<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=HikkikomoriNOaria</id>
	<title>Baka-Tsuki - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=HikkikomoriNOaria"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Special:Contributions/HikkikomoriNOaria"/>
	<updated>2026-05-07T17:22:27Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=441327</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=441327"/>
		<updated>2015-05-05T11:23:39Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* 6 – Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==6 – Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir Juli, dan liburan musim panas sudah dimulai. Seperti biasanya, hari ini aku naik sepadaku menuju SMA Kamiyama. Butuh 20 menit berjalan kaki untuk mencapai sekolah dari rumahku, tapi aku juga tidak tahu butuh berapa lama untuk mencapai sekolah menggunakan sepeda. Sambil beristirahat, aku mampir untuk membeli sekaleng kopi hitam dari sebuah mesin penjual otomatis. Aku lalu mengikuti tepian sungai dan berbelok di rumah sakit sebelum akhirnya sampai di depan SMA Kamiyama. Dan disana, aku berdiri terkagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas seharusnya sudah dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi lapangan olahraga dipenuhi dengan peralatan dan siswa yang berpakaian seragam musim panas. Aku bisa mendengar music yang dimainkan berbagai alat music tiup, gitar listrik, dan seruling bambu. Meskipun Blok Kelas Khusus agak jauh dari sini, aku tahu disana juga ada banyak siswa. Mereka semua, pastinya, disini utuk mempersiapkan Festival Kanya. Sisi enerjik dari SMA Kamiyama baru mulai lebih aktif sekarang karena memasuki liburan musim panas. Kerumunan orang bergerombol seperti sekelompok semut seakan berkata “Oke, semuanya, festival akan segera datang! Sekarang setelah kelas-kelas yang menyebalkan sudah menyingkir, ayo berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandangi orang-orang yang penuh energy ini sambil melihat ada seseorang yang berlari ke arahku. Fukube Satoshi, berbaju casual dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek, sambil membawa tas gendong kecil yang terlihat sporty di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, nungguin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan gembira mendengarkan Klub Acapella latihan bernyanyi di lapangan tengah, dan Satoshi membuatku harus menoleh dengan suara yang mengerikan. Aku berpikir untuk memutar sepedaku dan pulang, namun aku berubah pikiran dan berlanjut berjalan ke arahnya dan bergerak seperti akan menendangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Woah, Houtarou! Kenapa tiba-tiba kau anarkis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kau bisa bicara begitu! Apa kamu tidak punya malu, tidak tahu kapan tidak boleh mengganggu ketenangan orang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengangkat kedua bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya memang dia tidak punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, maaf, kumpul Klub Kerajinan Tangan nya agak ngaret”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya apa sih yang kalian bicarakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan merajut Karpet Mandala seperti milik orang Buddha untuk Festival Kanya. Tapi kami menemui beberapa masalah, jadi kita kumpul untuk membicarakan kemungkinan yang lainnya tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, Kau sudah bekerja keras. Tidak hanya kamu, tapi juga Toogaito, atau bahkan seisi sekolah untuk hal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, Kau sudah menyiapkan catatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku bertanya datar, Satoshi hanya melempar balik pertanyaan itu padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana denganmu? Bukan hal yang biasa kau lakukan kan. Sudah ada yang kau pikirkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa agak malu untuk menjawab pertanyaannya, jadi ku jawab, “Yaa begitu deh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Jarang-jarang nih. Biasanya kau akan mencoba mencari alasan dan menghindari pertanyaan semacam itu… Yah terserahlah, aku ambil sepedaku dulu, jadi tunggu disini sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Satoshi dengan seenaknya membuatku menunggu sementara dia berlari menuju tempat parkir sepeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kenapa aku menunggu Satoshi disini ketika semestinya aku sedang tidur seakan tidak ada hari esok selama Libur Musim Panas yang berharga, kita harus kembali ke satu minggu yang lalu, hari dimana kami hampir saja menemukan kebenaran tentang Sekitani Jun, yang seharusnya tertulis di Volume pertama buku antologi “Hyouka”, hanya untuk menemukan bahwa volume tersebut tidak ada. Karena kami tidak bisa maju tanpa volume pertama itu, aku memberitahu diriku untuk tidak bekerja keras untuk mencari jawabannya. Tapi ternyata sudah terlambat, karena aku tanpa sadar sudah menyebrangi sungai Rubicon&amp;lt;ref&amp;gt;Saya tidak tahu apa sudah disebutkan sebelumnya. ‘menyebrangi sungai Rubicon’ berasal dari idiom bahasa Inggris “Crossing the Rubicon”, yang artinya “melalui titik yang tidak ada jalan kembali/ tidak bisa ditarik lagi”. Crossing the Rubicon diambil dari sejarah Itali dimana pasukan militer yang dipimpin Caesar yang menyebrangi Sungai Rubicon demi mengejar Pompeius – saya tidak hapal nama lengkapnya – waktu itu diberlakukan larangan pada pasukan militer untuk menyebrangi sungai Rubicon untuk mencegah perang internal di kekaisaran Romawi.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu tidak ada gunanya membujuk Chitanda untuk melepaskan kasus ini, jadi aku mengajukan jalan tengah. Kalau kita akan menginvestigasi masa lalu, hanya kita berdua tidak cukup. Seperti kata pepatah, “3 berarti ramai”. Mungkin agak sulit baginya, tapi aku menjelaskan padanya kalau kita memiliki kemungkinan yang lebih baik dalam menyelesaikan kasus ini dengan bantuan Satoshin dan Ibara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Chitanda mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa kita tidak punya pilihan lain kalau begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia meminta untuk menjaga rahasia ini hnaya diantara kami berdua di Café Pineapple Sandwich, aku akhirnya mengecewakannya. Aku tidak tahu apakah karena Chitanda benar-benar menyadari bahwa dia akan membutuhkan semua bantuan yang bisa dia dapat, atau karena dia tidak lagi menganggap penting petunjuk yang ia dapatkan sebelumnya, atau bisa juga karena nona kita ini hanya senang bertindak semaunya; pokoknya, ia mengadakan pertemuan mendadak dengan Klub Sastra Klasik esok harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana, Chitanda mengulangi apa yang dia katakan padaku dan menutupnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada paman saya 33 tahun yang lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara langsung menerima tantangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ilustrasi halaman depannya menarik. Kalau kita bisa memecahkan kasus ini dan menemukan latar belakang ceritanya, aku bahkan bisa menggunakannya sebagai materi untuk publikasi di Klub Penelitian Manga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menambahkan, “Kisah Fiksi Heroik dipecahkan oleh junior mereka 33 tahun kemudian, ya? Aku juga kebetulan sedang meneliti hal-hal dari periode itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setuju dengan kedua tangan terangkat. Sementara aku tidak ada keinginan untuk bicara, karena aku juga tidak punya kekuatan veto, aku memnutuskan untuk bicara saja mumpung kami sedang membicarakan kasusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kita juga masih mencoba memutuskan apa yang akan kita tulis untuk essai antologi kita, kenapa tidak kita gunakan saja cerita Chitanda untuk mengisi halamannya… um, maksudku, supaya sekali dayung dua tiga pulau terlewati… maaf, maksudku, menulis sesuatu yang bermakna didalamnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usulan Menghemat-Energi milikku, meskipun lumayan kelihatan jelas, diterima dengan suara penuh. Kemudian, Investigasi insiden Klub Sastra Klasik SMA Kamiyama 33 tahun yang lalu menjadi prioritas Klub Sastra Klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengendarai sepeda gunung. Karena dia mengenakan celana pendek, kau bisa melihat otot-otot yang kokoh, yang tidak sesuai dengan posturnya yang pendek, pada kakinya. Untuk seseorang yang lebih tertarik pada bahasa, satu-satunya olahraga yang aku ketahui ia tertarik adalah bersepeda.&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, sepedaku adalah semacam sepeda kumbangm jadi tidak banyak yang bisa dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami bersepeda sepanjang pinggir sungai dan menjauh dari jalan raya. Perlahan-lahan jarak antara rumah-rumah digantikan oleh sawah-sawah yang luas. Demi bersembunyi dari teriknya matahari, kami berhenti di sebuah toko tembakau, aku mengambil handuk kecil dari tasku untuk menyeka keringat yang terus menerus menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, keringat sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukanlah sesuatu yang bakal pernah aku katakan. Malahan, aku heran kenapa orang harus bergerak untuk mencapai tempat tujuan mereka. “Revolusi Informasi belum berhasil. Kawan-kawan, kalian harus terus berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satoshi, apa kita sudah dekat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menaruh kembali sapu tangannya ke dalam kantong dan menjawab, “Yup. Kita hampir sampai. Kalau mengikuti kecepatanmu tentunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau akan kaget kalau kau melihat rumah mereka. Keluarga Chitanda merupakan salah satu pemilik perkebunan terbesar di Kota Kamiyama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasa aku menantikannya kalau begitu. Aku akan sangat senang untuk mendengar bagaimana mereka melakukan bersih-besih di musim semi mereka di tempat seluas itu. Setelah kembali menyeka keringat dengan handuk, aku meletakkan kakiku di pedal dan melanjutkan perjalanan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kami mulai beranjak, Satoshi mengambil alih di depan dan menunjukkan jalan. Setelah melewati beberapa lampu merah, kami sampai di sebuah jalanan lurus yang panjang, dimana sepeda kami bisa berjajar. Sepanjang jalan ini tidak ada apa-apa selain lading perkebunan dan sawah di kedua sisi jalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memutar pedalnya dan mulai bersenandung dengan riang. Tersenyum adalah semacam wajah resminya, tapi hari ini dia terlihat lumayan senang. Aku memutuskan untuk bertanya, “Satoshi,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lagi senang ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menoleh padaku dan menjawab ceria, “Tentu saja. Karena aku suka bersepeda. Lihatlah langit yang biru! Dan awan yang putih! Tidak peduli seberapa biasanya mereka terlihat, rasa gembira ketika melihatnya sambil bersepeda dengan kecepatan tinggi seperti…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menyela niat Satoshi untuk bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kupikir kehidupan SMAmu biasa saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba terlihat suram, Satoshi menjawab, “Oh… maksudmu soal Warna Mawar itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatan yang bagus, terutama karena terakhir kali kita membicarakannya hampir tiga bulan yang lalu. Entah kenapa Satoshi melambat dan melihat ke depan sambil berkata, “Kau tahu, kurasa kehidupan SMA ku lumayan berwarna bagai mawar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tidak, rasanya lebih mirip shocking pink.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, itu juga bagus. Kalau begitu, kehidupanmu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah pernah mengatakannya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena suaraku hampir sama sekali tidak meninggi, Satoshi tidak menertawakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Jangan salah paham ya, aku tidak bermaksud untuk mengejekmu waktu bilang kehidupan SMA mu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Contohnya, kalau hidupku warna shocking pink, maka tidak ada yang akan bisa mewarnainya seperti warna mawar. Aku tidak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung mengejek wajahnya yang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Kupukir sudah diwarnai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja belum!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Satoshi dengan jawaban, yang secara mengejutkan, tegas dan melanjutkan, “Belum, Houtarou. Aku sudah sibuk dengan panitia OSIS dan Klub Kerajinan Tangan, menurutmu aku akan bilang begitu? Kau pasti bercanda. Mau membantu mengatur jadwal kegiatan untuk Festival Kanya , atau merajut karpet Mandala, aku menikmati setiap momennya. Kalau tidak, memangnya siapa yang akan mengorbankan bersepeda yang menyenangkan atau Liburan Musim Panas Cuma untuk pergi ke sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada orang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada waktu dimana  seseorang harus meminjamkan kemampuan dan hadir demi kepentingan masyarakat yang lebih besar. Meski begitu, kau tipe yang tidak akan tergerak ‘kan? Untuk orang yang ‘berwarna abu-abu’ sepertimu, seandainya seorang pemimpin bilang ‘semua orang berwarna seperti mawar’, kau akan melambaikan tanganmu dan bilang ‘jangan ajak aku’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu semua dalam satu tarikan napas, dia mulai sedikit tenang dan melanjutkan, kalau aku mau benar-benar mengejekmu, aku akan menyebutmu tidak berwarna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi terdiam setelah mengatakan itu. Aku merenungkan jawabannya sambil membiarkan kulitku terbakar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan membuat wajah suram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan bilang aku ingin jadi sepertimu atau sejenisnya, tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu maksudku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi meninggikan suaranya dan tertawa. Dia lalu mengatakan, “Lihatlah, Houtarou, kita sudah sampai di kediaman keluarga Chitanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai dengan penggambarannya, ‘Kediaman’ Chitanda dibangun di tengah-tengah padang sawah yang luas. Dibangun dalam bentuk bungalo bergaya Jepang dikelilingi oleh pagar. Suara air mengalir menandakan adanya kolam di tamannya, yang dikelilingi oleh pepohonan pinus yang dipangkas dengan baik. Dan di depan pintu gerbang besar yang terbuka, terlihat orang-orang sedang melakukan ritual menyiramkan air&amp;lt;ref&amp;gt;Uchimizu, semacam ritual dimana orang-orang menyiramkan/ menyipratkan air ke jalanan atau taman untuk mengurangi debu dan mendinginkan jalan terutama di hari-hari musim panas. Selengkapnya bisa lihat di Wiki &amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
“Bagaimana? Lumayan hebat ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Satoshi sambil membusungkan dadanya, meskipun aku bukan ahli arsitektur atau gardening Jepang. Meski aku tidak tahu seberapa hebatnya kediaman ini, aku merasa ada kesan anggun dan berwibawa dari kediaman tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kami sedang mengagumi kompleks tersebut, aku melirik jam tanganku. Kami lumayan tepat waktu… Tidak, sepertinya kami agak telat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo, Chitanda dan Ibara sudah menunggu,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya… ngomong-ngomong, Houtarou,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya kita harusnya menunggu pelayan-pelayan untuk datang menjemput kita?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memutuskan untuk mengabaikannya. Aku melangkah ke beranda depan dan membunyikan bel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ya~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu beberapa saat, pintunya dibuka oleh Chitanda sendiri. Flu musim panasnya sepertinya sudah sembuh karena ia berbicara dengan suara yang biasanya lagi. Ia membiarkan rambutnya yang panjang menjuntai ke bahunya tanpa mengikatnya, dan memakai baju terusan berwarna hijau muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf membuat kalian menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendengar Satoshi berdecak, seakan kecewa karena tidak ada pelayan yang menyambut kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melepas sepatu kami di pintu masuk yang di beton, Chitanda memandu kami melewati koridor yang terbuat dari kayu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana kalian memarkir sepeda kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita boleh parker dimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana saja boleh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kenapa bertanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian, kami dipandu menuju sepasang pintu geser tradisional, dan angin sepoi yang sejuk keluar setelah membukanya. Karena langit-langitnya tinggi, ruangannya terasa sejuk dan menyegarkan. Ukuran ruangannya sekitar… 15 meter persegi. Besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian terlambat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara sudah datang. Sepertinya ia ada sedikit urusan di sekolah sebelumnya, karena ia datang sambil mengenakan seragam. Ada meja berwarna coklat gelap yang memantulkan cahaya temaram, dan di atasnya berserakan lembaran-lembaran kertas. Pasti catatannya Ibara. Dia lumayan bersemangat soal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Duduklah dimanapun kalian suka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk dihadapan Ibara setelah dipersilahkan. Setelah Chitanda duduk di tengah, tempat duduk sisanya diduduki oleh Satoshi. Adalah pemandangan yang jarang untuk melihat seseorang dengan tas ransel duduk di dalam ruang tamu bergaya tradisional Jepang&amp;lt;ref&amp;gt;Tokonoma. Ruangan dalam desain rumah tradisional jepang yang biasanya digunakan untuk menyambut tamu. Dalam tokonoma biasanya dipajang benda-benda seni seperti lukisan, kaligrafi, ikebana, dan bonsai.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Membuka tasnya, Satoshi mengeluarkan berlembar-lembar kertas. Ibara terlihat sangat siap sambil memainkan pulpennya, sementara Chitanda menumpuk lembaran kertas diatas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kita mulai pertemuan penyelidikan kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami semua membungkuk dan memberi salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pertemuan ini dipimpin oleh Chitanda, karena ia-lah ketua klubnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kita konfirmasi agenda pertemuan hari ini. Semuanya dimulai dari kenangan saya. Lalu, saat kita menemukan bunga rampai Hyouka, saya menyadari apapun yang terjadi dengan Klub Sastra Klasik 33 tahun yang lalu ada hubungannya dengan kenangan saya ini. Tujuan pertemuan hari ini adalah untuk menebak apa yang terjadi 33 tahun yang lalu. Selanjutnya, fakta apapun yang telah dikonfirmasi akan digunakan sebagai materi untuk esai dalam bunga rampai Klub Sastra Klasik tahun ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Ibara lebih tertarik pada desain ilustrasi cover Hyouka, ia tidak terlihat begitu kecewa dengan proklamasi dari Chitanda. Mungkin ia menyadari ilustrasi itu ada hubungannya dengan insiden itu sendiri, atau Chitanda sudah memberitahunya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama seminggu terakhir ini, kita sudah mengumpulkan berbagai bahan untuk diteliti, dan karenanya kita akan melaporkan penemuan kita dan menyimpulkan kesimpulan yang paling mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh? Memangnya pertemuan hari ini soal itu? Terakhir kali aku dengar, Chitanda hanya memberi tahu kami untuk membawa materi apa saja yang bisa kami temukan. Aku tidak ingat ada soal membuat kesimpulan… Tapi karena Satoshi dan Ibara tidak terlihat kaget sedikit pun, ini berarti memang aku yang tidak memperhatikan. Sial, sepertinya aku harus melewatinya entah bagaimana, tapi perutku masih terasa tidak enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa membawa selembarpun agenda bersamanya, Chitanda menatap kami satu per satu dan menjelaskan dengan lancar, “Kita akan bergiliran melaporkan penemuan kita, diikuti oleh pertanyaan dari anggota yang lain, membuat hipotesa, dan meninjau ulang hipotesa yang dikeluarkan. Tidak boleh bertanya selama melaporkan… ini untuk mencegah kata-kata kita bercampur aduk. Kalau begitu, sekarang kita dengarkan laporan pertama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, ia pemimpin yang lumayan bagus. Siapa yang tahu, ia mungkin memiliki bakat untuk hal seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, bukan, dia memang memberi tahu aku kalau dia tipe orang yang akan mencari tahu keseluruhan system, jadi tidak mengejutkan kalau dia begitu ahli dalam aturan memimpin pertemuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kita mulai laporan pertama… oh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chi-chan, memangnya siapa yang akan lapor pertama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, siapa ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Dan ia bicara aneh lagi. Aku heran apakah ia hanya mudah dimengerti atau keteraturannya hanya terbatas pada tindakannya sendiri. Aku bicara pada Chitanda yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“siapa saja boleh. Bagaiman kalau kamu mulai duluan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena biasanya pemimpin yang mulai bicara pertama kali, kan? Toh, bukannya Chitanda juga tidak akan melaporkan apapun. Dan karena ia yang menentukan cara melaporkannya, sekalian saja ia juga yang memulai pertama dan membaut pertemuan berjalan lancar. Ia mengangguk dan berkata, “Oh, kamu benar. Kalau begitu, sekarang… kita akan melaporkan satu persatu berurutan sesuai arah jarum jam dimulai dari saya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mulai membagikan catatannya di atas meja setelah berkata begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya selirik dan aku tahu kalau ini adalah sumber dari penyelidikan ini, kata pengantar dari “Hyouka volume 2”. Jadi begitu, ia mulai dari awal mulanya ya? Walau aku tidak akan bilang kalau ini adalah gayanya yang biasa. Aku sekali lagi membaca paragraph yang pernah aku lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Kata Pengantar&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dan akhirnya, kami melakukan Festival Kebudayaan lagi tahun ini.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Telah setahun berlalu, sejak Sekitani-senpai meninggalkan kami.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Selama tahun ini, Senpai telah menjadi legenda dan menjadi seorang pahlawan. Sebagai hasilnya, Festival Kebudayaan akan berlangsung 5 hari seperti biasanya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Akan tetapi, sembari legenda itu menyebar, aku berpikir dalam. Apakah orang-orang sepuluh tahun dari sekarang akan tetap mengingat sang pejuang yang pendiam dan pahlawan yang baik hati? Yang ditinggalkan senpai hanyalah bunga rampai ‘Hyouka’ ini, yang ia pilihkan sendiri namanya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sebagai pengorbanan dari konflik itu, bahkan senyuman senpai akan berakhir pada arus waktu menuju keabadian.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak, mungkin lebih baik jikalau kita tidak mengingatnya. Karena kisahnya sama sekali tidak dimaksudkan sebagai kisah pahlawan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sekali subjektivitasnya dihilangkan, cerita ini akan menjadi sastra klasik karena melampaui semua perspektif sejarah.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Akankah datang sebuah waktu dimana kisah kami menjadi cerita klasik untuk seseorang di masa yang akan datang?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;13 Oktober 1968, Kooriyama Youko&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdeham, Chitanda mulai menjelaskan, “Ini diambil dari bunga rampai ‘Hyouka’. Untuk mengetahui artikel seperti apa yang diterbitkan Hyouka setiap tahunnya, seseorang harus membaca kata pengantarnya dan menemukan topik apa saja yang dibahas. Sayangnya, meskipun begitu, paragraf ini adalah satu-satunya yang menyebutkan tentang insiden 33 tahun yang lalu. Mungkin saja sebenarnya dituliskan di tempat lain, tapi kita tidak memiliki jilid pertamanya… Lalu, saya sudah meringkas poin-poin utama dari kata pengantar ini di dalam catatan disini,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu membagikan fotokopi untuk halaman kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.	“Senpai” telah pergi. (dari mana?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.	“Senpai” menjadi seorang pahlawan 33 tahun yang lalu, dan telah menjadi legenda setahun kemudian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.	“senpai” adalah seorang “pejuang yang pendiam” dan “pahlawan yang baik hati”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.	“Senpai” memberi nama bunga rampai ini ‘Hyouka’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.	Terjadi sebuah konflik dan terjadi pengorbanan (senpai=korban?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke, barusan itu singkat dan langsung ke poin-nya. Aku tidak bisa menahan untuk menghela napas dalam heran, tapi kalau dipikir-pikir, meskipun Chitanda merupakan gumpalan Rasa Ingin Tahu itu sendiri, ia juga seorang siswa teladan. Kalau ia tidak tahu bagaimana cara meringkas, ia tidak akan bisa mendapat nilai setinggi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memastikan semua orang sudah membaca catatannya, Chitanda melanjutkan dengan penjelasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama-tama, ‘Senpai’ disini, dengan kata lain, paman saya, mengundurkan diri dari SMA Kamiyama. Tingkat pendidikan terakhirnya adalah tingkat SMP. Saya berharap kalian semuanya mengerti yang saya katakana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ini pertama kalinya aku mendengar Chitanda menyebutkan bahwa Sekitani Jun mengundurkan diri dari SMA Kamiyama, aku tidak begitu terkejut. Lagipula, tidak sulit menebaknya dari kalimat pembuka kata pengantar tadi: “sejak Sekitani-senpai meninggalkan kami”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, Chitanda mungkin tidak tahu alasan kenapa pamannya mengundurkan diri dari sekolah… tidak, ia benar-benar tidak tahu. Seandainya ia tahu, dia pasti sudah menyebutkan soal itu. Kalau dipikir-pikir, waktu di Café Pinapple Sandwich, ia memang menyebutkan kalau keluarga Sekitani dan Chitanda sudah menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kedua, kata pengantar ini melebih-lebihkan tentang bagaimana waktu telah berlalu. Poin yang ketiga menarik; selain menyebutkan senpai sebagai baik hati dan pendiam, beliau juga digambarkan sebagai seorang ‘pejuang’ dan ‘pahlawan’. Apa yang beliau perjuangkan? Poin kelima hanya mengiyakan bahwa ‘Senpai’ berjuang dalam suatu konflik dan menjadi pahlawan, dan sebagai akibatnya dijadikan korban. Untuk poin yang keempat… walaupun saya penasaran soal ini, poin ini tidak relevan dengan masalah yang dihadapi sekarang. Ini menutup laporan saya, apakah ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tidak begitu melenceng, aku tidak banyak Tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun normalnya si Eksentrik (alias Satoshi) mengacungkan tangan dalam kelas, dalam perkumpulan seperti ini dimana hanya ada sedikit orang dan semua orang saling mengenal satu sama lain. Jadi sebagai gantinya, Ibara-lah yang langsung mulai bertanya, “Hm, kenapa kalimat ‘Karena kisahnya sama sekali tidak dimaksudkan sebagai kisah pahlawan’ ini tidak dipertimbangkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi tentu saja tahu jawabannya. Walaupun dia ingin bicara, dia menahan diri dan melihat ke arahku. Dia bisa lumayan sopan kalau situasinya menuntut demikian, tidak ingin menyela Chitanda saat ia menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, karena Chitanda lah yang ditanya, ia segera menjawab, “Kalimat itu hanya ide si penulis, karena orang yang berbeda akan memiliki pandangan yang berbeda pula tentang apa yang disebut sebagai cerita kepahlawanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu Chitanda menyelesaikan penjelasannya, Satoshi langsung menambahkan, “Kalimat itu mungkin bermaksud kalau ceritanya tidak seromantis cerita pahlawan, tapi lebih mirip pertarungan kotor. Jadi aku rasa kalimat ini tidak hanya merupakan ide saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara terlihat terbujuk dengan penjelasan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada pertanyaan lain yang diajukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, akan saya mulai hipotesis saya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda tidak terdengar percaya diri, tidak juga terdengar tidak yakin, tapi hanya seperti biasanya. Ia tidak memegang memo apapun sambil memulai, “Paman saya sepertinya terlibat dalam suatu konflik, dan setelah itu, ia mengundurkan diri dari sekolah. Saya kurang begitu yakin, tapi menurut saya konflik tersebut yang mendorong pengunduran diri paman saya. Ada satu poin lagi yang perlu dipertimbangkan selain kelima poin yang saya sebutkan: kalimat pembuka ‘telah setahun berlalu sejak’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, paman saya meninggalkan sekolah setahun sebelum Festival Kanya, artinya ketika Festival Kanya sebelumnya. Ngomong-ngomong, saya mendengar dari seorang teman yang bersekolah di SMA Swasta Kamiyama kalau ada insiden di Festival Kebudayaan mereka tahun kemarin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi berkata dengan riang, “Kalau tidak salah disebut Kerusuhan di Festival Kebudayaan. Kios-kios diancam dan laporan penjualan menghilang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada pepatah yang mengatakan, selama system masih ada, akan ada yang menentangnya. Apakah itu Festival Kebudayaan, Festival Olahraga ataupun Upacara Kelulusan, ada akan orang-orang yang menentang acara-acara tahunan seperti itu. Satu hal lagi, mohon lihat halaman 24 dari Buku Pegangan Siswa SMA Kamiyama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berkata begitu, tidak ada yang bisa mengeluarkan Buku Pegangan Siswanya. Tentu saja, memangnya ada yang akan selalu membawanya kemana-mana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Apa ada yang salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya kami meninggalkan buku pegangan kita di rumah. Jadi apa yang tertulis disitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jangan-jangan kalian tidak selalu membawanya bersama kalian? Oh, lupakan saja. Umm, bunyinya begini, ‘dilarang keras melakukan tindak kekerasan’. Jadi inilah teori saya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mengubah nada suaranya, Chitanda melanjutkan, “Ada gangguan yang tidak diharapkan pada Festival Kebudayaan pada tahun itu, dan kemungkinan paman saya meresponnya dengan kekerasan fisik. Meskipun beliau menjadi pahlawan, beliau harus bertanggung jawab atas tindakannya menggunakan kekerasan. Akibat tragisnya setelah itu membuat adik kelasnya menulis eulogi atas kepergiannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmmm…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Satoshi bicara berbarengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Salah,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Chitanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara lalu menoleh, bukan ke arah Chitanda tapi pada kami, heran atas apa yang sedang kami pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa teorinya salah? Bisakah kalian memberitahu alasannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda bicara dengan pelan dan melihat ke arahku dengan ekspresi serius. Aku hanya mengangkat bahuku dan membalas, “Kau bilang ada orang-orang yang akan menentang system dan menyebabkan kerusuhan di Festival Kebudayaan. Tapi ini akan mengharuskan agar kios-kios memiliki penjualan yang tinggi agar menarik seseorang untuk mencuri dari mereka. Lagipula, apa kau ingat apa yang aku katakan waktu kau mengajukan supaya kita menerbitkan bunga rampai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda memutar matanya perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bilang terlalu banyak yang perlu dilakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu. Yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang lain? Umm… Kamu juga bilang tiga penulis itu berlebihan, tapi sekarang kita punya empat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Apakah aku harus memujinya atas ingatan nya yang luar biasa itu? Tidak akan. Aku mengakui kemampuannya dalam mengingat hal-hal seperti ini, tapi Chitanda, secara teknis, waktu aku mengatakan itu, anggota kami masih tiga orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kamu mennyebutkan alternatif lain selain menerbitkan bunga rampai, seperti,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya ia sampai pada poin utama. Ia menepukkan tangannya di depan dada dan berkata, “Mendirikan kios pameran, dan saya berkata,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bilang sendiri kalau kios-kios pameran itu biasanya dilarang. Aku juga mengingatnya. Kalau begitu, tidak ada ruang untuk menghasilkan uang di Festival Kanya. Menurutmu orang bisa menemukan barang berharga yang bisa dicuri dalam acara seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan tidak percaya dengan argument seperti itu, Chitanda memiringkan kepalanya dekat dan berkata, “Tapi ada kemungkinan begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau mungkin tidak ada nilai uangnya, saya rasa ada nilainya bila dilihat dari aspek lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ugh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Oke, yang ia katakana ada benarnya. Kalau ia mengatakannya seperti itu, tidak ada lagi yang bisa kukatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi tertawa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar tidak pintar dalam hal begini ya, Houtarou. Kau tidak bisa meyakinkan Chitanda-san seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’? Kalau begitu bagaimana dengan pendapatmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesuatu yang aku tahu tidak akan disanggah paling tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi lalu pura-pura berdehem dan memulai, “ ‘Untuk setiap system ada kelompok orang yang menentangnya’; itu cara yang menarik untuk membahasakannya, Chitanda-san. Kemungkinan besar perkataan ini benar. Tapi bentuk perlawanannya bergantung pada gaya pada jaman tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun benar adanya kalau ada waktu-waktu dimana insiden terjadi selama Festival Kebuadayaan, kebanyakan, pelakunya bertindak demi tujuan materialistic. Tapi tidak bisa dikatakan ‘tidak ada gangguan’ ketika motifnya tidak materialistic. Kau perlu ingat kalau kejadian ini terjadi 33 tahun yang lalu, jadi untuk mengatakan bahwa keuntungan materialistic dari gangguan yang terjadi adalah hampir tidak mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gaya pada jaman tersebut? Maksudnya gaya perlawanannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ingin dia katakana sebenarnya? Aku bisa merasakan adanya maksud lain darinya. Begitupula Ibara dan Chitanda, yang memandang Satoshi kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kenapa begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mendorong Satoshi untuk melanjutkan saat ia bertingkah sok penting dalam diam. Dia mengangguk puas dan berkata, “Kau mungkin tidak mengerti kalau aku mengatakan 33 tahun yang lalu, tapi bagaimana kalau aku menggunakan kata-kata ‘tahun 1960-an’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi terlihat lumayan gembira. Biasanya aku tidak akan membuang begitu banyak tenaga untuk bersaing dengannya untuk mendapat pengetahuan seperti itu, tapi rasanya menyedihkan sekali melihatnya dalam mood yang bagus sambil menyombongkannya. sayangnya, aku tidak banyak tahu soal sejarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana, Mayaka? Kau bisa menebaknya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mungkin tidak tahu juga. Ia membuat pose menyerah sambil mengepalkan kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Fuku-chan, aku tidak bisa memikirkan kemungkinan apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’? Bagaimana kalau Gedung Parlemen Nasional di Tokyo?...Mau tambahan petunjuk? Apa plakat dan demonstrasi mengingatkan kalian pada sesuatu?... Aku bicara soal pergerakan pelajar disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami saling melihat dalam kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berpikir candaan macam apa yang sedang dilakukannya, Satoshi tidak terlihat muram sedikitpun. Jadi aku membalasnya, “Satoshi, kenapa kita tiba-tiba dapat pelajaran Sejarah Jepang modern, sih? Kalau kau mau mengadakan acara kuis, kita bisa melakukannya setelah kita mengatasi masalah ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Satoshi tetap membuat ekspresi serius dan berkata, “Justru, aku sedang mengatasi masalahnya. Dengar ya, berdasarkan teori Chitanda-san, kekerasan di wiliyah kampus seperti yang disebutkannya adalah hal yang lumayan biasa terjadi pada tahun 1960an. Waktu itu adalah era dimaan terjadi banyak konflik antara yang pro-pembangunan dan anti-pembangunan, jadi seseorang mungkin memanfaatkannya sebagai pelampiasan dan meniru aksi mereka. Ini bukan hanya sekedar tren.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… jangan mengatakannya seakan kau melihatnya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kan sudah pernah kubilang, aku sedang meneliti periode ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memperlihatkan senyuman ‘tak terkalahkan’ kebiasaannya kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm, meski tanpa pelajaran Sejarah Modern singkat dari Satoshi, aku kurang lebih sudah mengetahuinya. Tidak tidak wajar untuk semacam insiden terjadi selama Festival Kebudayaan 33 tahun yang lalu. Walau aku tidak mempunyai cara untuk mengetahui apakah hal itu benar tanpa semacam kemampuan penyelidikan (aku juga tidak peduli), tetapi, mengesampingkan candaan Satoshi, teori semacam itu bukanlah tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, Begitu ya… memang benar saya tidak mempertimbangkan kejadian dijaman itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda seperti mulai tergoyahkan oleh serangan Satoshi di titik kelemahannya. Teorinya sekarang seperti nyala lilin yang diterpa angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, Ibara angkat suara dengan antusias menyusul Chitanda, “Maaf, Chi-chan,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa teori Chi-chan tidak akan valid begitu aku melaporkan temuanku. Berikutnya giliranku, jadi kalau bisa, aku akan melanjutkan setelahmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau boleh jujur, aku agak kesal. Kenapa Ibara, kau semestinya tidak angkat suara? Tapi Chitanda tersenyum dengan ramah dan berkata, “Tidak, toh teori saya ternyata tidak cocok setelah ditinjau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap yang patut dihormati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya menarik hipotesis saya untuk sementara. Sekarang mari kita dengar dari Ibara-san, apakah kalian semua setuju?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang menentangnya. Adalah tepat membiarkan Chitanda menjadi moderator. Setelah Citanda mengenyampingkan teorinya sendiri, sekarang giliran Ibara untuk menyakinkan kalau teori semacam itu benar. Merupakan orang yang bijak, Ibara mungkin akan bicara dengan cara yang mudah dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, Ibara-san, silahkan dimulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salinan yang diberikan Ibara pada kami, bagaimana aku harus mengatakannya ya, ditulis dengan cara yang sepenuhnya berbeda yang mudah dimengerti. Jenis huruf dan tipografinya terlihat buram, dan kata-katanya sulit dibaca kata hurufnya kurang lengkungan. Di kertas B5 tertulis kalimat berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, kami, ‘Massa’, dapat melanjutkan kebebasan kami dan kegiatan Anti-Birokrasi tanpa hambatan. Meskipun ini sama sekali bukanlah ketundukan pada kekerasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari Persengketaan Besar-besaran Juni lalu, berkat dukungan heroik ketua Klub Sastra Klasik, Sekitani Jun, terhadap fragmatisme kami yang berani, pemandangan saat ‘Pemegang Kekuasaan’ mempermalukan diri mereka sendiri ketika perhitungan mereka justru menjadi senjata makan tuan, masih segar dalam ingatan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah salah satu dari bunga rampai Klub Studi Manga dulu. Judulnya ‘Kesatuan dan Salut Volume 1’, walau hanya ada 2 volume yang diterbitkan. Seperti buku Chi-chan, ini juga diterbitkan pada 32 tahun yang lalu. Aku rasa, kalau ‘Hyouka’ menyebutkan insiden ini, maka aku bisa menemukan sesuatu dengan mencari di perpustakaan. Seperti yang kukira, tidak banyak klub yang bertahan lebih dari 30-40 tahun. Awalnya aku piker Klub Studi Manga belum ada saat itu, tapi aku malah menemukan ini… Hebat, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu apakah penemuan bunga rampai itu yang hebat atau bunga rampai nya yang hebat. Kesatuan dan Salut… apa judul semacam ini yang digunakan pada jaman itu? Entah kenapa terdengar mencurigakan. Dan gaya prosa yang mereka gunakan! Ini justru lebih terdengar seperti yang akan digunakan oleh Klub Sastra Klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, jelaslah kenapa teori Chitanda dijatuhkan. Singkatnya, Festival Kebudayaan SMA Kamiyama dilaksanakan setiap bulan Oktober, tapi paragraf ini menyebutkan bahwa insidennya terjadi di bulan Juni. Jadi itulah sebabnya teorinya ditolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mengeluarkan notebook memo bergaya kuliahan dari kantung seragamnya dan melanjutkan, “Maaf, aku belum menulis ringkasan seperti Chi-chan, jadi akan kubacakan saja. Pertama, ‘kami, Massa’ telah dituduh sebagai anti-pembangunan. Terjadi ‘prasengketan&amp;lt;ref&amp;gt;Dalam bahasa jepang terdapat banyak kanji yang rumit sehingga sering kali terjadi kesalahan pengucapan. Ibara disini salah mengucapkan kata yang berarti &#039;perselisihan&#039; yang tertulis di dalam bunga rampai Klub Manga Klasik. sebagian makna dasar kanjinya hilang karena telah diterjemahkan karena kesulitan dalam menemukan padanan katanya dalam bahasa indonesia&amp;lt;/ref&amp;gt;’ di bulan Juni tahun sebelumnya. Mereka dibantu oleh Sekitani Jun, dan berakhir pada semacam pragmatism sebagai akibatnya. Ini menyebabkan masalah bagi ‘Pemegang Kekuasaan’. Sisa paragrafnya mungkin menarik, tapi sepertinya tidak mengandung hal yang relevan tentang insiden tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak merasa keberatan dengan laporannya, tapi memangnya apa ‘prasengketan’ itu? Aku menelusuri perbendaharaan kata di kepalaku dan tetap tidak menemukan apapun. Meskipun dari awal memang perbendaharaan kata yang kumiliki tidak sebanyak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku sibuk memikirkan apa yang dimaksud ‘prasengketan’, Chitanda melanjutkan pertemuannya, “Apakah laporannya sudah selesai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung bertanya, “Apa maksudnya ‘prasengketan’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi lalu segera bertanya balik padaku, “Memangnya prasengketan apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasar, kupikir kau tahu. Dia lalu mengambil salinan ‘Kesatuan dan Salut’ dan menunjukkan kata yang dimaksud padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudnya ini, ‘persengketaan’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi dia memang tahu maksudnya apa. Tanpa melihat ke salinan yang aku punya, dia langsung melanjutkan, “itu harusnya dibaca ‘persengketaan’, seperti dalam ‘persengketaan bersenjata’, konflik yang menyakitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Satoshi seperti tidak mengajariku apa-apa. Meskipun dia melihat ke arahku, dia lebih terdengar seperti sedang mengkritikku dengan keras karena salah mengucapkan kata tersebut, tapi aku menyadari dia menggunakan aku untuk mengoreksi Ibara juga. Apakah dia ahli atau tidak dalam melakukannya, Satoshi bisa lumayan pengertian. Walaupun aku tidak ada maksud untuk membantu, aku dengan keras kepala meneruskan, “Yaa, walau aku cuma punya kosa kata yang aku tabung 15 tahun, aku belum pernah melihat kata itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja. Biasanya kata ‘konflik’ dan ‘perselisihan’ yang akan digunakan, tapi ‘persengketaan’ sepertinya kata yang lebih populer digunakan di jaman itu. Kita masih melihat kata ini digunakan di jaman sekarang, tapi kebanyakan digunakan oleh Yakuza.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu, kalau dipikir-pikir… kata-kata seperti “akan pergi” untuk mengatakan “menghajar orang”. Penggunaannya terdengar kuno dan elegan, tapi tidak pas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi lalu berdehem keras dan menambahkan, “… tapi dalam bunga rampai ini, rasanya lebih seperti tiruan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara langsung bereaksi dengan suara ibara yang berapi-api, “Apa maksudmu ‘tiruan’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditanya seperti itu, Satoshi mengerang pelan. Dia biasanya percaya diri dengan bualannya, sehingga jarang sekali bisa melihat gelisah seperti itu sambil ia menjawab pelan, “Bukan, aku bukannya mau bilang kalau materi mu tiruan,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja bukan! Hmm, bagaimana aku harus mengatakannya ya? Pada dasarnya, pengarang dari paragraf ini tidak ikut dalam aksi apapun. Dia tipe orang yang akan menonton pertandingan olahraga tingkat universitas yang spektakuler dan menulis betapa terkesannya dia oleh permainannya, dan seperti itulah paragraf ini ditulis. Tapi ini bukan tiruan, hanya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertanya, “Jadi, tadi itu tentang apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, bukan apa-apa, hanya imaginasiku saja. Maaf soal itu Chitanda-san, apa kita bisa lanjut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang ketua mengangguk dan semua orang setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, apakah ada pertanyaan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya tidak ada yang punya pertanyaan lain. Saat ia hendak menyatakan teorinya, Ibara terlihat agak gugup sembari ia mencari hipotesis dalam catatannya dengan panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmmm, Oh iya. Ini hipotesisku. Meskipun ini akan menyanggah teori Chi-chan, kalian semua akan mengerti begitu kalian mendengarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami semua terdiam setuju. Karena bulan Juni dan Oktober berjarak terlalu jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengarangnya menyebutkan kalau para pengikut fragmatisme menyebabkan rencana Pemegang Kekuasaan menjadi bumerang. Hasilnya adalah ketua Klub Sastra Klasik berhenti sekolah sebagaimana yang disebutkan dalam ‘Hyouka’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, apa yang dimaksud dengan kegiatan fragmatik yang menyebabkan beliau harus berhenti sekolah? … Pandanganku sama dengan Chi-chan disini, dengan kata lain, kekerasan. Kalau kejadian yang baru-baru terjadi, maka mungkin saja melibatkan pemecahan kaca-kaca, tapi Fuku-chan mungkin akan mengatakan sesuatu kalau begitu. Korbannya adalah… Pemegang Kekuasaan. Sedangkan untuk anti-pembangunannya, ya sesuatu yang sering aku dengar adalah melawan pemerintahan, jadi mungkin semacam itulah. Sisanya sederhana, ketua Klub Sastra Klasik memimpin mereka dan melawan para guru, lalu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengenggam tangannya erat dan membentuk tinju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Buk&#039;&#039; memukul mereka. Walau kita tidak tahu apakah mereka diserang atau tidak, mereka mungkin melakukan hal yang serupa. Tentu saja, mereka bukan sengaja melakukannya. Paragraf pertama yang aku tandai itu penting, pada dasarnya parafraf itu ingin menekankan kebebasan mereka. Karena suatu alasan kebebasan itu terancam, dan untuk mempertahankannya, ketua Klub Sastra Klasik tidak punya pilihan lain selain melakukan perlawanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara menyelesaikannya dengan menutup buku catatannya dan memandang semua hadirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmmm… ini terdengar mengesalkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang ketua, yang seharusnya mencerna apa yang baru saja ia dengar, menyuarakan pemikirannya dengan nyaring. Aku mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengesalkan? Apanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda menjawab, “Ibara-san, poin utama mu berkisar seputar bagaimana para guru mengancam kehidupan para siswa, dan menyebabkan mereka menggunakan kekerasan untuk melawan ancaman tersebut, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara berpikir sebentar sebelum menjawab, “Ya, benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan tetapi, bagaimana sebaiknya saya mengatakannya ya, walau saya bisa memahami beberapa bagian, secara garis besarnya saya belum begitu paham.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun aku mengerti beberapa bagian dari yang kau katakan, secara garis besar aku juga tidak mengerti apa yang baru saja kau katakan. Tetapi memang tidak sepenuhnya tidak bisa dimengerti. Pada dasarnya Chitanda bermaksud mengatakan kalau teori Ibara tidak begitu persuasif. Aku menambahkan jawaban Chitanda, “Teorimu terlalu abstrak. Selain itu, dibaca lebih jauh lagi dan kau hanya akan membaca scanning artikelnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar. Memang seperti itu, tapi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia mengakuinya, Ibara tetap tidak sepenuhnya mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, maksudmu ada kontradiksi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia ingin mempertahankan teorinya melebihi Chitanda tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, aku memang menyadari adanya kejanggalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bicara dengan posisi duduk yang tegak. Tidak ada hubungannya dengan suasana tegang dalam menyanggah orang lain, hanya saja kakiku mulai terasa kesemutan, itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sederhananya begini, kau sendiri menyangkal teori Chitanda yaitu Insidennya terjadi di bulan Juni, bukan saat Festival Kebudayaan di bulan Oktober. Tapi, kalau kita mempercayai baik ‘Hyouka’ dan ‘Kesatuan dan Salut’, maka insidennya terjadi di bulan Juni, sementara kejadian dikeluarkan dari sekolahnya berlangsung pada bulan Oktober ketika Festival Kebudayaan diselenggarakan. Tapi teori Chitanda tidak menyebutkan apapun soal itu. Dan tidakkah kau merasa aneh mereka akan menunggu 4 bulan untuk mengeluarkan seseorang setelah terlibat dalam perilaku kekerasan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan beda lagi ceritanya kalau kasusnya ia mengajukan banding selama periode ini, aku menambahkan dalam pikiranku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu,” balas Ibara, walaupun sepertinya ia sudah mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisa saja ‘Hyouka’ yang salah. ‘Kesatuan dan Salut’ dengan jelas menyebutkan bulan ‘Juni’ sementara Hyouka hanya menyebutkan ‘telah satu tahun berlalu sejak’. Insidennya terjadi di bulan Juni diikuti oleh DO dari sekolah dibulan yang sama, sementara Festival Kebudayaannya berlangsung di bulan Oktober. Tidak terdengar terlalu buruk kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak empat bulan ya… ini memang terdengar seperti pendapat yang dipaksakan dari Ibara…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku dalam keraguan, Chitanda dan Satoshi mengatakan penilaian mereka terhadap teorinya secara berurutan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya rasa kita tidak bisa mengabaikan interval waktu sepanjang itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku setuju. ‘Festival Kebudayaan’ disebut tepat sebelum kalimat ‘satu tahun sejak’, jadi kurasa kejadian dikeluarkan dari sekolahnya berlangsung pada bulan Oktober.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terhadap anggukanku dalam diam, keduanya mengatakan pendapat mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga lawan satu, Ibara memperlihatkan ekspresi tidak senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhhh… Kalian terlalu perhatian pada detil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun reaksi manis seperti itu tidak begitu cocok dengan gayanya, reaksinya sedikit mengendurkan suasana yang tegang. Satoshi mencoba untuk mencairkan suasana dengan berkata dalam gaya yang santai, “Tapi paling tidak cara pendekatanmu itu bagus, menurutku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda juga melepaskan ekspresi super serius nya dan tersenyum setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang. Tinjauan ulang tidak perlu terlalu keras.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku juga berpikir begitu. Bagaimana aku mengatakannya ya, rasanya seperti melihat peta ditengah-tengah labirin yang berkabut, atau merasa kesal karena suatu hal tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Jika saja ‘Hyouka’ dan ‘Kesatuan dan Salut’ dipertimbangkan, maka teori Ibara tidak akana terasa begitu terbatas. Yang tersisa sekarang adalah Data Satoshi dan Aku menyimpulkan semuanya. Dan jika terjadi kontradiksi yang fatal, yang harus aku lakukan hanyalah memikirkan solusi sebelum giliranku tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dipikir-pikir, catatanku isinya apa ya? Yang aku tahu hanya kita perlu mengumpulkan catatan bersama-sama, tapi aku belum membaca catatanku sendiri dengan seksama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, giliranku selsai sampai disini ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengangguk pada pertanyaan Ibara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengikuti arah jarum jam, selanjutnya adalah Satoshi. Pada aba-aba Chitanda, Satoshi mulai membagi-bagikan catatannya. Dia lalu tiba-tiba berhenti dan berkata dengan riang, “Oh iya, aku lupa bilang. Beberapa catatanku menyanggah hipotesis Mayaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salinan yang kami terima adalah salinan dari “SMA Kami Bulanan”. Yang mengingatkanku, Toogaito mengatakan kalau mereka mendekati terbitan ke 400 mereka. Kalau mereka menerbitkan rata-rata 10 nomor setiap tahunnya, maka itu berarti mereka telah berdiri hampir selama 40 tahun. Aku seharusnya menyadari kalau mereka pasti punya bulletin nomor lama dari 33 tahun yang lalu… salah satu artikelnya ditandai dengan lingkaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sebuah bagian kecil dari salinan tersebut yang berhubungan dengan apa yang sedang kami diskusikan, tapi itu cukup jelas untuk menyanggah teori Ibara. Itu adalah dasar dari rasa percaya diri Satoshi ketika dia bicara tadi. Mungkin dia mencoba mempertahankan konsistensi dengan pembicara lainnya… Melirik Ibara, ia memperlihatkan ekspresi yang agak rumit yang tidak terlihat senang ataupun tidak senang. Tentu saja begitu, karena Satoshi memulai pembicaraannya dengan mengomentari teorinya dan bukan teori Chitanda. Meskipun Satoshi mungkin hanya meniru Ibara ketika dia mengatakan kalau catatannya menyanggah hipotesis pembicara sebelumnya. Tentu saja, ini adalah satu dari candaan-candaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
▼Mengikuti gangguan di Blok Ruang Kelas Khusus minggu lalu, yang meninggalkan noda pada kehormatan dan kebanggaan dari klub-klub kesenian di SMA Kamiyama, dua pelakunya telah di-skors dari sekolah, dengan lima lainnya diberikan peringatan serius. ▼ Tentu saja, tetap ada kehormatan bahkan diantara pencuri. Untuk Klub Studi Film, mereka mengatakan mereka tidak akan tinggal diam dan menerima hukuman keras ini, sementara Klub Fotografi bersikeras bahwa mereka 100% benar sejak awal. Meskipun tulisan ini tidak akan melangkah begitu jauh dan menyatakannya disini. ▼ Untuk masalah yang tersisa adalah bahwa konflik ini diselesaikan dengan kepalan tangan. Mengabaikan usaha-usaha yang diambil untuk menyelesaikan masalah ini dengan dialog, orang-orang tertentu dari garis keras berpikir sudah memutuskan untuk mengambil pilihan yang mudah namun menyedihkan, kekerasan. ▼ Kami mendorong anggota-anggota kelas 3 dari Klub Studi Film untuk menyesali pemukulan tidak masuk akal mereka terhadap Sachimura Yukiko-san (Klub Teater baru, kelas 1-D), yang bertugas sebagai mediator selama proses negosiasi. Saat ini Sachimura-san sedang dirawat inap ketika kami menerbitkan ini. ▼ Gerakan legendaris dari dua tahun yang lalu tidak akan membuahkan kekerasan seperti itu. Meskipun kami semua dibuat marah oleh apa yang terjadi baru-baru ini, kita tidak boleh membiarkan ini menghancurkan solidaritas kita, dan kita mesti gigih dengan aksi penolakan simpatik kita. ▼ hanya dengan begitulah kita dapat hidup dengan mengetahui bahwa kita sudah menjunjung tradisi dan kehormatan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mulai menjelaskan dengan wajah tenang,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Temuanku berasala dari bulletin lama dari ‘SMA Kami Bulanan’. Aku menemukan ini tertidur di arsip perpustakaan, jadi aku memutuskan untuk membacanya untuk mengisi waktu setelah pulang sekolah. Tapi, bulletin ini tidak menyebutkan secara langsung tentang insiden 33 tahun yang lalu, dan hanya inilah yang dikatakannya berkaitan dengan kejadian tersebut. Sejujurnya, aku rasa kita jadi berputar-putar karena tulisan ini. Meskipun disebut bulletin lama, hanya setengahnya dapat terbaca dan disimpan dengan buruk. Salinannya dipenuhi coretan disana-sini, apa boleh buat. Jadi, ini poin-poin utamanya:”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ο Insidennya tidak diselesaikan dengan kekerasan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ο Insidennya mempengaruhi seisi sekolah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ο Ditengah-tengah insiden, ‘kami’ bersatu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ο Aksi protes simpatik terjadi sepanjang insiden&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Poin pertama dan poin terakhir mungkin saling berlawanan, tapi keduanya berkaitan dengan hal yang sama. Karena insidennya tidak diselesaikan dengan kekerasan, disinilah teori Mayaka membutuhkan perbaikan. Kedua poin di tengah hampir sama. Meskipun tidak sepenuhnya pasti apakah ‘kami’ ini mewakili seisi sekolah, rasanya cukup aman untuk menganggap kalau ini tidak begitu berarti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak begitu puas dengan penjelasan tersebut. Seperti merasakannya, Satoshi menambahkan, “Katakanlah seperti ini. Kalau ‘kami’ berarti seisi sekolah, maka tentu saja seluruh siswa ikut terlibat. Kalaupun bukan, kata ‘kami’ masih berarti ‘kami’ memutuskan untuk mendukung siapapun yang terlibat. Benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tadi menutup laporanku. Ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hening lagi. Chitanda bertanya lagi, hanya untuk jaga-jaga, “… Apakah ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh iya. Seperti baru saja terpikirkan sesuatu, aku mengacungkan tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satoshi, ‘Gerakan Legendaris’ yang disebut disini, apakah sama sekali berbeda dengan insiden yang sedang kita bicarakan? Rasanya mencurigakan kalau hanya dengan membaca artikel ini saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bertanya untuk memastikan sesuatu. Seperti yang kuduga, Satoshi menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak tahu. Tidak ada bukti yang menyatakan apakah insiden tersebut adalah insiden yang kita bahas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak tahu, katamu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia terdengar tenang, jawabannya terdengar gegabah. Walau pengetahuannya dalam dan luas , dia bisa agak tak acuh dengan bagaimana ia menggunakannya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu informasimu bisa dibilang tidak berguna dong,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya? Sudah kukira begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudmu sudah kau kira begitu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara menyelang, “Ada bukti yang mendukungnya, sih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Insiden yang kita selidiki menyebabkan kericuhan yang lumayan besar ‘kan? Kita mengetahuinya dari bunga rampai kedua klub. Insiden ini dan ‘Gerakan Legendaris’ adalah kejadian yang berbeda, karena walaupun keduanya mirip, salah satunya dengan jelas diberi label ‘legendaris’ disini, ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menepukkan kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, benar. Jadi itulah sebabnya artikelnya berkata demikian. Kau hebat sekali, Mayaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, kurasa kau bahkan tidak mencoba memikirkannya sama sekali sebelumnya. Begitu rupanya, apa yang dikatakan Ibara memang masuk akal. Jika kita tidak bisa menentukan apakah dua benda sama atau tidak, maka kita hanya perlu mengasumsikan bahwa keduanya memang berbeda sejak awal, tentu saja dengan asumsi yang logis seperti yang diperlihatkan Ibara. Selain itu, aku tidak akan membuang-buang energi bersusah payah hanya untuk mencari buktinya. Aku melambaikan tanganku menyatakan kalau aku menerima penjelasan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada pertanyaan lagi yang diajukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, mari kita dengan hipotesis nya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Satoshi tersenyum pahit setelah ditanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aahh, hipotesis ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ada yang salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chitanda-san, aku bukan bermaksud mengganggu ketertiban pertemuan ini, tapi aku sama sekali tidak bisa membuat teori apapun. Walaupun aku memang bilang kalau kita akan melakukan penelitian kita masing-masing, yang aku temukan hanyalah bunga rampai ini… yang bisa aku lakukan Cuma memperbaiki teori Ibara saja. Lagipula,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu Satoshi akan mengeluarkan salah satu mottonya: &#039;&#039;Kesimpulan tidak bisa…&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesimpulan tidak bisa dibuat dari database saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Satoshi tidak mengeluarkan teori sama sekali. Apa boleh buat, aku juga bukannya mengharapkan banyak darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau sekarang masalahnya ada padaku. Sial, sekarang aku menyesal karena tidak membaca materi penelitianku. Aku memang sudah punya teori sendiri dalam pikiranku, jadi aku mengabaikan keraguan dalam hatiku dan melanjutkan pertemuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, Oreki-san, kamu bisa mulai kapan saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangguk dan menyebarkan salinan catatan, sambil melirik pada catatanku sendiri ketika aku melakukannya. Seperti materi Satoshi, salinanku tidak mengandung banyak yang relevan dengan insiden yang kami bahas. Hanya berisi sebuah daftar dari fakta membosankan; informasi itulah yang aku teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;1967&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peristiwa di Jepang dan Dunia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
■ Produk Bruto Nasional Jepang melampaui 45 triliun yen menjadi ekonomi terbesar ke-3 di dunia kapitalis. Pada 1968, diperkirakan akan melompati Jerman Barat naik ke peringkat 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
■ Petir menyambar sekelompok siswa SMA Fukashi dari Kota Matsumoto, Prefektur Nagano, saat mereka melakukan pendakian di Gunung Nishino, menyebabkan 11 orang meninggal dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
■ Aktivisme mahasiswa meningkat di Universitas Waseda dengan para mahasiswa ikut serta dalam aksi besar-besaran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peristiwa di SMA Kamiyama&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
⃝ April: dalam sebuah pidato oleh Pak Kepala Sekolah Eida Tasuku: “Kita tidak boleh membiarkan diri kita berpuas diri dan menjadi sekolah yang tidak mengikuti perkembangan. Pendidikan adalah untuk menumbuhkan bakat. Pendidikan tingkat menengah seharusnya untuk menumbuhkan bakat-bakat yang dipersiapkan untuk menghadapi pendidikan tinggi.” Secara tidak langsung menyebutkan perubahan kendali sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
⃝ 13 Juni: “Panitia Pertimbangan Festival Kebudayaan” diadakan rapat setelah kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
⃝ Juli: Tur Observasi di Amerika. (dipimpin oleh Manninbashi-sensei)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
□ 13-17 Oktober: Festival Kebudayaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
□ 31 Oktober: Festival Olahraga&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
□ 15-18 November: Jalan-jalan kelas 2 – Takamatsu, Miyajima dan Akiyoshidai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
⃝ 2 Desember: Sehubungan dengan kecelakaan lalu lintas berturut-turut yang terjadi akhir-akhir ini, siswa dikumpulkan untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan berlalu lintas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
⃝ 12 Januari: Gudang peralatan olahraga rusak sebagian akibat salju yang lebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
□ 23-24 Januari: Pelajaran ber-ski untuk kelas 1.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Houtarou, jangan-jangan ini...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab dengan ekspresi kecut, “Yup, diambil dari buku ‘SMA Kamiyama: Berjalan Bersama selama 50 tahun&#039;. Seperti yang sudah kalian lihat...”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihat bagaimana ketiga orang ini mempresentasikan materi mereka, kalau seandainya aku meniru mereka, aku harus merangkum hasil temuanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Tapi hampir tidak ada yang perlu aku rangkum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Toh aku juga waktu membawa bahan ini tanpa banyak pertimbangan. Kalau dilihat-lihat, bahan ini memang tidak begitu berarti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa saat selanjutnya habis olehku yang kebingungan tentang apa yang harus kulakukan selanjutnya. Karena ini hanyalah sebuah permintaan dari seorang murid perempuan, yang juga tugas klub, tidak berencana untuk bersikap formal karenanya. Gayaku lebih condong ke “Maaf kawan, aku tidak ada ide,” dan membiarkan Chitanda dan Ibara mengatasi selebihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bahkan pilihan ini agak terlalu abu-abu buatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf. Sebelum lanjut, aku mau ke toilet dulu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda tidak bisa menahan untuk tertawa kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, tentu saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau grogi?” kata Satoshi seperti sedang mencoba menenangkanku, tapi aku tidak berniat membiarkannya melakukan itu. Chitanda berdiri dan menunjukkan jalan. Sambil mengikutinya, aku memasukkan salinan bahan bahasanku dalam saku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai berpikir sembari dibimbing menuju kamar mandi yang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4 salinan esai. 4 bahan pembahasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan perdebatan yang mengikutinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa jawaban yang menghubungkan semua itu? Apa yang terjadi 33 tahun yang lalu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku larut dalam proses berpikir...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya sampai pada kesimpulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf ya, karena aku berpikir ke arah yang beda, aku tidak membuat hipotesis. Jadi bisa tidak kalau aku langsung ke kesimpulan, toh aku yang terakhir bicara?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar usulanku, Satoshi tersenyum iseng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Houtarou, kau sudah terpikir sesuatu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhenti membaca pikiranku... Pokoknya, akan kujelaskan dengan singkat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengambil napas dalam sebelum melanjutkan, “Saya rasa itu tidak cukup. Kalau ada orang yang dapat membuat hipotesis tanpa ada kontradiksi, orang itu adalah kamu, Oreki-san,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
D, duh, aku tidak tahu soal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kita dengar teorimu, Oreki-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, cepat beri tahu kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku lumayan menanti-nanti nih, setelah semua diskusi barusan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka sudah membuat keputusan sendiri tanpa melibatkanku... Walau aku tidak merasa tertekan, lumayan sulit juga untuk bicara ketika begitu banyak orang memelototiku. Oke, sekarang aku mulai dari mana? Aku berpikir sebentar dan berkata, “Baiklah, aku akan pakai pendekatan 5W1H. Kapan, Dimana, Siapa, Kenapa, Bagaimana, dan Apa... tidak ada yang ketinggalan ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagus. Pertama, ‘kapan’. Kita tahun insidennya terjadi 33 tahun yang lalu, tapi kita tidak tahu apakah terjadi di bulan juni atau oktober. Jika ‘Kesatuan dan Salut’ benar, maka insidennya terjadi bulan Juni, sementara berdasarkan deskripsi di ‘Hyouka’, sepertinya terjadi di bulan Oktober. Tapi, karena kedua sumber cukup bisa diandalkan, kupikir insidennya terjadi bulan Juni, sementara ‘senpai’ dikeluarkan dari sekolah di bulan Oktober.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat tidak puas, Ibara mengangkat sebelah alisnya, karena baruan saja aku menunjukkan kontradiksi dalam teorinya. Aku mengabaikannya dan melanjutkan, “Selanjutnya, ‘dimana’. Tidak ada masalah untuk menjawab ini: SMA Kamiyama. ‘Siapa’, berdasarkan ‘Kesatuan dan Salut’, kita tahu tokoh utamanya adalah Sekitani Jun, Ketua Klub Sastra Klasik. Biarkan aku memperluasnya disini, tokoh utamanya sebenarnya adalah seluruh badan siswa, Sekitani hanyalah salah satu dari banyak protagonis.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walapun aku lumayan yakin tidak ada yang salah sejauh ini, mataku kadang melirik catatanku saat aku bicara. Sejauh ini baik-baik saja, sekarang waktunya masuk menu utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Kenapa’. Kalau semua siswa terlibat, maka otomatis lawan mereka adalah staf pengajar. Mengutip dari Ibara, ‘kemandirian’ mereka terancam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan penyebab insiden itu adalah Festival Kebudayaan itu sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku mengatakan kesimpulanku, semua orang melihat ke arahku dengan mata penuh tanya. Aku merasa seperti bakal kena serangan jantung kapan saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Apa itu disebutkan sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun tulisannya menyebutkan ‘dikeluarkan dari sekolah’ ketika Festival Kebudayaan, artikelnya tidak bilang apapun soal ada hubungannya dengan Festival Kebudayaan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggeleng kepala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, justru sangat ada hubungannya. Kesimpulanku berasal dari percakapan antara para siswa dan staf pengajar, yang akhirnya Festival Kebudayaan dilakukan di bulan Oktober seperti biasa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memelototi buku ‘SMA Kamiyama: Berjalan Bersama selama 50 Tahun’ dan berkomentar, “Maksudmu adalah ‘Panitia Pertimbangan Festival Kebudayaan’ ini ‘kan? Tapi kenapa kau berpikir ini penyebabnya? Meski tanpa panitia itu, bukankah mereka bakal tetap melakukan Festival Kebudayaan tahunan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, kau salah. Karena aku sudah susah-susah menyalin buku ini, lihatlah baik-baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain Satoshi, Chitanda dan Ibara mengikuti melirik salinan mereka, dan, “Setiap kegiatan ditandai dengan lingkaran atau kotak!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Aku mengerti! Kotak-kotak ini menandakan kegiatan rutin, sementara lingkaran menandakan kegiatan spesifik di tahun itu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak sepenuhnya salah. Kau mungkin akan menemukan beberapa kegiatan yang tidak sesuai dengan dengan kegiatan-kegiatan rutin di tahun-tahun lainnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku lalu mengganti salinan buku ‘SMA Kamiyama: Berjalan Bersama selama 50 tahun’ dengan Hyouka dan melanjutkan, “Kenapa ada komite untuk mempertimbangkan Festival Kebudayaan 33 tahun yang lalu? Ini adalah respon terhadap desakan dari para siswa berkaitan dengan kegiatan itu sendiri. Kenapa para siswa ingin panitia semacam ini dibentuk? Petunjuknya bisa ditemukan di dalam Hyouka,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil sebuah pulpen dan menggarisbawahi beberapa kalimat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Disini, ‘Tahun ini, senpai telah menjadi legenda dan menjadi seorang pahlawan. Sebagai akibatnya, Festival Kebudayaan akan berlangsung lima hari seperti biasanya.’ Tidakkah kalian menemukan ada yang aneh dengan kalimat ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tidak ada yang bicara, aku melanjutkan, “Kita tahu Festival Kebudayaan akan berlangsung seperti biasanya, tapi kenapa pengarangnya menambahkan sesuatu yang begitu sepele? Ini artinya perhatian kita seharusnya bukan pada ‘berlangsung seperti biasanya’ melainkan pada kata-kata ‘lima hari’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“... Kau ini membicarakan apa sih? Aku tidak mengerti. Aku tidak begitu mengikuti apa yang  sebenarnya ingin kau katakan, Oreki. Memangnya ada apa dengan kata-kata itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudku pencapaian si pahlawan disini adalah bahwa Festival Kebudayaan nya bisa dilangsungkan selama lima hari. Ayo kita lihat lagi buku ‘Berjalan Bersama selama 50 tahun’ dan perhatikan pidato pak kepala sekolah di bulan April. Kalau kau hanya sekadar membacanya saja, pidato ini hanya sekadar pesan untuk menyemangati para siswa untuk fokus pada pembelajaran akademik mereka. Tapi aku ingin kalian mencari makna lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Festival Kebudayaan sekolah kita dilaksanakan selama hari kerja. Untuk lima hari penuh. Ini sangat panjang dibandingkan dengan sekolah lainnya. Oleh karena itu, Festival Kebudayaan menjadi simbol kegiatan klub-klub di sekolah kita. Bagaimana kalau pak kepala sekolah saat itu menginginkan agar para siswa lebih fokus belajar ketimbang kegiatan klub mereka... ini berarti Festival Kebudayaan nya akan diperpendek. Itulah penyebab dari insiden ini – ‘kenapa’nya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menghela napas dan menyadari bahwa aku mulai haus. Aku ingin segelas Teh barley… Tapi sebelum aku selesai bicara, aku harus puas dengan menelan ludah dan melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, ‘bagaimana’. Berkat dukungan heroic dari ketua Klub Sastra Klasik, para siswa menjalankan sebuah pragmatism yang berani. Terakhir, ‘apa’. Dipicu oleh keputusan sekolah, para siswa memutuskan melakukan ‘aksi protes damai’ tanpa kekerasan. Hasilnya, Panitita Pertimbangan Festival Kebudayaan dibentuk dan Festival Kebudayaan tetap belangsung selama 5 hari. Dalam arti yang lebih spesifik, tidak ada kekerasan yan menyebabkan hasil tersebut. Tapi hal yang sama tidak bisa dikatakan untuk konteks yang lebih luas. Aku tidak begitu yakin, tapi aksi protes damai bisa berupa… mogok makan, demonstrasi, dan bolos dari pelajaran. Aku yakin Satoshi lebih familiar dengan hal begitu. Pada akhirnya, karena tekanan dari para siswa yang meningkat, sekolah terpaksa melunakkan keputusan mereka untuk memperpendek durasi Festival Kebudayaan. Namun harga yang harus dibayar adalah sang ‘Pahlawan’ Sekitani Jun harus keluar dari sekolah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menambahkan satu hal lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masalah kenapa ada jarak waktu antara insidennya dan drop-out dari sekolah, tebakanku adalah karena Sekitani Jun adalah tokoh utama dalam pergerakan siswa di bulan Juni, kalau dia dikeluarkan dari sekolah pada waktu itu juga, ini akan menyebabkan kericuhan yang lebih besar. Jadi pengeluarannya dari sekolah ditunda sampai semangat orang-orang mereda setelah Festival Kebudayaan selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menghela napas pendek setelah aku menyelesaikan penjelasanku. Phew. Aku bisa merasakan udara panas musim panas kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini kurang lebih mengakhiri penjelasanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seseorang bertepuk tangan cuek. Satoshi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow, tadi itu luar biasa, Houtarou. Aku mengerti sekarang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mulai mengoreksi catatannya dalam diam. Walau dia terlihat agak tidak senang, tapi memang dia biasanya seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan untuk Chitanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti anak kecil yang senang setelah menonton pertunjukan sirkus, nona kita itu membuka mulutnya dan berkata, “Itu tadi menakjubkan, Oreki-san! Kamu sudah menghasilkan kesimpulan sehebat itu hanya dengan bahan-bahan yang kita miliki disini… Aku tidak salah sudah meminta bantuanmu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan aku juga akan merasa senang kalau dipuji. Aku bisa merasakan aku mulai merasa malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelihatannya sekarang kami sudah memecahkan masalah Chitanda dan menciptakan beberapa bahan untuk ditulis dalam buku antologi. Sejak bertemu Chitanda di penghujung bulan April, semua masalah yang merepotkan ini akhirnya akan berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai ketua, Chitanda mesti melanjutkan perannya dan bertanya, “Apakah ada pertanyaan lebih lanjut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tidak ada pertanyaan lagi, Chitanda mengangguk dalam dan mengakhiri, “Kalau begitu, kita akan menerbitkan buku antologi kita tahun ini berdasarkan kesimpulan dari Oreki-san. Rinciannya akan dibicarakan di lain hari. Untuk sekarang, pertemuan ini selesai… Terima kasih&amp;lt;ref&amp;gt;Dalam teks bahasa Jepangnya ditulis ‘Otsukaresama deshita’ yang biasanya diucapkan oleh orang jepang pada satu sama lain selepas bekerja atau melakukan sesuatu. Salah satu budaya pekerja Jepang.&amp;lt;/ref&amp;gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami saling berpamitan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda menunjukkan aku jalan ke pintu masuk untuk pulang. Dari senyumannya, aku bisa melihat betapa puasnya dia dengan kegiatan hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya benar-benar berterima kasih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katanya dan membungkuk dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak melakukannya sendirian,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Balasku sambil memakai sepatu. Satoshi, yang sudah duluan keluar sebelum aku, memberi isyarat agar aku bersegera. Karena aku tidak familier dengan jalanan disini, aku tidak punya pilihan lain selain membiarkan Satoshi menunjukkan jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, sampai jumpa lagi di sekolah,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yeah, sampai jumpa…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melambaikan tangan untuk mengatakan selamat tinggal ke kediaman Chitanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku sudah pergi, aku tidak tahu apa yang dilakukan Chitanda setelahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah aku berangkat, dia berdiri di gerbang dengan ekspresi seakan dia baru menyadari sesuatu, sehingga aku tidak tahu apa yang ia bisikkan pada dirinya sendiri waktu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin mengatakan sesuatu seperti,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi… kenapa aku menangis waktu itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Maju ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|Bab 7]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Sakurai&amp;diff=441313</id>
		<title>User talk:Sakurai</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Sakurai&amp;diff=441313"/>
		<updated>2015-05-05T10:18:07Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Mohon */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;boleh saja jika ingin silahkan --[[User:Isko|Isko]] ([[User talk:Isko|talk]]) 19:13, 19 August 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Just fyi, Fuyuu Gakuen volume 1 illustrations are already uploaded to BT &#039;&#039;&#039;[[Fuyuu_Gakuen_no_Alice_and_Shirley:Volume1_Illustrations|here]]&#039;&#039;&#039; (nothing links to the page so it&#039;s hard to find).  So you can probably use those instead of uploading new ones for the remaining illustrations. --[[User:Cthaeh|Cthaeh]] ([[User talk:Cthaeh|talk]]) 07:09, 28 August 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thanks for the information. --[[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]]) 10:20, 02 September 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf apakah penerjemahannya menggunakan MTL? Apabila iya, akan dipindahkan ke preview. Apakah diterjemahkan dari bahasa inggris? Mohon konfirmasinya. Terima kasih. [[User:Victorrama|Victorrama]] ([[User talk:Victorrama|talk]]) 21:31, 5 September 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Boleh. kenapa enggak hahaha... ambil aja yang sisa atau lu pingin yang chapter 3 juga gak masalah haha --[[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]] ([[User talk:ZakkariaChristo|talk]]) 13:15, 6 september 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf MTL itu apa ya? Saya masih baru dsni. Klo untuk terjemahan saya memang menerjenahkannya dari bahasa inggris. [[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]]) 20:50, 7 september 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih atas konfirmasinya. [[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]]) 20:50, 7 september 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MTL itu menerjemahkan menggunakan google translate atau sejenisnya...Saya sudah mentranslate ulang prologue, mungkin bisa digunakan untuk contoh terjemahan selanjutanya, terima kasih..  [[User:Victorrama|Victorrama]] ([[User talk:Victorrama|talk]]) 02:05, 9 September 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya terkadang memang menggunakan translate dari google, tapi hanya untuk bbrp kata yang tidak saya mengerti, dan masalah prolog walaupun bukan hasil translate saya, tetapi terima kasih untuk perbaikan dan panduannya. [[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]]) 19:18, 10 september 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Emmm....Mungkin lebih baik jangan translate dalam jumlah banyak namun pelan2 dan dicek kembali sehabis translate.... saya ada coba bantu perbaiki sedikit di chapter 4. Tolong dicek. Lebih baik jumlah sedikit namun dengan akurasi dan dapat dibaca dengan nyaman daripada banyak namun tak dapat dimengerti... Dan saya juga sudah tambahkan untuk creditsnya untuk narasumber. Thx :D [[User:Victorrama|Victorrama]] ([[User talk:Victorrama|talk]]) 00:27, 15 September 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih atas sarannya. [[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]]) 20:26, 16 September 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Translation Hyouka ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, Boleh. Silahkan diambil. Kalau sudah mau mulai translate, tolong diubah di halaman pendaftarannya ya, masukin namamu. Jadi nanti saya dapat notifikasi kalau bab itu sudah mulai di translate. untuk kepentingan tracking project nya :3 [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 04:11, 10 September 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm... terima kasih atas konfirmasinya. [[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]]) 19:21, 10 september 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Alih Bahasa Black Bullet ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakurai, kan BB jilid 5-7 sudah dikerjain sama Teh_Ping, jadi maksudku jilid 5-7 diprioritasin... apa kamu bisa? kalo chap 3-4 kalo sudah selesai masukin aja duluan... saya masih ada tanggungan Heavy Object soalnya. gimana? mau? --[[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]] ([[User talk:ZakkariaChristo|talk]]) 17:47, 1 Januari 2015 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
BB jilid 5-7 sudah dikerjain ato lagi dikerjain? untuk chap 3-4 nti bkal aku masukin hari jumat ato sabtu. trus hbis aku masukin chap 3-4 nya apa aku harus ikut bantu jilid 5-7 juga? sorry agak telat blesnya, agak sibuk sma skul.--[[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]]) 16:55, 19 Januari 2015 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
senpai!aku boleh ikutan gabung jadi translator BB ngak? [[User:Kanzaki ryuga|Kanzaki ryuga]] ([[User talk:Kanzaki ryuga|talk]]) 15:32, 29 Maret 2015 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sorry... agak telat balesnya, agak sibuk sama urusan sekolah, klo mau jadi translate BB ya silahkan aja. Tinggal isi aja nama kamu di bagian yang kosong. [[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]]) 00:10, 15 April 2015 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Mohon ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
gan tolong bantuin ane translate oregairu.... mohon kerjasamanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bisa sih, tapi ente mesti nunggu, ane lagi ngejar translate ma edit-an Hyouka, kemarin Rikka (my beloved Laptop) down, hasil terjemahan &amp;amp; editing hilang semua karena tak ada back-up. Slow project kah Oregairu, syojiki, kyoumi arimasu, [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 05:18, 5 May 2015 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=393364</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=393364"/>
		<updated>2014-09-29T07:58:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* 6 – Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang (incomplete) */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==6 – Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang (incomplete)==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir Juli, dan liburan musim panas sudah dimulai. Seperti biasanya, hari ini aku naik sepadaku menuju SMA Kamiyama. Butuh 20 menit berjalan kaki untuk mencapai sekolah dari rumahku, tapi aku juga tidak tahu butuh berapa lama untuk mencapai sekolah menggunakan sepeda. Sambil beristirahat, aku mampir untuk membeli sekaleng kopi hitam dari sebuah mesin penjual otomatis. Aku lalu mengikuti tepian sungai dan berbelok di rumah sakit sebelum akhirnya sampai di depan SMA Kamiyama. Dan disana, aku berdiri terkagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas seharusnya sudah dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi lapangan olahraga dipenuhi dengan peralatan dan siswa yang berpakaian seragam musim panas. Aku bisa mendengar music yang dimainkan berbagai alat music tiup, gitar listrik, dan seruling bambu. Meskipun Blok Kelas Khusus agak jauh dari sini, aku tahu disana juga ada banyak siswa. Mereka semua, pastinya, disini utuk mempersiapkan Festival Kanya. Sisi enerjik dari SMA Kamiyama baru mulai lebih aktif sekarang karena memasuki liburan musim panas. Kerumunan orang bergerombol seperti sekelompok semut seakan berkata “Oke, semuanya, festival akan segera datang! Sekarang setelah kelas-kelas yang menyebalkan sudah menyingkir, ayo berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandangi orang-orang yang penuh energy ini sambil melihat ada seseorang yang berlari ke arahku. Fukube Satoshi, berbaju casual dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek, sambil membawa tas gendong kecil yang terlihat sporty di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, nungguin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan gembira mendengarkan Klub Acapella latihan bernyanyi di lapangan tengah, dan Satoshi membuatku harus menoleh dengan suara yang mengerikan. Aku berpikir untuk memutar sepedaku dan pulang, namun aku berubah pikiran dan berlanjut berjalan ke arahnya dan bergerak seperti akan menendangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Woah, Houtarou! Kenapa tiba-tiba kau anarkis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kau bisa bicara begitu! Apa kamu tidak punya malu, tidak tahu kapan tidak boleh mengganggu ketenangan orang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengangkat kedua bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya memang dia tidak punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, maaf, kumpul Klub Kerajinan Tangan nya agak ngaret”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya apa sih yang kalian bicarakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan merajut Karpet Mandala seperti milik orang Buddha untuk Festival Kanya. Tapi kami menemui beberapa masalah, jadi kita kumpul untuk membicarakan kemungkinan yang lainnya tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, Kau sudah bekerja keras. Tidak hanya kamu, tapi juga Toogaito, atau bahkan seisi sekolah untuk hal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, Kau sudah menyiapkan catatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku bertanya datar, Satoshi hanya melempar balik pertanyaan itu padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana denganmu? Bukan hal yang biasa kau lakukan kan. Sudah ada yang kau pikirkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa agak malu untuk menjawab pertanyaannya, jadi ku jawab, “Yaa begitu deh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Jarang-jarang nih. Biasanya kau akan mencoba mencari alasan dan menghindari pertanyaan semacam itu… Yah terserahlah, aku ambil sepedaku dulu, jadi tunggu disini sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Satoshi dengan seenaknya membuatku menunggu sementara dia berlari menuju tempat parkir sepeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kenapa aku menunggu Satoshi disini ketika semestinya aku sedang tidur seakan tidak ada hari esok selama Libur Musim Panas yang berharga, kita harus kembali ke satu minggu yang lalu, hari dimana kami hampir saja menemukan kebenaran tentang Sekitani Jun, yang seharusnya tertulis di Volume pertama buku antologi “Hyouka”, hanya untuk menemukan bahwa volume tersebut tidak ada. Karena kami tidak bisa maju tanpa volume pertama itu, aku memberitahu diriku untuk tidak bekerja keras untuk mencari jawabannya. Tapi ternyata sudah terlambat, karena aku tanpa sadar sudah menyebrangi sungai Rubicon&amp;lt;ref&amp;gt;Saya tidak tahu apa sudah disebutkan sebelumnya. ‘menyebrangi sungai Rubicon’ berasal dari idiom bahasa Inggris “Crossing the Rubicon”, yang artinya “melalui titik yang tidak ada jalan kembali/ tidak bisa ditarik lagi”. Crossing the Rubicon diambil dari sejarah Itali dimana pasukan militer yang dipimpin Caesar yang menyebrangi Sungai Rubicon demi mengejar Pompeius – saya tidak hapal nama lengkapnya – waktu itu diberlakukan larangan pada pasukan militer untuk menyebrangi sungai Rubicon untuk mencegah perang internal di kekaisaran Romawi.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu tidak ada gunanya membujuk Chitanda untuk melepaskan kasus ini, jadi aku mengajukan jalan tengah. Kalau kita akan menginvestigasi masa lalu, hanya kita berdua tidak cukup. Seperti kata pepatah, “3 berarti ramai”. Mungkin agak sulit baginya, tapi aku menjelaskan padanya kalau kita memiliki kemungkinan yang lebih baik dalam menyelesaikan kasus ini dengan bantuan Satoshin dan Ibara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Chitanda mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa kita tidak punya pilihan lain kalau begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia meminta untuk menjaga rahasia ini hnaya diantara kami berdua di Café Pineapple Sandwich, aku akhirnya mengecewakannya. Aku tidak tahu apakah karena Chitanda benar-benar menyadari bahwa dia akan membutuhkan semua bantuan yang bisa dia dapat, atau karena dia tidak lagi menganggap penting petunjuk yang ia dapatkan sebelumnya, atau bisa juga karena nona kita ini hanya senang bertindak semaunya; pokoknya, ia mengadakan pertemuan mendadak dengan Klub Sastra Klasik esok harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana, Chitanda mengulangi apa yang dia katakan padaku dan menutupnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada paman saya 33 tahun yang lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara langsung menerima tantangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ilustrasi halaman depannya menarik. Kalau kita bisa memecahkan kasus ini dan menemukan latar belakang ceritanya, aku bahkan bisa menggunakannya sebagai materi untuk publikasi di Klub Penelitian Manga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menambahkan, “Kisah Fiksi Heroik dipecahkan oleh junior mereka 33 tahun kemudian, ya? Aku juga kebetulan sedang meneliti hal-hal dari periode itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setuju dengan kedua tangan terangkat. Sementara aku tidak ada keinginan untuk bicara, karena aku juga tidak punya kekuatan veto, aku memnutuskan untuk bicara saja mumpung kami sedang membicarakan kasusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kita juga masih mencoba memutuskan apa yang akan kita tulis untuk essai antologi kita, kenapa tidak kita gunakan saja cerita Chitanda untuk mengisi halamannya… um, maksudku, supaya sekali dayung dua tiga pulau terlewati… maaf, maksudku, menulis sesuatu yang bermakna didalamnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usulan Menghemat-Energi milikku, meskipun lumayan kelihatan jelas, diterima dengan suara penuh. Kemudian, Investigasi insiden Klub Sastra Klasik SMA Kamiyama 33 tahun yang lalu menjadi prioritas Klub Sastra Klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengendarai sepeda gunung. Karena dia mengenakan celana pendek, kau bisa melihat otot-otot yang kokoh, yang tidak sesuai dengan posturnya yang pendek, pada kakinya. Untuk seseorang yang lebih tertarik pada bahasa, satu-satunya olahraga yang aku ketahui ia tertarik adalah bersepeda.&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, sepedaku adalah semacam sepeda kumbangm jadi tidak banyak yang bisa dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami bersepeda sepanjang pinggir sungai dan menjauh dari jalan raya. Perlahan-lahan jarak antara rumah-rumah digantikan oleh sawah-sawah yang luas. Demi bersembunyi dari teriknya matahari, kami berhenti di sebuah toko tembakau, aku mengambil handuk kecil dari tasku untuk menyeka keringat yang terus menerus menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, keringat sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukanlah sesuatu yang bakal pernah aku katakan. Malahan, aku heran kenapa orang harus bergerak untuk mencapai tempat tujuan mereka. “Revolusi Informasi belum berhasil. Kawan-kawan, kalian harus terus berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satoshi, apa kita sudah dekat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menaruh kembali sapu tangannya ke dalam kantong dan menjawab, “Yup. Kita hampir sampai. Kalau mengikuti kecepatanmu tentunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau akan kaget kalau kau melihat rumah mereka. Keluarga Chitanda merupakan salah satu pemilik perkebunan terbesar di Kota Kamiyama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasa aku menantikannya kalau begitu. Aku akan sangat senang untuk mendengar bagaimana mereka melakukan bersih-besih di musim semi mereka di tempat seluas itu. Setelah kembali menyeka keringat dengan handuk, aku meletakkan kakiku di pedal dan melanjutkan perjalanan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kami mulai beranjak, Satoshi mengambil alih di depan dan menunjukkan jalan. Setelah melewati beberapa lampu merah, kami sampai di sebuah jalanan lurus yang panjang, dimana sepeda kami bisa berjajar. Sepanjang jalan ini tidak ada apa-apa selain lading perkebunan dan sawah di kedua sisi jalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memutar pedalnya dan mulai bersenandung dengan riang. Tersenyum adalah semacam wajah resminya, tapi hari ini dia terlihat lumayan senang. Aku memutuskan untuk bertanya, “Satoshi,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lagi senang ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menoleh padaku dan menjawab ceria, “Tentu saja. Karena aku suka bersepeda. Lihatlah langit yang biru! Dan awan yang putih! Tidak peduli seberapa biasanya mereka terlihat, rasa gembira ketika melihatnya sambil bersepeda dengan kecepatan tinggi seperti…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menyela niat Satoshi untuk bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kupikir kehidupan SMAmu biasa saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba terlihat suram, Satoshi menjawab, “Oh… maksudmu soal Warna Mawar itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatan yang bagus, terutama karena terakhir kali kita membicarakannya hampir tiga bulan yang lalu. Entah kenapa Satoshi melambat dan melihat ke depan sambil berkata, “Kau tahu, kurasa kehidupan SMA ku lumayan berwarna bagai mawar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tidak, rasanya lebih mirip shocking pink.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, itu juga bagus. Kalau begitu, kehidupanmu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah pernah mengatakannya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena suaraku hampir sama sekali tidak meninggi, Satoshi tidak menertawakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Jangan salah paham ya, aku tidak bermaksud untuk mengejekmu waktu bilang kehidupan SMA mu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Contohnya, kalau hidupku warna shocking pink, maka tidak ada yang akan bisa mewarnainya seperti warna mawar. Aku tidak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung mengejek wajahnya yang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Kupukir sudah diwarnai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja belum!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Satoshi dengan jawaban, yang secara mengejutkan, tegas dan melanjutkan, “Belum, Houtarou. Aku sudah sibuk dengan panitia OSIS dan Klub Kerajinan Tangan, menurutmu aku akan bilang begitu? Kau pasti bercanda. Mau membantu mengatur jadwal kegiatan untuk Festival Kanya , atau merajut karpet Mandala, aku menikmati setiap momennya. Kalau tidak, memangnya siapa yang akan mengorbankan bersepeda yang menyenangkan atau Liburan Musim Panas Cuma untuk pergi ke sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada orang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada waktu dimana  seseorang harus meminjamkan kemampuan dan hadir demi kepentingan masyarakat yang lebih besar. Meski begitu, kau tipe yang tidak akan tergerak ‘kan? Untuk orang yang ‘berwarna abu-abu’ sepertimu, seandainya seorang pemimpin bilang ‘semua orang berwarna seperti mawar’, kau akan melambaikan tanganmu dan bilang ‘jangan ajak aku’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu semua dalam satu tarikan napas, dia mulai sedikit tenang dan melanjutkan, kalau aku mau benar-benar mengejekmu, aku akan menyebutmu tidak berwarna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi terdiam setelah mengatakan itu. Aku merenungkan jawabannya sambil membiarkan kulitku terbakar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan membuat wajah suram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan bilang aku ingin jadi sepertimu atau sejenisnya, tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu maksudku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi meninggikan suaranya dan tertawa. Dia lalu mengatakan, “Lihatlah, Houtarou, kita sudah sampai di kediaman keluarga Chitanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai dengan penggambarannya, ‘Kediaman’ Chitanda dibangun di tengah-tengah padang sawah yang luas. Dibangun dalam bentuk bungalo bergaya Jepang dikelilingi oleh pagar. Suara air mengalir menandakan adanya kolam di tamannya, yang dikelilingi oleh pepohonan pinus yang dipangkas dengan baik. Dan di depan pintu gerbang besar yang terbuka, terlihat orang-orang sedang melakukan ritual menyiramkan air&amp;lt;ref&amp;gt;Uchimizu, semacam ritual dimana orang-orang menyiramkan/ menyipratkan air ke jalanan atau taman untuk mengurangi debu dan mendinginkan jalan terutama di hari-hari musim panas. Selengkapnya bisa lihat di Wiki &amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
“Bagaimana? Lumayan hebat ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Satoshi sambil membusungkan dadanya, meskipun aku bukan ahli arsitektur atau gardening Jepang. Meski aku tidak tahu seberapa hebatnya kediaman ini, aku merasa ada kesan anggun dan berwibawa dari kediaman tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kami sedang mengagumi kompleks tersebut, aku melirik jam tanganku. Kami lumayan tepat waktu… Tidak, sepertinya kami agak telat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo, Chitanda dan Ibara sudah menunggu,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya… ngomong-ngomong, Houtarou,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya kita harusnya menunggu pelayan-pelayan untuk datang menjemput kita?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memutuskan untuk mengabaikannya. Aku melangkah ke beranda depan dan membunyikan bel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ya~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu beberapa saat, pintunya dibuka oleh Chitanda sendiri. Flu musim panasnya sepertinya sudah sembuh karena ia berbicara dengan suara yang biasanya lagi. Ia membiarkan rambutnya yang panjang menjuntai ke bahunya tanpa mengikatnya, dan memakai baju terusan berwarna hijau muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf membuat kalian menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendengar Satoshi berdecak, seakan kecewa karena tidak ada pelayan yang menyambut kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melepas sepatu kami di pintu masuk yang di beton, Chitanda memandu kami melewati koridor yang terbuat dari kayu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana kalian memarkir sepeda kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita boleh parker dimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana saja boleh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kenapa bertanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian, kami dipandu menuju sepasang pintu geser tradisional, dan angin sepoi yang sejuk keluar setelah membukanya. Karena langit-langitnya tinggi, ruangannya terasa sejuk dan menyegarkan. Ukuran ruangannya sekitar… 15 meter persegi. Besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian terlambat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara sudah datang. Sepertinya ia ada sedikit urusan di sekolah sebelumnya, karena ia datang sambil mengenakan seragam. Ada meja berwarna coklat gelap yang memantulkan cahaya temaram, dan di atasnya berserakan lembaran-lembaran kertas. Pasti catatannya Ibara. Dia lumayan bersemangat soal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Duduklah dimanapun kalian suka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk dihadapan Ibara setelah dipersilahkan. Setelah Chitanda duduk di tengah, tempat duduk sisanya diduduki oleh Satoshi. Adalah pemandangan yang jarang untuk melihat seseorang dengan tas ransel duduk di dalam ruang tamu bergaya tradisional Jepang&amp;lt;ref&amp;gt;Tokonoma. Ruangan dalam desain rumah tradisional jepang yang biasanya digunakan untuk menyambut tamu. Dalam tokonoma biasanya dipajang benda-benda seni seperti lukisan, kaligrafi, ikebana, dan bonsai.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Membuka tasnya, Satoshi mengeluarkan berlembar-lembar kertas. Ibara terlihat sangat siap sambil memainkan pulpennya, sementara Chitanda menumpuk lembaran kertas diatas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kita mulai pertemuan penyelidikan kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami semua membungkuk dan memberi salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pertemuan ini dipimpin oleh Chitanda, karena ia-lah ketua klubnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kita konfirmasi agenda pertemuan hari ini. Semuanya dimulai dari kenangan saya. Lalu, saat kita menemukan bunga rampai Hyouka, saya menyadari apapun yang terjadi dengan Klub Sastra Klasik 33 tahun yang lalu ada hubungannya dengan kenangan saya ini. Tujuan pertemuan hari ini adalah untuk menebak apa yang terjadi 33 tahun yang lalu. Selanjutnya, fakta apapun yang telah dikonfirmasi akan digunakan sebagai materi untuk esai dalam bunga rampai Klub Sastra Klasik tahun ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Ibara lebih tertarik pada desain ilustrasi cover Hyouka, ia tidak terlihat begitu kecewa dengan proklamasi dari Chitanda. Mungkin ia menyadari ilustrasi itu ada hubungannya dengan insiden itu sendiri, atau Chitanda sudah memberitahunya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama seminggu terakhir ini, kita sudah mengumpulkan berbagai bahan untuk diteliti, dan karenanya kita akan melaporkan penemuan kita dan menyimpulkan kesimpulan yang paling mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh? Memangnya pertemuan hari ini soal itu? Terakhir kali aku dengar, Chitanda hanya memberi tahu kami untuk membawa materi apa saja yang bisa kami temukan. Aku tidak ingat ada soal membuat kesimpulan… Tapi karena Satoshi dan Ibara tidak terlihat kaget sedikit pun, ini berarti memang aku yang tidak memperhatikan. Sial, sepertinya aku harus melewatinya entah bagaimana, tapi perutku masih terasa tidak enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa membawa selembarpun agenda bersamanya, Chitanda menatap kami satu per satu dan menjelaskan dengan lancar, “Kita akan bergiliran melaporkan penemuan kita, diikuti oleh pertanyaan dari anggota yang lain, membuat hipotesa, dan meninjau ulang hipotesa yang dikeluarkan. Tidak boleh bertanya selama melaporkan… ini untuk mencegah kata-kata kita bercampur aduk. Kalau begitu, sekarang kita dengarkan laporan pertama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, ia pemimpin yang lumayan bagus. Siapa yang tahu, ia mungkin memiliki bakat untuk hal seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, bukan, dia memang memberi tahu aku kalau dia tipe orang yang akan mencari tahu keseluruhan system, jadi tidak mengejutkan kalau dia begitu ahli dalam aturan memimpin pertemuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kita mulai laporan pertama… oh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chi-chan, memangnya siapa yang akan lapor pertama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, siapa ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Dan ia bicara aneh lagi. Aku heran apakah ia hanya mudah dimengerti atau keteraturannya hanya terbatas pada tindakannya sendiri. Aku bicara pada Chitanda yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“siapa saja boleh. Bagaiman kalau kamu mulai duluan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena biasanya pemimpin yang mulai bicara pertama kali, kan? Toh, bukannya Chitanda juga tidak akan melaporkan apapun. Dan karena ia yang menentukan cara melaporkannya, sekalian saja ia juga yang memulai pertama dan membaut pertemuan berjalan lancar. Ia mengangguk dan berkata, “Oh, kamu benar. Kalau begitu, sekarang… kita akan melaporkan satu persatu berurutan sesuai arah jarum jam dimulai dari saya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mulai membagikan catatannya di atas meja setelah berkata begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya selirik dan aku tahu kalau ini adalah sumber dari penyelidikan ini, kata pengantar dari “Hyouka volume 2”. Jadi begitu, ia mulai dari awal mulanya ya? Walau aku tidak akan bilang kalau ini adalah gayanya yang biasa. Aku sekali lagi membaca paragraph yang pernah aku lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Kata Pengantar&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dan akhirnya, kami melakukan Festival Kebudayaan lagi tahun ini.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Telah setahun berlalu, sejak Sekitani-senpai meninggalkan kami.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Selama tahun ini, Senpai telah menjadi legenda dan menjadi seorang pahlawan. Sebagai hasilnya, Festival Kebudayaan akan berlangsung 5 hari seperti biasanya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Akan tetapi, sembari legenda itu menyebar, aku berpikir dalam. Apakah orang-orang sepuluh tahun dari sekarang akan tetap mengingat sang pejuang yang pendiam dan pahlawan yang baik hati? Yang ditinggalkan senpai hanyalah bunga rampai ‘Hyouka’ ini, yang ia pilihkan sendiri namanya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sebagai pengorbanan dari konflik itu, bahkan senyuman senpai akan berakhir pada arus waktu menuju keabadian.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak, mungkin lebih baik jikalau kita tidak mengingatnya. Karena kisahnya sama sekali tidak dimaksudkan sebagai kisah pahlawan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sekali subjektivitasnya dihilangkan, cerita ini akan menjadi sastra klasik karena melampaui semua perspektif sejarah.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Akankah datang sebuah waktu dimana kisah kami menjadi cerita klasik untuk seseorang di masa yang akan datang?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;13 Oktober 1968, Kooriyama Youko&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdeham, Chitanda mulai menjelaskan, “Ini diambil dari bunga rampai ‘Hyouka’. Untuk mengetahui artikel seperti apa yang diterbitkan Hyouka setiap tahunnya, seseorang harus membaca kata pengantarnya dan menemukan topik apa saja yang dibahas. Sayangnya, meskipun begitu, paragraf ini adalah satu-satunya yang menyebutkan tentang insiden 33 tahun yang lalu. Mungkin saja sebenarnya dituliskan di tempat lain, tapi kita tidak memiliki jilid pertamanya… Lalu, saya sudah meringkas poin-poin utama dari kata pengantar ini di dalam catatan disini,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu membagikan fotokopi untuk halaman kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.	“Senpai” telah pergi. (dari mana?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.	“Senpai” menjadi seorang pahlawan 33 tahun yang lalu, dan telah menjadi legenda setahun kemudian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.	“senpai” adalah seorang “pejuang yang pendiam” dan “pahlawan yang baik hati”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.	“Senpai” memberi nama bunga rampai ini ‘Hyouka’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.	Terjadi sebuah konflik dan terjadi pengorbanan (senpai=korban?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke, barusan itu singkat dan langsung ke poin-nya. Aku tidak bisa menahan untuk menghela napas dalam heran, tapi kalau dipikir-pikir, meskipun Chitanda merupakan gumpalan Rasa Ingin Tahu itu sendiri, ia juga seorang siswa teladan. Kalau ia tidak tahu bagaimana cara meringkas, ia tidak akan bisa mendapat nilai setinggi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memastikan semua orang sudah membaca catatannya, Chitanda melanjutkan dengan penjelasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama-tama, ‘Senpai’ disini, dengan kata lain, paman saya, mengundurkan diri dari SMA Kamiyama. Tingkat pendidikan terakhirnya adalah tingkat SMP. Saya berharap kalian semuanya mengerti yang saya katakana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ini pertama kalinya aku mendengar Chitanda menyebutkan bahwa Sekitani Jun mengundurkan diri dari SMA Kamiyama, aku tidak begitu terkejut. Lagipula, tidak sulit menebaknya dari kalimat pembuka kata pengantar tadi: “sejak Sekitani-senpai meninggalkan kami”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, Chitanda mungkin tidak tahu alasan kenapa pamannya mengundurkan diri dari sekolah… tidak, ia benar-benar tidak tahu. Seandainya ia tahu, dia pasti sudah menyebutkan soal itu. Kalau dipikir-pikir, waktu di Café Pinapple Sandwich, ia memang menyebutkan kalau keluarga Sekitani dan Chitanda sudah menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kedua, kata pengantar ini melebih-lebihkan tentang bagaimana waktu telah berlalu. Poin yang ketiga menarik; selain menyebutkan senpai sebagai baik hati dan pendiam, beliau juga digambarkan sebagai seorang ‘pejuang’ dan ‘pahlawan’. Apa yang beliau perjuangkan? Poin kelima hanya mengiyakan bahwa ‘Senpai’ berjuang dalam suatu konflik dan menjadi pahlawan, dan sebagai akibatnya dijadikan korban. Untuk poin yang keempat… walaupun saya penasaran soal ini, poin ini tidak relevan dengan masalah yang dihadapi sekarang. Ini menutup laporan saya, apakah ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tidak begitu melenceng, aku tidak banyak Tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun normalnya si Eksentrik (alias Satoshi) mengacungkan tangan dalam kelas, dalam perkumpulan seperti ini dimana hanya ada sedikit orang dan semua orang saling mengenal satu sama lain. Jadi sebagai gantinya, Ibara-lah yang langsung mulai bertanya, “Hm, kenapa kalimat ‘Karena kisahnya sama sekali tidak dimaksudkan sebagai kisah pahlawan’ ini tidak dipertimbangkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi tentu saja tahu jawabannya. Walaupun dia ingin bicara, dia menahan diri dan melihat ke arahku. Dia bisa lumayan sopan kalau situasinya menuntut demikian, tidak ingin menyela Chitanda saat ia menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, karena Chitanda lah yang ditanya, ia segera menjawab, “Kalimat itu hanya ide si penulis, karena orang yang berbeda akan memiliki pandangan yang berbeda pula tentang apa yang disebut sebagai cerita kepahlawanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu Chitanda menyelesaikan penjelasannya, Satoshi langsung menambahkan, “Kalimat itu mungkin bermaksud kalau ceritanya tidak seromantis cerita pahlawan, tapi lebih mirip pertarungan kotor. Jadi aku rasa kalimat ini tidak hanya merupakan ide saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara terlihat terbujuk dengan penjelasan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada pertanyaan lain yang diajukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, akan saya mulai hipotesis saya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda tidak terdengar percaya diri, tidak juga terdengar tidak yakin, tapi hanya seperti biasanya. Ia tidak memegang memo apapun sambil memulai, “Paman saya sepertinya terlibat dalam suatu konflik, dan setelah itu, ia mengundurkan diri dari sekolah. Saya kurang begitu yakin, tapi menurut saya konflik tersebut yang mendorong pengunduran diri paman saya. Ada satu poin lagi yang perlu dipertimbangkan selain kelima poin yang saya sebutkan: kalimat pembuka ‘telah setahun berlalu sejak’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, paman saya meninggalkan sekolah setahun sebelum Festival Kanya, artinya ketika Festival Kanya sebelumnya. Ngomong-ngomong, saya mendengar dari seorang teman yang bersekolah di SMA Swasta Kamiyama kalau ada insiden di Festival Kebudayaan mereka tahun kemarin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi berkata dengan riang, “Kalau tidak salah disebut Kerusuhan di Festival Kebudayaan. Kios-kios diancam dan laporan penjualan menghilang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada pepatah yang mengatakan, selama system masih ada, akan ada yang menentangnya. Apakah itu Festival Kebudayaan, Festival Olahraga ataupun Upacara Kelulusan, ada akan orang-orang yang menentang acara-acara tahunan seperti itu. Satu hal lagi, mohon lihat halaman 24 dari Buku Pegangan Siswa SMA Kamiyama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berkata begitu, tidak ada yang bisa mengeluarkan Buku Pegangan Siswanya. Tentu saja, memangnya ada yang akan selalu membawanya kemana-mana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Apa ada yang salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya kami meninggalkan buku pegangan kita di rumah. Jadi apa yang tertulis disitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jangan-jangan kalian tidak selalu membawanya bersama kalian? Oh, lupakan saja. Umm, bunyinya begini, ‘dilarang keras melakukan tindak kekerasan’. Jadi inilah teori saya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mengubah nada suaranya, Chitanda melanjutkan, “Ada gangguan yang tidak diharapkan pada Festival Kebudayaan pada tahun itu, dan kemungkinan paman saya meresponnya dengan kekerasan fisik. Meskipun beliau menjadi pahlawan, beliau harus bertanggung jawab atas tindakannya menggunakan kekerasan. Akibat tragisnya setelah itu membuat adik kelasnya menulis eulogi atas kepergiannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmmm…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Satoshi bicara berbarengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Salah,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Chitanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara lalu menoleh, bukan ke arah Chitanda tapi pada kami, heran atas apa yang sedang kami pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa teorinya salah? Bisakah kalian memberitahu alasannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda bicara dengan pelan dan melihat ke arahku dengan ekspresi serius. Aku hanya mengangkat bahuku dan membalas, “Kau bilang ada orang-orang yang akan menentang system dan menyebabkan kerusuhan di Festival Kebudayaan. Tapi ini akan mengharuskan agar kios-kios memiliki penjualan yang tinggi agar menarik seseorang untuk mencuri dari mereka. Lagipula, apa kau ingat apa yang aku katakan waktu kau mengajukan supaya kita menerbitkan bunga rampai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda memutar matanya perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bilang terlalu banyak yang perlu dilakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu. Yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang lain? Umm… Kamu juga bilang tiga penulis itu berlebihan, tapi sekarang kita punya empat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Apakah aku harus memujinya atas ingatan nya yang luar biasa itu? Tidak akan. Aku mengakui kemampuannya dalam mengingat hal-hal seperti ini, tapi Chitanda, secara teknis, waktu aku mengatakan itu, anggota kami masih tiga orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kamu mennyebutkan alternatif lain selain menerbitkan bunga rampai, seperti,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya ia sampai pada poin utama. Ia menepukkan tangannya di depan dada dan berkata, “Mendirikan kios pameran, dan saya berkata,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bilang sendiri kalau kios-kios pameran itu biasanya dilarang. Aku juga mengingatnya. Kalau begitu, tidak ada ruang untuk menghasilkan uang di Festival Kanya. Menurutmu orang bisa menemukan barang berharga yang bisa dicuri dalam acara seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan tidak percaya dengan argument seperti itu, Chitanda memiringkan kepalanya dekat dan berkata, “Tapi ada kemungkinan begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau mungkin tidak ada nilai uangnya, saya rasa ada nilainya bila dilihat dari aspek lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ugh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Oke, yang ia katakana ada benarnya. Kalau ia mengatakannya seperti itu, tidak ada lagi yang bisa kukatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi tertawa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar tidak pintar dalam hal begini ya, Houtarou. Kau tidak bisa meyakinkan Chitanda-san seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’? Kalau begitu bagaimana dengan pendapatmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesuatu yang aku tahu tidak akan disanggah paling tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi lalu pura-pura berdehem dan memulai, “ ‘Untuk setiap system ada kelompok orang yang menentangnya’; itu cara yang menarik untuk membahasakannya, Chitanda-san. Kemungkinan besar perkataan ini benar. Tapi bentuk perlawanannya bergantung pada gaya pada jaman tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun benar adanya kalau ada waktu-waktu dimana insiden terjadi selama Festival Kebuadayaan, kebanyakan, pelakunya bertindak demi tujuan materialistic. Tapi tidak bisa dikatakan ‘tidak ada gangguan’ ketika motifnya tidak materialistic. Kau perlu ingat kalau kejadian ini terjadi 33 tahun yang lalu, jadi untuk mengatakan bahwa keuntungan materialistic dari gangguan yang terjadi adalah hampir tidak mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gaya pada jaman tersebut? Maksudnya gaya perlawanannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ingin dia katakana sebenarnya? Aku bisa merasakan adanya maksud lain darinya. Begitupula Ibara dan Chitanda, yang memandang Satoshi kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kenapa begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mendorong Satoshi untuk melanjutkan saat ia bertingkah sok penting dalam diam. Dia mengangguk puas dan berkata, “Kau mungkin tidak mengerti kalau aku mengatakan 33 tahun yang lalu, tapi bagaimana kalau aku menggunakan kata-kata ‘tahun 1960-an’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi terlihat lumayan gembira. Biasanya aku tidak akan membuang begitu banyak tenaga untuk bersaing dengannya untuk mendapat pengetahuan seperti itu, tapi rasanya menyedihkan sekali melihatnya dalam mood yang bagus sambil menyombongkannya. sayangnya, aku tidak banyak tahu soal sejarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana, Mayaka? Kau bisa menebaknya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mungkin tidak tahu juga. Ia membuat pose menyerah sambil mengepalkan kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Fuku-chan, aku tidak bisa memikirkan kemungkinan apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’? Bagaimana kalau Gedung Parlemen Nasional di Tokyo?...Mau tambahan petunjuk? Apa plakat dan demonstrasi mengingatkan kalian pada sesuatu?... Aku bicara soal pergerakan pelajar disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami saling melihat dalam kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berpikir candaan macam apa yang sedang dilakukannya, Satoshi tidak terlihat muram sedikitpun. Jadi aku membalasnya, “Satoshi, kenapa kita tiba-tiba dapat pelajaran Sejarah Jepang modern, sih? Kalau kau mau mengadakan acara kuis, kita bisa melakukannya setelah kita mengatasi masalah ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Satoshi tetap membuat ekspresi serius dan berkata, “Justru, aku sedang mengatasi masalahnya. Dengar ya, berdasarkan teori Chitanda-san, kekerasan di wiliyah kampus seperti yang disebutkannya adalah hal yang lumayan biasa terjadi pada tahun 1960an. Waktu itu adalah era dimaan terjadi banyak konflik antara yang pro-pembangunan dan anti-pembangunan, jadi seseorang mungkin memanfaatkannya sebagai pelampiasan dan meniru aksi mereka. Ini bukan hanya sekedar tren.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… jangan mengatakannya seakan kau melihatnya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kan sudah pernah kubilang, aku sedang meneliti periode ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memperlihatkan senyuman ‘tak terkalahkan’ kebiasaannya kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm, meski tanpa pelajaran Sejarah Modern singkat dari Satoshi, aku kurang lebih sudah mengetahuinya. Tidak tidak wajar untuk semacam insiden terjadi selama Festival Kebudayaan 33 tahun yang lalu. Walau aku tidak mempunyai cara untuk mengetahui apakah hal itu benar tanpa semacam kemampuan penyelidikan (aku juga tidak peduli), tetapi, mengesampingkan candaan Satoshi, teori semacam itu bukanlah tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, Begitu ya… memang benar saya tidak mempertimbangkan kejadian dijaman itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda seperti mulai tergoyahkan oleh serangan Satoshi di titik kelemahannya. Teorinya sekarang seperti nyala lilin yang diterpa angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, Ibara angkat suara dengan antusias menyusul Chitanda, “Maaf, Chi-chan,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa teori Chi-chan tidak akan valid begitu aku melaporkan temuanku. Berikutnya giliranku, jadi kalau bisa, aku akan melanjutkan setelahmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau boleh jujur, aku agak kesal. Kenapa Ibara, kau semestinya tidak angkat suara? Tapi Chitanda tersenyum dengan ramah dan berkata, “Tidak, toh teori saya ternyata tidak cocok setelah ditinjau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap yang patut dihormati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya menarik hipotesis saya untuk sementara. Sekarang mari kita dengar dari Ibara-san, apakah kalian semua setuju?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang menentangnya. Adalah tepat membiarkan Chitanda menjadi moderator. Setelah Citanda mengenyampingkan teorinya sendiri, sekarang giliran Ibara untuk menyakinkan kalau teori semacam itu benar. Merupakan orang yang bijak, Ibara mungkin akan bicara dengan cara yang mudah dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, Ibara-san, silahkan dimulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salinan yang diberikan Ibara pada kami, bagaimana aku harus mengatakannya ya, ditulis dengan cara yang sepenuhnya berbeda yang mudah dimengerti. Jenis huruf dan tipografinya terlihat buram, dan kata-katanya sulit dibaca kata hurufnya kurang lengkungan. Di kertas B5 tertulis kalimat berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, kami, ‘Massa’, dapat melanjutkan kebebasan kami dan kegiatan Anti-Birokrasi tanpa hambatan. Meskipun ini sama sekali bukanlah ketundukan pada kekerasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari Persengketaan Besar-besaran Juni lalu, berkat dukungan heroik ketua Klub Sastra Klasik, Sekitani Jun, terhadap fragmatisme kami yang berani, pemandangan saat ‘Pemegang Kekuasaan’ mempermalukan diri mereka sendiri ketika perhitungan mereka justru menjadi senjata makan tuan, masih segar dalam ingatan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah salah satu dari bunga rampai Klub Studi Manga dulu. Judulnya ‘Kesatuan dan Salut Volume 1’, walau hanya ada 2 volume yang diterbitkan. Seperti buku Chi-chan, ini juga diterbitkan pada 32 tahun yang lalu. Aku rasa, kalau ‘Hyouka’ menyebutkan insiden ini, maka aku bisa menemukan sesuatu dengan mencari di perpustakaan. Seperti yang kukira, tidak banyak klub yang bertahan lebih dari 30-40 tahun. Awalnya aku piker Klub Studi Manga belum ada saat itu, tapi aku malah menemukan ini… Hebat, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu apakah penemuan bunga rampai itu yang hebat atau bunga rampai nya yang hebat. Kesatuan dan Salut… apa judul semacam ini yang digunakan pada jaman itu? Entah kenapa terdengar mencurigakan. Dan gaya prosa yang mereka gunakan! Ini justru lebih terdengar seperti yang akan digunakan oleh Klub Sastra Klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, jelaslah kenapa teori Chitanda dijatuhkan. Singkatnya, Festival Kebudayaan SMA Kamiyama dilaksanakan setiap bulan Oktober, tapi paragraf ini menyebutkan bahwa insidennya terjadi di bulan Juni. Jadi itulah sebabnya teorinya ditolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mengeluarkan notebook memo bergaya kuliahan dari kantung seragamnya dan melanjutkan, “Maaf, aku belum menulis ringkasan seperti Chi-chan, jadi akan kubacakan saja. Pertama, ‘kami, Massa’ telah dituduh sebagai anti-pembangunan. Terjadi ‘prasengketan&amp;lt;ref&amp;gt;Dalam bahasa jepang terdapat banyak kanji yang rumit sehingga sering kali terjadi kesalahan pengucapan. Ibara disini salah mengucapkan kata yang berarti &#039;perselisihan&#039; yang tertulis di dalam bunga rampai Klub Manga Klasik. sebagian makna dasar kanjinya hilang karena telah diterjemahkan karena kesulitan dalam menemukan padanan katanya dalam bahasa indonesia&amp;lt;/ref&amp;gt;’ di bulan Juni tahun sebelumnya. Mereka dibantu oleh Sekitani Jun, dan berakhir pada semacam pragmatism sebagai akibatnya. Ini menyebabkan masalah bagi ‘Pemegang Kekuasaan’. Sisa paragrafnya mungkin menarik, tapi sepertinya tidak mengandung hal yang relevan tentang insiden tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak merasa keberatan dengan laporannya, tapi memangnya apa ‘prasengketan’ itu? Aku menelusuri perbendaharaan kata di kepalaku dan tetap tidak menemukan apapun. Meskipun dari awal memang perbendaharaan kata yang kumiliki tidak sebanyak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku sibuk memikirkan apa yang dimaksud ‘prasengketan’, Chitanda melanjutkan pertemuannya, “Apakah laporannya sudah selesai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung bertanya, “Apa maksudnya ‘prasengketan’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi lalu segera bertanya balik padaku, “Memangnya prasengketan apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasar, kupikir kau tahu. Dia lalu mengambil salinan ‘Kesatuan dan Salut’ dan menunjukkan kata yang dimaksud padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudnya ini, ‘persengketaan’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi dia memang tahu maksudnya apa. Tanpa melihat ke salinan yang aku punya, dia langsung melanjutkan, “itu harusnya dibaca ‘persengketaan’, seperti dalam ‘persengketaan bersenjata’, konflik yang menyakitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Satoshi seperti tidak mengajariku apa-apa. Meskipun dia melihat ke arahku, dia lebih terdengar seperti sedang mengkritikku dengan keras karena salah mengucapkan kata tersebut, tapi aku menyadari dia menggunakan aku untuk mengoreksi Ibara juga. Apakah dia ahli atau tidak dalam melakukannya, Satoshi bisa lumayan pengertian. Walaupun aku tidak ada maksud untuk membantu, aku dengan keras kepala meneruskan, “Yaa, walau aku cuma punya kosa kata yang aku tabung 15 tahun, aku belum pernah melihat kata itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja. Biasanya kata ‘konflik’ dan ‘perselisihan’ yang akan digunakan, tapi ‘persengketaan’ sepertinya kata yang lebih populer digunakan di jaman itu. Kita masih melihat kata ini digunakan di jaman sekarang, tapi kebanyakan digunakan oleh Yakuza.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu, kalau dipikir-pikir… kata-kata seperti “akan pergi” untuk mengatakan “menghajar orang”. Penggunaannya terdengar kuno dan elegan, tapi tidak pas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi lalu berdehem keras dan menambahkan, “… tapi dalam bunga rampai ini, rasanya lebih seperti tiruan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara langsung bereaksi dengan suara ibara yang berapi-api, “Apa maksudmu ‘tiruan’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditanya seperti itu, Satoshi mengerang pelan. Dia biasanya percaya diri dengan bualannya, sehingga jarang sekali bisa melihat gelisah seperti itu sambil ia menjawab pelan, “Bukan, aku bukannya mau bilang kalau materi mu tiruan,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja bukan! Hmm, bagaimana aku harus mengatakannya ya? Pada dasarnya, pengarang dari paragraf ini tidak ikut dalam aksi apapun. Dia tipe orang yang akan menonton pertandingan olahraga tingkat universitas yang spektakuler dan menulis betapa terkesannya dia oleh permainannya, dan seperti itulah paragraf ini ditulis. Tapi ini bukan tiruan, hanya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertanya, “Jadi, tadi itu tentang apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, bukan apa-apa, hanya imaginasiku saja. Maaf soal itu Chitanda-san, apa kita bisa lanjut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang ketua mengangguk dan semua orang setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, apakah ada pertanyaan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya tidak ada yang punya pertanyaan lain. Saat ia hendak menyatakan teorinya, Ibara terlihat agak gugup sembari ia mencari hipotesis dalam catatannya dengan panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmmm, Oh iya. Ini hipotesisku. Meskipun ini akan menyanggah teori Chi-chan, kalian semua akan mengerti begitu kalian mendengarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami semua terdiam setuju. Karena bulan Juni dan Oktober berjarak terlalu jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengarangnya menyebutkan kalau para pengikut fragmatisme menyebabkan rencana Pemegang Kekuasaan menjadi bumerang. Hasilnya adalah ketua Klub Sastra Klasik berhenti sekolah sebagaimana yang disebutkan dalam ‘Hyouka’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, apa yang dimaksud dengan kegiatan fragmatik yang menyebabkan beliau harus berhenti sekolah? … Pandanganku sama dengan Chi-chan disini, dengan kata lain, kekerasan. Kalau kejadian yang baru-baru terjadi, maka mungkin saja melibatkan pemecahan kaca-kaca, tapi Fuku-chan mungkin akan mengatakan sesuatu kalau begitu. Korbannya adalah… Pemegang Kekuasaan. Sedangkan untuk anti-pembangunannya, ya sesuatu yang sering aku dengar adalah melawan pemerintahan, jadi mungkin semacam itulah. Sisanya sederhana, ketua Klub Sastra Klasik memimpin mereka dan melawan para guru, lalu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengenggam tangannya erat dan membentuk tinju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Buk&#039;&#039; memukul mereka. Walau kita tidak tahu apakah mereka diserang atau tidak, mereka mungkin melakukan hal yang serupa. Tentu saja, mereka bukan sengaja melakukannya. Paragraf pertama yang aku tandai itu penting, pada dasarnya parafraf itu ingin menekankan kebebasan mereka. Karena suatu alasan kebebasan itu terancam, dan untuk mempertahankannya, ketua Klub Sastra Klasik tidak punya pilihan lain selain melakukan perlawanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara menyelesaikannya dengan menutup buku catatannya dan memandang semua hadirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmmm… ini terdengar mengesalkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang ketua, yang seharusnya mencerna apa yang baru saja ia dengar, menyuarakan pemikirannya dengan nyaring. Aku mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengesalkan? Apanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda menjawab, “Ibara-san, poin utama mu berkisar seputar bagaimana para guru mengancam kehidupan para siswa, dan menyebabkan mereka menggunakan kekerasan untuk melawan ancaman tersebut, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara berpikir sebentar sebelum menjawab, “Ya, benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan tetapi, bagaimana sebaiknya saya mengatakannya ya, walau saya bisa memahami beberapa bagian, secara garis besarnya saya belum begitu paham.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun aku mengerti beberapa bagian dari yang kau katakan, secara garis besar aku juga tidak mengerti apa yang baru saja kau katakan. Tetapi memang tidak sepenuhnya tidak bisa dimengerti. Pada dasarnya Chitanda bermaksud mengatakan kalau teori Ibara tidak begitu persuasif. Aku menambahkan jawaban Chitanda, “Teorimu terlalu abstrak. Selain itu, dibaca lebih jauh lagi dan kau hanya akan membaca scanning artikelnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar. Memang seperti itu, tapi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia mengakuinya, Ibara tetap tidak sepenuhnya mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, maksudmu ada kontradiksi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia ingin mempertahankan teorinya melebihi Chitanda tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, aku memang menyadari adanya kejanggalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bicara dengan posisi duduk yang tegak. Tidak ada hubungannya dengan suasana tegang dalam menyanggah orang lain, hanya saja kakiku mulai terasa kesemutan, itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sederhananya begini, kau sendiri menyangkal teori Chitanda yaitu Insidennya terjadi di bulan Juni, bukan saat Festival Kebudayaan di bulan Oktober. Tapi, kalau kita mempercayai baik ‘Hyouka’ dan ‘Kesatuan dan Salut’, maka insidennya terjadi di bulan Juni, sementara kejadian dikeluarkan dari sekolahnya berlangsung pada bulan Oktober ketika Festival Kebudayaan diselenggarakan. Tapi teori Chitanda tidak menyebutkan apapun soal itu. Dan tidakkah kau merasa aneh mereka akan menunggu 4 bulan untuk mengeluarkan seseorang setelah terlibat dalam perilaku kekerasan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan beda lagi ceritanya kalau kasusnya ia mengajukan banding selama periode ini, aku menambahkan dalam pikiranku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu,” balas Ibara, walaupun sepertinya ia sudah mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisa saja ‘Hyouka’ yang salah. ‘Kesatuan dan Salut’ dengan jelas menyebutkan bulan ‘Juni’ sementara Hyouka hanya menyebutkan ‘telah satu tahun berlalu sejak’. Insidennya terjadi di bulan Juni diikuti oleh DO dari sekolah dibulan yang sama, sementara Festival Kebudayaannya berlangsung di bulan Oktober. Tidak terdengar terlalu buruk kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak empat bulan ya… ini memang terdengar seperti pendapat yang dipaksakan dari Ibara…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku dalam keraguan, Chitanda dan Satoshi mengatakan penilaian mereka terhadap teorinya secara berurutan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya rasa kita tidak bisa mengabaikan interval waktu sepanjang itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku setuju. ‘Festival Kebudayaan’ disebut tepat sebelum kalimat ‘satu tahun sejak’, jadi kurasa kejadian dikeluarkan dari sekolahnya berlangsung pada bulan Oktober.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terhadap anggukanku dalam diam, keduanya mengatakan pendapat mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga lawan satu, Ibara memperlihatkan ekspresi tidak senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhhh… Kalian terlalu perhatian pada detil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun reaksi manis seperti itu tidak begitu cocok dengan gayanya, reaksinya sedikit mengendurkan suasana yang tegang. Satoshi mencoba untuk mencairkan suasana dengan berkata dalam gaya yang santai, “Tapi paling tidak cara pendekatanmu itu bagus, menurutku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda juga melepaskan ekspresi super serius nya dan tersenyum setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang. Tinjauan ulang tidak perlu terlalu keras.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku juga berpikir begitu. Bagaimana aku mengatakannya ya, rasanya seperti melihat peta ditengah-tengah labirin yang berkabut, atau merasa kesal karena suatu hal tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Jika saja ‘Hyouka’ dan ‘Kesatuan dan Salut’ dipertimbangkan, maka teori Ibara tidak akana terasa begitu terbatas. Yang tersisa sekarang adalah Data Satoshi dan Aku menyimpulkan semuanya. Dan jika terjadi kontradiksi yang fatal, yang harus aku lakukan hanyalah memikirkan solusi sebelum giliranku tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dipikir-pikir, catatanku isinya apa ya? Yang aku tahu hanya kita perlu mengumpulkan catatan bersama-sama, tapi aku belum membaca catatanku sendiri dengan seksama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, giliranku selsai sampai disini ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengangguk pada pertanyaan Ibara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengikuti arah jarum jam, selanjutnya adalah Satoshi. Pada aba-aba Chitanda, Satoshi mulai membagi-bagikan catatannya. Dia lalu tiba-tiba berhenti dan berkata dengan riang, “Oh iya, aku lupa bilang. Beberapa catatanku menyanggah hipotesis Mayaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salinan yang kami terima adalah salinan dari “SMA Kami Bulanan”. Yang mengingatkanku, Toogaito mengatakan kalau mereka mendekati terbitan ke 400 mereka. Kalau mereka menerbitkan rata-rata 10 nomor setiap tahunnya, maka itu berarti mereka telah berdiri hampir selama 40 tahun. Aku seharusnya menyadari kalau mereka pasti punya bulletin nomor lama dari 33 tahun yang lalu… salah satu artikelnya ditandai dengan lingkaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sebuah bagian kecil dari salinan tersebut yang berhubungan dengan apa yang sedang kami diskusikan, tapi itu cukup jelas untuk menyanggah teori Ibara. Itu adalah dasar dari rasa percaya diri Satoshi ketika dia bicara tadi. Mungkin dia mencoba mempertahankan konsistensi dengan pembicara lainnya… Melirik Ibara, ia memperlihatkan ekspresi yang agak rumit yang tidak terlihat senang ataupun tidak senang. Tentu saja begitu, karena Satoshi memulai pembicaraannya dengan mengomentari teorinya dan bukan teori Chitanda. Meskipun Satoshi mungkin hanya meniru Ibara ketika dia mengatakan kalau catatannya menyanggah hipotesis pembicara sebelumnya. Tentu saja, ini adalah satu dari candaan-candaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
▼Mengikuti gangguan di Blok Ruang Kelas Khusus minggu lalu, yang meninggalkan noda pada kehormatan dan kebanggaan dari klub-klub kesenian di SMA Kamiyama, dua pelakunya telah di-skors dari sekolah, dengan lima lainnya diberikan peringatan serius. ▼ Tentu saja, tetap ada kehormatan bahkan diantara pencuri. Untuk Klub Studi Film, mereka mengatakan mereka tidak akan tinggal diam dan menerima hukuman keras ini, sementara Klub Fotografi bersikeras bahwa mereka 100% benar sejak awal. Meskipun tulisan ini tidak akan melangkah begitu jauh dan menyatakannya disini. ▼ Untuk masalah yang tersisa adalah bahwa konflik ini diselesaikan dengan kepalan tangan. Mengabaikan usaha-usaha yang diambil untuk menyelesaikan masalah ini dengan dialog, orang-orang tertentu dari garis keras berpikir sudah memutuskan untuk mengambil pilihan yang mudah namun menyedihkan, kekerasan. ▼ Kami mendorong anggota-anggota kelas 3 dari Klub Studi Film untuk menyesali pemukulan tidak masuk akal mereka terhadap Sachimura Yukiko-san (Klub Teater baru, kelas 1-D), yang bertugas sebagai mediator selama proses negosiasi. Saat ini Sachimura-san sedang dirawat inap ketika kami menerbitkan ini. ▼ Gerakan legendaris dari dua tahun yang lalu tidak akan membuahkan kekerasan seperti itu. Meskipun kami semua dibuat marah oleh apa yang terjadi baru-baru ini, kita tidak boleh membiarkan ini menghancurkan solidaritas kita, dan kita mesti gigih dengan aksi penolakan simpatik kita. ▼ hanya dengan begitulah kita dapat hidup dengan mengetahui bahwa kita sudah menjunjung tradisi dan kehormatan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mulai menjelaskan dengan wajah tenang,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Temuanku berasala dari bulletin lama dari ‘SMA Kami Bulanan’. Aku menemukan ini tertidur di arsip perpustakaan, jadi aku memutuskan untuk membacanya untuk mengisi waktu setelah pulang sekolah. Tapi, bulletin ini tidak menyebutkan secara langsung tentang insiden 33 tahun yang lalu, dan hanya inilah yang dikatakannya berkaitan dengan kejadian tersebut. Sejujurnya, aku rasa kita jadi berputar-putar karena tulisan ini. Meskipun disebut bulletin lama, hanya setengahnya dapat terbaca dan disimpan dengan buruk. Salinannya dipenuhi coretan disana-sini, apa boleh buat. Jadi, ini poin-poin utamanya:”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ο Insidennya tidak diselesaikan dengan kekerasan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ο Insidennya mempengaruhi seisi sekolah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ο Ditengah-tengah insiden, ‘kami’ bersatu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ο Aksi protes simpatik terjadi sepanjang insiden&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Poin pertama dan poin terakhir mungkin saling berlawanan, tapi keduanya berkaitan dengan hal yang sama. Karena insidennya tidak diselesaikan dengan kekerasan, disinilah teori Mayaka membutuhkan perbaikan. Kedua poin di tengah hampir sama. Meskipun tidak sepenuhnya pasti apakah ‘kami’ ini mewakili seisi sekolah, rasanya cukup aman untuk menganggap kalau ini tidak begitu berarti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak begitu puas dengan penjelasan tersebut. Seperti merasakannya, Satoshi menambahkan, “Katakanlah seperti ini. Kalau ‘kami’ berarti seisi sekolah, maka tentu saja seluruh siswa ikut terlibat. Kalaupun bukan, kata ‘kami’ masih berarti ‘kami’ memutuskan untuk mendukung siapapun yang terlibat. Benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tadi menutup laporanku. Ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hening lagi. Chitanda bertanya lagi, hanya untuk jaga-jaga, “… Apakah ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh iya. Seperti baru saja terpikirkan sesuatu, aku mengacungkan tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satoshi, ‘Gerakan Legendaris’ yang disebut disini, apakah sama sekali berbeda dengan insiden yang sedang kita bicarakan? Rasanya mencurigakan kalau hanya dengan membaca artikel ini saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku hanya bertanya untuk memastikan sesuatu. Seperti yang kuduga, Satoshi menggelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak tahu. Tidak ada bukti yang menyatakan apakah insiden tersebut adalah insiden yang kita bahas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak tahu, katamu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia terdengar tenang, jawabannya terdengar gegabah. Walau pengetahuannya dalam dan luas , dia bisa agak tak acuh dengan bagaimana ia menggunakannya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu informasimu bisa dibilang tidak berguna dong,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya? Sudah kukira begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa maksudmu sudah kau kira begitu!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara menyelang, “Ada bukti yang mendukungnya, sih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Insiden yang kita selidiki menyebabkan kericuhan yang lumayan besar ‘kan? Kita mengetahuinya dari bunga rampai kedua klub. Insiden ini dan ‘Gerakan Legendaris’ adalah kejadian yang berbeda, karena walaupun keduanya mirip, salah satunya dengan jelas diberi label ‘legendaris’ disini, ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menepukkan kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, benar. Jadi itulah sebabnya artikelnya berkata demikian. Kau hebat sekali, Mayaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, kurasa kau bahkan tidak mencoba memikirkannya sama sekali sebelumnya. Begitu rupanya, apa yang dikatakan Ibara memang masuk akal. Jika kita tidak bisa menentukan apakah dua benda sama atau tidak, maka kita hanya perlu mengasumsikan bahwa keduanya memang berbeda sejak awal, tentu saja dengan asumsi yang logis seperti yang diperlihatkan Ibara. Selain itu, aku tidak akan membuang-buang energi bersusah payah hanya untuk mencari buktinya. Aku melambaikan tanganku menyatakan kalau aku menerima penjelasan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada pertanyaan lagi yang diajukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, mari kita dengan hipotesis nya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, Satoshi tersenyum pahit setelah ditanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aahh, hipotesis ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa ada yang salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chitanda-san, aku bukan bermaksud mengganggu ketertiban pertemuan ini, tapi aku sama sekali tidak bisa membuat teori apapun. Walaupun aku memang bilang kalau kita akan melakukan penelitian kita masing-masing, yang aku temukan hanyalah bunga rampai ini… yang bisa aku lakukan Cuma memperbaiki teori Ibara saja. Lagipula,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu Satoshi akan mengeluarkan salah satu mottonya: &#039;&#039;Kesimpulan tidak bisa…&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesimpulan tidak bisa dibuat dari database saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, Satoshi tidak mengeluarkan teori sama sekali. Apa boleh buat, aku juga bukannya mengharapkan banyak darinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walau sekarang masalahnya ada padaku. Sial, sekarang aku menyesal karena tidak membaca materi penelitianku. Aku memang sudah punya teori sendiri dalam pikiranku, jadi aku mengabaikan keraguan dalam hatiku dan melanjutkan pertemuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, Oreki-san, kamu bisa mulai kapan saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangguk dan menyebarkan salinan catatan, sambil melirik pada catatanku sendiri ketika aku melakukannya. Seperti materi Satoshi, salinanku tidak mengandung banyak yang relevan dengan insiden yang kami bahas. Hanya berisi sebuah daftar dari fakta membosankan; informasi itulah yang aku teliti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;1967&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peristiwa di Jepang dan Dunia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
■ Produk Bruto Nasional Jepang melampaui 45 triliun yen menjadi ekonomi terbesar ke-3 di dunia kapitalis. Pada 1968, diperkirakan akan melompati Jerman Barat naik ke peringkat 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
■ Petir menyambar sekelompok siswa SMA Fukashi dari Kota Matsumoto, Prefektur Nagano, saat mereka melakukan pendakian di Gunung Nishino, menyebabkan 11 orang meninggal dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
■ Aktivisme mahasiswa meningkat di Universitas Waseda dengan para mahasiswa ikut serta dalam aksi besar-besaran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Maju ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|Bab 7]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=393354</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=393354"/>
		<updated>2014-09-29T03:45:46Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* 6 – Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==6 – Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang (incomplete)==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir Juli, dan liburan musim panas sudah dimulai. Seperti biasanya, hari ini aku naik sepadaku menuju SMA Kamiyama. Butuh 20 menit berjalan kaki untuk mencapai sekolah dari rumahku, tapi aku juga tidak tahu butuh berapa lama untuk mencapai sekolah menggunakan sepeda. Sambil beristirahat, aku mampir untuk membeli sekaleng kopi hitam dari sebuah mesin penjual otomatis. Aku lalu mengikuti tepian sungai dan berbelok di rumah sakit sebelum akhirnya sampai di depan SMA Kamiyama. Dan disana, aku berdiri terkagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas seharusnya sudah dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi lapangan olahraga dipenuhi dengan peralatan dan siswa yang berpakaian seragam musim panas. Aku bisa mendengar music yang dimainkan berbagai alat music tiup, gitar listrik, dan seruling bambu. Meskipun Blok Kelas Khusus agak jauh dari sini, aku tahu disana juga ada banyak siswa. Mereka semua, pastinya, disini utuk mempersiapkan Festival Kanya. Sisi enerjik dari SMA Kamiyama baru mulai lebih aktif sekarang karena memasuki liburan musim panas. Kerumunan orang bergerombol seperti sekelompok semut seakan berkata “Oke, semuanya, festival akan segera datang! Sekarang setelah kelas-kelas yang menyebalkan sudah menyingkir, ayo berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandangi orang-orang yang penuh energy ini sambil melihat ada seseorang yang berlari ke arahku. Fukube Satoshi, berbaju casual dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek, sambil membawa tas gendong kecil yang terlihat sporty di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, nungguin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan gembira mendengarkan Klub Acapella latihan bernyanyi di lapangan tengah, dan Satoshi membuatku harus menoleh dengan suara yang mengerikan. Aku berpikir untuk memutar sepedaku dan pulang, namun aku berubah pikiran dan berlanjut berjalan ke arahnya dan bergerak seperti akan menendangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Woah, Houtarou! Kenapa tiba-tiba kau anarkis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kau bisa bicara begitu! Apa kamu tidak punya malu, tidak tahu kapan tidak boleh mengganggu ketenangan orang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengangkat kedua bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya memang dia tidak punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, maaf, kumpul Klub Kerajinan Tangan nya agak ngaret”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya apa sih yang kalian bicarakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan merajut Karpet Mandala seperti milik orang Buddha untuk Festival Kanya. Tapi kami menemui beberapa masalah, jadi kita kumpul untuk membicarakan kemungkinan yang lainnya tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, Kau sudah bekerja keras. Tidak hanya kamu, tapi juga Toogaito, atau bahkan seisi sekolah untuk hal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, Kau sudah menyiapkan catatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku bertanya datar, Satoshi hanya melempar balik pertanyaan itu padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana denganmu? Bukan hal yang biasa kau lakukan kan. Sudah ada yang kau pikirkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa agak malu untuk menjawab pertanyaannya, jadi ku jawab, “Yaa begitu deh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Jarang-jarang nih. Biasanya kau akan mencoba mencari alasan dan menghindari pertanyaan semacam itu… Yah terserahlah, aku ambil sepedaku dulu, jadi tunggu disini sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Satoshi dengan seenaknya membuatku menunggu sementara dia berlari menuju tempat parkir sepeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kenapa aku menunggu Satoshi disini ketika semestinya aku sedang tidur seakan tidak ada hari esok selama Libur Musim Panas yang berharga, kita harus kembali ke satu minggu yang lalu, hari dimana kami hampir saja menemukan kebenaran tentang Sekitani Jun, yang seharusnya tertulis di Volume pertama buku antologi “Hyouka”, hanya untuk menemukan bahwa volume tersebut tidak ada. Karena kami tidak bisa maju tanpa volume pertama itu, aku memberitahu diriku untuk tidak bekerja keras untuk mencari jawabannya. Tapi ternyata sudah terlambat, karena aku tanpa sadar sudah menyebrangi sungai Rubicon&amp;lt;ref&amp;gt;Saya tidak tahu apa sudah disebutkan sebelumnya. ‘menyebrangi sungai Rubicon’ berasal dari idiom bahasa Inggris “Crossing the Rubicon”, yang artinya “melalui titik yang tidak ada jalan kembali/ tidak bisa ditarik lagi”. Crossing the Rubicon diambil dari sejarah Itali dimana pasukan militer yang dipimpin Caesar yang menyebrangi Sungai Rubicon demi mengejar Pompeius – saya tidak hapal nama lengkapnya – waktu itu diberlakukan larangan pada pasukan militer untuk menyebrangi sungai Rubicon untuk mencegah perang internal di kekaisaran Romawi.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu tidak ada gunanya membujuk Chitanda untuk melepaskan kasus ini, jadi aku mengajukan jalan tengah. Kalau kita akan menginvestigasi masa lalu, hanya kita berdua tidak cukup. Seperti kata pepatah, “3 berarti ramai”. Mungkin agak sulit baginya, tapi aku menjelaskan padanya kalau kita memiliki kemungkinan yang lebih baik dalam menyelesaikan kasus ini dengan bantuan Satoshin dan Ibara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Chitanda mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa kita tidak punya pilihan lain kalau begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia meminta untuk menjaga rahasia ini hnaya diantara kami berdua di Café Pineapple Sandwich, aku akhirnya mengecewakannya. Aku tidak tahu apakah karena Chitanda benar-benar menyadari bahwa dia akan membutuhkan semua bantuan yang bisa dia dapat, atau karena dia tidak lagi menganggap penting petunjuk yang ia dapatkan sebelumnya, atau bisa juga karena nona kita ini hanya senang bertindak semaunya; pokoknya, ia mengadakan pertemuan mendadak dengan Klub Sastra Klasik esok harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana, Chitanda mengulangi apa yang dia katakan padaku dan menutupnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada paman saya 33 tahun yang lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara langsung menerima tantangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ilustrasi halaman depannya menarik. Kalau kita bisa memecahkan kasus ini dan menemukan latar belakang ceritanya, aku bahkan bisa menggunakannya sebagai materi untuk publikasi di Klub Penelitian Manga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menambahkan, “Kisah Fiksi Heroik dipecahkan oleh junior mereka 33 tahun kemudian, ya? Aku juga kebetulan sedang meneliti hal-hal dari periode itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setuju dengan kedua tangan terangkat. Sementara aku tidak ada keinginan untuk bicara, karena aku juga tidak punya kekuatan veto, aku memnutuskan untuk bicara saja mumpung kami sedang membicarakan kasusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kita juga masih mencoba memutuskan apa yang akan kita tulis untuk essai antologi kita, kenapa tidak kita gunakan saja cerita Chitanda untuk mengisi halamannya… um, maksudku, supaya sekali dayung dua tiga pulau terlewati… maaf, maksudku, menulis sesuatu yang bermakna didalamnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usulan Menghemat-Energi milikku, meskipun lumayan kelihatan jelas, diterima dengan suara penuh. Kemudian, Investigasi insiden Klub Sastra Klasik SMA Kamiyama 33 tahun yang lalu menjadi prioritas Klub Sastra Klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengendarai sepeda gunung. Karena dia mengenakan celana pendek, kau bisa melihat otot-otot yang kokoh, yang tidak sesuai dengan posturnya yang pendek, pada kakinya. Untuk seseorang yang lebih tertarik pada bahasa, satu-satunya olahraga yang aku ketahui ia tertarik adalah bersepeda.&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, sepedaku adalah semacam sepeda kumbangm jadi tidak banyak yang bisa dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami bersepeda sepanjang pinggir sungai dan menjauh dari jalan raya. Perlahan-lahan jarak antara rumah-rumah digantikan oleh sawah-sawah yang luas. Demi bersembunyi dari teriknya matahari, kami berhenti di sebuah toko tembakau, aku mengambil handuk kecil dari tasku untuk menyeka keringat yang terus menerus menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, keringat sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukanlah sesuatu yang bakal pernah aku katakan. Malahan, aku heran kenapa orang harus bergerak untuk mencapai tempat tujuan mereka. “Revolusi Informasi belum berhasil. Kawan-kawan, kalian harus terus berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satoshi, apa kita sudah dekat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menaruh kembali sapu tangannya ke dalam kantong dan menjawab, “Yup. Kita hampir sampai. Kalau mengikuti kecepatanmu tentunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau akan kaget kalau kau melihat rumah mereka. Keluarga Chitanda merupakan salah satu pemilik perkebunan terbesar di Kota Kamiyama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasa aku menantikannya kalau begitu. Aku akan sangat senang untuk mendengar bagaimana mereka melakukan bersih-besih di musim semi mereka di tempat seluas itu. Setelah kembali menyeka keringat dengan handuk, aku meletakkan kakiku di pedal dan melanjutkan perjalanan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kami mulai beranjak, Satoshi mengambil alih di depan dan menunjukkan jalan. Setelah melewati beberapa lampu merah, kami sampai di sebuah jalanan lurus yang panjang, dimana sepeda kami bisa berjajar. Sepanjang jalan ini tidak ada apa-apa selain lading perkebunan dan sawah di kedua sisi jalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memutar pedalnya dan mulai bersenandung dengan riang. Tersenyum adalah semacam wajah resminya, tapi hari ini dia terlihat lumayan senang. Aku memutuskan untuk bertanya, “Satoshi,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lagi senang ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menoleh padaku dan menjawab ceria, “Tentu saja. Karena aku suka bersepeda. Lihatlah langit yang biru! Dan awan yang putih! Tidak peduli seberapa biasanya mereka terlihat, rasa gembira ketika melihatnya sambil bersepeda dengan kecepatan tinggi seperti…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menyela niat Satoshi untuk bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kupikir kehidupan SMAmu biasa saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba terlihat suram, Satoshi menjawab, “Oh… maksudmu soal Warna Mawar itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatan yang bagus, terutama karena terakhir kali kita membicarakannya hampir tiga bulan yang lalu. Entah kenapa Satoshi melambat dan melihat ke depan sambil berkata, “Kau tahu, kurasa kehidupan SMA ku lumayan berwarna bagai mawar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tidak, rasanya lebih mirip shocking pink.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, itu juga bagus. Kalau begitu, kehidupanmu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah pernah mengatakannya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena suaraku hampir sama sekali tidak meninggi, Satoshi tidak menertawakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Jangan salah paham ya, aku tidak bermaksud untuk mengejekmu waktu bilang kehidupan SMA mu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Contohnya, kalau hidupku warna shocking pink, maka tidak ada yang akan bisa mewarnainya seperti warna mawar. Aku tidak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung mengejek wajahnya yang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Kupukir sudah diwarnai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja belum!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Satoshi dengan jawaban, yang secara mengejutkan, tegas dan melanjutkan, “Belum, Houtarou. Aku sudah sibuk dengan panitia OSIS dan Klub Kerajinan Tangan, menurutmu aku akan bilang begitu? Kau pasti bercanda. Mau membantu mengatur jadwal kegiatan untuk Festival Kanya , atau merajut karpet Mandala, aku menikmati setiap momennya. Kalau tidak, memangnya siapa yang akan mengorbankan bersepeda yang menyenangkan atau Liburan Musim Panas Cuma untuk pergi ke sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada orang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada waktu dimana  seseorang harus meminjamkan kemampuan dan hadir demi kepentingan masyarakat yang lebih besar. Meski begitu, kau tipe yang tidak akan tergerak ‘kan? Untuk orang yang ‘berwarna abu-abu’ sepertimu, seandainya seorang pemimpin bilang ‘semua orang berwarna seperti mawar’, kau akan melambaikan tanganmu dan bilang ‘jangan ajak aku’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu semua dalam satu tarikan napas, dia mulai sedikit tenang dan melanjutkan, kalau aku mau benar-benar mengejekmu, aku akan menyebutmu tidak berwarna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi terdiam setelah mengatakan itu. Aku merenungkan jawabannya sambil membiarkan kulitku terbakar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan membuat wajah suram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan bilang aku ingin jadi sepertimu atau sejenisnya, tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu maksudku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi meninggikan suaranya dan tertawa. Dia lalu mengatakan, “Lihatlah, Houtarou, kita sudah sampai di kediaman keluarga Chitanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai dengan penggambarannya, ‘Kediaman’ Chitanda dibangun di tengah-tengah padang sawah yang luas. Dibangun dalam bentuk bungalo bergaya Jepang dikelilingi oleh pagar. Suara air mengalir menandakan adanya kolam di tamannya, yang dikelilingi oleh pepohonan pinus yang dipangkas dengan baik. Dan di depan pintu gerbang besar yang terbuka, terlihat orang-orang sedang melakukan ritual menyiramkan air&amp;lt;ref&amp;gt;Uchimizu, semacam ritual dimana orang-orang menyiramkan/ menyipratkan air ke jalanan atau taman untuk mengurangi debu dan mendinginkan jalan terutama di hari-hari musim panas. Selengkapnya bisa lihat di Wiki &amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
“Bagaimana? Lumayan hebat ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Satoshi sambil membusungkan dadanya, meskipun aku bukan ahli arsitektur atau gardening Jepang. Meski aku tidak tahu seberapa hebatnya kediaman ini, aku merasa ada kesan anggun dan berwibawa dari kediaman tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kami sedang mengagumi kompleks tersebut, aku melirik jam tanganku. Kami lumayan tepat waktu… Tidak, sepertinya kami agak telat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo, Chitanda dan Ibara sudah menunggu,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya… ngomong-ngomong, Houtarou,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya kita harusnya menunggu pelayan-pelayan untuk datang menjemput kita?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memutuskan untuk mengabaikannya. Aku melangkah ke beranda depan dan membunyikan bel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ya~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu beberapa saat, pintunya dibuka oleh Chitanda sendiri. Flu musim panasnya sepertinya sudah sembuh karena ia berbicara dengan suara yang biasanya lagi. Ia membiarkan rambutnya yang panjang menjuntai ke bahunya tanpa mengikatnya, dan memakai baju terusan berwarna hijau muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf membuat kalian menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendengar Satoshi berdecak, seakan kecewa karena tidak ada pelayan yang menyambut kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melepas sepatu kami di pintu masuk yang di beton, Chitanda memandu kami melewati koridor yang terbuat dari kayu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana kalian memarkir sepeda kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita boleh parker dimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana saja boleh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kenapa bertanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian, kami dipandu menuju sepasang pintu geser tradisional, dan angin sepoi yang sejuk keluar setelah membukanya. Karena langit-langitnya tinggi, ruangannya terasa sejuk dan menyegarkan. Ukuran ruangannya sekitar… 15 meter persegi. Besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian terlambat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara sudah datang. Sepertinya ia ada sedikit urusan di sekolah sebelumnya, karena ia datang sambil mengenakan seragam. Ada meja berwarna coklat gelap yang memantulkan cahaya temaram, dan di atasnya berserakan lembaran-lembaran kertas. Pasti catatannya Ibara. Dia lumayan bersemangat soal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Duduklah dimanapun kalian suka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk dihadapan Ibara setelah dipersilahkan. Setelah Chitanda duduk di tengah, tempat duduk sisanya diduduki oleh Satoshi. Adalah pemandangan yang jarang untuk melihat seseorang dengan tas ransel duduk di dalam ruang tamu bergaya tradisional Jepang&amp;lt;ref&amp;gt;Tokonoma. Ruangan dalam desain rumah tradisional jepang yang biasanya digunakan untuk menyambut tamu. Dalam tokonoma biasanya dipajang benda-benda seni seperti lukisan, kaligrafi, ikebana, dan bonsai.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Membuka tasnya, Satoshi mengeluarkan berlembar-lembar kertas. Ibara terlihat sangat siap sambil memainkan pulpennya, sementara Chitanda menumpuk lembaran kertas diatas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kita mulai pertemuan penyelidikan kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami semua membungkuk dan memberi salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pertemuan ini dipimpin oleh Chitanda, karena ia-lah ketua klubnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kita konfirmasi agenda pertemuan hari ini. Semuanya dimulai dari kenangan saya. Lalu, saat kita menemukan bunga rampai Hyouka, saya menyadari apapun yang terjadi dengan Klub Sastra Klasik 33 tahun yang lalu ada hubungannya dengan kenangan saya ini. Tujuan pertemuan hari ini adalah untuk menebak apa yang terjadi 33 tahun yang lalu. Selanjutnya, fakta apapun yang telah dikonfirmasi akan digunakan sebagai materi untuk esai dalam bunga rampai Klub Sastra Klasik tahun ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Ibara lebih tertarik pada desain ilustrasi cover Hyouka, ia tidak terlihat begitu kecewa dengan proklamasi dari Chitanda. Mungkin ia menyadari ilustrasi itu ada hubungannya dengan insiden itu sendiri, atau Chitanda sudah memberitahunya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama seminggu terakhir ini, kita sudah mengumpulkan berbagai bahan untuk diteliti, dan karenanya kita akan melaporkan penemuan kita dan menyimpulkan kesimpulan yang paling mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh? Memangnya pertemuan hari ini soal itu? Terakhir kali aku dengar, Chitanda hanya memberi tahu kami untuk membawa materi apa saja yang bisa kami temukan. Aku tidak ingat ada soal membuat kesimpulan… Tapi karena Satoshi dan Ibara tidak terlihat kaget sedikit pun, ini berarti memang aku yang tidak memperhatikan. Sial, sepertinya aku harus melewatinya entah bagaimana, tapi perutku masih terasa tidak enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa membawa selembarpun agenda bersamanya, Chitanda menatap kami satu per satu dan menjelaskan dengan lancar, “Kita akan bergiliran melaporkan penemuan kita, diikuti oleh pertanyaan dari anggota yang lain, membuat hipotesa, dan meninjau ulang hipotesa yang dikeluarkan. Tidak boleh bertanya selama melaporkan… ini untuk mencegah kata-kata kita bercampur aduk. Kalau begitu, sekarang kita dengarkan laporan pertama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, ia pemimpin yang lumayan bagus. Siapa yang tahu, ia mungkin memiliki bakat untuk hal seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, bukan, dia memang memberi tahu aku kalau dia tipe orang yang akan mencari tahu keseluruhan system, jadi tidak mengejutkan kalau dia begitu ahli dalam aturan memimpin pertemuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kita mulai laporan pertama… oh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chi-chan, memangnya siapa yang akan lapor pertama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, siapa ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Dan ia bicara aneh lagi. Aku heran apakah ia hanya mudah dimengerti atau keteraturannya hanya terbatas pada tindakannya sendiri. Aku bicara pada Chitanda yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“siapa saja boleh. Bagaiman kalau kamu mulai duluan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena biasanya pemimpin yang mulai bicara pertama kali, kan? Toh, bukannya Chitanda juga tidak akan melaporkan apapun. Dan karena ia yang menentukan cara melaporkannya, sekalian saja ia juga yang memulai pertama dan membaut pertemuan berjalan lancar. Ia mengangguk dan berkata, “Oh, kamu benar. Kalau begitu, sekarang… kita akan melaporkan satu persatu berurutan sesuai arah jarum jam dimulai dari saya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mulai membagikan catatannya di atas meja setelah berkata begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya selirik dan aku tahu kalau ini adalah sumber dari penyelidikan ini, kata pengantar dari “Hyouka volume 2”. Jadi begitu, ia mulai dari awal mulanya ya? Walau aku tidak akan bilang kalau ini adalah gayanya yang biasa. Aku sekali lagi membaca paragraph yang pernah aku lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Kata Pengantar&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dan akhirnya, kami melakukan Festival Kebudayaan lagi tahun ini.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Telah setahun berlalu, sejak Sekitani-senpai meninggalkan kami.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Selama tahun ini, Senpai telah menjadi legenda dan menjadi seorang pahlawan. Sebagai hasilnya, Festival Kebudayaan akan berlangsung 5 hari seperti biasanya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Akan tetapi, sembari legenda itu menyebar, aku berpikir dalam. Apakah orang-orang sepuluh tahun dari sekarang akan tetap mengingat sang pejuang yang pendiam dan pahlawan yang baik hati? Yang ditinggalkan senpai hanyalah bunga rampai ‘Hyouka’ ini, yang ia pilihkan sendiri namanya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sebagai pengorbanan dari konflik itu, bahkan senyuman senpai akan berakhir pada arus waktu menuju keabadian.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak, mungkin lebih baik jikalau kita tidak mengingatnya. Karena kisahnya sama sekali tidak dimaksudkan sebagai kisah pahlawan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sekali subjektivitasnya dihilangkan, cerita ini akan menjadi sastra klasik karena melampaui semua perspektif sejarah.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Akankah datang sebuah waktu dimana kisah kami menjadi cerita klasik untuk seseorang di masa yang akan datang?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;13 Oktober 1968, Kooriyama Youko&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdeham, Chitanda mulai menjelaskan, “Ini diambil dari bunga rampai ‘Hyouka’. Untuk mengetahui artikel seperti apa yang diterbitkan Hyouka setiap tahunnya, seseorang harus membaca kata pengantarnya dan menemukan topik apa saja yang dibahas. Sayangnya, meskipun begitu, paragraf ini adalah satu-satunya yang menyebutkan tentang insiden 33 tahun yang lalu. Mungkin saja sebenarnya dituliskan di tempat lain, tapi kita tidak memiliki jilid pertamanya… Lalu, saya sudah meringkas poin-poin utama dari kata pengantar ini di dalam catatan disini,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu membagikan fotokopi untuk halaman kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.	“Senpai” telah pergi. (dari mana?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.	“Senpai” menjadi seorang pahlawan 33 tahun yang lalu, dan telah menjadi legenda setahun kemudian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.	“senpai” adalah seorang “pejuang yang pendiam” dan “pahlawan yang baik hati”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.	“Senpai” memberi nama bunga rampai ini ‘Hyouka’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.	Terjadi sebuah konflik dan terjadi pengorbanan (senpai=korban?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke, barusan itu singkat dan langsung ke poin-nya. Aku tidak bisa menahan untuk menghela napas dalam heran, tapi kalau dipikir-pikir, meskipun Chitanda merupakan gumpalan Rasa Ingin Tahu itu sendiri, ia juga seorang siswa teladan. Kalau ia tidak tahu bagaimana cara meringkas, ia tidak akan bisa mendapat nilai setinggi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memastikan semua orang sudah membaca catatannya, Chitanda melanjutkan dengan penjelasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama-tama, ‘Senpai’ disini, dengan kata lain, paman saya, mengundurkan diri dari SMA Kamiyama. Tingkat pendidikan terakhirnya adalah tingkat SMP. Saya berharap kalian semuanya mengerti yang saya katakana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ini pertama kalinya aku mendengar Chitanda menyebutkan bahwa Sekitani Jun mengundurkan diri dari SMA Kamiyama, aku tidak begitu terkejut. Lagipula, tidak sulit menebaknya dari kalimat pembuka kata pengantar tadi: “sejak Sekitani-senpai meninggalkan kami”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, Chitanda mungkin tidak tahu alasan kenapa pamannya mengundurkan diri dari sekolah… tidak, ia benar-benar tidak tahu. Seandainya ia tahu, dia pasti sudah menyebutkan soal itu. Kalau dipikir-pikir, waktu di Café Pinapple Sandwich, ia memang menyebutkan kalau keluarga Sekitani dan Chitanda sudah menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kedua, kata pengantar ini melebih-lebihkan tentang bagaimana waktu telah berlalu. Poin yang ketiga menarik; selain menyebutkan senpai sebagai baik hati dan pendiam, beliau juga digambarkan sebagai seorang ‘pejuang’ dan ‘pahlawan’. Apa yang beliau perjuangkan? Poin kelima hanya mengiyakan bahwa ‘Senpai’ berjuang dalam suatu konflik dan menjadi pahlawan, dan sebagai akibatnya dijadikan korban. Untuk poin yang keempat… walaupun saya penasaran soal ini, poin ini tidak relevan dengan masalah yang dihadapi sekarang. Ini menutup laporan saya, apakah ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tidak begitu melenceng, aku tidak banyak Tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun normalnya si Eksentrik (alias Satoshi) mengacungkan tangan dalam kelas, dalam perkumpulan seperti ini dimana hanya ada sedikit orang dan semua orang saling mengenal satu sama lain. Jadi sebagai gantinya, Ibara-lah yang langsung mulai bertanya, “Hm, kenapa kalimat ‘Karena kisahnya sama sekali tidak dimaksudkan sebagai kisah pahlawan’ ini tidak dipertimbangkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi tentu saja tahu jawabannya. Walaupun dia ingin bicara, dia menahan diri dan melihat ke arahku. Dia bisa lumayan sopan kalau situasinya menuntut demikian, tidak ingin menyela Chitanda saat ia menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, karena Chitanda lah yang ditanya, ia segera menjawab, “Kalimat itu hanya ide si penulis, karena orang yang berbeda akan memiliki pandangan yang berbeda pula tentang apa yang disebut sebagai cerita kepahlawanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu Chitanda menyelesaikan penjelasannya, Satoshi langsung menambahkan, “Kalimat itu mungkin bermaksud kalau ceritanya tidak seromantis cerita pahlawan, tapi lebih mirip pertarungan kotor. Jadi aku rasa kalimat ini tidak hanya merupakan ide saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara terlihat terbujuk dengan penjelasan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada pertanyaan lain yang diajukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, akan saya mulai hipotesis saya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda tidak terdengar percaya diri, tidak juga terdengar tidak yakin, tapi hanya seperti biasanya. Ia tidak memegang memo apapun sambil memulai, “Paman saya sepertinya terlibat dalam suatu konflik, dan setelah itu, ia mengundurkan diri dari sekolah. Saya kurang begitu yakin, tapi menurut saya konflik tersebut yang mendorong pengunduran diri paman saya. Ada satu poin lagi yang perlu dipertimbangkan selain kelima poin yang saya sebutkan: kalimat pembuka ‘telah setahun berlalu sejak’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, paman saya meninggalkan sekolah setahun sebelum Festival Kanya, artinya ketika Festival Kanya sebelumnya. Ngomong-ngomong, saya mendengar dari seorang teman yang bersekolah di SMA Swasta Kamiyama kalau ada insiden di Festival Kebudayaan mereka tahun kemarin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi berkata dengan riang, “Kalau tidak salah disebut Kerusuhan di Festival Kebudayaan. Kios-kios diancam dan laporan penjualan menghilang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada pepatah yang mengatakan, selama system masih ada, akan ada yang menentangnya. Apakah itu Festival Kebudayaan, Festival Olahraga ataupun Upacara Kelulusan, ada akan orang-orang yang menentang acara-acara tahunan seperti itu. Satu hal lagi, mohon lihat halaman 24 dari Buku Pegangan Siswa SMA Kamiyama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berkata begitu, tidak ada yang bisa mengeluarkan Buku Pegangan Siswanya. Tentu saja, memangnya ada yang akan selalu membawanya kemana-mana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Apa ada yang salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya kami meninggalkan buku pegangan kita di rumah. Jadi apa yang tertulis disitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jangan-jangan kalian tidak selalu membawanya bersama kalian? Oh, lupakan saja. Umm, bunyinya begini, ‘dilarang keras melakukan tindak kekerasan’. Jadi inilah teori saya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mengubah nada suaranya, Chitanda melanjutkan, “Ada gangguan yang tidak diharapkan pada Festival Kebudayaan pada tahun itu, dan kemungkinan paman saya meresponnya dengan kekerasan fisik. Meskipun beliau menjadi pahlawan, beliau harus bertanggung jawab atas tindakannya menggunakan kekerasan. Akibat tragisnya setelah itu membuat adik kelasnya menulis eulogi atas kepergiannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmmm…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Satoshi bicara berbarengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Salah,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Chitanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara lalu menoleh, bukan ke arah Chitanda tapi pada kami, heran atas apa yang sedang kami pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa teorinya salah? Bisakah kalian memberitahu alasannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda bicara dengan pelan dan melihat ke arahku dengan ekspresi serius. Aku hanya mengangkat bahuku dan membalas, “Kau bilang ada orang-orang yang akan menentang system dan menyebabkan kerusuhan di Festival Kebudayaan. Tapi ini akan mengharuskan agar kios-kios memiliki penjualan yang tinggi agar menarik seseorang untuk mencuri dari mereka. Lagipula, apa kau ingat apa yang aku katakan waktu kau mengajukan supaya kita menerbitkan bunga rampai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda memutar matanya perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bilang terlalu banyak yang perlu dilakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu. Yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang lain? Umm… Kamu juga bilang tiga penulis itu berlebihan, tapi sekarang kita punya empat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Apakah aku harus memujinya atas ingatan nya yang luar biasa itu? Tidak akan. Aku mengakui kemampuannya dalam mengingat hal-hal seperti ini, tapi Chitanda, secara teknis, waktu aku mengatakan itu, anggota kami masih tiga orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kamu mennyebutkan alternatif lain selain menerbitkan bunga rampai, seperti,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya ia sampai pada poin utama. Ia menepukkan tangannya di depan dada dan berkata, “Mendirikan kios pameran, dan saya berkata,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bilang sendiri kalau kios-kios pameran itu biasanya dilarang. Aku juga mengingatnya. Kalau begitu, tidak ada ruang untuk menghasilkan uang di Festival Kanya. Menurutmu orang bisa menemukan barang berharga yang bisa dicuri dalam acara seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan tidak percaya dengan argument seperti itu, Chitanda memiringkan kepalanya dekat dan berkata, “Tapi ada kemungkinan begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau mungkin tidak ada nilai uangnya, saya rasa ada nilainya bila dilihat dari aspek lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ugh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Oke, yang ia katakana ada benarnya. Kalau ia mengatakannya seperti itu, tidak ada lagi yang bisa kukatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi tertawa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar tidak pintar dalam hal begini ya, Houtarou. Kau tidak bisa meyakinkan Chitanda-san seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’? Kalau begitu bagaimana dengan pendapatmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesuatu yang aku tahu tidak akan disanggah paling tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi lalu pura-pura berdehem dan memulai, “ ‘Untuk setiap system ada kelompok orang yang menentangnya’; itu cara yang menarik untuk membahasakannya, Chitanda-san. Kemungkinan besar perkataan ini benar. Tapi bentuk perlawanannya bergantung pada gaya pada jaman tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun benar adanya kalau ada waktu-waktu dimana insiden terjadi selama Festival Kebuadayaan, kebanyakan, pelakunya bertindak demi tujuan materialistic. Tapi tidak bisa dikatakan ‘tidak ada gangguan’ ketika motifnya tidak materialistic. Kau perlu ingat kalau kejadian ini terjadi 33 tahun yang lalu, jadi untuk mengatakan bahwa keuntungan materialistic dari gangguan yang terjadi adalah hampir tidak mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gaya pada jaman tersebut? Maksudnya gaya perlawanannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ingin dia katakana sebenarnya? Aku bisa merasakan adanya maksud lain darinya. Begitupula Ibara dan Chitanda, yang memandang Satoshi kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kenapa begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mendorong Satoshi untuk melanjutkan saat ia bertingkah sok penting dalam diam. Dia mengangguk puas dan berkata, “Kau mungkin tidak mengerti kalau aku mengatakan 33 tahun yang lalu, tapi bagaimana kalau aku menggunakan kata-kata ‘tahun 1960-an’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi terlihat lumayan gembira. Biasanya aku tidak akan membuang begitu banyak tenaga untuk bersaing dengannya untuk mendapat pengetahuan seperti itu, tapi rasanya menyedihkan sekali melihatnya dalam mood yang bagus sambil menyombongkannya. sayangnya, aku tidak banyak tahu soal sejarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana, Mayaka? Kau bisa menebaknya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mungkin tidak tahu juga. Ia membuat pose menyerah sambil mengepalkan kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Fuku-chan, aku tidak bisa memikirkan kemungkinan apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’? Bagaimana kalau Gedung Parlemen Nasional di Tokyo?...Mau tambahan petunjuk? Apa plakat dan demonstrasi mengingatkan kalian pada sesuatu?... Aku bicara soal pergerakan pelajar disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami saling melihat dalam kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berpikir candaan macam apa yang sedang dilakukannya, Satoshi tidak terlihat muram sedikitpun. Jadi aku membalasnya, “Satoshi, kenapa kita tiba-tiba dapat pelajaran Sejarah Jepang modern, sih? Kalau kau mau mengadakan acara kuis, kita bisa melakukannya setelah kita mengatasi masalah ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Satoshi tetap membuat ekspresi serius dan berkata, “Justru, aku sedang mengatasi masalahnya. Dengar ya, berdasarkan teori Chitanda-san, kekerasan di wiliyah kampus seperti yang disebutkannya adalah hal yang lumayan biasa terjadi pada tahun 1960an. Waktu itu adalah era dimaan terjadi banyak konflik antara yang pro-pembangunan dan anti-pembangunan, jadi seseorang mungkin memanfaatkannya sebagai pelampiasan dan meniru aksi mereka. Ini bukan hanya sekedar tren.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… jangan mengatakannya seakan kau melihatnya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kan sudah pernah kubilang, aku sedang meneliti periode ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memperlihatkan senyuman ‘tak terkalahkan’ kebiasaannya kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm, meski tanpa pelajaran Sejarah Modern singkat dari Satoshi, aku kurang lebih sudah mengetahuinya. Tidak tidak wajar untuk semacam insiden terjadi selama Festival Kebudayaan 33 tahun yang lalu. Walau aku tidak mempunyai cara untuk mengetahui apakah hal itu benar tanpa semacam kemampuan penyelidikan (aku juga tidak peduli), tetapi, mengesampingkan candaan Satoshi, teori semacam itu bukanlah tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, Begitu ya… memang benar saya tidak mempertimbangkan kejadian dijaman itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda seperti mulai tergoyahkan oleh serangan Satoshi di titik kelemahannya. Teorinya sekarang seperti nyala lilin yang diterpa angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, Ibara angkat suara dengan antusias menyusul Chitanda, “Maaf, Chi-chan,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa teori Chi-chan tidak akan valid begitu aku melaporkan temuanku. Berikutnya giliranku, jadi kalau bisa, aku akan melanjutkan setelahmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau boleh jujur, aku agak kesal. Kenapa Ibara, kau semestinya tidak angkat suara? Tapi Chitanda tersenyum dengan ramah dan berkata, “Tidak, toh teori saya ternyata tidak cocok setelah ditinjau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap yang patut dihormati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya menarik hipotesis saya untuk sementara. Sekarang mari kita dengar dari Ibara-san, apakah kalian semua setuju?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang menentangnya. Adalah tepat membiarkan Chitanda menjadi moderator. Setelah Citanda mengenyampingkan teorinya sendiri, sekarang giliran Ibara untuk menyakinkan kalau teori semacam itu benar. Merupakan orang yang bijak, Ibara mungkin akan bicara dengan cara yang mudah dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, Ibara-san, silahkan dimulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salinan yang diberikan Ibara pada kami, bagaimana aku harus mengatakannya ya, ditulis dengan cara yang sepenuhnya berbeda yang mudah dimengerti. Jenis huruf dan tipografinya terlihat buram, dan kata-katanya sulit dibaca kata hurufnya kurang lengkungan. Di kertas B5 tertulis kalimat berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, kami, ‘Massa’, dapat melanjutkan kebebasan kami dan kegiatan Anti-Birokrasi tanpa hambatan. Meskipun ini sama sekali bukanlah ketundukan pada kekerasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari Persengketaan Besar-besaran Juni lalu, berkat dukungan heroik ketua Klub Sastra Klasik, Sekitani Jun, terhadap fragmatisme kami yang berani, pemandangan saat ‘Pemegang Kekuasaan’ mempermalukan diri mereka sendiri ketika perhitungan mereka justru menjadi senjata makan tuan, masih segar dalam ingatan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah salah satu dari bunga rampai Klub Studi Manga dulu. Judulnya ‘Kesatuan dan Salut Volume 1’, walau hanya ada 2 volume yang diterbitkan. Seperti buku Chi-chan, ini juga diterbitkan pada 32 tahun yang lalu. Aku rasa, kalau ‘Hyouka’ menyebutkan insiden ini, maka aku bisa menemukan sesuatu dengan mencari di perpustakaan. Seperti yang kukira, tidak banyak klub yang bertahan lebih dari 30-40 tahun. Awalnya aku piker Klub Studi Manga belum ada saat itu, tapi aku malah menemukan ini… Hebat, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu apakah penemuan bunga rampai itu yang hebat atau bunga rampai nya yang hebat. Kesatuan dan Salut… apa judul semacam ini yang digunakan pada jaman itu? Entah kenapa terdengar mencurigakan. Dan gaya prosa yang mereka gunakan! Ini justru lebih terdengar seperti yang akan digunakan oleh Klub Sastra Klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, jelaslah kenapa teori Chitanda dijatuhkan. Singkatnya, Festival Kebudayaan SMA Kamiyama dilaksanakan setiap bulan Oktober, tapi paragraf ini menyebutkan bahwa insidennya terjadi di bulan Juni. Jadi itulah sebabnya teorinya ditolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mengeluarkan notebook memo bergaya kuliahan dari kantung seragamnya dan melanjutkan, “Maaf, aku belum menulis ringkasan seperti Chi-chan, jadi akan kubacakan saja. Pertama, ‘kami, Massa’ telah dituduh sebagai anti-pembangunan. Terjadi ‘prasengketan&amp;lt;ref&amp;gt;Dalam bahasa jepang terdapat banyak kanji yang rumit sehingga sering kali terjadi kesalahan pengucapan. Ibara disini salah mengucapkan kata yang berarti &#039;perselisihan&#039; yang tertulis di dalam bunga rampai Klub Manga Klasik. sebagian makna dasar kanjinya hilang karena telah diterjemahkan karena kesulitan dalam menemukan padanan katanya dalam bahasa indonesia&amp;lt;/ref&amp;gt;’ di bulan Juni tahun sebelumnya. Mereka dibantu oleh Sekitani Jun, dan berakhir pada semacam pragmatism sebagai akibatnya. Ini menyebabkan masalah bagi ‘Pemegang Kekuasaan’. Sisa paragrafnya mungkin menarik, tapi sepertinya tidak mengandung hal yang relevan tentang insiden tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak merasa keberatan dengan laporannya, tapi memangnya apa ‘prasengketan’ itu? Aku menelusuri perbendaharaan kata di kepalaku dan tetap tidak menemukan apapun. Meskipun dari awal memang perbendaharaan kata yang kumiliki tidak sebanyak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku sibuk memikirkan apa yang dimaksud ‘prasengketan’, Chitanda melanjutkan pertemuannya, “Apakah laporannya sudah selesai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung bertanya, “Apa maksudnya ‘prasengketan’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi lalu segera bertanya balik padaku, “Memangnya prasengketan apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasar, kupikir kau tahu. Dia lalu mengambil salinan ‘Kesatuan dan Salut’ dan menunjukkan kata yang dimaksud padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudnya ini, ‘persengketaan’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi dia memang tahu maksudnya apa. Tanpa melihat ke salinan yang aku punya, dia langsung melanjutkan, “itu harusnya dibaca ‘persengketaan’, seperti dalam ‘persengketaan bersenjata’, konflik yang menyakitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Satoshi seperti tidak mengajariku apa-apa. Meskipun dia melihat ke arahku, dia lebih terdengar seperti sedang mengkritikku dengan keras karena salah mengucapkan kata tersebut, tapi aku menyadari dia menggunakan aku untuk mengoreksi Ibara juga. Apakah dia ahli atau tidak dalam melakukannya, Satoshi bisa lumayan pengertian. Walaupun aku tidak ada maksud untuk membantu, aku dengan keras kepala meneruskan, “Yaa, walau aku cuma punya kosa kata yang aku tabung 15 tahun, aku belum pernah melihat kata itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja. Biasanya kata ‘konflik’ dan ‘perselisihan’ yang akan digunakan, tapi ‘persengketaan’ sepertinya kata yang lebih populer digunakan di jaman itu. Kita masih melihat kata ini digunakan di jaman sekarang, tapi kebanyakan digunakan oleh Yakuza.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu, kalau dipikir-pikir… kata-kata seperti “akan pergi” untuk mengatakan “menghajar orang”. Penggunaannya terdengar kuno dan elegan, tapi tidak pas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi lalu berdehem keras dan menambahkan, “… tapi dalam bunga rampai ini, rasanya lebih seperti tiruan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara langsung bereaksi dengan suara ibara yang berapi-api, “Apa maksudmu ‘tiruan’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditanya seperti itu, Satoshi mengerang pelan. Dia biasanya percaya diri dengan bualannya, sehingga jarang sekali bisa melihat gelisah seperti itu sambil ia menjawab pelan, “Bukan, aku bukannya mau bilang kalau materi mu tiruan,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja bukan! Hmm, bagaimana aku harus mengatakannya ya? Pada dasarnya, pengarang dari paragraf ini tidak ikut dalam aksi apapun. Dia tipe orang yang akan menonton pertandingan olahraga tingkat universitas yang spektakuler dan menulis betapa terkesannya dia oleh permainannya, dan seperti itulah paragraf ini ditulis. Tapi ini bukan tiruan, hanya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertanya, “Jadi, tadi itu tentang apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, bukan apa-apa, hanya imaginasiku saja. Maaf soal itu Chitanda-san, apa kita bisa lanjut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang ketua mengangguk dan semua orang setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, apakah ada pertanyaan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya tidak ada yang punya pertanyaan lain. Saat ia hendak menyatakan teorinya, Ibara terlihat agak gugup sembari ia mencari hipotesis dalam catatannya dengan panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmmm, Oh iya. Ini hipotesisku. Meskipun ini akan menyanggah teori Chi-chan, kalian semua akan mengerti begitu kalian mendengarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami semua terdiam setuju. Karena bulan Juni dan Oktober berjarak terlalu jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengarangnya menyebutkan kalau para pengikut fragmatisme menyebabkan rencana Pemegang Kekuasaan menjadi bumerang. Hasilnya adalah ketua Klub Sastra Klasik berhenti sekolah sebagaimana yang disebutkan dalam ‘Hyouka’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, apa yang dimaksud dengan kegiatan fragmatik yang menyebabkan beliau harus berhenti sekolah? … Pandanganku sama dengan Chi-chan disini, dengan kata lain, kekerasan. Kalau kejadian yang baru-baru terjadi, maka mungkin saja melibatkan pemecahan kaca-kaca, tapi Fuku-chan mungkin akan mengatakan sesuatu kalau begitu. Korbannya adalah… Pemegang Kekuasaan. Sedangkan untuk anti-pembangunannya, ya sesuatu yang sering aku dengar adalah melawan pemerintahan, jadi mungkin semacam itulah. Sisanya sederhana, ketua Klub Sastra Klasik memimpin mereka dan melawan para guru, lalu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengenggam tangannya erat dan membentuk tinju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Buk&#039;&#039; memukul mereka. Walau kita tidak tahu apakah mereka diserang atau tidak, mereka mungkin melakukan hal yang serupa. Tentu saja, mereka bukan sengaja melakukannya. Paragraf pertama yang aku tandai itu penting, pada dasarnya parafraf itu ingin menekankan kebebasan mereka. Karena suatu alasan kebebasan itu terancam, dan untuk mempertahankannya, ketua Klub Sastra Klasik tidak punya pilihan lain selain melakukan perlawanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara menyelesaikannya dengan menutup buku catatannya dan memandang semua hadirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmmm… ini terdengar mengesalkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang ketua, yang seharusnya mencerna apa yang baru saja ia dengar, menyuarakan pemikirannya dengan nyaring. Aku mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengesalkan? Apanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda menjawab, “Ibara-san, poin utama mu berkisar seputar bagaimana para guru mengancam kehidupan para siswa, dan menyebabkan mereka menggunakan kekerasan untuk melawan ancaman tersebut, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara berpikir sebentar sebelum menjawab, “Ya, benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan tetapi, bagaimana sebaiknya saya mengatakannya ya, walau saya bisa memahami beberapa bagian, secara garis besarnya saya belum begitu paham.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun aku mengerti beberapa bagian dari yang kau katakan, secara garis besar aku juga tidak mengerti apa yang baru saja kau katakan. Tetapi memang tidak sepenuhnya tidak bisa dimengerti. Pada dasarnya Chitanda bermaksud mengatakan kalau teori Ibara tidak begitu persuasif. Aku menambahkan jawaban Chitanda, “Teorimu terlalu abstrak. Selain itu, dibaca lebih jauh lagi dan kau hanya akan membaca scanning artikelnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar. Memang seperti itu, tapi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia mengakuinya, Ibara tetap tidak sepenuhnya mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, maksudmu ada kontradiksi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia ingin mempertahankan teorinya melebihi Chitanda tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, aku memang menyadari adanya kejanggalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bicara dengan posisi duduk yang tegak. Tidak ada hubungannya dengan suasana tegang dalam menyanggah orang lain, hanya saja kakiku mulai terasa kesemutan, itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sederhananya begini, kau sendiri menyangkal teori Chitanda yaitu Insidennya terjadi di bulan Juni, bukan saat Festival Kebudayaan di bulan Oktober. Tapi, kalau kita mempercayai baik ‘Hyouka’ dan ‘Kesatuan dan Salut’, maka insidennya terjadi di bulan Juni, sementara kejadian dikeluarkan dari sekolahnya berlangsung pada bulan Oktober ketika Festival Kebudayaan diselenggarakan. Tapi teori Chitanda tidak menyebutkan apapun soal itu. Dan tidakkah kau merasa aneh mereka akan menunggu 4 bulan untuk mengeluarkan seseorang setelah terlibat dalam perilaku kekerasan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan beda lagi ceritanya kalau kasusnya ia mengajukan banding selama periode ini, aku menambahkan dalam pikiranku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu,” balas Ibara, walaupun sepertinya ia sudah mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisa saja ‘Hyouka’ yang salah. ‘Kesatuan dan Salut’ dengan jelas menyebutkan bulan ‘Juni’ sementara Hyouka hanya menyebutkan ‘telah satu tahun berlalu sejak’. Insidennya terjadi di bulan Juni diikuti oleh DO dari sekolah dibulan yang sama, sementara Festival Kebudayaannya berlangsung di bulan Oktober. Tidak terdengar terlalu buruk kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak empat bulan ya… ini memang terdengar seperti pendapat yang dipaksakan dari Ibara…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku dalam keraguan, Chitanda dan Satoshi mengatakan penilaian mereka terhadap teorinya secara berurutan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya rasa kita tidak bisa mengabaikan interval waktu sepanjang itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku setuju. ‘Festival Kebudayaan’ disebut tepat sebelum kalimat ‘satu tahun sejak’, jadi kurasa kejadian dikeluarkan dari sekolahnya berlangsung pada bulan Oktober.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terhadap anggukanku dalam diam, keduanya mengatakan pendapat mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga lawan satu, Ibara memperlihatkan ekspresi tidak senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhhh… Kalian terlalu perhatian pada detil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun reaksi manis seperti itu tidak begitu cocok dengan gayanya, reaksinya sedikit mengendurkan suasana yang tegang. Satoshi mencoba untuk mencairkan suasana dengan berkata dalam gaya yang santai, “Tapi paling tidak cara pendekatanmu itu bagus, menurutku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda juga melepaskan ekspresi super serius nya dan tersenyum setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang. Tinjauan ulang tidak perlu terlalu keras.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku juga berpikir begitu. Bagaimana aku mengatakannya ya, rasanya seperti melihat peta ditengah-tengah labirin yang berkabut, atau merasa kesal karena suatu hal tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Jika saja ‘Hyouka’ dan ‘Kesatuan dan Salut’ dipertimbangkan, maka teori Ibara tidak akana terasa begitu terbatas. Yang tersisa sekarang adalah Data Satoshi dan Aku menyimpulkan semuanya. Dan jika terjadi kontradiksi yang fatal, yang harus aku lakukan hanyalah memikirkan solusi sebelum giliranku tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dipikir-pikir, catatanku isinya apa ya? Yang aku tahu hanya kita perlu mengumpulkan catatan bersama-sama, tapi aku belum membaca catatanku sendiri dengan seksama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, giliranku selsai sampai disini ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengangguk pada pertanyaan Ibara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengikuti arah jarum jam, selanjutnya adalah Satoshi. Pada aba-aba Chitanda, Satoshi mulai membagi-bagikan catatannya. Dia lalu tiba-tiba berhenti dan berkata dengan riang, “Oh iya, aku lupa bilang. Beberapa catatanku menyanggah hipotesis Mayaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salinan yang kami terima adalah salinan dari “SMA Kami Bulanan”. Yang mengingatkanku, Toogaito mengatakan kalau mereka mendekati terbitan ke 400 mereka. Kalau mereka menerbitkan rata-rata 10 nomor setiap tahunnya, maka itu berarti mereka telah berdiri hampir selama 40 tahun. Aku seharusnya menyadari kalau mereka pasti punya bulletin nomor lama dari 33 tahun yang lalu… salah satu artikelnya ditandai dengan lingkaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sebuah bagian kecil dari salinan tersebut yang berhubungan dengan apa yang sedang kami diskusikan, tapi itu cukup jelas untuk menyanggah teori Ibara. Itu adalah dasar dari rasa percaya diri Satoshi ketika dia bicara tadi. Mungkin dia mencoba mempertahankan konsistensi dengan pembicara lainnya… Melirik Ibara, ia memperlihatkan ekspresi yang agak rumit yang tidak terlihat senang ataupun tidak senang. Tentu saja begitu, karena Satoshi memulai pembicaraannya dengan mengomentari teorinya dan bukan teori Chitanda. Meskipun Satoshi mungkin hanya meniru Ibara ketika dia mengatakan kalau catatannya menyanggah hipotesis pembicara sebelumnya. Tentu saja, ini adalah satu dari candaan-candaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
▼Mengikuti gangguan di Blok Ruang Kelas Khusus minggu lalu, yang meninggalkan noda pada kehormatan dan kebanggaan dari klub-klub kesenian di SMA Kamiyama, dua pelakunya telah di-skors dari sekolah, dengan lima lainnya diberikan peringatan serius. ▼ Tentu saja, tetap ada kehormatan bahkan diantara pencuri. Untuk Klub Studi Film, mereka mengatakan mereka tidak akan tinggal diam dan menerima hukuman keras ini, sementara Klub Fotografi bersikeras bahwa mereka 100% benar sejak awal. Meskipun tulisan ini tidak akan melangkah begitu jauh dan menyatakannya disini. ▼ Untuk masalah yang tersisa adalah bahwa konflik ini diselesaikan dengan kepalan tangan. Mengabaikan usaha-usaha yang diambil untuk menyelesaikan masalah ini dengan dialog, orang-orang tertentu dari garis keras berpikir sudah memutuskan untuk mengambil pilihan yang mudah namun menyedihkan, kekerasan. ▼ Kami mendorong anggota-anggota kelas 3 dari Klub Studi Film untuk menyesali pemukulan tidak masuk akal mereka terhadap Sachimura Yukiko-san (Klub Teater baru, kelas 1-D), yang bertugas sebagai mediator selama proses negosiasi. Saat ini Sachimura-san sedang dirawat inap ketika kami menerbitkan ini. ▼ Gerakan legendaris dari dua tahun yang lalu tidak akan membuahkan kekerasan seperti itu. Meskipun kami semua dibuat marah oleh apa yang terjadi baru-baru ini, kita tidak boleh membiarkan ini menghancurkan solidaritas kita, dan kita mesti gigih dengan aksi penolakan simpatik kita. ▼ hanya dengan begitulah kita dapat hidup dengan mengetahui bahwa kita sudah menjunjung tradisi dan kehormatan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mulai menjelaskan dengan wajah tenang,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Temuanku berasala dari bulletin lama dari ‘SMA Kami Bulanan’. Aku menemukan ini tertidur di arsip perpustakaan, jadi aku memutuskan untuk membacanya untuk mengisi waktu setelah pulang sekolah. Tapi, bulletin ini tidak menyebutkan secara langsung tentang insiden 33 tahun yang lalu, dan hanya inilah yang dikatakannya berkaitan dengan kejadian tersebut. Sejujurnya, aku rasa kita jadi berputar-putar karena tulisan ini. Meskipun disebut bulletin lama, hanya setengahnya dapat terbaca dan disimpan dengan buruk. Salinannya dipenuhi coretan disana-sini, apa boleh buat. Jadi, ini poin-poin utamanya:”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ο Insidennya tidak diselesaikan dengan kekerasan&lt;br /&gt;
Ο Insidennya mempengaruhi seisi sekolah&lt;br /&gt;
Ο Ditengah-tengah insiden, ‘kami’ bersatu&lt;br /&gt;
Ο Aksi protes simpatik terjadi sepanjang insiden&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Poin pertama dan poin terakhir mungkin saling berlawanan, tapi keduanya berkaitan dengan hal yang sama. Karena insidennya tidak diselesaikan dengan kekerasan, disinilah teori Mayaka membutuhkan perbaikan. Kedua poin di tengah hampir sama. Meskipun tidak sepenuhnya pasti apakah ‘kami’ ini mewakili seisi sekolah, rasanya cukup aman untuk menganggap kalau ini tidak begitu berarti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak begitu puas dengan penjelasan tersebut. Seperti merasakannya, Satoshi menambahkan, “Katakanlah seperti ini. Kalau ‘kami’ berarti seisi sekolah, maka tentu saja seluruh siswa ikut terlibat. Kalaupun bukan, kata ‘kami’ masih berarti ‘kami’ memutuskan untuk mendukung siapapun yang terlibat. Benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tadi menutup laporanku. Ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Maju ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|Bab 7]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=393352</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=393352"/>
		<updated>2014-09-29T03:44:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* 6 – Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==6 – Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir Juli, dan liburan musim panas sudah dimulai. Seperti biasanya, hari ini aku naik sepadaku menuju SMA Kamiyama. Butuh 20 menit berjalan kaki untuk mencapai sekolah dari rumahku, tapi aku juga tidak tahu butuh berapa lama untuk mencapai sekolah menggunakan sepeda. Sambil beristirahat, aku mampir untuk membeli sekaleng kopi hitam dari sebuah mesin penjual otomatis. Aku lalu mengikuti tepian sungai dan berbelok di rumah sakit sebelum akhirnya sampai di depan SMA Kamiyama. Dan disana, aku berdiri terkagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas seharusnya sudah dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi lapangan olahraga dipenuhi dengan peralatan dan siswa yang berpakaian seragam musim panas. Aku bisa mendengar music yang dimainkan berbagai alat music tiup, gitar listrik, dan seruling bambu. Meskipun Blok Kelas Khusus agak jauh dari sini, aku tahu disana juga ada banyak siswa. Mereka semua, pastinya, disini utuk mempersiapkan Festival Kanya. Sisi enerjik dari SMA Kamiyama baru mulai lebih aktif sekarang karena memasuki liburan musim panas. Kerumunan orang bergerombol seperti sekelompok semut seakan berkata “Oke, semuanya, festival akan segera datang! Sekarang setelah kelas-kelas yang menyebalkan sudah menyingkir, ayo berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandangi orang-orang yang penuh energy ini sambil melihat ada seseorang yang berlari ke arahku. Fukube Satoshi, berbaju casual dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek, sambil membawa tas gendong kecil yang terlihat sporty di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, nungguin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan gembira mendengarkan Klub Acapella latihan bernyanyi di lapangan tengah, dan Satoshi membuatku harus menoleh dengan suara yang mengerikan. Aku berpikir untuk memutar sepedaku dan pulang, namun aku berubah pikiran dan berlanjut berjalan ke arahnya dan bergerak seperti akan menendangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Woah, Houtarou! Kenapa tiba-tiba kau anarkis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kau bisa bicara begitu! Apa kamu tidak punya malu, tidak tahu kapan tidak boleh mengganggu ketenangan orang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengangkat kedua bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya memang dia tidak punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, maaf, kumpul Klub Kerajinan Tangan nya agak ngaret”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya apa sih yang kalian bicarakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan merajut Karpet Mandala seperti milik orang Buddha untuk Festival Kanya. Tapi kami menemui beberapa masalah, jadi kita kumpul untuk membicarakan kemungkinan yang lainnya tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, Kau sudah bekerja keras. Tidak hanya kamu, tapi juga Toogaito, atau bahkan seisi sekolah untuk hal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, Kau sudah menyiapkan catatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku bertanya datar, Satoshi hanya melempar balik pertanyaan itu padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana denganmu? Bukan hal yang biasa kau lakukan kan. Sudah ada yang kau pikirkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa agak malu untuk menjawab pertanyaannya, jadi ku jawab, “Yaa begitu deh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Jarang-jarang nih. Biasanya kau akan mencoba mencari alasan dan menghindari pertanyaan semacam itu… Yah terserahlah, aku ambil sepedaku dulu, jadi tunggu disini sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Satoshi dengan seenaknya membuatku menunggu sementara dia berlari menuju tempat parkir sepeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kenapa aku menunggu Satoshi disini ketika semestinya aku sedang tidur seakan tidak ada hari esok selama Libur Musim Panas yang berharga, kita harus kembali ke satu minggu yang lalu, hari dimana kami hampir saja menemukan kebenaran tentang Sekitani Jun, yang seharusnya tertulis di Volume pertama buku antologi “Hyouka”, hanya untuk menemukan bahwa volume tersebut tidak ada. Karena kami tidak bisa maju tanpa volume pertama itu, aku memberitahu diriku untuk tidak bekerja keras untuk mencari jawabannya. Tapi ternyata sudah terlambat, karena aku tanpa sadar sudah menyebrangi sungai Rubicon&amp;lt;ref&amp;gt;Saya tidak tahu apa sudah disebutkan sebelumnya. ‘menyebrangi sungai Rubicon’ berasal dari idiom bahasa Inggris “Crossing the Rubicon”, yang artinya “melalui titik yang tidak ada jalan kembali/ tidak bisa ditarik lagi”. Crossing the Rubicon diambil dari sejarah Itali dimana pasukan militer yang dipimpin Caesar yang menyebrangi Sungai Rubicon demi mengejar Pompeius – saya tidak hapal nama lengkapnya – waktu itu diberlakukan larangan pada pasukan militer untuk menyebrangi sungai Rubicon untuk mencegah perang internal di kekaisaran Romawi.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu tidak ada gunanya membujuk Chitanda untuk melepaskan kasus ini, jadi aku mengajukan jalan tengah. Kalau kita akan menginvestigasi masa lalu, hanya kita berdua tidak cukup. Seperti kata pepatah, “3 berarti ramai”. Mungkin agak sulit baginya, tapi aku menjelaskan padanya kalau kita memiliki kemungkinan yang lebih baik dalam menyelesaikan kasus ini dengan bantuan Satoshin dan Ibara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Chitanda mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa kita tidak punya pilihan lain kalau begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia meminta untuk menjaga rahasia ini hnaya diantara kami berdua di Café Pineapple Sandwich, aku akhirnya mengecewakannya. Aku tidak tahu apakah karena Chitanda benar-benar menyadari bahwa dia akan membutuhkan semua bantuan yang bisa dia dapat, atau karena dia tidak lagi menganggap penting petunjuk yang ia dapatkan sebelumnya, atau bisa juga karena nona kita ini hanya senang bertindak semaunya; pokoknya, ia mengadakan pertemuan mendadak dengan Klub Sastra Klasik esok harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana, Chitanda mengulangi apa yang dia katakan padaku dan menutupnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada paman saya 33 tahun yang lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara langsung menerima tantangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ilustrasi halaman depannya menarik. Kalau kita bisa memecahkan kasus ini dan menemukan latar belakang ceritanya, aku bahkan bisa menggunakannya sebagai materi untuk publikasi di Klub Penelitian Manga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menambahkan, “Kisah Fiksi Heroik dipecahkan oleh junior mereka 33 tahun kemudian, ya? Aku juga kebetulan sedang meneliti hal-hal dari periode itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setuju dengan kedua tangan terangkat. Sementara aku tidak ada keinginan untuk bicara, karena aku juga tidak punya kekuatan veto, aku memnutuskan untuk bicara saja mumpung kami sedang membicarakan kasusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kita juga masih mencoba memutuskan apa yang akan kita tulis untuk essai antologi kita, kenapa tidak kita gunakan saja cerita Chitanda untuk mengisi halamannya… um, maksudku, supaya sekali dayung dua tiga pulau terlewati… maaf, maksudku, menulis sesuatu yang bermakna didalamnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usulan Menghemat-Energi milikku, meskipun lumayan kelihatan jelas, diterima dengan suara penuh. Kemudian, Investigasi insiden Klub Sastra Klasik SMA Kamiyama 33 tahun yang lalu menjadi prioritas Klub Sastra Klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengendarai sepeda gunung. Karena dia mengenakan celana pendek, kau bisa melihat otot-otot yang kokoh, yang tidak sesuai dengan posturnya yang pendek, pada kakinya. Untuk seseorang yang lebih tertarik pada bahasa, satu-satunya olahraga yang aku ketahui ia tertarik adalah bersepeda.&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, sepedaku adalah semacam sepeda kumbangm jadi tidak banyak yang bisa dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami bersepeda sepanjang pinggir sungai dan menjauh dari jalan raya. Perlahan-lahan jarak antara rumah-rumah digantikan oleh sawah-sawah yang luas. Demi bersembunyi dari teriknya matahari, kami berhenti di sebuah toko tembakau, aku mengambil handuk kecil dari tasku untuk menyeka keringat yang terus menerus menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, keringat sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukanlah sesuatu yang bakal pernah aku katakan. Malahan, aku heran kenapa orang harus bergerak untuk mencapai tempat tujuan mereka. “Revolusi Informasi belum berhasil. Kawan-kawan, kalian harus terus berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satoshi, apa kita sudah dekat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menaruh kembali sapu tangannya ke dalam kantong dan menjawab, “Yup. Kita hampir sampai. Kalau mengikuti kecepatanmu tentunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau akan kaget kalau kau melihat rumah mereka. Keluarga Chitanda merupakan salah satu pemilik perkebunan terbesar di Kota Kamiyama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasa aku menantikannya kalau begitu. Aku akan sangat senang untuk mendengar bagaimana mereka melakukan bersih-besih di musim semi mereka di tempat seluas itu. Setelah kembali menyeka keringat dengan handuk, aku meletakkan kakiku di pedal dan melanjutkan perjalanan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kami mulai beranjak, Satoshi mengambil alih di depan dan menunjukkan jalan. Setelah melewati beberapa lampu merah, kami sampai di sebuah jalanan lurus yang panjang, dimana sepeda kami bisa berjajar. Sepanjang jalan ini tidak ada apa-apa selain lading perkebunan dan sawah di kedua sisi jalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memutar pedalnya dan mulai bersenandung dengan riang. Tersenyum adalah semacam wajah resminya, tapi hari ini dia terlihat lumayan senang. Aku memutuskan untuk bertanya, “Satoshi,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lagi senang ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menoleh padaku dan menjawab ceria, “Tentu saja. Karena aku suka bersepeda. Lihatlah langit yang biru! Dan awan yang putih! Tidak peduli seberapa biasanya mereka terlihat, rasa gembira ketika melihatnya sambil bersepeda dengan kecepatan tinggi seperti…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menyela niat Satoshi untuk bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kupikir kehidupan SMAmu biasa saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba terlihat suram, Satoshi menjawab, “Oh… maksudmu soal Warna Mawar itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatan yang bagus, terutama karena terakhir kali kita membicarakannya hampir tiga bulan yang lalu. Entah kenapa Satoshi melambat dan melihat ke depan sambil berkata, “Kau tahu, kurasa kehidupan SMA ku lumayan berwarna bagai mawar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tidak, rasanya lebih mirip shocking pink.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, itu juga bagus. Kalau begitu, kehidupanmu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah pernah mengatakannya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena suaraku hampir sama sekali tidak meninggi, Satoshi tidak menertawakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Jangan salah paham ya, aku tidak bermaksud untuk mengejekmu waktu bilang kehidupan SMA mu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Contohnya, kalau hidupku warna shocking pink, maka tidak ada yang akan bisa mewarnainya seperti warna mawar. Aku tidak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung mengejek wajahnya yang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Kupukir sudah diwarnai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja belum!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Satoshi dengan jawaban, yang secara mengejutkan, tegas dan melanjutkan, “Belum, Houtarou. Aku sudah sibuk dengan panitia OSIS dan Klub Kerajinan Tangan, menurutmu aku akan bilang begitu? Kau pasti bercanda. Mau membantu mengatur jadwal kegiatan untuk Festival Kanya , atau merajut karpet Mandala, aku menikmati setiap momennya. Kalau tidak, memangnya siapa yang akan mengorbankan bersepeda yang menyenangkan atau Liburan Musim Panas Cuma untuk pergi ke sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada orang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada waktu dimana  seseorang harus meminjamkan kemampuan dan hadir demi kepentingan masyarakat yang lebih besar. Meski begitu, kau tipe yang tidak akan tergerak ‘kan? Untuk orang yang ‘berwarna abu-abu’ sepertimu, seandainya seorang pemimpin bilang ‘semua orang berwarna seperti mawar’, kau akan melambaikan tanganmu dan bilang ‘jangan ajak aku’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu semua dalam satu tarikan napas, dia mulai sedikit tenang dan melanjutkan, kalau aku mau benar-benar mengejekmu, aku akan menyebutmu tidak berwarna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi terdiam setelah mengatakan itu. Aku merenungkan jawabannya sambil membiarkan kulitku terbakar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan membuat wajah suram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan bilang aku ingin jadi sepertimu atau sejenisnya, tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu maksudku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi meninggikan suaranya dan tertawa. Dia lalu mengatakan, “Lihatlah, Houtarou, kita sudah sampai di kediaman keluarga Chitanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai dengan penggambarannya, ‘Kediaman’ Chitanda dibangun di tengah-tengah padang sawah yang luas. Dibangun dalam bentuk bungalo bergaya Jepang dikelilingi oleh pagar. Suara air mengalir menandakan adanya kolam di tamannya, yang dikelilingi oleh pepohonan pinus yang dipangkas dengan baik. Dan di depan pintu gerbang besar yang terbuka, terlihat orang-orang sedang melakukan ritual menyiramkan air&amp;lt;ref&amp;gt;Uchimizu, semacam ritual dimana orang-orang menyiramkan/ menyipratkan air ke jalanan atau taman untuk mengurangi debu dan mendinginkan jalan terutama di hari-hari musim panas. Selengkapnya bisa lihat di Wiki &amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
“Bagaimana? Lumayan hebat ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Satoshi sambil membusungkan dadanya, meskipun aku bukan ahli arsitektur atau gardening Jepang. Meski aku tidak tahu seberapa hebatnya kediaman ini, aku merasa ada kesan anggun dan berwibawa dari kediaman tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kami sedang mengagumi kompleks tersebut, aku melirik jam tanganku. Kami lumayan tepat waktu… Tidak, sepertinya kami agak telat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo, Chitanda dan Ibara sudah menunggu,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya… ngomong-ngomong, Houtarou,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya kita harusnya menunggu pelayan-pelayan untuk datang menjemput kita?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memutuskan untuk mengabaikannya. Aku melangkah ke beranda depan dan membunyikan bel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ya~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu beberapa saat, pintunya dibuka oleh Chitanda sendiri. Flu musim panasnya sepertinya sudah sembuh karena ia berbicara dengan suara yang biasanya lagi. Ia membiarkan rambutnya yang panjang menjuntai ke bahunya tanpa mengikatnya, dan memakai baju terusan berwarna hijau muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf membuat kalian menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendengar Satoshi berdecak, seakan kecewa karena tidak ada pelayan yang menyambut kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melepas sepatu kami di pintu masuk yang di beton, Chitanda memandu kami melewati koridor yang terbuat dari kayu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana kalian memarkir sepeda kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita boleh parker dimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana saja boleh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kenapa bertanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian, kami dipandu menuju sepasang pintu geser tradisional, dan angin sepoi yang sejuk keluar setelah membukanya. Karena langit-langitnya tinggi, ruangannya terasa sejuk dan menyegarkan. Ukuran ruangannya sekitar… 15 meter persegi. Besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian terlambat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara sudah datang. Sepertinya ia ada sedikit urusan di sekolah sebelumnya, karena ia datang sambil mengenakan seragam. Ada meja berwarna coklat gelap yang memantulkan cahaya temaram, dan di atasnya berserakan lembaran-lembaran kertas. Pasti catatannya Ibara. Dia lumayan bersemangat soal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Duduklah dimanapun kalian suka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk dihadapan Ibara setelah dipersilahkan. Setelah Chitanda duduk di tengah, tempat duduk sisanya diduduki oleh Satoshi. Adalah pemandangan yang jarang untuk melihat seseorang dengan tas ransel duduk di dalam ruang tamu bergaya tradisional Jepang&amp;lt;ref&amp;gt;Tokonoma. Ruangan dalam desain rumah tradisional jepang yang biasanya digunakan untuk menyambut tamu. Dalam tokonoma biasanya dipajang benda-benda seni seperti lukisan, kaligrafi, ikebana, dan bonsai.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Membuka tasnya, Satoshi mengeluarkan berlembar-lembar kertas. Ibara terlihat sangat siap sambil memainkan pulpennya, sementara Chitanda menumpuk lembaran kertas diatas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kita mulai pertemuan penyelidikan kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami semua membungkuk dan memberi salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pertemuan ini dipimpin oleh Chitanda, karena ia-lah ketua klubnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kita konfirmasi agenda pertemuan hari ini. Semuanya dimulai dari kenangan saya. Lalu, saat kita menemukan bunga rampai Hyouka, saya menyadari apapun yang terjadi dengan Klub Sastra Klasik 33 tahun yang lalu ada hubungannya dengan kenangan saya ini. Tujuan pertemuan hari ini adalah untuk menebak apa yang terjadi 33 tahun yang lalu. Selanjutnya, fakta apapun yang telah dikonfirmasi akan digunakan sebagai materi untuk esai dalam bunga rampai Klub Sastra Klasik tahun ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Ibara lebih tertarik pada desain ilustrasi cover Hyouka, ia tidak terlihat begitu kecewa dengan proklamasi dari Chitanda. Mungkin ia menyadari ilustrasi itu ada hubungannya dengan insiden itu sendiri, atau Chitanda sudah memberitahunya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama seminggu terakhir ini, kita sudah mengumpulkan berbagai bahan untuk diteliti, dan karenanya kita akan melaporkan penemuan kita dan menyimpulkan kesimpulan yang paling mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh? Memangnya pertemuan hari ini soal itu? Terakhir kali aku dengar, Chitanda hanya memberi tahu kami untuk membawa materi apa saja yang bisa kami temukan. Aku tidak ingat ada soal membuat kesimpulan… Tapi karena Satoshi dan Ibara tidak terlihat kaget sedikit pun, ini berarti memang aku yang tidak memperhatikan. Sial, sepertinya aku harus melewatinya entah bagaimana, tapi perutku masih terasa tidak enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa membawa selembarpun agenda bersamanya, Chitanda menatap kami satu per satu dan menjelaskan dengan lancar, “Kita akan bergiliran melaporkan penemuan kita, diikuti oleh pertanyaan dari anggota yang lain, membuat hipotesa, dan meninjau ulang hipotesa yang dikeluarkan. Tidak boleh bertanya selama melaporkan… ini untuk mencegah kata-kata kita bercampur aduk. Kalau begitu, sekarang kita dengarkan laporan pertama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, ia pemimpin yang lumayan bagus. Siapa yang tahu, ia mungkin memiliki bakat untuk hal seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, bukan, dia memang memberi tahu aku kalau dia tipe orang yang akan mencari tahu keseluruhan system, jadi tidak mengejutkan kalau dia begitu ahli dalam aturan memimpin pertemuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kita mulai laporan pertama… oh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chi-chan, memangnya siapa yang akan lapor pertama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, siapa ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Dan ia bicara aneh lagi. Aku heran apakah ia hanya mudah dimengerti atau keteraturannya hanya terbatas pada tindakannya sendiri. Aku bicara pada Chitanda yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“siapa saja boleh. Bagaiman kalau kamu mulai duluan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena biasanya pemimpin yang mulai bicara pertama kali, kan? Toh, bukannya Chitanda juga tidak akan melaporkan apapun. Dan karena ia yang menentukan cara melaporkannya, sekalian saja ia juga yang memulai pertama dan membaut pertemuan berjalan lancar. Ia mengangguk dan berkata, “Oh, kamu benar. Kalau begitu, sekarang… kita akan melaporkan satu persatu berurutan sesuai arah jarum jam dimulai dari saya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mulai membagikan catatannya di atas meja setelah berkata begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya selirik dan aku tahu kalau ini adalah sumber dari penyelidikan ini, kata pengantar dari “Hyouka volume 2”. Jadi begitu, ia mulai dari awal mulanya ya? Walau aku tidak akan bilang kalau ini adalah gayanya yang biasa. Aku sekali lagi membaca paragraph yang pernah aku lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Kata Pengantar&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dan akhirnya, kami melakukan Festival Kebudayaan lagi tahun ini.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Telah setahun berlalu, sejak Sekitani-senpai meninggalkan kami.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Selama tahun ini, Senpai telah menjadi legenda dan menjadi seorang pahlawan. Sebagai hasilnya, Festival Kebudayaan akan berlangsung 5 hari seperti biasanya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Akan tetapi, sembari legenda itu menyebar, aku berpikir dalam. Apakah orang-orang sepuluh tahun dari sekarang akan tetap mengingat sang pejuang yang pendiam dan pahlawan yang baik hati? Yang ditinggalkan senpai hanyalah bunga rampai ‘Hyouka’ ini, yang ia pilihkan sendiri namanya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sebagai pengorbanan dari konflik itu, bahkan senyuman senpai akan berakhir pada arus waktu menuju keabadian.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak, mungkin lebih baik jikalau kita tidak mengingatnya. Karena kisahnya sama sekali tidak dimaksudkan sebagai kisah pahlawan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sekali subjektivitasnya dihilangkan, cerita ini akan menjadi sastra klasik karena melampaui semua perspektif sejarah.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Akankah datang sebuah waktu dimana kisah kami menjadi cerita klasik untuk seseorang di masa yang akan datang?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;13 Oktober 1968, Kooriyama Youko&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdeham, Chitanda mulai menjelaskan, “Ini diambil dari bunga rampai ‘Hyouka’. Untuk mengetahui artikel seperti apa yang diterbitkan Hyouka setiap tahunnya, seseorang harus membaca kata pengantarnya dan menemukan topik apa saja yang dibahas. Sayangnya, meskipun begitu, paragraf ini adalah satu-satunya yang menyebutkan tentang insiden 33 tahun yang lalu. Mungkin saja sebenarnya dituliskan di tempat lain, tapi kita tidak memiliki jilid pertamanya… Lalu, saya sudah meringkas poin-poin utama dari kata pengantar ini di dalam catatan disini,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu membagikan fotokopi untuk halaman kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.	“Senpai” telah pergi. (dari mana?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.	“Senpai” menjadi seorang pahlawan 33 tahun yang lalu, dan telah menjadi legenda setahun kemudian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.	“senpai” adalah seorang “pejuang yang pendiam” dan “pahlawan yang baik hati”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.	“Senpai” memberi nama bunga rampai ini ‘Hyouka’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.	Terjadi sebuah konflik dan terjadi pengorbanan (senpai=korban?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke, barusan itu singkat dan langsung ke poin-nya. Aku tidak bisa menahan untuk menghela napas dalam heran, tapi kalau dipikir-pikir, meskipun Chitanda merupakan gumpalan Rasa Ingin Tahu itu sendiri, ia juga seorang siswa teladan. Kalau ia tidak tahu bagaimana cara meringkas, ia tidak akan bisa mendapat nilai setinggi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memastikan semua orang sudah membaca catatannya, Chitanda melanjutkan dengan penjelasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama-tama, ‘Senpai’ disini, dengan kata lain, paman saya, mengundurkan diri dari SMA Kamiyama. Tingkat pendidikan terakhirnya adalah tingkat SMP. Saya berharap kalian semuanya mengerti yang saya katakana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ini pertama kalinya aku mendengar Chitanda menyebutkan bahwa Sekitani Jun mengundurkan diri dari SMA Kamiyama, aku tidak begitu terkejut. Lagipula, tidak sulit menebaknya dari kalimat pembuka kata pengantar tadi: “sejak Sekitani-senpai meninggalkan kami”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, Chitanda mungkin tidak tahu alasan kenapa pamannya mengundurkan diri dari sekolah… tidak, ia benar-benar tidak tahu. Seandainya ia tahu, dia pasti sudah menyebutkan soal itu. Kalau dipikir-pikir, waktu di Café Pinapple Sandwich, ia memang menyebutkan kalau keluarga Sekitani dan Chitanda sudah menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kedua, kata pengantar ini melebih-lebihkan tentang bagaimana waktu telah berlalu. Poin yang ketiga menarik; selain menyebutkan senpai sebagai baik hati dan pendiam, beliau juga digambarkan sebagai seorang ‘pejuang’ dan ‘pahlawan’. Apa yang beliau perjuangkan? Poin kelima hanya mengiyakan bahwa ‘Senpai’ berjuang dalam suatu konflik dan menjadi pahlawan, dan sebagai akibatnya dijadikan korban. Untuk poin yang keempat… walaupun saya penasaran soal ini, poin ini tidak relevan dengan masalah yang dihadapi sekarang. Ini menutup laporan saya, apakah ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tidak begitu melenceng, aku tidak banyak Tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun normalnya si Eksentrik (alias Satoshi) mengacungkan tangan dalam kelas, dalam perkumpulan seperti ini dimana hanya ada sedikit orang dan semua orang saling mengenal satu sama lain. Jadi sebagai gantinya, Ibara-lah yang langsung mulai bertanya, “Hm, kenapa kalimat ‘Karena kisahnya sama sekali tidak dimaksudkan sebagai kisah pahlawan’ ini tidak dipertimbangkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi tentu saja tahu jawabannya. Walaupun dia ingin bicara, dia menahan diri dan melihat ke arahku. Dia bisa lumayan sopan kalau situasinya menuntut demikian, tidak ingin menyela Chitanda saat ia menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, karena Chitanda lah yang ditanya, ia segera menjawab, “Kalimat itu hanya ide si penulis, karena orang yang berbeda akan memiliki pandangan yang berbeda pula tentang apa yang disebut sebagai cerita kepahlawanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu Chitanda menyelesaikan penjelasannya, Satoshi langsung menambahkan, “Kalimat itu mungkin bermaksud kalau ceritanya tidak seromantis cerita pahlawan, tapi lebih mirip pertarungan kotor. Jadi aku rasa kalimat ini tidak hanya merupakan ide saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara terlihat terbujuk dengan penjelasan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada pertanyaan lain yang diajukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, akan saya mulai hipotesis saya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda tidak terdengar percaya diri, tidak juga terdengar tidak yakin, tapi hanya seperti biasanya. Ia tidak memegang memo apapun sambil memulai, “Paman saya sepertinya terlibat dalam suatu konflik, dan setelah itu, ia mengundurkan diri dari sekolah. Saya kurang begitu yakin, tapi menurut saya konflik tersebut yang mendorong pengunduran diri paman saya. Ada satu poin lagi yang perlu dipertimbangkan selain kelima poin yang saya sebutkan: kalimat pembuka ‘telah setahun berlalu sejak’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, paman saya meninggalkan sekolah setahun sebelum Festival Kanya, artinya ketika Festival Kanya sebelumnya. Ngomong-ngomong, saya mendengar dari seorang teman yang bersekolah di SMA Swasta Kamiyama kalau ada insiden di Festival Kebudayaan mereka tahun kemarin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi berkata dengan riang, “Kalau tidak salah disebut Kerusuhan di Festival Kebudayaan. Kios-kios diancam dan laporan penjualan menghilang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada pepatah yang mengatakan, selama system masih ada, akan ada yang menentangnya. Apakah itu Festival Kebudayaan, Festival Olahraga ataupun Upacara Kelulusan, ada akan orang-orang yang menentang acara-acara tahunan seperti itu. Satu hal lagi, mohon lihat halaman 24 dari Buku Pegangan Siswa SMA Kamiyama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berkata begitu, tidak ada yang bisa mengeluarkan Buku Pegangan Siswanya. Tentu saja, memangnya ada yang akan selalu membawanya kemana-mana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Apa ada yang salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya kami meninggalkan buku pegangan kita di rumah. Jadi apa yang tertulis disitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jangan-jangan kalian tidak selalu membawanya bersama kalian? Oh, lupakan saja. Umm, bunyinya begini, ‘dilarang keras melakukan tindak kekerasan’. Jadi inilah teori saya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mengubah nada suaranya, Chitanda melanjutkan, “Ada gangguan yang tidak diharapkan pada Festival Kebudayaan pada tahun itu, dan kemungkinan paman saya meresponnya dengan kekerasan fisik. Meskipun beliau menjadi pahlawan, beliau harus bertanggung jawab atas tindakannya menggunakan kekerasan. Akibat tragisnya setelah itu membuat adik kelasnya menulis eulogi atas kepergiannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmmm…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Satoshi bicara berbarengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Salah,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Chitanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara lalu menoleh, bukan ke arah Chitanda tapi pada kami, heran atas apa yang sedang kami pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa teorinya salah? Bisakah kalian memberitahu alasannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda bicara dengan pelan dan melihat ke arahku dengan ekspresi serius. Aku hanya mengangkat bahuku dan membalas, “Kau bilang ada orang-orang yang akan menentang system dan menyebabkan kerusuhan di Festival Kebudayaan. Tapi ini akan mengharuskan agar kios-kios memiliki penjualan yang tinggi agar menarik seseorang untuk mencuri dari mereka. Lagipula, apa kau ingat apa yang aku katakan waktu kau mengajukan supaya kita menerbitkan bunga rampai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda memutar matanya perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bilang terlalu banyak yang perlu dilakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu. Yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang lain? Umm… Kamu juga bilang tiga penulis itu berlebihan, tapi sekarang kita punya empat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Apakah aku harus memujinya atas ingatan nya yang luar biasa itu? Tidak akan. Aku mengakui kemampuannya dalam mengingat hal-hal seperti ini, tapi Chitanda, secara teknis, waktu aku mengatakan itu, anggota kami masih tiga orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kamu mennyebutkan alternatif lain selain menerbitkan bunga rampai, seperti,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya ia sampai pada poin utama. Ia menepukkan tangannya di depan dada dan berkata, “Mendirikan kios pameran, dan saya berkata,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bilang sendiri kalau kios-kios pameran itu biasanya dilarang. Aku juga mengingatnya. Kalau begitu, tidak ada ruang untuk menghasilkan uang di Festival Kanya. Menurutmu orang bisa menemukan barang berharga yang bisa dicuri dalam acara seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan tidak percaya dengan argument seperti itu, Chitanda memiringkan kepalanya dekat dan berkata, “Tapi ada kemungkinan begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau mungkin tidak ada nilai uangnya, saya rasa ada nilainya bila dilihat dari aspek lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ugh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Oke, yang ia katakana ada benarnya. Kalau ia mengatakannya seperti itu, tidak ada lagi yang bisa kukatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi tertawa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar tidak pintar dalam hal begini ya, Houtarou. Kau tidak bisa meyakinkan Chitanda-san seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’? Kalau begitu bagaimana dengan pendapatmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesuatu yang aku tahu tidak akan disanggah paling tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi lalu pura-pura berdehem dan memulai, “ ‘Untuk setiap system ada kelompok orang yang menentangnya’; itu cara yang menarik untuk membahasakannya, Chitanda-san. Kemungkinan besar perkataan ini benar. Tapi bentuk perlawanannya bergantung pada gaya pada jaman tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun benar adanya kalau ada waktu-waktu dimana insiden terjadi selama Festival Kebuadayaan, kebanyakan, pelakunya bertindak demi tujuan materialistic. Tapi tidak bisa dikatakan ‘tidak ada gangguan’ ketika motifnya tidak materialistic. Kau perlu ingat kalau kejadian ini terjadi 33 tahun yang lalu, jadi untuk mengatakan bahwa keuntungan materialistic dari gangguan yang terjadi adalah hampir tidak mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gaya pada jaman tersebut? Maksudnya gaya perlawanannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ingin dia katakana sebenarnya? Aku bisa merasakan adanya maksud lain darinya. Begitupula Ibara dan Chitanda, yang memandang Satoshi kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kenapa begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mendorong Satoshi untuk melanjutkan saat ia bertingkah sok penting dalam diam. Dia mengangguk puas dan berkata, “Kau mungkin tidak mengerti kalau aku mengatakan 33 tahun yang lalu, tapi bagaimana kalau aku menggunakan kata-kata ‘tahun 1960-an’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi terlihat lumayan gembira. Biasanya aku tidak akan membuang begitu banyak tenaga untuk bersaing dengannya untuk mendapat pengetahuan seperti itu, tapi rasanya menyedihkan sekali melihatnya dalam mood yang bagus sambil menyombongkannya. sayangnya, aku tidak banyak tahu soal sejarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana, Mayaka? Kau bisa menebaknya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mungkin tidak tahu juga. Ia membuat pose menyerah sambil mengepalkan kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Fuku-chan, aku tidak bisa memikirkan kemungkinan apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’? Bagaimana kalau Gedung Parlemen Nasional di Tokyo?...Mau tambahan petunjuk? Apa plakat dan demonstrasi mengingatkan kalian pada sesuatu?... Aku bicara soal pergerakan pelajar disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami saling melihat dalam kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berpikir candaan macam apa yang sedang dilakukannya, Satoshi tidak terlihat muram sedikitpun. Jadi aku membalasnya, “Satoshi, kenapa kita tiba-tiba dapat pelajaran Sejarah Jepang modern, sih? Kalau kau mau mengadakan acara kuis, kita bisa melakukannya setelah kita mengatasi masalah ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Satoshi tetap membuat ekspresi serius dan berkata, “Justru, aku sedang mengatasi masalahnya. Dengar ya, berdasarkan teori Chitanda-san, kekerasan di wiliyah kampus seperti yang disebutkannya adalah hal yang lumayan biasa terjadi pada tahun 1960an. Waktu itu adalah era dimaan terjadi banyak konflik antara yang pro-pembangunan dan anti-pembangunan, jadi seseorang mungkin memanfaatkannya sebagai pelampiasan dan meniru aksi mereka. Ini bukan hanya sekedar tren.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… jangan mengatakannya seakan kau melihatnya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kan sudah pernah kubilang, aku sedang meneliti periode ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memperlihatkan senyuman ‘tak terkalahkan’ kebiasaannya kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm, meski tanpa pelajaran Sejarah Modern singkat dari Satoshi, aku kurang lebih sudah mengetahuinya. Tidak tidak wajar untuk semacam insiden terjadi selama Festival Kebudayaan 33 tahun yang lalu. Walau aku tidak mempunyai cara untuk mengetahui apakah hal itu benar tanpa semacam kemampuan penyelidikan (aku juga tidak peduli), tetapi, mengesampingkan candaan Satoshi, teori semacam itu bukanlah tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, Begitu ya… memang benar saya tidak mempertimbangkan kejadian dijaman itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda seperti mulai tergoyahkan oleh serangan Satoshi di titik kelemahannya. Teorinya sekarang seperti nyala lilin yang diterpa angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, Ibara angkat suara dengan antusias menyusul Chitanda, “Maaf, Chi-chan,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa teori Chi-chan tidak akan valid begitu aku melaporkan temuanku. Berikutnya giliranku, jadi kalau bisa, aku akan melanjutkan setelahmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau boleh jujur, aku agak kesal. Kenapa Ibara, kau semestinya tidak angkat suara? Tapi Chitanda tersenyum dengan ramah dan berkata, “Tidak, toh teori saya ternyata tidak cocok setelah ditinjau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap yang patut dihormati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya menarik hipotesis saya untuk sementara. Sekarang mari kita dengar dari Ibara-san, apakah kalian semua setuju?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang menentangnya. Adalah tepat membiarkan Chitanda menjadi moderator. Setelah Citanda mengenyampingkan teorinya sendiri, sekarang giliran Ibara untuk menyakinkan kalau teori semacam itu benar. Merupakan orang yang bijak, Ibara mungkin akan bicara dengan cara yang mudah dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, Ibara-san, silahkan dimulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salinan yang diberikan Ibara pada kami, bagaimana aku harus mengatakannya ya, ditulis dengan cara yang sepenuhnya berbeda yang mudah dimengerti. Jenis huruf dan tipografinya terlihat buram, dan kata-katanya sulit dibaca kata hurufnya kurang lengkungan. Di kertas B5 tertulis kalimat berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, kami, ‘Massa’, dapat melanjutkan kebebasan kami dan kegiatan Anti-Birokrasi tanpa hambatan. Meskipun ini sama sekali bukanlah ketundukan pada kekerasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari Persengketaan Besar-besaran Juni lalu, berkat dukungan heroik ketua Klub Sastra Klasik, Sekitani Jun, terhadap fragmatisme kami yang berani, pemandangan saat ‘Pemegang Kekuasaan’ mempermalukan diri mereka sendiri ketika perhitungan mereka justru menjadi senjata makan tuan, masih segar dalam ingatan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah salah satu dari bunga rampai Klub Studi Manga dulu. Judulnya ‘Kesatuan dan Salut Volume 1’, walau hanya ada 2 volume yang diterbitkan. Seperti buku Chi-chan, ini juga diterbitkan pada 32 tahun yang lalu. Aku rasa, kalau ‘Hyouka’ menyebutkan insiden ini, maka aku bisa menemukan sesuatu dengan mencari di perpustakaan. Seperti yang kukira, tidak banyak klub yang bertahan lebih dari 30-40 tahun. Awalnya aku piker Klub Studi Manga belum ada saat itu, tapi aku malah menemukan ini… Hebat, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu apakah penemuan bunga rampai itu yang hebat atau bunga rampai nya yang hebat. Kesatuan dan Salut… apa judul semacam ini yang digunakan pada jaman itu? Entah kenapa terdengar mencurigakan. Dan gaya prosa yang mereka gunakan! Ini justru lebih terdengar seperti yang akan digunakan oleh Klub Sastra Klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, jelaslah kenapa teori Chitanda dijatuhkan. Singkatnya, Festival Kebudayaan SMA Kamiyama dilaksanakan setiap bulan Oktober, tapi paragraf ini menyebutkan bahwa insidennya terjadi di bulan Juni. Jadi itulah sebabnya teorinya ditolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mengeluarkan notebook memo bergaya kuliahan dari kantung seragamnya dan melanjutkan, “Maaf, aku belum menulis ringkasan seperti Chi-chan, jadi akan kubacakan saja. Pertama, ‘kami, Massa’ telah dituduh sebagai anti-pembangunan. Terjadi ‘prasengketan&amp;lt;ref&amp;gt;Dalam bahasa jepang terdapat banyak kanji yang rumit sehingga sering kali terjadi kesalahan pengucapan. Ibara disini salah mengucapkan kata yang berarti &#039;perselisihan&#039; yang tertulis di dalam bunga rampai Klub Manga Klasik. sebagian makna dasar kanjinya hilang karena telah diterjemahkan karena kesulitan dalam menemukan padanan katanya dalam bahasa indonesia&amp;lt;/ref&amp;gt;’ di bulan Juni tahun sebelumnya. Mereka dibantu oleh Sekitani Jun, dan berakhir pada semacam pragmatism sebagai akibatnya. Ini menyebabkan masalah bagi ‘Pemegang Kekuasaan’. Sisa paragrafnya mungkin menarik, tapi sepertinya tidak mengandung hal yang relevan tentang insiden tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak merasa keberatan dengan laporannya, tapi memangnya apa ‘prasengketan’ itu? Aku menelusuri perbendaharaan kata di kepalaku dan tetap tidak menemukan apapun. Meskipun dari awal memang perbendaharaan kata yang kumiliki tidak sebanyak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku sibuk memikirkan apa yang dimaksud ‘prasengketan’, Chitanda melanjutkan pertemuannya, “Apakah laporannya sudah selesai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung bertanya, “Apa maksudnya ‘prasengketan’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi lalu segera bertanya balik padaku, “Memangnya prasengketan apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasar, kupikir kau tahu. Dia lalu mengambil salinan ‘Kesatuan dan Salut’ dan menunjukkan kata yang dimaksud padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudnya ini, ‘persengketaan’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi dia memang tahu maksudnya apa. Tanpa melihat ke salinan yang aku punya, dia langsung melanjutkan, “itu harusnya dibaca ‘persengketaan’, seperti dalam ‘persengketaan bersenjata’, konflik yang menyakitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Satoshi seperti tidak mengajariku apa-apa. Meskipun dia melihat ke arahku, dia lebih terdengar seperti sedang mengkritikku dengan keras karena salah mengucapkan kata tersebut, tapi aku menyadari dia menggunakan aku untuk mengoreksi Ibara juga. Apakah dia ahli atau tidak dalam melakukannya, Satoshi bisa lumayan pengertian. Walaupun aku tidak ada maksud untuk membantu, aku dengan keras kepala meneruskan, “Yaa, walau aku cuma punya kosa kata yang aku tabung 15 tahun, aku belum pernah melihat kata itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja. Biasanya kata ‘konflik’ dan ‘perselisihan’ yang akan digunakan, tapi ‘persengketaan’ sepertinya kata yang lebih populer digunakan di jaman itu. Kita masih melihat kata ini digunakan di jaman sekarang, tapi kebanyakan digunakan oleh Yakuza.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu, kalau dipikir-pikir… kata-kata seperti “akan pergi” untuk mengatakan “menghajar orang”. Penggunaannya terdengar kuno dan elegan, tapi tidak pas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi lalu berdehem keras dan menambahkan, “… tapi dalam bunga rampai ini, rasanya lebih seperti tiruan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara langsung bereaksi dengan suara ibara yang berapi-api, “Apa maksudmu ‘tiruan’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditanya seperti itu, Satoshi mengerang pelan. Dia biasanya percaya diri dengan bualannya, sehingga jarang sekali bisa melihat gelisah seperti itu sambil ia menjawab pelan, “Bukan, aku bukannya mau bilang kalau materi mu tiruan,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja bukan! Hmm, bagaimana aku harus mengatakannya ya? Pada dasarnya, pengarang dari paragraf ini tidak ikut dalam aksi apapun. Dia tipe orang yang akan menonton pertandingan olahraga tingkat universitas yang spektakuler dan menulis betapa terkesannya dia oleh permainannya, dan seperti itulah paragraf ini ditulis. Tapi ini bukan tiruan, hanya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertanya, “Jadi, tadi itu tentang apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, bukan apa-apa, hanya imaginasiku saja. Maaf soal itu Chitanda-san, apa kita bisa lanjut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang ketua mengangguk dan semua orang setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, apakah ada pertanyaan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya tidak ada yang punya pertanyaan lain. Saat ia hendak menyatakan teorinya, Ibara terlihat agak gugup sembari ia mencari hipotesis dalam catatannya dengan panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmmm, Oh iya. Ini hipotesisku. Meskipun ini akan menyanggah teori Chi-chan, kalian semua akan mengerti begitu kalian mendengarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami semua terdiam setuju. Karena bulan Juni dan Oktober berjarak terlalu jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengarangnya menyebutkan kalau para pengikut fragmatisme menyebabkan rencana Pemegang Kekuasaan menjadi bumerang. Hasilnya adalah ketua Klub Sastra Klasik berhenti sekolah sebagaimana yang disebutkan dalam ‘Hyouka’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, apa yang dimaksud dengan kegiatan fragmatik yang menyebabkan beliau harus berhenti sekolah? … Pandanganku sama dengan Chi-chan disini, dengan kata lain, kekerasan. Kalau kejadian yang baru-baru terjadi, maka mungkin saja melibatkan pemecahan kaca-kaca, tapi Fuku-chan mungkin akan mengatakan sesuatu kalau begitu. Korbannya adalah… Pemegang Kekuasaan. Sedangkan untuk anti-pembangunannya, ya sesuatu yang sering aku dengar adalah melawan pemerintahan, jadi mungkin semacam itulah. Sisanya sederhana, ketua Klub Sastra Klasik memimpin mereka dan melawan para guru, lalu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengenggam tangannya erat dan membentuk tinju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Buk&#039;&#039; memukul mereka. Walau kita tidak tahu apakah mereka diserang atau tidak, mereka mungkin melakukan hal yang serupa. Tentu saja, mereka bukan sengaja melakukannya. Paragraf pertama yang aku tandai itu penting, pada dasarnya parafraf itu ingin menekankan kebebasan mereka. Karena suatu alasan kebebasan itu terancam, dan untuk mempertahankannya, ketua Klub Sastra Klasik tidak punya pilihan lain selain melakukan perlawanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara menyelesaikannya dengan menutup buku catatannya dan memandang semua hadirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmmm… ini terdengar mengesalkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang ketua, yang seharusnya mencerna apa yang baru saja ia dengar, menyuarakan pemikirannya dengan nyaring. Aku mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengesalkan? Apanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda menjawab, “Ibara-san, poin utama mu berkisar seputar bagaimana para guru mengancam kehidupan para siswa, dan menyebabkan mereka menggunakan kekerasan untuk melawan ancaman tersebut, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara berpikir sebentar sebelum menjawab, “Ya, benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan tetapi, bagaimana sebaiknya saya mengatakannya ya, walau saya bisa memahami beberapa bagian, secara garis besarnya saya belum begitu paham.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun aku mengerti beberapa bagian dari yang kau katakan, secara garis besar aku juga tidak mengerti apa yang baru saja kau katakan. Tetapi memang tidak sepenuhnya tidak bisa dimengerti. Pada dasarnya Chitanda bermaksud mengatakan kalau teori Ibara tidak begitu persuasif. Aku menambahkan jawaban Chitanda, “Teorimu terlalu abstrak. Selain itu, dibaca lebih jauh lagi dan kau hanya akan membaca scanning artikelnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar. Memang seperti itu, tapi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia mengakuinya, Ibara tetap tidak sepenuhnya mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, maksudmu ada kontradiksi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia ingin mempertahankan teorinya melebihi Chitanda tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, aku memang menyadari adanya kejanggalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bicara dengan posisi duduk yang tegak. Tidak ada hubungannya dengan suasana tegang dalam menyanggah orang lain, hanya saja kakiku mulai terasa kesemutan, itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sederhananya begini, kau sendiri menyangkal teori Chitanda yaitu Insidennya terjadi di bulan Juni, bukan saat Festival Kebudayaan di bulan Oktober. Tapi, kalau kita mempercayai baik ‘Hyouka’ dan ‘Kesatuan dan Salut’, maka insidennya terjadi di bulan Juni, sementara kejadian dikeluarkan dari sekolahnya berlangsung pada bulan Oktober ketika Festival Kebudayaan diselenggarakan. Tapi teori Chitanda tidak menyebutkan apapun soal itu. Dan tidakkah kau merasa aneh mereka akan menunggu 4 bulan untuk mengeluarkan seseorang setelah terlibat dalam perilaku kekerasan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan beda lagi ceritanya kalau kasusnya ia mengajukan banding selama periode ini, aku menambahkan dalam pikiranku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu,” balas Ibara, walaupun sepertinya ia sudah mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisa saja ‘Hyouka’ yang salah. ‘Kesatuan dan Salut’ dengan jelas menyebutkan bulan ‘Juni’ sementara Hyouka hanya menyebutkan ‘telah satu tahun berlalu sejak’. Insidennya terjadi di bulan Juni diikuti oleh DO dari sekolah dibulan yang sama, sementara Festival Kebudayaannya berlangsung di bulan Oktober. Tidak terdengar terlalu buruk kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jarak empat bulan ya… ini memang terdengar seperti pendapat yang dipaksakan dari Ibara…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku dalam keraguan, Chitanda dan Satoshi mengatakan penilaian mereka terhadap teorinya secara berurutan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya rasa kita tidak bisa mengabaikan interval waktu sepanjang itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku setuju. ‘Festival Kebudayaan’ disebut tepat sebelum kalimat ‘satu tahun sejak’, jadi kurasa kejadian dikeluarkan dari sekolahnya berlangsung pada bulan Oktober.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terhadap anggukanku dalam diam, keduanya mengatakan pendapat mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga lawan satu, Ibara memperlihatkan ekspresi tidak senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uhhh… Kalian terlalu perhatian pada detil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun reaksi manis seperti itu tidak begitu cocok dengan gayanya, reaksinya sedikit mengendurkan suasana yang tegang. Satoshi mencoba untuk mencairkan suasana dengan berkata dalam gaya yang santai, “Tapi paling tidak cara pendekatanmu itu bagus, menurutku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda juga melepaskan ekspresi super serius nya dan tersenyum setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang. Tinjauan ulang tidak perlu terlalu keras.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku juga berpikir begitu. Bagaimana aku mengatakannya ya, rasanya seperti melihat peta ditengah-tengah labirin yang berkabut, atau merasa kesal karena suatu hal tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Jika saja ‘Hyouka’ dan ‘Kesatuan dan Salut’ dipertimbangkan, maka teori Ibara tidak akana terasa begitu terbatas. Yang tersisa sekarang adalah Data Satoshi dan Aku menyimpulkan semuanya. Dan jika terjadi kontradiksi yang fatal, yang harus aku lakukan hanyalah memikirkan solusi sebelum giliranku tiba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dipikir-pikir, catatanku isinya apa ya? Yang aku tahu hanya kita perlu mengumpulkan catatan bersama-sama, tapi aku belum membaca catatanku sendiri dengan seksama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, giliranku selsai sampai disini ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengangguk pada pertanyaan Ibara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengikuti arah jarum jam, selanjutnya adalah Satoshi. Pada aba-aba Chitanda, Satoshi mulai membagi-bagikan catatannya. Dia lalu tiba-tiba berhenti dan berkata dengan riang, “Oh iya, aku lupa bilang. Beberapa catatanku menyanggah hipotesis Mayaka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salinan yang kami terima adalah salinan dari “SMA Kami Bulanan”. Yang mengingatkanku, Toogaito mengatakan kalau mereka mendekati terbitan ke 400 mereka. Kalau mereka menerbitkan rata-rata 10 nomor setiap tahunnya, maka itu berarti mereka telah berdiri hampir selama 40 tahun. Aku seharusnya menyadari kalau mereka pasti punya bulletin nomor lama dari 33 tahun yang lalu… salah satu artikelnya ditandai dengan lingkaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sebuah bagian kecil dari salinan tersebut yang berhubungan dengan apa yang sedang kami diskusikan, tapi itu cukup jelas untuk menyanggah teori Ibara. Itu adalah dasar dari rasa percaya diri Satoshi ketika dia bicara tadi. Mungkin dia mencoba mempertahankan konsistensi dengan pembicara lainnya… Melirik Ibara, ia memperlihatkan ekspresi yang agak rumit yang tidak terlihat senang ataupun tidak senang. Tentu saja begitu, karena Satoshi memulai pembicaraannya dengan mengomentari teorinya dan bukan teori Chitanda. Meskipun Satoshi mungkin hanya meniru Ibara ketika dia mengatakan kalau catatannya menyanggah hipotesis pembicara sebelumnya. Tentu saja, ini adalah satu dari candaan-candaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
▼Mengikuti gangguan di Blok Ruang Kelas Khusus minggu lalu, yang meninggalkan noda pada kehormatan dan kebanggaan dari klub-klub kesenian di SMA Kamiyama, dua pelakunya telah di-skors dari sekolah, dengan lima lainnya diberikan peringatan serius. ▼ Tentu saja, tetap ada kehormatan bahkan diantara pencuri. Untuk Klub Studi Film, mereka mengatakan mereka tidak akan tinggal diam dan menerima hukuman keras ini, sementara Klub Fotografi bersikeras bahwa mereka 100% benar sejak awal. Meskipun tulisan ini tidak akan melangkah begitu jauh dan menyatakannya disini. ▼ Untuk masalah yang tersisa adalah bahwa konflik ini diselesaikan dengan kepalan tangan. Mengabaikan usaha-usaha yang diambil untuk menyelesaikan masalah ini dengan dialog, orang-orang tertentu dari garis keras berpikir sudah memutuskan untuk mengambil pilihan yang mudah namun menyedihkan, kekerasan. ▼ Kami mendorong anggota-anggota kelas 3 dari Klub Studi Film untuk menyesali pemukulan tidak masuk akal mereka terhadap Sachimura Yukiko-san (Klub Teater baru, kelas 1-D), yang bertugas sebagai mediator selama proses negosiasi. Saat ini Sachimura-san sedang dirawat inap ketika kami menerbitkan ini. ▼ Gerakan legendaris dari dua tahun yang lalu tidak akan membuahkan kekerasan seperti itu. Meskipun kami semua dibuat marah oleh apa yang terjadi baru-baru ini, kita tidak boleh membiarkan ini menghancurkan solidaritas kita, dan kita mesti gigih dengan aksi penolakan simpatik kita. ▼ hanya dengan begitulah kita dapat hidup dengan mengetahui bahwa kita sudah menjunjung tradisi dan kehormatan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mulai menjelaskan dengan wajah tenang,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Temuanku berasala dari bulletin lama dari ‘SMA Kami Bulanan’. Aku menemukan ini tertidur di arsip perpustakaan, jadi aku memutuskan untuk membacanya untuk mengisi waktu setelah pulang sekolah. Tapi, bulletin ini tidak menyebutkan secara langsung tentang insiden 33 tahun yang lalu, dan hanya inilah yang dikatakannya berkaitan dengan kejadian tersebut. Sejujurnya, aku rasa kita jadi berputar-putar karena tulisan ini. Meskipun disebut bulletin lama, hanya setengahnya dapat terbaca dan disimpan dengan buruk. Salinannya dipenuhi coretan disana-sini, apa boleh buat. Jadi, ini poin-poin utamanya:”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ο Insidennya tidak diselesaikan dengan kekerasan&lt;br /&gt;
Ο Insidennya mempengaruhi seisi sekolah&lt;br /&gt;
Ο Ditengah-tengah insiden, ‘kami’ bersatu&lt;br /&gt;
Ο Aksi protes simpatik terjadi sepanjang insiden&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Poin pertama dan poin terakhir mungkin saling berlawanan, tapi keduanya berkaitan dengan hal yang sama. Karena insidennya tidak diselesaikan dengan kekerasan, disinilah teori Mayaka membutuhkan perbaikan. Kedua poin di tengah hampir sama. Meskipun tidak sepenuhnya pasti apakah ‘kami’ ini mewakili seisi sekolah, rasanya cukup aman untuk menganggap kalau ini tidak begitu berarti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benarkah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak begitu puas dengan penjelasan tersebut. Seperti merasakannya, Satoshi menambahkan, “Katakanlah seperti ini. Kalau ‘kami’ berarti seisi sekolah, maka tentu saja seluruh siswa ikut terlibat. Kalaupun bukan, kata ‘kami’ masih berarti ‘kami’ memutuskan untuk mendukung siapapun yang terlibat. Benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu tadi menutup laporanku. Ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Maju ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|Bab 7]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_7&amp;diff=393337</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 7</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_7&amp;diff=393337"/>
		<updated>2014-09-29T01:39:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Di malam hari setelah perdebatan panjang, aku dengan santai mengayuh sepeda di lahan pertanian yang basah disinari oleh warna jingga matahari yang terbenam, dan berusaha keras untuk mendengarkan suara Satoshi yang pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejujurnya aku cukup terkejut, Houtarou. Aku benar-benar terkejut dengan apa yang kau katakan di sana. Jika kau benar, maka Festival Kanya berutang budi atas keberlangsungannya, dengan mengorbankan kehidupan SMA seseorang. Tapi , aku lebih terkejut lagi karena kau dapat menyimpulkan semua itu. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau meragukan kemampuanku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab dengan bercanda, namun untuk sekali ini Satoshi tidak tersenyum ketika ia menjawab, &amp;quot;Kau sudah memecahkan teka-teki sejak mendaftar di SMA Kami. Ketika pertemuan pertama kita dengan Chitanda-san, atau kasus buku populer yang tidak ada seorang pun yang baca, serta Ketua Klub Majalah Dinding. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu hanya terjadi secara kebetulan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Namun hasilnya tidak jadi masalah. Namun masalahnya adalah kenapa orang sepertimu yang merasa memecahkan teka-teki itu menyusahkan malah berakhir memecahkannya? Kalau dipikir-pikir, jawabannya sederhana. Kau melakukannya untuk Chitanda-san. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menoleh, dan bertanya-tanya apakah itu benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Melakukannya untuk Chitanda&amp;quot; itu tidak sepenuhnya benar, aku pikir aku akan menerimanya jika alasan itu diubah kata-katanya menjadi &amp;quot;itu semua kesalahan Chitanda &amp;quot;. Aku ingat Satoshi mengatakan sesuatu yang persis seperti ini sebelumnya, bahwa aku tidak akan bertindak kecuali seseorang meminta aku untuk melakukannya. Meskipun dia tidak meminta ku secara langsung, memang benar bahwa aku akhirnya melakukan sesuatu yang merepotkan untuknya, tapi ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hari ini berbeda.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, hari ini berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau bisa menjadi orang yang pandai untuk menarik perhatian dirimu sendiri kau tahu? Hari ini, tugas memecahkan teka-teki itu seharusnya dilakukan sama rata antara kita berempat. Kau bisa memilih untuk melarikan diri dan mengatakan bahwa kau tidak mengerti apapun , dan tak satu pun dari kita akan mengejekmu. mengapa kau masih mencari jawaban sendiri dengan dalih pergi ke kamar mandi? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari terus tengelam, dan aku bisa merasakan semilir angin . aku mengalihkan pandangan Ku dari tatapan Satoshi dan memandang ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah itu karena kau melakukannya untuk Chitanda-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan Satoshi benar. Biasanya, aku tidak akan repot-repot untuk memecahkan teka-teki seperti itu. Aku rasa aku sangat aktif hari ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya ... pasti begitu.&lt;br /&gt;
Mengapa aku bersikap seperti yang kulakukan hari ini? Kupikir aku kurang lebih mengerti alasannya, dan itu hampir tidak ada hubungannya dengan Chitanda. Namun, memahami sesuatu sendiri berbeda dengan membuat orang lain untuk memahaminya juga. Tanpa memperbaiki pengetahuan dan tabungan kosakataku, aku tidak bisa untuk menyampaikan pemikiran ku kepada orang lain, bahkan tidak untuk orang yang bisa telepati seperti Satoshi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, bukan itu, aku pikir itu karena aku sudah mengenal Satoshi begitu lama sehingga menjelaskannya akan menjadi sulit. Karena tindakan dan motif ku hari ini menyimpangan dari modus operasi yang biasa kulakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetap saja, aku tidak punya kewajiban untuk menjelaskan alasanku kepadanya. aku bisa saja mengatakan itu tidak ada hubungannya dengan dia. Namun aku merasa seperti harus menjawab pertanyaan Satoshi, serta mengatur pikiranku untuk kepentinganku sendiri. Jadi setelah keheningan panjang, aku memberikan jawabanku setelah memilah kata-kataku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... kurasa, aku hanya lelah karena hidup di dunia yang berwarna abu-abu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejak bertemu Chitanda, tingkat efisiensi energiku telah jatuh ke tingkat terendah. Ia harus menyiapkan pembuatan antologi esai sebagai ketua klub, mengikuti ujian sebagai siswa, dan mencari masa lalunya sebagai manusia. Itu cukup melelahkan bagiku. Kau dan Ibara juga sama, menghabiskan waktu pada segala macam hal yang tidak berguna. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah ... kurasa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi kau tahu, kadang-kadang aku berpikir rumput lebih hijau di sisi lain pagar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berhenti berbicara di situ, karena aku sadar aku bisa mengutarakan itu dengan cara yang lebih baik. Namun aku tidak bisa memikirkan sesuatu yang lebih baik dari itu, jadi aku melanjutkan, &amp;quot;Setiap kali aku melihat kalian, aku tidak sanggup untuk tenang. Aku ingin tetap tenang, namun aku tidak menemukan sesuatu yang menarik &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi setidaknya, aku ingin, bagaimana kau menempatkannya, memecahkan teka-teki. aku ingin merasakan cara hidup sepertimu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
aku berhenti berbicara setelah itu. Di tengah suara pedal dan angin, Satoshi tidak mengatakan apa pun. Satoshi itu biasanya banyak bicara, namun ada saat-saat dia tidak bisa mengatakan sesuatu, dan aku cukup menyadari hal itu, karena aku ingin dia katakan sesuatu. Aku hanya akan memikirkan alasannya kemudian, untuk saat ini, aku tidak bisa tahan dalam keheningan ini lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, katakan sesuatu,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa merasakan Satoshi tersenyum meskipun aku tidak bisa melihat nya, saat dia berbicara pada akhirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;aku pikir ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kupikir kau benar-benar iri dengan mereka yang memiliki kehidupan yang berwarna mawar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab tanpa berpikir, &amp;quot;Mungkin.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menatap langit-langit di kamarku sendiri, yang berwarna putih seperti biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merenung tentang apa yang Satoshi katakan sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan aku suka mendengar hal-hal menyenangkan, termasuk lelucon konyol dan musik populer. Meskipun aku berputar karena Chitanda, itu masih merupakan cara yang baik untuk membunuh waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, dengan segala rasa hormat kepada semua perbuatan komedi di luar sana, bagaimana jika aku menjadi terobsesi dengan hal-hal ini terlepas dari waktu dan usaha yang akan terbuang ... Apakah itu menjadi jauh lebih menghibur bagiku? Apakah itu akan menjadi berguna meskipun merugikan efisiensi energi ku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misalnya, mengejar masa lalu Chitanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang lebih penting, bagaimana &amp;quot;Pahlawan&amp;quot; Sekitani Jun akhirnya melindungi Festival Kanya 33 tahun yang lalu, berdasarkan pernyataanku .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandanganku tidak bisa fokus pada satu tempat. Ini seperti yang aku pikir, setiap kali aku berpikir tentang hal ini, aku tidak bisa tetap tenang. Aku mengalihkan pandangan ku dari langit-langit ke lantai aku berbaring dan melihat surat dari kakak yang dikirim untukku terbaring di sana.&lt;br /&gt;
Aku ..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba telepon berdering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, bukannya aku belum pernah mendengar telepon berdering sebelumnya. Hanya saja aku begitu tenggelam dalam pikiranku yang terasa mendadak. Aku meninggalkan kegelisahanku di belakang sebagai pikiranku dan kembali ke kenyataan, dan bangkit dan menuju lantai bawah untuk menjawab telepon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Halo, ini adalah Oreki.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah? Houtarou?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa tulang punggungku kesemutan karena gugup. Itu adalah suara yang tak asing, yang bisa mengacaukan gaya hidupku, dan membuatku terlibat dalam segala macam kesulitan meta-level. Itu adalah panggilan dari Oreki Tomoe, yang mengembara di suatu tempat di Asia Barat dan bersembunyi di Konsulat Jepang dari kejaran agen Mossad. Sepertinya itu adalah panggilan internasional, sulit untuk mendengarkan, tapi tidak ada kesalahan yang menunjukan itu bukan dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa henti, aku memberikan respon jujur ku setelah mendengar suara yang aku tidak mendengar sekian lama.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi kau masih hidup?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kasar sekali, kau pikir aku akan terbunuh oleh satu atau dua penjahat?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi dia benar-benar pergi sampai ke sana? Tidak bisa berkata aku merasa terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin menyadari betapa mahalnya harga panggilan yang akan didapatkan, kakakku berbicara dengan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tiba di Pristina kemarin. Itu ada di Yugoslavia, oh iya. Keuangan dan kesehatanku keduanya dalam kondisi baik dan rencana ku akan baik-baik saja seiring waktu. aku akan menulis surat padamu sesekali setelah aku sampai ke Sarajevo. Jika aku bepergian dengan santai, aku akan sampai di sana dalam waktu dua minggu. ini adalah akhir dari laporanku. Lantas bagaimana keadaan di sana? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kakakku terdengar senang seperti biasa. Meskipun dia secara emosional sering tidak stabil dalam arti bahwa ia bisa sangat marah, atau menangis seperti tidak ada hari esok, atau sangat menyenangkan, umumnya dia biasanya hanya akan bersikap senang.&lt;br /&gt;
Aku mengibaskan kabel telepon dengan jariku dan menjawab, &amp;quot;Tidak ada yang tidak biasa di Kekuasaan Timur yang Jauh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;aku tahu, lalu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kakakku hendak menutup telepon. Meskipun aku tidak akan keberatan jika dia akan menutup telepon, aku masih berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kami menerbitkan sebuah antologi, &#039;Hyouka&#039; ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Hah? Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kami menulis Sekitani Jun&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kakakku masih berbicara dengan cara yang cepat, &amp;quot;Sekitani Jun? benar benar nama nostalgia. Hmm, tak pernah berpikir cerita itu masih akan diwariskan. Apakah &#039;Kanya Festival&#039; masih istilah tabu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak mendapatkan apa yang dia maksud dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa maksudmu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu tragedi. Aku tidak menyukai hal itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tabu? Tragedi? Tidak menyukai itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dia bicarakan? Apa yang dia katakan?&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu sebentar, kita sedang berbicara tentang Sekitani Jun, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja. &#039;pahlawan yang baik&#039;. kau mengerti, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah percakapan yang sia-sia. Meskipun kita sedang berbicara tentang subjek yang sama, kita tidak bisa terhubung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Patut dipertanyakan mengapa, aku langsung menyadari bahwa aku bisa saja keliru. Mungkin pernyataan yang kubuat di kediaman Chitanda keliru atau kurang beberapa rincian. Namun aku tidak bisa merasa sabar, karena kakak ku tahu apa yang terjadi di Kamiyama SMA 33 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kak, apa yang kau ketahui tentang Sekitani Jun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memutuskan untuk bertanya padanya dengan serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
yang aku dapatkan adalah jawaban yang sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak punya waktu untuk itu! Sampai jumpa!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klik. Bip, bip.&lt;br /&gt;
Aku mengambil gagang telepon dari telingaku dan memandangnya seperti orang bodoh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa ... ini ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakak Bodoh!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membanting gagang telepon , menyebabkan benda itu terguncang dengan suara keras. rasa tergangguku sekarang berlipat ganda, berkat kakak ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak lagi ingat apa yang kakak ku katakan dengan tepat, karena percakapan itu terjadi begitu cepat tidak ada waktu bagiku untuk memprosesnya. Namun, bagian di mana dia merespon secara negatif mengenai insiden itu masih segar dalam pikiranku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku kembali ke tempat tidur ku dan mengambil semua yang Klub Klasik telah kumpulkan mengenai insiden itu dari tasku. &#039;Hyouka&#039;, &#039;Persatuan dan Penghormatan&#039;, &#039;bulanan sekolah tinggi Kami&#039; dan &#039;Sekolah tinggi Kamiyama: Berjalan Bersama untuk 50 Tahun ... Aku juga meletakkan surat kakak ku dikirim dari Istanbul bersama barang barang tersebut aku sekali lagi membaca garis yang menarik perhatianku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku yakin aku akan melihat kembali ke belakang sepuluh tahun dari sekarang dan melihat setiap hari dari sini tanpa menyesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepuluh tahun dari sekarang, huh? Saat Sekitani Jun adalah ketua 33 tahun yang lalu, jika dia masih hidup dia akan berumur sekitar 50 tahun sekarang. Apakah ia tetap melihat kembali pada kehidupan yang SMA-nya tanpa penyesalan?&lt;br /&gt;
Kurasa dia tidak akan bisa. &amp;quot;Pahlawan&amp;quot; yang mengorbankan dirinya untuk semangat rekan-rekannya dan meninggalkan pilihannya untuk melanjutkan pendidikan sekolah tinggi-nya dan tidak menyesal untuk membuat keputusan seperti itu. Sejak pernyataan ku di kediaman Chitanda, itulah yang Kupikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi apakah itu benar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu hanya Festival Budaya, namun menyebabkan sekolah datang setelah dia dan mengubah hidupnya. Jika kehidupan di sekolah tinggi sangat berwarna mawar, lalu jika sebuah kehidupan yang berwarna mawar terlau cerah sampai kau merasa silau apakah itu masih bisa disebut kemerahan?&lt;br /&gt;
Bagian berwarna abu-abu di dalam ku mengatakan itu tidak benar. Mengorbankan diri sendiri supaya rekan-rekannya akan dimaafkan, akankah seorang pahlawan mau menderita sesuatu yang seperti itu? Pikiran itu muncul dalam pikiran saya. Meskipun aku tetap menolak pemikiran seperti itu, aku tidak bisa mengabaikan fakta bahwa kakak ku telah menyebut insiden itu sebuah tragedi. &lt;br /&gt;
Aku perlu memperbaiki ini sekali lagi. Aku mengambil semua salinan yang menyebutkan kejadian itu. &lt;br /&gt;
Maka, aku mulai menanyakan apakah kehidupan Sekitani Jun benar-benar berwarna merah 33 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya, aku menuju ke sekolah dengan mengenakan pakaian santai ku. Dalam rangka untuk mengkonfirmasi sesuatu, aku menelepon Chitanda, Ibara dan Satoshi untuk keluar juga. aku berkata kepada mereka dengan simple , &amp;quot;Ada hal lain yang aku butuhkan untuk menambah pernyataan kemarin sebelum itu dapat sepenuhnya disimpulkan. Aku akan menunggu di Ruang Geologi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan mereka bertiga datang. Ibara pasti mengira aku membesarkan masalah yang seharusnya terselesaikan dengan nada menyindir, dan sementara Satoshi tersenyum, penampilan yang mengejutkan kepadaku menyimpang dari perilaku yang biasa aku masih bisa dilihat. Adapun Chitanda, dia berbicara saat melihatku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oreki-san, aku merasa seperti masih ada sesuatu yang aku perlu tahu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasakan hal yang sama juga. Saat aku mengangguk, aku meletakkan tanganku di bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak apa-apa. Kurasa kita seharusnya bisa menyelesaikan masalah ini hari ini juga. Tunggulah sedikit lebih lama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa maksudmu dengan menambahkan pernyataan kemarin, Oreki?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Menambahkan berarti mengambil langkah terakhir untuk menyelesaikan sesuatu yang masih belum lengkap.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak mengerti, kau mengatakan kita telah melihat dengan cara yang salah atau menuju ke kesimpulan yang salah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengarkan aku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku mengambil catatanku, Aku melirik ke arah diriku sendiri daripada menunjukkannya pada orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... &#039;Hyouka&#039; itu dapat ditulis sebagai sesuatu yang lebih penting. Hal itu tidak dimaksudkan untuk mencatat kehidupan Sekitani Jun atau dibuat sebagai kisah heroik, itulah yang kata pengantar katakan juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah bagian yang Satoshi bahas kemarin. Seperti yang diharapkan, ia berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah itu bagian yang kita bahas kemarin?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, tapi mungkin kita telah disesatkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa maksudmu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagian ini di sini,&amp;quot; Sebagai seorang korban konflik, senyuman yang bahkan senior tunjukkan itu akan berakhir bersama aliran waktu ke dalam kekekalan. &#039;&#039;pengorbanan&#039; di sini tidak berarti menyerah secara sukarela, bukan, itu berarti &#039;pengorbanan&#039; sebagai korban. &amp;quot;&lt;br /&gt;
Ibara mengangkat alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Namun kenapa mereka menggunakan &#039;korban&#039; bukan &#039;pengorbanan&#039; itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Korban&#039; ya? Meskipun aku tidak perlu banyak menjelaskan, karena Chitanda akan menutupinya untukku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, &#039;pengorbanan&#039; juga bisa tanpa sadar. Dulu berarti hal itu ada di masa lalu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang diharapkan dari seorang siswa kehormatan, yang cepat. Dan aku baru saja mendapatkan sebuah kamus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi berkomentar sambil menghela napas, &amp;quot;... aku tahu apa yang kau coba katakan mengenai arti yang berbeda untuk kata itu, tapi bukankah itu jelas? Selain itu, tidak ada cara kita bisa mengetahui arti sesungguhnya tanpa bertanya pada penulisnya lebih dulu. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, perbedaan dalam pengertian tidak semata masalah bahasa. Saat bahasa tidak pernah setepat matematika, wajar bahwa kata-kata memiliki lebih dari satu arti. Jadi tidak mungkin untuk menyimpulkan bahwa sebuah kata berarti hal yang berbeda sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ada cara untuk memecahkan masalah ini. Aku mengangguk yakin untuk Satoshi dan berkata, &amp;quot;Yah, maka kita akan hanya perlu meminta penulis.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Siapa itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Orang yang menulis kata pengantar ini, tentu saja. Kooriyama Youko-san adalah seorang siswa tahun pertama 33 tahun yang lalu. Ia seharusnya sekitar 48 atau 49 tahun sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Chitanda melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi kau menemukannya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menggeleng cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; tidak perlu. Karena dia berada sangat dekat .&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mengangkat kepalanya. Seperti yang diperkirakan, dia adalah orang pertama yang mengetahuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh aku tahu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu benar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa maksudmu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang kau tahu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara menatapku, dan aku mengangguk pelan mendesak dia untuk menjelaskan.&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Itu guru Itoikawa kepala Pustakawan , bukan? guru Itoikawa Youko-, nama gadisnya juga seorang Kooriyama. Aku benar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara juga seorang pustakawan , ia tentu tahu nama lengkap guru Itoikawa, itu sebabnya dia cepat menyadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat. Jika kau hanya mendengar nama &#039;Ibara Satoshi&#039; tanpa melihat bagaimana eja-annya, maka kau tidak bisa menebak apakah Satoshi telah mengambil nama Ibara itu. Tapi karena kita tahu guru Itoikawa nama yang diberikan dieja &#039;Youko&#039;, serta fakta bahwa usianya cocok, kemudian memikirkan nama gadisnya adalah dasar yang penting. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melintasi lengannya, Ibara mulai menyemburkan sindiran sinis nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau benar-benar aneh. Bahkan aku tidak bisa menyadari hal seperti itu meskipun berhubungan dengan guru sepanjang waktu, namun kau berhasil melakukan itu. Mungkin Kau harus membuat Chi-chan melihat kedalam kepalamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang aku katakan sebelumnya, Aku beruntung dengan ilham kilat. Aku juga tidak ingin berdebat dengan Chitanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, wajah Chitanda itu perlahan-lahan semakin merah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;L, lalu, jika kita dengar dari Guru Itoikawa ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu kita tahu apa yang terjadi 33 tahun yang lalu. Kenapa itu bukan kisah heroik, kenapa sampulnya dirancang seperti itu, mengapa antologi berjudul &#039;Hyouka&#039; ... Kita akan mendapatkan semua jawaban mengenai pamanmu. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, apakah kau memiliki bukti bahwa itu benar-benar guru Itoikawa? Bukankah akan canggung jika ternyata itu adalah orang lain?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita tidak akan salah. Aku melihat arlojiku dan memperhitungkan bahwa memang sudah waktunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebenarnya, aku sudah memastikan itu. Aku tahu dia adalah ketua klub di tahun kedua. Aku membuat janji untuk berbicara dengannya tentang hal itu. harusnya sekitar waktu sekarang, ayo ke ketua perpustakaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berbalik untuk pergi, aku bisa mendengar Ibara bergumam, &amp;quot;Kau pasti sangat antusias.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasa dia benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama liburan musim panas, perpustakaan akan menarik turun tirai jendela untuk melindungi buku-buku dari paparan sinar matahari yang intens. Dalam situasi seperti ini penyejuk udara ada di dalam ruangan, perpustakaan itu masih penuh sesak dengan siswa mempersiapkan Festival Kanya atau murid tahun ketiga yang sedang mempersiapkan ujian masuk universitas. guru Itoikawa bisa terlihat menulis sesuatu sambil duduk di belakang meja, mengenakan sepasang kacamata yang kita tidak lihat waktu terakhir kali saat ia menulis. Dia memiliki figur yang agak kecil, dan kerutan yang terlihat di wajahnya, bukti bahwa sudah hampir 31 tahun sejak dia lulus dari sekolah tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;guru Itoikawa,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berbalik dan melihat kami saat kami memanggilnya. Mengangkat wajahnya, dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, klub klasik,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melihat sekeliling perpustakaan dan berkata, &amp;quot; agak ramai di sini, haruskah kita berbicara di Kantor petugas perpustakaan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan membawa kami ke kantor di belakang meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kantor petugas perpustakaan adalah kantor nyaman yang cukup besar untuk satu orang yang bekerja, meskipun pendingin nya jauh lebih kecil di sini. tirainya tidak diturunkan, Itoikawa pergi ke depan dan menurunkan tirainya saat ia memberi isyarat bagi kami untuk duduk di sofa tamu. Sebuah wewangian lembut tercium, seperti berasal dari pot bunga yang ditempatkan di satu-satunya meja di ruang ini. tumbuhan Itu sangat biasa dan memiliki bunga yang mudah gugur, dan mungkin tidak ditujukan untuk para tamu tetapi untuk dirinya sendiri agar bisa mengagumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun sofa itu besar, namun masih tidak cukup besar untuk kami berempat. Jadi guru Itoikawa harus mengambil kursi lipat dan menempatkannya di samping sofa. Tapi kenapa aku yang duduk di kursi lipat, sementara tiga orang lainnya duduk di sofa? guru Itoikawa duduk di kursi berputar sendiri. Meletakkan sikunya di atas meja, dia menghadap kami dan berkata, &amp;quot;Nah, apakah yang kau ingin berbicara denganku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bertanya dengan lembut. Ketika dia bertanya pada semua orang dari klub klasik, wajar jika aku yang harus berbicara atas nama klub. Aku mencoba untuk menghindari keinginan untuk menyilangkan tangan dan kaki ku dalam situasi yang aku tidak gunakan, dan sopan menjawab, &amp;quot;Ya, ada sesuatu yang kami ingin menanyakan dari Anda. Tapi pertama-tama, kami ingin mengkonfirmasi sesuatu . Apakah nama gadis Anda Kooriyama? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu berarti ini ditulis oleh Anda, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil salinan dari saku saya dan menyerahkan kepadanya. guru Itoikawa mengerakan matanya melintasi secarik kertas itu dan tersenyum lembut,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, itu aku. Tapi aku terkejut bahwa halaman ini mampu masih disimpan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia kemudian terlihat menurunkan tatapannya padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kurasa aku tahu apa yang kau ingin diskusikan dengan ku. siswa dari klub klasik menanyakan tentang nama gadisku, aku tahu apa yang sedang terjadi ... kau ingin tahu tentang gerakan 33 tahun yang lalu , kan? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bingo, jadi dia sudah tahu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, berbeda dengan harapan ditunjukkan di ekspresi kami, guru Itoikawa hanya mendesah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, mengapa kau bertanya tentang peristiwa yang sudah lama seperti sekarang? bukankah akan lebih baik jika melupakan hal itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, ini berkat Chitanda yang melihat segala macam peristiwa dan merasa penasaran seperti binatang, atau aku tidak akan pernah menyadari peristiwa ini &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Seekor binatang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf, maksudku seperti pesta.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
guru Itoikawa dan Satoshi sama sama tersenyum, sementara Ibara memberiku tatapan kesal. Chitanda memprotes dengan lembut, meskipun aku mengabaikannya. guru Itoikawa tersenyum lembut pada Chitanda dan bertanya, &amp;quot;Dan mengapa kau tertarik pada gerakan yang waktu itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat Chitanda menggenggam kepalan tangan di lututnya. Dia mungkin gugup saat dia menjawab singkat, &amp;quot;Sekitani Jun adalah paman saya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
guru Itoikawa menghembuskan napas yang tertahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, aku tahu, Sekitani Jun .. nama nostalgia itu. Bagaimana kabarnya dia?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;aku tidak tahu, karena ia dilaporkan hilang di India.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tersentak lagi, &amp;quot;Oh.&amp;quot; Meskipun dia tidak terlihat sudah gemetar. Mungkin selama hidup selama 50 tahun berarti dia sudah mengalami segalanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;ku lihat begitu. Dan aku selalu ingin bertemu dengannya sekali lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku juga Aku hanya ingin melihatnya sekali lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah Sekitani Jun adalah seseorang yang layak untuk ditemui sekali lagi? Aku tidak bisa tidak bertanya-tanya mungkin aku harus bertemu dengannya juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seolah-olah penuh dengan emosi, Chitanda berbicara perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;guru Itoikawa, tolong katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi 33 tahun yang lalu? Mengapa insiden yang melibatkan pamanku bukan sebuah kisah heroik? Mengapa antologi klub klasik berjudul &#039;Hyouka&#039;? ... Apakah pernyataan Oreki-san benar ? &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;pernyataan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
guru Itoikawa bertanya, &amp;quot;Apa yang kau maksud dengan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menjawab, &amp;quot;guru, Oreki telah berhasil menyimpulkan apa yang bisa terjadi 33 tahun yang lalu menggunakan informasi terbatas yang kami telah kumpulkan. Jadi mungkin anda akan mendengarkan itu darinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya aku harus mengulangi apa yang telah aku katakan kemarin. Tidak, meskipun aku berniat untuk tetap melakukannya, aku belum menyadari bahwa itu hanya bisa menjadi spekulasi bagi seseorang yang benar benar telah mengalami kejadian itu sendiri. Meskipun aku yakin pernyataan ku, ada sebuah pemikiran kecil yang aku bisa anggap salah. Aku menjilat bibirku dan mulai penjelasanku menggunakan metode 5W1H sama seperti kemarin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pertama, karakter utama untuk kejadian ini ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Dan begitu, kami menyimpulkan jika sektiani jun dikeluarkan pada bulan Oktober.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sekalu lagi aku mengeluarkan semuanya , aku terkejut oleh seberapa baik aku berhasil mengatur pikiran ku. Saat aku berbicara tanpa mengacu pada catatan, waktu sepertinya berlalu lebih cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepanjang waktu sementara aku berbicara, guru Itoikawa tetap diam. Dia berbicara kepada Ibara seketika saat aku selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ibarasan, apakah kau memiliki catatan yang kau bicarakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, aku ..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;aku punya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi membuka tali tas dan mengeluarkan setumpuk catatan yang dilipat di sebuah tempat, dan menyerahkannya kepada guru Itoikawa. Dia mengambil lembaran itu, meliriknya sekilas dan mendongak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau mampu membentuk pernyataan hanya dari ini semua?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, Orekisan lakukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu tidak tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;aku hanya mengumpulkan teorinya bersama-sama, itu saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Namun,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendesah. guru Itoikawa mengembuskan napas dan meletakkan catatan itu di atas meja lalu dia menyilangkan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku heran.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu tidak salah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara bertanya, ia menggeleng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, itu hanya seperti kata Orekikun. Semuanya benar. Rasanya luar biasa, seolah-olah kau berdiri di samping ku ketika aku melihat semuanya terungkap saat itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
aku menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
aku memang lega karena aku benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, apa lagi yang ksu ingin tanyakan dariku? Aku mungkin bahkan akan memberikan tanda lulus jika jawaban ku cocok dengan spekulasi mu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, aku tidak tahu tentang yang lain, tapi Houtarou sepertinya merasa hal lain yang hilang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, ada sesuatu yang hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sesuatu yang yang ingin kutanyakan: Apakah Sekitani Jun meninggalkan kehidupan sekolah tinggi yang bewarna mawar-Nya dengan kemauannya sendiri? aku menanyakan pertanyaanku seperti berikut, &amp;quot;aku hanya punya satu pertanyaan. Apakah Sekitani Jun berkeinginan menjadi perisai bagi seluruh siswa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi lembut guru Itoikawa tiba-tiba membeku saat mendengar pertanyaan itu. Dia hanya menatapku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan menatap diam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menunggu dia untuk berbicara, demikian pula Chitanda, Ibara dan Satoshi. Mereka mungkin bertanya-tanya pertanyaan apa itu semua tentang ketika mereka menunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Keheningan tidak berlangsung lama. guru Itoikawa mengerakan bibirnya seolah-olah membisikkan sesuatu, dan berkata dengan nada mencela, &amp;quot;Kau benar-benar melihat melalui aku ... Lalu aku akan memberitahu mu entang hal itu. aku pikir lebih baik aku mulai dari awal sampai ke akhir. Meskipun itu masa lalu, aku masih mengingatnya dengan jelas. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan begitu, mantan Kooriyama Youko berbicara tentang &amp;quot;Perjuangan pada bulan Juni&amp;quot; 33 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meskipun Festival Budaya sama aktifnya seperti yang lalu, rasanya sekarang lebih tenang daripada dulu. jika bisa Kembali maka semua orang akan memandang Festival Budaya sekolah tinggi kami sebagai tujuan utama mereka hidup. Itu adalah waktu ketika semua orang secara aktif akan membuang hal hal yang lama dan menyambut hal hal yang baru, dan beberapa mengatakan itu berasal dari energi yang meluap ini jika Festival Budaya sekolah tinggi kami dimulai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tepat sebelum aku mendaftarkan diri sekolah ini, ada perasaan bahwa akan ada kerusuhan yang akan pecah. hal yang tidak baik akan datang dari keributan yang keluar dari kontrol, kan? Namun dibandingkan dengan insiden kekerasan di sekolah dalam beberapa tahun terakhir, pergerakan kembali saat itu tampak agak teratur. Meskipun untuk guru waktu itu, itu masih dianggap tidak dapat diterima. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatan yang aku dengar sepertinya keprihatinan beberapa Sejarah Jepang Modern. Kupikir orang-orang sedang tidak dipenuhi dengan energi pada saat itu juga orang yang lahir pada periode sama seperti aku yang bisa memahami keberadaan group lainnya, val.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ketika jadwal Festival Budaya diumumkan, ada keributan besar. Jadwal lima hari dari biasanya secara drastis dikurangi menjadi hanya dua hari, dan mereka dipindahkan dari hari biasa menjadi hanya dua hari di akhir pekan, seolah-olah mereka sedang membuang dari kalender sekolah reguler sama sekali. Setiap orang merasa seperti ada seember air dingin yang dituangkan di atas mereka dan menemukan keputusan yang sulit untuk perutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejak pengumuman itu, aku bisa merasakan suasana di sekolah menjadi tegang, seolah-olah ada sesuatu yang akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pertama, berbagai macam bahasa kotor dipasang pada papan pengumuman sekolah. Kemudian ada pidato publik, yang mana setiap orang bisa datang di atas panggung untuk mengatakan apa pun yang mereka inginkan, di mana semua orang semakin semakin bergairah dan menerima tepuk tangan. Kemudian gerakan dimulai saat itu diusulkan untuk menyatukan sumber daya dari klub seni-terkait bersama-sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Namun, meskipun perlawanan yang diharapkan, tak seorang pun tampaknya siap atas tanggapan yang kuat sekolah secara paksa melaksanakan penyingkatan Festival Budaya. Dalam rangka melaksanakan gerakan ini, salah satu siswa harus siap untuk menerima konsekuensi. Meskipun semua orang pandai berbicara, namun menyedihkan, tidak ada yang mengajukan diri untuk keluar dan menjadi pemimpin dari aliansi klub. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
guru Itoikawa bergeser di kursinya, yang menciptakan suara mencicit di kursinya lalu dia melanjutkan, &amp;quot;Jadi diputuskan mengambil opini untuk memilih pemimpin, dan pamanmu, Sekitani Jun, berakhir dengan ujung pendek tongkat. operasi ini sebenarnya ditangani oleh orang lain, namun nama mereka tidak pernah muncul di depan umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Gerakan ini terus mengumpulkan semangat, dan akhirnya menyebabkan sekolah menyesal dengan rencana mereka untuk mempersingkat festival. Seperti yang ditulis dalam catatanmu, festival berlangsung seperti biasa.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia mendeskripsikan peristiwa itu tanpa emosi, aku tetap dapat merasakan suasana 33 tahun yang lalu, apakah itu gairah pergerakan atau sikap pengecut para wakil, mereka semua di masa lampau sekarang. Itoikawa kemudian melanjutkan, &amp;quot;Tapi kami melakukan hal yang berlebihan. Selama pergerakan, Aku mengambil bagian dalam memboikot pelajaran. Semua orang di lapangan meneriakkan slogan-slogan. membuat api unggun membawa suasana ke klimaks, dan kemudian malam itu terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Api di api unggun menjadi keluar kendali. Kami tidak tahu apakah seseorang melakukannya dengan sengaja, tetapi gedung Seni Bela Diri Dojo dibakar. Meski api akhirnya bisa dipadamkan, gedung dojo yang berumur tua rusak parah karena disemprot air dari mobil pemadam kebakaran. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ekspresi Chitanda dan Ibara menjadi kaku, kurasa begitu pula denganku. Bahkan kita bisa mengatakan ini terdengar buruk, secara tidak langsung, itu berarti ini merusak barang milik sekolah itu tidak dapat diabaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sepertinya tindakan kriminal adalah jalan keluar yang tidak biasa, dan tidak bisa diabaikan. Untungnya, pihak sekolah tidak ingin membuat hal-hal lebih buruk lagi serta memutuskan untuk tidak melibatkan polisi. Meskipun tidak ada yang bisa membantah saat sekolah harus menemukan seseorang agar bertanggung jawab setelah Festival Budaya berakhir ... Karena setiap orang akan mengatakan mereka tidak tahu apa-apa setelah festival berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, sementara penyebab kebakaran itu belum diketahui, orang yang akhirnya disalahkan itu tak lain dari Sekitani-san, pemimpin resmi pergerakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dulu, jauh lebih mudah untuk mengusir mahasiswa. walau bagaimanapun, Sekitani-san tetap tenang sampai akhir. Meskipun Aku yakin pertanyaanmu adalah apakah ia ingin menjadi perisai bagi semua orang, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itoikawa hanya tersenyum serta menatapku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kupikir kau sudah tahu jawabannya sendiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menyelesaikan cerita panjang nya, guru Itoikawa berdiri untuk menuangkan air panas dari termos ke dalam cangkir kopi sebelum meminumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami mengatakan apa-apa. Mungkin kami tidak bisa menemukan apapun untuk dikatakan. Aku hanya bisa melihat bibir Chitanda kita bergerak sedikit, seolah-olah bergumam &amp;quot;bagaimana mengerikan&amp;quot;, atau &amp;quot;betapa kejam&amp;quot;, meskipun aku tidak tahu hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, itu semua yang aku katakan. Kau m&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dia kembali ke kursi berputar, guru Itoikawa berbicara dalam nada yang biasa. Ini memang hanya cerita dari masa lalu baginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara akhirnya memecah kesunyian dan berkata, &amp;quot;Kalau begitu, Aku ingin bertanya tentang ilustrasi cover yang digambar di belakang itu ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
guru Itoikawa mengangguk tanpa suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku teringat sampul &#039;Hyouka&#039;, satu dengan anjing dan kelinci saling berkejaran, sementara sejumlah kelinci membentuk lingkaran dan mengamati mereka. Anjing mungkin mewakili staf pengajar sedangkan kelinci siswa. Dan kelinci yang membawa anjing berputar-putar mungkin Sekitani Juni&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah guru Itoikawa datang memberi kami jawaban bahwa aku hanya menduga, aku bertanya padanya, &amp;quot;Dari semua bangunan di sekolah tinggi Kami, gedung Seni Bela Diri Dojo adalah yang tertua, jadi apakah itu berarti itu sudah dibangun kembali sebelumnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menyadari betapa kuno gedung dojo adalah ketika Chitanda menunjukkan kepada ku pada bulan April, meskipun aku tidak memikirkan itu sesudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, itu benar. Karena bangunan sekolah umum jarang direnovasi kecuali mereka mencapai sell-by date. Ketika semua bangunan lainnya yang direnovasi sepuluh tahun yang lalu , hanya gedung dojo yang terbengkalai karena sudah direnovasi sebelumnya sendirian.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi lalu berkata patuh, &amp;quot;Umm, guru, kulihat Anda tidak pernah menyebut festival sebagai Festival Kanya,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat topik itu berubah sama sekali, guru Itoikawa akhirnya tersenyum samar-samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kau bertanya? Tentunya kamu harus menemukan jawabannya sekarang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanya Festival?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, begitu. Aku ingat kakakku menyebutkan dalam panggilan telepon kami bahwa istilah ini dianggap tabu dalam klub klasik Meskipun agak terlambat, aku akhirnya mengerti mengapa itu tabu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu karena Sekitani Jun tidak ingin menjadi pahlawan, kan? Itulah sebabnya mengapa Anda menolak untuk memanggil festival Festival Kanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Fuku-chan, apa yang kau maksud dengan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Satoshi tersenyum sambil menjawab, senyum ini berbeda dari biasanya karena dia tidak tersenyum untuk bersenang-senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&#039;Kanya&#039; bukanlah singkatan dari &#039;Kamiyama&#039;, melainkan itu adalah kanji pengucapan alternatif &#039;Sekitani&#039;. Aku berhasil menemukan itu beberapa waktu lalu. Ini mungkin sebuah nama alternatif untuk &#039;Sekitani Festival&#039;, pesan untuk mengelabui staf pengajar sementara menghormati pahlawan mereka. &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda ... kemudian bertanya, &amp;quot;guru, kau tahu alasan mengapa pamanku menggunakan judul &#039;Hyouka&#039; untuk antologi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, guru Itoikawa dengan lembut menggeleng.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nama itu mungkin dipikirkan oleh Sekitani-san untuk iseng sementara dia punya firasat dia akan diusir. Ia mengatakan itu berarti sesuatu yang ia tidak bisa dilakukan di negara saat ini pada waktu itu. Tapi sebaliknya, Aku tidak tahu apa artinya . &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Dia tidak tahu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah dia benar-benar tidak tahu? Atau Chitanda, Ibara dan Satoshi, dalam hal?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Aku jarang marah, bahkan sekarang aku mulai kesal. Sekarang semua yang aku rasakan adalah rasa iritasi, karena tidak ada seorang pun menangkap pesan yang Sekitani Jun telah ditinggalkan. Aku sangat kesal bahwa tidak ada yang berhasil menerima pesan remeh seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa sadar, Aku mulai berbicara, &amp;quot;Bukankah kalian mendapatkannya? cukup apa yang sudah kalian telah mendengarkan? saya hanya akan datang dan mengatakan itu, bukan apa-apa tapi ini permainan kata yang konyol.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Houtarou?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sekitani Jun ingin menyampaikan pesan kepada kita, keturunan para klub Club, dan dia meletakkannya di dalam judul antologi. Chitanda, kau pandai bahasa Inggris, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mulai bingung karena tiba-tiba disebut .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh? I-Inggris?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Ini sebenarnya adalah pesan rahasia. Tidak, lebih seperti permainan kata-kata ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
guru Itoikawa tampaknya tidak membuat tanggapan apapun sambil melihat kami. Aku bertanya-tanya apakah ia bisa menyadari, tidak dia harus menyadari. Namun untuk beberapa alasan dia tidak memberitahu kita apa-apa. Sementara aku tidak mengerti sepenuhnya, aku mencoba menempatkan diriku di sepatunya dan menyadari ini bisa menjadi sesuatu yang tidak bisa diucapkan keras-keras. Mungkin ini juga salah satu tradisi klub klasik?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah kau tahu sesuatu, Oreki-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oreki, berhenti membuat kita menebak lagi. Apakah kau benar-benar mendapatkannya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Beritahu kami , Houtarou.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berapa menit lagi Aku harus mendesak jawaban orang-orang ini? Aku mendesah saat aku siap untuk memberikan penjelasanku. Meskipun kali ini aku merasa seperti ini tidak ada hubungannya dengan keberuntungan atau memiliki kilatan inspirasi. Aku hanya merasa seperti menyampaikan penyesalan Sekitani dalam waktu ini permainan kata yang kepada seseorang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan jadi saya berbicara, &amp;quot;Bagaimana menurutmu Hyouka?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda menjawab, &amp;quot;Itulah judul antologi klub klasik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku bertanya tentang arti kata itu sendiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengikuti, &amp;quot;Itu adalah kata dalam bahasa Jepang untuk es, kan? Jadi ice candy?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Coba ice cream.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara berbicara, &amp;quot;Es krim? Apa artinya itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cobalah menata ulang suku kata.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, sialan. Mengapa aku selalu harus mengatakan begitu banyak penjelasan? Untuk sekali ini dapatkan apa yang aku coba katakan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Es Krim itu sendiri tidak ada artinya. Itu sebabnya aku mengatakan itu permainan kata.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresi Satoshi pertama membaca &amp;quot;Aku tak tahu&amp;quot; sebelumnya wajahnya menjadi pucat seolah-olah semua darah telah diambil darinya. Berikutnya adalah Ibara, yang bergumam &amp;quot;Ah, itu!&amp;quot; dengan ekspresi kesal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Chitanda sepertinya dia masih tidak mendapatkannya. Sebagai seorang siswa kehormatan, Aku mendengar dia pandai bahasa Inggris juga. Namun, tidak kelihatan seperti dia memahami fungsi bahasa yang sepenuhnya. Aku sedang tidak mood untuk menggodanya lebih lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil salinan kata pengantar Hyouka Jilid Dua dan menulis di atasnya dengan ballpen yang kubawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini adalah pesan yang pamanmu tinggalkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengangguk sementara masih tampak bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dia akhirnya mengerti, matanya melebar seketika. &amp;quot;Oh!&amp;quot; Dia tersentak dan terdiam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tatapan semua orang terfokus pada dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Chitanda mulai basah. Saat itulah aku menyadari bahwa beberapa bulan dia meminta bantuanku akhirnya membuahkan hasil. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Aku ingat,&amp;quot; bisiknya, &amp;quot;Aku ingat sekarang. Aku bertanya kematian pamanku di punggung pamanku lalu mengapa antologi itu disebut &#039;Hyouka. Ia hanya mengatakan, ya, dia memberitahuku untuk menjadi kuat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu adalah pesan bagiku untuk hidup setiap kali aku akan merasa lemah, atau ketika aku menghadapi saat-saat ketika aku tidak bisa berteriak ...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengalihkan pandangan ke arahku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oreki-san, aku ingat sekarang. Aku menangis karena aku takut membayangkan hidup sementara jiwaku mati ... Syukurlah, sekarang aku dapat menerima kematian pamanku dengan benar ...&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum muncul di wajahnya. Menyadari bahwa matanya basah, ia bergerak untuk menghapus air matanya dengan tangannya. Dia kemudian berbalik untuk melihat kembali pada catatan yang aku pegang. Di atasnya adalah arti sebenarnya dari kata yang aku telah menulis: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjerit (I Scream).&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=393334</id>
		<title>Hyouka (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=393334"/>
		<updated>2014-09-29T01:10:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Updates */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Hyouka v01 000.jpg|thumb|Volume 1 Cover]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Hyouka&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; (氷菓) adalah sebuah Light Novel yang ditulis oleh Honobu Yonezawa dan diserialisasikan di Kadokawa Shoten. Saat ini, serial Hyouka telah terbit sebanyak 5 volume. Animenya akan ditayangkan mulai dari April 2012 serta, tersedia juga manga yang ditulis oleh pengarang asli dan diilustrasikan oleh Task Ohna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hyouka juga tersedia dalam pilihan bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Hyouka|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
*[[Hyouka_PL|Polski]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Houtarou Oreki adalah orang yang menyebut dirinya sebagai &amp;quot;penghemat energi&amp;quot;. Ia tidak akan membuang energi melakukan sesuatu yang tidak perlu. Meskipun ia tidak tertarik mengikuti klub apa pun, begitu memasuki SMA Kamiyama, ia diperintahkan kakaknya Tomoe untuk memasuki Klub Klasik yang terancam dibubarkan karena seluruh anggota sebelumnya telah lulus. Bersama dengan teman lamanya, Satoshi Fukube dan Mayaka Ibara, serta seorang gadis anggun yang penuh rasa ingin tahu, Eru Chitanda, Klub Klasik yang didirikan kembali mendapati diri mereka terlibat dalam segala bentuk pemecahan misteri yang menegangkan. Houtarou segera menyadari bahwa Klub Klasik, seperti yang dijanjikan Tomoe, sebetulnya &amp;quot;lumayan menarik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian dimulailah &amp;quot;Serial Klub Klasik&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diadaptasi ke anime oleh Kyoto Animation di tahun 2012 dengan nama &amp;quot;Hyouka&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Ini adalah terjemahan tangan kedua (Second-Hand) dari terjemahan Bahasa Inggris. Bagi yang ingin meninjau ulang dari Bahasa Jepang akan sangat kami hargai.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta mendaftarkan di [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|halaman ini]] bab mana yang akan dikerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap bab setelah disunting harus mengikuti&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Diskusi/Feedback===&lt;br /&gt;
Untuk diskusi/feedback silahkan buka forum [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5424| di sini]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Opening===&lt;br /&gt;
Karena terdapat beberapa penerjemah yang Hilang dalam Tugas a.k.a Missing in Action (MIA) &#039;&#039;&#039;Jilid 1&#039;&#039;&#039; &#039;&#039;bab 3&#039;&#039;, &#039;&#039;bab 5&#039;&#039; dan seterusnya dapat diambil alih proyek penerjemahannya, bagi yang ingin mendaftar silahkan membuat account wiki/ baka-tsuki terlebih dahulu (demi kepentingan berkomunikasi) dan daftar ke halaman pendaftaran seperti link di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mohon diperhatikan, untuk satu jilid dikerjakan oleh 2-3 orang saja. Ini untuk menjaga kesinambungan cerita antar tiap bab&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 2 dan Bab yang diberi tanda oleh [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 04:21, 10 September 2014 (CDT) dapat diambil alih penerjemahannya. Mohon menghubungi supervisor project, &#039;kay?&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
39~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 1&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*25 Agustus 2012- Jilid 1 Bab 1 selesai&lt;br /&gt;
*03 Januari 2013- Jilid 1 Bab 9 selesai&lt;br /&gt;
*04 Januari 2013- Jilid 1 Bab 4 selesai&lt;br /&gt;
*25 Mei 2014 - Jilid 1 Bab 2 selesai&lt;br /&gt;
*26 September 2014 - Jilid 1 Bab 6 updated&lt;br /&gt;
*26 September 2014 -  Jilid 1 Bab 7 selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 2&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*30 Agustus 2012- Jilid 2 Bab 0 selesai&lt;br /&gt;
*04 Februari 2013- Jilid 2 Bab 1 selesai&lt;br /&gt;
*08 September 2013- Jilid 2 Bab 2 selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Serial &#039;&#039;Hyouka (Classics Club)&#039;&#039; （〈古典部〉シリーズ） oleh Honobu Yonezawa==&lt;br /&gt;
===Jilid 1 Hyouka 氷菓 - You can&#039;t escape / The niece of time===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 1|1 - Surat dari Benares]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 2|2 - Kebangkitan Kembali Klub Sastra Klasik yang Tradisionil]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 3|3 - Aktifitas-aktifitas Klub Sastra Klasik yang Bergengsi]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 4|4 - Pewaris Klub Sastra Klasik yang Penuh Kegiatan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 5|5 - Segel Rahasia Silsilah Klub Sastra Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|6 - Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 7|7 - Kebenaran Sejarah dari Klub Sastra Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 8|8 - Kegiatan Sehari-hari Klub Sastra Klasik yang Akan Datang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 9|9 - Surat  ke Sarajevo]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2 The Credit Roll of the Fool 愚者のエンドロール - Kenapa Dia Tidak Bertanya pada EBA?===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Illustrasi|Illustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 0|0 - Sebelum Judul]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film!]] &lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 8|8 - Credit Roll]] &lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3 The Kudryavka Sequence クドリャフカの順番 - Welcome to KANYA FESTA!===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 1|1 - Malam Tanpa Tidur]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2|2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.1|2.1 - Apa Sesuatu Telah Terjadi Dengan Klub Klasik?]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.2|2.2 - Percobaan Kuis]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.3|2.3 - Dan Lagi Badai Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3|3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.1|3.1 - Pemandangan Pagi Hari]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.2|3.2 - Wild Fire]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.3|3.3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 4|4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5|5 - Rangkaian Kudryavka]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.1|5.1 - Empat Orang Empat Festival Budaya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.2|5.2 - &amp;quot;Juumoji&amp;quot; vs Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.3|5.3 - Tirai Menutup]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.4|5.4 - Di Belakang Panggung]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 6|6 - Dengan Begitu Berakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4 The Doll that Took a Detour 遠まわりする雛 - Little birds can remember===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 1|Kalau Aku Harus Melakukannya, Maka Lakukan Dengan Cepat]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 2|Melakukan Dosa Besar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 3|Mengungkapkan Bentuk Sebenarnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 4|Mereka yang Memiliki Petunjuk Apa Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 5|Selamat Pembukaan Baru]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 6|Kasus Coklat Buatan Tangan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 7|Boneka yang Mengambil Jalan Memutar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5 The Approximation of the Distance of Two ふたりの距離の概算 - It walks by past===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog|Prolog - Bahkan Berjalan Pun Terasa Lama]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-1|Prolog 1 - Sekarang: 0 km]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-2|Prolog 2 - Dulu: Sehari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-3|Prolog 3 - Sekarang: 1.2 km]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1|1 - Bagian Penerimaan Untuk Bergabung Dengan Klub di Sebelah Sini]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.1|1.1 - Sekarang: 1.4 km; 18.6 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.2|1.2 - Dulu: 42 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.3|1.3 - Sekarang: 4.1 km; 15.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2|2 - Seorang Teman Harus Diberi Selamat]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.1|2.1 - Sekarang: 5.2 km; 14.8 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.2|2.2 - Dulu: 27 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.3|2.3 - Sekarang: 6.9 km; 13.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3|3 - Sebuah Toko yang Sangat Cantik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.1|3.1 - Sekarang: 8.0 km; 12.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.2|3.2 - Dulu: 13 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.3|3.3 - Sekarang: 11.5 km; 8.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4|4 - Menyenangkan Bagi Mereka yang Meninggalkan]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.1|4.1 - Sekarang: 14.3 km; 5.7 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.2|4.2 - Dulu: Kira-kira 19 Jam dan 30 Menit yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.3|4.3 - Sekarang: 14.5 km; 5.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.4|4.4 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.5|4.5 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.2|5.2 - 18.6 km; 1.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.3|5.3 - 18.9 km; 1.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Tangan yang Dapat Menjangkau Ke Mana Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog|Epilog - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog-1|Epilog 1 - Sekarang: 19.1 km; 0.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staf Proyek==&lt;br /&gt;
*Manajer Proyek: [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
*Pengawas Proyek: [[User:Tony Yon|Tony Yon]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
:*[[User:spectrum|spectrum]]&lt;br /&gt;
:*[[User:ginthegum|ginthegum]]&lt;br /&gt;
:*[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
:*[[User:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[User:AS|AS]]  &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Orchid|Orchid]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Ryoga Kusnanda | Ryoga Kusnanda]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Sakurai|Sakurai]]&lt;br /&gt;
Semua penerjemah yang dapat berbahasa Inggris-Indonesia, maupun Jepang-Indonesia dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
:*[[user:Tony Yon|Tony Yon]] (Tidak Aktif)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penyunting yang dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*氷菓 You can&#039;t escape / The niece of time (31 Oktober 2001) ISBN 978-4-04-427101-5&lt;br /&gt;
*愚者のエンドロール Why didn&#039;t she ask EBA? (31 Juli 2002) ISBN 978-4-04-427102-2&lt;br /&gt;
*クドリャフカの順番 Welcome to KANYA FESTA! (24 Mei 2008) ISBN 978-4-04-427103-9&lt;br /&gt;
*遠まわりする雛 Little birds can remember (24 Juli 2010) ISBN 978-4-04-427104-6&lt;br /&gt;
*ふたりの距離の概算 It walks by past (26 Juni 2012) ISBN 978-4-04-874075-3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Light novel (Indonesian)]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:HikkikomoriNOaria&amp;diff=393333</id>
		<title>User:HikkikomoriNOaria</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:HikkikomoriNOaria&amp;diff=393333"/>
		<updated>2014-09-29T01:06:44Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Konnichiwaaa~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guten Tag~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat Siang~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Good day! Minna-san~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
eto desune... Ee... what should i write here? Hm... to be brief, i can help with translation work mainly from English to Indonesia. But i do understand a little bit of Japanese, so i can also do Japanese to English or Indonesia. I will help to my utmost ability to spread the love of LN to the whole world! nanchatte~ i&#039;m also pretty much new to LN so it&#039;s not like i&#039;ve read alot, but~, still, chikara ni nareru nara~ don don koi! XD&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, please ignore the Deutsch, that&#039;s just something i learned from school long ago.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
find me on my facebook or you can just message me, look for &#039;finally anggi&#039; of the Scouting Legion, you&#039;ll find me~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ja, Yatsuhara ni mata ao~! \(&amp;gt;ω&amp;lt;)/&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:HikkikomoriNOaria&amp;diff=393332</id>
		<title>User talk:HikkikomoriNOaria</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:HikkikomoriNOaria&amp;diff=393332"/>
		<updated>2014-09-29T01:05:36Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Hyouka chapter 2-5 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;hmm... g&#039; evening , kk hikkikomori...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saya mau tanya tentang permission untuk translate sao indonesia vol.4 chapt.9 ...&lt;br /&gt;
maaf, terlambat...saya belum terlalu ngerti dengan konsep pm nya baka tsuki ni...&lt;br /&gt;
thanks you ...--[[User:Hamdanium|Hamdanium]] ([[User talk:Hamdanium|talk]]) 05:48, 27 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
silahkan di ambil aja, Hamdanium-san, --[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 11:23, 29 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hyouka ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hello brother . . :D&lt;br /&gt;
eto, Novel Hyouka masih jalan gak ? :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--[[User:Orchid|Orchid]] ([[User talk:Orchid|talk]]) 07:29, 4 May 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
masih ko, masih, yaritain&#039;desuka??? :D &lt;br /&gt;
daikange dayo~ &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 21:21, 04 May 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nihongo ga dekimasen, aria-senpai :3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
yokatta na, jadi bisa duet buat nyelesain ngetranslate ^o^)/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--[[User:Orchid|Orchid]] ([[User talk:Orchid|talk]]) 08:48, 5 May 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm, saya sambut dengan gembira[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria#top|talk]])&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ahaha, sudah daftar di halaman pendaftaran kan~,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ganbatte neee~,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kalau ada yang kurang mengerti bisa ditanyakan saja&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria#top|talk]]) :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14:31, 20 May 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hyouka ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
halo..&lt;br /&gt;
maaf, saya liat hyouka jilid 2 yang bab 5 belum diambil, saya ingin minta ijin untuk mentranslatenya boleh tidak? :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--[[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]])&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hyouka chapter 2-5 ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hyouka vol. 2 chapter 5 sudah saya translate kak, selanjutnya gimana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Okay, saya sunting dulu yak :)&lt;br /&gt;
selanjutnya nanti saya kirim kan perubahannya, contact me through FB ok? Oh, terus, kalau menggunakan talk page seperti ini jangan lupa untuk meninggalkan tanda ~ 4x supaya ada signature mu ;) [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria#top|talk]]) 20:05, 28 September 2014 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=389858</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=389858"/>
		<updated>2014-09-10T09:25:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Jilid 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk melengkapi prosedur registrasi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Pendaftaran Serial klub Klasik (Hyouka)&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - [[User:spectrum|spectrum]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 2 - [[User:Orchid|Orchid]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3 - [[User:Orchid|Orchid]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 5 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 6 - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039; - &#039;&#039;90%&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 7 - [[User:Ayumi chan | Ayumi chan]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 8 - [[User:Ayumi chan |Ayumi chan]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 9 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Penutup - [[User:Ayumi chan | Ayumi chan]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
* Bab 0|0 - Sebelum Judul - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film! - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
* Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;dapat diambil alih&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;dapat diambil alih&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini! - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;dapat diambil alih&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;dapat diambil alih&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan - [[User:Cherry|Cherry]] proses&lt;br /&gt;
* Bab 8|8 - Credit Roll - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Dilepas&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; - diambilalih oleh [[User:Aminocte|Aminocte]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Kata Penutup - [[User:Aminocte|Aminocte]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - Malam Tanpa Tidur&lt;br /&gt;
* Bab 2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk&lt;br /&gt;
* Bab 3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya&lt;br /&gt;
* Bab 5 - Rangkaian Kudryavka&lt;br /&gt;
* Bab 6 - Dengan Begitu Berakhir&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
* Bab 1&lt;br /&gt;
* Bab 2&lt;br /&gt;
* Bab 3&lt;br /&gt;
* Bab 4&lt;br /&gt;
* Bab 5&lt;br /&gt;
* Bab 6&lt;br /&gt;
* Bab 7&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=389857</id>
		<title>Hyouka (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=389857"/>
		<updated>2014-09-10T09:21:52Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Opening */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Hyouka v01 000.jpg|thumb|Volume 1 Cover]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Hyouka&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; (氷菓) adalah sebuah Light Novel yang ditulis oleh Honobu Yonezawa dan diserialisasikan di Kadokawa Shoten. Saat ini, serial Hyouka telah terbit sebanyak 5 volume. Animenya akan ditayangkan mulai dari April 2012 serta, tersedia juga manga yang ditulis oleh pengarang asli dan diilustrasikan oleh Task Ohna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hyouka juga tersedia dalam pilihan bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Hyouka|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
*[[Hyouka_PL|Polski]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Houtarou Oreki adalah orang yang menyebut dirinya sebagai &amp;quot;penghemat energi&amp;quot;. Ia tidak akan membuang energi melakukan sesuatu yang tidak perlu. Meskipun ia tidak tertarik mengikuti klub apa pun, begitu memasuki SMA Kamiyama, ia diperintahkan kakaknya Tomoe untuk memasuki Klub Klasik yang terancam dibubarkan karena seluruh anggota sebelumnya telah lulus. Bersama dengan teman lamanya, Satoshi Fukube dan Mayaka Ibara, serta seorang gadis anggun yang penuh rasa ingin tahu, Eru Chitanda, Klub Klasik yang didirikan kembali mendapati diri mereka terlibat dalam segala bentuk pemecahan misteri yang menegangkan. Houtarou segera menyadari bahwa Klub Klasik, seperti yang dijanjikan Tomoe, sebetulnya &amp;quot;lumayan menarik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian dimulailah &amp;quot;Serial Klub Klasik&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diadaptasi ke anime oleh Kyoto Animation di tahun 2012 dengan nama &amp;quot;Hyouka&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Ini adalah terjemahan tangan kedua (Second-Hand) dari terjemahan Bahasa Inggris. Bagi yang ingin meninjau ulang dari Bahasa Jepang akan sangat kami hargai.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta mendaftarkan di [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|halaman ini]] bab mana yang akan dikerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap bab setelah disunting harus mengikuti&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Diskusi/Feedback===&lt;br /&gt;
Untuk diskusi/feedback silahkan buka forum [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5424| di sini]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Opening===&lt;br /&gt;
Karena terdapat beberapa penerjemah yang Hilang dalam Tugas a.k.a Missing in Action (MIA) &#039;&#039;&#039;Jilid 1&#039;&#039;&#039; &#039;&#039;bab 3&#039;&#039;, &#039;&#039;bab 5&#039;&#039; dan seterusnya dapat diambil alih proyek penerjemahannya, bagi yang ingin mendaftar silahkan membuat account wiki/ baka-tsuki terlebih dahulu (demi kepentingan berkomunikasi) dan daftar ke halaman pendaftaran seperti link di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mohon diperhatikan, untuk satu jilid dikerjakan oleh 2-3 orang saja. Ini untuk menjaga kesinambungan cerita antar tiap bab&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 2 dan Bab yang diberi tanda oleh [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 04:21, 10 September 2014 (CDT) dapat diambil alih penerjemahannya. Mohon menghubungi supervisor project, &#039;kay?&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
39~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 1&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*25 Agustus 2012- Jilid 1 Bab 1 selesai&lt;br /&gt;
*03 Januari 2013- Jilid 1 Bab 9 selesai&lt;br /&gt;
*04 Januari 2013- Jilid 1 Bab 4 selesai&lt;br /&gt;
*25 Mei 2014 - Jilid 1 Bab 2 selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 2&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*30 Agustus 2012- Jilid 2 Bab 0 selesai&lt;br /&gt;
*04 Februari 2013- Jilid 2 Bab 1 selesai&lt;br /&gt;
*08 September 2013- Jilid 2 Bab 2 selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Serial &#039;&#039;Hyouka (Classics Club)&#039;&#039; （〈古典部〉シリーズ） oleh Honobu Yonezawa==&lt;br /&gt;
===Jilid 1 Hyouka 氷菓 - You can&#039;t escape / The niece of time===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 1|1 - Surat dari Benares]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 2|2 - Kebangkitan Kembali Klub Sastra Klasik yang Tradisionil]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 3|3 - Aktifitas-aktifitas Klub Sastra Klasik yang Bergengsi]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 4|4 - Pewaris Klub Sastra Klasik yang Penuh Kegiatan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 5|5 - Segel Rahasia Silsilah Klub Sastra Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|6 - Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 7|7 - Kebenaran Sejarah dari Klub Sastra Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 8|8 - Kegiatan Sehari-hari Klub Sastra Klasik yang Akan Datang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 9|9 - Surat  ke Sarajevo]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2 The Credit Roll of the Fool 愚者のエンドロール - Kenapa Dia Tidak Bertanya pada EBA?===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Illustrasi|Illustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 0|0 - Sebelum Judul]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film!]] &lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 8|8 - Credit Roll]] &lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3 The Kudryavka Sequence クドリャフカの順番 - Welcome to KANYA FESTA!===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 1|1 - Malam Tanpa Tidur]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2|2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.1|2.1 - Apa Sesuatu Telah Terjadi Dengan Klub Klasik?]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.2|2.2 - Percobaan Kuis]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.3|2.3 - Dan Lagi Badai Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3|3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.1|3.1 - Pemandangan Pagi Hari]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.2|3.2 - Wild Fire]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.3|3.3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 4|4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5|5 - Rangkaian Kudryavka]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.1|5.1 - Empat Orang Empat Festival Budaya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.2|5.2 - &amp;quot;Juumoji&amp;quot; vs Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.3|5.3 - Tirai Menutup]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.4|5.4 - Di Belakang Panggung]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 6|6 - Dengan Begitu Berakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4 The Doll that Took a Detour 遠まわりする雛 - Little birds can remember===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 1|Kalau Aku Harus Melakukannya, Maka Lakukan Dengan Cepat]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 2|Melakukan Dosa Besar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 3|Mengungkapkan Bentuk Sebenarnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 4|Mereka yang Memiliki Petunjuk Apa Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 5|Selamat Pembukaan Baru]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 6|Kasus Coklat Buatan Tangan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 7|Boneka yang Mengambil Jalan Memutar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5 The Approximation of the Distance of Two ふたりの距離の概算 - It walks by past===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog|Prolog - Bahkan Berjalan Pun Terasa Lama]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-1|Prolog 1 - Sekarang: 0 km]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-2|Prolog 2 - Dulu: Sehari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-3|Prolog 3 - Sekarang: 1.2 km]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1|1 - Bagian Penerimaan Untuk Bergabung Dengan Klub di Sebelah Sini]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.1|1.1 - Sekarang: 1.4 km; 18.6 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.2|1.2 - Dulu: 42 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.3|1.3 - Sekarang: 4.1 km; 15.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2|2 - Seorang Teman Harus Diberi Selamat]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.1|2.1 - Sekarang: 5.2 km; 14.8 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.2|2.2 - Dulu: 27 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.3|2.3 - Sekarang: 6.9 km; 13.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3|3 - Sebuah Toko yang Sangat Cantik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.1|3.1 - Sekarang: 8.0 km; 12.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.2|3.2 - Dulu: 13 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.3|3.3 - Sekarang: 11.5 km; 8.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4|4 - Menyenangkan Bagi Mereka yang Meninggalkan]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.1|4.1 - Sekarang: 14.3 km; 5.7 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.2|4.2 - Dulu: Kira-kira 19 Jam dan 30 Menit yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.3|4.3 - Sekarang: 14.5 km; 5.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.4|4.4 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.5|4.5 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.2|5.2 - 18.6 km; 1.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.3|5.3 - 18.9 km; 1.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Tangan yang Dapat Menjangkau Ke Mana Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog|Epilog - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog-1|Epilog 1 - Sekarang: 19.1 km; 0.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staf Proyek==&lt;br /&gt;
*Manajer Proyek: [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
*Pengawas Proyek: [[User:Tony Yon|Tony Yon]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
:*[[User:spectrum|spectrum]]&lt;br /&gt;
:*[[User:ginthegum|ginthegum]]&lt;br /&gt;
:*[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
:*[[User:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[User:AS|AS]]  &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Orchid|Orchid]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Ryoga Kusnanda | Ryoga Kusnanda]]&lt;br /&gt;
Semua penerjemah yang dapat berbahasa Inggris-Indonesia, maupun Jepang-Indonesia dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
:*[[user:Tony Yon|Tony Yon]] (Tidak Aktif)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penyunting yang dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*氷菓 You can&#039;t escape / The niece of time (31 Oktober 2001) ISBN 978-4-04-427101-5&lt;br /&gt;
*愚者のエンドロール Why didn&#039;t she ask EBA? (31 Juli 2002) ISBN 978-4-04-427102-2&lt;br /&gt;
*クドリャフカの順番 Welcome to KANYA FESTA! (24 Mei 2008) ISBN 978-4-04-427103-9&lt;br /&gt;
*遠まわりする雛 Little birds can remember (24 Juli 2010) ISBN 978-4-04-427104-6&lt;br /&gt;
*ふたりの距離の概算 It walks by past (26 Juni 2012) ISBN 978-4-04-874075-3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Light novel (Indonesian)]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Sakurai&amp;diff=389854</id>
		<title>User talk:Sakurai</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Sakurai&amp;diff=389854"/>
		<updated>2014-09-10T09:11:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Translation Hyouka */ new section&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;boleh saja jika ingin silahkan --[[User:Isko|Isko]] ([[User talk:Isko|talk]]) 19:13, 19 August 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Just fyi, Fuyuu Gakuen volume 1 illustrations are already uploaded to BT &#039;&#039;&#039;[[Fuyuu_Gakuen_no_Alice_and_Shirley:Volume1_Illustrations|here]]&#039;&#039;&#039; (nothing links to the page so it&#039;s hard to find).  So you can probably use those instead of uploading new ones for the remaining illustrations. --[[User:Cthaeh|Cthaeh]] ([[User talk:Cthaeh|talk]]) 07:09, 28 August 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Thanks for the information. --[[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]]) 10:20, 02 September 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf apakah penerjemahannya menggunakan MTL? Apabila iya, akan dipindahkan ke preview. Apakah diterjemahkan dari bahasa inggris? Mohon konfirmasinya. Terima kasih. [[User:Victorrama|Victorrama]] ([[User talk:Victorrama|talk]]) 21:31, 5 September 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Boleh. kenapa enggak hahaha... ambil aja yang sisa atau lu pingin yang chapter 3 juga gak masalah haha --[[User:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]] ([[User talk:ZakkariaChristo|ZakkariaChristo]]) 13:15, 6 september 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maaf MTL itu apa ya? Saya masih baru dsni. Klo untuk terjemahan saya memang menerjenahkannya dari bahasa inggris. [[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]]) 20:50, 7 september 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terima kasih atas konfirmasinya. [[User:Sakurai|Sakurai]] ([[User talk:Sakurai|talk]]) 20:50, 7 september 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MTL itu menerjemahkan menggunakan google translate atau sejenisnya...Saya sudah mentranslate ulang prologue, mungkin bisa digunakan untuk contoh terjemahan selanjutanya, terima kasih..  [[User:Victorrama|Victorrama]] ([[User talk:Victorrama|talk]]) 02:05, 9 September 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Translation Hyouka ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, Boleh. Silahkan diambil. Kalau sudah mau mulai translate, tolong diubah di halaman pendaftarannya ya, masukin namamu. Jadi nanti saya dapat notifikasi kalau bab itu sudah mulai di translate. untuk kepentingan tracking project nya :3 [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 04:11, 10 September 2014 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=383410</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=383410"/>
		<updated>2014-08-19T07:39:18Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* 6 – Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==6 – Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir Juli, dan liburan musim panas sudah dimulai. Seperti biasanya, hari ini aku naik sepadaku menuju SMA Kamiyama. Butuh 20 menit berjalan kaki untuk mencapai sekolah dari rumahku, tapi aku juga tidak tahu butuh berapa lama untuk mencapai sekolah menggunakan sepeda. Sambil beristirahat, aku mampir untuk membeli sekaleng kopi hitam dari sebuah mesin penjual otomatis. Aku lalu mengikuti tepian sungai dan berbelok di rumah sakit sebelum akhirnya sampai di depan SMA Kamiyama. Dan disana, aku berdiri terkagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas seharusnya sudah dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi lapangan olahraga dipenuhi dengan peralatan dan siswa yang berpakaian seragam musim panas. Aku bisa mendengar music yang dimainkan berbagai alat music tiup, gitar listrik, dan seruling bambu. Meskipun Blok Kelas Khusus agak jauh dari sini, aku tahu disana juga ada banyak siswa. Mereka semua, pastinya, disini utuk mempersiapkan Festival Kanya. Sisi enerjik dari SMA Kamiyama baru mulai lebih aktif sekarang karena memasuki liburan musim panas. Kerumunan orang bergerombol seperti sekelompok semut seakan berkata “Oke, semuanya, festival akan segera datang! Sekarang setelah kelas-kelas yang menyebalkan sudah menyingkir, ayo berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandangi orang-orang yang penuh energy ini sambil melihat ada seseorang yang berlari ke arahku. Fukube Satoshi, berbaju casual dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek, sambil membawa tas gendong kecil yang terlihat sporty di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, nungguin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan gembira mendengarkan Klub Acapella latihan bernyanyi di lapangan tengah, dan Satoshi membuatku harus menoleh dengan suara yang mengerikan. Aku berpikir untuk memutar sepedaku dan pulang, namun aku berubah pikiran dan berlanjut berjalan ke arahnya dan bergerak seperti akan menendangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Woah, Houtarou! Kenapa tiba-tiba kau anarkis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kau bisa bicara begitu! Apa kamu tidak punya malu, tidak tahu kapan tidak boleh mengganggu ketenangan orang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengangkat kedua bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya memang dia tidak punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, maaf, kumpul Klub Kerajinan Tangan nya agak ngaret”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya apa sih yang kalian bicarakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan merajut Karpet Mandala seperti milik orang Buddha untuk Festival Kanya. Tapi kami menemui beberapa masalah, jadi kita kumpul untuk membicarakan kemungkinan yang lainnya tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, Kau sudah bekerja keras. Tidak hanya kamu, tapi juga Toogaito, atau bahkan seisi sekolah untuk hal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, Kau sudah menyiapkan catatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku bertanya datar, Satoshi hanya melempar balik pertanyaan itu padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana denganmu? Bukan hal yang biasa kau lakukan kan. Sudah ada yang kau pikirkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa agak malu untuk menjawab pertanyaannya, jadi ku jawab, “Yaa begitu deh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Jarang-jarang nih. Biasanya kau akan mencoba mencari alasan dan menghindari pertanyaan semacam itu… Yah terserahlah, aku ambil sepedaku dulu, jadi tunggu disini sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Satoshi dengan seenaknya membuatku menunggu sementara dia berlari menuju tempat parkir sepeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kenapa aku menunggu Satoshi disini ketika semestinya aku sedang tidur seakan tidak ada hari esok selama Libur Musim Panas yang berharga, kita harus kembali ke satu minggu yang lalu, hari dimana kami hampir saja menemukan kebenaran tentang Sekitani Jun, yang seharusnya tertulis di Volume pertama buku antologi “Hyouka”, hanya untuk menemukan bahwa volume tersebut tidak ada. Karena kami tidak bisa maju tanpa volume pertama itu, aku memberitahu diriku untuk tidak bekerja keras untuk mencari jawabannya. Tapi ternyata sudah terlambat, karena aku tanpa sadar sudah menyebrangi sungai Rubicon&amp;lt;ref&amp;gt;Saya tidak tahu apa sudah disebutkan sebelumnya. ‘menyebrangi sungai Rubicon’ berasal dari idiom bahasa Inggris “Crossing the Rubicon”, yang artinya “melalui titik yang tidak ada jalan kembali/ tidak bisa ditarik lagi”. Crossing the Rubicon diambil dari sejarah Itali dimana pasukan militer yang dipimpin Caesar yang menyebrangi Sungai Rubicon demi mengejar Pompeius – saya tidak hapal nama lengkapnya – waktu itu diberlakukan larangan pada pasukan militer untuk menyebrangi sungai Rubicon untuk mencegah perang internal di kekaisaran Romawi.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu tidak ada gunanya membujuk Chitanda untuk melepaskan kasus ini, jadi aku mengajukan jalan tengah. Kalau kita akan menginvestigasi masa lalu, hanya kita berdua tidak cukup. Seperti kata pepatah, “3 berarti ramai”. Mungkin agak sulit baginya, tapi aku menjelaskan padanya kalau kita memiliki kemungkinan yang lebih baik dalam menyelesaikan kasus ini dengan bantuan Satoshin dan Ibara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Chitanda mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa kita tidak punya pilihan lain kalau begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia meminta untuk menjaga rahasia ini hnaya diantara kami berdua di Café Pineapple Sandwich, aku akhirnya mengecewakannya. Aku tidak tahu apakah karena Chitanda benar-benar menyadari bahwa dia akan membutuhkan semua bantuan yang bisa dia dapat, atau karena dia tidak lagi menganggap penting petunjuk yang ia dapatkan sebelumnya, atau bisa juga karena nona kita ini hanya senang bertindak semaunya; pokoknya, ia mengadakan pertemuan mendadak dengan Klub Sastra Klasik esok harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana, Chitanda mengulangi apa yang dia katakan padaku dan menutupnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada paman saya 33 tahun yang lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara langsung menerima tantangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ilustrasi halaman depannya menarik. Kalau kita bisa memecahkan kasus ini dan menemukan latar belakang ceritanya, aku bahkan bisa menggunakannya sebagai materi untuk publikasi di Klub Penelitian Manga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menambahkan, “Kisah Fiksi Heroik dipecahkan oleh junior mereka 33 tahun kemudian, ya? Aku juga kebetulan sedang meneliti hal-hal dari periode itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setuju dengan kedua tangan terangkat. Sementara aku tidak ada keinginan untuk bicara, karena aku juga tidak punya kekuatan veto, aku memnutuskan untuk bicara saja mumpung kami sedang membicarakan kasusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kita juga masih mencoba memutuskan apa yang akan kita tulis untuk essai antologi kita, kenapa tidak kita gunakan saja cerita Chitanda untuk mengisi halamannya… um, maksudku, supaya sekali dayung dua tiga pulau terlewati… maaf, maksudku, menulis sesuatu yang bermakna didalamnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usulan Menghemat-Energi milikku, meskipun lumayan kelihatan jelas, diterima dengan suara penuh. Kemudian, Investigasi insiden Klub Sastra Klasik SMA Kamiyama 33 tahun yang lalu menjadi prioritas Klub Sastra Klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengendarai sepeda gunung. Karena dia mengenakan celana pendek, kau bisa melihat otot-otot yang kokoh, yang tidak sesuai dengan posturnya yang pendek, pada kakinya. Untuk seseorang yang lebih tertarik pada bahasa, satu-satunya olahraga yang aku ketahui ia tertarik adalah bersepeda.&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, sepedaku adalah semacam sepeda kumbangm jadi tidak banyak yang bisa dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami bersepeda sepanjang pinggir sungai dan menjauh dari jalan raya. Perlahan-lahan jarak antara rumah-rumah digantikan oleh sawah-sawah yang luas. Demi bersembunyi dari teriknya matahari, kami berhenti di sebuah toko tembakau, aku mengambil handuk kecil dari tasku untuk menyeka keringat yang terus menerus menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, keringat sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukanlah sesuatu yang bakal pernah aku katakan. Malahan, aku heran kenapa orang harus bergerak untuk mencapai tempat tujuan mereka. “Revolusi Informasi belum berhasil. Kawan-kawan, kalian harus terus berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satoshi, apa kita sudah dekat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menaruh kembali sapu tangannya ke dalam kantong dan menjawab, “Yup. Kita hampir sampai. Kalau mengikuti kecepatanmu tentunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau akan kaget kalau kau melihat rumah mereka. Keluarga Chitanda merupakan salah satu pemilik perkebunan terbesar di Kota Kamiyama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasa aku menantikannya kalau begitu. Aku akan sangat senang untuk mendengar bagaimana mereka melakukan bersih-besih di musim semi mereka di tempat seluas itu. Setelah kembali menyeka keringat dengan handuk, aku meletakkan kakiku di pedal dan melanjutkan perjalanan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kami mulai beranjak, Satoshi mengambil alih di depan dan menunjukkan jalan. Setelah melewati beberapa lampu merah, kami sampai di sebuah jalanan lurus yang panjang, dimana sepeda kami bisa berjajar. Sepanjang jalan ini tidak ada apa-apa selain lading perkebunan dan sawah di kedua sisi jalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memutar pedalnya dan mulai bersenandung dengan riang. Tersenyum adalah semacam wajah resminya, tapi hari ini dia terlihat lumayan senang. Aku memutuskan untuk bertanya, “Satoshi,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lagi senang ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menoleh padaku dan menjawab ceria, “Tentu saja. Karena aku suka bersepeda. Lihatlah langit yang biru! Dan awan yang putih! Tidak peduli seberapa biasanya mereka terlihat, rasa gembira ketika melihatnya sambil bersepeda dengan kecepatan tinggi seperti…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menyela niat Satoshi untuk bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kupikir kehidupan SMAmu biasa saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba terlihat suram, Satoshi menjawab, “Oh… maksudmu soal Warna Mawar itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatan yang bagus, terutama karena terakhir kali kita membicarakannya hampir tiga bulan yang lalu. Entah kenapa Satoshi melambat dan melihat ke depan sambil berkata, “Kau tahu, kurasa kehidupan SMA ku lumayan berwarna bagai mawar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tidak, rasanya lebih mirip shocking pink.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, itu juga bagus. Kalau begitu, kehidupanmu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah pernah mengatakannya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena suaraku hampir sama sekali tidak meninggi, Satoshi tidak menertawakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Jangan salah paham ya, aku tidak bermaksud untuk mengejekmu waktu bilang kehidupan SMA mu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Contohnya, kalau hidupku warna shocking pink, maka tidak ada yang akan bisa mewarnainya seperti warna mawar. Aku tidak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung mengejek wajahnya yang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Kupukir sudah diwarnai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja belum!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Satoshi dengan jawaban, yang secara mengejutkan, tegas dan melanjutkan, “Belum, Houtarou. Aku sudah sibuk dengan panitia OSIS dan Klub Kerajinan Tangan, menurutmu aku akan bilang begitu? Kau pasti bercanda. Mau membantu mengatur jadwal kegiatan untuk Festival Kanya , atau merajut karpet Mandala, aku menikmati setiap momennya. Kalau tidak, memangnya siapa yang akan mengorbankan bersepeda yang menyenangkan atau Liburan Musim Panas Cuma untuk pergi ke sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada orang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada waktu dimana  seseorang harus meminjamkan kemampuan dan hadir demi kepentingan masyarakat yang lebih besar. Meski begitu, kau tipe yang tidak akan tergerak ‘kan? Untuk orang yang ‘berwarna abu-abu’ sepertimu, seandainya seorang pemimpin bilang ‘semua orang berwarna seperti mawar’, kau akan melambaikan tanganmu dan bilang ‘jangan ajak aku’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu semua dalam satu tarikan napas, dia mulai sedikit tenang dan melanjutkan, kalau aku mau benar-benar mengejekmu, aku akan menyebutmu tidak berwarna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi terdiam setelah mengatakan itu. Aku merenungkan jawabannya sambil membiarkan kulitku terbakar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan membuat wajah suram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan bilang aku ingin jadi sepertimu atau sejenisnya, tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu maksudku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi meninggikan suaranya dan tertawa. Dia lalu mengatakan, “Lihatlah, Houtarou, kita sudah sampai di kediaman keluarga Chitanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai dengan penggambarannya, ‘Kediaman’ Chitanda dibangun di tengah-tengah padang sawah yang luas. Dibangun dalam bentuk bungalo bergaya Jepang dikelilingi oleh pagar. Suara air mengalir menandakan adanya kolam di tamannya, yang dikelilingi oleh pepohonan pinus yang dipangkas dengan baik. Dan di depan pintu gerbang besar yang terbuka, terlihat orang-orang sedang melakukan ritual menyiramkan air&amp;lt;ref&amp;gt;Uchimizu, semacam ritual dimana orang-orang menyiramkan/ menyipratkan air ke jalanan atau taman untuk mengurangi debu dan mendinginkan jalan terutama di hari-hari musim panas. Selengkapnya bisa lihat di Wiki &amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
“Bagaimana? Lumayan hebat ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Satoshi sambil membusungkan dadanya, meskipun aku bukan ahli arsitektur atau gardening Jepang. Meski aku tidak tahu seberapa hebatnya kediaman ini, aku merasa ada kesan anggun dan berwibawa dari kediaman tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kami sedang mengagumi kompleks tersebut, aku melirik jam tanganku. Kami lumayan tepat waktu… Tidak, sepertinya kami agak telat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo, Chitanda dan Ibara sudah menunggu,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya… ngomong-ngomong, Houtarou,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya kita harusnya menunggu pelayan-pelayan untuk datang menjemput kita?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memutuskan untuk mengabaikannya. Aku melangkah ke beranda depan dan membunyikan bel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ya~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu beberapa saat, pintunya dibuka oleh Chitanda sendiri. Flu musim panasnya sepertinya sudah sembuh karena ia berbicara dengan suara yang biasanya lagi. Ia membiarkan rambutnya yang panjang menjuntai ke bahunya tanpa mengikatnya, dan memakai baju terusan berwarna hijau muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf membuat kalian menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendengar Satoshi berdecak, seakan kecewa karena tidak ada pelayan yang menyambut kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melepas sepatu kami di pintu masuk yang di beton, Chitanda memandu kami melewati koridor yang terbuat dari kayu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana kalian memarkir sepeda kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita boleh parker dimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana saja boleh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kenapa bertanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian, kami dipandu menuju sepasang pintu geser tradisional, dan angin sepoi yang sejuk keluar setelah membukanya. Karena langit-langitnya tinggi, ruangannya terasa sejuk dan menyegarkan. Ukuran ruangannya sekitar… 15 meter persegi. Besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian terlambat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara sudah datang. Sepertinya ia ada sedikit urusan di sekolah sebelumnya, karena ia datang sambil mengenakan seragam. Ada meja berwarna coklat gelap yang memantulkan cahaya temaram, dan di atasnya berserakan lembaran-lembaran kertas. Pasti catatannya Ibara. Dia lumayan bersemangat soal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Duduklah dimanapun kalian suka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk dihadapan Ibara setelah dipersilahkan. Setelah Chitanda duduk di tengah, tempat duduk sisanya diduduki oleh Satoshi. Adalah pemandangan yang jarang untuk melihat seseorang dengan tas ransel duduk di dalam ruang tamu bergaya tradisional Jepang&amp;lt;ref&amp;gt;Tokonoma. Ruangan dalam desain rumah tradisional jepang yang biasanya digunakan untuk menyambut tamu. Dalam tokonoma biasanya dipajang benda-benda seni seperti lukisan, kaligrafi, ikebana, dan bonsai.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Membuka tasnya, Satoshi mengeluarkan berlembar-lembar kertas. Ibara terlihat sangat siap sambil memainkan pulpennya, sementara Chitanda menumpuk lembaran kertas diatas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kita mulai pertemuan penyelidikan kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami semua membungkuk dan memberi salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pertemuan ini dipimpin oleh Chitanda, karena ia-lah ketua klubnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kita konfirmasi agenda pertemuan hari ini. Semuanya dimulai dari kenangan saya. Lalu, saat kita menemukan bunga rampai Hyouka, saya menyadari apapun yang terjadi dengan Klub Sastra Klasik 33 tahun yang lalu ada hubungannya dengan kenangan saya ini. Tujuan pertemuan hari ini adalah untuk menebak apa yang terjadi 33 tahun yang lalu. Selanjutnya, fakta apapun yang telah dikonfirmasi akan digunakan sebagai materi untuk esai dalam bunga rampai Klub Sastra Klasik tahun ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Ibara lebih tertarik pada desain ilustrasi cover Hyouka, ia tidak terlihat begitu kecewa dengan proklamasi dari Chitanda. Mungkin ia menyadari ilustrasi itu ada hubungannya dengan insiden itu sendiri, atau Chitanda sudah memberitahunya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama seminggu terakhir ini, kita sudah mengumpulkan berbagai bahan untuk diteliti, dan karenanya kita akan melaporkan penemuan kita dan menyimpulkan kesimpulan yang paling mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh? Memangnya pertemuan hari ini soal itu? Terakhir kali aku dengar, Chitanda hanya memberi tahu kami untuk membawa materi apa saja yang bisa kami temukan. Aku tidak ingat ada soal membuat kesimpulan… Tapi karena Satoshi dan Ibara tidak terlihat kaget sedikit pun, ini berarti memang aku yang tidak memperhatikan. Sial, sepertinya aku harus melewatinya entah bagaimana, tapi perutku masih terasa tidak enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa membawa selembarpun agenda bersamanya, Chitanda menatap kami satu per satu dan menjelaskan dengan lancar, “Kita akan bergiliran melaporkan penemuan kita, diikuti oleh pertanyaan dari anggota yang lain, membuat hipotesa, dan meninjau ulang hipotesa yang dikeluarkan. Tidak boleh bertanya selama melaporkan… ini untuk mencegah kata-kata kita bercampur aduk. Kalau begitu, sekarang kita dengarkan laporan pertama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, ia pemimpin yang lumayan bagus. Siapa yang tahu, ia mungkin memiliki bakat untuk hal seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, bukan, dia memang memberi tahu aku kalau dia tipe orang yang akan mencari tahu keseluruhan system, jadi tidak mengejutkan kalau dia begitu ahli dalam aturan memimpin pertemuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kita mulai laporan pertama… oh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chi-chan, memangnya siapa yang akan lapor pertama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, siapa ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Dan ia bicara aneh lagi. Aku heran apakah ia hanya mudah dimengerti atau keteraturannya hanya terbatas pada tindakannya sendiri. Aku bicara pada Chitanda yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“siapa saja boleh. Bagaiman kalau kamu mulai duluan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena biasanya pemimpin yang mulai bicara pertama kali, kan? Toh, bukannya Chitanda juga tidak akan melaporkan apapun. Dan karena ia yang menentukan cara melaporkannya, sekalian saja ia juga yang memulai pertama dan membaut pertemuan berjalan lancar. Ia mengangguk dan berkata, “Oh, kamu benar. Kalau begitu, sekarang… kita akan melaporkan satu persatu berurutan sesuai arah jarum jam dimulai dari saya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mulai membagikan catatannya di atas meja setelah berkata begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya selirik dan aku tahu kalau ini adalah sumber dari penyelidikan ini, kata pengantar dari “Hyouka volume 2”. Jadi begitu, ia mulai dari awal mulanya ya? Walau aku tidak akan bilang kalau ini adalah gayanya yang biasa. Aku sekali lagi membaca paragraph yang pernah aku lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Kata Pengantar&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dan akhirnya, kami melakukan Festival Kebudayaan lagi tahun ini.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Telah setahun berlalu, sejak Sekitani-senpai meninggalkan kami.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Selama tahun ini, Senpai telah menjadi legenda dan menjadi seorang pahlawan. Sebagai hasilnya, Festival Kebudayaan akan berlangsung 5 hari seperti biasanya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Akan tetapi, sembari legenda itu menyebar, aku berpikir dalam. Apakah orang-orang sepuluh tahun dari sekarang akan tetap mengingat sang pejuang yang pendiam dan pahlawan yang baik hati? Yang ditinggalkan senpai hanyalah bunga rampai ‘Hyouka’ ini, yang ia pilihkan sendiri namanya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sebagai pengorbanan dari konflik itu, bahkan senyuman senpai akan berakhir pada arus waktu menuju keabadian.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak, mungkin lebih baik jikalau kita tidak mengingatnya. Karena kisahnya sama sekali tidak dimaksudkan sebagai kisah pahlawan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sekali subjektivitasnya dihilangkan, cerita ini akan menjadi sastra klasik karena melampaui semua perspektif sejarah.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Akankah datang sebuah waktu dimana kisah kami menjadi cerita klasik untuk seseorang di masa yang akan datang?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;13 Oktober 1968, Kooriyama Youko&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdeham, Chitanda mulai menjelaskan, “Ini diambil dari bunga rampai ‘Hyouka’. Untuk mengetahui artikel seperti apa yang diterbitkan Hyouka setiap tahunnya, seseorang harus membaca kata pengantarnya dan menemukan topik apa saja yang dibahas. Sayangnya, meskipun begitu, paragraf ini adalah satu-satunya yang menyebutkan tentang insiden 33 tahun yang lalu. Mungkin saja sebenarnya dituliskan di tempat lain, tapi kita tidak memiliki jilid pertamanya… Lalu, saya sudah meringkas poin-poin utama dari kata pengantar ini di dalam catatan disini,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu membagikan fotokopi untuk halaman kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.	“Senpai” telah pergi. (dari mana?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.	“Senpai” menjadi seorang pahlawan 33 tahun yang lalu, dan telah menjadi legenda setahun kemudian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.	“senpai” adalah seorang “pejuang yang pendiam” dan “pahlawan yang baik hati”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.	“Senpai” memberi nama bunga rampai ini ‘Hyouka’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.	Terjadi sebuah konflik dan terjadi pengorbanan (senpai=korban?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke, barusan itu singkat dan langsung ke poin-nya. Aku tidak bisa menahan untuk menghela napas dalam heran, tapi kalau dipikir-pikir, meskipun Chitanda merupakan gumpalan Rasa Ingin Tahu itu sendiri, ia juga seorang siswa teladan. Kalau ia tidak tahu bagaimana cara meringkas, ia tidak akan bisa mendapat nilai setinggi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memastikan semua orang sudah membaca catatannya, Chitanda melanjutkan dengan penjelasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama-tama, ‘Senpai’ disini, dengan kata lain, paman saya, mengundurkan diri dari SMA Kamiyama. Tingkat pendidikan terakhirnya adalah tingkat SMP. Saya berharap kalian semuanya mengerti yang saya katakana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ini pertama kalinya aku mendengar Chitanda menyebutkan bahwa Sekitani Jun mengundurkan diri dari SMA Kamiyama, aku tidak begitu terkejut. Lagipula, tidak sulit menebaknya dari kalimat pembuka kata pengantar tadi: “sejak Sekitani-senpai meninggalkan kami”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, Chitanda mungkin tidak tahu alasan kenapa pamannya mengundurkan diri dari sekolah… tidak, ia benar-benar tidak tahu. Seandainya ia tahu, dia pasti sudah menyebutkan soal itu. Kalau dipikir-pikir, waktu di Café Pinapple Sandwich, ia memang menyebutkan kalau keluarga Sekitani dan Chitanda sudah menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kedua, kata pengantar ini melebih-lebihkan tentang bagaimana waktu telah berlalu. Poin yang ketiga menarik; selain menyebutkan senpai sebagai baik hati dan pendiam, beliau juga digambarkan sebagai seorang ‘pejuang’ dan ‘pahlawan’. Apa yang beliau perjuangkan? Poin kelima hanya mengiyakan bahwa ‘Senpai’ berjuang dalam suatu konflik dan menjadi pahlawan, dan sebagai akibatnya dijadikan korban. Untuk poin yang keempat… walaupun saya penasaran soal ini, poin ini tidak relevan dengan masalah yang dihadapi sekarang. Ini menutup laporan saya, apakah ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tidak begitu melenceng, aku tidak banyak Tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun normalnya si Eksentrik (alias Satoshi) mengacungkan tangan dalam kelas, dalam perkumpulan seperti ini dimana hanya ada sedikit orang dan semua orang saling mengenal satu sama lain. Jadi sebagai gantinya, Ibara-lah yang langsung mulai bertanya, “Hm, kenapa kalimat ‘Karena kisahnya sama sekali tidak dimaksudkan sebagai kisah pahlawan’ ini tidak dipertimbangkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi tentu saja tahu jawabannya. Walaupun dia ingin bicara, dia menahan diri dan melihat ke arahku. Dia bisa lumayan sopan kalau situasinya menuntut demikian, tidak ingin menyela Chitanda saat ia menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, karena Chitanda lah yang ditanya, ia segera menjawab, “Kalimat itu hanya ide si penulis, karena orang yang berbeda akan memiliki pandangan yang berbeda pula tentang apa yang disebut sebagai cerita kepahlawanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu Chitanda menyelesaikan penjelasannya, Satoshi langsung menambahkan, “Kalimat itu mungkin bermaksud kalau ceritanya tidak seromantis cerita pahlawan, tapi lebih mirip pertarungan kotor. Jadi aku rasa kalimat ini tidak hanya merupakan ide saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara terlihat terbujuk dengan penjelasan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada pertanyaan lain yang diajukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, akan saya mulai hipotesis saya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda tidak terdengar percaya diri, tidak juga terdengar tidak yakin, tapi hanya seperti biasanya. Ia tidak memegang memo apapun sambil memulai, “Paman saya sepertinya terlibat dalam suatu konflik, dan setelah itu, ia mengundurkan diri dari sekolah. Saya kurang begitu yakin, tapi menurut saya konflik tersebut yang mendorong pengunduran diri paman saya. Ada satu poin lagi yang perlu dipertimbangkan selain kelima poin yang saya sebutkan: kalimat pembuka ‘telah setahun berlalu sejak’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, paman saya meninggalkan sekolah setahun sebelum Festival Kanya, artinya ketika Festival Kanya sebelumnya. Ngomong-ngomong, saya mendengar dari seorang teman yang bersekolah di SMA Swasta Kamiyama kalau ada insiden di Festival Kebudayaan mereka tahun kemarin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi berkata dengan riang, “Kalau tidak salah disebut Kerusuhan di Festival Kebudayaan. Kios-kios diancam dan laporan penjualan menghilang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada pepatah yang mengatakan, selama system masih ada, akan ada yang menentangnya. Apakah itu Festival Kebudayaan, Festival Olahraga ataupun Upacara Kelulusan, ada akan orang-orang yang menentang acara-acara tahunan seperti itu. Satu hal lagi, mohon lihat halaman 24 dari Buku Pegangan Siswa SMA Kamiyama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berkata begitu, tidak ada yang bisa mengeluarkan Buku Pegangan Siswanya. Tentu saja, memangnya ada yang akan selalu membawanya kemana-mana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Apa ada yang salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya kami meninggalkan buku pegangan kita di rumah. Jadi apa yang tertulis disitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jangan-jangan kalian tidak selalu membawanya bersama kalian? Oh, lupakan saja. Umm, bunyinya begini, ‘dilarang keras melakukan tindak kekerasan’. Jadi inilah teori saya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mengubah nada suaranya, Chitanda melanjutkan, “Ada gangguan yang tidak diharapkan pada Festival Kebudayaan pada tahun itu, dan kemungkinan paman saya meresponnya dengan kekerasan fisik. Meskipun beliau menjadi pahlawan, beliau harus bertanggung jawab atas tindakannya menggunakan kekerasan. Akibat tragisnya setelah itu membuat adik kelasnya menulis eulogi atas kepergiannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmmm…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Satoshi bicara berbarengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Salah,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Chitanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara lalu menoleh, bukan ke arah Chitanda tapi pada kami, heran atas apa yang sedang kami pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa teorinya salah? Bisakah kalian memberitahu alasannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda bicara dengan pelan dan melihat ke arahku dengan ekspresi serius. Aku hanya mengangkat bahuku dan membalas, “Kau bilang ada orang-orang yang akan menentang system dan menyebabkan kerusuhan di Festival Kebudayaan. Tapi ini akan mengharuskan agar kios-kios memiliki penjualan yang tinggi agar menarik seseorang untuk mencuri dari mereka. Lagipula, apa kau ingat apa yang aku katakan waktu kau mengajukan supaya kita menerbitkan bunga rampai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda memutar matanya perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bilang terlalu banyak yang perlu dilakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu. Yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang lain? Umm… Kamu juga bilang tiga penulis itu berlebihan, tapi sekarang kita punya empat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Apakah aku harus memujinya atas ingatan nya yang luar biasa itu? Tidak akan. Aku mengakui kemampuannya dalam mengingat hal-hal seperti ini, tapi Chitanda, secara teknis, waktu aku mengatakan itu, anggota kami masih tiga orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kamu mennyebutkan alternatif lain selain menerbitkan bunga rampai, seperti,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya ia sampai pada poin utama. Ia menepukkan tangannya di depan dada dan berkata, “Mendirikan kios pameran, dan saya berkata,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bilang sendiri kalau kios-kios pameran itu biasanya dilarang. Aku juga mengingatnya. Kalau begitu, tidak ada ruang untuk menghasilkan uang di Festival Kanya. Menurutmu orang bisa menemukan barang berharga yang bisa dicuri dalam acara seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan tidak percaya dengan argument seperti itu, Chitanda memiringkan kepalanya dekat dan berkata, “Tapi ada kemungkinan begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau mungkin tidak ada nilai uangnya, saya rasa ada nilainya bila dilihat dari aspek lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ugh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Oke, yang ia katakana ada benarnya. Kalau ia mengatakannya seperti itu, tidak ada lagi yang bisa kukatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi tertawa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar tidak pintar dalam hal begini ya, Houtarou. Kau tidak bisa meyakinkan Chitanda-san seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’? Kalau begitu bagaimana dengan pendapatmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesuatu yang aku tahu tidak akan disanggah paling tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi lalu pura-pura berdehem dan memulai, “ ‘Untuk setiap system ada kelompok orang yang menentangnya’; itu cara yang menarik untuk membahasakannya, Chitanda-san. Kemungkinan besar perkataan ini benar. Tapi bentuk perlawanannya bergantung pada gaya pada jaman tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun benar adanya kalau ada waktu-waktu dimana insiden terjadi selama Festival Kebuadayaan, kebanyakan, pelakunya bertindak demi tujuan materialistic. Tapi tidak bisa dikatakan ‘tidak ada gangguan’ ketika motifnya tidak materialistic. Kau perlu ingat kalau kejadian ini terjadi 33 tahun yang lalu, jadi untuk mengatakan bahwa keuntungan materialistic dari gangguan yang terjadi adalah hampir tidak mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gaya pada jaman tersebut? Maksudnya gaya perlawanannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ingin dia katakana sebenarnya? Aku bisa merasakan adanya maksud lain darinya. Begitupula Ibara dan Chitanda, yang memandang Satoshi kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kenapa begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mendorong Satoshi untuk melanjutkan saat ia bertingkah sok penting dalam diam. Dia mengangguk puas dan berkata, “Kau mungkin tidak mengerti kalau aku mengatakan 33 tahun yang lalu, tapi bagaimana kalau aku menggunakan kata-kata ‘tahun 1960-an’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi terlihat lumayan gembira. Biasanya aku tidak akan membuang begitu banyak tenaga untuk bersaing dengannya untuk mendapat pengetahuan seperti itu, tapi rasanya menyedihkan sekali melihatnya dalam mood yang bagus sambil menyombongkannya. sayangnya, aku tidak banyak tahu soal sejarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana, Mayaka? Kau bisa menebaknya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mungkin tidak tahu juga. Ia membuat pose menyerah sambil mengepalkan kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Fuku-chan, aku tidak bisa memikirkan kemungkinan apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’? Bagaimana kalau Gedung Parlemen Nasional di Tokyo?...Mau tambahan petunjuk? Apa plakat dan demonstrasi mengingatkan kalian pada sesuatu?... Aku bicara soal pergerakan pelajar disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami saling melihat dalam kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berpikir candaan macam apa yang sedang dilakukannya, Satoshi tidak terlihat muram sedikitpun. Jadi aku membalasnya, “Satoshi, kenapa kita tiba-tiba dapat pelajaran Sejarah Jepang modern, sih? Kalau kau mau mengadakan acara kuis, kita bisa melakukannya setelah kita mengatasi masalah ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Satoshi tetap membuat ekspresi serius dan berkata, “Justru, aku sedang mengatasi masalahnya. Dengar ya, berdasarkan teori Chitanda-san, kekerasan di wiliyah kampus seperti yang disebutkannya adalah hal yang lumayan biasa terjadi pada tahun 1960an. Waktu itu adalah era dimaan terjadi banyak konflik antara yang pro-pembangunan dan anti-pembangunan, jadi seseorang mungkin memanfaatkannya sebagai pelampiasan dan meniru aksi mereka. Ini bukan hanya sekedar tren.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… jangan mengatakannya seakan kau melihatnya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kan sudah pernah kubilang, aku sedang meneliti periode ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memperlihatkan senyuman ‘tak terkalahkan’ kebiasaannya kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm, meski tanpa pelajaran Sejarah Modern singkat dari Satoshi, aku kurang lebih sudah mengetahuinya. Tidak tidak wajar untuk semacam insiden terjadi selama Festival Kebudayaan 33 tahun yang lalu. Walau aku tidak mempunyai cara untuk mengetahui apakah hal itu benar tanpa semacam kemampuan penyelidikan (aku juga tidak peduli), tetapi, mengesampingkan candaan Satoshi, teori semacam itu bukanlah tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, Begitu ya… memang benar saya tidak mempertimbangkan kejadian dijaman itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda seperti mulai tergoyahkan oleh serangan Satoshi di titik kelemahannya. Teorinya sekarang seperti nyala lilin yang diterpa angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, Ibara angkat suara dengan antusias menyusul Chitanda, “Maaf, Chi-chan,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa teori Chi-chan tidak akan valid begitu aku melaporkan temuanku. Berikutnya giliranku, jadi kalau bisa, aku akan melanjutkan setelahmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau boleh jujur, aku agak kesal. Kenapa Ibara, kau semestinya tidak angkat suara? Tapi Chitanda tersenyum dengan ramah dan berkata, “Tidak, toh teori saya ternyata tidak cocok setelah ditinjau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap yang patut dihormati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya menarik hipotesis saya untuk sementara. Sekarang mari kita dengar dari Ibara-san, apakah kalian semua setuju?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang menentangnya. Adalah tepat membiarkan Chitanda menjadi moderator. Setelah Citanda mengenyampingkan teorinya sendiri, sekarang giliran Ibara untuk menyakinkan kalau teori semacam itu benar. Merupakan orang yang bijak, Ibara mungkin akan bicara dengan cara yang mudah dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, Ibara-san, silahkan dimulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salinan yang diberikan Ibara pada kami, bagaimana aku harus mengatakannya ya, ditulis dengan cara yang sepenuhnya berbeda yang mudah dimengerti. Jenis huruf dan tipografinya terlihat buram, dan kata-katanya sulit dibaca kata hurufnya kurang lengkungan. Di kertas B5 tertulis kalimat berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, kami, ‘Massa’, dapat melanjutkan kebebasan kami dan kegiatan Anti-Birokrasi tanpa hambatan. Meskipun ini sama sekali bukanlah ketundukan pada kekerasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari Persengketaan Besar-besaran Juni lalu, berkat dukungan heroik ketua Klub Sastra Klasik, Sekitani Jun, terhadap fragmatisme kami yang berani, pemandangan saat ‘Pemegang Kekuasaan’ mempermalukan diri mereka sendiri ketika perhitungan mereka justru menjadi senjata makan tuan, masih segar dalam ingatan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah salah satu dari bunga rampai Klub Studi Manga dulu. Judulnya ‘Kesatuan dan Salut Volume 1’, walau hanya ada 2 volume yang diterbitkan. Seperti buku Chi-chan, ini juga diterbitkan pada 32 tahun yang lalu. Aku rasa, kalau ‘Hyouka’ menyebutkan insiden ini, maka aku bisa menemukan sesuatu dengan mencari di perpustakaan. Seperti yang kukira, tidak banyak klub yang bertahan lebih dari 30-40 tahun. Awalnya aku piker Klub Studi Manga belum ada saat itu, tapi aku malah menemukan ini… Hebat, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu apakah penemuan bunga rampai itu yang hebat atau bunga rampai nya yang hebat. Kesatuan dan Salut… apa judul semacam ini yang digunakan pada jaman itu? Entah kenapa terdengar mencurigakan. Dan gaya prosa yang mereka gunakan! Ini justru lebih terdengar seperti yang akan digunakan oleh Klub Sastra Klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, jelaslah kenapa teori Chitanda dijatuhkan. Singkatnya, Festival Kebudayaan SMA Kamiyama dilaksanakan setiap bulan Oktober, tapi paragraf ini menyebutkan bahwa insidennya terjadi di bulan Juni. Jadi itulah sebabnya teorinya ditolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mengeluarkan notebook memo bergaya kuliahan dari kantung seragamnya dan melanjutkan, “Maaf, aku belum menulis ringkasan seperti Chi-chan, jadi akan kubacakan saja. Pertama, ‘kami, Massa’ telah dituduh sebagai anti-pembangunan. Terjadi ‘prasengketan&amp;lt;ref&amp;gt;Dalam bahasa jepang terdapat banyak kanji yang rumit sehingga sering kali terjadi kesalahan pengucapan. Ibara disini salah mengucapkan kata yang berarti &#039;perselisihan&#039; yang tertulis di dalam bunga rampai Klub Manga Klasik. sebagian makna dasar kanjinya hilang karena telah diterjemahkan karena kesulitan dalam menemukan padanan katanya dalam bahasa indonesia&amp;lt;/ref&amp;gt;’ di bulan Juni tahun sebelumnya. Mereka dibantu oleh Sekitani Jun, dan berakhir pada semacam pragmatism sebagai akibatnya. Ini menyebabkan masalah bagi ‘Pemegang Kekuasaan’. Sisa paragrafnya mungkin menarik, tapi sepertinya tidak mengandung hal yang relevan tentang insiden tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak merasa keberatan dengan laporannya, tapi memangnya apa ‘prasengketan’ itu? Aku menelusuri perbendaharaan kata di kepalaku dan tetap tidak menemukan apapun. Meskipun dari awal memang perbendaharaan kata yang kumiliki tidak sebanyak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku sibuk memikirkan apa yang dimaksud ‘prasengketan’, Chitanda melanjutkan pertemuannya, “Apakah laporannya sudah selesai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung bertanya, “Apa maksudnya ‘prasengketan’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi lalu segera bertanya balik padaku, “Memangnya prasengketan apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasar, kupikir kau tahu. Dia lalu mengambil salinan ‘Kesatuan dan Salut’ dan menunjukkan kata yang dimaksud padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudnya ini, ‘persengketaan’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi dia memang tahu maksudnya apa. Tanpa melihat ke salinan yang aku punya, dia langsung melanjutkan, “itu harusnya dibaca ‘persengketaan’, seperti dalam ‘persengketaan bersenjata’, konflik yang menyakitkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Satoshi seperti tidak mengajariku apa-apa. Meskipun dia melihat ke arahku, dia lebih terdengar seperti sedang mengkritikku dengan keras karena salah mengucapkan kata tersebut, tapi aku menyadari dia menggunakan aku untuk mengoreksi Ibara juga. Apakah dia ahli atau tidak dalam melakukannya, Satoshi bisa lumayan pengertian. Walaupun aku tidak ada maksud untuk membantu, aku dengan keras kepala meneruskan, “Yaa, walau aku cuma punya kosa kata yang aku tabung 15 tahun, aku belum pernah melihat kata itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja. Biasanya kata ‘konflik’ dan ‘perselisihan’ yang akan digunakan, tapi ‘persengketaan’ sepertinya kata yang lebih populer digunakan di jaman itu. Kita masih melihat kata ini digunakan di jaman sekarang, tapi kebanyakan digunakan oleh Yakuza.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu, kalau dipikir-pikir… kata-kata seperti “akan pergi” untuk mengatakan “menghajar orang”. Penggunaannya terdengar kuno dan elegan, tapi tidak pas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi lalu berdehem keras dan menambahkan, “… tapi dalam bunga rampai ini, rasanya lebih seperti tiruan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara langsung bereaksi dengan suara ibara yang berapi-api, “Apa maksudmu ‘tiruan’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditanya seperti itu, Satoshi mengerang pelan. Dia biasanya percaya diri dengan bualannya, sehingga jarang sekali bisa melihat gelisah seperti itu sambil ia menjawab pelan, “Bukan, aku bukannya mau bilang kalau materi mu tiruan,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja bukan! Hmm, bagaimana aku harus mengatakannya ya? Pada dasarnya, pengarang dari paragraf ini tidak ikut dalam aksi apapun. Dia tipe orang yang akan menonton pertandingan olahraga tingkat universitas yang spektakuler dan menulis betapa terkesannya dia oleh permainannya, dan seperti itulah paragraf ini ditulis. Tapi ini bukan tiruan, hanya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bertanya, “Jadi, tadi itu tentang apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, bukan apa-apa, hanya imaginasiku saja. Maaf soal itu Chitanda-san, apa kita bisa lanjut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang ketua mengangguk dan semua orang setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, apakah ada pertanyaan lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya tidak ada yang punya pertanyaan lain. Saat ia hendak menyatakan teorinya, Ibara terlihat agak gugup sembari ia mencari hipotesis dalam catatannya dengan panik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmmm, Oh iya. Ini hipotesisku. Meskipun ini akan menyanggah teori Chi-chan, kalian semua akan mengerti begitu kalian mendengarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami semua terdiam setuju. Karena bulan Juni dan Oktober berjarak terlalu jauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pengarangnya menyebutkan kalau para pengikut fragmatisme menyebabkan rencana Pemegang Kekuasaan menjadi bumerang. Hasilnya adalah ketua Klub Sastra Klasik berhenti sekolah sebagaimana yang disebutkan dalam ‘Hyouka’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, apa yang dimaksud dengan kegiatan fragmatik yang menyebabkan beliau harus berhenti sekolah? … Pandanganku sama dengan Chi-chan disini, dengan kata lain, kekerasan. Kalau kejadian yang baru-baru terjadi, maka mungkin saja melibatkan pemecahan kaca-kaca, tapi Fuku-chan mungkin akan mengatakan sesuatu kalau begitu. Korbannya adalah… Pemegang Kekuasaan. Sedangkan untuk anti-pembangunannya, ya sesuatu yang sering aku dengar adalah melawan pemerintahan, jadi mungkin semacam itulah. Sisanya sederhana, ketua Klub Sastra Klasik memimpin mereka dan melawan para guru, lalu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengenggam tangannya erat dan membentuk tinju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&#039;&#039;Buk&#039;&#039; memukul mereka. Walau kita tidak tahu apakah mereka diserang atau tidak, mereka mungkin melakukan hal yang serupa. Tentu saja, mereka bukan sengaja melakukannya. Paragraf pertama yang aku tandai itu penting, pada dasarnya parafraf itu ingin menekankan kebebasan mereka. Karena suatu alasan kebebasan itu terancam, dan untuk mempertahankannya, ketua Klub Sastra Klasik tidak punya pilihan lain selain melakukan perlawanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara menyelesaikannya dengan menutup buku catatannya dan memandang semua hadirin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmmm… ini terdengar mengesalkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang ketua, yang seharusnya mencerna apa yang baru saja ia dengar, menyuarakan pemikirannya dengan nyaring. Aku mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengesalkan? Apanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda menjawab, “Ibara-san, poin utama mu berkisar seputar bagaimana para guru mengancam kehidupan para siswa, dan menyebabkan mereka menggunakan kekerasan untuk melawan ancaman tersebut, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara berpikir sebentar sebelum menjawab, “Ya, benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Akan tetapi, bagaimana sebaiknya saya mengatakannya ya, walau saya bisa memahami beberapa bagian, secara garis besarnya saya belum begitu paham.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun aku mengerti beberapa bagian dari yang kau katakan, secara garis besar aku juga tidak mengerti apa yang baru saja kau katakan. Tetapi memang tidak sepenuhnya tidak bisa dimengerti. Pada dasarnya Chitanda bermaksud mengatakan kalau teori Ibara tidak begitu persuasif. Aku menambahkan jawaban Chitanda, “Teorimu terlalu abstrak. Selain itu, dibaca lebih jauh lagi dan kau hanya akan membaca scanning artikelnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar. Memang seperti itu, tapi…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia mengakuinya, Ibara tetap tidak sepenuhnya mundur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tunggu, maksudmu ada kontradiksi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya ia ingin mempertahankan teorinya melebihi Chitanda tadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, aku memang menyadari adanya kejanggalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berkata dengan posisi duduk yang tegak. Tidak ada hubungannya dengan suasana tegang dalam menyanggah orang lain, hanya saja kakiku mulai terasa kesemutan, itu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Maju ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|Bab 7]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=359445</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=359445"/>
		<updated>2014-06-09T09:06:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Jilid 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk melengkapi prosedur registrasi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Pendaftaran Serial klub Klasik (Hyouka)&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - [[User:spectrum|spectrum]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 2 - [[User:Orchid|Orchid]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3 - [[User:Orchid|Orchid]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 5 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 6 - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039; - &#039;&#039;90%&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 7 - [[User:Ayumi chan | Ayumi chan]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 8 - [[User:Ayumi chan |Ayumi chan]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 9 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Penutup - [[User:Ayumi chan | Ayumi chan]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
* Bab 0|0 - Sebelum Judul - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film! - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
* Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;Proses&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
* Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini! - [[User:helixxx|helixxx]] &#039;&#039;Proses&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
* Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan - [[User:Cherry|Cherry]] proses&lt;br /&gt;
* Bab 8|8 - Credit Roll - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;Proses (15%)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - Malam Tanpa Tidur&lt;br /&gt;
* Bab 2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk&lt;br /&gt;
* Bab 3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya&lt;br /&gt;
* Bab 5 - Rangkaian Kudryavka&lt;br /&gt;
* Bab 6 - Dengan Begitu Berakhir&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
* Bab 1&lt;br /&gt;
* Bab 2&lt;br /&gt;
* Bab 3&lt;br /&gt;
* Bab 4&lt;br /&gt;
* Bab 5&lt;br /&gt;
* Bab 6&lt;br /&gt;
* Bab 7&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=359328</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=359328"/>
		<updated>2014-06-09T01:51:55Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* 6 – Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==6 – Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir Juli, dan liburan musim panas sudah dimulai. Seperti biasanya, hari ini aku naik sepadaku menuju SMA Kamiyama. Butuh 20 menit berjalan kaki untuk mencapai sekolah dari rumahku, tapi aku juga tidak tahu butuh berapa lama untuk mencapai sekolah menggunakan sepeda. Sambil beristirahat, aku mampir untuk membeli sekaleng kopi hitam dari sebuah mesin penjual otomatis. Aku lalu mengikuti tepian sungai dan berbelok di rumah sakit sebelum akhirnya sampai di depan SMA Kamiyama. Dan disana, aku berdiri terkagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas seharusnya sudah dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi lapangan olahraga dipenuhi dengan peralatan dan siswa yang berpakaian seragam musim panas. Aku bisa mendengar music yang dimainkan berbagai alat music tiup, gitar listrik, dan seruling bambu. Meskipun Blok Kelas Khusus agak jauh dari sini, aku tahu disana juga ada banyak siswa. Mereka semua, pastinya, disini utuk mempersiapkan Festival Kanya. Sisi enerjik dari SMA Kamiyama baru mulai lebih aktif sekarang karena memasuki liburan musim panas. Kerumunan orang bergerombol seperti sekelompok semut seakan berkata “Oke, semuanya, festival akan segera datang! Sekarang setelah kelas-kelas yang menyebalkan sudah menyingkir, ayo berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandangi orang-orang yang penuh energy ini sambil melihat ada seseorang yang berlari ke arahku. Fukube Satoshi, berbaju casual dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek, sambil membawa tas gendong kecil yang terlihat sporty di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, nungguin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan gembira mendengarkan Klub Acapella latihan bernyanyi di lapangan tengah, dan Satoshi membuatku harus menoleh dengan suara yang mengerikan. Aku berpikir untuk memutar sepedaku dan pulang, namun aku berubah pikiran dan berlanjut berjalan ke arahnya dan bergerak seperti akan menendangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Woah, Houtarou! Kenapa tiba-tiba kau anarkis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kau bisa bicara begitu! Apa kamu tidak punya malu, tidak tahu kapan tidak boleh mengganggu ketenangan orang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengangkat kedua bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya memang dia tidak punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, maaf, kumpul Klub Kerajinan Tangan nya agak ngaret”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya apa sih yang kalian bicarakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan merajut Karpet Mandala seperti milik orang Buddha untuk Festival Kanya. Tapi kami menemui beberapa masalah, jadi kita kumpul untuk membicarakan kemungkinan yang lainnya tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, Kau sudah bekerja keras. Tidak hanya kamu, tapi juga Toogaito, atau bahkan seisi sekolah untuk hal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, Kau sudah menyiapkan catatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku bertanya datar, Satoshi hanya melempar balik pertanyaan itu padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana denganmu? Bukan hal yang biasa kau lakukan kan. Sudah ada yang kau pikirkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa agak malu untuk menjawab pertanyaannya, jadi ku jawab, “Yaa begitu deh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Jarang-jarang nih. Biasanya kau akan mencoba mencari alasan dan menghindari pertanyaan semacam itu… Yah terserahlah, aku ambil sepedaku dulu, jadi tunggu disini sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Satoshi dengan seenaknya membuatku menunggu sementara dia berlari menuju tempat parkir sepeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kenapa aku menunggu Satoshi disini ketika semestinya aku sedang tidur seakan tidak ada hari esok selama Libur Musim Panas yang berharga, kita harus kembali ke satu minggu yang lalu, hari dimana kami hampir saja menemukan kebenaran tentang Sekitani Jun, yang seharusnya tertulis di Volume pertama buku antologi “Hyouka”, hanya untuk menemukan bahwa volume tersebut tidak ada. Karena kami tidak bisa maju tanpa volume pertama itu, aku memberitahu diriku untuk tidak bekerja keras untuk mencari jawabannya. Tapi ternyata sudah terlambat, karena aku tanpa sadar sudah menyebrangi sungai Rubicon&amp;lt;ref&amp;gt;Saya tidak tahu apa sudah disebutkan sebelumnya. ‘menyebrangi sungai Rubicon’ berasal dari idiom bahasa Inggris “Crossing the Rubicon”, yang artinya “melalui titik yang tidak ada jalan kembali/ tidak bisa ditarik lagi”. Crossing the Rubicon diambil dari sejarah Itali dimana pasukan militer yang dipimpin Caesar yang menyebrangi Sungai Rubicon demi mengejar Pompeius – saya tidak hapal nama lengkapnya – waktu itu diberlakukan larangan pada pasukan militer untuk menyebrangi sungai Rubicon untuk mencegah perang internal di kekaisaran Romawi.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu tidak ada gunanya membujuk Chitanda untuk melepaskan kasus ini, jadi aku mengajukan jalan tengah. Kalau kita akan menginvestigasi masa lalu, hanya kita berdua tidak cukup. Seperti kata pepatah, “3 berarti ramai”. Mungkin agak sulit baginya, tapi aku menjelaskan padanya kalau kita memiliki kemungkinan yang lebih baik dalam menyelesaikan kasus ini dengan bantuan Satoshin dan Ibara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Chitanda mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa kita tidak punya pilihan lain kalau begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia meminta untuk menjaga rahasia ini hnaya diantara kami berdua di Café Pineapple Sandwich, aku akhirnya mengecewakannya. Aku tidak tahu apakah karena Chitanda benar-benar menyadari bahwa dia akan membutuhkan semua bantuan yang bisa dia dapat, atau karena dia tidak lagi menganggap penting petunjuk yang ia dapatkan sebelumnya, atau bisa juga karena nona kita ini hanya senang bertindak semaunya; pokoknya, ia mengadakan pertemuan mendadak dengan Klub Sastra Klasik esok harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana, Chitanda mengulangi apa yang dia katakan padaku dan menutupnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada paman saya 33 tahun yang lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara langsung menerima tantangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ilustrasi halaman depannya menarik. Kalau kita bisa memecahkan kasus ini dan menemukan latar belakang ceritanya, aku bahkan bisa menggunakannya sebagai materi untuk publikasi di Klub Penelitian Manga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menambahkan, “Kisah Fiksi Heroik dipecahkan oleh junior mereka 33 tahun kemudian, ya? Aku juga kebetulan sedang meneliti hal-hal dari periode itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setuju dengan kedua tangan terangkat. Sementara aku tidak ada keinginan untuk bicara, karena aku juga tidak punya kekuatan veto, aku memnutuskan untuk bicara saja mumpung kami sedang membicarakan kasusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kita juga masih mencoba memutuskan apa yang akan kita tulis untuk essai antologi kita, kenapa tidak kita gunakan saja cerita Chitanda untuk mengisi halamannya… um, maksudku, supaya sekali dayung dua tiga pulau terlewati… maaf, maksudku, menulis sesuatu yang bermakna didalamnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usulan Menghemat-Energi milikku, meskipun lumayan kelihatan jelas, diterima dengan suara penuh. Kemudian, Investigasi insiden Klub Sastra Klasik SMA Kamiyama 33 tahun yang lalu menjadi prioritas Klub Sastra Klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengendarai sepeda gunung. Karena dia mengenakan celana pendek, kau bisa melihat otot-otot yang kokoh, yang tidak sesuai dengan posturnya yang pendek, pada kakinya. Untuk seseorang yang lebih tertarik pada bahasa, satu-satunya olahraga yang aku ketahui ia tertarik adalah bersepeda.&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, sepedaku adalah semacam sepeda kumbangm jadi tidak banyak yang bisa dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami bersepeda sepanjang pinggir sungai dan menjauh dari jalan raya. Perlahan-lahan jarak antara rumah-rumah digantikan oleh sawah-sawah yang luas. Demi bersembunyi dari teriknya matahari, kami berhenti di sebuah toko tembakau, aku mengambil handuk kecil dari tasku untuk menyeka keringat yang terus menerus menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, keringat sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukanlah sesuatu yang bakal pernah aku katakan. Malahan, aku heran kenapa orang harus bergerak untuk mencapai tempat tujuan mereka. “Revolusi Informasi belum berhasil. Kawan-kawan, kalian harus terus berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satoshi, apa kita sudah dekat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menaruh kembali sapu tangannya ke dalam kantong dan menjawab, “Yup. Kita hampir sampai. Kalau mengikuti kecepatanmu tentunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau akan kaget kalau kau melihat rumah mereka. Keluarga Chitanda merupakan salah satu pemilik perkebunan terbesar di Kota Kamiyama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasa aku menantikannya kalau begitu. Aku akan sangat senang untuk mendengar bagaimana mereka melakukan bersih-besih di musim semi mereka di tempat seluas itu. Setelah kembali menyeka keringat dengan handuk, aku meletakkan kakiku di pedal dan melanjutkan perjalanan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kami mulai beranjak, Satoshi mengambil alih di depan dan menunjukkan jalan. Setelah melewati beberapa lampu merah, kami sampai di sebuah jalanan lurus yang panjang, dimana sepeda kami bisa berjajar. Sepanjang jalan ini tidak ada apa-apa selain lading perkebunan dan sawah di kedua sisi jalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memutar pedalnya dan mulai bersenandung dengan riang. Tersenyum adalah semacam wajah resminya, tapi hari ini dia terlihat lumayan senang. Aku memutuskan untuk bertanya, “Satoshi,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lagi senang ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menoleh padaku dan menjawab ceria, “Tentu saja. Karena aku suka bersepeda. Lihatlah langit yang biru! Dan awan yang putih! Tidak peduli seberapa biasanya mereka terlihat, rasa gembira ketika melihatnya sambil bersepeda dengan kecepatan tinggi seperti…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menyela niat Satoshi untuk bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kupikir kehidupan SMAmu biasa saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba terlihat suram, Satoshi menjawab, “Oh… maksudmu soal Warna Mawar itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatan yang bagus, terutama karena terakhir kali kita membicarakannya hampir tiga bulan yang lalu. Entah kenapa Satoshi melambat dan melihat ke depan sambil berkata, “Kau tahu, kurasa kehidupan SMA ku lumayan berwarna bagai mawar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tidak, rasanya lebih mirip shocking pink.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, itu juga bagus. Kalau begitu, kehidupanmu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah pernah mengatakannya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena suaraku hampir sama sekali tidak meninggi, Satoshi tidak menertawakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Jangan salah paham ya, aku tidak bermaksud untuk mengejekmu waktu bilang kehidupan SMA mu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Contohnya, kalau hidupku warna shocking pink, maka tidak ada yang akan bisa mewarnainya seperti warna mawar. Aku tidak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung mengejek wajahnya yang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Kupukir sudah diwarnai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja belum!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Satoshi dengan jawaban, yang secara mengejutkan, tegas dan melanjutkan, “Belum, Houtarou. Aku sudah sibuk dengan panitia OSIS dan Klub Kerajinan Tangan, menurutmu aku akan bilang begitu? Kau pasti bercanda. Mau membantu mengatur jadwal kegiatan untuk Festival Kanya , atau merajut karpet Mandala, aku menikmati setiap momennya. Kalau tidak, memangnya siapa yang akan mengorbankan bersepeda yang menyenangkan atau Liburan Musim Panas Cuma untuk pergi ke sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada orang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada waktu dimana  seseorang harus meminjamkan kemampuan dan hadir demi kepentingan masyarakat yang lebih besar. Meski begitu, kau tipe yang tidak akan tergerak ‘kan? Untuk orang yang ‘berwarna abu-abu’ sepertimu, seandainya seorang pemimpin bilang ‘semua orang berwarna seperti mawar’, kau akan melambaikan tanganmu dan bilang ‘jangan ajak aku’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu semua dalam satu tarikan napas, dia mulai sedikit tenang dan melanjutkan, kalau aku mau benar-benar mengejekmu, aku akan menyebutmu tidak berwarna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi terdiam setelah mengatakan itu. Aku merenungkan jawabannya sambil membiarkan kulitku terbakar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan membuat wajah suram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan bilang aku ingin jadi sepertimu atau sejenisnya, tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu maksudku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi meninggikan suaranya dan tertawa. Dia lalu mengatakan, “Lihatlah, Houtarou, kita sudah sampai di kediaman keluarga Chitanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai dengan penggambarannya, ‘Kediaman’ Chitanda dibangun di tengah-tengah padang sawah yang luas. Dibangun dalam bentuk bungalo bergaya Jepang dikelilingi oleh pagar. Suara air mengalir menandakan adanya kolam di tamannya, yang dikelilingi oleh pepohonan pinus yang dipangkas dengan baik. Dan di depan pintu gerbang besar yang terbuka, terlihat orang-orang sedang melakukan ritual menyiramkan air&amp;lt;ref&amp;gt;Uchimizu, semacam ritual dimana orang-orang menyiramkan/ menyipratkan air ke jalanan atau taman untuk mengurangi debu dan mendinginkan jalan terutama di hari-hari musim panas. Selengkapnya bisa lihat di Wiki &amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
“Bagaimana? Lumayan hebat ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Satoshi sambil membusungkan dadanya, meskipun aku bukan ahli arsitektur atau gardening Jepang. Meski aku tidak tahu seberapa hebatnya kediaman ini, aku merasa ada kesan anggun dan berwibawa dari kediaman tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kami sedang mengagumi kompleks tersebut, aku melirik jam tanganku. Kami lumayan tepat waktu… Tidak, sepertinya kami agak telat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo, Chitanda dan Ibara sudah menunggu,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya… ngomong-ngomong, Houtarou,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya kita harusnya menunggu pelayan-pelayan untuk datang menjemput kita?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memutuskan untuk mengabaikannya. Aku melangkah ke beranda depan dan membunyikan bel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ya~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu beberapa saat, pintunya dibuka oleh Chitanda sendiri. Flu musim panasnya sepertinya sudah sembuh karena ia berbicara dengan suara yang biasanya lagi. Ia membiarkan rambutnya yang panjang menjuntai ke bahunya tanpa mengikatnya, dan memakai baju terusan berwarna hijau muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf membuat kalian menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendengar Satoshi berdecak, seakan kecewa karena tidak ada pelayan yang menyambut kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melepas sepatu kami di pintu masuk yang di beton, Chitanda memandu kami melewati koridor yang terbuat dari kayu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana kalian memarkir sepeda kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita boleh parker dimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana saja boleh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kenapa bertanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian, kami dipandu menuju sepasang pintu geser tradisional, dan angin sepoi yang sejuk keluar setelah membukanya. Karena langit-langitnya tinggi, ruangannya terasa sejuk dan menyegarkan. Ukuran ruangannya sekitar… 15 meter persegi. Besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian terlambat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara sudah datang. Sepertinya ia ada sedikit urusan di sekolah sebelumnya, karena ia datang sambil mengenakan seragam. Ada meja berwarna coklat gelap yang memantulkan cahaya temaram, dan di atasnya berserakan lembaran-lembaran kertas. Pasti catatannya Ibara. Dia lumayan bersemangat soal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Duduklah dimanapun kalian suka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk dihadapan Ibara setelah dipersilahkan. Setelah Chitanda duduk di tengah, tempat duduk sisanya diduduki oleh Satoshi. Adalah pemandangan yang jarang untuk melihat seseorang dengan tas ransel duduk di dalam ruang tamu bergaya tradisional Jepang&amp;lt;ref&amp;gt;Tokonoma. Ruangan dalam desain rumah tradisional jepang yang biasanya digunakan untuk menyambut tamu. Dalam tokonoma biasanya dipajang benda-benda seni seperti lukisan, kaligrafi, ikebana, dan bonsai.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Membuka tasnya, Satoshi mengeluarkan berlembar-lembar kertas. Ibara terlihat sangat siap sambil memainkan pulpennya, sementara Chitanda menumpuk lembaran kertas diatas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kita mulai pertemuan penyelidikan kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami semua membungkuk dan memberi salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pertemuan ini dipimpin oleh Chitanda, karena ia-lah ketua klubnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kita konfirmasi agenda pertemuan hari ini. Semuanya dimulai dari kenangan saya. Lalu, saat kita menemukan bunga rampai Hyouka, saya menyadari apapun yang terjadi dengan Klub Sastra Klasik 33 tahun yang lalu ada hubungannya dengan kenangan saya ini. Tujuan pertemuan hari ini adalah untuk menebak apa yang terjadi 33 tahun yang lalu. Selanjutnya, fakta apapun yang telah dikonfirmasi akan digunakan sebagai materi untuk esai dalam bunga rampai Klub Sastra Klasik tahun ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Ibara lebih tertarik pada desain ilustrasi cover Hyouka, ia tidak terlihat begitu kecewa dengan proklamasi dari Chitanda. Mungkin ia menyadari ilustrasi itu ada hubungannya dengan insiden itu sendiri, atau Chitanda sudah memberitahunya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama seminggu terakhir ini, kita sudah mengumpulkan berbagai bahan untuk diteliti, dan karenanya kita akan melaporkan penemuan kita dan menyimpulkan kesimpulan yang paling mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh? Memangnya pertemuan hari ini soal itu? Terakhir kali aku dengar, Chitanda hanya memberi tahu kami untuk membawa materi apa saja yang bisa kami temukan. Aku tidak ingat ada soal membuat kesimpulan… Tapi karena Satoshi dan Ibara tidak terlihat kaget sedikit pun, ini berarti memang aku yang tidak memperhatikan. Sial, sepertinya aku harus melewatinya entah bagaimana, tapi perutku masih terasa tidak enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa membawa selembarpun agenda bersamanya, Chitanda menatap kami satu per satu dan menjelaskan dengan lancar, “Kita akan bergiliran melaporkan penemuan kita, diikuti oleh pertanyaan dari anggota yang lain, membuat hipotesa, dan meninjau ulang hipotesa yang dikeluarkan. Tidak boleh bertanya selama melaporkan… ini untuk mencegah kata-kata kita bercampur aduk. Kalau begitu, sekarang kita dengarkan laporan pertama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, ia pemimpin yang lumayan bagus. Siapa yang tahu, ia mungkin memiliki bakat untuk hal seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, bukan, dia memang memberi tahu aku kalau dia tipe orang yang akan mencari tahu keseluruhan system, jadi tidak mengejutkan kalau dia begitu ahli dalam aturan memimpin pertemuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kita mulai laporan pertama… oh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chi-chan, memangnya siapa yang akan lapor pertama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, siapa ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Dan ia bicara aneh lagi. Aku heran apakah ia hanya mudah dimengerti atau keteraturannya hanya terbatas pada tindakannya sendiri. Aku bicara pada Chitanda yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“siapa saja boleh. Bagaiman kalau kamu mulai duluan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena biasanya pemimpin yang mulai bicara pertama kali, kan? Toh, bukannya Chitanda juga tidak akan melaporkan apapun. Dan karena ia yang menentukan cara melaporkannya, sekalian saja ia juga yang memulai pertama dan membaut pertemuan berjalan lancar. Ia mengangguk dan berkata, “Oh, kamu benar. Kalau begitu, sekarang… kita akan melaporkan satu persatu berurutan sesuai arah jarum jam dimulai dari saya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mulai membagikan catatannya di atas meja setelah berkata begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya selirik dan aku tahu kalau ini adalah sumber dari penyelidikan ini, kata pengantar dari “Hyouka volume 2”. Jadi begitu, ia mulai dari awal mulanya ya? Walau aku tidak akan bilang kalau ini adalah gayanya yang biasa. Aku sekali lagi membaca paragraph yang pernah aku lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Kata Pengantar&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dan akhirnya, kami melakukan Festival Kebudayaan lagi tahun ini.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Telah setahun berlalu, sejak Sekitani-senpai meninggalkan kami.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Selama tahun ini, Senpai telah menjadi legenda dan menjadi seorang pahlawan. Sebagai hasilnya, Festival Kebudayaan akan berlangsung 5 hari seperti biasanya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Akan tetapi, sembari legenda itu menyebar, aku berpikir dalam. Apakah orang-orang sepuluh tahun dari sekarang akan tetap mengingat sang pejuang yang pendiam dan pahlawan yang baik hati? Yang ditinggalkan senpai hanyalah bunga rampai ‘Hyouka’ ini, yang ia pilihkan sendiri namanya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sebagai pengorbanan dari konflik itu, bahkan senyuman senpai akan berakhir pada arus waktu menuju keabadian.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak, mungkin lebih baik jikalau kita tidak mengingatnya. Karena kisahnya sama sekali tidak dimaksudkan sebagai kisah pahlawan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sekali subjektivitasnya dihilangkan, cerita ini akan menjadi sastra klasik karena melampaui semua perspektif sejarah.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Akankah datang sebuah waktu dimana kisah kami menjadi cerita klasik untuk seseorang di masa yang akan datang?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;13 Oktober 1968, Kooriyama Youko&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdeham, Chitanda mulai menjelaskan, “Ini diambil dari bunga rampai ‘Hyouka’. Untuk mengetahui artikel seperti apa yang diterbitkan Hyouka setiap tahunnya, seseorang harus membaca kata pengantarnya dan menemukan topik apa saja yang dibahas. Sayangnya, meskipun begitu, paragraf ini adalah satu-satunya yang menyebutkan tentang insiden 33 tahun yang lalu. Mungkin saja sebenarnya dituliskan di tempat lain, tapi kita tidak memiliki jilid pertamanya… Lalu, saya sudah meringkas poin-poin utama dari kata pengantar ini di dalam catatan disini,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu membagikan fotokopi untuk halaman kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.	“Senpai” telah pergi. (dari mana?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.	“Senpai” menjadi seorang pahlawan 33 tahun yang lalu, dan telah menjadi legenda setahun kemudian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.	“senpai” adalah seorang “pejuang yang pendiam” dan “pahlawan yang baik hati”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.	“Senpai” memberi nama bunga rampai ini ‘Hyouka’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.	Terjadi sebuah konflik dan terjadi pengorbanan (senpai=korban?)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Wow.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke, barusan itu singkat dan langsung ke poin-nya. Aku tidak bisa menahan untuk menghela napas dalam heran, tapi kalau dipikir-pikir, meskipun Chitanda merupakan gumpalan Rasa Ingin Tahu itu sendiri, ia juga seorang siswa teladan. Kalau ia tidak tahu bagaimana cara meringkas, ia tidak akan bisa mendapat nilai setinggi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memastikan semua orang sudah membaca catatannya, Chitanda melanjutkan dengan penjelasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama-tama, ‘Senpai’ disini, dengan kata lain, paman saya, mengundurkan diri dari SMA Kamiyama. Tingkat pendidikan terakhirnya adalah tingkat SMP. Saya berharap kalian semuanya mengerti yang saya katakana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ini pertama kalinya aku mendengar Chitanda menyebutkan bahwa Sekitani Jun mengundurkan diri dari SMA Kamiyama, aku tidak begitu terkejut. Lagipula, tidak sulit menebaknya dari kalimat pembuka kata pengantar tadi: “sejak Sekitani-senpai meninggalkan kami”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun demikian, Chitanda mungkin tidak tahu alasan kenapa pamannya mengundurkan diri dari sekolah… tidak, ia benar-benar tidak tahu. Seandainya ia tahu, dia pasti sudah menyebutkan soal itu. Kalau dipikir-pikir, waktu di Café Pinapple Sandwich, ia memang menyebutkan kalau keluarga Sekitani dan Chitanda sudah menjauh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kedua, kata pengantar ini melebih-lebihkan tentang bagaimana waktu telah berlalu. Poin yang ketiga menarik; selain menyebutkan senpai sebagai baik hati dan pendiam, beliau juga digambarkan sebagai seorang ‘pejuang’ dan ‘pahlawan’. Apa yang beliau perjuangkan? Poin kelima hanya mengiyakan bahwa ‘Senpai’ berjuang dalam suatu konflik dan menjadi pahlawan, dan sebagai akibatnya dijadikan korban. Untuk poin yang keempat… walaupun saya penasaran soal ini, poin ini tidak relevan dengan masalah yang dihadapi sekarang. Ini menutup laporan saya, apakah ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena tidak begitu melenceng, aku tidak banyak Tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun normalnya si Eksentrik (alias Satoshi) mengacungkan tangan dalam kelas, dalam perkumpulan seperti ini dimana hanya ada sedikit orang dan semua orang saling mengenal satu sama lain. Jadi sebagai gantinya, Ibara-lah yang langsung mulai bertanya, “Hm, kenapa kalimat ‘Karena kisahnya sama sekali tidak dimaksudkan sebagai kisah pahlawan’ ini tidak dipertimbangkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi tentu saja tahu jawabannya. Walaupun dia ingin bicara, dia menahan diri dan melihat ke arahku. Dia bisa lumayan sopan kalau situasinya menuntut demikian, tidak ingin menyela Chitanda saat ia menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, karena Chitanda lah yang ditanya, ia segera menjawab, “Kalimat itu hanya ide si penulis, karena orang yang berbeda akan memiliki pandangan yang berbeda pula tentang apa yang disebut sebagai cerita kepahlawanan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Lagipula,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu Chitanda menyelesaikan penjelasannya, Satoshi langsung menambahkan, “Kalimat itu mungkin bermaksud kalau ceritanya tidak seromantis cerita pahlawan, tapi lebih mirip pertarungan kotor. Jadi aku rasa kalimat ini tidak hanya merupakan ide saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara terlihat terbujuk dengan penjelasan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada pertanyaan lain yang diajukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, akan saya mulai hipotesis saya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda tidak terdengar percaya diri, tidak juga terdengar tidak yakin, tapi hanya seperti biasanya. Ia tidak memegang memo apapun sambil memulai, “Paman saya sepertinya terlibat dalam suatu konflik, dan setelah itu, ia mengundurkan diri dari sekolah. Saya kurang begitu yakin, tapi menurut saya konflik tersebut yang mendorong pengunduran diri paman saya. Ada satu poin lagi yang perlu dipertimbangkan selain kelima poin yang saya sebutkan: kalimat pembuka ‘telah setahun berlalu sejak’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, paman saya meninggalkan sekolah setahun sebelum Festival Kanya, artinya ketika Festival Kanya sebelumnya. Ngomong-ngomong, saya mendengar dari seorang teman yang bersekolah di SMA Swasta Kamiyama kalau ada insiden di Festival Kebudayaan mereka tahun kemarin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi berkata dengan riang, “Kalau tidak salah disebut Kerusuhan di Festival Kebudayaan. Kios-kios diancam dan laporan penjualan menghilang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada pepatah yang mengatakan, selama system masih ada, akan ada yang menentangnya. Apakah itu Festival Kebudayaan, Festival Olahraga ataupun Upacara Kelulusan, ada akan orang-orang yang menentang acara-acara tahunan seperti itu. Satu hal lagi, mohon lihat halaman 24 dari Buku Pegangan Siswa SMA Kamiyama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia berkata begitu, tidak ada yang bisa mengeluarkan Buku Pegangan Siswanya. Tentu saja, memangnya ada yang akan selalu membawanya kemana-mana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Apa ada yang salah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sayangnya kami meninggalkan buku pegangan kita di rumah. Jadi apa yang tertulis disitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Jangan-jangan kalian tidak selalu membawanya bersama kalian? Oh, lupakan saja. Umm, bunyinya begini, ‘dilarang keras melakukan tindak kekerasan’. Jadi inilah teori saya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa mengubah nada suaranya, Chitanda melanjutkan, “Ada gangguan yang tidak diharapkan pada Festival Kebudayaan pada tahun itu, dan kemungkinan paman saya meresponnya dengan kekerasan fisik. Meskipun beliau menjadi pahlawan, beliau harus bertanggung jawab atas tindakannya menggunakan kekerasan. Akibat tragisnya setelah itu membuat adik kelasnya menulis eulogi atas kepergiannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmmm…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dan Satoshi bicara berbarengan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Salah,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Chitanda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara lalu menoleh, bukan ke arah Chitanda tapi pada kami, heran atas apa yang sedang kami pikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa teorinya salah? Bisakah kalian memberitahu alasannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda bicara dengan pelan dan melihat ke arahku dengan ekspresi serius. Aku hanya mengangkat bahuku dan membalas, “Kau bilang ada orang-orang yang akan menentang system dan menyebabkan kerusuhan di Festival Kebudayaan. Tapi ini akan mengharuskan agar kios-kios memiliki penjualan yang tinggi agar menarik seseorang untuk mencuri dari mereka. Lagipula, apa kau ingat apa yang aku katakan waktu kau mengajukan supaya kita menerbitkan bunga rampai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda memutar matanya perlahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu bilang terlalu banyak yang perlu dilakukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu. Yang lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang lain? Umm… Kamu juga bilang tiga penulis itu berlebihan, tapi sekarang kita punya empat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Apakah aku harus memujinya atas ingatan nya yang luar biasa itu? Tidak akan. Aku mengakui kemampuannya dalam mengingat hal-hal seperti ini, tapi Chitanda, secara teknis, waktu aku mengatakan itu, anggota kami masih tiga orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kamu mennyebutkan alternatif lain selain menerbitkan bunga rampai, seperti,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya ia sampai pada poin utama. Ia menepukkan tangannya di depan dada dan berkata, “Mendirikan kios pameran, dan saya berkata,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau bilang sendiri kalau kios-kios pameran itu biasanya dilarang. Aku juga mengingatnya. Kalau begitu, tidak ada ruang untuk menghasilkan uang di Festival Kanya. Menurutmu orang bisa menemukan barang berharga yang bisa dicuri dalam acara seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan tidak percaya dengan argument seperti itu, Chitanda memiringkan kepalanya dekat dan berkata, “Tapi ada kemungkinan begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau mungkin tidak ada nilai uangnya, saya rasa ada nilainya bila dilihat dari aspek lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ugh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Oke, yang ia katakana ada benarnya. Kalau ia mengatakannya seperti itu, tidak ada lagi yang bisa kukatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi tertawa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau benar-benar tidak pintar dalam hal begini ya, Houtarou. Kau tidak bisa meyakinkan Chitanda-san seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’? Kalau begitu bagaimana dengan pendapatmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesuatu yang aku tahu tidak akan disanggah paling tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi lalu pura-pura berdehem dan memulai, “ ‘Untuk setiap system ada kelompok orang yang menentangnya’; itu cara yang menarik untuk membahasakannya, Chitanda-san. Kemungkinan besar perkataan ini benar. Tapi bentuk perlawanannya bergantung pada gaya pada jaman tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun benar adanya kalau ada waktu-waktu dimana insiden terjadi selama Festival Kebuadayaan, kebanyakan, pelakunya bertindak demi tujuan materialistic. Tapi tidak bisa dikatakan ‘tidak ada gangguan’ ketika motifnya tidak materialistic. Kau perlu ingat kalau kejadian ini terjadi 33 tahun yang lalu, jadi untuk mengatakan bahwa keuntungan materialistic dari gangguan yang terjadi adalah hampir tidak mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gaya pada jaman tersebut? Maksudnya gaya perlawanannya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang ingin dia katakana sebenarnya? Aku bisa merasakan adanya maksud lain darinya. Begitupula Ibara dan Chitanda, yang memandang Satoshi kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kenapa begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mendorong Satoshi untuk melanjutkan saat ia bertingkah sok penting dalam diam. Dia mengangguk puas dan berkata, “Kau mungkin tidak mengerti kalau aku mengatakan 33 tahun yang lalu, tapi bagaimana kalau aku menggunakan kata-kata ‘tahun 1960-an’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi terlihat lumayan gembira. Biasanya aku tidak akan membuang begitu banyak tenaga untuk bersaing dengannya untuk mendapat pengetahuan seperti itu, tapi rasanya menyedihkan sekali melihatnya dalam mood yang bagus sambil menyombongkannya. sayangnya, aku tidak banyak tahu soal sejarah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana, Mayaka? Kau bisa menebaknya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mungkin tidak tahu juga. Ia membuat pose menyerah sambil mengepalkan kedua tangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, Fuku-chan, aku tidak bisa memikirkan kemungkinan apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’? Bagaimana kalau Gedung Parlemen Nasional di Tokyo?...Mau tambahan petunjuk? Apa plakat dan demonstrasi mengingatkan kalian pada sesuatu?... Aku bicara soal pergerakan pelajar disini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami saling melihat dalam kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berpikir candaan macam apa yang sedang dilakukannya, Satoshi tidak terlihat muram sedikitpun. Jadi aku membalasnya, “Satoshi, kenapa kita tiba-tiba dapat pelajaran Sejarah Jepang modern, sih? Kalau kau mau mengadakan acara kuis, kita bisa melakukannya setelah kita mengatasi masalah ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Satoshi tetap membuat ekspresi serius dan berkata, “Justru, aku sedang mengatasi masalahnya. Dengar ya, berdasarkan teori Chitanda-san, kekerasan di wiliyah kampus seperti yang disebutkannya adalah hal yang lumayan biasa terjadi pada tahun 1960an. Waktu itu adalah era dimaan terjadi banyak konflik antara yang pro-pembangunan dan anti-pembangunan, jadi seseorang mungkin memanfaatkannya sebagai pelampiasan dan meniru aksi mereka. Ini bukan hanya sekedar tren.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… jangan mengatakannya seakan kau melihatnya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kan sudah pernah kubilang, aku sedang meneliti periode ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memperlihatkan senyuman ‘tak terkalahkan’ kebiasaannya kepadaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm, meski tanpa pelajaran Sejarah Modern singkat dari Satoshi, aku kurang lebih sudah mengetahuinya. Tidak tidak wajar untuk semacam insiden terjadi selama Festival Kebudayaan 33 tahun yang lalu. Walau aku tidak mempunyai cara untuk mengetahui apakah hal itu benar tanpa semacam kemampuan penyelidikan (aku juga tidak peduli), tetapi, mengesampingkan candaan Satoshi, teori semacam itu bukanlah tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, Begitu ya… memang benar saya tidak mempertimbangkan kejadian dijaman itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda seperti mulai tergoyahkan oleh serangan Satoshi di titik kelemahannya. Teorinya sekarang seperti nyala lilin yang diterpa angin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, Ibara angkat suara dengan antusias menyusul Chitanda, “Maaf, Chi-chan,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ada apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa teori Chi-chan tidak akan valid begitu aku melaporkan temuanku. Berikutnya giliranku, jadi kalau bisa, aku akan melanjutkan setelahmu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau boleh jujur, aku agak kesal. Kenapa Ibara, kau semestinya tidak angkat suara? Tapi Chitanda tersenyum dengan ramah dan berkata, “Tidak, toh teori saya ternyata tidak cocok setelah ditinjau.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap yang patut dihormati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya menarik hipotesis saya untuk sementara. Sekarang mari kita dengar dari Ibara-san, apakah kalian semua setuju?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang menentangnya. Adalah tepat membiarkan Chitanda menjadi moderator. Setelah Citanda mengenyampingkan teorinya sendiri, sekarang giliran Ibara untuk menyakinkan kalau teori semacam itu benar. Merupakan orang yang bijak, Ibara mungkin akan bicara dengan cara yang mudah dimengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, Ibara-san, silahkan dimulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salinan yang diberikan Ibara pada kami, bagaimana aku harus mengatakannya ya, ditulis dengan cara yang sepenuhnya berbeda yang mudah dimengerti. Jenis huruf dan tipografinya terlihat buram, dan kata-katanya sulit dibaca kata hurufnya kurang lengkungan. Di kertas B5 tertulis kalimat berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, kami, ‘Massa’, dapat melanjutkan kemandirian kami dan kegiatan Anti-Birokrasi tanpa hambatan. Meskipun ini sama sekali bukanlah ketundukan pada kekerasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari Persengketaan Besar-besaran Juni lalu, berkat dukungan heroic ketua Klub Sastra Klasik, Sekitani Jun, terhadap pragmatism kami yang berani, pemandangan saat ‘Kekuatan Itu’ mempermalukan diri mereka sendiri ketika perhitungan mereka justru menjadi senjata makan tuan, masih segar dalam ingatan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini adalah salah satu dari bunga rampai Klub Studi Manga dulu. Judulnya ‘Kesatuan dan Salut Volume 1’, walau hanya ada 2 volume yang diterbitkan. Seperti buku Chi-chan, ini juga diterbitkan pada 32 tahun yang lalu. Aku rasa, kalau ‘Hyouka’ menyebutkan insiden ini, maka aku bisa menemukan sesuatu dengan mencari di perpustakaan. Seperti yang kukira, tidak banyak klub yang bertahan lebih dari 30-40 tahun. Awalnya aku piker Klub Studi Manga belum ada saat itu, tapi aku malah menemukan ini… Hebat, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak tahu apakah penemuan bunga rampai itu yang hebat atau bunga rampai nya yang hebat. Kesatuan dan Salut… apa judul semacam ini yang digunakan pada jaman itu? Entah kenapa terdengar mencurigakan. Dan gaya prosa yang mereka gunakan! Ini justru lebih terdengar seperti yang akan digunakan oleh Klub Sastra Klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disisi lain, jelaslah kenapa teori Chitanda dijatuhkan. Singkatnya, Festival Kebudayaan SMA Kamiyama dilaksanakan setiap bulan Oktober, tapi paragraf ini menyebutkan bahwa insidennya terjadi di bulan Juni. Jadi itulah sebabnya teorinya ditolak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mengeluarkan notebook memo bergaya kuliahan dari kantung seragamnya dan melanjutkan, “Maaf, aku belum menulis ringkasan seperti Chi-chan, jadi akan kubacakan saja. Pertama, ‘kami, Massa’ telah dituduh sebagai anti-pembangunan. Terjadi ‘prasengketan&amp;lt;ref&amp;gt;Dalam bahasa jepang terdapat banyak kanji yang rumit sehingga sering kali terjadi kesalahan pengucapan. Ibara disini salah mengucapkan kata yang berarti &#039;perselisihan&#039; yang tertulis di dalam bunga rampai Klub Manga Klasik. sebagian makna dasar kanjinya hilang karena telah diterjemahkan karena kesulitan dalam menemukan padanan katanya dalam bahasa indonesia&amp;lt;/ref&amp;gt;’ di bulan Juni tahun sebelumnya. Mereka dibantu oleh Sekitani Jun, dan berakhir pada semacam pragmatism sebagai akibatnya. Ini menyebabkan masalah bagi ‘Kekuatan Itu’. Sisa paragrafnya mungkin menarik, tapi sepertinya tidak mengandung hal yang relevan tentang insiden tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak merasa keberatan dengan laporannya, tapi memangnya apa ‘prasengketan’ itu? Aku menelusuri perbendaharaan kata di kepalaku dan tetap tidak menemukan apapun. Meskipun dari awal memang perbendaharaan kata yang kumiliki tidak sebanyak itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku sibuk memikirkan apa yang dimaksud ‘prasengketan’, Chitanda melanjutkan pertemuannya, “Apakah laporannya sudah selesai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, ada pertanyaan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung bertanya, “Apa maksudnya ‘prasengketan’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Maju ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|Bab 7]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=359322</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=359322"/>
		<updated>2014-06-09T00:52:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Jilid 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk melengkapi prosedur registrasi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Pendaftaran Serial klub Klasik (Hyouka)&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - [[User:spectrum|spectrum]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 2 - [[User:Orchid|Orchid]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3 - [[User:Orchid|Orchid]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 5 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 6 - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039; - &#039;&#039;20%&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 7 - [[User:Ayumi chan | Ayumi chan]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 8 - [[User:Ayumi chan |Ayumi chan]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 9 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Penutup - [[User:Ayumi chan | Ayumi chan]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
* Bab 0|0 - Sebelum Judul - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film! - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
* Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;Proses&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
* Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini! - [[User:helixxx|helixxx]] &#039;&#039;Proses&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
* Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan - [[User:Cherry|Cherry]] proses&lt;br /&gt;
* Bab 8|8 - Credit Roll - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;Proses (15%)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - Malam Tanpa Tidur&lt;br /&gt;
* Bab 2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk&lt;br /&gt;
* Bab 3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya&lt;br /&gt;
* Bab 5 - Rangkaian Kudryavka&lt;br /&gt;
* Bab 6 - Dengan Begitu Berakhir&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
* Bab 1&lt;br /&gt;
* Bab 2&lt;br /&gt;
* Bab 3&lt;br /&gt;
* Bab 4&lt;br /&gt;
* Bab 5&lt;br /&gt;
* Bab 6&lt;br /&gt;
* Bab 7&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=359321</id>
		<title>Hyouka (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=359321"/>
		<updated>2014-06-09T00:51:32Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Opening */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Hyouka v01 000.jpg|thumb|Volume 1 Cover]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Hyouka&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; (氷菓) adalah sebuah Light Novel yang ditulis oleh Honobu Yonezawa dan diserialisasikan di Kadokawa Shoten. Saat ini, serial Hyouka telah terbit sebanyak 5 volume. Animenya akan ditayangkan mulai dari April 2012 serta, tersedia juga manga yang ditulis oleh pengarang asli dan diilustrasikan oleh Task Ohna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hyouka juga tersedia dalam pilihan bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Hyouka|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
*[[Hyouka_PL|Polski]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Houtarou Oreki adalah orang yang menyebut dirinya sebagai &amp;quot;penghemat energi&amp;quot;. Ia tidak akan membuang energi melakukan sesuatu yang tidak perlu. Meskipun ia tidak tertarik mengikuti klub apa pun, begitu memasuki SMA Kamiyama, ia diperintahkan kakaknya Tomoe untuk memasuki Klub Klasik yang terancam dibubarkan karena seluruh anggota sebelumnya telah lulus. Bersama dengan teman lamanya, Satoshi Fukube dan Mayaka Ibara, serta seorang gadis anggun yang penuh rasa ingin tahu, Eru Chitanda, Klub Klasik yang didirikan kembali mendapati diri mereka terlibat dalam segala bentuk pemecahan misteri yang menegangkan. Houtarou segera menyadari bahwa Klub Klasik, seperti yang dijanjikan Tomoe, sebetulnya &amp;quot;lumayan menarik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian dimulailah &amp;quot;Serial Klub Klasik&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diadaptasi ke anime oleh Kyoto Animation di tahun 2012 dengan nama &amp;quot;Hyouka&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Ini adalah terjemahan tangan kedua (Second-Hand) dari terjemahan Bahasa Inggris. Bagi yang ingin meninjau ulang dari Bahasa Jepang akan sangat kami hargai.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta mendaftarkan di [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|halaman ini]] bab mana yang akan dikerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap bab setelah disunting harus mengikuti&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Diskusi/Feedback===&lt;br /&gt;
Untuk diskusi/feedback silahkan buka forum [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5424| di sini]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Opening===&lt;br /&gt;
Karena terdapat beberapa penerjemah yang Hilang dalam Tugas a.k.a Missing in Action (MIA) &#039;&#039;&#039;Jilid 1&#039;&#039;&#039; &#039;&#039;bab 3&#039;&#039;, &#039;&#039;bab 5&#039;&#039; dan seterusnya dapat diambil alih proyek penerjemahannya, bagi yang ingin mendaftar silahkan membuat account wiki/ baka-tsuki terlebih dahulu (demi kepentingan berkomunikasi) dan daftar ke halaman pendaftaran seperti link di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mohon diperhatikan, untuk satu jilid dikerjakan oleh 2-3 orang saja. Ini untuk menjaga kesinambungan cerita antar tiap bab&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
39~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 1&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*25 Agustus 2012- Jilid 1 Bab 1 selesai&lt;br /&gt;
*03 Januari 2013- Jilid 1 Bab 9 selesai&lt;br /&gt;
*04 Januari 2013- Jilid 1 Bab 4 selesai&lt;br /&gt;
*25 Mei 2014 - Jilid 1 Bab 2 selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 2&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*30 Agustus 2012- Jilid 2 Bab 0 selesai&lt;br /&gt;
*04 Februari 2013- Jilid 2 Bab 1 selesai&lt;br /&gt;
*08 September 2013- Jilid 2 Bab 2 selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Serial &#039;&#039;Hyouka (Classics Club)&#039;&#039; （〈古典部〉シリーズ） oleh Honobu Yonezawa==&lt;br /&gt;
===Jilid 1 Hyouka 氷菓 - You can&#039;t escape / The niece of time===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 1|1 - Surat dari Benares]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 2|2 - Kebangkitan Kembali Klub Sastra Klasik yang Tradisionil]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 3|3 - Aktifitas-aktifitas Klub Sastra Klasik yang Bergengsi]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 4|4 - Pewaris Klub Sastra Klasik yang Penuh Kegiatan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 5|5 - Segel Rahasia Silsilah Klub Sastra Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|6 - Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 7|7 - Kebenaran Sejarah dari Klub Sastra Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 8|8 - Kegiatan Sehari-hari Klub Sastra Klasik yang Akan Datang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 9|9 - Surat  ke Sarajevo]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2 The Credit Roll of the Fool 愚者のエンドロール - Kenapa Dia Tidak Bertanya pada EBA?===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Illustrasi|Illustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 0|0 - Sebelum Judul]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film!]] &lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 8|8 - Credit Roll]] &#039;&#039;proses&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3 The Kudryavka Sequence クドリャフカの順番 - Welcome to KANYA FESTA!===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 1|1 - Malam Tanpa Tidur]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2|2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.1|2.1 - Apa Sesuatu Telah Terjadi Dengan Klub Klasik?]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.2|2.2 - Percobaan Kuis]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.3|2.3 - Dan Lagi Badai Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3|3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.1|3.1 - Pemandangan Pagi Hari]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.2|3.2 - Wild Fire]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.3|3.3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 4|4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5|5 - Rangkaian Kudryavka]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.1|5.1 - Empat Orang Empat Festival Budaya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.2|5.2 - &amp;quot;Juumoji&amp;quot; vs Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.3|5.3 - Tirai Menutup]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.4|5.4 - Di Belakang Panggung]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 6|6 - Dengan Begitu Berakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4 The Doll that Took a Detour 遠まわりする雛 - Little birds can remember===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 1|Kalau Aku Harus Melakukannya, Maka Lakukan Dengan Cepat]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 2|Melakukan Dosa Besar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 3|Mengungkapkan Bentuk Sebenarnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 4|Mereka yang Memiliki Petunjuk Apa Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 5|Selamat Pembukaan Baru]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 6|Kasus Coklat Buatan Tangan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 7|Boneka yang Mengambil Jalan Memutar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5 The Approximation of the Distance of Two ふたりの距離の概算 - It walks by past===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog|Prolog - Bahkan Berjalan Pun Terasa Lama]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-1|Prolog 1 - Sekarang: 0 km]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-2|Prolog 2 - Dulu: Sehari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-3|Prolog 3 - Sekarang: 1.2 km]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1|1 - Bagian Penerimaan Untuk Bergabung Dengan Klub di Sebelah Sini]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.1|1.1 - Sekarang: 1.4 km; 18.6 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.2|1.2 - Dulu: 42 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.3|1.3 - Sekarang: 4.1 km; 15.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2|2 - Seorang Teman Harus Diberi Selamat]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.1|2.1 - Sekarang: 5.2 km; 14.8 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.2|2.2 - Dulu: 27 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.3|2.3 - Sekarang: 6.9 km; 13.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3|3 - Sebuah Toko yang Sangat Cantik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.1|3.1 - Sekarang: 8.0 km; 12.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.2|3.2 - Dulu: 13 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.3|3.3 - Sekarang: 11.5 km; 8.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4|4 - Menyenangkan Bagi Mereka yang Meninggalkan]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.1|4.1 - Sekarang: 14.3 km; 5.7 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.2|4.2 - Dulu: Kira-kira 19 Jam dan 30 Menit yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.3|4.3 - Sekarang: 14.5 km; 5.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.4|4.4 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.5|4.5 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.2|5.2 - 18.6 km; 1.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.3|5.3 - 18.9 km; 1.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Tangan yang Dapat Menjangkau Ke Mana Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog|Epilog - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog-1|Epilog 1 - Sekarang: 19.1 km; 0.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staf Proyek==&lt;br /&gt;
*Manajer Proyek: [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
*Pengawas Proyek: [[User:Tony Yon|Tony Yon]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
:*[[User:spectrum|spectrum]]&lt;br /&gt;
:*[[User:ginthegum|ginthegum]]&lt;br /&gt;
:*[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
:*[[User:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[User:AS|AS]]  &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:Orchid|Orchid]]&lt;br /&gt;
:*[[User:Ryoga Kusnanda | Ryoga Kusnanda]]&lt;br /&gt;
Semua penerjemah yang dapat berbahasa Inggris-Indonesia, maupun Jepang-Indonesia dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
:*[[user:Tony Yon|Tony Yon]] (Tidak Aktif)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penyunting yang dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*氷菓 You can&#039;t escape / The niece of time (31 Oktober 2001) ISBN 978-4-04-427101-5&lt;br /&gt;
*愚者のエンドロール Why didn&#039;t she ask EBA? (31 Juli 2002) ISBN 978-4-04-427102-2&lt;br /&gt;
*クドリャフカの順番 Welcome to KANYA FESTA! (24 Mei 2008) ISBN 978-4-04-427103-9&lt;br /&gt;
*遠まわりする雛 Little birds can remember (24 Juli 2010) ISBN 978-4-04-427104-6&lt;br /&gt;
*ふたりの距離の概算 It walks by past (26 Juni 2012) ISBN 978-4-04-874075-3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Light novel (Indonesian)]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=354774</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=354774"/>
		<updated>2014-05-20T07:39:45Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* 6 – Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==6 – Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir Juli, dan liburan musim panas sudah dimulai. Seperti biasanya, hari ini aku naik sepadaku menuju SMA Kamiyama. Butuh 20 menit berjalan kaki untuk mencapai sekolah dari rumahku, tapi aku juga tidak tahu butuh berapa lama untuk mencapai sekolah menggunakan sepeda. Sambil beristirahat, aku mampir untuk membeli sekaleng kopi hitam dari sebuah mesin penjual otomatis. Aku lalu mengikuti tepian sungai dan berbelok di rumah sakit sebelum akhirnya sampai di depan SMA Kamiyama. Dan disana, aku berdiri terkagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas seharusnya sudah dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi lapangan olahraga dipenuhi dengan peralatan dan siswa yang berpakaian seragam musim panas. Aku bisa mendengar music yang dimainkan berbagai alat music tiup, gitar listrik, dan seruling bambu. Meskipun Blok Kelas Khusus agak jauh dari sini, aku tahu disana juga ada banyak siswa. Mereka semua, pastinya, disini utuk mempersiapkan Festival Kanya. Sisi enerjik dari SMA Kamiyama baru mulai lebih aktif sekarang karena memasuki liburan musim panas. Kerumunan orang bergerombol seperti sekelompok semut seakan berkata “Oke, semuanya, festival akan segera datang! Sekarang setelah kelas-kelas yang menyebalkan sudah menyingkir, ayo berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandangi orang-orang yang penuh energy ini sambil melihat ada seseorang yang berlari ke arahku. Fukube Satoshi, berbaju casual dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek, sambil membawa tas gendong kecil yang terlihat sporty di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, nungguin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan gembira mendengarkan Klub Acapella latihan bernyanyi di lapangan tengah, dan Satoshi membuatku harus menoleh dengan suara yang mengerikan. Aku berpikir untuk memutar sepedaku dan pulang, namun aku berubah pikiran dan berlanjut berjalan ke arahnya dan bergerak seperti akan menendangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Woah, Houtarou! Kenapa tiba-tiba kau anarkis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kau bisa bicara begitu! Apa kamu tidak punya malu, tidak tahu kapan tidak boleh mengganggu ketenangan orang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengangkat kedua bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya memang dia tidak punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, maaf, kumpul Klub Kerajinan Tangan nya agak ngaret”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya apa sih yang kalian bicarakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan merajut Karpet Mandala seperti milik orang Buddha untuk Festival Kanya. Tapi kami menemui beberapa masalah, jadi kita kumpul untuk membicarakan kemungkinan yang lainnya tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, Kau sudah bekerja keras. Tidak hanya kamu, tapi juga Toogaito, atau bahkan seisi sekolah untuk hal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, Kau sudah menyiapkan catatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku bertanya datar, Satoshi hanya melempar balik pertanyaan itu padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana denganmu? Bukan hal yang biasa kau lakukan kan. Sudah ada yang kau pikirkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa agak malu untuk menjawab pertanyaannya, jadi ku jawab, “Yaa begitu deh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Jarang-jarang nih. Biasanya kau akan mencoba mencari alasan dan menghindari pertanyaan semacam itu… Yah terserahlah, aku ambil sepedaku dulu, jadi tunggu disini sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Satoshi dengan seenaknya membuatku menunggu sementara dia berlari menuju tempat parkir sepeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kenapa aku menunggu Satoshi disini ketika semestinya aku sedang tidur seakan tidak ada hari esok selama Libur Musim Panas yang berharga, kita harus kembali ke satu minggu yang lalu, hari dimana kami hampir saja menemukan kebenaran tentang Sekitani Jun, yang seharusnya tertulis di Volume pertama buku antologi “Hyouka”, hanya untuk menemukan bahwa volume tersebut tidak ada. Karena kami tidak bisa maju tanpa volume pertama itu, aku memberitahu diriku untuk tidak bekerja keras untuk mencari jawabannya. Tapi ternyata sudah terlambat, karena aku tanpa sadar sudah menyebrangi sungai Rubicon&amp;lt;ref&amp;gt;Saya tidak tahu apa sudah disebutkan sebelumnya. ‘menyebrangi sungai Rubicon’ berasal dari idiom bahasa Inggris “Crossing the Rubicon”, yang artinya “melalui titik yang tidak ada jalan kembali/ tidak bisa ditarik lagi”. Crossing the Rubicon diambil dari sejarah Itali dimana pasukan militer yang dipimpin Caesar yang menyebrangi Sungai Rubicon demi mengejar Pompeius – saya tidak hapal nama lengkapnya – waktu itu diberlakukan larangan pada pasukan militer untuk menyebrangi sungai Rubicon untuk mencegah perang internal di kekaisaran Romawi.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu tidak ada gunanya membujuk Chitanda untuk melepaskan kasus ini, jadi aku mengajukan jalan tengah. Kalau kita akan menginvestigasi masa lalu, hanya kita berdua tidak cukup. Seperti kata pepatah, “3 berarti ramai”. Mungkin agak sulit baginya, tapi aku menjelaskan padanya kalau kita memiliki kemungkinan yang lebih baik dalam menyelesaikan kasus ini dengan bantuan Satoshin dan Ibara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Chitanda mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa kita tidak punya pilihan lain kalau begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia meminta untuk menjaga rahasia ini hnaya diantara kami berdua di Café Pineapple Sandwich, aku akhirnya mengecewakannya. Aku tidak tahu apakah karena Chitanda benar-benar menyadari bahwa dia akan membutuhkan semua bantuan yang bisa dia dapat, atau karena dia tidak lagi menganggap penting petunjuk yang ia dapatkan sebelumnya, atau bisa juga karena nona kita ini hanya senang bertindak semaunya; pokoknya, ia mengadakan pertemuan mendadak dengan Klub Sastra Klasik esok harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana, Chitanda mengulangi apa yang dia katakan padaku dan menutupnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada paman saya 33 tahun yang lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara langsung menerima tantangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ilustrasi halaman depannya menarik. Kalau kita bisa memecahkan kasus ini dan menemukan latar belakang ceritanya, aku bahkan bisa menggunakannya sebagai materi untuk publikasi di Klub Penelitian Manga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menambahkan, “Kisah Fiksi Heroik dipecahkan oleh junior mereka 33 tahun kemudian, ya? Aku juga kebetulan sedang meneliti hal-hal dari periode itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setuju dengan kedua tangan terangkat. Sementara aku tidak ada keinginan untuk bicara, karena aku juga tidak punya kekuatan veto, aku memnutuskan untuk bicara saja mumpung kami sedang membicarakan kasusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kita juga masih mencoba memutuskan apa yang akan kita tulis untuk essai antologi kita, kenapa tidak kita gunakan saja cerita Chitanda untuk mengisi halamannya… um, maksudku, supaya sekali dayung dua tiga pulau terlewati… maaf, maksudku, menulis sesuatu yang bermakna didalamnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usulan Menghemat-Energi milikku, meskipun lumayan kelihatan jelas, diterima dengan suara penuh. Kemudian, Investigasi insiden Klub Sastra Klasik SMA Kamiyama 33 tahun yang lalu menjadi prioritas Klub Sastra Klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengendarai sepeda gunung. Karena dia mengenakan celana pendek, kau bisa melihat otot-otot yang kokoh, yang tidak sesuai dengan posturnya yang pendek, pada kakinya. Untuk seseorang yang lebih tertarik pada bahasa, satu-satunya olahraga yang aku ketahui ia tertarik adalah bersepeda.&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, sepedaku adalah semacam sepeda kumbangm jadi tidak banyak yang bisa dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami bersepeda sepanjang pinggir sungai dan menjauh dari jalan raya. Perlahan-lahan jarak antara rumah-rumah digantikan oleh sawah-sawah yang luas. Demi bersembunyi dari teriknya matahari, kami berhenti di sebuah toko tembakau, aku mengambil handuk kecil dari tasku untuk menyeka keringat yang terus menerus menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, keringat sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukanlah sesuatu yang bakal pernah aku katakan. Malahan, aku heran kenapa orang harus bergerak untuk mencapai tempat tujuan mereka. “Revolusi Informasi belum berhasil. Kawan-kawan, kalian harus terus berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satoshi, apa kita sudah dekat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menaruh kembali sapu tangannya ke dalam kantong dan menjawab, “Yup. Kita hampir sampai. Kalau mengikuti kecepatanmu tentunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau akan kaget kalau kau melihat rumah mereka. Keluarga Chitanda merupakan salah satu pemilik perkebunan terbesar di Kota Kamiyama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasa aku menantikannya kalau begitu. Aku akan sangat senang untuk mendengar bagaimana mereka melakukan bersih-besih di musim semi mereka di tempat seluas itu. Setelah kembali menyeka keringat dengan handuk, aku meletakkan kakiku di pedal dan melanjutkan perjalanan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kami mulai beranjak, Satoshi mengambil alih di depan dan menunjukkan jalan. Setelah melewati beberapa lampu merah, kami sampai di sebuah jalanan lurus yang panjang, dimana sepeda kami bisa berjajar. Sepanjang jalan ini tidak ada apa-apa selain lading perkebunan dan sawah di kedua sisi jalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memutar pedalnya dan mulai bersenandung dengan riang. Tersenyum adalah semacam wajah resminya, tapi hari ini dia terlihat lumayan senang. Aku memutuskan untuk bertanya, “Satoshi,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lagi senang ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menoleh padaku dan menjawab ceria, “Tentu saja. Karena aku suka bersepeda. Lihatlah langit yang biru! Dan awan yang putih! Tidak peduli seberapa biasanya mereka terlihat, rasa gembira ketika melihatnya sambil bersepeda dengan kecepatan tinggi seperti…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menyela niat Satoshi untuk bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kupikir kehidupan SMAmu biasa saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba terlihat suram, Satoshi menjawab, “Oh… maksudmu soal Warna Mawar itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatan yang bagus, terutama karena terakhir kali kita membicarakannya hampir tiga bulan yang lalu. Entah kenapa Satoshi melambat dan melihat ke depan sambil berkata, “Kau tahu, kurasa kehidupan SMA ku lumayan berwarna bagai mawar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tidak, rasanya lebih mirip shocking pink.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, itu juga bagus. Kalau begitu, kehidupanmu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah pernah mengatakannya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena suaraku hampir sama sekali tidak meninggi, Satoshi tidak menertawakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Jangan salah paham ya, aku tidak bermaksud untuk mengejekmu waktu bilang kehidupan SMA mu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Contohnya, kalau hidupku warna shocking pink, maka tidak ada yang akan bisa mewarnainya seperti warna mawar. Aku tidak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung mengejek wajahnya yang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Kupukir sudah diwarnai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja belum!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Satoshi dengan jawaban, yang secara mengejutkan, tegas dan melanjutkan, “Belum, Houtarou. Aku sudah sibuk dengan panitia OSIS dan Klub Kerajinan Tangan, menurutmu aku akan bilang begitu? Kau pasti bercanda. Mau membantu mengatur jadwal kegiatan untuk Festival Kanya , atau merajut karpet Mandala, aku menikmati setiap momennya. Kalau tidak, memangnya siapa yang akan mengorbankan bersepeda yang menyenangkan atau Liburan Musim Panas Cuma untuk pergi ke sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada orang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada waktu dimana  seseorang harus meminjamkan kemampuan dan hadir demi kepentingan masyarakat yang lebih besar. Meski begitu, kau tipe yang tidak akan tergerak ‘kan? Untuk orang yang ‘berwarna abu-abu’ sepertimu, seandainya seorang pemimpin bilang ‘semua orang berwarna seperti mawar’, kau akan melambaikan tanganmu dan bilang ‘jangan ajak aku’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu semua dalam satu tarikan napas, dia mulai sedikit tenang dan melanjutkan, kalau aku mau benar-benar mengejekmu, aku akan menyebutmu tidak berwarna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi terdiam setelah mengatakan itu. Aku merenungkan jawabannya sambil membiarkan kulitku terbakar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan membuat wajah suram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan bilang aku ingin jadi sepertimu atau sejenisnya, tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu maksudku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi meninggikan suaranya dan tertawa. Dia lalu mengatakan, “Lihatlah, Houtarou, kita sudah sampai di kediaman keluarga Chitanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai dengan penggambarannya, ‘Kediaman’ Chitanda dibangun di tengah-tengah padang sawah yang luas. Dibangun dalam bentuk bungalo bergaya Jepang dikelilingi oleh pagar. Suara air mengalir menandakan adanya kolam di tamannya, yang dikelilingi oleh pepohonan pinus yang dipangkas dengan baik. Dan di depan pintu gerbang besar yang terbuka, terlihat orang-orang sedang melakukan ritual menyiramkan air&amp;lt;ref&amp;gt;Uchimizu, semacam ritual dimana orang-orang menyiramkan/ menyipratkan air ke jalanan atau taman untuk mengurangi debu dan mendinginkan jalan terutama di hari-hari musim panas. Selengkapnya bisa lihat di Wiki &amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
“Bagaimana? Lumayan hebat ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Satoshi sambil membusungkan dadanya, meskipun aku bukan ahli arsitektur atau gardening Jepang. Meski aku tidak tahu seberapa hebatnya kediaman ini, aku merasa ada kesan anggun dan berwibawa dari kediaman tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kami sedang mengagumi kompleks tersebut, aku melirik jam tanganku. Kami lumayan tepat waktu… Tidak, sepertinya kami agak telat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ayo, Chitanda dan Ibara sudah menunggu,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, iya… ngomong-ngomong, Houtarou,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa lagi sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya kita harusnya menunggu pelayan-pelayan untuk datang menjemput kita?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memutuskan untuk mengabaikannya. Aku melangkah ke beranda depan dan membunyikan bel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ya~”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menunggu beberapa saat, pintunya dibuka oleh Chitanda sendiri. Flu musim panasnya sepertinya sudah sembuh karena ia berbicara dengan suara yang biasanya lagi. Ia membiarkan rambutnya yang panjang menjuntai ke bahunya tanpa mengikatnya, dan memakai baju terusan berwarna hijau muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf membuat kalian menunggu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendengar Satoshi berdecak, seakan kecewa karena tidak ada pelayan yang menyambut kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melepas sepatu kami di pintu masuk yang di beton, Chitanda memandu kami melewati koridor yang terbuat dari kayu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana kalian memarkir sepeda kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita boleh parker dimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dimana saja boleh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kenapa bertanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian, kami dipandu menuju sepasang pintu geser tradisional, dan angin sepoi yang sejuk keluar setelah membukanya. Karena langit-langitnya tinggi, ruangannya terasa sejuk dan menyegarkan. Ukuran ruangannya sekitar… 15 meter persegi. Besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian terlambat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara sudah datang. Sepertinya ia ada sedikit urusan di sekolah sebelumnya, karena ia datang sambil mengenakan seragam. Ada meja berwarna coklat gelap yang memantulkan cahaya temaram, dan di atasnya berserakan lembaran-lembaran kertas. Pasti catatannya Ibara. Dia lumayan bersemangat soal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Duduklah dimanapun kalian suka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku duduk dihadapan Ibara setelah dipersilahkan. Setelah Chitanda duduk di tengah, tempat duduk sisanya diduduki oleh Satoshi. Adalah pemandangan yang jarang untuk melihat seseorang dengan tas ransel duduk di dalam ruang tamu bergaya tradisional Jepang&amp;lt;ref&amp;gt;Tokonoma. Ruangan dalam desain rumah tradisional jepang yang biasanya digunakan untuk menyambut tamu. Dalam tokonoma biasanya dipajang benda-benda seni seperti lukisan, kaligrafi, ikebana, dan bonsai.&amp;lt;/ref&amp;gt;. Membuka tasnya, Satoshi mengeluarkan berlembar-lembar kertas. Ibara terlihat sangat siap sambil memainkan pulpennya, sementara Chitanda menumpuk lembaran kertas diatas meja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kita mulai pertemuan penyelidikan kita.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami semua membungkuk dan memberi salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, pertemuan ini dipimpin oleh Chitanda, karena ia-lah ketua klubnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kita konfirmasi agenda pertemuan hari ini. Semuanya dimulai dari kenangan saya. Lalu, saat kita menemukan bunga rampai Hyouka, saya menyadari apapun yang terjadi dengan Klub Sastra Klasik 33 tahun yang lalu ada hubungannya dengan kenangan saya ini. Tujuan pertemuan hari ini adalah untuk menebak apa yang terjadi 33 tahun yang lalu. Selanjutnya, fakta apapun yang telah dikonfirmasi akan digunakan sebagai materi untuk esai dalam bunga rampai Klub Sastra Klasik tahun ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Ibara lebih tertarik pada desain ilustrasi cover Hyouka, ia tidak terlihat begitu kecewa dengan proklamasi dari Chitanda. Mungkin ia menyadari ilustrasi itu ada hubungannya dengan insiden itu sendiri, atau Chitanda sudah memberitahunya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selama seminggu terakhir ini, kita sudah mengumpulkan berbagai bahan untuk diteliti, dan karenanya kita akan melaporkan penemuan kita dan menyimpulkan kesimpulan yang paling mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eh? Memangnya pertemuan hari ini soal itu? Terakhir kali aku dengar, Chitanda hanya memberi tahu kami untuk membawa materi apa saja yang bisa kami temukan. Aku tidak ingat ada soal membuat kesimpulan… Tapi karena Satoshi dan Ibara tidak terlihat kaget sedikit pun, ini berarti memang aku yang tidak memperhatikan. Sial, sepertinya aku harus melewatinya entah bagaimana, tapi perutku masih terasa tidak enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa membawa selembarpun agenda bersamanya, Chitanda menatap kami satu per satu dan menjelaskan dengan lancar, “Kita akan bergiliran melaporkan penemuan kita, diikuti oleh pertanyaan dari anggota yang lain, membuat hipotesa, dan meninjau ulang hipotesa yang dikeluarkan. Tidak boleh bertanya selama melaporkan… ini untuk mencegah kata-kata kita bercampur aduk. Kalau begitu, sekarang kita dengarkan laporan pertama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, ia pemimpin yang lumayan bagus. Siapa yang tahu, ia mungkin memiliki bakat untuk hal seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, bukan, dia memang memberi tahu aku kalau dia tipe orang yang akan mencari tahu keseluruhan system, jadi tidak mengejutkan kalau dia begitu ahli dalam aturan memimpin pertemuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bisakah kita mulai laporan pertama… oh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chi-chan, memangnya siapa yang akan lapor pertama?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, siapa ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Dan ia bicara aneh lagi. Aku heran apakah ia hanya mudah dimengerti atau keteraturannya hanya terbatas pada tindakannya sendiri. Aku bicara pada Chitanda yang kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“siapa saja boleh. Bagaiman kalau kamu mulai duluan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena biasanya pemimpin yang mulai bicara pertama kali, kan? Toh, bukannya Chitanda juga tidak akan melaporkan apapun. Dan karena ia yang menentukan cara melaporkannya, sekalian saja ia juga yang memulai pertama dan membaut pertemuan berjalan lancar. Ia mengangguk dan berkata, “Oh, kamu benar. Kalau begitu, sekarang… kita akan melaporkan satu persatu berurutan sesuai arah jarum jam dimulai dari saya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mulai membagikan catatannya di atas meja setelah berkata begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya selirik dan aku tahu kalau ini adalah sumber dari penyelidikan ini, kata pengantar dari “Hyouka volume 2”. Jadi begitu, ia mulai dari awal mulanya ya? Walau aku tidak akan bilang kalau ini adalah gayanya yang biasa. Aku sekali lagi membaca paragraph yang pernah aku lihat sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Kata Pengantar&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Dan akhirnya, kami melakukan Festival Kebudayaan lagi tahun ini.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Telah setahun berlalu, sejak Sekitani-senpai meninggalkan kami.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Selama tahun ini, Senpai telah menjadi legenda dan menjadi seorang pahlawan. Sebagai hasilnya, 5 hari Festival Kebudayaan akan berlangsung seperti biasanya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Akan tetapi, sembari legenda itu menyebar, aku berpikir dalam. Apakah orang-orang sepuluh tahun dari sekarang akan tetap mengingat sang pejuang yang pendiam dan pahlawan yang baik hati? Yang ditinggalkan senpai hanyalah bunga rampai ‘Hyouka’ ini, yang ia pilihkan sendiri namanya.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sebagai pengorbanan dari konflik itu, bahkan senyuman senpai akan berakhir pada arus waktu menuju keabadian.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Tidak, mungkin lebih baik jikalau kita tidak mengingatnya. Karena kisahnya sama sekali tidak dimaksudkan sebagai kisah pahlawan.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Sekali subjektivitasnya dihilangkan, cerita ini akan menjadi sastra klasik karena melampaui semua perspektif sejarah.&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Akankah datang sebuah waktu dimana kisah kami menjadi cerita klasik untuk seseorang di masa yang akan datang?&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;13 Oktober 1968, Kooriyama Youko&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdeham, Chitanda mulai menjelaskan, “Ini diambil dari bunga rampai ‘Hyouka’. Untuk mengetahui artikel seperti apa yang diterbitkan Hyouka setiap tahunnya, seseorang harus membaca kata pengantarnya dan menemukan topik apa saja yang dibahas. Sayangnya, meskipun begitu, paragraf ini adalah satu-satunya yang menyebutkan tentang insiden 33 tahun yang lalu. Mungkin saja sebenarnya dituliskan di tempat lain, tapi kita tidak memiliki jilid pertamanya… Lalu, saya sudah meringkas poin-poin utama dari kata pengantar ini di dalam catatan disini,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu membagikan fotokopi untuk halaman kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Maju ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|Bab 7]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:HikkikomoriNOaria&amp;diff=354772</id>
		<title>User talk:HikkikomoriNOaria</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:HikkikomoriNOaria&amp;diff=354772"/>
		<updated>2014-05-20T07:29:29Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Hyouka */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;hmm... g&#039; evening , kk hikkikomori...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saya mau tanya tentang permission untuk translate sao indonesia vol.4 chapt.9 ...&lt;br /&gt;
maaf, terlambat...saya belum terlalu ngerti dengan konsep pm nya baka tsuki ni...&lt;br /&gt;
thanks you ...--[[User:Hamdanium|Hamdanium]] ([[User talk:Hamdanium|talk]]) 05:48, 27 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
silahkan di ambil aja, Hamdanium-san, --[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 11:23, 29 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hyouka ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hello brother . . :D&lt;br /&gt;
eto, Novel Hyouka masih jalan gak ? :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--[[User:Orchid|Orchid]] ([[User talk:Orchid|talk]]) 07:29, 4 May 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
masih ko, masih, yaritain&#039;desuka??? :D &lt;br /&gt;
daikange dayo~ &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 21:21, 04 May 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nihongo ga dekimasen, aria-senpai :3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
yokatta na, jadi bisa duet buat nyelesain ngetranslate ^o^)/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--[[User:Orchid|Orchid]] ([[User talk:Orchid|talk]]) 08:48, 5 May 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm, saya sambut dengan gembira[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria#top|talk]])&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ahaha, sudah daftar di halaman pendaftaran kan~,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ganbatte neee~,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kalau ada yang kurang mengerti bisa ditanyakan saja&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria#top|talk]]) :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14:31, 20 May 2014 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:HikkikomoriNOaria&amp;diff=354771</id>
		<title>User talk:HikkikomoriNOaria</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:HikkikomoriNOaria&amp;diff=354771"/>
		<updated>2014-05-20T07:28:38Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;hmm... g&#039; evening , kk hikkikomori...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saya mau tanya tentang permission untuk translate sao indonesia vol.4 chapt.9 ...&lt;br /&gt;
maaf, terlambat...saya belum terlalu ngerti dengan konsep pm nya baka tsuki ni...&lt;br /&gt;
thanks you ...--[[User:Hamdanium|Hamdanium]] ([[User talk:Hamdanium|talk]]) 05:48, 27 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
silahkan di ambil aja, Hamdanium-san, --[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 11:23, 29 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hyouka ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hello brother . . :D&lt;br /&gt;
eto, Novel Hyouka masih jalan gak ? :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--[[User:Orchid|Orchid]] ([[User talk:Orchid|talk]]) 07:29, 4 May 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
masih ko, masih, yaritain&#039;desuka??? :D &lt;br /&gt;
daikange dayo~ &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 21:21, 04 May 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nihongo ga dekimasen, aria-senpai :3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
yokatta na, jadi bisa duet buat nyelesain ngetranslate ^o^)/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--[[User:Orchid|Orchid]] ([[User talk:Orchid|talk]]) 08:48, 5 May 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm, saya sambut dengan gembira[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria#top|talk]])&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ahaha, sudah daftar di halaman pendaftaran kan~,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ganbatte neee~,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kalau ada yang kurang mengerti bisa ditanyakan saja[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria#top|talk]]) :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 14:31, 20 May 2014 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Orchid&amp;diff=350789</id>
		<title>User talk:Orchid</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Orchid&amp;diff=350789"/>
		<updated>2014-05-04T14:33:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: Created page with &amp;quot;==Hyouka==  Orchid-san, thanks for continuing Hyouka translation. I was also mainly translating the 2nd book so i have yet checked the 1st book but if you have any question, y...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Hyouka==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orchid-san, thanks for continuing Hyouka translation. I was also mainly translating the 2nd book so i have yet checked the 1st book but if you have any question, you can just ask me or show up in BT&#039;s forum~&lt;br /&gt;
we are pretty much laid back, but it will helps alot if you can update us on your progress regularly so we can track it :3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anyway~ Thanks for lending your hands~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 21:31, 04 May 2014 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:HikkikomoriNOaria&amp;diff=350786</id>
		<title>User talk:HikkikomoriNOaria</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:HikkikomoriNOaria&amp;diff=350786"/>
		<updated>2014-05-04T14:23:06Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Hyouka */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;hmm... g&#039; evening , kk hikkikomori...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saya mau tanya tentang permission untuk translate sao indonesia vol.4 chapt.9 ...&lt;br /&gt;
maaf, terlambat...saya belum terlalu ngerti dengan konsep pm nya baka tsuki ni...&lt;br /&gt;
thanks you ...--[[User:Hamdanium|Hamdanium]] ([[User talk:Hamdanium|talk]]) 05:48, 27 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
silahkan di ambil aja, Hamdanium-san, --[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 11:23, 29 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hyouka ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hello brother . . :D&lt;br /&gt;
eto, Novel Hyouka masih jalan gak ? :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--[[User:Orchid|Orchid]] ([[User talk:Orchid|talk]]) 07:29, 4 May 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
masih ko, masih, yaritain&#039;desuka??? :D &lt;br /&gt;
daikange dayo~ &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 21:21, 04 May 2014 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:HikkikomoriNOaria&amp;diff=350785</id>
		<title>User talk:HikkikomoriNOaria</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:HikkikomoriNOaria&amp;diff=350785"/>
		<updated>2014-05-04T14:21:54Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Hyouka */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;hmm... g&#039; evening , kk hikkikomori...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saya mau tanya tentang permission untuk translate sao indonesia vol.4 chapt.9 ...&lt;br /&gt;
maaf, terlambat...saya belum terlalu ngerti dengan konsep pm nya baka tsuki ni...&lt;br /&gt;
thanks you ...--[[User:Hamdanium|Hamdanium]] ([[User talk:Hamdanium|talk]]) 05:48, 27 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
silahkan di ambil aja, Hamdanium-san, --[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 11:23, 29 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Hyouka ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hello brother . . :D&lt;br /&gt;
eto, Novel Hyouka masih jalan gak ? :D&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--[[User:Orchid|Orchid]] ([[User talk:Orchid|talk]]) 07:29, 4 May 2014 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
masih ko, masih, yaritain&#039;desuka??? :D &lt;br /&gt;
daikange dayo~ &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
--[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]])&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=347798</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=347798"/>
		<updated>2014-04-21T06:45:41Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Jilid 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk melengkapi prosedur registrasi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Pendaftaran Serial klub Klasik (Hyouka)&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - [[User:spectrum|spectrum]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 2 - [[User:ginthegum|ginthegum]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3 - [[User:spectrum|spectrum]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 5 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 6 - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039; - &#039;&#039;20%&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 7&lt;br /&gt;
* Bab 8&lt;br /&gt;
* Bab 9 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
* Bab 0|0 - Sebelum Judul - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film! - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
* Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;Proses&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot; &#039;&#039;Setelah jilid 1 selesai :) &#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini!&lt;br /&gt;
* Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan&lt;br /&gt;
* Bab 8|8 - Credit Roll - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;Proses (15%)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - Malam Tanpa Tidur&lt;br /&gt;
* Bab 2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk&lt;br /&gt;
* Bab 3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya&lt;br /&gt;
* Bab 5 - Rangkaian Kudryavka&lt;br /&gt;
* Bab 6 - Dengan Begitu Berakhir&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
* Bab 1&lt;br /&gt;
* Bab 2&lt;br /&gt;
* Bab 3&lt;br /&gt;
* Bab 4&lt;br /&gt;
* Bab 5&lt;br /&gt;
* Bab 6&lt;br /&gt;
* Bab 7&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=347797</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=347797"/>
		<updated>2014-04-21T06:44:21Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Jilid 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk melengkapi prosedur registrasi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Pendaftaran Serial klub Klasik (Hyouka)&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - [[User:spectrum|spectrum]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 2 - [[User:ginthegum|ginthegum]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3 - [[User:spectrum|spectrum]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 5 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 6&lt;br /&gt;
* Bab 7&lt;br /&gt;
* Bab 8&lt;br /&gt;
* Bab 9 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
* Bab 0|0 - Sebelum Judul - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film! - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
* Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;Proses&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot; &#039;&#039;Setelah jilid 1 selesai :) &#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini!&lt;br /&gt;
* Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan&lt;br /&gt;
* Bab 8|8 - Credit Roll - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;Proses (15%)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - Malam Tanpa Tidur&lt;br /&gt;
* Bab 2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk&lt;br /&gt;
* Bab 3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya&lt;br /&gt;
* Bab 5 - Rangkaian Kudryavka&lt;br /&gt;
* Bab 6 - Dengan Begitu Berakhir&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
* Bab 1&lt;br /&gt;
* Bab 2&lt;br /&gt;
* Bab 3&lt;br /&gt;
* Bab 4&lt;br /&gt;
* Bab 5&lt;br /&gt;
* Bab 6&lt;br /&gt;
* Bab 7&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=347796</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=347796"/>
		<updated>2014-04-21T06:42:07Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==6 – Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir Juli, dan liburan musim panas sudah dimulai. Seperti biasanya, hari ini aku naik sepadaku menuju SMA Kamiyama. Butuh 20 menit berjalan kaki untuk mencapai sekolah dari rumahku, tapi aku juga tidak tahu butuh berapa lama untuk mencapai sekolah menggunakan sepeda. Sambil beristirahat, aku mampir untuk membeli sekaleng kopi hitam dari sebuah mesin penjual otomatis. Aku lalu mengikuti tepian sungai dan berbelok di rumah sakit sebelum akhirnya sampai di depan SMA Kamiyama. Dan disana, aku berdiri terkagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas seharusnya sudah dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi lapangan olahraga dipenuhi dengan peralatan dan siswa yang berpakaian seragam musim panas. Aku bisa mendengar music yang dimainkan berbagai alat music tiup, gitar listrik, dan seruling bambu. Meskipun Blok Kelas Khusus agak jauh dari sini, aku tahu disana juga ada banyak siswa. Mereka semua, pastinya, disini utuk mempersiapkan Festival Kanya. Sisi enerjik dari SMA Kamiyama baru mulai lebih aktif sekarang karena memasuki liburan musim panas. Kerumunan orang bergerombol seperti sekelompok semut seakan berkata “Oke, semuanya, festival akan segera datang! Sekarang setelah kelas-kelas yang menyebalkan sudah menyingkir, ayo berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandangi orang-orang yang penuh energy ini sambil melihat ada seseorang yang berlari ke arahku. Fukube Satoshi, berbaju casual dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek, sambil membawa tas gendong kecil yang terlihat sporty di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, nungguin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan gembira mendengarkan Klub Acapella latihan bernyanyi di lapangan tengah, dan Satoshi membuatku harus menoleh dengan suara yang mengerikan. Aku berpikir untuk memutar sepedaku dan pulang, namun aku berubah pikiran dan berlanjut berjalan ke arahnya dan bergerak seperti akan menendangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Woah, Houtarou! Kenapa tiba-tiba kau anarkis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kau bisa bicara begitu! Apa kamu tidak punya malu, tidak tahu kapan tidak boleh mengganggu ketenangan orang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengangkat kedua bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya memang dia tidak punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, maaf, kumpul Klub Kerajinan Tangan nya agak ngaret”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya apa sih yang kalian bicarakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan merajut Karpet Mandala seperti milik orang Buddha untuk Festival Kanya. Tapi kami menemui beberapa masalah, jadi kita kumpul untuk membicarakan kemungkinan yang lainnya tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, Kau sudah bekerja keras. Tidak hanya kamu, tapi juga Toogaito, atau bahkan seisi sekolah untuk hal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, Kau sudah menyiapkan catatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku bertanya datar, Satoshi hanya melempar balik pertanyaan itu padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana denganmu? Bukan hal yang biasa kau lakukan kan. Sudah ada yang kau pikirkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa agak malu untuk menjawab pertanyaannya, jadi ku jawab, “Yaa begitu deh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Jarang-jarang nih. Biasanya kau akan mencoba mencari alasan dan menghindari pertanyaan semacam itu… Yah terserahlah, aku ambil sepedaku dulu, jadi tunggu disini sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Satoshi dengan seenaknya membuatku menunggu sementara dia berlari menuju tempat parkir sepeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kenapa aku menunggu Satoshi disini ketika semestinya aku sedang tidur seakan tidak ada hari esok selama Libur Musim Panas yang berharga, kita harus kembali ke satu minggu yang lalu, hari dimana kami hampir saja menemukan kebenaran tentang Sekitani Jun, yang seharusnya tertulis di Volume pertama buku antologi “Hyouka”, hanya untuk menemukan bahwa volume tersebut tidak ada. Karena kami tidak bisa maju tanpa volume pertama itu, aku memberitahu diriku untuk tidak bekerja keras untuk mencari jawabannya. Tapi ternyata sudah terlambat, karena aku tanpa sadar sudah menyebrangi sungai Rubicon&amp;lt;ref&amp;gt;Saya tidak tahu apa sudah disebutkan sebelumnya. ‘menyebrangi sungai Rubicon’ berasal dari idiom bahasa Inggris “Crossing the Rubicon”, yang artinya “melalui titik yang tidak ada jalan kembali/ tidak bisa ditarik lagi”. Crossing the Rubicon diambil dari sejarah Itali dimana pasukan militer yang dipimpin Caesar yang menyebrangi Sungai Rubicon demi mengejar Pompeius – saya tidak hapal nama lengkapnya – waktu itu diberlakukan larangan pada pasukan militer untuk menyebrangi sungai Rubicon untuk mencegah perang internal di kekaisaran Romawi.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu tidak ada gunanya membujuk Chitanda untuk melepaskan kasus ini, jadi aku mengajukan jalan tengah. Kalau kita akan menginvestigasi masa lalu, hanya kita berdua tidak cukup. Seperti kata pepatah, “3 berarti ramai”. Mungkin agak sulit baginya, tapi aku menjelaskan padanya kalau kita memiliki kemungkinan yang lebih baik dalam menyelesaikan kasus ini dengan bantuan Satoshin dan Ibara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Chitanda mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa kita tidak punya pilihan lain kalau begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia meminta untuk menjaga rahasia ini hnaya diantara kami berdua di Café Pineapple Sandwich, aku akhirnya mengecewakannya. Aku tidak tahu apakah karena Chitanda benar-benar menyadari bahwa dia akan membutuhkan semua bantuan yang bisa dia dapat, atau karena dia tidak lagi menganggap penting petunjuk yang ia dapatkan sebelumnya, atau bisa juga karena nona kita ini hanya senang bertindak semaunya; pokoknya, ia mengadakan pertemuan mendadak dengan Klub Sastra Klasik esok harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana, Chitanda mengulangi apa yang dia katakan padaku dan menutupnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada paman saya 33 tahun yang lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara langsung menerima tantangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ilustrasi halaman depannya menarik. Kalau kita bisa memecahkan kasus ini dan menemukan latar belakang ceritanya, aku bahkan bisa menggunakannya sebagai materi untuk publikasi di Klub Penelitian Manga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menambahkan, “Kisah Fiksi Heroik dipecahkan oleh junior mereka 33 tahun kemudian, ya? Aku juga kebetulan sedang meneliti hal-hal dari periode itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setuju dengan kedua tangan terangkat. Sementara aku tidak ada keinginan untuk bicara, karena aku juga tidak punya kekuatan veto, aku memnutuskan untuk bicara saja mumpung kami sedang membicarakan kasusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kita juga masih mencoba memutuskan apa yang akan kita tulis untuk essai antologi kita, kenapa tidak kita gunakan saja cerita Chitanda untuk mengisi halamannya… um, maksudku, supaya sekali dayung dua tiga pulau terlewati… maaf, maksudku, menulis sesuatu yang bermakna didalamnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usulan Menghemat-Energi milikku, meskipun lumayan kelihatan jelas, diterima dengan suara penuh. Kemudian, Investigasi insiden Klub Sastra Klasik SMA Kamiyama 33 tahun yang lalu menjadi prioritas Klub Sastra Klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengendarai sepeda gunung. Karena dia mengenakan celana pendek, kau bisa melihat otot-otot yang kokoh, yang tidak sesuai dengan posturnya yang pendek, pada kakinya. Untuk seseorang yang lebih tertarik pada bahasa, satu-satunya olahraga yang aku ketahui ia tertarik adalah bersepeda.&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, sepedaku adalah semacam sepeda kumbangm jadi tidak banyak yang bisa dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami bersepeda sepanjang pinggir sungai dan menjauh dari jalan raya. Perlahan-lahan jarak antara rumah-rumah digantikan oleh sawah-sawah yang luas. Demi bersembunyi dari teriknya matahari, kami berhenti di sebuah toko tembakau, aku mengambil handuk kecil dari tasku untuk menyeka keringat yang terus menerus menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, keringat sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukanlah sesuatu yang bakal pernah aku katakan. Malahan, aku heran kenapa orang harus bergerak untuk mencapai tempat tujuan mereka. “Revolusi Informasi belum berhasil. Kawan-kawan, kalian harus terus berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satoshi, apa kita sudah dekat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menaruh kembali sapu tangannya ke dalam kantong dan menjawab, “Yup. Kita hampir sampai. Kalau mengikuti kecepatanmu tentunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau akan kaget kalau kau melihat rumah mereka. Keluarga Chitanda merupakan salah satu pemilik perkebunan terbesar di Kota Kamiyama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasa aku menantikannya kalau begitu. Aku akan sangat senang untuk mendengar bagaimana mereka melakukan bersih-besih di musim semi mereka di tempat seluas itu. Setelah kembali menyeka keringat dengan handuk, aku meletakkan kakiku di pedal dan melanjutkan perjalanan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kami mulai beranjak, Satoshi mengambil alih di depan dan menunjukkan jalan. Setelah melewati beberapa lampu merah, kami sampai di sebuah jalanan lurus yang panjang, dimana sepeda kami bisa berjajar. Sepanjang jalan ini tidak ada apa-apa selain lading perkebunan dan sawah di kedua sisi jalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memutar pedalnya dan mulai bersenandung dengan riang. Tersenyum adalah semacam wajah resminya, tapi hari ini dia terlihat lumayan senang. Aku memutuskan untuk bertanya, “Satoshi,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lagi senang ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menoleh padaku dan menjawab ceria, “Tentu saja. Karena aku suka bersepeda. Lihatlah langit yang biru! Dan awan yang putih! Tidak peduli seberapa biasanya mereka terlihat, rasa gembira ketika melihatnya sambil bersepeda dengan kecepatan tinggi seperti…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menyela niat Satoshi untuk bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kupikir kehidupan SMAmu biasa saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba terlihat suram, Satoshi menjawab, “Oh… maksudmu soal Warna Mawar itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatan yang bagus, terutama karena terakhir kali kita membicarakannya hampir tiga bulan yang lalu. Entah kenapa Satoshi melambat dan melihat ke depan sambil berkata, “Kau tahu, kurasa kehidupan SMA ku lumayan berwarna bagai mawar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tidak, rasanya lebih mirip shocking pink.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, itu juga bagus. Kalau begitu, kehidupanmu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah pernah mengatakannya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena suaraku hampir sama sekali tidak meninggi, Satoshi tidak menertawakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Jangan salah paham ya, aku tidak bermaksud untuk mengejekmu waktu bilang kehidupan SMA mu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Contohnya, kalau hidupku warna shocking pink, maka tidak ada yang akan bisa mewarnainya seperti warna mawar. Aku tidak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung mengejek wajahnya yang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Kupukir sudah diwarnai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja belum!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Satoshi dengan jawaban, yang secara mengejutkan, tegas dan melanjutkan, “Belum, Houtarou. Aku sudah sibuk dengan panitia OSIS dan Klub Kerajinan Tangan, menurutmu aku akan bilang begitu? Kau pasti bercanda. Mau membantu mengatur jadwal kegiatan untuk Festival Kanya , atau merajut karpet Mandala, aku menikmati setiap momennya. Kalau tidak, memangnya siapa yang akan mengorbankan bersepeda yang menyenangkan atau Liburan Musim Panas Cuma untuk pergi ke sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada orang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada waktu dimana  seseorang harus meminjamkan kemampuan dan hadir demi kepentingan masyarakat yang lebih besar. Meski begitu, kau tipe yang tidak akan tergerak ‘kan? Untuk orang yang ‘berwarna abu-abu’ sepertimu, seandainya seorang pemimpin bilang ‘semua orang berwarna seperti mawar’, kau akan melambaikan tanganmu dan bilang ‘jangan ajak aku’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu semua dalam satu tarikan napas, dia mulai sedikit tenang dan melanjutkan, kalau aku mau benar-benar mengejekmu, aku akan menyebutmu tidak berwarna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi terdiam setelah mengatakan itu. Aku merenungkan jawabannya sambil membiarkan kulitku terbakar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan membuat wajah suram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan bilang aku ingin jadi sepertimu atau sejenisnya, tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu maksudku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi meninggikan suaranya dan tertawa. Dia lalu mengatakan, “Lihatlah, Houtarou, kita sudah sampai di kediaman keluarga Chitanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Maju ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|Bab 7]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=347795</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_6&amp;diff=347795"/>
		<updated>2014-04-21T06:41:13Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: Created page with &amp;quot;6 – Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang  Akhir Juli, dan liburan musim panas sudah dimulai. Seperti biasanya, hari ini aku naik sepadaku menuju SMA Kamiyama. Butuh 20...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;6 – Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir Juli, dan liburan musim panas sudah dimulai. Seperti biasanya, hari ini aku naik sepadaku menuju SMA Kamiyama. Butuh 20 menit berjalan kaki untuk mencapai sekolah dari rumahku, tapi aku juga tidak tahu butuh berapa lama untuk mencapai sekolah menggunakan sepeda. Sambil beristirahat, aku mampir untuk membeli sekaleng kopi hitam dari sebuah mesin penjual otomatis. Aku lalu mengikuti tepian sungai dan berbelok di rumah sakit sebelum akhirnya sampai di depan SMA Kamiyama. Dan disana, aku berdiri terkagum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas seharusnya sudah dimulai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi lapangan olahraga dipenuhi dengan peralatan dan siswa yang berpakaian seragam musim panas. Aku bisa mendengar music yang dimainkan berbagai alat music tiup, gitar listrik, dan seruling bambu. Meskipun Blok Kelas Khusus agak jauh dari sini, aku tahu disana juga ada banyak siswa. Mereka semua, pastinya, disini utuk mempersiapkan Festival Kanya. Sisi enerjik dari SMA Kamiyama baru mulai lebih aktif sekarang karena memasuki liburan musim panas. Kerumunan orang bergerombol seperti sekelompok semut seakan berkata “Oke, semuanya, festival akan segera datang! Sekarang setelah kelas-kelas yang menyebalkan sudah menyingkir, ayo berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandangi orang-orang yang penuh energy ini sambil melihat ada seseorang yang berlari ke arahku. Fukube Satoshi, berbaju casual dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek, sambil membawa tas gendong kecil yang terlihat sporty di punggungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hey,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, nungguin?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku dengan gembira mendengarkan Klub Acapella latihan bernyanyi di lapangan tengah, dan Satoshi membuatku harus menoleh dengan suara yang mengerikan. Aku berpikir untuk memutar sepedaku dan pulang, namun aku berubah pikiran dan berlanjut berjalan ke arahnya dan bergerak seperti akan menendangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Woah, Houtarou! Kenapa tiba-tiba kau anarkis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kau bisa bicara begitu! Apa kamu tidak punya malu, tidak tahu kapan tidak boleh mengganggu ketenangan orang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengangkat kedua bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya memang dia tidak punya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf, maaf, kumpul Klub Kerajinan Tangan nya agak ngaret”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya apa sih yang kalian bicarakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami akan merajut Karpet Mandala seperti milik orang Buddha untuk Festival Kanya. Tapi kami menemui beberapa masalah, jadi kita kumpul untuk membicarakan kemungkinan yang lainnya tadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, Kau sudah bekerja keras. Tidak hanya kamu, tapi juga Toogaito, atau bahkan seisi sekolah untuk hal ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, Kau sudah menyiapkan catatanmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku bertanya datar, Satoshi hanya melempar balik pertanyaan itu padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana denganmu? Bukan hal yang biasa kau lakukan kan. Sudah ada yang kau pikirkan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa agak malu untuk menjawab pertanyaannya, jadi ku jawab, “Yaa begitu deh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh? Jarang-jarang nih. Biasanya kau akan mencoba mencari alasan dan menghindari pertanyaan semacam itu… Yah terserahlah, aku ambil sepedaku dulu, jadi tunggu disini sebentar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Satoshi dengan seenaknya membuatku menunggu sementara dia berlari menuju tempat parkir sepeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kenapa aku menunggu Satoshi disini ketika semestinya aku sedang tidur seakan tidak ada hari esok selama Libur Musim Panas yang berharga, kita harus kembali ke satu minggu yang lalu, hari dimana kami hampir saja menemukan kebenaran tentang Sekitani Jun, yang seharusnya tertulis di Volume pertama buku antologi “Hyouka”, hanya untuk menemukan bahwa volume tersebut tidak ada. Karena kami tidak bisa maju tanpa volume pertama itu, aku memberitahu diriku untuk tidak bekerja keras untuk mencari jawabannya. Tapi ternyata sudah terlambat, karena aku tanpa sadar sudah menyebrangi sungai Rubicon&amp;lt;ref&amp;gt;Saya tidak tahu apa sudah disebutkan sebelumnya. ‘menyebrangi sungai Rubicon’ berasal dari idiom bahasa Inggris “Crossing the Rubicon”, yang artinya “melalui titik yang tidak ada jalan kembali/ tidak bisa ditarik lagi”. Crossing the Rubicon diambil dari sejarah Itali dimana pasukan militer yang dipimpin Caesar yang menyebrangi Sungai Rubicon demi mengejar Pompeius – saya tidak hapal nama lengkapnya – waktu itu diberlakukan larangan pada pasukan militer untuk menyebrangi sungai Rubicon untuk mencegah perang internal di kekaisaran Romawi.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tahu tidak ada gunanya membujuk Chitanda untuk melepaskan kasus ini, jadi aku mengajukan jalan tengah. Kalau kita akan menginvestigasi masa lalu, hanya kita berdua tidak cukup. Seperti kata pepatah, “3 berarti ramai”. Mungkin agak sulit baginya, tapi aku menjelaskan padanya kalau kita memiliki kemungkinan yang lebih baik dalam menyelesaikan kasus ini dengan bantuan Satoshin dan Ibara. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Chitanda mengangguk setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa kita tidak punya pilihan lain kalau begitu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia meminta untuk menjaga rahasia ini hnaya diantara kami berdua di Café Pineapple Sandwich, aku akhirnya mengecewakannya. Aku tidak tahu apakah karena Chitanda benar-benar menyadari bahwa dia akan membutuhkan semua bantuan yang bisa dia dapat, atau karena dia tidak lagi menganggap penting petunjuk yang ia dapatkan sebelumnya, atau bisa juga karena nona kita ini hanya senang bertindak semaunya; pokoknya, ia mengadakan pertemuan mendadak dengan Klub Sastra Klasik esok harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disana, Chitanda mengulangi apa yang dia katakan padaku dan menutupnya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada paman saya 33 tahun yang lalu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara langsung menerima tantangan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ilustrasi halaman depannya menarik. Kalau kita bisa memecahkan kasus ini dan menemukan latar belakang ceritanya, aku bahkan bisa menggunakannya sebagai materi untuk publikasi di Klub Penelitian Manga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menambahkan, “Kisah Fiksi Heroik dipecahkan oleh junior mereka 33 tahun kemudian, ya? Aku juga kebetulan sedang meneliti hal-hal dari periode itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setuju dengan kedua tangan terangkat. Sementara aku tidak ada keinginan untuk bicara, karena aku juga tidak punya kekuatan veto, aku memnutuskan untuk bicara saja mumpung kami sedang membicarakan kasusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kita juga masih mencoba memutuskan apa yang akan kita tulis untuk essai antologi kita, kenapa tidak kita gunakan saja cerita Chitanda untuk mengisi halamannya… um, maksudku, supaya sekali dayung dua tiga pulau terlewati… maaf, maksudku, menulis sesuatu yang bermakna didalamnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usulan Menghemat-Energi milikku, meskipun lumayan kelihatan jelas, diterima dengan suara penuh. Kemudian, Investigasi insiden Klub Sastra Klasik SMA Kamiyama 33 tahun yang lalu menjadi prioritas Klub Sastra Klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengendarai sepeda gunung. Karena dia mengenakan celana pendek, kau bisa melihat otot-otot yang kokoh, yang tidak sesuai dengan posturnya yang pendek, pada kakinya. Untuk seseorang yang lebih tertarik pada bahasa, satu-satunya olahraga yang aku ketahui ia tertarik adalah bersepeda.&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, sepedaku adalah semacam sepeda kumbangm jadi tidak banyak yang bisa dijelaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami bersepeda sepanjang pinggir sungai dan menjauh dari jalan raya. Perlahan-lahan jarak antara rumah-rumah digantikan oleh sawah-sawah yang luas. Demi bersembunyi dari teriknya matahari, kami berhenti di sebuah toko tembakau, aku mengambil handuk kecil dari tasku untuk menyeka keringat yang terus menerus menetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, keringat sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukanlah sesuatu yang bakal pernah aku katakan. Malahan, aku heran kenapa orang harus bergerak untuk mencapai tempat tujuan mereka. “Revolusi Informasi belum berhasil. Kawan-kawan, kalian harus terus berjuang!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satoshi, apa kita sudah dekat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menaruh kembali sapu tangannya ke dalam kantong dan menjawab, “Yup. Kita hampir sampai. Kalau mengikuti kecepatanmu tentunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau akan kaget kalau kau melihat rumah mereka. Keluarga Chitanda merupakan salah satu pemilik perkebunan terbesar di Kota Kamiyama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurasa aku menantikannya kalau begitu. Aku akan sangat senang untuk mendengar bagaimana mereka melakukan bersih-besih di musim semi mereka di tempat seluas itu. Setelah kembali menyeka keringat dengan handuk, aku meletakkan kakiku di pedal dan melanjutkan perjalanan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika kami mulai beranjak, Satoshi mengambil alih di depan dan menunjukkan jalan. Setelah melewati beberapa lampu merah, kami sampai di sebuah jalanan lurus yang panjang, dimana sepeda kami bisa berjajar. Sepanjang jalan ini tidak ada apa-apa selain lading perkebunan dan sawah di kedua sisi jalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memutar pedalnya dan mulai bersenandung dengan riang. Tersenyum adalah semacam wajah resminya, tapi hari ini dia terlihat lumayan senang. Aku memutuskan untuk bertanya, “Satoshi,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau lagi senang ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menoleh padaku dan menjawab ceria, “Tentu saja. Karena aku suka bersepeda. Lihatlah langit yang biru! Dan awan yang putih! Tidak peduli seberapa biasanya mereka terlihat, rasa gembira ketika melihatnya sambil bersepeda dengan kecepatan tinggi seperti…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku segera menyela niat Satoshi untuk bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kupikir kehidupan SMAmu biasa saja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba terlihat suram, Satoshi menjawab, “Oh… maksudmu soal Warna Mawar itu…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingatan yang bagus, terutama karena terakhir kali kita membicarakannya hampir tiga bulan yang lalu. Entah kenapa Satoshi melambat dan melihat ke depan sambil berkata, “Kau tahu, kurasa kehidupan SMA ku lumayan berwarna bagai mawar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“tidak, rasanya lebih mirip shocking pink.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haha, itu juga bagus. Kalau begitu, kehidupanmu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kau sudah pernah mengatakannya padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena suaraku hampir sama sekali tidak meninggi, Satoshi tidak menertawakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Jangan salah paham ya, aku tidak bermaksud untuk mengejekmu waktu bilang kehidupan SMA mu berwarna abu-abu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Contohnya, kalau hidupku warna shocking pink, maka tidak ada yang akan bisa mewarnainya seperti warna mawar. Aku tidak akan membiarkannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku langsung mengejek wajahnya yang tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa? Kupukir sudah diwarnai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja belum!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Satoshi dengan jawaban, yang secara mengejutkan, tegas dan melanjutkan, “Belum, Houtarou. Aku sudah sibuk dengan panitia OSIS dan Klub Kerajinan Tangan, menurutmu aku akan bilang begitu? Kau pasti bercanda. Mau membantu mengatur jadwal kegiatan untuk Festival Kanya , atau merajut karpet Mandala, aku menikmati setiap momennya. Kalau tidak, memangnya siapa yang akan mengorbankan bersepeda yang menyenangkan atau Liburan Musim Panas Cuma untuk pergi ke sekolah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada orang seperti itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada waktu dimana  seseorang harus meminjamkan kemampuan dan hadir demi kepentingan masyarakat yang lebih besar. Meski begitu, kau tipe yang tidak akan tergerak ‘kan? Untuk orang yang ‘berwarna abu-abu’ sepertimu, seandainya seorang pemimpin bilang ‘semua orang berwarna seperti mawar’, kau akan melambaikan tanganmu dan bilang ‘jangan ajak aku’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu semua dalam satu tarikan napas, dia mulai sedikit tenang dan melanjutkan, kalau aku mau benar-benar mengejekmu, aku akan menyebutmu tidak berwarna.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi terdiam setelah mengatakan itu. Aku merenungkan jawabannya sambil membiarkan kulitku terbakar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan membuat wajah suram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan bilang aku ingin jadi sepertimu atau sejenisnya, tahu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan, bukan itu maksudku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi meninggikan suaranya dan tertawa. Dia lalu mengatakan, “Lihatlah, Houtarou, kita sudah sampai di kediaman keluarga Chitanda!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Maju ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|Bab 7]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_3&amp;diff=300252</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_3&amp;diff=300252"/>
		<updated>2013-11-09T20:33:38Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===3 – Gangguan yang Tak Terlihat===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kemarin aku agak malas bergerak, aku mendapat telpon dari Chitanda pagi-pagi sekali. Isinya instruksi dari ketua klub memintaku untuk datang apapun yang terjadi. Karena aku tidak punya alasan yang bagus untuk menolak permintaan yang dikatakan sedemikian halusnya, aku akhirnya pergi ke sekolah juga. Yah, melompat turun dari kapal ditengah pelayarannya juga tidak praktikal, dan aku juga tidak punya niatan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku keluar rumah, aku melihat sebuah surat internasional dalam kotak surat kami. Karena surat tersebut diajukan kepada ayahku, aku tidak membukanya. Aku bahkan tidak perlu melihatnya untuk menebak siapa pengirimnya: Oreki Tomoe, kakak perempuanku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakakku tidak puas hanya dengan tinggal di negara ini, tapi berhasrat untuk berkeliling dunia. Dia harusnya berada di suatu tempat di Eropa Timur sekarang. Berkali-kali, kakakku membuatku terlibat dalam banyak hal-hal yang merepotkan. Meskipun hal-hal merepotkan itu sama sekali berbeda dengan tipe kerepotan yang Chitanda buat aku terlibat. Tetapi karena suratnya kali ini bukan ditujukan padaku, ini mungkin berarti aku lebih mudah terpengaruh oleh Chitanda yang jujur dan terang-terangan daripada oleh kakakku, yang tentu saja bukan hal yang buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Atau mungkin tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita sampingkan hal itu, sekarang kami berada di Ruang Geologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami tidak melakukan apapun sebelum kedatangan Eba. Seperti biasanya, aku duduk di sisi yang teduh dan mulai membaca novel bersampul tipis milikku. Hanya karena aku menonton film misteri bukan berarti aku akan dengan sengaja member novel misteri. Novel yang kubaca hanya novel biasa yang aku beli dari toko buku biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diseberangku adalah Chitanda, yang berdiri dekat jendela, tidak terganggu oleh matahari musin panas yang membakar sambil melihat ke lapangan di bawah. Ia pasti memiliki ketahanan terhadap suhu panas, karena kulitnya tidak terlihat menggelap sama sekali walaupun berdiri dibawah matahari begitu lama… Ia hanya berdiri disitu menatap lapangan di bawah, atau untuk lebih jelasnya, ia mungkin telah menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya diantara orang-orang yang tengah melakukan persiapan untuk Festival Kebudayaan. Tapi hanya matanya yang penasaran yang berbinar-binar, artinya, dia, juga, merasa bosan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara, sebaliknya, jauh dari merasa bosan. Sebagai orang yang bertanggung jawab atas pengumpulan bunga rampai ‘Hyouka’, hari ini juga ia sibuk menulis catatan soal itu. Beberapa saat yang lalu aku menanyakan apa yang sedang ditulisnya padahal tugas yang tersisa hanya tinggal mencetak manuskripnya. Dia menatapku seram dan berkata, “ Kalau manuskripnya bisa langsung dikirim ke penerbit begitu saja, tidak akan perlu ada pengeditan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertahankanlah kerja bagusmu kalau begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Satoshi, dia sedang membaca novel sama sepertiku. Karena tangannya menutupi sampul buku, aku tidak tahu apa yang sedang dibacanya. Meskipun tersenyum sudah merupakan ekspresi ‘default’nya, dia tidak melakukannya saat sedang membaca. Dibilang begitu, adalah aneh untuk melihat Satoshi yang tanpa ekspresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berpikir seperti itu, ekspresinya berangsur-angsur kembali seperti biasa. Menaruh bukunya, dia mengangkat wajahnya dan melihat sekelilingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, berapa banyak novel detektif yang pernah kalian baca sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara berhenti menulis mendengar pertanyaan tersebut dan menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fuku-chan, apa yang sebenarnya ingin kau katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah mendengarkan Nakajou-senpai kemarin, aku jadi berpikir. Meskipun caranya mendeduksi lumayan seperti yang biasa dilihat di novel-novel detektif, tebakannya meleset jauh. Jadi aku pikir aku harus membaca lebih banyak novel detektif untuk membantu kita mencari kesimpulan lebih baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm. Memang, meskipun argumen Nakajou awalnya terdengar inovatif, setelah memikirnya semalam, teorinya sama saja dengan acara detektif yang biasa ditayangkan di TV. Tidak jarang bagi Satoshi untuk menghubung-hubungkan ditempat yang tidak terpikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, aku  sih membaca sejumlah novel-novel detektif biasa,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi biasa itu seberapa banyak? Makanya aku bertanya,” Kata Satoshi sambil tersenyum, yang padanya Ibara balas tersenyum pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku, hmm, biasa itu berarti membaca Agatha Christie dan Ellery Queen, yang seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa itu biasa saja? Meskipun paling tidak aku tahu nama-nama pengarang tersebut… Satoshi juga memiringkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari pada biasa, membaca sebanyak itu sudah bisa dibilang ahli. Buku-buku itu ‘kan lebih mirip dengan literatur klasik sesuai dengan Klub Sastra Klasik?... hanya itu? Kalau pengarang Jepang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau ada banyak pengarang dari Jepang, aku toh tidak membaca sebanyak itu.  Aku membaca beberapa genre misteri rel kereta api, tapi hanya itu. Walaupun aku agak tertarik dengan novel-novel misteri, tapi ada banyak pengarang yang karyanya tidak begitu aku suka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya semakin banyak membaca kau semakin mengenalnya, ya? Kau lah menunjukkan minat waktu dibilang kelas 2-F membuat film misteri. Aku rasa diantara kami berempat, Ibara adalah yang paling ahli dalam fiksi detektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana denganmu, Houtarou?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menutup buku yang sedang kubaca dan menjawab, “Aku tidak membaca buku-buku itu,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau sengaja tidak membaca cerita-cerita detektif? Kebiasaanmu membaca buku tidak begitu bagus, tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, biarkan saja aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pernah membaca beberapa novel bersampul kuning seperti yang ini, hanya itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tidak serius aku memberinya jawaban yang sesuai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh… artinya, kau hanya membaca karya pengarang Jepang ya? Kau kaku ya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membalasku cepat. Sepertinya jawabanku cukup menjawab pertanyaannya. Seperti biasa, Satoshi memiliki pengetahuan yang luas yang tidak berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi sekarang menengok pada Chitanda, yang menggelengkan kepalanya pelan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya tidak membacanya sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terdengar kaget. Yah, aku juga kaget, karena berdasarkan kecenderungannya untuk mencari jawaban untuk setiap teka-teki yang ia temui, aku mengira ia pasti lumayan tertarik dengan fiksi detektif. Satoshi mencoba untuk memastikan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak satupun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya rasa saya mungkin tidak begitu tertarik pada novel-novel misteri setelah membaca beberapa. Dan sudah beberapa tahun sejak terakhir kali saya menyentuhnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada dibilang tidak membaca novel detektif apapun, ia menolaknya setelah membacanya. Fakta bahwa nona kami ini lemah dengan novel detektif meskipun ia kerap menemui situasi-situasi seperti dalam novel detektif, terdengar lumayan kontradiktif. Itu seperti seorang pebisnis yang tidak suka membaca novel bisnis. Tapi kalau dipikir-pikir, itu tidak sepenuhnya aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh? Tapi Chi-chan, bukankah kau senang waktu kita menonton film misteri kelas 2-F?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda tersenyum lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya hanya senang karena Irisu-san mengundang kita untuk menunjukkan pada kita sesuatu yang ia dan teman-temannya buat… bukan berarti saya suka menonton film-film misteri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu, masuk akal lah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti, hanya tinggal satu orang. Pada akhirnya, semua orang harus mendapat kesempatan untuk ditanyai.aku bertanya pada Satoshi, yang terlihat seperti sudah mengerti semuanya dan mengangguk-angguk puas, “Jadi, bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa kau pasti sudah membaca semua novel detektif dari seluruh dunia, baik klasik maupun modern?” Aku bertanya sambil bercanda, yang Satoshi membantahnya ringan. “TIdak, belum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mulai tersenyum dari ujung bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku tahu apa yang Fuku-chan suka baca,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menggantung kepalanya malu. Sepertinya keingintahuan Chitanda terpicu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Jadi apa itu? Fukube-san, ini bukan rahasia, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, kalau itu rahasia, Chitanda tidak akan bertanya lebih jauh. Aku tahu ini berdasarkan pengalaman, bahwa nona kita ini masih punya rem untuk keingintahuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Satoshi tidak bisa berkata apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih? Sudahlah, katakan saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berpikir seperti itu, Ibara yang membocorkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fuku-chan adalah Sherlockian berat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Oh, aku mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Sherlockian adalah sebutan bagi fans Sherlock Holmes. Walaupun aku tidak begitu tahu detilnya, aku dengar orang-orang ini bahkan telah melakukan penelitian tentang bulldog yang dipelihara oleh patner Holmes. Penelitian itu serius dan bukan sekedar permainan anak-anak atau untuk hiburan. Walaupun, untuk Satoshi mungkin adalah sedikit gabungan dari keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu Sherlockian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begini,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Ibara mencoba menjelaskan pada Chitanda yang jelas tidak tahu, Satoshi mengoreksinya dengan suara yang pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fans berat ridak disebut Sherlockian, tapi seorang Holmesian…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa bedanya sih?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kami menggoda Satoshi, Eba tiba di depan pintu dan membungkuk sopan seperti biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyesal untuk memberitahukan ini, kami tidak bisa meminjam kelas yang kosong hari ini, jadi kami ingin meminta agar pertemuan hari ini dilakukan di ruang kelas 2-F, kalau kalian tidak keberatan, karena ruangannya mungkin sedikit berantakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak mengerti kenapa dia harus meminta maaf untuk hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, ayo pergi ke ronde ke-2 dari Pertemuan Deduksi kita,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar suara Satoshi yang begitu ceria, kami beranjak keluar ruangan. Meski, kupikir agak berlebihan menyebutnya Pertemuan Deduksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aktivitas dari berbagai macam klub hari ini pun sama ramainya, karena terdengar suara musik gabungan berbagai instrumen dan suara orang bernyanyi. Nadanya terdengar tidak asing. Ternyata itu adalah lagu tema Mito Koumon. Musiknya terdengar elegan, tapi juga tidak begitu tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil kami berjalan, Eba memberi kami pembekalan singkat terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang yang akan kalian temui hari ini adalah Haba Tomohiro, dari bagian peralatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menoleh pada Satoshi, yang dia menggelengkan kepalanya. Sepertinya si Haba ini bukan orang terkenal juga. Kemarin adalah bagian pembuatan film, jadi hari ini adalah bagian peralatan ya? Kami sepertinya sedang mengikuti suatu pola. Eba melanjutkan dengan tenang, “Sekalipun dia tidak diberikan peranan khusus dari awal, dia memutuskan untuk turut campur… secara aktif melibatkan dirinya sendiri dalam berbagai jenis detil kecil. Apakah ada hal lain yang ingin kalian tanyakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara, menyadari suatu hal, bertanya, “Umm, kalau Haba-senpai ini dengan aktif terlibat dalam proses pembuatan film, kenapa dia tidak diberi peran berakting?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heh, aku tahu. Memang, orang seperti itu mestinya berdiri di depan kamera. Eba berbalik untuk menghadap Ibara dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia dilewat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Artinya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peran-perannya diputuskan melalui voting suara. Dia tidak mendapat cukup suara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang aku mengerti. Aku akhirnya buka suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kenapa kita menemui orang ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain: Apakah seseorang yang memutuskan untuk ikut campur… secara aktif melibatkan diri dalam sebuah proyek akan menerima pendapat dari kami, pihak luar? Eba memperlihatkan ekspresi kesulitan yang tidak biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya juga ragu soal pemilihannya… tapi Irisu-lah yang memilihnya, jadi dia pasti punya alasannya sendiri. Kalau kalian bertanya padaku, mungkin ada hubungannya dengan dia yang merupakan orang yang paling mengenal fiksi misteri diantara semua kru. Paling tidak, itulah yang dikatakan, olehnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku tidak tahu harus merespon apa, aku memutuskan untuk memaksakan tersenyum padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, Satoshi sudah menekankan bahwa Irisu “Sang Permaisuri” ahli dalam membuat orang melakukan sesuatu untuknya. Jika dia benar, maka seperti yang telah dikatakan Eba, Irisu memiliki alasan mengapa ia menunjuk Haba. Dari awal juga, ini hanya salah satu masalah yang Irisu buat kami terlibat, jadi bukannya kami tidak menduga ia merencanakannya. Sementara aku sedang berpikir, Satoshi menunjukkan ekspresi ketidakpuasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemana perginya Irisu-senpai? Dia sama sekali tidak menunjukkan dirinya sejak saat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dipikir-pikir, dia benar. Kami belum melihatnya sejak kemarin lusa. Meski, Eba langsung menjawab pertanyaan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia mengatakan dia akan mencari pengganti penulis naskah sementara kalian menemukan kesimpulan yang benar. Dia juga memiliki masalahnya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami sampai di lorong yang menghubungkan antara Blok Kelas Khusus dan Blok Kelas Umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum kami sampai di ruangan kelas 2-F, Chitanda membuka mulutnya lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eba-san,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Anda dekat dengan Hongou-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eba terlihat bingung sejenak. Meskipun ia tidak terlihat khawatir, aku dapat merasakan ia sedang berusaha menemukan kata-kata yang tepat untuk menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kenapa kamu bertanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya hanya ingin tahu,” Chitanda tersenyum pada Eba dan berkata, “Saya tidak bisa berhenti memikirkan kira-kira orang seperti apa yang menulis naskahnya. Dia sepertinya orang yang sangat serius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang kami sampai di depan ruang kelas 2-F. Eba menghentikan langkahnya, berputar, dan perlahan berkata, “Hongou adalah teman baikku. Dia orang yang tulus, perhatian, dan memiliki rasa tanggung jawab yang kuat, juga baik dan lembut. Tapi apakah ada yang bisa kamu dapatkan dari ceritaku ini?...Kesampingkan itu, Haba sedang menunggu kalian di dalam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia balik kanan dan lalu pergi tanpa memperkenalkan kami pada Haba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang telah dijelaskan Eba―Kelas 2-F lumayan berantakan. Terdapat tas-tas ransel yang digunakan dalam film, juga prop lain yang belum digunakan berserakan dimana-mana. Pada papan tulis terdapat tulisan yang berantakan yang sepertinya merupakan jadwal pengambilan gambar, dengan kalimat yang panjang ditulis diatasnya menggunakan kapur warna kuning yang terbaca “Hari Minggu minggu depan = Deadline Paling Akhir!” Meja-meja dan kursi-kursinya pun berantakan , dan untuk pertama kalinya aku menyadari seberapa besar krisis yang sedang dihadapi oleh kelas ini dengan proyek mereka. Saat aku berpikir apakah ini juga merupakan bagian dari rencana Irisu untuk kami menemui Haba disini, kami memasuki ruangan kelas yang berantakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipojok kelas dimana sinar matahari tidak masuk berdiri seorang siswa laki-laki. Berkacamata, dia sedikit kurus untuk ukuran badannya. Saat melihat kami, dia mengangkat tangannya dengan melodramatic dan berkata, “Jadi kalianlah para pengamat yang dikirim oleh Irisu. Senang bertemu dengan kalian, namaku adalah Haba Tomohiro.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti kemarin, Chitanda sekali lagi memperkenalkan kami mulai dari dirinya. Haba mengulang nama kami berkali-kali seakan hendak mengingatnya sebelum memberi isyarat pada kami untuk duduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun aku tidak tahu bagaimana Haba bersikap sehari-harinya, mood-nya sepertinya sedang bagus hari ini. Mengenakan ekspresi yang puas sambil melihat kami duduk, dia mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku dengar kalian cukup bagus dengan misteri, paling tidak dibanding dengan kelas kami, yang hampir tidak ada orang yang familiar dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya orang-orang di kelas 2-F telah diberitahu informasi yang salah. Bahkan Chitanda telah menyadari ini dan menyatakan, “Kami dari Klub Sastra Klasik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Haba melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ya, Klub Sastra Klasik. Berarti kalian lumayan familiar dengan buku-buku dari ‘Zaman Keemasan’, ya? Wow.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sepertinya semakin salah paham. Memang, Klub Sastra Klasik memang merupakan sebuah klub yang tidak jelas kegiatannya, tidak mengejutkan kalau disalahartikan sebagai klub yang familiar dengan novel misteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Haba masih bergumam ‘Wow’, dia mengeluarkan selembar kertas A4 dan menempatkannya di atas meja di depannya. Itu adalah peta teater yang terlihat dalam film. Padanya tertulis nama-nama resmi dari setiap ruangan juga posisi semua jendela, dan sebuah nama designer yang tidak intelek “Nakamura Aoi” atau yang semacam itulah. Bahkan lorong yang ditutup juga ditandai dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi buka suara tanpa berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Senpai, ini apa!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm? Kamu tidak dikasih lihat ini sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berkata satu katapun, Satoshi mengeluarkan peta yang ia gambar sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba mengerang, “…Ini membuat semuanya lebih mudah,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, dari mana Anda mendapatkan peta ini? Tanya Ibara, yang padanya Haba menjawab, “Bangunan ini dibangun oleh pemerintah Kota Furuoka, jadi aku hanya mencarinya dibalai kota. Deduksi hanya bisa dilakukan dengan peta ini,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada peta Haba, ditandai posisi mayat, juga posisi semua orang sebelumnya. Ia sebegini antusiasnya bukanlah hal buruk, karena aku juga ingin mengetahui informasi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba terlihat lebih semangat lagi sambil dia melanjutkan, “Tapi, untuk seorang penulis atau pembaca cerita misteri, sebuah cerita misteri yang ditulis amatir seperti Hongou tidak akan cukup untuk memuaskannya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terdengar cukup percaya diri. Chitanda bertanya, “Apakah Hongou-san tidak ahli dengan cerita misteri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Dia belum pernah membaca satupun sebelum pembuatan film ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kudengar dia memang melakukan penelitian,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudut bibirnya naik membentuk senyuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semuanya cerita lama. Lihat disana, buku-buku itu adalah yang dia baca semalaman,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menunjuk ke satu arah sudut kelas dengan dagunya, memperlihatkan buku-buku yang ditumpuk. Sekilas, semuanya sepertinya novel. Chitanda menyandarkan tubuhnya ke depan dan bertanya, “Umm, apakah kami boleh melihat-lihat buku-buku itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba terlihat tidak suka pada ketertarikan Chitanda yang terarah pada tempat yang tidak diduga. Aku juga ingin tahu apa yang direncanakannya, meskipun rasa keingintahuannya mudah dibaca. Tanpa menunggu jawaban, ia bangkit dari tempat duduknya dan pergi untuk mengambil satu buku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat tumpukan buku disebelah peta, Satoshi berkata dengan suara yang terdengar tertarik, “Ahh, terjemahan versi Nobahara… Edisi terbarunya lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku-buku itu adalah cerita Sherlock Holmes yang baru saja kami bicarakan. Bagian cover-nya di-emboss dengan rapi dengan jenis huruf yang terlihat seperti tulisan tangan tercetak pada kertas berwarna putih yang mengkilat, menggoda pembaca untuk langsung membaca cerita Sherlock Holmes begitu membelinya. Ibara memandang bukunya lalu berkata dengan nada yang dingin, “Jadi dia hanya membaca Holmes untuk meneliti misteri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba menjawab, “Ya. Makanya aku menyebutnya amatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi orang yang membaca Holmes itu hanya amatir ya? Pertanyaan yang cukup berani. Dan dia mengatakannya didepan Satoshi, seorang Sherlockian (meskipun dia lebih senang menyebut dirinya Holmesian). Akan tetapi, Satoshi tersenyum tanpa terlihat terlalu terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sering mendengarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengambil buku pertama dari gunungan buku itu, Chitanda mulai melihat-lihat per halaman. Kami benar-benar harus kembali ke topic utama… aku tidak tahu apakah ia menyadari kegusaranku atau tidak; kemungkinan besar sih tidak. Tangan Chitanda berhenti pada salah satu halaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada semacam tanda-tanda aneh disini. Coba lihat,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memperlihatkan padaku halaman yang dibukanya, dan aku langsung tahu itu adalah daftar isinya tanpa membaca kata-katanya. Memang, terdapat penandaan sebelum judul setiap cerita pendek. Meskipun aku tidak berpikir tanda-tanda tersebut ‘seaneh’ yang dipikirkan Chitanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan yang ini juga,”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihatnya, aku segera menepis ketertarikan Chitanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apanya yang sebegitu aneh dari catatan itu? Itu mungkin hanya catatan-catatan penanda yang dibuat oleh Hongou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia terlihat tidak begitu percaya, ia memutuskan untuk mengesampingkannya dulu. Pada waktu ini, Satoshi terlihat seperti menggumamkan sesuatu, saat aku hendak bertanya padanya, pandangan kami bertemu dan menggerakkan badannya mengisyaratkan dia juga tidak tahu, dan mengalihkan perhatiannya ke peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kesampingkan dulu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengetukkan jari-jarinya di meja, Haba berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Daripada itu, ayo kita mulai penarikan kesimpulannya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haah. Sepertinya dia sudah tidak sabar untuk memulai menarik kesimpulannya sendiri. Dan lagi, aku juga ingin ini cepat berakhir dan selesai. Jadi aku pegang tangan CHitanda untuk menghentikannya mengambil buku lain, dan hanya ketika itulah ia menyadari bahwa Haba menunggu, dan dengan berat hati meletakkannya kembali di atas tumpukan buku yang menggunung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya mohon maaf. Silahkan dimulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba mengangguk dan mengambil pulpen dari kantung bajunya. Mungkin barang yang dibutuhkan untuk melanjutkan pelajaran, jadi perhatikan, kawan-kawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah kalau begitu. Aku sendiri merasa misteri ini tidak begitu sulit. Bahkan, bisa digolongkan sebagai misteri yang mudah dipecahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berhenti sebentar untuk melihat reaksi kami. Aku tidak bereaksi, ngomong-ngomong, dan aku juga tidak tahu reaksi seperti apa yang diberikan oleh yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama, pembunuhan ini bukanlah direncanakan, atau lebih tepatnya, hanya setengah direncanakan. Jadi bukan tipe kasus ‘seperti yang direncanakan’. Kasusnya hanya terjadi karena kondisinya memenuhi syarat untuk pembunuhnya menjalankan rencananya. Apakah kalian mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembukaan yang tidak buruk. Tidak, sejujurnya, bukan itu yang sebenarnya aku pikirkan. Begitu, karena dia menyebutkannya, entah apapun teknik yang digunakan dalam film, filmnya tidak akan dapat menggambarkan rencana yang mendetil tanpa membuat bingung. Untuk mengapanya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…. Apa alasannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda baru saja menanyakan hal yang luar biasa. Haba terlihat agak kurang senang karena dia diselang segera setelah memulai, tapi segera menjawab dengan ekspresi yang ceria, “Alasannya, seandainya semuanya direncanakan, Kaitou akan diminta untuk pergi ke sisi kanan teater. Sebagai gantinya, apa yang kita lihat adalah dia mengambil kuncinya secara acak dan pergi ke sisi itu dengan sendirinya. Jadi aku yakin pembunuhnya hanya memanfaatkan kondisi ini. Yah, seharusnya sih tidak begitu jauh dari sebenarnya, karena banyak contoh-contoh seperti ini dalam misteri pembunuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun banyak contoh seorang menggunakan trik untuk membuat seseorang memilih kartu yang persis sama dengan yang dia ingin diambil, sepertinya bukan itu yang terjadi kali ini. Jadi sejauh ini Haba masuk akal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba lanjut menunjukkan pulpennya ke bagian Panggung Kanan di peta, ruangannya diberi tanda ‘mayat ditemukan’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang kalian semua ketahui, ini adalah pembunuhan di ruang tertutup. Jalan keluar yang tersedia dari ruangan adalah disini, disini, dan disini. Dua diantaranya ditutup dan tidak dapat digunakan, sementara yang lainnya terkunci ketika mayatnya ditemukan. Juga ada dua jendela, dengan satunya disegel sementara yang lainnya tertutup rerumputan tinggi diluar, yang tidak menunjukkan adanya orang yang melaluinya. Dengan kata lain, pembunuh Kaitou tidak keluar melalui cara yang normal,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sekarang sampai ke titik dimana Nakajou berhenti, yang padanya dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dibilang begitu, pembunuhnya sudah tidak ada ruangan setelah Kaitou terbunuh, situasi ruang tertutup seperti pada umumnya. Kalian mungkin belum memikirkan ini sebelumnya, sebuah situasi ruangan tertutup biasanya tercipta pada saat mayat ditemukan. Atau untuk lebih jelasnya, saat semua orang sudah memasuki ruangan dan mayatnya ditemukan. Sekarang, bagaimana ini tercipta? Cukup berpikir mengikuti penulis fiksi-fiksi detektif zaman dulu dan sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari mulai dari cara yang paling sederhana. Pembunuhnya mungkin memilih unutk mengambil kunci master dan menggunakannya untuk memasuki tempat kejadian perkara, dan lalu mengembalikannya ke tempat semula. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi ini sangat tidak menarik. Akan terjadi keributan kalau ini yang sebenarnya terjadi. Amatir seperti Hongou pun tidak akan menggunakan cara ini. Jadi mari melihat fakta-fakta yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“kunci-kuncinya ditemukan di kantor teater. Untuk sampai ke kantor itu, kita harus melewati lobby. Dan siapapun yang melewati akan terlihat oleh Sugimura yang berada di ruang peralatan lantai 2, atau paling tidak menarik perhatiannya. Jadi apabila pembunuhnya ingin mengambil kunci master, dia akan berharap untuk tidak terlihat oleh Sugimura. Tidak masuk akal untuk pembunuhnya mengambil risiko semacam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, bagaimana kalau seandainya Sugimura yang mengambil kuncinya? Itu juga tidak mungkin, karena dia juga berisiko terlihat oleh Senoue, Katsuda, dan Yamanishi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm, dia lumayan bijak dengan kesimpulannya, ya? Kalau saja dia bisa melakukan yang sama dengan sikapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, fakta bahwa lobby tidak dapat dimasuki tanpa dilihat orang lumayan penting, karena berarti tidak hanya Panggung Kanan, tetapi seluruh koridor tidak bisa dimasuki si pembunuh dari lobby. Apakah kalian tahu apa makna dibalik ini?” Dia bertanya sambil mengangkat wajahnya dari peta. Seperti seorang guru menunggu muridnya untuk menjawab pertanyaannya, dia memandang kami satu per satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Oh! Ibara menyadari pandangan mereka bertemu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah hening sejenak, ia memberikan jawaban singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pembunuhnya menggunakan suatu trik fisik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilasan kekecewaan terlihat di wajah Haba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun, dia kembali ke sikap semangatnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih masalah dia? Apakah dia tidak senang seseorang menebak pertanyaannya dengan benar? Dia terlihat agak kurang hati-hati dan blak-blakan soal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang, jika pembunuhnya menggunakan suatu trik untuk mengunci pintunya dari luar ruangan. Tapi itu juga tidak masuk akal. Karena pembunuhnya tidak akan bias keluar dari koridor kanan, yang memiliki efek ‘ruangan tertutup bagian luar’ kedua. Dengan kata lain, tidak mungkin menciptakan ruangan tertutup dari luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang mungkin berpendapat bahwa ruangan tertutup ini diciptakan oleh tidak lain tidak bukan, korban sendiri. Mungkin korbannya tidak langsung terbunuh, dan memutuskan untuk mengunci dirinya sendiri untuk melarikan diri dari pembunuhnya, dan akhirnya mati disitu. Tapi itu tidak mengubah fakta bahwa ‘ruangan tertutup luar’ ini masih ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, kemungkinan lain apalagi yang ada? Ini termasuk pembunuhnya tidak ada ketika si korban mati, atau pembunuhannya masih terjadi ketika korban ditemukan. Gampangnya, korbannya dibunuh dengan suatu mekanisme, atau dia dibunuh dengan cepat tanpa sepengetahuan siapapun. Apa kalian mengerti sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, aku mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski, ada juga orang-orang yang tidak mengerti, terutama Chitanda, yang hamper tidak pernah membaca fiksi detektif. Dia mengangkat tangannya dengan segan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, maaf, tapi bisakah Anda menjelaskan lebih jauh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba terlihat cukup senang dengan permintaan Chitanda, dan mengangguk sambil mulai menjelaskan dengan ceria, “Mekanisme pada dasarnya berarti, ruangannya dipasangi semacam perangkap, yang akhirnya membunuh Kaitou. Contohnya, bias saja sebuah bowgun atau jarum beracun. Segera terbunuh tanpa sepengetahuan orang lain berarti Kaitou masih hidup saat pintunya dibuka, dan pembunuhannya terjadi pada saat yang singkat itu ketika semua orang pergi untuk memastikan apakah Kaitou masih hidup atau tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengeluarkan lenguhan tidak enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pokoknya, kedua kemungkinan ini ditolak juga mereka punya kekurangan yang sama, apa kau tahu apakah itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba menoleh pada Ibara seakan mendorong Ibara untuk menjawabnya. Ibara mengangkat alisnya menunjukkan ia tahu apa yang dimaksudkan Haba. Dia tidak perlu menjawab tapi tetap memutuskan untuk menjawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kondisi mayatnya, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Benar sekali. Memang menarik bicara dengan orang yang mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia bertingkah tidak masuk akal, aku agaknya mengerti apa yang dia lakukan, dan aku tertawa dalam pikiranku. Haba berdehem dan berkata, “Kondisi mayatnya, dengan kata lain, teori bahwa Kaitou tangannya terpotong dan dibunuh oleh suatu mesin atau terbunuh segera setelah ruangannya dimasuki, ditolak. Pertama, mesin semacam itu untuk membunuhnya dan  dengan kekuatan semacam itu, akan langsung ditemukan. Kedua, karena tenaga yang kuat akan dibutuhkan untuk membunuhnya, tidak mungkin membunuhnya secara diam-diam dibawah batang hidung semua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini artinya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adalah sulit untuk memasuki ruang tertutup yang diciptakan oleh Hongou dari depan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba menyelesaikan penjelasannya, duduk menekankan punggungnya kedalam kursi dan mengambil napas. Dia segera melanjutkan sikap sangat percaya dirinya dan menengok padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu, Oreki-kun, kan? Bagaimana pendapatmu tentang kesimpulan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, aku ingin sekali bilang padanya, hebat sekali, bisakah kita pergi sekarang? Tapi aku tahu Haba dengan sengaja menyimpan bagian terbaik dari kesimpulannya di akhir.dia mungkin memiliki jawaban terstandar yang dia siapkan terlebih dahulu apapun yang aku katakan. Tapi karena aku tetap diam, dia memperlihatkan senyuman terpaksa, seperti mengisyaratkanku dalam mencoba untuk membuat alurnya mengalir, Cepat dan katakan kau tidak tahu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang kukira, dia tertawa mengejek dan meninggikan suaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tidak bisa begini. Tapi bukan tidak mungkin, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu berdiri perlahan dan berjalan ke salah satu tas ransel yang terlihat di film, lalu memasukkan tangannya ke dalam tas dan membawanya seperti itu ke arah kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang kalian ketahui, aku dari bagian peralatan. Aku bertanggung jawab untuk membeli peralatan yang dibutuhkan dalam pembuatan film. Kamilah yang membuat ‘darah’ Kaitou juga ‘tangannya yang terpotong’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda yang dia tarik keluar dari dalam tas adalah tepat seperti yang aku kira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hongou bisa lumayan ceroboh dalam persiapannya. Contohnya, meskipun dia bermaksud untuk menggunakan banyak darah dalam adegan itu, kru pengambilan gambar panik saat kami menemukan bahwa persediaan darah palsu kami tidak cukup. Tetap saja, dia meminta kita untuk secara khusus menyediakan tali. Dia memberitahu kami karena seseorang akan membutuhkannya untuk turun, jadi kami akan butuh tali yang kuat. Jadi aku bertanya apakah tali keamanan standar bisa digunakan, dan dia mengiyakannya. Apakah kalian menyadari apa yang dia ingin lakukan dengan ini?” katanya sambil kembali ke tempat duduknya, menaruh tali itu di atas meja. Dia mendorong dadanya ke depan dengan percaya diri sambil melanjutkan, “Biar aku beri kalian petunjuk. Terlepas dari penampilannya yang kecil, Kounosu sebenarnya adalah anggota klub panjat tebing.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menatap kami semua sekilas. Ibara mungkin mengerti. Satoshi mempertahankan senyumnya sambil melihat buku catatannya, tapi dia mungkin tidak mengerti. Chitanda hanya terlihat bingung, jadi dia jelas tidak mengerti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pokoknya, melihat kami tidak mengatakan apa-apa, Haba bicara dalam suara yang sekan dia memberitahukan sebuah rahasia yang luar biasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, jika pembunuhnya tidak dapat masuk dari lantai satu, maka dia hanya perlu masuk dari lantai 2. Itu adalah jalan akses yang tersisa. Lorong kanan di lantai dua diisi oleh Kounosu, dan bukan kebetulan dia ditempatkan disitu. Kalau aku harus menebak, ini mungkin karena dia berasal dari klub memanjat tebing.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Trik yang digunakan Hongou sebenarnya lumayan sederhana: pembunuhnya untuk turun melalui jendela di lantai dua menggunakan tali, membunuh Kaitou tanpa diketahui siapapun, dan kembali ke atas menggunakan tali yang sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, jadi pembunuhnya masuk dari Panggung Kanan di lantai atas, ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya iya lah. Kalau pembunuhnya masuk dari rute lainnya, pintu yang terkunci tidak ada artinya... Sekarang aku yakin kalian semua sudah mengerti. Karena film-nya belum memiliki judul, kalau harus diberi, maka perlu dijuduli ‘Gangguan yang Tak Terlihat’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba memajukan dadanya seakan menyatakan. Nah, bagaimana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun apa yang dikatakannya dalah kebenaran yang tidak terelakkan, dia berkata, “Sekarang biar aku dengar apa pemikiran kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menanyai kami apa yang kami pikirkan soal itu, kah? Kami saling bertukar pandang dengan satu sama lain. Wajah Ibara terlihat seperti menyuruhku untuk memberinya pelajaran; aku memutuskan untuk mengabaikannya, aku tidak punya niat untuk membuang energi percuma hanya untuk membantahnya seperti yang kami lakukan pada Nakajou kemarin. Sementara Nakajou sangat bergairah, Haba sangat percaya diri. Aku menoleh ke arah sebaliknya dan bertemu pandang dengan Chitanda. Aku menyadari apa yang ingin dia katakan dan memberinya anggukan setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Balas mengangguk, dia menoleh dan berkata pada Haba, “Kami rasa itu adalah deduksi yang sangat bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Haba mungkin sudah berpikir bahwa responnya adalah hal yang sewajarnya, ia hanya mengatakannya untuk kesopanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, kau terlalu memujiku,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu menoleh pada Ibara dengan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial, dia mencoba untuk memprovokasinya. Tapi Ibara, meski merasa frustasi, memutuskan untuk mengangguk pada respon Chitanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba sepertinya telah selesai mengatakan apa yang ingin dia katakan. Merasakan waktunya sudah tiba, aku lanjut bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesimpulan yang hebat, Haba-senpai. Kami bisa memberikan tinjauan yang baik untuk Irisu-senpai... semoga hari Anda menyenangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba mengangguk puas. Aku berdiri setelah selesai. Kami masing-masing memberikan salam dan bergerak meninggalkan ruang kelas 2-F.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum pergi, Chitanda melihat ke arah buku-buku Sherlock Holmes di kursi dan berkata, “Maaf, Haba-san, tapi apakah Anda keberatan kalau kami meminjam buku-buku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun itu adalah permintaan yang aneh, karena Haba sedang senang, ia setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu buku-bukunya Hongou. Pastikan kalian mengembalikannya seperti semula,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan seenaknya meminjamkan barang milik orang lain. Kataku dalam pikiranku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara dan Satoshi juga meninggalkan ruangan. Ketika aku hendak menutup pintu, aku membalikkan kepalaku ke dalam ruangan untuk bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haba-senpai,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm? Ada apa lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, bukan hal yang penting. Saya hanya kepikiran apakah Anda sudah melihat filmnya atau belum. Saya pikir efek tangan Kaitou-senpai yang terpotong itu dibuat lumayan bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu Haba menggelengkan kepalanya dan tersenyum pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, aku belum menonton filmnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban itu sudah cukup bagus untukku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya ampun, dia membuatku marah,” kata Ibara, begitu kami kembali ke ruang Geologi. Karena kami bisa merasakan amarah yang tersembunyi dalam kalimat yang singkat itu, aku tidak berniat untuk mengoloknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya orang yang bisa melakukan itu pastilah Satoshi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa? Kau sepertinya terkejut dengan sikap provokatif senpai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara menggelengkan kepalanya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kita bicara soal orang yprovokatif, aku selalu terprovokasi olehmu setiap kali,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambarannya cocok dari segi yang aneh. Meskipun Satoshi dikenal menjalani hidupnya tanpa banyak merasa takut, aku belum pernah mendengarnya dikatakan sebagai orang yang provokatif. Karena aku pasti berpikir ia akan merasa cara Haba membawa dirinya menyebalkan, paling tidak. Melihat kami tidak menangkap maksud perkataannya, ibara mendengus dan melanjutkan, “Apa yang tidak aku suka adalah caranya memperlakukanku seperti orang bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mayaka orang bodoh, ya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selain itu… tidak hanya aku saja, kita semua, bahkan Hongou-senpai dan murid kelas 2-F lainnya diperlakukan serupa. Hanya karena aku tidak puny alasan yang bagus untuk merah, bukan berarti aku tidak marah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada dibilang marah, ia jengkel karena karena ia tidak menemukan alasan yang bagus untuk marah, ya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagiku, Haba hanyalah menunjukkan kepercayaan dirinya, meski bagi Ibara itu tidak lain hanya lah menunjukan kesombongan, seperti yang ia katakan, Haba memandang remeh semua orang. Memang, ada garis tipis yang memisahkan kesombongan and kepercayaan diri. Bahkan mungkin keduanya itu adalah satu hal yang sama. Tapi untuk merasa marah karena itu, aku rasa Ibara lumayan cocok dengan penggambaran kartu ‘Justice’ and tersenyum pada diriku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia bahkan mengejek Sherlock Holmes! Apa kau tidak marah soal itu, Fuku-chan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terdengar sangat memaksa. Tapi Satoshi hanya menggerakkan pundaknya dan menerimanya dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yaa, memang benar kalau Sherlock Holmes itu bacaan tingkat pemula untuk pembaca misteri. Waktu aku mendengar Hongou-senpai melakukan penelitian untuk fiksi misteri, hal pertama yang aku pikir akan dia lirik adalah Sherlock Holmes. Apa kau tidak memikirkan hal yang sama, Mayaka? Jadi, jangan marah, ok?” Katanya sambil menepuk pundak Ibara. Daripada sikap Haba yang arogan, ia sebenarnya lebih marah gara-gara sikap tidak hormatnya pada Sherlock Holmes... Yaah, melihat Ibara terlihat tenang setelah mengatakan apa yang ingin ia katakan, aku tidak perlu melibatkan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ke masalah utama, aku bergerak dalam tempat dudukku dan berkata, “Jadi, gimana sekarang? Apa kita berikan usulan Haba ke Sang Permaisuri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk Chitanda, yang sedang melihat buku Sherlock Holmes yang ia buka, ketiganya menoleh padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang pertama adalah Satoshi, yang berkata dengan sedikit keraguan dalam pikirannya, “Ya kenapa tidak? Kalau boleh jujur, kesimpulannya hampir tidak menarik, tapi dia bilang Hongou-senpai secara khusus meminta menggunakan tali. Mengesampingkan detilnya, kurasa mungkin dia menebaknya dengan benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mengikuti, mengangguk setuju tanpa disangka-sangka, “Aku juga tidak melihat masalah apapun dengan usulannya... tidak ada kontradiksi dalam deduksinya, ataupun ketidaksesuaian dengan naskahnya. Aku tidak akan menolaknya hanya untuk ingin menolaknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘setuju’ memiliki dua suara sekarang. Bagaimana dengan suara ketiga?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kami melihat kearah Chitanda, entah kenapa dia terlihat tidak enak. Tidak bisa duduk tenang, ia melebarkan matanya dan membuka mulutnya, tapi tidak bisa berkata apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa, Chitanda?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh... saya, saya tidak bisa setuju, entah kenapa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara bertanya dengan cara yang ramah, yang tidak akan pernah bisa aku lakukan, “Chi-chan, kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda terlihat makin kesusahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, sebenarnya, saya juga kurang yakin. Tapi, saya merasa itu bukanlah maksud sebenarnya dari Hongou-san... Ahh, saya tidak bisa menerima deduksi ini. Meskipun berbeda dengan perasaan kebingungan yang terasa dari deduksi Nakajou kemarin, saya pokoknya tidak bisa menerimanya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama kita tidak mendengarnya dari pengarangnya sendiri, kalau Chitanda tidak mengerti, maka kami juga tidak mungkin bisa mengerti. Sepertinya Chitanda menentang deduksinya. Tiba-tiba saja, Chitanda mengalihkan matanya ke arahku seperti tawon. Be-berhentilah melihatku dengan mata seperti itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana denganmu, Oreki-san? Apakah kamu berpikir deduksi itu benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ugh. Aku tidak pernah berpikir aku akan menarik begitu banyak perhatian. Padahal aku bermaksud untuk mengatakan sesuatu yang santai. Aku bergeser dalam tempat dudukku dan mengayunkan kakiku, dan menggelengkan kepala sedramatis mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, kurasa tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara langsung menebakkan respon padaku, “Kenapa, Oreki?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Double standar yang lumayan darimu. Merasa kasihan, aku menjawab, “Karena usulan Haba tidak bisa dikerjakan. Seandainya suatu pembunuhan benar-benar terjadi di teater itu, persiapan semacam itu mungkin bisa bekerja. Tapi mustahil untuk film itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mendorongku dengan senyuman biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, itu berlainan dengan apa yang sudah kita lihat didalam film. Kesampingkan dulu soal peta dan coba ingat film yang kita tonton kemarin lusa. Apa yang kita lihat diluar jendela Panggung Kanan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku lumayan terheran bahwa bahkan aku pun bisa mengingatnya, mempertimbangkan aku tidak begitu memerhatikan ketika menonton filmnya. Setelah memberi tahu mereka untuk mengabaikan petanya, tidak sulit juga bagi mereka untuk mengingat fimnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memimpin dengan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, iya. Jendela itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar sekali. Bangunannya tidak pernah diperbaiki selama bertahun-tahun, bahkan Katsuda-senpai yang terlihat kekar kesulitan membuka jendela itu. Aku yakin kalian semua ingat suara berderit yang keluar ketika dia berusaha untuk mendorongnya terbuka, menunjukkan bahwa lumayan susah untuk membukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau seandainya mereka mengambil gambar adegan memperlihatkan pembunuhnya masuk melalui jendela, maka mereka harus mengatur agar Kounosu-senpai turun dari lantai atas menggunakan tali, dan supaya tidak mengenai rerumputan, dia harus membuka jendela itu sambil mempertahankan posisinya bergelantungan. Itu lumayan sulit untuk dilakukan, karena membuka jendela seperti itu butuh waktu, belum lagi suara yang dikeluarkan. Dan kalau tidak dibuka dengan benar, bahkan kacanya mungkin akan pecah. Selain itu, bagaimana menurutmu Kaitou-senpai akan bertindak? Apakah dia akan berdiri diam saja disitu dan menonton? Tentu saja tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau Hongou tidak mengunjungi lokasinya sendiri ketika menulis naskahnya, maka cara ini mungkin tidak masalah untuk digunakan, memikirkan dia mungkin tidak tahu soal keadaan jendelanya. Usulan Haba didasarkan hanya pada petanya tanpa menonton filmnya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, jadi itulah kenapa kamu menanyakan Haba-san apakah dia sudah melihat filmnya!” Chitanda meninggikan suaranya saat dia bicara dengan kencang. Dia mendengar pembicaraanku dengan Haba? Aku selalu saja terkagum dengan inderanya yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Kalau dia sudah melihat filmnya, maka dia akan tahu bahwa tidak mungkin memasuki ruangannya dari lantai atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Faktanya adalah Hongou sudah ke lokasinya sendiri dan membuat naskahnya berdasarkan pengamatannya. Nakajou bilang begitu. Kalau Hongou benar-benar berniat menggunakan jendelanya seperti yang digambarkan Haba, dan kita asumsikan Irisu benar soal Hongou yang sangat peduli detil, maka dia akan meminta bagian pembuatan film untuk menyiapkan pelumas untuk digunakan di jendela untuk adegan penemuan korban. Aku tidak percaya dia akan mengabaikan begitu saja cacat semacam itu pada gedungnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pendeknya, aku tidak bisa setuju dengan deduksi Haba. Bagaimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bahkan tidak perlu bertanya. Aku bisa menebak Satoshi berpikir penjelasanku benar, sementara Ibara menunjukkan ekspresi ia tidak begitu ingin setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu,” sebuah suara dari belakangku berkata, “Ini berarti hari ini pun kalian belum mencapai kesepakatan, benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berbalik, aku menemukan Eba berdiri disana tanpa menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pasti sangat menantikan memecahkan misteri ini. Meskipun dia tidak menunjukkannya saat mengatakan, “Kalau begitu aku menantikan untuk membawa kalian menemui orang ketiga besok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… ya, terima kasih. Kami mengharapkan bantuan Anda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda membungkuk tepat setelah selesai. Eba menggelengkan kepalanya, dan menambahkan hal lain seakan itu tidak penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi besok adalah hari terakhir. Kalau masalahnya masih belum terselesaikan sampai malam lusa nanti, maka naskahnya tidak akan bisa dibuat tepat waktu untuk pembuatan filmnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini hari Rabu. Begitu, kami ada dalam jadwal yang ketat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kami merasakan kegelisahan, Eba megendurkan ekspresinya dan membungkukkan kepalanya dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Akulah yang menantikan bantuan kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Maju ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 2|Bab 4]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_3&amp;diff=300251</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_3&amp;diff=300251"/>
		<updated>2013-11-09T20:27:36Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: Created page with &amp;quot;&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;3 – Gangguan yang Tak Terlihat&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;   Keesokan harinya.  Karena kemarin aku agak malas bergerak, aku mendapat telpon dari Chitanda pagi-pagi sekali. Isinya instruksi dari k...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;3 – Gangguan yang Tak Terlihat&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena kemarin aku agak malas bergerak, aku mendapat telpon dari Chitanda pagi-pagi sekali. Isinya instruksi dari ketua klub memintaku untuk datang apapun yang terjadi. Karena aku tidak punya alasan yang bagus untuk menolak permintaan yang dikatakan sedemikian halusnya, aku akhirnya pergi ke sekolah juga. Yah, melompat turun dari kapal ditengah pelayarannya juga tidak praktikal, dan aku juga tidak punya niatan seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku keluar rumah, aku melihat sebuah surat internasional dalam kotak surat kami. Karena surat tersebut diajukan kepada ayahku, aku tidak membukanya. Aku bahkan tidak perlu melihatnya untuk menebak siapa pengirimnya: Oreki Tomoe, kakak perempuanku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kakakku tidak puas hanya dengan tinggal di negara ini, tapi berhasrat untuk berkeliling dunia. Dia harusnya berada di suatu tempat di Eropa Timur sekarang. Berkali-kali, kakakku membuatku terlibat dalam banyak hal-hal yang merepotkan. Meskipun hal-hal merepotkan itu sama sekali berbeda dengan tipe kerepotan yang Chitanda buat aku terlibat. Tetapi karena suratnya kali ini bukan ditujukan padaku, ini mungkin berarti aku lebih mudah terpengaruh oleh Chitanda yang jujur dan terang-terangan daripada oleh kakakku, yang tentu saja bukan hal yang buruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Atau mungkin tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita sampingkan hal itu, sekarang kami berada di Ruang Geologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami tidak melakukan apapun sebelum kedatangan Eba. Seperti biasanya, aku duduk di sisi yang teduh dan mulai membaca novel bersampul tipis milikku. Hanya karena aku menonton film misteri bukan berarti aku akan dengan sengaja member novel misteri. Novel yang kubaca hanya novel biasa yang aku beli dari toko buku biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diseberangku adalah Chitanda, yang berdiri dekat jendela, tidak terganggu oleh matahari musin panas yang membakar sambil melihat ke lapangan di bawah. Ia pasti memiliki ketahanan terhadap suhu panas, karena kulitnya tidak terlihat menggelap sama sekali walaupun berdiri dibawah matahari begitu lama… Ia hanya berdiri disitu menatap lapangan di bawah, atau untuk lebih jelasnya, ia mungkin telah menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya diantara orang-orang yang tengah melakukan persiapan untuk Festival Kebudayaan. Tapi hanya matanya yang penasaran yang berbinar-binar, artinya, dia, juga, merasa bosan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara, sebaliknya, jauh dari merasa bosan. Sebagai orang yang bertanggung jawab atas pengumpulan bunga rampai ‘Hyouka’, hari ini juga ia sibuk menulis catatan soal itu. Beberapa saat yang lalu aku menanyakan apa yang sedang ditulisnya padahal tugas yang tersisa hanya tinggal mencetak manuskripnya. Dia menatapku seram dan berkata, “ Kalau manuskripnya bisa langsung dikirim ke penerbit begitu saja, tidak akan perlu ada pengeditan!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertahankanlah kerja bagusmu kalau begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan Satoshi, dia sedang membaca novel sama sepertiku. Karena tangannya menutupi sampul buku, aku tidak tahu apa yang sedang dibacanya. Meskipun tersenyum sudah merupakan ekspresi ‘default’nya, dia tidak melakukannya saat sedang membaca. Dibilang begitu, adalah aneh untuk melihat Satoshi yang tanpa ekspresi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berpikir seperti itu, ekspresinya berangsur-angsur kembali seperti biasa. Menaruh bukunya, dia mengangkat wajahnya dan melihat sekelilingnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ngomong-ngomong, berapa banyak novel detektif yang pernah kalian baca sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara berhenti menulis mendengar pertanyaan tersebut dan menoleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fuku-chan, apa yang sebenarnya ingin kau katakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Setelah mendengarkan Nakajou-senpai kemarin, aku jadi berpikir. Meskipun caranya mendeduksi lumayan seperti yang biasa dilihat di novel-novel detektif, tebakannya meleset jauh. Jadi aku pikir aku harus membaca lebih banyak novel detektif untuk membantu kita mencari kesimpulan lebih baik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm. Memang, meskipun argumen Nakajou awalnya terdengar inovatif, setelah memikirnya semalam, teorinya sama saja dengan acara detektif yang biasa ditayangkan di TV. Tidak jarang bagi Satoshi untuk menghubung-hubungkan ditempat yang tidak terpikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, aku  sih membaca sejumlah novel-novel detektif biasa,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi biasa itu seberapa banyak? Makanya aku bertanya,” Kata Satoshi sambil tersenyum, yang padanya Ibara balas tersenyum pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau aku, hmm, biasa itu berarti membaca Agatha Christie dan Ellery Queen, yang seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa itu biasa saja? Meskipun paling tidak aku tahu nama-nama pengarang tersebut… Satoshi juga memiringkan kepalanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dari pada biasa, membaca sebanyak itu sudah bisa dibilang ahli. Buku-buku itu ‘kan lebih mirip dengan literatur klasik sesuai dengan Klub Sastra Klasik?... hanya itu? Kalau pengarang Jepang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walau ada banyak pengarang dari Jepang, aku toh tidak membaca sebanyak itu.  Aku membaca beberapa genre misteri rel kereta api, tapi hanya itu. Walaupun aku agak tertarik dengan novel-novel misteri, tapi ada banyak pengarang yang karyanya tidak begitu aku suka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya semakin banyak membaca kau semakin mengenalnya, ya? Kau lah menunjukkan minat waktu dibilang kelas 2-F membuat film misteri. Aku rasa diantara kami berempat, Ibara adalah yang paling ahli dalam fiksi detektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana denganmu, Houtarou?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menutup buku yang sedang kubaca dan menjawab, “Aku tidak membaca buku-buku itu,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kau sengaja tidak membaca cerita-cerita detektif? Kebiasaanmu membaca buku tidak begitu bagus, tahu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, biarkan saja aku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku pernah membaca beberapa novel bersampul kuning seperti yang ini, hanya itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan tidak serius aku memberinya jawaban yang sesuai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ohh… artinya, kau hanya membaca karya pengarang Jepang ya? Kau kaku ya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membalasku cepat. Sepertinya jawabanku cukup menjawab pertanyaannya. Seperti biasa, Satoshi memiliki pengetahuan yang luas yang tidak berguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi sekarang menengok pada Chitanda, yang menggelengkan kepalanya pelan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya tidak membacanya sama sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terdengar kaget. Yah, aku juga kaget, karena berdasarkan kecenderungannya untuk mencari jawaban untuk setiap teka-teki yang ia temui, aku mengira ia pasti lumayan tertarik dengan fiksi detektif. Satoshi mencoba untuk memastikan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak satupun?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya rasa saya mungkin tidak begitu tertarik pada novel-novel misteri setelah membaca beberapa. Dan sudah beberapa tahun sejak terakhir kali saya menyentuhnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada dibilang tidak membaca novel detektif apapun, ia menolaknya setelah membacanya. Fakta bahwa nona kami ini lemah dengan novel detektif meskipun ia kerap menemui situasi-situasi seperti dalam novel detektif, terdengar lumayan kontradiktif. Itu seperti seorang pebisnis yang tidak suka membaca novel bisnis. Tapi kalau dipikir-pikir, itu tidak sepenuhnya aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh? Tapi Chi-chan, bukankah kau senang waktu kita menonton film misteri kelas 2-F?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda tersenyum lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya hanya senang karena Irisu-san mengundang kita untuk menunjukkan pada kita sesuatu yang ia dan teman-temannya buat… bukan berarti saya suka menonton film-film misteri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu, masuk akal lah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu berarti, hanya tinggal satu orang. Pada akhirnya, semua orang harus mendapat kesempatan untuk ditanyai.aku bertanya pada Satoshi, yang terlihat seperti sudah mengerti semuanya dan mengangguk-angguk puas, “Jadi, bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kurasa kau pasti sudah membaca semua novel detektif dari seluruh dunia, baik klasik maupun modern?” Aku bertanya sambil bercanda, yang Satoshi membantahnya ringan. “TIdak, belum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mulai tersenyum dari ujung bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku tahu apa yang Fuku-chan suka baca,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menggantung kepalanya malu. Sepertinya keingintahuan Chitanda terpicu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh? Jadi apa itu? Fukube-san, ini bukan rahasia, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain, kalau itu rahasia, Chitanda tidak akan bertanya lebih jauh. Aku tahu ini berdasarkan pengalaman, bahwa nona kita ini masih punya rem untuk keingintahuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu, Satoshi tidak bisa berkata apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih? Sudahlah, katakan saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berpikir seperti itu, Ibara yang membocorkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fuku-chan adalah Sherlockian berat!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Oh, aku mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang Sherlockian adalah sebutan bagi fans Sherlock Holmes. Walaupun aku tidak begitu tahu detilnya, aku dengar orang-orang ini bahkan telah melakukan penelitian tentang bulldog yang dipelihara oleh patner Holmes. Penelitian itu serius dan bukan sekedar permainan anak-anak atau untuk hiburan. Walaupun, untuk Satoshi mungkin adalah sedikit gabungan dari keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa itu Sherlockian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Uh, begini,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Ibara mencoba menjelaskan pada Chitanda yang jelas tidak tahu, Satoshi mengoreksinya dengan suara yang pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Fans berat ridak disebut Sherlockian, tapi seorang Holmesian…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa bedanya sih?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kami menggoda Satoshi, Eba tiba di depan pintu dan membungkuk sopan seperti biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku menyesal untuk memberitahukan ini, kami tidak bisa meminjam kelas yang kosong hari ini, jadi kami ingin meminta agar pertemuan hari ini dilakukan di ruang kelas 2-F, kalau kalian tidak keberatan, karena ruangannya mungkin sedikit berantakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak mengerti kenapa dia harus meminta maaf untuk hal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, ayo pergi ke ronde ke-2 dari Pertemuan Deduksi kita,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar suara Satoshi yang begitu ceria, kami beranjak keluar ruangan. Meski, kupikir agak berlebihan menyebutnya Pertemuan Deduksi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aktivitas dari berbagai macam klub hari ini pun sama ramainya, karena terdengar suara musik gabungan berbagai instrumen dan suara orang bernyanyi. Nadanya terdengar tidak asing. Ternyata itu adalah lagu tema Mito Koumon. Musiknya terdengar elegan, tapi juga tidak begitu tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil kami berjalan, Eba memberi kami pembekalan singkat terlebih dahulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang yang akan kalian temui hari ini adalah Haba Tomohiro, dari bagian peralatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menoleh pada Satoshi, yang dia menggelengkan kepalanya. Sepertinya si Haba ini bukan orang terkenal juga. Kemarin adalah bagian pembuatan film, jadi hari ini adalah bagian peralatan ya? Kami sepertinya sedang mengikuti suatu pola. Eba melanjutkan dengan tenang, “Sekalipun dia tidak diberikan peranan khusus dari awal, dia memutuskan untuk turut campur… secara aktif melibatkan dirinya sendiri dalam berbagai jenis detil kecil. Apakah ada hal lain yang ingin kalian tanyakan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara, menyadari suatu hal, bertanya, “Umm, kalau Haba-senpai ini dengan aktif terlibat dalam proses pembuatan film, kenapa dia tidak diberi peran berakting?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Heh, aku tahu. Memang, orang seperti itu mestinya berdiri di depan kamera. Eba berbalik untuk menghadap Ibara dan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia dilewat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Artinya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Peran-perannya diputuskan melalui voting suara. Dia tidak mendapat cukup suara.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang aku mengerti. Aku akhirnya buka suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kenapa kita menemui orang ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kata lain: Apakah seseorang yang memutuskan untuk ikut campur… secara aktif melibatkan diri dalam sebuah proyek akan menerima pendapat dari kami, pihak luar? Eba memperlihatkan ekspresi kesulitan yang tidak biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya juga ragu soal pemilihannya… tapi Irisu-lah yang memilihnya, jadi dia pasti punya alasannya sendiri. Kalau kalian bertanya padaku, mungkin ada hubungannya dengan dia yang merupakan orang yang paling mengenal fiksi misteri diantara semua kru. Paling tidak, itulah yang dikatakan, olehnya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena aku tidak tahu harus merespon apa, aku memutuskan untuk memaksakan tersenyum padanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, Satoshi sudah menekankan bahwa Irisu “Sang Permaisuri” ahli dalam membuat orang melakukan sesuatu untuknya. Jika dia benar, maka seperti yang telah dikatakan Eba, Irisu memiliki alasan mengapa ia menunjuk Haba. Dari awal juga, ini hanya salah satu masalah yang Irisu buat kami terlibat, jadi bukannya kami tidak menduga ia merencanakannya. Sementara aku sedang berpikir, Satoshi menunjukkan ekspresi ketidakpuasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kemana perginya Irisu-senpai? Dia sama sekali tidak menunjukkan dirinya sejak saat itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau dipikir-pikir, dia benar. Kami belum melihatnya sejak kemarin lusa. Meski, Eba langsung menjawab pertanyaan kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia mengatakan dia akan mencari pengganti penulis naskah sementara kalian menemukan kesimpulan yang benar. Dia juga memiliki masalahnya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami sampai di lorong yang menghubungkan antara Blok Kelas Khusus dan Blok Kelas Umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum kami sampai di ruangan kelas 2-F, Chitanda membuka mulutnya lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eba-san,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Anda dekat dengan Hongou-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eba terlihat bingung sejenak. Meskipun ia tidak terlihat khawatir, aku dapat merasakan ia sedang berusaha menemukan kata-kata yang tepat untuk menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Kenapa kamu bertanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya hanya ingin tahu,” Chitanda tersenyum pada Eba dan berkata, “Saya tidak bisa berhenti memikirkan kira-kira orang seperti apa yang menulis naskahnya. Dia sepertinya orang yang sangat serius.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang kami sampai di depan ruang kelas 2-F. Eba menghentikan langkahnya, berputar, dan perlahan berkata, “Hongou adalah teman baikku. Dia orang yang tulus, perhatian, dan memiliki rasa tanggung jawab yang kuat, juga baik dan lembut. Tapi apakah ada yang bisa kamu dapatkan dari ceritaku ini?...Kesampingkan itu, Haba sedang menunggu kalian di dalam.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia balik kanan dan lalu pergi tanpa memperkenalkan kami pada Haba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang telah dijelaskan Eba―Kelas 2-F lumayan berantakan. Terdapat tas-tas ransel yang digunakan dalam film, juga prop lain yang belum digunakan berserakan dimana-mana. Pada papan tulis terdapat tulisan yang berantakan yang sepertinya merupakan jadwal pengambilan gambar, dengan kalimat yang panjang ditulis diatasnya menggunakan kapur warna kuning yang terbaca “Hari Minggu minggu depan = Deadline Paling Akhir!” Meja-meja dan kursi-kursinya pun berantakan , dan untuk pertama kalinya aku menyadari seberapa besar krisis yang sedang dihadapi oleh kelas ini dengan proyek mereka. Saat aku berpikir apakah ini juga merupakan bagian dari rencana Irisu untuk kami menemui Haba disini, kami memasuki ruangan kelas yang berantakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipojok kelas dimana sinar matahari tidak masuk berdiri seorang siswa laki-laki. Berkacamata, dia sedikit kurus untuk ukuran badannya. Saat melihat kami, dia mengangkat tangannya dengan melodramatic dan berkata, “Jadi kalianlah para pengamat yang dikirim oleh Irisu. Senang bertemu dengan kalian, namaku adalah Haba Tomohiro.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti kemarin, Chitanda sekali lagi memperkenalkan kami mulai dari dirinya. Haba mengulang nama kami berkali-kali seakan hendak mengingatnya sebelum memberi isyarat pada kami untuk duduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun aku tidak tahu bagaimana Haba bersikap sehari-harinya, mood-nya sepertinya sedang bagus hari ini. Mengenakan ekspresi yang puas sambil melihat kami duduk, dia mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku dengar kalian cukup bagus dengan misteri, paling tidak dibanding dengan kelas kami, yang hampir tidak ada orang yang familiar dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya orang-orang di kelas 2-F telah diberitahu informasi yang salah. Bahkan Chitanda telah menyadari ini dan menyatakan, “Kami dari Klub Sastra Klasik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Haba melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh ya, Klub Sastra Klasik. Berarti kalian lumayan familiar dengan buku-buku dari ‘Zaman Keemasan’, ya? Wow.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sepertinya semakin salah paham. Memang, Klub Sastra Klasik memang merupakan sebuah klub yang tidak jelas kegiatannya, tidak mengejutkan kalau disalahartikan sebagai klub yang familiar dengan novel misteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Haba masih bergumam ‘Wow’, dia mengeluarkan selembar kertas A4 dan menempatkannya di atas meja di depannya. Itu adalah peta teater yang terlihat dalam film. Padanya tertulis nama-nama resmi dari setiap ruangan juga posisi semua jendela, dan sebuah nama designer yang tidak intelek “Nakamura Aoi” atau yang semacam itulah. Bahkan lorong yang ditutup juga ditandai dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi buka suara tanpa berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Senpai, ini apa!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm? Kamu tidak dikasih lihat ini sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa berkata satu katapun, Satoshi mengeluarkan peta yang ia gambar sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba mengerang, “…Ini membuat semuanya lebih mudah,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, dari mana Anda mendapatkan peta ini? Tanya Ibara, yang padanya Haba menjawab, “Bangunan ini dibangun oleh pemerintah Kota Furuoka, jadi aku hanya mencarinya dibalai kota. Deduksi hanya bisa dilakukan dengan peta ini,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada peta Haba, ditandai posisi mayat, juga posisi semua orang sebelumnya. Ia sebegini antusiasnya bukanlah hal buruk, karena aku juga ingin mengetahui informasi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba terlihat lebih semangat lagi sambil dia melanjutkan, “Tapi, untuk seorang penulis atau pembaca cerita misteri, sebuah cerita misteri yang ditulis amatir seperti Hongou tidak akan cukup untuk memuaskannya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terdengar cukup percaya diri. Chitanda bertanya, “Apakah Hongou-san tidak ahli dengan cerita misteri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Dia belum pernah membaca satupun sebelum pembuatan film ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kudengar dia memang melakukan penelitian,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudut bibirnya naik membentuk senyuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Semuanya cerita lama. Lihat disana, buku-buku itu adalah yang dia baca semalaman,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menunjuk ke satu arah sudut kelas dengan dagunya, memperlihatkan buku-buku yang ditumpuk. Sekilas, semuanya sepertinya novel. Chitanda menyandarkan tubuhnya ke depan dan bertanya, “Umm, apakah kami boleh melihat-lihat buku-buku itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba terlihat tidak suka pada ketertarikan Chitanda yang terarah pada tempat yang tidak diduga. Aku juga ingin tahu apa yang direncanakannya, meskipun rasa keingintahuannya mudah dibaca. Tanpa menunggu jawaban, ia bangkit dari tempat duduknya dan pergi untuk mengambil satu buku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat tumpukan buku disebelah peta, Satoshi berkata dengan suara yang terdengar tertarik, “Ahh, terjemahan versi Nobahara… Edisi terbarunya lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buku-buku itu adalah cerita Sherlock Holmes yang baru saja kami bicarakan. Bagian cover-nya di-emboss dengan rapi dengan jenis huruf yang terlihat seperti tulisan tangan tercetak pada kertas berwarna putih yang mengkilat, menggoda pembaca untuk langsung membaca cerita Sherlock Holmes begitu membelinya. Ibara memandang bukunya lalu berkata dengan nada yang dingin, “Jadi dia hanya membaca Holmes untuk meneliti misteri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba menjawab, “Ya. Makanya aku menyebutnya amatir.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Jadi orang yang membaca Holmes itu hanya amatir ya? Pertanyaan yang cukup berani. Dan dia mengatakannya didepan Satoshi, seorang Sherlockian (meskipun dia lebih senang menyebut dirinya Holmesian). Akan tetapi, Satoshi tersenyum tanpa terlihat terlalu terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku sering mendengarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengambil buku pertama dari gunungan buku itu, Chitanda mulai melihat-lihat per halaman. Kami benar-benar harus kembali ke topic utama… aku tidak tahu apakah ia menyadari kegusaranku atau tidak; kemungkinan besar sih tidak. Tangan Chitanda berhenti pada salah satu halaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada semacam tanda-tanda aneh disini. Coba lihat,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia memperlihatkan padaku halaman yang dibukanya, dan aku langsung tahu itu adalah daftar isinya tanpa membaca kata-katanya. Memang, terdapat penandaan sebelum judul setiap cerita pendek. Meskipun aku tidak berpikir tanda-tanda tersebut ‘seaneh’ yang dipikirkan Chitanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan yang ini juga,”&lt;br /&gt;
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah melihatnya, aku segera menepis ketertarikan Chitanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apanya yang sebegitu aneh dari catatan itu? Itu mungkin hanya catatan-catatan penanda yang dibuat oleh Hongou.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu…?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia terlihat tidak begitu percaya, ia memutuskan untuk mengesampingkannya dulu. Pada waktu ini, Satoshi terlihat seperti menggumamkan sesuatu, saat aku hendak bertanya padanya, pandangan kami bertemu dan menggerakkan badannya mengisyaratkan dia juga tidak tahu, dan mengalihkan perhatiannya ke peta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari kesampingkan dulu itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengetukkan jari-jarinya di meja, Haba berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Daripada itu, ayo kita mulai penarikan kesimpulannya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haah. Sepertinya dia sudah tidak sabar untuk memulai menarik kesimpulannya sendiri. Dan lagi, aku juga ingin ini cepat berakhir dan selesai. Jadi aku pegang tangan CHitanda untuk menghentikannya mengambil buku lain, dan hanya ketika itulah ia menyadari bahwa Haba menunggu, dan dengan berat hati meletakkannya kembali di atas tumpukan buku yang menggunung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya mohon maaf. Silahkan dimulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba mengangguk dan mengambil pulpen dari kantung bajunya. Mungkin barang yang dibutuhkan untuk melanjutkan pelajaran, jadi perhatikan, kawan-kawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah kalau begitu. Aku sendiri merasa misteri ini tidak begitu sulit. Bahkan, bisa digolongkan sebagai misteri yang mudah dipecahkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berhenti sebentar untuk melihat reaksi kami. Aku tidak bereaksi, ngomong-ngomong, dan aku juga tidak tahu reaksi seperti apa yang diberikan oleh yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pertama, pembunuhan ini bukanlah direncanakan, atau lebih tepatnya, hanya setengah direncanakan. Jadi bukan tipe kasus ‘seperti yang direncanakan’. Kasusnya hanya terjadi karena kondisinya memenuhi syarat untuk pembunuhnya menjalankan rencananya. Apakah kalian mengerti?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembukaan yang tidak buruk. Tidak, sejujurnya, bukan itu yang sebenarnya aku pikirkan. Begitu, karena dia menyebutkannya, entah apapun teknik yang digunakan dalam film, filmnya tidak akan dapat menggambarkan rencana yang mendetil tanpa membuat bingung. Untuk mengapanya,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…. Apa alasannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda baru saja menanyakan hal yang luar biasa. Haba terlihat agak kurang senang karena dia diselang segera setelah memulai, tapi segera menjawab dengan ekspresi yang ceria, “Alasannya, seandainya semuanya direncanakan, Kaitou akan diminta untuk pergi ke sisi kanan teater. Sebagai gantinya, apa yang kita lihat adalah dia mengambil kuncinya secara acak dan pergi ke sisi itu dengan sendirinya. Jadi aku yakin pembunuhnya hanya memanfaatkan kondisi ini. Yah, seharusnya sih tidak begitu jauh dari sebenarnya, karena banyak contoh-contoh seperti ini dalam misteri pembunuhan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun banyak contoh seorang menggunakan trik untuk membuat seseorang memilih kartu yang persis sama dengan yang dia ingin diambil, sepertinya bukan itu yang terjadi kali ini. Jadi sejauh ini Haba masuk akal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba lanjut menunjukkan pulpennya ke bagian Panggung Kanan di peta, ruangannya diberi tanda ‘mayat ditemukan’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang kalian semua ketahui, ini adalah pembunuhan di ruang tertutup. Jalan keluar yang tersedia dari ruangan adalah disini, disini, dan disini. Dua diantaranya ditutup dan tidak dapat digunakan, sementara yang lainnya terkunci ketika mayatnya ditemukan. Juga ada dua jendela, dengan satunya disegel sementara yang lainnya tertutup rerumputan tinggi diluar, yang tidak menunjukkan adanya orang yang melaluinya. Dengan kata lain, pembunuh Kaitou tidak keluar melalui cara yang normal,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sekarang sampai ke titik dimana Nakajou berhenti, yang padanya dia tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dibilang begitu, pembunuhnya sudah tidak ada ruangan setelah Kaitou terbunuh, situasi ruang tertutup seperti pada umumnya. Kalian mungkin belum memikirkan ini sebelumnya, sebuah situasi ruangan tertutup biasanya tercipta pada saat mayat ditemukan. Atau untuk lebih jelasnya, saat semua orang sudah memasuki ruangan dan mayatnya ditemukan. Sekarang, bagaimana ini tercipta? Cukup berpikir mengikuti penulis fiksi-fiksi detektif zaman dulu dan sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mari mulai dari cara yang paling sederhana. Pembunuhnya mungkin memilih unutk mengambil kunci master dan menggunakannya untuk memasuki tempat kejadian perkara, dan lalu mengembalikannya ke tempat semula. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi ini sangat tidak menarik. Akan terjadi keributan kalau ini yang sebenarnya terjadi. Amatir seperti Hongou pun tidak akan menggunakan cara ini. Jadi mari melihat fakta-fakta yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“kunci-kuncinya ditemukan di kantor teater. Untuk sampai ke kantor itu, kita harus melewati lobby. Dan siapapun yang melewati akan terlihat oleh Sugimura yang berada di ruang peralatan lantai 2, atau paling tidak menarik perhatiannya. Jadi apabila pembunuhnya ingin mengambil kunci master, dia akan berharap untuk tidak terlihat oleh Sugimura. Tidak masuk akal untuk pembunuhnya mengambil risiko semacam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, bagaimana kalau seandainya Sugimura yang mengambil kuncinya? Itu juga tidak mungkin, karena dia juga berisiko terlihat oleh Senoue, Katsuda, dan Yamanishi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm, dia lumayan bijak dengan kesimpulannya, ya? Kalau saja dia bisa melakukan yang sama dengan sikapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sekarang, fakta bahwa lobby tidak dapat dimasuki tanpa dilihat orang lumayan penting, karena berarti tidak hanya Panggung Kanan, tetapi seluruh koridor tidak bisa dimasuki si pembunuh dari lobby. Apakah kalian tahu apa makna dibalik ini?” Dia bertanya sambil mengangkat wajahnya dari peta. Seperti seorang guru menunggu muridnya untuk menjawab pertanyaannya, dia memandang kami satu per satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Oh! Ibara menyadari pandangan mereka bertemu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah hening sejenak, ia memberikan jawaban singkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pembunuhnya menggunakan suatu trik fisik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilasan kekecewaan terlihat di wajah Haba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun, dia kembali ke sikap semangatnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar sekali.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa sih masalah dia? Apakah dia tidak senang seseorang menebak pertanyaannya dengan benar? Dia terlihat agak kurang hati-hati dan blak-blakan soal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memang, jika pembunuhnya menggunakan suatu trik untuk mengunci pintunya dari luar ruangan. Tapi itu juga tidak masuk akal. Karena pembunuhnya tidak akan bias keluar dari koridor kanan, yang memiliki efek ‘ruangan tertutup bagian luar’ kedua. Dengan kata lain, tidak mungkin menciptakan ruangan tertutup dari luar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang mungkin berpendapat bahwa ruangan tertutup ini diciptakan oleh tidak lain tidak bukan, korban sendiri. Mungkin korbannya tidak langsung terbunuh, dan memutuskan untuk mengunci dirinya sendiri untuk melarikan diri dari pembunuhnya, dan akhirnya mati disitu. Tapi itu tidak mengubah fakta bahwa ‘ruangan tertutup luar’ ini masih ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, kemungkinan lain apalagi yang ada? Ini termasuk pembunuhnya tidak ada ketika si korban mati, atau pembunuhannya masih terjadi ketika korban ditemukan. Gampangnya, korbannya dibunuh dengan suatu mekanisme, atau dia dibunuh dengan cepat tanpa sepengetahuan siapapun. Apa kalian mengerti sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, aku mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski, ada juga orang-orang yang tidak mengerti, terutama Chitanda, yang hamper tidak pernah membaca fiksi detektif. Dia mengangkat tangannya dengan segan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, maaf, tapi bisakah Anda menjelaskan lebih jauh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba terlihat cukup senang dengan permintaan Chitanda, dan mengangguk sambil mulai menjelaskan dengan ceria, “Mekanisme pada dasarnya berarti, ruangannya dipasangi semacam perangkap, yang akhirnya membunuh Kaitou. Contohnya, bias saja sebuah bowgun atau jarum beracun. Segera terbunuh tanpa sepengetahuan orang lain berarti Kaitou masih hidup saat pintunya dibuka, dan pembunuhannya terjadi pada saat yang singkat itu ketika semua orang pergi untuk memastikan apakah Kaitou masih hidup atau tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengeluarkan lenguhan tidak enak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pokoknya, kedua kemungkinan ini ditolak juga mereka punya kekurangan yang sama, apa kau tahu apakah itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba menoleh pada Ibara seakan mendorong Ibara untuk menjawabnya. Ibara mengangkat alisnya menunjukkan ia tahu apa yang dimaksudkan Haba. Dia tidak perlu menjawab tapi tetap memutuskan untuk menjawabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, kondisi mayatnya, bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Benar sekali. Memang menarik bicara dengan orang yang mengerti.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia bertingkah tidak masuk akal, aku agaknya mengerti apa yang dia lakukan, dan aku tertawa dalam pikiranku. Haba berdehem dan berkata, “Kondisi mayatnya, dengan kata lain, teori bahwa Kaitou tangannya terpotong dan dibunuh oleh suatu mesin atau terbunuh segera setelah ruangannya dimasuki, ditolak. Pertama, mesin semacam itu untuk membunuhnya dan  dengan kekuatan semacam itu, akan langsung ditemukan. Kedua, karena tenaga yang kuat akan dibutuhkan untuk membunuhnya, tidak mungkin membunuhnya secara diam-diam dibawah batang hidung semua orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ini artinya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Adalah sulit untuk memasuki ruang tertutup yang diciptakan oleh Hongou dari depan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba menyelesaikan penjelasannya, duduk menekankan punggungnya kedalam kursi dan mengambil napas. Dia segera melanjutkan sikap sangat percaya dirinya dan menengok padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu, Oreki-kun, kan? Bagaimana pendapatmu tentang kesimpulan ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat itu, aku ingin sekali bilang padanya, hebat sekali, bisakah kita pergi sekarang? Tapi aku tahu Haba dengan sengaja menyimpan bagian terbaik dari kesimpulannya di akhir.dia mungkin memiliki jawaban terstandar yang dia siapkan terlebih dahulu apapun yang aku katakan. Tapi karena aku tetap diam, dia memperlihatkan senyuman terpaksa, seperti mengisyaratkanku dalam mencoba untuk membuat alurnya mengalir, Cepat dan katakan kau tidak tahu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang kukira, dia tertawa mengejek dan meninggikan suaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tidak bisa begini. Tapi bukan tidak mungkin, kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu berdiri perlahan dan berjalan ke salah satu tas ransel yang terlihat di film, lalu memasukkan tangannya ke dalam tas dan membawanya seperti itu ke arah kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seperti yang kalian ketahui, aku dari bagian peralatan. Aku bertanggung jawab untuk membeli peralatan yang dibutuhkan dalam pembuatan film. Kamilah yang membuat ‘darah’ Kaitou juga ‘tangannya yang terpotong’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benda yang dia tarik keluar dari dalam tas adalah tepat seperti yang aku kira.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hongou bisa lumayan ceroboh dalam persiapannya. Contohnya, meskipun dia bermaksud untuk menggunakan banyak darah dalam adegan itu, kru pengambilan gambar panik saat kami menemukan bahwa persediaan darah palsu kami tidak cukup. Tetap saja, dia meminta kita untuk secara khusus menyediakan tali. Dia memberitahu kami karena seseorang akan membutuhkannya untuk turun, jadi kami akan butuh tali yang kuat. Jadi aku bertanya apakah tali keamanan standar bisa digunakan, dan dia mengiyakannya. Apakah kalian menyadari apa yang dia ingin lakukan dengan ini?” katanya sambil kembali ke tempat duduknya, menaruh tali itu di atas meja. Dia mendorong dadanya ke depan dengan percaya diri sambil melanjutkan, “Biar aku beri kalian petunjuk. Terlepas dari penampilannya yang kecil, Kounosu sebenarnya adalah anggota klub panjat tebing.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menatap kami semua sekilas. Ibara mungkin mengerti. Satoshi mempertahankan senyumnya sambil melihat buku catatannya, tapi dia mungkin tidak mengerti. Chitanda hanya terlihat bingung, jadi dia jelas tidak mengerti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pokoknya, melihat kami tidak mengatakan apa-apa, Haba bicara dalam suara yang sekan dia memberitahukan sebuah rahasia yang luar biasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, jika pembunuhnya tidak dapat masuk dari lantai satu, maka dia hanya perlu masuk dari lantai 2. Itu adalah jalan akses yang tersisa. Lorong kanan di lantai dua diisi oleh Kounosu, dan bukan kebetulan dia ditempatkan disitu. Kalau aku harus menebak, ini mungkin karena dia berasal dari klub memanjat tebing.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Trik yang digunakan Hongou sebenarnya lumayan sederhana: pembunuhnya untuk turun melalui jendela di lantai dua menggunakan tali, membunuh Kaitou tanpa diketahui siapapun, dan kembali ke atas menggunakan tali yang sama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, jadi pembunuhnya masuk dari Panggung Kanan di lantai atas, ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya iya lah. Kalau pembunuhnya masuk dari rute lainnya, pintu yang terkunci tidak ada artinya... Sekarang aku yakin kalian semua sudah mengerti. Karena film-nya belum memiliki judul, kalau harus diberi, maka perlu dijuduli ‘Gangguan yang Tak Terlihat’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba memajukan dadanya seakan menyatakan. Nah, bagaimana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun apa yang dikatakannya dalah kebenaran yang tidak terelakkan, dia berkata, “Sekarang biar aku dengar apa pemikiran kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menanyai kami apa yang kami pikirkan soal itu, kah? Kami saling bertukar pandang dengan satu sama lain. Wajah Ibara terlihat seperti menyuruhku untuk memberinya pelajaran; aku memutuskan untuk mengabaikannya, aku tidak punya niat untuk membuang energi percuma hanya untuk membantahnya seperti yang kami lakukan pada Nakajou kemarin. Sementara Nakajou sangat bergairah, Haba sangat percaya diri. Aku menoleh ke arah sebaliknya dan bertemu pandang dengan Chitanda. Aku menyadari apa yang ingin dia katakan dan memberinya anggukan setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Balas mengangguk, dia menoleh dan berkata pada Haba, “Kami rasa itu adalah deduksi yang sangat bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Haba mungkin sudah berpikir bahwa responnya adalah hal yang sewajarnya, ia hanya mengatakannya untuk kesopanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, kau terlalu memujiku,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu menoleh pada Ibara dengan tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana denganmu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sial, dia mencoba untuk memprovokasinya. Tapi Ibara, meski merasa frustasi, memutuskan untuk mengangguk pada respon Chitanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba sepertinya telah selesai mengatakan apa yang ingin dia katakan. Merasakan waktunya sudah tiba, aku lanjut bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kesimpulan yang hebat, Haba-senpai. Kami bisa memberikan tinjauan yang baik untuk Irisu-senpai... semoga hari Anda menyenangkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haba mengangguk puas. Aku berdiri setelah selesai. Kami masing-masing memberikan salam dan bergerak meninggalkan ruang kelas 2-F.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum pergi, Chitanda melihat ke arah buku-buku Sherlock Holmes di kursi dan berkata, “Maaf, Haba-san, tapi apakah Anda keberatan kalau kami meminjam buku-buku ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun itu adalah permintaan yang aneh, karena Haba sedang senang, ia setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu buku-bukunya Hongou. Pastikan kalian mengembalikannya seperti semula,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan seenaknya meminjamkan barang milik orang lain. Kataku dalam pikiranku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara dan Satoshi juga meninggalkan ruangan. Ketika aku hendak menutup pintu, aku membalikkan kepalaku ke dalam ruangan untuk bertanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Haba-senpai,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm? Ada apa lagi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, bukan hal yang penting. Saya hanya kepikiran apakah Anda sudah melihat filmnya atau belum. Saya pikir efek tangan Kaitou-senpai yang terpotong itu dibuat lumayan bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu Haba menggelengkan kepalanya dan tersenyum pahit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sejujurnya, aku belum menonton filmnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban itu sudah cukup bagus untukku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya ampun, dia membuatku marah,” kata Ibara, begitu kami kembali ke ruang Geologi. Karena kami bisa merasakan amarah yang tersembunyi dalam kalimat yang singkat itu, aku tidak berniat untuk mengoloknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu-satunya orang yang bisa melakukan itu pastilah Satoshi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa? Kau sepertinya terkejut dengan sikap provokatif senpai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara menggelengkan kepalanya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kita bicara soal orang yprovokatif, aku selalu terprovokasi olehmu setiap kali,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambarannya cocok dari segi yang aneh. Meskipun Satoshi dikenal menjalani hidupnya tanpa banyak merasa takut, aku belum pernah mendengarnya dikatakan sebagai orang yang provokatif. Karena aku pasti berpikir ia akan merasa cara Haba membawa dirinya menyebalkan, paling tidak. Melihat kami tidak menangkap maksud perkataannya, ibara mendengus dan melanjutkan, “Apa yang tidak aku suka adalah caranya memperlakukanku seperti orang bodoh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mayaka orang bodoh, ya…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selain itu… tidak hanya aku saja, kita semua, bahkan Hongou-senpai dan murid kelas 2-F lainnya diperlakukan serupa. Hanya karena aku tidak puny alasan yang bagus untuk merah, bukan berarti aku tidak marah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daripada dibilang marah, ia jengkel karena karena ia tidak menemukan alasan yang bagus untuk marah, ya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagiku, Haba hanyalah menunjukkan kepercayaan dirinya, meski bagi Ibara itu tidak lain hanya lah menunjukan kesombongan, seperti yang ia katakan, Haba memandang remeh semua orang. Memang, ada garis tipis yang memisahkan kesombongan and kepercayaan diri. Bahkan mungkin keduanya itu adalah satu hal yang sama. Tapi untuk merasa marah karena itu, aku rasa Ibara lumayan cocok dengan penggambaran kartu ‘Justice’ and tersenyum pada diriku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia bahkan mengejek Sherlock Holmes! Apa kau tidak marah soal itu, Fuku-chan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terdengar sangat memaksa. Tapi Satoshi hanya menggerakkan pundaknya dan menerimanya dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kenapa!?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yaa, memang benar kalau Sherlock Holmes itu bacaan tingkat pemula untuk pembaca misteri. Waktu aku mendengar Hongou-senpai melakukan penelitian untuk fiksi misteri, hal pertama yang aku pikir akan dia lirik adalah Sherlock Holmes. Apa kau tidak memikirkan hal yang sama, Mayaka? Jadi, jangan marah, ok?” Katanya sambil menepuk pundak Ibara. Daripada sikap Haba yang arogan, ia sebenarnya lebih marah gara-gara sikap tidak hormatnya pada Sherlock Holmes... Yaah, melihat Ibara terlihat tenang setelah mengatakan apa yang ingin ia katakan, aku tidak perlu melibatkan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang ke masalah utama, aku bergerak dalam tempat dudukku dan berkata, “Jadi, gimana sekarang? Apa kita berikan usulan Haba ke Sang Permaisuri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk Chitanda, yang sedang melihat buku Sherlock Holmes yang ia buka, ketiganya menoleh padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang pertama adalah Satoshi, yang berkata dengan sedikit keraguan dalam pikirannya, “Ya kenapa tidak? Kalau boleh jujur, kesimpulannya hampir tidak menarik, tapi dia bilang Hongou-senpai secara khusus meminta menggunakan tali. Mengesampingkan detilnya, kurasa mungkin dia menebaknya dengan benar.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mengikuti, mengangguk setuju tanpa disangka-sangka, “Aku juga tidak melihat masalah apapun dengan usulannya... tidak ada kontradiksi dalam deduksinya, ataupun ketidaksesuaian dengan naskahnya. Aku tidak akan menolaknya hanya untuk ingin menolaknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘setuju’ memiliki dua suara sekarang. Bagaimana dengan suara ketiga?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kami melihat kearah Chitanda, entah kenapa dia terlihat tidak enak. Tidak bisa duduk tenang, ia melebarkan matanya dan membuka mulutnya, tapi tidak bisa berkata apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa, Chitanda?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Eh... saya, saya tidak bisa setuju, entah kenapa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara bertanya dengan cara yang ramah, yang tidak akan pernah bisa aku lakukan, “Chi-chan, kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda terlihat makin kesusahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Umm, sebenarnya, saya juga kurang yakin. Tapi, saya merasa itu bukanlah maksud sebenarnya dari Hongou-san... Ahh, saya tidak bisa menerima deduksi ini. Meskipun berbeda dengan perasaan kebingungan yang terasa dari deduksi Nakajou kemarin, saya pokoknya tidak bisa menerimanya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama kita tidak mendengarnya dari pengarangnya sendiri, kalau Chitanda tidak mengerti, maka kami juga tidak mungkin bisa mengerti. Sepertinya Chitanda menentang deduksinya. Tiba-tiba saja, Chitanda mengalihkan matanya ke arahku seperti tawon. Be-berhentilah melihatku dengan mata seperti itu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana denganmu, Oreki-san? Apakah kamu berpikir deduksi itu benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ugh. Aku tidak pernah berpikir aku akan menarik begitu banyak perhatian. Padahal aku bermaksud untuk mengatakan sesuatu yang santai. Aku bergeser dalam tempat dudukku dan mengayunkan kakiku, dan menggelengkan kepala sedramatis mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, kurasa tidak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara langsung menebakkan respon padaku, “Kenapa, Oreki?!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…Double standar yang lumayan darimu. Merasa kasihan, aku menjawab, “Karena usulan Haba tidak bisa dikerjakan. Seandainya suatu pembunuhan benar-benar terjadi di teater itu, persiapan semacam itu mungkin bisa bekerja. Tapi mustahil untuk film itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mendorongku dengan senyuman biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, itu berlainan dengan apa yang sudah kita lihat didalam film. Kesampingkan dulu soal peta dan coba ingat film yang kita tonton kemarin lusa. Apa yang kita lihat diluar jendela Panggung Kanan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku lumayan terheran bahwa bahkan aku pun bisa mengingatnya, mempertimbangkan aku tidak begitu memerhatikan ketika menonton filmnya. Setelah memberi tahu mereka untuk mengabaikan petanya, tidak sulit juga bagi mereka untuk mengingat fimnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi memimpin dengan mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, iya. Jendela itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar sekali. Bangunannya tidak pernah diperbaiki selama bertahun-tahun, bahkan Katsuda-senpai yang terlihat kekar kesulitan membuka jendela itu. Aku yakin kalian semua ingat suara berderit yang keluar ketika dia berusaha untuk mendorongnya terbuka, menunjukkan bahwa lumayan susah untuk membukanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau seandainya mereka mengambil gambar adegan memperlihatkan pembunuhnya masuk melalui jendela, maka mereka harus mengatur agar Kounosu-senpai turun dari lantai atas menggunakan tali, dan supaya tidak mengenai rerumputan, dia harus membuka jendela itu sambil mempertahankan posisinya bergelantungan. Itu lumayan sulit untuk dilakukan, karena membuka jendela seperti itu butuh waktu, belum lagi suara yang dikeluarkan. Dan kalau tidak dibuka dengan benar, bahkan kacanya mungkin akan pecah. Selain itu, bagaimana menurutmu Kaitou-senpai akan bertindak? Apakah dia akan berdiri diam saja disitu dan menonton? Tentu saja tidak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau Hongou tidak mengunjungi lokasinya sendiri ketika menulis naskahnya, maka cara ini mungkin tidak masalah untuk digunakan, memikirkan dia mungkin tidak tahu soal keadaan jendelanya. Usulan Haba didasarkan hanya pada petanya tanpa menonton filmnya sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, jadi itulah kenapa kamu menanyakan Haba-san apakah dia sudah melihat filmnya!” Chitanda meninggikan suaranya saat dia bicara dengan kencang. Dia mendengar pembicaraanku dengan Haba? Aku selalu saja terkagum dengan inderanya yang luar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar. Kalau dia sudah melihat filmnya, maka dia akan tahu bahwa tidak mungkin memasuki ruangannya dari lantai atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Faktanya adalah Hongou sudah ke lokasinya sendiri dan membuat naskahnya berdasarkan pengamatannya. Nakajou bilang begitu. Kalau Hongou benar-benar berniat menggunakan jendelanya seperti yang digambarkan Haba, dan kita asumsikan Irisu benar soal Hongou yang sangat peduli detil, maka dia akan meminta bagian pembuatan film untuk menyiapkan pelumas untuk digunakan di jendela untuk adegan penemuan korban. Aku tidak percaya dia akan mengabaikan begitu saja cacat semacam itu pada gedungnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pendeknya, aku tidak bisa setuju dengan deduksi Haba. Bagaimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bahkan tidak perlu bertanya. Aku bisa menebak Satoshi berpikir penjelasanku benar, sementara Ibara menunjukkan ekspresi ia tidak begitu ingin setuju.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu,” sebuah suara dari belakangku berkata, “Ini berarti hari ini pun kalian belum mencapai kesepakatan, benar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku berbalik, aku menemukan Eba berdiri disana tanpa menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia pasti sangat menantikan memecahkan misteri ini. Meskipun dia tidak menunjukkannya saat mengatakan, “Kalau begitu aku menantikan untuk membawa kalian menemui orang ketiga besok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh… ya, terima kasih. Kami mengharapkan bantuan Anda.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda membungkuk tepat setelah selesai. Eba menggelengkan kepalanya, dan menambahkan hal lain seakan itu tidak penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi besok adalah hari terakhir. Kalau masalahnya masih belum terselesaikan sampai malam lusa nanti, maka naskahnya tidak akan bisa dibuat tepat waktu untuk pembuatan filmnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini hari Rabu. Begitu, kami ada dalam jadwal yang ketat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat kami merasakan kegelisahan, Eba megendurkan ekspresinya dan membungkukkan kepalanya dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Akulah yang menantikan bantuan kalian.”&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:HikkikomoriNOaria&amp;diff=299877</id>
		<title>User:HikkikomoriNOaria</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User:HikkikomoriNOaria&amp;diff=299877"/>
		<updated>2013-11-08T03:16:05Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Konnichiwaaa~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guten Tag~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat Siang~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Good day! Minna-san~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
eto desune... Ee... what should i write here? Hm... to be brief, i can help with translation work mainly from English to Indonesia. But i do understand a little bit of Japanese, so i can also do Japanese to English or Indonesia. I will help to my utmost ability to spread the love of LN to the whole world! nanchatte~ i&#039;m also pretty much new to LN so it&#039;s not like i&#039;ve read alot, but~, still, chikara ni nareru nara~ don don koi! XD&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, please ignore the Deutsch, that&#039;s just something i learned from school long ago.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
find me on my facebook or you can just message me, look for &#039;finally anggi&#039;, you&#039;ll find me~&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ja, Yatsuhara ni mata ao~! \(&amp;gt;ω&amp;lt;)/&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_0&amp;diff=297711</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 0</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_0&amp;diff=297711"/>
		<updated>2013-10-28T03:00:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* 0 - Sebelum Judul */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== 0 - Sebelum Judul ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;tt&amp;gt;&lt;br /&gt;
======Log No. 100205======&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Kau yakin kau tidak keberatan?&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mayuko:&#039;&#039;&#039; Maaf&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Semuanya akan menyalahkanmu, sungguh kau tidak keberatan dengan hal itu?&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mayuko:&#039;&#039;&#039; Aku akan minta maaf pada mereka&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mayuko:&#039;&#039;&#039; Aku tidak punya pilihan lain&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Minta maaf bukanlah masalahnya di sini&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Kau tetap akan disalahkan&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Mereka akan berkata masalahnya masih belum terpecahkan&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mayuko:&#039;&#039;&#039; Aku tahu&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mayuko:&#039;&#039;&#039; Tapi aku sudah kehabisan ide&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mayuko:&#039;&#039;&#039; Aku&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mayuko:&#039;&#039;&#039; Aku minta maaf&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Baiklah, aku mengerti&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Memang benar kalau tidak ada bahan yang sesuai dari awal&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Jadi kerja bagus bisa bertahan sampai sekarang&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mayuko:&#039;&#039;&#039; Maaf&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Tidak perlu minta maaf&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Aku akan bereskan sisanya&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mayuko:&#039;&#039;&#039; Kau melakukannya?&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Aku akan mulai dari nol kalau itu aku&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Aku tidak dapat melakukannya, tapi aku akan memikirkan sesuatu&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Mayuko:&#039;&#039;&#039; ?&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Tapi hasilnya mungkin tidak akan sebaik&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; yang kau harapkan&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
======Log No. 100209======&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;A.ta.shi♪:&#039;&#039;&#039; Maaf~&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Jangan&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Kita tak punya pilihan karena sudah terlanjur seperti ini&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;A.ta.shi♪:&#039;&#039;&#039; Karena seorang adik kelas yang manis meminta pertolongan padaku, aku harus melakukan sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;A.ta.shi♪:&#039;&#039;&#039; Bagaimanapun kamu sudah repot-repot...&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;A.ta.shi♪:&#039;&#039;&#039; Tapi karena aku begitu jauh, mungkin aku takkan berhasil tepat waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; umm&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Jadi adakah orang lain yang dapat kamu sarankan?&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Seseorang yang bisa melakukannya&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;A.ta.shi♪:&#039;&#039;&#039; Sarankan huh?&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;A.ta.shi♪:&#039;&#039;&#039; Hmm&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;A.ta.shi♪:&#039;&#039;&#039; ...&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Sempai?&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;A.ta.shi♪:&#039;&#039;&#039; ZZZ...&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Sempai&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;A.ta.shi♪:&#039;&#039;&#039; Bercanda&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;A.ta.shi♪:&#039;&#039;&#039; Aku tak akan bilang dia bisa melakukannya, tapi kau bisa membuatnya melakukan pekerjaan untukmu&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;A.ta.shi♪:&#039;&#039;&#039; kau bahkan bisa membuatnya menari&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
======Log No. 110214======&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; bagaimana dengan itu?&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;L:&#039;&#039;&#039; Ya, aku pasti akan datang&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;L:&#039;&#039;&#039; Tak diragukan lagi&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Senang mendengarnya&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Aku akan memberitahumu waktu dan tempatnya nanti.&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;L:&#039;&#039;&#039; Berharab untuk itu&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;L:&#039;&#039;&#039; Berbarap&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;L:&#039;&#039;&#039; Berharap&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Mungkin kau tak tahu hal ini&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; tapi jika kau hanya mengetik beberapa huruf pertama dan menunggu sebentar&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; akan ada saran kata yang tepat untukmu&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;L:&#039;&#039;&#039; Benurkah?&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;L:&#039;&#039;&#039; Benarkah?&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;L:&#039;&#039;&#039; Ah, begitu&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; bagaimanapun, aku mengandalkanmu&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; ngomong-ngomong&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;L:&#039;&#039;&#039; ya&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; kau bisa mengajak teman-temanmu. Mereka bertiga bisa&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;L:&#039;&#039;&#039; Apa itu tak masalah buatmu?&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Mereka anggota klub sastra klasik, kan?&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Anonymous:&#039;&#039;&#039; Aku akan senang jika kau dapat membawa anggota-anggota klubmu bersama&amp;lt;br /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/tt&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_9&amp;diff=297710</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 9</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_9&amp;diff=297710"/>
		<updated>2013-10-28T02:57:56Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* 9 - Surat ke Sarajevo */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==9 - Surat ke Sarajevo==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teruntuk Kakak,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menulis surat untukmu karena ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu. Aku hanya perlu percaya hotel yang kau bilang sebagai tempatmu menginap memberikan ini padamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seberapa banyak yang kau tahu tentang Klub Sastra Klasik?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa kau menyuruhku bergabung dengan Klub Sastra Klasik?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau mungkin sangat tahu bagaimana gaya hidupku. Tapi, sejak aku masuk SMA, aku dikelilingi oleh Satoshi dan orang lain yang belum kau kenal. Karena aku melihat orang-orang dengan gaya hidup yang benar-benar berbeda denganku, entah kenapa aku jadi merasa tidak nyaman. Perasaan itu adalah perasaan yang tak akan kau rasakan kecuali kau bergabung dengan Klub Sastra Klasik. Kalau aku tidak bergabung, mungkin aku tidak akan terpikir untuk mempertanyakan motoku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa mungkin selama ini kau sudah memperkirakan aku akan terguncang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ada &amp;quot;Hyouka&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bergabung dengan Klub Sastra Klasik sesuai dengan suratmu dari Benares, dan mencari lemari besinya di ruang Biologi sesuai dengan suratmu dari Istanbul. Tapi tidak hanya berakhir di sana. Setelah membuka lemari besinya, aku diikut-sertakan dalam urusan mencoba menemukan kebenaran tentang Sekitani Jun dari 33 tahun lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkatnya, para murid pada 33 tahun lalu hidup dalam gaya aktif yang dilimpahi energi. Sesuatu yang disebut hidup sewarna mawar mungkin lahir dari gaya ini dan gaya &amp;quot;Hyouka&amp;quot;. Sejak mengetahui kebenaran dari kejadian itu, aku tak lagi merasa se-tak nyaman sebelumnya. Meski aku tak bisa mengatakan kalau gayaku sendiri bagus, tapi paling tidak, sekarang aku tahu gayaku lumayan juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kak, aku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, tidak mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini pasti lelucon yang buruk, seolah-olah kau mencoba untuk memanipulasi pikiranku. Tapi itu mustahil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, tak usah terlalu memikirkannya. Aku sudah menulis semua yang kubisa tentang keadaanku sekarang. Kalau lebih banyak lagi dari ini maka hanya akan menggangguku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat berjalan-jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Houtarou&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
N.B. Terima kasih untuk sarannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 8|8 - Kegiatan Sehari-hari Klub yang Akan Datang]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjutkan ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_5&amp;diff=297709</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 5</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_5&amp;diff=297709"/>
		<updated>2013-10-28T02:55:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* 5 - Segel Rahasia Silsilah Klub Klasik */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== 5 - Segel Rahasia Silsilah Klub Sastra Klasik ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski SMA Kamiyama menyediakan kurikulum untuk ujian masuk universitas, tapi SMA ini tidak melakukan banyak hal khusus untuk meningkatkan peringkat masuk universitasnya. SMA ini hanya mengadakan ujian susulan untuk mahasiswa yang akan datang sekali atau dua kali dalam setahun, dan mereka tidak mengadakan pelajaran tambahan selama liburan. Setelah dipikir-pikir, sekolah ini agak santai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski begitu, SMA kamiyama masih mengadakan ulangan umum. Kalau seorang pelajar SMA memiliki hidup sewarna mawar, maka ruang ujian akan menjadi musuh alaminya. Dan kegiatan Klub Sastra Klasik pun dihentikan karena kegiatan klub dilarang selama UAS Semester Satu. Meski kami juga tidak punya banyak hal untuk dilakukan dalam klub, kami tetap harus menyerahkan kunci ruang klub pada sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini adalah hari terakhir ujian. Aku berbaring di atas tempat tidur di kamarku dan menatap langit-langit. Dan seperti biasa, tak ada hal khusus yang berbeda dari langit-langit berwarna putih itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal hasil ujian, anggota Klub Sastra Klasik menghasilkan beberapa pengungkapan yang menarik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, Fukube Satoshi. Meski ia ahli dalam berbagai hal mengenai pengetahuan yang tidak penting, ia tidak terlalu tertarik dengan pelajaran umum. Karena ujiannya baru berakhir hari ini, aku tak benar-benar bisa menjelaskan bagaimana ia melakukannya, tapi aku tahu kalau ia payah di Ujian Tengah Semester. Paling tidak, dulu Satoshi pernah menjelaskan padaku, &amp;quot;Itu karena aku sibuk mempelajari kenapa orang Jepang zaman sekarang tak lagi menulis kanji dalam gaya kursif&amp;lt;ref&amp;gt;[http://en.wikipedia.org/wiki/Cursive_script_(East_Asia) Wikipedia]&amp;lt;/ref&amp;gt;.&amp;quot; Kalau Satoshi berpikir sesuatu itu penting, maka itu pasti cukup penting baginya. Bukannya tidak menghargainya, tapi dalam jangka waktu yang lama, kurasa mungkin itu kedengaran bodoh. Meski aku tak merasa Satoshi akan peduli sedikit pun. Kalau aku menyebutnya sebuah jiwa yang bebas karena itu, ia mungkin akan menganggapnya sebagai pujian. Sederhananya, ia itu cuma orang bodoh biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski biasanya ia bersama dengan Klub Peneliti Manga, agar bisa mengejar Satoshi, Ibara Mayaka juga telah bergabung dengan Klub Sastra Klasik. Ia mungkin tipe orang yang suka bekerja keras. Karena biasanya ia pasti akan mengecek kesalahan apa pun yang ia buat, jadi nilainya berada di atas rata-rata kelas. Meski begitu, kelihatannya menghabiskan begitu banyak waktu untuk belajar tak membuat peringkatnya naik sama sekali. Sederhananya, Ibara itu sedikit gila - kau bisa bilang dia itu perfeksionis. Meski lidahnya tajam, kelemahannya mungkin adalah ia terlalu terobsesi dengan kesempurnaan, dan akhirnya akan berusaha untuk menemukan jawaban sempurna untuk soal ujiannya. Kurasa ia menggunakan standar yang sama untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ada Chitanda Eru, yang menonjol dari yang lainnya dengan nilainya yang tinggi. Sekali lihat pada papan peringkat nilai akan mengungkapkan kalau ia peringkat 6 dari satu angkatan. Meski ia kelihatan tak puas dengan itu, atau bahkan dengan kurikulum SMA dalam konteks ini. Ia pernah bilang padaku kalau ia tak puas hanya dengan mempelajari bagiannya, ia ingin mempelajari seluruh sistemnya. Aku benar-benar tidak mengerti apa maksudnya. Meski kata-katanya tidak jelas, aku tahu kenapa putri ini begitu bertekad untuk memecahkan rasa penasarannya. Contohnya, kasus yang melibatkan pamannya - ia mungkin ingin mengetahui seluruh sistem yang berkaitan dengan informasi mengenai apa yang dikatakan pamannya padanya dulu. Ia tipe orang yang ingin tahu penyebab sesuatu tentunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau untukku, nilaiku biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari 350 orang, aku peringkat 175. Seakan-akan ini adalah semacam lelucon, peringkatku tepat di tengah-tengah. Aku tidak memikirkan tentang keingintahuan Chitanda membuatnya mendapat nilai bagus atau keanehan Satoshi membuatnya mendapat nilai jelek, aku juga tidak terlalu memikirkan Ibara yang tak senang dengan kesalahan-kesalahan yang ia buat. Sedangkan aku tak sesantai itu sampai-sampai tidak belajar untuk ujian. Cara belajarku tidak begitu bersemangat. Kadang-kadang aku perlu meminta orang lain untuk memberi tahuku seberapa banyak aku sudah berubah, tapi bagiku, itu hanya berarti mereka tak terlalu mengamati. Aku berada dalam posisi di bawah yang tertinggi dan di atas yang terendah. Aku tak punya keinginan untuk lebih tinggi atau lebih rendah dari ini. Begitu, jadi ini sebabnya Satoshi bilang ia tak bisa memikirkan warna lain yang lebih cocok untuk kehidupan SMA-ku selain warna abu-abu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, warna tidak hanya terbatas untuk nilai akademis. Ada juga kegiatan klub, olahraga, hobi, percintaan... hal-hal yang merupakan kemanusiaan kita. Ada pepatah yang mengatakan seseorang tak bisa melihat hutan sebagai pepohonan, walau bagaimana pun juga, dan satu hasil tak bisa digunakan untuk menyamaratakan seluruh gambar. Meski kamus Bahasa Jepang menjelaskan kehidupan SMA sebagai hidup sewarna mawar, mawar-mawar ini masih harus ditanam di tempat yang tepat untuk bisa mekar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katakanlah, aku bukan tipe tanah yang tepat untuk ditumbuhi mawar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selagi aku berbaring di kasur dan memikirkan semua hal ini, aku mendengar suara yang berasal dari lantai bawah. Kedengarannya sebuah surat sudah datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memastikan kalau itu memang surat, aku tertegun. Amplopnya dihiasi garis merah, biru, dan putih, yang pastinya adalah surat internasional. Setelah mengecek nama penerimanya benar, aku menyimpulkan bahwa satu-satunya orang yang bisa mengirim surat internasional ke kediaman Oreki hanyalah Oreki Tomoe. Sekarang, dari mana surat ini dikirim... Istanbul?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuka suratnya langsung di sana dan menemukan ada banyak surat di dalamnya. Salah satu suratnya ditujukan untukku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teruntuk Houtarou,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang aku berada di Istanbul. Karena suatu kesalahpahaman sekarang aku tengah bersembunyi di Kedutaan Jepang, jadi aku belum banyak melihat-lihat kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku yakin ini adalah kota yang menakjubkan. Kalau aku bisa mengambil mesin waktu dan mengunjungi tempat ini di masa lalu, aku rasa aku akan ingin melihat gerbang kotanya sendiri, mungkin aku akan mengubah sejarah sebagai akibatnya. Aku bukan sejarawan, jadi aku tidak ahli dalam memperkirakan kemungkinan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah perjalanan yang menarik. Aku yakin aku akan mengingat ini kembali sepuluh tahun dari sekarang dan mengenang setiap harinya aku di sini tanpa penyesalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, bagaimana Klub Sastra Klasik-nya? Apa anggotanya sudah bertambah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan berkecil hati meski pun anggotanya hanya kau saja! Kesulitan membuat seorang laki-laki tumbuh menjadi lebih kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau ada orang lain, maka baguslah. Itu akan membantu meningkatkan interaksi satu sama lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngomong-ngomong, aku menulis ini karena ada sesuatu yang kupikirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa kalian sudah mulai bekerja untuk menerbitkan antologi? Klub Sastra Klasik selalu menerbitkan satu setiap tahunnya, jadi aku bertanya-tanya apa kalian meneruskan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau ya, kurasa kalian mungkin tak tahu apa yang harus ditulis. Bagaimana pun juga, antologi terdahulu tidak disimpan di perpustakaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalian bisa menemukan edisi terdahulu dalam lemari besi kimia tua dalam ruang klub. Kuncinya sudah rusak, jadi kau bisa langsung membuka kotaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan menghubungimu saat aku sudah sampai di Pristina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam sayang,&lt;br /&gt;
Tomoe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersembunyi di Kedutaan Jepang? Sebenarnya apa yang sudah kaulakukan kali ini, Kak? Lagi pula, bukannya aku khawatir. Detailnya mungkin ditulis dalam surat untuk ayahku. Sekarang, dimana aku pernah mendengar Pristina? Aku tak bisa mengingatnya dengan jelas. Karena itu tujuan kakakku, maka tak diragukan lagi dulunya di sana adalah tempat peperangan kuno atau semacamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana pun juga, tak ada yang bisa kulakukan kecuali menghela napas. Apa kakakku punya semacam jaringan intel yang mengumpulkan informasi tentang kegiatanku? Dan aku juga tidak tahu Klub Sastra Klasik menyimpan edisi sebelumnya dengan begitu sembunyi-sembunyi untuk generasi selanjutnya. memang, kami tengah mencari edisi sebelumnya tapi tak bisa menemukannya dimana-mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru beberapa hari sejak Chitanda menugaskanku dengan urusan pribadinya, meski ia juga punya tugas lain untuk kami sebagai Presiden Klub Sastra Klasik - penerbitan essai antologi. Chitanda terlihat kesulitan ketika ia tahu kalau arsip perpustakaan tidak menyimpan edisi sebelumnya dari antologi tersebut, tapi kalau kakakku benar, maka surat ini akan jadi bantuan yang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika tujuannya adalah hasilnya itu sendiri, maka mencapai yang disebut hasil akan memenuhi tujuan itu sendiri. Meski aku merasakan maksud lain yang ditambahkan dalam definisi yang merepotkan ini, akan terasa kejam kalau aku menahan informasi ini. Seperti biasa, Oreki Tomoe sedang mengacaukan hidupku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana pun, aku memasukkan surat itu ke dalam saku celana seragamku yang kugantung di kloset.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari berikutnya setelah kelas berakhir, aku langsung menuju ruang klub. Cuacanya agak baik untuk hari santai setelah berakhirnya ujian, yang satu itu akan berada dalam suasana hati untuk bergabung dengan klub mana pun. Suara klub olahraga yang sedang berlatih dapat didengar dari lapangan sekolah. Sedangkan musik dimainkan oleh Band Alat Musik Tiup, Klub Musik Ringan, Klub Musik Tradisional Jepang, dan lain-lain. Sementara klub olahraga adalah yang paling terlihat di lapangan, Festival Kanya dikenal baik dengan ramainya aktivitas yang diorganisir oleh klub yang berhubungan dengan seni. Pada waktu-waktu seperti ini, Blok Kejuruan yang menjadi tempat klub seni ini akan dipenuhi orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan di sudut paling atas Blok Kejuruan terletak Ruang Geologi, di mana Chitanda dan Ibara berada. Meski mereka baru bertemu selama kasus buku perpustakaan yang aneh, kelihatannya mereka sudah akrab satu sama lain. Hari ini mereka duduk saling berhadapan, seolah-olah mereka sedang terlibat percakapan. Saat musim panas tiba, seragam musim panas yang mereka kenakan terlihat sejuk. Lengan Ibara yang berwarna kecokelatan dari lengan kemejanya yang pendek kontras dengan lengan putih pucat Chitanda. Sekarang sudah musim di mana matahari bersinar lebih sering, tapi putri kami ini kelihatannya tak punya banyak melanin. Aku mengangkat kepalaku untuk mendengar apa yang gadis-gadis itu bicarakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dengan kata lain, artikelnya harus sesuai dengan topik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa maksudmu kita dapat bergantung pada yang lain untuk antologi kita?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan khawatir, aku rasa aku bisa dapat beberapa koneksi dalam Klub Peneliti Manga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu bisa melakukannya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, membicarakan antologi, ya? Kalau begitu, semoga beruntung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba, tubuh Chitanda menjadi kaku saat ia menutup wajahnya dengan tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Hachu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bersin. Dan ia melakukannya dalam gaya kolot yang pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hachu! Hachu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa? Kau masuk angin? Atau alergi rumput kering?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ah, aku merasa lebih baik sekarang. Ini agak memalukan, tapi sepertinya aku terkena flu musim panas...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm, flu musim panas itu berat. Kalau dipikir-pikir, suaranya terdengar berbeda dari biasanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, aku memutuskan untuk memanggil mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hei, Chitanda, Ibara.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, Oreki-&#039;&#039;san&#039;&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ibara, apa Klub Peneliti Manga mengizinkanmu berada di sini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, semua sudah selesai. Apa, kau ada masalah karena aku ada di sini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa harus?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memutuskan untuk memotong basa-basinya dan bicara langsung ke inti saat aku mengeluarkan surat kakakku dari saku celanaku,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakakku dulunya anggota Klub Sastra Klasik, jadi dia menulis surat untukku yang menunjukkan di mana antologi edisi sebelumnya pada kita.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda terlihat kebingungan. Kelihatannya ia masih belum mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu di mana kita bisa menemukan antologi edisi sebelumnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menggigit bibirnya berkali-kali sementara ia berusaha menemukan kata yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia begitu kehilangan kata-kata sampai-sampai matanya melebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa itu benar?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja benar. Memangnya apa yang akan kudapat kalau aku membohongimu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan menegaskan apa yang kukatan, bibir tipis Chitanda membentuk sebuah senyuman. Meski putri bergaya baik dari keluarga Chitanda itu tak benar-benar menyeringai dari satu telinga ke telinga yang lain, tapi ia sudah jelas senang. Bahkan meski pun aku mendapatkan sesuatu yang sangat kuinginkan, aku tak akan bisa membuat wajah semacam itu. Dibandingkan dengan yang ini, Chitanda yang kulihat di Kafe Pineapple Sandwich dengan ekspresinya yang mendalam terasa benar-benar seperti orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Begitu, antologi, ya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku bisa mendengar bisikannya yang lirih,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Tee hee, edisi sebelumnya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda Eru yang ini bisa jadi orang yang agak berbahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski demikian, Ibara menaikkan sebelah alisnya dan bertanya, &amp;quot;Apa kau yakin tentang itu? Kenapa seseorang menulis surat hanya untuk mengatakan itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan yang bagus. Tak ada orang waras yang akan terpikir untuk mencari informasi tentang letak benda yang berkaitan dengan Festival Budaya dalam surat dari Istanbul. Tapi ini memang surat dari kakakku, dan tak akan ada orang yang bisa menebak hal apa yang penting menurut Oreki Tomoe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, faktanya aku punya suratnya, jadi kau bisa buktikan apa itu benar atau salah. Mau membacanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membuka lipatan kertas dan meletakkannya di atas meja agar Chitanda dan Ibara bisa melihatnya. Selagi mereka mengikuti setiap kata yang ada dalam suratnya, mereka perlahan-lahan terdiam. Yang pertama memecah keheningan adalah Chitanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Apa kakakmu suka mengunjungi Turki?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia suka berkeliling dunia.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kakakmu menakjubkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski ketertarikannya ditarik ke dalam bagian yang aneh dalam surat, itu bukan bagian yang aku ingin dilihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&#039;Aku akan mengingat ini kembali sepuluh tahun dari sekarang dan mengenang setiap harinya aku di sini tanpa penyesalan.&#039; Ahh, benar-benar kalimat yang melankolis.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah, aku setuju, tapi itu juga bukan bagian yang aku ingin dilihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mereka melanjutkan membaca, mereka berdua membuka mulut mereka di saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Kotak besi kimia?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kotak besi kimia, ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara melihat sekeliling Ruang Geologi, kemudian ia meletakkan tangannya di pinggang, dan membusungkan dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm, aku tak melihat sesuatu seperti itu di sini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sepertinya begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah, tak sulit untuk mengetahui itu. Meski, tiba-tiba saja wajah Chitanda berubah pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?! Ka, kalau begitu di, di mana... antologinya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Chi-&#039;&#039;chan&#039;&#039;! Tenang, tenang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk siapa yang Ibara panggil Chi-&#039;&#039;chan&#039;&#039;, aku tak terpikirkan orang lain selain Chitanda. &amp;quot;Chi-&#039;&#039;chan&#039;&#039;&amp;quot;, Ibara pasti sudah memberinya nama panggilan yang imut. Jadi mulut tajamnya tak digunakan untuk Chitanda, ya? Lagi pula sulit untuk bermusuhan dengan orang seperti Chitanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melambaikan surat kakakku pada Chitanda yang sekarang sudah tenang dan berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Chitanda, surat ini bilang &#039;kotak besi kimia tua di ruang klub&#039;. Sudah dua tahun sejak kakakku lulus dari sini. Selama itu, ruang klubnya mungkin sudah diganti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah... begitukah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, Oreki, kau tahu di mana ruang klub yang dulu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghindari kesalahan, aku sudah memastikan untuk mengunjungi ruang guru sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku sudah bertanya pada guru pembimbing, dan dia bilang ruang klub yang dulu adalah Ruang Biologi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau benar-benar sudah mempersiapkan ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, itu efisien.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau benar-benar antusias.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu tidak sepenuhnya benar, biasanya aku tidak seantusias itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ruang Biologi... itu cuma satu lantai di bawah sini. Karena kita sudah tahu, apa sebaiknya kita pergi ke sana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu, Chitanda langsung meninggalkan ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau ada orang yang antusias, maka dia-lah orangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruang Biologi, seperti yang dibilang Chitanda, berada tepat di bawah Ruang Geologi. Kalau Ruang Geologi, yang berada di sudut Blok Kejuruan, adalah tempat paling terpencil di SMA Kamiyama, maka Ruang Biologi, yang berada di lantai tiga, bisa dibilang tempat yang terpecil juga. Meski kukatakan Blok Kejuruan penuh dengan orang-orang, tetap saja ada pengecualian. Seperti Ruang Geologi, yang hampir tak dikelilingi klub lain, sangatlah sepi. Kelihatannya Ruang Biologi sama saja. Sementara koridornya ramai oleh orang-orang, jalan menuju Ruang Biologi penuh dengan kelas kosong, dan tak ada orang yang menuju ke sana selain kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama perjalanan, Chitanda bersin berkali-kali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa flumu seburuk itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak perlu terlalu mengkhawatirkanku. Aku mungkin tidak bisa berhenti bersin, tapi hidungku cuma sensitif... Hachu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak tahu. Kalau aku jadi dia, aku akan merasa terganggu karena bersin sebanyak itu. Seperti yang diharapkan dari putri kami, yang bisa jadi sangat rendah hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berjalan lebih cepat dari pada kami, Ibara menolehkan kepalanya dan berkata pada kami,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oreki, kau bawa kuncinya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, kelihatannya sudah ada orang yang meminjamnya duluan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hachu! ... Kuncinya sudah dipinjam duluan? Apa itu artinya sekarang ini Ruang Biologi sedang digunakan oleh suatu klub?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selama bukan orang bodoh yang meminjamnya, itu mungkin saja terjadi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oreki-&#039;&#039;san&#039;&#039;... tidak baik menyebut orang lain bodoh.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku diomeli. Kalau dia marah hanya karena itu, maka bahkan Satoshi dan Ibara tak akan bisa menyangkal, jadi aku tersenyum pahit dan melihat sekeliling, dan sesuatu di dinding koridor memasuki penglihatanku. Aku bertanya-tanya apa itu. Kelihatannya Chitanda dan Ibara tidak menyadarinya... Itu adalah kotak kecil, dan dicat dengan warna putih yang sama dengan dinding koridor, itu agak mencolok. Melihat ke arah lain dari koridor, aku melihat kotak lain yang serupa. Apa seseorang meninggalkan kotak ini? Karena kelihatannya tak berharga, jadi aku tak lagi memerhatikannya. Membungkuk untuk mengambil sesuatu yang bernilai kurang dari seratus yen tidak layak untuk diusahakan, karena energi itu kurang lebih setara dengan satu yen. Jadi adalah hal dasar bagi seorang penghemat energi sepertiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang kami berdiri di depan Ruang Biologi. Sementara aku mempertibangkan untuk mengetuk atau tidak, Chitanda sudah menggapai kenop pintunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintunya tidak terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terkunci.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sepertinya begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua gadis itu berbalik untuk melihatku, Chitanda terlihat gelisah sedangkan Ibara menatapku dengan tatapan dingin. Adalah hal yang menyusahkan bagiku ketika mereka melihatku dengan tatapan semacam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, aku benar-benar tidak membawa kuncinya. Jadi aku tak tahu kenapa pintunya terkunci.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi, Ibara mencoba membuka pintunya, tapi hanya bisa suara derik pintu yang terdengar. Agak tepat, Chitanda mengatakan apa yang yang hampir kukatakan, &amp;quot;...Lagi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, itu lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Chi-&#039;&#039;chan&#039;&#039;, apa maksudmu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Umm, itu terjadi di bulan April...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tak merasa Chitanda tahu ini, tapi kelihatannya pintu-pintu kelas di SMA Kami itu pembawa sial. Setelah Chitanda menceritakan kembali kejadian di bulan April, aku mulai berpikir bagaimana caranya melewati situasi ini tanpa kunci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Dan begitulah kejadiannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm, jadi Oreki bisa melakukan semua itu, ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku membalikkan tumit sepatuku dan berseru dengan bercanda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;APA ADA ORANG DI DALAM?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, aku menduga tak akan ada jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, ada jawaban dari dalam. Suara tumpul dari pintu yang terbuka pun terdengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian pintu dibuka dari dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di sana seorang siswa dengan kaus tipis dan celana seragam. Ia cukup tinggi dan ramping. Tapi ia lebih terlihat seperti tipe orang terpelajar dari pada orang atletis. Setelah memperkirakan kelas kami dari warna kerah bajuku, ia tersenyum sopan dan berkata, &amp;quot;Oh, maaf soal itu. Aku tadi mengunci pintunya. Kalian tertarik untuk bergabung dengan Klub Koran Dinding?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kau ada di dalam, seharusnya kau membuka pintunya dari tadi, sialan. Dari pada mengatakan apa yang kupikirkan, aku justru mengatakan, &amp;quot;Ini Klub Koran Dinding?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Bukannya kalian datang kemari untuk bergabung?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siswa itu menutup pintunya setelah ia keluar dari dalam ruangan. Pada saat itu, aku mencium bau desinfektan alkohol darinya. Sepertinya orang terpelajar ini punya kecenderuangan pada deodoran. Ia mengangkat sebelah alisnya setelah melihatku mengendus bau deodoran yang berasal darinya, seakan-akan berkata &amp;quot;Kau punya masalah dengan itu?&amp;quot; Meski ia cepat-cepat mengembalikan sikap tenangnya dan berkata, &amp;quot;Kalau begitu, apa yang bisa kubantu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami bertukar pandang, dan memutuskan lebih baik Ketua Chitanda kami saja yang bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat siang. Aku Chitanda Eru, ketua dari Klub Sastra Klasik. Kamu pasti Toogaito-&#039;&#039;senpai&#039;&#039; dari kelas 3-E, bukan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang dipanggil Toogaito itu menaikkan alisnya karena kaget,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana kau tahu namaku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan yang bagus. Siapa pun akan terkejut jika nama mereka dipanggil oleh orang yang benar-benar asing. Walau bagaimana pun, itulah yang kurasakan pada bulan April kemarin. Dan seperti dulu, Chitanda hanya tersenyum lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kita bertemu di mansion Manninbashi tahun lalu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Manninbashi... Tunggu dulu, kau bilang namamu Chitanda, apa kau punya hubungan dengan Chitanda dari Kanda?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, dia ayahku. Terima kasih karena telah menjaganya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Hmm, kelihatannya ini reuni masyarakat kelas atas. Aku tahu kalau sebagai keluarga yang sudah tua, keluarga Chitanda adalah pemilik tanah pertanian, tapi aku tak pernah mengira kalau mereka begitu ternama. Sepertinya dunia yang belum pernah kulihat sebelumnya ternyata benar-benar ada. Kalau dipikir-pikir, Satoshi memang pernah menyebutkan sesuatu tentang keluarga tua di Kamiyama, dan Toogaito ada di antara mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, aku juga, sama-sama. Begitu, jadi kau ini dari keluarga Chitanda.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya... Hachu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Flu musim panas? Pasti berat bagimu. Jaga dirimu baik-baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengetahui bahwa Chitanda Eru berasal dari keluarga Chitanda dengan tanah pertanian mereka yang luas, sikap Toogaito berubah dalam artian yang aneh. Meski sikapnya tetap tenag, tapi sekarang tatapannya jadi lebih tajam. Apa dia takut pada Chitanda atau semacamnya? Akut ak bisa membayangkannya, tapi sepertinya ada semacam pengaruh kekuatan antara keluarga tua. Mungkin hanya perasaanku, tapi Toogaito sepertinya tak membalas tatapan Chitanda saat ia bicara seolah-olah ia tengah memilih kata-katanya dengan hati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, ada apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, sepertinya Chitanda tak memedulikan reaksi Toogaito dan berkata, &amp;quot;Ya, sebenarnya, kudengar edisi sebelumnya dari antologi Klub Sastra Klasik disimpan di sini, di Ruang Biologi. Ini dulunya ruangan Klub Sastra Klasik, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ya. Saat aku masih kelas satu. Tapi mereka memindahkannya tahun lalu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu, apa kamu tahu di mana antologinya berada?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Toogaito diam untuk beberapa saat sebelum menjawab, &amp;quot;Tidak, aku tidak pernah melihatnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengarkan percakapan mereka dalam diam, Ibara menoleh dan melihatku, dan aku mengangguk dengan lembut. Siapa pun yang memiliki intuisi pasti akan menyadari Toogaito bersikap aneh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Begitu...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski ia memiliki daya ingat yang menakjubkan, tapi intuisi Chitanda berada di bawah rata-rata. Dan akhirnya Chitanda terlihat sedih dan baru saja akan pergi saat Ibara menyela, &amp;quot;Permisi, &#039;&#039;Senpai&#039;&#039;, apa kau keberatan kalau kami mencarinya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan kau adalah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ibara Mayaka dari Klub Sastra Klasik. Karena kau tidak memerlukan antologi itu, mungkin kau tidak menyadarinya sebelumnya, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski aku tak melihat maksud apa pun dari melakukan itu, aku memutuskan untuk mengambil tugas orang bodoh dan membantu mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kami akan mencoba untuk mencarinya tanpa merusaka kegiatan klubmu. Atau apa itu terlalu merepotkan bagimu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tolonglah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku juga memohon padamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atas rentetan permintaan kami, Toogaito memberikan tatapan jengkel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, aku lebih memilih untuk tak membiarkan orang luar masuk ke ruang klub...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar kalimat itu, Ibara membalasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, &#039;&#039;Senpai&#039;&#039;, meski pun ini ruang klub, tapi ini juga ruang kelas, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berusaha menahan tawaku. Karena pada dasarnya, Ibara mengatakan &amp;quot;Kau tak punya hak untuk melarang siswa memasuki kelas sekolah&amp;quot;. Akibatnya, Toogaito terlihat lebih terganggu, tapi Ibara lebih keras kepala, akhirnya ia melunak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Baiklah. Kalian boleh masuk, tapi jangan mengacaukan apa pun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan dengan begitu, Ketua Klub Koran Dinding membukakan pintu menuju Ruang Biologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan yang kami masuki dirancang dengan tata ruang yang sama persis dengan Ruang Geologi, dari papan tulisnya, kursinya, mejanya, sampai alat kebersihannya, mereka semua pada umumnya sama... Meski yang ini memiliki satu pintu tambahan. Di atas pintu itu ada tanda &amp;quot;Ruang Persiapan Biologi&amp;quot;. Di lantai empat, ini pasti tempat di mana gudang berada, dan tak mungkin memasukinya secara langsung dari Ruang Geologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir tak ada orang di Klub Koran Dinding hari ini. Meski begitu, Toogaito menjelaskan, &amp;quot;Biasanya kami punya empat anggota, karena tak ada kegiatan hari ini, maka aku satu-satunya yang ada di sini untuk memikirkan apa yang sebaiknya dimuat untuk Festival Kanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau aku mengingat dengan benar, Festival Kanya dimulai pada bulan Oktober. Masih sekitar dua setengah bulan dari sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa bedanya Klub Koran Dinding dan Klub Koran?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda menanyakan pertanyaan yang sama sekali tak ada hubungannya dengan kata-kata Toogaito tadi, yang dijawab Toogaito dengan tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada tiga majalah yang diterbitkan SMA Kami. Ada &#039;Seiryuu&#039; yang disebarkan ke kelas-kelas setiap bulan; &#039;Berita OSIS SMA Kami&#039;, dipasang di luar ruangan OSIS dalam interval yang teratur; dan &#039;Majalah Bulanan SMA Kami&#039;, yang dicetak setiap bulan kecuali Agustus dan Desember, dan dipajang di papan pengumuman di pintu masuk sekolah. Kami bertugas untuk mengurus &#039;Majalah Bulanan SMA Kami&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Siapa yang menerbitkan dua lainnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau &#039;Seiryuu&#039; diterbitkan oleh Klub Koran, sedangkan &#039;Berita OSIS SMA Kami&#039; tentu saja diterbitkan oleh OSIS. Tapi kamilah yang memiliki sejarah terpanjang dari pada yang lainnya. &#039;Majalah Bulanan Kami High&#039; akan mencapai edisi keempat ratus segera, yang lainnya bahkan belum sampai edisi keseratus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat ratus edisi, ya? Selain kami, Klub Koran Dinding juga punya tradisi turun-temurunnya sendiri. Setelah dipikir-pikir, kalau paman Chitanda menjadi angggota Klub Sastra Klasik 33 tahun lalu, maka paling tidak, Klub Sastra Klasik sudah berumur 33 tahun. Tak peduli seberapa ramainya hidupku nanti, pasti itu taka akan bisa dibandingkan dengan sejaraj Klub Sastra Klasik. Dan lagi, hidupku tidak ramai sejauh ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sepertinya tak ada di sini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara menyimpulkan setelah mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Karena Ruang Biologi hampir kosong, jadi sulit baginya untuk melewatkan sesuatu. Sisanya tinggal Ruang Persiapan. Aku meminta izin sebelum memasuki ruangan itu, &amp;quot;Apa kami boleh mengecek Ruangan Persiapannya juga?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Ya, silakan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar jawaban Toogaito di belakangku, aku memasuki ruangan itu, dan aku bisa mendengar suara kepakan kertas juga suara suatu mesin. Aku bertanya-tanya mesin apa itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang kuduga, Ruang Persiapan adalah ruangan yang kecil, sekitar sepertiga ruangan Biologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada dasarnya ruangan ini dibuat untuk menyimpan perlengkapan mengajar pelajaran Biologi, meski sekarang ini cuma mikroskop yang bisa ditemukan di rak-rak. Karena SMA Kami lebih fokus pada teori dari pada praktek, sepertinya peralatan eksperimen lainnya disimpan di ruangan terpisah. Karenanya, ruangan ini menjadi ruangan alat Klub Koran Dinding.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada kamera yang kelihatannya amatir, koleksi pena dengan berbagai ketebalan dan warna, kardus berserakan di samping mesin fotokopi, dan sebuah &#039;&#039;speaker&#039;&#039; kecil. Benda yang paling mencolok adalah meja yang terletak di tengah ruangan sempit ini. Dari pada meja, lebih pantas dibilang kayu triplek tebal yang diletakkan di atas kardus. Di atasnya tersebar beberapa lembar kertas B1 dengan coret-coretan yang hanya bisa dibaca oleh penulisnya, dengan tempat pensil metal yang kelihatan berat di atasnya. Suara mengepak tadi datang dari kertas yang tertiup angin. Angin?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada angin dalam ruangan ini. Meski jendelanya terbuka, tapi anginnya datang dari dalam. Pasti itu asal dari suara mesinnya. Sulit menemukannya karena ditempatkan di samping tumpukan kardus, tapi di sana ada kipas angin listrik di depan meja dan di seberang jendela, dan kecepatannya dinyalakan maksimum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada hal lain yang ditiup angin. Tergantung di jendela adalah kemeja seragam SMA Kami. Tergantung begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oreki, bagaimana menurutmu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbalik dan menemukan Chitanda dan Ibara berdiri di pintu masuk Ruang Persiapan Biologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah ya, kita harus mencari kotak besi kimianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tetap saja, dengan benda-benda yang diletakkan di setiap tempat di ruangan sempit ini, tidak mungkin mencari seperti itu. Hanya dengan observasi saja, kelihatannya tidak ada benda yang mirip dengan kotak besi kimia. Seharusnya bentuk kotaknya adalah kotak bergaya lama dengan gembok yang sudah rusak. Mungkin tadi aku melihatnya tapi aku hanya tidak benar-benar menyadari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyilangkan lenganku, melangkah menjauh dari ruangan, dan bertanya pada Toogaito, yang memerhatikan kami, &amp;quot;Apa kau tahu kenapa ruang klub dipindahkan tahun lalu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak. Mungkin mereka hanya mencoba untuk mengisi ruangan yang ditinggalkan klub yang sudah bubar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Berapa banyak kardus yang kau bawa saat kau pindah ke mari?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Toogaito berpikir sejenak sebelum menjawab, &amp;quot;Kalau diingat-ingat lagi, berapa ya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kardus-kardusnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu. Kalau begitu pasti ada di sana. Aku hampir saja lupa kalau Toogaito adalah keluarga yang cukup ternama; terasa masuk akal saat aku teringat keadaan keluarganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kurang lebih aku sudah mengetahui di mana antologinya, tapi mendapatkannya akan jadi masalah... Mari kita coba memasang jebakan. Aku berbalik untuk menatap Toogaito.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&#039;&#039;Senpai&#039;&#039;, karena ada banyak barang berserakan, akan sedikit membosankan mencarinya. Mungkin ini akan merepotkanmu sedikit, tapi apa kau keberatan kalau kami meminta Ooide-&#039;&#039;sensei&#039;&#039; untuk membantu kami mencarinya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski pun ia memasang ekspresi tenang hingga sekarang, alis Toogaito terangkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Tidak. Sudah kubilang jangan mengacaukan yang ada di dalam sini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kami akan mengembalikan barang-barang ini ke tempatnya kalau sudah selesai. Tolong biarkan kami mencarinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku bilang tidak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba ia meninggikan suarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, aku benar-benar minta maaf, Toogaito-&#039;&#039;senpai&#039;&#039;. Tidak apa-apa, tapi sayang sekali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda menjawab takut-takut sementara Toogaito terus bicara dengan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku sudah cukup sibuk karena harus menyampaikan ideku pada tim editorial besok. Sebenarnya apa gunanya masuk ke ruangan kami untuk mencari barang? Antologimu tidak ada di sini, jadi pergilah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Toogaito bertambah gelisah, aku hanya menatapnya dengan dingin. Kelihatannya ia masuk dalam jebakan, seperti yang sudah kuduga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memandang Toogaito sambil tersenyum ramah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&#039;&#039;Senpai&#039;&#039;, kami tertarik dengan isi kota besi kimia.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Antologi itu seharusnya ada dalam kotak besi kimia. Kalau kau bilang benda itu tak ada di sini, maka pasti tidak ada. Karena kami tidak mau merepotkanmu lebih jauh lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian aku berhenti tersenyum dan menambahkan, &amp;quot;Ngomong-ngomong, kami mau ke perpustakaan sekarang. Kalau setelah kami pergi kau menemukan antologinya, bisakah kau berbaik hati membawakannya ke Ruang Geologi? Kami akan membiarkan pintunya tak terkunci.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelihatannya Toogaito sangat marah mendengar penawaranku, karena ia mengubah wajahnya yang sebelumnya kelihatan pintar dan memelototiku. Sebaliknya, aku menyikapinya seakan itu bukan hal yang istimewa. Karena walau bagaimana pun, belum pernah aku mendengar ada orang yang terluka karena dipelototi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;K, kenapa kau, bagaimana kau...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya,&#039;&#039;Senpai&#039;&#039;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menahan diri, Toogaito menelan kembali apa yang mau dikatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian ia menghela napas berat dan kembali ke dirinya yang sopan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, akan kulakukan kalau aku menemukannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku sangat berterima kasih... Kalau begitu, ayo pergi, Chitanda, Ibara?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin tidak mengerti arti di balik pertukaran kata antara aku dengan Toogaito, gadis-gadis yang terkejut hanya menyetujuiku dan mengikutiku keluar, karena tidak gunanya juga tinggal lebih lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oreki-&#039;&#039;san&#039;&#039;, apa yang baru saja terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Akan kujelaskan nanti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakannya, aku membawa mereka keluar dari Ruang Biologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah suara memanggilku dari belakang, &amp;quot;Kau, anak kelas satu. Aku masih belum tahu namamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbalik dan menjawab dengan tenang, &amp;quot;Oreki Houtarou... Maaf untuk yang barusan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepanjang koridor yang menghubungkan Blok Kejuruan dan Blok Umum, aku bersandar di salah satu dinding. Selagi kami menghabiskan waktu di sini, para gadis mengambil kesempatan ini untuk bertanya padaku, &amp;quot;Oreki, aku tak tahu apa yang sedang terjadi, tapi bukankah kita akan ke perpustakaan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengibaskan tanganku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, tidak perlu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak mengerti. Kalau begitu, kenapa kita tidak kembali ke ruang klub?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak bisa. Kita harus menunggu sedikit lebih lama lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara menggumam, &amp;quot;Apa yang ia inginkan&amp;quot; selagi masih terlihat tak yakin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda selagi meniup hidungnya, mengambil alih Ibara dan bertanya, &amp;quot;Oreki-&#039;&#039;san&#039;&#039;, Toogaito-&#039;&#039;senpai&#039;&#039; kelihatan marah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kelihatannya begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Memang bagus, sih, kalau edisi sebelumnya ditemukan, tapi sampai membuat permintaan paksa darinya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Memaksa? Aku cuma memintanya dengan sepantasnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda membuka dan menutup mulutnya karena kehilangan kata-kata. Sudah kuduga. Karena yang aku minta adalah &amp;quot;membantu mencari barang kami&amp;quot; dan &amp;quot;membawakannya kalau ketemu&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi, Toogaito-&#039;&#039;senpai&#039;&#039; marah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa dia semarah itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdiri di samping Chitanda, Ibara menaikkan alisnya dan bertanya, &amp;quot;Setelah Oreki meminta bantuannya, kemarahannya kelihatan seperti cuma akting.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, jadi dia sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Begitukah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi rupanya Chitanda belum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat jamku. Sudah lewat tiga menit... sudah waktunya. Aku menegakkan tubuh dari dinding yang kusandari dan bertanya, &amp;quot;Chitanda, seberapa terkenalnya keluarga Toogaito itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda memiringkan kepalanya, bertanya-tanya kenapa aku menanyakan hal ini dan menjawab, &amp;quot;Keluarga Toogaito? Mereka cukup berpengaruh dalam dunia pendidikan SMA. Mereka punya satu anggota di Dewan Sekolah Prefektur dan satu di Kota, juga satu kepala sekolah dan dua guru.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang aku mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oreki, bagaimana dengan antologinya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menjawab, &amp;quot;Waktunya kita kembali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda dan Ibara melihat satu sama lain mendengar jawabanku, sedangkan aku hanya tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampailah kami di ruangan Geologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, ini dia.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang kukatakan. Di atas meja guru ada setumpuk lusinan buku catatan tipis. Aku mengangkat tinjuku. Rasanya menyenangkan saat ada hal yang berjalan sesuai dengan rencana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ada? Bagaimana mungkin?&amp;quot; kata Ibara sambil berjalan ke meja guru. Saat ia mengambil satu buku catatan, ia menggumam, &amp;quot;Benar-benar antologinya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh, eh?? Eru, aku juga ingin lihat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana kau melakukannya, Oreki? Aku kau tahu sesuatu?&amp;quot; pertanyaan galak Ibara membuatnya terdengar seakan aku sudah melakukan sesuatu yang salah. Aku tak pernah pintar menghindari pertanyaan, jadi aku bersandar pada meja terdekat dan menjawab, &amp;quot;Aku cuma melakukan sedikit pemerasan, cuma itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pemerasan? Pada ketua Klub Koran Dinding?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Tapi, Ibara, bisakah kau lebih hati-hati?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara cemberut saat aku mengatakan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak akan mengatakannya pada orang lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, tapi kau sepertinya tak terlalu dapat dipercaya. Toogaito melakukan sesuatu untuk anak kelas satu itu harus jadi rahasia, kasihan dia kalau sampai rahasia ini tidak dijaga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tak akan bilang siapa-siapa... Kalau kau tak percaya, kau tak memberitahuku juga tidak masalah.&amp;quot; dia berkata dengan kasar. Dia mungkin tidak berbohong. Chitanda adalah masalah yang benar-benar berbeda; memuaskan keingintahuannya bukanlah prioritas baginya. Jadi kalau ia sadar, masalah akan muncul dari penjelasanku, maka lebih baik ia tidak mendengarnya. Dia adalah orang yang akan muncul dengan solusi itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Catatan penerjemah dan referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 4|4 - Pewaris klub Klasik yang Penuh Kegiatan]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia):Jilid 1 Bab 6|6 - Masa Lalu Klub Klasik yang Gemilang]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_4&amp;diff=297708</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_4&amp;diff=297708"/>
		<updated>2013-10-28T02:52:34Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* 4 - Pewaris Klub Klasik yang Penuh Kegiatan */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;== 4 - Pewaris Klub Sastra Klasik yang Penuh Kegiatan ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari itu adalah hari Minggu ketika aku diajak keluar oleh Chitanda. Ia bilang ia ingin bertemu denganku di luar sekolah, karena ia menyerahkan pemilihan tempatnya padaku, jadi akhirnya, disinilah aku menunggu di &amp;quot;Kafe Pineapple Sandwich&amp;quot;. Kedai kopinya, yang menyediakan kopi Kilimanjaro terasam yang kutahu, dihiasi &#039;&#039;sombre&#039;&#039; dengan rona coklat tua. Papan iklan yang mencolok di luar adalah sesuatu yang sulit untuk dilewatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedai kopi ini terasa sepi karena tak ada radio atau pun TV yang disiarkan. Meski tempat ini memang lingkungan yang nyaman, tapi tempat ini adalah tempat yang membosankan untuk dijadikan tempat untuk menunggu seseorang. Hanya ada beberapa menit lagi sampai waktu pertemuan kami, jadi aku merasa sedikit gelisah tentang Chitanda yang belum datang seraya aku melihat dalam meja kompartemen yang kutempati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya, Chitanda datang, dan menurut jamku, tepat jam satu lewat tiga puluh menit. Kedai kopinya cukup kecil, jadi ia menemukanku dengan cepat. Berpakaian dalam gaun &#039;&#039;one-piece&#039;&#039;, dia datang dan duduk. Orang bisa mengatakan tak ada orang lain yang berpakaian lebih baik dari pada Chitanda yang berpakaian santai ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Maaf karena sudah memanggilmu dengan pemberitahuan singkat ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak apa-apa,&amp;quot; jawabku seraya mengosongkan gelasku, dan kemudian aku memanggil pelayan. Chitanda melihat menunya dan berkata, &amp;quot;Aku pesan &#039;&#039;Vienna Cocoa&#039;&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memilih sesuatu yang manis. Sebagai seorang murid SMA biasa, aku tak punya cukup uang untuk memesan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum masuk ke agenda utama, kami mengobrol kecil, yang berawal dari kesan baik Chitanda mengenai kedai kopi ini. Kemudian aku mengomentari bagaimana orang sepertinya yang pergi ke kedai kopi tapi tidak memesan kopi sama saja dengan orang yang pergi ke kebun binatang Ueno tapi tidak pergi ke sana untuk melihat panda raksasa. Seraya Chitanda mulai menyebutkan contoh-contoh kopi yang lemah kadar kafeinnya, &#039;&#039;Vienna Cocoa&#039;&#039;-nya datang. Aku terkejut dengan jumlah krim yang ada di cangkirnya. Sepertinya ia penyuka manis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mulai menggunakan sendok untuk mengaduk krim. Ia kelihatan menikmatinya. Kalau begini terus, ia hanya akan meminum kopinya dan melakukan beberapa obrolan kecil sebelum akhirnya pulang ke rumah. Dengan setengah serius dan setengah ngeri hal itu terjadi, aku memutuskan untuk masuk ke agenda utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, apa yang kauinginkan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa ini sikap yang seharusnya kau tunjukkan setelah meminta orang lain pergi keluar dalam akhir pekannya yang suci?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Untuk apa kau mengajakku pergi keluar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyesap kopinya dalam diam dan menggumamkan &amp;quot;Enak&amp;quot;, Chitanda memiringkan kepalanya dan berkata, &amp;quot;Kan kamu yang memutuskan untuk bertemu di tempat ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Cukup. Aku pulang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meletakkan cangkir dan sendoknya kembali, Chitanda cepat-cepat berdiri tegak dan berkata, &amp;quot;Maafkan aku. Aku hanya sedikit gugup.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski pun ia menatapku seakan-akan sedang menenangkan dirinya sendiri, sejak awal ekspresinya memang tidak kaku. Kelihatannya sudah sifatnya untuk mengatakan sesuatu tanpa berpikir saat ia sedang gugup. Jadi aku memutuskan untuk meledeknya dengan bertanya, &amp;quot;Gugup? Memangnya kau mau menyatakan suka padaku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mengatakan itu, aku baru menyadari kalau lelucon semacam itu akan membawa efek kecil baginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, aku...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan-akan sedang mencoba untuk menyembunyikan rasa malunya, ia kelihatan ragu-ragu saat ia mengangguk pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai panik, dan cepat-cepat memanggil pelayan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Aku pesan secangkir kopi lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak memikirkan reaksiku, Chitanda bicara dengan lirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Meski terdengar seperti pengakuan, ini lebih seperti permintaan yang ingin kuajukan padamu. Sebenarnya ini masalah pribadiku, jadi aku tidak tahu apa aku dibenarkan untuk mengajukan permintaan seperti ini. Jadi, apa kamu mau mendengarkan ceritaku dulu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda tak lagi menatap cangkir cokelatnya. Jadi begitu... Meski pun aku tidak cocok dengan keseriusan seperti ini, aku menjawab, &amp;quot;Baiklah, ayo dengarkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan setelah menelan ludahnya, Chitanda mulai bicara dengan lirih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Aku punya seorang paman, ia kakak dari ibuku. Namanya Sekitani Jun. Sepuluh tahun yang lalu ia pergi ke Malaysia, tapi kemudian dia menghilang sejak tujuh tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saat aku masih kecil... tidak, mungkin aku juga masih kecil sekarang - sepuluh tahun yang lalu, aku cukup dekat dengan pamanku. Dari apa yang bisa kuingat, ia bisa menjawab pertanyaan apa pun yang kutanyakan padanya. Sebagai anak kecil, apa yang ia katakan tentu saja terdengar menakjubkan bagiku. Meski aku tak bisa mengingat dengan tepat lagi tentang apa saja yang ia katakan padaku. Gambaran yang kumiliki tentang pamanku adalah tak ada yang tak ia ketahui.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kedengarannya ia orang yang menakjubkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia pintar dan pandai bicara, meski aku tidak tahu apa ia masih seperti itu sekarang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tersenyum dan menjawab dengan setengah bercanda, &amp;quot;Yah, paling tidak, kau tahu ia seperti itu saat ia masih ada. Aku sendiri punya dua atau tiga paman, meski tak ada dari mereka yang menghilang. Jadi, kenapa kau mengajukan permintaan padaku? Kau tak berharap aku pergi ke Malaysia dan mencarinya, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak. Pamanku terakhir kali terlihat di daerah Bengali, umm, di India, itu dia. Apa yang ingin kuminta dari Oreki-&#039;&#039;san&#039;&#039; adalah... untuk membantuku mengingat apa yang pamanku katakan padaku dulu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda menyelesaikan kalimatnya setelah mengatakan itu, yang kelihatannya tepat, karena aku tak tahu apa yang baru saja ia katakan. Ia memintaku untuk membantunya mengingat apa yang pamannya katakan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Itu terlalu konyol.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku terlalu terburu-buru, ya? Ingatanku tentang pamanku berasal dari masa kecilku, jadi aku tak benar-benar bisa mengingatnya. Tapi, ada satu kejadian yang meninggalkan kesan kuat dalam benakku. Aku benar-benar ingin mengingat kembali saat-saat itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seraya bibirnya mengering, Chitanda menyesap cokelatnya. Kemudian ia melanjutkan dengan suara yang lebih pelan, &amp;quot;Saat itu aku masih di TK. Untuk beberapa alasan, aku mendengar pamanku menyebut sesuatu tentang &#039;Klub Sastra Klasik&#039;. Kupikir karena &#039;klasik&#039; terdengar mirip dengan &#039;permen stik&#039; yang yang kusukai, maka aku pun jadi tertarik dengan &#039;Klub Sastra Klasik&#039;nya&amp;lt;ref&amp;gt;bagian ini dibuat sesuai animenya, bukan terjemahan bahasa Inggrisnya. Jadi jangan heran kalau beda.&amp;lt;/ref&amp;gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Permen Stik&amp;quot;, &amp;quot;Klub Sastra Klasik&amp;quot;, permainan kata-kata yang konyol, meski anak-anak seusia itu biasa salah menafsirkan sesuatu. Mungkin itu sebabnya. Ini pasti saat dimana Chitanda Eru, penjelmaan dari keingintahuan itu sendiri, lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku mendengar banyak sekali tentang Klub Sastra Klasik dari pamanku. Lalu suatu hari, aku mencari pamanku untuk menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan Klub Sastra Klasik. Biasanya, ia akan menjawabku, tapi hari itu, dia kelihatan enggan menjawab. Ia mulai meremas tangannya dengan wajah menyesal, dan saat akhirnya ia lebih tenang, ia menjawab pertanyaanku. Setelah mendengar jawabannya, aku...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa yang terjadi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Aku menangis. Entah yang diceritakannya itu adalah sesuatu yang menakutkan atau sedih, aku menangis kencang. Sampai-sampai ibuku kaget dan datang untuk melihat apa yang terjadi, dan hanya itu yang bisa kuingat. Hal terakhir yang dapat kuingat adalah pamanku tidak menenangkanku seperti yang biasa ia lakukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau terkejut?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, sedikit, kurasa. Selama ini aku sudah mengingat hari itu. Setelah itu, ya, terkadang selama SMP, aku mulai terganggu dengan kejadian ini. Kenapa pamanku terlihat begitu menyesal? Kenapa ia tak menenangkanku seperti yang biasa ia lakukan? ... Oreki-&#039;&#039;san&#039;&#039;, bagaimana menurutmu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah ditanya, aku mulai berpikir. Kenapa seseorang yang menjawab semua pertanyaan seorang anak kecil dengan sabar justru membiarkan anak itu menangis sendirian pada saat itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menemukan jawabannya dengan cepat, dan menjelaskannya dengan ketenangan yang bisa kukumpulkan, &amp;quot;Pamanmu mengatakan sesuatu yang tak bisa ia tarik kembali padamu. Ia tak mau berbohong pada anak kecil, dan mungkin ia ingin kau tahu kalau yang ia katakan itu benar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda tersentak kemudian tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Aku juga berpikir begitu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia berkata sambil menatapku lurus-lurus... Umm, kapan kopiku akan datang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Setelah menyadari itu, aku mulai bertanya-tanya apa yang ia katakan padaku hari itu. Jadi aku mulai melakukan aksi, pertama dengan mencoba untuk menghidupkan kembali suasana pada hari itu. Aku mengendap-endap masuk ke kediaman Sekitani, yang mulai renggang hubungannya dengan keluargaku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia pasti tipe orang yang akan melakukan apa saja agar suatu urusan selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Begitu. Jadi itu yang kaumaksud dengan &#039;urusan pribadi&#039; saat kau mengatakan alasanmu masuk Klub Sastra Klasik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya. Aku tidak tahu kalau Klub Sastra Klasik akan dibubarkan. Aku tahu ini tidak mudah, tapi aku tidak mengira kalau tak akan ada orang yang mengetahui kebenarannya tersisa. Aku terpikir untuk bertanya pada para guru, tapi para guru yang dulu mengajar ketika pamanku bersekolah di sana sudah pensiun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi, kenapa kau meminta bantuanku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu karena...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika Chitanda menghentikan kalimatnya di tengah-tengah, pelayan datang dengan kopiku. Bekerja secara mekanis, pelayan berjanggut itu menarik cangkirku yang telah kosong dan menggantinya dengan yang baru. Setelah pelayan pergi, Chitanda menyesap cokelatnya seakan-akan mengingat semuanya dan berkata, &amp;quot;... Selama insiden kunci ruang klub, dan misteri perpustakaan yang diungkit Ibara-&#039;&#039;san&#039;&#039;, kamu dapat menyimpulkan solusinya dalam cara yang melampaui imajinasiku. Meski memalukan untuk mengatakan ini, tapi aku percaya Oreki-&#039;&#039;san&#039;&#039; adalah orang yang dapat menemukan jawaban untuk pertanyaanku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku rasa aku tidak menyetujuinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau menganggapku terlalu tinggi. Aku hanya bergantung pada sedikit pengetahuan, yang juga membutuhkan keberuntungan di dalamnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu, aku mencari bantuan dari keberuntunganmu ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kurasa aku tidak bisa membantumu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan kenapa aku merasa aku tak bisa membantunya adalah pertama, aku tak punya kewajiban untuk membantunya dalam tugas yang merepotkan semacam ini; kedua, kalau aku tak bisa memahami apa pun, aku akan membuat Chitanda kecewa, juga aku akan merasa tak berdaya. Ini bukan semacam acara kuis, tapi sekadar cara Chitanda membesar-besarkan arti sebuah momen dalam hidupnya. Kau berharap seorang penghemat energi sepertiku menanggung tanggung jawab seperti itu? Kau pasti bercanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa harus aku? Pasti ada orang lain yang bisa membantumu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Chitanda melebar. Tanpa mengetahui arti di balik itu, aku melanjutkan, &amp;quot;Bukankah akan lebih efisien untuk bergantung pada lebih banyak orang untuk membantu? Kau bisa meminta Satoshi, Ibara, atau temanmu yang lain.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada respon. Chitanda hanya tetap diam dalam menanggapi penolakanku. Dia menundukkan kepalanya dan dengan pelan bergumam, &amp;quot;Aku... Oreki-&#039;&#039;san&#039;&#039;, aku bukan tipe orang yang akan mengatakan pada semua orang tentang masa lalunya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku... aku tak pernah memberitahu orang lain tentang cerita ini sebelumnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terkejut. Begitu, sekarang semuanya masuk akal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa Chitanda dengan sengaja meneleponku di hari Minggu hanya untuk bicara berdua denganku? Jawabannya sederhana, ia tak mau ada banyak orang yang tahu tentang cerita mengenai pamannya. Chitanda telah memutuskan untuk memercayaiku, orang yang tak terlalu dikenalnya, tapi aku justru menyuruhnya untuk &amp;quot;bergantung pada lebih banyak orang&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja akan terasa memalukan jika ada banyak orang yang mengetahui informasi pribadi semacam ini. Siapa juga yang tidak punya rahasia terdalam yang ingin mereka simpan dalam hati?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku merasa wajahku memerah, dan aku menundukkan kepalaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Maaf.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat Chitanda tersenyum padaku, aku merasa mungkin ia sudah memaafkanku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesunyian mengikuti. Kelihatannya Chitanda menungguku bicara. Tapi aku tak bisa menemukan sesuatu yang pas untuk dikatakan. Uap dari cangkir kopiku melayang di antara kami. &#039;&#039;Vienna Cocoa&#039;&#039; milik Chitanda sudah dingin sekarang, karena tak ada uap muncul dari cangkirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku memegang cangkir dengan tanganku. Seakan-akan berusaha memecah kekakuan, Chitanda berkata dengan ekspresi lembut, &amp;quot;Aku sudah mengatakan sesuatu yang keterlaluan. Aku tahu aku sudah melibatkanmu dalam sesuatu yang tak seharusnya, tapi, aku...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oreki-&#039;&#039;san&#039;&#039;, saat kamu dapat menyelesaikan pertanyaanku... kamu mungkin sangat mengingatkanku akan pamanku. Bukannya menyinggung pamanku, tapi kamu juga bisa menjawab pertanyaanku. Makanya... Oh, tidak, aku jadi terlalu egois.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau masih punya waktu tiga tahun yang tersisa selama SMA, jadi kau bisa menemukannya pelan-pelan. Kalau kau masih terganggu, maka aku tak seharusnya menyingkir dan tak membantu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda menggelengkan kepalanya dengan pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku berharap untuk mengingat hari bersama pamanku itu sebelum ia meninggal. Aku ingin menemukan apa yang telah pamanku katakan tapi tak bisa ia tarik kembali dan apa yang ia katakan padaku sebelum pemakamannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebelum ia meninggal?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar-benar cara yang aneh untuk menjelaskan seseorang. Orang mati ya mati, sedangkan orang hilang tak benar-benar mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Tidak, tunggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar juga, orang yang hilang &amp;quot;itu&amp;quot; mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sudah tujuh tahun sejak pamanku, Sekitani Jun, menghilang. Mungkin kamu tidak tahu, orang yang sudah menghilang selama tujuh tahun akan dinyatakan mati secara sah... Keluarga Sekitani sudah diberitahu hal itu oleh Biro Orang Hilang dan akan mengadakan upacara pemakaman dalam waktu yang tepat. Jadi aku berharap untuk menyelesaikan pertanyaanku tentang pamanku sebelum itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda menghela napas setelah memberitahuku hal itu, kemudian ia memalingkan tatapannya keluar jendela. Aku pun mengikuti arah pandangannya, dan hanya melihat pemandangan jalan biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyesap kopiku lagi. Kelihatannya Chitanda sudah selesai bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mulai berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada ingatan yang perlu diingat, dan itu adalah ingatan yang berharga untuk diingat. Masalah ini sulit diartikan sesuai dengan motoku. Untuk seseorang sepertiku yang menghindari krisis setelah krisis, aku sendiri tak punya kenangan yang berharga untuk diingat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, untuk Chitanda, ia akan berusaha untuk mengingat kenangan apa pun yang mungkin ia lupakan. Setelah kupikir-pikir, keingintahuannya adalah yang mengarahkannya untuk menggali memorinya sendiri, jadi tidak aneh baginya untuk menggali masa lalunya sendiri. Ia menggali bukan hanya untuk pamannya, tapi untuk dirinya sendiri juga. Dan apa yang akan terjadi kalau ia tak berhasil mencapai apa yang ia inginkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seraya aku berpikir, bagian dari surat kakakku melintas dalam benakku: &amp;quot;Bagaimana pun, kau tidak punya sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Memang benar. Aku Houtarou, sang penghemat energi. Aku tak akan melakukan apa pun kalau aku tak harus melakukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal ini, tak akan terlalu aneh kalau aku menolong seseorang melakukan sesuatu yang harus dilakukan, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku meletakkan cangkirku dan menjentikkan jari ketika aku merasakan perasaan aneh mengalir dalam diriku. Cangkir keramikku membuat suara berdenting ketika bersentuhan dengan meja, membuat Chitanda memalingkan tatapannya dari jalanan padaku. Aku bicara dengan lirih seakan-akan sedang mencoba untuk mengambil perhatiannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tak akan bertanggung jawab atas apa yang ingin kaulakukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Makanya aku tak akan bilang aku menerima permintaanmu. Tapi, aku akan mempertimbangkan ceritamu, dan kalau ada petunjuk yang terlintas dalam pikiranku, aku akan langsung memberi tahumu. Itu akan menyelamatkanku dari kesulitan terlalu banyak menjelaskan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Baiklah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau kau setuju dengan itu, maka aku akan membantumu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda berdiri tegak dengan cepat, dan membungkuk dalam sudut 45 derajat sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Terima kasih banyak. Mungkin ini benar-benar merepotkanmu, tapi aku mohon bantuanmu&amp;lt;ref&amp;gt;Ini juga berdasarkan anime-nya, jadi maaf kalau beda&amp;lt;/ref&amp;gt;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merepotkanku, ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tenggelam dalam pikiranku ketika Chitanda mengucapkan terima kasih berkali-kali padaku. Aku sudah menghabiskan dua cangkir kopi, tapi cokelat milik Chitanda sudah dingin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Catatan penerjemah dan referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 3|3 - Aktifitas-aktifitas Klub Klasik yang Bergengsi]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 5|5 - Segel Rahasia Silsilah Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=297707</id>
		<title>Hyouka (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=297707"/>
		<updated>2013-10-28T02:50:45Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Jilid 1 Hyouka 氷菓 - You can&amp;#039;t escape / The niece of time */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Hyouka v01 000.jpg|thumb|Volume 1 Cover]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Hyouka&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; (氷菓) adalah sebuah Light Novel yang ditulis oleh Honobu Yonezawa dan diserialisasikan di Kadokawa Shoten. Saat ini, serial Hyouka telah terbit sebanyak 5 volume. Animenya akan ditayangkan mulai dari April 2012 serta, tersedia juga manga yang ditulis oleh pengarang asli dan diilustrasikan oleh Task Ohna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hyouka juga tersedia dalam pilihan bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Hyouka|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
*[[Hyouka_PL|Polski]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Houtarou Oreki adalah orang yang menyebut dirinya sebagai &amp;quot;penghemat energi&amp;quot;. Ia tidak akan membuang energi melakukan sesuatu yang tidak perlu. Meskipun ia tidak tertarik mengikuti klub apa pun, begitu memasuki SMA Kamiyama, ia diperintahkan kakaknya Tomoe untuk memasuki Klub Klasik yang terancam dibubarkan karena seluruh anggota sebelumnya telah lulus. Bersama dengan teman lamanya, Satoshi Fukube dan Mayaka Ibara, serta seorang gadis anggun yang penuh rasa ingin tahu, Eru Chitanda, Klub Klasik yang didirikan kembali mendapati diri mereka terlibat dalam segala bentuk pemecahan misteri yang menegangkan. Houtarou segera menyadari bahwa Klub Klasik, seperti yang dijanjikan Tomoe, sebetulnya &amp;quot;lumayan menarik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian dimulailah &amp;quot;Serial Klub Klasik&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diadaptasi ke anime oleh Kyoto Animation di tahun 2012 dengan nama &amp;quot;Hyouka&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Ini adalah terjemahan tangan kedua (Second-Hand) dari terjemahan Bahasa Inggris. Bagi yang ingin meninjau ulang dari Bahasa Jepang akan sangat kami hargai.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta mendaftarkan di [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|halaman ini]] bab mana yang akan dikerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap bab setelah disunting harus mengikuti&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Diskusi/Feedback===&lt;br /&gt;
Untuk diskusi/feedback silahkan buka forum [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5424| di sini]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Opening===&lt;br /&gt;
Karena terdapat beberapa penerjemah yang Hilang dalam Tugas a.k.a Missing in Action (MIA) &#039;&#039;&#039;Jilid 1&#039;&#039;&#039; &#039;&#039;bab 2&#039;&#039;, &#039;&#039;bab 3&#039;&#039;, &#039;&#039;bab 5&#039;&#039; dan seterusnya dapat diambil alih proyek penerjemahannya, bagi yang ingin mendaftar silahkan membuat account wiki/ baka-tsuki terlebih dahulu (demi kepentingan berkomunikasi) dan daftar ke halaman pendaftaran seperti link di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 1&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*25 Agustus 2012- Jilid 1 Bab 1 selesai&lt;br /&gt;
*Jilid 1 Bab 2 selesai&lt;br /&gt;
*03 Januari 2013- Jilid 1 Bab 9 selesai&lt;br /&gt;
*04 Januari 2013- Jilid 1 Bab 4 selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 2&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*30 Agustus 2012- Jilid 2 Bab 0 selesai&lt;br /&gt;
*04 Februari 2013- Jilid 2 Bab 1 selesai&lt;br /&gt;
*08 September 2013- Jilid 2 Bab 2 selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Serial &#039;&#039;Hyouka (Classics Club)&#039;&#039; （〈古典部〉シリーズ） oleh Honobu Yonezawa==&lt;br /&gt;
===Jilid 1 Hyouka 氷菓 - You can&#039;t escape / The niece of time===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 1|1 - Surat dari Benares]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 2|2 - Kebangkitan Kembali Klub Sastra Klasik yang Tradisionil]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 3|3 - Aktifitas-aktifitas Klub Sastra Klasik yang Bergengsi]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 4|4 - Pewaris Klub Sastra Klasik yang Penuh Kegiatan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 5|5 - Segel Rahasia Silsilah Klub Sastra Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|6 - Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 7|7 - Kebenaran Sejarah dari Klub Sastra Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 8|8 - Kegiatan Sehari-hari Klub Sastra Klasik yang Akan Datang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 9|9 - Surat  ke Sarajevo]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2 The Credit Roll of the Fool 愚者のエンドロール - Kenapa Dia Tidak Bertanya pada EBA?===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Illustrasi|Illustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 0|0 - Sebelum Judul]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film!]] &lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 8|8 - Credit Roll]] &#039;&#039;proses&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3 The Kudryavka Sequence クドリャフカの順番 - Welcome to KANYA FESTA!===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 1|1 - Malam Tanpa Tidur]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2|2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.1|2.1 - Apa Sesuatu Telah Terjadi Dengan Klub Klasik?]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.2|2.2 - Percobaan Kuis]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.3|2.3 - Dan Lagi Badai Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3|3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.1|3.1 - Pemandangan Pagi Hari]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.2|3.2 - Wild Fire]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.3|3.3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 4|4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5|5 - Rangkaian Kudryavka]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.1|5.1 - Empat Orang Empat Festival Budaya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.2|5.2 - &amp;quot;Juumoji&amp;quot; vs Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.3|5.3 - Tirai Menutup]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.4|5.4 - Di Belakang Panggung]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 6|6 - Dengan Begitu Berakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4 The Doll that Took a Detour 遠まわりする雛 - Little birds can remember===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 1|Kalau Aku Harus Melakukannya, Maka Lakukan Dengan Cepat]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 2|Melakukan Dosa Besar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 3|Mengungkapkan Bentuk Sebenarnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 4|Mereka yang Memiliki Petunjuk Apa Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 5|Selamat Pembukaan Baru]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 6|Kasus Coklat Buatan Tangan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 7|Boneka yang Mengambil Jalan Memutar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5 The Approximation of the Distance of Two ふたりの距離の概算 - It walks by past===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog|Prolog - Bahkan Berjalan Pun Terasa Lama]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-1|Prolog 1 - Sekarang: 0 km]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-2|Prolog 2 - Dulu: Sehari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-3|Prolog 3 - Sekarang: 1.2 km]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1|1 - Bagian Penerimaan Untuk Bergabung Dengan Klub di Sebelah Sini]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.1|1.1 - Sekarang: 1.4 km; 18.6 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.2|1.2 - Dulu: 42 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.3|1.3 - Sekarang: 4.1 km; 15.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2|2 - Seorang Teman Harus Diberi Selamat]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.1|2.1 - Sekarang: 5.2 km; 14.8 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.2|2.2 - Dulu: 27 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.3|2.3 - Sekarang: 6.9 km; 13.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3|3 - Sebuah Toko yang Sangat Cantik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.1|3.1 - Sekarang: 8.0 km; 12.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.2|3.2 - Dulu: 13 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.3|3.3 - Sekarang: 11.5 km; 8.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4|4 - Menyenangkan Bagi Mereka yang Meninggalkan]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.1|4.1 - Sekarang: 14.3 km; 5.7 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.2|4.2 - Dulu: Kira-kira 19 Jam dan 30 Menit yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.3|4.3 - Sekarang: 14.5 km; 5.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.4|4.4 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.5|4.5 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.2|5.2 - 18.6 km; 1.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.3|5.3 - 18.9 km; 1.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Tangan yang Dapat Menjangkau Ke Mana Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog|Epilog - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog-1|Epilog 1 - Sekarang: 19.1 km; 0.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staf Proyek==&lt;br /&gt;
*Pengurus Proyek:&lt;br /&gt;
*Pengawas Proyek: [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
:*[[User:spectrum|spectrum]]  &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:ginthegum|ginthegum]]&lt;br /&gt;
:*[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
:*[[User:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[User:AS|AS]]  &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penerjemah yang dapat berbahasa Inggris-Indonesia, maupun Jepang-Indonesia dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
:*[[user:Tony Yon|Tony Yon]] (Tidak Aktif)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penyunting yang dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*氷菓 You can&#039;t escape / The niece of time (31 Oktober 2001) ISBN 978-4-04-427101-5&lt;br /&gt;
*愚者のエンドロール Why didn&#039;t she ask EBA? (31 Juli 2002) ISBN 978-4-04-427102-2&lt;br /&gt;
*クドリャフカの順番 Welcome to KANYA FESTA! (24 Mei 2008) ISBN 978-4-04-427103-9&lt;br /&gt;
*遠まわりする雛 Little birds can remember (24 Juli 2010) ISBN 978-4-04-427104-6&lt;br /&gt;
*ふたりの距離の概算 It walks by past (26 Juni 2012) ISBN 978-4-04-874075-3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_2&amp;diff=297706</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_2&amp;diff=297706"/>
		<updated>2013-10-28T02:49:37Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Sering dikatakan bahwa kehidupan di masa SMA itu berwarna seperti mawar. Dengan tibanya akhir dari tahun 2000, kedatangan hari yang cocok dengan deskripsi seperti yang di definisikan pada kamus Jepang tersebut sudah tidak jauh lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun, tidak berarti bahwa semua siswa SMA mengharapkan hal semacam kehidupan yang berwarna mawar itu. Apakah itu dalam belajar, olahraga atau percintaan, akan selalu ada beberapa orang yang lebih menyukai kehidupan yang berwarna abu-abu daripada semua itu; aku tahu beberapa orang dalam perhitunganku. Tetap saja, itu sebuah cara yang kesepian untuk menjalani sebuah kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disini, aku telah memulai sebuah percakapan dengan topik semacam itu bersama teman lamaku Fukube Satoshi dalam ruangan kelas yang disinari cahaya matahari senja. Seperti biasanya, Satoshi menampilkan senyum di wajahnya dan berkata, &amp;quot;Begitulah yang kupikirkan. Ngomong-ngomong, aku tidak pernah tahu kalau kau begitu masokhistis&amp;lt;ref&amp;gt; Masokhis = Orang yang senang disakiti&amp;lt;/ref&amp;gt;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa salahnya dia. Karenanya aku memprotes, &amp;quot;Apa kau mengatakan kalau hidupku berwarna abu-abu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa aku berkata seperti itu? Tapi Houtarou, apakah itu dalam belajar, olahraga, atau apa tadi yang lainnya? Percintaan? Aku tidak pernah berpikir kau akan memandang ke depan hal-hal tersebut.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentunya aku tidak memandang ke belakang juga.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, benar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyuman Satoshi semakin lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Lagi pula kau hanya &#039;menghemat energi&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menyetujuinya dengan mendengus. Tidak apa selama kau mengerti bahwa aku tidak benar-benar benci membuat diriku aktif. Aku cuma tidak suka menghabiskan tenaga untuk hal-hal yang merepotkan. Gaya hidupku adalah untuk menghemat energi untuk kemajuan planet ini. Dengan kata lain, &amp;quot;Jika aku tidak harus melakukannya, aku tidak akan melakukannya. Jika aku harus melakukannya, lakukan secepat mungkin.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selagi aku mengucapkan motoku, Satoshi mengangkat bahunya seperti biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apapun itu menghemat energi atau sinisme, itu adalah hal yang sama, kan? Pernahkah kamu mendengar tentang instrumentalisme&amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Instrumentalism&amp;lt;/ref&amp;gt;&amp;lt;ref&amp;gt;http://4diskusi.wordpress.com/2011/03/20/instrumentalisme-john-dewey/&amp;lt;/ref&amp;gt;?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Singkatnya, itu berarti untuk orang sepertimu yang tidak mempunyai ketertarikan tertentu, cuma dengan melihat fakta bahwa kau tidak mengikuti klub mana pun di sini, di SMA Kamiyama, Tanah Suci-nya aktivitas klub SMA, membuatmu menjadi seorang yang berwarna abu-abu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa? Apa kamu mengatakan kalau kematian karena pembunuhan itu tidak berbeda dari kematian karena kelalaian?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menjawab tanpa keraguan, &amp;quot;Dari sebuah perspektif tertentu, iya. Meskipun itu masalah yang berbeda sepenuhnya jika kamu mencoba meyakinkan orang mati bahwa kematiannya dikarenakan kelalaianmu agar bisa menenangkan jiwanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasar muka tebal sialan. Sekali lagi aku melihat orang di depanku. Fukube Satoshi, teman lamaku, lawan yang pantas dan rival yang mematikan, ia mempunyai badan yang agak pendek untuk seorang lelaki. Bahkan sebagai seorang siswa SMA, dia bisa saja dikelirukan dengan seorang yang terlihat feminim dan lemah, tapi dia sangat berbeda di dalam. Sungguh sulit untuk menjelaskan apa perbedaannya—bagaimanapun, dia hanya berbeda. Disamping tersenyum sepanjang waktu, dia selalu terlihat dengan sebuah tas bertali, sebagaimana ia adalah seorang yang bermuka tebal. Dia juga seorang anggota Klub Kerajinan Tangan, jangan tanya padaku kenapa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdebat dengannya hanya membuang tenaga saja. Aku melambaikan tangan untuk menandakan akhir dari percakapan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, terserah. Sudahlah pulang duluan saja sana.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, kau benar. Aku tidak punya kegiatan klub apapun hari ini... mungkin aku akan pulang duluan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selagi ia meregangkan pinggangnya, tiba-tiba ia menyadari sesuatu dan menatapku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;&#039;Pulang duluan saja&#039;? Sangat jarang mendengar kata itu darimu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau pulang ke rumah, bukankah kau biasa melakukannya terlebih dahulu sebelum mengatakan kalimat itu? Urusan apa yang akan kau lakukan sepulang sekolah ketika kau tidak mengikuti klub manapun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangkat alisku dan mengambil selembar kertas dari dalam saku jaket seragamku. Setelah dengan tenang memberikannya kepada Satoshi, matanya terbuka lebar dalam ketakjuban.  Tidak, ia memberi reaksi yang berlebihan. Ini tidak seperti jika ia benar-benar terkejut, walaupun benar bahwa matanya terbuka lebar. Lagi pula ia memang selalu bereaksi secara berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa?! Bagaimana bisa?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Satoshi, tenangkan dirimu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah ini formulir pendaftaran klub? Aku terkejut. Ada apakah gerangan yang terjadi? Untuk Houtarou benar-benar bergabung dengan sebuah klub...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini memang benar sebuah formulir pendaftaran klub. Ketika melihat nama dari klub yang  tertulis, Satoshi mengangkat alisnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Klub Sastra Klasik?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau pernah mendengarnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja, tapi, kenapa Klub Sastra Klasik? Apakah kau tiba-tiba menemukan minat pada sastra klasik?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang bagaimana aku harus menjelaskan ini? Aku menggaruk kepala dan mengambil lembaran kertas yang lainnya dari dalam sakuku. Itu adalah sebuah surat dengan tulisan tangan yang terlihat tergesa-gesa, yang lalu aku berikan kepada Satoshi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bacalah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan segera Satoshi mengambil surat itu dan membacanya, dan seperti yang diharapkan, ia mulai tertawa.&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haha, Houtarou, pasti itu menyusahkanmu. Sebuah permintaan dari kakakmu, hah? Tidak ada cara yang bisa kaulakukan untuk menolaknya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa ia terlihat begitu riang gembira? Meskipun, ia sadar bahwa aku menunjukan ekspresi yang pahit. Surat yang sejak tadi pagi datang dari India ini berusaha untuk membuat sebuah penyesuaian terhadap gaya hidupku. Oreki Tomoe memang selalu seperti itu, mengirim surat untuk menggeser jalur hidupku keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Houtarou, selamatkan Klub Sastra Klasik, tempat kakakmu menghabiskan masa muda.&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika aku membuka amplop dan membacanya dengan singkat pada pagi ini, aku menjadi sadar akan sifat egoisnya yang tertulis. Aku tidak mempunyai kewajiban untuk menjaga kenangan masa muda kakakku, tapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa keahlian kakakmu? Jujutsu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aikido dan Taiho-jutsu&amp;lt;ref&amp;gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Taiho_Jutsu&amp;lt;/ref&amp;gt;. Itu bisa sangat menyakitkan jika ada salah satunya yang ingin menyakiti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya, kakakku, seorang mahasiswi yang pandai secara akademis maupun dalam seni bela diri, tidak berhasrat untuk menaklukkan Jepang saja, dan telah memutuskan untuk pergi ke luar negeri dan menantang dunia. Tidaklah bijak untuk mendatangkan kemarahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditambah lagi, di saat aku bisa melawan dengan sedikit kebanggaan yang kumiliki, memang benar aku punya alasan kecil untuk menentangnya. Memang kakakku telah tepat sasaran dengan menujukkan bahwa aku tidak punya apapun yang bisa kulakukan dengan lebih baik. Aku telah memutuskan bahwa mungkin aku menjadi anggota klub yang semu daripada siswa yang tidak berafiliasi, dan juga tanpa keraguan, &amp;quot;aku sampaikan surat pendaftaran ini tadi pagi&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau tahu apa artinya ini, Houtarou?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucap Satoshi sambil melirik surat Kakak dengan sepintas. Aku berkata dengan nada mengeluh, &amp;quot;Yah, ini semua terlihat tidak ada manfaatnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Tidak, bukan itu yang kumaksud.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menengadahkan pandangannya dari surat itu, Satoshi mengatakannya dengan nada yang riang namun aneh. Ia menepuk surat itu dibalik telapak tangannya dan berkata, &amp;quot;Saat ini Klub Sastra Klasik tidak ada anggotanya, kan? Artinya hanya kau sendiri yang akan menjaga ruangan klubnya. Bagus kan? Sebuah markas pribadi dalam lingkungan sekolah milikmu sendiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah markas pribadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Sebuah cara yang bagus dalam memandang hal ini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankah kau menyukainya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalan pikiran yang aneh. Pada dasarnya Satoshi mengatakan bahwa aku bisa memiliki markas pribadi di sekolah. Bisa saja aku tidak pernah mempunyai ide seperti itu. Sebuah ruang rahasia, hah? Bukannya aku menginginkannya dan akan berusaha untuk itu... Tapi tidak begitu buruk jika digunakan untuk tempat bersantai. Kuambil kembali surat itu dari tangan Satoshi dan menjawab, &amp;quot;Kupikir tidak terlalu buruk. Aku mungkin akan melihatnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagus. Jangan menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk tidak mencobanya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mencoba kesempatan yang ada, begitu ya? Yah, sepertinya ini tidak terlalu berlawanan dengan kepribadianku, jadi aku tersenyum dengan pahit dan mengangkat tas bahuku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku masih tetap percaya kepada motoku sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari jendela yang terbuka, bisa terdengar seruan dari Tim Atletik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Fight! Fight! Fight!...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak ingin melibatkan diriku untuk membuang energi yang kupakai untuk hal semacam itu. Jangan salah paham, aku tidak berkata jika menghemat energi yang kumaksud adalah kehendak yang superior&amp;lt;ref&amp;gt;Maksudnya &amp;quot;superior&amp;quot; disini adalah bersifat seperti orang yang lebih tinggi kedudukannya.&amp;lt;/ref&amp;gt;, jadi aku sama sekali tidak menganggap mereka yang selalu aktif adalah orang bodoh. Aku melangkah menuju ruangan Klub Sastra Klasik sambil mendengar mereka melanjutkan seruannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berjalan di sepanjang lorong yang berubin dan naik ke lantai 3. Ketika kulihat penjaga sekolah yang membawa tangga yang besar, aku bertanya kepadanya dimana ruangan Klub Sastra Klasik berada, dan diarahkan menuju Ruang Pembelajaran Geologi di lantai 4 Blok Kejuruan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekolah ini, SMA Kamiyama, baik jumlah siswa maupun luas area kampus, sama-sama memiliki angka yang sangat besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah seluruh siswa ada sekitar seribu. Meskipun sekolah ini menyediakan kurikulum untuk mengikuti ujian ke universitas, bidang akademik bukanlah satu-satunya hal yang dinilai. Dengan kata lain, ini adalah sekolah SMA biasa. Disamping itu, sekolah ini mempunyai jumlah klub yang luar biasa banyak (seperti Klub Melukis atau Klub A Capella, seperti halnya Klub Sastra Klasik), karena itu sekolah ini sangat dikenal mempunyai Festival Budaya yang diselenggarakan setiap tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam wilayah kampus terdapat tiga gedung besar. Blok Umum yang merupakan ruang kelas reguler, Blok Kejuruan untuk ruang kelas kejuruan, dan Gimnasium. Ini sangat normal, sungguh. Terdapat pula Dojo Seni Bela Diri dan Ruang Penyimpanan Peralatan Olahraga. Lantai empat Blok Kejuruan dimana ruangan Klub Sastra Klasik berada, relatif terpencil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara aku mengutuk perilaku yang memboroskan energi, aku berjalan melintasi lorong penghubung dan naik ke lantai empat, di mana aku dapat menemukan dengan cepat Ruang Geologi. Tanpa ragu aku segera menggeser pintunya agar terbuka, namun pintunya terkunci. Tidak heran, kabanyakan ruang kejuruan memang biasanya terkunci. Kuambil kunci yang telah kupinjam sebelumnya agar aku bisa menghemat energi, dan kubuka pintunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah pintunya tak terkunci, aku menggesernya sampai terbuka. Dalam Ruang Geologi yang kosong, matahari terbenam dapat terlihat dari jendelanya yang menghadap ke arah barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa tadi kubilang kosong? Tidak, itu tidak sesuai dengan apa yang aku sangka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sinar matahari senja yang menyelimuti seluruh Ruang Geologi, yang juga ruang Klub Sastra Klasik, ada seseorang di dalamnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang siswa sedang berdiri disamping jendela dan menatapku. Tidak, dia seorang gadis, lebih tepatnya dia adalah seorang siswi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski &amp;quot;anggun&amp;quot; dan &amp;quot;rapi&amp;quot; bukanlah kata-kata pertama yang tepat tersirat dalam pikiranku ketika aku melihatnya, kupikir tidak ada kata-kata yang lain untuk menggambarkan dirinya dengan baik. Rambut panjangnya melambai melewati kedua pundaknya, dan seragam pelautnya sangat cocok dikenakan olehnya. Dia cukup tinggi untuk seorang gadis, mungkin dia lebih tinggi dari Satoshi. Ketika aku mengetahuinya dengan jelas bahwa ia adalah seorang siswi SMA, bibir tipis dan sosoknya yang seperti penuh dengan pengharapan, memperkuat pandanganku tentang bagaimanakah kelihatannya seorang siswi SMA yang bergaya zaman dulu. Yang membedakannya adalah kedua pupil matanya yang begitu besar, dan dibanding terlihat anggun, keduanya terlihat begitu bersemangat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia bukanlah gadis yang kukenal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ketika ia melihatku, dia tersenyum dan berkata, &amp;quot;Halo. Kamu pasti Oreki-san dari Klub Sastra Klasik, benar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Siapa ya?&amp;quot; &amp;lt;!-- aku berfikir &#039;kamu siapa?&#039; atau &#039;siapa kamu&#039; kedengaran lebih sopan, tapi aku tidak yakin houtaro menggunakan bahasa sopan atau tidak di novel aslinya -Tony --&amp;gt; &amp;lt;!-- dalam versi anime Oreki mengatakan &#039;Dare da?&#039; jadi saya pikir lebih sesuai diganti dengan &#039;Siapa ya?&#039; -Gin --&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kutanya dengan terus terang. Walau aku tidak pernah berinteraksi dengan baik terhadap orang-orang, aku tidak bermaksud untuk memperlakukan dengan dingin orang yang pertama kali kutemui. Di saat ketika aku tidak mengenalinya, untuk beberapa alasan, ia terlihat seperti mengenaliku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidakkah kamu mengingatku? Namaku Chitanda, Chitanda Eru.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda Eru. Meskipun ia telah memberitahukan namanya, aku masih belum mendapat petunjuk. Bagaimana pun, Chitanda adalah nama belakang yang cukup jarang, begitu pula dengan nama depannya, Eru. Rasanya mustahil bagiku untuk melupakan nama semacam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat lagi gadis yang dipanggil Chitanda itu. Setelah memastikan bahwa aku tidak mengenalnya, aku menjawab, &amp;quot;Maaf, kurasa aku tidak ingat siapa kamu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil mempertahankan senyumannya, dia memiringkan kepalanya, seperti kebingungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu Oreki-san, kan? Oreki Houtarou dari Kelas 1-B?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya dari kelas 1-A.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi apakah kau mengingatnya sekarang? Apakah dia terlihat seperti mengisyaratkan bahwa... Begitu buruknya ingatanku ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tunggu dulu. Aku dari Kelas B dan dia dari Kelas A, apakah ada kesempatan bagi kami untuk bertemu sebelumnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski sesama kelas 1, sama sekali tidak mungkin untuk para siswa yang berbeda kelas untuk saling berinteraksi. Kesempatan yang ada hanya melakukannya lewat kegiatan klub atau hubungan dengan teman. Aku tidak punya kedua penghubung itu. Maka hal ini pasti melibatkan seluruh siswa, namun kejadian semacam itu yang muncul di benakku hanyalah upacara pembukaan semester awal di sekolah. Lagi pula, aku tidak pernah merasa  dikenalkan kepada orang lain di luar kelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak, tunggu. Aku ingat. Itu dia, ada satu kesempatan bagi kita untuk berinteraksi dengan kelas lain selama pelajaran. Jika saat pelajaran harus menggunakan suatu ruang atau berbagai peralatan, maka akan lebih efisien untuk mengajar lebih dari satu kelas sekaligus. Hal itu berarti selama penjas, atau pelajaran yang berhubungan dengan kesenian. Saat SMP, ada juga kelas kejuruan, tetapi mengingat SMA ini adalah sebuah sekolah yang mengutamakan bidang akademik, ini tidaklah sama. Dan saat penjas siswa dan siswi dipisahkan, itu berarti...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkinkah kita di kelas yang sama saat pelajaran musik?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, itu dia!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda menganggukkan kepalanya dengan kuat-kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski telah kupikirkan dengan hati-hati, aku masih terkejut. Demi harga diriku yang masih tersisa, harus kuakui bahwa aku hanya hadir sekali dalam beberapa pelajaran seni yang tidak wajib itu semenjak aku medaftar di sekolah ini. Jadi mustahil aku bisa mengingat wajah atau nama!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi di sisi lain, gadis bernama Chitanda ini bisa mengingatku hanya dengan sekali melihat sebelumnya, jadi ini adalah bukti nyata bahwa itu tidak terlalu mustahil... Biar kuberi tahu, dia pasti mempunyai tingkat kemampuan yang mengerikan dalam meneliti dan mengingat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetap saja, bisa jadi ini semua hanya kebetulan. Lagi pula, orang yang berbeda akan menafsirkan arti yang berbeda dari membaca artikel koran yang sama. Aku membangkitkan kembali akal sehatku dan bertanya, &amp;quot;Jadi, Chitanda-san. Kenapa ada di Ruang Geologi ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia dengan cepat memjawab, &amp;quot;Saya telah bergabung dengan Klub Sastra Klasik, jadi kupikir saya harus menyambutmu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah bergabung dengan Klub Sastra Klasik, dengan kata lain, seorang anggota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat itu aku berharap agar dia mengerti perasaanku. Jika dia bergabung dengan klub, itu berarti akhir dari markas pribadiku dan kewajiban kepada kakakku. Aku tidak punya alasan lagi bergabung dengan Klub Sastra Klasik. Aku mengeluh dalam hati... Usahaku telah sia-sia. Sementara memikirkannya, aku bertanya, &amp;quot;Kenapa kamu bergabung dengan Klub Sastra Klasik?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak ingin bergabung dengan Klub Sastra Klasik! Aku berusaha menyampaikan pesan tersirat ini pada pertanyaanku, tapi sepertinya ia sama sekali tidak mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Emm, saya memiliki alasan pribadi untuk bergabung.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan dia mengelak dari pertanyaanku. Tidak kusangka, Chitanda Eru ini cukup mencurigakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana dengan kamu, Oreki-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang jadi rumit. Bagaimana aku harus menjawabnya? Aku rasa dia tidak akan mengerti jika kuberi tahu aku datang kesini karena perintah dari kakakku. Tapi setelah aku memikirkannya, aku sadar bahwa dia tidak perlu mengetahui alasanku juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiba-tiba pintu terbuka dan terdengar suara nyaring  ke dalam ruangan, &amp;quot;Hei! Apa yang kalian lakukan disini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya seorang guru. Mungkin sedang patroli setelah pulang sekolah. Dengan tubuh tegap dan kulit berwarna coklat, sepertinya dia guru penjas. Walau dia tidak membawa pedang bambu, tidak terlihat terlalu dibuat-buat untuk membayangkannya. Meski ia telah melewati masa usia prima, ia masih tetap memiliki wibawa semacam itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengelak sedikit ke kebelakang ketika diteriaki secara begitu tiba-tiba, tetapi segera ia kembali pada senyumannya yang menenangkan. Lalu ia menyapa guru itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Selamat sore, Morishita-sensei.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia membuat salam yang sempurna dari caranya membungkukkan kepala dengan kecepatan dan sudut yang benar. Melihat bagaimana ia mempertahankan sopan santun tanpa menghiraukan keberadaannya, aku tidak bisa melakukan apa-apa kecuali iri kepadanya. Guru yang dipanggil Morishita ini menjadi terdiam sesaat karena sikap hormatnya, tapi segera ia kembali berbicara dengan keras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku melihat pintunya tidak terkunci, jadi aku kesini untuk memeriksa apa yang terjadi. Apa yang kamu lakukan dengan masuk ke kelas tanpa izin? Siapa namamu dan dari kelas mana?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Hmmm, tanpa izin ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Saya Oreki Houtarou dari kelas 1-B. Oh ya, pak, ini adalah ruang Klub Sastra Klasik, dan saya khawatir Anda mengganggu aktivitas klub kami,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Klub Sastra Klasik...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa menghilangkan kecurigaannya, ia melanjutkan, &amp;quot;Kupikir itu sudah dibubarkan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, sebelumnya memang. Tapi sudah diaktifkan lagi pagi ini. Anda bisa mengkonfirmasinya dengan guru pembina kami, emm...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ooide-sensei,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ya, Anda bisa mengkonfirmasinya dengan Ooide-sensei.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah penjelasan yang tepat disaat yang tepat. Morishita segera merendahkan volume suaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh. Begitu. Yah, kalau begitu lanjutkan saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tapi Anda baru saja melihat kami.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dan jangan lupa mengembalikan kuncinya jika sudah selesai.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baik, pak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Morishita menatap kami lagi sebelum menutup pintu dengan kasar. Chitanda kembali mengejutkan tubuhnya terhadap suara keras, namun dengan lembut berbisik, &amp;quot;Dia...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hmm?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia cukup berisik untuk seorang guru.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana pun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasanya aku tidak mempunyai urusan lagi disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah. Sekarang kita telah selesai dengan perkenalannya, bisakah kita pulang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hah? Kita tidak melakukan kegiatan apapun hari ini?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, aku mau pulang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengangkat tas bahuku, yang tidak berisi banyak barang, dan membalikkan punggungku di depan Chitanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nanti kamu yang harus mengunci pintunya. Tidak mau lagi dimarahi seperti tadi, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Eh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku meneruskan untuk meninggalkan Ruang Geologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau lebih tepatnya, aku hampir meninggalkannya, ketika aku dihentikan oleh suara Chitanda yang tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kumohon tunggu dulu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbalik melihat Chitanda, yang terlihat seperti telah diberitahukan hal yang mustahil, dan yang berbicara dengan polos, &amp;quot;Aku, aku tidak bisa menguncinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa tidak?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Karena aku tidak punya kuncinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, ya. Kuncinya ada padaku. Sepertinya tidak banyak kunci cadangan yang tersedia untuk dipinjamkan. Jadi kuambil kuncinya dari saku dan memberikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini, jaga baik-baik... Maaf, maksudku, tolong jaga ini baik-baik, Chitanda-san.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Chitanda tidak menanggapi. Dia menatap dengan polos pada kunci yang tergantung di jariku, dan sebelumnya ia memiringkan kepalanya dan bertanya, &amp;quot;Oreki-san, mengapa kamu membawanya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa ia kehilangan beberapa sekrup di kepalanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu, aku tidak bisa masuk tanpa kunci... Tunggu dulu, bagaimana bisa kau... maaf, bagaimana tadi kamu bisa masuk ke ruangan ini, Chitanda-san?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pintunya tidak terkunci ketika aku masuk. Kupikir sudah ada yang masuk sebelum aku datang, jadi aku tidak membutuhkan kunci untuk masuk.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu. Karena ia tidak menerima surat dari mantan anggota seperti yang aku punya, dia tidak tahu bahwa tidak ada anggota lain yang ada di Klub Sastra Klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benarkah? Saat aku masuk pintunya telah terkunci.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi sebuah kesalahan bagiku dengan mengucapkannya secara acuh tak acuh, saat ekspresi di kedua bola mata Chitanda yang berubah dengan cepat dan tatapannya yang menjadi tajam. Apakah hanya perasaanku atau kedua pupilnya benar-benar membesar? Tidak peduli dengan ekspresi terkejutku, perlahan ia bertanya padaku, &amp;quot;Saat kamu bilang pintunya terkunci, apakah maksudmu pintu yang tadi kamu masuki?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di saat merasa bingung dengan sebuah perubahan ekspresi semacam itu untuk gadis yang lemah gemulai seperti dia, aku mengangguk. Entah itu secara sadar atau tidak, Chitanda maju satu langkah padaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jadi itu berarti bahwa tadi aku terkunci di dalam, kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara pukulan yang dicetak oleh Tim Baseball bisa terdengar jernih dari luar. Sementara aku tidak punya lagi urusan apapun di ruangan ini, Chitanda terlihat seperti ingin bicara sedikit lebih lama lagi. Aku mengeluh dan mengiba, dan meletakkan tasku di meja terdekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terkunci di dalam, itulah yang dikatakan Chitanda. Apa benar begitu? Aku berpikir sedikit. Kuncinya ada padaku, ketika Chitanda ada didalam ruangan. Aku tidak punya ingatan jika aku pernah mengunci pintunya. Jadi jawabannya sederhana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah sebelumnya kamu yang mengunci pintunya dari dalam?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Chitanda menggelengkan kepalanya dan menolaknya dengan tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak pernah melakukannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yah, kuncinya ada padaku. Siapa lagi yang bisa mengunci pintunya selain kamu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Nah, adakalanya orang lupa kalau mereka sudah mengunci pintunya atau belum,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Chitanda tidak terlihat begitu memperhatikan penjelasanku, dan tiba-tiba menunjuk sesuatu di belakangku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ngomong-ngomong, bukankah yang disana itu adalah temanmu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berbalik, dan menemukan pandangan sekilas kerah seragam hitam di balik celah pintu yang terbuka sedikit. Tatapannya langsung berhadapan dengan tatapanku. Aku ingat ketika melihat mata berwarna coklat itu yang terlihat seolah-olah sedang tersenyum, jadi kutinggikan suaraku dan memanggilnya, &amp;quot;Satoshi! Buruk sekali kegemaran yang kau lakukan, menguping percakapan orang lain!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pintunya telah terbuka, dan seperti yang kuduga, orang yang masuk adalah Fukube Satoshi. Sama sekali tidak merasa malu, dia berkata dengan kurang ajar, &amp;quot;Yah, maaf. Aku tidak bermaksud untuk menguping.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin kau memang tidak bermaksud, tapi bagaimanapun tetap saja kau berakhir dengan melakukannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mungkin memang begitu. Tapi aku hanya tidak bisa menyela ketika melihat Houtarou yang biasanya tidak aktif menghabiskan waktu berharganya dengan seorang gadis di ruang kelas khusus saat senja. Aku tidak ingin mengacaukannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Catatan penerjemah dan referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 1|1 - Surat dari Benares]]&lt;br /&gt;
| Lanjut ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 3|3 - Aktifitas-aktifitas Klub Sastra Klasik yang Bergengsi]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=297705</id>
		<title>Hyouka (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=297705"/>
		<updated>2013-10-28T02:49:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Jilid 1 Hyouka 氷菓 - You can&amp;#039;t escape / The niece of time */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Hyouka v01 000.jpg|thumb|Volume 1 Cover]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Hyouka&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; (氷菓) adalah sebuah Light Novel yang ditulis oleh Honobu Yonezawa dan diserialisasikan di Kadokawa Shoten. Saat ini, serial Hyouka telah terbit sebanyak 5 volume. Animenya akan ditayangkan mulai dari April 2012 serta, tersedia juga manga yang ditulis oleh pengarang asli dan diilustrasikan oleh Task Ohna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hyouka juga tersedia dalam pilihan bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Hyouka|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
*[[Hyouka_PL|Polski]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Houtarou Oreki adalah orang yang menyebut dirinya sebagai &amp;quot;penghemat energi&amp;quot;. Ia tidak akan membuang energi melakukan sesuatu yang tidak perlu. Meskipun ia tidak tertarik mengikuti klub apa pun, begitu memasuki SMA Kamiyama, ia diperintahkan kakaknya Tomoe untuk memasuki Klub Klasik yang terancam dibubarkan karena seluruh anggota sebelumnya telah lulus. Bersama dengan teman lamanya, Satoshi Fukube dan Mayaka Ibara, serta seorang gadis anggun yang penuh rasa ingin tahu, Eru Chitanda, Klub Klasik yang didirikan kembali mendapati diri mereka terlibat dalam segala bentuk pemecahan misteri yang menegangkan. Houtarou segera menyadari bahwa Klub Klasik, seperti yang dijanjikan Tomoe, sebetulnya &amp;quot;lumayan menarik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian dimulailah &amp;quot;Serial Klub Klasik&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diadaptasi ke anime oleh Kyoto Animation di tahun 2012 dengan nama &amp;quot;Hyouka&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Ini adalah terjemahan tangan kedua (Second-Hand) dari terjemahan Bahasa Inggris. Bagi yang ingin meninjau ulang dari Bahasa Jepang akan sangat kami hargai.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta mendaftarkan di [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|halaman ini]] bab mana yang akan dikerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap bab setelah disunting harus mengikuti&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Diskusi/Feedback===&lt;br /&gt;
Untuk diskusi/feedback silahkan buka forum [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5424| di sini]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Opening===&lt;br /&gt;
Karena terdapat beberapa penerjemah yang Hilang dalam Tugas a.k.a Missing in Action (MIA) &#039;&#039;&#039;Jilid 1&#039;&#039;&#039; &#039;&#039;bab 2&#039;&#039;, &#039;&#039;bab 3&#039;&#039;, &#039;&#039;bab 5&#039;&#039; dan seterusnya dapat diambil alih proyek penerjemahannya, bagi yang ingin mendaftar silahkan membuat account wiki/ baka-tsuki terlebih dahulu (demi kepentingan berkomunikasi) dan daftar ke halaman pendaftaran seperti link di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 1&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*25 Agustus 2012- Jilid 1 Bab 1 selesai&lt;br /&gt;
*Jilid 1 Bab 2 selesai&lt;br /&gt;
*03 Januari 2013- Jilid 1 Bab 9 selesai&lt;br /&gt;
*04 Januari 2013- Jilid 1 Bab 4 selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 2&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*30 Agustus 2012- Jilid 2 Bab 0 selesai&lt;br /&gt;
*04 Februari 2013- Jilid 2 Bab 1 selesai&lt;br /&gt;
*08 September 2013- Jilid 2 Bab 2 selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Serial &#039;&#039;Hyouka (Classics Club)&#039;&#039; （〈古典部〉シリーズ） oleh Honobu Yonezawa==&lt;br /&gt;
===Jilid 1 Hyouka 氷菓 - You can&#039;t escape / The niece of time===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 1|1 - Surat dari Benares]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 2|2 - Kebangkitan Kembali Klub Sastra Klasik yang Tradisionil]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 3|3 - Aktifitas-aktifitas Klub Sastra Klasik yang Bergengsi]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 4|4 - Pewaris Klub Klasik yang Penuh Kegiatan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 5|5 - Segel Rahasia Silsilah Klub Sastra Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|6 - Masa Lalu Klub Sastra Klasik yang Gemilang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 7|7 - Kebenaran Sejarah dari Klub Sastra Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 8|8 - Kegiatan Sehari-hari Klub Sastra Klasik yang Akan Datang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 9|9 - Surat  ke Sarajevo]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2 The Credit Roll of the Fool 愚者のエンドロール - Kenapa Dia Tidak Bertanya pada EBA?===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Illustrasi|Illustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 0|0 - Sebelum Judul]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film!]] &lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 8|8 - Credit Roll]] &#039;&#039;proses&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3 The Kudryavka Sequence クドリャフカの順番 - Welcome to KANYA FESTA!===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 1|1 - Malam Tanpa Tidur]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2|2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.1|2.1 - Apa Sesuatu Telah Terjadi Dengan Klub Klasik?]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.2|2.2 - Percobaan Kuis]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.3|2.3 - Dan Lagi Badai Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3|3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.1|3.1 - Pemandangan Pagi Hari]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.2|3.2 - Wild Fire]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.3|3.3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 4|4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5|5 - Rangkaian Kudryavka]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.1|5.1 - Empat Orang Empat Festival Budaya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.2|5.2 - &amp;quot;Juumoji&amp;quot; vs Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.3|5.3 - Tirai Menutup]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.4|5.4 - Di Belakang Panggung]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 6|6 - Dengan Begitu Berakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4 The Doll that Took a Detour 遠まわりする雛 - Little birds can remember===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 1|Kalau Aku Harus Melakukannya, Maka Lakukan Dengan Cepat]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 2|Melakukan Dosa Besar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 3|Mengungkapkan Bentuk Sebenarnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 4|Mereka yang Memiliki Petunjuk Apa Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 5|Selamat Pembukaan Baru]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 6|Kasus Coklat Buatan Tangan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 7|Boneka yang Mengambil Jalan Memutar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5 The Approximation of the Distance of Two ふたりの距離の概算 - It walks by past===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog|Prolog - Bahkan Berjalan Pun Terasa Lama]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-1|Prolog 1 - Sekarang: 0 km]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-2|Prolog 2 - Dulu: Sehari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-3|Prolog 3 - Sekarang: 1.2 km]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1|1 - Bagian Penerimaan Untuk Bergabung Dengan Klub di Sebelah Sini]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.1|1.1 - Sekarang: 1.4 km; 18.6 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.2|1.2 - Dulu: 42 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.3|1.3 - Sekarang: 4.1 km; 15.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2|2 - Seorang Teman Harus Diberi Selamat]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.1|2.1 - Sekarang: 5.2 km; 14.8 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.2|2.2 - Dulu: 27 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.3|2.3 - Sekarang: 6.9 km; 13.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3|3 - Sebuah Toko yang Sangat Cantik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.1|3.1 - Sekarang: 8.0 km; 12.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.2|3.2 - Dulu: 13 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.3|3.3 - Sekarang: 11.5 km; 8.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4|4 - Menyenangkan Bagi Mereka yang Meninggalkan]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.1|4.1 - Sekarang: 14.3 km; 5.7 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.2|4.2 - Dulu: Kira-kira 19 Jam dan 30 Menit yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.3|4.3 - Sekarang: 14.5 km; 5.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.4|4.4 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.5|4.5 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.2|5.2 - 18.6 km; 1.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.3|5.3 - 18.9 km; 1.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Tangan yang Dapat Menjangkau Ke Mana Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog|Epilog - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog-1|Epilog 1 - Sekarang: 19.1 km; 0.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staf Proyek==&lt;br /&gt;
*Pengurus Proyek:&lt;br /&gt;
*Pengawas Proyek: [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
:*[[User:spectrum|spectrum]]  &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:ginthegum|ginthegum]]&lt;br /&gt;
:*[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
:*[[User:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[User:AS|AS]]  &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penerjemah yang dapat berbahasa Inggris-Indonesia, maupun Jepang-Indonesia dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
:*[[user:Tony Yon|Tony Yon]] (Tidak Aktif)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penyunting yang dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*氷菓 You can&#039;t escape / The niece of time (31 Oktober 2001) ISBN 978-4-04-427101-5&lt;br /&gt;
*愚者のエンドロール Why didn&#039;t she ask EBA? (31 Juli 2002) ISBN 978-4-04-427102-2&lt;br /&gt;
*クドリャフカの順番 Welcome to KANYA FESTA! (24 Mei 2008) ISBN 978-4-04-427103-9&lt;br /&gt;
*遠まわりする雛 Little birds can remember (24 Juli 2010) ISBN 978-4-04-427104-6&lt;br /&gt;
*ふたりの距離の概算 It walks by past (26 Juni 2012) ISBN 978-4-04-874075-3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_1&amp;diff=297703</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 1</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_1_Bab_1&amp;diff=297703"/>
		<updated>2013-10-28T02:43:01Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* 1 - Surat dari Benares */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==1 - Surat dari Benares==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teruntuk Houtarou,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sekarang tinggal di Benares. Walaupun di Jepang tempat ini lebih dikenal dengan ‘Benares’, menyebutnya ‘Varanasi’ mungkin lebih tepat dalam hal pelafalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benares adalah kota yang hebat, Houtarou. Ini adalah kota upacara kematian - ngomong-ngomong, sudah untuk waktu yang lama. Kelihatannya, siapa pun yang meninggal di sini, bisa langsung naik ke surga. Atau aku salah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, ya, tempat ini disebut-sebut ‘bebas dari roda reinkarnasi’. Artinya, meninggal di sini setara dengan menjadi makhluk yang telah mendapat pencerahan dalam ajaran Buddha. Di Cina, butuh kesederhanaan yang lama untuk mencapai tingkat ‘kebebasan’. Tapi di sini, kau hanya perlu meninggal lalu segalanya akan beres.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah, itu cerita yang menyedihkan untuk orang-orang Cina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini mungkin agak terlambat, tapi selamat untuk keberhasilanmu masuk ke SMA. Pada akhirnya SMA Kamiyama, ya kan? Pilihan yang membosankan. Tapi bagaimana pun juga, selamat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai kakakmu, biarkan aku memberimu, seseorang yang berhasil menjadi murid SMA, sebuah saran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masuklah ke Klub Sastra Klasik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klub Sastra Klasik adalah klub kebudayaan dengan tradisi yang panjang di SMA Kamiyama. Dan lagi, kau mungkin sudah tahu mengenai hal ini, tapi aku juga, dulunya anggota klub itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mendengarnya dari seseorang, tapi sepertinya klub kami yang kaya tradisi itu tidak mendapat anggota baru selama tiga tahun dan sekarang tidak memiliki anggota sama sekali. Kalau tidak ada satu pun siswa yang masuk klub ini tahun ini, klub tersebut akan dibubarkan. Sebagai orang yang pernah menjadi anggota klub, tentu itu bukan sesuatu yang bisa aku biarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, jika ada anggota baru di bulan April, situasinya akan berbeda. Houtarou, selamatkan Klub Klasik, tempat kakakmu menghabiskan masa muda. Untuk sekarang, kau bisa ikut klub dengan sekadar nama saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lagi pula, Klub Sastra Klasik bukanlah klub yang buruk. Khususnya sangat menyenangkan di musim gugur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana pun, kau tidak punya sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan, kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku akan meneleponmu setelah sampai di New Delhi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam sayang,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tomoe&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Lanjutkan ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 2|2 - Kebangkitan Kembali Klub Klasik yang Tradisionil]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=294152</id>
		<title>Hyouka (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=294152"/>
		<updated>2013-10-14T01:03:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Opening */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Hyouka v01 000.jpg|thumb|Volume 1 Cover]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Hyouka&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; (氷菓) adalah sebuah Light Novel yang ditulis oleh Honobu Yonezawa dan diserialisasikan di Kadokawa Shoten. Saat ini, serial Hyouka telah terbit sebanyak 5 volume. Animenya akan ditayangkan mulai dari April 2012 serta, tersedia juga manga yang ditulis oleh pengarang asli dan diilustrasikan oleh Task Ohna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hyouka juga tersedia dalam pilihan bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Hyouka|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
*[[Hyouka_PL|Polski]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Houtarou Oreki adalah orang yang menyebut dirinya sebagai &amp;quot;penghemat energi&amp;quot;. Ia tidak akan membuang energi melakukan sesuatu yang tidak perlu. Meskipun ia tidak tertarik mengikuti klub apa pun, begitu memasuki SMA Kamiyama, ia diperintahkan kakaknya Tomoe untuk memasuki Klub Klasik yang terancam dibubarkan karena seluruh anggota sebelumnya telah lulus. Bersama dengan teman lamanya, Satoshi Fukube dan Mayaka Ibara, serta seorang gadis anggun yang penuh rasa ingin tahu, Eru Chitanda, Klub Klasik yang didirikan kembali mendapati diri mereka terlibat dalam segala bentuk pemecahan misteri yang menegangkan. Houtarou segera menyadari bahwa Klub Klasik, seperti yang dijanjikan Tomoe, sebetulnya &amp;quot;lumayan menarik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian dimulailah &amp;quot;Serial Klub Klasik&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diadaptasi ke anime oleh Kyoto Animation di tahun 2012 dengan nama &amp;quot;Hyouka&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Ini adalah terjemahan tangan kedua (Second-Hand) dari terjemahan Bahasa Inggris. Bagi yang ingin meninjau ulang dari Bahasa Jepang akan sangat kami hargai.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta mendaftarkan di [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|halaman ini]] bab mana yang akan dikerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap bab setelah disunting harus mengikuti&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Diskusi/Feedback===&lt;br /&gt;
Untuk diskusi/feedback silahkan buka forum [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5424| di sini]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Opening===&lt;br /&gt;
Karena terdapat beberapa penerjemah yang Hilang dalam Tugas a.k.a Missing in Action (MIA) &#039;&#039;&#039;Jilid 1&#039;&#039;&#039; &#039;&#039;bab 2&#039;&#039;, &#039;&#039;bab 3&#039;&#039;, &#039;&#039;bab 5&#039;&#039; dan seterusnya dapat diambil alih proyek penerjemahannya, bagi yang ingin mendaftar silahkan membuat account wiki/ baka-tsuki terlebih dahulu (demi kepentingan berkomunikasi) dan daftar ke halaman pendaftaran seperti link di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 1&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*25 Agustus 2012- Jilid 1 Bab 1 selesai&lt;br /&gt;
*Jilid 1 Bab 2 selesai&lt;br /&gt;
*03 Januari 2013- Jilid 1 Bab 9 selesai&lt;br /&gt;
*04 Januari 2013- Jilid 1 Bab 4 selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 2&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*30 Agustus 2012- Jilid 2 Bab 0 selesai&lt;br /&gt;
*04 Februari 2013- Jilid 2 Bab 1 selesai&lt;br /&gt;
*08 September 2013- Jilid 2 Bab 2 selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Serial &#039;&#039;Hyouka (Classics Club)&#039;&#039; （〈古典部〉シリーズ） oleh Honobu Yonezawa==&lt;br /&gt;
===Jilid 1 Hyouka 氷菓 - You can&#039;t escape / The niece of time===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 1|1 - Surat dari Benares]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 2|2 - Kebangkitan Kembali Klub Klasik yang Tradisionil]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 3|3 - Aktifitas-aktifitas Klub Klasik yang Bergengsi]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 4|4 - Pewaris Klub Klasik yang Penuh Kegiatan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 5|5 - Segel Rahasia Silsilah Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|6 - Masa Lalu Klub Klasik yang Gemilang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 7|7 - Kebenaran Sejarah dari Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 8|8 - Kegiatan Sehari-hari Klub Klasik yang Akan Datang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 9|9 - Surat  ke Sarajevo]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2 The Credit Roll of the Fool 愚者のエンドロール - Kenapa Dia Tidak Bertanya pada EBA?===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Illustrasi|Illustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 0|0 - Sebelum Judul]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film!]] &lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 8|8 - Credit Roll]] &#039;&#039;proses&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3 The Kudryavka Sequence クドリャフカの順番 - Welcome to KANYA FESTA!===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 1|1 - Malam Tanpa Tidur]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2|2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.1|2.1 - Apa Sesuatu Telah Terjadi Dengan Klub Klasik?]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.2|2.2 - Percobaan Kuis]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.3|2.3 - Dan Lagi Badai Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3|3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.1|3.1 - Pemandangan Pagi Hari]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.2|3.2 - Wild Fire]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.3|3.3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 4|4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5|5 - Rangkaian Kudryavka]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.1|5.1 - Empat Orang Empat Festival Budaya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.2|5.2 - &amp;quot;Juumoji&amp;quot; vs Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.3|5.3 - Tirai Menutup]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.4|5.4 - Di Belakang Panggung]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 6|6 - Dengan Begitu Berakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4 The Doll that Took a Detour 遠まわりする雛 - Little birds can remember===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 1|Kalau Aku Harus Melakukannya, Maka Lakukan Dengan Cepat]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 2|Melakukan Dosa Besar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 3|Mengungkapkan Bentuk Sebenarnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 4|Mereka yang Memiliki Petunjuk Apa Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 5|Selamat Pembukaan Baru]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 6|Kasus Coklat Buatan Tangan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 7|Boneka yang Mengambil Jalan Memutar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5 The Approximation of the Distance of Two ふたりの距離の概算 - It walks by past===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog|Prolog - Bahkan Berjalan Pun Terasa Lama]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-1|Prolog 1 - Sekarang: 0 km]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-2|Prolog 2 - Dulu: Sehari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-3|Prolog 3 - Sekarang: 1.2 km]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1|1 - Bagian Penerimaan Untuk Bergabung Dengan Klub di Sebelah Sini]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.1|1.1 - Sekarang: 1.4 km; 18.6 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.2|1.2 - Dulu: 42 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.3|1.3 - Sekarang: 4.1 km; 15.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2|2 - Seorang Teman Harus Diberi Selamat]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.1|2.1 - Sekarang: 5.2 km; 14.8 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.2|2.2 - Dulu: 27 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.3|2.3 - Sekarang: 6.9 km; 13.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3|3 - Sebuah Toko yang Sangat Cantik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.1|3.1 - Sekarang: 8.0 km; 12.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.2|3.2 - Dulu: 13 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.3|3.3 - Sekarang: 11.5 km; 8.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4|4 - Menyenangkan Bagi Mereka yang Meninggalkan]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.1|4.1 - Sekarang: 14.3 km; 5.7 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.2|4.2 - Dulu: Kira-kira 19 Jam dan 30 Menit yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.3|4.3 - Sekarang: 14.5 km; 5.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.4|4.4 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.5|4.5 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.2|5.2 - 18.6 km; 1.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.3|5.3 - 18.9 km; 1.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Tangan yang Dapat Menjangkau Ke Mana Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog|Epilog - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog-1|Epilog 1 - Sekarang: 19.1 km; 0.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staf Proyek==&lt;br /&gt;
*Pengurus Proyek:&lt;br /&gt;
*Pengawas Proyek: [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
:*[[User:spectrum|spectrum]]  &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:ginthegum|ginthegum]]&lt;br /&gt;
:*[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
:*[[User:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[User:AS|AS]]  &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penerjemah yang dapat berbahasa Inggris-Indonesia, maupun Jepang-Indonesia dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
:*[[user:Tony Yon|Tony Yon]] (Tidak Aktif)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penyunting yang dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*氷菓 You can&#039;t escape / The niece of time (31 Oktober 2001) ISBN 978-4-04-427101-5&lt;br /&gt;
*愚者のエンドロール Why didn&#039;t she ask EBA? (31 Juli 2002) ISBN 978-4-04-427102-2&lt;br /&gt;
*クドリャフカの順番 Welcome to KANYA FESTA! (24 Mei 2008) ISBN 978-4-04-427103-9&lt;br /&gt;
*遠まわりする雛 Little birds can remember (24 Juli 2010) ISBN 978-4-04-427104-6&lt;br /&gt;
*ふたりの距離の概算 It walks by past (26 Juni 2012) ISBN 978-4-04-874075-3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=294150</id>
		<title>Hyouka (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=294150"/>
		<updated>2013-10-14T01:02:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Hyouka v01 000.jpg|thumb|Volume 1 Cover]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Hyouka&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; (氷菓) adalah sebuah Light Novel yang ditulis oleh Honobu Yonezawa dan diserialisasikan di Kadokawa Shoten. Saat ini, serial Hyouka telah terbit sebanyak 5 volume. Animenya akan ditayangkan mulai dari April 2012 serta, tersedia juga manga yang ditulis oleh pengarang asli dan diilustrasikan oleh Task Ohna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hyouka juga tersedia dalam pilihan bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Hyouka|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
*[[Hyouka_PL|Polski]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Houtarou Oreki adalah orang yang menyebut dirinya sebagai &amp;quot;penghemat energi&amp;quot;. Ia tidak akan membuang energi melakukan sesuatu yang tidak perlu. Meskipun ia tidak tertarik mengikuti klub apa pun, begitu memasuki SMA Kamiyama, ia diperintahkan kakaknya Tomoe untuk memasuki Klub Klasik yang terancam dibubarkan karena seluruh anggota sebelumnya telah lulus. Bersama dengan teman lamanya, Satoshi Fukube dan Mayaka Ibara, serta seorang gadis anggun yang penuh rasa ingin tahu, Eru Chitanda, Klub Klasik yang didirikan kembali mendapati diri mereka terlibat dalam segala bentuk pemecahan misteri yang menegangkan. Houtarou segera menyadari bahwa Klub Klasik, seperti yang dijanjikan Tomoe, sebetulnya &amp;quot;lumayan menarik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian dimulailah &amp;quot;Serial Klub Klasik&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diadaptasi ke anime oleh Kyoto Animation di tahun 2012 dengan nama &amp;quot;Hyouka&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Ini adalah terjemahan tangan kedua (Second-Hand) dari terjemahan Bahasa Inggris. Bagi yang ingin meninjau ulang dari Bahasa Jepang akan sangat kami hargai.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta mendaftarkan di [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|halaman ini]] bab mana yang akan dikerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap bab setelah disunting harus mengikuti&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Diskusi/Feedback===&lt;br /&gt;
Untuk diskusi/feedback silahkan buka forum [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5424| di sini]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Opening===&lt;br /&gt;
Karena terdapat beberapa penerjemah yang Hilang dalam Tugas a.k.a Missing in Action (MIA)&#039;&#039;&#039;Jilid 1&#039;&#039;&#039; &#039;&#039;bab 2&#039;&#039;, &#039;&#039;bab 3&#039;&#039;, &#039;&#039;bab 5&#039;&#039; dan seterusnya dapat diambil alih proyek penerjemahannya, bagi yang ingin mendaftar silahkan membuat account wiki/ baka-tsuki terlebih dahulu (demi kepentingan berkomunikasi) dan daftar ke halaman pendaftaran seperti link di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 1&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*25 Agustus 2012- Jilid 1 Bab 1 selesai&lt;br /&gt;
*Jilid 1 Bab 2 selesai&lt;br /&gt;
*03 Januari 2013- Jilid 1 Bab 9 selesai&lt;br /&gt;
*04 Januari 2013- Jilid 1 Bab 4 selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 2&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*30 Agustus 2012- Jilid 2 Bab 0 selesai&lt;br /&gt;
*04 Februari 2013- Jilid 2 Bab 1 selesai&lt;br /&gt;
*08 September 2013- Jilid 2 Bab 2 selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Serial &#039;&#039;Hyouka (Classics Club)&#039;&#039; （〈古典部〉シリーズ） oleh Honobu Yonezawa==&lt;br /&gt;
===Jilid 1 Hyouka 氷菓 - You can&#039;t escape / The niece of time===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 1|1 - Surat dari Benares]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 2|2 - Kebangkitan Kembali Klub Klasik yang Tradisionil]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 3|3 - Aktifitas-aktifitas Klub Klasik yang Bergengsi]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 4|4 - Pewaris Klub Klasik yang Penuh Kegiatan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 5|5 - Segel Rahasia Silsilah Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|6 - Masa Lalu Klub Klasik yang Gemilang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 7|7 - Kebenaran Sejarah dari Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 8|8 - Kegiatan Sehari-hari Klub Klasik yang Akan Datang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 9|9 - Surat  ke Sarajevo]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2 The Credit Roll of the Fool 愚者のエンドロール - Kenapa Dia Tidak Bertanya pada EBA?===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Illustrasi|Illustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 0|0 - Sebelum Judul]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film!]] &lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 8|8 - Credit Roll]] &#039;&#039;proses&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3 The Kudryavka Sequence クドリャフカの順番 - Welcome to KANYA FESTA!===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 1|1 - Malam Tanpa Tidur]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2|2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.1|2.1 - Apa Sesuatu Telah Terjadi Dengan Klub Klasik?]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.2|2.2 - Percobaan Kuis]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.3|2.3 - Dan Lagi Badai Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3|3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.1|3.1 - Pemandangan Pagi Hari]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.2|3.2 - Wild Fire]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.3|3.3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 4|4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5|5 - Rangkaian Kudryavka]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.1|5.1 - Empat Orang Empat Festival Budaya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.2|5.2 - &amp;quot;Juumoji&amp;quot; vs Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.3|5.3 - Tirai Menutup]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.4|5.4 - Di Belakang Panggung]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 6|6 - Dengan Begitu Berakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4 The Doll that Took a Detour 遠まわりする雛 - Little birds can remember===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 1|Kalau Aku Harus Melakukannya, Maka Lakukan Dengan Cepat]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 2|Melakukan Dosa Besar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 3|Mengungkapkan Bentuk Sebenarnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 4|Mereka yang Memiliki Petunjuk Apa Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 5|Selamat Pembukaan Baru]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 6|Kasus Coklat Buatan Tangan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 7|Boneka yang Mengambil Jalan Memutar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5 The Approximation of the Distance of Two ふたりの距離の概算 - It walks by past===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog|Prolog - Bahkan Berjalan Pun Terasa Lama]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-1|Prolog 1 - Sekarang: 0 km]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-2|Prolog 2 - Dulu: Sehari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-3|Prolog 3 - Sekarang: 1.2 km]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1|1 - Bagian Penerimaan Untuk Bergabung Dengan Klub di Sebelah Sini]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.1|1.1 - Sekarang: 1.4 km; 18.6 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.2|1.2 - Dulu: 42 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.3|1.3 - Sekarang: 4.1 km; 15.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2|2 - Seorang Teman Harus Diberi Selamat]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.1|2.1 - Sekarang: 5.2 km; 14.8 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.2|2.2 - Dulu: 27 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.3|2.3 - Sekarang: 6.9 km; 13.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3|3 - Sebuah Toko yang Sangat Cantik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.1|3.1 - Sekarang: 8.0 km; 12.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.2|3.2 - Dulu: 13 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.3|3.3 - Sekarang: 11.5 km; 8.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4|4 - Menyenangkan Bagi Mereka yang Meninggalkan]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.1|4.1 - Sekarang: 14.3 km; 5.7 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.2|4.2 - Dulu: Kira-kira 19 Jam dan 30 Menit yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.3|4.3 - Sekarang: 14.5 km; 5.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.4|4.4 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.5|4.5 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.2|5.2 - 18.6 km; 1.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.3|5.3 - 18.9 km; 1.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Tangan yang Dapat Menjangkau Ke Mana Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog|Epilog - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog-1|Epilog 1 - Sekarang: 19.1 km; 0.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staf Proyek==&lt;br /&gt;
*Pengurus Proyek:&lt;br /&gt;
*Pengawas Proyek: [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
:*[[User:spectrum|spectrum]]  &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
:*[[User:ginthegum|ginthegum]]&lt;br /&gt;
:*[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
:*[[User:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[User:AS|AS]]  &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penerjemah yang dapat berbahasa Inggris-Indonesia, maupun Jepang-Indonesia dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
:*[[user:Tony Yon|Tony Yon]] (Tidak Aktif)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penyunting yang dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*氷菓 You can&#039;t escape / The niece of time (31 Oktober 2001) ISBN 978-4-04-427101-5&lt;br /&gt;
*愚者のエンドロール Why didn&#039;t she ask EBA? (31 Juli 2002) ISBN 978-4-04-427102-2&lt;br /&gt;
*クドリャフカの順番 Welcome to KANYA FESTA! (24 Mei 2008) ISBN 978-4-04-427103-9&lt;br /&gt;
*遠まわりする雛 Little birds can remember (24 Juli 2010) ISBN 978-4-04-427104-6&lt;br /&gt;
*ふたりの距離の概算 It walks by past (26 Juni 2012) ISBN 978-4-04-874075-3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=294143</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=294143"/>
		<updated>2013-10-14T00:53:28Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Jilid 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk melengkapi prosedur registrasi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Pendaftaran Serial klub Klasik (Hyouka)&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - [[User:spectrum|spectrum]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 2 - [[User:ginthegum|ginthegum]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3 - [[User:spectrum|spectrum]] &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 5 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 6&lt;br /&gt;
* Bab 7&lt;br /&gt;
* Bab 8&lt;br /&gt;
* Bab 9 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
* Bab 0|0 - Sebelum Judul - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film! - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
* Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;Proses&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot; &#039;&#039;Setelah Bab 3 Selesai&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini!&lt;br /&gt;
* Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan&lt;br /&gt;
* Bab 8|8 - Credit Roll - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;Proses (15%)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - Malam Tanpa Tidur&lt;br /&gt;
* Bab 2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk&lt;br /&gt;
* Bab 3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya&lt;br /&gt;
* Bab 5 - Rangkaian Kudryavka&lt;br /&gt;
* Bab 6 - Dengan Begitu Berakhir&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
* Bab 1&lt;br /&gt;
* Bab 2&lt;br /&gt;
* Bab 3&lt;br /&gt;
* Bab 4&lt;br /&gt;
* Bab 5&lt;br /&gt;
* Bab 6&lt;br /&gt;
* Bab 7&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=294137</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=294137"/>
		<updated>2013-10-14T00:51:56Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Jilid 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk melengkapi prosedur registrasi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Pendaftaran Serial klub Klasik (Hyouka)&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - [[User:spectrum|spectrum]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 2 - [[User:ginthegum|ginthegum]] &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3 - [[User:spectrum|spectrum]] &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 5 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;MIA&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 6&lt;br /&gt;
* Bab 7&lt;br /&gt;
* Bab 8&lt;br /&gt;
* Bab 9 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
* Bab 0|0 - Sebelum Judul - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film! - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
* Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;Proses&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot; &#039;&#039;Setelah Bab 3 Selesai&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini!&lt;br /&gt;
* Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan&lt;br /&gt;
* Bab 8|8 - Credit Roll - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;Proses (15%)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - Malam Tanpa Tidur&lt;br /&gt;
* Bab 2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk&lt;br /&gt;
* Bab 3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya&lt;br /&gt;
* Bab 5 - Rangkaian Kudryavka&lt;br /&gt;
* Bab 6 - Dengan Begitu Berakhir&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
* Bab 1&lt;br /&gt;
* Bab 2&lt;br /&gt;
* Bab 3&lt;br /&gt;
* Bab 4&lt;br /&gt;
* Bab 5&lt;br /&gt;
* Bab 6&lt;br /&gt;
* Bab 7&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Ginthegum&amp;diff=293134</id>
		<title>User talk:Ginthegum</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=User_talk:Ginthegum&amp;diff=293134"/>
		<updated>2013-10-11T00:23:34Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;i&#039;m impressed, terjemahanmu makin bagus ^^ semangat ya :D [[User:Tony Yon|Tony]] ([[User talk:Tony Yon|talk]]) 07:30, 11 September 2012 (CDT)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ginthegum-san, project yang kamu pegang gimana progress-nya? i&#039;ll be announcing you&#039;re missing in action if you don&#039;t give me some heads-up till next weekend. so, please show up to the forum okay? :) [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] ([[User talk:HikkikomoriNOaria|talk]]) 07.30, 11 October 2013 (CDT)&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=285121</id>
		<title>Hyouka (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=285121"/>
		<updated>2013-09-07T19:44:58Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Updates */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Hyouka v01 000.jpg|thumb|Volume 1 Cover]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Hyouka&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; (氷菓) adalah sebuah Light Novel yang ditulis oleh Honobu Yonezawa dan diserialisasikan di Kadokawa Shoten. Saat ini, serial Hyouka telah terbit sebanyak 5 volume. Animenya akan ditayangkan mulai dari April 2012 serta, tersedia juga manga yang ditulis oleh pengarang asli dan diilustrasikan oleh Task Ohna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hyouka juga tersedia dalam pilihan bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Hyouka|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
*[[Hyouka_PL|Polski]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Houtarou Oreki adalah orang yang menyebut dirinya sebagai &amp;quot;penghemat energi&amp;quot;. Ia tidak akan membuang energi melakukan sesuatu yang tidak perlu. Meskipun ia tidak tertarik mengikuti klub apa pun, begitu memasuki SMA Kamiyama, ia diperintahkan kakaknya Tomoe untuk memasuki Klub Klasik yang terancam dibubarkan karena seluruh anggota sebelumnya telah lulus. Bersama dengan teman lamanya, Satoshi Fukube dan Mayaka Ibara, serta seorang gadis anggun yang penuh rasa ingin tahu, Eru Chitanda, Klub Klasik yang didirikan kembali mendapati diri mereka terlibat dalam segala bentuk pemecahan misteri yang menegangkan. Houtarou segera menyadari bahwa Klub Klasik, seperti yang dijanjikan Tomoe, sebetulnya &amp;quot;lumayan menarik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian dimulailah &amp;quot;Serial Klub Klasik&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diadaptasi ke anime oleh Kyoto Animation di tahun 2012 dengan nama &amp;quot;Hyouka&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Ini adalah terjemahan tangan kedua (Second-Hand) dari terjemahan Bahasa Inggris. Bagi yang ingin meninjau ulang dari Bahasa Jepang akan sangat kami hargai.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta mendaftarkan di [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|halaman ini]] bab mana yang akan dikerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap bab setelah disunting harus mengikuti&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Diskusi/Feedback===&lt;br /&gt;
Untuk diskusi/feedback silahkan buka forum [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5424| di sini]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 1&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*25 Agustus 2012- Jilid 1 Bab 1 selesai&lt;br /&gt;
*Jilid 1 Bab 2 selesai&lt;br /&gt;
*03 Januari 2013- Jilid 1 Bab 9 selesai&lt;br /&gt;
*04 Januari 2013- Jilid 1 Bab 4 selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Jilid 2&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*30 Agustus 2012- Jilid 2 Bab 0 selesai&lt;br /&gt;
*04 Februari 2013- Jilid 2 Bab 1 selesai&lt;br /&gt;
*08 September 2013- Jilid 2 Bab 2 selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Serial &#039;&#039;Hyouka (Classics Club)&#039;&#039; （〈古典部〉シリーズ） oleh Honobu Yonezawa==&lt;br /&gt;
===Jilid 1 Hyouka 氷菓 - You can&#039;t escape / The niece of time===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 1|1 - Surat dari Benares]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 2|2 - Kebangkitan Kembali Klub Klasik yang Tradisionil]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 3|3 - Aktifitas-aktifitas Klub Klasik yang Bergengsi]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 4|4 - Pewaris Klub Klasik yang Penuh Kegiatan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 5|5 - Segel Rahasia Silsilah Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|6 - Masa Lalu Klub Klasik yang Gemilang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 7|7 - Kebenaran Sejarah dari Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 8|8 - Kegiatan Sehari-hari Klub Klasik yang Akan Datang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 9|9 - Surat  ke Sarajevo]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2 The Credit Roll of the Fool 愚者のエンドロール - Kenapa Dia Tidak Bertanya pada EBA?===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Illustrasi|Illustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 0|0 - Sebelum Judul]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film!]] &lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 8|8 - Credit Roll]] &#039;&#039;proses&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3 The Kudryavka Sequence クドリャフカの順番 - Welcome to KANYA FESTA!===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 1|1 - Malam Tanpa Tidur]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2|2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.1|2.1 - Apa Sesuatu Telah Terjadi Dengan Klub Klasik?]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.2|2.2 - Percobaan Kuis]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.3|2.3 - Dan Lagi Badai Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3|3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.1|3.1 - Pemandangan Pagi Hari]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.2|3.2 - Wild Fire]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.3|3.3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 4|4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5|5 - Rangkaian Kudryavka]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.1|5.1 - Empat Orang Empat Festival Budaya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.2|5.2 - &amp;quot;Juumoji&amp;quot; vs Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.3|5.3 - Tirai Menutup]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.4|5.4 - Di Belakang Panggung]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 6|6 - Dengan Begitu Berakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4 The Doll that Took a Detour 遠まわりする雛 - Little birds can remember===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 1|Kalau Aku Harus Melakukannya, Maka Lakukan Dengan Cepat]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 2|Melakukan Dosa Besar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 3|Mengungkapkan Bentuk Sebenarnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 4|Mereka yang Memiliki Petunjuk Apa Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 5|Selamat Pembukaan Baru]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 6|Kasus Coklat Buatan Tangan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 7|Boneka yang Mengambil Jalan Memutar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5 The Approximation of the Distance of Two ふたりの距離の概算 - It walks by past===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog|Prolog - Bahkan Berjalan Pun Terasa Lama]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-1|Prolog 1 - Sekarang: 0 km]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-2|Prolog 2 - Dulu: Sehari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-3|Prolog 3 - Sekarang: 1.2 km]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1|1 - Bagian Penerimaan Untuk Bergabung Dengan Klub di Sebelah Sini]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.1|1.1 - Sekarang: 1.4 km; 18.6 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.2|1.2 - Dulu: 42 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.3|1.3 - Sekarang: 4.1 km; 15.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2|2 - Seorang Teman Harus Diberi Selamat]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.1|2.1 - Sekarang: 5.2 km; 14.8 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.2|2.2 - Dulu: 27 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.3|2.3 - Sekarang: 6.9 km; 13.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3|3 - Sebuah Toko yang Sangat Cantik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.1|3.1 - Sekarang: 8.0 km; 12.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.2|3.2 - Dulu: 13 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.3|3.3 - Sekarang: 11.5 km; 8.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4|4 - Menyenangkan Bagi Mereka yang Meninggalkan]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.1|4.1 - Sekarang: 14.3 km; 5.7 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.2|4.2 - Dulu: Kira-kira 19 Jam dan 30 Menit yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.3|4.3 - Sekarang: 14.5 km; 5.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.4|4.4 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.5|4.5 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.2|5.2 - 18.6 km; 1.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.3|5.3 - 18.9 km; 1.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Tangan yang Dapat Menjangkau Ke Mana Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog|Epilog - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog-1|Epilog 1 - Sekarang: 19.1 km; 0.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staf Proyek==&lt;br /&gt;
*Pengurus Proyek:&lt;br /&gt;
*Pengawas Proyek: [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
:*[[User:spectrum|spectrum]]&lt;br /&gt;
:*[[User:ginthegum|ginthegum]]&lt;br /&gt;
:*[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
:*[[User:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[User:AS|AS]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penerjemah yang dapat berbahasa Inggris-Indonesia, maupun Jepang-Indonesia dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
:*[[user:Tony Yon|Tony Yon]] (Tidak Aktif)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penyunting yang dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*氷菓 You can&#039;t escape / The niece of time (31 Oktober 2001) ISBN 978-4-04-427101-5&lt;br /&gt;
*愚者のエンドロール Why didn&#039;t she ask EBA? (31 Juli 2002) ISBN 978-4-04-427102-2&lt;br /&gt;
*クドリャフカの順番 Welcome to KANYA FESTA! (24 Mei 2008) ISBN 978-4-04-427103-9&lt;br /&gt;
*遠まわりする雛 Little birds can remember (24 Juli 2010) ISBN 978-4-04-427104-6&lt;br /&gt;
*ふたりの距離の概算 It walks by past (26 Juni 2012) ISBN 978-4-04-874075-3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=285118</id>
		<title>Hyouka (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_(Indonesia)&amp;diff=285118"/>
		<updated>2013-09-07T19:30:16Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Updates */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Hyouka v01 000.jpg|thumb|Volume 1 Cover]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Hyouka&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; (氷菓) adalah sebuah Light Novel yang ditulis oleh Honobu Yonezawa dan diserialisasikan di Kadokawa Shoten. Saat ini, serial Hyouka telah terbit sebanyak 5 volume. Animenya akan ditayangkan mulai dari April 2012 serta, tersedia juga manga yang ditulis oleh pengarang asli dan diilustrasikan oleh Task Ohna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hyouka juga tersedia dalam pilihan bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Hyouka|English (Inggris)]]&lt;br /&gt;
*[[Hyouka_PL|Polski]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis Cerita==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Houtarou Oreki adalah orang yang menyebut dirinya sebagai &amp;quot;penghemat energi&amp;quot;. Ia tidak akan membuang energi melakukan sesuatu yang tidak perlu. Meskipun ia tidak tertarik mengikuti klub apa pun, begitu memasuki SMA Kamiyama, ia diperintahkan kakaknya Tomoe untuk memasuki Klub Klasik yang terancam dibubarkan karena seluruh anggota sebelumnya telah lulus. Bersama dengan teman lamanya, Satoshi Fukube dan Mayaka Ibara, serta seorang gadis anggun yang penuh rasa ingin tahu, Eru Chitanda, Klub Klasik yang didirikan kembali mendapati diri mereka terlibat dalam segala bentuk pemecahan misteri yang menegangkan. Houtarou segera menyadari bahwa Klub Klasik, seperti yang dijanjikan Tomoe, sebetulnya &amp;quot;lumayan menarik&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kemudian dimulailah &amp;quot;Serial Klub Klasik&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diadaptasi ke anime oleh Kyoto Animation di tahun 2012 dengan nama &amp;quot;Hyouka&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Terjemahan==&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Ini adalah terjemahan tangan kedua (Second-Hand) dari terjemahan Bahasa Inggris. Bagi yang ingin meninjau ulang dari Bahasa Jepang akan sangat kami hargai.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|Pendaftaran]] ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta mendaftarkan di [[Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran|halaman ini]] bab mana yang akan dikerjakan&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap bab setelah disunting harus mengikuti&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|General Format/Style Guideline]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Diskusi/Feedback===&lt;br /&gt;
Untuk diskusi/feedback silahkan buka forum [http://www.baka-tsuki.org/forums/viewtopic.php?f=29&amp;amp;t=5424| di sini]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Updates ==&lt;br /&gt;
*25 Agustus 2012- Jilid 1 Bab 1 selesai&lt;br /&gt;
*30 Agustus 2012- Jilid 2 Bab 0 selesai&lt;br /&gt;
*03 Januari 2013- Jilid 1 Bab 9 selesai&lt;br /&gt;
*04 Januari 2013- Jilid 1 Bab 4 selesai&lt;br /&gt;
*08 September 2013- Jilid 2 Bab 2 selesai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Serial &#039;&#039;Hyouka (Classics Club)&#039;&#039; （〈古典部〉シリーズ） oleh Honobu Yonezawa==&lt;br /&gt;
===Jilid 1 Hyouka 氷菓 - You can&#039;t escape / The niece of time===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 1|1 - Surat dari Benares]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 2|2 - Kebangkitan Kembali Klub Klasik yang Tradisionil]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 3|3 - Aktifitas-aktifitas Klub Klasik yang Bergengsi]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 4|4 - Pewaris Klub Klasik yang Penuh Kegiatan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 5|5 - Segel Rahasia Silsilah Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 6|6 - Masa Lalu Klub Klasik yang Gemilang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 7|7 - Kebenaran Sejarah dari Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 8|8 - Kegiatan Sehari-hari Klub Klasik yang Akan Datang]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Bab 9|9 - Surat  ke Sarajevo]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 1 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2 The Credit Roll of the Fool 愚者のエンドロール - Kenapa Dia Tidak Bertanya pada EBA?===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Illustrasi|Illustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 0|0 - Sebelum Judul]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film!]] &lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 8|8 - Credit Roll]] &#039;&#039;proses&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3 The Kudryavka Sequence クドリャフカの順番 - Welcome to KANYA FESTA!===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 1|1 - Malam Tanpa Tidur]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2|2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.1|2.1 - Apa Sesuatu Telah Terjadi Dengan Klub Klasik?]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.2|2.2 - Percobaan Kuis]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 2.3|2.3 - Dan Lagi Badai Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3|3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.1|3.1 - Pemandangan Pagi Hari]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.2|3.2 - Wild Fire]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 3.3|3.3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 4|4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5|5 - Rangkaian Kudryavka]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.1|5.1 - Empat Orang Empat Festival Budaya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.2|5.2 - &amp;quot;Juumoji&amp;quot; vs Klub Klasik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.3|5.3 - Tirai Menutup]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 5.4|5.4 - Di Belakang Panggung]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Bab 6|6 - Dengan Begitu Berakhir]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 3 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4 The Doll that Took a Detour 遠まわりする雛 - Little birds can remember===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 1|Kalau Aku Harus Melakukannya, Maka Lakukan Dengan Cepat]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 2|Melakukan Dosa Besar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 3|Mengungkapkan Bentuk Sebenarnya]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 4|Mereka yang Memiliki Petunjuk Apa Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 5|Selamat Pembukaan Baru]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 6|Kasus Coklat Buatan Tangan]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Bab 7|Boneka yang Mengambil Jalan Memutar]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 4 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5 The Approximation of the Distance of Two ふたりの距離の概算 - It walks by past===&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog|Prolog - Bahkan Berjalan Pun Terasa Lama]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-1|Prolog 1 - Sekarang: 0 km]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-2|Prolog 2 - Dulu: Sehari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Prolog-3|Prolog 3 - Sekarang: 1.2 km]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1|1 - Bagian Penerimaan Untuk Bergabung Dengan Klub di Sebelah Sini]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.1|1.1 - Sekarang: 1.4 km; 18.6 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.2|1.2 - Dulu: 42 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 1.3|1.3 - Sekarang: 4.1 km; 15.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2|2 - Seorang Teman Harus Diberi Selamat]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.1|2.1 - Sekarang: 5.2 km; 14.8 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.2|2.2 - Dulu: 27 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 2.3|2.3 - Sekarang: 6.9 km; 13.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3|3 - Sebuah Toko yang Sangat Cantik]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.1|3.1 - Sekarang: 8.0 km; 12.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.2|3.2 - Dulu: 13 Hari yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 3.3|3.3 - Sekarang: 11.5 km; 8.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4|4 - Menyenangkan Bagi Mereka yang Meninggalkan]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.1|4.1 - Sekarang: 14.3 km; 5.7 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.2|4.2 - Dulu: Kira-kira 19 Jam dan 30 Menit yang Lalu]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.3|4.3 - Sekarang: 14.5 km; 5.5 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.4|4.4 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 4.5|4.5 - Sekarang: 14.6 km; 5.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.1|5.1 - 17.0 km; 3.0 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.2|5.2 - 18.6 km; 1.4 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5.3|5.3 - 18.9 km; 1.1 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Bab 5|5 - Tangan yang Dapat Menjangkau Ke Mana Pun]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog|Epilog - Perkiraan Jarak Keduanya]]&lt;br /&gt;
:::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Epilog-1|Epilog 1 - Sekarang: 19.1 km; 0.9 km Tersisa]]&lt;br /&gt;
::*[[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 5 Penutup|Penutup]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staf Proyek==&lt;br /&gt;
*Pengurus Proyek:&lt;br /&gt;
*Pengawas Proyek: [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penerjemah===&lt;br /&gt;
:*[[User:spectrum|spectrum]]&lt;br /&gt;
:*[[User:ginthegum|ginthegum]]&lt;br /&gt;
:*[[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]]&lt;br /&gt;
:*[[User:MataLoro|MataLoro]]&lt;br /&gt;
:*[[User:AS|AS]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penerjemah yang dapat berbahasa Inggris-Indonesia, maupun Jepang-Indonesia dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Penyunting===&lt;br /&gt;
:*[[user:Tony Yon|Tony Yon]] (Tidak Aktif)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua penyunting yang dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dipersilahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*氷菓 You can&#039;t escape / The niece of time (31 Oktober 2001) ISBN 978-4-04-427101-5&lt;br /&gt;
*愚者のエンドロール Why didn&#039;t she ask EBA? (31 Juli 2002) ISBN 978-4-04-427102-2&lt;br /&gt;
*クドリャフカの順番 Welcome to KANYA FESTA! (24 Mei 2008) ISBN 978-4-04-427103-9&lt;br /&gt;
*遠まわりする雛 Little birds can remember (24 Juli 2010) ISBN 978-4-04-427104-6&lt;br /&gt;
*ふたりの距離の概算 It walks by past (26 Juni 2012) ISBN 978-4-04-874075-3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Alternative Languages]]&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=285117</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=285117"/>
		<updated>2013-09-07T19:29:23Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Jilid 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk melengkapi prosedur registrasi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Pendaftaran Serial klub Klasik (Hyouka)&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - [[User:spectrum|spectrum]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 2 - [[User:ginthegum|ginthegum]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3 - [[User:spectrum|spectrum]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 5 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 6&lt;br /&gt;
* Bab 7&lt;br /&gt;
* Bab 8&lt;br /&gt;
* Bab 9 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
* Bab 0|0 - Sebelum Judul - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film! - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
* Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;Proses&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot; &#039;&#039;Setelah Bab 3 Selesai&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini!&lt;br /&gt;
* Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan&lt;br /&gt;
* Bab 8|8 - Credit Roll - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;Proses (15%)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - Malam Tanpa Tidur&lt;br /&gt;
* Bab 2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk&lt;br /&gt;
* Bab 3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya&lt;br /&gt;
* Bab 5 - Rangkaian Kudryavka&lt;br /&gt;
* Bab 6 - Dengan Begitu Berakhir&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
* Bab 1&lt;br /&gt;
* Bab 2&lt;br /&gt;
* Bab 3&lt;br /&gt;
* Bab 4&lt;br /&gt;
* Bab 5&lt;br /&gt;
* Bab 6&lt;br /&gt;
* Bab 7&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_2&amp;diff=285115</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_2&amp;diff=285115"/>
		<updated>2013-09-07T19:26:29Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* 2 – “Pembunuhan di Desa Terbuang Furuoka” */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;====2 – “Pembunuhan di Desa Terbuang Furuoka”====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke Ruang Geologi setelah kembali dari menonton preview, Satoshi bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Irisu Fuyumi lumayan terkenal, tahu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’? Jadi, apa dia punya tiga wajah di kepalanya atau semacamnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku tidak tahu soal itu, tapi aku tidak akan terkejut kalau memang begitu. Sebelumnya aku pernah mengatakan ini, tapi Irisu berasal dari salah satu klan yang menyaingi empat Klan-klan Eksponensial”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klan-klan Eksponensial mengacu pada para Jumonji, Sarusuberi, Chitanda, dan Manninbashi, yang nampaknya merupakan empat keluarga bersejarah panjang yang paling berpengaruh di Kota Kamiyama. Ngomong-ngomong, sebutan yang agak anek untuk mereka ini sepertinya diciptakan oleh Satoshi sendiri, karena aku hanya mendengar Satoshi yang menggunakannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menunjuk pada jalanan di luar jendela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluarga Irisu adalah yang menjalankan Rumah Sakit Rengou disana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangunan yang ditunjuk oleh Satoshi sepertinya memang merupakan Rumah Sakit Rengou. Merupakan rumah sakit swasta dengan fasilitas yang setara dengan rumah sakit yang dikelola oleh Palang Merah Jepang. Karena hanya berjarak 5 menit berjalan kaki dari SMA Kamiyama, setiap murid yang yang terluka atau sakit akan berakhir di bangsal mereka. aku mengerti, jadi itulah kenapa Irisu Fuyumi terkenal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun aku mulai teryakinkan, Satoshi tidak berhenti sampai disitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi tidak hanya itu yang membuat irisu Fuyumi terkenal. Ia punya nama panggilan lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi bagaimana, Houtarou, mau mencoba menebaknya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara aku tidak punya niatan untuk mengikuti permainan, aku memutuskan untuk memikirkannya setelah ditanya. Kalau Satoshi yang menanyakan pertanyaan semacam itu, maka nama panggilan bergaya Ibara seperti Iri-chan dapat dicoret. Karena ia punya aura anggun yang dingin, sesuatu yang dapat membuat teman sekelasnya gemetar, maka…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Theresa&amp;lt;ref&amp;gt;Maria Theresa&amp;lt;/ref&amp;gt;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi tersenyum lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hebat! Kau sebenarnya hampir tepat. Lebih tepatnya ‘The Empress&amp;lt;ref&amp;gt;Ini merupakan salah satu arcana mayor dalam kartu tarot. Lebih lengkap lagi silahkan dilihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Kartu_Tarot&amp;lt;/ref&amp;gt;’. Pikirkan saja, dipercayai oleh ‘Sang Permaisuri’ untuk menyelesaikan sesuatu, tidakkah itu terdengar hebat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Permaisuri, nama julukan lain yang berlebihan lagi. Sampai ia dianugerahi nama seperti itu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa dia seorang dominatrix&amp;lt;ref&amp;gt;Untuk anak baik yang tidak tahu apa yang dimaksud dominatrix, dominatrix merupakan nama lain dari sadistic yang merupakan salah satu perversi seksual.&amp;lt;/ref&amp;gt;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara, yang berbicara dengan Chitanda untuk satu dan lain hal, sekarang menoleh dan menyela, “Itu sih ratu, bukan permaisuri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia kemudian berpaling lagi. Aku mengagumi kemampuannya untuk mengejek seenaknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu. Terus, kenapa ia dijuluki ‘Sang Permaisuri’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, dia cantik, bla bla bla, plus dia pintar membuat orang melakukan perintahnya dengan sikap yang tenang. Ia selalu seakan-akan dapat mengendalikan orang-orang disekitarnya dengan mudahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Taruhlah kejadian di pertemuan dengan OSIS yang aku sebutkan sebelumnya sebagai contoh. Irisu-senpai dapat melihat akar permasalahan antara ketiga anggota yang berdebat, dan mengarahkan mereka untuk secara bergantian menyebutkan point mereka, yang pada akhirnya menghasilkan resolusi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedengarannya hebat. Ia mampu menyimpulkan masalah hanya dari mendengarkan. Ia sepertinya tipe orang pemimpin. Tapi karena itu, situasinya berkembang kea rah yang tidak aku sukai. Aku tidak punya niatan untuk melakukan apapun untuk siapapun, tapi berakhir melakukan pekerjaan untuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku menyilangkan lenganku, Satoshi mengetuk meja dengan jarinya. Pada saat ia menghentikan ketukan beriramanya, aku melihatnya tersenyum lebar lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selain itu,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selain itu apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kita sedang membicarakan ‘Sang Permaisuri’ dan hal lainnya, bagaimana kalau kita memberikan simbol untuk kita sendiri juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah simbol?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, aku dipermainkan oleh Satoshi. Tidak lama kemudian, ia melanjutkan, “Pertama-tama, Mayaka adalah ‘Justice&amp;lt;ref&amp;gt;Kartu ke-11 arcana mayor&amp;lt;/ref&amp;gt;’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Permaisuri’ dan ‘Keadilan, ya? Sebagai orang yang logis dan hampir tidak percaya dengan takhayul, aku juga tahu ia membicarakan tentang kartu tarot. Satoshi berbicara dalam suara yang dapat didengar oleh Ibara, jadi aku diam saja untuk mengamati perkembangan situasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang kuduga, Ibara menimpali tajam dari seberang ruangan, “Dan kenapa aku harus jadi pelindung keadilan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi berbalik untuk menghadap kearahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan pelindung keadilan. Kau tertukar dengan ‘Judgment’. Orang-orang dari tipe keadilan cenderung keras terhadap diri sendiri bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat telah meredakan amarahnya. Sementara aku sama sekali tidak tahu apa arti kartu keadilan, penggambaran Satoshi cukup cocok dengan Ibara. Saat aku berpikir seperti itu, Ibara menoleh dan melotot ke arahku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apanya yang lucu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Kamu harusnya protes ke Satoshi, bukan padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun Fuku-chan sedang membicarakan aku, toh kamu juga tidak begitu mendengarkan, jadi kamu seharusnya tidak berkomentar juga!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… cara pembenaran yang hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ingin tahunya terpicu, Ibara bangkit dari tempat duduknya, dan begitu juga Chitanda. Para anak perempuan itu lalu berjalan kea rah kami. Ibara mencondongkan dadanya yang rata kea rah Satoshi dan bertanya, “Lalu, Fuku-chan menjadi apa kalau begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku? Hmm, aku adalah ‘Si Bodoh’, rasanya… bukan, mungkin lebih cocok ‘Si Penyihir’. “Si Bodoh’ adalah Chitanda-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa merupakan kelancangan yang tak berotak memanggil orang lain bodoh. Tetapi Chitanda terlihat tidak meresponnya dengan buruk. Hanya untuk alasan keamanan, Satoshi menambahkan, “Aku tidak bermaksud lancang, pastinya. Tapi aku yakin Chitanda-san memahami yang aku katakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda perlahan membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, saya mengerti. Kalau dipikir-pikir, saya memang sesuai dengan penggambaran ‘Si Bodoh’, saya tidak berpikir itu menghina, tapi… Fukube-san, kamu memang cocok dengan kesan ‘Si Penyihir’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya mereka membicarakan makna tersembunyi dari setiap kartu tarot. Sementara Chitanda dan Satoshi saling mengerti apa yang dikatakan yang lain adalah tentang kartu tarot, aku benar-benar diluar lingkaran mereka. Meskipun Ibara juga terlibat dalam percakapan, ia juga mungkin tidak mengerti artinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, bagaimana dengan Oreki-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi segera membalas, “Itu mudah, ‘Strength’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Mengapa begitu? Kupikir dia lebih seperti ‘The Star’…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tanpa diragukan lagi, ‘Kekuatan’ sangat cocok dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tersenyum sementara aku perlahan menyadari kalau dia sedang mengolok-olok ku. Chitanda memiringkan kepalanya sambil mencoba berpikir, tetapi tetap tidak dapat memahami yang dikatakannya. Baik aku dan Ibara pun tidak bisa berkata apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ‘The Star’ juga cocok dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi sedemikian rupa mengelak dari pertanyaannya. Chitanda sekarang memiringkan kepalanya dari kiri ke kanan, tapi untungnya, ia tidak bilang, “saya sangat penasaran” kali ini. Aku bersandar lebih jauh ke belakang sambil memberengut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Hmph. Toh, kau juga bukan sedang memujiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak, sama sekali bukan begitu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tersenyum singkat lagi. Benar-benar orang yang menyebalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Topiknya lalu berganti menjadi hal lain. Walaupun hari ini cukup tidak produktif, secara efisiensi, toh tidak begitu banyak energi yang terbuang. Aku yakin besok juga akan sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keesokan harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh anggota Klub Sastra Klasik berkumpul di ruang klub – meskipun kita hanya memiliki empat orang anggota. Target hari ini adalah untuk membuang waktu… maaf, maksudku, untuk meninjau ulang misteri sebuah pembunuhan. Memikirkan bahwa diriku ini akan menyempatkan diri untuk datang ke sekolah di liburan musim panas yang agung, aku sudah jadi sedikit aktif akhir-akhir ini, candaku pada diriku sendiri. Ditimbang-timbang, ini semua adalah salahnya Chitanda…… sejujurnya, aku tidak ingin datang, tapi, menebak niatanku, Satoshi menelponku dan mengatakan kalau aku tidak datang, nona paling baik hati di klub kami akan secara pribadi langsung datang ke rumah untuk menjemputku, dengan semangat pula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk suatu alasan, Chitanda terlihat cukup senang karena ia tersenyum lebar, yang bertolak belakang dengan aku yang menghela napas disebelahnya. Disisi lain, Satoshi dan Ibara mulai mendiskusikan agenda hari ini,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sepertinya memang kita mesti mendatangi TKP.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi itu di Kota Furuoka. Apa kita akan benar-benar pergi ke sana? Meskipun bisa dicapai menggunakan bus, kita masih harus cukup lama naik kereta.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Seorang detektif tidak melakukan pekerjaan di lapangan, ya? Dibilang begitu juga, tempatnya hanya 20km dari sini, kita pakai sepeda juga oke.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Daripada ‘bekerja di lapangan’, rasanya lebih mirip dengan investigasi lapangan biasa polisi dari pada pekerjaan detektif......”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua puluh kilometer?! Yang benar saja. Kupikir yang harus kita lakukan hanya mendengarkan dugaan dari para detektif dari kelas 2-F.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi bagaimana kami akan mendengarkan mereka? Kami jarang bertemu dengan siapapun dari kelas 2-F, jadi akan sangat canggung bagi adik kelas seperti kami untuk tiba-tiba pergi dan menanyakan pendapat mereka. Selain itu, kami sama sekali tidak tahu siapa yang harus kami dengarkan terlebih dahulu. Saat aku sedang memikirkan apa yang harus kami lakukan, aku melihat Chitanda terlihat cukup tenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Chitanda. Apakah akan ada sesuatu yang terjadi hari ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ditanya, ia mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh? Apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Irisu-san akan mengirim seorang perwakilan untuk memandu kita untuk bertemu dengan kru film.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang perwakilan? Itu artinya semua ini sudah direncanakan. Kalau dipikir-pikir, ini masuk akal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kapan kamu merencanakan ini dengannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda berbicara seakan sedang membongkar rahasia,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya...... saya menggunakan &#039;&#039;browser&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Browser&#039;&#039;?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Berhentilah menggunakan cara menyebut yang aneh. Katakan saja kamu berkomunikasi lewat &#039;&#039;internet&#039;&#039;, zaman sekarang itu sudah bukan hal yang aneh lagi ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebentar, Houtarou. Secara teknis, dia menggunakan &#039;&#039;world wide web&#039;&#039;, bukan &#039;&#039;internet&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengabaikan protes Satoshi dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi, apa yang kamu lakukan lewat &#039;&#039;internet&#039;&#039;?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku masuk &#039;&#039;chat-room&#039;&#039; khusus murid di website SMA Kamiyama.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kamu salah mengatakannya, Chitanda-san. Yang benar, mengakses &#039;&#039;chatroom&#039;&#039; melalui &#039;&#039;website&#039;&#039;.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengabaikan Satoshi dan melanjutkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dan saya berkomunikasi dengan Irisu-san disitu. Dia mengatakan dia mungkin tidak dapat datang sendiri, tapi dia sudah mengatur tempat untuk kita bertemu dengan teman sekelasnya, dan akan mengirimkan seorang pemandu untuk membawa kita pada mereka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hmm, persiapannya lumayan juga. Meskipun sepertinya agak menyusahkan, paling tidak sebagai seorang permaisuri, dia tidak hanya duduk di singgasananya dengan kaki terbentang tidak melakukan apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda menengadah melihat jam di atas papan tulis. Baru jam 1 lewat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Waktu pertemuannya sebentar lagi. Dia mestinya datang sebentar lagi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seakan diberi isyarat, pintu lalu terbuka pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang memasuki Ruang Geologi itu adalah seorang anak perempuan, yang lebih pendek dari Chitanda namun lebih tinggi dari Ibara, tingginya seperti rata-rata kebanyakan anak perempuan. Secara keseluruhan, ia berbadan kecil. Kalau dicari sesuatu yang lain dari penampilannya, adalah rambut pendeknya, yang hanya menutupi belakang lehernya. Walaupun aku bukan ahli dalam fashion, paling tidak aku tahu potongan rambut dewasa seperti itu cukup jarang bagi anak perempuan seumurannya. Dilengkapi dengan bibirnya yang tipis, dia memberikan kesan orang yang sopan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah masuk, ia membungkuk dalam memberi hormat pada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah ini ruangan Klub Sastra Klasik?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda segera menjawab, “Ya, itu benar… apakah Anda dari kelas 2-F?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Nama saya Eba Kurako. Senang bertemu dengan kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membungkuk lagi sesopan dan sedalam sebelumnya terlepas dari fakta bahwa kami adalah adik kelasnya. Gadis bernama Eba itu lalu mengangkat kepalanya untuk menatap kami dan berbicara dalam gaya bicara pebisnis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hari ini aku telah dipercayai oleh Irisu untuk mengantar kalian untuk menemui salah satu anggota divisi pembuatan film proyek kelas kami… apakah kalian sudah siap?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami toh tidak perlu menyiapkan apapun. Aku berdiri untuk menyatakan aku siap pergi, dan yang lainnya melakukan hal yang sama. Eba mengangguk dan berkata, “Kalau begitu, mari kita pergi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami dengan patuh meninggalkan Ruangan Geologi setelah perkataannya. Walaupun kami hanya akan mendengarkan pendapat orang lain, aku memiliki firasat buruk soal ini, karena kami hanya mengikuti arus begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara kelompok brass meniup instrumen mereka terdengar dari koridor. Saat aku berpikir rasanya melodinya terdengar familiar, aku menyadari bahwa lagu yang dimainkan adalah lagu tema untuk Lupin III. Bersenandung seiring musik, Satoshi berjalan ke sampingku seakan mengeraskan musiknya dan berkata, “Dia seperti seorang butler, ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksudnya Eba? Kalau dipikir-pikir, memang cocok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musiknya sedikit menjadi samar terdengar ketika kami menuruni tangga. Eba lalu berhenti dan berbalik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Silahkan bertanya jika ada yang ingin ditanyakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbicara dalam nada yang santai, Ibara-lah yang mulai menanyakan pertanyaan pertama yang dipikirkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hari ini kami akan berbicara dengan siapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Namanya Nakajou Junya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menatap Satoshi bertanya apakah ia mengenal orang ini, yang kemudian ia menggelengkan kepalanya. Bukan orang yang terkenal, kalau begitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa tugas orang itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dia adalah asisten sutradara dari bagian pembuatan film, jadi dia adalah yang paling tahu tentang adegan-adegan yang sudah diambil.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda lalu bertanya, “Waktu Anda bilang bagian pembuatan film, apakah itu berarti ada bagian-bagian lain yang terlibat dalam pembuatan film-nya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eba mengangguk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Proyek ini dibagi pada tiga bagian. Bagian pembuatan film adalah mereka yang pergi ke Narakubo untuk syuting di lokasi. Dua bagian yang lain adalah bagian peralatan dan bagian pemasaran.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, para aktornya ada di bagian…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagian pembuatan film, yang juga bagian paling besar karena beranggota 12 orang. Lalu diikuti oleh bagian peralatan 7 orang, dan bagian pemasaran 5 orang.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu merupakan jumlah yang banyak. Sejujurnya, aku cukup terkesan dengan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda lalu menanyakan pertanyaan yang wajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana dengan Anda, Eba-senpai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebelumnya, Eba segera menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tadinya bukan bagian dari proyek… karena aku tidak begitu tertarik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tersenyum, karena itu juga merupakan tipe jawaban yang akan kukatakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami lalu sampai di lorong yang menghubungkan Blok Kelas Khusus dengan gedung blok kelas biasa. Seperti namanya blok kelas biasa terdiri dari ruang-ruang kelas biasa. Aktivitas yang berkaitan dengan Festival Kebudayaan SMA Kmiyama lebih sedikit dibagian ini. Tidak seperti di Blok Kelas Khusus, terdapat lebih banyak ruang kelas yang kosong disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eba berhenti di depan salah satu ruang kelas yang sepertinya kosong itu. Melihat papan nama kelasnya, kelas ini adalah ruang kelas 2-C. tapi Irisu mestinya murid kelas 2-F. melihat wajah-wajah kami, Eba menjelaskan, “Aku diberitahu bahwa akan lebih baik untuk berdiskusi di ruang kelas yang lebih tenang. Karena kelas 2-C tidak akan mempertunjukkan apapun, tidak ada yang akan mengganggu kalian selama kalian berdiskusi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu membuka pintunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah ruangan seperti ruang kelas pada umumnya. Terdapat meja-meja, kursi-kursi, meja guru dan papan tulis, tidak ada yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duduk di depan kelas, adalah seorang lelaki dengan tangan disilangkan. Ia terlihat seperti tipe-tipe berotot dengan tanganya yang menonjol. Dia juga memiliki alis yang tebal dan dagu yang berjanggut, meski sepertinya dia telah bercukur… orang ini pasti si asisten sutradara, Nakajou Junya. Setelah melihat kami, dia berdiri dengan tenang dan bicara dengan suara yang kencang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi kalian ini yang katanya mengerti misteri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tergoda untuk bilang kalau kami tidak begitu mengerti apa-apa, tapi karena aku tidak begitu tertarik untuk mengejek orang lain… karena kami hanya diam, Eba menjadi juru bicara kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya. Orang-orang ini adalah orang-orang yang berkemampuan yang Irisu temukan. Jadi tolong bersikap lebih hormat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu berbalik dan mengenalkan Nakajou pada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Orang ini adalah Nakajou Junya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakajou mengangkat dagunya naik. Caranya menyalami kami. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda melangkah ke depan untuk memperkenalkan diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya Chitanda Eru dari Klub Sastra Klasik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu memperkenalkan kami satu per satu dengan aku sebagai orang yang terakhir kali diperkenalkan. Eba lalu memandu kami untuk duduk diseberang Nakajou. Saat kami semua duduk, Eba berkata, “Saya permisi dulu. Selanjutnya saya serahkan pada kalian.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan meninggalkan ruangan. Ia tidak ikut bergabung? Jadi dia benar-benar memainkan peran sebagai butler dari Irisu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditinggalkan, kami sekarang berhadapan dengan Nakajou. Ayo kita mulai kalau begitu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakajou menyilangkan tangannya sambil perlahan memulai, “Maaf membuat kalian terlibat dalam semua ini. Karena proyek ini dimulai dari minat, sayang sekali kalau kami tidak menyelesaikannya. Jadi kami harus mencari bantuan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu, karena minat, ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku yakin kalian telah mendengar semuanya dari Irisu. Semuanya sesuai dengan apa yang dikatakannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang lumayan terang-terangan. Sebelumnya aku sedikit khawatir tentang bagaimana senior menganggap adik kelas yang mengkritisi teorinya, tapi melihat bagaiman Eba dan Nakajou bersikap, mereka tidak merepotkan untuk ditangani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duduk disebelahku, Satoshi memasukkan tangannya ke dalam tas talinya, dan mengeluarkan sebuah buku bersampul kulit dan bolpen, dan membuka buku catatan itu seakan menyatakan bahwa dialah juru catatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun tidak apa-apa bagi Nakajou untuk langsung mulai, tapi sebagian besar dari kami belum mengerti situasinya. Pertama-tama, Ibara memutuskan untuk memulai dengan basa-basi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pasti gawat sekali, senpai, karena naskahnya tidak selesai. Saya terkejut saat mendengarnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakajou mengangguk berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar sekali. Kami sudah sampai sejauh ini. Tidak pernah terpikir hal seperti ini dapat terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah proses pembuatan filmnya sulit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Untuk &#039;&#039;acting&#039;&#039;, sesekali kami masih bisa improvisasi, toh kami merasa senang melakukannya. Bagian yang sulit sebenarnya adalah perjalanannya, karena butuh satu jam untuk mencapai lokasi menggunakan kereta dan bus, dan kami hanya bisa syuting di hari Minggu. Aku masih heran kenapa kami memilih tempat itu sebagai lokasi pembuatan film.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku melihat Ibara menyipitkan matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kenapa memilihnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm? Lokasinya? Yah, seseorang mengatakan bahwa tempatnya menarik untuk dikunjungi. Memang benar kami mendapatkan pemandangan yang luar biasa yang tidak akan kami temukan di tempat lain, dan itu bagus, tapi aku masih berpikir bahwa tempatnya terlalu jauh.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi Irisu berkata benar saat ia bilang bahwa ia tidak terlibat dalam tahap perencanaan film. Kalau aku harus memilih untuk apakah pergi ke tempat yang bolak-balik membutuhkan 2 jam, aku pasti akan menolak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin menyadari pembicaraannya tidak mendekati topik utama, Satoshi mengalihkan pandangannya dari buku catatan dan bertanya, “Aku dengar daerah Narakubo adalah desa yang ditinggalkan. Apakah bisa dicapai menggunakan bis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami pergi ke sana menggunakan minibus. Mobil yang kami sewa dari sebuah hotel tempat kerabatku bekerja.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi tempatnya tidak terlarang bagi orang luar?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami harus mengakalinya untuk bisa masuk karena tempat itu masih dijalankan oleh perusahaan penambangan. Kami punya orang yang mengenal seseorang dari perusahaan tersebut, meskipun yang kami lakukan hanya meminta apakah kami dapat memasuki daerah tersebut.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah hanya bisa pergi ke sana di hari Minggu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun Narakubo adalah desa yang ditinggalkan, fasilitas pertambangannya masih bekerja. Suara yang dihasilkan dari pertambangan hanya akan mengganggu saat syuting. Belum lagi mobil yang sesekali lewat dengan kecepatan tinggi, jadi tidak ada jaminan keselamatan bagi kami, dan lain-lain… apakah ini ada hubungannya dengan kasus kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, hanya ingin tahu. Aku mendapat hal baru.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;Jangan dihiraukan, Nakajou-senpai, Satoshi memang orang yang seperti itu.&#039;&#039; Aku berkata begitu dalam hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya adalah Chitanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana keadaan penulis naskah, Hongou-san, sekarang?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hongou? Walau aku tidak tahu jelasnya, kudengar dia sedang sakit. Aku tidak bisa menyalahkannya juga, ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawab Nakajou sambil mengangkat alisnya. Anggaplah Irisu benar, Hongou mungkin selalu berada dibawah banyak tekanan dari semua orang di kelas 2-F yang menyebabkannya jatuh sakit. Mungkin sulit bagi mereka bahkan untuk berpikir untuk menyalahkannya atau meminta permohonan maaf darinya, yang merupakan apa yang terlihat dari perilakunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemungkinan besar tidak merasakan sentiment tersebut sama sekali, Chitanda melanjutkan pertanyaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah Hongou-san orang yang sangat rapuh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakajou menggerakkan alisnya cepat dan mengeram dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak pernah memandang seperti itu, sih. Daripada dibilang rapuh secara mental, dia lebih rapuh secara fisik.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi dia memiliki fisik yang lembut?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penggambaran macam apa itu? Aku spontan berbicara tanpa berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maksudnya dia gampang jatuh sakit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar sekali. Dia sering tidak masuk sekolah sekarang, dan dia bahkan tidak bisa datang ke tempat syuting.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakajou menunjukkan sedikit penyesalan ketika mengatakannya. Logisnya, kau tidak begitu membutuhkan penulis naskah untuk hadir dalam pembuatan film. Jika terjadi hal yang tidak sesuai dengan naskah, mereka hanya perlu menyesuaikan saja, dan semua orang akan tahu apa yang harus dilakukan meskipun tidak ada Hongou… karena dari awal naskahnya sudah ditulis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terpikir soal ini, aku bertanya, “Apakah naskah Hongou-senpai mendapat penerimaan yang buruk dari kelas?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakajou menunjukkan ekspresi marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak ada yang berpikir begitu. Seperti yang kukatakan sebelumnya, tidak ada yang menyalahkannya atas apa yang sudah terjadi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi Senpai sungguh-sungguh soal apa yang Senpai katakan sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan konyol. Apa yang sebenarnya ingin kau katakan? Semuanya, termasuk aku tentunya, mengakui peran Hongou dan tahu seberapa penting keterlibatannya dalam proyek ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Hongou roboh sebelum ia bisa menyelesaikan pekerjaannya. Kalau begitu, maka seperti yang Chitanda katakan, Hongou mungkin orang yang sedikit terlalu rapuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengganti fokus dari atmosfir yang tidak menyenangkan, Ibara berdehem dan bicara, “Ngomong-ngomong, senpai,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sementara kami tahu bahwa naskahnya tidak menyebutkan siapa pembunuhnya, bagaimana kalau itu adalah semacam trik dalam pembuatan film, apakah ada seseorang yang telah diberikan peran tersebut tanpa disebutkan dalam naskah?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usulan yang berani. Tapi kalau itu benar, semuanya akan lebih mudah dan peran kami sebagai pengamat jadi tidak dibutuhkan. Nakajou menyilangkan tangannya lagi sambil berusa mengingat dari memorinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Hmm.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak ingat yang seperti itu… Tidak, tunggu… kalau tidak salah, ia mengatakan ‘berjuanglah’ atau yang semacam itu pada Kounosu …”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapapun bisa bilang begitu. Ibara pasti memikirkan hal yang sama, saat kekecewaannya muncul di wajahnya sebentar, walau segera ia tekan dan bertanya, “Kalau begitu, apakah sudah coba menanyakan pada aktor-aktornya? Tentang apakah mereka diberi peran itu atau tidak?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah, dan mereka semuanya bilang mereka tidak dengar soal itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia lalu menggigit bibirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu bagaimana dengan peran detektifnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayolah, kau bisa melakukannya, Ibara. Ia lalu bertanya, “Kalau ini bagaimana? Pernahkah disebutkan apakah trik dalam pembuatan film ini trik fisik atau psikologis?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakajou terlihat bingung pada pertanyaan tersebut. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa bedanya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku penasaran reaksi seperti apa yang akan Ibara berikan, mata kami bertemu pandang. Ia lalu menggelengkan kepalanya perlahan dengan campuran antara rasa kesal dan putus asa pada wajahnya. Kalau saja Nakajou tidak disitu, dia mungkin sudah tidak mempedulikan etika lagi dan menghela napas nyaring.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami lalu menanyakan beberapa pertanyaan, tapi akhirnya Nakajou sepertinya tidak memiliki informasi yang penting. Lagian, jika saja dia memiliki informasi yang berguna, tidak akan ada masalah. Disamping itu, kami terlalu kurang persiapan dan tidak punya pertanyaan yang dapat mengubah perhatian menjadi sesuatu yang penting. Sebagai seorang penghemat energi, ini merupakan kesalahan besar bagiku. Jika aku harus melakukan sesuatu, lakukan dengan cepat. Aku harus mulai mengajukan pertanyaan yang tepat dalam urutan yang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Nakajou bicara sambil terlihat puas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apakah sudah selesai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara menjawab, “Kalau yang Senpai maksud pertanyaan dari kami, maka ya, kami sudah selesai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa aku merasakan sarkasme nya ditujukan pada kedua pihak?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kami mendapatkan koleksi informasi, Satoshi menutup bolpennya. Pada isyarat itu, Chitanda bertanya tenang, “Anda Nakajou-san, benar? Menurut Anda apa yang ingin dilakukan Hongou Mayu-san dengan naskahnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyadari kita telah memasuki topik utama, Nakajou tersenyum lebar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Baiklah, tolong jangan terlalu keras padaku dan dengarkan pendapatku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Silahkan dimulai.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku berpikir apakah Nakajou seharusnya merasa senang disaat seperti ini. Saat dia menjilat bibirnya dan mulai bicara, ternyata dia dapat bicara cukup banyak juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau dipikir-pikir, teknik pengambilan gambarnya mungkin menimbulkan kritik, tapi menurutku penonton tidak perlu terlalu memperhatikannya dan memandangnya sebagai penguat plot. Lagipula, drama yang baik harus selalu detektif yang mencari tahu siapa pembunuhnya lebih dulu dari siapapun, memaksa pembunuhnya untuk mengatakan bagaimana dan kenapa ia melakukannya. Walaupun, aku tidak bisa mengambil alih apa yang Hongou lakukan, kalau kau Tanya aku, kupikir dia lemah dalam menulis cerita yang menarik. Kami bahkan tidak tahu siapa karakter utamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alangkah baiknya kalau Kaitou-lah yang mati. Kalian mungkin tidak tahu soal ini, tapi Kaitou lumayan banyak disukai. Orang-orang dari bagian property bilang mereka lumayan terkesan dengan bagaimana dia terlihat mati dalam adegan. Seperti yang diharapkan dari orang terkenal, untuk dapat memberikan penampilan seperti itu. Meskipun menjadikan protagonist sebagai pembunuh bukan ide yang begitu bagus, tapi tidak mustahil juga. Jadi menurutku, pembunuhnya adalah Yamanishi, karena ia punya banyak teman juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Secara umum, tema sekelas kita dapat menjadi lumayan obsesif dalam beberapa hal. Termasuk menulis cerita misteri, dimana mereka akan berdebat kalau bagian ini bukan misteri, atau bagian itu rasanya janggal. Tapi filmnya hanya akan berdurasi satu jam. Jika mereka memasukkan setiap aspek fiksi misteri ke dalamnya, kami tidak akan dapat memasukkan semuanya tepat waktu. Dan aku yakin kalian semua sudah menyadarinya, sulit melihat detil apapun dengan jelas pada layar sekecil itu. Jadi aku pikir film ini lebih mirip cerita drama. Kita masih bisa menggunakan judul “Pembunuhan di Desa Terbuang Furuoka” atau yang seperti itu, hanya untuk mengundang penonton untuk menontonnya. Aku yakin itu yang dipikirkan Hongou juga.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah bagaimana aku harus mengatakannya. Aku melamun dalam setengah jalan Nakajou berbicara. Aku bukan maniak cerita misteri. Aku sering membeli buku novel untuk dibaca di waktu luang, dan kadang-kadang ada genre misteri diantaranya, tapi hanya itu. Selain itu, aku menemukan hal aneh soal Nakajou menyatakan bahwa penonton tidak akan mempedulikan tentang teknik pembuatan film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Tapi kalau dipikir-pikir, orang-orang seperti apa yang akan menonton film buatan kelas 2-F?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin akan ada orang-orang dari Klub Studi Fiksi Detektif, tidak diragukan lagi, tapi berapa banyak dari orang-orang ini yang pernah membaca fiksi detektif? Ini bukan spekulasi yang tidak berdasar, karena pernah ada sebuah kuesioner konyol yang dibagikan oleh kelompok mading, SMA Kami Bulanan yang menyelidiki “Literasi dari siswa-siswa SMA Kamiyama”. Mengingat bagaimana Satoshi membacanya dengan antusias, aku ingat hasilnya menunjukkan 40% dari seluruh badan siswa pernah membaca paling tidak satu novel. Dan dari 40% itu, berapa banyak dari mereka yang sudah membaca fiksi detektif sampai bisa tahu bagaimana cara mengetahui trik yang muncul akibat pembuatan film?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sudut pandang ini, mungkin teori Nakajou memang memiliki dasar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil menyilangkan kaki dan tangannya, Nakajou melanjutkan, “Tapi, rasanya tidak menarik kalau tidak menampilkan bagaimana pembunuhnya membunuh Kaitou. Dan bahkan Irisu sampai meminta bantuan dari kalian… karena kalian memiliki minat pada misteri dan sebagainya ‘kan? Jangan tersinggung ya, tapi kurasa aku sudah menemukan cara untuk membumbui filmnya, sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang sudah kukatakan, kau salah paham. Kami adalah Klub Literatur Klasik, bukan Klub Studi Fiksi Detektif… pokoknya, kalau akhirnya kami tidak bisa menyelesaikan masalah, maka kesalahpahaman ini akan hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakajou mulai menjadi lebih semangat dalam berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Naskahnya mengandung sebuah elemen penting – sebuah ruangan terkunci. Kaitou mati alam sebuah ruangan yang tidak memiliki jalan keluar lain. Jadi masalahnya adalah: bagaimana cara pembunuhnya membunuh Kaitou?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jawabannya mudah: pembunuhnya masuk dari satu-satunya jalan masuk yang tersedia untuknya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengangkat alisnya, Ibara bertanya, “Bagaimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakajou tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan berlagak tidak tahu. Dia masuk lewat jendela tentunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… Jendela?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengingat kembali film yang kami lihat kemarin. Hanya potongan-potongan film yang tersisa di kepalaku. Meskipun adegan yang disebutkan Nakajou cukup dramatis, aku bahkan tidak bisa mengingat latar belakang tempat kejadian perkara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak punya pilihan lain, aku bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Satoshi, minta peta.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat senang, dia memberi hormat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siap! Tunggu sebentar,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan memasukkan tangannya kedalam tas tali miliknya untuk mengambil secarik kertas – sebuah sketsa kasar dari peta teater.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan ceritanya, Kaitou mati di area Panggung Kanan. Karakter yang lain masuk melalui koridor sebelah kanan. Aku juga ingat seseorang berlari kembali untuk mengambil kunci utama untuk membuka pintu. Jadi dari sudut pandang orang-orang yang ada di koridor kanan, Panggung Kanan adalah ruangan terkunci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, Katsuda mencoba memasuki Panggung Kiri melalui belakang panggung, yakin bahwa Panggung Kanan dapat diakses melalui koridor kiri melalui jalan tersebut. Tapi dia menemukan bahwa jalan tersebut ditutup oleh papan kayu, jika aku tidak salah ingat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
……&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama-tama, adalah aneh bagi Nakajou untuk menyebut ruangan tersebut ruangan terkunci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan tersebut tidak bisa disebut murni ruangan terkunci, karena tidak ada yang dapat masuk ataupun keluar sebuah ruangan terkunci untuk membunuh. Meskipun sulit untuk dilihat dari visual film, peta membuatnya lebih jelas. Apakah tidak ada jalan keluar lain selain jendela?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menunjuk pada pintu yang menuju ke aula utama dan bertanya, “Bagaimana dengan jalan masuk ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakajou segera menjawab, “Tidak dapat dibuka.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Pintunya disegel dengan paku, jadi kupikir tidak ada apa-apa disana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku terheran. Lalu, aku melihat Ibara terlihat tidak senang, mungkin ia menujukan ekspresi itu padaku. Bukan salahku kalau tidak ada yang memberi tahu ku soal jalan masuknya dong!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Irisu kemarin berjanji kalau naskah Hongou akan memberikan penonton cukup kesempatan untuk menyelesaikan misterinya. Tapi kalau diingat-ingat, bagian pembuatan film mungkin tidak diberi tahu tentang pembuatan petunjuk penting apapun. Jadi mereka tidak diberi tahu apapun…Saat aku merasa kecapekan, Satoshi tersenyum sambil membubuhkan tanda silang di atas jalan masuk yang menuju aula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenyampingkan soal Satoshi, dengan jalan masuk aula tidak dapat diakses, tersisa 4 jalan keluar dari ruangan terkunci. Pintu dan jendela pada Panggung Kanan dan Panggung Kiri. Pintu kedua ruangan tersebut tertutup, jadi yang tersisa adalah jendela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat Anda bilang jendela… jendela mana yang Anda maksud?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakajou tertawa dengan hidungnya pada pertanyaan Ibara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yang ini, tentunya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jendela di Panggung Kanan, ya? Tapi kenapa yang itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mudah saja, karena jendela Panggung Kiri dihalangi oleh sebuah lemari kostum.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi karena itu. Satoshi terus tersenyum sambil mencoret jendela Panggung Kiri juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merupakan usaha yang sia-sia bagi kami untuk melaju seperti ini. Sebagai seorang penghemat energi, aku tidak suka membuang-buang usaha yang tidak berarti, jadi aku menyatukan semuanya dan bertanya, “Senpai, ada terlalu banyak faktor yang tidak jelas dari filmnya sendiri. Tentu saja, ini mungkin ada hubungannya dengan kualitas layarnya sendiri. Jadi bisakah Anda memberi tahu kami apakah ada ruangan-ruangan lain selain kedua ruangan yang kita bicarakan yang juga tidak bisa diakses? Tidak masalah apakah ruangan terkunci atau bukan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“’Gitu? Sebentar,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakajou mulai berpikir sedikit setelah ditanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Ah, iya, ruang kendali bagian dalam di koridor kiri tidak bisa dimasuki, karena gagang pintunya rusak dan kami tidak bisa memasukkan kuncinya… Dan semua ruangan yang menghadap ke Utara, semua ruangan disebelah koridor kiri dipeta, jendela-jendelanya ditutupi papan kayu untuk menghadang salju pada musin dingin, jadi tidak bisa dilepas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu saja?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, cuma itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakajou mengatakannya dengan jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun aku masih curiga, kredibilitas adalah hal yang berharga, jadi sepertinya aku harus percaya padanya soal ini. Pada saat inilah Chitanda, yang dari tadi terdiam, bertanya, “Apakah Hongou-san mengetahui fakta-fakta ini juga? Karena dia tidak pergi bersama kru pembuatan film…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia benar, itu memang penting. Jika Hongou hanya menulis naskahnya berdasarkan peta yang diketahuinya tanpa mengetahui kondisi di lapangan, dia mungkin menjadikan salah satu dari rute-rute yang tidak dapat diakses itu sebagai jalan keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban Nakajou langsung menghancurkan kekhawatiran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu Narakubo dipilih sebagai setting tempat dengan Hongou sebagai penulis naskah, dia pergi kesana sendiri untuk melihat-lihat.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kapan itu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm, dia mungkin pergi di bulan Juni… bukan, di akhir bulan Mei.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Maaf sudah menyelang, silahkan dilanjutkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakajou mengangguk dan melanjutkan omongannya, yang merupakan topic utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain, pembunuhnya masuk dan keluar melalui jendela di Panggung Kanan. Yang karenanya, kita akan bisa mengambil adegan saat pembunuhan Kaitou terjadi dengan pintu yang terkunci. Bagaimana?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksudmu bagian pembunuhnya tidak masuk melalui pintu melainkan melalui jendela?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, aku mengerti!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda adalah satu-satunya yang menepuk lututnya ketika menyadarinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak bisa membawa diriku untuk menyangkal Nakajou-senpai, yang sangat bersemangat. Di saat-saat seperti ini, aku akan mengandalkan Ibara melakukannya menggantikan ku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi Nakajou-senpai, kalau begitu jadinya misteri yang kurang bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Nakajou tidak menampakkan kekecewaan setelah dikritik langsung seperti itu, dia merendahkan suaranya hingga cukup rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalian mungkin melihatnya seperti itu dan berpikir bahwa pasti ada rute lain. Selain itu… ah iya, kalian juga mungkin tidak begitu mengenal Hongou. Dia bukan ahli dalam cerita misteri, jadi dia mungkin justru menerapkan teknik hebat lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan kami tidak begitu mengenal Hongou bukan cara yang meyakinkan untuk membujuk kami. Ini… aku bermaksud untuk diam saja dan mendengar apa yang ingin dia katakan, tapi aku terbawa suasana dan berkata, “Jadi, Senpai, apakah mungkin untuk mengenali pembunuhnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mengenali?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika Hongou-senpai menerapkan teknik semacam itu, apakah mungkin untuk menyimpulkan siapa pembunuhnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakajou sepertinya tidak siap menghadapi pertanyaan ini, dia menyilangkan tangannya dan larut berpikir. Merasa percaya diri, Ibara mendaratkan serangan pamungkas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selain itu, setelah adegan dimana semua orang memasuki tempat kejadian perkara, bukankah kameranya menampilkan jendela juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Iya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau kita melihat adegan itu, jendela itu harusnya menunjukkan jejak seseorang merangkak melewatinya. Berdasarkan teori Anda, ini menjadi tidak mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diluar jendela di tempat kejadian perkara…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang aku ingat, ada adegan yang memperlihatkan rerumputan liar yang lebat setinggi orang tumbuh diluar jendela. Aku mengerti. Seandainya seseorang merangkak melewati jendela, rerumputannya akan menunjukkan tanda-tanda terpotong atau bengkok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena Nakajou terlihat bingung. Ibara harus menjelaskan lebih jauh padanya. Meskipun Nakajou tidak menyerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Itu bukan masalah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa’?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku mengambil alih peran Ibara setelah mendengar kelitannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bagaimana bisa? Kami berpikir itu cukup jelas.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin saja Hongou menyebutkan itu dalam buku catatannya tapi lupa memasukkannya ke dalam naskah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Kalau itu yang terjadi, maka semuanya selesai. Apa yang ingin dikatakan Ibara adalah tidak ditemukan adanya jejak si pelaku, dan Anda mengatakan ini karena kecerobohan Hongou. Bukankah itu terlalu berlebihan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakajou mengerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi dia ternyata keras kepala. Dia mengangkat kepalanya seperti memikirkan sesuatu dan meninggikan suaranya dan berkata, “ Itu dia, rumputnya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Ada apa dengan rumputnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kembalinya rasa percaya dirinya, dia bicara dengan tensi yang tinggi, “Waktu kamu bilang jendelanya tidak bisa digunakan, itu karena rerumputan diluar tidak menunjukkan bekas dipotong atau bengkok ‘kan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara mengangguk dengan awas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu kau pasti salah paham. Seperti yang kubilang sebelumnya, Hongou pergi ke Narakubo di bulan Mei. Rumputnya mungkin belum tumbuh besar waktu itu, jadi Hongou pasti bermaksud jendelanya bisa digunakan ketika dia melihatnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh terdengar Satoshi berdecak kagum. Seandainya ada orang yang bisa akrab dengan Nakajou, orang itu mungkin adalah Satoshi, karena dia mungkin akan bilang “Itu hal masuk akal pertama yang kau katakan hari ini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara ingin berespon, tapi tidak menemukan kata-kata yang tepat. Aku tertawa dalam hati sambil berpikir dia lumayan juga. Memperhitungkan waktu Hongou mengunjungi lokasi dan menyimpulkan bahwa ia mungkin membuat pembunuhnya untuk kabur melalui jendela, tapi ternyata rutenya tidak dapat digunakan pada waktu pembuatan film.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mungkin lumayan, tetapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat kami tetap diam dan terlihat terbujuk, Nakajou melanjutkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi di pengambilan film berikutnya, kita hanya perlu memangkas rumputnya dan mengulang adegan saat tubuh korban ditemukan. Kenapa aku tidak menyadarinya lebih awal? Kita bisa melakukannya!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sudut pandang pihak luar, Nakajou terlihat  memuncak semangatnya… aku memutuskan untuk tidak menembalinya, karena hanya akan membuang-buang energi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat percakapannya telah selesai, Chitanda tersenyum pada Nakajou dan berkata, “Terima kasih telah memperdengarkan teori Anda pada kami. Kami dapat memberikan ulasan untuk teori Anda pada Irisu-san dengan tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nakajou mengangguk puas. Dia terlihat sangat bersemangat seakan dia siap untuk langsung menulis naskah sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa menit kemudian, kami di Ruangan Geologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grrr… Ibara membuat ekspresi yang tidak butuh banyak penjelasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa kita setuju dengan itu? Apakah itu bahkan bisa dipakai?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya bantahan cukup mengejutkannya. Sulit untuk setuju dengan teknik yang diajukan, ataupun menerapkan teknik tersebut. Katakanlah begitu, alas an Nakajou mengenai rumput itu cukup masuk akal. Untuk Ibara, hal ini menutup lubang yang tersisa dalam pendapat Nakajou dan membuatnya sangat frustasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, secara fisik memang mungkin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi juga terdengar tidak puas saat dia mengatakannya pelan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Chitanda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“……”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terus memandangku lekat selama beberapa waktu. Karena aku merasa tidak nyaman, aku memanggilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ada apa, Chitanda?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ah, ya,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya Chitanda terlihat ragu, namun memutuskan untuk mengatakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oreki-san, apakah kamu berpikir bahwa niatan sebenarnya dari Hongou-san adalah apa yang dijelaskan oleh Nakajou-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“… Sebelum aku menjawab pertanyaan itu, bagaimana menurutmu sendiri?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menghadapi pertanyaan yang aku kembalikan padanya, ia terlihat ragu untuk bicara. Lumayan jarang untuk melihat seseorang yang sikap dan perasaannya begitu mudah dibaca. Sementara ketenangannya tidak runtuh secara dramatis, mata dan mulutnya mengatakan semuanya. Dan aku berkata padanya, “Kau tidak menyukainya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukannya saya tidak suka! Tapi…… saya rasa itu tidak menyakinkan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukankah itu hanya cara lain untuk bilang kalau kau tidak menyukainya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap Nakajou, bagaimana aku mengatakan ini, terasa menekan. Dia bersikeras mempertahankan sudut pandangnya dan tidak mau menyerah, juga menutup semua kesempatan kami untuk membantahnya. Seberapa semangatnya pun dia, jika pendapatnya tidak meyakinkan, maka itu tidak meyakinkan. Jika kami tidak merasa menyukainya, maka kami tidak bisa menyukainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun aku tidak punya niatan untuk meniru Nakajou, aku tetap menyilangkan tangan dan bilang, “Yah, bukan berarti tidak mungkin. Walaupun teori Nakajou mungkin tidak akan bisa dipraktikkan. Mungkin ini akan menjelaskan kenapa secara tidak sadar kita merasa teorinya berantakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukannya Chitanda, orang pertama yang bereaksi adalah Ibara, sambil ia menggertak, “Teorinya tidak bisa dipraktikkan? Bukankah itu berlainan dengan perkataanmu sebelumnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia menekanku untuk menjawab. Apakah dia sebegitu inginnya meruntuhkan teori Nakajou?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku member isyarat pada Satoshi. Tanpa bertanya, dia langsung mengerti apa yang aku maksud dan memberikan petanya padaku. Aku membentangkannya di atas meja supaya para gadis itu bisa melihatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu aku bicara dengan data yang datar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Meskipun teori Nakajou sederhana, setelah melihat filmnya kalian akan melihat teori tersebut cukup konyol. Alasannya sederhana, karena secara fisik teori itu sulit dilaksanakan. Ibara, kalau saja waktu itu kamu bilang teori itu tidak mungkin secara fisik, dia tidak akan bisa mengatakan apa-apa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekspresinya yang masam membenarkan perkataanku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dilain pihak, Chitanda, yang sekarang penuh rasa ingin tahu, mencondongkan tubuhnya ke arahku, membuatku menggeser kursiku ke belakang sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi maksudnya tidak mungkin dilakukan dari tempat lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku tidak akan bilang itu tidak mungkin… Apakah kamu ingat apa yang ditanyakan Ibara pada Nakajou? Tentang apakah Hongou pernah bilang menerapkan suatu trik dalam pembuatan film.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda mengangguk jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, saya ingat. Mayaka-san bertanya ‘Pernahkah disebutkan apakah trik dalam pembuatan film ini adalah trik fisik atau trik psikologik?’”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar sekali. Dengan kata lain, jika trik nya bisa dipecahkan secara fisik, maka tidak perlu ada trik psikologik apapun.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi tiba-tiba tertawa mendengar ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hahaha, bertele-tele sekali, Houtarou. Persis seperti yang diharapkan dari ‘Detektif yang ditunjuk’!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teman yang jahat, meskipun dia tahu aku tidak ingin memainkan peran seperti itu. Walau memang caraku mengatakannya memang bertele-tele. Aku bercermin pada apa yang dikatakanny dan mengatakannya secara langsung kali ini, “Dengan kata lain, kalau kita berada diposisi si pelaku, kita akan menyadari bahwa tidak mungkin kita dapat menggunakan jendelanya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku menunjuk pada tempat kejadian perkara dipeta, atau untuk lebih rinci, jendelanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapapun diantara para pemeran untuk masuk melalui jendela itu, mereka harus melakukannya dari luar teater. Tapi…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidaklah mungkin bagi siapapun untuk mengendap-endap di siang bolong setelah berpisah dengan yang lainnya di teater. Kau hanya perlu melihat untuk mengerti, tidak peduli siapapun yang pergi ke tempat kejadian, mereka akan terlihat oleh yang lain saat melakukannya. Ditambah lagi langkah kaki mereka akan dapat terdengar. Aku sih tidak akan mengambil risiko seperti itu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hmm,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi mengusap dagunya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku mengerti. Jika aku mau membunuh seseorang, aku tidak akan memperlihatkan diriku didepan begitu banyak orang, sehingga teori yang diajukan Nakajou tidak dapat dikerjakan. Mungkin dapat dilakukan pada malam hari, tapi adegannya dibuat pada siang hari. Secara fisik, itu menjadi sedikit terlalu memaksa.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kira-kira begitu lah.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku membalas, Chitanda menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya mengerti sekarang. Saya rasa alas an kenapa teori Nakajou tidak dapat dilakukan karena dia keliru antara adegan yang kita lihat dalam film dengan bagaimana dalam imaginasinya, yang dia mendasarkan teorinya. Saya piker aneh bahwa dia menyimpulkan pembunuhnya menyelinap melalui jalan keluar alternatif hanya karena mungkin ada seseorang bersama Kaitou didalam ruangan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun begitu, seseorang masih terlihat sangat tidak puas. Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Ibara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin yang dikatakan Oreki memang benar, tapi kita tidak tahu apakah Hongou-senpai menyadari hal ini.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang dikatakan Ibara ada benarnya. Jika saja kami bisa bertanya pada Hongou, semuanya dapat dipecahkan… Tapi kami tidak bisa melakukan itu, atau kami tidak akan berada disini berusaha menggunakan akal kami. Tetap, aku tidak bisa membiarkan pertanyaan tersebut tidak terjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kita tidak punya cara untuk mengetahui seberapa jauh Hongou tahu, tapi kita bisa menebaknya secara tidak langsung,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat inilah seorang tamu muncul di Ruang Geologi. Adalah ‘pemandu’ kami, Eba, yang berdiri diluar pintu dengan tanpa niatan untuk masuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“jadi, apa kesimpulan kalian?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menjawab dengan senyuman sarkastik, “Kami mencapai kesimpulan,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dengan kata lain?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami memutuskan untuk menolak teori yang diajukan Nakajou-senpai”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Eba bergumam “Begitu” tanpa terlihat terlalu kepikiran, Chitanda membungkukan kepalanya dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami turut menyesal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak perlu. Bukan salah kalian… kalau begitu, aku akan mengantar kalian menemui orang yang kedua besok.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Besok? Kita melakukan ini lagi besok?... Bagaimana dengan liburan musim panasku?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menanyakan apa yang ingin ditanyakannya dan mendengar apa yang ingin didengarnya, Eba segera pergi. Aku memanggilnya, lalu ia berhenti dan berputar balik bingung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Responnya entah kenapa terasa dingin. Aku mengabaikannya dan bertanya, “Saya ingin tahu apakah mungkin jika kami dapat membaca naskahnya? Skenario yang digunakan untuk pembuatan filmnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eba memandangku seperti sedang menilai sesuatu dan berkata, “Skenarionya seperti apa yang telah kamu lihat dalam film. Apakah kamu benar-benar membutuhkannya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya… kami perlu tahu seberapa banyak perhatian yang Hangou-senpai curahkan ke dalam naskahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengangguk kecil dan berkata akan dia bawakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelahnya, meskipun kami melanjutkan membicarakan tentang Nakajou, topiknya berangsur-angsur melenceng dari memecahkan kasusnya sendiri. Kami akhirnya tidak berhenti membicarakan tentang kesan kami terhadap Nakajou dan hasratnya, dengan hasil observasi hari ini dikesampingkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kau menanyakan kesanku akan nakajou, aku rasa perkataan Irisu “hanya mereka yang memiliki kemampuan yang dibutuhkan yang dapat melakukan pekerjaan yang diberikan” sangat cocok dengannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Maju ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 2|Bab 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=276032</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Halaman Pendaftaran</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Halaman_Pendaftaran&amp;diff=276032"/>
		<updated>2013-08-06T19:23:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* Jilid 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Untuk melengkapi prosedur registrasi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silahkan kontak supervisor, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah Jilid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah translator tiap Jilid maksimal 2 (kecuali untuk cerita pendek yang tidak berhubungan antar bab, dengan kata lain, cuma dua orang yang boleh mengerjakan satu &#039;alur cerita&#039;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal Jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada translator dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Pendaftaran Serial klub Klasik (Hyouka)&#039;&#039; ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 1===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - [[User:spectrum|spectrum]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 2 - [[User:ginthegum|ginthegum]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3 - [[User:spectrum|spectrum]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 5 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 6&lt;br /&gt;
* Bab 7&lt;br /&gt;
* Bab 8&lt;br /&gt;
* Bab 9 - [[User:AS|AS]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 2===&lt;br /&gt;
* Bab 0|0 - Sebelum Judul - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 1|1 - Ayo Menonton Preview Film! - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;&#039;Selesai&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
* Bab 2|2 - &amp;quot;Pembunuhan di Desa Terlantar Furuoka&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;Proses (50%)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 3|3 - &amp;quot;Gangguan yang Tidak Terlihat&amp;quot; - [[User:HikkikomoriNOaria|HikkikomoriNOaria]] &#039;&#039;Setelah Bab 2 selesai&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Bab 4|4 - &amp;quot;Iblis Berlumuran Darah&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Bab 5|5 - Ayo Coba yang Ini!&lt;br /&gt;
* Bab 6|6 - &amp;quot;Titik Buta dari 10,000 Orang&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Bab 7|7 - Jangan Akhiri Pertunjukkan&lt;br /&gt;
* Bab 8|8 - Credit Roll - [[User:MataLoro|MataLoro]] &#039;&#039;Proses (15%)&#039;&#039;&lt;br /&gt;
* Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 3===&lt;br /&gt;
* Bab 1 - Malam Tanpa Tidur&lt;br /&gt;
* Bab 2 - Kasus-Kasus yang Terus Menumpuk&lt;br /&gt;
* Bab 3 - Insiden &amp;quot;Juumoji&amp;quot;&lt;br /&gt;
* Bab 4 - Dan Lagi Malam Tanpa Tidur Lainnya&lt;br /&gt;
* Bab 5 - Rangkaian Kudryavka&lt;br /&gt;
* Bab 6 - Dengan Begitu Berakhir&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 4===&lt;br /&gt;
* Bab 1&lt;br /&gt;
* Bab 2&lt;br /&gt;
* Bab 3&lt;br /&gt;
* Bab 4&lt;br /&gt;
* Bab 5&lt;br /&gt;
* Bab 6&lt;br /&gt;
* Bab 7&lt;br /&gt;
* Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Jilid 5===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_2&amp;diff=251877</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_2&amp;diff=251877"/>
		<updated>2013-05-17T08:11:44Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* 2 – “Pembunuhan di Desa Terbuang Furuoka” */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;====2 – “Pembunuhan di Desa Terbuang Furuoka”====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke Ruang Geologi sehabis dari menonton preview, Satoshi bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Irisu Fuyumi lumayan terkenal, tahu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’? Jadi, apa dia punya tiga wajah di kepalanya atau semacamnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku tidak tahu soal itu, tapi aku tidak akan terkejut kalau memang begitu. Sebelumnya aku pernah mengatakan ini, tapi Irisu berasal dari salah satu klan yang menyaingi empat Klan-klan Eksponensial”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klan-klan Eksponensial mengacu pada para Jumonji, Sarusuberi, Chitanda, dan Manninbashi, yang nampaknya merupakan empat keluarga bersejarah panjang yang paling berpengaruh di Kota Kamiyama. Ngomong-ngomong, sebutan yang agak aneh untuk mereka ini sepertinya diciptakan oleh Satoshi sendiri, karena aku hanya mendengar Satoshi yang menggunakannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menunjuk pada jalanan di luar jendela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluarga Irisu adalah yang menjalankan Rumah Sakit Rengou disana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangunan yang ditunjuk oleh Satoshi sepertinya memang merupakan Rumah Sakit Rengou. Merupakan rumah sakit swasta dengan fasilitas yang setara dengan rumah sakit yang dikelola oleh Palang Merah Jepang. Karena hanya berjarak 5 menit berjalan kaki dari SMA Kamiyama, setiap murid yang yang terluka atau sakit akan berakhir di bangsal mereka. aku mengerti, jadi itulah kenapa Irisu Fuyumi terkenal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupunaku mulai teryakinkan, Satoshi tidak berhenti sampai disitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi tidak hanya itu yang membuat irisu Fuyumi terkenal. Ia punya nama panggilan lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi bagaimana, Houtarou, mau mencoba menebaknya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara aku tidak punya niatan untuk mengikuti permainan, aku memutuskan untuk memikirkannya setelah ditanya. Kalau Satoshi yang menanyakan pertanyaan semacam itu, maka nama panggilan bergaya Ibara seperti Iri-chan dapat dicoret. Karena ia punya aura anggun yang dingin, sesuatu yang dapat membuat teman sekelasnya gemetar, maka…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Theresa&amp;lt;ref&amp;gt;Maria Theresa&amp;lt;/ref&amp;gt; .”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi tersenyum lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hebat! Kau sebenarnya hampir tepat. Lebih tepatnya ‘The Empress&amp;lt;ref&amp;gt;Ini merupakan salah satu arcana mayor dalam kartu tarot. Lebih lengkap lagi silahkan dilihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Kartu_Tarot&amp;lt;/ref&amp;gt; ’. Pikirkan saja, dipercayai oleh ‘Sang Permaisuri’ untuk menyelesaikan sesuatu, tidakkah itu terdengar hebat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Permaisuri, nama julukan lain yang berlebihan lagi. Sampai ia dianugerahi nama seperti itu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa dia seorang dominatrix&amp;lt;ref&amp;gt;Untuk anak baik yang tidak tahu apa yang dimaksud dominatrix, dominatrix merupakan nama lain dari sadistic yang merupakan salah satu perversi seksual.&amp;lt;/ref&amp;gt; ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara, yang berbicara dengan Chitanda untuk satu dan lain hal, sekarang menoleh dan menyela, “Itu sih ratu, bukan permaisuri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia kemudian berpaling lagi. Aku mengagumi kemampuannya untuk mengejek seenaknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu. Terus, kenapa ia dijuluki ‘Sang Permaisuri’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, dia cantik, bla bla bla, plus dia pintar membuat orang melakukan perintahnya dengan sikap yang tenang. Ia selalu seakan-akan dapat mengendalikan orang-orang disekitarnya dengan mudahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Taruhlah kejadian di pertemuan dengan OSIS yang aku sebutkan sebelumnya sebagai contoh. Irisu-senpai dapat melihat akar permasalahan antara ketiga anggota yang berdebat, dan mengarahkan mereka untuk secara bergantian menyebutkan point mereka, yang pada akhirnya menghasilkan resolusi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedengarannya hebat. Ia mampu menyimpulkan masalah hanya dari mendengarkan. Ia sepertinya tipe orang pemimpin. Tapi karena itu, situasinya berkembang ke arah yang tidak aku sukai. Aku tidak punya niatan untuk melakukan apapun untuk siapapun, tapi berakhir melakukan pekerjaan untuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku menyilangkan lenganku, Satoshi mengetuk meja dengan jarinya. Pada saat ia menghentikan ketukan beriramanya, aku melihatnya tersenyum lebar lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selain itu,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selain itu apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kita sedang membicarakan ‘Sang Permaisuri’ dan hal lainnya, bagaimana kalau kita memberikan simbol untuk kita sendiri juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah simbol?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, aku dipermainkan oleh Satoshi. Tidak lama kemudian, ia melanjutkan, “Pertama-tama, Mayaka adalah ‘Justice&amp;lt;ref&amp;gt;Kartu ke-11 arcana mayor&amp;lt;/ref&amp;gt; ’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Permaisuri’ dan ‘Keadilan, ya? Sebagai orang yang logis dan hampir tidak percaya dengan takhayul, aku juga tahu ia membicarakan tentang kartu tarot. Satoshi berbicara dalam suara yang dapat didengar oleh Ibara, jadi aku diam saja untuk mengamati perkembangan situasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang kuduga, Ibara menimpali tajam dari seberang ruangan, “Dan kenapa aku harus jadi pelindung keadilan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi berbalik untuk menghadap kearahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan pelindung keadilan. Kau tertukar dengan ‘Judgment’. Orang-orang dari tipe keadilan cenderung keras terhadap diri sendiri bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat telah meredakan amarahnya. Sementara aku sama sekali tidak tahu apa arti kartu keadilan, penggambaran Satoshi cukup cocok dengan Ibara. Saat aku berpikir seperti itu, Ibara menoleh dan melotot ke arahku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apanya yang lucu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Kamu harusnya protes ke Satoshi, bukan padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun Fuku-chan sedang membicarakan aku, toh kamu juga tidak begitu mendengarkan, jadi kamu seharusnya tidak berkomentar juga!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… cara pembenaran yang hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ingin tahunya terpicu, Ibara bangkit dari tempat duduknya, dan begitu juga Chitanda. Para anak perempuan itu lalu berjalan ke arah kami. Ibara mencondongkan dadanya yang rata ke arah Satoshi dan bertanya, “Lalu, Fuku-chan menjadi apa kalau begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku? Hmm, aku adalah ‘The Fool’, rasanya… bukan, mungkin lebih cocok ‘The Magician’. “Si Bodoh’ adalah Chitanda-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa merupakan kelancangan yang tak berotak memanggil orang lain bodoh. Tetapi Chitanda terlihat tidak meresponnya dengan buruk. Hanya untuk alasan keamanan, Satoshi menambahkan, “Aku tidak bermaksud lancang, pastinya. Tapi aku yakin Chitanda-san memahami yang aku katakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda perlahan membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, saya mengerti. Kalau dipikir-pikir, saya memang sesuai dengan penggambaran ‘Si Bodoh’, saya tidak berpikir itu menghina, tapi… Fukube-san, kamu memang cocok dengan kesan ‘Si Penyihir’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya mereka membicarakan makna tersembunyi dari setiap kartu tarot. Sementara Chitanda dan Satoshi saling mengerti apa yang dikatakan yang lain adalah tentang kartu tarot, aku benar-benar diluar lingkaran mereka. Meskipun Ibara juga terlibat dalam percakapan, ia juga mungkin tidak mengerti artinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, bagaimana dengan Oreki-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi segera membalas, “Itu mudah, ‘Strength’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Mengapa begitu? Saya pikir dia lebih seperti ‘The Star’…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tanpa diragukan lagi, ‘Kekuatan’ sangat cocok dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tersenyum sementara aku perlahan menyadari kalau dia sedang mengolok-olok ku. Chitanda memiringkan kepalanya sambil mencoba berpikir, tetapi tetap tidak dapat memahami yang dikatakannya. Baik aku dan Ibara pun tidak bisa berkata apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ‘The Star’ juga cocok dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi sedemikian rupa mengelak dari pertanyaannya. Chitanda sekarang memiringkan kepalanya dari kiri ke kanan, tapi untungnya, ia tidak bilang, “saya sangat penasaran” kali ini. Aku bersandar lebih jauh ke belakang sambil memberengut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Hmph. Toh, kau juga bukan sedang memujiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak, sama sekali bukan begitu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tersenyum singkat lagi. Benar-benar orang yang menyebalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Topiknya lalu berganti menjadi hal lain. Walaupun hari ini cukup tidak produktif, secara efisiensi, toh tidak begitu banyak energi yang terbuang. Aku yakin besok juga akan sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Maju ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 2|Bab 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_2&amp;diff=251876</id>
		<title>Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 2</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Hyouka_Bahasa_Indonesia:Jilid_2_Bab_2&amp;diff=251876"/>
		<updated>2013-05-17T08:06:29Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;HikkikomoriNOaria: /* 2 – “Pembunuhan di Desa Terbuang Furuoka” */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;====2 – “Pembunuhan di Desa Terbuang Furuoka”====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah kembali ke Ruang Geologi sehabis dari menonton preview, Satoshi bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Irisu Fuyumi lumayan terkenal, tahu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’? Jadi, apa dia punya tiga wajah di kepalanya atau semacamnya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, aku tidak tahu soal itu, tapi aku tidak akan terkejut kalau memang begitu. Sebelumnya aku pernah mengatakan ini, tapi Irisu berasal dari salah satu klan yang menyaingi empat Klan-klan Eksponensial”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Klan-klan Eksponensial mengacu pada para Jumonji, Sarusuberi, Chitanda, dan Manninbashi, yang nampaknya merupakan empat keluarga bersejarah panjang yang paling berpengaruh di Kota Kamiyama. Ngomong-ngomong, sebutan yang agak aneh untuk mereka ini sepertinya diciptakan oleh Satoshi sendiri, karena aku hanya mendengar Satoshi yang menggunakannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi menunjuk pada jalanan di luar jendela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keluarga Irisu adalah yang menjalankan Rumah Sakit Rengou disana.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangunan yang ditunjuk oleh Satoshi sepertinya memang merupakan Rumah Sakit Rengou. Merupakan rumah sakit swasta dengan fasilitas yang setara dengan rumah sakit yang dikelola oleh Palang Merah Jepang. Karena hanya berjarak 5 menit berjalan kaki dari SMA Kamiyama, setiap murid yang yang terluka atau sakit akan berakhir di bangsal mereka. aku mengerti, jadi itulah kenapa Irisu Fuyumi terkenal. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupunaku mulai teryakinkan, Satoshi tidak berhenti sampai disitu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi tidak hanya itu yang membuat irisu Fuyumi terkenal. Ia punya nama panggilan lain.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Masa’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jadi bagaimana, Houtarou, mau mencoba menebaknya?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara aku tidak punya niatan untuk mengikuti permainan, aku memutuskan untuk memikirkannya setelah ditanya. Kalau Satoshi yang menanyakan pertanyaan semacam itu, maka nama panggilan bergaya Ibara seperti Iri-chan dapat dicoret. Karena ia punya aura anggun yang dingin, sesuatu yang dapat membuat teman sekelasnya gemetar, maka…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Theresa&amp;lt;ref&amp;gt;Maria Theresa&amp;lt;/ref&amp;gt; .”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi tersenyum lebar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hebat! Kau sebenarnya hampir tepat. Lebih tepatnya ‘The Empress&amp;lt;ref&amp;gt;Ini merupakan salah satu arcana mayor dalam kartu tarot. Lebih lengkap lagi silahkan dilihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Kartu_Tarot&amp;lt;/ref&amp;gt; ’. Pikirkan saja, dipercayai oleh ‘Sang Permaisuri’ untuk menyelesaikan sesuatu, tidakkah itu terdengar hebat?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Permaisuri, nama julukan lain yang berlebihan lagi. Sampai ia dianugerahi nama seperti itu…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa dia seorang dominatrix&amp;lt;ref&amp;gt;Untuk anak baik yang tidak tahu apa yang dimaksud dominatrix, dominatrix merupakan nama lain dari sadistic yang merupakan salah satu perversi seksual.&amp;lt;/ref&amp;gt; ?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibara, yang berbicara dengan Chitanda untuk satu dan lain hal, sekarang menoleh dan menyela, “Itu sih ratu, bukan permaisuri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia kemudian berpaling lagi. Aku mengagumi kemampuannya untuk mengejek seenaknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Begitu. Terus, kenapa ia dijuluki ‘Sang Permaisuri’?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Well, dia cantik, bla bla bla, plus dia pintar membuat orang melakukan perintahnya dengan sikap yang tenang. Ia selalu seakan-akan dapat mengendalikan orang-orang disekitarnya dengan mudahnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sungguh?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Taruhlah kejadian di pertemuan dengan OSIS yang aku sebutkan sebelumnya sebagai contoh. Irisu-senpai dapat melihat akar permasalahan antara ketiga anggota yang berdebat, dan mengarahkan mereka untuk secara bergantian menyebutkan point mereka, yang pada akhirnya menghasilkan resolusi.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedengarannya hebat. Ia mampu menyimpulkan masalah hanya dari mendengarkan. Ia sepertinya tipe orang pemimpin. Tapi karena itu, situasinya berkembang ke arah yang tidak aku sukai. Aku tidak punya niatan untuk melakukan apapun untuk siapapun, tapi berakhir melakukan pekerjaan untuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat aku menyilangkan lenganku, Satoshi mengetuk meja dengan jarinya. Pada saat ia menghentikan ketukan beriramanya, aku melihatnya tersenyum lebar lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selain itu,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selain itu apa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Karena kita sedang membicarakan ‘Sang Permaisuri’ dan hal lainnya, bagaimana kalau kita memberikan simbol untuk kita sendiri juga?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebuah simbol?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat, aku dipermainkan oleh Satoshi. Tidak lama kemudian, ia melanjutkan, “Pertama-tama, Mayaka adalah ‘Justice&amp;lt;ref&amp;gt;Kartu ke-11 arcana mayor&amp;lt;/ref&amp;gt; ’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Permaisuri’ dan ‘Keadilan, ya? Sebagai orang yang logis dan hampir tidak percaya dengan takhayul, aku juga tahu ia membicarakan tentang kartu tarot. Satoshi berbicara dalam suara yang dapat didengar oleh Ibara, jadi aku diam saja untuk mengamati perkembangan situasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang kuduga, Ibara menimpali tajam dari seberang ruangan, “Dan kenapa aku harus jadi pelindung keadilan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi berbalik untuk menghadap kearahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Bukan pelindung keadilan. Kau tertukar dengan ‘Judgment’. Orang-orang dari tipe keadilan cenderung keras terhadap diri sendiri bukan?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terlihat telah meredakan amarahnya. Sementara aku sama sekali tidak tahu apa arti kartu keadilan, penggambaran Satoshi cukup cocok dengan Ibara. Saat aku berpikir seperti itu, Ibara menoleh dan melotot ke arahku. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apanya yang lucu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oi! Kamu harusnya protes ke Satoshi, bukan padaku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Walaupun Fuku-chan sedang membicarakan aku, toh kamu juga tidak begitu mendengarkan, jadi kamu seharusnya tidak berkomentar juga!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
… cara pembenaran yang hebat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa ingin tahunya terpicu, Ibara bangkit dari tempat duduknya, dan begitu juga Chitanda. Para anak perempuan itu lalu berjalan ke arah kami. Ibara mencondongkan dadanya yang rata ke arah Satoshi dan bertanya, “Lalu, Fuku-chan menjadi apa kalau begitu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Aku? Hmm, aku adalah ‘Si Bodoh’, rasanya… bukan, mungkin lebih cocok ‘Si Penyihir’. “Si Bodoh’ adalah Chitanda-san.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa merupakan kelancangan yang tak berotak memanggil orang lain bodoh. Tetapi Chitanda terlihat tidak meresponnya dengan buruk. Hanya untuk alasan keamanan, Satoshi menambahkan, “Aku tidak bermaksud lancang, pastinya. Tapi aku yakin Chitanda-san memahami yang aku katakan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chitanda perlahan membuka mulutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Ya, saya mengerti. Kalau dipikir-pikir, saya memang sesuai dengan penggambaran ‘Si Bodoh’, saya tidak berpikir itu menghina, tapi… Fukube-san, kamu memang cocok dengan kesan ‘Si Penyihir’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya mereka membicarakan makna tersembunyi dari setiap kartu tarot. Sementara Chitanda dan Satoshi saling mengerti apa yang dikatakan yang lain adalah tentang kartu tarot, aku benar-benar diluar lingkaran mereka. Meskipun Ibara juga terlibat dalam percakapan, ia juga mungkin tidak mengerti artinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau begitu, bagaimana dengan Oreki-san?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi segera membalas, “Itu mudah, ‘Strength’.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“? Mengapa begitu? Kupikir dia lebih seperti ‘The Star’…”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tidak, tanpa diragukan lagi, ‘Kekuatan’ sangat cocok dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tersenyum sementara aku perlahan menyadari kalau dia sedang mengolok-olok ku. Chitanda memiringkan kepalanya sambil mencoba berpikir, tetapi tetap tidak dapat memahami yang dikatakannya. Baik aku dan Ibara pun tidak bisa berkata apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi kenapa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Yah, ‘The Star’ juga cocok dengannya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satoshi sedemikian rupa mengelak dari pertanyaannya. Chitanda sekarang memiringkan kepalanya dari kiri ke kanan, tapi untungnya, ia tidak bilang, “saya sangat penasaran” kali ini. Aku bersandar lebih jauh ke belakang sambil memberengut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“…Hmph. Toh, kau juga bukan sedang memujiku.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Oh, tidak, sama sekali bukan begitu!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tersenyum singkat lagi. Benar-benar orang yang menyebalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Topiknya lalu berganti menjadi hal lain. Walaupun hari ini cukup tidak produktif, secara efisiensi, toh tidak begitu banyak energi yang terbuang. Aku yakin besok juga akan sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Catatan Penerjemah dan Referensi===&lt;br /&gt;
&amp;lt;references /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Hyouka (Bahasa Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
| Maju ke [[Hyouka Bahasa Indonesia:Jilid 2 Bab 2|Bab 3]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>HikkikomoriNOaria</name></author>
	</entry>
</feed>