<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=I%27m+machine</id>
	<title>Baka-Tsuki - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://www.baka-tsuki.org/project/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=I%27m+machine"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Special:Contributions/I%27m_machine"/>
	<updated>2026-05-11T00:13:25Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.43.1</generator>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_5&amp;diff=512250</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_5&amp;diff=512250"/>
		<updated>2017-02-07T14:17:14Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: /* Bab 5 - Pemanggilan Arwah */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;==Bab 5 - Pemanggilan Arwah==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bulan yang samar sekarang terlihat di antara celah-celah awan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Badai baru saja berlalu, angin dan hujan telah berhenti, cahaya bulan menerangi awan-awan di sekitarnya, membuatnya tampak besar dan berkabut. Cahayanya memantul diantara daun pepohonan yang lembab, bersinar dalam gelap seperti cermin perak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, Harutora menuju altar Imperial Hill dengan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berjalan dari ruangan Bellflower menuju halaman rumah, mengambil jimat shikigami kuno dan memanggil sesosok kuda putih dari shikigami tersebut. Ini adalah kuda paling luar biasa yang pernah Harutora lihat selama hidupnya. Tubuhnya telah dilengkapi sadel hitam dan kendali merah, kuda yang luar biasa sampai orang tidak akan ragu jika kuda ini hanya diperuntukan untuk para dewa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami Tsuchimikado - Yukikaze.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah shikigami buatan manusia tingkat tinggi yang masuk dalam jajaran &#039;General Onmyoudou&#039;. Tetapi asal-usulnya jauh sebelum masa &#039;General Onmyoudou&#039;, bahkan jauh lebih kuno dari &#039;Imperial Onmyoudou&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume yang pertama naik, diikuti Harutora yang duduk di belakangnya. Kemudian, Natsume menarik kendali, Yukikaze dengan cepat melompat dari tanah, penuh tenaga seolah-olah mengabaikan dua orang yang duduk diatasnya. Sebenarnya, istilah &#039;melompat&#039; kurang tepat, kaki kuda tersebut bahkan tidak menyentuh tanah sama-sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukikaze memutar dari halaman menuju depan rumah, melompat melewati pintu  gerbang dan menuruni tangga batu sambil melayang. Ketika mereka menuruni tangga, jarak antara mereka dan tanah semakin lebih tinggi lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukikaze berada di ketinggian 10 meter,  berlari seperti angin di atas hutan dan sawah. Semua pemandangan di sekeliling mereka dapat terlihat dengan jelas, tetapi Harutora terus menunduk beberapa kali. Tangannya memeluk Natsume yang berada didepannya - Sebelum Yukikaze melompat dari pintu gerbang, dia sedikit ragu tentang apa yang harus dia lakukan - Harutora pun memeluk Natsume dengan erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Um, ah, i- ini cukup bagus!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Harutora-kun, tanganmu tidak berhenti gemetar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;J-jangan pedulikan Aku! Omong-omong, apa Imperial Hill masih jauh?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tidak, dengan kecepatan ini, kita akan tiba sebentar lagi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume terus memperketat cengkramannya pada kendali. Sabuk merah mengikat pakaian putihnya, menunjukan lengannya yang ramping. Penampilan mengesankannya tidak seperti gadis miko, tetapi lebih seperti seorang prajurit perempuan muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuda putih berderap diatas udara yang  diterangi cahaya bulan dengan seorang gadis menungganginya -  Itu tampak seperti pemandangan indah yang hanya bisa dilihat dalam mimpi. Sayangnya, gambar seorang pemuda yang gemetar dibelakangnya menghancurkan pemandangan tersebut - Harutora terus gemetar, erat memeluk Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, Harutora juga melaksanakan tanggung jawabnya. Saat ini, ia membawa tas untuk ritual di punggungnya - Tas yang terbuat dari anyaman bambu. Di dalamnya penuh dengan alat-alat leluhur Tsuchimikado, dan dia juga mengenakan pedang di pinggangnnya, dengan busur tergantung di bahunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua ini adalah peralatan yang telah Natsume siapakan untuk menghadapi pertarungan sihir sebelum mereka berangkat. Harutora tampak seperti asisten prajurit  yang menyertai Jendral, tak lupa dia juga membawa kotak jimatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga telah menghubungi Touji.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia baru menyadarinya saat mereka hendak meninggalkan rumah, hp-nya penuh dengan panggilan dari Touji. Mungkin karena Touji tahu Harutora tidak juga mengangkat telepon-nya, ia kemudian mengirim sms, memberitahunya informasi penting menggunakan pesan teks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Touji pertama pergi ke lokasi pembangunan yang telah menjadi medan perang, membangunkan Penyidik mistis dan kemudian menghubungi polisi. Penyidik Mistis tidak juga bangun karena kekuatan spritual mereka telah dicuri. Badai terjadi lebih awal dari yang diperkirakan, sehingga bantuan yang dikirim dari Tokyo sepertinya baru akan tiba malam ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu dia khawatir dan marah karena Harutora tidak menghubunginya, tapi ia tidak menyebutkan itu dalam sms yang dia kirim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bersyukur punya teman sepertinya, ia membalas sms yang hanya berisi &#039;Maaf, Aku telah banyak merepotkanmu, mulai sekarang kau bisa istirahat.&#039; Setelah mengirim sms, ia langsung mematikan ponselnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ....! Harutora-kun.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berseru, Harutora dengan cepat mengangkat kepalanya. Sebuah truk yang tampak akrab menghentikan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Truk itu sembarangan ditinggalkan di pinggir jalan, dengan bak truk itu dipenuhi potongan kontainer. Ada juga jejak pohon hancur dari kontainer menuju bukit dari kejauhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah jejak yang ditinggalkan oleh Tsuchigumo - &#039;Armored Juggernaut.&#039; Menilai hal ini, berbagai kerusakan, bukit yang tidak enak dipandang di sana adalah lokasi altar Tsuchimikado didirikan, &#039;Imperial Hill.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar, seperti yang kau katakan! Apa kau melihat laba-laba raksasa itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak melihatnya, sepertinya dia menuju altar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayo kita ikuti!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Baiklah, kita akan langsung menuju altar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hyaaa! - Natsume menarik kendali kuda. Shikigami dengan cepat melesat seperti anak panah setelah menerima perintah tuan-nya, bergerak melewati lereng bukit menujiu Imperial Hill. Mereka terbang pada ketinggian puncak pohon, menyusul jejak Tsuchigumo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu, suara retak terdengar dari dada Natsume. Cermin ketiga yang ia tempatkan di dadanya nampaknya telah rusak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ...Sepertinya penghalang terakhir juga telah rusak.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu. Tapi .... Kita harus terus maju!.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersamaan dengan itu, puncak bukit Imperial hill di depan mereka dapat terlihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekeliling bukit, padang rumput di puncak bukit dan pepohonan telah lenyap, tetapi plaza batu ditempakan di tengah, mengelilingi keempat sisinya dengan toori.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah altar Imperial hill. Api unggun telah dinyalakan pada keempat sisi, sepertinya ini perbuatan Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada dua sosok manusia yang mempersiapkan altar untuk ritual, dan ada juga sosok kecil yang memberikan mereka perintah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka bisa melihat Suzuka, sosok berpakaian jas hitam adalah shikigami sederhana, dan shikigami &#039;Ashura&#039; umumnya di pakai Suzuka saat festival.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku menemukanmu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berteriak. Bukan berarti Suzuka mendengar teriakannya, tapi dia segera berbalik untuk melihat mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin tahu apakah matanya telah salah saat melihat sosok gadis itu lagi. Aura yang dikeluarkan Suzuka,  seperti badai yang berputar-putar di sekelilinginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuat dan berkilau - Tapi unik, jelas bukan aura yang stabil. Harutora hanya beberapa saat lalu menjadi Roh pengamat, tapi ia langsung bisa merasakan bahwa dia sangat kuat. Itu adalah aura yang dilepaskan oleh salah satu dari Dua belas Jendral suci, si &#039;Anak Ajaib&#039;. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura Suzuka tiba-tiba meluap dengan kekuatan saat ia menatap Harutora dan Natsume, seolah-olah dihempaskan begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kau datang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suzuka menggertakkan giginya, dia seperti anak kecil memalingkan wajahnya dengan ekspresi marah, dan secara tegas mengayunkan tangan kanannya ke samping.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan Harutora atau Natsume yang merasakan bahaya dalam torehan waktu ini, tetapi veteran Yukikaze yang telah melayani keluarga Tsuchimikado selama bertahu-tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukikaze melompat sebelum memasuki lapangan, memutar tubuhnya - bukan hanya Harutora, bahkan Natsume hampir terlempar dari kuda. Sebuah pilar besi ditembakkan seperti meriam melewati posisi dimana Yukikaze baru saja berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baja Tsuchigumo Armored Juggernaut baru saja menyerang mereka. Dia telah menyembunyikan tubuhnya di hutan untuk penyergapan, bersiap untuk menyerang kapanpun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yukikaze! Kembali.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menarik kendali, dan Yukikaze segera melompat ke udara, berderap ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Serangan Tsuchigumo gagal, dan tubuhnya berayun-ayun ke lapangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh bajanya tampak lembut dan berkilau dalam cahaya api unggun. Tubuhnya besar, tapi strukturnya tidak cocok untuk menyerang ke atas, sehingga tidak akan sulit untuk menghindari serangannya selama mereka berhati-hati pada jaring laba-laba yang ditembakan dari dalam baju besinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume, kita tidak bisa lebih dekat dengan altar jika seperti ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.......&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mengerutkan kening, mengamati lapangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsuchigumo tidak bisa megejar jika Yukikaze terus di atas pohon, tetapi jika mereka ceroboh mendekati lapangan, Tsuchigumo akan bereaksi dan menghadang mereka. Mungkin dia telah menerima perintah untuk menyerang siapapun yang mendekati lapangan, dan tidak akan mudah untuk menghancurkan pertahanan Tsuchigmo ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suzuka berdiri diatas plaza batu, menatap tajam ke arah Harutora dan Natsume, tetapi dua shikigami di belakangnya tetap menyibukan diri menyiapkan altar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak bisa melihat secara jelas dan menyeluruh karena jarak mereka. Dia hanya bisa melihat bahwa meja telah dibentuk di atas altar dengan beberapa persembahan. Ada potongan perak dalam mangkuk merah, gulungan sutra putih, sadel yang dibuat untuk kuda, dan kertas. Dia juga melihat instrumen drum taiko ditempatkan di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Besar, bungkusan tipis diletakan di tengah altar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasakan punggungnya menggigil saat melihat pemukaan luar bungkusan yang ditempelkan dengan jimat. Isi dari bungkusan itu adalah seorang anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini tidak mungkin ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nampaknya anak itu adalah saudara Suzuka yang sudah mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suzuka mencoba untuk mengadakan ritual kuno, tapi dalam pandangan  Harutora, dirinya hanya tampak bermain rumah-rumahan, dengan tubuh saudaranya mennggantikannya sebagai boneka. Permainannya jelek, konyol, dan memilukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Sial...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dairenji Suzuka!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora secara refleks berteriak, Natsume yang memegang kendali hampir dibuatnya kaget, melihat ke belakang terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku sudah bilang! Meskipun kau bisa menghidupkan kembali saudaramu, kau tidak akan bahagia. Berhenti terobsesi dengan hal itu, bangunlah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Diam! Aku bersumpah selanjutnya aku akan membunuhmu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau benar-benar menyebakan! Hidupku adalah miliku sendiri, dan bukan orang tuaku atau orang lain yang berhak mengaturnya! Aku yang memutuskan apa aku akan mati atau tidak! Kau tidak bisa menghentikanku seperti yang kau katakan, aku akan menghidupkan kembali saudaraku!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemarahannya menjadi aura, seperti api yang mengamuk, kemarahan mambakar Suzuka, bukan yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Api dengan cepat membesar dari tubuh Suzuka yang kecil, dan mungkin segera setelah itu, api akan semakin diperluas dari tubuhnya, menjadi lidah api raksasa yang bisa menelan siapapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau tidak boleh melakukan hal itu, bukan, kau bahkan tidak boleh mencobanya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggapan Natsume adalah jelas dan tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.. Onmyoudou modern melarang sihir yang berkaitan dengan jiwa, dan tentu saja, bencana spiritual yang disebabkan oleh Yakou adalah salah satu alasanya, tapi yang lebih penting, kita tidak boleh mendalami hubungan kita denan sihir tersebut. Kita seharusnya tidak boleh menggangu jiwa orang lain&#039; , karena itu sudah di luar wilayah manusia.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suzuka semakin marah, dia melotot dengan garang pada Natsume yang membuat pernyataan tersebut melalui Yukikaze.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ... Apa kau juga Tsucmimikado? Aku tidak tahu dari mana kau berasal, tapi apa kau juga datang untuk menghentikanku?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsuchigumo tidak bergerak. Natsume menatap Suzuka tanpa berkedip, terus berbicara dengan nada tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Di masa lalu, manusia masih menghormati para Dewa, merasa bersyukur dan ketakutan dalam hati mereka, memiliki keyakinan yang tidak rasional untuk entitas di atas pemahaman mereka. Mereka percaya pada doa, jadi itu efktif. Bukan, bisa dikatakan mereka yang menciptakan doa itu sendiri. Sihir itu efektif hanya karena dilakukan oleh orang-orang pada zaman itu, dan orang-orang yang hidup di zaman sekarang tidak akan berhasil hanya dengan meniru ritual tersebut.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natusme memprediksi kegagalan Suzuka dengan pasti. Harutora menatap Natsume terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, dia akhirnya menyadari sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Benar, orang ini adalah &#039;Onmyouji&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, Natsume hanya seorang siswa Onmyou Akademi, dan dia bukan seorang Onmyouji resmi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, lupakan akreditas resmi untuk saat ini, dan juga lupakan tentang keterampilan sihir, apa kata Onmyouji dalam arti yang paling dasar? Dia tidak pernah memikirkan ini sebelumnya, namun sosok teman masa kecilnya ini menuntunya untuk berpikir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau menyebalkan ..&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suzuka yang berada di bawah terdengar menggertakan giginya setelah mendengarkan omongan Natsume. Api unggun yang berada di sampingnya menyala, sesosok bayangan keluar dari tubuhnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Keluarga Tsuchimikado adalah salah satu yang bertanggung jawab memegang Ritual Taizan Fukun, dan Keluarga Tsuchimikado juga yang menghidupkan kembali ritual ini. Apa maksudmu kalian bisa melakukanya sedangkan aku tidak bisa? Jangan bercanda!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara gadis itu lemah, seolah-olah ia akan ambruk setiap saat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, Ashura dan pria pakaian hitam yang semula mempersiapkan ritual berhenti bergerak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persiapan telah selesai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dairenji Suzuka! Hentikan ritual ini sekarang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Diam! Aku pasti akan melakukan upacara yang jauh lebih baik daripada kalian, Tsuchimikado, pergilah jika kau tidak ingin mati!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, Suzuka mulai melantunkan mantra. Kata-kata yang dia ucapkan bukan untuk ritual, tapi itu mantra Onmyoudou.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pria shikigami berpakaian hitam sederhana menjadi lemas karena tidak bisa menahan tekanan yang dilepaskan oleh energi sihir, bentuk luarnya mulai hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ashura yang berdiri di sampingya menyerap bentuk luar shikigami berpakaian hitam tersebut, dua shikigami digabung menjadi satu, dengan lebar, sayap serangga bahkan tumbuh di belakang Asura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mata Natsume melebar karena terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana mungkin!? Kau bisa bebas mengubah shikigami buatan manusia yang dihasilkan dari tubuh Onmydou?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora tidak terlalu mengerti, yang jelas, ia tahu bahwa kekuatan Suzuka tidak bisa diremehkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ashura yang bergabung membungkukan tubuhnya, melompat ke atas langit malam dan terbang langsung menuju Harutora dan Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sialan! Natsume!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berteriak pada Natsume, Natsume segera mengendalikan tali kekang untuk menghindar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Buruk, Natsume, mereka berencana menyerang kita dari atas dan bawah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peringatan Harutora sudah terlambat. Tsuchigumo yang bersiaga di bawah dengan cepat mengayunkan kakinya setelah melihat Yukikaze turun ke bawah. Natsume panik menarik tali kekang, tapi gerakan yang membatasi Yukikaze, membuat Yukikaze tergelincir di udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
---Sial!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak bisa menghindarinya. Setelah ia melihat kaki Tsuchigumo menyerang mereka, Harutora dengan cepat menarik pedang di pinggangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mencodongkan tubuhnya ke depan, seolah berusaha melemparkan dirinya dari kuda, dan mengayunkan pedang dengan keras pada Tsuchigumo yang menyerang dari bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan satu ayunan, pedang menyerap semua aura dari tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aura dikumpulkan pada ujung pedangnya. Kaki Tsuhigumo dipotong, mengeluarkan bunga api yang terbang, dan mendorongnya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa takut pada kekuatan lengannya. Kaki baja telah terbuka, dengan pedangnya terukir di atasnya seakan hangus terbakar. Meskipun ia telah menyerang musuh dengan pedangnya, Harutora masih tidak bisa percaya dan terdiam dengan tatapan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;A, apa ini? Ini sangat kuat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pedang itu disebut &amp;quot;Protection Sword&amp;quot;! Ini ditempa secara khusus, salah satu pedang spiritual kuno!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh? Benarkah? Tapi sekarang sedikit retak karena menahan serangan barusan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mustahil!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, tapi itu hanya sedikit! Sangat kecil.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uuu... K, karena tadi sangat genting, tidak masalah meskipun kau merusaknya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berhasil menahan amarahnya. Tapi bukan berarti itu bukan masalah jika rusak! Ekspresi Natsume sangat jelas ketika ia berbalik dan berkata &#039;percuma&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musuh terus menyerang, dan Natsume terus mengendalikan kendali dengan erat, adegan ini jelas sangat berbahaya bagi siapapun yang menontonnya. Harutora hampir terjatuh dari kuda beberapa kali, dia terus menerus mengayunkan pedangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Protection Sword tampak seperti alat yang kuat, karena bisa melepaskan kekuatan yang luar biasa meskipun orang luar seperti Harutora yang menggunakannya. Pedang ini menyerap sejumlah besar aura dari dirinya, kelelahan yang terus menumpuk bukanlah masalah kecil. Ketika Harutora sadar, dia sudah terengah-engah kelelahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini tidak bagus, Natsume! Aku tidak bisa menanganinya sendirian lagi!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu kau juga perlu melawan!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan bicara padaku sekarang!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tidak berbalik. Dia jelas sedang berjuang mengatasi serangan gabungan dari Asura dan Tsuchigumo. Keringat dingin pecah di punggung Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Hey hey, apa mungkin dia sangat buruk dalam pertarungan sebenarnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikapnya berbeda dari biasanya yang tenang, dan ekspresinya jelas menunjukan kecemasan. Sangat ironis bahwa ia akan melihat sisi tak terduga dari teman masa kecilnya dalam situasi seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bising. Sebuah suara terdengar menghancurkan udara yang bergema dari plaza batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suzuka telah memukul drum taiko yang diletakan di atas altar, membuat suara aneh yang seakan meggetarkan jiwanya. Suzuka terus mengayunkan stik drum, suara taiko terus menggelegar, bergema melalui malam Imperial Hill.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suzuka memukul taiko enam kali, dan kemudian meniup tanduk, suaranya kontras dengan yang dihasilkan taiko. Udara bergetar, sampah yang berserakan di plaza batu tersingkir karena getaran tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora yang telah menjadi Roh pengamat tahu bahwa suara itu mengandung energi sihir, ia merasa kaku saat mendengar suara genderang yang mengumumkan awal pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;Oh tidak, ritual akan dimulai! Kita harus cepat menghentikannya sebelum terlambat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tunggu, Natsume. Dari atas!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memfokuskan pandangannya pada altar, dan tiba-tiba Ashura menyerang dari atas. Dia segera menarik kendali, sekali lagi mencuri kebebasan Yukikaze untuk bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua shikigami menyerang secara bergiliran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukikze segera mengangkat kaki depannya, bersandar pada kaki belakangnya untuk menghindari serangan Asura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Natsume terus memegang erat kendali, tapi Harutora yang terus mengayunkan pedangnya tidak punya tempat untuk berdiri. Dia terhempas dengan suara &#039;waah&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume melihat Harutora terjatuh dari kuda dan berteriak, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi---&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hokuto! Tolong!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Hokuto?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah cahaya bersinar di samping Yukikaze yang berderap bahkan sebelum Harutora sempat meragukan telinganya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesosok mahluk menyilaukan seperti emas melayang di langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu naga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:Tr1_259.png|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seekor naga muncul di langit malam setelah Natsume memanggilnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.. Apa ...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tubuh naga panjangnya hampir 10 meter, dengan dua benda seperti tanduk di atas kepalanya, lalu moncong panjang dan sisik emas yang menutupi seluruh tubuhnya. Meskipun keempat kakinya pendek, mereka memiki cakar tajam seperti elang. Naga di depannya ini tidak sebesar dengan imajinasinya, tapi kesampingkan dulu ukuran tubuhnya, &#039;naga&#039; sangat identik dengan hewan mitos yang digambarkan dalam mitos Jepang atau cerita rakyat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naga segera berbalik setelah dipanggil, melayang ke bawah tubuh Harutora. Harutora segera mengayunkan protection sword, meraih tubuh naga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sisik naga agak keras, tapi rasanya halus. Seekor mahkuk yang keras namun lembut bergoyang dalam pelukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Sh, Shikigami!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja itu adalah shikigami. Tidak ada kemungkinan lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, meskipun itu shikigami ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hokuto? ini disebut Hokuto? Hey, Natsume, naga ini ...!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangkat kepalanya, berteriak pada Natsume yang menunggangi Yukikaze.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume yang sedang berjuang menghadapi serangan Ashura, tapi dia tetap menjawab pertanyaan Harutora setelah menghindari serangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Dia kartu as terakhirku! Sudah lama melayani generasi kepala keluarga Tsuhimikado, salah satu dari beberapa naga modern sebenarnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;N,  Naga sebenarnya...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir lupa tentang nama, menatap naga yang ia pegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang disebut pelayan shikigami berbeda dari shikigami buatan manusia &#039;General Onmyoudou&#039; kebanyakan, karena mereka dewa, roh, atau hewan - lebih akuratnya, salah satu yang memiiki nama-nama ini di masa lalu - dibuat menjadi shikigami. Dengan kata lain, Hokuto belum dibuat oleh manusia, tapi telah terbentuk secara alami, dan merupakan suatu eksistensi yang mirip dengan dewa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia bisa merasakan aura dari tubuh Hokuto yang memang kuat dan tebal. Sebenarnya, itu adalah perasaan yang menakutkan. Tubuhnya yang panjang sangat jelas, roh ini memberikan perasan yang aneh, sangat berbeda dari hewan kebanyakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Tapi, kenapa namanya Hokuto?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang akan meghubungkan Big Dipper dengan nama Hokuto, Big Dipper sering dibandingkan dengan &#039;naga&#039;, memiliki hubungan dekat dengan bintang-bintang yang Omyoudou sembah. Tampaknya sangat wajar jika shikigami naga akan diberikan nama Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi untuk telinga Harutora, nama ini terdengar sangat kebetulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kenapa kau tidak memangginya dari awal!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak bisa mengendalikannya sepenuhnya! Dia tidak mendengarkan perintahku, meskipun ia setuju untuk menjadi shikigamiku.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menatap Hokuto agak kesal saat ia bicara. Naga itu mengabaikan kata-kata tuannya, melihat ke bawah Armored Juggernaut dan altar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naga itu jelas terlihat gembira, tapi penampilannya tidak tampak bersemangat untuk bertarung, tetapi lebih seperti melihat permainan yang menarik dan menyenangkan. Belum lagi ekor panjangnya yang bergoyang-goyang seperti anjing. Harutora meringis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ... Memang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Hokuto! Aku memerintahkanmu kalahkan shikigami musuh, kau bisa kan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memberi perintah dengan wajah serius - tapi Hokuto menggeleng tidak paham, memandang Natsume seolah bertanya &amp;quot;Musuh apa?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Ashura segera menyerangnya lagi sebelum Natsume sempat mejelaskan apa yang harus dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukikaze dengan panik segera melompat ke samping tanpa menunggu perintah Natsume, menghindari serangan Ashura.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto terkejut dengan serangan Ashura.  Melihat sekitar, dengan cepat bergerak ke posisi Yukikaze, benar-benar mengabaikan orang yang berada di punggungnya. Harutora berteriak keras, tergelincir dari tubuh naga menuju punggung kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uwaaah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;H, Hokuto.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menegur Hokuto dari atas kuda, tapi naga itu tidak memperdulikannya, dengan gagah ia melewati langit malam bertempur dengan Ashura. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya serangan Asgura telah membuatnya senang, karena jelas ia nampak termotivasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sh, shikigami ini memiliki kekuatan yang luar biasa seperti itu, tapi kenapa kepribadiannya sedikit terlalu kekanak-kanakan?!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu berbahaya! Harotora-kun, lompat ke mari!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan terlalu banyak gerak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat yang sama ketika ia berteriak, Hokuto berputar dengan keras, Harutora-pun terhempas dari tubuh naga karena tolakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah kedua kalinya ia terjatuh dari langit hari ini. Natsume - bukan, Yukikaze segera menjemputnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Uwaaaah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume meraih tangannya, menangkap Harutora dalam pelukannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis kecil, tubuh lemahnya menarik Harutora dengan segenap kekuatannya. Dia tidak bisa menahan beban berat Harutora, dan hampir terjatuh dengannya. Harutora dengan panik meraih kendali Yukikaze, dan nyaris tidak berhasil menghindari situasi berbahaya ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;H, Harutora-kun, Harutora-kun~!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume, berhenti berteriak! Kau bisa melepaskanku, hei, kau tidak perlu memeluku terlalu erat!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menggunakan semua kekuatanya untuk menjaga supaya Harutora tidak terjatuh ke tanah, tapi Harutora juga melakukan apapun untuk mencegah mereka terjatuh dari kuda. Tubuh mereka terbelit bersama-sama, keseimbangan hancur, Yukikaze turun agar menyeimbangkan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, Tsuchigumo menyerang dengan kakinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Bajingan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora baru saja menjatuhkan protection sword, dan sekarang ia memikirkan ide sempurna, tangannya segera meraih kotak jimat dan membuka penutupnya dengan jari-jarinya, perlahan menarik jimat pelindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, ia sering berlatih melemparkan jimat di depan cermin setiap hari, dan gerakan-gerakan itu masih membekas di dalam tubuhnya meskipun ia telah meninggalkan pelatihan itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Order!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berteriak, melepaskan jimat dengan keras. Arti mantranya adalah &#039;memaksakan hukum dengan cepat&#039;, yang juga sering digunakan oleh para Penyidik mistis - kata yang umum digunakan dalam teknik melempar jimat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Energi sihir Harutora mengalir ke jimat pelindung, menciptakan penghalang yang bersinar terang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kaki Armored Juggernaut mendobrak penghalang, tapi itu sudah cukup memberikan waktu bagi Yukikaze untuk mendapatkan kembali keseimbangannya. Yukikaze menggeser pungggungya, membiarkan mereka berdua duduk kembali dengan benar, hampir tidak bisa menghindari serangan kaki Tsuchigumo yang datang menerjang melalui penghalang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka hendak turun ke tanah, tapi menurunkan ketinggian mereka sama saja dengan memasuki jangkauan serangan Tsuchigumo. Serangan berikutnya datang seperti yang diperkirakan, tidak memberi mereka waktu untuk sekedar menghela napas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora melepaskan Natsume yang masih terbungkus rapat dalam pelukannya, duduk kembali di belakang, dan kemudian mengulurkan tangannya ke depan seolah memeluk Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! H, Harutora-kun...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume, aku yang akan mengontrol kendali, aku serahkan musuh padamu!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh? Uh, baik!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Yukikaze, aku mengandalkanmu!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menekan tubuh Yukikaze dengan kakinya, menghentakkan kendali. Sebenarnya, dia hanya mengontrol kendali pada waktu ini, dan semua tindakan Yukikaze bergerak atas keputusannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Yukikaze memperoleh kebebasan, ia segera menunjukan kelincahan yang berbeda dari sebelumnya. Ia melompat dengan cekatan menghindari serangan Tsuchigumo sambil membawa mereka berdua di atas punggungnya. Natsume yang terjepit di antara lengan Harutora melihatnya, dia secara tidak sengaja membeku di atas kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;H, Harutora-kun, apa yang kau lakukan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak melakukan apapun, tepatnya, dia yang melakukannya sendiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume yang sudah menyerah dengan sifat keras kepala Hokuto, yang paling bisa diandalkan saat ini - termasuk Harutora - tidak lain adalah Yukikaze. Terlepas dari apakah itu kuda atau shikigami, perlunya ruang untuk bertindak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menatap ke atas. Hokuto dan Ashura masih bertarung mati-matian di langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari mereka berdua, Hokuto memiliki keuntungan besar. Gerakannya bebas seperti ikan di dalam air, dengan sisik emas yang tercermin dari api unggun bersinar seperti debu yang bertebaran di langit malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan ini, Harutora dan Natsume mungkin bisa fokus untuk berurusan dengan Tsuchigumo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sekarang aku tidak punya waktu untuk mencari pedangku yang terjatuh! Natsume, kau bisa melakukan sesuatu untuk menghambat Tsuchigumo?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku, aku! Harutora-kun, berikan aku busur!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar perintah Natsume, Harutora segera melepas busur yang tergantung di bahunya dan menyerahkannya pada Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bagaimana dengan anak panahnya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak membutuhkannya. Ini disebut &#039;Peach Bow&#039;, kayu persik dijiwai dengan sihir, dan aku hanya perlu melepaskan tali busur pada musuh untuk menyerang, Tetapi, aku paling bisa menahannya sementara, karena baju besi Armored Juggernaut memiliki sihir pertahanan yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada alat yang benar-benar efektif untuk menghadapi shikigami miiter Armored juggernaut. Jika mereka serius ingin menghancurkannya, mereka akan membutuhkan setidaknya peralatan kelas-militer, dan yang lebih penting, &#039;Peach Bow&#039; adalah senjata untuk pengusiran setan, peralatan yang digunakan untuk menangani bencana spiritual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kalau begitu lakukan, tidak perlu mengalahkannya. Natsume, kau yang bertanggung jawab menahan Tsuchigumo, dan Yukikaze, segera menuju altar jika mendapat kesempatan, karena bagaimanapun juga, kita harus menghentikan ritual ini!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saja, ancaman Suzuka tidak hanya terbatas paada Tsuchigumo, dan kemungkinan menang melawannya secara langsung sangat kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, meskipun ia adalah seorang Jendral suci, ia masih harus memfokuskan pikirannya untuk melakkukan ritual Taizan Fukun, dan jika mereka mengganggu keberangsungan ritual, semua yang ia siapakan akan sia-sia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;U, Dimengerti. Tapi, Harutora-kun, kau adalah shikigamiku, jadi aku yang harusnya memberikan perintah --&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu! Natsume, Yukikaze, ayo kita pergi!&amp;quot; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengabaikan gumaman Natsume, berteriak dengan keras dan menghentakan kendali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukikaze langsung bergegas maju tanpa rasa takut pada Tsuchigumo yang ukurannya lebih besar berapa kali dari dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume yang terkejut panik mengambil busur, tapi lengan Harutora yang menggenggam kendali mencegahnya ke depan, jadi dia tidak bisa menarik busur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Letakkan lenganmu ke bawah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengatakan itu, ia berdiri di atas sanggurdi(pijakan kaki pada kendaraan hewan), merenggangkan bagian atas tubuhnya melalui kesenjangan antara tubuh Harutora dan kendali. Rambutya, yang hitam berkibar seperti bendera saat ia berdiri di atas kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu, jaring laba-laba ditembakan dari daerah kepala armor Tsuchigumo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah! Itu, b-bokongku!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jangan mengkhawatirkan itu, tembak!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ...Uuu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wajahnya memerah, Natsume mengambil sikap menembak dan melepaskan tali busur pada Tsuchigmo yang mendekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peach Bow membuat suara yang enak didengar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tssssss - Udara bergetar saat tembakan energi sihir Natsume mengenai Tsuchigumo. Gelombang energi sihir yang luar biasa berubah menjadi panah tak terlihat, ditembakan ke arah Tsuchigumo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang mata roh-pengamat Harutora, ia melihat armor dengan mudah menangkis energi sihir, tapi setelah Tsuchigumo terkena gelombang kejut dari Peach Bow, ia sejenak mengambil sikap hati-hati. Tubuh bajanya tidak bergeming, tapi sepertinya bagian dalam menderita efek &#039;lag&#039;, dan hasilnya gerakannya melambat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ini bekerja?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukikaze mengambil kesempatan untuk mempercepat larinya, bermaksud memutari Tsuchigumo dan langsung menuju atar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayangnya, Tsuchigumo mendorong kaki belakangnya, menghalau mereka di depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yukikaze berbelok ke kanan - Tsuchigumo bergerak ke samping, mengejar mereka sambil terus menghentakan kaki laba-labanya. Setelah Yukikaze menjauh dari Tsuchigumo, ia berbalik lagi, sekali lagi berderap menuju altar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume melepaskan panah Peach Bow.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kali ini, tembakannya membentuk garis lurus yang indah. Panah yang dilepaskan mengandung energi sihir kuat dari waktu sebelumnya. Tsuchigumo terkena serangan secara langsung, dan gerakannya menjadi lambat. Sebelum gerakan Tsuchigumo menjadi lambat, jaring laba-laba dimuntahkan dari armor samurai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jaring laba-laba terbang menuju mereka dari depan, sedangkan mereka tidak punya tempat untuk lari. Harutora melempar jimat tepat pada waktunya, menahan jaring laba-laba dengan penghalang dari jimat pelindung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menarik Natsume ke bawah dengan tangan kanannya yang telah melemparkan jimat, Natsume duduk dengan keras di atas pelana. Pada saat yang sama, Yukikaze menurunkan tubuhnya ke bawah, melewati Tsuchigumo dari bagian bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ... Apa kita berhasil!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berbalik, melihat ke belakang. Mereka telah berhasil melewati Tsuchigumo, tapi ia segera menggerakan kedelapan kakinya, berbalik dengan cepat. Tatapan sengit diarahkan pada mereka melalui armor samurai yang gagal menyerang musuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat yang sama ketika Tsuchigumo hendak mengejar mereka, cahaya emas menukik turun dari langit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu Hokuto. Ashura sedang dikunyah oleh giginya yang tajam, jadi sepertinya Hokuto telah memenangkan pertarungan udara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto meremukan Asura berkeping-keping, selanjutnya mengubah targetnya pada Tsuchigumo. Ia sedikitpun tidak tampak khawatir menghadapi Armored Juggernaut. Sebaliknya, shikigami militerlah yang berhenti di depan aura tebal yang naga itu keluarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Luar biasa! Dia cukup kuat!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja! Meskipun anak itu keras kepala, ada perbedaan tingkat antara dia dan shikigami normal!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nada Natsume penuh kegembiraan. Bagaimanapun, keadaan telah berubah, dengan Tsuchiumo berusaha melewati Hokuto, dan Hokuto menahan Tsuchigumo, tidak membiarkannya mendekati altar. Dalam situasi ini, kedua belah pihak jelas seimbang sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 ... Ini kesempatan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bersiap untuk menuju altar di atas plaza batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada api unggun di keempat sudut altar, menerbangkan bunga api di malam yang gelap. Torii mengantung di semua sisinya, warna mereka dibedakan menjadi hitam untuk utara, biru untuk timur, merah untuk selatan, dan putih untu barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suzuka, berlutut di depan mayat saudaranya yang berada di tengah altar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada kesempatan. Harutora tidak sadar membungkuk ke depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Sangat naif.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suzuka bergumam dengan suara dingin, kepalanya masih tertunduk di atas mayat saudaranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Segera setelah itu, semua jimat yang menutup mayat itu terkelupas secara bersamaan, berhamburan ke segala arah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adegan itu seperti mayat yang meledak. Pada pandangan pertama, jimat menari di udara seperti potongan kertas dalam perayaan, tapi sebenarnya mereka menyerang seperti gerombolan ikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume panik menyerang menggunakan Peach Bow, dan gelombang energi sihir bertabrakan dengan potongan-potongan jimat. Jimat yang berada di depan terkena gelombang, menyebabkannya terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, hanya jimat yang menanggung beban gelombang yang terjatuh ke tanah. Harutora, Natsume, dan Yukikaze, sudah lama sejak dikerumuni gerombolan jimat sebelum serangan Peach Bow menjatuhkannya dengan sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Pwah!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Natsume terlempar dan terdorong kembali dari tubuh Yuukikaze satu per satu, seolah-olah mereka terbakar. Mereka terjatuh dari kuda, tubuh mereka ditutupi oleh jimat-jimat. Untungnya, jimat-jimat itu menyerap dampak saat mereka terjatuh, tetapi mereka tidak bisa bergerak karena itu. Yukikaze segera berbalik, tapi tuannya telah menjadi sandera, jadi ia tidak bisa melakukan apapun. Karena dia juga tertutupi oleh jimat-jimat, menjadikannya terguncang dan terus menjauh dari altar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sial! Natsume!?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak bisa, aku tidak bisa meraihnya!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berdua ditekan ke tanah, mereka mencoba menyeret diri mereka sendiri ke rumput basah, tapi sayangnya kumpulan jimat tidak membiarkan mereka untuk bergerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jimat-jimat yang semula menempel pada mayat saudara Suzuka, sekarang mencegah mereka untuk menghalangi ritual kebangkitan. Harutora sadar bahwa mantra pada jimat ini sepertinya ditulis dengan darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...Mustahil!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekilas, setidaknya ada sekitar seribu jimat yang berada di depannya, dan semuanya ditulis dengan darah oleh Suzuka. Kau bisa menyebutnya bahwa jimat ini adalah manifestasi dari gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuatu yang terbungkus dengan jimat itu sekarang menunjukan dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak itu mirip Suzuka - bukan, dia mungkin meninggal pada usia yang lebih muda dari Suzuka. Kulit mayat itu berwarna pucat, tapi ekspresinya tetap tenang seolah tertidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suzuka perlahan naik, ia bicara :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Onmyouji, Dairenji Suzuka. Aku menawarkan diri untuk Taizan Fukun, penguasa dunia bawah.&amp;quot;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=508065</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia)</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia)&amp;diff=508065"/>
		<updated>2016-12-12T22:40:30Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: /* Volume 1 - KLAN*SHAMAN */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;{{Teaser|Indonesian}}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[File:Tr1_cover_cut.jpg|thumb|x400px|Cover for Volume 1]]&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039; (東京レイヴンズ) adalah light novel Jepang yang ditulis oleh [[:Category:Kouhei Azano|Kōhei Azano]] dan diilustrasikan oleh Sumihei. Serial ini diadaptasi dalam bentuk manga di tahun 2010. Sekitar 24 episode adaptasi anime tayang di jepang mulai tanggal 8 Oktober 2013 sampai 26 Maret 2014, yang meliputi Volume 1 sampai 9, kecuali beberapa cerita pendek dari Volume 4 dan Volume 5.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039;&#039;&#039;&#039; juga tersedia dalam bahasa berikut:&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Français|Français (French)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens|English (English)]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo_Ravens_~Russian_Version~|Русский (Russian)]]&lt;br /&gt;
*[https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_Italiano Italian]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens - Spanish|Español ]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sinopsis==&lt;br /&gt;
Tsuchimikado Harutora lahir dalam sebuah keluarga Onmyouji kelas atas, namun dia tidak bisa melihat &amp;quot;energi roh&amp;quot;. Berkat itu, dia telah menikmati kehidupan sehari-hari yang tenang dengan teman-temannya di SMA biasa. Suatu hari, teman masa kecilnya Tsuchimikado Natsume yang merupakan ahli waris keluarga utama, tiba-tiba menghilang. Apakah ini akan menyebabkan takdirnya mulai terlepas!?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Lainnya==&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Genre&#039;&#039;&#039;: Action, Romance, Comedy, Supernatural&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Judul Asli&#039;&#039;&#039;: 東京レイヴンズ&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penulis&#039;&#039;&#039;: Kōhei Azano&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Illustrator&#039;&#039;&#039;: Sumihei&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Volume yang telah dipublikasikan&#039;&#039;&#039;: 1-14, EX 1-3&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Status&#039;&#039;&#039;: Masih berlanjut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Perkenalan Karakter==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;collapsible collapsed&amp;quot; style=&amp;quot;text-align:left; margin:5px 20px clear:both; font-size:100%; background:transparent; width:100%;&amp;quot;&lt;br /&gt;
! style=&amp;quot;background:#cee0f2;&amp;quot; align=&amp;quot;center&amp;quot;| &#039;&#039;&#039;Peringatan mengandung Spoiler!&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Harutora Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Harutora.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Karakter utama dan putra keluarga percabangan klan Tsuchimikado. Meski lahir dalam keluarga Onnyouji yang berbeda, dia tidak memiliki kekuatan sihir. Dia telah hidup normal dan mengubur kembali hidupnya yang mengingat kalau dia tidak bisa melakukan apapun tanpa kekuatan sihir. Saat dia kecil, dia berjanji dengan Natsume untuk menjadi shikigami dan melindunginya. Setelah menyaksikan kematian Hokuto, dia menjadi shikigami Natsume demi menepati janji yang dia buat beberapa tahun lalu. Dia terlihat mempunyai semacam &#039;Nasib sial&#039; yang dia anggap sebagai kutukan kuno yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Dia benar-benar lemah dalam belajar dan biasanya diajari oleh Natsume untuk menjauhkan diri setahun.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Natsume Tsuchimikado&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Natsume.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora dan putri keluarga utama klan Tsuchimikado. Dia adalah anak Onmyouji yang bersekolah di Tokyo dan suka menghabiskan uang. Selama liburan musim panas, dia datang ke kota Harutora untuk mengganggu kehidupan tenangnya dengan tanggung jawab pada janji yang Harutora buat dulu yang telah mengenalnya. Dia adalah ahli waris keluarga Tsuchimikado dan dianggap menjadi reinkarnasi Yakou Tsuchimikado. Sebagai tradisi keluarga, dirinya saat ini menyamar sebagai laki-laki di depan keluarga Onmyouji lain. Dia punya shikigami tipe Gohou yang dipanggil Hokuto, roh naga sejati yang melayani keluarga Tsuchimikado dari generasi ke generasi. Dia sangat peduli dengan reputasi keluarganya dan menanggung beban menjadi ahli waris klan Tsuchimikado berikutnya. Setelah insiden dengan Suzuka Dairenji, dia mengenakan pita yang sama dengan Hokuto yang diberikan oleh Harutora saat memenangkan permainan tembak. Dia peduli dengan Harutora dan jatuh cinta padanya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Hokuto&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Hokuto.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Teman masa kecil Harutora. Dia akrab dengan Harutora dan benar-benar cemburu ketika Harutora dicium oleh Suzuka. Selama pertemuan berikutnya dengan Suzuka, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Harutora dari shikigami Tsuchigumo milik Suzuka, menyatakan dirinya sebagai shikigami. Hokuto sebenarnya shikigami Natsume, yang digunakan sebagai perantara untuk mendekati Harutora. &#039;Kematian&#039; Hokuto adalah apa yang diberitahukan pada Harutora sebagai shikigami Natsume. Dia membagikan namanya dengan shikigami lain yang dipanggil Hokuto yang merupakan sesosok naga.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Suzuka Dairenji&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Suzuka.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Orang termuda dalam Dua belas Pemimpin Suci yang dijuluki &amp;quot;anak berbakat&amp;quot;. Dia diincar sebagai kriminal karena penelitian dan menggunakan sihir terlarang. Dia mengunjungi kota demi mencari Natsume untuk menawarkan dirinya dalam Ritual Taizan Fukun untuk menghidupkan kembali kakaknya. Dia meneliti Yakou Tsuchimikado dan Ritual Taizan Fukun demi menghidupkan kakaknya lagi. Ini menuntunnya ke dalam pertikaian dengan perwakilan Onmyouji. Walaupun menjadi Onmyouji yang sangat kuat, dia diperlakukan sebagai Pemimpin Suci terlemah karena pernyataan Reiji Kagami. Dia adalah putri Shidou Dairenji. Dia berdosa karena tindakannya yang membawa menuju kematian Hokuto tetapi Harutora melepaskannya dari dosanya ketika dia memberitahu kalau Hokuto dikendalikan dari jarak jauh oleh penggunanya. Sebagian besar sihirnya disegel oleh Perwakilan Onmyouji dan dia kemudian mendaftarkan diri di Akademi Onmyouji sebagai hukuman atas insiden di kota sebelah. Dia memiliki perasaan suka pada Harutora.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br style=&amp;quot;clear: both;&amp;quot; /&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:42%; margin: 5px 20px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Touji Ato&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
[[Image:Tokyo_Ravens_Touji.jpg|left]]&lt;br /&gt;
Mantan penjahat dan teman terbaik Harutora dari sekolah. Dia mampu merasakan roh tertentu dan banyak mengetahui tentang Onmyouji. Dia adalah korban Kehancuran Spiritual dari dua tahun lalu. Dokter ayah Harutora merawatnya walau setelah pengaruhnya tersisa. Dia menyadari cara sebelum Harutora kalau Natsume adalah seseorang yang mengendalikan Hokuto. Dia mendaftar ke Akademi Onmyouji di Tokyo bersama dengan Harutora. Dia biasanya membantu kapanpun  dia mendapat masalah. Dia selalu terlihat mengenakan syal hijau. Dua tahun sebelum cerita, diungkapkan kalau dia dirasuki oleh Ogre yang menyebabkan Kehancuran Spiritual. Jadi, pada akhirnya dia menjadi Setengah Ogre dan sekarang mencoba memperoleh kendali untuk menahan Ogre dalam dirinya. Alasan kenapa dia mendaftar ke Akademi Onmyouji adalah untuk membersihkan Ogre dalam dirinya.&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Terjemahan==&lt;br /&gt;
===Format Standar===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Setiap chapter (setelah diedit) harus sesuai dengan pedoman format umum.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[Format_guideline|Format Umum/Mode Pedoman]]&lt;br /&gt;
*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Pedoman dan Terminologi|Pedoman Proyek Spesifik: Nama dan Terminologi]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Halaman Pendaftaran===&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Penerjemah diminta untuk [[Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi|mendaftar]] bab/chapter yang ingin mereka kerjakan.&#039;&#039;&#039;&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Ini merupakan terjemahan &#039;&#039;second hand&#039;&#039; dari bahasa [[Tokyo Ravens|inggris]], bila anda mampu berbahasa jepang dengan baik, sangat dipersilahkan.&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
Dan mohon hubungi dulu dengan penerjemah yang aktif kalau ingin berkontribusi. Jika penerjemah tidak ada atau tidak aktif dalam 3 bulan boleh diambil alih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Feedback Forum===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Update==&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;overflow:auto; max-height: 150px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
*28 November 2016 - Volume 1 Chapter 3 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*21 Oktober 2016 - Volume 1 Chapter 2 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*12 Maret 2016 - Volume 1 Chapter 1 &#039;&#039;&#039;selesai&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*11 Maret 2016 - Pembaharuan Halaman&lt;br /&gt;
*25 Juni 2013 - Teaser&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens&#039;&#039; oleh Kōhei Azano==&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 1 - KLAN*SHAMAN===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Ilustrasi|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 1|Chapter 1 - Putra dari Keluarga Percabangan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 2|Chapter 2 - Dimulainya Pemujaan]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 3|Chapter 3 - Tentara Iblis Berlapis Baja]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4|Chapter 4 - Keturunan Tsuchimikado]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr1 cover cut.jpg|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|} &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2 - SARANG GAGAK===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume2_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 1|Chapter 1 - Young Ravens&#039; Academy]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 2|Chapter 2 - Ears and Tail]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 3|Chapter 3 - Shikigami Showdown]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 4|Chapter 4 - Kodoku]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Chapter 5|Chapter 5 - One-Armed Oni]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 2 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr2-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 3 - TariAN cHImAirA===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume3_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 1|Chapter 1 - A New Beginning]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 2|Chapter 2 - Spring Tempest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 3|Chapter 3 - Living Spirits]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 4|Chapter 4 - Destroying the Nue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Chapter 5|Chapter 5 - Starting Point]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 3 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr3-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 4 - KEMBALINYA GADIS-GADIS &amp;amp; hari-hari dalam sarang I===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume4_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 1|Chapter 1 - Star Raid]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 2|Chapter 2 - The Rumored Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Chapter 3|Chapter 3 - The Girl&#039;s Next Step]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Short|Short - Chicks In The Nest Prologue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 1|Story 1 - Frog Day]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 2|Story 2 - The Men&#039;s Capriccio]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 3|Story 3 - Escape From Dougenzaka]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Story 4|Story 4 - Bloody Holiday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 4 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr4-cover-cut.jpeg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 5 - hari-hari dalam sarang II &amp;amp; GADIS-GADIS LAGI===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume5_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 1|Chapter 1 - Chicks In The Nest]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 1|Story 1 - The Snowscape of the Pair]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 2|Story 2 - Winter Day&#039;s Dinner]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 3|Story 3 - The Tail of Duty]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Story 4|Story 4 - Cold Memory in Dark]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 2|Chapter 2 - Practical Skills Training Camp]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 3|Chapter 3 - Six People&#039;s Conference]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Chapter 4|Chapter 4 - The Girl&#039;s Determination]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 5 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr5-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 6 - SERANGAN Shaman Hitam===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume6_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 1|Chapter 1 - Under The Rainy Season&#039;s Overcast Sky]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 2|Chapter 2 - Letter of Challenge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 3|Chapter 3 - Onmyouji, Visiting]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 4|Chapter 4 - Breaking Through the Enemy Line]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Chapter 5|Chapter 5 - Competition of Magic]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 6 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr6-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 7 - _MUNCULNYA_KEGELAPAN_===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume7_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 1|Chapter 1 - Encounter]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 2|Chapter 2 - An Old Clue]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 3|Chapter 3 - Twin-Horned Syndicate]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 4|Chapter 4 - Higekiri]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Chapter 5|Chapter 5 - Darkness Emerge]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 7 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr7-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 8 - ujung-tangisan===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume8_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 1|Chapter 1 - Entanglement]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 2|Chapter 2 - The Waking Darkness]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 3|Chapter 3 - Natsume and Kyouko]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 4|Chapter 4 - Revelation]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Chapter 5|Chapter 5 - The Tsuchimikado Girl]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 8 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr8-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 9 - sampai Langit Gelap===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume9_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 1|Chapter 1 - Death]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 2|Chapter 2 - In the Night]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 3|Chapter 3 - Bared Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 4|Chapter 4 - Counterattack]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Chapter 5|Chapter 5 - Soul Calling]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 9 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr9-cover-cut.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 10 - PERMULAAN/KUIL===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume10_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 1|Chapter 1 - Rabbit from the Temple of Darkness]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 01|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 2|Chapter 2 - Visitors]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 02|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 3|Chapter 3 - Sacred Ground for Conspiracy]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 03|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 4|Chapter 4 - Onmyouji at the Mountain]] ([[Tokyo Ravens:Volume 10 Chapter 04|draft]])&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Chapter 5|Chapter 5 - Cursed Temple on Fire]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 10 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr10-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 11 - berubah:tidak berubah===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume11_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 1|Chapter 1 - Past and Present]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 2|Chapter 2 - Future and Everyday]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 3|Chapter 3 - Time to Hunt]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 4|Chapter 4 - Those Sharpening their Fangs]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Chapter 5|Chapter 5 - Blue and Pink]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 11 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr11-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 12 - Persimpangan BINTANG-BINTANG===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume12_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 1|Chapter 1 - Omens of the Banquet]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 2|Chapter 2 - Scenery of Old]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 4|Chapter 4 - Meteor Flurry]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 12 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr12-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:left&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 13 - HITUNGAN&amp;gt;MUNDUR===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume13_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 1|Chapter 1 - Dark Clouds Yonder]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 2|Chapter 2 - Omens of the Storm]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 3|Chapter 3 - Dissonance]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 4|Chapter 4 - Journey]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Chapter 5|Chapter 5 - Interweaving Travels]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 13 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr13-cover-cut.jpg|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| class=&amp;quot;wikitable&amp;quot; width=&amp;quot;340&amp;quot; ; style=&amp;quot;float:right&amp;quot; &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| &lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; width:500px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: left; margin: 5px 20px&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
===Volume 14 - EMPEROR.ADVENT===&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens:Volume14_Illustrations|Ilustrasi Novel]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 1|Chapter 1]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 2|Chapter 2]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 3|Chapter 3]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 4|Chapter 4]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Chapter 5|Chapter 5]]&lt;br /&gt;
:*[[Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 14 Kata Penutup|Kata Penutup]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;float: right; width:200px;&amp;quot;&amp;gt;&lt;br /&gt;
|[[Image:Tr14_001.png|frameless|right|x310px]]&lt;br /&gt;
&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;div style=&amp;quot;clear:both;&amp;quot;&amp;gt;&amp;amp;nbsp;&amp;lt;/div&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Staff Proyek==&lt;br /&gt;
* Supervisor: &lt;br /&gt;
* Pengawas Proyek: [[user:Baka-Tsuki Update Indonesia|Baka-Tsuki Update Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Penerjemah====&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Aktif&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Kennaka0813|Kennaka0813]]&lt;br /&gt;
*[[user:Ran|Ran]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&#039;&#039;&#039;Konstributor (tidak aktif)&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
*[[user:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
*[[user:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
====Editor====&lt;br /&gt;
*[[user:Isko|Isko]] (selalu on time, jika diperlukan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Tinjauan Serial==&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 1 SHAMAN*CLAN ---(May 20, 2010, ISBN 978-4-8291-3519-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 2 RAVEN&#039;s NEST ---(September 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3552-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 3 cHImAirA DanCE ---(December 18, 2010, ISBN 978-4-8291-3592-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 4 GIRL RETURN &amp;amp; days in nest I ---(May 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3637-9)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 5 days in nest II &amp;amp; GIRL AGAIN ---(July 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3657-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 6 Black Shaman ASSAULT ---(October 20, 2011, ISBN 978-4-8291-3688-1)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 7 _DARKNESS_EMERGE_ ---(May 19, 2012, ISBN 978-4-8291-3757-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 8 over-cry ---(October 20, 2012, ISBN 978-4-8291-3809-0)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 9 to The DarkSky ---(March 19, 2013, ISBN 978-4-8291-3865-6)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 10 BEGINS/TEMPLE ---(October 19, 2013, ISBN 978-4-0471-2911-5)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 11 change:unchange ---(April 19, 2014, ISBN 978-4-0407-0087-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 12 Junction of STARs ---(November 20, 2014, ISBN 978-4-04-070139-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 13 COUNT&amp;gt;DOWN ---(March 20, 2015, ISBN 978-4-04-070524-8)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens 14 EMPEROR.ADVENT ---(December 19, 2015, ISBN 978-4-04-070525-5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX1 party in nest ---(July 20, 2013, ISBN 978-4-8291-3909-7)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX2 seasons in nest ---(February 20, 2014, ISBN 978-4-0407-0030-4)&lt;br /&gt;
*Tokyo Ravens EX3 memories in nest ---(September 19, 2015, ISBN 978-4-04-070523-1)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Indonesian]]&lt;br /&gt;
[[Category:Kouhei Azano]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508064</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508064"/>
		<updated>2016-12-12T22:29:56Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: /* Bab 4 - Keturunan Tsuchimikado */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Bab 4 - Keturunan Tsuchimikado===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Hokuto bertemu saat liburan musim panas pertama mereka saat SMP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebuah taman kecil dekat dengan halte trem, dibawah langit biru, langit cerah tak berawan, daun-daun berkilauan seperti zamrud di bawah sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kali bertemu Hokuto, dirinya tidak mampu mengalihkan pandangan nya dari gadis itu. Dia tampak seperti Idol yang Harutora sukai saat itu, ditambah umur nya yang tampak sebaya dengan dirinya. Harutora terus memperhatikan gadis itu dari jauh, ia bertanya-tanya dimana gadis cantik ini bersekolah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu duduk sendirian di bangku taman, dan saat ia balik menatapnya, Harutora merasakan tubuhnya tiba-tiba melompat seperti pegas. Mata gadis itu melebar kearah nya, dan mulutnya ternganga membuat reaksi aneh. Bagaimanapun, dia tidak tahu apapun mengenai gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa hal itu sangat aneh, lalu ia mencoba mendekati gadis itu. Sesaat kemudian, gadis itu dengan cepat melarikan diri dari taman, menghilang tanpa jejak, meninggalkan Harutora yang berdiri dengan pandangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah pertemuan pertama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Hokuto lagi. Sebenarnya, istilah &amp;quot;pertemuan&amp;quot; kurang tepat. Hari kedua setelah pertemuan pertama mereka di taman, ia melihat dirinya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, Harutora merasa ada seseorang yang selalu memata-matai dirinya. Ia tidak merasa seperti itu ketika di dalam rumah, tapi saat berjalan keluar, ia merasa seperti ada yang manatapnya dari belakang. Tapi setiap kali ia berbalik, tidak nampak siapapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian seperti itu sering terjadi, ia bertanya-tanya apakah ini hanyalah imajinasinya. Tapi, ia tidak menyangka bahwa dirinya memang benar-benar diikuti. Ia menemukannya murni secara kebetulan. Pada saat itu, ia berjalan melewati mobil yang diparkir di samping, ia melihat sosok yang  mengikutinya dari balik pantulan cermin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah gadis yang ia temui di taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia secara refleks berbalik, mata mereka saling bertemu, gadis itu terkejut. Dia langsung melarikan diri, Harutora berusaha mengejar dirinya. Sayangnya, gadis itu terlalu cepat, dan sosoknya perlahan menghilang dari kejauhan ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali setelah itu, hal yang sama akan terus terjadi setiap tiga hari, tidak lama setelah itu menjadi dua hari, dan sampai akhirnya, drama ini akan berlangsung setiap hari. Ini adalah hubungan aneh yang ia miliki dengan gadis itu selama hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengejar, Hakuto berlari, dan kejadian ini berangsung selama beberapa periode waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;&#039;Kenapa ia mengikutiku? kenapa dia lari?&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora memikirkan ini tapi ia tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memikirkan beberapa kemungkinan, tapi ia tidak bisa secara pasti memastikannya. Sebelum ia sadar, ia sebenarnya menyukai permainan kejar-kejaran ini. Dia belum pernah melewati liburan musim panas di mana ia memutar otak, berlari, mengeluarkan tenaga, dan berkeringat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerap sinar matahari seperti ini, membuatnya nostalgia dengan kejar-kejaran selama musim panas dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun pada akhirnya, Harutora tidak bisa menangkap Hakuto sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari terakhir liburan musim panas, ia memutuskan untuk mengubah metode nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu pagi, Harutora datang ke taman, tempat dimana mereka pertama kali bertemu, dan menunggunya disana sepanjang hari. Dia tidak melakukan apapun, hanya menunggu, berdiam diri dengan ekspresi bodoh. Dalam melakukan ini, ia bertanya-tanya, apakah dirinya sudah gila? Dia mengalami siksaan panas, berkeringat sampai hampir dehidrasi. Namun pergi ke tempat teduh tidak pernah ia pikirkan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto akhirnya muncul pada sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari segera jatuh di cakrawala, di saat itu, dimana cahaya tidak benar-benar menghilang. Ketika langit dicelup warna merah seperti sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto yang tampak penuh tekad berjalan ke arah Harutora. Ia perlahan membuka mulutnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Harutora segera bicara terlebih dahulu sebelum ia membuat suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa, kamu menang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menutup mulutnya, memandang Harutora, seperti menerka apa maksud sebenarnya kata-kata itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak berhasil menangkapmu bahkan sampai terakhir kali, jadi aku pikir kamu tidak ingin aku tahu apa latar belakangmu, iyakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto berdiam diri dengan wajah canggung, tapi Harutora terus terseyum berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu sangat cepat untuk ukuran gadis. Tapi setidaknya aku akan memberitahu namaku, aku Harutora.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengulurkan tangan saat mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto melihat tangan Harutora seperti hewan kecil menatap makanan. Pandangannya turun, mata nya yang besar secara bertahap berkilau dengan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan mengulurkan tangannya, takut-takut menyentuh tangan Hirotora. Kemudian menggenggam tangannya tegas, seperti tidak akan membiarkannya pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, senyum mekar naif sering terlihat di wajah Hokuto. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir tidak mengerti Hokuto sama sekali. Dia seorang gadis misterius. Touji telah memberitahunya hal ini, tapi ia tidak pedui, karena pada akhirnya ia menyukai Hokuto berada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas akhirnya berakhir, menyambut musim gugur, musim dingin, dan akhirnnya satu tahun telah berlalu. Tahun kedua berlalu, dua dari mereka tetap dikelas yang sama. Touji begabung selama tahun ketiga, membuat suasana lebih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis misterius dan remaja bermasalah. Semua orang tampaknya bergaul dengan baik, dan Haruto merasa puas dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak igin mengancurkan hubungan mereka bertiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ia selalu ngin seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah cukup bagus, pikirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berlari lurus di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan deras tidak juga berhenti, guntur mulai bergemuruh, kilat saling menyambar sepanjang malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mangabaikan cuaca buruk, Harutora berlari sendirian di tempat konstruksi yang telah diubah menjadi medan perang sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berlari mengejat Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia berlari berusaha menghentikan Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya kosong, ia tidak bisa memikirkan apapun dan terus bergegas ke depan. Napasna tidak menentu, dan ia merasakan jantungnya robek, rasa sakit menjalar keseuruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakitnya telah ditiadakan dengan jimat penyembuh untuk mengobati luka dan kelelahan, dan setiap kali efeknya habis, ia mengeluarkan yang baru dan tidak pernah berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kegelapan, lampu jalan di setiap sisi bersinar redup. Dia hampir tidak bisa melihat langkah kakinya sendiri dalam hujan deras ini, dan hanya bisa melihat samar-samar jalan di depannnya. Dia sudah lupa berapa lama waktu berlalu, seberapa jauh ia berlari, ia hanya  bisa mendengar suara guntur dan napasnya yang  terengah-engah. Terus berlari dalam hujan, sepanjang malam dibawah kilatan petir, bergerak maju pada jalan yang tidak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya mencengkram jimat Hokuto yang ditinggalkannya setelah  menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berusaha untuk tidak memikirkan Hokuto saat ini, berusaha agar pikirannya tidak kehilangan konsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya tidak sengaja pudar bersama pernapasannya yang kacau. Saat ia tersandung, jatuh ke jalan, kenangan dalam dirinya meledak satu-persatu seperti longsoran salju, membuatnya teringat akan hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Hokuto tidak pernah berubah sejak pertama kali mereka bertemu. Tubuhnya kurus, namun memiliki kekuatan yang luar biasa. Kakinya cepat, dan bahkan bisa menangkap Touji yang berlari sekuat tenaga. Dia tidak suka membicarakan tentang dirinya sendiri, tidak pernah menyebutkan keluarga ataupun teman-temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sekarang, ketika ia terluka namun tidak ada setetes darah pun yang mengalir, ia bahkan memblokir kaki baja laba-laba sekaligus melemparkan sihir pada saat yang sama. Dia menghilang seperti asap ketika ia berbaring di pangkuan Harutora, mengatakan padanya agar ia lari. Dia tidak menjadi mayat, tetapi berubah menjadi jimat shikigami sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir bahwa hal seperti itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Siaal!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kehabisan napas, berteriak &#039;bodoh&#039; dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Kenapa dia shikigami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemikiran bahwa Hokuto yang ini adalah palsu mulai muncul. Dan Hokuto yang sebenarnya mungkin berada ditempat lain. Tapi ia tidak bisa terus menipu dirinya seperti ini. &amp;quot;Aku telah berbohong padamu, aku minta maaf kerena selama ini aku menipumu.&amp;quot; Hokuto telah mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah semuanya palsu? Keberadaannya juga  palsu? Dan kenangan bersamanya juga palsu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua waktu yang telah ia lalui bersamanya, setiap kata-katanya, semuanya merupakan kebohongan -Mungkinkah ia telah ditipu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika semuanya merupakan kebohongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika keberadaan Hokuto merupakan kebohongan dari awal. Jika memang ia tidak pernah ada ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&#039;Harutora, aku mencintaimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petir menyambar dan guntur bergemuruh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin berteriak sekeras yang dia bisa, tapi napasnya saat ini telah habis, bahkan ia tidak bisa berteriak dalam hatinya. Ia hanya melangkah maju, berlari dalam keputus asaan, berpikir untuk berlari sampai ujung dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan. Malam. Petir. Guntur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya mulai kabur, kesadarannya memudar, ia bahkan tidak bisa merasakan gerakan kakinya sendiri. Seolah-olah tubuhnya sudah lama kehabisan energi dan hanya bergantung pada jiwanya untuk terus berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya bergantung pada jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilatan petir membelah langit, diikuti oleh gemuruh guntur, dan udara bergetar dengan intens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Benar juga, kemana jiwa Hokuto pergi? Dia juga memiliki jiwa kan? Jika dia seperti itu - Jika shikigami memiliki jiwa, aku ingin bertemu dengannya sekali lagi bahkan jika dia palsu. Semuanya akan baik-baik saja jika aku melihatnya lagi. Jika jiwanya berkeliaran disuatu tempat sampai sekarang ...&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu berapa lama ia telah berjalan. Ketika ia menyadarinya, ia tidak lagi melihat lampu jalan yang bersinar redup. Hujan yang terus jatuh membasahi bumi, seolah-olah semua cahaya telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung kegelapan, dari sisi lain, sedikit kabur, titik cahaya dapat terlihat berpendar samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Hokuto?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, itu bukan jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah cahaya lentera. Harutora tahu bahwa ia telah mencapai tempat tujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jalan kecil lurus, mengarah pada jalan menanjak untuk mengakses bukit di belakangnya. Ada tangga batu di sisi jalan, dan atap kayu kuno dipinggir tangga batu tersebut, dengan lentera tergantung di bawah atap menghasikan cahaya berkabut dalam hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guntur berkelebat, menerangi lentera di bawah atap itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Simbol keluarga, Pentagram dapat terlihat pada lentera itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diikuti dengan kata &#039;Tsuchimikado&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berdiri sejenak, menghirup napas melihat sumber cahaya. Kemudian ia berjalan lebih dekat seolah untuk mengusir kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri disamping lentera, melihat tangga batu. Langkah nya yang terjal dalam kegelapan, menyatu dengan suasana pohon-pohon yang rapat di kedua sisi, memberikan kesan menakutkan. Dua titik cahaya berinar seperti fatamorgana dibagian atas lentera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menaiki tangga batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara hujan mulai melemah, diikuti suara pohon dan rumput saling bergesekan sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melangkah menaiki tangga batu satu demi satu, langkah demi langkah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan yang gelap, hanya dengan mengandalkan cahaya dari kilatan petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akhirnya mencapai puncak bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pintu dapat terlihat di ujung tangga batu. Dengan simbol pentagram mirip dengan lentera yang di bawah dikedua sisi pintu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan membuka pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain pintu adalah kediaman utama keluarga Tsuchimikado, yang seakan tersembunyi dalam kegelapan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah lama tidak berkunjung ke tempat ini. Tidak ada lampu listrik dapat terlihat, dan juga tidak tampak seorangpun dapat terihat. Tapi ada suatu perasaan kehadiran, seolah-olah rumah ini sendiri bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Apakah Natsume tiba di rumah dengan selamat?&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora sedikit cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Tutup pintu nya, aku diruangan Bellflower ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat dirinya berpikir bahwa ia salah dengar. Tapi, ia tidak keliru. Seekor kupu-kupu terbang ke arahnya. Dengan suara murni menuntun Harutora memberikan suasana menyeramkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupu-kupu di hadapannya adalah shikigami dengan suara Natsume. Sepertinya, ia memang telah berada dirumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memegang erat-erat jimat Shikigami di tangannya, setelah itu mengikuti kupu-kupu itu.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berjalan ke arah pintu masuk, bergerak melalui kolidor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedikit khawatir memasuki ruangan dengan keadaan basah kuyup seperti ini, tapi dengan lingkungan yang gelap, akan sulit baginya untuk menyalakan lampu, apalagi menemukan handuk kering. Hanya kupu-kupu di depannya lah yang bersinar dalam kegelapan. Dia mengikuti kupu-kupu tersebut, mengandalkan ingatannya saat mengunjungi tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sebentar berjalan, ia samar melihat cahaya bersinar melalui pintu geser di koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan berlantai kayu, yang disebut &#039;Bellflower Room&#039; oleh keluarga Tsuchimikado. Kupu-kupu terbang mendekati pintu geser, pintu itu terbuka sesaat setelah Harutora mendekatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya lilin menerangi seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan tersebut luas nya sekitar dua belas tatami, sebuah altar yang diatur dengan Yorishiro, dengan Sakaki dan Gohei untuk sembahyang. Ada juga berbagai instrumen yang ditampilkan disekitarnya, berbagai gulungan mantra tergantung, beberapa lilin ditempatkan di atas altar, api nya lembut bergoyang menerangi ruangan yang remang-remang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Interior ruangan memberikan aroma sejuk dicampur panas dan hujan, tetapi pada saat yang sama, ia dapat mencium aroma dupa yang melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume duduk di tengah ruangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:Tr1_217.png|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora agak terkejut. Natsume telah mengenakan pakaian aslinya, dengan hakama Jepang tradisional berwarna putih merah seorang gadis miko, duduk menyiapkan jimat yang telah ia taruh di lantai. Kupu-kupu terbang ke arahnya, berhenti di lantai, lalu kembali ke bentuk jimat shikigami kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Natsume.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume perlahan mengangkat kepalanya. Rambutnya yang hitam meluncur tanpa suara berkilau dengan cahaya lilin yang berkedip-kedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupu-kupu shikigami sepertinya hanya shikigami biasa yang dimanipulasi oleh Natsume, dengan kata lain Natsume ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kekuatan spiritualmu sudah pulih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya. Sekerang jauh lebih baik, meskipun aku belum pulih sepenuhnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ...... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memberikan jawaban. Tapi, jawabannya itu jelas menunjukan bahwa tekadnya sangat kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana di dalam ruangan cukup tenang, meskipun suara gemercik hujan samar-samar bisa terdengar. Tempat ini memberikan perasaan seakan terpisah dari dunia luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini seakan ditutupi oleh suatu penghalang, dan di dalam penghalang ini, berlalunya waktu seakan hanya ditunjukan oleh goyangan lilin dan dupa yang terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Haruto-kun, kau terluka? Kau nampaknya kurang baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, aku baik-baik saja, aku seperti ini karena aku terus berlari kemari.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume nampak terkejut setelah mendengarnya. Kemudian ia mengambil handuk di sisinya dan memberikannya pada Harutora. Harutora mengambil handuk, dalam hatinya ia sangat bersyukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Maaf membuatmu pulang sendirian dengan kondisi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengusap kepalanya dengan handuk, meminta maaf pada Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume segera menjawab tegas, seakan menghinanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sopir sudah menjelaskan situasi waktu itu. Saat aku terbangun di dalam mobil, aku sangat ketakutan ... Aku tidak bisa tenang setelah mendengar penjelasan sopir. Aku telah membicarakannya dengan mu di kafe sebelumnya, lalu kenapa kau datang kemari?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia nampak nya benar-benar gila, kata-katanya tajam seperti biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Harutora sangat bersyukur dari dalam lubuk hatinya setelah mendengar kuliah Natsume. Dia belum lama mendengar suaranya, tapi rasanya itu sudah lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pahit, perasaan memaki dirinya sendiri menggumpal di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika saja dia tidak datang kemari, Hokuto mungkin tidak akan mati, dan hari-hari seperti biasa tidak akan hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Aku sangat tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bergumam lemah, Natsume marah tanpa sadar mengerutkan bibirnya saat melihat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia agak tenang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankankah kau tinggal di belakang untuk mempelajari &#039;Anak Ajaib&#039; dan Penyidik sihir? Dilihat dari penampilanmu sekarang, sepertinya itu bukan hasil yang bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ... Ya ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab datar, memalingkan matanya lalu duduk di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak dalam suasana hati yang baik untuk melihat Natsume, membiarkan handuk menutupi wajahnya, lalu menceritakan pertempuran sihir yang baru ia saksikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekalahan Penyidik sihir; Pemangilan tentara iblis berlapis baja oleh Suzuka. Lalu isi percakapannya dengan Suzuka, dan cerita lengkap bagaimana ia membujuk Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia ragu-ragu, ia masih melaporkan tentang peristiwa Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghindari cerita yang bertele-tele, Harutora memberitahu segala sesuatu yang dia lihat dengan jujur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga memberitahu apa yang terjadi pada salah satu teman berharganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mendengarkan dengan seksama tanpa menyela Harutora bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lilin menyala di belakang punggungnya, wajahnya tertutupi bayangan karena ia membelakangi sumber cahaya. Bayangan samar bergoyang di wajahnya yang cantik, dan matanya bersinar dengan cahaya misterius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap Natsume tidak berubah sejak awal, dia dengan tenang mendengarkan semuanya, mengangguk hanya ketika Harutora selesai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ....  Aku mengerti, jadi dia mengeluarkan tentara Juggernaut berarmor .... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kau mengetahui sesuatu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku hanya tahu namanya saja. Dia mungkin mengambil shikigami yang digunakan untuk tujuan penelitian. Akan tetapi, shikigami ini bukanlah jenis yang bisa dimanipuasi oleh orang biasa .... Seperti yang diharapkan dari &#039;Anak ajaib&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume bicara dengan lembut, mungkin dia khwatir menyinggung perasaan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa ada cara mengalahkannya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak tahu, yang pasti, ini akan sangat sulit.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Meski begitu, apa kau masih akan melaksanakan &#039;tanggung jawabmu&#039; semaksimal mungkin?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menjawab tegas, singkat, dan tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berada pada usia yang sama dengan Harutora, ia kesal. Kenapa Natsume berbeda dengan dirinya? Ketika mereka masih kecil, Harutora selalu lebih unggul, tapi sekarang gadis itu sudah sekuat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga Tsuchimikado. Tugasnya sebagai ahli waris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi apa arti semua itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Tch.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memejamkan matanya erat-erat, sambil menggelengkan kepalanya, berusaha lari dari kebingungnnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa maksudmu? Biarkan aku menegaskan satu hal, tidak peduli apapun yang kau katakan, kau tidak bisa mencegahku dari melaksanakan tanggung jawabku, karena aku adalah anggota dari keluarga Tsuchimikado.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Hanya itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh? T-tentu saja, karena Taizan Fukun adalah ritual yang berbahaya, dan aku tidak bisa membiarkan ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Natsume semakin lemah dibawah tekanan dari tatapan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume, keras kepalamu tentang &#039;tanggung jawab&#039; karena kau adalah reinkarnasi Yakou, iyakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan tatapan tajam pada Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha ...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi Natsume di luar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya melebar, ia sesaat terkejut mendengar pernyataan Harutora, seluruh tubuhnya terlihat membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meluruskan punggungnya, ekspresinya serius. Mungkin ia sudah tahu bila suatu saat akan dimintai pertanyaan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membalas tatapan Harutora kembali, memberinya jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Harutora-kun, aku tidak tahu apakah aku adalah reinkarnasi Yakou atau bukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangguk setelah mendengar jawaban Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena teman masa kecilnya memilih tulus menjawab pertanyaan lancang ini, ia harus menunjukan ketulusan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau sama sekali tidak memiliki kenangan yang berkitan dengan Yakou?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Terlebih lagi, sihir tidak bisa membuktikan apakah seseorang itu keturunan Yakou atau bukan .....  Apa kau mendengar gosip ini dari seseorang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memastikan, Harutora mengangguk dengan membuat suara &#039;nn&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebenarnya, aku baru mendengarnya hari ini, jadi aku belum bisa memastikan kebenarannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak tahu berapa orang yang tahu atau berapa banyak orang yang percaya. Aku telah menenyakan ini pada Ayah sebellumnya, tapi dia menolak menjawab.Yang jelas, rumor ini sudah ada sejak aku lahir.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejak kau lahir? Tidak menyebar setelah orang tahu bakat luar biasamu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar, tapi bakatku tidak banyak. Jangan keliru, aku melakukan banyak usaha untuk ini. Dari yang aku tahu, hanya ada rumor tentangku sebagai reinkarnsi Yokou.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ....... Aku mengerti ..... Jadi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto bergumam, menjawab dengan ambigu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia baru mengetahui rahasia teman masa kecilnya sekarang. Natsume bukaan hanya penerus keluarga utama, tapi juga beban sebagai &#039;reinkarnasi Yoko&#039; menyertainya sejak ia lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia teringat kata-kata Suzuka sebelumnya.&#039;&amp;lt;i&amp;gt;Semua orang akan menaikan suranya untuk mengutuk saudaramu ... Bukan hanya Agensi Onmyou, dan dia akan terus hidup menyedihkan seperti itu.&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; .... Apa yang menyakitkan baginya adalah, tidak bisakah dirinya membujuk Shizuka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Terlahir dalam keluarga utama Tsuchimikado, terpilih sebagai pewaris, lalu &#039;kemungkinan&#039; sebagai reinkrnasi Yokou- Oleh karena  itu, aku tidak bisa membiarkan dia begitu saja, seolah-olah mmbiarkan apapun yang dia inginkan, padadasarnya, hal itu akan menyangkal keberadaan dan posisiku sendiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tersenyum hampa setelah mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, senyum itu sendiri seperti mengejek dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Kau bisa memanggilku seseorang tanpa &#039;kepribadian&#039;. Posisiku sangat rumit, dan akupun tidak punya kehendak atau keinginan, dan mungkin aku tidak ada bedanya dengan shikigami.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum kosong di wajah teman masa kecilnya sangat menusuk hati Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami tidak punya jiwa, hanya wujud fisik. Kata-kata ini mengingatkannya pada Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto adalah shikigami. Tapi dia tidak pernah percaya bahwa Hokuto tidak memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, Natsume adalah manusia, tapi dia percaya bahwa dia tidak memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar tidak mengerti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Hah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tersentak, disebabkan Harutora menatapnya tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar tidak mengerti, apakah ada perbedaan besar antara manausia dan shikigami? Hokuto yang aku sebutkan tadi sebenarnya adalah shikigami. Meski begitu, Hokuto adalah Hokuto. Kau juga sama, benarkan, Natsume? Kau adalah kau. Atau kau mau mengatakan bahwa selama ini dirimu adalah kebohongan? semuanya hanya imajinasi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;H, Harutora-kun .....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto marah pada Natsume, lidahnya kelu - &amp;quot;Tidak.&amp;quot; Dia terus bicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika semuanya merupakan kebohongan, maka aku hanyalah orang idiot yang tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan. Lebih penting lagi, jika keberadaamu, dan semua yang telah kita lewati, apa menurutmu semua itu juga bohong?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengeluarkan segala isi pikirannya, dan setengahnya adalah untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia menyadari hal itu, dia sendiri telah berlinang dengan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak Hakuto menghilang, ini adalah pertama kalinya ia menangis. Sesuatu yang hangat mengalir keluar melewati pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haruto-kun ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Natsume tidak tahu apa yang salah, ia masih menatapnya cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyadari telah membuat gadis ini khawatia, ia lalu memaksakan dirinya tersenyum dan menyeka air matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau, dalam situasi apapun, bagaimana bisa kau mengatakan tidak mempunyai &#039;kepribadian&#039;. Kau keras kepala dan seorang pemarah, dan bahkan kau selalu menceramahiku. Kau menyangkalnya karena posisimu, lalu apa? Kau hanya lari, seberapa banyak kau akan membohongi dirimu sendiri?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku, aku tidak ...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume membuka mulutnya untuk menyangkal. Pipinya memerah, tapi dia tidak bisa membantahnya, nampaknya ia telah sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyeringai, ia merasa ini agak lucu. Natsume, yang tepat di depannya, &lt;br /&gt;
terpengaruh olehnya, ia tersenyum ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari bahwa jarak antara dirinya dan Natsume sudah mulai diperpendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mereka berdua masih kecil- Natsume adalah gadis yang selalu mengikutinya kemanapun, dan mendengarkan setiap ucapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memahami banyak hal, gadis kecil dulu dengan dengan gadis di depannya ini saling tumpang tindih dalam pikiran Harutora. Masa lalu dan sekarang keduanya digabung menjadi satu, dan kenangan teman pertamanya yang sempat ia lupakan sekarang menjadi lebih jelas lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Tapi, ada sesuatu yang harus aku katakan padamu. Lahir dalam keluarga utama Tsuchimikado, terpilih sebagai pewaris berikutnya, dan kemungkinan sebagai reinkarnasi Yokou. Semua itu, adalah bagian dari dirimu. Kau yang keras kepala, pemarah, dan selalu menceramahiku, semua itu juga merupakan bagian dari dirimu. Dan yang pasti, ada banyak bagian lain yang aku tidak tahu dari dirimu, dan hal itu akan terus bertambah seiiring berjalannya waktu. Natsume yang sempurna, adalah dengan menambahkan semua bagian itu bersama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto bicara, kepalanya mengangguk menatap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menatapnya tanpa berkedip, ia bergumam lembut: &amp;quot;Nn.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora awalnya tidak tahu bahwa Hokuto adalah shikigami, jika saja dia tahu sebelumnya, mungkin dia tidak akan menghilang begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume juga sama. Meskipun ia tahu rumor tentang dirinya, teman masa kecilnya ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dupa mengeluarkan aroma lembut dalam cahaya lilin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menghirup napas dalam-dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memejamkan mata, meluruskan punggungnya lalu berdiri tegak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume, aku punya permintaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bicara dengan nada serius, Natsume waspada, wajahnya kembali tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Tidak ada gunanya menghentikanku, aku akan tetap pergi ke altar, karena aku adalah &#039;aku&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku paham jika soal itu, aku tidak ingin menghentikanmu. Bukan ini yang aku pinta darimu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku juga tidak akan mengizinkamu ikut denganku ke altar, bukankah kau gagal membujuknya? Aku bersyukur kau mengkhawatirkanku, tapi aku tidak bisa membawamu--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memotong perkataan Natsume, mngatakan permintaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biarkan aku menjadi shikigamimu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;* * *&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508063</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508063"/>
		<updated>2016-12-12T22:25:57Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: /* Keturunan Tsuchimikado */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Keturunan Tsuchimikado===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Hokuto bertemu saat liburan musim panas pertama mereka saat SMP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebuah taman kecil dekat dengan halte trem, dibawah langit biru, langit cerah tak berawan, daun-daun berkilauan seperti zamrud di bawah sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kali bertemu Hokuto, dirinya tidak mampu mengalihkan pandangan nya dari gadis itu. Dia tampak seperti Idol yang Harutora sukai saat itu, ditambah umur nya yang tampak sebaya dengan dirinya. Harutora terus memperhatikan gadis itu dari jauh, ia bertanya-tanya dimana gadis cantik ini bersekolah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu duduk sendirian di bangku taman, dan saat ia balik menatapnya, Harutora merasakan tubuhnya tiba-tiba melompat seperti pegas. Mata gadis itu melebar kearah nya, dan mulutnya ternganga membuat reaksi aneh. Bagaimanapun, dia tidak tahu apapun mengenai gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa hal itu sangat aneh, lalu ia mencoba mendekati gadis itu. Sesaat kemudian, gadis itu dengan cepat melarikan diri dari taman, menghilang tanpa jejak, meninggalkan Harutora yang berdiri dengan pandangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah pertemuan pertama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Hokuto lagi. Sebenarnya, istilah &amp;quot;pertemuan&amp;quot; kurang tepat. Hari kedua setelah pertemuan pertama mereka di taman, ia melihat dirinya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, Harutora merasa ada seseorang yang selalu memata-matai dirinya. Ia tidak merasa seperti itu ketika di dalam rumah, tapi saat berjalan keluar, ia merasa seperti ada yang manatapnya dari belakang. Tapi setiap kali ia berbalik, tidak nampak siapapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian seperti itu sering terjadi, ia bertanya-tanya apakah ini hanyalah imajinasinya. Tapi, ia tidak menyangka bahwa dirinya memang benar-benar diikuti. Ia menemukannya murni secara kebetulan. Pada saat itu, ia berjalan melewati mobil yang diparkir di samping, ia melihat sosok yang  mengikutinya dari balik pantulan cermin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah gadis yang ia temui di taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia secara refleks berbalik, mata mereka saling bertemu, gadis itu terkejut. Dia langsung melarikan diri, Harutora berusaha mengejar dirinya. Sayangnya, gadis itu terlalu cepat, dan sosoknya perlahan menghilang dari kejauhan ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali setelah itu, hal yang sama akan terus terjadi setiap tiga hari, tidak lama setelah itu menjadi dua hari, dan sampai akhirnya, drama ini akan berlangsung setiap hari. Ini adalah hubungan aneh yang ia miliki dengan gadis itu selama hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengejar, Hakuto berlari, dan kejadian ini berangsung selama beberapa periode waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;&#039;Kenapa ia mengikutiku? kenapa dia lari?&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora memikirkan ini tapi ia tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memikirkan beberapa kemungkinan, tapi ia tidak bisa secara pasti memastikannya. Sebelum ia sadar, ia sebenarnya menyukai permainan kejar-kejaran ini. Dia belum pernah melewati liburan musim panas di mana ia memutar otak, berlari, mengeluarkan tenaga, dan berkeringat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerap sinar matahari seperti ini, membuatnya nostalgia dengan kejar-kejaran selama musim panas dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun pada akhirnya, Harutora tidak bisa menangkap Hakuto sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari terakhir liburan musim panas, ia memutuskan untuk mengubah metode nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu pagi, Harutora datang ke taman, tempat dimana mereka pertama kali bertemu, dan menunggunya disana sepanjang hari. Dia tidak melakukan apapun, hanya menunggu, berdiam diri dengan ekspresi bodoh. Dalam melakukan ini, ia bertanya-tanya, apakah dirinya sudah gila? Dia mengalami siksaan panas, berkeringat sampai hampir dehidrasi. Namun pergi ke tempat teduh tidak pernah ia pikirkan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto akhirnya muncul pada sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari segera jatuh di cakrawala, di saat itu, dimana cahaya tidak benar-benar menghilang. Ketika langit dicelup warna merah seperti sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto yang tampak penuh tekad berjalan ke arah Harutora. Ia perlahan membuka mulutnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Harutora segera bicara terlebih dahulu sebelum ia membuat suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa, kamu menang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menutup mulutnya, memandang Harutora, seperti menerka apa maksud sebenarnya kata-kata itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak berhasil menangkapmu bahkan sampai terakhir kali, jadi aku pikir kamu tidak ingin aku tahu apa latar belakangmu, iyakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto berdiam diri dengan wajah canggung, tapi Harutora terus terseyum berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu sangat cepat untuk ukuran gadis. Tapi setidaknya aku akan memberitahu namaku, aku Harutora.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengulurkan tangan saat mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto melihat tangan Harutora seperti hewan kecil menatap makanan. Pandangannya turun, mata nya yang besar secara bertahap berkilau dengan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan mengulurkan tangannya, takut-takut menyentuh tangan Hirotora. Kemudian menggenggam tangannya tegas, seperti tidak akan membiarkannya pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, senyum mekar naif sering terlihat di wajah Hokuto. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir tidak mengerti Hokuto sama sekali. Dia seorang gadis misterius. Touji telah memberitahunya hal ini, tapi ia tidak pedui, karena pada akhirnya ia menyukai Hokuto berada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas akhirnya berakhir, menyambut musim gugur, musim dingin, dan akhirnnya satu tahun telah berlalu. Tahun kedua berlalu, dua dari mereka tetap dikelas yang sama. Touji begabung selama tahun ketiga, membuat suasana lebih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis misterius dan remaja bermasalah. Semua orang tampaknya bergaul dengan baik, dan Haruto merasa puas dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak igin mengancurkan hubungan mereka bertiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ia selalu ngin seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah cukup bagus, pikirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berlari lurus di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan deras tidak juga berhenti, guntur mulai bergemuruh, kilat saling menyambar sepanjang malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mangabaikan cuaca buruk, Harutora berlari sendirian di tempat konstruksi yang telah diubah menjadi medan perang sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berlari mengejat Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia berlari berusaha menghentikan Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya kosong, ia tidak bisa memikirkan apapun dan terus bergegas ke depan. Napasna tidak menentu, dan ia merasakan jantungnya robek, rasa sakit menjalar keseuruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakitnya telah ditiadakan dengan jimat penyembuh untuk mengobati luka dan kelelahan, dan setiap kali efeknya habis, ia mengeluarkan yang baru dan tidak pernah berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kegelapan, lampu jalan di setiap sisi bersinar redup. Dia hampir tidak bisa melihat langkah kakinya sendiri dalam hujan deras ini, dan hanya bisa melihat samar-samar jalan di depannnya. Dia sudah lupa berapa lama waktu berlalu, seberapa jauh ia berlari, ia hanya  bisa mendengar suara guntur dan napasnya yang  terengah-engah. Terus berlari dalam hujan, sepanjang malam dibawah kilatan petir, bergerak maju pada jalan yang tidak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya mencengkram jimat Hokuto yang ditinggalkannya setelah  menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berusaha untuk tidak memikirkan Hokuto saat ini, berusaha agar pikirannya tidak kehilangan konsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya tidak sengaja pudar bersama pernapasannya yang kacau. Saat ia tersandung, jatuh ke jalan, kenangan dalam dirinya meledak satu-persatu seperti longsoran salju, membuatnya teringat akan hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Hokuto tidak pernah berubah sejak pertama kali mereka bertemu. Tubuhnya kurus, namun memiliki kekuatan yang luar biasa. Kakinya cepat, dan bahkan bisa menangkap Touji yang berlari sekuat tenaga. Dia tidak suka membicarakan tentang dirinya sendiri, tidak pernah menyebutkan keluarga ataupun teman-temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sekarang, ketika ia terluka namun tidak ada setetes darah pun yang mengalir, ia bahkan memblokir kaki baja laba-laba sekaligus melemparkan sihir pada saat yang sama. Dia menghilang seperti asap ketika ia berbaring di pangkuan Harutora, mengatakan padanya agar ia lari. Dia tidak menjadi mayat, tetapi berubah menjadi jimat shikigami sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir bahwa hal seperti itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Siaal!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kehabisan napas, berteriak &#039;bodoh&#039; dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Kenapa dia shikigami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemikiran bahwa Hokuto yang ini adalah palsu mulai muncul. Dan Hokuto yang sebenarnya mungkin berada ditempat lain. Tapi ia tidak bisa terus menipu dirinya seperti ini. &amp;quot;Aku telah berbohong padamu, aku minta maaf kerena selama ini aku menipumu.&amp;quot; Hokuto telah mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah semuanya palsu? Keberadaannya juga  palsu? Dan kenangan bersamanya juga palsu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua waktu yang telah ia lalui bersamanya, setiap kata-katanya, semuanya merupakan kebohongan -Mungkinkah ia telah ditipu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika semuanya merupakan kebohongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika keberadaan Hokuto merupakan kebohongan dari awal. Jika memang ia tidak pernah ada ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&#039;Harutora, aku mencintaimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petir menyambar dan guntur bergemuruh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin berteriak sekeras yang dia bisa, tapi napasnya saat ini telah habis, bahkan ia tidak bisa berteriak dalam hatinya. Ia hanya melangkah maju, berlari dalam keputus asaan, berpikir untuk berlari sampai ujung dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan. Malam. Petir. Guntur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya mulai kabur, kesadarannya memudar, ia bahkan tidak bisa merasakan gerakan kakinya sendiri. Seolah-olah tubuhnya sudah lama kehabisan energi dan hanya bergantung pada jiwanya untuk terus berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya bergantung pada jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilatan petir membelah langit, diikuti oleh gemuruh guntur, dan udara bergetar dengan intens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Benar juga, kemana jiwa Hokuto pergi? Dia juga memiliki jiwa kan? Jika dia seperti itu - Jika shikigami memiliki jiwa, aku ingin bertemu dengannya sekali lagi bahkan jika dia palsu. Semuanya akan baik-baik saja jika aku melihatnya lagi. Jika jiwanya berkeliaran disuatu tempat sampai sekarang ...&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu berapa lama ia telah berjalan. Ketika ia menyadarinya, ia tidak lagi melihat lampu jalan yang bersinar redup. Hujan yang terus jatuh membasahi bumi, seolah-olah semua cahaya telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung kegelapan, dari sisi lain, sedikit kabur, titik cahaya dapat terlihat berpendar samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Hokuto?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, itu bukan jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah cahaya lentera. Harutora tahu bahwa ia telah mencapai tempat tujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jalan kecil lurus, mengarah pada jalan menanjak untuk mengakses bukit di belakangnya. Ada tangga batu di sisi jalan, dan atap kayu kuno dipinggir tangga batu tersebut, dengan lentera tergantung di bawah atap menghasikan cahaya berkabut dalam hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guntur berkelebat, menerangi lentera di bawah atap itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Simbol keluarga, Pentagram dapat terlihat pada lentera itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diikuti dengan kata &#039;Tsuchimikado&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berdiri sejenak, menghirup napas melihat sumber cahaya. Kemudian ia berjalan lebih dekat seolah untuk mengusir kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri disamping lentera, melihat tangga batu. Langkah nya yang terjal dalam kegelapan, menyatu dengan suasana pohon-pohon yang rapat di kedua sisi, memberikan kesan menakutkan. Dua titik cahaya berinar seperti fatamorgana dibagian atas lentera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menaiki tangga batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara hujan mulai melemah, diikuti suara pohon dan rumput saling bergesekan sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melangkah menaiki tangga batu satu demi satu, langkah demi langkah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan yang gelap, hanya dengan mengandalkan cahaya dari kilatan petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akhirnya mencapai puncak bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pintu dapat terlihat di ujung tangga batu. Dengan simbol pentagram mirip dengan lentera yang di bawah dikedua sisi pintu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan membuka pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain pintu adalah kediaman utama keluarga Tsuchimikado, yang seakan tersembunyi dalam kegelapan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah lama tidak berkunjung ke tempat ini. Tidak ada lampu listrik dapat terlihat, dan juga tidak tampak seorangpun dapat terihat. Tapi ada suatu perasaan kehadiran, seolah-olah rumah ini sendiri bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Apakah Natsume tiba di rumah dengan selamat?&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora sedikit cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Tutup pintu nya, aku diruangan Bellflower ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat dirinya berpikir bahwa ia salah dengar. Tapi, ia tidak keliru. Seekor kupu-kupu terbang ke arahnya. Dengan suara murni menuntun Harutora memberikan suasana menyeramkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupu-kupu di hadapannya adalah shikigami dengan suara Natsume. Sepertinya, ia memang telah berada dirumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memegang erat-erat jimat Shikigami di tangannya, setelah itu mengikuti kupu-kupu itu.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berjalan ke arah pintu masuk, bergerak melalui kolidor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedikit khawatir memasuki ruangan dengan keadaan basah kuyup seperti ini, tapi dengan lingkungan yang gelap, akan sulit baginya untuk menyalakan lampu, apalagi menemukan handuk kering. Hanya kupu-kupu di depannya lah yang bersinar dalam kegelapan. Dia mengikuti kupu-kupu tersebut, mengandalkan ingatannya saat mengunjungi tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sebentar berjalan, ia samar melihat cahaya bersinar melalui pintu geser di koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan berlantai kayu, yang disebut &#039;Bellflower Room&#039; oleh keluarga Tsuchimikado. Kupu-kupu terbang mendekati pintu geser, pintu itu terbuka sesaat setelah Harutora mendekatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya lilin menerangi seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan tersebut luas nya sekitar dua belas tatami, sebuah altar yang diatur dengan Yorishiro, dengan Sakaki dan Gohei untuk sembahyang. Ada juga berbagai instrumen yang ditampilkan disekitarnya, berbagai gulungan mantra tergantung, beberapa lilin ditempatkan di atas altar, api nya lembut bergoyang menerangi ruangan yang remang-remang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Interior ruangan memberikan aroma sejuk dicampur panas dan hujan, tetapi pada saat yang sama, ia dapat mencium aroma dupa yang melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume duduk di tengah ruangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[image:Tr1_217.png|thumb]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora agak terkejut. Natsume telah mengenakan pakaian aslinya, dengan hakama Jepang tradisional berwarna putih merah seorang gadis miko, duduk menyiapkan jimat yang telah ia taruh di lantai. Kupu-kupu terbang ke arahnya, berhenti di lantai, lalu kembali ke bentuk jimat shikigami kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Natsume.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume perlahan mengangkat kepalanya. Rambutnya yang hitam meluncur tanpa suara berkilau dengan cahaya lilin yang berkedip-kedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupu-kupu shikigami sepertinya hanya shikigami biasa yang dimanipulasi oleh Natsume, dengan kata lain Natsume ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kekuatan spiritualmu sudah pulih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya. Sekerang jauh lebih baik, meskipun aku belum pulih sepenuhnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ...... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memberikan jawaban. Tapi, jawabannya itu jelas menunjukan bahwa tekadnya sangat kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana di dalam ruangan cukup tenang, meskipun suara gemercik hujan samar-samar bisa terdengar. Tempat ini memberikan perasaan seakan terpisah dari dunia luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini seakan ditutupi oleh suatu penghalang, dan di dalam penghalang ini, berlalunya waktu seakan hanya ditunjukan oleh goyangan lilin dan dupa yang terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Haruto-kun, kau terluka? Kau nampaknya kurang baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, aku baik-baik saja, aku seperti ini karena aku terus berlari kemari.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume nampak terkejut setelah mendengarnya. Kemudian ia mengambil handuk di sisinya dan memberikannya pada Harutora. Harutora mengambil handuk, dalam hatinya ia sangat bersyukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Maaf membuatmu pulang sendirian dengan kondisi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengusap kepalanya dengan handuk, meminta maaf pada Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume segera menjawab tegas, seakan menghinanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sopir sudah menjelaskan situasi waktu itu. Saat aku terbangun di dalam mobil, aku sangat ketakutan ... Aku tidak bisa tenang setelah mendengar penjelasan sopir. Aku telah membicarakannya dengan mu di kafe sebelumnya, lalu kenapa kau datang kemari?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia nampak nya benar-benar gila, kata-katanya tajam seperti biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Harutora sangat bersyukur dari dalam lubuk hatinya setelah mendengar kuliah Natsume. Dia belum lama mendengar suaranya, tapi rasanya itu sudah lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pahit, perasaan memaki dirinya sendiri menggumpal di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika saja dia tidak datang kemari, Hokuto mungkin tidak akan mati, dan hari-hari seperti biasa tidak akan hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Aku sangat tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bergumam lemah, Natsume marah tanpa sadar mengerutkan bibirnya saat melihat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia agak tenang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankankah kau tinggal di belakang untuk mempelajari &#039;Anak Ajaib&#039; dan Penyidik sihir? Dilihat dari penampilanmu sekarang, sepertinya itu bukan hasil yang bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ... Ya ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab datar, memalingkan matanya lalu duduk di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak dalam suasana hati yang baik untuk melihat Natsume, membiarkan handuk menutupi wajahnya, lalu menceritakan pertempuran sihir yang baru ia saksikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekalahan Penyidik sihir; Pemangilan tentara iblis berlapis baja oleh Suzuka. Lalu isi percakapannya dengan Suzuka, dan cerita lengkap bagaimana ia membujuk Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia ragu-ragu, ia masih melaporkan tentang peristiwa Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghindari cerita yang bertele-tele, Harutora memberitahu segala sesuatu yang dia lihat dengan jujur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga memberitahu apa yang terjadi pada salah satu teman berharganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mendengarkan dengan seksama tanpa menyela Harutora bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lilin menyala di belakang punggungnya, wajahnya tertutupi bayangan karena ia membelakangi sumber cahaya. Bayangan samar bergoyang di wajahnya yang cantik, dan matanya bersinar dengan cahaya misterius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap Natsume tidak berubah sejak awal, dia dengan tenang mendengarkan semuanya, mengangguk hanya ketika Harutora selesai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ....  Aku mengerti, jadi dia mengeluarkan tentara Juggernaut berarmor .... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kau mengetahui sesuatu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku hanya tahu namanya saja. Dia mungkin mengambil shikigami yang digunakan untuk tujuan penelitian. Akan tetapi, shikigami ini bukanlah jenis yang bisa dimanipuasi oleh orang biasa .... Seperti yang diharapkan dari &#039;Anak ajaib&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume bicara dengan lembut, mungkin dia khwatir menyinggung perasaan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa ada cara mengalahkannya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak tahu, yang pasti, ini akan sangat sulit.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Meski begitu, apa kau masih akan melaksanakan &#039;tanggung jawabmu&#039; semaksimal mungkin?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menjawab tegas, singkat, dan tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berada pada usia yang sama dengan Harutora, ia kesal. Kenapa Natsume berbeda dengan dirinya? Ketika mereka masih kecil, Harutora selalu lebih unggul, tapi sekarang gadis itu sudah sekuat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga Tsuchimikado. Tugasnya sebagai ahli waris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi apa arti semua itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Tch.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memejamkan matanya erat-erat, sambil menggelengkan kepalanya, berusaha lari dari kebingungnnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa maksudmu? Biarkan aku menegaskan satu hal, tidak peduli apapun yang kau katakan, kau tidak bisa mencegahku dari melaksanakan tanggung jawabku, karena aku adalah anggota dari keluarga Tsuchimikado.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Hanya itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh? T-tentu saja, karena Taizan Fukun adalah ritual yang berbahaya, dan aku tidak bisa membiarkan ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Natsume semakin lemah dibawah tekanan dari tatapan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume, keras kepalamu tentang &#039;tanggung jawab&#039; karena kau adalah reinkarnasi Yakou, iyakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan tatapan tajam pada Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha ...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi Natsume di luar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya melebar, ia sesaat terkejut mendengar pernyataan Harutora, seluruh tubuhnya terlihat membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meluruskan punggungnya, ekspresinya serius. Mungkin ia sudah tahu bila suatu saat akan dimintai pertanyaan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membalas tatapan Harutora kembali, memberinya jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Harutora-kun, aku tidak tahu apakah aku adalah reinkarnasi Yakou atau bukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangguk setelah mendengar jawaban Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena teman masa kecilnya memilih tulus menjawab pertanyaan lancang ini, ia harus menunjukan ketulusan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau sama sekali tidak memiliki kenangan yang berkitan dengan Yakou?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Terlebih lagi, sihir tidak bisa membuktikan apakah seseorang itu keturunan Yakou atau bukan .....  Apa kau mendengar gosip ini dari seseorang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memastikan, Harutora mengangguk dengan membuat suara &#039;nn&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebenarnya, aku baru mendengarnya hari ini, jadi aku belum bisa memastikan kebenarannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak tahu berapa orang yang tahu atau berapa banyak orang yang percaya. Aku telah menenyakan ini pada Ayah sebellumnya, tapi dia menolak menjawab.Yang jelas, rumor ini sudah ada sejak aku lahir.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejak kau lahir? Tidak menyebar setelah orang tahu bakat luar biasamu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar, tapi bakatku tidak banyak. Jangan keliru, aku melakukan banyak usaha untuk ini. Dari yang aku tahu, hanya ada rumor tentangku sebagai reinkarnsi Yokou.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ....... Aku mengerti ..... Jadi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto bergumam, menjawab dengan ambigu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia baru mengetahui rahasia teman masa kecilnya sekarang. Natsume bukaan hanya penerus keluarga utama, tapi juga beban sebagai &#039;reinkarnasi Yoko&#039; menyertainya sejak ia lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia teringat kata-kata Suzuka sebelumnya.&#039;&amp;lt;i&amp;gt;Semua orang akan menaikan suranya untuk mengutuk saudaramu ... Bukan hanya Agensi Onmyou, dan dia akan terus hidup menyedihkan seperti itu.&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; .... Apa yang menyakitkan baginya adalah, tidak bisakah dirinya membujuk Shizuka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Terlahir dalam keluarga utama Tsuchimikado, terpilih sebagai pewaris, lalu &#039;kemungkinan&#039; sebagai reinkrnasi Yokou- Oleh karena  itu, aku tidak bisa membiarkan dia begitu saja, seolah-olah mmbiarkan apapun yang dia inginkan, padadasarnya, hal itu akan menyangkal keberadaan dan posisiku sendiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tersenyum hampa setelah mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, senyum itu sendiri seperti mengejek dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Kau bisa memanggilku seseorang tanpa &#039;kepribadian&#039;. Posisiku sangat rumit, dan akupun tidak punya kehendak atau keinginan, dan mungkin aku tidak ada bedanya dengan shikigami.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum kosong di wajah teman masa kecilnya sangat menusuk hati Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami tidak punya jiwa, hanya wujud fisik. Kata-kata ini mengingatkannya pada Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto adalah shikigami. Tapi dia tidak pernah percaya bahwa Hokuto tidak memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, Natsume adalah manusia, tapi dia percaya bahwa dia tidak memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar tidak mengerti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Hah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tersentak, disebabkan Harutora menatapnya tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar tidak mengerti, apakah ada perbedaan besar antara manausia dan shikigami? Hokuto yang aku sebutkan tadi sebenarnya adalah shikigami. Meski begitu, Hokuto adalah Hokuto. Kau juga sama, benarkan, Natsume? Kau adalah kau. Atau kau mau mengatakan bahwa selama ini dirimu adalah kebohongan? semuanya hanya imajinasi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;H, Harutora-kun .....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto marah pada Natsume, lidahnya kelu - &amp;quot;Tidak.&amp;quot; Dia terus bicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika semuanya merupakan kebohongan, maka aku hanyalah orang idiot yang tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan. Lebih penting lagi, jika keberadaamu, dan semua yang telah kita lewati, apa menurutmu semua itu juga bohong?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengeluarkan segala isi pikirannya, dan setengahnya adalah untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia menyadari hal itu, dia sendiri telah berlinang dengan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak Hakuto menghilang, ini adalah pertama kalinya ia menangis. Sesuatu yang hangat mengalir keluar melewati pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haruto-kun ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Natsume tidak tahu apa yang salah, ia masih menatapnya cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyadari telah membuat gadis ini khawatia, ia lalu memaksakan dirinya tersenyum dan menyeka air matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau, dalam situasi apapun, bagaimana bisa kau mengatakan tidak mempunyai &#039;kepribadian&#039;. Kau keras kepala dan seorang pemarah, dan bahkan kau selalu menceramahiku. Kau menyangkalnya karena posisimu, lalu apa? Kau hanya lari, seberapa banyak kau akan membohongi dirimu sendiri?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku, aku tidak ...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume membuka mulutnya untuk menyangkal. Pipinya memerah, tapi dia tidak bisa membantahnya, nampaknya ia telah sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyeringai, ia merasa ini agak lucu. Natsume, yang tepat di depannya, &lt;br /&gt;
terpengaruh olehnya, ia tersenyum ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari bahwa jarak antara dirinya dan Natsume sudah mulai diperpendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mereka berdua masih kecil- Natsume adalah gadis yang selalu mengikutinya kemanapun, dan mendengarkan setiap ucapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memahami banyak hal, gadis kecil dulu dengan dengan gadis di depannya ini saling tumpang tindih dalam pikiran Harutora. Masa lalu dan sekarang keduanya digabung menjadi satu, dan kenangan teman pertamanya yang sempat ia lupakan sekarang menjadi lebih jelas lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Tapi, ada sesuatu yang harus aku katakan padamu. Lahir dalam keluarga utama Tsuchimikado, terpilih sebagai pewaris berikutnya, dan kemungkinan sebagai reinkarnasi Yokou. Semua itu, adalah bagian dari dirimu. Kau yang keras kepala, pemarah, dan selalu menceramahiku, semua itu juga merupakan bagian dari dirimu. Dan yang pasti, ada banyak bagian lain yang aku tidak tahu dari dirimu, dan hal itu akan terus bertambah seiiring berjalannya waktu. Natsume yang sempurna, adalah dengan menambahkan semua bagian itu bersama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto bicara, kepalanya mengangguk menatap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menatapnya tanpa berkedip, ia bergumam lembut: &amp;quot;Nn.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora awalnya tidak tahu bahwa Hokuto adalah shikigami, jika saja dia tahu sebelumnya, mungkin dia tidak akan menghilang begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume juga sama. Meskipun ia tahu rumor tentang dirinya, teman masa kecilnya ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dupa mengeluarkan aroma lembut dalam cahaya lilin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menghirup napas dalam-dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memejamkan mata, meluruskan punggungnya lalu berdiri tegak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume, aku punya permintaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bicara dengan nada serius, Natsume waspada, wajahnya kembali tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Tidak ada gunanya menghentikanku, aku akan tetap pergi ke altar, karena aku adalah &#039;aku&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku paham jika soal itu, aku tidak ingin menghentikanmu. Bukan ini yang aku pinta darimu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku juga tidak akan mengizinkamu ikut denganku ke altar, bukankah kau gagal membujuknya? Aku bersyukur kau mengkhawatirkanku, tapi aku tidak bisa membawamu--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memotong perkataan Natsume, mngatakan permintaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biarkan aku menjadi shikigamimu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;* * *&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508060</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508060"/>
		<updated>2016-12-12T21:47:12Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Hokuto bertemu saat liburan musim panas pertama mereka saat SMP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebuah taman kecil dekat dengan halte trem, dibawah langit biru, langit cerah tak berawan, daun-daun berkilauan seperti zamrud di bawah sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kali bertemu Hokuto, dirinya tidak mampu mengalihkan pandangan nya dari gadis itu. Dia tampak seperti Idol yang Harutora sukai saat itu, ditambah umur nya yang tampak sebaya dengan dirinya. Harutora terus memperhatikan gadis itu dari jauh, ia bertanya-tanya dimana gadis cantik ini bersekolah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu duduk sendirian di bangku taman, dan saat ia balik menatapnya, Harutora merasakan tubuhnya tiba-tiba melompat seperti pegas. Mata gadis itu melebar kearah nya, dan mulutnya ternganga membuat reaksi aneh. Bagaimanapun, dia tidak tahu apapun mengenai gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa hal itu sangat aneh, lalu ia mencoba mendekati gadis itu. Sesaat kemudian, gadis itu dengan cepat melarikan diri dari taman, menghilang tanpa jejak, meninggalkan Harutora yang berdiri dengan pandangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah pertemuan pertama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Hokuto lagi. Sebenarnya, istilah &amp;quot;pertemuan&amp;quot; kurang tepat. Hari kedua setelah pertemuan pertama mereka di taman, ia melihat dirinya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, Harutora merasa ada seseorang yang selalu memata-matai dirinya. Ia tidak merasa seperti itu ketika di dalam rumah, tapi saat berjalan keluar, ia merasa seperti ada yang manatapnya dari belakang. Tapi setiap kali ia berbalik, tidak nampak siapapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian seperti itu sering terjadi, ia bertanya-tanya apakah ini hanyalah imajinasinya. Tapi, ia tidak menyangka bahwa dirinya memang benar-benar diikuti. Ia menemukannya murni secara kebetulan. Pada saat itu, ia berjalan melewati mobil yang diparkir di samping, ia melihat sosok yang  mengikutinya dari balik pantulan cermin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah gadis yang ia temui di taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia secara refleks berbalik, mata mereka saling bertemu, gadis itu terkejut. Dia langsung melarikan diri, Harutora berusaha mengejar dirinya. Sayangnya, gadis itu terlalu cepat, dan sosoknya perlahan menghilang dari kejauhan ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali setelah itu, hal yang sama akan terus terjadi setiap tiga hari, tidak lama setelah itu menjadi dua hari, dan sampai akhirnya, drama ini akan berlangsung setiap hari. Ini adalah hubungan aneh yang ia miliki dengan gadis itu selama hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengejar, Hakuto berlari, dan kejadian ini berangsung selama beberapa periode waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;&#039;Kenapa ia mengikutiku? kenapa dia lari?&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora memikirkan ini tapi ia tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memikirkan beberapa kemungkinan, tapi ia tidak bisa secara pasti memastikannya. Sebelum ia sadar, ia sebenarnya menyukai permainan kejar-kejaran ini. Dia belum pernah melewati liburan musim panas di mana ia memutar otak, berlari, mengeluarkan tenaga, dan berkeringat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerap sinar matahari seperti ini, membuatnya nostalgia dengan kejar-kejaran selama musim panas dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun pada akhirnya, Harutora tidak bisa menangkap Hakuto sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari terakhir liburan musim panas, ia memutuskan untuk mengubah metode nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu pagi, Harutora datang ke taman, tempat dimana mereka pertama kali bertemu, dan menunggunya disana sepanjang hari. Dia tidak melakukan apapun, hanya menunggu, berdiam diri dengan ekspresi bodoh. Dalam melakukan ini, ia bertanya-tanya, apakah dirinya sudah gila? Dia mengalami siksaan panas, berkeringat sampai hampir dehidrasi. Namun pergi ke tempat teduh tidak pernah ia pikirkan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto akhirnya muncul pada sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari segera jatuh di cakrawala, di saat itu, dimana cahaya tidak benar-benar menghilang. Ketika langit dicelup warna merah seperti sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto yang tampak penuh tekad berjalan ke arah Harutora. Ia perlahan membuka mulutnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Harutora segera bicara terlebih dahulu sebelum ia membuat suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa, kamu menang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menutup mulutnya, memandang Harutora, seperti menerka apa maksud sebenarnya kata-kata itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak berhasil menangkapmu bahkan sampai terakhir kali, jadi aku pikir kamu tidak ingin aku tahu apa latar belakangmu, iyakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto berdiam diri dengan wajah canggung, tapi Harutora terus terseyum berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu sangat cepat untuk ukuran gadis. Tapi setidaknya aku akan memberitahu namaku, aku Harutora.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengulurkan tangan saat mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto melihat tangan Harutora seperti hewan kecil menatap makanan. Pandangannya turun, mata nya yang besar secara bertahap berkilau dengan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan mengulurkan tangannya, takut-takut menyentuh tangan Hirotora. Kemudian menggenggam tangannya tegas, seperti tidak akan membiarkannya pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, senyum mekar naif sering terlihat di wajah Hokuto. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir tidak mengerti Hokuto sama sekali. Dia seorang gadis misterius. Touji telah memberitahunya hal ini, tapi ia tidak pedui, karena pada akhirnya ia menyukai Hokuto berada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas akhirnya berakhir, menyambut musim gugur, musim dingin, dan akhirnnya satu tahun telah berlalu. Tahun kedua berlalu, dua dari mereka tetap dikelas yang sama. Touji begabung selama tahun ketiga, membuat suasana lebih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis misterius dan remaja bermasalah. Semua orang tampaknya bergaul dengan baik, dan Haruto merasa puas dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak igin mengancurkan hubungan mereka bertiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ia selalu ngin seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah cukup bagus, pikirnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berlari lurus di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan deras tidak juga berhenti, guntur mulai bergemuruh, kilat saling menyambar sepanjang malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mangabaikan cuaca buruk, Harutora berlari sendirian di tempat konstruksi yang telah diubah menjadi medan perang sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berlari mengejat Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia berlari berusaha menghentikan Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya kosong, ia tidak bisa memikirkan apapun dan terus bergegas ke depan. Napasna tidak menentu, dan ia merasakan jantungnya robek, rasa sakit menjalar keseuruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakitnya telah ditiadakan dengan jimat penyembuh untuk mengobati luka dan kelelahan, dan setiap kali efeknya habis, ia mengeluarkan yang baru dan tidak pernah berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kegelapan, lampu jalan di setiap sisi bersinar redup. Dia hampir tidak bisa melihat langkah kakinya sendiri dalam hujan deras ini, dan hanya bisa melihat samar-samar jalan di depannnya. Dia sudah lupa berapa lama waktu berlalu, seberapa jauh ia berlari, ia hanya  bisa mendengar suara guntur dan napasnya yang  terengah-engah. Terus berlari dalam hujan, sepanjang malam dibawah kilatan petir, bergerak maju pada jalan yang tidak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya mencengkram jimat Hokuto yang ditinggalkannya setelah  menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berusaha untuk tidak memikirkan Hokuto saat ini, berusaha agar pikirannya tidak kehilangan konsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya tidak sengaja pudar bersama pernapasannya yang kacau. Saat ia tersandung, jatuh ke jalan, kenangan dalam dirinya meledak satu-persatu seperti longsoran salju, membuatnya teringat akan hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Hokuto tidak pernah berubah sejak pertama kali mereka bertemu. Tubuhnya kurus, namun memiliki kekuatan yang luar biasa. Kakinya cepat, dan bahkan bisa menangkap Touji yang berlari sekuat tenaga. Dia tidak suka membicarakan tentang dirinya sendiri, tidak pernah menyebutkan keluarga ataupun teman-temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sekarang, ketika ia terluka namun tidak ada setetes darah pun yang mengalir, ia bahkan memblokir kaki baja laba-laba sekaligus melemparkan sihir pada saat yang sama. Dia menghilang seperti asap ketika ia berbaring di pangkuan Harutora, mengatakan padanya agar ia lari. Dia tidak menjadi mayat, tetapi berubah menjadi jimat shikigami sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir bahwa hal seperti itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Siaal!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kehabisan napas, berteriak &#039;bodoh&#039; dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Kenapa dia shikigami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemikiran bahwa Hokuto yang ini adalah palsu mulai muncul. Dan Hokuto yang sebenarnya mungkin berada ditempat lain. Tapi ia tidak bisa terus menipu dirinya seperti ini. &amp;quot;Aku telah berbohong padamu, aku minta maaf kerena selama ini aku menipumu.&amp;quot; Hokuto telah mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah semuanya palsu? Keberadaannya juga  palsu? Dan kenangan bersamanya juga palsu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua waktu yang telah ia lalui bersamanya, setiap kata-katanya, semuanya merupakan kebohongan -Mungkinkah ia telah ditipu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika semuanya merupakan kebohongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika keberadaan Hokuto merupakan kebohongan dari awal. Jika memang ia tidak pernah ada ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&#039;Harutora, aku mencintaimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petir menyambar dan guntur bergemuruh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin berteriak sekeras yang dia bisa, tapi napasnya saat ini telah habis, bahkan ia tidak bisa berteriak dalam hatinya. Ia hanya melangkah maju, berlari dalam keputus asaan, berpikir untuk berlari sampai ujung dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan. Malam. Petir. Guntur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya mulai kabur, kesadarannya memudar, ia bahkan tidak bisa merasakan gerakan kakinya sendiri. Seolah-olah tubuhnya sudah lama kehabisan energi dan hanya bergantung pada jiwanya untuk terus berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya bergantung pada jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilatan petir membelah langit, diikuti oleh gemuruh guntur, dan udara bergetar dengan intens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Benar juga, kemana jiwa Hokuto pergi? Dia juga memiliki jiwa kan? Jika dia seperti itu - Jika shikigami memiliki jiwa, aku ingin bertemu dengannya sekali lagi bahkan jika dia palsu. Semuanya akan baik-baik saja jika aku melihatnya lagi. Jika jiwanya berkeliaran disuatu tempat sampai sekarang ...&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu berapa lama ia telah berjalan. Ketika ia menyadarinya, ia tidak lagi melihat lampu jalan yang bersinar redup. Hujan yang terus jatuh membasahi bumi, seolah-olah semua cahaya telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung kegelapan, dari sisi lain, sedikit kabur, titik cahaya dapat terlihat berpendar samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Hokuto?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, itu bukan jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah cahaya lentera. Harutora tahu bahwa ia telah mencapai tempat tujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jalan kecil lurus, mengarah pada jalan menanjak untuk mengakses bukit di belakangnya. Ada tangga batu di sisi jalan, dan atap kayu kuno dipinggir tangga batu tersebut, dengan lentera tergantung di bawah atap menghasikan cahaya berkabut dalam hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guntur berkelebat, menerangi lentera di bawah atap itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Simbol keluarga, Pentagram dapat terlihat pada lentera itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diikuti dengan kata &#039;Tsuchimikado&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berdiri sejenak, menghirup napas melihat sumber cahaya. Kemudian ia berjalan lebih dekat seolah untuk mengusir kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri disamping lentera, melihat tangga batu. Langkah nya yang terjal dalam kegelapan, menyatu dengan suasana pohon-pohon yang rapat di kedua sisi, memberikan kesan menakutkan. Dua titik cahaya berinar seperti fatamorgana dibagian atas lentera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menaiki tangga batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara hujan mulai melemah, diikuti suara pohon dan rumput saling bergesekan sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melangkah menaiki tangga batu satu demi satu, langkah demi langkah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan yang gelap, hanya dengan mengandalkan cahaya dari kilatan petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akhirnya mencapai puncak bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pintu dapat terlihat di ujung tangga batu. Dengan simbol pentagram mirip dengan lentera yang di bawah dikedua sisi pintu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan membuka pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain pintu adalah kediaman utama keluarga Tsuchimikado, yang seakan tersembunyi dalam kegelapan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah lama tidak berkunjung ke tempat ini. Tidak ada lampu listrik dapat terlihat, dan juga tidak tampak seorangpun dapat terihat. Tapi ada suatu perasaan kehadiran, seolah-olah rumah ini sendiri bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Apakah Natsume tiba di rumah dengan selamat?&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora sedikit cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Tutup pintu nya, aku diruangan Bellflower ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat dirinya berpikir bahwa ia salah dengar. Tapi, ia tidak keliru. Seekor kupu-kupu terbang ke arahnya. Dengan suara murni menuntun Harutora memberikan suasana menyeramkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupu-kupu di hadapannya adalah shikigami dengan suara Natsume. Sepertinya, ia memang telah berada dirumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memegang erat-erat jimat Shikigami di tangannya, setelah itu mengikuti kupu-kupu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berjalan ke arah pintu masuk, bergerak melalui kolidor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedikit khawatir memasuki ruangan dengan keadaan basah kuyup seperti ini, tapi dengan lingkungan yang gelap, akan sulit baginya untuk menyalakan lampu, apalagi menemukan handuk kering. Hanya kupu-kupu di depannya lah yang bersinar dalam kegelapan. Dia mengikuti kupu-kupu tersebut, mengandalkan ingatannya saat mengunjungi tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sebentar berjalan, ia samar melihat cahaya bersinar melalui pintu geser di koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan berlantai kayu, yang disebut &#039;Bellflower Room&#039; oleh keluarga Tsuchimikado. Kupu-kupu terbang mendekati pintu geser, pintu itu terbuka sesaat setelah Harutora mendekatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya lilin menerangi seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan tersebut luas nya sekitar dua belas tatami, sebuah altar yang diatur dengan Yorishiro, dengan Sakaki dan Gohei untuk sembahyang. Ada juga berbagai instrumen yang ditampilkan disekitarnya, berbagai gulungan mantra tergantung, beberapa lilin ditempatkan di atas altar, api nya lembut bergoyang menerangi ruangan yang remang-remang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Interior ruangan memberikan aroma sejuk dicampur panas dan hujan, tetapi pada saat yang sama, ia dapat mencium aroma dupa yang melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume duduk di tengah ruangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;img src=&amp;quot;https://www.baka-tsuki.org/project/thumb.php?f=Tr1_217.png&amp;amp;width=300&amp;quot;&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora agak terkejut. Natsume telah mengenakan pakaian aslinya, dengan hakama Jepang tradisional berwarna putih merah seorang gadis miko, duduk menyiapkan jimat yang telah ia taruh di lantai. Kupu-kupu terbang ke arahnya, berhenti di lantai, lalu kembali ke bentuk jimat shikigami kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Natsume.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume perlahan mengangkat kepalanya. Rambutnya yang hitam meluncur tanpa suara berkilau dengan cahaya lilin yang berkedip-kedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupu-kupu shikigami sepertinya hanya shikigami biasa yang dimanipulasi oleh Natsume, dengan kata lain Natsume ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kekuatan spiritualmu sudah pulih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya. Sekerang jauh lebih baik, meskipun aku belum pulih sepenuhnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ...... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memberikan jawaban. Tapi, jawabannya itu jelas menunjukan bahwa tekadnya sangat kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana di dalam ruangan cukup tenang, meskipun suara gemercik hujan samar-samar bisa terdengar. Tempat ini memberikan perasaan seakan terpisah dari dunia luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini seakan ditutupi oleh suatu penghalang, dan di dalam penghalang ini, berlalunya waktu seakan hanya ditunjukan oleh goyangan lilin dan dupa yang terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Haruto-kun, kau terluka? Kau nampaknya kurang baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, aku baik-baik saja, aku seperti ini karena aku terus berlari kemari.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume nampak terkejut setelah mendengarnya. Kemudian ia mengambil handuk di sisinya dan memberikannya pada Harutora. Harutora mengambil handuk, dalam hatinya ia sangat bersyukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Maaf membuatmu pulang sendirian dengan kondisi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengusap kepalanya dengan handuk, meminta maaf pada Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume segera menjawab tegas, seakan menghinanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sopir sudah menjelaskan situasi waktu itu. Saat aku terbangun di dalam mobil, aku sangat ketakutan ... Aku tidak bisa tenang setelah mendengar penjelasan sopir. Aku telah membicarakannya dengan mu di kafe sebelumnya, lalu kenapa kau datang kemari?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia nampak nya benar-benar gila, kata-katanya tajam seperti biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Harutora sangat bersyukur dari dalam lubuk hatinya setelah mendengar kuliah Natsume. Dia belum lama mendengar suaranya, tapi rasanya itu sudah lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pahit, perasaan memaki dirinya sendiri menggumpal di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika saja dia tidak datang kemari, Hokuto mungkin tidak akan mati, dan hari-hari seperti biasa tidak akan hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Aku sangat tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bergumam lemah, Natsume marah tanpa sadar mengerutkan bibirnya saat melihat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia agak tenang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankankah kau tinggal di belakang untuk mempelajari &#039;Anak Ajaib&#039; dan Penyidik sihir? Dilihat dari penampilanmu sekarang, sepertinya itu bukan hasil yang bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ... Ya ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab datar, memalingkan matanya lalu duduk di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak dalam suasana hati yang baik untuk melihat Natsume, membiarkan handuk menutupi wajahnya, lalu menceritakan pertempuran sihir yang baru ia saksikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekalahan Penyidik sihir; Pemangilan tentara iblis berlapis baja oleh Suzuka. Lalu isi percakapannya dengan Suzuka, dan cerita lengkap bagaimana ia membujuk Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia ragu-ragu, ia masih melaporkan tentang peristiwa Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghindari cerita yang bertele-tele, Harutora memberitahu segala sesuatu yang dia lihat dengan jujur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga memberitahu apa yang terjadi pada salah satu teman berharganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mendengarkan dengan seksama tanpa menyela Harutora bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lilin menyala di belakang punggungnya, wajahnya tertutupi bayangan karena ia membelakangi sumber cahaya. Bayangan samar bergoyang di wajahnya yang cantik, dan matanya bersinar dengan cahaya misterius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap Natsume tidak berubah sejak awal, dia dengan tenang mendengarkan semuanya, mengangguk hanya ketika Harutora selesai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ....  Aku mengerti, jadi dia mengeluarkan tentara Juggernaut berarmor .... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kau mengetahui sesuatu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku hanya tahu namanya saja. Dia mungkin mengambil shikigami yang digunakan untuk tujuan penelitian. Akan tetapi, shikigami ini bukanlah jenis yang bisa dimanipuasi oleh orang biasa .... Seperti yang diharapkan dari &#039;Anak ajaib&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume bicara dengan lembut, mungkin dia khwatir menyinggung perasaan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa ada cara mengalahkannya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak tahu, yang pasti, ini akan sangat sulit.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Meski begitu, apa kau masih akan melaksanakan &#039;tanggung jawabmu&#039; semaksimal mungkin?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menjawab tegas, singkat, dan tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berada pada usia yang sama dengan Harutora, ia kesal. Kenapa Natsume berbeda dengan dirinya? Ketika mereka masih kecil, Harutora selalu lebih unggul, tapi sekarang gadis itu sudah sekuat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga Tsuchimikado. Tugasnya sebagai ahli waris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi apa arti semua itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Tch.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memejamkan matanya erat-erat, sambil menggelengkan kepalanya, berusaha lari dari kebingungnnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa maksudmu? Biarkan aku menegaskan satu hal, tidak peduli apapun yang kau katakan, kau tidak bisa mencegahku dari melaksanakan tanggung jawabku, karena aku adalah anggota dari keluarga Tsuchimikado.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Hanya itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh? T-tentu saja, karena Taizan Fukun adalah ritual yang berbahaya, dan aku tidak bisa membiarkan ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Natsume semakin lemah dibawah tekanan dari tatapan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume, keras kepalamu tentang &#039;tanggung jawab&#039; karena kau adalah reinkarnasi Yakou, iyakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan tatapan tajam pada Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha ...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi Natsume di luar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya melebar, ia sesaat terkejut mendengar pernyataan Harutora, seluruh tubuhnya terlihat membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meluruskan punggungnya, ekspresinya serius. Mungkin ia sudah tahu bila suatu saat akan dimintai pertanyaan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membalas tatapan Harutora kembali, memberinya jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Harutora-kun, aku tidak tahu apakah aku adalah reinkarnasi Yakou atau bukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangguk setelah mendengar jawaban Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena teman masa kecilnya memilih tulus menjawab pertanyaan lancang ini, ia harus menunjukan ketulusan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau sama sekali tidak memiliki kenangan yang berkitan dengan Yakou?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Terlebih lagi, sihir tidak bisa membuktikan apakah seseorang itu keturunan Yakou atau bukan .....  Apa kau mendengar gosip ini dari seseorang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memastikan, Harutora mengangguk dengan membuat suara &#039;nn&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebenarnya, aku baru mendengarnya hari ini, jadi aku belum bisa memastikan kebenarannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak tahu berapa orang yang tahu atau berapa banyak orang yang percaya. Aku telah menenyakan ini pada Ayah sebellumnya, tapi dia menolak menjawab.Yang jelas, rumor ini sudah ada sejak aku lahir.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejak kau lahir? Tidak menyebar setelah orang tahu bakat luar biasamu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar, tapi bakatku tidak banyak. Jangan keliru, aku melakukan banyak usaha untuk ini. Dari yang aku tahu, hanya ada rumor tentangku sebagai reinkarnsi Yokou.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ....... Aku mengerti ..... Jadi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto bergumam, menjawab dengan ambigu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia baru mengetahui rahasia teman masa kecilnya sekarang. Natsume bukaan hanya penerus keluarga utama, tapi juga beban sebagai &#039;reinkarnasi Yoko&#039; menyertainya sejak ia lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia teringat kata-kata Suzuka sebelumnya.&#039;&amp;lt;i&amp;gt;Semua orang akan menaikan suranya untuk mengutuk saudaramu ... Bukan hanya Agensi Onmyou, dan dia akan terus hidup menyedihkan seperti itu.&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; .... Apa yang menyakitkan baginya adalah, tidak bisakah dirinya membujuk Shizuka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Terlahir dalam keluarga utama Tsuchimikado, terpilih sebagai pewaris, lalu &#039;kemungkinan&#039; sebagai reinkrnasi Yokou- Oleh karena  itu, aku tidak bisa membiarkan dia begitu saja, seolah-olah mmbiarkan apapun yang dia inginkan, padadasarnya, hal itu akan menyangkal keberadaan dan posisiku sendiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tersenyum hampa setelah mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, senyum itu sendiri seperti mengejek dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Kau bisa memanggilku seseorang tanpa &#039;kepribadian&#039;. Posisiku sangat rumit, dan akupun tidak punya kehendak atau keinginan, dan mungkin aku tidak ada bedanya dengan shikigami.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum kosong di wajah teman masa kecilnya sangat menusuk hati Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami tidak punya jiwa, hanya wujud fisik. Kata-kata ini mengingatkannya pada Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto adalah shikigami. Tapi dia tidak pernah percaya bahwa Hokuto tidak memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, Natsume adalah manusia, tapi dia percaya bahwa dia tidak memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar tidak mengerti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Hah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tersentak, disebabkan Harutora menatapnya tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar tidak mengerti, apakah ada perbedaan besar antara manausia dan shikigami? Hokuto yang aku sebutkan tadi sebenarnya adalah shikigami. Meski begitu, Hokuto adalah Hokuto. Kau juga sama, benarkan, Natsume? Kau adalah kau. Atau kau mau mengatakan bahwa selama ini dirimu adalah kebohongan? semuanya hanya imajinasi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;H, Harutora-kun .....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto marah pada Natsume, lidahnya kelu - &amp;quot;Tidak.&amp;quot; Dia terus bicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika semuanya merupakan kebohongan, maka aku hanyalah orang idiot yang tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan. Lebih penting lagi, jika keberadaamu, dan semua yang telah kita lewati, apa menurutmu semua itu juga bohong?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengeluarkan segala isi pikirannya, dan setengahnya adalah untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia menyadari hal itu, dia sendiri telah berlinang dengan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak Hakuto menghilang, ini adalah pertama kalinya ia menangis. Sesuatu yang hangat mengalir keluar melewati pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haruto-kun ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Natsume tidak tahu apa yang salah, ia masih menatapnya cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyadari telah membuat gadis ini khawatia, ia lalu memaksakan dirinya tersenyum dan menyeka air matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau, dalam situasi apapun, bagaimana bisa kau mengatakan tidak mempunyai &#039;kepribadian&#039;. Kau keras kepala dan seorang pemarah, dan bahkan kau selalu menceramahiku. Kau menyangkalnya karena posisimu, lalu apa? Kau hanya lari, seberapa banyak kau akan membohongi dirimu sendiri?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku, aku tidak ...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume membuka mulutnya untuk menyangkal. Pipinya memerah, tapi dia tidak bisa membantahnya, nampaknya ia telah sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyeringai, ia merasa ini agak lucu. Natsume, yang tepat di depannya, &lt;br /&gt;
terpengaruh olehnya, ia tersenyum ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari bahwa jarak antara dirinya dan Natsume sudah mulai diperpendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mereka berdua masih kecil- Natsume adalah gadis yang selalu mengikutinya kemanapun, dan mendengarkan setiap ucapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memahami banyak hal, gadis kecil dulu dengan dengan gadis di depannya ini saling tumpang tindih dalam pikiran Harutora. Masa lalu dan sekarang keduanya digabung menjadi satu, dan kenangan teman pertamanya yang sempat ia lupakan sekarang menjadi lebih jelas lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Tapi, ada sesuatu yang harus aku katakan padamu. Lahir dalam keluarga utama Tsuchimikado, terpilih sebagai pewaris berikutnya, dan kemungkinan sebagai reinkarnasi Yokou. Semua itu, adalah bagian dari dirimu. Kau yang keras kepala, pemarah, dan selalu menceramahiku, semua itu juga merupakan bagian dari dirimu. Dan yang pasti, ada banyak bagian lain yang aku tidak tahu dari dirimu, dan hal itu akan terus bertambah seiiring berjalannya waktu. Natsume yang sempurna, adalah dengan menambahkan semua bagian itu bersama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto bicara, kepalanya mengangguk menatap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menatapnya tanpa berkedip, ia bergumam lembut: &amp;quot;Nn.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora awalnya tidak tahu bahwa Hokuto adalah shikigami, jika saja dia tahu sebelumnya, mungkin dia tidak akan menghilang begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume juga sama. Meskipun ia tahu rumor tentang dirinya, teman masa kecilnya ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dupa mengeluarkan aroma lembut dalam cahaya lilin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menghirup napas dalam-dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memejamkan mata, meluruskan punggungnya lalu berdiri tegak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume, aku punya permintaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bicara dengan nada serius, Natsume waspada, wajahnya kembali tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Tidak ada gunanya menghentikanku, aku akan tetap pergi ke altar, karena aku adalah &#039;aku&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku paham jika soal itu, aku tidak ingin menghentikanmu. Bukan ini yang aku pinta darimu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku juga tidak akan mengizinkamu ikut denganku ke altar, bukankah kau gagal membujuknya? Aku bersyukur kau mengkhawatirkanku, tapi aku tidak bisa membawamu--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memotong perkataan Natsume, mngatakan permintaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biarkan aku menjadi shikigami.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;* * *&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508059</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508059"/>
		<updated>2016-12-12T21:43:18Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: /* Bagian 3 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Hokuto bertemu saat liburan musim panas pertama mereka saat SMP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebuah taman kecil dekat dengan halte trem, dibawah langit biru, langit cerah tak berawan, daun-daun berkilauan seperti zamrud di bawah sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kali bertemu Hokuto, dirinya tidak mampu mengalihkan pandangan nya dari gadis itu. Dia tampak seperti Idol yang Harutora sukai saat itu, ditambah umur nya yang tampak sebaya dengan dirinya. Harutora terus memperhatikan gadis itu dari jauh, ia bertanya-tanya dimana gadis cantik ini bersekolah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu duduk sendirian di bangku taman, dan saat ia balik menatapnya, Harutora merasakan tubuhnya tiba-tiba melompat seperti pegas. Mata gadis itu melebar kearah nya, dan mulutnya ternganga membuat reaksi aneh. Bagaimanapun, dia tidak tahu apapun mengenai gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa hal itu sangat aneh, lalu ia mencoba mendekati gadis itu. Sesaat kemudian, gadis itu dengan cepat melarikan diri dari taman, menghilang tanpa jejak, meninggalkan Harutora yang berdiri dengan pandangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah pertemuan pertama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Hokuto lagi. Sebenarnya, istilah &amp;quot;pertemuan&amp;quot; kurang tepat. Hari kedua setelah pertemuan pertama mereka di taman, ia melihat dirinya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, Harutora merasa ada seseorang yang selalu memata-matai dirinya. Ia tidak merasa seperti itu ketika di dalam rumah, tapi saat berjalan keluar, ia merasa seperti ada yang manatapnya dari belakang. Tapi setiap kali ia berbalik, tidak nampak siapapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian seperti itu sering terjadi, ia bertanya-tanya apakah ini hanyalah imajinasinya. Tapi, ia tidak menyangka bahwa dirinya memang benar-benar diikuti. Ia menemukannya murni secara kebetulan. Pada saat itu, ia berjalan melewati mobil yang diparkir di samping, ia melihat sosok yang  mengikutinya dari balik pantulan cermin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah gadis yang ia temui di taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia secara refleks berbalik, mata mereka saling bertemu, gadis itu terkejut. Dia langsung melarikan diri, Harutora berusaha mengejar dirinya. Sayangnya, gadis itu terlalu cepat, dan sosoknya perlahan menghilang dari kejauhan ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali setelah itu, hal yang sama akan terus terjadi setiap tiga hari, tidak lama setelah itu menjadi dua hari, dan sampai akhirnya, drama ini akan berlangsung setiap hari. Ini adalah hubungan aneh yang ia miliki dengan gadis itu selama hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengejar, Hakuto berlari, dan kejadian ini berangsung selama beberapa periode waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;&#039;Kenapa ia mengikutiku? kenapa dia lari?&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora memikirkan ini tapi ia tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memikirkan beberapa kemungkinan, tapi ia tidak bisa secara pasti memastikannya. Sebelum ia sadar, ia sebenarnya menyukai permainan kejar-kejaran ini. Dia belum pernah melewati liburan musim panas di mana ia memutar otak, berlari, mengeluarkan tenaga, dan berkeringat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerap sinar matahari seperti ini, membuatnya nostalgia dengan kejar-kejaran selama musim panas dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun pada akhirnya, Harutora tidak bisa menangkap Hakuto sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari terakhir liburan musim panas, ia memutuskan untuk mengubah metode nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu pagi, Harutora datang ke taman, tempat dimana mereka pertama kali bertemu, dan menunggunya disana sepanjang hari. Dia tidak melakukan apapun, hanya menunggu, berdiam diri dengan ekspresi bodoh. Dalam melakukan ini, ia bertanya-tanya, apakah dirinya sudah gila? Dia mengalami siksaan panas, berkeringat sampai hampir dehidrasi. Namun pergi ke tempat teduh tidak pernah ia pikirkan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto akhirnya muncul pada sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari segera jatuh di cakrawala, di saat itu, dimana cahaya tidak benar-benar menghilang. Ketika langit dicelup warna merah seperti sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto yang tampak penuh tekad berjalan ke arah Harutora. Ia perlahan membuka mulutnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Harutora segera bicara terlebih dahulu sebelum ia membuat suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa, kamu menang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menutup mulutnya, memandang Harutora, seperti menerka apa maksud sebenarnya kata-kata itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak berhasil menangkapmu bahkan sampai terakhir kali, jadi aku pikir kamu tidak ingin aku tahu apa latar belakangmu, iyakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto berdiam diri dengan wajah canggung, tapi Harutora terus terseyum berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu sangat cepat untuk ukuran gadis. Tapi setidaknya aku akan memberitahu namaku, aku Harutora.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengulurkan tangan saat mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto melihat tangan Harutora seperti hewan kecil menatap makanan. Pandangannya turun, mata nya yang besar secara bertahap berkilau dengan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan mengulurkan tangannya, takut-takut menyentuh tangan Hirotora. Kemudian menggenggam tangannya tegas, seperti tidak akan membiarkannya pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, senyum mekar naif sering terlihat di wajah Hokuto. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir tidak mengerti Hokuto sama sekali. Dia seorang gadis misterius. Touji telah memberitahunya hal ini, tapi ia tidak pedui, karena pada akhirnya ia menyukai Hokuto berada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas akhirnya berakhir, menyambut musim gugur, musim dingin, dan akhirnnya satu tahun telah berlalu. Tahun kedua berlalu, dua dari mereka tetap dikelas yang sama. Touji begabung selama tahun ketiga, membuat suasana lebih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis misterius dan remaja bermasalah. Semua orang tampaknya bergaul dengan baik, dan Haruto merasa puas dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak igin mengancurkan hubungan mereka bertiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ia selalu ngin seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah cukup bagus, pikirnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berlari lurus di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan deras tidak juga berhenti, guntur mulai bergemuruh, kilat saling menyambar sepanjang malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mangabaikan cuaca buruk, Harutora berlari sendirian di tempat konstruksi yang telah diubah menjadi medan perang sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berlari mengejat Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia berlari berusaha menghentikan Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya kosong, ia tidak bisa memikirkan apapun dan terus bergegas ke depan. Napasna tidak menentu, dan ia merasakan jantungnya robek, rasa sakit menjalar keseuruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakitnya telah ditiadakan dengan jimat penyembuh untuk mengobati luka dan kelelahan, dan setiap kali efeknya habis, ia mengeluarkan yang baru dan tidak pernah berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kegelapan, lampu jalan di setiap sisi bersinar redup. Dia hampir tidak bisa melihat langkah kakinya sendiri dalam hujan deras ini, dan hanya bisa melihat samar-samar jalan di depannnya. Dia sudah lupa berapa lama waktu berlalu, seberapa jauh ia berlari, ia hanya  bisa mendengar suara guntur dan napasnya yang  terengah-engah. Terus berlari dalam hujan, sepanjang malam dibawah kilatan petir, bergerak maju pada jalan yang tidak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya mencengkram jimat Hokuto yang ditinggalkannya setelah  menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berusaha untuk tidak memikirkan Hokuto saat ini, berusaha agar pikirannya tidak kehilangan konsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya tidak sengaja pudar bersama pernapasannya yang kacau. Saat ia tersandung, jatuh ke jalan, kenangan dalam dirinya meledak satu-persatu seperti longsoran salju, membuatnya teringat akan hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Hokuto tidak pernah berubah sejak pertama kali mereka bertemu. Tubuhnya kurus, namun memiliki kekuatan yang luar biasa. Kakinya cepat, dan bahkan bisa menangkap Touji yang berlari sekuat tenaga. Dia tidak suka membicarakan tentang dirinya sendiri, tidak pernah menyebutkan keluarga ataupun teman-temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sekarang, ketika ia terluka namun tidak ada setetes darah pun yang mengalir, ia bahkan memblokir kaki baja laba-laba sekaligus melemparkan sihir pada saat yang sama. Dia menghilang seperti asap ketika ia berbaring di pangkuan Harutora, mengatakan padanya agar ia lari. Dia tidak menjadi mayat, tetapi berubah menjadi jimat shikigami sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir bahwa hal seperti itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Siaal!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kehabisan napas, berteriak &#039;bodoh&#039; dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Kenapa dia shikigami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemikiran bahwa Hokuto yang ini adalah palsu mulai muncul. Dan Hokuto yang sebenarnya mungkin berada ditempat lain. Tapi ia tidak bisa terus menipu dirinya seperti ini. &amp;quot;Aku telah berbohong padamu, aku minta maaf kerena selama ini aku menipumu.&amp;quot; Hokuto telah mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah semuanya palsu? Keberadaannya juga  palsu? Dan kenangan bersamanya juga palsu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua waktu yang telah ia lalui bersamanya, setiap kata-katanya, semuanya merupakan kebohongan -Mungkinkah ia telah ditipu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika semuanya merupakan kebohongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika keberadaan Hokuto merupakan kebohongan dari awal. Jika memang ia tidak pernah ada ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&#039;Harutora, aku mencintaimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petir menyambar dan guntur bergemuruh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin berteriak sekeras yang dia bisa, tapi napasnya saat ini telah habis, bahkan ia tidak bisa berteriak dalam hatinya. Ia hanya melangkah maju, berlari dalam keputus asaan, berpikir untuk berlari sampai ujung dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan. Malam. Petir. Guntur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya mulai kabur, kesadarannya memudar, ia bahkan tidak bisa merasakan gerakan kakinya sendiri. Seolah-olah tubuhnya sudah lama kehabisan energi dan hanya bergantung pada jiwanya untuk terus berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya bergantung pada jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilatan petir membelah langit, diikuti oleh gemuruh guntur, dan udara bergetar dengan intens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Benar juga, kemana jiwa Hokuto pergi? Dia juga memiliki jiwa kan? Jika dia seperti itu - Jika shikigami memiliki jiwa, aku ingin bertemu dengannya sekali lagi bahkan jika dia palsu. Semuanya akan baik-baik saja jika aku melihatnya lagi. Jika jiwanya berkeliaran disuatu tempat sampai sekarang ...&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu berapa lama ia telah berjalan. Ketika ia menyadarinya, ia tidak lagi melihat lampu jalan yang bersinar redup. Hujan yang terus jatuh membasahi bumi, seolah-olah semua cahaya telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung kegelapan, dari sisi lain, sedikit kabur, titik cahaya dapat terlihat berpendar samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Hokuto?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, itu bukan jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah cahaya lentera. Harutora tahu bahwa ia telah mencapai tempat tujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jalan kecil lurus, mengarah pada jalan menanjak untuk mengakses bukit di belakangnya. Ada tangga batu di sisi jalan, dan atap kayu kuno dipinggir tangga batu tersebut, dengan lentera tergantung di bawah atap menghasikan cahaya berkabut dalam hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guntur berkelebat, menerangi lentera di bawah atap itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Simbol keluarga, Pentagram dapat terlihat pada lentera itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diikuti dengan kata &#039;Tsuchimikado&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berdiri sejenak, menghirup napas melihat sumber cahaya. Kemudian ia berjalan lebih dekat seolah untuk mengusir kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri disamping lentera, melihat tangga batu. Langkah nya yang terjal dalam kegelapan, menyatu dengan suasana pohon-pohon yang rapat di kedua sisi, memberikan kesan menakutkan. Dua titik cahaya berinar seperti fatamorgana dibagian atas lentera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menaiki tangga batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara hujan mulai melemah, diikuti suara pohon dan rumput saling bergesekan sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melangkah menaiki tangga batu satu demi satu, langkah demi langkah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan yang gelap, hanya dengan mengandalkan cahaya dari kilatan petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akhirnya mencapai puncak bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pintu dapat terlihat di ujung tangga batu. Dengan simbol pentagram mirip dengan lentera yang di bawah dikedua sisi pintu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan membuka pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain pintu adalah kediaman utama keluarga Tsuchimikado, yang seakan tersembunyi dalam kegelapan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah lama tidak berkunjung ke tempat ini. Tidak ada lampu listrik dapat terlihat, dan juga tidak tampak seorangpun dapat terihat. Tapi ada suatu perasaan kehadiran, seolah-olah rumah ini sendiri bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Apakah Natsume tiba di rumah dengan selamat?&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora sedikit cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Tutup pintu nya, aku diruangan Bellflower ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat dirinya berpikir bahwa ia salah dengar. Tapi, ia tidak keliru. Seekor kupu-kupu terbang ke arahnya. Dengan suara murni menuntun Harutora memberikan suasana menyeramkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupu-kupu di hadapannya adalah shikigami dengan suara Natsume. Sepertinya, ia memang telah berada dirumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memegang erat-erat jimat Shikigami di tangannya, setelah itu mengikuti kupu-kupu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 3===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berjalan ke arah pintu masuk, bergerak melalui kolidor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedikit khawatir memasuki ruangan dengan keadaan basah kuyup seperti ini, tapi dengan lingkungan yang gelap, akan sulit baginya untuk menyalakan lampu, apalagi menemukan handuk kering. Hanya kupu-kupu di depannya lah yang bersinar dalam kegelapan. Dia mengikuti kupu-kupu tersebut, mengandalkan ingatannya saat mengunjungi tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sebentar berjalan, ia samar melihat cahaya bersinar melalui pintu geser di koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan berlantai kayu, yang disebut &#039;Bellflower Room&#039; oleh keluarga Tsuchimikado. Kupu-kupu terbang mendekati pintu geser, pintu itu terbuka sesaat setelah Harutora mendekatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya lilin menerangi seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan tersebut luas nya sekitar dua belas tatami, sebuah altar yang diatur dengan Yorishiro, dengan Sakaki dan Gohei untuk sembahyang. Ada juga berbagai instrumen yang ditampilkan disekitarnya, berbagai gulungan mantra tergantung, beberapa lilin ditempatkan di atas altar, api nya lembut bergoyang menerangi ruangan yang remang-remang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Interior ruangan memberikan aroma sejuk dicampur panas dan hujan, tetapi pada saat yang sama, ia dapat mencium aroma dupa yang melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume duduk di tengah ruangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;img src=&amp;quot;https://www.baka-tsuki.org/project/thumb.php?f=Tr1_217.png&amp;amp;width=300&amp;quot;&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora agak terkejut. Natsume telah mengenakan pakaian aslinya, dengan hakama Jepang tradisional berwarna putih merah seorang gadis miko, duduk menyiapkan jimat yang telah ia taruh di lantai. Kupu-kupu terbang ke arahnya, berhenti di lantai, lalu kembali ke bentuk jimat shikigami kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Natsume.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume perlahan mengangkat kepalanya. Rambutnya yang hitam meluncur tanpa suara berkilau dengan cahaya lilin yang berkedip-kedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupu-kupu shikigami sepertinya hanya shikigami biasa yang dimanipulasi oleh Natsume, dengan kata lain Natsume ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kekuatan spiritualmu sudah pulih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya. Sekerang jauh lebih baik, meskipun aku belum pulih sepenuhnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ...... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memberikan jawaban. Tapi, jawabannya itu jelas menunjukan bahwa tekadnya sangat kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana di dalam ruangan cukup tenang, meskipun suara gemercik hujan samar-samar bisa terdengar. Tempat ini memberikan perasaan seakan terpisah dari dunia luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini seakan ditutupi oleh suatu penghalang, dan di dalam penghalang ini, berlalunya waktu seakan hanya ditunjukan oleh goyangan lilin dan dupa yang terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Haruto-kun, kau terluka? Kau nampaknya kurang baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, aku baik-baik saja, aku seperti ini karena aku terus berlari kemari.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume nampak terkejut setelah mendengarnya. Kemudian ia mengambil handuk di sisinya dan memberikannya pada Harutora. Harutora mengambil handuk, dalam hatinya ia sangat bersyukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Maaf membuatmu pulang sendirian dengan kondisi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengusap kepalanya dengan handuk, meminta maaf pada Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume segera menjawab tegas, seakan menghinanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sopir sudah menjelaskan situasi waktu itu. Saat aku terbangun di dalam mobil, aku sangat ketakutan ... Aku tidak bisa tenang setelah mendengar penjelasan sopir. Aku telah membicarakannya dengan mu di kafe sebelumnya, lalu kenapa kau datang kemari?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia nampak nya benar-benar gila, kata-katanya tajam seperti biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Harutora sangat bersyukur dari dalam lubuk hatinya setelah mendengar kuliah Natsume. Dia belum lama mendengar suaranya, tapi rasanya itu sudah lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pahit, perasaan memaki dirinya sendiri menggumpal di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika saja dia tidak datang kemari, Hokuto mungkin tidak akan mati, dan hari-hari seperti biasa tidak akan hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Aku sangat tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bergumam lemah, Natsume marah tanpa sadar mengerutkan bibirnya saat melihat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia agak tenang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankankah kau tinggal di belakang untuk mempelajari &#039;Anak Ajaib&#039; dan Penyidik sihir? Dilihat dari penampilanmu sekarang, sepertinya itu bukan hasil yang bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ... Ya ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab datar, memalingkan matanya lalu duduk di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak dalam suasana hati yang baik untuk melihat Natsume, membiarkan handuk menutupi wajahnya, lalu menceritakan pertempuran sihir yang baru ia saksikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekalahan Penyidik sihir; Pemangilan tentara iblis berlapis baja oleh Suzuka. Lalu isi percakapannya dengan Suzuka, dan cerita lengkap bagaimana ia membujuk Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia ragu-ragu, ia masih melaporkan tentang peristiwa Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghindari cerita yang bertele-tele, Harutora memberitahu segala sesuatu yang dia lihat dengan jujur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga memberitahu apa yang terjadi pada salah satu teman berharganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mendengarkan dengan seksama tanpa menyela Harutora bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lilin menyala di belakang punggungnya, wajahnya tertutupi bayangan karena ia membelakangi sumber cahaya. Bayangan samar bergoyang di wajahnya yang cantik, dan matanya bersinar dengan cahaya misterius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap Natsume tidak berubah sejak awal, dia dengan tenang mendengarkan semuanya, mengangguk hanya ketika Harutora selesai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ....  Aku mengerti, jadi dia mengeluarkan tentara Juggernaut berarmor .... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kau mengetahui sesuatu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku hanya tahu namanya saja. Dia mungkin mengambil shikigami yang digunakan untuk tujuan penelitian. Akan tetapi, shikigami ini bukanlah jenis yang bisa dimanipuasi oleh orang biasa .... Seperti yang diharapkan dari &#039;Anak ajaib&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume bicara dengan lembut, mungkin dia khwatir menyinggung perasaan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa ada cara mengalahkannya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak tahu, yang pasti, ini akan sangat sulit.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Meski begitu, apa kau masih akan melaksanakan &#039;tanggung jawabmu&#039; semaksimal mungkin?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menjawab tegas, singkat, dan tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berada pada usia yang sama dengan Harutora, ia kesal. Kenapa Natsume berbeda dengan dirinya? Ketika mereka masih kecil, Harutora selalu lebih unggul, tapi sekarang gadis itu sudah sekuat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga Tsuchimikado. Tugasnya sebagai ahli waris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi apa arti semua itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Tch.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memejamkan matanya erat-erat, sambil menggelengkan kepalanya, berusaha lari dari kebingungnnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa maksudmu? Biarkan aku menegaskan satu hal, tidak peduli apapun yang kau katakan, kau tidak bisa mencegahku dari melaksanakan tanggung jawabku, karena aku adalah anggota dari keluarga Tsuchimikado.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Hanya itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh? T-tentu saja, karena Taizan Fukun adalah ritual yang berbahaya, dan aku tidak bisa membiarkan ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Natsume semakin lemah dibawah tekanan dari tatapan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume, keras kepalamu tentang &#039;tanggung jawab&#039; karena kau adalah reinkarnasi Yakou, iyakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan tatapan tajam pada Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha ...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi Natsume di luar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya melebar, ia sesaat terkejut mendengar pernyataan Harutora, seluruh tubuhnya terlihat membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meluruskan punggungnya, ekspresinya serius. Mungkin ia sudah tahu bila suatu saat akan dimintai pertanyaan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membalas tatapan Harutora kembali, memberinya jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Harutora-kun, aku tidak tahu apakah aku adalah reinkarnasi Yakou atau bukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangguk setelah mendengar jawaban Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena teman masa kecilnya memilih tulus menjawab pertanyaan lancang ini, ia harus menunjukan ketulusan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau sama sekali tidak memiliki kenangan yang berkitan dengan Yakou?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Terlebih lagi, sihir tidak bisa membuktikan apakah seseorang itu keturunan Yakou atau bukan .....  Apa kau mendengar gosip ini dari seseorang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memastikan, Harutora mengangguk dengan membuat suara &#039;nn&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebenarnya, aku baru mendengarnya hari ini, jadi aku belum bisa memastikan kebenarannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak tahu berapa orang yang tahu atau berapa banyak orang yang percaya. Aku telah menenyakan ini pada Ayah sebellumnya, tapi dia menolak menjawab.Yang jelas, rumor ini sudah ada sejak aku lahir.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejak kau lahir? Tidak menyebar setelah orang tahu bakat luar biasamu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar, tapi bakatku tidak banyak. Jangan keliru, aku melakukan banyak usaha untuk ini. Dari yang aku tahu, hanya ada rumor tentangku sebagai reinkarnsi Yokou.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ....... Aku mengerti ..... Jadi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto bergumam, menjawab dengan ambigu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia baru mengetahui rahasia teman masa kecilnya sekarang. Natsume bukaan hanya penerus keluarga utama, tapi juga beban sebagai &#039;reinkarnasi Yoko&#039; menyertainya sejak ia lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia teringat kata-kata Suzuka sebelumnya.&#039;&amp;lt;i&amp;gt;Semua orang akan menaikan suranya untuk mengutuk saudaramu ... Bukan hanya Agensi Onmyou, dan dia akan terus hidup menyedihkan seperti itu.&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; .... Apa yang menyakitkan baginya adalah, tidak bisakah dirinya membujuk Shizuka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Terlahir dalam keluarga utama Tsuchimikado, terpilih sebagai pewaris, lalu &#039;kemungkinan&#039; sebagai reinkrnasi Yokou- Oleh karena  itu, aku tidak bisa membiarkan dia begitu saja, seolah-olah mmbiarkan apapun yang dia inginkan, padadasarnya, hal itu akan menyangkal keberadaan dan posisiku sendiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tersenyum hampa setelah mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, senyum itu sendiri seperti mengejek dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Kau bisa memanggilku seseorang tanpa &#039;kepribadian&#039;. Posisiku sangat rumit, dan akupun tidak punya kehendak atau keinginan, dan mungkin aku tidak ada bedanya dengan shikigami.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum kosong di wajah teman masa kecilnya sangat menusuk hati Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami tidak punya jiwa, hanya wujud fisik. Kata-kata ini mengingatkannya pada Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto adalah shikigami. Tapi dia tidak pernah percaya bahwa Hokuto tidak memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, Natsume adalah manusia, tapi dia percaya bahwa dia tidak memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar tidak mengerti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Hah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tersentak, disebabkan Harutora menatapnya tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar tidak mengerti, apakah ada perbedaan besar antara manausia dan shikigami? Hokuto yang aku sebutkan tadi sebenarnya adalah shikigami. Meski begitu, Hokuto adalah Hokuto. Kau juga sama, benarkan, Natsume? Kau adalah kau. Atau kau mau mengatakan bahwa selama ini dirimu adalah kebohongan? semuanya hanya imajinasi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;H, Harutora-kun .....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto marah pada Natsume, lidahnya kelu - &amp;quot;Tidak.&amp;quot; Dia terus bicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika semuanya merupakan kebohongan, maka aku hanyalah orang idiot yang tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan. Lebih penting lagi, jika keberadaamu, dan semua yang telah kita lewati, apa menurutmu semua itu juga bohong?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengeluarkan segala isi pikirannya, dan setengahnya adalah untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia menyadari hal itu, dia sendiri telah berlinang dengan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak Hakuto menghilang, ini adalah pertama kalinya ia menangis. Sesuatu yang hangat mengalir keluar melewati pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haruto-kun ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Natsume tidak tahu apa yang salah, ia masih menatapnya cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyadari telah membuat gadis ini khawatia, ia lalu memaksakan dirinya tersenyum dan menyeka air matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau, dalam situasi apapun, bagaimana bisa kau mengatakan tidak mempunyai &#039;kepribadian&#039;. Kau keras kepala dan seorang pemarah, dan bahkan kau selalu menceramahiku. Kau menyangkalnya karena posisimu, lalu apa? Kau hanya lari, seberapa banyak kau akan membohongi dirimu sendiri?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku, aku tidak ...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume membuka mulutnya untuk menyangkal. Pipinya memerah, tapi dia tidak bisa membantahnya, nampaknya ia telah sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyeringai, ia merasa ini agak lucu. Natsume, yang tepat di depannya, &lt;br /&gt;
terpengaruh olehnya, ia tersenyum ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari bahwa jarak antara dirinya dan Natsume sudah mulai diperpendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mereka berdua masih kecil- Natsume adalah gadis yang selalu mengikutinya kemanapun, dan mendengarkan setiap ucapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memahami banyak hal, gadis kecil dulu dengan dengan gadis di depannya ini saling tumpang tindih dalam pikiran Harutora. Masa lalu dan sekarang keduanya digabung menjadi satu, dan kenangan teman pertamanya yang sempat ia lupakan sekarang menjadi lebih jelas lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Tapi, ada sesuatu yang harus aku katakan padamu. Lahir dalam keluarga utama Tsuchimikado, terpilih sebagai pewaris berikutnya, dan kemungkinan sebagai reinkarnasi Yokou. Semua itu, adalah bagian dari dirimu. Kau yang keras kepala, pemarah, dan selalu menceramahiku, semua itu juga merupakan bagian dari dirimu. Dan yang pasti, ada banyak bagian lain yang aku tidak tahu dari dirimu, dan hal itu akan terus bertambah seiiring berjalannya waktu. Natsume yang sempurna, adalah dengan menambahkan semua bagian itu bersama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto bicara, kepalanya mengangguk menatap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menatapnya tanpa berkedip, ia bergumam lembut: &amp;quot;Nn.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora awalnya tidak tahu bahwa Hokuto adalah shikigami, jika saja dia tahu sebelumnya, mungkin dia tidak akan menghilang begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume juga sama. Meskipun ia tahu rumor tentang dirinya, teman masa kecilnya ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dupa mengeluarkan aroma lembut dalam cahaya lilin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menghirup napas dalam-dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memejamkan mata, meluruskan punggungnya lalu berdiri tegak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume, aku punya permintaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bicara dengan nada serius, Natsume waspada, wajahnya kembali tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Tidak ada gunanya menghentikanku, aku akan tetap pergi ke altar, karena aku adalah &#039;aku&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku paham jika soal itu, aku tidak ingin menghentikanmu. Bukan ini yang aku pinta darimu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku juga tidak akan mengizinkamu ikut denganku ke altar, bukankah kau gagal membujuknya? Aku bersyukur kau mengkhawatirkanku, tapi aku tidak bisa membawamu--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memotong perkataan Natsume, mngatakan permintaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biarkan aku menjadi shikigami.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;* * *&amp;lt;center/&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508058</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508058"/>
		<updated>2016-12-12T21:38:00Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: /* Bagian 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Hokuto bertemu saat liburan musim panas pertama mereka saat SMP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebuah taman kecil dekat dengan halte trem, dibawah langit biru, langit cerah tak berawan, daun-daun berkilauan seperti zamrud di bawah sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kali bertemu Hokuto, dirinya tidak mampu mengalihkan pandangan nya dari gadis itu. Dia tampak seperti Idol yang Harutora sukai saat itu, ditambah umur nya yang tampak sebaya dengan dirinya. Harutora terus memperhatikan gadis itu dari jauh, ia bertanya-tanya dimana gadis cantik ini bersekolah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu duduk sendirian di bangku taman, dan saat ia balik menatapnya, Harutora merasakan tubuhnya tiba-tiba melompat seperti pegas. Mata gadis itu melebar kearah nya, dan mulutnya ternganga membuat reaksi aneh. Bagaimanapun, dia tidak tahu apapun mengenai gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa hal itu sangat aneh, lalu ia mencoba mendekati gadis itu. Sesaat kemudian, gadis itu dengan cepat melarikan diri dari taman, menghilang tanpa jejak, meninggalkan Harutora yang berdiri dengan pandangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah pertemuan pertama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Hokuto lagi. Sebenarnya, istilah &amp;quot;pertemuan&amp;quot; kurang tepat. Hari kedua setelah pertemuan pertama mereka di taman, ia melihat dirinya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, Harutora merasa ada seseorang yang selalu memata-matai dirinya. Ia tidak merasa seperti itu ketika di dalam rumah, tapi saat berjalan keluar, ia merasa seperti ada yang manatapnya dari belakang. Tapi setiap kali ia berbalik, tidak nampak siapapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian seperti itu sering terjadi, ia bertanya-tanya apakah ini hanyalah imajinasinya. Tapi, ia tidak menyangka bahwa dirinya memang benar-benar diikuti. Ia menemukannya murni secara kebetulan. Pada saat itu, ia berjalan melewati mobil yang diparkir di samping, ia melihat sosok yang  mengikutinya dari balik pantulan cermin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah gadis yang ia temui di taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia secara refleks berbalik, mata mereka saling bertemu, gadis itu terkejut. Dia langsung melarikan diri, Harutora berusaha mengejar dirinya. Sayangnya, gadis itu terlalu cepat, dan sosoknya perlahan menghilang dari kejauhan ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali setelah itu, hal yang sama akan terus terjadi setiap tiga hari, tidak lama setelah itu menjadi dua hari, dan sampai akhirnya, drama ini akan berlangsung setiap hari. Ini adalah hubungan aneh yang ia miliki dengan gadis itu selama hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengejar, Hakuto berlari, dan kejadian ini berangsung selama beberapa periode waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;&#039;Kenapa ia mengikutiku? kenapa dia lari?&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora memikirkan ini tapi ia tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memikirkan beberapa kemungkinan, tapi ia tidak bisa secara pasti memastikannya. Sebelum ia sadar, ia sebenarnya menyukai permainan kejar-kejaran ini. Dia belum pernah melewati liburan musim panas di mana ia memutar otak, berlari, mengeluarkan tenaga, dan berkeringat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerap sinar matahari seperti ini, membuatnya nostalgia dengan kejar-kejaran selama musim panas dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun pada akhirnya, Harutora tidak bisa menangkap Hakuto sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari terakhir liburan musim panas, ia memutuskan untuk mengubah metode nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu pagi, Harutora datang ke taman, tempat dimana mereka pertama kali bertemu, dan menunggunya disana sepanjang hari. Dia tidak melakukan apapun, hanya menunggu, berdiam diri dengan ekspresi bodoh. Dalam melakukan ini, ia bertanya-tanya, apakah dirinya sudah gila? Dia mengalami siksaan panas, berkeringat sampai hampir dehidrasi. Namun pergi ke tempat teduh tidak pernah ia pikirkan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto akhirnya muncul pada sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari segera jatuh di cakrawala, di saat itu, dimana cahaya tidak benar-benar menghilang. Ketika langit dicelup warna merah seperti sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto yang tampak penuh tekad berjalan ke arah Harutora. Ia perlahan membuka mulutnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Harutora segera bicara terlebih dahulu sebelum ia membuat suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa, kamu menang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menutup mulutnya, memandang Harutora, seperti menerka apa maksud sebenarnya kata-kata itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak berhasil menangkapmu bahkan sampai terakhir kali, jadi aku pikir kamu tidak ingin aku tahu apa latar belakangmu, iyakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto berdiam diri dengan wajah canggung, tapi Harutora terus terseyum berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu sangat cepat untuk ukuran gadis. Tapi setidaknya aku akan memberitahu namaku, aku Harutora.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengulurkan tangan saat mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto melihat tangan Harutora seperti hewan kecil menatap makanan. Pandangannya turun, mata nya yang besar secara bertahap berkilau dengan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan mengulurkan tangannya, takut-takut menyentuh tangan Hirotora. Kemudian menggenggam tangannya tegas, seperti tidak akan membiarkannya pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, senyum mekar naif sering terlihat di wajah Hokuto. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir tidak mengerti Hokuto sama sekali. Dia seorang gadis misterius. Touji telah memberitahunya hal ini, tapi ia tidak pedui, karena pada akhirnya ia menyukai Hokuto berada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas akhirnya berakhir, menyambut musim gugur, musim dingin, dan akhirnnya satu tahun telah berlalu. Tahun kedua berlalu, dua dari mereka tetap dikelas yang sama. Touji begabung selama tahun ketiga, membuat suasana lebih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis misterius dan remaja bermasalah. Semua orang tampaknya bergaul dengan baik, dan Haruto merasa puas dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak igin mengancurkan hubungan mereka bertiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ia selalu ngin seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah cukup bagus, pikirnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berlari lurus di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan deras tidak juga berhenti, guntur mulai bergemuruh, kilat saling menyambar sepanjang malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mangabaikan cuaca buruk, Harutora berlari sendirian di tempat konstruksi yang telah diubah menjadi medan perang sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berlari mengejat Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia berlari berusaha menghentikan Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya kosong, ia tidak bisa memikirkan apapun dan terus bergegas ke depan. Napasna tidak menentu, dan ia merasakan jantungnya robek, rasa sakit menjalar keseuruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakitnya telah ditiadakan dengan jimat penyembuh untuk mengobati luka dan kelelahan, dan setiap kali efeknya habis, ia mengeluarkan yang baru dan tidak pernah berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kegelapan, lampu jalan di setiap sisi bersinar redup. Dia hampir tidak bisa melihat langkah kakinya sendiri dalam hujan deras ini, dan hanya bisa melihat samar-samar jalan di depannnya. Dia sudah lupa berapa lama waktu berlalu, seberapa jauh ia berlari, ia hanya  bisa mendengar suara guntur dan napasnya yang  terengah-engah. Terus berlari dalam hujan, sepanjang malam dibawah kilatan petir, bergerak maju pada jalan yang tidak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya mencengkram jimat Hokuto yang ditinggalkannya setelah  menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berusaha untuk tidak memikirkan Hokuto saat ini, berusaha agar pikirannya tidak kehilangan konsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya tidak sengaja pudar bersama pernapasannya yang kacau. Saat ia tersandung, jatuh ke jalan, kenangan dalam dirinya meledak satu-persatu seperti longsoran salju, membuatnya teringat akan hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Hokuto tidak pernah berubah sejak pertama kali mereka bertemu. Tubuhnya kurus, namun memiliki kekuatan yang luar biasa. Kakinya cepat, dan bahkan bisa menangkap Touji yang berlari sekuat tenaga. Dia tidak suka membicarakan tentang dirinya sendiri, tidak pernah menyebutkan keluarga ataupun teman-temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sekarang, ketika ia terluka namun tidak ada setetes darah pun yang mengalir, ia bahkan memblokir kaki baja laba-laba sekaligus melemparkan sihir pada saat yang sama. Dia menghilang seperti asap ketika ia berbaring di pangkuan Harutora, mengatakan padanya agar ia lari. Dia tidak menjadi mayat, tetapi berubah menjadi jimat shikigami sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir bahwa hal seperti itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Siaal!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kehabisan napas, berteriak &#039;bodoh&#039; dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Kenapa dia shikigami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemikiran bahwa Hokuto yang ini adalah palsu mulai muncul. Dan Hokuto yang sebenarnya mungkin berada ditempat lain. Tapi ia tidak bisa terus menipu dirinya seperti ini. &amp;quot;Aku telah berbohong padamu, aku minta maaf kerena selama ini aku menipumu.&amp;quot; Hokuto telah mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah semuanya palsu? Keberadaannya juga  palsu? Dan kenangan bersamanya juga palsu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua waktu yang telah ia lalui bersamanya, setiap kata-katanya, semuanya merupakan kebohongan -Mungkinkah ia telah ditipu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika semuanya merupakan kebohongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika keberadaan Hokuto merupakan kebohongan dari awal. Jika memang ia tidak pernah ada ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&#039;Harutora, aku mencintaimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petir menyambar dan guntur bergemuruh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin berteriak sekeras yang dia bisa, tapi napasnya saat ini telah habis, bahkan ia tidak bisa berteriak dalam hatinya. Ia hanya melangkah maju, berlari dalam keputus asaan, berpikir untuk berlari sampai ujung dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan. Malam. Petir. Guntur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya mulai kabur, kesadarannya memudar, ia bahkan tidak bisa merasakan gerakan kakinya sendiri. Seolah-olah tubuhnya sudah lama kehabisan energi dan hanya bergantung pada jiwanya untuk terus berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya bergantung pada jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilatan petir membelah langit, diikuti oleh gemuruh guntur, dan udara bergetar dengan intens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Benar juga, kemana jiwa Hokuto pergi? Dia juga memiliki jiwa kan? Jika dia seperti itu - Jika shikigami memiliki jiwa, aku ingin bertemu dengannya sekali lagi bahkan jika dia palsu. Semuanya akan baik-baik saja jika aku melihatnya lagi. Jika jiwanya berkeliaran disuatu tempat sampai sekarang ...&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu berapa lama ia telah berjalan. Ketika ia menyadarinya, ia tidak lagi melihat lampu jalan yang bersinar redup. Hujan yang terus jatuh membasahi bumi, seolah-olah semua cahaya telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung kegelapan, dari sisi lain, sedikit kabur, titik cahaya dapat terlihat berpendar samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Hokuto?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, itu bukan jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah cahaya lentera. Harutora tahu bahwa ia telah mencapai tempat tujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jalan kecil lurus, mengarah pada jalan menanjak untuk mengakses bukit di belakangnya. Ada tangga batu di sisi jalan, dan atap kayu kuno dipinggir tangga batu tersebut, dengan lentera tergantung di bawah atap menghasikan cahaya berkabut dalam hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guntur berkelebat, menerangi lentera di bawah atap itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Simbol keluarga, Pentagram dapat terlihat pada lentera itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diikuti dengan kata &#039;Tsuchimikado&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berdiri sejenak, menghirup napas melihat sumber cahaya. Kemudian ia berjalan lebih dekat seolah untuk mengusir kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri disamping lentera, melihat tangga batu. Langkah nya yang terjal dalam kegelapan, menyatu dengan suasana pohon-pohon yang rapat di kedua sisi, memberikan kesan menakutkan. Dua titik cahaya berinar seperti fatamorgana dibagian atas lentera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menaiki tangga batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara hujan mulai melemah, diikuti suara pohon dan rumput saling bergesekan sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melangkah menaiki tangga batu satu demi satu, langkah demi langkah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan yang gelap, hanya dengan mengandalkan cahaya dari kilatan petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akhirnya mencapai puncak bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pintu dapat terlihat di ujung tangga batu. Dengan simbol pentagram mirip dengan lentera yang di bawah dikedua sisi pintu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan membuka pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain pintu adalah kediaman utama keluarga Tsuchimikado, yang seakan tersembunyi dalam kegelapan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah lama tidak berkunjung ke tempat ini. Tidak ada lampu listrik dapat terlihat, dan juga tidak tampak seorangpun dapat terihat. Tapi ada suatu perasaan kehadiran, seolah-olah rumah ini sendiri bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Apakah Natsume tiba di rumah dengan selamat?&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora sedikit cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Tutup pintu nya, aku diruangan Bellflower ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat dirinya berpikir bahwa ia salah dengar. Tapi, ia tidak keliru. Seekor kupu-kupu terbang ke arahnya. Dengan suara murni menuntun Harutora memberikan suasana menyeramkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupu-kupu di hadapannya adalah shikigami dengan suara Natsume. Sepertinya, ia memang telah berada dirumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memegang erat-erat jimat Shikigami di tangannya, setelah itu mengikuti kupu-kupu itu.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508057</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508057"/>
		<updated>2016-12-12T21:24:51Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: /* Bagian 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Hokuto bertemu saat liburan musim panas pertama mereka saat SMP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebuah taman kecil dekat dengan halte trem, dibawah langit biru, langit cerah tak berawan, daun-daun berkilauan seperti zamrud di bawah sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kali bertemu Hokuto, dirinya tidak mampu mengalihkan pandangan nya dari gadis itu. Dia tampak seperti Idol yang Harutora sukai saat itu, ditambah umur nya yang tampak sebaya dengan dirinya. Harutora terus memperhatikan gadis itu dari jauh, ia bertanya-tanya dimana gadis cantik ini bersekolah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu duduk sendirian di bangku taman, dan saat ia balik menatapnya, Harutora merasakan tubuhnya tiba-tiba melompat seperti pegas. Mata gadis itu melebar kearah nya, dan mulutnya ternganga membuat reaksi aneh. Bagaimanapun, dia tidak tahu apapun mengenai gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa hal itu sangat aneh, lalu ia mencoba mendekati gadis itu. Sesaat kemudian, gadis itu dengan cepat melarikan diri dari taman, menghilang tanpa jejak, meninggalkan Harutora yang berdiri dengan pandangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah pertemuan pertama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Hokuto lagi. Sebenarnya, istilah &amp;quot;pertemuan&amp;quot; kurang tepat. Hari kedua setelah pertemuan pertama mereka di taman, ia melihat dirinya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, Harutora merasa ada seseorang yang selalu memata-matai dirinya. Ia tidak merasa seperti itu ketika di dalam rumah, tapi saat berjalan keluar, ia merasa seperti ada yang manatapnya dari belakang. Tapi setiap kali ia berbalik, tidak nampak siapapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian seperti itu sering terjadi, ia bertanya-tanya apakah ini hanyalah imajinasinya. Tapi, ia tidak menyangka bahwa dirinya memang benar-benar diikuti. Ia menemukannya murni secara kebetulan. Pada saat itu, ia berjalan melewati mobil yang diparkir di samping, ia melihat sosok yang  mengikutinya dari balik pantulan cermin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah gadis yang ia temui di taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia secara refleks berbalik, mata mereka saling bertemu, gadis itu terkejut. Dia langsung melarikan diri, Harutora berusaha mengejar dirinya. Sayangnya, gadis itu terlalu cepat, dan sosoknya perlahan menghilang dari kejauhan ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali setelah itu, hal yang sama akan terus terjadi setiap tiga hari, tidak lama setelah itu menjadi dua hari, dan sampai akhirnya, drama ini akan berlangsung setiap hari. Ini adalah hubungan aneh yang ia miliki dengan gadis itu selama hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengejar, Hakuto berlari, dan kejadian ini berangsung selama beberapa periode waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;&#039;Kenapa ia mengikutiku? kenapa dia lari?&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora memikirkan ini tapi ia tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memikirkan beberapa kemungkinan, tapi ia tidak bisa secara pasti memastikannya. Sebelum ia sadar, ia sebenarnya menyukai permainan kejar-kejaran ini. Dia belum pernah melewati liburan musim panas di mana ia memutar otak, berlari, mengeluarkan tenaga, dan berkeringat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerap sinar matahari seperti ini, membuatnya nostalgia dengan kejar-kejaran selama musim panas dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun pada akhirnya, Harutora tidak bisa menangkap Hakuto sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari terakhir liburan musim panas, ia memutuskan untuk mengubah metode nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu pagi, Harutora datang ke taman, tempat dimana mereka pertama kali bertemu, dan menunggunya disana sepanjang hari. Dia tidak melakukan apapun, hanya menunggu, berdiam diri dengan ekspresi bodoh. Dalam melakukan ini, ia bertanya-tanya, apakah dirinya sudah gila? Dia mengalami siksaan panas, berkeringat sampai hampir dehidrasi. Namun pergi ke tempat teduh tidak pernah ia pikirkan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto akhirnya muncul pada sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari segera jatuh di cakrawala, di saat itu, dimana cahaya tidak benar-benar menghilang. Ketika langit dicelup warna merah seperti sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto yang tampak penuh tekad berjalan ke arah Harutora. Ia perlahan membuka mulutnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Harutora segera bicara terlebih dahulu sebelum ia membuat suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa, kamu menang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menutup mulutnya, memandang Harutora, seperti menerka apa maksud sebenarnya kata-kata itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak berhasil menangkapmu bahkan sampai terakhir kali, jadi aku pikir kamu tidak ingin aku tahu apa latar belakangmu, iyakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto berdiam diri dengan wajah canggung, tapi Harutora terus terseyum berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu sangat cepat untuk ukuran gadis. Tapi setidaknya aku akan memberitahu namaku, aku Harutora.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengulurkan tangan saat mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto melihat tangan Harutora seperti hewan kecil menatap makanan. Pandangannya turun, mata nya yang besar secara bertahap berkilau dengan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan mengulurkan tangannya, takut-takut menyentuh tangan Hirotora. Kemudian menggenggam tangannya tegas, seperti tidak akan membiarkannya pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, senyum mekar naif sering terlihat di wajah Hokuto. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir tidak mengerti Hokuto sama sekali. Dia seorang gadis misterius. Touji telah memberitahunya hal ini, tapi ia tidak pedui, karena pada akhirnya ia menyukai Hokuto berada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas akhirnya berakhir, menyambut musim gugur, musim dingin, dan akhirnnya satu tahun telah berlalu. Tahun kedua berlalu, dua dari mereka tetap dikelas yang sama. Touji begabung selama tahun ketiga, membuat suasana lebih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis misterius dan remaja bermasalah. Semua orang tampaknya bergaul dengan baik, dan Haruto merasa puas dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak igin mengancurkan hubungan mereka bertiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ia selalu ngin seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah cukup bagus, pikirnya&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508055</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508055"/>
		<updated>2016-12-12T21:12:32Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;b&amp;gt;Bagian 1&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Hokuto bertemu saat liburan musim panas pertama mereka saat SMP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebuah taman kecil dekat dengan halte trem, dibawah langit biru, langit cerah tak berawan, daun-daun berkilauan seperti zamrud di bawah sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kali bertemu Hokuto, dirinya tidak mampu mengalihkan pandangan nya dari gadis itu. Dia tampak seperti Idol yang Harutora sukai saat itu, ditambah umur nya yang tampak sebaya dengan dirinya. Harutora terus memperhatikan gadis itu dari jauh, ia bertanya-tanya dimana gadis cantik ini bersekolah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu duduk sendirian di bangku taman, dan saat ia balik menatapnya, Harutora merasakan tubuhnya tiba-tiba melompat seperti pegas. Mata gadis itu melebar kearah nya, dan mulutnya ternganga membuat reaksi aneh. Bagaimanapun, dia tidak tahu apapun mengenai gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa hal itu sangat aneh, lalu ia mencoba mendekati gadis itu. Sesaat kemudian, gadis itu dengan cepat melarikan diri dari taman, menghilang tanpa jejak, meninggalkan Harutora yang berdiri dengan pandangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah pertemuan pertama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Hokuto lagi. Sebenarnya, istilah &amp;quot;pertemuan&amp;quot; kurang tepat. Hari kedua setelah pertemuan pertama mereka di taman, ia melihat dirinya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, Harutora merasa ada seseorang yang selalu memata-matai dirinya. Ia tidak merasa seperti itu ketika di dalam rumah, tapi saat berjalan keluar, ia merasa seperti ada yang manatapnya dari belakang. Tapi setiap kali ia berbalik, tidak nampak siapapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian seperti itu sering terjadi, ia bertanya-tanya apakah ini hanyalah imajinasinya. Tapi, ia tidak menyangka bahwa dirinya memang benar-benar diikuti. Ia menemukannya murni secara kebetulan. Pada saat itu, ia berjalan melewati mobil yang diparkir di samping, ia melihat sosok yang  mengikutinya dari balik pantulan cermin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah gadis yang ia temui di taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia secara refleks berbalik, mata mereka saling bertemu, gadis itu terkejut. Dia langsung melarikan diri, Harutora berusaha mengejar dirinya. Sayangnya, gadis itu terlalu cepat, dan sosoknya perlahan menghilang dari kejauhan ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali setelah itu, hal yang sama akan terus terjadi setiap tiga hari, tidak lama setelah itu menjadi dua hari, dan sampai akhirnya, drama ini akan berlangsung setiap hari. Ini adalah hubungan aneh yang ia miliki dengan gadis itu selama hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengejar, Hakuto berlari, dan kejadian ini berangsung selama beberapa periode waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;&#039;Kenapa ia mengikutiku? kenapa dia lari?&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora memikirkan ini tapi ia tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memikirkan beberapa kemungkinan, tapi ia tidak bisa secara pasti memastikannya. Sebelum ia sadar, ia sebenarnya menyukai permainan kejar-kejaran ini. Dia belum pernah melewati liburan musim panas di mana ia memutar otak, berlari, mengeluarkan tenaga, dan berkeringat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerap sinar matahari seperti ini, membuatnya nostalgia dengan kejar-kejaran selama musim panas dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun pada akhirnya, Harutora tidak bisa menangkap Hakuto sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari terakhir liburan musim panas, ia memutuskan untuk mengubah metode nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu pagi, Harutora datang ke taman, tempat dimana mereka pertama kali bertemu, dan menunggunya disana sepanjang hari. Dia tidak melakukan apapun, hanya menunggu, berdiam diri dengan ekspresi bodoh. Dalam melakukan ini, ia bertanya-tanya, apakah dirinya sudah gila? Dia mengalami siksaan panas, berkeringat sampai hampir dehidrasi. Namun pergi ke tempat teduh tidak pernah ia pikirkan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto akhirnya muncul pada sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari segera jatuh di cakrawala, di saat itu, dimana cahaya tidak benar-benar menghilang. Ketika langit dicelup warna merah seperti sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto yang tampak penuh tekad berjalan ke arah Harutora. Ia perlahan membuka mulutnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Harutora segera bicara terlebih dahulu sebelum ia membuat suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa, kamu menang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menutup mulutnya, memandang Harutora, seperti menerka apa maksud sebenarnya kata-kata itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak berhasil menangkapmu bahkan sampai terakhir kali, jadi aku pikir kamu tidak ingin aku tahu apa latar belakangmu, iyakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto berdiam diri dengan wajah canggung, tapi Harutora terus terseyum berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu sangat cepat untuk ukuran gadis. Tapi setidaknya aku akan memberitahu namaku, aku Harutora.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengulurkan tangan saat mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto melihat tangan Harutora seperti hewan kecil menatap makanan. Pandangannya turun, mata nya yang besar secara bertahap berkilau dengan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan mengulurkan tangannya, takut-takut menyentuh tangan Hirotora. Kemudian menggenggam tangannya tegas, seperti tidak akan membiarkannya pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, senyum mekar naif sering terlihat di wajah Hokuto. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir tidak mengerti Hokuto sama sekali. Dia seorang gadis misterius. Touji telah memberitahunya hal ini, tapi ia tidak pedui, karena pada akhirnya ia menyukai Hokuto berada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas akhirnya berakhir, menyambut musim gugur, musim dingin, dan akhirnnya satu tahun telah berlalu. Tahun kedua berlalu, dua dari mereka tetap dikelas yang sama. Touji begabung selama tahun ketiga, membuat suasana lebih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis misterius dan remaja bermasalah. Semua orang tampaknya bergaul dengan baik, dan Haruto merasa puas dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak igin mengancurkan hubungan mereka bertiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ia selalu ngin seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah cukup bagus, pikirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Bagian 2&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berlari lurus di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan deras tidak juga berhenti, guntur mulai bergemuruh, kilat saling menyambar sepanjang malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mangabaikan cuaca buruk, Harutora berlari sendirian di tempat konstruksi yang telah diubah menjadi medan perang sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berlari mengejat Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia berlari berusaha menghentikan Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya kosong, ia tidak bisa memikirkan apapun dan terus bergegas ke depan. Napasna tidak menentu, dan ia merasakan jantungnya robek, rasa sakit menjalar keseuruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakitnya telah ditiadakan dengan jimat penyembuh untuk mengobati luka dan kelelahan, dan setiap kali efeknya habis, ia mengeluarkan yang baru dan tidak pernah berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kegelapan, lampu jalan di setiap sisi bersinar redup. Dia hampir tidak bisa melihat langkah kakinya sendiri dalam hujan deras ini, dan hanya bisa melihat samar-samar jalan di depannnya. Dia sudah lupa berapa lama waktu berlalu, seberapa jauh ia berlari, ia hanya  bisa mendengar suara guntur dan napasnya yang  terengah-engah. Terus berlari dalam hujan, sepanjang malam dibawah kilatan petir, bergerak maju pada jalan yang tidak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya mencengkram jimat Hokuto yang ditinggalkannya setelah  menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berusaha untuk tidak memikirkan Hokuto saat ini, berusaha agar pikirannya tidak kehilangan konsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya tidak sengaja pudar bersama pernapasannya yang kacau. Saat ia tersandung, jatuh ke jalan, kenangan dalam dirinya meledak satu-persatu seperti longsoran salju, membuatnya teringat akan hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Hokuto tidak pernah berubah sejak pertama kali mereka bertemu. Tubuhnya kurus, namun memiliki kekuatan yang luar biasa. Kakinya cepat, dan bahkan bisa menangkap Touji yang berlari sekuat tenaga. Dia tidak suka membicarakan tentang dirinya sendiri, tidak pernah menyebutkan keluarga ataupun teman-temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sekarang, ketika ia terluka namun tidak ada setetes darah pun yang mengalir, ia bahkan memblokir kaki baja laba-laba sekaligus melemparkan sihir pada saat yang sama. Dia menghilang seperti asap ketika ia berbaring di pangkuan Harutora, mengatakan padanya agar ia lari. Dia tidak menjadi mayat, tetapi berubah menjadi jimat shikigami sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir bahwa hal seperti itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Siaal!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kehabisan napas, berteriak &#039;bodoh&#039; dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Kenapa dia shikigami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemikiran bahwa Hokuto yang ini adalah palsu mulai muncul. Dan Hokuto yang sebenarnya mungkin berada ditempat lain. Tapi ia tidak bisa terus menipu dirinya seperti ini. &amp;quot;Aku telah berbohong padamu, aku minta maaf kerena selama ini aku menipumu.&amp;quot; Hokuto telah mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah semuanya palsu? Keberadaannya juga  palsu? Dan kenangan bersamanya juga palsu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua waktu yang telah ia lalui bersamanya, setiap kata-katanya, semuanya merupakan kebohongan -Mungkinkah ia telah ditipu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika semuanya merupakan kebohongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika keberadaan Hokuto merupakan kebohongan dari awal. Jika memang ia tidak pernah ada ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&#039;Harutora, aku mencintaimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petir menyambar dan guntur bergemuruh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin berteriak sekeras yang dia bisa, tapi napasnya saat ini telah habis, bahkan ia tidak bisa berteriak dalam hatinya. Ia hanya melangkah maju, berlari dalam keputus asaan, berpikir untuk berlari sampai ujung dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan. Malam. Petir. Guntur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya mulai kabur, kesadarannya memudar, ia bahkan tidak bisa merasakan gerakan kakinya sendiri. Seolah-olah tubuhnya sudah lama kehabisan energi dan hanya bergantung pada jiwanya untuk terus berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya bergantung pada jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilatan petir membelah langit, diikuti oleh gemuruh guntur, dan udara bergetar dengan intens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Benar juga, kemana jiwa Hokuto pergi? Dia juga memiliki jiwa kan? Jika dia seperti itu - Jika shikigami memiliki jiwa, aku ingin bertemu dengannya sekali lagi bahkan jika dia palsu. Semuanya akan baik-baik saja jika aku melihatnya lagi. Jika jiwanya berkeliaran disuatu tempat sampai sekarang ...&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu berapa lama ia telah berjalan. Ketika ia menyadarinya, ia tidak lagi melihat lampu jalan yang bersinar redup. Hujan yang terus jatuh membasahi bumi, seolah-olah semua cahaya telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung kegelapan, dari sisi lain, sedikit kabur, titik cahaya dapat terlihat berpendar samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Hokuto?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, itu bukan jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah cahaya lentera. Harutora tahu bahwa ia telah mencapai tempat tujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jalan kecil lurus, mengarah pada jalan menanjak untuk mengakses bukit di belakangnya. Ada tangga batu di sisi jalan, dan atap kayu kuno dipinggir tangga batu tersebut, dengan lentera tergantung di bawah atap menghasikan cahaya berkabut dalam hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guntur berkelebat, menerangi lentera di bawah atap itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Simbol keluarga, Pentagram dapat terlihat pada lentera itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diikuti dengan kata &#039;Tsuchimikado&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berdiri sejenak, menghirup napas melihat sumber cahaya. Kemudian ia berjalan lebih dekat seolah untuk mengusir kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri disamping lentera, melihat tangga batu. Langkah nya yang terjal dalam kegelapan, menyatu dengan suasana pohon-pohon yang rapat di kedua sisi, memberikan kesan menakutkan. Dua titik cahaya berinar seperti fatamorgana dibagian atas lentera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menaiki tangga batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara hujan mulai melemah, diikuti suara pohon dan rumput saling bergesekan sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melangkah menaiki tangga batu satu demi satu, langkah demi langkah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan yang gelap, hanya dengan mengandalkan cahaya dari kilatan petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akhirnya mencapai puncak bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pintu dapat terlihat di ujung tangga batu. Dengan simbol pentagram mirip dengan lentera yang di bawah dikedua sisi pintu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan membuka pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain pintu adalah kediaman utama keluarga Tsuchimikado, yang seakan tersembunyi dalam kegelapan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah lama tidak berkunjung ke tempat ini. Tidak ada lampu listrik dapat terlihat, dan juga tidak tampak seorangpun dapat terihat. Tapi ada suatu perasaan kehadiran, seolah-olah rumah ini sendiri bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Apakah Natsume tiba di rumah dengan selamat?&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora sedikit cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Tutup pintu nya, aku diruangan Bellflower ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat dirinya berpikir bahwa ia salah dengar. Tapi, ia tidak keliru. Seekor kupu-kupu terbang ke arahnya. Dengan suara murni menuntun Harutora memberikan suasana menyeramkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupu-kupu di hadapannya adalah shikigami dengan suara Natsume. Sepertinya, ia memang telah berada dirumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memegang erat-erat jimat Shikigami di tangannya, setelah itu mengikuti kupu-kupu itu.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Bagian 3&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berjalan ke arah pintu masuk, bergerak melalui kolidor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedikit khawatir memasuki ruangan dengan keadaan basah kuyup seperti ini, tapi dengan lingkungan yang gelap, akan sulit baginya untuk menyalakan lampu, apalagi menemukan handuk kering. Hanya kupu-kupu di depannya lah yang bersinar dalam kegelapan. Dia mengikuti kupu-kupu tersebut, mengandalkan ingatannya saat mengunjungi tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sebentar berjalan, ia samar melihat cahaya bersinar melalui pintu geser di koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan berlantai kayu, yang disebut &#039;Bellflower Room&#039; oleh keluarga Tsuchimikado. Kupu-kupu terbang mendekati pintu geser, pintu itu terbuka sesaat setelah Harutora mendekatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya lilin menerangi seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan tersebut luas nya sekitar dua belas tatami, sebuah altar yang diatur dengan Yorishiro, dengan Sakaki dan Gohei untuk sembahyang. Ada juga berbagai instrumen yang ditampilkan disekitarnya, berbagai gulungan mantra tergantung, beberapa lilin ditempatkan di atas altar, api nya lembut bergoyang menerangi ruangan yang remang-remang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Interior ruangan memberikan aroma sejuk dicampur panas dan hujan, tetapi pada saat yang sama, ia dapat mencium aroma dupa yang melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume duduk di tengah ruangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;img src=&amp;quot;https://www.baka-tsuki.org/project/thumb.php?f=Tr1_217.png&amp;amp;width=300&amp;quot;&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora agak terkejut. Natsume telah mengenakan pakaian aslinya, dengan hakama Jepang tradisional berwarna putih merah seorang gadis miko, duduk menyiapkan jimat yang telah ia taruh di lantai. Kupu-kupu terbang ke arahnya, berhenti di lantai, lalu kembali ke bentuk jimat shikigami kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Natsume.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume perlahan mengangkat kepalanya. Rambutnya yang hitam meluncur tanpa suara berkilau dengan cahaya lilin yang berkedip-kedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupu-kupu shikigami sepertinya hanya shikigami biasa yang dimanipulasi oleh Natsume, dengan kata lain Natsume ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kekuatan spiritualmu sudah pulih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya. Sekerang jauh lebih baik, meskipun aku belum pulih sepenuhnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ...... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memberikan jawaban. Tapi, jawabannya itu jelas menunjukan bahwa tekadnya sangat kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana di dalam ruangan cukup tenang, meskipun suara gemercik hujan samar-samar bisa terdengar. Tempat ini memberikan perasaan seakan terpisah dari dunia luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini seakan ditutupi oleh suatu penghalang, dan di dalam penghalang ini, berlalunya waktu seakan hanya ditunjukan oleh goyangan lilin dan dupa yang terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Haruto-kun, kau terluka? Kau nampaknya kurang baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, aku baik-baik saja, aku seperti ini karena aku terus berlari kemari.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume nampak terkejut setelah mendengarnya. Kemudian ia mengambil handuk di sisinya dan memberikannya pada Harutora. Harutora mengambil handuk, dalam hatinya ia sangat bersyukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Maaf membuatmu pulang sendirian dengan kondisi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengusap kepalanya dengan handuk, meminta maaf pada Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume segera menjawab tegas, seakan menghinanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sopir sudah menjelaskan situasi waktu itu. Saat aku terbangun di dalam mobil, aku sangat ketakutan ... Aku tidak bisa tenang setelah mendengar penjelasan sopir. Aku telah membicarakannya dengan mu di kafe sebelumnya, lalu kenapa kau datang kemari?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia nampak nya benar-benar gila, kata-katanya tajam seperti biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Harutora sangat bersyukur dari dalam lubuk hatinya setelah mendengar kuliah Natsume. Dia belum lama mendengar suaranya, tapi rasanya itu sudah lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pahit, perasaan memaki dirinya sendiri menggumpal di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika saja dia tidak datang kemari, Hokuto mungkin tidak akan mati, dan hari-hari seperti biasa tidak akan hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Aku sangat tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bergumam lemah, Natsume marah tanpa sadar mengerutkan bibirnya saat melihat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia agak tenang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankankah kau tinggal di belakang untuk mempelajari &#039;Anak Ajaib&#039; dan Penyidik sihir? Dilihat dari penampilanmu sekarang, sepertinya itu bukan hasil yang bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ... Ya ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab datar, memalingkan matanya lalu duduk di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak dalam suasana hati yang baik untuk melihat Natsume, membiarkan handuk menutupi wajahnya, lalu menceritakan pertempuran sihir yang baru ia saksikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekalahan Penyidik sihir; Pemangilan tentara iblis berlapis baja oleh Suzuka. Lalu isi percakapannya dengan Suzuka, dan cerita lengkap bagaimana ia membujuk Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia ragu-ragu, ia masih melaporkan tentang peristiwa Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghindari cerita yang bertele-tele, Harutora memberitahu segala sesuatu yang dia lihat dengan jujur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga memberitahu apa yang terjadi pada salah satu teman berharganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mendengarkan dengan seksama tanpa menyela Harutora bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lilin menyala di belakang punggungnya, wajahnya tertutupi bayangan karena ia membelakangi sumber cahaya. Bayangan samar bergoyang di wajahnya yang cantik, dan matanya bersinar dengan cahaya misterius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap Natsume tidak berubah sejak awal, dia dengan tenang mendengarkan semuanya, mengangguk hanya ketika Harutora selesai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ....  Aku mengerti, jadi dia mengeluarkan tentara Juggernaut berarmor .... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kau mengetahui sesuatu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku hanya tahu namanya saja. Dia mungkin mengambil shikigami yang digunakan untuk tujuan penelitian. Akan tetapi, shikigami ini bukanlah jenis yang bisa dimanipuasi oleh orang biasa .... Seperti yang diharapkan dari &#039;Anak ajaib&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume bicara dengan lembut, mungkin dia khwatir menyinggung perasaan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa ada cara mengalahkannya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak tahu, yang pasti, ini akan sangat sulit.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Meski begitu, apa kau masih akan melaksanakan &#039;tanggung jawabmu&#039; semaksimal mungkin?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menjawab tegas, singkat, dan tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berada pada usia yang sama dengan Harutora, ia kesal. Kenapa Natsume berbeda dengan dirinya? Ketika mereka masih kecil, Harutora selalu lebih unggul, tapi sekarang gadis itu sudah sekuat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga Tsuchimikado. Tugasnya sebagai ahli waris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi apa arti semua itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Tch.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memejamkan matanya erat-erat, sambil menggelengkan kepalanya, berusaha lari dari kebingungnnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa maksudmu? Biarkan aku menegaskan satu hal, tidak peduli apapun yang kau katakan, kau tidak bisa mencegahku dari melaksanakan tanggung jawabku, karena aku adalah anggota dari keluarga Tsuchimikado.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Hanya itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh? T-tentu saja, karena Taizan Fukun adalah ritual yang berbahaya, dan aku tidak bisa membiarkan ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Natsume semakin lemah dibawah tekanan dari tatapan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume, keras kepalamu tentang &#039;tanggung jawab&#039; karena kau adalah reinkarnasi Yakou, iyakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan tatapan tajam pada Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha ...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi Natsume di luar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya melebar, ia sesaat terkejut mendengar pernyataan Harutora, seluruh tubuhnya terlihat membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meluruskan punggungnya, ekspresinya serius. Mungkin ia sudah tahu bila suatu saat akan dimintai pertanyaan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membalas tatapan Harutora kembali, memberinya jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Harutora-kun, aku tidak tahu apakah aku adalah reinkarnasi Yakou atau bukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangguk setelah mendengar jawaban Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena teman masa kecilnya memilih tulus menjawab pertanyaan lancang ini, ia harus menunjukan ketulusan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau sama sekali tidak memiliki kenangan yang berkitan dengan Yakou?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Terlebih lagi, sihir tidak bisa membuktikan apakah seseorang itu keturunan Yakou atau bukan .....  Apa kau mendengar gosip ini dari seseorang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memastikan, Harutora mengangguk dengan membuat suara &#039;nn&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebenarnya, aku baru mendengarnya hari ini, jadi aku belum bisa memastikan kebenarannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak tahu berapa orang yang tahu atau berapa banyak orang yang percaya. Aku telah menenyakan ini pada Ayah sebellumnya, tapi dia menolak menjawab.Yang jelas, rumor ini sudah ada sejak aku lahir.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejak kau lahir? Tidak menyebar setelah orang tahu bakat luar biasamu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar, tapi bakatku tidak banyak. Jangan keliru, aku melakukan banyak usaha untuk ini. Dari yang aku tahu, hanya ada rumor tentangku sebagai reinkarnsi Yokou.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ....... Aku mengerti ..... Jadi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto bergumam, menjawab dengan ambigu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia baru mengetahui rahasia teman masa kecilnya sekarang. Natsume bukaan hanya penerus keluarga utama, tapi juga beban sebagai &#039;reinkarnasi Yoko&#039; menyertainya sejak ia lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia teringat kata-kata Suzuka sebelumnya.&#039;&amp;lt;i&amp;gt;Semua orang akan menaikan suranya untuk mengutuk saudaramu ... Bukan hanya Agensi Onmyou, dan dia akan terus hidup menyedihkan seperti itu.&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; .... Apa yang menyakitkan baginya adalah, tidak bisakah dirinya membujuk Shizuka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Terlahir dalam keluarga utama Tsuchimikado, terpilih sebagai pewaris, lalu &#039;kemungkinan&#039; sebagai reinkrnasi Yokou- Oleh karena  itu, aku tidak bisa membiarkan dia begitu saja, seolah-olah mmbiarkan apapun yang dia inginkan, padadasarnya, hal itu akan menyangkal keberadaan dan posisiku sendiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tersenyum hampa setelah mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, senyum itu sendiri seperti mengejek dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Kau bisa memanggilku seseorang tanpa &#039;kepribadian&#039;. Posisiku sangat rumit, dan akupun tidak punya kehendak atau keinginan, dan mungkin aku tidak ada bedanya dengan shikigami.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum kosong di wajah teman masa kecilnya sangat menusuk hati Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami tidak punya jiwa, hanya wujud fisik. Kata-kata ini mengingatkannya pada Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto adalah shikigami. Tapi dia tidak pernah percaya bahwa Hokuto tidak memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, Natsume adalah manusia, tapi dia percaya bahwa dia tidak memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar tidak mengerti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Hah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tersentak, disebabkan Harutora menatapnya tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar tidak mengerti, apakah ada perbedaan besar antara manausia dan shikigami? Hokuto yang aku sebutkan tadi sebenarnya adalah shikigami. Meski begitu, Hokuto adalah Hokuto. Kau juga sama, benarkan, Natsume? Kau adalah kau. Atau kau mau mengatakan bahwa selama ini dirimu adalah kebohongan? semuanya hanya imajinasi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;H, Harutora-kun .....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto marah pada Natsume, lidahnya kelu - &amp;quot;Tidak.&amp;quot; Dia terus bicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika semuanya merupakan kebohongan, maka aku hanyalah orang idiot yang tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan. Lebih penting lagi, jika keberadaamu, dan semua yang telah kita lewati, apa menurutmu semua itu juga bohong?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengeluarkan segala isi pikirannya, dan setengahnya adalah untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia menyadari hal itu, dia sendiri telah berlinang dengan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak Hakuto menghilang, ini adalah pertama kalinya ia menangis. Sesuatu yang hangat mengalir keluar melewati pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haruto-kun ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Natsume tidak tahu apa yang salah, ia masih menatapnya cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyadari telah membuat gadis ini khawatia, ia lalu memaksakan dirinya tersenyum dan menyeka air matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau, dalam situasi apapun, bagaimana bisa kau mengatakan tidak mempunyai &#039;kepribadian&#039;. Kau keras kepala dan seorang pemarah, dan bahkan kau selalu menceramahiku. Kau menyangkalnya karena posisimu, lalu apa? Kau hanya lari, seberapa banyak kau akan membohongi dirimu sendiri?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku, aku tidak ...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume membuka mulutnya untuk menyangkal. Pipinya memerah, tapi dia tidak bisa membantahnya, nampaknya ia telah sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyeringai, ia merasa ini agak lucu. Natsume, yang tepat di depannya, &lt;br /&gt;
terpengaruh olehnya, ia tersenyum ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari bahwa jarak antara dirinya dan Natsume sudah mulai diperpendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mereka berdua masih kecil- Natsume adalah gadis yang selalu mengikutinya kemanapun, dan mendengarkan setiap ucapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memahami banyak hal, gadis kecil dulu dengan dengan gadis di depannya ini saling tumpang tindih dalam pikiran Harutora. Masa lalu dan sekarang keduanya digabung menjadi satu, dan kenangan teman pertamanya yang sempat ia lupakan sekarang menjadi lebih jelas lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Tapi, ada sesuatu yang harus aku katakan padamu. Lahir dalam keluarga utama Tsuchimikado, terpilih sebagai pewaris berikutnya, dan kemungkinan sebagai reinkarnasi Yokou. Semua itu, adalah bagian dari dirimu. Kau yang keras kepala, pemarah, dan selalu menceramahiku, semua itu juga merupakan bagian dari dirimu. Dan yang pasti, ada banyak bagian lain yang aku tidak tahu dari dirimu, dan hal itu akan terus bertambah seiiring berjalannya waktu. Natsume yang sempurna, adalah dengan menambahkan semua bagian itu bersama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto bicara, kepalanya mengangguk menatap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menatapnya tanpa berkedip, ia bergumam lembut: &amp;quot;Nn.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora awalnya tidak tahu bahwa Hokuto adalah shikigami, jika saja dia tahu sebelumnya, mungkin dia tidak akan menghilang begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume juga sama. Meskipun ia tahu rumor tentang dirinya, teman masa kecilnya ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dupa mengeluarkan aroma lembut dalam cahaya lilin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menghirup napas dalam-dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memejamkan mata, meluruskan punggungnya lalu berdiri tegak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume, aku punya permintaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bicara dengan nada serius, Natsume waspada, wajahnya kembali tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Tidak ada gunanya menghentikanku, aku akan tetap pergi ke altar, karena aku adalah &#039;aku&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku paham jika soal itu, aku tidak ingin menghentikanmu. Bukan ini yang aku pinta darimu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku juga tidak akan mengizinkamu ikut denganku ke altar, bukankah kau gagal membujuknya? Aku bersyukur kau mengkhawatirkanku, tapi aku tidak bisa membawamu--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memotong perkataan Natsume, mngatakan permintaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biarkan aku menjadi shikigamini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;* * *&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508053</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508053"/>
		<updated>2016-12-12T21:11:15Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;b&amp;gt;Bagian 1&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Hokuto bertemu saat liburan musim panas pertama mereka saat SMP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebuah taman kecil dekat dengan halte trem, dibawah langit biru, langit cerah tak berawan, daun-daun berkilauan seperti zamrud di bawah sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kali bertemu Hokuto, dirinya tidak mampu mengalihkan pandangan nya dari gadis itu. Dia tampak seperti Idol yang Harutora sukai saat itu, ditambah umur nya yang tampak sebaya dengan dirinya. Harutora terus memperhatikan gadis itu dari jauh, ia bertanya-tanya dimana gadis cantik ini bersekolah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu duduk sendirian di bangku taman, dan saat ia balik menatapnya, Harutora merasakan tubuhnya tiba-tiba melompat seperti pegas. Mata gadis itu melebar kearah nya, dan mulutnya ternganga membuat reaksi aneh. Bagaimanapun, dia tidak tahu apapun mengenai gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa hal itu sangat aneh, lalu ia mencoba mendekati gadis itu. Sesaat kemudian, gadis itu dengan cepat melarikan diri dari taman, menghilang tanpa jejak, meninggalkan Harutora yang berdiri dengan pandangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah pertemuan pertama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Hokuto lagi. Sebenarnya, istilah &amp;quot;pertemuan&amp;quot; kurang tepat. Hari kedua setelah pertemuan pertama mereka di taman, ia melihat dirinya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, Harutora merasa ada seseorang yang selalu memata-matai dirinya. Ia tidak merasa seperti itu ketika di dalam rumah, tapi saat berjalan keluar, ia merasa seperti ada yang manatapnya dari belakang. Tapi setiap kali ia berbalik, tidak nampak siapapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian seperti itu sering terjadi, ia bertanya-tanya apakah ini hanyalah imajinasinya. Tapi, ia tidak menyangka bahwa dirinya memang benar-benar diikuti. Ia menemukannya murni secara kebetulan. Pada saat itu, ia berjalan melewati mobil yang diparkir di samping, ia melihat sosok yang  mengikutinya dari balik pantulan cermin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah gadis yang ia temui di taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia secara refleks berbalik, mata mereka saling bertemu, gadis itu terkejut. Dia langsung melarikan diri, Harutora berusaha mengejar dirinya. Sayangnya, gadis itu terlalu cepat, dan sosoknya perlahan menghilang dari kejauhan ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali setelah itu, hal yang sama akan terus terjadi setiap tiga hari, tidak lama setelah itu menjadi dua hari, dan sampai akhirnya, drama ini akan berlangsung setiap hari. Ini adalah hubungan aneh yang ia miliki dengan gadis itu selama hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengejar, Hakuto berlari, dan kejadian ini berangsung selama beberapa periode waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;&#039;Kenapa ia mengikutiku? kenapa dia lari?&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora memikirkan ini tapi ia tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memikirkan beberapa kemungkinan, tapi ia tidak bisa secara pasti memastikannya. Sebelum ia sadar, ia sebenarnya menyukai permainan kejar-kejaran ini. Dia belum pernah melewati liburan musim panas di mana ia memutar otak, berlari, mengeluarkan tenaga, dan berkeringat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerap sinar matahari seperti ini, membuatnya nostalgia dengan kejar-kejaran selama musim panas dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun pada akhirnya, Harutora tidak bisa menangkap Hakuto sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari terakhir liburan musim panas, ia memutuskan untuk mengubah metode nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu pagi, Harutora datang ke taman, tempat dimana mereka pertama kali bertemu, dan menunggunya disana sepanjang hari. Dia tidak melakukan apapun, hanya menunggu, berdiam diri dengan ekspresi bodoh. Dalam melakukan ini, ia bertanya-tanya, apakah dirinya sudah gila? Dia mengalami siksaan panas, berkeringat sampai hampir dehidrasi. Namun pergi ke tempat teduh tidak pernah ia pikirkan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto akhirnya muncul pada sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari segera jatuh di cakrawala, di saat itu, dimana cahaya tidak benar-benar menghilang. Ketika langit dicelup warna merah seperti sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto yang tampak penuh tekad berjalan ke arah Harutora. Ia perlahan membuka mulutnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Harutora segera bicara terlebih dahulu sebelum ia membuat suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa, kamu menang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menutup mulutnya, memandang Harutora, seperti menerka apa maksud sebenarnya kata-kata itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak berhasil menangkapmu bahkan sampai terakhir kali, jadi aku pikir kamu tidak ingin aku tahu apa latar belakangmu, iyakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto berdiam diri dengan wajah canggung, tapi Harutora terus terseyum berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu sangat cepat untuk ukuran gadis. Tapi setidaknya aku akan memberitahu namaku, aku Harutora.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengulurkan tangan saat mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto melihat tangan Harutora seperti hewan kecil menatap makanan. Pandangannya turun, mata nya yang besar secara bertahap berkilau dengan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan mengulurkan tangannya, takut-takut menyentuh tangan Hirotora. Kemudian menggenggam tangannya tegas, seperti tidak akan membiarkannya pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, senyum mekar naif sering terlihat di wajah Hokuto. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir tidak mengerti Hokuto sama sekali. Dia seorang gadis misterius. Touji telah memberitahunya hal ini, tapi ia tidak pedui, karena pada akhirnya ia menyukai Hokuto berada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas akhirnya berakhir, menyambut musim gugur, musim dingin, dan akhirnnya satu tahun telah berlalu. Tahun kedua berlalu, dua dari mereka tetap dikelas yang sama. Touji begabung selama tahun ketiga, membuat suasana lebih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis misterius dan remaja bermasalah. Semua orang tampaknya bergaul dengan baik, dan Haruto merasa puas dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak igin mengancurkan hubungan mereka bertiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ia selalu ngin seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah cukup bagus, pikirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Bagian 2&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berlari lurus di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan deras tidak juga berhenti, guntur mulai bergemuruh, kilat saling menyambar sepanjang malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mangabaikan cuaca buruk, Harutora berlari sendirian di tempat konstruksi yang telah diubah menjadi medan perang sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berlari mengejat Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia berlari berusaha menghentikan Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya kosong, ia tidak bisa memikirkan apapun dan terus bergegas ke depan. Napasna tidak menentu, dan ia merasakan jantungnya robek, rasa sakit menjalar keseuruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakitnya telah ditiadakan dengan jimat penyembuh untuk mengobati luka dan kelelahan, dan setiap kali efeknya habis, ia mengeluarkan yang baru dan tidak pernah berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kegelapan, lampu jalan di setiap sisi bersinar redup. Dia hampir tidak bisa melihat langkah kakinya sendiri dalam hujan deras ini, dan hanya bisa melihat samar-samar jalan di depannnya. Dia sudah lupa berapa lama waktu berlalu, seberapa jauh ia berlari, ia hanya  bisa mendengar suara guntur dan napasnya yang  terengah-engah. Terus berlari dalam hujan, sepanjang malam dibawah kilatan petir, bergerak maju pada jalan yang tidak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya mencengkram jimat Hokuto yang ditinggalkannya setelah  menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berusaha untuk tidak memikirkan Hokuto saat ini, berusaha agar pikirannya tidak kehilangan konsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya tidak sengaja pudar bersama pernapasannya yang kacau. Saat ia tersandung, jatuh ke jalan, kenangan dalam dirinya meledak satu-persatu seperti longsoran salju, membuatnya teringat akan hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Hokuto tidak pernah berubah sejak pertama kali mereka bertemu. Tubuhnya kurus, namun memiliki kekuatan yang luar biasa. Kakinya cepat, dan bahkan bisa menangkap Touji yang berlari sekuat tenaga. Dia tidak suka membicarakan tentang dirinya sendiri, tidak pernah menyebutkan keluarga ataupun teman-temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sekarang, ketika ia terluka namun tidak ada setetes darah pun yang mengalir, ia bahkan memblokir kaki baja laba-laba sekaligus melemparkan sihir pada saat yang sama. Dia menghilang seperti asap ketika ia berbaring di pangkuan Harutora, mengatakan padanya agar ia lari. Dia tidak menjadi mayat, tetapi berubah menjadi jimat shikigami sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir bahwa hal seperti itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Siaal!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kehabisan napas, berteriak &#039;bodoh&#039; dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Kenapa dia shikigami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemikiran bahwa Hokuto yang ini adalah palsu mulai muncul. Dan Hokuto yang sebenarnya mungkin berada ditempat lain. Tapi ia tidak bisa terus menipu dirinya seperti ini. &amp;quot;Aku telah berbohong padamu, aku minta maaf kerena selama ini aku menipumu.&amp;quot; Hokuto telah mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah semuanya palsu? Keberadaannya juga  palsu? Dan kenangan bersamanya juga palsu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua waktu yang telah ia lalui bersamanya, setiap kata-katanya, semuanya merupakan kebohongan -Mungkinkah ia telah ditipu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika semuanya merupakan kebohongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika keberadaan Hokuto merupakan kebohongan dari awal. Jika memang ia tidak pernah ada ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&#039;Harutora, aku mencintaimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petir menyambar dan guntur bergemuruh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin berteriak sekeras yang dia bisa, tapi napasnya saat ini telah habis, bahkan ia tidak bisa berteriak dalam hatinya. Ia hanya melangkah maju, berlari dalam keputus asaan, berpikir untuk berlari sampai ujung dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan. Malam. Petir. Guntur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya mulai kabur, kesadarannya memudar, ia bahkan tidak bisa merasakan gerakan kakinya sendiri. Seolah-olah tubuhnya sudah lama kehabisan energi dan hanya bergantung pada jiwanya untuk terus berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya bergantung pada jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilatan petir membelah langit, diikuti oleh gemuruh guntur, dan udara bergetar dengan intens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Benar juga, kemana jiwa Hokuto pergi? Dia juga memiliki jiwa kan? Jika dia seperti itu - Jika shikigami memiliki jiwa, aku ingin bertemu dengannya sekali lagi bahkan jika dia palsu. Semuanya akan baik-baik saja jika aku melihatnya lagi. Jika jiwanya berkeliaran disuatu tempat sampai sekarang ...&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu berapa lama ia telah berjalan. Ketika ia menyadarinya, ia tidak lagi melihat lampu jalan yang bersinar redup. Hujan yang terus jatuh membasahi bumi, seolah-olah semua cahaya telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung kegelapan, dari sisi lain, sedikit kabur, titik cahaya dapat terlihat berpendar samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Hokuto?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, itu bukan jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah cahaya lentera. Harutora tahu bahwa ia telah mencapai tempat tujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jalan kecil lurus, mengarah pada jalan menanjak untuk mengakses bukit di belakangnya. Ada tangga batu di sisi jalan, dan atap kayu kuno dipinggir tangga batu tersebut, dengan lentera tergantung di bawah atap menghasikan cahaya berkabut dalam hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guntur berkelebat, menerangi lentera di bawah atap itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Simbol keluarga, Pentagram dapat terlihat pada lentera itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diikuti dengan kata &#039;Tsuchimikado&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berdiri sejenak, menghirup napas melihat sumber cahaya. Kemudian ia berjalan lebih dekat seolah untuk mengusir kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri disamping lentera, melihat tangga batu. Langkah nya yang terjal dalam kegelapan, menyatu dengan suasana pohon-pohon yang rapat di kedua sisi, memberikan kesan menakutkan. Dua titik cahaya berinar seperti fatamorgana dibagian atas lentera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menaiki tangga batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara hujan mulai melemah, diikuti suara pohon dan rumput saling bergesekan sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melangkah menaiki tangga batu satu demi satu, langkah demi langkah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan yang gelap, hanya dengan mengandalkan cahaya dari kilatan petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akhirnya mencapai puncak bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pintu dapat terlihat di ujung tangga batu. Dengan simbol pentagram mirip dengan lentera yang di bawah dikedua sisi pintu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan membuka pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain pintu adalah kediaman utama keluarga Tsuchimikado, yang seakan tersembunyi dalam kegelapan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah lama tidak berkunjung ke tempat ini. Tidak ada lampu listrik dapat terlihat, dan juga tidak tampak seorangpun dapat terihat. Tapi ada suatu perasaan kehadiran, seolah-olah rumah ini sendiri bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Apakah Natsume tiba di rumah dengan selamat?&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora sedikit cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Tutup pintu nya, aku diruangan Bellflower ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat dirinya berpikir bahwa ia salah dengar. Tapi, ia tidak keliru. Seekor kupu-kupu terbang ke arahnya. Dengan suara murni menuntun Harutora memberikan suasana menyeramkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupu-kupu di hadapannya adalah shikigami dengan suara Natsume. Sepertinya, ia memang telah berada dirumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memegang erat-erat jimat Shikigami di tangannya, setelah itu mengikuti kupu-kupu itu.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Bagian 3&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berjalan ke arah pintu masuk, bergerak melalui kolidor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedikit khawatir memasuki ruangan dengan keadaan basah kuyup seperti ini, tapi dengan lingkungan yang gelap, akan sulit baginya untuk menyalakan lampu, apalagi menemukan handuk kering. Hanya kupu-kupu di depannya lah yang bersinar dalam kegelapan. Dia mengikuti kupu-kupu tersebut, mengandalkan ingatannya saat mengunjungi tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sebentar berjalan, ia samar melihat cahaya bersinar melalui pintu geser di koridor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan berlantai kayu, yang disebut &#039;Bellflower Room&#039; oleh keluarga Tsuchimikado. Kupu-kupu terbang mendekati pintu geser, pintu itu terbuka sesaat setelah Harutora mendekatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahaya lilin menerangi seluruh ruangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ruangan tersebut luas nya sekitar dua belas tatami, sebuah altar yang diatur dengan Yorishiro, dengan Sakaki dan Gohei untuk sembahyang. Ada juga berbagai instrumen yang ditampilkan disekitarnya, berbagai gulungan mantra tergantung, beberapa lilin ditempatkan di atas altar, api nya lembut bergoyang menerangi ruangan yang remang-remang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Interior ruangan memberikan aroma sejuk dicampur panas dan hujan, tetapi pada saat yang sama, ia dapat mencium aroma dupa yang melayang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume duduk di tengah ruangan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;img src=&amp;quot;https://www.baka-tsuki.org/project/thumb.php?f=Tr1_217.png&amp;amp;width=300&amp;quot;&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora agak terkejut. Natsume telah mengenakan pakaian aslinya, dengan hakama Jepang tradisional berwarna putih merah seorang gadis miko, duduk menyiapkan jimat yang telah ia taruh di lantai. Kupu-kupu terbang ke arahnya, berhenti di lantai, lalu kembali ke bentuk jimat shikigami kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Natsume.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume perlahan mengangkat kepalanya. Rambutnya yang hitam meluncur tanpa suara berkilau dengan cahaya lilin yang berkedip-kedip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupu-kupu shikigami sepertinya hanya shikigami biasa yang dimanipulasi oleh Natsume, dengan kata lain Natsume ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kekuatan spiritualmu sudah pulih?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Iya. Sekerang jauh lebih baik, meskipun aku belum pulih sepenuhnya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ...... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memberikan jawaban. Tapi, jawabannya itu jelas menunjukan bahwa tekadnya sangat kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana di dalam ruangan cukup tenang, meskipun suara gemercik hujan samar-samar bisa terdengar. Tempat ini memberikan perasaan seakan terpisah dari dunia luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat ini seakan ditutupi oleh suatu penghalang, dan di dalam penghalang ini, berlalunya waktu seakan hanya ditunjukan oleh goyangan lilin dan dupa yang terbakar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Haruto-kun, kau terluka? Kau nampaknya kurang baik.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ah, aku baik-baik saja, aku seperti ini karena aku terus berlari kemari.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume nampak terkejut setelah mendengarnya. Kemudian ia mengambil handuk di sisinya dan memberikannya pada Harutora. Harutora mengambil handuk, dalam hatinya ia sangat bersyukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Maaf membuatmu pulang sendirian dengan kondisi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengusap kepalanya dengan handuk, meminta maaf pada Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume segera menjawab tegas, seakan menghinanya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tahu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sopir sudah menjelaskan situasi waktu itu. Saat aku terbangun di dalam mobil, aku sangat ketakutan ... Aku tidak bisa tenang setelah mendengar penjelasan sopir. Aku telah membicarakannya dengan mu di kafe sebelumnya, lalu kenapa kau datang kemari?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia nampak nya benar-benar gila, kata-katanya tajam seperti biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, Harutora sangat bersyukur dari dalam lubuk hatinya setelah mendengar kuliah Natsume. Dia belum lama mendengar suaranya, tapi rasanya itu sudah lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pahit, perasaan memaki dirinya sendiri menggumpal di dadanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika saja dia tidak datang kemari, Hokuto mungkin tidak akan mati, dan hari-hari seperti biasa tidak akan hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Aku sangat tidak berguna.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bergumam lemah, Natsume marah tanpa sadar mengerutkan bibirnya saat melihat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, ia agak tenang kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Bukankankah kau tinggal di belakang untuk mempelajari &#039;Anak Ajaib&#039; dan Penyidik sihir? Dilihat dari penampilanmu sekarang, sepertinya itu bukan hasil yang bagus.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ... Ya ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menjawab datar, memalingkan matanya lalu duduk di lantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak dalam suasana hati yang baik untuk melihat Natsume, membiarkan handuk menutupi wajahnya, lalu menceritakan pertempuran sihir yang baru ia saksikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekalahan Penyidik sihir; Pemangilan tentara iblis berlapis baja oleh Suzuka. Lalu isi percakapannya dengan Suzuka, dan cerita lengkap bagaimana ia membujuk Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia ragu-ragu, ia masih melaporkan tentang peristiwa Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghindari cerita yang bertele-tele, Harutora memberitahu segala sesuatu yang dia lihat dengan jujur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia juga memberitahu apa yang terjadi pada salah satu teman berharganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume mendengarkan dengan seksama tanpa menyela Harutora bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lilin menyala di belakang punggungnya, wajahnya tertutupi bayangan karena ia membelakangi sumber cahaya. Bayangan samar bergoyang di wajahnya yang cantik, dan matanya bersinar dengan cahaya misterius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap Natsume tidak berubah sejak awal, dia dengan tenang mendengarkan semuanya, mengangguk hanya ketika Harutora selesai berbicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ....  Aku mengerti, jadi dia mengeluarkan tentara Juggernaut berarmor .... &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa kau mengetahui sesuatu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku hanya tahu namanya saja. Dia mungkin mengambil shikigami yang digunakan untuk tujuan penelitian. Akan tetapi, shikigami ini bukanlah jenis yang bisa dimanipuasi oleh orang biasa .... Seperti yang diharapkan dari &#039;Anak ajaib&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume bicara dengan lembut, mungkin dia khwatir menyinggung perasaan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa ada cara mengalahkannya?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak tahu, yang pasti, ini akan sangat sulit.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Meski begitu, apa kau masih akan melaksanakan &#039;tanggung jawabmu&#039; semaksimal mungkin?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tentu saja.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menjawab tegas, singkat, dan tanpa keraguan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume berada pada usia yang sama dengan Harutora, ia kesal. Kenapa Natsume berbeda dengan dirinya? Ketika mereka masih kecil, Harutora selalu lebih unggul, tapi sekarang gadis itu sudah sekuat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga Tsuchimikado. Tugasnya sebagai ahli waris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi apa arti semua itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Tch.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memejamkan matanya erat-erat, sambil menggelengkan kepalanya, berusaha lari dari kebingungnnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apa maksudmu? Biarkan aku menegaskan satu hal, tidak peduli apapun yang kau katakan, kau tidak bisa mencegahku dari melaksanakan tanggung jawabku, karena aku adalah anggota dari keluarga Tsuchimikado.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Hanya itu?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Huh? T-tentu saja, karena Taizan Fukun adalah ritual yang berbahaya, dan aku tidak bisa membiarkan ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara Natsume semakin lemah dibawah tekanan dari tatapan Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume, keras kepalamu tentang &#039;tanggung jawab&#039; karena kau adalah reinkarnasi Yakou, iyakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bertanya dengan tatapan tajam pada Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ha ...?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi Natsume di luar dugaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matanya melebar, ia sesaat terkejut mendengar pernyataan Harutora, seluruh tubuhnya terlihat membeku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia meluruskan punggungnya, ekspresinya serius. Mungkin ia sudah tahu bila suatu saat akan dimintai pertanyaan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia membalas tatapan Harutora kembali, memberinya jawaban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Harutora-kun, aku tidak tahu apakah aku adalah reinkarnasi Yakou atau bukan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengangguk setelah mendengar jawaban Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena teman masa kecilnya memilih tulus menjawab pertanyaan lancang ini, ia harus menunjukan ketulusan yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau sama sekali tidak memiliki kenangan yang berkitan dengan Yakou?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar. Terlebih lagi, sihir tidak bisa membuktikan apakah seseorang itu keturunan Yakou atau bukan .....  Apa kau mendengar gosip ini dari seseorang?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume memastikan, Harutora mengangguk dengan membuat suara &#039;nn&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebenarnya, aku baru mendengarnya hari ini, jadi aku belum bisa memastikan kebenarannya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak tahu berapa orang yang tahu atau berapa banyak orang yang percaya. Aku telah menenyakan ini pada Ayah sebellumnya, tapi dia menolak menjawab.Yang jelas, rumor ini sudah ada sejak aku lahir.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sejak kau lahir? Tidak menyebar setelah orang tahu bakat luar biasamu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Benar, tapi bakatku tidak banyak. Jangan keliru, aku melakukan banyak usaha untuk ini. Dari yang aku tahu, hanya ada rumor tentangku sebagai reinkarnsi Yokou.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ....... Aku mengerti ..... Jadi seperti itu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto bergumam, menjawab dengan ambigu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia baru mengetahui rahasia teman masa kecilnya sekarang. Natsume bukaan hanya penerus keluarga utama, tapi juga beban sebagai &#039;reinkarnasi Yoko&#039; menyertainya sejak ia lahir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia teringat kata-kata Suzuka sebelumnya.&#039;&amp;lt;i&amp;gt;Semua orang akan menaikan suranya untuk mengutuk saudaramu ... Bukan hanya Agensi Onmyou, dan dia akan terus hidup menyedihkan seperti itu.&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; .... Apa yang menyakitkan baginya adalah, tidak bisakah dirinya membujuk Shizuka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Terlahir dalam keluarga utama Tsuchimikado, terpilih sebagai pewaris, lalu &#039;kemungkinan&#039; sebagai reinkrnasi Yokou- Oleh karena  itu, aku tidak bisa membiarkan dia begitu saja, seolah-olah mmbiarkan apapun yang dia inginkan, padadasarnya, hal itu akan menyangkal keberadaan dan posisiku sendiri.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tersenyum hampa setelah mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, senyum itu sendiri seperti mengejek dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Kau bisa memanggilku seseorang tanpa &#039;kepribadian&#039;. Posisiku sangat rumit, dan akupun tidak punya kehendak atau keinginan, dan mungkin aku tidak ada bedanya dengan shikigami.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senyum kosong di wajah teman masa kecilnya sangat menusuk hati Harutora.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Shikigami tidak punya jiwa, hanya wujud fisik. Kata-kata ini mengingatkannya pada Hokuto.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto adalah shikigami. Tapi dia tidak pernah percaya bahwa Hokuto tidak memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain, Natsume adalah manusia, tapi dia percaya bahwa dia tidak memiliki jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanapun--&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar tidak mengerti.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;.... Hah?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume tersentak, disebabkan Harutora menatapnya tajam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku benar-benar tidak mengerti, apakah ada perbedaan besar antara manausia dan shikigami? Hokuto yang aku sebutkan tadi sebenarnya adalah shikigami. Meski begitu, Hokuto adalah Hokuto. Kau juga sama, benarkan, Natsume? Kau adalah kau. Atau kau mau mengatakan bahwa selama ini dirimu adalah kebohongan? semuanya hanya imajinasi?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;H, Harutora-kun .....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto marah pada Natsume, lidahnya kelu - &amp;quot;Tidak.&amp;quot; Dia terus bicara:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Jika semuanya merupakan kebohongan, maka aku hanyalah orang idiot yang tidak bisa membedakan imajinasi dan kenyataan. Lebih penting lagi, jika keberadaamu, dan semua yang telah kita lewati, apa menurutmu semua itu juga bohong?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengeluarkan segala isi pikirannya, dan setengahnya adalah untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum ia menyadari hal itu, dia sendiri telah berlinang dengan air mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak Hakuto menghilang, ini adalah pertama kalinya ia menangis. Sesuatu yang hangat mengalir keluar melewati pipinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Haruto-kun ....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun Natsume tidak tahu apa yang salah, ia masih menatapnya cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyadari telah membuat gadis ini khawatia, ia lalu memaksakan dirinya tersenyum dan menyeka air matanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau, dalam situasi apapun, bagaimana bisa kau mengatakan tidak mempunyai &#039;kepribadian&#039;. Kau keras kepala dan seorang pemarah, dan bahkan kau selalu menceramahiku. Kau menyangkalnya karena posisimu, lalu apa? Kau hanya lari, seberapa banyak kau akan membohongi dirimu sendiri?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku, aku tidak ...!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume membuka mulutnya untuk menyangkal. Pipinya memerah, tapi dia tidak bisa membantahnya, nampaknya ia telah sadar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menyeringai, ia merasa ini agak lucu. Natsume, yang tepat di depannya, &lt;br /&gt;
terpengaruh olehnya, ia tersenyum ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menyadari bahwa jarak antara dirinya dan Natsume sudah mulai diperpendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mereka berdua masih kecil- Natsume adalah gadis yang selalu mengikutinya kemanapun, dan mendengarkan setiap ucapannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah memahami banyak hal, gadis kecil dulu dengan dengan gadis di depannya ini saling tumpang tindih dalam pikiran Harutora. Masa lalu dan sekarang keduanya digabung menjadi satu, dan kenangan teman pertamanya yang sempat ia lupakan sekarang menjadi lebih jelas lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; .... Tapi, ada sesuatu yang harus aku katakan padamu. Lahir dalam keluarga utama Tsuchimikado, terpilih sebagai pewaris berikutnya, dan kemungkinan sebagai reinkarnasi Yokou. Semua itu, adalah bagian dari dirimu. Kau yang keras kepala, pemarah, dan selalu menceramahiku, semua itu juga merupakan bagian dari dirimu. Dan yang pasti, ada banyak bagian lain yang aku tidak tahu dari dirimu, dan hal itu akan terus bertambah seiiring berjalannya waktu. Natsume yang sempurna, adalah dengan menambahkan semua bagian itu bersama-sama.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Haruto bicara, kepalanya mengangguk menatap Natsume.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume menatapnya tanpa berkedip, ia bergumam lembut: &amp;quot;Nn.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora awalnya tidak tahu bahwa Hokuto adalah shikigami, jika saja dia tahu sebelumnya, mungkin dia tidak akan menghilang begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Natsume juga sama. Meskipun ia tahu rumor tentang dirinya, teman masa kecilnya ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dupa mengeluarkan aroma lembut dalam cahaya lilin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menghirup napas dalam-dalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memejamkan mata, meluruskan punggungnya lalu berdiri tegak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume, aku punya permintaan.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora bicara dengan nada serius, Natsume waspada, wajahnya kembali tegang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot; ..... Tidak ada gunanya menghentikanku, aku akan tetap pergi ke altar, karena aku adalah &#039;aku&#039;.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku paham jika soal itu, aku tidak ingin menghentikanmu. Bukan ini yang aku pinta darimu.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku juga tidak akan mengizinkamu ikut denganku ke altar, bukankah kau gagal membujuknya? Aku bersyukur kau mengkhawatirkanku, tapi aku tidak bisa membawamu--&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Natsume.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memotong perkataan Natsume, mngatakan permintaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Biarkan aku menjadi shikigamini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;center&amp;gt;* * *&amp;lt;center/&amp;gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508052</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508052"/>
		<updated>2016-12-12T21:08:59Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: /* Bagian 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berlari lurus di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan deras tidak juga berhenti, guntur mulai bergemuruh, kilat saling menyambar sepanjang malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mangabaikan cuaca buruk, Harutora berlari sendirian di tempat konstruksi yang telah diubah menjadi medan perang sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berlari mengejat Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia berlari berusaha menghentikan Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya kosong, ia tidak bisa memikirkan apapun dan terus bergegas ke depan. Napasna tidak menentu, dan ia merasakan jantungnya robek, rasa sakit menjalar keseuruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakitnya telah ditiadakan dengan jimat penyembuh untuk mengobati luka dan kelelahan, dan setiap kali efeknya habis, ia mengeluarkan yang baru dan tidak pernah berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kegelapan, lampu jalan di setiap sisi bersinar redup. Dia hampir tidak bisa melihat langkah kakinya sendiri dalam hujan deras ini, dan hanya bisa melihat samar-samar jalan di depannnya. Dia sudah lupa berapa lama waktu berlalu, seberapa jauh ia berlari, ia hanya  bisa mendengar suara guntur dan napasnya yang  terengah-engah. Terus berlari dalam hujan, sepanjang malam dibawah kilatan petir, bergerak maju pada jalan yang tidak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya mencengkram jimat Hokuto yang ditinggalkannya setelah  menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berusaha untuk tidak memikirkan Hokuto saat ini, berusaha agar pikirannya tidak kehilangan konsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya tidak sengaja pudar bersama pernapasannya yang kacau. Saat ia tersandung, jatuh ke jalan, kenangan dalam dirinya meledak satu-persatu seperti longsoran salju, membuatnya teringat akan hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Hokuto tidak pernah berubah sejak pertama kali mereka bertemu. Tubuhnya kurus, namun memiliki kekuatan yang luar biasa. Kakinya cepat, dan bahkan bisa menangkap Touji yang berlari sekuat tenaga. Dia tidak suka membicarakan tentang dirinya sendiri, tidak pernah menyebutkan keluarga ataupun teman-temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sekarang, ketika ia terluka namun tidak ada setetes darah pun yang mengalir, ia bahkan memblokir kaki baja laba-laba sekaligus melemparkan sihir pada saat yang sama. Dia menghilang seperti asap ketika ia berbaring di pangkuan Harutora, mengatakan padanya agar ia lari. Dia tidak menjadi mayat, tetapi berubah menjadi jimat shikigami sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir bahwa hal seperti itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Siaal!!&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kehabisan napas, berteriak &#039;bodoh&#039; dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Kenapa dia shikigami?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemikiran bahwa Hokuto yang ini adalah palsu mulai muncul. Dan Hokuto yang sebenarnya mungkin berada ditempat lain. Tapi ia tidak bisa terus menipu dirinya seperti ini. &amp;quot;Aku telah berbohong padamu, aku minta maaf kerena selama ini aku menipumu.&amp;quot; Hokuto telah mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah semuanya palsu? Keberadaannya juga  palsu? Dan kenangan bersamanya juga palsu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua waktu yang telah ia lalui bersamanya, setiap kata-katanya, semuanya merupakan kebohongan -Mungkinkah ia telah ditipu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika semuanya merupakan kebohongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika keberadaan Hokuto merupakan kebohongan dari awal. Jika memang ia tidak pernah ada ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&#039;Harutora, aku mencintaimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petir menyambar dan guntur bergemuruh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin berteriak sekeras yang dia bisa, tapi napasnya saat ini telah habis, bahkan ia tidak bisa berteriak dalam hatinya. Ia hanya melangkah maju, berlari dalam keputus asaan, berpikir untuk berlari sampai ujung dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan. Malam. Petir. Guntur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya mulai kabur, kesadarannya memudar, ia bahkan tidak bisa merasakan gerakan kakinya sendiri. Seolah-olah tubuhnya sudah lama kehabisan energi dan hanya bergantung pada jiwanya untuk terus berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya bergantung pada jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilatan petir membelah langit, diikuti oleh gemuruh guntur, dan udara bergetar dengan intens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Benar juga, kemana jiwa Hokuto pergi? Dia juga memiliki jiwa kan? Jika dia seperti itu - Jika shikigami memiliki jiwa, aku ingin bertemu dengannya sekali lagi bahkan jika dia palsu. Semuanya akan baik-baik saja jika aku melihatnya lagi. Jika jiwanya berkeliaran disuatu tempat sampai sekarang ...&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu berapa lama ia telah berjalan. Ketika ia menyadarinya, ia tidak lagi melihat lampu jalan yang bersinar redup. Hujan yang terus jatuh membasahi bumi, seolah-olah semua cahaya telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung kegelapan, dari sisi lain, sedikit kabur, titik cahaya dapat terlihat berpendar samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Hokuto?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, itu bukan jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah cahaya lentera. Harutora tahu bahwa ia telah mencapai tempat tujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jalan kecil lurus, mengarah pada jalan menanjak untuk mengakses bukit di belakangnya. Ada tangga batu di sisi jalan, dan atap kayu kuno dipinggir tangga batu tersebut, dengan lentera tergantung di bawah atap menghasikan cahaya berkabut dalam hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guntur berkelebat, menerangi lentera di bawah atap itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Simbol keluarga, Pentagram dapat terlihat pada lentera itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diikuti dengan kata &#039;Tsuchimikado&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berdiri sejenak, menghirup napas melihat sumber cahaya. Kemudian ia berjalan lebih dekat seolah untuk mengusir kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri disamping lentera, melihat tangga batu. Langkah nya yang terjal dalam kegelapan, menyatu dengan suasana pohon-pohon yang rapat di kedua sisi, memberikan kesan menakutkan. Dua titik cahaya berinar seperti fatamorgana dibagian atas lentera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menaiki tangga batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara hujan mulai melemah, diikuti suara pohon dan rumput saling bergesekan sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melangkah menaiki tangga batu satu demi satu, langkah demi langkah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan yang gelap, hanya dengan mengandalkan cahaya dari kilatan petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akhirnya mencapai puncak bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pintu dapat terlihat di ujung tangga batu. Dengan simbol pentagram mirip dengan lentera yang di bawah dikedua sisi pintu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan membuka pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain pintu adalah kediaman utama keluarga Tsuchimikado, yang seakan tersembunyi dalam kegelapan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah lama tidak berkunjung ke tempat ini. Tidak ada lampu listrik dapat terlihat, dan juga tidak tampak seorangpun dapat terihat. Tapi ada suatu perasaan kehadiran, seolah-olah rumah ini sendiri bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Apakah Natsume tiba di rumah dengan selamat?&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora sedikit cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Tutup pintu nya, aku diruangan Bellflower ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat dirinya berpikir bahwa ia salah dengar. Tapi, ia tidak keliru. Seekor kupu-kupu terbang ke arahnya. Dengan suara murni menuntun Harutora memberikan suasana menyeramkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupu-kupu di hadapannya adalah shikigami dengan suara Natsume. Sepertinya, ia memang telah berada dirumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memegang erat-erat jimat Shikigami di tangannya, setelah itu mengikuti kupu-kupu itu.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508049</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=508049"/>
		<updated>2016-12-12T21:05:04Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: /* Bagian 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Hokuto bertemu saat liburan musim panas pertama mereka saat SMP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sebuah taman kecil dekat dengan halte trem, dibawah langit biru, langit cerah tak berawan, daun-daun berkilauan seperti zamrud di bawah sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kali bertemu Hokuto, dirinya tidak mampu mengalihkan pandangan nya dari gadis itu. Dia tampak seperti Idol yang Harutora sukai saat itu, ditambah umur nya yang tampak sebaya dengan dirinya. Harutora terus memperhatikan gadis itu dari jauh, ia bertanya-tanya dimana gadis cantik ini bersekolah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu duduk sendirian di bangku taman, dan saat ia balik menatapnya, Harutora merasakan tubuhnya tiba-tiba melompat seperti pegas. Mata gadis itu melebar kearah nya, dan mulutnya ternganga membuat reaksi aneh. Bagaimanapun, dia tidak tahu apapun mengenai gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa hal itu sangat aneh, lalu ia mencoba mendekati gadis itu. Sesaat kemudian, gadis itu dengan cepat melarikan diri dari taman, menghilang tanpa jejak, meninggalkan Harutora yang berdiri dengan pandangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah pertemuan pertama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Hokuto lagi. Sebenarnya, istilah &amp;quot;pertemuan&amp;quot; kurang tepat. Hari kedua setelah pertemuan pertama mereka di taman, ia melihat dirinya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, Harutora merasa ada seseorang yang selalu memata-matai dirinya. Ia tidak merasa seperti itu ketika di dalam rumah, tapi saat berjalan keluar, ia merasa seperti ada yang manatapnya dari belakang. Tapi setiap kali ia berbalik, tidak nampak siapapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian seperti itu sering terjadi, ia bertanya-tanya apakah ini hanyalah imajinasinya. Tapi, ia tidak menyangka bahwa dirinya memang benar-benar diikuti. Ia menemukannya murni secara kebetulan. Pada saat itu, ia berjalan melewati mobil yang diparkir di samping, ia melihat sosok yang  mengikutinya dari balik pantulan cermin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah gadis yang ia temui di taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia secara refleks berbalik, mata mereka saling bertemu, gadis itu terkejut. Dia langsung melarikan diri, Harutora berusaha mengejar dirinya. Sayangnya, gadis itu terlalu cepat, dan sosoknya perlahan menghilang dari kejauhan ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali setelah itu, hal yang sama akan terus terjadi setiap tiga hari, tidak lama setelah itu menjadi dua hari, dan sampai akhirnya, drama ini akan berlangsung setiap hari. Ini adalah hubungan aneh yang ia miliki dengan gadis itu selama hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengejar, Hakuto berlari, dan kejadian ini berangsung selama beberapa periode waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;&#039;Kenapa ia mengikutiku? kenapa dia lari?&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora memikirkan ini tapi ia tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memikirkan beberapa kemungkinan, tapi ia tidak bisa secara pasti memastikannya. Sebelum ia sadar, ia sebenarnya menyukai permainan kejar-kejaran ini. Dia belum pernah melewati liburan musim panas di mana ia memutar otak, berlari, mengeluarkan tenaga, dan berkeringat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerap sinar matahari seperti ini, membuatnya nostalgia dengan kejar-kejaran selama musim panas dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun pada akhirnya, Harutora tidak bisa menangkap Hakuto sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari terakhir liburan musim panas, ia memutuskan untuk mengubah metode nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu pagi, Harutora datang ke taman, tempat dimana mereka pertama kali bertemu, dan menunggunya disana sepanjang hari. Dia tidak melakukan apapun, hanya menunggu, berdiam diri dengan ekspresi bodoh. Dalam melakukan ini, ia bertanya-tanya, apakah dirinya sudah gila? Dia mengalami siksaan panas, berkeringat sampai hampir dehidrasi. Namun pergi ke tempat teduh tidak pernah ia pikirkan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto akhirnya muncul pada sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari segera jatuh di cakrawala, di saat itu, dimana cahaya tidak benar-benar menghilang. Ketika langit dicelup warna merah seperti sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto yang tampak penuh tekad berjalan ke arah Harutora. Ia perlahan membuka mulutnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Harutora segera bicara terlebih dahulu sebelum ia membuat suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa, kamu menang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menutup mulutnya, memandang Harutora, seperti menerka apa maksud sebenarnya kata-kata itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak berhasil menangkapmu bahkan sampai terakhir kali, jadi aku pikir kamu tidak ingin aku tahu apa latar belakangmu, iyakan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto berdiam diri dengan wajah canggung, tapi Harutora terus terseyum berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu sangat cepat untuk ukuran gadis. Tapi setidaknya aku akan memberitahu namaku, aku Harutora.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengulurkan tangan saat mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto melihat tangan Harutora seperti hewan kecil menatap makanan. Pandangannya turun, mata nya yang besar secara bertahap berkilau dengan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan mengulurkan tangannya, takut-takut menyentuh tangan Hirotora. Kemudian menggenggam tangannya tegas, seperti tidak akan membiarkannya pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, senyum mekar naif sering terlihat di wajah Hokuto. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir tidak mengerti Hokuto sama sekali. Dia seorang gadis misterius. Touji telah memberitahunya hal ini, tapi ia tidak pedui, karena pada akhirnya ia menyukai Hokuto berada di sisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas akhirnya berakhir, menyambut musim gugur, musim dingin, dan akhirnnya satu tahun telah berlalu. Tahun kedua berlalu, dua dari mereka tetap dikelas yang sama. Touji begabung selama tahun ketiga, membuat suasana lebih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis misterius dan remaja bermasalah. Semua orang tampaknya bergaul dengan baik, dan Haruto merasa puas dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak igin mengancurkan hubungan mereka bertiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ia selalu ngin seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah cukup bagus, pikirnya&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=507241</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=507241"/>
		<updated>2016-11-29T16:52:14Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: /* Bagian 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Hokuto bertemu saat liburan musim panas pertama mereka saat SMP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebuah taman kecil dekat dengan halte trem, dibawah langit biru, langit cerah tak berawan, daun-daun berkilaun seperti zamrud di bawah sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kali bertemu Hokuto, dirinya tidak mampu mengalihkan pandangan nya dari gadis itu. Dia tampak seperti Idol yang Harutora sukai saat itu, ditambah umur nya yang tampak sebaya dengan dirinya. Harutora terus memperhatikan gadis itu dari jauh, ia bertanya-tanya dimana gadis cantik ini bersekolah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu duduk sendirian di bangku taman, dan saat ia balik menatapnya, Harutora merasakan tubuhnya tiba-tiba melompat seperti pegas. Mata gadis itu melebar kearah nya, dan mulutnya ternganga membuat reaksi aneh. Bagaimanapun, dia tidak tahu apapun mengenai gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa hal itu sangat aneh, lalu ia mencoba mendekati gadis itu. Sesaat kemudian, gadis itu dengan cepat melarikan diri dari taman, menghiang tanpa jejak, meninggalkan Harutora yang berdiri dengan pandangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah pertemuan pertama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Hokuto lagi. Sebenarnya, istilah &amp;quot;pertemuan&amp;quot; kurang tepat. Hari kedua setelah pertemuan pertama mereka di taman, ia melihat dirinya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, Harutora merasa ada seseorang yang selalu memata-matai dirinya. Ia tidak merasa seperti itu ketika di dalam rumah, tapi saat berjalan keluar, ia merasa seperti ada yang manatapnya dari belakang. Tapi setiap kali ia berbalik, tidak nampak siapapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian seperti itu sering terjadi, ia bertanya-tanya apakah ini hanyalah imajinasinya. Tapi, ia tidak menyangka bahwa dirinya memang benar-benar diikuti. Ia menemuknnya murni secara kebetulan. Pada saat itu, ia berjalan melewati mobil yang diparkir di samping, ia melihat sosok yang  mengikutinya dari balik pantulan cermin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah gadis yang ia temui di taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia secara refleks berbalik, mata mereka saling bertemu, gadis itu terkejut. Dia langsung melarikan diri, Harutora berusaha mengejar dirinya. Sayangnya, gadis itu terlalu cepat, dan sosoknya perlahan menghilang dari kejauhan ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali setelah itu, hal yang sama akan terus terjadi setiap tiga hari, tidak lama setelah itu menjadi dua hari, dan sampai akhirnya, drama ini akan berlangsung setiap hari. Ini adalah hubungan aneh yang ia miliki dengan gadis itu selama hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengejar, Hakuto berlari, dan kejadian ini berangsung selama beberapa periode waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;&#039;Mengapa ia mengikutiku? mengapa dia lari?&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora memikirkan ini tapi ia tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memikirkan beberapa kemungkinan, tapi ia tidak bisa secara pasti memastikannya. Sebelum ia sadar, ia sebenarnya menyukai permainan kejar-kejaran ini. Dia belum pernah melewati liburan musim panas di mana ia memutar otak, berlari, mengeluarkan tenaga, dan berkeringat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerap sinar matahari seperti ini, membuatnya nostalgia dengan kejar-kejaran selama musim panas dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun pada akhirnya, Harutora tidak bisa menangkap Haakuto sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari terakhir liburan musim panas, ia memutuskan untuk mengubah metode nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu pagi, Harutora datang ke taman, tempat dimana mereka pertama kali bertemu, dan menunggunya disana sepanjang hari. Dia tidak melakukan apapun, hanya menunggu, berdiam diri dengan ekspresi bodoh. Dalam melakukan ini, ia bertanya-tanya, apakah dirinya sudah gila? Dia mengalami siksaan panas, berkeringat sampai hampir dehidrasi. Pergi ke tempat teduh tidak pernah ia pikirkan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto akhirnya muncul pada sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari segera jatuh di cakrawala, di saat itu, dimana cahaya tidak benar-benar menghilang. Ketika langit dicelup warna merah seperti sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto yang tampak penuh tekad berjalan ke arah Harutora. Ia perlahan membuka mulutnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Harutora segera bicara terlebih dahulu sebelum ia membuat suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa, kamu menang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menutup mulutnya, memandang Harutora, seperti ia menerka apa maksud sebenarnya kata-kata itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak berhasil menangkapmu bahkan sampai terakhir kali, jadi aku pikir kamu tidak ingin aku tahu apa latar belakangmu, benar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto berdiam diri dengan wajah canggung, tapi Harutora terus terseyum berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau sangat cepat untuk ukuran gadis. Tapi setidaknya aku akan memberitahu namaku, aku Harutora.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengulurkan tangan saat mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto meihat tangan Harutora seperti hewan kecil menatap makanan. Pandangannya turun, mata nya yang besar secara bertahap berkilau dengan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan mengulurkan tangannya, takut-takut menyentuh tangan Hirotora. Kemudian menggenggam tangannya tegas, seperti tidak akan membiarkannya pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, senyum mekar naif sering terlihat di wajah Hokuto. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir tidak mengerti Hokuto sama sekali. Dia seorang gadis misterius. Touji telah memberitahunya hal ini, tapi ia tidak pedui, karena pada akhirnya ia menyukai Hokuto berada disisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas akhirnya berakhir, menyambut musim gugur, musim dingin, dan akhirnnya satu tahun telah berlalu. Tahun kedua berlalu, dua dari mereka tetap dikelas yang sama. Touji begabung selama tahun ketiga, membuat suasana lebih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis misterius dan remaja bermasalah. Semua orang tampaknya bergaul dengan baik, dan Haruto merasa puas dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak igin mengancurkan hubungan mereka bertiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ia selalu ngin seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah cukup bagus, pikirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berlari lurus di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan deras tidak juga berhenti, guntur mulai bergemuruh, kilat saling menyambar sepanjang malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mangabaikan cuaca buruk, Harutora berlari sendirian di tempat konstruksi yang telah diubah menjadi medan perang sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berlari mengejat Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia berlari berusaha menghentikan Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya kosong, ia tidak bisa memikirkan apapun dan terus bergegas ke depan. Napasna tidak menentu, dan ia merasakan jantungnya robek, rasa sakit menjalar keseuruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakitnya telah ditiadakan dengan charm heal untuk mengobati luka dan kelelahan, dan setiap kali efeknya habis, ia mengeluarkan yang baru dan tidak pernah berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kegelapan, lampu jalan di setiap sisi bersinar redup. Dia hampir tidak bisa melihat langkah kakinya sendiri dalam hujan deras ini, dan hanya bisa melihat samar-samar jalan di depannnya. Dia sudah lupa berapa lama waktu berlalu, seberapa jauh ia berlari, ia hanya  bisa mendengar suara guntur dan napasnya yang  terengah-engah. Terus berlari dalam hujan, sepanjang malam dibawah kilatan petir, bergerak maju pada jalan yang tidak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya mencengkram jimat Hokuto yang ditinggalkannya setelah ia menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berusaha untuk tidak memikirkan Hokuto saat ini, berusaha agar pikirannya tidak kehilangan konsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya tidak sengaja pudar bersama pernapasannya yang kacau. Saat ia tersandung, jatuh ke jalan, kenangan dalam dirinya meledak satu-persatu seperti longsoran salju, membuatnya teringat akan hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Hokuto tidak pernah berubah sejak pertama kali mereka bertemu. Tubuhnya kurus, namun memiliki kekuatan yang luar biasa. Kakinya cepat, dan bahkan bisa menangkap Touji yang berlari sekuat tenaga. Dia tidak suka membicarakan tentang dirinya sendiri, tidak pernah menyebutkan keluarga ataupun teman-temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sekarang, ketika ia terluka namun tidak ada setetes darah pun yang mengalir, ia bahkan memblokir kaki baja laba-laba sekaligus melemparkan sihir pada saat yang sama. Dia menghilang seperti asap ketika ia berbaring di pangkuan Harutora, mengatakan padanya agar ia lari. Dia tidak menjadi mayat, tetapi berubah menjadi Charm sikigami sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir bahwa hal seperti itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Mengutuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kehabisan napas, berteiah &#039;bodoh&#039; dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Mengapa dia shikigami?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemikiran bahwa Hokuto yang ini adalah palsu mulai muncul. Dan Hokuto yang sebenarnya mungkin berada ditempat lain. Tapi ia tidak bisa terus menipu dirinya seperti ini. &amp;quot;Aku telah berbohong padamu, aku minta maaf kerena selalu menipumu.&amp;quot; Hokuto telah mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah semuanya palsu? Keberadaannya juga  palsu? Dan kenangan bersamanya juga palsu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua waktu yang telah ia lalui bersamanya, setiap kata-katanya, semuanya merupakan kebohongan -Mungkinkah ia telah ditipu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika semuanya merupakan kebohongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika keberadaan Hokuto merupakan kebohongan dari awal. Jika memang ia tidak pernah da ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&#039;Harutora, aku mencintaimu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petir menyambar dan guntur bergemuruh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin berteriak sekeras yang dia bisa, tapi napasnya saat ini telah habis, bahkan ia tidak bisa berteriak dalam hatinya. Ia hanya melangkah maju, berlari dalam keputus asaan, berpikir untuk berlari sampai ujung dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan. Malam. Petir. Guntur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya mulai kabur, kesadarannya memudar, ia bahkan tidak bisa merasakan gerakan kakinya sendiri. Seolah-olah tubuhnya sudah lama kehabisan energi dan hanya bergantung pada jiwanya untuk terus berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya bergantung pada jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilatan petir membelah langit, diikuti oleh gemuruh guntur, dan udara bergetar dengan intens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Benar juga, kemana jiwa Hokuto pergi? Dia juga memiliki jiwa kan? Jika dia seperti itu - Jika shikigami memiliki jiwa, ia ingin bertemu dengannya lagi bahkan jika dia palsu. Semuanya akan baik-baik saja jika aku melihatnya lagi. Jika jiwanya berkeiaran disuatu tempat sampai sekarang ...&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu berapa lama ia telah berjalan. Ketika ia menyadarinya, ia tidak lagi melihat lampu jalan yang bersinar redup. Hujan yang terus jatuh membasahi bumi, seolah-olah semua cahaya telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung kegelapan, dari sisi lain, sedikit kabur, titik cahaya dapat terlihat berpendar samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Hokuto?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, itu bukan jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah cahaya lentera. Harutora tahu bahwa ia telah mencapai tempat tujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jalan kecil lurus, mengarah pada jalan menanjak untuk mengakses bukit di belakangnya. Ada tangga batu di sisi jalan, dan atap kayu kuno dipinggir tangga batu tersebut, dengan lentera tergantung di bawah atap menghasikan cahaya berkabut dalam hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guntur berkelebat, menerangi lentera di bawah atap itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Simbol keluarga, Pentagram dapat terlihat pada lentera itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diikuti dengan kata &#039;Tsuchimikado&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berdiri sejenak, menghirup napas melihat sumber cahaya. kemudian ia berkalan lebih dekat seolah untuk mengusir kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri disamping lentera, melihat tangga batu. Langkah nya yang terjal dalam kegelpan, menyatu dengan suasana pohon-pohon yang rapat di kedua sisi, memberikan kesan menakutkan. Dua titik cahaya berinar seperti fatamorgana dibagian atas lentera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menaiki tangga batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara hujan mulai melemah, diikuti suara pohon dan rumput saling bergesekan sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melangkah menaiki tangga batu satu demi satu, langkah demi langkah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan yang gelap, hanya dengan mengandalkan cahaya dari kilatan petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akhirnya mencapai puncak bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pintu dapat terlihat di ujung tangga batu. Dengan simbol pentagram mirip dengan lentera yang di bawah dikedua sisi pintu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan membuka pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain pintu adalah kediaman utama keluarga Tsuchimikado, yang seakan tersembunyi dalam kegelapan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah lama tidak berkunjung ke tempat ini. Tidak ada lampu listrik dapat terlihat, dan juga tidak tampak seorangpun dapat terihat. Tapi ada suatu perasaan kehadiran, seolah-olah rumah ini sendiri bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Apakah Natsume tiba di rumah denan selamat?&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora sedikit cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Tutup pintu nya, aku diruangan Bellflower ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat dirinya berpikir bahwa ia salah dengar. Tapi, ia tidak keliru. Seekor kupu-kupu terbang ke arahnya. Dengan suara murni menuntun Harutora memberikan suasana menyeramkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupu-kupu di hadapannya adalah shikigami dengan suara Natsume. Sepertinya, ia memang telah berada dirumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memegang erat-erat jimat Shikigami di tangannya, setelah itu mengikuti kupu-kupu tersebut&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=507235</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=507235"/>
		<updated>2016-11-29T16:48:49Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: /* Bagian 2 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Hokuto bertemu saat liburan musim panas pertama mereka saat SMP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebuah taman kecil dekat dengan halte trem, dibawah langit biru, langit cerah tak berawan, daun-daun berkilaun seperti zamrud di bawah sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kali bertemu Hokuto, dirinya tidak mampu mengalihkan pandangan nya dari gadis itu. Dia tampak seperti Idol yang Harutora sukai saat itu, ditambah umur nya yang tampak sebaya dengan dirinya. Harutora terus memperhatikan gadis itu dari jauh, ia bertanya-tanya dimana gadis cantik ini bersekolah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu duduk sendirian di bangku taman, dan saat ia balik menatapnya, Harutora merasakan tubuhnya tiba-tiba melompat seperti pegas. Mata gadis itu melebar kearah nya, dan mulutnya ternganga membuat reaksi aneh. Bagaimanapun, dia tidak tahu apapun mengenai gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa hal itu sangat aneh, lalu ia mencoba mendekati gadis itu. Sesaat kemudian, gadis itu dengan cepat melarikan diri dari taman, menghiang tanpa jejak, meninggalkan Harutora yang berdiri dengan pandangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah pertemuan pertama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Hokuto lagi. Sebenarnya, istilah &amp;quot;pertemuan&amp;quot; kurang tepat. Hari kedua setelah pertemuan pertama mereka di taman, ia melihat dirinya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, Harutora merasa ada seseorang yang selalu memata-matai dirinya. Ia tidak merasa seperti itu ketika di dalam rumah, tapi saat berjalan keluar, ia merasa seperti ada yang manatapnya dari belakang. Tapi setiap kali ia berbalik, tidak nampak siapapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian seperti itu sering terjadi, ia bertanya-tanya apakah ini hanyalah imajinasinya. Tapi, ia tidak menyangka bahwa dirinya memang benar-benar diikuti. Ia menemuknnya murni secara kebetulan. Pada saat itu, ia berjalan melewati mobil yang diparkir di samping, ia melihat sosok yang  mengikutinya dari balik pantulan cermin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah gadis yang ia temui di taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia secara refleks berbalik, mata mereka saling bertemu, gadis itu terkejut. Dia langsung melarikan diri, Harutora berusaha mengejar dirinya. Sayangnya, gadis itu terlalu cepat, dan sosoknya perlahan menghilang dari kejauhan ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali setelah itu, hal yang sama akan terus terjadi setiap tiga hari, tidak lama setelah itu menjadi dua hari, dan sampai akhirnya, drama ini akan berlangsung setiap hari. Ini adalah hubungan aneh yang ia miliki dengan gadis itu selama hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengejar, Hakuto berlari, dan kejadian ini berangsung selama beberapa periode waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;&#039;Mengapa ia mengikutiku? mengapa dia lari?&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora memikirkan ini tapi ia tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memikirkan beberapa kemungkinan, tapi ia tidak bisa secara pasti memastikannya. Sebelum ia sadar, ia sebenarnya menyukai permainan kejar-kejaran ini. Dia belum pernah melewati liburan musim panas di mana ia memutar otak, berlari, mengeluarkan tenaga, dan berkeringat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerap sinar matahari seperti ini, membuatnya nostalgia dengan kejar-kejaran selama musim panas dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun pada akhirnya, Harutora tidak bisa menangkap Haakuto sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari terakhir liburan musim panas, ia memutuskan untuk mengubah metode nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu pagi, Harutora datang ke taman, tempat dimana mereka pertama kali bertemu, dan menunggunya disana sepanjang hari. Dia tidak melakukan apapun, hanya menunggu, berdiam diri dengan ekspresi bodoh. Dalam melakukan ini, ia bertanya-tanya, apakah dirinya sudah gila? Dia mengalami siksaan panas, berkeringat sampai hampir dehidrasi. Pergi ke tempat teduh tidak pernah ia pikirkan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto akhirnya muncul pada sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari segera jatuh di cakrawala, di saat itu, dimana cahaya tidak benar-benar menghilang. Ketika langit dicelup warna merah seperti sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto yang tampak penuh tekad berjalan ke arah Harutora. Ia perlahan membuka mulutnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Harutora segera bicara terlebih dahulu sebelum ia membuat suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa, kamu menang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menutup mulutnya, memandang Harutora, seperti ia menerka apa maksud sebenarnya kata-kata itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak berhasil menangkapmu bahkan sampai terakhir kali, jadi aku pikir kamu tidak ingin aku tahu apa latar belakangmu, benar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto berdiam diri dengan wajah canggung, tapi Harutora terus terseyum berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau sangat cepat untuk ukuran gadis. Tapi setidaknya aku akan memberitahu namaku, aku Harutora.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengulurkan tangan saat mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto meihat tangan Harutora seperti hewan kecil menatap makanan. Pandangannya turun, mata nya yang besar secara bertahap berkilau dengan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan mengulurkan tangannya, takut-takut menyentuh tangan Hirotora. Kemudian menggenggam tangannya tegas, seperti tidak akan membiarkannya pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, senyum mekar naif sering terlihat di wajah Hokuto. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir tidak mengerti Hokuto sama sekali. Dia seorang gadis misterius. Touji telah memberitahunya hal ini, tapi ia tidak pedui, karena pada akhirnya ia menyukai Hokuto berada disisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas akhirnya berakhir, menyambut musim gugur, musim dingin, dan akhirnnya satu tahun telah berlalu. Tahun kedua berlalu, dua dari mereka tetap dikelas yang sama. Touji begabung selama tahun ketiga, membuat suasana lebih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis misterius dan remaja bermasalah. Semua orang tampaknya bergaul dengan baik, dan Haruto merasa puas dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak igin mengancurkan hubungan mereka bertiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ia selalu ngin seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah cukup bagus, pikirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Bagian 2===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berlari lurus di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan deras tidak juga berhenti, guntur mulai bergemuruh, kilat saling menyambar sepanjang malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mangabaikan cuaca buruk, Harutora berlari sendirian di tempat konstruksi yang telah diubah menjadi medan perang sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berlari mengejat Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia berlari berusaha menghentikan Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya kosong, ia tidak bisa memikirkan apapun dan terus bergegas ke depan. Napasna tidak menentu, dan ia merasakan jantungnya robek, rasa sakit menjalar keseuruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakitnya telah ditiadakan dengan charm heal untuk mengobati luka dan kelelahan, dan setiap kali efeknya habis, ia mengeluarkan yang baru dan tidak pernah berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kegelapan, lampu jalan di setiap sisi bersinar redup. Dia hampir tidak bisa melihat langkah kakinya sendiri dalam hujan deras ini, dan hanya bisa melihat samar-samar jalan di depannnya. Dia sudah lupa berapa lama waktu berlalu, seberapa jauh ia berlari, ia hanya  bisa mendengar suara guntur dan napasnya yang  terengah-engah. Terus berlari dalam hujan, sepanjang malam dibawah kilatan petir, bergerak maju pada jalan yang tidak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya mencengkram jimat Hokuto yang ditinggalkannya setelah ia menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berusaha untuk tidak memikirkan Hokuto saat ini, berusaha agar pikirannya tidak kehilangan konsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya tidak sengaja pudar bersama pernapasannya yang kacau. Saat ia tersandung, jatuh ke jalan, kenangan dalam dirinya meledak satu-persatu seperti longsoran salju, membuatnya teringat akan hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Hokuto tidak pernah berubah sejak pertama kali mereka bertemu. Tubuhnya kurus, namun memiliki kekuatan yang luar biasa. Kakinya cepat, dan bahkan bisa menangkap Touji yang berlari sekuat tenaga. Dia tidak suka membicarakan tentang dirinya sendiri, tidak pernah menyebutkan keluarga ataupun teman-temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sekarang, ketika ia terluka namun tidak ada setetes darah pun yang mengalir, ia bahkan memblokir kaki baja laba-laba sekaligus melemparkan sihir pada saat yang sama. Dia menghilang seperti asap ketika ia berbaring di pangkuan Harutora, mengatakan padanya agar ia lari. Dia tidak menjadi mayat, tetapi berubah menjadi Charm sikigami sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir bahwa hal seperti itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Mengutuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kehabisan napas, berteiah &#039;bodoh&#039; dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Mengapa dia shikigami?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemikiran bahwa Hokuto yang ini adalah palsu mulai muncul. Dan Hokuto yang sebenarnya mungkin berada ditempat lain. Tapi ia tidak bisa terus menipu dirinya seperti ini. &amp;quot;Aku telah berbohong padamu, aku minta maaf kerena selalu menipumu.&amp;quot; Hokuto telah mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah semuanya palsu? Keberadaannya juga  palsu? Dan kenangan bersamanya juga palsu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua waktu yang telah ia lalui bersamanya, setiap kata-katanya, semuanya merupakan kebohongan -Mungkinkah ia telah ditipu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika semuanya merupakan kebohongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika keberadaan Hokuto merupakan kebohongan dari awal. Jika memang ia tidak pernah da ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&#039;Harutora, aku mencintaimu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petir menyambar dan guntur bergemuruh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin berteriak sekeras yang dia bisa, tapi napasnya saat ini telah habis, bahkan ia tidak bisa berteriak dalam hatinya. Ia hanya melangkah maju, berlari dalam keputus asaan, berpikir untuk berlari sampai ujung dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan. Malam. Petir. Guntur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya mulai kabur, kesadarannya memudar, ia bahkan tidak bisa merasakan gerakan kakinya sendiri. Seolah-olah tubuhnya sudah lama kehabisan energi dan hanya bergantung pada jiwanya untuk terus berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya bergantung pada jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilatan petir membelah langit, diikuti oleh gemuruh guntur, dan udara bergetar dengan intens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Benar juga, kemana jiwa Hokuto pergi? Dia juga memiliki jiwa kan? Jika dia seperti itu - Jika shikigami memiliki jiwa, ia ingin bertemu dengannya lagi bahkan jika dia palsu. Semuanya akan baik-baik saja jika aku melihatnya lagi. Jika jiwanya berkeiaran disuatu tempat sampai sekarang ...&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu berapa lama ia telah berjalan. Ketika ia menyadarinya, ia tidak lagi melihat lampu jalan yang bersinar redup. Hujan yang terus jatuh membasahi bumi, seolah-olah semua cahaya telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung kegelapan, dari sisi lain, sedikit kabur, titik cahaya dapat terlihat berpendar samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Hokuto?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, itu bukan jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah cahaya lentera. Harutora tahu bahwa ia telah mencapai tempat tujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jalan kecil lurus, mengarah pada jalan menanjak untuk mengakses bukit di belakangnya. Ada tangga batu di sisi jalan, dan atap kayu kuno dipinggir tangga batu tersebut, dengan lentera tergantung di bawah atap menghasikan cahaya berkabut dalam hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guntur berkelebat, menerangi lentera di bawah atap itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Simbol keluarga, Pentagram dapat terlihat pada lentera itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diikuti dengan kata &#039;Tsuchimikado&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berdiri sejenak, menghirup napas melihat sumber cahaya. kemudian ia berkalan lebih dekat seolah untuk mengusir kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri disamping lentera, melihat tangga batu. Langkah nya yang terjal dalam kegelpan, menyatu dengan suasana pohon-pohon yang rapat di kedua sisi, memberikan kesan menakutkan. Dua titik cahaya berinar seperti fatamorgana dibagian atas lentera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menaiki tangga batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara hujan mulai melemah, diikuti suara pohon dan rumput saling bergesekan sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melangkah menaiki tangga batu satu demi satu, langkah demi langkah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan yang gelap, hanya dengan mengandalkan cahaya dari kilatan petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akhirnya mencapai puncak bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pintu dapat terlihat di ujung tangga batu. Dengan simbol pentagram mirip dengan lentera yang di bawah dikedua sisi pintu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan membuka pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain pintu adalah kediaman utama keluarga Tsuchimikado, yang seakan tersembunyi dalam kegelapan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah lama tidak berkunjung ke tempat ini. Tidak ada lampu listrik dapat terlihat, dan juga tidak tampak seorangpun dapat terihat. Tapi ada suatu perasaan kehadiran, seolah-olah rumah ini sendiri bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Apakah Natsume tiba di rumah denan selamat?&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora sedikit cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Tutup pintu nya, aku diruangan Bellflower ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat dirinya berpikir bahwa ia salah dengar. Tapi, ia tidak keliru. Seekor kupu-kupu terbang ke arahnya. Dengan suara murni menuntun Harutora memberikan suasana menyeramkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupu-kupu di hadapannya adalah shikigami dengan suara Natsume. Sepertinya, ia memang telah berada dirumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memegang erat-erat jimat Shikigami di tangannya, setelah itu mengikuti kupu-kupu itu.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=507229</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=507229"/>
		<updated>2016-11-29T16:39:02Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: /* Bagian 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;===Bagian 1===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Hokuto bertemu saat liburan musim panas pertama mereka saat SMP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebuah taman kecil dekat dengan halte trem, dibawah langit biru, langit cerah tak berawan, daun-daun berkilaun seperti zamrud di bawah sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kali bertemu Hokuto, dirinya tidak mampu mengalihkan pandangan nya dari gadis itu. Dia tampak seperti Idol yang Harutora sukai saat itu, ditambah umur nya yang tampak sebaya dengan dirinya. Harutora terus memperhatikan gadis itu dari jauh, ia bertanya-tanya dimana gadis cantik ini bersekolah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu duduk sendirian di bangku taman, dan saat ia balik menatapnya, Harutora merasakan tubuhnya tiba-tiba melompat seperti pegas. Mata gadis itu melebar kearah nya, dan mulutnya ternganga membuat reaksi aneh. Bagaimanapun, dia tidak tahu apapun mengenai gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa hal itu sangat aneh, lalu ia mencoba mendekati gadis itu. Sesaat kemudian, gadis itu dengan cepat melarikan diri dari taman, menghiang tanpa jejak, meninggalkan Harutora yang berdiri dengan pandangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah pertemuan pertama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Hokuto lagi. Sebenarnya, istilah &amp;quot;pertemuan&amp;quot; kurang tepat. Hari kedua setelah pertemuan pertama mereka di taman, ia melihat dirinya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, Harutora merasa ada seseorang yang selalu memata-matai dirinya. Ia tidak merasa seperti itu ketika di dalam rumah, tapi saat berjalan keluar, ia merasa seperti ada yang manatapnya dari belakang. Tapi setiap kali ia berbalik, tidak nampak siapapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian seperti itu sering terjadi, ia bertanya-tanya apakah ini hanyalah imajinasinya. Tapi, ia tidak menyangka bahwa dirinya memang benar-benar diikuti. Ia menemuknnya murni secara kebetulan. Pada saat itu, ia berjalan melewati mobil yang diparkir di samping, ia melihat sosok yang  mengikutinya dari balik pantulan cermin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah gadis yang ia temui di taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia secara refleks berbalik, mata mereka saling bertemu, gadis itu terkejut. Dia langsung melarikan diri, Harutora berusaha mengejar dirinya. Sayangnya, gadis itu terlalu cepat, dan sosoknya perlahan menghilang dari kejauhan ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali setelah itu, hal yang sama akan terus terjadi setiap tiga hari, tidak lama setelah itu menjadi dua hari, dan sampai akhirnya, drama ini akan berlangsung setiap hari. Ini adalah hubungan aneh yang ia miliki dengan gadis itu selama hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengejar, Hakuto berlari, dan kejadian ini berangsung selama beberapa periode waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;&#039;Mengapa ia mengikutiku? mengapa dia lari?&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora memikirkan ini tapi ia tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memikirkan beberapa kemungkinan, tapi ia tidak bisa secara pasti memastikannya. Sebelum ia sadar, ia sebenarnya menyukai permainan kejar-kejaran ini. Dia belum pernah melewati liburan musim panas di mana ia memutar otak, berlari, mengeluarkan tenaga, dan berkeringat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerap sinar matahari seperti ini, membuatnya nostalgia dengan kejar-kejaran selama musim panas dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun pada akhirnya, Harutora tidak bisa menangkap Haakuto sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari terakhir liburan musim panas, ia memutuskan untuk mengubah metode nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu pagi, Harutora datang ke taman, tempat dimana mereka pertama kali bertemu, dan menunggunya disana sepanjang hari. Dia tidak melakukan apapun, hanya menunggu, berdiam diri dengan ekspresi bodoh. Dalam melakukan ini, ia bertanya-tanya, apakah dirinya sudah gila? Dia mengalami siksaan panas, berkeringat sampai hampir dehidrasi. Pergi ke tempat teduh tidak pernah ia pikirkan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto akhirnya muncul pada sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari segera jatuh di cakrawala, di saat itu, dimana cahaya tidak benar-benar menghilang. Ketika langit dicelup warna merah seperti sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto yang tampak penuh tekad berjalan ke arah Harutora. Ia perlahan membuka mulutnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Harutora segera bicara terlebih dahulu sebelum ia membuat suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa, kamu menang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menutup mulutnya, memandang Harutora, seperti ia menerka apa maksud sebenarnya kata-kata itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak berhasil menangkapmu bahkan sampai terakhir kali, jadi aku pikir kamu tidak ingin aku tahu apa latar belakangmu, benar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto berdiam diri dengan wajah canggung, tapi Harutora terus terseyum berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau sangat cepat untuk ukuran gadis. Tapi setidaknya aku akan memberitahu namaku, aku Harutora.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengulurkan tangan saat mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto meihat tangan Harutora seperti hewan kecil menatap makanan. Pandangannya turun, mata nya yang besar secara bertahap berkilau dengan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan mengulurkan tangannya, takut-takut menyentuh tangan Hirotora. Kemudian menggenggam tangannya tegas, seperti tidak akan membiarkannya pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, senyum mekar naif sering terlihat di wajah Hokuto. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir tidak mengerti Hokuto sama sekali. Dia seorang gadis misterius. Touji telah memberitahunya hal ini, tapi ia tidak pedui, karena pada akhirnya ia menyukai Hokuto berada disisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas akhirnya berakhir, menyambut musim gugur, musim dingin, dan akhirnnya satu tahun telah berlalu. Tahun kedua berlalu, dua dari mereka tetap dikelas yang sama. Touji begabung selama tahun ketiga, membuat suasana lebih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis misterius dan remaja bermasalah. Semua orang tampaknya bergaul dengan baik, dan Haruto merasa puas dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak igin mengancurkan hubungan mereka bertiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ia selalu ngin seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah cukup bagus, pikirnya.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=507227</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=507227"/>
		<updated>2016-11-29T16:16:09Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: Blanked the page&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=507226</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Volume 1 Chapter 4</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Volume_1_Chapter_4&amp;diff=507226"/>
		<updated>2016-11-29T16:01:19Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: Created page with &amp;quot;&amp;lt;b&amp;gt;Bagian 1&amp;lt;/b&amp;gt;  Harutora dan Hokuto bertemu saat liburan musim panas pertama mereka saat SMP.  Disebuah taman kecil dekat dengan halte trem, dibawah langit biru, langit cerah...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&amp;lt;b&amp;gt;Bagian 1&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora dan Hokuto bertemu saat liburan musim panas pertama mereka saat SMP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebuah taman kecil dekat dengan halte trem, dibawah langit biru, langit cerah tak berawan, daun-daun berkilaun seperti zamrud di bawah sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama kali bertemu Hokuto, dirinya tidak mampu mengalihkan pandangan nya dari gadis itu. Dia tampak seperti Idol yang Harutora sukai saat itu, ditambah umur nya yang tampak sebaya dengan dirinya. Harutora terus memperhatikan gadis itu dari jauh, ia bertanya-tanya dimana gadis cantik ini bersekolah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu duduk sendirian di bangku taman, dan saat ia balik menatapnya, Harutora merasakan tubuhnya tiba-tiba melompat seperti pegas. Mata gadis itu melebar kearah nya, dan mulutnya ternganga membuat reaksi aneh. Bagaimanapun, dia tidak tahu apapun mengenai gadis itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora merasa hal itu sangat aneh, lalu ia mencoba mendekati gadis itu. Sesaat kemudian, gadis itu dengan cepat melarikan diri dari taman, menghiang tanpa jejak, meninggalkan Harutora yang berdiri dengan pandangan kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah pertemuan pertama mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Hokuto lagi. Sebenarnya, istilah &amp;quot;pertemuan&amp;quot; kurang tepat. Hari kedua setelah pertemuan pertama mereka di taman, ia melihat dirinya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, Harutora merasa ada seseorang yang selalu memata-matai dirinya. Ia tidak merasa seperti itu ketika di dalam rumah, tapi saat berjalan keluar, ia merasa seperti ada yang manatapnya dari belakang. Tapi setiap kali ia berbalik, tidak nampak siapapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian seperti itu sering terjadi, ia bertanya-tanya apakah ini hanyalah imajinasinya. Tapi, ia tidak menyangka bahwa dirinya memang benar-benar diikuti. Ia menemuknnya murni secara kebetulan. Pada saat itu, ia berjalan melewati mobil yang diparkir di samping, ia melihat sosok yang  mengikutinya dari balik pantulan cermin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia adalah gadis yang ia temui di taman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia secara refleks berbalik, mata mereka saling bertemu, gadis itu terkejut. Dia langsung melarikan diri, Harutora berusaha mengejar dirinya. Sayangnya, gadis itu terlalu cepat, dan sosoknya perlahan menghilang dari kejauhan ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali setelah itu, hal yang sama akan terus terjadi setiap tiga hari, tidak lama setelah itu menjadi dua hari, dan sampai akhirnya, drama ini akan berlangsung setiap hari. Ini adalah hubungan aneh yang ia miliki dengan gadis itu selama hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora mengejar, Hakuto berlari, dan kejadian ini berangsung selama beberapa periode waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;&#039;Mengapa ia mengikutiku? mengapa dia lari?&#039;&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora memikirkan ini tapi ia tidak bisa mengerti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia memikirkan beberapa kemungkinan, tapi ia tidak bisa secara pasti memastikannya. Sebelum ia sadar, ia sebenarnya menyukai permainan kejar-kejaran ini. Dia belum pernah melewati liburan musim panas di mana ia memutar otak, berlari, mengeluarkan tenaga, dan berkeringat seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyerap sinar matahari seperti ini, membuatnya nostalgia dengan kejar-kejaran selama musim panas dulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun pada akhirnya, Harutora tidak bisa menangkap Haakuto sekalipun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hari terakhir liburan musim panas, ia memutuskan untuk mengubah metode nya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu pagi, Harutora datang ke taman, tempat dimana mereka pertama kali bertemu, dan menunggunya disana sepanjang hari. Dia tidak melakukan apapun, hanya menunggu, berdiam diri dengan ekspresi bodoh. Dalam melakukan ini, ia bertanya-tanya, apakah dirinya sudah gila? Dia mengalami siksaan panas, berkeringat sampai hampir dehidrasi. Pergi ke tempat teduh tidak pernah ia pikirkan sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto akhirnya muncul pada sore hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matahari segera jatuh di cakrawala, di saat itu, dimana cahaya tidak benar-benar menghilang. Ketika langit dicelup warna merah seperti sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto yang tampak penuh tekad berjalan ke arah Harutora. Ia perlahan membuka mulutnya dengan lembut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi Harutora segera bicara terlebih dahulu sebelum ia membuat suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa, kamu menang.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis itu menutup mulutnya, memandang Harutora, seperti ia menerka apa maksud sebenarnya kata-kata itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Aku tidak berhasil menangkapmu bahkan sampai terakhir kali, jadi aku pikir kamu tidak ingin aku tahu apa latar belakangmu, benar?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto berdiam diri dengan wajah canggung, tapi Harutora terus terseyum berseri-seri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Kau sangat cepat untuk ukuran gadis. Tapi setidaknya aku akan memberitahu namaku, aku Harutora.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia mengulurkan tangan saat mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hokuto meihat tangan Harutora seperti hewan kecil menatap makanan. Pandangannya turun, mata nya yang besar secara bertahap berkilau dengan cahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan mengulurkan tangannya, takut-takut menyentuh tangan Hirotora. Kemudian menggenggam tangannya tegas, seperti tidak akan membiarkannya pergi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak saat itu, senyum mekar naif sering terlihat di wajah Hokuto. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora hampir tidak mengerti Hokuto sama sekali. Dia seorang gadis misterius. Touji telah memberitahunya hal ini, tapi ia tidak pedui, karena pada akhirnya ia menyukai Hokuto berada disisinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Liburan musim panas akhirnya berakhir, menyambut musim gugur, musim dingin, dan akhirnnya satu tahun telah berlalu. Tahun kedua berlalu, dua dari mereka tetap dikelas yang sama. Touji begabung selama tahun ketiga, membuat suasana lebih hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gadis misterius dan remaja bermasalah. Semua orang tampaknya bergaul dengan baik, dan Haruto merasa puas dengan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia tidak igin mengancurkan hubungan mereka bertiga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi ia selalu ngin seperti ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sudah cukup bagus, pikirnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Bagian 2&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berlari lurus di malam hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan deras tidak juga berhenti, guntur mulai bergemuruh, kilat saling menyambar sepanjang malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mangabaikan cuaca buruk, Harutora berlari sendirian di tempat konstruksi yang telah diubah menjadi medan perang sihir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berlari mengejat Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat yang sama, ia berlari berusaha menghentikan Suzuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya kosong, ia tidak bisa memikirkan apapun dan terus bergegas ke depan. Napasna tidak menentu, dan ia merasakan jantungnya robek, rasa sakit menjalar keseuruh tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasa sakitnya telah ditiadakan dengan charm heal untuk mengobati luka dan kelelahan, dan setiap kali efeknya habis, ia mengeluarkan yang baru dan tidak pernah berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kegelapan, lampu jalan di setiap sisi bersinar redup. Dia hampir tidak bisa melihat langkah kakinya sendiri dalam hujan deras ini, dan hanya bisa melihat samar-samar jalan di depannnya. Dia sudah lupa berapa lama waktu berlalu, seberapa jauh ia berlari, ia hanya  bisa mendengar suara guntur dan napasnya yang  terengah-engah. Terus berlari dalam hujan, sepanjang malam dibawah kilatan petir, bergerak maju pada jalan yang tidak diketahui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak berhenti berlari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangannya mencengkram Charm Hokuto yang ditinggalkannya setelah  menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berusaha untuk tidak memikirkan Hokuto saat ini, berusaha agar pikirannya tidak kehilangan konsentrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pikirannya tidak sengaja pudar bersama pernapasannya yang kacau. Saat ia tersandung, jatuh ke jalan, kenangan dalam dirinya meledak satu-persatu seperti longsoran salju, membuatnya teringat akan hari itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penampilan Hokuto tidak pernah berubah sejak pertama kali mereka bertemu. Tubuhnya kurus, namun memiliki kekuatan yang luar biasa. Kakinya cepat, dan bahkan bisa menangkap Touji yang berlari sekuat tenaga. Dia tidak suka membicarakan tentang dirinya sendiri, tidak pernah menyebutkan keluarga ataupun teman-temannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya sekarang, ketika ia terluka namun tidak ada setetes darah pun yang mengalir, ia bahkan memblokir kaki baja laba-laba sekaligus melemparkan sihir pada saat yang sama. Dia menghilang seperti asap ketika ia berbaring di pangkuan Harutora, mengatakan padanya agar ia lari. Dia tidak menjadi mayat, tetapi berubah menjadi Charm sikigami sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir bahwa hal seperti itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Mengutuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora kehabisan napas, berteiah &#039;bodoh&#039; dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
... Mengapa dia shikigami?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemikiran bahwa Hokuto yang ini adalah palsu mulai muncul. Dan Hokuto yang sebenarnya mungkin berada ditempat lain. Tapi ia tidak bisa terus menipu dirinya seperti ini. &amp;quot;Aku telah berbohong padamu, aku minta maaf kerena selalu menipumu.&amp;quot; Hokuto telah mengatakan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkinkah semuanya palsu? Keberadaannya juga  palsu? Dan kenangan bersamanya juga palsu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua waktu yang telah ia lalui bersamanya, setiap kata-katanya, semuanya merupakan kebohongan -Mungkinkah ia telah ditipu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika semuanya merupakan kebohongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika keberadaan Hokuto merupakan kebohongan dari awal. Jika memang ia tidak pernah da ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&#039;Harutora, aku mencintaimu&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petir menyambar dan guntur bergemuruh. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora ingin berteriak sekeras yang dia bisa, tapi napasnya saat ini telah habis, bahkan ia tidak bisa berteriak dalam hatinya. Ia hanya melangkah maju, berlari dalam keputus asaan, berpikir untuk berlari sampai ujung dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan. Malam. Petir. Guntur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pandangannya mulai kabur, kesadarannya memudar, ia bahkan tidak bisa merasakan gerakan kakinya sendiri. Seolah-olah tubuhnya sudah lama kehabisan energi dan hanya bergantung pada jiwanya untuk terus berjalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya bergantung pada jiwanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kilatan petir membelah langit, diikuti oleh gemuruh guntur, dan udara bergetar dengan intens.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Benar juga, kemana jiwa Hokuto pergi? Dia juga memiliki jiwa kan? Jika dia seperti itu - Jika shikigami memiliki jiwa, ia ingin bertemu dengannya lagi bahkan jika dia palsu. Semuanya akan baik-baik saja jika aku melihatnya lagi. Jika jiwanya berkeiaran disuatu tempat sampai sekarang ...&amp;lt;/i&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia tidak tahu berapa lama ia telah berjalan. Ketika ia menyadarinya, ia tidak lagi melihat lampu jalan yang bersinar redup. Hujan yang terus jatuh membasahi bumi, seolah-olah semua cahaya telah menghilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ujung kegelapan, dari sisi lain, sedikit kabur, titik cahaya dapat terlihat berpendar samar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....Hokuto?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, itu bukan jiwa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu adalah cahaya lentera. Harutora tahu bahwa ia telah mencapai tempat tujuannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jalan kecil lurus, mengarah pada jalan menanjak untuk mengakses bukit di belakangnya. Ada tangga batu di sisi jalan, dan atap kayu kuno dipinggir tangga batu tersebut, dengan lentera tergantung di bawah atap menghasikan cahaya berkabut dalam hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Guntur berkelebat, menerangi lentera di bawah atap itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Simbol keluarga, Pentagram dapat terlihat pada lentera itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diikuti dengan kata &#039;Tsuchimikado&#039;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora berdiri sejenak, menghirup napas melihat sumber cahaya. kemudian ia berkalan lebih dekat seolah untuk mengusir kegelapan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berdiri disamping lentera, melihat tangga batu. Langkah nya yang terjal dalam kegelpan, menyatu dengan suasana pohon-pohon yang rapat di kedua sisi, memberikan kesan menakutkan. Dua titik cahaya berinar seperti fatamorgana dibagian atas lentera.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora menaiki tangga batu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suara hujan mulai melemah, diikuti suara pohon dan rumput saling bergesekan sebagai gantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia melangkah menaiki tangga batu satu demi satu, langkah demi langkah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalanan yang gelap, hanya dengan mengandalkan cahaya dari kilatan petir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia akhirnya mencapai puncak bukit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah pintu dapat terlihat di ujung tangga batu. Dengan simbol pentagram mirip dengan lentera yang di bawah dikedua sisi pintu tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia perlahan membuka pintu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sisi lain pintu adalah kediaman utama keluarga Tsuchimikado, yang seakan tersembunyi dalam kegelapan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;....&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sudah lama tidak berkunjung ke tempat ini. Tidak ada lampu listrik dapat terlihat, dan juga tidak tampak seorangpun dapat terihat. Tapi ada suatu perasaan kehadiran, seolah-olah rumah ini sendiri bernafas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;i&amp;gt;Apakah Natsume tiba di rumah denan selamat?&amp;lt;/i&amp;gt; Harutora sedikit cemas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Tutup pintu nya, aku diruangan Bellflower ...&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sesaat dirinya berpikir bahwa ia salah dengar. Tapi, ia tidak keliru. Seekor kupu-kupu terbang ke arahnya. Dengan suara murni menuntun Harutora memberikan suasana menyeramkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kupu-kupu di hadapannya adalah shikigami dengan suara Natsume. Sepertinya, ia memang telah berada dirumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harutora memegang erat-erat Charm Shikigami di tangannya, setelah itu mengikuti kupu-kupu itu.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;b&amp;gt;Bagian 3&amp;lt;/b&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berjalan ke arah pintu masuk, bergerak melalui kolidor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia sedikit khawatir memasuki ruangan dengan keadaan basah kuyup seperti ini, tapi dengan lingkungan yang gelap, akan sulit baginya untuk menyalakan lampu, apalagi menemukan handuk kering. Hanya kupu-kupu di depannya lah yang bersinar dalam kegelapan. Dia mengikuti kupu-kupu, mengandalkan ingatannya saat mengunjungi tempat ini.&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Halaman_Registrasi&amp;diff=507225</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Halaman_Registrasi&amp;diff=507225"/>
		<updated>2016-11-29T15:58:17Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: /* Volume 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Sebagai permulaan prosedur pendaftaran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silakan kontak pengawas proyek, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah jilid (tidak wajib)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah penerjemah tiap jilid maksimal 2 (tidak wajib)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu (tidak wajib)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada penerjemah dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penerjemah diharapkan membaca Pedoman Nama dan Terminologi terlebih dahulu demi menjaga konsistensi terjemahan.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens - Pendaftaran&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - [[User:Isko|Isko]] - &#039;&#039;&#039;completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - [[User:Ran|Ran]] - &#039;&#039;&#039;completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - [[User:Kennaka0813|Kennaka0813]] - &#039;&#039;&#039;completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - [[User:i&#039;m machine|i&#039;m machine]] - &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039; &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Story 1 - &lt;br /&gt;
::*Story 2 - &lt;br /&gt;
::*Story 3 - &lt;br /&gt;
::*Story 4 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Story 1 - &lt;br /&gt;
::*Story 2 - &lt;br /&gt;
::*Story 3 - &lt;br /&gt;
::*Story 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 6===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 [[User:Adipratama|Adipratama]] dan [[User:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 [[User:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 3 [[User:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 4 [[User:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2&lt;br /&gt;
::*Chapter 3&lt;br /&gt;
::*Chapter 4&lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2&lt;br /&gt;
::*Chapter 3&lt;br /&gt;
::*Chapter 4&lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2&lt;br /&gt;
::*Chapter 3&lt;br /&gt;
::*Chapter 4&lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 14===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Cerita Sampingan===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Tokyo Ravens (Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Halaman_Registrasi&amp;diff=507214</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Halaman_Registrasi&amp;diff=507214"/>
		<updated>2016-11-29T02:00:14Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: /* Volume 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Sebagai permulaan prosedur pendaftaran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silakan kontak pengawas proyek, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah jilid (tidak wajib)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah penerjemah tiap jilid maksimal 2 (tidak wajib)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu (tidak wajib)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada penerjemah dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penerjemah diharapkan membaca Pedoman Nama dan Terminologi terlebih dahulu demi menjaga konsistensi terjemahan.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens - Pendaftaran&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - [[User:Isko|Isko]] (only one chapter) - &#039;&#039;&#039;completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - [[User:Ran|Ran]] - &#039;&#039;&#039;completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - [[User:Kennaka0813|Kennaka0813]] - &#039;&#039;&#039;working&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - [[User:I&#039;m Machine|I&#039;m machine]] - &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Story 1 - &lt;br /&gt;
::*Story 2 - &lt;br /&gt;
::*Story 3 - &lt;br /&gt;
::*Story 4 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Story 1 - &lt;br /&gt;
::*Story 2 - &lt;br /&gt;
::*Story 3 - &lt;br /&gt;
::*Story 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 6===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 [[User:Adipratama|Adipratama]] dan [[User:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 [[User:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 3 [[User:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 4 [[User:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2&lt;br /&gt;
::*Chapter 3&lt;br /&gt;
::*Chapter 4&lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2&lt;br /&gt;
::*Chapter 3&lt;br /&gt;
::*Chapter 4&lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2&lt;br /&gt;
::*Chapter 3&lt;br /&gt;
::*Chapter 4&lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 14===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Cerita Sampingan===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Tokyo Ravens (Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Halaman_Registrasi&amp;diff=507213</id>
		<title>Tokyo Ravens (Indonesia):Halaman Registrasi</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Tokyo_Ravens_(Indonesia):Halaman_Registrasi&amp;diff=507213"/>
		<updated>2016-11-29T01:58:10Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: /* Volume 1 */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;Sebagai permulaan prosedur pendaftaran:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&amp;quot;Pertama Datang, Pertama Dilayani&amp;quot;: silahkan daftarkan bab yang ingin anda terjemahkan (cukup tanda tangani di samping bab yang ingin anda terjemahkan, tentu saja yang belum di ambil penerjemah lain) jika terdapat suatu bab (yang sudah di tanda tangani) lebih dari 3 bulan tidak ada update, silakan kontak pengawas proyek, mungkin pekerjaan dapat di alih tangankan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimum bab yang boleh anda daftarkan tidak boleh melebihi setengah dari sebuah jilid (tidak wajib)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah penerjemah tiap jilid maksimal 2 (tidak wajib)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Jumlah maksimal jilid yang boleh anda kerjakan dalam satu waktu adalah satu (tidak wajib)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Ini bukan kontrak yang mengikat &amp;quot;Aku harus menyelesaikan yang sudah kudaftarkan&amp;quot;. Pilihan tergantung pada penerjemah dan dapat dinegosiasikan (termasuk yang anda daftarkan sendiri). Akan tetapi sebaiknya jika tidak mampu menyelesaikan/kesulitan sampai bagian tertentu dan merasa tidak sanggup menyelesaikan, harap lepaskan daftar nama anda dari seri tersebut, memberikan kesempatan bagi penerjemah lain yang tertarik untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*&#039;&#039;&#039;Penerjemah diharapkan membaca Pedoman Nama dan Terminologi terlebih dahulu demi menjaga konsistensi terjemahan.&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&amp;lt;br/&amp;gt;&lt;br /&gt;
==&#039;&#039;Tokyo Ravens - Pendaftaran&#039;&#039;==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 1===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - [[User:Isko|Isko]] (only one chapter) - &#039;&#039;&#039;completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - [[User:Ran|Ran]] - &#039;&#039;&#039;completed&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - [[User:Kennaka0813|Kennaka0813]] - &#039;&#039;&#039;working&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - [[User:I&#039;m Machine|I&#039;m Machine]] - &#039;&#039;&#039;Proses&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup -&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 2===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 3===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 4===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Story 1 - &lt;br /&gt;
::*Story 2 - &lt;br /&gt;
::*Story 3 - &lt;br /&gt;
::*Story 4 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 5===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Story 1 - &lt;br /&gt;
::*Story 2 - &lt;br /&gt;
::*Story 3 - &lt;br /&gt;
::*Story 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 6===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 7===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 8===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 9===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 2 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 3 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 4 - &lt;br /&gt;
::*Chapter 5 - &lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 10===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1 [[User:Adipratama|Adipratama]] dan [[User:Rarara97|Rarara97]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 2 [[User:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 3 [[User:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 4 [[User:Adipratama|Adipratama]]&lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 11===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2&lt;br /&gt;
::*Chapter 3&lt;br /&gt;
::*Chapter 4&lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 12===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2&lt;br /&gt;
::*Chapter 3&lt;br /&gt;
::*Chapter 4&lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 13===&lt;br /&gt;
::*Chapter 1&lt;br /&gt;
::*Chapter 2&lt;br /&gt;
::*Chapter 3&lt;br /&gt;
::*Chapter 4&lt;br /&gt;
::*Chapter 5&lt;br /&gt;
::*Kata Penutup&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Volume 14===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===Cerita Sampingan===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
===BD Side Stories===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;lt;noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=&amp;quot;5&amp;quot; cellspacing=&amp;quot;0&amp;quot; style=&amp;quot;margin: 1em 1em 1em 0; background: #f9f9f9; border: 1px #aaaaaa solid; padding: 0.2em; border-collapse: collapse;&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Kembali ke [[Tokyo Ravens (Indonesia)|Halaman Utama]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&amp;lt;/noinclude&amp;gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Registration Page]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Mahouka_Koukou_no_Rettousei_(Indonesia):Volume_8_Chapter_3&amp;diff=506529</id>
		<title>Mahouka Koukou no Rettousei (Indonesia):Volume 8 Chapter 3</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://www.baka-tsuki.org/project/index.php?title=Mahouka_Koukou_no_Rettousei_(Indonesia):Volume_8_Chapter_3&amp;diff=506529"/>
		<updated>2016-11-18T01:18:25Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;I&amp;#039;m machine: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;&#039;&#039;&#039;6 November 2095 AD/Rumah Keluarga Utama Yotsuba - Drawing Room&#039;&#039;&#039;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Oh, &amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendengar ucapan Tatsuya sambil melihat keluar jendela yang menghadap halaman, kesadaran Miyuki kembali dari masa lalu ke saat sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Onii-sama?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Itu si kembar Kuroba.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melirik di pertanyaan adiknya, Tatsuya menjawab dengan ekspresi terkejut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Ayako-san dan Fumiya-kun?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun dia berkedip karena keterkejutannya samar, tapi tidak luput dari perhatian Miyuki. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah bangkit ditengah jalan, Miyuki buru-buru mencoba untuk memperbaiki postur tubuhnya, sebelum berpikir lebih dari itu dan duduk kembali dengan sebuah kegagalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Tampaknya mereka baru saja keluar.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuroba bersaudara datang dari tempat tinggal nenek mereka, adik dari kakek almarhum Tatsuya dan Miyuki, serta bibi dari Kepala Keluarga Yotsuba, Maya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuroba Fumiya merupakan calon nomor dua dari suksesi kepemimpinan Keluarga Yotsuba. Miyuki tidak terkejut dengan kehadiran mereka disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;... Mungkinkah hanya kebetulan?&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Mereka bukan tipe orang yang tak menyapa saat mengetahui kita disini.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itu memang benar, pikir miyuki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Apakah dengan waktu yang panjang atau pendek, tampaknya nasib telah memutuskan kita tidak saling menyapa tidak terjadi.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah jawaban yang sangat datar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berpikir hal yan sama seperti kakaknya, pikiran Miyuki kembali ke peristiwa pertemuan di kesempatan lain pada suatu malam....&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>I&#039;m machine</name></author>
	</entry>
</feed>