Tidak ada tujuan yang paling besar bagi kami Tosaka. Tapi, sayangnya, Einsberns and Matos, yang dahulu mempunyai tujuan yang sama, sudah tersesat ke hal duniawi, dan telah melupakan keinginan mereka yang awal. Aku tidak akan masuk ke bagaimana mereka telah mengundang empat Master dari luar. Mereka menginginkan Cawan itu demi nafsu mereka yang menjijikan, hanya itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti Gereja Suci tidak akan mengijinkan orang lain selain Tosaka Tokiomi sebagai pemilik Cawan itu. Sekarang Kirei mengerti tentang tugasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kamu mau aku ikut dalam perang yang selanjutnya untuk membiarkan Tosaka Tokiomi menang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Tosaka Tokiomi menunjukan senyumnya untuk pertama kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, kita akan bekerja sama secara rahasia melawan lima Master yang tersisa, dan membunuh mereka, untuk menambah kemungkinan kita untuk menang.”&lt;br /&gt;
Mendenagr perkataan Tokiomi, Pastor Risei mengangguk. Netralitas Gereja Suci sebagai seorang juri sudah berubah menjadi sebuah bahan tertawaan. Heaven’s Feel kali ini akan menarik, mengingat keinginan gereja dari perang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai itu, itu bukanlah sesuatu yang benar atau salah bagi Kirei. Kalau kemauan Gereja sudah jelas, yang tersisa adalah melakukan tugasnya sebagai eksekutor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu akan dipindahkan dari Gereja Suci ke Asosiasi Magus, dan kamu menjadi muridku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berhenti dan dengan jelas, Tosaka Tokiomi mempercepat penjelasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Dipindahkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pemindahan telah diresmikan, Kirei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan ini, Pastor Risei mengeluarkan sepucuk surat. Itu adalah surat pemberitahuan dengan tanda tangan Gereja Suci dan Asosiasi Magus didalamnya, dan ditujukan untuk Kotomine Kirei. Kirei lebih terkejut dengan kegunaan tindakan tersebut; hanya dari sehari sebelumnya ke hari ini, surat ini selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, tidak ada gunanya memberi pendapat bagi Kirei, ataupun memiliki alasan untuk tersinggung dari diskusi ini. Karena Kirei tidak memiliki tujuan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang paling penting yang harus kamu lakukan adalah berlatih seni magis di rumahku di Jepang. Heaven’s Feel yang selanjutnya terjadi 3 tahun lagi. Pada saat itu, kamu harus memiliki seorang Servant yang mengikutimu, dan menjadi magus yang berpartispasi di perang itu sebagai Master.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi- apakah ini tidak apa-apa? Kalau aku belajar di bawahmu, bukankah ini akan mencipatakan keraguan bahwa kita bekerja sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi memberikan senyuman yang dingin dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak mengerti apa-apa tentang magus. Kalau kepentingan mereka bertentangan, konflik antara guru dan murid yang berakhir dengan pertempuran sampai mati adalah sesuatu yang biasa di dunia kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aah, jadi begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Kirei tidak bermaksud untuk mengerti tentang magus, dia sedikit banyak mengerti tentang karakter dari sebuah ras bernama magus. Dia telah melawan magus ‘sesat’ dalam berbagai peristiwa sebagai eksekutor. Jumlah orang yang telah ia lenyapkan dengan tanganya melebihi jumlah puluhan atau dua puluhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kamu mempunyai pertanyaan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Tokiomi akan mengakhiri pertemuan ini, Kirei membalas dengan pertanyaan yang ada di benaknya dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya satu – Cawan ini memilih para Master, apakah tujuan yang sebenarnya dari itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan merupakan pertanyaan yang telah Tokiomi prediksi. Alis sang magus mengerut sebentar, lalu dia memberikan jawaban dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cawan itu akan… Tentu saja, akan memilih para Master yang membutuhkannya dengan sepenuh hati. Seperti yang katakan sebelumnya, kami Tosaka akan dimasukkan ke dalam urutan paling atas sebagai salah satu dari 3 keluarga permulaan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, semua Master yang dipilih memiliki alasan untuk menginginkan Cawan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak hanya sebatas itu saja. Cawan itu membutuhkan 7 orang untuk datang. Kalau jumlahnya tidak cukup pada saat yang sekarang, orang-orang yang biasanya tidak akan dipilih bisa mendapatkan Command Seals. Mungkin ada beberapa kasus seperti ini sebelumnya, tetapi- Aah, aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berbicara, Tokiomi mengerti apa yang Kirei ragukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu berpikir bahwa kamu tidak mungkin dipilih, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei mengangguk. Tidak peduli betapa kerasnya kamu mencari, tidak mungkin ada alasan mengapa mesin pengabul permintaan itu memilih dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, benar juga, ini aneh. Satu-satunya hal yang menghubungkanmu dengan Cawan itu adalah ayahmu, yang dipilih sebagai pengawas, tetapi… Tidak, kamu bisa berpikir bahwa itu adalah alasan satu-satunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cawan itu sudah mengantisipasi bahwa Gereja Suci akan membantu keluarga Tosaka. Jadi seorang eksekutor dari Gereja yang sanggup memiliki Command Seals akan membantu Tosaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan hal ini, Tokiomi, yang merasa puas saat mengakhiri diskusi ini, menambahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, Cawan itu memberikan aku, seseorang dari keluarga Tosaka, dua Command Seals, karena itu, dia memilih kamu sebagai Master.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Bagaimana dengan itu? Apakah keismpulan ini menjawab pertanyaanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, dia memberikan penjelasannya sendiri dengan nada yang menantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
Rasa percaya diri yang sombong ini cocok dengan pria yang dipanggil Tosaka Tokiomi. Pria ini memegang sebuah harga diri yang mendekati sindiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, sebagai seorang magus, dia adalah seorang yang sempurna. Dan dia pasti memiliki rasa percaya diri yang datang bersamaan dengan kesempurnaan itu. Itulah sebabnya dia mungkin tidak akan pernah meragukan pendapatnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu artinya dia tidak akan mendapatkan jawaban yang lain disini sekarang- Itu adalah kesimpulan Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kapan kita berangkat ke Jepang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyembunyikan kekecewaanya, Kirei merubah topik pembicaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengunjungi Inggris sebentar. Aku memiliki perkerjaan kecil di Clock Tower.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu akan pergi ke jepang lebih dahulu. Aku akan memberitahu keluargaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimengerti. Jadi, Aku akan berangkat secepatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei, pergilah lebih dahulu. Aku memiliki sesuatu untuk didiskusikan dengan Tuan Tohsaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menganggukan kepala pada perkataaan ayahnya, Kirei bangkit dari tempat duduknya dan, setelah memberi salam dengan mengangguk, meninggalkan ruangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal di dalam ruangan itu, Tosaka Tokiomi dan Pastor Risei melihat Kotomine Kirei pergi dalam diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau memiliki seorang anak yang dapat diandalkan, Kotomine-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemampuanya sebagai ‘Eksekutor’ dapat dijamin.  Tidak ada dari seangkatan dia yang bekerja lebih keras daripada dia saat masa pelatihan. Akulah seseorang yang perlu kamu ragukan.”&lt;br /&gt;
“Ho… Apakah ini kebiasaan teladan seorang pelindung iman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku malu mengatakan ini, tapi Kirei adalah kebanggaan satu-satunya orang tua yang bodoh seperti aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta tua itu terkenal akan kekakuannya, tapi, merasa nyaman dengan Tokiomi, dia tersenyum. Saat matanya tertuju ke anak satu-satunya, kepercayaan dan cinta dia terlihat sepenuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat aku masih juga tidak memiliki anak saat melewati umur 50, aku telah menyerah untuk mendapatkan seorang keturunan… Tapi sekarang, aku terkejut melihat betapa besarnya anak itu telah tumbuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun, dia setuju lebih mudah dari yang aku bayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anakku akan melompat kedalam kobaran api jika itu adalah keinginan Gereja. Itu menunjukan betapa jauhnya ia akan pergi demi imannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walupun Tokiomi tidak bermaksud untuk meragukan perkataan Pastor tua itu, kesan yang dia punya tentang anak Pendeta Risei bukanlah ‘iman yang berapi-api’. Penampilan tenang pria bernama Kirei terkesan seperti kekosongan ke dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, itu adalah sebuah kekecewaan. Bagaimanapun aku melihat dia, dia terlihat hanya terlibat di sesuatu yang tidak hubungan dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… itu mungkin sebuah keselamatan bagi dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara dengan tidak pasti, Pastor Risei mulai berkata dengan kelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang pribadi, tapi istrinya meninggal beberapa hari yang lalu. Mereka belum melewati bahkan dua tahun dalam pernikahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Saya-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi kehilangan kata-kata atas peristiwa yang mengejutkan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun tidak kelihatan, dia menahanya dengan baik… Dia memiliki terlalu banyak kenangan di Itali, Mungkin sekarang, bagi Kirei, kembali ke tanah kelahirannya untuk misi yang baru dapat membantu menyembuhkan lukanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Risei mendesah setelah berbicara. Tokiomi tetap memandang orang tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tokiomi-kun, bukankah nilai seseorang yang sesungguhnya terlihat saat dalam kesusahan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi membungkuk dalam atas kata-kata Pastor tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hutangku kepada Gereja Suci dan kedua generasi keluarga Tokiomi ini akan diukir di dalam prinsip keluargaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak. Aku hanya memenuhi sumpahku untuk generasi masa depan Tosaka. – Sisanya hanya berdoa kepada perlindungan Tuhan sampai perjalanmu membawa kamu ke sang ‘Awal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Penyesalan kakekku, impian terbesar Tosaka… ini adalah arti dan tujuan hidupku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyembunyikan betapa rasa percaya dirinya dicekik oleh beratnya tanggung jawab dia, Tokiomi mengannguk dengan pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kali ini, aku akan mendapatkan Cawan itu. Aku akan membuat itu terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada harga diri Tokiomi, Pastor Risei memberkati ingatan tentang temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Temanku… Kau juga mendapatkan seorang keturunan yang luar biasa.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat angin dari laut Mediterranian mengacak-acak rambutnya, Kotomine Kirei berjalan dari vila yang terletak di atas bukit, sendirian dan dalam diam, di jalan kecil yang panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Kirei dapat menyudun semua kesan yang dia dapat dari pria yang bernama Tosaka Tokiomi, yang baru saja dia bertemu dengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia telah melewati kehidupan yang keras. Seperti harga dirinya muncul dari melewati pengalaman yang keras itu, dia adalah seseorang yang memiliki harga diri yang besar yang bisa dia banggakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengerti karakter tersebut sangat baik. Ayah Kirei adalah orang yang sama dengan Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia yang telah mengartikan tujuan dibalik kelahiran mereka, dibalik eksistensi mereka, dan mengikuti tujuan itu tanpa ragu. Mereka tidak akan pernah bimbang, tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menempa itu dengan tekad baja dari tindakan dengan tujuan yang jelas, maju hanya dengan kepuasan dari ‘sesuatu’ yang merupakan tujuan hidup mereka, di semua aspek kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Bentuk dari keyakinan’ ini bisa menjadi, dalam kasus ayah Kirei, seorang yang sangat beriman; dan dalam kasus Tosaka Tokiomi, mungkin itu adalah kepercayaan diri oleh orang yang terpilih – sebuah hak yang tidak dimiliki orang biasa, dan kesadaran seseorang yang memiliki tanggung jawab untuk dipikul. Dia adalah salah satu ‘bangsawan asli’ yang tersisa yang sangat jarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai dari sekarang, eksistensi seorang Tosaka Tokiomi mungkin akan menyebabkan implikasi penting bagi Kirei… Tapi walaupun begitu, dia bukanlah orang cocok dengan orang seperti Kirei. Itu sama saja dengan berkata bahwa ia sama dengan ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang hanya melihat tujuan hidup mereka tidak akan dapat mengerti sakitnya seseorang yang tidak mampu memilikinya. Orang-orang seperti Tokiomi memiliki ‘tujuan hidup’ sebagai dasar keyakinan mereka, tapi itu tidak dapat dimengerti di dalam pikiran Kotomine Kirei. Tidak sekalipun di dalam 20 tahun lebih dia pernah merasakan sensasi seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, dia tidak dapat mempertimbangkan sebuah tindakan yang paling baik, mendapatkan kepuasan dari segala tantangan, atau dapat beristirahat di dalam segala kenyamanan. Orang seperti ini tidak memiliki tujuan hidup dari awalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak dapat mengerti bagaimana ia bisa begitu jauhnya terkucil dari norma-norma yang dipegang oleh orang-orang biasa. Kirei bahkan tidak mengerti sebuah keinginan dimana dia bisa melakukan apapun untuk mendapatkanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia percaya bahwa Tuhan itu ada. Bahwa ada sebuah eksistensi luar biasa, walaupun dia tidak cukup dewasa untuk tahu apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hidup dengan kepercayaan bahwa suatu hari, suara Tuhan yang paling suci akan menuntun dia ke kebenaran yang sesungguhnya dan menyelamatkan dia. Berjudi atas harapan itu, memegang erat kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi didalam hatinya, dia tahu. Bahwa keselamatan tidak akan datang dari cintanya Tuhan untuk orang seperti dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi kemarahan dan keputusasaan menyudutkan dia menjadi seorang masokis. Dibawah alasan untuk penebusan dosa untuk melatih moralnya, dia berulang kali melukai dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tetapi penyiksaan itu justru menempa tubuh Kirei menjadi seperti besi, dan saat dia menyadarinya, dia telah sampai di puncak para elit di Gereja Suci sebagai ‘Eksekutor’, dimana tidak ada seorangpun yang dapat mengejar dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang menyebut itu sebuah ‘kemuliaan’. Iman dan disiplin Kotomine Kirei dipuji sebagai contoh untuk semua pendeta. Bahkan ayahnya Risei juga bukan pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei mengerti sepenuhnya mengapa Kotomine Risei memiliki begitu percaya dan mengagumi anaknya, tapi itu adalah sebuah kesalahpahaman jauh dari poin yang sebenarnya; karena sebenarnya, hatinya malu. Bahkan mungkin menghabiskan seluruh hidup seseorang ridak akan cukup untuk mengubah kesalahpahaman itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, tidak ada seorangpun yang dapat mengerti betapa kosongnya seorang Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, bahkan satu-satunya wanita yang ia cintai-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kepalanya terasa ringan, Kirei memperlambat jalannya dan menaruh telapak tanganya dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mencoba untuk mengingat istrinya, dia kehilangan pikirannya yang tidak fokus di dalam kabut yang turun. Ini terasa seperti berdiri di dalam kabut di ujung jurang. Naluri untuk hidupnya berteriak supaya ia jangan mengambil bahkan satu langkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menyadari, dia sudah sampai di dasar bukit. Kirei berhenti dan melihat ke belakang ke vila di ujung bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, dia belum mendapatkan kesimpulan yang memuaskan dari pertemuannya dengan Tosaka Tokiomi… Ini adalah sesuatu yang paling mengganggu Kirei.&lt;br /&gt;
Mengapa ‘Cawan’ yang memiliki kekuatan Tuhan memilih Kotomine Kirei?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan Tokiomi terdengar terburu-buru. Kalau Cawan itu  menginginkan suporter untuk Tokiomi, pasti masih banyak orang-orang yang lebih cocok untuk itu karena Cawan itu pasti menginginkan seseorang yang dapat menjadi teman bagi dia; bukan Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti ada sebuah alasan mengenai pemilihanya untuk ikut berperang di Perang Cawan yang selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… Semakin ia pikirkan, semakin Kirei menemukan bahwa inkonsistensi ini mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia singkatnya tidak memiliki ‘tujuan hidup’, atau impian ataupun cita-cita. Bagaimanapun kamu melihatnya, dia tidak menemukan alasan untuk menjadi pemilik sebuah keajaiban seperti sebuah ‘mesin pengabul permintaan.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah muram, Kirei melihat ke tiga simbol yang muncul di atas tangan kananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bilang bahwa Command Seals adalah tanda suci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia akan menemukan sebuah janji untuk dibawa, tiga tahun dari sekarang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version|Fate/Zero:Prologue 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=99316</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=99316"/>
		<updated>2011-06-09T08:24:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===3 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita membahas mengenai topik supernatural, teori tentang dimensi menegaskan keberadaan sebuah ‘kekuatan’ dari luar dunia ini.&lt;br /&gt;
Menemukan permulaan dari segala sesuatu, adalah mimpi semua magus yang paling besar, sang ‘Awal’,… Tahta Tuhan, Akashic Records, adalah sebuah dokumen yang mencatat semua awal dan akhir dari segala sesuatu di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
200 tahun yang lalu, sekelompok orang melakukan eksperimen dan percobaan atas tempat ‘diluar dunia ini’.&lt;br /&gt;
Einsbern, Makiri, Tosaka. Disebut sebagai 3 keluarga permulaan, apa yang mereka lakukan adalah pembuatan ‘Cawan Suci’, sebuah topik yang terdapat di berbagai tradisi. Dengan harapan bahwa dengan memanggil Cawan tersebut  dapat mengabulkan segala permintaan, tiga keluarga magus menggabungkan seni rahasia masing-masing untuk membentuk ‘wadah dengan kekuatan Tuhan’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Sayangnya, Cawan itu hanya dapat mengabulkan permintaan satu orang. Segera setelah hal itu diketahui, ikatan kerja sama dengan cepatnya lenyap dalam darah oleh pertengkaran dan konflik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah awal dari ‘Perang Cawan Suci’, ‘Heaven’s Feel’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, setiap 60 tahun sekali, Cawan itu akan datang di sebuah kota yang terletak jauh di timur, ‘Fuyuki’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, Cawan itu akan memilih 7 magus yang memiliki kemampuan dan kriteria untuk memilikinya, dan membagikan sejumlah prana yang sangat besar kepada mereka, untuk membuat mungkin pemanggilan Roh Para Pahlawan, ‘Servants’. Hasil dari pertempuran sampai mati ini akan menentukan siapakah diantara ketujuh magus yang paling layak medapatkan Cawan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Untuk menjelaskan secara singkat, ini adalah hal yang sedang dialami oleh Kotomine Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pola yang muncul di tangan kananmu disebut ‘Command Seals’. Ini adalah bukti bahwa kamu telah dipilih oleh Cawan tersebut, dan sebuah tanda suci yang memberikanmu hak untuk memanggil Servant.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang, yang memiliki pesona dan ketegasan dalam suaranya, yang menjelaskan hal itu adalah Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam sebuah kamar yang terletak di dalam vila mewah yang dibangun diatas bukit kecil di distrik paling rapi di Turin selatan, Itali, 3 pria duduk di atas sofa panjang. Kirei dan Tokiomi, dan seorang pendeta yang memperkenalkan mereka dan mengawasi pembicaraan adalah Kotomine Risei… ayah kandung Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai teman seorang pendeta yang sebentar lagi akan mencapai umur 80, Tosaka adalah orang jepang yang eksentrik. Dia terlihat seumur dengan Kirei, sukses dan memiliki aura seorang professional. Lahir dalam silsilah keluarga kuno yang terkenal bahkan dalam standar orang jepang, vila ini adalah tempat tinggalnya yang kedua, seperti yang pria itu bilang. Tetapi yang paling menarik adalah dia dengan gampangnya memperkenalkan diri sebagai seorang ‘magus’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi seorang magus tidaklah seaneh kedengaranya, Kirei adalah, seperti ayahnya, seorang pastor, namun tugas sang ayah dan anak sangat berbeda dari apa yang orang-orang kenal dari seorang ‘Pastor’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Gereja Suci’, sebuah tempat dimana orang-orang seperti Kirei bernaung dibawahnya mempunyai doktrin di luar lingkaran keajaiban dan misteri, tetapi tetap memikul beban untuk melenyapkan semua ajaran sesat dari dunia ini. Mereka melakukanya dengan, mengambil tempat dimana mereka bisa mengawasi kegilaan seperti seni magis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang magus bekerja hanya dengan magus lainnya, dan bersatu di bawah sebuah organisasi magis yang menyebut dirinya ‘Asosiasi’, merupakan sebuah ancaman sebagai rival kepada Gereja Suci. Saat ini, mereka sepakat untuk menjaga sebuah perdamaian sementara; tapi walaupun begitu, sebuah situasi dimana seorang Pastor dari Gereja Suci dan seorang magus berkumpul di tempat yang sama untuk sebuah ceramah adalah sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh kedua belah pihak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kasus Risei, sang pendeta, keluarga Tosaka adalah seseorang yang mempunyai koneksi dengan Gereja, walaupun mereka adalah keluarga magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermula dari malam sebelumnya saat Kirei menemukan kemunculan sebuah pola yang terbentuk dari tiga bekas cakar. Dia telah mendiskusikan hal ini dengan ayahnya, dan Risei membawa anaknya ke Turin dengan segera keesokan paginya untuk bertemu dengan magus muda ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sana, setelah perkenalan yang terburu-buru, penjelasan yang Tokiomi berikan kepada Kirei di pertemuaan rahasia ini adalah mengenai peperangan yang sma, ‘Heaven’s Feel’. Arti dibalik tanda muncul di atas tangan Kirei… Itu adalah, hasil dari Kirei mendapatkan hak untuk memperebutkan kesempatan agar keinginannya dikabulkan oleh keajaiban yang akan dihasilkan dari kemunculan Cawan Suci yang keempat yang akan terjadi tiga tahun lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan berarti dia menolak untuk ikut berpartisipasi. Pekerjaan Kirei di dalam Gereja Suci adalah, singkatnya, pemusnahan ajaran sesat, artinya dia adalah seorang prajurit yang berpengalaman . Dapat dikatakan bahwa tugasnya yang paling utama adalah berperang sampai mati dengan para magus. Lebih tepatnya, masalahnya adalah sebuah kontradiksi yang perlu dilakukan Kirei, seorang pendeta, untuk berpartisipasi sebagai ‘magus’ di Heaven’s Feel yang merupakan pertempuran para magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel adalah peperangan dimana pertempuran dilakukan dengan menggunakan Servants sebagai familiars. Jadi untuk meneruskan ke tahap selanjutnya, seni magis paling dasar diperlukan untuk memanggil seorang Servant … Singkatnya, tujuh orang yang dipilih sebagai Masters dari para Servants harus menjadi magus. Ini pasti sebuah hal yang luar biasa bagi seseorang seperti kamu, yang bukan seorang magus, untuk dipilih oleh Cawan itu di tahap yang sangat awal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Cawan itu memiliki prioritas dalam memilih?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangguk kepada Kirei yang masih belum yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyebutkan ‘3 keluarga permulaan’- pemilihan akan memprioritaskan magus dari  keluarga Makiri, yang sekarang telah merubah namanya menjadi Mato, Einsbern atau Tohsaka. Dengan kata lain…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangkat tangan kananya untuk memperlihatkan pola suci miliknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebagai kepala keluarga Tokiomi yang sekarang, aku akan ikut berpartisipasi di perang selanjutnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, apakah pria ini berencana untuk menusuk Kirei dari belakang sesudah membimbing Kirei dengan sabarnya? Walaupun Kirei tidak mengerti akan hal itu, dia tetap melangkah maju sambil membawa ratusan pertanyaan di benaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tertarik tentang para Servants yang kamu sebutkan sebelumnya. Roh Para Pahlawan dipanggil dan dijadikan familiar, kau bilang…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini mungkin sulit untuk dipercaya, tapi hal itu adalah sebuah fakta. Ini adalah salah satu keajaiban Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Legenda tentang para pahlawan dan raja, manusia super yang telah mengukir nama mereka di dalam sejarah dan dongeng. Mereka adalah seseorang yang tertinggal di dalam ingatan manusia setelah mereka mati dan dikeluarkan dari kategori manusia, dinaikan pangkatnya bahkan di dalam dimensi spritual; mereka adalah ‘Roh para Pahlawan’. Mereka yang memiliki status jauh lebih tinggi dari hantu atau roh jahat yang biasa dipanggil magus sebagai familiar. Intinya, mereka adalah sebuah eksistensi yang memiliki status spritual sebanding dengan Tuhan. Walaupun sebagian dari kekuatan mereka dapat dipanggil dan dipinjam, adalah sesuatu yang sangat mustahil untuk mejadikan mereka sebagai familiar di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kamu mempertimbangkan fakta bahwa membuat mungkin sesuatu yang tidak mungkin ini adalah kekuatan Cawan itu, kamu pasti mengerti betapa mengejutkannya kekuatan Cawan itu. Namun pada akhirnya, bahkan pemanggilan seorang Servant hanyalah sebuah pecahan kecil dari kekuatan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti berkata bahwa bahkan dirinya sendiri terkejut pada apa yang dia katakan, Tosaka Tokiomi menarik nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Roh Para Pahlawan dari jaman kuno para dewa sampai paling tidak satu abad yang lalu dapat dipanggil. Tujuh Roh Para Pahlawan akan menjadi pengikut tujuh Master, setiap dari mereka akan melindungi Master masing-masing dan melenyapkan musuh dari Masternya. Pahlawan dari segala jaman dan negara akan dipanggil ke jaman ini, dan akan bertempur di dalam perang sampai mati untuk memperebutkan supremasi. Itu adalah Perang Cawan Suci di Fuyuki, Heaven’s Feel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kegilaan macam apa itu? Di tempat dimana ribuan orang biasa tinggal?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua magus mengikuti prinsip untuk menyembunyikan diri mereka. Itu adalah jalan satu-satunya untuk hidup di sebuah jaman dimana teknologi adalah kebenaran satu-satunya. Menunjukan keberadaan mereka adalah tidak mungkin kalau kita memasukan juga keberadaan Gereja Suci ke pertimbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi kamu juga harus menyembunyikan kekuatan Roh Para Pahlawan yang dapat membawa bencana kehancuran. Menggunakan tujuh Servants di dalam konflik diantara manusia di jaman ini dan membuat mereka bertempur dengan satu sama lainya… Itu sama saja dengan memberi perintah untuk melakukan genosida dan pembantaian besar-besaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Tentu saja, ini adalah sebuah hal yang harus dimengerti untuk melakukan konfrontasi secara rahasia. Kamu harus menyiapkan pengawasan yang ketat untuk menjamin hal tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdiam saja sampai saat ini, pendeta Risei, melangkah maju dan menyuarakan pendapatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel berlangsung setiap 60 tahun sekali, dan ini adalah yang keempat kalinya. Pemasyrakatan jepang telah berjalan saat Perang Dunia kedua terjadi. Bahkan di tempat yang sangat terpencil, kita tidak bisa membiarkan orang-orang menyaksikan kerusakan yang serius menyebar. Jadi, sejak Heaven’s Feel yang ketiga, sebuah kesepakatan telah dibuat agar seseorang dari Gereja Suci dijadikan pengawas. Untuk meminimalkan bencana dari perang ini sedikit mungkin, kita harus menyembunyikan keberadaanya dan membuat para magus setuju untuk menjaga kerahasiaan perang ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi Gereja akan menjadi juri di dalam peperangan antar magus ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tepat sekali karena ini adalah konflik para magus. Tidak ada seorangpun di Asosiasi Magus yang bisa menjadi juri karena implikasi politik. Tidak ada lagi yang lebih baik daripada menggunakan pengaruh luar seperti Gereja Suci. Terlebih lagi, tidak mungkin Gereja kita akan membiarkan nama Cawan Suci digunakan sembarangan. Kita juga tidak bisa membiarkan kemungkinan bahwa Cawan itu adalah cawan yang pernah menampung darah dari anak Tuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei dan Risei, ayah dan anak, memiliki tugas di dalam pasal yang disebut Assembly of 8th Sacrament. Tugas dari kelompok itu di Gereja Suci adalah mengumpulkan peninggalan-peninggalan suci. Harta yang bernama Cawan Suci muncul di berbagai dongeng dan legenda, dan pengaruh dari “Cawan” itu di dalam doktrin Gereja Suci sangat besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dibawah kondisi itu, waktu yang lalu, di dalam kekacauan Perang Dunia, pertemuaan diadakan di waktu yang tepat itu mengenai Heaven’s Feel ketiga dan aku, yang masih muda, dipilih untuk melakukan sebuah pekerjaan penting. Untuk pertempuran yang selanjutnya, aku akan pergi ke kota Fuyuki untuk mengawasi perang ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar kata-kata ayahnya, Kirei hanya memiringkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Apakah pengawas dari Gereja sanggup bertindak dengan adil? Ini akan menjadi masalah kalu seorang peserta adalah saudara satu darah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tenang, tenang. Kamu pikir ini adalah sebuah lubang di peraturan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman yang tidak biasa dari ayah yang keras kepala menunjukan sesuatu yang Kirei tidak bisa baca.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kotomine-san, kamu tidak seharusnya menyusahkan anakmu. Mari kita pindah ke pertanyaan yang sesungguhnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiomi berkata denagn terus terang ke pendeta tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, baiklah.- Kirei, apa yang kita sudah jelaskan hanya tentang ‘aspek luar’ dari Perang Cawan ini. Ada alasan lain aku membawamu bertemu dengan Tuan Tosaka hari ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, kita telah menemukan bukti dari dulu bahwa Cawan yang muncul di Fuyuki berbeda dengan peninggalan suci ‘Anak Tuhan’. Pada akhirnya, peperangan di Heaven’s Feel di Fuyuki ini hanya memperebutkan harta yang sebenarnya adalah tiruan dengan kekuatan Tuhan, sesuatu yang dapat membuka jalan ke Utopia. Ini tidak ada hubunganya dengan Gereja kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah yang sebenarnya. Kalau tidak, Gereja Suci tidak akan puas dengan hanya menjadi seorang pengawas yang pasif. Kalau Cawan itu ternyata sebuah ‘Peninggalan Suci’ yang &lt;br /&gt;
sesungguhnya, Gereja pasti akan melanggar perjanjian perdamaian sementara itu dan merebut Cawan itu dari tangan para magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika tujuan akhir dari cawan itu hanya untuk mendapatkan Akashic Records, Gereja Suci tidak akan peduli dengannya. Karena, keinginan para magus untuk menemuka ‘Akasha’, sang ‘Awal’, tidak bertentangan dengan ajaran kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Walaupun, untuk membiarkan diri kita untuk mengindahkan hal itu, kita memerlukan seseorang yang memiliki kemampuan. Jika seseorang yang tidak diinginkan masuk, kita tidak tahu kecelakaan macam apa yang akan terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, kalau kita melenyapkannya sebagai ajaran sesat-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu adalah seseuatu yang sulit. Para magus yang berperang untuk Cawan itu memiliki daya juang yang tidak biasa. Kalau kita melawan mereka secara langsung, sebuah peperangan denag Asosiasi Magus tidak mungkin dihindari. Dan hal itu akan menghasilkan korban yang terlalu banyak. Lebih tepatnya, sebagai laternatif yang kedua, tidak ada yang lebih menarik daripada menemukan cara untuk memberikan cawan itu ke ‘orang yang tepat’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Jadi begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei sedikit demi sedikit mengerti alasan sebenarnya dari pertemuan ini mengingat ayahnya berteman dengan Tosaka Tokiomi, seorang magus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena mereka telah ditindas oleh kepercayaan di tempat asal mereka, keluarga Tosaka mengikuti ajaran yang sama dengan kita. Mengenal karakter Tokiomi, dia sendiri lolos dari kualifikasi untuk menggunakan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiiomi mengangguk, lalu kembali berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Menemukan ‘Akasha’. Tidak ada tujuan yang paling besar bagi kami Tosaka. Tapi, sayangnya, Einsberns and Matos, yang dahulu mempunyai tujuan yang sama, sudah tersesat ke hal duniawi, dan telah melupakan keinginan mereka yang awal. Aku tidak akan masuk ke bagaimana mereka telah mengundang empat Master dari luar. Mereka menginginkan Cawan itu demi nafsu mereka yang menjijikan, hanya itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti Gereja Suci tidak akan mengijinkan orang lain selain Tosaka Tokiomi sebagai pemilik Cawan itu. Sekarang Kirei mengerti tentang tugasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kamu mau aku ikut dalam perang yang selanjutnya untuk membiarkan Tosaka Tokiomi menang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Tosaka Tokiomi menunjukan senyumnya untuk pertama kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja, kita akan bekerja sama secara rahasia melawan lima Master yang tersisa, dan membunuh mereka, untuk menambah kemungkinan kita untuk menang.”&lt;br /&gt;
Mendenagr perkataan Tokiomi, Pastor Risei mengangguk. Netralitas Gereja Suci sebagai seorang juri sudah berubah menjadi sebuah bahan tertawaan. Heaven’s Feel kali ini akan menarik, mengingat keinginan gereja dari perang ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai itu, itu bukanlah sesuatu yang benar atau salah bagi Kirei. Kalau kemauan Gereja sudah jelas, yang tersisa adalah melakukan tugasnya sebagai eksekutor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu akan dipindahkan dari Gereja Suci ke Asosiasi Magus, dan kamu menjadi muridku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berhenti dan dengan jelas, Tosaka Tokiomi mempercepat penjelasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“- Dipindahkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pemindahan telah diresmikan, Kirei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan ini, Pastor Risei mengeluarkan sepucuk surat. Itu adalah surat pemberitahuan dengan tanda tangan Gereja Suci dan Asosiasi Magus didalamnya, dan ditujukan untuk Kotomine Kirei. Kirei lebih terkejut dengan kegunaan tindakan tersebut; hanya dari sehari sebelumnya ke hari ini, surat ini selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, tidak ada gunanya memberi pendapat bagi Kirei, ataupun memiliki alasan untuk tersinggung dari diskusi ini. Karena Kirei tidak memiliki tujuan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang paling penting yang harus kamu lakukan adalah berlatih seni magis di rumahku di Jepang. Heaven’s Feel yang selanjutnya terjadi 3 tahun lagi. Pada saat itu, kamu harus memiliki seorang Servant yang mengikutimu, dan menjadi magus yang berpartispasi di perang itu sebagai Master.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi- apakah ini tidak apa-apa? Kalau aku belajar di bawahmu, bukankah ini akan mencipatakan keraguan bahwa kita bekerja sama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi memberikan senyuman yang dingin dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu tidak mengerti apa-apa tentang magus. Kalau kepentingan mereka bertentangan, konflik antara guru dan murid yang berakhir dengan pertempuran sampai mati adalah sesuatu yang biasa di dunia kami.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aah, jadi begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun Kirei tidak bermaksud untuk mengerti tentang magus, dia sedikit banyak mengerti tentang karakter dari sebuah ras bernama magus. Dia telah melawan magus ‘sesat’ dalam berbagai peristiwa sebagai eksekutor. Jumlah orang yang telah ia lenyapkan dengan tanganya melebihi jumlah puluhan atau dua puluhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah kamu mempunyai pertanyaan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Tokiomi akan mengakhiri pertemuan ini, Kirei membalas dengan pertanyaan yang ada di benaknya dari awal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hanya satu – Cawan ini memilih para Master, apakah tujuan yang sebenarnya dari itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu bukan merupakan pertanyaan yang telah Tokiomi prediksi. Alis sang magus mengerut sebentar, lalu dia memberikan jawaban dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cawan itu akan… Tentu saja, akan memilih para Master yang membutuhkannya dengan sepenuh hati. Seperti yang katakan sebelumnya, kami Tosaka akan dimasukkan ke dalam urutan paling atas sebagai salah satu dari 3 keluarga permulaan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, semua Master yang dipilih memiliki alasan untuk menginginkan Cawan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak hanya sebatas itu saja. Cawan itu membutuhkan 7 orang untuk datang. Kalau jumlahnya tidak cukup pada saat yang sekarang, orang-orang yang biasanya tidak akan dipilih bisa mendapatkan Command Seals. Mungkin ada beberapa kasus seperti ini sebelumnya, tetapi- Aah, aku mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berbicara, Tokiomi mengerti apa yang Kirei ragukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu berpikir bahwa kamu tidak mungkin dipilih, benar kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei mengangguk. Tidak peduli betapa kerasnya kamu mencari, tidak mungkin ada alasan mengapa mesin pengabul permintaan itu memilih dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, benar juga, ini aneh. Satu-satunya hal yang menghubungkanmu dengan Cawan itu adalah ayahmu, yang dipilih sebagai pengawas, tetapi… Tidak, kamu bisa berpikir bahwa itu adalah alasan satu-satunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Cawan itu sudah mengantisipasi bahwa Gereja Suci akan membantu keluarga Tosaka. Jadi seorang eksekutor dari Gereja yang sanggup memiliki Command Seals akan membantu Tosaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan hal ini, Tokiomi, yang merasa puas saat mengakhiri diskusi ini, menambahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, Cawan itu memberikan aku, seseorang dari keluarga Tosaka, dua Command Seals, karena itu, dia memilih kamu sebagai Master.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Bagaimana dengan itu? Apakah keismpulan ini menjawab pertanyaanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, dia memberikan penjelasannya sendiri dengan nada yang menantang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
Rasa percaya diri yang sombong ini cocok dengan pria yang dipanggil Tosaka Tokiomi. Pria ini memegang sebuah harga diri yang mendekati sindiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, sebagai seorang magus, dia adalah seorang yang sempurna. Dan dia pasti memiliki rasa percaya diri yang datang bersamaan dengan kesempurnaan itu. Itulah sebabnya dia mungkin tidak akan pernah meragukan pendapatnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu artinya dia tidak akan mendapatkan jawaban yang lain disini sekarang- Itu adalah kesimpulan Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kapan kita berangkat ke Jepang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyembunyikan kekecewaanya, Kirei merubah topik pembicaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku akan mengunjungi Inggris sebentar. Aku memiliki perkerjaan kecil di Clock Tower.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamu akan pergi ke jepang lebih dahulu. Aku akan memberitahu keluargaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimengerti. Jadi, Aku akan berangkat secepatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kirei, pergilah lebih dahulu. Aku memiliki sesuatu untuk didiskusikan dengan Tuan Tohsaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menganggukan kepala pada perkataaan ayahnya, Kirei bangkit dari tempat duduknya dan, setelah memberi salam dengan mengangguk, meninggalkan ruangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal di dalam ruangan itu, Tosaka Tokiomi dan Pastor Risei melihat Kotomine Kirei pergi dalam diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau memiliki seorang anak yang dapat diandalkan, Kotomine-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemampuanya sebagai ‘Eksekutor’ dapat dijamin.  Tidak ada dari seangkatan dia yang bekerja lebih keras daripada dia saat masa pelatihan. Akulah seseorang yang perlu kamu ragukan.”&lt;br /&gt;
“Ho… Apakah ini kebiasaan teladan seorang pelindung iman?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku malu mengatakan ini, tapi Kirei adalah kebanggaan satu-satunya orang tua yang bodoh seperti aku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendeta tua itu terkenal akan kekakuannya, tapi, merasa nyaman dengan Tokiomi, dia tersenyum. Saat matanya tertuju ke anak satu-satunya, kepercayaan dan cinta dia terlihat sepenuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat aku masih juga tidak memiliki anak saat melewati umur 50, aku telah menyerah untuk mendapatkan seorang keturunan… Tapi sekarang, aku terkejut melihat betapa besarnya anak itu telah tumbuh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun, dia setuju lebih mudah dari yang aku bayangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anakku akan melompat kedalam kobaran api jika itu adalah keinginan Gereja. Itu menunjukan betapa jauhnya ia akan pergi demi imannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walupun Tokiomi tidak bermaksud untuk meragukan perkataan Pastor tua itu, kesan yang dia punya tentang anak Pendeta Risei bukanlah ‘iman yang berapi-api’. Penampilan tenang pria bernama Kirei terkesan seperti kekosongan ke dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, itu adalah sebuah kekecewaan. Bagaimanapun aku melihat dia, dia terlihat hanya terlibat di sesuatu yang tidak hubungan dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak… itu mungkin sebuah keselamatan bagi dia.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara dengan tidak pasti, Pastor Risei mulai berkata dengan kelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang pribadi, tapi istrinya meninggal beberapa hari yang lalu. Mereka belum melewati bahkan dua tahun dalam pernikahan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Saya-“&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi kehilangan kata-kata atas peristiwa yang mengejutkan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun tidak kelihatan, dia menahanya dengan baik… Dia memiliki terlalu banyak kenangan di Itali, Mungkin sekarang, bagi Kirei, kembali ke tanah kelahirannya untuk misi yang baru dapat membantu menyembuhkan lukanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Risei mendesah setelah berbicara. Tokiomi tetap memandang orang tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tokiomi-kun, bukankah nilai seseorang yang sesungguhnya terlihat saat dalam kesusahan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokiomi membungkuk dalam atas kata-kata Pastor tua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hutangku kepada Gereja Suci dan kedua generasi keluarga Tokiomi ini akan diukir di dalam prinsip keluargaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak. Aku hanya memenuhi sumpahku untuk generasi masa depan Tosaka. – Sisanya hanya berdoa kepada perlindungan Tuhan sampai perjalanmu membawa kamu ke sang ‘Awal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Penyesalan kakekku, impian terbesar Tosaka… ini adalah arti dan tujuan hidupku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyembunyikan betapa rasa percaya dirinya dicekik oleh beratnya tanggung jawab dia, Tokiomi mengannguk dengan pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kali ini, aku akan mendapatkan Cawan itu. Aku akan membuat itu terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada harga diri Tokiomi, Pastor Risei memberkati ingatan tentang temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Temanku… Kau juga mendapatkan seorang keturunan yang luar biasa.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat angin dari laut Mediterranian mengacak-acak rambutnya, Kotomine Kirei berjalan dari vila yang terletak di atas bukit, sendirian dan dalam diam, di jalan kecil yang panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Kirei dapat menyudun semua kesan yang dia dapat dari pria yang bernama Tosaka Tokiomi, yang baru saja dia bertemu dengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin dia telah melewati kehidupan yang keras. Seperti harga dirinya muncul dari melewati pengalaman yang keras itu, dia adalah seseorang yang memiliki harga diri yang besar yang bisa dia banggakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengerti karakter tersebut sangat baik. Ayah Kirei adalah orang yang sama dengan Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia yang telah mengartikan tujuan dibalik kelahiran mereka, dibalik eksistensi mereka, dan mengikuti tujuan itu tanpa ragu. Mereka tidak akan pernah bimbang, tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menempa itu dengan tekad baja dari tindakan dengan tujuan yang jelas, maju hanya dengan kepuasan dari ‘sesuatu’ yang merupakan tujuan hidup mereka, di semua aspek kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Bentuk dari keyakinan’ ini bisa menjadi, dalam kasus ayah Kirei, seorang yang sangat beriman; dan dalam kasus Tosaka Tokiomi, mungkin itu adalah kepercayaan diri oleh orang yang terpilih – sebuah hak yang tidak dimiliki orang biasa, dan kesadaran seseorang yang memiliki tanggung jawab untuk dipikul. Dia adalah salah satu ‘bangsawan asli’ yang tersisa yang sangat jarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulai dari sekarang, eksistensi seorang Tosaka Tokiomi mungkin akan menyebabkan implikasi penting bagi Kirei… Tapi walaupun begitu, dia bukanlah orang cocok dengan orang seperti Kirei. Itu sama saja dengan berkata bahwa ia sama dengan ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang hanya melihat tujuan hidup mereka tidak akan dapat mengerti sakitnya seseorang yang tidak mampu memilikinya. Orang-orang seperti Tokiomi memiliki ‘tujuan hidup’ sebagai dasar keyakinan mereka, tapi itu tidak dapat dimengerti di dalam pikiran Kotomine Kirei. Tidak sekalipun di dalam 20 tahun lebih dia pernah merasakan sensasi seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, dia tidak dapat mempertimbangkan sebuah tindakan yang paling baik, mendapatkan kepuasan dari segala tantangan, atau dapat beristirahat di dalam segala kenyamanan. Orang seperti ini tidak memiliki tujuan hidup dari awalnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak dapat mengerti bagaimana ia bisa begitu jauhnya terkucil dari norma-norma yang dipegang oleh orang-orang biasa. Kirei bahkan tidak mengerti sebuah keinginan dimana dia bisa melakukan apapun untuk mendapatkanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia percaya bahwa Tuhan itu ada. Bahwa ada sebuah eksistensi luar biasa, walaupun dia tidak cukup dewasa untuk tahu apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia hidup dengan kepercayaan bahwa suatu hari, suara Tuhan yang paling suci akan menuntun dia ke kebenaran yang sesungguhnya dan menyelamatkan dia. Berjudi atas harapan itu, memegang erat kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi didalam hatinya, dia tahu. Bahwa keselamatan tidak akan datang dari cintanya Tuhan untuk orang seperti dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi kemarahan dan keputusasaan menyudutkan dia menjadi seorang masokis. Dibawah alasan untuk penebusan dosa untuk melatih moralnya, dia berulang kali melukai dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Tetapi penyiksaan itu justru menempa tubuh Kirei menjadi seperti besi, dan saat dia menyadarinya, dia telah sampai di puncak para elit di Gereja Suci sebagai ‘Eksekutor’, dimana tidak ada seorangpun yang dapat mengejar dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang menyebut itu sebuah ‘kemuliaan’. Iman dan disiplin Kotomine Kirei dipuji sebagai contoh untuk semua pendeta. Bahkan ayahnya Risei juga bukan pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kirei mengerti sepenuhnya mengapa Kotomine Risei memiliki begitu percaya dan mengagumi anaknya, tapi itu adalah sebuah kesalahpahaman jauh dari poin yang sebenarnya; karena sebenarnya, hatinya malu. Bahkan mungkin menghabiskan seluruh hidup seseorang ridak akan cukup untuk mengubah kesalahpahaman itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, tidak ada seorangpun yang dapat mengerti betapa kosongnya seorang Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, bahkan satu-satunya wanita yang ia cintai-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kepalanya terasa ringan, Kirei memperlambat jalannya dan menaruh telapak tanganya dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia mencoba untuk mengingat istrinya, dia kehilangan pikirannya yang tidak fokus di dalam kabut yang turun. Ini terasa seperti berdiri di dalam kabut di ujung jurang. Naluri untuk hidupnya berteriak supaya ia jangan mengambil bahkan satu langkah maju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia menyadari, dia sudah sampai di dasar bukit. Kirei berhenti dan melihat ke belakang ke vila di ujung bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, dia belum mendapatkan kesimpulan yang memuaskan dari pertemuannya dengan Tosaka Tokiomi… Ini adalah sesuatu yang paling mengganggu Kirei.&lt;br /&gt;
Mengapa ‘Cawan’ yang memiliki kekuatan Tuhan memilih Kotomine Kirei?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan Tokiomi terdengar terburu-buru. Kalau Cawan itu  menginginkan suporter untuk Tokiomi, pasti masih banyak orang-orang yang lebih cocok untuk itu karena Cawan itu pasti menginginkan seseorang yang dapat menjadi teman bagi dia; bukan Kirei.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasti ada sebuah alasan mengenai pemilihanya untuk ikut berperang di Perang Cawan yang selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi… Semakin ia pikirkan, semakin Kirei menemukan bahwa inkonsistensi ini mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia singkatnya tidak memiliki ‘tujuan hidup’, atau impian ataupun cita-cita. Bagaimanapun kamu melihatnya, dia tidak menemukan alasan untuk menjadi pemilik sebuah keajaiban seperti sebuah ‘mesin pengabul permintaan.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan wajah muram, Kirei melihat ke tiga simbol yang muncul di atas tangan kananya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bilang bahwa Command Seals adalah tanda suci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia akan menemukan upah untuk terus melangkah maju, tiga tahun dari sekarang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version|Fate/Zero:Prologue 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=99315</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=99315"/>
		<updated>2011-06-09T08:16:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===3 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita membahas mengenai topik supernatural, teori tentang dimensi menegaskan keberadaan sebuah ‘kekuatan’ dari luar dunia ini.&lt;br /&gt;
Menemukan permulaan dari segala sesuatu, adalah mimpi semua magus yang paling besar, sang ‘Awal’,… Tahta Tuhan, Akashic Records, adalah sebuah dokumen yang mencatat semua awal dan akhir dari segala sesuatu di dunia ini.&lt;br /&gt;
200 tahun yang lalu, sekelompok orang melakukan eksperimen dan percobaan atas tempat ‘diluar dunia ini’.&lt;br /&gt;
Einsbern, Makiri, Tosaka. Disebut sebagai 3 keluarga permulaan, apa yang mereka lakukan adalah pembuatan ‘Cawan Suci’, sebuah topik yang terdapat di berbagai tradisi. Dengan harapan bahwa dengan memanggil Cawan tersebut  dapat mengabulkan segala permintaan, tiga keluarga magus menggabungkan seni rahasia masing-masing untuk membentuk ‘wadah dengan kekuatan Tuhan’.&lt;br /&gt;
… Sayangnya, Cawan itu hanya dapat mengabulkan permintaan satu orang. Segera setelah hal itu diketahui, ikatan kerja sama dengan cepatnya lenyap dalam darah oleh pertengkaran dan konflik.&lt;br /&gt;
Ini adalah awal dari ‘Perang Cawan Suci’, ‘Heaven’s Feel’.&lt;br /&gt;
Setelah itu, setiap 60 tahun sekali, Cawan itu akan datang di sebuah kota yang terletak jauh di timur, ‘Fuyuki’.&lt;br /&gt;
Lalu, Cawan itu akan memilih 7 magus yang memiliki kemampuan dan kriteria untuk memilikinya, dan membagikan sejumlah prana yang sangat besar kepada mereka, untuk membuat mungkin pemanggilan Roh Para Pahlawan, ‘Servants’. Hasil dari pertempuran sampai mati ini akan menentukan siapakah diantara ketujuh magus yang paling layak medapatkan Cawan itu.&lt;br /&gt;
- Untuk menjelaskan secara singkat, ini adalah hal yang sedang dialami oleh Kotomine Kirei.&lt;br /&gt;
“Pola yang muncul di tangan kananmu disebut ‘Command Seals’. Ini adalah bukti bahwa kamu telah dipilih oleh Cawan tersebut, dan sebuah tanda suci yang memberikanmu hak untuk memanggil Servant.”&lt;br /&gt;
Seseorang, yang memiliki pesona dan ketegasan dalam suaranya, yang menjelaskan hal itu adalah Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
Di dalam sebuah kamar yang terletak di dalam vila mewah yang dibangun diatas bukit kecil di distrik paling rapi di Turin selatan, Itali, 3 pria duduk di atas sofa panjang. Kirei dan Tokiomi, dan seorang pendeta yang memperkenalkan mereka dan mengawasi pembicaraan adalah Kotomine Risei… ayah kandung Kirei.&lt;br /&gt;
Sebagai teman seorang pendeta yang sebentar lagi akan mencapai umur 80, Tosaka adalah orang jepang yang eksentrik. Dia terlihat seumur dengan Kirei, sukses dan memiliki aura seorang professional. Lahir dalam silsilah keluarga kuno yang terkenal bahkan dalam standar orang jepang, vila ini adalah tempat tinggalnya yang kedua, seperti yang pria itu bilang. Tetapi yang paling menarik adalah dia dengan gampangnya memperkenalkan diri sebagai seorang ‘magus’.&lt;br /&gt;
Menjadi seorang magus tidaklah seaneh kedengaranya, Kirei adalah, seperti ayahnya, seorang pastor, namun tugas sang ayah dan anak sangat berbeda dari apa yang orang-orang kenal dari seorang ‘Pastor’.&lt;br /&gt;
‘Gereja Suci’, sebuah tempat dimana orang-orang seperti Kirei bernaung dibawahnya mempunyai doktrin di luar lingkaran keajaiban dan misteri, tetapi tetap memikul beban untuk melenyapkan semua ajaran sesat dari dunia ini. Mereka melakukanya dengan, mengambil tempat dimana mereka bisa mengawasi kegilaan seperti seni magis.&lt;br /&gt;
Seorang magus bekerja hanya dengan magus lainnya, dan bersatu di bawah sebuah organisasi magis yang menyebut dirinya ‘Asosiasi’, merupakan sebuah ancaman sebagai rival kepada Gereja Suci. Saat ini, mereka sepakat untuk menjaga sebuah perdamaian sementara; tapi walaupun begitu, sebuah situasi dimana seorang Pastor dari Gereja Suci dan seorang magus berkumpul di tempat yang sama untuk sebuah ceramah adalah sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh kedua belah pihak.&lt;br /&gt;
Dalam kasus Risei, sang pendeta, keluarga Tosaka adalah seseorang yang mempunyai koneksi dengan Gereja, walaupun mereka adalah keluarga magus.&lt;br /&gt;
Bermula dari malam sebelumnya saat Kirei menemukan kemunculan sebuah pola yang terbentuk dari tiga bekas cakar. Dia telah mendiskusikan hal ini dengan ayahnya, dan Risei membawa anaknya ke Turin dengan segera keesokan paginya untuk bertemu dengan magus muda ini.&lt;br /&gt;
Dari sana, setelah perkenalan yang terburu-buru, penjelasan yang Tokiomi berikan kepada Kirei di pertemuaan rahasia ini adalah mengenai peperangan yang sma, ‘Heaven’s Feel’. Arti dibalik tanda muncul di atas tangan Kirei… Itu adalah, hasil dari Kirei mendapatkan hak untuk memperebutkan kesempatan agar keinginannya dikabulkan oleh keajaiban yang akan dihasilkan dari kemunculan Cawan Suci yang keempat yang akan terjadi tiga tahun lagi.&lt;br /&gt;
Bukan berarti dia menolak untuk ikut berpartisipasi. Pekerjaan Kirei di dalam Gereja Suci adalah, singkatnya, pemusnahan ajaran sesat, artinya dia adalah seorang prajurit yang berpengalaman . Dapat dikatakan bahwa tugasnya yang paling utama adalah berperang sampai mati dengan para magus. Lebih tepatnya, masalahnya adalah sebuah kontradiksi yang perlu dilakukan Kirei, seorang pendeta, untuk berpartisipasi sebagai ‘magus’ di Heaven’s Feel yang merupakan pertempuran para magus.&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel adalah peperangan dimana pertempuran dilakukan dengan menggunakan Servants sebagai familiars. Jadi untuk meneruskan ke tahap selanjutnya, seni magis paling dasar diperlukan untuk memanggil seorang Servant … Singkatnya, tujuh orang yang dipilih sebagai Masters dari para Servants harus menjadi magus. Ini pasti sebuah hal yang luar biasa bagi seseorang seperti kamu, yang bukan seorang magus, untuk dipilih oleh Cawan itu di tahap yang sangat awal ini.”&lt;br /&gt;
“Apakah Cawan itu memiliki prioritas dalam memilih?”&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangguk kepada Kirei yang masih belum yakin.&lt;br /&gt;
“Aku menyebutkan ‘3 keluarga permulaan’- pemilihan akan memprioritaskan magus dari  keluarga Makiri, yang sekarang telah merubah namanya menjadi Mato, Einsbern atau Tohsaka. Dengan kata lain…”&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangkat tangan kananya untuk memperlihatkan pola suci miliknya.&lt;br /&gt;
“Sebagai kepala keluarga Tokiomi yang sekarang, aku akan ikut berpartisipasi di perang selanjutnya.”&lt;br /&gt;
Jadi, apakah pria ini berencana untuk menusuk Kirei dari belakang sesudah membimbing Kirei dengan sabarnya? Walaupun Kirei tidak mengerti akan hal itu, dia tetap melangkah maju sambil membawa ratusan pertanyaan di benaknya.&lt;br /&gt;
“Aku tertarik tentang para Servants yang kamu sebutkan sebelumnya. Roh Para Pahlawan dipanggil dan dijadikan familiar, kau bilang…”&lt;br /&gt;
“Ini mungkin sulit untuk dipercaya, tapi hal itu adalah sebuah fakta. Ini adalah salah satu keajaiban Cawan itu.”&lt;br /&gt;
Legenda tentang para pahlawan dan raja, manusia super yang telah mengukir nama mereka di dalam sejarah dan dongeng. Mereka adalah seseorang yang tertinggal di dalam ingatan manusia setelah mereka mati dan dikeluarkan dari kategori manusia, dinaikan pangkatnya bahkan di dalam dimensi spritual; mereka adalah ‘Roh para Pahlawan’. Mereka yang memiliki status jauh lebih tinggi dari hantu atau roh jahat yang biasa dipanggil magus sebagai familiar. Intinya, mereka adalah sebuah eksistensi yang memiliki status spritual sebanding dengan Tuhan. Walaupun sebagian dari kekuatan mereka dapat dipanggil dan dipinjam, adalah sesuatu yang sangat mustahil untuk mejadikan mereka sebagai familiar di dunia ini.&lt;br /&gt;
“Kalau kamu mempertimbangkan fakta bahwa membuat mungkin sesuatu yang tidak mungkin ini adalah kekuatan Cawan itu, kamu pasti mengerti betapa mengejutkannya kekuatan Cawan itu. Namun pada akhirnya, bahkan pemanggilan seorang Servant hanyalah sebuah pecahan kecil dari kekuatan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
Seperti berkata bahwa bahkan dirinya sendiri terkejut pada apa yang dia katakan, Tosaka Tokiomi menarik nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
“Roh Para Pahlawan dari jaman kuno para dewa sampai paling tidak satu abad yang lalu dapat dipanggil. Tujuh Roh Para Pahlawan akan menjadi pengikut tujuh Master, setiap dari mereka akan melindungi Master masing-masing dan melenyapkan musuh dari Masternya. Pahlawan dari segala jaman dan negara akan dipanggil ke jaman ini, dan akan bertempur di dalam perang sampai mati untuk memperebutkan supremasi. Itu adalah Perang Cawan Suci di Fuyuki, Heaven’s Feel.&lt;br /&gt;
“… Kegilaan macam apa itu? Di tempat dimana ribuan orang biasa tinggal?”&lt;br /&gt;
Semua magus mengikuti prinsip untuk menyembunyikan diri mereka. Itu adalah jalan satu-satunya untuk hidup di sebuah jaman dimana teknologi adalah kebenaran satu-satunya. Menunjukan keberadaan mereka adalah tidak mungkin kalau kita memasukan juga keberadaan Gereja Suci ke pertimbangan.&lt;br /&gt;
Tetapi kamu juga harus menyembunyikan kekuatan Roh Para Pahlawan yang dapat membawa bencana kehancuran. Menggunakan tujuh Servants di dalam konflik diantara manusia di jaman ini dan membuat mereka bertempur dengan satu sama lainya… Itu sama saja dengan memberi perintah untuk melakukan genosida dan pembantaian besar-besaran.&lt;br /&gt;
“- Tentu saja, ini adalah sebuah hal yang harus dimengerti untuk melakukan konfrontasi secara rahasia. Kamu harus menyiapkan pengawasan yang ketat untuk menjamin hal tersebut.”&lt;br /&gt;
Terdiam saja sampai saat ini, pendeta Risei, melangkah maju dan menyuarakan pendapatnya.&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel berlangsung setiap 60 tahun sekali, dan ini adalah yang keempat kalinya. Pemasyrakatan jepang telah berjalan saat Perang Dunia kedua terjadi. Bahkan di tempat yang sangat terpencil, kita tidak bisa membiarkan orang-orang menyaksikan kerusakan yang serius menyebar. Jadi, sejak Heaven’s Feel yang ketiga, sebuah kesepakatan telah dibuat agar seseorang dari Gereja Suci dijadikan pengawas. Untuk meminimalkan bencana dari perang ini sedikit mungkin, kita harus menyembunyikan keberadaanya dan membuat para magus setuju untuk menjaga kerahasiaan perang ini.”&lt;br /&gt;
“Jadi Gereja akan menjadi juri di dalam peperangan antar magus ini?”&lt;br /&gt;
“Tepat sekali karena ini adalah konflik para magus. Tidak ada seorangpun di Asosiasi Magus yang bisa menjadi juri karena implikasi politik. Tidak ada lagi yang lebih baik daripada menggunakan pengaruh luar seperti Gereja Suci. Terlebih lagi, tidak mungkin Gereja kita akan membiarkan nama Cawan Suci digunakan sembarangan. Kita juga tidak bisa membiarkan kemungkinan bahwa Cawan itu adalah cawan yang pernah menampung darah dari anak Tuhan.”&lt;br /&gt;
Kirei dan Risei, ayah dan anak, memiliki tugas di dalam pasal yang disebut Assembly of 8th Sacrament. Tugas dari kelompok itu di Gereja Suci adalah mengumpulkan peninggalan-peninggalan suci. Harta yang bernama Cawan Suci muncul di berbagai dongeng dan legenda, dan pengaruh dari “Cawan” itu di dalam doktrin Gereja Suci sangat besar.&lt;br /&gt;
“Dibawah kondisi itu, waktu yang lalu, di dalam kekacauan Perang Dunia, pertemuaan diadakan di waktu yang tepat itu mengenai Heaven’s Feel ketiga dan aku, yang masih muda, dipilih untuk melakukan sebuah pekerjaan penting. Untuk pertempuran yang selanjutnya, aku akan pergi ke kota Fuyuki untuk mengawasi perang ini.”&lt;br /&gt;
Mendengar perkataan ayahnya, Kirei hanya memiringkan kepalanya.&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Apakah pengawas dari Gereja sanggup bertindak dengan adil? Ini akan menjadi masalah kalu seorang peserta adalah saudara satu darah…”&lt;br /&gt;
“Tenang, tenang. Kamu pikir ini adalah sebuah lubang di peraturan?”&lt;br /&gt;
Senyuman yang tidak biasa dari ayah yang keras kepala menunjukan sesuatu yang Kirei tidak bisa baca.&lt;br /&gt;
“Kotomine-san, kamu tidak seharusnya menyusahkan anakmu. Mari kita pindah ke pertanyaan yang sesungguhnya.”&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiomi berkata denagn terus terang ke pendeta tua itu.&lt;br /&gt;
“Hm, baiklah.- Kirei, apa yang kita sudah jelaskan hanya tentang ‘aspek luar’ dari Perang Cawan ini. Ada alasan lain aku membawamu bertemu dengan Tuan Tosaka hari ini.”&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, kita telah menemukan bukti dari dulu bahwa Cawan yang muncul di Fuyuki berbeda dengan peninggalan suci ‘Anak Tuhan’. Pada akhirnya, peperangan di Heaven’s Feel di Fuyuki ini hanya memperebutkan harta yang sebenarnya adalah tiruan dengan kekuatan Tuhan, sesuatu yang dapat membuka jalan ke Utopia. Ini tidak ada hubunganya dengan Gereja kita.”&lt;br /&gt;
Itulah yang sebenarnya. Kalau tidak, Gereja Suci tidak akan puas dengan hanya menjadi seorang pengawas yang pasif. Kalau Cawan itu ternyata sebuah ‘Peninggalan Suci’ yang sesungguhnya, Gereja pasti akan melanggar perjanjian perdamaian sementara itu dan merebut Cawan itu dari tangan para magus.&lt;br /&gt;
“Jika tujuan akhir dari cawan itu hanya untuk mendapatkan Akashic Records, Gereja Suci tidak akan peduli dengannya. Karena, keinginan para magus untuk menemuka ‘Akasha’, sang ‘Awal’, tidak bertentangan dengan ajaran kita.&lt;br /&gt;
- Walaupun, untuk membiarkan diri kita untuk mengindahkan hal itu, kita memerlukan seseorang yang memiliki kemampuan. Jika seseorang yang tidak diinginkan masuk, kita tidak tahu kecelakaan macam apa yang akan terjadi.”&lt;br /&gt;
“Jadi, kalau kita melenyapkannya sebagai ajaran sesat-“&lt;br /&gt;
“Itu adalah seseuatu yang sulit. Para magus yang berperang untuk Cawan itu memiliki daya juang yang tidak biasa. Kalau kita melawan mereka secara langsung, sebuah peperangan denag Asosiasi Magus tidak mungkin dihindari. Dan hal itu akan menghasilkan korban yang terlalu banyak. Lebih tepatnya, sebagai laternatif yang kedua, tidak ada yang lebih menarik daripada menemukan cara untuk memberikan cawan itu ke ‘orang yang tepat’.”&lt;br /&gt;
“… Jadi begitu.”&lt;br /&gt;
Kirei sedikit demi sedikit mengerti alasan sebenarnya dari pertemuan ini mengingat ayahnya berteman dengan Tosaka Tokiomi, seorang magus.&lt;br /&gt;
“Karena mereka telah ditindas oleh kepercayaan di tempat asal mereka, keluarga Tosaka mengikuti ajaran yang sama dengan kita. Mengenal karakter Tokiomi, dia sendiri lolos dari kualifikasi untuk menggunakan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiiomi mengangguk, lalu kembali berbicara.&lt;br /&gt;
“Menemukan ‘Akasha’. Tidak ada tujuan yang paling besar bagi kami Tosaka. Tapi, sayangnya, Einsberns and Matos, yang dahulu mempunyai tujuan yang sama, sudah tersesat ke hal duniawi, dan telah melupakan keinginan mereka yang awal. Aku tidak akan masuk ke bagaimana mereka telah mengundang empat Master dari luar. Mereka menginginkan Cawan itu demi nafsu mereka yang menjijikan, hanya itu.”&lt;br /&gt;
Itu berarti Gereja Suci tidak akan mengijinkan orang lain selain Tosaka Tokiomi sebagai pemilik Cawan itu. Sekarang Kirei mengerti tentang tugasnya.&lt;br /&gt;
“Jadi kamu mau aku ikut dalam perang yang selanjutnya untuk membiarkan Tosaka Tokiomi menang?”&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
Akhirnya, Tosaka Tokiomi menunjukan senyumnya untuk pertama kali.&lt;br /&gt;
“Tentu saja, kita akan bekerja sama secara rahasia melawan lima Master yang tersisa, dan membunuh mereka, untuk menambah kemungkinan kita untuk menang.”&lt;br /&gt;
Mendenagr perkataan Tokiomi, Pastor Risei mengangguk. Netralitas Gereja Suci sebagai seorang juri sudah berubah menjadi sebuah bahan tertawaan. Heaven’s Feel kali ini akan menarik, mengingat keinginan gereja dari perang ini.&lt;br /&gt;
Mengenai itu, itu bukanlah sesuatu yang benar atau salah bagi Kirei. Kalau kemauan Gereja sudah jelas, yang tersisa adalah melakukan tugasnya sebagai eksekutor.&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu akan dipindahkan dari Gereja Suci ke Asosiasi Magus, dan kamu menjadi muridku.”&lt;br /&gt;
Tanpa berhenti dan dengan jelas, Tosaka Tokiomi mempercepat penjelasannya.&lt;br /&gt;
“- Dipindahkan?”&lt;br /&gt;
“Pemindahan telah diresmikan, Kirei.”&lt;br /&gt;
Mengatakan ini, Pastor Risei mengeluarkan sepucuk surat. Itu adalah surat pemberitahuan dengan tanda tangan Gereja Suci dan Asosiasi Magus didalamnya, dan ditujukan untuk Kotomine Kirei. Kirei lebih terkejut dengan kegunaan tindakan tersebut; hanya dari sehari sebelumnya ke hari ini, surat ini selesai.&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, tidak ada gunanya memberi pendapat bagi Kirei, ataupun memiliki alasan untuk tersinggung dari diskusi ini. Karena Kirei tidak memiliki tujuan sama sekali.&lt;br /&gt;
“Yang paling penting yang harus kamu lakukan adalah berlatih seni magis di rumahku di Jepang. Heaven’s Feel yang selanjutnya terjadi 3 tahun lagi. Pada saat itu, kamu harus memiliki seorang Servant yang mengikutimu, dan menjadi magus yang berpartispasi di perang itu sebagai Master.”&lt;br /&gt;
“Tapi- apakah ini tidak apa-apa? Kalau aku belajar di bawahmu, bukankah ini akan mencipatakan keraguan bahwa kita bekerja sama?”&lt;br /&gt;
Tokiomi memberikan senyuman yang dingin dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
“Kamu tidak mengerti apa-apa tentang magus. Kalau kepentingan mereka bertentangan, konflik antara guru dan murid yang berakhir dengan pertempuran sampai mati adalah sesuatu yang biasa di dunia kami.”&lt;br /&gt;
“Aah, jadi begitu.”&lt;br /&gt;
Walaupun Kirei tidak bermaksud untuk mengerti tentang magus, dia sedikit banyak mengerti tentang karakter dari sebuah ras bernama magus. Dia telah melawan magus ‘sesat’ dalam berbagai peristiwa sebagai eksekutor. Jumlah orang yang telah ia lenyapkan dengan tanganya melebihi jumlah puluhan atau dua puluhan.&lt;br /&gt;
“Apakah kamu mempunyai pertanyaan lain?”&lt;br /&gt;
Saat Tokiomi akan mengakhiri pertemuan ini, Kirei membalas dengan pertanyaan yang ada di benaknya dari awal.&lt;br /&gt;
“Hanay satu – Cawan ini memilih para Master, apakah tujuan yang sebenarnya dari itu?”&lt;br /&gt;
Itu bukan merupakan pertanyaan yang telah Tokiomi prediksi. Alis sang magus mengerut sebentar, lalu dia memberikan jawaban dengan tenang.&lt;br /&gt;
“Cawan itu akan… Tentu saja, akan memilih para Master yang membutuhkannya dengan sepenuh hati. Seperti yang katakan sebelumnya, kami Tosaka akan dimasukkan ke dalam urutan paling atas sebagai salah satu dari 3 keluarga permulaan.”&lt;br /&gt;
“Jadi, semua Master yang dipilih memiliki alasan untuk menginginkan Cawan itu?”&lt;br /&gt;
“Tidak hanya sebatas itu saja. Cawan itu membutuhkan 7 orang untuk datang. Kalau jumlahnya tidak cukup pada saat yang sekarang, orang-orang yang biasanya tidak akan dipilih bisa mendapatkan Command Seals. Mungkin ada beberapa kasus seperti ini sebelumnya, tetapi- Aah, aku mengerti.”&lt;br /&gt;
Sambil berbicara, Tokiomi mengerti apa yang Kirei ragukan.&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu berpikir bahwa kamu tidak mungkin dipilih, benar kan?”&lt;br /&gt;
Kirei mengangguk. Tidak peduli betapa kerasnya kamu mencari, tidak mungkin ada alasan mengapa mesin pengabul permintaan itu memilih dia.&lt;br /&gt;
“Hm, benar juga, ini aneh. Satu-satunya hal yang menghubungkanmu dengan Cawan itu adalah ayahmu, yang dipilih sebagai pengawas, tetapi… Tidak, kamu bisa berpikir bahwa itu adalah alasan satu-satunya.”&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
“Cawan itu sudah mengantisipasi bahwa Gereja Suci akan membantu keluarga Tosaka. Jadi seorang eksekutor dari Gereja yang sanggup memiliki Command Seals akan membantu Tosaka.”&lt;br /&gt;
Mengatakan hal ini, Tokiomi, yang merasa puas saat mengakhiri diskusi ini, menambahkan.&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, Cawan itu memberikan aku, seseorang dari keluarga Tosaka, dua Command Seals, karena itu, dia memilih kamu sebagai Master.&lt;br /&gt;
… Bagaimana dengan itu? Apakah keismpulan ini menjawab pertanyaanmu?”&lt;br /&gt;
Jadi, dia memberikan penjelasannya sendiri dengan nada yang menantang.&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
Rasa percaya diri yang sombong ini cocok dengan pria yang dipanggil Tosaka Tokiomi. Pria ini memegang sebuah harga diri yang mendekati sindiran.&lt;br /&gt;
Memang, sebagai seorang magus, dia adalah seorang yang sempurna. Dan dia pasti memiliki rasa percaya diri yang datang bersamaan dengan kesempurnaan itu. Itulah sebabnya dia mungkin tidak akan pernah meragukan pendapatnya sendiri.&lt;br /&gt;
Itu artinya dia tidak akan mendapatkan jawaban yang lain disini sekarang- Itu adalah kesimpulan Kirei.&lt;br /&gt;
“Kapan kita berangkat ke Jepang?”&lt;br /&gt;
Menyembunyikan kekecewaanya, Kirei merubah topik pembicaraan.&lt;br /&gt;
“Aku akan mengunjungi Inggris sebentar. Aku memiliki perkerjaan kecil di Clock Tower.&lt;br /&gt;
Kamu akan pergi ke jepang lebih dahulu. Aku akan memberitahu keluargaku.”&lt;br /&gt;
“Dimengerti. Jadi, Aku akan berangkat secepatnya.”&lt;br /&gt;
“Kirei, pergilah lebih dahulu. Aku memiliki sesuatu untuk didiskusikan dengan Tuan Tohsaka.”&lt;br /&gt;
Menganggukan kepala pada perkataaan ayahnya, Kirei bangkit dari tempat duduknya dan, setelah memberi salam dengan mengangguk, meninggalkan ruangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal di dalam ruangan itu, Tosaka Tokiomi dan Pastor Risei melihat Kotomine Kirei pergi dalam diam.&lt;br /&gt;
“Kau memiliki seorang anak yang dapat diandalkan, Kotomine-san.”&lt;br /&gt;
“Kemampuanya sebagai ‘Eksekutor’ dapat dijamin.  Tidak ada dari seangkatan dia yang bekerja lebih keras daripada dia saat masa pelatihan. Akulah seseorang yang perlu kamu ragukan.”&lt;br /&gt;
“Ho… Apakah ini kebiasaan teladan seorang pelindung iman?”&lt;br /&gt;
“Oh, aku malu untuk mengatakan ini, tapi Kirei adalah kebanggaan satu-satunya orang tua yang bodoh seperti aku.”&lt;br /&gt;
Pendeta tua itu terkenal akan kekakuannya, tapi, merasa nyaman dengan Tokiomi, dia tersenyum. Saat matanya tertuju ke anak satu-satunya, kepercayaan dan cinta dia terlihat sepenuhnya.&lt;br /&gt;
“Saat aku masih juga tidak memiliki anak saat melewati umur 50, aku telah menyerah untuk mendapatkan seorang keturunan… Tapi sekarang, aku terkejut melihat betapa besarnya anak itu telah tumbuh.”&lt;br /&gt;
“Walaupun, dia setuju lebih mudah dari yang aku bayangkan.”&lt;br /&gt;
“Anakku akan melompat kedalam kobaran api jika itu adalah keinginan Gereja. Itu menunjukan betapa jauhnya ia akan pergi demi imannya.”&lt;br /&gt;
Walupun Tokiomi tidak bermaksud untuk meragukan perkataan Pastor tua itu, kesan yang dia punya tentang anak Pendeta Risei bukanlah ‘iman yang berapi-api’. Penampilan tenang pria bernama Kirei terkesan seperti kekosongan ke dia.&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, itu adalah sebuah kekecewaan. Bagaimanapun aku melihat dia, dia terlihat hanya terlibat di sesuatu yang tidak hubungan dengannya.”&lt;br /&gt;
“Tidak… itu mungkin sebuah keselamatan bagi dia.”&lt;br /&gt;
Berbicara dengan tidak pasti, Pastor Risei mulai berkata dengan kelam.&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang pribadi, tapi istrinya meninggal beberapa hari yang lalu. Mereka belum melewati bahkan dua tahun dalam pernikahan.”&lt;br /&gt;
“Oh, Saya-“&lt;br /&gt;
Tokiomi kehilangan kata-kata atas peristiwa yang mengejutkan itu.&lt;br /&gt;
“Walaupun tidak kelihatan, dia menahanya dengan baik… Dia memiliki terlalu banyak kenangan di Itali, Mungkin sekarang, bagi Kirei, kembali ke tanah kelahirannya untuk misi yang baru dapat membantu menyembuhkan lukanya.”&lt;br /&gt;
Risei mendesah setelah berbicara. Tokiomi tetap memandang orang tua itu.&lt;br /&gt;
“Tokiomi-kun, bukankah nilai seseorang yang sesungguhnya terlihat saat dalam kesusahan?”&lt;br /&gt;
Tokiomi membungkuk dalam atas kata-kata Pastor tua itu.&lt;br /&gt;
“Hutangku kepada Gereja Suci dan kedua generasi keluarga Tokiomi ini akan diukir di dalam prinsip keluargaku.”&lt;br /&gt;
“Tidak. Aku hanya memenuhi sumpahku untuk generasi masa depan Tosaka. – Sisanya hanya berdoa kepada perlindungan Tuhan sampai perjalanmu membawa kamu ke sang ‘Awal.”&lt;br /&gt;
“Ya. Penyesalan kakekku, impian terbesar Tosaka… ini adalah arti dan tujuan hidupku.”&lt;br /&gt;
Menyembunyikan betapa rasa percaya dirinya dicekik oleh beratnya tanggung jawab dia, Tokiomi mengannguk dengan pasti.&lt;br /&gt;
“Tahun ini, aku akan mendapatkan Cawan itu. Aku akan membuat itu terjadi.”&lt;br /&gt;
Pada harga diri Tokiomi, Pastor Risei memberkati ingatan tentang temannya.&lt;br /&gt;
‘Temanku… Kau juga mendapatkan seorang keturunan yang luar biasa.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat angin dari laut Mediterranian mengacak-acak rambutnya, Kotomine Kirei berjalan dari vila yang terletak di atas bukit, sendirian dan dalam diam, di jalan kecil yang panjang.&lt;br /&gt;
Akhirnya, Kirei dapat menyudun semua kesan yang dia dapat dari pria yang bernama Tosaka Tokiomi, yang baru saja dia bertemu dengan.&lt;br /&gt;
Mungkin dia telah melewati kehidupan yang keras. Seperti harga dirinya muncul dari melewati pengalaman yang keras itu, dia adalah seseorang yang memiliki harga diri yang besar yang bisa dia banggakan.&lt;br /&gt;
Dia mengerti karakter tersebut sangat baik. Ayah Kirei adalah orang yang sama dengan Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
Manusia yang telah mengartikan tujuan dibalik kelahiran mereka, dibalik eksistensi mereka, dan mengikuti tujuan itu tanpa ragu. Mereka tidak akan pernah bimbang, tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
Menempa itu dengan tekad baja dari tindakan dengan tujuan yang jelas, maju hanya dengan kepuasan dari ‘sesuatu’ yang merupakan tujuan hidup mereka, di semua aspek kehidupan.&lt;br /&gt;
‘Bentuk dari keyakinan’ ini bisa menjadi, dalam kasus ayah Kirei, seorang yang sangat beriman; dan dalam kasus Tosaka Tokiomi, mungkin itu adalah kepercayaan diri oleh orang yang terpilih – sebuah hak yang tidak dimiliki orang biasa, dan kesadaran seseorang yang memiliki tanggung jawab untuk dipikul. Dia adalah salah satu ‘bangsawan asli’ yang tersisa yang sangat jarang.&lt;br /&gt;
Mulai dari sekarang, eksistensi seorang Tosaka Tokiomi mungkin akan menyebabkan implikasi penting bagi Kirei… Tapi walaupun begitu, dia bukanlah orang cocok dengan orang seperti Kirei. Itu sama saja dengan berkata bahwa ia sama dengan ayahnya.&lt;br /&gt;
Mereka yang hanya melihat tujuan hidup mereka tidak akan dapat mengerti sakitnya seseorang yang tidak mampu memilikinya. Orang-orang seperti Tokiomi memiliki ‘tujuan hidup’ sebagai dasar keyakinan mereka, tapi itu tidak dapat dimengerti di dalam pikiran Kotomine Kirei. Tidak sekalipun di dalam 20 tahun lebih dia pernah merasakan sensasi seperti itu.&lt;br /&gt;
Karena itu, dia tidak dapat mempertimbangkan sebuah tindakan yang paling baik, mendapatkan kepuasan dari segala tantangan, atau dapat beristirahat di dalam segala kenyamanan. Orang seperti ini tidak memiliki tujuan hidup dari awalnya.&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak dapat mengerti bagaimana ia bisa begitu jauhnya terkucil dari norma-norma yang dipegang oleh orang-orang biasa. Kirei bahkan tidak mengerti sebuah keinginan dimana dia bisa melakukan apapun untuk mendapatkanya.&lt;br /&gt;
Dia percaya bahwa Tuhan itu ada. Bahwa ada sebuah eksistensi luar biasa, walaupun dia tidak cukup dewasa untuk tahu apa itu.&lt;br /&gt;
Dia hidup dengan kepercayaan bahwa suatu hari, suara Tuhan yang paling suci akan menuntun dia ke kebenaran yang sesungguhnya dan menyelamatkan dia. Berjudi atas harapan itu, memegang erat kepadanya.&lt;br /&gt;
Tapi didalam hatinya, dia tahu. Bahwa keselamatan tidak akan datang dari cintanya Tuhan untuk orang seperti dia,&lt;br /&gt;
Menghadapi kemarahan dan keputusasaan menyudutkan dia menjadi seorang masokis. Dibawah alasan untuk penebusan dosa untuk melatih moralnya, dia berulang kali melukai dirinya sendiri. Tetapi penyiksaan itu justru menempa tubuh Kirei menjadi seperti besi, dan saat dia menyadarinya, dia telah sampai di puncak para elit di Gereja Suci sebagai ‘Eksekutor’, dimana tidak ada seorangpun yang dapat mengejar dia.&lt;br /&gt;
Orang-orang menyebut itu sebuah ‘kemuliaan’. Iman dan disiplin Kotomine Kirei dipuji sebagai contoh untuk semua pendeta. Bahkan ayahnya Risei juga bukan pengecualian.&lt;br /&gt;
Kirei mengerti sepenuhnya mengapa Kotomine Risei memiliki begitu percaya dan mengagumi anaknya, tapi itu adalah sebuah kesalahpahaman jauh dari poin yang sebenarnya; karena sebenarnya, hatinya malu. Bahkan mungkin menghabiskan seluruh hidup seseorang ridak akan cukup untuk mengubah kesalahpahaman itu.&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, tidak ada seorangpun yang dapat mengerti betapa kosongnya seorang Kirei.&lt;br /&gt;
Ya, bahkan satu-satunya wanita yang ia cintai-&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
Saat kepalanya terasa ringan, Kirei memperlambat jalannya dan menaruh telapak tanganya dahinya.&lt;br /&gt;
Saat dia mencoba untuk mengingat istrinya, dia kehilangan pikirannya yang tidak fokus di dalam kabut yang turun. Ini terasa seperti berdiri di dalam kabut di ujung jurang. Naluri untuk hidupnya berteriak supaya ia jangan mengambil bahkan satu langkah maju.&lt;br /&gt;
Saat dia menyadari, dia sudah sampai di dasar bukit. Kirei berhenti dan melihat ke belakang ke vila di ujung bukit.&lt;br /&gt;
Akhirnya, dia belum mendapatkan kesimpulan yang memuaskan dari pertemuannya dengan Tosaka Tokiomi… Ini adalah sesuatu yang paling mengganggu Kirei.&lt;br /&gt;
Mengapa ‘Cawan’ yang memiliki kekuatan Tuhan memilih Kotomine Kirei?&lt;br /&gt;
Penjelasan Tokiomi terdengar terburu-buru. Kalau Cawan itu  menginginkan suporter untuk Tokiomi, pasti masih banyak orang-orang yang lebih cocok untuk itu karena Cawan itu pasti menginginkan seseorang yang dapat menjadi teman bagi dia; bukan Kirei.&lt;br /&gt;
Pasti ada sebuah alasan mengenai pemilihanya untuk ikut berperang di Perang Cawan yang selanjutnya.&lt;br /&gt;
Tapi… Semakin ia pikirkan, semakin Kirei menemukan bahwa inkonsistensi ini mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;
Dia singkatnya tidak memiliki ‘tujuan hidup’, atau impian ataupun cita-cita. Bagaimanapun kamu melihatnya, dia tidak menemukan alasan untuk menjadi pemilik sebuah keajaiban seperti sebuah ‘mesin pengabul permintaan.’&lt;br /&gt;
Dengan wajah muram, Kirei melihat ke tiga simbol yang muncul di atas tangan kananya.&lt;br /&gt;
Mereka bilang bahwa Command Seals adalah tanda suci.&lt;br /&gt;
Apakah dia akan menemukan upah untuk terus melangkah maju, tiga tahun dari sekarang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version|Fate/Zero:Prologue 1]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Fate/Zero ~ Indonesian Version|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=99314</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=99314"/>
		<updated>2011-06-09T08:15:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===3 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita membahas mengenai topik supernatural, teori tentang dimensi menegaskan keberadaan sebuah ‘kekuatan’ dari luar dunia ini.&lt;br /&gt;
Menemukan permulaan dari segala sesuatu, adalah mimpi semua magus yang paling besar, sang ‘Awal’,… Tahta Tuhan, Akashic Records, adalah sebuah dokumen yang mencatat semua awal dan akhir dari segala sesuatu di dunia ini.&lt;br /&gt;
200 tahun yang lalu, sekelompok orang melakukan eksperimen dan percobaan atas tempat ‘diluar dunia ini’.&lt;br /&gt;
Einsbern, Makiri, Tosaka. Disebut sebagai 3 keluarga permulaan, apa yang mereka lakukan adalah pembuatan ‘Cawan Suci’, sebuah topik yang terdapat di berbagai tradisi. Dengan harapan bahwa dengan memanggil Cawan tersebut  dapat mengabulkan segala permintaan, tiga keluarga magus menggabungkan seni rahasia masing-masing untuk membentuk ‘wadah dengan kekuatan Tuhan’.&lt;br /&gt;
… Sayangnya, Cawan itu hanya dapat mengabulkan permintaan satu orang. Segera setelah hal itu diketahui, ikatan kerja sama dengan cepatnya lenyap dalam darah oleh pertengkaran dan konflik.&lt;br /&gt;
Ini adalah awal dari ‘Perang Cawan Suci’, ‘Heaven’s Feel’.&lt;br /&gt;
Setelah itu, setiap 60 tahun sekali, Cawan itu akan datang di sebuah kota yang terletak jauh di timur, ‘Fuyuki’.&lt;br /&gt;
Lalu, Cawan itu akan memilih 7 magus yang memiliki kemampuan dan kriteria untuk memilikinya, dan membagikan sejumlah prana yang sangat besar kepada mereka, untuk membuat mungkin pemanggilan Roh Para Pahlawan, ‘Servants’. Hasil dari pertempuran sampai mati ini akan menentukan siapakah diantara ketujuh magus yang paling layak medapatkan Cawan itu.&lt;br /&gt;
- Untuk menjelaskan secara singkat, ini adalah hal yang sedang dialami oleh Kotomine Kirei.&lt;br /&gt;
“Pola yang muncul di tangan kananmu disebut ‘Command Seals’. Ini adalah bukti bahwa kamu telah dipilih oleh Cawan tersebut, dan sebuah tanda suci yang memberikanmu hak untuk memanggil Servant.”&lt;br /&gt;
Seseorang, yang memiliki pesona dan ketegasan dalam suaranya, yang menjelaskan hal itu adalah Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
Di dalam sebuah kamar yang terletak di dalam vila mewah yang dibangun diatas bukit kecil di distrik paling rapi di Turin selatan, Itali, 3 pria duduk di atas sofa panjang. Kirei dan Tokiomi, dan seorang pendeta yang memperkenalkan mereka dan mengawasi pembicaraan adalah Kotomine Risei… ayah kandung Kirei.&lt;br /&gt;
Sebagai teman seorang pendeta yang sebentar lagi akan mencapai umur 80, Tosaka adalah orang jepang yang eksentrik. Dia terlihat seumur dengan Kirei, sukses dan memiliki aura seorang professional. Lahir dalam silsilah keluarga kuno yang terkenal bahkan dalam standar orang jepang, vila ini adalah tempat tinggalnya yang kedua, seperti yang pria itu bilang. Tetapi yang paling menarik adalah dia dengan gampangnya memperkenalkan diri sebagai seorang ‘magus’.&lt;br /&gt;
Menjadi seorang magus tidaklah seaneh kedengaranya, Kirei adalah, seperti ayahnya, seorang pastor, namun tugas sang ayah dan anak sangat berbeda dari apa yang orang-orang kenal dari seorang ‘Pastor’.&lt;br /&gt;
‘Gereja Suci’, sebuah tempat dimana orang-orang seperti Kirei bernaung dibawahnya mempunyai doktrin di luar lingkaran keajaiban dan misteri, tetapi tetap memikul beban untuk melenyapkan semua ajaran sesat dari dunia ini. Mereka melakukanya dengan, mengambil tempat dimana mereka bisa mengawasi kegilaan seperti seni magis.&lt;br /&gt;
Seorang magus bekerja hanya dengan magus lainnya, dan bersatu di bawah sebuah organisasi magis yang menyebut dirinya ‘Asosiasi’, merupakan sebuah ancaman sebagai rival kepada Gereja Suci. Saat ini, mereka sepakat untuk menjaga sebuah perdamaian sementara; tapi walaupun begitu, sebuah situasi dimana seorang Pastor dari Gereja Suci dan seorang magus berkumpul di tempat yang sama untuk sebuah ceramah adalah sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh kedua belah pihak.&lt;br /&gt;
Dalam kasus Risei, sang pendeta, keluarga Tosaka adalah seseorang yang mempunyai koneksi dengan Gereja, walaupun mereka adalah keluarga magus.&lt;br /&gt;
Bermula dari malam sebelumnya saat Kirei menemukan kemunculan sebuah pola yang terbentuk dari tiga bekas cakar. Dia telah mendiskusikan hal ini dengan ayahnya, dan Risei membawa anaknya ke Turin dengan segera keesokan paginya untuk bertemu dengan magus muda ini.&lt;br /&gt;
Dari sana, setelah perkenalan yang terburu-buru, penjelasan yang Tokiomi berikan kepada Kirei di pertemuaan rahasia ini adalah mengenai peperangan yang sma, ‘Heaven’s Feel’. Arti dibalik tanda muncul di atas tangan Kirei… Itu adalah, hasil dari Kirei mendapatkan hak untuk memperebutkan kesempatan agar keinginannya dikabulkan oleh keajaiban yang akan dihasilkan dari kemunculan Cawan Suci yang keempat yang akan terjadi tiga tahun lagi.&lt;br /&gt;
Bukan berarti dia menolak untuk ikut berpartisipasi. Pekerjaan Kirei di dalam Gereja Suci adalah, singkatnya, pemusnahan ajaran sesat, artinya dia adalah seorang prajurit yang berpengalaman . Dapat dikatakan bahwa tugasnya yang paling utama adalah berperang sampai mati dengan para magus. Lebih tepatnya, masalahnya adalah sebuah kontradiksi yang perlu dilakukan Kirei, seorang pendeta, untuk berpartisipasi sebagai ‘magus’ di Heaven’s Feel yang merupakan pertempuran para magus.&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel adalah peperangan dimana pertempuran dilakukan dengan menggunakan Servants sebagai familiars. Jadi untuk meneruskan ke tahap selanjutnya, seni magis paling dasar diperlukan untuk memanggil seorang Servant … Singkatnya, tujuh orang yang dipilih sebagai Masters dari para Servants harus menjadi magus. Ini pasti sebuah hal yang luar biasa bagi seseorang seperti kamu, yang bukan seorang magus, untuk dipilih oleh Cawan itu di tahap yang sangat awal ini.”&lt;br /&gt;
“Apakah Cawan itu memiliki prioritas dalam memilih?”&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangguk kepada Kirei yang masih belum yakin.&lt;br /&gt;
“Aku menyebutkan ‘3 keluarga permulaan’- pemilihan akan memprioritaskan magus dari  keluarga Makiri, yang sekarang telah merubah namanya menjadi Mato, Einsbern atau Tohsaka. Dengan kata lain…”&lt;br /&gt;
Tokiomi mengangkat tangan kananya untuk memperlihatkan pola suci miliknya.&lt;br /&gt;
“Sebagai kepala keluarga Tokiomi yang sekarang, aku akan ikut berpartisipasi di perang selanjutnya.”&lt;br /&gt;
Jadi, apakah pria ini berencana untuk menusuk Kirei dari belakang sesudah membimbing Kirei dengan sabarnya? Walaupun Kirei tidak mengerti akan hal itu, dia tetap melangkah maju sambil membawa ratusan pertanyaan di benaknya.&lt;br /&gt;
“Aku tertarik tentang para Servants yang kamu sebutkan sebelumnya. Roh Para Pahlawan dipanggil dan dijadikan familiar, kau bilang…”&lt;br /&gt;
“Ini mungkin sulit untuk dipercaya, tapi hal itu adalah sebuah fakta. Ini adalah salah satu keajaiban Cawan itu.”&lt;br /&gt;
Legenda tentang para pahlawan dan raja, manusia super yang telah mengukir nama mereka di dalam sejarah dan dongeng. Mereka adalah seseorang yang tertinggal di dalam ingatan manusia setelah mereka mati dan dikeluarkan dari kategori manusia, dinaikan pangkatnya bahkan di dalam dimensi spritual; mereka adalah ‘Roh para Pahlawan’. Mereka yang memiliki status jauh lebih tinggi dari hantu atau roh jahat yang biasa dipanggil magus sebagai familiar. Intinya, mereka adalah sebuah eksistensi yang memiliki status spritual sebanding dengan Tuhan. Walaupun sebagian dari kekuatan mereka dapat dipanggil dan dipinjam, adalah sesuatu yang sangat mustahil untuk mejadikan mereka sebagai familiar di dunia ini.&lt;br /&gt;
“Kalau kamu mempertimbangkan fakta bahwa membuat mungkin sesuatu yang tidak mungkin ini adalah kekuatan Cawan itu, kamu pasti mengerti betapa mengejutkannya kekuatan Cawan itu. Namun pada akhirnya, bahkan pemanggilan seorang Servant hanyalah sebuah pecahan kecil dari kekuatan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
Seperti berkata bahwa bahkan dirinya sendiri terkejut pada apa yang dia katakan, Tosaka Tokiomi menarik nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
“Roh Para Pahlawan dari jaman kuno para dewa sampai paling tidak satu abad yang lalu dapat dipanggil. Tujuh Roh Para Pahlawan akan menjadi pengikut tujuh Master, setiap dari mereka akan melindungi Master masing-masing dan melenyapkan musuh dari Masternya. Pahlawan dari segala jaman dan negara akan dipanggil ke jaman ini, dan akan bertempur di dalam perang sampai mati untuk memperebutkan supremasi. Itu adalah Perang Cawan Suci di Fuyuki, Heaven’s Feel.&lt;br /&gt;
“… Kegilaan macam apa itu? Di tempat dimana ribuan orang biasa tinggal?”&lt;br /&gt;
Semua magus mengikuti prinsip untuk menyembunyikan diri mereka. Itu adalah jalan satu-satunya untuk hidup di sebuah jaman dimana teknologi adalah kebenaran satu-satunya. Menunjukan keberadaan mereka adalah tidak mungkin kalau kita memasukan juga keberadaan Gereja Suci ke pertimbangan.&lt;br /&gt;
Tetapi kamu juga harus menyembunyikan kekuatan Roh Para Pahlawan yang dapat membawa bencana kehancuran. Menggunakan tujuh Servants di dalam konflik diantara manusia di jaman ini dan membuat mereka bertempur dengan satu sama lainya… Itu sama saja dengan memberi perintah untuk melakukan genosida dan pembantaian besar-besaran.&lt;br /&gt;
“- Tentu saja, ini adalah sebuah hal yang harus dimengerti untuk melakukan konfrontasi secara rahasia. Kamu harus menyiapkan pengawasan yang ketat untuk menjamin hal tersebut.”&lt;br /&gt;
Terdiam saja sampai saat ini, pendeta Risei, melangkah maju dan menyuarakan pendapatnya.&lt;br /&gt;
“Heaven’s Feel berlangsung setiap 60 tahun sekali, dan ini adalah yang keempat kalinya. Pemasyrakatan jepang telah berjalan saat Perang Dunia kedua terjadi. Bahkan di tempat yang sangat terpencil, kita tidak bisa membiarkan orang-orang menyaksikan kerusakan yang serius menyebar. Jadi, sejak Heaven’s Feel yang ketiga, sebuah kesepakatan telah dibuat agar seseorang dari Gereja Suci dijadikan pengawas. Untuk meminimalkan bencana dari perang ini sedikit mungkin, kita harus menyembunyikan keberadaanya dan membuat para magus setuju untuk menjaga kerahasiaan perang ini.”&lt;br /&gt;
“Jadi Gereja akan menjadi juri di dalam peperangan antar magus ini?”&lt;br /&gt;
“Tepat sekali karena ini adalah konflik para magus. Tidak ada seorangpun di Asosiasi Magus yang bisa menjadi juri karena implikasi politik. Tidak ada lagi yang lebih baik daripada menggunakan pengaruh luar seperti Gereja Suci. Terlebih lagi, tidak mungkin Gereja kita akan membiarkan nama Cawan Suci digunakan sembarangan. Kita juga tidak bisa membiarkan kemungkinan bahwa Cawan itu adalah cawan yang pernah menampung darah dari anak Tuhan.”&lt;br /&gt;
Kirei dan Risei, ayah dan anak, memiliki tugas di dalam pasal yang disebut Assembly of 8th Sacrament. Tugas dari kelompok itu di Gereja Suci adalah mengumpulkan peninggalan-peninggalan suci. Harta yang bernama Cawan Suci muncul di berbagai dongeng dan legenda, dan pengaruh dari “Cawan” itu di dalam doktrin Gereja Suci sangat besar.&lt;br /&gt;
“Dibawah kondisi itu, waktu yang lalu, di dalam kekacauan Perang Dunia, pertemuaan diadakan di waktu yang tepat itu mengenai Heaven’s Feel ketiga dan aku, yang masih muda, dipilih untuk melakukan sebuah pekerjaan penting. Untuk pertempuran yang selanjutnya, aku akan pergi ke kota Fuyuki untuk mengawasi perang ini.”&lt;br /&gt;
Mendengar perkataan ayahnya, Kirei hanya memiringkan kepalanya.&lt;br /&gt;
“Tunggu sebentar. Apakah pengawas dari Gereja sanggup bertindak dengan adil? Ini akan menjadi masalah kalu seorang peserta adalah saudara satu darah…”&lt;br /&gt;
“Tenang, tenang. Kamu pikir ini adalah sebuah lubang di peraturan?”&lt;br /&gt;
Senyuman yang tidak biasa dari ayah yang keras kepala menunjukan sesuatu yang Kirei tidak bisa baca.&lt;br /&gt;
“Kotomine-san, kamu tidak seharusnya menyusahkan anakmu. Mari kita pindah ke pertanyaan yang sesungguhnya.”&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiomi berkata denagn terus terang ke pendeta tua itu.&lt;br /&gt;
“Hm, baiklah.- Kirei, apa yang kita sudah jelaskan hanya tentang ‘aspek luar’ dari Perang Cawan ini. Ada alasan lain aku membawamu bertemu dengan Tuan Tosaka hari ini.”&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
“Sebenarnya, kita telah menemukan bukti dari dulu bahwa Cawan yang muncul di Fuyuki berbeda dengan peninggalan suci ‘Anak Tuhan’. Pada akhirnya, peperangan di Heaven’s Feel di Fuyuki ini hanya memperebutkan harta yang sebenarnya adalah tiruan dengan kekuatan Tuhan, sesuatu yang dapat membuka jalan ke Utopia. Ini tidak ada hubunganya dengan Gereja kita.”&lt;br /&gt;
Itulah yang sebenarnya. Kalau tidak, Gereja Suci tidak akan puas dengan hanya menjadi seorang pengawas yang pasif. Kalau Cawan itu ternyata sebuah ‘Peninggalan Suci’ yang sesungguhnya, Gereja pasti akan melanggar perjanjian perdamaian sementara itu dan merebut Cawan itu dari tangan para magus.&lt;br /&gt;
“Jika tujuan akhir dari cawan itu hanya untuk mendapatkan Akashic Records, Gereja Suci tidak akan peduli dengannya. Karena, keinginan para magus untuk menemuka ‘Akasha’, sang ‘Awal’, tidak bertentangan dengan ajaran kita.&lt;br /&gt;
- Walaupun, untuk membiarkan diri kita untuk mengindahkan hal itu, kita memerlukan seseorang yang memiliki kemampuan. Jika seseorang yang tidak diinginkan masuk, kita tidak tahu kecelakaan macam apa yang akan terjadi.”&lt;br /&gt;
“Jadi, kalau kita melenyapkannya sebagai ajaran sesat-“&lt;br /&gt;
“Itu adalah seseuatu yang sulit. Para magus yang berperang untuk Cawan itu memiliki daya juang yang tidak biasa. Kalau kita melawan mereka secara langsung, sebuah peperangan denag Asosiasi Magus tidak mungkin dihindari. Dan hal itu akan menghasilkan korban yang terlalu banyak. Lebih tepatnya, sebagai laternatif yang kedua, tidak ada yang lebih menarik daripada menemukan cara untuk memberikan cawan itu ke ‘orang yang tepat’.”&lt;br /&gt;
“… Jadi begitu.”&lt;br /&gt;
Kirei sedikit demi sedikit mengerti alasan sebenarnya dari pertemuan ini mengingat ayahnya berteman dengan Tosaka Tokiomi, seorang magus.&lt;br /&gt;
“Karena mereka telah ditindas oleh kepercayaan di tempat asal mereka, keluarga Tosaka mengikuti ajaran yang sama dengan kita. Mengenal karakter Tokiomi, dia sendiri lolos dari kualifikasi untuk menggunakan Cawan itu.”&lt;br /&gt;
Tosaka Tokiiomi mengangguk, lalu kembali berbicara.&lt;br /&gt;
“Menemukan ‘Akasha’. Tidak ada tujuan yang paling besar bagi kami Tosaka. Tapi, sayangnya, Einsberns and Matos, yang dahulu mempunyai tujuan yang sama, sudah tersesat ke hal duniawi, dan telah melupakan keinginan mereka yang awal. Aku tidak akan masuk ke bagaimana mereka telah mengundang empat Master dari luar. Mereka menginginkan Cawan itu demi nafsu mereka yang menjijikan, hanya itu.”&lt;br /&gt;
Itu berarti Gereja Suci tidak akan mengijinkan orang lain selain Tosaka Tokiomi sebagai pemilik Cawan itu. Sekarang Kirei mengerti tentang tugasnya.&lt;br /&gt;
“Jadi kamu mau aku ikut dalam perang yang selanjutnya untuk membiarkan Tosaka Tokiomi menang?”&lt;br /&gt;
“Benar.”&lt;br /&gt;
Akhirnya, Tosaka Tokiomi menunjukan senyumnya untuk pertama kali.&lt;br /&gt;
“Tentu saja, kita akan bekerja sama secara rahasia melawan lima Master yang tersisa, dan membunuh mereka, untuk menambah kemungkinan kita untuk menang.”&lt;br /&gt;
Mendenagr perkataan Tokiomi, Pastor Risei mengangguk. Netralitas Gereja Suci sebagai seorang juri sudah berubah menjadi sebuah bahan tertawaan. Heaven’s Feel kali ini akan menarik, mengingat keinginan gereja dari perang ini.&lt;br /&gt;
Mengenai itu, itu bukanlah sesuatu yang benar atau salah bagi Kirei. Kalau kemauan Gereja sudah jelas, yang tersisa adalah melakukan tugasnya sebagai eksekutor.&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu akan dipindahkan dari Gereja Suci ke Asosiasi Magus, dan kamu menjadi muridku.”&lt;br /&gt;
Tanpa berhenti dan dengan jelas, Tosaka Tokiomi mempercepat penjelasannya.&lt;br /&gt;
“- Dipindahkan?”&lt;br /&gt;
“Pemindahan telah diresmikan, Kirei.”&lt;br /&gt;
Mengatakan ini, Pastor Risei mengeluarkan sepucuk surat. Itu adalah surat pemberitahuan dengan tanda tangan Gereja Suci dan Asosiasi Magus didalamnya, dan ditujukan untuk Kotomine Kirei. Kirei lebih terkejut dengan kegunaan tindakan tersebut; hanya dari sehari sebelumnya ke hari ini, surat ini selesai.&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, tidak ada gunanya memberi pendapat bagi Kirei, ataupun memiliki alasan untuk tersinggung dari diskusi ini. Karena Kirei tidak memiliki tujuan sama sekali.&lt;br /&gt;
“Yang paling penting yang harus kamu lakukan adalah berlatih seni magis di rumahku di Jepang. Heaven’s Feel yang selanjutnya terjadi 3 tahun lagi. Pada saat itu, kamu harus memiliki seorang Servant yang mengikutimu, dan menjadi magus yang berpartispasi di perang itu sebagai Master.”&lt;br /&gt;
“Tapi- apakah ini tidak apa-apa? Kalau aku belajar di bawahmu, bukankah ini akan mencipatakan keraguan bahwa kita bekerja sama?”&lt;br /&gt;
Tokiomi memberikan senyuman yang dingin dan menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
“Kamu tidak mengerti apa-apa tentang magus. Kalau kepentingan mereka bertentangan, konflik antara guru dan murid yang berakhir dengan pertempuran sampai mati adalah sesuatu yang biasa di dunia kami.”&lt;br /&gt;
“Aah, jadi begitu.”&lt;br /&gt;
Walaupun Kirei tidak bermaksud untuk mengerti tentang magus, dia sedikit banyak mengerti tentang karakter dari sebuah ras bernama magus. Dia telah melawan magus ‘sesat’ dalam berbagai peristiwa sebagai eksekutor. Jumlah orang yang telah ia lenyapkan dengan tanganya melebihi jumlah puluhan atau dua puluhan.&lt;br /&gt;
“Apakah kamu mempunyai pertanyaan lain?”&lt;br /&gt;
Saat Tokiomi akan mengakhiri pertemuan ini, Kirei membalas dengan pertanyaan yang ada di benaknya dari awal.&lt;br /&gt;
“Hanay satu – Cawan ini memilih para Master, apakah tujuan yang sebenarnya dari itu?”&lt;br /&gt;
Itu bukan merupakan pertanyaan yang telah Tokiomi prediksi. Alis sang magus mengerut sebentar, lalu dia memberikan jawaban dengan tenang.&lt;br /&gt;
“Cawan itu akan… Tentu saja, akan memilih para Master yang membutuhkannya dengan sepenuh hati. Seperti yang katakan sebelumnya, kami Tosaka akan dimasukkan ke dalam urutan paling atas sebagai salah satu dari 3 keluarga permulaan.”&lt;br /&gt;
“Jadi, semua Master yang dipilih memiliki alasan untuk menginginkan Cawan itu?”&lt;br /&gt;
“Tidak hanya sebatas itu saja. Cawan itu membutuhkan 7 orang untuk datang. Kalau jumlahnya tidak cukup pada saat yang sekarang, orang-orang yang biasanya tidak akan dipilih bisa mendapatkan Command Seals. Mungkin ada beberapa kasus seperti ini sebelumnya, tetapi- Aah, aku mengerti.”&lt;br /&gt;
Sambil berbicara, Tokiomi mengerti apa yang Kirei ragukan.&lt;br /&gt;
“Kirei-kun, kamu berpikir bahwa kamu tidak mungkin dipilih, benar kan?”&lt;br /&gt;
Kirei mengangguk. Tidak peduli betapa kerasnya kamu mencari, tidak mungkin ada alasan mengapa mesin pengabul permintaan itu memilih dia.&lt;br /&gt;
“Hm, benar juga, ini aneh. Satu-satunya hal yang menghubungkanmu dengan Cawan itu adalah ayahmu, yang dipilih sebagai pengawas, tetapi… Tidak, kamu bisa berpikir bahwa itu adalah alasan satu-satunya.”&lt;br /&gt;
“… Yaitu?”&lt;br /&gt;
“Cawan itu sudah mengantisipasi bahwa Gereja Suci akan membantu keluarga Tosaka. Jadi seorang eksekutor dari Gereja yang sanggup memiliki Command Seals akan membantu Tosaka.”&lt;br /&gt;
Mengatakan hal ini, Tokiomi, yang merasa puas saat mengakhiri diskusi ini, menambahkan.&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, Cawan itu memberikan aku, seseorang dari keluarga Tosaka, dua Command Seals, karena itu, dia memilih kamu sebagai Master.&lt;br /&gt;
… Bagaimana dengan itu? Apakah keismpulan ini menjawab pertanyaanmu?”&lt;br /&gt;
Jadi, dia memberikan penjelasannya sendiri dengan nada yang menantang.&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
Rasa percaya diri yang sombong ini cocok dengan pria yang dipanggil Tosaka Tokiomi. Pria ini memegang sebuah harga diri yang mendekati sindiran.&lt;br /&gt;
Memang, sebagai seorang magus, dia adalah seorang yang sempurna. Dan dia pasti memiliki rasa percaya diri yang datang bersamaan dengan kesempurnaan itu. Itulah sebabnya dia mungkin tidak akan pernah meragukan pendapatnya sendiri.&lt;br /&gt;
Itu artinya dia tidak akan mendapatkan jawaban yang lain disini sekarang- Itu adalah kesimpulan Kirei.&lt;br /&gt;
“Kapan kita berangkat ke Jepang?”&lt;br /&gt;
Menyembunyikan kekecewaanya, Kirei merubah topik pembicaraan.&lt;br /&gt;
“Aku akan mengunjungi Inggris sebentar. Aku memiliki perkerjaan kecil di Clock Tower.&lt;br /&gt;
Kamu akan pergi ke jepang lebih dahulu. Aku akan memberitahu keluargaku.”&lt;br /&gt;
“Dimengerti. Jadi, Aku akan berangkat secepatnya.”&lt;br /&gt;
“Kirei, pergilah lebih dahulu. Aku memiliki sesuatu untuk didiskusikan dengan Tuan Tohsaka.”&lt;br /&gt;
Menganggukan kepala pada perkataaan ayahnya, Kirei bangkit dari tempat duduknya dan, setelah memberi salam dengan mengangguk, meninggalkan ruangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggal di dalam ruangan itu, Tosaka Tokiomi dan Pastor Risei melihat Kotomine Kirei pergi dalam diam.&lt;br /&gt;
“Kau memiliki seorang anak yang dapat diandalkan, Kotomine-san.”&lt;br /&gt;
“Kemampuanya sebagai ‘Eksekutor’ dapat dijamin.  Tidak ada dari seangkatan dia yang bekerja lebih keras daripada dia saat masa pelatihan. Akulah seseorang yang perlu kamu ragukan.”&lt;br /&gt;
“Ho… Apakah ini kebiasaan teladan seorang pelindung iman?”&lt;br /&gt;
“Oh, aku malu untuk mengatakan ini, tapi Kirei adalah kebanggaan satu-satunya orang tua yang bodoh seperti aku.”&lt;br /&gt;
Pendeta tua itu terkenal akan kekakuannya, tapi, merasa nyaman dengan Tokiomi, dia tersenyum. Saat matanya tertuju ke anak satu-satunya, kepercayaan dan cinta dia terlihat sepenuhnya.&lt;br /&gt;
“Saat aku masih juga tidak memiliki anak saat melewati umur 50, aku telah menyerah untuk mendapatkan seorang keturunan… Tapi sekarang, aku terkejut melihat betapa besarnya anak itu telah tumbuh.”&lt;br /&gt;
“Walaupun, dia setuju lebih mudah dari yang aku bayangkan.”&lt;br /&gt;
“Anakku akan melompat kedalam kobaran api jika itu adalah keinginan Gereja. Itu menunjukan betapa jauhnya ia akan pergi demi imannya.”&lt;br /&gt;
Walupun Tokiomi tidak bermaksud untuk meragukan perkataan Pastor tua itu, kesan yang dia punya tentang anak Pendeta Risei bukanlah ‘iman yang berapi-api’. Penampilan tenang pria bernama Kirei terkesan seperti kekosongan ke dia.&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, itu adalah sebuah kekecewaan. Bagaimanapun aku melihat dia, dia terlihat hanya terlibat di sesuatu yang tidak hubungan dengannya.”&lt;br /&gt;
“Tidak… itu mungkin sebuah keselamatan bagi dia.”&lt;br /&gt;
Berbicara dengan tidak pasti, Pastor Risei mulai berkata dengan kelam.&lt;br /&gt;
“Ini adalah hal yang pribadi, tapi istrinya meninggal beberapa hari yang lalu. Mereka belum melewati bahkan dua tahun dalam pernikahan.”&lt;br /&gt;
“Oh, Saya-“&lt;br /&gt;
Tokiomi kehilangan kata-kata atas peristiwa yang mengejutkan itu.&lt;br /&gt;
“Walaupun tidak kelihatan, dia menahanya dengan baik… Dia memiliki terlalu banyak kenangan di Itali, Mungkin sekarang, bagi Kirei, kembali ke tanah kelahirannya untuk misi yang baru dapat membantu menyembuhkan lukanya.”&lt;br /&gt;
Risei mendesah setelah berbicara. Tokiomi tetap memandang orang tua itu.&lt;br /&gt;
“Tokiomi-kun, bukankah nilai seseorang yang sesungguhnya terlihat saat dalam kesusahan?”&lt;br /&gt;
Tokiomi membungkuk dalam atas kata-kata Pastor tua itu.&lt;br /&gt;
“Hutangku kepada Gereja Suci dan kedua generasi keluarga Tokiomi ini akan diukir di dalam prinsip keluargaku.”&lt;br /&gt;
“Tidak. Aku hanya memenuhi sumpahku untuk generasi masa depan Tosaka. – Sisanya hanya berdoa kepada perlindungan Tuhan sampai perjalanmu membawa kamu ke sang ‘Awal.”&lt;br /&gt;
“Ya. Penyesalan kakekku, impian terbesar Tosaka… ini adalah arti dan tujuan hidupku.”&lt;br /&gt;
Menyembunyikan betapa rasa percaya dirinya dicekik oleh beratnya tanggung jawab dia, Tokiomi mengannguk dengan pasti.&lt;br /&gt;
“Tahun ini, aku akan mendapatkan Cawan itu. Aku akan membuat itu terjadi.”&lt;br /&gt;
Pada harga diri Tokiomi, Pastor Risei memberkati ingatan tentang temannya.&lt;br /&gt;
‘Temanku… Kau juga mendapatkan seorang keturunan yang luar biasa.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat angin dari laut Mediterranian mengacak-acak rambutnya, Kotomine Kirei berjalan dari vila yang terletak di atas bukit, sendirian dan dalam diam, di jalan kecil yang panjang.&lt;br /&gt;
Akhirnya, Kirei dapat menyudun semua kesan yang dia dapat dari pria yang bernama Tosaka Tokiomi, yang baru saja dia bertemu dengan.&lt;br /&gt;
Mungkin dia telah melewati kehidupan yang keras. Seperti harga dirinya muncul dari melewati pengalaman yang keras itu, dia adalah seseorang yang memiliki harga diri yang besar yang bisa dia banggakan.&lt;br /&gt;
Dia mengerti karakter tersebut sangat baik. Ayah Kirei adalah orang yang sama dengan Tosaka Tokiomi.&lt;br /&gt;
Manusia yang telah mengartikan tujuan dibalik kelahiran mereka, dibalik eksistensi mereka, dan mengikuti tujuan itu tanpa ragu. Mereka tidak akan pernah bimbang, tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
Menempa itu dengan tekad baja dari tindakan dengan tujuan yang jelas, maju hanya dengan kepuasan dari ‘sesuatu’ yang merupakan tujuan hidup mereka, di semua aspek kehidupan.&lt;br /&gt;
‘Bentuk dari keyakinan’ ini bisa menjadi, dalam kasus ayah Kirei, seorang yang sangat beriman; dan dalam kasus Tosaka Tokiomi, mungkin itu adalah kepercayaan diri oleh orang yang terpilih – sebuah hak yang tidak dimiliki orang biasa, dan kesadaran seseorang yang memiliki tanggung jawab untuk dipikul. Dia adalah salah satu ‘bangsawan asli’ yang tersisa yang sangat jarang.&lt;br /&gt;
Mulai dari sekarang, eksistensi seorang Tosaka Tokiomi mungkin akan menyebabkan implikasi penting bagi Kirei… Tapi walaupun begitu, dia bukanlah orang cocok dengan orang seperti Kirei. Itu sama saja dengan berkata bahwa ia sama dengan ayahnya.&lt;br /&gt;
Mereka yang hanya melihat tujuan hidup mereka tidak akan dapat mengerti sakitnya seseorang yang tidak mampu memilikinya. Orang-orang seperti Tokiomi memiliki ‘tujuan hidup’ sebagai dasar keyakinan mereka, tapi itu tidak dapat dimengerti di dalam pikiran Kotomine Kirei. Tidak sekalipun di dalam 20 tahun lebih dia pernah merasakan sensasi seperti itu.&lt;br /&gt;
Karena itu, dia tidak dapat mempertimbangkan sebuah tindakan yang paling baik, mendapatkan kepuasan dari segala tantangan, atau dapat beristirahat di dalam segala kenyamanan. Orang seperti ini tidak memiliki tujuan hidup dari awalnya.&lt;br /&gt;
Dia bahkan tidak dapat mengerti bagaimana ia bisa begitu jauhnya terkucil dari norma-norma yang dipegang oleh orang-orang biasa. Kirei bahkan tidak mengerti sebuah keinginan dimana dia bisa melakukan apapun untuk mendapatkanya.&lt;br /&gt;
Dia percaya bahwa Tuhan itu ada. Bahwa ada sebuah eksistensi luar biasa, walaupun dia tidak cukup dewasa untuk tahu apa itu.&lt;br /&gt;
Dia hidup dengan kepercayaan bahwa suatu hari, suara Tuhan yang paling suci akan menuntun dia ke kebenaran yang sesungguhnya dan menyelamatkan dia. Berjudi atas harapan itu, memegang erat kepadanya.&lt;br /&gt;
Tapi didalam hatinya, dia tahu. Bahwa keselamatan tidak akan datang dari cintanya Tuhan untuk orang seperti dia,&lt;br /&gt;
Menghadapi kemarahan dan keputusasaan menyudutkan dia menjadi seorang masokis. Dibawah alasan untuk penebusan dosa untuk melatih moralnya, dia berulang kali melukai dirinya sendiri. Tetapi penyiksaan itu justru menempa tubuh Kirei menjadi seperti besi, dan saat dia menyadarinya, dia telah sampai di puncak para elit di Gereja Suci sebagai ‘Eksekutor’, dimana tidak ada seorangpun yang dapat mengejar dia.&lt;br /&gt;
Orang-orang menyebut itu sebuah ‘kemuliaan’. Iman dan disiplin Kotomine Kirei dipuji sebagai contoh untuk semua pendeta. Bahkan ayahnya Risei juga bukan pengecualian.&lt;br /&gt;
Kirei mengerti sepenuhnya mengapa Kotomine Risei memiliki begitu percaya dan mengagumi anaknya, tapi itu adalah sebuah kesalahpahaman jauh dari poin yang sebenarnya; karena sebenarnya, hatinya malu. Bahkan mungkin menghabiskan seluruh hidup seseorang ridak akan cukup untuk mengubah kesalahpahaman itu.&lt;br /&gt;
Sampai sekarang, tidak ada seorangpun yang dapat mengerti betapa kosongnya seorang Kirei.&lt;br /&gt;
Ya, bahkan satu-satunya wanita yang ia cintai-&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
Saat kepalanya terasa ringan, Kirei memperlambat jalannya dan menaruh telapak tanganya dahinya.&lt;br /&gt;
Saat dia mencoba untuk mengingat istrinya, dia kehilangan pikirannya yang tidak fokus di dalam kabut yang turun. Ini terasa seperti berdiri di dalam kabut di ujung jurang. Naluri untuk hidupnya berteriak supaya ia jangan mengambil bahkan satu langkah maju.&lt;br /&gt;
Saat dia menyadari, dia sudah sampai di dasar bukit. Kirei berhenti dan melihat ke belakang ke vila di ujung bukit.&lt;br /&gt;
Akhirnya, dia belum mendapatkan kesimpulan yang memuaskan dari pertemuannya dengan Tosaka Tokiomi… Ini adalah sesuatu yang paling mengganggu Kirei.&lt;br /&gt;
Mengapa ‘Cawan’ yang memiliki kekuatan Tuhan memilih Kotomine Kirei?&lt;br /&gt;
Penjelasan Tokiomi terdengar terburu-buru. Kalau Cawan itu  menginginkan suporter untuk Tokiomi, pasti masih banyak orang-orang yang lebih cocok untuk itu karena Cawan itu pasti menginginkan seseorang yang dapat menjadi teman bagi dia; bukan Kirei.&lt;br /&gt;
Pasti ada sebuah alasan mengenai pemilihanya untuk ikut berperang di Perang Cawan yang selanjutnya.&lt;br /&gt;
Tapi… Semakin ia pikirkan, semakin Kirei menemukan bahwa inkonsistensi ini mengkhawatirkan.&lt;br /&gt;
Dia singkatnya tidak memiliki ‘tujuan hidup’, atau impian ataupun cita-cita. Bagaimanapun kamu melihatnya, dia tidak menemukan alasan untuk menjadi pemilik sebuah keajaiban seperti sebuah ‘mesin pengabul permintaan.’&lt;br /&gt;
Dengan wajah muram, Kirei melihat ke tiga simbol yang muncul di atas tangan kananya.&lt;br /&gt;
Mereka bilang bahwa Command Seals adalah tanda suci.&lt;br /&gt;
Apakah dia akan menemukan upah untuk terus melangkah maju, tiga tahun dari sekarang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[Sword Art Online:Volume_1_Illustrations|Illustrations]]&lt;br /&gt;
| Return to [[Sword Art Online|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[Sword Art Online:Volume_1_Chapter_1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=99313</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 2~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_2~_Indonesian_Version&amp;diff=99313"/>
		<updated>2011-06-09T08:13:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: Created page with &amp;quot; ===3 tahun yang lalu===&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
===3 tahun yang lalu===&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero_~_Indonesian_Version_(Registration)&amp;diff=99312</id>
		<title>Fate/Zero ~ Indonesian Version (Registration)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero_~_Indonesian_Version_(Registration)&amp;diff=99312"/>
		<updated>2011-06-09T08:07:48Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Category:Registration Page]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peraturan registrasi sangat gampang:&lt;br /&gt;
*Yang mau bantu langsung tulis nama user disamping chapter yang lu mau.&lt;br /&gt;
*Harus selesai satu-satu, jadi jangan ga bisa langsung ambil dua.&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak, &amp;quot;gw mesti abisin ampe selesai&amp;quot;, yang jadi tanggung jawab lo cuman 1 act yang lu mau klo ga slese, bisa langsung apus nama lu di samping chapter yang tulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Fate/Zero Novel ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1 ===&lt;br /&gt;
*Prologue&lt;br /&gt;
** 8 years ago - [[User:Felxihe3x|Felxihe3x]]- &#039;&#039;&#039;Completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
** 3 years ago - [[User:Felxihe3x|Felxihe3x]]- &#039;&#039;&#039;Editing&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
** 1 year ago - &lt;br /&gt;
*Act 1&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 2&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 3&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 4&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1 Postface&lt;br /&gt;
**1 -&lt;br /&gt;
**2 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 2 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 5&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 6&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 7&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 8&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 - &lt;br /&gt;
**Part 6 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Volume 2 Postface - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 3 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 9&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 10&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 11&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 12&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 3 Postface -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 4 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Interlude -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 13&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 14&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 15&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 16&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 - &lt;br /&gt;
**Part 6 -&lt;br /&gt;
**Part 7 -&lt;br /&gt;
**Part 8 -&lt;br /&gt;
**Part 9 - &lt;br /&gt;
**Part 10 - &lt;br /&gt;
**Part 11 - &lt;br /&gt;
**Part 12 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Epilogue&lt;br /&gt;
**The Next Day -&lt;br /&gt;
**Half a Year Later -&lt;br /&gt;
**Five Years Later - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 4 Postface -&lt;br /&gt;
*Commentary - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Heart of Freaks -&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Kili&amp;diff=99150</id>
		<title>User talk:Kili</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Kili&amp;diff=99150"/>
		<updated>2011-06-08T00:13:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Hi! - You&#039;ve already found the [http://www.baka-tsuki.org/forums/ forum]? Did you see that two of those translators weren&#039;t active in the wiki in a while? So you&#039;re a translator? Welcome! If you like to help translate you can register for a chapter (still unregistered or under circumstances a long abandoned) and start translating. --[[User:Darklor|Darklor]] 19:06, 7 December 2009 (UTC)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
For creating the project page: Do you know the project pages of the other alternate (Indonesian) language Projects? You could use them as a template. Is what I always do: copy and paste (+ merge) and then change the content until all what is different is changed for the new project page ;) --[[User:Darklor|Darklor]] 02:45, 11 December 2009 (UTC)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hm, you havent had much done since. No time? Lost interest? Or only slow progress? ;)--[[User:Darklor|Darklor]] 14:32, 16 March 2010 (UTC)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
yeah sorry I kinda busy. &lt;br /&gt;
too many thing happen, maybe I tell you next time.&lt;br /&gt;
but I still want to help.&lt;br /&gt;
once again sorry&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Not a problem, was just wondering ;) --[[User:Darklor|Darklor]] 06:29, 23 March 2010 (UTC)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Welcome back. With what do you need help? --[[User:Darklor|Darklor]] 00:23, 6 June 2011 (UCT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Toaru majutsu index Indonesia ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hey Kili,&lt;br /&gt;
Gw tertarik buat bantuin translate Toaru majutsu Index ke indonesia. Kalo bole tau, gimana caranya gw buat apply ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
nga susah kok kk&lt;br /&gt;
tinggal register aja dari page toaru majutsu yg bahasa indo&lt;br /&gt;
tulis user name nya di belakang chapter yg pengen dikerjain&lt;br /&gt;
chapter itu buat kamu untuk di kerjain selama kamu nga pending telalu lama&lt;br /&gt;
cukup pahamkan ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Sori ni gw kyny pengen konsentrasi dulu k Fate/Zero.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=99105</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=99105"/>
		<updated>2011-06-07T09:33:34Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Fate_Zero_Prologue.jpg|200px|thumb|Prologue]]&lt;br /&gt;
===8 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
Mari kami ceritakan sebuah cerita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cerita tentang seorang pria, yang lebih daripada yang lainya, memegang teguh jalan hidupnya, dan disudutkan ke dalam keputusasaan oleh mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Impian pria itu sangat murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bermimpi agar semua orang di dunia ini bahagia; hanya itu yang dia inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah impian kekanak-kanakan yang dimiliki semua laki-laki paling tidak sekali, sesuatu yang mereka tinggalkan saat mereka menyadari betapa kejamnya realita dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kebahagiaan memerlukan pengorbanan, pengertian tersebut adalah sesuatu yang semua anak belajar saat mereka tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, pria ini berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena dia adalah yang paling bodoh diantara yang lainya. Mungkin ada sesuatu yang aneh dengan kepalanya. Atau mungkin, dia adalah seseorang yang bisa kita sebut &#039;Santa&#039;, yang memikul kehendak Tuhan. Sesuatu yang tidak mungkin dimengerti oleh orang biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari bahwa semua yang hidup di dunia ini, hanya memiliki dua alternatif: pengorbanan, atau keselamatan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui hal itu, dia tidak akan mungkin lagi mengosongkan kedua piringan di timbanganya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, dia meneguhkan hatinya untuk mejadi seseorang yang mengatur timbangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi melenyapkan kesedihan di dunia ini, tidak ada lagi cara yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi menyelamatkan walaupun hanya satu orang, dia harus membunuh satu orang di sisi yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membiarkan sejumlah mayoritas hidup, dia harus membunuh sejumlah minoritas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, dia tidak belajar untuk menyelamatkan demi menyelamatkan orang lain, dia menyempurnakan diri dalam seni membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi dan lagi, dia membasahi kedua tanganya dengan darah, tetapi pria itu tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah mempertanyakan kebenaran dalam tindakanya, maupun meragukan cita-citanya, dia memaksa dirinya untuk mengatur kedua sisi timbanganya dengan sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah salah menimbang sebuah nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak dengan diskriminasi, pria itu menyelamatkan orang, dan tidak juga dengan diskriminasi, dia membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sayang, dia telat menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menimbang segalanya dengan sama rata, itu sama saja dengan tidak pernah mencintai seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saja dia lebih cepat mengukir hukum yang mutlak itu kedalam jiwanya, dia mungkin dapat mendapatkan keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membekukan hatinya sampai mati, membentuk tubuhnya menjadi timbangan mesin yang tidak memiliki darah maupun air mata, dia menjalankan hidup memisah-misakan mereka yang harus mati, dan mereka yang akan hidup. Itu bukan penderitaan untuk pria itu.&lt;br /&gt;
Tetapi pria itu salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman penuh kebahagiaan seseorang mengisi dadanya dengan kebanggaan, dan teriakan keputusasaan seseorang merobek hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan bercampur dengan kebencian, dan pria itu menjadi penuh dengan penyesalan saat air mata kesendirian rindu akan tangan-tangan terjulur kepadanya.&lt;br /&gt;
Walaupun dia mengejar mimpi yang melampaui pikiran manusia - Dia, sendiri, masih manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa kali banyaknya pria itu dihukum oleh kontradiksi ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenal arti persahabatan. Dia mengenal arti cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi saat menaruh nyawa seseorang yang ia cintai, dan ribuan orang asing, ke kiri dan kanan timbangan-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak akan membuat kesalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari mencintai seseorang, untuk mengadili nyawa orang itu sama dengan yang lainya, dia menimbangnya tanpa pilih kasih, dan tanpa pilih kasih menghukumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat bersama orang-orang yang disayanginya, dia selalu kelihatan seperti menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang, pria itu dijatuhi hukuman yang terberat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar jendela, badai salju telah membekukan segalanya. Malam musim dingin tersebut telah membekukan seluruh hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan itu berada di dalam sebuah kastil kuno dibangun diatas tanah yang beku, tetapi ruangan itu diselimuti oleh hangatnya api lembut yang menyala di perapian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kehangatan ruangan tersebut, pria itu menggendong sesuatu yang hidup di rangkulanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu yang sangat kecil- sebuah tubuh yang sangat kecilnya, ia kelihatan bisa lenyap seketika, dan tidak ada berat yang bisa menyatakan bahwa dia telah siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan gerakan yang paling lembut bisa berbahaya, seperti halnya salju yang diambil dengan tangan, dapat hancur bahkan dengan sedikit hentakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kerapuhan itu, sang anak melindungi temperatur tubuhnya dengan tertidur, bernafas dengan lembutnya. Itu adalah semua yang dapat dilakukan detakan di dalam dadanya saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan khawatir, dia hanya tertidur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pria itu mengangkat bayi itu di rangkulanya, sang ibu, membaringkan tubuhnya di atas sofa, tersenyum kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari mukanya yang masih pucat, bayi itu belum pulih sepenuhnya, meskipun demikian, wajah cantiknya yang mirip dengan permata tidak berubah sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih daripada semua itu, kebahagiaan yang mengisi senyumnya menghapus kelelahan yang seharusnya menodai wajah lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia selalu menangis dan susah ditenangkan, bahkan dengan kepada perawat yang seharusnya dia sudah biasa. Ini pertama kalinya dia membiarkan dirinya digendong dengan tenang... Dia mengerti, ya kan? Kalau kau itu adalah orang yang baik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menjawab, kebingungan, pria itu membandingkan sang ibu diatas ranjang dengan bayi di dalam gendongannya. Apakah senyum Irisviel pernah terlihat seindah itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pada awalnya adalah seorang wanita tanpa kebahagiaan. Tidak ada seorang pun yang pernah mengajarkan arti kata “bahagia” padanya. Dia bukanlah ciptaan Tuhan, dia diciptakan oleh tangan manusia... Sebagai sebuah homunculus, perlakuan seperti itu sudah biasa bagi wanita itu. Irisviel tidak pernah punya mimpi.&lt;br /&gt;
Diciptakan sebagai alat, dibesarkan sebagai alat, mungkin memang dari awal dia tidak pernah memiliki arti kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekarang- dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku bahagia bisa memiliki bayi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembutnya sambil menunjukan cintanya, Irisviel von Einsbern berkata, dan menjaga anaknya yang tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mulai saat ini, dia adalah yang pertama dan terpenting dari imitasi manusia. Ini pasti akan sulit, dan dia mungkin akan membenci ibunya yang telah memberikannya hidup penuh kesukaran. Tapi, walaupun itu, aku bahagia. Anak ini sangat cantik; dia sempurna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilanya memang tidak ada yang aneh, dan, melihat bayi itu, dia adalah bayi yang manis, tapi-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat masih berada di dalam kandungan ibunya, ratusan praktik magis telah dilakukan pada bayi yang belum lahir itu untuk merubahnya supaya, bahkan lebih dari ibunya, ia berbeda dari manusia. Walaupun dia lahir, kegunaanya dibatasi, supaya ia memiliki tubuh yang hanya terdiri dari kumpulan ratusan sirkuit magis. Ini adalah wujud sesungguhnya anak Irisviel yang sangat dicintainya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Walaupun mengalami kelahiran yang kejam tersebut, Irisviel tetap berkata, &amp;quot;Aku baik-baik saja.&amp;quot; Melahirkan sesuatu yang terkutuk, terlahir sebagai yang terkutuk, dia tetap mencintai anaknya, bangga akannya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan di balik kekuatan dia, keteguhan hatinya itu, adalah karena dia, tanpa ada keraguan, seorang &amp;quot;Ibu&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang seharusnya hanya sebuah alat saja menemukan cinta dan menjadi wanita, dan menemukan kekuatan yang tidak akan hancur sebagai seorang ibu. Itu adalah sebuah wajah &amp;quot;kebahagiaan&amp;quot; yang tidak seorang pun dapat merebutnya. Saat itu, kamar sang ibu dan anaknya yang dilindungi oleh kehangatan perapian terbebas dari keputusassan dan kesedihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi- pria itu tahu. Kalau dunia yang ia hidup di dalamnya, badai salju di luar jendela adalah yang paling tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iri, aku-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan satu kata itu, dada pria itu seperti ditusuk oleh sebilah pisau. Pisau itu adalah wajah damai sang bayi yang tertidur dan senyum indah sang ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku adalah orang yang, suatu hari, akan membunuhmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa akan muntah darah, Irisviel mengangguk dengan wajah tenang untuk membalas perkataanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti. Tentu saja. Itu adalah mimpi Einsberns. Itu adalah sesuatu yang aku inginkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah masa depan yang sudah dimatereikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enam tahun telah berlalu, sejak pria itu membawa istrinya ke tempat kematiannya. Sebagai korban yang akan menyelamatkan dunia, Irisviel harus mati supaya ia menggapai mimpinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sesuatu yang telah didiskusikan berkali-kali oleh keduanya,sesuatu yang mereka telah setujui.&lt;br /&gt;
Pria itu telah menangis dan berteriak putus asa atas keputusan itu, mengutuk dirinya, dan setiap kali, Irisviel memaafkan dia, dan menopang dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu tentang mimpimu, aku percaya pada doa-doamu; itulah mengapa aku ada disini. Kau telah menuntunku kemari. Kau telah memberikan aku hidup yang bukan sebagai alat untuk dipakai saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk impian yang sama, wanita itu mengorbankan dirinya. Dia telah menjadi bagian dari pria itu karenanya. Itu adalah wujud cinta wanita bernama Irisviel. Karena itu adalah wanita itu, pria itu sanggup mengijinkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu menangisi aku. Aku telah menjadi bagian dari kamu. Menahan dalam kesengsaraanmu karena perpisahan sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagaimana dengan anak ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh bayi itu sangat ringan seperti bulu burung, tetapi berat seperti dari dimensi lain membuat lutut pria itu gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia belum bisa mengerti, ataupun siap, untuk sesuatu yang harus dia lakukan saat menaruh bayi itu diatas timbangan yang dia bawa karena mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah menghakimi ataupun memaafkan, adalah jalan hidup pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, bahkan untuk jiwa yang murni itu, jalan hidupnya adalah kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… tidak pantas menggendong anak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria mengeluarkan suaranya, walaupun kebahagiannya baru saja dihancurkan oleh kegilaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu tetes air mata jatuh keatas pipi lembut bayi itu yang sedang ia gendong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangis dalam diam, pria itu jatuh berlutut diatas satu lutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengalahkan kekejaman dunia ini, dia menjadi seseorang yang lebih kejam… Namun, untuk pria itu yang masih mempunyai orang-orang yang ia cintai, mereka telah dijatuhi hukuman yang paling berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang paling ia cintai di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun harus menghancurkan dunia ini, dia mau melindungi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, pria itu mengerti. Suatu hari akan tiba dimana mimpi yang ia kejar meminta mereka sebagai tumbal- keputusan seperti apa pria seperti Emiya Kiritsugu akan lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu menangis, ketakutan kalau hari itu akan datang, takut akan kemungkinan satu-banding-seribu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu memeluk dirinya dengan erat. Irisviel bangkit dari tempat tidur dan menaruh tanganya dengan lembut ke atas pundak suaminya yang sedang menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan lupa. Bukankah ini mimpimu? Sebuah dunia dimana tidak seorang pun menangis seperti ini. Delapan tahun lagi… Dan semuanya akan berakhir. Kita akan menyelesaikan mimpi ini. &lt;br /&gt;
Aku yakin cawan suci itu akan menyelamatkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istrinya, mengerti sepenuhnya tentang penderitaanya, menghapus air mata Kiritsugu dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah hari itu tiba, kau harus menggendong anak ini, Ilyasviel, lagi. Busungkan dadamu seperti layaknya seorang ayah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 [[Fate/Zero:Volume1 Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero_(Indonesia)&amp;diff=99104</id>
		<title>Fate/Zero (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero_(Indonesia)&amp;diff=99104"/>
		<updated>2011-06-07T09:32:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Fate/Zero ~ Indonesian Version===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Fate_Zero_promo.jpg|200px|thumb|A promotional image.]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Novel Fate/Zero juga terdapat dalam bahasa:&lt;br /&gt;
*[[Fate/Zero|Fate/Zero (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Fate/Zero_~Spanish~|Español (Spanish)]]&lt;br /&gt;
*[[Fate/Zero_(Polski)|Polski (Polish)]]&lt;br /&gt;
* [[Fate/Zero (Français)|Français]]&lt;br /&gt;
*[[Fate/Zero_(Việt Nam)|Tiếng Việt (Vietnamese)]]&lt;br /&gt;
*[[Fate/Zero_~Brazilian_Portuguese~ |Português do Brasil (Brazilian Portuguese)]]&lt;br /&gt;
*[[Fate/Zero_(Hungarian)|Magyar (Hungarian)]]&lt;br /&gt;
*[[Fate/Zero(Italiano)|Italiano (Italian)]]&lt;br /&gt;
(Note: Proses penerjemahan tergantung pada versi masing-masing.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Perang Cawan Suci-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terobsesi oleh kekuatan &amp;quot;Cawan Suci&amp;quot; yang dapat menciptakan keajaiban, ini adalah kontes dimana tujuh majus memanggil tujuh roh para pahlawan untuk bertarung memperebutkan Cawan Suci tersebut. Di pertempuran dimana akhirnya telah ditunda tiga kali, sekarang, peperangan yang keempat kembali dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emiya Kiritsugu. Seorang pria yang lebih keras daripada yang lainya, lebih kejam daripada yang lainya, dan seseorang yang mengejar keajaiban Cawan Suci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diceritakan dalam potongan-potongan kecil di dalam novel Fate/Stay Night, ini adalah Perang Cawan Suci Keempat 10 tahun yang lalu. Tirai yang menyelubungi kebenaran yang terhampar di balik pertempuran antara ayah angkat Shiro, ayah Rin, dan Kotomine Kirei muda, akhirnya diangkat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Translasi ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Fate/Zero ~ Indonesian Version (Registration)|Registrasi]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi para translators yang mau bantu, juga editor dan proofreader.&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039; di minta untuk menandai chapter yang mereka inginkan untuk diterjemahkan di  [[Fate/Zero ~ Indonesian Version (Registration)|Registrasi]] yang sedang dikerjakan&#039;&#039;&#039;.Terima Kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Format Standards ===&lt;br /&gt;
Setiap chapter (setelah di edit) harus mengikuti format [[Format_guideline|Format/Style Guideline]]. Raws seri translasi ini dapat diliat dari [[Fate/Zero|Fate/Zero (English)]] atau versi jepang ada cina kalo kalian punya. Ga perlu takut salah, yang penting ada kemauan dan komitmen buat menyelesaikan chapter yang sudah dipilih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Updates==&lt;br /&gt;
* June 7, 2011- Project page created.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Fate/Zero oleh Kinoko Nasu dan Urobuchi Gen==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1 - Cerita tentang Perang Cawan Suci Keempat yang Terlantar / The Untold Story of the Fourth Holy Grail War ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:FZ_v01_cover.jpg|400px|thumb|Volume 1.]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Volume1_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Prologue~ Indonesian Version|Prologue]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Prologue_1~ Indonesian Version|8 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Prologue_2~ Indonesian Version|3 tahun yang lalu]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Prologue_3~ Indonesian Version|1 tahun yang lalu]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Act_1~ Indonesian Version|Act 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act 1 Part 1~ Indonesian Version|Part 1]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act 1 Part 2~ Indonesian Version|Part 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act 1 Part 3~ Indonesian Version|Part 3]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act 1 Part 4~ Indonesian Version|Part 4]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act 1 Part 5~ Indonesian Version|Part 5]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Act_2~ Indonesian Version|Act 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act 2 Part 1~ Indonesian Version|Part 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act 2 Part 2~ Indonesian Version|Part 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act 2 Part 3~ Indonesian Version|Part 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act 2 Part 4~ Indonesian Version|Part 4]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Act_3~ Indonesian Version|Act 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act 3 Part 1~ Indonesian Version|Part 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_3_Part_2~ Indonesian Version|Part 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_3_Part_3~ Indonesian Version|Part 3]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_3_Part_4~ Indonesian Version|Part 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_3_Part_5~ Indonesian Version|Part 5]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Act_4~ Indonesian Version|Act 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_4_Part_1~ Indonesian Version|Part 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_4_Part_2~ Indonesian Version|Part 2]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_4_Part_3~ Indonesian Version|Part 3]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_4_Part_4~ Indonesian Version|Part 4]] &lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Volume_1_Postface~ Indonesian Version|Postface]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Volume_1_Postface_1~ Indonesian Version|Part 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Volume_1_Postface_2~ Indonesian Version|Part 2]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2- Perjamuan Gila Para Raja / The Mad Feast of Kings ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:FZ_v02_cover.jpg|400px|thumb|Volume 2.]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Volume2_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Act_5~ Indonesian Version|Act 5]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_5_Part_1~ Indonesian Version|Part 1]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_5_Part_2~ Indonesian Version|Part 2]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_5_Part_3~ Indonesian Version|Part 3]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_5_Part_4~ Indonesian Version|Part 4]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_5_Part_5~ Indonesian Version|Part 5]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Act_6~ Indonesian Version|Act 6]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_6_Part_1~ Indonesian Version|Part 1]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_6_Part_2~ Indonesian Version|Part 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_6_Part_3~ Indonesian Version|Part 3]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_6_Part_4~ Indonesian Version|Part 4]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Act_7~ Indonesian Version|Act 7]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_7_Part_1~ Indonesian Version|Part 1]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_7_Part_2~ Indonesian Version|Part 2]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_7_Part_3~ Indonesian Version|Part 3]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_7_Part_4~ Indonesian Version|Part 4]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Act_8~ Indonesian Version|Act 8]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_8_Part_1~ Indonesian Version|Part 1]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_8_Part_2~ Indonesian Version|Part 2]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_8_Part_3~ Indonesian Version|Part 3]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_8_Part_4~ Indonesian Version|Part 4]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_8_Part_5~ Indonesian Version|Part 5]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_8_Part_6~ Indonesian Version|Part 6]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Volume_2_Postface~ Indonesian Version|Postface]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 3 - Yang Tercerai Berai / The Scattered Ones ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:FZ_v03_cover.jpg|400px|thumb|Volume 3.]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Volume3_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Act_9~ Indonesian Version|Act 9]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_9_Part_1~ Indonesian Version|Part 1]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_9_Part_2~ Indonesian Version|Part 2]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_9_Part_3~ Indonesian Version|Part 3]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_9_Part_4~ Indonesian Version|Part 4]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_9_Part_5~ Indonesian Version|Part 5]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Act_10~ Indonesian Version|Act 10]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_10_Part_1~ Indonesian Version|Part 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_10_Part_2~ Indonesian Version|Part 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_10_Part_3~ Indonesian Version|Part 3]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_10_Part_4~ Indonesian Version|Part 4]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_10_Part_5~ Indonesian Version|Part 5]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Act_11~ Indonesian Version|Act 11]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_11_Part_1~ Indonesian Version|Part 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_11_Part_2~ Indonesian Version|Part 2]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_11_Part_3~ Indonesian Version|Part 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_11_Part_4~ Indonesian Version|Part 4]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Act_12~ Indonesian Version|Act 12]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_12_Part_1~ Indonesian Version|Part 1]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_12_Part_2~ Indonesian Version|Part 2]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_12_Part_3~ Indonesian Version|Part 3]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_12_Part_4~ Indonesian Version|Part 4]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Volume_3_Postface~ Indonesian Version|Postface]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 4 - Api Penyucian / Flames of Purgatory ===&lt;br /&gt;
[[Image:FZ_v04_cover.jpg|400px|thumb|Volume 4.]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Volume4_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Interlude~ Indonesian Version|Interlude]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Act_13~ Indonesian Version|Act 13]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_13_Part_1~ Indonesian Version|Part 1]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_13_Part_2~ Indonesian Version|Part 2]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_13_Part_3~ Indonesian Version|Part 3]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_13_Part_4~ Indonesian Version|Part 4]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Act_14~ Indonesian Version|Act 14]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_14_Part_1~ Indonesian Version|Part 1]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_14_Part_2~ Indonesian Version|Part 2]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_14_Part_3~ Indonesian Version|Part 3]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_14_Part_4~ Indonesian Version|Part 4]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_14_Part_5~ Indonesian Version|Part 5]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Act_15~ Indonesian Version|Act 15]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_15_Part_1~ Indonesian Version|Part 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_15_Part_2~ Indonesian Version|Part 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_15_Part_3~ Indonesian Version|Part 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_15_Part_4~ Indonesian Version|Part 4]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_15_Part_5~ Indonesian Version|Part 5]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Act_16~ Indonesian Version|Act 16]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_16_Part_1~ Indonesian Version|Part 1]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_16_Part_2~ Indonesian Version|Part 2]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_16_Part_3~ Indonesian Version|Part 3]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_16_Part_4~ Indonesian Version|Part 4]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_16_Part_5~ Indonesian Version|Part 5]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_16_Part_6~ Indonesian Version|Part 6]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_16_Part_7~ Indonesian Version|Part 7]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_16_Part_8~ Indonesian Version|Part 8]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_16_Part_9~ Indonesian Version|Part 9]] &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_16_Part_10~ Indonesian Version|Part 10]]       &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_16_Part_11~ Indonesian Version|Part 11]]       &lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Act_16_Part_12~ Indonesian Version|Part 12]]       &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Epilogue~ Indonesian Version|Epilogue]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Epilogue:_Keesokan_harinya~ Indonesian Version|Keesokan harinya]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Epilogue:_Setengah_tahun_kemudian~ Indonesian Version|Setengah tahun kemudian]]&lt;br /&gt;
::*[[Fate/Zero:Epilogue:_Lima_tahun_kemudian~ Indonesian Version|Lima tahun kemudian]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Volume_4_Postface~ Indonesian Version|Postface]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Volume_4_Commentary~ Indonesian Version|Commentary]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Heart_Of_Freaks~ Indonesian Version|Another Story - Heart of Freaks]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:[[Fate/Zero:Translator&#039;s_Notes~ Indonesian Version|Translator&#039;s Notes and References]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;&#039;&#039;&#039;FIN&#039;&#039;&#039;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Project Staff ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Project Administrator: - &lt;br /&gt;
*Project Supervisor: [[User:felxihe3x|felxihe3x]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Translators ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:felxihe3x|felxihe3x]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Editors ===&lt;br /&gt;
:*[[user:Xenocross|Xenocross]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Seri Overview ==&lt;br /&gt;
*  &#039;&#039;Fate/Zero #1 - 第四次聖杯戦争秘話&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Edisi Pertama Dipublikasikan December 29, 2006, ISBN: -(self published)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Edisi Kedua Dipublikasikan January 26, 2007, ISBN: -(self published)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*  &#039;&#039;Fate/Zero #2 - 王たちの狂宴&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Edisi pertama dipublikasikan March 31, 2007, ISBN: -(self published)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*  &#039;&#039;Fate/Zero #3 - 散りゆく者たち&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Edisi Pertama Dipublikasikan July 27, 2007, ISBN: -(self published)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*  &#039;&#039;Fate/Zero #4 - 煉獄の炎&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Edisi Pertama Dipublikasikan December 29, 2007, ISBN: -(self published)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian|Indonesia]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=99084</id>
		<title>Fate/Zero:Prologue 1~ Indonesian Version</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero:Prologue_1~_Indonesian_Version&amp;diff=99084"/>
		<updated>2011-06-07T03:48:35Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Fate_Zero_Prologue.jpg|200px|thumb|Prologue]]&lt;br /&gt;
===8 tahun yang lalu===&lt;br /&gt;
Mari kami ceritakan sebuah cerita tentang seorang pria.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cerita tentang seorang pria, lebih daripada yang lainya, memegang teguh dengan jalan hidupnya, dan disudutkan ke dalam keputusasaan oleh mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Impian pria itu sangat murni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bermimpi agar semua orang di dunia ini bahagia; hanya itu yang dia inginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah impian kekanak-kanakan yang dimiliki semua laki-laki paling tidak sekali, sesuatu yang mereka tinggalkan saat mereka menyadari betapa kejamnya realita dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap kebahagiaan memerlukan pengorbanan, pengertian tersebut adalah sesuatu yang semua anak belajar saat mereka tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, pria ini berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin karena dia adalah yang paling bodoh diantara yang lainya. Mungkin ada sesuatu yang aneh dengan kepalanya. Atau mungkin, dia adalah seseorang yang bisa kita sebut &#039;Santa&#039;, yang memikul kehendak Tuhan. Sesuatu yang tidak mungkin dimengerti oleh orang biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari bahwa semua yang hidup di dunia ini, hanya memiliki dua alternatif: pengorbanan, atau keselamatan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui hal itu, dia tidak akan mungkin lagi mengosongkan kedua piringan di timbanganya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, dia meneguhkan hatinya untuk mejadi seseorang yang mengatur timbangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi melenyapkan kesedihan di dunia ini, tidak ada lagi cara yang lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi menyelamatkan walaupun hanya satu orang, dia harus membunuh satu orang di sisi yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membiarkan sejumlah mayoritas hidup, dia harus membunuh sejumlah minoritas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, dia tidak belajar untuk menyelamatkan demi menyelamatkan orang lain, dia menyempurnakan diri dalam seni membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi dan lagi, dia membasahi kedua tanganya dengan darah, tetapi pria itu tidak pernah ragu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah mempertanyakan kebenaran dalam tindakanya, maupun meragukan cita-citanya, dia memaksa dirinya untuk mengatur kedua sisi timbanganya dengan sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah salah menimbang sebuah nyawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak dengan diskriminasi, pria itu menyelamatkan orang, dan tidak juga dengan diskriminasi, dia membunuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sayang, dia telat menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menimbang segalanya dengan sama rata, itu sama saja dengan tidak pernah mencintai seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saja dia lebih cepat mengukir hukum yang mutlak itu kedalam jiwanya, dia mungkin dapat mendapatkan keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membekukan hatinya sampai mati, membentuk tubuhnya menjadi timbangan mesin yang tidak memiliki darah maupun air mata, dia menjalankan hidup memisah-misakan mereka yang harus mati, dan mereka yang akan hidup. Itu bukan penderitaan untuk pria itu.&lt;br /&gt;
Tetapi pria itu salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman penuh kebahagiaan seseorang mengisi dadanya dengan kebanggaan, dan teriakan keputusasaan seseorang merobek hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahan bercampur dengan kebencian, dan pria itu menjadi penuh dengan penyesalan saat air mata kesendirian rindu akan tangan-tangan terjulur kepadanya.&lt;br /&gt;
Walaupun dia mengejar mimpi yang melampaui pikiran manusia - Dia, sendiri, masih manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa kali banyaknya pria itu dihukum oleh kontradiksi ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengenal arti persahabatan. Dia mengenal arti cinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi saat menaruh nyawa seseorang yang ia cintai, dan ribuan orang asing, ke kiri dan kanan timbangan-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak akan membuat kesalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari mencintai seseorang, untuk mengadili nyawa orang itu sama dengan yang lainya, dia menimbangnya tanpa pilih kasih, dan tanpa pilih kasih menghukumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan saat bersama orang-orang yang disayanginya, dia selalu kelihatan seperti menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan sekarang, pria itu dijatuhi hukuman yang terberat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di luar jendela, badai salju telah membekukan segalanya. Malam musim dingin tersebut telah membekukan seluruh hutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan itu berada di dalam sebuah kastil kuno dibangun diatas tanah yang beku, tetapi ruangan itu diselimuti oleh hangatnya api lembut yang menyala di perapian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kehangatan ruangan tersebut, pria itu menggendong sesuatu yang hidup di rangkulanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu yang sangat kecil- sebuah tubuh yang sangat kecilnya, ia kelihatan bisa lenyap seketika, dan tidak ada berat yang bisa menyatakan bahwa dia telah siap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan gerakan yang paling lembut bisa berbahaya, seperti halnya salju yang diambil dengan tangan, dapat hancur bahkan dengan sedikit hentakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam kerapuhan itu, sang anak melindungi temperatur tubuhnya dengan tertidur, bernafas dengan lembutnya. Itu adalah semua yang dapat dilakukan detakan di dalam dadanya saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan khawatir, dia hanya tertidur.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat pria itu mengangkat bayi itu di rangkulanya, sang ibu, membaringkan tubuhnya di atas sofa, tersenyum kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari mukanya yang masih pucat, bayi itu belum pulih sepenuhnya, meskipun demikian, wajah cantiknya yang mirip dengan permata tidak berubah sedikit pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih daripada semua itu, kebahagiaan yang mengisi senyumnya menghapus kelelahan yang seharusnya menodai wajah lembutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia selalu menangis dan susah ditenangkan, bahkan dengan kepada perawat yang seharusnya dia sudah biasa. Ini pertama kalinya dia membiarkan dirinya digendong dengan tenang... Dia mengerti, ya kan? Kalau kau itu adalah orang yang baik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menjawab, kebingungan, pria itu membandingkan sang ibu diatas ranjang dengan bayi di dalam gendongannya. Apakah senyum Irisviel pernah terlihat seindah itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pada awalnya adalah seorang wanita tanpa kebahagiaan. Tidak ada seorang pun yang pernah mengajarkan arti kata “bahagia” padanya. Dia bukanlah ciptaan Tuhan, dia diciptakan oleh tangan manusia... Sebagai sebuah homunculus, perlakuan seperti itu sudah biasa bagi wanita itu. Irisviel tidak pernah punya mimpi.&lt;br /&gt;
Diciptakan sebagai alat, dibesarkan sebagai alat, mungkin memang dari awal dia tidak pernah memiliki arti kebahagiaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi sekarang- dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku bahagia bisa memiliki bayi ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan lembutnya sambil menunjukan cintanya, Irisviel von Einsbern berkata, dan menjaga anaknya yang tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mulai saat ini, dia adalah yang pertama dan terpenting dari imitasi manusia. Ini pasti akan sulit, dan dia mungkin akan membenci ibunya yang telah memberikannya hidup penuh kesukaran. Tapi, walaupun itu, aku bahagia. Anak ini sangat cantik; dia sempurna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilanya memang tidak ada yang aneh, dan, melihat bayi itu, dia adalah bayi yang manis, tapi-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat masih berada di dalam kandungan ibunya, ratusan praktik magis telah dilakukan pada bayi yang belum lahir itu untuk merubahnya supaya, bahkan lebih dari ibunya, ia berbeda dari manusia. Walaupun dia lahir, kegunaanya dibatasi, supaya ia memiliki tubuh yang hanya terdiri dari kumpulan ratusan sirkuit magis. Ini adalah wujud sesungguhnya anak Irisviel yang sangat dicintainya. &lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Walaupun mengalami kelahiran yang kejam tersebut, Irisviel tetap berkata, &amp;quot;Aku baik-baik saja.&amp;quot; Melahirkan sesuatu yang terkutuk, terlahir sebagai yang terkutuk, dia tetap mencintai anaknya, bangga akannya, dan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan di balik kekuatan dia, keteguhan hatinya itu, adalah karena dia, tanpa ada keraguan, seorang &amp;quot;Ibu&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang seharusnya hanya sebuah alat saja menemukan cinta dan menjadi wanita, dan menemukan kekuatan yang tidak akan hancur sebagai seorang ibu. Itu adalah sebuah wajah &amp;quot;kebahagiaan&amp;quot; yang tidak seorang pun dapat merebutnya. Saat itu, kamar sang ibu dan anaknya yang dilindungi oleh kehangatan perapian terbebas dari keputusassan dan kesedihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi- pria itu tahu. Kalau dunia yang ia hidup di dalamnya, badai salju di luar jendela adalah yang paling tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iri, aku-&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengeluarkan satu kata itu, dada pria itu seperti ditusuk oleh sebilah pisau. Pisau itu adalah wajah damai sang bayi yang tertidur dan senyum indah sang ibu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku adalah orang yang, suatu hari, akan membunuhmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia merasa akan muntah darah, Irisviel mengangguk dengan wajah tenang untuk membalas perkataanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti. Tentu saja. Itu adalah mimpi Einsberns. Itu adalah sesuatu yang aku inginkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah masa depan yang sudah dimatereikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Enam tahun telah berlalu, sejak pria itu membawa istrinya ke tempat kematiannya. Sebagai korban yang akan menyelamatkan dunia, Irisviel harus mati supaya ia menggapai mimpinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah sesuatu yang telah didiskusikan berkali-kali oleh keduanya,sesuatu yang mereka telah setujui.&lt;br /&gt;
Pria itu telah menangis dan berteriak putus asa atas keputusan itu, mengutuk dirinya, dan setiap kali, Irisviel memaafkan dia, dan menopang dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu tentang mimpimu, aku percaya pada doa-doamu; itulah mengapa aku ada disini. Kau telah menuntunku kemari. Kau telah memberikan aku hidup yang bukan sebagai alat untuk dipakai saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk impian yang sama, wanita itu mengorbankan dirinya. Dia telah menjadi bagian dari pria itu karenanya. Itu adalah wujud cinta wanita bernama Irisviel. Karena itu adalah wanita itu, pria itu sanggup mengijinkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau tidak perlu menangisi aku. Aku telah menjadi bagian dari kamu. Menahan dalam kesengsaraanmu karena perpisahan sudah cukup.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Bagaimana dengan anak ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh bayi itu sangat ringan seperti bulu burung, tetapi berat seperti dari dimensi lain membuat lutut pria itu gemetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia belum bisa mengerti, ataupun siap, untuk sesuatu yang harus dia lakukan saat menaruh bayi itu diatas timbangan yang dia bawa karena mimpinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak pernah menghakimi ataupun memaafkan, adalah jalan hidup pria itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, bahkan untuk jiwa yang murni itu, jalan hidupnya adalah kejam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mempertimbangkan kebaikan seseorang, tidak juga dengan umurnya, semua nyawa diukur sama rata-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku… tidak pantas menggendong anak ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria mengeluarkan suaranya, walaupun kebahagiannya baru saja dihancurkan oleh kegilaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu tetes air mata jatuh keatas pipi lembut bayi itu yang sedang ia gendong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menangis dalam diam, pria itu jatuh berlutut diatas satu lutut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengalahkan kekejaman dunia ini, dia menjadi seseorang yang lebih kejam… Namun, untuk pria itu yang masih mempunyai orang-orang yang ia cintai, mereka telah dijatuhi hukuman yang paling berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang yang paling ia cintai di dunia ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun harus menghancurkan dunia ini, dia mau melindungi mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, pria itu mengerti. Suatu hari akan tiba dimana mimpi yang ia kejar meminta mereka sebagai tumbal- keputusan seperti apa pria seperti Emiya Kiritsugu akan lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kiritsugu menangis, ketakutan kalau hari itu akan datang, takut akan kemungkinan satu-banding-seribu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria itu memeluk dirinya dengan erat. Irisviel bangkit dari tempat tidur dan menaruh tanganya dengan lembut ke atas pundak suaminya yang sedang menangis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan lupa. Bukankah ini mimpimu? Sebuah dunia dimana tidak seorang pun menangis seperti ini. Delapan tahun lagi… Dan semuanya akan berakhir. Kita akan menyelesaikan mimpi ini. &lt;br /&gt;
Aku yakin cawan suci itu akan menyelamatkanmu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istrinya, mengerti sepenuhnya tentang penderitaanya, menghapus air mata Kiritsugu dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah hari itu tiba, kau harus menggendong anak ini, Ilyasviel, lagi. Busungkan dadamu seperti layaknya seorang ayah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 [[Fate/Zero:Volume1 Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Felxihe3x&amp;diff=99081</id>
		<title>User talk:Felxihe3x</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Felxihe3x&amp;diff=99081"/>
		<updated>2011-06-07T03:38:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: Created page with &amp;quot; Halo-Halo&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
Halo-Halo&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero_~_Indonesian_Version_(Registration)&amp;diff=99080</id>
		<title>Fate/Zero ~ Indonesian Version (Registration)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero_~_Indonesian_Version_(Registration)&amp;diff=99080"/>
		<updated>2011-06-07T03:37:20Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Category:Registration Page]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peraturan registrasi sangat gampang:&lt;br /&gt;
*Yang mau bantu langsung tulis nama user disamping chapter yang lu mau.&lt;br /&gt;
*Harus selesai satu-satu, jadi jangan ga bisa langsung ambil dua.&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak, &amp;quot;gw mesti abisin ampe selesai&amp;quot;, yang jadi tanggung jawab lo cuman 1 act yang lu mau klo ga slese, bisa langsung apus nama lu di samping chapter yang tulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Fate/Zero Novel ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1 ===&lt;br /&gt;
*Prologue&lt;br /&gt;
** 8 years ago - [[User:Felxihe3x|Felxihe3x]]- &#039;&#039;&#039;Completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
** 3 years ago - [[User:Felxihe3x|Felxihe3x]]- &#039;&#039;&#039;In Progress&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
** 1 year ago - &lt;br /&gt;
*Act 1&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 2&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 3&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 4&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1 Postface&lt;br /&gt;
**1 -&lt;br /&gt;
**2 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 2 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 5&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 6&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 7&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 8&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 - &lt;br /&gt;
**Part 6 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Volume 2 Postface - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 3 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 9&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 10&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 11&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 12&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 3 Postface -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 4 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Interlude -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 13&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 14&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 15&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 16&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 - &lt;br /&gt;
**Part 6 -&lt;br /&gt;
**Part 7 -&lt;br /&gt;
**Part 8 -&lt;br /&gt;
**Part 9 - &lt;br /&gt;
**Part 10 - &lt;br /&gt;
**Part 11 - &lt;br /&gt;
**Part 12 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Epilogue&lt;br /&gt;
**The Next Day -&lt;br /&gt;
**Half a Year Later -&lt;br /&gt;
**Five Years Later - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 4 Postface -&lt;br /&gt;
*Commentary - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Heart of Freaks -&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero_~_Indonesian_Version_(Registration)&amp;diff=99079</id>
		<title>Fate/Zero ~ Indonesian Version (Registration)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Fate/Zero_~_Indonesian_Version_(Registration)&amp;diff=99079"/>
		<updated>2011-06-07T03:37:07Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Felxihe3x: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Category:Registration Page]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peraturan registrasi sangat gampang:&lt;br /&gt;
*Yang mau bantu langsung tulis nama user disamping chapter yang lu mau.&lt;br /&gt;
*Harus selesai satu-satu, jadi jangan ga bisa langsung ambil dua.&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak, &amp;quot;gw mesti abisin ampe selesai&amp;quot;, yang jadi tanggung jawab lo cuman 1 act yang lu mau klo ga slese, bisa langsung apus nama lu di samping chapter yang tulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Fate/Zero Novel ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 1 ===&lt;br /&gt;
*Prologue&lt;br /&gt;
** 8 years ago - [[User:Felxihe3x|Felxihe3x]]- &#039;&#039;&#039;Completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
** 3 years ago - [[User:Felxihe3x|Felxihe3x]]-&#039;&#039;&#039;In Progress&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
** 1 year ago - &lt;br /&gt;
*Act 1&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 2&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 3&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 4&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 1 Postface&lt;br /&gt;
**1 -&lt;br /&gt;
**2 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 2 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 5&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 6&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 7&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 8&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 - &lt;br /&gt;
**Part 6 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Volume 2 Postface - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 3 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 9&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 10&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 11&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 12&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 3 Postface -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Volume 4 ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Interlude -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 13&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 14&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 -&lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 15&lt;br /&gt;
**Part 1 -&lt;br /&gt;
**Part 2 -&lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 -&lt;br /&gt;
**Part 5 -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Act 16&lt;br /&gt;
**Part 1 - &lt;br /&gt;
**Part 2 - &lt;br /&gt;
**Part 3 - &lt;br /&gt;
**Part 4 - &lt;br /&gt;
**Part 5 - &lt;br /&gt;
**Part 6 -&lt;br /&gt;
**Part 7 -&lt;br /&gt;
**Part 8 -&lt;br /&gt;
**Part 9 - &lt;br /&gt;
**Part 10 - &lt;br /&gt;
**Part 11 - &lt;br /&gt;
**Part 12 - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Epilogue&lt;br /&gt;
**The Next Day -&lt;br /&gt;
**Half a Year Later -&lt;br /&gt;
**Five Years Later - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Volume 4 Postface -&lt;br /&gt;
*Commentary - &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Heart of Freaks -&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Felxihe3x</name></author>
	</entry>
</feed>