<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Gerrymon</id>
	<title>Baka-Tsuki - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Gerrymon"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Special:Contributions/Gerrymon"/>
	<updated>2026-05-11T18:33:33Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=73175</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=73175"/>
		<updated>2010-09-17T02:00:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Bagian 5 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Bab 1: Academy City, Pemuja Ilmu Pengetahuan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bagian 1 ===&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi-semester kedua terasa sangat padat. Ada banyak aktivitas yang ada pada semester ini sampai tak terhitung. Daihaisai, Ichihanaransai, hiking, pelatihan, wisata sekolah, hari apresiasi seni, hari pembelajaran sosial, hari kerja-bakti, ujian akhir semester, kelas tambahan dan dan kelas remedial yang ditakuti! Untuk mempersiapkan berbagai festival itu semua orang akan sangat sibuk&amp;quot; (Note: walau menggunakan istilah semester tapi ini sebenarnya di Jepang menggunakan sistem caturwulan (3 periode) semester 2 dimulai pada bulan September)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8 September.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lewat tengah hari, selagi berjalan di koridor sekolah, Tsuchimikado Maika berbicara dengan santai. Umurnya kurang lebih sama dengan Index, dan mungkin lebih muda, tapi dia selalu memakai seragam maid. Apa yang lebih menakjubkan adalah dia bisa dengan santai duduk diatas robot pembersih berbentuk tabung. Kalau mesin tersebut bergerak sesuai dengan instruksi yang diterima, Maika akan menaruh sapu dihadapannya, sehingga mesing itu hanya bisa bergoyang perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku bosan. Lalu mau ngapain lagi? Touma sudah tidak peduli lagi, bahkan untuk bermain sama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memprotes, sambil meliuk-liukan badannya, pada Maika. Rambut peraknya bergoyang bersama dengan kerudung putih yang Ia kenakan. Kucing Calico di pelukan tangannya yang ramping itu tampak tertarik dengan hiasan emas mengkilap di kerudungnya, sambil mengulurkan kaki depan ke arahnnya dan mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index paham bahwa Kamijo tampak sangat sibuk akhir-akhir ini. Tetapi di Academy City, Kamijo satu-satunya orang yang bisa diajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijo Toume tidak mengurung Index di kamar asramanya. Index punya kunci cadangan ruangan itu, dan saat Kamijo di sekolah, Index keluar berjalan-jalan menghabiskan waktunya. (tapi dia tidak berdaya menghadapi gerbang tiket otomatis atau pemindai sidik jari, identifikasi biometrik lain, atau yang berkaitan dengan benda elektronik, dan kabur begitu saja.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Academy City berbeda dengan kota-kota lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City dibangun setelah pengembangan daerah barat Tokyo, dan 80% penduduknya adalah siswa. Saat Kamijo pergi sekolah, Himegami dan Komoe juga di sekolah. Jadi , meskipun Index ingin menemui seseorang untuk mengobrol, semuanya sedang tidak ada di jalan. Sesudah menghabiskan seminggu untuk menjelajahi tempat itu , Index hanya menemukan kakak pelayan outlet baju yang bisa diajak mengobrol jika dia sedang tidak sibuk menata toko. Tetapi Index merasa tujuannya lain saat mengajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tsuchimikado Maika yang dianggap pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, dimana semua orang harus bergerak sesuai jadwal, hanya dia yang tidak dibatasi oleh waktu. Meskipun pagi ataupun sore, Index sering menemukannya di jalan. Dia bisa ditemui di mana-mana… di toko kelontong, di departement store, di taman-taman , di bakery-bakery, di stasiun-stasiun perhentian, di asrama siswa, di jalanan, di sekolah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si robot pembersih berusaha untuk bergerak maju, dan sambil melanjutkan berbicara Maika meneplak robot tersebut dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamijou Touma punya urusannya sendiri yang harus dibereskan---jangan terlalu banyak merepotkan dia--lagipula, ini bukan karena dia mau meninggalkanmu. Sekolah benar-benar bikin cape&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uhm… aku paham… tetapi, kenapa kamu tidak pergi ke sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hoho, karena Aku adalah pengecualian---seorang maidmelakukan kerja praktek adalah hal yang wajar---!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah keterampilan khusus yang Maika ikuti bukan sekolah biasa yang masih menghasilkan maid. Para maid dari sekolah ini dididik khusus untuk mendampingi tuan mereka. Dari membersihkan sisa permen karet di jalan hingga menghadiri rapat pemimpin kelas dunia, tidak ada yang bisa menggoyangkan mereka. Jadi Maika harus pergi kemana-mana dan melakukan berbagai macam &#039;kerja praktek&#039;. Tetapi, tidak semua siswa bisa keluar dan melakukan &#039;kerja praktek&#039; seperti Maika. Ini adalah hak istimewa yang diperoleh setelah melewati tes-tes di sekolahnya dan mereka merasa meskipun dia masih dalam masa pelatihan, dia memiliki kemampuan yang cukup agar tidak mempermalukan nama baik sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang tidak tahu kerja keras dan keringat dibalik semua itu, dengan polos memiringkan kepalanya yang mungil dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi selama Aku menjadi maid, Aku bisa pergi kemana saja kapan saja? Tidak dibatasi sekolah? Bahkan bisa pergi ke sekolah Touma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_035.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, maid tidak tidak seperti itu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu Aku mau jadi maid! Lalu Aku bisa pergi dan bermain bersama Touma!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun terdengar menyentuh hati, tapi kehidupan maid itu benar-benar tangguh. Khususnya untuk orang seperti kamu, yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan menunggu Touma menyiapkan makan siang setiap pagi. Menjadi maid sungguh sulit untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu biar Touma saja yang jadi maid! Jadi Aku bisa memanggil Touma untuk  bermain bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini benar-benar menyentuh hati tapi, demi Kamijou Touma, aku sarankan kamu tidak mengatakan hal itu kepadanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uuu--uuu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang kebosanan itu menggembung-gembungkan pipinya dan menggoyangkan badan dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm, maaf saja, tetapi kamu maupun dia, kalian berdua tidak punya waktu untuk menjadi maid&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu tiba-tiba terdengar di belakang sang  gadis yang berpakaian putih cemerlang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Index langsung menjadi kabur. Maika yang berdiri di hadapan Index, melihat orang yang berdiri di belakan dia. Selain panik, air mukanya berubah menjadi takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Siapa…)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum suster itu bisa berbalik dan bertanya, mulutnya ditutup dengan sepasang tangan yang besar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Si siswa SMU biasa, Kamijou Touma berjalan perlahan sore hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pembersih silinder berlalu melewatinya. Putaran kipas kincir angin raksasa yang menggantikan kabel listrik, berputar seolah menghalau burung gagak di kota itu. Ada banyak balon udara panas yang berterbangan di langit berwarna oranye, tetapi benda yang menggantung dibawah mereka bukan hanya billboard biasa, tetapi layar monitor ultra tipis terbaru. Seperti layaknya billboard elektronik dengan teks mengalir, dengan tulisan: &#039;Bersiap-siaplah! Mari kita berkerja keras demi Daihaisai! -- dewan kedisplinan&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai pada dasarnya adalah festival olah raga. Tetapi Academy city memiliki beberapa juta pelajar, dan dengan semua sekolah berpartisipasi, skala acara ini menjadi sangat besar. Semua student adalah esper, dan komite manajemen dari Academy City akan menggunakan alasan &#039;mengumpulkan data saat ada interferensi mutual antara kekuatan-kekuatan (esper) yang berbeda&#039; untuk mendukung penggunaan kemampuan esper para siswanya pada saat Daihaisai berlangsung. Maka pertarungan intensif antar para pengguna esper sudah bisa diprediksi. Contohnya, saat pertandingan sepak bola atau dodgeball, lumrah jika bolanya tiba-tiba menghilang, atau menjadi bola api atau es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai digelar selama seminggu, dan pada masa ini Academy City dibuka untuk umum, bahkan stasiun televisi diperbolehkan. Katanya pada momen unjuk gigi inilah, yang tidak ada di pertandingan olahraga normal, rating penontonnya cukup tinggi. Karena itu komite kedisiplinan bekerja sepenuh hati dalam mempersiapkan Daihaisai. Juga Academy city, berharap mempergunakan beberapa hari saat acara terbuka untuk umum ini untuk memperbaiki citranya. Tentu saja Academy City tidak membiarkan para teroris begitu saja, menyebarkan keamanan di beberapa titik penting tempat pengembangan kemampuan/kekuatan, mencegah mereka memasuki tempat-tempat rahasia penting disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini… benar-benar melelahkan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah apa yang Kamijo alami dalam minggu-minggu terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kejadian tertentu, Kamijo kehilangan ingatannya, dan lupa akan segala tentang Daihaisai. Tetapi menurut apa yang dia dengar, kegiatan ini sangat berbahaya bagi Touma. Inti dari Daihaisei bukan &#039;tidak ada batasan penggunaan kekuatan Psi&#039;, tetapi lebih mirip, &#039;jika kamu tidak menggunakan kekuatan Psi mu, kamu akan berteman baik dengan tim medis&#039;. Atau dengan kata lain, bahkan dalam permainan kejar-kejaran biasa, bola api, petir dan bahkan pisau-pisau bisa berterbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo memandangi tangannya. Di telapak tangannya terdapat kemampuan Imagine Breaker. Tidak peduli apakah itu sihir ataupun kekuatan Psi, begitu disentuh olehnya, akan terhapus tanpa jejak. Tetapi kekuatan seperti ini tidak bisa menolong Kamijo untuk bertahan di peperangan antara para esper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(…ngapain juga aku harus capek-capek nyiapin event yang bakal jadi serasa di neraka buatku...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini Kamijo membangun tenda di kampus untuk para pengunjung. Tetapi begitu tendanya selesai berdiri, seorang guru OR datang dengan cengar-cengir dan berkata, &amp;quot;Maaf, tapi tenda ini tidak jadi digunakan.&amp;quot; Lalu Touma membongkarnya lagi. Dan baru saja tenda itu turun, seorang guru wanita yang mirip murid SD datang sambil marah-marah dan berteriak, &amp;quot;Ah! Apa yang kamu lakukan Kamijou! Bukankah kamu sudah diberi tahu? Kita masih butuh tenda itu!&amp;quot;  Yah, kata &#039;Ah sial&#039;  saja tidak bisa menggambarkan apa yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah bekerja sia-sia sepanjang hari, Kamijou akhirnya bisa menggeret bdannya yang kelelahan kembali ke asrama siswanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sepertinya ngga ada yang tersisa di kulkas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada supermarket di hadapannya, tapi kantongnya kosong, dan ia harus kembali ke ke asrama untuk mengambil uang dulu. Memikirkan bahwa ia harus pergi keluar lagi setelah pulang membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sol sepatu basket murahan agak keras, membuat kedua kakinya terasa sanagt berat ketika berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia sudah dekat dengan asrama, Kamijo mendengar seseorang berteriak memanggil dari lantai atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah---- Ka……KaKa……Kamijo Touma, Kamijo Touma—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo mendongak ke atas dan melihat Tsuchimikado Maika menjulurkan kepalanya keluar, sambil melambaikan tangannya dari lantai tujuh. Dia masih duduk diatas robot pembersih, jadi terlihat agak berbahaya. Tetapi , dia berpegangan pada sebuah tongkat pel, yang ditegakkan di atas lantai, tampaknya digunakan agar robot itu tidak kemana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I… Ini gawat. Kenapa kamu mematikan handphone?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar hal itu, ia mengeluarkan handphone dengan fungsi global GPS dari sakunya. Dan benar, handphonenya mati. Setelah menyalakannya, ia melihat beberapa pesan masuk dari Tsuchimikado Maika. Maika terus berbicara dengan perlahan, meskipun mukanya tampak pucat. Meskipun bertanya-tanya, Kamijo terus berlari ke arah lift.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo akhirnya sampai ke lantai tujuh. Maika memindahkan tongkat pel dan robot pembersih yang dinaikinya bergerak perlahan menuju lift. Entah kenapa, kucing calico, yang biasanya bersama Index, sekarang duduk sendirian di koridor. Robot pembersih berhenti di hadapan Kamijo, dan Maika menghentikan gerakannya dengan menaruh tongkat pel dihadapan benda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini gawat darurat! Suster berambut perak itu dibawa pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo tersentak. Wajah Maika memucat sambil terus berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini penculikan. Pelakunya berkata jika aku melapor ke pihak berwenang, dia akan membunuhnya, jadi aku tidak melakukan apapun. Maaf, Kamijo Touma.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis berambut perak yang dia bicarakan pasti Index. Maika tidak kelihatan seperti bercanda. Juga, ada terlalu banyak alasan mengapa Index kemungkinan besar diculik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu sebentar, apa yang terjadi? Bisa kamu ceritakan dengan lebih jelas&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ditanya demikian oleh Kamijo, Maika sambil terbata-bata menjelaskan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua jam yang lalu, Maika datang ke asrama siswa untuk melakukan &#039;kerja praktek&#039;. Sewaktu membersihkan lantai, dia melihat index yang sedang kebosanan di koridor lantai tujuh, dan mengobrol dengannya. Ketika sedang bercakap-cakap, tiba-tiba, seseorang membekap mulut Index dari belakang dan menculiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum si penculik pergi, ia memberikan sebuah amplop. Ada yang sesuatu tertulis di dalamnya… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memberikan sepucuk surat dengan bentuk panjang yang biasa digunakan untuk surat iklan. Suaranya bergetar, sepertinya bukan karena ketakutan, tapi mungkin merasa bersalah karena tidak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo menundukkan kepala, memandang surat itu, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak usah menyalahkan diri sendiri, ini lebih baik daripada melakukan sesuatu yang dapat memperburuk keadaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berusaha menghibur Maika dengan kata-kata itu, hal ini malah membuatnya lebih tertekan. Tapi hal ini wajar, karena pada kehidupan siswa normal, jarang ada keadaan yang sangat menekan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ya, bagaimana tampang bajingan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang ke atas, berpikir sejenak, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hmm……. Tingginya lebih dari 1.8 m, berkulit putih, tapi bahasa Jepangnya sangat lancar, dan aku tidak tahu dari negara mana dia berasal dari penampilannya……. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;uh huh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia memakai jubah pendeta.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi dia menggunakan parfum kencang; rambutnya di cat merah dan tergerai hingga ke bahu. Ia memakai cincin perak di setiap jarinya, dan tato seperti angka dibawah mata kanannya. Dia menghisap rokok, dan memakai anting…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… Oi, sepertinya aku cukup tahu siapa pendeta Inggris bajingan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang dengan curiga. Kamijo membuka amplop tersebut, dan menemukan sepucuk surat di dalamnya. Pada surat itu terdapat huruf-huruf yang ditulis rapih yang tampaknya ditulis dengan pensil mekanis. Sepertinya ditulis dengan bantuan penggaris agar rapih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Kamijo Touma: Jika kamu ingin dia hidup, jam tujuh malam ini pergilah ke teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; diluar Academy City sendirian.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… masih ada ya orang yang menggunakan penggaris untuk menyamarkan tulisan tangan mereka?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada era ini, hanya orang naif yang percaya menggunakan penggaris dapat menyamarkan tulisan tangan seseorang. Menggunakan teknologi pembacaan laser seperti pada permukaan CD, para penyidik telah mengembangkan teknik mengindentifikasi perbedaan karakteristik saat seseorang menggoreskan tulisan pada teks. Lebih lagi, banyak mind-readers (pembaca pikiran) ada di Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin orang ini mencoba melakukan dengan prosedur standar, tapi untuk Kamijo, ini sungguh lelucon yang tidak lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa sih yang dilakukan idiot itu? Jangan bilang dia mau bermain-main mentang-mentang sekarang sedang liburan musim panas?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut kesaksian Maika, pelaku penculikan Index tidak lain adalah rekannya sendiri Styl Magnus. Tapi orang ini sama sekali tidak mungkin melukai Index. Bahkan, orang ini akan tidak ragu-ragu menerjang ke markas musuh untuk melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tegang itu lenyap seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo otomatis bersimpati dengan Maika yang menjadi tertekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anu… Maika, kamu tidak usah kuatir. Pelakunya seharusnya temanku dan Index, jadi tidak masalah... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pe… pelakunya adalah teman? Jadi, bukankah motifnya adalah cinta terlarang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, anu… bukan hal seperti itu… meskipun mungkin ada benarnya…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajah Maika makin pucat, Kamijo menghela nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika amplop di balik ke bawah, terdapat beberapa lembar kertas lagi. Setelah dilihat baik-baik , Kamijo mengenali dokumen-dokumen ini adalah surat ijin keluar dan beberapa dokumen pendukungnya. Semua form telah terisi. Kamijo langsung berpikir, bagaimana mereka bisa melakukannya? Meskipun benar seseorang dapat meninggalkan Academy City dengan dokumen ini, tetapi permintaan untuk ijin seperti ini memerlukan pemeriksaan yang serius…… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan yang kontras antara surat ancaman yang konyol dan dokumen yang dipersiapkan secara sangat baik ini membuat Kamijo terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih yang dipikirkan pendeta itu?&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; terletak kira-kira tiga kilometer dari Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisnisnya berhenti kira-kira tiga minggu sebelumnya, dan itu sebabnya bangunannya masih belum rusak. Tetapi semua perlengkapan interior telah diambil, jadi tampak kosong didalamnya, dan karena tidak pernah disapu sejak itu, semuanya menjadi tertutup debu. Meskipun begitu tidak bisa dibilang sebagai  puing-puing. Tempat ini dapat dipakai kembali, jika seseorang mau membersihkan dan memasang semua perlengkapan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini lebih tepat dibilang &#039;disimpan sementara&#039;. Mungkin karena pemiliknya tidak berencana membongkarnya sekarang, dan menunggu pembeli yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menunggu diatas panggung yang kosong. Ini adalah aula besar, raung auditorium dan panggung bergabung menjadi satu, dan aula itu kira-kira sebesar aula olahraga. Tidak ada jendela, dan lampu-lampu panggung telah dicabut, jadi satu-satunya sumber cahaya adalah cahaya matahari sore yang berasal dari lima buah pintu yang terbuka. Di panggung temaram itu, Index duduk berlutut di lantai. Raut mukanya tertekuk, menunjukkan ketidakramahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Orang jahat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tidak akan menyangkal, ataupun menjadi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan tajam gadis itu membuat Styl Magnus agak kecut sebelum ia akhirya memasang wajah tenang. Di area temaram, cahaya api di rokoknya menyala berkedip. Asap putih melayang di udara, sebelum menyentuh tanda &#039;dilarang merokok&#039; dan akhirnya menghilang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu seharusnya mengerti apa yang terjadi, bukan? Saya tidak akan bertanya jika saya perlu mengulang lagi, karena kekuatan ingatanmu, mengulang hal yang sama tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… perintah resmi dari Gereja Puritan Inggris.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengingat penjelasan yang diberikan saat dia pertama kali tiba disini. Akhirnya ada seseorang yang mampu memecahkan kode &#039;Kitab Hukum&#039; yang tidak mampu dipecahkan orang lain. Namanya Ursula Aquinas. Yang ditakutkan adalah jika seseorang berhasil memecahkan &#039;Kitab Hukum&#039;, seseorang mampu menggunakan &#039;Teknik Malaikat&#039;. Buku itu dicuri saat Ursula tiba di Jepang, dan dipercaya pelakunya adalah Katolik Amakusa. Karena itu, Katolik Roma telah memulai beberapa tindakan untuk memperoleh kembali &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantan pemimpin Katolik Amakusa, yang sekarang adalah anggota Puritan Inggris, Kanzaki Kaori juga menghilang, dan ada kemungkinan melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari luar, tampaknya Puritan Inggris ada di pihak Katolik Roma, tetapi sesungguhnya, mereka ingin meredakan situasi sebelum Kanzaki Kaori mulai bertindak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini pekerjaan &#039;resmi&#039;, dan kamu mau melibatkan Touma? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejujurnya, aku juga tidak melihat kenapa kita perlu melibatkannya, tetapi, ini adalah perintah dari atas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl menggoyangkan rokok di mulutnya dan berkata,&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagipula, posisi kita sebenernya tidak menguntungkan. Jika kita meminta Kamijo Touma secara langsung, yang berasal dari Academy City, orang akan memandang &#039;Pihak Ilmu pengetahuan ikut campur dengan urusan internal dari pihak magis&#039;. Jika ini terjadi di Academy City, kita bisa memberi alasan bahwa kita membela diri, tetapi alasan itu tidak berlaku disini. Jadi supaya dia bisa bergabung, kita perlu memberinya motif.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebabnya Styl menculik Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata laini, alasan Kamijo meninggalkan Academy City adalah &#039;untuk menyelamatkan Index&#039;, dan tidak terlibat dalam masalah Ursula atau &#039;Kitab Hukum&#039;. Tetapi selagi menyelamatkan dia, dia &#039;kebetulan&#039; bertemu dengan Katolik Amakusa, dan untuk melindungi Index, dia ikut menghadapi mereka. Ini adalah alasan yang dirancanakan Styl untuk Kamijo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index bisa, walaupun dia ada di pihak magis, tinggal sementara di Academy City karena kesepakatan tertentu antara Academy City dan Puritan Inggris. Maka, bagi Kamijo Touma, warga dari Academy City untuk menyelamatkan tamunya, Index, bukan hal yang ganjil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti semuanya, tetapi tetap tidak setuju.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar, tidak perlu berbasa-basi untuk melakukan hal ini. Hanya cukup bilang &#039;tolong&#039; saja cukup untuk datang menyelamatkanku. Tidak perduli seberapa besar pun bahaya yang dihadapi disini, dia pasti datang. Ini kenapa aku tidak minta ditolong. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl tersenyum tipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti seorang ayah mendengarkan putrinya berbicara soal pacar kesayangannya, wajah styl sedikit tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa yang akan dilakukan sekarang? &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula Aquinas sekarang ada di tangan Katolik Amakusa kan? Kalau begitu apakah kamu hendak menyerbu ke markas musuh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis bertanya dengan agak serius. Karena sekarang Kamijo terlibat, dia mencoba mencari informasi seakurat mungkin dan mengurangi bahaya yang akan dihadapi Kamijo Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, situasi sudah berubah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelas menit lalu, dalam usaha penyelamatan Ursula, pihak Katolik Roma memulai pertarungan sengit dengan pihak Katolik Amakusa yang sedang berusaha lari.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Index mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode komunikasi yang digunakan kemungkinan dengan asap dari rokoknya. Beberapa kali, Index merasakan dari asap panjang yang keluar tersebut terdapat  sihir, dan meskipun tidak ada angin, asap putih itu bergoyang secara tidak alami. Tidak peduli era apapun, &#039;Sinyal Asap&#039; telah digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh. Di dalam memory Index, terdapat banyak cara untuk menggunakan sinyal asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak dibutuhkan bila pertarungan ini berhasil ,kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Tetapi, hasilnya tidak sebaik yang kita harapkan. Pertempurannya sangat sengit. Untungnya, tidak ada korban jiwa. Tetapi &#039;Kitab Hukum&#039; masih belum ditemukan dan Ursula dilaporkan kabur ditengah kekacauan pertempuran.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saat kamu bilang kabur, berarti dia belum bertemu dengan pihak Katolik Roma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… ini terdengar tidak bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika si sandera berhasil kabur, para penculik akan berreaksi dengan kekerasan. Jika sanderanya berhasil ditangkap kembali, para penculik akan bersikap lebih kejam untuk mencegah si sandera berpikir untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya di situasi seperti ini, faktor waktu sangat genting. Saat ini pihak Katolik Roma dan Katolik Amakusa  pasti sedang mencoba mencari Ursula yang berhasil melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sayang sekali aku tidak dapat mengubah isi surat itu, kalau tidak aku akan memanggil Kamijo Touma lebih cepat. Kalau bisa sebelum rekan pejuang dari Gereja Katolik Roma tiba… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Styl selesai berbicara, figur seseorang muncul di pintu aula yang terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;……Sayang sekali, kelihatannya kita tidak bisa menunggunya lagi. Kita harus pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Figur tersebut adalah sang rekan pejuang &lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akhir-akhir ini aku sering keluar…… jika bisa, aku ingin juga bertamasya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang di &#039;luar&#039; Academy City, Kamijo melewati tembok gerbang sambil berbicara pada diri sendir. Tinggi tembok itu melebihi lima meter dengan tebal kira-kira tiga meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau dipikir-pikir, pada saat persiapan Daihaisai, keamanannya relatif longgar.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo melihat ke belakang dan memandang gerbang tersebut dari kejauhan. Untuk sebuah festival denagn pengunjung 2.3 juta, persiapan untuk Daihaisai sangat banyak, dan banyak orang luar dari berbagai bisnis industri datang ke Academy City. Biasanya, keamanan di Academy City sangat ketat, tapi sekarang mereka agak melonggarkan penjagaan. Berkenaan dengan dokumen yang dipegang Kamijo, pemeriksaannya bahkan dilakukan dengan santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat cerita, setelah Kamijo menitipkan kucing calico pada Tsuchimikado Maika, dia pergi meninggalkan Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat jam tangannya, sekarang waktu baru saja melewati pukul enam sore. Masih ada kurang lebih satu jam sebelum waktu yang tertulis di surat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena peta GPS di handphone tidak menunjukkan adanya bangunan terlantar, Kamijo harus agak berusaha lebih untuk mencari lokasi &#039;Gloaming House&#039;. Pada saat itu, Kamijo sadar bahwa informasi yang  di update terlalu cepat juga punya kelemahan. Kamijo akhirnya mencari cara lain, dan mengunjungi toko serba ada terdekat dan membeli buku petunjuk turis &#039;yang lambat di update&#039; kota Tokyo yang sudah langka. Tetapi saat merogoh sakunya, dia baru sadar dompetnya tidak dibawa. Setelah diingat, dia terburu-buru pergi dari Academy City setelah berbicara dengan Maika dan lupa untuk mengambil dompetnya. Kehabisan akal, Kamijo hanya bisa diam menahan tatapan penjaga toko sambil membuka dan menghafal isi peta itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Erm…… setelah melalui jalur itu, melewati jalan itu…… ugh! Aku sudah hampir lupa semuanya!  Aku benar-benar iri dengan otak Index…… )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo membiarkan pikirannya berlari, sambil berjalan menuju perhentian bus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada satu kilometer dari lokasi ynag ditentukan. Setelah letih bekerja seharian di sekolah, Kamijo ingin duduk santai sejenak di bus, dan menikmati AC sementara menuju lokasi tujuan. Sayangnya ia tidak memiliki uang sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(sialan…… hah, aku tidak peduli bisa naik busa atau tidak, paling tidak bisa masuk tempat yang memiliki AC)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat perhentian bus itu agak kecil. Hanya ada dua bangku panjang dan dipayungi dengan plastik, yang tampaknya sudah cukup usang karena tampak retak di sana-sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijo menemukan ada seseorang yang berdiri di perhentian bus tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita itu tampaknya orang asing, dan kira-kira setinggi Kamijo . Matanya menatap pada poster jadwal bus. Tetapi, setelah dipandang cukup lama, kelihatanya dia sedang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakaiannya cukup unik, berpakaian jubah hitam biarawati di udara yang panas saat ini. Tentu saja, dengan lengan panjang dan gaun yang menutupi badan. Jika diperhatikan lebih dekat, ada resleting perak pada siku lengan dan kira-kira dua puluh cm diatas lutut. Tampaknya jika ditarik, lengan dan bagian bawah gaun dapat menjadi pendek, tapi dia tidak melepaskannya. Tangannya  tertutup sarung tangan tipis putih, dan rambutnya tidak terlihat, karena bukan saja tertutup kerudung biarawati seperti yang dikenakan Index, tapi juga scarf yang menutupi rambutnya. Karena rambutnya bisa ditutupi begitu saja, kemungkinan rambutnya dipotong pendek. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sudut matanya , Kamijo melirik wanita itu, dan berpikir:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Uh, seorang suster…… mungkinkah dia susterm pembunuh yang berkaitan dengan Index?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_059.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran seperti ini bisa dibilang diskriminasi buruk ke semua suster biarawati di dunia, tapi Kamijo diberi pelajaran keras saat musim panas berkat orang-orang seperti Styl dan Tsuchimikado. Sekarang, saat Kamijo melihat wanita berpakaian biarawati, dia secara alami bersikap waspada.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster itu tiba-tiba berbicara kepada Kamijo, dengan bahasa Jepang yang santun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf mengganggu sebentar, saya boleh bertanya, bisakah saya menggunakan bus ini untuk menuju ke Academy City?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan saja sopan, tapi dia agak terasa canggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo diam dan memandang suster itu.  Pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya membuat dadanya yang besar dan pinggangnya yang ramping lebih menonjol (Beberap abahkan curiga dia sengaja menonjolkannya). Apapun juga, dia tetap aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak bisa, tidak ada bus yang masuk ke Academy City.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada transportasi yang menghubungkan langsung antara Academy City dengan &#039;dunia luar&#039;, jadi seseorang tidak bisa menaiki bus atau trem kesana. Hanya taksi-taksi yang terdaftar oleh Academy City yang bisa masuk, tetapi orang bisa menghemat dengan berjalan kaki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Begitu, jadi itu sebabnya anda memilih berjalan kaki dari Academy City.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang suster berbicara dengan santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo memandang ke kejauhan. Tidak mungkin melihat dengan jelas gerbang masuk Academy City dari sini. Dia memandang kembali suster itu, yang mengeluarkan sesuatu dari lengan bajunya. Setelah dilihat baik-baik, ia mengeluarkan teropong kecil yang tampak murahan yang biasa digunakan di teater.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya menggunakan ini untuk melihatmu meninggalkan Academy City.&amp;quot; Katanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, sebuah bus mendekat dari kejauhan. Seperti tempat perhentian bus ini, bus itu juga tampak agak tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu otomatis bus itu terbuka, dengan suara yang seperti botol minuman bersoda saat dibuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo tidak bermaksud menaiki bus tersebut, jadi dia menjauh dari perhentian bus. Dia berbalik ke arah suster itu dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Intinya, menggunakan bus pun tidak akan bisa memasuki Academy City. Jika kamu memiliki ijin masuk, kamu hanya perlu berjalan masuk melalui pintu gerbang. Hanya perlu tujuh hingga delapan menit sampai ke sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih banyak, saya sangat menghargai anda meluangkan waktu di sela kesibibukan anda untuk membantu saya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster yang berpakaian hitam itu memberikan senyum yang cemerlang, dan membungkuk ke Kamijo, lalu---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-naik ke atas bus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;……Oi! Bukannya sudah aku bilang kamu tidak bisa dengan bus? Hanya lima detik yang lalu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ya. Anda memang mengatakannya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster itu memegang hem gaunnya dengan kedua tangannya, dan cepat-cepat turun dari bus, yang sekarang ada di sisi jalan. Kamijo kemudian melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku sudah katakan padamu. Tidak ada jalur transportasi antara Academy City dan &#039;dunia luar&#039;, jadi seseorang tidak bisa naik dengan bus maupun trem kesana. Jika kamu mau ke sana, kamu harus berjalan kaki, apa kamu paham?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anda memang sudah mengatakannya. Maaf mengganggumu terus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster itu tersenyum kembali, menunduk untuk menunjukan rasa terima kasih. Kemudaian dia menaiki tangga bus, dan masuk ke dalam bus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hey! Kamu bukan tersenyum karena pura-pura tidak mendengar kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Tidak, saya tidak bermaksud begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster itu kembali tergesa-gesa turun. Pengemudi bus itu menunjukan tampang masam, menutup pintu, kemudian berangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo merasa kuatir melihat suster itu masih kebingungan. Wanita ini kemungkinan besar akan tersesat dalam sepuluh menit jika tidak di dampingi. Tetapi, sang suster tidak merasakan kekuatiran Kamijo, dan melanjutkan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aiya. Kenapa kamu kelihatan frustasi? Kamu mau permen?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak aku tidak benar-benar frustasi…… Apa rasa permen ini? Jeruk?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo tanpa berpikir menerima permen oranye kemerahan itu. Karena dia merasa tidak enak untuk membuangnya, ia memakannya. Setelah dirasakan sebentar……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pahit amat! Apa ini? Ini jelas bukan rasa jeruk? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;……Erm, kelihatannya ini rasa kesemek asam. Aku tidak yakin persisnya, tapi aku dengar ini bisa menghilangkan rasa haus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… Oh, itu karena ini dapat menstimulasi ekskresi air ludah. Tetapi cuaca saat ini terlalu panas, semua kandungan air di badan juga sudah keluar, jadi tidak masuk akal untuk menghasilkan saliva pada saat seperti ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Em, apakah anda mau mengisi cairan tubuh? Kenapa anda tidak beritahu saya sebelumnya? Saya memiliki teh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun aku ingin tahu kenapa kamu menyimpan termos di saku jubahmu, ah lupakan, aku sedang haus. Teh apa ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Teh barley (jelai)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, boleh, apakah aku boleh minta?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo berkata dengan gembira. Memang paling enak minum es teh barley di musim panas, pikir Kamijo. Di menerima tutup termos, yang sekarang berisi teh barley.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;---- PANAS! Kenapa teh barley ini mendidih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Saya dengar minum minuman panas di cuaca panas adalah budaya di negeri ini…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu sih nenek-nenek! Apa kamu ini seperti orang sudah tua? Pantas saja adat kamu aneh! Cara pikirmu seperti nenek-nenek saja!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo mengomel  sementara sang suster tetap tersenyum ramah. Pada saat itu, tidak mungkin menolak teh barley yang sudah ditawarkan. Maka sambil gemetaran dia menuangkan teh barley itu , yang sepanas lava, ke dalam kerongkongannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… er…… terima kasih. Ah ya, suster, bolehkah saya bertanya sesuatu? Apakah kamu hendak memasuki Academy City? Erm, aku sudah berkata sebelumnya, tapi untuk memasuki Academy City, seseorang perlu ijin untuk masuk ke Academy City. Apa kamu memilikinya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ijin masuk……?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, suster itu menunjukan wajah terkejut. Tidak perlu dibilang lagi, tanpa ijin masuk, seseorang tidak bisa masuk melalui gerbang masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kamijo menjelaskan secara keseluruhan pada sang suster, dia tampak kebingungan. Dia meletakan tangan di kepala, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bolehkah saya tahu bagaimana agar saya mendapatkan ijin?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… maaf, tidak mungkin untuk orang biasa bisa mendapatkannya. Hanya saudara dekat dari siswa atau pegawai industri yang mengantarkan barang atau bahan baku bisa mendapatkannya, dan mereka harus melalui pemeriksaan ketat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh…… kalau begitu, saya hanya bisa angkat tangan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang suster menjatuhkan bahunya, ia tampak agak sedih. Tetapi kalau dia menyerah sekarang, usahanya untuk masuk ke Academy City seolah-olah hal yang sepele.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(bukannya aku tidak ingin membantu, tetapi aku tidak bisa menolongnya……)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada rasa bersalah yang merayap dalam pikiran Kamijo. Sang suster lalu berkata pada Kamijo &amp;quot;Kalau begitu saya akan berpisah di sini.&amp;quot; Dan kemudian berjalan menuju Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu dulu! Bukankah saya sudah katakan bahwa kamu tidak bisa memasuki Academy City tanpa ijin masuk…… apa kamu mendengarkan saya!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang suster menunjukkan wajah tersadar, berhenti dan berbalik. Dia tersenyum gembira beberapa saat yang lalu, tapi sekarang dia terlihat kecewa, seperti ada awan kelabu yang menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo memandang wajah kebingungan di wajah suster itu, dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Padahal para penyihir tanpa ijin mampu melewati perbatasan dengan mudah, dan kapan saja, suster di hadapannya tampak tidak memiliki kemampuan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berpikir sejenak, Kamijo tidak dapat menemukan jalan untuk membantu suster itu. Apapun situasinya, seseorang harus memiliki ijin masuk untuk masuk ke Academy City. Dia tidak memiliki waktu untuk bermain-main di tempat seperti ini, karena dia harus membantu Index terlebih dahulu. Apapun yang terjadi, dia harus mencapai tempat yang dituju pada waktu yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh ya, kenapa kamu mau masuk ke Academy City?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;erm…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang suster sedikit memiringkan kepalanya, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebenarnya saya sedang diburu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mendengar hal ini, Kamijo merasa suhu di sekitarnya turun beberapa derajat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sedang…… diburu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Situasinya agak rumit, tetapi sekarang, saya berusaha keras untuk kabur. Saya dengar walaupun dengan kekuatan beberapa gereja, mereka tidak bisa memasuki Academy City, jadi saya ingin melarikan diri ke Academy City dan bersembunyi disana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pihak gereja…… jangan katakan kamu memiliki hubungan dengan para penyihir...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mendengar hal ini, sang suster agak terkejut. Dia berkata, &amp;quot;Apa kamu tahu tentang keberadaan para penyihir?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Melihat reaksimu, sepertinya tebakanku tepat.&amp;quot; Keluh Kamijo, dan dan melanjutkan, &amp;quot;Tetapi jika benar kamu sedang diburu,  kabur ke Academy City juga tidak sepenuhnya aman. Academy City sudah berhasil ditembus para penyihir berulang kali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengalami apa yang terjadi saat bersama index, Kamijo paham betul para penyihir tidak akan menyerah hanya karena sasaran mereka bersembunyi di Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa yang harus saya lakukan… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang suster tampak seperti mau menangis. Kamijo jelas mengerti betapa mengerikannya para penyihir, jadi dia tidak ingin meninggalkannya begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;….. apakah kamu rute bus nya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bus itu berita lama! Sudah basi! Kenapa masalah rute bus ini tiba-tiba muncul!? Bukankah kita sedang membicarakan cara mencapai Academy City!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo menyahut kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang suster lagi-lagi bertampang terkejut. Kamijo benar benar terpojok berkat suster ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika suster ini benar-benar sedang dikejar oleh para penyihir, maka dia tidak dapat meninggalkan dia begitu saja. Tapi saat ini, Kamijo memiliki sesuatu yang harus dibereskan terlebih dahulu. Karena saat ini Index telah &#039;diculik&#039;, dia merasa kuatir. Meskipun penculikan ini terdengar main-main, dia tidak bisa mengindahkannya begitu saja. Kamijo, yang secara terpaksa harus memilih diantara dua permasalahan dan kebingingan, menarik rambutnya sendiri dengan kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, muncul ide bagus di kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tunggu tunggu tunggu… jika kubawa saja suster ini sambil menemui Index, bukankah masalahnya terselesaikan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ide itu benar-benar bagus, kecuali bahwa tertulis jelas di surat itu bahwa dia  harus &#039;datang sendirian&#039;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2: Gereja Katolik Roma]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=73174</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=73174"/>
		<updated>2010-09-17T01:56:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Bagian 5 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Bab 1: Academy City, Pemuja Ilmu Pengetahuan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bagian 1 ===&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi-semester kedua terasa sangat padat. Ada banyak aktivitas yang ada pada semester ini sampai tak terhitung. Daihaisai, Ichihanaransai, hiking, pelatihan, wisata sekolah, hari apresiasi seni, hari pembelajaran sosial, hari kerja-bakti, ujian akhir semester, kelas tambahan dan dan kelas remedial yang ditakuti! Untuk mempersiapkan berbagai festival itu semua orang akan sangat sibuk&amp;quot; (Note: walau menggunakan istilah semester tapi ini sebenarnya di Jepang menggunakan sistem caturwulan (3 periode) semester 2 dimulai pada bulan September)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8 September.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lewat tengah hari, selagi berjalan di koridor sekolah, Tsuchimikado Maika berbicara dengan santai. Umurnya kurang lebih sama dengan Index, dan mungkin lebih muda, tapi dia selalu memakai seragam maid. Apa yang lebih menakjubkan adalah dia bisa dengan santai duduk diatas robot pembersih berbentuk tabung. Kalau mesin tersebut bergerak sesuai dengan instruksi yang diterima, Maika akan menaruh sapu dihadapannya, sehingga mesing itu hanya bisa bergoyang perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku bosan. Lalu mau ngapain lagi? Touma sudah tidak peduli lagi, bahkan untuk bermain sama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memprotes, sambil meliuk-liukan badannya, pada Maika. Rambut peraknya bergoyang bersama dengan kerudung putih yang Ia kenakan. Kucing Calico di pelukan tangannya yang ramping itu tampak tertarik dengan hiasan emas mengkilap di kerudungnya, sambil mengulurkan kaki depan ke arahnnya dan mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index paham bahwa Kamijo tampak sangat sibuk akhir-akhir ini. Tetapi di Academy City, Kamijo satu-satunya orang yang bisa diajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijo Toume tidak mengurung Index di kamar asramanya. Index punya kunci cadangan ruangan itu, dan saat Kamijo di sekolah, Index keluar berjalan-jalan menghabiskan waktunya. (tapi dia tidak berdaya menghadapi gerbang tiket otomatis atau pemindai sidik jari, identifikasi biometrik lain, atau yang berkaitan dengan benda elektronik, dan kabur begitu saja.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Academy City berbeda dengan kota-kota lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City dibangun setelah pengembangan daerah barat Tokyo, dan 80% penduduknya adalah siswa. Saat Kamijo pergi sekolah, Himegami dan Komoe juga di sekolah. Jadi , meskipun Index ingin menemui seseorang untuk mengobrol, semuanya sedang tidak ada di jalan. Sesudah menghabiskan seminggu untuk menjelajahi tempat itu , Index hanya menemukan kakak pelayan outlet baju yang bisa diajak mengobrol jika dia sedang tidak sibuk menata toko. Tetapi Index merasa tujuannya lain saat mengajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tsuchimikado Maika yang dianggap pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, dimana semua orang harus bergerak sesuai jadwal, hanya dia yang tidak dibatasi oleh waktu. Meskipun pagi ataupun sore, Index sering menemukannya di jalan. Dia bisa ditemui di mana-mana… di toko kelontong, di departement store, di taman-taman , di bakery-bakery, di stasiun-stasiun perhentian, di asrama siswa, di jalanan, di sekolah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si robot pembersih berusaha untuk bergerak maju, dan sambil melanjutkan berbicara Maika meneplak robot tersebut dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamijou Touma punya urusannya sendiri yang harus dibereskan---jangan terlalu banyak merepotkan dia--lagipula, ini bukan karena dia mau meninggalkanmu. Sekolah benar-benar bikin cape&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uhm… aku paham… tetapi, kenapa kamu tidak pergi ke sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hoho, karena Aku adalah pengecualian---seorang maidmelakukan kerja praktek adalah hal yang wajar---!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah keterampilan khusus yang Maika ikuti bukan sekolah biasa yang masih menghasilkan maid. Para maid dari sekolah ini dididik khusus untuk mendampingi tuan mereka. Dari membersihkan sisa permen karet di jalan hingga menghadiri rapat pemimpin kelas dunia, tidak ada yang bisa menggoyangkan mereka. Jadi Maika harus pergi kemana-mana dan melakukan berbagai macam &#039;kerja praktek&#039;. Tetapi, tidak semua siswa bisa keluar dan melakukan &#039;kerja praktek&#039; seperti Maika. Ini adalah hak istimewa yang diperoleh setelah melewati tes-tes di sekolahnya dan mereka merasa meskipun dia masih dalam masa pelatihan, dia memiliki kemampuan yang cukup agar tidak mempermalukan nama baik sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang tidak tahu kerja keras dan keringat dibalik semua itu, dengan polos memiringkan kepalanya yang mungil dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi selama Aku menjadi maid, Aku bisa pergi kemana saja kapan saja? Tidak dibatasi sekolah? Bahkan bisa pergi ke sekolah Touma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_035.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, maid tidak tidak seperti itu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu Aku mau jadi maid! Lalu Aku bisa pergi dan bermain bersama Touma!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun terdengar menyentuh hati, tapi kehidupan maid itu benar-benar tangguh. Khususnya untuk orang seperti kamu, yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan menunggu Touma menyiapkan makan siang setiap pagi. Menjadi maid sungguh sulit untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu biar Touma saja yang jadi maid! Jadi Aku bisa memanggil Touma untuk  bermain bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini benar-benar menyentuh hati tapi, demi Kamijou Touma, aku sarankan kamu tidak mengatakan hal itu kepadanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uuu--uuu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang kebosanan itu menggembung-gembungkan pipinya dan menggoyangkan badan dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm, maaf saja, tetapi kamu maupun dia, kalian berdua tidak punya waktu untuk menjadi maid&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu tiba-tiba terdengar di belakang sang  gadis yang berpakaian putih cemerlang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Index langsung menjadi kabur. Maika yang berdiri di hadapan Index, melihat orang yang berdiri di belakan dia. Selain panik, air mukanya berubah menjadi takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Siapa…)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum suster itu bisa berbalik dan bertanya, mulutnya ditutup dengan sepasang tangan yang besar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Si siswa SMU biasa, Kamijou Touma berjalan perlahan sore hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pembersih silinder berlalu melewatinya. Putaran kipas kincir angin raksasa yang menggantikan kabel listrik, berputar seolah menghalau burung gagak di kota itu. Ada banyak balon udara panas yang berterbangan di langit berwarna oranye, tetapi benda yang menggantung dibawah mereka bukan hanya billboard biasa, tetapi layar monitor ultra tipis terbaru. Seperti layaknya billboard elektronik dengan teks mengalir, dengan tulisan: &#039;Bersiap-siaplah! Mari kita berkerja keras demi Daihaisai! -- dewan kedisplinan&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai pada dasarnya adalah festival olah raga. Tetapi Academy city memiliki beberapa juta pelajar, dan dengan semua sekolah berpartisipasi, skala acara ini menjadi sangat besar. Semua student adalah esper, dan komite manajemen dari Academy City akan menggunakan alasan &#039;mengumpulkan data saat ada interferensi mutual antara kekuatan-kekuatan (esper) yang berbeda&#039; untuk mendukung penggunaan kemampuan esper para siswanya pada saat Daihaisai berlangsung. Maka pertarungan intensif antar para pengguna esper sudah bisa diprediksi. Contohnya, saat pertandingan sepak bola atau dodgeball, lumrah jika bolanya tiba-tiba menghilang, atau menjadi bola api atau es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai digelar selama seminggu, dan pada masa ini Academy City dibuka untuk umum, bahkan stasiun televisi diperbolehkan. Katanya pada momen unjuk gigi inilah, yang tidak ada di pertandingan olahraga normal, rating penontonnya cukup tinggi. Karena itu komite kedisiplinan bekerja sepenuh hati dalam mempersiapkan Daihaisai. Juga Academy city, berharap mempergunakan beberapa hari saat acara terbuka untuk umum ini untuk memperbaiki citranya. Tentu saja Academy City tidak membiarkan para teroris begitu saja, menyebarkan keamanan di beberapa titik penting tempat pengembangan kemampuan/kekuatan, mencegah mereka memasuki tempat-tempat rahasia penting disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini… benar-benar melelahkan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah apa yang Kamijo alami dalam minggu-minggu terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kejadian tertentu, Kamijo kehilangan ingatannya, dan lupa akan segala tentang Daihaisai. Tetapi menurut apa yang dia dengar, kegiatan ini sangat berbahaya bagi Touma. Inti dari Daihaisei bukan &#039;tidak ada batasan penggunaan kekuatan Psi&#039;, tetapi lebih mirip, &#039;jika kamu tidak menggunakan kekuatan Psi mu, kamu akan berteman baik dengan tim medis&#039;. Atau dengan kata lain, bahkan dalam permainan kejar-kejaran biasa, bola api, petir dan bahkan pisau-pisau bisa berterbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo memandangi tangannya. Di telapak tangannya terdapat kemampuan Imagine Breaker. Tidak peduli apakah itu sihir ataupun kekuatan Psi, begitu disentuh olehnya, akan terhapus tanpa jejak. Tetapi kekuatan seperti ini tidak bisa menolong Kamijo untuk bertahan di peperangan antara para esper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(…ngapain juga aku harus capek-capek nyiapin event yang bakal jadi serasa di neraka buatku...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini Kamijo membangun tenda di kampus untuk para pengunjung. Tetapi begitu tendanya selesai berdiri, seorang guru OR datang dengan cengar-cengir dan berkata, &amp;quot;Maaf, tapi tenda ini tidak jadi digunakan.&amp;quot; Lalu Touma membongkarnya lagi. Dan baru saja tenda itu turun, seorang guru wanita yang mirip murid SD datang sambil marah-marah dan berteriak, &amp;quot;Ah! Apa yang kamu lakukan Kamijou! Bukankah kamu sudah diberi tahu? Kita masih butuh tenda itu!&amp;quot;  Yah, kata &#039;Ah sial&#039;  saja tidak bisa menggambarkan apa yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah bekerja sia-sia sepanjang hari, Kamijou akhirnya bisa menggeret bdannya yang kelelahan kembali ke asrama siswanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sepertinya ngga ada yang tersisa di kulkas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada supermarket di hadapannya, tapi kantongnya kosong, dan ia harus kembali ke ke asrama untuk mengambil uang dulu. Memikirkan bahwa ia harus pergi keluar lagi setelah pulang membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sol sepatu basket murahan agak keras, membuat kedua kakinya terasa sanagt berat ketika berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia sudah dekat dengan asrama, Kamijo mendengar seseorang berteriak memanggil dari lantai atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah---- Ka……KaKa……Kamijo Touma, Kamijo Touma—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo mendongak ke atas dan melihat Tsuchimikado Maika menjulurkan kepalanya keluar, sambil melambaikan tangannya dari lantai tujuh. Dia masih duduk diatas robot pembersih, jadi terlihat agak berbahaya. Tetapi , dia berpegangan pada sebuah tongkat pel, yang ditegakkan di atas lantai, tampaknya digunakan agar robot itu tidak kemana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I… Ini gawat. Kenapa kamu mematikan handphone?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar hal itu, ia mengeluarkan handphone dengan fungsi global GPS dari sakunya. Dan benar, handphonenya mati. Setelah menyalakannya, ia melihat beberapa pesan masuk dari Tsuchimikado Maika. Maika terus berbicara dengan perlahan, meskipun mukanya tampak pucat. Meskipun bertanya-tanya, Kamijo terus berlari ke arah lift.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo akhirnya sampai ke lantai tujuh. Maika memindahkan tongkat pel dan robot pembersih yang dinaikinya bergerak perlahan menuju lift. Entah kenapa, kucing calico, yang biasanya bersama Index, sekarang duduk sendirian di koridor. Robot pembersih berhenti di hadapan Kamijo, dan Maika menghentikan gerakannya dengan menaruh tongkat pel dihadapan benda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini gawat darurat! Suster berambut perak itu dibawa pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo tersentak. Wajah Maika memucat sambil terus berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini penculikan. Pelakunya berkata jika aku melapor ke pihak berwenang, dia akan membunuhnya, jadi aku tidak melakukan apapun. Maaf, Kamijo Touma.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis berambut perak yang dia bicarakan pasti Index. Maika tidak kelihatan seperti bercanda. Juga, ada terlalu banyak alasan mengapa Index kemungkinan besar diculik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu sebentar, apa yang terjadi? Bisa kamu ceritakan dengan lebih jelas&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ditanya demikian oleh Kamijo, Maika sambil terbata-bata menjelaskan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua jam yang lalu, Maika datang ke asrama siswa untuk melakukan &#039;kerja praktek&#039;. Sewaktu membersihkan lantai, dia melihat index yang sedang kebosanan di koridor lantai tujuh, dan mengobrol dengannya. Ketika sedang bercakap-cakap, tiba-tiba, seseorang membekap mulut Index dari belakang dan menculiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum si penculik pergi, ia memberikan sebuah amplop. Ada yang sesuatu tertulis di dalamnya… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memberikan sepucuk surat dengan bentuk panjang yang biasa digunakan untuk surat iklan. Suaranya bergetar, sepertinya bukan karena ketakutan, tapi mungkin merasa bersalah karena tidak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo menundukkan kepala, memandang surat itu, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak usah menyalahkan diri sendiri, ini lebih baik daripada melakukan sesuatu yang dapat memperburuk keadaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berusaha menghibur Maika dengan kata-kata itu, hal ini malah membuatnya lebih tertekan. Tapi hal ini wajar, karena pada kehidupan siswa normal, jarang ada keadaan yang sangat menekan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ya, bagaimana tampang bajingan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang ke atas, berpikir sejenak, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hmm……. Tingginya lebih dari 1.8 m, berkulit putih, tapi bahasa Jepangnya sangat lancar, dan aku tidak tahu dari negara mana dia berasal dari penampilannya……. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;uh huh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia memakai jubah pendeta.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi dia menggunakan parfum kencang; rambutnya di cat merah dan tergerai hingga ke bahu. Ia memakai cincin perak di setiap jarinya, dan tato seperti angka dibawah mata kanannya. Dia menghisap rokok, dan memakai anting…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… Oi, sepertinya aku cukup tahu siapa pendeta Inggris bajingan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang dengan curiga. Kamijo membuka amplop tersebut, dan menemukan sepucuk surat di dalamnya. Pada surat itu terdapat huruf-huruf yang ditulis rapih yang tampaknya ditulis dengan pensil mekanis. Sepertinya ditulis dengan bantuan penggaris agar rapih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Kamijo Touma: Jika kamu ingin dia hidup, jam tujuh malam ini pergilah ke teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; diluar Academy City sendirian.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… masih ada ya orang yang menggunakan penggaris untuk menyamarkan tulisan tangan mereka?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada era ini, hanya orang naif yang percaya menggunakan penggaris dapat menyamarkan tulisan tangan seseorang. Menggunakan teknologi pembacaan laser seperti pada permukaan CD, para penyidik telah mengembangkan teknik mengindentifikasi perbedaan karakteristik saat seseorang menggoreskan tulisan pada teks. Lebih lagi, banyak mind-readers (pembaca pikiran) ada di Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin orang ini mencoba melakukan dengan prosedur standar, tapi untuk Kamijo, ini sungguh lelucon yang tidak lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa sih yang dilakukan idiot itu? Jangan bilang dia mau bermain-main mentang-mentang sekarang sedang liburan musim panas?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut kesaksian Maika, pelaku penculikan Index tidak lain adalah rekannya sendiri Styl Magnus. Tapi orang ini sama sekali tidak mungkin melukai Index. Bahkan, orang ini akan tidak ragu-ragu menerjang ke markas musuh untuk melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tegang itu lenyap seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo otomatis bersimpati dengan Maika yang menjadi tertekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anu… Maika, kamu tidak usah kuatir. Pelakunya seharusnya temanku dan Index, jadi tidak masalah... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pe… pelakunya adalah teman? Jadi, bukankah motifnya adalah cinta terlarang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, anu… bukan hal seperti itu… meskipun mungkin ada benarnya…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajah Maika makin pucat, Kamijo menghela nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika amplop di balik ke bawah, terdapat beberapa lembar kertas lagi. Setelah dilihat baik-baik , Kamijo mengenali dokumen-dokumen ini adalah surat ijin keluar dan beberapa dokumen pendukungnya. Semua form telah terisi. Kamijo langsung berpikir, bagaimana mereka bisa melakukannya? Meskipun benar seseorang dapat meninggalkan Academy City dengan dokumen ini, tetapi permintaan untuk ijin seperti ini memerlukan pemeriksaan yang serius…… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan yang kontras antara surat ancaman yang konyol dan dokumen yang dipersiapkan secara sangat baik ini membuat Kamijo terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih yang dipikirkan pendeta itu?&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; terletak kira-kira tiga kilometer dari Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisnisnya berhenti kira-kira tiga minggu sebelumnya, dan itu sebabnya bangunannya masih belum rusak. Tetapi semua perlengkapan interior telah diambil, jadi tampak kosong didalamnya, dan karena tidak pernah disapu sejak itu, semuanya menjadi tertutup debu. Meskipun begitu tidak bisa dibilang sebagai  puing-puing. Tempat ini dapat dipakai kembali, jika seseorang mau membersihkan dan memasang semua perlengkapan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini lebih tepat dibilang &#039;disimpan sementara&#039;. Mungkin karena pemiliknya tidak berencana membongkarnya sekarang, dan menunggu pembeli yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menunggu diatas panggung yang kosong. Ini adalah aula besar, raung auditorium dan panggung bergabung menjadi satu, dan aula itu kira-kira sebesar aula olahraga. Tidak ada jendela, dan lampu-lampu panggung telah dicabut, jadi satu-satunya sumber cahaya adalah cahaya matahari sore yang berasal dari lima buah pintu yang terbuka. Di panggung temaram itu, Index duduk berlutut di lantai. Raut mukanya tertekuk, menunjukkan ketidakramahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Orang jahat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tidak akan menyangkal, ataupun menjadi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan tajam gadis itu membuat Styl Magnus agak kecut sebelum ia akhirya memasang wajah tenang. Di area temaram, cahaya api di rokoknya menyala berkedip. Asap putih melayang di udara, sebelum menyentuh tanda &#039;dilarang merokok&#039; dan akhirnya menghilang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu seharusnya mengerti apa yang terjadi, bukan? Saya tidak akan bertanya jika saya perlu mengulang lagi, karena kekuatan ingatanmu, mengulang hal yang sama tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… perintah resmi dari Gereja Puritan Inggris.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengingat penjelasan yang diberikan saat dia pertama kali tiba disini. Akhirnya ada seseorang yang mampu memecahkan kode &#039;Kitab Hukum&#039; yang tidak mampu dipecahkan orang lain. Namanya Ursula Aquinas. Yang ditakutkan adalah jika seseorang berhasil memecahkan &#039;Kitab Hukum&#039;, seseorang mampu menggunakan &#039;Teknik Malaikat&#039;. Buku itu dicuri saat Ursula tiba di Jepang, dan dipercaya pelakunya adalah Katolik Amakusa. Karena itu, Katolik Roma telah memulai beberapa tindakan untuk memperoleh kembali &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantan pemimpin Katolik Amakusa, yang sekarang adalah anggota Puritan Inggris, Kanzaki Kaori juga menghilang, dan ada kemungkinan melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari luar, tampaknya Puritan Inggris ada di pihak Katolik Roma, tetapi sesungguhnya, mereka ingin meredakan situasi sebelum Kanzaki Kaori mulai bertindak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini pekerjaan &#039;resmi&#039;, dan kamu mau melibatkan Touma? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejujurnya, aku juga tidak melihat kenapa kita perlu melibatkannya, tetapi, ini adalah perintah dari atas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl menggoyangkan rokok di mulutnya dan berkata,&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagipula, posisi kita sebenernya tidak menguntungkan. Jika kita meminta Kamijo Touma secara langsung, yang berasal dari Academy City, orang akan memandang &#039;Pihak Ilmu pengetahuan ikut campur dengan urusan internal dari pihak magis&#039;. Jika ini terjadi di Academy City, kita bisa memberi alasan bahwa kita membela diri, tetapi alasan itu tidak berlaku disini. Jadi supaya dia bisa bergabung, kita perlu memberinya motif.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebabnya Styl menculik Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata laini, alasan Kamijo meninggalkan Academy City adalah &#039;untuk menyelamatkan Index&#039;, dan tidak terlibat dalam masalah Ursula atau &#039;Kitab Hukum&#039;. Tetapi selagi menyelamatkan dia, dia &#039;kebetulan&#039; bertemu dengan Katolik Amakusa, dan untuk melindungi Index, dia ikut menghadapi mereka. Ini adalah alasan yang dirancanakan Styl untuk Kamijo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index bisa, walaupun dia ada di pihak magis, tinggal sementara di Academy City karena kesepakatan tertentu antara Academy City dan Puritan Inggris. Maka, bagi Kamijo Touma, warga dari Academy City untuk menyelamatkan tamunya, Index, bukan hal yang ganjil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti semuanya, tetapi tetap tidak setuju.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar, tidak perlu berbasa-basi untuk melakukan hal ini. Hanya cukup bilang &#039;tolong&#039; saja cukup untuk datang menyelamatkanku. Tidak perduli seberapa besar pun bahaya yang dihadapi disini, dia pasti datang. Ini kenapa aku tidak minta ditolong. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl tersenyum tipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti seorang ayah mendengarkan putrinya berbicara soal pacar kesayangannya, wajah styl sedikit tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa yang akan dilakukan sekarang? &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula Aquinas sekarang ada di tangan Katolik Amakusa kan? Kalau begitu apakah kamu hendak menyerbu ke markas musuh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis bertanya dengan agak serius. Karena sekarang Kamijo terlibat, dia mencoba mencari informasi seakurat mungkin dan mengurangi bahaya yang akan dihadapi Kamijo Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, situasi sudah berubah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelas menit lalu, dalam usaha penyelamatan Ursula, pihak Katolik Roma memulai pertarungan sengit dengan pihak Katolik Amakusa yang sedang berusaha lari.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Index mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode komunikasi yang digunakan kemungkinan dengan asap dari rokoknya. Beberapa kali, Index merasakan dari asap panjang yang keluar tersebut terdapat  sihir, dan meskipun tidak ada angin, asap putih itu bergoyang secara tidak alami. Tidak peduli era apapun, &#039;Sinyal Asap&#039; telah digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh. Di dalam memory Index, terdapat banyak cara untuk menggunakan sinyal asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak dibutuhkan bila pertarungan ini berhasil ,kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Tetapi, hasilnya tidak sebaik yang kita harapkan. Pertempurannya sangat sengit. Untungnya, tidak ada korban jiwa. Tetapi &#039;Kitab Hukum&#039; masih belum ditemukan dan Ursula dilaporkan kabur ditengah kekacauan pertempuran.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saat kamu bilang kabur, berarti dia belum bertemu dengan pihak Katolik Roma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… ini terdengar tidak bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika si sandera berhasil kabur, para penculik akan berreaksi dengan kekerasan. Jika sanderanya berhasil ditangkap kembali, para penculik akan bersikap lebih kejam untuk mencegah si sandera berpikir untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya di situasi seperti ini, faktor waktu sangat genting. Saat ini pihak Katolik Roma dan Katolik Amakusa  pasti sedang mencoba mencari Ursula yang berhasil melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sayang sekali aku tidak dapat mengubah isi surat itu, kalau tidak aku akan memanggil Kamijo Touma lebih cepat. Kalau bisa sebelum rekan pejuang dari Gereja Katolik Roma tiba… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Styl selesai berbicara, figur seseorang muncul di pintu aula yang terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;……Sayang sekali, kelihatannya kita tidak bisa menunggunya lagi. Kita harus pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Figur tersebut adalah sang rekan pejuang &lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akhir-akhir ini aku sering keluar…… jika bisa, aku ingin juga bertamasya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang di &#039;luar&#039; Academy City, Kamijo melewati tembok gerbang sambil berbicara pada diri sendir. Tinggi tembok itu melebihi lima meter dengan tebal kira-kira tiga meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau dipikir-pikir, pada saat persiapan Daihaisai, keamanannya relatif longgar.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo melihat ke belakang dan memandang gerbang tersebut dari kejauhan. Untuk sebuah festival denagn pengunjung 2.3 juta, persiapan untuk Daihaisai sangat banyak, dan banyak orang luar dari berbagai bisnis industri datang ke Academy City. Biasanya, keamanan di Academy City sangat ketat, tapi sekarang mereka agak melonggarkan penjagaan. Berkenaan dengan dokumen yang dipegang Kamijo, pemeriksaannya bahkan dilakukan dengan santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat cerita, setelah Kamijo menitipkan kucing calico pada Tsuchimikado Maika, dia pergi meninggalkan Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat jam tangannya, sekarang waktu baru saja melewati pukul enam sore. Masih ada kurang lebih satu jam sebelum waktu yang tertulis di surat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena peta GPS di handphone tidak menunjukkan adanya bangunan terlantar, Kamijo harus agak berusaha lebih untuk mencari lokasi &#039;Gloaming House&#039;. Pada saat itu, Kamijo sadar bahwa informasi yang  di update terlalu cepat juga punya kelemahan. Kamijo akhirnya mencari cara lain, dan mengunjungi toko serba ada terdekat dan membeli buku petunjuk turis &#039;yang lambat di update&#039; kota Tokyo yang sudah langka. Tetapi saat merogoh sakunya, dia baru sadar dompetnya tidak dibawa. Setelah diingat, dia terburu-buru pergi dari Academy City setelah berbicara dengan Maika dan lupa untuk mengambil dompetnya. Kehabisan akal, Kamijo hanya bisa diam menahan tatapan penjaga toko sambil membuka dan menghafal isi peta itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Erm…… setelah melalui jalur itu, melewati jalan itu…… ugh! Aku sudah hampir lupa semuanya!  Aku benar-benar iri dengan otak Index…… )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo membiarkan pikirannya berlari, sambil berjalan menuju perhentian bus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada satu kilometer dari lokasi ynag ditentukan. Setelah letih bekerja seharian di sekolah, Kamijo ingin duduk santai sejenak di bus, dan menikmati AC sementara menuju lokasi tujuan. Sayangnya ia tidak memiliki uang sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(sialan…… hah, aku tidak peduli bisa naik busa atau tidak, paling tidak bisa masuk tempat yang memiliki AC)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat perhentian bus itu agak kecil. Hanya ada dua bangku panjang dan dipayungi dengan plastik, yang tampaknya sudah cukup usang karena tampak retak di sana-sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijo menemukan ada seseorang yang berdiri di perhentian bus tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita itu tampaknya orang asing, dan kira-kira setinggi Kamijo . Matanya menatap pada poster jadwal bus. Tetapi, setelah dipandang cukup lama, kelihatanya dia sedang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakaiannya cukup unik, berpakaian jubah hitam biarawati di udara yang panas saat ini. Tentu saja, dengan lengan panjang dan gaun yang menutupi badan. Jika diperhatikan lebih dekat, ada resleting perak pada siku lengan dan kira-kira dua puluh cm diatas lutut. Tampaknya jika ditarik, lengan dan bagian bawah gaun dapat menjadi pendek, tapi dia tidak melepaskannya. Tangannya  tertutup sarung tangan tipis putih, dan rambutnya tidak terlihat, karena bukan saja tertutup kerudung biarawati seperti yang dikenakan Index, tapi juga scarf yang menutupi rambutnya. Karena rambutnya bisa ditutupi begitu saja, kemungkinan rambutnya dipotong pendek. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sudut matanya , Kamijo melirik wanita itu, dan berpikir:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Uh, seorang suster…… mungkinkah dia susterm pembunuh yang berkaitan dengan Index?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_059.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran seperti ini bisa dibilang diskriminasi buruk ke semua suster biarawati di dunia, tapi Kamijo diberi pelajaran keras saat musim panas berkat orang-orang seperti Styl dan Tsuchimikado. Sekarang, saat Kamijo melihat wanita berpakaian biarawati, dia secara alami bersikap waspada.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster itu tiba-tiba berbicara kepada Kamijo, dengan bahasa Jepang yang santun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf mengganggu sebentar, saya boleh bertanya, bisakah saya menggunakan bus ini untuk menuju ke Academy City?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan saja sopan, tapi dia agak terasa canggung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo diam dan memandang suster itu.  Pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya membuat dadanya yang besar dan pinggangnya yang ramping lebih menonjol (Beberap abahkan curiga dia sengaja menonjolkannya). Apapun juga, dia tetap aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak bisa, tidak ada bus yang masuk ke Academy City.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak ada transportasi yang menghubungkan langsung antara Academy City dengan &#039;dunia luar&#039;, jadi seseorang tidak bisa menaiki bus atau trem kesana. Hanya taksi-taksi yang terdaftar oleh Academy City yang bisa masuk, tetapi orang bisa menghemat dengan berjalan kaki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Begitu, jadi itu sebabnya anda memilih berjalan kaki dari Academy City.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang suster berbicara dengan santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo memandang ke kejauhan. Tidak mungkin melihat dengan jelas gerbang masuk Academy City dari sini. Dia memandang kembali suster itu, yang mengeluarkan sesuatu dari lengan bajunya. Setelah dilihat baik-baik, ia mengeluarkan teropong kecil yang tampak murahan yang biasa digunakan di teater.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya menggunakan ini untuk melihatmu meninggalkan Academy City.&amp;quot; Katanya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, sebuah bus mendekat dari kejauhan. Seperti tempat perhentian bus ini, bus itu juga tampak agak tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintu otomatis bus itu terbuka, dengan suara yang seperti botol minuman bersoda saat dibuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo tidak bermaksud menaiki bus tersebut, jadi dia menjauh dari perhentian bus. Dia berbalik ke arah suster itu dan berkata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Intinya, menggunakan bus pun tidak akan bisa memasuki Academy City. Jika kamu memiliki ijin masuk, kamu hanya perlu berjalan masuk melalui pintu gerbang. Hanya perlu tujuh hingga delapan menit sampai ke sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih banyak, saya sangat menghargai anda meluangkan waktu di sela kesibibukan anda untuk membantu saya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster yang berpakaian hitam itu memberikan senyum yang cemerlang, dan membungkuk ke Kamijo, lalu---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-naik ke atas bus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;……Oi! Bukannya sudah aku bilang kamu tidak bisa dengan bus? Hanya lima detik yang lalu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ya. Anda memang mengatakannya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster itu memegang hem gaunnya dengan kedua tangannya, dan cepat-cepat turun dari bus, yang sekarang ada di sisi jalan. Kamijo kemudian melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku sudah katakan padamu. Tidak ada jalur transportasi antara Academy City dan &#039;dunia luar&#039;, jadi seseorang tidak bisa naik dengan bus maupun trem kesana. Jika kamu mau ke sana, kamu harus berjalan kaki, apa kamu paham?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anda memang sudah mengatakannya. Maaf mengganggumu terus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster itu tersenyum kembali, menunduk untuk menunjukan rasa terima kasih. Kemudaian dia menaiki tangga bus, dan masuk ke dalam bus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hey! Kamu bukan tersenyum karena pura-pura tidak mendengar kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Tidak, saya tidak bermaksud begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suster itu kembali tergesa-gesa turun. Pengemudi bus itu menunjukan tampang masam, menutup pintu, kemudian berangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo merasa kuatir melihat suster itu masih kebingungan. Wanita ini kemungkinan besar akan tersesat dalam sepuluh menit jika tidak di dampingi. Tetapi, sang suster tidak merasakan kekuatiran Kamijo, dan melanjutkan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aiya. Kenapa kamu kelihatan frustasi? Kamu mau permen?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak aku tidak benar-benar frustasi…… Apa rasa permen ini? Jeruk?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo tanpa berpikir menerima permen oranye kemerahan itu. Karena dia merasa tidak enak untuk membuangnya, ia memakannya. Setelah dirasakan sebentar……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pahit amat! Apa ini? Ini jelas bukan rasa jeruk? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;……Erm, kelihatannya ini rasa kesemek asam. Aku tidak yakin persisnya, tapi aku dengar ini bisa menghilangkan rasa haus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &amp;quot;…… Oh, itu karena ini dapat menstimulasi ekskresi air ludah. Tetapi cuaca saat ini terlalu panas, semua kandungan air di badan juga sudah keluar, jadi tidak masuk akal untuk menghasilkan saliva pada saat seperti ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Em, apakah anda mau mengisi cairan tubuh? Kenapa anda tidak beritahu saya sebelumnya? Saya memiliki teh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun aku ingin tahu kenapa kamu menyimpan termos di saku jubahmu, ah lupakan, aku sedang haus. Teh apa ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Teh barley (jelai)&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, boleh, apakah aku boleh minta?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo berkata dengan gembira. Memang paling enak minum es teh barley di musim panas, pikir Kamijo. Di menerima tutup termos, yang sekarang berisi teh barley.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;---- PANAS! Kenapa teh barley ini mendidih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Saya dengar minum minuman panas di cuaca panas adalah budaya di negeri ini…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu sih nenek-nenek! Apa kamu ini seperti orang sudah tua? Pantas saja adat kamu aneh! Cara pikirmu seperti  nenek-nenek saja!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo mengomel  sementara sang suster tetap tersenyum ramah. Pada saat itu, tidak mungkin menolak teh barley yang sudah ditawarkan. Maka sambil gemetaran dia menuangkan teh barley itu , yang sepanas lava, ke dalam kerongkongannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… er…… terima kasih. Ah ya, suster, bolehkah saya bertanya sesuatu? Apakah kamu hendak memasuki Academy City? Erm, aku sudah berkata sebelumnya, tapi untuk memasuki Academy City, seseorang perlu ijin untuk masuk ke Academy City. Apa kamu memilikinya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ijin masuk……?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, suster itu menunjukan wajah terkejut. Tidak perlu dibilang lagi, tanpa ijin masuk, seseorang tidak bisa masuk melalui gerbang masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Kamijo menjelaskan secara keseluruhan pada sang suster, dia tampak kebingungan. Dia meletakan tangan di kepala, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bolehkah saya tahu bagaimana agar saya mendapatkan ijin?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… maaf, tidak mungkin untuk orang biasa bisa mendapatkannya. Hanya saudara dekat dari siswa atau pegawai industri yang mengantarkan barang atau bahan baku bisa mendapatkannya, dan mereka harus melalui pemeriksaan ketat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh…… kalau begitu, saya hanya bisa angkat tangan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang suster menjatuhkan bahunya, ia tampak agak sedih. Tetapi kalau dia menyerah sekarang, usahanya untuk masuk ke Academy City seolah-olah hal yang sepele.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(bukannya aku tidak ingin membantu, tetapi aku tidak bisa menolongnya……)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada rasa bersalah yang merayap dalam pikiran Kamijo. Sang suster lalu berkata pada Kamijo &amp;quot;Kalau begitu saya akan berpisah di sini.&amp;quot; Dan kemudian berjalan menuju Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu dulu! Bukankah saya sudah katakan bahwa kamu tidak bisa memasuki Academy City tanpa ijin masuk…… apa kamu mendengarkan saya!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang suster menunjukkan wajah tersadar, berhenti dan berbalik. Dia tersenyum gembira beberapa saat yang lalu, tapi sekarang dia terlihat kecewa, seperti ada awan kelabu yang menutupinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo memandang wajah kebingungan di wajah suster itu, dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Padahal para penyihir tanpa ijin mampu melewati perbatasan dengan mudah, dan kapan saja, suster di hadapannya tampak tidak memiliki kemampuan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berpikir sejenak, Kamijo tidak dapat menemukan jalan untuk membantu suster itu. Apapun situasinya, seseorang harus memiliki ijin masuk untuk masuk ke Academy City. Dia tidak memiliki waktu untuk bermain-main di tempat seperti ini, karena dia harus membantu Index terlebih dahulu. Apapun yang terjadi, dia harus mencapai tempat yang dituju pada waktu yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh ya, kenapa kamu mau masuk ke Academy City?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;erm…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang suster sedikit memiringkan kepalanya, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebenarnya saya sedang diburu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mendengar hal ini, Kamijo merasa suhu di sekitarnya turun beberapa derajat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sedang…… diburu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Situasinya agak rumit, tetapi sekarang, saya berusaha keras untuk kabur. Saya dengar walaupun dengan kekuatan beberapa gereja, mereka tidak bisa memasuki Academy City, jadi saya ingin melarikan diri ke Academy City dan bersembunyi disana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pihak gereja…… jangan katakan kamu memiliki hubungan dengan para penyihir...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat mendengar hal ini, sang suster agak terkejut. Dia berkata, &amp;quot;Apa kamu tahu tentang keberadaan para penyihir?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Melihat reaksimu, sepertinya tebakanku tepat.&amp;quot; Keluh Kamijo, dan dan melanjutkan, &amp;quot;Tetapi jika benar kamu sedang diburu,  kabur ke Academy City juga tidak sepenuhnya aman. Academy City sudah berhasil ditembus para penyihir berulang kali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengalami apa yang terjadi saat bersama index, Kamijo paham betul para penyihir tidak akan menyerah hanya karena sasaran mereka bersembunyi di Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa yang harus saya lakukan… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang suster tampak seperti mau menangis. Kamijo jelas mengerti betapa mengerikannya para penyihir, jadi dia tidak ingin meninggalkannya begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;….. apakah kamu rute bus nya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bus itu berita lama! Sudah basi! Kenapa masalah rute bus ini tiba-tiba muncul!? Bukankah kita sedang membicarakan cara mencapai Academy City!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo menyahut kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang suster lagi-lagi bertampang terkejut. Kamijo benar benar terpojok berkat suster ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika suster ini benar-benar sedang dikejar oleh para penyihir, maka dia tidak dapat meninggalkan dia begitu saja. Tapi saat ini, Kamijo memiliki sesuatu yang harus dibereskan terlebih dahulu. Karena saat ini Index telah &#039;diculik&#039;, dia merasa kuatir. Meskipun penculikan ini terdengar main-main, dia tidak bisa mengindahkannya begitu saja. Kamijo, yang secara terpaksa harus memilih diantara dua permasalahan dan kebingingan, menarik rambutnya sendiri dengan kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, muncul ide bagus di kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Tunggu tunggu tunggu… jika kubawa saja suster ini sambil menemui Index, bukankah masalahnya terselesaikan?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ide itu benar-benar bagus, kecuali bahwa tertulis jelas di surat itu bahwa dia  harus &#039;datang sendirian&#039;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 6===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2: Gereja Katolik Roma]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=73173</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=73173"/>
		<updated>2010-09-17T01:53:05Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Bagian 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Bab 1: Academy City, Pemuja Ilmu Pengetahuan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bagian 1 ===&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi-semester kedua terasa sangat padat. Ada banyak aktivitas yang ada pada semester ini sampai tak terhitung. Daihaisai, Ichihanaransai, hiking, pelatihan, wisata sekolah, hari apresiasi seni, hari pembelajaran sosial, hari kerja-bakti, ujian akhir semester, kelas tambahan dan dan kelas remedial yang ditakuti! Untuk mempersiapkan berbagai festival itu semua orang akan sangat sibuk&amp;quot; (Note: walau menggunakan istilah semester tapi ini sebenarnya di Jepang menggunakan sistem caturwulan (3 periode) semester 2 dimulai pada bulan September)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8 September.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lewat tengah hari, selagi berjalan di koridor sekolah, Tsuchimikado Maika berbicara dengan santai. Umurnya kurang lebih sama dengan Index, dan mungkin lebih muda, tapi dia selalu memakai seragam maid. Apa yang lebih menakjubkan adalah dia bisa dengan santai duduk diatas robot pembersih berbentuk tabung. Kalau mesin tersebut bergerak sesuai dengan instruksi yang diterima, Maika akan menaruh sapu dihadapannya, sehingga mesing itu hanya bisa bergoyang perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku bosan. Lalu mau ngapain lagi? Touma sudah tidak peduli lagi, bahkan untuk bermain sama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memprotes, sambil meliuk-liukan badannya, pada Maika. Rambut peraknya bergoyang bersama dengan kerudung putih yang Ia kenakan. Kucing Calico di pelukan tangannya yang ramping itu tampak tertarik dengan hiasan emas mengkilap di kerudungnya, sambil mengulurkan kaki depan ke arahnnya dan mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index paham bahwa Kamijo tampak sangat sibuk akhir-akhir ini. Tetapi di Academy City, Kamijo satu-satunya orang yang bisa diajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijo Toume tidak mengurung Index di kamar asramanya. Index punya kunci cadangan ruangan itu, dan saat Kamijo di sekolah, Index keluar berjalan-jalan menghabiskan waktunya. (tapi dia tidak berdaya menghadapi gerbang tiket otomatis atau pemindai sidik jari, identifikasi biometrik lain, atau yang berkaitan dengan benda elektronik, dan kabur begitu saja.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Academy City berbeda dengan kota-kota lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City dibangun setelah pengembangan daerah barat Tokyo, dan 80% penduduknya adalah siswa. Saat Kamijo pergi sekolah, Himegami dan Komoe juga di sekolah. Jadi , meskipun Index ingin menemui seseorang untuk mengobrol, semuanya sedang tidak ada di jalan. Sesudah menghabiskan seminggu untuk menjelajahi tempat itu , Index hanya menemukan kakak pelayan outlet baju yang bisa diajak mengobrol jika dia sedang tidak sibuk menata toko. Tetapi Index merasa tujuannya lain saat mengajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tsuchimikado Maika yang dianggap pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, dimana semua orang harus bergerak sesuai jadwal, hanya dia yang tidak dibatasi oleh waktu. Meskipun pagi ataupun sore, Index sering menemukannya di jalan. Dia bisa ditemui di mana-mana… di toko kelontong, di departement store, di taman-taman , di bakery-bakery, di stasiun-stasiun perhentian, di asrama siswa, di jalanan, di sekolah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si robot pembersih berusaha untuk bergerak maju, dan sambil melanjutkan berbicara Maika meneplak robot tersebut dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamijou Touma punya urusannya sendiri yang harus dibereskan---jangan terlalu banyak merepotkan dia--lagipula, ini bukan karena dia mau meninggalkanmu. Sekolah benar-benar bikin cape&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uhm… aku paham… tetapi, kenapa kamu tidak pergi ke sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hoho, karena Aku adalah pengecualian---seorang maidmelakukan kerja praktek adalah hal yang wajar---!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah keterampilan khusus yang Maika ikuti bukan sekolah biasa yang masih menghasilkan maid. Para maid dari sekolah ini dididik khusus untuk mendampingi tuan mereka. Dari membersihkan sisa permen karet di jalan hingga menghadiri rapat pemimpin kelas dunia, tidak ada yang bisa menggoyangkan mereka. Jadi Maika harus pergi kemana-mana dan melakukan berbagai macam &#039;kerja praktek&#039;. Tetapi, tidak semua siswa bisa keluar dan melakukan &#039;kerja praktek&#039; seperti Maika. Ini adalah hak istimewa yang diperoleh setelah melewati tes-tes di sekolahnya dan mereka merasa meskipun dia masih dalam masa pelatihan, dia memiliki kemampuan yang cukup agar tidak mempermalukan nama baik sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang tidak tahu kerja keras dan keringat dibalik semua itu, dengan polos memiringkan kepalanya yang mungil dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi selama Aku menjadi maid, Aku bisa pergi kemana saja kapan saja? Tidak dibatasi sekolah? Bahkan bisa pergi ke sekolah Touma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_035.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, maid tidak tidak seperti itu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu Aku mau jadi maid! Lalu Aku bisa pergi dan bermain bersama Touma!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun terdengar menyentuh hati, tapi kehidupan maid itu benar-benar tangguh. Khususnya untuk orang seperti kamu, yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan menunggu Touma menyiapkan makan siang setiap pagi. Menjadi maid sungguh sulit untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu biar Touma saja yang jadi maid! Jadi Aku bisa memanggil Touma untuk  bermain bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini benar-benar menyentuh hati tapi, demi Kamijou Touma, aku sarankan kamu tidak mengatakan hal itu kepadanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uuu--uuu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang kebosanan itu menggembung-gembungkan pipinya dan menggoyangkan badan dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm, maaf saja, tetapi kamu maupun dia, kalian berdua tidak punya waktu untuk menjadi maid&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu tiba-tiba terdengar di belakang sang  gadis yang berpakaian putih cemerlang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Index langsung menjadi kabur. Maika yang berdiri di hadapan Index, melihat orang yang berdiri di belakan dia. Selain panik, air mukanya berubah menjadi takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Siapa…)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum suster itu bisa berbalik dan bertanya, mulutnya ditutup dengan sepasang tangan yang besar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Si siswa SMU biasa, Kamijou Touma berjalan perlahan sore hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pembersih silinder berlalu melewatinya. Putaran kipas kincir angin raksasa yang menggantikan kabel listrik, berputar seolah menghalau burung gagak di kota itu. Ada banyak balon udara panas yang berterbangan di langit berwarna oranye, tetapi benda yang menggantung dibawah mereka bukan hanya billboard biasa, tetapi layar monitor ultra tipis terbaru. Seperti layaknya billboard elektronik dengan teks mengalir, dengan tulisan: &#039;Bersiap-siaplah! Mari kita berkerja keras demi Daihaisai! -- dewan kedisplinan&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai pada dasarnya adalah festival olah raga. Tetapi Academy city memiliki beberapa juta pelajar, dan dengan semua sekolah berpartisipasi, skala acara ini menjadi sangat besar. Semua student adalah esper, dan komite manajemen dari Academy City akan menggunakan alasan &#039;mengumpulkan data saat ada interferensi mutual antara kekuatan-kekuatan (esper) yang berbeda&#039; untuk mendukung penggunaan kemampuan esper para siswanya pada saat Daihaisai berlangsung. Maka pertarungan intensif antar para pengguna esper sudah bisa diprediksi. Contohnya, saat pertandingan sepak bola atau dodgeball, lumrah jika bolanya tiba-tiba menghilang, atau menjadi bola api atau es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai digelar selama seminggu, dan pada masa ini Academy City dibuka untuk umum, bahkan stasiun televisi diperbolehkan. Katanya pada momen unjuk gigi inilah, yang tidak ada di pertandingan olahraga normal, rating penontonnya cukup tinggi. Karena itu komite kedisiplinan bekerja sepenuh hati dalam mempersiapkan Daihaisai. Juga Academy city, berharap mempergunakan beberapa hari saat acara terbuka untuk umum ini untuk memperbaiki citranya. Tentu saja Academy City tidak membiarkan para teroris begitu saja, menyebarkan keamanan di beberapa titik penting tempat pengembangan kemampuan/kekuatan, mencegah mereka memasuki tempat-tempat rahasia penting disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini… benar-benar melelahkan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah apa yang Kamijo alami dalam minggu-minggu terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kejadian tertentu, Kamijo kehilangan ingatannya, dan lupa akan segala tentang Daihaisai. Tetapi menurut apa yang dia dengar, kegiatan ini sangat berbahaya bagi Touma. Inti dari Daihaisei bukan &#039;tidak ada batasan penggunaan kekuatan Psi&#039;, tetapi lebih mirip, &#039;jika kamu tidak menggunakan kekuatan Psi mu, kamu akan berteman baik dengan tim medis&#039;. Atau dengan kata lain, bahkan dalam permainan kejar-kejaran biasa, bola api, petir dan bahkan pisau-pisau bisa berterbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo memandangi tangannya. Di telapak tangannya terdapat kemampuan Imagine Breaker. Tidak peduli apakah itu sihir ataupun kekuatan Psi, begitu disentuh olehnya, akan terhapus tanpa jejak. Tetapi kekuatan seperti ini tidak bisa menolong Kamijo untuk bertahan di peperangan antara para esper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(…ngapain juga aku harus capek-capek nyiapin event yang bakal jadi serasa di neraka buatku...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini Kamijo membangun tenda di kampus untuk para pengunjung. Tetapi begitu tendanya selesai berdiri, seorang guru OR datang dengan cengar-cengir dan berkata, &amp;quot;Maaf, tapi tenda ini tidak jadi digunakan.&amp;quot; Lalu Touma membongkarnya lagi. Dan baru saja tenda itu turun, seorang guru wanita yang mirip murid SD datang sambil marah-marah dan berteriak, &amp;quot;Ah! Apa yang kamu lakukan Kamijou! Bukankah kamu sudah diberi tahu? Kita masih butuh tenda itu!&amp;quot;  Yah, kata &#039;Ah sial&#039;  saja tidak bisa menggambarkan apa yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah bekerja sia-sia sepanjang hari, Kamijou akhirnya bisa menggeret bdannya yang kelelahan kembali ke asrama siswanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sepertinya ngga ada yang tersisa di kulkas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada supermarket di hadapannya, tapi kantongnya kosong, dan ia harus kembali ke ke asrama untuk mengambil uang dulu. Memikirkan bahwa ia harus pergi keluar lagi setelah pulang membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sol sepatu basket murahan agak keras, membuat kedua kakinya terasa sanagt berat ketika berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia sudah dekat dengan asrama, Kamijo mendengar seseorang berteriak memanggil dari lantai atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah---- Ka……KaKa……Kamijo Touma, Kamijo Touma—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo mendongak ke atas dan melihat Tsuchimikado Maika menjulurkan kepalanya keluar, sambil melambaikan tangannya dari lantai tujuh. Dia masih duduk diatas robot pembersih, jadi terlihat agak berbahaya. Tetapi , dia berpegangan pada sebuah tongkat pel, yang ditegakkan di atas lantai, tampaknya digunakan agar robot itu tidak kemana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I… Ini gawat. Kenapa kamu mematikan handphone?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar hal itu, ia mengeluarkan handphone dengan fungsi global GPS dari sakunya. Dan benar, handphonenya mati. Setelah menyalakannya, ia melihat beberapa pesan masuk dari Tsuchimikado Maika. Maika terus berbicara dengan perlahan, meskipun mukanya tampak pucat. Meskipun bertanya-tanya, Kamijo terus berlari ke arah lift.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo akhirnya sampai ke lantai tujuh. Maika memindahkan tongkat pel dan robot pembersih yang dinaikinya bergerak perlahan menuju lift. Entah kenapa, kucing calico, yang biasanya bersama Index, sekarang duduk sendirian di koridor. Robot pembersih berhenti di hadapan Kamijo, dan Maika menghentikan gerakannya dengan menaruh tongkat pel dihadapan benda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini gawat darurat! Suster berambut perak itu dibawa pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo tersentak. Wajah Maika memucat sambil terus berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini penculikan. Pelakunya berkata jika aku melapor ke pihak berwenang, dia akan membunuhnya, jadi aku tidak melakukan apapun. Maaf, Kamijo Touma.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis berambut perak yang dia bicarakan pasti Index. Maika tidak kelihatan seperti bercanda. Juga, ada terlalu banyak alasan mengapa Index kemungkinan besar diculik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu sebentar, apa yang terjadi? Bisa kamu ceritakan dengan lebih jelas&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ditanya demikian oleh Kamijo, Maika sambil terbata-bata menjelaskan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua jam yang lalu, Maika datang ke asrama siswa untuk melakukan &#039;kerja praktek&#039;. Sewaktu membersihkan lantai, dia melihat index yang sedang kebosanan di koridor lantai tujuh, dan mengobrol dengannya. Ketika sedang bercakap-cakap, tiba-tiba, seseorang membekap mulut Index dari belakang dan menculiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum si penculik pergi, ia memberikan sebuah amplop. Ada yang sesuatu tertulis di dalamnya… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memberikan sepucuk surat dengan bentuk panjang yang biasa digunakan untuk surat iklan. Suaranya bergetar, sepertinya bukan karena ketakutan, tapi mungkin merasa bersalah karena tidak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo menundukkan kepala, memandang surat itu, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak usah menyalahkan diri sendiri, ini lebih baik daripada melakukan sesuatu yang dapat memperburuk keadaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berusaha menghibur Maika dengan kata-kata itu, hal ini malah membuatnya lebih tertekan. Tapi hal ini wajar, karena pada kehidupan siswa normal, jarang ada keadaan yang sangat menekan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ya, bagaimana tampang bajingan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang ke atas, berpikir sejenak, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hmm……. Tingginya lebih dari 1.8 m, berkulit putih, tapi bahasa Jepangnya sangat lancar, dan aku tidak tahu dari negara mana dia berasal dari penampilannya……. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;uh huh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia memakai jubah pendeta.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi dia menggunakan parfum kencang; rambutnya di cat merah dan tergerai hingga ke bahu. Ia memakai cincin perak di setiap jarinya, dan tato seperti angka dibawah mata kanannya. Dia menghisap rokok, dan memakai anting…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… Oi, sepertinya aku cukup tahu siapa pendeta Inggris bajingan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang dengan curiga. Kamijo membuka amplop tersebut, dan menemukan sepucuk surat di dalamnya. Pada surat itu terdapat huruf-huruf yang ditulis rapih yang tampaknya ditulis dengan pensil mekanis. Sepertinya ditulis dengan bantuan penggaris agar rapih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Kamijo Touma: Jika kamu ingin dia hidup, jam tujuh malam ini pergilah ke teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; diluar Academy City sendirian.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… masih ada ya orang yang menggunakan penggaris untuk menyamarkan tulisan tangan mereka?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada era ini, hanya orang naif yang percaya menggunakan penggaris dapat menyamarkan tulisan tangan seseorang. Menggunakan teknologi pembacaan laser seperti pada permukaan CD, para penyidik telah mengembangkan teknik mengindentifikasi perbedaan karakteristik saat seseorang menggoreskan tulisan pada teks. Lebih lagi, banyak mind-readers (pembaca pikiran) ada di Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin orang ini mencoba melakukan dengan prosedur standar, tapi untuk Kamijo, ini sungguh lelucon yang tidak lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa sih yang dilakukan idiot itu? Jangan bilang dia mau bermain-main mentang-mentang sekarang sedang liburan musim panas?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut kesaksian Maika, pelaku penculikan Index tidak lain adalah rekannya sendiri Styl Magnus. Tapi orang ini sama sekali tidak mungkin melukai Index. Bahkan, orang ini akan tidak ragu-ragu menerjang ke markas musuh untuk melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tegang itu lenyap seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo otomatis bersimpati dengan Maika yang menjadi tertekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anu… Maika, kamu tidak usah kuatir. Pelakunya seharusnya temanku dan Index, jadi tidak masalah... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pe… pelakunya adalah teman? Jadi, bukankah motifnya adalah cinta terlarang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, anu… bukan hal seperti itu… meskipun mungkin ada benarnya…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajah Maika makin pucat, Kamijo menghela nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika amplop di balik ke bawah, terdapat beberapa lembar kertas lagi. Setelah dilihat baik-baik , Kamijo mengenali dokumen-dokumen ini adalah surat ijin keluar dan beberapa dokumen pendukungnya. Semua form telah terisi. Kamijo langsung berpikir, bagaimana mereka bisa melakukannya? Meskipun benar seseorang dapat meninggalkan Academy City dengan dokumen ini, tetapi permintaan untuk ijin seperti ini memerlukan pemeriksaan yang serius…… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan yang kontras antara surat ancaman yang konyol dan dokumen yang dipersiapkan secara sangat baik ini membuat Kamijo terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih yang dipikirkan pendeta itu?&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; terletak kira-kira tiga kilometer dari Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisnisnya berhenti kira-kira tiga minggu sebelumnya, dan itu sebabnya bangunannya masih belum rusak. Tetapi semua perlengkapan interior telah diambil, jadi tampak kosong didalamnya, dan karena tidak pernah disapu sejak itu, semuanya menjadi tertutup debu. Meskipun begitu tidak bisa dibilang sebagai  puing-puing. Tempat ini dapat dipakai kembali, jika seseorang mau membersihkan dan memasang semua perlengkapan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini lebih tepat dibilang &#039;disimpan sementara&#039;. Mungkin karena pemiliknya tidak berencana membongkarnya sekarang, dan menunggu pembeli yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menunggu diatas panggung yang kosong. Ini adalah aula besar, raung auditorium dan panggung bergabung menjadi satu, dan aula itu kira-kira sebesar aula olahraga. Tidak ada jendela, dan lampu-lampu panggung telah dicabut, jadi satu-satunya sumber cahaya adalah cahaya matahari sore yang berasal dari lima buah pintu yang terbuka. Di panggung temaram itu, Index duduk berlutut di lantai. Raut mukanya tertekuk, menunjukkan ketidakramahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Orang jahat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tidak akan menyangkal, ataupun menjadi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan tajam gadis itu membuat Styl Magnus agak kecut sebelum ia akhirya memasang wajah tenang. Di area temaram, cahaya api di rokoknya menyala berkedip. Asap putih melayang di udara, sebelum menyentuh tanda &#039;dilarang merokok&#039; dan akhirnya menghilang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu seharusnya mengerti apa yang terjadi, bukan? Saya tidak akan bertanya jika saya perlu mengulang lagi, karena kekuatan ingatanmu, mengulang hal yang sama tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… perintah resmi dari Gereja Puritan Inggris.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengingat penjelasan yang diberikan saat dia pertama kali tiba disini. Akhirnya ada seseorang yang mampu memecahkan kode &#039;Kitab Hukum&#039; yang tidak mampu dipecahkan orang lain. Namanya Ursula Aquinas. Yang ditakutkan adalah jika seseorang berhasil memecahkan &#039;Kitab Hukum&#039;, seseorang mampu menggunakan &#039;Teknik Malaikat&#039;. Buku itu dicuri saat Ursula tiba di Jepang, dan dipercaya pelakunya adalah Katolik Amakusa. Karena itu, Katolik Roma telah memulai beberapa tindakan untuk memperoleh kembali &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantan pemimpin Katolik Amakusa, yang sekarang adalah anggota Puritan Inggris, Kanzaki Kaori juga menghilang, dan ada kemungkinan melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari luar, tampaknya Puritan Inggris ada di pihak Katolik Roma, tetapi sesungguhnya, mereka ingin meredakan situasi sebelum Kanzaki Kaori mulai bertindak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini pekerjaan &#039;resmi&#039;, dan kamu mau melibatkan Touma? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejujurnya, aku juga tidak melihat kenapa kita perlu melibatkannya, tetapi, ini adalah perintah dari atas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl menggoyangkan rokok di mulutnya dan berkata,&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagipula, posisi kita sebenernya tidak menguntungkan. Jika kita meminta Kamijo Touma secara langsung, yang berasal dari Academy City, orang akan memandang &#039;Pihak Ilmu pengetahuan ikut campur dengan urusan internal dari pihak magis&#039;. Jika ini terjadi di Academy City, kita bisa memberi alasan bahwa kita membela diri, tetapi alasan itu tidak berlaku disini. Jadi supaya dia bisa bergabung, kita perlu memberinya motif.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebabnya Styl menculik Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata laini, alasan Kamijo meninggalkan Academy City adalah &#039;untuk menyelamatkan Index&#039;, dan tidak terlibat dalam masalah Ursula atau &#039;Kitab Hukum&#039;. Tetapi selagi menyelamatkan dia, dia &#039;kebetulan&#039; bertemu dengan Katolik Amakusa, dan untuk melindungi Index, dia ikut menghadapi mereka. Ini adalah alasan yang dirancanakan Styl untuk Kamijo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index bisa, walaupun dia ada di pihak magis, tinggal sementara di Academy City karena kesepakatan tertentu antara Academy City dan Puritan Inggris. Maka, bagi Kamijo Touma, warga dari Academy City untuk menyelamatkan tamunya, Index, bukan hal yang ganjil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti semuanya, tetapi tetap tidak setuju.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar, tidak perlu berbasa-basi untuk melakukan hal ini. Hanya cukup bilang &#039;tolong&#039; saja cukup untuk datang menyelamatkanku. Tidak perduli seberapa besar pun bahaya yang dihadapi disini, dia pasti datang. Ini kenapa aku tidak minta ditolong. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl tersenyum tipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti seorang ayah mendengarkan putrinya berbicara soal pacar kesayangannya, wajah styl sedikit tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa yang akan dilakukan sekarang? &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula Aquinas sekarang ada di tangan Katolik Amakusa kan? Kalau begitu apakah kamu hendak menyerbu ke markas musuh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis bertanya dengan agak serius. Karena sekarang Kamijo terlibat, dia mencoba mencari informasi seakurat mungkin dan mengurangi bahaya yang akan dihadapi Kamijo Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, situasi sudah berubah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelas menit lalu, dalam usaha penyelamatan Ursula, pihak Katolik Roma memulai pertarungan sengit dengan pihak Katolik Amakusa yang sedang berusaha lari.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Index mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode komunikasi yang digunakan kemungkinan dengan asap dari rokoknya. Beberapa kali, Index merasakan dari asap panjang yang keluar tersebut terdapat  sihir, dan meskipun tidak ada angin, asap putih itu bergoyang secara tidak alami. Tidak peduli era apapun, &#039;Sinyal Asap&#039; telah digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh. Di dalam memory Index, terdapat banyak cara untuk menggunakan sinyal asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak dibutuhkan bila pertarungan ini berhasil ,kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Tetapi, hasilnya tidak sebaik yang kita harapkan. Pertempurannya sangat sengit. Untungnya, tidak ada korban jiwa. Tetapi &#039;Kitab Hukum&#039; masih belum ditemukan dan Ursula dilaporkan kabur ditengah kekacauan pertempuran.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saat kamu bilang kabur, berarti dia belum bertemu dengan pihak Katolik Roma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… ini terdengar tidak bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika si sandera berhasil kabur, para penculik akan berreaksi dengan kekerasan. Jika sanderanya berhasil ditangkap kembali, para penculik akan bersikap lebih kejam untuk mencegah si sandera berpikir untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya di situasi seperti ini, faktor waktu sangat genting. Saat ini pihak Katolik Roma dan Katolik Amakusa  pasti sedang mencoba mencari Ursula yang berhasil melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sayang sekali aku tidak dapat mengubah isi surat itu, kalau tidak aku akan memanggil Kamijo Touma lebih cepat. Kalau bisa sebelum rekan pejuang dari Gereja Katolik Roma tiba… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Styl selesai berbicara, figur seseorang muncul di pintu aula yang terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;……Sayang sekali, kelihatannya kita tidak bisa menunggunya lagi. Kita harus pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Figur tersebut adalah sang rekan pejuang &lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akhir-akhir ini aku sering keluar…… jika bisa, aku ingin juga bertamasya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang di &#039;luar&#039; Academy City, Kamijo melewati tembok gerbang sambil berbicara pada diri sendir. Tinggi tembok itu melebihi lima meter dengan tebal kira-kira tiga meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau dipikir-pikir, pada saat persiapan Daihaisai, keamanannya relatif longgar.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo melihat ke belakang dan memandang gerbang tersebut dari kejauhan. Untuk sebuah festival denagn pengunjung 2.3 juta, persiapan untuk Daihaisai sangat banyak, dan banyak orang luar dari berbagai bisnis industri datang ke Academy City. Biasanya, keamanan di Academy City sangat ketat, tapi sekarang mereka agak melonggarkan penjagaan. Berkenaan dengan dokumen yang dipegang Kamijo, pemeriksaannya bahkan dilakukan dengan santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat cerita, setelah Kamijo menitipkan kucing calico pada Tsuchimikado Maika, dia pergi meninggalkan Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat jam tangannya, sekarang waktu baru saja melewati pukul enam sore. Masih ada kurang lebih satu jam sebelum waktu yang tertulis di surat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena peta GPS di handphone tidak menunjukkan adanya bangunan terlantar, Kamijo harus agak berusaha lebih untuk mencari lokasi &#039;Gloaming House&#039;. Pada saat itu, Kamijo sadar bahwa informasi yang  di update terlalu cepat juga punya kelemahan. Kamijo akhirnya mencari cara lain, dan mengunjungi toko serba ada terdekat dan membeli buku petunjuk turis &#039;yang lambat di update&#039; kota Tokyo yang sudah langka. Tetapi saat merogoh sakunya, dia baru sadar dompetnya tidak dibawa. Setelah diingat, dia terburu-buru pergi dari Academy City setelah berbicara dengan Maika dan lupa untuk mengambil dompetnya. Kehabisan akal, Kamijo hanya bisa diam menahan tatapan penjaga toko sambil membuka dan menghafal isi peta itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Erm…… setelah melalui jalur itu, melewati jalan itu…… ugh! Aku sudah hampir lupa semuanya!  Aku benar-benar iri dengan otak Index…… )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo membiarkan pikirannya berlari, sambil berjalan menuju perhentian bus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada satu kilometer dari lokasi ynag ditentukan. Setelah letih bekerja seharian di sekolah, Kamijo ingin duduk santai sejenak di bus, dan menikmati AC sementara menuju lokasi tujuan. Sayangnya ia tidak memiliki uang sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(sialan…… hah, aku tidak peduli bisa naik busa atau tidak, paling tidak bisa masuk tempat yang memiliki AC)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat perhentian bus itu agak kecil. Hanya ada dua bangku panjang dan dipayungi dengan plastik, yang tampaknya sudah cukup usang karena tampak retak di sana-sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijo menemukan ada seseorang yang berdiri di perhentian bus tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita itu tampaknya orang asing, dan kira-kira setinggi Kamijo . Matanya menatap pada poster jadwal bus. Tetapi, setelah dipandang cukup lama, kelihatanya dia sedang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakaiannya cukup unik, berpakaian jubah hitam biarawati di udara yang panas saat ini. Tentu saja, dengan lengan panjang dan gaun yang menutupi badan. Jika diperhatikan lebih dekat, ada resleting perak pada siku lengan dan kira-kira dua puluh cm diatas lutut. Tampaknya jika ditarik, lengan dan bagian bawah gaun dapat menjadi pendek, tapi dia tidak melepaskannya. Tangannya  tertutup sarung tangan tipis putih, dan rambutnya tidak terlihat, karena bukan saja tertutup kerudung biarawati seperti yang dikenakan Index, tapi juga scarf yang menutupi rambutnya. Karena rambutnya bisa ditutupi begitu saja, kemungkinan rambutnya dipotong pendek. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sudut matanya , Kamijo melirik wanita itu, dan berpikir:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Uh, seorang suster…… mungkinkah dia susterm pembunuh yang berkaitan dengan Index?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_059.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran seperti ini bisa dibilang diskriminasi buruk ke semua suster biarawati di dunia, tapi Kamijo diberi pelajaran keras saat musim panas berkat orang-orang seperti Styl dan Tsuchimikado. Sekarang, saat Kamijo melihat wanita berpakaian biarawati, dia secara alami bersikap waspada.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2: Gereja Katolik Roma]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=68361</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=68361"/>
		<updated>2010-07-01T03:11:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Bagian 4 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Bab 1: Academy City, Pemuja Ilmu Pengetahuan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bagian 1 ===&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi-semester kedua terasa sangat padat. Ada banyak aktivitas yang ada pada semester ini sampai tak terhitung. Daihaisai, Ichihanaransai, hiking, pelatihan, wisata sekolah, hari apresiasi seni, hari pembelajaran sosial, hari kerja-bakti, ujian akhir semester, kelas tambahan dan dan kelas remedial yang ditakuti! Untuk mempersiapkan berbagai festival itu semua orang akan sangat sibuk&amp;quot; (Note: walau menggunakan istilah semester tapi ini sebenarnya di Jepang menggunakan sistem caturwulan (3 periode) semester 2 dimulai pada bulan September)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8 September.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lewat tengah hari, selagi berjalan di koridor sekolah, Tsuchimikado Maika berbicara dengan santai. Umurnya kurang lebih sama dengan Index, dan mungkin lebih muda, tapi dia selalu memakai seragam maid. Apa yang lebih menakjubkan adalah dia bisa dengan santai duduk diatas robot pembersih berbentuk tabung. Kalau mesin tersebut bergerak sesuai dengan instruksi yang diterima, Maika akan menaruh sapu dihadapannya, sehingga mesing itu hanya bisa bergoyang perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku bosan. Lalu mau ngapain lagi? Touma sudah tidak peduli lagi, bahkan untuk bermain sama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memprotes, sambil meliuk-liukan badannya, pada Maika. Rambut peraknya bergoyang bersama dengan kerudung putih yang Ia kenakan. Kucing Calico di pelukan tangannya yang ramping itu tampak tertarik dengan hiasan emas mengkilap di kerudungnya, sambil mengulurkan kaki depan ke arahnnya dan mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index paham bahwa Kamijo tampak sangat sibuk akhir-akhir ini. Tetapi di Academy City, Kamijo satu-satunya orang yang bisa diajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijo Toume tidak mengurung Index di kamar asramanya. Index punya kunci cadangan ruangan itu, dan saat Kamijo di sekolah, Index keluar berjalan-jalan menghabiskan waktunya. (tapi dia tidak berdaya menghadapi gerbang tiket otomatis atau pemindai sidik jari, identifikasi biometrik lain, atau yang berkaitan dengan benda elektronik, dan kabur begitu saja.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Academy City berbeda dengan kota-kota lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City dibangun setelah pengembangan daerah barat Tokyo, dan 80% penduduknya adalah siswa. Saat Kamijo pergi sekolah, Himegami dan Komoe juga di sekolah. Jadi , meskipun Index ingin menemui seseorang untuk mengobrol, semuanya sedang tidak ada di jalan. Sesudah menghabiskan seminggu untuk menjelajahi tempat itu , Index hanya menemukan kakak pelayan outlet baju yang bisa diajak mengobrol jika dia sedang tidak sibuk menata toko. Tetapi Index merasa tujuannya lain saat mengajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tsuchimikado Maika yang dianggap pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, dimana semua orang harus bergerak sesuai jadwal, hanya dia yang tidak dibatasi oleh waktu. Meskipun pagi ataupun sore, Index sering menemukannya di jalan. Dia bisa ditemui di mana-mana… di toko kelontong, di departement store, di taman-taman , di bakery-bakery, di stasiun-stasiun perhentian, di asrama siswa, di jalanan, di sekolah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si robot pembersih berusaha untuk bergerak maju, dan sambil melanjutkan berbicara Maika meneplak robot tersebut dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamijou Touma punya urusannya sendiri yang harus dibereskan---jangan terlalu banyak merepotkan dia--lagipula, ini bukan karena dia mau meninggalkanmu. Sekolah benar-benar bikin cape&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uhm… aku paham… tetapi, kenapa kamu tidak pergi ke sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hoho, karena Aku adalah pengecualian---seorang maidmelakukan kerja praktek adalah hal yang wajar---!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah keterampilan khusus yang Maika ikuti bukan sekolah biasa yang masih menghasilkan maid. Para maid dari sekolah ini dididik khusus untuk mendampingi tuan mereka. Dari membersihkan sisa permen karet di jalan hingga menghadiri rapat pemimpin kelas dunia, tidak ada yang bisa menggoyangkan mereka. Jadi Maika harus pergi kemana-mana dan melakukan berbagai macam &#039;kerja praktek&#039;. Tetapi, tidak semua siswa bisa keluar dan melakukan &#039;kerja praktek&#039; seperti Maika. Ini adalah hak istimewa yang diperoleh setelah melewati tes-tes di sekolahnya dan mereka merasa meskipun dia masih dalam masa pelatihan, dia memiliki kemampuan yang cukup agar tidak mempermalukan nama baik sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang tidak tahu kerja keras dan keringat dibalik semua itu, dengan polos memiringkan kepalanya yang mungil dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi selama Aku menjadi maid, Aku bisa pergi kemana saja kapan saja? Tidak dibatasi sekolah? Bahkan bisa pergi ke sekolah Touma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_035.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, maid tidak tidak seperti itu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu Aku mau jadi maid! Lalu Aku bisa pergi dan bermain bersama Touma!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun terdengar menyentuh hati, tapi kehidupan maid itu benar-benar tangguh. Khususnya untuk orang seperti kamu, yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan menunggu Touma menyiapkan makan siang setiap pagi. Menjadi maid sungguh sulit untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu biar Touma saja yang jadi maid! Jadi Aku bisa memanggil Touma untuk  bermain bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini benar-benar menyentuh hati tapi, demi Kamijou Touma, aku sarankan kamu tidak mengatakan hal itu kepadanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uuu--uuu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang kebosanan itu menggembung-gembungkan pipinya dan menggoyangkan badan dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm, maaf saja, tetapi kamu maupun dia, kalian berdua tidak punya waktu untuk menjadi maid&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu tiba-tiba terdengar di belakang sang  gadis yang berpakaian putih cemerlang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Index langsung menjadi kabur. Maika yang berdiri di hadapan Index, melihat orang yang berdiri di belakan dia. Selain panik, air mukanya berubah menjadi takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Siapa…)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum suster itu bisa berbalik dan bertanya, mulutnya ditutup dengan sepasang tangan yang besar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Si siswa SMU biasa, Kamijou Touma berjalan perlahan sore hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pembersih silinder berlalu melewatinya. Putaran kipas kincir angin raksasa yang menggantikan kabel listrik, berputar seolah menghalau burung gagak di kota itu. Ada banyak balon udara panas yang berterbangan di langit berwarna oranye, tetapi benda yang menggantung dibawah mereka bukan hanya billboard biasa, tetapi layar monitor ultra tipis terbaru. Seperti layaknya billboard elektronik dengan teks mengalir, dengan tulisan: &#039;Bersiap-siaplah! Mari kita berkerja keras demi Daihaisai! -- dewan kedisplinan&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai pada dasarnya adalah festival olah raga. Tetapi Academy city memiliki beberapa juta pelajar, dan dengan semua sekolah berpartisipasi, skala acara ini menjadi sangat besar. Semua student adalah esper, dan komite manajemen dari Academy City akan menggunakan alasan &#039;mengumpulkan data saat ada interferensi mutual antara kekuatan-kekuatan (esper) yang berbeda&#039; untuk mendukung penggunaan kemampuan esper para siswanya pada saat Daihaisai berlangsung. Maka pertarungan intensif antar para pengguna esper sudah bisa diprediksi. Contohnya, saat pertandingan sepak bola atau dodgeball, lumrah jika bolanya tiba-tiba menghilang, atau menjadi bola api atau es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai digelar selama seminggu, dan pada masa ini Academy City dibuka untuk umum, bahkan stasiun televisi diperbolehkan. Katanya pada momen unjuk gigi inilah, yang tidak ada di pertandingan olahraga normal, rating penontonnya cukup tinggi. Karena itu komite kedisiplinan bekerja sepenuh hati dalam mempersiapkan Daihaisai. Juga Academy city, berharap mempergunakan beberapa hari saat acara terbuka untuk umum ini untuk memperbaiki citranya. Tentu saja Academy City tidak membiarkan para teroris begitu saja, menyebarkan keamanan di beberapa titik penting tempat pengembangan kemampuan/kekuatan, mencegah mereka memasuki tempat-tempat rahasia penting disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini… benar-benar melelahkan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah apa yang Kamijo alami dalam minggu-minggu terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kejadian tertentu, Kamijo kehilangan ingatannya, dan lupa akan segala tentang Daihaisai. Tetapi menurut apa yang dia dengar, kegiatan ini sangat berbahaya bagi Touma. Inti dari Daihaisei bukan &#039;tidak ada batasan penggunaan kekuatan Psi&#039;, tetapi lebih mirip, &#039;jika kamu tidak menggunakan kekuatan Psi mu, kamu akan berteman baik dengan tim medis&#039;. Atau dengan kata lain, bahkan dalam permainan kejar-kejaran biasa, bola api, petir dan bahkan pisau-pisau bisa berterbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo memandangi tangannya. Di telapak tangannya terdapat kemampuan Imagine Breaker. Tidak peduli apakah itu sihir ataupun kekuatan Psi, begitu disentuh olehnya, akan terhapus tanpa jejak. Tetapi kekuatan seperti ini tidak bisa menolong Kamijo untuk bertahan di peperangan antara para esper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(…ngapain juga aku harus capek-capek nyiapin event yang bakal jadi serasa di neraka buatku...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini Kamijo membangun tenda di kampus untuk para pengunjung. Tetapi begitu tendanya selesai berdiri, seorang guru OR datang dengan cengar-cengir dan berkata, &amp;quot;Maaf, tapi tenda ini tidak jadi digunakan.&amp;quot; Lalu Touma membongkarnya lagi. Dan baru saja tenda itu turun, seorang guru wanita yang mirip murid SD datang sambil marah-marah dan berteriak, &amp;quot;Ah! Apa yang kamu lakukan Kamijou! Bukankah kamu sudah diberi tahu? Kita masih butuh tenda itu!&amp;quot;  Yah, kata &#039;Ah sial&#039;  saja tidak bisa menggambarkan apa yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah bekerja sia-sia sepanjang hari, Kamijou akhirnya bisa menggeret bdannya yang kelelahan kembali ke asrama siswanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sepertinya ngga ada yang tersisa di kulkas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada supermarket di hadapannya, tapi kantongnya kosong, dan ia harus kembali ke ke asrama untuk mengambil uang dulu. Memikirkan bahwa ia harus pergi keluar lagi setelah pulang membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sol sepatu basket murahan agak keras, membuat kedua kakinya terasa sanagt berat ketika berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia sudah dekat dengan asrama, Kamijo mendengar seseorang berteriak memanggil dari lantai atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah---- Ka……KaKa……Kamijo Touma, Kamijo Touma—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo mendongak ke atas dan melihat Tsuchimikado Maika menjulurkan kepalanya keluar, sambil melambaikan tangannya dari lantai tujuh. Dia masih duduk diatas robot pembersih, jadi terlihat agak berbahaya. Tetapi , dia berpegangan pada sebuah tongkat pel, yang ditegakkan di atas lantai, tampaknya digunakan agar robot itu tidak kemana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I… Ini gawat. Kenapa kamu mematikan handphone?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar hal itu, ia mengeluarkan handphone dengan fungsi global GPS dari sakunya. Dan benar, handphonenya mati. Setelah menyalakannya, ia melihat beberapa pesan masuk dari Tsuchimikado Maika. Maika terus berbicara dengan perlahan, meskipun mukanya tampak pucat. Meskipun bertanya-tanya, Kamijo terus berlari ke arah lift.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo akhirnya sampai ke lantai tujuh. Maika memindahkan tongkat pel dan robot pembersih yang dinaikinya bergerak perlahan menuju lift. Entah kenapa, kucing calico, yang biasanya bersama Index, sekarang duduk sendirian di koridor. Robot pembersih berhenti di hadapan Kamijo, dan Maika menghentikan gerakannya dengan menaruh tongkat pel dihadapan benda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini gawat darurat! Suster berambut perak itu dibawa pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo tersentak. Wajah Maika memucat sambil terus berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini penculikan. Pelakunya berkata jika aku melapor ke pihak berwenang, dia akan membunuhnya, jadi aku tidak melakukan apapun. Maaf, Kamijo Touma.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis berambut perak yang dia bicarakan pasti Index. Maika tidak kelihatan seperti bercanda. Juga, ada terlalu banyak alasan mengapa Index kemungkinan besar diculik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu sebentar, apa yang terjadi? Bisa kamu ceritakan dengan lebih jelas&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ditanya demikian oleh Kamijo, Maika sambil terbata-bata menjelaskan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua jam yang lalu, Maika datang ke asrama siswa untuk melakukan &#039;kerja praktek&#039;. Sewaktu membersihkan lantai, dia melihat index yang sedang kebosanan di koridor lantai tujuh, dan mengobrol dengannya. Ketika sedang bercakap-cakap, tiba-tiba, seseorang membekap mulut Index dari belakang dan menculiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum si penculik pergi, ia memberikan sebuah amplop. Ada yang sesuatu tertulis di dalamnya… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memberikan sepucuk surat dengan bentuk panjang yang biasa digunakan untuk surat iklan. Suaranya bergetar, sepertinya bukan karena ketakutan, tapi mungkin merasa bersalah karena tidak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo menundukkan kepala, memandang surat itu, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak usah menyalahkan diri sendiri, ini lebih baik daripada melakukan sesuatu yang dapat memperburuk keadaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berusaha menghibur Maika dengan kata-kata itu, hal ini malah membuatnya lebih tertekan. Tapi hal ini wajar, karena pada kehidupan siswa normal, jarang ada keadaan yang sangat menekan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ya, bagaimana tampang bajingan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang ke atas, berpikir sejenak, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hmm……. Tingginya lebih dari 1.8 m, berkulit putih, tapi bahasa jepangnya sangat lancar, dan aku tidak tahu dari negara mana dia berasal dari penampilannya……. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;uh huh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia memakai jubah pendeta.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi dia menggunakan parfum kencang; rambutnya di cat merah dan tergerai hingga ke bahu. Ia memakai cincin perak di setiap jarinya, dan tato seperti angka dibawah mata kanannya. Dia menghisap rokok, dan memakai anting…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… Oi, sepertinya aku cukup tahu siapa pendeta Inggris bajingan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang dengan curiga. Kamijo membuka amplop tersebut, dan menemukan sepucuk surat di dalamnya. Pada surat itu terdapat huruf-huruf yang ditulis rapih yang tampaknya ditulis dengan pensil mekanis. Sepertinya ditulis dengan bantuan penggaris agar rapih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Kamijo Touma: Jika kamu ingin dia hidup, jam tujuh malam ini pergilah ke teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; diluar Academy City sendirian.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… masih ada ya orang yang menggunakan penggaris untuk menyamarkan tulisan tangan mereka?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada era ini, hanya orang naif yang percaya menggunakan penggaris dapat menyamarkan tulisan tangan seseorang. Menggunakan teknologi pembacaan laser seperti pada permukaan CD, para penyidik telah mengembangkan teknik mengindentifikasi perbedaan karakteristik saat seseorang menggoreskan tulisan pada teks. Lebih lagi, banyak mind-readers (pembaca pikiran) ada di Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin orang ini mencoba melakukan dengan prosedur standar, tapi untuk Kamijo, ini sungguh lelucon yang tidak lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa sih yang dilakukan idiot itu? Jangan bilang dia mau bermain-main mentang-mentang sekarang sedang liburan musim panas?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut kesaksian Maika, pelaku penculikan Index tidak lain adalah rekannya sendiri Styl Magnus. Tapi orang ini sama sekali tidak mungkin melukai Index. Bahkan, orang ini akan tidak ragu-ragu menerjang ke markas musuh untuk melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tegang itu lenyap seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo otomatis bersimpati dengan Mika yang menjadi tertekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anu… Maika, kamu tidak usah kuatir. Pelakunya seharusnya temanku dan Index, jadi tidak masalah... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pe… pelakunya adalah teman? Jadi, bukankah motifnya adalah cinta terlarang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, anu… bukan hal seperti itu… meskipun mungkin ada benarnya…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajah Maika makin pucat, Kamijo menghela nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika amplop di balik ke bawah, terdapat beberapa lembar kertas lagi. Setelah dilihat baik-baik , Kamijo mengenali dokumen-dokumen ini adalah surat ijin keluar dan beberapa dokumen pendukungnya. Semua form telah terisi. Kamijo langsung berpikir, bagaimana mereka bisa melakukannya? Meskipun benar seseorang dapat meninggalkan Academy City dengan dokumen ini, tetapi permintaan untuk ijin seperti ini memerlukan pemeriksaan yang serius…… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan yang kontras antara surat ancaman yang konyol dan dokumen yang dipersiapkan secara sangat baik ini membuat Kamijo terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih yang dipikirkan pendeta itu?&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; terletak kira-kira tiga kilometer dari Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisnisnya berhenti kira-kira tiga minggu sebelumnya, dan itu sebabnya bangunannya masih belum rusak. Tetapi semua perlengkapan interior telah diambil, jadi tampak kosong didalamnya, dan karena tidak pernah disapu sejak itu, semuanya menjadi tertutup debu. Meskipun begitu tidak bisa dibilang sebagai  puing-puing. Tempat ini dapat dipakai kembali, jika seseorang mau membersihkan dan memasang semua perlengkapan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini lebih tepat dibilang &#039;disimpan sementara&#039;. Mungkin karena pemiliknya tidak berencana membongkarnya sekarang, dan menunggu pembeli yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menunggu diatas panggung yang kosong. Ini adalah aula besar, raung auditorium dan panggung bergabung menjadi satu, dan aula itu kira-kira sebesar aula olahraga. Tidak ada jendela, dan lampu-lampu panggung telah dicabut, jadi satu-satunya sumber cahaya adalah cahaya matahari sore yang berasal dari lima buah pintu yang terbuka. Di panggung temaram itu, Index duduk berlutut di lantai. Raut mukanya tertekuk, menunjukkan ketidakramahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Orang jahat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tidak akan menyangkal, ataupun menjadi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan tajam gadis itu membuat Styl Magnus agak kecut sebelum ia akhirya memasang wajah tenang. Di area temaram, cahaya api di rokoknya menyala berkedip. Asap putih melayang di udara, sebelum menyentuh tanda &#039;dilarang merokok&#039; dan akhirnya menghilang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu seharusnya mengerti apa yang terjadi, bukan? Saya tidak akan bertanya jika saya perlu mengulang lagi, karena kekuatan ingatanmu, mengulang hal yang sama tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… perintah resmi dari Gereja Puritan Inggris.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengingat penjelasan yang diberikan saat dia pertama kali tiba disini. Akhirnya ada seseorang yang mampu memecahkan kode &#039;Kitab Hukum&#039; yang tidak mampu dipecahkan orang lain. Namanya Ursula Aquinas. Yang ditakutkan adalah jika seseorang berhasil memecahkan &#039;Kitab Hukum&#039;, seseorang mampu menggunakan &#039;Teknik Malaikat&#039;. Buku itu dicuri saat Ursula tiba di Jepang, dan dipercaya pelakunya adalah Katolik Amakusa. Karena itu, Katolik Roma telah memulai beberapa tindakan untuk memperoleh kembali &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantan pemimpin Katolik Amakusa, yang sekarang adalah anggota Puritan Inggris, Kanzaki Kaori juga menghilang, dan ada kemungkinan melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari luar, tampaknya Puritan Inggris ada di pihak Katolik Roma, tetapi sesungguhnya, mereka ingin meredakan situasi sebelum Kanzaki Kaori mulai bertindak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini pekerjaan &#039;resmi&#039;, dan kamu mau melibatkan Touma? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejujurnya, aku juga tidak melihat kenapa kita perlu melibatkannya, tetapi, ini adalah perintah dari atas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl menggoyangkan rokok di mulutnya dan berkata,&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagipula, posisi kita sebenernya tidak menguntungkan. Jika kita meminta Kamijo Touma secara langsung, yang berasal dari Academy City, orang akan memandang &#039;Pihak Ilmu pengetahuan ikut campur dengan urusan internal dari pihak magis&#039;. Jika ini terjadi di Academy City, kita bisa memberi alasan bahwa kita membela diri, tetapi alasan itu tidak berlaku disini. Jadi supaya dia bisa bergabung, kita perlu memberinya motif.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebabnya Styl menculik Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata laini, alasan Kamijo meninggalkan Academy City adalah &#039;untuk menyelamatkan Index&#039;, dan tidak terlibat dalam masalah Ursula atau &#039;Kitab Hukum&#039;. Tetapi selagi menyelamatkan dia, dia &#039;kebetulan&#039; bertemu dengan Katolik Amakusa, dan untuk melindungi Index, dia ikut menghadapi mereka. Ini adalah alasan yang dirancanakan Styl untuk Kamijo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index bisa, walaupun dia ada di pihak magis, tinggal sementara di Academy City karena kesepakatan tertentu antara Academy City dan Puritan Inggris. Maka, bagi Kamijo Touma, warga dari Academy City untuk menyelamatkan tamunya, Index, bukan hal yang ganjil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti semuanya, tetapi tetap tidak setuju.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar, tidak perlu berbasa-basi untuk melakukan hal ini. Hanya cukup bilang &#039;tolong&#039; saja cukup untuk datang menyelamatkanku. Tidak perduli seberapa besar pun bahaya yang dihadapi disini, dia pasti datang. Ini kenapa aku tidak minta ditolong. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl tersenyum tipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti seorang ayah mendengarkan putrinya berbicara soal pacar kesayangannya, wajah styl sedikit tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa yang akan dilakukan sekarang? &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula Aquinas sekarang ada di tangan Katolik Amakusa kan? Kalau begitu apakah kamu hendak menyerbu ke markas musuh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis bertanya dengan agak serius. Karena sekarang Kamijo terlibat, dia mencoba mencari informasi seakurat mungkin dan mengurangi bahaya yang akan dihadapi Kamijo Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, situasi sudah berubah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelas menit lalu, dalam usaha penyelamatan Ursula, pihak Katolik Roma memulai pertarungan sengit dengan pihak Katolik Amakusa yang sedang berusaha lari.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Index mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode komunikasi yang digunakan kemungkinan dengan asap dari rokoknya. Beberapa kali, Index merasakan dari asap panjang yang keluar tersebut terdapat  sihir, dan meskipun tidak ada angin, asap putih itu bergoyang secara tidak alami. Tidak peduli era apapun, &#039;Sinyal Asap&#039; telah digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh. Di dalam memory Index, terdapat banyak cara untuk menggunakan sinyal asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak dibutuhkan bila pertarungan ini berhasil ,kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Tetapi, hasilnya tidak sebaik yang kita harapkan. Pertempurannya sangat sengit. Untungnya, tidak ada korban jiwa. Tetapi &#039;Kitab Hukum&#039; masih belum ditemukan dan Ursula dilaporkan kabur ditengah kekacauan pertempuran.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saat kamu bilang kabur, berarti dia belum bertemu dengan pihak Katolik Roma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… ini terdengar tidak bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika si sandera berhasil kabur, para penculik akan berreaksi dengan kekerasan. Jika sanderanya berhasil ditangkap kembali, para penculik akan bersikap lebih kejam untuk mencegah si sandera berpikir untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya di situasi seperti ini, faktor waktu sangat genting. Saat ini pihak Katolik Roma dan Katolik Amakusa  pasti sedang mencoba mencari Ursula yang berhasil melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sayang sekali aku tidak dapat mengubah isi surat itu, kalau tidak aku akan memanggil Kamijo Touma lebih cepat. Kalau bisa sebelum rekan pejuang dari Gereja Katolik Roma tiba… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Styl selesai berbicara, figur seseorang muncul di pintu aula yang terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;……Sayang sekali, kelihatannya kita tidak bisa menunggunya lagi. Kita harus pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Figur tersebut adalah sang rekan pejuang &lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akhir-akhir ini aku sering keluar…… jika bisa, aku ingin juga bertamasya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang di &#039;luar&#039; Academy City, Kamijo melewati tembok gerbang sambil berbicara pada diri sendir. Tinggi tembok itu melebihi lima meter dengan tebal kira-kira tiga meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau dipikir-pikir, pada saat persiapan Daihaisai, keamanannya relatif longgar.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo melihat ke belakang dan memandang gerbang tersebut dari kejauhan. Untuk sebuah festival denagn pengunjung 2.3 juta, persiapan untuk Daihaisai sangat banyak, dan banyak orang luar dari berbagai bisnis industri datang ke Academy City. Biasanya, keamanan di Academy City sangat ketat, tapi sekarang mereka agak melonggarkan penjagaan. Berkenaan dengan dokumen yang dipegang Kamijo, pemeriksaannya bahkan dilakukan dengan santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat cerita, setelah Kamijo menitipkan kucing calico pada Tsuchimikado Maika, dia pergi meninggalkan Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat jam tangannya, sekarang waktu baru saja melewati pukul enam sore. Masih ada kurang lebih satu jam sebelum waktu yang tertulis di surat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena peta GPS di handphone tidak menunjukkan adanya bangunan terlantar, Kamijo harus agak berusaha lebih untuk mencari lokasi &#039;Gloaming House&#039;. Pada saat itu, Kamijo sadar bahwa informasi yang  di update terlalu cepat juga punya kelemahan. Kamijo akhirnya mencari cara lain, dan mengunjungi toko serba ada terdekat dan membeli buku petunjuk turis &#039;yang lambat di update&#039; kota Tokyo yang sudah langka. Tetapi saat merogoh sakunya, dia baru sadar dompetnya tidak dibawa. Setelah diingat, dia terburu-buru pergi dari Academy City setelah berbicara dengan Maika dan lupa untuk mengambil dompetnya. Kehabisan akal, Kamijo hanya bisa diam menahan tatapan penjaga toko sambil membuka dan menghafal isi peta itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Erm…… setelah melalui jalur itu, melewati jalan itu…… ugh! Aku sudah hampir lupa semuanya!  Aku benar-benar iri dengan otak Index…… )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo membiarkan pikirannya berlari, sambil berjalan menuju perhentian bus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada satu kilometer dari lokasi ynag ditentukan. Setelah letih bekerja seharian di sekolah, Kamijo ingin duduk santai sejenak di bus, dan menikmati AC sementara menuju lokasi tujuan. Sayangnya ia tidak memiliki uang sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(sialan…… hah, aku tidak peduli bisa naik busa atau tidak, paling tidak bisa masuk tempat yang memiliki AC)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat perhentian bus itu agak kecil. Hanya ada dua bangku panjang dan dipayungi dengan plastik, yang tampaknya sudah cukup usang karena tampak retak di sana-sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijo menemukan ada seseorang yang berdiri di perhentian bus tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita itu tampaknya orang asing, dan kira-kira setinggi Kamijo . Matanya menatap pada poster jadwal bus. Tetapi, setelah dipandang cukup lama, kelihatanya dia sedang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakaiannya cukup unik, berpakaian jubah hitam biarawati di udara yang panas saat ini. Tentu saja, dengan lengan panjang dan gaun yang menutupi badan. Jika diperhatikan lebih dekat, ada resleting perak pada siku lengan dan kira-kira dua puluh cm diatas lutut. Tampaknya jika ditarik, lengan dan bagian bawah gaun dapat menjadi pendek, tapi dia tidak melepaskannya. Tangannya  tertutup sarung tangan tipis putih, dan rambutnya tidak terlihat, karena bukan saja tertutup kerudung biarawati seperti yang dikenakan Index, tapi juga scarf yang menutupi rambutnya. Karena rambutnya bisa ditutupi begitu saja, kemungkinan rambutnya dipotong pendek. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sudut matanya , Kamijo melirik wanita itu, dan berpikir:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Uh, seorang suster…… mungkinkah dia susterm pembunuh yang berkaitan dengan Index?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_059.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran seperti ini bisa dibilang diskriminasi buruk ke semua suster biarawati di dunia, tapi Kamijo diberi pelajaran keras saat musim panas berkat orang-orang seperti Styl dan Tsuchimikado. Sekarang, saat Kamijo melihat wanita berpakaian biarawati, dia secara alami bersikap waspada.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2: Gereja Katolik Roma]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=68360</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=68360"/>
		<updated>2010-07-01T02:52:42Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Part 4 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Bab 1: Academy City, Pemuja Ilmu Pengetahuan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bagian 1 ===&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi-semester kedua terasa sangat padat. Ada banyak aktivitas yang ada pada semester ini sampai tak terhitung. Daihaisai, Ichihanaransai, hiking, pelatihan, wisata sekolah, hari apresiasi seni, hari pembelajaran sosial, hari kerja-bakti, ujian akhir semester, kelas tambahan dan dan kelas remedial yang ditakuti! Untuk mempersiapkan berbagai festival itu semua orang akan sangat sibuk&amp;quot; (Note: walau menggunakan istilah semester tapi ini sebenarnya di Jepang menggunakan sistem caturwulan (3 periode) semester 2 dimulai pada bulan September)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8 September.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lewat tengah hari, selagi berjalan di koridor sekolah, Tsuchimikado Maika berbicara dengan santai. Umurnya kurang lebih sama dengan Index, dan mungkin lebih muda, tapi dia selalu memakai seragam maid. Apa yang lebih menakjubkan adalah dia bisa dengan santai duduk diatas robot pembersih berbentuk tabung. Kalau mesin tersebut bergerak sesuai dengan instruksi yang diterima, Maika akan menaruh sapu dihadapannya, sehingga mesing itu hanya bisa bergoyang perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku bosan. Lalu mau ngapain lagi? Touma sudah tidak peduli lagi, bahkan untuk bermain sama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memprotes, sambil meliuk-liukan badannya, pada Maika. Rambut peraknya bergoyang bersama dengan kerudung putih yang Ia kenakan. Kucing Calico di pelukan tangannya yang ramping itu tampak tertarik dengan hiasan emas mengkilap di kerudungnya, sambil mengulurkan kaki depan ke arahnnya dan mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index paham bahwa Kamijo tampak sangat sibuk akhir-akhir ini. Tetapi di Academy City, Kamijo satu-satunya orang yang bisa diajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijo Toume tidak mengurung Index di kamar asramanya. Index punya kunci cadangan ruangan itu, dan saat Kamijo di sekolah, Index keluar berjalan-jalan menghabiskan waktunya. (tapi dia tidak berdaya menghadapi gerbang tiket otomatis atau pemindai sidik jari, identifikasi biometrik lain, atau yang berkaitan dengan benda elektronik, dan kabur begitu saja.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Academy City berbeda dengan kota-kota lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City dibangun setelah pengembangan daerah barat Tokyo, dan 80% penduduknya adalah siswa. Saat Kamijo pergi sekolah, Himegami dan Komoe juga di sekolah. Jadi , meskipun Index ingin menemui seseorang untuk mengobrol, semuanya sedang tidak ada di jalan. Sesudah menghabiskan seminggu untuk menjelajahi tempat itu , Index hanya menemukan kakak pelayan outlet baju yang bisa diajak mengobrol jika dia sedang tidak sibuk menata toko. Tetapi Index merasa tujuannya lain saat mengajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tsuchimikado Maika yang dianggap pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, dimana semua orang harus bergerak sesuai jadwal, hanya dia yang tidak dibatasi oleh waktu. Meskipun pagi ataupun sore, Index sering menemukannya di jalan. Dia bisa ditemui di mana-mana… di toko kelontong, di departement store, di taman-taman , di bakery-bakery, di stasiun-stasiun perhentian, di asrama siswa, di jalanan, di sekolah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si robot pembersih berusaha untuk bergerak maju, dan sambil melanjutkan berbicara Maika meneplak robot tersebut dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamijou Touma punya urusannya sendiri yang harus dibereskan---jangan terlalu banyak merepotkan dia--lagipula, ini bukan karena dia mau meninggalkanmu. Sekolah benar-benar bikin cape&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uhm… aku paham… tetapi, kenapa kamu tidak pergi ke sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hoho, karena Aku adalah pengecualian---seorang maidmelakukan kerja praktek adalah hal yang wajar---!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah keterampilan khusus yang Maika ikuti bukan sekolah biasa yang masih menghasilkan maid. Para maid dari sekolah ini dididik khusus untuk mendampingi tuan mereka. Dari membersihkan sisa permen karet di jalan hingga menghadiri rapat pemimpin kelas dunia, tidak ada yang bisa menggoyangkan mereka. Jadi Maika harus pergi kemana-mana dan melakukan berbagai macam &#039;kerja praktek&#039;. Tetapi, tidak semua siswa bisa keluar dan melakukan &#039;kerja praktek&#039; seperti Maika. Ini adalah hak istimewa yang diperoleh setelah melewati tes-tes di sekolahnya dan mereka merasa meskipun dia masih dalam masa pelatihan, dia memiliki kemampuan yang cukup agar tidak mempermalukan nama baik sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang tidak tahu kerja keras dan keringat dibalik semua itu, dengan polos memiringkan kepalanya yang mungil dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi selama Aku menjadi maid, Aku bisa pergi kemana saja kapan saja? Tidak dibatasi sekolah? Bahkan bisa pergi ke sekolah Touma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_035.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, maid tidak tidak seperti itu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu Aku mau jadi maid! Lalu Aku bisa pergi dan bermain bersama Touma!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun terdengar menyentuh hati, tapi kehidupan maid itu benar-benar tangguh. Khususnya untuk orang seperti kamu, yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan menunggu Touma menyiapkan makan siang setiap pagi. Menjadi maid sungguh sulit untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu biar Touma saja yang jadi maid! Jadi Aku bisa memanggil Touma untuk  bermain bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini benar-benar menyentuh hati tapi, demi Kamijou Touma, aku sarankan kamu tidak mengatakan hal itu kepadanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uuu--uuu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang kebosanan itu menggembung-gembungkan pipinya dan menggoyangkan badan dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm, maaf saja, tetapi kamu maupun dia, kalian berdua tidak punya waktu untuk menjadi maid&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu tiba-tiba terdengar di belakang sang  gadis yang berpakaian putih cemerlang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Index langsung menjadi kabur. Maika yang berdiri di hadapan Index, melihat orang yang berdiri di belakan dia. Selain panik, air mukanya berubah menjadi takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Siapa…)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum suster itu bisa berbalik dan bertanya, mulutnya ditutup dengan sepasang tangan yang besar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Si siswa SMU biasa, Kamijou Touma berjalan perlahan sore hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pembersih silinder berlalu melewatinya. Putaran kipas kincir angin raksasa yang menggantikan kabel listrik, berputar seolah menghalau burung gagak di kota itu. Ada banyak balon udara panas yang berterbangan di langit berwarna oranye, tetapi benda yang menggantung dibawah mereka bukan hanya billboard biasa, tetapi layar monitor ultra tipis terbaru. Seperti layaknya billboard elektronik dengan teks mengalir, dengan tulisan: &#039;Bersiap-siaplah! Mari kita berkerja keras demi Daihaisai! -- dewan kedisplinan&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai pada dasarnya adalah festival olah raga. Tetapi Academy city memiliki beberapa juta pelajar, dan dengan semua sekolah berpartisipasi, skala acara ini menjadi sangat besar. Semua student adalah esper, dan komite manajemen dari Academy City akan menggunakan alasan &#039;mengumpulkan data saat ada interferensi mutual antara kekuatan-kekuatan (esper) yang berbeda&#039; untuk mendukung penggunaan kemampuan esper para siswanya pada saat Daihaisai berlangsung. Maka pertarungan intensif antar para pengguna esper sudah bisa diprediksi. Contohnya, saat pertandingan sepak bola atau dodgeball, lumrah jika bolanya tiba-tiba menghilang, atau menjadi bola api atau es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai digelar selama seminggu, dan pada masa ini Academy City dibuka untuk umum, bahkan stasiun televisi diperbolehkan. Katanya pada momen unjuk gigi inilah, yang tidak ada di pertandingan olahraga normal, rating penontonnya cukup tinggi. Karena itu komite kedisiplinan bekerja sepenuh hati dalam mempersiapkan Daihaisai. Juga Academy city, berharap mempergunakan beberapa hari saat acara terbuka untuk umum ini untuk memperbaiki citranya. Tentu saja Academy City tidak membiarkan para teroris begitu saja, menyebarkan keamanan di beberapa titik penting tempat pengembangan kemampuan/kekuatan, mencegah mereka memasuki tempat-tempat rahasia penting disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini… benar-benar melelahkan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah apa yang Kamijo alami dalam minggu-minggu terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kejadian tertentu, Kamijo kehilangan ingatannya, dan lupa akan segala tentang Daihaisai. Tetapi menurut apa yang dia dengar, kegiatan ini sangat berbahaya bagi Touma. Inti dari Daihaisei bukan &#039;tidak ada batasan penggunaan kekuatan Psi&#039;, tetapi lebih mirip, &#039;jika kamu tidak menggunakan kekuatan Psi mu, kamu akan berteman baik dengan tim medis&#039;. Atau dengan kata lain, bahkan dalam permainan kejar-kejaran biasa, bola api, petir dan bahkan pisau-pisau bisa berterbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo memandangi tangannya. Di telapak tangannya terdapat kemampuan Imagine Breaker. Tidak peduli apakah itu sihir ataupun kekuatan Psi, begitu disentuh olehnya, akan terhapus tanpa jejak. Tetapi kekuatan seperti ini tidak bisa menolong Kamijo untuk bertahan di peperangan antara para esper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(…ngapain juga aku harus capek-capek nyiapin event yang bakal jadi serasa di neraka buatku...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini Kamijo membangun tenda di kampus untuk para pengunjung. Tetapi begitu tendanya selesai berdiri, seorang guru OR datang dengan cengar-cengir dan berkata, &amp;quot;Maaf, tapi tenda ini tidak jadi digunakan.&amp;quot; Lalu Touma membongkarnya lagi. Dan baru saja tenda itu turun, seorang guru wanita yang mirip murid SD datang sambil marah-marah dan berteriak, &amp;quot;Ah! Apa yang kamu lakukan Kamijou! Bukankah kamu sudah diberi tahu? Kita masih butuh tenda itu!&amp;quot;  Yah, kata &#039;Ah sial&#039;  saja tidak bisa menggambarkan apa yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah bekerja sia-sia sepanjang hari, Kamijou akhirnya bisa menggeret bdannya yang kelelahan kembali ke asrama siswanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sepertinya ngga ada yang tersisa di kulkas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada supermarket di hadapannya, tapi kantongnya kosong, dan ia harus kembali ke ke asrama untuk mengambil uang dulu. Memikirkan bahwa ia harus pergi keluar lagi setelah pulang membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sol sepatu basket murahan agak keras, membuat kedua kakinya terasa sanagt berat ketika berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia sudah dekat dengan asrama, Kamijo mendengar seseorang berteriak memanggil dari lantai atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah---- Ka……KaKa……Kamijo Touma, Kamijo Touma—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo mendongak ke atas dan melihat Tsuchimikado Maika menjulurkan kepalanya keluar, sambil melambaikan tangannya dari lantai tujuh. Dia masih duduk diatas robot pembersih, jadi terlihat agak berbahaya. Tetapi , dia berpegangan pada sebuah tongkat pel, yang ditegakkan di atas lantai, tampaknya digunakan agar robot itu tidak kemana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I… Ini gawat. Kenapa kamu mematikan handphone?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar hal itu, ia mengeluarkan handphone dengan fungsi global GPS dari sakunya. Dan benar, handphonenya mati. Setelah menyalakannya, ia melihat beberapa pesan masuk dari Tsuchimikado Maika. Maika terus berbicara dengan perlahan, meskipun mukanya tampak pucat. Meskipun bertanya-tanya, Kamijo terus berlari ke arah lift.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo akhirnya sampai ke lantai tujuh. Maika memindahkan tongkat pel dan robot pembersih yang dinaikinya bergerak perlahan menuju lift. Entah kenapa, kucing calico, yang biasanya bersama Index, sekarang duduk sendirian di koridor. Robot pembersih berhenti di hadapan Kamijo, dan Maika menghentikan gerakannya dengan menaruh tongkat pel dihadapan benda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini gawat darurat! Suster berambut perak itu dibawa pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo tersentak. Wajah Maika memucat sambil terus berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini penculikan. Pelakunya berkata jika aku melapor ke pihak berwenang, dia akan membunuhnya, jadi aku tidak melakukan apapun. Maaf, Kamijo Touma.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis berambut perak yang dia bicarakan pasti Index. Maika tidak kelihatan seperti bercanda. Juga, ada terlalu banyak alasan mengapa Index kemungkinan besar diculik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu sebentar, apa yang terjadi? Bisa kamu ceritakan dengan lebih jelas&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ditanya demikian oleh Kamijo, Maika sambil terbata-bata menjelaskan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua jam yang lalu, Maika datang ke asrama siswa untuk melakukan &#039;kerja praktek&#039;. Sewaktu membersihkan lantai, dia melihat index yang sedang kebosanan di koridor lantai tujuh, dan mengobrol dengannya. Ketika sedang bercakap-cakap, tiba-tiba, seseorang membekap mulut Index dari belakang dan menculiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum si penculik pergi, ia memberikan sebuah amplop. Ada yang sesuatu tertulis di dalamnya… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memberikan sepucuk surat dengan bentuk panjang yang biasa digunakan untuk surat iklan. Suaranya bergetar, sepertinya bukan karena ketakutan, tapi mungkin merasa bersalah karena tidak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo menundukkan kepala, memandang surat itu, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak usah menyalahkan diri sendiri, ini lebih baik daripada melakukan sesuatu yang dapat memperburuk keadaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berusaha menghibur Maika dengan kata-kata itu, hal ini malah membuatnya lebih tertekan. Tapi hal ini wajar, karena pada kehidupan siswa normal, jarang ada keadaan yang sangat menekan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ya, bagaimana tampang bajingan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang ke atas, berpikir sejenak, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hmm……. Tingginya lebih dari 1.8 m, berkulit putih, tapi bahasa jepangnya sangat lancar, dan aku tidak tahu dari negara mana dia berasal dari penampilannya……. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;uh huh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia memakai jubah pendeta.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi dia menggunakan parfum kencang; rambutnya di cat merah dan tergerai hingga ke bahu. Ia memakai cincin perak di setiap jarinya, dan tato seperti angka dibawah mata kanannya. Dia menghisap rokok, dan memakai anting…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… Oi, sepertinya aku cukup tahu siapa pendeta Inggris bajingan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang dengan curiga. Kamijo membuka amplop tersebut, dan menemukan sepucuk surat di dalamnya. Pada surat itu terdapat huruf-huruf yang ditulis rapih yang tampaknya ditulis dengan pensil mekanis. Sepertinya ditulis dengan bantuan penggaris agar rapih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Kamijo Touma: Jika kamu ingin dia hidup, jam tujuh malam ini pergilah ke teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; diluar Academy City sendirian.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… masih ada ya orang yang menggunakan penggaris untuk menyamarkan tulisan tangan mereka?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada era ini, hanya orang naif yang percaya menggunakan penggaris dapat menyamarkan tulisan tangan seseorang. Menggunakan teknologi pembacaan laser seperti pada permukaan CD, para penyidik telah mengembangkan teknik mengindentifikasi perbedaan karakteristik saat seseorang menggoreskan tulisan pada teks. Lebih lagi, banyak mind-readers (pembaca pikiran) ada di Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin orang ini mencoba melakukan dengan prosedur standar, tapi untuk Kamijo, ini sungguh lelucon yang tidak lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa sih yang dilakukan idiot itu? Jangan bilang dia mau bermain-main mentang-mentang sekarang sedang liburan musim panas?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut kesaksian Maika, pelaku penculikan Index tidak lain adalah rekannya sendiri Styl Magnus. Tapi orang ini sama sekali tidak mungkin melukai Index. Bahkan, orang ini akan tidak ragu-ragu menerjang ke markas musuh untuk melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tegang itu lenyap seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo otomatis bersimpati dengan Mika yang menjadi tertekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anu… Maika, kamu tidak usah kuatir. Pelakunya seharusnya temanku dan Index, jadi tidak masalah... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pe… pelakunya adalah teman? Jadi, bukankah motifnya adalah cinta terlarang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, anu… bukan hal seperti itu… meskipun mungkin ada benarnya…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajah Maika makin pucat, Kamijo menghela nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika amplop di balik ke bawah, terdapat beberapa lembar kertas lagi. Setelah dilihat baik-baik , Kamijo mengenali dokumen-dokumen ini adalah surat ijin keluar dan beberapa dokumen pendukungnya. Semua form telah terisi. Kamijo langsung berpikir, bagaimana mereka bisa melakukannya? Meskipun benar seseorang dapat meninggalkan Academy City dengan dokumen ini, tetapi permintaan untuk ijin seperti ini memerlukan pemeriksaan yang serius…… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan yang kontras antara surat ancaman yang konyol dan dokumen yang dipersiapkan secara sangat baik ini membuat Kamijo terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih yang dipikirkan pendeta itu?&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; terletak kira-kira tiga kilometer dari Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisnisnya berhenti kira-kira tiga minggu sebelumnya, dan itu sebabnya bangunannya masih belum rusak. Tetapi semua perlengkapan interior telah diambil, jadi tampak kosong didalamnya, dan karena tidak pernah disapu sejak itu, semuanya menjadi tertutup debu. Meskipun begitu tidak bisa dibilang sebagai  puing-puing. Tempat ini dapat dipakai kembali, jika seseorang mau membersihkan dan memasang semua perlengkapan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini lebih tepat dibilang &#039;disimpan sementara&#039;. Mungkin karena pemiliknya tidak berencana membongkarnya sekarang, dan menunggu pembeli yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menunggu diatas panggung yang kosong. Ini adalah aula besar, raung auditorium dan panggung bergabung menjadi satu, dan aula itu kira-kira sebesar aula olahraga. Tidak ada jendela, dan lampu-lampu panggung telah dicabut, jadi satu-satunya sumber cahaya adalah cahaya matahari sore yang berasal dari lima buah pintu yang terbuka. Di panggung temaram itu, Index duduk berlutut di lantai. Raut mukanya tertekuk, menunjukkan ketidakramahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Orang jahat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tidak akan menyangkal, ataupun menjadi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan tajam gadis itu membuat Styl Magnus agak kecut sebelum ia akhirya memasang wajah tenang. Di area temaram, cahaya api di rokoknya menyala berkedip. Asap putih melayang di udara, sebelum menyentuh tanda &#039;dilarang merokok&#039; dan akhirnya menghilang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu seharusnya mengerti apa yang terjadi, bukan? Saya tidak akan bertanya jika saya perlu mengulang lagi, karena kekuatan ingatanmu, mengulang hal yang sama tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… perintah resmi dari Gereja Puritan Inggris.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengingat penjelasan yang diberikan saat dia pertama kali tiba disini. Akhirnya ada seseorang yang mampu memecahkan kode &#039;Kitab Hukum&#039; yang tidak mampu dipecahkan orang lain. Namanya Ursula Aquinas. Yang ditakutkan adalah jika seseorang berhasil memecahkan &#039;Kitab Hukum&#039;, seseorang mampu menggunakan &#039;Teknik Malaikat&#039;. Buku itu dicuri saat Ursula tiba di Jepang, dan dipercaya pelakunya adalah Katolik Amakusa. Karena itu, Katolik Roma telah memulai beberapa tindakan untuk memperoleh kembali &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantan pemimpin Katolik Amakusa, yang sekarang adalah anggota Puritan Inggris, Kanzaki Kaori juga menghilang, dan ada kemungkinan melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari luar, tampaknya Puritan Inggris ada di pihak Katolik Roma, tetapi sesungguhnya, mereka ingin meredakan situasi sebelum Kanzaki Kaori mulai bertindak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini pekerjaan &#039;resmi&#039;, dan kamu mau melibatkan Touma? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejujurnya, aku juga tidak melihat kenapa kita perlu melibatkannya, tetapi, ini adalah perintah dari atas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl menggoyangkan rokok di mulutnya dan berkata,&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagipula, posisi kita sebenernya tidak menguntungkan. Jika kita meminta Kamijo Touma secara langsung, yang berasal dari Academy City, orang akan memandang &#039;Pihak Ilmu pengetahuan ikut campur dengan urusan internal dari pihak magis&#039;. Jika ini terjadi di Academy City, kita bisa memberi alasan bahwa kita membela diri, tetapi alasan itu tidak berlaku disini. Jadi supaya dia bisa bergabung, kita perlu memberinya motif.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebabnya Styl menculik Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata laini, alasan Kamijo meninggalkan Academy City adalah &#039;untuk menyelamatkan Index&#039;, dan tidak terlibat dalam masalah Ursula atau &#039;Kitab Hukum&#039;. Tetapi selagi menyelamatkan dia, dia &#039;kebetulan&#039; bertemu dengan Katolik Amakusa, dan untuk melindungi Index, dia ikut menghadapi mereka. Ini adalah alasan yang dirancanakan Styl untuk Kamijo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index bisa, walaupun dia ada di pihak magis, tinggal sementara di Academy City karena kesepakatan tertentu antara Academy City dan Puritan Inggris. Maka, bagi Kamijo Touma, warga dari Academy City untuk menyelamatkan tamunya, Index, bukan hal yang ganjil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti semuanya, tetapi tetap tidak setuju.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar, tidak perlu berbasa-basi untuk melakukan hal ini. Hanya cukup bilang &#039;tolong&#039; saja cukup untuk datang menyelamatkanku. Tidak perduli seberapa besar pun bahaya yang dihadapi disini, dia pasti datang. Ini kenapa aku tidak minta ditolong. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl tersenyum tipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti seorang ayah mendengarkan putrinya berbicara soal pacar kesayangannya, wajah styl sedikit tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa yang akan dilakukan sekarang? &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula Aquinas sekarang ada di tangan Katolik Amakusa kan? Kalau begitu apakah kamu hendak menyerbu ke markas musuh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis bertanya dengan agak serius. Karena sekarang Kamijo terlibat, dia mencoba mencari informasi seakurat mungkin dan mengurangi bahaya yang akan dihadapi Kamijo Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, situasi sudah berubah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelas menit lalu, dalam usaha penyelamatan Ursula, pihak Katolik Roma memulai pertarungan sengit dengan pihak Katolik Amakusa yang sedang berusaha lari.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Index mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode komunikasi yang digunakan kemungkinan dengan asap dari rokoknya. Beberapa kali, Index merasakan dari asap panjang yang keluar tersebut terdapat  sihir, dan meskipun tidak ada angin, asap putih itu bergoyang secara tidak alami. Tidak peduli era apapun, &#039;Sinyal Asap&#039; telah digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh. Di dalam memory Index, terdapat banyak cara untuk menggunakan sinyal asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak dibutuhkan bila pertarungan ini berhasil ,kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Tetapi, hasilnya tidak sebaik yang kita harapkan. Pertempurannya sangat sengit. Untungnya, tidak ada korban jiwa. Tetapi &#039;Kitab Hukum&#039; masih belum ditemukan dan Ursula dilaporkan kabur ditengah kekacauan pertempuran.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saat kamu bilang kabur, berarti dia belum bertemu dengan pihak Katolik Roma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… ini terdengar tidak bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika si sandera berhasil kabur, para penculik akan berreaksi dengan kekerasan. Jika sanderanya berhasil ditangkap kembali, para penculik akan bersikap lebih kejam untuk mencegah si sandera berpikir untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya di situasi seperti ini, faktor waktu sangat genting. Saat ini pihak Katolik Roma dan Katolik Amakusa  pasti sedang mencoba mencari Ursula yang berhasil melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sayang sekali aku tidak dapat mengubah isi surat itu, kalau tidak aku akan memanggil Kamijo Touma lebih cepat. Kalau bisa sebelum rekan pejuang dari Gereja Katolik Roma tiba… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Styl selesai berbicara, figur seseorang muncul di pintu aula yang terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;……Sayang sekali, kelihatannya kita tidak bisa menunggunya lagi. Kita harus pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Figur tersebut adalah sang rekan pejuang &lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 4===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &amp;quot;Akhir-akhir ini aku sering keluar…… jika bisa, aku ingin juga bertamasya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang di &#039;luar&#039; Academy City, Kamijo melewati tembok gerbang sambil berbicara pada diri sendir. Tinggi tembok itu melebihi lima meter dengan tebal kira-kira tiga meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau dipikir-pikir, pada saat persiapan Daihaisai, keamanannya relatif longgar.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo melihat ke belakang dan memandang gerbang tersebut dari kejauhan. Untuk sebuah festival denagn pengunjung 2.3 juta, persiapan untuk Daihaisai sangat banyak, dan banyak orang luar dari berbagai bisnis industri datang ke Academy City. Biasanya, keamanan di Academy City sangat ketat, tapi sekarang mereka agak melonggarkan penjagaan. Berkenaan dengan dokumen yang dipegang Kamijo, pemeriksaannya bahkan dilakukan dengan santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat cerita, setelah Kamijo menitipkan kucing calico pada Tsuchimikado Maika, dia pergi meninggalkan Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melihat jam tangannya, sekarang waktu baru saja melewati pukul enam sore. Masih ada kurang lebih satu jam sebelum waktu yang tertulis di surat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena peta GPS di handphone tidak menunjukkan adanya bangunan terlantar, Kamijo harus agak berusaha lebih untuk mencari lokasi &#039;Gloaming House&#039;. Pada saat itu, Kamijo sadar bahwa informasi yang  di update terlalu cepat juga punya kelemahan. Kamijo akhirnya mencari cara lain, dan mengunjungi toko serba ada terdekat dan membeli buku petunjuk turis &#039;yang lambat di update&#039; kota Tokyo yang sudah langka. Tetapi saat merogoh sakunya, dia baru sadar dompetnya tidak dibawa. Setelah diingat, dia terburu-buru pergi dari Academy City setelah berbicara dengan Maika dan lupa untuk mengambil dompetnya. Kehabisan akal, Kamijo hanya bisa diam menahan tatapan penjaga toko sambil membuka dan menghafal isi peta itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Erm…… setelah melalui jalur itu, melewati jalan itu…… ugh! Aku sudah hampir lupa semuanya!  Aku benar-benar iri dengan otak Index…… )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo membiarkan pikirannya berlari, sambil berjalan menuju perhentian bus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada satu kilometer dari lokasi ynag ditentukan. Setelah letih bekerja seharian di sekolah, Kamijo ingin duduk santai sejenak di bus, dan menikmati AC sementara menuju lokasi tujuan. Sayangnya ia tidak memiliki uang sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(sialan…… hah, aku tidak peduli bisa naik busa atau tidak, paling tidak bisa masuk tempat yang memiliki AC)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat perhentian bus itu agak kecil. Hanya ada dua bangku panjang dan dipayungi dengan plastik, yang tampaknya sudah cukup usang karena tampak retak di sana-sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, Kamijo menemukan ada seseorang yang berdiri di perhentian bus tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita itu tampaknya orang asing, dan kira-kira setinggi Kamijo . Matanya menatap pada poster jadwal bus. Tetapi, setelah dipandang cukup lama, kelihatanya dia sedang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakaiannya cukup unik, berpakaian jubah hitam biarawati di udara yang panas saat ini. Tentu saja, dengan lengan panjang dan gaun yang menutupi badan. Jika diperhatikan lebih dekat, ada resleting perak pada siku lengan dan kira-kira dua puluh cm diatas lutut. Tampaknya jika ditarik, lengan dan bagian bawah gaun dapat menjadi pendek, tapi dia tidak melepaskannya. Tangannya  tertutup sarung tangan tipis putih, dan rambutnya tidak terlihat, karena bukan saja tertutup kerudung biarawati seperti yang dikenakan Index, tapi juga scarf yang menutupi rambutnya. Karena rambutnya bisa ditutupi begitu saja, kemungkinan rambutnya dipotong pendek. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sudut matanya , Kamijo melirik wanita itu, dan berpikir:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Uh, seorang suster…… mungkinkah dia susterm pembunuh yang berkaitan dengan Index?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_059.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran seperti ini bisa dibilang diskriminasi buruk ke semua suster biarawati di dunia, tapi Kamijo diberi pelajaran keras saat musim panas berkat orang-orang seperti Styl dan Tsuchimikado. Sekarang, saat Kamijo melihat wanita berpakaian biarawati, dia secara alami bersikap waspada.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 5===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2: Gereja Katolik Roma]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=68248</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=68248"/>
		<updated>2010-06-27T14:07:29Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Volume 7 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Warning:ATP}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:To Aru Majutsu no Index cover.jpg|200px|thumb|Volume 01 cover.]]&lt;br /&gt;
To Aru Majutsu no Index (とある魔術の禁書目録) project page.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri&#039;&#039;Aru Majutsu no Index&#039;&#039;juga terdapat dalam berbagai bahasa: :&lt;br /&gt;
*[[To Aru Majutsu no Index]] english&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Nb: proses penerjemahan tergantung dalam versinya masing-masing.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Datang di situs Baka-Tsuki Project Forum untuk mendiskusikan seri ini dan informasi lainnya dari Baka-Tsuki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun berlatar belakang di sebuah kota yang para siswanya memiliki kekuatan super berkat teknologi canggih, tetapi di dunia ini sihir juga ada. Tangan kanan Touma Kamijou, Imagine Breaker, dapat meniadakan semua sihir, kekuatan psikis, ataupun kekuatan suci, tetapi tidak nasib buruknya sendiri. Suatu hari ia menemukan seorang gadis kecil yang tergeletak di pagar balkonnya. Ternyata ia adalah seorang biarawati dari Gereja Inggris, dan dalam otaknya telah terekam Indeks-Librorum-Prohibitorum - semua buku sihir yang telah dihapus dari peredaran oleh Gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemah  ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang pengen bantu bantu aja. Bantuin para pembaca ngedit&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah di minta untuk menandai semua bab yang mereka inginkan untuk diterjemahkan di  [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] yang sedang dikerjakan&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Format Standards ===&lt;br /&gt;
Setiap bab (setelah di edit) harus dikonfirmasikan hingga terpenuhi. Lihat link di samping. [[Format_guideline|Format/Style Guideline]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk diterjemahkan, cukup melihat dari seri To_Aru_Majutsu_No_Index English, namun apabila kalian bisa menerjemahkan bahasa jepang juga, kami harap kalian bisa menjadi penerjemah jepang juga. apabila kalian melihat versi China, mungkin ada beberapa kesalahan jadi kalian dapat mengeditnya hingga terasa bagus menurut kalian. Tak perlu takut bila ada kesalahan, kami bisa mengembalikan kesalahan tersebut jika memang dibutuhkan. kami juga dapat melihat semua yang kalian lakukan untuk memperbaikinya. jadi, lakukan saja daripada sembunyi atau menunggu. kurang kerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Updates==&lt;br /&gt;
*December 11, 2009 - project page created.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri &#039;&#039;To Aru Majutsu no Index&#039;&#039; oleh Kazuma Kamachi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_pendahulu|Pendahulu]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume2_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume3_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume4_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog: Halaman itu dibuka (need QC)]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_1|Bab 1 - Pemuja Ilmu Pengetahuan (3/8)]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2 - Gereja Katolik Roma]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_3|Bab 3 - Gereja Anglikan]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_4|Bab 4 - Gereja campuran AMAKUSA]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Epilog|Epilog: Halaman itu ditutup]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Penutup|Kata penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume9_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume12_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume12_Pendahulu|Pendahulu]] &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume13_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 6&lt;br /&gt;
::*Chapter 7 &lt;br /&gt;
::*Chapter 8 &lt;br /&gt;
::*Chapter 9 &lt;br /&gt;
::*Chapter 10 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Project Staff==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Project Administrator:  &lt;br /&gt;
*Project Supervisor: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Translator===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Kili|Kili]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Gerrymon|Gerrymon]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Editors===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua editor yang memakai  English and Indonesia dengan benar diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:xenocross|xenocross]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==More Information==&lt;br /&gt;
* [http://en.wikipedia.org/wiki/To_Aru_Majutsu_no_Index The wikipedia article].&lt;br /&gt;
* [http://www12.atwiki.jp/index-index/ とある魔術の禁書目録　Index] (日本語、そしてネタバレの危険性がある！)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=68247</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=68247"/>
		<updated>2010-06-27T14:05:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Bab 1: Academy City, Pemuja Ilmu Pengetahuan */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Bab 1: Academy City, Pemuja Ilmu Pengetahuan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bagian 1 ===&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi-semester kedua terasa sangat padat. Ada banyak aktivitas yang ada pada semester ini sampai tak terhitung. Daihaisai, Ichihanaransai, hiking, pelatihan, wisata sekolah, hari apresiasi seni, hari pembelajaran sosial, hari kerja-bakti, ujian akhir semester, kelas tambahan dan dan kelas remedial yang ditakuti! Untuk mempersiapkan berbagai festival itu semua orang akan sangat sibuk&amp;quot; (Note: walau menggunakan istilah semester tapi ini sebenarnya di Jepang menggunakan sistem caturwulan (3 periode) semester 2 dimulai pada bulan September)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8 September.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lewat tengah hari, selagi berjalan di koridor sekolah, Tsuchimikado Maika berbicara dengan santai. Umurnya kurang lebih sama dengan Index, dan mungkin lebih muda, tapi dia selalu memakai seragam maid. Apa yang lebih menakjubkan adalah dia bisa dengan santai duduk diatas robot pembersih berbentuk tabung. Kalau mesin tersebut bergerak sesuai dengan instruksi yang diterima, Maika akan menaruh sapu dihadapannya, sehingga mesing itu hanya bisa bergoyang perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku bosan. Lalu mau ngapain lagi? Touma sudah tidak peduli lagi, bahkan untuk bermain sama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memprotes, sambil meliuk-liukan badannya, pada Maika. Rambut peraknya bergoyang bersama dengan kerudung putih yang Ia kenakan. Kucing Calico di pelukan tangannya yang ramping itu tampak tertarik dengan hiasan emas mengkilap di kerudungnya, sambil mengulurkan kaki depan ke arahnnya dan mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index paham bahwa Kamijo tampak sangat sibuk akhir-akhir ini. Tetapi di Academy City, Kamijo satu-satunya orang yang bisa diajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijo Toume tidak mengurung Index di kamar asramanya. Index punya kunci cadangan ruangan itu, dan saat Kamijo di sekolah, Index keluar berjalan-jalan menghabiskan waktunya. (tapi dia tidak berdaya menghadapi gerbang tiket otomatis atau pemindai sidik jari, identifikasi biometrik lain, atau yang berkaitan dengan benda elektronik, dan kabur begitu saja.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Academy City berbeda dengan kota-kota lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City dibangun setelah pengembangan daerah barat Tokyo, dan 80% penduduknya adalah siswa. Saat Kamijo pergi sekolah, Himegami dan Komoe juga di sekolah. Jadi , meskipun Index ingin menemui seseorang untuk mengobrol, semuanya sedang tidak ada di jalan. Sesudah menghabiskan seminggu untuk menjelajahi tempat itu , Index hanya menemukan kakak pelayan outlet baju yang bisa diajak mengobrol jika dia sedang tidak sibuk menata toko. Tetapi Index merasa tujuannya lain saat mengajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tsuchimikado Maika yang dianggap pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, dimana semua orang harus bergerak sesuai jadwal, hanya dia yang tidak dibatasi oleh waktu. Meskipun pagi ataupun sore, Index sering menemukannya di jalan. Dia bisa ditemui di mana-mana… di toko kelontong, di departement store, di taman-taman , di bakery-bakery, di stasiun-stasiun perhentian, di asrama siswa, di jalanan, di sekolah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si robot pembersih berusaha untuk bergerak maju, dan sambil melanjutkan berbicara Maika meneplak robot tersebut dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamijou Touma punya urusannya sendiri yang harus dibereskan---jangan terlalu banyak merepotkan dia--lagipula, ini bukan karena dia mau meninggalkanmu. Sekolah benar-benar bikin cape&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uhm… aku paham… tetapi, kenapa kamu tidak pergi ke sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hoho, karena Aku adalah pengecualian---seorang maidmelakukan kerja praktek adalah hal yang wajar---!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah keterampilan khusus yang Maika ikuti bukan sekolah biasa yang masih menghasilkan maid. Para maid dari sekolah ini dididik khusus untuk mendampingi tuan mereka. Dari membersihkan sisa permen karet di jalan hingga menghadiri rapat pemimpin kelas dunia, tidak ada yang bisa menggoyangkan mereka. Jadi Maika harus pergi kemana-mana dan melakukan berbagai macam &#039;kerja praktek&#039;. Tetapi, tidak semua siswa bisa keluar dan melakukan &#039;kerja praktek&#039; seperti Maika. Ini adalah hak istimewa yang diperoleh setelah melewati tes-tes di sekolahnya dan mereka merasa meskipun dia masih dalam masa pelatihan, dia memiliki kemampuan yang cukup agar tidak mempermalukan nama baik sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang tidak tahu kerja keras dan keringat dibalik semua itu, dengan polos memiringkan kepalanya yang mungil dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi selama Aku menjadi maid, Aku bisa pergi kemana saja kapan saja? Tidak dibatasi sekolah? Bahkan bisa pergi ke sekolah Touma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_035.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, maid tidak tidak seperti itu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu Aku mau jadi maid! Lalu Aku bisa pergi dan bermain bersama Touma!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun terdengar menyentuh hati, tapi kehidupan maid itu benar-benar tangguh. Khususnya untuk orang seperti kamu, yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan menunggu Touma menyiapkan makan siang setiap pagi. Menjadi maid sungguh sulit untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu biar Touma saja yang jadi maid! Jadi Aku bisa memanggil Touma untuk  bermain bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini benar-benar menyentuh hati tapi, demi Kamijou Touma, aku sarankan kamu tidak mengatakan hal itu kepadanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uuu--uuu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang kebosanan itu menggembung-gembungkan pipinya dan menggoyangkan badan dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm, maaf saja, tetapi kamu maupun dia, kalian berdua tidak punya waktu untuk menjadi maid&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu tiba-tiba terdengar di belakang sang  gadis yang berpakaian putih cemerlang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Index langsung menjadi kabur. Maika yang berdiri di hadapan Index, melihat orang yang berdiri di belakan dia. Selain panik, air mukanya berubah menjadi takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Siapa…)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum suster itu bisa berbalik dan bertanya, mulutnya ditutup dengan sepasang tangan yang besar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Si siswa SMU biasa, Kamijou Touma berjalan perlahan sore hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pembersih silinder berlalu melewatinya. Putaran kipas kincir angin raksasa yang menggantikan kabel listrik, berputar seolah menghalau burung gagak di kota itu. Ada banyak balon udara panas yang berterbangan di langit berwarna oranye, tetapi benda yang menggantung dibawah mereka bukan hanya billboard biasa, tetapi layar monitor ultra tipis terbaru. Seperti layaknya billboard elektronik dengan teks mengalir, dengan tulisan: &#039;Bersiap-siaplah! Mari kita berkerja keras demi Daihaisai! -- dewan kedisplinan&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai pada dasarnya adalah festival olah raga. Tetapi Academy city memiliki beberapa juta pelajar, dan dengan semua sekolah berpartisipasi, skala acara ini menjadi sangat besar. Semua student adalah esper, dan komite manajemen dari Academy City akan menggunakan alasan &#039;mengumpulkan data saat ada interferensi mutual antara kekuatan-kekuatan (esper) yang berbeda&#039; untuk mendukung penggunaan kemampuan esper para siswanya pada saat Daihaisai berlangsung. Maka pertarungan intensif antar para pengguna esper sudah bisa diprediksi. Contohnya, saat pertandingan sepak bola atau dodgeball, lumrah jika bolanya tiba-tiba menghilang, atau menjadi bola api atau es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai digelar selama seminggu, dan pada masa ini Academy City dibuka untuk umum, bahkan stasiun televisi diperbolehkan. Katanya pada momen unjuk gigi inilah, yang tidak ada di pertandingan olahraga normal, rating penontonnya cukup tinggi. Karena itu komite kedisiplinan bekerja sepenuh hati dalam mempersiapkan Daihaisai. Juga Academy city, berharap mempergunakan beberapa hari saat acara terbuka untuk umum ini untuk memperbaiki citranya. Tentu saja Academy City tidak membiarkan para teroris begitu saja, menyebarkan keamanan di beberapa titik penting tempat pengembangan kemampuan/kekuatan, mencegah mereka memasuki tempat-tempat rahasia penting disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini… benar-benar melelahkan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah apa yang Kamijo alami dalam minggu-minggu terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kejadian tertentu, Kamijo kehilangan ingatannya, dan lupa akan segala tentang Daihaisai. Tetapi menurut apa yang dia dengar, kegiatan ini sangat berbahaya bagi Touma. Inti dari Daihaisei bukan &#039;tidak ada batasan penggunaan kekuatan Psi&#039;, tetapi lebih mirip, &#039;jika kamu tidak menggunakan kekuatan Psi mu, kamu akan berteman baik dengan tim medis&#039;. Atau dengan kata lain, bahkan dalam permainan kejar-kejaran biasa, bola api, petir dan bahkan pisau-pisau bisa berterbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo memandangi tangannya. Di telapak tangannya terdapat kemampuan Imagine Breaker. Tidak peduli apakah itu sihir ataupun kekuatan Psi, begitu disentuh olehnya, akan terhapus tanpa jejak. Tetapi kekuatan seperti ini tidak bisa menolong Kamijo untuk bertahan di peperangan antara para esper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(…ngapain juga aku harus capek-capek nyiapin event yang bakal jadi serasa di neraka buatku...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini Kamijo membangun tenda di kampus untuk para pengunjung. Tetapi begitu tendanya selesai berdiri, seorang guru OR datang dengan cengar-cengir dan berkata, &amp;quot;Maaf, tapi tenda ini tidak jadi digunakan.&amp;quot; Lalu Touma membongkarnya lagi. Dan baru saja tenda itu turun, seorang guru wanita yang mirip murid SD datang sambil marah-marah dan berteriak, &amp;quot;Ah! Apa yang kamu lakukan Kamijou! Bukankah kamu sudah diberi tahu? Kita masih butuh tenda itu!&amp;quot;  Yah, kata &#039;Ah sial&#039;  saja tidak bisa menggambarkan apa yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah bekerja sia-sia sepanjang hari, Kamijou akhirnya bisa menggeret bdannya yang kelelahan kembali ke asrama siswanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sepertinya ngga ada yang tersisa di kulkas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada supermarket di hadapannya, tapi kantongnya kosong, dan ia harus kembali ke ke asrama untuk mengambil uang dulu. Memikirkan bahwa ia harus pergi keluar lagi setelah pulang membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sol sepatu basket murahan agak keras, membuat kedua kakinya terasa sanagt berat ketika berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia sudah dekat dengan asrama, Kamijo mendengar seseorang berteriak memanggil dari lantai atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah---- Ka……KaKa……Kamijo Touma, Kamijo Touma—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo mendongak ke atas dan melihat Tsuchimikado Maika menjulurkan kepalanya keluar, sambil melambaikan tangannya dari lantai tujuh. Dia masih duduk diatas robot pembersih, jadi terlihat agak berbahaya. Tetapi , dia berpegangan pada sebuah tongkat pel, yang ditegakkan di atas lantai, tampaknya digunakan agar robot itu tidak kemana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I… Ini gawat. Kenapa kamu mematikan handphone?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar hal itu, ia mengeluarkan handphone dengan fungsi global GPS dari sakunya. Dan benar, handphonenya mati. Setelah menyalakannya, ia melihat beberapa pesan masuk dari Tsuchimikado Maika. Maika terus berbicara dengan perlahan, meskipun mukanya tampak pucat. Meskipun bertanya-tanya, Kamijo terus berlari ke arah lift.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo akhirnya sampai ke lantai tujuh. Maika memindahkan tongkat pel dan robot pembersih yang dinaikinya bergerak perlahan menuju lift. Entah kenapa, kucing calico, yang biasanya bersama Index, sekarang duduk sendirian di koridor. Robot pembersih berhenti di hadapan Kamijo, dan Maika menghentikan gerakannya dengan menaruh tongkat pel dihadapan benda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini gawat darurat! Suster berambut perak itu dibawa pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo tersentak. Wajah Maika memucat sambil terus berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini penculikan. Pelakunya berkata jika aku melapor ke pihak berwenang, dia akan membunuhnya, jadi aku tidak melakukan apapun. Maaf, Kamijo Touma.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis berambut perak yang dia bicarakan pasti Index. Maika tidak kelihatan seperti bercanda. Juga, ada terlalu banyak alasan mengapa Index kemungkinan besar diculik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu sebentar, apa yang terjadi? Bisa kamu ceritakan dengan lebih jelas&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ditanya demikian oleh Kamijo, Maika sambil terbata-bata menjelaskan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua jam yang lalu, Maika datang ke asrama siswa untuk melakukan &#039;kerja praktek&#039;. Sewaktu membersihkan lantai, dia melihat index yang sedang kebosanan di koridor lantai tujuh, dan mengobrol dengannya. Ketika sedang bercakap-cakap, tiba-tiba, seseorang membekap mulut Index dari belakang dan menculiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum si penculik pergi, ia memberikan sebuah amplop. Ada yang sesuatu tertulis di dalamnya… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memberikan sepucuk surat dengan bentuk panjang yang biasa digunakan untuk surat iklan. Suaranya bergetar, sepertinya bukan karena ketakutan, tapi mungkin merasa bersalah karena tidak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo menundukkan kepala, memandang surat itu, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak usah menyalahkan diri sendiri, ini lebih baik daripada melakukan sesuatu yang dapat memperburuk keadaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berusaha menghibur Maika dengan kata-kata itu, hal ini malah membuatnya lebih tertekan. Tapi hal ini wajar, karena pada kehidupan siswa normal, jarang ada keadaan yang sangat menekan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ya, bagaimana tampang bajingan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang ke atas, berpikir sejenak, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hmm……. Tingginya lebih dari 1.8 m, berkulit putih, tapi bahasa jepangnya sangat lancar, dan aku tidak tahu dari negara mana dia berasal dari penampilannya……. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;uh huh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia memakai jubah pendeta.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi dia menggunakan parfum kencang; rambutnya di cat merah dan tergerai hingga ke bahu. Ia memakai cincin perak di setiap jarinya, dan tato seperti angka dibawah mata kanannya. Dia menghisap rokok, dan memakai anting…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… Oi, sepertinya aku cukup tahu siapa pendeta Inggris bajingan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang dengan curiga. Kamijo membuka amplop tersebut, dan menemukan sepucuk surat di dalamnya. Pada surat itu terdapat huruf-huruf yang ditulis rapih yang tampaknya ditulis dengan pensil mekanis. Sepertinya ditulis dengan bantuan penggaris agar rapih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Kamijo Touma: Jika kamu ingin dia hidup, jam tujuh malam ini pergilah ke teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; diluar Academy City sendirian.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… masih ada ya orang yang menggunakan penggaris untuk menyamarkan tulisan tangan mereka?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada era ini, hanya orang naif yang percaya menggunakan penggaris dapat menyamarkan tulisan tangan seseorang. Menggunakan teknologi pembacaan laser seperti pada permukaan CD, para penyidik telah mengembangkan teknik mengindentifikasi perbedaan karakteristik saat seseorang menggoreskan tulisan pada teks. Lebih lagi, banyak mind-readers (pembaca pikiran) ada di Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin orang ini mencoba melakukan dengan prosedur standar, tapi untuk Kamijo, ini sungguh lelucon yang tidak lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa sih yang dilakukan idiot itu? Jangan bilang dia mau bermain-main mentang-mentang sekarang sedang liburan musim panas?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut kesaksian Maika, pelaku penculikan Index tidak lain adalah rekannya sendiri Styl Magnus. Tapi orang ini sama sekali tidak mungkin melukai Index. Bahkan, orang ini akan tidak ragu-ragu menerjang ke markas musuh untuk melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tegang itu lenyap seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo otomatis bersimpati dengan Mika yang menjadi tertekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anu… Maika, kamu tidak usah kuatir. Pelakunya seharusnya temanku dan Index, jadi tidak masalah... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pe… pelakunya adalah teman? Jadi, bukankah motifnya adalah cinta terlarang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, anu… bukan hal seperti itu… meskipun mungkin ada benarnya…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajah Maika makin pucat, Kamijo menghela nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika amplop di balik ke bawah, terdapat beberapa lembar kertas lagi. Setelah dilihat baik-baik , Kamijo mengenali dokumen-dokumen ini adalah surat ijin keluar dan beberapa dokumen pendukungnya. Semua form telah terisi. Kamijo langsung berpikir, bagaimana mereka bisa melakukannya? Meskipun benar seseorang dapat meninggalkan Academy City dengan dokumen ini, tetapi permintaan untuk ijin seperti ini memerlukan pemeriksaan yang serius…… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan yang kontras antara surat ancaman yang konyol dan dokumen yang dipersiapkan secara sangat baik ini membuat Kamijo terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih yang dipikirkan pendeta itu?&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; terletak kira-kira tiga kilometer dari Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisnisnya berhenti kira-kira tiga minggu sebelumnya, dan itu sebabnya bangunannya masih belum rusak. Tetapi semua perlengkapan interior telah diambil, jadi tampak kosong didalamnya, dan karena tidak pernah disapu sejak itu, semuanya menjadi tertutup debu. Meskipun begitu tidak bisa dibilang sebagai  puing-puing. Tempat ini dapat dipakai kembali, jika seseorang mau membersihkan dan memasang semua perlengkapan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini lebih tepat dibilang &#039;disimpan sementara&#039;. Mungkin karena pemiliknya tidak berencana membongkarnya sekarang, dan menunggu pembeli yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menunggu diatas panggung yang kosong. Ini adalah aula besar, raung auditorium dan panggung bergabung menjadi satu, dan aula itu kira-kira sebesar aula olahraga. Tidak ada jendela, dan lampu-lampu panggung telah dicabut, jadi satu-satunya sumber cahaya adalah cahaya matahari sore yang berasal dari lima buah pintu yang terbuka. Di panggung temaram itu, Index duduk berlutut di lantai. Raut mukanya tertekuk, menunjukkan ketidakramahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Orang jahat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tidak akan menyangkal, ataupun menjadi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan tajam gadis itu membuat Styl Magnus agak kecut sebelum ia akhirya memasang wajah tenang. Di area temaram, cahaya api di rokoknya menyala berkedip. Asap putih melayang di udara, sebelum menyentuh tanda &#039;dilarang merokok&#039; dan akhirnya menghilang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu seharusnya mengerti apa yang terjadi, bukan? Saya tidak akan bertanya jika saya perlu mengulang lagi, karena kekuatan ingatanmu, mengulang hal yang sama tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… perintah resmi dari Gereja Puritan Inggris.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengingat penjelasan yang diberikan saat dia pertama kali tiba disini. Akhirnya ada seseorang yang mampu memecahkan kode &#039;Kitab Hukum&#039; yang tidak mampu dipecahkan orang lain. Namanya Ursula Aquinas. Yang ditakutkan adalah jika seseorang berhasil memecahkan &#039;Kitab Hukum&#039;, seseorang mampu menggunakan &#039;Teknik Malaikat&#039;. Buku itu dicuri saat Ursula tiba di Jepang, dan dipercaya pelakunya adalah Katolik Amakusa. Karena itu, Katolik Roma telah memulai beberapa tindakan untuk memperoleh kembali &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantan pemimpin Katolik Amakusa, yang sekarang adalah anggota Puritan Inggris, Kanzaki Kaori juga menghilang, dan ada kemungkinan melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari luar, tampaknya Puritan Inggris ada di pihak Katolik Roma, tetapi sesungguhnya, mereka ingin meredakan situasi sebelum Kanzaki Kaori mulai bertindak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini pekerjaan &#039;resmi&#039;, dan kamu mau melibatkan Touma? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejujurnya, aku juga tidak melihat kenapa kita perlu melibatkannya, tetapi, ini adalah perintah dari atas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl menggoyangkan rokok di mulutnya dan berkata,&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagipula, posisi kita sebenernya tidak menguntungkan. Jika kita meminta Kamijo Touma secara langsung, yang berasal dari Academy City, orang akan memandang &#039;Pihak Ilmu pengetahuan ikut campur dengan urusan internal dari pihak magis&#039;. Jika ini terjadi di Academy City, kita bisa memberi alasan bahwa kita membela diri, tetapi alasan itu tidak berlaku disini. Jadi supaya dia bisa bergabung, kita perlu memberinya motif.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebabnya Styl menculik Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata laini, alasan Kamijo meninggalkan Academy City adalah &#039;untuk menyelamatkan Index&#039;, dan tidak terlibat dalam masalah Ursula atau &#039;Kitab Hukum&#039;. Tetapi selagi menyelamatkan dia, dia &#039;kebetulan&#039; bertemu dengan Katolik Amakusa, dan untuk melindungi Index, dia ikut menghadapi mereka. Ini adalah alasan yang dirancanakan Styl untuk Kamijo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index bisa, walaupun dia ada di pihak magis, tinggal sementara di Academy City karena kesepakatan tertentu antara Academy City dan Puritan Inggris. Maka, bagi Kamijo Touma, warga dari Academy City untuk menyelamatkan tamunya, Index, bukan hal yang ganjil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti semuanya, tetapi tetap tidak setuju.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar, tidak perlu berbasa-basi untuk melakukan hal ini. Hanya cukup bilang &#039;tolong&#039; saja cukup untuk datang menyelamatkanku. Tidak perduli seberapa besar pun bahaya yang dihadapi disini, dia pasti datang. Ini kenapa aku tidak minta ditolong. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl tersenyum tipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti seorang ayah mendengarkan putrinya berbicara soal pacar kesayangannya, wajah styl sedikit tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa yang akan dilakukan sekarang? &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula Aquinas sekarang ada di tangan Katolik Amakusa kan? Kalau begitu apakah kamu hendak menyerbu ke markas musuh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis bertanya dengan agak serius. Karena sekarang Kamijo terlibat, dia mencoba mencari informasi seakurat mungkin dan mengurangi bahaya yang akan dihadapi Kamijo Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, situasi sudah berubah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelas menit lalu, dalam usaha penyelamatan Ursula, pihak Katolik Roma memulai pertarungan sengit dengan pihak Katolik Amakusa yang sedang berusaha lari.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Index mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode komunikasi yang digunakan kemungkinan dengan asap dari rokoknya. Beberapa kali, Index merasakan dari asap panjang yang keluar tersebut terdapat  sihir, dan meskipun tidak ada angin, asap putih itu bergoyang secara tidak alami. Tidak peduli era apapun, &#039;Sinyal Asap&#039; telah digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh. Di dalam memory Index, terdapat banyak cara untuk menggunakan sinyal asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak dibutuhkan bila pertarungan ini berhasil ,kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Tetapi, hasilnya tidak sebaik yang kita harapkan. Pertempurannya sangat sengit. Untungnya, tidak ada korban jiwa. Tetapi &#039;Kitab Hukum&#039; masih belum ditemukan dan Ursula dilaporkan kabur ditengah kekacauan pertempuran.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saat kamu bilang kabur, berarti dia belum bertemu dengan pihak Katolik Roma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… ini terdengar tidak bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika si sandera berhasil kabur, para penculik akan berreaksi dengan kekerasan. Jika sanderanya berhasil ditangkap kembali, para penculik akan bersikap lebih kejam untuk mencegah si sandera berpikir untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya di situasi seperti ini, faktor waktu sangat genting. Saat ini pihak Katolik Roma dan Katolik Amakusa  pasti sedang mencoba mencari Ursula yang berhasil melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sayang sekali aku tidak dapat mengubah isi surat itu, kalau tidak aku akan memanggil Kamijo Touma lebih cepat. Kalau bisa sebelum rekan pejuang dari Gereja Katolik Roma tiba… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Styl selesai berbicara, figur seseorang muncul di pintu aula yang terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;……Sayang sekali, kelihatannya kita tidak bisa menunggunya lagi. Kita harus pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Figur tersebut adalah sang rekan pejuang &lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2: Gereja Katolik Roma]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=68246</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=68246"/>
		<updated>2010-06-27T14:01:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Bagian 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Bab 1: Academy City, Pemuja Ilmu Pengetahuan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bagian 1 ===&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi-semester kedua terasa sangat padat. Ada banyak aktivitas yang ada pada semester ini sampai tak terhitung. Daihaisai, Ichihanaransai, hiking, pelatihan, wisata sekolah, hari apresiasi seni, hari pembelajaran sosial, hari kerja-bakti, ujian akhir semester, kelas tambahan dan dan kelas remedial yang ditakuti! Untuk mempersiapkan berbagai festival itu semua orang akan sangat sibuk&amp;quot; (Note: walau menggunakan istilah semester tapi ini sebenarnya di Jepang menggunakan sistem caturwulan (3 periode) semester 2 dimulai pada bulan September)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8 September.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lewat tengah hari, selagi berjalan di koridor sekolah, Tsuchimikado Maika berbicara dengan santai. Umurnya kurang lebih sama dengan Index, dan mungkin lebih muda, tapi dia selalu memakai seragam maid. Apa yang lebih menakjubkan adalah dia bisa dengan santai duduk diatas robot pembersih berbentuk tabung. Kalau mesin tersebut bergerak sesuai dengan instruksi yang diterima, Maika akan menaruh sapu dihadapannya, sehingga mesing itu hanya bisa bergoyang perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku bosan. Lalu mau ngapain lagi? Touma sudah tidak peduli lagi, bahkan untuk bermain sama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memprotes, sambil meliuk-liukan badannya, pada Maika. Rambut peraknya bergoyang bersama dengan kerudung putih yang Ia kenakan. Kucing Calico di pelukan tangannya yang ramping itu tampak tertarik dengan hiasan emas mengkilap di kerudungnya, sambil mengulurkan kaki depan ke arahnnya dan mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index paham bahwa Kamijo tampak sangat sibuk akhir-akhir ini. Tetapi di Academy City, Kamijo satu-satunya orang yang bisa diajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijo Toume tidak mengurung Index di kamar asramanya. Index punya kunci cadangan ruangan itu, dan saat Kamijo di sekolah, Index keluar berjalan-jalan menghabiskan waktunya. (tapi dia tidak berdaya menghadapi gerbang tiket otomatis atau pemindai sidik jari, identifikasi biometrik lain, atau yang berkaitan dengan benda elektronik, dan kabur begitu saja.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Academy City berbeda dengan kota-kota lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City dibangun setelah pengembangan daerah barat Tokyo, dan 80% penduduknya adalah siswa. Saat Kamijo pergi sekolah, Himegami dan Komoe juga di sekolah. Jadi , meskipun Index ingin menemui seseorang untuk mengobrol, semuanya sedang tidak ada di jalan. Sesudah menghabiskan seminggu untuk menjelajahi tempat itu , Index hanya menemukan kakak pelayan outlet baju yang bisa diajak mengobrol jika dia sedang tidak sibuk menata toko. Tetapi Index merasa tujuannya lain saat mengajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tsuchimikado Maika yang dianggap pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, dimana semua orang harus bergerak sesuai jadwal, hanya dia yang tidak dibatasi oleh waktu. Meskipun pagi ataupun sore, Index sering menemukannya di jalan. Dia bisa ditemui di mana-mana… di toko kelontong, di departement store, di taman-taman , di bakery-bakery, di stasiun-stasiun perhentian, di asrama siswa, di jalanan, di sekolah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si robot pembersih berusaha untuk bergerak maju, dan sambil melanjutkan berbicara Maika meneplak robot tersebut dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamijou Touma punya urusannya sendiri yang harus dibereskan---jangan terlalu banyak merepotkan dia--lagipula, ini bukan karena dia mau meninggalkanmu. Sekolah benar-benar bikin cape&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uhm… aku paham… tetapi, kenapa kamu tidak pergi ke sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hoho, karena Aku adalah pengecualian---seorang maidmelakukan kerja praktek adalah hal yang wajar---!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah keterampilan khusus yang Maika ikuti bukan sekolah biasa yang masih menghasilkan maid. Para maid dari sekolah ini dididik khusus untuk mendampingi tuan mereka. Dari membersihkan sisa permen karet di jalan hingga menghadiri rapat pemimpin kelas dunia, tidak ada yang bisa menggoyangkan mereka. Jadi Maika harus pergi kemana-mana dan melakukan berbagai macam &#039;kerja praktek&#039;. Tetapi, tidak semua siswa bisa keluar dan melakukan &#039;kerja praktek&#039; seperti Maika. Ini adalah hak istimewa yang diperoleh setelah melewati tes-tes di sekolahnya dan mereka merasa meskipun dia masih dalam masa pelatihan, dia memiliki kemampuan yang cukup agar tidak mempermalukan nama baik sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang tidak tahu kerja keras dan keringat dibalik semua itu, dengan polos memiringkan kepalanya yang mungil dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi selama Aku menjadi maid, Aku bisa pergi kemana saja kapan saja? Tidak dibatasi sekolah? Bahkan bisa pergi ke sekolah Touma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_035.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, maid tidak tidak seperti itu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu Aku mau jadi maid! Lalu Aku bisa pergi dan bermain bersama Touma!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun terdengar menyentuh hati, tapi kehidupan maid itu benar-benar tangguh. Khususnya untuk orang seperti kamu, yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan menunggu Touma menyiapkan makan siang setiap pagi. Menjadi maid sungguh sulit untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu biar Touma saja yang jadi maid! Jadi Aku bisa memanggil Touma untuk  bermain bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini benar-benar menyentuh hati tapi, demi Kamijou Touma, aku sarankan kamu tidak mengatakan hal itu kepadanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uuu--uuu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang kebosanan itu menggembung-gembungkan pipinya dan menggoyangkan badan dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm, maaf saja, tetapi kamu maupun dia, kalian berdua tidak punya waktu untuk menjadi maid&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu tiba-tiba terdengar di belakang sang  gadis yang berpakaian putih cemerlang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Index langsung menjadi kabur. Maika yang berdiri di hadapan Index, melihat orang yang berdiri di belakan dia. Selain panik, air mukanya berubah menjadi takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Siapa…)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum suster itu bisa berbalik dan bertanya, mulutnya ditutup dengan sepasang tangan yang besar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Si siswa SMU biasa, Kamijou Touma berjalan perlahan sore hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pembersih silinder berlalu melewatinya. Putaran kipas kincir angin raksasa yang menggantikan kabel listrik, berputar seolah menghalau burung gagak di kota itu. Ada banyak balon udara panas yang berterbangan di langit berwarna oranye, tetapi benda yang menggantung dibawah mereka bukan hanya billboard biasa, tetapi layar monitor ultra tipis terbaru. Seperti layaknya billboard elektronik dengan teks mengalir, dengan tulisan: &#039;Bersiap-siaplah! Mari kita berkerja keras demi Daihaisai! -- dewan kedisplinan&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai pada dasarnya adalah festival olah raga. Tetapi Academy city memiliki beberapa juta pelajar, dan dengan semua sekolah berpartisipasi, skala acara ini menjadi sangat besar. Semua student adalah esper, dan komite manajemen dari Academy City akan menggunakan alasan &#039;mengumpulkan data saat ada interferensi mutual antara kekuatan-kekuatan (esper) yang berbeda&#039; untuk mendukung penggunaan kemampuan esper para siswanya pada saat Daihaisai berlangsung. Maka pertarungan intensif antar para pengguna esper sudah bisa diprediksi. Contohnya, saat pertandingan sepak bola atau dodgeball, lumrah jika bolanya tiba-tiba menghilang, atau menjadi bola api atau es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai digelar selama seminggu, dan pada masa ini Academy City dibuka untuk umum, bahkan stasiun televisi diperbolehkan. Katanya pada momen unjuk gigi inilah, yang tidak ada di pertandingan olahraga normal, rating penontonnya cukup tinggi. Karena itu komite kedisiplinan bekerja sepenuh hati dalam mempersiapkan Daihaisai. Juga Academy city, berharap mempergunakan beberapa hari saat acara terbuka untuk umum ini untuk memperbaiki citranya. Tentu saja Academy City tidak membiarkan para teroris begitu saja, menyebarkan keamanan di beberapa titik penting tempat pengembangan kemampuan/kekuatan, mencegah mereka memasuki tempat-tempat rahasia penting disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini… benar-benar melelahkan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah apa yang Kamijo alami dalam minggu-minggu terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kejadian tertentu, Kamijo kehilangan ingatannya, dan lupa akan segala tentang Daihaisai. Tetapi menurut apa yang dia dengar, kegiatan ini sangat berbahaya bagi Touma. Inti dari Daihaisei bukan &#039;tidak ada batasan penggunaan kekuatan Psi&#039;, tetapi lebih mirip, &#039;jika kamu tidak menggunakan kekuatan Psi mu, kamu akan berteman baik dengan tim medis&#039;. Atau dengan kata lain, bahkan dalam permainan kejar-kejaran biasa, bola api, petir dan bahkan pisau-pisau bisa berterbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo memandangi tangannya. Di telapak tangannya terdapat kemampuan Imagine Breaker. Tidak peduli apakah itu sihir ataupun kekuatan Psi, begitu disentuh olehnya, akan terhapus tanpa jejak. Tetapi kekuatan seperti ini tidak bisa menolong Kamijo untuk bertahan di peperangan antara para esper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(…ngapain juga aku harus capek-capek nyiapin event yang bakal jadi serasa di neraka buatku...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini Kamijo membangun tenda di kampus untuk para pengunjung. Tetapi begitu tendanya selesai berdiri, seorang guru OR datang dengan cengar-cengir dan berkata, &amp;quot;Maaf, tapi tenda ini tidak jadi digunakan.&amp;quot; Lalu Touma membongkarnya lagi. Dan baru saja tenda itu turun, seorang guru wanita yang mirip murid SD datang sambil marah-marah dan berteriak, &amp;quot;Ah! Apa yang kamu lakukan Kamijou! Bukankah kamu sudah diberi tahu? Kita masih butuh tenda itu!&amp;quot;  Yah, kata &#039;Ah sial&#039;  saja tidak bisa menggambarkan apa yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah bekerja sia-sia sepanjang hari, Kamijou akhirnya bisa menggeret bdannya yang kelelahan kembali ke asrama siswanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sepertinya ngga ada yang tersisa di kulkas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada supermarket di hadapannya, tapi kantongnya kosong, dan ia harus kembali ke ke asrama untuk mengambil uang dulu. Memikirkan bahwa ia harus pergi keluar lagi setelah pulang membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sol sepatu basket murahan agak keras, membuat kedua kakinya terasa sanagt berat ketika berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia sudah dekat dengan asrama, Kamijo mendengar seseorang berteriak memanggil dari lantai atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah---- Ka……KaKa……Kamijo Touma, Kamijo Touma—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo mendongak ke atas dan melihat Tsuchimikado Maika menjulurkan kepalanya keluar, sambil melambaikan tangannya dari lantai tujuh. Dia masih duduk diatas robot pembersih, jadi terlihat agak berbahaya. Tetapi , dia berpegangan pada sebuah tongkat pel, yang ditegakkan di atas lantai, tampaknya digunakan agar robot itu tidak kemana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I… Ini gawat. Kenapa kamu mematikan handphone?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar hal itu, ia mengeluarkan handphone dengan fungsi global GPS dari sakunya. Dan benar, handphonenya mati. Setelah menyalakannya, ia melihat beberapa pesan masuk dari Tsuchimikado Maika. Maika terus berbicara dengan perlahan, meskipun mukanya tampak pucat. Meskipun bertanya-tanya, Kamijo terus berlari ke arah lift.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo akhirnya sampai ke lantai tujuh. Maika memindahkan tongkat pel dan robot pembersih yang dinaikinya bergerak perlahan menuju lift. Entah kenapa, kucing calico, yang biasanya bersama Index, sekarang duduk sendirian di koridor. Robot pembersih berhenti di hadapan Kamijo, dan Maika menghentikan gerakannya dengan menaruh tongkat pel dihadapan benda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini gawat darurat! Suster berambut perak itu dibawa pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo tersentak. Wajah Maika memucat sambil terus berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini penculikan. Pelakunya berkata jika aku melapor ke pihak berwenang, dia akan membunuhnya, jadi aku tidak melakukan apapun. Maaf, Kamijo Touma.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis berambut perak yang dia bicarakan pasti Index. Maika tidak kelihatan seperti bercanda. Juga, ada terlalu banyak alasan mengapa Index kemungkinan besar diculik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu sebentar, apa yang terjadi? Bisa kamu ceritakan dengan lebih jelas&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ditanya demikian oleh Kamijo, Maika sambil terbata-bata menjelaskan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua jam yang lalu, Maika datang ke asrama siswa untuk melakukan &#039;kerja praktek&#039;. Sewaktu membersihkan lantai, dia melihat index yang sedang kebosanan di koridor lantai tujuh, dan mengobrol dengannya. Ketika sedang bercakap-cakap, tiba-tiba, seseorang membekap mulut Index dari belakang dan menculiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum si penculik pergi, ia memberikan sebuah amplop. Ada yang sesuatu tertulis di dalamnya… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memberikan sepucuk surat dengan bentuk panjang yang biasa digunakan untuk surat iklan. Suaranya bergetar, sepertinya bukan karena ketakutan, tapi mungkin merasa bersalah karena tidak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo menundukkan kepala, memandang surat itu, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak usah menyalahkan diri sendiri, ini lebih baik daripada melakukan sesuatu yang dapat memperburuk keadaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berusaha menghibur Maika dengan kata-kata itu, hal ini malah membuatnya lebih tertekan. Tapi hal ini wajar, karena pada kehidupan siswa normal, jarang ada keadaan yang sangat menekan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ya, bagaimana tampang bajingan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang ke atas, berpikir sejenak, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hmm……. Tingginya lebih dari 1.8 m, berkulit putih, tapi bahasa jepangnya sangat lancar, dan aku tidak tahu dari negara mana dia berasal dari penampilannya……. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;uh huh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia memakai jubah pendeta.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi dia menggunakan parfum kencang; rambutnya di cat merah dan tergerai hingga ke bahu. Ia memakai cincin perak di setiap jarinya, dan tato seperti angka dibawah mata kanannya. Dia menghisap rokok, dan memakai anting…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… Oi, sepertinya aku cukup tahu siapa pendeta Inggris bajingan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang dengan curiga. Kamijo membuka amplop tersebut, dan menemukan sepucuk surat di dalamnya. Pada surat itu terdapat huruf-huruf yang ditulis rapih yang tampaknya ditulis dengan pensil mekanis. Sepertinya ditulis dengan bantuan penggaris agar rapih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Kamijo Touma: Jika kamu ingin dia hidup, jam tujuh malam ini pergilah ke teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; diluar Academy City sendirian.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… masih ada ya orang yang menggunakan penggaris untuk menyamarkan tulisan tangan mereka?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada era ini, hanya orang naif yang percaya menggunakan penggaris dapat menyamarkan tulisan tangan seseorang. Menggunakan teknologi pembacaan laser seperti pada permukaan CD, para penyidik telah mengembangkan teknik mengindentifikasi perbedaan karakteristik saat seseorang menggoreskan tulisan pada teks. Lebih lagi, banyak mind-readers (pembaca pikiran) ada di Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin orang ini mencoba melakukan dengan prosedur standar, tapi untuk Kamijo, ini sungguh lelucon yang tidak lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa sih yang dilakukan idiot itu? Jangan bilang dia mau bermain-main mentang-mentang sekarang sedang liburan musim panas?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut kesaksian Maika, pelaku penculikan Index tidak lain adalah rekannya sendiri Styl Magnus. Tapi orang ini sama sekali tidak mungkin melukai Index. Bahkan, orang ini akan tidak ragu-ragu menerjang ke markas musuh untuk melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tegang itu lenyap seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo otomatis bersimpati dengan Mika yang menjadi tertekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anu… Maika, kamu tidak usah kuatir. Pelakunya seharusnya temanku dan Index, jadi tidak masalah... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pe… pelakunya adalah teman? Jadi, bukankah motifnya adalah cinta terlarang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, anu… bukan hal seperti itu… meskipun mungkin ada benarnya…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajah Maika makin pucat, Kamijo menghela nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika amplop di balik ke bawah, terdapat beberapa lembar kertas lagi. Setelah dilihat baik-baik , Kamijo mengenali dokumen-dokumen ini adalah surat ijin keluar dan beberapa dokumen pendukungnya. Semua form telah terisi. Kamijo langsung berpikir, bagaimana mereka bisa melakukannya? Meskipun benar seseorang dapat meninggalkan Academy City dengan dokumen ini, tetapi permintaan untuk ijin seperti ini memerlukan pemeriksaan yang serius…… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan yang kontras antara surat ancaman yang konyol dan dokumen yang dipersiapkan secara sangat baik ini membuat Kamijo terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih yang dipikirkan pendeta itu?&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; terletak kira-kira tiga kilometer dari Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisnisnya berhenti kira-kira tiga minggu sebelumnya, dan itu sebabnya bangunannya masih belum rusak. Tetapi semua perlengkapan interior telah diambil, jadi tampak kosong didalamnya, dan karena tidak pernah disapu sejak itu, semuanya menjadi tertutup debu. Meskipun begitu tidak bisa dibilang sebagai  puing-puing. Tempat ini dapat dipakai kembali, jika seseorang mau membersihkan dan memasang semua perlengkapan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini lebih tepat dibilang &#039;disimpan sementara&#039;. Mungkin karena pemiliknya tidak berencana membongkarnya sekarang, dan menunggu pembeli yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menunggu diatas panggung yang kosong. Ini adalah aula besar, raung auditorium dan panggung bergabung menjadi satu, dan aula itu kira-kira sebesar aula olahraga. Tidak ada jendela, dan lampu-lampu panggung telah dicabut, jadi satu-satunya sumber cahaya adalah cahaya matahari sore yang berasal dari lima buah pintu yang terbuka. Di panggung temaram itu, Index duduk berlutut di lantai. Raut mukanya tertekuk, menunjukkan ketidakramahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Orang jahat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tidak akan menyangkal, ataupun menjadi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan tajam gadis itu membuat Styl Magnus agak kecut sebelum ia akhirya memasang wajah tenang. Di area temaram, cahaya api di rokoknya menyala berkedip. Asap putih melayang di udara, sebelum menyentuh tanda &#039;dilarang merokok&#039; dan akhirnya menghilang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu seharusnya mengerti apa yang terjadi, bukan? Saya tidak akan bertanya jika saya perlu mengulang lagi, karena kekuatan ingatanmu, mengulang hal yang sama tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… perintah resmi dari Gereja Puritan Inggris.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengingat penjelasan yang diberikan saat dia pertama kali tiba disini. Akhirnya ada seseorang yang mampu memecahkan kode &#039;Kitab Hukum&#039; yang tidak mampu dipecahkan orang lain. Namanya Ursula Aquinas. Yang ditakutkan adalah jika seseorang berhasil memecahkan &#039;Kitab Hukum&#039;, seseorang mampu menggunakan &#039;Teknik Malaikat&#039;. Buku itu dicuri saat Ursula tiba di Jepang, dan dipercaya pelakunya adalah Katolik Amakusa. Karena itu, Katolik Roma telah memulai beberapa tindakan untuk memperoleh kembali &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantan pemimpin Katolik Amakusa, yang sekarang adalah anggota Puritan Inggris, Kanzaki Kaori juga menghilang, dan ada kemungkinan melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari luar, tampaknya Puritan Inggris ada di pihak Katolik Roma, tetapi sesungguhnya, mereka ingin meredakan situasi sebelum Kanzaki Kaori mulai bertindak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini pekerjaan &#039;resmi&#039;, dan kamu mau melibatkan Touma? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejujurnya, aku juga tidak melihat kenapa kita perlu melibatkannya, tetapi, ini adalah perintah dari atas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl menggoyangkan rokok di mulutnya dan berkata,&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagipula, posisi kita sebenernya tidak menguntungkan. Jika kita meminta Kamijo Touma secara langsung, yang berasal dari Academy City, orang akan memandang &#039;Pihak Ilmu pengetahuan ikut campur dengan urusan internal dari pihak magis&#039;. Jika ini terjadi di Academy City, kita bisa memberi alasan bahwa kita membela diri, tetapi alasan itu tidak berlaku disini. Jadi supaya dia bisa bergabung, kita perlu memberinya motif.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebabnya Styl menculik Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata laini, alasan Kamijo meninggalkan Academy City adalah &#039;untuk menyelamatkan Index&#039;, dan tidak terlibat dalam masalah Ursula atau &#039;Kitab Hukum&#039;. Tetapi selagi menyelamatkan dia, dia &#039;kebetulan&#039; bertemu dengan Katolik Amakusa, dan untuk melindungi Index, dia ikut menghadapi mereka. Ini adalah alasan yang dirancanakan Styl untuk Kamijo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index bisa, walaupun dia ada di pihak magis, tinggal sementara di Academy City karena kesepakatan tertentu antara Academy City dan Puritan Inggris. Maka, bagi Kamijo Touma, warga dari Academy City untuk menyelamatkan tamunya, Index, bukan hal yang ganjil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti semuanya, tetapi tetap tidak setuju.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar, tidak perlu berbasa-basi untuk melakukan hal ini. Hanya cukup bilang &#039;tolong&#039; saja cukup untuk datang menyelamatkanku. Tidak perduli seberapa besar pun bahaya yang dihadapi disini, dia pasti datang. Ini kenapa aku tidak minta ditolong. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl tersenyum tipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti seorang ayah mendengarkan putrinya berbicara soal pacar kesayangannya, wajah styl sedikit tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa yang akan dilakukan sekarang? &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula Aquinas sekarang ada di tangan Katolik Amakusa kan? Kalau begitu apakah kamu hendak menyerbu ke markas musuh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis bertanya dengan agak serius. Karena sekarang Kamijo terlibat, dia mencoba mencari informasi seakurat mungkin dan mengurangi bahaya yang akan dihadapi Kamijo Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, situasi sudah berubah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelas menit lalu, dalam usaha penyelamatan Ursula, pihak Katolik Roma memulai pertarungan sengit dengan pihak Katolik Amakusa yang sedang berusaha lari.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Index mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode komunikasi yang digunakan kemungkinan dengan asap dari rokoknya. Beberapa kali, Index merasakan dari asap panjang yang keluar tersebut terdapat  sihir, dan meskipun tidak ada angin, asap putih itu bergoyang secara tidak alami. Tidak peduli era apapun, &#039;Sinyal Asap&#039; telah digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh. Di dalam memory Index, terdapat banyak cara untuk menggunakan sinyal asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak dibutuhkan bila pertarungan ini berhasil ,kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Tetapi, hasilnya tidak sebaik yang kita harapkan. Pertempurannya sangat sengit. Untungnya, tidak ada korban jiwa. Tetapi &#039;Kitab Hukum&#039; masih belum ditemukan dan Ursula dilaporkan kabur ditengah kekacauan pertempuran.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saat kamu bilang kabur, berarti dia belum bertemu dengan pihak Katolik Roma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… ini terdengar tidak bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika si sandera berhasil kabur, para penculik akan berreaksi dengan kekerasan. Jika sanderanya berhasil ditangkap kembali, para penculik akan bersikap lebih kejam untuk mencegah si sandera berpikir untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya di situasi seperti ini, faktor waktu sangat genting. Saat ini pihak Katolik Roma dan Katolik Amakusa  pasti sedang mencoba mencari Ursula yang berhasil melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sayang sekali aku tidak dapat mengubah isi surat itu, kalau tidak aku akan memanggil Kamijo Touma lebih cepat. Kalau bisa sebelum rekan pejuang dari Gereja Katolik Roma tiba… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Styl selesai berbicara, figur seseorang muncul di pintu aula yang terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;……Sayang sekali, kelihatannya kita tidak bisa menunggunya lagi. Kita harus pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Figur tersebut adalah sang rekan pejuang &lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=67866</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=67866"/>
		<updated>2010-06-21T07:07:00Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Bagian 3 */  (part 3)&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Bab 1: Academy City, Pemuja Ilmu Pengetahuan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bagian 1 ===&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi-semester kedua terasa sangat padat. Ada banyak aktivitas yang ada pada semester ini sampai tak terhitung. Daihaisai, Ichihanaransai, hiking, pelatihan, wisata sekolah, hari apresiasi seni, hari pembelajaran sosial, hari kerja-bakti, ujian akhir semester, kelas tambahan dan dan kelas remedial yang ditakuti! Untuk mempersiapkan berbagai festival itu semua orang akan sangat sibuk&amp;quot; (Note: walau menggunakan istilah semester tapi ini sebenarnya di Jepang menggunakan sistem caturwulan (3 periode) semester 2 dimulai pada bulan September)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8 September.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lewat tengah hari, selagi berjalan di koridor sekolah, Tsuchimikado Maika berbicara dengan santai. Umurnya kurang lebih sama dengan Index, dan mungkin lebih muda, tapi dia selalu memakai seragam maid. Apa yang lebih menakjubkan adalah dia bisa dengan santai duduk diatas robot pembersih berbentuk tabung. Kalau mesin tersebut bergerak sesuai dengan instruksi yang diterima, Maika akan menaruh sapu dihadapannya, sehingga mesing itu hanya bisa bergoyang perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku bosan. Lalu mau ngapain lagi? Touma sudah tidak peduli lagi, bahkan untuk bermain sama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memprotes, sambil meliuk-liukan badannya, pada Maika. Rambut peraknya bergoyang bersama dengan kerudung putih yang Ia kenakan. Kucing Calico di pelukan tangannya yang ramping itu tampak tertarik dengan hiasan emas mengkilap di kerudungnya, sambil mengulurkan kaki depan ke arahnnya dan mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index paham bahwa Kamijo tampak sangat sibuk akhir-akhir ini. Tetapi di Academy City, Kamijo satu-satunya orang yang bisa diajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijo Toume tidak mengurung Index di kamar asramanya. Index punya kunci cadangan ruangan itu, dan saat Kamijo di sekolah, Index keluar berjalan-jalan menghabiskan waktunya. (tapi dia tidak berdaya menghadapi gerbang tiket otomatis atau pemindai sidik jari, identifikasi biometrik lain, atau yang berkaitan dengan benda elektronik, dan kabur begitu saja.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Academy City berbeda dengan kota-kota lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City dibangun setelah pengembangan daerah barat Tokyo, dan 80% penduduknya adalah siswa. Saat Kamijo pergi sekolah, Himegami dan Komoe juga di sekolah. Jadi , meskipun Index ingin menemui seseorang untuk mengobrol, semuanya sedang tidak ada di jalan. Sesudah menghabiskan seminggu untuk menjelajahi tempat itu , Index hanya menemukan kakak pelayan outlet baju yang bisa diajak mengobrol jika dia sedang tidak sibuk menata toko. Tetapi Index merasa tujuannya lain saat mengajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tsuchimikado Maika yang dianggap pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, dimana semua orang harus bergerak sesuai jadwal, hanya dia yang tidak dibatasi oleh waktu. Meskipun pagi ataupun sore, Index sering menemukannya di jalan. Dia bisa ditemui di mana-mana… di toko kelontong, di departement store, di taman-taman , di bakery-bakery, di stasiun-stasiun perhentian, di asrama siswa, di jalanan, di sekolah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si robot pembersih berusaha untuk bergerak maju, dan sambil melanjutkan berbicara Maika meneplak robot tersebut dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamijou Touma punya urusannya sendiri yang harus dibereskan---jangan terlalu banyak merepotkan dia--lagipula, ini bukan karena dia mau meninggalkanmu. Sekolah benar-benar bikin cape&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uhm… aku paham… tetapi, kenapa kamu tidak pergi ke sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hoho, karena Aku adalah pengecualian---seorang maidmelakukan kerja praktek adalah hal yang wajar---!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah keterampilan khusus yang Maika ikuti bukan sekolah biasa yang masih menghasilkan maid. Para maid dari sekolah ini dididik khusus untuk mendampingi tuan mereka. Dari membersihkan sisa permen karet di jalan hingga menghadiri rapat pemimpin kelas dunia, tidak ada yang bisa menggoyangkan mereka. Jadi Maika harus pergi kemana-mana dan melakukan berbagai macam &#039;kerja praktek&#039;. Tetapi, tidak semua siswa bisa keluar dan melakukan &#039;kerja praktek&#039; seperti Maika. Ini adalah hak istimewa yang diperoleh setelah melewati tes-tes di sekolahnya dan mereka merasa meskipun dia masih dalam masa pelatihan, dia memiliki kemampuan yang cukup agar tidak mempermalukan nama baik sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang tidak tahu kerja keras dan keringat dibalik semua itu, dengan polos memiringkan kepalanya yang mungil dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi selama Aku menjadi maid, Aku bisa pergi kemana saja kapan saja? Tidak dibatasi sekolah? Bahkan bisa pergi ke sekolah Touma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_035.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, maid tidak tidak seperti itu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu Aku mau jadi maid! Lalu Aku bisa pergi dan bermain bersama Touma!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun terdengar menyentuh hati, tapi kehidupan maid itu benar-benar tangguh. Khususnya untuk orang seperti kamu, yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan menunggu Touma menyiapkan makan siang setiap pagi. Menjadi maid sungguh sulit untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu biar Touma saja yang jadi maid! Jadi Aku bisa memanggil Touma untuk  bermain bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini benar-benar menyentuh hati tapi, demi Kamijou Touma, aku sarankan kamu tidak mengatakan hal itu kepadanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uuu--uuu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang kebosanan itu menggembung-gembungkan pipinya dan menggoyangkan badan dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm, maaf saja, tetapi kamu maupun dia, kalian berdua tidak punya waktu untuk menjadi maid&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu tiba-tiba terdengar di belakang sang  gadis yang berpakaian putih cemerlang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Index langsung menjadi kabur. Maika yang berdiri di hadapan Index, melihat orang yang berdiri di belakan dia. Selain panik, air mukanya berubah menjadi takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Siapa…)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum suster itu bisa berbalik dan bertanya, mulutnya ditutup dengan sepasang tangan yang besar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Si siswa SMU biasa, Kamijou Touma berjalan perlahan sore hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pembersih silinder berlalu melewatinya. Putaran kipas kincir angin raksasa yang menggantikan kabel listrik, berputar seolah menghalau burung gagak di kota itu. Ada banyak balon udara panas yang berterbangan di langit berwarna oranye, tetapi benda yang menggantung dibawah mereka bukan hanya billboard biasa, tetapi layar monitor ultra tipis terbaru. Seperti layaknya billboard elektronik dengan teks mengalir, dengan tulisan: &#039;Bersiap-siaplah! Mari kita berkerja keras demi Daihaisai! - dewan kedisplinan&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai pada dasarnya adalah festival olah raga. Tetapi Academy city memiliki beberapa juta pelajar, dan dengan semua sekolah berpartisipasi, skala acara ini menjadi sangat besar. Semua student adalah esper, dan komite manajemen dari Academy City akan menggunakan alasan &#039;mengumpulkan data saat ada interferensi mutual antara kekuatan-kekuatan (esper) yang berbeda&#039; untuk mendukung penggunaan kemampuan esper para siswanya pada saat Daihaisai berlangsung. Maka pertarungan intensif antar para pengguna esper sudah bisa diprediksi. Contohnya, saat pertandingan sepak bola atau dodgeball, lumrah jika bolanya tiba-tiba menghilang, atau menjadi bola api atau es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai digelar selama seminggu, dan pada masa ini Academy City dibuka untuk umum, bahkan kamera televisi diperbolehkan. Katanya pada momen unjuk gigi inilah, yang tidak ada di pertandingan olahraga normal, rating penontonnya cukup tinggi. Karena itu komite kedisiplinan bekerja sepenuh hati dalam mempersiapkan Daihaisai. Juga Academy city, berharap mempergunakan beberapa hari saat acara terbuka untuk umum ini untuk memperbaiki citranya. Tentu saja Academy City tidak membiarkan para teroris begitu saja, menyebarkan keamanan di beberapa titik penting tempat pengembangan kemampuan/kekuatan, mencegah mereka memasuki tempat-tempat rahasia penting disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini… benar-benar melelahkan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah apa yang Kamijo alami minggu terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kejadian tertentu, Kamijo kehilangan ingatannya, dan lupa akan segala tentang Daihaisai. Tetapi menurut apa yang dia dengar, kegiatan ini sangat berbahaya bagi Touma. Inti dari Daihaisei bukan &#039;tidak ada batasan penggunaan kekuatan Psi&#039;, tetapi lebih mirip, &#039;jika kamu tidak menggunakan kekuatan Psi mu, kamu akan berteman baik dengan tim medis&#039;. Atau dengan kata lain, bahkan dalam permainan tag biasa, bola api, petir dan bahkan pisau-pisau bisa berterbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo memandangi tangannya. Di telapak tangannya terdapat kemampuan Imagine Breaker. Tidak peduli apakah itu sihir ataupun kekuatan Psi, begitu disentuh olehnya, akan terhapus tanpa jejak. Tetapi kekuatan seperti ini tidak bisa menolong Kamijo untuk bertahan di peperangan antara para esper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(…ngapain juga gua harus capek-capek nyiapin event yang bakal jadi serasa di neraka buat gue...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini Kamijo membangun tenda di kampus untuk para pengunjung. Tetapi begitu tendanya selesai berdiri, seorang guru OR datang dengan cengir senyum di wajahnya berkata, &amp;quot;Maaf, tapi tenda ini tidak jadi digunakan.&amp;quot; Lalu Touma membongkarnya lagi. Dan baru saja tenda itu turun, seorang guru wanita yang mirip murid SD datang sambil marah-marah dan berteriak, &amp;quot;Ah! Apa yang kamu lakukan Kamijou! Bukankah kamu sudah diberi tahu? Kita masih butuh tenda itu!&amp;quot;  Yah, &#039;Ah sial&#039;  saja tidak bisa menggambarkan apa yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah bekerja sia-sia sepanjang hari, Kamijou akhirnya bisa menggeret bdannya yang kelelahan kembali ke asrama siswanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sepertinya ngga ada yang tersisa di kulkas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada supermarket di hadapannya, tapi kantongnya kosong, dan ia harus kembali ke ke asrama untuk mengambil uang dulu. Memikirkan bahwa ia harus pergi keluar lagi setelah pulang membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sol sepatu basket murahan agak keras, membuat kedua kakinya terasa sanagt berat ketika berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia sudah dekat dengan asrama, Kamijo mendengar seseorang berteriak memanggil dari lantai atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah---- Ka……KaKa……Kamijo Touma, Kamijo Touma—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo mendongak ke atas dan melihat Tsuchimikado Maika menjulurkan kepalanya keluar, sambil melambaikan tangannya dari lantai tujuh. Dia masih duduk diatas robot pembersih, jadi terlihat agak berbahaya. Tetapi , dia berpegangan pada sebuah tongkat pel, yang ditegakkan di atas lantai, tampaknya digunakan agar robot itu tidak kemana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I… Ini gawat. Kenapa kamu mematikan handphone?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar hal itu, ia mengeluarkan handphone dengan fungsi global GPS dari sakunya. Dan benar, handphonenya mati. Setalah menyalakannya, ia melihat beberapa pesan masuk dari Tsuchimikado Maika. Maika terus berbicara dengan perlahan, meskipun mukanya tampak pucat. Meskipun bertanya-tanya, Kamijo berlari ke arah lift.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo akhirnya sampai ke lantai tujuh. Maika memindahkan tongkat pel dan robot pembersih yang dinaikinya bergerak perlahan menuju lift. Entah kenapa, kucing calico, yang biasanya bersama Index, sekarang duduk sendirian di koridor. Robot pembersih berhenti di hadapan Kamijo, dan Maika menghentikan gerakannya dengan menaruh tongkat pel dihadapan benda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini gawat darurat! Suster berambut perak itu dibawa pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo tersentak. Wajah Maika memucat sambil terus berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini penculikan. Pelakunya berkata jika aku melapor ke pihak berwenang, dia akan membunuhnya, jadi aku tidak melakukan apapun. Maaf, Kamijo Touma.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis berambut perak yang dia bicarakan pasti Index. Maika tidak kelihatan seperti bercanda. Juga, ada terlalu banyak alasan mengapa Index kemungkinan besar diculik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu sebentar, apa yang terjadi? Kamu bisa ceritakan apa yang terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ditanya demikian oleh Kamijo, Maika sambil terbata-bata menjelaskan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua jam yang lalu, Maika datang ke asrama siswa untuk melakukan &#039;kerja praktek&#039;. Sewaktu membersihkan lantai, dia melihat index yang sedang kebosanan di koridor lantai tujuh, dan mengobrol dengannya. Ketika sedang bercakap-cakap, tiba-tiba, seseorang membekap mulut Index dari belakang dan menculiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum si penculik pergi, ia memberikan sebuah amplop. Ada yang sesuatu tertulis di dalamnya… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memberikan sepucuk surat dengan kertas memanjang yang biasa digunakan untuk mencetak surat iklan. Suaranya bergetar, sepertinya bukan karena ketakutan, tapi mungkin merasa bersalah karena tidak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo menundukkan kepala, memandang surat itu, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak usah menyalahkan diri sendiri, ini lebih baik daripada melakukan sesuatu yang dapat memperburuk keadaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berusaha menghibur Maika dengan kata-kata itu, hal ini malah membuatnya lebih tertekan. Tapi hal ini wajar, karena pada kehidupan siswa normal, jarang ada keadaan yang sangat menekan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ya, bagaimana tampang bajingan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang ke atas, berpikir sejenak, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hmm……. Tingginya lebih dari 1.8 m, berkulit putih, tapi bahasa jepangnya sangat lancar, dan aku tidak tahu dari negara mana dia berasal dari penampilannya……. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;uh huh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia memakai jubah pendeta.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi dia menggunakan parfum kencang; rambutnya di cat merah dan tergerai hingga ke bahu. Ia memakai cincin perak di setiap jarinya, dan tato seperti angka dibawah mata kanannya. Dia menghisap rokok, dan memakai anting…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… Oi, sepertinya aku cukup tahu siapa pendeta Inggris bajingan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang dengan curiga. Kamijo membuka amplop tersebut, dan menemukan sepucuk surat di dalamnya. Pada surat itu terdapat huruf-huruf yang ditulis rapih yang tampaknya ditulis dengan pensil mekanis. Sepertinya ditulis dengan bantuan penggaris agar rapih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Kamijo Touma: Jika kamu ingin dia hidup, jam tujuh malam ini pergilah ke teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; diluar Academy City sendirian.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… masih ada ya orang yang menggunakan penggaris untuk menyamarkan tulisan tangan mereka?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada era ini, hanya orang naif yang percaya menggunakan penggaris dapat menyamarkan tulisan tangan seseorang. Menggunakan teknologi pembacaan laser seperti pada permukaan CD, para penyidik telah mengembangkan teknik mengindentifikasi perbedaan karakteristik saat seseorang menggoreskan tulisan pada teks. Lebih lagi, banyak mind-readers (pembaca pikiran) ada di Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin orang ini mencoba melakukan dengan prosedur standar, tapi untuk Kamijo, ini sungguh lelucon yang tidak lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa sih yang dilakukan idiot itu? Jangan bilang dia mau bermain-main mentang-mentang sekarang sedang liburan musim panas?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut kesaksian Maika, pelaku penculikan Index tidak lain adalah rekannya sendiri Styl Magnus. Tapi orang ini sama sekali tidak mungkin melukai Index. Bahkan, orang ini akan tidak ragu-ragu menerjang ke markas musuh untuk melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tegang itu lenyap seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo otomatis bersimpati dengan Mika yang menjadi tertekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anu… Maika, kamu tidak usah kuatir. Pelakunya seharusnya teman dari Index dan gue, jadi tidak masalah... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pe… pelakunya adalah teman? Jadi, bukankah motifnya adalah cinta terlarang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, anu… bukan hal seperti itu… meskipun mungkin ada benarnya…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajah Maika makin pucat, Kamijo menghela nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika amplop di balik ke bawah, terdapat beberapa lembar kertas lagi. Setelah dilihat baik-baik , Kamijo mengenali dokumen-dokumen ini adalah surat ijin keluar dan beberapa dokumen pendukungnya. Semua form telah terisi. Kamijo langsung berpikir, bagaimana mereka bisa melakukannya? Meskipun benar seseorang dapat meninggalkan Academy City dengan dokumen ini, tetapi permintaan untuk ijin seperti ini memerlukan pemeriksaan yang serius…… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan yang kontras antara surat ancaman yang konyol dan dokumen yang dipersiapkan secara sangat baik ini membuat Kamijo terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih yang dipikirkan pendeta itu?&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; terletak kira-kira tiga kilometer dari Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisnisnya berhenti kira-kira tiga minggu sebelumnya, dan itu sebabnya bangunannya masih belum rusak. Tetapi semua perlengkapan interior telah diambil, jadi tampak kosong didalamnya, dan karena tidak pernah disapu sejak itu, semuanya menjadi tertutup debu. Meskipun begitu tidak bisa dibilang sebagai  puing-puing. Tempat ini dapat dipakai kembali, jika seseorang mau membersihkan dan memasang semua perlengkapan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini lebih tepat dibilang &#039;disimpan sementara&#039;. Mungkin karena pemiliknya tidak berencana membongkarnya sekarang, dan menunggu pembeli yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index menunggu diatas panggung yang kosong. Ini adalah aula besar, raung auditorium dan panggung bergabung menjadi satu, dan aula itu kira-kira sebesar aula olahraga. Tidak ada jendela, dan lampu-lampu panggung telah dicabut, jadi satu-satunya sumber cahaya adalah cahaya matahari sore yang berasal dari lima buah pintu yang terbuka. Di panggung temaram itu, Index duduk berlutut di lantai. Raut mukanya tertekuk, menunjukkan ketidakramahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Orang jahat.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya tidak akan menyangkal, ataupun menjadi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangan tajam gadis itu membuat Styl Magnus agak kecut sebelum ia akhirya memasang wajah tenang. Di area temaram, cahaya api di rokoknya menyala berkedip. Asap putih melayang di udara, sebelum menyentuh tanda &#039;dilarang merokok&#039; dan akhirnya menghilang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu seharusnya mengerti apa yang terjadi, bukan? Saya tidak akan bertanya jika saya perlu mengulang lagi, karena kekuatan ingatanmu, mengulang hal yang sama tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… perintah resmi dari Gereja Puritan Inggris.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index mengingat penjelasan yang diberikan saat dia pertama kali tiba disini. Akhirnya ada seseorang yang mampu memecahkan kode &#039;Kitab Hukum&#039; yang tidak mampu dipecahkan orang lain. Namanya Ursula Aquinas. Yang ditakutkan adalah jika seseorang berhasil memecahkan &#039;Kitab Hukum&#039;, seseorang mampu menggunakan &#039;Teknik Malaikat&#039;. Buku itu dicuri saat Ursula tiba di Jepang, dan dipercaya pelakunya adalah Katolik Amakusa. Karena itu, Katolik Roma telah memulai beberapa tindakan untuk memperoleh kembali &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mantan pemimpin Katolik Amakusa, yang sekarang adalah anggota Puritan Inggris, Kanzaki Kaori juga menghilang, dan ada kemungkinan melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari luar, tampaknya Puritan Inggris ada di pihak Katolik Roma, tetapi sesungguhnya, mereka ingin meredakan situasi sebelum Kanzaki Kaori mulai bertindak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini pekerjaan &#039;resmi&#039;, dan kamu mau melibatkan Touma? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejujurnya, aku juga tidak melihat kenapa kita perlu melibatkannya, tetapi, ini adalah perintah dari atas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl menggoyangkan rokok di mulutnya dan berkata,&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagipula, posisi kita sebenernya tidak menguntungkan. Jika kita meminta Kamijo Touma secara langsung, yang berasal dari Academy City, orang akan memandang &#039;Pihak Ilmu pengetahuan ikut campur dengan urusan internal dari pihak magis&#039;. Jika ini terjadi di Academy City, kita bisa memberi alasan bahwa kita membela diri, tetapi alasan itu tidak berlaku disini. Jadi supaya dia bisa bergabung, kita perlu memberinya motif.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu sebabnya Styl menculik Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata laini, alasan Kamijo meninggalkan Academy City adalah &#039;untuk menyelamatkan Index&#039;, dan tidak terlibat dalam masalah Ursula atau &#039;Kitab Hukum&#039;. Tetapi selagi menyelamatkan dia, dia &#039;kebetulan&#039; bertemu dengan Katolik Amakusa, dan untuk melindungi Index, dia ikut menghadapi mereka. Ini adalah alasan yang dirancanakan Styl untuk Kamijo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index bisa, walaupun dia ada di pihak magis, tinggal sementara di Academy City karena kesepakatan tertentu antara Academy City dan Puritan Inggris. Maka, bagi Kamijo Touma, warga dari Academy City untuk menyelamatkan tamunya, Index, bukan hal yang ganjil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mengerti semuanya, tetapi tetap tidak setuju.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar, tidak perlu berbasa-basi untuk melakukan hal ini. Hanya cukup bilang &#039;tolong&#039; saja cukup untuk datang menyelamatkanku. Tidak perduli seberapa besar pun bahaya yang dihadapi disini, dia pasti datang. Ini kenapa aku tidak minta ditolong. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl tersenyum tipis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti seorang ayah mendengarkan putrinya berbicara soal pacar kesayangannya, wajah styl sedikit tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi apa yang akan dilakukan sekarang? &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula Aquinas sekarang ada di tangan Katolik Amakusa kan? Kalau begitu apakah kamu hendak menyerbu ke markas musuh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang gadis bertanya dengan agak serius. Karena sekarang Kamijo terlibat, dia mencoba mencari informasi seakurat mungkin dan mengurangi bahaya yang akan dihadapi Kamijo Touma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, situasi sudah berubah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelas menit lalu, dalam usaha penyelamatan Ursula, pihak Katolik Roma memulai pertarungan sengit dengan pihak Katolik Amakusa yang sedang berusaha lari.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Index mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode komunikasi yang digunakan kemungkinan dengan asap dari rokoknya. Beberapa kali, Index merasakan dari asap panjang yang keluar tersebut terdapat  sihir, dan meskipun tidak ada angin, asap putih itu bergoyang secara tidak alami. Tidak peduli era apapun, &#039;Sinyal Asap&#039; telah digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh. Di dalam memory Index, terdapat banyak cara untuk menggunakan sinyal asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak dibutuhkan bila pertarungan ini berhasil ,kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Tetapi, hasilnya tidak sebaik yang kita harapkan. Pertempurannya sangat sengit. Untungnya, tidak ada korban jiwa. Tetapi &#039;Kitab Hukum&#039; masih belum ditemukan dan Ursula dilaporkan kabur ditengah kekacauan pertempuran.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saat kamu bilang kabur, berarti dia belum bertemu dengan pihak Katolik Roma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… ini terdengar tidak bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika si sandera berhasil kabur, para penculik akan berreaksi dengan kekerasan. Jika sanderanya berhasil ditangkap kembali, para penculik akan bersikap lebih kejam untuk mencegah si sandera berpikir untuk kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya di situasi seperti ini, faktor waktu sangat genting. Saat ini pihak Katolik Roma dan Katolik Amakusa  pasti sedang mencoba mencari Ursula yang berhasil melarikan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sayang sekali aku tidak dapat mengubah isi surat itu, kalau tidak aku akan memanggil Kamijo Touma lebih cepat. Kalau bisa sebelum rekan pejuang dari Gereja Katolik Roma tiba… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat setelah Styl selesai berbicara, figur seseorang muncul di pintu aula yang terbuka lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;……Sayang sekali, kelihatannya kita tidak bisa menunggunya lagi. Kita harus pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Figur tersebut adalah sang rekan pejuang &lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=67860</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=67860"/>
		<updated>2010-06-21T02:39:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Bagian 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Bab 1: Academy City, Pemuja Ilmu Pengetahuan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bagian 1 ===&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi-semester kedua terasa sangat padat. Ada banyak aktivitas yang ada pada semester ini sampai tak terhitung. Daihaisai, Ichihanaransai, hiking, pelatihan, wisata sekolah, hari apresiasi seni, hari pembelajaran sosial, hari kerja-bakti, ujian akhir semester, kelas tambahan dan dan kelas remedial yang ditakuti! Untuk mempersiapkan berbagai festival itu semua orang akan sangat sibuk&amp;quot; (Note: walau menggunakan istilah semester tapi ini sebenarnya di Jepang menggunakan sistem caturwulan (3 periode) semester 2 dimulai pada bulan September)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8 September.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lewat tengah hari, selagi berjalan di koridor sekolah, Tsuchimikado Maika berbicara dengan santai. Umurnya kurang lebih sama dengan Index, dan mungkin lebih muda, tapi dia selalu memakai seragam maid. Apa yang lebih menakjubkan adalah dia bisa dengan santai duduk diatas robot pembersih berbentuk tabung. Kalau mesin tersebut bergerak sesuai dengan instruksi yang diterima, Maika akan menaruh sapu dihadapannya, sehingga mesing itu hanya bisa bergoyang perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku bosan. Lalu mau ngapain lagi? Touma sudah tidak peduli lagi, bahkan untuk bermain sama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memprotes, sambil meliuk-liukan badannya, pada Maika. Rambut peraknya bergoyang bersama dengan kerudung putih yang Ia kenakan. Kucing Calico di pelukan tangannya yang ramping itu tampak tertarik dengan hiasan emas mengkilap di kerudungnya, sambil mengulurkan kaki depan ke arahnnya dan mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index paham bahwa Kamijo tampak sangat sibuk akhir-akhir ini. Tetapi di Academy City, Kamijo satu-satunya orang yang bisa diajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijo Toume tidak mengurung Index di kamar asramanya. Index punya kunci cadangan ruangan itu, dan saat Kamijo di sekolah, Index keluar berjalan-jalan menghabiskan waktunya. (tapi dia tidak berdaya menghadapi gerbang tiket otomatis atau pemindai sidik jari, identifikasi biometrik lain, atau yang berkaitan dengan benda elektronik, dan kabur begitu saja.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Academy City berbeda dengan kota-kota lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City dibangun setelah pengembangan daerah barat Tokyo, dan 80% penduduknya adalah siswa. Saat Kamijo pergi sekolah, Himegami dan Komoe juga di sekolah. Jadi , meskipun Index ingin menemui seseorang untuk mengobrol, semuanya sedang tidak ada di jalan. Sesudah menghabiskan seminggu untuk menjelajahi tempat itu , Index hanya menemukan kakak pelayan outlet baju yang bisa diajak mengobrol jika dia sedang tidak sibuk menata toko. Tetapi Index merasa tujuannya lain saat mengajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tsuchimikado Maika yang dianggap pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, dimana semua orang harus bergerak sesuai jadwal, hanya dia yang tidak dibatasi oleh waktu. Meskipun pagi ataupun sore, Index sering menemukannya di jalan. Dia bisa ditemui di mana-mana… di toko kelontong, di departement store, di taman-taman , di bakery-bakery, di stasiun-stasiun perhentian, di asrama siswa, di jalanan, di sekolah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si robot pembersih berusaha untuk bergerak maju, dan sambil melanjutkan berbicara Maika meneplak robot tersebut dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamijou Touma punya urusannya sendiri yang harus dibereskan---jangan terlalu banyak merepotkan dia--lagipula, ini bukan karena dia mau meninggalkanmu. Sekolah benar-benar bikin cape&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uhm… aku paham… tetapi, kenapa kamu tidak pergi ke sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hoho, karena Aku adalah pengecualian---seorang maidmelakukan kerja praktek adalah hal yang wajar---!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah keterampilan khusus yang Maika ikuti bukan sekolah biasa yang masih menghasilkan maid. Para maid dari sekolah ini dididik khusus untuk mendampingi tuan mereka. Dari membersihkan sisa permen karet di jalan hingga menghadiri rapat pemimpin kelas dunia, tidak ada yang bisa menggoyangkan mereka. Jadi Maika harus pergi kemana-mana dan melakukan berbagai macam &#039;kerja praktek&#039;. Tetapi, tidak semua siswa bisa keluar dan melakukan &#039;kerja praktek&#039; seperti Maika. Ini adalah hak istimewa yang diperoleh setelah melewati tes-tes di sekolahnya dan mereka merasa meskipun dia masih dalam masa pelatihan, dia memiliki kemampuan yang cukup agar tidak mempermalukan nama baik sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang tidak tahu kerja keras dan keringat dibalik semua itu, dengan polos memiringkan kepalanya yang mungil dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi selama Aku menjadi maid, Aku bisa pergi kemana saja kapan saja? Tidak dibatasi sekolah? Bahkan bisa pergi ke sekolah Touma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_035.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, maid tidak tidak seperti itu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu Aku mau jadi maid! Lalu Aku bisa pergi dan bermain bersama Touma!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun terdengar menyentuh hati, tapi kehidupan maid itu benar-benar tangguh. Khususnya untuk orang seperti kamu, yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan menunggu Touma menyiapkan makan siang setiap pagi. Menjadi maid sungguh sulit untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu biar Touma saja yang jadi maid! Jadi Aku bisa memanggil Touma untuk  bermain bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini benar-benar menyentuh hati tapi, demi Kamijou Touma, aku sarankan kamu tidak mengatakan hal itu kepadanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uuu--uuu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang kebosanan itu menggembung-gembungkan pipinya dan menggoyangkan badan dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm, maaf saja, tetapi kamu maupun dia, kalian berdua tidak punya waktu untuk menjadi maid&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu tiba-tiba terdengar di belakang sang  gadis yang berpakaian putih cemerlang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Index langsung menjadi kabur. Maika yang berdiri di hadapan Index, melihat orang yang berdiri di belakan dia. Selain panik, air mukanya berubah menjadi takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Siapa…)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum suster itu bisa berbalik dan bertanya, mulutnya ditutup dengan sepasang tangan yang besar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Si siswa SMU biasa, Kamijou Touma berjalan perlahan sore hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pembersih silinder berlalu melewatinya. Putaran kipas kincir angin raksasa yang menggantikan kabel listrik, berputar seolah menghalau burung gagak di kota itu. Ada banyak balon udara panas yang berterbangan di langit berwarna oranye, tetapi benda yang menggantung dibawah mereka bukan hanya billboard biasa, tetapi layar monitor ultra tipis terbaru. Seperti layaknya billboard elektronik dengan teks mengalir, dengan tulisan: &#039;Bersiap-siaplah! Mari kita berkerja keras demi Daihaisai! - dewan kedisplinan&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai pada dasarnya adalah festival olah raga. Tetapi Academy city memiliki beberapa juta pelajar, dan dengan semua sekolah berpartisipasi, skala acara ini menjadi sangat besar. Semua student adalah esper, dan komite manajemen dari Academy City akan menggunakan alasan &#039;mengumpulkan data saat ada interferensi mutual antara kekuatan-kekuatan (esper) yang berbeda&#039; untuk mendukung penggunaan kemampuan esper para siswanya pada saat Daihaisai berlangsung. Maka pertarungan intensif antar para pengguna esper sudah bisa diprediksi. Contohnya, saat pertandingan sepak bola atau dodgeball, lumrah jika bolanya tiba-tiba menghilang, atau menjadi bola api atau es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai digelar selama seminggu, dan pada masa ini Academy City dibuka untuk umum, bahkan kamera televisi diperbolehkan. Katanya pada momen unjuk gigi inilah, yang tidak ada di pertandingan olahraga normal, rating penontonnya cukup tinggi. Karena itu komite kedisiplinan bekerja sepenuh hati dalam mempersiapkan Daihaisai. Juga Academy city, berharap mempergunakan beberapa hari saat acara terbuka untuk umum ini untuk memperbaiki citranya. Tentu saja Academy City tidak membiarkan para teroris begitu saja, menyebarkan keamanan di beberapa titik penting tempat pengembangan kemampuan/kekuatan, mencegah mereka memasuki tempat-tempat rahasia penting disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini… benar-benar melelahkan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah apa yang Kamijo alami minggu terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kejadian tertentu, Kamijo kehilangan ingatannya, dan lupa akan segala tentang Daihaisai. Tetapi menurut apa yang dia dengar, kegiatan ini sangat berbahaya bagi Touma. Inti dari Daihaisei bukan &#039;tidak ada batasan penggunaan kekuatan Psi&#039;, tetapi lebih mirip, &#039;jika kamu tidak menggunakan kekuatan Psi mu, kamu akan berteman baik dengan tim medis&#039;. Atau dengan kata lain, bahkan dalam permainan tag biasa, bola api, petir dan bahkan pisau-pisau bisa berterbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo memandangi tangannya. Di telapak tangannya terdapat kemampuan Imagine Breaker. Tidak peduli apakah itu sihir ataupun kekuatan Psi, begitu disentuh olehnya, akan terhapus tanpa jejak. Tetapi kekuatan seperti ini tidak bisa menolong Kamijo untuk bertahan di peperangan antara para esper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(…ngapain juga gua harus capek-capek nyiapin event yang bakal jadi serasa di neraka buat gue...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini Kamijo membangun tenda di kampus untuk para pengunjung. Tetapi begitu tendanya selesai berdiri, seorang guru OR datang dengan cengir senyum di wajahnya berkata, &amp;quot;Maaf, tapi tenda ini tidak jadi digunakan.&amp;quot; Lalu Touma membongkarnya lagi. Dan baru saja tenda itu turun, seorang guru wanita yang mirip murid SD datang sambil marah-marah dan berteriak, &amp;quot;Ah! Apa yang kamu lakukan Kamijou! Bukankah kamu sudah diberi tahu? Kita masih butuh tenda itu!&amp;quot;  Yah, &#039;Ah sial&#039;  saja tidak bisa menggambarkan apa yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah bekerja sia-sia sepanjang hari, Kamijou akhirnya bisa menggeret bdannya yang kelelahan kembali ke asrama siswanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sepertinya ngga ada yang tersisa di kulkas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada supermarket di hadapannya, tapi kantongnya kosong, dan ia harus kembali ke ke asrama untuk mengambil uang dulu. Memikirkan bahwa ia harus pergi keluar lagi setelah pulang membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sol sepatu basket murahan agak keras, membuat kedua kakinya terasa sanagt berat ketika berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia sudah dekat dengan asrama, Kamijo mendengar seseorang berteriak memanggil dari lantai atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah---- Ka……KaKa……Kamijo Touma, Kamijo Touma—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo mendongak ke atas dan melihat Tsuchimikado Maika menjulurkan kepalanya keluar, sambil melambaikan tangannya dari lantai tujuh. Dia masih duduk diatas robot pembersih, jadi terlihat agak berbahaya. Tetapi , dia berpegangan pada sebuah tongkat pel, yang ditegakkan di atas lantai, tampaknya digunakan agar robot itu tidak kemana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I… Ini gawat. Kenapa kamu mematikan handphone?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar hal itu, ia mengeluarkan handphone dengan fungsi global GPS dari sakunya. Dan benar, handphonenya mati. Setalah menyalakannya, ia melihat beberapa pesan masuk dari Tsuchimikado Maika. Maika terus berbicara dengan perlahan, meskipun mukanya tampak pucat. Meskipun bertanya-tanya, Kamijo berlari ke arah lift.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo akhirnya sampai ke lantai tujuh. Maika memindahkan tongkat pel dan robot pembersih yang dinaikinya bergerak perlahan menuju lift. Entah kenapa, kucing calico, yang biasanya bersama Index, sekarang duduk sendirian di koridor. Robot pembersih berhenti di hadapan Kamijo, dan Maika menghentikan gerakannya dengan menaruh tongkat pel dihadapan benda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini gawat darurat! Suster berambut perak itu dibawa pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo tersentak. Wajah Maika memucat sambil terus berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini penculikan. Pelakunya berkata jika aku melapor ke pihak berwenang, dia akan membunuhnya, jadi aku tidak melakukan apapun. Maaf, Kamijo Touma.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis berambut perak yang dia bicarakan pasti Index. Maika tidak kelihatan seperti bercanda. Juga, ada terlalu banyak alasan mengapa Index kemungkinan besar diculik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu sebentar, apa yang terjadi? Kamu bisa ceritakan apa yang terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ditanya demikian oleh Kamijo, Maika sambil terbata-bata menjelaskan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua jam yang lalu, Maika datang ke asrama siswa untuk melakukan &#039;kerja praktek&#039;. Sewaktu membersihkan lantai, dia melihat index yang sedang kebosanan di koridor lantai tujuh, dan mengobrol dengannya. Ketika sedang bercakap-cakap, tiba-tiba, seseorang membekap mulut Index dari belakang dan menculiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum si penculik pergi, ia memberikan sebuah amplop. Ada yang sesuatu tertulis di dalamnya… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memberikan sepucuk surat dengan kertas memanjang yang biasa digunakan untuk mencetak surat iklan. Suaranya bergetar, sepertinya bukan karena ketakutan, tapi mungkin merasa bersalah karena tidak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo menundukkan kepala, memandang surat itu, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak usah menyalahkan diri sendiri, ini lebih baik daripada melakukan sesuatu yang dapat memperburuk keadaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berusaha menghibur Maika dengan kata-kata itu, hal ini malah membuatnya lebih tertekan. Tapi hal ini wajar, karena pada kehidupan siswa normal, jarang ada keadaan yang sangat menekan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ya, bagaimana tampang bajingan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang ke atas, berpikir sejenak, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hmm……. Tingginya lebih dari 1.8 m, berkulit putih, tapi bahasa jepangnya sangat lancar, dan aku tidak tahu dari negara mana dia berasal dari penampilannya……. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;uh huh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia memakai jubah pendeta.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi dia menggunakan parfum kencang; rambutnya di cat merah dan tergerai hingga ke bahu. Ia memakai cincin perak di setiap jarinya, dan tato seperti angka dibawah mata kanannya. Dia menghisap rokok, dan memakai anting…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… Oi, sepertinya aku cukup tahu siapa pendeta Inggris bajingan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang dengan curiga. Kamijo membuka amplop tersebut, dan menemukan sepucuk surat di dalamnya. Pada surat itu terdapat huruf-huruf yang ditulis rapih yang tampaknya ditulis dengan pensil mekanis. Sepertinya ditulis dengan bantuan penggaris agar rapih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Kamijo Touma: Jika kamu ingin dia hidup, jam tujuh malam ini pergilah ke teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; diluar Academy City sendirian.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… masih ada ya orang yang menggunakan penggaris untuk menyamarkan tulisan tangan mereka?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada era ini, hanya orang naif yang percaya menggunakan penggaris dapat menyamarkan tulisan tangan seseorang. Menggunakan teknologi pembacaan laser seperti pada permukaan CD, para penyidik telah mengembangkan teknik mengindentifikasi perbedaan karakteristik saat seseorang menggoreskan tulisan pada teks. Lebih lagi, banyak mind-readers (pembaca pikiran) ada di Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin orang ini mencoba melakukan dengan prosedur standar, tapi untuk Kamijo, ini sungguh lelucon yang tidak lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa sih yang dilakukan idiot itu? Jangan bilang dia mau bermain-main mentang-mentang sekarang sedang liburan musim panas?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut kesaksian Maika, pelaku penculikan Index tidak lain adalah rekannya sendiri Styl Magnus. Tapi orang ini sama sekali tidak mungkin melukai Index. Bahkan, orang ini akan tidak ragu-ragu menerjang ke markas musuh untuk melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tegang itu lenyap seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo otomatis bersimpati dengan Mika yang menjadi tertekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anu… Maika, kamu tidak usah kuatir. Pelakunya seharusnya teman dari Index dan gue, jadi tidak masalah... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pe… pelakunya adalah teman? Jadi, bukankah motifnya adalah cinta terlarang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, anu… bukan hal seperti itu… meskipun mungkin ada benarnya…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajah Maika makin pucat, Kamijo menghela nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika amplop di balik ke bawah, terdapat beberapa lembar kertas lagi. Setelah dilihat baik-baik , Kamijo mengenali dokumen-dokumen ini adalah surat ijin keluar dan beberapa dokumen pendukungnya. Semua form telah terisi. Kamijo langsung berpikir, bagaimana mereka bisa melakukannya? Meskipun benar seseorang dapat meninggalkan Academy City dengan dokumen ini, tetapi permintaan untuk ijin seperti ini memerlukan pemeriksaan yang serius…… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan yang kontras antara surat ancaman yang konyol dan dokumen yang dipersiapkan secara sangat baik ini membuat Kamijo terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih yang dipikirkan pendeta itu?&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=67722</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=67722"/>
		<updated>2010-06-18T12:36:05Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Bagian 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Bab 1: Academy City, Pemuja Ilmu Pengetahuan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bagian 1 ===&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi-semester kedua terasa sangat padat. Ada banyak aktivitas yang ada pada semester ini sampai tak terhitung. Daihaisai, Ichihanaransai, hiking, pelatihan, wisata sekolah, hari apresiasi seni, hari pembelajaran sosial, hari kerja-bakti, ujian akhir semester, kelas tambahan dan dan kelas remedial yang ditakuti! Untuk mempersiapkan berbagai festival itu semua orang akan sangat sibuk&amp;quot; (Note: walau menggunakan istilah semester tapi ini sebenarnya di Jepang menggunakan sistem caturwulan (3 periode) semester 2 dimulai pada bulan September)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8 September.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lewat tengah hari, selagi berjalan di koridor sekolah, Tsuchimikado Maika berbicara dengan santai. Umurnya kurang lebih sama dengan Index, dan mungkin lebih muda, tapi dia selalu memakai seragam maid. Apa yang lebih menakjubkan adalah dia bisa dengan santai duduk diatas robot pembersih berbentuk tabung. Kalau mesin tersebut bergerak sesuai dengan instruksi yang diterima, Maika akan menaruh sapu dihadapannya, sehingga mesing itu hanya bisa bergoyang perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku bosan. Lalu mau ngapain lagi? Touma sudah tidak peduli lagi, bahkan untuk bermain sama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memprotes, sambil meliuk-liukan badannya, pada Maika. Rambut peraknya bergoyang bersama dengan kerudung putih yang Ia kenakan. Kucing Calico di pelukan tangannya yang ramping itu tampak tertarik dengan hiasan emas mengkilap di kerudungnya, sambil mengulurkan kaki depan ke arahnnya dan mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index paham bahwa Kamijo tampak sangat sibuk akhir-akhir ini. Tetapi di Academy City, Kamijo satu-satunya orang yang bisa diajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijo Toume tidak mengurung Index di kamar asramanya. Index punya kunci cadangan ruangan itu, dan saat Kamijo di sekolah, Index keluar berjalan-jalan menghabiskan waktunya. (tapi dia tidak berdaya menghadapi gerbang tiket otomatis atau pemindai sidik jari, identifikasi biometrik lain, atau yang berkaitan dengan benda elektronik, dan kabur begitu saja.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Academy City berbeda dengan kota-kota lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City dibangun setelah pengembangan daerah barat Tokyo, dan 80% penduduknya adalah siswa. Saat Kamijo pergi sekolah, Himegami dan Komoe juga di sekolah. Jadi , meskipun Index ingin menemui seseorang untuk mengobrol, semuanya sedang tidak ada di jalan. Sesudah menghabiskan seminggu untuk menjelajahi tempat itu , Index hanya menemukan kakak pelayan outlet baju yang bisa diajak mengobrol jika dia sedang tidak sibuk menata toko. Tetapi Index merasa tujuannya lain saat mengajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tsuchimikado Maika yang dianggap pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, dimana semua orang harus bergerak sesuai jadwal, hanya dia yang tidak dibatasi oleh waktu. Meskipun pagi ataupun sore, Index sering menemukannya di jalan. Dia bisa ditemui di mana-mana… di toko kelontong, di departement store, di taman-taman , di bakery-bakery, di stasiun-stasiun perhentian, di asrama siswa, di jalanan, di sekolah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si robot pembersih berusaha untuk bergerak maju, dan sambil melanjutkan berbicara Maika meneplak robot tersebut dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamijou Touma punya urusannya sendiri yang harus dibereskan---jangan terlalu banyak merepotkan dia--lagipula, ini bukan karena dia mau meninggalkanmu. Sekolah benar-benar bikin cape&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uhm… aku paham… tetapi, kenapa kamu tidak pergi ke sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hoho, karena Aku adalah pengecualian---seorang maidmelakukan kerja praktek adalah hal yang wajar---!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah keterampilan khusus yang Maika ikuti bukan sekolah biasa yang masih menghasilkan maid. Para maid dari sekolah ini dididik khusus untuk mendampingi tuan mereka. Dari membersihkan sisa permen karet di jalan hingga menghadiri rapat pemimpin kelas dunia, tidak ada yang bisa menggoyangkan mereka. Jadi Maika harus pergi kemana-mana dan melakukan berbagai macam &#039;kerja praktek&#039;. Tetapi, tidak semua siswa bisa keluar dan melakukan &#039;kerja praktek&#039; seperti Maika. Ini adalah hak istimewa yang diperoleh setelah melewati tes-tes di sekolahnya dan mereka merasa meskipun dia masih dalam masa pelatihan, dia memiliki kemampuan yang cukup agar tidak mempermalukan nama baik sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang tidak tahu kerja keras dan keringat dibalik semua itu, dengan polos memiringkan kepalanya yang mungil dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi selama Aku menjadi maid, Aku bisa pergi kemana saja kapan saja? Tidak dibatasi sekolah? Bahkan bisa pergi ke sekolah Touma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_035.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, maid tidak tidak seperti itu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu Aku mau jadi maid! Lalu Aku bisa pergi dan bermain bersama Touma!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun terdengar menyentuh hati, tapi kehidupan maid itu benar-benar tangguh. Khususnya untuk orang seperti kamu, yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan menunggu Touma menyiapkan makan siang setiap pagi. Menjadi maid sungguh sulit untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu biar Touma saja yang jadi maid! Jadi Aku bisa memanggil Touma untuk  bermain bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini benar-benar menyentuh hati tapi, demi Kamijou Touma, aku sarankan kamu tidak mengatakan hal itu kepadanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uuu--uuu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang kebosanan itu menggembung-gembungkan pipinya dan menggoyangkan badan dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm, maaf saja, tetapi kamu maupun dia, kalian berdua tidak punya waktu untuk menjadi maid&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu tiba-tiba terdengar di belakang sang  gadis yang berpakaian putih cemerlang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Index langsung menjadi kabur. Maika yang berdiri di hadapan Index, melihat orang yang berdiri di belakan dia. Selain panik, air mukanya berubah menjadi takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Siapa…)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum suster itu bisa berbalik dan bertanya, mulutnya ditutup dengan sepasang tangan yang besar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Si siswa SMU biasa, Kamijou Touma berjalan perlahan sore hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pembersih silinder berlalu melewatinya. Putaran kipas kincir angin raksasa yang menggantikan kabel listrik, berputar seolah menghalau burung gagak di kota itu. Ada banyak balon udara panas yang berterbangan di langit berwarna oranye, tetapi benda yang menggantung dibawah mereka bukan hanya billboard biasa, tetapi layar monitor ultra tipis terbaru. Seperti layaknya billboard elektronik dengan teks mengalir, dengan tulisan: &#039;Bersiap-siaplah! Mari kita berusaha keras demi Daihaisai! - dewan kedisplinan&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai pada dasarnya adalah festival olah raga. Tetapi Academy city memiliki beberapa juta pelajar, dan dengan semua sekolah berpartisipasi, skala acara ini menjadi sangat besar. Semua student adalah esper, dan komite manajemen dari Academy City akan menggunakan alasan &#039;mengumpulkan data saat ada interferensi mutual antara kekuatan-kekuatan (esper) yang berbeda&#039; untuk mendukung penggunaan kemampuan esper para siswanya pada saat Daihaisai berlangsung. Maka pertarungan intensif antar para pengguna esper sudah bisa diprediksi. Contohnya, saat pertandingan sepak bola atau dodgeball, lumrah jika bolanya tiba-tiba menghilang, atau menjadi bola api atau es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai digelar selama seminggu, dan pada masa ini Academy City dibuka untuk umum, bahkan kamera televisi diperbolehkan. Katanya pada momen unjuk gigi inilah, yang tidak ada di pertandingan olahraga normal, rating penontonnya cukup tinggi. Karena itu komite kedisiplinan bekerja sepenuh hati dalam mempersiapkan Daihaisai. Juga Academy city, berharap mempergunakan beberapa hari saat acara terbuka untuk umum ini untuk memperbaiki citranya. Tentu saja Academy City tidak membiarkan para teroris begitu saja, menyebarkan keamanan di beberapa titik penting tempat pengembangan kemampuan/kekuatan, mencegah mereka memasuki tempat-tempat rahasia penting disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini… benar-benar melelahkan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah apa yang Kamijo alami minggu terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kejadian tertentu, Kamijo kehilangan ingatannya, dan lupa akan segala tentang Daihaisai. Tetapi menurut apa yang dia dengar, kegiatan ini sangat berbahaya bagi Touma. Inti dari Daihaisei bukan &#039;tidak ada batasan penggunaan kekuatan Psi&#039;, tetapi lebih mirip, &#039;jika kamu tidak menggunakan kekuatan Psi mu, kamu akan berteman baik dengan tim medis&#039;. Atau dengan kata lain, bahkan dalam permainan tag biasa, bola api, petir dan bahkan pisau-pisau bisa berterbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo memandangi tangannya. Di telapak tangannya terdapat kemampuan Imagine Breaker. Tidak peduli apakah itu sihir ataupun kekuatan Psi, begitu disentuh olehnya, akan terhapus tanpa jejak. Tetapi kekuatan seperti ini tidak bisa menolong Kamijo untuk bertahan di peperangan antara para esper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(…ngapain juga gua harus capek-capek nyiapin event yang bakal jadi serasa di neraka buat gue...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini Kamijo membangun tenda di kampus untuk para pengunjung. Tetapi begitu tendanya selesai berdiri, seorang guru OR datang dengan cengir senyum di wajahnya berkata, &amp;quot;Maaf, tapi tenda ini tidak jadi digunakan.&amp;quot; Lalu Touma membongkarnya lagi. Dan baru saja tenda itu turun, seorang guru wanita yang mirip murid SD datang sambil marah-marah dan berteriak, &amp;quot;Ah! Apa yang kamu lakukan Kamijou! Bukankah kamu sudah diberi tahu? Kita masih butuh tenda itu!&amp;quot;  Yah, &#039;Ah sial&#039;  saja tidak bisa menggambarkan apa yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah bekerja sia-sia sepanjang hari, Kamijou akhirnya bisa menggeret bdannya yang kelelahan kembali ke asrama siswanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sepertinya ngga ada yang tersisa di kulkas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada supermarket di hadapannya, tapi kantongnya kosong, dan ia harus kembali ke ke asrama untuk mengambil uang dulu. Memikirkan bahwa ia harus pergi keluar lagi setelah pulang membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sol sepatu basket murahan agak keras, membuat kedua kakinya terasa sanagt berat ketika berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia sudah dekat dengan asrama, Kamijo mendengar seseorang berteriak memanggil dari lantai atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah---- Ka……KaKa……Kamijo Touma, Kamijo Touma—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo mendongak ke atas dan melihat Tsuchimikado Maika menjulurkan kepalanya keluar, sambil melambaikan tangannya dari lantai tujuh. Dia masih duduk diatas robot pembersih, jadi terlihat agak berbahaya. Tetapi , dia berpegangan pada sebuah tongkat pel, yang ditegakkan di atas lantai, tampaknya digunakan agar robot itu tidak kemana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I… Ini gawat. Kenapa kamu mematikan handphone?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar hal itu, ia mengeluarkan handphone dengan fungsi global GPS dari sakunya. Dan benar, handphonenya mati. Setalah menyalakannya, ia melihat beberapa pesan masuk dari Tsuchimikado Maika. Maika terus berbicara dengan perlahan, meskipun mukanya tampak pucat. Meskipun bertanya-tanya, Kamijo berlari ke arah lift.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo akhirnya sampai ke lantai tujuh. Maika memindahkan tongkat pel dan robot pembersih yang dinaikinya bergerak perlahan menuju lift. Entah kenapa, kucing calico, yang biasanya bersama Index, sekarang duduk sendirian di koridor. Robot pembersih berhenti di hadapan Kamijo, dan Maika menghentikan gerakannya dengan menaruh tongkat pel dihadapan benda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini gawat darurat! Suster berambut perak itu dibawa pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo tersentak. Wajah Maika memucat sambil terus berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini penculikan. Pelakunya berkata jika aku melapor ke pihak berwenang, dia akan membunuhnya, jadi aku tidak melakukan apapun. Maaf, Kamijo Touma.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis berambut perak yang dia bicarakan pasti Index. Maika tidak kelihatan seperti bercanda. Juga, ada terlalu banyak alasan mengapa Index kemungkinan besar diculik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu sebentar, apa yang terjadi? Kamu bisa ceritakan apa yang terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ditanya demikian oleh Kamijo, Maika sambil terbata-bata menjelaskan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua jam yang lalu, Maika datang ke asrama siswa untuk melakukan &#039;kerja praktek&#039;. Sewaktu membersihkan lantai, dia melihat index yang sedang kebosanan di koridor lantai tujuh, dan mengobrol dengannya. Ketika sedang bercakap-cakap, tiba-tiba, seseorang membekap mulut Index dari belakang dan menculiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum si penculik pergi, ia memberikan sebuah amplop. Ada yang sesuatu tertulis di dalamnya… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memberikan sepucuk surat dengan kertas memanjang yang biasa digunakan untuk mencetak surat iklan. Suaranya bergetar, sepertinya bukan karena ketakutan, tapi mungkin merasa bersalah karena tidak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo menundukkan kepala, memandang surat itu, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak usah menyalahkan diri sendiri, ini lebih baik daripada melakukan sesuatu yang dapat memperburuk keadaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berusaha menghibur Maika dengan kata-kata itu, hal ini malah membuatnya lebih tertekan. Tapi hal ini wajar, karena pada kehidupan siswa normal, jarang ada keadaan yang sangat menekan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ya, bagaimana tampang bajingan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang ke atas, berpikir sejenak, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hmm……. Tingginya lebih dari 1.8 m, berkulit putih, tapi bahasa jepangnya sangat lancar, dan aku tidak tahu dari negara mana dia berasal dari penampilannya……. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;uh huh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia memakai jubah pendaeta.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi dia menggunakan parfum kencang; rambutnya di cat merah dan tergerai hingga ke bahu. Ia memakai cincin perak di setiap jarinya, dan tato seperti angka dibawah mata kanannya. Dia menghisap rokok, dan memakai anting…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… Oi, sepertinya aku cukup tahu siapa pendeta Inggris bajingan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang dengan curiga. Kamijo membuka amplop tersebut, dan menemukan sepucuk surat di dalamnya. Pada surat itu terdapat huruf-huruf yang ditulis rapih yang tampaknya ditulis dengan pensil mekanis. Sepertinya ditulis dengan bantuan penggaris agar rapih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Kamijo Touma: Jika kamu ingin dia hidup, jam tujuh malam ini, pergilah ke teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; diluar Academy City sendirian.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… masih ada ya orang yang menggunakan penggaris untuk menyamarkan tulisan tangan mereka?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada era ini, hanya orang naif yang percaya menggunakan penggaris dapat menyamarkan tulisan tangan seseorang. Menggunakan teknologi pembacaan laser seperti pada permukaan CD, para penyidik telah mengembangkan teknik mengindentifikasi perbedaan karakteristik saat seseorang menggoreskan tulisan pada teks. Lebih lagi, banyak mind-readers (pembaca pikiran) ada di Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin orang ini mencoba melakukan dengan cara yang biasa, tapi untuk Kamijo, ini sungguh lelucon yang tidak lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa sih yang dilakukan idiot itu? Jangan bilang dia mau bermain-main mentang-mentang sekarang sedang liburan musim panas?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut kesaksian Maika, pelaku penculikan Index tidako lain adalah rekannya sendiri Styl Magnus. Tapi orang ini sama sekali tidak mungkin melukai Index. Bahkan, orang ini akan tidak ragu-ragu menerjang ke markas musuh untuk melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tegang itu lenyap seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo otomatis bersimpati dengan Mika yang menjadi tertekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anu… Maika, kamu tidak usah kuatir. Pelakunya seharusnya teman dari Index dan gue, jadi tidak masalah... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pe… pelakunya adalah teman? Jadi, bukankah motifnya adalah cinta terlarang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, anu… bukan hal seperti itu… meskipun mungkin ada benarnya…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajah Maika makin pucat, Kamijo menghela nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika amplop di balik ke bawah, terdapat beberapa lembar kertas lagi. Setelah dilihat baik-baik , Kamijo mengenali dokumen-dokumen ini adalah surat ijin keluar dan beberapa dokumen pendukungnya. Semua form telah terisi. Kamijo langsung berpikir, bagaimana mereka bisa melakukannya? Meskipun benar seseorang dapat meninggalkan Academy City dengan dokumen ini, tetapi permintaan untuk ijin seperti ini memerlukan pemeriksaan yang serius…… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan yang kontras antara surat ancaman yang konyol dan dokumen yang dipersiapkan secara sangat baik ini membuat Kamijo terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih yang dipikirkan pendeta itu?&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=67721</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=67721"/>
		<updated>2010-06-18T12:23:56Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Bagian 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Bab 1: Academy City, Pemuja Ilmu Pengetahuan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bagian 1 ===&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi-semester kedua terasa sangat padat. Ada banyak aktivitas yang ada pada semester ini sampai tak terhitung. Daihaisai, Ichihanaransai, hiking, pelatihan, wisata sekolah, hari apresiasi seni, hari pembelajaran sosial, hari kerja-bakti, ujian akhir semester, kelas tambahan dan dan kelas remedial yang ditakuti! Untuk mempersiapkan berbagai festival itu semua orang akan sangat sibuk&amp;quot; (Note: walau menggunakan istilah semester tapi ini sebenarnya di Jepang menggunakan sistem caturwulan (3 periode) semester 2 dimulai pada bulan September)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8 September.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lewat tengah hari, selagi berjalan di koridor sekolah, Tsuchimikado Maika berbicara dengan santai. Umurnya kurang lebih sama dengan Index, dan mungkin lebih muda, tapi dia selalu memakai seragam maid. Apa yang lebih menakjubkan adalah dia bisa dengan santai duduk diatas robot pembersih berbentuk tabung. Kalau mesin tersebut bergerak sesuai dengan instruksi yang diterima, Maika akan menaruh sapu dihadapannya, sehingga mesing itu hanya bisa bergoyang perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku bosan. Lalu mau ngapain lagi? Touma sudah tidak peduli lagi, bahkan untuk bermain sama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memprotes, sambil meliuk-liukan badannya, pada Maika. Rambut peraknya bergoyang bersama dengan kerudung putih yang Ia kenakan. Kucing Calico di pelukan tangannya yang ramping itu tampak tertarik dengan hiasan emas mengkilap di kerudungnya, sambil mengulurkan kaki depan ke arahnnya dan mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index paham bahwa Kamijo tampak sangat sibuk akhir-akhir ini. Tetapi di Academy City, Kamijo satu-satunya orang yang bisa diajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijo Toume tidak mengurung Index di kamar asramanya. Index punya kunci cadangan ruangan itu, dan saat Kamijo di sekolah, Index keluar berjalan-jalan menghabiskan waktunya. (tapi dia tidak berdaya menghadapi gerbang tiket otomatis atau pemindai sidik jari, identifikasi biometrik lain, atau yang berkaitan dengan benda elektronik, dan kabur begitu saja.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Academy City berbeda dengan kota-kota lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City dibangun setelah pengembangan daerah barat Tokyo, dan 80% penduduknya adalah siswa. Saat Kamijo pergi sekolah, Himegami dan Komoe juga di sekolah. Jadi , meskipun Index ingin menemui seseorang untuk mengobrol, semuanya sedang tidak ada di jalan. Sesudah menghabiskan seminggu untuk menjelajahi tempat itu , Index hanya menemukan kakak pelayan outlet baju yang bisa diajak mengobrol jika dia sedang tidak sibuk menata toko. Tetapi Index merasa tujuannya lain saat mengajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tsuchimikado Maika yang dianggap pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, dimana semua orang harus bergerak sesuai jadwal, hanya dia yang tidak dibatasi oleh waktu. Meskipun pagi ataupun sore, Index sering menemukannya di jalan. Dia bisa ditemui di mana-mana… di toko kelontong, di departement store, di taman-taman , di bakery-bakery, di stasiun-stasiun perhentian, di asrama siswa, di jalanan, di sekolah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si robot pembersih berusaha untuk bergerak maju, dan sambil melanjutkan berbicara Maika meneplak robot tersebut dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamijou Touma punya urusannya sendiri yang harus dibereskan---jangan terlalu banyak merepotkan dia--lagipula, ini bukan karena dia mau meninggalkanmu. Sekolah benar-benar bikin cape&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uhm… aku paham… tetapi, kenapa kamu tidak pergi ke sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hoho, karena Aku adalah pengecualian---seorang maidmelakukan kerja praktek adalah hal yang wajar---!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah keterampilan khusus yang Maika ikuti bukan sekolah biasa yang masih menghasilkan maid. Para maid dari sekolah ini dididik khusus untuk mendampingi tuan mereka. Dari membersihkan sisa permen karet di jalan hingga menghadiri rapat pemimpin kelas dunia, tidak ada yang bisa menggoyangkan mereka. Jadi Maika harus pergi kemana-mana dan melakukan berbagai macam &#039;kerja praktek&#039;. Tetapi, tidak semua siswa bisa keluar dan melakukan &#039;kerja praktek&#039; seperti Maika. Ini adalah hak istimewa yang diperoleh setelah melewati tes-tes di sekolahnya dan mereka merasa meskipun dia masih dalam masa pelatihan, dia memiliki kemampuan yang cukup agar tidak mempermalukan nama baik sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang tidak tahu kerja keras dan keringat dibalik semua itu, dengan polos memiringkan kepalanya yang mungil dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi selama Aku menjadi maid, Aku bisa pergi kemana saja kapan saja? Tidak dibatasi sekolah? Bahkan bisa pergi ke sekolah Touma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_035.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, maid tidak tidak seperti itu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu Aku mau jadi maid! Lalu Aku bisa pergi dan bermain bersama Touma!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun terdengar menyentuh hati, tapi kehidupan maid itu benar-benar tangguh. Khususnya untuk orang seperti kamu, yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan menunggu Touma menyiapkan makan siang setiap pagi. Menjadi maid sungguh sulit untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu biar Touma saja yang jadi maid! Jadi Aku bisa memanggil Touma untuk  bermain bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini benar-benar menyentuh hati tapi, demi Kamijou Touma, aku sarankan kamu tidak mengatakan hal itu kepadanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uuu--uuu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang kebosanan itu menggembung-gembungkan pipinya dan menggoyangkan badan dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm, maaf saja, tetapi kamu maupun dia, kalian berdua tidak punya waktu untuk menjadi maid&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu tiba-tiba terdengar di belakang sang  gadis yang berpakaian putih cemerlang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Index langsung menjadi kabur. Maika yang berdiri di hadapan Index, melihat orang yang berdiri di belakan dia. Selain panik, air mukanya berubah menjadi takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Siapa…)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum suster itu bisa berbalik dan bertanya, mulutnya ditutup dengan sepasang tangan yang besar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Si siswa SMU biasa, Kamijou Touma berjalan perlahan sore hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pembersih silinder berlalu melewatinya. Putaran kipas kincir angin raksasa yang menggantikan kabel listrik, berputar seolah menghalau burung gagak di kota itu. Ada banyak balon udara panas yang berterbangan di langit berwarna oranye, tetapi benda yang menggantung dibawah mereka bukan hanya billboard biasa, tetapi layar monitor ultra tipis terbaru. Seperti layaknya billboard elektronik dengan teks mengalir, dengan tulisan: &#039;Bersiap-siaplah! Mari kita berusaha keras demi Daihaisai! - dewan kedisplinan&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai pada dasarnya adalah festival olah raga. Tetapi Academy city memiliki beberapa juta pelajar, dan dengan semua sekolah berpartisipasi, skala acara ini menjadi sangat besar. Semua student adalah esper, dan komite manajemen dari Academy City akan menggunakan alasan &#039;mengumpulkan data saat ada interferensi mutual antara kekuatan-kekuatan (esper) yang berbeda&#039; untuk mendukung penggunaan kemampuan esper para siswanya pada saat Daihaisai berlangsung. Maka pertarungan intensif antar para pengguna esper sudah bisa diprediksi. Contohnya, saat pertandingan sepak bola atau dodgeball, lumrah jika bolanya tiba-tiba menghilang, atau menjadi bola api atau es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai digelar selama seminggu, dan pada masa ini Academy City dibuka untuk umum, bahkan kamera televisi diperbolehkan. Katanya pada momen unjuk gigi inilah, yang tidak ada di pertandingan olahraga normal, rating penontonnya cukup tinggi. Karena itu komite kedisiplinan bekerja sepenuh hati dalam mempersiapkan Daihaisai. Juga Academy city, berharap mempergunakan beberapa hari saat acara terbuka untuk umum ini untuk memperbaiki citranya. Tentu saja Academy City tidak membiarkan para teroris begitu saja, menyebarkan keamanan di beberapa titik penting tempat pengembangan kemampuan/kekuatan, mencegah mereka memasuki tempat-tempat rahasia penting disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini… benar-benar melelahkan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah apa yang Kamijo alami minggu terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kejadian tertentu, Kamijo kehilangan ingatannya, dan lupa akan segala tentang Daihaisai. Tetapi menurut apa yang dia dengar, kegiatan ini sangat berbahaya bagi Touma. Inti dari Daihaisei bukan &#039;tidak ada batasan penggunaan kekuatan Psi&#039;, tetapi lebih mirip, &#039;jika kamu tidak menggunakan kekuatan Psi mu, kamu akan berteman baik dengan tim medis&#039;. Atau dengan kata lain, bahkan dalam permainan tag biasa, bola api, petir dan bahkan pisau-pisau bisa berterbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo memandangi tangannya. Di telapak tangannya terdapat kemampuan Imagine Breaker. Tidak peduli apakah itu sihir ataupun kekuatan Psi, begitu disentuh olehnya, akan terhapus tanpa jejak. Tetapi kekuatan seperti ini tidak bisa menolong Kamijo untuk bertahan di peperangan antara para esper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(…ngapain juga gua harus capek-capek nyiapin event yang bakal jadi serasa di neraka buat gue...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini Kamijo membangun tenda di kampus untuk para pengunjung. Tetapi begitu tendanya selesai berdiri, seorang guru OR datang dengan cengir senyum di wajahnya berkata, &amp;quot;Maaf, tapi tenda ini tidak jadi digunakan.&amp;quot; Lalu Touma membongkarnya lagi. Dan baru saja tenda itu turun, seorang guru wanita yang mirip murid SD datang sambil marah-marah dan berteriak, &amp;quot;Ah! Apa yang kamu lakukan Kamijou! Bukankah kamu sudah diberi tahu? Kita masih butuh tenda itu!&amp;quot;  Yah, &#039;Ah sial&#039;  saja tidak bisa menggambarkan apa yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah bekerja sia-sia sepanjang hari, Kamijou akhirnya bisa menggeret bdannya yang kelelahan kembali ke asrama siswanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sepertinya ngga ada yang tersisa di kulkas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada supermarket di hadapannya, tapi kantongnya kosong, dan ia harus kembali ke ke asrama untuk mengambil uang dulu. Memikirkan bahwa ia harus pergi keluar lagi setelah pulang membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sol sepatu basket murahan agak keras, membuat kedua kakinya terasa sanagt berat ketika berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia sudah dekat dengan asrama, Kamijo mendengar seseorang berteriak memanggil dari lantai atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah---- Ka……KaKa……Kamijo Touma, Kamijo Touma—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo mendongak ke atas dan melihat Tsuchimikado Maika menjulurkan kepalanya keluar, sambil melambaikan tangannya dari lantai tujuh. Dia masih duduk diatas robot pembersih, jadi terlihat agak berbahaya. Tetapi , dia berpegangan pada sebuah tongkat pel, yang ditegakkan di atas lantai, tampaknya digunakan agar robot itu tidak kemana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I… Ini gawat. Kenapa kamu mematikan handphone?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar hal itu, ia mengeluarkan handphone dengan fungsi global GPS dari sakunya. Dan benar, handphonenya mati. Setalah menyalakannya, ia melihat beberapa pesan masuk dari Tsuchimikado Maika. Maika terus berbicara dengan perlahan, meskipun mukanya tampak pucat. Meskipun bertanya-tanya, Kamijo berlari ke arah lift.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo akhirnya sampai ke lantai tujuh. Maika memindahkan tongkat pel dan robot pembersih yang dinaikinya bergerak perlahan menuju lift. Entah kenapa, kucing calico, yang biasanya bersama Index, sekarang duduk sendirian di koridor. Robot pembersih berhenti di hadapan Kamijo, dan Maika menghentikan gerakannya dengan menaruh tongkat pel dihadapan benda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini gawat darurat! Suster berambut perak itu dibawa pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo tersentak. Wajah Maika memucat sambil terus berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini penculikan. Pelakunya berkata jika aku melapor ke pihak berwenang, dia akan membunuhnya, jadi aku tidak melakukan apapun. Maaf, Kamijo Touma.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis berambut perak yang dia bicarakan pasti Index. Maika tidak kelihatan seperti bercanda. Juga, ada terlalu banyak alasan mengapa Index kemungkinan besar diculik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu sebentar, apa yang terjadi? Kamu bisa ceritakan apa yang terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ditanya demikian oleh Kamijo, Maika sambil terbata-bata menjelaskan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua jam yang lalu, Maika datang ke asrama siswa untuk melakukan &#039;kerja praktek&#039;. Sewaktu membersihkan lantai, dia melihat index yang sedang kebosanan di koridor lantai tujuh, dan mengobrol dengannya. Ketika sedang bercakap-cakap, tiba-tiba, seseorang membekap mulut Index dari belakang dan menculiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum si penculik pergi, ia memberikan sebuah amplop. Ada yang tertulis pada surat di dalamnya…. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memberikan sepucuk surat dengan kertas memanjang yang biasa digunakan untuk mencetak surat iklan. Suaranya bergetar, sepertinya bukan karena ketakutan, tapi mungkin merasa bersalah karena tidak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo menundukkan kepala, memandang surat itu, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak usah menyalahkan diri sendiri, ini lebih baik daripada melakukan sesuatuyang dapat memperburuk suasana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berusaha menghibur Maika dengan kata-kata itu, hal ini malah membuatnya lebih tertekan. Tapi hal ini wajar, karena pada kehidupan siswa normal, jarang ada keadaan yang sangat menekan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ya, bagaimana tampang bajingan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika mendongakan kepala ke atas, berpikir sejenak, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hmm……. Tingginya lebih dari 1.8 m, berkulit putih, tapi bahasa jepangnya sangat lancar, dan aku tidak tahu dari negara mana dia berasal dari penampilannya……. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;uh huh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia memakai jubah pendaeta.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi dia menggunakan parfum kencang; rambutnya di cat merah dan menjjlur hingga ke bahu. Ia memakai cincin perak di setiap jarinya, dan tato seperti angka dibawah mata kanannya. Dia menhisap rokok, dan memakai anting…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… Oi, sepertinya aku cukup tahu siapa pendeta Inggris bajingan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang dengan curiga. Kamijo membuka amplop tersebut, dan menemukan sepucuk surat di dalamnya. Pada surat itu terdapat huruf-huruf yang ditulis rapih yang tampaknya ditulis dengan pensil mekanis. Sepertinya ditulis dengan bantuan penggaris agar rapih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Kamijo Touma: Jika kamu ingin dia hidup, jam tujuh malam ini, pergilah ke teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; diluar Academy City sendirian.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… masih ada ya orang yang menggunakan penggaris untuk menyamarkan tulisan tangan mereka?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada era ini, hanya orang naif yang percaya menggunakan penggaris dapat menyamarkan tulisan tangan seseorang. Menggunakan teknologi pembacaan laser seperti pada permukaan CD, para penyidik telah mengembangkan teknik mengindentifikasi perbedaan karakteristik saat seseorang menggoreskan tulisan pada teks. Lebih lagi, banyak mind-readers (pembaca pikiran) ada di Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin orang ini mencoba melakukan dengan cara yang biasa, tapi untuk Kamijo, ini sungguh lelucon yang tidak lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa sih yang dilakukan idiot itu? Jangan bilang dia mau bermain-main mentang-mentang sekarang sedang liburan musim panas?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut kesaksian Maika, pelaku penculikan Index tidako lain adalah rekannya sendiri Styl Magnus. Tapi orang ini sama sekali tidak mungkin melukai Index. Bahkan, orang ini akan tidak ragu-ragu menerjang ke markas musuh untuk melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tegang itu lenyap seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo otomatis bersimpati dengan Mika yang menjadi tertekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anu… Maika, kamu tidak usah kuatir. Pelakunya seharusnya teman dari Index dan gue, jadi tidak masalah... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pe… pelakunya adalah teman? Jadi, bukankah motifnya adalah cinta terlarang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, anu… bukan hal seperti itu… meskipun mungkin ada benarnya…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajah Maika makin pucat, Kamijo menghela nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika amplop di balik ke bawah, terdapat beberapa lembar kertas lagi. Setelah dilihat baik-baik , Kamijo mengenali dokumen-dokumen ini adalah surat ijin keluar dan beberapa dokumen pendukungnya. Semua form telah terisi. Kamijo langsung berpikir, bagaimana mereka bisa melakukannya? Meskipun benar seseorang dapat meninggalkan Academy City dengan dokumen ini, tetapi permintaan untuk ijin seperti ini memerlukan pemeriksaan yang serius…… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan yang kontras antara surat ancaman yang konyol dan dokumen yang dipersiapkan secara sangat baik ini membuat Kamijo terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih yang dipikirkan pendeta itu?&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=67720</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=67720"/>
		<updated>2010-06-18T12:17:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Bab 1: Academy City, Pemuja Ilmu Pengetahuan */  -- more update&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Bab 1: Academy City, Pemuja Ilmu Pengetahuan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bagian 1 ===&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi-semester kedua terasa sangat padat. Ada banyak aktivitas yang ada pada semester ini sampai tak terhitung. Daihaisai, Ichihanaransai, hiking, pelatihan, wisata sekolah, hari apresiasi seni, hari pembelajaran sosial, hari kerja-bakti, ujian akhir semester, kelas tambahan dan dan kelas remedial yang ditakuti! Untuk mempersiapkan berbagai festival itu semua orang akan sangat sibuk&amp;quot; (Note: walau menggunakan istilah semester tapi ini sebenarnya di Jepang menggunakan sistem caturwulan (3 periode) semester 2 dimulai pada bulan September)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8 September.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lewat tengah hari, selagi berjalan di koridor sekolah, Tsuchimikado Maika berbicara dengan santai. Umurnya kurang lebih sama dengan Index, dan mungkin lebih muda, tapi dia selalu memakai seragam maid. Apa yang lebih menakjubkan adalah dia bisa dengan santai duduk diatas robot pembersih berbentuk tabung. Kalau mesin tersebut bergerak sesuai dengan instruksi yang diterima, Maika akan menaruh sapu dihadapannya, sehingga mesing itu hanya bisa bergoyang perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku bosan. Lalu mau ngapain lagi? Touma sudah tidak peduli lagi, bahkan untuk bermain sama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memprotes, sambil meliuk-liukan badannya, pada Maika. Rambut peraknya bergoyang bersama dengan kerudung putih yang Ia kenakan. Kucing Calico di pelukan tangannya yang ramping itu tampak tertarik dengan hiasan emas mengkilap di kerudungnya, sambil mengulurkan kaki depan ke arahnnya dan mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 Index paham bahwa Kamijo tampak sangat sibuk akhir-akhir ini. Tetapi di Academy City, Kamijo satu-satunya orang yang bisa diajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijo Toume tidak mengurung Index di kamar asramanya. Index punya kunci cadangan ruangan itu, dan saat Kamijo di sekolah, Index keluar berjalan-jalan menghabiskan waktunya. (tapi dia tidak berdaya menghadapi gerbang tiket otomatis atau pemindai sidik jari, identifikasi biometrik lain, atau yang berkaitan dengan benda elektronik, dan kabur begitu saja.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Academy City berbeda dengan kota-kota lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City dibangun setelah pengembangan daerah barat Tokyo, dan 80% penduduknya adalah siswa. Saat Kamijo pergi sekolah, Himegami dan Komoe juga di sekolah. Jadi , meskipun Index ingin menemui seseorang untuk mengobrol, semuanya sedang tidak ada di jalan. Sesudah menghabiskan seminggu untuk menjelajahi tempat itu , Index hanya menemukan kakak pelayan outlet baju yang bisa diajak mengobrol jika dia sedang tidak sibuk menata toko. Tetapi Index merasa tujuannya lain saat mengajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tsuchimikado Maika yang dianggap pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, dimana semua orang harus bergerak sesuai jadwal, hanya dia yang tidak dibatasi oleh waktu. Meskipun pagi ataupun sore, Index sering menemukannya di jalan. Dia bisa ditemui di mana-mana… di toko kelontong, di departement store, di taman-taman , di bakery-bakery, di stasiun-stasiun perhentian, di asrama siswa, di jalanan, di sekolah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si robot pembersih berusaha untuk bergerak maju, dan sambil melanjutkan berbicara Maika meneplak robot tersebut dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamijou Touma punya urusannya sendiri yang harus dibereskan---jangan terlalu banyak merepotkan dia--lagipula, ini bukan karena dia mau meninggalkanmu. Sekolah benar-benar bikin cape&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uhm… aku paham… tetapi, kenapa kamu tidak pergi ke sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hoho, karena Aku adalah pengecualian---seorang maidmelakukan kerja praktek adalah hal yang wajar---!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah keterampilan khusus yang Maika ikuti bukan sekolah biasa yang masih menghasilkan maid. Para maid dari sekolah ini dididik khusus untuk mendampingi tuan mereka. Dari membersihkan sisa permen karet di jalan hingga menghadiri rapat pemimpin kelas dunia, tidak ada yang bisa menggoyangkan mereka. Jadi Maika harus pergi kemana-mana dan melakukan berbagai macam &#039;kerja praktek&#039;. Tetapi, tidak semua siswa bisa keluar dan melakukan &#039;kerja praktek&#039; seperti Maika. Ini adalah hak istimewa yang diperoleh setelah melewati tes-tes di sekolahnya dan mereka merasa meskipun dia masih dalam masa pelatihan, dia memiliki kemampuan yang cukup agar tidak mempermalukan nama baik sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang tidak tahu kerja keras dan keringat dibalik semua itu, dengan polos memiringkan kepalanya yang mungil dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi selama Aku menjadi maid, Aku bisa pergi kemana saja kapan saja? Tidak dibatasi sekolah? Bahkan bisa pergi ke sekolah Touma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_035.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, maid tidak tidak seperti itu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu Aku mau jadi maid! Lalu Aku bisa pergi dan bermain bersama Touma!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun terdengar menyentuh hati, tapi kehidupan maid itu benar-benar tangguh. Khususnya untuk orang seperti kamu, yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan menunggu Touma menyiapkan makan siang setiap pagi. Menjadi maid sungguh sulit untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu biar Touma saja yang jadi maid! Jadi Aku bisa memanggil Touma untuk  bermain bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini benar-benar menyentuh hati tapi, demi Kamijou Touma, aku sarankan kamu tidak mengatakan hal itu kepadanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uuu--uuu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang kebosanan itu menggembung-gembungkan pipinya dan menggoyangkan badan dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm, maaf saja, tetapi kamu maupun dia, kalian berdua tidak punya waktu untuk menjadi maid&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu tiba-tiba terdengar di belakang sang  gadis yang berpakaian putih cemerlang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Index langsung menjadi kabur. Maika yang berdiri di hadapan Index, melihat orang yang berdiri di belakan dia. Selain panik, air mukanya berubah menjadi takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Siapa…)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum suster itu bisa berbalik dan bertanya, mulutnya ditutup dengan sepasang tangan yang besar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Si siswa SMU biasa, Kamijou Touma berjalan perlahan sore hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesin pembersih silinder berlalu melewatinya. Putaran kipas kincir angin raksasa yang menggantikan kabel listrik, berputar seolah menghalau burung gagak di kota itu. Ada banyak balon udara panas yang berterbangan di langit berwarna oranye, tetapi benda yang menggantung dibawah mereka bukan hanya billboard biasa, tetapi layar monitor ultra tipis terbaru. Seperti layaknya billboard elektronik dengan teks mengalir, dengan tulisan: &#039;Bersiap-siaplah! Mari kita berusaha keras demi Daihaisai! - dewan kedisplinan&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai pada dasarnya adalah festival olah raga. Tetapi Academy city memiliki beberapa juta pelajar, dan dengan semua sekolah berpartisipasi, skala acara ini menjadi sangat besar. Semua student adalah esper, dan komite manajemen dari Academy City akan menggunakan alasan &#039;mengumpulkan data saat ada interferensi mutual antara kekuatan-kekuatan (esper) yang berbeda&#039; untuk mendukung penggunaan kemampuan esper para siswanya pada saat Daihaisai berlangsung. Maka pertarungan intensif antar para pengguna esper sudah bisa diprediksi. Contohnya, saat pertandingan sepak bola atau dodgeball, lumrah jika bolanya tiba-tiba menghilang, atau menjadi bola api atau es.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai digelar selama seminggu, dan pada masa ini Academy City dibuka untuk umum, bahkan kamera televisi diperbolehkan. Katanya pada momen unjuk gigi inilah, yang tidak ada di pertandingan olahraga normal, rating penontonnya cukup tinggi. Karena itu komite kedisiplinan bekerja sepenuh hati dalam mempersiapkan Daihaisai. Juga Academy city, berharap mempergunakan beberapa hari saat acara terbuka untuk umum ini untuk memperbaiki citranya. Tentu saja Academy City tidak membiarkan para teroris begitu saja, menyebarkan keamanan di beberapa titik penting tempat pengembangan kemampuan/kekuatan, mencegah mereka memasuki tempat-tempat rahasia penting disimpan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini… benar-benar melelahkan...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah apa yang Kamijo alami minggu terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kejadian tertentu, Kamijo kehilangan ingatannya, dan lupa akan segala tentang Daihaisai. Tetapi menurut apa yang dia dengar, kegiatan ini sangat berbahaya bagi Touma. Inti dari Daihaisei bukan &#039;tidak ada batasan penggunaan kekuatan Psi&#039;, tetapi lebih mirip, &#039;jika kamu tidak menggunakan kekuatan Psi mu, kamu akan berteman baik dengan tim medis&#039;. Atau dengan kata lain, bahkan dalam permainan tag biasa, bola api, petir dan bahkan pisau-pisau bisa berterbangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo memandangi tangannya. Di telapak tangannya terdapat kemampuan Imagine Breaker. Tidak peduli apakah itu sihir ataupun kekuatan Psi, begitu disentuh olehnya, akan terhapus tanpa jejak. Tetapi kekuatan seperti ini tidak bisa menolong Kamijo untuk bertahan di peperangan antara para esper.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(…ngapain juga gua harus capek-capek nyiapin event yang bakal jadi serasa di neraka buat gue...)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini Kamijo membangun tenda di kampus untuk para pengunjung. Tetapi begitu tendanya selesai berdiri, seorang guru OR datang dengan cengir senyum di wajahnya berkata, &amp;quot;Maaf, tapi tenda ini tidak jadi digunakan.&amp;quot; Lalu Touma membongkarnya lagi. Dan baru saja tenda itu turun, seorang guru wanita yang mirip murid SD datang sambil marah-marah dan berteriak, &amp;quot;Ah! Apa yang kamu lakukan Kamijou! Bukankah kamu sudah diberi tahu? Kita masih butuh tenda itu!&amp;quot;  Yah, &#039;Ah sial&#039;  saja tidak bisa menggambarkan apa yang ia alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesudah bekerja sia-sia sepanjang hari, Kamijou akhirnya bisa menggeret bdannya yang kelelahan kembali ke asrama siswanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, sepertinya ngga ada yang tersisa di kulkas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada supermarket di hadapannya, tapi kantongnya kosong, dan ia harus kembali ke ke asrama untuk mengambil uang dulu. Memikirkan bahwa ia harus pergi keluar lagi setelah pulang membuatnya frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sol sepatu basket murahan agak keras, membuat kedua kakinya terasa sanagt berat ketika berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia sudah dekat dengan asrama, Kamijo mendengar seseorang berteriak memanggil dari lantai atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah---- Ka……KaKa……Kamijo Touma, Kamijo Touma—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo mendongak ke atas dan melihat Tsuchimikado Maika menjulurkan kepalanya keluar, sambil melambaikan tangannya dari lantai tujuh. Dia masih duduk diatas robot pembersih, jadi terlihat agak berbahaya. Tetapi , dia berpegangan pada sebuah tongkat pel, yang ditegakkan di atas lantai, tampaknya digunakan agar robot itu tidak kemana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;I… Ini gawat. Kenapa kamu mematikan handphone?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar hal itu, ia mengeluarkan handphone dengan fungsi global GPS dari sakunya. Dan benar, handphonenya mati. Setalah menyalakannya, ia melihat beberapa pesan masuk dari Tsuchimikado Maika. Maika terus berbicara dengan perlahan, meskipun mukanya tampak pucat. Meskipun bertanya-tanya, Kamijo berlari ke arah lift.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo akhirnya sampai ke lantai tujuh. Maika memindahkan tongkat pel dan robot pembersih yang dinaikinya bergerak perlahan menuju lift. Entah kenapa, kucing calico, yang biasanya bersama Index, sekarang duduk sendirian di koridor. Robot pembersih berhenti di hadapan Kamijo, dan Maika menghentikan gerakannya dengan menaruh tongkat pel dihadapan benda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini gawat darurat! Suster berambut perak itu dibawa pergi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo tersentak. Wajah Maika memucat sambil terus berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini penculikan. Pelakunya berkata jika aku melapor ke pihak berwenang, dia akan membunuhnya, jadi aku tidak melakukan apapun. Maaf, Kamijo Touma.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis berambut perak yang dia bicarakan pasti Index. Maika tidak kelihatan seperti bercanda. Juga, ada terlalu banyak alasan mengapa Index kemungkinan besar diculik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu sebentar, apa yang terjadi? Kamu bisa ceritakan apa yang terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ditanya demikian oleh Kamijo, Maika sambil terbata-bata menjelaskan apa yang terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua jam yang lalu, Maika datang ke asrama siswa untuk melakukan &#039;kerja praktek&#039;. Sewaktu membersihkan lantai, dia melihat index yang sedang kebosanan di koridor lantai tujuh, dan mengobrol dengannya. Ketika sedang bercakap-cakap, tiba-tiba, seseorang membekap mulut Index dari belakang dan menculiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum si penculik pergi, ia memberikan sebuah amplop. Ada yang tertulis pada surat di dalamnya…. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memberikan sepucuk surat dengan kertas memanjang yang biasa digunakan untuk mencetak surat iklan. Suaranya bergetar, sepertinya bukan karena ketakutan, tapi mungkin merasa bersalah karena tidak berdaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo menundukkan kepala, memandang surat itu, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak usah menyalahkan diri sendiri, ini lebih baik daripada melakukan sesuatuyang dapat memperburuk suasana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berusaha menghibur Maika dengan kata-kata itu, hal ini malah membuatnya lebih tertekan. Tapi hal ini wajar, karena pada kehidupan siswa normal, jarang ada keadaan yang sangat menekan seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah ya, bagaimana tampang bajingan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika mendongakan kepala ke atas, berpikir sejenak, dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;hmm……. Tingginya lebih dari 1.8 m, berkulit putih, tapi bahasa jepangnya sangat lancar, dan aku tidak tahu dari negara mana dia berasal dari penampilannya……. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;uh huh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia memakai jubah pendaeta.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi dia menggunakan parfum kencang; rambutnya di cat merah dan menjjlur hingga ke bahu. Ia memakai cincin perak di setiap jarinya, dan tato seperti angka dibawah mata kanannya. Dia menhisap rokok, dan memakai anting…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… Oi, sepertinya aku cukup tahu siapa pendeta Inggris bajingan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika memandang dengan curiga. Kamijo membuka amplop tersebut, dan menemukan sepucuk surat di dalamnya. Pada surat itu terdapat huruf-huruf yang ditulis rapih yang tampaknya ditulis dengan pensil mekanis. Sepertinya ditulis dengan bantuan penggaris agar rapih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Kamijo Touma: Jika kamu ingin dia hidup, jam tujuh malam ini, pergilah ke teater terlantar &#039;Gloaming House&#039; diluar Academy City sendirian.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;…… masih ada ya orang yang menggunakan penggaris untuk menyamarkan tulisan tangan mereka?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada era ini, hanya orang naif yang percaya menggunakan penggaris dapat menyamarkan tulisan tangan seseorang. Menggunakan teknologi pembacaan laser seperti pada permukaan CD, para penyidik telah mengembangkan teknik mengindentifikasi perbedaan karakteristik saat seseorang menggoreskan tulisan pada teks. Lebih lagi, banyak mind-readers (pembaca pikiran) ada di Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin orang ini mencoba melakukan dengan cara yang biasa, tapi untuk Kamijo, ini sungguh lelucon yang tidak lucu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Apa sih yang dilakukan idiot itu? Jangan bilang dia mau bermain-main mentang-mentang sekarang sedang liburan musim panas?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut kesaksian Maika, pelaku penculikan Index tidako lain adalah rekannya sendiri Styl Magnus. Tapi orang ini sama sekali tidak mungkin melukai Index. Bahkan, orang ini akan tidak ragu-ragu menerjang ke markas musuh untuk melindunginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana tegang itu lenyap seketika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo otomatis bersimpati dengan Mika yang menjadi tertekan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Anu… Maika, kamu tidak usah kuatir. Pelakunya seharusnya teman dari Index dan gue, jadi tidak masalah... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pe… pelakunya adalah teman? Jadi, bukankah motifnya adalah cinta terlarang&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, anu… bukan hal seperti itu… meskipun mungkin ada benarnya…… &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat wajah Maika makin pucat, Kamijo menghela nafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika amplop di balik ke bawah, terdapat beberapa lembar kertas lagi. Setelah dilihat baik-baik , Kamijo mengenali dokumen-dokumen ini adalah surat ijin keluar dan beberapa dokumen pendukungnya. Semua form telah terisi. Kamijo langsung berpikir, bagaimana mereka bisa melakukannya? Meskipun benar seseorang dapat meninggalkan Academy City dengan dokumen ini, tetapi permintaan untuk ijin seperti ini memerlukan pemeriksaan yang serius…… &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan yang kontras antara surat ancaman yang konyol dan dokumen yang dipersiapkan secara sangat baik ini membuat Kamijo terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih yang dipikirkan pendeta itu?&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Prolog&amp;diff=67514</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Prolog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Prolog&amp;diff=67514"/>
		<updated>2010-06-13T13:10:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Prolog: Mulai beraksi (Gerbang telah dibuka) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Prolog: Mulai beraksi (Gerbang telah dibuka)==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katedral St. George.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun disebut katedral, tetapi gereja ini hanya salah satu dari sejumlah gereja ditengah Kota London. Meskipun tidak dapat dibilang kecil, terdapat perbedaan yang sangat besar jika dibandingkan dengan Westminster Abbey dan Katedral St. Paulus. Tentu saja tdak bisa dibandingkan dengan Katedral Canterbury, gereja asal mula Puritanisme di Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan faktanya di London, jumlah bangunan yang bernama &#039;St. George&#039; sangat banyak. Selain gereja, ada departement store, restoran, toko-toko pakaian, dan sekolah-sekolah. Bisa ada banyak bangunan bernama itu di dalam kota. Tidak hanya itu, paling tidak ada lebih dari sepuluh gereja dengan nama &#039;Katedral St. George&#039;. Hubungan antara &#039;St George&#039; dan para orang Inggris bahkan dapat dilihat dari Union Jack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katedral St. George ini sebelumnya adalah markas dari ‘Necessarius’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mereka tidak memiliki pekerjaan yang glamor (TN: better translation expected) Tugas dari ‘Necessarius’ adalah mengeliminasi berbagai asosiasi sihir di Ingris dan penyihir-penyihir yang terlibat di dalamnya. Untuk mencapai tujuan ini, ‘Necessarius’ juga menggunakan sihir, yang dianggap kotor oleh anggota gereja Puritan lainnya. Karena hal inilah, mereka dipandang rendah oleh para Puritan, dan bahkan diusir keluar dari Canterbury, markas utama bagi para Puritan, ke katedral St. George ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelah itu, ada banyak perubahan yang tidak terduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun sebelumnya dianggap sebagai organisasi sampingan, ‘Necessarius’ telah melakukan banyak kontribusi dari belakang layar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini memungkinkan ‘Necessarius’ untuk membangun profil dan kekuatan di dalam Gereja Puritan Inggris. Saat ini, meskipun nampaknya gereja Puritan dijalankan oleh Katedral Canterbury, tetapi faktanya, kekuasaan pengambil keputusan sekarang telah berpindah ke katedral St. George.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, katedral ini, yang terletak agak jauh dari pusat Kota London, saat ini adalah inti dari Gereja Puritan Inggris yang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl Magnus si pendeta dengan rambut merah sedang berjalan di jalanan Kota London pagi itu, dengan penuh pertanyaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang aneh dengan jalanan itu sendiri. Terdapat apartemen-apartemen dari dinding batu yang telah berumur 300 tahun lebih, yang berjajar di kedua sisi jalan. Ada banyak pekerja kantoran dengan handphone di tangan mereka dan berjalan dengan cepat di jalanan tua itu. Bus bertingkat dua (double decker) berjalan maju secara perlahan dan para pekerja di jalanan yang sedang membongkar telepon umum tua yang tampak umum. Sebuah integrasi antara sejarah baru dan lama, tidak ada yang tidak biasa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga tidak ada yang salah dengan cuaca saat itu. Meskipun tidak ada awan di langit pagi ini, tapi cuaca berganti tiap kira-kira empat jam, maka tampak banyak orang yang membawa payung kemana-mana. Hari ini hari yang terasa panas, dan karena London juga dikenal dengan cuacanya yang berkabut, maka cuaca yang selalu berubah-ubah ini, adalah hal yang tidak dapat diremehkan. Karena meningkatnya kelembaban yang disebabkan hujan yang terus menerus , bersamaan dengan gelombang udara musim panas, menyebabkan temperatur yang tinggi. Sehingga, objek wisata yang tampaknya menarik ini tetap saja ada yang kekurangannya. Tetapi bagi orang seperti Stiyl, saat dia pertama kali memutuskan untuk tinggal di kota ini, dia telah mempertimbangkan kekurangan ini, maka ia sudah menerimanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang membuatnya merasa resah adalah gadis di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uskup agung...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm? Aku sengaja memakai baju yang sederhana hari ini, tolong jangan memanggil saya dengan gelar seperti itu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pakaian dengan jubah berwarna beige (coklat muda), sang gadis, yang terlihat berumur 18 tahun, berbicara dengan tenang dalam bahasa Jepang. Seharusnya, sesuai dengan aturan, pakaian seorang biarawan hanya boleh berwarna putih, merah, hitam, hijau atau ungu, dengan garis-garis emas untuk dekorasi, jadi gadis ini secara diam-diam telah melanggar aturan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Celakanya, hanya dia yang merasa selama ia memakai pakaian ini, ia tidak akan menarik perhatian. Karena dengan kulitnya yang putih bagai kristal, matanya yang biru cemerlang dan rambutnya yang berkilau keemasan--yang bahkan orang tidak akan terkejut jika dijual di toko perhiasan, apapun keadaannya, dia tetap tampak menonjol diantara kerumunan orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambutnya terurai sangat panjang. Rambut lurusnya tergerai hingga lutut, terlipat ke atas, ada di belakang kepalanya, dengan ikat rambut perak besar yang menahannya, dan juga di dekat pinggangnya. Dengan kata lain, panjang rambutnya hampir 2,5 kali tinggi badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pagi hari di Lambeth, London, suasana berisik dan hiruk-pikuk yang terkenal biasa terjadi, namun di sekeliling dia, suara-suara tersebut seperti hampir tak ada, mereka bagaikan dalam suasana hening gereja yang tidak mengijinkan suara bising.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_013.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang uskup agung dari sektor nol Gereja Puritan, ‘Necessarius’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura Stuart.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raja adalah peringkat tertinggi dalam hirarki Gereja Puritan. Uskup Agung Laura adalah sang pembawa pesan sang raja, dan tanggung jawabnya adalah... &#039;Menggantikan sang raja yang sedang sibuk dan mengontrol Geraja Puritanisme Inggris.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja Puritan itu bagai alat musik ber-senar berusia tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain sang &#039;pemilik&#039;, juga ada sang &#039;pengurus&#039;. Ambil contoh sebuah biola. Sebagus apapun sebuah biola, jika tidak pernah digunakan dalam jangka waktu yang lama, senarnya akan kendur, dan kualitas suara yang dihasilkannya akan menurun, yang menyebabkan suaranya tidak indah lagi. Tugas Laura adalah untuk tampil bermain menggantikan pemiliknya, sehingga biola tersebut dapat terpelihara dalam keadaan sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, seperti situasi dalam Katedral Canterbury dan Katedral St. George, nama dan kekuasaan secara de facto telah dibalik. Kekuasaan sebenarnya ada di tangan Laura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Uskup besar, yang memiliki kekuasaan besar tersebut, sekarang dengan santai berjalan di jalanan pagi-pagi sekali, tanpa satu pun pengawal di dekatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl dan Laura sekarang berjalan menuju Katedral St. George. Awalnya Laura yang mengusulkan pada Stiyl untuk bertemu di katedral pada waktu seperti ini. Dia seharusnya menunggu di katedral, dan Stiyl seharusnya datang menemuinya disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya memiliki rumah sendiri. Dan tidak selalu terperangkap dalam gereja tua itu sepanjang tahun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Sambil melanjutkan langkahnya, yang tanpa bersuara.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah lebih menyenangkan untuk berjalan-jalan sambil berbicara?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekeliling mereka, para pekerja kerah putih berlalu lalang dengan cepat. Karena tempat ini dekat dengan Stasiun Waterloo, yang merupakan stasiun terbesar di London, bahwa ada satu dua pendeta atau suster bearada disini, merupakan hal yang biasa. Jumlah gereja di London hampir sebanyak jumlah taman umum, meskipun tidak bisa dibandingkan dengan Roma.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak mempermasalahkan hal itu. Tetapi bukankan kamu memanggilku ke katedral untuk membicarakan sesuatu yang tidak boleh didengar orang luar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan berpikiran sempit, mengapa harus kuatir dengan hal-hal kecil? Tidak dapatkah kamu menikmati saat ini saja? Meskipun seorang pendeta yang mendengarkan pengakuan seorang wanita memberikan rasa &#039;lega&#039;, mengapa ia tidak bisa membuka hatinya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......&amp;quot; Stiyl tertegun, dan bertanya, &amp;quot;Bolehkah saya bertanya sesuatu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengapa kamu sangat was-was? Silahkan saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengapa bahasa Jepang Anda terdengar bodoh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....?&amp;quot; (lol Note:Di teks aslinya pengerang sengaja menggunakan gaya bahasa seperti jepang klasik untuk dialog Laura)&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Muka Sang Uskup Besar Gereja Puritan tampak seperti orang yang sadar bahwa ia salah memasang kancing bajunya. Awalnya dia terhenyak, lalu badannnya terhenti. Lalu dengan muka agak merah merona berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...eh...? Apa...apakah memang janggal? Bukankah &#039;Bahasa Jepang&#039; seharusnya terdengar seperti ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maafkan saya, tetapi saya tidak dapat menangkap apa yang Anda berusaha katakan. Anda berusaha bicara dengan gaya bahasa klasik, tetapi terasa ganjil.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang di sekitar mereka, yang terbungkus pakaian barat, kemungkinan besar tidak mengerti bahasa jepang, tetapi Laura merasa hiruk-pikuk di sekitarnya seperti menertawakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... ehm... Saya mempelajari bahasa jepang dari berbagai sumber, seperti literatur dan program TV. Saya bahkan meminta bantuan pada orang Jepang asli sebelumnya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, bolehkah saya bertanya pada siapa &#039;Orang Jepang asli&#039; itu?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uh... orang itu Tsuchimikado Motoharu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong jangan menggunakan pria hidung belang yang membiarkan adik perempuannya mengenakan seragam maid sebagai orang Jepang ideal. Asia tidak semenarik itu, tahu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba... bahwa hal itu mungkin... Saya harus segera memperabaiki bahasa jepang saya... oh tidak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Su... sulit untuk mengubah sesuatu yang saya sudah terbiasa&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jangan bilang bahwa kau menggunakan bahasa yang terdengar aneh ini untuk bernegosiasi dengan perwakilan dari Academy City&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura terhenyak, dan berkata &amp;quot;Ja... Jangan kuatir, jangan kuatir... tak apa-apa, tak apa-apa...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi suaranya terdengar terguncang, keringat muncul di wajahnya, dan matanya memandang kemana-mana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl menghela nafas, hembusan nafasnya dipenuhi dengan asap rokok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, mari kita bicara saat kita sampai di katedral&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya berbelok di ujung jalan. Kanzaki Kaori diam-diam sering mengunjungi restoran jepang yang terdapat di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa... apakah kita harus membicarakan hal ini!? Saya tidak mungkin berkomunikasi dengan Bahasa Jepang ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cukup, mari bicara mengenai &#039;bisnis resmi&#039; dan bukan hal tak penting seperti ini. Jika Anda tidak yakin dengan bahasa jepang Anda, kita tetap bisa berbicara dengan Bahasa Inggris.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ja-jangan konyol! Siapa bilang Saya tidak percaya diri! Ha... hanya saja... badan saya hari ini tidak terasa enak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Laura, yang merasa kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan mengenai bisnis resmi itu... sebelum kita mulai...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari balik jubah di dadanya, Laura mengeluarkan sesuatu, yang terlihat seperti dua lembar kertas memo, dan juga spidol berwarna hitam. Sebagai spesialis dalam bidang runes/relic, Stiyl langsung paham apa yang akan ia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiu chiu chiu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura mencoba meniru suara janggal seperti saat spidol digoreskan di kertas. Pada beberapa upacara penting, saat sang Uskup Besar Laura berdiri di hadapan orang banyak, dia tampak sangat agung tidak seperti manusia biasa. Tetapi sekarang, sang uskup besar tamapk seperti seorang gadis yang asal mencorat-coret buku catatannya di tengah jam pelajaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau bisa, Saya berharap dia dapat mempertahankan personanya yang agung)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikir Stiyl, sambil memegang rokok dan tertegun. Dia sangat terganggu dengan suara tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... maafkan saya, tapi boleh saya bertanya apa yang Anda lakukan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl bertanya, sambil mengertakkan gigi dan dengan badan agak bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dahinya menjadi pucat, Stiyl memutuskan untuk bersabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya untuk berjaga-jaga. Ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura menggambar hal yang sama di kedua lembar kertas tersebut, dan memberikan salah satunya pada Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah-ah-ah apakah kamu dapat mendengar saya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl merasakan suaranya berasal dari dalam pikirannya. Dia memandang Laura, yang bibir mungilnya tidak bergerak sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Apakah ini talisman untuk berkomunikasi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pikiran kita dapat dihantarkan secara langsung tanpa perlu berbicara.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl mengamati lembaran tersebut. Tampaknya Laura menciptakan sepasang talisman ini karena sarannya agar orang di sekelilingnya tidak dapat menguping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengapa suara dari hatimu juga terdengar konyol!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Tu... tunggu sebentar, Stiyl! Sekarang saya bicara dengan Bahasa Inggris!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia tidak mengeluarkan suara sedikitpun, Laura tampak panik, hingga mengejutkan kucing-kucing yang berbaring di depan restoran yang belum dibuka. Stiyl menghela nafas. Segala otoritas dan keagungan yang dimiliki seorang Uskup Besar runtuh sudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi mungkin ada yang salah saat pesan ini dikirim. Meskipun terdengar janggal, tapi tidak mempengaruhi pembicaraan kita. Mari kita bicara langsung ke bisnis yang seharusnya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...Uu... ehem ehem, baiklah, mari.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya Laura hendak mengatakan sesuatu, tetapi dia menelannya kembali, dan kembali ke permasalahan utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Stiyl, apakah pernah mendengar tentang &#039;Kitab Hukum&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu adalah kitab sihir. Jika tidak salah, pengarangnya adalah Edward Alexander &amp;quot;&lt;br /&gt;
Edward Alexander. Juga dikenal sebagai Crowley.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa orang berkata bahwa dia adalah penyihir paling dipuja pada abad ke 20, dan ada yang berkata dia adalah penyihir terburuk pada abad ke 20. Sesuai dengan kelakuan dan perangainya yang melampaui imajinasi dan pemikiran umum, dia pernah diusir dari berbagai negara. Dia berhasil memancing kreativitas para artisan, tetapi juga memacing kemarahan para penyihir. Seorang legenda. Menurut sejarah, dia wafat pada 1 Desember 1947. Beberapa orang bahkan merasa dunia menjadi lebih damai pada saat dia mati. Hal ini menunjukkan banyaknya kontroversi dan masalah yang ia timbulkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu sang penyhir besar itu wafat, secara lumrah, akan ada orang-orang yang mengaku sebagai pengikut atau pewaris dirinya. Sampai sekarang sistem magis yang mereka buat terus membuat pusing organisasi-organisasi yang khususnya masih mengincar Crowley.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tetapi, kalau tak salah, bukankah buku asli &#039;Kitab Hukum&#039; masih disimpan didalam perpustakaan gereja Vatikan di Roma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar gadis kecil yang bernama Index itu dapat merekam dalam ingatannya 103,000 teks sihir, Stiyl harus menemaninya keliling dunia sebagai penjaganya. Meskipun dia tidak melihat isinya, Stiyl masih ingat dimana lokasi 100 teks yang paling ternama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu benar. Dari 1920 hingga 1932, Crowley beraksi di pulau Sicilia di Itali. Menurut cerita &#039;Kitab Hukum&#039; pertama kali terdengar saat itu.&amp;quot; Kata Laura dengan nada seperti membaca bacaan buku pelajaran sejarah.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Stiyl, kamu tahu kenapa kitab ini begitu berharga?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karakteristik dari Kitab tersebut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terlepas dari benar atau salah, mengenai karyanya, ada beberapa legenda yang terkait dengannya. Beberapa percaya bahwa Crowley memanggil (summon) Aiwass sang malaikat penjaga, mempelajari &#039;Teknik malaikat&#039; yang tak seorangpun manusia bisa menggunakannya, dan dicatat kedalam &#039;Kitab Hukum&#039;. Ada yang percaya bahwa saat &#039;Kitab hukum&#039; dibuka, era ke-kristen-an akan berakhir, dan manusia akan masuk ke era baru... Untuk alasan yang pertama, seorang malaikat yang tidak bisa berpikir tidak bisa mengajarkan manusia, tapi kami lebih khawatir dengan alasan yang kedua. Tetapi... &amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Gereja Puritan Inggris, mereka berasumsi bahwa itu adalah buku sihir berisi banyak mantra dashyat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, kalau mendengar hal itu, seseorang akan bertanya-tanya. Kenapa cuma disebut &#039;Asumsi&#039;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index seharusnya sudah tahu isi &#039;Kitab Hukum&#039;. Alasannya adalah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya yakin kamu tahu bahwa belum ada orang yang paham kitab ini? Tetapi kitab ini, meskipun semua kitab sihir ditulis dengan kode, adalah suatu pengecualian. Bahkan Index sudah menyerah membacanya, dan Sherry Cromwell, yang merupakan spesialis dalam menterjemahkan kode, juga gagal melakukannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, tidak ada yang bisa menerjemahkan &#039;Kitab Hukum&#039;. Menurut apa yang Index katakan, berdasarkan pengetahuan kita yang terbatas, tidak ada yang mampu menerjemahkannya. Jadi, dia hanya mampu menghafal semua kode tersebut mentah-mentah dari &#039;Kitab Hukum&#039; dikepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, laura tersenyum lebar, lalu berkata, &amp;quot;Kemudian, jika seseorang yang dapat memecahkan kode &#039;Kitab Hukum&#039; muncul, apa yang kamu pikir konsekuensinya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kamu coba katakan...!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terperanjat, Stiyl menatap Laura. Tapi dia tidak terlihat seperti bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada seorang suster Katolik Roma bernama Ursula Aquinas. Tetapi, dia hanya tahu cara menerjemahkannya, dan belum pernah membaca isinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana itu bisa terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ursula kelihatannya berhasil menemukan cara memecahkannya dengan membaca sebagian dari salinan naskahnya. Saat ini dia hanya memiliki bagian daftar isi, kata pengantar, dan hanya beberapa halaman lainnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naskah asli dari &#039;Kitab Hukum&#039; saat ini dijaga dengan keamanan ketat, maka orang biasa seharusnya tidak bisa mendapatkannya dengan mudah. Kecuali untuk mereka seperti Index, sangat berbahaya bila orang lain bisa membaca naskah yang asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saat ini... Gereja Katolik Roma kekurangan sumber daya manusia karena perhelatan kekuasaan. Mereka mungkin mencoba menggunakan &#039;Kitab Hukum&#039; untuk mendapatkan pegangan. Orang-orang itu mungkin memandangnya sebagai cetak biru senjata model baru...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut laporan, meskipun Gereja Katolik Roma masih sekte kristen yang terbesar di dunia, tiga ribu orang yang membentuk &#039;Gregorian Chant&#039; (Trans note: Chant = nyanyian seperti mantra) telah dikalahkan sang alkemis, karena itu kekuasaan mereka melemah. Agar menjaga posisi mereka di puncak sekte kristen, adalah mungkin mereka akan menggunakan pengetahuan dalm &#039;Kitab Hukum&#039; untuk merancang sesuatu yang dapat menggantikan &#039;Gregorian Chant&#039; untuk mengisi kekurangan dalam pertahanan mereka. Hal ini tidak mengejutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, mereka tidak akan menggunakan &amp;quot;Kitab Hukum&#039; untuk membangun kekuatan tempur. Paling tidak dalam jangka pendek, Gereja Katolik tidak akan menyerang seseorang demi &#039;Kitab Hukum. Kamu tidak perlu kuatir.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hoho, Itu rahasia! Dan saya tidak akan membocorkannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Laura bicara dengan penuh percaya diri, Stiyl hanya bisa tertegun dan memikirkan apa yang mungkin telah terjadi. Apakah Gereja Puritan Inggris telah menandatangani perjanjian dengan Gereja Katolik Roma, melarang penggunaan &#039;Kitab Hukum&#039;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(... Jika benar begitu, mengapa Gereja Katolik Roma menggunakan Ursula untuk memecahkan isi &#039;Kitab Hukum&#039;?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Melihat ekspresi mukamu, kelihatannya kamu masih belum percaya. Benar-benar, bukankah saya sudah berkata jangan kuatir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tetapi kalau...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, berhenti menggangguku. Meskipun Gereja Katolik Roma ingin menggunakan &#039;Kitab Hukum&#039; untuk tujuan apapun, mereka tidak dapat melakukannya sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Stiyl sempat bertanya kenapa, Laura sudah melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena &#039;Kitab Hukum&#039; sudah dicuri oleh Ursula Aquinas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa.... Oleh Siapa!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl kaget hingga mengeluarkan suara lantang. Para pekerja kantoran di sekitar mereka yang sedang berjalan menuju stasiun, begitu mendengar teriakannya, menoleh kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pekerjaan yang akan saya serahkan kepadamu berikutnya adalah misi berikutnya. Organisasi, yang melakukan tindak kriminal ini, adalah Gereja Katolik Amakusa di Jepang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Amakusa....&amp;quot; Adalah sekte kristen di jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kolega Stiyl, Kanzaki Kaori, adalah mantan pemimpin sekte ini. Tetapi Stiyl sendiri tidak menganggapnya sebagai sekte kristen. Gereja katolik Amakusa tercampur dengan banyak aspek agama Shinto dan Buddha, basis dari iman kristen sudah lama hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Katolik Amakusa sangat kecil dibandingkan agama lain di Roma, Inggris, Russia dan negara lainnya. Sekarang, setelah Kanzaki tidak ada, sebagai pilar utama mereka, mudah terbayangkan jika mereka berusaha mencuri &#039;Kitab Hukum&#039; agar mendapat kekuatan baru. Apalagi &#039;Kitab Hukum&#039; mampu menghancurkan keseimbangan diantara gereja-gereja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Ursula Aquinas dan &#039;Kitab Hukum&#039; jatuh ke tangan Katolik Amakusa, mereka bisa menggunakannya kapan saja. Bahkan, ganjil bila mereka tidak menggunakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi!&amp;quot; Stiyl menyanggah dengan kasar, &amp;quot;Bukankah &#039;Kitab Hukum&#039; tersembunyi di dalam perpustakaan Vatikan? Untuk organisasi kecil seperti Katolik Amakusa, yang menginginkan kekuasaan lebih, mereka tidak mungkin bisa masuk! Saya mengawal Index saat memasuki perpustakaan Vatikan, jadi saya yakin bahwa tidak ada sudut mati disana! Satu hal yang bisa menggambarkan tempat itu adalah benteng besi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebenarnya, &#039;Kitab Hukum&#039; tidak ada di dalam perpustakaan Vatikan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;APA?&amp;quot; Ekspresi muka Stiyl menjadi kaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kereta kuda yang digunakan untuk wisata melewati Stiyl saat kudanya meringkik, plat nomor yang tergantung dibelakang kereta bergoyang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Untuk penyelenggaraan ajang pameran internasional, Gereja Katolik Roma mengirim &#039;Kitab Hukum&#039; ke museum di Jepang. Seperti Gereja Laterano di Roma, mereka percaya bahwa &#039;Putra Allah&#039; berdarah saat melalui &#039;Jalan Salib&#039;. Kamu harusnya tahu kenapa hal-hal ini dipamerkan ke khalayak umum, benar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap beberapa tahun, Gereja akan memamerkan barang bersejarah atau alkitabiah kepada publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya sederhana. Hal-hal ini adalah &#039;alat&#039; untuk menarik sumbangan dan pengikut. Setelah kehilangan sumber daya tempur terbesar mereka, tiga ribu penengadah &#039;Gregorian Chant&#039;, Gereja Katolik Roma pasti berusaha menggalang kekuatan melalui berbagai cara, termasuk pengembangan mantra dan pelatihan anggotanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hal yang paling efektif adalah merekrut para &#039;pengikut baru&#039; di tempat-tempat dimana orang kristen sedikit. karena hal itulah, Jepang adalah sasaran yang tepat. Tetapi karena pengikutnya hanya sedikit, dukungan yang dapat Gereja berikan tidak banyak saat ini. Kelihatannya Katolik Amakusa telah mempertimbangkan waktunya dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sungguh konyol... membawa benda yang berbahaya dan menunjukkannya pada dunia, dan bahkan sampai kehilangan hal tersebut selama berjalan. Gereja Katolik Roma telah mempermalukan kekristenan kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ho-ho, aku percaya Katolik Roma punya pemahaman yang lebih dalam dari kita. Meskipun secara geografis lebih unggul, tetapi untuk sebuah benda milik Gereja Katolik Roma dicuri oleh sebuah sekte kecil di timur jauh, jadi saya rasa merekalah yang dipermalukan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, apakah ini berarti mereka minta tolong kepada kita?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, mereka mau membereskan ini dengan cara mereka sendiri. Aku sudah berusaha keras untuk mendapatkan informasi ini. Bagi mereka, ini mungkin hanya untuk menyelamatkan muka, tetapi Aku sungguh ingin menegur mereka, dan mengatakan &#039;Jangan bermimpi tentang hal itu lagi&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Apa ini artinya kita tidak mencari &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula untuk kepentingan Katolik Roma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mereka tidak mau membocorkan hal itu, tapi jika Ursula Aquinas benar-benar bisa menerjemahkan &#039;Kitab Hukum&#039; maka kita secara langsung maupun tidak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Kamu berusaha membantu mereka? Apakah kamu pikir para &#039;Biarawan Tinggi&#039; itu akan mau membalas niat baik kita?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl berbicara dengan nada jijik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam impresi Stiyl, mungkin karena mereka pernah mengendalikan seluruh Eropa, Katolik Roma tentu saja, disamping mereka yang tidak mengenal sihir, adalah orang-orang yang tinggi hati. Khususnya para biarawan dan uskup dari garis keras yang juga keras kepala. Jangankan melawan mereka, jika seseorang berusaha membantu mereka, mereka dengan sombong akan berkata, &amp;quot;Kita tidak sebegitu rendahnya hingga perlu menerima bantuan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak punya niat untuk membantu orang-orang yang mengorupsi Gereja dan menyebabkan perpecahan. Tetapi, kita memiliki masalah yang lebih besar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kanzaki Kaori menghilang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Laura mengatakannya dengan begitu jelas, Stiyl langsung berpaling kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki adalah pemimpin sekte Amakusa sebelumnya. Sekarang, meskipun dia telah meninggalkan Amakusa, dia masih peduli pada mereka. Saat mengetahui bahwa mereka telah membuat masalah, dan sekarang berhadapan dengan Gereja katolik Roma, sekte kekristenan terbesar di dunia dengan 2 milyar pengikut, bagaimana dia akan berreaksi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki adalah seorang Saint, satu dari kurang dari dua puluh orang di dunia yang memiliki &#039;Stigma&#039;. Kekuatan yang ia miliki hampir sama dengan kekuatan bom nuklir. Kalau ia meninggalkan Gereja Puritan Inggris, dan secara terang-terangan menyerang Gereja Katolik Roma, apa konsekuensi dari tindakan tersebut...?&lt;br /&gt;
(TNote: Gw sengaja ga pake kata Santa/Santo biar tidak rancu dengan arti sebenarnya dan biar terdengar lebih keren :P )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejauh yang kukenal, dia akan melakukan apapun. Kalau dia orang biasa hal ini tidak akan bermasalah, tetapi dengan kekuatan yang ia miliki...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura menghela nafas dalam-dalam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku hanya berharap kamu bisa memberesakan masalah ini sebelum Kanzaki melakukan sesuatu yang sangat buruk. Ini adalah prioritas utamamu. Aku tidak peduli apa yang akan kamu lakukan, apakah itu menyelamatkan &#039;Kitab Hukum&#039; atau Ursula, memerintahkan Amakusa untuk menyerah, atau memaksa Amakusa atau Kanzaki untuk menyerah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu menginginkanku menjatuhkan Kanzaki?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika memang terpaksa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura secara jelas dan tegas berkata, &amp;quot;Begitu para anggota kita beres dengan misi mereka, aku akan mengirim mereka ke Roma dan Jepang. Tetapi, aku berharap kamu bisa membereskan ini sendiri. Pergilah ke Academy City dahulu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaikan ingin membuang keraguannya sendiri, Stiyl menghembuskan asap putih rokoknya. Dia tidak kuatir kalau harus bekerja sendirian, tetapi Stiyl sang penyihir tidak cocok bekerja dengan kelompok. Selain cacat pada karakternya, sihir api yang dia gunakan juga menjadi masalah besar. Jika ia tidak berhati-hati dan menggunakan kekuatan penuh, rekan-rekannya bisa berakhir ikut tertelan api dan asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Innocentius&#039; miliknya akan semakin tangguh semakin banyak runes yang dipasang. Meskipun tidak bisa diandalkan, tetapi kekuatannya tidak dapat diremehkan. Kobaran api bersuhu 3000 derajat celcius yang dapat bergerak bebas. Untuk mengejar musuhnya, ia bahkan dapat melelehkan besi dengan mudah. Bagi musuh-musuhnya, ia bagaikan dewa kematian. Dan selain tangan kanan anak itu, hampir tidak ada cara lain untuk menghentikan &#039;Innocentius&#039;. Dengan sihir mengerikan ini, Stiyl telah menghancurkan beberapa asosiasi sihir hanya sendirian beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, bekerja sendiri bukanlah masalah baginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah ini masalah di sisi gereja? mengapa harus melibatkan sisi ilmuwan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Index.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura menyebutkan nama seseorang... tidak, nama sebuah alat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena hal ini berkaitan dengan kitab sihir... khususnya naskah asli &#039;Kitab Hukum&#039;, kita membutuhkan semua pengetahuan teknis yang ada. Saya telah berbicara dengan Academy City, dan kamu bisa membawa &#039;itu&#039;. Dengan satu syarat, yaitu membawa juga pengawalnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apalagi? Kamu jarang bisa bekerja dengan &#039;itu&#039;, kenapa kamu tampak muram?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak apa-apa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl tampak menahan berbagai perasaan yang bergejolak didalam dirinya, ekspresi di wajahnya tiba-tiba memudar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...pengawalnya, apakah si Imagine Breaker?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Kamu seharusnya bisa menggunakannya. Oh, coba jangan dibunuh, karena dia barang pinjaman.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Membawa orang dari Academy City ke dalam pertarungan antar penyihir, bukankah hal ini akan menimbulkan masalah?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengenai hal itu, kita bisa menyelesaikannya dengan beberapa trik sederhana. Tentu saja, kondisi yang diberikan pihak mereka tidak bisa dihindari, dan aku tidak punya waktu untuk bernegosisasi dengan mereka.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh... begitu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl tidak mengerti bagaimana pimpinan dari Academy City berpikir, maupun apa yang Laura, yang berdiri tepat di sampingnya, sedang berpikir apa. Mungkin mereka melakukan beberapa perjanjian di bawah tangan. Apapun itu, hal-hal ini diluar campur tangan para bawahan seperti Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, Stiyl, bawa ini juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura mengeluarkan sebuah kalung dengan salib kecil dari lengan jubahnya yang sederhana, dan melemparkannya pada Stiyl. Stiyl menangkap simbol dari kepercayaan mereka ini, dan bertanya;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebuah perangkat? Meskipun tidak terlihat di lengkapi dengan sihir apapun.&amp;quot;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya hadiah kecil bagi Ursula Aquinas. Jika kamu bertemu dengannya, segera cari kesempatan untuk memberikan itu kepadanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl tidak mengerti apa maksudnya, dan Laura tidak berniat menjelaskan. Ini adalah skenario &amp;quot;Jangan tanya, lakukan saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini keduanya berhenti melangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berjalan sepuluh menit dari stasiun kereta London yang luar biasa besar, tampak sebuah gereja yang tampak tidak pantas disebut &#039;katedral&#039; di hadapan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katedral St. George. Kota suci kegelapan yang berisi sejarah mengerikan perburuan penyihir, pengadilan agama dan bahkan bagi wanita perancis yang terkenal itu Joan of Arc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalan mendahului Stiyl, Laura memegang pegangan sang pintu raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura mendorong kedua daun pintu yang tampak berat itu dan mengundang sang pendeta untuk masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak lagi menggunakan kartu runes, dan membuka mulutnya yang mungil, yang bagaikan buah persik, dan berbicara dengan suara jernih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengenai detilnya, akan kita bicarakan di dalam.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Volume7_Illustrations|Illustrations]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1|Bab 1: Pemuja Ilmu Pengetahuan]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=65669</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=65669"/>
		<updated>2010-05-17T02:59:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Volume 7 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Warning:ATP}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:To Aru Majutsu no Index cover.jpg|200px|thumb|Volume 01 cover.]]&lt;br /&gt;
To Aru Majutsu no Index (とある魔術の禁書目録) project page.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri&#039;&#039;Aru Majutsu no Index&#039;&#039;juga terdapat dalam berbagai bahasa: :&lt;br /&gt;
*[[To Aru Majutsu no Index]] english&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Nb: proses penerjemahan tergantung dalam versinya masing-masing.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Datang di situs Baka-Tsuki Project Forum untuk mendiskusikan seri ini dan informasi lainnya dari Baka-Tsuki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun berlatar belakang di sebuah kota yang para siswanya memiliki kekuatan super berkat teknologi canggih, tetapi di dunia ini sihir juga ada. Tangan kanan Touma Kamijou, Imagine Breaker, dapat meniadakan semua sihir, kekuatan psikis, ataupun kekuatan suci, tetapi tidak nasib buruknya sendiri. Suatu hari ia menemukan seorang gadis kecil yang tergeletak di pagar balkonnya. Ternyata ia adalah seorang biarawati dari Gereja Inggris, dan dalam otaknya telah terekam Indeks-Librorum-Prohibitorum - semua buku sihir yang telah dihapus dari peredaran oleh Gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemah  ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang pengen bantu bantu aja. Bantuin para pembaca ngedit&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah di minta untuk menandai semua bab yang mereka inginkan untuk diterjemahkan di  [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] yang sedang dikerjakan&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Format Standards ===&lt;br /&gt;
Setiap bab (setelah di edit) harus dikonfirmasikan hingga terpenuhi. Lihat link di samping. [[Format_guideline|Format/Style Guideline]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk diterjemahkan, cukup melihat dari seri To_Aru_Majutsu_No_Index English, namun apabila kalian bisa menerjemahkan bahasa jepang juga, kami harap kalian bisa menjadi penerjemah jepang juga. apabila kalian melihat versi China, mungkin ada beberapa kesalahan jadi kalian dapat mengeditnya hingga terasa bagus menurut kalian. Tak perlu takut bila ada kesalahan, kami bisa mengembalikan kesalahan tersebut jika memang dibutuhkan. kami juga dapat melihat semua yang kalian lakukan untuk memperbaikinya. jadi, lakukan saja daripada sembunyi atau menunggu. kurang kerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Updates==&lt;br /&gt;
*December 11, 2009 - project page created.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri &#039;&#039;To Aru Majutsu no Index&#039;&#039; oleh Kazuma Kamachi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_pendahulu|Pendahulu]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume2_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume3_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume4_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog: Halaman itu dibuka (100%)]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_1|Bab 1 - Pemuja Ilmu Pengetahuan (5%)]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2 - Gereja Katolik Roma]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_3|Bab 3 - Gereja Anglikan]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_4|Bab 4 - Gereja campuran AMAKUSA]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Epilog|Epilog: Halaman itu ditutup]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Penutup|Kata penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume9_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume12_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume12_Pendahulu|Pendahulu]] &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume13_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 6&lt;br /&gt;
::*Chapter 7 &lt;br /&gt;
::*Chapter 8 &lt;br /&gt;
::*Chapter 9 &lt;br /&gt;
::*Chapter 10 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Project Staff==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Project Administrator:  &lt;br /&gt;
*Project Supervisor: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Translator===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Kili|Kili]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Gerrymon|Gerrymon]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Editors===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua editor yang memakai  English and Indonesia dengan benar diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:xenocross|xenocross]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==More Information==&lt;br /&gt;
* [http://en.wikipedia.org/wiki/To_Aru_Majutsu_no_Index The wikipedia article].&lt;br /&gt;
* [http://www12.atwiki.jp/index-index/ とある魔術の禁書目録　Index] (日本語、そしてネタバレの危険性がある！)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=65668</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=65668"/>
		<updated>2010-05-17T02:57:36Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Bab 1: Academy City, Pemuja Ilmu Pengetahuan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bagian 1 ===&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi-semester kedua terasa sangat padat. Ada banyak aktivitas yang ada pada semester ini sampai tak terhitung. Daihaisai, Ichihanaransai, hiking, pelatihan, wisata sekolah, hari apresiasi seni, hari pembelajaran sosial, hari kerja-bakti, ujian akhir semester, kelas tambahan dan dan kelas remedial yang ditakuti! Untuk mempersiapkan berbagai festival itu semua orang akan sangat sibuk&amp;quot; (Note: walau menggunakan istilah semester tapi ini sebenarnya di Jepang menggunakan sistem caturwulan (3 periode) semester 2 dimulai pada bulan September)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8 September.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lewat tengah hari, selagi berjalan di koridor sekolah, Tsuchimikado Maika berbicara dengan santai. Umurnya kurang lebih sama dengan Index, dan mungkin lebih muda, tapi dia selalu memakai seragam maid. Apa yang lebih menakjubkan adalah dia bisa dengan santai duduk diatas robot pembersih berbentuk tabung. Kalau mesin tersebut bergerak sesuai dengan instruksi yang diterima, Maika akan menaruh sapu dihadapannya, sehingga mesing itu hanya bisa bergoyang perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku bosan. Lalu mau ngapain lagi? Touma sudah tidak peduli lagi, bahkan untuk bermain sama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memprotes, sambil meliuk-liukan badannya, pada Maika. Rambut peraknya bergoyang bersama dengan kerudung putih yang Ia kenakan. Kucing Calico di pelukan tangannya yang ramping itu tampak tertarik dengan hiasan emas mengkilap di kerudungnya, sambil mengulurkan kaki depan ke arahnnya dan mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index paham bahwa Kamijo tampak sangat sibuk akhir-akhir ini. Tetapi di Academy City, Kamijo satu-satunya orang yang bisa diajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijo Toume tidak mengurung Index di kamar asramanya. Index punya kunci cadangan ruangan itu, dan saat Kamijo di sekolah, Index keluar berjalan-jalan menghabiskan waktunya. (tapi dia tidak berdaya menghadapi gerbang tiket otomatis atau pemindai sidik jari, identifikasi biometrik lain, atau yang berkaitan dengan benda elektronik, dan kabur begitu saja.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Academy City berbeda dengan kota-kota lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City dibangun setelah pengembangan daerah barat Tokyo, dan 80% penduduknya adalah siswa. Saat Kamijo pergi sekolah, Himegami dan Komoe juga di sekolah. Jadi , meskipun Index ingin menemui seseorang untuk mengobrol, semuanya sedang tidak ada di jalan. Sesudah menghabiskan seminggu untuk menjelajahi tempat itu , Index hanya menemukan kakak pelayan outlet baju yang bisa diajak mengobrol jika dia sedang tidak sibuk menata toko. Tetapi Index merasa tujuannya lain saat mengajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tsuchimikado Maika yang dianggap pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, dimana semua orang harus bergerak sesuai jadwal, hanya dia yang tidak dibatasi oleh waktu. Meskipun pagi ataupun sore, Index sering menemukannya di jalan. Dia bisa ditemui di mana-mana… di toko kelontong, di departement store, di taman-taman , di bakery-bakery, di stasiun-stasiun perhentian, di asrama siswa, di jalanan, di sekolah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si robot pembersih berusaha untuk bergerak maju, dan sambil melanjutkan berbicara Maika meneplak robot tersebut dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamijou Touma punya urusannya sendiri yang harus dibereskan---jangan terlalu banyak merepotkan dia--lagipula, ini bukan karena dia mau meninggalkanmu. Sekolah benar-benar bikin cape&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uhm… aku paham… tetapi, kenapa kamu tidakpergi ke sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hoho, karena Aku adalah pengecualian---seorang maidmelakukan kerja praktek adalah hal yang wajar---!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah keterampilan khusus yang Maika ikuti bukan sekolah biasa yang masih menghasilkan maid. Para maid dari sekolah ini dididik khusus untuk mendampingi tuan mereka. Dari membersihkan sisa permen karet di jalan hingga menghadiri rapat pemimpin kelas dunia, tidak ada yang bisa menggoyangkan mereka. Jadi Maika harus pergi kemana-mana dan melakukan berbagai macam &#039;kerja praktek&#039;. Tetapi, tidak semua siswa bisa keluar dan melakukan &#039;kerja praktek&#039; seperti Maika. Ini adalah hak istimewa yang diperoleh setelah melewati tes-tes di sekolahnya dan mereka merasa meskipun dia masih dalam masa pelatihan, dia memiliki kemampuan yang cukup agar tidak mempermalukan nama baik sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang tidak tahu kerja keras dan keringat dibalik semua itu, dengan polos memiringkan kepalanya yang mungil dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi selama Aku menjadi maid, Aku bisa pergi kemana saja kapan saja? Tidak dibatasi sekolah? Bahkan bisa pergi ke sekolah Touma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_035.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, maid tidak tidak seperti itu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu Aku mau jadi maid! Lalu Aku bisa pergi dan bermain bersama Touma!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun terdengar menyentuh hati, tapi kehidupan maid itu benar-benar tangguh. Khususnya untuk orang seperti kamu, yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan menunggu Touma menyiapkan makan siang setiap pagi. Menjadi maid sungguh sulit untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu biar Touma saja yang jadi maid! Jadi Aku bisa memanggil Touma untuk  bermain bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini benar-benar menyentuh hati tapi, demi Kamijou Touma, aku sarankan kamu tidak mengatakan hal itu kepadanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uuu--uuu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang kebosanan itu menggembung-gembungkan pipinya dan menggoyangkan badan dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm, maaf saja, tetapi kamu maupun dia, kalian berdua tidak punya waktu untuk menjadi maid&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu tiba-tiba terdengar di belakang sang  gadis yang berpakaian putih cemerlang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Index langsung menjadi kabur. Maika yang berdiri di hadapan Index, melihat orang yang berdiri di belakang dia. Selain panik, air mukanya berubah menjadi takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Siapa…)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum suster itu bisa berbalik dan bertanya, mulutnya ditutup dengan tangannya yang besar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2: Pemuja Ilmu Pengetahuan]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=65667</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=65667"/>
		<updated>2010-05-17T02:54:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: part 1 done&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Bab 1: Academy City, Pemuja Ilmu Pengetahuan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bagian 1 ===&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi-semester kedua terasa sangat padat. Ada banyak aktivitas yang ada pada semester ini sampai tak terhitung. Daihaisai, Ichihanaransai, hiking, pelatihan, wisata sekolah, hari apresiasi seni, hari pembelajaran sosial, hari kerja-bakti, ujian akhir semester, kelas tambahan dan dan kelas remedial yang ditakuti! Untuk mempersiapkan berbagai festival itu semua orang akan sangat sibuk&amp;quot; (Note: walau menggunakan istilah semester tapi ini sebenarnya di Jepang menggunakan sistem caturwulan (3 periode) semester 2 dimulai pada bulan September)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8 September.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lewat tengah hari, selagi berjalan di koridor sekolah, Tsuchimikado Maika berbicara dengan santai. Umurnya kurang lebih sama dengan Index, dan mungkin lebih muda, tapi dia selalu memakai seragam maid. Apa yang lebih menakjubkan adalah dia bisa dengan santai duduk diatas robot pembersih berbentuk tabung. Kalau mesin tersebut bergerak sesuai dengan instruksi yang diterima, Maika akan menaruh sapu dihadapannya, sehingga mesing itu hanya bisa bergoyang perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi aku bosan. Lalu mau ngapain lagi? Touma sudah tidak peduli lagi, bahkan untuk bermain sama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index memprotes, sambil meliuk-liukan badannya, pada Maika. Rambut peraknya bergoyang bersama dengan kerudung putih yang Ia kenakan. Kucing Calico di pelukan tangannya yang ramping itu tampak tertarik dengan hiasan emas mengkilap di kerudungnya, sambil mengulurkan kaki depan ke arahnnya dan mengayunkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index paham bahwa Kamijo tampak sangat sibuk akhir-akhir ini. Tetapi di Academy City, Kamijo satu-satunya orang yang bisa diajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Kamijo Toume tidak mengurung Index di kamar asramanya. Index punya kunci cadangan ruangan itu, dan saat Kamijo di sekolah, Index keluar berjalan-jalan menghabiskan waktunya. (tapi dia tidak berdaya menghadapi gerbang tiket otomatis atau pemindai sidik jari, identifikasi biometrik lain, atau yang berkaitan dengan benda elektronik, dan kabur begitu saja.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi Academy City berbeda dengan kota-kota lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City dibangun setelah pengembangan daerah barat Tokyo, dan 80% penduduknya adalah siswa. Saat Kamijo pergi sekolah, Himegami dan Komoe juga di sekolah. Jadi , meskipun Index ingin menemui seseorang untuk mengobrol, semuanya sedang tidak ada di jalan. Sesudah menghabiskan seminggu untuk menjelajahi tempat itu , Index hanya menemukan kakak pelayan outlet baju yang bisa diajak mengobrol jika dia sedang tidak sibuk menata toko. Tetapi Index merasa tujuannya lain saat mengajak bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Tsuchimikado Maika yang dianggap pengecualian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Academy City, dimana semua orang harus bergerak sesuai jadwal, hanya dia yang tidak dibatasi oleh waktu. Meskipun pagi ataupun sore, Index sering menemukannya di jalan. Dia bisa ditemui di mana-mana… di toko kelontong, di departement store, di taman-taman , di bakery-bakery, di stasiun-stasiun perhentian, di asrama siswa, di jalanan, di sekolah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si robot pembersih berusaha untuk bergerak maju, dan sambil melanjutkan berbicara Maika meneplak robot tersebut dengan tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamijou Touma punya urusannya sendiri yang harus dibereskan---jangan terlalu banyak merepotkan dia--lagipula, ini bukan karena dia mau meninggalkanmu. Sekolah benar-benar bikin cape&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uhm… aku paham… tetapi, kenapa kamu tidakpergi ke sekolah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hoho, karena Aku adalah pengecualian---seorang maidmelakukan kerja praktek adalah hal yang wajar---!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah keterampilan khusus yang Maika ikuti bukan sekolah biasa yang masih menghasilkan maid. Para maid dari sekolah ini dididik khusus untuk mendampingi tuan mereka. Dari membersihkan sisa permen karet di jalan hingga menghadiri rapat pemimpin kelas dunia, tidak ada yang bisa menggoyangkan mereka. Jadi Maika harus pergi kemana-mana dan melakukan berbagai macam &#039;kerja praktek&#039;. Tetapi, tidak semua siswa bisa keluar dan melakukan &#039;kerja praktek&#039; seperti Maika. Ini adalah hak istimewa yang diperoleh setelah melewati tes-tes di sekolahnya dan mereka merasa meskipun dia masih dalam masa pelatihan, dia memiliki kemampuan yang cukup agar tidak mempermalukan nama baik sekolahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, yang tidak tahu kerja keras dan keringat dibalik semua itu, dengan polos memiringkan kepalanya yang mungil dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi selama Aku menjadi maid, Aku bisa pergi kemana saja kapan saja? Tidak dibatasi sekolah? Bahkan bisa pergi ke sekolah Touma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_035.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukan, maid tidak tidak seperti itu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu Aku mau jadi maid! Lalu Aku bisa pergi dan bermain bersama Touma!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun terdengar menyentuh hati, tapi kehidupan maid itu benar-benar tangguh. Khususnya untuk orang seperti kamu, yang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dan menunggu Touma menyiapkan makan siang setiap pagi. Menjadi maid sungguh sulit untukmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalo begitu biar Touma saja yang jadi maid! Jadi Aku bisa memanggil Touma untuk  bermain bersama!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini benar-benar menyentuh hati tapi, demi Kamijou Touma, aku sarankan kamu tidak mengatakan hal itu kepadanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uuu--uuu---&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis yang kebosanan itu menggembung-gembungkan pipinya dan menggoyangkan badan dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm, maaf saja, tetapi kamu maupun dia, kalian berdua tidak punya waktu untuk menjadi maid&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu tiba-tiba terdengar di belakan gadis yang berpakaian putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikiran Index langsung menjadi kabur. Maika yang berdiri di hadapan Index, melihat orang yang berdiri di belakan dia. Selain panik, air mukanya berubah menjadi takut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Siapa…)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum suster itu bisa berbalik dan bertanya, mulutnya ditutup dengan tangannya yang besar.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2: Pemuja Ilmu Pengetahuan]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=64341</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=64341"/>
		<updated>2010-04-27T09:23:38Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Volume 7 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Warning:ATP}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:To Aru Majutsu no Index cover.jpg|200px|thumb|Volume 01 cover.]]&lt;br /&gt;
To Aru Majutsu no Index (とある魔術の禁書目録) project page.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri&#039;&#039;Aru Majutsu no Index&#039;&#039;juga terdapat dalam berbagai bahasa: :&lt;br /&gt;
*[[To Aru Majutsu no Index]] english&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Nb: proses penerjemahan tergantung dalam versinya masing-masing.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Datang di situs Baka-Tsuki Project Forum untuk mendiskusikan seri ini dan informasi lainnya dari Baka-Tsuki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun berlatar belakang di sebuah kota yang para siswanya memiliki kekuatan super berkat teknologi canggih, tetapi di dunia ini sihir juga ada. Tangan kanan Touma Kamijou, Imagine Breaker, dapat meniadakan semua sihir, kekuatan psikis, ataupun kekuatan suci, tetapi tidak nasib buruknya sendiri. Suatu hari ia menemukan seorang gadis kecil yang tergeletak di pagar balkonnya. Ternyata ia adalah seorang biarawati dari Gereja Inggris, dan dalam otaknya telah terekam Indeks-Librorum-Prohibitorum - semua buku sihir yang telah dihapus dari peredaran oleh Gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemah  ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang pengen bantu bantu aja. Bantuin para pembaca ngedit&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah di minta untuk menandai semua bab yang mereka inginkan untuk diterjemahkan di  [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] yang sedang dikerjakan&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Format Standards ===&lt;br /&gt;
Setiap bab (setelah di edit) harus dikonfirmasikan hingga terpenuhi. Lihat link di samping. [[Format_guideline|Format/Style Guideline]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk diterjemahkan, cukup melihat dari seri To_Aru_Majutsu_No_Index English, namun apabila kalian bisa menerjemahkan bahasa jepang juga, kami harap kalian bisa menjadi penerjemah jepang juga. apabila kalian melihat versi China, mungkin ada beberapa kesalahan jadi kalian dapat mengeditnya hingga terasa bagus menurut kalian. Tak perlu takut bila ada kesalahan, kami bisa mengembalikan kesalahan tersebut jika memang dibutuhkan. kami juga dapat melihat semua yang kalian lakukan untuk memperbaikinya. jadi, lakukan saja daripada sembunyi atau menunggu. kurang kerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Updates==&lt;br /&gt;
*December 11, 2009 - project page created.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri &#039;&#039;To Aru Majutsu no Index&#039;&#039; oleh Kazuma Kamachi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_pendahulu|Pendahulu]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume2_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume3_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume4_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog: Halaman itu dibuka (100%)]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_1|Bab 1 - Pemuja Ilmu Pengetahuan (0%)]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2 - Gereja Katolik Roma]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_3|Bab 3 - Gereja Anglikan]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_4|Bab 4 - Gereja campuran AMAKUSA]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Epilog|Epilog: Halaman itu ditutup]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Penutup|Kata penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume9_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume12_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume12_Pendahulu|Pendahulu]] &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume13_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 6&lt;br /&gt;
::*Chapter 7 &lt;br /&gt;
::*Chapter 8 &lt;br /&gt;
::*Chapter 9 &lt;br /&gt;
::*Chapter 10 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Project Staff==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Project Administrator:  &lt;br /&gt;
*Project Supervisor: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Translator===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Kili|Kili]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Gerrymon|Gerrymon]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Editors===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua editor yang memakai  English and Indonesia dengan benar diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:xenocross|xenocross]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==More Information==&lt;br /&gt;
* [http://en.wikipedia.org/wiki/To_Aru_Majutsu_no_Index The wikipedia article].&lt;br /&gt;
* [http://www12.atwiki.jp/index-index/ とある魔術の禁書目録　Index] (日本語、そしてネタバレの危険性がある！)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=64340</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Bab_1&amp;diff=64340"/>
		<updated>2010-04-27T09:22:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: Create ch 1~&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== Bab 1: Academy City, Pemuja Ilmu Pengetahuan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Bagian 1 ===&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi-semester kedua terasa sangat padat. Ada banyak aktivitas yang ada pada semester ini sampai tak terhitung. Daihaisai, Ichihanaransai, hiking, pelatihan, wisata sekolah, hari apresiasi seni, hari pembelajaran sosial, hari kerja-bakti, ujian akhir semester, kelas tambahan dan dan kelas remedial yang ditakuti! Untuk mempersiapkan berbagai festival itu semua orang akan sangat sibuk&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;!--&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
“So—the second semester is rather hectic. There are so many activities during this time that we can’t count them all. Daihaisai, Ichihanaransai, hiking, training, school excursions, Arts appreciation day, Social learning day, Cleaning day, End-of-term exams, tuition and the dreaded after-class remedial! To prepare for all these festivals, everyone will be very busy. “(Note: The curriculum in Japan for primary and secondary school education has 3 semesters. A school year starts in April, and the second semester starts in September, after summer vacation.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
September 8th.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In the afternoon, while walking on the corridor, Tsuchimikado Maika spoke casually. She&#039;s about as old as Index, and maybe a bit smaller, but she always wears a maid uniform. What’s more amazing is that she normally sits on the cylindrical cleaning machine. If the cleaning machine were to move according to the instructions it gets, Maika would put a broom in front of it, so that it can only shake about gently.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“But I’m bored now. What should I do? Touma didn’t even care about me, or even play with me!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index rattles on, shaking her body around, protesting towards Maiko. Her silver hair sways together with her white nun cap. The calico cat in her slender arms seems to be attracted to the shiny gold embroidery on her cap, raising its front paws and swinging them around.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index understands that Kamijo seems to be busy recently. But in Academy City, Kamijo is the only one who talks to her.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Of course, Kamijo Touma did not confine Index inside his room in the dormitory. Index has the spare key to the room, and when Kamijo is at school, Index would go around spending her time (but she’s powerless when it comes to the automatic ticket gates, or any fingerprint, pulse or human nervous flow identifier, or anything related to electronics, and will run away.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
However, Academy City is different from any other city.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Academy City was built soon after the development of west Tokyo, and 80% of its population are students. When Kamijo goes to school, Himegami and Komoe will also be at school. So, even if Index wants to find someone to talk to, the streets are empty. Although after spending a week exploring, Index found that the big sister at the clothes shop will talk to her if she’s not arranging the goods. However, Index feels that her objective is not just to talk to her only.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Only Tsuchimikado Maika can be considered an exception.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In Academy City, where everyone has to act according to time, only she is not constrained by time. Even if it is the morning or the afternoon, Index will occasionally find her on the streets. She can be found everywhere…… Convenience store, department stores, parks, bakeries, station buildings, student dormitories, streets, schools……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The robot continues to try and move forward, and Maika says as she smacks the robot with her hand.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamijo Touma has his own things to do----you can’t give him too much trouble—anyway, it’s not like he intentionally left you behind. Studying is a really tiring thing.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhm……I understand……but, why does Maika not need to go to school?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hoho, because I’m an exception—a maid doing practical work is a very normal thing----!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The home economics school that Tsuchimikado Maika attends isn’t just any ordinary weird school that still produces maids in this age. The maids in this school are specially trained to ‘assist’ their masters. From cleaning up chewing gums on the streets to having a meeting with the leaders of the world, nothing can stump them. So, Maika has to go everywhere to do all sorts of ‘practical work’. However, not all the students can go out and do ‘practical work’ like Maika. This is a special privilege that is earned after the school tests the student and feels that ‘although she’s an apprentice maid, she’s capable enough to not disgrace the school’s name’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, who does not understand the toil and tears behind all these, tilts her cute little head and says,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“As long as I’m a maid, I could go wherever I want anytime? Not confined by school? Even able to go to Touma’s school?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_035.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No, a maid isn’t really like that—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Then I want to be a maid! Then I can go and play with Touma!”     &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Although it sounds touching, but the life of a maid is really tough. Especially for someone like you, who can’t do housework and waits for the boy to prepare your lunch in the morning. Being a maid would be really tough for you.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Then let Touma be the maid! Then I’ll call Touma to play with me!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“This really sounds so touching that someone could cry, but for Kamijo Touma’s sake, I advise you not to tell him that.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uuu—uuuu---”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The bored girl beats her cheeks, rapidly swinging her body around.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, I’m sorry, no matter whether it’s you or him, both of you won’t have the time to be maids”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A voice suddenly came from behind the pure white girl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?”	&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index’s mind instantly went blank. Maika, who’s facing Index, saw the figure behind her. Besides panic, there was a look of fear on her face.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Who is it……)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Before the nun could turn and ask, a large hand covers her mouth like tape.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Part 2===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
The ordinary high school student, Kamijo Touma is slowly walking down the street in the evening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The cylindrical cleaning machines passes by him. The blades of the windmills, which have replaced electric cables, kept spinning like they’re chasing away the crows in the city. There are many hot-air balloons floating in the orange sky, but the things hanging below them aren’t just ordinary billboards, but the latest ultra-thin screens. Like an electronic billboard with vertical marquees, the text reads from down to up: ‘Be prepared! Let’s work hard for Daihaisai! –Discipline council’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, Daihaisai is basically a sports carnival. But as Academy City has several million students, and all the schools are participating, the scale of the event will be extremely large. All the students are espers, and the management committee of Academy City will use the excuse of ‘collecting data when there is mutual interference between different powers’ to encourage the students to use their powers during Daihaisai. Thus, intensive battles between different espers can be expected. For example, during soccer or dodgeball matches, it is common to see vanishing balls, fireballs and iceballs.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daihaisai lasts for one week, and during this time, Academy City is open to the public, even television cameras are allowed. It is said that in these showdowns, that cannot be seen in normal sport matches, the viewer ratings are rather high. Because of this, the discipline committee is putting all its efforts in preparing for Daihaisai. Also, Academy City hopes to use this few days that are open to the public to improve its image. Of course, Academy City did not forget about the terrorists, deploying guards at several important power development facilities, preventing them from entering these secret areas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“This……this is so tiring……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
This is what Kamijo learnt about during this past week.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Because of certain circumstances, Kamijo lost his memories, and forgot everything about Daihaisai. But according to what he heard, this activity is extremely dangerous for Touma. The objective of Daihaisai isn’t just ‘no restraint of powers’, but rather, it is ‘if you do not use your powers, you’re going to be friends with the medical squad’. In other words, even in a war horse game, there might be fireballs, lightning strikes and flying knives.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo looks at his hand. This hand has the Imagine Breaker ability. No matter whether they’re magic or psychic powers, once they touch this hand, they’ll disappear without a trace. But a power like this isn’t going to help Kamijo to survive in a warzone between several espers.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(……Why must I be tired out in preparing for this event that will send me to hell……)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Today Kamijo set up a tent in the campus for visitors. Just after finishing, a female PE teacher came with a wry smile and said, “Sorry, we won&#039;t be using this tent.” Then Touma took it down again. When he finally finished, a female teacher who looked like a primary school student angrily ran over and shouted, “Ah! What are you doing, Kamijo! Haven’t you heard the news? We still need this tent!” Anyway, ‘Such misfortune’ isn’t enough to describe Kamijo today.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
After toiling for a long time meaninglessly, Kamijo could finally start dragging his tired body back to the student dormitory.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“O yeah, there doesn’t seem to be anything left in the fridge.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The supermarket is just in front of him, but he is penniless, and has to go back to his dorm to get money first. The thought of &lt;br /&gt;
having to come out again after returning home made Kamijo extremely frustrated.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The soles of the cheap basketball shoes are rather hard, making his two legs extremely tired as he walks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
When he finally approaches the student dormitory, Kamijo hears a girl’s shout from above.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah---- Ka……KaKa……Kamijo Touma, Kamijo Touma—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo looks up and sees Tsuchimikado Maika sticking her head out, and waving her right arm from the seventh level. She’s still sitting on the top of the cleaning robot, so it seems rather dangerous. However, she grabs onto a mop, and lays it on the ground, seemingly to prevent the robot from advancing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“It……it’s terrible. Why did you turn off your phone?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo hears this, and pulls the handphone with global GPS out of his pocket. Sure enough, the power is off. After turning on the handphone, he saw several messages from Tsuchimikado Maika. Maika continued to speak slowly, though her expression was pale. &lt;br /&gt;
Although suspicious, Kamijo still ran to the elevator.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo arrives at his room on the seventh floor. Maika removes the mop and the cleaning robot slowly moves towards the elevator. &lt;br /&gt;
For some reason, the calico cat, that would normally be with Index, is now sitting alone in the corridor. The cleaning robot arrives in front of Kamijo, and Maika again prevents the cleaning robot from moving forward by putting the mop in front of it.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“It’s an emergency! The silver haired nun has been taken away.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo could not help but shout out. Maika’s face looks pale as she continues on.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“It’s a kidnapping, abduction. The culprit said that if I would call the guards, he’ll kill her, so I didn’t do anything. I’m sorry, Kamijo Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The silver haired girl she’s talking about should be Index. Maika doesn’t look like she’s joking. Also, there are too many possible reasons why Index could be kidnapped.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
She’s a magical library with 103,000 magical texts memorized in her head. All the magicians in the world want the knowledge in her brain, and on August 31, she was kidnapped once because of this reason.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wait a minute, what is going on? Could you explain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Being asked by Kamijo, Maika stutters as she explains the details.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Two hours ago, Maika came to the student dormitory for ‘practical work’. While sweeping the floor, she saw a bored Index in the corridor of the seventh floor, and came up to talk to her. Talking halfway, suddenly, someone covered Index’s mouth from behind and abducted her.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“When the kidnapper left, he gave me an envelope. There is something written on the letter inside……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika hands a long, rectangular letter normally used for sending advertisements. Her voice is trembling, likely not just because of fear, but probably also because she is blaming herself for her uselessness.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo lowers his head, looking at the letter, and says,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You don’t have to blame yourself, it’s better than doing something and making the situation worse.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Although it was intended to console Maika, this statement made her even more distressed. It can’t be helped, since in an ordinary school life, there are very few chances to feel this burning tension.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh yeah, what does that bastard look like?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika looks up, thought for a while, and says,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhm……his height was above 1.8m, he was white, but his Japanese was still very fluent, and I couldn&#039;t tell what country he was from just from his appearance……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh huh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“He was wearing priest’s robes.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“But he had a strong perfume smell; his hair was dyed red and hang on his shoulders. There was a silver ring on each of his fingers, and a tattoo which looked like a number under his right eye. He had a cigarette in his mouth, and he wore earrings……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Oi, I’m rather familiar with that bastardly British priest.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maika revealed a look of suspicion. Kamijo opened the envelope, and found a letter inside. On the letter were neat rows of words which seemed to have been written with a mechanical pencil. It looks like a ruler was used to make them neat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Kamijo Touma: If you want her alive, at seven tonight, go to the abandoned theater ‘Gloaming house’ outside Academy City alone.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……There‘re still people nowadays, who would use a ruler to disguise their handwriting?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In this age, it’s naive to believe that using a ruler disguises someones handwriting. Using the technology of having a laser read the information on a CD surface, investigators had developed a way to identify the ‘different characteristics when a person’s fingers slightly tremble’ through the grooves on the text. Moreover, many people in Academy City are mind-readers.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maybe this guy is doing everything the proper way, but to Kamijo, this is just a lame joke.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(What on earth is that idiot doing? Don’t tell me he came to play with us just because it’s summer holidays now?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
According to Maika’s testimony, the culprit who abducted Index is her colleague Stiyl Magnus. But this guy would never do anything to endanger her. On the contrary, this guy would rush into the enemy’s territory to protect her.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The tension vanishes in an instant.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo can’t help but sympathize with the distressed Maika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm……Maika, don’t worry. The culprit should be a friend of Index and me, so don’t worry……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“The cul……culprit is a friend? Then, isn’t the motive because of twisted love?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, erm……it isn’t really that sort of thing……though it’s true that this twisted love may exist……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seeing Maika’s face become even paler, Kamijo sighs.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Flipping the envelop upside down, a stack of papers fell out. Opening and looking at it, Kamijo realized that they were exit permitss and other related documents. All the blanks were filled in. Kamijo couldn’t help but think, how did they do all these? It’s true that one can leave Academy City easily with these documents, but to request for all these would require serious examination……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The strong contrast between the stupid threatening letter and the well-preparedness of the required documents stunned Kamijo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
What on earth is that priest thinking?&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 3===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
The abandoned ‘Gloaming House’ is located about 3 kilometers away from Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Business stopped just about 3 weeks ago, which is why the building still doesn’t look damaged. Furthermore all the interior equipment has been removed, so it seems rather empty inside right now, and because no one has swept since then, everything is covered in dust. It couldn&#039;t be considered a ‘ruin’ though. This place could be reopened, if you would clean up and reinstall the equipment back again.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
This place looks like a ‘hibernating building’. Maybe the owner does not plan to take down this building for now, and is looking for a new buyer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index waits on the empty stage. It is a large hall, the auditorium and the stage are joined together, and the hall is about as big as a sports hall. There are no windows, and the lighting has been removed, so the only source of light comes from the setting sun outside the five opened doors. On the dim stage, Index kneels on the floor. She frowns, showing her displeasure.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Despicable man.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I can’t deny that, nor will I do so.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The girl’s hostile look made Stiyl Magnus look a bit fearful before he held it back. In the dim area, the flaming tip of the cigarette twitches up and down. The white smoke sways in the air, before grazing the ‘no smoking’ sign and disappearing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You should be able to understand all of this, don’t you? I won’t ask you if I need to repeat myself, because with your memory, repeating the same thing over again is meaningless.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……An official order from the British Puritan Church.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index remembers the explanation she was given when she first arrived here. There is finally someone who can decode the ‘Book of the Law’ that no one was able to decode. That person’s name is Ursula Aquinas. It is feared that once someone successfully decodes the ‘Book of the Law’, the ‘Angelic Technique’ could be used. The book was stolen when Ursula came to Japan, and the culprit is believed to be the Amakusa Catholics. Thus, the Roman Catholics have begun a series of actions to get back the ‘Book of the Law’ and Ursula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The former leader of the Amakusa Catholics, now a member of the British Puritans, Kanzaki Kaori is now missing, and might possibly do something she shouldn’t do.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
On the surface, it looks like the British Puritans are on the side of the Roman Catholics, but in actuality, they want to defuse &lt;br /&gt;
this situation before Kanzaki Kaori does anything troublesome.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Such a formal ‘job’, and you want to get Touma involved?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“To be honest, I also don’t see the need to get him involved, however, these are orders from the higher-ups.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl twitches his cigarette around and says,&lt;br /&gt;
“Besides, our position is rather awkward too. If we are to ask Kamijo Touma directly, who belongs to Academy City, people may view it as ‘the science side interfering with internal affairs on the magical side’. If this were to happen in Academy City, we could use the excuse of self-defense, but such an excuse won’t work now. So in order to get him to participate, we need to give him a motive.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
That’s why Stiyl kidnapped Index.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In other words, the reason Kamijo leaves Academy City will be ‘to rescue Index’, and will not be related to Ursula or the ‘Book of the Law’. But while rescuing her, he ‘just so happened’ to meet the Amakusa Catholics, and in order to protect Index, he has to fight them. This is the excuse that Stiyl planned for Kamijo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index can, although she is from the magic side, temporarily stay in Academy City due to a certain deal between Academy City and the British Puritans. Thus, for Kamijo Touma, a resident of Academy City to rescue the guest, Index, is not a strange thing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I understand everything up till now, but I can’t accept it.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Really?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“That’s right, there’s no need to beat around the bush to do this. Just a little ‘please help me’ will be enough to get Touma to come to my rescue. No matter how dangerous the place is, he will always come over. This is why I don’t want his help.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Really.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl faintly smiles.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Like a father listening to a girl talking about her favourite boyfriend, Stiyl reveals a slight smile.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay, what will you do next? The ‘Book of the Law’ and Ursula Aquinas are now In the Amakusa Catholics hands right? If so, you’re going to rush into the enemy’s base?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The girl asked rather seriously. Now that Kamijo is involved, she wants to get accurate information and try to decrease the danger that Kamijo Touma is going to face.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No, the situation has changed.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Distressed, Stiyl blows out white smoke as he says,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eleven minutes ago, in order to rescue Ursula, the Roman Catholics have begun a fierce battle with the escaping Amakusa Catholics.”&lt;br /&gt;
Index squints her eyes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The method of communication is most likely that smoke from the cigarette. Several times, Index finds that the long trails of smoke has magic in it, and though there is no wind, the white smoke will unnaturally quiver. No matter the age, ‘smoke signals’ have been used as a tool of long-distance communication. In Index’s memory, there are many ways to utilize smoke signals.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“There isn’t a need for me to be here, if the battle was successful, right?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“That’s right. However, it wasn’t a complete victory as well. It seemed to have been an intense battle. Luckily, no one was killed. But the &lt;br /&gt;
‘Book of the Law’ is still missing and Ursula is reported to have escaped amidst this chaos.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“When you said that she escaped, does this mean that she hasn’t met up with the Roman Catholics?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“That’s right. She’s still missing, so she might end up in the hands of the Amakusa Catholics again.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……This doesn’t sound good.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If the hostage tries to escape, the kidnapper will respond with violence. If a hostage who escaped once were to be recaptured, the kidnapper will use whatever cruel means to make the hostage not think of escaping again.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It seems that in this situation, time is of the essence. Right now, the Roman Catholics and the Amakusa Catholics must be trying to find and recover Ursula, who has escaped.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Too bad that I can’t change the contents of the letter, or else I would call Kamijo Touma to get here faster. If possible, I would like to meet him before my co-combatant from the Roman Catholic Church arrives….”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Right after Stiyl finished speaking, a figure appeared at the wide open entrance of the hall.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Too bad, seems like we can’t wait for him. We have to go.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The figure belongs to the co-combatant.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 4===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
“It seems like I’ve been out quite often……if possible, I would like to do some good sightseeing.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Now on the ‘outside’ of Academy City, Kamijo proceeds through the perimeter wall as he mutters to himself. The height of the wall is more than 5 metres and is about 3 metres thick.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Come to think about it, during the preparation of Daihaisai, the security is rather lax.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo turns back and looks at the entrance from a distance. For a festival with an attendance of 2.3 million, the preparations for Daihaisai are rather vast, and there are many outsiders from different industries coming to Academy City. Normally, the security in Academy City is rather tight, but now is a situation where they have to let down their guard. Regarding the documents that Kamijo has, the guard inspection has become even more relaxed.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
To cut a long story short, after Kamijo had handed the calico cat over to Tsuchimikado Maika, he left Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Looking at the watch, the time now is just past 6pm. There’s still nearly one hour to the time indicated on the letter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Because the GPS map in the phone did not indicate any abandoned buildings, Kamijo had to put in a lot of effort in order to find the location of the ‘Gloaming House’. At this point, Kamijo realized that refreshing information too fast had its own downsides. Kamijo thought of an alternative plan, and therefore went to a convenience store and bought one of those faded, ‘updated and slower’ Tokyo tourist handbooks. But upon searching his pockets, he realized that he didn’t bring his wallet along. Thinking about it, he immediately rushed out of Academy City after talking to Maika and so forgot to get his wallet. Out of ideas now, Kamijo could only endure the stare of the store clerk and memorise the map into his head.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Erm……after walking through that lane, past that road……ugh! I&#039;m forgetting just about everything! How I really envy Index’s brain……)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo let his thoughts run wild, as he walked towards a bus stop.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
There’s still one kilometer to the designated location. Tired after the day at school, Kamijo really wanted to sit on a bus, and enjoy the air-con while heading towards the designated location. Too bad he doesn’t even have a penny on him.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Damn it……sigh, I don’t care if I can ride a bus, all I want is a place where there’s an air-con.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
This bus stop was rather small. There were only two long benches and a large plastic umbrella over them, which was so old that there were a number of cracks covering it.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
At this moment, Kamijo finds someone standing at the bus stop.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
She seems like a foreigner, and is about as tall as Kamijo. Her eyes were fixated on the timetable. However, looking at this for so long, it seemed like she was having a hard time.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Her attire was rather unique, wearing a black nun’s robe in such hot weather. Of course, the sleeves and dress were long. Looking closer, there were long silver zippers on the elbows and about 20cm above the knees. It seemed like once they were pulled, the sleeves and skirt of the nun’s robe would be short, but she didn’t do that. Her hands were covered with thin white gloves, and her hair couldn&#039;t be seen, for it was not only covered by a nun’s cap like what Index was wearing, but also by a scarf covering her hair. Since her hair could be covered just like that, it seemed like she had short hair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
From the corner of his eye, Kamijo looked at her, and thought:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Uh, it’s a nun……could it be a killer nun related to Index?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_059.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
This thought might be considered as a severe discrimination to all the nuns in the world, but Kamijo suffered during the summer thanks to people like Stiyl and Tsuchimikado. Now, when Kamijo sees a girl in nun clothing, he would naturally be cautious.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 5===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
“I’m sorry……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The nun suddenly talked to Kamijo, speaking in rather polite Japanese.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sorry to take your time, may I ask, can I take this bus to get to Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Not only is she courteous, there is a sense of awkwardness.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo stopped and looked at the nun. That attire which covered her entire body made her large breasts and slim waist stand out even more (Some may even suspect that she’s emphasizing these on purpose). Anyway, she’s a weird one.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No way, there’s no bus that leads to Academy City.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“There’s no transport link between Academy City and the &#039;outside world&#039;, so one can’t take a bus or tram there. Only those taxis that are registered by Academy City can go in there, but one can save a lot by walking.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I see, so that’s why you chose to walk out of Academy City.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The nun spoke nonchalantly. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo looked up. It wasn’t possible to see the entrance to Academy City from here. He looked back at the nun, who pulled out something from her sleeve. Looking closely, it was actually a cheap-looking mini telescope used in theatres. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I used this to watch you leave Academy City.” She smiled as she said.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
At this moment, a bus came from afar. Like the bus stop, it looked rather dilapidated.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The automatic doors of the bus opened, releasing a sound like a bottle of soft drink being opened.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo did not intend to take the bus, so he went away from the bus stop. He turned and said to the nun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anyway, taking the bus is not going to bring you to Academy City. If you have an entry permit, you just need to walk to the entrance. It takes only about 7 to 8 minutes to get there.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Many thanks, I’m grateful that you would take some time off your busy schedule to guide me.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The nun dressed in black gave a brilliant smile, and bowed to Kamijo,then—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-Got on the bus.      &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Oi! Didn’t I tell you that you can’t take the bus? Like 5 seconds ago!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, ya. You did say that alright.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The nun grabbed the hem of her dress with both hands, and hastily got down the bus, now parked on the road. Kamijo then went on:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I just told you. There is no transport link between Academy City and the ‘outside world’, so one can’t take a bus or a tram there. &lt;br /&gt;
If you want to get there, you just have to walk there, do you understand?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You did say that. I’m sorry to bother you so many times.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The nun smiled bitterly, nodding to show her appreciation. She then stepped on the steps of the bus, and got on the bus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey! You aren’t smiling just to let my words fall on deaf ears, are you?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? No, I never had that intention.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The nun again rushed down the bus. The bus driver showed a look of irritation, closed the doors, and rudely drove off.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo feels worried upon seeing that the nun still looks confused. This lady will most likely get lost in ten minutes if no one is looking out for her. However, the nun didn&#039;t seem to sense Kamijo’s worries, and said,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aiya. Why do you look so frustrated? Would you like some candy?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I’m not really frustrated…… What flavor is this candy? Orange?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo instinctively took the orange-red candy. Because he was too embarrassed to throw it away, he put it into his mouth.&lt;br /&gt;
After sucking on it for a while……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“So bitter! What is this? It’s definitely not orange!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Erm, it seems to be of astringent persimmon flavor. I’m not sure about the details, but I heard that it can quench thirst.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Oh, that’s because it can easily stimulate the secretion of saliva. But the weather is so hot now, all the water content in the body would have evaporated, so it makes no sense to produce saliva.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ar, you want to replenish your body fluids? Why didn’t you say so earlier? I have some tea here.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Although I really want to ask why you would put the thermoflask into the sleeve of your robe, nevermind, I just so happened to be thirsty. What tea is this?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barley tea.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, I want it, can I have some?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo says happily. Drinking ice cold barley tea in the summer is the best, Kamijo thought. He receives the cap of the thermoflask, now filled with barley tea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“----So hot! Why is this barley tea so scalding?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? I heard that drinking hot drinks during hot weather is part of your country’s culture……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“An old granny! You’re an old granny right? No wonder I feel that your mannerism is too weird! Your thought process is like that of an old granny!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo roared while the nun gives a friendly smile. At this point, she can’t just poor away the barley tea in his cap. Thus, he trembles as he pours that barley tea, as hot as lava, into his throat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Er……thanks. Oh yeah, Miss Nun, may I ask you something? Are you going to Academy City? Erm, I just said this, to enter Academy &lt;br /&gt;
City, one must have an entry permit issued by Academy City. Do you have one?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Entry permit……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Of course, the nun revealed a surprised look. Needless to say, without an entry proof, one cannot get through the entrance gate.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
After Kamijo explained the entire situation to the nun, she gave a troubled look. She placed her hand on her head, and said,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“May I know how can I get this permit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……I’m sorry, it’s impossible for any ordinary person to get one. Only a close relative of a student or any industry workers delivering goods and materials can get one, and they have to be vetted first.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh…… if so, then I’ll have to give up.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The nun dropped her shoulders, looking rather sad. But for her to give up so easily, made it look like it wasn&#039;t really important for her to get inside Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(It’s not that I didn’t want to help, but I can’t help her out now……)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A sense of guilt crept into Kamijo’s mind. The nun said to Kamijo, “Then I shall say goodbye here.” And then walked towards Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Stop right there! Didn’t I tell you that you can’t go into Academy City without an entry permit……are you listening!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The nun revealed a look of realization, stopped and then turned around. She was smiling happily a while ago, but now she looked rather disappointed, like a cloud of haze hovering over her.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo saw the troubled look on the nun’s face, and did not know what to do. While those magicians without permits are able to get past the wall easily, and whenever they want to, the nun in front of him does not seem to have this sort of ability.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thinking about it for a while, Kamijo couldn&#039;t think of anything that would help the nun. No matter the situation, one has to have an entry permit to get into Academy City. He has no time to dilly-dally at a place like this, now that he has to deal with Index first. No matter what, he has to get to the designated location at the designated time.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh yeah, why do you want to get into Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Erm……” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The nun slightly tilts her head, and says,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Actually, I’m being hunted right now.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upon hearing this, Kamijo felt like the surrounding temperature had decreased by several degrees&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Being hunted……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yes. It’s a bit complicated, but right now, I’m trying my best to escape. I heard that even with the power of many churches, they can’t enter Academy City, so I wanted to escape to Academy City and hide there.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“The church……hey, don’t tell me you have something to do with the magicians…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
On hearing this, the nun was somewhat surprised. She said, “Do you know about the existence of magicians?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Looking at your reaction, I guess I’m right.” Kamijo sighs, and continues, “But, if you’re really hunted, even escaping into &lt;br /&gt;
Academy City wouldn&#039;t be completely safe. Academy City has been invaded by magicians constantly.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
After seeing what happened to Index first hand, Kamijo understood that the magicians will never give up just because the target has escaped into Academy City.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Then what should I do……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The nun looked like she was going to cry. Kamijo obviously understood how scary the magicians are, so he did not want to abandon her.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Can you read the bus route map?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Buses are such old news now! Like several hundred years ago! Where did this ‘route map’ come out from!? Weren’t we talking about how to get to Academy City!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo exclaimed out. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The nun again reveals a stunned look. Kamijo is really in a fix thanks to this nun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If this nun is really being hunted by the magicians, then he can’t just leave her alone. But right now, Kamijo has something really urgent that he needs to take care of. Now that Index has been ‘kidnapped’, he is worried. Although this kidnapping sounds like a hoax, he can’t just ignore it. Kamijo, who unwillingly had to make a choice between these two and not knowing what to do, roughly pulled his hair. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suddenly, he thought of a good idea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Wait wait wait……if I bring this nun along while I find Index, wouldn’t that solve the problem?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It really was a good idea, except that it was clearly written in the letter that he has to ‘go there alone’.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 6===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Stiyl and Index walked out of the theater hall of the ‘Gloaming House’, arriving at the lobby, which seemed to be the place where originally the ticket booth was.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A girl in black nun robes is walking in front of them.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
She seemed to be a year or two older than Index. Her tea hair is slightly reddish, or red, and is tied into many braids as thin as pencils. The sleeve of her robe nearly covers her fingers, but her skirt is so short that her thighs are exposed. Looking closer, there seems to be something which looks like a zipper on the lower edge of her skirt. It seems like the skirt is part of a detachable dress, but only the lower half is removed. She looks extremely thin, so her slim waist is even slimmer than Index&#039;s, who’s rather thin herself.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
She’s about as tall as Index, but she’s wearing soft wooden sandals with the soles about 30cm thick; when she walks, they create a sound like horseshoes tapping on the ground. These sandals are called ‘Chopine’, and were very fashionable in Italy during the 17th century.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
She’s a nun from the Roman Catholic Church.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Her name is Anyeze Sanctis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“The situation right now is extremely chaotic. There’s so much information that we can’t handle it all. We have no idea where Ursula is right now. Also, the ‘Book of the Law’ is still missing. This really bothers us.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
None of the people present are Japanese. However, Anyeze is speaking fluent Japanese.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Just now, we ambushed the Amakusa Catholics as they were deporting Ursula. Though some of us managed to save her, before we could meet up with her, she got taken away by them again. Then we got her back again. But then another group of Amakusa Catholics captured her again……and this went on and on and on. Because the area in which we encircled them was too big, it ended up with each group having too few people despite having large numbers, and the Amakusa Catholics getting an opportunity. Just as both sides were fighting to get Ursula, she disappeared.”  (Teh_Ping: No wonder she disappeared, she got sick of being passed around. -.-lll)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anyeze’s Japanese is mixed with polite honorifics and rude words. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(If she learnt her Japanese while doing her mission in Japan, it seems like the Japanese whom she talked to were mostly detectives or policemen.) Stiyl thought.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He saw Anyeze turn around to look at him, her short skirt slightly lifted, revealing even more of her snow-white thighs.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What, got a problem? Ah, I’m sorry, it’s not that I don’t speak English, but my English has a very heavy Italian accent. I don’t really mind if I’m talking to people of other countries, but I don’t dare to show my inferior English to you British.”&lt;br /&gt;
Stiyl did not seem to mind, as he shook the cigarette in his mouth and said,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You don’t have to worry about these trivial issues, we can even talk in Italian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Please don’t speak Italian. If I were to hear anyone speak Italian with such a strong British accent, I&#039;d probably laugh so much that I couldn&#039;t focus on my work. In this situation, it’s better to use another language that we can communicate with, like Japanese. &lt;br /&gt;
No one will argue if we use a language that we aren’t comfortable with.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anyeze’s thick sandals continue to make that horseshoe tapping sound.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Although it sounds like she has a point, if she were to follow this logic, how would she communicate if she were to meet someone Japanese?&#039;&#039; Stiyl unnecessarily thought for her. &#039;&#039;Also, if she isn’t going to use the native language to speak with the people there, what’s the point of learning their language?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Up till now, Index remained silent, not saying a single word.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl steals a glance at Index, who is still unhappy as she curls her lips, not saying a single word. He then turns back to Anyeze, and says,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Then, does that mean that the Amakusa Catholics who stole the ‘Book of the Law’ and Ursula away from you guys are a threatening force?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You were trying to say that ‘the largest Christian sect in the world—the Roman Catholics, are useless despite looking so strong’, right? To be honest, we can’t argue about that. Just by looking at the numbers and armaments, we have the upper hand, but they have the geographical advantage. Especially since Japan is their territory. We’re really angry for being overwhelmed by a much smaller &lt;br /&gt;
organization, but I have to admit, they are really strong.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……So it seems that they won’t just surrender quietly.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl’s voice hints a sense of disappointment.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Forcing an opponent to surrender after showing the power disparity’ is the fastest and most peaceful way to resolve this situation. But now that the enemy has enough ability to reject any negotiations, it seems a long fight is inevitable.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The longer the battle against the Amakusa Catholics, the more likely Kanzaki will intervene. This means that in order to complete the mission, Stiyl has to give up all forms of compassion and take them out quickly before Kanzaki realizes what’s going on.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The objective of the Roman Catholics is to retrieve back the ‘Book of the Law’ and Ursula Aquinas, and not destroy the Amakusa Catholics. Once they complete their objective, the Roman Catholics will immediately pull out.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Now, they just have to try and make the Amakusa Catholics lose their will to fight.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I’m quite unfamiliar with the Christian history in Japan. Do you know what kind of techniques they use? Maybe I can make use of how the enemy fights to prepare some searching or defensive types of magic arrays or talismans.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Although Stiyl often fights alongside Kanzaki, who is originally a member of the Amakusa Catholics, he did not intend to analyze the techniques she uses. This is because Kanzaki is a saint, one of less than twenty people in the world who possess the ‘Stigma’. Even if he were to do the analysis correctly, an ordinary man like Stiyl would be unable to use it anyway. It’s like how no one would use a 50cm ruler to measure the distance between the Earth and the Sun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Regarding this question that the priest raised, Anyeze seems to find it difficult to answer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“To be honest……we’ve not yet gathered enough information regarding the techniques that the Amakusa Catholics use. Since they’re derived from Saint Francisco’s (Francisco de Jaso y Azpilicueta: the first Christian Missionary to preach to the Japanese) Society of Jesus, they should be a branch of the Roman Catholic Church. But since they have been so greatly influenced by Japan and China, they’re now completely different from the Roman Catholic Church.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hearing this, Stiyl did not blame Anyeze. These people are able to sense that the Amakusa-style is mixed with some aspects of Buddhism and Shintoism after fighting them for just two days, which shows that their analytical abilities are rather strong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl turns to look at Index, wanting to seek her advice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Now is the right time for Index, who has knowledge exceeding ten thousand times that of a normal person, to fulfill her role.&lt;br /&gt;
The pure white nun remained calm and composed as she said,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“The Amakusa’s speciality is ‘secrecy’, because they’re Christians whose nature is to deceive others. They hide the teachings of Christianity inside Shintoism and Buddhism completely, and use the rituals and techniques as part of their greetings, diet and behaviour in their everyday life. They cover all their tracks, so others won’t even notice their existence. Thus, they don’t use any spells or magic arrays. They use pots, pans, kitchen knives, bathrooms, quilts, showers, humming……anything or action that looks rather ordinary to activate their magic. So, no matter how skilled the magician is, they’ll be fooled once they enter the ceremonial area of the Amakusa, because it just looks like an ordinary kitchen or bathroom to them.” (Teh_ping: Talk about improvised weapons……)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl shakes the cigarette in his mouth, and says,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“So, this is a group of experts highly skilled in the idol theory. Hm, seems like their speciality is long-ranged sniping and not close-ranged combat. Hopefully, they don’t have a large technique like that of the ‘Gregorian Chant’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No. They’ve been learning other countries’ cultures ever since the Edo period, and fused sword techniques of all ages to create their own unique style. They’re able to use any weapon with ease, whether it is a Japanese sword or a Western broadsword.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……They’re well-versed in both literature and martial arts? This is really troublesome.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl feels vexed. Anyeze, who was unknowingly left out of the conversation, angrily kicked the floor with her soles. With every kick, her extremely short miniskirt would slightly flip up, making a rather funny ‘pop’ sound in the process. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dangling the cigarette in his mouth, the priest turns to look at Anyeze.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Can you tell me where we’ll be looking for the ‘Book of the Law’ and Ursula Aquinas? We can’t just idle around and do nothing. &lt;br /&gt;
Tell me, where do we start?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, we’ll do the searching.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suddenly being involved in the conversation again, Anyeze was obviously flustered. She quickly straightens herself.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Human wave tactics are our speciality. We have about 250 of our members here, it doesn’t matter even if we were to add one or two more, it won’t make much of a difference. Also, a different command system will likely cause confusion.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Then why bring me here?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl frowns as he asks. Anyeze smiles and says,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Simple, there’s some place we can’t search, and we need your help.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Which place? Japan doesn’t have a church that’s directly governed by the British Puritans. The only place we’re allowed to search is the British embassy.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No, I’m talking about Academy City.” Anyeze raises her hand as she says, “Once Ursula escapes to Academy City, the Amakusa won’t catch her. This isn’t impossible, is it? No, maybe it might be harder to capture her. So, I hope to use you guys to get contact with Academy City. The Roman Catholic Church has no connections within Academy City, so it’s a bit bothersome for us.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I see……but, since it’s for that sort of reason, you should have told me earlier. That way, it’ll save a lot of hassle.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index, who is temporarily staying in Academy City, understands that there’s a certain level of relationship between Academy City and the British Puritans. Of course, the significance of this ‘diplomatic relationship’ isn’t large, but if the Roman Catholics, who do not have any ‘diplomatic relations’, were to contact Academy City through the British Puritans, who do have some link with them, there would be less of a disturbance.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Anyway, if Ursula were to escape to Academy City, the situation would get rather complicated.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“This is just a possibility though. Hopefully, our Ursula here will not panic until she loses her common sense. Anyway, how long would it take for you guys to contact Academy City, and confirm whether Ursula is in there or not?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“It’s impossible to settle all these things with just a phone call. I have to call St. George Cathedral first, and then communicate with &lt;br /&gt;
Academy City through them……even if it’s an emergency situation, it’ll take about 7 to 10 minutes. If we want permission to enter &lt;br /&gt;
Academy City, it’ll be even more troublesome. Technically, we can still sneak in, but being in an official position, it&#039;s better not to do this.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anyway, please try and confirm it, as fast as possible.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Speaking halfway, Anyeze suddenly froze.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Following her line of sight, he realises she’s looking at the entrance on the other side of the lobby. This theatre entrance is rather big, being made of 5 glass doors that open outwards. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What? What’s going on----”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Even Stiyl froze after asking halfway.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
On the other side of the window panes, there’s an open patch covered with asphalt, which means it was probably the car park.&lt;br /&gt;
Although the theatre is extremely big, the open area is so small. The tenacious weeds have grown and emerged from the cracks in the hard asphalt. There’s nothing else on the empty area……except for two shadows on this abandoned car park with nothing left.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The two shadows belong to two people.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, it’s Touma.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index says the name of the rather familiar looking boy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ur……Ursula Aquinas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anyeze says the name of the nun dressed in black robes beside the boy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The two people whose names have been called did not see the magicians inside the ‘Gloaming House’.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Part 7===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Let’s rewind time back for a little bit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Although its evening now, when the weather is cooling even more, the fatigue brought by walking 3 kilometres in the summer seems to far exceed Kamijo’s imagination.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Come……come to think of it, today’s Physical Education lesson and several other things have tired me out……)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo, who left his wallet in the dormitory, could only walk on.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Notably, the slightly older nun dressed in black walking beside him is also penniless. God knows how she was going to take the bus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anyway, Kamijo has already walked for 3 kilometres in this hot September, sweaty and tired as he arrives at the entrance of the Gloaming House.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“May I ask……Sister, the weather’s so hot, and you’re wearing a long-sleeved black robe. How can you smile so happily and not even sweat at all?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah this, compared to spiritual suffering, physical pain is almost nothing.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……You’re one heavily abused sister.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Excuse me, how long will it take for us to reach the bus stop?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Could you stop asking about the bus already!? Didn’t I tell you that I’m bringing you to the British Puritans? Don’t tell me that the words I’ve just spoken went in one ear and came out the other ear again?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, excuse me, you’re sweating a lot.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Damn it! Talking to you is so hard when you keep changing the topics!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Don’t move. I’ll wipe it off for you.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? What? Wait a……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The nun suddenly pulls a handkerchief from her sleeve and wipes Kamijo’s face. Although it’s just a handkerchief, it’s decorated with some high quality lace on the sides. It feels warm, and it has a slight aroma of roses. Kamijo wants to escape, but he is held back by the nun, who uses her unimaginable strength to hold onto his head.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay, I’m done.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The nun reveals her vibrant smile as she looks at Kamijo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Um, thanks.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo drags his tired body into the abandoned Gloaming House.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Gloaming House looks very large from afar, but the parking lot in front of them is rather small. One might suspect that it’s for the employees. Maybe it’s because it’s close to a bus stop, and there&#039;s already a multi-storey parking lot next to it. Although the entire Gloaming House is surrounded by metal plates and iron bars about 2 metres tall, the entrance used by employees has been forcefully opened. (One can see a very thick chain and a large lock on the floor.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
There’s no large machinery on the extremely small parking lot. None of the walls in the building has been vandalised, and the glass isn’t broken. Maybe there’s already a buyer, and because of that someone comes over to maintain this building.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Going closer, one can observe that the Gloaming House is larger than a stadium, and is square-shaped. Maybe the designers wanted to imitate a certain famous theatre, or maybe they were too lazy to design anything fancy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(It’s so hot outside, so they should be inside, right?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo looks past the entrance of the Gloaming House. It’s a rather large entrance, with five glass doors facing outwards. The entrance isn’t sealed with anything, like planks, so it looks like it’s just a suspension of business rather than looking like a dump. Just as Kamijo was thinking, one of the doors opened.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo could not help but shout out.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Two of the three people walking out of the building, are familiar to him. They’re Index and Stiyl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The last one is a girl who looks even younger than Index, one whom Kamijo never met before. She wears a black nun robe, similar to the nun he met at the bus stop. However, this girl has removed the lower part of her skirt below the zipper, so the skirt has now become a tiny mini-skirt. Looking downwards, he realises that she is wearing wooden sandals with soles 30cm thick.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The moment she sees Kamijo, Index asks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey Touma, where did you meet that nun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……You’re asking that the moment we meet? Honestly, I would like to ask that evil priest beside you. Why do you have to go to such great lengths to play this kidnapping game with me? I want to know, why do I have to walk for 3 kilometres on such a hot day!? I really want to know why!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo bellows. Stiyl shows an impatient look, saying, “So, you just realised that I tricked you? I called you here to help us find a certain person. Index is the bait to lure you out. Oh yeah, this is the person in charge now, Anyeze Sanctis of the Roman Catholic Church.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl nonchalantly points his cigarette at the girl wearing thick soled sandals. The girl gives a deep bow, and says, “He…hello”. Maybe she did her research and knows that the Japanese will habitually bow towards others. But for her to bow so low, it’s like she’s a hotel receptionist.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo feels panicky regarding how he has to talk to a stranger now. Although his heart is filled with rage right now, he can’t just vent his frustration on a person whom he met for the first time.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seems like Stiyl wants to seize the opportunity now that Kamijo is so panicked, as he says,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“So sorry. I have no time to listen to your stupid problems. I just said, the reason I called you here is to help me find a person. Although there are 250 people looking for her now, there’s still no news as of yet. This mission is rather urgent as it concerns a person’s life, so I hope that you can give us your fullest attention.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No time to listen to my stupid problems? You bastard, called me all the way here, and you give that smug look! Damn it, what is going on? How does it concern a person’s life? Tell me everything! And to be honest, what kind of searching ability does an outsider of the magic world like me have! Is it alright to leave such an important task to a high school student!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm, well, you don’t have to worry so much. You just need to hand over the nun beside you.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What?” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo widens his eyes. Irritated, Stiyl blows the smoke from the cigarette out of his mouth, and says, “The sister beside you is who we’re looking for. Her name is Ursula Aquinas. Thanks for your help, Kamijo Touma, you can go back now.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Oi oi. Using a kidnap as an excuse to lure me out, forcing me to use these documents that came from who knows where to leave Academy City, then I have to walk 3 kilometres under the big, hot Sun when the temperature is around 40 degrees Celsius, and now you’re telling me to go back?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo mutters.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Didn’t I thank you already? What, you expect me to treat you to some shaved ice?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo Touma lowers his head, gritting his teeth. Index stood near him, her face looking pale, not knowing what to do.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pow!” Something broke near Kamijo’s temple, creating this sound. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Up till now, I thought that even though our personalities don’t match, at least I could make a friend. Really! This is what I thought at first! But now, I changed my mind!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Stop saying all this nonsense and hand Ursula over to Anyeze. Don’t tell me you want me to remove that loneliness? Such a pity, I can’t do it, and neither do I want to do it, because that’s too gross.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Even the words he said in anger have been emotionlessly dismissed. Kamijo Touma looks like he used up all his energy, as he lies on the ground.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ahhh….huuuuu! I have no more energy to cook dinner today! Index, our dinner tonight will be a simple takeaway pork bento.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No way! Touma!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The girl with such a large appetite desperately shouts.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo didn’t care as he says to the nun dressed in black, Ursula Aquinas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Oh yeah, didn’t you say that you’re being hunted? Does that situation have to do with these people looking for you? Anyway, now that you’re reunited with your comrades, you should be fine, right?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
For some reason, after hearing Kamijo’s words, Ursula trembled. It seems like she wants to suppress her shock, but failed, causing her to slightly tremble.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upon seeing this, Kamijo felt suspicious. But Ursula isn’t looking at Kamijo, but Stiyl and the rest.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
At this point, Stiyl closes one eye, and slowly says.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mm, you don’t have to feel insecure. Once the mission is over, the British Puritans will pull back. Of course, for someone of a different sect like you, to be wary of us is alright.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
To an outsider like Kamijo, these people are either ‘church members’ or ‘residents of the magical world.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But in fact, these people are divided into different sects, like Roman or British. They may even turn on each other. Just as Kamijo thought about this, a loud yet deep voice rang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No way. It won&#039;t be so easy to take Ursula back.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
This voice came from above Kamijo. Everyone looked upwards, and saw that a softball-sized paper balloon floated about 7 metres above them.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The thin paper surface of the balloon continues to vibrate, as that man’s voice came out of it.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ursula Aquinas, I believe you know this well yourself. Instead of returning to the Roman Catholics, how about you join us, and enjoy a much more meaningful life?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The next instant.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suddenly, an ear-piercing sound could be heard, as the blade of a longsword sprang out from the ground between Kamijo and Ursula. As everyone’s attention has been taken by the object above, the sudden change below their feet scared them.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Then, the same sound could be heard another two times, and two more blades came out from the ground. The three blades surround Ursula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The swords which came out were like sharks swimming near the surface of the water, revealing its fins. With Ursula at the centre, the three blades cut an equilateral triangle about 2 metres on each side. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“AHHHHH----”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ursula, who feels that her feet have lost support, screamed out, 30% in fear and 70% in confusion. But before her voice could properly converte into a scream, her body, together with the triangular asphalt ground, fell down into a deep abyss.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Amakusa!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anyeze shouts as she stretches her hand out, but it was already too late. Ursula’s body has been swallowed by the darkness. Kamijo rushes to the side of the triangular hole, and regretfully covers his mouth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_076.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sewers……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The paper balloon above them gives a slightly delighted yet clear and powerful voice.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I knew that if I were to follow the commander of the Roman Catholics, no matter where Ursula Aquinas would run to, or who would capture her, she would always be brought here. Hiding underground for so long, my efforts have finally paid off!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo completely did not understand the situation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He did not know who’s in the sewers, and why Ursula is taken away.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But he knows something.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
This guy suddenly appeared and used sharp swords to take a person away. And by listening to what that guy said, this isn’t a sudden event, but rather a premeditated plan, and so he must have been waiting for this chance all this time.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Damn it!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo looks down the triangular hole. It’s too dark inside to estimate the depth, though it doesn’t look so deep. Kamijo decided to jump into the hole.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wait! Don’t go! Touma!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Just as Index frantically shouts out.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suddenly, several swords start flashing in the darkness.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The numerous swords flashing in the darkness reflect the weak sunlight and this dim orange light faintly shows the figure of the person in the sewers. This is like a scene where bandits will wield rusted axes or knives, hide in the tall grass along the road, hold their breaths and patiently wait for their prey.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The thick killing intent gathers to form hot wind, which blows out from the hole into Kamijo’s face. Instantly, Kamijo’s body went numb, he couldn’t move. Stiyl steps beside Kamijo, pulls out four talismans with runes on them and throws them on the ground around him.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“My hand brings fire, shape into a blade, and bring forth thy judgment!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl shouts, and using his fingers, points the cigarette upwards.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The trail of cigarette smoke changes into orange lines. After that, the trails of orange lines converges into a flaming sword.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The newly created strong glow now lights the sewer clearly.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl grabs the flaming sword, and swings it downwards……but halfway through, he stopped.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Under the glow of the flames, there is no one in the sewer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The black figure in the sewer seemed to have vanished like the darkness. One cannot see the figure wielding the sharp swords nor Ursula, who fell into the hole. Like ligiidae scattering from the banks of a sea cave, they dispersed, leaving nothing behind.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The paper balloon floating above them slowly descends.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It floated into the triangular hole, and no one bothered to stop it.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Damn it, what’s going on?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kamijo bitterly said.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey, you better give me a proper explanation!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“If I were to explain it to you, then who’s going to explain it to me?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl Magnus says in disdain.&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Between the lines 1===&lt;br /&gt;
&amp;lt;br&amp;gt;&lt;br /&gt;
Meanwhile—&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
On the artificial coast, one finally cannot see the setting sun as night approaches.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
This is a shore located several hundred metres away from a beach, and near this shoreline is a tall cliff about 10 metres tall. In order to prevent the base of the cliff from being eroded, the ground is laid with wavestones.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
After the sun had completely set, the sea became a deep black colour.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
As if waiting for night-time to arrive, a ‘hand’ quickly stretched out from the black sea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It is a hand with a bracelet on it. The heavy hand with this shiny silver bracelet grabs onto a wavestone. Then, a full set of western armour leaves the sea and gets on the wavestones. From top to bottom, every inch of skin is covered by metal armour, making them look inhuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Once the first one lands, the other 20 ‘knights’ also followed suit, appearing on the sea and climbing up the wavestones. Every single one of the bracelets, which the knights are wearing, has the words ‘United Kingdom’ engraved on it. This meant England.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
These knights swam all the way here. This is not an analogy or a figurative way of speech, but rather a fact. They started swimming from England, past the Cape of Good Hope in South Africa, past the Indian Ocean and came to Japan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
They use a sea current manipulation magic spell handed down by St. Blaise—Simpley put, this is a high-speed swimming spell that allows humans to swim around the world in only three days—however, this spell isn’t cast on the armour, but rather, every knight has to use his own body to activate this magic spell. Right now, the armour that the knights wear does not have any magical capabilities. This is because the power of the knights is too strong, and that any effects from any artefact would however make it cumbersome. All these knights are far stronger than any of the artefacts could make them possibly be, so if a knight wears a magical armour, it would very likely just be destroyed by their strong powers.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The organisation that these knights belong to doesn’t have a special name, they’re just called the ‘Knights of England’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In the past, the British used names like ‘Rod knights’, ‘Dual-axe knights’, but these names have been abandoned 7 years ago. This isn’t because the knights today have lost their original expertise, but because they have learnt every technique, allowing the knights to enter a whole new realm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The knights want this power because of the internal worries in England, and these worries are also the reason why the ‘Knights of England’ were originally formed.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The command system in England rests on three equal powers.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The ‘British Royal Family’ composed of the Queen and her committee.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The ‘Knights of England’ made up of its leader and his fellow knights.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The ‘Puritans’ formed by the Archbishop and the believers.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The relationship between these three is as follows:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The ‘British Royal Family’ controls the ‘Knights of England’ through orders;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The ‘Knights of England’ makes use of the ‘Puritans’ through political items;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The ‘Puritans’ manipulate the ‘British Royal Family’ through Holy advice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The trinity formed by the three powers creates a sense of unparalleled beauty. Once one of the members were to act on its own, the other two sides would create a large commotion through several means, and prevent them from acting on it. However, the reason why &lt;br /&gt;
Britain has the ‘Most complicated Christian culture in the world’ isn’t just because of this.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Britain’, also known as the United Kingdom, is made of England, Scotland, Wales and Northern Ireland. Up till today, some places still use their own currency.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Even if they belong to the same ‘Puritan’ sect, there still can be quarrels among its members, like between England and Wales. On the contrary, even if they were to belong to the ‘Puritans’ and the ‘knights’, if they’re both Scottish, they might secretly smuggle some money or information out. The reason why the decoder, Sherry Cromwell betrayed the Puritans wasn’t just because she had her own motives. &lt;br /&gt;
Her culture also influenced her passively.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Three sects, four cultures.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The inter-connected relations between each side makes Britain so complicated. And the mission of the ‘Knights of England’ is to maintain this status quo. However, the United Kingdom has turned this to rubble.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Because of this, the ‘Knights’ and the ‘Puritans’ have some grudge between each other.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The ‘Knights’ cannot accept that the British Puritans—the ‘puritan sect’ could have a power equivalent to that of the knights.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The original purpose of the British Puritans is to counter the Roman Catholics. Britain doesn’t want other countries to meddle in its politics, but the influence of the Roman Catholics has spread throughout the world. If Britain wouldn&#039;t listen to the Roman Catholics, they would be labeled with the crime of ‘disobeying the teachings of Christianity’. So, Britain created the ‘British Puritans’ within its country, an independent Christian sect. With this, Britain could declare to the world that ‘we’re following the orders of the British Puritans’, and so didn’t have to be ordered around by the Roman Catholics anymore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In other words, the British Puritans were originally just a political tool.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If the ‘British Royal Family’ and the ‘Knights of England’ could be described as large gears, the British Puritans could be described as lubricants.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But today, the British Puritans have gained enough power to be of equal standing with the Royal Family and the Knights.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The knights don’t want to be restricted by a ‘tool’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, the knights will only listen to orders from their leader or the Queen. As for the orders issued by the leader of the British &lt;br /&gt;
Puritans, the knights will normally be apathetic about it, sometimes even disobeying orders.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Knights had their own ideas regarding the order from the Archbishop, which was “Assist the recovery of the ‘Book of the Law’ and Ursula Aquinas”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
They just need to kill off all of the Amakusa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Knights had no reason to follow the orders of someone they didn’t recognize—the Archbishop, and sacrifice their lives for her.&lt;br /&gt;
They also didn’t care about the relationship between the British Puritans, the Roman Catholics and the Amakusa Catholics.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Even if the Amakusa were to disappear from this world, in terms of the welfare of their country, there wouldn&#039;t be any loss.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
With the abilities of the Knights, killing off the Amakusa would be too easy. The techniques of the Knights—inherited from the crusaders of the tenth century which attacked the middle east-- these techniques have buried who knows how many believers of other religions since ancient times. Their power is even great enough to cause an island to disappear from the map.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Destroying this weak sect, the Amakusa, in the far East won’t even take a day.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Even if the Amakusa have a hostage like Ursula, they couldn’t care less.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Even the British Puritans aren&#039;t interested in the ‘Book of the Law’, because its contents have been memorized in Index’s brain. No matter whether Ursula lives or dies, it doesn’t affect Britain. The Roman Catholics might try and put pressure on Britain, but isn’t it the Archbishop’s job to ‘pacify the Roman Catholics’?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Archbishop has already warned the Knights to be wary of Kanzaki Kaori’s actions, the former leader of the Amakusa Catholics, but they did not take it to heart. If Kanzaki were to attack in rage because of the destruction of the Amakusa, the Knights would just send her into oblivion.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
This was the ‘original’ plan that the Knights had.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But such a plan is completely decimated within 3 seconds.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Just when the Knights got out from the sea and climbed onto the rocks,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
An explosion occurred in the area full of wavestones.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Among the explosion, every wavestone, each weighing more than one ton, was blasted into the air like a volcanic explosion. The &lt;br /&gt;
Knights, who were originally standing on the wavestones, fliped in the air to regain their balance. They then look at the ground, &lt;br /&gt;
looking for a suitable landing spot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
At the centre of the explosion, which blew up the 21 knights and numerous pieces of the rocks, stood a lady.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
She has black hair tied behind her head in a scoop, and snow-white skin covering her thick muscles. She wears a short-sleeved &lt;br /&gt;
T-shirt with a knot tied below, a pair of jeans with one side being cut off, and top-boots. A belt runs around her waist, and under that belt is a Japanese sword more than two metres long (Seven Heaven Seven Swords).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki Kaori.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
She did not say a single word as she attacked the 21 knights in the sky.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Now that the Knights were in the sky, they couldn’t move their bodies about freely. Kanzaki’s way of attack is rather simple, and that’s to attack each of the Knights in order with her Japanese sword. Kanzaki did not unsheathe the sword, and just swung it &lt;br /&gt;
together with the sheath.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But, she was as fast as lightning.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In actuality, they were only in the air for one second. But, they got the feeling that their bodies were stuck in the air. Because Kanzaki was really too fast, it was like time had stopped and only she was moving.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If one were to see this through the normal flow of time, it would be like observing an invisible whirlwind in the midst of an explosion.&lt;br /&gt;
After being hit by the sword, some of them flew to the ground, some buried into the cliff, some beside the cliff, and some jumping on the water surface like flying rocks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
After attacking the 21 knights, Kanzaki steadily lands on a wave rock.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
When the moist night wind started to gently stroke her hair, the knights came falling from the sky, and bell-like percussive sound reverberated through the entire coast as they landed in the sea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I didn’t use my full strength, so this sort of attack will most likely not cause any deaths. Good thing you all were wearing sturdy equipment, it allowed me to attack without any worry.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki’s calm voice however became the biggest mockery to the knights. One of the knights tried to stand up, but his body couldn’t move; even moving a finger was difficult to him.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, the knight could only use his mouth, which was the only part of his body that could still move.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Do you know who we are? Such an action from you means declaring war on the United Kingdom!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I’m also a citizen of the United Kingdom. This has nothing to do with the Roman Catholics or the Russian Orthodox Church. This is &lt;br /&gt;
an internal conflict within the British Puritans, so I believe that it won’t bring too much trouble for the people above……huh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Before Kanzaki finished speaking, she realised that the knight who was speaking a while ago has now fainted.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Some of them fell into the sea……but then, they haven’t removed their swimming spells, so they probably won’t die.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki muttered as she faces the dark, peaceful surface of the sea.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saying all these with a worried expression, yet there’s not even a sense of spirit in it.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki looked mystified by this familiar voice. She turned around and saw a teenager with messy blond hair, blue shades, an aloha shirt and shorts.  (Teh_ping: Is this guy on holiday?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Motoharu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Once Kanzaki noticed where he was standing, she was shocked. Kanzaki’s senses are rather acute, and logically, no one would be able to get near her without being discovered. But right now, the distance between the two of them is merely ten meters, and yet Kanzaki couldn’t sense any presence from Tsuchimikado.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“So you came to stop me?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki grabed the sword handle. But the eyes behind Tsuchimikado’s sunglasses were still smiling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Don’t bother, Kanzaki. You can’t beat me.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Facing such a critical situation, Tsuchimikado remained calm and collected. He didn’t have any weapon on him, neither was he in a battle pose.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You’re strong, but you don’t kill. I’m an esper now, and if I were to cast magic on you, I might die. In other words, no matter whether one of us wins, death is the only option for me. Let me ask you, do you have the resolve to kill Tsuchimikado, who doesn’t &lt;br /&gt;
want his own life?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki gritted her teeth.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Her magic is supposed to save people, not to kill them. A battle where lives would be lost no matter which side won is meaningless to her, &lt;br /&gt;
or one may say, she’ll avoid it at all costs.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Her fingers, now touching the sword’s handle, start to tremble slightly.&lt;br /&gt;
At this moment, Tsuchimikado suddenly revealed a smile like an innocent child, and said,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You don’t have to stare at me like this, big sis. My order isn’t to stop you, but to resolve the situation before you get into trouble. Also, I have another job to do.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Job……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“That’s right. My order is to steal the original ‘Book of the Law’ when the Roman Catholics and Amakusa are fighting furiously against each other.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki squinted her eyes, and asked,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Is this an order from the Puritan church, or from Academy City?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I can’t comment on this. But, if you think, you will find the answer. Think about it, the magical side and the scientific side, which side would want the magic book more? And, which side am I working for?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hearing Tsuchimikado’s words, Kanzaki remained silent.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A mysterious atmosphere surround these two, the warm air flowing between them has been frozen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Several seconds later, Kanzaki looked away from him.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……I’m leaving. If you want to give a report to the higher-ups, go ahead. I don’t mind.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I understand. Ah, I’ll take some time to clean up this place. It’s troublesome if we let these guys be captured by the police.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Thank you.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki bowed towards Tsuchimikado. Tsuchimikado then went on.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh yeah, big sis, what do you want to do, coming all the way back from England?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki, whose head was still lowered, froze up.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
After ten whole seconds, Kanzaki raised her head.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah—”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki forced a stiff smile showing her anger and her sorrow, and said,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“---What did I come here for?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2: Pemuja Ilmu Pengetahuan]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=64333</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=64333"/>
		<updated>2010-04-27T01:41:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Volume 7 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Warning:ATP}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:To Aru Majutsu no Index cover.jpg|200px|thumb|Volume 01 cover.]]&lt;br /&gt;
To Aru Majutsu no Index (とある魔術の禁書目録) project page.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri&#039;&#039;Aru Majutsu no Index&#039;&#039;juga terdapat dalam berbagai bahasa: :&lt;br /&gt;
*[[To Aru Majutsu no Index]] english&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Nb: proses penerjemahan tergantung dalam versinya masing-masing.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Datang di situs Baka-Tsuki Project Forum untuk mendiskusikan seri ini dan informasi lainnya dari Baka-Tsuki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun berlatar belakang di sebuah kota yang para siswanya memiliki kekuatan super berkat teknologi canggih, tetapi di dunia ini sihir juga ada. Tangan kanan Touma Kamijou, Imagine Breaker, dapat meniadakan semua sihir, kekuatan psikis, ataupun kekuatan suci, tetapi tidak nasib buruknya sendiri. Suatu hari ia menemukan seorang gadis kecil yang tergeletak di pagar balkonnya. Ternyata ia adalah seorang biarawati dari Gereja Inggris, dan dalam otaknya telah terekam Indeks-Librorum-Prohibitorum - semua buku sihir yang telah dihapus dari peredaran oleh Gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemah  ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang pengen bantu bantu aja. Bantuin para pembaca ngedit&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah di minta untuk menandai semua bab yang mereka inginkan untuk diterjemahkan di  [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] yang sedang dikerjakan&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Format Standards ===&lt;br /&gt;
Setiap bab (setelah di edit) harus dikonfirmasikan hingga terpenuhi. Lihat link di samping. [[Format_guideline|Format/Style Guideline]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk diterjemahkan, cukup melihat dari seri To_Aru_Majutsu_No_Index English, namun apabila kalian bisa menerjemahkan bahasa jepang juga, kami harap kalian bisa menjadi penerjemah jepang juga. apabila kalian melihat versi China, mungkin ada beberapa kesalahan jadi kalian dapat mengeditnya hingga terasa bagus menurut kalian. Tak perlu takut bila ada kesalahan, kami bisa mengembalikan kesalahan tersebut jika memang dibutuhkan. kami juga dapat melihat semua yang kalian lakukan untuk memperbaikinya. jadi, lakukan saja daripada sembunyi atau menunggu. kurang kerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Updates==&lt;br /&gt;
*December 11, 2009 - project page created.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri &#039;&#039;To Aru Majutsu no Index&#039;&#039; oleh Kazuma Kamachi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_pendahulu|Pendahulu]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume2_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume3_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume4_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog: Halaman itu dibuka (100%)]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_1|Bab 1 - Pemuja Ilmu Pengetahuan]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2 - Gereja Katolik Roma]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_3|Bab 3 - Gereja Anglikan]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_4|Bab 4 - Gereja campuran AMAKUSA]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Epilog|Epilog: Halaman itu ditutup]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Penutup|Kata penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume9_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume12_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume12_Pendahulu|Pendahulu]] &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume13_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 6&lt;br /&gt;
::*Chapter 7 &lt;br /&gt;
::*Chapter 8 &lt;br /&gt;
::*Chapter 9 &lt;br /&gt;
::*Chapter 10 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Project Staff==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Project Administrator:  &lt;br /&gt;
*Project Supervisor: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Translator===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Kili|Kili]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Gerrymon|Gerrymon]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Editors===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua editor yang memakai  English and Indonesia dengan benar diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:xenocross|xenocross]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==More Information==&lt;br /&gt;
* [http://en.wikipedia.org/wiki/To_Aru_Majutsu_no_Index The wikipedia article].&lt;br /&gt;
* [http://www12.atwiki.jp/index-index/ とある魔術の禁書目録　Index] (日本語、そしてネタバレの危険性がある！)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Prolog&amp;diff=64332</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Prolog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Prolog&amp;diff=64332"/>
		<updated>2010-04-27T01:40:26Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: Finished - can someone QC this?&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Prolog: Mulai beraksi (Gerbang telah dibuka)==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katedral St. George.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun disebut katedral, tetapi gereja ini hanya salah satu dari sejumlah gereja ditengah Kota London. Meskipun tidak dapat dibilang kecil, terdapat perbedaan yang sangat besar jika dibandingkan dengan Westminster Abbey dan Katedral St. Paulus. Tentu saja tdak bisa dibandingkan dengan Katedral Canterbury, gereja asal mula Puritanisme di Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan faktanya di London, jumlah bangunan yang bernama &#039;St. George&#039; sangat banyak. Selain gereja, ada departement store, restoran, toko-toko pakaian, dan sekolah-sekolah. Bisa ada banyak bangunan bernama itu di dalam kota. Tidak hanya itu, paling tidak ada lebih dari sepuluh gereja dengan nama &#039;Katedral St. George&#039;. Hubungan antara &#039;St George&#039; dan para orang Inggris bahkan dapat dilihat dari Union Jack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katedral St. George ini adalah markas dari ‘Necessarius’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mereka tidak memiliki pekerjaan yang glamor atau dipuja. (TN: better translation expected) Tugas dari ‘Necessarius’ adalah mengeliminasi berbagai asosiasi sihir di Ingris dan penyihir-penyihir yang terlibat di dalamnya. Untuk mencapai tujuan ini, ‘Necessarius’ juga menggunakan sihir, yang dianggap kotor oleh anggota (gereja) lainnya. Karena hal inilah, mereka dipandang rendah oleh para Puritan, dan bahkan diusir keluar dari Canterbury, markas utama bagi para Puritan, ke katedral St. George ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelah itu, ada banyak perubahan yang tidak mereka duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun sebelumnya dianggap sebagai organisasi sampingan, ‘Necessarius’ telah melakukan banyak kontribusi dari belakang layar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini memungkinkan ‘Necessarius’ untuk membangun profil dan kekuatan di dalam Gereja Puritan Inggris. Saat ini, meskipun nampak bahwa gereja puritan dijalankan oleh Katedral Canterbury, tetapi faktanya, pemegang keputusan sekarang telah berpindah ke katedral St. George.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, katedral ini, yang terletak agak jauh dari pusat Kota London, saat ini adalah inti dari Gereja Puritan Inggris yang besar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl Magnus si pendeta dengan rambut merah sedang berjalan di jalanan Kota London pagi itu, dengan penuh pertanyaan. &lt;br /&gt;
&amp;lt;!--&amp;quot;feeling extremely puzzled.&amp;quot; any better suggestion?--&amp;gt;&lt;br /&gt;
Tidak ada yang aneh dengan jalanan itu sendiri. Terdapat apartemen-apartemen dari dinding batu yang telah berumur 300 tahun lebih, yang berjajar di kedua sisi jalan. Ada banyak pekerja kantoran dengan handphone di tangan mereka dan berjalan dengan cepat di jalanan tua itu. Bus bertingkat dua (double decker) berjalan maju secara perlahan dan para pekerja di jalanan yang sedang membongkar telepon umum tua yang tampak umum. Sebuah integrasi antara sejarah baru dan lama, tidak ada yang tidak biasa terjadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang salah dengan cuaca saat itu juga. Meskipun tidak ada awan di langit pagi ini, tapi cuaca berganti tiap kira-kira empat jam, maka tampak banyak orang yang membawa payung kemana-mana. Hari ini hari yang terasa panas, dan karena London juga dikenal dengan cuacanya yang berkabut, maka cuaca yang selalu berubah-ubah ini, adalah hal yang tidak dapat diremehkan. Karena meningkatnya kelembaban yang disebabkan hujan yang terus menerus , bersamaan dengan gelombang udara musim panas&amp;lt;!--Theres some typo in the english part, and I dunno what the trans mean. will re check later--&amp;gt;, menyebabkan temperatur yang tinggi. Jadi, pemandangan yang tampak menarik bagi para turis ini tetap saja tersa kurang. Tetapi bagi orang seperti Styl, saat dia pertama kali memutuskan untuk tinggal di kota ini, dia telah mempertimbangkan kekurangan ini, maka ia sudah menerima hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa atau siapa yang membuatnya merasa resah adalah gadis di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uskup besar...&amp;quot; &amp;lt;!-- XD definitely sounds odd though maybe I just put &#039;archbishop&#039; back--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm? Aku sengaja memakai baju yang sederhana hari ini, tolong jangan memanggil saya dengan pangkat seperti itu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pakaian dengan jubah berwarna beige (coklat muda), sang gadis, yang terlihat berumur 18 tahun, berbicara dengan tenang dalam bahasa Jepang. Seharusnya, sesuai dengan aturan, pakaian seorang biarawan hanya boleh berwarna putih, merah, hitam, hijau atau ungu, dengan garis-garis emas untuk dekorasi, jadi gadis ini secara diam-diam telah melanggar aturan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Celakanya, hanya dia yang merasa selama ia memakai pakaian ini, ia tidak akan menarik perhatian. Karena dengan kulitnya yang putih bagai kristal, matanya yang biru cemerlang dan rambutnya yang berkilau keemasan--yang bahkan seseorang tidak akan terkejut jika dijual di toko perhiasan, apapun keadaannya, dia tetap tampak menonjol diantara kerumunan orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambutnya terurai sangat panjang. Rambut lurusnya tergerai hingga lutut, terlipat ke atas, ada di belakang kepalanya, dengan ikat rambut perak besar yang menahannya, dan juga di dekat pinggangnya. Dengan kata lain, panjang rambutnya hampir 2,5 kali tinggi badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pagi hari di Lambeth, London, suasana berisik dan hiruk-pikuk yang terkenal biasa terjadi, namun di sekeliling dia, suara-suara tersebut seperti hampir tak ada, mereka bagaikan dalam suasana hening gereja yang tidak mengijinkan suara bising.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_013.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang uskup besar dari sektor nol Gereja Puritan, ‘Necessarius’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura Stuart.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raja adalah peringkat tertinggi dalam hirarki Gereja Puritan. Uskup Besar Laura adalah sang pembawa pesan sang raja, dan tanggung jawabnya adalah... &#039;Mengambil alih sang raja yang sedang sibuk dan mengontrol Para Puritisme Inggris.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja Puritan itu bagai perangkat musik ber-senar yang klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain sang &#039;pemilik&#039;, juga ada sang &#039;pengurus&#039;. Ambil contoh sebuah biola. Sebagus apapun sebuah biola, jika tidak pernah digunakan dalam jangka waktu yang lama, senarnya akan kendur, dan kualitas suara yang dihasilkannya akan menurun, yang menyebabkan suaranya tidak indah lagi. Tugas Laura adalah untuk tampil bermain menggantikan pemiliknya, sehingga biola tersebut dapat dipelihara dalam keadaan sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, seperti situasi dalam Katedral Canterbury dan Katedral St. George, nama dan kekuasaan secara de facto telah dibalik. Kekuasaan sebenarnya ada di tangan Laura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Uskup besar, yang memiliki kekuasaan besar tersebut, sekarang dengan santai berjalan di jalanan pagi-pagi sekali, tanpa satu pun pengawal di dekatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl dan Laura sekarang berjalan menuju Katedral St. George. Awalnya Laura yang mengusulkan pada Styl untuk bertemu di katedral pada waktu seperti ini. Dia seharusnya menunggu di katedral, dan Styl seharusnya datang menemuinya disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya juga memiliki rumah sendiri. Dan tidak selalu terperangkap dalam gereja tua itu sepanjang tahun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Sambil melanjutkan langkahnya, yang tanpa bersuara.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah lebih menyenangkan untuk berjalan-jalan sambil berbicara?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekeliling mereka, para pekerja kerah putih berlalu lalang dengan cepat. Karena tempat ini dekat dengan Stasiun Waterloo, yang merupakan stasiun terbesar di London, bahwa ada satu dua pendeta atau suster bearada disini, merupakan hal yang biasa. Jumlah gereja di London hampir sebanyak jumlah taman umum, meskipun tidak bisa dibandingkan dengan Roma.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak mempermasalahkan hal itu. Tetapi bukankan kamu memanggilku ke katedral untuk membicarakan sesuatu yang tidak boleh didengar orang luar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan berpikiran sempit, mengapa harus kuatir dengan hal-hal kecil? Tidak dapatkah kamu menikmati saat ini saja? Meskipun seorang pendeta yang mendengarkan pengakuan seorang wanita memberikan rasa &#039;lega&#039;, mengapa ia tidak bisa membuka hatinya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......&amp;quot; Styl tertegun, dan bertanya, &amp;quot;Bolehkah saya bertanya sesuatu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengapa kamu sangat was-was? Silahkan saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengapa bahasa Jepang Anda terdengar bodoh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....?&amp;quot; (lol Note:Di teks aslinya pengerang sengaja menggunakan gaya bahasa seperti jepang klasik untuk dialog Laura)&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Muka Sang Uskup Besar Gereja Puritan tampak seperti orang yang sadar bahwa ia salah memasang kancing bajunya. Awalnya dia terhenyak, lalu badannnya terhenti. Lalu dengan muka agak merah merona berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...eh...? Apa...apakah memang janggal? Bukankah &#039;Bahasa Jepang&#039; seharusnya terdengar seperti ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maafkan saya, tetapi saya tidak dapat menangkap apa yang Anda berusaha katakan. Anda berusaha bicara dengan gaya bahasa klasik, tetapi terasa ganjil.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang di sekitar mereka, yang terbungkus pakaian barat, kemungkinan besar tidak mengerti bahasa jepang, tetapi Laura merasa hiruk-pikuk di sekitarnya seperti menertawakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... ehm... Saya mempelajari bahasa jepang dari berbagai sumber, seperti literatur dan program TV. Saya bahkan meminta bantuan pada orang Jepang asli sebelumnya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh bolehkah saya bertanya pada siapa &#039;Orang Jepang asli&#039; itu?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uh... orang itu Tsucimikado Motoharu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong jangan menggunakan prindaa hidung belang yang membiarkan adik perempuannya mengenakan seragam maid sebagai orang Jepang ideal. Asia tidak semenarik itu, a tahu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba... bahwa hal itu mungkin... Saya harus segera memperabaiki bahasa jepang saya... oh tidak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Su... sulit untuk mengubah sesuatu yang saya sudah terbiasa&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jangan bilang bahwa kau menggunakan bahasa yang terdengar aneh ini untuk bernegosiasi dengan perwakilan dari Academy City&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura terhenyak, dan berkata &amp;quot;Ja... Jangan kuatir, jangan kuatir... tak apa-apa, tak apa-apa...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi suaranya terdengar terguncang, keringat muncul di wajahnya, dan matanya memandang kemana-mana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl menghela nafas, hembusan nafasnya dipenuhi dengan asap rokok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, mari kita bicara saat kita sampai di katedral&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya berbelok di ujung jalan. Kanzaki Kaori diam-diam sering mengunjungi restoran jepang yang terdapat di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa... apakah kita harus membicarakan hal ini!? Saya tidak mungkin berkomunikasi dengan Bahasa Jepang ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cukup, mari bicara mengenai &#039;bisnis resmi&#039; dan bukan hal tak penting seperti ini. Jika Anda tidak yakin dengan bahasa jepang Anda, kita tetap bisa berbicara dengan Bahasa Inggris.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ja-jangan konyol! Siapa bilang Saya tidak percaya diri! Ha... hanya saja... badan saya hari ini tidak terasa enak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Laura, yang merasa kalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan mengenai bisnis resmi itu... sebelum kita mulai...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari balik jubah di dadanya, Laura mengeluarkan sesuatu, yang terlihat seperti dua lembar kertas memo, dan juga spidol berwarna hitam. Sebagai spesialis dalam bidang runes/relic, Styl langsung paham apa yang akan ia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiu chiu chiu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura mencoba meniru suara janggal seperti saat spidol digoreskan di kertas. Pada beberapa upacara penting, saat sang Uskup Besar Laura berdiri di hadapan orang banyak, dia tampak sangat agung tidak seperti manusia biasa. Tetapi sekarang, sang uskup besar tamapk seperti seorang gadis yang asal mencorat-coret buku catatannya di tengah jam pelajaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau bisa, Saya berharap dia dapat mempertahankan personanya yang agung)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikir Styl, sambil memegang rokok dan tertegun. Dia sangat terganggu dengan suara tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... maafkan saya, tapi boleh saya bertanya apa yang Anda lakukan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl bertanya, sambil mengertakkan gigi dan dengan badan agak bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dahinya menjadi pucat, Styl memutuskan untuk bersabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya untuk berjaga-jaga. Ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura menggambar hal yang sama di kedua lembar kertas tersebut, dan memberikan salah satunya pada Styl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah-ah-ah apakah kamu dapat mendengar saya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl merasakan suaranya berasal dari dalam pikirannya. Dia memandang Laura, yang bibir mungilnya tidak bergerak sedikitpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Apakah ini talisman untuk berkomunikasi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pikiran kita dapat dihantarkan secara langsung tanpa perlu berbicara.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl mengamati lembaran tersebut. Tampaknya Laura menciptakan sepasang talisman ini karena sarannya agar orang di sekelilingnya tidak dapat menguping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengapa suara dari hatimu juga terdengar konyol!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Tu... tunggu sebentar, Styl! Sekarang saya bicara dengan Bahasa Inggris!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia tidak mengeluarkan suara sedikitpun, Laura tampak panik, hingga mengejutkan kucing-kucing yang berbaring di depan restoran yang belum dibuka. Styl menghela nafas. Segala otoritas dan keagungan yang dimiliki seorang Uskup Besar runtuh sudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi mungkin ada yang salah saat pesan ini dikirim. Meskipun terdengar janggal, tapi tidak mempengaruhi pembicaraan kita. Mari kita bicara langsung ke bisnis yang seharusnya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...Uu... ehem ehem, baiklah, mari.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya Laura hendak mengatakan sesuatu, tetapi dia menelannya kembali, dan kembali ke permasalahan utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Styl, apakah pernah mendengar tentang &#039;Kitab Hukum&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu adalah kitab sihir. Jika tidak salah, pengarangnya adalah Edward Alexander &amp;quot;&lt;br /&gt;
Edward Alexander. Juga dikenal sebagai Crowley.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa orang berkata bahwa dia adalah penyihir paling dipuja pada abad ke 20, dan ada yang berkata dia adalah penyihir terburuk pada abad ke 20. Sesuai dengan kelakuan dan perangainya yang melampaui imajinasi dan pemikiran umum, dia pernah diusir dari berbagai negara. Dia berhasil memancing kreativitas para artisan, tetapi juga memacing kemarahan para penyihir. Seorang legenda. Menurut sejarah, dia wafat pada 1 Desember 1947. Beberapa orang bahkan merasa dunia menjadi lebih damai pada saat dia mati. Hal ini menunjukkan banyaknya kontroversi dan masalah yang ia timbulkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu sang penyhir besar itu wafat, secara lumrah, akan ada orang-orang yang mengaku sebagai pengikut atau pewaris dirinya. Sampai sekarang sistem magis yang mereka buat terus membuat pusing organisasi-organisasi yang khususnya masih mengincar Crowley.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tetapi, kalau tak salah, bukankah buku asli &#039;Kitab Hukum&#039; masih disimpan didalam perpustakaan gereja Vatikan di Roma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar gadis kecil yang bernama Index itu dapat merekam dalam ingatannya 103,000 teks sihir, Styl harus menemaninya keliling dunia sebagai penjaganya. Meskipun dia tidak melihat isinya, Styl masih ingat dimana lokasi 100 teks yang paling ternama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu benar. Dari 1920 hingga 1932, Crowley beraksi di pulau Sicilia di Itali. Menurut cerita &#039;Kitab Hukum&#039; pertama kali terdengar saat itu.&amp;quot; Kata Laura dengan nada seperti membaca bacaan buku pelajaran sejarah.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Styl, kamu tahu kenapa kitab ini begitu berharga?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karakteristik dari Kitab tersebut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terlepas dari benar atau salah, mengenai karyanya, ada beberapa legenda yang terkait dengannya. Beberapa percaya bahwa Crowley memanggil (summon) Aiwass sang malaikat penjaga, mempelajari &#039;Teknik malaikat&#039; yang tidak dapat digunakan orang biasa, dan dicatat kedalam &#039;Kitab Hukum&#039;. Ada yang percaya bahwa saat &#039;Kitab hukum&#039; dibuka, era ke-kristen-an akan berakhir, dan manusia akan masuk ke era baru... Untuk alasan yang pertama, malaikat itu tidak bisa berpikir maka ia tidak bisa mengajarkan manusia, tapi kami lebih peduli karena alasan yang kedua. Tetapi... &amp;quot; (Note: malaikat tidak dapat berpikir, itu yg tertulis di versi Inggris, gw coba tanya2 lagi kalo ini bener maksudnya)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Gereja Puritan Inggris, mereka berasumsi bahwa itu adalah buku sihir berisi banyak mantra dashyat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, kalau mendengar hal itu, seseorang akan bertanya-tanya. Kenapa cuma disebut &#039;Asumsi&#039;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index seharusnya sudah tahu isi &#039;Kitab Hukum&#039;. Alasannya adalah...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya yakin kamu tahu bahwa belum ada orang yang paham kitab ini? Tetapi kitab ini, meskipun semua kitab sihir ditulis dengan kode, adalah suatu pengecualian. Bahakan Index sudah menyerah membacanya, dan Sherry Cromwell, yang merupakan spesialis dalam menterjemahkan kode ini, juga gagal melakukannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, tidak ada yang bisa menerjemahkan &#039;Kitab Hukum&#039;. Menurut apa yang Index katakan, berdasarkan pengetahuan kita yang terbatas, tidak ada yang mampu menerjemahkannya. Jadi, dia hanya mampu menghafal semua kode tersebut mentah-mentah dari &#039;Kitab Hukum&#039; dikepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, laura tersenyum lebar, lalu berkata, &amp;quot;Kemudian, jika seseorang yang dapat memecahkan kode &#039;Kitab Hukum&#039; muncul, apa yang kamu pikir konsekuensinya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kamu coba katakan...!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terperanjat, Styl menatap Laura. Tapi dia tidak terlihat seperti bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada seorang suster Katolik Roma bernama Ursula Aquinas. Tetapi, dia hanya tahu cara menerjemahkannya, dan belum pernah membaca isinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana itu bisa terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ursula kelihatannya berhasil menemukan cara memecahkannya dengan membaca sebagian dari salinan naskahnya. Saat ini dia hanya memiliki bagian daftar isi, kata pengantar, dan hanya beberapa halaman lainnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naskah asli dari &#039;Kitab Hukum&#039; saat ini dijaga dengan keamanan ketat, maka orang biasa seharusnya tidak bisa mendapatkannya dengan mudah. Kecuali untuk mereka seperti Index, sangat berbahaya bila orang lain bisa membaca naskah yang asli.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saat ini... Gereja Katolik Roma kekurangan sumber daya manusia karena perhelatan kekuasaan. Mereka mungkin mencoba menggunakan &#039;Kitab Hukum&#039; untuk mendapatkan pegangan. Orang-orang itu mungkin memandangnya sebagai cetak biru senjata model baru...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut laporan, meskipun Gereja Katolik Roma masih sekte kristen yang terbesar di dunia, tiga ribu orang yang membentuk &#039;Gregorian Chant&#039; (Trans note: Chant = nyanyian seperti mantra) telah dikalahkan sang alkemis, karena itu kekuasaan mereka melemah. Agar menjaga posisi mereka di puncak sekte kristen, adalah mungkin mereka akan menggunakan pengetahuan dalm &#039;Kitab Hukum&#039; untuk merancang sesuatu yang dapat menggantikan &#039;Gregorian Chant&#039; untuk mengisi kekurangan dalam pertahanan mereka. Hal ini tidak mengejutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, mereka tidak akan menggunakan &amp;quot;Kitab Hukum&#039; untuk membangun kekuatan tempur. Paling tidak dalam jangka pendek, Gereja Katolik tidak akan menyerang seseorang demi &#039;Kitab Hukum. Kamu tidak perlu kuatir.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hoho, Itu rahasia! Dan saya tidak akan membocorkannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Laura bicara dengan penuh percaya diri, Styl hanya bisa tertegun dan memikirkan apa yang mungkin telah terjadi. Apakah Gereja Puritan Inggris telah menandatangani perjanjian dengan Gereja Katolik Roma, melarang penggunaan &#039;Kitab Hukum&#039;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(... Jika benar begitu, mengapa Gereja Katolik Roma menggunakan Ursula untuk memecahkan isi &#039;Kitab Hukum&#039;?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Melihat ekspresi mukamu, kelihatannya kamu masih belum percaya. Benar-benar, bukankah saya sudah berkata jangan kuatir?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tetapi kalau...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, berhenti menggangguku. Meskipun Gereja Katolik Roma ingin menggunakan &#039;Kitab Hukum&#039; untuk tujuan apapun, mereka tidak dapat melakukannya sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum Styl sempat bertanya kenapa, Laura sudah melanjutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena &#039;Kitab Hukum&#039; sudah dicuri oleh Ursula Aquinas.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa.... Oleh Siapa!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl kaget hingga mengeluarkan suara lantang. Para pekerja kantoran di sekitar mereka yang sedang berjalan menuju stasiun, begitu mendengar teriakannya, menoleh kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pekerjaan yang akan saya serahkan kepadamu berikutnya adalah misi berikutnya. Organisasi, yang melakukan tindak kriminal ini, adalah Gereja Katolik Amakusa di Jepang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Amakusa....&amp;quot; Adalah sekte kristen di jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kolega Styl, Kanzaki Kaori, adalah mantan pemimpin sekte ini. Tetapi Styl sendiri tidak menganggapnya sebagai sekte kristen. Gereja katolik Amakusa tercampur dengan banyak aspek agama Shinto dan Buddha, basis dari iman kristen sudah lama hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Katolik Amakusa sangat kecil dibandingkan agama lain di Roma, Inggris, Russia dan negara lainnya. Sekarang, setelah Kanzaki tidak ada, sebagai pilar utama mereka, mudah terbayangkan jika mereka berusaha mencuri &#039;Kitab Hukum&#039; agar mendapat kekuatan baru. Apalagi &#039;Kitab Hukum&#039; mampu menghancurkan keseimbangan diantara gereja-gereja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Ursula Aquinas dan &#039;Kitab Hukum&#039; jatuh ke tangan Katolik Amakusa, mereka bisa menggunakannya kapan saja. Bahkan, ganjil bila mereka tidak menggunakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi!&amp;quot; Styl menyanggah dengan kasar, &amp;quot;Bukankah &#039;Kitab Hukum&#039; tersembunyi di dalam perpustakaan Vatikan? Untuk organisasi kecil seperti Katolik Amakusa, yang menginginkan kekuasaan lebih, mereka tidak mungkin bisa masuk! Saya mengawal Index saat memasuki perpustakaan Vatikan, jadi saya yakin bahwa tidak ada sudut mati disana! Satu hal yang bisa menggambarkan tempat itu adalah benteng besi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebenarnya, &#039;Kitab Hukum&#039; tidak ada di dalam perpustakaan Vatikan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;APA?&amp;quot; Ekspresi muka Styl menjadi kaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah kereta kuda yang digunakan untuk wisata melewati Styl saat kudanya meringkik, plat nomor yang tergantung dibelakang kereta bergoyang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Untuk penyelenggaraan ajang pameran internasional, Gereja Katolik Roma mengirim &#039;Kitab Hukum&#039; ke museum di Jepang. Seperti Gereja Laterano di Roma, mereka percaya bahwa &#039;Putra Allah&#039; berdarah saat melalui &#039;Jalan Salib&#039;. Kamu harusnya tahu kenapa hal-hal ini dipamerkan ke khalayak umum, benar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap beberapa tahun, Gereja akan memamerkan barang bersejarah atau alkitabiah kepada publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasannya sederhana. Hal-hal ini adalah &#039;alat&#039; untuk menarik sumbangan dan pengikut. Setelah kehilangan sumber daya tempur terbesar mereka, tiga ribu penengadah &#039;Gregorian Chant&#039;, Gereja Katolik Roma pasti berusaha menggalang kekuatan melalui berbagai cara, termasuk pengembangan mantra dan pelatihan anggotanya.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Hal yang paling efektif adalah merekrut para &#039;pengikut baru&#039; di tempat-tempat dimana orang kristen sedikit. karena hal itulah, Jepang adalah sasaran yang tepat. Tetapi karena pengikutnya hanya sedikit, dukungan yang dapat Gereja berikan tidak banyak saat ini. Kelihatannya Katolik Amakusa telah mempertimbangkan waktunya dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sungguh konyol... membawa benda yang berbahaya dan menunjukkannya pada dunia, dan bahkan sampai kehilangan hal tersebut selama berjalan. Gereja Katolik Roma telah mempermalukan kekristenan kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ho-ho, aku percaya Katolik Roma punya pemahaman yang lebih dalam dari kita. Meskipun secara geografis lebih unggul, tetapi untuk sebuah benda milik Gereja Katolik Roma dicuri oleh sebuah sekte kecil di timur jauh, jadi saya rasa merekalah yang dipermalukan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, apakah ini berarti mereka minta tolong kepada kita?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, mereka mau membereskan ini dengan cara mereka sendiri. Aku sudah berusaha keras untuk mendapatkan informasi ini. Bagi mereka, ini mungkin hanya untuk menyelamatkan muka, tetapi Aku sungguh ingin menegur mereka, dan mengatakan &#039;Jangan bermimpi tentang hal itu lagi&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm? Apa ini artinya kita tidak mencari &#039;Kitab Hukum&#039; dan Ursula untuk kepentingan Katolik Roma?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mereka tidak mau membocorkan hal itu, tapi jika Ursula Aquinas benar-benar bisa menerjemahkan &#039;Kitab Hukum&#039; maka kita secara langsung maupun tidak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Kamu berusaha membantu mereka? Apakah kamu pikir para &#039;Biarawan Tinggi&#039; itu akan mau membalas niat baik kita?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl berbicara dengan nada jijik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam impresi Styl, mungkin karena mereka pernah mengendalikan seluruh Eropa, Katolik Roma tentu saja, disamping mereka yang tidak mengenal sihir, adalah orang-orang yang tinggi hati. Khususnya para biarawan dan uskup dari garis keras yang juga keras kepala. Jangankan melawan mereka, jika seseorang berusaha membantu mereka, mereka dengan sombong akan berkata, &amp;quot;Kita tidak sebegitu rendahnya hingga perlu menerima bantuan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak punya niat untuk membantu orang-orang yang mengorupsi Gereja dan menyebabkan perpecahan. Tetapi, kita memiliki masalah yang lebih besar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kanzaki Kaori menghilang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Laura mengatakannya dengan begitu jelas, Styl langsung berpaling kepadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki adalah pemimpin sekte Amakusa sebelumnya. Sekarang, meskipun dia telah meninggalkan Amakusa, dia masih peduli pada mereka. Saat mengetahui bahwa mereka telah membuat masalah, dan sekarang berhadapan dengan Gereja katolik Roma, sekte kekristenan terbesar di dunia dengan 2 milyar pengikut, bagaimana dia akan berreaksi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki adalah seorang Saint, satu dari kurang dari dua puluh orang di dunia yang memiliki &#039;Stigma&#039;. Kekuatan yang ia miliki hampir sama dengan kekuatan bom nuklir. Kalau ia meninggalkan Gereja Puritan Inggris, dan secara terang-terangan menyerang Gereja Katolik Roma, apa konsekuensi dari tindakan tersebut...?&lt;br /&gt;
(TNote: Gw sengaja ga pake kata Santa/Santo biar tidak rancu dengan arti sebenarnya dan biar terdengar lebih keren :P )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejauh yang kukenal, dia akan melakukan apapun. Kalau dia orang biasa hal ini tidak akan bermasalah, tetapi dengan kekuatan yang ia miliki...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura menghela nafas dalam-dalam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku hanya berharap kamu bisa memberesakan masalah ini sebelum Kanzaki melakukan sesuatu yang sangat buruk. Ini adalah prioritas utamamu. Aku tidak peduli apa yang akan kamu lakukan, apakah itu menyelamatkan &#039;Kitab Hukum&#039; atau Ursula, memerintahkan Amakusa untuk menyerah, atau memaksa Amakusa atau Kanzaki untuk menyerah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu menginginkanku menjatuhkan Kanzaki?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika memang terpaksa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura secara jelas dan tegas berkata, &amp;quot;Begitu para anggota kita beres dengan misi mereka, aku akan mengirim mereka ke Roma dan Jepang. Tetapi, aku berharap kamu bisa membereskan ini sendiri. Pergilah ke Academy City dahulu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaikan ingin membuang keraguannya sendiri, Styl menghembuskan asap putih rokoknya. Dia tidak kuatir kalau harus bekerja sendirian, tetapi Styl sang penyihir tidak cocok bekerja dengan kelompok. Selain cacat pada karakternya, sihir api yang dia gunakan juga menjadi masalah besar. Jika ia tidak berhati-hati dan menggunakan kekuatan penuh, rekan-rekannya bisa berakhir ikut tertelan api dan asap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Innocentius&#039; miliknya akan semakin tangguh semakin banyak runes yang dipasang. Meskipun tidak bisa diandalkan, tetapi kekuatannya tidak dapat diremehkan. Kobaran api bersuhu 3000 derajat celcius yang dapat bergerak bebas. Untuk mengejar musuhnya, ia bahkan dapat melelehkan besi dengan mudah. Bagi musuh-musuhnya, ia bagaikan dewa kematian. Dan selain tangan kanan anak itu, hampir tidak ada cara lain unutk menghentikan &#039;Innocentius&#039;. Dengan sihir mengerikan ini, Styl telah menghancurkan beberapa asosiasi sihir hanya sendirian beberapa kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, bekerja sendiri bukanlah masalah baginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;BUkankah ini masalah di sisi gereja? mengapa harus melibatkan sisi ilmuwan&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Index.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura menyebutkan nama seseorang... tidak, nama sebuah alat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena hal ini berkaitan dengan kitab sihir... khususnya naskah asli &#039;Kitab Hukum&#039;, kita membutuhkan semua pengetahuan teknis yang ada. Saya telah berbicara dengan Academy City, dan kamu bisa membawa &#039;itu&#039;. Dengan satu syarat, yaitu membawa juga pengawalnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apalagi? Kamu jarang bisa bekerja dengan &#039;itu&#039;, kenapa kamu tampak muram?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak apa-apa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl tampak menahan berbagai perasaan yang bergejolak didalam dirinya, ekspresi di wajahnya tiba-tiba memudar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...pengawalnya, apakah si Imagine Breaker?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Kamu seharusnya bisa menggunakannya. Oh, coba jangan dibunuh, karena dia barang pinjaman.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Membawa orang dari Academy City ke dalam pertarungan antar penyihir, bukankah hal ini akan menimbulkan masalah?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengenai hal itu, kita bisa menyelesaikannya dengan beberapa trik sederhana. Tentu saja, kondisi yang diberikan pihak mereka tidak bisa dihindari, dan aku tidak punya waktu untuk bernegosisasi dengan mereka.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh... begitu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl tidak mengerti bagaimana pimpinan dari Academy City berpikir, maupun apa yang Laura, yang berdiri tepat di sampingnya, sedang berpikir apa. Mungkin mereka melakukan beberapa perjanjian di bawah tangan. Apapun itu, hal-hal ini diluar campur tangan para bawahan seperti Styl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, Styl, bawa ini juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura mengeluarkan sebuah kalung dengan salib kecil dari lengan jubahnya yang sederhana, dan melemparkannya pada Styl. Styl menangkap simbol dari kepercayaan mereka ini, dan bertanya;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebuah perangkat? Meskipun tidak terlihat di lengkapi dengan sihir apapun.&amp;quot;  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya hadiah kecil bagi Ursula Aquinas. Jika kamu bertemu dengannya, segera cari kesempatan untuk memberikan itu kepadanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl tidak mengerti apa maksudnya, dan Laura tidak berniat menjelaskan. Ini adalah skenario &amp;quot;Jangan tanya, lakukan saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini keduanya berhenti melangkah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berjalan sepuluh menit dari stasiun kereta London yang luar biasa besar, tampak sebuah gereja yang tampak tidak pantas disebut &#039;katedral&#039; di hadapan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katedral St. George. Kota suci kegelapan yang berisi sejarah mengerikan perburuan penyihir, pengadilan agama dan bahkan bagi wanita perancis yang terkenal itu Joan of Arc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalan mendahului Styl, Laura memegang pegangan sang pintu raksasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura mendorong kedua daun pintu yang tampak berat itu dan mengundang sang pendeta untuk masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak lagi menggunakan kartu runes, dan membuka mulutnya yang mungil, yang bagaikan buah persik, dan berbicara dengan suara jernih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengenai detilnya, akan kita bicarakan di dalam.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Volume7_Illustrations|Illustrations]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Volume7_Bab_1|Bab 1: Pemuja Ilmu Pengetahuan]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Prolog&amp;diff=64054</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Prolog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Prolog&amp;diff=64054"/>
		<updated>2010-04-21T02:29:03Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: Adding more trans~&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Prolog: Mulai beraksi (Gerbang telah dibuka)==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katedral St. George.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun disebut katedral, tetapi gereja ini hanya salah satu dari sejumlah gereja ditengah Kota London. Meskipun tidak dapat dibilang kecil, terdapat perbedaan yang sangat besar jika dibandingkan dengan Westminster Abbey dan Katedral St. Paulus. Tentu saja tdak bisa dibandingkan dengan Katedral Canterbury, gereja asal mula Puritanisme di Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan faktanya di London, jumlah bangunan yang bernama &#039;St. George&#039; sangat banyak. Selain gereja, ada departement store, restoran, toko-toko pakaian, dan sekolah-sekolah. Bisa ada banyak bangunan bernama itu di dalam kota. Tidak hanya itu, paling tidak ada lebih dari sepuluh gereja dengan nama &#039;Katedral St. George&#039;. Hubungan antara &#039;St George&#039; dan para orang Inggris bahkan dapat dilihat dari Union Jack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katedral St. George ini adalah markas dari ‘Necessarius’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mereka tidak memiliki pekerjaan yang glamor atau dipuja. (TN: better translation expected) Tugas dari ‘Necessarius’ adalah mengeliminasi berbagai asosiasi sihir di Ingris dan penyihir-penyihir yang terlibat di dalamnya. Untuk mencapai tujuan ini, ‘Necessarius’ juga menggunakan sihir, yang dianggap kotor oleh anggota (gereja) lainnya. Karena hal inilah, mereka dipandang rendah oleh para Puritan, dan bahkan diusir keluar dari Canterbury, markas utama bagi para Puritan, ke katedral St. George ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelah itu, ada banyak perubahan yang tidak mereka duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun sebelumnya dianggap sebagai organisasi sampingan, ‘Necessarius’ telah melakukan banyak kontribusi dari belakang layar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini memungkinkan ‘Necessarius’ untuk membangun profil dan kekuatan di dalam Gereja Puritan Inggris. Saat ini, meskipun nampak bahwa gereja puritan dijalankan oleh Katedral Canterbury, tetapi faktanya, pemegang keputusan sekarang telah berpindah ke katedral St. George.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, katedral ini, yang terletak agak jauh dari pusat Kota London, saat ini adalah inti dari Gereja Puritan Inggris yang besar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl Magnus si pendeta dengan rambut merah sedang berjalan di jalanan Kota London pagi itu, dengan penuh pertanyaan. &lt;br /&gt;
&amp;lt;!--&amp;quot;feeling extremely puzzled.&amp;quot; any better suggestion?--&amp;gt;&lt;br /&gt;
Tidak ada yang aneh dengan jalanan itu sendiri. Terdapat apartemen-apartemen dari dinding batu yang telah berumur 300 tahun lebih, yang berjajar di kedua sisi jalan. Ada banyak pekerja kantoran dengan handphone di tangan mereka dan berjalan dengan cepat di jalanan tua itu. Bus bertingkat dua (double decker) berjalan maju secara perlahan dan para pekerja di jalanan yang sedang membongkar telepon umum tua yang tampak umum. Sebuah integrasi antara sejarah baru dan lama, tidak ada yang tidak biasa terjadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang salah dengan cuaca saat itu juga. Meskipun tidak ada awan di langit pagi ini, tapi cuaca berganti tiap kira-kira empat jam, maka tampak banyak orang yang membawa payung kemana-mana. Hari ini hari yang terasa panas, dan karena London juga dikenal dengan cuacanya yang berkabut, maka cuaca yang selalu berubah-ubah ini, adalah hal yang tidak dapat diremehkan. Karena meningkatnya kelembaban yang disebabkan hujan yang terus menerus , bersamaan dengan gelombang udara musim panas&amp;lt;!--Theres some typo in the english part, and I dunno what the trans mean. will re check later--&amp;gt;, menyebabkan temperatur yang tinggi. Jadi, pemandangan yang tampak menarik bagi para turis ini tetap saja tersa kurang. Tetapi bagi orang seperti Styl, saat dia pertama kali memutuskan untuk tinggal di kota ini, dia telah mempertimbangkan kekurangan ini, maka ia sudah menerima hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa atau siapa yang membuatnya merasa resah adalah gadis di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uskup besar...&amp;quot; &amp;lt;!-- XD definitely sounds odd though maybe I just put &#039;archbishop&#039; back--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm? Saya sengaja memakai baju yang sederhana hari ini, tolong jangan memanggil saya dengan pangkat seperti itu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pakaian dengan jubah berwarna beige (coklat muda), sang gadis, yang terlihat berumur 18 tahun, berbicara dengan tenang dalam bahasa Jepang. Seharusnya, sesuai dengan aturan, pakaian seorang biarawan hanya boleh berwarna putih, merah, hitam, hijau atau ungu, dengan garis-garis emas untuk dekorasi, jadi gadis ini secara diam-diam telah melanggar aturan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Celakanya, hanya dia yang merasa selama ia memakai pakaian ini, ia tidak akan menarik perhatian. Karena dengan kulitnya yang putih bagai kristal, matanya yang biru cemerlang dan rambutnya yang berkilau keemasan--yang bahkan seseorang tidak akan terkejut jika dijual di toko perhiasan, apapun keadaannya, dia tetap tampak menonjol diantara kerumunan orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambutnya terurai sangat panjang. Rambut lurusnya tergerai hingga lutut, terlipat ke atas, ada di belakang kepalanya, dengan ikat rambut perak besar yang menahannya, dan juga di dekat pinggangnya. Dengan kata lain, panjang rambutnya hampir 2,5 kali tinggi badannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pagi hari di Lambeth, London, suasana berisik dan hiruk-pikuk yang terkenal biasa terjadi, namun di sekeliling dia, suara-suara tersebut seperti hampir tak ada, mereka bagaikan dalam suasana hening gereja yang tidak mengijinkan suara bising.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_013.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang uskup besar dari sektor nol Gereja Puritan, ‘Necessarius’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura Stuart.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raja adalah ranking tertinggi dalam hirarki Gereja Puritan. Uskup Besar Laura adalah sang pembawa pesan sang raja, dan tanggung jawabnya adalah... &#039;Mengambil alih sang raja yang sedang sibuk dan mengontrol Para Puritisme Inggris.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gereja Puritan itu bagai perangkat musik ber-senar yang klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain sang &#039;pemilik&#039;, juga ada sang &#039;pengurus&#039;. Ambil contoh sebuah biola. Sebagus apapun sebuah biola, jika tidak pernah digunakan dalam jangka waktu yang lama, senarnya akan kendur, dan kualitas suara yang dihasilkannya akan menurun, yang menyebabkan suaranya tidak indah lagi. Tugas Laura adalah untuk tampil bermain menggantikan pemiliknya, sehingga biola tersebut dapat dipelihara dalam keadaan sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, seperti situasi dalam Katedral Canterbury dan Katedral St. George, nama dan kekuasaan secara de facto telah dibalik. Kekuasaan sebenarnya ada di tangan Laura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Uskup besar, yang memiliki kekuasaan besar tersebut, sekarang dengan santai berjalan di jalanan pada pagi hari, tanpa satu pun pengawal di dekatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl dan Laura sekarang berjalan menuju Katedral St. George. Awalnya Laura yang mengusulkan pada Styl untuk bertemu di katedral pada waktu seperti ini. Dia seharusnya menunggu di katedral, dan Styl seharusnya datang menemuinya disana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya juga memiliki rumah sendiri. Dan tidak selalu terperangkap dalam gereja tua itu sepanjang tahun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
Sambil melanjutkan langkahnya, yang tanpa bersuara.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah lebih menyenangkan untuk berjalan-jalan sambil berbicara?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekeliling mereka, para pekerja kerah putih berlalu lalang dengan cepat. Karena tempat ini dekat dengan Stasiun Waterloo, yang merupakan stasiun terbesar di London, bahwa ada satu dua pendeta atau suster disini, merupakan hal yang biasa. Jumlah gereja di London hampir sebanyak jumlah taman umum, meskipun tidak bisa dibandingkan dengan Roma.&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak mempermasalahkan hal itu. Tetapi bukankan kamu memanggilku ke katedral untuk membicarakan sesuatu yang tidak boleh didengar orang luar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan berpikiran sempit, mengapa harus kuatir dengan hal-hal kecil? Tidak dapatkah kamu menikmati saat ini saja? Meskipun seorang pendeta yang mendengarkan pengakuan seorang wanita memberikan rasa &#039;lega&#039;, mengapa ia tidak bisa membuka hatinya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......&amp;quot; Styl tertegun, dan bertanya, &amp;quot;Bolehkah saya bertanya sesuatu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengapa kamu sangat waspada? Silahkan saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengapa bahasa jepang Anda terdengar bodoh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....?&amp;quot; (lol Note:Di teks aslinya pengerang sengaja menggunakan gaya bahasa seperti jepang klasik untuk dialog Laura)&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
Muka Sang Uskup Besar Gereja Puritan tampak seperti orang yang sadar bahwa ia salah memasang kancing bajunya. Awalnya dia terhenyak, lalu badannnya terhenti. Lalu dengan muka agak merah merona berkata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...eh...? Apa...apakah memang janggal? Bukankah &#039;bahasa jepang&#039; seharusnya terdengar seperti ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maafkan saya, tetapi saya tidak dapat menangkap apa yang Anda berusaha katakan. Anda berusaha bicara dengan bahasa klasik, tetapi tidak terasa benar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang di sekitar mereka, yang terbungkus pakaian barat, kemungkinan besar tidak mengerti bahasa jepang, tetapi Laura merasa hiruk-pikuk di sekitarnya seperti menertawakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... ehm... Saya mempelajari bahasa jepang dari berbagai sumber, seperti literatur dan program TV. Saya bahkan meminta bantuan pada orang jepang asli sebelumnya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh bolehkah saya bertanya pada siapa &#039;Orang Jepang asli&#039; itu?&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uh... orang itu Tsucimikado Motoharu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolong jangan menggunakan pria yang dengan nafsu dan membiarkan adik perempuannya mengenakan seragam maid sebagai orang Jepang ideal. Asia tidak semenarik itu, kau tahu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ba... bahwa hal itu mungkin... Saya harus segera memperabaiki bahasa jepang saya... oh tidak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Su... sulit untuk mengubah sesuatu yang saya sudah terbiasa&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Jangan bilang bahwa kau menggunakan bahasa yang terdengar aneh ini untuk bernegosiasi dengan perwakilan dari Academy City&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura terhenyak, dan berkata &amp;quot;Ja... Jangan kuatir, jangan kuatir... tak apa-apa, tak apa-apa...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi suaranya terdengar terguncang, keringat muncul di wajahnya, dan matanya memandang kemana-mana. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl menghela nafas, hembusan nafasnya dipenuhi dengan asap rokok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, mari kita bicara saat kita sampai di katedral&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keduanya berbelok di ujung jalan. Kanzaki Kaori diam-diam sering mengunjungi restoran jepang yang terdapat di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa... apakah kita harus membicarakan hal ini!? Saya tidak mungkin berkomunikasi dengan Bahasa Jepang ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cukup, mari bicara mengenai &#039;bisnis resmi&#039; dan bukan hal tak penting seperti ini. Jika Anda tidak yakin dengan bahasa jepang Anda, kita tetap bisa berbicara dengan Bahasa Inggris.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ja-jangan konyol! Siapa bilang Saya tidak percaya diri! Ha... hanya saja... badan saya hari ini tidak terasa enak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Laura, yang merasa kalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan mengenai bisnis resmi itu... sebelum kita mulai...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari balik jubah di dadanya, Laura mengeluarkan sesuatu, yang terlihat seperti dua lembar kertas memo, dan juga spidol berwarna hitam. Sebagai spesialis dalam bidang runes/relic, Styl langsung paham apa yang akan ia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiu chiu chiu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura mencoba meniru suara janggal seperti saat spidol digoreskan di kertas. Pada beberapa upacara penting, saat sang Uskup Besar Laura berdiri di hadapan orang banyak, dia tampak sangat agung tidak seperti manusia biasa. Tetapi sekarang, sang uskup besar tamapk seperti seorang gadis yang asal mencorat-coret buku catatannya di tengah pelajaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Kalau bisa, Saya berharap dia dapat mempertahankan personanya yang agung)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikir Styl, sambil memegang rokok dan tertegun. Dia sangat terganggu dengan suara tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... maafkan saya, tapi boleh saya bertanya apa yang Anda lakukan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl bertanya, sambil mengertakkan gigi dan dengan badan agak bergetar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dahinya menjadi pucat, Styl memutuskan untuk bersabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hanya untuk berjaga-jaga. Ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura menggambar hal yang sama di kedua lembar kertas tersebut, dan memberikan salah satunya pada Styl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah-ah-ah apakah kamu dapat mendengar saya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl merasakan suaranya berasal dari dalam pikirannya. Dia memandang Laura, yang bibir kecilnya tidak bergerak sedikitpun&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...Apakah ini talisman untuk berkomunikasi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pikiran kita dapat dihantarkan secara langsung tanpa perlu berbicara.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hm.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl mengamati lembaran tersebut. Tampaknya Laura menciptakan sepasang talisman ini karena sarannya agar orang di sekelilingnya tidak dapat menguping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mengapa suara dari hatimu juga terdengar konyol!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? Tu... tunggu sebentar, Styl! Sekarang saya bicara dengan Bahasa Inggris!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia tidak mengeluarkan suara sedikitpun, Laura tampak panik, hingga mengejutkan kucing-kucing yang berbaring di depan restoran yang belum dibuka. Styl menghela nafas. Segala otoritas dan keagungan yang dimiliki seorang Uskup Besar runtuh sudah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi mungkin ada yang salah saat pesan ini dikirim. Meskipun terdengar janggal, tapi tidak mempengaruhi pembicaraan kita. Mari kita bicara langsung ke bisnis yang seharusnya&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah...Uu... ehem ehem, baiklah, mari.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya Laura hendak mengatakan sesuatu, tetapi dia menelannya kembali, dan kembali ke permasalahan utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Styl, apakah pernah mendengar tentang &#039;Kitab Hukum&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu adalah kitab sihir. Jika tidak salah, pengarangnya adalah Edward Alexander &amp;quot;&lt;br /&gt;
Edward Alexander. Juga dikenal sebagai Crowley.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;!--Beberapa orang berkata bahwa dia adalah penyihir paling dipuja pada abad ke 20, dan ada yang berkata dia adalah penyihir terburuk pada abad ke 20. Sesuai dengan kelakuan dan perangainya yang melampaui imajinasi dan pemikiran umum, dia pernah diusir dari berbagai negara. Dia berhasil mempengaruhi &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl looks at the card. It seems like Laura created these talismans because of his suggestion to not allow the people around them to eavesdrop.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Why does that voice in your heart speak so stupidly as well!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Wait……wait a minute, Stiyl! I’m now speaking in English!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Although she wasn’t making any sound, Laura looked panicked, scaring the cat sprawling in front of the restaurant which wasn’t open yet. Stiyl sighed. The authority and magnanimity that an Archbishop should have is now all gone.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Then there should be an error when the message is exchanged. Although it’s weird, it doesn’t affect our conversation. Let’s get down to proper business.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah……Uu……ahem ahem, okay, let’s start.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It seems like Laura wanted to say something, but she swallowed it, and got to the main issue.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Stiyl, have you heard of ‘The book of the Law’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“It’s a spellbook. If I remember correctly, the author is Edward Alexander.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Edward Alexander. Also known as Crowley.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Some say that he is the most decorated magician in the 20th century, and some say he’s the worst magician in the 20th century. As his actions and demeanour exceeded everyone’s imagination and common sense, he was chased out of several countries. He manages to provoke the creative desire of several artists, but also manages to increase the hostility on him from all the magicians. A really legendary man. According to history, he died on 1st December 1947. Some even feel that the world that time was relieved when he died. This shows the number of controversies and problems that he caused.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
When such a powerful magician dies, naturally, there will be people who will declare themselves as his disciple or heir. Up till today, the magic system that they created continues to cause headaches for the organisation which is specifically still targeting Crowley. And like other legends, the rumours that ‘he’s still alive’ continue to roam about.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“However, if I remember correctly, isn’t the original ‘Book of the Law’ still kept inside the library of the Vatican church in Rome?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In order to allow the girl called Index to memorise the 103,000 magical texts, Stiyl had accompanied her around the world to protect her. Although he did not see the contents, Stiyl is still able to remember where the 100 most famous texts are.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You’re right. From 1920 to 1932, Crowley was carrying out his activities on the island of Sicily in Italy. It is believed that &lt;br /&gt;
‘The book of the Law’ first appeared that time.” Laura spoke as if she’s reciting what she memorised in a history textbook. “Stiyl, do you know what makes this book special?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The characteristics of the book.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“If we are to ignore the reliability first, regarding this work, there are several legends about it. Some believe that Crowley summoned the guardian angel Aiwass, learnt the ‘Angelic Technique’ that no human is able to use, and recorded it in ‘The book of the Law’. Some believe that when ‘The book of the Law’ is opened, the Christian age will end, and humanity will proceed on to a brand new age……For the former, an angel who doesn’t think is unable to teach humanity anything, but we’re rather concerned with the latter’s views. However……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
According to the British Puritan church, they assumed it to be a magical book containing many powerful spells.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But, on hearing it, one will wonder. Why is it an ‘assumption’?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index should have memorised ‘The book of the Law’ already. So the reason is……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I believe you know that nobody can understand this book? But this book is, although all the magical books are written in codes, still an exception. Even Index has given up on reading it, and Sherry Cromwell, who specialises in interpreting these codes, has failed to do so.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
That’s right; no one is able to interpret ‘The book of the Law’. According to what Index said, based on our current limited knowledge, nobody is able to interpret it. So, she could only memorise all the undeciphered codes of ‘The book of the Law’ into her head.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
At this moment, Laura happily smiles, saying, “Then, if someone who can decipher ‘The book of the Law’ is to appear, what do you think are the consequences?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What are you talking about……!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stunned, Stiyl stares at Laura. She didn’t look like she was joking.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“There is a Roman Catholic nun by the name of Ursula Aquinas. However, she only knows how to decipher it, and has yet to read the contents.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What is going on?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ursula seems to have found a way to decode it by reading the incomplete copies. Right now, she only has the index page, the preface, and several more pages.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The original copy of ‘The book of the Law’ is now strictly kept under security, so ordinary people shouldn’t be able to get their hands on it easily. Except for people like Index, it is dangerous for anyone else to read the original.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Right now……the Roman Catholic church is lacking in manpower due to a power struggle. They might try to use ‘The book of the Law’ to regain a foothold. These people probably view it as a blueprint of some new weapon……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
According to reports, although the Roman Catholic Church is still the largest Christian sect in the world, the three thousand people who form the ‘Gregorian Chant’ have been defeated by the alchemist, and thus their power has weakened. In order to protect their place at the pinnacle of the Christian sect, it is possible that they will use the knowledge in ‘The book of the Law’ to design something to replace the ‘Gregorian Chant’ to replace the loss in their fighting power. This wouldn&#039;t be surprising.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No, they won’t use ‘The book of the Law’ to build up their fighting capability. At least in the short term, the Roman Catholic Church will not attack anyone for ‘The book of the Law’. You don’t have to worry about this.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Why?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hoho, it’s a secret! I’m not leaking it out.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seeing Laura speak with such confidence, Stiyl could not help but frown and think of the possibilities. Has the English Puritan church signed an agreement with the Roman Catholic church, banning the use of ‘The book of the Law’?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(……If so, why would the Roman Catholic Church use Ursula to decode ‘The book of the Law’?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seeing your expression, it seems like you’re still unassured. Really, didn’t I tell you not to worry?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“But then……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay okay, stop nagging. Even if the Roman Catholic Church wants to use ‘The book of the Law’ for whatever purpose, they can’t do it now.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Before Stiyl could even ask why, Laura had continued on:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Because ‘The book of the Law’ has been stolen by Ursula Aquinas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What did you say……by whom!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl could not help but shout. The office workers around them heading towards the train station, upon hearing him shout, turn around to look at him.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“The work I want you to do after this would be your mission. The organisation, which did this criminal act, should be the Amakusa &lt;br /&gt;
Catholics in Japan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Amakusa……” It’s a Christian sect in Japan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl’s colleague, Kanzaki Kaori, used to be the leader of this sect. However, Stiyl himself does not consider it to be a Christian sect. The Amakusa Catholic Church is infused with too many aspects of Shintoism and Buddhism, the basis of the Christian faith is long gone now.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“The Amakusa Catholics is a lot smaller than the other religions in Rome, Britain, Russia and other countries. The reason why it is still able to exist is because of Kanzaki. Now, after having lost Kanzaki, their pillar of support, it isn’t unthinkable of them to steal ‘The book of the Law’ in order to gain new power. After all, ‘The book of the Law’ is capable of destroying the balance of the Christian religion.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If Ursula Aquinas and ‘The book of the Law’ would fall into the hands of the Amakusa Catholics, they could use it anytime. In fact, it would be weird if they wouldn&#039;t use it at all.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“But!” Stiyl rudely exclaims, “Isn’t the ‘Book of the Law’ hidden in the depths of the Vatican library? For a small organisation like the Amakusa Catholics, who wishes for power, they can’t possibly have the capability to get inside! I was protecting Index as I entered the Vatican library, so I’m positive that there are no blind spots down there! The only thing that can describe it is an iron wall!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Actually, the “Book of the Law’ isn’t inside the Vatican library.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What?” Stiyl’s expression was blank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A horse carriage used for sightseeing purposes passes by Stiyl as the horse neighs, the license plate hanging behind the carriage.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“In order to organise an international exhibition, the Roman Catholic Church sent the ‘Book of the Law’ to the Japanese museum. &lt;br /&gt;
Like the Laterano Church in Rome, it is believed that the ‘Son of God’ bled while walking up the ‘Holy Path’. You should know why these things are being shown to the common people, don’t you?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Every few years, the Church will showcase important historical or biblical items to the public.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The reason is simple. These are the ‘tools’ to attract donations and believers. After losing their largest fighting force, the three thousand strong ‘Gregorian Chant’, the Roman Catholic Church must be trying to strengthen itself through as many ways as possible, including the development of new spells and training of its members.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It is most effective to recruit these ‘new believers’ in places where there are few Christians. Because of this, Japan is the perfect target. But because there are few believers, the support that the Church can give to Japan is much less now. Seems like the Amakusa Catholics have timed this well.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“This is stupid……bringing such a dangerous thing and showing it to the world, even losing it in the process. The Roman Catholic Church has really disgraced our Christians.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hoho, I believe the Roman Catholics should have a deeper understanding than us. Although they got a geographical advantage now, but for an item of the Roman Catholic Church to be stolen by a small sect in the Far East, I guess it means that they’re discredited.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haiz, does this mean that they are asking us for help?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No, those guys want to settle this their own way. I really worked hard to get this information. To them, this may be a sort of saving grace, but I really want to scold those guys, and tell them ‘Not to dream on anymore’.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Does this mean that we aren’t getting the ‘Book of the Law’ and Ursula back for the sake of the Roman Catholics?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“They aren’t spilling the beans, but if Ursula Aquinas can really decipher the ‘Book of the Law’, we’re involved in this one way or another.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……You’re trying to do them a favour? Do you think that those ‘noble clergymen’ even understand the act of repaying a good deed?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl said with disdain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In Stiyl’s impression, maybe it’s because they once controlled Europe entirely, the Roman Catholics—of course, besides the believers who never known about magic—are rather arrogant. Especially those stubborn hard-liner priests and bishops. Forget about going against them, even if one tries to help them, they would snobbishly say, “We’re not so pitiful so as to accept any assistance.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I have no intention of helping those guys who corrupt the Church and cause splinters in it. However, we have a much bigger problem.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kanzaki Kaori is missing.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
After Laura spoke succinctly, Stiyl immediately turned around.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki was originally the leader of the Amakusa sect. Now, although she has already left Amakusa, she still cares for it. Once knowing that they have caused such a problem, and are now in conflict with the Roman Catholic Church, the largest Christian sect in the world with 2 billion believers, how would she respond?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki is a saint, one of less than 20 people in the world who possess the &#039;Stigma&#039;. The power that she has is almost equivalent to that of a nuclear bomb. If she leaves the control of the British Puritan Church, and directly attacks the Roman Catholics, what consequences will there be…...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Knowing her, she’ll do anything. It would be okay if it was an ordinary person, but with her power……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura sighs heavily.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I hope that you can clean up the mess before Kanzaki does something seriously bad. This is your main priority. I don’t care what you do, whether it is saving the ‘Book of the Law’ or Ursula, telling Amakusa to surrender, or forcing Amakusa or Kanzaki to surrender.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You’re telling me to beat Kanzaki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“If there is such a need.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura clearly and forcefully says, “Once our members are done with their missions, I’ll be sending them to Japan and Rome. However, I hope that you will do this on your own. Go to Academy City first.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
As if he’s spitting his doubts out, Stiyl blows the white smoke of the cigarette out of his mouth. He’s not worried about having to do this alone, but the magician Stiyl just isn’t suited for working in a team. Besides the character flaws, the flame magic he uses is a huge problem. If he’s not careful and uses his full power, his comrades around him might end up swallowed in flames and smoke.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
His ‘Innocentius’ becomes stronger the more runes there are. Although unreliable, but the power cannot be belittled. The 3,000 degree Celsius fire can freely move about. To pursue its enemies, it can even easily melt iron. To the enemies, it is like a god of death. And beside that boy’s right hand, there is almost no other way to stop ‘Innocentius’. Using this terrifying magic, Stiyl has destroyed several magical societies on his own several times.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, working alone is not a problem. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Isn’t this a problem on the Church’s side? Why bring in the Science side?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura said a person’s……no, a tool’s name.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Since it concerns a magic book……especially the original ‘Book of the Law’, we need all the technical knowledge. I have discussed it with Academy City, and so you can bring ‘that’ around. But there is one condition, and that is to bring the guardian along.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What now? It’s rare to work together with ‘that’, why are you so unhappy?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nothing.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl seemed to have suppressed many feelings within him, the expression on his face suddenly vanishes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……That guardian, is it that Imagine Breaker?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“That’s right. You should be able to make use of him. Oh, don’t kill him though, since he’s borrowed property.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bringing people from Academy City into a battle between magicians, would there be a problem?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Regarding this, we can settle this with a few tricks. Of course, the conditions that the other party gave us are unavoidable, and I don’t have the time to negotiate with them.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I……see.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl couldn&#039;t understand how the leaders of Academy City are thinking, nor could he understand what Laura, who was standing right beside him, is thinking. Maybe they carried out a few deals underwater. Anyway, these aren’t things that a minion like Stiyl should interfere in.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Stiyl, bring this along.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura pulls out a small cross necklace from the sleeve of her simple robe, and tosses it to Stiyl. Stiyl catches this symbol of belief with one hand, and asks,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A tool? Although it does not seem to be enhanced by any magic.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Just a little present for Ursula Aquinas. If you meet her, immediately find the opportunity to give it to her.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl did not understand what this meant, and Laura had no intention of explaining. This is a “Don’t ask, just do as I say.” scenario.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
At this moment, the two stopped.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walking for ten minutes from the extremely large London train station, a Church which doesn’t seem to have the right to be called a ‘Cathedral’ is in front of them.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
St George Cathedral. A dark holy city filled with a terrible history of witch hunting, religious trials and even the famous Frenchwoman Joan of Arc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walking in front of Stiyl, Laura grabs the handle of the heavy door.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura pushes the two heavy doors aside, and invites the priest in.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
She does not use her rune card this time, but opens her small, peach-like mouth, and speaks in a clear voice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Regarding the details, we’ll talk about it inside.”--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Volume7_Illustrations|Illustrations]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Volume7_Bab_1|Bab 1: Pemuja Ilmu Pengetahuan]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Prolog&amp;diff=64022</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Prolog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Prolog&amp;diff=64022"/>
		<updated>2010-04-20T09:38:43Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Prolog: Mulai beraksi (Gerbang telah dibuka) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Prolog: Mulai beraksi (Gerbang telah dibuka)==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katedral St. George.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun disebut katedral, tetapi gereja ini hanya salah satu dari sejumlah gereja ditengah Kota London. Meskipun tidak dapat dibilang kecil, terdapat perbedaan yang sangat besar jika dibandingkan dengan Westminster Abbey dan Katedral St. Paulus. Tentu saja tdak bisa dibandingkan dengan Katedral Canterbury, gereja asal mula Puritanisme di Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan faktanya di London, jumlah bangunan yang bernama &#039;St. George&#039; sangat banyak. Selain gereja, ada departement store, restoran, toko-toko pakaian, dan sekolah-sekolah. Bisa ada banyak bangunan bernama itu di dalam kota. Tidak hanya itu, paling tidak ada lebih dari sepuluh gereja dengan nama &#039;Katedral St. George&#039;. Hubungan antara &#039;St George&#039; dan para orang Inggris bahkan dapat dilihat dari Union Jack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katedral St. George ini sebelumnya adalah markas dari ‘Necessarius’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mereka tidak memiliki pekerjaan yang glamor atau dipuja. (TN: better translation expected) Tugas dari ‘Necessarius’ adalah mengeliminasi berbagai asosiasi sihir di Ingris dan penyihir-penyihir yang terlibat di dalamnya. Untuk mencapai tujuan ini, ‘Necessarius’ juga menggunakan sihir, yang dianggap kotor oleh anggota (gereja) lainnya. Karena hal inilah, mereka dipandang rendah oleh para Puritan, dan bahkan diusir keluar dari Canterbury, markas utama bagi para Puritan, ke katedral St. George ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelah itu, ada banyak perubahan yang tidak mereka duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun sebelumnya dianggap sebagai organisasi sampingan, ‘Necessarius’ telah melakukan banyak kontribusi dari belakang layar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini memungkinkan ‘Necessarius’ untuk membangun profil dan kekuatan di dalam Gereja Puritan Inggris. Saat ini, meskipun nampak bahwa gereja puritan dijalankan oleh Katedral Canterbury, tetapi faktanya, pemegang keputusan sekarang telah berpindah ke katedral St. George.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, katedral ini, yang terletak agak jauh dari pusat Kota London, saat ini adalah inti dari Gereja Puritan Inggris yang besar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl Magnus si pendeta dengan rambut merah sedang berjalan di jalanan Kota London pagi itu, dengan penuh pertanyaan. &lt;br /&gt;
&amp;lt;!--&amp;quot;feeling extremely puzzled.&amp;quot; any better suggestion?--&amp;gt;&lt;br /&gt;
Tidak ada yang aneh dengan jalanan itu sendiri. Terdapat apartemen-apartemen dari dinding batu yang telah berumur 300 tahun lebih, yang berjajar di kedua sisi jalan. Ada banyak pekerja kantoran dengan handphone di tangan mereka dan berjalan dengan cepat di jalanan tua itu. Bus bertingkat dua (double decker) berjalan maju secara perlahan dan para pekerja di jalanan yang sedang membongkar telepon umum tua yang tampak umum. Sebuah integrasi antara sejarah baru dan lama, tidak ada yang tidak biasa terjadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang salah dengan cuaca saat itu juga. Meskipun tidak ada awan di langit pagi ini, tapi cuaca berganti tiap kira-kira empat jam, maka tampak banyak orang yang membawa payung kemana-mana. Hari ini hari yang terasa panas, dan karena London juga dikenal dengan cuacanya yang berkabut, maka cuaca yang selalu berubah-ubah ini, adalah hal yang tidak dapat diremehkan. Karena meningkatnya kelembaban yang disebabkan hujan yang terus menerus , bersamaan dengan gelombang udara musim panas&amp;lt;!--Theres some typo in the english part, and I dunno what the trans mean. will re check later--&amp;gt;, menyebabkan temperatur yang tinggi. Jadi, pemandangan yang tampak menarik bagi para turis ini tetap saja terasa ada yang kurang. Tetapi bagi orang seperti Styl, saat dia pertama kali memutuskan untuk tinggal di kota ini, dia telah mempertimbangkan kekurangan ini, maka ia sudah menerima hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa atau siapa yang membuatnya merasa resah adalah gadis di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uskup besar...&amp;quot; &amp;lt;!-- XD definitely sounds odd though maybe I just put &#039;archbishop&#039; back--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;!-- I&#039;ll be translating from english version, so I put this while translating~--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;!--&lt;br /&gt;
What makes Stiyl insecure is the girl beside him.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Archbishop……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? I purposely chose to wear such simple attire today, please refrain from calling me by that lofty title.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dressed in a beige robe, the girl, who looks 18, calmly spoke in Japanese. In fact, according to regulations, a clergyman’s attire can only have white, red, black, green or purple, with threads of gold for decorations, so this girl is secretly breaking the rules. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unfortunately, it seems that only she feels that as long as she puts these clothes on, she won’t be noticed in the crowd. Because with her crystal-white skin, clear blue eyes and shining golden hair--one won’t be surprised if it were sold in a gem shop, no matter the circumstances, she completely stands out from the surrounding crowd.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Her hair is shockingly long. Her straight hair extends all the way to her ankles, folds up, goes behind the back of her head, through the large silver hairpin holding it in place, and down near her waist. In other words, the length of her hair is almost 2.5 times her height.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
During the morning in Lambeth, London, the world-famous din occurs, but around her, the voices feel like they’ve been suppressed, like they are in a solemn church where noise is not tolerated.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_013.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The archbishop of sector zero of the Puritan church, ‘Necessarius’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura Stuart.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The king is the highest ranking leader of the Puritan church. Archbishop Laura is considered to be the courier of the king, and her responsibility is to……’Take over the busy king and control the British Puritanism.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Puritan church is like an age-old string instrument.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beside the ‘owner’, there is also the ‘caretaker’. Take a violin for example. No matter how good a violin is, as long as it isn’t used for a while, the strings will be relaxed, and the sound post would be in a decrepit condition, causing it to not sound beautiful. Laura’s job is to perform in place of the owner, so that the violin can be maintained in a perfect state.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But, like the situation with the Cathedral of Canterbury and the St George Cathedral, the name and actual power has now been reversed. The real power now lies with Laura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The archbishop, who has such a large amount of power, is now walking freely on the streets in the early morning, without even a single bodyguard near her.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl and Laura are now heading towards St George Cathedral. At first, it was Laura who suggested that Stiyl should meet her at the cathedral at this time. She was supposed to wait at the cathedral, and Stiyl was supposed to arrive.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I have my own home. And I’m not always stuck in that old church all year long.” Laura continued forward, not making any noise. &lt;br /&gt;
“Isn’t it fun to walk and talk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Around them, the office workers are hurrying around. Because this place is close to Waterloo station, which is the largest station in London, for a nun or priest to be here, is not unusual for them. The number of churches in London is as big as the number of parks, although it cannot be compared to Rome.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anyway, I’m okay with it. But did&#039;t you call me to the cathedral because you wanted to talk about something that outsiders are not supposed to hear?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Such a narrow-minded man, why worry too much about these minor things? Can’t you enjoy this time with me? Although a father who &lt;br /&gt;
hears a woman’s repentance gives a ‘relief’ feeling, why doesn’t he open his heart?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……” Stiyl frowns, and asks, “Can I ask a question?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Do you have to be so cautious? Fire away.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Why does your Japanese sound so stupid?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……?” (Note: In the original text, the author purposely uses something which sounds like old Japanese for Laura’s dialogue.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Archbishop of the Puritan church looked like someone who has been told that her shirt is buttoned wrongly. She initially froze, then her movements completely stopped. She then blushed, while saying:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah……eh……? Is……is it strange? Isn’t ‘Japanese’ supposed to be like this?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pardon me; I do not really understand what you’re trying to say. You’re trying to speak the ancient language, but it just doesn’t feel right.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The people around them, clad in western clothing, are probably unable to understand Japanese, but Laura feels that the commotion around her has now become laughter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah……ehm……I learnt my Japanese from many sources, like literature and television programmes. I even asked a real Japanese for help before……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, may I know who that ‘real Japanese’ is?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh……that guy named Tsuchimikado Motoharu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Please don’t use that dangerous guy who lustfully lets his own step-sister wear a maid uniform as an ideal Japanese. Asia is not that fascinating, you know.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“To……to think there is such a thing……I must quickly correct my Japanese……oh no!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What’s wrong?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“It’s……it’s difficult to change something that I’m so used to!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Don’t tell me you used such a stupid way of speaking to negotiate with the representatives from Academy City.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura’s shoulders jumped, as she said &amp;quot;Do not... Do not worry, do not worry... No problem, no problem...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
However, her voice is trembling, sweat appearing on her face, her eyes swimming around.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl sighs, his breath full of cigarette smoke.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anyway, let’s talk when we reach the cathedral.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The two turn around the corner. Kanzaki Kaori has secretly frequented the Japanese restaurant located there.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Do……do we really have to talk about this!? I can’t possibly communicate with my Japanese!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Enough, let’s talk about the ‘proper business’, and not about this trivial stuff. If you aren’t confident in your Japanese, &lt;br /&gt;
we can still talk using English.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ri—ridiculous! Who said that I’m not confident! It’s……it’s just that…… my body condition today is rather bad!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura says, being at a loss. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“And regarding the proper business……before we start……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
From under the robe on her chest, Laura pulled something out, which looked like two pieces of notebook paper, as well as a black magic marker. As one who specialises in using runes, Stiyl immediately knew what she was going to use it for.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiu chiu chiu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura tries to imitate this strange sound made by the magic marker as she draws on the paper. On several important ceremonies, when Archbishop Laura stands in front of the crowd, she looks too noble to be even mortal. But now, the Archbishop is like a girl randomly doodling on her notebook in the middle of a lesson. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(If possible, I wish she could maintain that noble image.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl thought, dangling his cigarette and frowning. He really didn’t like this sound.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Excuse me, may I ask what you’re doing?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl asks, gritting his teeth and slightly trembling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Although his temple has gone blue, Stiyl decided to remain patient.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Just a little precaution. Here.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura drew the same image on the two pieces of paper, and gave one of them to Stiyl.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah—ah—can you hear me?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl feels that this voice just came from his mind. He turned to look at Laura, who’s small mouth did not move in the slightest.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Is it a talisman for communication?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Our thoughts can be conveyed to each other without the need of speech.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl looks at the card. It seems like Laura created these talismans because of his suggestion to not allow the people around them to eavesdrop.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Why does that voice in your heart speak so stupidly as well!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Wait……wait a minute, Stiyl! I’m now speaking in English!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Although she wasn’t making any sound, Laura looked panicked, scaring the cat sprawling in front of the restaurant which wasn’t open yet. Stiyl sighed. The authority and magnanimity that an Archbishop should have is now all gone.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Then there should be an error when the message is exchanged. Although it’s weird, it doesn’t affect our conversation. Let’s get down to proper business.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah……Uu……ahem ahem, okay, let’s start.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It seems like Laura wanted to say something, but she swallowed it, and got to the main issue.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Stiyl, have you heard of ‘The book of the Law’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“It’s a spellbook. If I remember correctly, the author is Edward Alexander.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Edward Alexander. Also known as Crowley.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Some say that he is the most decorated magician in the 20th century, and some say he’s the worst magician in the 20th century. As his actions and demeanour exceeded everyone’s imagination and common sense, he was chased out of several countries. He manages to provoke the creative desire of several artists, but also manages to increase the hostility on him from all the magicians. A really legendary man. According to history, he died on 1st December 1947. Some even feel that the world that time was relieved when he died. This shows the number of controversies and problems that he caused.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
When such a powerful magician dies, naturally, there will be people who will declare themselves as his disciple or heir. Up till today, the magic system that they created continues to cause headaches for the organisation which is specifically still targeting Crowley. And like other legends, the rumours that ‘he’s still alive’ continue to roam about.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“However, if I remember correctly, isn’t the original ‘Book of the Law’ still kept inside the library of the Vatican church in Rome?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In order to allow the girl called Index to memorise the 103,000 magical texts, Stiyl had accompanied her around the world to protect her. Although he did not see the contents, Stiyl is still able to remember where the 100 most famous texts are.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You’re right. From 1920 to 1932, Crowley was carrying out his activities on the island of Sicily in Italy. It is believed that &lt;br /&gt;
‘The book of the Law’ first appeared that time.” Laura spoke as if she’s reciting what she memorised in a history textbook. “Stiyl, do you know what makes this book special?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The characteristics of the book.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“If we are to ignore the reliability first, regarding this work, there are several legends about it. Some believe that Crowley summoned the guardian angel Aiwass, learnt the ‘Angelic Technique’ that no human is able to use, and recorded it in ‘The book of the Law’. Some believe that when ‘The book of the Law’ is opened, the Christian age will end, and humanity will proceed on to a brand new age……For the former, an angel who doesn’t think is unable to teach humanity anything, but we’re rather concerned with the latter’s views. However……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
According to the British Puritan church, they assumed it to be a magical book containing many powerful spells.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But, on hearing it, one will wonder. Why is it an ‘assumption’?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index should have memorised ‘The book of the Law’ already. So the reason is……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I believe you know that nobody can understand this book? But this book is, although all the magical books are written in codes, still an exception. Even Index has given up on reading it, and Sherry Cromwell, who specialises in interpreting these codes, has failed to do so.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
That’s right; no one is able to interpret ‘The book of the Law’. According to what Index said, based on our current limited knowledge, nobody is able to interpret it. So, she could only memorise all the undeciphered codes of ‘The book of the Law’ into her head.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
At this moment, Laura happily smiles, saying, “Then, if someone who can decipher ‘The book of the Law’ is to appear, what do you think are the consequences?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What are you talking about……!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stunned, Stiyl stares at Laura. She didn’t look like she was joking.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“There is a Roman Catholic nun by the name of Ursula Aquinas. However, she only knows how to decipher it, and has yet to read the contents.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What is going on?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ursula seems to have found a way to decode it by reading the incomplete copies. Right now, she only has the index page, the preface, and several more pages.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The original copy of ‘The book of the Law’ is now strictly kept under security, so ordinary people shouldn’t be able to get their hands on it easily. Except for people like Index, it is dangerous for anyone else to read the original.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Right now……the Roman Catholic church is lacking in manpower due to a power struggle. They might try to use ‘The book of the Law’ to regain a foothold. These people probably view it as a blueprint of some new weapon……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
According to reports, although the Roman Catholic Church is still the largest Christian sect in the world, the three thousand people who form the ‘Gregorian Chant’ have been defeated by the alchemist, and thus their power has weakened. In order to protect their place at the pinnacle of the Christian sect, it is possible that they will use the knowledge in ‘The book of the Law’ to design something to replace the ‘Gregorian Chant’ to replace the loss in their fighting power. This wouldn&#039;t be surprising.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No, they won’t use ‘The book of the Law’ to build up their fighting capability. At least in the short term, the Roman Catholic Church will not attack anyone for ‘The book of the Law’. You don’t have to worry about this.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Why?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hoho, it’s a secret! I’m not leaking it out.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seeing Laura speak with such confidence, Stiyl could not help but frown and think of the possibilities. Has the English Puritan church signed an agreement with the Roman Catholic church, banning the use of ‘The book of the Law’?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(……If so, why would the Roman Catholic Church use Ursula to decode ‘The book of the Law’?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seeing your expression, it seems like you’re still unassured. Really, didn’t I tell you not to worry?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“But then……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay okay, stop nagging. Even if the Roman Catholic Church wants to use ‘The book of the Law’ for whatever purpose, they can’t do it now.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Before Stiyl could even ask why, Laura had continued on:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Because ‘The book of the Law’ has been stolen by Ursula Aquinas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What did you say……by whom!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl could not help but shout. The office workers around them heading towards the train station, upon hearing him shout, turn around to look at him.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“The work I want you to do after this would be your mission. The organisation, which did this criminal act, should be the Amakusa &lt;br /&gt;
Catholics in Japan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Amakusa……” It’s a Christian sect in Japan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl’s colleague, Kanzaki Kaori, used to be the leader of this sect. However, Stiyl himself does not consider it to be a Christian sect. The Amakusa Catholic Church is infused with too many aspects of Shintoism and Buddhism, the basis of the Christian faith is long gone now.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“The Amakusa Catholics is a lot smaller than the other religions in Rome, Britain, Russia and other countries. The reason why it is still able to exist is because of Kanzaki. Now, after having lost Kanzaki, their pillar of support, it isn’t unthinkable of them to steal ‘The book of the Law’ in order to gain new power. After all, ‘The book of the Law’ is capable of destroying the balance of the Christian religion.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If Ursula Aquinas and ‘The book of the Law’ would fall into the hands of the Amakusa Catholics, they could use it anytime. In fact, it would be weird if they wouldn&#039;t use it at all.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“But!” Stiyl rudely exclaims, “Isn’t the ‘Book of the Law’ hidden in the depths of the Vatican library? For a small organisation like the Amakusa Catholics, who wishes for power, they can’t possibly have the capability to get inside! I was protecting Index as I entered the Vatican library, so I’m positive that there are no blind spots down there! The only thing that can describe it is an iron wall!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Actually, the “Book of the Law’ isn’t inside the Vatican library.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What?” Stiyl’s expression was blank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A horse carriage used for sightseeing purposes passes by Stiyl as the horse neighs, the license plate hanging behind the carriage.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“In order to organise an international exhibition, the Roman Catholic Church sent the ‘Book of the Law’ to the Japanese museum. &lt;br /&gt;
Like the Laterano Church in Rome, it is believed that the ‘Son of God’ bled while walking up the ‘Holy Path’. You should know why these things are being shown to the common people, don’t you?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Every few years, the Church will showcase important historical or biblical items to the public.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The reason is simple. These are the ‘tools’ to attract donations and believers. After losing their largest fighting force, the three thousand strong ‘Gregorian Chant’, the Roman Catholic Church must be trying to strengthen itself through as many ways as possible, including the development of new spells and training of its members.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It is most effective to recruit these ‘new believers’ in places where there are few Christians. Because of this, Japan is the perfect target. But because there are few believers, the support that the Church can give to Japan is much less now. Seems like the Amakusa Catholics have timed this well.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“This is stupid……bringing such a dangerous thing and showing it to the world, even losing it in the process. The Roman Catholic Church has really disgraced our Christians.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hoho, I believe the Roman Catholics should have a deeper understanding than us. Although they got a geographical advantage now, but for an item of the Roman Catholic Church to be stolen by a small sect in the Far East, I guess it means that they’re discredited.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haiz, does this mean that they are asking us for help?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No, those guys want to settle this their own way. I really worked hard to get this information. To them, this may be a sort of saving grace, but I really want to scold those guys, and tell them ‘Not to dream on anymore’.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Does this mean that we aren’t getting the ‘Book of the Law’ and Ursula back for the sake of the Roman Catholics?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“They aren’t spilling the beans, but if Ursula Aquinas can really decipher the ‘Book of the Law’, we’re involved in this one way or another.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……You’re trying to do them a favour? Do you think that those ‘noble clergymen’ even understand the act of repaying a good deed?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl said with disdain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In Stiyl’s impression, maybe it’s because they once controlled Europe entirely, the Roman Catholics—of course, besides the believers who never known about magic—are rather arrogant. Especially those stubborn hard-liner priests and bishops. Forget about going against them, even if one tries to help them, they would snobbishly say, “We’re not so pitiful so as to accept any assistance.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I have no intention of helping those guys who corrupt the Church and cause splinters in it. However, we have a much bigger problem.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kanzaki Kaori is missing.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
After Laura spoke succinctly, Stiyl immediately turned around.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki was originally the leader of the Amakusa sect. Now, although she has already left Amakusa, she still cares for it. Once knowing that they have caused such a problem, and are now in conflict with the Roman Catholic Church, the largest Christian sect in the world with 2 billion believers, how would she respond?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki is a saint, one of less than 20 people in the world who possess the &#039;Stigma&#039;. The power that she has is almost equivalent to that of a nuclear bomb. If she leaves the control of the British Puritan Church, and directly attacks the Roman Catholics, what consequences will there be…...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Knowing her, she’ll do anything. It would be okay if it was an ordinary person, but with her power……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura sighs heavily.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I hope that you can clean up the mess before Kanzaki does something seriously bad. This is your main priority. I don’t care what you do, whether it is saving the ‘Book of the Law’ or Ursula, telling Amakusa to surrender, or forcing Amakusa or Kanzaki to surrender.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You’re telling me to beat Kanzaki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“If there is such a need.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura clearly and forcefully says, “Once our members are done with their missions, I’ll be sending them to Japan and Rome. However, I hope that you will do this on your own. Go to Academy City first.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
As if he’s spitting his doubts out, Stiyl blows the white smoke of the cigarette out of his mouth. He’s not worried about having to do this alone, but the magician Stiyl just isn’t suited for working in a team. Besides the character flaws, the flame magic he uses is a huge problem. If he’s not careful and uses his full power, his comrades around him might end up swallowed in flames and smoke.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
His ‘Innocentius’ becomes stronger the more runes there are. Although unreliable, but the power cannot be belittled. The 3,000 degree Celsius fire can freely move about. To pursue its enemies, it can even easily melt iron. To the enemies, it is like a god of death. And beside that boy’s right hand, there is almost no other way to stop ‘Innocentius’. Using this terrifying magic, Stiyl has destroyed several magical societies on his own several times.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, working alone is not a problem. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Isn’t this a problem on the Church’s side? Why bring in the Science side?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura said a person’s……no, a tool’s name.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Since it concerns a magic book……especially the original ‘Book of the Law’, we need all the technical knowledge. I have discussed it with Academy City, and so you can bring ‘that’ around. But there is one condition, and that is to bring the guardian along.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What now? It’s rare to work together with ‘that’, why are you so unhappy?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nothing.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl seemed to have suppressed many feelings within him, the expression on his face suddenly vanishes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……That guardian, is it that Imagine Breaker?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“That’s right. You should be able to make use of him. Oh, don’t kill him though, since he’s borrowed property.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bringing people from Academy City into a battle between magicians, would there be a problem?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Regarding this, we can settle this with a few tricks. Of course, the conditions that the other party gave us are unavoidable, and I don’t have the time to negotiate with them.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I……see.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl couldn&#039;t understand how the leaders of Academy City are thinking, nor could he understand what Laura, who was standing right beside him, is thinking. Maybe they carried out a few deals underwater. Anyway, these aren’t things that a minion like Stiyl should interfere in.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Stiyl, bring this along.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura pulls out a small cross necklace from the sleeve of her simple robe, and tosses it to Stiyl. Stiyl catches this symbol of belief with one hand, and asks,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A tool? Although it does not seem to be enhanced by any magic.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Just a little present for Ursula Aquinas. If you meet her, immediately find the opportunity to give it to her.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl did not understand what this meant, and Laura had no intention of explaining. This is a “Don’t ask, just do as I say.” scenario.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
At this moment, the two stopped.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walking for ten minutes from the extremely large London train station, a Church which doesn’t seem to have the right to be called a ‘Cathedral’ is in front of them.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
St George Cathedral. A dark holy city filled with a terrible history of witch hunting, religious trials and even the famous Frenchwoman Joan of Arc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walking in front of Stiyl, Laura grabs the handle of the heavy door.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura pushes the two heavy doors aside, and invites the priest in.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
She does not use her rune card this time, but opens her small, peach-like mouth, and speaks in a clear voice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Regarding the details, we’ll talk about it inside.”--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Volume7_Illustrations|Illustrations]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Volume7_Bab_1|Bab 1: Pemuja Ilmu Pengetahuan]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=64021</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=64021"/>
		<updated>2010-04-20T09:32:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Volume 7 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Warning:ATP}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:To Aru Majutsu no Index cover.jpg|200px|thumb|Volume 01 cover.]]&lt;br /&gt;
To Aru Majutsu no Index (とある魔術の禁書目録) project page.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri&#039;&#039;Aru Majutsu no Index&#039;&#039;juga terdapat dalam berbagai bahasa: :&lt;br /&gt;
*[[To Aru Majutsu no Index]] english&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Nb: proses penerjemahan tergantung dalam versinya masing-masing.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Datang di situs Baka-Tsuki Project Forum untuk mendiskusikan seri ini dan informasi lainnya dari Baka-Tsuki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun berlatar belakang di sebuah kota yang para siswanya memiliki kekuatan super berkat teknologi canggih, tetapi di dunia ini sihir juga ada. Tangan kanan Touma Kamijou, Imagine Breaker, dapat meniadakan semua sihir, kekuatan psikis, ataupun kekuatan suci, tetapi tidak nasib buruknya sendiri. Suatu hari ia menemukan seorang gadis kecil yang tergeletak di pagar balkonnya. Ternyata ia adalah seorang biarawati dari Gereja Inggris, dan dalam otaknya telah terekam Indeks-Librorum-Prohibitorum - semua buku sihir yang telah dihapus dari peredaran oleh Gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemah  ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang pengen bantu bantu aja. Bantuin para pembaca ngedit&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah di minta untuk menandai semua bab yang mereka inginkan untuk diterjemahkan di  [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] yang sedang dikerjakan&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Format Standards ===&lt;br /&gt;
Setiap bab (setelah di edit) harus dikonfirmasikan hingga terpenuhi. Lihat link di samping. [[Format_guideline|Format/Style Guideline]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk diterjemahkan, cukup melihat dari seri To_Aru_Majutsu_No_Index English, namun apabila kalian bisa menerjemahkan bahasa jepang juga, kami harap kalian bisa menjadi penerjemah jepang juga. apabila kalian melihat versi China, mungkin ada beberapa kesalahan jadi kalian dapat mengeditnya hingga terasa bagus menurut kalian. Tak perlu takut bila ada kesalahan, kami bisa mengembalikan kesalahan tersebut jika memang dibutuhkan. kami juga dapat melihat semua yang kalian lakukan untuk memperbaikinya. jadi, lakukan saja daripada sembunyi atau menunggu. kurang kerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Updates==&lt;br /&gt;
*December 11, 2009 - project page created.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri &#039;&#039;To Aru Majutsu no Index&#039;&#039; oleh Kazuma Kamachi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_pendahulu|Pendahulu]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume2_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume3_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume4_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog: Halaman itu dibuka (progress 1%)]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_1|Bab 1 - Pemuja Ilmu Pengetahuan]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2 - Gereja Katolik Roma]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_3|Bab 3 - Gereja Anglikan]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_4|Bab 4 - Gereja campuran AMAKUSA]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Epilog|Epilog: Halaman itu ditutup]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Penutup|Kata penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume9_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume12_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume12_Pendahulu|Pendahulu]] &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume13_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 6&lt;br /&gt;
::*Chapter 7 &lt;br /&gt;
::*Chapter 8 &lt;br /&gt;
::*Chapter 9 &lt;br /&gt;
::*Chapter 10 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Project Staff==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Project Administrator:  &lt;br /&gt;
*Project Supervisor: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Translator===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Kili|Kili]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Gerrymon|Gerrymon]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Editors===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua editor yang memakai  English and Indonesia dengan benar diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==More Information==&lt;br /&gt;
* [http://en.wikipedia.org/wiki/To_Aru_Majutsu_no_Index The wikipedia article].&lt;br /&gt;
* [http://www12.atwiki.jp/index-index/ とある魔術の禁書目録　Index] (日本語、そしてネタバレの危険性がある！)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Prolog&amp;diff=64020</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Prolog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Prolog&amp;diff=64020"/>
		<updated>2010-04-20T09:30:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: more translation blah3x&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Prolog: Mulai beraksi (Gerbang telah dibuka)==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katedral St. George.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun disebut katedral, tetapi gereja ini hanya salah satu dari sejumlah gereja ditengah Kota London. Meskipun tidak dapat dibilang kecil, terdapat perbedaan yang sangat besar jika dibandingkan dengan Westminster Abbey dan Katedral St. Paulus. Tentu saja tdak bisa dibandingkan dengan Katedral Canterbury, gereja asal mula Puritanisme di Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan faktanya di London, jumlah bangunan yang bernama &#039;St. George&#039; sangat banyak. Selain gereja, ada departement store, restoran, toko-toko pakaian, dan sekolah-sekolah. Bisa ada banyak bangunan bernama itu di dalam kota. Tidak hanya itu, paling tidak ada lebih dari sepuluh gereja dengan nama &#039;Katedral St. George&#039;. Hubungan antara &#039;St George&#039; dan para orang Inggris bahkan dapat dilihat dari Union Jack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katedral St. George ini sebelumnya adalah markas dari ‘Necessarius’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi mereka tidak memiliki pekerjaan yang glamor atau dipuja. (TN: better translation expected) Tugas dari ‘Necessarius’ adalah mengeliminasi berbagai asosiasi sihir di Ingris dan penyihir-penyihir yang terlibat di dalamnya. Untuk mencapai tujuan ini, ‘Necessarius’ juga menggunakan sihir, yang dianggap kotor oleh anggota (gereja) lainnya. Karena hal inilah, mereka dipandang rendah oleh para Puritan, dan bahkan diusir keluar dari Canterbury, markas utama bagi para Puritan, ke katedral St. George ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi setelah itu, ada banyak perubahan yang tidak mereka duga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun sebelumnya dianggap sebagai organisasi sampingan, ‘Necessarius’ telah melakukan banyak kontribusi dari belakang layar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini memungkinkan ‘Necessarius’ untuk membangun profil dan kekuatan di dalam Gereja Puritan Inggris. Saat ini, meskipun nampak bahwa gereja puritan dijalankan oleh Katedral Canterbury, tetapi faktanya, pemegang keputusan sekarang telah berpindah ke katedral St. George.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, katedral ini, yang terletak agak jauh dari pusat Kota London, saat ini adalah inti dari Gereja Puritan Inggris yang besar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Styl Magnus si pendeta dengan rambut merah sedang berjalan di jalanan Kota London pagi itu, dengan penuh pertanyaan. &lt;br /&gt;
&amp;lt;!--&amp;quot;feeling extremely puzzled.&amp;quot; any better suggestion?--&amp;gt;&lt;br /&gt;
Tidak ada yang aneh dengan jalanan itu sendiri. Terdapat apartemen-apartemen dari dinding batu yang telah berumur 300 tahun lebih, yang berjajar di kedua sisi jalan. Ada banyak pekerja kantoran dengan handphone di tangan mereka dan berjalan dengan cepat di jalanan tua itu. Bus bertingkat dua (double decker) berjalan maju secara perlahan dan para pekerja di jalanan yang sedang membongkar telepon umum tua yang tampak umum. Sebuah integrasi antara sejarah baru dan lama, tidak ada yang tidak biasa terjadi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang salah dengan cuaca saat itu juga. Meskipun tidak ada awan di langit pagi ini, tapi cuaca berganti tiap kira-kira empat jam, maka tampak banyak orang yang membawa payung kemana-mana. Hari ini hari yang terasa panas, dan karena London juga dikenal dengan cuacanya yang berkabut, maka cuaca yang selalu berubah-ubah ini, adalah hal yang tidak dapat diremehkan. Karena meningkatnya kelembaban yang disebabkan hujan yang terus menerus , bersamaan dengan gelombang udara musim panas&amp;lt;!--Theres some typo in the english part, and I dunno what the trans mean. will re check later--&amp;gt;, menyebabkan temperatur yang tinggi. Jadi, pemandangan yang tampak menarik bagi para turis ini tetap saja tersa kurang. Tetapi bagi orang seperti Styl, saat dia pertama kali memutuskan untuk tinggal di kota ini, dia telah mempertimbangkan kekurangan ini, maka ia sudah menerima hal ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa atau siapa yang membuatnya merasa resah adalah gadis di sampingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uskup besar...&amp;quot; &amp;lt;!-- XD definitely sounds odd though maybe I just put &#039;archbishop&#039; back--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;!-- I&#039;ll be translating from english version, so I put this while translating~--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;!--&lt;br /&gt;
What makes Stiyl insecure is the girl beside him.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Archbishop……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? I purposely chose to wear such simple attire today, please refrain from calling me by that lofty title.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dressed in a beige robe, the girl, who looks 18, calmly spoke in Japanese. In fact, according to regulations, a clergyman’s attire can only have white, red, black, green or purple, with threads of gold for decorations, so this girl is secretly breaking the rules. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unfortunately, it seems that only she feels that as long as she puts these clothes on, she won’t be noticed in the crowd. Because with her crystal-white skin, clear blue eyes and shining golden hair--one won’t be surprised if it were sold in a gem shop, no matter the circumstances, she completely stands out from the surrounding crowd.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Her hair is shockingly long. Her straight hair extends all the way to her ankles, folds up, goes behind the back of her head, through the large silver hairpin holding it in place, and down near her waist. In other words, the length of her hair is almost 2.5 times her height.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
During the morning in Lambeth, London, the world-famous din occurs, but around her, the voices feel like they’ve been suppressed, like they are in a solemn church where noise is not tolerated.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_013.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The archbishop of sector zero of the Puritan church, ‘Necessarius’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura Stuart.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The king is the highest ranking leader of the Puritan church. Archbishop Laura is considered to be the courier of the king, and her responsibility is to……’Take over the busy king and control the British Puritanism.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Puritan church is like an age-old string instrument.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beside the ‘owner’, there is also the ‘caretaker’. Take a violin for example. No matter how good a violin is, as long as it isn’t used for a while, the strings will be relaxed, and the sound post would be in a decrepit condition, causing it to not sound beautiful. Laura’s job is to perform in place of the owner, so that the violin can be maintained in a perfect state.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But, like the situation with the Cathedral of Canterbury and the St George Cathedral, the name and actual power has now been reversed. The real power now lies with Laura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The archbishop, who has such a large amount of power, is now walking freely on the streets in the early morning, without even a single bodyguard near her.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl and Laura are now heading towards St George Cathedral. At first, it was Laura who suggested that Stiyl should meet her at the cathedral at this time. She was supposed to wait at the cathedral, and Stiyl was supposed to arrive.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I have my own home. And I’m not always stuck in that old church all year long.” Laura continued forward, not making any noise. &lt;br /&gt;
“Isn’t it fun to walk and talk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Around them, the office workers are hurrying around. Because this place is close to Waterloo station, which is the largest station in London, for a nun or priest to be here, is not unusual for them. The number of churches in London is as big as the number of parks, although it cannot be compared to Rome.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anyway, I’m okay with it. But did&#039;t you call me to the cathedral because you wanted to talk about something that outsiders are not supposed to hear?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Such a narrow-minded man, why worry too much about these minor things? Can’t you enjoy this time with me? Although a father who &lt;br /&gt;
hears a woman’s repentance gives a ‘relief’ feeling, why doesn’t he open his heart?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……” Stiyl frowns, and asks, “Can I ask a question?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Do you have to be so cautious? Fire away.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Why does your Japanese sound so stupid?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……?” (Note: In the original text, the author purposely uses something which sounds like old Japanese for Laura’s dialogue.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Archbishop of the Puritan church looked like someone who has been told that her shirt is buttoned wrongly. She initially froze, then her movements completely stopped. She then blushed, while saying:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah……eh……? Is……is it strange? Isn’t ‘Japanese’ supposed to be like this?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pardon me; I do not really understand what you’re trying to say. You’re trying to speak the ancient language, but it just doesn’t feel right.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The people around them, clad in western clothing, are probably unable to understand Japanese, but Laura feels that the commotion around her has now become laughter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah……ehm……I learnt my Japanese from many sources, like literature and television programmes. I even asked a real Japanese for help before……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, may I know who that ‘real Japanese’ is?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh……that guy named Tsuchimikado Motoharu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Please don’t use that dangerous guy who lustfully lets his own step-sister wear a maid uniform as an ideal Japanese. Asia is not that fascinating, you know.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“To……to think there is such a thing……I must quickly correct my Japanese……oh no!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What’s wrong?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“It’s……it’s difficult to change something that I’m so used to!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Don’t tell me you used such a stupid way of speaking to negotiate with the representatives from Academy City.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura’s shoulders jumped, as she said &amp;quot;Do not... Do not worry, do not worry... No problem, no problem...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
However, her voice is trembling, sweat appearing on her face, her eyes swimming around.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl sighs, his breath full of cigarette smoke.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anyway, let’s talk when we reach the cathedral.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The two turn around the corner. Kanzaki Kaori has secretly frequented the Japanese restaurant located there.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Do……do we really have to talk about this!? I can’t possibly communicate with my Japanese!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Enough, let’s talk about the ‘proper business’, and not about this trivial stuff. If you aren’t confident in your Japanese, &lt;br /&gt;
we can still talk using English.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ri—ridiculous! Who said that I’m not confident! It’s……it’s just that…… my body condition today is rather bad!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura says, being at a loss. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“And regarding the proper business……before we start……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
From under the robe on her chest, Laura pulled something out, which looked like two pieces of notebook paper, as well as a black magic marker. As one who specialises in using runes, Stiyl immediately knew what she was going to use it for.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiu chiu chiu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura tries to imitate this strange sound made by the magic marker as she draws on the paper. On several important ceremonies, when Archbishop Laura stands in front of the crowd, she looks too noble to be even mortal. But now, the Archbishop is like a girl randomly doodling on her notebook in the middle of a lesson. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(If possible, I wish she could maintain that noble image.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl thought, dangling his cigarette and frowning. He really didn’t like this sound.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Excuse me, may I ask what you’re doing?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl asks, gritting his teeth and slightly trembling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Although his temple has gone blue, Stiyl decided to remain patient.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Just a little precaution. Here.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura drew the same image on the two pieces of paper, and gave one of them to Stiyl.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah—ah—can you hear me?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl feels that this voice just came from his mind. He turned to look at Laura, who’s small mouth did not move in the slightest.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Is it a talisman for communication?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Our thoughts can be conveyed to each other without the need of speech.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl looks at the card. It seems like Laura created these talismans because of his suggestion to not allow the people around them to eavesdrop.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Why does that voice in your heart speak so stupidly as well!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Wait……wait a minute, Stiyl! I’m now speaking in English!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Although she wasn’t making any sound, Laura looked panicked, scaring the cat sprawling in front of the restaurant which wasn’t open yet. Stiyl sighed. The authority and magnanimity that an Archbishop should have is now all gone.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Then there should be an error when the message is exchanged. Although it’s weird, it doesn’t affect our conversation. Let’s get down to proper business.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah……Uu……ahem ahem, okay, let’s start.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It seems like Laura wanted to say something, but she swallowed it, and got to the main issue.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Stiyl, have you heard of ‘The book of the Law’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“It’s a spellbook. If I remember correctly, the author is Edward Alexander.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Edward Alexander. Also known as Crowley.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Some say that he is the most decorated magician in the 20th century, and some say he’s the worst magician in the 20th century. As his actions and demeanour exceeded everyone’s imagination and common sense, he was chased out of several countries. He manages to provoke the creative desire of several artists, but also manages to increase the hostility on him from all the magicians. A really legendary man. According to history, he died on 1st December 1947. Some even feel that the world that time was relieved when he died. This shows the number of controversies and problems that he caused.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
When such a powerful magician dies, naturally, there will be people who will declare themselves as his disciple or heir. Up till today, the magic system that they created continues to cause headaches for the organisation which is specifically still targeting Crowley. And like other legends, the rumours that ‘he’s still alive’ continue to roam about.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“However, if I remember correctly, isn’t the original ‘Book of the Law’ still kept inside the library of the Vatican church in Rome?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In order to allow the girl called Index to memorise the 103,000 magical texts, Stiyl had accompanied her around the world to protect her. Although he did not see the contents, Stiyl is still able to remember where the 100 most famous texts are.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You’re right. From 1920 to 1932, Crowley was carrying out his activities on the island of Sicily in Italy. It is believed that &lt;br /&gt;
‘The book of the Law’ first appeared that time.” Laura spoke as if she’s reciting what she memorised in a history textbook. “Stiyl, do you know what makes this book special?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The characteristics of the book.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“If we are to ignore the reliability first, regarding this work, there are several legends about it. Some believe that Crowley summoned the guardian angel Aiwass, learnt the ‘Angelic Technique’ that no human is able to use, and recorded it in ‘The book of the Law’. Some believe that when ‘The book of the Law’ is opened, the Christian age will end, and humanity will proceed on to a brand new age……For the former, an angel who doesn’t think is unable to teach humanity anything, but we’re rather concerned with the latter’s views. However……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
According to the British Puritan church, they assumed it to be a magical book containing many powerful spells.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But, on hearing it, one will wonder. Why is it an ‘assumption’?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index should have memorised ‘The book of the Law’ already. So the reason is……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I believe you know that nobody can understand this book? But this book is, although all the magical books are written in codes, still an exception. Even Index has given up on reading it, and Sherry Cromwell, who specialises in interpreting these codes, has failed to do so.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
That’s right; no one is able to interpret ‘The book of the Law’. According to what Index said, based on our current limited knowledge, nobody is able to interpret it. So, she could only memorise all the undeciphered codes of ‘The book of the Law’ into her head.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
At this moment, Laura happily smiles, saying, “Then, if someone who can decipher ‘The book of the Law’ is to appear, what do you think are the consequences?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What are you talking about……!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stunned, Stiyl stares at Laura. She didn’t look like she was joking.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“There is a Roman Catholic nun by the name of Ursula Aquinas. However, she only knows how to decipher it, and has yet to read the contents.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What is going on?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ursula seems to have found a way to decode it by reading the incomplete copies. Right now, she only has the index page, the preface, and several more pages.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The original copy of ‘The book of the Law’ is now strictly kept under security, so ordinary people shouldn’t be able to get their hands on it easily. Except for people like Index, it is dangerous for anyone else to read the original.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Right now……the Roman Catholic church is lacking in manpower due to a power struggle. They might try to use ‘The book of the Law’ to regain a foothold. These people probably view it as a blueprint of some new weapon……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
According to reports, although the Roman Catholic Church is still the largest Christian sect in the world, the three thousand people who form the ‘Gregorian Chant’ have been defeated by the alchemist, and thus their power has weakened. In order to protect their place at the pinnacle of the Christian sect, it is possible that they will use the knowledge in ‘The book of the Law’ to design something to replace the ‘Gregorian Chant’ to replace the loss in their fighting power. This wouldn&#039;t be surprising.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No, they won’t use ‘The book of the Law’ to build up their fighting capability. At least in the short term, the Roman Catholic Church will not attack anyone for ‘The book of the Law’. You don’t have to worry about this.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Why?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hoho, it’s a secret! I’m not leaking it out.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seeing Laura speak with such confidence, Stiyl could not help but frown and think of the possibilities. Has the English Puritan church signed an agreement with the Roman Catholic church, banning the use of ‘The book of the Law’?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(……If so, why would the Roman Catholic Church use Ursula to decode ‘The book of the Law’?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seeing your expression, it seems like you’re still unassured. Really, didn’t I tell you not to worry?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“But then……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay okay, stop nagging. Even if the Roman Catholic Church wants to use ‘The book of the Law’ for whatever purpose, they can’t do it now.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Before Stiyl could even ask why, Laura had continued on:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Because ‘The book of the Law’ has been stolen by Ursula Aquinas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What did you say……by whom!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl could not help but shout. The office workers around them heading towards the train station, upon hearing him shout, turn around to look at him.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“The work I want you to do after this would be your mission. The organisation, which did this criminal act, should be the Amakusa &lt;br /&gt;
Catholics in Japan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Amakusa……” It’s a Christian sect in Japan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl’s colleague, Kanzaki Kaori, used to be the leader of this sect. However, Stiyl himself does not consider it to be a Christian sect. The Amakusa Catholic Church is infused with too many aspects of Shintoism and Buddhism, the basis of the Christian faith is long gone now.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“The Amakusa Catholics is a lot smaller than the other religions in Rome, Britain, Russia and other countries. The reason why it is still able to exist is because of Kanzaki. Now, after having lost Kanzaki, their pillar of support, it isn’t unthinkable of them to steal ‘The book of the Law’ in order to gain new power. After all, ‘The book of the Law’ is capable of destroying the balance of the Christian religion.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If Ursula Aquinas and ‘The book of the Law’ would fall into the hands of the Amakusa Catholics, they could use it anytime. In fact, it would be weird if they wouldn&#039;t use it at all.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“But!” Stiyl rudely exclaims, “Isn’t the ‘Book of the Law’ hidden in the depths of the Vatican library? For a small organisation like the Amakusa Catholics, who wishes for power, they can’t possibly have the capability to get inside! I was protecting Index as I entered the Vatican library, so I’m positive that there are no blind spots down there! The only thing that can describe it is an iron wall!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Actually, the “Book of the Law’ isn’t inside the Vatican library.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What?” Stiyl’s expression was blank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A horse carriage used for sightseeing purposes passes by Stiyl as the horse neighs, the license plate hanging behind the carriage.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“In order to organise an international exhibition, the Roman Catholic Church sent the ‘Book of the Law’ to the Japanese museum. &lt;br /&gt;
Like the Laterano Church in Rome, it is believed that the ‘Son of God’ bled while walking up the ‘Holy Path’. You should know why these things are being shown to the common people, don’t you?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Every few years, the Church will showcase important historical or biblical items to the public.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The reason is simple. These are the ‘tools’ to attract donations and believers. After losing their largest fighting force, the three thousand strong ‘Gregorian Chant’, the Roman Catholic Church must be trying to strengthen itself through as many ways as possible, including the development of new spells and training of its members.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It is most effective to recruit these ‘new believers’ in places where there are few Christians. Because of this, Japan is the perfect target. But because there are few believers, the support that the Church can give to Japan is much less now. Seems like the Amakusa Catholics have timed this well.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“This is stupid……bringing such a dangerous thing and showing it to the world, even losing it in the process. The Roman Catholic Church has really disgraced our Christians.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hoho, I believe the Roman Catholics should have a deeper understanding than us. Although they got a geographical advantage now, but for an item of the Roman Catholic Church to be stolen by a small sect in the Far East, I guess it means that they’re discredited.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haiz, does this mean that they are asking us for help?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No, those guys want to settle this their own way. I really worked hard to get this information. To them, this may be a sort of saving grace, but I really want to scold those guys, and tell them ‘Not to dream on anymore’.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Does this mean that we aren’t getting the ‘Book of the Law’ and Ursula back for the sake of the Roman Catholics?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“They aren’t spilling the beans, but if Ursula Aquinas can really decipher the ‘Book of the Law’, we’re involved in this one way or another.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……You’re trying to do them a favour? Do you think that those ‘noble clergymen’ even understand the act of repaying a good deed?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl said with disdain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In Stiyl’s impression, maybe it’s because they once controlled Europe entirely, the Roman Catholics—of course, besides the believers who never known about magic—are rather arrogant. Especially those stubborn hard-liner priests and bishops. Forget about going against them, even if one tries to help them, they would snobbishly say, “We’re not so pitiful so as to accept any assistance.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I have no intention of helping those guys who corrupt the Church and cause splinters in it. However, we have a much bigger problem.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kanzaki Kaori is missing.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
After Laura spoke succinctly, Stiyl immediately turned around.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki was originally the leader of the Amakusa sect. Now, although she has already left Amakusa, she still cares for it. Once knowing that they have caused such a problem, and are now in conflict with the Roman Catholic Church, the largest Christian sect in the world with 2 billion believers, how would she respond?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki is a saint, one of less than 20 people in the world who possess the &#039;Stigma&#039;. The power that she has is almost equivalent to that of a nuclear bomb. If she leaves the control of the British Puritan Church, and directly attacks the Roman Catholics, what consequences will there be…...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Knowing her, she’ll do anything. It would be okay if it was an ordinary person, but with her power……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura sighs heavily.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I hope that you can clean up the mess before Kanzaki does something seriously bad. This is your main priority. I don’t care what you do, whether it is saving the ‘Book of the Law’ or Ursula, telling Amakusa to surrender, or forcing Amakusa or Kanzaki to surrender.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You’re telling me to beat Kanzaki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“If there is such a need.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura clearly and forcefully says, “Once our members are done with their missions, I’ll be sending them to Japan and Rome. However, I hope that you will do this on your own. Go to Academy City first.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
As if he’s spitting his doubts out, Stiyl blows the white smoke of the cigarette out of his mouth. He’s not worried about having to do this alone, but the magician Stiyl just isn’t suited for working in a team. Besides the character flaws, the flame magic he uses is a huge problem. If he’s not careful and uses his full power, his comrades around him might end up swallowed in flames and smoke.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
His ‘Innocentius’ becomes stronger the more runes there are. Although unreliable, but the power cannot be belittled. The 3,000 degree Celsius fire can freely move about. To pursue its enemies, it can even easily melt iron. To the enemies, it is like a god of death. And beside that boy’s right hand, there is almost no other way to stop ‘Innocentius’. Using this terrifying magic, Stiyl has destroyed several magical societies on his own several times.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, working alone is not a problem. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Isn’t this a problem on the Church’s side? Why bring in the Science side?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura said a person’s……no, a tool’s name.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Since it concerns a magic book……especially the original ‘Book of the Law’, we need all the technical knowledge. I have discussed it with Academy City, and so you can bring ‘that’ around. But there is one condition, and that is to bring the guardian along.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What now? It’s rare to work together with ‘that’, why are you so unhappy?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nothing.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl seemed to have suppressed many feelings within him, the expression on his face suddenly vanishes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……That guardian, is it that Imagine Breaker?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“That’s right. You should be able to make use of him. Oh, don’t kill him though, since he’s borrowed property.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bringing people from Academy City into a battle between magicians, would there be a problem?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Regarding this, we can settle this with a few tricks. Of course, the conditions that the other party gave us are unavoidable, and I don’t have the time to negotiate with them.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I……see.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl couldn&#039;t understand how the leaders of Academy City are thinking, nor could he understand what Laura, who was standing right beside him, is thinking. Maybe they carried out a few deals underwater. Anyway, these aren’t things that a minion like Stiyl should interfere in.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Stiyl, bring this along.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura pulls out a small cross necklace from the sleeve of her simple robe, and tosses it to Stiyl. Stiyl catches this symbol of belief with one hand, and asks,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A tool? Although it does not seem to be enhanced by any magic.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Just a little present for Ursula Aquinas. If you meet her, immediately find the opportunity to give it to her.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl did not understand what this meant, and Laura had no intention of explaining. This is a “Don’t ask, just do as I say.” scenario.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
At this moment, the two stopped.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walking for ten minutes from the extremely large London train station, a Church which doesn’t seem to have the right to be called a ‘Cathedral’ is in front of them.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
St George Cathedral. A dark holy city filled with a terrible history of witch hunting, religious trials and even the famous Frenchwoman Joan of Arc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walking in front of Stiyl, Laura grabs the handle of the heavy door.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura pushes the two heavy doors aside, and invites the priest in.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
She does not use her rune card this time, but opens her small, peach-like mouth, and speaks in a clear voice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Regarding the details, we’ll talk about it inside.”--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Volume7_Illustrations|Illustrations]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Volume7_Bab_1|Bab 1: Pemuja Ilmu Pengetahuan]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=64018</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=64018"/>
		<updated>2010-04-20T08:26:03Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Sinopsis */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Warning:ATP}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:To Aru Majutsu no Index cover.jpg|200px|thumb|Volume 01 cover.]]&lt;br /&gt;
To Aru Majutsu no Index (とある魔術の禁書目録) project page.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri&#039;&#039;Aru Majutsu no Index&#039;&#039;juga terdapat dalam berbagai bahasa: :&lt;br /&gt;
*[[To Aru Majutsu no Index]] english&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Nb: proses penerjemahan tergantung dalam versinya masing-masing.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Datang di situs Baka-Tsuki Project Forum untuk mendiskusikan seri ini dan informasi lainnya dari Baka-Tsuki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun berlatar belakang di sebuah kota yang para siswanya memiliki kekuatan super berkat teknologi canggih, tetapi di dunia ini sihir juga ada. Tangan kanan Toma kamijo, Imagine Breaker, dapat meniadakan semua sihir, kekuatan psikis, ataupun kekuatan suci, tetapi tidak nasib buruknya sendiri. Suatu hari ia menemukan seorang gadis kecil yang tergeletak di pagar balkonnya. Ternyata ia adalah seorang biarawati dari Gereja Inggris, dan dalam otaknya telah terekam Indeks-Librorum-Prohibitorum - semua teks magis yang telah dihapus dari peredaran oleh Gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemah  ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang pengen bantu bantu aja. Bantuin para pembaca ngedit&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah di minta untuk menandai semua bab yang mereka inginkan untuk diterjemahkan di  [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] yang sedang dikerjakan&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Format Standards ===&lt;br /&gt;
Setiap bab (setelah di edit) harus dikonfirmasikan hingga terpenuhi. Lihat link di samping. [[Format_guideline|Format/Style Guideline]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk diterjemahkan, cukup melihat dari seri To_Aru_Majutsu_No_Index English, namun apabila kalian bisa menerjemahkan bahasa jepang juga, kami harap kalian bisa menjadi penerjemah jepang juga. apabila kalian melihat versi China, mungkin ada beberapa kesalahan jadi kalian dapat mengeditnya hingga terasa bagus menurut kalian. Tak perlu takut bila ada kesalahan, kami bisa mengembalikan kesalahan tersebut jika memang dibutuhkan. kami juga dapat melihat semua yang kalian lakukan untuk memperbaikinya. jadi, lakukan saja daripada sembunyi atau menunggu. kurang kerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Updates==&lt;br /&gt;
*December 11, 2009 - project page created.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri &#039;&#039;To Aru Majutsu no Index&#039;&#039; oleh Kazuma Kamachi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_pendahulu|Pendahulu]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume2_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume3_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume4_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog: Halaman itu dibuka (progress 0%)]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_1|Bab 1 - Pemuja Ilmu]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2 - Gereja Katolik Roma]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_3|Bab 3 - Gereja Anglikan]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_4|Bab 4 - Gereja campuran AMAKUSA]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Epilog|Epilog: Halaman itu ditutup]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Penutup|Kata penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume9_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume12_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume12_Pendahulu|Pendahulu]] &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume13_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 6&lt;br /&gt;
::*Chapter 7 &lt;br /&gt;
::*Chapter 8 &lt;br /&gt;
::*Chapter 9 &lt;br /&gt;
::*Chapter 10 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Project Staff==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Project Administrator:  &lt;br /&gt;
*Project Supervisor: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Translator===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Kili|Kili]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Gerrymon|Gerrymon]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Editors===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua editor yang memakai  English and Indonesia dengan benar diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==More Information==&lt;br /&gt;
* [http://en.wikipedia.org/wiki/To_Aru_Majutsu_no_Index The wikipedia article].&lt;br /&gt;
* [http://www12.atwiki.jp/index-index/ とある魔術の禁書目録　Index] (日本語、そしてネタバレの危険性がある！)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=64017</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=64017"/>
		<updated>2010-04-20T08:24:40Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Sinopsis */  smoothing the translation~&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Warning:ATP}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:To Aru Majutsu no Index cover.jpg|200px|thumb|Volume 01 cover.]]&lt;br /&gt;
To Aru Majutsu no Index (とある魔術の禁書目録) project page.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri&#039;&#039;Aru Majutsu no Index&#039;&#039;juga terdapat dalam berbagai bahasa: :&lt;br /&gt;
*[[To Aru Majutsu no Index]] english&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Nb: proses penerjemahan tergantung dalam versinya masing-masing.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Datang di situs Baka-Tsuki Project Forum untuk mendiskusikan seri ini dan informasi lainnya dari Baka-Tsuki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun berlatar belakang di sebuah kota yang para siswanya memiliki kekuatan super berkat teknologi canggih, tetapi di dunia ini sihir juga ada. Tangan kanan Toma kamijo, Imagine Breaker, dapat meniadakan semua sihir, kekuatan batin, atau kekuatan Suci, tetapi tidak nasib buruknya sendiri. Suatu hari ia menemukan seorang gadis kecil yang tergeletak di pagar balkonnya. Ternyata ia adalah seorang biarawati dari Gereja Inggris, dan dalam otaknya telah terekam Indeks-Librorum-Prohibitorum - semua teks magis yang telah dihapus dari peredaran oleh Gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemah  ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang pengen bantu bantu aja. Bantuin para pembaca ngedit&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah di minta untuk menandai semua bab yang mereka inginkan untuk diterjemahkan di  [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] yang sedang dikerjakan&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Format Standards ===&lt;br /&gt;
Setiap bab (setelah di edit) harus dikonfirmasikan hingga terpenuhi. Lihat link di samping. [[Format_guideline|Format/Style Guideline]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk diterjemahkan, cukup melihat dari seri To_Aru_Majutsu_No_Index English, namun apabila kalian bisa menerjemahkan bahasa jepang juga, kami harap kalian bisa menjadi penerjemah jepang juga. apabila kalian melihat versi China, mungkin ada beberapa kesalahan jadi kalian dapat mengeditnya hingga terasa bagus menurut kalian. Tak perlu takut bila ada kesalahan, kami bisa mengembalikan kesalahan tersebut jika memang dibutuhkan. kami juga dapat melihat semua yang kalian lakukan untuk memperbaikinya. jadi, lakukan saja daripada sembunyi atau menunggu. kurang kerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Updates==&lt;br /&gt;
*December 11, 2009 - project page created.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri &#039;&#039;To Aru Majutsu no Index&#039;&#039; oleh Kazuma Kamachi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_pendahulu|Pendahulu]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume2_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume3_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume4_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog: Halaman itu dibuka (progress 0%)]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_1|Bab 1 - Pemuja Ilmu]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2 - Gereja Katolik Roma]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_3|Bab 3 - Gereja Anglikan]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_4|Bab 4 - Gereja campuran AMAKUSA]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Epilog|Epilog: Halaman itu ditutup]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Penutup|Kata penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume9_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume12_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume12_Pendahulu|Pendahulu]] &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume13_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 6&lt;br /&gt;
::*Chapter 7 &lt;br /&gt;
::*Chapter 8 &lt;br /&gt;
::*Chapter 9 &lt;br /&gt;
::*Chapter 10 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Project Staff==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Project Administrator:  &lt;br /&gt;
*Project Supervisor: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Translator===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Kili|Kili]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Gerrymon|Gerrymon]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Editors===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua editor yang memakai  English and Indonesia dengan benar diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==More Information==&lt;br /&gt;
* [http://en.wikipedia.org/wiki/To_Aru_Majutsu_no_Index The wikipedia article].&lt;br /&gt;
* [http://www12.atwiki.jp/index-index/ とある魔術の禁書目録　Index] (日本語、そしてネタバレの危険性がある！)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Gerrymon&amp;diff=64008</id>
		<title>User:Gerrymon</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Gerrymon&amp;diff=64008"/>
		<updated>2010-04-20T07:49:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Hi, I&#039;m gerrymon I&#039;ve been reading baka-tsuki for awhile (esp Haruhi series) and been interested in Index series since the anime came out~ finally decide to fill ini Indonesian translation around&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
any appreciation/comment/complain can fly to [mailto:gerrymon@gmail.com gerrymon@gmail.com]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
See ya~ &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[http://www.gerrymon.net my website~!]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Gerrymon&amp;diff=64007</id>
		<title>User:Gerrymon</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:Gerrymon&amp;diff=64007"/>
		<updated>2010-04-20T07:47:33Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: my intro stuff&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Hi, I&#039;m gerrymon I&#039;ve been reading baka-tsuki for awhile (esp Haruhi series) and been interested in Index series since the anime came out~ finally decide to fill ini Indonesian translation around&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
any appreciation/comment/complain can fly to [mailto:gerrymon@gmail.com]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
See ya~ &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[http://www.gerrymon.net my website~!]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=64006</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=64006"/>
		<updated>2010-04-20T07:40:33Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Translator */  register myself :P&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Warning:ATP}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:To Aru Majutsu no Index cover.jpg|200px|thumb|Volume 01 cover.]]&lt;br /&gt;
To Aru Majutsu no Index (とある魔術の禁書目録) project page.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri&#039;&#039;Aru Majutsu no Index&#039;&#039;juga terdapat dalam berbagai bahasa: :&lt;br /&gt;
*[[To Aru Majutsu no Index]] english&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Nb: proses penerjemahan tergantung dalam versinya masing-masing.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Datang di situs Baka-Tsuki Project Forum untuk mendiskusikan seri ini dan informasi lainnya dari Baka-Tsuki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebuah kota para siswa yang memiliki kekuatan batin dari tecnologi yang canggih, tetapi di dunia dimana sihir jg nyata. Tangan kanan Toma kamijo, Imagine Breaker, akan meniadakan semua sihir, kekuatan batin, atau kekuatan tuhan, tapi bukan nasib buruk sendiri. Suatu hari ia menemukan seorang gadis muda yang tergantung di pagar balkon. Ternyata ia adalah seorang biarawati dari Gereja Inggris, dan pikirannya telah tertanam dengan Indeks-Librorum-Prohibitorum - semua teks magis yang telah dihapus dari peredaran oleh Gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemah  ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang pengen bantu bantu aja. Bantuin para pembaca ngedit&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah di minta untuk menandai semua bab yang mereka inginkan untuk diterjemahkan di  [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] yang sedang dikerjakan&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Format Standards ===&lt;br /&gt;
Setiap bab (setelah di edit) harus dikonfirmasikan hingga terpenuhi. Lihat link di samping. [[Format_guideline|Format/Style Guideline]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk diterjemahkan, cukup melihat dari seri To_Aru_Majutsu_No_Index English, namun apabila kalian bisa menerjemahkan bahasa jepang juga, kami harap kalian bisa menjadi penerjemah jepang juga. apabila kalian melihat versi China, mungkin ada beberapa kesalahan jadi kalian dapat mengeditnya hingga terasa bagus menurut kalian. Tak perlu takut bila ada kesalahan, kami bisa mengembalikan kesalahan tersebut jika memang dibutuhkan. kami juga dapat melihat semua yang kalian lakukan untuk memperbaikinya. jadi, lakukan saja daripada sembunyi atau menunggu. kurang kerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Updates==&lt;br /&gt;
*December 11, 2009 - project page created.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri &#039;&#039;To Aru Majutsu no Index&#039;&#039; oleh Kazuma Kamachi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_pendahulu|Pendahulu]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume2_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume3_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume4_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog: Halaman itu dibuka (progress 0%)]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_1|Bab 1 - Pemuja Ilmu]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2 - Gereja Katolik Roma]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_3|Bab 3 - Gereja Anglikan]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_4|Bab 4 - Gereja campuran AMAKUSA]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Epilog|Epilog: Halaman itu ditutup]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Penutup|Kata penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume9_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume12_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume12_Pendahulu|Pendahulu]] &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume13_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 6&lt;br /&gt;
::*Chapter 7 &lt;br /&gt;
::*Chapter 8 &lt;br /&gt;
::*Chapter 9 &lt;br /&gt;
::*Chapter 10 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Project Staff==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Project Administrator:  &lt;br /&gt;
*Project Supervisor: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Translator===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Kili|Kili]]&lt;br /&gt;
:*[[user:Gerrymon|Gerrymon]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Editors===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua editor yang memakai  English and Indonesia dengan benar diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==More Information==&lt;br /&gt;
* [http://en.wikipedia.org/wiki/To_Aru_Majutsu_no_Index The wikipedia article].&lt;br /&gt;
* [http://www12.atwiki.jp/index-index/ とある魔術の禁書目録　Index] (日本語、そしてネタバレの危険性がある！)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Prolog&amp;diff=64005</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Prolog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Prolog&amp;diff=64005"/>
		<updated>2010-04-20T07:36:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Prolog: Mulai beraksi (Gerbang telah dibuka) */  Updating&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Prolog: Mulai beraksi (Gerbang telah dibuka)==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katedral St. George.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun disebut katedral, tetapi gereja ini hanya salah satu dari sejumlah gereja ditengah Kota London. Meskipun tidak dapat dibilang kecil, terdapat perbedaan besar jika dibandingkan dengan Westminster Abbey dan Katedral St. Paulus. Tentu saja tdak bisa dibandingkan dengan Katedral Canterbury, gereja asal mula Puritanisme Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan di London, jumlah bangunan yang bernama &#039;St. George&#039; sangat banyak. Selain gereja, ada departement store, restoran, toko-toko pakaian, dan sekolah-sekolah. Bisa ada banyak bangunan bernama itu di dalam kota. Tidak hanya itu, paling tidak ada lebih dari sepuluh gereja dengan nama &#039;Katedral St. George&#039;. Hubungan antara &#039;St George&#039; dan para orang Inggris bahkan dapat dilihat dari Union Jack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katedral St. George ini adalah markas dari ‘Necessarius’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;!-- I&#039;ll be translating from english version, so I put this while translating~--&amp;gt;&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&amp;lt;!--&lt;br /&gt;
However, this is no glamorous task. The duty of the ‘Necessarius’ is to eliminate all sorts of magic associations in Britain and any magicians associated with them. In order to achieve this objective, ‘Necessarius’ has to use magic, which is regarded as filthy by the members. Because of this, they were viewed rather poorly by the Purists, and even chased out of Canterbury, the headquarters for the Puritans, into this ‘St George Cathedral’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But afterwards, there were some unexpected changes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Originally considered as a peripheral organization, ‘Necessarius’ has been making numerous contributions behind the scenes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
These allowed ‘Necessarius’ to build its profile and power within the British Puritan church. Today, although it looks like the Puritan church is run by the Cathedral of Canterbury, but in fact, the actual decision-making power has now been transferred to St George Cathedral.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thus, this cathedral, located slightly away from the centre of London, is now the nucleus of this large British Puritan church.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The red-haired priest Stiyl-Magnus is walking down the streets of London in the early morning, feeling extremely puzzled.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
There’s nothing strange about the street itself. There are apartments made of stone that are more than 300 years old, lying on both sides of the streets. There are office workers with handphones in their hands, rushing down the old street. The old double-decker bus is slowly moving forward and the workers on the streets are busy dismantling a similar old phone booth. An integration of new and old history, there’s nothing unusual happening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
There’s nothing wrong with the weather as well. There aren’t any clouds in the sky this morning, but the weather changes every four hours or so, thus there are many people who carry their umbrellas around. It is a hot day, and as London is known for its foggy weather, this aspect of the summer—the ever-changing weather, is something that cannot be belittled. Due to the increasing moisture caused by the intermittent rainfall, together with the foehn and summer heat wave, it results in amazingly high temperatures. So, these rather enjoyable-looking tourist attractions have their own shortcomings as well. But for someone like Stiyl, when he first chose to stay in this city, he had already considered the shortcomings, and thus did not mind about it.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
What makes Stiyl insecure is the girl beside him.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Archbishop……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? I purposely chose to wear such simple attire today, please refrain from calling me by that lofty title.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dressed in a beige robe, the girl, who looks 18, calmly spoke in Japanese. In fact, according to regulations, a clergyman’s attire can only have white, red, black, green or purple, with threads of gold for decorations, so this girl is secretly breaking the rules. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unfortunately, it seems that only she feels that as long as she puts these clothes on, she won’t be noticed in the crowd. Because with her crystal-white skin, clear blue eyes and shining golden hair--one won’t be surprised if it were sold in a gem shop, no matter the circumstances, she completely stands out from the surrounding crowd.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Her hair is shockingly long. Her straight hair extends all the way to her ankles, folds up, goes behind the back of her head, through the large silver hairpin holding it in place, and down near her waist. In other words, the length of her hair is almost 2.5 times her height.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
During the morning in Lambeth, London, the world-famous din occurs, but around her, the voices feel like they’ve been suppressed, like they are in a solemn church where noise is not tolerated.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_013.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The archbishop of sector zero of the Puritan church, ‘Necessarius’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura Stuart.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The king is the highest ranking leader of the Puritan church. Archbishop Laura is considered to be the courier of the king, and her responsibility is to……’Take over the busy king and control the British Puritanism.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Puritan church is like an age-old string instrument.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beside the ‘owner’, there is also the ‘caretaker’. Take a violin for example. No matter how good a violin is, as long as it isn’t used for a while, the strings will be relaxed, and the sound post would be in a decrepit condition, causing it to not sound beautiful. Laura’s job is to perform in place of the owner, so that the violin can be maintained in a perfect state.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But, like the situation with the Cathedral of Canterbury and the St George Cathedral, the name and actual power has now been reversed. The real power now lies with Laura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The archbishop, who has such a large amount of power, is now walking freely on the streets in the early morning, without even a single bodyguard near her.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl and Laura are now heading towards St George Cathedral. At first, it was Laura who suggested that Stiyl should meet her at the cathedral at this time. She was supposed to wait at the cathedral, and Stiyl was supposed to arrive.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I have my own home. And I’m not always stuck in that old church all year long.” Laura continued forward, not making any noise. &lt;br /&gt;
“Isn’t it fun to walk and talk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Around them, the office workers are hurrying around. Because this place is close to Waterloo station, which is the largest station in London, for a nun or priest to be here, is not unusual for them. The number of churches in London is as big as the number of parks, although it cannot be compared to Rome.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anyway, I’m okay with it. But did&#039;t you call me to the cathedral because you wanted to talk about something that outsiders are not supposed to hear?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Such a narrow-minded man, why worry too much about these minor things? Can’t you enjoy this time with me? Although a father who &lt;br /&gt;
hears a woman’s repentance gives a ‘relief’ feeling, why doesn’t he open his heart?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……” Stiyl frowns, and asks, “Can I ask a question?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Do you have to be so cautious? Fire away.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Why does your Japanese sound so stupid?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……?” (Note: In the original text, the author purposely uses something which sounds like old Japanese for Laura’s dialogue.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Archbishop of the Puritan church looked like someone who has been told that her shirt is buttoned wrongly. She initially froze, then her movements completely stopped. She then blushed, while saying:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah……eh……? Is……is it strange? Isn’t ‘Japanese’ supposed to be like this?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pardon me; I do not really understand what you’re trying to say. You’re trying to speak the ancient language, but it just doesn’t feel right.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The people around them, clad in western clothing, are probably unable to understand Japanese, but Laura feels that the commotion around her has now become laughter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah……ehm……I learnt my Japanese from many sources, like literature and television programmes. I even asked a real Japanese for help before……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, may I know who that ‘real Japanese’ is?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh……that guy named Tsuchimikado Motoharu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Please don’t use that dangerous guy who lustfully lets his own step-sister wear a maid uniform as an ideal Japanese. Asia is not that fascinating, you know.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“To……to think there is such a thing……I must quickly correct my Japanese……oh no!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What’s wrong?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“It’s……it’s difficult to change something that I’m so used to!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Don’t tell me you used such a stupid way of speaking to negotiate with the representatives from Academy City.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura’s shoulders jumped, as she said &amp;quot;Do not... Do not worry, do not worry... No problem, no problem...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
However, her voice is trembling, sweat appearing on her face, her eyes swimming around.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl sighs, his breath full of cigarette smoke.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anyway, let’s talk when we reach the cathedral.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The two turn around the corner. Kanzaki Kaori has secretly frequented the Japanese restaurant located there.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Do……do we really have to talk about this!? I can’t possibly communicate with my Japanese!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Enough, let’s talk about the ‘proper business’, and not about this trivial stuff. If you aren’t confident in your Japanese, &lt;br /&gt;
we can still talk using English.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ri—ridiculous! Who said that I’m not confident! It’s……it’s just that…… my body condition today is rather bad!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura says, being at a loss. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“And regarding the proper business……before we start……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
From under the robe on her chest, Laura pulled something out, which looked like two pieces of notebook paper, as well as a black magic marker. As one who specialises in using runes, Stiyl immediately knew what she was going to use it for.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiu chiu chiu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura tries to imitate this strange sound made by the magic marker as she draws on the paper. On several important ceremonies, when Archbishop Laura stands in front of the crowd, she looks too noble to be even mortal. But now, the Archbishop is like a girl randomly doodling on her notebook in the middle of a lesson. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(If possible, I wish she could maintain that noble image.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl thought, dangling his cigarette and frowning. He really didn’t like this sound.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Excuse me, may I ask what you’re doing?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl asks, gritting his teeth and slightly trembling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Although his temple has gone blue, Stiyl decided to remain patient.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Just a little precaution. Here.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura drew the same image on the two pieces of paper, and gave one of them to Stiyl.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah—ah—can you hear me?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl feels that this voice just came from his mind. He turned to look at Laura, who’s small mouth did not move in the slightest.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Is it a talisman for communication?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Our thoughts can be conveyed to each other without the need of speech.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl looks at the card. It seems like Laura created these talismans because of his suggestion to not allow the people around them to eavesdrop.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Why does that voice in your heart speak so stupidly as well!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Wait……wait a minute, Stiyl! I’m now speaking in English!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Although she wasn’t making any sound, Laura looked panicked, scaring the cat sprawling in front of the restaurant which wasn’t open yet. Stiyl sighed. The authority and magnanimity that an Archbishop should have is now all gone.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Then there should be an error when the message is exchanged. Although it’s weird, it doesn’t affect our conversation. Let’s get down to proper business.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah……Uu……ahem ahem, okay, let’s start.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It seems like Laura wanted to say something, but she swallowed it, and got to the main issue.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Stiyl, have you heard of ‘The book of the Law’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“It’s a spellbook. If I remember correctly, the author is Edward Alexander.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Edward Alexander. Also known as Crowley.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Some say that he is the most decorated magician in the 20th century, and some say he’s the worst magician in the 20th century. As his actions and demeanour exceeded everyone’s imagination and common sense, he was chased out of several countries. He manages to provoke the creative desire of several artists, but also manages to increase the hostility on him from all the magicians. A really legendary man. According to history, he died on 1st December 1947. Some even feel that the world that time was relieved when he died. This shows the number of controversies and problems that he caused.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
When such a powerful magician dies, naturally, there will be people who will declare themselves as his disciple or heir. Up till today, the magic system that they created continues to cause headaches for the organisation which is specifically still targeting Crowley. And like other legends, the rumours that ‘he’s still alive’ continue to roam about.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“However, if I remember correctly, isn’t the original ‘Book of the Law’ still kept inside the library of the Vatican church in Rome?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In order to allow the girl called Index to memorise the 103,000 magical texts, Stiyl had accompanied her around the world to protect her. Although he did not see the contents, Stiyl is still able to remember where the 100 most famous texts are.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You’re right. From 1920 to 1932, Crowley was carrying out his activities on the island of Sicily in Italy. It is believed that &lt;br /&gt;
‘The book of the Law’ first appeared that time.” Laura spoke as if she’s reciting what she memorised in a history textbook. “Stiyl, do you know what makes this book special?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The characteristics of the book.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“If we are to ignore the reliability first, regarding this work, there are several legends about it. Some believe that Crowley summoned the guardian angel Aiwass, learnt the ‘Angelic Technique’ that no human is able to use, and recorded it in ‘The book of the Law’. Some believe that when ‘The book of the Law’ is opened, the Christian age will end, and humanity will proceed on to a brand new age……For the former, an angel who doesn’t think is unable to teach humanity anything, but we’re rather concerned with the latter’s views. However……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
According to the British Puritan church, they assumed it to be a magical book containing many powerful spells.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But, on hearing it, one will wonder. Why is it an ‘assumption’?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index should have memorised ‘The book of the Law’ already. So the reason is……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I believe you know that nobody can understand this book? But this book is, although all the magical books are written in codes, still an exception. Even Index has given up on reading it, and Sherry Cromwell, who specialises in interpreting these codes, has failed to do so.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
That’s right; no one is able to interpret ‘The book of the Law’. According to what Index said, based on our current limited knowledge, nobody is able to interpret it. So, she could only memorise all the undeciphered codes of ‘The book of the Law’ into her head.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
At this moment, Laura happily smiles, saying, “Then, if someone who can decipher ‘The book of the Law’ is to appear, what do you think are the consequences?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What are you talking about……!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stunned, Stiyl stares at Laura. She didn’t look like she was joking.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“There is a Roman Catholic nun by the name of Ursula Aquinas. However, she only knows how to decipher it, and has yet to read the contents.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What is going on?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ursula seems to have found a way to decode it by reading the incomplete copies. Right now, she only has the index page, the preface, and several more pages.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The original copy of ‘The book of the Law’ is now strictly kept under security, so ordinary people shouldn’t be able to get their hands on it easily. Except for people like Index, it is dangerous for anyone else to read the original.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Right now……the Roman Catholic church is lacking in manpower due to a power struggle. They might try to use ‘The book of the Law’ to regain a foothold. These people probably view it as a blueprint of some new weapon……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
According to reports, although the Roman Catholic Church is still the largest Christian sect in the world, the three thousand people who form the ‘Gregorian Chant’ have been defeated by the alchemist, and thus their power has weakened. In order to protect their place at the pinnacle of the Christian sect, it is possible that they will use the knowledge in ‘The book of the Law’ to design something to replace the ‘Gregorian Chant’ to replace the loss in their fighting power. This wouldn&#039;t be surprising.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No, they won’t use ‘The book of the Law’ to build up their fighting capability. At least in the short term, the Roman Catholic Church will not attack anyone for ‘The book of the Law’. You don’t have to worry about this.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Why?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hoho, it’s a secret! I’m not leaking it out.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seeing Laura speak with such confidence, Stiyl could not help but frown and think of the possibilities. Has the English Puritan church signed an agreement with the Roman Catholic church, banning the use of ‘The book of the Law’?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(……If so, why would the Roman Catholic Church use Ursula to decode ‘The book of the Law’?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seeing your expression, it seems like you’re still unassured. Really, didn’t I tell you not to worry?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“But then……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay okay, stop nagging. Even if the Roman Catholic Church wants to use ‘The book of the Law’ for whatever purpose, they can’t do it now.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Before Stiyl could even ask why, Laura had continued on:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Because ‘The book of the Law’ has been stolen by Ursula Aquinas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What did you say……by whom!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl could not help but shout. The office workers around them heading towards the train station, upon hearing him shout, turn around to look at him.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“The work I want you to do after this would be your mission. The organisation, which did this criminal act, should be the Amakusa &lt;br /&gt;
Catholics in Japan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Amakusa……” It’s a Christian sect in Japan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl’s colleague, Kanzaki Kaori, used to be the leader of this sect. However, Stiyl himself does not consider it to be a Christian sect. The Amakusa Catholic Church is infused with too many aspects of Shintoism and Buddhism, the basis of the Christian faith is long gone now.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“The Amakusa Catholics is a lot smaller than the other religions in Rome, Britain, Russia and other countries. The reason why it is still able to exist is because of Kanzaki. Now, after having lost Kanzaki, their pillar of support, it isn’t unthinkable of them to steal ‘The book of the Law’ in order to gain new power. After all, ‘The book of the Law’ is capable of destroying the balance of the Christian religion.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If Ursula Aquinas and ‘The book of the Law’ would fall into the hands of the Amakusa Catholics, they could use it anytime. In fact, it would be weird if they wouldn&#039;t use it at all.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“But!” Stiyl rudely exclaims, “Isn’t the ‘Book of the Law’ hidden in the depths of the Vatican library? For a small organisation like the Amakusa Catholics, who wishes for power, they can’t possibly have the capability to get inside! I was protecting Index as I entered the Vatican library, so I’m positive that there are no blind spots down there! The only thing that can describe it is an iron wall!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Actually, the “Book of the Law’ isn’t inside the Vatican library.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What?” Stiyl’s expression was blank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A horse carriage used for sightseeing purposes passes by Stiyl as the horse neighs, the license plate hanging behind the carriage.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“In order to organise an international exhibition, the Roman Catholic Church sent the ‘Book of the Law’ to the Japanese museum. &lt;br /&gt;
Like the Laterano Church in Rome, it is believed that the ‘Son of God’ bled while walking up the ‘Holy Path’. You should know why these things are being shown to the common people, don’t you?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Every few years, the Church will showcase important historical or biblical items to the public.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The reason is simple. These are the ‘tools’ to attract donations and believers. After losing their largest fighting force, the three thousand strong ‘Gregorian Chant’, the Roman Catholic Church must be trying to strengthen itself through as many ways as possible, including the development of new spells and training of its members.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It is most effective to recruit these ‘new believers’ in places where there are few Christians. Because of this, Japan is the perfect target. But because there are few believers, the support that the Church can give to Japan is much less now. Seems like the Amakusa Catholics have timed this well.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“This is stupid……bringing such a dangerous thing and showing it to the world, even losing it in the process. The Roman Catholic Church has really disgraced our Christians.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hoho, I believe the Roman Catholics should have a deeper understanding than us. Although they got a geographical advantage now, but for an item of the Roman Catholic Church to be stolen by a small sect in the Far East, I guess it means that they’re discredited.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haiz, does this mean that they are asking us for help?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No, those guys want to settle this their own way. I really worked hard to get this information. To them, this may be a sort of saving grace, but I really want to scold those guys, and tell them ‘Not to dream on anymore’.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Does this mean that we aren’t getting the ‘Book of the Law’ and Ursula back for the sake of the Roman Catholics?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“They aren’t spilling the beans, but if Ursula Aquinas can really decipher the ‘Book of the Law’, we’re involved in this one way or another.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……You’re trying to do them a favour? Do you think that those ‘noble clergymen’ even understand the act of repaying a good deed?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl said with disdain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In Stiyl’s impression, maybe it’s because they once controlled Europe entirely, the Roman Catholics—of course, besides the believers who never known about magic—are rather arrogant. Especially those stubborn hard-liner priests and bishops. Forget about going against them, even if one tries to help them, they would snobbishly say, “We’re not so pitiful so as to accept any assistance.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I have no intention of helping those guys who corrupt the Church and cause splinters in it. However, we have a much bigger problem.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kanzaki Kaori is missing.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
After Laura spoke succinctly, Stiyl immediately turned around.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki was originally the leader of the Amakusa sect. Now, although she has already left Amakusa, she still cares for it. Once knowing that they have caused such a problem, and are now in conflict with the Roman Catholic Church, the largest Christian sect in the world with 2 billion believers, how would she respond?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki is a saint, one of less than 20 people in the world who possess the &#039;Stigma&#039;. The power that she has is almost equivalent to that of a nuclear bomb. If she leaves the control of the British Puritan Church, and directly attacks the Roman Catholics, what consequences will there be…...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Knowing her, she’ll do anything. It would be okay if it was an ordinary person, but with her power……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura sighs heavily.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I hope that you can clean up the mess before Kanzaki does something seriously bad. This is your main priority. I don’t care what you do, whether it is saving the ‘Book of the Law’ or Ursula, telling Amakusa to surrender, or forcing Amakusa or Kanzaki to surrender.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You’re telling me to beat Kanzaki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“If there is such a need.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura clearly and forcefully says, “Once our members are done with their missions, I’ll be sending them to Japan and Rome. However, I hope that you will do this on your own. Go to Academy City first.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
As if he’s spitting his doubts out, Stiyl blows the white smoke of the cigarette out of his mouth. He’s not worried about having to do this alone, but the magician Stiyl just isn’t suited for working in a team. Besides the character flaws, the flame magic he uses is a huge problem. If he’s not careful and uses his full power, his comrades around him might end up swallowed in flames and smoke.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
His ‘Innocentius’ becomes stronger the more runes there are. Although unreliable, but the power cannot be belittled. The 3,000 degree Celsius fire can freely move about. To pursue its enemies, it can even easily melt iron. To the enemies, it is like a god of death. And beside that boy’s right hand, there is almost no other way to stop ‘Innocentius’. Using this terrifying magic, Stiyl has destroyed several magical societies on his own several times.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, working alone is not a problem. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Isn’t this a problem on the Church’s side? Why bring in the Science side?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura said a person’s……no, a tool’s name.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Since it concerns a magic book……especially the original ‘Book of the Law’, we need all the technical knowledge. I have discussed it with Academy City, and so you can bring ‘that’ around. But there is one condition, and that is to bring the guardian along.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What now? It’s rare to work together with ‘that’, why are you so unhappy?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nothing.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl seemed to have suppressed many feelings within him, the expression on his face suddenly vanishes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……That guardian, is it that Imagine Breaker?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“That’s right. You should be able to make use of him. Oh, don’t kill him though, since he’s borrowed property.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bringing people from Academy City into a battle between magicians, would there be a problem?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Regarding this, we can settle this with a few tricks. Of course, the conditions that the other party gave us are unavoidable, and I don’t have the time to negotiate with them.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I……see.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl couldn&#039;t understand how the leaders of Academy City are thinking, nor could he understand what Laura, who was standing right beside him, is thinking. Maybe they carried out a few deals underwater. Anyway, these aren’t things that a minion like Stiyl should interfere in.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Stiyl, bring this along.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura pulls out a small cross necklace from the sleeve of her simple robe, and tosses it to Stiyl. Stiyl catches this symbol of belief with one hand, and asks,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A tool? Although it does not seem to be enhanced by any magic.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Just a little present for Ursula Aquinas. If you meet her, immediately find the opportunity to give it to her.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl did not understand what this meant, and Laura had no intention of explaining. This is a “Don’t ask, just do as I say.” scenario.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
At this moment, the two stopped.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walking for ten minutes from the extremely large London train station, a Church which doesn’t seem to have the right to be called a ‘Cathedral’ is in front of them.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
St George Cathedral. A dark holy city filled with a terrible history of witch hunting, religious trials and even the famous Frenchwoman Joan of Arc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walking in front of Stiyl, Laura grabs the handle of the heavy door.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura pushes the two heavy doors aside, and invites the priest in.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
She does not use her rune card this time, but opens her small, peach-like mouth, and speaks in a clear voice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Regarding the details, we’ll talk about it inside.”--&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Volume7_Illustrations|Illustrations]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Volume7_Bab_1|Bab 1: Pemuja Ilmu]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Prolog&amp;diff=64004</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Prolog</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Prolog&amp;diff=64004"/>
		<updated>2010-04-20T07:26:47Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: New page: ==Prolog: Mulai beraksi (Gerbang telah dibuka)==  Katedral St. George.  Meskipun disebut katedral, tetapi gereja ini hanya salah satu dari sejumlah gereja ditengah Kota London. Meskipun ti...&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Prolog: Mulai beraksi (Gerbang telah dibuka)==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katedral St. George.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun disebut katedral, tetapi gereja ini hanya salah satu dari sejumlah gereja ditengah Kota London. Meskipun tidak dapat dibilang kecil, terdapat perbedaan besar jika dibandingkan dengan Westminster Abbey dan the Katedral St. Paulus. Tentu saja tdak bisa dibandingkan dengan Katedral Canterbury, gereja asal mula Puritanisme Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(!&amp;lt;!-- I&#039;ll be translating from english version, so I put this while translating~--&amp;gt;) &lt;br /&gt;
(!&amp;lt;!--In fact, in London, the number of buildings with the name ‘St George’ are numerous. Besides the church, there are also department stores, restaurants, clothing shops and schools. There could be several of them downtown. Not only that, there could be more than ten churches named ‘St George Cathedral.’. The relationship ‘St George’ and Britons can be seen even from the Union Jack.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
This St George Cathedral was formerly the base of ‘Necessarius’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
However, this is no glamorous task. The duty of the ‘Necessarius’ is to eliminate all sorts of magic associations in Britain and any magicians associated with them. In order to achieve this objective, ‘Necessarius’ has to use magic, which is regarded as filthy by the members. Because of this, they were viewed rather poorly by the Purists, and even chased out of Canterbury, the headquarters for the Puritans, into this ‘St George Cathedral’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But afterwards, there were some unexpected changes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Originally considered as a peripheral organization, ‘Necessarius’ has been making numerous contributions behind the scenes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
These allowed ‘Necessarius’ to build its profile and power within the British Puritan church. Today, although it looks like the Puritan church is run by the Cathedral of Canterbury, but in fact, the actual decision-making power has now been transferred to St George Cathedral.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thus, this cathedral, located slightly away from the centre of London, is now the nucleus of this large British Puritan church.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The red-haired priest Stiyl-Magnus is walking down the streets of London in the early morning, feeling extremely puzzled.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
There’s nothing strange about the street itself. There are apartments made of stone that are more than 300 years old, lying on both sides of the streets. There are office workers with handphones in their hands, rushing down the old street. The old double-decker bus is slowly moving forward and the workers on the streets are busy dismantling a similar old phone booth. An integration of new and old history, there’s nothing unusual happening.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
There’s nothing wrong with the weather as well. There aren’t any clouds in the sky this morning, but the weather changes every four hours or so, thus there are many people who carry their umbrellas around. It is a hot day, and as London is known for its foggy weather, this aspect of the summer—the ever-changing weather, is something that cannot be belittled. Due to the increasing moisture caused by the intermittent rainfall, together with the foehn and summer heat wave, it results in amazingly high temperatures. So, these rather enjoyable-looking tourist attractions have their own shortcomings as well. But for someone like Stiyl, when he first chose to stay in this city, he had already considered the shortcomings, and thus did not mind about it.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
What makes Stiyl insecure is the girl beside him.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Archbishop……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? I purposely chose to wear such simple attire today, please refrain from calling me by that lofty title.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dressed in a beige robe, the girl, who looks 18, calmly spoke in Japanese. In fact, according to regulations, a clergyman’s attire can only have white, red, black, green or purple, with threads of gold for decorations, so this girl is secretly breaking the rules. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unfortunately, it seems that only she feels that as long as she puts these clothes on, she won’t be noticed in the crowd. Because with her crystal-white skin, clear blue eyes and shining golden hair--one won’t be surprised if it were sold in a gem shop, no matter the circumstances, she completely stands out from the surrounding crowd.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Her hair is shockingly long. Her straight hair extends all the way to her ankles, folds up, goes behind the back of her head, through the large silver hairpin holding it in place, and down near her waist. In other words, the length of her hair is almost 2.5 times her height.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
During the morning in Lambeth, London, the world-famous din occurs, but around her, the voices feel like they’ve been suppressed, like they are in a solemn church where noise is not tolerated.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Index_v07_013.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The archbishop of sector zero of the Puritan church, ‘Necessarius’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura Stuart.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The king is the highest ranking leader of the Puritan church. Archbishop Laura is considered to be the courier of the king, and her responsibility is to……’Take over the busy king and control the British Puritanism.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Puritan church is like an age-old string instrument.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beside the ‘owner’, there is also the ‘caretaker’. Take a violin for example. No matter how good a violin is, as long as it isn’t used for a while, the strings will be relaxed, and the sound post would be in a decrepit condition, causing it to not sound beautiful. Laura’s job is to perform in place of the owner, so that the violin can be maintained in a perfect state.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But, like the situation with the Cathedral of Canterbury and the St George Cathedral, the name and actual power has now been reversed. The real power now lies with Laura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The archbishop, who has such a large amount of power, is now walking freely on the streets in the early morning, without even a single bodyguard near her.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl and Laura are now heading towards St George Cathedral. At first, it was Laura who suggested that Stiyl should meet her at the cathedral at this time. She was supposed to wait at the cathedral, and Stiyl was supposed to arrive.   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I have my own home. And I’m not always stuck in that old church all year long.” Laura continued forward, not making any noise. &lt;br /&gt;
“Isn’t it fun to walk and talk?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Around them, the office workers are hurrying around. Because this place is close to Waterloo station, which is the largest station in London, for a nun or priest to be here, is not unusual for them. The number of churches in London is as big as the number of parks, although it cannot be compared to Rome.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anyway, I’m okay with it. But did&#039;t you call me to the cathedral because you wanted to talk about something that outsiders are not supposed to hear?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Such a narrow-minded man, why worry too much about these minor things? Can’t you enjoy this time with me? Although a father who &lt;br /&gt;
hears a woman’s repentance gives a ‘relief’ feeling, why doesn’t he open his heart?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……” Stiyl frowns, and asks, “Can I ask a question?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Do you have to be so cautious? Fire away.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Why does your Japanese sound so stupid?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……?” (Note: In the original text, the author purposely uses something which sounds like old Japanese for Laura’s dialogue.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Archbishop of the Puritan church looked like someone who has been told that her shirt is buttoned wrongly. She initially froze, then her movements completely stopped. She then blushed, while saying:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah……eh……? Is……is it strange? Isn’t ‘Japanese’ supposed to be like this?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pardon me; I do not really understand what you’re trying to say. You’re trying to speak the ancient language, but it just doesn’t feel right.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The people around them, clad in western clothing, are probably unable to understand Japanese, but Laura feels that the commotion around her has now become laughter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah……ehm……I learnt my Japanese from many sources, like literature and television programmes. I even asked a real Japanese for help before……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh, may I know who that ‘real Japanese’ is?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh……that guy named Tsuchimikado Motoharu……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Please don’t use that dangerous guy who lustfully lets his own step-sister wear a maid uniform as an ideal Japanese. Asia is not that fascinating, you know.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“To……to think there is such a thing……I must quickly correct my Japanese……oh no!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What’s wrong?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“It’s……it’s difficult to change something that I’m so used to!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Don’t tell me you used such a stupid way of speaking to negotiate with the representatives from Academy City.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura’s shoulders jumped, as she said &amp;quot;Do not... Do not worry, do not worry... No problem, no problem...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
However, her voice is trembling, sweat appearing on her face, her eyes swimming around.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl sighs, his breath full of cigarette smoke.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Anyway, let’s talk when we reach the cathedral.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The two turn around the corner. Kanzaki Kaori has secretly frequented the Japanese restaurant located there.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Do……do we really have to talk about this!? I can’t possibly communicate with my Japanese!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Enough, let’s talk about the ‘proper business’, and not about this trivial stuff. If you aren’t confident in your Japanese, &lt;br /&gt;
we can still talk using English.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ri—ridiculous! Who said that I’m not confident! It’s……it’s just that…… my body condition today is rather bad!” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura says, being at a loss. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“And regarding the proper business……before we start……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
From under the robe on her chest, Laura pulled something out, which looked like two pieces of notebook paper, as well as a black magic marker. As one who specialises in using runes, Stiyl immediately knew what she was going to use it for.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiu chiu chiu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura tries to imitate this strange sound made by the magic marker as she draws on the paper. On several important ceremonies, when Archbishop Laura stands in front of the crowd, she looks too noble to be even mortal. But now, the Archbishop is like a girl randomly doodling on her notebook in the middle of a lesson. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(If possible, I wish she could maintain that noble image.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl thought, dangling his cigarette and frowning. He really didn’t like this sound.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu chiu~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Excuse me, may I ask what you’re doing?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl asks, gritting his teeth and slightly trembling.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Although his temple has gone blue, Stiyl decided to remain patient.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Just a little precaution. Here.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura drew the same image on the two pieces of paper, and gave one of them to Stiyl.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah—ah—can you hear me?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl feels that this voice just came from his mind. He turned to look at Laura, who’s small mouth did not move in the slightest.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……Is it a talisman for communication?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Our thoughts can be conveyed to each other without the need of speech.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl looks at the card. It seems like Laura created these talismans because of his suggestion to not allow the people around them to eavesdrop.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Why does that voice in your heart speak so stupidly as well!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Wait……wait a minute, Stiyl! I’m now speaking in English!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Although she wasn’t making any sound, Laura looked panicked, scaring the cat sprawling in front of the restaurant which wasn’t open yet. Stiyl sighed. The authority and magnanimity that an Archbishop should have is now all gone.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Then there should be an error when the message is exchanged. Although it’s weird, it doesn’t affect our conversation. Let’s get down to proper business.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah……Uu……ahem ahem, okay, let’s start.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It seems like Laura wanted to say something, but she swallowed it, and got to the main issue.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Stiyl, have you heard of ‘The book of the Law’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“It’s a spellbook. If I remember correctly, the author is Edward Alexander.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Edward Alexander. Also known as Crowley.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Some say that he is the most decorated magician in the 20th century, and some say he’s the worst magician in the 20th century. As his actions and demeanour exceeded everyone’s imagination and common sense, he was chased out of several countries. He manages to provoke the creative desire of several artists, but also manages to increase the hostility on him from all the magicians. A really legendary man. According to history, he died on 1st December 1947. Some even feel that the world that time was relieved when he died. This shows the number of controversies and problems that he caused.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
When such a powerful magician dies, naturally, there will be people who will declare themselves as his disciple or heir. Up till today, the magic system that they created continues to cause headaches for the organisation which is specifically still targeting Crowley. And like other legends, the rumours that ‘he’s still alive’ continue to roam about.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“However, if I remember correctly, isn’t the original ‘Book of the Law’ still kept inside the library of the Vatican church in Rome?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In order to allow the girl called Index to memorise the 103,000 magical texts, Stiyl had accompanied her around the world to protect her. Although he did not see the contents, Stiyl is still able to remember where the 100 most famous texts are.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You’re right. From 1920 to 1932, Crowley was carrying out his activities on the island of Sicily in Italy. It is believed that &lt;br /&gt;
‘The book of the Law’ first appeared that time.” Laura spoke as if she’s reciting what she memorised in a history textbook. “Stiyl, do you know what makes this book special?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The characteristics of the book.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“If we are to ignore the reliability first, regarding this work, there are several legends about it. Some believe that Crowley summoned the guardian angel Aiwass, learnt the ‘Angelic Technique’ that no human is able to use, and recorded it in ‘The book of the Law’. Some believe that when ‘The book of the Law’ is opened, the Christian age will end, and humanity will proceed on to a brand new age……For the former, an angel who doesn’t think is unable to teach humanity anything, but we’re rather concerned with the latter’s views. However……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
According to the British Puritan church, they assumed it to be a magical book containing many powerful spells.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
But, on hearing it, one will wonder. Why is it an ‘assumption’?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Index should have memorised ‘The book of the Law’ already. So the reason is……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I believe you know that nobody can understand this book? But this book is, although all the magical books are written in codes, still an exception. Even Index has given up on reading it, and Sherry Cromwell, who specialises in interpreting these codes, has failed to do so.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
That’s right; no one is able to interpret ‘The book of the Law’. According to what Index said, based on our current limited knowledge, nobody is able to interpret it. So, she could only memorise all the undeciphered codes of ‘The book of the Law’ into her head.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
At this moment, Laura happily smiles, saying, “Then, if someone who can decipher ‘The book of the Law’ is to appear, what do you think are the consequences?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What are you talking about……!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stunned, Stiyl stares at Laura. She didn’t look like she was joking.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“There is a Roman Catholic nun by the name of Ursula Aquinas. However, she only knows how to decipher it, and has yet to read the contents.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What is going on?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ursula seems to have found a way to decode it by reading the incomplete copies. Right now, she only has the index page, the preface, and several more pages.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The original copy of ‘The book of the Law’ is now strictly kept under security, so ordinary people shouldn’t be able to get their hands on it easily. Except for people like Index, it is dangerous for anyone else to read the original.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Right now……the Roman Catholic church is lacking in manpower due to a power struggle. They might try to use ‘The book of the Law’ to regain a foothold. These people probably view it as a blueprint of some new weapon……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
According to reports, although the Roman Catholic Church is still the largest Christian sect in the world, the three thousand people who form the ‘Gregorian Chant’ have been defeated by the alchemist, and thus their power has weakened. In order to protect their place at the pinnacle of the Christian sect, it is possible that they will use the knowledge in ‘The book of the Law’ to design something to replace the ‘Gregorian Chant’ to replace the loss in their fighting power. This wouldn&#039;t be surprising.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No, they won’t use ‘The book of the Law’ to build up their fighting capability. At least in the short term, the Roman Catholic Church will not attack anyone for ‘The book of the Law’. You don’t have to worry about this.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Why?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hoho, it’s a secret! I’m not leaking it out.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seeing Laura speak with such confidence, Stiyl could not help but frown and think of the possibilities. Has the English Puritan church signed an agreement with the Roman Catholic church, banning the use of ‘The book of the Law’?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(……If so, why would the Roman Catholic Church use Ursula to decode ‘The book of the Law’?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seeing your expression, it seems like you’re still unassured. Really, didn’t I tell you not to worry?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“But then……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay okay, stop nagging. Even if the Roman Catholic Church wants to use ‘The book of the Law’ for whatever purpose, they can’t do it now.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Before Stiyl could even ask why, Laura had continued on:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Because ‘The book of the Law’ has been stolen by Ursula Aquinas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What did you say……by whom!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl could not help but shout. The office workers around them heading towards the train station, upon hearing him shout, turn around to look at him.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“The work I want you to do after this would be your mission. The organisation, which did this criminal act, should be the Amakusa &lt;br /&gt;
Catholics in Japan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Amakusa……” It’s a Christian sect in Japan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl’s colleague, Kanzaki Kaori, used to be the leader of this sect. However, Stiyl himself does not consider it to be a Christian sect. The Amakusa Catholic Church is infused with too many aspects of Shintoism and Buddhism, the basis of the Christian faith is long gone now.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“The Amakusa Catholics is a lot smaller than the other religions in Rome, Britain, Russia and other countries. The reason why it is still able to exist is because of Kanzaki. Now, after having lost Kanzaki, their pillar of support, it isn’t unthinkable of them to steal ‘The book of the Law’ in order to gain new power. After all, ‘The book of the Law’ is capable of destroying the balance of the Christian religion.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
If Ursula Aquinas and ‘The book of the Law’ would fall into the hands of the Amakusa Catholics, they could use it anytime. In fact, it would be weird if they wouldn&#039;t use it at all.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“But!” Stiyl rudely exclaims, “Isn’t the ‘Book of the Law’ hidden in the depths of the Vatican library? For a small organisation like the Amakusa Catholics, who wishes for power, they can’t possibly have the capability to get inside! I was protecting Index as I entered the Vatican library, so I’m positive that there are no blind spots down there! The only thing that can describe it is an iron wall!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Actually, the “Book of the Law’ isn’t inside the Vatican library.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What?” Stiyl’s expression was blank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A horse carriage used for sightseeing purposes passes by Stiyl as the horse neighs, the license plate hanging behind the carriage.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“In order to organise an international exhibition, the Roman Catholic Church sent the ‘Book of the Law’ to the Japanese museum. &lt;br /&gt;
Like the Laterano Church in Rome, it is believed that the ‘Son of God’ bled while walking up the ‘Holy Path’. You should know why these things are being shown to the common people, don’t you?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Every few years, the Church will showcase important historical or biblical items to the public.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The reason is simple. These are the ‘tools’ to attract donations and believers. After losing their largest fighting force, the three thousand strong ‘Gregorian Chant’, the Roman Catholic Church must be trying to strengthen itself through as many ways as possible, including the development of new spells and training of its members.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
It is most effective to recruit these ‘new believers’ in places where there are few Christians. Because of this, Japan is the perfect target. But because there are few believers, the support that the Church can give to Japan is much less now. Seems like the Amakusa Catholics have timed this well.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“This is stupid……bringing such a dangerous thing and showing it to the world, even losing it in the process. The Roman Catholic Church has really disgraced our Christians.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hoho, I believe the Roman Catholics should have a deeper understanding than us. Although they got a geographical advantage now, but for an item of the Roman Catholic Church to be stolen by a small sect in the Far East, I guess it means that they’re discredited.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haiz, does this mean that they are asking us for help?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“No, those guys want to settle this their own way. I really worked hard to get this information. To them, this may be a sort of saving grace, but I really want to scold those guys, and tell them ‘Not to dream on anymore’.” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hm? Does this mean that we aren’t getting the ‘Book of the Law’ and Ursula back for the sake of the Roman Catholics?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“They aren’t spilling the beans, but if Ursula Aquinas can really decipher the ‘Book of the Law’, we’re involved in this one way or another.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……You’re trying to do them a favour? Do you think that those ‘noble clergymen’ even understand the act of repaying a good deed?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl said with disdain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In Stiyl’s impression, maybe it’s because they once controlled Europe entirely, the Roman Catholics—of course, besides the believers who never known about magic—are rather arrogant. Especially those stubborn hard-liner priests and bishops. Forget about going against them, even if one tries to help them, they would snobbishly say, “We’re not so pitiful so as to accept any assistance.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I have no intention of helping those guys who corrupt the Church and cause splinters in it. However, we have a much bigger problem.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kanzaki Kaori is missing.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
After Laura spoke succinctly, Stiyl immediately turned around.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki was originally the leader of the Amakusa sect. Now, although she has already left Amakusa, she still cares for it. Once knowing that they have caused such a problem, and are now in conflict with the Roman Catholic Church, the largest Christian sect in the world with 2 billion believers, how would she respond?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanzaki is a saint, one of less than 20 people in the world who possess the &#039;Stigma&#039;. The power that she has is almost equivalent to that of a nuclear bomb. If she leaves the control of the British Puritan Church, and directly attacks the Roman Catholics, what consequences will there be…...?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Knowing her, she’ll do anything. It would be okay if it was an ordinary person, but with her power……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura sighs heavily.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I hope that you can clean up the mess before Kanzaki does something seriously bad. This is your main priority. I don’t care what you do, whether it is saving the ‘Book of the Law’ or Ursula, telling Amakusa to surrender, or forcing Amakusa or Kanzaki to surrender.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“You’re telling me to beat Kanzaki?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“If there is such a need.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura clearly and forcefully says, “Once our members are done with their missions, I’ll be sending them to Japan and Rome. However, I hope that you will do this on your own. Go to Academy City first.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
As if he’s spitting his doubts out, Stiyl blows the white smoke of the cigarette out of his mouth. He’s not worried about having to do this alone, but the magician Stiyl just isn’t suited for working in a team. Besides the character flaws, the flame magic he uses is a huge problem. If he’s not careful and uses his full power, his comrades around him might end up swallowed in flames and smoke.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
His ‘Innocentius’ becomes stronger the more runes there are. Although unreliable, but the power cannot be belittled. The 3,000 degree Celsius fire can freely move about. To pursue its enemies, it can even easily melt iron. To the enemies, it is like a god of death. And beside that boy’s right hand, there is almost no other way to stop ‘Innocentius’. Using this terrifying magic, Stiyl has destroyed several magical societies on his own several times.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, working alone is not a problem. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Isn’t this a problem on the Church’s side? Why bring in the Science side?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Index.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura said a person’s……no, a tool’s name.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Since it concerns a magic book……especially the original ‘Book of the Law’, we need all the technical knowledge. I have discussed it with Academy City, and so you can bring ‘that’ around. But there is one condition, and that is to bring the guardian along.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“What now? It’s rare to work together with ‘that’, why are you so unhappy?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nothing.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl seemed to have suppressed many feelings within him, the expression on his face suddenly vanishes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……That guardian, is it that Imagine Breaker?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“That’s right. You should be able to make use of him. Oh, don’t kill him though, since he’s borrowed property.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bringing people from Academy City into a battle between magicians, would there be a problem?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Regarding this, we can settle this with a few tricks. Of course, the conditions that the other party gave us are unavoidable, and I don’t have the time to negotiate with them.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“I……see.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl couldn&#039;t understand how the leaders of Academy City are thinking, nor could he understand what Laura, who was standing right beside him, is thinking. Maybe they carried out a few deals underwater. Anyway, these aren’t things that a minion like Stiyl should interfere in.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, Stiyl, bring this along.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura pulls out a small cross necklace from the sleeve of her simple robe, and tosses it to Stiyl. Stiyl catches this symbol of belief with one hand, and asks,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“A tool? Although it does not seem to be enhanced by any magic.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Just a little present for Ursula Aquinas. If you meet her, immediately find the opportunity to give it to her.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stiyl did not understand what this meant, and Laura had no intention of explaining. This is a “Don’t ask, just do as I say.” scenario.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
At this moment, the two stopped.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walking for ten minutes from the extremely large London train station, a Church which doesn’t seem to have the right to be called a ‘Cathedral’ is in front of them.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
St George Cathedral. A dark holy city filled with a terrible history of witch hunting, religious trials and even the famous Frenchwoman Joan of Arc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walking in front of Stiyl, Laura grabs the handle of the heavy door.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Okay.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Laura pushes the two heavy doors aside, and invites the priest in.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
She does not use her rune card this time, but opens her small, peach-like mouth, and speaks in a clear voice.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Regarding the details, we’ll talk about it inside.”--&amp;gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Back to [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Volume7_Illustrations|Illustrations]]&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Volume7_Bab_1|Bab 1: Pemuja Ilmu]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=64003</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=64003"/>
		<updated>2010-04-20T07:24:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Volume 7 */  add links to pages&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Warning:ATP}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:To Aru Majutsu no Index cover.jpg|200px|thumb|Volume 01 cover.]]&lt;br /&gt;
To Aru Majutsu no Index (とある魔術の禁書目録) project page.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri&#039;&#039;Aru Majutsu no Index&#039;&#039;juga terdapat dalam berbagai bahasa: :&lt;br /&gt;
*[[To Aru Majutsu no Index]] english&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Nb: proses penerjemahan tergantung dalam versinya masing-masing.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Datang di situs Baka-Tsuki Project Forum untuk mendiskusikan seri ini dan informasi lainnya dari Baka-Tsuki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebuah kota para siswa yang memiliki kekuatan batin dari tecnologi yang canggih, tetapi di dunia dimana sihir jg nyata. Tangan kanan Toma kamijo, Imagine Breaker, akan meniadakan semua sihir, kekuatan batin, atau kekuatan tuhan, tapi bukan nasib buruk sendiri. Suatu hari ia menemukan seorang gadis muda yang tergantung di pagar balkon. Ternyata ia adalah seorang biarawati dari Gereja Inggris, dan pikirannya telah tertanam dengan Indeks-Librorum-Prohibitorum - semua teks magis yang telah dihapus dari peredaran oleh Gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemah  ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang pengen bantu bantu aja. Bantuin para pembaca ngedit&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah di minta untuk menandai semua bab yang mereka inginkan untuk diterjemahkan di  [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] yang sedang dikerjakan&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Format Standards ===&lt;br /&gt;
Setiap bab (setelah di edit) harus dikonfirmasikan hingga terpenuhi. Lihat link di samping. [[Format_guideline|Format/Style Guideline]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk diterjemahkan, cukup melihat dari seri To_Aru_Majutsu_No_Index English, namun apabila kalian bisa menerjemahkan bahasa jepang juga, kami harap kalian bisa menjadi penerjemah jepang juga. apabila kalian melihat versi China, mungkin ada beberapa kesalahan jadi kalian dapat mengeditnya hingga terasa bagus menurut kalian. Tak perlu takut bila ada kesalahan, kami bisa mengembalikan kesalahan tersebut jika memang dibutuhkan. kami juga dapat melihat semua yang kalian lakukan untuk memperbaikinya. jadi, lakukan saja daripada sembunyi atau menunggu. kurang kerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Updates==&lt;br /&gt;
*December 11, 2009 - project page created.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri &#039;&#039;To Aru Majutsu no Index&#039;&#039; oleh Kazuma Kamachi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_pendahulu|Pendahulu]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume2_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume3_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume4_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog: Halaman itu dibuka (progress 0%)]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_1|Bab 1 - Pemuja Ilmu]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_2|Bab 2 - Gereja Katolik Roma]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_3|Bab 3 - Gereja Anglikan]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Bab_4|Bab 4 - Gereja campuran AMAKUSA]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Epilog|Epilog: Halaman itu ditutup]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Penutup|Kata penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume9_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume12_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume12_Pendahulu|Pendahulu]] &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume13_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 6&lt;br /&gt;
::*Chapter 7 &lt;br /&gt;
::*Chapter 8 &lt;br /&gt;
::*Chapter 9 &lt;br /&gt;
::*Chapter 10 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Project Staff==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Project Administrator:  &lt;br /&gt;
*Project Supervisor: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Translator===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Kili|Kili]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Editors===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua editor yang memakai  English and Indonesia dengan benar diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==More Information==&lt;br /&gt;
* [http://en.wikipedia.org/wiki/To_Aru_Majutsu_no_Index The wikipedia article].&lt;br /&gt;
* [http://www12.atwiki.jp/index-index/ とある魔術の禁書目録　Index] (日本語、そしてネタバレの危険性がある！)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Illustrations&amp;diff=64001</id>
		<title>To Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7 Illustrations</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume7_Illustrations&amp;diff=64001"/>
		<updated>2010-04-20T07:03:11Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: Making the illustration page~&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;gallery&amp;gt;&lt;br /&gt;
Image:Index v07 000a.jpg|&#039;&#039;&#039;Front Cover&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Index v07 000b.jpg|&#039;&#039;&#039;Back Cover&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Index v07 001.jpg&lt;br /&gt;
Image:Index v07 002.jpg&lt;br /&gt;
Image:Index v07 003.jpg&lt;br /&gt;
Image:Index v07 004.jpg&lt;br /&gt;
Image:Index v07 005.jpg&lt;br /&gt;
Image:Index v07 006-007.jpg&lt;br /&gt;
Image:Index v07 008.jpg|&#039;&#039;&#039;Daftar Isi&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Index v07 013.jpg|&#039;&#039;&#039;Hlm 013&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Index v07 035.jpg|&#039;&#039;&#039;Hlm 035&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Index v07 059.jpg|&#039;&#039;&#039;Hlm 059&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Index v07 076.jpg|&#039;&#039;&#039;Hlm 076&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Index v07 101.jpg|&#039;&#039;&#039;Hlm 101&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Index v07 123.jpg|&#039;&#039;&#039;Hlm 123&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Index v07 169.jpg|&#039;&#039;&#039;Hlm 169&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Index v07 260-261.jpg|&#039;&#039;&#039;Hlm 260-261&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Index v07 300.jpg|&#039;&#039;&#039;Hlm 300&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
Image:Index v07 325.jpg|&#039;&#039;&#039;Hlm 325&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/gallery&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Return to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia|Main Page]]&lt;br /&gt;
| Forward to [[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa Indonesia:Volume7_Prolog|Prolog]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=63998</id>
		<title>Toaru Majutsu no Index (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Toaru_Majutsu_no_Index_(Indonesia)&amp;diff=63998"/>
		<updated>2010-04-20T06:55:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Gerrymon: /* Seri To Aru Majutsu no Index oleh Kazuma Kamachi */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Warning:ATP}} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:To Aru Majutsu no Index cover.jpg|200px|thumb|Volume 01 cover.]]&lt;br /&gt;
To Aru Majutsu no Index (とある魔術の禁書目録) project page.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seri&#039;&#039;Aru Majutsu no Index&#039;&#039;juga terdapat dalam berbagai bahasa: :&lt;br /&gt;
*[[To Aru Majutsu no Index]] english&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(Nb: proses penerjemahan tergantung dalam versinya masing-masing.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Datang di situs Baka-Tsuki Project Forum untuk mendiskusikan seri ini dan informasi lainnya dari Baka-Tsuki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebuah kota para siswa yang memiliki kekuatan batin dari tecnologi yang canggih, tetapi di dunia dimana sihir jg nyata. Tangan kanan Toma kamijo, Imagine Breaker, akan meniadakan semua sihir, kekuatan batin, atau kekuatan tuhan, tapi bukan nasib buruk sendiri. Suatu hari ia menemukan seorang gadis muda yang tergantung di pagar balkon. Ternyata ia adalah seorang biarawati dari Gereja Inggris, dan pikirannya telah tertanam dengan Indeks-Librorum-Prohibitorum - semua teks magis yang telah dihapus dari peredaran oleh Gereja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penerjemah  ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapa yang pengen bantu bantu aja. Bantuin para pembaca ngedit&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah di minta untuk menandai semua bab yang mereka inginkan untuk diterjemahkan di  [[To_Aru_Majutsu_no_Index:Registration versi Indonesia|Registrasi]] yang sedang dikerjakan&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Format Standards ===&lt;br /&gt;
Setiap bab (setelah di edit) harus dikonfirmasikan hingga terpenuhi. Lihat link di samping. [[Format_guideline|Format/Style Guideline]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk diterjemahkan, cukup melihat dari seri To_Aru_Majutsu_No_Index English, namun apabila kalian bisa menerjemahkan bahasa jepang juga, kami harap kalian bisa menjadi penerjemah jepang juga. apabila kalian melihat versi China, mungkin ada beberapa kesalahan jadi kalian dapat mengeditnya hingga terasa bagus menurut kalian. Tak perlu takut bila ada kesalahan, kami bisa mengembalikan kesalahan tersebut jika memang dibutuhkan. kami juga dapat melihat semua yang kalian lakukan untuk memperbaikinya. jadi, lakukan saja daripada sembunyi atau menunggu. kurang kerjaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Updates==&lt;br /&gt;
*December 11, 2009 - project page created.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Seri &#039;&#039;To Aru Majutsu no Index&#039;&#039; oleh Kazuma Kamachi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume1_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume1_pendahulu|Pendahulu]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume2_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume3_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume4_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume7_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Prolog: Halaman itu dibuka&lt;br /&gt;
::*Bab 1 - Pemuja Ilmu&lt;br /&gt;
::*Bab 2 - Gereja Katolik Roma&lt;br /&gt;
::*Bab 3 - Gereja Anglikan&lt;br /&gt;
::*Bab 4 - Gereja campuran AMAKUSA&lt;br /&gt;
::*Epilog: Halaman itu ditutup&lt;br /&gt;
::*Kata penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume9_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Pendahulu &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume12_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*[[To_Aru_Majutsu_no_Index_~_Bahasa_Indonesia:Volume12_Pendahulu|Pendahulu]] &lt;br /&gt;
::*Chapter 1 &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 &lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13===&lt;br /&gt;
::*[[Aru Majutsu no Index ~ Bahasa Indonesia:Volume13_Illustrations|Novel Illustrations]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 6&lt;br /&gt;
::*Chapter 7 &lt;br /&gt;
::*Chapter 8 &lt;br /&gt;
::*Chapter 9 &lt;br /&gt;
::*Chapter 10 &lt;br /&gt;
::*Chapter Akhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Project Staff==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Project Administrator:  &lt;br /&gt;
*Project Supervisor: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Translator===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;ACTIVE&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:*[[user:Kili|Kili]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Editors===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua editor yang memakai  English and Indonesia dengan benar diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==More Information==&lt;br /&gt;
* [http://en.wikipedia.org/wiki/To_Aru_Majutsu_no_Index The wikipedia article].&lt;br /&gt;
* [http://www12.atwiki.jp/index-index/ とある魔術の禁書目録　Index] (日本語、そしてネタバレの危険性がある！)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Gerrymon</name></author>
	</entry>
</feed>